WorldWideScience

Sample records for fisika reaktor nuklir

  1. ANALISIS KECELAKAAN REAKTOR AKIBAT KEGAGALAN SISTEM PEMBUANG PANAS PADA REAKTOR NUKLIR GENERASI IV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. G. Abdullah

    2012-05-01

    Full Text Available Salah satu aspek terpenting dalam proses desain reaktor nuklir adalah aspek keselamatan reaktor. Sebelum membangun reaktor secara fisik, terlebih dahulu dibuat perencaaan perhitungan yang matang termasuk melakukan simulasi kinerja keselamatannya dalam menghadapi kemungkinan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model simulasi kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN yang disebabkan  gagalnya sistem pembuang panas. Kecelakaan akibat gagalnya sistem pembuang panas dipicu oleh hilangnya kemampuan pendinginan dari pembangkit uap. Urutan kecelakaan ini diawali dengan hilangnya kemampuan reaktor untuk membuang panas dari loop pendingin sekunder. Selama kecelakaan, laju pembuangan panas mengalami penurunan sedangkan temperatur masukan pendingin mengalami peningkatan. Hasil simulasi memberikan gambaran bahwa reaktor dapat bertahan dari kecelakaan. Hasil analisis kecelakaan menunjukkan bahwa temperatur maksimum bahan bakar, selongsong dan pendingin memiliki batas keselamatan yang sangat besar.One of the most important aspects in nuclear reactor design process is the safety aspect. Advanced and accurate safety simulation must be performed before it can be built.  This research aims to develop a simulation model of Nuclear Power Plant (NPP accidents due to the loss of  heat sink system. Loss of heat sink accident was triggered by the loss of cooling capability of steam generators.  This  accident  sequence  began with the loss of the reactor’s ability to remove heat from the secondary cooling loop. During the accident, the heat dissipation rate decreased whereas the coolant inlet temperatures increased till a new equilibrium level. The analysis results of the accident showed that there are large safety margin to the maximum temperature of the fuel, cladding, and coolant.

  2. PENINGKATAN KINERJA SISTEM KESELAMATAN PASIF PADA REAKTOR NUKLIR DENGAN PENAMBAHAN KOMPONEN RVACS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. G. Abdullah

    2014-07-01

    Full Text Available Kelengkapan sistem keselamatan pasif dan inheren pada reaktor lanjut merupakan prasyarat utama. Makalah ini mengeksplorasi hasil desain konseptual sistem pembuang sisa panas pada pusat listrik tenaga nuklir berjenis Very High-Temperature Reactor. Tujuan riset ini untuk merancang sistem pembuang sisa panas pusat listrik tenaga nuklir yang terdapat pada dinding reaktor. Studi kinerja Reactor Vessel Auxliary Cooling System (RVACS dilakukan pada dua jenis pendingin yaitu Timbal-Bismut dan Liquid Salt. Panas dari dinding reaktor dihapus melalui sirkulasi alamiah pada keadaan tunak. Analisis melibatkan sistem perpindahan panas secara radiasi, konduksi dan konveksi alami. Perhitungan perpindahan panas dilakukan pada elemen reaktor vessel, dinding luar guard vessel, dan pelat pemisah. Hasil analisis kecelakaan menunjukkan kedua jenis sistem pendingin reaktor dan sistem pasif sisa pembuangan panas cukup menghapus sisa panas hasil peluruhan dengan sirkulasi alami.ABSTRACTCompleteness of passive safety systems and inherent in advanced reactors is a major prerequisite. This paper explores the results of a conceptual design of the heat removal system at the nuclear power plant (NPP type Very High-Temperature Reactor. The purpose of this research was to design the reactor vessel auxiliary cooling system (RVACS of NPP located within the reactor walls. The RVACS performance study was conducted on two types of coolant: Lead-Bismuth and Liquid Salt. Heat was removed from the reactor vessel through the natural circulation in the steady state. Analyses of heat transfer systems involved radiation, conduction and natural convection. Heat transfer calculations were performed on the reactor vessel, guard vessel, and perforated plate. The results from the accident analysis showed that both types, the reactor coolant system and the passive residual heat removal system, adequately remove remaining heat of the decay by a natural circulation.

  3. PENINGKATAN KINERJA SISTEM KESELAMATAN PASIF PADA REAKTOR NUKLIR DENGAN PENAMBAHAN KOMPONEN RVACS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. G. Abdullah

    2014-07-01

    Full Text Available Kelengkapan sistem keselamatan pasif dan inheren pada reaktor lanjut merupakan prasyarat utama. Makalah ini mengeksplorasi hasil desain konseptual sistem pembuang sisa panas pada pusat listrik tenaga nuklir berjenis Very High-Temperature Reactor. Tujuan riset ini untuk merancang sistem pembuang sisa panas pusat listrik tenaga nuklir yang terdapat pada dinding reaktor. Studi kinerja Reactor Vessel Auxliary Cooling System (RVACS dilakukan pada dua jenis pendingin yaitu Timbal-Bismut dan Liquid Salt. Panas dari dinding reaktor dihapus melalui sirkulasi alamiah pada keadaan tunak. Analisis melibatkan sistem perpindahan panas secara radiasi, konduksi dan konveksi alami. Perhitungan perpindahan panas dilakukan pada elemen reaktor vessel, dinding luar guard vessel, dan pelat pemisah. Hasil analisis kecelakaan menunjukkan kedua jenis sistem pendingin reaktor dan sistem pasif sisa pembuangan panas cukup menghapus sisa panas hasil peluruhan dengan sirkulasi alami.ABSTRACTCompleteness of passive safety systems and inherent in advanced reactors is a major prerequisite. This paper explores the results of a conceptual design of the heat removal system at the nuclear power plant (NPP type Very High-Temperature Reactor. The purpose of this research was to design the reactor vessel auxiliary cooling system (RVACS of NPP located within the reactor walls. The RVACS performance study was conducted on two types of coolant: Lead-Bismuth and Liquid Salt. Heat was removed from the reactor vessel through the natural circulation in the steady state. Analyses of heat transfer systems involved radiation, conduction and natural convection. Heat transfer calculations were performed on the reactor vessel, guard vessel, and perforated plate. The results from the accident analysis showed that both types, the reactor coolant system and the passive residual heat removal system, adequately remove remaining heat of the decay by a natural circulation.

  4. REAKTOR INNOVATIVE MOLTEN SALT (IMSR DENGAN SISTEM KESELAMATAN PASIF MENYELURUH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-04-01

    Full Text Available Pengembangan Teknologi Reaktor Nuklir pada masa mendatang mengarah pada peningkatan aspek keselamatan, peningkatan pendayagunaan bahan bakar, reduksi limbah radioaktif, ketahanan terhadap proliferasi bahan-bakar nuklir dan peningkatan aspek ekonomi. reaktor Innovative Molten Salt (IMSR adalah reaktor nuklir yang menggunakan bahan bakar cair berupa garam lebur fluoride (7LiF-ThF4-UF4-MaFx. Reaktor IMSR didesain sebagai reaktor pembiak termal, yaitu membiakkan U-233 dari Th-232. Hal ini untuk menjawab permasalahan sustainabilitas ketersedian sumber daya bahan bakar nuklir dan reduksi limbah radioaktif. Dalam aspek keselamatan, desain reaktor IMSR memiliki sifat inherent safe, yaitu koefisien umpan balik daya yang negatif serta memiliki fitur-fitur keselamatan pasif. Fitur-fitur keselamatan pasif terdiri dari sistem shutdown pasif, sistem pendinginan pasif pasca shutdown serta sistem pendinginan pasif untuk produk fisi. Kecelakaan yang berpotensi terjadi pada IMSR, yaitu kecelakaan kehilangan aliran bahan bakar, kecelakaan kehilangan aliran pendingin, kecelakaan kehilangan kemampuan pengambilan kalor serta kecelakaan kerusakan integritas sistem reaktor, dapat ditangani sepenuhnya secara pasif hingga mencapai kondisi shutdown selamat. Kata kunci: keselamatan pasif, inherent safe, IMSR   The next Nuclear Reactor Technology developments are directed to the increasing of the aspects of safety, fuel utility, radioactive waste reduction, proliferation retention and economy. Innovative Molten Salt Reactor (IMSR is a nuclear reactor design that uses fluoride molten salt (7LiF-ThF4-UF4-MaFx. IMSR is designed as a thermal breeder reactor, i.e. to produce U-233 from Th-232. This is the answer of natural nuclear fuel sustainability and radioactive waste problems. In term of safety aspect, IMSR design has inherent safe characteristics, i.e. negative power feedback coefficient, and passive safety features. The passive safety features are passive shutdown

  5. DESAIN KONSEPTUAL PERISAI RADIASI REAKTOR RRI-50

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amir Hamzah

    2015-06-01

    Full Text Available ABSTRAK DESAIN KONSEPTUAL PERISAI RADIASI REAKTOR RRI-50. Salah satu parameter yang harus dipenuhi dalam mendesain reaktor nuklir adalah desain perisai radiasi yang dapat menjamin keamanan dan keselamatan radiasi bagi pekerja dan masyarakat sekitar. Pada penelitian ini dilakukan desain perisai radiasi RRI-50 dengan elemen bakar berjenis U9Mo-Al berkerapatan tinggi dengan tipe pelat sebanyak 21 buah dan berdimensi seperti elemen bakar RSG-GAS tapi panjang aktifnya 70 cm. Konfigurasi teras terdiri dari 16 elemen bakar dan 4 elemen kendali serta 5 posisi iradiasi sehingga membentuk matriks 5 x 5. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain perisai radiasi dan menentukan distribusi laju dosis di daerah kerja dan di lingkungan reaktor RRI-50. Tahapan awal penelitian adalah perhitungan kuat sumber dan inventori bahan radioaktif teras reaktor dengan mensimulasikan operasi 50 MW selama 20 hari tiap siklus menggunakan program ORGEN2.1. Berdasarkan kuat sumber tersebut dan model yang dibuat menggunakan program VisEd, maka dilakukan analisis penentuan parameter perisai radiasi secara iteratif menggunakan program MCNPX. Pada tahap akhir, dilakukan analisis distribusi laju dosis di seluruh ruang di dalam dan di luar gedung reaktor juga menggunakan program MCNPX. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ketinggian permukaan air adalah 1000 cm dan kombinasi 90 cm beton berat dan 60 cm beton biasa dapat digunakan sebagai perisai biologi. Desain perisai tersebut mereduksi laju dosis menjadi 0,05 µSv/jam di Balai Operasi sementara di Balai Eksperimen dan di luar gedung reaktor menjadi 4,2 µSv/jam dan 0,03 µSv/jam pada saat reaktor beroperasi. Hasil penelitian juga menunjukkan pemasagan perisai tambahan setebal 280 cm berjarak 300 cm di depan tabung berkas neutron radial yang terbuka mereduksi laju dosis gamma dan neutron menjadi 3,3 µSv/jam dan 3,1x10-11 µSv/jam. Hasil-hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain perisai radiasi yang dibuat membuat reaktor

  6. OPTIMASI DESAIN TERMOHIDROLIKA TERAS DAN SISTEM PENDINGIN REAKTOR RISET INOVATIF DAYA TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endiah Puji Hastuti

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK OPTIMASI DESAIN TERMOHIDROLIKA TERAS DAN SISTEM PENDINGIN REAKTOR RISET INOVATIF DAYA TINGGI. Implementasi reaktor inovasi telah diterapkan pada berbagai reaktor riset baru yang saat ini sedang dibangun.  Pada saat ini BATAN sedang merancang desain konseptual reaktor riset daya tinggi yang telah masuk pada tahap optimasi desain. Spesifikasi desain konseptual reaktor riset inovatif adalah reaktor tipe kolam berpendingin air dan reflektor D2O. Teras reaktor memiliki kisi 5x5 dengan 16 bahan bakar dan 4 batang kendali. Teras reaktor berada di dalam tabung berisi D2O yang berfungsi sebagai posisi iradiasi. Daya reaktor 50 MW didesain untuk membangkitkan fluks neutron termal sebesar 5x1014 n/cm2s. Teras reaktor berbentuk kompak dan menggunakan bahan bakar U9Mo-Al dengan tingkat muat uranium 7-9 gU/cm3. Desain termohidrolika yang mencakup pemodelan, perhitungan dan analisis kecukupan pendingin dibuat sinergi dengan desain fisika teras agar keselamatan reaktor terjamin. Makalah ini bertujuan menyampaikan hasil analisis perhitungan termohidrolika teras dan sistem reaktor riset inovatif pada kondisi tunak. Analisis dilakukan menggunakan program perhitungan yang telah tervalidasi, masing-masing adalah Caudvap, PARET-ANL, Fluent dan ChemCad 6.4.1. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pembangkitan panas yang tinggi dapat dipindahkan tanpa menyebabkan pendidihan dengan menerapkan desain teras reaktor bertekanan, di samping itu desain awal komponen utama sistem pembuangan panas yang terintegrasi telah dilakukan, sehingga konseptual desain termohidrolika RRI-50 dapat diselesaikan. Kata kunci : reaktor riset inovatif, Caudvap, PARET-ANL, Fluent, ChemCad 6.4.1.   ABSTRACT THERMALHYDRAULIC DESIGN AND COOLING SYSTEM OPTIMIZATION OF THE HIGH POWER INOVATIVE RESEARCH REACTOR. Reactor innovation has been implemented in a variety of new research reactors that currently are being built. At this time BATAN is designing a conceptual design of the high power

  7. Disain Sistem Pemantauan Lingkungan Untuk Evaluasi Lepasan Radionuklida dari Subsistem pada Kecelakaan Reaktor Daya PWR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2013-03-01

    Full Text Available PLTN. (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebagai sumber energi baru dipilih sebagai alternatif, karena memiliki berbagai kelebihan yaitu ramah lingkungan, pasokan bahan bakar yang tidak bergantung musim, serta harganya yang dapat bersaing dengan pembangkit listrik yang lain. Namun demikian, adanya keraguan sebagian masyarakat tentang keselamatan radiasi PLTN, maka pemerintah harus bisa meyakinkan tentang operasi PLTN yang aman dan selamat. Penelitian tentang disain sistem pemantauan lingkungan untuk evaluasi lepasan radionuklida dari subsistem reaktor dan lingkungan akibat terjadinya kecelakaan pada reaktor daya telah dilakukan. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan sebaran radionuklida ke subsistem dan lingkungan serta membuat sistim monitoring radiasi di lingkungan. Sistem monitoring lingkungan terdiri dari system pencacah radiasi, sistem peringatan dini, sistem pengukuran meteorologi, sistem GPS dan system GIS. Sistem pencacah radiasi digunakan untuk mencatat data radiasi, sistem pengukuran meteorologi digunakan untuk mencatat data arah dan kecepatan angin, sedangkan sistem GPS digunakan untuk menentukan data posisi pengukuran. Data tersebut kemudian dikirimkan ke system akuisisi data untuk ditransmisikan ke pusat kendali. Pengumpulan dan pengiriman data dilakukan melalui SMS menggunakan perangkat modem yang ditempatkan di ruang kendali. Ruang kendali menerima data dari berbagai tempat pengukuran. Dalam hal ini ruang kendali memiliki fungsi sebagai SMS gateway. Sistem ini dapat memvisualisasi untuk lokasi pengukuran yang berbeda. Selanjutnya, data posisi dan data radiasi diintegrasikan dengan peta digital. Integrasi sistem tersebut kemudian divisualisasikan dalam personal komputer. Untuk posisi pengukuran terlihat langsung di peta dan untuk data radiasi ditampilkan di monitor dengan tanda lingkaran merah atau hijau yang digunakan sebagai pemonitor batas aman radiasi. Bila tanda lingkaran berwarna merah maka akan menyalakan alarm di

  8. PENGARUH GEMPA PATAHAN LEMBANG TERHADAP FLEKSIBILITAS PIPA DAN KEGAGALAN NOZEL PERALATAN SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H.P. Raharjo

    2012-02-01

    Full Text Available Gempa bumi di suatu instalasi nuklir dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sistem peralatan karena adanya perubahan fleksibilitas pipa akibat beban berlebih pada sistem perpipaannya. Beban dari sistem perpipaan dapat membebani nozel peralatan seperti pompa, penukar panas, dll. Apabila beban tersebut terlalu besar dan melebihi beban yang diizinkan akan mengakibatkan kegagalan nozel peralatan. Penelitian ini menganalisis besarnya beban-beban yang terjadi di semua nozel  sistem pendingin primer Reaktor TRIGA 2000 Bandung. Analisis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Caesar II yang berbasis metode elemen hingga (finite element method. Acuan analisis yang digunakan adalah code ASME B31.1 yang mengatur tentang perancangan sistem perpipaan untuk sistem pembangkit daya (Power Piping. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya yang terjadi pada nozel masukan pompa arah aksial (FZ melebihi batas yang diijinkan. Oleh karena itu perlu dilakukan modifikasi terhadap jalur perpipaan sistem pendingin tersebut agar nozel tidak menerima gaya yang berlebih. Penyangga pipa titik(node 22 di jalur PriOut dilepas dan/atau dipindahkan pada nozel masukkan pompa. Perpipaan sistem pendingin primer reaktor TRIGA 2000 Bandung akan aman beroperasi jika terjadi gempa.yang berasal dari patahan Lembang Kata kunci : gempa bumi, patahan, perpipaan, reaktor, sistem pendingin

