WorldWideScience

Sample records for fosfor kaalium sisaldusele

  1. DISTRIBUSI NITROGEN DAN FOSFOR PADA BUDIDAYA IKAN GABUS (Channa striata DENGAN APLIKASI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes DAN PROBIOTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adang Saputra

    2018-01-01

    Full Text Available Permasalahan yang dihadapi pembudidaya ikan dengan sistem intensif adalah meningkatnya limbah yang terakumulasi pada air dan sedimen. Limbah budidaya ikan pada umumnya berupa padatan dan nutrien terlarut pada air terutama nitrogen dan fosfor. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji distribusi nitrogen total dan fosfor total pada budidaya ikan gabus secara intensif yang diberi eceng gondok Eichhornia crassipes dan probiotik (Pseudomonas aeruginosa dan Achromobacter insuavis. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan pemberian kombinasi eceng gondok dan probiotik (A, pemberian eceng gondok (B, dan pemberian probiotik (C, masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Benih ikan gabus yang digunakan berukuran panjang 14,74 ± 0,01 cm dan bobot 25,53 ± 0,09 g dengan padat tebar 175 ekor/kolam (50 ekor/m3. Selama 90 hari masa pemeliharaan, ikan gabus diberi pakan berupa pelet dengan kandungan protein sekitar 30%. Jumlah pemberian pakan 5% dari biomassa dengan frekuensi pemberian empat kali dalam sehari (pagi, siang, sore, dan malam. Hasil penelitian menunjukkan nitrogen dan fosfor pada budidaya ikan gabus terdistribusi pada eceng gondok, sedimen, air, dan ikan. Eceng gondok menyerap nitrogen dan fosfor paling tinggi (P<0,05 dibandingkan air, ikan, dan sedimen. Laju pertumbuhan spesifik bobot (4,37 ± 0,01%/hari dan biomassa (1,88 ± 0,01 g ikan gabus tertinggi dicapai pada pemberian kombinasi eceng gondok dan probiotik. Hasil ini dapat dijadikan landasan untuk pengelolaan limbah nitrogen dan fosfor pada budidaya ikan gabus secara intensif. One of the problems in intensive aquaculture system is the the accumulation of waste in the water and sediment. Aquaculture wastes are discharged into the water in form of solids and dissolved nutrients which mostly consisted of nitrogen and phosphorus. The purpose of this study was to study the dynamics of total nitrogen and phosphorus in an intensive aquaculture media supplied with water

  2. TINGKAT PENYERAPAN NITROGEN DAN FOSFOR PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT BERBASIS IMTA (INTEGRATED MULTI-TROPHIC AQUACULTURE DI TELUK GERUPUK, LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Yuniarsih

    2014-12-01

    Full Text Available Pengembangan budidaya laut berbasis IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture merupakan suatu metode yang dirancang untuk mengatasi masalah lingkungan yang terkait dengan penggunaan pakan pada kegiatan akuakultur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penyerapan nitrogen dan fosfor pada budidaya rumput laut berbasis IMTA di Teluk Gerupuk Kabupaten Lombok Tengah. Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma spinosum dibudidayakan dengan metode rawai (long line. Pengamatan terhadap rumput laut dan kondisi perairan dilakukan setiap 15 hari; mulai hari ke-0 sampai hari ke-45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat penyerapan nitrogen dan fosfor antara dua jenis rumput laut yang dibudidayakan. Total penyerapan nitrogen rumput laut K. alvarezii di lokasi IMTA mencapai 86,95 ton N/ha/tahun atau lebih tinggi 24,6% dibandingkan dengan E. spinosum yang mencapai 69,78 ton N/ha/tahun. Sedangkan untuk tingkat penyerapan fosfor, K. alvarezii mencapai 20,56 ton P/ha/tahun atau lebih tinggi 136,7% dibandingkan dengan E. spinosum yang hanya mencapai 8,69 ton P/ha/tahun. Berdasarkan luasan kawasan potensial budidaya rumput laut di Teluk Gerupuk, maka potensi penyerapan nitrogen dan fosfor untuk rumput laut K. alvarezii di kawasan ini masing-masing mencapai 27.996,93 ton N/tahun dan 6.619,16 ton P/tahun. Sedangkan untuk E. spinosum potensi penyerapan nitrogen dan fosfor masing-masing mencapai 22.470,02 ton N/tahun dan 2.796,82 ton P/tahun. Penerapan budidaya rumput laut berbasis IMTA secara jelas memberikan keuntungan ekonomi dan ekologi dengan adanya peningkatan biomassa dan perbaikan kondisi lingkungan budidaya.

  3. GER values of recovered phosphorus. Chain analysis of struvite production from municipal wastewater and recovery of phosphorus from sludge incineration ash; GER-waarden van teruggewonnen fosfor. Ketenanalyse van struvietproductie uit communaal afvalwater en terugwinning van fosfor uit assen van slibverbranding

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Croezen, H.; Bijleveld, M. [CE Delft, Delft (Netherlands); Mulder, M. [Mrabella Mulder Waste Water Management, Utrecht (Netherlands)

    2012-09-15

    Phosphorus recovery from wastewater is a topical issue and a process being applied increasingly in the Netherlands. As part of NL Agency's energy efficiency programme CE Delft has calculated the energy benefits of two alternative recovery options compared with conventional production routes. The Gross Energy Requirement (GER) was calculated for the following routes: struvite recovery from rejection water versus conventional fertilizer production and phosphorus recovery from sludge incineration ash at Thermphos versus phosphorus production from phosphate ore at Thermphos. Compared with the conventional routes, the two recovery routes yield energy gains. The project was carried out in cooperation with Mirabella Mulder Wastewater Management, with support from Thermphos [Dutch] Fosforterugwinning uit afvalwater is een onderwerp dat in de belangstelling staat en meer en meer in Nederland wordt toegepast. In het kader van het energie-efficiëntieprogramma van Agentschap NL heeft CE Delft berekend wat de energetische winst is van twee terugwinroutes ten opzichte van de huidige gangbare productieroutes. De Gross Energy Requirement is berekend voor de volgende routes: struvietwinning uit rejectiewater versus reguliere kunstmestproductie en winning van fosfor uit zuiveringsslibas bij Thermphos versus productie van fosfor uit fosfaaterts bij Thermphos. Vergeleken met de reguliere routes leveren beide terugwinroutes energiewinst op. Het project werd uitgevoerd in samenwerking met Mirabella Mulder Wastewater Management en met inbreng van Thermphos.

  4. strong>Recirkulering af fosfor hos malkekøerstrong>

    DEFF Research Database (Denmark)

    Puggaard, Liselotte; Kristensen, Niels Bastian; Sehested, Jakob

    2010-01-01

    . Fosforindtag og udskillelse med gødning var lavere ved LP, og den tilsyneladende fordøjelighed (foder-fæces forskel) faldt derfor også. Endelig faldt fosforbalancen til 0 på LP. Plasma og vomkoncentrationen var lavere ved LP, men der var ingen forskel på vom pH, ammonium- eller VFA koncentration. Der var ingen...

  5. Serapan Fosfor dan Pertumbuhan Kedelai(Glycine max pada Tanah Ultisol dengan Pemberian Asam Humat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyuningsih Wahyuningsih

    2017-08-01

    Full Text Available Ultisol merupakan salah satu jenis tanah asam yang memiliki kelarutan Al, Fe, dan Mn tinggi, serta kandungan P dan Moyang rendah. KelarutanAl dan Fe yangtinggiakan menjerap fosfat, sehingga ketersediaan dan serapan P bagi tanaman menjadi rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi ketidaktersediaan P pada tanah Ultisol yaitu dengan penambahan asam humat. Asam humat merupakan makromolekul polielektrolit yang memiliki gugus fungsional seperti -COOH, -OH fenolat, maupun -OH alkoholat,sehingga asam humat memiliki kemampuan untuk membentuk kompleks dengan ion logam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1 mengetahui pengaruh asam humat terhadap serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai (2 menentukan konsentrasi asam humat yang paling baikdalam meningkatkan serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK. Pengelompokan didasarkan atas perbedaan intensitas cahaya yang ada di rumah kaca. Perlakuan berupa konsentrasi asam humat, dengan 5 konsentrasi yang berbeda yaitu 0 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm dan 1600 ppm. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, luas daun, bobot basah, dan bobot kering, P tersedia serta P tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakananalisis ragam pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Apabila hasil perlakuan berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam humat berpengaruh terhadap serapan P dan pertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol. Asam humat 1200 ppm merupakan perlakuan paling baik dalam meningkatkan ketersediaan P, sehingga mampu meningkatkanpertumbuhan kedelai pada tanah Ultisol.

  6. Asupan vitamin, mineral, rasio asupan kalsium dan fosfor dan hubungannya dengan kepadatan mineral tulang kalkaneus wanita

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Ramayulis

    2011-03-01

    Full Text Available Background: The prevalence of osteoporosis as defined by bone mineral density (BMD > - 2.5 below the average of young women in Indonesia is not yet known; however the risk for the prevalence of osteoporosis is relatively high. Nutrients especially micronutrients have an important role in maintaining bone status. Yet, until today millions of people have micronutrient deficiency in vitamin and mineral such as calcium, zinc and beta-carotene. Objective: To identify the relationship between intake of vitamin A, C and mineral calcium, phosphor, zinc and ratio of intake of calcium and phosphor and BMD. Method: The study was observational with cross sectional design. Subject of the study were young women of 35 – 40 years old at Health Fitness Centre of the Ministry of Health in 2007.  There were as many as 102 subjects purposively taken. The dependent variable of the study was BMD and the independent variables were intake of vitamin A, C, and mineral calcium, phosphor, zinc and ratio of calcium and phosphor intake. The confounding variables were nutritional status, exercise, smoking, alcohol consumption, caffeine consumption, genetic, disease and medication factors. Intake data were obtained through blood record and food frequency methods. Data analysis used chi square, Fisher’s exact test and independent t-test. Results: The proportion of BMD of young women was 6,9% osteoporosis, 32,4% osteopenia and 60,8% normal. Young women with good intake of vitamin A and C, calcium, phosphor, zinc had average score of BMD as much as 0,35 point; 0,36 point and 0,97 point; 1,02 point; 1,26 point subsequently higher than those with less intake. Young women with ratio of good calcium and phosphor intake had BMD score as much as 1,13 point lower than those with ratio of poor calcium and phosphor intake. However, the relationship between intake of vitamin A, C, calcium, phosphor, zinc and ratio of calcium and phosphor intake and BMD was statistically insignificant (p>0.05. Conclusion: The relationship between intake of vitamin A, C, calcium, phosphor, zinc and ratio of calcium and phosphor intake and BMD was statistically insignifcant. Young women with good intake of vitamin A, C and calcium, phosphor, zinc tended to have higher score of BMD than those with poor intake.

  7. Behandling af uraemisk osteodystrofi med laegemidler, som påvirker calcium-fosfor-omsaetningen

    DEFF Research Database (Denmark)

    Vestergaard, Peter; Eiken, Pia A

    2012-01-01

    This review discusses the mineral bone disorders in patients with chronic kidney disease. We focus on the management of these conditions by administration of calcium, vitamin D (ergocalciferol and cholecalciferol), vitamin D receptor activators (calcitriol, alphacalcidiol), phosphate binders and ...... and calcimimetics (cinacalcet)....

