WorldWideScience

Sample records for kadrin keres martti

  1. Kormašovid Helsingis / Martti Soosaar

    Index Scriptorium Estoniae

    Soosaar, Martti, 1933-2017

    1998-01-01

    Helsingi Kanneltalos kunstinäitus "Dünastia" tsüklist "Paljukultuuriline Eesti". Eksponeeritud Kormašovide perekonna - maalijad Nikolai (1929), Orest (1964), keraamikud Luule (1935), Jaana (1966), graafik Andrei (1957) - loomingut. Kuraator Martti Soosaar. Eesti Instituudi väljaandel ilmub temaatiline kalender, mis tutvustab soomlastele sajandi alguse Eesti arhitektuuri. Aasta viimane näitus on Helsingi Malmitalos eesti klaasikunstnikelt

  2. Tartu kalendritootja investeeris uude tehasesse 100 miljonit / Kadrin Karner

    Index Scriptorium Estoniae

    Karner, Kadrin

    2008-01-01

    Ilmunud ka: Delovõje Vedomosti 24. sept. lk. 5. Tartus avatud Ajasto Diary Groupi kalendritehasesse investeeriti üle 100 miljoni krooni, mille tasuvuspiiriks loeb ettevõte umbes kümme aastat. Vt. samas: Mis on mis: Ajasto Diary Group; Kommenteerivad: Mait Puusepp, Andras Metsa, Kadrin Karner

  3. Uji Angka Paling Mungkin (APM) Coliform pada Teh Kering Dalam Kemasan

    OpenAIRE

    Gaol, Patma Lumban

    2017-01-01

    142410054 Teh kering dalam kemasan adalah produk teh kering tunggal atau campuran dari teh hitam, teh hijau, teh putih dan atau teh beraroma lain yang harus memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI). Pengujian ini bertujuan untuk memeriksa adanya bakteri coliform pada teh kering dalam kemasan dengan persyaratan SNI yang berlaku. Pengujian bakteri coliform dilakukan dengan metode Angka Paling Mungkin (APM) Coliform menggunakan metode tiga tabung berdasarkan metode MA Supp 69/MIK/0...

  4. Teknik Penanaman Eboni (Diospyros Celebica Bakh.) Di Daerah Agak Kering

    OpenAIRE

    Hendromono, Hendromono

    2008-01-01

    Pohon eboni sebagai penghasil kayu mewah merupakan jenis yang hanya tumbuh alami di Sulawesi. Harga kayu eboni yang mahal mengakibatkan pohonnya dieksploitasi secara berlebihan dihabitat alarnnya. Untuk mencegah eboni dari kepunahan diperlukan konservasi eboni secara in-situ dan ex-situ. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui teknik penanaman eboni di daerah tropik yang beriklim agak kering. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap berkelompok dalam percobaan faktorial 2 x 3. Perlaku...

  5. Pengaruh Substitusi Tepung Pisang Terhadap Mutu Kue Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sifia Silfia

    2012-06-01

    Full Text Available Banana (Musa paradisiaca is a highly nutritious fruit that is a source of vitamins, minerals and carbohydrates. Bananas are used as table fruit, smoked bananas, mashed bananas and banana flour. The purpose of this research was to extend the shelf life of banana which was processed into cookies. The research was conducted by treatment of comparison between banana flour and wheat flour, which is 100:0%, 80:20%, 60:40%, 40:60%, and 0:100%. The product was then analyzed the moisture content, ash, protein, and organoleptic test for taste, aroma, texture, and storage resistance. The results showed that comparison treatment of banana flour and wheat flour 80:20%, providing optimal results with 3.55% moisture content, 1.19% ash content, 14.25% protein, texture, flavor and aroma, and preferably keep hold more than 16 weeks.ABSTRAKPisang (Musa paradisiaca adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperpanjang masa simpan pisang yang diolah menjadi kue kering. Penelitian dilakukan dengan perlakuan perbandingan tepung pisang dengan tepung terigu, yaitu 100:0%, 80:20%, 60:40%, 40:60% dan 0:100%. Produk kemudian dianalisis kadar air, abu, protein, dan uji organoleptik terhadap rasa, aroma, tekstur, dan ketahanan simpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tepung pisang dengan tepung terigu 80:20% memberikan hasil optimal dengan kadar air 3,55%, kadar abu 1,19%, protein 14,25%, tekstur, rasa dan aroma disukai serta ketahanan simpan lebih dari 16 minggu.

  6. Fermentasi Biji Kakao Kering Menggunakan Saccharomyces cerevisiae, Lactobacillus lactis, dan Acetobacter aceti

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mulono Apriyanto

    2018-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat kimia pada fermentasi biji kakao kering jemur. Biji kakao kering jemur yang diperoleh dari petani memiliki kadar air yang tidak seragam. Guna menimalkan kegagalan fermentasi maka biji kakao kering jemur diperoleh melalui pengeringan biji kakao segar menggunakan kabinet dryer dengan sebelumnya dikondisikan pada suhu seperti pengeringan dengan sinar matahari, dan masing ditentukan kadar gula reduksinya. Percobaan fermentasi biji kakao kering dilakukan fermentasi pada wadah fermentasi dengan jumlah biji 150 g setiap wadah. Sebelum difermentasi terlebih dahulu biji kakao kering jemur direhidrasi agar didapat kadar air mendekati biji segar, kemudian biji kakao kering jemur diinkubasi selama enam hari dan tanpa dibalik selama fermentasi. Setiap perlakuan diulangi tiga kali dan diamati tiap 24 jam sampai 120 jam. Kadar gula reduksi (kontrol 4,49–11,45%, inokulum diawal (IA 4,69–11,55%, inokulum bertahap (IB 4,64–11,54%, kadar asam tertitrasi (kontrol 4,48–6,45%, inokulum diawal (IA 4,64–6,39%, inokulum bertahap (IB  4,45–6,59%, populasi Saccharomycescerevisiae (kontrol 5,56–7,28 (log CFU/g, inokulum diawal (IA 6,45–8,75 (logCFU/g, inokulum bertahap (IB 6.88 – 8.99 (logCFU/g, Lactobacillus lactis (kontrol 6,66–8,15 (log CFU/g, inokulum diawal (IA 7,65–8,21(log CFU/g, inokulum bertahap (IB 7,66–8,95 (log CFU/g dan Acetobacter aceti (kontrol 4,26–6,95% (log CFU/g, inokulum diawal (IA 4,85–7,40 (log CFU/g, inokulum bertahap (IB 4,35–7,91 (log CFU/g dalam pulp fermentasi diamati selama proses fermentasi. Untuk mengetahui kualitas biji kakao dilakukan pengukuran pH (kontrol 5,67–3,98, inokulum diawal (IA 5,67–3,55, inokulum bertahap (IB 5,67–3,50, kadar etanol (kontrol 0,3–0,5%, inokulum diawal (IA 0,3–0,52%, inokulum bertahap (IB 0,35–0,53% dan indeks fermentasi selama fermentasi (kontrol 0,31–0,88, inokulum diawal (IA 0,32–0,99, inokulum bertahap (IB 0,33–1,03. Kata

  7. KANDUNGAN ASAM AMINO, TAURIN, MINERAL MAKRO-MIKRO, DAN VITAMIN B12 UBUR-UBUR (Aurelia aurita SEGAR DAN KERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - - Nurjanah

    2014-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah menentukan komposisi gizi, asam amino, taurin, mineral makro dan mikro,dan vitamin B12 pada ubur-ubur (Aurelia aurita segar dan kering. Asam amino esensial pada ubur-uburyaitu arginina, leusina, valina, treonina, lisina, isoleusina, fenilalanina, metionina, dan histidina, sedangkanasam amino non esensial yaitu asam glutamat, glisina, asam aspartat, serina, alanina, dan tirosina. Asamamino esensial tertinggi segar dan kering adalah arginina sebesar 1,72% (bk dan 1,44% (bk dan terendahhistidina yaitu sebesar 0,19% (bk dan 0,13% (bk. Asam amino non esensial segar dan kering tertinggiadalah asam glutamat dan glisina yaitu sebesar 3,26% (bk dan 2,62% (bk dan terkecil tirosina sebesar0,38% (bk dan 0,41% (bk. Taurin segar sebesar 2,68% (bk dan kering sebesar 0,67% (bk. Mineral makrotertinggi segar dan kering adalah natrium yaitu 180.092,1 ppm (bk dan 111.209,4 ppm (bk, terkecil adalahkalsium yaitu 5.750,2 ppm (bk dan 11,1 ppm (bk. Mineral mikro tertinggi segar dan kering adalah iodium yaitu8.291,5 ppm (bk dan 1.800 ppm (bk dan yang terkecil adalah tembaga yaitu 1,1 ppm (bk dan 0,6 ppm (bk.Vitamin B12 segar adalah 396,6 μm/100 g (bk dan kering 63,5 μm/100 g (bk.Kata kunci: asam amino, mineral, taurin, ubur-ubur (Aurelia aurita, vitamin B12

  8. Pengolahan Biodiesel dari Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum L Dengan Cara Purifikasi Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Alamsyah

    2012-10-01

    Full Text Available Tanaman nyamplung atau hutaulo merupakan tanaman yang tumbuh di banyak tempat di Indonesia. Tanaman ini menghasilkan biji yang mempunyai kadar minyak yang tinggi dan dapat diubah menjadi biodiesel. Salah satu masalah dalam proses purifikasi (pencucian biodiesel kasar adalah kebutuhan air dan energi yang tinggi untuk pemanasan air tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan purifikasi/pencucian kering biodiesel dan menggantikan metode pencucian dengan air dan proses pengeringan. Percobaan dilakukan dengan mereaksikan minyak nyamplung dengan metanol (MeOH pada suhu 65oC menggunakan katalis NaOH 1% dari berat minyak. Rasio molar minyak nyamplung dan metanol adalah 1 : 11,5. Pencucian kering biodiesel kasar dilakukan dengan penambahan cleaning agent (CA, arang aktif (AA, dan campuran cleaning agent dan arang aktif (AACA. Pencucian kering dilakukan dengan mereaksikan biodiesel kasar dengan CA (1%, 3%, dan 5%, AA (1%, 3%, dan 5%, AACA (1%, 3%, dan 5% dilanjutkan dengan penyaringan vakum. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan campuran CA dan AA (5% ke dalam biodiesel menunjukkan hasil terbaik dalam memperoleh kandungan fatty acid methyl ester (FAME sesuai SNI sebesar 96,5%. 

  9. FORMULASI PRODUK SUSU FERMENTASI KERING DENGAN PENAMBAHAN BAKTERI PROBIOTIK Lactobacillus casei DAN Bifidobacterium longum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dida Hani Rahman

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACTFermented milk is a healthy product that has many benefits especially for human digestive tract. Manufacturing of probiotic fermented milk products as a functional food with a viable long shelf life needs to be developed. The purpose of this study was to formulate a dried fermented milk product using probiotic bacterias. The experimental design study was a complete random design with 4 treatments using different lactic acid bacteria (LAB: A1 (Streptococcus lactis: 0.5%; A2 (Streptococcus lactis: 0.25% and Lactobacillus casei: 0.25%; A3 (Streptococcus lactis: 0.25%, Lactobacillus bulgaricus: 0.125%, Streptococcus thermophiles: 0.125%; and A4 (Streptococcus lactis: 0.25% and Bifidobacterium longum: 0.25%. The highest level of hardness was A2 product and the highest level of tenderness is A1 product. Results of proximate analysis showed that dried fermented milk products had high levels of the protein, calcium, and phosphorus. Microbiological test results showed that the amount of lactic acid bacteria (BAL in dried fermented milk products were eligible based on CODEX: 243 (2003. Statictical analysis using ANOVA in the hedonic quality test showed that the treatments were significantly different (p 0.05 on the attributes of color, aroma, hardness, and flavor except texture.Key words: dried fermented milk, functional food, probiotic, lactic acid bacteria (LABABSTRAKSusu fermentasi merupakan produk kesehatan yang mempunyai banyak manfaat terutama untuk saluran pencernaan manusia. Pembuatan produk susu fermentasi probiotik sebagai makanan fungsional yang mempunyai kelangsungan hidup dan daya simpan yang lama perlu dikembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan susu fermentasi kering menggunakan bakteri probiotik. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan menggunakan 4 bakteri asam laktat (BAL, (Streptococcus lactis, 0.5%, A2 (Streptococcus lactis; 0.25% dan Lactobacillus casei; 0.25%, A3

  10. PRODUKTIVITAS JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus PADA MEDIA LIMBAH SEKAM PADI DAN DAUN PISANG KERING SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparti Suparti

    2015-08-01

    Full Text Available Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus merupakan jenis jamur pangan yang banyak dikonsumsi mengandung protein 27%. Kandungan protein pada jamur tiram putih dapat dipengaruhi oleh komposisi media tanam seperti selulosa, hemiselulosa, lignin dan nutrisi tambahan. Sekam padi dan daun pisang kering merupakan salah satu limbah organik yang dapat digunakan sebagai media alternatif untuk meningkatkan produktivitas jamur tiram putih.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas jamur tiram putih yang ditumbuhkan pada media  limbah sekam padi dan daun pisang kering sebagai media alternatif. Jenis penelitian eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL dua faktor yaitu faktor 1 penambahan sekam padi dan faktor 2 daun pisang kering (0%, 5%, 10%, 15%, masing-masing  dengan empat perlakuan dan dua kali ulangan.  Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan sekam padi dan daun pisang kering  15% (S3T3 memberikan pengaruh nyata terhadap lama penyebaran miselium, jumlah badan buah dan berat segar jamur tiram putih.Perlakuan yang paling baik untuk pertumbuhan jamur pada perlakuan S3T3, dengan rata-rata lama penyebaran miselium 25,5 hari, jumlah badan buah 64,5 buah dan berat segar yang dihasilkan 402,5. Hasil data tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.

  11. SELEKSI IN VITRO EKSPLAN SETENGAH BIJI KEDELAI VARIETAS TAHAN TANAH KERING MASAM MENGGUNAKAN KANAMISIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aisyah Aisyah

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang optimal untuk seleksi in vitro kedelai varietas tahan tanah kering masam dan mengetahui respon pertumbuhan kedelai varietas tahan tanah kering masam terhadap berbagai konsentrasi antibiotik kanamisin. Jenis eksplan yang digunakan adalah setengah biji. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu konsentrasi kanamisin (0 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L, 150 mg/L, dan 200 mg/L, dan varietas kedelai yang tahan tanah kering masam (Gepak kuning, Tanggamus, Gema, Grobogan, dan Burangrang. Parameter yang diukur adalah hari muncul tunas, jumlah eksplan yang tumbuh tunas, jumlah tunas yang tumbuh dan jumlah eksplan yang hidup. Data dianalisis menggunakan Anava dua jalur dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kanamisin optimal berdasarkan LD50 (Lethal Dosis 50% untuk setiap varietas memiliki sensitivitas yang berbeda. Varietas Gema, Gepak Kuning dan Tanggamus pada 150 mg/L, varietas Grobogan pada 100 mg/L, sedangkan varietas Burangrang sensitif pada konsentrasi 200 mg/L. Semakin meningkatnya konsentrasi kanamisin menyebabkan penurunan jumlah eksplan hidup, jumlah tunas dan eksplan yang membentuk tunas, serta penundaan munculnya tunas.This research aimed to determine the optimal concentration for in vitro selection of dry acid soil resistance soybean variety and evaluate the growth response of dry acid soil resistance soybean variety to various concentrations of the kanamycin antibiotic. The half-seed explants were used. The research used completely randomized design with two factors: the concentration of kanamycin (0 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L, 150 mg/L, and 200 mg/L, and soybean varieties which are resistant to dry acid soil (Gepak kuning, Tanggamus, Gema, Grobogan, and Burangrang. Parameters measured were: the emerging shoot day, number of explants emerging shoots, number of shoots, and the number of survive explants. Data were analyzed used two

  12. SELEKSI SPESIES ADAPTIF PADA DAERAH KERING UNTUK ANTISIPASI PERUBAHAN IKLIM GLOBAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Laksmi Hendrati

    2017-01-01

    Full Text Available Kementerian Kehutanan, melalui Badan Litbang Kehutanan yang dituangkan dalam Roadmap 2010-2025 telah mencanangkan kegiatan untuk mengantisipasi terjadinya perubahan iklim global. Berbagai Rencana Penelitian Integratif (RPI telah ditetapkan termasuk RPI Adaptasi Bioekologi dan Sosial Ekonomi Budaya terhadap Perubahan Iklim yang diinisiasi pada tahun 2010. Dalam RPI ini salah satu penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai spesies pohon dari berbagai provenans yang potensial untuk mengantisipasi perubahan iklim dengan penekanan untuk tujuan pengujian pada daerah kering. Pada makalah ini, hasil identifikasi dan seleksi yang dilakukan tahun 2010 didiskusikan. Identifikasi dari daerah bercurah hujan rendah (<1000-1500mm/tahun di Indonesia (Sulawesi, Madura, JawaTimurdanNusaTenggaraTimursertaseleksidenganmempertimbangkantampilansebagaipohon, manfaat, kemungkinannya untuk koleksi materi genetik, rekomendasi dan beberapa kriteria lain akhirnyamendapatkan29spesies potensialyangadaptifpadadaerahkeringuntukdiujilebihlanjut.

  13. OPTIMASI POLA TANAM PADA LAHAN KERING DI KOTA PEKANBARU DENGAN MENGGUNAKAN METODA MULTI OBJECTIVE (GOAL PROGRAMMING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vera Devani

    2012-12-01

    Full Text Available Salah satu alternatif pilihan yang diharapkan dapat meningkatkan potensi produksi tanaman dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan adalah pendayagunaan lahan kering. Pada model Linear Programming kendala-kendala fungsional menjadi pembatas bagi usaha memaksimumkan atau meminimumkan fungsi tujuan, maka pada Multi Objective Goal Programming kendala-kendala itu merupakan sarana untuk mewujudkan sasaran yang hendak dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola tanam sayur-sayuran, menentukan kendala sasaran yang dapat dicapai, dan mengetahui sensitivitas terhadap solusi optimum yang telah dicapai. Dari penelitian diperoleh bahwa dengan luas lahan 504 Ha, jumlah tenaga kerja 300 orang, kebutuhan pupuk kandang sebanyak 15.000 kg/Ha, dan kebutuhan pupuk urea sebanyak 350 kg/Ha dapat mengoptimasi pola tanam dengan menanam jenis komoditas sayuran berupa ketimun dan sawi.

  14. Pengkajian Rakitan Teknologi Budidaya Kentang dan Strategi Pengembangannya : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan

    OpenAIRE

    Santoso, Pudji; Yuniarti; Purnomo, Sudarmadi; Subandi

    2009-01-01

    Pengkajian Rakitan Teknologi Budidaya Kentang dan Strategi Pengembangannya : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan. The assessment on improving the cultivation technology of potato as demonstration plot in farmer's land was done in Prima Tani area of Magetan regency in Genilangit village, during dry season on June – September 2007. Collecting data was done using farm record keeping method on the application of improving cultivation technology of potat...

  15. PENGARUH TINGKAT YOGURT DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KECERNAAN IN VITRO BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, PROTEIN, DAN SERAT KASAR KULIT NANAS FERMENTASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati (Nurhayati

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian dilaksanakan untuk melihat pengaruh tingkat yogurt dan waktu fermentasi terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, protein, dan serat kasar kulit nanas fermentasi. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan 2 faktor yaitu tingkat yogurt (0, 3, 6, dan 9 ml/kg dan lama waktu fermentasi (24, 48, dan 72 jam yang diulang sebanyak 5 kali. Bahan yang digunakan adalah kulit nanas, plain yogurt yang mengandung bakteri Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus dan Streptococcus salivarius subsp. thermophilus, bahan kimia yang digunakan untuk analisis proksimat protein dan serat kasar kulit nanas fermentasi, larutan saliva buatan McDougall dan cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05 tingkat yogurt terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, dan protein kasar tetapi tidak berbeda nyata terhadap kecernaan serat kasar. Waktu fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05 terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar, dan serat kasar secara in vitro. Interaksi tingkat yogurt dengan waktu fermentasi memberikan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05 terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein kasar tetapi tidak memberikan perbedaan pengaruh nyata terhadap kecernaan serat kasar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat yogurt 6 ml/kg dan waktu fermentasi 72 jam dapat meningkatkan kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, dan protein kasar serta menurunkan kecernaan in vitro serat kasar kulit nanas fermentasi. (Kata kunci: Fermentasi, Kecernaan in vitro, Kulit nanas, Yogurt

  16. RESPON EKSPLAN SETENGAH BIJI KEDELAI VARIETAS TAHAN TANAH KERING MASAM TERHADAP HIGROMISIN SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D Rizania

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan konsentrasi optimal higromisin terhadap pertumbuhan eksplan kedelai varietas tahan tanah kering masam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas kedelai (var. Ijen, var. Sinabung, var. Argomulyo, var. Anjasmoro, var. Burangrang, faktor kedua adalah konsentrasi higromisin (0 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l, 20 mg/l, 25 mg/l. Data dianalisis dengan Anava dua jalan, bila signifikan dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan varietas kedelai dan konsentrasi higromisin berpengaruh sangat signifikan pada jumlah eksplan yang hidup, jumlah tunas, dan hari muncul tunas. Interaksi dari varietas kedelai dan konsentrasi higromisin tersebut juga berpengaruh signifikan pada semua parameter. Konsentrasi optimal higromisin yang diperlukan untuk menyeleksi eksplan kedelai varietas tahan tanah kering masam pada parameter jumlah eksplan yang hidup, jumlah tunas, dan hari muncul tunas yaitu pada konsentrasi 15 mg/l.This research aims to determine the response and optimal concentration of hygromycin on the growth of dry acid soil resintant soybean variety explant. This research was used a completely randomized design factorial consisting of two factors. The first factor was soybean variety (var. Ijen, var. Sinabung, var. Argomulyo, var. Anjasmoro, var. Burangrang, the second factor is the concentration of hygromycin (0 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l, 20 mg/l, 25 mg/l. Data were analyzed by using two-way ANOVA, followed by significant when using DMRT further test (Duncan's Multiple Range Test. The results showed soybean variety and concentration of hygromycin significantly effect on the number of live explants, number of shoots, and the emerging shoots. The interaction of soybean varieties and the hygromycin concentration was also a significant effect on all

  17. Ekstrak Air Daun Sirih (Piper betle Linn sebagai Antioksidan Alami pada Pengolahan Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus Asin Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2015-04-01

    Full Text Available Kajian peran ekstrak air daun sirih sebagai antioksidan alami pada proses pengolahan ikan patin asin kering telah dilakukan. Penambahan ekstrak air daun sirih pada berbagai konsentrasi (0, 4, 5, 6, 7% b/v dilakukan pada saat perendaman patin segar dalam larutan garam jenuh selama 48 jam. Selanjutnya patin asin hasil penggaraman dikeringkan di bawah sinar matahari selama 4–5 hari. Pengamatan aktivitas antioksidan ekstrak air daun sirih dilakukan dengan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH yang dibandingkan dengan Buthylated Hydroxytoluene (BHT sebagai kontrol positif, sedangkan pengamatan efektivitas ekstrak air daun sirih sebagai antioksidan patin asin dilakukan melalui analisis parameter oksidasi yakni angka TBA, angka anisidin dan produk berfluoresen serta karakteristik  sensori (warna, bau, dan rasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak air daun sirih memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan BHT. Penambahan ekstrak air daun sirih dengan konsentrasi 4–7% (b/v selama penggaraman dalam proses pengolahan patin asin mampu menghambat proses oksidasi lemak patin asin dan patin asin kering yang tercermin dari rendahnya angka TBA, angka anisidin dan produk berfluoresen dibanding kontrol. Perlakuan terpilih dari penelitian ini adalah kelompok perlakuan penambahan ekstrak daun sirih 4% yang menghasilkan patin asin kering dengan angka TBA 6,42 mMol MDA/kg (kontrol 15,10 mMol MDA/kg, angka anisidin 3,41 mMol/g minyak (kontrol 6,87 mMol/g minyak, dan produk berfluoresen 0,091 mg/g ikan (kontrol 0,219 mg/g ikan. Karakteristik sensori patin asin dengan perlakuan terpilih berwarna coklat muda, berbau tidak tengik, dan berasa sedikit getir.

  18. ANALISIS SPASIAL DISTRIBUSI BULAN BASAH DAN BULAN KERING DI JAWA TIMUR (Spatial Distribution of Wet Month and Dry Month in East Java Region

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indarto Indarto

    2013-03-01

    Makalah ini memaparkan distribusi spasial Bulan Basah (BB dan Bulan Kering (BK di Jawa Timur.  Data hujan diperoleh dari 943 lokasi stasiun hujan yang tersebar merata di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur.  Hujan bulanan dihitung dari kumulatif hujan harian. Selanjutnya, nilai BB dan BK ditentukan berdasarkan metode klasifikasi Iklim Oldeman.  Analisa spasial dilakukan menggunakan tool  ESDA (Exploratory Spatial Data Analysis yang terdapat pada ArcGIS Geostatistical Analyst. Tool yang digunakan mencakup:  Histogram, Voronoi Map, dan QQ-Plot.  Hasil analisa menunjukkan grafik Histogram dan Normal QQPlot untuk Bulan Basah dan Bulan Kering (BK mendekati distribusi normal.  Nilai statistik BB  yang diperoleh adalah: minimal = 1 bulan/tahun dan maksimal = 9 bulan/tahun. Nilai bulan basah (BB rerata dari seluruh stasiun untuk semua periode adalah 3,67 bulan/tahun dan nilai median = 4 bulan/tahun.  Histogram bulan basah  menghasilkan nilai standar deviasi = 1,2; koefisien skewness = 0,05;  dan koefisien curtosis sebesar (3,09.  Histogram Bulan Kering, menghasilkan nilai minimal 2 bulan/tahun dan maksimal = 11 bulan/tahun.  Sedangkan, nilai BK rerata dari seluruh stasiun untuk semua periode adalah 6,4 bulan/tahun dan nilai median = 6 bulan/tahun.  Histogram juga menampilkan nilai standar deviasi = 1,21; koefisien skewness = 0,11;  dan koefisien curtosis = (3,6.   Penelitian menunjukkan bahwa analisa menggunakan : histogram, Voronoi Map, Normal QQ-Plot dapat menggambarkan lebih detail variabilitas spasial Bulan Basah  dan Bulan Kering di Jawa Timur. Kata kunci: ESDA, Histogram, Voronoi-Map, QQ-Plot,  Bulan basah, Bulan kering, Jawa Timur

  19. Sifat Fisika Mekanika dan Ketahanan Papan Partikel Bambu dengan Perekat Asam Sitrat terhadap Serangan Rayap Kayu Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ragil Widyorini

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian mengenai penggunaan asam sitrat sebagai agen pengikat alami masih relatif sedikit. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan pada pengaruh jumlah asam sitrat dan suhu pengempaan terhadap sifat papan partikel bambu, termasuk ketahanannya terhadap serangan rayap kayu kering. Bahan penelitian adalah partikel bambu petung. Komposisi kimia bahan baku bambu diuji untuk kadar ekstraktif, holoselulosa, lignin, dan alfa selulosa. Faktor pada penelitian ini adalah jumlah asam sitrat (0 - 40% berdasarkan berat kering udara partikel dan suhu pengempaan (200 oC dan 220 oC. Sifat fisika dan mekanika papan partikel diuji berdasarkan standar pengujian JIS A 5908. Analisis menggunakan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR juga dilakukan untuk mengetahui perubahan gugus ester pada berbagai jumlah asam sitrat dan suhu pengempaan. Pengujian ketahanan terhadap serangan rayap kayu kering juga dilakukan dengan menghitung nilai pengurangan berat dan mortalitas rayap setelah 6 minggu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa interaksi kedua faktor berpengaruh nyata terhadap nilai pengembangan tebal, penyerapan air, modulus elastisitas dan modulus patah. Intensitas gugus C=O yang ditunjukkan pada puncak 1720 cm-1 semakin bertambah besar seiiring dengan semakin banyaknya jumlah asam sitrat, yang menyebabkan kekuatan perekatan dan stabilitas dimensi papan partikel menjadi semakin kuat. Kondisi optimum pada penelitian ini adalah papan partikel dengan penambahan jumlah asam sitrat 20 % pada suhu pengempaan 200 oC dengan kualitas yang dapat memenuhi standar JIS A 5908 tipe 8. Penambahan asam sitrat dapat meningkatkan mortalitas rayap kayu kering secara nyata. Penambahan 20 % asam sitrat pada suhu pengempaan 200 oC menghasilkan nilai pengurangan berat 0,9 % dan mortalitas rayap 57 %. Kata kunci: bambu petung, asam sitrat, suhu pengempaan, jumlah asam sitrat.   Mechanical properties and durability against the dry termite attacks of particleboard made from bamboo

  20. KANDUNGAN NATRIUM (Na DAN GARAM (NaCl DALAM IKAN ASIN KERING MENTAH DAN GORENG DI PASAR ANYAR BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Yuniati

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan natrium (Na dan garam (NaCl dalam 10 jenis ikan asin kering yang beredar di Pasar Anyar Bogor. Analisis natrium dilakukan terhadap ikan asin mentah, setelah dicuci, dan setelah digoreng dengan menggunakan flamefometer. Analisis garam dilakukan dengan titrasi argentometri terhadap ikan asin mentah. Hasil analisis menunjukkan, kandungan Na dan garam dalam ikan asin sangat beragam besarnya berturut-turut berkisar antara 0,3-8,1% dan 5,7-21,2%. Ikan asin yang mempunyai kadar Na dan garam tinggi adalah ikan sepat, peda putih dan gabus. Jumlah air dalam ikan asin juga bervariasi, berkisar antara 10,3-46,8%. pencucian dan penggorengan dapat menurunkan kadar garam ataupun natrium sebesar 37,4%.

  1. FORMULASI MI KERING SAGU DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KACANG HIJAU (Formulation of Dry Sago Noodles with Mung Bean Flour Substitution

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hilka Yuliani

    2015-11-01

    dilakukan menggunakan Mixture Design (DX7 dengan variabel berupa persentase pati sagu (80-100% dan tepung kacang hijau (0-20%. Substitusi tepung kacang hijau dapat menurunkan kekerasan, kelengketan, dan elongasi mi sagu, namun meningkatkan cooking loss. Produk optimum mi sagu diperoleh dengan substitusi tepung kacang hijau 4,7%. Pada kondisi ini mi sagu memiliki karakteristik kekerasan 1996,03 gf, skor kelengketan -19,2 gf, skor elongasi 214,35% dan skor cooking loss 10,82%. Uji sensori terhadap mi sagu formula optimum menunjukkan bahwa mi sagu yang dibuat secara keseluruhan tidak berbeda nyata dengan mi kering terigu komersial. Kata kunci: Cooking loss, elongasi, mi pati, sagu, tepung kacang hijau

  2. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    OpenAIRE

    Brillyano Agni Pradipta; Djoko Sungkono Kawano

    2013-01-01

    Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi P...

  3. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    OpenAIRE

    Pradipta, Brillyano Agni; Kawano, Djoko Sungkono

    2013-01-01

    Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi P...

  4. PENGARUH PENGGUNAAN KLOBOT JAGUNG SEGAR DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SERTA PRODUKSI KARKAS KELINCI PERANAKAN NEW ZEALAND WHITE JANTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risang Pramudyo Wardhana

    2014-10-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan klobot jagung sebagai pengganti sebagian kangkung dalam ransum terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta produksi karkas kelinci Peranakan New Zealand White jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2013 di Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia (BPBTNR Surakarta. Penelitian ini menggunakan 16 ekor kelinci New Zealand White jantan berumur ±2 bulan dengan bobot badan awal 1301,69±155,01 g. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola searah dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Ransum basal disusun dari dedak halus, BR1 dan kangkung (Ipomoea aquatica. Keempat level perlakuan pakan tersebut adalah dedak halus 55% + BR1 25% + kangkung 20% + klobot jagung 0% (P0; dedak halus 55% + BR1 25% + kangkung 17,5% + klobot jagung 2,5% (P1; dedak halus 55% + BR1 25% + kangkung 15% + klobot jagung 5% (P2 dan dedak halus 55% + BR1 25% + kangkung 12,5% + klobot jagung 7,5% (P3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan klobot jagung sampai level 7,5% dari total ransum tidak berpengaruh terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta karkas kelinci Peranakan New Zealand White jantan. (Kata kunci: Kelinci, Klobot jagung, Kecernaan bahan kering, Kecernaan bahan organik, Karkas

  5. Emerging Competitive Strategies in the Global Luxury Industry in the Perspective of Sustainable Development: the Case of Kering Group

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roberta PEZZETTI

    2016-06-01

    Full Text Available In the last years, many drivers should motivate luxury companies to engage in more sustainable practices. On the one hand, consumers seek new forms of luxury that shows respect for natural resources and human beings, yet standing by traditional factors such as quality, creativity, originality, craftsmanship and savoirfaire. The recent economic crisis has thrust the consumers towards the search for responsible luxury. In the new economic and competitive scenario, luxury brands would base their identity and image on a set of values through which they should be known and publicly judged by both clients and the market; sustainable development and corporate social responsibility strategies offer a particularly suitable platform to enrich the value-set of luxury brands. In this framework, the luxury industry is undergoing a process of self-analysis and redefinition of competitive strategies in the light of social responsibility and sustainable dimension. In order to create both financial and non-financial value, sustainable development needs to be incorporated in the core strategy of the firm and its core business. In this perspective, the paper provides an analysis of the main drivers that, in the luxury industry, are leading to a growing integration of social responsibility and sustainable development principles in the competitive strategies of luxury firms. In particular, the paper focuses on innovations emerging in the luxury industry, both at strategic and organizational levels, and provides an overview of new emerging innovative business models coherent with the principles of corporate social responsibility and sustainability. The theoretical analysis is supported by presentation of the case of the French Group Kering, which represents a pioneering example in sustainable development applied to competitive strategies and leading brand management practices.

  6. Efek Sterilisasi dan Komposisi Media Produksi Inokulan Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap Kolonisasi Akar, Panjang Akar dan Bobot Kering Akar Sorgum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tarra Martiana Dewi

    2017-07-01

    Full Text Available Pengujian kualitas inokulan mikoriza yang berkualitas antara lain dapat dilakukan melalui optimasi metode sterilisasi dan komposisi media. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh sterilisasi dan komposisi media terhadap derajat infeksi akar, panjang akar, dan bobot kering akar sorgum telah dilakukan di rumah kaca. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial terdiri atas perlakuan faktor pertama berupa sterilisasi media yang terdiri atas empat taraf, yaitu: tanpa sterilisasi (kontrol; autoklaf; NaOCl 10%; dan iradiasi gamma Co-60, serta faktor kedua adalah komposisi media tanam yang terdiri atas tiga taraf yaitu: 100% zeolit; 75% zeolit + 25% arang sekam; dan 50%  zeolit + 50% arang sekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan sterilisasi dan komposisi media tanam terhadap peningkatan kolonisasi akar, panjang akar, dan bobot akar sorgum. Teknik sterilisasi media berpengaruh terhadap kolonisasi akar, panjang akar dan bobot akar sorgum. Teknik sterilisasi dengan autoklaf dan iradiasi tidak berbeda nyata dengan kontrol dalam meningkatkan kolonisasi akar, panjang akar dan bobot akar sorgum, namun iradiasi Gamma cenderung memperlihatkan hasil terbaik. Perlakuan komposisi media zeolit dan arang sekam secara umum tidak memberikan perbedaan yang nyata, sehingga produksi inokulan FMA dapat menggunakan berbagai komposisi sesuai dengan ketersediaan bahannya. Quality of biofertilizer such as arbuscular myorrhizal fungi could be improved through the selection of appropriate sterilization and composition of the medium. The objective of the experiment was to determine the effect of sterilization and carrier composition on root colonisation, root length and weight of sorghum root. A green house experiment was conducted in randomized block design. The factors were: 1. methods of sterilization (ie. control; autoclave; NaOCl 10%; Co-60 gamma irradiation, and 2. composition of the carrier of

  7. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brillyano Agni Pradipta

    2013-09-01

    Full Text Available Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi Pulse Width Modulation (PWM sebagai alat pengontrol generator HHO dengan duty cycle 25%, 50%, dan 75%. Penggabungan bahan bakar dilakukan secara difusi menggunakan ejector. Hasil yang didapatkan bahwa efisiensi unjuk kerja generator HHO tertinggi pada duty cycle 25%, yaitu sebesar 54,32% dan efisiensi terendah pada generator HHO tanpa PWM, yaitu sebesar 13,2%. Temperatur api yang dihasilkan gabungan kerosin dan gas HHO lebih panas dari pembakaran kerosin saja. Gabungan daya bahan bakar yang dihasilkan gas HHO sebesar 16,5W dan daya yang dikeluarkan kerosin murni sebesar 25,77kW, menaikkan temperatur api lebih dari 100oC dari temperatur api hasil pembakaran kerosin murni .

  8. RENDEMEN DAN KOMPOSISI PROKSIMAT GELATIN KULIT IKAN BELUT DAN LELE PADA KEADAAN SEGAR DAN KERING (YIELD AND PROXIMATE OF GELATIN EXTRACTED FROM FRESH AND DRY SWAMP ELL AND CATFISH SKIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafni Rahmawati

    2017-02-01

    Full Text Available Kulit ikan belut dan lele berpotensi untuk diekstrak gelatinnya. Kulit ikan belut dan lele tidak bersisik, berlendir dan berlemak untuk ikan lele, berbeda dengan kulit ikan pada umumnya yang dijadikan gelatin. Penelitian ini mempelajari tentang gelatin kulit ikan belut dan lele dari segi rendemen dan komposisi proksimat. Untuk mengetahui pengaruh pengeringan, kondisi kulit segar dan kering juga dipelajari. Tahapan ekstraksi yang dilakukan untuk keseluruhan jenis ikan sama, kecuali penanganan kulit ikan kering yang sebelumnya direndam dalam air selama 4 jam. Kulit ikan direndam kembali dalam 0,05M asam asetat selama 10 jam, kemudian dicuci dan diekstraksi dengan aquadest pada suhu 80OC selama 2 jam, cairan yang didapat difiltrasi. Filtratnya dikeringkan dalam cabinet dryer suhu 55OC selama        48 jam hingga diperoleh lembaran gelatin, kemudian diblender menjadi granula gelatin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin kulit ikan kering mempunyai rendemen sedikit lebih rendah dibandingkan gelatin dari kulit ikan segarnya. Kadar protein gelatin kulit ikan kering telihat tinggi dibandingkan kulit segarnya. Pengeringan kulit ikan berpengaruh pada penurunan kadar abu dan lemak, namun tidak mempengaruhi kadar air gelatin hasil ekstraksi. Gelatin kulit segar ikan lele memiliki nilai rendemen tertinggi yaitu 22,01%. Komposisi proksimat yang terbaik diantara keseluruhan kondisi dan jenis kulit dapat dilihat pada gelatin kulit segar ikan belut dimana memiliki kadar air 9,91%; kadar abu 3,07%; kadar protein 91,61%; dan kadar lemak 0,82%. Skin of swam ell and catfish were potential to gelatin extracted. Swamp ell skin doesn’t have scales, with much mucus and a few fat for catfish, it’s different from another fish skin that gelatin extracted usually. This research was studied yield and proximate gelatin extracted from skin of swam ell and catfish. Influence of drying was observed too. The first stage of the research was raw

  9. Hasan Basri Çantay’ın “On Kere Kırk Hadis” Adlı Eserinde Ahkâm Hadislerine Getirdiği Fıkhî Yorumlar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mehmet Özkan

    2015-06-01

    Full Text Available Milli mücadele yıllarının öne çıkan isimlerinden biri olan Hasan Basri Çantay yazarlık, gazetecilik, öğretmenlik ve milletvekilliği gibi birçok alanda faaliyet göstermiş, çeşitli konularda yazılar yazmış, eserler kaleme almıştır. İslami ilimler alanında da kendini yetiştiren Çantay’ın bu alandaki en önemli eseri “Kur’an-ı Hakîm ve Meal-i Kerîm” adlı Kur’an mealidir. İkinci önemli eseri, “On Kere Kırk Hadis” adlı kitabıdır. 1955-1962 yılları arasında üç cilt halinde basılan bu kitap iman, ibâdet, temizlik, ahlak, muâmelat, evlenme, boşanma, suç ve cezalar, şûra, askerlik ve cihat, savaş hukuku,  helal,  haram gibi birçok konuyla ilgili bin iki yüz hadisten oluşmaktadır. Bunların yaklaşık dört yüz yirmisi ahkâm hadisidir. Çantay, hadisleri tercüme etmekle kalmamış yeri geldikçe izahlarda da bulunmuştur. Bu çalışmada Çantay’ın yaklaşık yüz otuz ahkâm hadisine yaptığı izah ve fıkhî değerlendirmelerden örneklere yer verilecektir.

  10. Põldoja lahkub igavavõitu pangaelust / Kadrin Karner, Katre Pilvinski

    Index Scriptorium Estoniae

    Karner, Kadrin

    2008-01-01

    Hansapank Eesti juht Priit Põldoja lahkub pangast ning asub tööle investeerimisfirmasse Alta Capital. Vt. samas: Hansapank Eesti uus juht Priit Perens; Alta Capital Partners; Maatrikssüsteem ei meeldinud konkurendile. Kommenteerib Priit Perens

  11. Trans-Kullo jagatakse tükkideks / Kadrin Karner

    Index Scriptorium Estoniae

    Karner, Kadrin

    2008-01-01

    Primos OÜ omanik ja Trans-Kullo osanik Endel Siff ütles, et Trans-Kullo on aktsionäride erinevate ärihuvide tõttu läinud jagunemisele, mis võib lõppeda ettevõtte likvideerimisega. Lisa: Trans-Kullo

  12. Haldusreformi alused ja eesmärgid / Martti Preem

    Index Scriptorium Estoniae

    Preem, Martti, 1949-

    2009-01-01

    Ajakirjas Ajapulss (dets., 2000) avaldatud haldusreformi alased seisukohad ja lühike ülevaade halduskorraldusest Eesti Vabariigis 1920ndatel ja 1930ndatel ning 1990ndatel, haldusreformi arengutest peale 2000. aastat

  13. Miks ei saa Tallinna planeerida nii nagu Helsingit? / Martti Preem

    Index Scriptorium Estoniae

    Preem, Martti, 1949-

    2011-01-01

    2. märtsil Helsingis toimunud seminarist "Linnaplaneerimise protsessidest Helsingis ja Tallinnas". Helsingi Linnaplaneerimise Ameti näitusegaleriis Laituri avati eesti arhitektuuri näitus "Boom-room". Autori sõnul on Eestis vaja institutsiooni, mis koondaks endasse kogu ruumilise planeerimise seadusloome, arhitektuuri, ehitamise ja ehitatud keskkonna kvaliteedi reguleerimise jm.

  14. Mazheikiu tehast varustav Vene naftajuhe kuival / Martti Kass

    Index Scriptorium Estoniae

    Kass, Martti

    2006-01-01

    Delfi.lv andmetel pole juba kaheksa päeva Mazheikiai naftatehas Venemaalt naftat saanud. Lätis prognoositakse bensiinihinna olulist tõusu. USA suursaadik Leedus Keith Smith on hoiatanud, et Mazheikiai naftatehasel võib uue omaniku käe all tarneprobleeme tekkida, tema väitel on tunda survet, et Mazheikiai naftatehas taas Venemaa omandusse viia

  15. KARAKTERISTIK MANISAN NANGKA KERING DENGAN PERENDAMANGULA BERTINGKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imron sohibulloh

    2016-11-01

    Full Text Available Characteristics by soaking dried candied jackfruit sugar rise. This study examines the rise of sugar immersion or not the characteristics of candied dried jackfruit. Research purposes to determine the concentration of sugar solution and the optimal level of immersion in the manufacture of sugar candied dried jackfruit. The design of the experiment used Completely Randomized Design with two factors: first giving the concentration of sugar solution 3 levels ie 30%, 40% and 50%. The second factor is the level of immersion that for a second soaking soaked in a solution with a higher sugar concentration is 40%, 50% and 60%. Observed variables are organoleptic test, water content, sugar content, sucrose content, and texture analysis. Data were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance Univariate followed by Duncan's test. Research and the level of sugar concentration and immersion significantly affect the color and moisture content. Texture analysis candied dried jackfruit only generate values of hardness and resilience. Highest hardness value sebesar6 candied dried jackfruit, 0120x10 3 on treatment B1A3 (1 time soaking in the sugar concentration of 50%, and the lowest at 5.8347x10 3 treatment B2A1 (2 times soaking in sugar concentration of 40%. Resilience highest value of 0.840 candied dried jackfruit obtained treatment B2A3 (2 times soaking in sugar concentration 60% and the lowest in treatment B1A3 0.511 (1 time soaking in sugar concentration 50%. Characteristics best candied jackfruit contained on B2A2 treatment (soaking 2 times the sugar concentration of 50%.. B2A2 treatment has karkateristik 17.64% moisture content, sugar content mg/100ml 4.987, 34.0481% yield, hardness 5.9900 x10 3 Ng, resilience 0.540, and the value of a sense of (7.17, aroma (5.27, color (4.73, texture (4.9, and overall preference (4,47.

  16. Rancangbangun Aplikator Kompos untuk Tebu Lahan Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iqbal

    2014-04-01

    Full Text Available The widely sugarcane plantation area in Indonesia causes the management of sugarcane litter conducted by mechanization. To manage sugarcane litter into compost needed several machineries such as tractors,trash rakes, trailesr, choppers, trucks, composting turner, loaders, and compost applicators. The objective of this study was to design a compost applicator for sugarcane litter that can be used for a plant cane and ratoon in dry land. The process of making a prototype applicators follow the design flowchart that begins with the calculation of the dimensions, design of engineering drawings, selection and material purchases. The result showed that the applicator prototype with belt conveyor metering device could function well and was able to apply the compost with a high dose (15 ton / ha.

  17. PROSFEKTIF METODE SAMPEL DARAH KERING DALAM BIOANALISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supandi Supandi

    2017-08-01

    Full Text Available Biosampling of dried blood spot method became lately very interested in bioanalysis, some of the advantages given in this method compared to conventional venous canulla (venipuncture; less invasive making it more pleasant for the patient or subject, requires small volume, requires simple transportation process and storage did not need special equipment, suod stabilizes analit and reduces risk of infection. The method of dried blood spot is done by invasive light on the finger or heel prick and then spike on filter paper and dried at room temperature or under nitrogen flow with controlled humidity and stored in bag with desiccant packages, than it analyzed using validation bioanalyzing method. Dried blood spot method can be applied on bioanalysis test for pharmacokinetic, toksikokinetic , epidemiologic and Teurapeutic drug monitoring.

  18. Marati maja müük võib olla aasta suurtehing / Kadrin Karner

    Index Scriptorium Estoniae

    Karner, Kadrin

    2008-01-01

    Kinnisvarafond Baltic Property Trust ostis Tallinnas Marati hoone. Müüja, Prisma Prindi Kinnisvara juhi Urmas Osila sõnul on tegemist selle aasta suurima tehinguga. Vt. samas: Marati hoone Tartu mnt 63; Baltic Property Trust. Kommenteerivad Kaur-Kaspar Kull ja Ruben Gornischeff

  19. SEB sai loa intresse väänata / Kadrin Karner

    Index Scriptorium Estoniae

    Karner, Kadrin

    2008-01-01

    Ilmunud ka: Delovõje Vedomosti 23. juuli lk. 4. Finantsinspektsioon andis SEB Pangale loa rakendada uut meetodit Basel II krediidi- ja operatsiooniriski kapitalinõude arvutamisel. Sama meetodit kasutavad ka mitmed teised Eesti pangad. Lisa: Basel II; Tasub teada. Vt. samas: Intervjuu SEB Eesti juhi Ahti Asmanniga

  20. Archaeological Excavations at Musumägi hill in Viljandi / Riina Rammo, Martti Veldi

    Index Scriptorium Estoniae

    Rammo, Riina

    2005-01-01

    Erinevate kultuurkihtide leiumaterjalist, nendes esinenud loomaluudest ja keraamikast. Musta kultuurkihi võib dateerida viikingiaega ja pruun kiht annab tunnistust inimtegevusest mäel veel hilisrauaajal.