  9. STUDI KARAKTERISTIK PEMBENTUKAN UAP DALAM PEMBANGKIT UAP HELIKAL PADA REAKTOR MODULAR DAYA KECIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2015-06-01

    Full Text Available Reaktor modular daya kecil (SMR sangat cocok untuk  dibangun Indonesia, terutama pada lokasi-lokasi dengan kapasitas jaringan listrik yang rendah sehingga investigasi lebih jauh tentang reaktor ini sangat diperlukan. Umumnya SMR memiliki bentuk pembangkit uap yang kompak dan terintegrasi di dalam bejana tekan. Disain tersebut menyebabkan perbedaan pendekatan dalam memproduksi uap dibandingkan reaktor nuklir konvensional yang menggunakan pembangkit uap tabung-u terbalik. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik uap dan pola pembentukkannya di dalam pembangkit uap tipe helikal yang banyak digunakan oleh SMR. Metoda yang dipakai adalah dengan melakukan pemodelan dan perhitungan numerik menggunakan program RELAP5. Dalam pemodelan, aliran air umpan  bertekanan dan temperatur rendah dimasukkan ke dalam tabung helikal sementara aliran fluida bertekanan dan temperatur tinggi, yang mewakili pendingin sistem primer reaktor, berada di sisi luar tabung. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa uap yang dihasilkan oleh pembangkit uap helikal bersifat lewat jenuh yakni sekitar 25 K di atas titik jenuhnya. Hal ini memberikan keunggulan komparatif dari segi disain dan operasional pada SMR dibanding reaktor konvensional karena uap lewat jenuh yang dihasilkan dapat mengurangi kerugian turbin dan sekaligus meningkatkan efisiensi termodinamika. Kata kunci: pembangkit uap helikal, SMR, PWR, uap lewat jenuh, RELAP5   Small modular reactor (SMR is very suitable to be deployed in Indonesia especially for locations having low electrical grid capacity, so  further investigation on the characteritic of this reactor is needed. In general SMR has a compact and integrated-to-vessel steam generator design. This design implies different approach in producing steam as compared to conventional nuclear power plant  having inverted u-tube steam generator. For that reason, this research is intended to investigate the steam characteristic and

  10. Pengembangan Kuliah Eksperimen Fisika dengan Teknologi Multimedia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Okimustava Okimustava

    2014-04-01

    Full Text Available Penelitian tentang pembelajaran berbasis lesson study untuk mata kuliah eksperimen fisika yang bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran eksperimen fisika dengan dua jenis media instruksional berbasis teknologi multimedia, yaitu Video Based Laboratory (VBL dan Simulation Based Laboratory (SBL. Lesson study merupakan kegiatan pembelajaran dengan kegiatan perencanaan (plan, implementasi pembelajaran (do dan observasi serta refleksi (see terhadap perencanaan dan implementasi pembelajaran. Topik eksperimen yang diberikan adalah Efek Fotolistrik, Watak Lampu Pijar, Gerak Harmonik Sederhana dan Verifkasi Hukum Kekekalan Momentum. Evaluasi kemampuan mahasiswa setelah pembelajaran meliputi evaluasi kongitif dengan tes konseptual tentang penguasaan materi fisika dan tes essay tentang kemampan analisis data eksperimental fisika, dan evaluasi keterampilan kerja ilmiah dengan membuat makalah dan poster ilmiah dari topik eksperimen yang dilakukan. Hasil penelitian bahwa pembelajaran berbasis lesson study pada mata kuliah eksperimen fisika menggunakan VBL dan SBL dapat meningkatkan kemampuan konseptual dan keterampilan mahasiswa.

  11. MODEL PENDEKATAN PAKAR FISIKA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH FISIKA KONTEKSTUAL: SEBUAH STUDI KASUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Syukri

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menentukan pendekatan penyelesaian masalah fisika kontekstual oleh pakar fisika. Masalah fisika kontekstual dalam kajian ini merupakan soal fisika yang menggambarkan pengalaman hidup kita sehari-hari. Subjek penelitian terdiri dari sepuluh pakar fisika dari Universitas Syiah Kuala. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes tulis dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakar fisika melakukan 20 pendekatan penyelesaian masalah sewaktu menyelesaikan masalah fisika kontekstual. Seterusnya penelitian ini juga memperoleh satu pendekatan umum yang sering dijalankan oleh semua pakar fisika apabila mereka diminta untuk menyelesaikan masalah fisika kontekstual. Dalam pendekatan ini mereka melakukan; (a mengumpulkan informasi, (b menentukan prinsip/konsep, (c mengidentifikasi variabel, (d membuat hubungan kuantitatif, (e membina persamaan spesifik, (f membuat subtitusi, (g membuat perhitungan, (h membuat keputusan dan (i memeriksa kembali jawaban. Sumbangan penelitian ini adalah satu model pendekatan penyelesaian masalah  fisika kontekstual oleh pakar fisika yang boleh digunakan sebagai garis panduan untuk membantu pelajar dalam menyelesaikan masalah fisika kontekstual.This qualitative study aims to determine the contextual approach to solving physics problems by experts physics. Contextual physics problems in this study is a matter of physics that portray the experience of our daily lives. Research subjects consisted of ten experts from physics education, Syiah Kuala University. Data collection method used was a written test and structured interview. The results showed that physics experts do 20 approaches to solve the problem while solving the problem of contextual physics. So this study also found a general approach that is often executed by all physicists when they were asked to solve physics problems in context. In this approach, they do: (a menghuraikan information, (b

  12. VERIFIKASI KECELAKAAN HILANGNYA ALIRAN AIR UMPAN PADA REAKTOR DAYA PWR MAJU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Sofrany Ekariansyah

    2015-03-01

    Full Text Available AP1000 adalah reaktor daya PWR maju dengan daya listrik 1154 MW yang didesain berdasarkan kinerja teruji dari desain PWR lain oleh Westinghouse. Untuk mempersiapkan peran Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir sebagai suatu Technical Support Organization (TSO dalam hal verifikasi keselamatan, telah dilakukan kegiatan verifikasi keselamatan untuk AP1000 yang dimulai dengan verifikasi kecelakaan kegagalan pendingin sekunder. Kegiatan dimulai dengan pemodelan fitur keselamatan teknis yaitu sistem pendinginan teras pasif yang terdiri dari sistem Passive Residual Heat Removal (PRHR, tangki core makeup tank (CMT, dan tangki In-containment Refueling Water Storage Tank (IRWST. Kecelakaan kegagalan pendingin sekunder yang dipilih adalah hilangnya aliran air umpan ke salah satu pembangkit uap yang disimulasikan menggunakan program perhitungan RELAP5/SCDAP/Mod3.4. Tujuan analisis adalah untuk memperoleh sekuensi perubahan parameter termohidraulika reaktor akibat kecelakaan dimana hasil analisis yang diperoleh divalidasi dan dibandingkan dengan hasil analisis menggunakan program perhitungan LOFTRAN di dalam dokumen desain keselamatan AP1000. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa kejadian hilangnya suplai air umpan tidak berdampak pada kerusakan teras, sistem pendingin reaktor, maupun sistem sekunder. Penukar kalor PRHR telah terverifikasi kemampuannya dalam membuang kalor peluruhan teras setelah trip reaktor. Hasil validasi dengan dokumen pembanding menunjukkan kesesuaian pada sebagian besar parameter termohidraulika. Secara umum, model PWR maju yang dilengkapi dengan sistem pendinginan teras ciri pasif yang telah dikembangkan tetap selamat ketika terjadi kecelakaan kehilangan aliran pendingin sekunder. Kata kunci: Verifikasi, hilangnya aliran air umpan, AP1000   AP1000 is a PWR power reactor with 1154 MW of electrical power that is designed based on the proven performance of the other Westinghouse PWR designs. To prepare the role of Center for

  13. Pengajaran fisika dengan pagelaran wayang beber

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmad Resmiyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Pengajaran fisika biasanya dilakukan dengan ceramah. Pada pengajaran ini, dosen berdiri di kelas dan menjelaskan materi fisika dengan bantuan tayangan presentasi atau papan tulis. Sesekali dosen berinteraksi dengan mahasiswa melalui pertanyaan-pertanyaan, baik yang dilontarkan oleh dosen ke mahasiswa atau dari mahasiswa ke dosen. Pengajaran fisika dengan cara yang berbeda dapat dilakukan dengan pagelaran wayang beber dengan bantuan slide Prezi. Physics learning usually taught verbally. Lecturer stands in front of the class and explain the physics material through slide presentation or white board. Occasionally interaction occurred by questions, both were raised by lecturer to students or students to lecturer. Physics can be taught in a different way such as Wayang (puppets Beber show with Prezi slides.

  14. Fungsi Representasi dalam Mengakses Penguasaan Konsep Fisika Mahasiswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murtono Murtono

    2014-10-01

    Full Text Available Fisika merupakan ilmu fenomena alam yang disajikan dalam bentuk gambaar, persamaan matematis, mempunyai hubungan antar variabel fisis. Untuk mengakses perlu karakteristik yang sesuai dengan ilmu fisika tersebut. Salah satu cara mengakses yang sesuai adalah dengan bentuk representasi. Repersentasi mempunyai fungsi sebagai pelengkap, membatasi interpretasi, dan membangun pemahaman. Telah dilakukan pengukuran terhadap penguasaan konsep mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika dengan soal multi representasi. Hasil menunjukkan bahwa jawaban yang benar bervariasi sesuai dengan konsep yang diukur dan mode representasi yang digunakan. Multirepresentasi dapat menjadi pelengkap representasi yang lain, membatasi interpretasi representasi yang lain, dan membangun pemahaman mahasiswa dalam menyelesaian permasalahan fisika, sesuai dengan fungsi representasi.

  15. Pengembangan Program Macromedia Flash 8 untuk Pembelajaran Fisika di SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiji Susilowati

    2007-12-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah membuat dan mengevaluasi media pembelajaran fisika SMA menggunakan program Macromedia Flash 8. Subjek coba pada penelitian ini berjumlah 40 orang yang terdiri dari 10 siswa untuk uji coba instrumen penelitian, 10 siswa untuk ujicoba kelompok kecdl, dan 20 siswa untuk uji coba lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengguna­kan kuesioner dan tes fisika (pre-test dan post-test. Evaluasi terhadap program ditinjau dari aspek pembelajaran dan aspek media. Kritik dan saran digunakan untuk memperbaiki program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Macromedia Flash 8 untuk pembelajaran fisika di SMA: (1 dirancang sesuai dengan prinsip-prinsip desain pembelajaran, (2 terbukti mampu menaikkan skor rerata tes fisika siswa sebesar 55,42%, (3 memiliki efisiensi waktu yang tinggi, (4 ditinjau dari aspek media Hinilai cukup bagus/menarik (dinilai/dikategorikan sedang oleh siswa, (5 ditinjau dari aspek pembelajaran secara keseluruhan program ini dinilai tinggi/jelas dimengerti oleh siswa, (6 ditinjau dari aspek media dinilai menarik (bagus/kategori tinggi oleh guru fisika, dan (7 ditinjau dari aspek pembelajaran juga dinilai menarik (bagus/kategori tinggi oleh guru fisika. Kata kunci: media pembelajaran fisika diSMA.

  16. Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Fisika dalam Menyelesaikan Soal Ujian Nasional Fisika SMA Ditinjau dari Daerah Sekolah Asal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoga Budi Bhakti

    2017-04-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah: (1 untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran Fisika ditinjau dari asal SMA/MA, dan (2 untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang berarti antara mahasiswa yang asal SMA/MA yang berbeda dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran fisika. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika semester enam. Teknik analisis dilakukan menggunakan analisis deskriptif, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan Rumus Kruskal-Wallis. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: (1 Rerata skor kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran fisika adalah 40,64, Jika ditinjau dari asal SMA/MA yang berada di Kota Jakarta adalah 50,31, di Kota Depok adalah 30,41; Kota Tangerang adalah 34,50; Kota Bekasi adalah 43,41; Kota Karawang adalah 42,50; di Kota Indonesia Timur adalah 37,00 dan di Kota Medan adalah 40,00 dan (2 Terdapat perbedaan yang signifikan antara ketujuh kelompok dalam hal menyelesaikan soal UN mata pelajaran Fisika tingkat SMA/MA. The purpose of this study was: (1 to know the ability of students to solve national examination problems of physics subjects in terms of the origin of schools (2 to know whether there is a significant difference between the students of different school in completing the national exam of subjects physics. Research subject is physics education program student at six semester. Analyzes were performed using descriptive analysis, hypothesis testing while using Kruskal-Wallis formula. Conclusions from the study are: (1 The average score of physical education student's ability to solve national examination problems of physics subjects is 40.64, in terms of the origin of Schools in Jakarta is 50.31; Depok is 30.41; Tangerang is 34.50; Bekasi is 43.41; Karawang is 42.50; City of East Indonesia is 37.00 dan Medan is 40.00 and (2 There is a difference significantly among the seven groups in completing the national examination on

  17. PENGEMBANGAN PERANGKAT PERKULIAHAN EKSPERIMEN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA CALON GURU DALAM MENDESAIN KEGIATAN PRAKTIKUM FISIKA DI SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. S. Wattimena

    2014-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat perkuliahan eksperimen fisika yang dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa calon guru dalam mendesain kegiatan praktikum fisika SMA. Mixed methods research melalui embedded experimental model dengan strategi embedded, digunakan sebagai metode penelitian sebagai tahap pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu; yang melibatkan mahasiswa program studi Pendidikan Fisika salah satu LPTK di Maluku. Perangkat perkuliahan yang dikembangkan diadaptasikan dari pola pembelajaran kreatif yang disebut sebagai Aspek Keterampilan Berpikir Kreatif (AKBK; aktivitas mahasiswa dalam mendesain kegiatan praktikum diarahkan pada Indikator Kegiatan Dalam Bereksperimen (IKDB. Pemahaman konsep fisika mahasiswa diukur berdasarkan taksonomi Bloom revisi. Hasil penelitian menunjukkan, terjadi peningkatan AKBK mahasiswa untuk setiap IKDB pada kriteria sedang; serta peningkatan pemahaman konsep-konsep dasar fisika mahasiswa untuk indikator mencontohkan, mengklasifikasikan, dan menjelaskan pada kriteria sedang. Disimpulkan bahwa perangkat perkuliahan eksperimen fisika yang dikembangkan dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mendesain kegiatan praktikum fisika berdasarkan cakupan materi yang terukur.ABSTRACTThis study aimed to develop the lectures instrument of physics experiment to improve the creativity of preservice teachers in designing a high school physics lab activities. Mixed methods research through the embedded experimental models with embedded strategy, was used as a method of research, a stage of quantitative and qualitative data collection at a time, involving students of Physical Education courses one LPTK in Maluku. The developed lectures instrument adapted from creative learning pattern was referred to as Creative Thinking Skills aspect (CTSA, while student activity in the design of practical activities were directed at Activity Indicator In Experiment (SIEI. Understanding the

  18. PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henok Siagian

    2012-12-01

    Full Text Available Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Fisika siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran Genius Learning. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Pancur Batu, di mana dari kelas X-A sebagai kelas eksperimen (strategi pembelajaran Genius Learning dan kelas X-B sebagai kela kontrol (pembelajaran konvensional dengan masing-masing kelas berjumlah 40 siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi experiment dengan menggunakan metode groups pretest-posttest desaign dalam pengambilan data penelitian. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian menunjukkan, bahwa rata-rata hasil belajar fisika siswa dengan strategi pembelajaran Genius Learning mengalami peningkatan. Data penelitian berupa hasil belajar kognitif diperoleh dari test hasil belajar yang diperoleh untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kognitif. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan stategi pembelajaran Genius Learning dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa.