  8. Fosfor v odpadních vodách - perspektivy jeho recyklace

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Holba, M.; Došek, M.; Maršálek, Blahoslav

    2015-01-01

    Roč. 65, č. 4 (2015), s. 8-12 ISSN 1211-0760 R&D Projects: GA MZe(CZ) QJ1320234 Institutional support: RVO:67985939 Keywords : phosphorus recycling * wastewater * fertilizer * technology Subject RIV: DJ - Water Pollution ; Quality

  9. Penetapan Kadar Fosfor Dalam Buah Petai (Parkia speciosa) Secara Spektrofotometri Sinar Tampak

    OpenAIRE

    Melisa

    2013-01-01

    Parkia speciosa generally consumed by people as other dishes, although there are some people who do not like it due to its odor. It is often recognized as a traditional and uncommon food. This plant products mineral, one of the mineral much is producted is phosphorus. The purpose of this study was to determine levels of phosphorus in the both types: petai padi and papan. Qualitative analysis of phosphorus carried out by turning it into phosphate and ammonium molybdate reagent identified,...

  10. Analisis Fosfor pada Cacing Tanah (Megascolex sp. dan Fridericia sp.) Secara Spektrofotometri Sinar Tampak

    OpenAIRE

    Safira, Cut Shafa

    2015-01-01

    Earthworm is natural resource which can be used for medication due to its highly amount of minerals. One of these minerals is phosphorus. The aim of this research are to identify, determine and know the difference content of phosphorus in Megascolex sp. and Fridericia sp. Qualitative analysis shows positive results with addition of ammonium molybdate 4% and BaCl2 5%. Quantitative analysis was done using visible spectrophotometer with ascorbic acid method, measuring blu-colored molybdenum ...

  11. Asupan protein, kalsium dan fosfor pada anak stunting dan tidak stunting usia 24-59 bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Mayang Sari

    2016-04-01

    Full Text Available Background: Indonesia is one of developing country which still facing a serious problem concerning stunting. Causes of stunting is a complex things, one of the cause is protein intake which is have effect on the level plasma insulin growth factor I (IGF-I, protein bone matrix and growth factor, also calcium and phosphorus that has an important role in bone formation. One of the province in Indonesia which has stunting prevalence above level of National prevalence is West Borneo. Pontianak as the capital city of West Borneo is still facing serious problem concerning stunting and the low level of food security. Objective: Analyze protein, calcium and phosphorus intake of stunting and non stunting children aged 24-49 months in Pontianak. Method: The study was an analytical observational with cross sectional design. Samples of the study were children aged 24-59 months in the districts of East Pontianak and North Pontianak, West Borneo, as much as 90 samples have been chosen by using simple random sampling technique. The research was conducted from July - August 2015. Statistical analysis was performed by using chi square and t-test. Results: Protein, calcium and phosphorus intake are lower to the stunting compare to non stunting children (p<0,05. Stunting prevalence of  lower protein group is higher 1,87 times than adequate protein intake group. Stunting prevalence of low calcium intake group is higher 3,625 times than adequate calcium intake group. Moreover, the stunting prevalence of low phosphor intake group is higher 2,29 times than adequate phosphor intake group. Conclusion: Protein, calcium and phosphor intake significant lower to the stunting compare to non stunting children aged 24- 59 months in Pontianak.

  12. Miljøvurdering af tørring, forgasning og udvinding af fosfor fra spildevandsslam

    DEFF Research Database (Denmark)

    Sørensen, Birgitte Lilholt; Leinikka Dall, Ole; Habib, Komal

    The Danish waste treatment plant for hazardous waste Kommunekemi/Nord aims to recover phosphorus from waste water sludge. The presented LCA-analysis indicates that environmental impacts by phosphorous recovery in an energy efficient process are at the same level or lower than through the re-use o...

  13. Pengaruh Nisbah Energi-Protein, Nitrogen-Sulfur dan Kalsium-Fosfor Terhadap Produk Metabolisme Rumen dan Kecernaan Substrat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S.N.O. Suwandyastuti

    2013-10-01

    Full Text Available Influence of the ratio of energy-protein, nitrogen-sulphur, and calsium-phosphor upon rumen metabolism product and digestibility of substrat ABSTRACT. The Rumen microbes are capable to digest the glucosa polymer of plant waste for energy source and can used the Non Protein Nitrogen (NPN for body protein synthesis, if the other precussor (Sulphur, Phospor and Branch Chain of Carbon are available.  To know the effectivity of the utilization of plant waste for energy, an experiment have been conducted by in vitro method, used the Randomized Black Design, four replication, factorial 33.  The factors tested are : (1 three levels of energy : protein (E/P ratio : 4, 5 and 6; (2 three levels of Nitrogen : Sulphur (N/Sratio: 7.5, 10 and 12.5; (3 three levels of Calsium : Phospor (Ca/P ratio : 0.5, 1 and 2. The variables measured are : synthesis of protein microbes (SPM ; production of Volatile Fatty Acid (VFA and Nitrogen Ammonia (N-NH3; the digestibility of substrat. Based on the all variable measured, the experiment can be concluded : (1 the effectivity of the utilization of rice straw will be increased if it used is fortified with 50 percent TDN as energy source (E/P=4, 0.20 percent dry matter of sulphur (N/S=10 and 0.0625 - 0.125 percent dry matter (DM of phospor (Ca/P=1.0 – 2.0; (2 To stimulate the activity of cellulolytic microbes, its need the fortification of sulphur until reach the optimum level (must be investigated.

  14. Penetapan Kadar Kalsium dan Fosfor dalam Buah Naga Daging Merah (Hylocereus costaricensis) dan Buah Naga Daging Putih (Hylocereus undatus)

    OpenAIRE

    Tambunan, Christina Debora

    2014-01-01

    Dragon fruit is often consumed by the general public in the form of fresh fruit. Dragon fruit contains many minerals such as calcium and phosphorus. Both of these minerals are needed by the body. Therefore, it is necessary to do research on calcium and phosphorus levels on dragon fruit. The purpose of this study is to determine the levels of calcium and phosphorus in the red flesh dragon fruit (Hylocereus costaricensis) and white flesh dragon fruit (Hylocereus undatus). Research is qualita...

  15. Kajian Hubungan Populasi Tanaman dengan Neraca Unsur Hara Nitrogen dan Fosfor pada Sistem Vertikultur Sawi Hijau (Brassica juncea L dan Kangkung (Ipomea reptana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I MADE PURNA WIDANA

    2016-05-01

    Full Text Available Analysis of Relationship Between Crop Density and The Balancing of Both Soil Nitrogenand Phosporus in Verticulture System of Mustard Green (Brassica juncea L and Kale(Ipomea reptana. The relationship between crops density and the balancing of both soilnitrogen and phosphorus in verticulture system remained to be important issue. A glasshouseexperiment had carried out from October 2014 to March 2015 in order to determine (1 theoptimum population density of both mustard greens (Brassica juncea L and kale (Ipomeareptana, (2 soil total-N or available-P balance, and (3 the relatiohships between plantspopulations and soil nutrients balance. A split plot experiment under complete block designwas applied to examine the effect of the main plot (crops type i.e. mustard green and kale andsub plot (crops population i.e 10, 15, 20,25, and 30 crops per planting container 0,12 m2 insize. The results showed that no optimal crops population density had achieved. Themaximum crops population was 30 for both mustard greens and kale. The soil total-N balancewas negative while these was positive for soil available-P balance of P and N negative. Alogarithmic relationships was calculated between soil total-N balance with mustard green,while linier patterns were significant for soil-N balance with kale and available-P balancewith both mustard greens and kale.

  16. Opname, retentie en uitscheiding van stikstof, fosfor en kalium bij edelherten = Intake, retention and excretion of nitrogen, phosphorus and potassium by red deer

    NARCIS (Netherlands)

    Jongbloed, A.W.; Hindle, V.A.

    2008-01-01

    Annual excretion rates of nitrogen, phosphorus and potassium by red deer were estimated based on an inventory among farmers. These excretion rates are lower than earlier estimates, except for N by fattening stock

  17. Concentrations of base cations, phosphorous and nitrogen in tree stumps in Sweden, Finland and Denmark; Halter av baskatjoner, fosfor och kvaeve i stubbar i Sverige, Finland och Danmark

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Hellsten, Sofie; Waengberg, Ingvar (The Swedish Environmental Research Institute Ltd., Stockholm (Sweden)); Helmisaari, Heljae-Sisko; Kaakinen, Seija; Kukkola, Mikko; Saarsalmi, Anna (Metla, Vantaa (Finland)); Melin, Ylva; Petersson, Hans (Swedish Univ. of Agriculture, Umeaa (Sweden)); Skovsgaard, Jens Peter (Forest and Landscape Denmark, Univ. of Copenhagen, Hoersholm (Denmark)); Akselsson, Cecilia (Lunds Univ., Lund (Sweden))

    2009-05-15

    Stump removal is becoming increasingly important in as demand for renewable energy is increasing. Nutrient concentrations in stumps are applied when evaluating the environmental effect of stump removal on acidification and nutrient balances in forest soil. The objectives of this study was to evaluate concentrations of nutrients in stumps in Sweden, Finland and Denmark, and to evaluate how nutrient concentrations vary with site characteristics, stand age and deposition level. Concentrations of N, P, Ca, K, Mg and Na in spruce, pine and birch stumps were assessed in eight sites across Scandinavia. The results of this study indicate that the concentration of nutrients are higher in birch stumps compared with spruce and pine. In Sweden and Finland, the nutrient concentrations were generally higher in the southern sites compared with northern sites in the country, except for P. Nutrient concentrations were significantly higher in the bark of the stump and the roots compared to the wood for all nutrients. Furthermore nutrients concentration increased significantly with decreasing root diameter. In Jaedraaas, Sweden, nutrient concentration of N, K, Mg and P in pine decreased with age of the stump harvested tree, for stumps < 65 years. This relation was not evident for other age spans or sites. Further studies are needed to provide a broader picture of how the nutrient concentrations vary with site characteristics, stand age and forestry management to get a better foundation when setting up recommendations for stump removal

  18. Reduceret fosforindhold i foder til søer

    DEFF Research Database (Denmark)

    Sørensen, Gunner; Poulsen, Hanne Damgaard

    2011-01-01

    Foderblandinger med et gennemsnitligt indhold på 5,4 gram total-fosfor pr. FEs (Forsøg) blev sammenlignet med foderblandinger med et gennemsnitligt indhold på 6,5 gram total-fosfor pr. FEs (Kontrol). Blandingerne havde et indhold af calcium på omkring 7,2 gram pr. FEs. Af­prøvningen blev gennemført......- og balanceforsøg på Danmarks JordbrugsForskning (tidligere Statens Husdyrbrugsforsøg). Der blev fundet et lidt lavere indhold af fordøjeligt fosfor end beregnet. Der var ikke effekt af at reducere indholdet af fordøjeligt fosfor i foder på de opnåede produktionsresultater i diegivningsperioden...... moderegen­skaber, reproduktion eller holdbarhed, når foderets indhold af fosfor blev reduceret til 5,4 g total-fosfor pr. FEs, svarende til et indhold - bestemt ved fordøjelighedsforsøg på Danmarks JordbrugsFor­skning, Foulum - på omkring 2,5 g ford. fosfor pr. FEs....

  19. Determination of the performance characteristics of a method for the measurement of total phosphorus in groundwater with the PE Optima 3000 XL ICP-AES

    NARCIS (Netherlands)

    Kohlmeyer U; Breugem PM; Boer JLM de; LAC

    1996-01-01

    Dit rapport behandelt de prestatiekenmerken van een methode voor de bepaling van totaal-fosfor in grondwater met behulp van ICP-AES met een axiaal plasma (Perkin-Elmer Optima 3000 XL). Met de reeds bestaande methode 'TotP' werden de volgende prestatiekenmerken vastgesteld:

  20. strong>Forureningens spor udviskes i Furesøen.strong>

    DEFF Research Database (Denmark)

    Jensen, Kaj Sand; Thorsgaard, Inge; Pedersen, Niels Lagergaard

    2007-01-01

    Furesøs udvikling er historien om et søklenodie, rigt på planter og dyr, som blev voldsomt forurenet med spildevand mellem 1900 og 1970, og som undervejs mistede mange af sine arter. Nu er tilførslerne af fosfor og kvælstof reduceret, vandet er blevet klarere, og planterne har igen bredt sig. Men...