  1. Laidoneri-Savisaare villa hinnati juba 2003. aastal 800 000 kroonile / Martti Kass

    Index Scriptorium Estoniae

    Kass, Martti

    2005-01-01

    Edgar Savisaare firma ostetud suvila Keila-Joal oli 2003. aastal Arco Vara hinnangul väärt 800 000 krooni. Kinnisvaraekspertide hinnangul on Keila-Joa kinnisvara väärtus viimaste aastatega mitu korda suurenenud. Lisa: Ojulandi ja Käo maja hinnati 3,25 miljonile

  2. 130 miljonit krooni paremad viinerid tulevad Rakverest / Kadrin Karner, Anne Oja

    Index Scriptorium Estoniae

    Karner, Kadrin

    2008-01-01

    Rakvere Lihakombinaat ostis 130 miljonit krooni maksva uue viineritootmise liini, septembris käivitus ka Valio Eesti Laeva Meierei 50 miljonit krooni maksnud piimaliin ning Saaremaa Piimatööstus kavatseb investeerida ligi 30 miljonit krooni juustutootmise ja juustu pakkimise liini

  3. Automaatsete fiskaalsete stabilisaatorite mõju Eesti majandustsükli tasandamisele / Martti Randveer

    Index Scriptorium Estoniae

    Randveer, Martti

    2003-01-01

    Ülevaade automaatsete stabilisaatorite mõjust Euroopa Majandus- ja Rahaliidu (EMU) riikides. Eestis kasutusel olevate automaatsete stabilisaatorite mõju analüüs Eesti majandustsüklile. Tabelid. Graafikud

  4. Ilves tunnistas lõpuks Eesti majanduse kriisi / Kadrin Karner, Kärt Blumberg

    Index Scriptorium Estoniae

    Karner, Kadrin

    2008-01-01

    President Toomas Hendrik Ilvese majandusteemalisest videoläkitusest portaalis YouTube. Artiklis meenutatakse ühtlasi presidendi telepöördumist 31. detsembril 2007, kus riigipea pidas vajalikuks rahvast hoiatada kriisist rääkijate eest. Arvamust avaldavad valuutavahetusfirma Tavid nõukogu liige Meelis Atonen, ASi Eften Capital juhatuse liige Viljar Arakas, ASi Estiko nõukogu esimees Neinar Seli

  5. Reformierakonna varjatud arved / Kadri Jakobson, Kadrin Karner, Koit Brinkmann ; kommenteerinud Carol Merzin

    Index Scriptorium Estoniae

    Jakobson, Kadri, 1970-

    2009-01-01

    Riigiprokuratuur leidis, et Jaanus Rahumägi ja Robert Antropov rahastasid oma valimiskampaaniat ise ning tegu ei olnud Reformierakonna kampaaniga. Tabel: Reformierakonna riigikogu valimiskampaaniaga seotud kulud, mida erakond pole deklareerinud

  6. Võidusamba rajamise ümber puhkes järjekordne skandaal / Urmas Seaver, Martti Kass

    Index Scriptorium Estoniae

    Seaver, Urmas, 1973-

    2008-01-01

    Ilmunud ka: Postimees : na russkom jazõke 6. sept. 2008, lk. 2. Kaitseministeerium saatis SA Vabaduse Monument esimehele Aivar Reivikule kirja, milles kahtlustab, et Tšehhi ettevõte San Souci kavatseb kasutada Vabadussõja võidusamba valgustuslahenduse väljatöötamisel Aivar Reiviku või tema lähedastega seotud firmat. Aivar Reiviku kinnitusel ei telli San Souci valgustust AS-ist Volta ning peab süüdistusi alusetuteks

  7. Kruuda sai Kalevi eest ligi 33 miljonit eurot. Norra kontserni aruanne paljastab ostusumma / Kadrin Karner

    Index Scriptorium Estoniae

    Karner, Kadrin

    2011-01-01

    Orkla Group'i majandusaasta aruande kohaselt müüs Oliver Kruuda suurosalusega Luterma 2010. a. mais Kalev Chocolate Factory ja küpsisetootmise Norra taustaga toidukontsernile ligi 33 miljoni euro eest

  8. Bioenergia kasutamine Läänemere maades / Satu Helynen, Pirkko Vesterinen, Martti Flyktman

    Index Scriptorium Estoniae

    Helynen, Satu

    2007-01-01

    Taastuvenergia osakaal on riigiti erinev, biomassi kasutamisel on edukamateks Rootsi, Saksamaa ja Soome. Diagrammid: Bioenergia osakaal primaarenergia kogutarbimises käesoleva aastakümne algul; Taastuva energia osakaal; Kasvuhoonegaaside saaste ja Kyoto eesmärgid; Näited puiduküttel toodetud elektrienergia hindadest; Graafik: Tüüpilised tootmiskulud elektrienergia tootmisel koostootmisjaamas, mis kasutab hakkepuitu. Tabelid: Olemasolev puidugraanulite tootmisvõimsus Läänemere maades 2005. aastal; Potentsiaalne puidugraanulite tootmisvõimsus Läänemere maades

  9. Neli Eesti tehnoloogiaettevõtet näitas end riskikapitalistidele / Kadrin Karner

    Index Scriptorium Estoniae

    Karner, Kadrin

    2010-01-01

    Ligi 400 ettevõtte seast tehtud valiku hulgas pääsesid neli Eesti tehnoloogiafirmat (Regio, TaxiPal, ZeroTurnaround OÜ, Fortumo OÜ) Nordic Tech Tourile oma firmat sajale juhtivale Euroopa riskikapitalistile tutvustama

  10. Inges Kindlustus kukkus kahjumisse. Kindlustushindade alandamata jätmine viis miinusesse / Kadrin Karner

    Index Scriptorium Estoniae

    Karner, Kadrin

    2011-01-01

    Inges Kindlustuse kahjumi põhjustas kõrgema hinnataseme säilitamine ning juhatuse liikmele välja makstud märkimisväärne tasu. Konkurentide RSA Kindlustus, Ergo Kindlustuse AS ja IF Kindlustus majandustulemused

  11. Pärnu Kontserdimaja arhitektuurikonkurss = Architectural Competition of Pärnu Concert Hall / Martti Preem

    Index Scriptorium Estoniae

    Preem, Martti, 1949-

    2001-01-01

    Asukohavalikust, premeeritud ja äramärgitud töödest. Konkursi tulemused: I preemia - Hanno Grossschmidt, Katrin Koov, Kaire Nõmm, Üla Koppel; II - Indrek Erm, Emil Urbel; III - Kalle Komissarov, Andres Ojari. 21 ill.

  12. Junāgadhi raidkiri: kommunaalpropaganda Vana-India moodi / Martti Kalda

    Index Scriptorium Estoniae

    Kalda, Martti, 1973-

    2016-01-01

    Rudradāmani raidkirjast. Raidkiri on rajatud Sudarśana veehoidla parandamise ja renoveerimise auks. Raidkirja ajaloolisest taustast. Raidkirja teksti tõlge ja kommentaarid. Tegemist on (peale müntide) ainsa säilinud tekstiga vürst Rudradāmani ajast

  13. Pemanfaatan Pasta Sukun (Artocarpus altilis pada Pembuatan Mi Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novi Safriani

    2013-06-01

    Full Text Available The aim of this study was to determine the best treatment combination between the ratio of wheat flour and breadfruit pasta, and the combination of the drying temperature and time to produce dried noodles with good quality and preferred by consumers. The effect of the ratio of wheat flour and breadfruit pasta (70:30%, 60:40%, and 50:50%, and the combination of the drying temperature and time (60°C, 70 minutes and 70°C, 60 minutes on the quality of the dried noodles were investigated. The results showed that the best quality of the dried noodles based on the organoleptic and cooking quality test obtained from the combination of the treatment of ratio of wheat flour and breadfruit pasta = 70:30% and the combination of drying temperature and time = 700C for 60 minutes with the following characteristics: water content of 8,78%, fat content of 13,67%, protein content of 11.90%, ash content of 1,35%, and carbohydrate content of 65,22%. The organoleptic value of the best dried noodles before rehydration: color of 2,75; flavor of 2,83; texture of 2,73; whereas after the rehydration, the best dried noodles has organoleptic values: color of 2,81; flavor of 2,92; and taste of 2,77.

  14. PENINGKATAN PRODUKSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING ALFALFA DENGAN PEMUPUKAN FOSFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sunarni

    2014-06-01

    Full Text Available Alfalfa (Medicago    sativa    L. as one of legume forage crops for ruminant livestock is very sensitive to the phosphorus deficiency. Phosphorus fertilizers have been used widely to overcome those problem. However, the high cost of superphosphate (SP is now focusing attention on cheaper rock phosphate (RP fertilizer. A field experiment was conducted on a latosolic soil (low pH, and low available Bray II extractable P. The objective of the research is to evaluate the effect of phosphorus fertilizer from difference sources on dry matter production, and in    vitro dry matter digestibility of alfalfa. Completely randomized block design with 7 treatments in 3 replicates was used in this field experiment. The treatments were T0 (control, T1 (SP, 100 kg P2O5/ha, T2 (SP, 200 kg P2O5/ha, T3 (SP, 300 kg P2O5/ha, T4 (RP, 100 kg P2O5/ha, T5 (RP, 200 kg P2O5/ha, T6 (RP, 300 kg P2O5/ha. Size of each plot was 2 m x 2 m, and fertilized with P fertilizer (SP, RP according to the assigned treatment. All plot received basal fertilizer of urea (50 kg N/ha, KCl (100 kg K2O/ha and poultry manure (2 ton/ha. Medicago    sativa was defoliated on 12 weeks after planting and analyzed for dry matter (DM production and in    vitro DM digestibility. Result showed that DM production significantly influenced by the treatments. Superphosphate fertilization resulted DM production significantly higher compared to control and RP, except on RP 300 kg P2O5/ha was non-significant difference. In    vitro dry matter digestibility (IVDMD of alfalfa was not affected by the treatment. There was non-significant difference in IVDMD between the treatments. Therefore, RP (300 kg P2O5/ha could replace SP to increased DM production and not affected for IVDMD of Medicago    sativa in acid latosolic soil.

  15. Tubakamüüja süüdistab riiki kahju tekitamises / Kadrin Karner ; kommenteerinud Hille Reinhold

    Index Scriptorium Estoniae

    Karner, Kadrin

    2010-01-01

    British American Tobacco Estonia ja Eesti Kaupmeeste Liit taotlesid riigilt vana maksumärgiga tubakatoodete müümistähtaja pikendamist kolmelt kuult kuuele. Kuna valitsus ettepanekut ei toetanud, leiab firma, et riik tekitas neile kahju 6,6 miljonit krooni

  16. EFEK KOMBINASI SISTEM PENGATURAN AIR IRIGASI DENGAN PEMANGKASAN DAUN BAWAH TERHADAP EFISIENSI AIR DAN RADIASI, SERTA PRODUKTIVITAS TANAMAN JAGUNG PADA LAHAN KERING BERIKLIM KERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yonny Koesmaryono

    2012-12-01

    Full Text Available Study on the effect of dose management on water irrigation and the effect of pruning corn lower leaves on productivity of Lamuru variety grown on dry land of dry climate area has been done. The experiment was organized at Naibonat Experimental Station, East Kupang Subdistrict, Kupang, East Nusa Tenggara, from June to October 2011. The area used was 72 × 32 m using split plot design methods, employing two treatments. The first treatment was conducted on the main plot with water irrigation dose given 100, 80, and 60% the dose control was according to the farmer’s customary. The second treatment was applied by pruning or not pruning the lower leaves at the generative phase on the determined submain plot. The result showed that dose of water irrigation of 80 and 60% gave significant effect on corn productivity, that is 7.3 and 5.3 ton/ha, but not significant to the control (6.6 ton/ha. On the other hand, the treatment with and without leaf pruning did not give significant effect on the growth component because pruning was conducted during the generative phase. The Anova test result of corn productivity was not significantly different between the treatment of with and without pruning. The treatment of 80% dose of water irrigation could save water until 842 m3 or 20% per planting season per hectare. Meanwhile, the farmer’s customary wasted the water up to 2.105 m3 or 50% per planting season per hectare. Based on the results, the optimizing of water irrigation interval is seven times more efficient in one planting period as compared to 14 irrigation times in one planting period.

  17. KUALITAS EGGURT KERING DENGAN BAHAN DASAR SUSU DAN BERBAGAI MACAM BIJI-BIJIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indratiningsih (Indratiningsih

    2012-06-01

    concentration, pH and acidity levels. It can be concluded that eggurt-sesame has the best sensory and microbiological quality, while the best chemical quality was obtained from eggurt-black soybeans. (Keywords: Quality, Dried eggurt, Milk, Sesame, Green beans, Black soybeans

  18. Analisis Komparatif USAhatani Jagung Lahan Sawah dan Lahan Kering di Kabupaten Sumbawa

    OpenAIRE

    Nurwahidah, Siti

    2014-01-01

    Development of corn commodity is still superior commodity in West Nusa Tenggara in general and Sumbawa in particular. Therefore, information on corn farming in different agrosystem (wet and dry lands) is needed. Research location was determined purposively. The research used t-test analysis, R/C ratio, production factors, cost, revenue and farming income to analyze data. It is done in Labangka district having great potential for dry land cultivation and Utan district that is corn productio...

  19. Uji Adaptasi Galur Mutan Harapan Padi Gogo pada Lokasi Lahan Kering Dataran Tinggi Iklim Basah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S.A.N. ARYAWATI

    2015-09-01

    Full Text Available Adaptation Test of Promising Upland Rice Mutant Line On Dry Highland With Wet Climate. Upland rice productivity is still low, productivity can be improved by using high yielding varieties through the breeding programs, by the Agency for agricultural research (BATAN. Test adaptation is necessary to determine the superiority of promising lines. The objective of this research was to determine adaptability, performance of growth, and productivity of mutant lines of upland rice. Research used randomized complete block design (RAK single factor with 10 lines of treatment the results of gene mutation and 2 check varieties with three replications. Those treatments were PMG 01/Psj, PMG 02/Psj, PMG 03/Psj, PMG 04/Psj, PMG 05/Psj, PMG 06/Psj, PMG 07/Psj, PMG 08/Psj, PMG 09/Psj, PMG 10/Psj, Limboto and Local. The research was conducted on August 2014 until February 2015 in Tiga Village, District Susut, Bangli regency at high dry land wet climate. Data were analyzed by analysis of variance (Annova and LSD test at 5% level. The results showed that tested of promising mutant lines show significant differences were observed in all parameters. Treatment of lines PMG 05/Psj, PMG 06/Psj, and PMG 08/Psj gave a yield of 2.22; 2.66; and 3.18 tons GKG/ha or higher than Limboto and Local check varieties as big as 2.04 and 0.90 tones GKG/ha. The three lines showed the parameters of flowering dates, number of filled grain, empty grain, and weight of 1000 grain, harvest time, KAR leaf, and chlorophyll better than check varieties. Lines of PMG 08/Psj gave the results 36.49% higher than Limboto and 71.78% higher than local varieties.

  20. ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI JAGUNG LAHAN SAWAH DAN LAHAN KERING DI KABUPATEN SUMBAWA

    OpenAIRE

    Siti Nurwahidah

    2014-01-01

    Development of corn commodity is still superior commodity in West Nusa Tenggara in general and Sumbawa in particular. Therefore, information on corn farming in different agrosystem (wet and dry lands) is needed. Research location was determined purposively. The research used t-test analysis, R/C ratio, production factors, cost, revenue and farming income to analyze data. It is done in Labangka district having great potential for dry land cultivation and Utan district that is co...

  1. Penjadwalan Irigasi Berbasis Neraca Air pada Sistem Pemanenan Air Limpasan Permukaan untuk Pertanian Lahan Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sophia Dwiratna Nur Perwitasari

    2016-10-01

    Full Text Available Dry land farmers in Jatinangor only able to plant during the growing season twice a year. Runoff harvesting systems for agriculture is expected to answer the problems of water availability in drylands. This study aimed to explore the period of water deficit in the soil, which is used as the basis for determining the scheduling and amount of irrigation water needed for the planting pattern recommended in runoff harvesting systems for dryland agriculture. The method used in this research is descriptive method, by analyzing the water balance of dry land in order to determine the frequency of irrigation and irrigation needs. Parameters required in the analysis of soil water balance are: precipitation, evapotranspiration, soil water availability on the condition of field capacity and permanent wilting point based on the value of MAD (Maximum Allowable depletion are permitted. The results showed a total water deficit of 217.42 mm in the cropping pattern of sweet corn - sweet corn - sweet potato, where the period of water deficit occurs during planting sweet potato in the third decade of May to the first decade of September.Irrigation scheduling is determined by the selection of fixed interval irrigation between interval 2 days, 4 days and 5 days. With an area of fields to be watered amounted to 264 meter square (57.4 metercubic water needs, 60 meter cubic of runoff that was collected in the storage pond capable to irrigate the entire of land planted with sweet potato, it indicates that the runoff water harvesting systems can increase cropping intensity dry land farming.

  2. PERBAIKAN PROSES FERMENTASI BIJI KAKAO KERING DENGAN PENAMBAHAN TETES TEBU, KHAMIR, DAN BAKTERI ASAM ASETAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Donny Widianto, Ajeng Dara Pramita, dan Sri Wedhastri

    2013-12-01

    Full Text Available Most of cocoa beans produced by smallholder farmers were non fermented which can be improved by modifiedfermentation processing. This study was aimed to inverstigate the influence of molasses, yeast Saccharomycescerevisiae, and Acetobacter aceti addition on dried cocoa beans fermentation process.Fresh cocoa beans were dried in a glasshouse and its reducing sugar was analyzed before and after drying. Asmall plastic bucket (20 cm diameter and 30 cm height with aeration holes was used as fermentation vessel. Driedcocoa beans were soaked in distilled water for 4 hours, inoculated with yeast and acetic acid bacteria cultures, andmolasses were added at two different concentration, i.e, 1 and 1.5 times of reducing sugar lost during drying.Reducing sugar, ethanol, titrated acid, population of yeast, and acetic acid bacteria were monitored duringfermentation. After fermentation the beans were sun dried and its pH and degree of fermentation were determinedto assess the bean quality.The results showed that the addition of molasses mostly at the level of 1.5, S. cerevisiae, and A. aceti increasereducing sugar, ethanol, titrated acid, yeast and acetic acid bacteria of fermentation liquid (pulp. The highestpercentage of fermented beans (68.4 % was achieved by addition of S. cerevisiae, A. aceti, and molasses atthe level 1.5. It is likely that the addition of S. cerevisiae, A. aceti, and molasses could improve fermentationprocessing of dried cocoa bean.

  3. Sikap Rumah Tangga terhadap Komoditas Cabai Kering (Aplikasi Pendekatan Theory Of Planned Behavior)

    OpenAIRE

    Fachruddin, Achmad; Firdaus, Muhammad; Tinaprilla, Netti

    2014-01-01

    Dried chillies arepotential to substitute fresh chillies when the price of fresh chillies significantly increases, and its purchases were expected to determine by the household consumer's attitude. The aims of this researchare 1) to examine the household attitudes on dried Chilies purchasing bythe Theory of Planned Behavior approach, 2) to determine the determinant factors ofdried chilli buying intention, and 3) to estimate the cross-elasticity of dried Chili againsts fresh chilli. The result...

  4. EVALUASI BIJI TANAMAN GAMAL PROVENAN RETALHULEU PADA LAHAN KERING DI BUKIT BADUNG BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A.W. Puger

    2011-08-01

    Full Text Available Gliricidia (Gliricidia sepium provenance Retalhuleu seed garden has been established in 1992 in dry land farming at Bukit Pecatu Village, Bukit Badung Peninsula, South Bali, at 100m sea level, on red-brown mediteran calcareous-base soil, with 1552 mm rainfall, distributed during 4 months wet season and 8 months dry season. The Completely Randomized Block Design Arrangement consisted of 60 famili(F as treatments, 6 blocks as replications and 10 plants per treatment were used in this experiment. The first harvest was carried out in November 1995 and the subsequent harvest was carried out in October-November each year. Results of 11nd harvests (16 year plant age on seed production and quality showed that famili F12, F17 and F51 (ranking order could be registered (priority rights as planting.

  5. PENENTUAN BAHAN KERING BUAH SAWO SECARA TIDAK MERUSAK MENGGUNAKAN NIR SPECTROSCOPY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diding Suhandy

    2012-12-01

    Full Text Available This work was conducted to develop a new measuring system for nondestructive dry matter prediction in sawo fruit using short wavelength near infrared (SW-NIR spectroscopy. In this research, a number of 100 sawo fruits were used as samples. Spectra were acquired using a portable spectrometer (VIS-NIR USB4000, The Ocean Optics, USA with 100 ms integration time and 50 scans for number of scanning. Dry matter was measured using oven drying. The calibration and validation model was developed using the partial least squares (PLS regression method. The result showed that the best calibration model could be developed for original spectra in the wavelength range of  700-990 nm with F= 8, r = 0.92, SEC = 0.68 and  SEP = 0.86. Keywords:   Absorbance mode, dry matter, nondestructive method, sawo fruit, SW-NIR spectroscopy.

  6. Karakteristik Fisikokimia Mie Kering Berbasis Pati Ubi Jalar Varietas Lokal Dengan Menggunakan Metode Heat Moisture Treatment

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zaidiyah Zaidiyah

    2015-10-01

    Full Text Available The effects of heat moisture treatment (110°C and pretreatment on the physicochemical properties of sweet potato dried-noodles starch based were investigated. Completely randomized design was performed which arranged by two-factor. The first factor is noodles consist of native starch and treated starch (heat moisture treatment. The second factor is a type of sweet potato local varieties which consists of three levels: orange, purple and cream flesh color, respectively. Native starch and treated starch treatment showed significant effect on water content, protein and carbohydrate/fiber. Water absorption and cooking loss of dried noodle is highly different between native (non-HMT and treated starch (HMT.

  7. KERAGAAN MUTU BIJI KAKAO KERING DAN PRODUK SETENGAH JADI COKELAT PADA BERBAGAI TINGKATAN FERMENTASI

    OpenAIRE

    Dian Adi A. Elisabeth; Ludivica Endang Setijorini

    2010-01-01

    Basic of cocoa bean preparation process is fermentation. Fermentation is done especially to improve and build specific chocolate flavour of cocoa bean and its products, i. e. cocoa liquor, butter, and powder; and also to decrease the disliked flavors, like bitter and acid. Research of cocoa bean fermentation was hold on in Subak Abian Pucaksari, Tabanan. This research involved 20 cooperative farmers with 0,5 hectare farm area per each farmer. The treatment used was time of cocoa bean fermenta...

  8. ANALISA KARAKTERISTIK MANISAN KERING SALAK(SALACCA EDULIS DENGAN LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI LARUTAN GULA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arini Maulidiah

    2016-11-01

    Full Text Available Snake fruit (Salacca edulis can be made into dried fruit with addition of high concentration of sugar syrup prior to drying. This study aims to determine the effect of the concentration of sugar solution and soaking time on the characteristics of candied snake fruit. The experimental design used was a completely randomized design (CRD factorial consisting of two factors: the concentration of sugar solution (40%, 50%, 60% and the soaking time (24 and 48 hours. Each treatment was repeated three times. Data processing on quality of candied snake fruit was done using the General Linear Model (GLM and univariate test of Duncan Multiple Range Test (DMRT. Results showed that concentration of sugar solution and soaking time gave significant effect on concentration of reducing sugar. Soaking at 48 hours significantly affectedyield, preferences for taste, texture, and overall preferences of candied snake fruit. Interaction of soaking and the concentration of sugar solution significantly affected moisture content of final product.

  9. Penggunaan Pupuk Kandang pada Padang Rumput di Lahan Kering Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harapin Hafid H

    2007-12-01

    Full Text Available Generally, the permanent pasture of dry farming in South East Sulawesi is dominated by the perennial grass and coppi plant, which have very low palatability and benefit for livestock. The aim of the research was to increase the productivity of pasture in South East Sulawesi by introducing perennial grasses and manure application. The experiment was conducted in UPTD and analytical laboratory of FMIPA from April to September 2006 using three types of perennial grasses i.e. Brachiaria decumbens, Paspalum dilatatum and Cynodon plectostachyrus. Perception conducted to calculate the botanical composition and soil properties before and after the treatment. The field experiment was carried out as two factorial experiment arranged in Randomized Block Design. The first factor was the species of perennial grass and the second factor was different level of manure fertilizer. The result of the experiment showed that the crude fibre content of B. decumbens was lower than those of P. dilatatum and C. plectostachyrus. The crude fibre content increased with the increasing manure application. But the protein content of B. decumbens was higher than those of P. dilatatum and C. plectostachyrus. It is suggested to plant B. decumbens to get higher quality forage for livestock in South East Sulawesi.

  10. Implementasi Inovasi Teknologi Sistem Penyediaan Hijauan Makanan Ternak Di Lahan Kering di Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriadi Supriadi

    2015-08-01

    Full Text Available The successful development of agriculture depends on the success in optimizing the utilization of natural resources owned. Potential sources of forage availability based on land resources is possible in each area there will be a difference, this difference is very important to be in the know as it will determine the further development model farm. From the results of the identification of problems in dryland farm development include (1 The availability of food in the dry season is very less; (2 Distance birth (calving interval long; (3 low soil fertility and limited manpower. Fermented corn husk and rice straw fermentation can increase the protein content and improve digestibility. Provision of forage with corn planting pattern thinning meeting four times to get forage 22.5 tonnes / ha and corn dry as much as 4.2 tons / ha. Improvements pattern plants can guarantee the availability of forage throughout the year. Hermada grass planting in dry soil can produce forage 35.56 tonnes / ha or can accommodate 3.3 livestock units / year. Increased production of rice straw IP 300 and IP 400 can increase the production of rice straw up to 30%. Feed quality improvements at the farm level by fermenting corn husks with curing for 14 days plus 2% urea may contain crude protein ranged from 4.8% to 8.4%. Fermented rice straw by addition of 1 kg of probiotics and 2 kg of urea to 500 kg of dry rice straw can produce quality hay-scented and soft textured.

  11. EVALUASI EKONOMI LAHAN PERTANIAN: PENDEKATAN NILAI MANFAAT MULTIFUNGSI LAHAN SAWAH DAN LAHAN KERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irawan

    2006-12-01

    Full Text Available Agricultural lands not only produce food and fibre, but also generate social and economic services such as job opportunities, rural culture preservation, and food security, as well as environmental services such as flood mitigation, erosion and sedimentation preventions, water resource conservation, and biodervesity. The services are called multifunctionality. The out put of multifunctionality is public goods since the beneficiaries are not only farmers but also the publi at large. The value of environmental services produced by farmers, in general, is not accoundted in the current market mechanism, and in most casses is ignored in the policy making. This condition leas to lack of attractiveness of farming, which subsequently leads to conversion of agricultural lands. This paper presents research results on economic valuation on the multifunctionality of agricultural lands, particulary paddy fields and upland farming in Citarik Sub Watershed, Bandung District, West Java. The reulsts showed that using replacement cost method (RCM the economic value (EV of paddy fields and uplands were Rp. 55.4 million and Rp. 9.9 million/ha/year. Repectively. The EV of paddy fields consisted of environmental services (71.4% and marketable products (18.6%. It means that farmers had provied free of charge environmental services to the society. The community’s knowledge on multifunctionality of agriculture based on interview ws still low. Around 66% of respondents recognized only one to two agricultural multifunctionality aspects.

  12. Lagrangian Observations of the Deep Western Boundary Currents in the North Pacific During KERE

    National Research Council Canada - National Science Library

    Riser, Stephen

    1997-01-01

    .... This study resulted from the observation that numerical model solutions of upper ocean flows in the western Pacific often appear to depend on the state of the deep ocean flow near the western boundary...

  13. Perlakuan Panas Kering dan Bakterisida untuk Menekan Infeksi Pantoea stewartii subsp. stewartii pada Benih Jagung Manis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suswi Nalis

    2015-09-01

    Full Text Available Stewart’s Wilt is an important bacterial disease of sweet corn caused by Pantoea stewartii subsp. stewartii (synonim Erwinia stewartii. This bacteria is a seed transmitted pathogen therefore seed treatment is one method to control stewart’s wilt. The aim of this research was to study the effectiveness of dry heat, bactericide treatment, and their combinations to eliminate P. stewartii subsp. stewartii infection on sweet corn seed without damaging seed quality. The research was conducted in 3 experiments. Experiment I was conducted to determine the treatment window of dry heat and bactericide treatment. The treatment was carried out on sweet corn seed using the P. stewartii subsp. stewartii in vitro. Experiment II was conducted to study dry heat and bactericide treatment on sweet corn seed infested by P. stewartii subsp. stewartii. Experiment III was conducted to study combination of dry heat and bactericide treatment on sweet corn seed infested by P. stewartii subsp. stewartii. The results showed that dry heat treatment at 50 °C for 24 hours was able to eliminate pathogen populations in vitro but was unable to eliminate the 128 pathogen on infected seed (in vivo. Germination tests indicated that seed treatments with dry heat up to 55 °C did not decrease the germination level. The use of bactericide treatment in 100 ppm could reduce the population of bacteria on sweet corn seeds. Bactericide concentration of 150 and 200 ppm could decrease the population of bacteria on sweet corn seeds, however it could cause phytotoxic effect. The combination of bactericide (100 ppm, w/v with dry heat treatment (55 °C for 24 hours was able to eliminate bacteria on infected seed with seed germination above 85%.

  14. SIFAT FISIKO-KIMIA GELATIN KULIT IKAN BELUT DAN LELE PADA KEADAAN SEGAR DAN KERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafni Rahmawati

    2016-06-01

    The first stage of the research was raw material preparation (fresh and dry fish skin soaked in aquadest for 4 hours. Fish skin extracted using 0,05 M acetic acid for 10 hours, washed in water and then extracted using aquadest at 80OC for 2 hours to get gelatin liquid, the liquid was filtrated. Filtrat was dried in cabinet dryer at 55OC for  48 hours to get gelatin layers, and then blended to get gelatin granule. The results were showing viscosity of gelatin from dry fish skin as same as from fresh fish skin, gel strength and melting point of gelatin from dry fish skin was higher than from fresh fish skin. Influence of fish skin drying was increase turbidity and color of gelatin. The best gelatin was ekstracted from dry skin swamp ell with viscosity 6,65 cps, gel strength 206,30 Bloom, melting point 22,33OC. Gelatin from fresh skin swamp ell was the best turbidity 1,65 ntu and color (L = 41,87, a = 8,90, b = 27,27.

  15. Ketahanan Papan Unting (Oriented Strand Board) terhadap Serangan Rayap Tanah dan Rayap Kayu Kering

    OpenAIRE

    Gea, Bud diman

    2011-01-01

    Oriented strand board is panel of wood raw material from which strand composed of cross and upright structure. In order to oriented strand board can be used for interior and exterior needs, than necessary to be applied various thenology of quality improvement like durabelities and endurance of oriented strand board. For it does found endurance oriented strand board from attack of ground termite and wood dry termite, necessary doing grave yard trial and wood dry termite trial. This research ta...

  16. Pengaruh lama fermentasi EM-4 terhadap kandungan protein kasar padatan kering lumpur organik unit gas bio

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Wildan Fajarudin

    2014-02-01

    Full Text Available The objective of this research is to know good duration against the influence of the duration of EM-4 fermentation by adding EM-4 to increase contents of crude protein for dry solids of unit organic sludge bio gas. The materials of this research were dry solids of organic sludge biogas unit resulted from the separation of organic sludge. The research method was experiments using Completely Randomized Design with different duration of fermentation treatments as follow 0 hour (P1, 24 hours (P2, 48 hours (P3, and 72 hours (P4 with 6 times recurrences to each treatments. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA and continued by Duncan's Multiple Range test if they were significantly different. The result of Analysis of Variance shows that there was an increase of rough protein to P1, P2, P3, and P4. Specifically for P4 treatment gave very different influence (P<0.01 against crude protein contents. The research suggested adding EM-4 in the fermentation process of organic sludge solids biogas unit for 72 hour to increase the crude protein content. Keywords: fermentation, biogas, sludge, crude protein

  17. PRODUKSI MANISAN RAMBUTAN KERING DENGANVARIASI KONSENTRASI LARUTAN KAPUR DAN KARAKTERISTIK PENGERINGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hastuti

    2016-11-01

    Full Text Available Rambutan susceptible to damage due to respiration and transpiration processes thatcause huge losses to farmers and traders , even the price of rambutan to be low due to the highproduction and efficient distribution of marketing . One alternative to reduce the level ofdamage to the fruit rambutan is to make candied dried rambutan . The purpose of this study wasto determine the effect of drying characteristics and concentration of lime solution to the watercontent , texture and vitamin C in the making candied dried rambutan . The method used RAK (completely randomized design with factorial . The results of this study indicate that the use oflime solution concentrations result in increased water content but had no effect on the levels ofvitamin C , hardness and resilience . While the differences in drying characteristics and theirinteraction did not affect the increase in water content , vitamin C content, hardness andresilience.

  18. KERAGAAN PENYAKIT PADI PADA VARIETAS UNGGUL BARU UNTUK AGROEKOSISTEM RAWA DAN LAHAN KERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Yuliani

    2017-10-01

    Full Text Available Swampand dryland agroecosystems has the potential tobe used as acomplementary effort to improve national food security. This effort washamperedby the disruption of plant disease in new improved varieties of riceasone of the technology to increase rice production. This study aims to determine the performance of rice diseases at new improved varieties for swamp and dryland agro eco systems. Research conducted in 2013 growing season in ICR Rusinga randomized block design with 3 replications. The treatments were13new improved varietiesi.e. Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 4, Inpara 5, Inpara 6, Inpara 7, Inpago 4, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Inpago 7, Inpago 8, and Inpago 9. For disease survei llance drawn diagonalline in each experimental plot, each diagonalline taken10 samples of plant clumps. Each sample clumps was observed the disease severity that were found by scoring method (IRRI, 2002.The results showed there were six diseases that infect new improved varieties for swampand upland agro ecosystems name lystem rot, sheath blight, red stripe, cercosporaleaf spot, bacterial leaf blight,and bacterialleafstreak. Stem rot with the highest severity found in Inpara3(35.18% and Inpago4(32.96%. Sheath blight with the highest severity found in Inpara1(6.11% and Inpago7(5.74%. Red stripe withthe highests everity found in Inpara6 (47.78% and Inpago9 (40.74%. Cercosporaleaf spotwiththe highestseverity found in Inpara5(40.37% and Inpago6 (14.82%. Bacterial leaf blight with the highest severity found in Inpara3(24.26% andInpago9 (32.04%. Bacterial leaf streak with the highest severity found in Inpara3(9.26% and Inpago6 (30.56%.

  19. Kandungan nutrien dan kecernaan bahan kering in-vitro limbah udang hasil fermentasi dengan Aspergillus oryzae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfan H. Djunaidi

    2014-08-01

    Full Text Available The research aimed at evaluating the nutrient content and dry matter digestibility of aspergillus oryzae fermented shrimp waste meal. The material used are vannamei shrimp waste meal, A.oryzae isolate and chemical standard microbe growth. The research was arranged in completely randomized design with 4 treatments of time incubation (W0 = no fermentation; W1 = 24; W2 = 48 and W3 = 72 hours with 3 replications. The variables measured were dry matter, organic matter, crude fat, crude fibre, crude protein and dry matter digestibility. The research showed that the nutrient of shrimp waste was changed after 72 hours incubation. The dry matter and organic matter were increased, but crude fibre, fat and crude protein were decreased with 1,67–2,02%, 6,13–6,87%, 0,20–2,065% and 3,48–5,84% respectively, and dry matter digestibility increased 9%. Keywords: Shrimp waste, digestibility value

  20. Evaluasi Pertumbuhan dan Perkembangan Arachis Pintoi sebagai Biomulsa pada Budidaya Tanaman di Lahan Kering Tropis

    OpenAIRE

    Sumiahadi, Ade; Chozin, M. Achmad; Guntoro, dan Dwi

    2016-01-01

    ABSTRACTCover crops is widely used as biomulch because of its advantages for land conservation, weed control and increasing soil nutrients, especially in upland agriculture. The objective of the research was to study the growth and development of Arachis pintoi as biomulch in upland agriculture. The experiment was carried out at IPB Experimental Field from February until May 2014. Observation was done everyweek up to 12 weeks with 10 plants were used for each observation. One stolon of A. pin...

  1. Kaks rauast nooleotsa Jägala Jõesuu linnamäelt: arheoloogiline ja ajalooline kontekst / Mari Lõhmus, Ester Oras, Martti Veldi

    Index Scriptorium Estoniae

    Lõhmus, Mari

    2010-01-01

    Jägala Jõesuu linnamäelt leitud vanemast rauaajast pärit kahest nooleotsast. Nooleotste avastamisest ja konserveerimisest ning olemasoleva info põhjal tehtud vaadetest minevikku. Nooleotsad viitavad rauaajal toimunud sõjalisele konfliktile Läänemere piirkonnas

  2. Lühiülevaade toiduohutusega seonduvatest kiirhoiatussüsteemidest / Kadrin Meremäe, Mati Roasto, Irina Dontšenko ...[jt.

    Index Scriptorium Estoniae

    2016-01-01

    Euroopa Liidus ning maailmas tervikuna on mitmeid toiduohutusega seonduvaid kiirhoiatussüsteeme. ELis on peamisteks süsteemideks loomade ja toidu ohutuse osas RASFF (ingl Rapid Alert System for Food and Feed) ja rahva tervise ohutuse osas EWRS (ingl Early Warning and Response System). Eestis on RASFF kontaktasutuseks Veterinaar- ja Toiduamet, EWRSi puhul Terviseamet

  3. Punase Risti nimetuse ja embleemi väärkasutamise ennetamine ja sanktsioneerimine : [magistritöö] / Martti Peetsalu ; Tartu Ülikool, õigusteaduskond ; juhendaja: Kristi Land

    Index Scriptorium Estoniae

    Peetsalu, Martti

    2009-01-01

    Tunnusmärkide kasutamisest (ajalooline ülevaade, kaitsval eesmärgil kasutamine, viitaval eesmärgil kasutamine, tunnusmärkide praktiline kasutamine), kaitsest, sanktsioneerimisest (riiklik järelevalve, vastutus, väärteod, kuriteod)

  4. Pertumbuhan, Hasil dan Analisis Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L. yang Diperlakukan dengan Pupuk Organik dan Biourin di Lahan Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I MADE SUKADANA

    2015-09-01

    Full Text Available Growth, Yield, and Production Analysis of Maize (Zea mays L. Treated by Organic Fertilizer and Cow Biourine in Dry Land Maize productivity in Bali is still low at around 3.4 ton/ha. Low soil fertility is one of the factors contributable to the low productivity of maize. Soil condition at the research field has low level of fertility with low levels of nitrogen and C-organic. This research aims at finding out the impact of organic fertilizers and cow biourine to the growth and yield of maize in dry land and to analyze it gross margin. Experiment was designed with randomized block design (RBD with two factors and four replications. The dosage of the first factor namely without organic fertilizer, cow organic fertilizer 15 tonnes/ha and worm casting fertilizer 15 tonnes/ha, whereas dosage of cow biourine namely 0 liter, 1.000 liters, 2.000 liters and 3.000 liters/ha respectively for the second factor. The research results show that there is highly significant interaction (p<0.01 between organic fertilizers and cow biourine to the number of leaves aged at 21, 35, 49 and 63 dap, trunk diameter, dry matter weight/plant, number of cobs/plant, and harvest index, however it shows significant interaction (p<0.05 to leave area index (LAI at age 35 dap and soil pH at harvest. The combination of worm casting fertilizer of 15 tonnes/ha with cow biourine 2.000 liters/ha resulted in the highest dry weight of seed/ha to 4,09 tonnes/ha, an increase of 69,71% compared to no fertilizer. The relationship between organic fertilizer and cow biourine to the dry matter yield follows a quadratic pattern, hence 15 tonnes/ ha worm casting fertilizer and 2000 liters/ha of cow biourine resulted in optimum yield from this research. Result from the gross margin analysis shows that revenue received at Rp 8.7935 million based on the price of dry shelled corn at Rp 2.150/kg does not cover the high variable cost at Rp 26.664,500.

  5. Emerging Competitive Strategies in the Global Luxury Industry in the Perspective of Sustainable Development: the Case of Kering Group

    OpenAIRE

    Roberta PEZZETTI; Matteo DALL’AVA

    2016-01-01

    In the last years, many drivers should motivate luxury companies to engage in more sustainable practices. On the one hand, consumers seek new forms of luxury that shows respect for natural resources and human beings, yet standing by traditional factors such as quality, creativity, originality, craftsmanship and savoirfaire. The recent economic crisis has thrust the consumers towards the search for responsible luxury. In the new economic and competitive scenario, luxury brands would base thei...

  6. Uji Unjuk Kerja Traktor Yanmar Tipe TF 85 pada Lahan Basah dan Lahan Kering di Desa Dolok Hataran, Kabupaten Simalungun

    OpenAIRE

    Tobing, Toman Harry Duga L.

    2010-01-01

    TOMAN H D L. TOBING: Performance of Yanmar TF 85 Tractor on Wet land and Dry land at Desa Dolok Hataran Kabupaten Simalungun. Under the supervision of TAUFIK RIZALDI and AINUN ROHANAH. The performance test of tractor is its ability to prepare land using implements to know the work capacity, efficiency, work velocity, and wheel skid. The objective of this research is to know the capacity of Yanmar TF 85 tractor on wet land and dry land at Desa Dolok Hataran Kabupaten Simalungun. This rese...

  7. PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES OF INSTANT PUMPKIN JAVANESE NOODLE GRAVY [Sifat Fisikokimia Saus Bubuk Mi Jawa Instan dari Labu Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusnita Hamzah*

    2012-12-01

    Full Text Available This research was carried out to study the physical and chemical characteristics of pumpkin Javanese noodle gravy prepared in powder form. The finished product is categorized as an instant product as it only needs to be rehydrated with warm water (60°C before consumption. Five gravy formulations were developed with the incorporation of two types of flour (tapioca and corn flours as the thickening agent. Physical characteristics including colour and swelling properties of the final products were evaluated. For chemical analysis, ash, moisture, protein, crude fiber, fat and carbohydrate compositions were also determined. For physical analysis, all formulations showed similar colour appearance of the gravy powder including lightness (L, redness (a* and yellowness (b*. Pertaining swelling properties of the dried gravy, the water absorption index (WAI values were low (2.0–3.0g/g, while the water solubility index (WSI were moderate (33.0–50.0% when evaluated at both hot (85°C and cold (25°C water. In termn of chemical compositions, carbohydrate and fat content increased and decreased, respectively with the addition of tapioca and corn flours. The moisture content of the instant gravy increased with the increased of corn flour addition. There were differences in fiber and ash content in all formulations, but no specific trend was observed. Finally, protein content remained the same in all formulations. This current finding provided information of the gravy powder produced. Further analysis on the characteristics of the rehydrated pumpkin Javanese noodle gravy will provide a more complete picture of the finished product.

  8. PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES OF INSTANT PUMPKIN JAVANESE NOODLE GRAVY [Sifat Fisikokimia Saus Bubuk Mi Jawa Instan dari Labu Kering

    OpenAIRE

    Yusnita Hamzah*; Ng Kim Yee

    2012-01-01

    This research was carried out to study the physical and chemical characteristics of pumpkin Javanese noodle gravy prepared in powder form. The finished product is categorized as an instant product as it only needs to be rehydrated with warm water (60°C) before consumption. Five gravy formulations were developed with the incorporation of two types of flour (tapioca and corn flours) as the thickening agent. Physical characteristics including colour and swelling properties of the final products ...

  9. EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI GULMA, HIJAUAN PAKAN DAN LIMBAH PERTANIAN YANG DIMANFAATKAN SEBAGAI PAKAN TERNAK DI WILAYAH LAHAN KERING LOMBOK UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Made Laksmi Ernawati

    2015-06-01

    Full Text Available Difficulties on weeds control and fodder scarcity in dry season are the major problems at dry land. Aim of this research was to identify and to explore the potency of several kinds of weeds, forages, and agricultural wastes that can be used as fodder, and further might be processed to make hay and silage. Explorative research to identify, observe, and collect data has been done using descriptive method of dominant weeds, forages, and agricultural waste that frequently used as fodder by farmers. The farmer’s decision to use weeds, forages, and agricultural wastes were determined by preference level of cattles and farmers empirical experiences. Result showed that dominant weeds found were broad leafed weeds with domination level 34.62-81.45% and narrow leafed weeds (grasses and teki with domination level 28.65-65.38%. Broad leafed weeds that generally used as fodder were Cintella asiatica, Amaranthus spp., Mikania sp., Cyclosorous aridus, Gleichenia linearis, Physalis angulata, Portulaca oleracea, Mucaena pruriens, and Desmodium scalpe. Grasses weeds and teki were potential fodder with preference level of cattle from very much like to extremely like. Forage and agricultural waste that be potential as fodder were gamal leaf, sengon leaf, banana leaf and stem and coconut, agricultural waste of peanuts, corn, and sweet potato. (Key words: Animal feed, Agricultural wastes, Dry land, Fodder, Forage, Identification and exploration, Weeds

  10. Pengaruh Kombinasi Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Pisang Kepok Kuning (Musa acuminata × M. balbisiana Pada Lahan Kering di Banyumas, Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saktiyono Sigit Tri Pamungkas

    2015-06-01

    Full Text Available Kepok Kuning banana (Musa acuminate × M.balbisiana is a banana which has a good adaptability tothe water shortage conditions. The banana has cultivatedin watershed of Tajum river, Banyumas. The place haspotential to be centre of Yellow Kepok banana productionbut the farmers occasionally applied fertilizer unbalancedwhich effect to productivity and quality of banana. It isnecessary to examine proportion of fertilizers to determinethe effective and effi cient fertilizer composition whichincreased productivity and quality of banana.The experiment was conducted on Gentawangi dryland farm, Jatilawang, Banyumas on January-June 2009. Theexperiment was laid out in randomized block design with12 replications and involving single factor. It consistedof 5 treatments The Banana was planted in pattern 3 m x3 m. Results showed that banana required both of organicfertilizers and inorganic in vegetative stage. The treatmentof Urea 150 g + 100 g + SP36 compost 10 kg/tree/applicationshowed the effi cient compared to other, followed bytreatment of ZA 150 g + SP36 KCl 150 g + 50 g/tree/application. Combination of Urea and ZA without organicfertilizer indicated uneffi cient compared to others

  11. PENGARUH PENGOLAHAN BUAH MANGGA MANALAGI SEGAR (Mangifera indica L. MENJADI MANISAN MANGGA KERING TERHADAP KADAR VITAMIN C

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Choriun Niswah

    2016-08-01

    Full Text Available Manalagi  mango fruit (Mangifera indica L  is one of fruits containing lots of vitamin C and it can be processed into mango dried candied. This research is aimed to determine the levels of vitamin C in the mango dried candied that is sold in modern markets in Palembang and to contribute about biology subject at senior high school / madrasah aliyah. The methods of this study is the idiometri test. This study uses the form control manalagi fresh mango fruit. Samples are taken from several modern market in Palembang city by using simple random sampling method. The result of the test iodimetri along with qualitative test on sample 4 and 6 do not contain vitamin C, while in sample 1, 2, 3, and 5 contain vitamin C which is an average of the levels of vitamin C in the sample 1 of 4.78 mg / 100 gr, 2 sample of 3.66 mg / 100 g, 3 sample of 2.64 mg / 100 g, 5 sample of 5.22 mg / 100 g. This shows manalagi fresh mango fruit is processed into dried candied still have high levels of vitamin C which is quite high when compared to the levels of vitamin C in control in the amount of 3.08 mg / 100 g. Contributing to education that is presented in the form of lesson plans, worksheets and posters. The contribute of  biology subject to the education is presented in the form of  lesson plans, worksheets and posters

  12. EVALUASI LAHAN FISIK DAN EKONOMI KOMODITAS PERTANIAN UTAMA TRANSMIGRAN DI LAHAN MARJINAL KERING MASAM RANTAU PANDAN SP-4, PROVINSI JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Widiatmaka

    2014-12-01

    Full Text Available Most of the land used for transmigration resettlement activities outside of Java Island is marginal land that requires highproduction inputs and susceptible to degradation. One of the need to be taken into consideration in the choice of location is land suitability. The objective of this study is to determine the land suitability of agricultural transmigration area with a case study of Transmigration Settlement Unit (UPT of RantauPandan SP-4, Jambi Province, for cultivation of food crops, vegetables and perennial crops and analyse the level of biophysical and economical feasibility of several commodities. The actual land suitability assessment for the three agricultural commodities indicate the dominance land suitability classes of S3 (marginally suitable with terrain, nutrient retention and nutrients available become dominant limiting factors. Economic land suitability analysis indicate that the biggest gross margin is rubber, while the smallest is rice. Results of analysis are used to determine the spatial land use recommendations on transmigration location. Results of analysis are not always in line with the transmigration pattern of land allocation. Nonetheless, these results suggested to be applied, for considerations of land conservation as well as farmers' welfare.Keywords: land suitability, automated land evaluation system, land quality, land characteristic

  13. Isolasi Minyak Atsiri dari Sereh Merah (Andropogon citratus DC.) Segar dan Kering Serta Analisis Komponen Secara GC-MS

    OpenAIRE

    Situmorang, Betty Meilya

    2013-01-01

    Essential oil is a term used for volatile oil and obtained from part of plant such as leaves, flowers, fruit, bark and roots. Lemongrass oil is a major export commodities among the various types of essential oil. The main content of lemongrass oil are sitronellal and geraniol, and content oil of lemongrass is 0.5 to 1.2%. Andropogon citratus DC. of the family Poaceae is one of plant that contains essential oil and is widely used as a liniment. The objective of this research is to determine th...

  14. Pengaruh Kepadatan dan Durasi dalam Kondisi Transportasi Sistem Kering Terhadap Kelulusan Hidup Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Dwi Suryaningrum

    2008-12-01

    selama dalam kondisi transportasi. Kemasan dengan kepadatan 6 ekor/kotak plastik menghasilkan kelulusan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan kemasan dengan kepadatan 8 ekor/kotak plastik. Semakin lama waktu dalam kondisi transportasi, semakin rendah kelulusan hidup dan bobot lobster. Durasi dalam kondisi transportasi sampai 7 hari dapat menurunkan bobot lobster sampai 10%. Transportasi lobster dengan kepadatan 6 ekor/kotak plastik selama 6 hari menghasilkan kelulusan hidup 97% dan tetap sehat setelah dibugarkan kembali. Oleh karena itu, lobster air tawar sebaiknya ditransportasikan dengan durasi tidak lebih dari 6 hari.

  15. Pengawetan Kayu Gubal Jati Secara Rendaman Dingin dengan Pengawet Boron untuk Mencegah Serangan Rayap Kayu Kering (Cryptotermes cynocephalus Light.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afif Sumaryanto

    2015-10-01

    The utilization of younger teakwood has a disadvantage, which is the sapwood is more susceptible to dry wood termites as it has less natural durability. Boric acid and borax are inexpensive preservatives, which contain boron as the active material. Those preservatives are also easy to be obtained as well as do not produce smells and the wood discoloration. The experiment materials were the sapwood parts from teak boards obtained from the felled trees in the community forest of Kali Bawang, Kulon Progo. A complete randomized block design was arranged in a factorial with two factors, which were the type of preservatives (boric acid and borax in 5% concentration and duration of cold soaking (12, 24, 36, and 48 hours. To examine the durability of sample, dry wood termites (Cryptotermes cynocephalus Light were used. The results showed that the average values of absorption, retention, and depth of penetration were 33.09 to 70.77 kg/m3, 3.81 to 10.77 kg/m3, and 2.34 to 3.86 mm, respectively. The average values of termite mortality during 2 weeks and 4 weeks were 46.33 to 53 %, 82.67 to 94.33 %. Weight reduction and degree of the damage were, 560 to 570 mg, and 30.34 to 31.27 %, respectively. By analysis of variance, there was an interaction between the type of preservatives and the duration of cold soaking factors, which affected significantly the termite mortality. Type of preservative affected significantly the absorption and penetration. Further, the duration of cold soaking affected significantly the level of absorption, retention and penetration. The application of preservatives could reduce the mass loss of specimens until 70 % as well as to give higher levels of mortality rate (87-92 % compared to that of untreated one.