  19. SIFAT FISIKA PAPAN SEMEN PARTIKEL PELEPAH RUMBIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ahmad Rahmat Thamrin

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACT. Manufacture of cement particle board and testing physical properties are implemented in the laboratory of panels of wood forest products Technology majors Lambung Mangkurat University. Research on physical properties include water content, density, water absorption, and the development of thick. The experimental use is a random complete ral ( 2 nonfaktorial by remedial treatment and 5 times , a particle that is making cement with raw materials pelepah rumbia without the skin and cement making a particle with raw materials pelepah rumbia with skin . Standard used for comparison is SNI-03-2104-1991 . The average levels of the water between the semen of a particle midrib metroxylon sagu without the skin and board cement particles midrib metroxylon sagu with skin successive adalah13,02 % and 10,75 %. Both treatment entry in the SNI (maximum 14%. The average value of the density of the particle cement board without bark and branches and kiray cement particle board with the skin in a row as kiray is 0.73 gr/cm3 and 0.90 gr/cm3. Both treatment entry in the SNI (minimum 0.57 per gr/cm3.The average value of water absorption of cement particle board as kiray without skin and cement particle board with the skin in a row as kiray is 43,86% and 35.86%. The second treatment was not entered in the SNI (10-30%. Keywords: cement particle board, Rumbia’s Midrib ABSTRAK.    Pembuatan papan semen partikel dan pengujian sifat fisika dilaksanakan di Laboratorium Panel-Panel Kayu jurusan Teknologi Hasil Hutan Universitas Lambung Mangkurat. Penelitian sifat fisika meliputi kadar air, kerapatan, penyerapan air, dan pengembangan tebal. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL nonfaktorial dengan 2 perlakuan dan 5 kali ulangan, yaitu pembuatan papan semen partikel dengan bahan baku pelepah rumbia tanpa kulit dan pembuatan papan semen partikel dengan bahan baku pelepah rumbia dengan kulit. Standar yang digunakan untuk perbandingan

  20. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK PENINGKATAN CAPAIAN KOMPETENSI FISIKA UMUM II MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN FISIKA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jurubahasa Sinuraya

    2014-06-01

    kegiatan mahasiswa berbasis masalah (LKMBM Fisika Umum II. Penelitian ini termasuk jenis penelitian R & D, namun untuk menghasilkan perangkat pembelajaran LKMBM digunakan model disain Dick dan Carey. Struktur isi LKMBM Fisika Umum II ini merupakan implementasi dari konsep pembelajaran berbasis masalah, dan konsep strategi pemecahan masalah. Pelaksanaan penelitian ini dibagi atas tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, pengembangan, dan evaluasi formatif. Pelaksananaan evaluasi formatif dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu: uji validasi oleh 3 orang reviewer, uji coba satu satu melibatkan 3 orang mahasiswa, uji coba kelompok kecil melibatkan 15 orang mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, hasil penelitian ini adalah: (1 seperangkat lembar kegiatan mahasiswa berbasis masalah (LKMBM Fisika Umum II yang ditata dalam 10 komponen, yaitu: (a judul kegiatan, (b tujuan pembelajaran, (c permasalahan, (d hipotesis, (e pengumpulan data, (f pembahasan, (g simpulan, (h daftar pustaka, (i lampiran, dan (j tes kompetensi; 2 hasil uji coba LKMBM beserta perangkat perangkat pendukungnya dengan melibatkan para ahli dan mahasiswa sebagai pengguna LKMBM, secara keseluruhan sudah memberikan penilaian yang baik, layak digunakan dalam perbaikan pembelajaran fisika umum.

  1. ANALISIS PENGENDALIAN DAYA REAKTOR PCMSR DENGAN LAJU ALIR PENDINGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iqbal Syafin Noha

    2015-03-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari Molten Salt Reactor (MSR yang memiliki karakter berbeda dengan lima reaktor generasi IV lainnya, yaitu menggunakan bahan bakar leburan garam. Pada reaktor MSR, garam lebur tidak digunakan sebagai pendingin tetapi digunakan sebagai medium pembawa bahan bakar. Dengan fase bahan bakar yang berupa garam lebur LiF-BeF2-ThF4-UF4, maka dapat dilakukan pengendalian daya dengan mengatur laju aliran bahan bakar dan pendingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan laju alir pendingin terhadap daya reaktor PCMSR. Analisis dilakukan dengan empat jenis masukan untuk perubahan laju alir pendingin, yaitu masukan step, ramp, eksponensial, dan sinusoidal. Untuk masukan step, laju alir pendingin dibuat berubah secara mendadak. Selanjutnya untuk masukan ramp dan eksponensal, perubahan laju alir masing-masing dibuat perlahan secara linear dan mengikuti fungsi eksponensial. Kemudian untuk masukan sinusoidal, laju alir berubah naik turun secara periodik dengan memvariasikan frekuensi dari perubahan laju alir tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan laju alir pendingin sebesar 50% dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada reaktor PCMSR turun sebesar 63% dari daya sebelumnya. Jika terjadi fluktuasi laju aliran pendingin, maka semakin cepat perubahan tersebut, maka respon daya yang diberikan semakin kecil. Pada frekuensi yang sangat cepat, daya reaktor menjadi konstan dan cenderung tidak memiliki respon terhadap laju aliran. Hal ini merupakan salah satu aspek keselamatan reaktor, karena reaktor tidak merespon perubahan yang terlalu cepat. Kemampuan reaktor mengatur daya menyesuaikan laju aliran pendingin merupakan aspek keselamatan lainnya. Kata kunci : PCMSR, pengendalian daya, laju alir pendingin, uji respon   Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR is the development of Molten Salt Reactor (MSR which has different character from other five

  2. PEMANFAATAN MEDIA POWER POINT DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME

    OpenAIRE

    Badrul Wajdi

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemanfaatan media power point dalam pembelajaran fisika dengan pendekatan konstruktivisme terhadap prestasi belajar siswa. Materi pelajaran yang dikaji dalam penelitian ini adalah zat dan wujudnya.Tempat pelaksanaan penelitian di SMP Negeri 1 Wanasabapada semester Ganjil tahun pembelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperiman dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wanasaba yang terdiri dari 7 kelas dan sam...

  3. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ECIRR TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA PADASISWA SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Effendi

    2017-03-01

    Full Text Available Abstract: This study aimed to examine the effect of the ECIRR learning model on physics concept acquisition in terms of students' prior knowledge. This study was a quasy-experimental using 2 x 2 factorial design. The population was a student of XII graders in SMKN 1 Prajekan Bondowoso. The samples was determined by random sampling method, and obtained XII AP-2 and XII MM-1 classes as an experimental group, and XII AP-1 and MM-2 classes as a control group. The data were analyzed with two way anova statistical test. The results showed that there are differences on the physics concept acquisition between students who learn by ECIRR learning models and cognitive conflict models, ther are differences on the physics concept acquisition between students with high and low level of prior knowledge, and there are effect of interaction learning model (ECIRR and cognitive conflict learning models and the prior knowledge on the physics concept acquisition. Key Words: ECIRR learning model, alternative conceptions, prior knowledge   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran ECIRR terhadap penguasaan konsep fisika ditinjau dari pengetahuan awal siswa. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen semu, dengan desain faktorial 2 x 2. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII di SMKN 1 Prajekan Bondowoso. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling sehingga terpilih kelas XII AP-2 dan XII MM-1 sebagai kelas eksperimen, serta kelas XII AP-1 dan XII MM-2 sebagai kelas kontrol. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji statistik anava dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penguasaan konsep fisika antara kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran ECIRR dan model konflik kognitif, perbedaan penguasaan konsep fisika siswa antara kelompok siswa memiliki tingkat pengetahuan awal tinggi dan rendah, dan pengaruh interaksi model pembelajaran (model pembelajaran ECIRR dan model

  4. PENGARUH KONSENTRASI ZrO2 TERHADAP KORELASI PERPINDAHAN PANAS NANOFLUIDA AIR-ZrO2 UNTUK PENDINGIN REAKTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.A. Sudjatmi

    2015-03-01

    Full Text Available Sejalan dengan perkembangan konsep keselamatan pasif pada sistem keselamatan PLTN, maka sistem perpindahan panas konveksi alam memegang peranan penting. Pemakaian nanofluid sebagai fluida pendingin pada sistem keselamatan nuklir dapat digunakan pada Sistem Pendingin Teras Darurat dan Sistem Pendingin Pengungkung Luar Reaktor. Beberapa peneliti telah melakukan studi desain konseptual aplikasi nanofluid untuk meningkatkan keselamatan AP1000 dan sistem pendingin teras darurat pada reaktor daya eksperimen. Penerapan nanofluida juga mulai dikembangkan melalui hasil penelitian perpindahan panas konveksi alamiah pada sub-buluh dengan nanofluida sebagai fluida kerjanya sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh perubahan konsentrasi ZrO2 terhadap korelasi perpindahan panas konveksi alamiah dengan pendekatan eksperimental. Data eksperimental yang diperoleh digunakan untuk mengembangkan korelasi umum empirik perpindahan panas konveksi alamiah. Metode penelitian dengan menggunakan alat uji sub-buluh vertikal dengan geometri segitiga dan segiempat menggunakan air dan nanofluida air-ZrO2 sebagai fluida kerjanya. Konsentrasi nanopartikel dalam larutan yang digunakan sebesar 0,05 %, 0,10% dan 0,15 % dalam persen berat. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk bilangan Rayleigh yang sama, kemampuan pemindahan kalor oleh nanofluida air-ZrO2 lebih baik dari pada pemindahan kalor oleh air. Namun peningkatan konsentrasi nanofluida tidak selalu mendapatkan kemampuan pemindahan kalor yang lebih baik. Kata kunci: nanofluida air-ZrO2, konveksi alamiah, sub-buluh segitiga, sub-buluh segi segiempat   In line with the development of the passive safety concept for the safety systems of nuclear power plants, the natural convection heat transfer system plays an important role. The nanofluid as coolant fluid on nuclear safety system can be used in Emergency core cooling system and in reactor coolant system confinement. Several researchers have

  5. PEMANFAATAN MEDIA POWER POINT DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badrul Wajdi

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemanfaatan media power point dalam pembelajaran fisika dengan pendekatan konstruktivisme terhadap prestasi belajar siswa. Materi pelajaran yang dikaji dalam penelitian ini adalah zat dan wujudnya.Tempat pelaksanaan penelitian di SMP Negeri 1 Wanasabapada semester Ganjil tahun pembelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperiman dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wanasaba yang terdiri dari 7 kelas dan sampelnya adalah kelas VII2 dan VII3 yang diperoleh dengan cara cluster random sampling.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media power point dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar fisika siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen didapatkan harga thitungsebesar 1,76 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,684 pada taraf signifikansi 5%.Jadi  nilai thitung lebih besar dibandingkan dengan nilai ttabel (thitung>ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemanfaatan media power point dalam pembelajaran fisika dengan pendekatan konstruktivisme terhadap prestasi belajar siswa.

  6. PENGARUH DAYA DAN DURASI OPERASI REAKTOR TERHADAP KONSENTRASI 3H DAN 14C DI AIR SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR RSG-GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pande Made Udiyani

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian terhadap pengaruh daya dan durasi operasi reaktor terhadap konsentrasi 3H dan 14C dalam air sistem pendingin primer reaktor RSG-GAS. Keberadaan nuklida 3H dan 14C di dalam air sistem pendingin primer reaktor RSG-GAS merupakan hasil produk fisi dan aktivasi. Nuklida radioaktif ini mempunyai potensi bahaya radiasi interna dan eksterna, karena mempunyai umur paro yang panjang yaitu 12,26 tahun untuk 3H dan 5568 tahun untuk 14C, sehingga mempunyai dampak radiologis yang sangat berarti. Analisis dan pengukuran contoh cuplikan air pendingin primer dilakukan dengan menggunakan alat LSC (Liquid Scintillation Counter. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh daya dan durasi operasi reaktor terhadap konsentrasi nuklida 3H dan 14C dalam air sistem pendingin primer, korelasi konsentrasi kedua nuklida dengan komponen sistem reaktor yang berkaitan dengan penuaan komponen, dan estimasi penerimaan radiasi terhadap pekerja radiasi di reaktor RSG-GAS dalam kaitan dengan keselamatan daerah kerja dan keselamatan personil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya konsentrasi 3H dan 14C di air sistem pendingin primer reaktor RSG-GAS sebanding dengan daya yang dibangkitkan dan durasi operasi reaktor. Pertambahan konsentrasi 3H dan 14C di kolam reaktor RSG-GAS yang pesat setelah lima tahun pertama operasi reaktor diperkirakan karena intensitas pengoperasian reaktor yang tinggi, dan adanya proses akumulasi nuklida yang mempunyai umur paro yang panjang. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk mengkaji keselamatan operasi reaktor, keselamatan personil, keselamatan kerja, dan proses penuaan reaktor. Kata kunci : air pendingin primer, 3H, 14C, reaktor RSG-GAS   The influence of reactor power and operation duration on concentration of 3H and 14C in primary coolant water system RSG-GAS reactor has been studied. The existence of nuclides 3H and 14C in primary coolant system RSG-GAS reactor is a result of fission product and

  7. Optimalisasi Penggunaan WhatsApp dalam Perkuliahan Penilaian Pendidikan Fisika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khusaini -

    2017-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pentingnya penggunaan aplikasi online terutama WhatsApp (WA dalam kegiatan pembelajaran terutama perkuliahan Penilaian Pendidikan Fisika. Tiga puluh dua responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah calon guru fisika di jurusan fisika FMIPA UM. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan ini berupa angket, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dari penggunaan WA bagi keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi serta kuliah baik dalam perkuliahan tatap muka maupun dalam jaringan (daring. Mahasiswa juga merasa perlu untuk mencoba menerapkan penggunaan WA dalam kegiatan pembelajaran kelak maupun dalam perkuliahan lain. Kedekatan serta diskusi antar mahasiswa dan dosen-mahasiswa dapat terjadi dengan baik serta meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini juga menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan WA terhadap prestasi belajar mahasiswa. This study aims to describe the importance of Online Application use particularly WhatsApp (WA during learning activities in particular in a Physics Education Assessment lecture. Thirty-two respondents involved are pre-service Physics Teachers learning at Physics Department FMIPA UM. Questionnaire and interview were employed to obtain data about the importance of WA in the lecture. The study shows positive influences of WA application to students’ activity during discussion section in both face-to-face meeting and online discussion. The participants also thought that they need to employ WA during both future Physics class and other lectures. The application also encouraged student discussion with their peer and also the lecturer. This study also indicates the need of further research about WA application and students’ achievement.

  8. SIFAT FISIKA DAN KETEGUHAN PATAH PAPAN SEMEN PARTIKEL DARI PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Violet Burhanuddin

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku papan semen partikel dan untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika papan semen partikel pada berbagai perbandingan semen dan partikel dari dua merek semen (Tonasa dan Tiga Roda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan pola faktorial 2 x 3 sebanyak 5 kali ulangan, dimana faktor A adalah merek semen yaitu semen tonasa dan semen Tiga Roda kemudian faktor B adalah perbandingan antara partikel dan semen. Hasil pengujian sifat fisika dan mekanika masing-masing menunjukan pengaruh yang sangat berbeda nyata, hal ini disebabkan karena semakin banyak penambahan jumlah perekat semen maka semakin baik pula sifat fisika dan mekanika papan semen yang dibuat, sedangkan untuk faktor merek semen tidak menunjukan perbedaan yang nyata. Kata kunci : Pelapah kelapa sawit, sifat fisika dan mekanika, papan semen partikel

  9. SIFAT FISIKA DAN KETEGUHAN PATAH PAPAN SEMEN PARTIKEL DARI PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Violet Burhanuddin

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku papan semen partikel dan untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika papan semen partikel pada berbagai perbandingan semen dan partikel dari dua merek semen (Tonasa dan Tiga Roda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan pola faktorial 2 x 3 sebanyak 5 kali ulangan, dimana faktor A adalah merek semen yaitu semen tonasa dan semen Tiga Roda kemudian faktor B adalah perbandingan antara partikel dan semen. Hasil pengujian sifat fisika dan mekanika masing-masing menunjukan pengaruh yang sangat berbeda nyata, hal ini disebabkan karena semakin banyak penambahan jumlah perekat semen maka semakin baik pula sifat fisika dan mekanika papan semen yang dibuat, sedangkan untuk faktor merek semen tidak menunjukan perbedaan yang nyata. Kata kunci : Pelapah kelapa sawit, sifat fisika dan mekanika, papan semen partikel.