  1. Bronnen van nutriënten in het oppervlaktewater in het beheergebied van Wetterskip Fryslân

    NARCIS (Netherlands)

    Boekel, van E.M.P.M.; Groenendijk, P.; Renaud, L.V.

    2016-01-01

    Om inzicht te krijgen in de herkomst en beïnvloedbaarheid van stikstof en fosfor in het oppervlaktewater in het beheergebied van Wetterskip Fryslân zijn met de ECHO-methodiek stofbalansen opgesteld voor een zestal polders. De beïnvloedbaarheid van bronnen is afgeleid conform de werkwijze die wordt

  2. Danskernes kostvaner

    DEFF Research Database (Denmark)

    Trolle, Ellen; Gondolf, Ulla Holmboe; Ege, Majken

    . Indholdet af mikronæringsstoffer i gennemsnitskosten var rigelig for følgende mikronæringsstoffer: Vitamin A, thiamin, folat, vitamin B12, vitamin C, calcium, magnesium samt jod. For følgende mikronæringsstoffer var kostens indhold acceptabel: riboflavin, niacin, vitamin B6, magnesium, fosfor, zink, selen...

  3. P-Requirement in modern laying hens - a literature review

    NARCIS (Netherlands)

    Lambert, W.; Lange, de L.; Krimpen, van M.M.; Klis, van der J.D.; Star, L.

    2014-01-01

    Fosfor is een belangrijke voedingsstof voor leghennen, onder andere voor botontwikkeling en eivorming, maar speelt ook een grote rol bij milieubelasting. Onderzoek naar de fosforbehoefte van leghennen is gedateerd. Daarom is een onderzoek gestart naar de fosforbehoefte van de huidige leghennen. De

  4. Bio engineering ingen hjælp for Østersøen

    DEFF Research Database (Denmark)

    Voigt, Steen

    2009-01-01

    Østersølandene skal fortsætte med at reducere deres belastning af Østersøen med næringsstofferne kvælstof og fosfor. Tekniske fix er ikke vejen frem for at løse problemerne med iltsvind og algeopblomstringer, konkluderer forskere fra bl.a. Danmarks Miljøundersøgelser, Aarhus Universitet....

  5. Validering av Evolution 220

    OpenAIRE

    Krakeli, Tor-Arne

    2013-01-01

    - Det har blitt kjøpt inn et nytt spektrofotometer (Evolution 220, Thermo Scientific) til BioLab Nofima. I den forbindelsen har det blitt utført en validering som involverer kalibreringsstandarder fra produsenten og en test på normal distribusjon (t-test) på to metoder (Total fosfor, Tryptofan). Denne valideringen fant Evolution 220 til å være et akseptabelt alternativ til det allerede benyttede spektrofotometeret (Helios Beta). På bakgrunn av noen instrumentbegrensninger må de aktuelle an...

  6. PENYELENGGARAAN MAKANAN, DAYA TERIMA MAKANAN, DAN TINGKAT ASUPAN SISWA ASRAMA KELAS UNGGULAN SMA 1 PEMALI BANGKA BELITUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Sutyawan

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objectives of this study were to assess food service management, food acceptance, and the consumption’s level of students boarding school dormitory SMA 1 Pemali Bangka Belitung. The research was conducted in May—July 2013 with a cross sectional design. Subjects were purposively chosen with the total of 71 students. As many as 51.0% of components of food service management system have already been applied consisted of planning, purchasing, storage, processing, serving, personal hygiene, and sanitation. Spearman correlation analysis showed that the preference level for taste of food was significantly associated with energy and protein sufficiency level (p<0.05. The preference level for temperature of food was significantly associated with sufficiency levels of phosphorus (p<0.05. Preference level for temperature of food was significantly associated with compliance level of energy and iron (p<0.05. The level of compliance was significantly associated with sufficiency level of energy, iron, phosphorus, and zinc (p<0.05. Energy, protein, fosfor, iron intake from dormitory was significantly negatively associated with intake from non dormitory (p<0.05.Keywords: compliance level, food service management, preference level, sufficiency levelABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui proses penyelenggaraan makanan, daya terima makanan, dan tingkat asupan siswa asrama kelas unggulan SMA 1 Pemali Bangka Belitung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2013 dengan menggunakan desain cross-sectional. Subjek diambil secara purposive dengan total 71 siswa. Sebanyak 51.0% komponen sistem penyelenggaraan makanan sudah diterapkan yang terdiri dari perencanaan, pembelian, penyimpanan, pengolahan, penyajian, higiene perorangan, dan sanitasi. Uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa tingkat kesukaan terhadap rasa makanan memiliki hubungan yang nyata dengan tingkat kecukupan energi dan protein (p<0.05. Tingkat kesukaan terhadap suhu

  7. Limon (Citrus Limon Kabuklarının Kimyasal Bileşimi ve Hayvan Yemi Olarak Değerlendirilmesi (İngilizce

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Somayeh Sadat Fakoor Janati

    2015-02-01

    Full Text Available Bu çalışmada, limon kabuklarının; bileşimindeki ham protein, fosfor, kalsiyum, bakır, manganez, demir, çinko, sodyum, potasyum ve diğer bazı kimyasal bileşenler nedeni ile yem olarak kullanılabilirliği araştırılmıştır. Limon kabuklarında bulunan protein miktarı (%9.42, yağ (%4.98, kül (%6.26, selüloz (%15.18, sodyum (755.5 mg/100g, potasyum (8600 mg/100g, kalsiyum (8452.5 mg/100g, bakır (4.94 mg/100g, demir (147.65 mg/100g, magnezyum (1429.50 mg/100g, çinko (13.94 mg/100g ve fosfor (6656 mg/100g İran ulusal hayvan yemi standardı ile karşılaştırılmıştır. Yağ, protein ve selüloz miktarlarının bu standardı karşılayabildiği görülmüştür.

  8. KARAKTERISASI SIFAT FISIKOKIMIA DAN FUNGSIONAL FRAKSI PATI UWI UNGU (DIOSCOREA ALATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lula Nadia

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTSize fractionation of yam starch granule could be achieved through dry sieving Retsch Siever with 400 and 500 mesh. Although the fractionation was not completely separate the granule size, however it could provide a significant difference in average size of the fractions. Starch granule morphology, size distribution, amylose and phosphorus contents, crystal structure, thermal properties, and rheological characteristic of the starch fraction were evaluated. In this study, based on the average value of the granule size, significant effects of fraction were obtained on phosphorus content and relative crystallinity of the starch. The size fraction differences did not give a significant impact on its gelatinization character, while in the pasta formations the effect of the fraction was found in peak and final viscosity. In the bigger size fraction, the phosphorus content increased but the relative crystallinity decreased. These differences made the large size fraction of starch granule had the advantage in paste profiling than starches and fractions against stirring, heating and cooling for its potential use in food processing as thickner.Keywords: dioscorea alata, starch, size fractionation, size distribution, viscoelastisityABSTRAKFraksinasi ukuran granula pati uwi dapat dicapai dengan menggunakan pengayakan kering Retsch Siever 400 dan 500 mesh. Meskipun metode fraksinasi ini tidak sempurna memisahkan ukuran granula, tetapi dapat memberikan perbedaan yang signifikan dari nilai rerata ukuran fraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi morfologi granula, distribusi ukuran, kandungan amilosa, kadar fosfor, struktur kristal dan kristalinitas relatif, sifat termal, serta karakteristik rheologi dari fraksi pati. Penelitian menunjukkan, berdasarkan nilai rerata ukuran granula, pengaruh signifikan dari fraksi diperoleh pada kandungan fosfor dan kristalinitas relatif pati. Perbedaan ukuran fraksi granula tidak cukup memberi pengaruh yang

  9. Atmosfærisk deposition 2012

    DEFF Research Database (Denmark)

    Ellermann, Thomas; Andersen, Helle Vibeke; Bossi, Rossana

    landområder er for år 2012 beregnet til ca. 11,5 ktons S. Svovldepositionen er faldet med ca. 75 % siden 1989. For fosfor er der ikke sket betydelige ændringer i koncentrationer og depositioner. Koncentrationer og depositioner af tungmetaller (Cr, Mn, Fe, Ni, Cu, Zn, As, Cd og Pb) i 2012 adskiller sig ikke...... væsentligt fra de seneste år. Koncentrationer og depositioner af tungmetaller er faldet til 16 – 60% af niveauet i 1990. Rapporten indeholder endvidere resultater fra måling af ozon og af våddeposition af udvalgte miljøfremmede organiske stoffer. Endelig indeholder rapporten et fokuspunkt om måling af...

  10. Chironomus plumosus' påvirkning af næringsstofflukse i restaurerede søer

    DEFF Research Database (Denmark)

    Kristensen, T. B.; Reitzel, K.; Andersen, F. Ø.

    Den interne næringsstofbelastning af en række danske søer har betydet at disse søer er forblevet i en uklar, algedomineret tilstand til trods for reduktioner i mængden af tilførte næringsstoffer. I mange tilfælde er der derfor efterfølgende lavet et eller flere restaureringsindgreb for at skabe e....... plumosus efter længere tid vil øge bindingen af fosfor.   Andersen,F.Ø.; Jørgensen,M.; Jensen, H.S. (2006). The influence of Chironomus plumosus larvae on nutrient fluxes and phosphorus fractions in aluminum treated lake sediment. Water, Air, and Soil Pollution: Focus....

  11. DEĞİŞİK ORANLARDA KALSİYUM KARBONAT KAPSAYAN TOPRAKLARDA ÇİNKOLU GÜBRELEMENİN MISIR GELİŞİMİ VE ANTİOKSİDATİF ENZİM AKTİVİTESİNE ETKİSi

    OpenAIRE

    MERKEN, Özen; AYDIN, Mehmet

    2008-01-01

    Bu çalışmada farklı kireç seviyelerdeki çinko dozlarının mısır bitkisinde besin elementi içerikleri, bazı gelişme parametreleri ve antioksidatif enzim aktiviteleri üzerine etkileri araştırılmıştır. Kireç uygulaması ile bitki boyu, yaprak sayısı, kuru madde verimi, yaprak süperoksit dismutaz aktivitesi, klorofil ve protein çinko, kalsiyum ve magnezyum içerikleri artmış , buna karşın fosfor, potasyum, demir, çinko ve bakır içerikleri düşmüştür. Çinko uygulaması ile ise bitki boyu, yaprak sayısı...

  12. Değişik oranlarda kalsiyum karbonat kapsayan topraklarda çinkolu gübrelemenin mısır gelişimi ve antioksidatif enzim aktivitesine etkisi

    OpenAIRE

    Merken, Özen; Aydın, Mehmet

    2008-01-01

    Bu çalısmada farklı kireç seviyelerdeki çinko dozlarının mısır bitkisinde besin elementi içerikleri, bazı gelisme parametreleri ve antioksidatif enzim aktiviteleri üzerine etkileri arastırılmıstır. Kireç uygulaması ile bitki boyu, yaprak sayısı, kuru madde verimi, yaprak süperoksit dismutaz aktivitesi, klorofil ve protein çinko, kalsiyum ve magnezyum içerikleri artmıs, buna karsın fosfor, potasyum, demir, çinko ve bakır içerikleri düsmüstür. Çinko uygulaması ile ise bitki boyu, ya...

