WorldWideScience

Sample records for kabupaten klaten jawa

  1. Penyusunan Sistem Perencanaan Karier Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atik Septi Winarsih

    2011-08-01

    Full Text Available In any organization, institution or any institution would be expected an increase in career path for each employee or employees who are on it. Career development and promotion is not based on competence and performance but rather on the DUK (Listings Sort ranks and even sometimes based on nepotism. Career civil servants who do not clear their determination is not supported and other factors that deserve consideration in determining an employee’s career, the PNS will automatically move up and studied them on a regular basis every two years and received regular salary increases. Data collection methods used in this study were: 1 Observations and interviews conducted in each of the personnelinvolved in the activities of Employee Career Planning System, 2 Study of literature intended to get a design plan based on the theory that there is a career in Human Resource Management; 3 Focus Group Discussion (FGD. The results obtained in this study that the civil servant career planning system that fits the context and needs of Klaten is oriented on the competence of employees. Career planning system was developed under the provisions of current legislation

  2. Aktivitas Ngengat Scirpophaga incertulas di Wilayah Kabupaten Klaten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Yunus

    2011-07-01

    Full Text Available The activities of Scirpophaga incertulas adult from Klaten Regency were studied from April to November 2010. The purposes of this study were to observe the activity of moth after adult emergence, their flying activity, and eggs oviposition. Two hundred pupae were collected from the field, then incubated in the laboratory and observed every hour for 72 hours. Flying activity was observed every hour by counting the number of moths that were found in the light traps. This observation was replicated three times during the dark; from 6:00 p.m. to 6:00 a.m. Oviposition activity of moths was observed by infesting twenty females of insect on the rice plants planted in the polybag and covered with plastic sheet. This oviposition activity was also observed every hour during the dark; from 6:00 p.m. to 6:00 a.m. in order to get the number of egg-laying moths. The results showed that the emergence of S. incertulas moth was mainly from 2:00 to 4:00 a.m., the flying activity was detected mostly from 6:00 p.m. to 1:00 a.m., and the moths ovipositing activity was mainly occured from 7:00 to 11:00 p.m. In addition, we found that the intensity of light affected the number of moths coming into the light trap. The light exposed from the 23 Watt lamp (1,500 lumen was twice more effective in attracting the moths than the 11 Watt lamp (700 lumen. Penelitian aktivitas ngengat Scirpophaga incertulas telah dilakukan di Kabupaten Klaten dari April s.d. November 2010. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi tentang aktivitas kemunculan ngengat, aktivitas terbang dan peletakan telur. Dua ratus pupa yang diperoleh dari lapang diinkubasikan di laboratorium dan diamati sampai muncul ngengat. Jumlah ngengat yang muncul diamati setiap jam selama 72 jam. Aktivitas terbang diamati setiap jam dengan menghitung jumlah ngengat yang terperangkap pada lampu perangkap selama 12 jam dari pukul 18.00 s.d. 06.00 dengan tiga kali ulangan. Aktivitas peletakan telur diamati

  3. PERNIKAHAN PONORAGAN DI KABUPATEN PONOROGO, JAWA TIMUR (Kajian Semiotika Visual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Setia Dewi

    2017-12-01

    Full Text Available Studi ini dimasudkan untuk menelusuri makna khususnya ikon, indek dan simbol yang terdapat dalam pernikahan ponoragan tersebut. Hasil penelitian ini secara teoritik dapat menjelaskan tentang teori semiotika visual dan mengembangkan konsep tentang makna dari ikon, indeks dan simbol pada pernikahan ponoragan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang berkarakter lokal. Penelitian ini memadukan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Instrumen utama berupa rekaman video dan foto pernikahan ponoragan. Instrumen pendukung berupa wawancara dengan perias, budayawan, pengantin dan sesepuh pernikahan ponoragan di Kabupaten Ponorogo, Jawa timur. Penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan perekaman di lapangan. Data yang diperoleh dari hasil observasi, dokumenatsi, perekaman dan wawancara dengan narasumber digabungkan untuk memperoleh gambaran makna ikon, indeks dan simbol yang mewakili dalam lingkup pernikahan ponoragan. Hasil makna ikon, indeks dan simbol yang diperoleh dari analisis hubungan diantaranya, selanjutnya diinterpertasi, dianalisis untuk memperoleh gambaran menyeluruh makna ikon, indeks dan simbol pernikahan ponoragan.

  4. Analisis Spasial Kejadian Filariasi di Kabupaten Demak Jawa Tengah

    OpenAIRE

    Nurjazuli Nurjazuli; Hanan Lanang Dangiran; Asty Awiyatul Bari'ah

    2018-01-01

    Latar Belakang: Filariasis merupakan salah satu penyakit tular vektor yang kurang mendapatkan perhatian, termasuk kelompok Neglected Tropical Diseases (NTDs). Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah di Propinsi Jawa Tengah  yang merupakan daerah endemis filarisis (mf rate>1%). Kejadian filarisis di daerah ini diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan fisik dan biologis (nyamuk) yang mempunyai peran penting dalam penyebaran penyakit filarisis. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada...

  5. Analisis dan Rencana Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih Unit Cabang Timur PDAM Kabupaten Klaten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ana Tri Lestari

    2017-01-01

    Full Text Available Unit Cabang Timur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM Kabupaten Klaten dibagi menjadi 3 unit pelayanan Ibu Kota Kecamatan (IKK dan mempunyai tingkat pelayanan yang masih rendah pada tahun 2015, yaitu Unit IKK Ceper 17,6%; Unit IKK Pedan 2,43%; dan Unit IKK Cawas 31,26% sehingga peningkatan persen pelayanan menjadi hal yang perlu dilakukan. Hal ini didukung dengan adanya penambahan debit produksi sebesar 50 liter/detik. Selain itu, jaringan distibusi belum dibentuk blok pelayanan sehingga sulit untuk mengontrol kehilangan air. Perencanaan ini dilakukan pembagian blok pelayanan menjadi 26 blok dan 5 tapping. Setelah itu dilakukan analisis kondisi eksiting. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan kondisi hidrolika perpipaan kecuali kecepatan masih memenuhi kriteria, yaitu tekanan antara (15,43-59,99 m, kecepatan (0-0,91 m/detik, unit headloss (0-3,51 m/km. Kemudian dilakukan pengembangan jaringan yang dibagi menjadi 2 tahap, dimana tahap 1 meningkatkan persen pelayanan, sedangkan tahap 2 menambah daerah pelayanan baru. Blok pelayanan setelah pengembangan menjadi 29 blok dan 5 titik tapping. Kemudian analisis rencana pengembangan dilakukan dan menunjukkan bahwa kondisi hidrolika pipa untuk tekanan di jaringan distribusi IKK Cawas bernilai negatif. Hal ini dikarenakan unit headloss yang terjadi pada pipa dari reservoir menuju titik tapping pertama IKK Cawas sebesar 5,78 m/km dengan panjang pipa 14,35 km sehingga headloss  sebesar 82,94 m menyebabkan tekanan menjadi -2,89 m. Permasalahan ini dapat diatasi dengan parallel pipa diameter 200 mm sepanjang 9 km. Parallel pipa tersebut mengakibatkan tekanan  pada titik tapping pertama IKK Cawas menjadi 34,65 m dan titik tapping terjauh (blok 19 sebesar 16,34 m.  Hasil analisis hidrolika, seperti unit headloss berada pada rentang (0-5,78 m/km, namun kecepatan masih ada yang di bawah 0,3 m/detik. Rencana anggaran biaya (RAB yang dibutuhkan untuk melakukan pengembangan jaringan sebesar Rp 2.470.153,051.71.

  6. Pengetahuan Masyarakat Sunda Perdesaan Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur Jawa Barat tentang Peraturan Kebahasaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dindin Samsudin

    2017-12-01

    Full Text Available The reality of the language usage that exists in Indonesia is still apprehensive. If we observed, until now there are so many language usages in public spaces, both billboards and instructional boards still use foreign languages or a mix between Indonesian language and foreign languages. That reality of language is not relevant with the legislations which prevail in Indonesia because the legislations stipulate the preferential using of Indonesian language in public space. However, the legislations about language are not well known by the society, so they still prefer using the foreign languages. This research aimed to reveal the knowledge of rural Sundanese society in Garut and Cianjur Regency, West Java about the language regulations. This research used quantitative approach with survey method. The result showed that in general the knowledge of rural Sundanese society in Garut and Cianjur Regency, West Java about language regulations can be categorized not good because the average value only reached 34.25% of the ideal standard.   Abstrak Kenyataan kebahasaan yang ada di Indonesia masih saja memprihatinkan. Jika diamati, hingga kini masih banyak pemakaian bahasa di ruang publik, baik papan nama maupun papan petunjuk, yang menggunakan bahasa asing atau campuran bahasa Indonesia dan bahasa asing. Kenyataan kebahasaan tersebut tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia karena peraturan perundang-undangan mengharuskan pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia dalam ranah publik. Namun, peraturan perundang-undangan tentang kebahasaan tersebut sepertinya belum diketahui oleh masyarakat sehingga mereka masih mengutamakan bahasa asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengetahuan masyarakat Sunda pedesaan di Kabupaten Garut dan Cianjur Jawa Barat tentang peraturan kebahasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum

  7. Faktor-Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Kebahagiaan pada Lanjut Usia Suku Jawa di Klaten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Muhammad Diponegoro

    2015-06-01

    Full Text Available This study aims to determine the psychological factors that affect happiness elderly Javanese in Klaten. The approach used qualitative phenomenological study types. Data collection techniques by observation and interviews of the three objects. The object of research is intended that three grandparents (elderly aged 85 years. Two elderly widowers and the elderly are still married which seemed to live in harmony (harmony. The whole object of research is Muslim, diligent prayer, living in the village, and all living in a home with children, grandchildren, and law. The results of this study indicate that there are 14 factors that affect happiness elderly (earnings; age; religion; culture; thanks to the Lord; physical activity; social relationships; forgiveness; quality of life; Hospitality; healthy; married; relate well to children, grandchildren, and daughter, as well as a good relationship with the brothers and there are 13 of affects that affects happiness elderly (feel happy, patient, calm atmosphere, optimistic, calm serene, feel compassionate, considerate, passionate, not revenge, relaxed, polite, happy to help / give, and not afraid of death / resignation to fate of old age. Based on the research results it can be concluded that there are 14 and 13 affective factors that affect happiness elderly and considers that it is important for them. The results of this study for the families of the elderly and the community to take a stand in the face and continually meet the needs of the elderly. Furthermore, the results also useful for counselor as a material consideration in implementing gerontology counseling (counseling elderly in order to achieve elderly to get happiness.

  8. DISTRIBUSI SPASIAL LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunaryo Sunaryo

    2015-01-01

    persebaran leptospirosis secara spasial dengan  aplikasi  Sistem  Informasi  Geografis  di  Kabupaten  Gresik  Jawa  Timur,  dan secara khusus bertujuan untuk analisis spasial leptospirosis berdasarkan karakteristik epidemiologi dan faktor risiko lingkungan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai November 2012, menggunakan metode spasial dengan pendekatan potong lintang. Hasil menunjukkan kasus leptospirosis selama tahun 2009 sampai dengan 2011 mengalami fluktuasi, pada tahun 2012 leptospirosis mencapai 26 kasus dan 3 kasus hasil penjaringan. Kasus leptospirosis didominasi oleh kelompok laki-laki dewasa, pekerja petani ikan/nelayan. Di Kabupaten Gresik terdapat tiga kecamatan endemis dengan kasus terbanyak di Kecamatan Duduk Sampeyan, Bungah dan Gresik. Pola fluktuasi kasus meningkat pada bulan Januari sampai April sesuai pola curah hujan. Pemanfaatan lahan empang dan pertanian, curah hujan sedang, dataran rendah, vegetasi sedang, jenis tanah aluvial, keberadaan tikus merupakan varibel lingkungan yang mempengaruhi kejadian leptospirosis. Daerah rawan leptospirosis berada di area tengah wilayah Kabupaten Gresik. Disimpulkan bahwa Sistem Informasi Geografis dapat dimanfaatkan sebagai bagian dalam sistem surveilans leptospirosis dan sebaiknya dilakukan pemantauan spasial temporal dari waktu ke waktu.Kata kunci: Spasial, leptospirosis, Gresik

  9. Analisis Penyerapan Tenaga Kerja pada Industri Kecil Perabot Rumah Tangga dari Kayu (Studi Kasus Kabupaten Klaten)

    OpenAIRE

    Pradana, Venty Oviartha; Pujiyono, Arif

    2014-01-01

    Home industry of household ware made of wood has a potential to decrease the number of unemployed citizens because will recruits many labor. This industry that in Klaten has increased production value. Unfortunately, this increasing was not balanced with the increasing of investment value, material, and the number of employee. The purpose of this research is to analyze the in influance of wage capital and production value to word labor demand. This research use the concept of elasticity of d...

  10. Strategi Peningkatan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB : Studi Kasus di Kabupaten Klaten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pratiwi DK

    2015-12-01

    Full Text Available In order to get regional development fund in local government, it was done many ways to increase local income both from local revenue or out local revenue, one of income source that potentially increased is Land and Building Tax (hereafter called PBB. So that, there should be certain strategies that could increase the income of PBB in localgovernment This paper deals strategic management approach to indentii, strategic factors, strategic issues and strategies that could be developed to increase the income of PBB. Thispaperis result of case study research in local government of Klaten. The result of strategic environment analysis (SWOTfor Revenue Office in local government of Klaten , it was identified 28 factor that influence the income of PBB, including 7 Strength , 6 Weaknesses, 9 Opportunities, and 6 Threats. From the analysis of both internal and external factors and after the litmus test and the evaluation of PEST aspect, it could be identfied4 most strategic issues in increasing the income of PBB in localgovernment of Klaten , there are the increasing valuation of object of PBB( hereafter talledNJOP, increasing the PBB intensification, PBB computerized and Data rejuvenation . The recommended strategies for increasing the income of PBB in local government of .Klaten are :for responding the NJOP increasing issue, it recommended the strategy of evaluating, review, adjust the old ITT, and determine a new NJOP of NJOP of PBB, the strategy for responding data rejuvenation issue is optimized the registry, data collection and valuation of subject and object of PBB,. for responding the issue of increasing PBB intensification, the recommended strategy is optimizing PBB intensification, increase people and government awareness and closes the service and the recommeded strategyforreVodingPBB computerized issue is increasing and perfection a gstim of PBB computerized.

  11. Analisis Spasial Kejadian Filariasi di Kabupaten Demak Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjazuli Nurjazuli

    2018-04-01

    Full Text Available Latar Belakang: Filariasis merupakan salah satu penyakit tular vektor yang kurang mendapatkan perhatian, termasuk kelompok Neglected Tropical Diseases (NTDs. Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah di Propinsi Jawa Tengah  yang merupakan daerah endemis filarisis (mf rate>1%. Kejadian filarisis di daerah ini diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan fisik dan biologis (nyamuk yang mempunyai peran penting dalam penyebaran penyakit filarisis. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan adanya penderita baru,  mengidentifikasi kondisi lingkungan fisik dan biologi yang berkaitan dengan sebaran filarisis di Kabupaten Demak. Matede: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 30 kasus filariasis dijadikan indek kasus yang selanjutnya dipilih secara purposif sebanyak 140 yang tinggal di sekitar 30 kasus tersebut untuk dilakukan pengamblan darah jari. Observasi lingkungan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan (breeding places dan resting places dari yang diduga sebagai nyamuk vektor filariasis. Penangkapan nyamuk dilakukan di sekitar rumah penderita filariasis. Pengukuran koordinat kasus filariais dilakukan dengan pesawat Geographic Positioning System (GPS. Pemeriksaan darah jadi jari dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA Propinsi Jawa Tengah. Sedang bedah nyamuk dilakukan di Balai Penelitian Vektor Penyakit Banjarnegara. Analisis data dlakukan secara deskriptif, analisis spasial dilakukan dengan software ArcGis 9.3. Hasil: Penelitian ini tidak menemukan penderita baru filarisis (mf rate=0%. Sebanyak 129 ekor nyamuk telah dilakukan pembedahan dengan hasil semuanya negatip cacing filaria. Hasil identifikasi nyamuk menemukan spesies nyamuk Culex quinquefasciatus merupakan nyamuk yang dominan (72,86% di lokasi penelitian.Terdapat breeding places (40% berupa genangan air terbuka (SPAL dan resting places (83,3% berupa semak-semak di sekitar rumah penderita. Analisis spasial

  12. DESTINATION BRANDING KABUPATEN CIAMIS OLEH DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN PROVINSI JAWA BARAT (DESTINATION BRANDING CIAMIS REGENCY BY DEPARTMENT OF TOURISM AND CULTURE OF WEST JAVA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cindy Lidya

    2017-09-01

    Full Text Available ABSTRAKSejak berpisahnya Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Pangandaran, membuat daerah Ciamiskehilangan objek-objek destinasi wisata unggulan. Hal ini membuat Kabupaten Ciamis krisis destinasi wisata yang banyak orang kenal. Untuk itu, pemerintah provinsi Jawa Barat yang bergerak di bidang pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, melakukan destination brandingyang bertujuan untuk memperkenalkan tempat-tempat wisata yang dimiliki Kabupaten Ciamis saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kelima tahap destination branding yaitumarket investigation, analysis and strategic recommendations, brand identity development, brandlaunch and introduction, brand implementation dan monitoring, evaluation and review yang dilakukanoleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam memperkenalkan destinasi wisatadi Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif jenis data kualitatifdengan paradigma positivisme. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancaramendalam, observasi studi pustaka dan studi dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam memperkenalkan destinasi wisata di KabupatenCiamis, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melakukan market investigation,analysis and strategic recommendations dengan mengumpulkan data potensi pariwisata Ciamismelalui tiga sumber yaitu bank data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, bank dataDinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Ciamis serta internet. Adapun brand identity yangdigunakan selama aktivitas branding ialah logo West Java. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ProvinsiJawa Barat menggunakan tiga cara dalam brand launch and introduction, yaitu dengan special event West Java Familiarization Tour Ciamis, artikel yang dibuat oleh jurnalis serta paket wisata. Pada tahap implementasi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat menjalin komunikasidengan Dinas Pariwisata

  13. Hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan kambing Peranakan Etawah jantan di Kabupaten Klaten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Victori

    2016-04-01

    Full Text Available The objective of the research was to determine the relationship between body weight and body measurement of Peranakan Etawah (PE goat male at different age in Klaten Regency. The research was conducted in District Karangnongko and Kemalang. The research used 98 male goats aged 0-60 months and the data were analyzed using correlation and regression. The study found a very positive relationship between the chest girth, the body length, shoulders height, chest depth and body weight on goats aged 0-6 months until 12-24 months of age. Another findings were goats with 24-36 months of age had a very positive relationship between chest girth and the body length with body weight, while shoulders height and chest depth had a positive correlation with body weight. A very positive relationship was also found on the chest girth with body weight of goats with age of 36-60 months, while other body measurements had a very low positive relationship. The study concluded that chest girth had a close correlation with body weight of the PE goat. Keywords: Body measurements, body weight, Peranakan Etawah

  14. DINAMIKA KEMISKINAN DI JAWA-MADURA MENURUT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2002-2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ade Ermasari

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pada variasi dan pengembangan kemiskinan (angka kemiskinan di Jawa-Madura berbasis pada kabupaten / kota tahun 2002 hingga 2007, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menjelaskan perubahan kemiskinan. Penelitian ini makro, dengan skala analisis adalah pulau Jawa-Madura secara keseluruhan.  Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data sekunder. Sumber data utama diambil dari Data Dan Informasi Kemiskinan, Tahun 2002 2005/2006, dan 2007  Buku 2: Kabupaten / Kota diterbitkan oleh BPS. Analisis data dalam penelitian ini adalah berbagai seperti tabulasi silang, Chi Square, grafik, peta, dan analisis regresi linier ganda disediakan oleh analisis kuadran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kabupaten / kota di Jawa-Madura dari tahun 2002 hingga 2007 tingkat kemiskinan berfluktuasi terutama di pusat dan timur Jawa. Selain itu, ada perbedaan nyata antara tingkat kemiskinan di kabupaten dan kotamadya. Kabupaten cenderung dominan dalam kemiskinan kelas menengah dan kotamadya yang dominan dalam kemiskinan kelas rendah. Walaupun PDRB per kapita secara signifikan faktor berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Jawa-Madura khususnya di kabupaten tahun 2002-2007, mempengaruhi relatif tidak signifikan (R2 selalu di bawah 20 persen. Faktor yang paling berpengaruh adalah persentase orang yang bekerja di sektor informal dengan nilai R2 yang selalu di atas 40 persen pada tahun 2002-2007. Untuk alasan bahwa tingkat pengangguran masalah di Jawa-Madura cukup tinggi, faktor tenaga kerja lebih berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Jawa-Madura pada tahun 2002-2007 (R2 selalu di atas 35 persen dibandingkan faktor-faktor sosio-ekonomi lainnya , terutama di kabupaten. Sementara itu di kota, faktor ekonomi secara signifikan berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan pada tahun 2007 saja dan memiliki pengaruh yang paling dalam periode 2005 sampai dengan 2007 (nilai R2 adalah

  15. FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PDRB KABUPATEN / KOTA JAWA TENGAH TAHUN 2008-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yozi Aulia Rahman

    2015-03-01

    Full Text Available Pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan kondisi utama bagi kelangsungan pembangunan ekonomi daerah. Untuk mengukur kemajuan perekonomian daerah dengan mengamati seberapa besar laju pertumbuhan ekonomi yang dicapai daerah tersebut yang tercermin dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB. PDRBKabupaten/Kota di Jawa Tengah selama tahun 2008- 2012 mengalami pertumbuhan karena banyak yang mempengaruhinya, seperti: Tabungan, Kredit, PAD dan Belanja Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar faktor-faktor tersebut mempengaruhi tingkat PDRB kabupaten/Kota di Jawa Tengah selama tahun 2008-2012. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah PDRB, sedangkan variabel-variabel independen yaitu Tabungan, Kredit, Pendapatan Asli Daerah (PAD dan Belanja Daerah. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda melalui metode OLS dengan menggunakan data    time series 2008  –2012 dan data crosssection 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah atau yang dimaksud dengan data panel. Pengujian model dalam penelitian ini menggunakan metode FixedEffect. Hasil estimasi menunjukkan bahwa hasil analisis regresi pada α=5%menunjukkan bahwa secara parsial  variabel tabungan   dan kredit berpengaruh signifikan, sedangkan variabel PAD, dan Belanja Daerah tidak signifikan terhadap PDRB kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2008–2012. High economic growth is the main condition for the continuation of regional economic development. To measure the progress of the regional economy, observation on the economyc growth rate in each area can be conducted. It is reflected in the increase of Gross Regional Domestic Product (GDP. The increase of GDP of regency/city in Central Java during the year of 2008- 2012 was influenced by several factors such as savings, credit, local generated revenue (PAD, and Expenditure. This study intends to analyze the affect of these factors to the level of GDP on districts

  16. EVALUASI MANAJEMEN PEMBERIAN MINYAK BERIODIUM: STUDI KASUS DI KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifudin Latinulu

    2012-11-01

    Full Text Available Program Nasional penanggulangan masalah gondok endemik (sekarang GAKI berupa pemberian suntikan lipiodol sejak 1974-1992 dan iodisasi/distribusi garam konsumsi bagi desa-desa gondok endemik (1976-sekarang. Sejak Oktober 1992 program pemberian Lipiodol diganti dengan pemberian kapsul minyak beriodium sementara pemasaran garam beriodium tetap dilaksanakan. Keterbatasan Lipiodol, sarana dan dana operasional merupakan kendala serius dalam upaya pencapaian cakupan desa dan penduduk secara luas. Penelitian manajemen distribusi minyak beriodium ini dilakukan agar kendala dan hal-hal negatif yang terjadi pada pemberian Lipiodol tidak terulang pada distribusi Kapsul Iodium. Penelitian dilakukan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Di Kabupaten Malang terdapat 241 desa endemik berat (61.5%, 64 desa (16.3% endemik ringan, 59 desa (15.1% endemik sedang dan 28 desa (7.1% non endemik dari 392 desa yang disurvei sejak tahun 1980-1993. Di daerah ini baru sekitar 20% sasaran yang sudah pernah disuntik Lipiodol yang mendapat suntikan ulang. Pelaksanaan penyuntukan Lipiodol didasarkan atas prinsip atau azas pemerataan. Demikian juga distribusi kapsul minyak beriodium masih menganut "azas pemerataan" karena keterbatasan kapsul, dan masih ada 21% penduduk sasaran di Kabupaten Malang yang belum terjangkau kapsul. Kapsul diperoleh melalui dana APBN dan APBD mengikuti mekanisme perencanaan dari bawah. Terdapat penajaman ibu hamil dan bayi guna mencapai bebas kretin baru dan prevalensi TGR<18% pada tahun 2000.

  17. PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2009-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jatnika Dwi Asri

    2016-08-01

    Full Text Available Abstract. This study aims to analyze the comparison of financial performance as well as analyze whether there are differences in financial performance between districts/cities in West Java Province during 2009-2013. The research used the descriptive method with quantitative data analysis technique of financial ratios as well as T test and Mann-Whitney test. The results showed that city government has a higher level of independence ratio than the district. The district effectiveness ratio is very effective with an average of 120.06%. T and Mann-Whitney test results showed no difference between effectiveness ratio, while independence ratio showed the difference. Keyword: Financial performance; Effectiveness Ratio; Independence Ratio   Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan serta menganalisis apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan antara kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat selama 2009-2013. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis data kuantitatif rasio keuangan serta uji T dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pemerintah kota mempunyai tingkat rasio kemandirian lebih tinggi dibandingkan kabupaten. Rasio efektivitas kabupaten/kota sangat efektif dengan rata-rata 120.06%. Hasil uji T dan Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara rasio efektivitas, sedangkan rasio kemandirian menunjukkan perbedaan. Kata Kunci: Kinerja Keuangan; Rasio Efektivitas; Rasio Kemandirian

  18. MODEL PENGENDALIAN KESEHATAN TENAGA KERJA PADA KEGIATAN PENGECORAN LOGAM TRADISIONAL STUDI KASUS DI KAWASAN INDUSTRI BATUR KLATEN- JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latifah Hanum Damanik, Adi Heru Husodo, Totok Gunawan, dan Pramono Hadi

    2015-11-01

    Full Text Available Research conducted at PT. Bonjor Klaten the distribution of the metal dust in a casting chamber having an effect on the health of the workforce. Diseases caused by exposure to chemicals are dominant in the production process of metal casting in the PT.Bonjor Jaya Klaten is silica and manganese. This substance is thought to impact diseases such as silicosis, which silicosis is pneumoconiosis caused sucked (inhaled dust silica free (SiO2 and suspected disease caused liveliest chemicals silica, the disease is becoming an important  issue for workers at factories has been running for twenty years. The method used in the study with the path analisys. Based on the results obtained that the activity in the kitchen cupola foundry chemicals produce particles coming from the chimney and output channels cupola kitchen spread the longer the exposure, the disease can affect the lungs and skin. Model of labor control in PT . Bonjor in the form of research findings include: digital simulation on the distribution pattern of the direction and the fall of the particle chemical substances silicon and manganese are dispersed in space foundry, planning SOP activity raw material preparation, filling and operation of the kitchen cupola based hazard in the workplace environment, in an effort metal dust pollution control by using personal protective equipment and supervision of the workplace environment, and the application of legislation  occupational safety and health related licensing and application SMK3 company in PT. Bonjor in efforts to control health workers traditionally casting.

  19. LEPTOSPIROSIS PADA MANUSIA DI KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bina Ikawati

    2013-09-01

    Full Text Available ABSTRACT. Leptospirosis is one of infected diseases that caused by bacteria pathogen called Leptospira Sp,transmitted direct or indirect from infected animal to human, also known as zoonotic deseases. Indonesia includein middle category for leptospirosis incidence with 1-10 per 100.000 population.Leptospirosis in Central Java at2011 reported in Demak, Purworejo, Klaten, Pati, Wonogiri, Cilacap, Jepara District, Semarang District andSemarang City. Clinical leptospirosis in Banyumas District found but underreported. Aimed of this research wasto confirm leptospirosis at human in Banyumas district. Cross sectional design by case screening in 3 hospital and2 Primary Health Care at Juni-November 2012. Sera from patient examine by leptotec IgG IgM and MAT(Microscopic Aglutination Test, risk factor tracer had been done in patient from Banyumas. As much 25 clinicalleptospirosis examinated with laboratory test showed 6 serra positive by leptotec IgG IgM and with MAT(Microscopic Aglutination Test. MAT test showed 4 sera clinical leptospirosis that reactive with Leptospira Spand 1 negative but reactive at low titre 1:80. Risk factor of leptospirosis was flood and poor housing, bad hygienesanitation, bad waste management. Leptospirosis case confirmed in BanyumasKey words: leptospirosis, Banyumas

  20. SURVEI DINAMIKA PENULARAN MALARIA DI DESA BANJARETNO, KECAMATAN KAJORAN, KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ristiyanto Ristiyanto

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam rangka menurunkan angka endemisilas malaria di Kabupaten Magelang telah dilakukan studi dinamika penularan. Tujuan survei dinamika penularan ini adalah mengetahui proses terjadinya penularan malaria dan faktor-faktor risiko kejadian malaria. Lokasi survei di Desa Banjaretno, Kecamatan Kajorun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Juni 2004. Metode survei adalah metode survei dinamika penularan yang telah distandardkan dalam pelatihan ICDC. Hasil survei parasit malaria menunjukkan bahwa 5 orang (5,10% dari 98 orang mengandung parasit Plasmodium falciparum. Hasil survei entomologi di liga rumah kasus malaria diperoleh angka man baiting rate (MBR nyamuk Anopheles aconitus di dalam rumah 0,5/jam/orang dan di luar rumah 1,08/jam/orang. Parity rate nyamuk tersebut 0%. Tempat perindukan di sekitar rumah kasus malaria adalah sawah, kolam, dan saluran irigasi. Penanaman padi tidak serempak, sehingga, tempat perindukan An. aconitus tersedia sepanjang tahun. Kepadatan larva nyamuk An. aconitus berkisar antara 0,3-2,1 perciduk. Hasil survei perilaku pada 31 responden (5 kasus malaria dan 26 orang tetangga kasus malaria diketahui bahwa pengetahuan, dan sikap responden mendukung untuk melakukan pencegahan penularan malaria (80% dari 31 responden, tetapi tidak diikuti dengan tindakan mencegah malaria (39,76% dari 31 responden. Semua rumah kasus malaria berdinding kayu atau bambu, belum menggunakan langit-langit, jendela dan ventilasi belum rapat nyamuk (100% rumah kasus malaria. Kebiasaan pada malam hari (5 kasus malaria yang mendukung penularan malaria adalah kebiasaan menonton TV bersama-sama pada malam hari dengan keadaan pintu dan jendela terbuka. Pelayanan kesehatan oleh Puskesmas tidak melakukan kunjungan rutin ke daerah endemis malaria karena tidak ada JMD. Hasil survei dinamika penularan ini memperlihatkan bahwa penularan malaria di Desa Banjaretno. Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terjadi pada musim kemarau, di dalam rumah pada

  1. Amblesan di daerah Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Sudarsono

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol3no1.20081On 29th May 2006, there was a huge mud outpouring in the Porong Subregency, Regency of Sidoarjo, East Jawa and for one year, it had flooded the area of more than 5 km2 including Porong, Tanggulangin and Jabon Sub-regencies. The mud known as Lumpur Sidoarjo. The impact of the mud outpouring was the presence of a subsidence around the main outpouring for the width of 6.3 km2 in ellipse stretching to the north. The subsidence area covered Tanggulangin Sub-regency: Kedungbendo Village, Porong Sub-regency: Siring, Jatirejo, Mindi, and Renokenongo Villages, and Jabon Sub-regency: Pejarakan and Besuki Villages. The rate of the subsidence is ap- proximately 2 cm/day.  

  2. Fungsi dan Proses Pembuatan Topeng di Kabupaten Malang Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Robbi Hidajat

    2016-04-01

    Full Text Available AbstrakTopeng Malang adalah salah satu jenis topeng Jawa yang berkembang di Malang Jawa Timur. Memperhatikan bentuk raut topeng yang digambarkan tergolong dalam genre tokoh-tokoh lakon Panji. Topeng berfungsi sebagai properti seni pertunjukan Wayang Topeng. Penelitian ini merupakan kajian fungsi, baik dari sisi kegunaan material dan teknik pembuatan topeng. Permasalahan penelitian ini ada 2, yaitu (1 apakah fungsi Topeng Malang, (2 bagaimana teknik dan proses pembuatan Topeng Malang. Informan penelitian adalah perajin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis adalah interpretasi simbolis. Hasil penelitian ini adalah deskripsi tentang fungsi wayang topeng sebagai alat untuk menutup wajah penari agar sebagai bentuk penyamaran bagi penari agar dapat melakukan komunikasi spiritual dengan roh leluhur untuk mengharapkan berkah kesuburan. Teknik dan proses pembuatan Topeng Malang yaitu teknik ukir menggunakan pisau pangot. Proses pembuatannya terdiri dari 4 tahap, mbakali, wiwit, meraeni, dan maesi. Tiga tahap proses ini berelasi dengan proses penggarapan lahan sawah.Kata kunci: topeng, teknik, wayang, kerajinan AbstractMask of Malang is a type of Javanese masks which develop in Malang, East Java. From the face form, the masks portray the figures from Panji tales. The main function of the masks is as a property in Mask Puppet art performance. This research is a study of functions, both in terms of material usability and mask making techniques. The problems discussed in this study are, (1 what the mask of Malang's function is, (2 how the mask making technique and process are. Research informants are craftsmen. Data collection methods are by observation and interviews. Analysis methods are by symbolic interpretation. The results of this study are description of mask puppet as an equipment to cover the dancer's face, as a camouflage in order to communicate spiritually with ancestors' spirits to ask for

  3. ANALISIS KESENJANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI ANTAR KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Panji Irawan Yogyadipratama

    2017-06-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah (1 mengetahui bagaimana perkembangan tingkat ketimpangan pembangunan ekonomi Provinsi Jawa Tengah menurut Indeks Williamson; (2 mengetahui sejauh mana pengaruh angkatan kerja terhadap tingkat pembangunan ekonomi Provinsi Jawa Tengah; dan (3 mengetahui bagaimana pengaruh alokasi dana bantuan pembangunan kabupaten/kota terhadap pembangunan ekonomi Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan digunakan data panel, data time series (tahun 2002-2011 dan cross section (35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda data panel dengan metode FEM digunakan alat bantu software Eviews 7. Hasil penelitian adalah menunjukan(1 ketimpangan pembangunan ekonomi antar daerah di Provinsi Jawa Tengah yang dihitung dengan menggunakan indeks Williamson selama periode 2008-2011 menunjukkan ketimpangan semakin melebar; (2 alokasi dana bantuan pembangunan dari pemerintah pusat yang tidak merata dan daerah yang mendapat bantuan terlalu besar dapat meningkatkan tingkat ketimpangan antar daerah. Hal ini akibat pembangunan yang terkonsentrasi dengan daerah-daerah yang sudah maju dibandingkan daerah yang masih tertinggal, karena daerah yang maju memiliki fasilitas lebih baik dari daerah yang belum maju; dan (3 nilai R2 sebesar 0,9949 artinya variasi variabel ketimpangan pembangunan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah dapat dijelaskan oleh variabel-variabel angkatan kerja dan alokasi dana pembangunan daerah sebesar 95,5% sedangkan sisanya sebesar 0,05% dijelaskan faktor-faktor lainnya di luar model. The purpose of this study were (1 to know how the development level of inequality of economic development in Central Java Province according to Williamson Index; (2 determine the extent of the influence of the labor force to the

  4. DETERMINAN KUALITAS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Yudhi Pramono

    2017-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh pengeluaran pemerintah daerah sektor pendidikan, pengeluaran pemerintah daerah sektor kesehatan, rasio ketergantungan penduduk dan pendapatan perkapita terhadap pembangunan manusia yang diukur dengan IPM. Populasi penelitian terdiri dari 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah dan Biro Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam periode 2009 sampai 2013. Variabel penelitian ini indeks pembangunan manusia, pengeluran pemerintah daerah sektor pendidikan, pengeluaran pemerintah daerah sektor kesehatan, rasio ketergantungan penduduk, dan pendapatan perkapita. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi data panel model efek tetap (FEM dengan metode Generalized Least Square (GLS. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa pengeluaran pemerintah daerah sektor pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, pengeluaran pemerintah daerah sektor kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, rasio ketergantungan penduduk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM, sementara pendapatan perkapita tidak berpengaruh secara signifikan terhadap IPM. This research has purpose to analyze how much influence of the local government expenditure in educational sector, local government expenditure in health sector, dependency ratio, and per capita income of a human development measured by HDI. the population of this research consists of 35 regionals in Central Java and region bureau money secretary of Central Java province among 2009 and 2013 period. the variables used in this research are HDI, local government expenditure in educational sector, local government expenditure in health sector, dependency ratio, and per capita income. in this research, quantitative and regression analysis of Fixed Effect Model is used as well as

  5. Risiko Kerugian Akibat Longsor di Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fathiyya Ulfa

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki riwayat kejadian longsor tertinggi di Indonesia. Salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat yang sering terjadi longsor adalah Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Pada dua tahun terakhir telah terjadi dua kali pergerakan tanah di daerah yang berbeda di Desa Cibanteng. Penelitian ini bertujuan memprediksi besar risiko kerugian bencana longsor pada masa akan datang sehingga bantuan saat terjadi longsor dapat dioptimalkan. Untuk memprediksi besar risiko kerugian digunakan variabel bahaya, kerentanan dan kapasitas kebencanaan longsor. Masing-masing variabel memiliki beberapa indikator tertentu yakni penggunaan tanah, lereng, dan kepadatan penduduk. Penghitungan risiko kerugian dilakukan menggunakan metode overlay masing-masing variabel. Hasil penelitian adalah berupa prediksi risiko kerugian sebesar Rp. 10,1 milyar. Besar risiko kerugian tersebut didapat dari nilai bangunan, jaringan jalan, jaringan listrik dan produktivitas pertanian. Penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah risiko bencana longsor mendominasi dibagian selatan Desa Cibanteng.   ABSTRACT West Java Province is a province have a high landslide history in Indonesia. One of the area in West Java Province which often occuring a landslide is Cibanteng Village, Sukaresmi District, Cianjur Regency. In the last two years has been soil movement twice in different areas in the village Cibanteng. This study aims to predict big losses from landslides in future so that assistance can be optimized during a landslide. To predict the risk of loss used hazards variable, vulnerabilities and capacities of landslide disasters. Each variables have some specific indicators namely landuse, slope, and population density. The calculation of losses risk using overlay method in each variable. The results are prediction of losses risk of Rp. 10.1 billion. Great of losses risk can be assessed from value of building , road networks

  6. FAUNA DAN TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN POTENSIAL NYAMUK Anopheles spp DI KECAMATAN MAYONG, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardiana Mardiana

    2012-10-01

    Full Text Available Malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di beberapa daerah pedesaan di Jawa Tengah. Usaha pemberantasan malaria telah dilakukan oleh program baik secara kimiawi maupun hayati, guna memutuskan rantai penularan. Penelitian fauna dan tempat perindukan potensial nyamuk Anopheles telah dilakukan di Desa Buaran, Kecamatan Mayong I, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Penangkapan nyamuk dengan umpan orang dilakukan di dalam dan di luar rumah pada malam hari dari pukul 18.00-24.00 yang masing-masing dilakukan oleh dua orang kolektor. Penangkapan nyamuk yang istirahat di dalam dan luar rumah (vegetasi pada pagi hari dilakukan pukul 06.00-08.00, yang dilakukan satu bulan 4 kali penangkapan selama 6 bulan. Pengambilan larva dan pupa dilakukan dari pukul 06.00-08.00 pagi di tempat genangan air dan sawah serta tempat yang potensial diduga sebagai perindukan Anopheles. Hasil penangkapan selama 6 bulan, diperoleh 1248 ekor nyamuk Anopheles yang terdiri dari 6 spesies yaitu: An. aconitus 442 ekor (35,42%, An. annularis 69 ekor (5,53% , An. barbirostris 30 ekor (2,4%, An. maculatus 2 ekor (0,16%, An. tesselatus 5 ekor (0,40% dan An. vagus 700 ekor (56,09%. Populasi aconitus ditemukan dari penangkapan di luar rumah, pada bulan Juli (56,40%, Agustus (42,80% dan Oktober (39,50% sedangkan pada bulan Mei (52,9%, Juni (44% dan September (50,40% dari penangkapan di kandang sapi. Pengambilan larva dan pupa Anopheles dilakukan di tempat habitat seperti sawah yang pada bulan Aguslus terbanyak ditemukan sebesar 85 (1.70, di sungai ditemukan hanya 4 (0.08 serta di genangan air bekas telapak kaki/kobokan ditemukan sebesar 6 (0.12. Ternyata tempat perindukan yang potensial larva Anopheles pada musim kemarau, ditemukan pada sungai yang ditanami kangkung oleh masyarakat selempat. Kata kunci: Fauna, tempat perindukan, Anopheles, vector

  7. KINERJA HUBUNGAN MASYARAKAT PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Rahmat

    2016-12-01

    Full Text Available Kebutuhan pemerintah Indonesia atas Humas pemerintah tidak lagi dalam tataran wacana atau sekedar konsep secara keIlmuan, keberadaan Humas pemerintah didorong atas kebutuhan pemerintah untuk menjelaskan apa yang dilakukan oleh pemerintah kepada ,asyarakat guna memperoleh dukungan dan untuk menerangkan apa dan bagaimana yang dilakukan pemerintah sehingga lingkungan masyarakat dalam dan masyarakat luar percaya. sudah sejak lama pemerintah di Indonesia termasuk pemerintah daerah memiliki Humas pemerintah, bahkan khusus di lingkungan pemerintah, profesi ini tergabung dalam wadah BakoHumas. Fakta yang ada dan berkembang mengisyaratkan sekaligus mempertanyakan mengenai kinerja Humas Pemerintah selama ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsi kinerja Humas pemerintah khususnya Humas Pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat. Untuk mencapai tujuan penelitian, metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa: pertama, kinerja Humas pemerintah lebih banyak menerimaan teguran dibanding pujian/penghargaan atas hasil kerja; kedua, pegawai di bagian Humas pemerintah sangat sedikit yang berlatar belakang pendidikan formal komunikasi, terlebih lulusan keHumasan selain itu pegawai juga jarang mendapat pendidikan non formal bidang keHumasan; ketiga, aktivitas Humas pemerintah lebih tertumpu pada kegiatan rutin berupa penyediaan informasi bagi media. Konsekuens dari temuan penelitian ini adalah perlunya pengembangan kompetensi pegawai Humas pemerintah melalui linieritas bidang kerja dan pendidikan bagi pegawai baru dan pelatihan bidang keHumasan bagi petugas yang sudah ada. DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.2

  8. FAKTOR RISIKO KEJADIAN CHIKUNGUNYA DI KABUPATEN BOYOLALI,PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lulus Susanti

    2014-05-01

    < 0.05.Keywords :knowledge, attitude, practice, chikungunya, risk factorAbstrakChikungunya adalah salah satu penyakit re-emerging disease di Indonesia. Gejala yang paling menonjol pada kasus ini adanya rasa nyeri yang hebat pada setiap persendian, terutama sendi lutut, pergelangan kaki dan tangan, serta sendi-sendi tulang punggung sehingga sendi susah untuk digerakkan. Penyakit ini diakibatkan oleh virus dari kelompok virus Chikungunya (CHIKV. Di Jawa Tengah terjadi peningkatan kasus Chikungunya, mulai tahun 2005 berjumlah 46 orang kemudian meningkat pada tahun 2006 menjadi 86 orang dan 2007 mencapai 2.801 kasus. Persebaran kasus mencapai beberapa kabupaten di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Boyolali, yang memberikan kontribusi dalam jumlah penderita Chikungunya yang cukup besar 5. Pada tahun 2007dan 2008 jumlah kasus Chikungunya di Kabupaten Boyolali mencapai 634 dan 517 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara karakteristik masyarakat, kondisi sosial ekonomi, pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat, data entomologi dan lingkungan sebagai faktor risiko terhadap kasus Chikungunya, di Boyolali. Penelitian ini merupakan studi epidemiologi analitik dengan rancangan case control study. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Chikungunya terjadi paling banyak pada kisaran umur 20 – 45 dan 46 – 64 tahun, masing-masing sebanyak 51 (39,23% dan 50 kasus (38,46%, dengan jenis kelamin perempuan 80 kasus (61,54%. Sedangkan pendidikan kasus Chikungunya tertinggi adalah tidak tamat SD sebesar 34 kasus (26,15% dan pekerjaan berupa petani sebanyak 41 kasus (31,54%. Dari karakteristik responden ini hanya jenis kelamin yang memiliki hubungan bermakna dengan kasus dengan nilai P< 0,05. Sedangan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang pencegahan penyakit Chikungunya tidak berhubungan dengan kasus dengan nilai P>0,05.Keberadaan pakaian tergantung tidak berhubungan dengan kasus Chikungunya, sedangkan keberadaan jentik nyamuk di TPA berhubungan dengan kasus

  9. KESESUAIAN LAHAN DAN REVITALISASI TAMBAK BUDIDAYA UDANG DI KAWASAN INDUSTRIALISASI KABUPATEN PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utojo Utojo

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan tambak budidaya udang di kawasan industrialisasi Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dan mengkaji strategi revitalisasi tambak berdasarkan hasil penelitian remediasi kualitas tanah dan air tambak. Data primer meliputi: topografi, lahan, dan hidrologi pesisir diperoleh melalui survai lapangan. Penentuan stasiun pengamatan dilakukan secara acak dan sistematik. Setiap lokasi pengambilan contoh ditentukan posisi koordinatnya dengan alat Global Positioning System (GPS. Data sekunder yang digunakan berupa data iklim, peta Rupa Bumi Indonesia kawasan Probolinggo skala 1:25.000 dan citra satelit ALOS AVNIR-2 tahun 2010. Data lapangan (topografi, pasang surut, fisika-kimia air dan tanah, data citra satelit ALOS AVNIR-2 dan data sekunder yang lain, dianalisis secara spasial menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG untuk memperoleh tingkat kesesuaian lahan. Berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan tambak dari total luasan tambak 2.143 ha, lahan yang sangat sesuai dan sesuai untuk budidaya udang yaitu 56 ha dan 618 ha. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Tongas dan Pajarakan. Lahan yang cukup sesuai ditemukan sebesar 1.235 ha, dan tersebar di Kecamatan Tongas, Sumberasih, Dringu, Gending, Kraksaan, Pajarakan, dan Paiton. Sedangkan lahan yang tidak sesuai yaitu 234 ha, terdapat di Kecamatan Sumberasih, Gending, dan Kraksaan. Percepatan target peningkatan produksi di tambak budidaya udang kawasan industrialisasi dapat dicapai melalui kesesuaian lahan dan revitalisasi tambak (perbaikan kualitas tanah dan air.

  10. DAMPAK KEBERADAAN PERUSAHAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN DI KLATEN-JAWA TENGAH PADA SITUASI PEREKONOMIAN MASYARAKAT (Impact of Presence of Botled Drinking Water Corporation in Klaten-Central Java on Economic Situation of Community

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Mariyono

    2015-07-01

    The existence of a corporation will affect the surrounding community. This study analyzes the economic impacts of the presence of the botled drinking water corporation in Klaten District on the livelihood of people around the firm. Data were collected by interviewing 300 households. Interviews were based on a structured questionnaire. Analysis was conducted on household income, consumption and education investment of children. Income growth and decision-making models were used and estimated using econometric models. The results show that the presence of company has been improving the livelyhood of people around the company. Family income has increased and levelled others with higher income levels. As a result of the rapid increase in income, household consumption increased and encouraged education investment. The education of children is important because it attempts to improve the quality of human resource. The next educated and qualified generation determines development of the nation. Although the presence of company has provided desirable economic impacts on the community, it does not immediately mean that the company can extract water resource without limitation. The company still has responsibility to conserve the environment such that the use of water resource is sustainable and benefits community.

  11. EKTOPARASIT (FLEAS PADA RESERVOIR DI DAERAH FOKUS PEST DI KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Ramadhani

    2016-09-01

    cheopsis yang mengandung Yersinia pestis. Kabupaten Boyolali merupakan salah satu daerahfocus pest di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies tikus dan pinjal, menghitung kepadatan tikus, infestasi pinjalpada tikus dan indeks pinjal sebagai indikator kerentanan terhadap penularanpest. Penelitian merupakan survei deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua tikus dan pinjalyang adadi Kabupaten Boyolali. Sampel adalah tikus dan pinjalyang berhasil ditangkap menggunakan life trap dengan umpan kelapa bakar dan ikan asinyang diletakkandi dalam dan luar rumah (masing-masing2 perangkap. Tikus disisir untuk mendapatkan pinjal. Hasil penelitian menunjukkan jumlah tikusyang tertangkap247 ekor. Terdapat4 jenis tikus dan mamalia kecil yang ditemukan R. tanezumi,R. tiomanicus,R. exulans,N. fulvescens dan S.murinus dengantrap succes sebesar5,71%. Hanya3 jenis tikus dan S.murinus yang terinfeksi pinjal. Spesies pinjalyang ditemukan X. cheopis dan S. cognatus. Indeks pinjal khusus : Xenopsylla cheopis sebesar1,67; indeksflea (pinjal Stavilus cognatus0,88 dan indeks pinjal umum2,55. Indikator sistem kewaspadaan terhadap penularan pest dengan indeks pinjal khusus >1 dan indeks pinjal umum >2, maka KecamatanSelo perlu waspada terhadap kemungkinan penularanpest di wilayahnya sehingga perlu upaya pengendalian populasi tikus dan pinjal.Kata kunci: ektoparasit,reservoir, fleas, pest

  12. Penerapan Sistem Agribisnis Peternakan Kambing Jawa Randu dalam Kerangka Pengembangan Wilayah Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Norytyas Prihatiningrum

    2013-08-01

    Full Text Available Karangpucung sub-district is centers of Jawa Randu Goats ranch developed by most of the local community. Thet kind of Jawa Randu goats is the result of a cross Jawa goats with Ettawa. The result of Jawa Randu goats ranch having high devotees, not only from local people but also from outside area even outside the province. Consumers of Jawa Randu goats derived from Banyumas, Banjarnegara, Purworejo, Kebumen, West Java and city and the surrounding area. However, development costs during this is only done in a traditional manner that hereditary and some even still are subsistence or only to even support their own, and have not oriented business. Of some of the problems, can be made the formulation of the problem, namely that the activities of the development of "Peternakan Goatie Java Randu" not oriented in a system of agribusiness overall because it still had difficulty in doing downstream off-farm agribusiness subsystem. The purpose of this research is to formulate the implementation of the Jawa Randu goats ranch agribusiness  system  within the framework of the Karangpucung sub-district development. The target of this study includes:   the activity of Jawa Randu goats ranch analysis, rural-urban linkage analysis, backward and forward linkage analysis, and analysis of the application of the Jawa Randu goats ranch agribusiness system within the framework of the Karangpucung sub- district development. Analysis techniques used covering quantitative analysis and qualitative analysis. Quantitative analysis used by using a calculation method that calculates farming and also feasibility  analysis  of  financial  as  well  as  calculate  the  leather  processing  industry. Whereas qualitative analysis used with a method of descriptive qualitative as well as by the use of a scheme who described the existing conditions of Jawa Randu goats ranch activities. The result from this research is the application level system from the Jawa Randu

  13. PEMETAAN SARANA DAN PRASARANA OBJEK PARIWISATA DI KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Febrian Wahyu Christanto

    2013-01-01

    Full Text Available Salah satu manfaat dari Sistem Informasi Geografis adalah untuk memperkenalkan daerah yang berada di permukaan bumi dalam bentuk peta digital. Sistem ini bertujuan untuk mengubah peta tradisional ke dalam bentuk sistem bersama dengan informasi yang dibutuhkan oleh pemakainya. Mengacu pada kegunaan Sistem Informasi Geografis ini, penelitian bertujuan untuk membuat sistem informasi geografis untuk pariwisata di Kabupaten Semarang untuk lebih memperkenalkan objek wisata di daerah ini. Dengan dukungan teknologi, internet, dan aplikasi lainnya, diharapkan aplikasi ini dapat bekerja dengan baik sesuai dengan kegunaannya untuk memperkenalkan semua obyek wisata di Kabupaten Semarang.

  14. Identifikasi Dinamika Spasial Sumberdaya Mangrove di Wilayah Pesisir Kabupaten Demak Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septiana Faturrohmah

    2017-04-01

    Full Text Available Sebagai salah satu sumberdaya pesisir, hutan mangrove memiliki fungsi sosial ekonomi, fungsi ekologis, dan fungsi fisik. Namun demikian, sebagian hutan mangrove di pesisir Kabupaten Demak berada pada kondisi rusak. Menurut data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, pada tahun 2011 luas ekosistem mangrove di Kabupaten Demak sekitar 8 % dalam kondisi rusak. Sebagai salah satu upaya perlindungan wilayah pesisir di Kabupaten Demak, maka diperlukan revitalisasi hutan mangrove melalui kegiatan konservasi. Kegiatan konservasi dapat berjalan lebih efektif apabila diawali dengan proses perencanaan berdasarkan data-data, inventarisasi, dan pemantauan. Maksud penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi terkait arahan spasial perencanaan konservasi mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Demak melalui identifikasi distribusi dan luas tutupan hutan mangrove serta dinamikanya dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana dengan bantuan data citra penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2010-2015, distribusi spasial dan luasan hutan mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Demak secara umum tidak mengalami perubahan yang besar, yaitu hanya mengalami penurunan seluas 68,17 Ha. Akan tetapi, dalam pengamatan yang lebih detail pada lingkup kecamatan dan desa, perubahan distribusi dan luasan terlihat lebih variatif.   As the one of coastal resource, mangrove has socio-economic, and physical functions. Unfortunately, certain extent of the mangrove forests in coastal area of Demak Regency has been degraded over time. Department of Marine and Fisheries of Demak Regency has been informed that at 2011, about 8 % of mangrove area in Demak Regency is in damaged condition. In order to protect the coastal area of Demak Regency, it necessary to revitalize mangrove forest by conservation programme

  15. ANALISIS SITUASI PEMBELAJARAN MUSIK DI SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rony Hidayat Sutisna

    2017-09-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini membahas tentang kondisi objektif proses pembelajaran musik di tingkat Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Sumedang. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran musik di Sekolah Dasar khususnya yang ada di Kabupaten Sumedang adalah kesulitan yang dialami oleh guru ketika mengajarkan musik. Hal ini terjadi karena guru yang ada sebagian besar bukan lulusan kesenian, sehingga guru tidak paham dengan materi yang harus diajarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode studi kasus terhadap proses pembelajaran musik di tingkatan Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Sumedang. Data ini diperoleh dari hasil observasi dan wawancara kepada Ketua KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah di tiap kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Sumedang. Data pendukung lainnya didapatkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dokumen yang berisi data guru SD keseluruhan yang berada di Kabupaten Sumedang, baik negeri maupun swasta. Selanjutnya, data ini dianalisis untuk mengetahui jumlah guru seni yang mempunyai latar belakang dari sekolah atau institusi seni (lulusan seni, dan bagaimana kondisi sebenarnya mengenai pembelajaran seni musik yang dilaksanakan di SD-SD yang ada.Kata Kunci : pembelajaran musik, guru, sekolah dasarAbstract. This study discusses the objective condition of the learning process of music at elementary school level in Sumedang regency. Based on the results of data analysis, found the problems that occur in the process of learning music in elementary schools, especially in Sumedang is the difficulty experienced by teachers when teaching music. This happens because most of the teachers are not art graduates, so the teacher does not understand the material that must be taught. This research uses qualitative and quantitative approach with case study method to the learning process of music at elementary level in Sumedang regency. This data is

  16. AKULTURASI BUDAYA ISLAM DAN JAWA: Ruang Komunal pada Budaya Nyadran Dukuh Krajan, Desa Kromengan, Kabupaten Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Winarni

    2015-01-01

    Full Text Available Javanese and Islamic acculturations adhere to the people living at Dukuh Krajan. Javanese social and cultural aspects affect the spirit of Islamic activities. This is obvious by the use of Javanese/Islamic calendar system in every ritual. Yet, the high value of togetherness and communality is decreasing. This change will result in abandoning culture and growing social problem. It also influences the change of common space in the neighborhood. Therefore, it needs exploration on communal space established through Nyadran ritual. The purpose is to maintain the existence of the communal space as well as to develop togetherness and communality for the next generation. The study employs qualitative design with rationalistic approach. The data were collected through observation and interview. The communal space is formed by the activity, the physical area, the doers and the ritual time. The use of communal space in Nyadran ritual reflects togetherness and mutual cooperation value established as the result of the sense of care and the social awareness to share spaces for public interest.Akulturasi budaya Islam dan Jawa masih melekat pada kehidupan masyarakat Dukuh Krajan. Kegiatan Islam suasananya dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa. Tergambar jelas pada pemakaian kalender Jawa/Islam pada setiap kegiatan budaya. Namun, nilai-nilai kebersamaan dan kegotongroyangan dalam kegiatan sosial budaya saat ini semakin berkurang. Perubahan ini akan berpengaruh terhadap beberapa budaya setempat yang tersisihkan, dan masalah-masalah sosial yang mulai berkembang. Dampaknya akan berpengaruh juga terhadap perubahan ruang-ruang komunal di lingkungan pedesaan. Untuk itu perlu diteliti lebih detail tentang ruang komunal yang terbentuk, khususnya pada runtutan kegiatan budaya nyadran. Tujuannya agar ruang komunal yang terbentuk pada tradisi nyadran eksistensinya tetap ada dan terjaga dengan baik serta dapat bermanfaat dalam menumbuhkan dan mengembangkan rasa

  17. Karst: Ditambang atau Dilestarikan, Konflik Sosial Rencana Pembangunan Pabrik Semen di Kabupaten Pati Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Suharko

    2015-01-01

    Full Text Available The establishment of cement industry at regions with rich content of karst has increasingly grown in recent years. As a consequence, conflict of interest between cement company and local people groups has arised. The article aims to mapping out a natural resource based-conflict in district of Pati, province of Jawa Tengah. The social conflict has taken place at the stage of pra-construction of cement plant in the south Pati. The cement company, supported by local government, has continuously tried to establish the plant. The local people groups have always rejected it. Through organizing indigenous people, building social networks, and undertaking various collective actions, the local people groups have refused any efforts for establishing the plant. While this social conflict has continued, so far there is no an adequate conflict resolution. However, the new government of Central Java resulted from the 2013 election provides an opportunity to end the conflict.

  18. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI CORPORATE SOSIAL RESPONSIBILITY (CSR DI PERUSAHAAN PENGEBORAN MINYAK PETROCINA KABUPATEN BOJONEGORO - JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukriyah Kustanti

    2011-06-01

    Full Text Available Pada dasarnya Corporate Social Responsibility (CSR membawa misi organisasi dan panduan untuk berdirinya suatu perusahaan yang menjujung tinggi kepada para konsumennya. Perusahaan-perusahaan mulai menerapkan etika bisnis yang merupakan salah satu bentuk bisnis yang memperhatikan Pembangunan Berkelanjutan yang menekankan pada sinergi antara tiga aspek yakni aspek lingkungan hidup, aspek keuangan serta aspek sosial yang dikenal oleh perusahaan-perusahaan dengan sebutan Triple bottom line. JOB Pertamina – PetroChina East Java yang berada di Kabupaten Bojonegoro ini adalah Perusahaan Penanam modal asing yang bergerak pada kegiatan pemboran dalam rangka eksplorasi sumur minyak yang dilaksanakan mulai Juni 2007 hingga saat ini. Perusahaan ini sudah melaksanakan kajian lingkungan yang diharuskan oleh Lembaga Lingkungan Hidup. Oleh karena itu peneliti ingin melihat dampak dari penerapan etika sosial ekonomi yang sudah dilaksanakan selama ini. Permasalahan penelitian melihat sejauh mana implementasi dan evaluasi program CSR yang sudah dilaksanakan oleh perusahaan ini. Manfaat penelitian adalah bisa digunakan sebagai data base pemerintah dalam hal etika bisnis perusahaan serta untuk mengukur kinerja perusahaan petrocina dalam melaksanakan nilai-nilai sosial ekonomi pada masyarakat. Hasil penelitian Corporate Sosial Responsibility (CSR JOB Pertamina – PetroChina East Java, yang sudah dilaksanakan sejak dilaksanakannya kegiatan pemboran di lapangan Sukowati, sebagai tanggung jawab sosial perusahaan dalam menejemen lingkungan hidup. Bentuk/wujud dari Corporate Sosial Responsibility (CSR yang dilaksanakan JOB Pertamina-Petro Cina adalah pemberian tali asih, dana Community Development serta perekrutan tenaga kerja masyarakat lokal dalam perusahaan tersebut. Evaluasi terhadap pelaksanaan Corporate Sosial Responsibility (CSR, tidak ada aspek kecenderungan kritis seperti sikap aksi protes dan demo masyarakat.

  19. PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TOKOH MASYARAKAT TENTANG MALARIA DI KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shinta Shinta

    2012-10-01

    Full Text Available Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo. Pemberantasan malaria tidak mungkin dapat berhasil dengan baik tanpa adanya peran serta masyarakat dan keterlibatan mitra terkait. Untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan menggalang kemitraan dalam pemberantasan malaria diperlukan informasi tentang pengetahuan, sikap dan perilaku (PSP dari masyarakat maupun tokoh masyarakat di daerah sasaran. Metode penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pertanyaan terbuka terhadap tokoh masyarakat formal dan informal. lnforman tokoh formal adalah Camat, Kepala Desa dan Kepala Dukuh. Informan tokoh informal adalah guru sekolah, ulama, kader PKK dan karang taruna. Tujuan penelitian untuk menemukan metode pemberantasan malaria secara tepat guna. Hasil penelitian: Pengetahuan informan tentang cukup baik, sudah mengenal tanda tanda, penyebab dan cara pengobatan. Malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles, ada juga yang mengatakan Aedes ataupun tidak tahu. Posisi nyamuk ketika menggigit menungging; menggigit pada malam hari, hila ada orang yang melahirkan atau ada hajatan, masih ada yang mengatakan siang hari; tempat perkembangbiakan di kubangan, kolam, tempurung kelapa, saluran air, masih ada yang mengatakan di air kotor dan bak mandi. Pengobatan dapat dilakukan dengan dua cara; pengobatan modern dengan klorokuin, pengobatan tradisional dengan daun pepaya, buah mahoni, kulit pohon kina, akar alang-alang, brotowali dan pace. Mengenai sikap informan sudah baik, dalam upaya mencari pengobatan warga akan mendatangi Puskesmas, bidan desa,  juru malaria desa, dokter, membeli obat di warung atau ke dukun. Malaria mengakibatkan tidak dapat bekerja/sekolah beberapa hari, dapat menyebabkan kematian, dapat sembuh setelah makan obat dan istirahat sebentar. Perilaku informan mengenai cara menghindari gigitan, cara mengurangi resiko gigitan nyamuk sudah baik namun dalam pencegahan malaria umumnya masih rancu dengan cara pencegahan

  20. Waduk Parangjoho dan Songputri: Alternatif Sumber Erupsi Formasi Semilir di daerah Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno Bronto

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol4no2.20091The Semilir Formation was typically originated from products of a very explosive volcanic activity, i.e. breccias, lapillistones, and tuffs containing abundant pumice. It has a light grey to white colour and high silica andesite to dacite in composition, mainly rich in volcanic glass and quartz. Sedimentary structures of these volcanic rocks are massive, grading, planar bedding, and cross-bedding to antidunes, with grain size varies from ash (≤ 2 mm to lapilli (2 – 64 mm to bomb and block (> 64 mm. The formation is widely distributed from the west side (Pleret and Piyungan areas, Bantul Regency, Special Province of Yogyakarta until Eromoko area in the east (Wonogiri Regency, Jawa Tengah Province. Stratigraphically, the Semilir Formation underlies the Nglanggeran Formation, and overlies the Mandalika Formation in the eastern part and Kebo-Butak Formation in the western part. Geomorphological- and lithological analyses of the Semilir Formation in areas of Parangjoho and Song- putri Dams, Eromoko Sub-regency, Wonogiri Regency indicate that the two depressions were alternatively volcanic sources of the Semilir Formation in the Eromoko area. This is proved by the presence of co-ignimbrite breccias(co-ignimbrite lag fall deposits, that descriptively they are polymict breccias. This rock is characterized by a mixing of pumice and various hard rock fragments that primarily are juvenile materials (volcanic blocks, bombs, accessory-, and accidental rock fragments set in pumice-rich volcanic ash and lapilli sizes. The accessory materials came from older volcanic rocks, whereas the accidental ones were originated from basement rocks. During a caldera forming event or a destruction period of an older composite volcanic cone(s, all older rocks resting above the magma chamber were ejected to the surface by a very high magmatic pressure. Since they were heavier than the juvenile material, most accessory and

  1. KAJIAN PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA AIR TERPADU ( STUDI KASUS MATA AIR INGAS (COKRO, KEC. COKRO TULUNG KABUPATEN KLATENJAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sriyana Sriyana

    2012-02-01

    Full Text Available Potential exploitation of Ingas (Cokro water resource is currently less than optimal, there are still manywasted water flows and there is still no coordination in planning. The objective of this research is to reviewwater resource potential integratedly, by measuring the spring discharge in real terms, analyzing the utilizationof water source and water balance. The method used in this thesis is by measuring the discharge using currentmeter, analyzing water requirements for plants using Penman method, and analyzing data with the help ofMicrosoft Exel. It is resulted that the total potential of Ingas (Cokro water resource is 1297 l/dt, utilized fordrinking water (PDAM Surakarta at 400 l/dt, drinking water for Cokro Village at 4 l/dt, and the remainder isused for irrigation and moving a turbine with 50 Watt electric power. Water demand for irrigation is 995 l/dt,fullfilled from Ingas (Cokro source discharge at 593 l/dt plus surface water discharge as a result frommeasurment of pulsur river (Plosowareng weir at 696 l/dt, from the total water resource potential of 1289 l/dt.Water balance of Ingas (Cokro water resource has already balanced or optimal, while residual discharge of294 l/dt is obtained at measurement point (Plosowareng weir

  2. PROFIL TETANUS NEONATORUM DALAM RANGKA KEBIJAKAN ELIMINASI TETANUS MATERNAL DAN NEONATAL DI KABUPATEN BANGKALAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2012–2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mugeni Sugiharto

    2017-01-01

    Full Text Available Latar Belakang: Bayi dalam golden period (periode emas sangat rentan terhadap berbagai penyakit menular, seperti tetanus neonatorum. Pemerintah Kabupaten Bangkalan mendukung kebijakan Elimination Maternal Neonatal Tetanus (EMNT untuk menyelamatkan bayi dari infeksi tetanus neonatorum. Tujuan: identifikasi profil kasus tetanus pada bayi dalam mendukung kebijakan eliminasi tetanus di Kabupaten Bangkalan Provinsi Jawa Timur, Tahun 2012–2014. Metode: Studi menggunakan data sekunder tentang imunisasi Tetanus Toxoid dan Tetanus Neonatorum dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan. Wawancara mendalam tentang pelaksanaan kebijakan EMNT kepada Penanggung jawab program imunisasi. Hasil: Setiap tahun terdapat kejadian tetanus neonatorum (TN di Kabupaten Bangkalan sehingga menyebabkan kematian karena saat hamil ibunya tidak diimunisasi TT, persalinan ditolong oleh dukun, perawatan tali pusat tidak hygienes seperti penggunaan gunting yang tidak steril, penggunaan ramuan tradisional sebagai obat. Untuk mencegah kasus tetanus neonatorum, Kabupaten Bangkalan menetapkan kebijakan EMNT sebagaimana dituangkan dalam strategi operasional yang harus dilaksanakan semua petugas kesehatan terkait. Pelaksanaan kebijakan EMNT belum sesuai harapan, karena kejadian kasus TN setiap tahun, cakupan TT semakin rendah sebanyak 61,7% pada tahun 2012 menjadi 59,18% pada tahun 2014. Demikian imunisasi DPT untuk bayi semakin rendah yaitu sebesar 92,8% pada tahun 2012 menjadi 88,0% pada tahun 2014. Kesimpulan: Kabupaten Bangkalan rawan tetanus termasuk tetanus neonatorum, karena cakupan imunisasi TT pada ibu hamil dan DPT pada bayi yang terus menurun setiap tahun. Kebijakan eliminasi TN tepat untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan mencegah terjadinya TN pada bayi di Kabupaten Bangkalan. Saran: Pengelola Program imunisasi harus lebih aktif mensosialisasikan imunisasi TT melalui pelayanan ANC kepada ibu hamil dan DPT pada bayi untuk mencegah kasus tetanus.ABSTRACT Background

  3. KETERKAITAN SPASIAL KUALITAS LINGKUNGAN DAN KEBERADAAN FITOPLANKTON BERPOTENSI HABs PADA TAMBAK EKSTENSIF DI KECAMATAN LOSARI KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tarunamulia Tarunamulia

    2016-12-01

    Full Text Available Harmful Algal Blooms (HABs dapat memberikan dampak negatif secara ekologis, ekonomis dan kesehatan.  Kejadian dapat bervariasi menurut faktor lingkungan lokal pemicu serta kemampuan adaptasi spesies.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara karakteristik kualitas lingkungan dengan keberadaan fitoplankton berpotensi HABs pada tambak ekstensif di Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.  Sebanyak masing-masing 45 contoh air dan tanah diambil pada total luas petakan tambak ±2300 ha dengan metode transek yang dimodifikasi. Peubah kualitas air yang diukur meliputi; Total Amonia Nitrogen (TAN, Nitrit (NO2-N, Nitrat (NO3-N, Fosfat (PO4-P, Bahan Organik Total (BOT dan Plankton.  Sedangkan peubah kualitas tanah tambak meliputi pH, total nitrogen (NTOT, fosfat (PO4-P dan BOT. Analisis keterkaitan kualitas lingkungan dengan keberadaan fitoplankton berpotensi HABs dilakukan dengan BIO-ENV analysis, Cluster analysis, dan analisis spasial dengan software PRIMER 5.0 dan ArcGIS 10.0.  Dari  23 spesies yang diidentifikasi terdapat 5 spesies (21% yang potensial sebagai HABs meliputi Prorocentrum sp, Ceratium sp, Gymnodinium sp, Thalassiosira sp dan Nitzchia sp.   Prorocentrum sp ditemukan pada 21 stasiun  dari total 45 stasiun dengan kepadatan tertinggi (508 ind/L. Hasil analisis selanjutnya menunjukkan bahwa distribusi spasial spesies berkaitan erat dengan distribusi nilai TAN dan BOT air serta nilai N-Total tanah. Jika tidak ada upaya pengelolaan dan mitigasi sehubungan keberadaan HABs tersebut maka dikhawatirkan dapat mempengaruhi produktivitas dan keberlanjutan kegiatan budidaya di lokasi penelitian. Harmful Algal Blooms (HABs can cause serious negative ecological, economical and human health impacts. The occurrence of HABs may vary according to local environmental factors and the adaptability level of the causative species. This study aims to determine the relationship between environmental quality and the presence of

  4. PENGGUNAAN ALGORITMA NDVI DAN EVI PADA CITRA MULTISPEKTRAL UNTUK ANALISA PERTUMBUHAN PADI (STUDI KASUS : KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Hafizh S

    2015-02-01

    Full Text Available Kabupaten Indramayu merupakan salah satu kabupaten yang merupakan daerah sentra pertanian dimana sektor ini menyumbang 43% dari total PDRB (Produk Domestik Regional Bruto. Strategi yang tepat dan cepat harus dicanangkan untuk selalu memenuhi kebutuhan akan bahan pokok tersebut. Teknologi penginderaan jauh dapat mengakomodir informasi suatu objek secara cepat dan akurat tanpa harus berinteraksi langsung dengan objek dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi yang diinginkan. Pembangunan model - model estimasi produktivitas pada beberapa komoditas vegetasi pertanian seperti padi telah digunakan sejak dua dekade lalu. Dari berbagai macam permodelan vegetasi, indeks vegetasi yang paling umum digunakan adalah NDVI (Normalized Difference Vegetation Index dan EVI (Enhanced Vegetation Index. Hasil dari penelitian ini adalah penentuan fase pertumbuhan , masa tanam, dan masa panen tumbuhan padi pada citra MODIS L1B. Masa tanam padi di kabupaten Indramayu berada pada bulan Juni dan Desember 2011, masa panen berada pada bulan  Mei dan September 2011. Citra Aster digunakan sebagai data pendukung untuk menentukan korelasi linear  terhadap data lapangan (fieldspectometer. Korelasi yang dihasilkan Antara Modis - Aster sebesar 0.9576 pada EVI dan 0.9654 pada NDVI; Modis - Fieldspectometer sebesar 0.8798 pada EVI dan 0.9077 pada NDVI; dan pada Aster - Fieldspectometer sebesar 0.9220 pada EVI dan 0.9460 pada NDVI. Korelasi dari ketiga data tersebut memiliki hubungan yang cukup kuat dikarenakan nilai yang dihasilkan mendekati nilai 1.

  5. Kontribusi Higiene Mulut terhadap Timbulnya Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis (ANUG (Survei Epidemiologi di Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Mirna

    2015-10-01

    Full Text Available This analytical epidemiological survey was aimed to investigate the correlation between oral hygiene and the onset of an infectious, necrotic, ulcerative disease called acute necrotizing ulcerative gingivitis (ANUG. The study involved 319 elementary school children consisting of 163 (52% male and 156 (48% female pupils from Kecamatan Pacet, Cianjur, WestJawa. Samples were chosen by stratified simple random sampling. The obtained data were analyzed with Bivariant Test (Chi2Ttest, and the results showed a quite high prevalence of ANUG, aboout 15.3% in total and consisting 9% male and 6.3% female subjects. The correlation between oral hygiene and the onset of ANUG was found to be significant (p<0.05. It was concluded that oral hygiene has an important contribution to the onset of ANUG.

  6. STUDI KOLEKSI REFERENSI RESERVOIR PENYAKIT DI DAERAH ENZOOTIK PES DI JAWA BARAT DAN JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ristiyanto -

    2011-12-01

    Full Text Available ENGLISHReservoir Reference Study Collection Disease, particularly rats have been conducted in several areas such as the enzootic plague area in the district of Nongkojajar, Pasuruan, East Java and Ciwidey district, Bandung regency, West Java. These were organized in May-October 2007. The method used for the collection and reference reservoir of disease is rodentia survey methods. Result of the reference collection reservoir of disease is the house rat Rattus tanezumi Nongkojajar found either in the of Pasuruan, East Java (3 rats and the District of Ciwidey (4 rats. Polynesian rat R. exulans, three rats were only found in the District Nongkojajar, whereas three rats R. tiomanicus, three rats were found in Ciwidey. In addition another types of mice were also found 1 Insectivora mice Suncus murinus in the District Ciwidey. Type of rats captured in habitat homes in the District Ciwidey Bandung regency, West Java and Pasuruan, East Java is the same type, namely house rat Rattus tanezumi. Types of mice caught in the habitat garden in the District Ciwidey Bandung regency, West Java (tiomanicus R. tree rats were different from mice found in Pasuruan, East Java (Polynesian rat R. exulans. Local environment in plague enzootic area in Pasuruan, East Java is mountainous and forest conservation area Bromo-Tengger, while District Ciwidey, Bandung is the highland tourism areas / mountainous and agricultural areas.INDONESIAKoleksi referensi reservoir penyakit khususnya tikus telah dilakukan di beberapa daerah enzootik pes seperti di Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dan Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober 2007. Metode yang digunakan untuk koleksi dan referensi reservoir penyakit adalah metode survei rodensia. Hasil koleksi referensi reservoir penyakit adalah tikus rumah Rattus tanezumi ditemukan baik di Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (3 ekor maupun

  7. PELATIHAN MOULD LOFT (LANTAI GAMBAR KAPAL BAGI PENGRAJIN/PEMBUAT KAPAL TRADISIONAL DI KABUPATEN BATANG - JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parlindungan Manik

    2015-08-01

    Full Text Available Kabupaten Batang yang merupakan wilayah pesisir mempunyai banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi aset yang berharga bagi bangsa yaitu para pengrajin/pembuat kapal tradisional. Para pengrajin ini mampu menghasilkan kapal tipe mini purse seine yang mampu berlayar dalam radius pelayaran 12 sampai dengan 200 mil laut. Kapal mini purse siene tipe Batang mempunyai karakteristik yang cukup baik karena mempunyai stabilitas kapal yang baik dan mesin utama diletakkan di dalam kamar mesin (inboard engine. Kapal purse seine ini telah dibuat dan diproduksi secara turun-temurun dan jumlahnya sudah banyak di daerah Batang. Ukuran kapal yang diproduksi mulai dari 5 GT (Gross Tonage sampai dengan 40 GT dengan harga sebesar 300 juta sampai dengan 2 miliar rupiah. Para pembuat kapal pada umumnya tidak atau kurang memiliki pengetahuan tentang gambar desain kapal dari kapal yang diproduksi. Belakangan ini telah dimulai oleh para pengguna yang mensyaratkan adanya gambar desain dan gambar – gambar kerja lainnya sehingga dituntut adanya tenaga kerja dan para pembuat kapal yang mampu membuat dan membaca gambar kapal. Pada Program IbM ini dilaksanakan di CV. Laksana Abadi dan dan CV. Rizki Maulana Bahari yang bertujuan agar para pengrajin/pembuat kapal kayu tradisional di kabupaten Batang memiliki ketrampilan untuk menggambar bentuk badan kapal dalam skala 1:1 pada lantai gambar atau biasa disebut dengan istilah Mould Loft. Dengan tergambarnya bentuk badan kapal/konstruksi kapal dalam skala 1:1 maka akan didapat bentuk badan kapal yang akurat dan ukuran konstruksi kapal yang tepat, sehingga dalam proses pembangunannya segala ukuran yang terpakai sudah tepat dan tidak ada kesalahan bentuk maupun ukuran. Hal ini sangat diperlukan oleh pihak pelaksana, untuk menunjang kemudahan pelaksanaan dan kualitas hasil pekerjaan. Pendekatan yang diterapkan dalam penerapan teknologi ini harus mencakup dua buah aspek yaitu : aspek kognitif dan psikomotorik. Pada aspek kognitif

  8. KEANEKARAGAMAN JENIS KRUSTASEA DI KAWASAN MANGROVE KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH (Biodiversity of Crustacea in Mangrove Area, Purworejo Regency, Central Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Mardiyanto Rahayu

    2017-05-01

    Full Text Available dan pendidikan. Luas kawasan mangrove di Kabupaten Purworejo semakin berkurang akibat adanya penebangan, pemukiman, tambak, dan pertanian. Ada tiga stasiun, yaitu mangrove lebat (Desa Gedangan, mangrove sedang (Desa Jatikontal, dan mangrove jarang (Desa Ngentak. Ditemukan 19 jenis dari 6 famili krustasea yaitu Ocypodidae, Sesarmidae, Portunidae,Alpheidae, Palaemonidae, dan Penaeidae. Terdapat empat jenis krustasea bernilai ekonomi tinggi. Kepadatan krustasea tertinggi di stasiun I, terendah di stasiun III. Indeks keanekaragaman (H’ krustasea di seluruh stasiun termasuk kategori sedang dengan. Indeks keseragaman (E krustasea di seluruh stasiun termasuk kategori sedang. Indeks  dominansi (C krustasea di seluruh stasiun termasuk kategori rendah. Vegetasi mangrove pada stasiun I adalah Rhizophora mucronata, Nypa fruticans, Sonneratia alba, dan Hibiscus tiliaceus. Vegetasi mangrove pada stasiun II adalah Sonneratia caseolaris, Rhizophora stylosa, N.fruticans, H.tiliaceus, dan Morinda citrifolia.Vegetasi mangrove pada stasiun III adalah S.alba, S.caseolaris, N.fruticans, dan R.mucronata. Kondisi faktor lingkungan di seluruh stasiun relatif baik untuk kehidupan mangrove dan krustasea.   Kata Kunci: krustasea, mangrove, Purworejo, keanekaragaman   Kata Kunci: krustasea, mangrove, Purworejo, keanekaragaman

  9. PesantRen Rakyat: Perhelatan tradisi kolaboratif kaum abangan dengan kaum santri Pinggiran di desa sumberpucung kabupaten Malang Jawa timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mufidah Ch

    2012-12-01

    cukup efektif dalam menyantrikan kaum abangan dan santri pinggiran-miskin ala kerakyatan, berbasis kearifan lokal dengan pendekatan pemberdayaan  multi strategic, sebagaimana model dakwah Sunan Kalijaga ketika menyebarkan Islam di Tanah Jawa.

  10. MODEL PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL KONVEKSI MELALUI APIK (ASOSIASI PENGRAJIN INDUSTRI KONVEKSI DI DESA TRITUNGGAL KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurulia Azizah

    2014-10-01

    Full Text Available Abstrak ___________________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil, kekuatan kelemahan, peluang, ancaman, dan strategi pengembangan industri kecil konveksi melalui APIK dalam peran dan keefektifan kinerjanya. Secara praktis adalah dapat menambah informasi dan bahan masukan bagi pengusaha konveksi dan pemerintah untuk mengembangkan usaha industri kecil konveksi di Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan.Populasi dalam penelitian ini berjumlah 43 pengusaha industri kecil konveksi. Variabel dalam penelitian industri kecil menengah ini adalah profil dan peran APIK, serta strategi pengembangan industri kecil konveksi. Metode pengumpulan data melalui observasi dan angket. Analisis data menggunakan adalah analisis deskriptif, uji  t-paired, dan analisis SWOT.Hasil penelitian (1 Profil pengusaha industri kecil konveksi sebagian besar mereka adalah masyarakat menengah kebawah yang tidak mempunyai modal dan aset (2 APIK berperan sebagai wadah bagi pengusaha untuk mengembangkan industri kecil konveksi. (3 APIK memberikan andil pada industri kecil konveksi dapat dilihat dari rata-rata nilai modal, tenaga kerja, produk, teknologi, dan pasar pada konveksi sesudah adanya APIK lebih tinggi daripada sebelumnya. (4 Kekuatan yaitu letaknya yang strategis. Kelemahan yaitu keterbatasan modal. Peluang yaitu masih luasnya daerah pemasaran yang tersedia serta dukungan dan perhatian dari pemerintah melalui APIK. Sedangkan Ancaman yaitu persaingan merebut pasar semakin ketat. (5 Pada analisis SWOT strategi yang digunakan adalah mencari alternative bahan baku, meningkatkan potensi SDM, meningkatkan promosi, dan meningkatkan kreativitas.Kesimpulan penelitian ini adalah APIK dapat membantu dalam perkembangan sentra industri kecil konveksi. Saran yang dapat diberikan adalah pemerintah, APIK dan pengusaha sebaiknya saling mendukung agar industri kecil konveksi dapat lebih mudah berkembang dalam era

  11. Arahan Pengembangan Desa Tertingga Kabupaten Bondowoso Berdasarkan Aspek Sosial, Ekonomi, dan Infrastruktur

    OpenAIRE

    Puspasari, Amelia; Koswara, Arwi Yudhi

    2016-01-01

    Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu kabupaten tertinggal di Provinsi Jawa Timur berdasarkan RPJMN tahun 2015-2019. Selain itu, terdapat kesenjangan antara nasional dan kabupaten sehingga perlu dilakukan identifikasi dan pengembangan desa tertinggal di Kabupaten Bondowoso. Permasalahan rendahnya kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM), pelayanan infrastruktur dasar yang belum memadai antara desa satu dengan desa lainnya, dan permasalahan tingginya angka kemiskinan yang terjadi di Kabupate...