  10. Fire modeling of the Heiss Dampf Reaktor containment

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Nicolette, V.F. [Sandia National Labs., Albuquerque, NM (United States); Yang, K.T. [Notre Dame Univ., IN (United States)

    1995-09-01

    This report summarizes Sandia National Laboratories` participation in the fire modeling activities for the German Heiss Dampf Reaktor (HDR) containment building, under the sponsorship of the United States Nuclear Regulatory Commission. The purpose of this report is twofold: (1) to summarize Sandia`s participation in the HDR fire modeling efforts and (2) to summarize the results of the international fire modeling community involved in modeling the HDR fire tests. Additional comments, on the state of fire modeling and trends in the international fire modeling community are also included. It is noted that, although the trend internationally in fire modeling is toward the development of the more complex fire field models, each type of fire model has something to contribute to the understanding of fires in nuclear power plants.

  11. Startup Reaktor Cepat berpendingin Gas Berbahan Bakar UN-PuN dengan Daya 800 MWth

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Siswandi Syahputra

    2017-05-01

    Full Text Available Studi strategi startup reaktor cepat berpendingin helium dengan bahan bakar uranium alam dan campuran plutonium dari PWR telah dilakukan. Reaktor dengan keluaran daya menengah dioperasikan dengan pengisian ulang bahan bakar setiap 10 tahun selama 40 tahun beroperasi. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan sistem pengkodean SRAC dan JENDL -33 library, dengan model teras cylindrical cell 2D R-Z. Reaktor didesain dengan strategi stratup pembakaran CANDLE (Constan Axial shape of Neutron flux, nuclide densities and power shape During Life of Energy producing reactor yang dimodifikasi dalam keadaan non equilibrium state. Dalam skema ini, teras aktif dibagi menjadi region-1 sampai dengan region-10 arah aksial dengan volume yang sama dan 2 region arah radial dengan fuel fraction berbeda. Bahan bakar fresh Uranium alam awalnya dimasukkan ke dalam region- 1, sedangkan region lainnya diisi oleh campuran uranium alam dan spent fuel dari PWR. Setelah satu siklus operasi, dilakukan pergeseran region-1 ke region-2, region-2 ke region -3 dan seterusnya. Bahan bakar pada region -10 dibuang sedangkan region-1 akan diisi kembali oleh bahan bakar Uranium alam. Ukuran daya reaktor 800 MWth dengan variasi fraksi bahan bakar telah diselidiki. Perhitungan dilakukan terhadap desain teras reaktor yang menggunakan variasi fraksi bahan bakar di bagian dalam dan luar : 50%,55%; 55%,60%, dan 60%,65%. Reaktor dengan daya 800 MWth dengan fraksi bahan bakar 50,55% menunjukan desain yang optimal. Rasio antara puncak dengan daya rata-rata diperoleh nilai 1.57 arah radial dan 2.57 arah aksial.

  12. INVESTIGASI KARAKTERISTIK TERMOHIDROLIKA TERAS REAKTOR DAYA KECIL DENGAN PENDINGINAN SIRKULASI ALAM MENGGUNAKAN RELAP5

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK INVESTIGASI KARAKTERISTIK TERMOHIDROLIKA TERAS REAKTOR DAYA KECIL DENGAN PENDINGINAN SIRKULASI ALAM MENGGUNAKAN RELAP5. Reaktor modular daya-kecil (small modular reactor, SMR memiliki prospek tinggi untuk dibangun di Indonesia. Keluaran dayanya yang relatif kecil dan disainnya yang kompak serta dapat dikonstruksi secara modular memberikan keunggulan fleksibilitas pembangunan yang lebih baik dibanding reaktor konvensional berdaya besar. Disain sistem reaktor kategori ini sangat bervariasi, salah satu diantaranya adalah jenis reaktor air tekan (pressurized water reactor, PWR yang menerapkan sirkulasi alamiah pada sistem pendingin primernya. Selain itu reaktor ini juga memiliki teras (core lebih pendek dibanding PWR konvensional. Dari kedua perbedaan tersebut maka terdapat kemungkinan perbedaan pola perpindahan panas yang dapat berimplikasi terhadap keselamatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan investigasi terhadap karakteristik termohidrolika teras reaktor tersebut khususnya karakteristik temperatur fluida dan bahan bakar serta laju alir fluidanya. Tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan marjin keselamatan temperatur teras reaktor bila dibanding dengan PWR konvensional. Investigasi dilakukan dengan menggunakan program RELAP5, dimana secara parsial teras reaktor dimodelkan menggunakan model-model generik yang ada pada program dan dilakukan beberapa perhitungan kondisi tunak. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa saat beroperasi pada daya nominalnya, reaktor modular ini memiliki margin temperatur pendidihan sebesar 2K lebih baik dibanding reaktor konvensional. Selain itu, keunggulan marjin keselamatan reaktor modular daya-kecil ini juga ditunjukkan dari naiknya laju alir mengikuti kenaikan dayanya yang berarti memiliki sifat keselamatan yang melekat (inherent safety. Kata kunci: reaktor modular daya-kecil, PWR, sirkulasi alam, RELAP5, termohidrolika   ABSTRACT INVESTIGATION ON CORE THERMAL HYDRAULIC

  13. PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA UMUM MELALUI PEMBELAJARAN BERMAKNA DENGAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    C. I. Yogihati

    2012-01-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah: (1 mengetahui proses pelaksanaan penggunaan peta konsep dalam meningkatkan kualitaspembelajaran Fisika Umum (2 mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran Fisika Umum melalui pembelajaran bermaknadengan menggunakan Peta konsep. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus. Hasilpenelitian ini menunjukkan adanya peningkatan persentase keterlaksanaan pembelajaran dan ketuntasan belajar mahasiswapeserta matakuliah Fisika Umum Semester Ganjil 2010/2011 di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang.Penggunaanpeta konsep dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Fisika Umum perlu perencanaan yang matang dengan memperhatikanlangkah-langkah yang ditentukan dan mengikuti aturan yang berlaku, sehingga faktor-faktor penghambatnya dapat diminimalkan.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan peta konsep membawa hasil yang lebih baik, namun membutuhkanwaktu yang lebih banyak. The goals of this research are: (1 to know the mind mapping process in improving learning quality of General Physics, (2 to knowthe quality improvement of a meaningful learning process in applying mind mapping method. The research is a classroom actionresearch with two cycles. The result of the research shows a significant gain in percentage of learning process and learning masteryof General Physics in Physics Department of Universitas Negeri Malang academic year 2010/2011. In applying mind mappingmethod, a good lesson plan is a must. Obtaining the roles of mind mapping method can minimize constrains. The conclusion of theresearch is that mind mapping gives a good impact on the learning process, but it needs more time to do it properly.Keywords: general physics; mind mapping; learning quality improvement

  14. IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA AUDITORIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. R. Yunus

    2013-04-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa auditorik dengan mengimplemetasikan pembelajaran fisika berbasis guided inquiry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 keterlaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik sesuai dengan RPP, (2 peningkatan hasil belajar kognitif baik produk maupun proses siswa meningkat dengan baik, dan (3 respons siswa terhadap pembelajaran positif. Berdasarkan hasil temuan dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran fisika berbasis guided inquiry dapat meningkatkan hasil belajar siswa auditorik. The aim of this study was to increase learning outcomes by implementing learning physics based on guided inquiry. The results showed that (1 learning process was good in accordance with RPP, (2 the learning outcomes of product and process increase effectively, (3 student respond to learning was positive. According to the findings above it could be conclude that the implementation of learning physics based on guided inquiry is able to increase learning outcomes of auditory learner.

  15. DESAIN KONSEPTUAL TERAS REAKTOR RISET INOVATIF BERBAHAN BAKAR URANIUM MOLIBDENUM DARI ASPEK NEUTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2015-03-01

    Full Text Available Manfaat yang luas dari penggunaan reaktor riset membuat banyak negara membangun reaktor riset baru. Kecenderungan saat ini adalah reaktor tipe reaktor serbaguna (MPR dengan teras yang kompak untuk mendapatkan fluks neutron yang tinggi dengan daya yang relatif sedang atau rendah. Reaktor riset yang ada di Indonesia yang paling muda usianya sudah berumur 25 tahun. Oleh karena itu diperlukan desain reaktor riset baru sebagai alternatif, disebut reaktor riset inovatif (RRI, kelak pengganti reaktor riset yang sudah ada. Tujuan dari riset ini mendapatkan konfigurasi teras setimbang reaktor riset yang optimal dengan kriteria memiliki fluks neutron termal minimum sebesar 2,5x1014 n/cm2 s pada daya 20 MW (minimum, memiliki panjang operasi satu siklus lebih dari 40 hari dan penggunaan bahan bakar yang paling efisien. Desain neutronik dilakukan untuk bahan bakar baru U-9Mo-Al dengan kerapatan bervariasi dan jenis reflektor yang bervariasi. Desain dilakukan dengan paket program WIMSD-5B dan BATAN-FUEL. Hasil desain konseptual menyajikan 4 konfigurasi teras yaitu 5×5, 5×7, 6×5 dan 6×6. Hasil optimasi menunjukkan bahwa teras setimbang reaktor RRI dengan konfigurasi 5×5, tingkat muat 235U sebesar 450 g, reflektor berilium, fluks neutron termal maksimum di daerah reflektor sebesar 3,33×1014 neutron cm-2s-1 dan panjang siklus 57 hari merupakan desain teras reaktor riset inovatif yang paling optimal. Kata kunci: desain konseptual, bahan bakar uranium-molibdenum,berilium, D2O, WIMS, BATAN-FUEL   The multipurpose of research reactor utilization make many countries build the new research reactor. Trend of this reactor for this moment is multipurpose reactor type with a compact core to get high neutron flux at the low or medium level of power. The research newest reactor in Indonesia right now is already 25 year old. Therefore, it is needed to design a new research reactor, called innovative research reactor (IRR and then as an alternative to replace the old

  16. DESAIN TERAS ALTERNATIF UNTUK REAKTOR RISET INOVATIF (RRI DARI ASPEK NEUTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Kuntoro

    2015-03-01

    Full Text Available Berdasarkan dokumen kriteria pengguna dan fungsi utamanya, Reaktor Riset Inovatif (RRI dipersyaratkan dapat menghasilkan fluks neutron termal maksimum 1×1015 neutron cm-2s-1. Hal ini diperlukan agar reaktor RRI dapat digunakan untuk target yang membutuhkan fluks neutron tinggi. Dalam penelitian sebelumnya diperoleh bahwa desain reaktor RRI tidak mungkin menghasilkan fluks neutron tersebut jika menggunakan bahan bakar seperti yang digunakan reaktor RSG-GAS. Hal ini diduga karena dimensinya terlalu besar, mengingat fluks neutron berbanding terbalik dengan volume teras. Tujuan penelitaian ini adalah untuk mendapatkan desain teras alternatif reaktor RRI yang memenuhi persyaratan fluks neutron termal tersebut. Alternatif bahan bakar yang dipilih adalah yang dipakai di reaktor JMTR (Japan Material Testing Reactor yang berdimensi lebih kecil dibanding reaktor RSG-GAS. Disamping itu tinggi aktif teras divariasi 70 cm dan 75 cm. Desain teras dilakukan dengan perangkat analaitik WIMS-D5B, Batan-FUEL dan Batan-3DIFF. Teras alternatif menggunakan konsep konfigurasi teras kompak 5×5 dengan 4 elemen kendali jenis follower. Berdasarkan hasil perhitungan ada 3 (tiga teras alternatif yang dapat memenuhi persyaratan tersebut, termasuk teras menggunakan bahan bakar reaktor RSG-GAS dengan menambah tinggi aktifnya menjadi 70 cm dari 60 cm. Dengan menganalisis seluruh aspek, keselamatan serta efisiensi dan efektivitas reaktor, maka teras alternatif dengan bahan bakar tipe JMTR dengan tinggi aktif 70 cm merupakan teras alternatif yang terbaik. Kata kunci: neutronik, teras kompak, reaktor riset inovatif, fluks neutron termal tinggi   Based on its User Requirement Document and main function, RRI shall be able to provide a maximum thermal neutron flux of 1×1015 neutron cm-2s-1. The reason is that the RRI reactor can serve targets requiring a high neutron flux. From the previous results it was obtained that RRI design using fuel of RSG-GAS type was not possible to

  17. PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA FISIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suprianto Suprianto

    2016-12-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil wawancara terbatas dengan sebagian guru IPA fisika MTs di kecamatan Camplong Kabupaten Sampang didapatkan informasi bahwa hasil belajar siswa masih rendah dibawah KKM yang sudah ditentukan pihak sekolah. Hal ini disebabkan karena kurangnya penggunaan media pembelajaran, proses pembelajaran masih bersifat teacher centered sehingga sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatannya dalam kehidupan nyata. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh pendekatan CTL berbantuan media powerpoint terhadap peningkatan hasil belajar IPA fisika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasi Experimen dengan menggunakan Nonrandomized Control Group Pretest-Postest Design dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes objektif bentuk pilihan ganda. Tes ini terdiri dari empat pilihan (opsi dan hasilnya diuji melalui statistik uji “t”. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung sebesar 10,81 sedangkan ttabel sebesar 2,021 pada taraf signifikansi 0,05 atau dapat diketahui thitung > ttabel. Dari perhitungan N-gain, dapat dinyatakan bahwa peningkatan hasil belajar fisika yang diterapkan pendekatan CTL berbantuan media powerpoint lebih tinggi dari pada pembelajaran konvensional yaitu 0,71 > 0,52. Berdasarkan hasil analisis statistika dan deskriptif maka dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan CTL berbantuan media powerpoint terhadap peningkatan hasil belajar fisika siswa di kelas VIII MTs.

  18. Pengaruh Pembelajaran Search, Solve, Create dan Share dengan Strategi Metakognitif terhadap Kemampuan Menyelesaikan Masalah dan Berpikir Kritis Fisika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nia Suciati

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan kemampuan siswa menyelesaikan masalah dan berpikir kritis fisika serta efektifitas model pembelajaran SSCS dengan strategi metakognitif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah dan berpikir kritis fisika dibandingkan dengan model pembelajaran SSCS dan pembelajaran konvensional. Rancangan penelitian yang diguna-kan adalah Postest Only Control Group Design dengan pemilihan sampel acak. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan menyelesaikan masalah, tes kemampuan berpikir kritis, dan observasi pembela-jaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan siswa menyelesaikan masalah dan berpikir kritis fisika serta model pembelajaran SSCS dengan strategi metakognitif lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah berpikir kritis fisika di-bandingkan dengan model pembelajaran SSCS dan pembelajaran konvensional.Kata kunci: pembelajaran SSCS, strategi metakognitif, menyelesaikan masalah, berpikir kritis

  19. PENGARUH PROSES PENGINTEGRASIAN PANAS TERHADAP KONVERSI AMONIAK PADA INTERCOOLER REAKTOR AMONIAK DENGAN ANALISIS EKSERGI DAN PINCH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Djoni Bustan

    2012-02-01

    Full Text Available Amoniak merupakan salah satu senyawa penting yang banyak digunakan dalam industri kimia sebagai bahan baku dan produk. Salah satu unit pabrik amoniak yang dikaji membutuhkan gas alam sebesar 13.627 MMBTU sebagai bahan bakar (fuel dan 24.570 MMBTU sebagai bahan baku untuk memproduksi 1 ton amoniak cair. Belum optimalnya sistim pendinginan antar unggun (bed dan belum maksimalnya pemanfaatan panas hasil reaksi di reaktor amoniak menyebabkan konversi reaksi masih rendah. Analisis eksergi yang merupakan kombinasi antara Hukum Termodinamika I dan II,  digunakan untuk mengetahui titik- titik kehilangan panas yang paling tinggi, yaitu pada bed 1, bed 2, dan bed 3. Analisis pinch yang diterapkan pada reaktor tersebut dapat dibuat suatu sistem jaringan alat penukar panas yang baru pada ammonia converter, sehingga diperoleh konversi yang lebih baik.

  20. Pengembangan Reaktor Fotokatalitik Rotating Drum untuk Pengolahan Air Limbah Industri Tekstil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cholid Syahroni

    2015-11-01

    Full Text Available Reaksi oksidasi fotokatalitik memiliki potensi untuk mendegradasi senyawa organik hingga tingkat mineralisasi, sehingga tidak meninggalkan residu (sludge. Penelitian ini bertujuan membuat reaktor fotokatalitik rotating drum dan mengaplikasikan pada industri tekstil. Langkah percobaan meliputi pembuatan katalis TiO2 secara anodizing serta karakterisasi dengan XRD dan SEM, pembuatan reaktor fotokatalitik  rotating drum dan uji coba degradasi air limbah industri tekstil. Proses anodizing dilakukan dengan bias potensial sebesar 40 volt selama 2 jam menggunakan elektrolit etilen glikol yang mengandung amonium fluorida dan air. Uji karakterisasi secara XRD dan SEM menunjukkan bahwa struktur kristal TiO2 adalah anatase dengan ukuran kristalit 8–19 nm. Bentuk kristal nanotube, dengan diameter 30–110 nm. Hasil uji coba menunjukkan bahwa  degradasi secara fotokatalitik dengan penambahan H2O2 0,15% terhadap air limbah bisa menurunkan COD 72,12% dalam waktu 2 jam. 