  13. The Determination of Nitrogen Demand of Physalis (Physalis peruviana L.) in Yalova/Turkey

    OpenAIRE

    ALBAYRAK, Barış; SÖNMEZ, İbrahim; BIYIKLI, Mustafa

    2014-01-01

    Güvey feneri meyvesi A, B, ve C vitaminleri, demir, fosfor, potasyum ve çinko bakımından zengindir. güvey fenerinin Türkiye'de yetiştiriciliği son yıllarda artış göstermektedir. Fakat Türkiye'de güvey fenerinin besin maddesi isteği ile ilgili herhangi bir çalışma da bulunmamaktadır. Bu çalışmanın temel amacı güvey fenerinde farklı azot dozlarının verim, beslenme ve bazı kalite kriterleri üzerine etkisini belirlemektir. Bu amaçla azotun 0 kg da-1, 4 kg da-1, 8 kg da-1, 12 kg da-1, 16...

  14. HUBUNGAN ANTARA POLA KONSUMSI PANGAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OSTEOPOROSIS PADA LANSIA DI PANTI WERDHA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Avliya Quratul Marjan

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to analyze relationship between food consumption and physical activity with incidence of osteoporosis in elderly at nursing home in Bogor. The design of this study was cross sectional. Subjects were taken purposively with certain criteria and the number of subjects obtained were 37 elderly. Results showed that the adequacy level of energy and protein were normal, phosphor was in adequate category and calcium was in deficient category. There was no significant relationship between nutritional status, the adequacy level of energy, protein and phosphor with risk of osteoporosis (p>0.05. However, there was a significant relationship between the adequacy level of calcium and physical activity level with risk of osteoporosis (p<0.05. The deficit adequacy level of calcium and physical activity was a risk factor for the risk of osteoporosis.Keywords: elderly, food consumption, osteoporosis, physical activityABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi pangan dan aktivitas fisik dengan kejadian osteoporosis pada lansia di Panti Werdha Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek diambil secara purposive dengan kriteria tertentu dan jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 37 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupan energi dan protein adalah normal, fosfor pada kategori cukup dan kalsium diklasifikasikan pada kategori kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi, tingkat kecukupan energi, protein, dan fosfor dengan kejadian osteoporosis (p>0.05. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan kalsium dan aktivitas fisik dengan kejadian osteoporosis (p<0.05. Tingkat kecukupan kalsium dan tingkat aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor risiko terhadap kejadian osteoporosis.Kata kunci: aktivitas fisik, lansia, osteoporosis, pola konsumsi pangan

  15. Laktasyon Dönemi Boyunca Saanen X Kilis Keçi Sütü Bileşimindeki Değişimler (İngilizce

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuray Güzeler

    2015-02-01

    Full Text Available Laktasyon dönemindeki 220 Saanen x Kilis keçilerinden haftada bir kez olmak üzere 22 hafta boyunca süt örnekleri alınmıştır. Keçi sütü örneklerinin kimyasal bileşimleri, enerji değerleri ve mineral içerikleri belir¬lenmiştir. Analiz sonuçlarında keçi sütlerinin bileşimleri ortalama olarak; kurumadde için %12.12, yağ için %3.45, protein için %3.81, laktoz için %4.12, enerji değeri için 261.5 kj/100g, pH için 6.86, titrasyon asitliği için 6.71 SH ve özgül ağırlık için 1.031 g/cm3 olarak bulunmuştur. Aynı şekilde süt örneklerinin mineral madde içeriği; kalsiyum için 220.5 mg/100g, fosfor için 108.8 mg/100g, potasyum için 153.5 mg/100g, mag¬nezyum için 20.1 mg/100g ve sodyum için 67.5 mg/100g olarak belirlenmiştir. Yapılan istatistiksel analiz sonucu laktasyon döneminin keçi sütlerinin kurumadde, yağ, yağsız kurumadde, protein, laktoz, enerji de¬ğerleri, asitlik, pH, özgül ağırlık (P<0.01 ve sodyum (P<0.05 değerlerine etkisinin önemli, kalsiyum, fosfor, magnezyum ve potasyum değerlerine etkisinin önemli olmadığı belirlenmiştir (P>0.05.

  16. Atmosfærisk deposition

    DEFF Research Database (Denmark)

    Ellermann, T.; Hertel, O.; Kemp, K.

    Kvælstofdepositionen til danske havområder, fjorde, vige og bugte er for 2001 blevet beregnet til 118 ktons N, hvilket er ca. 20 % lavere end i 2000. Tilsvarende er depositionen til landområderne beregnet til 87 ktons N, hvilket svarer til deposition i 2000. Den primære årsag til den højere...... deposition for 1999-2001, i forhold til tidligere år, er ændringer i beregningsmetoden. Den samlede kvælstofdeposition til farvandene er faldet svagt i perioden 1989-2001. Depositionen til landoverflader skønnes ikke ændret betydeligt. Depositionen af svovlforbindelser til danske landområder er for 2001...... estimeret til ca. 20 ktons S. Baseret på store og signifikante fald i koncentrationer og våddeposition af svovl vurderes, at den samlede svovldeposition er faldet med ca. 50% siden 1989. For fosfor vurderes, at der ikke er sket betydelige ændringer i koncentrationer og depositioner. Depositioner og...

  17. Atmosfærisk deposition 2000

    DEFF Research Database (Denmark)

    Ellermann, T.; Hertel, O.; Hovmand, M. F.

    Denne rapport sammenfatter de vigtigste konklusioner fra dette års rapportering af atmosfæredelen af NOVA 2003 og opsummerer ovedresultaterne vedrørende måling og beregning af koncentrationer af atmosfæriske kvælstof-, fosfor-, svovlforbindelser og tungmetaller samt deposition til danske hav- og...... landområder for år 2000. Igen i 2000 blev koncentrationer og depositioner bestemt på basis af en kombination af målinger og modelberegninger for derved at udnytte fordelene ved de to metoder bedst muligt. Konklusioner vedrørende: - aktuelle koncentrationsniveauer ved målestationerne, - depositionen ved...... målestationerne, - sæsonvariationer og - udviklingstendenser for koncentrationer og depositioner er således hovedsageligt baseret på målingerne, som også er anvendt til vurdering af resultaterne fra modelberegningerne. Beregninger og konklusioner vedrørende: - depositioner til de enkelte farvands- og landområder...

  18. Beyaz Kum Midyesinin (Chamelea gallina L., 1758 Et Verimi ve Besin Madde İçeriği Üzerine bir Araştırma

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murtaza Ölmez

    2015-02-01

    Full Text Available Bu araştırmada, beyaz kum midyesinin (Chamelea gaHina et verimi ile etinin kuru madde, su, ham protein, ham yağ ve ham kül gibi besin maddelerinin belirlenmesi amaçlanmıştır. Beyaz kum midyesinin canlı ağırlık ortalaması 3.464±0.075 g, kabuk ağırlığı 2.307 ± 0.052 g ve yenilebilir et ağırlığı 1.157±0.029 g olarak belirlenmiş, % 66.60'ını kabuk, % 33.40'ını yenilebilir etin oluşturduğu saptanmıştır. Kimyasal analiz sonuçlarına göre;beyaz kum midyesinin etinde ortalama su oranı % 85.76, kuru madde % 14.24, ham protein % 8.49, ham yağ % 0.54, ham kül % 2.27, kalsiyum % 0.27 ve fosfor % 0.13 olarak tespit edilmiştir.

  19. Mavi Yengecin (Callinectes Sapidus Rathbun 1896 Et Verimi ve Besin Madde İçeriği Üzerine bir Araştırma

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan H. Atar

    2015-02-01

    Full Text Available Bu araştırmada, mavi yengecin (Callinectes sapiduset verimi ile etinin kuru madde, su, ham protein, ham yağ ve ham kül gibi besin maddelerinin belirlenmesi amaçlanmıştır. Mavi yengecin canlı ağırlık ortalaması 128.044±10.71 g, ortalama toplam et miktarı 24.365±2.25 g ve toplam et verimi % 23.060 olarak saptanmıştır. Besin maddeleri ile ilgili analiz sonuçlarına göre; mavi yengecin etinde ortalama su, kuru madde, ham protein, ham yağ, ham kül, kalsiyum ve fosfor oranları kıskaçta sırasıyla %77.40, % 22.60, %17.60, % 0.22, % 3.20, %0.20, %0.18 ve abdomende sırasıyla %77.80, %22.20, %17.50, %2.40, %0.37, %0.09, % 0.04 olarak tespit edilmiştir.

  20. Nar Suyunun Kimyasal Bileşimi ve Tanı Değerleri (İngilizce

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aziz Ekşi

    2015-02-01

    Full Text Available Tanı değerlerinin belirlenmesine katkıda bulunmak için, 23 konsantreden nar suyu örneğinin kimyasal bileşimi araştırıldı. Örnekler, 2006 yılında 6 farklı üretici firmadan sağlandı. Bulgulara göre; 14° briksteki nar suyunda titrasyon asitliği 8.3-17.4 g/L (susuz sitrik asit olarak, sitrik asit 6.6-13.6 g/L, L-malik asit 0.5-0.9 g/L, D-izositrik asit 3.9-86 mg/L, glukoz 45.8- 65.6 g/L, früktoz 48.4- 69.9 g/L, potasyum 2093-2517 mg/L, fosfor 93-151 mg/L, kalsiyum 11-149 mg/L, magnezyum 21-104 mg/L ve sodyum 20-128 mg/L arasında değişmektedir.

  1. Wpływ czasu napowietrzania na pracę reaktora SBR i SBBR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Małgorzata Makowska

    2016-06-01

    Full Text Available W pracy przedstawiono efekty oczyszczania małych ilości ścieków w bioreaktorach porcjowych. Przebadano dwa równolegle pracujące reaktory, z czego jeden był klasycznym systemem SBR, a drugi to reaktor SBBR ze złożem ruchomym. Obydwa ciągi technologiczne oczyszczały taką samą ilość ścieków bytowych wstępnie podczyszczonych w piaskowniku. Trzy kolejne serie badań różniły się długością napowietrzania. Porównano pracę reaktorów w kolejnych seriach oraz analizowano wyniki uzyskane w obu systemach. Największą skuteczność usuwania związków węgla organicznego (jako ChZT i azotu (jako N-NH4 uzyskano w reaktorze SBBR w trzeciej serii badań (średnio odpowiednio 90 i 62%. Reaktor SBBR pracował bardziej stabilnie oraz usuwał na drodze biologicznej fosfor z największą średnią skutecznością 83% w serii trzeciej. Ścieki oczyszczone w tym reaktorze charakteryzowały się mniejszym stężeniem zawiesiny, co świadczy o skuteczniejszej pracy reaktora z wypełnieniem w fazie sedymentacji.

  2. Kurutulmuş Sebzelerin Besin Değerleri Üzerine Bir Araştırma (İngilizce

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Necla Çağlarırmak

    2015-02-01

    Full Text Available Beslenme hayat için elzem olan olgudur. Gıda prosesleri kurutma gibi çeşitli gıda işlemleri bazında geliştirilmektedir. Araştırmada kurutulmuş patlıcan, pırasa, karnabahar ve brokolinin besin değerleri mevsim ya da hava koşullarına bağlı olarak güneşte veya serada kurutulduktan sonra belirlenmiştir. Kurutulmuş patlıcanının araştırılan başlıca besin ögeleri ; tiamin (B1, riboflavin (B2, retinol (A, pridoksin (B6, askorbik asit (C, folik asit, magnezyum (Mg, potasyum (K, sodyum (Na, fosfor (P, Çinko (Zn, Demir (Fe ve Bakır (Cu'dır. Çalışmada kurutulmuş pırasa, karnabahar ve brokolide aynı bileşenler P ve Cu hariç ancak niacin ve Ca dahil olmak üzere saptanmıştır. Kurutma işleminin koşulları ısı, hava oksijeni ve gün ışığı gibi çeşitli fiziksel faktörlere maruz kalmaktadır. Araştırılan sebzelerin kuru maddelerindeki artış, kuru madde bazında besin öğelerinin konsantre olmasına neden olmaktadır. Çalışılan kurutulmuş sebzeler genellikle besin bileşenlerini koruduklarından beslenme düzeyine katkıda bulunmaları gerektir.