  12. GEO-ARKEOLOGI TERAS PURBA BENGAWAN SOLO DI SEKITAR KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR The Geo-archaeology of Ancient Terrace of Bengawan Solo in Bojonegoro Surrounding Regency, East Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Arif

    2016-07-01

    Abstrak Pemetaan teras purba Bengawan Solo merupakan kajian geo-arkeologi tahap awal yang dilakukan di beberapa lokasi di wilayah kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Permasalahannya adalah ditemukannya indikasi keberadaan peralatan batu paleolitik dan fosil-fosil vertebrata di beberapa teras purba di wilayah ini. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan ini adalah mendapatkan gambaran sebaran teras purba Bengawan Solo berumur Kuarter serta memberikan usulan kepada para ahli arkeologi dalam merancang kegiatan pencarian sisa-sisa budaya manusia antara lain peralatan batu paleolitik maupun sisa-sisa fosil rangka manusia dan hewan pada suatu teras purba. Metode yang dipakai di dalam penelitian ini adalah metode pemetaan geologi, deskripsi profil sedimen, pengambilan contoh-contoh sedimen (termasuk fosil hewan untuk keperluan analisa sedimentologi dan analisa kimia. Di daerah penelitian yang terletak di kabupaten Bojonegoro dijumpai tiga teras yaitu Teras Menden (berumur sub-Resen, Jipangulu (berumur Holosen Awal dan Ngandong (berumur Plestosen Atas. Teras Menden dijumpai di Payaman, Teras Jipangulu di Prangi dan Wotangare dan Teras Ngandong dijumpai di Prangi dan di desa Kedung. Berdasarkan bukti stratigrafinya ketiga teras tersebut disusun oleh lapisan pasir ukuran kasar hingga kerikilan di bagian bawah dan berubah menjadi pasir lempungan dan lempung pasiran di bagian atas. Fenomena ini menunjukkan bahwa ketiga teras tersebut dibentuk oleh sungai yang berkelok-kelok yaitu Bengawan Solo purba. Kedudukan masing-masing teras purba di daerah penelitian yang diukur dari Bengawan Solo adalah 2-3 m (Teras Menden, 5-7 m (Teras Jipangulu dan >8 m (Teras Ngandong. Berdasarkan hasil kajian teras purba ini diusulkan agar para ahli arkeologi lebih memfokuskan kepada perlapisan sedimen yang berukuran kasar dalam sistem endapan sungai purba berumur Kuarter untuk mencari sisa-sisa budaya manusia paleolitikum seperti peralatan batu maupun sisa-sisa fosil rangka manusia dan hewan.   Kata

  13. Lakon Baratayuda Versi Klaten: Kajian Struktur Naratif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Budiarti

    2013-11-01

    Lakon Baratayuda versi Klaten: Study of Narative Structure. This paper is intended to find the flow of the action hero in the Lakon Baratayuda Klaten version. The theory of the structure of folk tales Vladimir Propp adapted and modified in this paper. Propp’s theory says that a folk tale has a structure formed of functions that move sequentially. With regard to the theory, the method of analysis used is the method of Propp’s structural models. To be able to find the flow of the  action hero first revealed what functions (action dramatic personae are present, then determine the sequence of functions (action dramatic personae, and further reveals the narrative structure of the Lakon Baratayuda Klaten version. There are several things that can be raised from the analysis of Lakon Baratayuda Klaten version. The first, discovered fourteen function (action hero is tracked from the stream acts as a hero in the Lakon Baratayuda Klaten version. Second, the Lakon Baratayuda Klaten version contains more than one main story movement. Keywords: Baratayuda, structural, Propp

  14. PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP ANGKA MELEK HURUF, DAN ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TENGAH PERIODE 2010 DAN 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mujiyati Mujiyati

    2015-12-01

    Full Text Available The purpose of Indonesian fiscal decentralization that started on 2001 is focus on the local government development. Fiscal decentralization is believed to createpublic servicesefficiency on local government. Furthermore, fiscal decentralization ensure the local budget (APBD is spent to develop health and education sectors as these sectors are part of basic needs. This study aims to examine how fiscal decentralization influence to the local educational development in term of literacy rate (AMH and school enrolment rate (APS. This study uses data based on the kabupaten/kota over Central Java Province in the periods of 2010 – 2011. This study also uses linear regression with non-probability sampling as there is 35 kabupaten/kota each year uses for population and sample in this study.  Result shows that fiscal decentralization has an influence to AMH and APS based on the data from kabupaten/kota in Central Javain the periods of 2010 -2011. Thus, it could be conclude that local governments (kabupaten/kota in Central Java Province have used local revenue to provide public education services specifically in improving literacy and school enrolment rate for 7-15th year students.

  15. PEMBANGUNAN DAN KONFLIK SOSIAL (Studi Etnografi Implementasi Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai di Kabupaten Bondowoso-Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamyana

    2017-11-01

    Full Text Available This research aims to answer the question raised is: describing the Program Implementation Specialty Effort Increasing Production of Rice, Corn and Soybeans (UPSUS PAJALE in Kabupaten Bondowoso is understood by the general public; describe the impact and the benefits arising from program UPSUS PAJALE perceived by the public; describe whether UPSUS PAJALE program activities have lead to social conflicts among people in Bondowoso. To realize the goal of the research, the research method used is an ethnographic approach, which is encapsulated in frames of qualitative research. Location research is purposive in Kabupaten in East Java. Data collection technique combines the study of documents and field study through interviews, observation, and observation participate. The results showed that the implementation of UPSUS Pajale illustrates that the elite, has impacted quite good and positive response to the implementation of the program UPSUS, but has not touched the marginalized people and communities powerless level structure of the lowest.

  16. Lakon Baratayuda Versi Klaten: Kajian Struktur Naratif

    OpenAIRE

    Endah Budiarti

    2013-01-01

    Tulisan ini dimaksudkan untuk menemukan aliran tindakan hero dalam Lakon Baratayuda versi Klaten. Teori struktur cerita rakyat Vladimir Propp diadaptasi dan dimodifikasi dalam tulisan ini. Teori Propp mengatakan bahwa sebuah cerita rakyat memiliki struktur yang dibentuk dari fungsi-fungsi yang bergerak berurutan. Berdasarkan teori tersebut, metode analisis yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode struktural model Propp. Upaya untuk dapat menemukan aliran tindakan sang hero p...

  17. MENGGALI KEKUATAN INTERNAL MASYARAKAT MELALUI ENERGI BARU TERBARUKAN KHUSUSNYA LIMBAH TERNAK SAPI DI DESA WANAJAYA, KECAMATAN WANARAJA, KABUPATEN GARUT – PROVINSI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sriyanti Sriyanti

    2016-01-01

    Full Text Available Energi baru terbarukan merupakan suatu pengembangan teknologi dalam rangka pemanfaatan sumberdaya alam ataupun non-alami yang dimanfaatkan untuk menjadi suatu energy baru seperti biogas dan listrik. Tenaga listrik merupakan sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia baik untuk kegiatan industri,kegiatan komersial maupun kehidupan sehari-hari masyarakat. Termasuk untuk Desa Wanajaya, sebagai desa yang merupakan penghasil ternak khususnya sapi. Desa ini merupakan pilot project dalam pengembangan biomassa menjadi bio gas, namun karena adanya beberapa kendala maka pilot project tersebut tidak berkelanjutan. Pengolahan kotoran ternak menjadi biogas selain menghasilkan gas metan untuk memasak juga mengurangi pencemaran lingkungan, menghasilkan pupuk organik padat dan pupuk organik cair dan yang lebih penting lagi adalah mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian bahan bakar minyak bumi yang tidak bisa diperbaharui. Tujuan kegiatan PKM ini yaitu melakukan tahapan awal di dalam rencana penerapan teknologi tepat guna pemanfaatan kotoran sapi sebagai sumber energi gas dan energi listrik alternatif di Desa Wanajaya, Kec. Wanaraja – Kabupaten Garut. Besarnya produksi kotoran sapi per hari atau per tahunnya menjadi daya tarik dan kekuatan untuk bisa memanfaatkan limbah ternak menjadi biogas dan energi alternatif bagi lingkungan masyarakat local. Selain ketersedian kotoran sapi sebagai modal utama untuk pemanfaatan limbah ternak (kotoran sapi ada factor-faktor lain yang harus diperhatikan, antara lain ; pakan ternak yang digunakan, pengelolaan limbah ternak, jumlah sapi, jarak lokasi timbunan kotoran dengan rumah dan lain-lain. Mengembangkan dan Meningkatkan kemampuan sumberdaya masyarakat didalam pemanfaatan limbah ternak menajdi berbagai alternatif baik sisi energi, biogas dan lainnya

  18. PENGGUNAAN BAHASA TRANSMIGRAN JAWA DI KABUPATEN GORONTALO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sayama Malabar

    2012-11-01

    Full Text Available The  Javanese Trans migrants have come to Gorontalo district since 1953. The language used by the Trans migrants continued to be used in the place so that it becomes bilingual and even multilingual community giving rise to new phenomena. The aim of this study Is to identify pattern of language usage in family, market, school, mosque, and the office; and variation of language choice. The research methodology used comprised observation method including basic recording technique, interview methodology elevation basic technique, survey method by distributing questionnaires, triangulation techniques, and sociolinguistic approach. The sample is determined by snowball and purposive sampling. Data analyzed using SPEAKING through percentage calculation. The result show that The Javanese trans migrants to Gorontalo District is dominant of lndonesian language use in the office, mosque, and school; Javanese in family and market; Malay language in school, and market; and three types of language variations, single language variation, code switching, and mixing.  Single language variation involves Javanese and Indonesian. Code switching is divided into four variations and mixing code is split in two variations.  So that, the use of trans migrants language in Gorontalo is dominant in Indonesian and Javanese pattern simultaneously.

  19. Penentuan Batas Pengelolaan Wilayah Laut Antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rainhard Sumarto Simatupang

    2017-01-01

    Full Text Available Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah merupakan pembaharuan dari undang-undang sebelumnya yaitu Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dikarenakan beberapa hal yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan pada saat ini[1]. Beberapa perubahan peraturan dalam hal penentuan batas wilayah pengelolaan laut daerah yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dari undang-undang sebelumnya yaitu mengenai penentuan garis pantai, batas wilayah bagi hasil kabupaten/kota, serta kewenangan setiap daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 ditetapkan bahwa batas maksimal wilayah laut provinsi sejauh 12 mil laut, sedangkan batas bagi hasil kelautan kabupaten/kota maksimal sejauh 4 mil laut. Apabila wilayah laut antar provinsi tidak mencapai batas maksimal masing-masing, maka batas akan dibagi sama jarak dengan prinsip garis tengah (median line. Penelitian ini merupakan bentuk pengaplikasian Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dalam memperbaharui penentuan batas pengelolaan wilayah laut daerah. Dalam penelitian ini  dibahas bagaimana menentukan batas pengelolaan wilayah laut daerah serta dilakukan analisa dari hasil penentuan batas pengelolaan wilayah laut. Lokasi Penelitian ini adalah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali tepatnya perbatasan pada Kabupaten Banyuwangi (Jawa Timur dan Kabupaten Buleleng (Bali sampai Kabupaten Jembrana (Bali. Penentuan batas pengelolaan wilayah laut dilakukan dengan metode kartometrik menggunakan data Citra Satelit SPOT 7 2015 dan data Peta Lingkungan Pantai Indonesia (LPI 2002. Dari penelitian ini dihasilkan median line sepanjang 40,3 km yang dibentuk oleh 41 titik, serta diperoleh luas wilayah pengelolaan laut Provinsi Jawa Timur sebesar 233,37 km2 dan Provinsi Bali sebesar 233,77 km2 (sesuai batasan lokasi dengan selisih sebesar 0,4 km2 serta batas wilayah bagi hasil kelautan untuk kabupaten/kota. Dihasilkan juga peta batas

  20. ANALISIS PENGARUH KONSUMSI ROKOK DENGAN KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agnes Marisca Dian Sari

    2017-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemiskinan dengan konsumsi rokok di Jawa Tengah tahun 2013 dan mengetahui pengaruh pajak rokok dengan konsumsi rokok di Jawa Tengah tahun 2013. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan ialah regresi Ordinary Least Square (OLS dengan data cross section tahun 2013 di Provinsi Jawa Tengah dengan 35 Kabupaten/Kota. Hasil penelitian ini adalah ketika Garis kemiskinan naik maka akan menaikan konsumsi rokok. Variabel Garis kemiskinan signifikan dan positif terhadap konsumsi rokok di Jawa Tengah tahun 2013.Variabel pajak rokok bernilai positif namun tidak signifikan. Variabel Kemiskinan dan pajak rokok mampu menjelaskan tingkat konsumsi rokok sebesar 0.1263% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain. F-statistik sebesar 2,31. F-tabel sebesar 1,37, dan t-tabel sebesar 2,034.Hasil penelitian dapat disimpulkan adanya pengaruh antara konsumsi rokok dengan kemiskinan di Jawa Tengah tahun 2013. Ketika konsumsi rokok di Jawa Tengah naik maka meningkatkan kemiskinan di Jawa Tengah pada Tahun 2013 dan pengaruh antara konsumsi rokok dan pajak rokok di Jawa Tengah pada tahun 2013 tidak signifikan tapi bernilai positif. Artinya kebijakan pajak di Jawa Tengah belum mampu untuk mengurangi konsumsi rokok di Jawa Tengah pada tahun 2013. Meskipun sudah ada pajak rokok namun konsumsi rokok tetap terus meningkat. The aims of this research were to find out the effects of poverty on cigarette consumption in Central Java in 2013 and to recognize the effects of tax cigarette on cigarette consumption in Central Java in 2013. The type of the data used was secondary data. The analysis method used was the regression of Ordinary Least Square (OLS with the cross section data of 2013 in 35 Districts of Central Java Province.The research results show that when the Poverty Line increases, it increases cigarette consumption. The variable on Poverty Line has effect on cigarette consumption in

  1. PERILAKU PENCARIAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT KAMPUNG NAGA, KABUPATEN TASIKMALAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Anwar Musadad

    2012-10-01

    Full Text Available Pencarian pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh latar belakang sosial budaya masyarakat. Untuk itu telah dilakukan suatu studi kualitatif di Kampung Naga, sebuah kampung yang terletak di pinggiran Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, yang secara turun-temurun mempertahankan adat Sunda. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dengan informan dan observasi.Pada masyarakat Kampung Naga dikenal 2 penyebab terjadinya sakit, yaitu kabadi dan sasalad. Konsep sakit ini mewarnai perilaku masyarakat dalam mencari pelayanan kesehatan. Dalam hal pengobatan terutama untuk pertolongan pertama mereka pergi ke tukang nyampe, yaitu dukun pengobat tradisional setempat. Walaupun demikian pengobatan modern bukan merupakan hal yang tabu, bahkan telah banyak digunakan masyarakat tersebut.

  2. PENGUATAN KAPASITAS KLASTER USAHA KECIL DAN MENENGAH: KASUS DI SERENAN, KLATEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fereshti N. D.

    2008-06-01

    Full Text Available This study aims at examining a basic and optimal strategy for strengthening an export-based UKM cluster at Serenan Klaten. This research sample is UKM bases on export in Serenan, Klaten. Reason of location choice in Serenan because Serenan has been specified to become one of UKM cluster to base on export by government. It used a qualitative approach with the identification of the export-based UKM’s characteristics. This included firm size, asset, planning, marketing, personnel, value of access to information and performance. In this research applied SWOT analysis to formulate strategy develops UKM in Serenan Klaten. There are seven strategies formulated to develop UKM in Serenan Klaten

  3. Perilaku Sehat dan Sanitasi Lingkungan Pemilik Kucing dengan Dermatomikosis di Klaten

    OpenAIRE

    Arysthia, Anastascia; Umniati, Sitti Rahmah; Parasmatri, Ira

    2017-01-01

    Hygiene and sanitation behavior of cat's owners with dermatomycosis in KlatenPurposeThis study aimed to analyze the association of environmental hygiene and personal hygiene of cat owners with dermatomycosis in Klaten. MethodsThis research was an observational analytic epidemiological study, with a case-control design involving 60 cat owners.ResultsBivariate analysis showed that health knowledge, environmental hygiene and cat owner hygiene were associated with dermatomycosis.ConclusionLack of...

  4. Arahan Pengembangan Desa Tertingga Kabupaten Bondowoso Berdasarkan Aspek Sosial, Ekonomi, dan Infrastruktur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amelia Puspasari

    2017-01-01

    Full Text Available Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu kabupaten tertinggal di Provinsi Jawa Timur berdasarkan RPJMN tahun 2015-2019. Selain itu, terdapat kesenjangan antara nasional dan kabupaten sehingga perlu dilakukan identifikasi dan pengembangan desa tertinggal di Kabupaten Bondowoso. Permasalahan rendahnya kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM, pelayanan infrastruktur dasar yang belum memadai antara desa satu dengan desa lainnya, dan permasalahan tingginya angka kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Bondowoso sehingga untuk mengatasi hal tersebut dilakukan arahan pengembangan desa tertinggal Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pegembangan desa tertinggal di Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan teori pegembangan wilayah, pengembangan daerah tertinggal, dan pembangunan perdesaan dengan menggunakan Analisis Faktor Eksplanatory untuk menentukan faktor yang berpengaruh terhadap ketertinggalan desa, Analisis Biplot digunakan untuk tipologi desa tertinggal berdasarkan aspek sosial, ekonomi, serta infrastruktur, dan Analisis Deskripsi digunakan untuk merumuskan arahan pengembangan desa tertinggal berdasarkan aspek-aspek yang diprioritaskan. Dari hasil penelitian terdapat empat faktor yang berpengaruh terhadap ketertinggalan desa di Kabupaten Bondowoso yaitu faktor kualitas SDM, perekonomian masyarakat, kondisi infrastruktur sosial, kondisi infrastruktur ekonomi. Berdasarkan hasil tipologi desa terdapat 95 desa tertinggal di Kabupaten Bondowoso yang terbagi menjadi 3 tipologi. Tipologi A sebanyak 9 desa, Tipologi B sebanyak 59 desa, dan Tipologi C sebanyak 27 desa. Arahan tipologi A peningkatan salah satu aspek SDM dan infrastruktur sosial atau perekonomian dan infrastruktur ekonomi. Arahan tipologi B peningkatan salah satu aspek SDM dan infrastruktur sosial dan atau perekonomian dan infrastruktur ekonomi. Arahan

  5. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KETIMPANGAN PENDAPATAN DI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusli Abdulah

    2015-07-01

    Full Text Available Perhatian ekonom terhadap masalah ketimpangan sangatlah kurang. Kondisi ini juga dilakukan oleh lembaga dunia (Bank Dunia dan UNDP terutama di bidang kemiskinan, serta pemerintah kita. Dampak kebijakan yang bias antara kemiskinan dan penanggulangan ketimpangan sosial dapat dilihat dari data. Di Indonesia, khususnya Jawa Tengah, selama periode 2002-2011, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah meningkat disertai dengan pengurangan kemiskinan. Namun ketimpangannya meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis determinan pendapatan yang timpang di Jawa Tengah dari tahun 2002 sampai dengan 2011. Panel metode Data regerssion digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ini. Ada 35 data cross section yang mewakili setiap kabupaten dan data seri selama 10 tahun Uji F dan uji Hausman menunjukkan bahwa model efek random terbatas adalah yang terbaik untuk analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya ada dua variabel yang signifikan yang menyebabkan ketimpangan (share of economic output received by employers wages. Sementara itu, dua variabel lain tidak signifikan (urbanization and dependency ratio.The attention of economist to the problem of inequality is weak. This condition is followed by the world institution (World Bank and UNDP which concerns in the areas of poverty, as well as our government. The impact of biased policy between poverty and inequality reduction can be seen from the data. In Indonesia, especially Central Java, during the period of 2002 to 2011, economic growth in Central Java increased accompanied by poverty reduction. However inequality increasedThe purpose of the study is to analyze the determinant of inequality income in Central Java from 2002 up to 2011. Panel data regerssion method is used to achieve the objectives of this study. There are 35 cross section data represent every regency and 10-years data series. F test and Hausman test indicate that restricted random effect models are best for analysis. The result

  6. Pelatihan Model-Model Pembelajaran Anak Usia Dini di Pos PAUD Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ummi Hany Eprilia

    2017-01-01

    Full Text Available The training for kindergarten teachers was conducted to equip them with knowlegde on the models of teaching to young learners. In general, the training involves the concept of teaching model, atractive model and its implementation, basic concept of teaching mathematics, reading and writing, and children cognitive development. After training, set of questionaire was distributed to see whether they master the knowledge given or not and to identify the teachers’ needs to determine the next topic. Based on the questionaire, it was found that they need to learn classroom management, curriculum, and teaching methods. Since most of the participants (80% were housewives who did not have background knowledge on teaching young leaners, it was difficult enough to explain the knowledge. However, the participants confessed that they get knowlegde on how to teach young learners.

  7. Multi-Disaster Risk Analysis of Klaten Regency, Central Java, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Candra Dian Lukita Tauhid

    2017-09-01

    Full Text Available Klaten Regency is located in Central Java Province, Indonesia, ranked as 19th most susceptible area in Indonesia. Among of many disasters those take place in Klaten are floods, landslides, and earthquake, which cause damages and loss of lives. Unfortunately, some areas in Klaten Regency are also very vulnerable to the disasters that often contribute severe damage and loss. This paper presents result of risk analysis due to floods, landslides and earthquake disaster at Klaten Regency. Several parameters or criteria are utilized to describe the level of the disaster intensities. The flood susceptibility parameters are the Topographic Wet Index (TWI, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI, permeability and roughness, as proposed by Kafira, et al. (2015. The landslide susceptibility are the geology, slope, elevation, distance from fault, distance from rivers, rainfall and land use, as suggested by Thearith (2009 whereas the earthquake susceptibility was referred to FEMA P-154 by using the Ss and S1. The vulnerability and risk analysis are carried out by referring to the parameters as stipulated by the Chief Regulation of the National Board of Disaster Management No.2 Year 2012 (Perka Badan Nasional Penanggulangan Bencana- BNPB, concerning the parameters being used for the vulnerability analysis, i.e. population density, poverty ratio, land use, and level of Gross Regional Domestic Product. Further spatial analysis of the risk performs the multi-disaster risk map as a combination between the floods, landslides and earthquake disaster risk in Klaten Regency. The established multi-disaster risk map shows the risk level in the Klaten Regency, i.e., 16.31% at very low risk, 33.01% at low risk, 34.49% at medium risk, at 14.22% high risk and 1.97% at very high risk.

  8. JANENGAN SEBAGAI SENI TRADISIONAL ISLAM-JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Arif Junaidi

    2013-12-01

    Tulisan ini dilatarbelakangi satu realitas budaya yang dihasilkan dari kehidupan masyarakat Muslim Jawa khususnya seni musik tradisional Islam-Jawa. Ekspresi kebudayaan Islam-Jawa dalam seni musik ini sangat beragam dan mencerminkan keberagaman “wajah” Islam yang telah beradaptasi dengan budaya lokal. Musik tradisional Islam-Jawa Janengan merupakan perwujudan dari perpaduan tiga unsur tradisi musik, yakni tradisi musik Jawa, tradisi musik Islam Timur Tengah (Arab dan kini telah dikembangkan dengan kombinasi musik Barat seperti pop. Perpaduan ketiga unsur tradisi musik yang berbeda ini membentuk suatu hasil kreativitas yang unik bercirikan musik Jawa. Musik tradisional Islam-Jawa ini juga melahirkan nilai-nilai yang meliputi nilai-nilai musikal, nilai-nilai kultural, dan nilai-nilai religius. Secara tematik syair-syair Janengan berisi berbagai ajaran seperti akidah (tauhid, syari’at dan tasawuf.

  9. ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL WISATA AIR WADUK JATIGEDE KABUPATEN SUMEDANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Susanto

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract. Sumedang regency is one of the 26 regency in West Java. Sumedang is a   district of the capital of West Java, which has a wide range of culture and tourism. Culinary tourism especially know already known nationally. To further develop other tourist tours in Sumedang district   need to do breakthrough one of the breakthrough by exploiting the existing potential. Jatigede reservoir,in addition to its designation for hydroelectric power and irrigation, jatigede reservoir can also be developed towards the tour of water tourism. Development of water tourism area in order to provide benefits for the surrounding community, of course, need to do preliminary studies for the benefits far greater than the cost incurred. Therefore, for scientific purposes, it is necessary to conduct an academic study in the form of Financial Feasibility Analysis. Based on the analysis of financial feasibility, it can be concluded that water tourism in Jatigede Reservoir Sumedang have benefits. It’s   the results of a positive net prese nt value analysis, internal rate of return greater than the interest rate of banks and benefit cost greater than on. Keywords: Financial Feasibility; Water Tour.   Abstrak. Kabupaten Sumedang merupakan salah satu dari 26 Kabupaten Kota yang ada dipropinsi Jawa barat. Sumedang merupakan kabupaten penyangga Ibu kota propinsi Jawa barat , yang memiliki  beraneka  ragam  budaya dan wisata. Wisata kuliner terutama tahu sudah dikenal secara nasional. Untuk lebih mengembangkan wisata wisata lain yang ada di kabupaten Sumedang tentunya perlu dilakukan terobosan  terobosan salah satunya dengan memanfaatkan potensi yang ada. Waduk jatigede salah satunya , selain peruntukannya untuk pembangkit listrik tenaga air dan kepentingan irigasi,  waduk jatigede  juga dapat dikembangkan kearah wisata yaitu  wisata air. Pembangunan  kawasan wisata air agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, tentunya perlu dilakukan studi

  10. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DANA DESA DI KABUPATEN KUDUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pratomo Setiaji

    2016-04-01

    Full Text Available Kudus merupakan Kabupaten terkecil di Jawa Tengah dengan luas wilayah mencapai 2.516 Ha yang terbagi dalam 9 Kecamatan, desa yang ada di Kabupaten Kudus berjumlah 123 dimana pada tahun ini mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp 1,4 miliar, alokasi dana desa tidak akan dibagi rata. Alokasi dana untuk setiap desa disesuaikan dengan sejumlah kriteria seperti jumlah penduduk, tingkat kesejahteraan, serta sejumlah kriteria lainnya. Permasalahan yang timbul adalah mekanisme perencanaan dan penggunaan yang belum terdata dengan baik Permasalah tersebut dapat diatasi dengan penyajian informasi yang baik dan transparan, untuk itu diperlukan sebuah Sistem informasi dana desa untuk pengelolaan dana desa menggunakan metode waterfall. sistem informasi ini sangat berguna untuk memonitor dana desa dan serapan yang dilaksanakan tiap desa secara real time, juga sebagai informasi bagi kepala desa maupun pemangku kebijakan di Kabupaten Kudus untuk menetapkan sebuah kebijakan Penelitian ini menghasilkan sebuah model perancangan sistem yang berikan model waterfall dalam bentuk diagram use case, struktur penyimpanan data dan desain tampilan aplikasi. Kata kunci: Sistem Informasi, dana desa.

  11. Perencanaan Check Dam Sungai Glugu Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah

    OpenAIRE

    Kusuma, Abhibawa Tegar; Wijayanti, Deny; Atmojo, Pranoto Sapto; Edhisono, Sutarto

    2015-01-01

    Glugu River is a tributary of the Lusi River under the authority of the Central River Region Pemali - Juana, precisely located in the administrative area of the Grobogan Regency. Location of Glugu River located upstream, gave effect to the degradation of the river channel, so as to stabilize the river flow necessary to design coservation structure on Glugu River, that is check dam.The data used for design check dam are the primary data (geotechnical, geometry Glugu River, and water when the f...

  12. Analisis Dayasaing Ubi Jalar Cilembu di Kabupaten Sumedang Jawa Barat

    OpenAIRE

    Hoeridah, Ana; Sarianti, Tintin

    2011-01-01

    Today, Indonesia is still export fresh agriculture product with low selling price and competitive power than processed product with higher selling price. The condition also observed for sweet potato that exported in the fresh form with low selling price and in turn lowering the competitive power of this product. Province of West Java is one of sweet potato production center. In 2009, “Cilembu” sweet potato becomes leading product of this commodity group that mostly produced in Subang Regen...

  13. POLA DISTRIBUSI KOMODITAS KENTANG DI KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adang Agustian

    2008-06-01

    Full Text Available The study was conducted in Bandung District, West Java on 2005. Primary data were collected through interview with potato’s farmers (who grow Granola variety and Atlantic variety and potato’s trader. Method of analysis is quantitative and qualitative analysis. The results of the study are as follow: (1 There are two kinds of marketing pattern of potato in West Java: (a Marketing pattern of Granola variety which is distributed to several market especially central market. Majority of Granola variety is for household consumption; and (b Partnership pattern between farmer’s group or farmers with PT Indofood FM for Atlantic variety. Most of this variety is used as a raw material for food processing industries; (2 Most of potato’s farmers sell their product to village collectors, and potato’s farmers who have large scale of potato’s farm can directly sell to district traders and central market. (3 Atlantic variety were distributed through Farmer’s Group to Partner Company.

  14. INOVASI LEKSIKAL BAHASA JAWA DI KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desi Kurniawati

    2017-02-01

    Full Text Available The thesis is entitled” The Lexical Innovation of Javanese in Pringsewu Regency Lampung: A Geolinguistics Study”. The research method used in this thesis is descriptive method. The method and technique of data gathering used is observation method, interview thecnique, and recording technique respectively. This research is carried out in 10 village from districts of Pringsewu Regency. The result of research shows that innovations are found, innovation include phonetic innovation, morphological innovation and lexical innovation. The phonetic innovation is raised as much as 50 words found 111 variants. The vocal form with the greatest number. Beside that, it also found the addition of replacement consonant, vocal, and indonesian loan word. The research showed 19 loan word.  In morfolofical found prefiks, sufiks, and reduplication word. 9 word raised in lexical innovation. Based of the map innovation happened at the same districts.

  15. DISPARITAS DAN SPESIALISASI INDUSTRI MANUFAKTUR KABUPATEN / KOTA DI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Kusumantoro

    2012-01-01

    Full Text Available The aim of this research is measure disparity and identification of specialization industry in the localregion of central java province. This research use the local government data from BPS (Badan PusatStatistik from 2001 until 2006. Analizis of this research is index theil and regional specialization Index.The result of manufacture industry disparity in local government central java province show different levelin the Theil entropy index. Identification result of local industry in the central java province show thatindustry activity is food industry (ISIC 15, garment Industry (ISIC 17, Manufacture industry (ISIC 20and chemical industry (ISIC 24. The specialization in the same area, usualy have the same industry.Semarang region (Semarang and kudus is specilized in garment industry (ISIC 18 and publiser (ISIC22. Surakarta region (Sukoharjo and Karanganyar is textile, garment and chemical specializationindustry (ISIC 24Keywords: disparity, industry specialized, Index Theil.

  16. KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aryo Fajar Sunartomo

    2016-12-01

    Full Text Available ABSTRAKProvinsi Jawa Timur merupakan salah penyedia produk-produk pertanian. Oleh karena itu penguatan sektor pertanian melalui program peningkatan produktifitas perlu dilakukan dimana salah satunya berhubungan dengan peran penyuluh pertanian. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah mengukur kinerja penyuluh pertanian dalam rangka meningkatkan produktifitas pertanian di Jawa Timur. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan/metode deskriptif, analitik dan korelasional. Daerah penelitian dilaksanakan secara purposive method pada 4 (empat kabupaten di Jawa Timur, yaitu Jember, Banyuwangi, Nganjuk, dan Kediri. kinerja penyuluh pertanian dalam rangka peningkatan produksi pertanian Di Jawa Timur memiliki kategori sangat baik. Strategi Kebijakan Penyuluhan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas pertanian adalah meningkatkan program-program terkait kelembagaan, kuantitas dan kualitas penyuluh serta perbaikan kelembagaan kelompok tani. Tujuan yang harus dicapai adalah peningkatan mutu penyuluhan pertanian, sasaran dari tujuan tersebut adalah peningkatan kualitas dan kuantitas penyuluh melalui pendidikan dan pelatihan, serta pemberdayaan kelompok tani. AGRICULTURAL EXTENSION CAPACITY IN EFFORTS TO INCREASE AGRICULTURAL PRODUCTIVITY IN EAST JAVAABSTRACTEast Java province is one of provider agricultural products. Therefore, the strengthening of the agricultural sector through productivity improvement programs need to be done one which relates to the role of agricultural extension. The purpose of this research activity is to measure the performance of agricultural extension in order to increase agricultural productivity in East Java. This research approach using the approach / method descriptive, analytical and correlational. Research area by purposive method in 4 (four districts in East Java, that are Jember, Banyuwangi, Nganjuk and Kediri. Agricultural Extension Performance in order to increase agricultural production in East Java has a

  17. Sebaran Populasi dan Potensi Tanaman Ganitri ( Elaeocarpus ganitrus Roxb di Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Rohandi

    2015-12-01

    Full Text Available Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb merupakan jenis tanaman multiguna yang cukup potensial untuk dikembangkan. Jenis ini sudah mulai dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat khususnya diwilayah Jawa Tengah. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran populasi dan mengetahui potensi tanaman ganitri meliputi informasi geografi dan kondisi ekologisnya. Metode yang dilakukan meliputi : (1 studi literatur dan komunikasi langsung dengan pihak terkait dan masyarakat, (2 survei lapangan untuk pengumpulan data penampilan dan produktifitas tegakan ganitri meliputi : lokasi, luas, tahun tanam, kerapatan tegakan, tinggi, diameter, bentuk batang, sistem penanaman, (3 pengumpulan data primer dan sekunder kondisi tempat tumbuh tanaman ganitri meliputi : letak geografis, ketinggian, curah hujan dan jenis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ganitri di wilayah Jawa Tengah tersebar di hutan tanaman pada ketinggian 0-1.300 m dpl pada jenis tanah regosol, andosol, podsolik coklat, atosol dengan curah hujan 3.500-4.500 mm/tahun. Sebaran hutan tanaman ganitri tidak ditemukan di semua kabupaten, tetapi hanya terdapat di beberapa wilayah/kabupaten yang secara umum ditanam dengan beberapa tujuan yaitu terutama untuk dimanfaatkan bijinya sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK, selain untuk kayu pertukangan serta fungsi lindung. Sebaran hutan tanaman ganitri di Jawa Tengah ditemukan di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Kendal, Brebes, Purworejo, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, Temanggung, Semarang dan Karanganyar. Secara umum, ganitri memiliki kisaran wilayah yang cukup luas mulai dari dataran tinggi sampai dataran rendah, khususnya berada diwilayah Jawa Tengah bagian tengah dan selatan. Pengembangan tanaman ganitri untuk produksi biji dapat ditemukan di Kabupaten Cilacap,Kebumen,Purworejo, dan Banjarnegara. Katakunci: Elaeocarpus ganitrus Roxb, hutan rakyat, Jawa Tengah, sebaran populasi, potensi   Distribution and the potential growth of ganitri

  18. KAJIAN PENGGUNAAN PROGRAM APLIKASI DESAIN KAPAL TRADISIONAL PADA GALANGAN KAPAL KAYU DI KABUPATEN BATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Trimulyono

    2015-08-01

    Full Text Available Kabupaten Batang terletak di pantai utara Jawa Tengah dimana wilayah pesisir kabupaten ini terdapat potensi yang dapat dikembangkan menjadi aset yang berharga bagi bangsa yaitu para pembuat kapal tradisional. Sebagian besar para pengrajin kapal kayu tradisional dalam pembangunan konstruksi kapal tanpa melalui proses rancang bangun secara modern. Dalam pelaksanaannya, baik tipe ataupun bentuk kapal yang dibangun, berdasarkan pengalaman kapal-kapal yang pernah dibuat sebelumnya dan tanpa melalui perhitungan dan penggambaran terlebih dahulu, sehingga dalam beberapa kasus terhadap pesanan kapal yang berbeda bentuknya, maka pengrajin ini akan mengalami kesulitan. Hal ini menyebabkan perlunya sosialisasi mengenai teknologi perkapalan kepada pengrajin kapal di kabupaten Batang terutama dibidang rancang bangun(design dan konstruksi kapal  agar terdapat standar baku mengenai konstruksi kapal kayu yang sesuai dengan standar yang ada seperti Biro Klasifikasi Indonesia (BKI sehingga kapal akan memenuhi tingkat standar yang baku dan tidak terjadi konstruksi yang berlebihan(over construction. Dengan melakukan sosialisasi dan workshop yang dilaksanakan di galangan kapal kayu menggunakan program aplikasi fishipro membuat pekerjaan lebih efisien serta penggunaan program aplikasi lainnya untuk memudahkan proses desain kapal kayu yang diproduksi oleh CV. Abadi Group yang terletak di Kabupaten Batang.

  19. Studi Kelayakan Pengadaan Alat Picture Archiving and Communication System di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Dyah Parwitasari

    2017-01-01

    Full Text Available This study aimed to analyze the appropriateness of the technical aspects, the financial markets and the procurement plan PACS.Penelitian this is a case study located at the General Hospital Center (Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. This study found that investment decisions PACS instrument in terms of the technical aspects and the market has met. From the aspect of finance, investment appraisal results using PP is 2 years 239.4 days, less than a specified useful life, which is 5 years means that investment is worth it. The results of the NPV method is Rp.1.875.508.315,25, meaning that the investment is worth it. The results of the method IRR is 27%, greater than the specified rate of return of 6.5%, meaning that the investment is worth it. Thus we can conclude the investment project in the PACS instrument dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten feasible.

  20. The Language of Street Children: A Sociolinguistic Study in the Regency of Klaten, Central Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prembayun Miji Lestari

    2012-06-01

    Full Text Available The object of this study is the  Street Children in the region of Klaten, particularly in the area of Klaten. The purpose of this study is to determine how  do the language variations and the characteristics of the communities of street children related to the contemporary multicultural culture. The data is obtained from direct observation which is taken from daily conversation. The data collection is collected by tapping/recording techniques, ‘Simak Bebas Libat Cakap’ technique (Uninvolved Conversation Observation Technique, ‘Simak Libat Cakap’ (involved conversation observation Technique, taking notes and recording technique. The result is the discovery of a unique variety of language in the community of Street Children, the more usage of the Javanese particularly Ngoko Lugu level of speech containing “Pisuhan” (words of profanity and insults.

  1. PERAN BAITUL MAL WAT TAMWIL UNTUK PEMULIHAN EKONOMI NASABAH KORBAN GEMPA DI GANTIWARNO KLATEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Sholahuddin

    2011-12-01

    Full Text Available The aims of this research are to get a clear description about the role, supporting factors and constraint factors of BMT “Surya” toward a societies empowerment in the agriculture sector in Klaten. Related with the aims of the research, therefore this this case study used qualitative research. Method of collecting the data used In Deep Interview throught three ways, those are observating, interviewing and documentating. Technique of analizing the data used Miles-Huberman.  The result of this research are: (1 The role of Baitul Maal Wat Tamwil (BMT “Surya” is empowerment of realized through services product by BMT “Surya” those are: (a loan of agriculture sector (b loan of livestock sector (c loan of service sector and (d loan of convection sector (2 supporting factors toward societies empowerment of economical sector in Klaten are: (a strategic area (b having closed emotional between the manager of BMT “Surya” and their clients, (c developing relatieves atmosphere event it’s still prioriting the professionalism (3 constraint factors toward societies empowerment of economical sector in Klaten are: (a They have only local network (b there is a clients who get stuck in the process of pay in installments (c pay in installments which is not appropriate with the loan.

  2. Seismotektonik dan Potensi Kegempaan Wilayah Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Soehaimi

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol3no4.20085A seismogenetic study shows the Jawa Island Arc and its subduction zone system belong to a highly active seismotectonic arc unit (west Jawa and Sumatera and an active seismotectonic arc unit (western part of West Jawa – Central Jawa – East Jawa. In general, these regions are part of the Indonesian Earthquake Hazard Zones No. VI, VII, VII and IX. The regions are characterized by the presence of rare earthquake of magnitude > 8.5 Richter Scale (western part of Java, frequent magnitude of 7 Richter Scale and common 5 - 6 Richter Scale (Southern part of Java. The potential hazardous earthquake in Jawa that is > 5,6 Richter Scale of magnitude and shallow depth (< 30 km is due to a subduction zone earthquake. Epicenter distance, magnitude, geological site conditions, population, and infrastructure are the index of earthquake hazard and risk in these regions. The earthquake hazard mitigation programme in the near future is a risk assesment based on macro and microzonation of earthquake hazard and risk. These macrozonation and microzonation assessments are essentially needed for provinces, districts, and cities.    

  3. KELAYAKAN INDUSTRI KECIL BIOETANOL BERBAHAN BAKU MOLASES DI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Nurmalina Suryana

    2014-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objectives of this study were (1 to analyze the molasses based bioethanol production in Central Java Province and (2 to analyze the non-financial and financial feasibility of this bioethanol processing activity.  To analyze the financial feasibility this study used investment criteria namely net present value, internal rate of return, net benefit-cost ratio, and discounted pay back period while to analyze the changes of cost and benefit in bioethanol manufacturing activity this study used the switching value analysys.  The results of this study showed that bioethanol manufacturing activity in Sub-Province of Sukoharjo and Pati were financially feasible and can be considered by investors in selecting similar business. But on The other side, the supply of molasses as the raw material in that location is important, so they need to make partnership with the suppliers. The result for switching value analysis showed that the decreasing of production or price of bioethanol more sensitive than the others (increasing of variable input cost for molasses.  There was no negative effect from the production activity because the waste from the bioethanol manufacturing is not hazardous for the surrounding area.Keywords: bioethanol, molasses, feasibility analysis, small industryABSTRAKTujuan dari kajian ini adalah (1 menganalisis kegiatan proses produksi bioetanol berbahan dasar molases di Provinsi Jawa Tengah dan (2 menganalisis kelayakan pada aspek non finansial dan aspek finansial dari kegiatan proses produksi bioetano berbahan dasar molases. Dalam menganalisis kelayakan finansial digunakan kriteria investasi yaitu net present value, internal rate of return, net benefit-cost ratio, dan discounted pay back period, serta untuk mengetahui sejauh mana perubahan maksimum dalam tiap komponen biaya dan manfaat dalam kegiatan pengolahan bioetanol berbahan dasar molases digunakan analisis switching value. Hasil studi menunjukkan kegiatan pengolahan

  4. PERKEMBANGAN USAHA INDUSTRI KERAJINAN GERABAH, FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ,DAN STRATEGI PEMBERDAYAANYA PADA MASYARAKAT DI DESA MELIKAN KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indra Hastuti

    2013-12-01

    of community development planning, namely: (i establishment of community conservationists pottery industry, (2 training in entrepreneurship and innovative potterymaking skills, (3 the development of capital and (4 drying equipment procurement.

  5. ISLAM JAWA IN DIASPORA AND QUESTIONS ON LOCALITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maftukhin Maftukhin

    2016-12-01

    Full Text Available This article examines the translocal Islam Jawa (Javanese Islam that characterises the deterritorialisation of culture through space and time. Contrary to mainstream approaches to Islam Jawa that tends substantially picture Islam and Muslim in Java as a mere “localised form of Islam”, it sees Islam Jawa as a “translocal” practices. In addition, it sees that the idea of Islam Jawa travels, deterritorialises, and reterritorialises in different times and places. Therefore, what is imagined by scholars as “local Islam” is not local in traditional and geographical senses because Islam Jawa is formed, shaped and influenced by the mobility, entanglement, connectivity across oceans, regions, and borders. The Islam Jawa also travels to a different place, transcending the modern limits of nation-states' boundaries. Islam Jawa is a product and a consequence of the efforts to establish between “imagined” spatial and temporal congruence.

  6. POLITIK PENGGUNAAN BAHASA & LELUCON JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    J. Herudjati Purwoko, Ph.D.

    2015-01-01

    Full Text Available This paper deals with a Javanese joke commonly used by Javanese parents to teach their young children a kind of typical cultural wisdom in accordance with their effort of socializing subsistence ethics. The respondents are all postgraduate students. Their age is roughly distinguished into two broad categories: (1 around 30 years, and (2 above 40 years. Most of those in the first category do not understand the essence of the joke at all, whereas all of those in the second category do remember and completely understand it. The reasons for their un/intelligibility become of paramount importance. Besides, the discourse of the typical joke also shows that a tiny piece of such a traditional product may reveal the process of meaning-making, in the study of language use, which is very “political” in characteristics.  Makalah ini tentang lelucon Jawa yang digunakan oleh orangtua Jawa untuk mengajarkan kebijaksanaan khas kepada anak-anak sehubungan dengan usaha mereka dalam mensosialisasikan etika subsistensi. Para respondennya adalah mahasiswa pascasarjana. Usia mereka dibedakan dalam dua kategori: (1 sekitar 30 tahun, dan (2 di atas 40 tahun. Mereka yang dalam kategori satu tidak memahami esensi dari lelucon itu sama sekali, sementara yang dalam kategori dua mengingat dan memahaminya dengan baik. Alasan bagi mereka untuk tidak/memahami lelucon itu menjadi sangat penting. Di samping itu, wacana lelucon khas itu juga menunjukkan bahwa sebuah serpihan kecil dari produk tradisional semacam itu bisa mengungkap proses pembuatan-makna, dalam kajian penggunaan bahasa, yang bersifat sangat “politis”

  7. Inisiasi dalam Kisah Perjalanan Model Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhanu Priyo Prabowo

    2011-06-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan mengungkap inisiasi dalam kisah perjalanan model Ja- wa. Sebagai karya fiksi, kisah perjalanan model Jawa memendam dan menyiratkan tan- da-tanda yang berupa simbol-simbol yang harus diungkapkan kerumitan-kerumitan ni- lainya. Penelitian ini menggunakan teori semiotika. Teori semiotika menempatkan kar- ya sastra sebagai sistem tanda. Adapun metode yang dipergunakan adalah metode kuali- tatif. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik studi pustaka. Dari hasil analisis dapat diungkapkan bahwa inisiasi dalam kisah perjalanan model Jawa dilakukan oleh tokoh cerita demi tujuan-tujuan tertentu yang berkaitan dengan pendewasaan dan pe- nyempurnaan diri selama hidup di dunia. Karya sastra Jawa genre kisah perjalanan mo- del Jawa ini mampu mentransformasikan budaya sastra Jawa yang lebih tua. Abstract: This paper aims to reveal initiation in Javanese model of travel writing. As fictional work, the travel writing in Javanese model contains and reflects signs in symbols that have to be revealed their detail values. The research was conducted using semiotics theory. The theory posits literary work as a sign symbol. The method conducted in this research was qualitative. The result shows that initiation in Javanese travel writing is conducted by those characters to perfect themself in living in the world. Javanese literary works in travel writing genre in Javanese model are able to transform older Javanese literary culture. Key Words: literature; transformation; initiations; educative; religious

  8. BIONOMIK NYAMUK Anopheles DAN KEBIASAAN PENDUDUK YANG MENUNJANG KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN PAGEDONGAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jarohman Raharjo

    2013-03-01

    Full Text Available Malaria masih merupakan masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai masalah malaria cukup serius. Sampai dengan tahun 2002 telah tercatat 86 desa endemis dari 276 desa yang ada, sedangkan 175 desa terancam menjadi daerah HCI (High Case lncidens, jumlah penderita malaria pada tahun 2001 sebanyak 6.793 orang (API: 7,47%o meningkat menjadi 13.401 orang (API: 15,33%o pada tahun 2002 dan 90,2% dari kasus penderita indigenous.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bionomik nyamuk anopheles dan kebiasaan penduduk yang menunjang kejadian malaria di lokasi penelitian.Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, karena menggambarkan bionomik nyamuk vektor dan kebiasaan penduduk. Penelitian ini bertempat di Kecamatan Pagedongan, KabupatenBanjarnegara, Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan pada bulan Februari Nopember 2005.Tempat berkembangbiak Anopheles spp positif adalah kobakan air (belik dan bekas galian pasir disungai dan mata air. Kebiasaan nyamuk Anopheles spp menggigit orang di dalam dan di luar rumah hampir sama banyaknya. Terjadi peningkatan jumlah nyamuk yang tajam pada bulan September. Aktivitas menggigit di dalam rumah dimulai pada pukul 18.00-19.00. Sedangkan aktivitas menggigit di luar rumah meningkat pada pukul 21. 00-22.00 dan mencapai puncaknya pada pukul 22. 00-23.00 dan 03.00-04.00.Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya nyamuk tersangka vektor, kondisi lingkungan dan pengetahuan masyarakat menjadi faktor yang menunjang kejadian malaria di desa wilayah Kecamatan Pagedongan. Saran yang diberikan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang malaria dan mengurangi keberadaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk. Kata Kunci : Malaria, Biomonik

  9. The Role of Tourism in Regional Development (Case of Klaten District

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sujali Sujali

    2004-01-01

    Demand and supply approachs are used to develop the tourism. Based on the data we an know the profiles of the tourists. The tend to visis (the tourism of entertainments. Most tourists are adult and old. The greatest resource of the Original Regional Income (PAD is from local retribution. This include the income from (the tourism of entertainments and recreation which have low contribution. The role of tourism in Klaten regency should be kept increasing to support the Original Regional Income and development. To keep the tourism inreaseing the supported capital, engineering, and skills from the developers are badly neede. It is important to increase the role of Tourism Service and managing the tourism. It an be concluded that tourism hasn’t improved yet the regional income and economy. That is why the tourism should be kept increasing.

  10. SIMBOL RAMA DAN EPOS RAMAYANA BAGI RAJA DAN MASYARAKAT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wachid Eko Purwanto

    2015-06-01

    Full Text Available Epos Ramayana merupakan epos kuno yang ditulis dalam tujuh kanda terdiri atas 24.000 sloka. Di Jawa epos Ramayana pertama kali muncul secara lengkap dalam bentuk relief di Candi Lara Jonggrang yang dibangun sekitar tahun 782 hingga 872 M. Epos tua yang hidup di masyarakat Jawa ini pastilah mempunyai ajaran. Tokoh Rama sebagai tokoh utama merupakan simbol paling utama dalam epos ini. Berkait dengan simbol ajaran, tokoh Rama dalam epos Ramayana Jawa mempunyai fungsi bagi Raja Jawa dan masyarakat Jawa. Bagi raja simbol tokoh Rama memiliki tiga fungsi utama. Pertama sebagai fungsi spiritual. Kedua adalah fungsi legitimasi kekuasaan. Ketiga adalah fungsi pencitraan. Adapun bagi masyarakat Jawa, simbol tokoh Rama memiliki dua fungsi utama. Pertama adalah fungsi spiritual. Kedua adalah fungsi filosofis.

  11. Penyakit-Penyakit Penting Buah Naga di Tiga Sentra Pertanaman di Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Wibowo

    2011-12-01

    Full Text Available The objective of this study was to identify the causal agent of some dragon fruit disease emerging in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY and Central Java. Samples were taken from the dragon fruit plantation from the district of Sleman and Kulonprogo, Province of Daerah Istimewa Yogyakarta as well as Magelang, Province of Central Java. Isolation of pathogen from symptomatic plant tissue was performed on Potato Dextrose Agar (PDA for fungi and Nutrient Agar (NA for bacteria and continued with Koch's postulates testing. The results of field observation showed that the disease commonly occured in all 3 plantations of dragon fruit were stem rot caused by Erwinia sp. and scab caused by Pestalotiopsis sp. Other miscellaneous diseases found among the plantations were brown spot (Fusarium sp., anthracnose (Colletotrichum sp., mosaic that might be caused by Cactus Virus X, root knotnematode (Meloidogyne sp., black rot and red spot which were still unidentified. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyakit-penyait penting pada tanaman buah naga yang ditanam pada sentra pertanaman buah naga di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY dan Jawa Tengah, serta untuk mengidentifikasi penyebab penyakit penting tersebut. Sampel tanaman buah naga diambil dari pertanaman buah naga di Kabupaten Sleman dan Kulon Progo untuk Provinsi DIY serta Magelang untuk Propinsi Jawa Tengah. Isolasi patogen dari jaringan tanaman bergejala dilakukan pada medium Potato Dextrose Agar (PDA untuk jamur dan Nutrient Agar (NA untuk bakteri serta dilanjutkan dengan uji Postulat Koch. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa penyakit yang umum terdapat di 3 lokasi pertanaman buah naga tersebut adalah busuk batang yang disebabkan oleh Erwinia sp. dan kudis yang disebabkan oleh Pestalotiopsis sp. Adapun penyakit-penyakit lain yang dijumpai antara lain bercak coklat (Fusarium sp., antraknosa (Colletotrichum sp., mosaik yang kemungkinan disebabkan oleh Cactus Virus X, puru akar

  12. The study of planning and realization of deep groundwater well construction at Tangkil, Kemalang, Klaten

    International Nuclear Information System (INIS)

    Sartapa

    2009-01-01

    The deep groundwater well at Tangkil is one of the cooperation outcomes between the Government of Klaten and P2BGGN - BATAN in a framework of using Klaten water sources. The method of work involves literature study, data analysis, evaluation and interpretation, respectively. The Well has 205.79 m in depth by diameter of 12.25 inch and 15.654 m3 in volume. Construction design of PVC ducks is 8 inch through 200 m depth, the volume of pipe construction is 7.825 m3 and annulus volume is 7.825 m3. The annulus filled with 7.4558 m3 of gravel wrapped, 0.0846 m3 of partition and 0.0846 m3 sanitation cement. The volume of developed pipe construction is 6.936 m3 by depth of 182 m, 8.718 m3 of annulus volume filled with 7.260 m3 or 83,28% of gravel wrapped, therefore the existence of space between its grains which is not filled with 1.013 m3 or 16,72% of gravel wrapped may become an entrance path of sands into the well and may interfere the performance of its pump. The screen pipes has been developed until 174 m depth and 136.60 m of groundwater static surface, hence the round up of groundwater by 73 m of screen pipes is suitable enough for pump installation and water well discharge. The efficiency of annulus relatively poor, therefore periodically need of checking and cleaning the entering of sands into the well has to be conducted. (author)

  13. ANALISIS KEBERADAAN BIDAN DESA DAN DUKUN BAYI DI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Setyo Pramono

    2013-03-01

    through the course. Suggestion: Patterns midwife partnership with shamans only one way to improve the coverage of deliveries by health personnel. The approach must be done from two sides, which is also in the community. The abilityof midwives to promotive and preventive accordance with the local culture are factors in addition to the factors of education and knowledge in society itself. Key words: midwives, tradistional birth attendants, East Java ABSTRAK Latar Belakang: Tujuan MDGs yang berupa meningkatkan kesehatan ibu, salah satu indikatornya adalah proporsi pertolongan kelahiran oleh tenaga kesehatan terlatih. Terkait dengan hal tersebut yang menjadi ujung tombak dilapangan adalah bidan desa. Kehadiran profesi bidan bukan berada di dalam lahan yang kosong, karena secara tradisi keberadaan dukun bayi telah ada terlebih dahulu. Pada kondisi geografis dan sosial masyarakat yang beragam, keberadaan mereka bisa menjadi khazanah kekayaan budaya. Menjadi menarik ketika dua kepentingan yang sejalan tetapi berbeda latar belakang ini bertemu di lapangan. Bagaimana eksistensi mereka di masyarakat terutama di perdesaan yang tradisinya masih kuat. Metode: Penelitian ini merupakan gabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2011 di empat kabupaten di Jawa Timur yaitu Sampang, Probolinggo, Jombang dan Madiun. Pemilihan kabupaten mengacu pada karakteristik masyarakat di Jawa Timur yaitu Madura, Pandalungan, Arek dan Mataraman. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam, informannya adalah bidan desa dan dukun bayi pada tiap wilayah puskesmas terpilih. Data dianalisis dengan teknik analisis domain, kategorial dan komponensial, sehingga membentuk matriks atau tipologi. Hasil: Terdapat dikotomi bidan senior dan bidan muda. Bidan senior kebanyakan berasal dari luar daerah. Jumlahnya terbatas sementara cakupan wilayah yang luas, tidak jarang membuat mereka memilih tinggal di pusat kecamatan. Akibatnya, pelayanan

  14. ISLAM ABOGE DALAM TRADISI JAWA ALASTUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sakirman Sakirman

    2016-10-01

    Full Text Available Islam masuk ke tanah Jawa dalam keadaan penduduknya telah memiliki tradisi dan budaya berupa kepercayaan adanya kekuatan pada benda-benda tertentu (dinamisme, adanya kekuatan pada arwah orang yang meninggal (animisme dan kepercayaan adanya kekuatan pada binatang-binatang (totemisme. Tradisi ini telah diwariskan secara turun temurun, diyakini, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Islam datang, keyakinan dan kepercayaan tersebut  melebur dalam budaya Islam. Sehingga munculah apa yang disebut dengan sinkretisme Islam, yaitu akulturasi budaya Islam dengan tradisi lokal. Di antara bentuk akulturasi budaya lokal (Jawa dengan Islam adalah tradisi yang dianut oleh komunitas Islam Aboge. Komunitas ini melaksanakan tradisi-tradisi Jawa dengan dibumbui tradisi Islam, maka munculah Islam dengan cita rasa lokal (islam lokal. Kekhasan dari komunitas ini adalah masih menggunakan model Penanggalan Islam Jawa yakni Penanggalan Aboge untuk menetapkan awal Ramadhan, Hari Raya Idhul Fitri dan Idhul Adha. Kata Aboge adalah singkatan dari Alip Rebo Wage yang mempunyai arti Tanggal 1 Muharram Tahun Alif akan jatuh pada hari Rebo (Rabu pasaran Wage. Aboge adalah dasar perhitungan almanak (kalender dalam satu windu atau delapan tahun, maka yang dimaksud Aboge adalah dasar suatu perhitungan. Penggunaan penanggalan dengan sistem Aboge mengakibatkan pelaksanaan ibadah puasa, perayaan Idhul Fitri, dan Idhul Adha yang dilaksanakan oleh komunitas Aboge selalu mengalami perbedaan  dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui sidang Itsbat.

  15. Analysis of successful rate factors for small and medium enterprises in furniture manufacturing sector in Klaten Regency - Central Java, Indonesia

    Science.gov (United States)

    Budhi Utomo, R.; Lasminiasih; Prajaka, S.

    2018-03-01

    Small and Medium Enterprises (SMEs) are business activities that can expand the level of employment rate and provide economic services to the wider community and can play a role in the process of equalizing and improving people’s income, stimulating economic growth as well as realizing national stabilities. The aim of this study is to identify the factors of the success rate for Small and Medium Enterprises (SMEs) in furniture manufacturing sector in Klaten regency, Central Java, Indonesia. The method employed in this study was descriptive qualitative by also employing quantitative analysis of which the data were collected through observations, interviews and by administering questionnaires. The results seemed to indicate that the furniture business in Klaten is still experiencing difficulties in managing its various aspects of business, namely in terms of marketing (either directly or indirectly or by making the best use media of technology) and managing capital. All this time, the SMEs in furniture manufacturing sector in Klaten have been utilizing a very simple system in producing tables, chairs, wardrobes and any other furniture products which are then distributed to be sold by larger furniture companies. This condition makes the SMEs unable to be independent in running their business.

  16. AKUMULASI LOGAM BERAT Cr DAN Pb PADA TUMBUHAN MANGROVE AVICENNIA MARINA DI MUARA SUNGAI BABON PERBATASAN KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH (Accumulation of Heavy Metals Cr and Pb in Mangrove Plant Avicennia marina On Babon River’s Estuari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vita Kartikasari

    2002-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Ekosistem mangrove cenderung dapat mengakumulasi unsur-unsur logam berat yang berada dalam perairan sekitar tumbuhan mengrove. Kajian ini dilakukan di muara sungai Babon, Semarang, Jawa Tengah. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan tumbuhan mangrove, Avicennia murina, dalam mengakumulasi unsur logam berat Cr dan Pb; mengetahui organ (akar, cabang, dan daun yang paling banyak mengakumulasi unsur logam berat dan mengetahui peran tumbuhan mangrove dalam mengurangi kandungan logam berat (Cr dan Pb yang ada di perairan muara sungai Babon. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap observasi pendahuluan ditujukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang hidup di ekosistem mangrove dan menentukan keberadaan unsur logam berat dalam organ tumbuhan mangrove. Setelah observasi pendahuluan dapat ditentukan lokasi sampling yang ada tumbuhan mangrove A. marina dan lokasi yang tidak ada tumbuhan tersebut. Penelitian utama ditujukan untuk memperoleh data primer konsentrasi Cr dan Pb dengan cara mencuplik dari organ tumbuhan (akar, cabang dan daun, sedimen dan air. Cuplikan dibawa ke laboratorium untuk dikeringkan dengan Microwave Digestion MLS-1200 MEGA dan ditentukan kadar Cr dan Pbnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik Uji Non Parametric Kruskal Wallis dan Uji Two Test Kolmogorov Smimov. Hasil penelitian menampakkian Cr terakumulasi lebih banyak daripada Pb di tumbuhan mlangrove. Kecepatan faktor biokonsentrasi untuk Cr adalah 1052.66 dan Pb adalah 349.54. Tempat konsentrasi tertinggi Cr dan Pb dalam organ tumbuhan berturut-turut: akar, cabang dan dedaunan. Daun menyerap unsur Pb lebih besar daripada cabang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsentrasi Cr dan Pb di sedimen yang perairannya ditumbuhi mangrove lebilr besar dari pada di sedimen yang perairannya tanpa ditumbuhi mangrove. Konsentrasi unsur logam berat dalam perairan yang ditumbuhi magrove.   ABSTRACT Mangrove have a tendency to accumulate

  17. Pola Perubahan Transmisi Infeksi HIV di Jawa Barat Periode Tahun 2002–2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ridiani Prawitri

    2015-02-01

    Full Text Available Abstrak Human immunodeficiency virus (HIV adalah retrovirus yang termasuk golongan virus RNA yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia. Infeksi HIV masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia dan dilaporkan terjadi pola perubahan transmisi infeksi HIV dari tahun ke tahun di negara tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola perubahan transmisi infeksi HIV di Jawa Barat pada periode tahun 2002 sampai 2012. Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif melalui data tersier berupa laporan pengidap infeksi HIV dan kasus AIDS yang diterima oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit di Jawa Barat pada tahun 2002 sampai dengan 2012. Penelitian dilakukan selama Desember 2013–Juli 2014. Hasil penelitian menunjukkan pola perubahan transmisi yang terjadi di Jawa Barat pada tahun 2002 sampai dengan tahun 2012. Jumlah kasus infeksi HIV melalui transmisi homoseksual yaitu 286 kasus, transmisi heteroseksual 1.519 kasus, jarum suntik 1.408 kasus, transmisi ibu ke anak 140 kasus, dan transfusi darah sebanyak 7 kasus. Terjadi perubahan pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 yaitu peningkatan transmisi heteroseksual menggantikan posisi transmisi pengguna jarum suntik. Keadaan sempat menurunnya transmisi kasus infeksi HIV melalui jarum suntik di Jawa Barat karena penanggulangan pemerintah yang melakukan terapi rumatan metadon. Peningkatan transmisi heteroseksual yang terjadi dapat dipengaruhi oleh faktor norma budaya, maraknya industri prostitusi, status ekonomi, dan pergaulan remaja muda hedonis yang terjadi di lingkungan masyarakat. Kata kunci: Infeksi HIV, pola perubahan, transmisi   Changes of Human Immunodeficiency Virus in West Java Indonesia in Year 2002–2012 Abstract Human immunodeficiency virus is a class of retrovirus which has RNA carrying its molecular genetic that infects the human immune system cells

  18. Optimalisasi Peran Kodim Dalam Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Di Kodim 0613/Ciamis Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ito Hediarto

    2016-12-01

    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Optimalisasi Peran Komando Distrik Militer 0613/Ciamis Dalam Penanganan Tanggap Darurat Bencana Alam Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah.Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, yang dilakukan terhadap 10 orang, yaitu Komandan, Staf dan anggota Kodim 0613/Ciamis, selain itu juga melalui observasi serta studi pustaka untuk diperoleh data lalu dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan jawaban bahwa Kodim 0613/Ciamis dapat berperan maksimal dalam menangani tanggap darurat bencana alam di Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Kegiatan dilakukan melalui  pengkajian secara cepat dan penentuan status terhadap lokasi kerusakan dan sumber daya, penyelamatan atau evakuasi dan perlindungan kelompok rentan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan kondisi darurat.Kegiatan pengkajian cepat dilakukan bila ada informasi bencana di wilayah Ciamis, dengan segera informasi tersebut diolah, penyelamatan atau evakuasi dilakukan oleh Kodim 0613/Ciamis setelah terjadi bencana dan bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Ciamis, pemenuhan kebutuhan dasar dilakukan oleh Kodim 0613/Ciamis dalam rangka melaksanakan program tanggap darurat bencana, pemulihan kondisi darurat dilakukan kerjasama antara aparat TNI, Polri, dan masyarakat serta pemerintah daerah. Keberhasilan Kodim 0613/Ciamis dalam menangani tanggap darurat memberikan dampak yang positif terhadap situasi kondisi sosial di Kabupaten Ciamis, dan berimplikasi terhadap ketahanan wilayah Kabupaten Ciamis yang meliputi ketahanan idiologi, ketahanan politik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial budaya dan ketahanan pertahanan keamanan.Untuk lebih mengoptimalkan  peran dari Kodim 0613/Ciamis dalam menangani tanggap darurat, maka perlu diciptakan mekanisme yaitu Dandim diberikan peran yang lebih besar dalam mengambil tindakan saat tanggap darurat. Bupati dapat menunjuk Komandan Kodim sebagai komandan posko

  19. Studi Pengembangan Pulau Lumpur Sarinah Kabupaten Sidoarjo Sebagai Geo-Ecotourism

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Chamdalah

    2017-01-01

    Full Text Available Daratan dengan total luas 94 hektar di kawasan muara Sungai Porong Kabupaten Sidoarjo yang dibentuk dari endapan buangan lumpur Sidoarjo disebut pulau lumpur buatan atau Pulau Sarinah. Secara administratif Pulau Sarinah masuk dalam wilayah Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Daratan buatan yang dibentuk sejak tahun 2011 ini ditumbuhi oleh tanaman bakau mayoritas jenis Api–api (Avicennia Officinalis. Terdapat pula sebuah kolam pendukung aktivitas penelitian dan kolam tempat pembudidayaan beberapa hewan air seperti udang, kepiting dan bandeng. Rencana pengembangan pulau menjadi kawasan ekowisata yang berkelanjutan mendapatkan beberapa kendala yaitu minimnya sarana prasarana pendukung ekowisata, ketidakjelasan status kawasan dan kepengurusan pulau sehingga pengembangan pulau tidak optimal. Maka dari itu, penelitian dengan metode Analisa Hirarki Proses (AHP yaitu dengan menyatukan persepsi beberapa pihak terkait (pemerintah daerah dan pusat, masyarakat, BPLS serta akademisi untuk mencapai rumusan pengembangan pulau berdasarkan prioritas kepentingan. Terdapat lima faktor yang diperhitungkan (lingkungan, ekonomi, sosial, hukum dan infrastruktur dalam proses analisa dan dibantu dengan pengaplikasian software Expert Choice menunjukkan urutan prioritas pengembangan yang harus dilakukan yakni pengembangan destinasi (30,6%, pengembangan kelembagaan (28,3%, pengembangan pemasaran (24,8% dan pengembangan industri (16,3% dengan nilai rasio inkonsistensi sebesar 0.04.

  20. Spiritualitas Budaya Jawa dalam Seni Tari Klasik Gaya Surakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvester Pamardi

    2016-02-01

    ABSTRAK   Seni tari klasik Jawa telah berkembang secara dinamis seiring dengan sejarah perkembang- an keraton-keraton di Jawa Tengah, terutama setelah abad XV yang dimulai pada era kerajaan Demak. Seni tari klasik Jawa hidup dan berkembang di lingkungan istana Mataram Islam sejak periode Panembahan Senapati di Kotagede, atau jaman Sultan Agung di keraton Plered sampai dengan berpindahnya keraton Mataram ke Kartasura. Metode penelitian ini konsentrasi utamanya pada penggunaan data kualitatif dengan per- tanyaan-pertanyaan ’mengapa’ dan ’bagaimana’ untuk mengungkap misteri yang berada di belakang fenomena yang ada. Tindakannya dilakukan dengan pendekatan multi disiplin dari ilmu-ilmu sejarah, sosial, dan koreografi. Peristiwa perjanjian Gianti pada tahun 1755 tidak saja berpengaruh dan berdampak pada kekuasaan raja Mataram yang harus membagi menjadi dua wilayah, yaitu wilayah Kasunanan Surakarta dan wilayah Kasultanan Yogyakarta, tetapi juga berimplikasi pada kehidupan ke- budayaan Jawa. Kebudayaan Jawa yang semula bersumber dari satu kerajaan, yaitu Mataram Kasunanan, kemudian menjadi dua corak, yaitu kebudayaan Jawa Surakarta dan Yogyakarta. Namun demikian, baik di istana Kasunanan Surakarta maupun istana Kasultanan Yogyakarta tetap mengembangkan kesenian klasik Jawa berdasarkan nilai-nilai budaya adiluhung walau- pun dalam corak atau gaya yang berbeda. Nilai-nilai spiritualitas ‘kejawen’ tetap menjadi sum- ber acuannya.   Kata kunci: seni tari, klasik, spiritualitas Jawa

  1. Kajian Penerapan Produksi Bersih di Industri Tahu di Desa Jimbaran, Bandungan, Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvy Djayanti

    2015-10-01

    Full Text Available Peran industri kecil di beberapa wilayah Kabupaten Semarang sangat penting dalam menunjang perekonomian, khususnya di sekitar lokasi industri tersebut. Salah satu industri kecil yang memiliki potensi berkembang adalah industri tahu. Di Jawa tengah ada sekitar 500 industri tahu, yang sampai saat ini masih terus mengembangkan kapasitas produksinya. Industri tahu adalah salah satu industri kecil yang berpotensi menyebabkan masalah lingkungan. Hampir seluruh industri kecil, terutama industri tahu, sebagian besar tidak memiliki instalasi pemanfaatan limbah dan pengolahan limbah, karena dibutuhkan investasi yang besar untuk membangun unit tersebut. Dengan melihat masalah tersebut, pendekatan yang dapat menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan cara menerapkan produksi bersih. Kajian penerapan teknologi bersih ini dilakukan dengan metode quick scanning pada setiap tahapan proses produksi. Proses  produksi  tahu terdiri  dari  pemilihan kedelai, penimbangan kedelai, perendaman, pencucian, penggilingan, ekstraksi, penyaringan, pemasakan, penggumpalan, pemisahan whey, pembungkusan, pengepresan, pemasakan, dan pengemasan. Pada proses pembuatan tahu di industri ini memiliki perbedaan dari pembuatan tahu di Industri tahu lain, yaitu terdapat penambahan garam dan bawang putih untuk menambah sedap produk tahu. Hasil kajian penerapan produksi bersih di industri tahu adalah good house keeping, recycle, reduce dan reuse. Berdasarkan beberapa kriteria kelayakan, alternatif penerapan produksi bersih untuk industri ini berupa modifikasi tungku yang dilengkapi dengan cerobong asap, modifikasi alat penyaringan dengan mesin, dan pembangunan instalasi digester untuk penghasil biogas. Kesimpulan kajian ini industri tahu ini belum mengenal produksi bersih. Manfaat yang diperoleh dari penerapan produksi bersih berupa penghematan bahan bakar, peningkatan rendemen filtrat tahu, dan kebersihan lingkungan.

  2. Diversitas Kelelawar (Chiroptera Penghuni Gua, Studi Gua Ngerong di Kawasan Karst Tuban Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatag Bagus Putra Prakarsa

    2013-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas kelelawar penghuni gua di gua Ngerong. Penelitian ini merupakan penelitian Nature Snapshop Experiment (NSE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November - Desember 2011 di gua Ngerong, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penangkapan dilakukan dengan metode tangkap langsung. Penangkapan dilakukan dengan menggunakan misnet dan handnet. Kelelawar diidentifikasi berdasarkan pengukuran morfometri dan ciri morfologi mengacu kunci identifikasi Suyanto, 2001 dan Payne et al., 2000. Seluruh data dianalisis secara deskriptif. Di gua Ngerong terdapat 9 spesies dari 4 famili atau 60% dari total spesies kelelawar penghuni gua di kawasan karst Tuban. Enam spesies anggota Subordo Microchiroptera yang merupakan insectivor dan 3 spesies anggota Subordo Megachiroptera yang merupakan frugivor dan nictivor. Keanekaragaman di gua Ngerong tergolong tinggi dengan nilai Simpson's Diversity Index sebesar 0,76. Tingginya diversitas kelelawar penghuni gua Ngerong berbanding lurus dengan panjang lorong gua Ngerong. gua Ngerong merupakan gua terpanjang di kawasan karst Tuban, dengan panjang lorong mencapai 1800m.kata kunci: Kelelawar (Chiroptera, Diversitas, Gua Ngerong, Biospeleologi, Karst

  3. Barriers to utilization of postnatal care at village level in Klaten district, central Java Province, Indonesia.

    Science.gov (United States)

    Probandari, Ari; Arcita, Akhda; Kothijah, Kothijah; Pamungkasari, Eti Poncorini

    2017-08-07

    Maternal health remains a persisting public health challenge in Indonesia. Postnatal complications, in particular, are considered as maternal health problems priority that should be addressed. Conducting adequate care for postnatal complications will improve the quality of life of mothers and babies. With the universal health coverage implementation, the Indonesian government provides free maternal and child health services close to clients at the village level, which include postnatal care. Our study aimed to explore barriers to utilization of postnatal care at the village level in Klaten district, Central Java Province, Indonesia. A qualitative study was conducted in March 2015 - June 2016 in Klaten district, Central Java, Indonesia. We selected a total of 19 study participants, including eight mothers with postnatal complications, six family members, and five village midwives for in-depth interviews. We conducted a content analysis technique on verbatim transcripts of the interviews using open code software. This study found three categories of barriers to postnatal care utilization in villages: mother and family members' health literacy on postnatal care, sociocultural beliefs and practices, and health service responses. Most mothers did not have adequate knowledge and skills regarding postnatal care that reflected how they lacked awareness and practice of postnatal care. Inter-generational norms and myths hindered mothers from utilizing postnatal care and from having adequate nutritional intake during the postnatal period. Mothers and family members conducted unsafe self-treatment to address perceived minor postnatal complication. Furthermore, social power from extended family influenced the postnatal care health literacy for mother and family members. Postnatal care in the village lacked patient-centered care practices. Additionally, midwives' workloads and capacities to conduct postnatal information, education and counseling were also issues. Despite the

  4. IMPLEMENTASI PENGELOLAAN AIR MINUM RUMAH TANGGA (PAM RT DI JAWA BARAT DAN (NUSA TENGGARA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Athena Anwar

    2016-09-01

    treatmentand safety storage. Tulisan ini merupakan bagian dari studi tentang Development Of An Evindence-BasedGuideline For Promotion Of HWTS yang dilakukan di di 3 lokasi percontohan yaitu Kota Bandung,Kabupaten Bandung, (Jawa Barat dan Kabupaten Sikka (NTT. Studi dilakukan pada tahun tahun 2008,dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program dan pendapat masyarakat tentangpengelolaan (pengolahan dan penyimpanan air minum. Data yang dikumpulkan meliputi data kualitatif(mitra dan petugas kesehatan dan kuantitatif (masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan carawawancara menggunakan daftar pertanyaan (kualitatif dan kuesioner (kuantitatif. Pengolahan datakualitatif dilakukan dengan content dan domain, sedangkan data kuantitatif dilakukan denganmenggunakan software SPSS. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwapemerintah mengembangkan PAM RT bersama dengan mitra Aman Tirta (Kota Bandung, Pelita Indonesia(Kabupaten Bandung, dan Dian Desa (Kabupaten Sikka. Implementasi PAM RT dilakukan melaluibeberapa tahap, yaitu persiapan/sosialisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.Setiap mitra mempunyaicara tersendiri dalam melaksanakan tahapan kegiatan tersebut. Hanya petugas Dinas Kesehatan KabupatenSikka yang menyatakan telah terlibat secara penuh dalam implementasi PAM RT di wilayahnya. Hasilwawancara terhadap masyarakat menunjukkan bahwa lebih dari 80% responden menyatakan metode dalamPAM RT sesuai untuk pengolahan air minum di wilayahnya. Dalam hal menjadikan kualitas air menjadilebih baik, harga bahan/alat, dan kemudahan pengeolahan air, pendapat responden sangat bervariasi.Kata kunci: PAM RT, air minum, pengolahan ait minum

  5. Penyajian Data Komoditi Batik Kabupaten Sukoharjo Dengan Google Earth

    OpenAIRE

    Ukhti Ikhsani Larasati; Much Aziz Muslim

    2016-01-01

    Kabupaten Sukoharjo memiliki banyak potensi daerah yang merupakan komoditi unggulan kabupaten yaitu komoditi mebel kayu, mebel rotan, batik, tekstil dan produk tekstil, kaca grafir, kerajinan kulit/tatah sungging (wayang), kerajinan gitar, kerajinan gamelan, shuttlecock, jamu tradisional, emping mlinjo, sarung goyor, beras, dan alkohol. Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo adalah salah satu pelaksana urusan Pemerintah Daerah kabupaten Sukoharjo di bidang perindustrian dan p...

  6. Aktualisasi Etika Kepemimpinan Jawa dalam Asthabrata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pardi Suratno

    2009-12-01

    Full Text Available Nama Asthabrata sangat populer dalam kehidupan masyarakat Jawa karena sering muncul dalarn pagelaran wayang purwa. Ajaran Asthabrata mendapat apresiasi yang sangat luas oleh masyarakat Indonesia karena memuat ajaran kepemimpinan yang dapat dijadikan aspirasi bagi semua pihak yang sedang dan akan mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara. Asthabrata merupakan kreativitas pujangga Jawa karena tidak dikcnal dalam Ramayana India (baru muncul dalam Ramayana Kakawin, Semua Asthabrata menampilkan figur pemimpin dalam sosok delapan dewa. Dalam perkernbangan lebih lanjut, budayawan Jawa memilih menampilkan figur pemimpin itu dalam sifat-sifat benda alam, yakni bumi, matahari, bulan, bintang, laut, angin, dan awan. Penampilan figur pernimpin dalam sifat benda-benda alam tersebut lebih netral sebagai pilihan cerdas pujangga Jawa. Abstract: The name of Asthabrata is very popular among Javanese live because of its frequent appearance in the wayang purwa performance. Asthabrata teachings have got a wide appreciation from Indonesian people because it carries leadership teachings which can be an aspiration to everyone who is dedicating and will dedicate their lives to their nation and country. Asthabrata is the creativity of the Javanese men of letters for not discovered in Indian's Ramayana (not until Ramayana Kakawin. All Asthabrata present a leader figure in the characters of eight gods. In further progress, Javanese culture vultures chose to present the leader figure in the characters of natural objects. namely earth, Sun, moon, star, ocean, wind, and cloud. The performance of a leader figure in the characters of the natural objects is more neutral as a smart choice of Javanese man of letters. " Keywords: creativity, Asthabrata, leader

  7. Kajian Panjang Jalan di Kabupaten Mandailing Natal dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Wilayah

    OpenAIRE

    Lubis, Indra Husein

    2010-01-01

    Dengan terbitnya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1998 dan disahkan pada tanggal 23 Nopember 1998 tentang pembentukan Kabupaten Mandailing Natal maka Kabupaten Tapanuli Selatan dimekarkan menjadi 2 Kabupaten, yaitu Kabupaten Mandailing Natal (Ibukota Panyabungan) dengan jumlah daerah Administrasi 8 Kecamatan dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Ibukotanya Padangsidimpuan) dengan jumlah daerah administrasi 16 Kecamatan. Perkembangan pembangunan kabupaten Mandailing Natal selama ± 11 ...

  8. Perupaan dan Sinkronisasi Artefak Percandian Batujaya di Karawang, Jawa Barat dengan Borobudur di Jawa Tengah dan Mon-Dwarawati di Thailand

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuning Damayanti

    2014-10-01

    Full Text Available Percandian Batujaya adalah sebuah kompleks sisa-sisa percandian Budha kuno yang terletak di Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Adanya dua fase pembangunan pada Batujaya membuka kemungkinan terhadap interpretasi akan adanya gaya-gaya perupaan yang berbeda pada percandian Batujaya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa mazhab Budha yang diterapkan pada kompleks percandian Batujaya adalah mazhab Mahayana, dicirikan dengan keberadaan votive tablet dengan perupaan yang menggambarkan sosok-sosok bodhisattva dan Budha. Perbandingan gaya visual dengan artefak-artefak yang berasal dari periode Mon-Dwarawati di wilayah Thailand dan artefak Borobudur di Jawa Tengah menunjukkan bahwa artefak Batujaya cenderung memiliki gaya naturalis yang lebih serupa dengan Dwarawati terutama pada profil wajah dibandingkan gaya stilasi Borobudur yang lebih dekat secara geografis. Terdapat ciri khas pada arca Batujaya yaitu cenderung memiliki bentuk mata yang didistorsi menjadi lebih besar dan terkesan membelalak, serta hidung yang lebar. Kemungkinan hal ini didasari bentuk fisik masyarakat lokal atau pemikiran ideal lokal mengenai fisik yang sempurna.Kata kunci: arca; Batujaya; Budha Mahayana; gaya perupaan; votive tablet.Batujaya enshrinement complex is a remnant of ancient Buddhist monument, located in Kecamatan Batujaya and Kecamatan Pakisjaya, Karawang, West Java. The two development phases of Batujaya would open the possibility of different interpretations of visual style in Batujaya. Based on these results, it could be concluded that the Buddhist sect worshipped in Batujaya was Mahayana sect, characterized by votive tablets depicting bodhisattva and Budha. Comparison of visual style with the artifacts dating from Mon-Dvaravati period in Thailand region and Borobudur in Central Java indicated that Batujaya artifacts tend to have more naturalistic style similar to Dwarawati primarily onfacial

  9. PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS (STUDI KASUS DI SDN 3 TARUBASAN KLATEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryanti Galuh Pravitasari

    2018-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah penggunaan multimedia interaktif memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap keberhasilan proses pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SDN 3 Tarubasan, Klaten. Penelitian ini termasuk ke dalam kelompok Penelitian Tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilaksankan dalam lima kali pertemuan sesuai dengan jumlah materi yang harus diselesaikan pada semester genap 2015/2016. Sebelum penggunaan multimedia interaktif diberlakukan, subyek penelitian diberi sebuah pre-test untuk mengetahui bekal awal sebelum perlakuan. Nilai rata-rata dari pre-test adalah 68,7 dengan hanya 3 subyek penelitian yang sudah memenuhi batas minimal KKM yang sebesar 69. Pada akhir Siklus I diperoleh nilai rata-rata 70,7 dengan jumlah subyek yang memiliki nilai di atas  KKM sebesar 61.5% dari total subyek yang diteliti. Pada Siklus II nilai rata-rata meningkat ke angka 82,6 sehingga terjadi peningkatan sebesar 11,9 point dari Siklus I ke Siklus II dan sebesar 13,9 poin. Seluruh subyek penelitian di akhir pelaksanaan Siklus II mendapat nilai yang sudah melampaui batas KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia interaktf terbukti memberikan pengaruh yang positif terhadap keberhasilan proses pembelajaran.