  16. KARAKTERISTIK TANAH ANDISOL PADA LAHAN KERING DI DESA BATUNGSEL, KECAMATAN PUPUAN, KABUPATEN TABANAN UNTUK BUDIDAYA KOPI DAN SALAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IDA AYU SUTYADNYANI

    2012-11-01

    Full Text Available The Characteristics of Andisol on Dryland at Batungsel Village, Pupuan District, Tabanan Regency for Growing Coffe and Salacca The purpose of the research was to know the characteristics of Andisol on dryland at Batungsel village, Pupuan District, Tabanan Regency for growing coffea and salacca plant. Soil survey methods and laboratory analysis were used in this research. The parameters of soil characteristics were observed i.e. soil morphology in the fields, physical and chemical, and mineralogical properties. Soil classification was done based on Soil Taxonomy system by using Keys to Soil Taxonomy (2003. Soil characteristics were: soil colour was dark bown, solum depth was deep (>100 cm,CEC was high, base saturation was high, and had a good soil fertility.Based on Soil Taxonomy system, the soil families were Typic Hapludands, ashy, isohyperthermic. The land suitability was suitable enough for coffea and salacca.

  17. Pengaruh Ekstrak Tembakau terhadap Serangan Rayap Kayu Kering Cryptotermes cynocephalus Light pada Bambu Apus (Gigantochloa apus Kurz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutjipto A Hadikusumo

    2013-01-01

    Full Text Available Effect of Tobacco Extracts on   Apus Bamboo (Gigantochloa apus Kurz  resistance  against  Drywood Termite Cryptotermes cynocephalus Light (Gigantochloa apus Kurz Attacks Bamboo is one of community forest products and people use it for many purposes. Due to insect attack such as termite, the life time of bamboo product is short. To avoid chemical pollution in bamboo preservation process, tobacco extract was used. Tobacco was extracted in water, in the amounts of 100, 150 and 200 g in 1 l of water, at  temperature of 70-80°C for 3 hours. Bamboo trees were cut, the bottom parts were soaked in tobacco extract solution for 1, 3 and 5 days. Samples were cut into 5 cm x 3 cm x bamboo thickness at the bottom, middle and upper parts of the bamboo tree. After being air dried, each sample was exposed to 50 dry wood termites in a small glass tube for two months. The results showed that bamboo preservation by diffusion with high concentration of tobacco extract (200 g tobacco extracted in 1 l of water resulted in 61% termite mortality.

  18. Muusika : Tiit Kuusik 90. Wagneri ooperid EMA-le. Eva Märtsoni laulukonkurss Tallinnas. USA tantsijad tõlgendavad Pärti. Sumera luigelaul salves. WGT Baltimaade kultuurifestivalil. Paul Mägi tagasi Malmös. / Martti Raide

    Index Scriptorium Estoniae

    Raide, Martti

    2001-01-01

    11.IX möödus 90 aastat Tiit Kuusiku sünnist. Eesti Richard Wagneri Ühingu vahendusel anti EMA raamatukogule üle Wagneri ooperite 32 CD-le salvestatud kogumik. 25.IX ئ 2.X toimus EMA-s saksa lauluprofessori Eva Märtsoni meistrikursus. 1.ئ10.X külastab Eestit Ohio osariigist pärit moderntantsutrupp Antaeus Dance. ERSO ja Paavo Järvi salvestavad Lepo Sumera viimaseid heliteoseid. Weekend Guitar Trio on ringreisil Soomes. Paul Mägi kutsuti Malmo Sümfooniaorkestrit juhatama. Põltsamaa linnavalitsuses arutati 2002. a. oktoobris toimuva Põhja- ja Baltimaade puhkpillilaagri korraldamisega seonduvat.

  19. Looduskeskkonna kahjustamise sõjakuritegu Rooma statuudi artikkel 8(2)(b)(iv) mõistes : [bakalaureusetöö] / Kadrin Toonekurg ; Tartu Ülikool, õigusteaduskond ; juhendaja: René Värk

    Index Scriptorium Estoniae

    Toonekurg, Kadrin

    2010-01-01

    Keskkonnakaitsest relvakonfliktide käigus, rahvusvahelistest kokkulepetest. Kahju piiritlemisest, elementidest, ulatusest (Lahesõja näitel).Proportsionaalsusest, selle hindamisest (Kosovo konflikti näitel)

  20. PENGARUH PERENDAMAN BIJI KAKAO KERING DAN BAHAN ALAT SANGRAI TERHADAP SIFAT FISIK DAN PROFIL SENYAWA VOLATIL KAKAO SANGRAI SERTA SIFAT SENSORIS COKELAT BATANG YANG DIHASILKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulius Gae Lada

    2015-02-01

    menggunakan alat sangrai dari alumunium, besi dan tanah liat menghasilkan profil senyawa volatil yang berbeda. Dari kromatogram SPME-GC-MS diketahui bahwa alat sangrai dari tanah liat menghasilkan kelompok senyawa dan total luas area yang lebih kecil dibandingkan dengan alat sangrai dari alumunium dan besi. Cokelat batang yang dihasilkan melalui perendaman dan disangrai menggunakan alat sangrai dari tanah liat adalah yang paling disukai oleh panelis. Kata kunci: Perendaman, bahan alat sangrai, biji kakao sangrai, profil senyawa volatil, cokelat batang

  1. KURSUS SINGKAT DAN PELATIHAN PEMANFAATAN PEPAYA (CARISA PAPAYA L. MENJADI MANISAN KERING BUAH PEPAYA DI DESA TIMUHUN, KECAMATAN BANJARANGKAN, KABUPATEN KLUNGKUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Nada

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRACT In Desa Timuhun, eventhough papaya is not primary fruit product, but usually papaya is planted among the other plants and easily to grow. Papaya has good potency to be processed to become food product. Matured papaya fruit is usually fresh served for desk fruit. On the other hand, for papaya which is not mature yet, usually used for vegetable. Papaya has high water content, so it makes papaya fruit easy to experience damage. With papaya processing, papaya which is originally assumed improper to be sold or to be consumed (mechanical damage, diseased, acid, physical damage and will only to be thrown, finally can be used. The making of papaya dry candy is one of effort to preserve and to vary form of papaya serving. It also improves the economic value of papaya. The making of papaya can be conducted in big or small scale. The activity objectives are to introduce and give additional knowledge to society about papaya processing technology, to increase economic added value of papaya and the using of papaya which is improper to be sold or to be consumed becoming valuable food product .Realization of the objectives above are by performing an information sharing and discussion with the society about process of the making dry candy from papaya, training of papaya dry candy making, introduce simple technology of dry candy papaya making. This activity was performed at the head of Desa Timuhun office, on Friday, September 14, 2007 and was attended by 26 persons, including association of woman farmer and the staff in that office. The result of this activity shows that there was positive response of people who attend this activity, because by processing papaya fruit into dry candy, have a lot of advantage compare to sale it freshly. Beside that, this dry candy is healthy snack, without synthetic preservation, enriched with vitamins which is useful for health, also this dry candy is still good up to 1 month and of course it could to improve economic value compared to be sold freshly

  2. Narrativ eksponeringsterapi som terapeutisk tilnærming i møte med flyktninger og asylsøkere: en litteraturgjennomgang

    OpenAIRE

    Thomassen, Karoline Rød

    2015-01-01

    Refugees and asylum seekers report a high level of trauma-related mental health problems, compared to the general population. However, research on treatment of traumatized refugees and asylum seekers in a western setting is scarce. Current research indicates that Narrative Exposure Therapy (NET) is an effective approach in treating refugees and asylum seekers suffering from posttraumatic stress disorder (PTSD). NET is a standardized and manual-based short-time therapy ini...

  3. Between Despair and Parody

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anthony Carty

    2003-01-01

    Full Text Available Review of:Martti Koskenniemi, The Gentle Civilizer of Nations. The Rise and Fall of International Law 1870–1960, Cambridge: Cambridge University Press 2001, xiv, 569 p., ISBN 0-521-6231-11

  4. Klubi "Spirit" = Club Spirit / Hanno Soans ; tõlk. Liisi Ojamaa

    Index Scriptorium Estoniae

    Soans, Hanno, 1974-

    2000-01-01

    Eesti klubikultuurist 1990-ndatel. Klubi "Spirit" kujundusest. Sisearhitektid Tarmo Piirmets, Martti Siimann. Arhitekt Jüri Irik Arhitektuuribüroost Ehala & Irik. Projekt ja klubi valmis 2000. Flaierid kujundas Aadam Kaarma. 10 ill. Vaated, korruste plaanid

  5. Uute sõidukite jaemüüjate TOP

    Index Scriptorium Estoniae

    2008-01-01

    Automüüjate TOP 35. Vt. samas: Signe Sillasoo. Järelturg kukkus 15%; Signe Sillasoo intervjuu Scania Eesti AS-i tegevjuhi Janno Karuga; Tiit Lillipuu. Müüjad üritavad lattu seisma jäänud sõidukeid kiirelt maha müüa; Lars Fredrik Johannes Kjellgren. Tarbesõidukite turul toimub kainenemine; Kadrin Karner. United Motors: meie import kasvab; ABC Motors: meil läheb hästi

  6. PENGARUH DEFATTING, FREKUENSI PENCUCIAN DAN JENIS DRYOPROTECTANT TERHADAP MUTU TEPUNG SURIMI IKAN LELE KERING BEKU [Effect of Defatting, Washing Cycle and Dryoprotectant Type on the Quality of Freeze Dried Catfish Surimi Powder

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Ramadhan*

    2014-06-01

    Full Text Available Freeze dried surimi powder is a surimi type processed by freeze drying. To utilize oversized catfish and to reduce surimi handling cost, oversized catfish has been used as raw material of surimi powder. The study aimed to determine the effect of defatting (NaHCO3 concentration and soaking duration, washingcycle,and dryoprotectant type on catfish surimi, as well as quality differences between surimi powder and wet surimi. With regard to defatting step, soaking in NaHCO3 0.75% for 10 minutes was found as the best treatment and resulting in a fat content of 1.52%. Moreover, one time of washing cycle was found as the most appropriate procedure to obtain a superior quality of surimi with whiteness value 57.21%, water holding capacity 73.28%, salts soluble protein 7.17%, pH 6.69, and gel strength 482.3 g/cm2, folding value of 4.84, and teeth cutting value of 8.26. Trehalose 6% was the most suitable dryoprotectant resulting in surimi powder with water holding capacity of 8.01 mL/g, gel strength 826.3 g/cm2, salt soluble protein 18.98%, density 4.06 mL/10 g, rehydration capacity 3.81, emulsion capacity 69.3%, emulsion stability 59.3%, foaming capacity 25.33% and foaming stability 9.40%. The microstructure profile of surimi powder added with trehalose had more compact tissues, without any damage and clots, than that treated with other dryoprotectants. However, surimi powder still had lower protein content than wet surimi, and lower physical and chemical properties, particularly in its teeth cutting and folding characteristics.

  7. Safety of dried sambiloto Andrographis paniculata (Burm. F.) nees gamma irradiated based on acute toxicity aspect in mice swiss webster; Keamanan sambiloto (Andrographis paniculata nees) kering yang diiradiasi gamma berdasarkan aspek toksisitas akutnya terhadap mencit galur swiss webster

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Katrin, Ermin; Susanto,; Hendig Winarno, E-mail: erminkk@batan.go.id [Laboratorium Bahan Kesehatan PAIR - BATAN, Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Pasar Jumat, Jakarta 12440 (Indonesia)

    2014-08-15

    Andrographis paniculata nees (Family: Acanthaceae) is a medicinal plant commonly cultivated in Asian countries. The purpose of this study was to evaluate the safety of gamma irradiated sambiloto against to animal test (mice) and to support the application of nuclear techniques for radiation pasteurization of sambiloto as health products without changing the properties. In the acute toxicity test was observed the effects of the tested material on behavioral changes, abnormalities in the function of several organs and body weight changes in animal test every day for 2 weeks. The results showed that the ethanol extract of unirradiated and irradiated with dose of 7.5 kGy) sambiloto were not toxic to mice. Lethal Dose 50 (DL{sub 50}) of ethanol extract from sambiloto unirradiated or irradiated at the dose of 7.5 kGy was > 5000 mg/kg BW. At the highest dose tested 5000 mg/kg BW mice there were no significant toxic effects and no mice that died during the experiment, therefore ethanol extracts of un irradiated and irradiated samples could be declared safe. (author)

  8. Software Engineering with Formal Methods: The Development of a Storm Surge Barrier Control System - Revisiting Seven Myths of Formal Methods

    NARCIS (Netherlands)

    Tretmans, G.J.; Wijbrans, K.C.J.; Chaudron, M.

    2001-01-01

    This paper discusses the use of formal methods in the development of the control system for the Maeslant Kering. The Maeslant Kering is the movable dam which has to protect Rotterdam from floodings while, at (almost) the same time, not restricting ship traffic to the port of Rotterdam. The control

  9. Madalam veohind jääb Eestis veel unistuseks / Kadri Paas

    Index Scriptorium Estoniae

    Paas, Kadri, 1982-

    2008-01-01

    Ilmunud ka: Delovõje Vedomosti 1. okt. lk. 22. Vedajad sõltuvad Eesti kütusemüüjate diktaadist, mistõttu kütusehinnad ei ole siin samas tempos vähenenud. Vt. samas: Nafta nõudlus kuivab kokku; Kadrin Kärner, Kadri Paas. Jaan Lepp: kütusehindade tõus on firmadele jätnud kustumatu jälje; Diagramm: Nafta ja bensiini hind jätkuvas languses. Küsimusele vastab Ilo Rannu

  10. Anu Lamp õpetab presidendile kõnekunsti peensusi / Kadri Paas

    Index Scriptorium Estoniae

    Paas, Kadri, 1982-

    2007-01-01

    Näitleja Anu Lamp õpetab president Toomas Hendrik Ilvesele kaheksa akadeemilise tunni jooksul kõnelemisoskust. Vt. samas: Martti Kass. Presidendi hiiglaslik vastuvõtutelk võtab ilmet. Tartus hakati Vanemuise teatri külje alla hiigeltelki püstitama. Telgis surub president Toomas Hendrik Ilves 24. veebruaril 2007 kutsutud külaliste kätt

  11. The power of legality : Practices of international law and their politics

    NARCIS (Netherlands)

    Rajkovic, Nikolas; Aalberts, Tanja; Gammeltoft-Hansen, Thomas

    • 12 Chapter edited volume, with foreword by Martti Koskenniemi. Produced over 3 years, and involving 3 international workshops (Krakow, Florence and Weimar). Volume was accepted for publication with unanimous endorsement of all 4 CUP reviewers. From an airstrip in Saudi Arabia, the CIA launches

  12. Soomlaste imerelv Nokia / Tarmo Virki

    Index Scriptorium Estoniae

    Virki, Tarmo

    2001-01-01

    Lühiülevaade Nokia kontserni ajaloost, toetudes hiljuti ilmunud Martti Häikiö raamatule "Nokia inside story". Diagrammid ja skeem: Nokia aktsia hind börsil 1992-2000; Nokia enda investeeringud ning Soome riigi osa %-des 1981-2000; Nokia tehased ning ettevõtted Soomes aastal 1975

  13. Kodust kehakinnitust Amanda Puhvetist / Vivika Veski

    Index Scriptorium Estoniae

    Veski, Vivika

    2007-01-01

    Psühhiaater Tiina Keldrimale kuuluvast Amanda Puhvetist Üdruma külas Läänemaal. Endisele kauplusehoonele ehitati juurde torn, mille I korrusel on ehtekunstnik Maarja Jõevee Käsitöökuur. Ruumid sisustati vana mööbli ja vanavaraga. Sisearhitekt Martti Ruus. 6 värv. vaadet

  14. Uudised : Indi-sahinad. Anne Erm ja Eero Raun on heliloojad. Imelaste lemmik on heavy metal

    Index Scriptorium Estoniae

    2007-01-01

    Ameerika laulja Kimya Dawson 7. juulil Kilingi-Nõmmel minifestivalil "Schilling". Pianist Martti Raide esitab festivali Eesti muusika päevad 2007 suurkontserdil 16. aprillil Eero Rauna klaveripala "Tritonata", üllatusheliloojaks on ka "Jazzkaare" produtsent Anne Erm. Inglismaal Noorte Talentide Rahvuslikus Akadeemias tehtud uuringust

  15. Uus kava lükkab Kosovo iseseisvumise edasi / Jürgen Tamme

    Index Scriptorium Estoniae

    Tamme, Jürgen

    2007-01-01

    Uus ÜRO resolutsioonikava ei maini erivolinik Martti Ahtisaari välja pakutud ideed Kosovo piiratud iseseisvusest ja näeb ette vaid kõneluste taaselustamise Serbia ja sõltumatust taotleva Kosovo vahel. Vt. samas: Serbia ja Kosovo vägikaikavedu

  16. Kinnitus Kosovo iseseisvusele võib tulla tänavu / Ahto Lobjakas

    Index Scriptorium Estoniae

    Lobjakas, Ahto, 1970-

    2006-01-01

    Kosovo nn. staatuseläbirääkimisi juhtiva Martti Ahtisaari sõnul otsustakse Kosovo staatus pärast seda, kui leiavad lahenduse praegused kõnelused provintsi detsentraliseerimise, vähemusküsimuste üle. Autori sõnul on USA välisministeerium andnud selgelt mõista, et Kosovo iseseisvus on sisuliselt otsustatud

  17. Kosovo rühib diplomaatide toel iseseisvuse suunas / Martin Jaigma

    Index Scriptorium Estoniae

    Jaigma, Martin

    2006-01-01

    Kuigi Serbia on kritiseerinud Kosovo võimaliku iseseisvumise kõneluste peavahendajat, ÜRO eriesindajat Martti Ahtisaarit provintsi huvide esindamises, alustasid Serbia ja Kosovo poliitikud 20. veebruaril läbirääkimisi Kosovo staatuse üle

  18. Kosovo kõnelused ummikseisus / Arko Olesk

    Index Scriptorium Estoniae

    Olesk, Arko, 1981-

    2007-01-01

    ÜRO erisaadik Martti Ahtisaari tõdes Viinis, et Kosovo ja Serbia juhtide läbirääkimised on ammendunud ja pooled ei jõudnud kokkuleppele enam kui aasta kestnud kõneluste tulemusel Kosovo provintsi saatuse üle. Lisa: Kosovo

  19. www.kellelt-mida-tellida.ee / Tarieli Koppel

    Index Scriptorium Estoniae

    Koppel, Tarieli

    2006-01-01

    Soovitusi firmade Interneti-kodulehekülgede loomiseks ja kujundamiseks jagavad ALL Web Industry OÜ tegevjuht Mihkel Vabrit, Zone Media OÜ tegevjuht Martti Varik ning Welisa OÜ tegevjuht Mattias Lepp. Lisa: Viis soovitust. Vt. ka lk. 58-59: Internet on surnud, elagu internet

  20. Võtmetegija Balti riikide teadvustamisel maailmas / Tõnis Arnover

    Index Scriptorium Estoniae

    Arnover, Tõnis, 1952-

    2006-01-01

    Lennart Meri tegi taasiseseisvunud Eesti välisministri ja presidendina hindamatut tööd Vene vägede väljaviimiseks ning Eesti riigi esindamiseks ja tuntuks tegemisel. Vt. samas: Kadi Heinsalu. Legende Lennart Merist. Kommenteerivad Jose Manuel Barroso, Martti Ahtisaari, Paul Goble, Vaira Vike-Freiberga, Carl Bildt ja Valdas Adamkus

  1. Iharus iseenda järele / Vaapo Vaher

    Index Scriptorium Estoniae

    Vaher, Vaapo, 1945-

    2006-01-01

    Tutvustus: Gide, André. Surra, et elada / tlk. Leena Tomasberg. Tallinn : Varrak, 2006 ; Soosaar, Martti. Lase vareseid! Tallinn : Tänapäev, 2006 ; Otsides : Juhan Peegel. Meenutusi pikalt teelt / koost. Maarja Lõhmus. Tallinn : Tänapäev, 2006 ; Steffenson, Jakob. Meie, ruhnlased. Tartu : A. Tuulberg, 2006

  2. Kontsert

    Index Scriptorium Estoniae

    2007-01-01

    II rahvusvahelisest noortekooride festivalist 1.-3. veebr. TÜ aulas. Gustav Mahleri "Poisi võlusarv" esitusest 1. veebr. TÜ Ajaloo Muuseumis (esitajad Annaliisa Pillak, Taavi Tampuu ja Kadri-Ann Sumera). Cyprien Katsarise kontserdist 30. jaan. Vanemuise kontserdimajas. Kontserdil "Vocalissimo 2007. Vajatakse Muusat!" 28. jaan. Tartu Linnamuuseumis (esinejad Mati Turi ja Martti Raide)

  3. Linn kui rikastav keskkond kultuuri peeglis / Sander Alfred Liivak

    Index Scriptorium Estoniae

    Liivak, Sander Alfred

    1999-01-01

    12.-13. VIII Tartu Ülikooli kunstide osakonna korraldatud rahvusvaheline seminar "Linnakultuur ja keskkonnakunst". Aasa Musta, Rein Veidemanni, Agnes Trump'i, Martti Preemi, Paulina Ahokase, Enn Siimeri, Raho Langsepa, Riitta Mänty, Irja Alakivi, Katriin Fischi, Hanna Johanssoni ettekannetest. Janna Syvänoja loomingust näidati videofilmi.

  4. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenolik Dari Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.)

    OpenAIRE

    Dungir, Stevi G; Katja, Dewa G; Kamu, Vanda S

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah manggis. Sampel yang digunakan adalah kulit buah manggis segar dan kering, diekstraksi dengan pelarut air panas dan metanol selama 24 jam. Metode penelitian ini dilakukan dengan menentukan kandungan total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan menggunakan metode penangkal radikal bebas DPPH. Kandungan total senyawa fenolik tertinggi pada ekstrak metanol sampel kering ...

  5. Inducible Inhibition of Gβγ Reveals Localization-dependent Functions at the Plasma Membrane and Golgi*

    Science.gov (United States)

    Klayman, Lauren M.; Wedegaertner, Philip B.

    2017-01-01

    Heterotrimeric G proteins signal at a variety of endomembrane locations, in addition to their canonical function at the cytoplasmic surface of the plasma membrane (PM), where they are activated by cell surface G protein-coupled receptors. Here we focus on βγ signaling at the Golgi, where βγ activates a signaling cascade, ultimately resulting in vesicle fission from the trans-Golgi network (TGN). To develop a novel molecular tool for inhibiting endogenous βγ in a spatial-temporal manner, we take advantage of a lipid association mutant of the widely used βγ inhibitor GRK2ct (GRK2ct-KERE) and the FRB/FKBP heterodimerization system. We show that GRK2ct-KERE cannot inhibit βγ function when expressed in cells, but recruitment to a specific membrane location recovers the ability of GRK2ct-KERE to inhibit βγ signaling. PM-recruited GRK2ct-KERE inhibits lysophosphatidic acid-induced phosphorylation of Akt, whereas Golgi-recruited GRK2ct-KERE inhibits cargo transport from the TGN to the PM. Moreover, we show that Golgi-recruited GRK2ct-KERE inhibits model basolaterally targeted but not apically targeted cargo delivery, for both PM-destined and secretory cargo, providing the first evidence of selectivity in terms of cargo transport regulated by βγ. Last, we show that Golgi fragmentation induced by ilimaquinone and nocodazole is blocked by βγ inhibition, demonstrating that βγ is a key regulator of multiple pathways that impact Golgi morphology. Thus, we have developed a new molecular tool, recruitable GRK2ct-KERE, to modulate βγ signaling at specific subcellular locations, and we demonstrate novel cargo selectivity for βγ regulation of TGN to PM transport and a novel role for βγ in mediating Golgi fragmentation. PMID:27994056

  6. Pragmaatika kui hea kunsti garant / Indrek Grigor

    Index Scriptorium Estoniae

    Grigor, Indrek, 1981-

    2007-01-01

    Tartu Kõrgema Kunstikooli diplomitöödest: Martti Poomi (S'Poom "Na'Miin") ja Asko Kikkuli (Iconcrash "My Sky") muusikavideotest, Kaisa Eiche teoreetilisest uurimusest "Kultuuritehase vajalikkus ja teostatavus Tartus", Carl-Christian Frey animafilmist "Pärastlõuna", Andrus Lauringsoni installatsioonist "Capaskoop", Berit Talpsepa robootilisest skulptuurist "Superheterodüünvastuvõtt", Eike Epliku installatiivsest skulptuurist "Ma saan aru, et ma ei ole orav", Anna-Stina Treumundi fotoinstallatsioonist "Vaikiv dialoog", Kalev Vapperi sotsiaalkollaazhist "Vapper Kalev lõpetab kooli"

  7. Eesti filminoored said auhinnalisi kohti

    Index Scriptorium Estoniae

    2011-01-01

    Luksemburgis toimunud 73. rahvusvahelisel UNICA harrastusfilmide festivalil said eesti filmitegijad kaks medalit ja ühe diplomi tudengifilmide konkurentsis. Hõbemedali võitis Vallo Toomla lühimängufilm "Elisabeth von Ungern-Sternmeer" ja pronksmedali Martti Helde lühimängufilm "Külm on". Mõlemad esindavad Balti Filmi- ja Meediakooli. Diplomi pälvis Stella Salumaa Eesti Kunstiakadeemia animatsiooniosakonna lõputööga, animafilmiga "Elu kilukarbis"

  8. 13th September 2011 - H. E. Mr Kofi Annan, President, Kofi Annan Foundation, signing the guest book with Director for Administration and General Infrastructure S. Lettow, Head of International Relations F. Pauss, Director-General R. Heuer et International Relations Office Adviser R. Voss.

    CERN Multimedia

    Maximilien Brice

    2011-01-01

    CERN-HI-1109231 tirage 13: with Mrs Kofi Annan CERN-HI-1109231 tirage 23 - 51: visiting the LHC superconducting magnet test hall with Technology Department Head F. Bordry CERN-HI-1109231 tirage 52 - 74: in the ATLAS visitor centre with Collaboration Spokesperson F. Gianotti and young international scientists N. Kanaya, C. Solans and S. Yacoob. Mrs Martti Van Dardel is also participating in the visit throughout.

  9. Kosovo valmistub aasta lõpus iseseisvuma / Triin Oppi

    Index Scriptorium Estoniae

    Oppi, Triin

    2007-01-01

    Ilmunud ka: Postimees : na russkom jazõke, 29. aug. 2007, lk. 7. Serbiast lahku lüüa sooviva Kosovo iseseisvuse küsimuses peetavad EL-i, USA ja Venemaa kõnelused lõpevad 10. detsembril, mille järel soovib provints välja kuulutada iseseisvuse. Ekspertide hinnangul võivad Kosovo albaanlased kannustada Bosnia serblasi ja Makedoonia albaanlasi samuti iseseisvust taotlema. Eesti toetusest ÜRO erisaadiku Martti Ahtisaari ettepanekule Kosovo staatuse suhtes

  10. Kosovo albaanlaste imelootus hääbub läbirääkimiste kiuste / Triin Oppi

    Index Scriptorium Estoniae

    Oppi, Triin

    2007-01-01

    Serbia ja Kosovo provintsi esindajate läbirääkimistest Viinis ning ÜRO esindaja Martti Ahtisaari ettepanekust Kosovo suhtes, kus välditakse sõna "iseseisvus". Euroopa Liit üritab Kosovot juhtida iseseisvuse teele, pakkudes Serbiale võimalust mitte anda välja Haagi sõjatribunalile Ratko Mladicit. Vt. samas: Kosovo äärmuslased õhkisid kolm ÜRO sõidukit. Kaart

  11. Kuulutati välja amatöörfilmide festivali võitjad

    Index Scriptorium Estoniae

    2006-01-01

    Eesti Filmiamatööride Liidu korraldatud Eesti 41. amatöörfilmide festivali võitis täiskasvanute osas Evelyn, Henry ja Madis Mäeoru mängufilm "Lendamise lummus". Auhinna sai ka Kristo Viidingu "Juko, Koko ja Lyn", Leeni Linna mängufilm "Personal Space", Martti Helde ja Laura Väliku eksperimentaalfilm "Null", alla 14-aastaste seas Elisabeth Sinipalu "Fucking Gravity". Anti välja 18 auhinda, viis eridiplomit ja 10 diplomit

  12. Kering’s valuation

    OpenAIRE

    Braga, Maria Anjos Lopes dos Reis

    2014-01-01

    Master in Finance / JEL Classification System: G30, G32 O presente projecto tem como objectivo a avaliação da empresa Kering, com vista a chegar a um preço-alvo e fazer uma recomendação de investimento. A Kering é uma empresa multinacional francesa que opera no sector dos bens de luxo e está presente em todo o mundo. A empresa está dividida em duas divisões: a divisão de luxo e a de desporto e estilo de vida, possuindo um portfolio diversificado de marcas bem conhecidas, como a Gucci, Y...

  13. PEMANFAATAN MIKROALGA LAUT Chlorella vulgaris SUMBER DHA DAN EPA

    OpenAIRE

    Anggraeni, Peni

    2016-01-01

    Penelitian tentang mikroalga laut jenis Chlorella vulgaris telah dilakukan. Chlorella vulgaris dipilih sebagai bahan penambah gizi untuk di fortifikasi kedalam makanan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dengan menganalisis kandungan DHA dan EPA. Penelitian ini dilakukan dengan mengkultur fitoplankton Chlorella vulgaris dan dipanen setelah media kultur mencapai fase Stasioner. Kemudian, dikeringkan dengan menggunakan freeze dryer, biomassa kering dianalisis kandungan DH...

  14. A Brief History of Numbers by Leo Corry

    DEFF Research Database (Denmark)

    Lützen, Jesper

    2017-01-01

    Den anmeldte bog omhandler talbegrebets historie startende med de gamle grækeres sondring mellem tal (dvs naturlige tal) og størrelser (som fx. linjestykker) og forhold mellem disse. Bogen giver en meget læsværdig og historisk subtil fremstilling af den gradvise ophævelse af disse grænser, som...

  15. CD-ROM. ISBN 978-0-981-4434-1-6. Stellenbosch

    African Journals Online (AJOL)

    rbr

    Om te sien hoeveel maal en waar 'n bepaalde woord (A–Z) in die WAT voorkom: Stap 1: Druk die snelskakel [F2]. Stap 2: Tik die woord in by die teksvenster. Stap 3: Druk [OK]. (Tydens die proses kan daar in die resultaatuit- leg die hoeveelheid kere wat die lemma voorkom, gesien word. Daar kan ook met "Volgende ...

  16. Quality Control of traffic models

    DEFF Research Database (Denmark)

    Nielsen, Otto Anker; Hansen, Christian Overgaard

    Kvalitetssikring af trafikmodeller er i de senere år kommet mere og mere i fokus hos både tekni-kere, fagfolk og politikere. Dette har bl.a. givet sig udslag i diskussioner ved faglige arrangemen-ter og i fagtidsskrifter. Der savnes imidlertid i dag et bud på et arbejds-redskab til kvalitets-sikr...

  17. Inducible Inhibition of Gβγ Reveals Localization-dependent Functions at the Plasma Membrane and Golgi.

    Science.gov (United States)

    Klayman, Lauren M; Wedegaertner, Philip B

    2017-02-03

    Heterotrimeric G proteins signal at a variety of endomembrane locations, in addition to their canonical function at the cytoplasmic surface of the plasma membrane (PM), where they are activated by cell surface G protein-coupled receptors. Here we focus on βγ signaling at the Golgi, where βγ activates a signaling cascade, ultimately resulting in vesicle fission from the trans-Golgi network (TGN). To develop a novel molecular tool for inhibiting endogenous βγ in a spatial-temporal manner, we take advantage of a lipid association mutant of the widely used βγ inhibitor GRK2ct (GRK2ct-KERE) and the FRB/FKBP heterodimerization system. We show that GRK2ct-KERE cannot inhibit βγ function when expressed in cells, but recruitment to a specific membrane location recovers the ability of GRK2ct-KERE to inhibit βγ signaling. PM-recruited GRK2ct-KERE inhibits lysophosphatidic acid-induced phosphorylation of Akt, whereas Golgi-recruited GRK2ct-KERE inhibits cargo transport from the TGN to the PM. Moreover, we show that Golgi-recruited GRK2ct-KERE inhibits model basolaterally targeted but not apically targeted cargo delivery, for both PM-destined and secretory cargo, providing the first evidence of selectivity in terms of cargo transport regulated by βγ. Last, we show that Golgi fragmentation induced by ilimaquinone and nocodazole is blocked by βγ inhibition, demonstrating that βγ is a key regulator of multiple pathways that impact Golgi morphology. Thus, we have developed a new molecular tool, recruitable GRK2ct-KERE, to modulate βγ signaling at specific subcellular locations, and we demonstrate novel cargo selectivity for βγ regulation of TGN to PM transport and a novel role for βγ in mediating Golgi fragmentation. © 2017 by The American Society for Biochemistry and Molecular Biology, Inc.

  18. International trade and waste and fuel managment issue, 2006

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Agnihotri, Newal (ed.)

    2006-01-15

    The focus of the January-February issue is on international trade and waste and fuel managment. Major articles/reports in this issue include: HLW management in France, by Michel Debes, EDF, France; Breakthroughs from future reactors, by Jacques Bouchard, CEA, France; 'MOX for peace' a reality, by Jean-Pierre Bariteau, AREVA Group, France; Swedish spent fuel and radwaste, by Per H. Grahn and Marie Skogsberg, SKB, Sweden; ENC2005 concluding remarks, by Larry Foulke, 'Nuclear Technology Matters'; Fuel crud formation and behavior, by Charles Turk, Entergy; and, Plant profile: major vote of confidence for NP, by Martti Katka, TVO, Finland.

  19. 1920. aastate Eesti-Soome arhitektuurisuhetest ja Soome arhitektide töödest Pärnu supelasutuse konkursil = Suomen ja Viron arkkitehtuurin suhteista 1920-luvulla ja suomalaisarkkitehtien ehdotuksista Pärnun kylpylän kilpailussa / Karin Hallas-Mur

    Index Scriptorium Estoniae

    Hallas-Murula, Karin, 1957-

    2004-01-01

    1923. a. avati Helsingis Into Saxeli ja Johan Sigfrid Sireni kavandatud mälestusmärk Eesti Vabadussõjas osalenud Soome vabatahtlikele. Monumendi konkursist. Soome arhitektide osalemisest 1923. a. Tallinna tehnikumi (I - Martti Välikangas, Hilding Ekelund) ning 1922. a. ja 1925. a. Pärnu supelasutuse konkurssidel (tuntumad osalejad Uno Ullberg, Alvar Aalto, H. Ekelund, Pauli Ernesti Blomstedt, Ragnar Ypyä, edukamad osalejad Georg Henriksson ja Otto Flodin) jm. Pikemalt A. Aalto projektist. Bibliograafia joonealustes märkustes

  20. IDENTIFIKASI KOMODITI UNGGULAN PADA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sisca Vaulina

    2016-12-01

    Full Text Available Setelah otonomi masing-masing daerah memiliki lebih dari kebebasan dalam menentukan komoditas yang diprioritaskan dalam pembangunannya. Salah satu potensi di Kabupaten Indragiri Hilir adalah pertanian. Untuk pertanian diperlukan identifikasi komoditas pertanian utama yang akan dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi komoditas pertanian utama terlihat dari dasar komoditas pertanian, spesialisasi dan lokalisasi komoditas pertanian yang diprioritaskan untuk dikembangkan di Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian menggunakan metode studi kasus, data yang digunakan adalah data dari tahun 2014-2015, menggunakan analisis ekonomi LQ regional, spesialisasi quotient dan lokalisasi quotient. Hasil penelitian menunjukkan komoditas di Kabupaten Indragiri Hilir kering padi, kacang tanah, ubi kayu, pepaya, durian, mangga, kelapa, pinang, kelapa, sagu, domba, sapi dan perikanan umum. KS dan KL nilai kegiatan pertanian terspesialisasi di setiap kabupaten. Pengembangan prioritas komoditas padi kering, kedelai, kacang tanah, ubi kayu, pepaya, mangga, durian, jeruk, pinang, kakao, domba dan perikanan umum. Kata kunci : Komoditas Unggulan, Komoditas Pertanian

  1. Pengaruh Jenis Bahan pada Proses Pirolisis Sampah Organik menjadi Bio-Oil sebagai Sumber Energi Terbarukan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Sigit Cahyono

    2013-06-01

    Full Text Available Sampah organik merupakan potensi sumber energi yang melimpah di Indonesia. Sampah organik berupa daun dan ranting kering bisa dikonversi menjadi bahan bakar berupa bio-oil melalui proses fast pirolisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis bahan terhadap rendemen dan nilai kalor bio-oil yang dihasilkan dari proses pirolisis sampah organik. Bahan baku berupa daun dan ranting kering campuran tanaman angsana, mahoni dan mangga dengan komposisi daun bervariasi 0%, 50%, dan 100%, dipotong-potong dengan ukuran maksimal 10 cm. Kemudian bahan baku tersebut dipanaskan di dalam reaktor pirolisis pada suhu 500 C selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi (5175,35 J/g dan rendemen tertinggi (24,5% didapatkan pada bio-oil yang dihasilkan dari pirolisis ranting 100%. Kata kunci: Sampah Organik, Bio-oil, Pirolisis, Rendemen, Nilai Kalor

  2. ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA MINYAK ATSIRI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBANYA

    OpenAIRE

    Mufidah, S.Si., M.Si., Apt.

    2004-01-01

    Dalam rangka pengembangan obat tradisional, telah dilakukan isolasi dan uji aktivitas antimikroba minyak atsiri daun legundi (Vitex trifolia, L.) familia Verbenaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, menganalisis dan menguji aktivitas antimikroba minyak atsiri daun legundi. Isolasi dilakan dengan alat destilasi Stahl, diperoleh minyak atsiri sebanyak 0,02% v/b daun segar dan 0,08% v/b daun kering. Dari interpretasi data GC-MS tampak adanya 1,8 ???Cineole (17,83%), ???-terpiny...

  3. Valik arvamusi läbi aastate / Ain-Elmar Kaasik

    Index Scriptorium Estoniae

    Kaasik, Ain-Elmar, 1934-

    2008-01-01

    Valik Eesti Teaduste Akadeemia Aastaraamatus rubriigis "Arvamusi akadeemikutelt" ilmunud kirjutisi, kus vabas vormis käsitletakse mitmesuguseid aktuaalseid küsimusi, eelkõige hariduse, teadustöö ning ühiskonna suhteid. Kokku on rubriigis avaldatud ligi kaks ja poolsada kirjutist. Siinse valiku autoriteks akadeemikud Raimund Hagelberg, Mart Saarma, Boris Tamm, Ene Ergma, Arvo Krikmann, Agu Laisk, Hans-Voldemar Trass, Harald Keres, Anto Raukas, Rein Küttner, Enn Tõugu, Raimund-Johannes Ubar, Ain-Elmar Kaasik

  4. Penggunaan Zat Warna Alam untuk Kulit Non Konvensional

    OpenAIRE

    Kasmudjiastuti, Emiliana

    2006-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan zat warna alam pada kulit non konvensional dengan mordan yang ramah lingkungan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : bahan baku berupa kulit biawak, kulit ular kobra, dan kulit ikan kakap awet kering, bahan pewarna dari ekstrak larutan kayu secang, tegeran, nangka, mahoni dan tingi, bahan penyamak krom dan syntan, alum sebagai mordan serta bahan pembantu untuk penyamakan. Tahapan penelitian meliputi persiapan ekstrak larutan zat w...

  5. Pengaruh Pemberian Berbagai Bentuk Azolla Dan Pupuk N Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Var. Saccharata)

    OpenAIRE

    Putra, Dwi Firmansyah; Soenaryo, Soenaryo; Tyasmoro, Setyono Yudo

    2013-01-01

    Jagung manis sangat responsif terhadap pupuk N, agar kebutuhan N terpenuhi dan memberikan nilai tambah dapat menyuburkan tanah tanpa menurunkan produktifitas jagung manis, maka diperlukan penyeimbang berupa pupuk organik yang memiliki kandungan N tinggi. Pupuk organik potensial yang memiliki kandungan N tinggi yaitu Azolla. Azolla dapat ditemukan dalam 3 bentuk yaitu Azolla segar, Azolla kering dan kompos Azolla. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Azolla segar, Azolla...

  6. Kombucha Rosella (Hibiscus Sabdariffa Linn) dan Kemampuannya sebagai Antihiperkolesterolemia

    OpenAIRE

    Suhartatik, Nanik; Karyantina, Merkuria; Purwanti, Indrias Tri

    2009-01-01

    Kita mengenal adanya teh yang diekstrak dari kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn). Teh jenis ini dapat dibuat menjadi kombucha dengan cara memfermentasikan ekstrak rosella menggunakan peran mikrobia dalam fer­ mentasi kombucha. Mikrobia dalam fermentasi kombucha ini ditumbuhkan dalam ekstrak rosella sebagai medium per­ tumbuhan dengan variasi konsentrasi rosella (30, 40, 50 gram rosella kering/L). Selama proses fermentasi, kombucha rosella dianalisis pH, total asam, dan aktivitas ...

  7. Kajian Aus Pahat pada pembubutan Baja Aisi 4340 Menggunakan Pahat Karbida PVD Berlapis

    OpenAIRE

    Carnegie, Dale

    2017-01-01

    120401084 Pada industri pemotongan logam, cairan pendingin banyak digunakan untuk memperoleh umur pahat yang lebih lama, tetapi cairan pendingin yang digunakan pada proses pemotongan logam mempunyai beberapa dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu dilakukan permesinan kering pada penelitian ini untuk membuat proses pemotongan logam yang bersih dan aman terhadap lingkungan. Proses pembubutan dilakukan juga dengan permesinan keras untuk membubut material baja AISI 4340 ...

  8. EFEKTIVITAS AGENS PENGENDALI HAYATI DAN INSEKTISIDA SINTETIK TERHADAP HAMA TANAMAN PADI DI KECAMATAN MAYANG KABUPATEN JEMBER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Maghfiratul

    2017-12-01

    Full Text Available ABSTRAKPadi (Oryza sativa L merupakan komoditas tanaman pangan utama di Indonesia. Hambatan dalam produksi padi yaitu serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas APH (Agens Pengendali Hayati dalam mengendalikan OPT serta mengetahui pengaruh pengendalian APH terhadap produksi padi. Penelitian dilakukan di lahan pertanaman padi di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember pada bulan juni sampai september 2014. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK yang terdiri 5 perlakuan yaitu: P1 = Nematoda Entomopatogen (NEP, P2 = Beauveria bassiana, P3 = Bakteri Merah Serratia spp., P4 = Insektisida, dan P5 = Kontrol setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati meliputi jenis hama pada tanaman padi: belalang hijau, kepik hijau, dan walang sangit, populasi hama pada tanaman padi, produksi padi yang meliputi berat basah dan berat kering hasil panen padi. Hasil pengematan menunjukkan bahwa berbagai jenis APH memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap penurunan populasi hama belalang hijau (Oxya sp dengan rerata populasi mencapai 4,12 ekor/10rumpun, populasi kepik hijau (Nezara viridula dengan rerata 0,56 ekor/10rumpun dan walang sangit (Leptocorisa oratorius F. dengan rerata 4,76 ekor/10rumpun diakhir pengamatan (91 HST. Hasil berat gabah kering sawah dan berat gabah kering giling terbanyak yaitu pada perlakuan P4 (Insektisida sebesar 532 gram dan 432 gram, sedangkan hasil produksi terkecil pada perlakuan P3 (Bakteri merah sebesar 468 gram dan 390 gram.Kata kunci: Padi, Hama, Agens hayati 

  9. ANALISIS VARIABILITAS CURAH HUJAN DAN SUHU DI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ogi Setiawan

    2017-01-01

    Full Text Available Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil menjadi sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Salah satu pulau yang juga rentan terhadap perubahan iklim adalah pulau Bali. Dampak potensial adanya perubahan iklim adalah perubahan pola hujan, peningkatan suhuudaradankenaikanpermukaanlaut. Sektoryangakanmenerimadampakperubahaniklimdengan serius adalah sektor kehutanan dan pertanian. Untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi maka diperlukan informasi perubahan iklim yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabilitas iklim di Bali. Metode yang digunakan adalah analisis kecenderungan curah hujan, analisis perubahan suhu udara, analisis perubahan tipe iklim dan analisis pergeseran bulan basah, lembab dan kering. Data hujan yang digunakan adalah data hujan dari GPCC (1961-1998 dan BMKG Bali (19992008, sedangkan data suhu berasal dari BMKG Bali (2004-2008. Hasil analisis menunjukkan bahwa di pulau Bali secara umum sudah mengalami perubahan iklim. Tipe iklim berdasarkan Schmidt-Ferguson mengalami perubahan dari relatif basah menjadi agak kering. Suhu udara rata-rata bulanan serta curah hujan bulanan dan tahunan memiliki kecenderungan yang semakin meningkat. Bulan basah dan bulan kering telah mengalami pergeseran dan perubahan jumlahnya. Dampak perubahan iklim terhadap ekosistem hutan di Bali belum diketahui dengan pasti, namun terdapat beberapa implikasi perubahan iklim terhadap sektor kehutanan diantaranya kebakaran hutan dan perubahan jadwal penanaman.

  10. Avatud Ühiskonna Foorumi arutlusring = Open Society Forum Discussion Panel

    Index Scriptorium Estoniae

    2008-01-01

    6. novembril 2008 toimunud Avatud Ühiskonna Foorumil arutlesid president Toomas Hendrik Ilves, Euroopa Välissuhete Nõukogu aseesimees Martti Ahtisaari, Euroopa Välissuhete Nõukogu liige, Avatud Ühiskonna Instituudi nõukogu esimees George Soros, Euroopa Välissuhete Nõukogu liige, politoloogiaprofessor Aleksander Smolar ja Rahvusvahelise Kaitseuuringute Keskuse juhataja Kadri Liik suhete üle Venemaaga. Vestlust juhtis Eesti Välispoliitika Instituudi direktor Andres Kasekamp. President T. H. Ilves rääkis paradigma muutusest Euroopa Liidu ja Venemaa suhetes pärast Venemaa agressiooni Gruusia vastu, ühiselt jagatud väärtustel põhineva julgeolekuorganisatsiooni tähtsusest, autoritaarse ja demokraatliku kapitalismi vastuolust

  11. Steni muinasjutuvõistluse võitjad selgunud / Ants Roos, Ann Roos

    Index Scriptorium Estoniae

    Roos, Ants

    2008-01-01

    Steni XVI muinasjutuvõistluse žüriisse kuulusid: Ann Roos, Ants Roos, Leelo Tungal, Krista Kumberg, Leida Olszak, Ülle Väljataga. Tulemused: I koht Siim Niinelaid, II koht Julius Air Kull, III koht Mihkel Rammu. Žürii eriauhinnad: Anna Kristin Peterson, Elis Ruus, Rain Hallikas, Mariliis Peterson, Marjaliisa Palu, Karl Kirsimäe, Margaret Pulk. Ergutusauhinnad: Karmel Klaus, Martti Kaljuste, Kristina Korell, Mirjam Võsaste, Mihkel Põder, Iirys Kalde, Miriam Jamul, Mari-Ann Mägi, Ketlin Saar, Liisbeth Kirss. Muud eriauhinnad said: Allan Läll, Berle Mees, Anett Kuuse, Karl Erik Kübarsepp, Grete Tamm, Siim Niinelaid, Kaisa Marie Sipelgas, Ellen Anett Põldmaa, Evelin Laul, Karl Laas, Karl Stamm, Kerli Retter

  12. Conflict Resolution in Aceh in Light of Track One and a Half Diplomacy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Robert M. Heiling

    2008-01-01

    Full Text Available This paper analyzes the role of mediators in the resolution of the Aceh conflict within the framework of a three-step process. Two separate mediation efforts, one conducted by the Centre for Humanitarian Dialogue from 1999 until 2003 and a second one led by Martti Ahtisaari and his Crisis Management Initiative in 2004/2005, attempted to solve the Aceh confl ict. The author shows that beside contextual factors such as ripeness of the conflict and advantageous relations between and characteristics of the conflict parties, the success of Ahtisaari’s engagement can be further explained by procedural factors. These include mediator behaviour and mediation strategies. Furthermore the mediator’s ability to use contacts with official track one actors was crucial in securing the signing as well as the implementation of the present peace agreement. ----- Der Artikel analysiert die Rolle von Mediatoren in der Lösung des Aceh Konfl ikts mittels eines drei-Phasen Modells von Konfliktlösung. Zwei voneinander unabhängige Mediationsverfahren, jenes des Centre for Humanitarian Dialogue von 1999 bis 2003, und ein weiteres geleitet durch Martti Ahtisaari und seiner Crisis Management Initiative in 2004/2005, zielten darauf ab den Konflikt zu lösen. Der Autor zeigt, dass neben kontextuellen Faktoren wie einer “ripeness” des Konflikts sowie günstigen Veränderungen auf Seite der Konfliktparteien, prozedurale Faktoren für den Erfolg Ahtisaaris entscheidend waren. Diese Faktoren beziehen sich auf das Agieren und die Strategien des Mediators. Die Fähigkeit des Mediators, Kontakte zu offiziellen “track one” Akteuren aktiv während des Mediationsprozesses zu nutzen, bildete einen Schlüsselfaktor darin einen Friedensschluss und im weiteren Verlauf eine weitgehend erfolgreiche Umsetzung des aktuellen Abkommens zwischen den ehemaligen Konfliktparteien zu erreichen.