  3. Application of Ozonation to Intensify Nitrification and Denitrification Processes/ Využití Ozonizace K Intenzifikaci Nitrifikačních A Denitrifikačních Procesů

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Drozdová Martina

    2014-10-01

    Full Text Available Dusík a fosfor patří mezi nejdůležitější makrobiogenní prvky, které jsou nezbytné pro rozvoj mikroorganismů. Významným zdrojem organických i anorganických sloučenin dusíku ve vodách jsou splaškové odpadní vody a průmyslové odpadní vody z výroby dusíkatých látek. V povrchové vodě se většina amoniaku nachází ve formě amonných kationtů, NH4+. Tohoto poznatku lze využít v procesu čištění odpadních vod. Článek je zaměřen na možné využití procesu ozonizace při úpravě a čištění vod znečištěných nadměrným množstvím organických látek obsahujících zejména dusík dusíkatých látek a jeho následné aplikaci v kombinaci s jinými oxidačními procesy (AOP.

  4. TINGKAT KESUBURAN PERAIRAN WADUK KEDUNG OMBO DI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nurul Aida

    2016-03-01

    Full Text Available Waduk Kedung Ombo merupakan waduk serbaguna dimanfaatkan sebagai irigasi persawahan, pembangkit tenaga listrik, sumber air minum, pariwisata, perikanan budidaya dan perikanan tangkap. Limbah aktivitas manusia tersebut akan mempengaruhi tingkat kesuburan perairan dan komunitas biota didalamnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan di waduk Kedung Ombo di lakukan dengan metode surve dari bulan Februari hingga Desember 2010. Contoh air untuk pengamatan parameter kesuburan yaitu suhu, kecerahan, oksigen, nitrogen total, fosfor total dan klorofil a diambil dari enam stasiun pada tiga kedalaman yaitu permukaan (0 m, 3 m, 5 m dan, dasar perairan. Tingkat kesuburan perairan ditentukan dengan pendekatan   trophical index (trix. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan waduk Kedung Ombo secara umum termasuk perairan eutrofik dengan nilai rata-rata yaitu: ’trix’ 5,5; kecerahan perairan 91 cm,  klorofil 18.37 µg/l, total N=0,37 ppm; dan total P =  0,046 ppm.   Kedung Ombo reservoir is a multipurpose reservoir used as irrigation, hydrolic power, sources of drinking water, tourism, fisheries.  The trophic status of the reservoir can be affected by wastes from agricultural, human settlement  and floating net cages fish culture. Inventory field survey in order to know the trophic state of Kedung Ombo reservoir was conducted from February to December 2010..  Water samples used to measure the trophic state such as water temperature, dissolved oxygen, total nitrogen, total phosphorus and chlorophyll a, were collected from 5 sampling sites at three depth; water surface (0 m, 3 m, 5 m and closed to surface sediment. The trophic state of Kedung Ombo Reservoir was estimated with Trix index. The results revealed that Kedung Ombo Reservoir was classified as eutrophic waters with trophic index (Trix index,transparency, chlorophyll a, total nitrogen and total phosphorus mean values were  5.5, 91 Cm,  18.37µg

  5. KONSUMSI PANGAN DAN GIZI SERTA SKOR POLA PANGAN HARAPAN (PPH PADA ANAK USIA SEKOLAH 7—12 TAHUN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karina Indah Pertiwi

    2014-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThis study was aimed to assess food consumption, nutrient intake, Nutritional Dietary Quality (NDQ, Desirable Dietary Pattern (DDP score, and correlation between DDP score and NDQ in school-age children 7—12 years old. The study was conducted by analyzing food consumption data of Basic Health Research 2010 collected through a 24-hour recall method. Subject obtained was 23,981 children. The results showed that most school-age children consume cereals (99.5% and a few consume oily seeds (1.9%. Most school-age children (more than 50.0% were deficit of energy, fat, carbohydrate, water, vitamin A, vitamin B1, vitamin B9, vitamin C, calcium, phosphor, and zinc. The mean of DDP score was 64.8±14.7. The mean of NDQ was 55.4±15.6. Statistical test results showed medium strong correlation between DDP score and NDQ (r=0.6.Keywords: desirable dietary pattern, food consumption, nutrient intake, school-age childrenABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menilai konsumsi pangan, asupan gizi, mutu gizi konsumsi pangan (MGP, skor pola pangan harapan (PPH, dan korelasi antara skor PPH dan MGP pada anak usia sekolah 7—12 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data konsumsi pangan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2010 yang dikumpulkan melalui metode recall 24 jam. Subjek yang didapatkan yaitu 23 981 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia sekolah mengonsumsi padi-padian (99.5% dan sebagian kecil mengonsumsi buah/biji berminyak (1.9%. Sebagian besar anak usia sekolah (lebih dari 50.0% mengalami defisit energi, lemak, karbohidrat, air, vitamin A, vitamin B1, vitamin B9, vitamin C, kalsium, fosfor, dan zink. Rata-rata skor PPH anak usia sekolah yaitu 64.8±14.7. Rata-rata MGP anak usia sekolah yaitu 55.4±15.6. Hasil uji statistik menunjukkan korelasi yang cukup kuat antara skor PPH dan MGP (r=0.6.Kata kunci: anak usia sekolah, asupan gizi, konsumsi pangan, pola pangan harapan

  6. FORMULASI PRODUK SUSU FERMENTASI KERING DENGAN PENAMBAHAN BAKTERI PROBIOTIK Lactobacillus casei DAN Bifidobacterium longum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dida Hani Rahman

    2012-11-01

    (Streptococcus lactis; 0.25%, Lactobacillus bulgaricus: 0.125%, dan Streptococcus thermophilus; 0.125%. Tingkat kekerasan tertinggi yaitu pada produk A2 dan tingkat kelembutan produk tertinggi pada produk A1. Analisis proksimat menunjukkan bahwa susu fermentasi kering memiliki kadar protein, kalsium, dan fosfor yang tinggi. Uji mikrobiologi menunjukkan bahwa jumlah bakteri asam laktat (BAL pada susu fermentasi kering memenuhi syarat berdasarkan CODEX: 243 (2003. Analisis statistik menggunakan ANOVA pada uji mutu hedonik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh (pKata kunci: susu fermentasi kering, pangan fungsional, probiotik, bakteri asam laktat (BAL

  7. Pomegranate juice (Punica granatum as an ideal mouthrinse for fixed orthodontic patients

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryono Utomo

    2012-12-01

    pada pasien ortodonti, yaitu sebagai antioksidan dan anti radang. Selain itu juga mengandung fluor dan fosfor yang bersifat kariostatik. Penelitian terdahulu pada pasien ortodonti cekat menunjukkan penurunan plak gigi yang lebih banyak dibanding dengan klorheksidin. Akan tetapi, apakah juga menyebabkan dampak merugikan yaitu mengurangi reaksi keradangan yang juga penting bagi pergerakan ortodonti masih belum jelas. Tujuan: Membahas dampak menguntungkan maupun merugikan jus buah delima pada perawatan ortodonti. Tinjauan pustaka: Buah delima merupakan antimikroba, ekstrak dari kulit yang mengandung metanol adalah paling kuat diikuti jus biji delima. Akan tetapi, jus biji lebih enak rasanya, mudah dibuat dan merupakan antimikroba ringan sehingga menguntungkan untuk pemakaian jangka panjang. Jaringan periodontal yang sehat diperlukan untuk pergerakan ortodonti karena dapat mengurangi resorpsi tulang. Kesimpulan: Berdasarkan dampak menguntungkan dan keamanan jus buah delima bila digunakan tiap hari, bahan ini dapat diusulkan sebagai obat kumur jangka panjang yang ideal untuk pasien ortodonti cekat. Walaupun begitu, penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk verifikasi konsep ini.

  8. Tarla Tarımı Yapılan Toprakların Meyve Yetiştiriciliğine Uygunluğunun Araştırılması: Yeşilsırt Köyü Örneği

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Korkmaz BELLİTÜRK

    2014-09-01

    Full Text Available Yeşilsırt, Tekirdağ ilinin Muratlı ilçesine bağlı bir köydür. Ekonomisi tarım ve hayvancılığa dayanan köyde daha çok buğday ve ayçiçeği ekiminde kullanılan tarım arazilerinde meyvecilik, ilçe merkezinde olduğu gibi çok küçük bir paya sahiptir. İklim özellikleri bakımından meyve yetiştiriciliğine uygun olan ve sulama suyu sıkıntısı olmayan bu bölgenin buğday ve ayçiçeği ekimi yapılan tarım alanlarından alınan 26 adet toprak örneğinin fiziksel ve kimyasal özellikleri değerlendirilerek, bu toprakların meyveciliğe uygun olup olmadığı sorgulanmıştır. Analiz sonuçlarına göre, toprakların pH değerleri elma, armut, erik ve kiraz yetiştirilmesi için uygundur. Fosfor, demir ve bakır bakımından iyi durumda olan topraklarda azot eksikliği mevcuttur. Toprakların yarısından fazlasında potasyum, mangan ve çinko eksikliği olduğu tespit edilmiş olup organik içerikli gübrelerle eksiklik giderilebilir. Toprakların tüm fiziksel ve kimyasal özellikleri dikkate alındığında, Yeşilsırt köyü topraklarının elma, armut, erik ve kiraz yetiştiriciliğine uygun olduğu saptanmıştır

  9. PENDUGAAN NUTRIENT BUDGET TAMBAK INTENSIF UDANG, Litopenaeus vannamei

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmansyah Rachmansyah

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nutrient budget tambak intensif udang Litopenaeus vannamei sebagai acuan alokasi input produksi pada tingkat kapasitas asimilasi lingkungan perairan. Pendugaan nutrient budget tambak udang intensif menggunakan pendekatan mass balance, dihitung berdasarkan input nutrien nitrogen - N dan fosfor – P yang berasal dari pakan, benih, pupuk, media probiotik, inflow, dan output nutrien yang ada pada produksi udang, outflow, dan endapan lumpur di dasar tambak. Sampel air, tanah, sedimen, plankton diambil sebelum penebaran dan setiap dua minggu selama pemeliharaan dari tiga petak tambak, masing-masing 5 titik sampel per petak tambak contoh. Analisis nitrogen dan fosfor dilakukan untuk sampel pakan, karkas udang awal dan akhir. Data managemen budi daya meliputi padat penebaran benur 50 ekor m-2, produksi 1.188—1.489 kg/0,25 ha, dan FCR 1,69—2,14; maka total input nutrien tambak udang Litopenaeus vannamei antara 171,9155—179,3778 (176 ± 3,9586 kgN dan 95,2533—99,4180(97,8340 ± 2,3348 kg P. Pakan mendominasi input N sebesar 61,96% ± 0,66%; disusul inflow 30,93% ± 0,70%; pupuk 6,52% ± 0,15%, serta media probiotik dan benur masing-masing <1%. Pola yang sama terjadi pada input phosphorous dengan komposisi 87,75% ± 0,24% dari pakan; 7,73% ± 0,19% pupuk; 4,05% ± 0,25% inflow dan media probiotik < 1%. Total output nitrogen tambak udang vannamei antara 107,1279-110,1438 (108,4957 ± 1,5274 kg N dan 51,6362—63,6576 (56,1292 ± 6,5604 kg P. Komposisi output nitrogen adalah outflow sebanyak 29,82% ± 3,20%; kemudian udang yang dipanen 21,32% ± 1,33%, lumpur atau sludge 10,40% ± 0,81%. Sedangkan komposisi output phosphorous didominasi oleh lumpur 39,03% ± 6,59%; kemudian udang yang dipanen 15,22% ± 0,85% dan outflow 3,09% ± 0,26%. Efisiensi pakan dan air melalui managemen budi daya yang benar menjadi peubah dominan penentu beban limbah tambak udang. This research was aimed to find out nutrient budget