  10. Mobility of Non Permanent Mobility and Remmitance, Case in Tanjung Municipality, Juwiring, Klaten District

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umrotun Umrotun

    2014-12-01

    Full Text Available The study Non Permanent Mobility and Remmitance was conducted in Tanjung Village Juwiring Subdistrict Klaten entral Java. Non Permanent Mobility in the village was due to the outcome of the development, particularly the transportation facilities permitting the public transport to reach the depth of the village. The mobility of going back and from village to town was the consequence of the increasing job opportunities in town and the decreasing job opportunities in the village, as well as the striking difference of wages between what the people got in the village and that in town. The mobility of the commuting people also influenced the development in the village an addition to reducing the population density in town because the people did not stay permanently. The study was that mobile agents had better income than those who were not. The study showed that the working term, the working hours per week, and the level of education did not have  significant influence on the income. This was due the fact that most of the commuting people worked in the marginal sectors. The remmitance that the people brought from town constituted the main contribution to the life of the migrants. The remmitance was mainly spent for primary needs. Based on the research outcome, it is advisable that the transportation facilities be improved so that the commutation becomes easier since non permanent mobility of is proved to have increased the quality of their life and social environment.

  11. Analysis of senior high school students’ creative thinking skills profile in Klaten regency

    Science.gov (United States)

    Sugiyanto, F. N.; Masykuri, M.; Muzzazinah

    2018-04-01

    The aim of this research is to analyze the initial profile of creative thinking skills in Senior High School students on biology learning. This research was a quantitative descriptive research using test method. Analysis was conducted by giving tests containing creative thinking skills. The research subject was grade 11 students of Senior High School that categorized by its accreditation as category A (high grade) and category B (low grade). These schools are placed in Klaten Regency, Central Java. Based on the analysis, it showed that the percentage of creative thinking skill achievement in category A school is: fluency (46.35%), flexibility (13.54%), originality (20%), and elaboration (34.76%); meanwhile, category B school is fluency (30.39%), flexibility (2.45%), originality (9.11 %) and elaboration (12.87%). The lowest percentage of that result in both school categories was found on flexibility and originality indicator. Based on the result, the average of creative thinking skills in category A school was 28.66%, and category B school was 13.71%. The conclusion of this research is the initial profile of students’ creative thinking skills in biology learning was relatively in low grade. The result indicates that creative thinking skills of Senior High School students should become a serious attention considering the low percentage on each indicator.

  12. TINGKAT KONSISTENSI PEMUDA TANI TERHADAP TRANSFORMASI SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN PONOROGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eri Yusnita Arvianti

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Sebagai salah satu daerah di propinsi Jawa Timur yang menyumbang devisa terbesar di Indonesia melalui pengiriman TKI di luar negeri adalah kabupaten Ponorogo. Fenomena tersebut menyebabkan adanya permasalahan tata keruangan wilayah maupun sosiologi pedesaan .Hal ini memberikan dampak pada pergeseran mata pencaharian dari petani menjadi bukan petani. Salah satu wilayah yang mengalami perubahan menjadi perkotaan adalah di lima desa Kabupaten Ponorogo yaitu Mojorejo, Kemuning, Siwalan, Babadan, Demangan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsistensi pemuda tani terhadap mata pencahariannya di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode survey. Data yang dikumpulkan diperoleh melalui teknik wawancara dengan para pemuda tani yang tersebar di lima desa di Kecamatan kota Ponorogo.Teknik analisis datanya menggunakan purposive sample dengan mengambil 60 sampel. Kemudian mendeskripsikan konsistensi pemuda tani dengan cara skoring. Selanjutnya diklasifikasikan dalam tiga kelas, yaitu kelas tidak konsisten, kurang konsisten, dan konsisten. Di Kabupaten Ponorogo terdapat 38.3% pemuda tani tidak konsisten (23pemudatani.Pemuda yang tidak konsisten di dominasi oleh para pemuda tani yang penguasaan lahannya sempit (2.000m2, pendapatan tinggi (> Rp. 15.000.000,00 per tahun dan merupakan penduduk asli. ABSTRACT As one of the areas in the province of East Java, which accounts for the largest foreign exchange in Indonesia through sending workers in a foreign country is Ponorogo. The phenomenon led to problems of spatial planning regions and rural sociology. It is an impact on the livelihoods of farmers shifting to non-farmers. One area that has been changed into an urban village is in five Ponorogo is Mojorejo, Myrtle, Siwalan, Babadan, Demangan This study aims to determine the consistency of farm youth to livelihood in Ponorogo. This study used survey method. The data collected was obtained through interviews with youths techniques

  13. Student Well-being pada Remaja Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Na'imah

    2017-10-01

    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sumber student well-being pada remaja Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan didukung dengan kualitatif. Lokasi penelitian di Banyumas dengan teknik cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala student well-being dan openquesioner sumber student well-being serta panduan wawancara. Analisis data kuantitatif menggunakan deskriptif. Hasil penelitian adalah: 1 Sumber-sumber student well-being adalah dimensi hubungan sosial, kognitif, emosi dan spiritual. 2 Faktor penghambat tercapainya student well-being adalah jika ada masalah dalam dimensi sosial, kognitif, emosi, fisik dan spiritual.

  14. MODEL INKLUSI KEUANGAN PADA UMKM BERBASIS PEDESAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyani Irmawati

    2013-09-01

    Full Text Available In general, regional economy is supported by micro, small and medium enterprises (SMEs. They have important role in promoting economic growth in Indonesia. In Indonesia, there are various types of SMEs that are spreadout throughout the region, one of which is batik SMEs. Klaten regency has the largest number of Batik SMEs in Central Java province. Commonly, the issue of SMEs in general is the problem of capital. To overcome this issue, there is a model named “Financial Inclusion” to encourage the financial system to be accessible by society. The purpose of this study is to identify the application of financial inclusion in rural-based batik SMEs in Klaten regency and analyze its strengths, weaknesses, opportunities, and obstacles in the implementation of financial inclusion in the SME. Data analysis technique used is descriptive analysis and SWOT analysis. The results revealed that the form of the model of financial inclusion for SMEs Batik in Klaten regency is financial institutions in terms of capital. This is in the form of low interest loans and KUR (Business Credit fo Society. Then, there is a provision of assistance from financial institutions. In terms of marketing, it is necessary for SMEs in having intensive assistance, participating in batik exhibition and advertisement. Having applied this model, it is expected that SMEs Batik Klaten will be well-improved. Perekonomian daerah pada umumnya ditopang oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM. Perannya sangat vital dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Di Indonesia terdapat berbagai jenis UMKM yang tersebar diseluruh wilayah, salah satunya adalah UMKM batik. Kabupaten Klaten memiki jumlah UMKM batik terbanyak di provinsi Jawa Tengah. Persoalan UMKM pada umumnya adalah masalah permodalan. Untuk mengatasinya terdapat satu model bernama “Inklusi Keuangan” yang dapat mendorong sistem keuangan agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah

  15. Kendala dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Jawa Tengah dan Strategi Penanganannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurkolis Siri Kastawi

    2018-01-01

    Full Text Available Artikel ini menggambarkan implementasi Kurikulum 2013 di wilayah Jawa Tengah, terutama di Kota Semarang, Kabupaten Pati, Batang, Sragen, Banjarnegara, dan Kebumen dilihat dari sisi kesiapan guru, dukungan sekolah dan Pemerintah Daerah, faktor-faktor pendukung dan penghambat, dan langkah-langkah untuk mengatasi kendala. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum 2013 pada beberapa daerah tersebut belum berjalan secara efektif. Di sekolah-sekolah yang telah mengimplementasikan Kurikulum 2013 guru yang melaksanakan pembelajaran tematik, saintifik, dan penilaian otentik tak lebih dari 50%. Hal tersebut diidentifikasi karena (1 guru belum siap mengimplementasikannya, (2 dukungan sekolah masih rendah, (3 walau Pemerintah Daerah sudah mengalokasikan anggaran, namun belum optimal penggunaannya, (4 ditemukan beberapa faktor pendukung dan penghambat pada diri guru, pimpinan sekolah, dan Dinas Pendidikan, termasuk koordinasi yang masih lemah antarpihak terkait. This article describes the implementation of Curriculum 2013 in Central Java, focusing on Semarang City, Pati, Batang, Sragen, Banjarnegara, and Kebumen districts in terms of teacher readiness, the school and local district support, its supportive and barrier factors, and the strategies to handle those problems. This research using mixed method and the result indicated that the implementation of Curriculum 2013 in several districts in Central Java is not effective yet. Half of teachers in schools that implemented Curriculum 2013 cannot implement thematic and scientific learning approach and authentic assessment. This problem happens because (1 most of teacher are not ready to implement the new curriculum, (2 low school support, (3 even the local district allocate the financial support, but still not optimal in use, and (4 there are several supportive and barrier factors from the teacher itself, school managerial

  16. MEMAJUKAN KABUPATEN MISKIN DENGAN COMPETITIVE ADVANTAGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizanda Machmud

    2007-03-01

    Full Text Available Kemiskinan merupakan hulu dari berbagai permasalahn yang ada seperti tingginya angka kesakitan dan kematian, pengangguran, gizi buruk , rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia. Upaya menghilangkan kemiskinan dirasakan selama ini masih dalam bentuk parsial, belum secara holistik. Pada makalah ini diberikan suatu pemikiran pentingnya keunggulan bersaing suatu daerah (yang merupakan tipikal masing masing daerah dengan melakukan clustering, dalam memajukan kabupaten tersebut. Tidak ada pola satu resep untuk penanggulangan kemiskinan ini, penanganan kemajuan suatu kabupaten harus sesuai dengan pola individualistik kabupaten masing-masing.

  17. DAYA SAING USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retna Dewi Lestari

    2017-02-01

    Full Text Available The purpose of this study was to analyze the competitiveness on beef cattle fattening small scale business in Bojonegoro. Data processing quantitative methods using PAM (Policy Analysis Matrix. Analysis of competitiveness calculated by the approach of comparative advantage (Domestic Resources Cost Ratio and competitive advantage (Private Cost Ratio, based on the results of the research value of the DRC and PCR respectively 1,04 and 1,05, this result shows that fattening beef cattle in Bojonegoro not competitive. Policy implications that can be applied in order fattening beef cattle in Bojonegoro competitiveness is to increase ADBW (Added Daily Body Weight amounted to 17,33 percent, equivalent to 0,11 kg per day from the previous ADBW  0,55 kg per day, one attempts to do is the provision of input quality feed and concentrates, as well as the necessary counseling to farmers about the importance of quality feed and to improve the ability of farmers needed training and assistance from the Government of Bojonegoro.

  18. SITUASI MALARIA DAN VEKTORNYA DI DESA GIRITENGAH DAN DESA GIRIPURNO KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Boesri

    2012-11-01

    Full Text Available Situation of Malaria and The Vector in Giritengah and Giripumo Villages, Borobudur Subdistrict, Magelang Regency, Central Java.Malaria is a disease which is caused by protozoa from Plasmodium genus and transmitted by female anopheline mosquito. Based on the survey done in Borobudur subdistrict, some malaria vectors were found, such us an.maculatus, an.aconitus and an.balabacencis. The living places of An.aconitus is in the rice field area, while An. maculatus and An. balabacencis are on the the mountain and on the riverside area. Borobudur temple is one of the seven famous miracles in the world. For that reason, it is necessary to maintain the environment sanitation around the area. Since, there are plenty of local and foreign tourism who come regularly. At night many of them spent their stay on the hotels which is located in the endemic area. In the year of 2000, the highest API (above 2% were spread over Giripurno village (95,72/1000, Giritengah village (64,79/1000 and Ngadiharjo village (56,80/1000. Further more, a survey was done in order to protect the society from malaria and reveal Borobudur, to become an interesting tourism object, the survey resulted as in 2002 (Giripumo and Giritengah villages the highest malaria transmission, occurred on May. The paracite was known as Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax. Mostly, Malaria had infected several people who work as a farmers. In addition, on the dry season, An. maculatus and An. balabacencis were usually breed around the river with less mosquito larvae predator.Keywords: Vector, Malaria, An.aconitus, An.maculatus, An. balabacencis

  19. Situasi Malaria Dan Vektornya Di Desa Giritengah Dan Desa Giripurno Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

    OpenAIRE

    Boesri, Hasan; Boewono, Damar Tri

    2006-01-01

    Situation of Malaria and The Vector in Giritengah and Giripumo Villages, Borobudur Subdistrict, Magelang Regency, Central Java.Malaria is a disease which is caused by protozoa from Plasmodium genus and transmitted by female anopheline mosquito. Based on the survey done in Borobudur subdistrict, some malaria vectors were found, such us an.maculatus, an.aconitus and an.balabacencis. The living places of An.aconitus is in the rice field area, while An. maculatus and An. balabacencis are on the t...

  20. Keragaman Rubus di Gunung Kembang Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah dan Potensi Pemanfaatannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Susandarini

    2016-06-01

    Full Text Available Rubus is a member of Rosaceae family where its natural habitat is in open areas of lowland and upland forests. Rubus has been reported found in Mount Kembang which is situated in Wonosobo, Central Java, but the number of species was unclear. The objective of this study was to investigate the Rubus diversity in M. Kembang and its uses by local people. Sample collecting was carried out using explorative methods on the slopes of M. Kembang. Uses information was obtained by interviewing the local people. The data were analyzed descriptively to provide species description along with their uses and potential in biological research. The result showed that there were four species of Rubus in M. Kembang, R. rosifolius J.E.Smith, R. chrysophyllus Reinw. Ex Miq., R. fraxinifolius Poir., and R. moluccanus L. with altitudinal distribution ranging from 945 m to 1,387 m above sea level. Among these four species R. rosifolius is the well-known one, that people sell the fruits in its fruiting season in the local market. Based on the literature some Rubus species in other areas in Java have potential as fresh fruits, source for making fruit jam, traditional herbal drink to cure diarrhoea and dysentery, or as ornamental plants. A few studies showed that the fruit extract of R. rosifolius has potential for natural dye in cosmetic products.

  1. PENGEMBANGAN PROGRAM EKOWISATA DI RESORT MANDALAWANGI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT

    OpenAIRE

    Iyat Sudrajat; Tutut Sunarminto; TB Unu Nitibaskara

    2017-01-01

    Development of Ecotourism Program at Mandalawangi Resort of Mount Gede Pangrango National Park (TNGGP) is done by optimizing the supply of tourist collaborated with tourist demand. Tourism resource most interesting at Resort Mandalawangi namely Puncak Gunung Gede - Pangrango then others are rare animals such as Leopards java (Panthera pardus) is the key species and Javan Gibbon (Hylobates Molloch) as a flagship species, as well as waterfalls, crater, Blue Lake, and Gayonggong Swamp. Social an...

  2. KEGIATAN SURVEY LAPANGAN UNTUK INVENTARISASI PERMASALAHAN KERUSAKAN PESISIR PANTAI DI KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zikra

    2009-04-01

    Full Text Available This paper addresses engineering coastal problems in estuarine and coastal environments based on the results of field measurements. The field survey was conducted on the beach of District of Tegal, Middle East of Java. The practical solutions for these problem are: (1 try to understand the physical system based on available field data; perform new field measurements if the existing field data set is not sufficient; and (2 try to estimate the morphological effects of engineering works based on simple methods (rules of thumb, simplified models, analogy models, i.e. comparison with similar cases elsewhere. The result indicated that engineering coastal works should be designed and constructed along the coastline of District of Tegal, especially at two fisheries ports located at Surodadi village and Kramat village to support and to maintenance economy activity at both areas. Key Words : Coastal problems, Tegal District,

  3. MORTALITAS DAN MORBIDITAS CEDERA PADA ANAK DI KABUPATEN PROBOLINGGO DAN TULUNGAGUNG-JAWA TIMUR 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuslely Usman

    2012-11-01

    Full Text Available Background: In Indonesia, births and deaths are seldom recorded, making basic health indices such as causes and rates of death difficult to know with any real degree of certainty. However, basic data available from National Institute of Health Research and Development-Ministry of Health Indonesia that namely Health National Survey (SURKESNAS shows thirty three percent of people 12-24 years and thirteen percent of people 5-14 years are death due to injury, probability peoples 5-24 year of injury in male is five times from injury female. From this survey the risk factor and hazard of injury did not know. Drowning survey conducted (2003 in 0--5 years (balita shows 0. 7 per 1000 population in rural area and 2.6 per 1000 population in urban area. Knowmg the environmental hazard and risk factor is important thing to make the preventive and awareness of safety and risk avoidance. This survey is conducting on two district in East Java, Probolinggoand Tulung Agung. Research methodology: Two districts was selected according UNICEF project area, namely Tulung Agung District and Probolinggo District. Estimation of total sample was 10,000 HH in each District. Using cluster Proportional Probability to Size (PPS sampling were randomly sub-district and village in rural and urban area. All house hold was in the selected village was selected for sample. A house hold member was defined as a member living in the same house, sharing meal and information, for six month, including domestic helpers, long-term guest etch. Results: In the survey a total number of 784 deaths were identified in the preceding three years, in Tulung Agung District were 411 deaths and 373 in Probolinggo District. In the survey a total number of 304 deaths were identified in the preceding one year. In TulungAgung District were 163 deaths and 139 in Probolinggo District. In this survey, injury accounted for 21% of all classifiable deaths in children aged 1-17 years. Injury caused 5% of infant deaths, 11% of children (0--17 years deaths drowning was the major cause of fatal injury (16/100,000 in children. The fatal injury rate from falls was 5/100,000,  drowning was occur in 1-4 age groups (24/100,000 and in 10--14 age groups (40/100,000. The fatal injury from falls was occur in infant age group (104/100,000. RTA (Road Transportation Accident was the most cause non-fatal injury in aged 5-17 years old. The Second rank for leading causes non-fatal injury was fall. The other causes were electrocution, poisoining, and injury by mach me. All the children in aged 10--14 years had severe injury. While non-fatal injury rate in aged 15-17 years was highest but all cases had moderate severity.Key words: fatal injury, pilot study, east java

  4. KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTAR KABUPATEN/KOTA dan PERTUMBUHAN EKONOMI di PROPINSI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Denny Iswanto

    2016-01-01

    Full Text Available This research purposes are to analyse the intra-regional disparity and economic growth In East Java's region, the potential sectors to be developed, and to classify regions and sector in East Java based on its economic growth and per capita income. Methods that being used are economic growth analysis, Location Quotient (LQ, Shift-share, Sectoral Typology, Williamson Index, Theil Index, Pearson Correllation and Kusnetz hypothesis. The number of disadvantaged area in East Java also has to be addressed, which has reached 23 regions. Intra-regional economic disparity in 2008-2012 is above 0.5 (0,4295 and continously increasing. Meanwhile, Kuznets 'U' curve, which interpret the relationship between economic growth and disparity, is proven as unapplicable in East Java (sig-2 tailed correlation 0,160 with Williamson index and 0,257 Theil index. Recommendation to minimize the intra-regional income disparity in East Java is to apply the policy to put the disadvantaged region as the priority for the development. Potential sectors which has been the main sector for each regions are is necessary to be developed with innovation and technologyDOI: 10.15408/sjie.v4i1.2293

  5. KARAKTERISTIK SAMPAH DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN BANYUWANGI KABUPATEN BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shinta E. Maharani

    2012-11-01

    Full Text Available This study concern waste characteristics and community’s perception of waste management inBanyuwangi District, Banyuwangi Regency, East Java Province. It was conducted in February up to August2006. It aims to (1 know waste characteristics in the Bulusan Final Disposal Area (TPA in the service areaof Banyuwangi District compared with that in the service area of Kalipuro District, Banyuwangi Regency,(2 know the perception and role of the component of waste producers that cover household, tourismsupporting industry, and government institution having the authority in waste management in BanyuwangiDistrict, Banyuwangi Regency, East Java Province to waste management in determining the pattern of its management, and (3 know the alternative of the suitable pattern of waste management to be applied inBanyuwangi Regency and the surrounding areas.The study was conducted with direct observation to the TPA Bulusan, distributing questionnaire, andconducting direct interview with some government institutions that deal with the service of wastemanagement. The questionnaire data to get the community’s perception were analyzed by means of forcefieldanalysis to obtain the positive and negative value of the existing problems.The findings show that (1 Banyuwangi District has the biggest percentage of organic wastecharacteristics spread among other wastes such as plastic, paper, textile, and glass waste, (2 socio-economicfactor of the household waste has the highest positive value compared with the component of tourismsupporting and government institution. Banyuwangi Regency’s community’s perception as a whole haspositive value and support the effort by finding a better solution to the problem, and (3 the suitablealternative of the pattern of waste management to be applied in Banyuwangi District and the surroundingareas is the development of human resources, the addition of educational curriculum, economicimprovement, the improvement of facilities and infrastructure, introduction of local regulations, and theforming of media for the community.

  6. Karakterisasi Sumberdaya Kambing Lokal Khas Kejobong di Kabupaten Purbalingga Propinsi Jawa-Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Sodiq

    2009-04-01

    Full Text Available Characterization of local goat of kejobong at local government of purbalingga, central java ABSTRACT. The purposes of this study were to identify the quantitative morphogenitical characteristics (external body dimensions and qualitative characteristics (coat-colour, the population size, its distribution and diversity of morphogenitical characteristics, the population status in term of conservation, and to find out the model of conservation. The target of this study were goat-husbandry of local goat at Kejobong (13 villages Local Government of Purbalingga, Central Java, Purbalingga Regency. Livestock On-Farm Trials (LOFT by simple random sampling was implemented in this study. Sample sizes were determinate by Nomogram Harry King, and were involved of 931 head of local goat of Kejobong. Descriptive (qualitative and quantitative analyses, variance analyses by General Linear Model (GLM procedure of SPSS, analysis of the population status according to the Global Data Bank for Farm Animal Genetic Resources for Domestic Animal Diversity of FAO were applied. This study revealed that: (1 based on the size of external body dimensions, the Kejobong local goat appears the termediate between Kacang and Peranakan Etawah goats; (2 Based on the quantitative and qualitative characteristics, the Kejobong local goat assumed as a crossbreed-goat resulted from crossing between Kacang and Peranakan Etawah breeds. Dominant black and total black coat colour were predominants 74.45 and 56.49 percent among their population, respectively; (3 The Kejobong local goats were founded in all regions (13 villages with the total populations about 15.317 heads. There was highly diversity in term of the characteristic of external body dimensions. This finding force to conduct the in-breed selection in order to improve their productivity; (4 Based on the Global Data Bank for Farm Animal Genetic Resources, the population status of local goat at Kecamatan Subdistric (15.317 heads and the total population of black coat (8.623 heads were classified into Not at Risk category. Board of Agriculture National Research Council (1993 classify that the population status into rare if the size of population ranges from 5.000 until 10.000 heads, it is imply that the total population of black coat goat (8.623 heads include in rare category; (5 The policy of livestock conservation consists of the in-situ and ex-situ methods. In the level of implementation of the sustainability conservation, there were some aspects could be take into account such as agreement between government (political will and coordination, community (group farmer, empowering capital and marketing, and universities.

  7. STRUKTUR TINGKAT TROFIK KOMUNITAS IKAN DI WADUK WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khoirul Fatah

    2015-12-01

    Full Text Available Waduk Wadas lintang memiliki potensi perikanan yang cukup besar baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Kegiatan penangkapan ikan di waduk Wadaslintang saat ini sudah cukup tinggi, yang akan berdampak langsung pada struktur komunitas ikan yang menyebabkan pergeseran pola hubungan antara pemangsa,mangsa atau pesaing pada berbagai tingkat trofik. Tujuan penelitian ini untukmengetahui pola hubungan antar kelompok ikan berdasarkan tingkat trofik dari tingkat trofik terendah sampai kepada ikan karnivor, sehingga diperoleh gambaran peran kelompok ikan dalam komunitas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April, Juni, September dan Nopember 2013 di perairan waduk Wadaslintang. Analisa data mencakup komposisi hasil tangkapan dan kebiasaan makan ikan serta tingkat trofik komunitas ikan. Analisis sidik ragam untuk mengetahui perbedaan antar tingkat trofik. Ikan contoh diperoleh dari nelayan dengan alat tangkap jaring, mulai dari ukuran 0,75 – 4,5 inchi. Hasil penelitian diketemukan sebanyak 15 jenis ikan yang didominasi oleh ikan nila dengan persentase berat mencapai 56,45%. Struktur komunitas ikan di perairan waduk Wadaslintang tersusun atas tiga kelompok tingkat trofik yaitu ikan patin, nila, tawes dan nilem mempunyai jenjang trofik terendah (3,5. Kelompok ikan pada tingkat trofik rendah 3.5. Fish group on trophic level < 2.5 levels is very important group in supporting good community structure in Wadaslintang reservoir as a way to sustainability of populaion oh the other groups with higher trophic level.

  8. Analisis Karakteristik Lingkungan Pada Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Demak Jawa Tengah Tahun 2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bina Ikawati

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Leptospirosis is a zoonosis disease caused by Leptospira bacteria and transmitted to human by contact with contaminated animal urin or contaminated environment. Leptospirosis cases in Demak district increased for 4 year later. Until April 15th 2008, there were 62 leptospirosis cases with CFR=9,67%. The aim of this research was to determine environmental characteristic related to leptospirosis incidence in Demak district. Method: It was an observational research using a case control design with 44 cases and 44 controls. Cases were leptospirosis diagnosed by leptotek dri dot in Demak Health District Agency. Controls were neighbour of leptospirosis cases who didn’t have clinically symptom of leptospirosis, with age and sex appropiate to inclusion criteria. Laboratory diagnosis with leptotek dri dot had done for controls who agreed to sign inform consent. Data were analyzed using chi square test at α=5%. Variable with p value<0,25 would be continued with multivariat test using Regressi Logistic - Backward Likehood Ratio method. Result: The result of this research showed that there were 10 controls with no clinical diagnosis but positive at leptotek dri dot diagnosis. At statistical analysis 10 cases and 10 controls dropped. Univariat analysis showed controls and cases have environmental risk factor and knowledge, attitude, practice about leptospirosis similarly. Bivariat analysis showed there was no relationship between environmental characteristic and knowledge, attitude, practice with leptospirosis. Test of  water sample had been done at 8 location. One of them of creek showed positif contain Leptospira sp. Rat trapped had been done at four location, showed trap succes about 8,7%-29,8%. Eventhough environment factor and knowledge, attitude, practice showed there were no but water from ditch that positif Leptospira sp, significant association and highly succes at rat trapped were concidered to be the risk of  leptospirosis transmission. Keywords : environment, leptospirosis, Demak

  9. Gambaran Perilaku Pencarian Pengobatan Penderita Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohmansyah W.N.

    2013-02-01

    Full Text Available Abstract. A cross sectional study was carried out to determine health seeking behaviour of dengue patient in Ciamis district. Subjects were 80 dengue patient's care taker chosen by purposive sampling. Data was presented descriptively. The result showed based on the first place of treatment, pattern of treatment seeking behavior were identified the most common one was using public hospital as the first step. Pattern of treatment seeking behavior of the patient's care taker that injluenced decision making to take treatment alternatives included knowledge, attitude and practice about the caused, symptomp 's, virulence and transmission of dengue virus infection; the distanee to treatment places and family role (husband/wife were important for caretakers to take into consideration when making treatment choices. Keywords: health seeking behavior, Dengue Hemorrhagic Fever, KAP

  10. PENGEMBANGAN METODE SKREENING USG DI PUSKESMAS PONED KABUPATEN JOMBANG PROVINSI JAWA TIMUR (STUDI KASUS HTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mugeni Sugiharto

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Healthcare services for pregnant women through ultrasonography screening are very important to do, so that it can be early detected normal and abnormal pregnancy without endangering safety of mother and the baby. Validity and accuracy of ultrasonography screening results can be pointed in Government Jombang District obtaining the policy to fulfill six public health centers with PONED that have ultrasonography facility. The aims this research was to developed a screening method using ultrasonography devices at health centers with Basic Emergency Neonatal Obstetric  Services Jombang District. Methods: Type of descriptive research with retrospective design, data was taken from secondary data three years past whereas samples were total sample of public health centers with PONED that have ultrasonography facility. Results: The utilization of ultrasonography as a screening method was not yet maximized (underutility, due to limitation of the obstetrician that has been worked. According to the primary data can be obtained that there are only two people of six public health centers. All ultrasonography were still functioned properly and appropriate to the security aspects of HTA function, therefore ultrasonography was still safe and accurate to use and increasing accountability and be able to enhance the patient's visit of pregnant women. Conclusion: According to the HTA policy, hence the utilization of ultrasonography at Public Health Centers with Basic Emergency Neonatal Obstetric Services (PONED Jombang District was appropriate, because it has been be able to provide the benefits to communities. However ultrasonography specialists and support were still lack. Suggestions: Utilization of ultrasonography to early detection for pregnancy and completely through availability of competent experts using ultrasonography. Keywords: Ultrasonography, Public Health Center with Basic Emergency Neonatal Obstetric Services (PONED.

  11. PENGEMBANGAN PROGRAM EKOWISATA DI RESORT MANDALAWANGI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iyat Sudrajat

    2017-05-01

    Full Text Available Development of Ecotourism Program at Mandalawangi Resort of Mount Gede Pangrango National Park (TNGGP is done by optimizing the supply of tourist collaborated with tourist demand. Tourism resource most interesting at Resort Mandalawangi namely Puncak Gunung Gede - Pangrango then others are rare animals such as Leopards java (Panthera pardus is the key species and Javan Gibbon (Hylobates Molloch as a flagship species, as well as waterfalls, crater, Blue Lake, and Gayonggong Swamp. Social and cultural potential of a pattern of community life Sundanese-oriented agriculture as well as the existence of the mythical legend of the kingdom in TNGGP. Visitors dominant male, student status with the last education of SMP / MTs, 16-20-year-old, from Bekasi to have the motivation tends to settle for pleasure. Assess visitors tend not to know that TNGGP have ecotourism program that School Visit, Visit to School, Conservation Camp, Local Content Filling Material Environmental Education / Nature Conservation and Environmental Education for Teachers, Farmers, and the Young Generation. The concept of program development of ecotourism in Resort Mandalawangi using the theme "TNGGP, Cultured Conservation Area". This concept will focus on the utilization of resources and nature taking into consideration the safety of visitors as well as integrate with shades of Sundanese culture around tourism area Cibodas. Another aspect that needs to be developed to support the promotion of ecotourism programs, establish Sundanese cultural nuances and supporting infrastructure at KWC, strengthening human resources ecotourism program managers. Keywords: development, ecotourism, potential, program, TNGGP

  12. KAJIAN KOMPETENSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN - KOTA SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiesnawati Wahyuningsih

    2013-03-01

    Full Text Available The overall picture of the regional legislative members competency both in the regency or in the city of Sukabumi to do their function in legislatory, budgetary, and supervisory showed very critical condition to be well fixed in immediate constructs. The intellectual capacity as well as the standard behavior and technical skills to produce local regulations are still pretty weak. Generally speaking the local legislative members knowledgebility about their three main tasks and functions which are to do with local economic development, local tax and retribution, also the creation of condusive business entrepreneurship climate, all of them have lommed to be very sluggish. More substancially, the mastery of basic competencies to do with the settlement of local budgeting and revenue planning are still being handycap. This research discusses the profile of those of three main synergetic competences of local legislative members in Sukabumi, both the city and the regency. The three main synergetic competences of that of local legislative members cover local-law-legislation, local-development-supervision, and local-budgeting. More specifically, those three main variables of legislative competence were also analyzed by using five parameters of competence which are technical, managerial, strategical, social, and ethical.

  13. GAYA HIDUP DAN STATUS KESEHATAN SOPIR BUS SUMBER ALAM DI KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kartika Musbyarini

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} The general objective of this research was to analyze the correlation between life style with health status of Sumber Alam’s Drivers in Purworejo District, Central Java. The research was conducted using cross sectional study design from July through August 2009 in PO Sumber Alam Purworejo District. Sample was chosen by simple random sampling which resulted 67 drivers. Almost all the samples (91% had smoking habit and all of the samples had no habit on alcohol drinking. More than half (58.2% had excersice habit. The physical activity levels in work day was higher than that in holiday  (p   Key words : life style, nutritional status, and health status

  14. KEANEKARAGAMAN SIMPLISIA NABATI DAN PRODUK OBAT TRADISIONAL YANG DIPERDAGANGKAN DI KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eri Irwanta

    2016-07-01

    Full Text Available Trend of medicinal plants use in Indonesia has increased along with the development of traditional medicine industries. It affects on the increasing demand for raw materials of traditional medicine in the form of simplisia. This research aimed to identify: vegetable simplisia, traditional medicine products, the selling price and source of simplisia traded in Pati regency, and assess the status of threat and rarity of the medicinal plant species. This research used direct observation and interview methods. Totally 126 of medicinal plant species that belongs to 55 families were recorded in this research. There were also 242 traditional medicine products from 40 indutries found on the market. The range of price of the cultivated simplisia was Rp 4.000,- – Rp 200.000,- per kilogram, while the wild simplisia was Rp 20.000,- – Rp 300.000,- per kilogram. Most simplisia were supplied from Semarang, Solo and surrounding area of each market. Furthermore, there were 8 species which included in the threatened category of LIPI; 2 species listed in Appendix II CITES; and 6 species of Least Concern category, and 1 species of Vulnerable category in IUCN Redlist. Keywords: medical plant, Pati Regency, simplisia, traditional medicine product

  15. Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan yang Terdampak Air Bahang PLTU Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur

    OpenAIRE

    Muzaki, Farid Kamal; Aunurohim, Aunurohim; Indraswari, Boing

    2015-01-01

    PLTU Paiton merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap menggunakan air sebagai pendingin kondensor kemudian dikembalikan lagi ke perairan sekitar sebagai air bahang, sehingga akan memberikan input panas bagi perairan. Meningkatnya suhu perairan akibat air bahang ini, secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem laut, salah satu yang akan terpengaruh adalah fitoplankton yakni berupa struktur komunitas yang meliputi keane...

  16. Dampak Penyakit Tanaman terhadap Pendapatan Petani Kubis-kubisan di Daerah Agropolitan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Pratama

    2017-03-01

    Full Text Available Cruciferous vegetables are very important agricultural commodities for increasing  farmers  income. The main obstacles in their cultivation involved among others high level of pathogen infestation that may cause reduction in farmer’s income. This research was conducted to determine the main pathogens and their impact on farmer income in Agropolitan area of Cianjur Regency, West Java Province. The research was conducted through three activities, i.e. farmer survey, identification of the main pathogens, and measurement of disease intensity. The results showed that there were three main pathogens on assessed cruciferous vegetables, i.e. Alternaria brassiccicola (alternaria leaf spot, Plasmodiophora brassicae (clubroot, and Xanthomonas campestris (black rot, with disease intensity of 16.7%, 18.7%, and 15.1%, respectively. Clubroot disease was the most affecting disease in decreasing the  production of cruciferous vegetables and the farmer income. Incidence of clubroot disease with an average disease intensity of 16.67% might lead to the decrease of farming income about 24%–28%.

  17. ANALISIS KELEMBAGAAN DAN SRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING KOMODITAS KENTANG DI KABUPATEN BANJARNEGARA, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruwanti Eka Rahayu

    2015-08-01

    Full Text Available The increase of import volume and the decrease of export volume of vegetables require the efforts to increase the competitiveness of local vegetable products. Potato is the core of highland vegetable commodities in national and regional areas that potential to be developed. One of the potatoes production centers in Central Java is Banjarnegara Regency. The purpose of this study are to formulate strategy and key performance indicators (KPIs that will increase the competitiveness of potato in Banjarnegara. Data analyzed by Descriptive analysis, TOWS analysis, and Pairwise Comparison. The results of this study indicate that: the KPIs that become the priorities in increasing the competitiveness of potato in Banjarnegara are; a The number of farmers who distribute their products in cooperative; b Percentage increase in the number of certified seed potatoes that meet farmer’s needs; and c Percentage increase of the local potatoes production to meet the demand of domestic and export markets as well as the related regulations on potatoes business partnership contract system.

  18. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DI KABUPATEN BATANG JAWA TENGAH MELALUI PENGEMBANGAN INDUSTRI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Trimulyono

    2014-02-01

    Full Text Available Batang which is located on the north coast of Central Java with an area of 788.642 km2 area of the position of the district of Batang put the economy on a path north of the island of Java. Coastal region of this district, make there is a potential that can be developed into a valuable asset to the nation i.e the traditional shipbuilders. Karangasem is one of the districts that have the potential for ship production In terms of productivity shipyard,one of traditional shipbuilder is CV. Laksana Abadi as traditional shipyard in year 2000 capable of producing ships totaling 18 units within a period of 12 months. In Batang district not only CV. Laksana Abadi but also CV. Rizki Maulana Bahari engaged in the manufacture of wooden ships that have smaller productivity due to the still relatively new in Karangasem. Because of the traditional manufacturing process, so it can be said to be still very traditional methods that shipbuilder built they ship and also their belief in technology still low it’s can seen from the construction of the ship is still in traditional way. So KKN-PPM is intended to bridge between the use of the latest technology by using of  fishipro or Delftship software. Based on the mapping problem then formed five clusters, namely cluster Ship Design With Software, Cluster of Shipyard Production, Cluster Marketing Information System, Cluster of Coastal Community Empowerment around Shipbuilding, Cluster of Ship Repair and Maintenance. Results of KKN-PPM students carry out major programs related to the theme of the traditional shipyards and other ancillary programs that have been successfully implemented and exhibited in the “Expo KKN-PPM” in North Karangasem, Batang district .

  19. Valuasi Ekonomi Penambangan Sumberdaya Belerang Kawah Ijen, Desa Tamansari, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur

    OpenAIRE

    Khoiriyah, Latifatul; Harini, Rika

    2015-01-01

    Gunungapi Ijen tidak hanya dikenal dengan pemandangan danau kawahnya yang indah, namun juga dikenal karena penambangan belerangnya yang unik. Penambangan merupakan kegiatan yang dapat menimbulkan manfaat maupun dampak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai manfaat dan dampak penambangan tersebut serta (2) menghitung nilai kelayakan penambangan belerang Gunungapi Ijen. Penilaian manfaat dan dampak penambangan belerang dilakukan dengan metode valuasi ekonomi. Nilai moneter yang di...

  20. Pelaksanaan Supervisi Akademik oleh Kepala Madrasah Aliyah Swasta di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mulyawan Safwandy Nugraha

    2015-04-01

    Full Text Available This study discusses the implementation of the academic supervision conducted by a principal of Private Madrasah Aliyah of Cisaat Sukabumi. The results of this study concluded that the implementation of the academic supervision conducted by the principals are not systematic and not pre-programmed so that teachers do not feel any relief from the headmaster in improving the quality of learning. This is due to the low competence of the principals in academic supervision and they tended to judge and find fault with teachers without providing advice and solutions. however, the principals have a plan/program of supervision, commitment and high motivation, seek to meet the performance assessment of supervisors. Based on the above, it needs guidance in the form of education and training to increase the competence of the principals of the madrasah and giving a reward to the successful principals.

  1. Peningkatan Kinerja Operasi Dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Pacal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cynthia Rahma Dewi

    2018-01-01

    Full Text Available Pacal Irrigation is an infrastructure that services most agricultural areas in Bojonegoro City, East Java. Some problems has been found in this facillities such as misdistribution of water, inadequate condition of facilities, illegal oulet canals, and non conformity in operation and maintenance (OMprocedures. This study aims to determine existing condition, main affecting factors and improving strategy of operational and maintenance at the Pacal Irrigation. Primary data was used in this study gathered from questionnaires of 93 respondents and 8 experts in Irrigation Management Study Area. Descriptive analysis was used to explain the existing condition of OM performance of Pacal Irrigation. Important Performance Analysis (IPA method was applied to determine the main priority factors affecting OM Performance. Furthermore, the SWOT method then was used to define strategies for improving OM performance of PACAL Irrigation. The results of the IPA analysis show there are 11 main prioroty factors affecting OM performance of PACAL Irrigation network. Furthermore, from SWOT Analysis it can be suggesteded that the “growth” strategy can be applied at Pacal Irrigation. Keywords: Pacal irrigation, operation and maintenance (OM, strategy

  2. Permasalahan Kelembagaan Pemanfaatan Waduk Darma untuk Kegiatan Budidaya Keramba Jaring Apung di Kabupaten Kuningan Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amelia Indah Hermawaty

    2015-08-01

    Full Text Available Darma Reservoir is one of water resources in Kuningan that potentially used to fulfill needs for clean water. In Darma Reservoir, there are many Keramba Jaring Apung. But, Keramba Jaring Apung (KJA is not appropriate to PP Number 37 Year 2010. The KJA is increase massive impact on environmental degradation around Darma Reservoir. Institutional utilization Darma suspected to be the root of the problem that needs to be studied. This study was analyze the problems of institutional bertujun Darma use for fishing activities Jamba Floating Cage (KJA in Kuningan regency, West Java. Qualitative approach is used in this study are supported by data from interviews to the national and local governments and farmers KJA. KJA are increasingly massive impact on environmental degradation around Darma Reservoir. Institutional utilization Darma suspected to be the root of the problem that needs to be studied. This study has an objective to analyze the problems of Darma institutional correlates to fishing activities Jamba Floating Cage (KJA in Kuningan regency, West Java. The results showed that the use of institutional Darma not going well seen from the aspect of policies, roles and responsibilities, and coordination stakeholders. From the aspect of the policy, there is overlapping of regulations between the central government and local governments, there is no licensing procedures shall apply to the activities of KJA, and lack of socialization of policies and rules of the use of cages to the public and relevant institutions. From the aspect of the role and authority, there is a change in the authority of local governments to the central government, human resources to manage Darma Reservoir quality is still low, dab KJA fishing activities which are not well coordinated. Then, from the aspect of coordination, there is no direct coordination between agencies involved in the utilization of reservoirs, Coordination Team Water Resource Management (TKPSDA as a coordination forum has not gone well, and the missing link between central government and local governments through BBWS. Government as the authority can make a model of the relationship with the institutional concept of integrated administrative system in order to create a harmonious relationship between the central government and local governments.

  3. Pengambilan Keputusan Petani Terhadap Penggunaan Benih Bawang Merah Lokal dan Impor di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Valentina Theresia

    2016-02-01

    Full Text Available A deficiency of shallot seed production causes Indonesia could not meet its own local demand yet and thus imports foreign variety from other countries. However, farmer should choose between local and imported seed variety for their farming business activity. The purposes of the study was to analyze farmer decision and factors that determine farmer decision to utilize local and imported seed of shallot. Logistic regression was used to answer the research questions. Respondents were 60 persons divided into two groups, farmer who utilized local seed and that utilized the imported one. The result showed that the differences in decision making between local and imported farmers were the benefits they sought, while the factors that significantly influence the farmer's decision to use local seed are scale of land area, seed price, income and market. Scale of land area and seed price have negative influence significantly, while income and market give positive influence significantly on farmer decision to utilize conventional seed.

  4. Pengaruh Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten/Kota di Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Sumanto

    2016-03-01

    Full Text Available The development of investment credit and working capital credit in the regencies/ municipalities in East Java so rapidly, with an average of over 20% per year from 2003 to 2012. The benefit of the credit on the increase in output, employment and the social welfare need to be evaluated. This study finding that the benefit of the investment credit for the social welfare is negative, but the usefulness of working capital credit is positive. After the analysis is done, the cause is the shift of investment from labor-intensive to capital-intensive investments, where in capital intensive investment, labor absorption is low. As a further consequence, social welfare decreased despite increase in investment credit occur. It is advisable to make an investment credit policies that easy accessable to micro, small and cooperatives that can absorb more labor than of medium and large enterprises.

  5. INTERAKSI SIMBOLIK DALAM KOMUNIKASI BUDAYA (Studi Analisis Fasilitas Publik Di Kabupaten Ponorogo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oki Cahyo Nugroho

    2016-02-01

    Full Text Available Ponorogo adalah salah satu kota di ujung barat Propinsi Jawa Timur yangmempunyai kesenian khas yaitu Reyog Ponorogo. Kesenian ini merupakan salah satukekayaan kesenian nasional yang menjadi aset bangsa dalam kekayaan budaya dunia. Reyogsendiri ibaratnya sudah mendarah daging dan menyatu dalam kehidupan sosial dimasyarakat Ponorogo. Hal ini tercermin dari banyaknya jumlah even yang diselenggarakanbaik dalam tingkat desa, kecamatan maupun tingkat nasional. Kebanggan akan kesenian inidiwujudakan dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah bangunan yang bersifat publikatau lebih tepatnya landmark yang menjadi ciri khas dan identitas kota ini. Jika kitaperhatikan lebih jauh, bangunan publik berupa gerbang masuk kabupaten Ponorogo dariempat penjuru mempunyai perbedaan jika dibandingkan dengan beberapa bangunan yangmempunyai cirikhas atau yang berkaitan langsung dengan reyog itu sendiri. Begitu puladengan beberapa gapura masuk perkampungan penduduk yang berbeda dari pusat kota.Penelitian ini berusaha mengungkap makna yang terkandung dalam setiap bangunan yangbercirikan reyog dan berusaha menemukan proses interaksi simbolik yang terjadi antar bangunan tersebut dilihat dari sudut pandang ilmu komunikasi. Mind, Self and Society dari Mead dalam interaksi simbolik ini merupakan teori dasar yang menjadi pegangan dalam menganalisa fenomena yang ada di Ponorogo ini. Pentingnya makna bagi perilaku manusia, pentingnya konsep mengenai diri, hubungan antara individu dengan masyarakat merupakan konsep dasar bangunan-bangunan yang mencirikan sebuah kondisi sosial masyarakat yang hadir pada jaman tersebut.Metode penelitian ini menggunakan metode kualitiatif dimana data yang diambil dengan tekhnik snowball sampling.Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Kabupaten Ponorogo dibangun atas empat era yang berbeda dalam sudut pandang memaknai kesenian reyog ini sebagai identitas dan kebanggan Ponorogo sebagai kota reyog. Politik, ekonomi, pendidikan berpengaruh

  6. INTERAKSI SIMBOLIK DALAM KOMUNIKASI BUDAYA (STUDI ANALISIS FASILITAS PUBLIK DI KABUPATEN PONOROGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oki Cahyo Nugroho

    2016-08-01

    Full Text Available AbstrakPonorogo adalah salah satu kota diujung barat Propinsi Jawa Timur yang mempunyai kesenian khas yaitu Reyog Ponorogo. Kesenian ini merupakan salah satu kekayaan kesenian nasional yang menjadi aset bangsa dalam kekayaan budaya dunia. Reyog sendiri ibaratnya sudah mendarah daging dan menyatu dalam kehidupan sosial dimasyarakat Ponorogo. Hal ini tercermin dari banyaknya jumlah even yang diselenggarakan baik dalam tingkat desa, kecamatan maupun tingkat nasional. Kebanggan akan kesenian ini diwujudakan dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah bangunan yang bersifat public atau lebih tepatnya landmark yang menjadi cirri khas dan identitas kota ini. Jika kita perhatikan lebih jauh, bangunan public berupa gerbang masuk kabupaten Ponorogo dari empat penjuru mempunyai perbedaan jika dibandingkan dengan beberapa bangunan yang mempunyai cirri khas atau yang berkaitan langsung dengan reyog itu sendiri. Begitu pula dengan beberapa gapura masuk perkampungan penduduk yang berbeda dari pusat kota. Penelitian ini berusaha mengungkap makna yang terkandung dalam setiap bangunan yang bercirikan reyog dan berusaha menemukan proses interaksi simbolik yang terjadi antar bangunan tersebut dilihat dari sudut pandang ilmu komunikasi.”Mind, Self and Society dari Mead dalam interaksi simbolik ini merupakan teori dasar yang menjadi pegangan dalam menganalisa fenomena yang ada di Ponorogo ini. Pentingnya makna bagi perilaku manusia, pentingnya konsep mengenai diri, hubungan antara individu dengan masyarakat merupakan konsep dasar bangunan-bangunan yang mencirikan sebuah kondisi sosial masyarakat yang hadir pada jaman tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitiatif dimana data yang diambil dengan tekhnik snowball sampling. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Kabupaten Ponorogo dibangun atas empat era yang berbeda dalam sudut pandang memaknai kesenian reyog ini sebagai identitas dan kebanggan Ponorogo sebagai kota reyog. Politik, ekonomi

  7. HUBUNGAN SISTEM BAGI HASIL DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH TERHADAP KEINGINAN NASABAH UNTUK BERINVESTASI Survei di Baitul Maal wat Tamwil (BMT Safinah Klaten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyatmin Suyatmin

    2009-12-01

    with the questionnaires for the clients of Baitul Maal wat Tamwil SAFINAH Klaten. The correlation of the profit sharing and doing-an-investment was significant. It could be concluded that the people’s confident level in the system applied to the organization was very significant. Thus, more and more clients from year to year, it is possible that there will be an opportunity for developing it.

  8. Perancangan Buku Food Photography Kuliner Kabupaten Jember

    OpenAIRE

    Kesuma, Nicholas Reynaldi; Negara, I Nengah Sudika; Aryanto, Hendro

    2015-01-01

    Kabupaten Jember merupakan salah satu kota pariwisata yang cukup terkenal. Dimulai dari adanya pantaiTanjung Papuma yang biasa dijadikan sebagai objek foto dan pariwisata dari luar kota maupun wisatawan asing.Selain itu munculnya acara seni khas Jember yaitu JFC yang biasa disebut sebagai Jember Fashion Carnavalmenjadikan Kabupaten Jember semakin dikenal oleh banyak orang akan kesenian yang mereka tampilkan dalamajang acara tersebut. Namun kuliner Jember sendiri belum cukup dikenal oleh masya...

  9. Kontestasi Abangan-Santri Pasca Orde Baru di Pedesaan Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yogi Setya Permana

    2010-07-01

    Full Text Available In 1981 Clifford Geertz delivered the famous typology of Javanese society. He devided Javanese society into three categories; santri, priyayi and abangan. The relations among them are not only in harmonic but also conflictual relations. This article describes the contestation between abangan and santri in Ngandong Village, Gantiwarno District of Klaten. This paper employs Contentious Politics as major theory to describe what were happened in Ngandong Village. The result is that the contestations between them were happened both in formal events and daily life activities.

  10. STUDI FENOMENOLOGI FINANCIAL LITERACY PENGRAJIN LOGAM DI PROPINSI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilia Pasca Riani

    2017-09-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan memetakan kondisi financial literacy pengrajin logam di Propinsi Jawa Timur. Adapun pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan 8 pengrajin logam. Hasil dari penelitian ini adalah peneliti memperoleh 4 dimensi kondisi financial literacy pengrajin logam di Propinsi Jawa Timur, yaitu dimensi pengetahuan tentang istilah keuangan, dimensi manajemen uang, dimensi pencatatan keuanga dan sistem kerjan, serta penjelasan kondisi financial literacy pengrajin logam dari sisi pengetahuan tentang pajak.

  11. STRUKTUR BENTUK KOMPOSISI DAN AKULTURASI MUSIK TERBANG BIOLA SABDO RAHAYU DESA PEKIRINGAN, KECAMATAN TALANG, KABUPATEN TEGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endri Muris Jatmiko

    2015-08-01

    Full Text Available Terbang Biola Sabdo Rahayu Desa Pekiringan,Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal merupakan kesenian yang lahir dari masyarakat pendukungnya, kesederhanaan penampilannya  menjadi cirri-khas. Terbang Biola merupakan hasil kreatif  daribentuk kesenian  rebana yang ditambahkan instrumen musik biola, gambang, seruling, kecrek (marakas, dan kentongan. Masalah yang diangkat dalam penelitianadalah bagaimana struktur bentuk komposisi musik Terbang Biola Sabdo Rahayu dan akulturasi musik yang terjadi dalam musik Terbang Biola Sabdo Rahayu.  Metode penelitian pendekataninterdisiplin.Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen.Teknikanalisis data yang diterapkan adalah isi teks dan konteks.Hasil analisa data, wawancara, observasi, dan studi dokumen selanjutnya dicocokan dengan menggunakan triangulasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Terbang Biola Sabdo Rahayu merupakan kesenian bentuk musik campuran musik vokal dan musik instrumental.Bentuk komposisi musik didalamnya mencakup notasi, tanda kunci, melodi, ritme, harmoni, tempo, dinamik, tangga nada, dan ekspresi.Terbang Biola Sabdo Rahayu merupakan  kesenian akulturasiberdasarkan instrumen musik yang digunakan yaitu, rebana (Arab, biola (Eropa, dan  gambang (Jawa.

  12. KENAKALAN REMAJA DI PROPINSI JAWA BARAT DAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sapardiyah Santoso

    2012-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian di propinsi Jawa Barat dan Bali, tentang kenakalan remaja yang meliputi sifat dan perilaku remaja dalam mengendarai kendaraan bermotor dengan kecepalan tinggi (ngebut. keterlibatan perkelahian antar pelajar, termasuk keinginan untuk tidak mengikuti pelajaran di sekolah (membolos, meninggalkan rumah tanpa seizin orang tua, dan melakukan coret-coret di dinding, tindakan kriminal termasuk pemerasan, pencurian serta perusakan gedung. Responden adalah remaja berumur 13—19 tahun yang masih sekolah atau sudah putus sekolah, belum menikah dan berada di wilayah puskesmas terpilih. Jumlah responden 1110 remaja di Jawa Barat (Bandung dan Cianjur dan 877 remaja di propinsi Bali (Denpasar dan Gianyar. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui diskusi kelompok terarah (DKT. Sebagai hasil penelitian dapat dikemukakan disini bahwa remaja yang pernah mengendarai kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi di Jawa Barat-urban sebesar 22,4%, sementara di rural 10,6%. Sebaliknya di Bali di urban hanya 18,4%, sedangkan di rural 22,4%. Pengalaman pemah absen tidak mengikuti pelajaran di sekolah tanpa izin guru (membolos di Jawa Barat-urban 51,9%, rural 33,7%, sebaliknya di Bali-urban 30,1%, rural 37,1% dan meninggalkan rumah tanpa izin orang tua, secara berturut-turut dapat dikemukakan sebagai berikut : di Jawa Barat-urban 54,4%, rural 42,3% sementara di Bali-urban 58,4%, rural 52,7%. Kenakalan remaja berupa coret-coret dinding baik di propinsi Jawa Barat maupun di Bali cukup tinggi juga. Di propinsi Jawa Barat hampir seimbang yaitu untuk urban 26,3%, sedangkan di rural 23,6%. Sebaliknya di Bali-urban 31,7% lebih tinggi daripada di rural 19,6%. Bentuk kenakalan remaja yang lain kearah kriminalitas, meliputi pemerasan dan pencurian ditemukan pula melalui penelitian di Jawa Barat-urban, remaja yang pernah melakukan pemerasan hanya sekitar 2,2%. Nampaknya di rural agak

  13. Morphostructural Development of Gunungsewu Karst, Jawa Island

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. D. Tjia

    2014-07-01

    Full Text Available DOI: 10.17014/ijog.v8i2.157Gunungsewu Karst (also known as Sewu karst in the literature is synonymous with morphology of a carbonate terrain dominated by hills crowned by accordant-level tops that developed in a humid tropical environment by comparatively more rapid dissolution and denudation. In addition, the hills are sinoid to cone-shaped. Surface drainage is negligible compared to subsurface water flow. Abandoned channel segments and spatial arrangements of karst hills have been found to correspond with fracture patterns that are genetically associated with the regional compression direction of Jawa Island. Images derived from space platforms show many landform patterns that were neither known from ground-based nor from aerial photograph study. Landforms arranged in ring, multi-ring, spiral, polygonal, and long linear to serpentine patterns are common beside the expected depressions of dolines, poljes, and uvalas. The orientations of the long linear ridges appear to change systematically from those near the coast to those located inland. These linear ridges are interpreted as depositional fronts, most likely representing breaker zones. The youngest depositional ridge fronts, located nearest to the present shoreline, are parallel to the geological strike of Jawa Island. Toward the island’s interior, linear depositional fronts deviate in orientation by as much as 40o. This is now interpreted to have resulted from counterclockwise rotation of the Gunungsewu microplate since the late Middle Miocene. Similar CCW rotations are indicated by the paleomagnetic orientations of igneous rocks located farther east in the southern range of the island. Active tectonics is expressed in stage-wise net uplift of Gunungsewu whereas regional tilting appears negligible. Stacked and often paired river terraces (thus suggesting land uplift have been used to relatively date paleoarcheological finds. Very recent uplift on the coast show up in lazy-V limestone

  14. Audit Media Relations Humas Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah untuk Peningkatan Publisitas

    OpenAIRE

    Farhatiningsih, Lizzatul; Pradekso, Tandiyo; Naryoso, Agus

    2013-01-01

    Nama : Lizzatul FarhatiningsihNIM : D2C009011Judul : Audit Media Relations Humas Sekretariat Daerah ProvinsiJawa Tengah untuk Peningkatan PublisitasABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi karena kurang berperannya Biro HumasSetda Jawa Tengah dalam melakukan fungsi kehumasan terhadap PemerintahProvinsi Jawa Tengah. Humas telah melakukan banyak kegiatan namun efeknyapada pemberitaan tentang Pemerintah Provinsi yang muncul belum terasa. Namunkesesuaian melakukan banyak kegiatan tersebut belum dii...

  15. ANALISIS SPASIAL PADA KEJADIAN LUAR BIASA (KLB MALARIA DI DESA PANUSUPAN KECAMATAN REMBANG DAN DESA SIDAREJA KECAMATAN KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiarti Widiarti

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakMalaria seringkali muncul pada kejadian luar biasa (KLB maupun peningkatan kasus baik di Jawa maupun di luar Jawa. Dilaporkannya peningkatan kasus atau KLB malaria di Kabupaten Purbalingga menimbulkan pemikiran faktor-faktor apa yang mempengaruhi terjadinya KLB malaria. Tujuan penelitian adalah analisis spasial kasus malaria, konfirmasi vektor yang berperan dalam penularan malaria dan bioekologi nyamuk tersangka vektor. Lokasi penelitian di Desa Panusupan Kecamatan Rembang dan Desa Sidareja Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Konfirmasi vektor dilakukan dengan elisa sporozoit dari semua nyamuk Anopheles sp yang diperoleh. Analisis kasus malaria digunakan metoda GIS dan dilanjutkan uji spatially weighted regression (spatial error model dengan GeoDa. Survei entomologi dilakukan sesuai standart penangkapan nyamuk oleh WHO. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa berdasarkan  elisa  sporozoit,  vektor  yang  berperan  di  Desa  Panusupan  Kecamatan  Rembang  adalah Anopheles maculatus hasil penangkapan hinggap pada manusia diluar rumah pada jam 18.00. Kejadian luar biasa malaria di Kabupaten Purbalingga, semula kasus import namun karena keberadaan vektor (daerah reseptif, sehingga terjadi penularan lokal. Analisis spasial kasus malaria di kedua desa mengelompok dan berdekatan dengan habitat perkembangbiakan An. maculatus yaitu ditepi aliran sungai. Mencermati vektor yang berperan di daerah KLB adalah An. maculatus dengan aktivitas sore sampai malam hari, maka perlu diinformasikan kepada masyarakat agar menjaga tidak kontak dengan nyamuk dan melindungi masyarakat dengan kelambu berinsektisida yang mempunyai daya lindung lama (LLIN sehingga dapat mengurangi terjadinya penularan.Kata Kunci : analisis spasial, KLB, Anopheles maculatus dan malariaAbstractMalaria outbreak or increase cases has came up very often inside or outside of Java Island. The increase malaria cases from Purbalingga Regency is reported

  16. STRATEGI PEMBELAJARAN PELATIHAN MENJAHIT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB DHARMA ANAK BANGSA KLATEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septiyana Dwi Hastuti

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan strategi pembelajaran serta kendala pelatihan menjahit pada anak tunagrahita di SLB Dharma Anak Bangsa Klaten. Pendekatan penelitian adalah kualitatif. Subyek penelitian 6 orang terdiri dari Kepala Sekolah, 1 Tutor, 2 Tutor pendamping dan 2 peserta didik. Serta 2 informan yaitu orang tua peserta didik. Pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode, sumber dan teori. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu pembelajaran pelatihan menjahit diawalai dengan waktu pelatihan yang dilakukan pada hari rabu dan kamis dari jam 07.00 sampai dengan 12.50 kemudian pengkondisian peserta didik yang dikelompokkan menurut kemampuan peserta didik dengan materi yang disampaikan adalah materi level 1(satu dan materi level 2 (dua menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Strategi pembelajaran yang digunakan berorientasi pada individu. Kendala antara lain faktor internal meliputi faktor psikologi antara lain: kurang minat, pemahaman yang sulit, moody, cepat lelah, kejemuan. Faktor jasmani antara lain: kesehatan, cacat tubuh. Faktor eksternal meliputi faktor sekolah yaitu alat pelajaran, waktu pembelajaran. Faktor masyarakat teman sebaya, media massa.The study aims to describe the process of learning and learning strategies as well as constraints on the sewing training retarded children in special schools Nations Children Dharma Klaten. Is a qualitative research approach. 6 study subjects comprised of the Principal, 1 Tutor, Tutor companion 2 and 2 learners. As well as two informants are parents of learners. Data collecting interviews, observation and documentation. Validity of the data using triangulation methods, sources and theory. Data analysis techniques with data collection, data reduction, data presentation and conclusion. Results of the study

  17. Penyajian Data Komoditi Batik Kabupaten Sukoharjo Dengan Google Earth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ukhti Ikhsani Larasati

    2016-11-01

    Full Text Available Kabupaten Sukoharjo memiliki banyak potensi daerah yang merupakan komoditi unggulan kabupaten yaitu komoditi mebel kayu, mebel rotan, batik, tekstil dan produk tekstil, kaca grafir, kerajinan kulit/tatah sungging (wayang, kerajinan gitar, kerajinan gamelan, shuttlecock, jamu tradisional, emping mlinjo, sarung goyor, beras, dan alkohol. Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo adalah salah satu pelaksana urusan Pemerintah Daerah kabupaten Sukoharjo di bidang perindustrian dan perdagangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan studi pustaka. Observasi dilakukan dengan mengamati langsung bagaimana data-data komoditi unggulan kabupaten Sukoharjo disajikan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo. Setelah mengetahui sistem penyajian data yang diterapkan yaitu secara manual, kemudian muncul gagasan menggunakan aplikasi Google Earth yang digunakan untuk menyajikan data komoditi unggulan khususnya komoditi unggulan batik. Dengan adanya perubahan sistem penyajian data ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo lebih terbantu dalam menemukan lokasi-lokasi produksi batik di kabupaten Sukoharjo. Sehingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sukoharjo dapat dengan mudah dalam memantau perkembangan produsen komoditi unggulan. Ada sebanyak 36 data komoditi batik yang berhasil disajikan ke dalam Google Earth dari 36 data komoditi batik kabupaten Sukoharjo.   Kata kunci— GIS, Google Earth, Komoditi Batik

  18. PENGKONSTRUKSIAN SEKTOR GURU DARI GRIYA JAWA: TAFSIR ATAS KAWRUH KALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Josef Prijotomo

    2005-01-01

    Full Text Available Kawruh Kalang and Kawruh Griya are two Jawanese architectural texts being produced in the transitional period of the 19th to the 20th century. Following two of three steps of interpretation, as stated by Poespoprodjo, a study upon the guru-sector of Jawanese architecture is presented here. Among numerous findings of that study, one of them is the key position of the structural member named balandar-pangeret. This component not only direct and control the measurement of any Jawanese building, but also addressing the basic design chararacteristics of Jawa. It is then speculated that a Jawanese mode of design is embarked from the middle and then proceed downward to the earth and upward to reach the sky. Abstract in Bahasa Indonesia : Teks Kawruh Kalang dan Kawruh Griya adalah teks arsitektur Jawa yang diproduksi dalam masa peralihan abad 19-20. Pengkajian atas teks tersebut dalam bentuk penafsiran-meng-'kata'-kan, memperlihatkan adanya pemikiran dasar penghadiran arsitektur yang bertolak dari balandar-pangeret, yakni balok-balok struktural yang ditopang oleh sakaguru. Masih dalam dimensi penafsiran sebagai meng-kata-kan, naskah yang dikaji diyakini mengindikasikan pemikiran arsitektural Jawa yang karakteristik yakni berawal dari tengah terus ke bawah, ke bumi, dan ke atas, ke angkasa. Kata kunci: griya jawa, sektor guru, balandar-pangeret, guru-acuan, guru-patokan.

  19. Representasi Keluarga Jawa Dalam Film Jokowi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sapto Hudoyo

    2016-01-01

    Full Text Available Javanese family is smallest scope of Javanese society. Social conditions of thefamily can be represented in various ways through various media, such as through themedium of movie. Movie entitled Jokowi is a biopic film with Javanese background.The film tells the struggle of life in chronological order. The film depicts a life conditionsof character with the Javanese family, set in the period of 1960 through 2012. TheJavanese family concept from literature books that according with time frames or yearsof the story, is used as references for a family reading of social interaction that appearsfrom the primary data, they are pieces of movie scenes. This study aims to determinehow the Javanese family represented through the Jokowi film. The method used in thisresearch is descriptive qualitative method, with approach a representation theory ofStuart Hall as the reading method. Representation approach is used to posit the film asa medium that can construct the meaning through language (constructionist. So, it canappears 6 selected sequences, contains scenes which may represent a social life ofJavanese family inside the film. The results of this study showed a nearly balanced,which appears three equations, two shifts, and one difference. Equations that appearare: (1 social relations childhood in a family through the closeness between father andson was a toddler; (2 the status of teenage boys who attend school; and (3 a patternof domestic cooperation through the division of labor. Then, a shift that appears are: (1the social status of the family through a way of having a baby; (2 the role of parentsthrough of punishing the child after a fight. In addition, one significant difference thatappear is the closeness of father and son through the way of greeting each other. Keywords: family, Jawa, representation, and Jokowi

  20. Doa daLam Tradisi Islam Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Wahab Rosyidi

    2012-12-01

    Full Text Available Doa etymologically means request something to God in certain ways. while some ulama define doa is a self statement presence to Allah the Almighty about our weakness, shortages, inabilities, and disgraces, then we ask Allah the Almighty in order the weaknesses, shortages, inabilities, and humiliations are removed and replaced with the strengths, capabilities and a high degree both in human sight and in Allah sight. In the theory needs said, that basically human beings need to feel safe (safety need, and the safety need leads to the two forms, namely: safety needs of life and safety needs of the property. Safety needs emerged as the most important requirement if psychology needs have been fullfilled. this behavior as reflected in the lives of Javanese who always do doa  in the form of slametan ceremony. Slametan aims to achieve slamet (safety, namely a condition in which the events will move smoothly to follow a predetermined path and will not happen misfortunes to just anyone.   Doa Secara etimologi artinya memohon sesuatu kepada Allah SWT dengan cara- cara tertentu. Sedangkan beberapa ulama mendefinisikan doa berarti pernyataan diri ke hadirat Allah SWT tentang kelemahan, kekurangan, ketidakmampuan serta kehinaan kita, kemudian kita memohon sesuatu kepada Allah SWT agar kelemahan, kekurangan, ketidakmampuan serta kehinaan ini diangkat dan digantikan dengan kelebihan, kemampuan serta derajat yang tinggi baik di sisi manusia maupun di sisi-Nya. Dalam teori kebutuhan dikatakan; bahwa pada dasarnya manusia membutuhkan rasa aman (safety need, dan rasa aman itu mengarah pada dua bentuk yakni kebutuhan keamanan jiwa dan keamanan harta. Kebutuhan rasa aman muncul sebagai kebutuhan yang paling penting kalau kebutuhan psikologis telah terpenuhi. Hal tersebut sebagaimana tercermin dalam perilaku hidup orang Jawa yang selalu melakukan Doa dalam bentuk upacara slametan. Slametan bertujuan untuk mencapai keadaan slamet, yaitu suatu keadaan dimana peristiwa

  1. Optimalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD Guna Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM di Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ihsana Sabriani Borualogo

    2006-09-01

    Untuk itu, pemerintah daerah dapat menjalin kerjasama kemitraan dengan perguruan tinggi untuk dapat melakukan upaya optimalisasi PAUD guna meningkatkan IPM di Jawa Barat. Dengan kerjasama kemitraan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan indeks rata-rata lama sekolah dan indeks melek huruf, sehingga IPM di Jawa Barat akan meningkat.

  2. PENGARUH PROFESIONALISME DAN INDEPENDENSI AUDITOR INTERNAL TERHADAP KUALITAS AUDIT: STUDI PADA INSPEKTORAT PROPINSI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilawati Susilawati

    2015-08-01

    Tujuan Penelitian ini adalah: pertama, untuk mengetahui serta menganalisis pengaruh Profesionalisme dan Independensi Auditor Internal secara simultan terhadap kualitas audit pada Inspektorat Provinsi Jawa Barat. Kedua, untuk mengetahui serta menganalisis pengaruh Profesionalisme dan Independensi Auditor Internal secara parsial terhadap kualitas audit pada Inspektorat Provinsi Jawa Barat DOI: 10.15408/etk.v13i2.1886

  3. ANALISIS SEKTOR KEUANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL DI WILAYAH JAWA: PENDEKATAN MODEL LEVINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utami Baroroh

    2015-09-01

    Full Text Available The objectives of this study are to analyze the influence of financial development to economic regional growth on Jawa region, using panel of province-level data on Jawa region for the period 2005-2010. The analysis method that used on this paper is panel data regression. The empirical results shown that financial asset and financial credit had a positive influence to economic regional growth on Jawa region, meanwhile third party fund had negative influence to economic regional growth on Jawa region.  The other result shown that individual effect from fixed effect model showed that DKI Jakarta, Banten and East Jawa have potential as the centre of economic growthDOI: 10.15408/etk.v11i2.1892

  4. PENERAPAN METODE BELAJAR AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR ALAT UKUR SISWAKELAS X SMK MUHAMMADIYAH 3 KLATEN UTARA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mursyid Zuny Aziz

    2015-12-01

    Full Text Available This study aimed to describe (1 learning creativity of measurement tool subject among the tenth grade students of SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara in the academic year 2014/2015 and (2 learning achievement of measurement tool subject among the tenth grade students of SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara in the academic year 2014/2015. This study was an action research. Techniques collecting data used test and documentation. This study shows that (1 the implementation of group to group exchange could improve learning creativity. The learning creativity of cycle was 45.23, while the learning creativity in cycle II was 45.23. (2 the implementation of group to group exchange could improve learning achievement of measurement tool subject among the tenth grade students of SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara in the academic year 2014/2015. There was improvement of scores in cycle I and cycle II. The average score in cycle I was 58.85, cycle II was 75.14. It could be stated that the implementation of group to group exchange to improve learning creativity and lerning achievement of measurement tool subject among the tenth grade students of SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara in the academic year 2014/2015.

  5. ANALISIS PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN SOPPENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bakhrani Rauf

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan lingkungan permukiman di Kabupaten Soppeng pada aspek: (1 penyediaan dan penanganan lahan terbuka hijau (open space; (2 penyediaan dan penanganan drainase; (3  penanganan sampah; (4 penyediaan dan penanganan pembuangan veses (septic tank. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei.  Sampel wailayah penelitian ini adalah satu RW di ibu kota kabupaten dan satu RW di desa yang dipilih dengan metode purpossive sampling,  yaitu RW yang sudah maju di ibu kota kabupaten dan RW yang tertinggal di desa. Responden sebanyak 50 kepala keluarga yakni masing-masing 25 kepala keuarga di setiap RW, dipilih dengan  systematic random sampling.  Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melakukan observasi langsung dan dilengkapi dengan wawancara terhadap responden. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan permukiman di Kabupaten Soppeng pada aspek: (1 ketersediaan dan penanganan lahan terbuka hijau (open space ditemukan belum memadai; (2 ketersediaan drainase (air kotor dan air hujan ditemukan belum memadai; (3 Penanganan sampahbelum memadai; dan (4 penanganan veses dan penyediaan septic tankbelum memadai.

  6. Feminisme dalam Sastra Jawa Sebuah Gambaran Dinamika Sosial

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Widati

    2009-06-01

    Full Text Available Artikel ini bertujuan membahas feminisme dalam sastra Jawa, salah satu sastra etnis di Indonesia yang masih eksis sampai saat ini. Sebelum kemunculan pengarang perempuan, perempuan dalam sastra Jawa ditulis oleh pengarang laki-laki sehingga mereka dideskripsikan sebagai makhluk tak berdaya dan setia pada pria, bukan sebagai sosok atau figur yang kuat. Baru tahun 1917-an, dengan munculnya pengarang perempuan muda dari Yogya dan Surabaya, persepsi feminisme dalam sastra Jawa berubah. Dalam karya-karyanya, mereka mendemonstrasikan solidaritas terhadap perempuan yang menjadi korban ketidaksetaraan gender. Saat ini, sastra Jawa feminis ditulis baik oleh pengarang perempuan maupun laki-laki. Pengarang perempuan menyuguhkan sebuah konsep feminisme yang mengarah pada kesetaraan gender, sementara pengarang laki- laki berusaha untuk membela perempuan tertindas dengan cara laki-laki Abstract: This article is aimed to discuss feminism in Javanese literature, one of the ethnical literatures in Indonesia which still exist up till now. Prior to the emergence of female authors, women in the Javanese literature had been written by male authors so that they had been described as being submissive and loyal to men instead of an image or figure of strong ones. Not until 1917s, by the emergence of young female authors from Yogya and Surabaya, did the perception of feminism in Javanese literature change. In the works, they have demonstrated solidarity to women who became the victims of gender inequality. At the present time, feminist Javanese literatures are written by either female or male author. Female authors present a feminism concept which leads to gender equality, whereas male authors make an effort to defend oppressed women by manly methods. Keywords: feminist, Javanese literature, gender equality, female authors

  7. MANAJEMEN GIZI ATLET CABANG OLAHRAGA UNGGULAN DI KABUPATEN BULELENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Kadek Alit Arsani

    2014-05-01

    Full Text Available Pembinaan prestasi olahraga merupakan salah satu agenda tahunan yang menggunakan dana pemerintah cukup besar baik di tingkat nasional maupun di daerah. Salah satu aspek penting yang sering terlupakan dalam pembinaan atlet adalah faktor gizi atlet. Penelitian ini bertujuan untuk 1 mengetahui keberadaan cabang olahraga unggulan di Kabupaten Buleleng; 2 mengetahui manajemen gizi atlet cabang olahraga unggulan di Kabupaten Buleleng; 3 mengetahui kesesuaian manajemen gizi atlet cabang olahraga unggulan di Kabupaten Buleleng. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Interaktive model dari Miles. Hasil penelitian diperoleh bahwa 1 Cabang olahraga yang menjadi unggulan Kabupaten Buleleng adalah tenis lapangan, tenis meja, bulutangkis, atletik, kempo, dan cabang olahraga woodball; 2 Manajemen gizi atlet di Kabupaten Buleleng selama ini dilakukan oleh atlet sendiri dan orang tua atlet; 3 Kesesuaian manajemen gizi atlet di Kabupaten Buleleng tidak dilakukan perhitungan kebutuhan kalori terhadap atlet. Dapat disimpulkan bahwa pola asupan gizi sebagai salah satu prioritas dalam pembinaan atlet dalam pelaksanaannya belum sepenuhnya tertangani dengan baik dan manajemen gizi di Kabupaten Buleleng belum sesuai dengan perhitungan kebutuhan energi atlet bersangkutan. Dapat disarankan untuk meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Buleleng sebaiknya mengaplikasikan IPTEKS Keolahragaan dan menerapkan manajemen gizi atlet yang baik.

  8. PENINGKATAN KASUS MALARIA DI PULAU JAWA, KEPULAUAN SERIBU DAN LAMPUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harijani A. Marwoto

    2012-10-01

    Full Text Available Increasing of malaria cases in some places in Indonesia have been reported in the last 10 years. It has been noted by outbreak reports with some malaria-assumed fatal cases. Increasing of malaria cases occured especially in 1993 and increased tremendeously in 1997-1998. Malaria problem in Jawa-Bali mostly had been reported from Central Jawa. In general during the last 10 years, API of Central Jawa has increased sharply and from 1995- 1999 it reached up to > 16 times. Most of the case reports (65% came from Purworejo District. During the last 4 years (1998-2001,  malaria outbreaks in Java-Bali  have been reported 3 times from Central Java, and 1 time from Yogyakarta, East Java, West Jawa and Seribu Islands respectively. An outbreak has also been reported from Lampung in 1998. Malaria problem in Seribu Islands, one of the most interesting tourism areas in DKJ Jakarta, was turned up by case report from Kongsi Island in 1999 which has beenfastly spreading out. Up to August 2000 there were 28 fatal cases being reported. The malaria surveys in Pari Island in 2000 and 2001 showed the prevalence were as high as 42.56% and 31.oo%. The Health Services Office reported that malaria cases in Tangerang and North Jakarta where fisherman from Seribu Islands were frequently visited the areas, were highly increased in 2001-2002. Resurgence of malaria was also being reported from Lampung. This area which was so close to West Jawa has reported the prevalence of malaria as high as 44% in inland-Lampung area of Suka Maju and 60% in Legundi Island. Even the prevalence of P.malariae which has been mostly as low as ≤ 2%, reached 37%. Resurging factors for malaria were assumed varried from global/regional/local climate, alteration of environment  to economic  crisis that highly interfered the coverage and quality of malaria control.

  9. STUDI BIOEKOLOGI NYAMUK Anopheles sundaicus DI DESA SUKARESIK KECAMATAN SIDAMULIH KABUPATEN CIAMIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pandji Wibawa Dhewantara

    2013-05-01

    Full Text Available Abstract Sukaresik village Sidamulih Sub-District Ciamis remains as an area with high risk malaria in West Java. Studying vector bioecology on a region is important to support vector and disease control. A spot-survey study had been conducted during September-November 2011 in order to obtain vector bioecology information in Sukaresik village, Ciamis, i.e breeding sites distribution, vector density, and longevity of Anopheles sundaicus. Potential breeding sites were plotted and its environmental variables, i.e altitude, salinity, water temperature, pH, and water level were measured. Larval collected by dipper and adult mosquitos were captured using human-landing collection which consisted of 12-h (18:00-06:00 indoor and outdoor human-landing captures. Ovary dissection was assigned to female Anopheles sundaicus to measure its longevity. Man-Biting Rate and Man-Hour Density were calculated based on WHO formula. Result shows that there were six potential breeding sites consisted of unproductive fishpool and rice field on 34-46 m asl, salinity 0-0.1‰, water temperature 28-33°C, pH 7, and water level 50-200 cm. A total of 1,012 An. sundaicus were caught during the study. Man-biting rate of An. sundaicus was 1.98 per person per night and its man-hour density was 2.98 per person per hour. Peak landing time of An. sundaicus was between 00.00-04.00; parity rate of dissected 547 female An. sundaicus was 66%; daily survival rate was 0.871; and its longevity was up to 7 days. Keywords: bioecology, vector, malaria, An. sundaicus, Ciamis Abstrak Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Ciamis masih menjadi salah satu daerah dengan risiko malaria yang cukup tinggi di Jawa Barat. Sebagai bagian dari upaya pengendalian vektor dan  malaria, informasi bioekologi vektor malaria sangat penting untuk dipahami. Sebuah studi dengan desain spot survey telah dilakukan dilakukan di Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada bulan

  10. Concept and Planning of Site Preparation for Radioactive Waste Disposal in Jawa and Surrounding Area

    International Nuclear Information System (INIS)

    Heru Sriwahyuni; Sastrowardoyo, Pratomo B.; Teddy Sumantri; Dewi Susilowati; Hendra Adhi Pratama; Syarmufni, A.

    2008-01-01

    Concept and planning for radioactive waste disposal in Jawa and surrounding area have been done. These activities were part of the investigation for preparation of repository location in Jawa. In this report, the summary of previous sitting activities, the waste inventory in Radioactive Waste Technology Centre, and list of important factors for sitting on radioactive waste disposal location. Several potential areas such as Karawang, Subang, Majalengka, Rembang, Tuban, Madura will be the focus for next activities. The result will be part of activities report regarding the preparation of repository location in Jawa and surrounding area, that will be used as recommendation prior to radioactive waste management policy. (author)

  11. Perencanaan Anggaran Berbasis Kinerja di Kabupaten Pasuruan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anita Wahyu Wijayanti

    2013-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perencanaan anggaran berbasis kinerja di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun fokus penelitian dalam penelitian ini adalah proses penyusunan anggaran berbasis kinerja di Kabupaten Pasuruan tahun anggaran 2012. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi dokumentasi dan triangulasi. Data dalam penelitian ini dianlisis menggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif dari Miles dan Huberman. Adapun keabsahan data diperoleh melalui uji credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usulan program dan kegiatan melalui proses musrenbang berpotensi menciptakan rencana program dan kegiatan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Akan tetapi usulan program dan kegiatan pembangunan dari masyarakat tidak bisa terakomodir semuanya dikarenakan masyarakat kurang mendapatkan informasi program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah daerah tahun bersangkutan. Penyusunan anggaran berbasis kinerja di Kabupaten Pasuruan masih menunjukkan dua hal yaitu: (a kurangnya komitmen pemerintah daerah yang ditunjukkan dengan belum disusunnya ASB serta terlambatnya penyusunan Standar Satuan Harga, (b kurangnya pemahaman petugas perencana terhadap indikator kinerja yang ditunjukan dengan adanya perbedaan indikator outcome untuk kegiatan-kegiatan dalam satu program dan adanya perbedaan target kinerja sasaran renstra SKPD dengan RPJMD. Kata kunci: Anggaran Berbasis Kinerja, Musrenbang, Perencanaan

  12. ANALISIS HUBUNGAN STATUS OTONOMI PUSKESMAS DENGAN MOTIVASI KARYAWAN DI KABUPATEN SLEMAN, PASURUAN DAN KOTA BLITAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rukmini Rukmini

    2013-03-01

    employee, motivating potential score, autonomy status, public health center ABSTRAK Sejak diberlakukannya otonomi daerah tahun 2001, berbagai inovasi telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota, khususnya menyangkut pemberian decision space yang lebih luas kepada manajemen puskesmas dalam memenuhi tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan tingkatan otonomi pada puskesmas (decision space terhadap motivasi karyawan. Motivasi karyawan adalah terkait dengan konsep Motivating Potential Score, yang terdiri dari Skill Variety, Task Identity, Task Significance, Autonomy, dan Job Feedback. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan disain cross sectional, lokasi di Provinsi 0.1 Yogyakarta Kabupaten Sleman untuk Puskesmas Depok /I (tipe 150 dan Jawa Timur di Kabupaten Pasuruan yaitu Puskesmas Bangil (tipe swakelola dan Kota Blitar di Puskesmas Karangsari (tipe gratis pada bulan Mei-Desember 2009. Jumlah sampel karyawan puskesmas diambil secara proportional random to size di puskesmas yang diteliti. Analisis untuk menilai hubungan status otonomi puskesmas dengan motovasi karyawan, dilakukan uji ANOVA dan didukung dengan analisis data kualitatif dari hasil wawancara mendalam dengan kepala puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar motivasi karyawan puskesmas disetiap tipe status otonomi adalah kategori cukup, yaitu puskesmas 150 (62,5%, swakelola (72% dan gratis (75,7%, sedangkan hasil uji Anova menunjukkan bahwa F adalah 1,450 dan P value 0,240 (P> 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan motivasi karyawan di puskesmas, 150, swakelola dan gratis. Penelitian ini merekomendasikan kepala puskesmas harus mampu mendorong terbentuknya motivasi intrinsik yaitu menciptakan kepemimpinan (leadership yang memberi inspirarasi kepada karyawan dan lingkungan kerja yang mendukung, memberi kuasa pada karyawan dan menoeteqeslken pekerjaan yang berarti dan meningkatkan kompetensi

  13. SERVICE CONVENIENCE UPT RUMAH SAKIT MATA MASYARAKAT JAWA TIMUR

    OpenAIRE

    Apriyanti, Selly; Damayanti, Nyoman Anita

    2018-01-01

    Patient satisfaction is one of the most important thing for a hospital because  patient satisfaction is one of indicators which is assessed in hospital minimum service standards. One of the factors that can affect p atient satisfaction on a service is s ervice convenience, which means patient perception about time and effort related to purchase or use of services offered. The aim of this research was to analyze  service convenience of UPT RSMM Jawa Timur which consists of decision convenience...