  1. Penentuan Konversi CO Yang Menjadi Metanol Pada Metanol Reaktor Di PT. Kaltim Metanol Industri

    OpenAIRE

    Marduansyah, Muhammad

    2015-01-01

    Telah dilakukan penelitian tentang penentuan konversi CO yang menjadi metanol pada reaktor metanol, di PT. Kaltim Metanol Industri dimana dalam penelitian ini digunakan data laju alir dan komposisi gas yang didapat dari control room. Dari perhitungan yang dilakukan maka didapat hasil konversi CO pada tanggal 25 februari 2013 yaitu 74,93%. Selain itu juga didapat hasil data perhitungan yang sebelumnya telah dilakukan yaitu 61,21% pada 12 november 2012; 68,53% pada 13 april 2012; 66,89% pada 14...

  2. Penentuan Konversi CO Yang Menjadi Metanol Pada Metanol Reaktor Di PT. Kaltim Metanol Industri

    OpenAIRE

    Marduansyah, Muhammad

    2015-01-01

    Telah dilakukan penelitian tentang penentuan konversi CO yang menjadi metanol pada reaktor metanol, di PT. Kaltim Metanol Industri dimana dalam penelitian ini digunakan data laju alir dan komposisi gas yang didapat dari control room. Dari perhitungan yang dilakukan maka didapat hasil konversi CO pada tanggal 25 februari 2013 yaitu 74,93%. Selain itu juga didapat hasil data perhitungan yang sebelumnya telah dilakukan yaitu 61,21% pada 12 november 2012; 68,53% pada 13 april 2012; 66,89% pada 14...

  3. Pengembangan Modul Fisika Pokok Bahasan Hukum Newton bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Tunanetra Di Kelas Inklusi SMA/MA Kelas X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriany Yudistia R

    2014-04-01

    Full Text Available Siswa tunanetra SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta, MAN Maguwoharjo dan SMAN 1 Sewon belum memiliki sumber belajar mandiri berupa modul Braille khususnya pada materi Hukum Newton. Berdasarkan kenyataan ini maka dibutuhkan sebuah sumber belajar yang didesain khusus bagi siswa tunanetra di kelas Inklusi yakni modul Braille pada pokok bahasan Hukum Newton.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk: (1 mengembangkan modul fisika pokok bahasan Hukum Newton untuk siswa tunanetra SMA/MA kelas X sebagai sumber belajar mandiri, (2 mengetahui kualitas modul fisika Braille materi Hukum Newton untuk siswa tunanetra SMA/MA kelas X, (3 mengetahui respon siswa terhadap modul fisika Braille yang telah dikembangkan.Penelitian ini merupakan penelitian R & D dengan model prosedural yang mengadaptasi dari pengembangan perangkat model 4-D, yakni Define, Design, Develop, and Disseminate. Instrumen penelitian berupa angket kualitas modul yaitu menggunakan skala Likert yang dibuat dalam bentuk checklist. Instrumen untuk siswa berupa angket respon siswa yaitu menggunakan skala Guttman yang dibuat dalam bentuk checklist. Modul dinilai kualitasnya oleh 3 ahli materi, 1 ahli media, dan 2 guru fisika SMA/MA. Kelayakan modul berdasarkan respon siswa pada uji coba terbatas sebanyak 2 siswa dan uji coba luas sebanyak 8 siswa.Hasil penelitian berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli media dan guru fisika SMA/MA modul memiliki kategori sangat baik (SB. Persentase keidealan menurut ahli materi adalah 87,88%; persentase keidealan menurut ahli media adalah 90,00% dan persentase keidealan menurut guru Fisika SMA/MA adalah 75,00%. Respon siswa terhadap modul fisika Braille pada uji coba terbatas diperoleh persentase 97,22%; sedangkan pada uji coba luas diperoleh persentase 89,58%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul layak dijadikan sebagai salah satu sumber belajar mandiri bagi siswa tunanetra.

  4. ANALISIS LAJU DOSIS NEUTRON REAKTOR PLTN PWR 1000 MWe MENGGUNAKAN PROGRAM MCNP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amir Hamzah

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam rangka menyongsong PLTN pertama di Indonesia, dilakukan kajian dan analisis berbagai aspek teknologi reaktor tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan laju dosis neutron di luar perisai biologik reaktor PLTN PWR 1000 MWe yang merupakan bagian dari kegiatan besar di atas. Data hasil analisis laju dosis radiasi pada posisi tertentu sangat dibutuhkan untuk menunjukkan tingkat paparan radiasi di posisi tersebut. Analisis laju dosis neutron ditentukan berdasarkan hasil analisis fluks dan spektrum neutron. Analisis fluks dan spektrum neutron di teras reaktor daya PWR 1000 Mwe dilakukan menggunakan program MCNP. Model perhitungan yang dilakukan meliputi 9 zona material yaitu, teras, air, selimut, air, tong, air, bejana tekan, beton dan lapisan udara luar. Penentuan distribusi fluks dan spektrum neutron dilakukan ke arah radial hingga di luar perisai beton dengan akurasi antara 10% hingga 30% dalam tiap kelompok energi yang jumlahnya 1 dan 50 kelompok. Hasil analisis laju dosis neutron di permukaan perisai biologik reaktor PLTN PWR 1000 MWe pada kondisi reaktor beroperasi daya penuh sudah di bawah nilai batas keselamatan. Maka dapat disimpulkan bahwa dari segi paparan radiasi neutron, penggunaan perisai radiasi beton setebal dua meter sudah memenuhi persyaratan keselamatan. Kata kunci: PLTN PWR, fluks neutron, perisai, laju dosis neutron, MCNP.   In order to meet the first nuclear power plant in Indonesia, it has been conducted a study and analysis of various aspects of reactor technology. The purpose of this study was to determine the neutron dose rates at the outside of biological shield of NPP PWR 1000 MWe reactor that is a part of the activities described above. The analysis data of radiation dose rate at a specific position is needed to show the level of radiation exposure in those positions. Analysis neutron dose rate is determined based on the results of the analysis of neutron flux. Analysis of flux and neutron spectrum in

  5. PERHITUNGAN SUHU ELEMEN BAKAR REAKTOR TRIGA 2000 DALAM TABUNG SIPPING TEST MENGGUNAKAN CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.A. Sudjatmi

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dihitung suhu elemen bakar pada perangkat sipping test reaktor TRIGA 2000 Bandung. Perhitungan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa suhu elemen bakar masih dibawah atau pada batas suhu elemen bakar yang diizinkan pada saat reaktor beroperasi, sehingga dapat dipastikan bahwa pada pelaksanaan pengujian dengan menggunakan perangkat ini, suhu masih dalam batas keselamatan. Perhitungan dilakukan dengan membuat model tabung sipping test berisi elemen bakar yang dikelilingi oleh 9 buah elemen bakar, sesuai dengan posisi tabung sipping test di teras reaktor, dengan menggunakan GAMBIT. Dimensi model disesuaikan dengan dimensi tabung dan elemen bakar dalam teras reaktor TRIGA 2000 Bandung. Pengoperasian sipping test untuk tiap elemen bakar dilakukan selama 30 menit pada daya 300 kW. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD dan sebagai inputan disesuaikan dengan parameter reaktor TRIGA 2000. Simulasi dilakukan pada pengoperasian dari 30, 60, 90, 120 150, 180 sampai 210 menit. Hasil perhitungan menunjukan bahwa suhu pusat bahan bakar dalam tabung sipping test sebesar 236,06 oC, sedangkan suhu dinding elemen bakar adalah sebesar 87,58 oC. Suhu maksimum pusat bahan bakar reaktor TRIGA 2000 pada operasi normal adalah 650 oC, dan tidak diizinkan terjadinya pendidihan di dalam teras reaktor. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengoperasian perangkat sipping test masih sangat aman karena suhu bahan bakar berada dibawah batasan suhu bahan bakar yang diizinkan pada kondisi operasi normal demikian juga suhu dinding elemen bakar masih dibawah suhu didih air. Kata kunci: sipping test, TRIGA, elemen bakar, CFD   It has been calculated the fuel element temperature in the sipping test of Bandung TRIGA 2000 reactor. The calculation needs to be done to ascertain that the fuel element temperatures are below or at the limit of the allowable temperature fuel elements during reactor operation, ensuring that the

  6. PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA UMUM I

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B. Nurdin

    2013-01-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang bagaimana  nilai pemberian tugas  dan hasil belajar serta aktivitas  mahasiswa selama perkuliahan  Fisika Umum I melalu pemanfaatan sumber belajar berbasis CTL. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas, sampel penelitian adalah mahasiswa pendidikan fisika kelas C angkatan 2010/2011 sebanyak 36 orang yang mengikuti matakuliah Fisika Umum I. Instrumen yang digunakan selama penelitian adalah; (1 tes hasil belajar, (2 lembar aktivitas.(3 tugas- tugas yang diambil dari buku-buku pada  perpustakan dan tugas yang ada  pada bahan ajar, (4 membuat riset mini di laboratorium. Dalam penelitian ini digunakan dua siklus yakni siklus I meliputi materi vektor dan kinematika partikel, sedangkan pada siklus kedua meliputi materi dinamika partikel.Hasil penelitian diperoleh aktivititas belajar mahasiswa Fisika Umum I, termasuk katagori  baik (81,59, sedangkan hasil belajar yang dicapai pada siklus I cenderung berada pada tingkat katagori cukup baik (71,94, dan hasil belajar pada siklus II cenderung berada pada tingkat katagori baik (82,13. Melalui inovasi pembelajaran dengan model pembelajaran melalui  pengoptimalan pemanfatan penggunaan sumber belajar berbasis CTL cukup baik untuk mengefektifkan dan memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar perkuliahan Fisika Umum I. This study describes the marks of assignment, student learning outcomes and activities for General Physics I course through the use of CTL-based learning resources. This classroom action research used sample of 36 students of physics education-class C, academic year 2010/2011taking  the course of General Physics I. The instruments used for the study were: (1 achievement test, (2 the activity sheet, (3 assignments that were taken from books in the library and there was the assignment of teaching materials, and (4a mini research in the laboratory. This study used two cycles: the first

  7. PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA UMUM I

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B. Nurdin

    2013-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang bagaimana  nilai pemberian tugas  dan hasil belajar serta aktivitas  mahasiswa selama perkuliahan  Fisika Umum I melalu pemanfaatan sumber belajar berbasis CTL. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas, sampel penelitian adalah mahasiswa pendidikan fisika kelas C angkatan 2010/2011 sebanyak 36 orang yang mengikuti matakuliah Fisika Umum I. Instrumen yang digunakan selama penelitian adalah; (1 tes hasil belajar, (2 lembar aktivitas.(3 tugas- tugas yang diambil dari buku-buku pada  perpustakan dan tugas yang ada  pada bahan ajar, (4 membuat riset mini di laboratorium. Dalam penelitian ini digunakan dua siklus yakni siklus I meliputi materi vektor dan kinematika partikel, sedangkan pada siklus kedua meliputi materi dinamika partikel.Hasil penelitian diperoleh aktivititas belajar mahasiswa Fisika Umum I, termasuk katagori  baik (81,59, sedangkan hasil belajar yang dicapai pada siklus I cenderung berada pada tingkat katagori cukup baik (71,94, dan hasil belajar pada siklus II cenderung berada pada tingkat katagori baik (82,13. Melalui inovasi pembelajaran dengan model pembelajaran melalui  pengoptimalan pemanfatan penggunaan sumber belajar berbasis CTL cukup baik untuk mengefektifkan dan memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar perkuliahan Fisika Umum I. This study describes the marks of assignment, student learning outcomes and activities for General Physics I course through the use of CTL-based learning resources. This classroom action research used sample of 36 students of physics education-class C, academic year 2010/2011taking  the course of General Physics I. The instruments used for the study were: (1 achievement test, (2 the activity sheet, (3 assignments that were taken from books in the library and there was the assignment of teaching materials, and (4a mini research in the laboratory. This study used two cycles: the first

  8. ANALISIS KONDISI TERAS REAKTOR DAYA MAJU AP1000 PADA KECELAKAAN SMALL BREAK LOCA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Sofrany Ekariansyah

    2015-06-01

    Full Text Available ABSTRAK ANALISIS KONDISI TERAS REAKTOR DAYA MAJU AP1000 PADA KECELAKAAN SMALL BREAK LOCA. Kecelakaan yang diakibatkan oleh kehilangan pendingin (loss of coolant accident / LOCA dari sistem reaktor merupakan kejadian dasar desain yang tetap diantisipasi dalam desain reaktor daya yang mengadopsi teknologi Generasi II hingga IV. LOCA ukuran kecil (small break LOCA memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap keselamatan dibandingkan LOCA ukuran besar (large break LOCA seperti terlihat pada kejadian Three-Mile Island (TMI. Fokus makalah adalah pada analisis small break LOCA pada reaktor daya maju Generasi III+ yaitu AP1000 dengan mensimulasikan tiga kejadian pemicu yaitu membukanya katup Automatic Depressurization System (ADS secara tak disengaja, putusnya salah satu pipa Direct Vessel Injection (DVI secara double-ended, dan putusnya pipa lengan dingin dengan diameter bocoran 10 inci. Metode yang digunakan adalah simulasi kejadian pada model AP1000 yang dikembangkan secara mandiri menggunakan program perhitungan RELAP5/SCDAP/Mod3.4. Dampak yang ingin dilihat adalah kondisi teras selama terjadinya small break LOCA yang terdiri dari pembentukan mixture level dan transien temperatur kelongsong bahan bakar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa mixture level untuk semua kejadian small break LOCA berada di atas tinggi teras aktif yang menunjukkan tidak terjadinya core uncovery. Adanya mixture level berpengaruh pada transien temperatur kelongsong yang menurun dan menunjukkan pendinginan bahan bakar yang efektif. Hasil di atas juga identik dengan hasil perhitungan program lain yaitu NOTRUMP. Keefektifan pendinginan teras juga disebabkan oleh berfungsinya injeksi pendingin melalui fitur keselamatan pasif yang menjadi ciri reaktor daya AP1000. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan model AP1000 yang telah dikembangkan dengan RELAP5 dapat digunakan untuk keperluan analisis kecelakaan dasar desain pada reaktor daya maju AP1000. Kata kunci: analisis

  9. ANALISIS SEBARAN RADIONUKLIDA PADA KONDISI NORMAL UNTUK REAKTOR AEC 1000 MW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis sebaran radionuklida pada reaktor daya Atomic Energy Agency (AEC 3568 MWTh, setara dengan 1000 Mwe untuk kondisi operasi normal. Analisis dilakukan untuk dua reaktor yang terpisah sejauh 500 m dan sudut 90o satu dengan yang lain. Langkah awal dalam melakukan analisis adalah menentukan suku sumber reaktor menggunakan program komputer ORIGEN2 dan EMERALD NORMAL. ORIGEN2 digunakan untuk menentukan inventori radionuklida yang terdapat di reaktor. Selanjutnya dengan dengan menggunakan program EMERALD NORMAL dihitung suku sumber yang sampai ke cerobong reaktor. Untuk menganalisis dosis yang diterima penduduk dilakukan dengan menggunakan program PC-CREAM. Perhitungan dilakukan untuk satu dan dua PLTN di calon tapak PLTN. Hasil yang diperoleh adalah sebaran radionuklida terbesar untuk satu PLTN pada jarak 1 km dan kearah zona 9 (191,25o dan untuk dua PLTN pada jarak 1 km dan kearah zona 10 (213,75o. Radionuklida yang sampai ke penduduk melalui dua alur yaitu alur makanan dan hirupan. Untuk alur makanan berasal dari radionuklida I-131, dan terbesar melalui alur produk susu sebesar 53,40 % untuk satu maupun dua PLTN . Untuk alur hirupan ranionuklida pemberi kontribusi paparan terbesar berasal dari Kr-85m sebesar 53,80 %. Dosis total terbesar yang diterima penduduk terdapat pada jarak 1 Km untuk bayi yaitu sebesar 4,10 μSi dan 11,26 μSi untuk satu dan dua PLTN. Hasil ini sangat kecil dibandingkan dengan batas dosis yang diijinkan oleh badan pengawas (BAPETEN untuk penduduk yaitu sebesar 1 mSi. Kata Kunci : Reaktor daya, komputer code, radionuklida, alur makanan, hirupan   Analysis for radionuclide dispersion for the Atomic Energy Agency (AEC 3568 MWth Power Reactor, equal to the 1000 MWe at normal condition has been done. Analysis was done for two piles that is separated by 500 m distance and angle of 90o one to other. Initial pace in doing the analysis is to determine reactors source term using ORIGEN2 and EMERALD NORMAL