  10. Cercetări privind valorificarea ca îngrăşământ a deşeurilor din industria vinicolă şi cea de producere a alcoolului etilic

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vasile PLĂMĂDEALĂ

    2016-06-01

    Full Text Available The article presents the results of field testing of three waste types: wine yeast, vinasse and grain mash derived from grape processing and ethyl alcohol production. The results proved that the administration of two doses of wine yeast (13 and 26 t/ha, of vinasse (300 and 600 m3 /ha and of grain mash (50 and 100 m3 /ha contributed to the significant increase of the organic matter content, mobile phosphorus and changeable potassium in the arable soil layer. The use of wine yeast annually ensured a significant increase of grape yields by 1.2 – 2.2 t/ha or by 12 – 22 % more than those obtained from the unfertilized control variant, where only 10.2 t/ha were harvested. The vinasse had a significant impact on the grapevines productivity as well. The grape harvest constituted on average 0.9 – 1.0 t/ha or by 9 – 10 % more than in the control variant. The grain mash contributed to obtain an average increase of the yield of 993-1292 kg/ha of grain units or by 45 -58 % more compared to the unfertilized variant. Rezumat. În articol sunt prezentate rezultatele testării în câmp a 3 deşeuri: drojdii de vin, vinasă şi borhot de cereale, provenite de la prelucrarea strugurilor şi producerea alcoolului etilic. Rezultatele au demonstrat că administrarea, în două doze, a drojdiilor de vin (13 şi 26 t/ha, a vinasei (300 şi 600 m3 /ha şi a borhotului de cereale (50 şi 100 m3 /ha a favorizat majorarea semnificativă a conţinutului de materie organică, fosfor mobil şi potasiu schimbabil în stratul arabil de sol. Aplicarea drojdiilor de vin anual a asigurat un spor semnificativ de struguri de 1,2-2,2 t/ha sau cu 12-22% mai mult decât la martorul nefertilizat, unde s-a recoltat 10,2 t/ha. Acţiune semnificativă asupra productivităţii plantelor viţei-de-vie a avut-o şi vinasa. Sporul de recoltă în medie a constituit 0,9-1,0 t/ha sau cu 9-10 % mai mult decât la martor. Borhotul de cereale a contribuit la obţinerea unor sporuri medii

  11. FORMULASI, KANDUNGAN GIZI, DAN DAYA TERIMA KUE-KUE TRADISIONAL MAKASSAR BERBASIS TEPUNG PUPAE–MULBERRY (PURY SEBAGAI MAKANAN BERGIZI MASA DEPAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Clara Meliyanti Kusharto

    2016-04-01

    tradisional menghasilkan tiga jenis produk yaitu bolu-sponge Rampary, Deppatori-Pury, dan Pury-Stick. Berdasarkan hasil uji organoleptik, satu produk perlu dikembangkan lebih lanjut yaitu Deppatori yang memiliki tingkat kesukaan terendah. Formulasi Deppatori-Pury dilakukan dengan mencampurkan bahan dasar yang terdiri atas tepung beras, tepung ketan, tepung pury, gula merah, wijen, dan air. Formula Deppatori-Pury terdiri atas F1 (tepung pury 5%, F2 (tepung pury 10%, dan F3 (tepung pury 15%. Pada uji hedonik, panelis lebih menyukai F2 yakni formula dengan penambahan tepung pury sebesar 10%, karena penambahan tepung pury yang semakin banyak akan membuat tekstur semakin keras. Hasil uji mutu hedonik juga menunjukkan bahwa F2 memiliki karakteristik warna cokelat kekuningan, rasa dan aroma yang netral, serta tekstur yang padat agak keras. Kudapan Deppatori-Pury 10% per 100 g mengandung kadar air 7,92 g, abu 1,19 g, protein 5,80 g, lemak 25,99 g, karbohidrat 67,02 g, energi 484 kkal, kalsium 74,14 mg, besi 1,96 mg, fosfor 97,23 mg. Hasil uji mikrobiologis 390 cfu/g. Kontribusi protein Deppatori-Pury 10% dengan takaran saji 100 g terhadap AKG untuk kelompok lansia sebesar 9,4-10,4%, sehingga untuk mencapai kadar protein 20% dari AKG dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak dua kali takaran saji sebagai makanan masa depan.Kata kunci: daya terima, deppatori-pury, kue makassar, tepung pury

  12. GEOSCOPE Observatory Recent Developments

    Science.gov (United States)

    Leroy, N.; Pardo, C.; Bonaime, S.; Stutzmann, E.; Maggi, A.

    2010-12-01

    from 23 stations to GEOSCOPE Data Center are available automatically using the seedlink protocol developed by GEOFON (GFZ, Germany). Seedlink also enables to make these data accessible in real time to Tsunami Warning Centers and to other data centers. - Validated continuous waveforms and metadata of all stations are available by using the NetDC system (Networked Data Centers) and Data Handler Interface (DHI, IRIS-DMC) via DHI Clients. Data can be requested from GEOSCOPE Data Center and from other networked centers associated to the FDSN. - A selection of seismograms corresponding to large earthquakes through the GEOSCOPE web portal. - The power spectrum estimates of the seismic noise averaged over sequences of 24 hours for each station. The noise level of the last 10 years of continuous data has been computed and is accessible via the web. The noise level of real time data is computed at day-8. GEOSCOPE data center is networked to the French virtual data center, FOSFORE/RESIF, in order to give a unique access to French seismological data. In Europe, EIDA (European Integrated Data Archive) is operational since June 2009. GEOSCOPE/IPGP is one of the four primary nodes archiving and distributing data inside EIDA. All GEOSCOPE data are available via the European Seismic Portal (http://www.seismicportal.eu).

  13. Türk Çaylarının Nesnel Kalite Parametrelerine Göre Değerlendirilmesi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Huriye Wetherilt

    2015-02-01

    Full Text Available Bu çalışmada 12 farklı Türk çayı ile Hindistan, Seylan ve Rus çaylarında önemli kalite parametreleri (theaflavin, thearubigin, renk, parlaklık, azot, kafein, protein, nem, kül, suda çözünmeyen kül, asitte çözünmeyen kül, selüloz, karoten, fosfor, kalsiyum, potasyum, bakır, çinko, mangan, magnezyum, demir ve alüminyum düzeyleri nesnel kalite kontrol yöntemleri ile incelenmiştir. Türk çayları, bu parametreler için literatürde verilen sınırlara göre, kendi aralarında ve yabancı çaylarla karşılaştırılmıştır. Yukarıda verilen tüm kalite parametreleri göz önüne alındığında, bu araştırma kapsamında incelenen Türk çayları arasında en iyisinin ihraç için paketlenen Yeni Ekstre çayı olduğu belirlenmiştir. Bunu ikinci sırada ihraç için paketlenen Rize Turist çayı izlemiştir. Karton kutuda paketlenen ihraç Kamelya ve okula harman çayları kalite açısından sırasıyla üçüncü ve dördüncü en iyi Türk çayları olarak nitelendirilmiştir. Tüm örnekler arasında Hindistan Assam çayının, incelenen parametrelerin büyük çoğunluğuna göre en kalite çay olduğu saptanmıştır. Araştırma bulgularının ışığı altında, Türk çaylarının kalitelerinin iyileştirilmesi ve yabancı piyasada diğer çaylarla rekabet edebilmesi için hasat, işleme ve depolama sürecinde alınabilecek bazı önlemler için öneriler sunulmuştur.

  14. PEUBAH KUALITAS AIR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM KECAMATAN ANGKONA KABUPATEN LUWU TIMUR PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Mustafa

    2009-04-01

    Full Text Available Rumput laut (Gracilaria verrucosa telah dibudidayakan di tambak tanah sulfat masam dengan kualitas dan kuantitas produksi yang relatif tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peubah kualitas air yang mempengaruhi laju pertumbuhan rumput laut di tambak tanah sulfat masam Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. Pemeliharaan rumput laut dilakukan di 30 petak tambak  terpilih selama 6 minggu. Bibit rumput laut dengan bobot 100 g basah ditebar dalam hapa berukuran 1,0 m x 1,0 m x 1,2 m. Peubah tidak bebas yang diamati adalah laju pertumbuhan relatif, sedangkan peubah bebas adalah peubah kualitas air yang meliputi: intensitas cahaya, salinitas, suhu, pH, karbondioksida, nitrat, amonium, fosfat, dan besi. Analisis regresi berganda digunakan untuk menentukan peubah bebas yang dapat digunakan untuk memprediksi peubah tidak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan relatif rumput laut di tambak tanah sulfat masam berkisar antara 1,52% dan 3,63%/hari dengan rata-rata 2,88% ± 0,56%/hari. Di antara 9 peubah kualitas air yang diamati ternyata hanya 5 peubah kualitas air yaitu: nitrat, salinitas, amonium, besi, dan fosfat yang mempengaruhi pertumbuhan rumput laut secara nyata. Untuk meningkatkan pertumbuhan rumput laut di tambak tanah sulfat masam Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur dapat dilakukan dengan pemberian pupuk yang mengandung nitrogen untuk meningkatkan kandungan amonium dan nitrat serta pemberian pupuk yang mengandung fosfor untuk meningkatkan kandungan fosfat sampai pada nilai tertentu, melakukan remediasi untuk menurunkan kandungan besi serta memelihara rumput laut pada salinitas air yang lebih tinggi, tetapi tidak melebihi 30 ppt. Seaweed (Gracilaria verrucosa has been cultivated in acid sulfate soil-affected ponds with relatively high quality and quantity of seaweed production. A research has been conducted to study water quality variables that influence the

  15. Pengaruh Lama Perendaman dan Jenis Minuman Beralkohol Bir dan Tuak terhadap Kekerasan Email Gigi Manusia (In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Malida Magista

    2014-06-01

    Full Text Available Erosi gigi merupakan hilangnya lapisan email gigi karena asam. Jenis asam, pH rendah, serta kandungan kalsium, fosfat, dan fluoride pada bir dan tuak diduga merupakan faktor kimiawi penyebab erosi gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan jenis minuman beralkohol bir dan tuak terhadap kekerasan email gigi manusia (in vitro. Penelitian ini menggunakan 14 sampel gigi premolar pertama atas. Setiap gigi dibagi menjadi 2 bagian, bukal dan palatal. kemudian dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan, yaitu kelompok (A1 perendaman dalam bir (ringan; (A2 kelompok perendaman dalam bir sedang; kelompok (A3 perendaman dalam bir berat, kelompok (B1: perendaman dalam tuak ringan, (B2: perendaman dalam tuak sedang, (B3: perendaman dalam tuak berat dan kelompok kontrol (C. Uji kekerasan email gigi dilakukan menggunakan Micro Vickers Hardness Tester. Pengujian kekerasan awal email gigi dilakukan sebelum perendaman gigi. Perendaman gigi premolar pertama atas pada bir dan tuak dilakukan selama 10 detik, 50 detik, dan 250 detik perhari dengan penyimpanan subjek penelitian pada saliva buatan. Uji kekerasan akhir email gigi dilakukan setelah perlakuan selama 30 hari. Nilai perubahan kekerasan email gigi merupakan selisih nilai kekerasan akhir dan nilai kekerasan awal email gigi. Sebagai tambahan data, pada bir dan tuak juga diukur kandungan pH, kalsium, dan fosfor. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA dua jalur dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil analisis ANAVA dua jalur menujukkan bahwa jenis minuman dan lama perendaman berpengaruh bermakna terhadap kekerasan email gigi (p<0,05. Hasil uji LSD menunjukkan adanya perbedaan rerata yang signifikan (p<0,05 antar kelompok uji bir dan tuak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh jenis minuman beralkohol bir dan tuak dan lama perendaman terhadap kekerasan email gigi manusia (in vitro. The Effect Of Contact Time And Alcohol Beverages Beer And Tuak On Human Dental Enamel Hardness (In