  14. PERUBAHAN RUANG BERBASIS TRADISI RUMAH JAWA PANARAGAN DI DESA KAPONAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Nurmayanti

    2017-06-01

    Full Text Available Tatanan spasial (ruang memperlihatkan hubungan antara arsitektur dan budaya masyarakat setempat. Manusia sebagai makhluk yang berpikir dinamis, memiliki peran besar untuk merubah lingkungan fisik maupun kebudayaan. Tatanan ruang tradisional merupakan warisan leluhur yang harmonis, senantiasa mengalami perubahan untuk beradaptasi dengan modernitas budaya global. Penelitian ini bertujuan untuk (1 mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur ruang yang berubah dan (2 menjelaskan faktor-faktor sosial-budaya yang mempengaruhinya, pada objek rumah tinggal tradisional di wilayah kebudayaan Jawa Panaragan. Objek penelitian berupa rumah-rumah berlanggam arsitektur Jawa, yang telah berdiri sejak sebelum era kemerdekaan RI, terletak di wilayah tertua dari permukiman Desa Kaponan. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-rasionalistik dengan analisis deskriptif. Penggalian data melalui observasi langsung terhadap objek yang menjadi kasus penelitian dan wawancara silang dengan informan (narasumber dan keyperson terkait. Variabel penelitian meliputi organisasi, fungsi, hirarki, orientasi serta teritori ruang sebagai panduan untuk mengamati perubahan ruang dalam 2 (dua periode waktu. Objek/kasus penelitian dipilih secara sengaja berdasar kriteria meliputi rumah lurah, carik, pamong desa dan tokoh masyarakat yang menjabat pada masa lampau, dilengkapi dengan rumah petani serta buruh tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur spasial (ruang yang banyak berubah adalah organisasi dan teritori ruang sebagai konsekuensi dari penambahan jumlah, jenis dan fungsi ruang. Unsur spasial yang sedikit berubah adalah orientasi dan hirarki ruang karena kuatnya faktor kepercayaan leluhur. Faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan ruang terutama adalah struktur keluarga dan perubahan gaya hidup seiring meningkatnya pengetahuan dan pendidikan. Kata-kata kunci : perubahan ruang, rumah tradisional, Jawa Panaragan   THE TRADITION BASED ROOM CHANGES IN JAWA

  15. PENCEMARAN PESTISIDA PADA PERAIRAN PERIKANAN DI SUKABUMI- JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Taufik

    2011-12-01

    Full Text Available Penggunaan pestisida merupakan salah satu sumber pencemar yang potensial bagi sumberdaya dan lingkungan perairan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran pestisida pada lahan perikanan budidaya di Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian diawali dengan penentuan lokasi, dilanjutkan dengan pengambilan contoh (air, sedimen, biota air, preparasi, identifikasi, dan analisis data, serta pelaporan. Analisis contoh menggunakan alat Gas Chromatograph (GC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan perikanan air tawar di daerah Sukabumi terdapat residu pestisida dari golongan organoklorin, organofosfat, piretroid, dan karbamat dengan konsentrasi di bawah Batas Maksimal Residu (BMR. Jenis dan konsentrasi residu pestisida tersebut yang terbesar terdapat pada ikan, kemudian di dalam tanah dan yang terakhir adalah dalam air.

  16. PERMASALAHAN DAN POTENSI PESISIR DI KABUPATEN SAMPANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aries Dwi Siswanto

    2016-03-01

    Full Text Available SAMPANG’S COASTAL PROBLEMS AND POTENTIALS One area that has progressive economic value and environmental degradation possibility is a dynamic areas of coastal areas. These characteristics is interesting in the perspective of management and utilization of marine resources and fisheries. The rapid development of the Sampang regency required the government to focus and provide greater attention to minimize the ecological pressures that affect the carrying capacity of the environment, particularly in coastal areas. This study aims to gather information about the problem and the potential that exists in coastal areas of Sampang. Data taken by interviewing respondents lived in coastal communities during April 2015 and the results of the questionnaire were analyzed descriptively. The problems identified include land requirement, the overlapping use, the threat of pollution and environmental degradation, and zoning; whereas the potential that exists include salt, marine tourism, mariculture, and the development of industrial areas and ports. The potential problems identified in coastal areas and beaches in Sampang relatively identical to the Bangkalan. It needs a comprehensive solution to minimize the existing impact as well as efforts to optimize utilization to achieve integrated coastal zone management.Keywords: coastal, CZM, problem, potential, Sampang ABSTRAKSalah satu wilayah yang memiliki nilai ekonomi progresif sekaligus peluang degradasi lingkungan sehingga disebut daerah dinamis adalah wilayah pantai dan pesisir. Karakteristik ini menjadi sesuatu yang menarik dalam perspektif pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan. Pesatnya perkembangan tersebut menuntut pemerintah kabupaten Sampang untuk focus dan memberikan perhatian lebih besar sebagai upaya untuk meminimalkan tekanan ekologis yang berpengaruh terhadap daya dukung lingkungan, khususnya di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi

  17. FAKTOR RISIKO FILARIASIS DI KABUPATEN MUARO JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santoso Santoso

    2013-11-01

    Full Text Available Abstract Jambi Province is one of the endemic areas of filariasis. Chronic filariasis cases found in almost all the districts. The number of reported chronic filariasis cases in Jambi in 2011 as many as 343 cases. The cases spread over 9 of 11 districts. The chronic cases mostly were found in Muaro Jambi (149 cases which spread in almost all sub-districts, in 4 sub-districts in 7 public health center. Number of cases found in the Muaro Kumpeh public health center were 45 cases. Mass treatment had been implemented since 2003, but new cases still could be found. Base on the situation, the research was aimed to identify the risk factors for filariasis transmission. The study design was cross-sectional through interviews with 412 respondents including 128 cases and 248 healthly. The results shows that the determinant of the risk factors in the incidence of filariasis in Muaro Jambi Regency was water bodies around the house, the travel time to health facilities, mosquito bite prevention behaviors at home, length of stay, education level and gender. The probability of a person with all the risk factors of 95.9% for filariasis infection with OR 23.5 times. Keywords: filariasis, risk factors, Muaro Jambi. Abstrak  Submit : 03-04-2013  Review : 02-05-2013 Review : 10-05-2013 revisi : 22–05-2013Provinsi Jambi merupakan salah satu wilayah endemis filariasis. Hampir seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi terdapat kasus kronis filariasis. Jumlah kasus kronis filariasis yang dilaporkan di Provinsi Jambi sampai dengan tahun 2011 sebanyak 343 kasus. Kasus tersebut tersebar di 9 dari Kabupaten/Kota . Jumlah kasus filariasis terbanyak di Kabupaten Muaro Jambi sebesar 149 kasus. Filariasis di Kabupaten Muaro Jambi menyebar hampir di seluruh kecamatan. Jumlah kasus terbanyak ditemukan di wilayah Puskesmas Muaro Kumpeh sebanyak 45 kasus. Kegiatan pengobatan massal telah dilakukan sejak tahun 2003, namun hingga saat ini masih ditemukan adanya kasus baru

  18. Penentuan Tipologi Pengembangan Industri Batik dalam Upaya Pengembangan Ekonomi Lokal di Kabupaten Pamekasan

    OpenAIRE

    Aluf, Wilda Al; Santoso, Eko Budi

    2015-01-01

    Abstrak—Industri batik merupakan potensi lokal Kabupaten Pamekasan yang dapat menjadi penggerak perekonomian untuk mengurangi kemiskinan di Kabupaten Pamekasan memiliki permasalahan pada aspek sistem produksi, infrastruktur dan kelembagaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tipologi industri batik di Kabupaten Pamekasan. Metode analisis yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan industri batik berda...

  19. KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SMP N 1 BANYUMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astiana Ajeng Rahadini

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk, nilai, dan fungsi kesantunan berbahasa Jawa dalam interaksi antara guru dan siswa ketika pembelajaran bahasa Jawa di SMP N 1 Banyumas serta implikasinya bagi pembelajaran. Jenis pendekatan yang digunakan, yaitu deskriptif. Metode pengumpula data yang digunakan, yaitu metode simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan: (1 bentuk kesantunan berbahasa Jawa direpresentasi-kan dalam modus deklaratif atau kalimat berita, modus interogatif atau kalimat pertanyaan, modus imperatif atau kalimat perintah yang merepresentasikan jenis tindak tutur representatif, direktif, ekspresif, dan komisif; (2 Nilai kesantunan berbahasa dilihat dari isi tuturan yang mematuhi prinsip kesantunan berbahasa Jawa dan penggunaan unggah-ungguh basa; (3 Fungsi kesantunan berbahasa meliputi fungsi kompetitif dan fungsi menyenangkan. (4 Implikasi hasil penelitian meliputi peng-gunaan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa Jawa untuk menyamankan interaksi pembelajaran, peningkatan nilai kesantunan tuturan dengan memperhatikan isi tuturan dan penggunaan unggah-ungguh basa yang benar, dan penggunaan fungsi kesantunan menyenangkan dan ungkapan penanda kesantunan untuk tindak tutur direktif dan ekspresif. Kata kunci: kesantunan berbahasa Jawa, interaksi pembelajaran

  20. Eupatorium capilifolium (Lam. Small ex Porter & Britton (Asteraceae: Eupatorieae, REKAMAN BARU UNTUK FLORA JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arifin Surya Dwipa Irsyam

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak Sebanyak 227 jenis tumbuhan Asteraceae terdapat di Pulau Jawa berdasarkan Flora of Java. Namun, suku Asteraceae di Pulau Jawa belum banyak ditinjau kembali sejak buku tersebut terbit 51 tahun yang lalu, sehingga memungkinkan adanya jenis-jenis tambahan yang belum terekam. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi adanya jenis tambahan yang terdapat di Pulau Jawa. Penelitian dilakukan menggunakan metode jelajah di Labuan (Banten, Bogor (Jawa Barat, Malang, dan Situbondo (Jawa Timur. Eupatorium capillifolium (Lam. Small ex Porter & Britton merupakan rekaman baru yang dapat melengkapi flora Jawa. Jenis tersebut dikelompokkan ke dalam puak Eupatorieae. Abstract There are 227 species of Asteraceae in Java Island recorded in the Flora of Java. However, only few review of this family for Java since Flora of Java has published 51 years ago. Some possibilities of unrecorded species may occur after this Flora of Java published. This research was conducted to provide information on additional species in Java Island. This research was carried out using exploration method in Labuan (Banten, Bogor (West Java, Malang and Situbondo (East Java. Eupatorium capillifolium (Lam. Small ex Porter & Britton is a new record for completing the flora of Java Island. This species belongs to Eupatorieae tribe.   

  1. Pengaruh Islam terhadap Perkembangan Budaya Jawa: tembang Macapat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asmaun Sahlan, Mulyono

    2012-12-01

    Full Text Available Islam came to Indonesia since the seventh century AD has a major influence on the transformation of the local culture. From cultures that were previously heavily influenced by Hinduism is primarily based on two major books from India, the Ramayana and the Mahabharata to the new culture that is influenced by Islamic values. One form of cultural transformation in the field of Javanese literature is the birth of the tembang macapat (song of macapat. Tembang macapat is a form of transformation from Javanese literature of the form kakawin literary dan kidung (ancient Javanese song became a form of Java new song (gending. During its development, macapat song contains a lot of Islamic values so utilized by teachers, preachers, religious scholars and Ulama’ to the means of education and transformation of Islamic values.   Islam datang ke Indonesia sejak abad ke tujuh Masehi memiliki pengaruh besar terhadap transformasi budaya setempat. Dari kebudayaan yang sebelumnya banyak dipengaruhi oleh agama Hindu terutama didasarkan pada dua karya besar dari India yaitu Ramayana dan Mahabharata menuju kepada kebudayaan baru yang dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam. Salah satu bentuk transformasi kebudayaan dalam  bidang sastra Jawa adalah lahirnya tembang macapat. Tembang macapat merupakan bentuk transformasi sastra Jawa dari bentuk kakawin dan kidung menjadi sastra puisi yang berupa lagu/gending. Dalam perkembangannya, tembang macapat banyak mengandung nilai-nilai Islam sehingga dimanfaatkan oleh para guru, mubaligh, kyai maupun ulama’ untuk sarana pendidikan dan dakwah nilai-nilai Islam.

  2. PERBEDAAN TINGKAT STRES LUTUNG JAWA (Trachypitecus auratus) PADA KANDANG PERAWATAN DAN KANDANG KARANTINA DI JAVAN LANGUR CENTER (JLC) DITINJAU DARI KADAR KORTISOL DAN RASIO NEUTROFIL PERLIMFOSIT (N/L)

    OpenAIRE

    Eko Dini Danafi; Djoko Winarso; Rahadi Swatomo; Ahmad Fauzi; Ida Masnur; Iwan Kurniawan; Nurina Titisari

    2017-01-01

    Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) adalah satwa endemik Jawa dan Bali. Populasi lutung Jawa semakin mengalami penurunan dan masuk kategori satwa yang dilindungi. Penurunan populasi lutung jawa dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang diperparah dengan tingginya tingkat stres pada satwa. Javan Langur Center yang berlokasi di Cangar, Batu merupakan salah satu tempat untuk merehabilitasi lutung Jawa sebelum dilepasliarkan ke alam. Javan Langur Center terdiri dari tiga kandang yaitu k...

  3. KEJAHATAN PORNOGRAFI Upaya Pencegahan dan Penanggulangannya di Kabupaten Ponorogo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Rumtianing Uswatul Hanifah

    2013-12-01

    Full Text Available Pemerintah telah mengeluarkan undang-undang No 44 Tahun 2008 tentang pornografi. Tujuan dari undang-undang tersebut salah satunya mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjungjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan. Dalam perkembangannya, materi pornografi mengalami pertumbuhan dan penyebaran yang pesat seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Peredaran dan penyebaran film porno kini semakin pesat karena ditopang dengan kecanggihan sarana informasi dan komunikasi salah satunya media internet yang bisa diakses oleh masyarakat pada setiap saat. Tulisan berikut akan mengkaji bagaimana upaya dan trategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam mencegah dan menanggulangi kejahatan pornografi di Kabupaten Ponorogo, apa hambatan dan bagaimana solusi dalam pencegahan serta penanggulangan kejahatan pornografi di Kabupaten Ponorogo serta bagaimana formulasi kebijakan untuk pencegahan dan penanggulangan kejahatan pornografi di Kabupaten Ponorogo. Kata kunci: Pornografi, Polres, KP3A

  4. Analisis dan Pemanfaatan Unsur Belerang dan Salinitas Lumpur Bledug Kuwu di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobongan, Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sepridawati Siregar

    2016-05-01

    Full Text Available This study was conducted to determine the levels of elemental sulfur and salinity of the mud Bledug Kuwu. The research area has a subsurface lithology bedding rock mud, sand stone and rocks submerged in saltwater, brackish water and sea water. Bledug Kuwu is a phenomenon of volcanic mud. Around Kuwu found several indications of an ancient sea that connect up to the east, that is to Cepu and westward to the region Boja and Cirebon. Judging from geological formations, estimated Kuwu to Cepu was once the sea. The ancient sea stretching from Bledug Kuwu region to the southwest that is to Sangiran and also to Boyolali. Bledug Kuwu mud has a high sulfur and salt contents, evidenced from the results of laboratory analysis where the average concentration of sulfur 62,883 x102 mg/Kg with UV-vis spectrophotometry method and the average of salinity 57,15 mg/L by the Conductometry method. From the analysis, Bledug Kuwu mud can be used for tourism and an additional income for the local community. the mud of Bledug kuwu has high content of sulfur can be used as a treatment especially for skin diseases and salinity can be used for making salt.

  5. PENERAPAN E-GOVERNMENT DALAM MENDORONG TERWUJUDNYA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN YANG BAIK (STUDI PENELITIAN KABUPATEN / KOTA DI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik Retno Herawati

    2016-02-01

    Full Text Available The implementation of e-government aims to establish a good relationship between the government and the society as well as businesses that take place in an efficient, effective and economical. In addition, the purpose of implementing e-government is to achieve a good governance (good governance. Good governance has several elements one of which is the effectiveness and efficiency. Departing from the above conditions, this study tried to describe the general adoption of e-Government Regency/City in Central Java. In detail, this study will discuss how the implementation of E Government Regency/City in Central Java and what the barriers to implementation of the E Government. Application of E Government by Regency City in Central Java, most of the entry on stage 2 (two, but there are some districts / municipalities that have entered at step 3 (three which apply online application for public services. For institutions, the need for clarity of authority and responsibility of all agencies in the government district / municipality. Some of Regency/City there that give's responsibility in the development of E Government Electronic Data Processing Section (PDE in the Regional Secretariat. However there are some Regency/city that provide responsibility under the Department of Transportation, Communication and other Information. Another problem encountered is the lack of ability of the ranks of civil servants and others in the field of ICT for the conduct of government in the Regional (E-Government and lack of budget implementation of e-government.

  6. Strategi Pengembangan Wista Mangrove Di “Blok Bedul” Taman Nasional Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saifullah Saifullah

    2013-09-01

    Full Text Available Ekowisata dapat dilihat sebagai suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya. Oleh karena itu diperlukan penelitian tentang strategi pengembangan ekowisata kawasan mangrove untuk mendukung pelestarian lingkungan pesisir yang berkelanjutan. Hasil penelitian menujukan Potensi mangrove yang terdapat di kawasan ini 4 species dari 2 famili yaitu : Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba dan Cariop tagal, selain itu dari hasil studi literatur diketahui bahwa terdapat 24 species dari 12 famili di sepanjang kawasan segara anakan Taman Nasional Alas Purwo. Untuk inventarisasi satwa, dari hasil studi literatur dan pengamatan dilapang terdapat jenis burung air, burung darat, burung pemangsa, mamalia, reptile, pisces dan crustacea. Untuk potensi budaya terdapat upacara petik laut dan sumber air randu telu yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Dari hasil analisa kuisioner 47% dari jumlah pengunjung mengetahui tentang ekosistem mangrove. Dan 47% dari responden yang memahami tentang fungsi ekosistem mangrove. Dari pengenalan tentang ekowisata mempunyai nilai-nilai konservasi atau perlindungan, 85% responden memahami hal tersebut. Untuk pemberdayaan masyarakat, 67% memahami ekowisata harus disertai dengan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat. Dan 50% responden menyetujui bahwa ekowisata harus memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat. Dan untuk persepsi bahwa ekowisata harus dapat memberikan nilai pendidikan kepada pengunjung, 73% responden mengetahuinya. Dari hasil perhitungan menggunakan konsep surplus konsumen didapat total valuasi ekonomi kawasan ekowisata mangrove blok bedul adalah Rp. 88.606.183,00. Nilai ini untuk per 1000 orang dalam kunjungan pertahun. Arahan strategi kebijakan pengembangan antara lain: (a Kelembagaan pengelola ekowisata harus dapat meningkatkan pelayanannya, (b Pengembangan usaha berbasis ekowisata dengan melakukan kerjasama dibidang pemasaran dengan pengelola wisata lain. (c Pengembangan wisata mangrove dengan mencari potensi wisata lain, (d Dibuat perencanaan kerja lima tahun untuk pengembangan ekowisata berkelanjutan, (e Menggunakan penelitian yang ada untuk kajian sehingga memiliki potensi wisata lainnya. Kata Kunci: ekowisata, mangrove, valuasi skonomi (TEV, SWOT

  7. Hubungan Kondisi Geologi terhadap Alterasi Hidrotermal dan Mineralisasi pada Endapan Epitermal Daerah Bunikasih, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

    OpenAIRE

    Rahmawati, Saumi; Nugroho, Hadi; Widiarso, Dian Agus; Verdiansyah, Okky

    2013-01-01

    Hydrothermal alteration is a changed in the mineral composition of the rock as a result of interaction of hydrothermal fluids with the wall rock involving various geological environments like fault zones and volcanic eruptions zones. Hydrothermal alteration has a very close relationship with the mineralization. Mineralization is a process of inclusion of valuable rare minerals in rocks that form ore deposits. The purpose of this study is to determine the geological conditions of the mapping a...

  8. Hubungan Kondisi Geologi terhadap Alterasi dan Mineralisasi Endapan Epithermal Daerah Sualan, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat

    OpenAIRE

    Kumala Sari, Paramitha Eka

    2013-01-01

    In exploration process of epithermal deposit, it is important to understand alteration and mineralization. The presence of alteration and mineralization zones help development of ore mineral exploration. Hydrothermal alteration is change of the chemistry, physics, mineralogy and origin textures of rocks as it interacts with the hydrothermal fluid. Alteration and mineralization zones has characteristics and certain minerals in each area.The research purposes are to determine the geological ...

  9. Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat pada Daerah Rawan Longsor di Desa Kalitlaga Kecamatan Pagetan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah

    OpenAIRE

    Parlindungan R., Ranto; Fathani, Teuku Faisal; Karnawati, Dwikorita

    2008-01-01

    This research was carried out due to the occurrence of mass movement in Kalitlaga Village Pagentan Sub-District Banjarnegara District, which was one of most dangerous area to mass movement in Province Central Java. Such movement resulted in damaged houses and road. This research was conducted to recognize and identify the direction and type of mass movement, to identify the triggering parameters and the cause of mass movement in order to provide an appropriate disaster mitigation recommendati...

  10. Pengaruh Komposisi dan Seleksi Pakan terhadap Performans Rusa Jawa (Cervus timorensis di Stasiun Flora Fauna Bunder, Kabupaten Gunungkidul.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subeno (Subeno

    2012-06-01

    Full Text Available The objectives of this research are to determine food composition preferred feeds and performance of Java deer. Survey of research was conducted from August to September 2007. Data collected by selecting the group of java deer, then monitoring was done on the compositionof offered feed.

  11. Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Derajat Kaparahan Karies di Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal Propinsi Jawa Tengah Tahun 1998

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Febrina Setiawati

    2015-10-01

    Full Text Available Residence of Slawi Subdistrict, Tegal District Central Java Province have a frequent tea drinking habit with specific characters of high concentrate tea without sugar or a lot of sugar. It is acknowledged that fluor content in tea can prevent dental caries, while sugar, a sucrose type of carbohydrate in the tea is most cariogenic. The subject of the study, regarding the tea drinking habit, is to obtain information about factors correlated to severity of dental caries in residence of the Slawi Subdistrict, Tegal Distric, Central Java Province. The study type is cross sectional with a sample size of 140. The subjects of the study were residents of Slawi Subdistric with age ranging from 18 to 44 years. An interview was conducted to obtain information of tea drinking characteristics. Samples of tea, water and sugar from each subject examined in a laboratory to obtain the information about fluor and and sugar contents in tea. Saliva examination was also conducted to know its buffer capacity and flow rate. Intra oral clinical examination was conducted to obtain DMF-T and plaque scores. Statistical analysis was applied with multiple linear regression methods using SPSS 7.5 and Stata version 4. The result of the study show that caries prevalence of 76.92% in subjects with tea drinking habit without sugar. The subjects had a 2.85 DMF-T score. Meanwhile caries prevalence was 98.15% for subjects with tea drinking habit with sugar. The subjects had a 6.15 DMF-T score. The mean of fluor concentration in all subjects drinking water was 0.11 mg/l, and 5.26% for sugar content. 68.94% of DMF-T score variation concluded in the multiple linear regression model, is showed by the factors in the model.

  12. ASPEK PROSES DIAGENESIS TERHADAP SIFAT FISIK BATUPASIR FORMASI KEREK, DAERAH KALIPUTIH DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SINGOROJO, KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vanny Hertanto Vahyu

    2012-07-01

    Full Text Available The sedimentary rock is formed and associated with the diagenesis processes, as all the physical, chemical, andbiological changes in the characteristics of a sediment accumulation from the time the grains are deposited untilthey are metamorphosed. This process is profoundly influence the characteristic of sedimentary rock, including thetexture, internal structure, mineral composition, cementation type, and pore space. Hence, it is important to knowor learn the stage of sandstone diagenesis, especially in the Kerek Formation to mark the correlation betweendiagenesis and physical properties of sandstone.The purpose of this research is to identify the stage of diagenetic processes, diagenetic environment, the type ofcementation, and the relationship between diagenetic stage and physical properties of sandstone. The methods usedin this research are survey method and data analysis method. The survey method includes the making of crosssectionalmeasured stratigraphy and data analysis method includes petrographic and scanning electron microscopy(SEM.The sedimentary structures found in the carbonate sandstones are burrows, convolute ripple lamination, gradedbedding, parallel lamination, cross lamination, current ripple lamination; which are features of turbidity deposition(Bouma sequence. Based on the petrography analysis results for sample P 01 and P 02 showed compaction,cementation, dissolution, and bioturbation, with a porosity value of 1 %. Sample P 03 showed compaction,cementation, dissolution, and bioturbation, with a porosity value of 7 %. Sample P 04 showed compaction,cementation, and dissolution, with a porosity value of 1 %. Sample P 06 showed compaction, cementation,dissolution and replacement, with a porosity value of 5 %. Sample P 07 showed compaction, and cementation, witha porosity value of 30 %. The Lithology type in the research area was Calcarenite with dominant shell fragment,the lithology names are Packed biomicrite (Folks, 1959; in Nichols, 2009, and Packstone (Dunham, 1962; inNichols, 2009. Carbonate sandstones predominantly feldspar and quartz minerals and the lihtology names areCarbonate quartz wackes (Pettijhon, 1975; in Nichols, 2009, and Carbonate feldspathic arenite (Pettijhon, 1975;in Nichols, 2009. There are three minerals type of cement showed in carbonate sandstones which are calcite,chlorite and pyrite cements.The results of this research indicate that the diagenesis stages of carbonate sandstones showed cementation,dissolution, replacement, bioturbation, and compaction processes, and the more stages of diagenesis that occurs incarbonate sandstones will result in reduced porosity and progressively up at for formation stratigraphy excelsiorsediment rock assess its porosity is equal to 1%, 5%, 7% and 15% respectively. The type of cement minerals in thecarbonate sandstone influence porosity, especially in carbonate sandstone which there are chlorite cement that havesmall porosity value of 1%, 5% and 7%. The environment of diagenesis in carbonate sandstones that is phreatic andburial experienced of eogenesis process, mesogenesis process and telogenesis process.

  13. INOVASI IMPLEMENTASI PUSKESMAS PONED DALAM UPAYA AKSELERASI PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI DI 3 (TIGA KABUPATEN DI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tety Rachmawati

    2012-11-01

    Full Text Available Background: The complication of pregnancy and labor is not always predictable before it was happened, so pregnant woman must have access nearly Basic Emergency Obstetric Services. Puskesmas were hoped to give basic emergency services. Increased the pregnancy woman access to puskesmas will decrease Maternal Mortality Rate and Child Mortality Rate fast. The objective of the research asses the innovation of basic obstetric and neonatal emergency services (PO NED at the puskesmas and comprehensive obstetric and neonatal emergency services (PONEK at the hospital. The function of PONED puskesmas and PONEK hospital were influenced by human resource, facility, drugs. Methods: The Research methodology was Descriptive. Location of study was East Java Province (3 Districts were Ngawi, Jombang and Sampang, each district takes 2 puskemas PONED. Unit analytic of this research was puskesmas PONED. The data was analized descriptive. Results: The Result of research were the number of human resources (medical doctor, midwives and nurse and location at "the PONED puskesmas" not enough to compare to requirement. Utilization of "PONED Puskesmas'' and "PONEK hospital" were not optimize. District innovation on "PONED Puskesmas" implementation as Decre of regent for obstetrician where obstetrician location at District Health Office, section caesarian at "PONED puskesmas" for drawing near to access,midwife enableness on PONED team at the puskesmas. All this represent the energy up to increase the basic emergency services coverage. The Resistence of implementation especially at coordination and policy supporting implementation. Key words: Innovation- PONED Puskesmas- PONEK Hospital

  14. Aplikasi Npv At Risk dalam Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Jamur Tiram Putih di Kabupaten Bogor Jawa Barat

    OpenAIRE

    Sarianti, Tintin; Sasongko, Hendro; Ratnawati, Anny

    2008-01-01

    The purpose of this study where to analyze white oyster mushroom farming activity in Sub-Province of Bogor, to analyze financial feasibility of white oyster mushroom farming activity for high and low land in Sub-Province of Bogor by NPV at Risk Method and to analyze the switching value for the changes of cost and benefit in white oyster mushroom farming activity. The data were collected from 6 farmer living in high and low land in Sub-Province of Bogor. The NPV at risk model and switching ...

  15. APLIKASI NPV AT RISK DALAM ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH DI KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT

    OpenAIRE

    Tintin Sarianti; Hendro Sasongko; Anny Ratnawati

    2011-01-01

    The purpose of this study where to analyze white oyster mushroom farming activity in Sub-Province of Bogor, to analyze financial feasibility of  white oyster mushroom farming activity for high and low land in Sub-Province of Bogor by NPV at Risk Method and to analyze the switching value for the changes of cost and benefit in  white oyster mushroom farming activity.  The data were collected from 6 farmer living in high and low land in Sub-Province of Bogor. The NPV at risk model and switching ...

  16. Produksi Manggis pada Beberapa Kelompok Umur Tanaman dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Manggis di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utami Nuraniputri

    2017-03-01

    Full Text Available Mangosteen is one of the prospective horticultural commodities in Indonesia. Mangosteen has been set as national commodities in RUSNAS Buah  (Fruit of the National Strategic Research since 2000. Mangosteen production in Indonesia has increased rapidly. In 1997 the production of mangosteen in Indonesia amounted to 17 475 tonnes and increased to 114 755 tonnes in 2014. However, mangosteen production in Indonesia is not optimal, because the productivity  is still low. The average Indonesian mangosteen tree can produce 30-50 kg of fruit per tree, lower than in Malaysia, Thailand and India were able to reach the 200-300 kg of fruit per tree. Mangosteen production centers in Indonesia are in the province of West Java, with a contribution of 41% of the total production of mangosteen in Indonesia in 2012. In West Java , mangosteen production centers scattered in Five Districts, namely Tasikmalaya, Subang, Sukabumi, Bogor and Ciamis Districts. Therefore, the purpose of this study was to analyze the level of production and the factors that affect the production of mangosteen in Sukabumi. The results showed that the production of mangosteen in Sukabumi is still low and has not reached the production target set by Direktorat Tanaman Buah. Factors that influence the production of mangosteen in Sukabumi are the number and ages of productive plants owned by farmers.

  17. Studi Pendahuluan Perubahan Garis Pantai Selama Zaman Kuarter di Daerah Kroya sampai Binangun Kabupaten Cilacap-Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asmoro Widagdo

    2013-06-01

    Full Text Available Cilacap coast line is a part of southern coast of Java at Cilacap Regency, Central Java. Topographic and satellite image observation shown some ancient coast lines behind the modern coast lines. How many of the coast lines which have formed before the modern coast lines is the question to be answered. This research is the preliminary effort to determine the direction of coast line development and the amount of coast lines which have formed before the modern ones. This preliminary research of the ancient coast lines is done by two stages of work that are studio and field work. Studio work was done by observation and interpretation of topographic map, land use map, Google Earth image and SRTM image. At this stage of work was made an ancient coast lineaments map and geomorphic profiles of the research area. To the results of the interpretation which have been done then taken a field work verification by ground check. Interpretation to the coast lines of the research area has resulted 24 coast lines. Ancient coast lines lineament of the research area is in line with the modern ones which have east-west lineament and prograde from the north to southward.

  18. PENGARUH PERBEDAAN PENGELOLAAN AGROEKOSISTEM TANAMAN TERHADAP STRUKTUR KOMUNITAS SERANGGA PADA PERTANAMAN KEDELAI DI NGALE, KABUPATEN NGAWI, JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lutfi Afifah

    2015-03-01

    Full Text Available Effect of different agroecosystem management on community structure of insects in soybean crop in Ngale, Ngawi District, East Java. Insect community structures in agroecosystem may always change. Agroecosystem management techniques affect insect community structure. The aim of this study was to determine the diversity and composition of insects on soybean plants under different pest management systems and varieties. The experiment design was split plot with varieties (Anjasmoro and Wilis as the main plots and pest management systems (Integrated Pest Management (IPM, Non-Chemical Management (P-NK, Chemical Management (P-K, and Control as the sub plots. There were ten insect sampling sessions for each plot. Samplings were done in June until September 2013 using pitfall traps, sticky traps, sweep net, and yellow pan traps. Statistically the results of experiment showed that varieties and pest management had no significant differences to the insects diversity. Herbivore and beneficial insect in soybean crop had differences composition between varieties Anjasmoro and Wilis. In both soybean Anjasmoro and Wilis varieties, herbivore populations tend to be higher in the control plots compared to the IPM plots. Abundance of decomposers, parasitoids, and predators tend to be higher in the control and P-NK plots which were without the use of synthetic insecticides compared to the IPM and P-K plots which were given the treatment of synthetic pesticides. This indicates that the use of pesticides causes decrease in the beneficial insect populations such as pollinator, parasitoids, and predators.

  19. BUDAYA KERJA EWUH PAKEWUH DI KALANGAN PEGAWAI NEGERI SIPIL ETNIK JAWA (STUDI PADA KABUPATEN PASAMAN BARAT, PROVINSI SUMATERA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldri Frinaldi

    2014-06-01

    Full Text Available This research aims to analyze the influence of ethnic work culture ‘ewuh pakewuh’ of civil servant working in the West Pasaman regency. Ethnic work culture ‘ewuh pakewuh’ is someone’s behavior of worrying his/her attitude or remark wiil offend other people. This research used qualitative approach. Informants are selected using purposive sampling of civil servants from Javanese ethnic group who work in West Pasaman administration. The sample are also selected using snowball and convenience/accidental method. The research is conducted in local inspectorate, plantation agency, civil servant agencies, education and training agency, and local secretariat. Informants consist of 2 echelon III officials, 2 echelon IV and 8 staff. Data is interpreted using thick description method; so that the cultural significance of this work ethic can be explored more intensely in order to elaborate deeply the ewuh pakewuh work culture beyond what is visible. The results obtained indicate that the ethnic work culture ewuh pakewuh have positive and negative sides. The positive side shows high appreciation for higher authority, and an effort to respect and implement sincerely the policies made by the authority. However the ewuh pakewuh ethnic work culture discourages the staff to give suggestions and opinions, causing uncritical (nrimo work culture. A change is needed to encourage them implement less the ewuh pakewuh that leads to ethnic work culture in order to create creative and innovative work culture. This change has to be started by the leaders and staff to establish an egalitarian culture in the working environment of the local goverment agencies. Key words: Ethnic Work Culture, Ewuh Pakewuh, Civil Servants

  20. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN MASYARAKAT PESISIR (Studi Kasus pada Masyarakat Pesisir di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arta Kusumaningrum

    2013-11-01

    Full Text Available Community development is a strategy to improve potencies of community and to be empowered. Poverty reduction should be done through community development program. Practices of community development is not only involve government, and pertinent institution as subject in poverty reduction but also involving society. Study case on coastal community in Purworejo Regency, with regard to community development policy has been directed to solve poverty in coastal community by analysing the cause of poverty, identify problem, and problem solving. Policy that can be taken is the idea to direct in creating program so that will be effective in poverty reduction for coastal community in Purworejo Regency. By involvement of many parties such as government, pertinent institutions, and society, the sustainability of poverty reduction program with community development as basic strategy can be sustain.

  1. PENGEMBANGAN MODEL KEMITRAAN DAN PEMASARAN TERPADU BIOFARMAKA DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN DI KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leti Sundawati

    2012-12-01

    Full Text Available Most of the community surrounding forest areas in Sukabumi District are poor farmers. They traditionally cultivate medicinal plants. However, quality of the products is not standardized, and hence, low price. Therefore, it is needed to strengthen and empower the farmer capacity, by developing an integrated marketing model for medicinal plants and by enhancing the competitiveness of the farmer group institution so that they can build a partnership with industry. This activity involved farmers at Mekarjaya Village, Ciemas Subdistrict who are member of Srijaya Farmer Groups Association. Survey, in-depth interview, and focus group discussion were conducted to get data on the existing condition. Farmer institution strengthening was conducted through trainings for farmers on entrepreneurship, medicinal plant cultivation and processing, facilitation of farmer group institution, and establishment of demonstration plots of medicinal plant cultivation. Agribusiness networking and partnership was built through the memorandum of understanding on marketing between Sri Jaya with two biopharmaca companies.

  2. EVALUASI PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA MELALUI KINERJA KEUANGAN YANG BERBASIS VALUE FOR MONEY DI KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufik Kurrohman

    2013-05-01

    Full Text Available Dalam organisasi sector public termasuk pemerintahan, anggaran merupakan salah satu isu yang sangat penting untuk dikaji. Sejak diterapkannya penganggaran berbasis kinerja, semua pemerintah daerah dituntut untuk mampu menghasilkan kinerja keuangan pemerintah daerahnya secara baik. Dalam penelitian ini penulis ingin menguji kinerja keuangan pemerintah daerah setelah menggunakan anggaran berbasis kinerja dengan pendekatan value for money. Dengan melakukan uji beda sebelum menggunakan anggaran berbasis kinerja dengan sesudah menggunakan anggaran berbasis kinerja. Hasil dari penelitian ini adalah pemerintah daerah lebih ekonomis dan efisien dalam pengelolaan keuangannya setelah menggunakan anggaran berbasis kinerja In public sector organizations which include the government, a budget is one of the very important issues to be studied. Since the performance-based budgeting has been implemented, every local government is required to produce its financial performance. This study has an objective that is to test the performance of local government finance after implementing the performance-based budgeting which uses the approach of value for money. By conducting a prior T- test before and after implementing the performance-based budgeting, this study finds that the local governments are more economical and efficient in managing their finances after having the performance-based budgeting.

  3. Strategi Pengembangan Komoditas Pangan Unggulan dalam Menunjang Ketahanan Pangan Wilayah (Studi Kasus di Kabupaten Batang, Propinsi Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oki Wijaya

    2017-07-01

    Full Text Available Food is considered as one strategic issues in Indonesia in the reason that food expenditure reached 58.81 percent of total household expenditure in 2014. Therefore, increasing food security and agribusiness development should be main program in agricultural and region development. One thing that can be done to improve food security and agribusiness development area is the development of comparative advantage of regional food commodities. This study aims to (i identify the comparative advantage of food commodities; and (ii develop alternative strategy in the development of comparative advantage of food commodities. The study was conducted in Batang Regency, Central Java Province. The method used in this study was Location Quotient (LQ, External Factor Evaluation Matrix (EFE, Internal Factor Evaluation (IFE, Matrix Strength Weaknesses Opportunities Threats (SWOT and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM. The results showed that food commodities which are has comparative advantage in Batang Regency are rice, corn, and cassava. Strategic priority for the development of comparative advantage of food commodities is the utilization of Appropriate Technology Service Post (POSYANTEK, for the settlement of food commodities problems. The strategy is expected to increase productivity of food crops and support food security, especially on the availability of food.

  4. IMPLEMENTASI PROGRAM GERDU TASKIN TERHADAP PEMBERDAYAAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRODI JAWA TIMUR (Studi Kasus Kabupaten Bojonegoro dan Tuban

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herry Yulistiyono

    2015-10-01

    Full Text Available Gerdu-Taskin program in East Java is more geared to the pattern of development and program management more integrated and sustainable. The government's efforts through the Dinas Koperasi dan UMKM in East Java province in the empowerment of the poor began in 2002 until 2009.. In 2010 and 2011 the program continued with the name Movement Welfare Society Program (Gema Sejahtera. The activities carried out by providing funds for lending and borrowing taskin group incorporated in microfinance institutions (MFIs. Role of Microfinance Institutions (MFIs in supporting SME activities interesting to study because the development of MFIs turned out in line with the development of SMEs.The purpose of this study is the evaluation of the performance of the Empowerment Program Gerdu Taskin is intended MFI to obtain information on the results of the impact of the poverty reduction program through the development of enterprises with the capital loan. Grants received by MFIs in Tuban has been used by the Micro, Small and guided them, in which 40% said their business progress after receiving funds Gerdu taskin of East Java province, while in Bojonegoro only 31.67% said no progress. This is quite reasonable given the characteristics and socio-economic circumstances in each different region. The main obstacle in the development aid Gerdu Taskin / Gema Sejahtera is a matter of human resources, venture capital is given, and the public perception of the program funding Gerdu Taskin / Gema Sejahtera.To develop MFIs in supporting the SME target is to improve the effectiveness of aid delivery program Gerdu Taskin/ Gema Sejahtera and prevent congestion at the level of beneficiaries of the revolving fund of funds. Another thing that must continue to be encouraged that increase the independence of the MFI beneficiaries through guidance and counseling as well as the development and enhancement of partnerships in business activities MFI beneficiaries in an effort to add value-added production.

  5. Faktor Risiko Lingkungan Kejadian Leptospirosis di Jawa Tengah (Studi Kasus di Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Pati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riyaningsih Riyaningsih

    2012-11-01

    Full Text Available Background : Leptospirosis is zoonotic disease caused by Leptospira bacteria and transmitted to human through contact with animal urine and contaminated environment.The number of cases increased since 2005, particulary Semarang, Demak, and Pati regency. The purpose of this study is to analyze environmental risk factors related to leptospirosis incidence in Central Java. Method : This research was an explanatory research with  observational method using  case control design. The subjects were 60 cases and 60 controls recruted with  inclusion criteria. Diagnosis  of control was based on  clinical diagnosis and examination of blood sample with  Leptotek Lateral Flow. The data was analyzed in univariate, bivariate and multivariate tests using logistic regression. Result : The results of this research found that  physical environmental factors that influenced the incidence of leptospirosis were stagnant water of the ditch (OR = 3.5; 95% CI: 1,282-9,301; p = 0.014 and habit of taking bath  or washing in the river (OR = 7.5; 95% CI: 1.534- 36.185; p = 0.014. Recomendation: It was sugested for Health Departement to control the risk factors of physical environment by cooperating with relevant agencies, especially PROKASIH (Clean River Program. People need to keep cleaning the house and the neighborhood, especially the existence of  pools of water around the house and do not get a shower and take out the trash / dead mouse in a river. Keywords : Leptospirosis, Environment, Risk Factors

  6. APLIKASI NPV AT RISK DALAM ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH DI KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tintin Sarianti

    2011-08-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} The purpose of this study where to analyze white oyster mushroom farming activity in Sub-Province of Bogor, to analyze financial feasibility of  white oyster mushroom farming activity for high and low land in Sub-Province of Bogor by NPV at Risk Method and to analyze the switching value for the changes of cost and benefit in  white oyster mushroom farming activity.  The data were collected from 6 farmer living in high and low land in Sub-Province of Bogor. The NPV at risk model and switching value analysis were used to analyze tha data.  The result of the study showed that white oyster mushroom farming activity for high and low land in Sub-Province of Bogor were feasible by financial that considered by investors in selecting the location to act the white oyster mushroom farming.  The risks like price risk, production risk in that activity have accomodated in to cash flow.  Accomodation for price risk was used the inflation rate and for production risk was used estimation for failure of crop in white oyster mushroom farming activity according the farmers in location.  Switching value was used for to analyze maximum changes in cost and benefit which were developing the cash flow.  The maximum changes describes that the changes admit of tolerated.  The result for switching value analysis showed that the decreasing of production of white oyster mushroom (fresh and baglog more sensitive than the others (decreasing of fresh white oyster mushroom price and increasing of varible input cost.  This matter showed that production risk having an effect on white oyster mushroom farming activity than price risk.  According that situation, the farmer must be repaire the technology of  white oyster mushroom farming activity. The application of this model gives many outputs (NPV and risks variabilities so that it can give  a much more attractive and variying recommendation especially for the investors to do the investment decision especiaaly for white oyster mushroom farming activity

  7. Kajian Dampak Perubahan Garis Pantai Terhadap Penggunaan Lahan Berdasarkan Analisa Penginderaan Jauh Satelit Di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur

    OpenAIRE

    Prameswari, Siti Rahmi; D. S, Agus Anugroho; Rifai, Azis

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Perubahan garis pantai terhadap Perubahan lahan pesisir di Kecamatan Paiton dalam jangka waktu 16 tahun dengan menggunakan analisa penginderaan jauh satelit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yakni metode penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya yang berkaitan dengan fenomena alam sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling Method yaitu ...

  8. PERANCANGAN STRATEGI PENGUATAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN STUDI KASUS DI DESA BANGUNJAYA, KECAMATAN CIGUDEG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raditya Machdi Rachman

    2016-05-01

    Full Text Available This study was conducted to measure the implementation gap of forest and land rehabilitation (RHL policy against its objectives, namely maintaining life support systems, and designing strategies to strengthen its subsequent implementation. This study took a case study on the implementation of RHL at Bangunjaya Village, Cigudeg District of Bogor. The assessment used three parameters based on Permenhut No P.39/Menhu-II/2010 including regional, institutional, and technological parameters as well as community participation. Each parameter was weighed by the ranking method based on interviews with the experts. The strategy design was conducted using the Analytic Network Process (ANP. The research results showed that the level of successful implementation in Bangunjaya RHL is 66.3%, categorized as "medium level". The lowest result is in the technological conformity parameter i.e. 11.57%. The design strategy is focused on increasing the success of the conformity of the technology and increase of community participation. The results of the weighting using ANP strategic priority, the priority strategy for the following RHL policy implementation to reach its target is the strengthening of the capacity in conducting activities and involving the community with a weight of 34.8%. The strengthening of the capacity includes streamlining the RHL paradigm RHL by not only growing but also enriching knowledge of overall forest utilization and technical optimization of land use.Keywords: strategic planning, policy implementation, forest and rehabilitation, Analytic Network Process (ANP

  9. HUBUNGAN ANTARA KEPADATAN VEKTOR An. aconitus DAN INSIDENSI MALARIA DI DAERAH ENDEMIK DI KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardiana Mardiana

    2012-11-01

    Full Text Available One of the important factors in malaria transmission is population density of vector. The intensity of transmission is also influenced by the occurrence of contact between vector and human beings. The study aims to determine the correlation between malaria incidence of An. aconitus and rainfall in Lengkong sub-district, Sukabumi. The highest SPR was 25% in June. The highest indoor bite to human occurred in October with the average of 0.35 and the lowest indoor bite was only 0.11 per hour in January. The highest outdoor bite of An. aconitus occurred in October of about 0.58 per hour and the lowest one was only 0.03 in January. An. aconitus was found to bite goats instead of human of about 65.7%. The study revealed that there was a positive correlation between the bites of An. aconilus with the incidence of malaria (p<0.05. Similarly, rainfall also indirectly influenced the incidence of malaria since the rainfall influence the development of mosquitoes. There were no differences between indoor and outdoor bites in influencing malaria incidence in the area of study. Keywords: An. aconitus, malaria, rainfall, Sukabumi

  10. ANALISIS POLA KONVERSI LAHAN SAWAH DAN STRUKTUR HUBUNGAN PENYEBAB DAN PENCEGAHANNYA (STUDI KASUS KABUPATEN SUBANG, PROVINSI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paulus Basuki Kuwat Santoso

    2017-08-01

    Full Text Available The extent of land use and land cover (LULC of paddy field in Subang Regency has decreased because of the conversion into non-paddy field. The objectives of this research were to review the spatial pattern of LULC change, to analyze the cause and to identify the anticipation strategy of paddy field conversion. The analysis used the Landsat data of 1999, 2004, 2009, and 2014 which were interpreted by supervise technique. The interpretation result was compared with the existing LULC and was examined by Kappa methode. This research focuses on the spatial pattern of LULC change, integrated with the Interpretative Structural Modeling (ISM to review the cause and the anticipation strategy of the conversion. The results revealed that the paddy field was converted into plantation, built-up area, and dryland agriculture. The ISM result revealed that the conversion causes were: (1 increasing the farmer economic needs, (2 increasing the built-up area, (3 increasing the selling price of land and (4 decreasing the farming motivation. To anticipate the conversion, several priorities are needed, namely (1 rehabilitation of the irrigation infrastructures and regulation of the spatial planning, (2 tighten the conversion permit and maximization of the abandoned land, and (3 giving the incentive and disincentive for the farmers, land consolidation, and establishment of corporate farming.

  11. Hubungan Faktor Penggerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue Dengan Angka Bebas Jentik Di Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abd. Rachman Rosidi

    2009-06-01

    Full Text Available Dengue hemorraghic fever has created quite a problem since 1968 in Indonesia. This disease is also vulnerable for community residing in Subdistrict Sumberjaya, Majalengka District, West Java. In the last five years there were 68 cases with 6 fatal cases. This cross sectional research in Sumberjaya aimed at exploring factors of community participation in vector control associated with larval index. The samples of larval index examination were selected from household neighborhoods (RT in 8 villages conducted vector control in Sumberjaya. Respondents of vector control activities study were 48 head of RTs. The data were collected through interviews using a questionnaire. Observation was conducted to examine larval index of water containers in the household neighborhood. Univariate and bivariate analyses were conducted to data collected. The study showed factors associated with larval index, i.e. community dengue education, community action in vector control, facility to support vector control, and continously larval monitoring. Factors not associated with larval index were village community consensus, cadre for larval monitoring, availability of funds, provision of guidance from the health authority, and home visit. Conclusions: for control the larval index, i.e. develop the community dengue education, force the community action in vector control, develop the accesibility of vector control supporting facility , and make a good system to assure larval monitoring working continously.

  12. Analisa Ketelitian Geometrik Citra Pleiades Sebagai Penunjang Peta Dasar RDTR (Studi Kasus: Wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Teo Parmadi

    2017-01-01

    Full Text Available Sebagai upaya perencanaan pembangunan permukiman digunakan bantuan citra satelit resolusi tinggi seperti citra satelit Pleiades. Untuk dapat dimanfaatkan secara optimal, citra satelit harus sudah terbebas dari kesalahan atau distorsi yang terjadi selama proses perekaman data dengan melakukan koreksi. Koreksi citra bertujuan memperbaiki citra agar sesuai mendekati dengan kondisi objek dipermukaan bumi. Koreksi citra meliputi koreksi radiometrik dan geometrik. Untuk mendapatkan posisi geografi yang akurat  dilakukan proses koreksi geometrik. Dalam penelitian ini koreksi geometrik menggunakan metode koreksi non sistematik dimana setiap piksel pada citra diposisikan sesuai koordinat sebenarnya dengan acuan Ground Control Point (GCP sedangkan untuk koreksi topografi dan distorsi perekaman digunakan data Digital Elevation Model (DEM. Data yang digunakan  yaitu data citra satelit Pleiades dan DEM ALOS-PALSAR tahun 2015. Untuk mengetahui ketelitian dari koreksi geometrik dari citra tersebut berdasarkan pada nilai (Root Mean Square Error RMSe yang didapatkan dari perhitungan matematis koreksi geometrik metode Affine dan metode Rigorous Toutin.Hasil dari penelitian ini menunjukkan ketelitian citra terkoreksi geometrik berdasarkan nilai RMSE menggunakan metode Rigorous Toutin lebih baik yaitu sebesar 1,157 m sedangkan menggunakan metode Affine didapatkan nilai ketelitian sebesar 1,749 m. Dari nilai ketelitian ini dapat disimpulkan bahwa Citra Pleiades terkoreksi dapat digunakan sebagai Peta Dasar RDTR skala 1:5000 kelas 3.

  13. KEBIJAKAN POLITIK DAN EKONOMI PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA YANG BERPENGARUH PADA MORPOLOGI BENTUK DAN STRUKTUR BEBERAPA KOTA DI JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handinoto Handinoto

    2004-01-01

    Full Text Available Political, economic and security situation after the end of War of Java (1825 - 1830 greatly influenced the morphology (shape and structure of towns in Java. The overruling power, which grew stronger and stronger on the remote towns after the war, had caused the colonial government to appoint Bandung with a garrison in Cimahi as the 'garrison town' for the hinterland of West Java, Magelang for Central Java, and Malang for East Java. Economically, the political decision to run 'Cultuurstelsel' (Enforced Cultivation, 1830 - 1870, and the published 'Law of Land Ownership' (1870 had caused the occurrence of 'central cities of production, distribution and trade' in several regions in Java. Besides this, the increase of prosperity level due to economic development especially at the beginning of the 20th century has created resort towns in the mountainous areas in West Java, Central Java and East Java. Traces of the formation process of these towns are still visible up to now. Abstract in Bahasa Indonesia : Situasi politik, ekonomi dan keamanan sesudah selesainya Perang Jawa (1825-1830 , berpengaruh sangat besar terhadap morpologi (bentuk dan struktur kota-kota di P. Jawa. Cengkeraman kekuasaan yang makin kuat terhadap kota-kota pedalaman sesudah Perang Jawa mengakibatkan pemerintah kolonial menentukan kota Bandung dengan garnizun di Cimahi sebagai 'kota garnizun' untuk pedalaman Jawa Barat, Magelang untuk pedalaman Jawa Tengah dan Malang untuk pedalaman Jawa Timur. Sedangkan dalam bidang ekonomi keputusan politik untuk menjalankan sistim Tanam Paksa (Cultuurstelsel, th. 1830-1870, serta dikeluarkannya 'undang-undang agraria' (th.1870 mengakibatkan timbulnya 'kota sentra produksi, distribusi dan perdagangan' di berbagai tempat di Jawa. Sedangkan naiknya tingkat kemakmuran akibat kemajuan ekonomi terutama pada awal abad ke 20, mengakibatkan timbulnya 'kota peristirahatan' di daerah pegunungan di Jawa Barat, Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Jejak

  14. ANALISIS DAYA SAING EKSPOR SEKTOR UNGGULAN DI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwit Santi Wahyuningsih

    2017-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi industri unggulan yang ada di Jawa Tengah, dan kemudian industri unggulan tersebut diidentifikasi mana saja yang mempunyai daya saing ekspor. Penelitian ini menggunakan data PDRB Jawa Tengah dan PDB Tahun 2010-2015, Tabel Input Output Jawa Tengah Tahun 2013, serta data Ekspor-Impor Jawa Tengah Tahun 1997-2015. Data tersebut diperoleh dari data sekunder, yaitu dengan memanfaatkan data yang telah tersedia pada instansi terkait. Penelitian ini mengunakan alat analisis Indeks Daya Penyebaran (IDP, Indeks Derajat Kepekaan (IDK dan Revealed Comparative Advantage (RCA. Dari hasil IDP dan IDK terdapat 9 industri unggulan di Jawa Tengah yaitu industri pengolahan dan pengawetan ikan, industri minyak dan lemak, industri penggilingan padi, industri tepung terigu dan tepung lainnya, industri makanan ternak, industri pemintalan, industri tekstil, industri kayu dan bahan bangunan dari kayu, serta industri karet dan barang dari karet. Tetapi dari 9 industri unggulan tersebut yang memiliki daya saing ekspor tinggi hanya ada 3 industri yaitu industri dengan IDP>1, IDK>1 dan RCA>1 yang meliputi industri pemintalan, industri tekstil, dan industri kayu dan bahan bangunan dari kayu. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sektor industri yang dapat diandalkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui ekspor dan memiliki daya saing ekspor yang sangat bagus serta memilki harga jual tinggi yaitu hanya industri pemintalan, industri tekstil, dan industri kayu dan bahan bangunan dari kayu. Maka dari itu sebaiknya kebijakan pemerintah lebih ditekankan pada sektor hulu dan sektor hilir dari industri-industri tersebut. This research’s aim is to identify the leading manufactures in central Java then identify which of those industries have the export competitiveness. This study used data of Central Java’s Gross Domestic Regional Product (GDRP and Gross National Product (GNP on 2010-2015, Input Output Table on 2013, as

  15. PARAMETER POPULASI IKAN LOHAN (Cichlasoma trimaculatum, Günther 1867 DI WADUK SEMPOR, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dimas Angga Hedianto

    2016-03-01

    Full Text Available Waduk Sempor di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dengan luas 270 ha merupakan waduk serbaguna yang berfungsi untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA, pariwisata, irigasi dan perikanan. Aktivitas perikanan yang berkembang di waduk ini adalah perikanan tangkap meskipun saat ini mengalami penurunan sebagai akibat dari berkurangnya hasil tangkapan ikan ekonomis yang digantikan oleh jenis ikan asing invasif yang bernilai ekonomis rendah. Jenis ikan asing invasif yang mendominasi adalah ikan lohan (Cichlasoma trimaculatum, Günther, 1867. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji beberapa parameter populasi yakni hubungan panjang berat, parameter pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi ikan lohan di Waduk Sempor. Pengambilan sampel ikan lohan dilakukan menggunakan alat tangkap jaring insang berbagai ukuran mata jaring selama periode Maret sampai Desember 2012. Sebanyak 1.962 ekor sampel ikan lohan yang tertangkap dianalisis untuk menghitung parameter populasinya. Estimasi parameter pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi dihitung menggunakan paket program FiSAT II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan lohan bersifat isometrik dengan estimasi parameter pertumbuhan sebagai berikut: L∞ = 20,5 cmTL, K = 0,37 tahun-1, to = -0,4955 tahun dan tmax = 8,11 tahun. Laju mortalitas total (Z sebesar 1,29 tahun-1, mortalitas alami (M sebesar 1,05 tahun-1, mortalitas penangkapan (F sebesar 0,24 tahun-1 dengan laju eksploitasi (E sebesar 0,18 yang menunjukkan laju eksploitasi yang rendah. Sempor reservoir at Kebumen Regency, Central Java with a waters surface area of 270 ha is a multi-purpose reservoir for hydroelectric power generation, tourism, irrigation and fisheries. Currently, capture fisheries activity developed in the reservoir tend to decrease as a result of decreasing economical fish yield which was replaced by invasive alien species of low economic value. The dominant invasive alien species catches was three spot cichlid

  16. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI Studi Kasus di Kecamatan Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MAHANANTO - -

    2012-05-01

    was not optimum either so that its use needed to be increased.   Keywords: Rice production, production factor ABSTRAK Tujuan penelitian antara lain untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produksi padi sawah, dan menganalisis tingkat optimasi penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani padi sawah. Penelitian dilakukan terhadap 120 petani sampel di empat desa sampel di wilayah Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penarikan sampel dilakukan dalam dua tahap, yang pertama menentukan sampel desa yang dilakukan dengan metode stratified random sampling dan yang kedua menentukan petani sampel yang dilakukan dengan metode simpel random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan menggunakan instrumen kuesioner. Alat analisis yang digunakan adalah model Fungsi produksi Transendental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: model yang digunaka secara simultan faktor-faktor luas lahan garapan, jumlah tenaga kerja efektif, jumlah pupuk, jumlah pestisida, pengalaman petani dalam berusahatani, jarak rumah petani dengan lahan garapan, dan sistem irigasi berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan produksi padi sawah. Selain itu model yang digunakan menunjukkan bahwa: secara parsial luas lahan garapan, jumlah tenaga kerja efektif, jumlah pupuk, jumlah pestisida (obat-obatan, jarak lahan garapan dengan rumah petani, dan sistem irigasi berpengaruh terhadap peningkatan produksi padi sawah, sedangkan, pengalaman petani tidak berpengaruh (non significant terhadap peningkatan produksi padi sawah. Sedangkan hasil analisis optimasi (efisiensi ekonomis penggunaan faktor produksi menunjukkan bahwa: luas lahan garapan belum optimum (efisien sehingga penggunaannya perlu ditambah, jumlah tenaga kerja efektif tidak optimum sehingga penggunaannya perlu dikurangi terutama pada MT. I dan MT. II sedangkan pada MT. III sudah optimum (efisien, jumlah pupuk tidak optimum sehingga penggunaannya perlu dikurangi, jumlah pestisida (obat

  17. Kontribusi Restribusi Sektor Kehutanan terhadap Peningkatan PAD Kabupaten Luwu

    OpenAIRE

    Hamzari, .

    2008-01-01

    This research aims to see how big contribution rertibusi forestry towards region original income (PAD) at Kabupaten Luwu. This research is carried out April until June 2008 at area Kabupaten Luwu (Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan). Data that got to analyzed descriptively to detect how big tax contribution from forestry sector. Result that got to show that contribution retibusi from forestry sector as big as 1,50 flat percents - flat pertahun from regency region original revenue total luw...

  18. Tipologi Wajah Bangunan Rumah Kuno Di Desa Sempalwadak Kabupaten Malang

    OpenAIRE

    Sintiasari, Vivi; Antariksa, Antariksa; Suryasari, Noviani

    2016-01-01

    Rumah kuno di Desa Sempalwadak, Kabupaten Malang merupakan salah satu peninggalan arsitektur yang memiliki nilai sejarah dan budaya di wilayah Kota Malang. Wajah bangunan rumah kuno di Desa Sempalwadak memiliki karakteristik dan merupakan bagian penting bangunan karena dapat merepresentasikan citra bangunan, budaya pemilik rumah dan gaya bangunan pada masa tahun pembangunannya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis wajah bangunan rumah kuno di Desa Sempalwadak, Kabupaten...

  19. PEMANFAATAN LIMBAH IKAN SIDAT INDONESIA (Anguilla bicolor SEBAGAI TEPUNG PADA INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN DI PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RA Hangesti Emi Widyasari

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThis research aims to analyze the nutritive value of flour head, liver powder and bone meal as by product of Indonesian eel (Anguilla bicolor processing. Eel waste flour was made by using a thermal process in the drum dryer fish flouring mill PT. Carmelitha Lestari in Bogor, whereas proximate analysis for chemical tests were performed in the laboratory of Integrated Chemical Laboratory, IPB and direct observation was conducted in PT Jawa Suisan Indah, Palabuhanratu Sukabumi district in October 2012—April 2013. The nutritive value based on proximate analysis showed that head flour, liver flour, and bone flour contained protein 61.78%, 53.92%, and 41.01%; fat 15.55%, 27.28%, 13.07%; carbohydrate 11.48%; 14.96%, 8.13%; water 5.44%, 8.48%, 3.01%; ash 12.95%, 3.62%, 37.49%, and crude fiber 1.33%, 0.04%, 1.11%, respectively.Keywords: Anguilla bicolor, bone flour, head flour, liver flour, nutritive valueABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi tepung kepala, tepung tulang dan tepung hati ikan yang merupakan limbah pengolahan ikan sidat Indonesia (Anguilla bicolor. Tepung limbah ikan sidat dibuat berdasarkan proses termal menggunakan drum dryer di pabrik penepungan ikan PT. Carmelitha Lestari di Bogor dan analisis proksimat untuk uji kimiawi dilakukan di Laboratorium Kimia Terpadu, IPB serta observasi langsung di PT Jawa Suisan Indah, Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi pada bulan Oktober 2012—April 2013. Hasil analisis proksimat tepung kepala, tepung hati dan tepung tulang mengandung protein berturut-turut sebesar 61.78%, 53.92%, dan 41.01%; lemak sebesar 15.55%; 27.28%; 13.07%, karbohidrat sebesar 11.48%; 14.96%; 8.13%, kadar air sebesar 5.44%; 8.48%; 3.01%, kadar abu 12.95%; 3.62%; 37.49% dan serat kasar 1.33%; 0.04%; 1.11%.Kata kunci: Anguilla bicolor, nilai gizi, tepung hati, tepung kepala, tepung tulang

  20. STRATEGI PENGEMBANGAN PEGAWAI DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANTUL DAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SLEMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fifit Firmadani

    2016-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses need assessment dalam pengembangan pegawai dan strategi pengembangan pegawai yang dilakukan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Informan utama dalam penelitian ini adalah kepala dinas, kepala sub bagian kepegawaian, dan staf. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan analisis dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pegawai baik di Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul dan Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman tidak terlepas dari peran Badan Kepegawaian Daerah (BKD: (1 proses need assessment dilakukan secara top down dan bottom up, dengan menggunakan tiga analisis yaitu analisis organisasi, analisis tugas, dan analisis individu dan (2 strategi pengembangan pegawai yang dilakukan baik di Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul dan Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman meliputi pendidikan dan pelatihan yang dapat berupa bimbingan teknis, workshop, tugas belajar, dan izin belajar; promosi atau kenaikan pangkat; mutasi atau perpindahan jabatan; dan pembinaan. Kata kunci: need assessment, strategi pengembangan pegawai THE EMPLOYEE DEVELOPMENT STRATEGY OF EDUCATION DEPARTMENT OF BANTUL DISTRICT AND EDUCATION DEPARTMENT OF SLEMAN DISTRICT Abstract This study aims to know the process of need assessment in the employee development and the employee development strategy which was applied in Education Department of Bantul District and Education, Youth, and Sport Department of Sleman District. The study carried out through a qualitative phenomenological approach. The key informants of this study were the head of department, the head of the sub

  1. PENGARUH TIME LAG SML SEBAGAI PREDIKTOR DALAM MODEL SISTEM PREDIKSI ENSEMBLE PEMBOBOT PRAKIRAAN HUJAN BULANAN DI KABUPATEN INDRAMAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunus Subagyo Swarinoto

    2014-08-01

    Full Text Available Data Suhu Muka Laut (SML dari Japan Meteorological Agency (JMA dengan resolusi 1° diregresikan dengan prediksi  hujan bulanan di wilayah Kabupaten Indramayu Propinsi Jawa Barat. Proses ini dimaksudkan untuk memperbaiki luaran model Sistem Prediksi Ensemble dengan nilai pembobot (SPEP dalam melakukan prediksi unsur iklim  hujan bulanan di wilayah Kabupaten Indramayu dengan memasukkan dinamika fluktuasi SML di sekitar daerah penelitian. Teknik yang digunakan dalam mengkaitkan data SML-JMA dengan nilai prediksi  hujan bulanan dimaksud adalah teknik Partial Least Square Regression (PLSR. Model yang diaplikasikan selanjutnya disebut sebagai SPEP-PLSR. Data SML-JMA diolah dengan memperhatikan time lag 1 dan 2 bulan sebelumnya karena efek SML terhadap atmosfer tidak berlangsung secara cepat. Luaran model SPEP-PLSR menunjukkan  hasil yang lebih baik secara signifikan terhadap luaran model SPEP untuk time lag 2 bulan. Kondisi ini ditunjukkan oleh nilai yang lebih baik untuk koefisien korelasi Pearson (r minimum, nilai r rerata, nilai Root Mean Square Erros (RMSE maksimum, dan nilai RMSE rerata daripada luaran yang dihasilkan oleh SPEP.   The Sea Surface Temperature of Japan Meteorological Agency (SML-JMA with 1° resolution had been regressed with monthly rainfall  prediction in Indramayu District of West Java Province. This method was used to improve the quality of the Ensemble Prediction System using Weighting Factor (SPEP model output to provide the monthly rainfall  prediction by inserting the fluctuation of Sea Surface Temperature dynamics. Processing technique done between SML-JMA and monthly rainfall  prediction was Partial Least Square Regression method. This model was then called as SPEP-PLSR. Those SML-JMA data were computed based on preceded time lag of 1 and 2 months because the efect of SML did not occur directly into the atmosphere. Results of SPEP-PLSR model outputs showed significantly better in quality compared to the SPEP model

  2. Faktor Orang Tua dan Status Imunisasi DPT Anak 12-36 Bulan di Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nailul Izza

    2017-06-01

    Full Text Available Immunization gives a great contribution in improving the Human Development Index related to the life expectancy, because it can avoid undesirable death. The preventive efforts to reducediseases isImmunization.One of them is Diphtheria Tetanus Pertussis.The coverage of rural UCI in Sampang in 2012 was 64.52 percent, which was below the target. The objective of this study was to identify factors that influence the people's willingness to do Diphtheria Pertussis Tetanus immunization in Sampang, East Java Province.The study was cross-sectionalsurvey.The population were parents who have children aged 12-36 months, with a total sample of 66 respondents in the sub district of Ketapang and Sokobanah. Factors that affect positivelythe behavior of the respondent willingness to immunize DPT were knowledge, attitude and support the family.Low knowledge,poor attitude of communities and lack of family support influenced the behavior of community to contribute immunize DPT for their children.A good knowledge is not enough to increase the readiness to do the immunization, but still need the motivation of the family.ABSTRAKImunisasi memberikan konstribusi besar dalam meningkatkan Human Development Index. Upaya preventif untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat beberapa penyakit dapat dicegah dengan imunisasi.Salah satunya adalah imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT. Cakupan imunisasi Desa/Kelurahan (UCI di Kabupaten Sampang pada tahun 2012 hanya 64,52% yang berada dibawah target, dan terdapat kasus difteri sebanyak 38 kasus.Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesediaan masyarakat untuk diimunisasi Difteri Pertusis Tetanus di Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini metode yang digunakan adalah  observasional dengan desain cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah orangtua yang mempunyai anak umur 12–36 bulan di Kecamatan Ketapang dan Sokobanah. Data akan

  3. Komunikasi Konseling Lintas Budaya di MAN 2 Brebes Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurma Ali Ridlwan

    2018-02-01

    upaya membantu individu (siswa mewujudkan pribadi utuh, bimbingan dan konseling peduli terhadap pengembangan kemampuan tersebut agar siswa dapat hidup lebih baik dan benar. Upaya bimbingan dalam merealisasikan fungsi-fungsi pendidikan, terarah kepada upaya membantu individu untuk memperluas, menginternalisasi, memperbaharui, dan mengintegrasikan sistem nilai ke dalam perilaku mandiri. Dalam upaya tersebut, bimbingan dan konseling amat mungkin menggunakan berbagai metode dan pendekatan serta teknik, untuk memahami dan memfasilitasi perkembangan individu yang bersandar dan terarah kepada pengembangan manusia sesuai dengan hakikat eksistensialnya. Oleh karena tampak keragaman budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, maka salah satu pendekatan komunikasi dalam konseling yang dapat digunakan yaitu komunikasi konseling lintas budaya. Penelitian ini berupaya menggali dan menganalisis data terkait dengan komunikasi konseling lintas budaya yang dilakukan oleh guru Madrasah Aliah Negeri (MAN 2 Brebes kepada siswa yang berlatar belakang etnis Sunda dan etnis Jawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis datan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa, Pertama; terdapat persamaan komunikasi konseling lintas budaya yang dilakukan oleh guru kepada siswa berlatar belakang etnis Sunda dan Jawa yaitu; secara bahasa menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi, pada kasus tertentu menggunakan pendekatan klinikal, menggunakan keterampilan komunikasi seperti keterampilan empatik, bertanya, asertif dan konfrontasi, menempatkan posisi guru sebagai teman bahkan orangtua siswa, dan memperlakukan siswa sama sesuai dengan hak dan kewajibannya. Kedua, perbedaan komunikasi konseling lintas budaya kepada keduanya (siswa Sunda dan Jawa hanya tampak pada penggunaan pendekatannya, yaitu pendekatan pada siswa

  4. ONTOLOGI BATIK: MELACAK DIMENSI METAFISIS BATIK KLASIK JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hastangka Hastangka

    2013-12-01

    beragam. Batik adalah karya asli (genuine dari bangsa Indonesia. UNESCO telah menetapkan batik pada 2 Oktober 2009 sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity. Sejak pengakuan dari UNESCO tersebut, batik menjadi trend setter nasional dan bahkan dunia. Batik yang dulunya dianggap sebagai hasil karya rakyat biasa, saat ini menjadi bernilai budaya tinggi dan bahkan bernilai jual tinggi. Berbagai events berupa pameran, seminar, fashion show, dan bazaar batik marak dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, bahkan di luar negeri. Dalam konteks budaya sekarang ini batik tidak sekedar karya seni dan identitas budaya tetapi sebagai trend fashion masa kini. Oleh karena itu, penting untuk melacak dimensi metafisis batik Jawa sebagai teks dan sebagai trend fashion masa kini.

  5. MENGGALI NILAI KEUTAMAAN DALAM KESUSASTRAAN JAWA KARYA WALI SANGA: KAJIAN SEMIOTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Sutardjo

    2013-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1 mendeskripsikan berbagai genre sastra Jawa karya dan produk para wali; (2 mengungkapkan nilai-nilai keutamaan hidup yang dapat memerkaya khazanah batin pembaca. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Strategi penelitiannya menggunakan studi kasus terpancang (embedded research and case study. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, simak dan catat. Validasi data dilakukan dengan trianggulasi (sumber data. Analisis data dilakukan dengan metode pembacaan Semiotik meliputi pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitiannya adalah: (1 sastra Jawa karya dan produk para Wali Sanga dikemas dalam sastra suluk, pewayangan, tembang macapat dan lagu-lagu dolanan; (2 Karya sastra para Wali Sanga nilai-nilai yang bermanfaat dalam memberikan berbagai ajaran keutamaan hidup agar menjadi manusia utama, berbudi pekerti luhur (akhlaqul karimah, unggul, wikan sangkan paran dan dapat mencapai kesempurnaan hidup. Ringkas, karya sastra para Wali Sanga mengandung mutiara terpendam dan lautan kekayaan nilai budaya Jawa yang bernafaskan Islam dan dapat menambah khasanah perkembangan kesusastraan Jawa yang adiluhung. Kata Kunci: sastra Jawa, produk Wali Sanga, nilai keutamaan hidup.

  6. KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG WISATA PESISIR TANJUNG PASIR DAN PULAU UNTUNG JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akrom Muflih

    2015-08-01

    Full Text Available The objective of research was to determine the suitability and carrying capacity of Tanjung Pasir Coast and Untung Jawa Island for tourism. Research was conducted through survey descriptively and evaluative approaches to obtain primary data while secondary data also collected as supporting. The suitability of Tanjung Pasir Beach for tourism was 83.33% (highly suitable, Untung Jawa Beach 78.57 and 85.71% (highly suitable, mangrove 56.14% (suitable, but snorkeling 42.11% (not suitable and 56.14% (suitable. Carrying capacity for tourism in the beach of Tanjung Pasir were 162 tourists/day, Untung Jawa 74 tourists/day, mangrove tourism 69 tourists/day, and snorkeling 20 tourists/day. However, the actual numbers of tourists in the region have exceeded the carrying capacity. Therefore, the control of tourists number is needed in order to match the carrying capacity of its environment as a management measure.

  7. PREFERENSI DAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN JAJANAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN CIJERUK,KABUPATEN BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leily Amalia

    2013-10-01

    preferensi dan frekuensi makanan jajanan pada anak SD di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan dengan metode survey, di tiga Sekolah Dasar di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, yaitu SDN 01 Palasari, SDN 02 Palasari, dan SDN 01 Cipicung. Pengambilan data dilakukan pada bulan April hingga Juni 2012. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 dan kelas 5 SD, berjumlah 80 siswa, terdiri dari 40 siswa laki-laki dan 40 siswa perempuan. Penarikan subjek dilakukan secara purposive proposional dari populasi siswa di ketiga SD terpilih. Data dikumpulkan dengan cara pengamatan dan wawancara kepada siswa, terdiri dari karakteristik keluarga, karakteristik individu, pengetahuan gizi, preferensi dan alasannya, serta frekuensi konsumsi makanan jajanan. Besar keluarga subjek sebagian besar (65.5% tergolong sedang (4—6 orang. Pendidikan ayah dan ibu subjek sebagian besar tamatan SD (42.5% dan tidak tamat SD (31.3% dan 23.8%. Pendapatan keluarga per kapita subjek umumnya tergolong miskin (51.3% dan 40.0% termasuk kategori hampir miskin. Rata-rata pendapatan keluarga per kapita adalah Rp 183 063, lebih rendah dari garis kemiskinan Jawa Barat pedesaan (Rp 210 000. Rata-rata uang jajan subjek adalah Rp 2 293.7. Pengetahuan gizi subjek umumnya (47.5% berada pada kategori sedang. Urutan makanan jajanan yang paling disukai hingga agak disukai adalah buah, minuman, makanan gorengan, kue, keringan asin, dan jajanan sepinggan. Alasan utama subjek dalam menyukai semua kelompok makanan jajanan adalah rasa (minimal 60%. Urutan kelompok jajanan dengan frekuensi konsumsi dalam seminggu dari tertinggi hingga terendah adalah makanan digoreng (7.0 kali, minuman (6.7 kali, kue (6.3 kali, jajanan sepinggan (6.2 kali, keringan asin (5.3 kali, dan buah (5.0 kali.Kata kunci: alasan suka, frekuensi konsumsi, makanan jajanan, preferensi

  8. PENAMPILAN REPRODUKSI SAPI POTONG DI KABUPATEN BOJONEGORO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Nur Ihsan

    2012-04-01

    Full Text Available abstrak Suatu penelitian untuk mengevaluasi penampilan reproduksi yang diukur berdasarkan indeks fertilitas pada sapi potong telah dilaksanakan di Kabupaten Bojonegoro. Dalam penelitian ini digunakan sampel pemilik sapi yang diambil secara acak dari 11 kelompok peternak yang terdapat di wilayah kerja inseminator di Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Variabel yang diukur meliputi Days open (DO, Service per Conception (S/C, Calving Interval (CI, Conception Rate (CR dan indeks fertilitas (IF. Hasil penetlitian menunjukkan bahwa IF sapi Peranakan Ongole, Limosin dan Simental masing-masing pada paritas 2 dan 3 adalah 47.5 dan 50.6. Disimpulkan bahwa indeks fertilitas masing-masing bangsa sapi maupun paritas tidak menunjukkan perbedaan. Kata kunci: indeks fertilitas, paritas dan sapi potong   REPRODUCTIVE PERFORMANCE OF BEEF CATTLE IN BOJONEGORO REGENCY ABSTRACT The research for evaluation reproductive performance measured by fertility index of beef cattle has carried out at Bojonegoro regency. The materials used in this study is to beef cattle (Ongole, Limousin and Simental filial, used the gathering of secondary data from 11 farmer group in Tambakrejo district, Bojonegoro regency. The observed variables are Service per conception (S / C, Days open (DO, Calving interval (CI, Conception rate (CR and Fertility index. The experiment showed that  fertility index for Ongole, Limosin and Simental filial in second and thirh parity is 47.5 and 50.6 respectively.  It was concluded  that there was  not  difference of fertility index between Ongole,  Limousin and Simental filial on 2nd and 3th parity. Key words : Fertility index, parity and beef cattle

  9. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA TEKS NOVEL BERBAHASA JAWA MELALUI SIMPLIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nike Esti Kurniawati

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian Bahan ajar teks novel berbahasa Jawa melalui simplifikasi dikembangkan atas persepsi kebutuhan peserta didik dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan peserta didik dan guru berkaitan dengan pengembangan bahan ajar membaca teks novel melalui simplifikasi, menyusun karakteristik bahan ajar membaca teks novel berbahasa Jawa melalui simplifikasi, membuat model novel yaitu Jemini, Asmarani, dan Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata sebagai bahan ajar membaca teks novel di SMA, dan memperoleh keefektifan menggunakan bahan ajar membaca teks novel melalui simplifikasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan Research and Development (R&D oleh Borg and Gall yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Langkah penelitian Borg and Gall diadaptasi menjadi tujuh tahap, yakni analisis teoretis dan praktis, analisis kebutuhan pengembangan menurut persepsi guru dan peserta didik, penyusunan draf produk, uji ahli, revisi produk, uji keefektifan produk, revisi hasil uji penggunan produk pengembangan. Hasil uji keefektifan yang dilakukan di SMA Negeri 1 Bergas menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata pretes dan postes pembelajaran membaca teks novel melalui simplifikasi. Uji t hitung = 9,734, sedangkan t tabel  =2,00. Artinya t hitung > t tabel. Maka dapat dikatakan produk tersebut efektifNovel text teaching materials through simplification Javanese developed on the perception of the needs of learners and teachers.This study aims to determine the needs of the students and teachers associated with the development of teaching materials text reading novels through simplification, compiling the characteristics of teaching materials text reading novels in Java through simplification, models making novel that Jemini, Asmarani, and the Pawestri Pejuwang works soeparto Brata as material instructional text reading novels in high school, and obtain the effectiveness of using text reading novel teaching

  10. ANALISIS PEMBANGUNAN WILAYAH BERBASIS KOMODITI UNGGULAN KABUPATEN PASAMAN, SUMATERA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yolamalinda

    2015-07-01

    Full Text Available Province and municipality as region of national region expected can execute acceleration of development of area economics focused at its products in order not to drop behind in emulation of free trade. This article analyse election of pre-eminent commodity Kabupaten Pasaman by using analysis of LQ, Index Specialization, Shift Share and analysis of SWOT. Result of analysis find that agricultural sector become sector expanding with fish commodity of nila become one of its commodity, Various program and policy of government needed to to support growth of this so can compete in international market so that give contribution to economics of Kabupaten Pasaman.

  11. Kajian Hukum Tentang Kejahatan Pencurian Beras Kopi Dengan Pemberatan (Studi Kasus di Kabupaten Kerinci)

    OpenAIRE

    Wahyunita

    2008-01-01

    Skripsi ini berjudul "KAJIAN HUKUM TENTANG KEJAHATAN PENCURIAN BERAS KOPI DENGAN PEMBERATAN ( Studi Kasus Di Kabupaten Kerinci )", ada beberapa permasalahan yang diteliti dalam penulisan skripsi ini yaitu : faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya kejahatan peneurian dengan pemberatan di Kabupaten Kerinci, usaha-usaha apa yang digunakan dalam menanggulangi kejahatan peneurian dengan pemberatan di Kabupaten Kerinci serta hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi dalam usaha menanggulangi k...

  12. Persepsi Masyarakat terhadap Dampak Penambangan Batu Akik (Studi di Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya)

    OpenAIRE

    Jamaril, Jamaril; Usman, Saiful; Amirullah, Amirullah

    2016-01-01

    Penelitian yang berjudul “Persepsi Masyarakat Terhadap Dampak Penambangan Batu Akik (Studi di Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya)” ini membahas tentang persepsi masyarakat Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya terhadap dampak penambangan batu akik terhadap lingkungan serta dampak penambangan batu akik terhadap perekonomian dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui persepsi masyarakat Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya terhadap dampak penambangan batu akik, dan (2) untuk m...