  10. ANALISIS DAN PENGUKURAN PARAMETER REAKTOR KARTINI UNTUK PENERAPAN METODE K0-NAA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Murniasih

    2015-03-01

    Full Text Available Metode k0-NAA merupakan metode analisis yang banyak digunakan dengan berbagai keunggulan. Dalam penerapan metode k0-NAA diperlukan nilai parameter reaktor (f dan α, maka tujuan penelitian ini adalah akan dilakukan pengukuran nilai parameter f dan α di fasilitas Lazy Susan reaktor Kartini. Metode yang digunakan meliputi metode Cd-ratio dan triple bare. Telah diukur nilai parameter tersebut pada tiga lubang iradiasi di fasilitas Lazy Susan. Diperoleh perbedaan hasil pengukuran nilai parameter yang signifikan pada setiap lubang iradiasi, nilai ƒ berkisar 13,713 - 22,128 dan α berkisar -0,060 – 0,068. Hasil pengukuran f dan α dengan metode Cd-ratio, memberikan nilai yang lebih stabil dibandingkan metode triple bare. Nilai f dan α yang diperoleh dapat dijadikan basis data pada penerapan metode k0-NAA untuk analisis sampel di laboratorium AAN – PSTA. Kata kunci: parameter reaktor, reaktor Kartini, k0-NAA, fluks neutron   The k0-NAA method is an analysis method that widely used by many of the advantages. In the application of k0-NAA method needed valuea of reactor parameters (f and α, then the purpose of the research would be conducted meaasurement parameter values f and α in the Lazy Susan Kartini reactor facilities. The methods used include Cd-ratio and triple bare methods. The parameter value has been measured in three channels in the irradiation facilities Lazy Susan. Differences of measurement results obtained parameter values are significant in each channel irradiation, the value of ƒ ranged from 13.713 to 22.128 and the value of α ranged from -0.060 – 0.068. The results of measurements for the f and α with the Cd-ratio method, providing more stable value than the triple bare method. The value of f and α obtained can be used a database for the application of k0-NAA method for sample analysis in the laboratory NAA – CAST. Keywords: reactor parameter, Kartini reactor, k0-NAA, neutron flux

  11. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA MATEMATIKA BERBASIS SELF REGULATED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellianawati -

    2012-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Fisika Matematika dengan memberi keleluasaan kepada mahasiswa dalam memilih tipe belajar yang diminati agar dapat memacu mahasiswa mampu belajar secara mandiri. Model Self Regulated Learning (SRL dipilih karena dinilai memuat uraian tugas dan kewajiban dosen dan mahasiswa untuk mencapai tujuan ini. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester genap 2010/2011 yang mengambil mata kuliah Fisika Matematika 1. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan metode penelitian research and development ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan capaian prestasi belajar yang cukup signifikan. Peningkatan persepsi diri mahasiswa tentang pemahaman materi Fisika Matematika 1 serta capaian rata-rata yang masuk dalam kategori B menggambarkan keefektifan metode ini. Masih ada beberapa mahasiswa yang perlu mendapatkan perhatian dengan perbaikan yang berkelanjutan baik dari segi konten, sajian, maupun proses pembelajaran.The research aimed to increase the students’ motivation in learning Mathematical Physics by choosing their own type of study in order to challenge them to study autonomy. Self Regulated Learning (SRL model is chosen since the model provides the role for teacher and learner to reach the learning goal. This research has been done to the students who taken Mathematical Physics 1 in even semester of academic year of 2010/2011. Based on the result using research and development methodology, it can be concluded that there is a quite significant gain of students’ understanding of Mathematical Physics 1 concepts. The increase of students’ self perception of material understanding of Mathematical Physics 1 and the average of achievement categorized as B shows the effectiveness of the method.  There are some students who still need to be concerned by continuing their improvement in learning content as well as the learning process.

  12. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA MATEMATIKA BERBASIS SELF REGULATED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ellianawati -

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Fisika Matematika dengan memberi keleluasaan kepada mahasiswa dalam memilih tipe belajar yang diminati agar dapat memacu mahasiswa mampu belajar secara mandiri. Model Self Regulated Learning (SRL dipilih karena dinilai memuat uraian tugas dan kewajiban dosen dan mahasiswa untuk mencapai tujuan ini. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester genap 2010/2011 yang mengambil mata kuliah Fisika Matematika 1. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan metode penelitian research and development ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan capaian prestasi belajar yang cukup signifikan. Peningkatan persepsi diri mahasiswa tentang pemahaman materi Fisika Matematika 1 serta capaian rata-rata yang masuk dalam kategori B menggambarkan keefektifan metode ini. Masih ada beberapa mahasiswa yang perlu mendapatkan perhatian dengan perbaikan yang berkelanjutan baik dari segi konten, sajian, maupun proses pembelajaran.The research aimed to increase the students’ motivation in learning Mathematical Physics by choosing their own type of study in order to challenge them to study autonomy. Self Regulated Learning (SRL model is chosen since the model provides the role for teacher and learner to reach the learning goal. This research has been done to the students who taken Mathematical Physics 1 in even semester of academic year of 2010/2011. Based on the result using research and development methodology, it can be concluded that there is a quite significant gain of students’ understanding of Mathematical Physics 1 concepts. The increase of students’ self perception of material understanding of Mathematical Physics 1 and the average of achievement categorized as B shows the effectiveness of the method.  There are some students who still need to be concerned by continuing their improvement in learning content as well as the learning process.

  13. PENGEMBANGAN WEB INTRANET FISIKA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Doyan

    2015-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran web intranet fisika dan mengetahui pengaruhnya terhadap penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan model Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi tiga tahap, yaitu tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan media,dan tahap uji coba media. Tahap studi pendahuluan dilaksanakan dengan studi kepustakaan dan survei awal. Tahap pengembangan media menghasilkan draf awal media. Penelitian dilanjutkan dengan tahap implementasi uji coba terbatas dan uji coba lebih luas media pembelajaran web intranet fisika di SMKN 2 Praya Tengah. Pembelajaran materi usaha, energi, dan daya di kelas eksperimen menggunakan web intranet fisika sedangkan di kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Kedua kelas dianalisis menggunakan uji perbedaan rata-rata (Uji t atau Uji Mann-Whitney dan skor gain ternormalisasi (N-gain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran web intranet fisika efektif meningkatkan penguasaan konsep tetapi tidak efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMK.ABSTRACTThe research was aimed at developing a learning media of physics intranet web and knowing its impacts to the student’s concept comprehension and problem solving skills. The research used a research design and development model of Borg and Gall which was modified into three stages; those were stage of preliminary study, stage of media development, and stage of media testing.The stage of preliminary study was conducted by having literature review and initial survey. Furthermore media development generated an initial draft of media. The research was continued with the stage of limited testing and more extensive testing implementation of physics intranet web learning media at SMKN 2 Praya Tengah. The learning material of work, energy and power in the experimental group used the physics intranet web, while the

  14. EVALUASI KINERJA GURU FISIKA, BIOLOGI DAN KIMIA SMA YANG SUDAH LULUS SERTIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusrizal Yusrizal

    2013-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan (1 mengembangkan instrumen evaluasi kinerja guru yang valid dan reliabel, (2 mengevaluasi kinerja guru Fisika, Biologi, dan Kimia SMA yang sudah terser-tifikasi/menerima tunjangan profesi. Populasi penelitian yaitu seluruh guru Fisika, Biologi dan Kimia SMA tersertifikasi/pene-rima tunjangan profesi yang berada di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Pidie. Validitas konstruk instrumen yang dikembangkan dibuktikan melalui analisis fak-tor, dan reliabilitasnya diestimasi dengan rumus alpha Cron-bach. Analisis tingkat kinerja ditentukan dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan: (1 instrumen yang dikembang-kan terdiri atas 33 butir pernyataan, dan memiliki koefisien reliabilitas konsistensi internal sebesar 0,953; (2 kinerja guru Fisika, Biologi, dan Kimia SMA yang sudah lulus sertifikasi dan sudah menerima tunjangan belum seluruhnya berkinerja tinggi; (3 kinerja guru Kimia relatif lebih baik dari pada kinerja guru Biologi dan guru Fisika. Kata kunci: evaluasi, kinerja guru, validitas, reliabilitas ______________________________________________________________ AN EVALUATION OF THE PERFORMANCE OF CERTIFIED SCIENCE TEACHERS (PHYSICS, CHEMISTRY AND BIOLOGY OF SENIOR HIGH SCHOOLS Abstract This study was aimed at (1 developing a valid and reliable performance evaluation instruments for teachers, and (2 evaluating the level of Physics, Biology and Chemistry teachers of senior high schools who have been certified and received theprofession allowance. The population of this study included all certified Physics, Biology and Chemistry teachers of senior high schools who have received profession allowance in Banda Aceh, Aceh Besar, and Pidie. The construct validity of the instrument developed was assessed through factor analysis, and the reliability was estimated by using Cronbach’s Alpha formula. The level of teachers’performance was analyzed by the percentage. The result of the research shows that (1 the

  15. ANALISIS DESAIN PROSES SISTEM PENDINGIN PADA REAKTOR RISET INOVATIF 50 MW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukmanto Dibyo

    2015-03-01

    Full Text Available Reaktor Riset Inovatif (RRI merupakan jenis MTR (Material Testing Reactor yang dipersiapkan ke depan sebagai desain reaktor baru. Daya RRI telah ditetapkan dari perhitungan neutronik dan termohidrolika teras yaitu 50 MW termal. Reaktor bertekanan 8 kgf/cm2 dan laju aliran massa pendingin primer 900 kg/s. Tantangan yang penting dalam menindak lanjuti desain reaktor ini adalah analisis desain pada sistem pendingin. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis desain proses sistem pendingin utama reaktor RRI daya 50 MW (RRI-50 dengan menggunakan program Chemcad 6.1.4. Dalam analisis ini dilakukan perhitungan neraca massa dan energi (mass/energy balances pada sistem pendingin primer dan sekunder sebagai pendingin utama. Masing-masing sistem pendingin tersebut terdiri dari 2 jalur beroperasi secara paralel dan 1 jalur redundansi. Disamping itu untuk desain termal unit komponen telah dianalisis dengan program RELAP5, frenchcreek dan Metoda Analitik. Hasil analisis yang diperoleh adalah desain diagram sistem pendingin yang mencakup data parameter entalpi, temperatur, tekanan dan laju aliran massa pendingin untuk masing-masing jalur. Adapun hasil desain unit komponen utama pada RRI-50 adalah tangki tunda dengan volume 51,5 m3, 2 unit pompa sentrifugal dan 1 unit pompa cadangan pada pendingin primer daya 141 kW/pompa dan pendingin sekunder daya 206 kW/pompa, 2 unit penukar panas tipe shell-tube dengan koefisien termal overall 1377 W/m2.oC dan 4 unit menara pendingin yang mampu melepaskan panas ke udara dengan desain temperatur approach 5,0 oC dan temperatur range 9,0 oC. Desain sistem pendingin reaktor RRI-50 ini telah menetapkan parameter operasi sistem pendingin yaitu temperatur, tekanan dan laju aliran massa pendingin dengan mempertimbangkan tuntutan aspek keselamatan teras reaktor sehingga desain temperatur maksimum pendingin masuk ke teras 44,5 oC. Kata kunci : RRI 50 MW, desain sistem pendingin, program Chemcad 6.1.4   Innovative Research Reactor RRI

  16. PROFIL PENALARAN LOGIS BERDASARKAN GAYA BERPIKIR DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA PESERTA DIDIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. Bancong

    2013-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui profil penalaran logis peserta didik yang memiliki gaya berpikir sekuensial konkret, sekuensial abstrak, acak konkret, acak abstrak dan perbedaannya dalam memecahkan masalah Fisika di MAN Baraka. Data yang diperoleh melalui hasil wawancara dan pekerjaan tertulis dianalisis dengan menggunakan analisis data Model Miles dan Huberman. Hasil penelitian mendeskripsikan penalaran logis peserta didik yang memiliki gaya berpikir berbeda. Deskripsi utuh yang memuat seluruh komponen penalaran logis dan konektivitas setiap unsur dari profil dijabarkan dengan mind mapping. Kesimpulan yang diperoleh berupa profil penalaran logis peserta didik yang memiliki gaya berpikir berdampak pada kemampuan memecahkan masalah Fisika. A researchthat aims to determine the profile of logical reasoning of student who have a concrete suquential thinking style, sequential abstract, concrete random, abstract random and differences in solving physics promlems at MAN Baraka. Data obtained through interviews and written work were analyzed using data analysis Miles and Huberman model. The results describe the logical reasoning of student who have different thinking styles. Full description that contains all the components of logical reasoning and the connectivity of each element of the profile described by mind mapping. Conclusions obtained in the form of logical reasoning profile of student who have thinking styles impact to solving physics problems’ ability.

  17. PEMBELAJARAN REAL LABORATORY DAN TUGAS MANDIRI FISIKA PADA SISWA SMK SESUAI DENGAN KETERAMPILAN ABAD 21

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Susilawati

    2015-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran pembelajaran real laboratory dan tugas mandiri fisika pada siswa SMK. Paket real laboratory konsep gelombang bunyi dilakukan untuk mengidentifikasi fenomena bunyi yang belum mampu dipraktikumkan menggunakan KIT mekanika. Prosedur penelitian terdiri dari persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan dilakukan analisis konsep gelombang bunyi dan penyusunan instrumen penelitian. Pada tahap pelaksanaan diterapkan pembelajaran real laboratory dan tugas mandiri fisika pada siswa SMK, selanjutnya dilakukan analisis data hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa keterampilan kinerja dan keaktifan siswa yang mendapatkan pembelajaran real laboratory dengan tugas mandiri lebih baik dibandingkan dengan hasil tes kinerja siswa yang hanya mendapatkan pembelajaran real laboratory. The purpose of this work is to get an idea of the real learning physics laboratory and self-regulated assignment of vocational students. A real laboratory package of sound wave concept was done to identify the sound phenomena that have not been able to be practiced using mechanics apparaturs sets. The procedure of this work consists of the preparation and execution, where in the preparatory phase it was done an analysis of sound wave concept and preparation of research instruments. The implementation was done using real laboratory learning and self-regulated assignment of physics subject on vocational students, further the analysis of the research data was also done. The result showed that the performance and activity of students getting a real laboratory learning with self-regulated assignment are better than that of students only getting real laboratory learning.

  18. Pengembangan Skala Sikap Diferensial Semantik Terhadap Fisika Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UNJ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratu Amilia Avianti

    2016-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan skala sikap differensial semantic terhadap fisika Jurusan Teknik Mesin. Skala differensial semantik adalah jenis pertanyaan survey dimana responden diminta untuk merata-rata pendapatannya pada skala linier antara 2 titik, yang secara teoritis ada 7 tingkatan. Skala sikap differensial semantic ini mempunyai 3 ukuran yaitu evaluasi, potensi dan aktivitas. Skala ini diujicobakan 2 kali terhadap 116 mahasiswa Teknik mesin Universitas Negeri Jakarta (UNJ. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan skala dengan menggunakan pendekatan respons. Pada uji coba tahap pertama, hasilnya mengindikasikan bahwa ketiga faktor diintisarikan dari data yang diperoleh menggunakan analisi komponen penting metode eksplorasi, sejalan dengan faktor pengukuran. Metode konfirmasi dari Maximum Likelihood yang mengukur kebaikan dari ketiga faktor, menemukan indeks signifikansi pada tingkat 62, 689. Hal ini mengindikasikan validitas korelasi model ketiga faktor. Untuk menentukan reliabitas instrumen digunakan Theta reliabilitas (o= 0.7965. Pada uji coba kedua, validitas konstruk juga ditentukan dengan menggunakan analisis faktor. Tiga faktor juga diintisarikan dari metode eksplorasi PCA. Metode konfirmasil ML diterapkan untuk menguji kebaikan ketiga faktor dan indeks tes yang diperoleh 60,978 yang juga signifikan. Ketiga faktor dari pengintisarian juga mendukung pengukuran teori seperti pada uji coba pertama. Konsistensi internal Theta yang diperoleh adalah o= 0.7777 dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang mengukur sikap mahasiswa terhadap Fisika mempunyai validitas konstruk yang sesuai menggunakan skala yang berbeda. Namun demikian , dibutuhkan uji coba lebih lanjut untuk membakukan instrumen ini.