  16. Szilard-Chalmers Processes in Ammonium Dihydrogen Phosphate as Studied by Electrophoresis and Electron Spin Resonance Techniques; Processus Szilard-Chalmers dans le Phosphate d'Ammonium Biacide Etudies par ELectro- Phorese et Resonance de Spin Electronique; 0418 0417 0423 0427 0414 ; Procesos Szilard-Chalmers en el Fosfato Monoamonico Estudiados por Electroforesis y Resonancia del Spin Electronico

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Fenger, J.; Nielsen, S. O. [Danish AEC Research Establishment, Riso (Denmark)

    1965-04-15

    identificar y caracterizar estos defectos por determinacion de la resonancia del spin electronico y exponen los resultados de un estudio por electroforesis y por resonancia del spin electronico efectuado con monocristales de fosiato monoamonico, despues de irradiarlos con neutrones en una columna termica a temperaturas comprendidas entre -196 Degree-Sign C y 40 Degree-Sign C. Se han registrado los espectros de resonancia del spin electronico en monocristales de ND{sub 4}D{sub 2}PO{sub 4} irradiados. Se han observado cuatro sistemas de lineas. Tres de ellos, que constituyen la parte exterior del espectro, se reducen a dobletes en ciertas orientaciones del cristal, lo que indica un acoplamiento hiperfino del {sup 31}P. No se han hallado indicios de acoplamiento del {sup 32}P. La parte central del espectro puede tambien producirse por irradiacion gamma pura. Se ha comprobado que uno de los sistemas de lfneas de la parte exterior del espectro proviene de los atomos calientes de retroceso resultantes del proceso {sup 14}N(n, p) {sup 14}C, y se ha atribuido a radicales fosfito que se hallan orientados de ocho maneras distintas en la red cristalina. Se exponen brevemente los resultados de la regeneracion por recocido termico y por irradiacion, estudiada por electroforesis. El resultado mas notable es que el ND{sub 4}D{sub 2}PO{sub 4} y el NH{sub 4}H{sub 2}PO{sub 4}, sometidos a irradiacion neutronica a 4 Degree-Sign C, -78 Degree-Sign C y -196 Degree-Sign C, difieren en su retencion, que para las tres temperaturas mencionadas es aproximadamente 50% mayor en compuesto deuterado. (author) [Russian] Neposredstvenno o defektah, obrazujushhihsja v kristallicheskih fosfatah za schet gorjachih atomov otdachi v rezul'tate jadernoj reakcii fosfor-31 (n, {gamma}) fosfor -32, imeetsja malo informacii, hotja imeetsja podrobnaja informacija o sostojanii fosfora-32 posle rastvorenija kristallov, obluchennyh nejtronami. Predprinimaja popytku ustanovit' i dat' harakteristiku jetim defektam s

  17. ECOFERM. The closed-cycle farm; ECOFERM. De kringloopboerderij

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Van Liere, J. [Van Liere Management, Utrecht (Netherlands); Boosten, G. [Stichting DOTank, Bussum (Netherlands); Van Dijk, L. [Sustec Consulting Contracting, Wageningen (Netherlands); Hemke, G. [Hemke Nutriconsult, Best (Netherlands); Verschoor, A. [Ingrepro, Borculo (Netherlands); Van Kasteren, J. (ed.)

    2011-06-15

    , ammoniak, waterdamp, CO2 en restwarmte) worden gebruikt voor de productie van algen, biogas, elektriciteit en schoon water. Het begint met het dagelijks en gescheiden afvoeren van de mest uit de stal. Hierdoor komen minder ammoniak en andere schadelijke stoffen vrij, met een veel aangenamer stalklimaat voor de dieren en de boer als gevolg. De door de dieren geproduceerde CO2 , waterdamp en lichaamswarmte worden samen met de ammoniak in de stallucht door een reactor gevoerd en benut voor de algenkweek. De afgevoerde, deels ontwaterde mest gaat naar een centrale vergister voor de productie van biogas en elektriciteit in een WKK. De dunne mestfractie en het verder geraffineerde digestaat leveren de mineralen (vooral stikstof en fosfor) voor de algenkweek. De voorkweek van de algen vindt plaats in een gesloten bioreactor; de verdere uitgroei in een open vijver (hybride teelt). De algen dienen als gedeeltelijke vervanging van sojaschroot en visolie in het voer, maar kunnen ook worden gebruikt als bron voor medicijnen of voedingssupplementen. De gezondheidsbevorderende stoffen (zoals de omega-3-vetzuren) in de algen en het gezondere stalklimaat verbeteren de algehele conditie en het welzijn van de dieren. Daardoor zijn minder antibiotica nodig. Het concept ECOFERM betekent op essentiële punten een breuk met de huidige varkenshouderij. Het leidt tot een beter welzijn en gezondheid van de dieren, en tot vermindering van antibioticagebruik, tot vervanging van soja en visolie en tot het tegengaan van schadelijke emissies door het sluiten van kringlopen.

  18. Monitoring of Fresh Waters Used for Dispersal of Radioactive Wastes; Controle des Eaux Fluviales Utilisees pour la Dispersion des Dechets Radioactifs; 0418 0417 041c 0414 ; Monitoraje de las Aguas Dulces Utilizadas para la Dispersion de Desechos Radiactivos

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Ophel, I. L. [Environmental Research and Radiation Dosimetry Branch, Division of Biology and Health Physics, Atomic Energy of Canada Limited, Chalk River, ON (Canada)

    1960-07-01

    otnoshenijah jeta reka predstavljaet ozero. Jeffljujent razbavljaetsja bol'shimi ob{sup e}mami nizkoaktivnoj vody, ispol'zovannoj dlja ohlazhdenija, i postupaet v reku pri koncentracii radionuklidov, ne prevyshajushhih predel'no dopustimoj koncentracii dlja rabochih. Obshhaja koncentracija beta- i gamma-radionuklidov vverh po techeniju ot zavoda sostavljaet 2 x 10{sup -8} millikjuri/millilitr i 1,6 kilometra vniz po techeniju ot zavoda ravna 3 x 10{sup -8} millikjuri/millilitr. Vzjatie prob so dna reki pokazyvaet, chto radioaktivnost' ponizhaetsja v techenie celogo rjada let nesmotrja na postojannoe dobavlenie aktivnosti, osazhdajushhejsja na kolloidal'nom kremnii, vydeljajushhemsja iz vody. Iz rechnyh organizmov chelovekom upotrebljaetsja v pishhu tol'ko krupnaja ryba. Sledy stroncija-90 byli sluchajno obnaruzheny v kostjah, no ne v mjase. Maksimal'noe soderzhanie 10{sup -3} millikjuri R{sup 32}/g obshhego vesa bylo obnaruzheno v nebol'shih okunjah. Hotja fosfor-32 sostavljaet tol'ko 0,04% obshhej radioaktivnosti jeffljuenta, on predstavljaet 75-95% vseh radionuklidov obnaruzhennyh v bol'shinstve vzjatyh na issledovanie ryb. (author)

  19. Use of radioisotopes in the systematic analysis of impurities in metals of very high purity; Application des radioisotopes a l'analyse systematique des impuretes dans les metaux de tres haute purete; Primenenie radioizotopov v sistematicheskom analize primesej v vysokochistykh metallakh; Aplicacion de los radioelementos al analisis sistematico de las impurezas en los metales muy puros

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Albert, Philippe; Gaittet, Jean [Centre d' Etudes de Chimie Metallurgique (C.N.R.S.), Vitry (France)

    1962-01-15

    insistiran especialmente en los resultados y en las consecuencias de los analisis por ellos realizados. (author) [Russian] tsentratsiya primesej dostigaet poryadka 10{sup -6} - 10{sup -8}. EHti metally izgotovlyayutsya v nebol'shikh kolichestvakh, i ochen' vazhno umet' tochno opredelyat' kolichestvennym analizom ochen' bol'shoe chislo ehlementov v odnoj probe. Sistematicheskij analiz alyuminiya i zheleza pri pomoshchi nejtronnogo oblucheniya pozvolil nam proizvesti kolichestvennyj analiz 45 ehlementov v odnoj probe poryadka odnogo gramma. EHtot analiz bol'shogo chisla primesej stal vozmozhnym lish' blagodarya kaskadnomu razdeleniyu poluchivshikhsya vo vremya oblucheniya radioizotopov na bolee chem 40 analiticheskikh fraktsij. Zatem bol'shinstvo radioizotopov izoliruetsya v chistom vide radiokhimicheskim putem, a ikh identifikatsiya dostigaetsya putem odnovremennogo izucheniya perioda ikh radioaktivnogo raspada i spektra ikh gamma-izlucheniya. Odnako, dopolnyaya ehtot sistematicheskij analiz k olichestvennym analizom nekotorykh ehlementov v otdel'noj probe, mozhno opredelyat' a Ktivatsionnym metodom okolo 60 ehlementov, libo obluchaya ikh nejtronami (sera, fosfor, khlor, barij...), libo pri pomoshchi reaktsij, vyzvannykh nejtronami (uglerod i bor). V nashem doklade my namereny osobo ostanovit'sya na rezul'tatakh i posledstviyakh nashikh analizov. (author)

  20. Determinación de nitrógeno inorgánico y fosfatos a distintas profundidades de suelo bajo pilas de abonos Determination of inorganic nitrogen and phosphates at different soil depths beneath manure piles

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Javier Luis Ferrari

    2012-12-01

    Full Text Available En la región Andino-patagónica frecuentemente la reposición de nutrientes para diferentes cultivos se lleva a cabo mediante el uso de estiércoles mezclados con viruta, comúnmente denominados abonos. Los mismos son acumulados en pilas de 1,5-2 m de altura. Al permanecer durante un período de tiempo al aire libre puede producirse un compostaje parcial, lo cual sería beneficioso. El compostaje es un proceso biooxidativo que involucra un sustrato orgánico, una etapa termofílica que debe alcanzar los 55 °C y una etapa de maduración. Si los abonos permanecen a la intemperie los nutrientes pueden ser transportados por el agua de percolación (particularmente en los meses de invierno de mayor precipitación, perdiéndose del suelo. Con el objetivo de determinar si ocurre un movimiento de fosforó extractable en NaHCO3 0,5M (P-Ol de fósforo Olsen y nitrógeno inorgánico (Nin de nitrógeno inorgánico, amonio más nitratos bajo pilas de abono, se tomaron muestras compuestas de suelos de tres bloques a distintas profundidades en un establecimiento cercano a la localidad del Bolsón. Se estudió también la relación entre P-Ol (índice agronómico y fósforo extractable en 0,01M de CaCl2 (índice ambiental. Se tomaron las temperaturas de las pilas de abono en distintas estaciones del año. Para Nin se observó una alta dispersión en los datos y valores promedio excesivamente altos hasta 200 cm de profundidad. Los valores promedio (de tres bloques encontrados para P exceden el umbral límite de 60 mg kg-1 P-Ol solo en la primera fecha de muestreo, aunque valores puntuales por bloque llegaron a 52 mg kg-1 a una profundidad de 40-60 cm. Se encontró una regresión lineal estadísticamente significativa entre P-Ol y P-CaCl2 en suelos y un umbral entre 50/60 mg kg-1 P-Ol similar al observado en la bibliografía. Se encontraron valores muy altos para ambas variables en los abonos. Es recomendable proteger las pilas de abono de las lluvias en los