  13. KARAKTERISASI ENZIM POLIFENOL OKSIDASE BIJI KAKAO (Theobroma cacao Linn. Characterization of Polyphenol Oxidase Enzyme of Cocoa Beans (Theobroma cacao Linn.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    G.P. Ganda Putra

    2012-05-01

    max equals to 595,24 U/gram (db of cocoa beans and K equals to 0,20 M; result of SDS- PAGE of enzyme shows protein bands at M� of 11,75; 17,80; 27,80; 36,03 and 131,52 kDa; and finally, optimumcondition of enzyme activity is at the temperature of 53,43oC; pH 5,42 and incubation time of 80,91 minutes. ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk: (1 mengetahui karakteristik enzim polifenol oksidase dan (2 menen- tukan kondisi (suhu, pH dan waktu inkubasi optimum aktivitas enzim polifenol oksidase, yang diisolasi dari biji kakao kering. Hasil penelitian berupa kondisi (suhu, pH dan waktu inkubasi optimum aktivitas enzim polifenol oksidase akan diaplikasikan untuk perbaikan mutu biji kakao kering melalui teknik rehidrasi. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan: (1 isolasi enzim polifenol oksidase dari 10 sampel biji kakao kering di Provinsi Bali, (2 karakterisasi enzim polifenol oksidase (aktivitas, kinetika enzim, BM dan (3 penentuan kondisi suhu, pH dan waktu inkubasi optimum. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1 aktivitas enzim polifenol oksidase rata-rata 157,49 ± 58,03 U/gram (bk biji kakao dengan aktivitas maksimum 258,22 U/gram (bk biji kakao dan minimum 59,01 U/gram (bk biji kakao; maks sebesar 595,24 U/gram (bk biji kakao dan K sebesar 0,20 M; hasil SDS-PAGE enzim menunjukkan pita-pita protein yang terbentuk pada BM 11,75; 17,80; 27,80; 36,03 dan 131,52 kDa; dan (2 kondisi optimum aktivitas enzimadalah suhu 53,43oC; pH 5,42 dan waktu inkubasi 80,91 menit.

  14. KECERNAAN NUTRIEN KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN DASAR RUMPUT LAPANGAN DISUPLEMENTASI DENGAN DEDAK PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I W. WIRAWAN

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kecernaan nutrien kambing Peranakan Etawah (PE yang diberi pakan dasar rumput lapangan disuplementasi dengan dedak padi, telah dilaksanakan di Tabanan dan Lab. Nutrisi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana, selama 4 bulan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing ulangan menggunakan 1 ekor kambing PE dengan berat badan awal 15,92 ± 1,34 kg. Ke empat perlakuan tersebut adalah: perlakuan A rumput lapangan tanpa suplementasi dedak padi, perlakuan B : rumput lapangan + 75 g dedak padi, perlakuan C : rumput lapangan + 150 g dedak padi, dan perlakuan D : rumput lapangan + 225 g dedak padi. Pemberian dedak padi sekali dalam sehari yaitu pagi hari, sedangkan rumput lapangan dan air minum diberikan secara ad libitum. Variabel yang diamati adalah konsumsi bahan kering, kecernaan nutrien (bahan kering, bahan organik, protein kasar dan serat kasar, pH, VFA dan amonia cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering ransum dan DMI pada perlakuan suplementasi dedak padi nyata (P0,05 lebih tinggi dari perlakuan A, tetapi konsumsi air minum pada perlakuan C dan D nyata (P0,05 lebih tinggi dari pada perlakuan A, namun koefisien cerna bahan kering dan serat kasar pada perlakuan C dan D nyata (P0,05. Konsentrasi asam asetat dan butirat pada ke-empat perlakuan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05, tetapi konsentrasi asam propionat pada peralakuan suplementasi dedak padi nyata (P0.05 difference, but water consumption on the treatments C and D were significantly higher (P0.05 difference, but on the treatments C and D were significantly higher (P0.05 difference, but the propionate concentration on the treatments B, C and D were significantly higher (P<0.05 than treatment A. From the result in this experiment it can be concluded that the supplemented rice bran 75g-225g on the effect to increased

  15. Pengaruh Stomata dan Klorofil pada Ketahanan Beberapa Varietas Jagung terhadap Penyakit Bulai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christine Agustamia

    2016-12-01

    Full Text Available Resistant varieties are more advisable for controlling maize downy mildew compared with fungicides which is not effective and not environmentally friendly. This study is aimed to determine resistance of some varieties of maize against downy mildew. The maize varieties used were BS 0114, BS 0214, BS 0314, PAC 105, Sweet Corn and BISI 2. The parameters measured were disease incidence and intensity, chlorophyll content of leaves, stomatal density and plants dry weight. Data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA and Duncan's Multiple Range Test (DMRT. The results indicated that PAC 105, BS 0214 and BS 0314 were resistant varieties, while BS 0114, Sweet Corn and BISI 2 were susceptible. PAC 105 variety has the lowest stomatal density (65.353/mm2, and Sweet Corn variety has the highest stomatal density (110.79/mm2. Stomatal density was positively correlated with the disease intensity. Higher disease intensity has lower chlorophyll content compared with the lower intensity. PAC 105 variety has the highest chlorophyll content and plant dry weight, while Sweet Corn variety has the lowest chlorophyll content and plant dry weight.   INTISARI   Penggunaan varietas tahan bulai lebih dianjurkan digunakan dalam pengendalian penyakit bulai pada jagung dibandingkan dengan penggunaan fungisida karena tidak efektif dan tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan beberapa varietas jagung terhadap penyakit bulai. Varietas yang digunakan meliputi BS 0114, BS 0214, BS 0314, PAC 105, jagung manis, dan BISI 2. Parameter yang diamati adalah insidensi dan intensitas penyakit, kandungan klorofil setelah inokulasi, kerapatan stomata dan berat kering tanaman. Data yang diperoleh diuji dengan analisis varians (ANOVA dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT. Hasil penelitian rumah kaca menunjukkan bahwa varietas PAC 105, BS 0214 dan BS 0314 merupakan varietas tahan, sedangkan varietas BS 0114, jagung manis dan

  16. Vi padler på sociale medier

    DEFF Research Database (Denmark)

    Andersen, Tem Frank

    2016-01-01

    I 2015 gav Facebook alle sine brugere mulighed for at ”like” ven- ners statusopdateringer på nye måder. Disse nye mulig- heder hedder ”emojis”, og er en række smileys som giver brugerne mulighed for at gi- ve sit ”like” en særlige karak- ter. Er du en hyppig bruger af Facebook, så er sandsyn- ......- ligheden stor for, at du alle- rede har gjort dig erfaringer med, om disse nye emojis gør det lettere at kommuni- kere med dit like....

  17. Pemutihan Daun Nanas Menggunakan Hidrogen Peroksida

    OpenAIRE

    Jayanudin, Jayanudin

    2012-01-01

    Daun nanas mengandung selulosa sekitar 69,5% - 71,5%, sehingga dapat dijadikan bahan baku alternatif pembuatan kertas. Kualitas kertas dapat ditingkatkan dengan melakukan proses pemutihan mengunakan H2O2 karena senyawa ini lebih ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimum yaitu waktu dan suhu pemutihan. Tahapan penelitian ini adalah daun nanas kering dihidrolisis memakai larutan NaOH dengan konsentrasi 0,1, 0,2, 0,3 dan 0,35 N sebanyak 400 mL dalam labu leh...

  18. PERFORMANS KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis YANG DIBERI RANSUM DENGAN KANDUNGAN ENERGI BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I M. NURIYASA

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performans kelinci jantan lokal (Lepus nigricollis yang diberi ransum dengan kandungan energi termetabolis berbeda. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah: ransum dengan kandungan energi termetabolis 2200 K.kal/kg (R1, 2500 K.kal/kg (R2, 2800 K.kal/kg (R3 dan 3100 K.kal/kg (R4. Ransum dibuat iso protein dengan kandungan protein kasar 16%. Kelinci yang dipergunakan adalah kelinci jantan lokal lepas sapih dengan umur 4-5 minggu. Variabel yang diamati adalah koefisien cerna bahan kering, efisiensi perubahan GE menjadi DE, berat badan akhir, konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan konsumsi air minum. Tidak terjadi perbedaan yang nyata (P>0,05 pada perlakuan ransum terhadap variabel koefisien cerna bahan kering, efisiensi perubahan GE menjadi DE dan konsumsi air minum. Kelinci yang mendapat perlakuan ransum R1 menghasilkan berat badan akhir paling rendah yang berbeda nyata (P0,05 dibandingkan dengan R4. Nilai konversi ransum pada kelinci yang mendapat perlakuan R1 paling tinggi yang berbeda nyata (P<0,05 dibandingkan dengan R2, R3 dan R4. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ransum dengan kandungan energi termetabolis 2800 K.kal/kg (R3 menghasilkan performans lebih tinggi daripada 2200 K.kal/kg (R1, 2500 K.kal/kg (R2 dan 3100 K.kal/kg (R4.

  19. Ketersediaan Nitrogen Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L. yang Diperlakukan dengan Pemberian Pupuk Kompos Azolla

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Amir

    2014-01-01

    Full Text Available DOWNLOAD PDFPenelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui kadar  nitogen  tanah  dan  pertumbuhantanaman bayam yang diberi pupuk kompos Azolla. Penelitian ini menggunakan rancanganacak kelompok (RAK yang terdiri atas 2 kelompok, dimana tiap kelompok terdiri atas 4perlakuan dan  1  kontrol  dengan  3  ulangan.  Parameter  pengamatan adalah  pertumbuhantanaman bayam yang meliputi tinggi tanaman (cm, berat kering tanaman bayam (gram,kadar amonium (NH4+ dan nitrat (NO3- pada tanah serta kadar nitrat (NO3- air lindihan.Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  pupuk  kompos  Azolla  mulai  berpengaruh  nyataterhadap  tinggi  tanaman  sejak  pengamatan  minggu  ke-tiga  dan  berpengaruh  nyata  pulaterhadap berat kering tanaman bayam. Pemberian pupuk kompos Azolla berpengaruh nyataterhadap kadar amonium dan nitrat tanah masing-masing pada minggu ke dua dan mingguke  dua  dan  ke  empat.  Disamping  itu  pemberian  pupuk  tersebut  juga  berpengaruh  nyataterhadap kadar nitrat pada air lindihan.Kata kunci : Pupuk kompos Azolla, pertumbuhan tanaman bayam, nitrogen tanah

  20. KECERNAAN PAKAN KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis YANG DIBERI PAKAN MULTI NUTRIENT BLOCK BERBASIS RUMPUT LAPANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. W. Puger

    2016-10-01

    Full Text Available Peningkatan produktivitas ternak kelinci dapat diukur dari kecernaan pakan yang diberikan dan dapat dilakukandengan memberikan suplementasi Mineral Nutrient Block (MNB. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakanRangcangan Acak Kelompok (RAK dengan lima kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R0: pakan kontrol(rumput lapangan dengan kandungan energi termetabolis 1830 kkal/kg dan CP:9,1%, R1: ransum kontrol yangdisuplementasi MNB 5 g/ekor/hari, R2: ransum kontrol yang disuplementasi MNB 10 g/ekor/hari, R3: ransumkontrol yang disuplementasi MNB 15 g/ekor/hari. Rumput lapangan diberikan secara ad libitum dalam bentuksegar dan dipotong-potong dengan panjang 5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai cerna bahan kering,nilai cerna energi dan nilai cerna protein tertinggi pada R3 yaitu masing-masing 59,22%, 68,88% dan 43,72%.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Multi Nutrient Block sebanyak 15% memberikankecernaan tertinggi pada kecernaan bahan kering, energi dan protein pakan.

  1. PENGARUH UMUR BAHAN SETEK TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK AKOR (Acacia auriculiformis A. Cunn. Ex Benth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    nurmawati siregar

    2016-09-01

    Full Text Available Akor (Acacia auriculiformis termasuk salah satu jenis sumber energi biomassa mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan untuk pengembangannya adalah ketersediaan bibit bermutu. Bibit bermutu dapat diperoleh dari perbanyakan generatif (biji dan vegetatif (setek. Melalui setek dapat diproduksi bibit bermutu dalam jumlah yang cukup, setiap waktu dan tidak tergantung dengan musim. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan perbanyakan vegetatif dengan setek adalah juvenilitas (umur bahan setek, oleh karena itu dilakukan penelitian pengaruh umur bahan setek. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan perlakuan umur bahan setek yaitu umur 2,3,4 dan 5 bulan, ulangan tiga kali dan setiap unit perlakuan terdiri dari 45 setek. Respon pertumbuhan yang diamati meliputi: waktu tumbuh tunas setek, persentase tumbuh setek, panjang akar, jumlah akar, panjang tunas, berat kering akar, berat kering tunas, ratio tunas dengan akar dan analisis ratio C/N. Umur bahan setek berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati kecuali persen tumbuh setek. Bahan setek yang paling optimal digunakan untuk jenis akor adalah pada umur 3 - 4 bulan.

  2. PENGARUH VARIETAS DAN SISTEM BUDIDAYA TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN KANDUNGAN GIZI JAGUNG (ZEA MAYS L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yukarie Ayu Wulandari

    2016-06-01

    Full Text Available Jagung merupakan bahan pangan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan lokal, pakan, dan bahan baku industri. Mengingat pentingnya jagung, maka perlu adanya upaya untuk peningkatan produktivitasnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan sistem budidaya terhadap pertumbuhan, produksi, dan kandungan gizi jagung. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama varietas (Srikandi Putih-1 dan Srikandi Kuning-1 dan anak petak sistem budidaya (organik dan inorganik yang diulang lima kali. Hasil menunjukkan bahwa varietas Srikandi Putih-1 memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, lingkar batang, pati, dan vitamin A. Varietas Srikandi Kuning-1 memberikan hasil tertinggi pada produksi, protein dan lemak. Sistem budidaya inorganik memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tongkol, bobot bersih tongkol, bobot pipilan kering, bobot 100 butir, konversihasil/ha, patidan protein. Interaksi varietas Srikandi Putih-1 dengan sistem budidaya organik memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah daun, lingkar batang dan kandungan vitamin A. Varietas Srikandi Kuning-1 yang dibudidayakan secara inorganik memberikan hasil tertinggi terhadap bobot bersih tongkol, bobot pipilan kering, bobot 100 butir, konversi hasil ha-1 dan kandungan protein. Kandungan pati tertinggi pada varietas Srikandi Putih-1 yang dibudidayakan secara inorganik, sedangkan kandungan lemak tertinggi pada varietas Srikandi Kuning-1 yang dibudidayakan secara organik.

  3. Kombinasi Boraks dan Asam Borat sebagai Bahan Penghambat Api dan Antirayap Pada Kayu Meranti Merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahdi Santoso

    2015-01-01

    Full Text Available Kayu mempunyai sifat yang mudah terbakar dan sebagian besar mempunyai keawetan alami yang rendah. Perbaikan kualitas kayu dilakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut, salah satunya dengan mengimpregnasikan bahan kimia yang bersifat menghambat api dan beracun terhadap organisme perusak kayu. Tujuan penelitian ini adalah melihat kemampuan boraks:asam borat (1:1 untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering dan mengetahui proses pengawetan yang efektif. Penelitian ini menggunakan kayu meranti merah (Shorea spp berukuran 6 x 15 x 500 cm. Waktu pengawetan adalah 1, 2, dan 3 jam serta konsentrasi bahan pengawet 7% dalam 5 ulangan. Metode pengawetan menggunakan metode sel kosong dengan tekanan 12 kg/cm2 . Pengujian ketahanan terhadap api mengacu pada ASTM E 69-02 prosedur B, pengujian ketahanan terhadap rayap kayu kering mengacu pada metode rayap makan tanpa pilihan. Parameter yang diamati ialah absorpsi, retensi aktual, intensitas bakar, suhu pembakaran maksimal, lama pembaraan, mortalitas rayap kayu kering, pengurangan berat contoh uji, derajat kerusakan dan kondisi fisik sampel setelah uji bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi boraks:asam borat (1:1 memiliki efektivitas yang tinggi untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering. Proses pengawetan yang paling efektif adalah lama penekanan 2 jam dengan absorpsi 331 kg/m3 ; retensi aktual 28,8 kg/m3 ; intensitas bakar 10,9%; suhu pembakaran maksimal 140ºC; lama pembaraan 1,03 menit; mortalitas rayap kayu kering 100%; pengurangan berat contoh uji 0,002%; serta derajat kerusakan kategori ringan. Katakunci: penghambat api, anti rayap, boraks, Shorea spp, Cryptotermes cynocephalus   Borax and Boric Acid Combination As Fire Retardant and Anti-termite Agents on Red Meranti Wood Abstract Woods have properties which are easy to be ignited by fire and most of them have a low natural durability. Therefore, it is required to

  4. Kesintasan Undur-Undur pada Media Aklimatisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mayang Arundina

    2014-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesintasan undur-undur pada media aklimatisasi. Penelitian dilakukan di rumah teduh Jalan Tumpang I/82 Semarang dan Laboratorium Jurusan Biologi FMIPA UNNES. Variabel utamanya kesintasan undur-undur, berat dan panjang undur-undur, sedangkan variabel pendukungnya jenis media aklimatisasi, meliputi tanah kering, abu dan serbuk batu bata. Tahap awal, disiapkan media hidup undur-undur, media kemudian dimasukkan kedalam kotak aklimatisasi, diberi cangkup dan dibiarkan selama 10 hari. Undur-undur ditimbang dan diukur panjang tubuhnya kemudian dimasukkan kedalam kotak aklimatisasi, masing-masing kotak diisi15 undur-undur. Kesintasan hidup undur-undur pada masing-masing media diamati selama 45 hari, data diambil seminggu sekali. Undur-undur diberi makan 2 - 3 ekor semut sehari 3 kali. Setelah 45 hari undur-undur ditimbang dan diukur panjang tubuhnya kembali. Data kesintasan hidup undur-undur dianalisis menggunakan Anava Dua jalur. Berat dan panjang undur-undur dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan undur-undur dapat sintas pada media aklimatisasi, yaitu tanah kering dan abu. Undur-undur mengalami pertambahan berat dan panjang sesudah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa undur-undurdapat sintas pada media aklimatisasi yaitu tanah kering dan abu. Ukuran berat dan panjang undur-undur mengalami pertambahan sesudah penelitian. This research was aimed to know the survival of gratus at the acclimatization media. The research was held in the shady house at Jalan Tumpang I/82 Semarang and in the Laboratory of Biology Departement of FMIPA UNNES. The main variables were the survival of gratus, the weight and length of gratus, whereas the supporting variable was the acclimatization media, that is the dry sandy soil, the dust and the powder of bricks. Initially, the acclimatization media was prepared for the gratus, then the media was distributed into the boxes of

  5. Creation of virtual reality stimulus for a psychophysiological body balance measurement

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tero Alatalo

    2008-11-01

    Full Text Available Tero Alatalo1, Martti Juhola1, Veikko Surakka1,2, Timo Tossavainen11Department of Computer Sciences, University of Tampere, Tampere, Finland; 2Department of Clinical Neurophysiology, Tampere University Hospital, Tampere, FinlandAbstract: Virtual reality methods and equipment can be used to create stimulations for several psychophysiological measurements. Such stimulations can be flexibly modified and their versatility is wide; in principle even such could be prepared that are not possible in the real physical world like virtual flying in the space. For the generation of virtual reality stimulations we constructed a three-dimensional (3D graphics engine to measure body balance variations in response to emotional stimulation. The stimulation was implemented as a virtual reality scene, where the subject watched a street view with a human figure approaching the subject at a constant speed. The functioning of the system was tested by measuring body balance variations while the approaching figure’s facial expression was angry, neutral, or happy. The results showed that our young, healthy subjects were slightly, but still statistically significantly affected by the stimulation of the approaching figure. Thus, the whole system offers a tool for controlled experimental studies for analyzing body balance, for example, during stimulating approach-withdrawal behavior. There are several opportunities to further develop new visual psychophysiological stimulations and test forms.Keywords: virtual reality stimulations, signal analysis, body balance measurements, approachwithdrawal behavior, emotions

  6. Pemanfaatan Vinasse -Limbah Industri Alkohol- untuk Perbaikan Sifat Fisik Tanah dalam Pengembangan Tebu (Saccharum officinarum L di Lahan Pasir Pantai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Zulfan Arrodli

    2016-05-01

    Full Text Available Lahan pasir pantai merupakan lahan bermasalah untuk pertanian karena sifat tanahnya tidak mendukung pertumbuhan tanaman dan vinasse merupakan limbah industri ethanol yang jumlahnya sangat besar yang apabila dibuang di lahan terbuka akan mencemari lingkungan. Penggunaan vinasse sebagai bahan perbaikan tanah tanpa memberikan pengaruh negatif kemungkinan dapat dikerjakan untuk tanah bertekstur kasar seperti tanah di lahan pasir pantai. Oleh karena itu dalam penelitian ini, vinasse akan dicoba digunakan untuk membudidayakan tebu pada media tanah yang diambil dari lahan pasir pantai. Penelitian menggunakan pendekatan percobaan pot faktorial 4x4 yang disusun dalam rancangan lingkungan acak lengkap dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vinasse dengan dosis 60.000 l/ha hanya sekali pada awal penanaman tebu mampu memperbaiki kemampuan tanah menyimpan air. Vinasse terbukti tidak memberikan pengaruh kurang baik terhadap tanaman yang dibudidayakan, bahkan pemberian vinasse cenderung memperbaiki pertumbuhan tebu baik dilihat pada tinggi tanaman, diameter batang, berat kering akar dan tajuk, meskipun pengaruhnya tidak berbeda nyata.

  7. STUDI PEMBUATAN TEH DAUN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L SEBAGAI MINUMAN PENYEGAR (Production of Tea from Cocoa Leaves (Theobroma cacao L as Refreshment Beverage

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyanto Supriyanto

    2015-02-01

    kakao kering berkadar air 3-5%. Dilakukan pengamatan dan analisis meliputi kadar air, warna, kadar total polifenol, aktivitas antioksidan dan uji sensoris pada air rebusan teh daun kakao sebagai minuman penyegar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman penyegar hasil rebusan teh daun kakao dapat diterima oleh panelis, dan  yang paling disukai adalah air rebusan teh yang dibuat dari daun kakao muda dilayukan 10 menit. Air rebusan tersebut  warnanya sangat coklat, sedikit berbau daun, agak pahit dan sedikit sepat. Bubuk teh daun kakao mengandung total polifenol antara 0,42-0,74 mg/100 g, mempunyai aktivitas antioksidan antara 20,31 – 36,86%. Kata kunci: Daun kakao, pelayuan, umur daun, teh daun kakao, polifenol

  8. HERPES ZOSTER KRURIS DEXTRA: LAPORAN KASUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Agus Bhakti Suputra

    2014-09-01

    Full Text Available Herpes zoster adalah manifestasi klinis karena reaktivasi virus varisela zoster (VZV. Karakteristik penyakit ini ditandai dengan adanya ruam vesikular unilateral yang berkelompok dengan nyeri yang radikular sekitar dermatom. Dilaporkan kasus seorang laki-laki 45 tahun, diagnosis herpes zoster kruris dextra, gambaran klinis berupa vesikel bergerombol multipel, berbentuk bulat, dengan ukuran 0,3-0,5 cm diatas kulit eritematosus, unilateral, tidak menyilang garis tengah, umur vesikel dalam satu gerombolan sama, tetapi dengan gerombolan yang lain tidak sama, kulit diantara gerombolan normal. Pemeriksaan penunjang tes Tzank, hasilnya negatif dengan tidak ditemukannya sel giant multinukleat. Pengobatan diberikan asiklovir 5x800 mg per hari diminum secara oral selama 7 hari, bedak salisil 1% dan mentol 0,5 % dioleskan dua kali sehari pada lesi kering. Prognosis pasien baik.  

  9. KAJIAN IN VITRO PENGGUNAN LIMBAH PERKEBUNAN SINGKONG SEBAGAI PAKAN DOMBA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Hernaman

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan limbah singkong sebagai pakan domba. Daun, batang, kulit singkong dan CDBK,masing-masing diulang 5 kali dan didesian dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Duncan. Hasil menunjukan bahwa CDBK menghasilkan produksi asam lemak terbang (ALT dan NH3 sebesar 129,9 dan 6,47 mM, serta nyata lebih tinggi (P<0,05 dibandingkan dengan daun, batangdan kulit singkong. Di pihak lain, kecernaan bahan kering (KcBK tertinggi (P<0,05 diperoleh padakulit singkong, yaitu 64,92. Potensial hidrogen (pH untuk semua perlakuan menghasilkan nilai yang sama (P>0,05 dengan kisaran 6,97-6,99. Kesimpulan, campuran daun, batang, dan kulit singkong paling baik digunakan sebagai pakan domba.

  10. Study on Spatial and Temporal Changes of Forest Cover Due to Canal Establishment in Peat Land Area, Central Kalimantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nengah Surati Jaya

    2011-01-01

    Full Text Available Artikel ini membahas tentang dampak dari pembangunan saluran irigasi terhadap distribusi spasial hutan dun lahan terbuka di eks pengembangan lahan gambut, Kalimantan Tengah. Untuk mengetahui kondisi penutupan hutan sebelum dun sesudah pembangunan saluran, digunakan citra Landrat TM rekaman tahun 1996 (sebelum pembangunan, 1998 dun 1999 (sesudah pembangunan. Hipotesis yang digunakan adalah penurunan air tanah sebagai akibat dari pembuatan saluran telah menjadi "driving force" perusakan lahan. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalahpersentase distribusi lateral dari penutupan hutan serta terbukanya lahan-lahan kosong basah maupun kering di sekitar kanal. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sistematis antara penurunan persentase penutupan hutan dun peningkatan persentase luas lahan terbuka dengan jarak dari saluran-saluran air yang dibangun, khususnya pada areal A. B dan C dimana satuan lahannya didominasi oleh lahan gambut. Penelitian ini sekaligus menggambarkan tentang peranan CIS dalam evaluasi gejala pemicu terjadinya kerusakan lingkungan.

  11. OBSERVATION ON THE USE OF YELLOW COLOURING MATTERS IN SOME FOOD PRODUCTS SOLD IN JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    G. Nainggolan

    2012-09-01

    Full Text Available Beberapa macam makanan terolah berwarna kuning yang dijual di Jakarta telah diperiksa mengenai bahan pewarna yang digunakan. Ditemukan bahwa tempe dan tahu mengandung bahan pewarna non-pangan metanil kuning. Dari 15 contoh bakmi segar yang diperiksa, 13 diantaranya di­warnai bahan pewarna tartrazin yang diizinkan, sedangkan yang 2 lagi diwarnai dengan'pewarna nonpangan metanil kuning. Dari 4 macam bakmi kering yang digungkus kantong plastik dan ber­label, ditemukan 2 macam yang mengandung metanil kuning, dan 2 macam lainnya berupa mie "instant" diwarnai bahan pewarna tartrazine yang diizinkan. Delapan dari 9 macam bahan pewarna yang dijual sebagai bahan pewarna pangan di Jakarta ternyata mengandung metanil kuning dan yang satu lagi mengandung bahan pewarna non-pangan auramin O.

  12. Studi Eksperimen Pengaruh Ukuran Partikel Batubara Pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Fanani

    2014-03-01

    Full Text Available Desain suatu PLTU salah satunya dibuat berdasarkan kualitas batubara yang akan digunakan sebagai bahan bakar. Pada PLTU batubara dibakar didalam boiler, didalam boiler terdapat pulverizer yang berfungsi untuk menghaluskan batubara dan menambah pasokan batubara kedalam boiler jika batubara didalam boiler memiliki nilai heating value rendah. Dengan menggunakan batubara dengan kualitas rendah maka suplai batubara yang dibutuhkan untuk memanaskan boiler  akan semakin banyak, hal ini bisa mengakibatkan kerja dari pulverizer akan semakin berat. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil batubara terbersa didunia. Namun hampir 80% batubara yang dihasilkan tergolong batubara rendah dan sedang [1] . Untuk meningkatkan nilai kalor batubara perlu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air dalam batubara. Eksperimen dilakukan dengan mengeringkan batubara didalam chamber dengan temperature udara 550C, sudut blade 200 dan massa pengeringan sebanyak 600gram, variasi ukuran partikel batubara 5mm, 10mm, 15mm. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang berat batubara setiap satu menit sebanyak 5 kali  , dua menit sebanyak 3 kali, dan lima menit sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh berupa relative humidity udara, temperature udara, berat sampel basah dan berat sampel kering. Pengambilan data berat sampel kering dilakukan berdasarkan standart ASTM D5142 dengan pengeringan pada temperatur 1050C selama 3 jam. Dari hasil eksperimen didapat bahwa proses pelepasan massa uap air paling banyak terjadi pada lima menit pertama yang ditandai dengan penurunan moisture content paling besar. Pada partikel batubara ukuran 5mm,10mm,15mm didapat moisture content terendah berturut-turut sebesar  6,48 %, 7,66 %, 7,47 %. Untuk laju pengeringan didapat nilai terendah berturut-turut sebesar 0,062 gram/menit, 0,104 gram/menit, 0,023 gram/menit,  sedangkan selisih humidity ratio ( ɷ2-ɷ1 didapat nilai terendah berturut turut sebesar 0,0072gram/kg dry air, 0

  13. PENGARUH SUBSTITUSI SILASE ISI RUMEN SAPI PADA PAKAN BASAL RUMPUT DAN KONSENTRAT TERHADAP KINERJA SAPI POTONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Engkus Ainul Yakin

    2013-03-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian silase isi rumen sapi sebagai pakan pengganti rumput terhadap kinerja sapi potong. Sapi persilangan Simmental-Peranakan Ongole (SimPO jantan sebanyak 12 ekor, umur 1,5-2 tahun, digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan selama 8 minggu (2 bulan dengan pemberian pakan sebesar 3% dari bobot badan berdasarkan bahan kering dan air minum diberikan secara ad libitum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola searah dilanjutkan Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT. Perlakuan yang diberikan yaitu mengganti sebagian rumput dengan silase isi rumen sapi, yaitu P0 = pemberian pakan 100% rumput , P1= pemberian pakan 25% silase isi rumen sapi dan 75% rumput, dan P2 = pemberian pakan 50% silase isi rumen sapi dan 50% rumput. Imbangan pakan antara rumput dan konsentrat adalah 20% : 80%. Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH, dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering (BK (13,23±0,63 kg/ekor/hari, konsumsi bahan organik (BO (10,41±0,50 kg/ekor/hari, konsumsi total digestible nutrients (TDN (7,38±0,37 kg/ekor/hari, PBBH (0,95±0,04 kg/ekor/hari, dan konversi pakan (7,38±0,37. Perlakuan berpengaruh (P<0,05 terhadap konsumsi protein kasar (PK (P0 = 0,94±0,03, P1 = 1,00±0,06 dan P2 = 0,98±0,01, dan serat kasar (SK (P0 = 3,26±0,10, P1 = 3,44±0,22 dan P2 = 3,27±0,04. Disimpulkan bahwa penggantian sebagian rumput dengan silase isi rumen sampai 50% tidak mempengaruhi kinerja sapi potong. (Kata kunci: Isi rumen sapi, Sapi potong, Silase

  14. DELIGNIFIKASI BAMBU PETUNG (DENDROCALAMUS ASPER DENGAN EKSTRAK ABU JERAMI PADI DAN KAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Sulistiawati

    2012-10-01

    Full Text Available Kebutuhan tekstil di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Selama ini pemenuhan tekstil sebagian besar diimpor dari beberapa negara, antara lain: India, China, dan Jepang. Di sisi lain, Indonesia merupakan negara agraris, dengan limbah pertanian yang melimpah. Juga tanaman bambu tumbuh subur dan banyak terdapat di negeri ini. Keunggulan serat tekstil bambu adalah bersifat antiseptik, tahan terhadap mikroba. Penelitian ini merupakan salah satu langkah dalam pembuatan serat tekstil alami dari bambu petung (Dendrocalamus asper dan limbah pertanian yaitu abu jerami padi dan kayu, yaitu tahap delignifikasi. Tujuan penelitian ini mencari waktu perendaman bambu dalam ekstrak abu yang memberikan hasil terbaik. Bambu dipotong dan dibelah tipis, berukuran panjang 15 cm, setebal 0,5 mm. Mula-mula sampel bambu ditimbang (antara 12 sampai 57 gram, lalu direndam dalam ekstrak abu (jerami padi dan kayu sebanyak 500 ml dalam sebuah botol berkapasitas 600 ml dan ditutup. Perendaman dilakukan pada suhu kamar. Waktu perendaman bervariasi dari 4 jam hingga 80 jam. Setelah perendaman selesai, hasil disaring. Sampel filtrat dititrasi untuk diketahui konsentrasi alkali aktifnya. Bambu yang telah direndam lalu dikeringkan menggunakan oven pada suhu 110ºC sampai berat tetap. Selisih berat antara bambu awal dan akhir (kering dihitung, dan dianggap sebagai lignin yang terdegradasi. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi memberikan hasil yang lebih baik dari pada ekstrak abu kayu, karena pengurangan berat padatan lebih besar. Hasil yang tertinggi pada perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi selama 76 jam, dengan selisih berat (basis kering mencapai 44,5%.

  15. Pengaruh Penambahan Jerami Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam Terhadap Karakteristik Fruit Leather Mangga (Mangifera indica L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lisa Yusmita

    2018-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Penganekaragaman pangan merupakan program kebijakan pemerintah dengan tujuan untuk terus mengembangkan pangan agar dapat memantapkan kemandirian dan penyediaan pangan dengan jenis yang beragam dan kualitas yang makin meningkat, jumlah yang memadai dan tersebar merata sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi. Untuk mendukung penganekaragaman pangan tersebut maka diperlukan upaya untuk melakukan pengolahan produk-produk hasil pertanian. Buah-buahan merupakan salah satu produk hasil pertanian yang umumnya dibuat menjadi produk olahan seperti jam, jelly, puree, sari buah, buah kaleng, manisan kering atau basah. Salah satu jenis produk buah-buahan yang kering selain manisan adalah fruit leather. Fruit leather adalah jenis makanan yang berasal dari daging buah yang telah dihancurkan dan dikeringkan. Produk ini berbentuk lembaran tipis seperti halnya kulit buah dengan tekstur yang plastis dan kenyal, rasanya manis tetapi masih memiliki ciri rasa khas buah yang digunakan. Fruit leather juga termasuk produk makanan yang tidak mengandung zat pewarna sehingga cocok untuk dijadikan cemilan dan mempunyai aneka ragam bentuk dan warna. Pengolahan buah-buahan menjadi fruit leather merupakan salah satu upaya divesifikasi pangan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan uji F, kemudian bila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Dharma Andalas dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa konsentrasi penambahan jerami nangka berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C dan kadar serat kasar. Sementara untuk pengujian kadar air, total asam dan kadar gula ternyata tidak dipengaruhi oleh konsentrasi penambahan

  16. INTEGRATED WATER MONITORING TO SUPPORT THE MANAGEMENT OF HEALTHY SEGARA ANAKAN ESTUARY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Noegrahati

    2007-03-01

    the aquatic food web, it is recommended to prevent excessive solids entrance into Segara Anakan estuary from the surrounding water catchments area.   ABSTRAK Estuari merupakan lingkungan alamiah yang mampu menyediakan habitat dan nutrien yang diperlukan bagi kehidupan berbagai tumbuhan dan hewan akuatik. Untuk  menjaga agar sistem lingkungan tetap dalam keadaan yang ideal, sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik, perlu dilakukan berbagai jenis pemantauan. Pengukuran fisikokimiawi saja tidak dapat menjelaskan perubahan kualitas dan fungsi suatu ekosistem, oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan pemantauan terpadu antara pemantauan fisiko kimiawi dengan pemantauan biologik. Pemantauan terpadu yang terjadual dilakukan dibagian selatan Segara Anakan (Majingklak, Gombol, Klaces dan Motean, Jawa Tengah, Indonesia, mulai Agustus 2003 sampai dengan Mei 2004. Parameter fisikokimiawi yang diukur adalah salinitas, total padatan tersuspensi, turbiditas, DO, BOD, COD, N-NH3, N-NO and P, sedangkan parameter biologik yang diukur adalah diversitas dan densitas fitoplankton. Pengukuran dilakukan pada saat permukaan air terendah (surut. Perbedaan total curah hujan per bulan pada musim kering (Agustus-September 2003 dan musim hujan (Desember 2003-Maret 2004, sangat berpengaruh pada salinitas, total padatan tersuspensi, turbiditas, diversitas dan densitas fitoplankton. Perbedaan masukan air tawar kedalam estuari menyebabkan salinitas yang sangat tinggi, dari 25 ppt di musim kering turun menjadi 2 pp di musim hujan. Demikian pula dengan kecepatan alir yang meningkat dari 0.2 m/sekon di musim kering menjadi  0.4 m/sekon di musim hujan. Peningkatan kecepatan alir ini menyebabkan re-aerasi sehingga sebaran DO menjadi lebih besar. Hal ini menyulitkan pengukuran produktivitas fotosintetik yang diestimasikan melalui laju  peningkatan DO pada saat matahari bersinar. Disamping itu, peningkatan aliran air tawar kedalam estuari juga membawa padatan tersuspensi, yang menyebabkan

  17. The Structure and Molecular Parameters of Camphene Determined by Fourier Transform Microwave Spectroscopy and Quantum Chemical Calculations

    Science.gov (United States)

    Neeman, Elias M.; Dréan, Pascal; Huet, T. R.

    2016-06-01

    The emission of volatile organic compounds, from plants has strong revelance for plant physiology, plant ecology and atmospheric chemistry. Camphene (C10H16) is a bicyclic monoterpene which is emitted in the atmosphere by biogenic sources. The structure of the unique stable conformer was optimized using density functional theory and ab initio calculations. The rotational spectrum of camphene was recorded in a supersonic jet expansion with a Fourier transform microwave spectrometer over the range 2-20 GHz. Signals from the parent species and from the ten 13C isotopomers were observed in natural abundance. The rotational and centrifugal distortion parameters were fitted to a Watson's Hamiltonian in the A-reduction. A magnetic hyperfine structure associated with the pairs of hydrogen nuclei in the methylene groups was observed and modeled.The rotational constants coupled to the equilibrium structure calculations were used to determine the r_0 and the r_m(1) gas-phase geometries of the carbon skeleton. The present work provides the first spectroscopic characterization of camphene in the gas phase and these results are also relevant for ozonolysis kinetics study through Criegee intermediates. R. Baraldi, F. Rapparini, O. Facini, D. Spano and P. Duce, Journal of Mediterranean Ecology, Vol.6, No.1, (2005). A. Bracho-Nunez, N. M. Knothe, S. Welter, M. Staudt, W. R. Costa, M. A. R. Liberato, M. T. F. Piedade, and J. Kesselmeier Biogeosciences, 10, 5855-5873, (2013). Minna Kivimäenpää, Narantsetseg Magsarjav, Rajendra Ghimire, Juha-Matti Markkanen, Juha Heijari, Martti Vuorinen and Jarmo K. Holopainen, Atmospheric Environment, 60, 477-485, (2012). R.C. de M. Oliveira and G. F. Bauerfeldt, J. Phys. Chem. A, 119 2802-2812 (2015)

  18. Rational Dialogue between Kosovo and Serbia - Way Toward Reconciliation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dr.Sc. Samet Dalipi

    2014-06-01

    Full Text Available Within a decade, Kosovo has compromised twice: accepting the process of decentralization in order to achieve independence and international recognition, through the President Martti Ahtisaari’s Comprehensive Proposal for the Kosovo Status Settlement (2 February 2007, and finally, by approving to offer autonomy for Kosovo Serbs for the sovereignty, but still within the limits of the Ahtisaari Plan. Coincidentally, the same Serbian political parties which had fought three wars, resulting in dissolution of the state (Former Yugoslavia at that time (the Socialist Party and the Serbian Radical Party, now are in power in the Republic of Serbia, and have the possibility to finally solve the Kosovo case, and to open the perspective for this part, Europe’s black hole, to be engaged in global integration. Statements by senior Serbian politicians are positively shifting, compared to the radicalization of the relations between Albanians and Serbs three decades ago and it is believed that the developments will evolve towards rational choice and acceptance by the parties. Being under pressure by difficult socio-economic situation and need for integration processes, both sides undertake risky and unpopular steps by signing unclear political and verbal agreements on normalization of relations, which may produce difficult solving externalities in the future. The risk lies in the possibility of further damaging the Kosovo’s “piece of the cake”, after every refusal step by the Serbian side, which will damage the interest of Kosovo side according to the “zero sum” game. Analyses of the dialogue process between Kosovo and Serbia reflect the mixed benefits to the parties, resulting in not very soon European integration, and with hope on difficult but necessary reconciliation between Albanians and Serbs in the region. The broken, after the war established, status quo is better than entering into a protracted conflict in the middle of Europe.

  19. Evaluation of significantly modified water bodies in Vojvodina by using multivariate statistical techniques

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vujović Svetlana R.

    2013-01-01

    objective technique to identify natural groupings in the set of data. CA divides a large number of objects into smaller number of homogenous groups on the basis of their correlation structure. CA combines the data objects together to form the natural groups involving objects with similar cluster properties and separates the objects with different cluster properties. CA showed similarities and dissimilarities among the sampling sites and explain the observed clustering in terms of affected conditions. Using FA/PCA and CA have been identified water bodies that are under the highest pressure. With regard to the factors identified water bodies are: for factor F1 (Plazović, Bosut, Studva, Zlatica, Stari Begej, Krivaja, for factor F2 (Krivaja, Kereš, for factor F3 (Studva, Zlatica, Tamiš, Krivaja i Kereš and for factor F4 (Studva, Zlatica, Krivaja, Kereš.

  20. PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK Sargassum aquifolium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Ali Akbar

    2016-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan Sargassum aquifolium dengan konsentrasi dan lama waktu perendaman yang berbeda terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii, serta mengetahui pengaruh penggunaan S. aquifolium terhadap persentase kadar karaginan K. alvarezii. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor 1 berupa konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium dan faktor 2 berupa perlakuan lama perendaman. Faktor 1 terdiri atas 4 perlakuan konsentrasi perendaman yaitu kontrol (K0, konsentrasi 5% (K1, 10% (K2, 15% (K3. Faktor 2 terdiri atas 3 taraf yaitu lama perendaman 30 menit (T1, 60 menit (T2 dan 90 menit (T3.  Data variabel penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Perlakuan K1T3 (perendaman dengan konsentrasi 5% selama 90 menit menunjukkan hasil tertinggi dari perlakuan lainnya, nilai laju pertumbuhan spesifik 6.11%, pertumbuhan mutlak 663.89 gram, berat kering 197.80 gr dan nilai kadar karaginan yaitu 53.33%. Berat kering terendah diperoleh pada perlakuan K3T3 (perendaman dengan konsentrasi 15% selama 90 menit. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii dan kadar karaginan tertinggi adalah 53.33% terdapat pada perlakuan  konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium 5% dengan perendaman selama 90 menit.Kata Kunci: berat kering, ekstrak, karaginan, perendaman, pertumbuhan.GROWTH PERFORMANCE OF Kappaphycus alvarezii WITH ADDING Sargassum aquifolium EXTRACTABSTRACTThis research purpose is to study the effect of adding Sargassum aquifolium extract dan time of submersion for growth performance and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii. This research

  1. The Ethical Turn in Commodity Culture: Consumption, Care and the Other

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tania Lewis

    2011-06-01

    Full Text Available In a small courtyard at the University of Melbourne, there is an unprepossessing, somewhat makeshift looking outdoor café called KereKere. The coffee on offer is organic, Fair Trade, Rainforest alliance-branded and sustainable: a list of options we’ve increasingly come to expect even in corporate café chains such as Starbucks. But at this café, customers are also asked to decide how the profits from that sale are distributed every time they buy a coffee. As customers are handed their order, they are also presented with playing cards that allow them to choose from a list of causes where the café’s profits will go. The café thus operates in the spirit of ‘kerekere’, a Fijian custom in which a relative or neighbour can request something that is needed and it must be willingly given with no expectation of repayment. The café’s young ethically minded owner sees this process as fostering ‘a culture that promotes community wellbeing’. At this café, the traditional economic exchange associated with the purchase of a cup of coffee has been subtly moved into other territories through the introduction of questions of gift giving, and of responsibility, care and even love (as we see here, the café’s logo is a coffee cup with a series of hearts rising from it into the exchange ritual. Such attempts by social justice-oriented businesses to reconfigure the privatized moment of spending as a communal act, thus positioning consumer choice as a site of responsibility, are increasingly commonplace in today’s marketplace. No longer purely associated with fringe politics or hippie lifestyles, terms such as ‘ethical’ and ‘responsible’ shopping and ‘conscience consumption’, are increasingly entering into the everyday language as well as the shopping experiences and practices of so-called ‘ordinary’ consumers.