  13. Analisis Penerapan E-Government di Kabupaten Sragen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yan Andriariza AS

    2013-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Kabupaten Sragen merupakan salah satu pemerintah kabupaten yang menerapkan e-government dengan baik, dan merupakan kabupaten yang menjadi percontohan dalam suksesnya penerapan e-government. Karenanya perlu untuk dilakukan analisis penerapan e-government di Kabupaten Sragen, sebagai contoh bagi daerah lain dalam membangun e-government di daerah tersebut. Analisa yang dilakukan antara lain melihat seberapa jauh penerapan G2C, G2B dan G2G di Pemerintah Kabupaten Sragen. Selain itu juga dilakukan analisa menggunakan The UN Web Measure Index, dan analisa terakhir melakukan analisa deskriptif untuk 5 faktor kesuksesan penerapan e-government, yaitu Hukum dan Peraturan, Struktur Organisasi, Proses Bisnis, Teknologi Informasi dan Visi, Objektif dan Strategi. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa Kabupaten Sragen telah menerapkan G2B dan G2G, serta berada pada tahap awal penerapan G2C, selain itu Kabupaten Sragen juga telah mencapai pemerintahan yang online, tanpa kertas dan transparan. Implementasi e-government di kabupaten Sragen tersebut dapat dikatakan sukses karena telah memenuhi beberapa faktor dalam mencapai kesuksesan implementasi e-government, yaitu hukum dan peraturan, struktur organisasi, teknologi informasi dan visi, objektif dan strategi. Bila dilihat berdasarkan UN Web Measured Index, Kabupaten Sragen telah mencapai tahap 4. Saran yang dapat diberikan melalui penelitian ini adalah untuk unit kerja yang menangani TIK di Kabupaten Sragen akan lebih baik bila dipegang oleh unit kerja setingkat eselon 2 dan perlunya SOP dan peraturan tambahan terkait TIK di Kabupaten Sragen. ABSTRACT Sragen is one of the districts that implement well e-government, and being a model for the successful implementation of e-government. It is necessary to do the analysis of the application of e-government in Sragen, as an example for other regions in developing e-government in the area. Analysis was carried out to see how far the application of G2C

  14. Perancangan dan Pembuatan Aplikasi Pepak Basa Jawa Menggunakan MobiOne Studio

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anglila Nayanggita

    2015-10-01

    Full Text Available Indonesia is a nation that has a diversity of cultures and the arts, one of which is Javanese language. Javanese language is a heritage that should be preserved because it is still taught in schools and used in everyday life. The main book to learn Javanese language is Pepak Basa Jawa; a book that contains the essence of Javanese language. The rapid increase of technological development provides easiness for people, especially the pressence of gadgets. Therefore, the making of Pepak Basa Jawa in an application it needed to be a learning media to learn and conserve Javanese language for Indonesian people. The application is practically and attractively packed through iOS based mobile devices. Application Pepak Basa Jawa is built using MobiOne Studio software. Multimedia development method used is the Multimedia Development Life Cycle (MDLC which consists of six stages: concept, design, collection of material, manufacture, testing, and distribution. The Black Box test is used for application testing method. The results of this study is in the form of an application named Pepak Basa Jawa that can run well on mobile devices based on iOS. This application can be an alternative for the people of Indonesia as a medium of learning in learning the Javanese language.

  15. MIGRASI, ADAPTASI DAN TRADISI KOMUNITAS MUSLIM JAWA DI SEMENANJUNG MELAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arik Dwijayanto

    2017-12-01

    لبحث أن المجتمعات المسلمة الجاوية في ماليزيا تحتفظ على قيم التراث المحلية التي تتحقق من خلال العادات والثقافات الموجودة. إن التحويل من قيم التراث المحلية من الأجيال إلى أجيال من قبل المجتمعات المسلمة الجاوية قد أظهر طبيعة الإسلام نوسانتارا أو الإسلام الذي يبنى على التسامح. إن المجتمعات المسلمة الجاوية في ماليزيا يمكن أن تكون مثالا في بناء المجتمع الإسلامي الذي يبنى على القيم الإسلامية الشاملة والمعتدلة والمتسامحة. ولا تختفي قيم التراث المحلية وعاداتها تحت قيم متطرفة ولكن من الممكن تراث المجتمعات الإسلامية الجاوية هناك يصوّر على القيم الإسلامية الشاملة، والسياقية، والمتسامحة. وهذه هي الثقافة الإسلامية من المجتمعات المسلمة الجاوية في منطقة سري ميدان وباتو بهات. وقد حصلت المجتمعات المسلمة على الجمع بين الثقافة المحلية والإسلام بشكل وثيق.   Abstrak: Komunitas muslim keturunan Jawa merupakan salah satu komunitas Muslim terbesar di Semenanjung Tanah Melayu. Keberadaannya telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kehidupan sosial keagamaan di Semenanjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola migrasi, adaptasi dan tradisi masyarakat Muslim keturunan Jawa di Malaysia khususnya dalam menjalankan keseharian kehidupan keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data perpustakaan, lapangan dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan fakta bahwa komunitas Muslim keturunan Jawa di Malaysia tetap memegang teguh nilai

  16. Evaluasi Program Corporate Social Responsibility “Organic Integrated System” PT. Pembangkitan Jawa-Bali Unit Pembangkitan Paiton

    OpenAIRE

    Harianto, Ruth Carissa

    2016-01-01

    Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi program Corporate Social Responsibility “Organic Integrated System” yang dijalankan oleh divisi umum dan CSR PT. Pembangkitan Jawa – Bali Unit Pembangkitan Paiton. Di dalam melaksanakan program Corporate Social Responsibility “Organic Integrated System” ini, PT. Pembangkitan Jawa – Bali Unit Pembangkitan Paiton bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Sekola Konang dan Kelompok Suko Tani sebagai publik sasarannya. Penelitian ini menggunakan pe...

  17. KERAGAMAN FENOTIPE TRUSS MORFOMETRIK DAN GENOTIPE IKAN GABUS (Channa striata) DARI JAWA BARAT, SUMATERA SELATAN, DAN KALIMANTAN TENGAH

    OpenAIRE

    Irin Iriana Kusmini; Vitas Atmadi Prakoso; Kusdiarti Kusdiarti

    2015-01-01

    Ikan gabus di Indonesia awalnya hanya terdapat di Barat garis Wallace (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan) yang kemudian diintroduksi ke Indonesia bagian Timur. Ikan gabus termasuk ke dalam deretan ikan air tawar sebagai sumber daya genetik untuk menunjang diversifikasi usaha budidaya. Guna menyukseskan program diversifikasi tersebut, maka perlu diketahui keragaman genetik ikan gabus dari Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah agar dapat direkomendasikan sebagai dasar pemuliaan. Tuju...

  18. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Waktu Reaksi Rangsang Cahaya Pada Tenaga Kerja Yang Terpapar Panas Di PT. Baja Kurnia Ceper Klaten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Handayani

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRACT Background : One of the negative impacts from the iron work industry is heat in working environment. The heat stress in the working environment gives the workers additional burden and may result an adverse health effect, especially the metabolism of  their body.  Consequently, it may couse fatigue that causes the decrease of their working productivity. The fatigue may be clearly observed on the basis of the measurement of reaction time of light stimuli. The study aims for determining factors related to reaction time of light stimuli of the employees exposed to heat in PT. Baja Kurnia Ceper, Klaten. Method : The study used  cross sectional approach. The samples of the study were 43 workers. It was conducted on January – May 2005. Data was collected using measurement of ambient temperature in the production room, measurement of the fatigue with the reaction time of light stimuli, counting of arterial pulse, measurement of body weihgt/high and interview with respondent. Data was analyzed by using Pearson Product Moment Corelation, Independent t-Test and Multiple Linier Regression Result : Result of the study indicated that ambient temperature was 30,640C, age was 34,35 on average, nutritional status 19,89 on average, working periode was 8,23 on average, the pre-working of reaction time of light stimuli was 352,46 mmdet on average, and the post-working of reaction time of light stimuli was 500,78 mmdet on average, while 27 employees were in the condition of helath dan 16 employees were in the condition of not helath. Conclusion : There was a significant correlation between ambient temperature, age, nutritional status,  working periode, working burden and reaction time of light stimuli. There was not  any defference in reaction time of light stimuli in the group pf health respondents andthat of not health respondents. Key words : temperature, nutrional status, working burden, light stimuli

  19. ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN NUNUKAN

    OpenAIRE

    -, MULIATI

    2014-01-01

    2014 Analisis Kontribusi Pajak Hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nunukan Analysis of The Contributions Tax on Hotel Againts Regional Renenue Nunukan District Muliati Haerial M. Christian Mangiwa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pajak hotel terhadap pendapatan asli daerah, mengetahui sistem pengawasan, dan potensi yang ada untuk meningkatkan pajak hotel, mengetahui sistem dan prosedur...

  20. Arahan Pengembangan Kawasan Sumbing Kabupaten Magelang Sebagai Agropolitan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellen Deviana Arisadi

    2016-04-01

    Full Text Available Kabupaten Magelang merupakan salah satu kabupaten yang tumbuh dan berkembang dengan konsep agropolitan. Berdasarkan RTRW Kabupaten Magelang Tahun 2010-2030 terdapat 3 kawasan agropolitan di Kabupaten Magelang, salah satunya adalah Kawasan Agropolitan Sumbing. Sejak penerapannya tahun 2011, konsep agropolitan pada kawasan Sumbing dinilai belum memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal tersebut terlihat dari masih adanya kesenjangan PDRB antara kawasan perkotaan dan perdesaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk merumuskan arahan pengembangan Kawasan Agropolitan Sumbing. Studi dilakukan dengan metode skoring untuk menilai kinerja Kota Tani Utama dan Kota Tani. Hasil yang didapatkan adalah kinerja setiap variabel untuk Kota Tani Utama (KTU Kaliangkrik dan setiap Kota Tani (KT Bandongan, KT Kajoran, dan KT Windusari. Analisis skoring dilakukan untuk mendapatkan variabel dengan kinerja yang kurang pada setiap KTU dan KT, sehingga dapat dirumuskan arahan untuk meningkatkan kinerja variabel tersebut. Secara umum, arahan untuk Kota Tani Utama Kaliangkrik adalah peningkatan untuk fasilitas pada sektor pemasaran agar dapat berorientasi ekspor, sedangkan arahan pengembangan untuk setiap Kota Tani adalah peningkatan jumlah pelaku industri pengolahan yang disesuaikan dengan komoditas unggulan pada masing-masing wilayah.

  1. Kelayakan Ekonomi Dan Lingkungan Kegiatan Pertambangan Rakyat Di Kabupaten Sleman

    OpenAIRE

    Afriani Astuti, Farida; Sungkowo, Andi

    2016-01-01

    Kabupaten Sleman memiliki 19 titik lokasi penambangan rakyat yang belum memiliki ijin dari pemerintah. Kegiatan penambangan menghasilkan dampak positif dan negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai kelayakan ekonomi dan lingkungan sebagai dasar untuk memberikan ijin bagi kegiatan pertambangan rakyat tersebut. Penentuan kelayakan ekonomi dan lingkungan menggunakan metode pengharkatan. Kelayakan ekonomi kegiatan penambangan menggunakan 3 parameter sebagai dasa...

  2. Kelayakan Ekonomi dan Lingkungan Kegiatan Pertambangan Rakyat di Kabupaten Sleman

    OpenAIRE

    Afriani Astuti, Farida; Sungkowo, Andi

    2016-01-01

    Kabupaten Sleman memiliki 19 titik lokasi penambangan rakyat yang belum memiliki ijin dari pemerintah. Kegiatan penambangan menghasilkan dampak positif dan negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai kelayakan ekonomi dan lingkungan sebagai dasar untuk memberikan ijin bagi kegiatan pertambangan rakyat tersebut. Penentuan kelayakan ekonomi dan lingkungan menggunakan metode pengharkatan. Kelayakan ekonomi kegiatan penambangan menggunakan 3 parameter sebagai dasa...

  3. DISTRIBUSI Solen sp DI PERAIRAN KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Ari Wahyuni

    2016-03-01

    Full Text Available DISTRIBUTION OF Solen sp IN BANGKALAN WATERSSolen sp potential needs to be developed on the island of Madura, particularly in Bangkalan. Solen sp utilization has increased which has the potential to overfishing. Therefore, this study aims to determine the density of Solen sp and their ecology in the waters Modung village, Modung District, Bangkalan. The experiment was conducted in April 2015 using the descriptive method. The materials used include Solen sp and physico-chemical parameters of the environment (temperature, salinity, pH, and substrate. The analyzes were conducted at the Laboratory of Marine Science, Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura by using the tool grabsampler, sieveshaker, and pipetting with gravimetric method. The analysis shows the range of values of temperature between 29-300C, salinity between 31-32 ppt, pH were 7.9-8.0 and the type of substrate in the form of sandy mud, as well as the density of Solen sp from 8-10 individuals/m2. All measurement results indicate normal conditions and in accordance with the sea water quality standard for marine life, which can be a suitable habitat for the growth and development of Solen sp. This condition is thought to affect the density of Solen sp.Keywords: Bangkalan, density, distribution, Solen sp, substrate.ABSTRAKPotensi Solen sp perlu dikembangkan di pulau Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan. Pemanfaatan Solen sp mengalami peningkatan sehingga berpotensi overfishing. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan Solen sp dan ekologinya di perairan desa Modung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2015 dengan metode deskriptif. Materi dan bahan yang digunakan diantaranya Solen sp dan parameter fisika-kimia lingkungan (suhu, salinitas, pH, dan substrat. Analisa dilakukan di Laboratorium Ilmu Kelautan, Program studi/Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura dengan menggunakan alat

  4. PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH ORGANIK ZERO WASTE DI KABUPATEN TEGAL (STUDI KASUS DI TPA PENUJAH KABUPATEN TEGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Muiz Liddinillah Sanfiyan

    2017-12-01

    Full Text Available Permasalahan sistem pengolahan sampah yang ada di Kabupaten Tegal adalah masih menggunakan sistem Open Dumping. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS Kabupaten Tegal pada tahun 2016, komposisi sampah organik adalah yang terbesar kedua setelah sampah plastik dan sangat berpotensi mengalami penambahan setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat perancangan pembangkit listrik tenaga sampah organik zero waste di Kabupaten Tegal, dengan studi kasus di Tempat Pembuangan Akhir (TPA sampah Penujah. Objek dalam penelitian ini adalah sistem pengolahan sampah organik yang ada di Kabupaten Tegal dengan menggunakan sistem pengolahan sampah zero waste. Sistem pengolahan sampah organik zero waste adalah sistem pengolahan sampah yang tidak menghasilkan sampah kembali. Jadi, diharapkan jumlah sampah organik akan berkurang secara bertahap. Sampah organik dapat dirubah menjadi biogas melalui proses fermentasi yang dibantu oleh bakteri secara anaerob di dalam reaktor biodigester. Biogas tersebut ditampung di dalam tempat penampungan untuk kemudian didistribusikan ke dalam genset biogas sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Sisa pengolahan biogas dapat dirubah menjadi pupuk cair dan pupuk kompos yang bernilai ekonomis.

  5. SINTESA KAJIAN STOK IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sadhotomo

    2016-05-01

    Full Text Available Sintesa status dan tren perikanan pukat cincin pelagis kecil di perairan Jawa Laut dan sekitarnya yang dilakukan berdasarkan kumpulan sejumlah hasil penelitian yang tersedia. Beberapa kajian dinamika populasi pada ikan pelagis kecil menunjukkan bahwa spesies ikan mempunyai laju pertumbuhan cepat dan mortalitas alami tinggi.  Dari analisis kohor diperoleh estimasi total biomassa yang cenderung lebih rendah dari hasil tangkapan yang dihasilkan oleh aktivitas perikanan pukat cincin, dan memberikan indikasi tidak adanya hubungan langsung antara struktur biomassa dan kelimpahan hasil tangkapan pada perikanan pelagis kecil. Perkiraan besarnya biomassa yang lebih rendah dari hasil tangkapan menunjukkan hasil yang tidak realistis, terutama pada kelompok ukuran ikan yang telah memasuki perikanan (recruitment.  Sementara, perhitungan surplus produksi dapat dilakukan setelah produksi mencapai kestabilan jangka panjang, dimana tren penurunan CPUE dibarengi oleh penurunan produksi secara bertahap dan terjadinya lebih tangkap atau telah melebihi tingkat MSY serta telah berlangsung selama beberapa tahun. Pendekatan interaksi upaya penangkapan dengan biomassa menunjukkan selama periode pemulihan stok ikan, banyak nelayan telah keluar dari perikanan tersebut.   A synthesis on small pelagic purse seine fisheries in the Java Sea and its adjacent waters based on several previous research results has been conducted.  Study on population dynamics of small pelagic fish species indicated that the small pelagic species has a rapid growth and high natural mortality rates.  Cohort analysis indicated that  estimation on total biomass tend to indicate a lower value than the landing data of small pelagic fishery, with no indication on clear  relationship between the structure of biomass and abundance in catches.  The abundance estimation based on surplus production applied when production has reached a long-term stability, and downward trend in CPUE followed by a

  6. TEKNIK DAN STRATEGI TINDAK KESANTUNAN DIREKTIF DI KALANGAN ANDIK SD BERLATAR BELAKANG BUDAYA JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harun Joko Prayitno

    2011-12-01

    Full Text Available Studi ini bertujuan untuk merumuskan taksonomi tindak kesantunan direktif dikalangan andik SD yang berlatar belakang budaya Jawa. Tujuan spesifik studi iniadalah untuk merumuskan taksonomi dan pola semestaan realisasi tindakkesantunan direktif andik SD dalam hubungannya dengan prinsip dasar berbahasa PKS dan PSS; prinsip harmoni sosial PI dan PK. Objek penelitian ini adalah skala kelangsungan dan peringkat tindak kesantunandirektif dalam kaitannya PKS, PSS, prinsip harmoni sosial PI, PK, dn prinsip kultural budaya Jawa. Sumber data penelitian meliputi keseluruhan aktivitas berbahasa andik SD yang direfleksikan oleh guru kelas SD melalui FGD, baik dalam suasana formal maupun nonformal. Data penelitian berupa skala kelangsungan dan peringkat kesantunan pertuturan menurut PKS, PSS, PI, PK, dan Pk. Interpretasi perwujudan tindak kesantunan direktif dilakukan dengan kerja analisis pragmatik yang mengacu pada analisis heuristik model Grice, skala kelangsungan dan peringkat kesantunan model BrownLevinson. Hasil studi ini menunjukkan bahwa (1 perwujudan tindak kesantunan direktif (TKD di kalangan andik SD berlatar belakang budaya Jawa berkecenderungan diwujudkan melaui tipe menyuruh pada kategori memerintah dan tipe meminta pada kategori memohon. Temuan ini menggambarkah bahwa sesuai dengan kodratnya sebagai anak pada dasarnya masih memerlukan suri tauladan dari orang tuanya di rumah, gurunya di sekolah, dan panutannya sebagai yang difigurkan atau ditokohkan di lingkungan masyarakatnya masing-masing. (2 realisasi TKD di kalangan andik SD berlatar belakang budaya Jawa berkecenderungan dinyatakan dengan cara-cara tak langsung dan modus-modus nonliteral daripada dengan cara-cara langsung atau modus literal. Realisasi ini menggambarkan bahwa andik SD pada hakikatnya masih dalam masa perkembangan mental lingual sehingga masih memerlukan bimbingan yang bernilai positif, santun, dan berkarakter dari orang tua, guru, dan lingkungan

  7. POLA MIGRASI TENAGA KERJA ULANG ALIK DI KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

    OpenAIRE

    -, HAIDIR

    2017-01-01

    ABSTRAK POLA MIGRASI TENAGA KERJA ULANG ALIK DI KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT MIGRATION PATTERN OF EMPLOYMENT WORK COMMUTING IN DISTRICT MAMUJU WEST SULAWESI PROVINCE Haidir Madris Muh. Jibril Tajibu Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor -faktor yang dapat mempengaruhi keputusan tenaga kerja untuk melakukan migrasi komutasi (commuting) di Kabupaten Mamuju. Penelitian ini bersifat eksplanatori yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh f...

  8. ANALISIS PENGARUH PENATAAN RUANG TERHADAP KINERJA PEMBANGUNAN WILAYAH DI KABUPATEN WAROPEN PAPUA INDONESIA

    OpenAIRE

    Lazarus Ramandey

    2017-01-01

    Berbagai permasalahan penataan ruang di Kabupaten Waropen Papua menunjukkan bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW ) Kabupaten Waropen Papua yang disusun tahun 2012 belum memiliki kontribusi positif terhadap penyelesaian permasalahan tata ruang. Hal ini kemungkinan disebabkan karena terjadi inkonsistensi dalam penataan ruang. Penelitian ini mencoba untuk melihat konsistensi penataan ruang serta kaitannya dengan kinerja pembangunan wilayah. Metode yang digunakan u...

  9. ANALISIS PEMASARAN KARET DI KABUPATEN KAPUAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuprin A.D - -

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Penelitian terhadap beberapa masalah pemasaran karet rakyat di Kabupaten Kapuas, bertujuan: (1 mengidentifikasikan saluran pemasaran; (2 mengetahui struktur pasar; (3 mengetahui perilaku pasar; dan (4 mengetahui penampilan pasar. Penelitian ini menggunakan metode survei. Petani responden dipilih secara acak sederhana dari dua desa yang dipilih secara purposive. Pedagang desa, pedagang kecamatan, dan pedagang kabupaten dipilih secara snowball sampling. Saluran pemasaran dijelaskan secara deskriptif dan data kuantitatif dianalisis dengan pendekatan (1 konsentrasi rasio untuk mengetahui struktur pasar karet; (2 korelasi dan elastisitas transmisi harga untuk mengetahui perilaku pasar karet, yakni korelasi untuk keterpaduan pasar karet secara horizontal; elastisitas transmisi harga untuk mengetahui integrasi pasar karet secara vertikal; dan (4 marjin pemasaran dan share keuntungan untuk mengetahui penampilan pasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1 saluran pemasaran karet terdiri dari enam macam dan dapat diidentifikasi satu macam saluran terbaik, yaitu petani – pedagang kecamatan – eksportir. Saluran ini digunakan oleh sedikit petani di daerah penelitian, berarti hanya sedikit petani yang memiliki aksesibilitas baik terhadap eksportir. Petani sebagian besar memasarkan karet melalui saluran pemasaran yang dikategorikan sedang, yaitu petani – pedagang desa – pedagang kabupaten – eksportir. Saluran ini terpaksa digunakan, karena petani sudah terikat dengan pedagang dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya; (2 struktur pasar di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten bersifat oligopsoni konsentrasi sedang yang menunjukkan bahwa pedagang memiliki tingkat kekuasaan yang sedang dalam mempengaruhi pasar. Struktur pasar di tingkat eksportir adalah monopsoni yang menunjukkan adanya kekuasaan tunggal ekportir dalam mempengaruhi pasar; (3 perilaku pasar ditunjukkan dengan tidak sempurnanya keterpaduan harga karet pada pasar yang satu

  10. Penentuan Skala Prioritas Penanganan Jalan Kabupaten di Kabupaten Kudus Dengan Metode Analytical Hierarchy Process

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafit Irawan

    2016-12-01

    Full Text Available Pelaksanaan penanganan jalan di Kabupaten Kudus banyak terjadi ketidakseimbangan paket-paket pekerjaan penanganan jalan seperti banyaknya jalan yang belum mendapat penanganan baik pemeliharaan maupun peningkatan. Selama ini yang digunakan dalam penentuan skala prioritas penanganan jalan didasarkan pada ketersediaan anggaran dan nilai manfaat finansial jalan saja. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh urutan prioritas penanganan jalan di Kabupaten Kudus, secara tepat dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait. Penelitian ini menggunakan metode AHP dengan 5 (lima kriteria yang dipakai untuk menentukan prioritas penanganan jalan, yaitu kerusakan jalan, mobilitas, volume lalu lintas, tingkat aksesibilitas, dan pengembangan wilayah. Berdasarkan analisa AHP diperoleh tingkat kepentingan bobot masing-masing kriteria untuk menentukan prioritas penanganan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria kerusakan jalan memperoleh bobot tertinggi, yaitu 45,06% kemudian kriteria mobilitas 20,62%, kriteria volume lalu lintas 14,53%, kriteria tingkat aksesibilitas 12,78%, dan kriteria pengembangan wilayah 7,01%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa perlu adanya kriteria-kriteria sebagai tolok ukur untuk menentukan dalam prioritas penanganan jalan agar pengalokasian anggaran tepat sasaran.Saran dari penelitian ini dalam menentukan prioritas penanganan jalan di Kabupaten Kudus sebaiknya mempertimbangkan beberapa kriteria sebagai dasar prioritas penanganan jalan.  [Title: The Determination of The scale Priorities for Handling in Kudus Use Analytical Hierarchy Process Method]. The implementation of the road handling in Kudus, in fact is found many imbalances packets roads handling jobs like many roads yet had a good handling maintenance and enhancement. So far in setting priorities scale was based on an assessment of the availability of the budget and the value of the financial benefits. The purpose of this study is to obtain an assessment of the priority

  11. Diversity and Abundance of Sand Crabs on the South Coast of Central Java (Diversitas dan Kelimpahan Kepiting Pasir di Pantai Selatan Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Mashar

    2014-12-01

    Full Text Available Kepiting pasir atau undur-undur laut merupakan biota bentik yang hidup di pantai berpasir yang mempunyai nilai ekologi dan nilai ekonomi cukup penting. Adanya tekanan penangkapan mengharuskan adanya pengelolaan yang bijak yang disesuaikan dengan karakteristik populasi kepiting pasir. Informasi tentang jenis dan kelimpahan kepiting pasir penting untuk diketahui terlebih dahulu sebagai langkah awal upaya pengelolaan lestari kepiting pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kelimpahan setiap jenis kepiting pasir yang terdapat di dua lokasi penelitian, yaitu pantai Bocor, Kabupaten Kebumen, dan pantai Bunton, Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kedua lokasi penelitian ditemukan tiga jenis kepiting pasir, yaitu Emerita emeritus, Hippa adactyla, dan Albunea symmysta. Kepiting pasir E. emerita ditemukan dengan persentase komposisi paling besar, 70,5%-75,3%; disusul H. adactyla 22,5%-24,7%; dan A. symmysta 2,2%-4,8%. Kepiting pasir betina dijumpai dengan persentase komposisi paling tinggi, yaitu 78,2% hingga 92,8%. Kepiting pasir E. emeritus juga ditemukan dengan kelimpahan rata-rata paling tinggi di kedua lokasi penelitian, yaitu 5 dan 34 ekor/100m2. Kepiting pasir E. emeritus dan H. adactyla yang ditemukan di pantai Bunton, Cilacap mempunyai kelimpahan lebih tinggi dari yang ditemukan di pantai Bocor, Kebumen, adapun kelimpahan rata-rata Albunea symmysta relatif sama di kedua lokasi penelitian, yaitu sekitar 1 ekor/100m2. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah diversitas kepiting pasir di pesisir selatan Jawa Tengah relatif tinggi dengan kelimpahan yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh intensitas aktivitas manusia di wilayah pantai berpasir. Kata kunci: Albunea symmysta, Emerita emeritus, Hippa adactyla, kelimpahan, kepiting pasir, komposisi jenis   Sand crabs or mole crabs are benthic fauna that live in the sandy beaches. They have ecological and economic value. Because of fishing pressure to

  12. ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ASET TETAP DALAM PENYUSUNAN NERACA PADA PEMERINTAHAN KABUPATEN MADIUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meigisanda Trias Saraswati

    2017-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk (1 Mengetahui perlakuan akuntansi aset tetap yang tercantum dalam neraca pemerintah Kabupaten Madiun pada tahun 2015 dan 2016 (2 Mengetahui apakah perlakuan akuntansi aset tetap dalam penyusunan neraca pemerintah Kabupaten Madiun pada tahun 2015 dan 2016 sudah sesuai dengan PP No. 71 Tahun 2010 Tentang SAP. Penelitian dilakukan di BPKAD Kabupaten Madiun. Metode kualitatif dengan jenis data kualtatif bermakna. Hasil penelitian ini adalah (1 Perlakuan akuntansi aset tetap yang tercantum dalam neraca pemerintah Kabupaten Madiun pada tahun 2015 dan 2016 sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tentang SAP PSAP No.07. (2 Perlakuan akuntansi aset tetap dalam penyusunan neraca pemerintah Kabupaten Madiun sudah sesuai dengan PP No. 71 Tahun 2010 Tentang SAP.

  13. EVALUASI PELAKSANAAN SURVEILANS KASUS LEPTOSPIROSIS DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lintang Dian Saraswati

    2017-04-01

    Full Text Available Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang telah terjadi peningkatan kasus Leptospirosis selama 4 tahun terakhir. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan melakukan surveilans epidemiologi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pelaksanaan dan hasil surveilans kasus leptospirosis di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian observasional. Sampel penelitian berjumlah 12 tenaga surveilans puskesmas dan 2 orang tenaga surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali yang dipilih dengan metode purposive sampling dan dilakukan wawancara, telaah data sekunder, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus leptospirosis di Kabupaten Boyolali tahun 2012-2015 paling banyak terjadi pada kelompok umur 26-45 tahun (38,3%, berjenis kelamin laki-laki (70%, dan pekerjaan sebagai petani (44,7%. Kasus paling banyak terjadi pada bulan Maret tahun 2014 dan 2015 dengan angka insiden kumulatif sebesar 0,6. Sebagian besar kasus leptospirosis terjadi di Kecamatan Nogosari (34%. Pelaksanaan surveilans epidemiologi leptospirosis di Kabupaten Boyolali belum berjalan dengan baik, pengumpulan data sudah dilakukan oleh semua responden, kompilasi data hanya dilakukan di 3 dari 12 puskesmas dan di dinas kesehatan, analisis data hanya dilakukan di dinas kesehatan berupa analisis sederhana kecenderungan leptospirosis, dan sudah dilakukan diseminasi informasi dalam bentuk pelaporan dan umpan balik. Boyolali is one of the regency in Indonesia that has been an increase of Leptospirosis cases for the last 4 years. One effort to overcome this problem is conduct epidemiological surveillance. The purpose of this study was to evaluate the implementation and results of leptospirosis case surveillance in Boyolali. This research was descriptive study with observational research design. Samples of this research were 12 puskesmas surveillance officers and 2 health office surveillance

  14. PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI WORKSHOP PENYUSUNAN SOAL DIGITAL BAHASA JAWA DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ADOBE CAPTIVATE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Sukoyo

    2013-02-01

    Full Text Available Kegiatan workshop ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar di Kecamatan Semarang Utara dalam hal penyusunan soal digital bahasa Jawa dengan menggunakan program adobe captivate. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: ceramah, demonstrasi, praktik langsung, tanya jawab, dan penugasan. Peserta yang mengikuti workshop sebanyak 47 guru SD di Kecamatan Semarang Utara. Materi yang diberikan kepada peserta meliputi pengenalan program adobe captivate, penginstalan program adobe captivate, dan penulisan soal digital bahasa Jawa dengan menggunakan program adobe captivate. Kegiatan workshop ini berdampak positif kepada guru-guru SD di Kecamatan Semarang Utara. Sebelum diadakan kegiatan workshop, mereka sama sekali tidak dapat membuat soal digital dengan program adobe captivate. Setelah diadakan kegiatan worshop dan diadakan evaluasi terjadi peningkatan yang sangat signifikan, lebih dari 75% dapat membuat soal digital.

  15. Implementasi Data Mining Dalam Data Bencana Tanah Longsor Di Jawa Barat Menggunakan Algoritma Fp-Growth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Castaka Agus Sugianto

    2017-11-01

    Full Text Available Jawa Barat merupakan salah satu zona rawan longsor di Indonesia. Pengurangan resiko bencana diantaranya adalah peringatan dini dengan langkah awal menganalisis data yang ada. Salah satu cara menganalisis data ini yaitu dengan teknik data mining. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola hubungan aturan assosiatif antara suatu kombinasi data dan membentuk pola kombinasi datasets dengan menggunakan algoritma Fp-growth dalam data bencana tanah longsor yang di dapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat periode data dari 2011 sampai dengan 2016. Hasil penelitian ini mendapatkan nilai confidence tertinggi sebesar 1 dengan premises malam, jalan rusak dan conclusion hujan deras dan premises tanah labil, korban jiwa, sore dengan conclusion hujan deras yang berarti keterkaitan satu kondisi dengan kondisi lain sebesar 100%. Untuk nilai support tertinggi dalam pola asosiatif didapatkan sebesar 0,629 dengan confidence 0,901 dengan premises rumah rusak dan conclusion hujan deras yang berarti 90% keterkaitan dengan kejadian 63% kemunculan.

  16. EFEK GENDER DAN TIPE KEPRIBADIAN DALAM PROSES PEMEROLEHAN BAHASA JAWA SEBAGAI BAHASA KEDU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paundra Pristyasiwi

    2018-02-01

    Full Text Available Pemerolehan bahasa kedua tidak lepas dari beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam keberhasilan proses pemerolehan bahasa kedua adalah usia, jenis kelamin dan tentunya perbedaan kepribadian setiap individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan efek gender dan tipe kepribadian terhadap pemerolehan bahas Jawa sebagai bahasa kedua pada siswa di SMK Giki 1 Surabaya. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas sebelas dan duabelas yang berasal dari luar Jawa (Surabaya tahun akademik 2017/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan model analisis kategoris deskriptif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa (1 terdapat perbedaan pada proses pemerolehan bahasa kedua atara siswa perempuan dan laki-laki, siswa perempuan memiliki kemauan dan kemampuan yang lebih tinggi daripada siswa laki-laki, (2 terdapat perbedaan penguasaan pemerolehan bahasa pada siswa berkepribadian ekstrovert dan introvert, siswa ektrovert memiliki kompetensi pemerolehan lebih tinggi daripada siswa berkepribadian introvert.

  17. Perbandingan DED IPAL Anaerobic Filter dengan Upflow Anaerobic Sludge Blanket untuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI Sedati di Kabupaten Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmat Ridho Permata Putra Siregar

    2017-01-01

    Full Text Available Pengoperasian  tempat  pelelangan  ikan  (TPI  di  Kabupaten Sidoarjo  memberikan  dampak  positif  dan  negatif.  Salah  satu  dampak negatif yang ditimbulkan berupa timbulan limbah cair yang apabila tidak ditangani dengan tepat, maka akan mencemari lingkungan di sekitar TPI. Limbah  yang  dibuang  harus  memenuhi  baku  mutu  yang  diatur  dalamPeraturan Gubernur Jawa Timur No.72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya. Oleh karena itu,  diperlukan  suatu  detailed  engineering  design (DED  instalasi pengolahan  air  limbah  (IPAL  yang  memadai,  yang  merupakan  tujuan tugas akhir (TA ini. Dalam TA ini, IPAL jenis  Anaerobic Filter(AF dan Upflow Anaerobic Sludge Blanket(UASB, dibandingkan. Data  primer  pada  perencanaan  ini  adalah  data  pemakaian  air bersih dari TPI tiap bulan selama tahun 2015 serta data karakteristik air limbah, meliputi konsentrasi BOD, COD, TSS, dan Total N. Data sekunder meliputi  data  kualitas  dan  kuantitas  effluent  TPI  yang  diperoleh  dari analisis laboratorium. Perhitungan tiap sistem IPAL mengacu pada kriteria desain  sebagai  dasar  pembuatan  DED  dan  Rencana  Anggaran  Biaya (RAB  tiap  sistem  IPAL. Hasil  perhitungan  tiap  unit  IPAL  akan dibandingkan dari segi efisiensi penyisihan, luas lahan yang dibutuhkan, dan RAB.Hasil analisis kandungan air limbah adalah sebagai berikut, BOD = 894 mg/L, COD = 1443 mg/L, TSS = 280 mg/L, dan Total N = 423,9 mg/L. Hasil perhitungan desain AF adalah diperlukannya 2 kompartemen, demikian pula dengan sistem UASB. Efisiensi penyisihan BOD pada AF dan  UASB  bertutrut-turut  adalah  88,95%  dan  97,96%.  Sedangkan, efisiensi  COD  berturut-turut  adalah  89,68% dan  90,24%.  RAB  sistem IPAL  sebesar  Rp  59.609.889,-;  Sedangkan  sistem  UASB  sebesar  Rp 50.914.605,. Sehingga unit IPAL yang dipilih adalah sistem UASB.

  18. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DERAJAT MIOPIA PADA REMAJA (STUDI DI SMA NEGERI 2 TEMANGGUNG KABUPATEN TEMANGGUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anisa Sofiani

    2016-04-01

    Full Text Available Miopia sebagai kelainan refraksi menjadi penyebab terbanyak gangguan penglihatan di dunia hingga diestimasikan separuh dari penduduk dunia menderita miopia pada tahun 2020. Segala golongan usia dapat mengalami miopia, terutama pada remaja. Jawa tengah menduduki peringkat ke 6 untuk masalah miopia, dan remaja yang menderita miopia di kabupaten Temanggung khususnya SMA N 2 Temanggung diperkirakan meningkat tiap tahunnya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 720 siswa, sampel 92 siswa SMA N 2 Temanggung. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara jarak baca (p=0,042, intensitas gadget (p=0,049, intensitas jalan kaki outdoor (0,004, dan intensitas olahraga outdoor (p=0,017 dengan derajat miopia remaja. Dan tidak ada hubungan dengan jenis kelamin, asupan vitamin A, lama membaca, penerangan, posisi membaca, penggunaan gadget /hari, pekerjaan, pendapatan orang tua, keturunan, intensitas rekreasi dan hobi. Faktor terkuat adalah olahraga outdoor (p=0,005 dan OR=17,468. Anjuran untuk penelitian selanjutnya adalah dalam penghitungan asupan Vitamin A apakah mempengaruhi peningkatan dioptri miopia agar memperhatikan cara pengolahan makanan. Kategori untuk variabel penggunaan gadget juga perlu ditambahkan. Myopia as refractive error will be the most common cause of visual impairment over the world until half of the world's populations are suffer from myopia in 2020. All of age groups can get it, especially in adolescents. Central Java’s ranked is sixth for the problems of myopia, and adolescents who suffer the myopia in Temanggung regency in particular SMA N 2 Temanggung is expected to increase each year. This study was explanatory research with cross sectional approach. The population were 720 students, with 92 samples students of SMA N 2 Temanggung. The Results, there were a relationship between reading distance (p=0.042, the intensity of the gadget (p=0.049, the

  19. ARCA DWARAPALA PADA CANDI-CANDI BUDDHA DI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahyu Sarjanawati

    2011-10-01

    Full Text Available Temple as a product of the culture of Hindu-Buddhist period is the building that describes the concept of cosmogony and a replica of Mount Mahameru the place of the gods. Dwarapala statue is one of the guards in almost Javanese temple. The existence of this statue in the temple (depiction microcosm has a meaning. Problems which will be solved, namely: (1 where the statue Dwarapala placed in the temple Plaosan and the temple Sewu (2 how is the depiction of Dwarapala statues in the temple Palosan and the temple Sewu? Gana figure that became the object of the study were analyzed with hermeneutical analysis. Hermeneutical analysis of the statue Dwarapala can only be done if the information about these statues is known. From the results of research and discussion can be seen that the meaning of the statue at Buddhist temple Dwarapala not be separated from the concept of cosmogony. Portrayal system was adapted to the function of these statues at the temple. So it can be said that the statues have meaning that Dwarapala is a portrayal of religious situation in the Hindu-Buddhist and the symbol of the world above (heaven. The placement of temple statues Dwarapala complement cosmogony concept representations, thus building meaning of worship into a whole. Keywords:  Dwarapala, temple, hermeneutic   Candi sebagai produk dari budaya masa Hindu-Buddha adalah bangunan yang menggambarkan konsep kosmogoni dan replika Gunung Mahameru tempat para dewa. Patung Dwarapala adalah salah satu penjaga di kuil hampir Jawa. Keberadaan patung ini di candi (mikrokosmos penggambaran memiliki arti. Masalah yang akan dipecahkan, yaitu: (1 bagaimana patung Dwarapala ditempatkan di candi Plaosan dan candi Sewu (2 bagaimana penggambaran patung Dwarapala di candi Palosan dan candi Sewu? Gana sosok yang menjadi objek penelitian dianalisis dengan analisis hermeneutis. Analisis hermeneutis patung Dwarapala hanya dapat dilakukan jika informasi tentang patung-patung ini dikenal

  20. WACANA TEMBANG MACAPAT SEBAGAI PENGUNGKAP SISTEM KOGNISI DAN KEARIFAN LOKAL ETNIK JAWA

    OpenAIRE

    Dwi Bambang Putut Setiyadi

    2010-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan karakteristik wacana tembang macapat Tripama, Wulangreh, and Kalatidha, sasmita, dan sistem kognisi, serta kearifan lokal etnik Jawa. Objek penelitian yang berupa wacana tembang macapat disediakan dengan teknik pustaka, simak, dan catat. Analisis data menggunakan metode analisis wacana. Hasil penelitian: (1) Strktur wacana macapat Tripama, Wulangreh, and Kalatidha disusun dalam pola purwa wacana, madya wacana, dan wasana wacana. Ketiga...

  1. JURNALISME BENCANA DALAM PEMBERITAAN KECELAKAAN AIRASIA QZ8501 PADA SURAT KABAR JAWA POS DAN KOMPAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Finsensius Yuli Purnama

    2016-05-01

    Full Text Available Disaster has always been one of the topics of media attention. There are many sensitive issues that encourage the emergence of a special study in the field of journalism, related to disaster journalism. Disaster journalism in this research is intended as any journalism principle used by Jawa Pos and Kompas related to disaster. It contains two dimensions in disaster journalism that is process dimension and result dimension. This research focuses on the result dimension of AirAsia QZ8501 aircraft crash report that occurred on December 28, 2014. There are four principles that should be used by media in covering disaster: accuracy principle, humanist principle especially victim voice principle, commitment principle towards rehabilitation, and control and advocacy principle . By using content analysis method, the result of this research shows that the principle of disaster journalism applied by Jawa Pos is the principle of accuracy and humanist. While the principle of disaster journalism applied by Kompas is the principle of accuracy only.   Bencana selalu menjadi salah satu topik yang mendapat sorotan media. Terdapat banyak isu sensitif yang mendorong munculnya sebuah kajian khusus di bidang jurnalistik, terkait dengan jurnalisme bencana. Jurnalisme bencana dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai prinsip jurnalisme apa saja yang digunakan oleh Jawa Pos dan Kompas terkait bencana. Terkandung dua dimensi dalam jurnalisme bencana yaitu dimensi proses dan dimensi hasil. Penelitian ini berfokus pada dimensi hasil yaitu berita kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang terjadi pada 28 Desember 2014. Terdapat empat prinsip yang harus digunakan media dalam meliput bencana: prinsip akurasi, prinsip humanis khususnya prinsip suara korban, prinsip komitmen menuju rehabilitasi, serta prinsip kontrol dan advokasi. Dengan menggunakan metode analisis isi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip jurnalisme bencana yang diterapkan Jawa Pos adalah prinsip

  2. Desain Interior Four Points Solo untuk Menampilkan Citra Hotel Bisnis Elegan Kontemporer dengan Sentuhan Budaya Jawa

    OpenAIRE

    Paramita, Trivesti Laksmi

    2015-01-01

    Kota Solo sebagai salah satu potensi pariwisata di sentral Jawa telah banyak kemajuan. Sebagai salah satu kota wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia, Solo melengkapi kemajuan infrastuktur kotanya dengan fasilitas penunjang, kemudahan akses dan akomodasi bagi para pebisnis. Hotel bisnis adalah hotel yang fasilitas utamanya dapat mengakomodasi seluruh kegiatan bisnis tamu hotel. Four Points by Sheraton yang merupakan hotel bisnis dengan klasifikasi bintang em...

  3. LINGKUNGAN "PECINAN" DALAM TATA RUANG KOTA DI JAWA PADA MASA KOLONIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handinoto Handinoto

    1999-01-01

    Full Text Available Pecinan (Chinese Camp area is never absent in the town of Java. Although the specific characteristics of this mileu is not so strong any more at the present as it was in the past, its presency in diverse smaller towns in Java is still felt as something different. The specific atmosphere of the area, centered on the klenteng as the place of workship, its social environment, included the specific style of house construction, are easy to be recognized. In some world cities like San Fransisco and Manila, the socalled China Towns are just stimulated for its existence. It is even so far, that theyare recomended as tourist destination objects. During the rule of the New Order (1965-1998, Pecinan in the towns in Indonesia are systimatically abolished, because of sicio political considerations. This paper tries to trace back the history of those Chinese Camps in the older towns of Java, to have a certain picture of its existence in the past. Abstract in Bahasa Indonesia : Lingkungan "Pecinan" selalu ada di hampir semua kota-kota di Jawa. Meskipun sekarang lingkungan ini sudah semakin kabur, tapi di beberapa kota kecil di Jawa bekas kehadirannya masih sangat terasa sekali. Atmosfir lingkungannya yang khas, diperkuat dengan kehadiran kelenteng sebagai pusat ibadah dan sosial, serta bentuk-bentuk bangunan yang khas pula sangat mudah untuk ditengarai. Di beberapa kota di dunia seperti San Fransisco, Manila dan sebagainya daerah Pecinan ini justru di perkuat kehadirannya. Bahkan daerah tersebut bisa dijadikan sebagai daerah tujuan wisata kota. Selama Orde baru, karena alasan sosial dan politik, kehadiran Pecinan di kota-kota Indonesia, mulai dihapuskan. Tulisan ini mencoba untuk menelusuri sejarah kehadiran daerah "Pecinan" pada kota-kota di Jawa pada masa lampau. Kata kunci : Kota di Jawa jaman kolonial, Pecinan.

  4. Pengembangan Komoditas Unggulan Pertanian dengan Konsep Agribisnis di Kabupaten Pamekasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratiza Rizkian Azwartika

    2013-09-01

    Full Text Available Sektor unggulan di Kabupaten Pamekasan adalah sektor pertanian, namun potensi tersebut belum termanfaatkan secara maksimal. Agar dapat lebih meningkatkan perekonomian setempat, maka perlu diketahui komoditas unggulannya untuk menentukan kegiatan agribisnis pascapanen dan pengolahan yang tepat. Untuk mengetahui komoditas unggulannya, digunakan analisa Location Quotient dan Shift Share Analysis, serta dikuatkan dengan data komoditi unggulan di Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pamekasan dan hasil wawancara. Hasil penelitian diperoleh dua komoditas unggulan pertanian yang potensial untuk dikembangkan yaitu komoditas sapi dan jagung. Kedua komoditas tersebut merupakan komoditas yang berpotensi dan memiliki daya saing sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut. Kegiatan agribisnis pascapanen komoditas sapi dan jagung dibutuhkan terutama dalam penyediaan bahan baku berkualitas untuk kegiatan pengolahan selanjutnya. Kegiatan pengolahan komoditas pertanian dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas tersebut. Hasil dari kegiatan pengolahan berupa produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan perekonomian

  5. ANALISIS POTENSI RETRIBUSI PELAYANAN PASAR DI KABUPATEN KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herru Dwi Haryono

    2017-06-01

    Full Text Available Selama periode 2008-2012, realisasi retribusi pelayanan pasar ini mengalami tren naik turun. Sedangkan dari target yang ditentukan dalam komponen retribusi pelayanan pasar yakni retribusi pasar, retribusi sampah/kebersihan dan retribusi sewa kios rata-rata selalu terealisasi melebihi target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi retribusi pelayanan pasar di Kabupaten Kendal dan apakah target yang ditentukan sudah berdasarkan potensi yang ada. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder dalam penelitian ini berupa data yang bersumber dari BPS Kabupaten Kendal, DPPKAD    Kabupaten Kendal, Disperindag  Kabupaten  Kendal dan  UPTD Dinas  Pasar Kabupaten  Kendal.  Metode analisis yang digunakan yakni analisis deskriptif yakni menghitung potensi retribusi pelayanan pasar di Kabupaten Kendal dan membandingkan potensi dengan target dan apakah target yang ditentukan sesuai berdasarkan potensi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 potensi retribusi pelayanan pasar di Kabupaten Kendal sebesar Rp.5.130.789.600 pertahun. (2 target retribusi pelayanan pasar di Kabupaten Kendal selalu berada dibawah potensi yang ada, jadi kesimpulannya bahwa mekanisme penentuan target tidak berdasarkan potensi yang ada. Berdasarkan hasil anasilis data tersebut, saran yang dapat disampaikan adalah agar pemerintah daerah ataupun pengelola pasar dapat memanfaatkan secara maksimal potensi yang ada agar realisasi penerimaan retribusi pelayanan pasar dapat ditingkatkan lagi dan hendaknya mengevaluasi mekanisme penetapan target berdasarkan potensi yang ada agar kinerja pemerintah maupun pengelola pasar dapat ditingkatkan lagi yang akan berdampak pada realisasi penerimaan retribusi pelayanan pasar. During the period 2008-2012, the actual levy of service this market has been trending up and down. While the targets specified in the component market services levy market fees, garbage fees / levies hygiene and the average

  6. KERAGAMAN FENOTIPE TRUSS MORFOMETRIK DAN GENOTIPE IKAN GABUS (Channa striata DARI JAWA BARAT, SUMATERA SELATAN, DAN KALIMANTAN TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irin Iriana Kusmini

    2015-12-01

    Full Text Available Ikan gabus di Indonesia awalnya hanya terdapat di Barat garis Wallace (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan yang kemudian diintroduksi ke Indonesia bagian Timur. Ikan gabus termasuk ke dalam deretan ikan air tawar sebagai sumber daya genetik untuk menunjang diversifikasi usaha budidaya. Guna menyukseskan program diversifikasi tersebut, maka perlu diketahui keragaman genetik ikan gabus dari Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah agar dapat direkomendasikan sebagai dasar pemuliaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keragaman dan kekerabatan antara populasi ikan gabus dari Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan tengah. Metode penelitian dilakukan dengan analisis fenotipe terhadap 16 ekor ikan sampel dari masing-masing daerah tersebut, sedangkan untuk analisis keragaman genotipe masing-masing digunakan 10 ekor ikan dari setiap daerah. Analisis tersebut dilakukan melalui truss morfometrik dan RAPD dengan primer OPA-10, OPA-11, dan OPA-15. Hasil penelitian menunjukkan keragaman berdasarkan truss morfometrik dan hasil PCR ikan gabus asal Sumatera Selatan lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Tengah dan Jawa Barat. Kekerabatan ikan gabus Kalimantan Tengah lebih dekat dengan ikan gabus Sumatera Selatan dibandingkan dengan ikan gabus Jawa Barat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi untuk pertimbangan dalam program pemuliaan.

  7. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN BERBELANJA ONLINE DI PROVINSI PULAU JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Januar Israhmawan Putra

    2017-11-01

    Full Text Available Penggunaan internet di Indonesia yang tumbuh dengan pesat diikuti dengan banyak ber - munculan situs e-commerce yang merubah budaya dan gaya berbelanja masyarakat menjadi serba online. Pertumbuhan pasar e-commerce ini harus dibarengi dengan pelayanan yang akan diberikan kepada konsumennya secara baik agar konsumen merasa puas ketika bertran - saksi kepada perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan konsumen berbelanja online pada situs jual beli Lazada, Zalora, dan Mataharimall. Variabel independent yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Website Design, Security, Information Quality, Payment Method, E-service Quality, Product Quality, Product Variety, Delivery Service dan variebel dependent adalah Customer Satisfaction. �e- �e- �e - sponden dalam penelitian ini adalah konsumen Lazada, Zalora, dan Mataharimall yang be - rada di wilayah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan jumlah responden sebanyak 400 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling yaitu porposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data regresi berganda dan teknik analisis deskriptif. Hasil peneltian ini menunjukan bahwa website design, information quality, product vaiety, delivery service berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dalam berbelanja online.

  8. Campursari Karya Manthous: Kreativitas Industri Musik Jawa dalam Ruang Budaya Massa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wadiyo -

    2012-12-01

    Campursari karya Manthous adalah sebuah campuran dari musik pentatonik gamelan  Jawa  dengan  musik  populer  di  Indonesia  yang  mengacu  pada               musik   diatonis   Barat.   Nada   gamelan   dan   frekuensi   lagu   semuanya ditransformasikan menjadi nada frekuensi diatonis. Namun, harmonisasi yang digunakan adalah harmoni pentatonis gamelan Jawa. Campursari karya Manthous telah  berhasil  menjadi salah  satu  industri  musik  besar  karena didukung oleh tiga komponen, yaitu penyelenggara produksi musik, distribusi produksi musik, dan kebutuhan masyarakat. Peran media massa juga sangat membantu terhadap keberadaan karya ini. Berita tentang Manthous dan Campursarinya menyebar secara luas di masyarakat melalui media massa. Dalam waktu kemunculannya yang relatif singkat, Campursari karya Manthous telah menjadi musik Jawa dalam ruang budaya massa.     Kata kunci: Campursari, budaya massa, industri musik

  9. PENERAPAN MODEL THINK-PAIR-SHARE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KELAS II SDN 3 BANJAR JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ningsi Soisana Lakilaf

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa  setelah penerapan model pembelajaran Think-Pear-Share bermediakan gambar pada siswa kelas II Semester I di SD Negeri 3 Banjar Jawa, Tahun Pelajaran 2017/2018.Pelaksanaan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK yang dilaksanakan dalam 2 silklus,  setiap siklus  terdiri dari 2 pertemua, dengan tahapan yang terdiri dari (1 perencanaan, (2 pelaksanaan, (3 pengamatan, dan (4 refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas II SD Negeri 3 Banjar Jawa  dalam penelitian ini adalah teknik tes dan nontes.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Think-Pair-Share bermedia gamabar diketahui bahwa ketuntasan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dalam pembelajaran dengan hasil presentasi mendeskripsikan secara tertulis sebelum pelaksanaan tindakan 27%, siklus I 77% dan Siklus II 90 %. Pembelajaran dengan menerapkan model Think-Pair-Share bermedia gambar dapat meningkatkan keterampilan menulis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui penerapan model Think- Pair-Share bermedia gambar dapat meningkatkan keterampilan  menulis siswa kelas II SD Negeri 3 Banjar Jawa,. Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya guru lebih aktif dan kreatif dalam melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.   Kata Kunci : Keterampilan menulis, model Think-Pair-Share

  10. Kinerja Keuangan Daerah dan Pembiayaan Belanja Modal Kabupaten Merangin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elliya Agus

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract. This research aimed to test and obtain empirical evidence of a direct effect of the components of financial performance of local governments to capital expenditure Merangin Regency in 2001-2015. The results showed that the degree of decentralization is still very low as the average over 15 years amounted to only 5.16% were categorized as very reendah. It is claimed that PAD Merangin Regency is still a major effect on revenues, seen from efectifivity PAD and PAD Merangin Regency efficiency has been very effective and efficient. The results of multiple linear regression with the variables DOF, effectiveness and efficiency of significant positive effect on capital spending. This suggests that any increase in the financial performance Capital expenditure will also rise. Keywords: Financial Performance, Capital Expenditures, Decentralization Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja anggaran keungan daerah Kabupaten Merangin menggunakan pendekatan rasio keuangan untuk mengukur derajat desentralisasi, tingkat efisiensi dan efektifitas keuagan daerah, serta mengetahui, menguji dan memperoleh bukti empiris pengaruh langsung komponen kinerja keuangan pemerintah daerah terhadap alokasi belanja modal Kabupaten Merangin tahun 2001-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat desentralisasi masih sangat rendah dimana rata-rata selama 15 tahun hanya sebesar 5,16 % yang termasuk dalam kategori sangat rendah.  Hal ini menyatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD Kabupaten Merangin masih belum berpengaruh besar terhadap pendapatan daerah, dilihat dari efektifivitas  dan efisiensi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Merangin sudah sangat efektif dan efisien. Hasil dari regresi linear berganda dengan variabel derajat otonomi fiskal, efektifitas dan efisiensi  keuangan daerah berpengaruh positif signifikan terhadap belanja modal.  Hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan Kinerja keuangan maka Belanja Modal juga akan ikut naik. Kata

  11. KAJIAN PENGEMBANGAN PERIKANAN BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN MUNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marlenny Sirait

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji komoditas unggulan perikanan dalam upaya pengembangan perikanan dan menyusun strategi kebijakan produksi perikanan yang didasarkan pada komoditas unggulan di Kabupaten Muna.  Hasil analisis LQ diperoleh  bahwa perikanan darat merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Muna, dengan arah pengembangan komiditi rumput laut dan budidaya kerapu. Dalam menjamin keberlanjutan dari usaha perikanan di kabupaten Muna maka diarahkan diantaranya (1 Pengembangan sumber daya manusia mulai dari proses produksi, penanganan pasca panen dan pengolahan sampai kepada pemasaran (2 Pengembangan kelembagaan KUB pembudidaya rumput laut perlu segera difasilitasi di seluruh kawasan perikanan. (3 Pengembangan teknologi budidaya perlu dilakukan khususnya dalam rangka menghadapi perubahan iklim global (4 Pengembangan sarana dan prasarana pengembangan komoditas unggulan.Kata Kunci: perikanan, komoditas unggulan, Kabupaten Muna STUDY ON THE DEVELOPMENT OF FISHERIES MAIN COMMODITIES OF MUNA DISTRICT This study was conducted to assess the main commodity fishery in the development of fisheries and fishery production policy strategy that is based on the main commodity in the Muna District. LQ analysis results showed that inland fisheries were the main commodity in the Muna, especially supported by the development of seaweeds commodity and grouper aquaculture. In order to ensure the sustainability of fisheries in Muna then directed polices includes (1 development of human resources from production, post harvest handling and processing to fulfill market demand (2 institutional development KUB of seaweed farmers needs to be facilitated throughout the area of fisheries. (3 development of cultivation technology needs to be done, especially in order to face global climate change (4 development of infrastructure development of main commodities.Key Words : fisheries, main commodity, Muna district

  12. Sebaran Nyamuk Vektor Di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanelza Supranelfy

    2017-02-01

    Full Text Available AbstractMosquito-borne disease still a public health problem, both in urban and rural areas, such as: dengue hemorrhagic fever (DHF, malaria, lymphatic filariasis (elephantiasis, chikungunya and japanese encephalitis. Muaro Jambi is one of regencies in Jambi Province were found to vector borne diseases. The aim of this study is to get more information about the mosquito diversity in Muaro Jambi Regency for comprehensive data. The activities carried out are catching mosquitoes at night using human landing and resting collection methods. There were a total of 1.722 mosquitoes of four genera were collected (Aedes, Anopheles, Culex and Mansonia that consists of 24 species. The results of this study give additional information on the diversity of mosquitoes found in Muaro Jambi Regency.Keywords: Mosquito, vector, Muaro Jambi RegencyAbstrakPenyakit yang ditularkan oleh nyamuk masih merupakan masalah kesehatan bagi masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan, seperti demam berdarah dengue (DBD, malaria, filariasis (kaki gajah, chikungunya dan japanese encephalitis. Muaro Jambi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang ditemukan beberapa penyakit tular vektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menambah informasi mengenai fauna nyamuk di Kabupaten Muaro Jambi untuk mendapatkan data yang komprehensif. Kegiatan yang dilakukan yaitu penangkapan nyamuk pada malam hari dengan metode human landing collection dan nyamuk istirahat (resting collection. Sebanyak 1.722 ekor nyamuk berhasil diangkap yang terdiri dari empat genera (Aedes, Anopheles, Culex dan Mansonia meliputi 24 spesies. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi mengenai keragaman nyamuk yang ditemukan di Kabupaten Muaro Jambi.Kata Kunci: Nyamuk, vektor, Kabupaten Muaro Jambi

  13. Pola Pengembangan Agribisnis Perikanan Wilayah Pesisir Kecamatan Bonang Kabupaten Demak

    OpenAIRE

    Hajar, Elizabeth Fatimatul; Ma’rif, Samsul

    2013-01-01

    Kecamatan Bonang merupakan salah satu wilayah pesisir Kabupaten Demak terdapat empat desa pesisir yaitu Desa Purworejo, Desa Margolinduk, Desa Morodemak, dan Desa Betahwalang. Potensi 4 Desa sebagai wilayah pesisir sangat didominasi hasil perikanan yang sangat melimpah namun, berdasarkan data BPS dalam angka tahun 2011 Kecamatan Bonang memiliki jumlah rumah tangga miskin cukup besar. Tujuan dalam penelitian ini adalah merumuskan pola agribisnis perikanan sebagai strategi untuk meningkatkan pe...

  14. Analisis Sektor/Sub Sektor Unggulan di Kabupaten Bungo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gafur Gafur

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract. This study aimed to analyze the leading sectors in Bungo. The method used is Location Quotient (LQ, Dynamic Location Quotient (DLQ, specialization index, Growth Ratio Model (MRP. Based on analysis of LQ and DLQ, there are only two basis sectors at present and in the future, namely the construction sector and trade, hotels and restaurants. Based on the analysis of Specialization Index, in Bungo Regency has a concentration of the economy in the agricultural sector and the manufacturing sector. Based on MRP analysis also showed that prominent sector growth at the level of Bungo and Jambi Province, namely electricity, gas and water supply; the building sector; and trade, hotels and restaurants. Keywords : Location Quotient (LQ, Dinamic Location Quotient (DLQ, Specialization Index, Growth Ratio Model   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor unggulan di Kabupaten Bungo. Metode yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ, Dinamic Location Quotient (DLQ, indeks spesialisasi, Model Rasio Pertumbuhan (MRP. Berdasarkan analisis LQ dan DLQ,  hanya ada 2 sektor yang menjadi sektor basis pada saat ini dan pada masa yang akan datang yaitu sektor bangunan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Berdasarkan analisis Indeks Spesialisasi, di Kabupaten Bungo telah terjadi konsentrasi ekonomi pada sektor pertanian dan sektor industri pengolahan. Berdasarkan analisis MRP juga dapat diketahui bahwa sektor yang menonjol pertumbuhannya pada tingkat Kabupaten Bungo dan Provinsi Jambi yaitu sektor listrik, gas dan air bersih; sektor bangunan; serta sektor perdagangan, hotel dan restoran. Kata Kunci : Location Quotient (LQ, Dinamic Location Quotient (DLQ, indeks spesialisasi, Model Rasio Pertumbuhan

  15. DAMPAK PERKEMBANGAN KAWASAN PENDIDIKAN DI TEMBALANG SEMARANG JAWA TENGAH (The Impact Development of Education Area in Tembalang Semarang Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Prasetyo Samadikun

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Kawasan Tembalang merupakan salah satu wilayah pemekaran Kota Semarang Propinsi Jawa Tengah yang peruntukannya sebagai daerah pusat pengembangan pendidikan serta  pertumbuhan perumahan dan permukiman.  Pada tahap awal,  perkembangan kampus (kawasan pendidikan di wilayah ini masih berdampak positif, khususnya pada pertumbuhan/perbaikan infrastruktur. Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata mulai timbul dampak negatif pada lingkungan di sekitar kawasan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tahapan dan bentuk perubahan yang terjadi di Kawasan Tembalang, serta mengkaji kondisi eksisting permukiman dan infrastruktur di wilayah ini. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan menggabungkan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa tahapan dan bentuk perubahan yang terjadi selama empat tahap mencakup aspek kependudukan, matapencaharian, kondisi sosial-ekonomi-budaya, suplai kebutuhan, tata guna lahan, kondisi infrastruktur, dan lingkungan. Nilai skoring terhadap infrastruktur eksisting bernilai baik untuk kondisi transportasi dan drainase, kondisi bangunan dinilai buruk, dan kondisi persampahan dinilai sedang.  ABSTRACT Tembalang region is one of expansion area in Semarang City that used for regional center of educational development and growth of housing and settlements. In the early stages, the development of the campus in the region still poses a positive impact, especially on the growth/improvement of infrastructure. Further developments, it began to be a negative impact on the environment around the campus area. The objectives of this research are to examine the changing phase and shape that occur in Tembalang region, and to assess the existing condition of settlements and infrastructure  in the region. This

  16. Analisis Pemasaran Telur Di Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam (Studi Kasus Peternakan H. Djarasun Mangkuto Kec. Tilatang Kamang Kabupaten Agam)

    OpenAIRE

    Syafriardi, Rahmat; Iskandar, Ismet

    2006-01-01

    This research is aimed to identify marketing policy and and future startegy that should be taken by the business of H. Djarasun chicken husbandry.this husbandry is being chosen because this husbandry is the biggest husbandry in Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten agam. In this research the writers collected primary data taken from the key informan in the business and secondary data which is taken from related government instituion.From this research the writers can formulated marketing strat...

  17. Analisis Pemasaran Telur di Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam (Studi Kasus Peternakan H. Djarasun Mangkuto Kec. Tilatang Kamang Kabupaten Agam)

    OpenAIRE

    Syafriardi, Rahmat; Iskandar, Ismet

    2006-01-01

    This research is aimed to identify marketing policy and and future startegy that should be taken by the business of H. Djarasun chicken husbandry.this husbandry is being chosen because this husbandry is the biggest husbandry in Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten agam. In this research the writers collected primary data taken from the key informan in the business and secondary data which is taken from related government instituion.From this research the writers can formulated marketing strat...

  18. Penerapan Skeptisisme Profesional Auditor Internal Pemerintah dalam Mendeteksi Kecurangan (Studi Kasus pada Auditor Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarina Gabryela Aprilyanti Butar Butar

    2017-08-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan skeptisisme profesional auditor internal pemerintah di Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah dalam mendeteksi kecurangan. Penerapan skeptisisme profesional akan dipahami berdasarkan karakteristik sikap yang membentuknya sebagaimana dinyatakan oleh Hurtt et al., (2010 antara lain questioning mind, suspension on judgment, search for knowledge, interpesonal understanding, self-confidence, dan self-determination. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan mengacu pada proposisi teori. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara kepada auditor investigasi dari setiap jabatan fungsional tim audit. Responden wawancara ditentukan dengan teknik purposive sampling yaitu auditor investigasi yang pernah menerima gugatan terkait hasil audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa auditor investigasi Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah menerapkan skeptisisme profesional dalam mendeteksi kecurangan. Auditor mampu mempertanggungjawabkan kebenaran laporan hasil auditnya dengan ditolaknya lima gugatan dari enam gugatan yang diterima Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan satu gugatan masih dalam proses pengadilan.

  19. Kinerja Pembangunan Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raina Damarsari

    2015-03-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1 menganalisis peringkat kinerja pembangunan antar kabupaten/kota di Provinsi Jambi, dan (2 mengkategorikan kabupaten/kota di Provinsi Jambi berdasarkan kinerja pembangunan ekonomi, sumber daya manusia, dan infrastruktur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari 2009-2012 dari Badan Pusat Statistik, terdiri dari delapan indikator untuk menilai kinerja pembangunan ekonomi, lima indikator untuk menilai kinerja pembangunan sumber daya manusia, dan delapan indikator untuk menilai kinerja pembangunan infrastruktur. Metode analisis untuk mencapai tujuan pertama adalah analisis komponen utama (PCA dan analisis faktor serta untuk tujuan ketiga adalah analisis kluster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 Kota Jambi menempati peringkat pertama dalam kinerja pembangunan secara keseluruhan, diikuti oleh dari Tanjab Barat dan Kabupaten Batang Hari, (2 Empat kelompok kabupaten/kota di Provinsi Jambi terbentuk berdasarkan kinerja pembangunan, yaitu: cluster I (Kerinci, Merangin, dan Tebo memiliki kinerja yang pembangunan daerah paling rendah, klaster II (Tanjab Timur memiliki kinerja pembangunan di atas rata-rata, klaster III (Sarolangun, Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjab Barat, Bungo Kabupaten, dan Kota Sungai Penuh memiliki kinerja pembangunan rata-rata (menengah, dan kelompok IV ( Kota Jambi memiliki kinerja pembangunan paling tinggi. Kata kunci : Analisis Faktor, Analisis Klaster, Pembangunan Ekonomi, Sumberdaya Manusia, Infrastruktur.   Abstract This study aims (1 to analyze the performances among regencies/ cities in Jambi Province, and (2 to categorize the regencies/ cities in Jambi Province based on economic, human resources, and infrastructure development performances. Datas used in this study are secondary data of 2009-2012 from Statistics Indonesia, consists of eight component indicators to assess the performance of economic development, the five component indicators to assess the

  20. Pengaruh Kompetensi Profesional Guru, Efikasi Diri, dan Komunikasi Interpersonal terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Kerinci Kanan Kabupaten Siak

    OpenAIRE

    Rifqi, Ahmad; -, Machasin; Choiron, Alies

    2015-01-01

    The purpose of this study to obtain valid and reliable information about the influence of professional competence of teachers on teacher performance in SMPN 1 Kerinci Kanan Kabupaten Siak, effects of self-efficacy on teacher performance in SMPN 1 Kerinci Kanan Kabupaten Siak, interpersonal communication influence on teacher performance in SMPN 1 Kerinci Kanan Kabupaten Siak, effect of teachers professional competence, self-efficacy and interpersonal communication together on teacher performan...

  1. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDATAAN PENYAKIT MENULAR DI KABUPATEN JEMBRANA BERBASIS WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Bagus Putu Sudarma Putra

    2015-10-01

    Full Text Available Pendataan penyakit pada masing-masing instansi kesehatan di Kabupaten Jembrana masih besifat manual sehingga hasil pendataan tidak langsung diterima pihak Dinas Kesehatan. Masyarakat umum yang berada di Kabupaten Jembrana belum bisa memperoleh informasi tentang data penyakit menular yang terdata di Kabupaten Jembrana. Penelitian ini akan merancang Sistem informasi Geografis (SIG dengan melakukan pendataan penyakit yang terdata di Kabupaten Jembrana. Metode pembangunan sistem menggunakan model waterfall dengan beberapa tahapan yaitu Analisa Kebutuhan, Design Sistem, Coding & Testing dan Penerapan Program. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP, Javascript dengan dukungan web mapping Google Map API dan Fusion Table Layer. Hasil dari penelitian adalah sebuah sistem yang dapat melakukan pendataan penyakit pada masing-masing Instansi Kesehatan serta informasi pemetaan penyakit menular dengan menampilkan intensitas warna yang berbeda sesuai dengan besarnya penyakit yang terdata. Informasi yang diterima juga dalam bentuk report dan grafik jumlah pendataan penyakit secara berkala sesuai dengan kebutuhan Dinas Kesehatan.

  2. Penentuan Alternatif Lokasi Pengembangan Kawasan Agroindustri Berbasis Komoditas Pertanian Unggulan Di Kabupaten Lamongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Nugrahaning Dewanti

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif lokasi pengembangan kawasan agroindustri berbasis komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Lamongan guna meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Dalam penelitian ini digunakan beberapa alat analisis yakni analisis LQ dan analisis Shift Share yang digunakan untuk menentukan komoditas unggulan, analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi kawasan agroindustri, serta analisa pembobotan untuk menentukan lokasi yang paling potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan agroindustri. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa komoditas pertanian unggulan di kabupaten Lamongan adalah komoditas padi. Selanjutnya didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi pengembangan agroindustri di Kabupaten Lamongan yakni tenaga kerja, aksesibilitas, listrik kuantitas bahan baku, dan pasar. Kemudian berdasarkan faktor-faktor tersebut didapatkan lokasi-lokasi yang potensial untuk pengembangan kawasan agroindustri berbasis komoditas unggulan di Kabupaten Lamongan yakni Kecamatan Babat, Paciran, Kedungpring, Lamongan, Modo, dan Brondong.

  3. IDENTIFIKASI KOMODITI UNGGULAN PADA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sisca Vaulina

    2016-12-01

    Full Text Available Setelah otonomi masing-masing daerah memiliki lebih dari kebebasan dalam menentukan komoditas yang diprioritaskan dalam pembangunannya. Salah satu potensi di Kabupaten Indragiri Hilir adalah pertanian. Untuk pertanian diperlukan identifikasi komoditas pertanian utama yang akan dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi komoditas pertanian utama terlihat dari dasar komoditas pertanian, spesialisasi dan lokalisasi komoditas pertanian yang diprioritaskan untuk dikembangkan di Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian menggunakan metode studi kasus, data yang digunakan adalah data dari tahun 2014-2015, menggunakan analisis ekonomi LQ regional, spesialisasi quotient dan lokalisasi quotient. Hasil penelitian menunjukkan komoditas di Kabupaten Indragiri Hilir kering padi, kacang tanah, ubi kayu, pepaya, durian, mangga, kelapa, pinang, kelapa, sagu, domba, sapi dan perikanan umum. KS dan KL nilai kegiatan pertanian terspesialisasi di setiap kabupaten. Pengembangan prioritas komoditas padi kering, kedelai, kacang tanah, ubi kayu, pepaya, mangga, durian, jeruk, pinang, kakao, domba dan perikanan umum. Kata kunci : Komoditas Unggulan, Komoditas Pertanian

  4. Pemodelan Spasial Erosi Kualitatif Berbasis Raster Studi Kasus di DAS Serang, Kabupaten Kulonprogo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nursida Arif

    2018-01-01

    Citation: Arif, N., Danoedoro, P., dan Hartono. (2017. Pemodelan Spasial Erosi Kualitatif Berbasis Raster Studi Kasus di DAS Serang, Kabupaten Kulonprogo. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2,127-134, doi:10.14710/jil.15.2.127-134

  5. STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PETERNAKAN KERBAU RAWA DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN

    OpenAIRE

    Alpianor Alpianor; Danang Biyatmoko; Hafizianor Hafizianor; Muhammad Husaini

    2017-01-01

    This study aims to: 1) analyze the management of swamp buffalo husbandry in Hulu Sungai Selatan, and 2) formulate the strategies for developing swamp-buffalo husbandry in Kabupaten Hulu Sungai Selatan Regency. The research was conducted in four villages, namely: Desa Bajayau Tengah in Kecamatan of Western Daha, Desa Pandak Daun, Desa Hakurung and Desa Hamayung in Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, South Kalimantan province from April to July 2016. To investigate the manageme...

  6. Studi Hubungan Budaya dengan Aglomerasi Ekonomi (North-South Corridor Di Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmad Kresna Sakti

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRACT   There are two things that commonly identify economic activitivities spacially such as concentration and imbalance.  East Java has two concentration poles of Java economic activities spacially. One of the concentration areas in East Java is in Surabaya, and that concentration activity is called North-South Corridor which is close to temple/ archeological site in East Java. Based on the fact, this research answers some questions like (1 Is there any interaction between culture dimension (the people and economic dimension? (2 How does culture dimension interacts with economic dimension? The aims of the research are (a To know the interaction between culture dimension (the people and economic dimension partially and cumulatively, so there will be North-South Corridor in East Java; (b To know the flow of mechanism from the detail of culture dimension interacting with economic dimension. The research was done outside North-South Corridor  area in East Java. The result of the research shows (1 there is a relationship between culture and economic dimension. It can be showed from the difference of each economic subject both inside and outside North-South Corridor in facing Hofstede Culture; (2 the difference of culture is formed by the environment of area inside and outside North-South Corridor.   Keywords: North-South Corridor, culture, economic concentration   ABSTRAKS   Terdapat dua hal yang seringkali menjadi ciri menonjol dari kegiatan perekonomian secara spasial, yaitu adanya konsentrasi dan ketimpangan. Di Pulau Jawa Terdapat dua kutub konsentrasi kegiatan ekonomi di Jawa secara spasial. Salah satunya wilayah konsentrasi kegiatan ekonomi di Surabaya Jawa Timur. Konsentrasi kegiatan tersebut dikenal dengan koridor utara – selatan. Menariknya koridor Utara-Selatan berhimpit dengan letak situs purbakala/candi di Jawa Timur.  Berpijak pada kesenjangan realita tersebut, penelitan ini berusaha menjawab pertanyaan berikut, (1 apakah

  7. PENERAPAN GOOGLE EARTH UNTUK PENYAJIAN DATA KOMODITI KERAJINAN GAMELAN PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SUKOHARJO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Listiana

    2016-12-01

    Full Text Available Kerajinan gamelan merupakan salah satu produk komoditi unggulan di kabupaten Sukoharjo. Di mana komoditi unggulan kabupaten Sukoharjo berada di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag.  Dengan adanya komoditi kerajinan gamelan dapat meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM dan kualitas produk akan meningkat. Komoditi kerajinan gamelan di kabupaten Sukoharjo terletak dibeberapa daerah. Bagi pendatang, untuk mencari tempat yang mempunyai produk kerajinan gamelan akan susah mencari informasi dan tempatnya. Setelah mengetahui masalah di atas maka akan diterapkan google earth untuk menyajikan data komoditi kerajinan gamelan kabupaten Sukoharjo, dengan tujuan google earth dapat memetakan bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara, dan globe GIS tiga dimensi sehingga akan menghasilkan 16 data yang lengkap dari produk komodti kerajinan gamelan. Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut yaitu mengumpulkan data dengan cara metode observasi dan studi pustaka. Dalam melakukan observasi yang diamati secara langsung, yaitu bagaimana proses penyajian data komoditi kerajinan gamelan pada dinas perindustrian dan perdaganan kabupaten Sukoharjo. Kesimpulan yang diperoleh, yaitu data komoditi unggulan kerajinan gamelan kabupaten Sukoharjo yang disajikan dalam google earth 100% sudah lengkap dengan 16 data.

  8. Analisis Hubungan Kluster Industri dengan Penentuan Lokasi Pelabuhan: Studi Kasus Pantai Utara Pulau Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maulana Prasetya Simbolon

    2012-09-01

    Full Text Available Proses distribusi barang merupakan suatu rangkaian proses yang terkait dalam upaya penguasaan areal pasar terluas melalui maksimisasi penjualan dan minimisasi biaya produksi (transportasi. Sebagian contoh nyata di beberapa wilayah, proses distribusi barang tidak didasarkan pada aspek minimisasi biaya transportasi/trucking (teori lokasi tradisional dimana pengiriman barang tidak melalui pelabuhan muat yang dekat dengan lokasi industri. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui keterkaitan hubungan antara industri dengan penentuan lokasi pelabuhan serta faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah metode komparasi hasil perhitungan model deterministik (Linear Programming dan Gravitasi dengan Pembatas Tunggal dengan data yang ada, serta analisis korelasi (model uji kebebasan dan Crammer’s-Coefficient of Association dalam mengukur keeratan hubungan faktor-faktor yang berpengaruh dalam penentuan lokasi pelabuhan. Hasil perhitungan menunjukkan adanya hubungan/ korespondensi antara lokasi pelabuhan dengan lokasi industri dimana lokasi kluster industri terlebih dahulu ada dan diikuti lokasi pelabuhan. Faktor utama yang berpengaruh dalam penentuan lokasi pelabuhan adalah jumlah kunjungan kapal. Prosentase hasil komparasi (selisih hasil perhitungan model gravitasi dengan data yang ada untuk variabel jumlah kunjungan kapal (2,2%; daya tampung gudang/CY (2,3%; biaya transportasi/trucking (12,7%. Nilai koefisien korelasi variabel jumlah kunjungan kapal = 0,866 (keeratan hubungan: kuat/tinggi, daya tampung gudang/CY = 0,878 (kuat/tinggi, biaya transportasi (inland = 0,699 (sedang/cukup. Persebaran muatan (ekspor dari: Jawa Timur ke pelabuhan Tanjung Perak (97%, Tanjung Emas (1%, Tanjung Priok (2%; Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta ke pelabuhan Tanjung Emas (72%, Tanjung Perak (15%, Tanjung Priok (13%; Jawa Barat ke pelabuhan Tanjung Priok (97,2%, Tanjung Emas (1,5%, Tanjung Perak (1,3%; DKI Jakarta & Banten ke pelabuhan Tanjung Priok (99

  9. Valuasi Ekonomi Hutan Mangrove di Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu : Studi Konservasi Berbasis Green Economy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dandy E Prasetiyo

    2016-05-01

    Full Text Available Promoting forest as one of green economy asset in Indonesia become an important agenda in the process of development. Forests have an important role as a source of foreign exchange and also as a form of natural resource wealth. The era of globalization with the accelerated economic growth increases the need for both, the fields of agriculture, infrastructure, land requirements and other sectors. Increased human needs are giving a positive correlation to the increased pressure on forests. Mangrove forests as one of the most productive ecosystems in the world are also experiencing the same threat. The expansion of settlements and ponds in coastal areas lead to degradation of mangrove forests is very high. The economic value of mangrove forests of diverse functions such as shoreline protection, habitat for aquatic organisms, carbon storage, and a variety of other functions has not been a lot of concern to the public and policy makers. This study aimed to quantify the economic value of mangrove forests in Untung Jawa Island, Thousand Islands as an effort to support the government's program to realize the green economy in the forestry sector. Method of economic calculation mangrove forests in this research is to calculate the Total Economic Value / Total Economic Valuation (TEV, which consists of direct use values (Direct Use Value and indirect use values (Indirect Use Value. The results showed that the direct use value of mangrove forests in Untung Jawa Island is Rp. 395,126,912 which includes the value of timber, fruit value, and the value of the fishery, while the indirect use value is Rp. 7,500,600,000 calculated from the value of coastal protection, the value of foraging, conservation value, educational value, and recreational value. The total economic value (total economic value of mangrove forests in Untung Jawa Island reached Rp. 7,895,726,912 Keywords : mangrove, green economy, total economic valuation

  10. PERKEMBANGAN PERIKANAN CUMI–CUMI DI SENTRA PENDARATAN IKAN UTARA PULAU JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suherman Banon Atmaja

    2016-04-01

    Full Text Available Studi pendahuluan tentang perikanan cumi-cumi yang berasal dari kapal purse seine telah dilakukan di sentra pendaratan ikan utara Pulau Jawa.  Setelah deplesi stok ikan pelagis di Laut Jawa, pada perikanan purse seine semi industri peralihan spesies target dan diversifikasi usaha penangkapan merupakan strategi dan respon adaptif pengusaha (pemilik kapal dan nelayan terhadap perubahan dalam kelimpahan sumber daya, kondisi lingkungan dan hambatan peraturan. Berdasarkan atas data kapal keluar–masuk di PPS Nizam Zachman Jakarta dan data sistem pemantauan kapal (VMS, vessel monitoring system menunjukkan daerah penangkapan menyebar ke 5 wilayah pengelolaan perikanan, yaitu WPP 712 Laut Jawa, WPP 572 Samudera Hindia, WPP 711 Selat Karimata dan Laut Cina Selatan, WPP 714 Selat Makassar dan Laut Flores, WPP 718 Laut Aru dan Laut Arafuru.  Rata–rata hari operasi di Laut Jawa dan Selat Karimata berkisar 40-110 hari, sedangkan rata–rata hari operasi di Laut Aru dan Laut Arafuru berkisar 126-253 hari. Perubahan kapal purse seine menjadi kapal cumi-cumi menunjukkan sinyal yang nyata mengenai terjadinya penurunan biomassa ikan-ikan tertentu dan kenaikan kelimpahan ikan lainnya.   This paper presents a preliminary study of the squid fishery originally come from purse seiners in center of fish landing at Northern of Java Island.  After depletion of pelagic fish stocks in the Java Sea, shift target species and fishing effort diversification of semi-industrial purse seine fishery is a strategy and an adaptive response of enterpreneur (owner’s and fishermen to changes in the abundance of the resources, environmental conditions and regulatory barriers.  Based on data entry–exit vessel in landing sites of Nizam Zachman Jakarta and VMS data showed that the fishing ground spreaded to five fisheries management areas, i.e., FMA 712 Java Sea, FMA 572 Indian Ocean, FMA 711 Karimata Strait and South China Sea, FMA 714 Macassar Strait and Flores Sea, FMA 718

  11. KELIMPAHAN STOK SUMBER DAYA IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN SUB AREA LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badrudin Badrudin

    2016-06-01

    Full Text Available Tulisan ini menyajikan data dan informasi tentang present status perikanan demersal di Laut Jawa, dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di sub area Laut Jawa yang tidak merata. Data yang dianalisis merupakan sebagian hasil survei Balai Riset Perikanan Laut di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegal pada tahun 2010 dan pada periode tahun sebelumnya. Eksploitasi sumber daya ikan demersal di perairan Laut Jawa sudah berlangsung sejak lama dan mencapai puncaknya pada sekitar tahun 1970-an di mana trawl dioperasikan secara intensif terutama di sepanjang pantai utara Jawa. Tingginya tekanan penangkapan di perairan pantai sampai kedalaman 40-an m telah menyebabkan menurunnya kelimpahan sumber daya, sebagaimana tampak pada hasil tangkapan cantrang kecil dan jaring arad yang dioperasikan secara harian. Kelimpahan dan ukuran individu ikan demersal di kawasan yang lebih dalam tampak cukup besar sebagaimana tercermin dari hasil tangkapan cantrang besar yang dioperasikan lebih lama. Dari fenomena tersebut dapat diduga bahwa sumber daya ikan demersal di perairan pantai sudah mengalami tangkap lebih (overfishing yang mengarah kepada penurunan stok atau bahkan depleted. Kegiatan penangkapan ikan di perairan yang lebih dalam di mana tekanan penangkapan relatif lebih rendah tampak memberikan keuntungan.   Based on data analysis and information collected, this paper describes the present status of demersal fisheries in the Java Sea and the uneven level of exploitation of the fish resources in the Java Sea sub areas. Data analyzed provide part of research results carried out by the Research Institute for Marine Fisheries. Data were obtained from a number of surveis carried out in Tegal landing place in 2010 and from the previous years. Demersal resources in the Java Sea have been exploited for years, where high fishing intensity occurred in the north coast of Java. High fishing pressure in the coastal waters lead to the decreasing fish resources abundance, as

  12. Preparation of Radwaste Disposal Site in Jawa Island and Its Surrounding Areas

    International Nuclear Information System (INIS)

    Budi Setiawan; Teddy Sumantry; Heru Sriwahyuni; Hendra A Pratama; Nurul Efri E; Achmad Sjarmufni; Pratomo Budiman; Dadang Suganda; Soegeng Waluyo; Ari Pudyo; Dewi Susilowati; Marwoto

    2008-01-01

    The task continuation and national needs indicate the important of starting for radioactive waste disposal preparation. As the IAEA procedures for the first step are to accomplished the conceptual and planning stage of radwaste disposal siting in Jawa island. Within the plan, the Milestone, the site important factors, the potential host rock, the possible areas, the aims and the investigation programs have been defined. From the procedures which are followed hopefully in the end of the activities, suitable site(s) to be able selected for radioactive waste disposal facility in near future. (author)

  13. KEEFEKTIFAN BUDAYA LITERASI DI SD N 3 BANJAR JAWA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Mas Dewantara

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keefektifan budaya literasi di SD N 3 Banjar Jawa untuk meningkatkan minat baca siswa. Metode atau teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: wawancara, observasi, angket, dan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Miles dan Huberman, yaitu: reduksi, sajian data, dan penarikan simpulan. Dari hasil penelitian terjadi peningkatan minat baca siswa sebesar 27%. Program budaya literasi ini dikemas dengan kegiatan 15 menit membaca sebelum jam pelajaran, melaksanakan sabtu literasi, menata perpustakaan, dan menciptakan lingkungan yang kaya teks.