  19. SIFAT FISIKA DAN NILAI KETEGUHAN REKAT KAYU KECAPI (Sandoricum koetjape Merr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Violet Burhanuddin

    2017-06-01

    Full Text Available The research  aim was to determine the physical properties and bonding strenght value of Kecapi wood, and the relationship between the above both parameters, as well.  The above knowledge will be implemented in producing wood products. The ASTM D 143-52 dan ASTM D 1759-64 standard (1975 were used in order to test the physical properties and the bonding strength value.  The research result showed as followed average value of density based on the volume of dried air was 0,42; density based on the volume of dried kiln 0,43; wood moisture content 15,90%; radial shrinkage 2,75%; tangential shrinkage 4,22% and longitudinal shrinkage 0, 13%; anisotropy value was 2,37%; bonding strength value 64,11 kg/cm2 and timber damage 2,0%.The strenght of the wood is III – IV, and durability class as IV-V.  The wood has a high level of defect free and different shrinkage on the three-way cross-section.  Also, the research result showed that the bonding strenght complied with standard and timber damage was low.  So, koetjape wood may be recommended to be products by using glue-bond technology.  Meanwhile the relationships between physical properties and the bonding strength showed that only moisture content which had strong relation with bonding strength, namely r = 0,916. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisika dan nilai keteguhan rekat kayu Kecapi (Sandoricum koetjape Merr serta mengetahui hubungan antara sifat fisika dengan nilai keteguhan rekat kayu. Sifat fisika dan keteguhan rekat ini akan diaplikasikan untuk pemanfaatan produk kayu yang cocok berdasarkan sifat dasar dan besarnya kekuatan kayu tersebut. Pengujian sifat fisika dan nilai keteguhan rekat ini menggunakan standar ASTM D 143-52 dan ASTM D 1759-64 (1975. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai berat jenis berdasarkan volume kering udara 0,42, berat jenis berdasarkan volume kering tanur 0,43, nilai kadar air 15,90%, penyusutan radial 2,75%, penyusutan tangensial 4,22% dan

  20. ANALISIS AKTIVITAS SUMBER RADIASI DAN INTENSITAS SINAR GAMMA DI TERAS REAKTOR PWR 1000 MWe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardani Ardani

    2015-04-01

    Full Text Available Salah satu PLTN kelas 1000 MWe adalah AP1000, reaktor dengan daya operasi penuh 3400 MWt. Sinar gamma dalam teras reaktor berasal dari tiga jenis sumber: 1 sinar gamma hasil reaksi penangkapan radiatif, 2 sinar gamma hasil reaksi pembelahan spontan dan 3 sinar gamma peluruhan radionuklida hasil pembelahan dan peluruhan radionuklida hasil aktivasi material dalam teras. Komposisi nuklida dalam teras merupakan parameter untuk menentukan laju reaksi penangkapan radiatif. Paket program ORIGEN-2 digunakan untuk menghitung aktivitas radionuklida dalam teras reaktor dan intensitas sinar gamma peluruhannya. Dengan asumsi reaktor dioperasikan pada daya penuh selama 540 hari tanpa gangguan, sebagian besar aktivitas radionuklida hasil pembelahan cenderung stabil, sedangkan aktivitas radionuklida hasil aktivasi material dan aktivitas aktinida cenderung meningkat seiring dengan waktu operasi. Aktivitas terbesar adalah aktivitas radionuklida hasil pembelahan yang totalnya mencapai 6,8×109 curie pada akhir operasi, diikuti aktivitas aktinida 1,06×109 curie, kemudian aktivitas radionuklida hasil aktivasi 5,98×106 curie. Energi sinar gamma terentang antara 0 - 11 MeV, dikelompokkan dalam 7 kelas energi. Sumber sinar gamma penangkapan radiatif memberikan kontribusi intensitas yang paling tinggi diikuti oleh intensitas sinar gamma hasil pembelahan spontan kemudian intensitas sinar gamma hasil peluruhan. Secara umum sinar gamma kelas energi rendah mempunyai intensitas yang lebih besar dibanding intensitas sinar gamma kelas energi tinggi. Kata kunci : PLTN AP1000, aktivitas radionuklida, curie, intensitas sinar gamma, foton   One of the 1000 MWe class nuclear power plant is the AP1000, full operating power reactors by 3400 MWt. Gamma rays in the reactor core derived from three types of sources :1 gamma ray results of radiative capture reactions,2 gamma rays result of spontaneous fission reaction and 3 gamma ray decay of radionuclides and the decay of the fission

  1. KINETIKA REAKSI OKSIDASI KATALITIK FERO SULFAT DARI LIMBAH BESI DALAM REAKTOR LULUHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hary Sulistyo

    2012-02-01

    Full Text Available Limbah besi yang berupa serbuk direaksikan dengan asam sulfat membentuk larutan fero sulfat. Larutan fero sulfat dapat dioksidasi menjadi feri sulfat. Oksidasi dijalankan dalam reaktor drift pada tekanan dan suhu tetap. Percobaan dilakukan pada kisaran suhu 323K sampai 353K dan konsentrasi katalisator dari 1,7 sampai 6,7 g/L, waktu reaksi 150 menit pada tekanan atmosferis. Nilai konversi tertinggi fero sulfat menjadi feri sulfat yang diperoleh 39,5%. Nilai koefisien perpindahan massa gas ke cairan dan cairan ke permukaan padatan berturut-turut 37,18 cm/s dan 180 cm/s. Hubungan antara konstante kecepatan reaksi permukaan dengan suhu dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan Arrhenius, k = 2,8092x107exp(-8794/RT. Hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan data di pustaka dan kinetika reaksi ditentukan oleh gabungan antara perpindahan massa gas ke cairan dan reaksi pada permukaan katalisator. 

  2. Isotopic composition of precipitation at the station Ljubljana (Reaktor, Slovenia – period 2007–2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Polona Vreča

    2014-12-01

    Full Text Available The stable isotopic composition of hydrogen and oxygen (δ2H and δ18O and the tritium activity (A were monitored in monthly collected precipitation at Ljubljana (Reaktor during the period 2007–2010. Monthly and yearly isotope variations are discussed and compared with those observed over the period 1981–2006 and with the basic meteorological parameters for Ljubljana (Bežigrad and Ljubljana (Hrastje stations for the period 2007−2010. The mean values for δ2H and δ18O, weighted by precipitation amount at Ljubljana (Reaktor, are –59.4 ‰ and –8.71 ‰. The reduced major axis local meteoric water line (LMWLRMA is δ2H = (8.19 ± 0.22×δ18O + (11.52 ± 1.97, while the precipitation weighted least square regression results in LMWLPWLSR-Re δ2H = (7.94 ± 0.21×δ18O + (9.76 ± 1.93. The lack of significant difference in the LMWL slopes indicates a relatively homogeneous distribution of monthly precipitation as well as the small number of low-amount monthly precipitation events with low deuterium excess. The deuterium excess weighted mean value is 10.3 ‰ which indicates the prevailing influence of the Atlantic air masses. The temperature coefficient of δ18O is 0.30 ‰/°C. Tritium activity in monthly precipitation shows typical seasonal variations, with a weighted mean tritium activity in this period of 8.5 TU. No decrease of mean annual activity is observed.

  3. MODEL OBSERVASI DAN SIMULASI (OBSIM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA DALAM MENGAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indrawati Indrawati

    2011-11-01

    Full Text Available Abstract: Observation and Simulation Model (OBSIM Model to Improve the Teaching Ability of Physics Education Students. A study on "Observation and Simulation Model (Obsim Model to Improve Teaching Ability of Physics Education Students" was carried out for two purposes. First, to describe how Obsim Model can improve student ability in designing physics lesson plan. Second, to describe how the Obsim Model can increase student skill in implementing physics lesson plan. The subjects of this study were 43 physics education students taking the subject of Physics Instructional Planning. The students were studying in Physics Educational Program, Faculty of Teacher Training and Education, Jember University, fifth semester year 2008/2009. This study was designed as classroom action research. Observation, authentic assessment, and interview were used to get data. The results of data collection were analysed by using descriptive statistics, by using normalized gain. The findings reveal that Obsim Model is able to improve student ability in designing physics lesson plan and implementing the lesson plan from middle to high category as long as teaching simulations which are given by the lecturer presented clearly, students participate actively in class discussion, the task of designing a lesson plan and teaching practice are often done by stu­dents, and the feedback is always given after students' presentation. Abstrak: Model Observasi dan Simulasi (OBSIM untuk Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Fisika dalam Mengajar. Penelitian tentang model observasi dan simulasi (Obsim untuk meningkatan kemampuan mengajar mahasiswa pendidikan fisika mempunyai dua tujuan. Pertama, untuk mendeskripsikan bagaimana Model Obsim dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merencana­kan pembelajaran. Kedua, untuk mendeskripsikan bagaimana Model Obsim dapat meningkatkan keterampil­an mahasiswa dalam mengimplementasikan perencanaan pembelajaran. Subyek penelitian adalah

  4. PEMBUATAN SERBUK U-6Zr DENGAN PENGKAYAAN URANIUM 19,75 % UNTUK BAHAN BAKAR REAKTOR RISET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukan Masrukan

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN SERBUK PADUAN U-6Zr DENGAN PENGKAYAAN URANIUM 19,75 % UNTUK BAHAN BAKAR REAKTOR RISET. Telah dilakukan pembuatan serbuk paduan U-6Zr dengan pengkayaan 19,75 % untuk bahan bakar reaktor riset. Pembuatan bahan bakar U-6Zr ini dalam rangka mencari bahan bakar baru yang mempunyai densitas tinggi untuk mengganti bahan bakar yang sudah ada U3Si2-Al. Tujuan dari percobaan ini untuk mengetahui sifat-sifat serbuk paduan U- 6Zr yang diperoleh dari proses hydriding-dehydriding sebagai kandidat bahan bakar reaktor riset. Serbuk yang diperoleh dari proses hydriding-dehydriding dikenai pengujian, diantaranya pungujian komposisi kimia, densitas, kandungan hidrogen, fasa dan sifat termal. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan beberapa unsur seperti Al, Ca, Cu, dan Ni melebihi batas yang diijinkan dimana masing-masing unsur terdapat sebesar 202,21 ppm; 214,05 ppm; 61,25 ppm dan 134,53 ppm. Pada pengujian diperolah densitas serbuk U-6Zr sebesar 13,58 g/cm3 dan pada pengujian kandungan hidrogen sisa diperoleh kandungan hidrogen sebesar 0,16 %. Untuk pengujian fasa, diperoleh fasa αU dan δU, sedangkan pada pengujian sifat termal yakni transformasi temperatur terdapat dua puncak yakni puncak pertama terjadi pada temperatur 274 hingga 311 oC dan puncak kedua terjadi pada temperatur 493 hingga 527oC. Puncak pertama terjadi reaksi endotermik dengan menyerap panas sebesar ∆H = 6,23 cal/g tetapi tidak terbentuk fasa baru, sedangkan puncak kedua terjadi reaksi eksotermik dengan mengeluarkan panas sebesar ∆H = -9.34 cal/g dan terbentuk fasa αZr. Sementara itu, dari pengujian kapasitas panas pada temperatur 34 hingga 75 oC, terjadinya penurunan nilai kapasitas panas yang disertai dengan penyerapan panas. Pada temperatur yang lebih tinggi hingga temperatur 437oC nilai kapasitas panas menjadi lebih kecil disertai pengeluaran panas. Reaksi termokimia antara Zr dengan hidrogen sisa menunjukkan terbentuknya fasa αZr yang diindikasikan oleh reaksi

  5. Pengembangan Model Penilaian Formatif Berbasis Web untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ediyanto Ediyanto

    2015-03-01

    Full Text Available Abstract: There are two approaches of learning assessment, called formative and summative. The formative assessment is applicable because it involves students directly during the process, may im-prove these students perceptive. The limited time in class makes this process difficult, then the de-velopment of both online and offline formative assessment, provide responsive feedback for teachers and students, is definitely needed. This research goal is to produce a model of web-based formative assessment for physics. This study used research design and development of the formative assess-ment-model. Questionnaire is used for product validation, consist of validation of textbook,  instrument of pre and post-learning quizzes and web product.The result of quantitative analysis shows that the developed product is valid without any revision. Based on qualitative data, the product revision follows comments and suggestions from expert’s validation, teachers and students. The product testing shows that the formative assessment-model may improve students’ conceptual comprehension. Key Words: formatice assessment-model, students’ conceptual comprehension of physics, web-based Abstrak: Penilaian terbagi menjadi dua macam yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Penilaian formatif tepat digunakan karena prosesnya melibatkan siswa secara langsung di dalam proses pembelajaran dan mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. Keterbatasan waktu di kelas menyebabkan proses ini sulit dilakukan, maka perlu dikembangkan model penilaian formatif secara online dan off-line yang dapat memberikan umpan balik yang cepat bagi siswa dan guru. Tujuan dari penelitian adalah menghasilkan model web-based penilaian formatif untuk pembelajaran fisika. Penelitian menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan model penilaian formatif. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk uji kelayakan produk yang meliputi validasi naskah buku, instrumen kuis prapembelajaran

  6. ANALISIS DISTRIBUSI KECEPATAN PENDINGIN DALAM ELEMEN BAKAR TIPE PELAT MENGGUNAKAN METODE CFD UNTUK REAKTOR RISET RSG-GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Subekti

    2015-03-01

    Full Text Available Eksperimen pengukuran distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal elemen bakar reaktor riset RSG-GAS sulit dilakukan karena lebar celah yang sangat kecil dan terletak di dalam elemen bakar. Oleh karena itu diperlukan perhitungan untuk memprediksi distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal untuk mengkonfirmasi bahwa keberadaan handle tidak merusak distribusi kecepatan pendingin masuk ke dalam setiap subkanal. Perhitungan ini memerlukan metode CFD yang memperhatikan interior 3 dimensi. Perhitungan distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal juga belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan investigasi distribusi kecepatan pendingin elemen bakar tipe pelat menggunakan metode CFD 3 dimensi untuk reaktor riset RSG-GAS. Penelitian ini juga sangat diperlukan sebagai bagian dari pengembangan desain termohidrolika elemen bakar untuk reaktor riset inovatif. Pemodelan menggunakan ½ model dalam perangkat lunak Gambit dan perhitungan menggunakan persamaan Turbulen dalam perangkat lunak FLUENT 6.3. Hasil perhitungan kecepatan pendingin tiga dimensi dalam subkanal menggunakan metode CFD lebih rendah sekitar 4,06% dari pada hasil perhitungan satu dimensi karena perhitungan satu dimensi mengabaikan keberadaan handle. Kata kunci: Aliran pendingin, elemen bakar, reaktor riset, kondisi tunak, CFD   The measurement experiment for coolant-velocity distribution in the subchannel of fuel element of RSG-GAS research reactor is difficult to be carried out due to too narrow channel and subchannel placed inside the fuel element. Hence, the calculation is required to predict the coolant-velocity distribution inside subchannel to confirm that the handle presence does not ruin the velocity distribution into every subchannel. This calculation utilizes CFD method, which respect to 3-dimension interior. Moreover, the calculation of coolant-velocity distribution inside subchannel was not ever carried out. The research object is to investigate the

  7. OPTIMASI GEOMETRI TERAS REAKTOR DAN KOMPOSISI BAHAN BAKAR BERBENTUK BOLA PADA DESAIN HIGH TEMPERATURE FAST REACTOR (HTFR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustina Mega

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan desain High Temperature Fast Reactor (HTFR tipe pebble dengan bahan bakar uranium plutonium nitrida berpendingin Pb-Bi. Parameter yang dianalisis adalah kritikalitas teras, koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, koefisien reaktivitas void pendingin dan kemampuan breeding reaktor. Perhitungan dilakukan dengan paket program SRAC2K3. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh desain teras berumur lama dan memiliki fitur keselamatan melekat. Dari penelitian ini diperoleh desain reaktor dengan diameter 520 cm dan tinggi 480 cm. Bahan bakar berbentuk pebble dengan 63 % UN-37 % PuN pada zona core dan 95,5 % UN-4,5 % PuN pada zona blanket. Reaktor tidak kritis setelah kurang lebih 800 hari dan keff pada BoL 1,078223 dan keff setelah 800 hari adalah 0,986379. Dari penelitian ini diperoleh koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar sebesar -2,190014E-05 pada saat BoL dan -1,390773E-05 setelah 800 hari serta koefisien reaktivitas void pendingin sebesar -2,160402E-04/% void pada saat BoL dan setelah 800 hari sebesar -2,942364E-03/% void. Reaktor merupakan jenis fast breeder ditandai dengan naiknya densitas plutonium 239. Kata kunci : desain, teras, HTFR, keselamatan, umur, koefisien reaktivitas.   Design of pebble bed type High Temperature Fast Reactor (HTFR with uranium plutonium nitride fuel and Pb-Bi cooled has been done. The parameters being analyzed were core criticality, fuel temperature coefficient, void coefficient and reactor breeding ability. Calculation was done by using SRAC2K3 computer code. This research is expected to obtaine the design with long life core and inherent safety features. This research obtained core design with a diameter of 520 cm and 480 cm core high. Shaped pebble fuel bed with the 63 % UN-37 % PUN on core zone and 95.5 % UN-4.5 % Pu on blanket zone and keff value is 1.078223 with approximately 800 day of core life. The fuel temperature coefficient is -2.190014E-05 at BOL and is 1.390773E-05 at EOL and