  2. Potensi Biogas dari Substrat Bio-Limbah Perhotelan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Suprapta Winaya

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi produksi biogas yang dihasilkan daripemanfaatan bio-limbah perhotelan seperti limbah dapur (kitchen dan limbah lumpur (sewagedengan penambahan inokolum kotoran hewan. Jumlah material kering (total solid, TS darilimbah hotel akan dikaji untuk diketahui pengaruhnya terhadap produksi biogas yang dihasilkan.Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan variasi TS sebesar 3, 4, 5 gram ke dalamsebuah biodigester skala laboratorium kapasitas 1000ml. Pengukuran kinerja dari biodigesterdiamati selama 40 hari dan dilakukan pengkondisian pH pada digester kontrol. Pengujiankandungan gas metana dilakukan secara langsung menggunakan metode absorpsi CO2 Brigongas tester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengkondisikan pH pada rentang 6,8-7,5 merupakan kondisi ideal bagi bakteri metana sehingga mempengaruhi produksi biogas yangdihasilkan. Komposisi 5 gram TS sewage dengan pH dikondisikan menunjukkan volume spesifikbiogas paling tinggi. Sedangkan persentase gas metana yang dihasilkan tidak memiliki korelasilangsung terhadap komposisi material kering dan menunjukkan fenomena yang hampir seragamKata kunci : Limbah perhotelan, inokolum, biogas, total solid This study aims to determine biogas production using organic waste as raw material from hotelindustries such as kitchen waste and sewage sludge with the addition of inokolum. Total drymatter (total solid, TS of organic waste is studied to determine its effect on the biogas production.Experiments was conducted with a variation of TS of 3, 4, 5 grams into a biodigester laboratoryscale of 1000ml. Measurement of the performance of the biodigester was observed for 40 daysand the pH condition in the digester was controlled. Methane gas content was done directly usingBrigon CO2 gas tester. The results showed that the conditioned of pH 6.8 to 7.5 are found as theideal conditions for methane bacteria to produce of biogas. Composition of 5 grams TS sewagewith a

  3. Studi Awal Desain Pabrik Bioetanol dari Corn stover

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gumelar Ahmad Muhlis

    2015-12-01

    Full Text Available Jagung (Zea mays merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Pada tahun 2006, luas panen jagung adalah 3,5 juta hektar dengan produksi rata-rata 3,47ton/ha, produksi jagung secara nasional 11,7 juta ton. Limbah batang dan daun jagung kering adalah 3,46 ton/ha sehingga limbah pertanian yang dihasilkan sekitar 12.1juta ton. Potensi energi limbah pada komoditas jagung sangat besar dan diharapkan akan terus meningkat sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produksi jagung secara nasional yaitu program pengembangan peternakan secara terintegrasi (Crop Livestock System/CLS. Oleh karena itu, optimasi pemanfaatan limbah jagung sangat diperlukan untuk mendapatkan keuntungan yang optimal sehingga dalam studi ini diputuskan pemanfaatan sebanyak 50% limbah pertanian jagung yang ada di Kab. Tuban untuk selanjutnya diproses menjadi Bioetanol 95%. Ketersediaan bahan baku, letak strategis, transportasi yang mudah terletak di jalur pantura dan langsung terhubung dengan pelabuhan, serta potensi tenaga kerja yang cukup menjanjikan menjadikan alasan dalam pemilihan Kawasan Industri Kec. Jenu Kab. Tuban sebagai lokasi pabrik. Proses pembuatan bioetanol dari corn stover dengan proses fermentasi dibagi menjadi 4 tahap yaitu:  penyimpanan dan penanganan bahan baku, hidrolisis, fermentasi, dan pemurnian. Desain konseptual yang disajikan mengacu pada Technical Report Pilot Plan National Renewable Energy Laboratory tahun 2011. Pabrik Bioetanol direncanakan dapat mengolah 484.625 ton corn stover kering/hari pada yield etanol (303 L/dry ton dengan kapasitas produksi etanol 95% sebanyak 44.226 kL/tahun, harga jual adalah Rp13.500,00/L. Masa konstruksi pabrik yang didirikan 2 tahun dengan pembiayaan berupa modal tetap (FCI Rp. 515.854.121.170; modal kerja (WCI Rp. 91.033.080.207; investasi total (TCI Rp. 606.887.201.377 ; total production cost (TPC Rp. 345.715.009.709. Sehingga didapatkan IRR 23,37 % pertahun ;pay out time (POT 6,98 tahun dengan project

  4. PAKOM PELATIHAN PENDAURULANGAN SAMPAH MENJADI BARANG KERAJINAN TANGAN PADA IBU-IBU PENGURUS PKK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ambarwati Ambarwati

    2017-10-01

    Full Text Available Sampah merupakan permasalahan yang sering muncul di masyarakat. Sampah yang menumpuk tidak hanya menimbulkan kesan kotor tetapi juga dapat menimbulkan bau yang tidak enak. Produksi sampah diperkirakan mencapai 0,8 sampai 1,0 Kg/orang/hari. Meskipun sampah berpotensi menimbulkan masalah, namun jika dikelola dengan baik, maka akan diperoleh dampak yang positif,  diantaranya diperolehnya lingkungan yang bersih dan bahkan dapat memberikan tambahan uang belanja bagi masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah adalah dengan pemanfaatan sampah menjadi berbagai barang kerajinan tangan. RT 03 Kemasan dan RT 04 Kauman, merupakan 2 RT yang berada di wilayah RW 09 Ngadirejo, Kartasura,  Sukoharjo. Pada tahun 2015 ini bapak Kepala Desa Ngadirejo mencanangkan kedua RT sebagai RT percontohan kegiatan Bank Sampah. Untuk mendukung program tersebut maka diajukan kegiatan yang meliputi: pemanfaatan sampah menjadi berbagai macam kerajinan tangan. Dari kegiatan ini didapatkan hasil sebagai berikut : (1. Sampah dapat didaur ulang menjadi barang kerajinan tangan yang lebih bermanfaat. (2. Sebanyak tiga barang kerajinan tangan dapat dibuat dari sampah pada pelatihan ini, yaitu : a. Potongan kain sisa yang dibuat bros, b. Dus bekas roti yang dilapisi kulit jagung kering, pelepah batang pisang kering dan kertas kardus bekas untuk dibuat tempat tisue, serta c. Botol plastik bekas untuk dibuat tempat pensil. (3. Semua (100% peserta berpendapat pelatihan ini bermanfaat. (4. Hasil di RT 03/09 Kemasan menunjukkan barang kerajinan yang paling mudah dibuat adalah tempat tisue (78,57%, yang paling menarik juga tempat tisue (50%, yang paling bermanfaat adalah tempat pensil (64,29%, semua  barang berpotensi untuk dijual  (50%, dan barang yang paling berpotensi untuk dijadikan souvenir adalah bros (85,71%. dan mereka bersedia untuk mengikuti pelatihan serupa jika suatu saat ada pelatihan lagi. (5. Hasil di RT 04/09 Kauman menunjukkan barang kerajinan

  5. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI MEDIA MASSA (DISCOURSE ANALYSIS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM RUBRIK “SOSOK” HARIAN KOMPAS TAHUN 2016

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Halwati

    2017-03-01

    sangat berperan dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat di samping faktor orang-orang yang secara fisik ada, biaya yang secara fisik tampak, dan program yang secara sistematis terbaca sebagai motor dari sebuah pemberdayaan. Tidak dapat ditolak bahwa media menjadi faktor yang berperan dalam perubahan sosial masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana Teun Van Dijk yang mencakup analisis teks, kognisi sosial dan analisis sosial. Hasil penelitian ini adalah dari segi tematik, pemberitaan di Kompas tentang pemberdayaan masyarakat perempuan lebih banyak mengambil tema semangat pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah menjadi barang berharga dan bernilai ekonomi tinggi, semangat pendidikan untuk masyarakat perempuan desa, pendidkan untuk anak-anak pemulung dan bisnis dengan memberdayakan warga. Dalam aspek skematik, Kompas mempunyai skema yang sistematis dari mulai judul, lead dan body saling berkesinambungan. Dari sisi semantik (makna yang ingin ditekankan, Kompas dalam pemberitaannya menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat. Tokoh-tokoh yang diangkat dalam rubrik “sosok” adalah tokoh inspiratif dianggap “penting” dan menarik. Dari aspek sintaksis, Kompas memakai bentuk, susunan kalimat dengan banyak menggunakan elemen koherensi, yaitu dengan menggunakan kata penghubung untuk menunjukkan bahwa sikap telaten, tekun, tidak mudah putus asa dan sensitivitas sosial yang tinggi adalah landasan pemberdayaan masyarakat. Dari aspek stilistik (pemilihan kata Kompas menggunakan kata-kata yang universal, humanistis dan tidak kering. Dalam aspek retoris, gaya penekanan yang dilakukan Kompas menggunakan elemen grafis untuk menonjolkan atau menekankan yang dianggap penting dengan menggunakan foto atau gambar full color  dilengkapi biodata lengkap. Dari aspek analisis Kognisi Sosial, dapat dibedah bahwa realitas ideologi Jurnalis Kompas mengusung ideologi humanistik. Idealisme jurnalis demi tercapainya misi Kompas yaitu “Amanat Hati Nurani

  6. RANCANG BANGUN ALAT UJI PERMEABILITAS BETON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handoko Sugiharto

    2004-01-01

    Full Text Available The permeability of concrete to water is an important factor that have an effect to durability of concrete structures having direct contact with water, such as port structures, bridges, and basements. In order to identify the permeability nature of concrete, permeability testing is needed. This paper presents a concrete permeability test equipment that was designed and built by the authors. The equipment can be used to conduct permeability tests by flow test as well as by penetration test method. The trial tests of the equipment by flow test method were conducted to 12 concrete speciments with water-cement ratio 0.4 and 0.5 and with wet and dry curing method. The averages of coefficients of permeability obtained differ in the range of 5%-26% from that obtained by using permeability test equipment made by Marui. In addition, the trial tests by penetration method were also conducted to six dry-cured concrete speciments with water-cement ratio 0.4 and 0.5. The averages of coefficients of permeability obtained from the penetration test differs from the flow test 23% and 90% for concrete of water –cement ratio 0.4 and 0.5, respectively. Abstract in Bahasa Indonesia : Permeabilitas beton terhadap air merupakan faktor penting yang mempengaruhi durabilitas struktur beton yang berhubungan langsung dengan air, seperti pelabuhan, jembatan, dan basement. Untuk mengetahui karakteristik permeabilitas beton diperlukan uji permeabilitas. Makalah ini menyajikan suatu alat uji permeabilitas beton terhadap air yang dirancang dan dibuat oleh penulis. Dengan alat ini uji permeabilitas beton dapat dilakukan baik dengan cara aliran maupun cara penetrasi. Ujicoba penggunaan alat ini dilakukan dengan cara uji aliran terhadap 12 sampel beton dengan variasi faktor air semen 0.4 dan 0.5 serta variasi curing kering dan basah. Rata-rata koefisien permeabilitas yang diperoleh berbeda sekitar 5%-26% dari yang didapatkan dengan alat uji permeabilitas buatan Marui. Dilakukan

  7. Probabilitas Tegangan Sentuh Dan Tegangan Langkah Di Lokasi Rencana Gardu Induk 500 kV Antosari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Latif

    2016-06-01

    Full Text Available Semakin berkembangnya pertindustrian di Indonesia, maka kebutuhan daya listrik yang dibutuhkan semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan daya listrik tersebut pada tahun 2016, PT PLN (Persero merencanakan pembangunan GITET 500 kV Antosari. Pembangunan GITET 500 kV Antosari merupakan tindak lanjut dari rencana PT PLN (Persero yang akan menambah pasokan energi listrik ke Bali melalui sistem interkoneksi Jawa – Bali menggunakan jaringan transmisi SUTET 500 kV, dimulai dari GITET 500 kV Paiton dan akan sampai di GITET 500 kV Antosari. Untuk mengamankan gardu induk dari ancaman sambaran petir, salah satu cara yang digunakan adalah dengan mengamankan sistem perntanahan dilokasi gardu induk. Maka dipilih sistem pentanahan grid di lokasi rencana pembangunan Gardu Induk 500 kV Antosari. Penelitian dilakukan untuk menganalisis perbandingan ukuran luas pentanahan dengan kedalaman batang konduktor terhadap tahanan pentanahan grid, tegangan sentuh, tegangan langkah dan probabilitas timbulnya tegangan sentuh dan tegangan langkah. Data tahanan tanah yang didapatkan dari pengukuran secara langsung digunakan untuk mengetahui  nilai tahanan jenis tanah kemudian digunakan untuk menghitung tahanan pentanahan grid, tegangan sentuh, tegangan langkah dan probabilitas tegangan sentuh dan tegangan langkah. Perhitungan tahanan pentanahan grid menggunakan persamaan IEEE, Standard 80-2000 sedangkan untuk perhitungan tegangan sentuh dan tegangan langkah menggunakan IEEE, Standard 665-1995. Berdasarkan hasil penelitian di lokasi gardu induk untuk kondisi tanah basah dengan luas grid 3 m x 3 m dan kedalaman 5 m didapatkan nilai tahanan pentanahan grid 0,49 ohm dan nilai tegangan langkah 125 volt dengan probabilitas 0,72%. Sedangkan untuk kondisi tanah kering dengan luas grid 3 m x 3m dan kedalaman 5 didapatkan nilai tahanan pentanahan grid 1,11 ohm dan nilai tegangan langkah 281 volt dengan probabilitas 0,72%. Dari hasil analisis juga menunjukan dengan luas grid 3 m x 3

  8. PENGARUH TEPUNG DAUN GAMAL DAN DAUN KELOR DALAM UREA CASSAVA BLOK (UCB TERHADAP KECERNAAN, KADAR VFA, DAN NH3 IN-VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N M. WITARIADI

    2012-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh tepung daun gamal dan daun kelor sebagai sumber protein dalam urea cassava blok (UCB terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, kadar VFA, dan NH3 cairan rumen pakan jerami padi secara invitro. Penelitian dilaksanakan dengan mempergunakan rancangan acak lengkap (RAL dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Sehingga secara keseluruhan terdapat 15 unit penelitian. Adapun ketiga perlakuan tersebut adalah: Perlakuan A (jerami padi + UCB yang ditambah tepung daun kelor; B (jerami padi + UCB yang ditambah tepung daun gamal, dan C (jerami padi + UCB yang ditambah tepung daun kelor dan daun gamal. Varibel yang diamati adalah kecernaan bahan kering (KCBK , kecernaan bahan organik (KCBO in-vitro, produksi vollatile fatty acid (VFA, produksi NH3, dan pH supernatan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa KCBK, KCBO invitro, VFA, NH3, dan pH supernatan pada ketiga perlakuan berbeda nyata (P<0,05. Penggunaan daun gamal sebagai sumber protein pada UCB menghasilkan KCBK, KCBO, VFA, NH3, tertinggi dibandingkan dengan daun kelor maupun kombinasi antara daun gamal dan daun kelor. EFFECT OF USING GLIRICIDIA (Gliricidia sepium AND MORINGA (Moringa oleifera LEAVES MEALS IN UREA CASSAVA BLOCK (UCB ON DIGESTIBILITY, VOLLATILE FATTY ACID, AND NH3 IN-VITRO. ABSTRACT The experiment has been conducted in order to now the effect of Gliricidia sepium and Moringa oleifera leaves meal a source of protein in urea cassava block (UCB to the digestibility dray matter and organic matter , VFA and ammonia concentration with rice straw diet. The experiment set in completely randomized design using three treatment. The treatment are: A (rise straw + UCB with Moringa; B (rise straw + UCB with Gliricidia sepium, and C (rise straw + UCB with Moringa and Gliricidia sepium. The observed variable are: dry matter, organic matter digestibility, volatile fatty acid, ammonia concentration, and pH rumen juice

  9. Linking remote-sensing and ecosystem services modeling to support and assess management for regenerative grazing in the South Gobi, Mongolia

    Science.gov (United States)

    Chaplin-Kramer, R.; Kowal, V. A.; Sharp, R.

    2017-12-01

    Managing and monitoring supply chain sustainability is a major challenge and opportunity for business, especially in rangelands, heavily managed and often degraded natural systems that provide significant resources and raw materials for production. One of the largest and most threatened rangeland systems in the world is in Mongolia, which has seen a rapid rise in grazing pressure due to increasing global demand for cashmere along with privatization of a formerly government-run livestock industry. A new opportunity is emerging for remote-sensing to improve the management decisions of the producers and their incentive-setters, leading to a more sustainable rangeland system and better outcomes for biodiversity and people in this unique and imperiled landscape. Oyu Tolgoi (OT), the Mongolian subsidiary of the mining company Rio Tinto, in cooperation with Kering, an apparel conglomerate that sources cashmere from the region, are providing financial incentives to improve grazing patterns through a Sustainable Cashmere program, in order to restore the degraded rangeland ecosystem in the Gobi desert region. We present a framework and approach for predicting the effect of changing grazing practices on biodiversity and ecosystem services, which we are developing into decision-support tools for OT, Kering, and their local partner Wildlife Conservation Society to quantify the impacts of their programs and where these interventions will have greatest benefit. Our approach integrates remote-sensing and ecosystem modeling to scale up field monitoring data and forecast future impacts. Our rangeland production model, based on the soil-vegetation model CENTURY and the livestock model GRAZPLAN, predicts biomass production and plant species composition changes, and can feed into ecosystem services models such as soil retention and water regulation in the InVEST (Integrated Valuation of Ecosystem Services and Trade-offs) software suite. This presents a significant advance in ecosystem

  10. Karakteristik Beras Analog Berindeks Glisemik Rendah dari Oyek dengan Penambahan Berbagai Jenis Kacang-Kacangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Kanetro

    2018-01-01

    Full Text Available The aim of this research was to determine the best legumes for increasing protein of artificial rice that was made of dried growol or oyek based on physical, sensory charactersitics and glycemic index. The experiment design of this research was randomized complete design with the single factor of legumes type, that were soybean mungbean, vevet bean, and cowpeas. The first step of artificial rice processing was mixing dried oyek and legumes flour with 3:7 ratio. The next step was forming the dough into the same as rice, steaming, and drying for producing artificial rice that could be stored. The products of artificial rice were analyzed for texture, colour, and preference level of dried and steamed procuct, proximate composition of dried product, and glycemic index (IG of steamed product. The result of this research showed that the type of legumes affected the physical and sensory characteristic of artificial rice. The best legumes for producing artificial rice was mungbean. The preference level of the best product was better than the other legumes, and the same as original rice. The proximate composition especially protein content of the best product was the same as original rice, and its IG was be categorized in low IG food product. ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan menentukan jenis kacang-kacangan yang tepat untuk meningkatkan kadar protein beras analog dari growol kering atau oyek berdasarkan sifat fisik, kimia, sensoris, dan indeks glisemik. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap faktor tunggal yaitu jenis kacang-kacangan yang meliputi kacang kedelai, tunggak, koro, dan kacang hijau. Beras analog/artificial dibuat melalui tahap pembuatan adonan yang terdiri campuran tepung kacang-kacangan dan tepung oyek dengan perbandingan 3:7. Selanjutnya dibentuk menyerupai beras, dikukus, dan dikeringkan sehingga diperoleh beras analog yang dapat disimpan. Produk kering dan produk yang siap dikonsumsi (nasi analog selanjutnya dianalisis

  11. JENIS JAMUR DAN LALAT YANG DITEMUKAN PADA MAKANAN JAJANAN DARI PASAR DAN WARUNG DI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik St. Aminah

    2012-10-01

    Full Text Available Hasil penelitian terhadap makanan jajanan yang dijual di pasar dan warung, banyak yang tidak memenuhai syarat kesehatan, dan tercemar oleh bakteri serta jamur tertentu. Penelitian tentang bakteri yang mencemari makanan  jajanan seperti Entamoeba coli, Staphylococcus dan Salmonella telah banyak diketahui, tetapi mengenai data jenis jamur yang mencemari makanan jajanan belum banyak diketahui. Kontaminasi tersebut disebabkan cara penanganan, sanitasi yang kurang bersih, pembungkus makanan jajanan, tempat menjajakan makanan jajanan dan lokasi menjual makanan jajanan tersebut sebaiknya jauh dari tempat pembuangan sampah. Tempat pembuangan sampah sering ditemukan lalat seperti lalat rumah (Musca domestica, Chysomia megacephala, C. safferanea dan Sarcophaga sp. Hampir semua kue basah maupun kue kering yang dijual di pasar tradisional maupun di warung umumnya tercemar oleh khamir. Kue-kue tersebut yang dijual di pasar lebih banyak tercemar khamir dibandingkan yang dijual di warung. Hal ini kemungkinan kue yang dijual di warung penanganannya lebih baik dari pada yang dijual di pasar. Begitu juga mutu kue yang dijual di pasar biasanya lebih cepat rusak. Kerusakan kue tersebut disebabkan antara lain karena tercemar spora jamur yang terbawa oleh debu maupun oleh lalat yang terkontaminasi jamur/bakteri pada kaki-kaki lalat tersebut,  yang hinggap pada makanan jajanan. Sehingga jenis-jenis jamur yang terdapat di tempat sampah, udara dan tanah dapat mencemari makanan jajanan yang dijual di pasar maupun di warung.

  12. ANALISA KEHILANGAN ENERGI PADA FIRE TUBE BOILER KAPASITAS 10 TON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditio Primayudi Aji Nugroho

    2015-06-01

    Full Text Available Tujuan dari penulisan ini adalah menghitung kinerja boiler dengan mengetahui kerugian energi pada saat produksi steam. Analisa teknis pada boiler sangat diperlukan, sebagai upaya peningkatan efisiensi dan mengetahui banyaknya energi yang terbuang sebagai kerugian. Faktorfaktor penyebab kehilangan panas/heat loss terbesar pada boiler antara lain : “kehilangan panas akibat gas buang kering, kandungan steam dalam gas buang, kandungan air dalam bahan bakar, kandungan air dalam suplai udara dan lain-lain”.Kehilangan panas/heat loss atau juga bisa disebut kehilangan energi merupakan salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh dalam mengidentifikasi efisiensi pada boiler.Untuk itu dilakukan studi analisa dengan perhitungan kehilangan panas dengan tujuan untuk mengetahui besarnya penurunan performance dan penyebab dari penurunan performance. Berdasarkan data dan analisa metode direct diketahui penurunan sebesar 21% pada kondisi normal (operasi 79% dan dari hasil perhitungan kehilangan panas indirect sebesar 16.68% efisiensi boiler sebesar 83.32% maka dari itu adanya kehilangan panas, perlu adanya perbaikan dalam control pengaturan bahan bakar dan udara yang masuk secara optimum dengan cara menggunakan Oxygen Trim Control yang berfungsi untuk mengukur konsentrasi oksigen pada cerobong dan secara otomatis mengatur oksigen pada udara yang masuk burner sehingga dihasilkan pembakaran dengan efisiensi yang optimal.dan dengan menggunakan economizer pada pemanasan awal suhu air umpan dapat menaikan efisiensi boiler.

  13. Pemanfaatan Ekstrak Air Daun Jambu Biji Sebagai Antioksidan Alami Pada Pengolahan Patin Asin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2012-06-01

    Full Text Available Penelitian pemanfaatan ekstrak air daun jambu biji (Psidium guajava sebagai antioksidan alami pada pengolahan patin asin telah dilakukan. Aplikasi ekstrak air daun jambu dilakukan dengan merendam ikan dalam campuran larutan garam dan ekstrak daun jambu. Konsentrasi larutan garam yang digunakan adalah 30%, sedangkan variasi konsentrasi ekstrak daun jambu yang digunakan adalah 0, 6, dan 12% (w/v. Perendaman dalam larutan garam dilakukan selama 48 jam dengan perbandingan antara ikan dan larutan yang digunakan untuk merendam 1:2 (b/v. Selesai penggaraman, ikan dibelah menjadi bentuk butterfly kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering (4–5 hari. Pengamatan dilakukan terhadap sifat sensori, kadar air, angka Thio Barbituric Acid (TBA, produk berfluoresen dan proporsi asam lemak tidak jenuh patin asin. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan ekstrak air daun jambu pada larutan garam jenuh dengan konsentrasi 6 dan 12% selama penggaraman mampu menghambat oksidasi lemak patin asin yang tercermin dari penghambatan peningkatan kadar TBA, produk berfluoresen dan penghambatan kerusakan asam lemak tidak jenuh selama penyimpanan 2 bulan. Hasil uji sensori memperlihatkan bahwa patin asin yang diberi perlakuan memberikan bau yang tidak tengik, walaupun warna patin menjadi lebih coklat. Berdasarkan pertimbangan hasil secara kimiawi maupun sensori, perlakuan ekstrak daun jambu pada konsentrasi 6% merupakan perlakuan terpilih

  14. Serapan Fosfor dan Pertumbuhan Kedelai(Glycine max pada Tanah Ultisol dengan Pemberian Asam Humat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyuningsih Wahyuningsih

    2017-08-01

    Full Text Available Ultisol merupakan salah satu jenis tanah asam yang memiliki kelarutan Al, Fe, dan Mn tinggi, serta kandungan P dan Moyang rendah. KelarutanAl dan Fe yangtinggiakan menjerap fosfat, sehingga ketersediaan dan serapan P bagi tanaman menjadi rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi ketidaktersediaan P pada tanah Ultisol yaitu dengan penambahan asam humat. Asam humat merupakan makromolekul polielektrolit yang memiliki gugus fungsional seperti -COOH, -OH fenolat, maupun -OH alkoholat,sehingga asam humat memiliki kemampuan untuk membentuk kompleks dengan ion logam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1 mengetahui pengaruh asam humat terhadap serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai (2 menentukan konsentrasi asam humat yang paling baikdalam meningkatkan serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK. Pengelompokan didasarkan atas perbedaan intensitas cahaya yang ada di rumah kaca. Perlakuan berupa konsentrasi asam humat, dengan 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 0 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm dan 1600 ppm. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, luas daun, bobot basah, dan bobot kering, P tersedia serta P tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakananalisis ragam pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Apabila hasil perlakuan berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam humat berpengaruh terhadap serapan P dan pertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol. Asam humat 1200 ppm merupakan perlakuan paling baik dalam meningkatkan ketersediaan P, sehingga mampu meningkatkanpertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol.

  15. Aplikasi Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle Linn dalam Menghambat Oksidasi Lemak Jambal Patin (Pangasius hypophthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2008-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian aplikasi ekstrak daun sirih (Piper betle Linn untuk menghambat proses oksidasi jambal patin telah dilakukan. Percobaan dilakukan dengan penambahan ekstrak daun sirih (Piper betle Linn dalam larutan garam yang digunakan untuk penggaraman ikan. Perbandingan ekstrak daun sirih dan larutan garam yang digunakan adalah 1:2, 1:3, 1:4, 1:5 (v/v, sedangkan larutan garam tanpa penambahan ekstrak daun sirih digunakan sebagai kontrol. Selesai perendaman dalam campuran larutan garam dan ekstrak sirih (48 jam, patin asin dikeringkan di bawah sinar matahari selama 4–5 hari, selanjutnya disimpan pada suhu ruang (25-32oC selama 8 minggu. Perubahan mutu jambal patin dimonitor secara organoleptik dan kimiawi (angka Thiobarbituric Acid Reactive Substances/TBARS, angka anisidin, dan produk berfluoresen, sebelum jambal patin kering disimpan dan setiap 2 minggu selama penyimpanan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun sirih pada larutan garam selama penggaraman mampu menghambat oksidasi lemak jambal patin selama penyimpanan 8 minggu tercermin dari rendahnya angka TBARS, anisidin, dan produk berfluoresen jambal patin yang diperlakukan dengan daun sirih dibanding dengan kontrol. Berdasarkan hasil uji sensori, jambal patin yang diberi ekstrak air daun sirih tidak berbau tengik, walaupun warna dan rasa jambal patin sedikit berubah. Perlakuan ekstrak sirih yang mampu menghambat oksidasi lemak jambal patin dengan nilai sensori terbaik adalah kelompok perlakuan ekstrak daun sirih dengan perbandingan 1:5 (v/v.

  16. 1st Lunar International Laboratory (LIL) Symposium Research in Geosciences and Astronomy : Organized by the International Academy of Astronautics at the XVIth International Astronautical Congress Athens, 16 September, 1965 and Dedicated to the Twentieth Anniversary of UNESCO

    CERN Document Server

    1966-01-01

    The Lunar International Laboratory (LIL) project of the International Academy of Astronautics was begun upon the proposal of the editor at the First Special Meeting of the Academy at Stockholm on 16 August 1960. The late THEODORE VON KARMAN, first President of the Academy, appointed the following members of the LIL Committee: Prof. N. BoNEFF (Bulgaria), Prof. M. FLoRKIN (Belgium), Mr. A. G. HALEY (U. S. A. ), Prof. Sir BERNARD LovELL (U. K. ) (Vice­ Chairman), Prof. L. MALAVARD (France), Dr. F. J. MALINA (U. S. A. ) (Chairman), Prof. H. 0BERTH (German Federal Republic), Dr. W. H. PicKERING (U. S. A. ), Prof. E. SANGER (German Federal Republic), Prof. L. I. SEDOV (U. S. S. R. ), Prof. L. SPITZER, JR. (U. S. A. ), Dr. H. STRUGHOLD (U. S. A. ), Prof. H. C. UREY (U. S. A. ) and himself. Since 1960 the following additional members were appointed to the Committee: Mr. A. C. CLARKE (U. K. ), Prof. A. DoLLFUS (France), Prof. Z. KoPAL (U. K. ), Dr. S. F. SINGER (U. S. A. ), Prof. N. M. SISSAKIAN (U. S. S. R. ) and Pr...

  17. ANALISIS STRATEGI PENANGANAN RISIKO KEKURANGAN PASOKAN PADA INDUSTRI PENGOLAHAN RUMPUT LAUT: KASUS DI SULAWESI SELATAN (A Risk Handling Strategy for Supply Shortage in Seaweed Agro-Industry: A Case in South Celebes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarinah Sarinah

    2015-09-01

    Full Text Available production processes. It is critical in the sense that it can be employed to identify any potential risks before they be used to reduce the potential shortage of dried seaweed supply needed by PT XYZ using pemasok selection. This supply chain model. The best selected suppliers were determined through assessing different assigned weights to the criteria and sub-criteria constructed in a Analytic Hierarchy Process (AHP tree. PT XYZ is an alkali treated cottoni (ATC chips and SRC powder supplier network with low risk supply chain partnership. Keywords: Supplier selection, supply chain risk management, MFMEA, AHP   ABSTRAK   Strategi penanganan risiko kekurangan pasokan merupakan upaya untuk mengurangi terjadinya risiko kekurangan bahan baku rumput laut kering untuk kebutuhan industri rumput laut di PT XYZ dengan melakukan pemilih pemasok. Manajemen risiko rantai pasokan memainkan peran yang lebih penting daripada sebelumnya. Perusahaan harus fokus itu, naskah ini mengusulkan metode  risiko dari perspektif tiap risiko rantai pasokan dan memilih pemasok dengan menerapkan metode (AHP untuk menentukan bobot masing-masing kriteria dan sub-kriteria untuk pemilihan pemasok PT XYZ adalah industri pengolahan rumput laut dalam bentuk alkali treated cottonii (ATC-Chips dan SRC . Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan memdapatkan pemasok yang lebih efektif dan pada saat yang sama mendapatkan mitra rantai pasokan yang berisiko rendah. Kata kunci: Pemilihan pemasok, manajemen risiko rantai pasok, MFMEA, AHP

  18. PERSEPSI, EFEKTIFITAS DAN KEAMANAN PENGGUNAAN ROKOK ELEKTRIK (E-CIGARETTE OLEH PEROKOK AKTIF SEBAGAI TERAPI DALAM SMOKING CESSATION: MIXED METHODS DENGAN PENDEKATAN STUDI KUANTITATIF DAN KUALITATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amelia Lorensia

    2017-12-01

    Full Text Available Rokok merupakan salah satu faktor penyebab gangguan kesehatan terbesar di dunia. Kerugian dalam hal kesehatan dan ekonomi tersebut maka program berhenti merokok (smoking cessation menjadi pilihan utama pengobatan bagi perokok. Kini banyak perokok beralih menggunakan rokok elektrik (e-cigarette yang meningkat pesat perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi, efektifitas dan keamanan penggunaan rokok elektrik oleh perokok aktif dalam usahanya untuk berhenti merokok. Desain penelitian ini menggunakan mix method, dengan tahap metode deskriptif dan tahap interpretatif phenomenologi analysis (IPA dalam mengamati persepsi, efektifitas, dan keamanan. Responden yang terlibat sebanyak 47 orang, yaitu pengguna rokok elektrik yang sebelumnya pernah menggunakan rokok biasa (tembakau. Hasil penelitian menunjukkan partisipan menganggap rokok elektrik efektif membantu dalam proses smoking cessation. Rokok eletrik terbukti mengurangi frekuensi penggunaan rokok tembakau (25% dan menyebabkan berhenti merokok (75%. Sedangkan sebagian besar responden tidak mengalami efek samping (66,66%, dan efek yang dilaporkan adalah tenggorokan terasa kering dan batuk (33,33%. Kesimpulannya rokok elektrik diyakini mampu membantu proses smoking cessation walaupun efektifitas dan keamanannya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Kata Kunci: persepsi, efektifitas, keamanan, rokok elektrik, smoking cessation

  19. PENGARUH CARA PENGAWETAN TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAN EFISIENSI DALAM BENTUK HAY DAN SILASE PADA DAUN 16 PROVENAN GAMAL (GLIRICIDIA SEPIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. W. Puger

    2012-09-01

    Full Text Available RINGKASAN Percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara pengawetan terhadap kandungan zat-zat makanan dan efisiensinya pada daun 16 provenan gamal telah dilaksanakan selama 3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan pengawetan (gamal segar, gamal hay, dan gamal silase dan 3 blok sebagai ulangan. Setiap perlakuan terdiri atas 16 provenan, yaitu 6 dari Mexico (M, 4 dari Guatemala (G, dan satu provenan masing-masing dari Colombia (C, Indonesia (I, Nicaragua (N, Panama (P, Costa Rica (R, dan Venezuela (V. Sampel setiap daun (helai dan tangkai provenan sebelum dan setelah diawetkan dianalisis kandungan zat-zat makanannya dan dihitung efisiensinya setelah dibuat hay dan silase. Kandungan DM dan CP dari hay adalah tertinggi (P0,05 setelah diawetkan menjadi hay dan silase, sedangkan efisiensi DM, OM, dan CP dari hay lebih tinggi (P<0,05 daripada silase. Provenan P13, R12, dan M34 mengandung zat-zat makanan lebih tinggi; sementara provenan G14 dan G17 lebih efisien bila diawetkan dalam bentuk hay dan silase. Pada pertanian lahan kering pengawetan gamal dalam bentuk hay lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan dalam bentuk silase.

  20. PERBEDAAN FISIK DAN KIMIA KOMPOS DAUN YANG MENGGUNAKAN BIOAKTIVATOR MOL DAN EM 4

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyantini Widiyaningrum

    2013-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan mikroorganisme lokal (MOL sebagai aktivator dalam proses pengomposan sampah daun, serta membandingkan penampilan fisik, penyusutan bahan, kadar air dan C/N rasio kompos yang dihasilkan dengan kompos yang menggunakan EM sebagai bioaktivator. Bahan baku kompos terdiri dari daun kering cacah dan kotoran kambing. Kompos dipanen setelah proses pengomposan berlangsung selama 6 minggu. Setiap perlakuan dibuat tiga ulangan. Data kualitatif yang diamati meliputi tekstur, warna dan bau, sedangkan data kuantitatif yang diukur meliputi persentase penyusutan bahan, persentase kompos yang terbentuk, kadar air, dan C/N rasio. Analisis data kualitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif menggunakan uji t. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kompos kedua perlakuan memiliki penampilan fisik tidak berbeda. Berdasarkan uji t, ratarata penyusutan bahan, kadar air dan C/N rasio kompos matang tidak berbeda nyata, akan tetapi persentase kompos yang terbentuk menunjukkan perbedaan nyata. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa kompos daun kedua perlakuan memperlihatkan penampilan fisik, penyusutan, kadar air dan C/N rasio yang tidak berbeda, sedangkan persentase kompos yang terbentuk pada kompos + EM lebih tinggi dibanding kompos + MOL. Secara umum kedua kompos masuk kategori layak digunakan berdasarkan standar SNI No. 19-7030-2004. 4 4

  1. Isolasi dan Karakterisasi Parsial Kolagen dari Teripang Gamma (Stichopus variegatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusro Nuri Fawzya

    2016-06-01

    Full Text Available Isolasi dan karakterisasi parsial kolagen dari teripang gamma (Stichopus variegatus telah dilakukan. Isolasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu preparasi, ekstraksi dan isolasi. Tahap preparasi meliputi tahapan penyiangan, pencucian dan perendaman dalam akuades, dalam alkohol, dalam larutan Tris-HCl dan etilenadiaminatetraasetat  (EDTA dan perendaman dalam larutan natrium hidroksida (NaOH. Ekstraksi dilakukan dengan perendaman asam asetat 0,5M. Isolasi dilakukan dengan cara pengendapan menggunakan NaCl dilanjutkan proses dialisis. Isolat kolagen teripang gamma yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 16,40% (bobot kering, nilai pH 6,08 dan derajat putih 77,02%. Gugus fungsi kolagen terdiri dari amida A (3412 cm-1, B (2929 cm-1, I (1654 cm-1, II (1554 cm-1, dan III (1239 cm-1. Asam amino utama penyusun kolagen yaitu glisin, prolin, dan alanin, masing-masing sebesar 16,88%; 6,71%; dan 6,42%. Kolagen yang dihasilkan merupakan kolagen tipe I, diduga terdiri dari 3 rantai a1 yang homolog dengan berat molekul 130,33 kDa.

  2. Linnulennult 2008. aasta lastekirjandusest / Mare Müürsepp

    Index Scriptorium Estoniae

    Müürsepp, Mare, 1958-

    2009-01-01

    Lühidalt on iseloomustatud järgmisi 2008. a. ilmunud lasteraamatuid: Raud, Piret. Printsess Luluu ja härra Kere (Tänapäev) ; Vilep, Heiki. Horlok ja Ürgvärava võti (A-Disain) ; Reinaus, Reeli. Saladuslik päevik (Tänapäev) ; Kumberg, Krista. Autopõnn Anto läheb seiklema (Koolibri) ; Ausman, Piia. Kaptenid avastavad maailma (Haus Galerii) ; Selli, Tiia. Neletriin ja Kapi-Kaarup (Tänapäev) ; Samuel, Evelin. Ükskord, kui sadas vihma (Ajakirjade Kirjastus) ; Pervik, Aino. Presidendilood (Tänapäev) ; Vainola, Kätlin. Mia, Konrad ja avanevad uksed (Tänapäev) ; Smitt, Katri. Varesejalakiri (Ilo) ; Käo, Henno. Mina, emme ja teised (Tänapäev) ; Saarna, Meelike. Mattias ja mamma (Tänapäev) ; Hinrikus, Kadri. Miia ja Friida (Eesti Ekspressi Kirjastus) ; Soopan, Ivar. Kõik poisid ei saa suureks (Eesti Päevaleht) ; Kutsar, Kuulo. Mõmmikute telerihaigus (Ilo)

  3. Jaan Krossist Kalevputrani

    Index Scriptorium Estoniae

    2012-01-01

    Välismaal ilmunud eesti kirjandusest ja eesti kirjanike tegemistest piiri taga: Eric Dickensi tõlkes ilmus inglise keeles Jaan Krossi romaan "Vastutuulelaev" (Sailing Against the Wind) ja eesti lühiproosa kogumik "The Dedalus Book of Estonian Literature" ; Indias esitleti eesti rahvuseepose "Kalevipoeg" Vishnu Khare tõlget hindi keelde ("Kalevputra") ; USA kirjandusajakiri "The Bitter Oleander" pühendas oma viimase numbri 32 lehekülge Kristiina Ehinile ja tema loomingule ; Piret Raua raamat "Printsess Luluu ja härra Kere" (läti keeles "Princese Skella un Leta kungs") võitis esikoha 2011. aasta Läti Lastežürii 3.-4. klassi vanuserühmas ; Viivi Luige teos "Varjuteater", mis ilmus 2011. aastal soome keeles, tunnistati üheks Helsingi Linnaraamatukogu iga-aastase auhinna "12 osumaa" laureaadiks ; UNESCO ülemaailmse luulepäeva tähistamiseks toimunud rahvusvahelisest luulemaratonist võttis osa ka Jüri Talvet

  4. Kajian Produksi Bersih Proses Elektroplating Emas pada Perhiasan Imitasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surti Indriastuti

    2016-04-01

    Full Text Available Proses electroplating emas pada barang perhiasan imitasi adalah proses melpisi permukaan perhiasan imitasi yang berupa gelang tembaga dengan bahan pelapis emas, dengan bantuan arus litrik. Proses ini menggunakan media pelapisan larutan elaktrolit emas Kau(CN2. Tahapan proses electroplating meliputi: pencucian gelang tembaga, pembilasan awal, proses electroplating, pembilasan akhir, pengeringan.Kajian Produksi Bersih (PB yang dilakukan pada proses tersebut yaitu dengan mengganti  bahan masukan, memperpanjang umur larutan elektrolit emas dilakukan minimasi drag out, pengaturan proses dan peralatan. Mengganti bahan masukan meliputi: air alam diganti aquades, emas berkadar di bawah 24 karat diganti dengan emas berkadar 24 karat (murni, bahan pencuci HCl/H2SO4 diganti dengan asam jawa/lerak. Memperpanjang larutan elektrolit emas dengan jalan: penyaringan, penambahan unsur kimia, pengurangan drag in. Minimasi drag out dengan jalan: menampung drag out. Pengaturan proses dan peralatan meliputi penataan layout peralatan, pemisahan proses basah dan kering, pembuangan limbah langsung ke saluran pembuangan.Hasil kajian memberikan simpulan bahwa penerapan prouksi bersih pada proses electroplating barang perhiasan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, mengurangi kuantitas dan meningkatkan kualitas limbah, menurunkan produk rejek dari 10% menjdai 5%. Kata kunci: electroplating, produksi bersih

  5. IKAN GABUS (Channa striata MANFAAT PENGEMBANGAN DAN ALTERNATIF TEKNIK BUDIDAYANYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurbakti Listyanto

    2009-06-01

    Full Text Available Ikan gabus (Channa striata merupakan jenis ikan yang bernilai ekonomis. Di Indonesia penyebarannya antara lain di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Spesies ini memiliki rasa yang khas, tekstur daging tebal dan putih sehingga harganya pun cukup mahal baik dalam bentuk segar maupun kering (ikan asin. Selain itu, memiliki kandungan albumin yang diperlukan tubuh manusia dalam mengatasi berbagai penyakit terutama yang disebabkan berkurangnya jumlah protein darah. Ikan ini termasuk salah satu jenis ikan karnivora air tawar dikarenakan sifatnya yang gemar memangsa ikan-ikan kecil sebagai pakannya. Walaupun memiliki potensi strategis, serta kegunaan yang luas dalam industri pangan maupun farmasi, namun di Indonesia masih belum banyak dibudidayakan karena belum dikuasai teknik budidayanya. Pemeliharaan bersama ikan mujair di kolam, penggunaan campuran pakan buatan kaya nutrisi, serta pemanfaatan tanaman air dalam proses pemijahan merupakan alternatif budidaya yang perlu dikembangkan.

  6. REDUKSI PEMBOROSAN UNTUK PERBAIKAN VALUE STREAM PRODUKSI “MI LETHEK” MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING (Waste Reduction to Improve Value Stream of “Mi Lethek” Production Using Lean Manufacturing Approach

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditya Nugroho

    2015-09-01

    of raw materials. These recommendations could increase PCE score  to 15,68 %. Keywords: Waste, value stream, “Mi Lethek”, lean manufacturing   ABSTRAK Industri “Mi Lethek” merupakan industri yang menghasilkan produk berupa mi kering berbahan baku tepung tapioka. Pada proses pengolahan mi di industri “Mi Lethek”, terdapat berbagai pemborosan ( yang dapat merugikan industri. Diantara pemborosan yang terjadi berupa persediaan bahan baku yang belum diperlukan dan transportasi berlebih. Untuk mereduksi pemborosan tersebut diperlukan suatu perbaikan pada   menggunakan pendekatan . Pendekatan aktivitas yang ada pada industri “Mi Lethek”. Aktivitas-aktivitas tersebut kemudian digolongkan menjadi dua jenis aktivitas, yaitu aktivitas yang memberikan nilai tambah dan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Waktu dari masing-masing aktivitas tersebut yang selanjutnya digunakan untuk menghitung nilai (PCE. nilai pada produk dibandingkan total waktu yang digunakan produk selama dalam proses. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai PCE awal dari industri “Mi Lethek” sebesar 12,05 %Perbaikan yang dilakukan ialah dengan mengubah tata letak pabrik dan melakukan perbaikan penjadwalan pemesanan bahan baku. Hasil perbaikan tersebut berhasil meningkatkan nilai PCE menjadi  15,68 %. Kata kunci: Pemborosan, “Mi Lethek”

  7. Tipe Dry Cell dan Wet Cell berdimensi 80 x 80 mm dengan Penambahan PWM E-3 FF (1 kHz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanur Arzaqa Ghiffari

    2013-09-01

    Full Text Available Ketersediaan bahan bakar minyak semakin terbatas dan hasil pembakarannya berdampak pada pencemaran lingkungan, salah satu solusinya dengan memanfaatkan gas HHO pada kendaraan bermotor. Penelitian dengan sistem direct connection, temperatur mencapai lebih dari 90oC menyebabkan  generator HHO menjadi rusak dan meleleh, maka penelitian ini menambahan alat untuk mengkontrol besarnya arus, frekuensi, dan duty cycle. Pengembangan generator HHO menggunakan tipe kering (dry cell dan tipe basah (wet cell dengan penambahan PWM (Pulse Width Modulation E-3 Fixed Frequency 1 kHz divariasikan berupa duty cycle: 20%, 40%, 60%, 80%  dan direct connection. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Pembakaran dan Bahan Bakar - Teknik Mesin ITS.  Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik unjuk kerja terbaik pada kedua tipe generator HHO dengan penambahan PWM. Nilai arus dan tegangan lebih stabil dibandingkan dengan tanpa penambahan PWM (direct connection, namun arus cenderung meningkat seiring dengan kenaikan temperatur mencapai 70oC. Efisiensi terbaik pada generator tipe wet dengan duty cycle 80%,  yaitu 27,7 %.

  8. KADAR GLUKOSA DARI HIDROLISIS SELULOSA PADA ECENG GONDOK MENGGUNAKAN Trichoderma viride DENGAN VARIASI TEMPERATUR DAN WAKTU FERMENTASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purbowatiningrum R Sarjono

    2012-11-01

    Full Text Available Telah kita ketahui bahwa eceng gondok merupakan salah satu sumber selulosa yang melimpah di alam dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon bagi jamur Trichoderma viride. Eceng gondok memiliki bobot kering selulosa 21,5%, hemiselulosa 33,9% dan lignin 7,01%. Trichoderma viride adalah jamur saprofit yang berpotensi memproduksi selulase yang mampu mendegradasi ikatan β-1,4-glikosida pada rantai selulosa untuk menghasilkan glukosa. Glukosa dapat dimanfaatkan dalam produksi sirup gula, asam organik dan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Trichoderma viride yang mampu tumbuh pada media pertumbuhan hasil modifikasi eceng gondok serta memperoleh temperatur optimum aktivitas Trichoderma viride dalam menghidrolisis eceng gondok dan waktu fermentasi terbaik dalam menghasilkan glukosa. Proses pertama adalah persiapan sampel enceng gondok meliputi delignifikasi, kurva pertumbuhan Trichoderma viride dibuat dalam media modifikasi eceng gondok untuk mengetahui waktu optimum pertumbuhan Trichoderma viride. Penentuan temperatur optimum dan waktu fermentasi terbaik dari aktivitas Trichoderma viride didasarkan pada glukosa yang dihasilkan dari hidrolisis selulosa pada eceng gondok menggunakan metode Nelson Somogyi. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa Trichoderma viride mampu tumbuh pada media modifikasi eceng gondok. Temperatur optimum aktivitas Trichoderma viride dalam menghidrolisis selulosa pada eceng gondok adalah 35oC dan waktu fermentasi terbaik dihasilkannya glukosa pada jam ke-96 yaitu sebesar 1,3864 mg/L.

  9. STRATEGI PENGEMBANGAN PERTANIAN DAN KONSERVASI LAHAN DI KAWASAN SEGARA ANAKAN, JAWA TENGAH (Agriculture and Land Conservation Development Strategy in Segara Anakan Region, Central Java, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suratman Suratman

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Segara Anakan merupakan suatu kesatuan kawasan laguna yang mempunyai keunikan, tidak sebagaimana umumnya lahan pantai pasang surut di Indonesia. Beberapa keadaan dan proses yang khas terjadi di kawasan ini, antara lain adanya pasang surut yang bergantian secara musiman antara air asin dan tawar, sedimentasi sungai sangat cepat sehingga terbentuk “tanah timbul”, penyempitan kawasan perairan, pembentukan dan perubahan alur sungai, serta penciutan hutan mangrove. Keadaan ini menyebabkan perubahan yang drastis terhadap mata pencaharian penduduk yang tadinya nelayan menjadi petambak dan petani. Untuk itu diperlukan masukan strategi pengembangan pertanian yang sesuai dengan karakteristik lahan yang khas tersebut. Sesuai dengan karakteristik lahannya, daerah ini dapat dikelompokkan menjadi zona pengembangan tambak, pengembangan lahan basah, lahan kering, tanaman tahunan, dan areal konservasi. Dari segi konservasi diperlukan tindakan pengendalian sedimen dan mempertahankan keberadaan areal sempadan pantai dan hutan mangrove.   ABSTRACT Segara Anakan is a lagoon which has unique characteristics different from other swamp lands in Indonesia. Its characteristics include seasonal fluctuation of fresh water river and sea water, rapid river sedimentation, narrowing water area, forming and changing river channels, and decreasing forest area. These phenomena have drastically changed people occupation. They, who were previously fishermen, have changed to be farmers. These conditions require an agriculture development strategy suitable for that area. Based on its characteristics, the area can be categorized into development zones for fishpond, wetland, dry land, annual crop, and conservation. This area requires actions to control the sedimentation process for maintaining its coastal belt and mangrove forest.

  10. Efektifitas Fungsida Berbahan Aktif Pyraclostrobin 50 G/KG + Metiram G/KG untuk Mengendalikan Penyakit Embun Tepung (Podosphaera leucotrica Pada Tanaman Apel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eli Korlina

    2016-03-01

    Full Text Available Pengujian efektifitas fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg untuk mengendalian  penyakit embun tepung (Podosphaera leucotricha pada tanaman apel telah dilaksanakan di kebun apel milik petani Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang beriklim tinggi kering dengan ketinggian tempat ±  850 diatas permukaan laut (dpl, mulai bulan Pebruari sampai dengan April 2011, menggunakan kultivar apel  Manalagi yang telah berumur 8-10 tahun.  Perlakuan terdiri atas Fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg dengan 4 (empat tingkat konsentrasi yaitu 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 g/l air, dan kontrol (tanpa perlakuan, disusun dalam rancangan acak kelompok  (RAK dan diulang 4 kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg konsentrasi 0,5-2 g/l air telah efektif mengendalikan penyakit embun tepung P. leucotricha pada tanaman apel dengan penekanan  serangan sebesar 44,42-54,73%.  Rata-rata produksi buah apel berkisar antara 8,49 – 10,38 kg/pohon. Tanaman apel yang diaplikasi dengan fungisida tersebut tidak mengalami fitotoksisitas.Kata Kunci: Apel, penyakit embun tepung (Podosphaera leucotricha.

  11. PENGARUH KADAR TRIPTOPAN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN KRABLET KEPITING BAKAU, Scylla serrata SELAMA MASA PENDEDERAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2017-01-01

    Full Text Available Kepiting bakau bersifat kanibal dan cenderung memiliki laju pertumbuhan yang lambat ketika diberi pakan buatan. Triptopan adalah salah satu asam amino esensial untuk pertumbuhan dan merupakan prekursor pembentukan serotonin yang dapat mengontrol sifat agresif pada beberapa vertebrata. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis optimum triptopan pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan krablet selama masa pendederan. Empat dosis penambahan L-triptopan dalam pakan yaitu: 0% (A; 0,25% (B; 0,5% (C; dan 1,0% (D dengan kadar triptopan dalam pakan berturut-turut 0,41%; 0,52%; 0,67%; dan 0,96%; serta kontrol berupa pakan rebon kering (E yang mengandung triptopan sebanyak 0,79%. Hewan uji yang digunakan adalah krablet kepiting bakau berumur 3-5 hari sejak memasuki stadia krablet. Krablet dipelihara dalam bak fiber berukuran 1,0 m x 1,0 m x 0,5 m sebanyak 15 unit dengan kepadatan masing-masing 50 ekor/m2. Selama lima minggu pemeliharaan, krablet diberi pakan uji sebanyak 30%-15%/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krablet yang diberi pakan mengandung triptopan 0,67% menunjukkan laju pertumbuhan tertinggi dan berbeda nyata (P0.05 among the treatments.

  12. Quid de rebus Norvegiae in Nuntiis Finnorum Latinis (1989–2014 relatum sit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reijo Pitkäranta

    2014-11-01

    Full Text Available News pertaining to Norway reported in the Finnish Nuntii Latini, 1989–2014. The Nuntii Latini is a five-minute long, weekly news bulletin which the Finnish Broadcasting Company (Yle has been broadcasting under the editorship of Tuomo Pekkanen and Reijo Pitkäranta for the last 25 years, ever since 1989 (http://yle.fi/nuntii. The texts covering the first ten-year period (1989–1999 were published in a book series of five volumes. In the preface to vol. IV one finds the opinions of various foreign colleagues concerning these news bulletins. One of these is Synnøve des Bouvrie, who praises them as “highly useful for learning living Latin”. Norwegian subject matters have been treated almost 70 times in these emissions, that is two or three times per year. National celebrations commemorating Norway’s independence, such as the hundredth anniversary of the dissolution of the union with Sweden (2005 and the two hundredth anniversary of the Constitution (2014, have been reported. Various news about the royal family has figured as well; so have parlamentary decisions and strains in the relations between Norway and other far-northern territories. Much space has been allotted to the Norwegian Nobel Committee and its laureates, not least in the year 2008, when Martti Ahtisaari of Finland received the Nobel Peace Price. We have also reported how the Norwegians have succeeded in various international surveys, such as how the countries of the world fared in terms of the equality of men and women, economic prosperity, public health, and general welfare. Nor have we avoided to give publicity to the many glorious victories that Norwegian athletes (such as Dæhli and Thorkildsen have made in various competitions. Likewise, Magnus Carlsen’s great achievement when becoming the world’s Number 1 in chess has been praised. It would have been impossible if sad disasters that have befallen Norway were not carefully treated as well. More than anything the

  13. Antimicrobial characterization of silver nanoparticle-coated surfaces by “touch test” method

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunell M

    2017-11-01

    Full Text Available Marianne Gunell,1,2 Janne Haapanen,3 Kofi J Brobbey,4 Jarkko J Saarinen,4 Martti Toivakka,4 Jyrki M Mäkelä,3 Pentti Huovinen,1 Erkki Eerola1,2 1Department of Medical Microbiology and Immunology, University of Turku, 2Department of Clinical Microbiology and Immunology, Microbiology and Genetics Service Area, Turku University Hospital, Turku, 3Aerosol Physics Laboratory, Department of Physics, Tampere University of Technology, Tampere, 4Laboratory of Paper Coating and Converting, Center for Functional Materials, Åbo Akademi University, Turku, Finland Abstract: Bacterial infections, especially by antimicrobial resistant (AMR bacteria, are an increasing problem worldwide. AMR is especially a problem with health care-associated infections due to bacteria in hospital environments being easily transferred from patient to patient and from patient to environment, and thus, solutions to prevent bacterial transmission are needed. Hand washing is an effective tool for preventing bacterial infections, but other approaches such as nanoparticle-coated surfaces are also needed. In the current study, direct and indirect liquid flame spray (LFS method was used to produce silver nanoparticle-coated surfaces. The antimicrobial properties of these nanoparticle surfaces were evaluated with the “touch test” method against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. It was shown in this study that in glass samples one silver nanoparticle-coating cycle can inhibit E. coli growth, whereas at least two coating cycles were needed to inhibit S. aureus growth. Silver nanoparticle-coated polyethylene (PE and PE terephthalate samples did not inhibit bacterial growth as effectively as glass samples: three nanoparticle-coating cycles were needed to inhibit E. coli growth, and more than 30 coating cycles were needed until S. aureus growth was inhibited. To conclude, with the LFS method, it is possible to produce nanostructured large-area antibacterial surfaces which show

  14. Pengaruh Penggunaan Talas (Xanthosoma sagittifolium Terhadap Mutu dan Tingkat Penerimaan Panelis pada Produk Roti, Pastel, Pancake, Cookies, dan Bubur Talas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilsa Hermianti

    2016-06-01

    dilakukan teknologi pembuatan talas blok (Hermianti et al, 2010. Pada penelitian ini dilakukan  penggunaan talas blok untuk pembuatan aneka produk makanan basah, semi basah, dan makanan kering seperti roti, pastel, cookies, pancake, dan bubur talas dengan mensubstitusi tepung terigu dan tepung beras. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan talas yang memberikan hasil yang optimal dalam pembuatan beberapa produk tersebut sehingga dihasilkan pangan dengan mutu yang baik dan disukai.  Penelitian substitusi terigu dengan talas  yang dilakukan dalam pembuatan roti, pastel, dan cookies 0% (kontrol/ tanpa talas blok, 25%, 50% dan 75%, untuk pancake dengan formula talas dengan terigu  0% (kontrol/tanpa talas blok, 30%, 50%,100%, sedangkan untuk bubur talas dengan formula talas dengan tepung beras 0% (kontrol/tanpa talas blok, 30%, 50%, dan 100%. Analisis  kimia dilakukan  terhadap bahan baku talas blok meliputi kadar air, kadar abu, kadar pati, dan protein sedangkan untuk produk olahan pangan dilakukan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur berdasarkan tingkat penerimaan panelis. Produk cookies talas dan roti talas yang paling disukai panelis dianalisis kandungan lemak, protein, karbohidrat dan kalorinya serta daya simpan untuk produk makanan kering (cookies. Hasil penelitian menunjukkan talas blok mengandung kadar air 12,40%, kadar abu 1,12%, kadar pati 73,37%, amilosa 2,88%, amilopektin 70,49% dan protein 3,4%. Hasil  uji organoleptik dengan hasil yang optimal dan lebih disukai adalah roti dan pastel dengan penggunaan 25% talas, cookies dengan penggunaan 50% talas, pancake dengan formula talas  dengan tepung 50% dan bubur dengan pemakaian talas blok 30%.