  14. Gampong Jawa Landfill of Banda Aceh: a Case Study of Dumpsite Rehabilitation to a Sustainable Landfill

    OpenAIRE

    Mirzayanto; Yulian Gressando

    2013-01-01

    Gampong Jawa dumpsite was established in 1994 as part of Banda Aceh Municipality (BAM) efforts to participate in Adipura Award for the category of clean and green city. The 12 ha area was a dumpsite for most of wastes from BAM and Aceh Besar District. When earthquake/tsunami hit Banda Aceh in December 2004, it was completely destroyed and all the wastes were swept away. This paper is aimed to present the lessons of how a dumpsite is rehabilitated to a landfill. Some issues and ...

  15. PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN TERHADAP EFEKTIVITAS STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PADA DINAS PERKEBUNAN PROVINSI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rofily Putriyandari

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Plantation Office in West Java is the OPD environment of the Regional Government of West Java Province. The type of oil exploitation in West Java developed include the People's Plantations and Estates consisting of Private Estates and Country Estates.This study discusses the effect payroll and accounting information system of internal control Achievement Against the Plantation Office of West Java Province. With the aim to determine the extent to which accounting information system salaries for employees' performance. Metedologi study is a quantitative descriptive. Independent variable (X of the study is Payroll Accounting Information Systems, while the variable (Y is the internal control. The sample in this study were 35 people on a formula that raised by SolVin. Then the method of data collection using the method which is based on primary and secondary data. Obtained from the calculation of the test statistic used tcount = 5.2847 = 5% (0.05, N-2 = degrees of freedom (df 35-2 = 33, then earned a tTable = 2.0345. Means that Ha is received and Ho is rejected, meaning that the influence of payroll and accounting information system of internal control.  Keyword: Payroll And Accounting Information System Of Internal Control   Abstrak - Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Barat merupakan OPD dilingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Adapun jenis pengusahaan perkebunan yang dikembangkan di Jawa Barat meliputi Perkebunan Rakyat  dan Perkebunan Besar yang terdiri atas Perkebunan Besar Swasta dan Perkebunan Besar Negara .Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Pengendalian Intern di Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana system informasi akuntansi penggajian terhadap pengendalian intern. Metedologi  penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Variabel bebas (X dari penelitian ini adalah Sistem Informasi Akuntansi Penggajian sedangkan variabel (Y

  16. STUDY OF MITE Sarcoptes scabiei AND THE CLEAN AND HEALTHY BEHAVIOR IN LEKOK SUB DISTRICT, PASURUAN REGENCY, EAST JAVA = STUDI TUNGAU KUDIS Sarcoptes scabiei DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS DI WILAYAH KECAMATAN LEKOK, KABUPATEN PASURUAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cletus ,

    2015-03-01

    Full Text Available ENGLISHAbstractStudy of the relationship of scabies and hygienic behavior were conducted in Lekok sub district, Pasuruan regency, East Java. The study was conducted in May-December 2012. Objective research to determine (1 the relationship between the clean and healthty of life with the onset of scabies (2 the relationship between the clean and healthty behavior with the number of Sarcoptes scabiei in the dust in homes of respondents, ( 3 to know the public knowledge about scabies, (4 the prevention of scabies transmission was undertaken by the community. Data were collected in the form of questionnaires and interviews and the observations of Sarcoptes scabiei mite in the dust. The results of the study are: (1 the clean and healthty behavior, personal hygiene, using of towels, clothing, and bedding, the group of scabies cases were showed a lower number than the the group of non-scabies cases, (2 number of mite in the dust in the house of scabies cases more high compared with the group of non-scabies cases, (3 the level of public knowledge about scabies on the group of scabies cases more lower compared with the group of non-scabies cases (4 the prevention of scabies transmission by communities was low.INDONESIANAbstrakPenelitian tentang hubungan skabies dan perilaku hidup bersih telah dilakukan di kecamatan Lekok, Kabupaten pasuruan, Jawa timur. Penelitian dilakukan pada bulan maret-desember 2011. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1 hubungan antara PHBS dengan timbulnya skabies di wilayah puskesmas Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, (2 hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS dengan angka kontaminan tungau Sarcoptes scabiei pada debu yang di rumah responden, (3 tingkat pengetahuan masyarakat Kecamatan Lekok, tentang skabies, (4 upaya pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat untuk menanggulangi skabies. Data dikumpulkan berupa pengisian kuesioner dan wawancara, serta pengamatan ada tidaknya tungau Sarcoptes scabieidebu di rumah

  17. ANALISIS PENGARUH PAD, DAU DAN DAK TERHADAP BELANJA MODAL DAN BELANJA BARANG DAN JASA KOTA DAN KABUPATEN DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2006-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugeng Haryanto

    2013-06-01

    Full Text Available Decentralized system of local government put as executor and promoter of development in the area to organize and define their own regional development activities in accordance with the priority needs of the local community. Local governments have the right and authority to use the vast financial resources in accordance with its needs and aspirations of the people who thrive in the area. This study aimed to analyze the effect of PAD and transfer from the central government in the form of DAU and DAK towards capital expenditure and spending on goods and services. This study took a sample of the cities and counties in the province of East Java in 2006-2012. The analysis technique used is multiple regression analysis showed that simultaneous PAD, DAU and DAK effect on capital expenditures and also to Goods and Services expenditures. Partially PAD, DAU and DAK effect on capital expenditures. While PAD and DAU partially affect Expenditure on Goods and Services, but does not affect the DAK Goods and Services expenditures.

  18. Kajian Kasus Hubungan Pola Asuhan Gizi, Pengetahuan Gizi Ibu Pekerja Seks Komersial dengan Status Gizi pada Anak Baduta (Studi di Komplekslokalisasitegalrejo, Kecamatanbergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Tahun 2014)

    OpenAIRE

    Sophia, Dewi; Aruben, Ronny; Suyatno, Suyatno

    2015-01-01

    One of problem that showed up from commercial sex workers is nutrition rearand mother's nutrition knowledge that affect nutrition status from the child who was born. Lack of nutrition during pregnancy and the first 2 has a negative consequences. The aim in this research is to analyze the correlation beetwen nutrition rear,mother's nutrition knowledge as a commesrcial sex workers and nutrition status of children under two yearsin Tegalrejo Prostitution Complex,BergasMunicipality,SemarangRegenc...

  19. Pengaruh Jumlah Kelas dan Skema Klasifikasi terhadap Akurasi Informasi Penggunaan Lahan Hasil Klasifikasi Berbasis Objek dengan Teknik Support Vector Machine di Sebagian Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aria Jaka Dwiputra

    2016-10-01

    Full Text Available Produksi peta penggunaan lahan dari data geospasial satelit harus memperhatikan resolusi spasial yang digunakan, dengan menggunakan ilmu penginderaan jauh secara digital akurasi informasi geospasial tematik yang diperoleh dari data geospasial satelit dapat diukur secara kuantitatif. Jumlah kelas penggunaan lahan, skema klasifikasi, dan teknik ekstraksi informasi akan berpengaruh dalam overall accuracy.Penelitian ini menggunakan tiga variasi jumlah kelas dan skema klasifikasi yaitu 4, 7, dan 10 kelas penggunaan lahan. Tiga variasi tersebut diekstraksi dari citra ALOS AVNIR – 2 dengan resolusi 10 meter menggunakan metode klasifikasi berbasis objek dengan pendekatan support vector machine. Sesuatu yang lain dari klasifikasi berbasis objek adalah proses segmentasi yang mengelompokkan objek tutupan lahan dalam satu bagian, dan algoritma SVM mengklasifikasikan citra segmentasi dengan memanfaatkan empat tipe kernel yaitu linier, radial basis function, sigmoid, dan polynomial. Hasil ekstraksi informasi penggunaan lahan untuk jumlah kelas empat menggunakan klasifikasi berbasis objek dengan pendekatan support vector machine memiliki akurasi sebesar 87.2666% serta nilai koefesien kappa 0.8048 dan tipe kernel yang dipakai adalah kernel Linier. Hasil ekstraksi informasi penggunaan lahan untuk jumlah kelas tujuh menggunakan klasifikasi berbasis objek dengan pendekatan support vector machine memiliki akurasi sebesar 79.8021% serta nilai koefesien kappa 0.7293 dan tipe kernel yang dipakai adalah kernel Linier. Hasil ekstraksi informasi penggunaan lahan untuk jumlah kelas sepuluh menggunakan klasifikasi berbasis objek dengan pendekatan support vector machine memiliki akurasi sebesar 73.3377% serta nilai koefesien kappa 0.6466 dan tipe kernel yang dipakai adalah kernel Linier. Hasil ekstraksi informasi penggunaan lahan untuk jumlah kelas sepuluh menggunakan klasifikasi berbasis objek dengan pendekatan support vector machine dan ditambah dengan data bantu berupa informasi lereng dan informasi pola ruang memiliki akurasi sebesar 77.5705% serta nilai koefesien kappa 0.6982 dan tipe kernel yang dipakai adalah kernel Radial Basis Function. Kernel linier dengan satu parameter menunjukkan akurasi tertinggi pada setiap  jumlah kelas yang berbeda. Kernel linier menunjukkkan akurasi terendah ketika dipakai data bantu dalam proses klasifikasi. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa dengan semakin banyaknya parameter yang dipakai dalam proses klasifikasi tidak berarti semakin akurat hasil klasifikasinya. Setiap kernel memiliki pengaruh spesifik terhadap objek penggunaan lahan, dan untuk meningkatkan akurasi per objek penggunaan lahan dapat menggunakan data bantu

  20. Pengaruh Literasi Keuangan Dan Faktor Demografi Terhadap Proses Keputusan Pengambilan Kredit Usaha Rakyat (KUR Pada Bank Rakyat Indonesia (BRI Kantor Unit Mantingan, Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Fajar Hidayati

    2017-04-01

    Full Text Available Financial institutions such as banks are often chosen by the people as a financial institution that provides funds or capital. Bank Rakyat Indonesia (BRI through Kredit Usaha Rakyat (KUR program help people in providing lending capital. Therefore, financial literacy or personal financial knowledge of the people is really needed to become guidelines the people in decision-making process of credits. This research aims to determine the effect of financial literacy and demographic factors to the decision- making process Kredit Usaha Rakyat (KUR at Bank Rakyat Indonesia Unit Office Mantingan, Ngawi, East Java. This research is quantitative desciptive data and causal analysis, respondents surveyed in this research amounted to 251 customers of Bank Rakyat Indonesia (BRI which took the capital loan business credit or Kredit Usaha Rakyat (KUR. The result showed the financial literacy in the position 84,1% with a number of very good category and demographic factor at the 71,8% with good category. Based on the coefficienr of determination is obtained that the influence of financial literacy and demographic factor to the decision-making process of credit is 25,19% and 74,81% of rest is affected by other factors such as intenal factor like life style, and psychologi factor. External factor like family effect and co-workers.

  1. APLIKASI TANK MODEL DAN KESEIMBANGAN NERACA AIR STUDI KASUS MODEL DAS MIKRO (MDM,SUB-DAS CISAMPORA, DAS CIMANUK, KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syampadzi Nurroh dan Nana Mulyana Arifjaya

    2015-11-01

    Full Text Available The influence of forest cover in landuse is an important concern in the goverment’s regulation for distributionof water flow into the rivers. The River flow is one of the hydrology paramater importantness in order to bepriority in managamenet environmental. The one of hydrology which could be used for water balancepredictionbyTank Model. The Tank Model was applied using daily rainfall, evapotranspiration, and discharge river. Basedon research results that water balance are calculated by input parameter (precipitation, 678 mm with outputparameter by discharge (623,48 mm inequation curve discharge(Q = 1,606 (TMA1, 494 with the correlation (R2is 0,993and evapotranspiration (631,04 mm. Based on the indicators of the reliability of the Tank model thatthe value of the correlation coefficient (R of 0,84 can be presented the results of verification in this case quitesatisfactory. The water balancewas surplus ouput by calculated 550 mm of water storage in ground water (38,80%,outflowdistributed recharge river 622,21 mm(33,90% regard to runoff including 24% (runoff coefficient 0,24and evapotranspiration 504,8 mm (27,30%.

  2. Model Optimasi Pola Tanam untuk Meningkatkan Keuntungan Hasil Pertanian dengan Program Linier (Studi Kasus Daerah Irigasi Rambut Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Septyana

    2016-08-01

    Full Text Available The 7634 Ha of Rambut irrigation scheme is technical irrigation network located in Tegal District. The cropping pattern applied to the regulation of Tegal regency in 2014/2015 was rice plant/ sugar cane-rice plant/ crops/sugar cane-sugar cane which beginning in November I, but due to water shortage, it wasn’t applied in 2014/2015. Therefore, optimization of existing available water including suppletion derived from Cacaban Rambut suppletion channels is needed to prepare appropriate cropping patterns and to increase benefit of agriculture outcome to the maximum. Optimization was done by using linear programming through mathematical model solved by simplex method. Cropping pattern optimization consists of three scenarios, which are: (1 the sugar cane area 1500 Ha, (2 the sugar cane area 888 Ha and (3 without limitation of sugar cane area. Every scenario is simulated by four cropping patterns alternative by changing planting schedules existing from November I, November II, December I and December II. Based on the results, the highest profits for each scenario is the alternative 1, start planting on November I. The cropping pattern obtained from optimization is rice plant/crops/sugar cane - crops/sugar cane - crops/sugar cane for scenario I and II, while for scenario III is rice plant/crops- crops - crops.

  3. Sertifikasi Phenyl: Persepsi Masyarakat dan Dampak Sertifikasi pada Pengusahaan Hutan Skala Lokal (Studi Kasus di Kelurahan Selopuro dan Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Yuwono

    2008-07-01

    Full Text Available Phenyl Certification: Public Perception and Impacts of Certification of the Local Scale Forest Management (Study Case in Selopuro and Sumberejo Villages, Batuwarno Sub District, Wonogiri Regency, Central Java In 2002, Indonesian Ecolabel Institution (LEI established the so-called Sustainable Community Based Forest Management Certification system (PHBML. In 2004, with a PHBML certificate award, the community forest management units in Selopuro and Sumberejo villages, Batuwarno sub district, Wonogiri Regency, Central Java were anknowledged as the best institution in sustainable yield function, social function, and ecological function aspects. This research was aimed to find out the community's kind of perception, as well as that of KPS (Certification Farmer Community officials and members in particular, to PHBML certification implementation. Also, the study was intended to discover the impact of PHBML certification upon the local scale forest management. The research findings indicated that the community's level of understanding to PHBML certification was poor when compared with that of KPS officials. This condition due to the official failure to share the knowledge they had receivedfrom NGO with the KPS members. With PHBML certification, the institutional management by forest farmers had been proven improved however, there have not been yet any significant improvement to farmer income, and to forest product marketing. In addition to this, what was meant by significance, did not fully answer the farmer expectation of better sustainable forest principle realization.

  4. Karakteristik Dan Pergerakan Sebaran Penderita DBD Berdasarkan Geographic Information System Sebagai Bagian Sistem Informasi Surveilans di Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doni Lasut

    2009-06-01

    Full Text Available West Karawang is a part of Karawang District that have high case incidence in three years later. This research uses cross sectional study method was conducted that aimed to gain information of mapping DHF endemic region use GIS (Geographic Information sys-tems as a part of surveillance informatics system 2008. The special goals are to know the spatial aspect of the movement pattern , sociodemographic, larvae index, vector control programs, land systems and precipitation. The results of study are movement pattern of DHF in West Karawang is local, the sociodemographic of sex and marital status there are no special different, group of class age 15 – 44 years old (53,70%, non-formal working (81,48% is the highest. The sociodemographic of education Senior High School (38,89% is the highest too. Almost of The housing type permanent (94,44% is the dominant and the average wide building 50-100 meters (66,67% is the highest. House index larvae is 55,10% and container larvae index is 15,51%. The vector control program of fogging in study area 70,37% is done and PSN program activity (81,48% this fact shown that there are many possibility for breeding place in this district. The Use of GIS helps to handle huge of data easily and much more information can be display clearly.

  5. Karakteristik Dan Pergerakan Sebaran Penderita DBD Berdasarkan Geographic Information System Sebagai Bagian Sistem Informasi Surveilans di Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doni Lasut

    2013-01-01

    Full Text Available Abstract. West Karawang is a part of Karawang District that have high case incidence in three years la ter. This research uses cross sectional study method was conducted that aimed to gain information of map ping DHF endemie region use GIS (Geographic Information sys­tems as a part of surveillance informatics system 2008. The special goals are to know the spatial aspect of the movement pattern , socio-demographic, larvae index, vector control programs, land systems and precipitation. The results of study are movement pattern of DHF in West Karawang is local, the socio-demographic of sex and marital status there are no special different, group of class age 15 - 44 years old (53,70%, non-formal working (81,48% is the h igh est. The socio-demographic of education Senior High School (38,89% is the highest too. Almost of The housing type permanent (94,44% is the dominant and the average wide building 50-100 meters (66,67% is the h igh est. House index larvae is 55,10% and container larvae index is 15,51 %. The vector control program of fogging in study area 70,37% is done and PSN program activity (81,48% this fact shown that there are many possibility for breeding place in this district. The Use of GIS helps to handle huge of data easily and much more information can be display clearly.Key Words : DHF, GIS, PSN, Fogging, Larvae Index

  6. PERANAN CIVIC COMMUNITY DALAM MENDORONG PEMUDA SEBAGAI PELOPOR KEMANDIRIAN BANGSA (Studi kasus pada komunitas “Pasukan Kresek” di Kabupaten Malang Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rista Ayu Mawarti

    2016-12-01

    Full Text Available The role of civic community in encouraging the youth as the pioneer of the nation self- reliance. This study aims to explore the role of civic community in optimising the potential of youth in order to become the pioneer of nation self-reliance. The research method used, i.e. qualitative approach to the design of case studies on community "Pasukan Kresek"  in Malang Regency, East Java. The results showed  that "Pasukan Kresek" as a civic community serves as a media that enable the youth participation through social movements  which based on self-reliance and local things oriented to create the better future. Thus, it could raise the greatest potentials of the youth as the pioneer of the nation self-reliance.

  7. Kepemimpinan Pemuda Dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Keluarga (Studi Kepemimpinan Wawan Yuanda di Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Helmy Shoim Pramudyarto

    2017-04-01

    Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kepemimpinan Wawan Yuanda sebagai kepala desa dalam program pemberdayaan masyarakat melalui usaha pembuatan batu bata serta implikasinya terhadap ketahanan ekonomi keluarga dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat tersebut..Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan model metode campuran atau mixed method dengan menggunakan Strategi Transformatif Konkuren dengan mengumpulkan data pada satu tahap/fase penelitian dan pada waktu yang sama untuk mendapatkan deskripsi atau gambaran dari realitas sosial yang ada di masyarakat yang kemudian untuk mengungkap tentang kepemimpinan Kepala Desa dalam program pemberdayaan masyarakat dan implikasinya terhadap ketahanan ekonomi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wawan Yuanda selaku Kepala Desa Tumiyang telah berhasil melakukan program pemberdayaan masyarakat melalui usaha batu bata. Keberhasilan tersebut juga berimplikasi terhadap pendapatan masyarakat sehingga meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga masyarakat yang terlibat dalam usaha pembuatan batu bata

  8. Kajian Spasial Suhu Permukaan Laut Akibat Air Bahang Pltu Paiton Menggunakan Saluran Termal Satelit Landsat 7/etm+ Di Pantai Bhinor Kabupaten Probolinggo Jawa Timur

    OpenAIRE

    Ismayati, Qorihah; Helmi, Muhammad; Rochaddi, Baskoro

    2013-01-01

    Penelitian bertujuan untuk memetakan secara horisontal suhu permukaan laut di perairan PLTU Paiton Probolinggo dan mengkaji sebaran spasial termal perairan akibat air bahang PLTU Paiton Probolinggo. Pengolahan data citra dilakukan menggunakan perangkat lunak ER Mapper 7.0 dan ArcGIS 9.3. Data yang digunakan dalam penelitian adalah citra Satelit Landsat 7ETM+ tahun 2009 hingga tahun 2012, data arus permukaan dan angin yang diperoleh dari BMKG Maritim Perak Surabaya dan data hasil pengukuran la...

  9. Peranan kelompok peternak sapi potong Satwa Mulya terhadap keberdayaan rumah tangga peternak di Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Lathif Apriyanto

    2017-03-01

    Full Text Available The purpose of this research were to describe: (1 the implementation of farmers group’s activities in increasing the production of beef cattle, (2 the success of farmers group’s activities in increasing the production of beef cattle and, (3 the success of the farmers group’s role in empowering the farmers. The method of this research was a descriptive with qualitative model. The subject was officers of Satwa Mulya and citizen of Brajan Village. The research data were collected by using the method of participation and observation, interview, and documentation. The researcher wasthe main instrument which assisted with guidelines for observation, interview, and documentation.Method in this research were used data display, data reduction, and conclusion drawing.The results showed that: (1 The existence of farmers groups can increase the farmers knowledge in managing the beef cattle business started from seed selection, feeding, maintenance and marketing. In addition, also be increased the motivation and solidarity of farmers within the group. (2 While the implementation of farmers group’s activities in increasing the beef cattle production is good enough which includes: awarding the concentrates weighing livestock from government, artificial insemination, supplementation and pregnancy checking. (3 Furthermore the success of the farmers group’s role in communitiesproductivity can be seen from the increasing prosperity of farmers in Brajan village.So, it can be concluded that existence of farmers group’s can increase the knowlegde of farmers especially about beef cattle production, their motivation and unity or farmers in its group. Keywords: farmers group, productivity, beef cattle

  10. UJI ADAPTASI VARIETAS UNGGUL DAN GALUR HARAPAN PADI UMUR SANGAT GENJAH PADA MUSIM KEMARAU DAN MUSIM HUJAN DI KABUPATEN SRAGEN, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toto Suhendrata

    2010-08-01

    Full Text Available The study was carried out in the Village Gondang, Sragen Regency Central Java in the dry season (June-October 2009 and in the wet season (October 2009 - January 2010. The design of the study using a randomized block design with six replication. Treatments consisted of two rice varieties and three rice elite lines very short maturity i.e. varieties Silugonggo, Inpari 1 and rice elite lines OM 1490, OM 2395 and B11283. The results of the study indicated that (i harvesting of OM 1490 and OM 2395 in the wet season were shortern than harvest age in the dry season, while harvesting a variety Silugonggo and Inpari 1 in the wet season were longer than the harvesting in the dry season, (ii Silugonggo, Inpari 1 , OM 1490, OM 2395 and B11283 adaptive and productive planted in the irrigated lowland, especially in the dry and wet seasons. Productivity in the dry and in the wet seasons were Inpari 1 (9.2 and 8.4 t/ha, Silugonggo (9.3 and 8.2 t/ha, OM 1490 (9.5 and 8.1 t/ha, OM 2395 (8.9 and 7.7 t/ha and B11283 in the wet season (8.1 t/ha dried grain, (iii productivity in the dry season were higher than in the wet season. The average productivity was different between that in the dry and in the wet season were Silugonggo 1.1 t/ha, Inpari 1 0.8 t/ha, OM 1490 1.4 t/ha, and OM 2395 1.2 t/ha dried grain or decreased of productivity between 8.70 -14.74%, and (iv Inpari 1 and OM 1490 more preferred of the farmers compared Silugonggo and OM 2395

  11. PENGARUH PERUBAHAN KECEPATAN KAPAL TERHADAP LEVEL KETINGGIAN AIR PADA SISTEM PALKAN IKAN HIDUP DENGAN SISTEM NATURAL UNTUK KAPAL IKAN TRADISIONAL DI KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-08-01

    Full Text Available Development of conventional fish hold design to live fish hold design may provide an alternative solution to keepcosts of preservation of fish catches down. Live fish hold systems left the water in the hold with sea water tocirculate around by giving a hole at the base of the hatch. Rembang traditional fishing vessel has the basiccharacteristics of a flat bottom with a long form of the stern board and has a habit of leaning on the edge of theocean with a sloping surface.The research was carried out on several models of variations in the number of holes and diameter of holes.Water in the live fish hold with ship stationary state will have the same height with a draught of ship, but asincreases of speed of ship then the height of water in the hold will decrease.Based on the analysis and calculation of Computational Fluid Dynamics method results obtained show that theoptimum velocity of each model reaches 7 knots. Models with a variation of amount 4 holes with 2 inch diameterhole has an average altitude of the highest water level of 2.16 m at a speed of 7 knots.

  12. KEMITRAAN ANTARA PUSKESMAS DENGAN SEKOLAH DASAR DALAM KEGIATAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS: STUDI KASUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JABON, KECAMATAN JOMBANG, KABUPATEN JOMBANG JAWA TIMUR, TAHUN 2004

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Muzakkiroh

    2012-11-01

    Full Text Available Health Promoting School Program is an integrated inter-programs and inter-sectors for preparing qualified human resources in the future. The success of this program mainly depends on partnership between institutions related, especially Community Health Center and schools in their work areas. This study aims to identify activities that have been done by Jabon Community Health Center in Jombang District- East Java and 4 schools in its work areas, respectively; the ongoing partnership and development of partnership between the Community Health Centers and the schools on Health Promoting School Program. Data collected by secondair data, depth interview, and interactive-discussion. The data were analyzed descriptively. Results showed the Health Promoting School Program done by Jabon Community Health Center were health screening, immunization, health education, and school health sanitation but the health education and school health sanitation were not given regularly. Furthermore, the activities were not provided to all schools in the Community Health Center's work areas. Health Promoting School activities done by the 4 schools were emergency and first aid, health education based on school curriculums. The ongoing partnership between the Community Health Center and the schools was not done regularly and just when the Community Health Center staffs visited the schools. The Jabon Community Health Center has not invited schools in its work areas to develop Health Promoting School Program plan and otherwise. To develop Health Promoting School Program, the Jabon Community Health Center and the 4 schools were agreed to enhance the partnership by dividing duties for each institution, respectively. The Jabon Community Health Center would concentrate on health services activities meanwhile the schools on health education and building on school health sanitation. Community Health Center would be the consultant for the Health Promoting School Program activities.   Keywords: health promoting school program, partnership

  13. PEMANFATAAN REMITANSI EKONOMI DAN SOSIAL DI KALANGAN BURUH MIGRAN PEREMPUAN (STUDI KASUS: DESA PENGGALANG DAN WELAHAN WETAN, KECAMATAN ADIPALA, KABUPATEN CILACAP, PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laila Octaviani

    2017-03-01

    Full Text Available This study on the Economic and Social Remittance Utilization Among Migrant Workers At Village Penggalang and Welahan Wetan, District Adipala, Regency of Cilacap, yet maximize the utilization of optimal economic remittances in improving the welfare of the family after returning to their hometown. The existence of a patriarchal system and stigma about migrant workers women as rural women, primary school graduates and former Housemaid, which further weaken their position in the family structure and society. During this time, the process of international migration female migrant workers do not just talk the problem over the issue of migration remittance economy and its impact on development that they forget aspects more substantial, namely social remittances. In this case, the process of international migration that they receive in the form of economic and social remittances can be a means not only to empower themselves by raising social position in the family and society and can also empowering environment. The problem is how to position himself (female migrant workers post back to the area of origin of the family and community structures. As well as how to use the remittance economy and sosialdiperoleh women migrant workers in order to improve the welfare of the family after returning to their home areas. Therefore, this study aims to position the female migrant workers after returning to the area of origin of the structure of families and communities through the use of economic and social remittances obtained, as well as to analyze and apply the theory / concept of anthropology.The method used in this study is a qualitative ethnographic method with techniques of data collection is done by in-depth interviews, observation and documentation study participation to all informants related to the utilization of remittances in the economic and social Penggalang and Welahan Wetan village, District Adipala, Regency of Cilacap.Results showed that the remittances of economic and social obtained the female migrant workers Village Penggalang and Welahan Wetan, District Adipala, Regency of Cilacap be used optimally so that women migrant workers and their families become more empowered again, which is influenced by several factors, namely 1 female migrant workers destination country; 2 the experience gained from the country of destination; 3 the role of Lakpesdam NU Cilacap along with Tifa Foundation and BNP2TKI, The Empowerment of Women Migrant Workers and Their Families in the Place of Origin with funding JSDF World Bank as well as all relevant stakeholders both government and non-government at national and local level by involving through support to development of Community-BasedOrganization (CBO as one of the pillars of the protection of migrant workers in the area of origin. And the involvement of relevant agencies in protecting migrant workers, especially women in Cilacap, the formulation of the Regional Regulation Cilacap District No. 7 of 2014 on the Protection of Indonesian Workers Cilacap and Regent Decree Cilacap No. 465.2 / 138/29 / Year 2013 regarding the Establishment Group Family Development Workers Indonesia working in Cilacap.

  14. GAMBARAN UMUM SEKTOR UNGGULAN DAN KONTRIBUSI SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI JAWA TIMUR (OLAH DATA TABEL INPUT-OUTPUT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azizatun Nurhayati

    2015-10-01

    Full Text Available Pembangunan daerah dilakukan dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang ada di suatu daerah. Karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah petani, maka penting untuk mengetahui kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian suatu daerah. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi sektor pertanian terhadap multiplier output, pengganda pendapatan, dan pengganda tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Input Output yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur Tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas tebu berada pada kuadran II, Dari keseluruhan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa (1 Komoditas tebu dapat mendorong berkembangnya industri gula di Jawa Timur, (2 di sektor peternakan, subsektor yang dapat dikembangkan adalah pakan ternak, pemotongan hewan, sapi, kambing dan domba, serta ayam (3 di sektor pengolahan subsektor pengolahan es krim, beras, dan penggilingan padi serta rokok. ABSTRACTLocal development is held by maximizing potential resources in a particular region. In addition, most of Indonesian people are farmers so it’s important to identify the agriculural contribution in local economic. The aim of this study are to study the contribution of agriculture  in ouput multiplier, income multiplier, and employment multiplier. The method which was used in this research was input-output analysis based on Badan Pusat Statistik East Java Province’s data in 2010. From the analysis, we can conclude that the sugarcane was formed in the second quadrant, in which (1sugarcane comodity promoted the sugar industry in East Java Province (2 in livestock subsector, the woof of livestock industry, animals truncation, sheeps, goats, and chicken husbandry (poultry were potentially to be developed (3 in processing subsector which was based on agriculture product, ice cream and processing, rice milling and cigarette were potentially to be developed. 

  15. STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT (Studi Tentang Pemberdayaan Usaha Kecil Pembuatan Kerupuk Ikan Di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara Propinsi Kalimantan Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ISWAN - GEMAYANA

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Penelitian berawal dari latar belakang masalah tentang upaya oleh pemerintah kabupaten Sukamara dalam memberdayakan usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara kabupaten Sukamara mengingat sampai saat ini, masih belum mampu menjadikan usaha kecil pembuat kerupuk ikan sebagai produk unggulan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendiskripsikan dan menganalisis: (1 Potensi usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara, (2 Strategi pemberdayaan usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara dan (3 Faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam pemberdayaan usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kwalitatif dengan lokasi penelitian pada pengusaha kecil pembuatan kerupuk di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara Propinsi Kalimantan Tengah. Analisis yang dilakukan dengan mengikuti model Miles Huberman yaitu analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sukamara dalam memberdayakan pengusaha kecil pembuat kerupuk ikan telah dilakukan, namun belum bisa dilakukan secara maksimal mengingat Pemerintah Kabupaten Sukamara sebagai pemerintahan baru hasil pemekaran mengalami beberapa kendala diantaranya keterbatasan personil, alokasi anggaran masih terserap untuk pembuatan infrastruktur gedung-gedung perkantoran pemerintah dan penataan organisasi kedalam. Beberapa rekomendasi dalam rangka melakukan strategi pemberdayaan pengusaha kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara kabupaten Sukamara: (1 Mengisi kekosongan jabatan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukamara dengan pejabat-pejabat yang berkompeten dibidangnya, (2 Memberikan pinjaman berupa dana pinjaman bergulir tanpa bunga, pemberian pelatihan manajemen perusahaan dan strategi pemasaran kepada para pengusaha kecil pembuat kerupuk ikan di

  16. Dinamika Gerakan Pembentukan Daerah Otonom Baru Kabupaten Mandau-Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ashsubli

    2016-04-01

    Full Text Available The purpose of this study was to identify and analyze the dynamics of the movement forming a new autonomous region in the district of Mandau. The method used in this research is qualitative descriptive analysis. Sources of data in this study are primary data the authors obtained from interviews with informants and secondary data obtained from the nature of the documents, archives, and other results are available. The results found that the dynamics of the social movements of tangible movement collectivity of people in it to carry or resist change. All that could happen due to the nature of the people themselves who want change it is marked on the organizing societies Mandau and Pinggir were struggling collectively to realize combustion Mandau regency or Duri City. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa dinamika gerakan pembentukan daerah otonomi baru di Kabupaten Mandau. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Analisis Deskriptif Kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang penulis peroleh dari hasil wawancara dengan informan serta data sekunder yang didapat dari dokumen-dokemen, arsip-arsip, dan hasil lain yang tersedia. Hasil penelitian menemukan adanya dinamika gerakan sosial yang berwujud gerakan kolektifitas orang-orang di dalamnya untuk membawa atau menentang perubahan. Semua itu bisa terjadi disebabkan sifat masyarakat itu sendiri yang menginginkan perubahan hal ini ditandai dari pengorganisasian masyarakat-masyarakat Mandau dan Pinggir yang berjuang secara kolektif untuk mewujudkan pemekaran daerah Kabupaten Mandau atau Kota Duri.

  17. STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BANTAENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasyiruddin Nasyiruddin

    2015-10-01

    Full Text Available This study reviewsthe strategyDisaster ManagementAgency(BPBD inresponse to floodsinBantaeng. The method usedin this research isqualitative descriptive approach. Data collection techniques inthis research is observation, interview, anddocumentationarecarried out directlyby the researchers. The results showed that:the construction of reservoirscarried out bythe Local GovernmentBantaengbeen implemented; greeningperformedas absorptionof waterfrom upstream areas(mountains toreducethe amount ofdischarge flowof watertodownstream areas; the construction ofthe walls ofthe coastasa breakwaterin coastal areashas not done well; the provision offacilities and infrastructureto support the establishmentof programs such asdam construction, reforestationandcoastalbuilding walls; raising community awarenessof flood preventionis still not good. Penelitian ini mengkaji tentang strategi Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD dalam menanggulangi bencana banjir di Kabupaten Bantaeng.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan secara langsung oleh peneliti.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pembangunan waduk yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng sudah terlaksana; penghijauan yang dilakukan sebagai resapan air dari daerah hulu (pegunungan untuk mengurangi banyaknya aliran debit air kedaerah hilir;  pembangunan dinding pesisir pantai sebagai pemecah ombak di daerah pesisir belum terlaksana dengan baik; penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung tercapainya program-program seperti pembangunan waduk, penghijauan dan membangun dinding pesisir pantai; peningkatan kesadaran  masyarakat dalam penanggulangan banjir masih kurang baik.

  18. Jember Fashion Carnaval (JFC Dalam Industri Pariwisata Di Kabupaten Jember

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chandra Ayu Proborini

    2017-09-01

    Full Text Available Fenomena Jember Fashion Carnaval (JFC yang terjadi di Kabupaten Jember menjadi salah satu latar belakang dilakukannya penelitian ini. Jember yang mempunyai latar belakang masyarakat pandalungan, diantara masyarakatnya terbentuk sebuah karnaval fashion yang saat ini dikenal hingga dunia. Fenomena ini menjadi hal yang menarik, karena Jember tidak mempunyai riwayat sejarah fashion dan dikenal dengan kota santri. JFC yang diprakarsai oleh Dynand Fariz telah menunjukkan eksistensinya selama 14 tahun dan telah berhasil merubah Jember menjadi kota karnaval tingkat dunia. Selain itu JFC menjadi barometer karnaval fashion di Indonesia karena menginspirasi daerah lain untuk membuat karnaval yang serupa. JFC memamer- kan busana hasil kreativitas dari peserta yang mengikutinya. Peserta diberikan pelatihan untuk membuat dan memperagakan busana. Adanya proses pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas peserta sehingga dapat membuat busana yang memiliki standart keindahan tersendiri. Proses tersebut secara tidak langsung membuat JFC mengalami proses komodifikasi, yaitu JFC bertransformasi menjadi event yang layak jual. Berdasarkan latar belakang yang telah diungkapkan, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tumbuh dan berkembangnya JFC diantara masyarakat Jember. Adapun secara spesifik mengkaji tentang latar belakang sosial budaya terbentuknya JFC sebagai industri pariwisata di Kabupaten Jember. Hasil pene- litian ini menunjukkan bahwa Jember memiliki ciri khas kultural serta modal yang mendukung tumbuh dan berkembangnya JFC di Jember, sehingga Jember dapat bersaing dengan daerah lain dalam ranah sektor pariwisata.Abstrak memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang diguna- kan, dan hasil penelitian. Tekanan penulisan abstrak terutama pada hasil penelitian.

  19. STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING DAERAH WILAYAH PENGEMBANGAN SATU KABUPATEN MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chris Wijayanti Puspita

    2017-03-01

    Full Text Available Regional economic development is basically a multisectoral involving many development actors, so it needs cooperation and coordination among all interested parties. The purpose of this study is (1 to determine the appropriate criteria in measuring competitiveness, (2 finding the leading sectors, (3 make appropriate recommendations in order to increase regional competitiveness Region Development of Malang. Data analysis techniques using Multi Sector Analysis (MSA. The results showed (1 there are eleven criteria for measuring competitiveness, (2 Regional Development One Malang superior in the industrial sector, (3 Recommendation prepared is to strengthen the public private partnership, infrastructure improvements, ensure the availability of electricity and water. Pembangunan ekonomi daerah pada dasarnya bersifat multisektoral dengan melibatkan banyak pelaku pembangunan sehingga diperlukan kerja sama dan koordinasi di antara semua pihak yang berkepentingan. Tujuan penelitian ini adalah (1 menentukan kriteria yang tepat dalam mengukur daya saing, (2 menemukan sektor unggulan, (3 menyusun rekomendasi yang tepat dalam rangka  peningkatan daya saing daerah Wilayah Pengembangan satu Kabupaten Malang. Teknik analisis data menggunakan Multi Sector Analysis (MSA. Hasil penelitian menunjukkan (1 terdapat sebelas kriteria untuk mengukur daya saing, (2 Wilayah Pengembangan Satu Kabupaten Malang unggul dalam sektor industri, (3 rekomndasi yang disusun adalah memperkuat kerjasama pemerintah dengn swasta, perbaikan infrastruktur, menjamin ketersediaan listrik dan air.

  20. Strategy to increase Barangan Banana production in Kabupaten Deli Serdang

    Science.gov (United States)

    Adhany, I.; Chalil, D.; Ginting, R.

    2018-02-01

    This study was conducted to analyze internal and external factors in increasing Barangan Banana production in Kabupaten Deli Serdang. Samples were determined by snowball sampling technique and purposive sampling method. Using SWOT analysis method, this study found that there were 6 internal strategic factors and 9 external strategic factors. Among that strategic factors, support for production facilities appears as the most important internal strategic factor, while the demand for Barangan Banana. as the most important external strategic factor. Based on the importance and existing condition of these strategic factors, using support for production facilities and realization of supporting facilities with farming experience are the strategies covering strength-opportunity (SO), organizing mentoring to meet the demand for Barangan Banana are the strategies covering weakness-opportunity (WO), making use of funding support and subsidies to widen the land, using tissue culture seeds and facilities and infrastructures are the strategies covering strength-threat (ST), increas the funding support to widen the land, the use of tissue culture seeds and facilities and infrastructures are the strategies covering weakness-threat (WT) are discussed and proposed to increase Barangan Banana productivity in Kabupaten Deli Serdang.

  1. PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTAR KABUPATEN DI KALIMANTAN TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TUTIK YULIANI

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketimpangan pembangunan dan  pendapatan  antar Kabupaten di Kalimantan Timur serta membuktikan apakah Hipotesis U terbalik berlaku di Propinsi Kalimantan Timur. Untuk mengetahui seberapa besar ketimpangan pendapatan digunakan Indeks Williamson dan Indeks Entropi Theil,.Berdasarkan indeks Wiliamson menunjukkan bahwa selama tahun 2010 sampai dengan 2012 terdapat ketimpangan pembanguan antar kabupaten di Kalimantan Timur sebesar 0.69 di tahun 2010 menjadi 0.72 di tahun 2012. Sedangkan dari hitungan Entropi Theil menunjukkan bahwa rata-rata selama tahun 2010 sampai dengan 2012 terdapat ketimpangan pendapatan sebesar 17.45. Setelah dilakukan analisis Kuznets menunjukkan bahwa di Kalimantan Timur selama tahun 2010 sampai dengan 2012 berlaku hukum Kuznets.This study aims to find out the development and income inequality inter regency in East Kalimantan and prove whether the inverted U hypothesis applied in the East Kalimantan. To find out how much income inequality, the writer used Williamson and Theil's Entropy Index. Based on Williamson index, it indicates that there is income inequality inter regency in East Kalimantan during 2010 to 2012, at 0.69 in 2010 to 0.72 in 2012. Whereas Entropy Theil calculation shows that on average during 2010 to 2012, there was income inequality by 17.45. Meanwhile, Kuznets analysis shows that Kuznets law applied in East Kalimantan during 2010 to 2012.

  2. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB LOKASI BAHAN GALIAN KABUPATEN PONOROGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Santosa

    2010-01-01

    Full Text Available Geographical Information System Base On Web Location Materials Dig Sub-Province of Ponorogo can give information concerning dig materials situation had by area of Ponorogo. This System will present map of Sub-Province area administration of Ponorogo along with dig materials location dots. Where every the dig materials location dot will give description of detail from each dig materials. Methodologies engineer software used to build this system is Waterfall which is covering engineer system, analyse, scheme, coding, conservancy and examination. Programming language the used is Arcview, Macromedia Flash, PHP 4, and Mysql Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Lokasi Bahan Galian Kabupaten Ponorogo dapat memberikan informasi mengenai letak bahan galian yang dimiliki daerah Ponorogo. Sistem ini akan menampilkan peta administrasi daerah Kabupaten Ponorogo beserta titik-titik lokasi bahan galian. Dimana setiap titik lokasi bahan galian tersebut akan memberikan keterangan detail dari masing-masing bahan galian. Metodologi rekayasa perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistem ini adalah Waterfall yang meliputi rekayasa sistem, analisis, perancangan, pemrograman, pengujian dan pemeliharaan. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah ArcView, Macromedia Flash, PHP 4, dan MySQL

  3. BIOLOGI REPRODUKSI DAN DUGAAN PEMIJAHAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger brachysoma DI PANTAI UTARA JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarso Suwarso

    2016-02-01

    Full Text Available Sumberdaya ikan kembung (Rastrelliger brachysoma merupakan ikan ekonomis penting, umumnya hidup di perairan pantai (zona neritic dan menjadi komoditi utama bagi perikanan rakyat di perairan utara Jawa. Jenis ini ditangkap secara intensif menggunakan pukat cincin mini dan populasinya akhir-akhir ini semakin menurun. Kondisi tersebut sangat rawan apalagi stok yang dieksploitasi berasal dari unit stok sama. Penelitian ikan kembung dilakukan berdasarkan pengambilan contoh biologi di beberapa tempat pendaratan ikan (Jakarta, Indramayu, Blanakan dan Tegal untuk memperoleh karakter biologi reproduksi dan dugaan pemijahan ikan kembung di pantai utara Jawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan November 2010. Rata-rata ukuran ikan yang tertangkap di Teluk Jakarta lebih besar dibanding perairan Blanakan dan Indramayu. Ikan betina yang tertangkap umumnya belum matang gonad. Ikan dengan kondisi matang gonad (TKG IV sekitar 7% dari keseluruhan contoh betina. Ikan dalam kondisi matang dengan ukuran gonadmaksimumdan telur transparent/ translucent sekitar 2% dan kondisi mijah (spent sebanyak 5%. Ikan betina mencapai kematangan pertama (length-at-first-maturity, Lm pada ukuran 16,4 cmFL. Ikan betina matang (fullymature female ditandai dengan berat gonad 24 gram dengan jumlah telur (batch fecundity sekitar 5.930 butir. Berdasarkan fluktuasi GSI musim pemijahan diduga berlangsung mulai bulan Oktober, khususnya perairan di Teluk Jakarta.

  4. KONSUMSI ENERGI, JUMLAH PENDUDUK TERHADAP PDRB PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 1985-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulia Agustiana

    2017-06-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dan hubungan sebab-akibat pemakaian energi, hubungan againts penduduk terhadap PDB Propinsi Jawa Tengah. Data yang digunakan pada waktu seri, dari 1985 hingga 2012. Mereka berasal dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS. Metode yang digunakan adalah OLS dan analisis kausal. Temuan-temuan dari studi ini adalah bahwa ada hubungan langsung antara PDB hubungan againts penduduk, PDB untuk konsumsi energi dan konsumsi energi, energi konsumsi towward PDB. Kesimpulan dari penelitian adalah konsumsi energi dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, konsumsi energi menyebabkan PDRB. Pemerintah maupun swasta sebaiknya meningkatkan usaha untuk mengembangkan energi terbarukan untuk dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi terutama untuk energi yang bersifat unrenewable resourch. The aims of this study are to analyse influence and causal relationship of energy consumption, relations againts population toward GDP Provinsi Jawa Tengah. The data used was time series, from 1985 up to 2012. They were from Central Bureu of Statistics (BPS. The metode used is OLS and causal analysis. The findings of this study is that there is a direct relationship between GDP to relation againts population, GDP to energy consumption and energy consumption, energy consumption towward GDP. The conclusion of the research is the consumption of energy and positive and influential population significantly to GDP, energy consumption caused the GDP. Government or private sector should increase efforts to develop renewable energy to reduce reliance against energy especially for energy are unrenewable resourch.

  5. Sistem Informasi Geografis Lokasi Lembaga Pendidikan Berbasis Islam (RA s.d. Pesantren di Kabupaten Cilacap

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isti Qomariyah Kumala Dewi

    2016-01-01

    Full Text Available Lembaga pendidikan berbasis Islam di Kabupaten Cilacap berjumlah cukup banyak dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap. Namun, informasi tentang lembaga pendidikan berbasis Islam di Kabupaten Cilacap masih sedikit diketahui oleh masyarakat. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini adalah ketersediaan data yang sedikit dan tidak lengkap, sedangkan kebutuhan informasi masyarakat cukup tinggi. Oleh karena itu, sistem informasi geografis ini dirancang dan dibangun untuk menyediakan informasi lokasi dan profil tentang lembaga pendidikan berbasis Islam yang ada di Kabupaten Cilacap secara lebih lengkap. Perancangan dan pembangunan sistem informasi geografis pada penelitian ini menggunakan model proses waterfall. Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara observasi dan membaca dokumen hasil survai. Perancangan sistem dibuat dengan mendefinisikan spesifikasi teknis dan pemodelan dengan ERD, DFD, dan Kamus Data. Sistem informasi geografis dibangun berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL, dan basis peta Google Maps API. Pengujian perangkat lunak dilakukan menggunakan metode black-box. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah SIG sekolah Islam dapat menampilkan peta penunjuk lokasi dan data sekolah Islam untuk pengguna dengan cepat dan praktis jika dibandingkan dengan pencarian melalui peta konvensional dan pencarian manual melalui mesin pencari di internet. SIG sekolah Islam dapat dijangkau dengan mudah karena berbasis situs web. Data sekolah dalam SIG sekolah Islam dapat diperbarui sewaktu-waktu dengan mudah karena aplikasi ini mempunyai halaman admin. Aplikasi SIG sekolah Islam dapat menjadi salah satu rekomendasi dan alternatif solusi penyedia informasi tentang sekolah Islam di Kabupaten Cilacap.

  6. PERAN PEMERINTAH KELURAHAN DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN MATA ALLO KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Arifin

    2013-10-01

    Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Pemerintah Kelurahan Mataallo Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa dan faktor-faktor dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Keurahan Mataallo Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. jenis penelitian adalah penelitian survey langsung ke objek penelitian dengan tipe deskriptif dengan informan yang telah di tentukan. Data dalam penelitian ini di kumpul dengan data prime dan sekunder yang menggunakan teknik pengumpulan data berupa ; observasi, dan wawancara secara mendalam terhadap informan dan data sekunder lima tahun terakhir. Data tersebut di analisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian mnnjukan bahwa peran Pemerintah kelurahan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Mataallo Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, ternyata dapatlah disimpulkan bahwa pelaksanaan peran pemerintah kelurahan dilihat dari penyelenggara kegiatan pemerintah kelurahan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan masyarakat, penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, pemeilharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum, belum maksimal, seperti kegiatan dan program pemerintah kelurahan tidak berjalan secara maksimal, belum maksimalnya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Mataallo Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Faktor yang mempengaruhi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Mataallo Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ; pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan, sedangkan faktor eksternal seperti kemudahan.

  7. ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN KOMODITAS KOPI ARABIKA DI KABUPATEN SOLOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Feri Arlius

    2017-03-01

    Full Text Available Kopi arabika merupakan jenis kopi dengan cita rasa terbaik dan komoditi unggulan yang memiliki nilai ekonomi relatif tinggi di pasar dunia. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi arabika terbaik dunia, tetapi Indonesia bukanlah negara penghasil terbesar di dunia. Kabupaten Solok memiliki ketinggian tempat atau elevasi antara 329 – 1.458 mdpl yang mana pada ketinggian tersebut tanaman kopi arabika dapat tumbuh dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi lahan untuk pengembangan kopi arabika di Kabupaten Solok. Dalam mengidentifikasi lahan untuk kopi arabika dilakukan analisis ketersediaan lahan dan kesesuaian lahan menurut struktur FAO (1976 yang mana hanya lahan kelas S1 (sangat sesuai dan S2 (cukup sesuai saja yang direkomendasikan. Luas lahan tersedia yang diperoleh cukup luas yaitu 101.059,79 ha (30,55 % dari luas Kabupaten Solok. Luas kesesuaian lahan untuk pengembangan kopi arabika berdasarkan lahan tersedia yaitu seluas 84.943,22 ha (84,05 %, dengan asumsi produktifitas kopi arabika 1 ton/ha/tahun Kabupaten Solok bisa menghasilkan kopi arabika sekitar 84.943,22 ton/tahun. Luas kesesuaian lahan akan bertambah 3.447,94 ha (3,41 % jika diberikan konservasi terasering pada kelerengan, sehingga luas kesesuaian lahan untuk pengembangan kopi arabika di Kabupaten Solok menjadi 88.391,16 ha (87,46 % dari lahan tersedia.

  8. PENILAIAN KERENTANAN PANTAI DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN TUBAN TERHADAP ANCAMAN KERUSAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marita Ika Joesidawati

    2016-11-01

    Full Text Available Analisa Kerentanan Pantai ini dilakukan di wilayah pesisir pantai utara Jawa Timur khususnya Kabupaten Tuban  dengan panjang pantai 65 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pengolahan data penginderaan jauh untuk penentuan parameter terkait CVI (Coastal Vulnerability Index terhadap ancaman kerusakan dan  untuk mengetahui tingkat kerentanan pantai yang diperlukan untuk merumuskan langkah-langkah mitigasi dalam meminimalkan dampak kerusakan pantai. Langkah dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan hidro-oseanografi dan data geologi dan informasi dari kerusakan pesisir dari data sekunder dan survey lapangan secara langsung. Pemanfaatan data penginderaan jauh dari satelit sensor optis serta sistem informasi geografis dapat memberikan informasi spasial sebagian besar parameter-parameter yang diperlukan dalam perhitungan Indeks Kerentanan Pantai. Parameter indeks kerentanan pantai (Coastal Vulnerability Index/CVI yang digunakan dalam pembobotan Kerentanan pantai  terhadap ancaman kerusakan menggunakan 10  variabel fisik pantai, yaitu: (1. Geomorfologi pantai (GF,  (2 Ketinggian Permukaan Tanah (Elevasi/E, (3 Tunggang pasut (Tidal Range rata-rata (TR,(4 Tinggi Gelombang Signifikan (SHW (5 Kenaikan Muka Air Laut Relatif (SLR, (6 Perubahan Garis Pantai (PGP, (7 Penggunaan Lahan (PL, (8 Litologi (L, (9  Luas Kerusakan Pantai (KP, (10 Lebar sabuk hijau (SH. Pengelompokan kelas dilakukan dengan membaginya berdasarkan persen dengan kisaran antar kelas 20%. Nilai yang kurang dari sama dengan 20% termasuk kelas tidak rentan, 20% – 40% termasuk dalam kelas kurang rentan, 40% – 60% kelas sedang, 60% – 80% masuk dalam kelas rentan, dan lebih dari 80% masuk  kelas sangat rentan. Berdasarkan hasil survey, perhitungan dan analisa terhadap seluruh data, diperoleh nilai CVI wilayah pesisir pesisir utara Kabupaten Tuban  yang terdiri dari 5  Kecamatan pantai dikelompokkan menjadi 4 kategori kerentanan terhadap ancaman kerusakan

  9. Desert agricultural terrace systems at EBA Jawa (Jordan) - Layout, water availability and efficiency

    Science.gov (United States)

    Meister, Julia; Krause, Jan; Müller-Neuhof, Bernd; Portillo, Marta; Reimann, Tony; Schütt, Brigitta

    2016-04-01

    Located in the arid basalt desert of northeastern Jordan, the Early Bronze Age (EBA) settlement of Jawa is by far the largest and best preserved archaeological EBA site in the region. Recent surveys in the close vicinity revealed well-preserved remains of three abandoned agricultural terrace systems. In the presented study these archaeological features are documented by detailed mapping and the analysis of the sediment records in a multi-proxy approach. To study the chronology of the terrace systems optically stimulated luminescence (OSL) is used. In order to evaluate the efficiency of the water management techniques and its impact on harvest yields, a crop simulation model (CropSyst) under today's climatic conditions is applied, simulating crop yields with and without (runoff) irrigation. In order to do so, a runoff time series for each agricultural terrace system and its catchment is generated, applying the SCS runoff curve number method (CN) based on rainfall and soil data. Covering a total area of 38 ha, irrigated terrace agriculture was practiced on slopes, small plateaus, and valleys in the close vicinity of Jawa. Floodwater from nearby wadis or runoff from adjacent slopes was collected and diverted via surface canals. The terraced fields were arranged in cascades, allowing effective water exploitation through a system of risers, canals and spillways. The examined terrace profiles show similar stratigraphic sequences of mixed unstratified fine sediments that are composed of small-scale relocated sediments with local origin. The accumulation of these fines is associated with the construction of agricultural terraces, forcing infiltration and storage of the water within the terraces. Two OSL ages of terrace fills indicate that the construction of these terrace systems started as early as 5300 ± 300 a, which fits well to the beginning of the occupation phase of Jawa at around 3.500 calBC, thus making them to the oldest examples of its kind in the Middle East

  10. SITUASI CAMPAK PADA BALITA (12 -59 Bulan DI PROPINSI SUMATERA BARAT, DKI JAYA, JAWA BARAT DAN BANTEN PADA TAHUN 2007 (Analisa Lanjut RISKESDAS 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salma Ma’roef

    2009-05-01

    Full Text Available AbstrakPenyakit campak di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan karena diperkirakan 76% orang yang rentan dalam rumah tangga. Insiden kasus pada tahun 2006 golongan umur 12-59 bulan mempati urutan paling pertama yaitu 34,94%. Tujuan dari penelitian untuk melihat gambaran kejadian campak pada empat propinsi ini.Desain penelitian analisa lanjut RISKESDAS 2007 secara cross-sectional di empat propinsi (Sumatera Barat, DKI Jaya, Jawa Barat dan Banten. Populasi dalam RISKESDAS 2007 adalah seluruh rumah tangga yang terpilih menurut blok Sensus dalam Susenas 2007 yaitu two stage sampling dari tiap kabupaten/kota. Kemudian dari kabupaten/kota diambil secara porposional terhadap jumlah rumah tangga (probability proporsional tosize. Setiap blok Sensus diambil 16 rumah tangga secara acak sederhana (simple random sample. Unit sampel seluruh anggota rumah tangga yang terpilih mempunyai balita (berusia 12-59 bulan dari proses tersebut diatas dapat digunakan sebagai unit analisis. Penelitian melalui wawancara menggunakan kuesioner. Variabel terikat adalah balita yang menderita campak berdasarkan diagnosa petugas dan berdasarkan informasi gejala dari keluarga dan sebagai variabel bebas adalah jumlah balita, cakupan imunisasi dan cakupan vitamin A.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus berdasarkan diagnosa oleh petugas kesehatan adalah 4,3% di antaranya propinsi DKI Jaya paling banyak (6,9%, sedangkan berdasarkan informasi keluarga dari gejala sebanyak 1,1% di antaranya propinsi Banten paling tinggi (1,8%. Setelah penggabungan jumlah kasus campak menjadi 4,9% diantara propinsi DKI Jaya paling besar (7,5% dan yang paling rendah propinsi Sumatera Barat (4,1%. Cakupan imunisasi campak sebanyak 65,2% di ataranya propinsi DKI Jaya paling tinggi (71,0% dan propinsi Banten paling rendah (52,9%.Demikian juga cakupan vitamin A dua kali dalam satu tahun sama (65,2% di antaranya propinsi Sumatera Barat paling tinggi (79,9%. Odds Ratio (OR imunisasi 1

  11. PENGEMBANGAN SISTEM TERINTEGRASI UNTUK PANDUAN PARIWISATA BERBASIS MOBILE SEBAGAI DAYA DUKUNG PENINGKATAN PARIWISATA DI KABUPATEN BULELENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nengah Suparta

    2014-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem yang terintegrasi untuk panduan pariwisata berbasis mobile sebagai daya dukung peningkatan pariwisata di Kabupaten Buleleng. Hasil lebih luas terhadap produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh para wisatawan maupun para pelaku pariwisata lainnya dalam rangka mendukung percepatan pembangunan dan perluasan ekonomi khususnya di Kabupaten Buleleng. Metode penelitian menggunakan Riset&Development yang dilengkapi metode khusus pengembangan perangkat lunak System Development Life Cycle dengan model waterfall. Hasil pengembangan dan pengujian fungsional sistem terintegrasi panduan pariwisata berbasis mobile yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa Aplikasi sistem terintegrasi panduan pariwisata berbasis mobile dapat menjalankan fungsionalitas yang dibutuhkan dalam mencari info-info daerah pariwisata di Kabupaten Buleleng secara detail, beserta fasilitas umum terdekatnya.

  12. Faktor Penentu Pengembangan Industri Pengolahan Perikanan Di Kabupaten Sidoarjo melalui Pengembangan Ekonomi Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sayyidatu Ulish Shofa

    2015-12-01

    Full Text Available Wilayah bagian timur Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi pengembangan sub sektor perikanan, khususnya Kecamatan Candi, Sedati, Sidoarjo, Buduran, Jabon, dan Waru. Potensi tersebut belum didukung pengembangan industri pengolahan perikanan secara optimal sehingga belum dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Industri pengolahan perikanan masih bersifat sederhana, marketshare terbatas, dan belum ada kemitraan usaha. Pendekatan pengembangan ekonomi lokal menjadi bentuk pengembangan yang cocok dalam permasalahan industri pengolahan perikanan di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan industri pengolahan perikanan di Kabupaten Sidoarjo melalui pengembangan ekonomi lokal. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai faktor penentu pengembangan industri melalui teknik analisis konten dan CFA (Confirmatory Factor Analysis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 faktor penentu pengembangan industri pengolahan perikanan, yaitu sumberdaya, kelembagaan, ekonomi, pasar dan pemasaran, transportasi, serta sarana dan prasarana pendukung pengolahan perikanan.

  13. KEBIASAAN DAN KUALITAS SARAPAN PADA SISWI REMAJA DI KABUPATEN BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anna Febritta Intan Sari

    2013-10-01

    Full Text Available ABSTRACTThe study aimed to describe breakfast habit among teenage girls of vocational high school Bogor. A cross-sectional study was conducted and was involving 68 students 14—18 years old from SMK Pelita Ciampea, Bogor District. Breakfast consumption was collected by a 7-day food records. The result showed that there were 45.6% schoolgirls having breakfast regularly. Breakfast frequency per week was associated with BMI and anaemic status (pKey words: breakfast, concept, quality, schoolgirlsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari kebiasaan sarapan pada remaja siswi sekolah menengah kejuruan Bogor. Desain cross-sectional digunakan dengan subjek 68 siswi berusia 14—18 tahun dari SMK Pelita Ciampea, Kabupaten Bogor. Konsumsi sarapan dikumpulkan dengan food record selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45.6% remaja siswi biasa sarapan setiap hari. Frekuensi sarapan dalam satu minggu berhubungan dengan IMT dan status anemia (pKata kunci: konsep, kualitas, sarapan, siswi remaja

  14. ANALISIS PRODUKTIVITAS USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN SUMENEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ainun Nikmah

    2013-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis, efisiensi alokatif, efisiensi ekonomis usahatani jagung hibrida dan sumber inefisiensinya. Penelitian ini dilakukan di Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggih Kabupaten Sumenep. Sampel penelitian menggunakan teknik insidential sampling. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan fungsi produksi stochastic frontier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata petani belum efisien secara teknis, alokatif dan ekonomi. Sementara penyebab inefisiensi teknis disebabkan pendidikan dan pengalaman. Abstract The purpose of this study were to analyze the technical efficiency, allocative, economic hybrid corn farm and sources of inefficiency. The study was conducted in Tana Merah Village, Saronggih Subdistrict, in Sumenep Regency. The incidental sampling technique was used to determined sample. Data were analyzed using the stochastic frontier production function. The results showed that the average farmer is not efficient yet on technically, allocative and economic. while the cause of technical inefficiency were education and experience.

  15. Perkembangan Ronggeng Sebagai Seni Tradisi Di Kabupaten Pangandaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nina Herlina Lubis

    2015-03-01

    Full Text Available Tulisan ini merupakan hasil penelitian kepustakaan dan lapangan mengenai potensi sosial, ekonomi, politik, dan budaya Kabupaten Pangandaran yang dibiayai oleh Dikti tahun Anggar- an 2014. Permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini adalah bagaimana sejarah seni ronggeng itu? Apakah penyajian seni ronggeng tersebut mengalami perubahan dari waktu ke waktu? Bagaimana upaya pemerintah dalam melestarikan seni ronggeng? Untuk menjawab pertanyaan itu, metode penelitian yang dipergunakan adalah metode sejarah karena penelitian ini dilaku- kan dalam perspektif historis. Dalam implementasinya, metode sejarah meliputi empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk keperluan analisis, tulisan ini dileng- kapi dengan konsep dan teori kesenian yang relevan dengan permasalahan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awalnya, kesenian ronggeng menunjukkan sifat sakral karena terkait dengan kepercayaan samanisme dan dalam perkembangannya, bergeser menjadi bersifat profan. Unsur-unsur negatif yang melekat dalam kesenian ronggeng, secara perlahan dihapus atau diubah sehingga dipandang tidak lagi melanggar norma sosial.   Kata kunci: Pangandaran, ronggeng, sejarah, kesenian tradisional

  16. Pengolahan Tembakau Dan Pembangunan Ekonomi Di Kabupaten Pamekasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Rofiuddin

    2018-01-01

    Abstract   Tobacco processing and economic development become an interrelated integration. Increasing the contribution of tobacco processing has a multiplier effect on labor requirements, production quantity, productivity and land area. The analytical approach used in this research is with comparative description. The results showed that the overall production in Kabupaten Pamekasan in 2013 amounted to 3.642 ton and in 2014 amounted to 15.018 ton. Productivity in 2013 reached 431 kg/ha and in 2014 reached 446 kg/ha. Land area in 2013 and 2014 covered 8.448 ha and 26.905 ha. Tobacco production growth in 2014 in each of sub-district ranged between 150-478 percent, productivity ranged between 13-42 percent and land area ranged between 104-216 percent. Fluctuation occurred in every year to the contribution of tobacco processing. In 2010 distribution of land processing reached 1.97 percent, while in 2011 reached 1.92 percent. Lowest distribution occurred in 2013 reached 1.83 percent and in 2014 reached 1.97 percent. Tobacco processing growth in 2011 reached 3.29 percent. In 2012 has increased that reached 6.04 percent. In 2013 has decreased amounted to 1.54 percent and in 2014 tobacco processing growth has increased that reached 13.49 percent, showed that tobacco processing sector has increased. Economic growth of Kabupaten Pamekasan in 2011-2014 dominantly has decreased, however it still ranges between 5 percent. Keywords: Tobacco Processing, Production, Economic Development

  17. AJAPÜJAWA (DREAM SPIRIT IN THE WAYUU DEATH AND VENGEANCE RITUALS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fanny Longa Romero

    2010-12-01

    Full Text Available The wayuu are an Indian people of the Arawak linguistic family which lives in the Guajira Peninsula, in Northeast Colombia, on the Caribbean Sea, and the Western border of Venezuela. This paper studies the relation between existing and expressed ajapüjawa (dream spirit and other beings (plants, dead people, with intent, that will guide and influence the daily practices of the wayuu. The purpose here is to explore the agency from these existing rituals of death and revenge. I claim that these rituals provide information about the construction of the notion of person by the wayuu people through a symbolic economy of alterity. The wayuu people build, experience, and signify their cultural dynamics through the interference of active spiritual entities that impinge both upon life and death as two continuous, though separate, realms of social life.

  18. PENDEKATAN BALANCE SCORECARD PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT DI MASJID AGUNG JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Kristin Prasetyoningrum

    2015-05-01

    Full Text Available Implementasi balanced scorecard dalam rangka revitalisasi Lembaga Pengelola Zakat menunju Good Organzation Governance pada LAZISMA Jawa Tengah belum dilaksanakan secara maksimal khususnya dalam perspektif keuangan. Sedangkan dari perspektif pelanggan yang didasarkan pada kepuasan pelanggan dalam menerima pelayanan dari lembaga cenderung baik karena sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang berdasarkan Islam mereka memperlakukan mustahik sebagai keluarga. Perspektif bisnis internal yang meliputi pembelajaran, kemampuan untuk berubah, penanganan keluhan pelanggan, waktu yang diperlukan untuk menangani keluhan dan akuntabilitas organisasi juga dirasakan kurang karena bukan berorientasi profit, melainkan untuk kepentingan ibadah. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran didasarkan pada pertumbuhan dan pembelajaran SDM (karyawan didasarkan pada kepuasan karyawan sebagai human capital bagi organisasi menunjukkan bahwa karyawan yang dimiliki oleh lembaga zakat tersebut relatif masih dilandasi oleh faktor ibadah, loyalitas yang ditunjukkan oleh karyawan dan usaha untuk belajar secara otodidak dilandasi untuk ibadah dan mencari ridha Allah SWT semata.

  19. EVALUASI POTENSI IKAN LAYANG (Decapterus spp. DI WPP 712– LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setya Triharyuni

    2016-03-01

    Full Text Available Dalam rangka menjaga pelestarian sumberdaya ikan di kawasan perairan tertentu, maka tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan tersebut harus seimbang dengan potensi produksinya. Ikan layang (Decapterus spp. merupakan hasil tangkapan dominan mencapai 60% dari total tangkapan perikanan pukat cincin yang beroperasi di Laut Jawa. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian beberapa model produksi surplus pada dinamika perikanan layang di Laut Jawa (WPP-712 dengan menggunakan pendekatan lima model produksi, yaitu model Schaefer, Fox, Walter & Hilborn, Clarke Yoshimoto Pooley (CYP dan Schnute. Model produksi yang sesuai digunakan untuk estimasi tangkapan maksimum lestari (MSY dan upaya optimum (Fopt serta parameter pertumbuhan stok ikan layang. Data yang digunakan adalah data hasil tangkapan ikan layang dan jumlah trip penangkapan kapal pukat cincin yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Tegal, Pekalongan, Juana dan Rembang yang beroperasi di Laut Jawa selama periode 2004-2012. Ketepatan model dianalisis dengan membandingkan tanda regresi, uji F, uji t dan nilai konstanta determinasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan model Fox merupakan model yang paling tepat dengan estimasi MSY sebesar 24.447 ton dan upaya penangkapan sebesar 5.784 trip/tahun setara pukat cincin. Berdasarkan model Fox juga diperoleh nilai parameter pertumbuhan stok ikan layang, yaitu nilai pertumbuhan intrinsik (r sebesar 0,7172, koefisien penangkapan (q sebesar 5,075 x 10-5 dan daya dukung lingkungan perairan (K sebesar 48.072 ton. Perikanan layang di Laut Jawa telah berada pada kondisi lebih tangkap sehingga intervensi pengelolaan, yaitu pengurangan intensitas upaya penangkapan ke titik optimal atau pengaturan hasil tangkapan di bawah tangkapan lestari untuk menjamin keberlanjutannya perlu dilakukan.   The general principle to sustain fish resources in a certain area is the exploitation level should not exceed its carrying capacity. Round scads (Depcaterus spp. are

  20. KOMPOSISI KIMIA MINYAK ATSIRI BUAH SIRIH HIJAU (PIPER BETLE L), KEMUKUS (PIPER CUBEBA L) DAN CABE JAWA (PIPER RETROFRACTUM VAHL)

    OpenAIRE

    M. Widyo Wartono; Ahmad Ainurofiq; Maya Ismaniar

    2014-01-01

    Tumbuhan genus Piper mempunyai kandungan minyak atsiri hampir disemua bagiannya, namun komposisi kimianya belum semua dilaporkan. Pada laporan ini kami melakukan isolasi dan identifikasi senyawa kimia minyak atsiri pada bagian buah tumbuhan Piper. Isolasi minyak atsiri buah Piper dilakukan dengan destilasi air menggunakan destilasi Stahl dan analisis komposisi kimia dengan kromatografi gas-spektroskopi masa (GC-MS). Kandungan minyak atsiri buah sirih hijau (Piper betle) 1,4% (v/b), cabe jawa ...

  1. Motif Dan Kepuasan Masyarakat Surabaya Dalam Menonton Program Dialog “Titik Tengah” Di Metro TV Jawa Timur

    OpenAIRE

    Gunawan, Like

    2016-01-01

    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepuasan masyarakat Surabaya dalam menonton program dialog “Titik Tengah” di Metro TV Jawa Timur. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori Uses and Gratification dengan variabel Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO) yang memiliki indikator yaitu informasi, identitas pribadi, integrasi dan interaksi sosial, dan hiburan.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis eksplenatif dengan statistik infe...

  2. Model Manajemen Mutu Pembelajaran Entreprenuership Berbasis Sistem Nilai Studi Analisis Kualitatif Di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur

    OpenAIRE

    Thoyib, Muhammad

    2014-01-01

    Realitas eksistensi pesantren itu semakin nyata pentingnya manakala melihat perkembangan pesantren di Indonesia saat ini, khususnya pesantren di wilayah Jawa Timur sebagai representasi ‘induk semang' lahirnya pondok pesantren di nusantara yang semakin pesat. Namun di tengah arus globalisasi yang begitu pesat ini, justru kondisi sebagian besar pesantren di Indonesia mengalami degradasi kualitas pembelajaran yang luar biasa, bahkan banyak yang ‘gulung tikar'. Dalam konteks itulah, upaya mengemb...

  3. Finanční analýza firmy JAWA Moto, s. r. o.

    OpenAIRE

    Kváš, Martin

    2016-01-01

    This bachelors thesis focuses on the financial analysis of JAWA Moto spol. s r. o. from 2012 to 2015. The thesis is divided into two sections - the methodological and the practical. The first section describes methods and indicators of financial analysis. These are applied to the company data in the second section of the thesis. The analyses made are as follows: horizontal and vertical analysis, analysis of profitability, activity, liquidity, indebtedness, cost ratio and bankruptcy and credib...

  4. PENGARUH ROLE STRESSOR TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP) DI JAWA TENGAH

    OpenAIRE

    Indah Anisykurlillah; Agus Wahyudin; Kustiani -

    2014-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh role conflict, role ambiguity dan role overload pada kepuasan kerja, pengaruh role conflict, role ambiguity dan role overload pada komitmen organisasi serta pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner di mana subyek penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntansi Publik ( KAP ) di Jawa Tengah. Sampel yang diambil adalah non probabi...

  5. Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Paiton)

    OpenAIRE

    Ningrum, Ika Rosita; Susilo, Heru

    2017-01-01

    The aim of this study was to asses and know the condition of quality information system and work environment applied in PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB UP) Paiton. The type of study used is expalantive with through quantitative approach. The population in this study were employees of ellipse users of PT PJB UP Paiton with a sample of 62 respondents. The data analysis in this study used multiple linier regression. The testing showed that there was a partial and simultaneous effect which signifi...

  6. Pengaturan Hasil Agroforestry Jabon (Neolamarckia Cadamba Miq.) dan Kapulaga (Amomum Compactum) di Kecamatan Pakenjeng, Garut, Jawa Barat

    OpenAIRE

    Indrajaya, Yonky; Siarudin, M

    2015-01-01

    Agroforestry dapat berkontribusi pada pendapatan petani, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pola agroforestry jabon-kapulaga telah banyak diterapkan oleh petani di Pakenjeng, Garut, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen optimal agroforestry jabon-kapulaga menggunakan metode modeling bioekonomik yang dimodifikasi dari model Faustmann. Hasil penelitian menunjukkan: 1) daur optimal agroforestry jabon-kapulaga sesuai daur biologis tegakan jabon adalah lima tahun; 2) d...

  7. RELASI SOSIAL PEDAGANG ETNIS CINA DAN ETNIS JAWA DI PASAR TRADISIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puji Riyanti

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan relasi sosial pedagang etnis Cina dan etnis Jawa di pasar tradisional. Penelitian dilakukan di Pasar Tradisional Klampok Purwaja. Relasi sosial antara pedagang etnis Cina dan pedagang etnis Jawa di pasar Purwareja Klampok tercermin dalam beberapa aktivitas yang dilakukan yaitu “relasi sosial di pasar” dan “diluar pasar”. Relasi diluar pasar masih terlihat adanya jarak sosial yang lebih banyak dipengaruhi oleh etnisitas, tetapi relasi dalam pasar tampak lebih egalitarian. Pelayanan kepada para pelanggan tidak memperdulikan adanya perbedaan etnis. Secara umum, mereka dapat hidup berdampingan dengan baik, keduanya saling diuntungkan secara ekonomis. Namun stereotype etnis diantara keduanya masih tetap ada dan berkembang dalam masyarakat yang cukup mempengaruhi hubungan sosial kedua etnis dalam kehidupan sehari-hari. The objective of this study is to describe the social relations between ethnic Chinese merchants and the Java community in traditional markets. The research was conducted in Klampok market, Purwareja. Social relations between ethnic Chinese merchants and traders in the market of ethnic Javanese Purwareja Klampok reflected in two forms: ”relations inside the market” and ”relations outside the market”. Relations outside the market is characterized with stereotypes, shaped by ethnicity. In contrast, relations inside the market is more egalitarian. Service to the customer is not influenced by ethnicity difference. In general, these two groups can coexist, and economically they are mutually advantaged. However, ethnic stereotypes still exist and thrive in a society and affect both ethnic social relations in everyday life.

  8. DIALEKTIKA AGAMA DAN BUDAYA DALAM TRADISI SELAMATAN PERNIKAHAN ADAT JAWA DI NGAJUM, MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roibin Roibin

    2015-01-01

    Full Text Available Empirical analysis on the religion and culture dialectics in the selamatan ritual of Javanese wedding has not been explored by teologist, social scientist or religion anthropologist. Their studies on such a case mostly concern with ontological-philological text analysis not directly related with the religious tradition and socio-culture which is more dynamic and realistic. This study employs social definition paradigm and phenomenological theory approach limited to the dialectic pattern between religion and myth in the ritual selamatan of Javanese wedding. The data were collected though interviewing and observing religious leaders, ethnic leaders, and Muslim preacher in Ngajum, Malang. The study found two models of dialectic pattern namely theological-compromistic and theological-humanistic. The earlier describes the theological shift from emotional-naturalistic to rational-formalistic. The later describes the theological shift from personal to social awareness theology. Telaah empirik seputar pola dialektika antara agama dan budaya dalam kasus ritual selamatan pernikahan adat Jawa, belum banyak dilakukan oleh para pakar agama, ilmuan sosial, maupun ilmuan antropolog agama. Kajian mereka terhadap kasus ini pada umumnya masih menekankan pada objek pembacaan teks secara ontologis-filologis, yang tidak bersinggungan secara langsung terhadap tradisi keagamaan dan budaya masyarakat yang lebih dinamis dan realistis. Penelitian ini menggunakan paradigma definisi sosial dan pendekatan teori fenomenologis, yang dibatasi pada pola dialektika antara agama dan mitos dalam kasus ritual selamatan pernikahan adat Jawa. Data diperoleh dengan cara menginterview dan mengobservasi para tokoh agama, tokoh adat, dan para da’i yang ada di Ngajum, Malang. Penelitian ini menemukan dua model yaitu pola dialektika teologis-kompromistik dan pola dialektika teologis-humanistik. Pola dialektika pertama, menggambarkan pergeseran teologis, dari teologi yang bersifat

  9. SISTEM PENGELOLAAN ARSIP DI KANTOR PERUM PERHUTANI DIVISI REGIONAL JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditya Yudha Primantoro

    2015-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengelolaan arsip di Kantor Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, kendala-kendala yang dihadapi setra upaya-upaya untuk mengatasi kendala dalam sistem pengelolaan arsip. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun subyek penelitian ini adalah petugas Sub.Bag. Umum dan petugas kearsipan di Kantor Perum Perhutani Divisi Regional Provinsi Jawa Tengah. Metode pengumpulan data dengan menggunakan hasil wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan empat teknik yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, simpulan verivikasi. Hasil penelitian menunjukkan sistem pengelolaan arsip di Kantor Perum Perhutani tahap pertama pengumpulan warkat, selanjutnya memeriksa tanda-tanda pelepasan oleh pimpinan, penetapan indeks, pemberian kode warkat, penyortiran, penyimpanan dan penataan warkat, pemeliharaan dan pengamanan arsip, penyusutan arsip, pemusnahan arsip. Kendala yang dihadapi pada saa tmemerikasa tanda-tanda pelepasan serta pendistribusian surat. Upaya yang dilakukan dengan mengirim surat kembali serta menyerahkan kepada pimpinan. The purpose of this study was to determine the records management system in the Office of Perum Perhutani Central Java Regional Division, constraints faced by Setra's efforts to overcome the obstacles in the archive management system. This study used a qualitative approach. The subject of this research is Sub.Bag officer. General and archival officer in the Office of the Regional Division Perhutanioffice Central Java Province. Data were collected by using interviews and documentation. Data were analyzed using four techniques of data collection, data reduction, data presentation, verification conclusions. The results show records management system in the first phase of the Office Perhutanioffice collection slips, then check for signs of release by the leadership, the determination of the index, script coding, sorting, storage and slips

  10. Budaya Makan di Luar Rumah di Perkotaan Jawa pada Periode Akhir Kolonial

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gregorius Andika Ariwibowo

    2016-12-01

    Full Text Available Eating out behavior is one of picturesque studies which reviewing about people behavior and life style. This article developed from author thesis which described about culinary culture in Javanese Cities during late colonial era. This development is done by inserting Alan Warde and Lydia Martens concept that’s research about eating out culture in England. They resumed that eating out behavior related with pleasure and amusement. According with that concept this research will describe about how eating out behavior provide an influence to life style behavior on Javanese urbans people, especially for elite and middle class society. This study used Historical studies method that focus on research of mass media, advertisement publicity, and traveloque from that’s period. This study inference that eating out culture and behavior not just related with need complianced but furthemore to show a behavior and life style which  measure to a social and cultural symbol for the subject.   Perilaku makan di luar rumah merupakan salah satu kajian yang menarik terutama dalam mengkaji mengenai perilaku dan gaya hidup dalam masyarakat. Kajian merupakan pengembangan dari tesis penulis yang sebelumnya membahas mengenai budaya makan d perkotaan Jawa pada periode kolonial. Pengembangan ini dilakukan dengan memasukan konsep Alan Warde dan Lydia Marteens yang mengkaji mengenai budaya makan luar rumah di Inggris. Mereka menyimpulkan bahwa perilaku makan di luar rumah berkaitan dengan perilaku kesenangan dan hiburan. Maka berdasarkan konsep tersebut pada tulisan ini dibahas hal mengenai bagaiamana pengaruh perkembangan budaya makan di luar rumah dalam keterkaitan dengan perilaku gaya hidup masyarakat perkotaan Jawa, terutama bagi kalangan elit dan menengah. Kajian ini menggunakan metodologi ilmu sejarah dengan menggunakan sumber-sumber dari media massa, iklan, dan jurnal perjalanan yang berasal dari periode tersebut.  Hasil dari kajian ini bahwa perilaku dan budaya

  11. Integrasi Budaya Jawa Pada Pengembangan Bahan Ajar Bumi Dan Alam Semesta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarwanto -

    2014-01-01

    Full Text Available Kesulitan siswa dalam mempelajari IPA salah satunya disebabkan oleh sebagian besar materi IPA diadopsi dari sains Barat. Padahal budaya yang mendasari pengembangan sains Barat tidak sama dengan budaya Jawa, maka pembelajaran sains berpotensi menimbulkan kesenjangan (clash dengan sains lokal. Kesulitan lain disebabkan oleh pembelajaran IPA selama ini dilakukan memisahkan antara konten IPA dan pedagoginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan Budaya Jawa dalam pembelajaran IPA yang meliputi proses dan produk (materi IPA menjadi satu kesatuan pengetahuan (Pedagogical Content Knowledge/PCK. Metode penelitian ini adalah penelitan pengembangan (R&D. Tahap-tahap penelitian meliputi (1 studi pendahuluan; (2 pengembangan PCK; (3 validasi PCK; dan (4 pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dikembangkan layak untuk diujicobakan pada tingkat yang lebih luas dalam perkuliahan Fisika Sekolah Menengah. Western-adoption of most material of science causes student’s difficulties in learning science. Meanwhile, the culture base of Western science development is different from the Javanese one. This is why science learning causes potentially clash to local science. Other difficulty is caused by learning science which has been done by separating content from its pedagogy. This study aims to integrate Javanese culture into science teaching that include process and product to become a unified science knowledge (Pedagogical Content Knowledge/PCK. The research method used was a research & development (R & D, with the stages of (1 preliminary study, (2 development of PCK, (3 validation PCK, and (4 product development. The results showed that the developed modul decent for piloting at a broader level in High School Physics class.