  1. Investigations of the chemical states of carrier-free phosphorus-32 as extracted into water from pile-irradiated sulphur; Recherches sur les etats chimiques du phosphore-32 sans entraineur obtenu par extraction aqueuse a partir de soufre irradie dans un reacteur; Issledovanie khimicheskogo sostoyaniya svobodnogo ot nositelya fosfora-32 pri izvlechenii ego v vodu iz obluchennoj v yadernom reaktore sery; Estudio de los estados quimicos del fosforo-32 libre de portador que se obtiene por extraccion acuosa del azufre irradiado en un reactor

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Dahl, J B; Birkelund, O R [Institutt for Atomenergi, Kjeller, Lillestrom (Norway)

    1962-01-15

    nastoyashchem doklade dayutsya svedeniya otnositel'no khimicheskogo sostoyaniya fosfora-32 v vodnykh rastvorakh na razlichnykh stadiyakh prinyatogo v praktike protsessa polucheniya ehtogo ehlementa. Byli rassmotreny takzhe izmeneniya khimicheskogo sostoyaniya slozhnykh soedine- nij fosfora-32 v konechnykh produktakh v funktsii ot vremeni khraneniya. Bylo obnaruzheno, chto glavnym sostavlyayushchim veshchestvom yavlyaetsya fosfor-32, svyazan- nyj v vide ortofosfata. Po mere khimicheskoj obrabotki kolichestvo ortofosfata uvelichi- los' priblizitel'no s 70% pri nachale izvlecheniya i priblizitel'no do 98% v konechnom produkte svobodnogo ot nositelya fosfora-32. Ostatok sostoyal iz smesi piro-, tri-, tetra- i polifosfatov s dlinnoj tsep'yu (chislo P {>=} 5). Ni vo vremya obrazovaniya, ni vo vremya khraneniya v rastvorakh ne bylo obnaruzheno (kol'tseobraznykh) metafosfatov. EHti rezul'taty pokazyvayut, chto polifosfornye slozhnye soedineniya obrazovalis' v materiale misheni vo vremya oblucheniya. Osoboe vnimanie bylo obrashcheno na adsorbtsiyu svobodnogo ot nositelya fosfora-32 steklyannoj laboratornoj posudoj pri sushchestvuyushchikh ehksperimental'nykh usloviyakh. (author)

  2. Use of radioisotopes in studying the penetration of sulphur into iron during hydrogen cathode charging; Application des radioelements a l'etude de la penetration du soufre dans le fer lors du chargement en hydrogene cathodique; Ispol'zovanie radioehlementov dlya izucheniya proniknoveniya sery v zhelezo, kogda ona zaryazhaetsya katodnym vodorodom; Aplicacion de los radioelementos al estudio de la penetracion del azufre en el hierro durante la carga con hidrogeno catodico

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Besnard, S; Talbot, J [Centre National de la Recherche Scientifique, Vitry (France)

    1962-01-15

    bylo predprinyato v nashej laboratorii s ispol'zovaniem chistogo ehlektroliticheskogo zheleza. Putem katodnoj nagruzki bylo polucheno vodorodnoe perenasyshchenie. EHlementom primesi byl sernistyj natrij, vystupayushchij kak ehlement sera-35. My smogli pokazat' chto v techenie poluchasa pri -15 Degree-Sign C sera pronikaet v zhelezo na glubinu okolo 120 mikronov. K tomu zhe bylo ustanovleno, chto sera preimushchestvenno razmeshchalas' na granulakh zeren. EHtot rezul'tat, kotoryj mog by byt' poluchen tol'ko s pomoshch'yu radioizotopov, imeet vazhnoe znachenie, osobenno v neftyanoj promyshlennosti. Podobnoe issledovanie bylo provedeno s ispol'zovaniem radioizotopa fosfor-32. (author)

  3. Study of reactions of metals with sulphur and phosphorus compounds by pulsed temperatures; Etude des reactions entre metaux et composes du soufre et du phosphore au moyen de brusques hausses de temperature; Issledovanie reaktsii metallov s soedineniyami sery i fosfora pri regulyarnykh izmeneniyakh temperatury; Estudio de reacciones entre metales y compuestos de azufre y de fosforo empleando impulsos de temperatura

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Campbell, R B; Grunberg, L [National Engineering Laboratory, East Kilbride, Glasgow (United Kingdom)

    1962-01-15

    , los autores han tenido en cuenta la estructura de los materiales empleados y los procesos de difusion a los que se debe el progreso de la reaccion una vez iniciada esta. (author) [Russian] Protivoiznosnoe dejstvie sernykh i fosfornykh soedinenij, kotorye obychno dobavlyayutsya k mashinnym maslam, zavisit ot khimicheskikh reaktsij s metallicheskimi poverkhnostyami shesterenok. EHti reaktsii imeyut mesto kak pri osnovnoj temperature masel (primerno 100 Degree-Sign C), tak i pri vysokikh temperaturakh (priblizitel'no 600 Degree-Sign C) v techenie nebol'shogo promezhutka vremeni, kogda zubtsy shesterenok vstupayut vo vzai-modejstvie pod nagruzkoj. Temperaturnye izmeneniya sozdavalis' v apparate, v kotorom korotkie impul'sy ehlektrotoka ispol'zovalis' dlya nagrevaniya metallicheskikh provodov, pogruzhennykh v mineral'noe maslo, soderzhashchee v rastvore mechenye soedineniya sery-35 i fosfora-32. Zameryalas' voznikavshaya v provodakh radioaktivnost'. Stepen' reaktsii opredelyalas' kak funktsiya temperatury i vremeni. Rezul'taty reaktsii vyrazhalis' posredstvom osnovnykh zakonov kinetiki. Izucheniyu podverglis' voprosy izmeneniya skorosti reaktsii v zavisimosti ot nalichiya drugikh sostavov v rastvore. Bylo takzhe opredeleno vliyanie predvaritel'no obrazovannykh pokrytij poverkhnosti, soderzhashchikh seru, fosfor, khlor i/ili kislorod. Dlya ob{sup y}asneniya rezul'tatov raboty ispol'zuyutsya dannye o strukture materialov, a takzhe rassmatrivayutsya protsessy diffuzij tam, gde reaktsii vykhodili za svoi nachal'nye stadii. (author)

  4. Wear studies in the shearing process by means of irradiated tools; Etudes d'usure dans les operations de cisaillement, au moyen d'outils irradies; Issledovaniya problemy iznosa v protsesse skalyvaniya posredstvom obluchennykh instrumentov; Estudios de desgaste en las operaciones de cizallamiento, realizados con ayuda de herramientas irradiadas

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Sata, Toshio; Abe, Kunio; Nakajima, Kiyoshi [Institute of Physical and Chemical Research, Komagome, Bunkyo-Ku, Tokyo (Japan)

    1962-01-15

    shtampovki primerno 400-500 detalej. 2) Probojnik iznashivaetsya v bol'shej stepeni, primerno na 20% bol'she, chem puanson. 3) Smazochnye materialy s prisadkoj na predel'noe davlenie, takoj, kak khlor, fosfor ili sera, snizhayut iznos instrumenta, v to vremya kak ochishchennye mineral'nye masla dayut neznachitel'nyj ehffekt. 4) Naibol'shij iznos instrumenta obnaruzhen pri shtampovke bolee tverdykh metallicheskikh listov. Iznos instrumenta pri shtampovke nerzhaveyushchej stali vtroe, a pri shtampovke kremnievoj stali primerno v shest' raz prevyshaet iznos pri shtampovke stali s nizkim soderzhaniem ugleroda. (author)

  5. Biological Monitoring for Plutonium-241; Detection du Plutonium-241 par Controles Biologiques; Dozimetriya Plutoniya-241 v biologicheskikh materialakh; Determinacion del Plutonio-241 en Sustancias Biologicas

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Dalton, J. C.; McDonald, B. J.; Barnes, V. [United Kingdom Atomic Energy Authority, Windscale Works, Sellafield (United Kingdom)

    1965-10-15

    -chasticy plutonija pogloshhajutsja v proporcional'nom schetchike, togda kak al'fa-chasticy rasseivajut okolo poloviny svoej jenergii v plasticheskom fosfore. Dlja oboih radiacij geometrija sostavljaet pochti 2 {pi}. Na nastojashhej stadii svoego razvitija oborudovanie v sostojanii obnaruzhivat' tri pikokjuri plutonija-241 za vremja scheta odin chas. Jeto sootvetstvuet kolichestvu vydelenija mochi za 24 chasa cherez tri mesjaca posle pogloshhenija priblizitel'no 5% maksimal'no dopustimogo soderzhanija plutonija v organizme (0,9 mikrokjuri). Posle jetogo diski ispol'zujut dlja opredelenija al'fa-aktivnyh radioizotopov plutonija, dlja chego oni vyderzhivajutsja v techenie odnoj nedeli na plastinke po registracii jadernyh sledov, a zatem jeti plastinki issledujutsja pod mikroskopom. (author)

  6. Retention of Radionuclides by Infants: I. Study Techniques and Error Evaluation; Retention des Radionucleides chez les Enfants en bas Age: I. Methodes de Recherche et Evaluation des Erreurs; 0417 0410 0414 ; Retencion de Radionuclidos en los Ninos de Pecho: I. Tecnicas de Estudio y Calculo del Error

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Straub, C. P.; Kahn, B.; Wellman, H. N.; Telles, N. C.; Seltzer, R. A. [Radiological Health Research Activities, Robert A. Taft Sanitary Engineering Center, US Public Health Service, Department Of Health, Education and Welfare, Cincinnati, OH (United States)

    1964-11-15

    analizadas. Se ha preparado y utilizado un panal de papel especial con baja concentracion de estroncio estable. Se han calculado los valores de retencion para el calcio y el fosforo en el caso de 30 ninos. Las observaciones efectuadas demuestran que la retencion relativa de estroncio-90, referida al calcio, es mas elevada en los ninos que en los adultos. (author) [Russian] Nachinaja s 1960 goda provoditsja izmerenie stepeni zaderzhki radioizotopov i ustojchivyh himicheskih soedinenij u detej v vozraste ot 1 goda do 11 let. Za det'mi s so glasija roditelej velis' nabljudenija v sootvetstvujushhej domashnej srede, deti otbiralis' posle konsul'tacii s detskim vrachom, lechivshim rebenka, i vrachom laboratorii. Deti pitalis' gotovymi produktami ad lib opredelennogo kachestva i assortimenta. Pishhevye produkty, vdyhaemyj vozduh i voda, ispol'zuemye neposredstvenno i v processe podgotovki formuly, javljalis' istochnikom normal'nogo postuplenija v organizm izuchaemyh radioizotopov i ustojchivyh himicheskih soedinenij. Proizvodilsja'analiz obrazcov pishhevyh produktov, vody, ispol'zuemyh salfetok i bumagi. Vydelenija sobiralis' v podlezhashhie udaleniju salfetki, otdel'no mocha i kal. Opredeljalos' ili budet opredeljat'sja zaderzhka sledujushhih radioizotopov i ustojchivyh jelementov: stroncij-90, stroncij-89, cezij-137, radij-226, kal'cij, stroncij, fosfor i kalij. Jeti issledovanija znachitel'no otlichajutsja ot predydushhih. Radioizotopy i ustojchivye jelementy nahodilis' v obychnyh koncentracijah i v obychno vstrechajushhihsja himicheskih formah. Vozduh i voda, zagrjaznennye do urovnja okruzhajushhej sredy, i imejushhiesja v prodazhe pishhevye produkty javljalis' edinstvennym istochnikom pogloshhenija, poskol'ku nikakie radioizotopy i ustojchivye himicheskie soedinenija ne dobavljalis'. Issleduemye deti predstavljali soboj obychnyh zdorovyh (negospital'zirovannyh) detej v ih obychnoj domashnej srede. Osnovnye problemy pri provedenii jetih issledovanij zakljuchalis' v 1