  15. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN TEKNOLOGI PENANGANAN DAN KELAYAKAN INVESTASI PASCAPANEN KAKAO (Theobroma cacao L. (STUDI KASUS DI KABUPATEN PIDIE JAYA, PROPINSI ACEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raida Agustina

    2013-06-01

    dukungan bagi pengambil keputusan dalam  memilih salah satu alternatif yang tepat dan sesuai dengan kondisi wilayahnya sehingga bisa meningkatkan kualitas biji kering kakao. Tujuan penelitian ini adalah membangun sebuah software sistem pendukung keputusan sebagai alat bantu pengambilan keputusan teknologi penanganan pascapanen kakao, memperoleh alternatif terbaik berdasarkan analisis teknis dan analisis ekonomi, mengevaluasi tingkat kelayakan investasi, dan mengetahui nilai sensitivitas dari setiap alternatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2010 sampai dengan bulan Desember 2010 di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Propinsi Aceh. Metode yang digunakan adalah survey lapangan dan wawancara. Hasil pengambilan data di lapangan dianalisis untuk tujuan penyusunan database model sistem pendukung keputusan teknologi penanganan pascapanen kakao, dan diolah menggunakan bahasa program Java. Berdasarkan hasil analisis teknologi penanganan pascapanen kakao untuk petani dan investor menunjukkan bahwa alternatif mekanis merupakan alternatif terbaik karena menghasilkan keuntungan terbesar. Untuk petani alternatif mekanis  memberikan keuntungan sebesar Rp 1.419.279.165,00 per tahun sedangkan untuk investor keuntungan sebesar Rp 1.023.246.397,00 per tahun  dan analisis kelayakan menunjukkan nilai NPV sebesar Rp 923.577.155,00 dan  nilai R/C ratio sebesar 3,00 juga didapatkan pada alternatif mekanis. Dari hasil analisis sensitivitas pada setiap alternatif, variabel yang paling berpengaruh terhadap keuntungan petani dan  investor adalah upah tenaga kerja, harga buah kakao segar, dan harga biji kering. Kata kunci: Sistem pendukung keputusan, informasi, kakao, teknologi pascapanen

  16. PEMUTIHAN PULP DENGAN HIDROGEN PEROKSIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad M. Fuadi

    2012-01-01

    Full Text Available The use of bleaching agent has increased as the result of increasing of paper consumption. The conventional bleaching agent that commonly used is material containing of chlorine. This material is not environmentally friendly and should be replaced by environmentally benign chemical, such as H2O2. About 40 gram of dry Akasia pulp was mixed with 600 ml of distilled water was put into plastic bag heated in a water bath. When the temperature reached 630C, a solution of 4 % of H2O2 and distilled water was added to obtain 5 % consistency. This mixture was put into water bath and was heated for 2 hours. The same procedure was conducted with various concentration of H2O2, time and pH. At the end of the process, the pulp was dewatered and washed. The filtrate obtained from the initial dewatering was used to determine the residual of H2O2. The pulp was analyzed to determine brightness, fiber strength and kappa number. The maximum achievement of brightness was 62,1 % ISO, 6.86 of kappa number and 1.02 kg/15 mm of fiber strength, which are reached at16 % of the use of H2O2, pH 11 and 5 hours of bleaching time. This achievement is similar to bleaching result by the additional of 4% H2O2. Inefficient usage of H2O2 was caused by some metal ions in the pulp which facilitate the decomposition of H2O2 to produce oxygen and water which has not effect on increasing the brightness. To improve the bleach ability of H2O2, initial treatment to remove metal ions from pulp should be done. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan kertas, kebutuhan bahan pemutih juga mengalami kenaikan. Saat ini bahan pemutih yang banyak digunakan adalah senyawa yang mengandung khlor. Senyawa ini sangat tidak ramah lingkungan, oleh karena itu, perlu dicari bahan yang ramah lingkungan untuk menggantikannya. Salah satunya adalah hidrogen peroksida. Pulp dari pohon akasia sebanyak 40 gram kering dicampur dengan 600 ml aquadest dimasukkan dalam kantung plastik dipanaskan dalam water bath

  17. PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays, L. VARIETAS BISI-2 PADA PASIR REJECT DAN PASIR ASLI DI PANTAI TRISIK KULONPROGO (The Growth of Maize Crop (Zea mays L. BISI-2 Variety on Rejected and non Rejected Sand at Pantai Trisik Kulon Progo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Ekowati

    2011-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Lahan pasir di pesisir Kabupaten Kulon Progo yang sekarang ditanami berbagai komoditi pertanian seperti cabe, semangka, jagung akan ditambang untuk diekstrak mineral besinya. Rencananya setelah diekstrak mineral besinya, pasir sisa (pasir reject akan dikembalikan sebagai material reklamasi untuk dapat ditanami kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan media tanam berupa pasir reject dan pasir asli serta dosis pupuk kandang dan pupuk NPK pada pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L. varietas BISI-2 di Pantai Trisik Kulon Progo. Dosis pupuk yang diberikan ialah 0 Kg pupuk kandang dan 0 g NPK (kontrol; 0 Kg pupuk kandang dan 75 g NPK; 2,5 Kg pupuk kandang dan 0 g NPK; 1,25 Kg pupuk kandang dan 112,5 g NPK; 2,5 Kg pupuk kandang dan 75 g pupuk NPK; dan 3,75 Kg pupuk kandang dan 37,5 g NPK. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tajuk, waktu berbunga, jumlah tongkol, berat tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Data yang diperoleh diuji dengan analisis variansi (Anava dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata tinggi, jumlah daun, berat kering tajuk, jumlah tongkol, berat tongkol, panjang tongkol dan diameter tongkol tanaman jagung pada pasir reject lebih tinggi daripada pasir asli sedangkan rerata waktu berbunga tanaman jagung pada pasir reject lebih lama daripada pasir asli. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan vegetatif tanaman jagung paling optimal diperoleh pada dosis 1,25 Kg pupuk kandang dan 112,5 g pupuk NPK sedangkan pertumbuhan generatif tanaman jagung paling optimal diperoleh pada dosis 3,75 Kg pupuk kandang dan 37,5 g pupuk NPK.   ABSTRACT Sand in the coastal District of Kulon Progo land which is now planted with various agricultural commodities such as pepper, watermelon, corn, will be mined to extract its iron minerals. In the mining plan, after the iron

  18. Growth performance and nutrition value of Spirulina sp. under different photoperiod

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatag Budiardi

    2010-07-01

    Full Text Available This study was conducted to analyze the production of freshwater Spirulina sp. cultured with photoperiod manipulation treatment. In this study, photoperiod manipulation treatment performed on cultured spirulina using fiber tanks (100 L. Spirulina was grown with different photoperiod (bright/T and dark/G that are six hours per day (6T-18G, 12 hours per day (12T-12G, 18 hours per day (18T-6G, and 24 hours per day (24L-0G. The parameters were observed include dry biomass, population density (N, specific growth rate (SGR, doubling time (G, proximate analysis, and water quality. The results of this study showed that the optimum population density was achieved on day-3 days of cultured, and manipulation photoperiod showed no significant effect to the dry biomass harvest and population density, but significantly affect the specific growth rate and doubling time. Treatment of lighting 12, 18 and 24 hours per day to produce the maximum specific growth rate (0,345 to 0,366 per day and a maximum doubling time (1,89 to 2,01 days were not significantly different, whereas the old treatment six hours per day lighting showed the lowest maximum growth rate (0,323 per day and highest doubling time (2,15 days. At treatment of lighting 12 hours per day, relatively higher protein content (39,73% than others. In conclusion, the lighting 12 hours per day resulted in optimum production efficiency than other treatments.Keywords: Spirulina sp., photoperiod, density, biomass, growth, nutrition value. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis produksi spirulina Spirulina sp. air tawar yang dikultur dengan manipulasi fotoperiode.  Dalam penelitian ini, spirulina dikultur dalam wadah fiber 100 L dengan perlakuan fotoperiode (terang/T dan gelap/G berbeda, yaitu enam jam per hari (6T-18G, 12 jam per hari (12T-12G, 18 jam per hari (18T-6G, dan 24 jam per hari (24T-0G. Parameter yang diamati meliputi biomassa kering, kepadatan populasi (N, laju pertumbuhan spesifik

  19. KEARIFAN LOKAL PENGGUNAAN KAYU GELAM DALAM TANAH RAWA GAMBUT DI KALIMANTAN TENGAH (Local Wisdom of Utilization of Gelam Wood on Peatswamp Land of Central Kalimantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Supriyati

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Masyarakat di daerah rawa gambut memerlukan kayu sebagai cerucuk atau tiang pancang rumah. Kayu Gelam (Maleleuca sp ditemukan melimpah di hutan rawa gambut di Kalimantan. Kayu Gelam termasuk kelas awet 3 yang berarti hanya dapat dipergunakan di bila berhubungan dengan tanah selama 3 tahun. Kenyataan yang ada kayu Gelam sebagai cerucuk /tiang pancang rumah dalam tanah rawa tetap kuat lebih selama lebih dari 30 tahun. Pemanfaatan kayu ini mendukung untuk konservasi hutan rawa gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melestarikan hutan di peatwamp melalui penghematan pemanfaatan kayu yaitu dengan mempelajari pengaruh lama penimbunan dan letak radial terhadap sifat fisika, mekanika dan kandungan silika kayu Gelam. Penelitian dilakukan pada kayu Gelam yang telah ditimbun dalam rawa gambut selama 10, 19, 31 dan 38 tahun. Sifat kayu yang dianalisis adalah sifat fisika mekanika mengikuti BS No 373. Uji silika dengan spektrometer. Analisis menggunakan rancangan acak lengkap dengan faktorial. Hasil menunjukkan bahwa lama penimbunan meningkatkan berat jenis kayu Gelam secara signifikan. Semakin lama penimbunan, semakin tinggi berat jenis (0,54-0,75. Persamaan yang diperoleh Y=0,449+0,063x1+0,01x2 (Y=BJ kering tanur, x1= lama penimbunan, x2= letak radial. Pengaruh lama penimbunan pada kekerasan sejalan dengan BJ. Kadar silika kayu Gelam meningkat dengan semakin lama penimbunan. Lama penimbunan (10-38 tahun meningkatkan BJ kering tanur 28,13 %, kekerasan 12,83%; kandungan silika 1,25%. Penggunaan kayu Gelam merupakan kearifan lokal yang terbukti melestarikan lingkungan karena menghemat pemanfaatan kayu yang dinyatakan dengan kualitas kayu Gelam yang relatif tidak menurun dalam penimbunan. ABSTRACT Local community on peatswamp area need woods as poles. Gelam (Maleleuca sp wood is found abundantly in peatswamp forest area in Kalimantan. It is 3th durability class and expected to withstand up to three years of utilitation outdoor. However, gelam

  20. KARAKTERISTIK SIFAT FISIK KAYU JABON(Anthocephalus cadamba Miq PADA ARAH LONGITUDINAL DAN RADIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ary Widiyanto

    2017-06-01

    , Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.Parameter-parameter sifat fisika kayu yang diukur adalah kadar air segar (KAS, kadar air kering udara (KAKU,  berat jenis pada volume segar (BJS dan berat jenis pada volume kering udara (BJKU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu jabon memiliki KAS rata-rata  118,43%, KAKU  15,36%, BJS 0,33 dan BJKU  0,37.Berat jenis kayu jabon berbeda sangat nyata pada arah longitudinal maupun radial, sedangkan KAS dan KAS berbeda nyata untuk arah arah radial tetapi relatif seragam pada arah longitudinal.  KAS kayu jabon pada arah radial memiliki pola sebaran menurun dari arah dekat empulur ke bagian tengah, kemudian meningkat ke arah sisi; sementara KAKU menurun secara konsisten dari bagian dekat empulur ke bagian dekat kulit. Berat jenis kayu jabon pada arah longitudinal memiliki pola sebaran meningkat secara konsisten dari bagian pangkal ke bagian ujung. Pola sebaran berat jenis pada arah radial meningkat secara konsisten dari bagian dekat empulur ke arah kulit kayu.

  1. The Pajarito Plateau: A bibliography

    Science.gov (United States)

    Mathien, Frances Joan; Steen, Charlie R.; Allen, Craig D.

    1993-01-01

    Pajarito Plateau is described as the high tableland that lies between the Jemez Mountains on the west and the Rio Grande on the east. From north to south, it extends from the Chama Valley to La Cañada de Cochiti (Hewett 1906:14)(Figure 1). Because human activity rarely stops at such definite boundaries, major ethnographic studies of Tewa (San Ildefonso and Santa Clara) and Keres (Cochiti) linguistic groups are included. (Even though most of the historic pueblos occupied by the Tewa and Keres are not located on the Pajarito Plateau, oral traditions and archaeological data suggest that these groups once occupied sites on the plateau.) Towa studies are not included because Steen believed Towa ancestors were not involved in major cultural developments of the Pajarito Plateau. In addition, a bibliography of the Jemez area (home of Towa people) has been prepared by Michael Elliott (1982) and included with his nomination of large Pueblo sites near Jemez Springs to the National Register of Historic Places that is on file at the Museum of New Mexico, Laboratory of Anthropology, in Santa Fe. Both Steen and Mathien included references to geographically and historically related material that does not focus on the Pajarito Plateau but, nonetheless, is important to understanding the area's archaeology and physical environment, for example, lithic resources available from Cerro Pedernal or in the Sangre de Cristo Mountains.

  2. Profil Hematologi dan Status Metabolit Darah Domba Garut yang Diberi Pakan Limbah Tauge pada Pagi atau Sore Hari (BLOOD HAEMATOLOGICAL PROFILE AND METABOLITE STATUS OF GARUT LAMB FED DIETS MUNG BEAN SPROUT WASTE IN THE MORNING OR EVENING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rahayu

    2017-04-01

    Full Text Available The aim of this study was to evaluate the effect of diet containing mung bean sprout waste (MBSW and feeding times on the hematological profiles and metabolite status of garut lambs. Experimental design used in this study was a factorial randomized block design with two factors of diet and two feeding times. Two factors of diets were 60% concentrate 1+40% natural grass and 60% concentrate 2+40% MBSW. Feeding times were in the morning (6:00-7:00 am or the evening (5:00-6:00 pm. The animals were reared in individual cages and fed with 5% DM/kg body weight/day. The hematological profiles of the goat were examined and analyzed with Anova. The results showed the treatment of rations significant effect on blood glucose, whereas feeding time very significant to glucose, erythrocytes and hemoglobin, and the interaction of both treatments significantly affect hemoglobin, hematocrit, and glucose level. Meanwhile,leukocytes, neutrophils, lymphocytes, neutrophils/lymphocyte ratio (N/L, urea-N, and blood cholesterol were not affected by the treatments and their interactions. But overall the number of erythrocytes 8.72-12.78x106/mm3, hemoglobin 7.6-10.02 g/dL, leukocytes 8.94-12.27x103/mm3, neutrophils 33.00-52.20%, lymphocytes 38.80-52.40%, N/L 0.78-1.66, glucose 41.94-54.24 mg/dL, urea-N 29.91-35.87 mg/dL, and blood cholesterol 24.57-30.28 mg/dL. These results suggest that diets containing 40% MBSW together with a morning or an evening feeding time did not cause disturbances in haematological profile and blood metabolite status of garut lamb. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ransum mengandung hijauan limbah tauge dan waktu pemberian yang berbeda terhadap profil hematologi dan status metabolit darah domba garut. Materi penelitian berupa 20 ekor domba garut berumur 6-7 bulan (bobot badan 15,42 ± 2,42 kg dipelihara selama tiga bulan dan dikandangkan secara individu serta diberi pakan sebanyak 5% bahan kering/kg berat badan

  3. A Higgs-bozon

    CERN Document Server

    Dezso, Horvath

    2017-01-01

    A részecskefizika általánosan elfogadott és az elmúlt 40 év alatt sokszorosan igazolt elmélete, a standard modell valamennyi alkatrészét sikerült megfigyelni és tanulmányozni a Higgs-bozon kivételével. A CERN nagy hadronütköztetője (LHC), a világ legnagyobb részecskegyorsítója is elsősorban a Higgs-részecske kimutatására épült. 2012 közepére az LHC két óriási mérőberendezése, a sok ezer fizikus részvételével épült CMS és ATLAS megfigyelt egy - a Higgs-bozon elméletileg megjósolt tulajdonságaival rendelkező - új részecskét. A könyv áttekinti a standard modell elméletét és a Higgs-részecske feltételezett tulajdonságait, majd összefoglalja az LHC Higgs-keresési eredményeit és a hozzájuk vezető utat. Függelékben ismerteti a könyvben előforduló fizikusok életrajzát és bizonyos fizikai fogalmak részletesebb leírását. A 2013-as fizikai Nobel-díjat Peter Higgs és François Englert kapták megosztva a Higgs-mechanizmus és a Higgs-bozon elmé...

  4. Peningkatan Produktivitas Lahan Gambut melalui Teknik Ameliorasi dan Inokulasi Mikroba Pelarut Fosfat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Nur Istina

    2014-12-01

    Full Text Available Keterbatasan lahan potensial menyebabkan perluasan areal pertanian mengarah pada lahan gambut. Kendala pengembangan lahan gambut adalah rendahnya kandungan hara tersedia bagi tanaman. Fosfat (P merupakan salah satu unsur hara makro yang penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman, disisi lain ketersediaan hara ini pada lahan gambut terbatas karena ikatan asam organik dan sifat yang mudah tercuci. Penelitian untuk menguji pengaruh ameliorasi dan inokulasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan hara P di lahan gambut dilakukan di kebun pembibitan kelapa sawit petani di Riau dari Oktober 2013 - Maret 2014, menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan 30 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, kandungan hara tanaman, dan bobot biomasa bibit setelah 5 bulan di pembibitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ameliorasi menggunakan kompos tandan kosong kelapa sawit mampu meningkatkan P tersedia, serapan P oleh batang dan akar, berat brangkasan dan berat kering batang. Sedangkan mikroba pelarut fosfat berpengaruh secara tidak nyata.The limitation of potential land leads agricultural development expansion to the peat soil area. Constrain of the peatland development is the low nutrient content that is required by plant. Phosphate is one of major growth and production limiting nutrient because of the solublelize of the organic acids and immobility The research was conducted from October 2013 – March 2014 at the farmer main nursery in Riau province to test the effect of amelioration and phosphate solubilizing microbe inoculation on P availability on palm oil seedling growth and production at peatland, used Randomized Block Design with 30 treatments and 3 replications. The parameters observed were plant height, leaf number, leaf width, leaf length, stem diameters, nutrient contents, also fresh and dry weight after 5 months at the

  5. Perawatan Lensa Kontak untuk Mencegah Komplikasi Ratna Sitompul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Sitompul

    2015-09-01

    Full Text Available Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 Lensa kontak adalah alat bantu penglihatan yang diletakkan di permukaan kornea untuk memperbaiki gangguan refraksi. Pemakaian lensa kontak memberi kenyamanan beraktivitas,tidak membatasi lapang pandang, dan lebih baik secara estetik. Meskipun demikian, penggunaanlensa kontak dapat menimbulkan komplikasi ringan sampai kebutaan. Komplikasi tersebut dapatdicegah dengan menjalankan prinsip penggunaan lensa kontak yang tepat. Pengguna lensakontak perlu melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui kelainan mata seperti mata kering,infeksi mata, katarak, glaukoma, serta penggunaan obat yang dapat menurunkan produksi airmata. Kondisi lain yang perlu diperhatikan adalah alergi, diabetes melitus, kehamilan, menopause,infeksi saluran napas kronik dan kondisi immunocompromised. Kebersihan dan kepatuhan yangburuk juga merupakan kontraindikasi penggunaan lensa kontak. Pengenalan cara penggunaandan perawatan lensa kontak dengan baik dan benar  sangat penting untuk mencegah komplikasi. Kata kunci: lensa kontak, komplikasi, perawatan. Contact Lens Care to Prevent Complication Abstract Contact lens is a device placed directly on the surface of cornea to correct refractive errors. Wearing contact lens is comfortable during activites, allows wider visual field, and improves aestheticappearance. However, improper use of contact lens may result in mild complications which couldinclude blindness. Those complications can be prevented by understanding and applying correctprinciples of contact lens usage. Prior to contact lens prescription, medical eye examination isimportant to determine if a patient is suitable to use contact lenses. Ocular conditions such as dry eyes, eye infection, cataract, glaucoma, and use of medication that could decrease tears production require special attention. Other conditions that have to be notified are allergy, diabetes mellitus,pregnancy, menopause, chronic

  6. ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU PERUMAHAN NASIONAL DI KOTA MEDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Fahreza

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui : (1 Kondisi ruang terbuka hijau publik pada perumahan nasional (perumnas Kota Medan ditinjau dari luasan, vegetasi, jenis dan perawatan. (2 Aktifitas yang dimanfaatkan pada ruang terbuka hijau publik perumahan nasional (perumnas. Penelitian ini dilakukan di Kota Medan tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini yaitu Perumahan Nasional Martubung, dan Perumahan Nasional Helvetia karna kedua Perumahan nasional ini berada di Kota Medan. Sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi (Total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, studi dokumenter dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, menunjukan bahwa (1 kondisi RTH publik pada kedua perumahan nasional ini ditinjau dari luasan, jenis, vegetasi dan perawatan. Untuk luasan RTH, kedua perumahan nasional ini belum optimal dan belum memenuhi syarat yang ditentukan Kementrian PU yang mensyratkan 20% dari luas kawasan. Jenis RTH pada perumahan nasional ini yaitu taman, lapangan sepak bola, lapangan olahraga, bantaran danau, dan lahan kosong terbengkalai. Untuk vegetasi pada RTH, masih terlalu sedikit sehingga mengurangi nilai keindahan dan keteduhan pada RTH kedua perumahan nasional ini, hal itu terlihat dari tanaman-tanaman yang layu, kering dan gersang. Perawatan RTH yang dilakukan kurang maksimal hal itu terlihat dari rumput yang tidak teratur dan lebat, ranting pohon yang berjatuhan serta fasilitas didalam RTH yang rusak. (2 Aktifitas yang dimanfaatkan pada ruang terbuka hijau publik perumahan nasional (perumnas. Ada beberapa RTH yang tidak dilakukan pemanfaatan aktifitas didalamnya. Jenis aktifitas yang ada pada kedua perumahan nasional ini hampir sama, yaitu bermain bola, bermain bulu tangkis, bermain futsal, bermain voli, berolahraga seperti jogging dan senam, bermain anak-anak, bersosialisasi, berjualan dan acara-acara tahunan. Kata Kunci: RTH, perumnas

  7. Penggunaan Ekstrak Bahan Alami Untuk Menghambat Infestasi Lalat Selama Penjemuran Ikan Jambal Asin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2007-11-01

    Full Text Available lkan jambal asin adalah ikan asin kering yang dibuat dengan cara memfermentasikan ikan dalam garam sebelum penjemuran. Untuk mengurangi infestasi lalat selama penjemuran pada pengolahan ikan jambal asin, penelitian penggunaan ekstrak bahan alami sebagai insektisida telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Pada penelitian pendahuluan, bahan baku yang digunakan adalah ikan manyung (Arius thalassinus dan bahan alami yang diuji adalah ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss dan daun picung (Pangium edule Reinw masing‑masing dengan konsentrasi 2,5; 7,5; 10,0; 12,5 % (b/v, serta ekstrak bawang putih (Allium sativum dengan konsentrasi 1,5; 3,0; 4,5; 6,0; 7,5 % (b/v. lkan yang telah difermentasi dalam garam direndam dalarn ekstrak bahan alami selama 30 detik, kemudian dilakukan penjemuran sehingga menjadi ikan jambal asin. Selama penjemuran dan penyimpanan dilakukan pengamatan tingkat infestasi lalat, larva dan pupa. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih merupakan bahan yang paling efektif untuk menghambat infestasi lalat sehingga dipilih untuk digunakan pada penelitian utama. Pada penelitian utama, bahan baku yang digunakan adalah ikan patin (Pangasius hypophthalmus. lkan patin yang telah difermentasi direndam dalam ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 3, 6 dan 9% (b/v dengan waktu perendaman 0, 5, 10, dan 15 menit. Pengamatan dilakukan terhadap tingkat infestasi lalat dan karakteristik organoleptik produk ikan jambal asin. Hasil penelitian utama menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yang memberikan tingkat infestasi lalat terkecil dan dapat diterima panelis adalah perendaman dalarn ekstrak bawang putih 9% selama 10 menit.

  8. ANALISIS PERGERAKAN POLUTAN TRIKLOROETILEN DALAM MEDIA BERPORI MENGGUNAKAN SENTRIFUG GEOTEKNIK (Analysis of Trichloroethylene Pollutant Migration in Porous Media Using Geotechnical Centrifuge

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muchlis Muchlis

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Trikloroetilen (TCE adalah pelarut organik yang sering digunakan dalam proses industri. TCE adalah salah satu contoh dari Non Aqueous Phase Liquid (NAPL yang sudah banyak mencemari tanah dan air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat pergerakan TCE dalam berbagai jenis tanah yang berbeda, mengkaji sifat-sifat pergerakan TCE dalam tanah dengan menggunakan kecepatan 1 dan 25 Gravitasi, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan TCE dalam tanah. Sifat pergerakan TCE dalam tanah riolit dan granit adalah TCE akan masuk langsung secara vertikal dan horizontal dalam tanah hingga ke dasar tanah. Pergerakan TCE akan terhambat pada tanah yang banyak mengandung partikel berukuran kecil. Pergerakan TCE secara vertikal pada gaya 1G dan 25G dalam tanah granit adalah paling cepat berbanding dalam tanah riolit. Pergerakan TCE dalam tanah kering dipengaruhi oleh sifat tanah terutama ukuran butir dan Kapasitas Pertukaran Kation (KPK. ABSTRACT Tricholoroethylene (TCE is an organic solvent used in many industrial processes. TCE is one of Non-Aqueous Phase Liquid (NAPL which has already contaminated soil and groundwater. The objectives of this study are to determine the migration of TCE in rhyolite and granite soil, to determine the migration of TCE in soil using 1 and 25 Gravity (G force, and to determine the migration of TCE influencing factors in the soil. The characteristics of TCE migration in rhyolite and granite soil will migrate vertically and laterally to the bottom of the ground. The migration will be retarded in small particle size of soil. The fastest migration of TCE at 1G and 25G was found in the granite soil. The migration of TCE in dry soil is affected by properties of soil particularly particle size and cation exchange capacity.

  9. PERFORMA DOMBA YANG DIBERI COMPLETE FEED KULIT BUAH KAKAO TERFERMENTASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamalidin (Kamalidin

    2013-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa domba yang diberi complete feed kulit buah kakao (KBK terfermentasi. Domba ekor tipis umur 1-1,5 tahun sebanyak 15 ekor digunakan dalam penelitian ini dengan pemberian pakan dan air minum secara ad libitum. Perlakuan yang dicobakan adalah K yang merupakan pakan kontrol terdiri dari hijauan (sumber serat + konsentrat, NF merupakan complete feed dari kulit buah kakao (sumber serat + konsentrat tanpa fermentasi dan F merupakan complete feed dari kulit buah kakao (sumber serat + konsentrat yang melalui proses fermentasi (CFF dengan perbandingan antara sumber serat dan konsentrat adalah 40% : 60%. Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, feed cost per gain dan income over feed cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa complete feed berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering (BK, bahan organik (BO, protein kasar (PK, serat kasar (SK, lemak kasar (LK dan total digestible nutrients (TDN, sedangkan pertambahan bobot badan harian dan konversi pakan tidak berbeda nyata terhadap formulasi complete feed. Rerata konsumsi BK, BO, PK, SK, LK, dan TDN berturut-turut adalah 87,72; 78,21; 10,12; 12,21; 1,77, dan 59,52 g/kg BW0,75. Rerata pertambahan bobot badan harian adalah 128,67 g/hari atau 0,88 g/kg BW0,75, sedangkan rerata konversi pakan adalah 6,27. Disimpulkan bahwa pemberian ransum complete feed menghasilkan konsumsi nutrien yang tinggi tetapi tidak memberikan efek pertambahan bobot badan harian dan nilai konversi pakan yang lebih tinggi. Pemanfaatan fermentasi KBK menggunakan biofit menghasilkan PBBH 128,57 g/ekor/hari atau 0,88% g/kg BB0,75 efektif untuk digunakan dalam ransum penggemukan ternak domba. (Kata kunci: Domba, Complete feed, Kinerja

  10. EFFECT OF STORAGE TEMPERATURE PERCENTAGE OF EGG HATCHING OF AEDES AEGYPTI IN LABORATORY=PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP PRESENTASE TETAS TELUR Aedes aegypti DI LABORATORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riyani Setiyaningsih

    2015-03-01

    Full Text Available EnglishABSTRACTAedes aegypti is the vector of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF in Indonesia. Ae. aegypti has a high reproductive capacity, one female mosquitoes can lay 100-150 eggs. Eggs of Ae. aegypti can survive on dry temperatures within a few months, thus increasing the chances of transmission of dengue virus The aim of the study was to determine the effect of temperature on egg hatching percentage of Ae. aegypti. Eggs Ae. aegypti colonization in laboratory results are stored at room temperature and refrigerator temperature. Observations percentage of eggs hatching was observed at month zero, one, two, third, fourth, fifth, and sixth. The results of the study until the sixth month percentage of hatching eggs at room temperature was 63,17, 59,26, 24,33, 13,62, 10, and 0%. While storage on egg hatching refrigerator not occur in the first to sixth.INDONESIANAedes aegypti merupakan vektor Demam Berdarah Dengue (DBD di Indonesia. Ae. aegypti memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi, satu ekor nyamuk betina dapat bertelur 100-150 butir telur. Telur Ae. aegypti mampu bertahan hidup pada suhu kering dalam beberapa bulan sehingga memperbesar peluang terjadinnya proses penularan virus DBD. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap presentase penetasan telur Ae. aegypti. Telur Ae. aegypti hasil kolonisasi di laboratorium disimpan pada suhu ruang dan suhu refrigerator. Pengamatan presentase penetasan telur diamati pada bulan ke nol, kesatu, kedua, ketiga, keempat, kelima, dan keenam. Hasil penelitian pada bulan bertama sampai keenam presentase penetasan telur pada suhu ruang adalah 63,17, 59,26, 24,33, 13,62, 10, dan 0%. Sedangkan penyimpanan pada suhu kukas tidak terjadi penetasan telur pada bulan pertama sampai keenam.

  11. PEMANFAATAN LIMBAH CAIR GARAM BAHAN BAKU 30˚ Be UNTUK PENGASINAN IKAN GABUS RENDAH NACl DAN MENGANDUNG Mg

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nilawati Nilawati

    2014-12-01

    Full Text Available Pengasinan merupakan metode pengawetan yang sudah lama dengan menggunakan garam krosok namun pengasinan dengan  limbah cair garam 30˚ Be belum banyak dilakukan. Keuntungan dengan metode ini akan menghasilkan produk ikan asin yang rendah NaCl dan tinggi kandungan Mg. Penelitian ini menggunakan 1 variabel yaitu konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be  yaitu B0 (0 persen- kontrol, B10 (10 persen. B20 (20 persen, B30 (30 persen,  B40(40 persen, B50 (50 persen  dan kontrol  B100 (100 persen  serta kontrol pembanding penggaraman kering dengan garam bahan baku G100 (100 persen atau dikenal garam krosok. Hasil penelitian diperoleh kandungan NaCl murni pada pemakaian larutan 30˚ Be sebanyak 10 persen  sebesar 6,952 persen. Dan pada konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be dengan konsentrasi   50 persen diperoleh kndungan NaCl murni sebesar 15,478 persen, namun untuk kontrol yang menggunakan garam krosok maka NaCl nya paling tinggi, sedangkan kontrol dengan 100 persen larutan 30˚ Be kandungan NaCl murninya sampai 25,134 persen, yang menggunakan garam bahan baku  kandungan NaCl sebesar 43,864 persen.  Perlakuan yang terbaik diperoleh pada pemakaian larutan garam 30˚ Be pada konsentrasi 40 persen. Kandungan Magnesium pada     penelitian ini berkisar antara 0,387 Sampai  3,444  persen.  Perlakuan mulai konsentrasi 30 persen keatas   penampakan ikan asin putih kecoklatan , empuk, bersih, namun kalau dibawah 30 persen penampakannya kecoklatan muda, daging liat agak keras namun NaCl nya rendah

  12. METODE PELAKSANAAN DEWATERING YANG RAMAH LINGKUNGAN PADA PROYEK THE NEST CONDOTEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Intara

    2016-03-01

    Full Text Available Proyek Pembangunan The Nest Condotel merupakan salah satu upaya untuk memenuhi sarana dan prasarana pariwisata khusunya daerah Nusa Dua-Bali. Proyek ini dibangun di tengah-tengah pemukiman penduduk dan berdekatan dengan Pengolahan Limbah BTDC. Setelah dilaksanakan survei lapangan ada permasalahan yang dihadapi pada pembangunan proyek ini yaitu pada pengerjaan struktur basement. Kondisi muka air tanah lebih tinggi daripada rencana pemukaan galian lantai basement yang akan dibuat. Di samping itu, kondisi tanah yang kurang baik dengan kondisi tanah yang berpasir. Berdasarkan permasalahan di atas perlu adanya pemilihan perencanaan metode penanganan muka air tanah yang paling tepat dalam pekerjaan  galian basement. Dewatering adalah proses penurunan muka air tanah pada suatu area tertentu dengan cara pemompaan dari sebuah sumur ataupun saluran. Tujuannya adalah untuk menjaga area galian tetap kering dalam proses konstruksi dan menjaga kestabilan lereng galian. Pemompaan dilakukan melalui sumur-sumur dewatering (dewatering well atau well point atau saluran-saluran (sump dengan menggunakan pompa submersible (submersible pump. Dengan demikian penggalian basement bisa dikerjakan dengan baik. Penelitian ini adalah menentukan metode pelaksanaan pekerjaan dewatering yang paling tepat dari metode-metode pelaksanaan yang mungkin untuk dilaksankan berdasarkan biaya, waktu, dan dampak terhadap lingkungan. Metodelogi yang digunakan untuk analisis data adalah menganalisis metode-metode pelaksanaan yang ada dan dari hasil analisis akan ditetapkan metode pelaksanaan terbaik. Hasil analisis dari beberapa metode pelaksanaan yang ada untuk pekerjaan dewatering digunakan adalah predrainage dan open pumping, metode yang terpilih yaitu open pumping adalah metode terbaik untuk dilaksanakan pada proyek tersebut dengan biaya yang terendah, waktu pelaksanaan yang lebih cepat, dan dampak lingkungan yang dapat diminimalisir

  13. Teknologi Pengendalian Gulma Alang-alang dengan Tanaman Legum untuk Pertanian Tanaman Pangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ishak Juarsah

    2015-07-01

    Full Text Available Di Indonesia, Alang-alang (Imperata cylindrica L. Beauv merupakan salah satu gulma terpenting dan termasuk sepuluh gulma bermasalah di dunia.  Melalui biji dan rimpang, alang-alang dapat tumbuh dan menyebar luas pada hampir semua kondisi lahan. Teknologi pengendalian alang-alang telah banyak dikenal namun belum dapat menjamin eradikasi populasi alang-alang secara berkelanjutan tanpa diikuti oleh kultur teknis dan pola budidaya tanaman pangan sepanjang tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa lahan alang-alang dapat dikendalikan/dikelola menjadi lahan produktif setelah direhabilitasi dengan tanaman legume (Mucuna sp. untuk usaha tani tanaman pangan lahan kering berorientasi konservasi tanah. Bahan hijauan tanaman Mucuna dapat meningkatkan kadar C-organik, memperbaiki sifat fisika, kimia tanah dan meningkatkan  produksi tanaman pangan. In Indonesia, Alang-alang (Imperata cylindrica L. Beauv is one of important weeds and included to ten most problematic weeds around the world. Through its seeds and roots, alang-alang can grow and expand in nearly all soil conditions. Many technologies for controlling have been known but can not ensure the eradication of weeds population, however the controlling via food crops cropping systems for the whole years is the best method so far to have sustainability of the agriculture land. Research showed that alang-alang area could be controlled/managed became more productive land after rehabilitation with legume (ie Mucuna sp. especially for dry land conservation oriented. Mucuna green materials might increase C-organic content, both soil chemical and physical improvement, furthermore increased foodcrops production.

  14. Relationship between Drugs Use and Sexual Risk Behaviors among Senior High School Students

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yola Yuniaarti Herijanto

    2017-03-01

    Full Text Available Background: Drugs use and risky sexual behavior among teenager are some of crucial problems arising in Indonesia. Statistic showed that there is an increasing prevalence in drugs use and risky sexual behavior among teenagers. This study was conducted to analyze the relationship between drugs use and risky sexual behaviors among high school students. Methods: An analytic study involving 432 students in 5 state high schools located in Kerees region Bandung, West Java, Indonesia, was carried out in 2013. The region was chosen due the high prevalence of substance abuse. The inclusion criteria were every high school students in the Karees region. The exclusion criteria were the students who refused to participate in the study, did not come when the sample was taken, and did not fill the questionnaire completely. The instruments used for the study were questionnaires with cross-sectional technique. Furthermore, the questionnaire used for analyzing drugs use was Addiction Severity Index-Lite Version (ASI-lite questionnaire; with additional questionnaire to analyze risky sexual behaviors. Results: Out of 432 students, 23.8% students already engaged to one or more risky sexual behavior. Among all respondents, the prevalence of students who had already done kissing was 22.7%, necking 9.3%, petting 7.2% and sexual intercourse 1.2%. Illegal drugs had been used at least once by 21.8% students. According to Chi-square test, drugs use and risky sexual behavior were related. Conclusions:The prevalence of both drugs use and risky sexual behaviors are high and students who use drugs are more prone to do risky sexual behavior.

  15. Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Kelapa dan Aplikasinya untuk Penjernihan Asap Cair

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Jamilatun

    2014-04-01

    Full Text Available Arang aktif merupakan senyawa karbon amorph, yang dapat dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon atau dari arang yang diperlakukan dengan cara khusus untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Arang aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan.. Arang aktif akan dibuat dari arang hasil pirolisis tempurung kelapa.dan diimplementasikan untuk menjernihkan asap cairnya. Adapun langkah yang pertama membuat arang aktif dari tempurung kelapa adalah, membuat arang tempurung kelapa dengan membersihkan tempurung kelapa terlebih dahulu dari bahan-bahan pengotor seperti tanah, kerikil. Kemudian mengeringkannya dibawah sinar matahari, selanjutnya membakar tempurung kering pada drum/bak pembakaran dengan suhu 300-500 0C selama 3-5 jam. Langkah yang kedua adalah arang hasil pembakaran direndam dengan bahan kimia CaCl2 dan ZnCl2 (kadar 25 % selama 12 sampai 24 jam untuk menjadi arang aktif. Selanjutnya melakukan pencucian dengan air suling/air bersih hingga kotoran atau bahan ikutan dapat dipisahkan. Arang aktif basah dihamparkan pada rak dengan suhu kamar untuk ditiriskan, kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 110 – 8000C selama 3 jam. Suhu aktivasi mempengaruhi kualitas karbon aktif yang terbentuk. Dari uji kualitas karbon aktif yang dilakukan, kualitas karbon aktif yang terbaik diperoleh pada suhu 800oC dengan kadar air 1,3 %, kadar abu 0,60 % memenuhi standar SII 0258-79 dan memiliki daya serap terhadap kadar iod sebesar 580,0 mg/g yang memenuhi standar SNI 06-3730. Penjernihan air limbah rumah tangga, air berwarna menggunakan karbon aktif dari suhu aktivasi 800oC menghasilkan air yang jernih, tidak berbau dan memenuhi pH standar air (7,0-7,5.

  16. Pengaruh Jenis Mangsa dan Suhu pada Perkembangan Menochilus sexmaculatus Fabricius (Coleoptera: Coccinellidae dan Peranannya dalam Pengendalian Diaphorina citri Kuwayama (Hemiptera: Psyllidae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tris Haris Ramadhan

    2008-07-01

    Full Text Available Diaphorina citri Kuwayama (Hemiptera: Psyllidae is the vector of citrus greening (Huanglongbing bacterium and the most serious impediment to citrus culture. Classical biological control of this psyllid vector should contribute to suppress their population. This research was conducted to determine the performance of Menochilus sexmaculatus Fabricius (Coleoptera: Coccinellidae when they were fed with D. citri. The larval performance index of M. sexmaculatus on D. citri compared with Aphis craccivora Koch (Hemiptera: Aphididae diet was 1.3.M. sexmaculatus fed with D. citri had lower fitness than those fed with A. craccivora as shown by longer larval stadium, lower adult dry weight, less number of egg produced and lower percentage of egg hatched. M. sexmaculatus grew best at the temperature of 27oC. Employing the exclusion procedure under field condition,M. sexmaculatus could reduce the population of D. citri up to 90%. These findings showed that theM. sexmaculatus could be a potential predator in reducing D. citri, particularly when the more preferred prey A. craccivora was not present.   Diaphorina citri Kuwayama (Hemiptera: Psyllidae merupakan kelompok Psyllid yang menularkan penyebab penyakit Huanglongbing yang sangat berbahaya pada tanaman jeruk. Pengendalian hayati klasik telah banyak memberikan kontribusi dalam pengendalian di lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat penampilan Menochilus sexmaculatus Fabricius (Coleoptera: Coccinellidae dengan pakan D. citri. Indeks penampilan larva M. sexmaculatus dengan pakan D. citri dibandingkan dengan Aphis craccivora Koch (Hemiptera: Aphididae adalah 1,3. M. sexmaculatus yang diberi pakan D. citri menunjukkan penurunan kebugaran dibandingkan jika diberi pakan A. craccivora seperti yang ditunjukkan dengan stadium larva lebih lama, penurunan berat kering serangga dewasa, telur yang dihasilkan lebih sedikit, dan penurunan jumlah telur yang menetas. Menggunakan metode eksklusi pada kondisi

  17. PERBAIKAN MUTU BUNGKIL KOPRA MELALUI BIOPROCESSING UNTUK BAHAN PAKAN IKAN BANDENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2014-12-01

    Full Text Available Bungkil kopra adalah hasil ikutan dari ekstraksi minyak dari daging buah kelapa kering yang masih mengandung protein sekitar 16%-18% dan berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ikan. Faktor pembatas penggunaan bungkil kopra adalah kualitas nutrisi yang rendah antara lain karena kandungan lemak kasarnya agak tinggi dan mudah tengik sehingga perlu peningkatan ketersediaan biologisnya melalui fermentasi menggunakan mikroorganisme. Mikroba yang digunakan terdiri atas (A Aspergillus niger, (B Saccharomyces cereviceae, (C Rhizopus sp., dan (D Bacillus subtilis. Bungkil kopra yang sudah difermentasi kemudian dikeringkan dan ditepungkan, lalu dilakukan analisis proksimat, uji ketengikan dengan menentukan bilangan peroksidanya, dan komposisi asam aminonya. Juga dilakukan analisis kecernaannya untuk ikan bandeng ukuran sekitar 50 g dengan metode marker menggunakan krom oksida (Cr2O3. Dari hasil penelitian ini diperoleh fermentasi dapat meningkatkan kandungan protein bungkil kopra 21%-42% dan menurunkan kandungan lemak dan serat kasarnya masing-masing 50% dan 27% pada fermentasi menggunakan Rhizophus sp., serta menurunkan bilangan peroksida 10%-47%. Nilai koefisien kecernaan protein dan lemak bungkil kopra yang difermentasi dengan Rhizopus sp., A. niger, dan S. cereviceae lebih tinggi masing-masing 10%-11% dan 9%-13% dibanding bungkil kopra yang difermentasi dengan B. subtilis dan tanpa fermentasi. Bungkil kopra hasil fermentasi dengan Rhizopus  sp. mengalami peningkatan kualitas nutrisi yang terbaik untuk bahan pakan ikan bandeng.