  12. Aplikasi Sistem Informasi Geografis Produksi Padi dan Cabe di Kabupaten Lima Puluh Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harison Harison

    2017-04-01

    Full Text Available Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu daerah produksi padi dan cabe. Saat ini pemasaran hasil produksi hanya di antarkan ke pasar terdekat, pada hal dengan sentuhan sistem informasi geografis maka hasil  panen petani akan dicari oleh marketing ke kebun langsung, karna kebutuhan akan padi dan cabe ini sangat di cari pasar.  Aplikasi Sistem informasi geografis produksi padi dan cabe berbasis android  dirancang dengan menggunakan bahasa pemograman java dan database MySqLite dan untuk GIS memanfaatkan google maps dan langsung mengambil titik koordinat pada setiap Nagari atau Desa yang ada pada Kabupaten Limapuluh Kota.

  13. INVENTARISASI JENIS ARTHROPODA DAN ECHINODERMATA DI ZONA PASANG SURUT TIPE SUBSTRAT BERBATU PANTAI GATRA KABUPATEN MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arindra Trisna Widiansyah

    2016-07-01

    Pantai Gatra merupakan salah satu ekowisata pantai di Kabupaten Malang yang memiliki zona pasang surut dengan substrat dominan batu. Substrat berbatu merupakan daerah yang paling padat makroorganismenya. Arthropoda dan Echinodermata mempunyai peranan penting dari segi sumber makanan maupun ekologi. Mengingat belum adanya pelaporan jenis Arthropoda dan Echinodermata di zona pasang surut Pantai Gatra, maka dilakukan penelitian inventarisasi di daerah ini. Tujuan penelitian ini adalah invetarisasi jenis Arthropoda dan Echinodermata. Hasil penelitian tentang inventarisasi jenis Arthropoda dan Echinodermata di zona pasang surut pantai Gatra Kabupaten Malang, secara keseluruhan ditemukan 14 jenis, 13 genus, dan 11 famili dari filum Arthropoda dan Echinodermata.

  14. PENGEMBANGAN TANAMAN TALAS BENTUL KOMODITAS UNGGULAN PADA LAHAN RAKYAT DI KECAMATAN PEGANTENAN KABUPATEN PAMEKASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainol Arifin

    2015-12-01

    Full Text Available Kebutuhan karbohidrat dari tahun ke tahun terus meningkat, penyediaan karbihidrat dan karbohidarat serelia saja tidak mencukupi, sehingga peranan tanaman penghasil karbohidratat yang memiliki peranan cukup strategis tidak hanya sebagai sumber bahan pangan.Oleh karena itu tanaman bentul menjadi sangat penting artinya didalam kaitan terhadap penyediaan bahan panga dari umbi-umbian khususnya bentul semakin penting. Tanaman bentul merupakan tanaman karbohidrat non beras, diversifikasi/ penganekaaragaman konsumsi pangan local/budaya local, substitusi gandum/terigu, pengembangan industry pengolahan hsil dan industry I serta komoditi strtegis sebagai pemasok devisa melaui ekspor.. Hasil analisa tanah yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Jawa Timur Tahun 2011 berdasarkan data usahatani ubijalar tahun 2010,Vareitas unggul didefinisikan sebagai varietas yang dapat berproduksi di atas rata-rata pada lingkungan spesifik.Benih bermutu sering dikaitkan dengan istilah benih bersertifikat atau benih bermutu. Sertifikat tersebut sebagai jaminan bahwa benih diperoleh dari proses yang standar, memiliki kemampuan tumbuh dengan tingkat keseragaman tinggi, dan terbebas dari penyakit tular benih (seed born diseases.Pemilihan varietas atau klon yang sesuai dengan karakteristik agroekologi lahan akan mengurangi biaya input seperti penggunaan kultivar ganjah, toleran penyakit tertentu. Perakitan vareitas atau klon yang memiliki kemampuan berproduksi tinggi pada lingkungan spesifik seperti tahan terhadap intensitas cahaya yang rendah, tahan kekeringan, tahan terhadap genangan air.Hasil survey tentang bibit yang dipakai dalam budidaya tanaman talas di Kecamatan Pegantenan menunjukkan mereka mengatakan 100% bibit yang dipakai menggunakan bibit turun temurun dari nenek moyang mereka. Bibit mereka menghasilkan produksi sedang yaitu 2 sampai 7 Kg per bibit. Akan tetapi bibit yang mereka tanam mempunyai kelemahan

  15. Variasi Genetik Trenggiling Sitaan di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan Berdasarkan Control Region DNA Mitokndria (GENETIC VARIATION ON CONFISCATED PANGOLIN OF SUMATRA, JAWA, AND KALIMANTAN BASED ON CONTROL REGION MITOCHONDRIAL DNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wirdateti Wirdateti

    2017-06-01

    Full Text Available High levels of illegal trading on Java pangolin (Manis javanica, Desmarest. 1822 for the basic ingredient of Traditional Chinese Medicine have caused sharp decline in its wild population. The purposes of this study were to assess the level of quality and genetic diversity, and to identify the origin of the confiscated individuals by molecular analysis. The original species used as a control were obtained from known areas in Java, Kalimantan, and Sumatera. Molecular analysis was carried out using non-coding region control region (D-loop of mitochondrial DNA (mtDNA. The results of phylogenic tree analysis showed that 44 confiscated pangolins were from Kalimantan (24 individuals, from Sumatra (seven individuals, and from Java (13 individuals. As many as 19 haplotypes were found on the basis of their base substitutions consisting of nine from Kalimantan, seven from Java and three from Sumatra. Average genetic distance (d between those from Kalimantan-Java was d = 0.0121 ± 0.0031; those from Borneo-Sumatra was d =0.0123 ± 0.0038 and those from Sumatra-Java was d = 0.0075 ± 0.038, respectively. Overall genetic distance between populations was d = 0.0148 ± 0.0035, with the nucleotide diversity (ð of 0.0146. These results indicate that over 50% of pangolins seized came from Kaimantan, and Kalimantan populations show a separate group with Java and Sumatra with boostrap 98%. ABSTRAK Tingginya tingkat perburuan trenggiling (Manis javanica; Desmarest 1822 Indonesia untuk diperdagangkan secara illegal sebagai bahan dasar obat terutama di China, menyebabkan terjadinya penurunan populasi di alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat kualitas dan keragaman genetik trenggiling serta mengetahui asal usul satwa sitaan berdasarkan analisis molekuler. Sebagai kontrol asal usul trenggiling sitaan digunakan sampel alam berdasarkan sebaran populasi yang diketahui pasti yang berasal dari Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Analisis molekuler menggunakan

  16. PENGARUH BENTUK ATAP BANGUNAN TRADISIONAL DI JAWA TENGAH UNTUK PENINGKATAN KENYAMANAN (Sebuah pencarian model arsitektur tropis untuk aplikasi desain arsitektur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ridwan Sanjaya

    2006-01-01

    Full Text Available In the architectural development recently, form of Java traditional roof is still commonly interested. While it is full of philosophic value, form of Java traditional roof also varies. On the other hand, Java traditional architecture concerns deeply in environmental aspect, which is formed in macro and micro concept as well, in order to become harmony and be comfort to dwell in. However, in the development and the application to modern buildings, which uses modern building materials, the thermal comfort aspect and the sturdy of construction are not considered. Therefore, it is necessary to understand well the basic concept of the forming traditional architecture in the context of trophical architecture and the sturdy of construction.This research aims to give descriptions to society, students and architects, in order to understand the importantance of thermal comfort, which can be achieved by well-designed roof.To achieve the expected result, the research is approached through analizing the sturdy of construction, to the original traditional buildings and the modern buildings using the Java traditional roof as well. The thermal comfort analysis is done with some equipments such as digital thermometer, digital hygrometer and digital anemometer. The research result is design recommendation to adjust the modern material to the form of Java traditional roof. By computer program using Visual Basic, it is expected that the research will be easily understood by society and it can be applied in building design. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam perkembangan arsitektur saat ini, bentuk atap tradisional Jawa masih diminati oleh masyarakat. Selain sarat muatan filosofis, bentuk atap tradisional juga bervariasi. Di sisi lain, arsitektur tradisional Jawa sangat memperhatikan aspek lingkungan, yang tertuang dalam konsep makro dan mikro kosmosnya, sehingga selaras dan nyaman untuk dihuni. Namun dalam perkembangan dan penerapan pada bangunan modern, yang

  17. PERBEDAAN TINGKAT STRES LUTUNG JAWA (Trachypitecus auratus PADA KANDANG PERAWATAN DAN KANDANG KARANTINA DI JAVAN LANGUR CENTER (JLC DITINJAU DARI KADAR KORTISOL DAN RASIO NEUTROFIL PERLIMFOSIT (N/L

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Dini Danafi

    2017-11-01

    Full Text Available Lutung Jawa (Trachypithecus auratus adalah satwa endemik Jawa dan Bali. Populasi lutung Jawa semakin mengalami penurunan dan masuk kategori satwa yang dilindungi. Penurunan populasi lutung jawa dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang diperparah dengan tingginya tingkat stres pada satwa. Javan Langur Center yang berlokasi di Cangar, Batu merupakan salah satu tempat untuk merehabilitasi lutung Jawa sebelum dilepasliarkan ke alam. Javan Langur Center terdiri dari tiga kandang yaitu kandang perawatan, kandang karantina dan kandang sosialisasi. Respon stress pada primata dapat dievaluasi dengan menggunakan indikator pengukuran hormon kortisol dan rasio neutrofil per limfosit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar kortisol dan rasio neutrofil per limfosit sebagai indikator stres pada lutung Jawa di kandang perawatan dengan kandang karantina. Lutung Jawa dengan umur 2-7,5 tahun dan berjenis kelamin jantan dan betina. Pengukuran kadar kortisol dengan metode ELISA Indirect gelombang pada 450 nm dan diferensial leukosit diukur dengan hematology analizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel pada kandang perawatan memiliki rata-rata kadar kortisol yang lebih tinggi (116,1 ng/mL daripada kandang karantina (87,5 ng/mL, dan pengukuran rasio N/L pada kandang perawatan lebih tinggi (11,3 daripada kandang karantina (1,2.

  18. Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja dan Loyalitas Bagian Kantor pada PT. Ramajaya Pramukti Kabupaten Kampar

    OpenAIRE

    Mahyudi, Diky; ', Nuryanti; ', Haryetti

    2017-01-01

    The purpose of this study was to determine the influence of organizational culture and work motivation on job satisfaction and loyalty of employees at PT. Ramajaya Pramukti Kabupaten Kampar. The population in this study were all employees of the office at PT. Ramajaya Pramukti Kabupaten Kampar totaling 102 people. While the sampling technique using census method. Analysis of data using multiple linear regression with SPSS version 18.00. Based on the results of data analysis known that the org...

  19. FREKUENSI PULPITIS REVERSIBEL DAN PULPITIS IREVERSIBEL PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN PANGKEP

    OpenAIRE

    -, ASTUTI

    2016-01-01

    2015 Frekuensi Pulpitis Reversibel dan Pulpitis Ireversibel pada Ibu Hamil di Kabupaten Pangkep Astuti Universitas Hasanuddin RINGKASAN Kehamilan merupakan suatu proses alamiah yang melibatkan perubahan secara anatomi, fisiologi, dan hormonal. Efek perubahan hormonal mempengaruhi hampir semua sistem organ pada tubuh termasuk rongga mulut. Selama kehamilan ibu hamil sering mengeluhkan sakit gigi. Sakit gigi atau pulpitis (reversibel dan ireversibel) dapat mengganggu kesehatan...

  20. Mengonstruk Masa Depan Nahdlatul Ulama (Studi tentang Rekomendasi Kebijakan Konfercab XVII PCNU Kabupaten Blitar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Muzayin Shofwan

    2018-02-01

    Full Text Available Nahdlatul Ulama (NU merupakan organisasi keagamaan Islam terbesar di Indonesia yang didirikan oleh ulama pondok pesantren di Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926. Ormas ini mulai masuk dan berdiri sebagai cabang di kabupaten Blitar sejak tahun 1352 H/ 1951 M yang pertama kali diketuai oleh Kiai Haji Zahid Syafii. Hingga kini, NU cabang Blitar ini telah melakukan Konfercab ke-XVII. Tulisan kualitiatif dengan pendekatan teori konstruksi sosial ini merupakan studi tentang rekomendasi kebijakan Konfercab XVII NU di kabupaten Blitar untuk masa khidmat 2017-2022. Berdasarkan hal tersebut, tulisan ini menghasilkan bahwa para ulama dan pengurus NU cabang Blitar dalam konfercab XVII NU tersebut telah mengkonstruk beberapa rekomendasi kebijakan yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Blitar meliputi lima hal, yaitu bidang pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, dan partisipasi masyarakat. Selain itu, konfercab ini juga mengkonstruk beberapa kebijakan yang ditujukan kepada pengurus cabang NU kabupaten Blitar terbaru dan warga NU secara keseluruhan dalam rangka membangun sinergi menuju NU ke depan yang lebih mandiri.

  1. Penerapan Pemodelan Spasial pada Sistem Informasi Geografis Tenaga Kesehatan Kabupaten Malang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karina Auliasari

    2016-05-01

    Full Text Available Abstract—Geographic information systems can improve the health services to the community. This system able to provide spatial considerations in determining the type of health services and accessibility to public health facilities.The increase of health care needs, especially in Kabupaten Malang still has an unbalanced ratio between health-care facilities and service needs, so that the necessary to improve the facility and medical personnel. In this research is to developed a geographic information system that provide the visualization. The visualization of the mapping is visualization the distribution of medical personnel in Kabupaten Malang. The system generates mapping visualization that equipped with a comparative analysis of the number of medical personnel and the population of Kabupaten Malang. In this system also provides a potential data of health facilities in Kabupaten Malang. The system is also supported with data management to change facilities and medical personnel data. Results from the mapping showed that the health personnel, particularly physicians uneven. Nine of a total of thirty-three districts in Malang has a number of doctors that excessive when compared with the rest of the other districts are still lacking.

  2. SOSIALISASI SCHOOL BULLYING SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERJADINYA TINDAK PIDANA KEKERASAN DI SMPN 3 BOJA KABUPATEN KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anis Widyawati

    2014-12-01

    Full Text Available Perilaku bullying sebenarnya sudah sangat meluas di dunia pendidikan kita tanpa terlalu kita sadari bentuk dan akibatnya. Dalam bagian kedua, penulis akan menulusuri beberapa sumber lebih jauh lagi untuk melihat karakteristik pelaku bullying, mitos dan fakta tentang bullying, serta bagaimana menghadapi bullying, baik bagi korban, siswa lain yang menonton, maupun bagi pihak sekolah atau orang tua. Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan yaitu Bagaimana bentuk-bentuk perbuatan school bullying yang terjadi di SMP 3 Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal dan Bagaimana pendekatan Restorative Justice dalam menyelesaikan kasus school bullying. Dalam kegiatan pengabdian ini, metode yang digunakan adalah dengan model penyuluhan dan dialog interaktif sehingga selain memberikan informasi tentang pemahaman sosialisasi school bullying sebagai upaya preventif terjadinya tindak pidana kekerasan di smpn 3 boja kabupaten kendal, masyarakat juga ikut aktif dalam dialog agar tidak merasa bosan sehingga terjalinnya komunikasi yang baik. Berdasarkan pengamatan selama melakukan pengabdian tim melihat keseriusan dan antusias peserta dalam mengikuti penjelasan mengenai sosialisasi school bullying sebagai upaya preventif terjadinya tindak pidana kekerasan di SMPN 3 boja kabupaten kendal. Peserta juga aktif dalam menanggapi dan merespon penjelasan pemateri. Tim pengabdian memberikan saran agar kegiatan sosialisasi mengenai sosialisasi school bullying sebagai upaya preventif terjadinya tindak pidana kekerasan di smpn 3 boja kabupaten kendal dilaksanakan secara terus menerus dan konsisten serta melibatkan stake holders yang terkait yaitu Dinas Pendidikan Kendal dan SMPN 3 Boja, karena jarang sosialisasi tentang tema tersebut.

  3. Ekonomi Politik Penyelesaian Konflik Batas Daerah Antara Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Firmansyah

    2014-05-01

    Full Text Available Batas daerah menjadi isu yang sangat penting sejak era otonomi daerah berlangsung di Indonesia. Pemerintah daerah menjadi terdorong untuk mengetahui secara pasti batas-batas wilayah kewenangannya terutama yang memiliki potensi sumber daya yang mendukung pendapatan asli daerah dalam menjalankan otonomi daerah. Konflik batas daerah mengacu pada konflik yang terjadi antara pemerintah daerah pada tingkatan yang sama dalam rangka perebutan batas daerah. Konflik batas daerah antara Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon sudah berlangsung sejak tahun 1988. Berlarut-larutnya penyelesaian konflik batas daerah ini berkaitan dengan ekonomi politik yang ada di tujuh titik batas yang masih disengketakan. Permasalahan yang diteliti adalah asal mula/titik pangkal terjadinya konflik batas daerah dan perkembangan penyelesaian konflik batas daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan analisis data yang yang digunakan adalah model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamanya penyelesaian konflik antara Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon disebabkan oleh faktor sumber daya khususnya aspek ekonomi di tujuh titik batas daerah yang disengketakan. Pada dasarnya asal mula/titik pangkal terjadinya konflik batas daerah ini disebabkan oleh perbedaan penafsiran pembentukan kota/kabupaten, undang-undang pembentukan kota/kabupaten yang tidak mencantumkan batas-batas daerahnya, kebijakan pelurusan sungai, perbedaan peta dasar acuan, tidak ada koordinasi antardaerah, ketiadaan regenerasi kepemimpinan yang baik, dan pengaruh pembangunan DKI Jakarta. Konflik menjadi rumit karena dipengaruhi beberapa faktor yaitu kepentingan, kebijakan, dan kelembagaan.

  4. Persepsi Jajaran Kesehatan Tentang Dampak Kegiatan Penambangan Emas Di Kabupaten Buru Provinsi Maluku, Tahun 2012

    OpenAIRE

    Hasyimi, Muhammad; Rahim, Yulianis; Betryon, Betryon

    2014-01-01

    Sejak bulan Oktober tahun 2011, di Kabupaten Buru, Maluku ada kegiatan penambangan emas di beberapa tempat yang mengakibatkan peningkatan mobilitas & migrasi penduduk yang bermakna. Sehingga berdampak pada Perubahan tatanan sosial, ekonomi dan kesehatan lingkungan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kekhawatiran jajaran kesehatan tentang dampak penambangan emas terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara t...

  5. Penentuan Tipologi Pengembangan Industri Batik dalam Upaya Pengembangan Ekonomi Lokal di Kabupaten Pamekasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilda Al Aluf

    2015-12-01

    Full Text Available Abstrak—Industri batik merupakan potensi lokal Kabupaten Pamekasan yang dapat menjadi penggerak perekonomian untuk mengurangi kemiskinan di Kabupaten Pamekasan memiliki permasalahan pada aspek sistem produksi, infrastruktur dan kelembagaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tipologi industri batik di Kabupaten Pamekasan. Metode analisis yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan industri batik berdasarkan preferensi pengrajin dan analisis Hierarchical Cluster untuk mengetahui tipologi industri batik di Kabupaten Pamekasan. Hasil akhir penelitian menunjukkan terdapat 3 tipologi industri batik, yaitu 1 Tipologi 1 terdiri dari Desa Klampar, Toket, Larangan Badung dan Angsanah dengan penghambat perkembangan industri adalah variabel pada faktor kelembagaan; 2 Tipologi 2 terdiri dari Desa Candi Burung, Panaan, Kowel, Waru Barat, dengan  penghambat perkembangan industri batik adalah variabel pada faktor kelembagaan dan sistem produksi; 3 Tipologi 3 terdiri dari Desa Rang Perang Daya, Rek Kerek, Banyupelle, Pagendingan dan Pegantenan, dimana penghambat perkembangan industri adalah variabel pada faktor sistem produksi, infrastruktur dan kelembagaan

  6. KERUGIAN FINANSIAL AKIBAT KECACINGAN: STUDI DI KABUPATEN NUNUKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liestiana Indriyati

    2015-04-01

    kecacingan dengan contoh Kabupaten Nunukan sebagai model. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain rancangan potong lintang (cross sectional. Populasi adalah seluruh anak sekolah dasar di Kabupaten Nunukan. Sampel adalah 1126 anak sekolah dasar terpilih di 9 wilayah kerja puskesmas (Nunukan, Sedadap, Setabu, Sungai Nyamuk, Aji Kuning, Sembakung, Pembeliangan, Mansalong dan Sanur pada bulan Maret-Desember 2010. Hasil pemeriksaan mendapatkan bahwa persentase penderita ascariasis 10,3 persen, trichuriasis 8,97 persen dan penderita hookworm 2,93 persen. Ascaris lumbricoides merampas karbohidrat sebanyak 0,14 gram/ekor/hari dan protein 0,035 gram/ekor/hari. Sedangkan Trichuris trichiura menghisap darah sebanyak 0,005 cc/ekor/hari dan cacing Hookworm menghisap darah sebanyak 0,2 cc/ekor/hari. Perhitungan dalam rupiah, karbohidrat di asumsikan seharga beras Rp. 7.199,49/kg, protein seharga daging sapi Rp. 62.894,25/kg dan darah seharga Rp. 250.000/kantong isi 250cc (Rp.1000/cc. Berdasarkan perhitungan maka didapatkan kerugian nutrisi dan finansial yang dialami oleh Kabupaten Nunukan selama tahun 2010 adalah kerugian karbohidrat sebesar 2.068,9 kg/tahun senilai Rp. 14.895.075,- kerugian protein sebesar 517,23 kg/tahun senilai Rp. Rp 32.530.588,-, kerugian darah sebesar 1.220.241,17 cc /tahun senilai Rp.1.220.241.100,- maka total kerugian financial akibat kecacingan adalah sebesar Rp.1.276.666.763,-. [Penel Gizi Makan 2014, 37(2: 155-160]Kata kunci : kecacingan, nutrisi, kerugian finansial

  7. EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN KULON PROGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stovika Eva Darmayanti

    2014-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk: (1 mengevaluasi ketercapaian program pendidikan karakter pada tingkat sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo, (2 memberikan rekomendasi baik kepada guru, sekolah, maupun pemerintah untuk perbaikan program pendidikan karakter. Jenis penelitian adalah evaluasi program (evaluasi formatif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi: (1 empat sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo, yaitu SDN 4 Wates, SDN 6 Bendungan, SDN Kriyan, dan SDN Selo; (2 Pengawas SD Kecamatan Kokap dan Pengawas SD Kecamatan Wates; dan (3 Di-nas Pendidikan Kulon Progo. Data dianalisis dengan menggunakan analisis data Milles & Huberman meliputi: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1 kesiapan sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo untuk mengimplementasikan pendidikan karakter baik, dinilai dari kurikulum yang telah terintegrasi pendidikan karakter, namun masih kurang dalam hal pengelolaan sarana prasarana pendukung dan banyak guru memerlukan lebih banyak pengetahuan dan keterampilan tentang pendidikan karakter; (2 implementasi pendidikan karakter belum tampak pada kegiatan pembelajaran; (3 dukungan dari pemerintah dalam sosialisasi atau pelatihan dirasa masih kurang oleh sekolah; (4 monitoring dan evaluasi pendidikan karakter masih terbatas pada kurikulum dan dilakukan melalui pembinaan pengawas di setiap sekolah; dan (5 kendala yang umum dihadapi sekolah adalah penilaian sikap siswa yang belum terdokumentasi, kurangnya pemahaman guru untuk mengimplementasikan pendidikan karakter, dan tidak adanya sinergi antara pendidikan di sekolah dengan pendidikan di rumah. _________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ A PROGRAM EVALUATION OF CHARACTER EDUCATION IN ELEMENTARY SCHOOL OF KULON PROGO REGENCY ABSTRACT

  8. STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PETERNAKAN KERBAU RAWA DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alpianor Alpianor

    2017-05-01

    Full Text Available This study aims to: 1 analyze the management of swamp buffalo husbandry in Hulu Sungai Selatan, and 2 formulate the strategies for developing swamp-buffalo husbandry in Kabupaten Hulu Sungai Selatan Regency. The research was conducted in four villages, namely: Desa Bajayau Tengah in Kecamatan of Western Daha, Desa Pandak Daun, Desa Hakurung and Desa Hamayung in Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, South Kalimantan province from April to July 2016. To investigate the management of swamp-buffalo husbandry in Kabupaten Hulu Sungai Selatan, a descriptive analysis is used by interviewing the farmers and the government concerning the capacity of farmers, the capacity of facilities, and the capacity of management. To find out the strategies needed in developing swamp-buffalo husbandry in Kabupaten Hulu Sungai Selatan, the combination of strengths, weaknesses, opportunities, threats (SWOT analysis with analytical hierarchy process (AHP was applied. The management of swamp buffalo husbandry in Kabupaten Hulu Sungai Selatan in relation to the existing management capacity has not been implemented properly. The management capacity could be developed through non-formal education, such as training and counseling to farmers through the group of farmers because they were supported by a the capacity of farmers. such as age, experience and business scale which were quite good as well as the improvement of education and the farmer responsibilities; and b the capacity of facilities such as the buffalo grass feed, marketing, pretty good institutions as well as the improved buffalo seeds and the swamp- buffalo stall/latch. The strategies for swamp-buffalo husbandry in Kabupaten Hulu Sungai Selatan recommended the strategy of strengths - opportunities (SO. The strategies that can be done are to increase the population of swamp buffaloes supported by technologies for breeding, feeding, management and marketing and agro-tourism development by empowering

  9. ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR CAMAT RIMBA MELINTANG KABUPATEN ROKAN HILIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tasril Tasril

    2016-03-01

    Full Text Available Abstrak : Kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor yang menentukan kepuasan masyarakat. Pelayanan yang baik pada akhirnya akan mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelayanan publikyang dilakukan pada Kantor Camat Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir. Objek penelitian ini adalah masyarakat yang melakukan pengurusan pada kantor Camat Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat kecamatan Rimba Melintang yang melakukan pengurusan di kantor camat. Teknik pengambilansampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 99 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa kualitas pelayanan publik untuk variabel bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati meyoritas responden menjawab tidak setuju(tidak baik terhadap pelayanan publik pada kantor Camat Rimba melintang Kabupaten Rokan Hilir. Kondisi ini menunjukkan jika kualitas pelayanan publik ditingkatkan seperti dalam hal kedisiplinan petugas/aparatur, kemampuan petugas/aparatur dalam proses pelayanan, ketepatan waktu dalam melakukan pelayanan, memberikan jaminan legalitas dalam pelayanan, melayani dengan tidak membeda-bedakan masyarakat dalam memberikan pelayanan maka masyarakat akan merasa puas dari pelayanan tersebut. Abstract : The quality of service is one of the factors that determine people’s satisfaction. Good Service will eventually be able to give satisfaction to nthe public. The purpose of this study is to analyze the public service performed at the district office of Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir. The object of this study people who the maintenance in the district office of Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir. Population in this research is the district community of Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir who do the maintenance in

  10. Analisis Penerimaan PAD Pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tebo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Purnarianto

    2016-06-01

    Full Text Available Abstract. This study aims to analyze potential, efficiency, effectivity and contribution of PAD admission at Department of Fishery and Animal Husbandry in Tebo Regencyincluding the strategy establishment to increase its revenue.The analysis used is a potential formula, efficiency ratio, effectivity ratio, contributions ratio and SWOT analysis.The results shows that the potential revenue of retribution slaughterhouse (RPH, the potential sales of livestock, and potential sales fishery product are beyond the current target. The efficiency level of retribution slaughterhouse (RPH and sales of fishery product is poor, but the sales of livestock is very efficient. Effectivity level of livestock and fishery product sales are low, whileretribution slaughterhouses(RPH is not effective regarded to its potential  but in the contrary for its target. Contribution of PAD admission of Fishery and Animal Husbandry Department is very low regarded Tebo Regency PAD. The result of SWOT analysis of retribution slaughter house (RPH admission using WO (Weakness-Opportunity strategy, livestock sales using SO (Strength-Oppurtunity strategy, and fishery product sales using ST (strength-threat strategy. Keywords: Retribution SlaughterHouse (RPH, Sales of Fishery, Livestock Sales, SWOT Analysis   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, efisiensi, efektivitas dan kontribusi penerimaan PAD pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Teboserta menetapkan strategi untuk peningkatan penerimaan PAD. Analisis yang digunakan adalah rumus potensi, rasio efisiensi, rasio efektivitas, rasio kontribusi dan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi penerimaan retribusi rumah potong hewan (RPH, potensi penjualan hasil peternakan, potensi  penjualan hasil perikanan lebih besar dari target yang telah ditetapkan. Tingkat efisiensi retribusi RPH dan penjualan hasil perikanan tidak efisien, penjualan hasil peternakan sangat efisien. Tingkat

  11. PENGALIAN, KENEGARIAN KOTO RAJO, KECAMATAN KUANTAN HILIR, KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evizariza Evizariza

    2017-04-01

    Full Text Available AbstractThis study aims to examine the religious values   and economic values   of the people on the game Skate “in the village of Multiplication, Kenegarian Kotorajo,.Kuantan Hilir Subdistrict, District Singingi. This study used a descriptive method, a method that is used describe skating in the village folk games Multiplication, Kenegerian Koto tengah Seberang Hilir District of Kuantan, Kuantan District Singingi. Correctly, so that the values   contained in the folk games of skating it can be seen clearly. There are several data collection techniques that I use to understand a descriptive study with interview techniques, observation. The results of this study are yamg religious values   contained in each game is started skating people skating games basmalah always reading and praying, besides instilling honesty, and mutual work sama. Nilai-economic values   contained in the folk games of skating, in the execution of the game can boost the economy of society with digalakkannya social economy. Keywords: religious values   and economic valuesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meneliti nilai nilai Agama dan nilai ekonomi pada permainan rakyat Seluncur” di Desa Pengalian, Kenegarian Kotorajo. Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Singingi. Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif, yaitu metode yang digunakan menggambarkan permainan rakyat seluncur di Desa Pengalian, Kenegerian Koto Tengah Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi. Secara benar, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam dalam permainan rakyat seluncur itu dapat diketahui dengan jelas. Ada beberapa teknik pengumpulan data yang penulis pakai untuk memahami sebuah penelitian yang bersifat deskriptif dengan teknik wawancara, observasi. Hasil Penelitian ini adalah nilai-nilai agama yang terdapat pada permainan rakyat  seluncur adalah setiap mengawali permainan seluncur selalu membaca basmalah dan berdoa,  selain itu menanamkan sikap jujur, dan

  12. Air dan Konflik: Studi Kasus Kabupaten Timor Tengah Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hary Jocom

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Secara perhitungan teknis, antara ketersediaan air dan kebutuhan air per kapita mencukupi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS Provinsi Nusa Tenggara Timur, namun permasalahan aksesibilitas yang menyebabkan terjadinya kekeringan dibeberapa wilayah. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kolbano dan Kualin, Kab. TTS bertujuan pembuktian teori Homer-Dixon dan Gleick tentang konflik berbasis sumber daya alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwapertama, ketidakadilan akses terhadap sumber daya air tidak menimbulkan konflik antar masyarakat, dan kedua, tidak terjadi migrasi besar dari wilayah langka air ke wilayah lain. Faktor yang melandasiadalah adanyanilai-nilai budaya yang masih dipercaya dan dijaga, sehingga mampumenciptakan harmoni sosial. Temuan empirik ini menjadi sebuah penemuan teori baru dari pengembangan teori Homer-Dixon dan Gleick yang menyatakan bahwa kelangkaan sumber daya alam/air menimbulkan konflik, namun tidak terjadi dalam konteks masyarakat di Kec. Kolbano dan Kualin, dan wilayah lain di Kab. TTS.   Kata kunci: Kelangkaan air, konflik, sumberdaya air, sumber daya alam ABSTRACT In technical calculations, between water availability and water demand per capita is sufficient in Timor Tengah Selatan (TTS East Nusa Tenggara province, but the problem of accessibility caused drought in some areas. This research was conducted in the District Kolbano and Kualin, Kab. TTS aims at proving the theory Homer-Dixon and Gleick about natural resource-based conflicts. The results showed that the first, inequality in access to water resources does not generate conflicts between communities, and second, there was no major migration of water-scarce region to region. Factors underlying is their cultural values ​​are still believed and guarded, so as to create social harmony. These empirical findings into a discovery of a new theory of the development of the theory of Homer-Dixon and Gleick stating that the scarcity of natural resources

  13. Deteksi Leptospira Patogen Pada Tersangka Penderita Leptospirosis Di Kabupaten Ponorogo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Widiastuti

    2017-02-01

    Full Text Available AbstractUp to March 2012, there were increasing leptospirosis cases in Ponorogo. A total of 11 cases of leptospirosis were reported by the Ponorogo District Health Center. This study aims to detect pathogenic Leptospira bacteria using Polymerase Chain Reaction (PCR in suspected leptospirosis in Ponorogo. Collection of blood samples carried out by the local health care medical personnel (doctor, midwife or nurse was accompanied by a team of researchers. Subjects were people with fever (temperature >380C or fever accompanied by headache, muscle aches, and rash conjunctivitis. Blood and urine samples were taken purposively. Active case detection was also conducted in communities around the previous patients who had a history of infection risk and relationship of leptospirosis. Further blood samples examined by two different methods, Lepto Tek Lateral Flow and Polymerase Chain Reaction (PCR. Ninety blood and urine samples was collected. Four samples were positive for pathogenic Leptospira DNA consisted of two samples of blood (whole blood and two samples of urine. PCR-positive samples in the blood has negative results of Lepto Tek examination. While the PCR-positive samples in the urine, Lepto Tek was positive. Lepto tek showed lower sensitivity in early detection of leptospirosis. Examination of blood and urine samples using PCR can support the early discovery of leptospirosis cases.Keywords: Leptospirosis, Ponorogo, PCRAbstrakSampai dengan bulan Maret 2012 terjadi peningkatan kasus leptospirosis di Ponorogo. Sebanyak 11 kasus leptospirosis dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi bakteri Leptospira patogen menggunakan teknik Polimerase Chain Reaction (PCR pada tersangka penderita leptospirosis di Kabupaten Ponorogo. Pengumpulan sampel darah dilakukan oleh tenaga medis Puskesmas setempat (dokter, bidan atau perawat didampingi oleh tim peneliti terhadap penduduk yang mengalami demam (suhu badan

  14. KARAKTERISTIK LANSEKAP BUDAYA DI DUSUN KAJUARA, KABUPATEN BONE SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamka .

    2017-06-01

    Full Text Available Lansekap merupakan kondisi bentang alam dengan karakteristik unsur dan elemen tertentu pada suatu wilayah. Lansekap pada suatu permukiman merupakan hasil interaksi antara manusia dengan alam dan budaya yang menjadi latar belakang ciri identitas suatu lansekap.   Khususnya pada lansekap budaya dengan latar belakang sosial masyarakat yang berbeda-beda di tiap daerah di Indonesia. Peranan kondisi geografis dan budaya pada suatu kelompok masyarakat atau suku menarik dikaji kaitannya dalam hal lansekap budaya pada lingkungan permukiman. Kajian ini akan membahas karakteristik lansekap budaya permukiman Dusun Kajuara Kabupaten Bone dengan pendekatan metode kualitatif analsis deskriptif berdasarkan 13 komponen lansekap budaya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa, letak geografis wilayah dan sosial budaya masyarakat di Dusun Kajuara yang sebagian besar sebagai petani berpengaruh terhadap karakter lansekap budaya permukiman yang masih didominasi oleh unsur dan elemen alami pada softscape dan hardscape lingkungan. Kata-kata kunci: komponenen lansekap, lansekap budaya, lansekap tradisional   THE CHARACTERISTICS OF CULTURAL LANDSCAPE IN KAJUARA VILLAGE, BONE REGENCY SOUTH SULAWESI Landscape is a condition with its landscape elements characteristic and specific elements of the region. Landscape on a settlement is the result of interaction between human and nature and culture which blends into the background characteristics of the identity of a landscape. Particularly in the cultural landscape with socially different backgrounds of each region in Indonesia. The role of geography and culture of a community or ethnic group is interesting to study in terms of the cultural landscape in the neighborhoods. This review will discuss the characteristics of the cultural landscape settlements of Dusun Kajuara Bone district with qualitative method approach which is based on 13 components of the cultural landscape. The results of the discussion showed that the

  15. PERILAKU BERISIKO KESEHATAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI JAWA DAN SUMATRA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmalina Soerachman

    2016-09-01

    . Responden penelitian adalah pelajar usia13-15 tahun di 49 sekolah di Pulau Jawa dan Sumatra yang dipilih berdasarkan stratified random sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh pelajar sendiri. Analisa data menggunakanEpi-info. Sebanyak 10.9% - 21.6% of pelajar laki-laki di Jawa-Sumatra merokok sehari atau lebih darisehari dalam jangka waktu sebulan terakhir. Diantara pelajar yang merokok tersebut, 71.1% diantara mulaimerokok umur 13 bahkan sebelum umur 13 tahun. Sebanyak 37%-41% pelajar di Jawa-Sumatra pernahberkelahi sekali atau lebih dalam kurun waktu setahun terakhir. Prevalens perilaku berkelahi lebih tinggipada pelajar laki-laki dari pada pelajar perempuan. Sebagian besar masalah kesehatan pelajar ternyatamasih kurang mendapat perhatian dari kesehatan masyarakat. Temuan diatas perlu mendapat tindak lanjutlebih khusus dan ditujukan pada pelajar, terutama mengenai perilaku hidup bersih dan sehat yang sesuaidengan tingkatan pelajar. Hal ini untuk mencegah timbulnya penyakit tidak menular akibat perilakuberisiko tersebut.Kata kunci: factor risiko perilaku, pelajar, penyakit tidak menular

  16. PERAN GENDER PEREMPUAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2008-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frestiana Dyah Mulasari

    2017-06-01

    Full Text Available Kesenjangan antara perempuan dan laki-laki di Provinsi Jawa Tengah masih tinggi baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Semakin tumbuhnya perekonomian justru membuat kaum perempuan semakin terpinggirkan dan masuk semakin dalam pada kemiskinan. Oleh karena itu, perlu diteliti tentang peran gender perempuan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dilihat dari Angka Harapan Hidup Perempuan, Rata-rata Lama Sekolah Perempuan, dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran Gender Perempuan dilihat dari sisi kesehatan yaitu Angka Harapan Hidup Perempuan, Rata-rata Lama Sekolah Perempuan dari sisi pendidikan, dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan dari sisi ketenagakerjaan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2012. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode dokumentasi dengan jenis data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif.Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah peran perempuan dilihat dari angka harapan hidup perempuan memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan laki-laki, rata-rata lama sekolah perempuan masih berada di bawah rata-rata lama sekolah laki-laki, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih di bawah tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki. Saran dalam penelitian ini adalah peningkatan dalam pendidikan perempuan, pendidikan dan kesehatan perempuan adalah dua hal yang saling berkaitan. Apabila perempuan pendidikannya baik maka kelak generasi penerus akan memiliki kualitas yang baik pula. Dalam ketenagakerjaan adalah dilakukan peninjauan kembali kebijakan yang membuat perempuan termarginalkan dalam dunia kerja.  Discrepancy between man and woman in Central Java which still high in health, education, and employment areas. The growing economy makes women increasingly marginalized in deeper poverty

  17. Sistem Honorifik Bahasa Lapung Dialek Pesisi di Kabupaten Tanggamus (suatu kajian sosiolinguistik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dessy Saputry

    2005-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan bentuk, jenis, faktor sosial, dan kaidah pemakaian honorifik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif-naturalistik. Sumber data adalah para informan yang dijaring dengan teknik simak libat cakap (SLQ. Para informan berasal dari daerah-daerah di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Subjek penelitian ini adalah penutur asli (informan bahasa Lampung dialek Pesisir yang bertempat tinggal di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Subjek penelitian ini berjumlah 14 penutur yang diambil secara acak 2 orang dari tiap lokasi penelitian. Sumber data lisan diambil melalui wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan cara: (1 perpanjangan kesertaan; (2 ketekunan pengamatan; (3 triangulasi; (4 pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata bentuk hononfik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus meliputi: (1 kata; (2 kelompok kata; (3 singkatan kata; (4 kelompok singkatan kata; dan (5 gabungan singkatan dan kata. Jenis honorifik meliputi hononfik: (1 kekerabatan; (2 kata ganti per­sona; (3 pangkat, jabatan, dan profesi; (4 gelar; (5 religius; (6 tokoh gaib; dan (7 umum. Faktor-faktor sosial penentu pemilihan honorifik meliputi faktor: (1 hubungan kekerabatan; (2 usia; (3 jenis kelamin; (4 status sosial; {5 latar belakang etnik; (6 situasi dan forum; (7 hubungan antarinterlokutor, (8 lokasi. tempat tinggal; dan (9 status perkawinan. Adapun kaidah pemakaian honorifik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus meliputi kaidah: (1 alternasi; (2 kookurensi; dan (3 sekuensi. Honorifik dapat menambah kekayaan bahasa Lampung. Pemilihan honorifik yang tepat merupakan salah satu cara atau strategi untuk menunjukkan sopan santun dan sikap hormat terhadap or­ang lain. Katakunci: sistem honorifik, bentukjenisfaktor sosial, kaidabpemakaian honorifik, kajian sosiolinguistik

  18. Hubungan Kecemasan Sosial dan Kematangan Emosi dengan Kematangan Seksual Remaja SMP di Kabupaten Bantul Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Sri Lestari

    2012-06-01

    Full Text Available This research aims to find out some factors related to the sexual maturity, such as the social anxiety and emotional maturity on the adolescents of the SMP in Kabupaten Bantul, Yogyakarta. The hypotheses which are presented in this research are: First; there is a relation between the social anxiety and emotional maturity towards the sexual maturity; Second, there is a negative relation between the social anxiety and sexual maturity; Third, there is a positive relation between the emotional maturity and sexual maturity.The research participants were 70 male and female adolescents in SMP N 2 Banguntapan, Kabupaten Bantul. The data gathering was carried out in two phases, First, by applying the sampling area technique in order to determine the research location and Second, by applying the cluster random sampling technique to determine the research sample subject. Meanwhile, the research instrument which was employed was the scale of social anxiety, emotional maturity and sexual adolescents maturity. The double-regression technique was applied to analyze the data in this research.The result of this research showed that: First, there was a relation between social anxiety and emotional maturity towards the sexual maturity in adolescentsof the SMP in Kabupaten Bantul, Yogyakarta (R=0,667, R2=0,445, F-regression= 26,911 and the significant level for about p< 0,01. Second, there was a negative relation between the social anxiety and sexual maturity in adolescentof the SMP in Kabupaten Bantul, Yogyakarta (R partial=0,632, p=0,01. Third, there was a positive relation between the emotional maturity and sexual maturity in adolescebtsof the SMP in Kabupaten Bantul, Yogyakarta (R partial=0,358, level p<0,01.Key words:  Sexual Maturity, Social Anxiety, Emotional Maturity.

  19. Instrumen Musik Barat dan Gamelan Jawa dalam Iringan Tari Keraton Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.M. Surtihadi

    2014-04-01

    Full Text Available Perpaduan instrumen musik Barat dengan instrumen gamelan Jawa untukmengiringi tari di Keraton Yogyakarta sudah berlangsung sejak lampau. Hingga saatini perpaduan tersebut masih dapat dijumpai. Bermula dari peristiwa kontak budayaBarat dan Timur, instrumen musik Barat telah menjadi bagian dari kelengkapanupacara protokoler Keraton Yogyakarta. Tujuan penulisan ini untuk membuat kajianhistoris perpaduan gamelan Jawa dengan seperangkat instrumen musik orkestraBarat untuk mengiringi pertunjukan tari putri pada bagian kapang-kapang Bedhaya,Srimpi, dan tari putra Lawung Ageng Keraton Yogyakarta. Beberapa instrumenmusik Barat seperti instrumen genderang, tambur (percussion section, instrumengesek (string sections, instrumen tiup kayu (woodwind sections dan tiup logam (brasssections digunakan dalam mengiringi tarian-tarian tersebut di atas. Metode kualitatifanalisis data dipakai untuk mengupas masalah ini. Namun, pendekatan sosial-politikjuga akan dipakai dalam mengulas permasalahan yang terkait. Berdasarkan penelitianini dapat disimpulkan bahwa dampak peristiwa intrik politik yang terjadi di keratonterbukti telah memengaruhi kehidupan keseniannya. Kebutuhan upacara protokoleryang merupakan kegiatan rutin pada saat itu dilengkapi dengan berbagai macamsajian pertunjukan musik untuk menambah hidup suasana pesta dansa dengandiiringi musik berirama waltz.   Blend of Western Musical Instruments and Javanese Gamelan in DanceAccompaniment and Protocol Ceremonies of Keraton Yogyakarta. Westernmusical intruments have been combined with the Javanese gamelan instruments toaccompany dances performed in Keraton Yogyakarta (the Yogyakarta Palace. It startedwith the coming of the Western culture which then ‘interacting’ with the East. Sincethen, the Western musical instruments have completed the protocol ceremonies held byKeraton Yogyakarta. The objective to be obtained with this research is to historicallystudy the blend of the Javanese gamelan with the Western

  20. STATUS PEMANFAATAN DAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN TENGGIRI (Scomberomorus spp. DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaluddin Kasim

    2016-03-01

    Full Text Available Ikan tenggiri (Scomberomorus spp. di Laut Jawa merupakan jenis ikan pelagis ekonomis penting yang banyak dieksploitasi karena permintaan dan harga yang tinggi. Agar pengelolaan dapat dilakukan dengan benar maka   diperlukan informasi mengenai status pemanfaatan dan musim penangkapannya. Data primer untuk  penelitian ini diperoleh dengan metode wawancara sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui pencatatan hasil tangkapan ikan tenggiri periode 1999-2012 oleh enumerator di PPN Pekalongan dan kajian hasil peneitian terdahulu. Metode analisis model surplus produksi dan indeks musim penangkapan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Maximum Sustainable Yield (MSY ikan tenggiri di Laut Jawa sebesar 438 ton sedangkan effort maksimum sebesar 1000 trip setara jaring insang (gill net < 30 GT. Nilai CPUE cenderung menurun selama periode tahun 1999 hingga tahun 2012 yakni sebesar 1,73 ton/trip pada tahun 2005 menjadi hanya sebesar 0,37 ton/trip pada tahun 2011. Indeks musim Penangkapan (IMP menunjukkan bahwa ikan tenggiri melimpah pada periode Maret sampai dengan Juni dan periode Oktober hingga Desember sepanjang tahun. Narrow-barred spanish mackerel (Scomberomorous commerson is an economically important pelagic species in Java Sea that continue to be exploited due to the high demand and prices. The research regarding status of utilization and fishing season was conducted in order to obtain the optimal efforts and sustainable management. The research was conducted through interviews method to fishermen while the secondary data collected during the period of 1999-2012 through field enumerators in PPN Pekalongan as well as reviewing previous research studies. The results showed that Maximum Sustainable Yield (MSY was 243.5 tons, while the maximum effort as much as 1000 trips equivalent to gill nets. Catch Per Unit Effort (CPUE was declined during the period 1999 through 2012 of 0.251 tons / trip in 2005 became 0.052 tons

  1. Hibriditas Medium pada Film Opera Jawa Karya Garin Nugroho sebagai Sebuah Dekonstruksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riksa Belasunda

    2014-10-01

    Full Text Available Di tengah penyeragaman ide, gagasan, pesan, dan estetika pada film-film nasional, menarik menjadikan film Opera Jawa karya Garin Nugroho sebagai obyek penelitian sekaligus menjadi alasan kenapa penelitian ini dilakukan. Penelitian ini sebagai upaya peningkatan peran aktif produktif penonton dalam memahami dan memaknai teks film. Dengan fokus bagaimana pesan dan makna tersebut dibaca melalui elemen-elemen visual teks film yang dikonstruksi oleh keragaman penggunaan medium. Penelitian dilakukan dengan pendekatan estetika posmodern melalui metode semiotika dengan teknik deskriptif interpretatif. Membongkar struktur kode bahasa film, melalui analisis struktur dramatik naratif dan unsur pembentuk film, yang berkaitan dengan aspek non-verbal berupa tanda-tanda elemen visual dan gerak pada shot film. Elemen-elemen tersebut dikonstruksi oleh pilihan medium ungkap yang menjadi gaya ungkap (ekspresi sineas dalam menyampaikan pesannya. Ekspresi sineas dalam menyampaikan ide gagasan, dan konsep tersebut, berupa idiom estetik parodi, dengan pelencengan makna, eksplorasi medium (hibriditas medium, dan gaya ungkap, sebagai kritik atau sindiran atas bentuk yang dijadikan rujukan. Lewat film ini, Garin Nugroho melakukan dekonstruksi terhadap tokoh-tokoh, ruang, pesan dan makna, serta narasi dari epik Ramayana karya Walmiki yang menjadi rujukannya. Merefleksikan persoalan gender, feminisme, dominasi maskulinitas, dominasi kekuasaan, pertentangan kelas, dan kapitalisme. Kata kunci: hibriditas medium; semiotika film postmodern; dekonstruksi.In the midst of the ideas, concepts, messages, and aesthetics uniformity at national films, it is interesting to make Opera Jawa movie by Garin Nugroho the object of study. That is the reason why the study was conducted. The research was an effort to improve the audience's productive and active role in understanding and interpreting the subtitles by focusing on how to read the message and meaning through subtitles constructed by

  2. Karakteristik Fisika Kimia Karaginan Rumput Laut Jenis Kappaphycus Alvarezii Pada Umur Panen Yang Berbeda Di Perairan Desa Tihengo Kabupaten Gorontalo Utara

    OpenAIRE

    Harun, Maya; Montolalu, Roike Iwan; Suwetja, I Ketut

    2013-01-01

    Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan di kabupaten Gorontalo Utara. Salah satu jenis rumput laut yang dibudidayakan di Kabupaten Gorontalo Utara adalah Kappaphycus alvarezii. K. Alvarezii memiliki nilai ekonomis penting karena menghasilkan karaginan. Karaginan banyak digunakan sebagai bahan tambahan industri farmasi, bahan tambahan kosmetik, pengatur keseimbangan, bahan pengental, pembentuk gel dan pengemulsi. Mutu karaginan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis ru...

  3. KESIAPAN PEMERINTAH KABUPATEN MUARA ENIM DALAM RANGKA MENANGGULANGI PENCEMARAN BATUBARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Helper Sahat P Manalu

    2015-04-01

    Full Text Available Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yaitu batubara yang memiliki nilai ekonomi yang cukup besar dan tersebar di berbagai kepulauan di Indonesia. Di sisi lain, kegiatan usaha pertambangan batubara memberikan dampak negatif dan positif terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar perusahaan. Tujuan penulisan ini, untuk melihat sejauhmana kesiapan pemerintah daerah dalam rangka penanggulangan pencemaran akibat pertambangan batubara diwilayah penelitian. Metode penelitian ini eksploratif kualitatif, dilakukan dengan Diskusi Kelompok Terarah (DKT pada Instansi terkait. Sedangkan wawancara mendalam dilakukan dengan kepala puskesmas dan tokoh masyarakat. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis model kualitatif yaitu analisis domain/konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah maupun pemerintah Kabupaten Muara Enim telah mempunyai seperangkat produk hukum untuk mengatasi dampak sosial maupun lingkungan, tetapi dalam pelaksanaan penegakan hukum belum optimal. Selain itu perlu dilakukan evaluasi kinerja pertambangan batubara sebagai dasar pemberian sanksi yang tegas kepada perusahaan maupun pada penambang liar yang tidak memenuhi kewajiban dalam melakukan proses eksploitasi yang menimbulkan dampak terhadap sosial ekonomi dan kerusakan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk menilai dampak pertambangan batubara terhadap sosial ekonomi masyarakat dan kualitas lingkungan untuk menanggulangi pencemaran sesuai Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL yang telah di susun sebelumnya.   Kata kunci: Pemerintah, Pertambangan, Batubara, Pencemaran lingkungan

  4. PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN WISATA KULINER DI KABUPATEN ENREKANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Burhanuddin Burhanuddin

    2017-12-01

    Full Text Available Abstrak_ Potensi kuliner Kabupaten Enrekang menjadi perhatian pemerintah terhadap pengembangan  pariwisata sangat  besar  terutama pada jalur menuju Tanatoraja. Maka diperlukan sebuah perancangan taman wisata kuliner di Enrekang. Metode yang digunakan ialah metode desktriptif melalui studi literatur, studi preseden, dan studi lapangan dengan melakukan survey langsung ke lapangan untuk mengamati dan menganalisis lingkungan sekitar tapak. Perancangan menggunakan konsep Arsitektur Kontemporer berupa konsep  perancangan  dalam  merancang  kawasan  taman wisata kuliner, terdiri dari: zoning/ peruntukan lahan (land use, bentuk dan massa bangunan (building from and massing, sirkulasi dan parkir (circulation and parking, jalur pejalan kaki (pedestrian ways, ruang terbuka (open space, dan penanda (signage. Kata kunci : Wisata Kuliner, Konsep Koneporer, Enrekang.   Abstract_Culinery’s Potency in Enrekang Regency is the government's attention to the enormous tourism development especially on the path to go to Tanatoraja. In this case, it is needed a design of culinary tourism area in Enrekang. The method used is descriptive method through literature study, precedent study, and field study by conducting direct survey to the field to observe and analyze the environment around the site. The design using the concept of Contemporary Architecture includedof design concept in designing culinary tourism area, consists of: zoning / land use (land use, shape and building mass (building from and massing, circulation and parking (circulation and parking, pedestrian path (pedestrian ways, open space (space, and signage (signage. Keywords: Culinary Tour, Concept of Koneporer, Enrekang.

  5. Rancang Bangun Aplikasi Monografi Kelurahan Sei Mempura Kabupaten Siak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elvira Asril

    2017-05-01

    Full Text Available AbstrakKelurahan Sei Mempura merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Siak yang pembuatan an pelaporan dokumen monografinya masih bersifat manual. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain penumpukan dokumen, human error, kehilangan berkas atau dokumen. Sehingga sistem informasi perlu dibuat untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pendataan jumlah dan mobilitas penduduk. Perancangan sistem yang dibuat meliputi beberapa tahapan antara lain analisa sistem yang sedang berjalan; perancangan sistem dengan menggunakan alat bantu pemodelan UML; desain interface untuk input dan output sistem serta desain database untuk pelaporan nantinya. Sistem informasi yang dibuat ini pada akhirnya akan membantu dan mempermudah pekerjaan instansi terkait pengolahan data kependudukan dan monografi daerah. Kata kunci: Aplikasi, Monografi, UML Abstract Village of Mempura Sei is one of the villages in the manufacture of Siak's reporting documents monografinya still manual. Some of the constraints faced by, among others, the buildup of documents, human error, loss of file or document. So that the information system should be established to assist the relevant government agencies to collect data on the number and mobility of the population. System design which made covering several stages, among others, the analysis of the current system; system design using UML modeling tools; design the interface for input and output of the system and database design for later reporting. The information system created will ultimately assist and facilitate the work of relevant agencies and population data processing monograph area.  Keywords: Applications, Monograph, UML 

  6. TRANSPARANSI PELAYANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN GOWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusmiati Rusmiati

    2014-10-01

    Full Text Available This study aimed to describe the process of the motor vehicle tax services in Gowa. This research uses quantitative and qualitative descriptive approach and collection techniques by observation, interviews and questionnaires. The results showed indicators of motor vehicle tax transparency of services such as: Disclosure of the service process is not done transparently; information service procedures have not done well; Ease of obtaining information through cooperation with mass media have not done well. As a result the quality of service of the Motor Vehicle Tax (PKB is evidenced by: reliability SAMSAT employees in serving the community is enough to satisfy the public; SAMSAT employee responsiveness in serving the public still lacks respond; Warranty SAMSAT employees in serving the community is pretty good; and Empathy SAMSAT employees to serve the public good enough   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelayanan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dan teknik pengumpulan dengan cara observasi, wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan indikator transparansi pelayanan pajak kendaraaan bermotor antara lain: keterbukaan proses pelayanan yaitu belum dilakukan dengan transparan; prosedur pelayanan informasi belum dilakukan dengan baik; kemudahan memperoleh informasi melalui kerjasama dengan media massa belum dilakukan dengan baik. Alhasil kualitas pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB yaitu tercermin dari: kehandalan pegawai Samsat dalam melayani masyarakat sudah cukup memuaskan masyarakat; daya tanggap pegawai Samsat dalam melayani masyarakat masih kurang merespon; Jaminan pegawai Samsat dalam melayani masyarakat sudah cukup bagus; dan empati pegawai Samsat dalam melayani masyarakat sudah cukup baik.

  7. KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 1 TALIWAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nurdin

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai leader, bentuk dukungan dari followers, dan situasi sekolah yang kondusif bagi kepemimpin-an Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Negeri 1 Taliwang. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat, menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Subjek utamanya adalah Kepala Sekolah, satu guru putra, satu guru putri, unsur komite sekolah, satu staf tata usaha sekolah, dan security sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Pengamatan dilakukan secara terus menerus tentang aktivitas yang berlangsung di sekolah.Di dalam observasi ini, juga dilakukan pemotretan terhadap objek-objek yang mendukung kepemimpinan Kepala Sekolah. Data yang diperoleh dari Kepala Sekolah, dikroscek kembali terhadap pernyataan para subjek lainnya.Pengumpulan data dilakukan secara berulang-ulang sampai data tersebut jenuh. Data yang dianalisis menggunakan model Interaktif Milles dan Huberman yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai leader yang diwujudkan dengan memberikan keteladanan, motivasi, dan mendukung warga sekolah untuk meningkatkan kompetensinya. 2. Bentuk dukungan dari followers bagi kepemimpinan Kepala Sekolah berupa loyalitasnya untuk menjalankan tugas dan arahan yang diberikan oleh Kepala Sekolah. 3. Bentuk dukungan dari situasi sekolah berupa lingkungan yang nyaman dan kondusif untuk mendukung keberhasiln proses pembelajaran.Kata kunci: kepemimpinan, kepala sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, sekolah dasar

  8. Kelayakan Ekonomi dan Lingkungan Kegiatan Pertambangan Rakyat di Kabupaten Sleman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Afriani Astuti

    2016-06-01

    Full Text Available Kabupaten Sleman memiliki 19 titik lokasi penambangan rakyat yang belum memiliki ijin dari pemerintah. Kegiatan penambangan menghasilkan dampak positif dan negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai kelayakan ekonomi dan lingkungan sebagai dasar untuk memberikan ijin bagi kegiatan pertambangan rakyat tersebut. Penentuan kelayakan ekonomi dan lingkungan menggunakan metode pengharkatan. Kelayakan ekonomi kegiatan penambangan menggunakan 3 parameter sebagai dasar evaluasi, baik untuk penambangan di bukit maupun di sungai. Parameter kegiatan penambangan di bukit adalah umur tambang, potensi pasar dan pemanfaatan bahan galian, dan benefit cost ratio (BCR. Sedangkan parameter kegiatan penambangan di sungai adalah perbandingan cadangan terhadap penggunaan bahan galian (PCPBG, potensi pasar dan pemanfaatan bahan galian, dan benefit cost ratio (BCR. Adapun parameter kelayakan lingkungan adalah jenis dampak yang dihasilkan dari kegiatan penambangan, yaitu Dampak Penting Hipotetik (DPH, Dampak Tidak Penting Hipotetik 1 (DTPH 1, dan Dampak Tidak Penting Hipotetik 2 (DTPH 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek kelayakan ekonomi terdapat 10 titik lokasi tidak layak, 5 titik lokasi kurang layak, dan 4 titik lokasi layak. Sedangkan dari aspek kelayakan lingkungan terdapat 12 titik lokasi tidak layak, 4 titik lokasi kurang layak, dan 3 titik lokasi layak.

  9. PENGELOLAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITYPT GRASADA INTERNATIONAL DI KABUPATEN PANGKEPPENGELOLAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITYPT GRASADA INTERNATIONAL DI KABUPATEN PANGKEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Asaf Annur

    2015-10-01

    Full Text Available This study aims to determine the management of Corporate Social Responsibility ( CSR PT Grasada International in Pangkep . CSR management is a corporate social responsibility to the community and environment in which it operates . The method used in this research is mixed method with observational data collection techniques ; survey and interview . The results showed the implementation of corporate social responsibility has been running well ; ranging from environmental development program ; namely repair and maintenance of roads for farmers ; repair bridges and cliffs smoothing used for the construction of houses around . The field of education is to give assistance to children whose school students in elementary and junior high schools in the form of stationery and uniforms social humanitarian and religious never implemented but is not performing well.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR PT Grasada International di Kabupaten Pangkep.Pengelolaan CSR merupakan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan dimana perusahaan itu beroperasi.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitumixed method dengan teknik pengumpulan data observasi, survey serta wawancara.Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan Corporate social responsibility ini sudah berjalan dengan baik, mulai dari program bina lingkungan yaitu perbaikan dan perawatan jalan untuk petani, perbaikan jembatan serta perataan tebing yang digunakan untuk pembangunan rumah sekitar.Bidang pendidikan yaitu memberikan bantuan kepada anak-anak siswa siswi yang sekolah di SD dan SMP berupa alat tulis dan baju seragam  sosial kemanusiaan dan keagamaan pernah dilaksanakan namun tidak terlaksana dengan baik.

  10. EFEK ANTIFERTILITAS EKSTRAK AKAR SOM JAWA (Talinum paniculatum Gaertn. PADA MENCIT (Mus musculus L. JANTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tetri Widiyani

    2012-10-01

    Full Text Available Talinum paniculatum Gaertn commonly is used as aphrodisiac herb. Phytosterol, saponin, flavonoid and tannin of the herb have a certain bioactivity and may affect to the body system. The objective of this research was to examine the antifertility effects of sam jawa (Talinum paniculatum Gaertn. root extract (SJRE on male mice (Mus musculus L.. Twenty male mice were divided into 4 groups randomly with 5 replications. SJRE was dissolved in aquadest and given orally everyday for 34 days. The treatment dosages were 0 (control, 100,200, and 300 mg/kg BW. At 35th day mice were sacrificed and sectioned to remove testes and epididymis spermatozoas. Testes were sectioned using paraffin method and stained using Haematoxyllin-Eosin. Spermatogenic cells in each seminiferous tubule were counted to investigated spermatogenesis activity of testes. Epididymis sperm suspension was used to investigate sperm quality i.e: morphology, velocity and motility. Quantitatives data were analized using ANOVA and continued DMRT on 5% significance level. The result showed SJRE had antifertility effects on male mice (Mus musculus L. could inhibit spermatogenesis (decrease the spermatogenic cells count and decrease the sperm quality (increase percentage of abnormal sperm, decrease sperm motility and also decrease sperm velocity.

  11. PERLUASAN JANGKAUAN SIARAN STASIUN PEMANCAR DIGITAL TVRI JAWA BARAT DENGAN SISTEM SINGLE FREQUENCY NETWORK (SFN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trya Agung Pahlevi

    2017-02-01

    Full Text Available Implementasi penyiaran televisi digital dengan menggunakan media teresterial telah menjadi kenyataan di Indonesia. Sistem penyiaran televisi digital (Digital Video Broadcast over Terrestrial / DVB-T memungkinkan untuk penggunaan Single Frequency Network (SFN, sehingga dapat memperluas wilayah jangkauan siaran dengan menggunakan satu kanal frekuensi. Penelitian yang dilakukan adalah merencanakan koordinat dan parameter teknis sistem SFN DVB-T di wilayah TVRI Jawa Barat, berdasarkan rekomendasi dari akta-akta akhir International Telecommunication Union (ITU dalam Sidang Regional Radiocommunication Conference (RRC-06, untuk mendapatkan jangkauan wilayah yang paling maksimal dan efisien. Simulasi perancangan menggunakan  perangkat lunak "Mobile RF" dan "CHIRplus_BC"dalam menentukan koordinat pemancar, parameter daya dan tinggi pemancar, serta keekonomian perancangan. Hasil akhir dari penelitian adalah dengan sistem SFN dapat meningkatkan wilayah jangkauan siaran dari kondisi awal 11.609.819 orang (persentase coverage population 55,51%, menjadi 12.060.282 orang (persentase coverage population 57,66% sampai dengan 17.563.586 orang (persentase coverage population 83,98%, dengan total jumlah pemirsa adalah 20.914.885  orang.

  12. Unsur-unsur Kefilsafatan dalam Buku "Butir-butir Budaya Jawa"

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Sutrisno

    2007-06-01

    Full Text Available This research investigated the book of "Butir-butor Budaya Jawa" 1990, 205p. The aim of this study is to sound out the possibility of transforming the philosophical values of this book to the course of branch of philosophy, that is, Metaphysic/Ontology, Epistemology, and Logic: Ethics. This research also studied the specific contens of philosophy, for example are the philosophy of social and politics:: philosophy of laws; philosophy of man and theodiceae. Feurtheremore, it will try to estimate some contents of system of philosophy in order to express the implicit tenets of Javanese culture. This research will be able to give two important benefits covered the development and academic benefit. Firstly, on the scope national development this research will support a reference of national ethos and development ethics. Secondly, in term of academic knowledge, it can expand the contens of philosophy of culture and Indonesian or Pancasila philosophy. This research emphasize on the literacy study which analysis data carried out by qualitative method by applying the hermeneutics-interpretation concerning the text. The research findings show that the six themes--Belief in the Supreme God; Spirituality; Humanity; Nationhood; and On malerial Goods--contained the three elements of philosophy mentioned above. The book also expressed the naunce of several specific philosophy, tenets of wisdom and also the elements of existentialistic and pragmatic thought/ The three elements of philosophy were not made up separated form to show some interrelation so that expressed the whole of Javanese tenets.

  13. Analisa Arc Flash Pada Sistem Kelistrikan Di PT. Wilmar Nabati Indonesia, Gresik – Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditya Aji Nugroho

    2017-03-01

    Full Text Available Studi untuk mengetahui besar busur api yang dihasilkan pada masing-masing switchgear perlu dilakukan untuk mengklasifikasikan kategori energi busur api yang terjadi serta kaitannya dengan PPE (Personal Protective Equipment yang harus dikenakan pekerja sebagai langkah pencegahan agar terhindar dari jatuhnya korban jiwa. Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan insiden energi arc flash sesuai standar IEEE 1584-2002 serta pengklasifikasian kategori dan alat perlindungan diri yang tepat agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pekerja sehingga dapat bekerja secara optimal. Studi ini akan coba diterapkan pada sistem kelistrikan di PT. Wilmar Nabati Indonesia, Gresik – Jawa Timur mengingat pentingnya perusahaan tersebut mengamankan peralatan serta pekerjanya dari insiden energy arc flash. Hasil yang didapat pada tugas akhir ini adalah pada tipikal 1 nilai insiden energinya mengalami peningkatan yaitu dari 1.988 cal/cm2 menjadi 8.66 cal/cm2, pada tipikal 2 nilai insiden energi tertinggi 19.596 cal/cm2 turun menjadi 6.00 cal/cm2, pada tipikal 3 nilai insiden energi nya mengalami peningkatan yaitu dari 19.596 cal/cm2 menjadi 36.52 cal/cm2 kenaikan ini disebabkan karena terjadi kesalahan koordinasi rele.

  14. Genesis endapan aluvium Dataran Purworejo Jawa Tengah; Implikasinya terhadap sumber daya geologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno Bronto

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol2no4.20072Purworejo is part of the Southern Central Jawa alluvial plain that is bordered by the South Sera- yu Mountains and Sumbing Volcano in the north, West Progo Mountains in the east, Indian Ocean in the south, and Kebumen-Banyumas plain in the west. This Purworejo plain comprises reworked allu- vial deposits, particularly from Tertiary volcanic rocks of the South Serayu and West Progo Mount- ains, and the Sumbing Quaternary Volcano. In the northern part older reworked material has formed Purworejo alluvial fan in the east and Kutoarjo alluvial fan in the west. Those alluvial fans developed from northeast side of studied area. The central part of Purworejo plain consists of older coastal alluvial deposits which have been covered by recent fluvial deposits that transported by Wawar River in the west, Jali River in the middle, and Bogowonto River in the east. The southern part of Purworejo plain, starting from the Lereng River until present coastal line is composed of younger alluvial coast- al deposits. It is suggested that groundwater resources are abundant under the Purworejo plain, and the young alluvial coastal deposits contain highly potential iron sand and associated minerals.  

  15. PENGARUH KEMISKINAN, PERTUMBUHAN EKONOMI, DAN BELANJA MODAL TERHADAP IPM JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Denni Sulistio Mirza

    2015-12-01

    Full Text Available The purpose of this study is to know the influences of poverty, economic growth and capital expenditures to the Human Development Index (HDI in Central Java. The result of Panel data regression indicates that poverty significantly and negative related to IPM. The economic growth has positive and significant impact on IPM. Next, the capital expenditures have a positive and significant effect on the HDI. It is recommended that the planning policy of government does not only view the achievement of economic growth but also the target of human development. It is because economic growth has not been able enough to improve the quality of human resources, especially in the aspects of education, health and income.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan belanja modal terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM di Jawa Tengah. Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM dan belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Disarankan agar dalam merencanakan kebijakan pemerintah tidak hanya melihat dari pencapaian target peningkatan pertumbuhan ekonomi saja namun juga target peningkatan pembangunan manusia karena pertumbuhan ekonomi sendiri belum memadai untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama pada aspek pendidikan, kesehatan dan pendapatan masyarakat.

  16. Analisis Pembebanan Ekonomis pada Jaringan 500 kV Jawa Bali Menggunakan Software PowerWorld

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badru Tamam Arozaq

    2012-09-01

    Full Text Available Pada jaringan 500 kV Jawa Bali, PT. PLN (Persero P3B menentukan kombinasi pembangkit yang akan beroperasi pada setiap level beban tertentu. Oleh karena itu, Economic Dispatch (ED atau pembagian pembebanan secara ekonomis dilakukan untuk menghasilkan pembebanan pembangkit yang optimal. Namun, hasil dari Economic Dispatch tersebut belum tentu dapat memenuhi batasan sistem seperti batasan pembakitan generator dan batasan saluran. Untuk itu, Optimal Power Flow (OPF perlu dilakukan dalam rangka pembagian pembebanan secara ekonomis, sekaligus memenuhi batasan-batasan sistem. Pada tugas akhir ini, perhitungan pembagian pembebanan pembangkit dilakukan dengan menggunakan software PowerWorld. Software ini memiliki keunggulan dalam teknik analisis, interaktif, dan disertai dengan grafik, sehingga mempermudah pembaca dalam memahami informasi yang diberikan. Dari hasil pengujian, terbukti bahwa pada keadaan normal ED dan OPF dalam penggunaan software PowerWorld, menghasilkan nilai yang sama yaitu sebesar 662.264,94 $/h. Tetapi pada saat terjadi pelanggaran batas saluran transmisi, hasil simulasi ED lebih murah yaitu sebesar 665.834,06 $/h sedangkan hasil OPF sebesar 863.630,50 $/h.

  17. KOSMOLOGI RUANG ADAT SEBAGAI IDENTITAS PEMUKIMAN KAMPUNG NAGA, TASIKMALAYA - JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meta Khairunnisa

    2014-10-01

    Full Text Available [Title: Traditional Cosmologycal Space as Kampung Naga Setlement Identity, Tasikmalaya - Jawa Barat] Located far from the city, an architectural masterpiece grows and developes in traditional settlement. The form and settlement identity merges with emotional’s people inside that not only creates an identity but also influences in the development of surrounding area . local wisdom is created from local identity and cultural that becomes soul and character of the settlement (Haryanto,2007:89. Place is created by experience memories in the past that makes the familiar space and indepth meaning (Tuan,2010:73. Kampung Naga is one of the Sundanesse traditional settlement in West Java that maintains the culture and local wisdom, nevertheless globalisation begin to influences the meaning of cultural space inside. Its has a cosmology cocept, proper behaviour and religion that is created naturally and transmitted orally from generation to generation.The research is to understand cultural themes in Kampung Naga as an identity of Naga’s people. Etnography metodology is used to describe the space indepth and connectivity of the meaning. Cultural spaces that is created from cosmologycal persception and traditional low are Pamali space, Sacred Space and Gender space, the elements of space inside give indepth meaning and create local identity of Sundanese people.

  18. TINGKAT KEBERHASILAN PENANAMAN POHON MANGROVE (KASUS: PESISIR PULAU UNTUNG JAWA KEPULAUAN SERIBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Winata

    2016-03-01

    Full Text Available Increasing land demand for human life tends to lead the most transitional allotment of land conservation in the coastal zone into settlements, ports, aquaculture, and other means of livelihood. Including mangrove ecosystem in coastal region of Kepulauan Seribu. The purpose of study was to measure success rate of mangrove trees planting and growth rate of mangrove trees. The design of the study was exploratory research using a quantitative approach. The population were mangrove trees which was planted at Community Services Program Universitas Terbuka on October 28th 2013. The mangrove species is Rhizophora mucronata. Sample was determained from some land areas with created plot survei (3 x 3 m in 10 locations at Untung Jawa Island. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data were collected using survey method, and presented in the form of frequency tables and descriptions, and analyzed descriptively. Data was be primary data including the number of mangrove trees, mangrove tree height, number of leaves, leaf length, and leaf width. The results indicated that the success rate of mangrove tress planting reached 72%. This was indicated that Rhizophora mucronata had fairly wide range of habitats, hence it is easy to live in the research location. Overall, the growth rate of mangrove trees showed good results, in terms of tree height, number of leaves, leaf length and leaf width.