  18. AISOLASI DAN UJI DAYA ANTIMIKROBA EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M H Setiawan

    2017-03-01

    Full Text Available Kandungan senyawa flavonoid dalam limbah kulit nanas memiliki prospek positif sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antimikroba ekstrak kulit nanas basah (KNB dan ekstrak kulit nanas kering (KNK dan mengetahui jenis senyawa flavonoid yang berperan sebagai antimikroba terhadap S. aureus dan E. coli. Flavonoid diisolasi menggunakan metode Domestic Microwave Maceration Extraction (DMME dan partisi. Aktivitas antimikroba diuji menggunakan metode difusi sumuran. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etil asetat KNB maupun ekstrak etil asetat KNK berpotensi sebagai antimikroba, namun ekstrak etil asetat KNB lebih efektif menghambat bakteri S. aureus dan E. coli dengan diameter daerah hambat (DDH berturut-turut 13 mm dan 15 mm dibanding ekstrak etil asetat KNK dengan nilai DDH berturut-turut 12 dan 14,25 mm. Senyawa flavonoid dalam kulit nanas yang berperan sebagai antimikroba diduga merupakan golongan flavanon (KNB dan dihidroflavonol (KNK.Flavonoid compound in pineapple peel waste have positive prospects for antimicrobial. This study aims at understanding effectiveness of wet pineapple peel extract and dried pineapple peel extract antimicrobial and to know the type of flavonoid compound which act as antimicrobial against S.aureus and E.coli. Flavonoid was isolated using Domestic Microwave Maceration Extraction (DMME and partitions. Antimicrobial activity was tested using pitting diffusion method. Based on the research result, wet pineapple peel extract and dried pineapple peel extract are potential to be antimicrobial. However wet pineapple peel extract is more effective to inhibit bacteria S.aureus and E.coli with Inhibitory Regional Diameter respectively 13 mm and 15 mm compared to dried pineapple peel extract with Inhibitory Regional Diameter respectively 12 and 14,25 mm. Flavonoid compound in pineapple peel that acts as an antimicrobial is thought to be flavanones (wet pineapple peel and dihydroflavonol (dried

  19. Aceh Conflict Resolution By The Government Of Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ady Muzwardi

    2016-06-01

    Full Text Available Aceh peace is a new dynamic on the resolution of conflicts in the region. Eight years have passed and the agreement was signed by the Free Aceh Movement (GAM and the Indonesian Government, while the MoU (Memorandum of Understanding agreed in 2005. The signing of the MoU symbolically ends Aceh conflict which is prolonged for three decades. Moreover the notable occurance that leads to the weakening of GAM strength is that by December 26, 2004 earthquake and tsunami has devastated the communities in terms of infrastructure and superstructure. While spirit to rebuild Aceh after the disaster emerged, amount of aid coming in the country from as well as foreign institutions such as NGO. The government of Indonesia took this chance to develop Aceh once again and approach GAM to release the tense, to take the path of peace. The government efforts succeed by personalized approach to one of the central figures of GAM. The conflict in Aceh reflects that lobbying skill from the government of Indonesia against GAM is quite excellent. To notice the reconstruction of Aceh peace agreement before, the Cessation of Hostility Agreement (COHA initiated by the Henry Dunant Center (HDC stalled. The struggle embodied in the MoU agreement which is initiated by the Crisis Management Initiative (CMI actually formed by former Finnish President Martti Ahtisaari. While it is done further implementation is left to the Aceh Monitoring Mission (AMM led by Pieter Feith. In this mission AMM successfully carry out their duties in accordance with the agreement so that it runs alltogether. AMM ended its duties on December 15, 2006 and successfully reconcile the peace process (AMM: 2006. Furthermore, Indonesian Government gives freedom of democracy actively for Aceh and GAM combatants. Troop’s withdrawal process also the destruction of non-organic military and police weapons of the GAM runs smoothly. Then the GAM combatants reintegrate into society, this task successfully executed

  20. Marie Underist, P. Mustapääst ja 1920. aastate ballaadidest. On Marie Under, P. Mustapää, and Ballads of the 1920s

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satu Grünthal

    2012-04-01

    Full Text Available The purpose of this article is to discuss the poetic relations between two neighbouring countries with a particular emphasis on the ballad. For both Estonian and Finnish poetry, the 1920s were a productive and interesting period for the writing of ballads. I will focus my inquiry on two poets, Marie Under and P. Mustapää. Closer analysis will be carried out of one motif, the self-sacrificing woman, which is found in the ballads of both poets, particularly in view of the importance of these ballad themes in the context of the art and social life of the 1920s. From the perspective of comparing Finnish and Estonian literature, it is interesting to examine common features and reciprocal influences in their ballads. For Finnish poet Martti Haavio, whose pen name was P. Mustapää, Estonian poetry of the 1920s was an important source of inspiration and models, a fact that he emphasized especially in his memoirs, and which was also expressed mainly in his later poetry. Marie Under held an important place among the Estonian poets who inspired P. Mustapää; in the article this is demonstrated through a thorough analysis of P. Mustapää’s poem „Under the Laurel Trees” („Varjossa laakerien”. The poem moves on two levels. On the one hand, its content is the poet`s childhood memory, on the other – as is so often characteristic of P. Mustapää, the poem treats metapoetically of the process of how poetry and art are born, and of the wonder of creation. Both Marie Under and P. Mustapää wrote many ballads, and in addition, P. Mustapää used ballad motifs in many of his other poems. In the article, the motif of the self-sacrificing woman is discussed with respect to the works of both poets. Closer examination is given to P. Mustapää’s poem „The White Lady of Haapsalu”, a poem that contains ballad material, and to Under’s ballad „The Birth of Naissaar”, with additional comments on her ballads „False Foot”(„Ebajalg” and

  1. EFEK PERLAKUAN KIMIAWI DAN HIDROTERMOLISIS PADA BIOMAS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L. SEBAGAI SUBSTRAT PRODUKSI BIOETANOL The Effects of Chemical and Hydrothermolysis Pretreatment of Corn Stover Biomass (Zea mays L. as The Bioethanol Production Substrate

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wagiman Wagiman

    2012-05-01

    Full Text Available The purpose of this research was to obtain a fermentation substrate with a high content of cellulose and hemicellulose, as well as to decrease the cellulose cystalinity. Dried corn stover was crushed to pass 40 mesh, added by Ca(OH and water, then heated at a certain time. The experimental design was prepared using a four-factor central composite design (CCD. The results of the chemical pretreatment were treated using hydrothermolysis methods for enhancing the lignin removal and decreasing cellulose crystalinity. The suitable process condition for chemical pretreatment was achieved at the loading of 0.075 g Ca(OH /g corn stover and 6.25 ml water/g corn stover, temperature 74.6 OC at 2 hours. After hydrothermolysis, cellulose and hemicellulose were dissolved at the percentages of 52.40 % and 31.84 % respectively, while the fraction of solid substrate had a composition of cellulose of 42.68 % and hemicellulosa of 34.68 %. The crystalinity of cellulose from the leaves, cobs, and cornhusk decreased significantly. The SEM results indicated that the surface of cell wall of corn stover had been perforated by these pretreatment processes. These pores might increase the enzymatic hydrolysis of the lignocellulosic corn stover. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mendapatkan substrat fermentasi dengan kandungan selulosa dan hemiselulosa tinggi serta menurunkan kristalinitas komponen selulosa. Limbah tanaman jagung yang sudah kering dihancurkan hingga lolos 40 mesh, ditambah Ca(OH dan air, kemudian dipanaskan pada suhu dan waktu tertentu. Rancangan percobaan disusun dengan menggunakan central composite design (CCD dengan empat faktor. Hasil terbaik tahap ini diberi perlakuan hidrotermolisis untuk meningkatkan penyisihan komponen lignin dan menurunkan kristalinitas selulosa. Hasil pene­ litian menunjukkan bahwa kondisi proses terbaik adalah penambahan 0,075 g Ca(OH /g biomas dan 6,25 ml air/g biomas, suhu pemanasan 74,6 OC dengan waktu 2 jam

  2. EVALUASI NILAI BIOLOGIS PROTEIN RENDANG DAN KALIO KHAS SUMATERA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Yaumil Fajri

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTRendang is a traditional Indonesian dishes from West Sumatera whichglobally well known. Inrendang making process, a meat is cooked under long time heat with a large amount of variety spices.Kalio, a rendang similar dishes,is cooked with a shorter heating time and less of spices. Kalio has a few sauce while rendang has no sauce. Long time heating in cooking processmay cause maillard reactionin rendang and kalio. One effect of maillard reaction is lowering the availability of amino acids, consequently could reduce the protein content qualities. To assess the protein nutritional values of rendang and kalio, an in vivo study was conducted using albino rats as animal models. The result showed that cooking process did not confirm any significant differences on feed conversion efficiency, protein efficiency ratio, net protein ratio (NPR, true protein digestibility and biological value (p>0.05between rendang and kalio, however asignificant difference on net protein utilization (p<0.05 was found.Keywords: rendang, kalio, protein qualityABSTRAKRendang merupakan salah satu masakan tradisional Indonesia asal Sumatera Barat yang sudah mendunia. Pada proses pembuatannya, rendang dimasak dalam jangka waktu yang lama dengan menggunakan beragam bumbu dalam jumlah banyak. Kalio merupakan jenis masakan yang hampir sama dengan rendang, akan tetapi dimasak dengan waktu lebih singkat, dan menggunakan bumbu yang lebih sedikit. Pada kalio masih terdapat sedikit kuah, sedangkan pada rendang sudah tidak terdapat kuah, atau kering. Pemanasan dalam jangka waktu lama pada proses pemasakan kedua jenis hidangan ini, menyebabkan terjadinya reaksi maillard pada rendang ataupun kalio. Salah satu dampak reaksi maillard adalah menurunnya ketersediaan asam-asam amino, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas protein. Untuk membuktikan hal tersebut, dilakukan analisis kualitas protein rendang dan kalio secara in vivo dengan menggunakan tikus albino sebagai hewan model

  3. OPTIMASI YIELD ETIL P METOKSISINAMAT PADA EKSTRAKSI OLEORESIN KENCUR (Kaempferia galanga MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Setyawan

    2013-05-01

    Full Text Available Kencur (Kaempferia galanga L. banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu, fitofarmaka, industri kosmetika, industri makanan, dan industri insektisida. Minyak atsiri rimpang kencur mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksi sinamat (EPMS. Ekstraksi oleoresin kencur dilakukan dengan etanol sebagai pelarut. Optimasi yield EPMS diteliti terhadap perbandingan massa serbuk kering kencur dan etanol dan waktu ekstraksi. Perbandingan kencur : etanol yang digunakan adalah 1 : 2, 1 : 3, dan 1 : 4. Waktu operasi yang digunakan adalah 2 s.d 5 jam. Tahapan proses ekstraksi oleoresin kencur adalah preparasi bahan, ekstraksi, evaporasi dan pemurnian. Oleoresin hasil ekstraksi dianalisis dengan uji GC-MS untuk mengetahui kandungan EPMS dan kandungan minyak atsiri lain dalam oleoresin kencur. Oleoresin hasil ekstraksi berwarna coklat tua dengan yield antara 6-8%. Kandungan EPMS dalam oleoresin bervariasi antara 67,77 hingga 87,57%. Massa oleoresin optimal hasil ekstraksi adalah 6,09 gram pada perbandingan kencur dan etanol 1:4 selama 4 jam. Pendekatan persamaan hasil ekperimen ekstraksi kencur dan etanol menghasilkan titik optimal EPMS pada waktu ekstraksi 3,62 dengan massa EPMS 6,04 gram Lesser galangal (Kaempferia galanga L. is widely used as a traditional medicine (herbal medicine, fitofarmaka, cosmetics industry, food industry, and insecticide industry. The essential oils in the Lesser galangal contain ethyl sinnamat and methyl p-methoxy cinnamic (EPMS. The oleoresin extraction of Lesser galangal was performed using ethanol as a solvent. Optimization of the EPMS yield was investigated to dry powder mass ratio of Lesser galangal and ethanol as well as the extraction time. The ratio of Lesser galangal : ethanol was  varied from 1: 2, 1: 3 and 1: 4. The chosen operating time were 2 to 5 hours. The procedure of the oleoresin extraction process of Lesser galangal includes the preparation of materials, extraction, evaporation and

  4. FAKTOR STATUS PEMBUDIDAYA, KONDISI, DAN PENGELOLAAN TAMBAK YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM KABUPATEN LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Ratnawati

    2016-11-01

    Full Text Available Tambak di Kabupaten Luwu Utara umumnya tergolong tanah sulfat masam dan banyak digunakan untuk budidaya rumput laut (Gracilaria verrucosa dengan produksi yang tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor status pembudidaya, kondisi, dan pengelolaan tambak yang mempengaruhi produksi rumput laut. Metode penelitian yang diaplikasikan adalah metode survai untuk mendapatkan data primer dari produksi, status pembudidaya, dan pengelolaan tambak yang dilakukan melalui pengajuan kuisioner kepada responden secara terstruktur, sedangkan kondisi tambak ditentukan melalui pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan. Sebagai peubah tidak bebas adalah produksi dan peubah bebas adalah faktor status pembudidaya yang terdiri atas 10 peubah, kondisi tambak yang terdiri atas 12 peubah, dan pengelolaan tambak yang terdiri atas 26 peubah. Analisis regresi berganda dengan peubah boneka digunakan untuk memprediksi produksi rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi aktual rata-rata rumput laut di tambak tanah sulfat masam sebesar 7.821 kg/ha/tahun dengan prediksi produksi sebesar 23.563 kg kering/ha/tahun. Produksi rumput laut dapat ditingkatkan melalui: peningkatan pengalaman pembudidaya tambak, penambahan jumlah pintu air, tambak dibuat dengan bentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang dengan luasan tambak tidak terlalu luas serta peningkatan lama pengeringan tanah dasar tambak, padat penebaran ikan bandeng, dosis kapur dan dosis pupuk Urea, SP-36, KCl, dan Za sebagai pupuk dasar. Brackishwater pond in North Luwu Regency, generally as classified as acid sulfate soils and most of them was used for culturing seaweed (Gracilaria verrucosa with high productivity. Hence, it was conduct research that aim to know the effect of farmer status, condition, and management of pond on the seaweed production. Survey method was applied to find primary data of seaweed production, farmer status and pond management, while

  5. Hubungan Parameter Sifat Magnetik Dan Sifat Keteknikan Tanah Pada Tanah Residual Vulkanik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mela Faridlah

    2017-10-01

    Full Text Available Penelitian mengenai karakteristik tanah residual vulkanik menggunakan metode magnetik dan metode geoteknik telah dilakukan pada lereng stabil dan lereng longsor yang berada di Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran karakteristik suseptibilitas magnetik dan parameter keteknikan tanah residual vulkanik. Karakteristik geoteknik ditentukan melalui uji fisik berupa uji bobot isi, berat isi tanah basah, berat isi tanah kering, kadar air, derajat kejenuhan dan porositas, uji batas atterberg serta uji ukuran butir tanah.. Karakteristik magnetik ditentukan melalui uji suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2B (Magnetic Suseptibility System sensor B dual frekuensi yaitu 470 Hz dan 4,7 kHz. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan nilai-nilai χLF (suseptibilitas frekuensi rendah dan χFD% (suseptibilitas bergantung frekuensi kearah horizon bagian atas profil tanah residual. Peningkatan nilai-nilai χLF dan χFD% ke arah horizon bagian atas merupakan karakteristik dari suseptibilitas magnetik.Dari hasil penelitian geoteknik dan magnetik didapatkan hasil jenis tanah residual vulkanik tersebut merupakan tanah lempung dengan mineral dominan yaitu Ilmenit. Hubungan antara parameter magnetik dan keteknikan tanah yaitu beberapa parameter keteknikan yang mempengaruhi sifat kemagnetan diantaranya berat isi tanah basah dan kadar air. Research on volcanic residual soil characteristics using magnetic methods and geotechnic methods was carried out on a stable slope and landslide slope are located in Langensari Lembang west Bandung, West Java Province. This study are intended to describe the characteristics of the magnetic susceptibility and residual volcanic soil engineering parameters. Geotechnical characteristics were determined by physical properties tests such as bulk density test, wet density, dry density, water content, degree of saturation and porosity

  6. KARAKTERISASI SIFAT FISIKOKIMIA DAN FUNGSIONAL FRAKSI PATI UWI UNGU (DIOSCOREA ALATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lula Nadia

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTSize fractionation of yam starch granule could be achieved through dry sieving Retsch Siever with 400 and 500 mesh. Although the fractionation was not completely separate the granule size, however it could provide a significant difference in average size of the fractions. Starch granule morphology, size distribution, amylose and phosphorus contents, crystal structure, thermal properties, and rheological characteristic of the starch fraction were evaluated. In this study, based on the average value of the granule size, significant effects of fraction were obtained on phosphorus content and relative crystallinity of the starch. The size fraction differences did not give a significant impact on its gelatinization character, while in the pasta formations the effect of the fraction was found in peak and final viscosity. In the bigger size fraction, the phosphorus content increased but the relative crystallinity decreased. These differences made the large size fraction of starch granule had the advantage in paste profiling than starches and fractions against stirring, heating and cooling for its potential use in food processing as thickner.Keywords: dioscorea alata, starch, size fractionation, size distribution, viscoelastisityABSTRAKFraksinasi ukuran granula pati uwi dapat dicapai dengan menggunakan pengayakan kering Retsch Siever 400 dan 500 mesh. Meskipun metode fraksinasi ini tidak sempurna memisahkan ukuran granula, tetapi dapat memberikan perbedaan yang signifikan dari nilai rerata ukuran fraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi morfologi granula, distribusi ukuran, kandungan amilosa, kadar fosfor, struktur kristal dan kristalinitas relatif, sifat termal, serta karakteristik rheologi dari fraksi pati. Penelitian menunjukkan, berdasarkan nilai rerata ukuran granula, pengaruh signifikan dari fraksi diperoleh pada kandungan fosfor dan kristalinitas relatif pati. Perbedaan ukuran fraksi granula tidak cukup memberi pengaruh yang

  7. Pemanfaatan Gambir sebagai Bahan Dasar Pembuat Tinta Spidol Ramah Lingkungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inda Three Anova

    2017-12-01

    85%, gliserin 3%, polietylen glikol 2%, dan propilen glikol 5% serta penambahan pengawet kristal violet 1%. Karakteristik tinta spidol berupa partikel dengan ukuran 15,44 d.nm dengan indek polidiversitas 0,186 dan berat jenis 1,0254, tinta berwarna  hitam, homogen, tulisan tidak terputus-putus dan waktu kering 6 menit.

  8. Stabilitas Ekstrak Kurkumin Kunyit dan Klorofil Daun Pandan Menggunakan  Tocoferol dan Dekstrin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elizarni Elizarni

    2014-12-01

    Full Text Available Stability level of natural dyes is lower than synthetic dyes in treatment process, heating, and storage because natural dyes are easy to degrade or fade. The research was conducted to study the natural dyestuff manufacturing in the form of raw turmeric powder, pandan leaves which have a good stability in use as a food additive. The purpose of research was to get the optimum curcumin extract from turmeric and pandan leaves’s chlorophyll with variations of hot water used and pH. In the obtaining extract was used optimum a tocopherol and dextrins to get a dry powder of turmeric and pandan leaves. The result of research showed that the best pH solution for the extraction of turmeric was pH 4 at a heating temperature 600C with absorbance value 0.8539, while the optimum pH for chlorophyll extraction from Pandan leaves was pH 10 with absorbance value 0.9208. The use of 1-3% dextrin could increase the stability of the dyes.ABSTRAK Zat warna alam mempunyai tingkat kestabilan yang rendah dibandingkan pewarna sintetis dalam proses pengolahan, pemanasan, dan penyimpanan, karena pewarna alami mudah mengalami degradasi atau pemudaran. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pembuatan zat warna alam dalam bentuk bubuk dari bahan baku kunyit, daun pandan yang memiliki tingkat kestabilan yang baik dalam penggunaannya sebagai bahan tambahan makanan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan ekstrak kurkumin dari kunyit dan klorofil dari daun pandan yang optimum dengan variasi pemakaian air panas dan pH. Terhadap ekstrak dilakukan pemakaian a tocoferol dan dekstrin yang optimum untuk mendapatkan bubuk kering dari kunyit dan daun pandan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH larutan ekstraksi yang terbaik untuk kunyit adalah pH 4 pada suhu pemanasan 600C dengan nilai absorban 0,8539, sedangkan untuk pH optimum ekstraksi klorofil dari daun pandan adalah pH 10 dengan absorban 0,9208. Pemakaian dekstrin 1-3% dapat meningkatkan kestabilan zat warna.

  9. SOUR CHERRY (Prunus cerasus L. GENETIC VARIABILITY AND PHOTOSYNTHETIC EFFICIENCY DURING DROUGHT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marija Viljevac

    2012-12-01

    Full Text Available Sour cherry is an important fruit in Croatian orchards. Cultivar Oblačinska is predominant in existing orchards with noted intracultivar phenotypic heterogeneity. In this study, the genetic variability of 22 genotypes of cvs. Oblačinska, Maraska and Cigančica, as well as standard cvs. Kelleris 14, Kelleris 16, Kereška, Rexelle and Heimann conserved were investigated. Two types of molecular markers were used: microsatellite markers (SSR in order to identify intercultivar, and AFLP in order to identify intracultivar variabilities. A set of 12 SSR markers revealed small genetic distance between cvs. Maraska and Oblačinska while cv. Cigančica is affined to cv. Oblačinska. Furthermore, cvs. Oblačinska, Cigančica and Maraska were characterized compared to standard ones. AFLP markers didn`t confirm significant intracultivar variability of cv. Oblačinska although the variability has been approved at the morphological, chemical and pomological level. Significant corelation between SSR and AFLP markers was found. Identification of sour cherry cultivars tolerant to drought will enable the sustainability of fruit production with respect to the climate change in the future. For this purpose, the tolerance of seven sour cherry genotypes (cvs. Kelleris 16, Maraska, Cigančica and Oblačinska represented by 4 genotypes: OS, 18, D6 and BOR to drought conditions was tested in order to isolate genotypes with the desired properties. In the greenhouse experiment, cherry plants were exposed to drought stress. The leaf relative water content, OJIP test parameters which specify efficiency of the photosynthetic system based on measurements of chlorophyll a fluorescence, and concentrations of photo-synthetic pigments during the experiment were measured as markers of drought tolerance. Photosynthetic performance index (PIABS comprises three key events in the reaction centre of photosystem II affecting the photosynthetic activity: the absorption of energy

  10. KATALIS HETEROGEN DARI ABU VULKANIK UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA 1,2 CHLORELLA Sp

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catur Rini Widyastuti

    2015-02-01

    Full Text Available Proses produksi biodiesel secara konvensional menggunakan bahan baku yang terbatas jumlahnya, proses yang rumit, dan banyaknya limbah yang dihasilkan menyebabkan produksi biodiesel dalam skala besar tidak dapat direalisasikan dengan mudah. Mikroalga merupakan sumber bahan alam terbarukan yang sangat potensial untuk produksi biodiesel karena kandungan minyaknya yang tinggi, kecepatannya tumbuh pada lahan yang terbatas, serta merupakan produk non-pangan. Salah satu jenis mikroalga dengan kandungan minyak yang relatif besar (28-32% berat kering adalah mikroalga Chlorella sp. Selain bahan baku, pemilihan proses yang lebih sederhana dan ekonomis perlu dikembangkan. Selama ini, proses produksi biodiesel konvensioanal banyak menghasilkan air limbah pada tahap pemisahan produk dari katalis yang larut dan produk samping yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk mengurangi limbah yang dihasilkan selama proses pemisahan tersebut, jenis katalis heterogen dapat digunakan untuk menggantikan katalis homogen alkali yang biasa digunakan. Katalis padat tersebut dapat disintesis dari abu vulkanik yang mengandung unsur-unsur seperti SiO2, Al2O3, Fe2O3, TiO2, MnO, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O5, serta beberapa elemen minor seperti Zr, Sr, dan V. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis katalis dan aktivitasnya dalam reaksi transesterifikasi minyak mikroalga Chlorella sp menjadi biodiesel. Tahap awal penelitian yang dilakukan adalah preparasi minyak mikroalga yang akan digunakan untuk uji aktivitas katalis. Minyak mikroalga diperoleh dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Rendemen minyak yang diperoleh sebesar 12,26%. Dari hasil uji GC-MS diketahui dua kandungan asam lemak terbesar dalam minyak mikroalga, yaitu Dodecanoic acid sebesar 59.52% dan n-Decanoic acid sebesar 12.64%. Selanjutnya minyak mikroalga direaksikan dengan metanol dengan rasio molar 1:6 menggunakan jenis katalis yang disintesis dari abu vulkanik. Preparasi katalis

  11. KARAKTERISTIK KONSELOR BAGI MAHASISWA ( PROGRAM STUDI LANGKA PEMINAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Rosyid

    2014-01-01

    Full Text Available Berkaitan dengan respon pengguna jasa pada perguruan tinggi dikenal PT ekstrapeminat dan langka peminat. Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI yang statusnya negeri atau swasta juga terpilah prodi gemuk dan kering (langka peminat. Prodi gemuk antara lain prodi yang mencetak calon guru agama. Dalihnya, calon pengguna jasa beranggapan bahwa sarjana pendidikan lahan kerjanya dianggap jelas yakni menjadi pendidik lapangan kerjanya di madrasah/sekolah.  Berbeda dengan sarjana ilmu tafsir, ilmu aqidah, atau ilmu dakwah yang lapangan kerjanya dianggap masih bias. Anggapan ini menjadi penyebab semakin menurunnya  minat calon mahasiswa  sehingga perlu peran ekstra sosok konselor yang diperankan dosen dan pejabat struktural bagi mahasiswa pada prodi langka peminat. Peran utama konselor tersebut untuk meyakinkan pada mahasiswa untuk tetap optimis menyelesaikan studi untuk mendapatkan gelar sarjana. Konselor berperan dalam perkuliahan dan di luar perkuliahan diharuskan melaksanakan tiga hal mendasar meliputi mengenalkan tentang optimisme di Jurusan Dakwah, luasnya prospek alumni sarjana Jurusan Dakwah, dan prinsip pelayanan konselor yang prima. Modal dasar yang dijadikan bahan penyuluhan oleh konselor adalah membangun hubungan saling percaya dan penuh kasih antara konselor dengan klien, menumbuhkan rasa diperhatikan bagi klien oleh konselor, memahami dan  mengenali perasaan emosi  klien, berusaha membantu menyelesaikan masalah, dan memberi pertimbangan dalam hal solusi yang tepat. kata kunci: Modal Dasar, Konselor, dan Prodi Langka Peminat. Related with the  user response services at the  college known rare Program  registrants. College of Islamic Religion (PTAI the public or private status is also disaggregated fat and dried (rare enthusiasts study program. Fat  Study Program among  others study program scored a religion teacher candidates. He argued, potential service users assume that undergraduate  education  is considered clear his  land that

  12. STUDI EKSPERIMEN PEMILIHAN BIOMASSA UNTUK MEMPRODUKSI GAS ASAP CAIR ( LIQUID SMOKE GASES SEBAGAI BAHAN PENGAWET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugeng Slamet

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Pengertian umum asap cair merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa- senyawa lain. Bahan baku yang banyak digunakan untuk membuat asap cair adalah kayu, bongkol kelapa sawit, ampas hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Pembuatan asap cair menggunakan metode pirolisis yaitu peruraian dengan bantuan panas tanpa adanya oksigen atau dengan jumlah oksigen yang terbatas. Biasanya terdapat tiga produk dalam proses pirolisis yakni: gas, pyrolisis oil, dan arang, yang mana proporsinya tergantung dari metode pirolisis, karakteristik biomassa dan parameter reaksi. Metode yang dilakukan diawali dengan melakukan rancang bangun unit pirolisator lengkap dengan perangkat kondensor dengan pipa tembaga tipe spiral untuk memproduksi gas asap cair dari bahan biomassa yang dipilih yaitu tempurung kelapa dan sampah organik. Metode Pirolisis yang merupakan proses reaksi penguraian senyawa-senyawa penyusun kayu keras menjadi beberapa senyawa organik melalui reaksi pembakaran kering pembakaran tanpa oksigen. Reaksi ini berlangsung pada reaktor pirolisator dengan variasi temperatur 150oC, 250oC dan 300oC selama 8 jam pembakaran. Asap hasil pembakaran dikondensasi dengan kondensor yang berupa pipa tembaga melingkar. Hasil dari proses pirolisis diperoleh tiga produk yaitu asap cair, tar, dan arang. Kondensasi dilakukan dengan pipa atau koil melingkar yang dipasang dalam bak pendingin. Air pendingin dapat berasal dari air hujan yang ditampung dalam bak penampungan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah biomassa tempurung kelapa menghasilkan jumlah senyawa fenol lebih besar 30-33%. Hal ini menunjukkan bahwa pada jenis biomassa ini lebih unggul dalam fungsi sebagai antioksidan, karena kaya akan kandungan senyawa fenol, sehingga lebih optimal dalam hal menghambat kerusakan pangan dengan cara mendonorkan hidrogen. Sedangkan biomassa cangkang

  13. Efektivitas Sirih Merah dalam Perawatan Luka Perineum di Bidan Praktik Mandiri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilo Damarini

    2013-08-01

    Full Text Available Angka kejadian ruptur perineum pada primipara persalinan normal adalah sekitar 88,9%. Piper crocatum extract atau ekstrak daun sirih merah diketahui mempunyai kandungan kimia yang berefek antiseptik dan antibakteri. Sebagian besar persalinan normal di Kota Bengkulu mengalami ruptur spontan atau episiotomi. Dari 10 persalinan, ada 7 pasien yang mengalami robekan perineum dan kering rata-rata dalam 7 hari, dengan perawatan menggunakan iodin atau merendam/ cebok rebusan daun sirih. Tujuan penelitian ini adalah menilai efektivitas penyembuhan luka perineum ibu nifas dengan menggunakan daun sirih merah dan obat antiseptik. Metode penelitian quasi eksperimental, populasi ibu pospartum dengan luka perineum yang ditolong oleh bidan praktik mandiri. Sampel perlakuan 35 orang dan kelompok kontrol 35 orang. Sampel diambil secara accidental sampling. Waktu penelitian bulan Mei – Agustus 2012 di Kota Bengkulu. Variabel lainnya yaitu status kesehatan, obat antibiotik dan status gizi. Analisis menggunakan uji Mann - Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama penyembuhan luka perineum menggunakan infusum sirih merah adalah 2 - 3 hari sedangkan pada kelompok obat antiseptik rata-rata lama penyembuhan 5 – 6 hari, artinya bahwa daun sirih merah lebih efektif dibandingkan dengan iodine dalam perawatan luka perineum pada masa pospartum. The incidence of perineal rupture in primiparous normal deliveries is 88.9%. Piper crocatum Extract or red betel leaf extract are known contained antiseptic and antibacterial effect. Mostly normal deliveries in Bengkulu City experienced spontaneous rupture or episiotomy. From 10 births, 7 patients experienced perineal laceration and were dry in 7 days by treatment using iodine or soak/ wiping with betel leaf decoction. The aim of this study was to determine the effectiveness of red betel leaf in healing perineal wound of postpartum mother in Independent Practice Midwife in Bengkulu City 2013. The method of

  14. Pola Sebaran Kelompok Telur Ostrinia furnacalis Guenée (Lepidoptera: Crambidae pada Beberapa Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subiadi Subiadi

    2014-07-01

    . Pada fase VT (bunga jantan hingga fase R2 (bunga betina telah kering ditemukan sebanyak 491 kelompok telur, 80,7% diantaranya ditemukan pada daun 7–11. Penyebaran kelompok telur pada bagian lahan terjadi secara berkelompok. Jumlah kelompok telur tertinggi berturut-turut dari bagian lahan pinggir dalam, bagian tengah lahan, dan bagian lahan pinggir luar masing-masing 37,4; 32,8; dan 29,8%.

  15. EKSTRAKSI TANNIN SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI DARI TANAMAN PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA MENGGUNAKAN PELARUT ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjukup Marnoto

    2012-05-01

    Full Text Available EXTRACTION OF TANNINS AS NATURAL DYES FROM PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA PLANT USING VARIOUS ORGANIC SOLVENTS. Public awareness on using natural dyes has encouraged the extraction of tannins from putrimalu. Extraction was performed continuously using a Soxhlet apparatus. The parameter studied was the influence of solvent polarity on the amount of tannin and mass transfer coefficient. Tannin was extracted from ten grams of dried putrimalu plants using polar solvents (ethanol, acetone and methanol and a non-polar solvent (n-hexane. Extraction is considered complete when the concentration of tannins in the liquid is no longer changing with time. Liquid samples were withdrawn every 20 minutes interval for tannin analyses using Thin Layer Chromatography (TLC. The results showed that the maximum concentration of tannins in the extract (g/mL when extraction were performed using n-hexane was 0.0031, acetone (0.016, methanol (0.0274 and ethanol (0.044. From extract yield and mass transfer coefficient point of views, it can be concluded that the best solvent is ethanol. The relationship between tannin concentration in the ethanol 96% solvent and the time was expressed in term of mathematical equations             CAL=1.046(1-e-0.0213t with error was 3.6%. Where CAL is the concentration of tannins in the solvent (g/ml and t is the extraction time (minutes.  Kesadaran masyarakat untuk kembali menggunakan bahan pewarna alami mendorong dilakukannya ekstraksi tannin dari putrimalu. Ekstraksi dilakukan secara kontinyu menggunakan alat Soxhlet. Parameter yang dipelajari adalah pengaruh polaritas pelarut terhadap ekstrak tannin dan koefisien transfer massa. Tannin diekstrak dari sepuluh gram tanaman putrimalu kering menggunakan pelarut polar (etanol, aseton dan metanol dan pelarut non-polar n-heksana. Ekstraksi dianggap selesai jika konsentrasi tannin di dalam pelarut sudah tidak berubah. Tannin di dalam contoh cairan yang diambil setiap selang waktu 20

  16. KERAGAMAN PERTUMBUHAN BIBIT GEMPOL(Nauclea orientalis L. DARI BEBERAPA POHON INDUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurniawati Purwaka Putri

    2017-02-01

    Full Text Available Gempol (Nauclea orientalis L. is one of the fast growing species that potential to be developed in agroforestry system. These species used as wood production and also Jabon, which is the alternative for sengon wood. Gempol adapted growth at wet and drylands such as at riverbanks, rice fields and yards. The constrained of the development of community forests of gempol for high productivity is the availability of good quality seed sources. Seeds and seedlings are largely determined by the quality of the parent tree, hence the diversity of the mother plant will affect the seeds it produces. The purpose of this study was to determine the diversity of the growth of seedlings in the nursery gempol of 64 parent trees from Majalengka and Banten. The study design used was completely randomized design consisting of 64 trees parent gempol, with three replications and each replication consisted of six seedlings. The variables measured were the diameter and height of seedlings. The results showed that significantly affected the parent tree diameter and height of seedlings gempol. Growth in diameter is the best demonstrated by the parent tree 16 at 5.4 cm. The high growth (32.88 cm produced by seeds from the parent tree 10. Gempol (Nauclea orientalis L. merupakan salah satu tanaman cepat tumbuh yang potensial untuk dikembangkan dengan pola agroforestry.. Jenis tanaman ini dimanfaatkan khususnya masyarakat Jawa Barat sebagai pohon penghasil kayu pertukangan selain sengon dan jabon.Gempol mampu beradaptasi pada lahan basah maupun kering seperti di bantaran sungai, pematang sawah, tegalan dan pekarangan.  Pengembangan hutan rakyat gempol yang produktifitas tinggi terkendala ketersediaan sumber benih yang berkualitas. Benih dan bibit yang berkualitas sangat ditentukan oleh pohon induknya, oleh karena itu keragaman pada pohon induk akan berpengaruh terhadap bibit yang dihasilkannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaman pertumbuhan bibit gempol di

  17. HYDRO-METEOROLOGICAL CHARACTERISTICS FOR SUSTAINABLE LAND MANAGEMENT IN THE SINGKARAK BASIN, WEST SUMATRA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasdi Subagyono

    2008-11-01

    Full Text Available Studi tentang karakteristik hidro-meteorologi telah dilakukan di wilayah danau Singkarak pada 2006-2007 dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Stasiun iklim otomatis dan pengukur tinggi muka air otomatis dipasang untuk memonitor data hidrologi dan meteorologi di wilayah cekungan Singkarak. Data meteorologi dianalisa untuk mengetahui karakteristik iklim di wilayah sekitar danau. Model hidrologi GR4J dan H2U diaplikasikan untuk simulasi discharge dan untuk mengkarakterisasi proses hidrologi di wilayah danau. Simulasi model aliran divalidasi pada musim hujan. Alternatif pengelolaan lahan diformulasikan berdasarkan karakteristik hidrologi daerah aliran sungai di sekitar cekungan Singkarak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah tangkapan di sekitar danau Singkarak memiliki respon yang tinggi terhadap jumlah dan intensitas hujan. Hidrograp menunjukkan peningkatan yang tajam dari discharge segera setelah curah hujan mulai dan menurun relative lamban ketika curah hujan berhenti. Untuk pengelolaan lahan secara berkelanjutan di wilayah danau Singkarak, konservasi lahan dan air harus menjadi prioritas utama. Wanatani dapat diimplementasikan sebagai alternatif sistem pertanaman oleh penduduk lokal. Karena potensi kelangkaan air bisa terjadi pada periode kering, panen air dan konservasi air dapat diterapkan sebagai opsi yang dapat dikombinasikan dalam sistem pengelolaan lahan.   Hydro-meteorological processes of the Singkarak basin has been studied involving participatory of local community in 2006-2007. Automatic weather station (AWS and automatic water level recorder (AWLR were installed to record meteorological and hydrological data within the Singkarak Basin. Meteorological data was analyzed to understand the meteorological characteristic surrounding the Basin area. Model of GR4J and H2U were used to simulated discharge and to understand the hydrological processes within the basin. The validation of simulated discharge was done in the wet season

  18. Perbedaan Efek Infusa Bubuk Kedelai (Glycine max, Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus, dan Campuran Keduanya terhadap Kadar Kolesterol LDL, Ekspresi Gen Reseptor LDL Hati, dan Berat Omentum Majus Mencit Model Hiperlipidemia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Suganda Prawiradilaga

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak Angka kejadian dislipidemia di Indonesia semakin meningkat. Dislipidemia dan obesitas abdominal merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Diperlukan solusi yang efektif dengan bahan alami seperti kedelai dan jamur tiram. Tujuan penelitian ini melihat efektivitas infusa bubuk kedelai, jamur tiram, dan campuran keduanya terhadap kadar kolesterol LDL, ekspresi gen LDLR hati, dan berat omentum majus mencit percobaan. Penelitian eksperimental di Laboratorium Farmakologi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung tahun 2010 memakai rancangan postes kelompok kontrol. Mencit jantan sebanyak 20 ekor dibagi 5 kelompok perlakuan, yaitu A pakan standar, B induksi kolesterol, C infusa kedelai dengan induksi kolesterol, D infusa jamur tiram dengan induksi kolesterol, dan E infusa campuran dengan induksi kolesterol. Pada akhir penelitian mencit dikorbankan lalu dibedah untuk diambil darah jantung, juga sedikit bagian hati dan omentum majus. Kolesterol LDL darah kelompok E (12±5,48 mg/dL sama dengan kelompok D (12±6,06 mg/dL, tetapi lebih rendah daripada kelompok C (15±5,35 mg/dL dan kelompok B (13,5±5,45 mg/dL, namun tidak signifikan. Didapatkan ekspresi gen LDLR yang sedang pada kelompok A dan C, ekspresi gen LDLR yang lemah pada kelompok B, dan tidak terekspresi pada kelompok D dan E. Berat basah omentum majus kelompok E (0,40±0,07 g lebih rendah bermakna dibanding kelompok A (0,55±0,07 g, B (0,8±0,49 g, C (1,28±0,28 g, D (0,74±0,11 g (p<0,05. Berat kering omentum majus kelompok E (0,16±0,03 g lebih rendah bermakna daripada kelompok B (0,27±0,25 g, C (0,39±0,06 g, dan D (0,31±0,07 g (p=0,025. Simpulan, infusa kedelai 100 mg/hari meningkatkan kadar kolesterol LDL darah dan berat omentum majus, tetapi jamur tiram 75 mg/hari sebaliknya, menurunkan kadar kolesterol LDL darah dan berat omentum majus mencit.

  19. ZİHİN KİRLİLİĞİ YABANCI DİLDE OKUMAYI ZORLAŞTIRABİLİR MENTAL POLLUTION IMPEDES FOREIGN LANGUAGE READING COMPREHENSION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yakup ÇETİN

    2012-06-01

    Full Text Available The same Turkish foreign language learners of a university preparatory school (N=35 were tested twice on the same preintermediate reading passage within one month interval. In the first condition students were given the reading test (pre-test during theclass time upon watching a documentary on wild life for 40 minutes. After a month before they were given the same reading test (post –test in the same classroom setting, they were shown mental pollutants - a compilation of various videos with violent, scary, erotic, and comedic content from popular video-sharing websites for 40 minutes. It was hypothesized that mental pollutants would contaminate students’ mind by distracting emotional states and slowing mental processes and thus impeding the comprehension of foreign language reading material. The statistical results based on T-test Paired Samples Statistics and OneSample Kolmogorov-Smirnov Test show that exposure to mental pollutants remarkably results in poor L2 reading comprehension Bir üniversitenin hazırlık sınıfındaki aynı Türk öğrenciler (N=35, alt orta seviyedeki aynı okuma parçasıyla bir ay arayla 2 kere test edildi. İlk durumda öğrencilere 40 dakikalık bir vahşi yaşam belgeseli izletildikten sonra ders sırasında okuma parçası verildi (ilk test. Bir ay sonra aynı sınıf ortamında, öğrencilere aynı okuma parçası (son test verilmeden önce 40 dakika boyunca ünlü video paylaşım sitelerinden toplanmış şiddet, korku, erotik ve komedi içerikli zihinsel kirliliğe yol açacak videolar gösterildi. Varsayılan şey zihin kirliliğinin öğrencilerin dengelerini bozarak zihinsel fonksiyonlarını dağıtarak öğrencilerin hafızasını yavaşlatacağı ve dolayısıyla yabancı dilde yazılı okuma parçasını anlamaya da engel olacağıdır. Eşleştirilmiş iki grup arasındaki farkların testine ve tek grup Kolmogorov-Smirnov testine dayalı istatistiksel sonuçlar zihin kirleticilere maruz kalman

  20. Produksi Asam Laktat oleh Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus dengan Sumber Karbon Tetes Tebu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laita Nurjannah

    2017-04-01

    Full Text Available Senyawa asam laktat sangat dibutuhkan di dunia industri. Namun produksi dengan menggunakan mikrob masih menggunakan bahan pangan sebagai substratnya. Alternatif substrat untuk produksi asam laktat  sebagai pengganti penggunaan bahan pangan  sangat diperlukan industri. Tetes tebu merupakan salah satu substrat yang kaya akan sumber  karbon yang dapat digunakan sebagai komponen media pertumbuhan bakteri. Ketersediaannya melimpah dan harganya murah. Tujuan penelitian ini adalah tetes tebu dapat digunakan sebagai alternatif  sumber karbon bakteri Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus untuk menghasilkan asam laktat. Langkah penelitian ini meliputi hidrolisis dan detoksifikasi tetes tebu, uji kualitatif gula pereduksi tetes tebu, analisis gula total dengan metode fenol sulfat, penentuan kurva pertumbuhan bakteri, produksi dan ekstraksi asam laktat, serta analisis kualitatif asam laktat dengan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tetes tebu dapat digunakan sebagai alternatif sumber karbon. Hal ini terbukti bakteri dapat tumbuh dengan baik ketika media diberi 0.5% tetes tebu. Konsentrasi gula total tetes tebu adalah 1090 g/L. Uji gula pereduksi menunjukkan hasil yang positif untuk uji Selliwanof, uji Benedict, dan uji Barfoed. Pertumbuhan optimum L. delbrueckii subsp. bulgaricus terjadi pada suhu 42°C dengan agitasi 150 rpm. Produksi asam laktat dilakukan selama 24 jam. Kadar asam laktat yang dihasilkan sebesar 2.80% dengan biomassa sel kering sebesar 0.002 g/L dan pH media fermentasi sebesar 4.0. Hasil analisis kualitatif kromatografi cair kinerja tinggi juga menunjukkan bahwa produk dari hasil fermentasi adalah asam laktat. Abstract. Lactic acid is needed as an industrial feed. However, by using a microbial production still uses food material as a substrate. Alternative substrates for the production of lactic acid is needed in industry. Molasses are potential substrates due to the richness in

  1. BANK SAMPAH SEBAGAI ALTERNATIF STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI TASIKMALAYA (Bank Sampah (Waste Banks as an Alternative of Community-Based Waste Management Strategy in Tasikmalaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Donna Asteria

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Perubahan paradigma masyarakat mengenai sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi kesadaraan dan keterampilan warga untuk pengelolaan sampah dengan penerapan prinsip reduce, reuse, recycle dan replant (4R penting dalam penyelesaian masalah sampah melalui pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Bank sampah yang berbasiskan partisipasi warga perempuan merupakan modal sosial dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Bank sampah yang diintegrasikan dengan prinsip 4R dilaksanakan di Kampung Karangresik, Tasikmalaya, Indonesia. Kegiatan bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Pemberdayaan warga melalui kegiatan penyuluhan, edukasi, pelatihan dengan metode partisipasi emansipatoris (interaksi dan komunikasi, serta dialog dengan warga di komunitas. Selain itu diperlukan dukungan kemitraan dengan membangun jejaring dan mekanisme kerja sama kelembagaan antara warga pengelola bank sampah dengan stakeholder terkait. Bank Sampah Pucuk Resik (BSPR di Kampung Karangresik ini telah memberikan manfaat kepada warga, terutama manfaat langsung dengan berkurangnya timbulan sampah di komunitas, lingkungan menjadi lebih bersih dan asri, serta kemandirian warga secara ekonomi. Selain manfaat secara ekonomi, dimana dari tabungan sampah memperoleh uang untuk membayar listrik dan membeli sembako, juga terwujudnya kesehatan lingkungan, dengan kondisi komunitas yang lebih bersih, hijau, nyaman, dan sehat. Pengelolaan sampah terintegrasi dapat menstimulasi kreativitas dan inovasi dari masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan warga. ABSTRACT Change of paradigm in community about the waste needs to be done with sustainable action. Education of awareness and skills of citizen for waste management with the application of the principle of reduce, reuse, recycle and replant (4R is important in solving the waste problem through waste

  2. PROFIL PERTUMBUHAN, ENZIMATIS, DAN NUTRISI IKAN BANDENG (Chanos chanos GENERASI KEDUA (G-2 TERSELEKSI DENGAN MENERAPKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP PEMELIHARAAN LARVA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daniar Kusumawati

    2017-12-01

    Full Text Available Isu nasional menurunnya produksi budidaya ikan bandeng di tambak pantai utara Pulau Jawa didugasebagai akibat rendahnya kualitas benih produk Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT di Bali, yang secara kontinu merupakan sumber utama pasok benih. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas benih, antara lain kualitas telur dan induk, serta manajemen pemeliharaan induk dan larva. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi performa pertumbuhan,aktivitas enzim pencernaan dan nutrisi benih ikan bandeng dari HSRT dan generasi kedua (G2 terseleksi yang dipelihara berdasarkan standar operasional prosedur. Penelitian dilakukan di tambak Pejarakan, dengan hewan uji benih produk HSRT dan benih generasi ke-2 (G-2 terseleksi dengan panjang total rata-rata 11,79 ± 1,64 mm, masing-masing dengan padat tebar 5.000 ekor/petak dengan luasan 0,5 Ha/petak, diberi pakan jenis pelet kering berkadar protein 25 % dan dipelihara selama 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan performa benih ikan bandeng dipengaruhi oleh sumber induk dan manajemen pemeliharaan saat larva. Pertumbuhan benih ikan bandeng asal HSRT dengan SOP pemeliharaan larva menunjukkan peningkatan laju pertumbuhan panjang dan bobot sebesar 10,11% dan 47,18% lebih tinggi dibandingkan benih G2-terseleksi, dan 13,82% dan 50,55% lebih tinggi dibandingkan benih HSRT tanpa SOP. Aktivitas enzimatis pada benih HSRT dengan SOP lebih efisien dibandingkan benih G2-terseleksi. Aktivitas enzimatis pada benih HSRT tanpa SOP adalah yang paling rendah dimana hal ini terlihat dari laju pertumbuhannya yang juga paling rendah. Benih HSRT yang dipelihara dengan SOP mampu menekan rasio konversi pakan sebesar 28,29% lebih rendah dibandingkan benih G2-terseleksi, dan 22,64% dibandingkan benih HSRT yang dipelihara tanpa SOP. Currently, there is a national concern regarding the decreasing of milkfish production from ponds in North Java allegedly due to a low quality of milkfish seed produced by small-scale hatcheries in Bali, which

  3. PENINGKATAN USAHA TERNAK DOMBA MELALUI DIVERSIFIKASI TANAMAN PANGAN: EKONOMI PENDAPATAN PETANI (IMPROVEMENT OF CATTLE SHEEP THROUGH CROPS DIVERSIFICATION: ECONOMIC INCOME FARMERS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Rusdiana dan L. Praharani

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRAKPeningkatan usaha ternak domba dan tanaman pangan dapat dilakukan pada semua agroekosistem wilayah lahan kering dataran tinggi maupun dataran rendah, baik di lahan sawah, lahan tegalan, lahan perkebunan, bahkan lahan di sekitar hutan. Diversifikasi usaha ternak dan tanaman pangan di Indonedia berpariasi,populasi ternak domba 2013 sekitar 12.7 juta ekor dan produksi ubi kayu 2013 sekitar 21 juta ton. Mengingat basarrnya peran petani terhadap pertumbuhan ekonomi, perlu dilakukan upaya peningkatan produktivitas,agar lebih produktif dan efisien. Tujuan tulisan untuk mengetahui peningkatan usaha pemeliharaan ternak domba melalui diversifikasi tanaman pangan dalam analisis ekonomi pendapatan, dengan melakukan diversifikasi usaha dapat mengurangi risiko dan tetap memberikan potensi tingkat keuntungan terhadap petani. Diversifikasi ternak dan tatanam, dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan skala  5 ekor domba jantan dapat dicapai pada nilai penjualan BEP Produksi sekitar 4,17 ekor dan BEP harga jual sekitar Rp.1.043.625/ekor, keuntungan bersih sekitar  Rp.1.121.875/ periode, dengan nilai B/C sekitar 1,19, usaha tanaman ubi kayu varietas mentega dan arsin dengan luas sekitar 2 ha, keuntungan ubi kayu varietas mentega sekitar Rp.8.414.085/ha/tahun, keuntungan ubi kayu varietas Arsin sekitar Rp.6.921.705/ha/tahun,nilai B/C ratio, sekitar 2,7 dan 2,6 tidak berbeda nyata hasil yang diperoleh petani. Usaha secara diversifikasi ternyata semakin penting untuk diusahakan oleh petani, karena sumber penghasilan yang dapat di degarakan sebagai roda ekonomi petani di pedesaan perhitungan biaya dan investasi, ternyata usaha ternk domba dan ubi kayu sebagai produk utama secara teknis sangat layak, ekonomis dan secara ekonomi finansial cukup baik, artinya usaha dengan melakukan diversifikasisangat  layak untuk dilanjutkan.ABSTRACTIncrease of sheep and crops can be performed in all dryland agroecosystem plateau region and lowlands, both in the paddy field, dry

  4. Pengaruh variasi berat polimer terhadap sifat fisik Patch NaF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diyah Fatmasari

    2018-04-01

    mendapatkan plester dengan variasi berat polimer yang menghasilkan sifat fisik yang baik. Desain penelitian adalah quasy experimental dengan post test groupresearch design sebagai rancangan penelitian. Variabel pengaruh adalah variasi polimer dan lama penyimpanan (1 dan 7 hari, variabel terpengaruh adalah ketebalan, daya tahan terhadap lipatan, berat, kandungan obat, persentase moisture uptake dan persentase loss on drying. Pembuatan plester NaF menggunakan solvent casting method PVA; PVP dipanaskan dalam water bath sampai polimer larut; NaF 100 mg diaduk dalam 2 ml aquabides; 0,1 ml asam oleat; 0,1 ml IPA dicampur menjadi satu dalam tabung kacadan dilarutkan dalam 3,8 ml aquabides. Dibuat 3 jenis plester NaF dengan konsentrasi polimer bervariasi. Semua bahan kemudian dicampur menjadi satu dalam tabung kaca dan diaduk sampai larut, dituang dalam cawan petri dan didiamkan selama ± 3 hari. Jika sudah kering maka matriks diambil dengan pisau khusus dan disimpan dalam alumunium foil sampai digunakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sifat fisik pada ke tiga jenis plester NaF. Plester dengan perbandingan PVP : PVA = 1 : 2 menghasilkan sifat fisik paling baik. Penyimpanan dalam alumunium foil tidak menyebabkan terjadinya perbedaan sifat fisik plester NaF. Plester NaF dengan variasi polimer yang baik dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. Perlu dikembangkan plester NaF dengan variasi polimer terbaik.

  5. EKSTRAKSI MINYAK KETUMBAR (Coriander Oil DENGAN PELARUT ETANOL DAN n-HEKSANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prima Astuti Handayani

    2013-05-01

    Full Text Available Indonesia memiliki banyak sumber daya alam, diantaranya minyak atsiri. Salah satu sumber daya alam yang potensial adalah minyak biji ketumbar (coriandrum oil. Kandungan terbesar dalam minyak ketumbar adalah senyawa linalool yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum, farmasi, aroma makanan dan minuman, sabun mandi, bahan dasar lilin, sabun cuci, sintesis vitamin E dan pestisida maupun insektida. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan pelarut etanol dan n-heksana terhadap rendemen minyak ketumbar yang dihasilkan serta senyawa kimia yang terdapat dalam minyak ketumbar. Ekstraksi minyak ketumbar dengan pelarut etanol dan n-heksana menggunakan alat ekstraktor soxhlet. Biji ketumbar yang tua dan kering dihancurkan kemudian dibungkus kertas saring dan dimasukan dalam ekstraktor soxhlet. Temperatur proses ekstraksi sesuai dengan titik didih dari pelarut yang digunakan. Ekstraksi berakhir jika warna pelarut dalam ekstraktor seperti warna pelarut semula. Filtrat yang diperoleh kemudian di recovery dengan ekstraktor soxhlet untuk memisahkan minyak atsiri dari pelarutnya. Minyak ketumbar kemudian di analisis dengan uji GC-MS untuk mengetahui senyawa kimia yang terkandung dalam minyak tersebut. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa rendemen minyak ketumbar dengan pelarut etanol sebesar 1,17% dengan kadar linalool sebesar 57,13%, sedangkan dengan pelarut n-heksana diperoleh rendemen minyak ketumbar sebesar 0,84% dengan kadar linalool sebesar 47,25%. Indonesia has many natural resources, such as the essential oils. One of the potential re-sources is the coriander seed oil (coriandrum oil. The greatest content in coriander oil is linalool compounds that can be used as raw materials of perfumes, pharmaceuticals, food and beverage scent, soap, basic materials for candles, laundry soap, synthetic vitamin E and pesticides as well as insecticide. The purpose of this experiment was to study the effect of the use of ethanol

  6. A PROFILE GLANCE AT HRISOSTOMOS AND HRISANTOS’ INITIATIVES AND THE ROLE OF THE CHURCH IN REBELLIOUS ACTIVITIES DURING NATIONAL STRUGGLE MİLLİ MÜCADELE DÖNEMİNDE AYRILIKÇI FAALİYETLERDE KİLİSENİN ROLÜ VE HRİSOSTOMOS-HRİSANTOS GİRİŞİMLERİNE KESİTSEL BİR BAKIŞ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulvi KESER

    2010-07-01

    Full Text Available National Struggle has broken out in Anatolia in 1919–1922 period. Subsequent to 30th October 1918, the revolt, and the struggle are interwoven with the Greek invasion in 15th May 1919, and with British, French, Greek, and Italian military forces. In addition to the armed struggle, what is mostly and clearly observed is that Greek Church has had an important influence. Towards Megali Idea dreams, the daydreams of establishing the Great Greece/Hellenic Empire once more comes to the surface, and two men of the Greek Church lead the armed people in Anatolia, named Hrisostomos in İzmir and Western Anatolia, and Hrisantos in Trabzon and in the Black Sea regions, provoking the people with all their might and main so as to realize Megali Idea. This study is prepared to focus on the activities and the actions of both men mentioned above. 1919–1922 süreci Anadolu’da Milli Mücadele’nin yaşandığı bir dönemdir. 30 Ekim 1918 sonrasında İngiltere, Fransa, İtalya arasında paylaşılmaya başlanılan Anadolu topraklarında 15 Mayıs 1919 tarihinde başlayan Yunan işgaliyle birlikte işgal, isyan ve mücadele iç içe girer. Bu dönemde silahlı mücadele yanında özellikle Yunan kilisesinin etkili rolü de kendisini göstermeye başlar. Megali İdea düşüncesi doğrultusunda Büyük Yunanistan kurma hayali bir kere daha canlanır ve Anadolu’nun iki farklı noktasında olmak üzere Metropolit Hrisostomos İzmir ve Batı Anadolu’da, Metropolit Hrisantos ise Trabzon ve Karadeniz bölgesinde işgal ve kıyım hareketlerine öncülük eder, halkı kışkırtır ve Megali İdea rüyasının gerçekleşmesi için var gücüyle çalışır. Bu çalışma her iki metropolitin İzmir ve Trabzon bölgelerindeki faaliyetlerini ve amaç birliği çerçevesinde yaptıkları çabaları ortaya koymak amacıyla hazırlanmıştır.

  7. PENGAMBILAN MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH (Clove Oil MENGGUNAKAN PELARUT n-HEKSANA DAN BENZENA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Hadi

    2013-05-01

    Full Text Available Minyak cengkeh merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang dapat diperoleh dari bunga, tangkai atau gagang bunga dan daun cengkeh. Kandungan minyak atsiri bunga cengkeh mencapai 21,3% dengan kadar eugenol antara 78-95%, dari tangkai atau gagang bunga mencapai 6% dengan kadar eugenol antara 89-95%, dan dari daun cengkeh mencapai 2-3% dengan kadar eugenol antara 80-85%. Kandungan terbesar minyak cengkeh adalah eugenol, yang bermanfaat dalam pembuatan vanilin, eugenil metil eter, eugenil asetat, dll. Ektraksi dengan pelarut adalah salah satu metode yang digunakan untuk ekstraksi minyak atsiri bunga cengkeh. Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi adalah n-heksana dan benzena. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen yang diperoleh dengan menggunakan pelarut n-heksana dan benzene serta mengetahui komponen-komponen minyak cengkeh yang terambil dengan pelarut n-heksana dan benzena. Tahapan penelitian diawali dengan mengeringkan bunga cengkeh dengan dijemur di bawah sinar matahari selama 1 minggu. Setelah itu, bu-nga cengkeh kering ditumbuk sampai halus. Bunga cengkeh diekstraksi menggunakan soxhlet dengan 100 mL pelarut pada suhu didihnya selama 15 siklus (+ 80 menit. Dari percobaan yang telah dilakukan dihasilkan rendemen ekstrak bunga cengkeh dengan pelarut n-heksana sebesar 17,61% dan kadar eugenol 65,02%. Sedangkan dengan pelarut benzene, rendemen ekstraks bunga cengkeh sebesar 18,90% dan kadar eugenol 8,81%. Oleh karena itu, ekstraksi minyak atsiri bunga cengkeh dengan menggunakan pelarut n-heksana relatif lebih baik karena memberikan kadar eugenol lebih besar daripada pelarut benzena. Clove oil is one of the essential oils obtained from the cloves, stalks or clove steam and clove leaf. The clove contains 21.3% of the essential oils with the eugenol content of 78-95%, the clove stalk contains 6% of the essential oils with the eugenol content of 89-95%, and the clove leaf contains 2-3% of the essential oils with the eugenol

  8. ÜÇ KÜRESEL EKONOMİK KRİZİN ANALİZİ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hakan AY

    2015-01-01

    Full Text Available ÖZ: Ekonomik krizin tarihi, ekonominin tarihi kadar eskidir. Ekonomik faaliyetlerin başladığı andan itibaren ekonomik bir krizin doğma ihtimali vardı. Bu ihtimal üç kere tüm dünyayı içine alacak kadar büyük ölçüde gerçekleşmiştir. Bunların ilki 1929 yılında başlayan ve 1940ların ortasına kadar süren Büyük Burhan’dı. Büyük Buhran, I. Dünya Savaşı, deregülasyon politikaları, yatırımcı ve tüketici davranışlarına kadar pek çok etken ile başlamış, regülasyon politikaları ile son bulmuştu. OPEC Krizinin, regülasyon uygulamaları ile son bulmasına rağmen deregülasyon politikalarına tekrar dönülmesine neden oldu. 2008 küresel mali krizi yine deregülasyon politikalarının neden olduğu bir kriz olmuş ve regülasyon politikaları bertaraf edilmeye çalışılmaktadır. Çalışmada bu üç krizin nedenleri ve uygulanan ant-konjonktürel uygulamalar ele alınmıştır. Böylelikle krizlerin ortak nedenleri ve çözüm yöntemlerinin görülmesi hedeflenmiş ve bu gerçekleştirilmiştir. Anahtar Kelimeler: Büyük Buhran, OPEC Krizi, 2008 Küresel Krizi, Regülasyon, Deregülasyon. ABSTRACT: The history of economic crisis is as old as the history of the economy. There was risk of the economic crisis since the beginning of the economic activities. This risk realized three times on a global scale. The first of these was great depression that began 1929 and lasted until middle of the 1940s. Great depression broke out by effect of I. World War, the deregulation policy, investors and consumer behavior and It ended by effect of regulatory policies. Although OPEC crisis ended with regulation policies, It led to return to deregulation policies. Deregulation policy has been caused 2008 Global Economic Crisis and it is being combated against by regulation policy. In study, causes of and policies of the business cycle of three the crisis are discussed. Thus, to see is aimed common causes of crisis and

  9. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERDESAAN DALAM PEMBANGUNAN (Studi Kasus Perempuan Di Desa Samboja Kuala, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Hydro Foilyani

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Latar belakang penelitian ini adalah belum diikutsertakannya perempuan perdesaan di dalam berbagai aspek pembangunan, sehingga mereka perlu diberdayakan agar dapat berfungsi sebagai subyek maupun obyek di dalam pembangunan, baik sebagai perencana, pengambil keputusan, pelaksana, maupun masyarakat dan menikmati hasil pembangunan secara merata. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendiskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan aspek-aspek yang berhubungan dengan: (1 Latar belakang kehidupan sosial perempuan di desa Samboja Kuala, (2 Upaya yang dilakukan perempuan di desa Samboja Kuala dalam memenuhi kebutuhannya, (3 Upaya  yang dilakukan untuk memberdayakan perempuan di Desa Samboja Kuala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi, yaitu model interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang perempuan di Desa Samboja Kuala Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara sebagian besar memiliki pendidikan yang rendah,  pernikahan diusia muda menyababkan mereka tidak mampu bertahan dan akhirnya bercerai, sehingga secara sosial dan ekonomi tidak dapat berdaya. Upaya yang dilakukan oleh perempuan di Desa Samboja Kuala dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya adalah mereka berupaya menjadi tenaga buruh seperti pembuat ikan kering, penimbang ikan di TPI, pembuat keranjang tempat ikan dan membuka toko dengan skala kecil.  Upaya yang dilakukan dalam rangka memberdayakan perempuan di Desa Samboja Kuala adalah dengan diberikannya keterampilan dan pelatihan, adanya bantuan modal  bergulir serta bantuan dalam bentuk peralatan. Secara umum perempuan Desa Samboja Kuala masih perlu diberdayakan mengingat pendidikan mereka yang masih rendah, banyak dari mereka menyandang status janda sehingga mereka hanya mengandalkan tenaga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya tanpa memiliki keahlian maupun

  10. KANDUNGAN ZAT GIZI MAKRO DAN VITAMIN PRODUK BUAH PEDADA (SONNERATIA CASEOLARIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruth Dwi Elsa Manalu

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACT Mangrove (Sonneratia caseolaris grows in brackish waters.Its fruits, pedada, contains beneficial vitamin and has not been processed to jam and syrup. This study was aimed to determine the composition of macro nutrient and vitamin A, B1, B2, C of pedada and its products. Design of the study was complete randomized design of two replications. The results showed that proximate composition based on dried basis was 9.2 percent protein, 4.8 percent fat, and 77.6 percent carbohydrate. Macronutrient content of jam and syrup was lower than that of fresh fruit, except for carbohydrate. Vitamin A content in 100 g of pedada was 11.21 (RE and in jam and syrup was 1.27 (RE and 0.64 (RE respectively. Vitamin B1 content in 100 g of fresh pedada was 5.04 mg, while in jam and syrup were 4.2 mg and 6.72 mg, respectively. Vitamin B2 content in 100 g of fresh pedada was 7.65 mg, while in jam and syrup were 1.94 mg and 1.12 mg, respectively. Vitamin C content in 100 g of fresh pedada was 56.74 mg and decreased to 12.20 mg and 17.08 mg in jam and syrup, respectively. Pedada and its products could contribute as source of macro and micro nutrient in the diet of community. Keywords: pedada (sonneratia caseolaris, pedada’s jam, pedada’s syrup, vitamin ABSTRAK Mangrove (Sonneratia caseolaris tumbuh di perairan payau. Buahnya, pedada, mengandung vitamin, dan belum pernah diolah menjadi selai dan sirup. Penelitian ini bertujuan menentukan komposisi zat gizi makro dan potensi vitamin A, B1, B2, C dalam buah pedada dan produk olahannya. Desain penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi proksimat buah pedada segar berdasarkan bobot kering adalah 9,2 persen protein, 4,8 persen lemak, dan 77,6 persen karbohidrat. Kandungan zat gizi makro pada produk selai dan sirup lebih rendah, sedangkan kandungan karbohidratnya lebih tinggi. Kandungan vitamin A dalam 100 g pedada segar sebesar 11,21 (RE dan setelah

  11. Pengaruh Laju Alir Inlet Reaktor MSL terhadap Reduksi BOD, COD, TSS, dan Minyak/Lemak Limbah Cair Industri Minyak Goreng

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salmariza Sy

    2017-06-01

    Full Text Available This research was conducted by treating edible oil industry wastewater used Multi Soil Layering (MSL method. The MSL reactor was built from a 200x120x200 cm concrete basin. Andisol soil was mixed with sawdust and fine charcoal at each ratio 5:1:1 based on dry weight as an impermeable layer. The flow rate variations were 250, 500, 1000, and 1500 L/m2.day. The observed pollutant parameters were BOD, COD, TSS, oil/fat, and pH. The results showed that MSL reactor was effective to decrease the pollutant content of edible oil industry wastewater. The reactor could reduce concentration of effluent parameters below standard except for oil/fat parameters at high flow rates. In the effluent was found BOD 0.66-14.22 mg/L, COD 5-69 mg/L, TSS 9-26 mg/L, and oil/fat 2-9 mg/L. The flow rate had an effect on reduction efficiency of BOD, COD, TSS, and oil/fat but did not effect pH as all flow rate could raise pH 6.37-6.95 became pH 6.99-7.24. The lower the flow rate the higher the reduction efficiency. The reduction efficiency at flow rates 250 and 1500 L/m2 days for BOD were 99% and 86%, COD were 96% and 71%, TSS were 88% and 77%, and oil/fat were 80% and 60%.ABSTRAK  Penelitian ini dilakukan dengan mengolah air limbah industri minyak goreng menggunakan metoda Multi Soil Layering (MSL. Reaktor MSL dibuat dari beton berbentuk bak ukuran 200x120x200 cm. Tanah andisol dicampur dengan serbuk gergaji dan arang halus pada rasio masing-masing 5:1:1 berdasarkan berat kering sebagai penyusun lapisan impermeable. Variasi laju alir yaitu 250, 500, 1000, dan 1500 L/m2.hari. Parameter pencemar yang dianalisis meliputi BOD, COD, TSS, minyak/lemak, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor MSL sangat efektif untuk menurunkan kandungan zat pencemar limbah cair industri minyak goreng. Reaktor dapat mereduksi konsentrasi parameter outlet sampai dibawah baku mutu yang distandarkan kecuali untuk parameter miyak/lemak pada perlakuan laju alir tinggi. Pada effluen

  12. ANALISIS KADAR LOGAM DAN CARA MUDAH MENGENALI UDANG YANG TERAKUMULASI LOGAM: STUDI KASUS TENTANG UDANG DI SUNGAI DONAN CILACAP, JAWA TENGAH (Metal Content Analysis and Easily Recognize for Shrimps that Accumulates of Metal: Case Study about Shrimps

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tumisem Tumisem

    2011-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian tentang Analisis Kadar Logam dan Cara Mudah Mengenali Berbagai Udang yang Terakumulasi Logam dilakukan dengan: mengidentifikasi berbagai jenis udang, menganalisis kadar logam dan menganalisis secara morfologi berbagai jenis udang terkait dengan morfologi tubuhnya. Penelitian dilakukan di sepanjang Sungai Donan Cilacap dengan cara menangkap berbagai jenis udang di sepanjang sungai tersebut setiap musim. Analisis kadar logam dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik UGM, identifikasi dan analisis morfologi udang dilakukan di Laboratorium Teknik Kimia UMP. Hasil identifikasi diperoleh enam jenis udang yaitu udang Tepus, Pletok, Jahe, Peci, Sikat, dan Wuku. Berdasarkan hasil analisis morfologi (warna tubuh menunjukkan semua jenis udang yang berasal dari lokasi sekitar tailing semen dan pertamina berwarna lebih gelap (kehitaman atau hitam kemerahan, dan yang berasal dari lokasi sungai yang memiliki tanaman bakau adalah cerah dan segar (warna lebih kelihatan bening. Hasil analisis kadar logam jenis Cd dan Pb pada semua udang tidak terdeteksi, sedangkan analisis kadar Cu terdeteksi pada udang Pletok, Wuku dan Sikat dengan kadar melebihi baku mutu kesehatan 0,1 ppm. Rata-rata kadar Cu pada udang tersebut sebesar 66,256 ppm per 1000 gram udang kering. Dari hasil analisis morfologi (bentuk tubuh dari semua jenis udang baik yang terakumulasi logam maupun tidak memiliki bentuk yang sama, sehingga tidak dapat menjadi patokan dalam mengenali udang yang tercemar logam. Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan udang yang terakumulasi bahan pencemar di atas standar keamanan pangan berwarna hijau kehitaman dan merah kehitaman, sedangkan udang yang tidak terakumulasi bahan pencemar berwarna putih segar. ABSTRACT Research on the metal content analysis and Easily Recognize for shrimps that accumulates of metal have done by identify various types of shrimps, metal content analysis, and analyzed morphologically various types of shrimp related

  13. DESAIN DAN PEMBUATAN MESIN PENGERING LADA DENGAN MENGGUNAKAN PEMANAS UAP BERBAHAN BAKAR KAYU LIMBAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Muhammad Idkhan

    2016-12-01

    ,pemanfaatanya menggunakan prinsip perpindahan panas. Uap panas masuk ke oven melalui pipa inputkemudian masuk ke radiator dan panas bersirkulasi didalam oven untuk mengeringkan lada dan menurunkan kadar air. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian desain dan eksperimen berupa kajian teoritis, mendesain mesin, dan membuat mesin pengering lada. Pembuatan mesin  dan uji coba laboratorium dilakukan di Laboratorium Pendidikan Teknik Mesin FT UNM dan uji coba lapangan dilaksanakan di Desa Salassae Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Enrekang. Pengeringan yang dilaksanakan selama enam jam menghasilkan lada yang berkadar air sebelas koma sembilan, biji lada bentuknya utuh tanpa kisut dengan warna yang kurang lebih seragam.Dengan adanyamesin pengering lada diharapkan memberi manfaat pada proses pengawetan hasil panen sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada cuaca untuk melakukan pengeringan, mempercepat proses pengeringan dan meningkatkan kualitas lada kering.Kata Kunci: Mesin Pengering, Lada, Pemanas uap

  14. Pola Penghidupan Masyarakat di Daerah Perdesaan pada Strata Rumahtangga yang Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kationo Udin

    2016-10-01

    , memanfaatkan lahan kering, melakukan diversifikasi dan ekstensifikasi pertanian, serta meningkatkan modal usaha melalui peningkatan akses terhadap lembaga keuangan.   ABSTRACT Research about livelihood pattern in rural area need to be conducted considering that rural area is an integral part of developing area which should get attention from government through any rural empowering policy in the context of rural area development. Therefore, this research aims to study in depth about livelihood strategy of households and the determining factor, and also recommend the development direction in order to increase people income in this research area. This research chose Karang Jaya village in Buru County as research location with research unit at household level. Research method used in this research was survey method using questionnaire and interview to collect data. Sampling technique used is this research was stratifield random sampling with proportional determination of sample quantity. Total sample of low economy level are 65 households, middle economy level are 34 households, and high economy level are 6 households. Data analysis undertaken by qua ntitative analysis using frequency table and cross table equipped with in depth interview. Result of this research shows that households with low economy level applied utilization of household resources strategy to increase farming result. While households with middle economy level applied utilization of household resources strategy, work diversification and optimization of farming result. On the other hand, households with high economy level focused on strategy of fund investment for their own business. Determining factor in applied those strategies were different fiscal and financial capital ownership at every economy level. Because of that, more effective strategy development through improvement of skills/craftsmanship of household member, establishment of farmer group/micro business, utilization of dry lands, diversification and

  15. The phytochemical screening and thin layer chromatography results of Jatropha gossypiifolia seeds

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anis Nurwidayati

    2013-05-01

    Full Text Available ABSTRAKLatar belakang: Schistosomiasis saat ini masih menjadi masalah kesehatan di daerah endemis di Sulawesi Tengah. Keong Oncomelania hupensis lindoensis, perantara schistosomiasis tersebar luas di wilayah tersebut. Pemberantasan yang dilakukan selama ini dilakukan dengan penyemprotan moluskisida kimia. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi golongan senyawa kimia di dalam ekstrak metanol biji jarak merah.Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2009. Biji jarak merah dikumpulkan dari wilayah Tondo, Kota Palu. Ekstraksi biji jarak merah dilakukan dengan metode perkolasi menggunakan pelarut metanol. Dilakukan skrining fitokimia dengan uji tabung untuk mendeteksi golongan senyawa di dalam ekstrak biji jarak merah. Skrining dilanjutkan dengan uji kromatografilapis tipis untuk memastikan hasil skrining dari uji tabung.Hasil: Ekstrak yang dihasilkan dari 500 gram serbuk biji jarak merah kering dengan 2500 ml pelarut metanol adalah sebanyak 250 ml ekstrak kental berwarna coklat kemerahan. Skrining fitokimia dengan uji tabung menunjukkan hasil positif alkaloid dengan terbentuknya endapan pada reaksi tes Meyer, tes Wagner, tes Dragendorff. Skrining ekstrak metanol biji jarak merah juga menunjukkan hasil positif saponin pada tes busa dan tes Lieberman-Burchard. Hasil positif pada tes Keller Killiani dan tes Kedde menunjukkan bahwa ekstrak biji jarak merah mengandung cardenoline dan bufadienol. Analisis kromatografilapis tipis menunjukkan ekstrak biji jarak merah positif terpen dengan terbentuknya spot pada plat silika gel dengan penyemprotan pereaksi terpen yaitu serium sulfat. Kesimpulan: Komponen kimia yang terkandung dalam ekstrak metanol biji jarak merah terdiri dari alkaloid, saponin, cardenolin, bufadienol, dan terpen.(Health Science Indones 2012;2:xx-xxKata kunci:schistosomiasis, Jatropha gossypifolia, komponen kimiaABSTRACTBackground:Schistosomiasis is still a health problem in Central Sulawesi. Snail Oncomelania hupensis lindoensis

  16. TÜRKİYE MUHASEBE STANDARTLARI VE MÜŞTERİ SADAKATİ PROGRAMLARI KAPSAMINDA VERİLEN PROMOSYON ÜRÜNLERİNİN MUHASEBE UYGULAMASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Engin YARBAŞI

    2012-11-01

    birimlerin varlıklarını sürdürebilmeleri için 1960’ lı yıllarda 4P olarak da adlandırılan Pazarlama Karması kavramı literatüre girmiştir. Çeşitli tanımlamalar arasında mal, mekân, fiyat ve tutundurma olarak türkçeye çevrilebilecek Pazarlama Karması elemanları müşteriyi bulabilmek ve elde tutabilmek için geliştirilmiş araçlardır.Zaman içerisinde Tutundurma kavramı büyük ölçüde genişlemiş, işletmeler yeni müşteri bulmak ve eski müşteriyi elde tutabilmek için çeşitli yöntemler geliştirilmiştir. Yeni müşteri elde etme maliyetinin eski müşteriyi korumaktan altı kere daha pahalı olduğu görüldüğünde eski müşteriye yatırım yapmak daha cazip hale gelmiştir. Müşteri bağlılığı ya da sadakati olarak adlandırılan eski müşteriyi elde tutmaya yönelik faaliyetlerin zaman farklılığı muhasebe üzerinde de etkili olmuş ve uluslararası muhasebe standartlarına girmiş bulunmaktadır.

  17. The LEADER program in Hungary and in Europe A LEADER program Magyarországon és Európában

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bogár ESZTER

    2011-11-01

    átterében? Napjainkban egyre nagyobb jelentőséget kap a mezőgazdaság, a vidék fellendítése. Tanulmányom során szekunder forrásfeldolgozás alapján a LEADER program kialakulásába, az eddigi tapasztalatok bemutatása által kicsit a jelenlegi helyzetbe szeretnék betekintést nyújtani. Az Európai Unió mezőgazdasági politikája – a Közös Agrárpolitika - 1957 óta folyamatosan változik. A 90-es évektől kezdve felismerték a fenntartható helyi fejlődés jelentőségét, mely figyelembe veszi a vidéki térségek környezeti, gazdasági, szociális és kulturális elemeit is [11]. Új fejlesztési módszerek kidolgozására került sor, bevonva a helyi közösségeket is a megoldások keresésébe. Így született meg az Európai Unió LEADER programja. Az Európai Unióban a LEADER program jelenleg a harmadik generációját éli. A LEADER lényege abban rejlik, hogy alulról jövő kezdeményezéseket támogat. Ezáltal a projektek a helyi lakosok tudásán és helyismeretén alapulnak, ebből következően az ő igényeiknek és a táj adottságainak megfelelő ötletek valósulhatnak meg. A LEADER- program fontossága messze túlmutat a Strukturális Alapokból kapott részesedésén (mindössze 1%, hiszen a támogatások többszörösét kitevő fejlesztéseket eredményez, mindazonáltal közösséget formáló erő. Több szakértő állítása szerint a LEADER- program sikertörténet és a vidékfejlesztés megvalósításának legjobb módja. A LEADER tehát nem különálló program, hanem az új vidékfejlesztési politika egyik eszköze, az új vidékfejlesztési alapból támogatva járul majd hozzá a fenntartható vidékfejlesztéshez.

  18. PENGEMBANGAN TANAMAN TALAS BENTUL KOMODITAS UNGGULAN PADA LAHAN RAKYAT DI KECAMATAN PEGANTENAN KABUPATEN PAMEKASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainol Arifin

    2015-12-01

    antara lain tidak tahan terhadap penyakit, tidak tahan terhadap kekeringan dan tidak tahan terhadap genangan air.Periode kritis terhadap air didefinisikan sebagai periode tanaman membutuhan air dalam jumlah yang cukup. Periode ini berbeda antara tanaman, akan tetapi umumnya hal tersebut terjadi pada masa awal pertumbuhan, fase perkembangan bunga dan fase pengisian umbi. Gangguan pada fase krisis air tersebut akan berpengaruh nyata pada produktivitas tanaman. Mempertimbangkan hal tersebut, terutama pada daerah yang ketersediaan air tidak mencukupi perlu dilakukan upaya konservasi air seperti pemberian mulsa untuk mengurangi evaporasi tanah disertai dengan upaya pemanenan air seperti embung dan daerah resapan.Berdasarkan hasil survey di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Pegantenan, Kecamatan Palengaan dan Kecamatan Proppo menunjukkan 100% mereka terkendala dalam menyediaan air untuk budidaya tanaman talas, di daerah penelitian termasuk lahan kering yang hanya mengandalkan tadah hujan. Masyarakat di daerah penelitian untuk manajemen pemberian air bagi tanaman talas mereka melakukan pengaturan tanam agar tanaman talas mereka dapat tumbuh dan menghasilkan yang maksimal, penanaman tanaman talas dilakukan pada akhir musim kemarau, disamping itu masyarakat melakukan efesiensi atau mengurangi proses evaporasi tanah dengan cara pemberian seresah daun di sekitar tanaman talas pada waktu fase awal pertumbuhan. Pada fase generative masyarakat tidak perlu lagi dalam penyediaan air bagi tanaman talas karena pada fase generative bertepatan pada musim hujan. Ketersediaan air bagi tanaman talas akan mempengaruhi kelangsungan budidaya talas secara berkelanjutan.Pemberian pupuk baik unsur hara makro maupun mikro didasarkan pada pertimbangan bahwa high yielding variety umumnya sangatresponsive terhadap pemupukan. Selain itu, pemanenan yang berulang-ulang akan menguras unsur-unsur hara yang berada dalam tanah terbawa oleh hasil panen.Manajemen pemupukan yang dilakukan masyarakat di daerah

  19. PEMBUATAN SUMBER RADIASI GAMMA 137Cs DENGAN AKTIVITAS 20 mCi DARI PEB U3Si2-Al PASCA IRADIASI DALAM CONTAINER STAINLESS STEEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN SUMBER RADIASI GAMMA ISOTOP 137Cs DENGAN AKTIVITAS 20 mCi DARI PEB U3Si2-Al PASCA IRADIASI DALAM CONTAINER STAINLESS STEEL. Kegiatan uji pasca iradiasi pelat elemen bakar (PEB U3Si2-Al banyak menghasilkan larutan dengan keaktifan yang sangat tinggi. Larutan tersebut mengandung isotop 137Cs, uranium serta transuranium yang mempunyai waktu paroh panjang dan berbahaya bagi lingkungan. Namun larutan tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan sumber radiasi sinar gamma isotop 137Cs. Hal ini dapat membantu bidang industri dalam memenuhi kebutuhan sumber radioaktif dalam negeri karena selama ini kebutuhan isotop 137Cs di Indonesia masih tergantung dari industri luar negeri. Selain itu, pengadaan dan transportasi isotop 137Cs dari luar negeri serta dalam penggunaannya memerlukan persyaratan yang cukup ketat dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (BAPETEN, sehingga menyebabkan harga isotop 137Cs menjadi mahal sampai di Indonesia. Dengan alasan tersebut, BATAN sebagai lembaga litbang nuklir di Indonesia perlu mempelajari pembuatan sumber radiasi gamma isotop 137Cs dari larutan hasil pengujian bahan bakar nuklir U3Si2-Al pasca iradiasi. Manfaat isotop 137Cs sangat luas antara lain digunakan dalam menganalisis sampel lingkungan, industri migas, konstruksi, radiografi, perikanan, rumah sakit dan pertambangan. Pembuatan sumber radiasi gamma isotop 137Cs dimulai dari pengumpulan larutan hasil pengujian PEB U3Si2-Al. Larutan larutan hasil pengujian mengandung isotop 137Cs dan isotop lainnya dikumpulkan menjadi satu dalam botol dengan volume 65 mL. Pemisahan isotop 137Cs dari hasil fisi lainnya dilakukan dengan metode penukar kation menggunakan zeolit Lampung dengan berat 45 gr. Hasil pemisahan diperoleh 137Cs-zeolit dalam fasa padat dan isotop lainnya berada dalam fasa cair. Padatan137Cs-zeolit kering kemudian kemudian ditimbang dan diukur aktivitasnya menggunakan spektrometer

  20. KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TB PARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niniek Lely Pratiwi

    2013-03-01

    group of new religious NGOs, Asiyah, churches, Muhammadiyah. Recommendation:Required an increase in participatory community of various other NGOs, in an integrated cross-sector to perform the preventive, promotive control of pulmonary TB disease by promoting the re-socialization of the glass roof house design, conduct prevention. Key words: Community on People Self Care, TB OOTS, Pro active Ca se Finding ABSTRAK Penanggulangan tuberculosis, khususnya TB paru di lndonesia telah dimulai sejak tahun 1969, namun jumlah penderita TB paru semakin meningkat. Penelitian kualitatif etnografis ini bertujuan untuk mengkaji upaya kemandirian masyarakat dalam upaya pencegahan penularan penyakit TB paru. Cara pengumpulan data observasi partisipatori, wawancara mendalam dengan informan penderita TB paru dan keluarga. Lokasi penelitian di Kota Pariaman, kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Rote Ndao NTT. Hasil analisis dari 4 indikator kemandirian masyarakat dari sisi knowledge masih rendah mengingat bahwa sebagian besar informan menganggap penyakit TB paru sebagai penyakit keturunan, dan tidak menular. Penyakit Hossa sebutan masyarakat di kabupaten Rote Ndao. Persepsi illness masyarakat di kota Pariaman, penyakit TB paru sebagai penyakit karena "temeken", akibat diguna-guna orang lain yang tidak senang. Di kota Lombok Barat stigma takut, malu sebagai penderita TB, sehingga masih banyak persepsi illness masyarakat yang menyebutnya sebagai penyakit batuk lama, batuk kering 40 hari, dan penyakit asma. Kepercayaan/trust masyarakat masih tergantung pada petugas kesehatan, belum ada kader yg memberikan penyuluhan langsung tentang pencegahan penularan. Kemampuan/ capacity masyarakat masih sangat kurang, masyarakat masih lebih percaya pada petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan. Pemilihan sebagai tenaga PMO (Pengawas makan obat kurang sesuai dengan struktur sosial yang ada di masyarakat. Kabupaten Lobar dengan struktur sosial masyarakat sasak maka tuan guru, Kyai dapat sebagai social

  1. Fermentation of seaweed flour with various fermenters to improve the quality of fish feed ingredients

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Aslamyah

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRACT  The purpose of this study was to evaluate various types of fermentor for dry matter digestibility (DMD, organic matter digestibility (OMD, and the chemical composition of fermented seaweed. Five types of seaweed were used as substrates included green strain of Kappaphycus alvarezii, brown strain of K. alvarezii, Gracilaria gigas, Sargassum sp., and Caulerpa sp. The treatments were four fermentors, namely Bacillus sp. 2 mL/100 g of seaweed flour; 1.5% of tape yeast as a source of Rhizopus sp.; 1.5% of baker’s yeast as a source of Saccharomyces sp.; a mix of Bacillus sp., tape yeast of Rhizopus sp. and baker’s yeast of Saccharomyces sp. with compositions of 1 mL+1 g+1 g/100 g of seaweed flour; and control treatment. The results showed an increase in the percentage of DMD (21.94–27.76% and OMD (8.35–11.66% of all seaweed fermented using fermentor compared to control (DMD of 17.65–20.36% and OMD of 4.36–5.98%. Moreover, the highest result was obtained by the fermentor mix (DMD of 24.86–27.76% and OMD of 10.02–11.66%. Similar result was also found in the chemical composition of fermented seaweed, there was increase in protein content of 9.23–15.93% and nitrogen free extract (NFE of 56.05–70.26% in each seaweed treated with fermentation using fermentors, compared to controls (protein of 8.82–11.54% and NFE of 52.26–65.72%. Furthermore, the highest value was shown by seaweed fermented with mixed fermentors (protein of 9.92–15.93% and NFE of 58.47–70.26%. Yet, the opposite result was present in the ash, crude fiber, and fat content of seaweed fermented using fermentors of which the lowest value was found in treatment of mixed fermentor. Keywords: fermentation, fermentor, seaweed, quality, feed ingredients  ABSTRAK  Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi berbagai jenis fermentor terhadap kecernaan bahan kering (KBK, kecernaan bahan organik (KBO, dan komposisi kimia rumput laut terfermentasi. Lima jenis rumput

  2. PENGURANGAN KADAR CO2 MENGGUNAKAN SPIRULINA PLATENSIS DALAM TUBULAR BIOREACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Syam Arifin

    2015-06-01

    Meningkatnya jumlah penduduk berdampak pada peningkatan kebutuhan energi. Di lain pihak, industri pembangkit energi dituding sebagai salah satu penyumbang karbon dioksida sekitar 25% dari total emisi CO2 di seluruh dunia. Disisi lain, produksi biogas yang bertujuan untuk mengatasi peningkatan kebutuhan energi justru menghasilkan karbon dioksida pada kisaran 25 – 50% volume. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan metode yang murah, optimum dan efisien serta ramah lingkungan dalam mengurangi kadar CO2 dengan menggunakan spirulina platensis.  Penelitian ini bertujuan membuat model matematik dan menemukan kecepatan aliran yang optimum untuk menurunkan kadar CO2 dengan menggunakan Spirulina Platensis. Penelitian ini menggunakan reaktor tubularterbuat dari kaca (D = 2,6 cm pada suhu 30°C dan disinari dengan lampu TL Philips fluoresen 36 Watt, temperatur warna: 6.200K cool daylight, light output: 2.600 lm, 72 lm/W. Reaktor tubular ditempatkan dalam kotak yang dilapisi dinding dengan kertas perak pada ketiga sisinya. Dengan model matematik reaktor tubular, dapat diprediksi konstanta kecepatan reaksinya. Berdasarkan grafik hasil perhitungan data, kecepatan volumetrik optimumnya juga dapat diprediksi. Variasi flowrate yaitu 0,25 mL/detik, 0,35 mL/detik, 0,5 mL/detik, 0,75 mL/detik, 1 mL/detik. Sumber karbon adalah CO2 99,99%. Pengamatan pertumbuhan Spirulina dilakukan pada flow rate 0,25 mL/detik dengan kadar berat kering mula – mula 2,1208 g/L. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aliran lambat (flowrate rendah merupakan cara yang lebih efektif dalam mengurangi karbon dioksida menggunakan spirulina platensis (= 2,82×10-4 detik-1. Nilai konversi tertinggi diperoleh pada kecepatan aliran volumetrik 0,25 mL/detik dan kecepatan optimumnya pada kisaran 0,3 – 0,4 mL/detik. Laju flux CO2 masuk sebaiknya kurang dari 0,047 mL/cm2.detik. Nilai Specific Growth Rate (µ Spirulina Platensis dalam penelitian ini yaitu 2,56×10-2 menit-1.   Kata Kunci: Spirulina platensis, reaktor tubular

  3. Novel development of carbonate apatite-chitosan scaffolds based on lyophilization technique for bone tissue engineering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maretaningtias Dwi Ariani

    2012-09-01

    pembentukan tulang, telah dikembangkan suatu scaffolds yang menggabungkan kitosan dengan carbonate apatite (CA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuat carbonate apatite-chitosan scaffolds (CA-ChSs serta mengevaluasi osteokonduktivitas CA-ChSs dari sudut pandang proliferasi sel. Metode: Chitosan scaffolds (ChSs dibuat dengan prosedur berikut ini. Dua puluh lima, 50, 100, 200 dan 400 mg bubuk kitosan dilarutkan dalam 5 ml asam asetat (CH3COOH 2%, dikocok selama 15 menit dan dinetralkan dengan 15 ml 0,1 M larutan sodium hidroksia (NaOH. Setelah sentrifugasi, gel kitosan dikemas ke dalam cetakan teflon kemudian dibekukan pada suhu -80°C selama 2 jam dan dikeringkan dalam mesin beku kering pada suhu -54°C selama 24 jam. Selanjutnya dilakukan radiasi ultraviolet pada ChSs selama 2 jam. Untuk membuat CA-ChSs, dipilih ChSs yang berisi 200 mg bubuk kitosan. Setelah dinetralisir, 50 mg dari 0.06 M CA ditambahkan ke dalam kitosan gel yang berisi 200 mg bubuk kitosan. Struktur CA-ChSs diamati dengan scanning electron microscope (SEM. Proliferasi mouse osteoblast-like cell (MC3T3-E1 dalam ChSs dan CA-ChSs dievaluasi pada hari ke-1, 7 dan 14. Hasil: CA-ChSs dengan struktur tiga dimensi yang berpori dapat diamati dengan jelas menggunakan SEM. Jumlah pertumbuhan dan perkembangan sel pada CA-ChSs secara signifikan lebih banyak dibandingkan pada ChSs (kontrol pada setiap tahap pengamatan di hari ke-1, 7, 14 dan 21 (p<0.05. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa CA-ChSs mempunyai struktur tiga dimensi dengan pori-pori yang saling berhubungan satu sama lain dan dapat meningkatkan proliferasi osteoblast. Hal ini menunjukkan bahwa CA-ChSs adalah kandidat untuk rekayasa jaringan tulang.

  4. FOREWORD: The 70th birthday of Professor Stig Stenholm The 70th birthday of Professor Stig Stenholm

    Science.gov (United States)

    Suominen, Kalle-Antti

    2010-09-01

    information [7] and in Stockholm he had, again, very successful postdocs such as Ulf Leonhardt. Finally, in 2005, Stig Stenholm retired, although he is still active, writing papers, taking part in conferences and making research visits. We honoured his 70th birthday at the CEWQO2009 conference, and hope that the future provides us with further opportunities for such events. Looking at the obituary of Dirk ter Haar, I see that his style with students reminds me of Stig's approach. In my opinion, Stig expects independence and initiative from a student, giving perhaps a broad topic in which the student is expected to find his or her own way, whilst working perhaps with a postdoc. Juha Javanainen has talked about the 'sink or swim' style (not referring to Stig, though). There is a famous series of children's books about Moomin trolls by Tove Jansson (another Swedish-speaking Finn like Stig). In one of them, the Moomin find in early spring a small flower in a patch of land uncovered by snow, pushing its way up. One of them wants to cover it against frost during the night, but another says 'Don't, it'll fare better later if it has some difficulties at first'. At CEWQO2009 Stig gave the full list of his finished PhD students: Rainer Salomaa (1973), Temba Dlodlo (1980), Juha Javanainen (1980), Markus Lindberg (1985), Matti Kaivola (1985), Birger Ståhlberg (1985), Kalle-Antti Suominen (1992), Mackillo Kira (1995), Päivi Törmä (1996), Asta Paloviita (1997), Patrik Öhberg (1998), Martti Havukainen (1999), Erika Andersson (2000), Pawel Piwnicki (2001), Åsa Larson (2001), Markku Jääskeläinen (2003), and Jonas Larson (2005). One should also mention Erkki Kyrölä, who eventually graduated at Rochester and Olli Serimaa, who never graduated but published some important early-stage laser cooling work. As a final note I must mention a passion that Stig and I share, namely books. I have nearly 400 professional physics and mathematics books, but I am certain that the size of Stig

  5. Başlangıcından Günümüze Dünyada ve Türkiye’de İslâmi Bankacılığın Genel Durumu / From the Past to the Present the General Situation of Islamic Banking in the World and Turkey

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdulkadir Atar

    2017-10-01

    devletlerin bu büyük sermayeli kuruluşları bütçeleriyle kurtarma çabaları serbest piyasa ekonomisi yani kapitalizmi bir kere daha tartışmalı hale getirmişti. O dönem yaşanan bu tartışmalar entellektüel boyutlarda da ele alınıyor, Karl Marx’ın meşhur eseri Kapital (Das Capital satış rekorları kırıyordu. Kapitalizm eleştirisi özellikle Marksist literatür bağlamında yapılırken ana akım iktisada bir başka alternatif daha bulunmaktadır: İslam ekonomisi. İslâm ekonomisi kavramı, ilk kez Seyyid Ebu’l-A’la Mevdudi (1903-1979 tarafından gündeme getirilmiştir. 1960’larda ortaya atılan modern bir kavram olmakla birlikte aslında ana akım iktisada bir tepki olarak doğmuştur. Bu yeni yaklaşım özellikle Hint kökenli İngilizce konuşan Müslümanlar tarafından gündeme getirilmiştir. Günümüzde Batı’nın bilimsel ve teknik gelişmelerdeki üstünlüğü iktisada bağlanmıştır. Bu durumu dikkate alan Hintli Müslüman iktisatçıları, bağımsız bir disiplin olarak İslâm iktisadından bahsediyor olmanın ön şartı olarak Batı kaynaklı iktisat disiplinin temel ilke ve yöntemlerinden yararlanılması gerektiğini ileri sürmüşlerdir. İslam ekonomisinin ana kaynaklarını İslam’ın ana kaynakları olan Kur’an ve Sünnet oluşturmaktadır. Buna icmâ ve kıyas da dahil edilebilir. İslâm ekonomisinin yararlandığı disiplinleri sıralayacak olursak, İslâm tarihi boyunca geliştirilen kurumları, iktisadi ilişkileri ele alması ve günümüze ne şekilde adapte edilebileceğini açısından tarih disiplininden, iktisadi mefhumları ve olayları izah edebilmek için araç olarak istatistik disiplininden faydalanmaktadır. İslam ekonomisi kavramı aslında İslami finansı ya da bankaları da içine alan geniş bir kavramdır. Bu disiplin ile İslâm’ın ana hedefleri olarak nitelendirilen makasıd-ı şeriat çerçevesinde gelir dağılımının daha adil olması, toplumsal eşitlik vb. unsurların sa

  6. PENENTUAN TINGKAT KEKERINGAN LAHAN BERBASIS ANALISA CITRA ASTER DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfian Pujian Hadi

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Kekeringan lahan yang melanda suatu daerah menimbulkan dampak yang besar terhadap produktivitas lahan pertanian. Terjadinya kekeringan ini disebabkan oleh defisit air akibat kurangnya hujan yang jatuh, laju infiltrasi air yang tinggi serta jenis tanaman yang tidak sesuai dengan ketersediaan air. Untuk meminimalkan dampak yang terjadi akibat kekeringan lahan maka perlu dilakukan antisipasi dengan mengetahui defisit dan surflus air lahan melalui data curah hujan serta kemampuan tanah menahan air (water holding capasity. Untuk keperluan analisis kekeringan lahan dapat menggunakan citra penginderaan jauh dan neraca air lahan sebagai pengetahuan awal guna perencanaan antisipasi kekeringan lahan sehingga kebutuhan air bagi tanaman dapat terpenuhi setiap saat. Penelitian ini dilakukan di sebagian wilayah Kabupaten Gunung Kidul. Tujuan penelitian ini adalah : (1 Mengkaji akurasi berbagai saluran TIR Citra Aster untuk mendapatkan informasi sebaran suhu permukaan, (2 Mengkaji sebaran kekeringan melalui indeks TVDI (Temperature Vegetation Dryness Indeks yang diekstrak dari suhu permukaan (Land Surface Temperature dan indeks NDVI. (3 Mengkaji tingkat kekeringan lahan dengan menggunakan metode Thornthwaite-Mather,  (4 Mengkaji pola tanam yang sesuai diterapkan di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran 13 Citra Aster memiliki akurasi paling tinggi jika dibandingkan dengan saluran 10,11,12, serta 14 Citra Aster karena memiliki selisih paling kecil dengan suhu permukaan lapangan. Berdasarkan analisis RMS difference diperoleh nilai 1,140. Luas sebaran kekeringan berdasarkan indeks TVDI pada seluruh penggunaan lahan dengan tingkat kekeringan tinggi, sedang dan rendah masingmasing melanda daerah seluas 2.922,8 Ha (4,6%, 20.286,16 Ha (32,11% serta 39.962,72 Ha (63,26%. Dari total luas 2.922,8 Ha lahan yang dilanda kekeringan dengan tingkat kekeringan tinggi (kering/kurang air seluas 2.069,47 Ha merupakan sawah tadah hujan. Analisis

  7. AAS 228: Day 2 morning

    Science.gov (United States)

    Kohler, Susanna

    2016-06-01

    panel on the lifecycles of galaxies began with a talk by Ben Cook (astrobites author) on how we can infer whether a galaxy experienced large mergers. Cook used the Illustris simulation to study how stars are left in so-called stellar halos far outside galaxies after they have large collisions. Yicheng Guo then showed evidence that lower-mass galaxies tend to form their stars in a few large bursts, rather than long, steady formation like in more massive galaxies. Ali Khostavan measured the strengths of particular emission lines, which are found to increase further back in time, telling us that galaxies were forming many more stars early on in the universe than they are now.Artists impression of the heart of an active galaxy, known as an Active Galactic Nucleus (AGN). [NASA/Goddard Space Flight Center Conceptual Image Lab]Irene Shivael presented a new measurement of the relationship between the star-formation rate of a galaxy and the mass of its stars (i.e., its stellar mass). This relation has been measured to have very different values by a large number of different studies! Gene Leung look at the spectra of Active Galactic Nuclei (AGN) and found that many of them are blowing out large blobs of gas into the space around their host galaxies. This process is an important part of how we think galaxies shut off their star formation: the AGN blow the gas far away, so it cannot collapse and form new stars.Rui Xue studied large glowing halos of Lyman-alpha emission that are seen around high-redshift galaxies. This emission is lighting up the gas around each galaxy and can be used to measure the circum-galactic medium, the stuff around galaxies extremely far away. SungWon Kwak ran new simulations to study how small (dwarf) galaxies can form central bars or spiral arms when they fall into clusters or collide with other galaxies. Dusan Keres closed out the session by talking about a new, very powerful simulation called FIRE, which uses very complicated star-formation models and

  8. Nostalgic Paradigm in Classical Sociology and Longing for Golden Age in Islamism

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    İrfan Kaya

    2017-12-01

    ürokratik ilişkilere giderek daha fazla maruz kalması, Weberci sosyolojide demir kafes metaforuyla kavramsallaştırılmıştır. Aydınlanmanın özgürlük vaadi, insanı panoptik topluma hapsetmesi şeklinde netice almıştır. Dolayısıyla nostaljik paradigmanın bu bileşkesinde, özerk-ben’in, modern devletin hakimiyeti altında bürokratik yapılar dünyası içerisinde tuzağa düşmesi nedeniyle kaybedildiğine dair, nostaljik bir izlek bulunmaktadır.Nostaljik paradigmada son bileşen, sadeliğin, kendiliğindenliğin ve doğallığın kaybedilmesi duygusudur. Burada birey, sadece makro-toplumsal süreçler tarafından değil, mikro- ahlaklar bazında da dolayımlanıp denetime tabidir. Yani, Adorno’nun “yönetilen toplum”u ya da Foucault’un kapatma nosyonu bireyin gerçek duygu ve coşkularını engellemekte, tüketim kültürünün egemen olduğu bir dünyada önceden tasarlı belli yapıp etme biçimlerince gözetlendiği anlaşılmaktadır. Özetle, nostalji metaforu; bireyin ahlaki kesinliğini ve özerkliğini yitirmiş bir halde merkezî bir devletin yönetimsel kuralları tarafından ele geçirildiği bir dünyada yaşadığımızı ileri sürer. İslamcılık adına ortaya konan metin ve pratiklerin önemli bir kısmında bulunan eve dönüş mitosuna, tıpkı klasik sosyolojide olduğu gibi determinist bir tavırla ulaşılmıştır. Şimdiyle baş edemeyenlerin güvenli bir liman olarak düşündükleri nostaljik tahayyülde, kutsalı basitleştiren, dolayısıyla tahrif eden determinist ve ideolojilere has bir tavır vardır. Nitekim, Asr-ı Saadet söylemi gibi bir kereliğine ve tüm zamanlar için geçerli tarih-üstü, toplum-üstü bir model tasavvurunun kendisi her şeyden önce başından sonuna kadar tarihseldir. Dolayısıyla, büyük ölçüde belli bir tarihsel sürecin ve toplumsallığın ideolojik tasarımının tezahürüdür. Şimdiye çare olarak sunulan sahihlik söylemi, geçmişi idealize eden, anakronik bir bakış a