  19. Pengaruh PDRB, Pengangguran, dan Inflasi Terhadap Penyaluran Dana Kredit PT. Pegadaian (Persero Provinsi Jawa Tengah Tahun 1984-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Norma Yuristyana

    2017-08-01

    Full Text Available Pegadaian sebagai lembaga keuangan nonbank yang usaha intinya adalah bidang jasa penyaluran dana kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai yang ditujukkan untuk membiayai investasi perusahaan, kegiatan konsumsi, serta kegiatan distribusi barang dan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh produk domestik regional bruto, jumlah pengangguran, dan tingkat inflasi terhadap penyaluran dana kredit pada PT. Pegadaian (Persero Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah tahun 1984 sampai 2013. Variabel penelitian ini produk domestik regional bruto, jumlah pengangguran, dan tingkat inflasi Jawa Tengah. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS. Hasil penelitian ini diketahui bahwa produk domestik regional bruto berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran dana kredit, jumlah pengangguran tidak berpengaruh terhadap penyaluran dana kredit, dan tingkat inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran dana kredit. Variabel produk domestik regional bruto, pengangguran, dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap penyaluran dana kredit PT. Pegadaian (Persero Provinsi Jawa Tengah adapun pengaruhnya secara positif dan signifikan.  Pawnshops as nonbank financial institutions whose core business is credit fund distribution services to the public on the legal basis is recomended to pay the company's investment, consumption activities, as well as the activities of the distribution of goods and services. This study aims to analyze how much influence the gross domestic regional product, unemployment, and inflation rates against the disbursement of credit at Central Java Pawnshops. This study uses secondary data from the Central Statistics Agency of Central Java province from 1984 to 2013. The variables of this study

  20. Peran Perguruan Tinggi, Pemerintah dan Investor dalam Membangun Wisata Pedesaan Di Jawa Barat Sebagai Upaya Mengurangi Kemiskinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dede R Oktini

    2007-06-01

    Full Text Available Jumlah penduduk miskin di Jawa Barat semakin lama semakin bertambah, sumber  mengatakan bahwa pada bulan Februari  2005 tingkat kemiskinan di Jawa Barat hanya 16 %, sedangkan per Juli 2005 naik menjadi 18,7% dan estimasi sementara untuk maret 2006 mencapai 22 %. (www.bps.co.id. Jumlah penduduk miskin di pedesaan lebih tinggi dibandingkan dengan di perkotaan, misalnya saja pada tahun 2005 persentase kemiskinan di perkotaan hanya 11,37 % sedangkan di pedesaan mencapai 19,51 %. Demikian pula pada tahun-tahun sebelumnya jumlah penduduk miskin yang ada di pedesaan selalu lebih tinggi dibandingkan dengan di perkotaan. Fenomena kemiskinan ini juga tampak dari aktivitas sehari-hari yang mana di pedesaan lebih terlihat bahwa banyak orang yang hanya menghabiskan waktu dengan duduk-duduk, sementara gadis dan pemudanya berkumpul di pos-pos ronda mengobrol hal-hal yang kurang bermanfaat. Kondisi buruk seperti ini tentunya tidak bisa dibiarkan dan masyarakat pedesaan khususnya di Jawa Barat tidak bisa tinggal diam hanya mengharapkan belas kasihan dari pemerintah, namun harus segera bergerak untuk berupaya terlepas dari  kemiskinan yang membelenggu. Di setiap daearah di Jawa Barat memiliki potensi yakni lahan pertanian seperti sawah, kebun dan ladang yang hingga saat ini hanya dimanfaatkan sesuai dengan fungsi dasarnya saja yaitu menanam padi dan tanaman lain, padahal sebenarnya lahan-lahan tersebut dapat lebih dimanfaatkan misalnya dijadikan lokasi pariwisata pedesaan tradisional. Namun demikian untuk mewujudkannya tentu diperlukan dukungan dari berbagai pihak yakni Perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah berperan dalam mengembangkan sumber daya manusia / masyarakat setempat sebagai calon pramuwisata atau calon wirausaha, penghubung antara calon pramuwisata/ wirausahawan dengan pihak investor, sedangkan pemerintah berperan dalam menyediakan infrastruktur seperti jalan raya, listrik serta mendidik masyarakat agar lebih mencintai alam pedesaan. Sedangkan

  1. Learning Model of Unggah-Ungguh Basa Oriented to Noble Behavior in SMP (Junior High School) Jawa Timur (East Java) Indonesia

    Science.gov (United States)

    Sudikan, Setya Yuwana

    2017-01-01

    Learning problem of "unggah-ungguh basa", is very complicated. It is needed reorientation and re-setting the approaches, strategies, methods, techniques, and learning contents that can give rise to a new model of learning of "unggah-ungguh basa" oriented to the character formation of children, especially in Jawa Timur. In…

  2. ANALISIS IT GOVERNANCE DENGAN DOMAIN MEA01 DALAM PELAKSANAAN E-HEALTH MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 PADA DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusyida Baniya Savira

    2016-03-01

    Full Text Available Teknologi Informasi memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung tujuan pencapaian suatu kegiatan dalam organisasi mupun instansi. Apabila pemanfaatan TI sudah berjalan dan mampu berintegrasi dengan baik dengan organisasi, maka TI mampu mendorong terjadinya peningkatan kinerja organisasi. Untuk mendukungnya, dibutuhkan suatu kegiatan monitoring, evaluasi, dan penilaian kinerja suatu organisasi. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah merupakan suatu instansi pemerintahan yang bertindak sebagai penyelenggara untuk penyediaan layanan kesehatan kepada masyarakat di daerah Jawa Tengah. Permasalahan yang pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah adalah dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan dan evaluasi masih ditemukan beberapa kekurangan seperti kurang lengkapnya Standart Operational Procedure (SOP mengenai detail proses pengawasan dan penilaian kinerja, proses tata kelola TI yang belum dilakukan secara menyeluruh, serta kurangnya pengawasan dalam peningkatan kebutuhan pemakaian e-health. Dari hasil studi dokumen, wawancara dan kuesioner berdasarkan COBIT 5 dihasilkan level kapabilitas tata kelola proses monitoring, evaluasi, dan penilaian kinerja dan kesesuaian (MEA01 saat ini adalah level 1 yaitu Performed, dengan tingkat pencapaian Largely Achieved sebesar 83,33% atau setara dengan 1,83 yang menunjukkan bahwa proses monitoring kinerja dan kesesuaian yang telah diimplementasikan berhasil mencapai tujuan instansi tetapi masih belum sepenuhnya dikelola dengan baik. Untuk mencapai level kapabilitas 2, dapat dilakukan strategi perbaikan secara bertahap dari proses atribut level 1 sampai 2. Kata kunci: COBIT 5, Analisis Tata Kelola TI, E-health, Proses Monitoring Evaluate and Assess Performance and Conformance (MEA01, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

  3. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN PESISIR KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasnawi Hasnawi

    2011-04-01

    Full Text Available Perairan pesisir Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat merupakan perairan yang potensial untuk budidaya laut. Namun demikian belum ada data dan informasi kesesuaian lahan untuk budidaya laut termasuk budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA di perairan tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan di perairan pesisir Kabupaten Mamuju untuk budidaya ikan dalam KJA yang diharapkan juga dapat menjadi acuan dalam penentuan tata ruang wilayah pesisir. Metode survai diaplikasi pada wilayah pesisir Kabupaten Mamuju, mulai dari perbatasan Kabupaten Majene di bagian selatan sampai perbatasan Kabupaten Mamuju Utara di utara. Kualitas air perairan yang diukur adalah: pH, salinitas, kecepatan arus, arah arus, kecerahan, kedalaman, nitrat, fosfat, dan besi. Data lainnya diperoleh dari hasil ekstrak citra ALOS AVNIR-2 akuisisi 28 Juli 2009. Analisis spasial dalam Sistem Informasi Geografis digunakan dalam penentuan kesesuaian lahan untuk budidaya ikan dalam KJA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi yang sesuai untuk budidaya ikan dalam KJA di Kabupaten Mamuju tersebar di Pulau Karampuang, Perairan Kalukku, Pulau Bakengkeng, Perairan Papalang, Pulau Kambunong, dan Tanjung Dapurang. Untuk pengembangan kegiatan budidaya ikan dalam KJA yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, hanya sekitar 10% dari potensi perairan pesisir yang secara efektif dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan dalam KJA di perairan Kabupaten Mamuju yaitu 698,18 ha yang terdiri atas sangat sesuai seluas 133,18 ha; cukup sesuai 512,41 ha dan kurang sesuai 52,59 ha

  4. KEBUTUHAN PELATIHAN PENYULUH PERTANIAN BERBASIS KOMPETENSI PADA BADAN PELAKSANA PENYULUHAN KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dessy Liani

    2014-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study aimed to 1 identify the perceptions of agricultural extension of training management at “Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Sarolangun”; 2 identify the perceptions of agricultural instructor on performance; 3 analyzing the agricultural training needs to be held, and the type of training needs to be done based on the analysis of the work load and competency. The data were processed using a range of criteria techniques, Tools Training Need Assessment (TNA-T and T-Test. The results showed the whole perception of agricultural extension at all functional level positions are quite satisfied with the training organized by “Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Sarolangun”. Perception on the performance of young agricultural instructor, expert agricultural instructor and agricultural instructor supervisor is high. Meanwhile the performance of advanced agricultural instructor and skilled-implementer agricultural instructor is high enough. Performance levels across functional departments of agricultural instructor at Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Sarolangun is high enough although not all of them achieve the desired result by the organization due to the lack of infrastructure and extension facilities. Therefore more trainings to enhance their knowledge and skills could be done to obtain high performing agricultural instructor.Keywords: agricultural extension, performance, competency-based training, range criteria techniques, training need assessment toolsABSTRAKPenelitian ini bertujuan 1 mengidentifikasi persepsi penyuluh pertanian terhadap pelatihan yang pernah diikuti  yang dilihat dari manajemen pelatihan yang terdapat pada Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Sarolangun; 2 mengidentifikasi persepsi penyuluh pertanian tentang  kinerja; 3 menganalisis tingkat kebutuhan pelatihan penyuluh pertanian yang akan diadakan dan jenis pelatihan yang perlu dilakukan berdasarkan analisis kemampuan kerja jabatan dan kemampuan

  5. PROFIL PDAM KABUPATEN SEMARANG (TAHUN 2008 SAMPAI DENGAN 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riza Firmanda

    2017-06-01

    Full Text Available PDAM Kabupaten Semarang merupakan Perusahaan Daerah yang bergerak di bidang air minum, yang bersifat public utility. Hal ini berarti penekanan bidang usaha penyediaan air minum bukan terletak pada tujuan meraih laba, tetapi tujuan utama adalah mencukupi kebutuhan masyarakat akan air bersih. Kegiatan utamanya meliputi penyediaan, pengembangan pelayanan sarana dan prasarana   serta   distribusi   air   bersih.   Tujuan   lainnya   adalah   ikut   serta   mengembangkan perekonomian guna menunjang pembangunan daerah dengan memperluas lapangan pekerjaan, serta mencari laba sebagai sumber utama pembiayaan bagi daerah. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui profil PDAM Kabupaten Semarang yang terdiri dari Cabang ungaran, Ambarawa dan Salatiga terkait jumlah biaya, volume penjualan, jumlah pendapatan, jumlah pelanggan, dan jumlah pengaduan. Data sekunder yang digunakan tahun 2008-2011, dengan teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan; jumlah biaya operasional yang dikeluarkan oleh   PDAM Cabang Ungaran periode tahun 2008-2011 berfluktuasi. Volume penjualan, jumlah pendapatan, dan jumlah pelanggan mengalami peningkatan, dan prosentase pengaduan hanya 5%. Pada PDAM Cabang Ambarawa, jumlah biaya operasional, volume penjualan, jumlah pendapatan, dan jumlah pelanggan meningkat, prosentase pengaduan 11%. PDAM Cabang Salatiga, jumlah biaya oprasional volume penjualan, dan jumlah pendapatan meningkat, prosentase pengaduan hanya 2%.  PDAM Semarang is a regional company engaged in the drinking water, which is a public utility. This means that the emphasis of infrastructure to provide drinking water is not on the profit goal, but its main purpose is sufficient demand of clean water. Its main activities include the provision, development of service infrastructure and distribution of clean water. Another aim is to participate in developing the economy in order to support regional development by expanding employment

  6. STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL TAS DI KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Arief Hidayat

    2015-05-01

    Full Text Available Abstrak ___________________________________________________________________ Strategi pengembangan usaha merupakan rencana yang menyeluruh dan terpadu mengenai upaya-upaya suatu industri yang diperlukan guna mengembangkan usahanya dalam rangka mencapai tujuan industri secara efektif dan efisien. Strategi pengembangan usaha juga merupakan upaya mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul di masa mendatang yang sulit dipastikan dan dapat memberikan arah kegiatan operasional bagi pelaksanaan kegiatan industri. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki industri kecil tas serta untuk merekomendasikan strategi pengembangan yang tepat digunakan. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode deskriptif terhadap 95 pengusaha tas. Variabel yang diteliti adalah permodalan, tenaga kerja, teknologi dan pemasaran. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri kecil tas di Kecamatan Jati Kabupaten Kudus memiliki kekuatan yaitu kemudahan interaksi karena dibentuk sentra industri tas di Kecamatan Jati. Sedangkan kelemahan yang dimiliki adalah inovasi dan desain produk masih rendah. Peluang yang dimiliki adalah dekat dengan lokasi pasar. Sedangkan ancaman yang dimiliki adalah persaingan produk dari luar daerah baik nasional maupun internasional. Strategi pengembangan yang bisa diterapkan oleh industri kecil tas di Kecamatan Jati Kabupaten Kudus adalah strategi konsentrasi melalui integrasi horizontal atau stabil, artinya strategi untuk memperluas usaha dengan cara membangun di lokasi yang lain, dan meningkatkan jumlah produksi dan menambah jasa. Pada industri kecil tas di Kecamatan Jati dapat meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar dengan cara promosi dan mempublikasikan produknya. Selain itu menerapkan strategi yang lebih  defensive  yaitu  menghindari  kehilangan

  7. Pengelolaan Lingkungan pada IKM Garam Konsumsi Beryodium di Kabupaten Rembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Syarifudin Edy Nugroho

    2016-10-01

      ABSTRACT The development of the SME sector, especially industrial activity in addition to contributing to the economic development, has an impact on environmental change. This study aims to develop recommendations environmental management can be applied to industrial consumption of iodized salt by using an approach 1E4R (Elimination, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery as well as the implementation of good house keeping (GHK. The method used in this study is a qualitative method of participant observation. Data collection through measurement, interviews, observation and review of the literature. Based on the research output Not Products arising from the process of production of iodized salt among others: spilled salt, salt broken, scorched salt, blothong rest of the washing process, washing process waste water, air emissions, oil spills of diesel engines and noise. The test results show the parameters effluent TSS and TDS is already beyond the required Quality Standard. Implementation 1E4R in environmental management in SMEs salt, among others; replacement of diesel engine with an electric motor; reuse of raw materials washing liquid salt; blotong and recycle residual water washing method of iodized salt and recrystallized into recovery residual salt around the production machine. Good house keeping can be applied, among others: control the application of SOP, material handling good execution with the use of plastic buckets, accelerate the process of dismantling the salt briquettes after oven processes and the application of the FIFO principle as well as the usage of appropriate personal protective equipment. Keywords:  Iodized salt industry, Exodus Not Products, Environmental Management, Good House Keeping Cara sitasi: Nugroho, M.S.E., Purwanto, dan Suherman. (2016. Pengelolaan Lingkungan pada IKM Garam Konsumsi Beryodium di Kabupaten Rembang. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2,88-95, doi:10.14710/jil.14.2.88-95

  8. Penerapan ICT dalam Pelayanan Publik di Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supardal Supardal

    2016-10-01

    Full Text Available The transformation of the bureaucracy into a necessity. One way transformation of the bureaucracy in the public service is the application of information and communications technology (ICT in the public service. Information Communication Technology innitiative and application in local govern-ment should transform local government bureaucracy in public service. In Bantul, however, ICT in-nitiative and application has not successfully transformed local government bureaucracy in public service. This study will assessed on the impact of ICT innitiative and application on the bureaucracy transformation in public service. The mix research method is choosen in order to answer and analy-sis the phenomena in depht. The research found that the influence of the ICT’s innitiative on the bureaucracy transformation in the Bantul District is only 18 %. The low effect of the implementa-tion of the system of ICT in those cities is affected by strong patronage culture, the hierarchical organizational structure and centralized regulation on local government structure, low capacity e-leadership of middle range leader, and no delegation from top leader to middle management. Transformasi birokrasi menjadi keharusan. Salah satu cara transformasi birokrasi dalam pelayanan publik adalah penerapan teknologi informasi dan komunikasi (ICT dalam pelayanan publik. Praksarsa dan implementasi Teknologi Informasi Komunikasi di pemerintah daerah harus mengu-bah birokrasi pemerintah daerah dalam pelayanan publik. Di Bantul, bagaimanapun, Praksarsa dan Implementasi ICT belum berhasil mengubah birokrasi pemerintah daerah dalam pelayanan publik. Penelitian ini akan dinilai pada dampak Prakarsa dan Implementasi ICT pada transformasi birokrasi dalam pelayanan publik. Metode penelitian campuran yang terpilih untuk menjawab dan analisis fenomena. Penelitian ini menemukan bahwa pengaruh Prakarsa ICT pada transformasi birokrasi di Kabupaten Bantul hanya 18%. Pengaruh rendah dari

  9. TRANSPARANSI PELAYANAN JAMINAN SOSIAL NASIONAL (JSN KETENEGAKERJAAN DI KABUPATEN GOWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hidayatullah Hidayatullah

    2014-10-01

    Full Text Available This study aims to determine the transparency of the Social Security services Employment in Gowa. Penelitiian type used in this approach with a qualitative description by conducting interviews. Data collection techniques in this research is observation, interview, and documentation. The results showed that: the provision of information with clarity indicator procedures, clarity of costs already quite transparent; easy access to information with indicators of the ease of getting information directly or indirectly, is also quite easy to obtain; Develop a complaints mechanism if there are rules that have been violated or request to pay a bribe to the service indicator complaints have been made; Improving the flow of information through cooperation with mass media and non-governmental institutions have been established. Efforts are being made to bring transparency BPJS Employment services Employment WSN WSN is to provide information regarding employment through labor website, then one-stop services, namely services performed in one room and provide one-day service care provision.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transparansi pelayanan JSN Ketenagakerjaan di Kabupaten Gowa. Jenis yang digunakan dalam penelitiian ini adalah pendekatan deskripsi kualitatif dengan dengan melakukan wawancara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penyediaan informasi dengan indikator kejelasan prosedur-prosedur, kejelasan biaya-biaya sudah cukup transparan; kemudahan akses informasi dengan indikator kemudahan mendapatkan informasi langsung maupun tidak langsung juga cukup mudah didapatkan; Menyusun suatu mekanisme pengaduan jika ada peraturan yang dilanggar atau permintaan untuk membayar uang suap dengan indikator layanan pengaduan telah dilakukan; Meningkatkan arus informasi melalui kerjasama dengan media massa dan lembaga non pemerintah telah terjalin. Upaya yang

  10. Efektivitas Website Sebagai Media E-Government dalam Meningkatkan Pelayanan Elektronik Pemerintah Daerah (Studi Pada Website Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santy Nurina Aprilia

    2014-10-01

    Full Text Available Latar Belakang Penelitian ini adalah semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerintah dituntut untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan public khususnya pelayanan publik berupa layanan elektronik atau e-service, khususnya dalam hal ini adalah website, dimana website pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi media e-government sebagai sarana interaksi antara pemerintah dengan masyarakat maupun mempermudah layanan elektronik. Penulisan Tesis dengan judul “Efektivitas Website Sebagai Media E-government dalam Meningkatkan Pelayanan Elektronik Pemerintah Daerah (Studi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang” merupakan sebuah studi dimana dalam penelitian ini diharapkan dapat mengetahui seberapa efektif website pemerintah daerah sebagai media e-government. Tujuan Penelitian ini adalah: Untuk menjelaskan dan menganalisis efektivitas website sebagai media e-government dalam meningkatkan pelayanan elektronik pemerintah daerah di Kabupaten Jombang; Untuk menjelaskan dan menganalisis faktor pendukung efektivitas website sebagai media e-government dalam meningkatkan pelayanan elektronik pemerintah daerah di Kabupaten Jombang; Untuk menjelaskan dan menganalisis faktor penghambat efektivitas website sebagai media e-government dalam meningkatkan pelayanan elektronik pemerintah daerah di Kabupaten Jombang. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa website Pemerintah Kabupaten Jombang telah efektif sebagai media pemberi informasi kepada masyarakat, namun belum efektif sebagai media dalam memberikan pelayanan publik secara elektronik (e-service seperti mendownload blangko, formulir, dll. Kata kunci: Efektivitas, E-government, E-service, Media, Teknologi Informasi, Website

  11. Seroprevalensi dan Faktor Risiko Penularan Mycoplasma gallisepticum pada Peternakan Ayam Petelur Komersial di Kabupaten Blitar (SEROPREVALENCE AND( RISK FACTORS OF MYCOPLASMA GALLISEPTICUM INFECTION IN COMMERCIAL LAYER FARM IN BLITAR DISTRICT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diyantoro Diyantoro

    2017-06-01

    Full Text Available This study aimed to figure out the prevalence and risk factors of Mycoplasma gallisepticum (MG infection in commercial layer farm in Blitar District. Blood samples and questionnaires were taken during December 2014 to February 2015. A total of 264 sera samples were collected from 22 commercial layer farm. Based on serum plate agglutination test, 26 sera samples were MG positive that were indicated an infection prevalence was 9.85%. The highest SRR value for MG infection was occurred in Bakung Subdistrict (SRR = 2.5. Based on Analysis of multivariate logistic regression showed that a very significant influenced risk factors of MG infection have occurred in flocking density more than 3,000 birds per flock (?2= 11.10; p= 0.001; OR= 6.1, flocking density about 1,501 to 3,000 birds per flock (?2 = 11.10; p= 0.001; OR= 6.1, bird feeding once a day (?2= 9.32; p= 0.002; OR= 0.3, house desinfection once in every two weeks (?2 =7.70; p= 0.009; OR= 1.2, house desinfection once a month or only in case (?2= 9.36; p= 0.006; OR= 3.9. It was concluded that seroprevalence of MG infection in studied area was 9,85%. the MG seroprevalence were influenced by flocking density more than 3,000 birds per flock, flocking density about 1,501 to 3,000 birds per flock, bird feeding once a day, house desinfection once every two weeks, and house desinfection once a month or only in case. ABSTRAK Mycoplasmosis merupakan salah satu penyakit paling penting yang dihadapi oleh industri perunggasan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko penularan Mycoplasma gallisepticum (MG pada peternakan ayam petelur komersial di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Contoh darah dan kuisioner diambil selama periode Desember 2014 hingga Februari 2015. Sebanyak 264 contoh serum dikumpulkan dari 22 peternakan ayam petelur komersial. Berdasarkan uji Rapid Serum Agglutination (RSA, 26 contoh ditemukan positif MG dengan prevalensi infeksi MG di Kabupaten Blitar

  12. KOMPOSISI KIMIA MINYAK ATSIRI BUAH SIRIH HIJAU (PIPER BETLE L, KEMUKUS (PIPER CUBEBA L DAN CABE JAWA (PIPER RETROFRACTUM VAHL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Widyo Wartono

    2014-05-01

    Full Text Available Tumbuhan genus Piper mempunyai kandungan minyak atsiri hampir disemua bagiannya, namun komposisi kimianya belum semua dilaporkan. Pada laporan ini kami melakukan isolasi dan identifikasi senyawa kimia minyak atsiri pada bagian buah tumbuhan Piper. Isolasi minyak atsiri buah Piper dilakukan dengan destilasi air menggunakan destilasi Stahl dan analisis komposisi kimia dengan kromatografi gas-spektroskopi masa (GC-MS. Kandungan minyak atsiri buah sirih hijau (Piper betle 1,4% (v/b, cabe jawa (Piper retrofractum 1% (v/b, dan buah kemukus (Piper cubeba 1,7% (v/b. Hasil analisis GC-MS menunjukan kandungan utama minyak atsiri adalah senyawa golongan monoterpen, seskuiterpen dan fenil propanoid. Kandungan utama minyak atsiri buah sirih hijau (P. betle adalah eugenol (12,36%, isokaryofillena (9,55% dan β-selinena (8,09%, sedangkan komponen utama buah cabe jawa (Piper retrofractum adalah isokaryofilen (8,88%, β-bisabolen (7,01% dan zingiberen (6,32%, dan minyak atsiri buah kemukus (Piper cubeba adalah spathulanol (27,05%, sativen (8,73% dan germakren D (7,50%.

  13. RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PELATIHAN (SIMPEL UNIT PELATIHAN TEKNIS PERTANIAN DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf - Hasyim

    2017-05-01

    Full Text Available Perkembangan  teknologi informasi menjadi pemicu berbagai perusahaan, organisasi bahkan instansi pemerintah untuk memanfaatkan sistem informasi berbasis desktop maupun Web. Balai pelatihan pertanian Provinsi Jawa Timur pun membutuhkan sebuah sistem informasi manajemen pelatihan untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan di bidang administrasi. Permasalahan yang dialami oleh Balai pelatihan pertanian Provinsi Jawa Timur  yaitu pada kegiatan pelatihan seperti pendaftaran , rekapitulasi hasil pelatihan, dan pembuatan laporan, penjadwalan pelatihan dan administrasi peserta pelatihan. Metodologi pengembangan  yang digunakan dalam membangun sistem informasi manajemen pelatihan adalah prototyping. Implementasi desain program menggunakan bahasa PHP versi 6, Sedangkan DBMS menggunakan MySQL. Dalam sistem informasi ini terdapat fitur untuk melakukan registrasi (pendaftaran peserta secara online, pembuatan surat (pemangilan dan pengembalian peserta, fitur membuat laporan administrasi peserta pelatihan, fitur input materi dan download materi, fitur lihat jadwal, fitur lihat hasil evaluasi dan hasil pelatihan, fitur kelola data peserta pelatihan, dan fitur kelola data widyaiswara. Dengan adanya sistem informasi administrasi berbasis web ini dapat memberikan kemudahan dan meminimalkan kesalahan yang terjadi pada bagian administrasi serta stakeholders yang terkait dengan kegiatan pelatihan tersebut.

  14. Sumber Daya Kesehatan dalam Penyusunan Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jasrida Yunita

    2011-05-01

    Full Text Available Perencanaan merupakan inti kegiatan manajemen, karena semua kegiatan manajemen diatur dan diarahkan oleh perencanaan tersebut. Kurang sempurnanya usulan perencanaan bisa disebabkan oleh kekurangan dibagian sumber daya seperti kebijakan, tenaga, dana, sarana prasarana, serta data dan informasi. Dalam dua tahun terakhir di Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman terjadi kecenderungan penurunan capaian indikator program kesehatan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kurang sempurnanya perencanaan program dan kegiatan yang direncanakan setiap tahunnya. Tujuan penelitian diketahuinya sumber daya kesehatan dalam penyusunan perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dengan 12 orang informan. Hasil penelitian menyatakan pelaksanaaan penyusunan perencanaan telah mengikuti kebijakan yang sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku, kualitas tenaga perencana dan data yang masih kurang, sarana dan prasarana yang cukup memadai tapi masih kurang dalam hal pemeliharaan serta dana yang sudah tersedia. Agar perencanaan berkualitas, maka perlu pelatihan tenaga perencana, penempatan tenaga sesuai keahliannya dan membentuk tim khusus dalam pengolahan data.

  15. EVALUASI SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURES KERUPUKAMPLANG DI UD SARINA KECAMATAN KALIANGET KABUPATEN SUMENEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ach Triharjono

    2016-11-01

    Full Text Available Industri pangan untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar keamanan pangan. Standar tersebut dapat dipenuhi dengan menerapkan 8 aspek kunci Sanitation Standard Operating Prosedures (SSOP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil penerapan 8 aspek kunci Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP dan mengevaluasi penerapan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP Di UD Sarina Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan lokasi penelitian di UD Sarina Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian diketahui bahwa penerapan 8 aspek kunci Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP di UD Sarina sudah terlaksana tapi terdapat 3 tahapan kunci yang belum terlaksana dengan baik yaitu pencegahan kontaminasi silang, pengawasan kondisi kesehatan personil dan menghilangkan hama dari unit pengolahan. Hal yang perlu ditingkatkan terkait dengan penerapan SSOP di UD Sarina yaitu masih perlu adanya manual prosedur untuk berbagai pelaksanaan sanitasi yang dilakukan oleh UD Sarina ini

  16. TINJAUAN PSIKOLOGI KESEHATAN PADA PENDERITA PENYAKIT KAKI GAJAH KRONIS DI KABUPATEN BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ambar Sulianti

    2016-02-01

    Full Text Available Elephantiasis or Filariasis has been reported endemic in Kabupaten Bandung with potentially result in defects. This research aimed to explore health psychology of chronic Elephantiasis patients in Kabupaten Bandung. Qualitative-descriptive method has been used to explore the respondent’s psychodynamics, health behavior, and treatment seeking behavior, while quantitative-descriptive method has been used to determine the percentage distribution. The result showed that there were three kind of respondent’s psychodynamic namely denial (7.7%, anxiety (85%, and depression (7.7%. Due to the lack of knowledge about the disease, the majority of respondents (77% were hiding their disease.Type of treatment seeking behaviors has been chosen by respondent namely relying to the paranormal (92%, doctors (23%, traditional physician (54%, and acupuncturist (15%.

  17. Klasifikasi Kecamatan Berdasarkan Nilai Akhir SMA/MA di Kabupaten Aceh Selatan Menggunakan Analisis Diskriminan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriana A.R.

    2015-11-01

    Full Text Available Analisis diskriminan merupakan bagian dari analisis peubah ganda. Analisis diskriminan digunakan untuk memodelkan variabel tak bebas yang bersifat kualitatif dengan variabel bebas yang bersifat kuantitatif. Pada penelitian ini, analisis diskriminan lebih dari dua kelompok diterapkan pada data nilai akhir SMA/MA di Kabupaten Aceh Selatan yang bertujuan untuk mendapatkan model untuk pengklasifikasian kecamatan. Pengklasifikasian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kualitas siswa SMA/MA yang berada di masing-masing kecamatan Kabupaten Aceh Selatan berdasarkan data nilai akhir. Variabel tak bebas yang digunakan berupa klasifikasi kecamatan berdasarkan rata-rata jumlah nilai akhir SMA/MA yang berada di masing-masing kecamatan yang dibentuk dengan K-Means Cluster. Sedangkan variabel bebas yang digunakan adalah data rata-rata nilai akhir SMA/MA untuk setiap mata pelajaran yang diujiankan pada masing-masing jurusan setiap kecamatan. Model yang didapatkan adalah dua model diskriminan untuk jurusan IPA dan IPS.

  18. KEWENANGAN PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DALAM PENGENDALIAN PERIZINAN PEMBANGUNAN SARANA AKOMODASI PARIWISATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Artaya

    2016-09-01

    Full Text Available The rapid development of tourism in Badung Regency requires the development and construction of accommodation facilities and other tourism supporting facilities.It is intended to support tourism and the tourists who visit Badung Regency. Based on the data of the Government of Badung Regency, there was an increased growth of tourism accommodation facilities in 2015 with the details as follows: 98 starred hotels, 885 budget hotels, and 38 condo hotels. A moratorium policy is required to control this very rapid development of construction of tourism accommodation facilities. The Government of Badung Regency follows up on this issue by issuingRegent’s Decree No. 36 year 2014 on Minimum Standards for Land Area, Room Area, And Supporting Facilities of Hotels and Condo Hotels. Furthermore, the problem is formulated as follows:What is the source of authority of Badung Regency to control the construction of tourism accommodation facilities? And what kind of policy is used to control the permit of construction of tourism accommodation facilities in Badung Regency? This research uses normative research method to study elements of law including norms, rules, principles of law, doctrines, and legislations. This research uses the statute approach and analytical and conceptual approach. The RTRW of Badung Regency mentions that the authority of the government of Badung Regency in the implementation of control of space utilization in Badung Regency includes arranging general provisions of Zoning Regulations, requirements of permit, provision of incentives and disincentives and guidance of sanctions. One of the permits that are applied to control the construction of tourism accommodation facilities is regulated in section 2 of Regent’s Decree No. 36 year 2014. Pesatnya perkembangan pariwisata di Kabupaten Badung, menuntut pula perkembangan dan pembangunan sarana akomodasi dan fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata lainnya. Hal ini merupakan sebuah tujuan

  19. Kemasan Menarik dan Internet Marketing untuk Meningkatkan Nilai Jual Emping Garut sebagai Produk Unggulan Kabupaten Sragen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Purnavita

    2018-03-01

    Full Text Available Tanaman garut termasuk dalam jenis umbi-umbian yang banyak ditanam oleh masyarakat yang tinggal di Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. Di Kabupaten Sragen terdapat beberapa industri rumah tangga emping garut, dua di antaranya yang memiliki motivasi sangat besar untuk berkembang adalah UKM emping garut “Sumber Rejeki” dan UKM emping garut “Fadilah”. Permasalahan kedua UKM adalah keterbatasan inovasi rasa emping garut, kemasan sangat sederhana, dan sistem pemasaran masih tradisional sehingga sehingga omzet penjualan dan nilai jual produk masih rendah. Untuk meningkatkan omzet penjualan dapat dilakukan dengan perbaikan inovasi dan teknologi pengemasan, teknologi seasoning dengan bumbu tabur, dan memperluas pemasaran dengan media internet. Produk emping garut yang dikemas secara menarik, inovasi produk emping garut aneka rasa, dan pemasaran dengan media internet melalui blogspot dapat menenbus pemasaran secara luas baik di toko-toko besar, harga jual produk meningkat 50%,dan omzet penjualan meningkat 100%.

  20. PERPUSTAKAAN KELILING SEBAGAI MANIFESTASI PERAN PERPUSTAKAAN UMUM MELAWAN BENTUK EKSKLUSI SOSIAL : STUDI KASUS PERPUSTAKAAN UMUM DAERAH JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanuar Yoga Prasetyawan

    2017-04-01

    Full Text Available AbstractInformation is major requirement for individuals in the information age. Individuals need information to improve their quality of life. For individuals who have limited access to information, it can be considered has the potential bad quality of life. Therefore, it behooves the government to provide the institutions that collect and disseminate information for free of charge regardless of social status, economic, and education, it is  public library. The purpose of this study was to describe the role of Perpustakaan Umum Daerah Jawa Tengah (Central Java Province Public Librariy through the bookmobile service, against forms of social exclusion. This research used a qualitative method with case study approach. The results showed that the public library have should be a social inclusion institution. With such an inclusive label then anyone can go into the library and enjoy a free library service. But there are still some of the community groups who judge the library is an unfriendly place to visit. Seeing the reality, Perpustakaan Umum Daerah Jawa Tengah provides pro-active service by visiting the patron who are far away from the information centre and have limited access to information due to social , economic or education status. The Places were visited include the penitentiary, the brothel, and even the base of the refugee community banned organization. Through bookmobile service  tried to attend as a remover form of social exclusion by providing access to information to the public.Keyword: Public Library; Social Exclussion; Bookmobile LibraryAbstrakKomoditas atau kebutuhan  utama bagi individu di era informasi seperti saat ini adalah informasi. Individu tersebut membutuhkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Bagi individu yang memiliki keterbatasan untuk mengakses informasi, maka dapat ditengarai individu tersebut berpotensi memiliki kualitas hidup yang tidak baik. Oleh karena itu sudah sepatutnya pemerintah menyediakan

  1. PENGENALAN MODEL KEBUN SAYUR SEKOLAH UNTUK PENINGKATAN KONSUMSI SAYURAN BAGI PARA SISWA DI KEDIRI - JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evy Latifah

    2014-04-01

    (FAO. Vegetable consumption level in Indonesia 2005 was 35.30 kg/capita/year. In 2006, the consumption of vegetables slightly declined to 34.06 kg/capita/year. Based on the results of the study in March 2013 conducted by IAARD, The Ministry of Agriculture known that level of fruit consumption per capita is only 34.55 kg/year, while consumption of vegetables the per capita is 40.35 kg/year. It is lower compared to fruit and vegetable consumption per capita for the citizens of Singapore and Vietnam that are exceeded 100 kg/year. Vegetable consumption has to be increased  and rice consumption has to reduce. This study is aimed to make an effort to increase vegetable consumption via school garden model. The research was conducted at SMK Ploso Klaten during 2012. Ten kinds of vegetables were sequentially grown in about a space of 36 m2land. The cropping pattern was arranged in such away so that the vegetables can be harvested almost every day. Students were involved in maintenance of vegetable crops in order to familiarize them with the crops. Every harvest of vegetables, the nutritional contents of the vegetable were calculated and recorded. The results showed that every day  the students can harvest about 249.6 kg of mixed vegetables, which is equivalent to 683.8 g/day. If a family has 4 members, each person will consume vegetable about 171 g/day. This fulfills 43% of WHO recommendation for consumption of fruits and vegetables. In other words, it has been fulfilled 85% of vegetable intake recommendation. Thus, vegetables garden on a piece of 36 m2land is able to meet daily consumption. This also has meet daily nutritional intake for several essential vitamins and micro-nutrients. 

  2. Analisis Pola Pengolahan Lahan Basah dengan Menggunakan Traktor Tangan di Sei Beraskata Kabupaten Deli Serdang

    OpenAIRE

    Sembiring, Yohanes Eka

    2011-01-01

    Analysis of wet land treatment pattern is tractor’s ability to prepare land by knowing the work capacity, efficiency and fuel consumption. The objective of this research was to know the capacity of Quick Impala tractor on wet land at Desa Sei Beraskata Kabupaten Deli Serdang. This research used non factorial randomized block design, i.e. treatment pattern (spiral pattern, side pattern, middle pattern and alfa pattern). Parameters measured were capacity, fuel consumption and tractor efficie...

  3. ANALISIS FLYPAPER EFFECT PADA BELANJA DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI BANTEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitri Amalia

    2015-05-01

    Full Text Available This study aims to identify the flypaper effect on the country and city in Banten Province in 2010-2013. The main objective of this research is to provide empirical evidence for the occurrence of flypaper effect on General Allocation Fund (DAU and Local Revenue (PAD to Regional Expenditure (BD of country/city in Banten Province. In this case, the dependent variable used is the shopping area while the independent variable is PAD and DAU. Object of research include 8 counties and cities in Banten Province with data source Realisasi Budget Report 2010-2013. Design research using model hypothesis testing using secondary data in the form of panel data. The method of analysis of data used is multiple regression.This research result indicates that (1 PAD and DAU simultaneously influence significantly to regional expenditure, (2 PAD and DAU partially influential significantly against regional expenditure, (3 there is no flypaper effect on contry and city in Banten in the 2010-2013. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi terjadinya flypaper effect pada belanja daerah kabupaten dan kota di Provinsi Banten tahun 2010-2013.Tujuan utama dari penelitian ini adalah memberikan bukti empiris terjadinya flypaper effect pada Dana Alokasi Umum (DAU dan Pendapatan Asli Daerah (PAD terhadap Belanja Daerah kabupaten/kota di Provinsi Banten. Dalam hal ini, variabel dependen yang digunakan adalah belanja daerah sedangkan variabel independennya adalah Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum. Objek penelitian meliputi 8 kabupaten dan kota di Provinsi Banten dengan sumber data yang diperoleh dari Laporan Realisasi APBD 2010-2013. Desain penelitian menggunakan model pengujian hipotesis dengan menggunakan data sekunder dalam bentuk data panel. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1 PAD dan DAU secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Belanja Daerah, (2 PAD dan DAU secara parsial berpengaruh

  4. Kajian Perencanaan Tata Ruang untuk Memfasilitasi Kegiatan Non-Pertanian di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal

    OpenAIRE

    Ratika Tulus Wahyuhana; Agung Sugiri

    2014-01-01

    Rural non-farm sector is potential to alleviate poverty and improve rural people’s welfare; however, its development is less encouraged by the government policy, especially the regional spatial plans in Indonesia (Sugiri, et al. 2011). The situation also occurs in Sukorejo District (Kecamatan) of Kendal Regency (Kabupaten) as a potential region for developing rural non-farm sector. This study is aimed at answering the research question of: "How can spatial planning facilitate better the devel...

  5. Hubungan Kecemasan Sosial dan Kematangan Emosi dengan Kematangan Seksual Remaja SMP di Kabupaten Bantul Yogyakarta

    OpenAIRE

    Endang Sri Lestari

    2012-01-01

    This research aims to find out some factors related to the sexual maturity, such as the social anxiety and emotional maturity on the adolescents of the SMP in Kabupaten Bantul, Yogyakarta. The hypotheses which are presented in this research are: First; there is a relation between the social anxiety and emotional maturity towards the sexual maturity; Second, there is a negative relation between the social anxiety and sexual maturity; Third, there is a positive relation between the emotional ma...

  6. ANALISIS PERILAKU PENYUSUN ANGGARAN DALAM PERSPEKTIF KEAGENAN PADA KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

    OpenAIRE

    ILMI, A. NURUL

    2016-01-01

    2016 Analisis Perilaku Penyusun Anggaran dalam Perspektif Keagenan pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan Analysis of Budget Compiler???s Behavior within the Agency Perspective in Regency and City of South Sulawesi Province A. Nurul Ilmi Mediaty Aini Indrijawati Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan Pendapatan Asli Daerah dan perubahan Dana Perimbangan terhadap perilaku oportunistik penyusun anggaran yang menjelaskan mengenai hubungan k...

  7. PERFORMANS REPRODUKSI SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN PERANAKAN LIMOUSIN PADA PARITAS BERBEDA DI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN

    OpenAIRE

    Laili Windah Fauziah; Woro Busono; Gatot Ciptadi

    2016-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan performans reproduksi sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin pada paritas 2 dan 3. Penelitian ini dilakukan di Paciran, Kabupaten Lamongan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin yang masing-masing terdiri dari 2 paritas yaitu paritas 2 dan 3 dimana setiap paritas terdiri dari 30 ekor ternak. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan pengumpulan d...

  8. Perencanaan Terpadu Penanganan Pekerja Anak (Studi Pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Kamilah

    2014-08-01

    Full Text Available Anak merupakan karunia yang berharga bagi orang tua, lingkungan, bangsa dan negara untuk masa kini dan masa yang akan datang. Anak merupakan generasi penerus bangsa yang mempunyai hak asasi atau hak dasar. Salah satu hak dasar anak adalah adanya jaminan untuk tumbuh kembang secara optimal baik secara fisik, mental, sosial dan intelektual. Namun pada kenyataannya tidak semua anak mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hak dasar tersebut secara optimal. Bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi akan mendorong anak-anak ini untuk bekerja. Membantu orang tuanya dalam mencari nafkah. Tidak jarang anak-anak ini bekerja pada bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak (BPTA. Mereka bekerja pada bentuk-bentuk pekerjaan yang sifatnya dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan anak tersebut dan  tentunya akan  berpengaruh pula pada tumbuh kembangnya. Latar belakang penelitian ini adalah mengenai perencanaan terpadu dalam menangani pekerja anak. Dimana anak-anak yang bekerja tersebut adalah anak-anak yang putus sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penanganan pekerja anak di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat serta mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan terpadu  dalam penanganan pekerja anak di Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumen serta menggunakan analisis data kualitatif model interaktif (Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan pekerja anak di Kabupaten Bandung Barat sudah dilaksanakan melalui upaya preventif, kuratif dan represif dengan melibatkan stakeholders di Kabupaten Bandung Barat. Para stakeholders sudah berpartisipasi aktif pada upaya penanganan pekerja anak melalui Program Pengurangan Pekerja Anak dalam mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH. Namun masih harus lebih meningkatkan

  9. ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUB SEKTOR BAHAN PANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zaenuri

    2017-06-01

    Full Text Available Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1. Komoditas tanaman bahan makanan unggulan apa saja yang ada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Boyolali, 2 Bagaimana strategi perencanaan pengembangan subsektor tanaman bahan makanan dilihat dari kelengkapan infrastruktur di Kabupaten Boyolali, 3 Bagaimana laju pertumbuhan sektor tanaman bahan makanan yang dimiliki tiap kecamatan di Kabupaten Boyolali. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis Location Quotient (LQ, Shift Share (SS, Klassen Typologi. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ diketahui pengembangan komoditas padi terdapat di Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Banyudono, Kecamatan Sawit. Komoditas tanaman jagung terdapat di Kecamatan Selo, Kecamatan Ampel, Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Musuk. Komoditas ubi kayu di Kecamatan Klego, kecamatan Simo. Komoditas ubi jalar di Kecamatan Selo, Kecamatan Simo dan Kecamatan Mojosongo. Komoditas kacang tanah ada di Kecamatan Boyolali dan Kecamatan Nogosari. Komoditas kedelai di Kecamatan Juwangi, Kecamatan Sambi, Kecamatn Kemusu dan Kecamatan Wonosegoro. The problems that were in this research is 1 Commodities food plants seed material what it was in each carpel kecamatan in kabupaten boyolali, 2 how strategy sub planning the development of the food crops sector seen from the completeness of the infrastructure in boyolali district, 3 how sector growth rate of plants of food material possessed every sub-district in boyolali district. The data used was secondary data. Data analysis methods using analysis loqation quotient (LQ, shift share (SS, klassen typologi . According to the research using analysis loqation quotient (LQ development rice is in in ngemplak, in banyudono, in palm. Corn is crops in district violoncello, in ampel, in cepogo and in musuk. Commodities cassava in district klego, in simo. Commodities sweet potatoes in in violoncello, in simo and

  10. Pengaruh Pola Jajan di Sekolah Terhadap Karies Gigi pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Jember

    OpenAIRE

    Hestieyonini Hadnyanawati

    2015-01-01

    The pattern-eating snack at schoolchild habit needed specially attention for his parent's or teacher's. This habit is not good enough for nutrient and hygiene. A food or a drink contains sucrose more like by schoolchild. The purpose of this study is to know the correlation of Eating snack at schoolchild habit and caries of five elementary school students in Kabupaten Jember. Method cross sectional was use in this study, and sample was taken by Stratified Random Sampling. Material and tools us...

  11. ANALISIS EKUITAS MEREK PRODUK WATERBASED FINISING IZYKOTE (KASUS DI KABUPATEN GIANYAR)

    OpenAIRE

    Adianti Adianti; I Putu Gde Sukaatmadja; Abdullah Jawas

    2012-01-01

    The purpose of this research are to recognize the brand awareness, brand trust, brand satisfaction, brand loyalty, and brand equity from Izykotewaterbased finishing product so we can arrange promotion strategy for the future. To carry on the purpose of those research, the research has been conducted toward for 160 respondent that taken from Kabupaten Gianyar. This research is using Purposive Sampling method by choosing a better respondent to become research sampling. The data was collected by...

  12. Analisis Kelayakan Finansial Usaha Sarang Burung Walet (Colacallia Fuciphaga) di Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang

    OpenAIRE

    Yuniarti, Vina; Yurisinthae, Erlinda; Maswadi, Maswadi

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial USAha sarang burung walet di Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Kecamatan Matan Hilir Selatan dengan pertimbangan bahwa daerah ini merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki letak geografis yang sesuai dengan kehidupan burung walet. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 43 penangkar burung walet. ...

  13. Hubungan Eksekutif Dan Legislatif Dalam Penetapan Perda APBD Tahun 2014 di Kabupaten Barru

    OpenAIRE

    SRI RAMADANI, RESKY

    2014-01-01

    2014 INTISARI RESKY SRI RAMADANI, Nomor pokok E121 10 105, Program Studi Ilmu Pemerintahan Jurusan Ilmu Politik Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, menyusun skripsi dengan judul : ???HUBUNGAN EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF DALAM PENETAPAN PERDA APBD TAHUN 2014 DI KABUPATEN BARRU??? di bawah bimbingan Dr. H. A. Samsu Alam, M.Si dan Dr. Nurlinah, M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterkaitan eksekutif dan legisl...

  14. Komposisi dan Kemelimpahan Fitoplankton di Laguna Glagah Kabupaten Kulonprogo Provinsi Daerah Istimewa YOGYAKARTA

    OpenAIRE

    Ramadani, Aisyah Hadi; Wijayanti, Arini; Hadisusanto, Suwarno

    2013-01-01

    Penelitian bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi jenis fitoplankton di laguna Glagah; 2) meng-identifikasi kemelimpahan fitoplankton di laguna Glagah; 3) mempelajari hubungan faktor fisiko-kimia lingkungan dengan kemelimpahan fitoplankton di laguna Glagah. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2012 di laguna Glagah desa Glagah kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo DIY. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 stasiun pengamatan untuk mengidentifikasi faktor fisiko-kimia (pH, DO, dan al...

  15. Pemetaan Tipologi Daya Tarik Wisata dalam Kerangka Pengembangan Potensi Pariwisata Desa Bondo Kabupaten Jepara

    OpenAIRE

    Widyawati, Tita; Ma’rif, Samsul

    2014-01-01

    Sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu prioritas utama dalam menunjang pembangunan suatu daerah. Desa Bondo merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Jepara yang kurang berkembang. Kondisi ini bertolak belakang dengan potensi pariwisata yang dimiliki. Desa Bondo memiliki potensi wisata yaitu Pantai Bondo yang masih alami dan terdapat Telaga Sejuta Akar yang merupakan sebuah sumber air yang menyerupai telaga dan dikelilingi pohon karet yang sangat besar. Akantetapi Telaga Sejut...

  16. Manajemen Pengawasan Mutu Produk PadaUD Kangen Water di Kelurahan Lukluk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung

    OpenAIRE

    ARSANI, NI MADE DWIYANI CITA; SUAMBA, I KETUT; DEWEI, IDA AYU LISTIA

    2016-01-01

    Management Quality Control Product on UD Kangen Water in Kelurahan Lukluk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Supervision and quality control is an important factor for a company to maintain consistency of product quality, because quality is a priority for business activities. It is necessary to control the management and quality control for all production processes. The purpose of this study was to know how the process, quality control management system and quality control costs. The study w...

  17. Kepuasan Pengunjung Terhadap Kualitas Makanan Lendot Di Kawasan Wisata Taman Kota Coastal Area Kabupaten Karimun

    OpenAIRE

    ", Hanisah; Achnes, Syofia

    2017-01-01

    The satisfaction is compatibility of product accepted and expectation of product. The research was conducted to determine the satisfaction of visitors to the quality of food lendot in The Tourist Area Of The City Park Coastal Area Karimun Regency. The research method used is quantitative approach. The sample technique used is accidental sampling. Samples taken as many as 40 respondents who consume a lendot in the Kawasan Wisata Taman Kota Coastal Area Kabupaten Karimun, where taken into the r...

  18. Sistem Informasi Geografis Pemetaan Kandang Perternakan Di Kabupaten Padang Pariaman Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafrika Deni Rizki

    2017-01-01

    Full Text Available AbstrakPerancangan aplikasi sistem informasi geografis untuk pemetaan dan pencarian Kandang Peternakan Di Kabupaten Padang Pariaman berbasis android bertujuan untuk memberikan informasi lokasi Kandang Peternakan kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Padang Pariaman maupun masyarakat luar Kabupaten Padang Pariaman tersebut, serta memberikan informasi-informasi mengenai detail Kandang Peternakan. Sehingga diharapkan dapat di akses kapanpun dan dimana pun.Pembuatan Sistem Informasi Geografis berbasis android ini dibuat menggunakan MapInfo Professional 9.0 sebagai dasar pembuatan peta aplikasi, Eclipse sebagai dasar Aplikasi di android , dan Giscloud sebagai server penyimpanan peta secara online.Aplikasi ini diharapkan dapat dipergunakan untuk mendapatkan informasi Kandang Peternakan Di Kabupaten Padang Pariaman yang disajikan dalam bentuk sebuah aplikasi peta Dan Informasi tentang Kandang Peternakan. Aplikasi ini dapat digunakan secara online maupun offline. Kata kunci : Sistem informasi geografis , MapInfo , Eclipse, Giscloud, Android  Abstract            The design of the application of geographic information system for mapping and Cages Animal Husbandry android-based In the district of Padang Pariaman to provide location information Cage Ranch to the people in the district of Padang Pariaman and communities outside Padang Pariaman district, as well as provide information about the details of the Cage Ranch. android based Geographic Information System was created using MapInfo Professional 9.0 as the basis for the map application, Eclipse as the basis of applications in the android, and Giscloud as maps online. The storage server aplication is expected to be used for get information Cage Ranch in Padang Pariaman district were presented in the form of a map application and information about the Cage Ranch. This application can be used online or offline. Keywords: geographic information system, MapInfo , Eclipse, Giscloud, Android

  19. STATUS PENGELOLAAN PERIKANAN RAJUNGAN (Portunus Pelagicus DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM DI LAUT JAWA (WPPNRI 712

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Budiarto

    2015-05-01

    Full Text Available Laut Jawa (WPPNRI 712 memiliki karakteristik permasalahan dalam pengelolaan perikanan rajungan yaitu berkurangnya stok sumberdaya rajungan dan tinggi nya jumlah armada penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengelolaan perikanan rajungan di perairan Laut Jawa berdasarkan pada indikator pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (Ecosystem Approach to Fisheries Management-EAFM. Enam domain indikator EAFM yang digunakan sebagai dasar untuk analisis adalah (1 Sumber Daya Ikan; (2 Habitat dan Ekosistem; (3 Teknik Penangkapan; (4 Sosial; (5 Ekonomi; dan (6 Kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai skor komposit EAFM tergolong kategori sedang dengan kisaran antara 1,5 – 2,5. Hasil penilaian aggregat seluruh domain diperoleh nilai skor densitas berkisar antara 6,3 – 55,9. Domain memiliki densitas tertinggi adalah domain sosial dan domain kelembagaan sebesar 54,7 dan 55,9 dengan kategori sedang. Domain habitat/ekosistem dan domain ekonomi memiliki nilai skor 36,5 dan 20,7 dengan kategori kurang. Domain sumberdaya ikan dan domain teknik penangkapan memiliki nilai skor 6,3 dan 16,3 dengan kategori buruk. Secara keseluruhan hasil penilaian indikator EAFM menunjukkan bahwa pengelolaan rajungan di WPPNRI 712 dalam kategori buruk hingga sedang. Rekomendasi dari penelitian ini adalah melaksanakan perbaikan pengelolaan perikanan rajungan secara bertahap dengan melakukan 5 (lima langkah pengelolaan yaitu; pengaturan rajungan yang boleh ditangkap, pengaturan musim penangkapan, pengendalian alat tangkap dan daerah penangkapan, perlindungan dan rehabilitasi habitat serta melaksanakan restoking.   Java Sea waters (Fisheries Management Area 712 is one of the main live crab habitat which is also the main blue swimming crab (BSC production centers in Indonesia. FMA 712 has the characteristics of BSC fishery management problems is lower stock of crabs and the high number of fishing fleet. This study was aims to determine

  20. Penggunaan Teknik Obat dan Permasalahan Blokade Epidural di Wilayah Jawa Barat pada Tahun 2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ibnu

    2017-12-01

    Full Text Available Blokade epidural merupakan salah satu jenis anestesi regional yang memiliki rentang implikasi lebih luas dibanding dengan blokade spinal. Perbedaan teknik maupun rejimen obat untuk blokade epidural meningkat seiring dengan meningkatnya ketertarikan di bidang anestesi regional dikarenakan teknik anestesi regional memberikan efek analgesi yang efektif tanpa memengaruhi kesadaran pasien dan meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan penelitian ini mencari data mengenai penggunaan, teknik, rejimen obat, dan permasalahan yang dialami oleh dokter anestesi di Jawa Barat dalam melakukan blokade epidural. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2016 di Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data menggunakan kuesioner dan pendekatan cross sectional. Kuesioner dikirimkan kepada 120 dokter spesialis anestesi di Jawa Barat melalui jasa pos dan 30 kuesioner diberikan langsung kepada dokter spesialis anestesi yang bekerja di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung. Angka respons yang didapatkan sebesar 47,3%. Hasil penelitian ini didapatkan dokter spesialis anestesi yang masih melakukan blokade epidural pada tahun 2015 sebesar 73,2%, teknik penusukan yang paling banyak dilakukan adalah pendekatan midline sebesar 73%, dan identifikasi rongga epidural paling banyak dengan pendekatan lost of resistance sebesar 80,7%. Obat anestesi lokal yang paling banyak digunakan untuk blokade epidural adalah bupivakain sebesar 95,9%. Adjuvan yang paling banyak digunakan adalah fentanil sebesar 92,3%. Permasalahan yang berkaitan dalam pelaksanaan tindakan blokade epidural pada tahun 2015 paling banyak adalah permasalahan staf di ruangan dalam membantu menangani pasien dengan epidural, yaitu sebesar 38,03%. Epidural Blockade Administration Technique and Issues in West Java in 2015 Epidural blockade is one of the regional anesthesia techniques with wider implication

  1. Implementasi Sistem Informasi Geografis Daerah Pariwisata Kabupaten Temanggung Berbasis Android dengan Global Positioning System (GPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kartika Imam Santoso

    2016-02-01

    Full Text Available Pariwisata merupakan aspek yang berharga bagi suatu daerah, dan semakin banyak pengunjung maka dapat memajukan kesejahteraan masyarakat di sekitar obyek pariwisata. Kabupaten Temanggung memiliki banyak obyek pariwisata, penggunaan teknologi informasi seperti menggunakan aplikasi smartphone berbasis Android dapat digunakan untuk membantu wisatawan untuk mengenal daerah pariwisata dan mengetahui rute menuju ke obyek pariwisata yang diinginkan. Implementasi Sistem Informasi Geografis (SIG di daerah wisata Temanggung bertujuan untuk membangun aplikasi Wisata Temanggung berbasis Android dan menerapkan layanan Google Maps Application Programming Interface (API untuk memudahkan wisatawan dalam memperoleh informasi pemetaan lokasi objek wisata, rute dan fasilitas pendukung wisata yang ada di Kabupaten Temanggung. Metode yang digunakan adalah model proses air terjun (waterfall. Implementasi Aplikasi Wisata Temanggung menggunakan pemrograman Javascript dengan Eclipse Luna, basis data SQLite, serta peta yang bersumber dari Google Maps API. Hasilnya berupa aplikasi Wisata Temanggung berbasis Android yang membantu memudahkan wisatawan dalam memperoleh informasi tentang obyek wisata alam, buatan, budaya, kuliner, hotel dan rute dari lokasi sekarang ke lokasi obyek wisata yang diinginkan di Kabupaten Temanggung dengan bantuan Global Positioning System (GPS.  

  2. Optimasi Peletakan Base Transceiver Station Di Kabupaten Mojokerto Menggunakan Algoritma Differential Evolution

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahadi Arif Nugraha

    2015-03-01

    Full Text Available Salah satu aspek penting dalam perencanaan infrastruktur jaringan seluler adalah Base Transceiver Station (BTS yang merupakan sebuah pemancar dan penerima sinyal telephone seluler. Di satu sisi, peningkatan jumlah menara memang akan mendukung tercapainya pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi. Namun di sisi lain, penempatan menara yang  tanpa perencanaan serta koordinasi yang tepat akan menimbulkan jumlah menara yang berlebih sehingga dapat mengganggu estetika lingkungan, tata ruang suatu wilayah, dan radiasi gelombang radio yang tidak terkontrol sehingga sangat mengganggu. Berdasarkan permasalahan diatas, maka dapat diselesaikan dengan cara menyusun suatu master plan yang lengkap dan rinci tentang penataan lokasi menara di Kabupaten Mojokerto untuk lima tahun mendatang. Penataan lokasi menara dilakukan dengan menggunakan algoritma Differential Evolution (DE untuk menemukan solusi penataan menara yang baik berdasarkan luas cakupan area sel yang dihasilkan, kemudian menggunakan software MapInfo sebagai media visualisasi peta lokasi penempatan menara telekomunikasi. Dalam perancangan menara BTS tahun 2019, Kabupaten Mojokerto membutuhkan 106 menara BTS 2G dan 36 menara BTS 3G. Penempatan menara BTS 2G dan 3G menggunakan algoritma differential evolution mampu mengoptimalkan 2,94% dari luas wilayah Kabupaten Mojokerto

  3. Perencanaan dan Penataan Menara Telekomunikasi Seluler di Kabupaten Sidoarjo menggunakan MapInfo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ervin Tri Sasongko

    2015-03-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dan industri telekomunikasi telah demikian pesatnya. Ketersediaan layanan diupayakan oleh sejumlah operator yang menawarkan berbagai sistem dan layanan yang bervariasi dengan pembangunan infrastruktur jaringan radio seluler, termasuk di dalamnya menara untuk antena BTS (Base Transceiver Station. Tetapi penempatan menara yang terlalu banyak dan tanpa perencanaan yang tepat akan menimbulkan efek yang kurang baik. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka dapat diselesaikan dengan menyusun suatu master plan tentang penataan lokasi menara di wilayah Kabupaten Sidoarjo untuk 5 tahun mendatang. Penataan lokasi menara dilakukan dengan menggunakan peta MapInfo dan berdasarkan pada kebutuhan trafik pelanggan seluler, RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sidoarjo dan regulasi tentang peyelenggaraan menara telekomunikasi. Dalam perhitungan perencanaan kebutuhan BTS untuk tahun 2018, Kabupaten Sidoarjo membutuhkan 783 BTS yang ditopang oleh 454 menara telekomunikasi seluler bersama. Maka perlu dilakukan penambahan jumlah menara sebanyak 52 menara untuk mencukupi kebutuhan trafik pada tahun 2018. Jumlah penambahan menara tersebut akan ditempatkan di zona menara baru dengan luas total zona 14,6962 .

  4. PERJANJIAN BANGUN GUNA SERAH ANTARA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DAN PERSEROAN TERBATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Urip Santoso

    2014-06-01

    Full Text Available Status of land that can be controlled by the local government is the right of use and the right of management. The right of management can be the object of Agreement on Build, Operate, and Transfer between the local government and the company. Then, the company gets the right of management through the Government Decision which is written up in to a form of Decree of Granting Rights. In the last term of the Agreement on Build, Operate, and Transfer, the land and the building with all support facilities submitted by company to the local government.   Status tanah yang dapat dikuasai oleh pemerintah kabupaten/kota adalah hak pakai dan hak pengelolaan. Tanah yang berstatus hak pengelolaan pemerintah kabupaten/kota yang dapat menjadi objek Perjanjian Banguna Guna Serah dengan Perseroan Terbatas. Perseroan Terbatas mendapatkan hak guna bangunan atas tanah hak pengelolaan melalui Penetapan Pemerintah dalam bentuk Surat Keputusan Pemberian Hak. Pada akhir masa Perjanjian Banguna Guna Serah, tanah dan bangunan beserta sarana pendukungnya diserahkan oleh Perseroan Terbatas kepada pemerintah kabupaten/kota.

  5. PERJANJIAN BANGUN GUNA SERAH ANTARA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DAN PERSEROAN TERBATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Urip Santoso

    2014-06-01

    Full Text Available Status of land that can be controlled by the local government is the right of use and the right of management. The right of management can be the object of Agreement on Build, Operate, and Transfer between the local government and the company. Then, the company gets the right of management through the Government Decision which is written up in to a form of Decree of Granting Rights. In the last term of the Agreement on Build, Operate, and Transfer, the land and the building with all support facilities submitted by company to the local government. Status tanah yang dapat dikuasai oleh pemerintah kabupaten/kota adalah hak pakai dan hak pengelolaan. Tanah yang berstatus hak pengelolaan pemerintah kabupaten/kota yang dapat menjadi objek Perjanjian Banguna Guna Serah dengan Perseroan Terbatas. Perseroan Terbatas mendapatkan hak guna bangunan atas tanah hak pengelolaan melalui Penetapan Pemerintah dalam bentuk Surat Keputusan Pemberian Hak. Pada akhir masa Perjanjian Banguna Guna Serah, tanah dan bangunan beserta sarana pendukungnya diserahkan oleh Perseroan Terbatas kepada pemerintah kabupaten/kota.

  6. Tipologi Klaster Industri Pengolahan Jagung di Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban Berdasarkan Karakteristik Pengembangan Ekonomi Lokalnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusyidi Huda Prasetyo

    2014-09-01

    Full Text Available Pengembangan wilayah Kabupaten Tuban khususnya Kecamatan Merakurakurak masih berorientasi pada growth oriented semata. Pontensi jagung yang menjadi komoditas basis pada wilayah tersebut masih belum terkelola dengan optimal, karena tidak adanya arahan yang lebih spesifik terkait diversifikasi dan pengolahan jagung lebih lanjut. Oleh karena itu diperlukan perumusan arahan yang tepat guna dalam mengembangkan industri pengolahan jagung di Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tipologi klaster industri pengolahan jagung di Kecmatan Merakurak Kabupaten Tuban dengan pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL. Hal ini dikarenakan konsep PEL sejalan dengan fenomena yang terjadi di wilayah penelitian, yaitu trkait berkembanganya wirausahawan lokal (industri penglahan jagung dalam rangka mengembangkan ekonomi lokal yang mandiri. Terdapat tiga tahapan mencapai tujuan penelitian. Pertama, identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dengan menggunakan metode analisis faktor konfirmatori, selanjutnya mengelompokkan klaster industri berdasarkan faktor-faktor dengan analisis klaster ttersebut dan pada tahap terakhir menginterpretasi analisis klaster pada setiap tipologi yang muncul dengan analisis deskriptif. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah tipologi klaster industri yaitu industri intijagung yang berada pada Desa Tuwiri Kulon, Tlogowaru, Tobo, Sugihan. Kemudian industri pemasok yang berada pada Desa Kapu, Tuwiri Wetan, Pongpongan, Temandang, Tegalrejo dan Tahulu. Serta, industri pendukung yang berada pada Desa Mandirejo, Bogorejo, Sumberejo, Sendang Haji, Sambonggede, Sumber, Boreh Bangle, Senori dan Sembungrejo.

  7. Produksi Ruang Kekuasaan di Pulau Jawa Abad ke-16-17 dan Dampaknya pada Pertumbuhan Kota

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafid Setiadi

    2017-12-01

    Full Text Available Abstrak Studi ini membahas keterkaitan antara tradisi kekuasaan, produksi ruang, dan pertumbuhan kota. Tujuan utamanya adalah untuk memahami secara mendalam pola dan proses spasial produksi ruang kekuasaan dan implikasinya pada pertumbuhan kota. Lingkup penelitian mencakup situasi geopolitik di Pulau Jawa selama abad ke-16 hingga ke-17 ketika Kesultanan Mataram memegang dominasi kekuasaan berlandaskan tradisi sawah. Metode analisis yang diterapkan mengacu pada pemikiran hermeneutika yang mengedepankan metode pembacaan teks. Data penelitian berasal dari sumber-sumber sekunder terutama berupa hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam bentuk artikel, buku, peta maupun makalah seminar.  Hasil analisis memperlihatkan bahwa selama rentang waktu tersebut pola dan proses spasial produksi ruang kekuasaan didominasi oleh netralisasi dan pembentukan wilayah pinggiran sebagai konsekuensi dari absolutisme kekuasaan raja.  Modus produksi ini menyebabkan terjadinya likuidasi politik terhadap kota-kota tertentu yang ditandai oleh perubahan identitas kota, terutama di wilayah pesisir.   Abstract This study discusses the relations between the tradition of power, the production of space, and city growth. This study primarily aimed to comprehend the spatial pattern and process of the production of authority space and its implications for city growth. It covers the geopolitical situation in Java during the 16th and 17th centuries when the Mataram Sultanate ran a dominant power based on ricefield tradition. The analysis method applied in this study referred to hermeneutical thinking, which foregrounds a text reading method. The research data was obtained from secondary resources, especially published research in the forms of articles, books, maps, and seminar papers. The analysis results showed that the spatial pattern and process of authority space production within these centuries were dominated by neutralization and the formation of peripheries, i

  8. Human neutrophil antigen profiles in Banjar, Bugis, Champa, Jawa and Kelantan Malays in Peninsular Malaysia.

    Science.gov (United States)

    Manaf, Siti M; NurWaliyuddin, Hanis Z A; Panneerchelvam, Sundararajulu; Zafarina, Zainuddin; Norazmi, Mohd N; Chambers, Geoffrey K; Edinur, Hisham A

    2015-10-01

    Human neutrophil antigens (HNA) are polymorphic and immunogenic proteins involved in the pathogenesis of neonatal alloimmune neutropenia, transfusion-related acute lung injury (TRALI) and transfusion-related alloimmune neutropenia. The characterisation of HNA at a population level is important for predicting the risk of alloimmunisation associated with blood transfusion and gestation and for anthropological studies. Blood samples from 192 healthy, unrelated Malays were collected and genotyped using polymerase chain reaction-sequence specific primers (HNA-1, -3, -4) and polymerase chain reaction-restriction fragment length polymorphisms (HNA-5). The group comprised 30 Banjar, 37 Bugis, 51 Champa, 39 Jawa and 35 Kelantan Malays. The most common HNA alleles in the Malays studied were HNA-1a (0.641-0.765), -3a (0.676-0.867), -4a (0.943-1.000) and -5a (0.529-0.910). According to principal coordinate plots constructed using HNA allele frequencies, the Malay sub-ethnic groups are closely related and grouped together with other Asian populations. The risks of TRALI or neonatal neutropenia were not increased for subjects with HNA-1, -3 and -4 loci even for donor and recipient or pairs from different Malay sub-ethnic groups. Nonetheless, our estimates showed significantly higher risks of HNA alloimmunisation during pregnancy and transfusion between Malays and other genetically differentiated populations such as Africans and Europeans. This study reports HNA allele and genotype frequencies for the five Malay sub-ethnic groups living in Peninsular Malaysia for the first time. These Malay sub-ethnic groups show closer genetic relationships with other Asian populations than with Europeans and Africans. The distributions of HNA alleles in other lineages of people living in Malaysia (e.g. Chinese, Indian and Orang Asli) would be an interesting subject for future study.

  9. PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI MINYAK ANGIN AROMATHERAPY MELALUI LEAN MANUFACTURING DI PT. US, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudy Indra Purnama

    2013-06-01

    Full Text Available Industri farmasi sedang menghadapi persaingan yang meningkat, tekanan biaya dan kebutuhan untuk meningkatkan kinerja operasi manufakturnya. Lean manufacuring menawarkan metode, alat dan program heuristik untuk peningkatan produktivitas di bidang manufaktur. PT. US di Jawa Barat dapat meningkatkan kinerja perusahaannya melalui Lean manufacuring. Penelitian ini bertujuan meningkatkan produktivitas dengan mengidentifikasi dan menyeimbangkan proses kerja dan  meneliti penyebab lamanya cycle time melalui value stream mapping. Penelitian ini menghasilkan penurunan cycle time dari 538,96 detik menjadi 445,68 detik, penurunan personel 14 orang, penurunan biaya operasional man power Rp.18,2 juta per bulan, dan menurunkan lead time dari 14,5 hari menjadi 11,5 hari. Kata kunci: lean manufacturing, keseimbangan lini, peningkatan kapasitas, tact time, value stream mapping Abstract The pharmaceutical industry is facing increased competition, cost pressures and the need to improve the performance of its manufacturing operations. Lean manufacturing offer methods, tools and heuristic program for increasing productivity in manufacturing. PT. US in West Java, Indonesia can improve company performance with implementing Lean manufacturing. This study aims to improve productivity by identifying and balancing work and researching the causes of long cycle time with value stream mapping. This research resulted in a decrease cycle time of 538.96 seconds to 445.68 seconds, a decrease of 14 personnel, operating expenses decreased man power Rp.18, 2 million per month, and reduce the lead time of 14.5 days to 11.5 days . Key words: lean manufacturing, line balancing, capacity building, tact time,  value stream mapping

  10. Iluminasi Dan Ilustrasi Naskah Jawa Di Perpustakaan Sana Pustaka Karaton Surakarta (Sebuah Kajian Kodikologis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sisyono Eko Widodo

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi iluminasi dan ilustrasi di dalam naskah Jawa di Perpustakaan Sana Pustaka Karaton Surakarta dan mendeskripsikan bentuk­bentuknya. Data dikumpulkan dengan teknik analisis isi, fotografi, dan wawancara. Dari 700 naskah, terdapat 48 judul naskah yang mengandung iluminasi maupun ilustrasi dalam berbagai bentuk motif. Ada 15 naskah beriluminasi, 22 naskah berilustrasi, dan 11 naskah yang mengandung iluminasi dan ilustrasi. Berdasarkan fungsinya, iluminasi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: iluminasi sebagai bingkai teks, iluminasi sebagai pembatas teks, dan iluminasi sebagai hiasan teks. Bentuk ilustrasi dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa macam, yaitu duwung, kuluk, senjata, wayang, bendera, song­song, konstruksi kerangka rumah, dan kampuh. Adapun bentuk gabungan antara iluminasi dan ilustrasi berupa bentuk wayang, mahkota, senjata, dedaunan dan bunga­bungaan, bangunan rumah, serta mobil. Abstract: This research aims to identify illumination and illustration contained in the Javanese manuscripts in the Sana Pustaka Karaton Surakarta library and describe the form of them. The data collected through content analysis, photography, and interview. Among 700 manuscripts, there are 48 titles containing illumination and illustration in many forms and motifs. There are 15 manuscript illuminated, 22 manuscript illustrated, and 11 manuscript are the combination of illumination and illustration. According to the function, there are 3 classification of illuminations: 1 illumination as a text frame. 2 illumination as a text barrier, and 3 illumination as a text ornament. The form of Illustration can be classified into several types, namely duwung, kuluk, weapon, puppet, flag, song­song, construction of house structure, and kampuh. The combination form of illumination and illustration has the shape of puppet, thrown, weapon, foliage and flower, car, and house construction. Key Words: Javanese manuscript

  11. JENIS HERPETOFAUNA DI CAGAR ALAM DAN TAMAN WISATA ALAM PENGANDARAN JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafa'at Ariful Huda

    2017-06-01

    Full Text Available This study aims to determine the type of Herpetofauna that often appear in the area Cikamal and Cirengganis. This research was conducted in West Java precisely in Nature Tourism and Pangandaran Nature Reserve. The method used in this research is descriptive qualitative with field research approach (VES. Visual Encounter Survey (VES along the river and river body. The data obtained is analyzed first with the calculation of the number and calculation of the percentage of research results. From the results of this study get 2 types of herpetofauna consisting of amphibians and reptiles. Amphibians consist of a type of frog and type of bangkong. While only the type of lizard reptile found in the two locations. Amphibians and reptiles are found: Type of frog (Fajervarya limnocharis, Rana chalconata, Microdiscus sp, Hylidae, type of bangkong (Microhyla achatina, Bufonidae and Lizard Type (Spenomorphus sp.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis Herpetofauna yang sering muncul di daerah Cikamal dan Cirengganis. Penelitian ini dilakukan di Jawa Barat tepatnya di Wisata Alam dan Cagar Alam Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan riset lapangan (VES. Visual Encounter Survey (VES dengan menyusuri Sungai dan badan Sungai. Data yang diperoleh dianalisis terlebih dahulu dengan perhitungan jumlah dan perhitungan persentase hasil penelitian. Dari hasil penelitian kali ini mendapatkan 2 jenis herpetofauna yang terdiri dari amfibi dan reptil. Amfibi terdiri dari jenis katak dan jenis bangkong. Sedangkan reptil hanya jenis kadal yang di temukan di dua lokasi tersebut. Amfibi dan reptil yang ditemukan yaitu: Jenis katak (Fajervarya limnocharis, Rana chalconata, Microdiscus sp, Hylidae, jenis bangkong (Microhyla achatina, Bufonidae dan Jenis Kadal (Spenomorphus sp.

  12. Flypaper Effect pada Kinerja Keuangan Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amril Amril

    2015-03-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena flypaper effect pada kinerja keuangan kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Untuk tujuan tersebut dikembangkan dua model regresi data panel yang memperlihatkan keterkaitan antara perilaku belanja pemerintah daerah dengan penerimaan daerah. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1 Dana bagi hasil (DBH, dana alokasi (DA, lag belanja operasional (Boit_1 dan dummy otonomi (DO berpengaruh secara signifikan terhadap belanja operasional kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Dimana hasil menunjukkan pengaruh DA terhadap belanja operasional lebih besar dibandingkan dari DBH terhadap belanja operasional, yang artinya terjadi flypaper effect pada kabupaten/kota di Provinsi Jambi; 2 Dana bagi hasil (DBH, dana alokasi (DA, pendapatan perkapita (Y dan dummy otonomi (DO berpengaruh secara signifikan terhadap belanja modal kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Dimana hasil menunjukkan pengaruh DA terhadap belanja modal lebih kecil dibandingkan dari DBH terhadap belanja modal, yang artinya terjadi flypaper effect pada kabupaten/kota di Provinsi Jambi dimana DA cenderung digunakan untuk membiayai belanja operasional. Kata kunci : Dana Perimbangan, Belanja Modal, Belanja Operasional.     Abstract This study aims to analyze the phenomenon of flypaper on the financial performance of the district / city in the province of Jambi. For this purpose developed two panel data regression model showing the relationship between the behavior of local government expenditure by the regional income. The research found that: 1 Revenue-sharing (DBH, allocation funds (DA, lag operational expenditure (Boit_1 and dummy autonomy (DO significantly affect the operational expenditure district / city in the province of Jambi. The effect of DA on operating expenditure is greater than from DBH to operational expenditure, which means there flypaper in the district / city in the province of Jambi; 2 Revenue-sharing (DBH, funds allocation (DA, per

  13. ANALISIS PENGEMBANGAN SEKTOR BASIS EKONOMI DAN POTENSI PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN BLORA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yayik Kartika Sari

    2017-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa keadaan pertumbuhan ekonomi, pengembangan sektor basis ekonomi, dan faktor yang memiliki pengaruh dominan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora tahun 1990-2013 dengan menggunakan alat analisis basis ekonomi dan persamaan simultan dengan metode Two Stage Least Squared (2SLS. Variabel endogen dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, dan upah minimum, sedangkan variabel eksogennya adalah angkatan kerja, tabungan, pengeluaran pemerintah daerah, dan jumlah penduduk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 sektor basis ekonomi di Kabupaten Blora yang diperoleh dari analisis basis ekonomi yaitu sektor pertambangan dan galian; sektor pertanian; dan sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan. Berdasarkan hasil uji persamaan simultan menunjukkan bahwa variabel tabungan, pengeluaran pemerintah daerah, upah minimum, dan jumlah penduduk merupakan faktor yang memiliki pengaruh dominan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora. Saran dalam penelitian ini adalah Pemerintah Kabupaten Blora harus mengembangkan ketiga sektor basis ekonomi dan faktor yang berpengaruh dominan tersebut serta harus melakukan proteksi terutama untuk sektor basis ekonomi, sehingga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora.  The purpose of this research was to determine and analyze the condition of economic growth, the economic base sector for development, and factors which have a dominant influence on the economic growth in Blora years 1990-2013 and used analysis of the economic base and the analysis of simultaneous equations with Two Stage Least Square method (2SLS. The rate of economic growth, regional income, and the minimum wage is an endogenous variable, while the labor force, savings, regional government expenditure, and resident are exogenous variable. The results showed that there are three sectors of the economic base in Blora

  14. Uji Unjuk Kerja Traktor Yanmar Tipe TF 85 pada Lahan Basah dan Lahan Kering di Desa Dolok Hataran, Kabupaten Simalungun

    OpenAIRE

    Tobing, Toman Harry Duga L.

    2010-01-01

    TOMAN H D L. TOBING: Performance of Yanmar TF 85 Tractor on Wet land and Dry land at Desa Dolok Hataran Kabupaten Simalungun. Under the supervision of TAUFIK RIZALDI and AINUN ROHANAH. The performance test of tractor is its ability to prepare land using implements to know the work capacity, efficiency, work velocity, and wheel skid. The objective of this research is to know the capacity of Yanmar TF 85 tractor on wet land and dry land at Desa Dolok Hataran Kabupaten Simalungun. This rese...

  15. PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS PROVINSI SUMATERA SELATAN BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tevi Leviany

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract. The Audit Board of The Republic Indonesia in implementing audit on Local Government Financial Reports  to assess the accountability of regional financial not only gave assessment on the qualification of audit report in forms of auditors’ opinion but also inside the audit of Local Government Financial Reports. The auditors also assess the effectiveness of internal control system which applied in regional government and compliance towards the laws. The problem was the weakness of financial accountability that occurred in government of Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan year 2015 acquired Qualified Opinion. The purpose of this research was to do deeper analysis towards Audit Reports on Regional Government Financial Statement of Kabupaten Musi Rawas by using content analysis to get complete description of Regional Government Financial Statement Accountability condition in Kabupaten Musi Rawas, especially observed from the effectiveness of internal control system. According to the result of analysis, it was concluded that the problem of effectiveness of government internal control of Kabupaten Musi Rawas was most found related with the weakness of Control Environment , Risk Assessment and Monitoring. Keywords: Financial Accountability; Audit Report; Internal Control System   Abstrak. BPK – RI dalam pelaksanaan audit atas LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah untuk menilai akuntabilitas keuangan daerah tidak hanya melalukan penilaian atas kewajaran laporan keuangan dalambentuk pernyataan opini auditor saja, namun  lebih dari itu dalam kerangka audit LKPD tersebut, auditor juga melakukan penilaian atas efektivitas sistem pengendalian intern yang diterapkan pemerintah daerah tersebut serta kepatuhannya terhadap peraturan perundangan yang berlaku. Permasalahan lemahnya akuntabilitas keuangan juga terjadi pada pemerintah kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan yang untuk tahun 2015 memperoleh Wajar dengan

  16. PERFORMANSI SISTEM AGROFORESTRI TRADISIONAL DI DESA TELAGA LANGSAT, KABUPATEN BANJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adistina Fitriani

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACT. The study aims to learn: (1 study the system and process of formation of agroforestri, (2 study management system which includes the Division of labor, working time and work as well as the institusional system, and (3 figure out the composition and structure of plants with agroforestry system. The object of the research is the agroforestry system has been developed by the community in the Sungai Langsat village, Banjar Regency in which consists of a type and composition that forms a system. The results showed that the system agroforestry in the Sungai Langsat village consists of one system of agroforestry, agrisilvikultur system, with two sub system, i.e. the sub system agroforestri rubber garden and Orchard blend. The history of the development of the process of formation of agroforestry system in location research in the beginning was the natural forest or scrub. Then opened by the community for the annual crop of shifting cultivation. As time goes by, in addition to the annual planting crops, also grow fruits and plants producing wooden resin (rubber. In its development the plant fruits into orchards mixture that consists of a variety of fruit trees are scattered at random and irregular, while rubber plantations were planted in irregular and tend to even aged. Keywords: Performance, Traditional, Agroforestry System ABSTRAK.  Penelitan ini bertujuan untuk mempelajari : (1 mempelajari sistem dan proses terbentuknya agroforestri, (2 Mendiskripsikan sistem pengelolaan yang meliputi pembagian kerja, waktu kerja dan sistem kerja serta kelembagaannya, dan (3 mengetahui komposisi dan struktur tanaman dengan sistem agroforestri. Obyek penelitian ini adalah sistem agroforestry yang telah dikembangkan oleh masyarakat di desa Sungai Langsat Kabupaten Banjar yang di dalamnya terdiri atas jenis dan komposisinya yang membentuk suatu sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agroforestri yang terdapat di desa Sungai Langsat terdiri dari

  17. Analisis komoditas unggulan perikanan budidaya Kabupaten Pidie Jaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farok Afero

    2015-06-01

    Full Text Available Abstract. Snapper (Lates calcarifer, grouper (Epinephelus coioides, tiger shrimp (Penaeus monodon, vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei and tilapia (Oreochromis niloticus are leading commodity worthly cultivated in Pidie Jaya. Bandar Baru and Tringgadeng an appropriate areas for black tiger shrimp while Jangka Buya and Ulim approriate areas for vannamei cultivation. AHP analysis showed black tiger shrimp is top priority based on the economic value while vannamei shrimp is top priority based on enterprise sustainability. Financial analysis of snapper, grouper, black tiger shrimp, vannamei shrimp and tilapia farming generated positive cash flow and NPV, IRR > 100%, the ratio of benefit to cost of production > 1,30 and payback period of investment costs  < 1 year, thus demonstrating the feasibility of cultivation of these leading commodities. Vannamei shrimp cultivation showed positive prospect as long the market offers premium price. Grouper and snapper had a positive outlook because high demand of high-quality fish in the international market. Keywords: Leading commodity; financial analysis; aquaculture; Pidie Jaya Abstrak. Komoditas kakap (Lates calcarifer, kerapu (Epinephelus coioides,udang windu (Penaeus monodon, udang vannamei (Litopenaeus vannamei dan nila (Oreochromis niloticus adalah komoditas unggulan yang layak dibudidaya di Kabupaten Pidie Jaya. Bandar Baru dan Tringgadeng merupakan kawasan yang layak untuk pengembangan komoditas udang windu sedangkan Jangka Buya dan Ulim layak untuk pengembangan komoditas udang vannamei. Analisis AHP menunjukkan komoditas udang windu menjadi prioritas utama untuk dikembangkan berdasarkan nilai ekonomi sedangkan udang vannamei menjadi prioritas utama berdasarkan keberlanjutan usaha. Analisis indikator keuangan budidaya kakap, kerapu, udang windu, vannamei dan nila menunjukkan usaha budidaya komoditas unggulan menghasilkan arus kas kumulatif dan NPV positif, nilai  IRR diatas 100%, rasio keuntungan

  18. IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUNGUTAN BIAYA DI SDN 02 PODODADI KABUPATEN PEKALONGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilik Elisah Milyani

    2017-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai adanya pungutan biaya pada pendidikan dasar. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji Keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah adanya pungutan biaya pendidikan yang terjadi pada satuan pendidikan dasar yang seharusnya sudah tidak diperbolehkan, dengan adanya peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai adanya pungutan dan sumbangan. Sumbangan yang dilakukan oleh sekolah digunakan untuk memperbaiki pembangunan gedung sekolah. Dalam hal ini sekolah untuk tidak diperbolehkan melakukan pungutan, akan tetapi boleh melakukan adanya sumbangan yang sifatnya tidak mengikat atau sukarela. Akan tetapi sekolah melakukan sumbangan dengan tata cara yang salah. Tata cara yang dilakukan oleh sekolah untuk sumbangan tersebut bersifat wajib, mengikat, serta jumlah nominal dan waktunya ditentukan oleh satuan pendidikan. Sehingga hal ini yang disebut dengan pungutan bukan sumbangan yang tidak diperbolehkan atau dilarang. Sumbangan tersebut dilakukan rapat yang hanya dihadiri oleh guru beserta komite sekolah saja, tanpa melibatkan pihak pemerintah kabupaten maupun orang tua peserta didik. The purpose of this research to identify and explain the charge fees on basic education. Data collection techniques were observation, interviews, and documentation. Test the validity of the data using triangulation. The results of this study were charge education costs that occurred at the unit basic education should no longer be allowed, with the regulation of the minister of education and culture of the charge and donations. Donations carried by the school used to improve the construction of school buildings. In this case the school was not allowed to charge any fees, but must do their non-binding nature donations or volunteering. But schools do contribute in a manner that is incorrect. Procedures to do by the school for the donation was

  19. KEHIDUPAN WARIA DI JORONG MANDIANGIN, KECAMATAN KINALI, KABUPATEN PASAMAN BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susanki Susanki

    2017-01-01

    Full Text Available Transgender is social deviation in the community. Deviations made transvestites difficulty in placing itself as part of society in general. Doesn’t easy to all people can accept the transvestites are allowed to live and settle in their communities. This article contains the pattern of life of transvestites amongst in the Jorong Mandiangin, to fully accept their existence, and to describe the factors that cause a person to become a transvestite in Jorong Mandiangin District Kinali in West Pasaman. The research approach used a qualitative, descriptive type. Collect data by observation and interviews. The results showed a good relationship between transvestites and society. Although people know that transvestites are an aberration, but the public does not necessarily treat transsexuals with victimization. People are realizing that transvestites are also human beings of divine creation which also has the right to run their lives by working according to his ability. No different to life among fellow transvestites, the visible existence of some form of interaction processes that can unite the transvestites in maintaining the gender status. Waria merupakan penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. Penyimpangan yang dilakukan membuat waria kesulitan dalam menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat pada umumnya. Tidak semua masyarakat bisa menerima keberadaanya meskipun para waria tersebut dibiarkan hidup dan menetap dalam lingkungan masyarakatnya. Artikel ini memuat pola kehidupan waria ditengah-tengan masyarakat Jorong Mandiangin, yang sepenuhnya menerima keberadaan mereka, serta mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menjadi waria di Jorong Mandiangin Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam kualitatif, tipe deskriptif. Cara mengumpulkan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang baik antara waria dan masyarakat

  20. DETERMINAN DISMENOREA DI SMAN 2 BAGAN SINEMBAH KABUPATEN ROKAN HILIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juliana Juliana

    2018-03-01

    Full Text Available Dysmenorrhea is one of gynecological disorder which commonly found in women. The preliminary survey at SMAN 2 Bagan Sinembah revealed that many female students were absent from school because of suffering from dysmenorrhea. The objective of the research was to identify the determinants of the factors which were correlated with dysmenorrhea at SMAN 2 Bagan Sinembah, Rokan Hilir Regency, in 2016. The research used cross sectional des