  8. STUDI DESAIN DOWN SCALE TERAS REAKTOR DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR – HTR 100 MWe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Parmanto

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian terhadap teras reaktor Pebble Bed Modular Reactor (PBMR dengan daya 100 Mwe berbahan bakar UO2. Reaktor ini menggunakan moderator grafit dan helium sebagai pendingin. Studi down scale dilakukan tanpa mengubah geometri teras maupun geometri bahan bakar. Parameter yang dianalisis adalah kritikalitas teras, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, moderator dan pendingin serta nilai ekonomis bahan bakar. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh desain bahan bakar yang bernilai ekonomis dan memiliki fitur keselamatan melekat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan program SRAC 2003. Hasil yang diperoleh adalah desain bahan bakar UO2 berbentuk pebble dengan pengkayaan 10% U235 dan 90 ppm racun dapat bakar Gd2O3. Nilai faktor multipilkasi effektif keff pada beginning of life (BOL adalah 1,01115 dan menjadi 1,00588 setelah 2658 hari operasi reaktor (EOL. Koefisien reaktivitas temperatur total diperoleh sebesar - 3,25900E-05 ∆k/k/K saat BOL dan -1,10615E-04 ∆k/k/K saat end of life (EOL. Reaktor ini memenuhi karakteristik keselamatan melekat ditandai dengan nilai koefisien reaktivitas temperatur yang negatif. Kata kunci: PBMR, desain bahan bakar, faktor multipilkasi effektif, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur.   Research of Pebble Bed Modular Reactor (PBMR 100 MWe which used UO2 fuel has been done. This reactor uses graphite as moderator and helium as coolant. Down scale studies performed without changing the core and fuel geometry. The parameter being analyzed were core criticality, excess reactivity, fuel, moderator, coolant temperature reactivity coefficient, and fuel economy. This research is expected to obtain the design that has fuel economy and inherent safety features. In this research, we have employed SRAC 2003 code. The calculation show that the UO2 pebble fuel design with 10% enrichment of U235 and 90 ppm burnable poison of Gd2O3 results in the effective multiplication

  9. ANALISIS MODEL TERAS 3-DIMENSI UNTUK EVALUASI PARAMETER KRITIKALITAS REAKTOR PWR MAJU KELAS 1000 MW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tagor Malem Sembiring

    2015-04-01

    Full Text Available Setelah kejadian Fukushima, penggunaan sistem keselamatan pasif menjadi persyaratan yang penting untuk PLTN. PLTN jenis PWR maju kelas 1000 yang didesain oleh Westinghouse, AP1000, memiliki fitur keselamatan pasif disamping sederhana dan modular. Sebelum memilih suatu PLTN, maka perlu dilakukan suatu evaluasi terhadap parameter desainnya. Salah satu parameter yang penting dalam keselamatan adalah kritikalitas teras. Permasalahan pokok dalam mengevaluasi parameter kritikalitas teras AP1000 tidak adanya data komposisi material SS304 dan H2O di daerah reflektor dan diameter penyerap SS304. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah mendapatkan model teras 3-dimensi AP1000 dan siap diaplikasikan dalam evaluasi parameter kritikalitas teras. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa komposisi terbaik SS304 dan H2O di reflektor teras bagian atas dan bawah masing-masing 50 vol%, sedangkan diameter penyerap SS304 adalah 0,960 cm. Evaluasi konsentrasi boron kritis menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai desain. Meskipun penyebab utama dari perbedaan ini belum diketahui, akan tetapi dapat dibuktikan bahwa konsentrasi boron kritis sangat sensitif dengan densitas UO2. Untuk reaktivitas padam, reaktor AP1000 memiliki margin subkritikalitas teras yang besar untuk satu siklus operasi. Dengan demikian teras yang diusulkan dapat digunakan sebagai acuan untuk evaluasi parameter teras lainnya atau perangkat analitis lainnya dalam rangka mengevaluasi desain reaktor AP1000. Kata kunci: AP1000, kritikalitas, konsentrasi boron kritis, reaktivitas padam   After the Fukushima accident, the use of passive safety system becomes an important requirement for the nuclear power plant (NPP. The advanced PWR NPP with 1000 MW (electric class, designed by Westinghouse, AP1000, a reactor with the passive safety features as well as simple and modular. Before selecting a nuclear power plant, there should be an evaluation of the design parameter. One important parameter in

  10. VERIFIKASI PAKET PROGRAM MVP-II DAN SRAC2006 PADA KASUS TERAS REAKTOR VERA BENCHMARK.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jati Susilo

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini dilakukan verifikasi perhitungan benchmark VERA pada kasus Zero Power Physical Test (ZPPT teras reaktor Watts Bar 1. Reaktor tersebut merupakan jenis PWR kelas 1000 MWe yang didesain oleh Westinghouse, tersusun dari 193 perangkat bahan bakar 17×17 dengan 3 jenis pengkayaan UO2 yaitu 2,1wt%, 2,619wt% dan 3,1wt%. Perhitungan nilai k-eff dan distribusi faktor daya dilakukan pada siklus operasi pertama teras dengan kondisi beginning of cycle (BOC dan hot zero power (HZP. Posisi batang kendali dibedakan menjadi uncontrolled (semua batang kendali berada di luar teras, dan controlled (batang kendali Bank D didalam teras. Paket program komputer yang digunakan dalam perhitungan adalah MVP-II dan SRAC2006 modul CITATION dengan data pustaka tampang lintang ENDF/B-VII.0. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa perbedaan nilai k-eff teras pada kondisi controlled dan uncontrolled antara referensi dengan MVP-II (-0,07% dan -0,014% dan SRAC2006 (0,92% dan 0,99% sangat kecil atau masih dibawah 1%. Perbedaan faktor daya maksimum teras pada kondisi controlled dan uncontrolled dengan referensi dengan MVP-II adalah 0,38% dan 1,53%, sedangkan dengan SRAC2006 adalah 1,13% dan -2,45%. Dapat dikatakan bahwa kedua paket program komputer menunjukkan hasil perhitungan yang sesuai dengan nilai referensi. Dalam hal penentuan kekritisan teras, maka hasil perhitungan MVP-II lebih konservatif dibandingkan dengan SRAC2006. Kata kunci : MVP-II, SRAC2006, PWR, VERA   In this research, verification calculation for VERA core physics benchmark on the Zero Power Physical Test (ZPPT of the nuclear reactor Watts Bar 1. The reactor is a 1000 MWe class of PWR designed by Westinghouse, arranged from 193 unit of 17×17 fuel assembly consisting 3 type enrichment of UO2 that are 2.1wt%, 2.619wt% and 3.1wt%. Core power factor distribution and k-eff calculation has been done for the first cycle operation of the core at beginning of cycle (BOC and hot zero power (HZP. In this

  11. PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS AUDIO-VIDEO EKSPERIMEN LISTRIK DINAMIS DI SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P. Rante

    2013-10-01

    Full Text Available Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat profil pengembangan multimedia pembelajaran fisika berbasis audio-video eksperimen listrik dinamis yang dapat menjadi solusi ketidakterlaksanaan praktikum di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa propil multimedia berbasis audio-video eksperimen dari segi tampilan menarik, fasilitas runtut, sistematis dan praktis digunakan serta menjadi solusi ketidakterlaksanaan praktikum di sekolah. Produk akhir adalah sebuah paket CD autorun multimedia pembelajaran interaktif sebagai media pembelajaran mandiri dan sebagai media presentase yang dilengkapi perangkat pembelajaran untuk guru. This research aims to see the profile of multimedia learning development on physics based audio-video on the topic dynamic electricity experiment that may become a solution of practicum that not mastered well in the school. The result shows that the profile of develop multimedia based audio-video experiment has interesting display, harmonious facilities, systematic and practical in used as well as become a solution of the practicum that not mastered yet. The final product produced an auto run CD package of interactive learning multimedia as a self learning media and as a representation of media that equipped with teaching and learning media for teacher.

  12. PROFIL KESULITAN BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN KELISTRIKAN SISWA SMA DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Rusilowati

    2012-01-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menentukan profil kesulitan belajar Fisika, khususnya pokok bahasan Kelistrikan yang dialami oleh siswa SMA di kota Semarang. Sampel penelitian adalah siswa SMA kelas X di kota Semarang, diambil secara cluster, dari SMA negeri dan swasta peringkat I, II, dan III, sebanyak 214 siswa. Kesulitan belajar didiagnosis dengan lima pendekatan, yaitu tujuan pembelajaran, pengetahuan prasyarat, profil materi, miskonsepsi, dan pengetahuan terstruktur. Kesulitan belajar Kelistrikan antara lain disebabkan oleh rendahnya penguasaan konsep, lemahnya kemampuan matematis, dan kekurangmampuan mengkonversi satuan. Penyebab kesulitan belajar dalam pengetahuan terstruktur adalah rendahnya kemampuan: verbal, menggunakan skema, membuat strategi pemecahan masalah, dan membuat algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar Kelistrikan rata-rata terjadi pada sub pokok bahasan: Kuat Arus Listrik, Hukum Ohm, Hambatan Penghantar, Hukum Kirchof II, Energi & Daya Listrik, dan Transformator. Sebagian siswa masih mengalami miskonsepsi terhadap konsep Hukum Ohm dan Hambatan Penghantar. Bagi siswa  sekolah peringkat III mengalami kesulitan belajar di semua aspek dan materi Kelistrikan Kata kunci : profil, kesulitan belajar, kelistrikan

  13. PROFIL KESULITAN BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN KELISTRIKAN SISWA SMA DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Rusilowati

    2012-01-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menentukan profil kesulitan belajar Fisika, khususnya pokok bahasan Kelistrikan yang dialami oleh siswa SMA di kota Semarang. Sampel penelitian adalah siswa SMA kelas X di kota Semarang, diambil secara cluster, dari SMA negeri dan swasta peringkat I, II, dan III, sebanyak 214 siswa. Kesulitan belajar didiagnosis dengan lima pendekatan, yaitu tujuan pembelajaran, pengetahuan prasyarat, profil materi, miskonsepsi, dan pengetahuan terstruktur. Kesulitan belajar Kelistrikan antara lain disebabkan oleh rendahnya penguasaan konsep, lemahnya kemampuan matematis, dan kekurangmampuan mengkonversi satuan. Penyebab kesulitan belajar dalam pengetahuan terstruktur adalah rendahnya kemampuan: verbal, menggunakan skema, membuat strategi pemecahan masalah, dan membuat algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar Kelistrikan rata-rata terjadi pada sub pokok bahasan: Kuat Arus Listrik, Hukum Ohm, Hambatan Penghantar, Hukum Kirchof II, Energi & Daya Listrik, dan Transformator. Sebagian siswa masih mengalami miskonsepsi terhadap konsep Hukum Ohm dan Hambatan Penghantar. Bagi siswa  sekolah peringkat III mengalami kesulitan belajar di semua aspek dan materi Kelistrikan Kata kunci : profil, kesulitan belajar, kelistrikan

  14. PENERAPAN TEKNIK SKIMMING YANG DIBERIKAN DI AWAL PEMBELAJARAN FISIKA PADA SISWA SMP SUB POKOK BAHASAN MATA DAN CACAT MATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Aji, Sugianto

    2016-09-01

    Full Text Available Ilmu fisika merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Teknik skimmingmerupakan teknik membaca secara efisien untuk mendapatkan gambaran secara umum dari bahan ajar yang dibaca. Penelitianini bertujuan untuk (1 mengetahui pengaruhnya penerapan teknik skimming yang diberikan di awal pembelajaran fisika padasiswa SMP subpokok bahasan mata dan cacat mata; (2 mengetahui besarnya pengaruh penerapan teknik skimming di awalpembelajaran fisika; (3 serta mengetahui tanggapan siswa setelah pembelajaran. Penelitian bersifat eksperimen denganmenggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Berdasarkan hasil analisis uji t data hasil belajar dapat disimpulkanbahwa penerapan teknik skimming yang diberikan di awal pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar siswa SMPsubpokokbahasan mata dan cacat mata. Besarnya pengaruh penerapan teknik skimming yang diberikan di awal pembelajaran 1,49%. Hasilangket tanggapan siswa terhadap pembelajaran menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami materi setelah melakukanpembelajaran. Physics is one of science having close relation to daily life. Skimming is an efficient reading technique to find general view of thereading material. This research aimed to know (1 influence and (2 the value of the influence of skimming technique given in thebeginning of physics lesson of eyes and eye deffect sub topic to learning achievement of the student and (3 students' commentafter the lesson. In this research control and experiment groups were used. Based on the analysis result of the t-test data of learningachievement, it was concluded that the application of skimming technique given in the beginning of physics lesson of eyes and eyedeffect sub topic gave effect to learning achievement of the student with the value of 1.49%. The result of comment questionaireshowed that the student understand the learning material easier after having the lesson.Keywords: eyes and eye deffect

  15. Analisis Pengaruh Temperatur Reaksi Dan Konsentrasi Katalis Koh Dalam Media Etanol Terhadap Perubahan Karakteristik Fisika Biodiesel Minyak Kelapa

    OpenAIRE

    Hisar Tambun

    2009-01-01

    Telah dilakukan transesterifikasi minyak kelapa dalam media etanol dengan katalis KOH pada temperatur reaksi dan konsentrasi katalis yang berbeda-beda. Variasi temperatur reaksi (T1: 30 0C, T : 50 0C, dan T3 : 70 0C ) dan variasi konsentrasi katalis (K1 : 0,375 b/b, K2 : 0,500 b/b, K3 : 0,625 b/b) pada proses transesterifikasi akan menghasilkan karakteristik fisika Biodiesel minyak kelapa yang berbeda-beda untuk setiap variasi suhu dan konsentrasi katalis (T1K1, T1K2, T1K3, T2K1, T2K2, T2K3, ...

  16. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM terhadap Prestasi Belajar Fisika Dasar II Ditinjau dari Kerja Ilmiah dan Sikap Ilmiah Mahasiswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eddy Supramono

    2014-04-01

    Full Text Available Kuliah teori Fisika Dasar cenderung berupa informasi, dosen cenderung menuntaskan materi yang ada pada silabi, akibatnya adanya pemahaman yang keliru pada mahasiswa tentang pemecahan masalah dalam fisika. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan prestasi belajar mahasiswa pada penerapan model PBM ditinjau dari kerja ilmiah dan sikap ilmiah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasy Experimentation (semi eksperimen dengan desain faktorial yang menggunakan dua faktor dan masing-masing faktor menggunakan dua katagori. Populasi penelitian yang digunakan adalah seluruh mahasiswa semester 2, angkatan 2011-2012 sebanyak 6 kelas. Sampel penelitian yangdiambil sebanyak 2 kelas yang setiap kelasnya terdiri 36 mahasiswa secara purposive sampling. Instrumen tes prestasi berupa soal pilihan ganda sebanyak 25 butir soal yang telah diuji validitasnya, menggunakan 87 mahasiswa angkatan 2010 dan 2011 sebagai responden. Reliabilitas instrumen dicari dengan menggunakan KR 20. Uji hipotesis menggunakan statistik Anava Dua Jalur. Hasil penelitianmenunjukkan adanya perbedaan prestasi kerja ilmiah tinggi kelas eksperimen dengan kontrol tetapi tidak signifikan. Ada perbedaan prestasi belajar mahasiswa kerja ilmiah rendah yang signifikan antara kelas eksperimen dengan konvensional. Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar mahasiswa sikap ilmiah tinggi antara kelas eksperimen dengan konvensional dan juga tidak terdapat perbedaanprestasi belajar mahasiswa sikap ilmiah rendah antara kelas eksperimen dengan konvensional pada materi Optika-Geometrik.Kata kunci: PBM, prestasi, kerja ilmiah, sikap ilmiah

  17. PERFORMA OKSIDASI METAN PADA REAKTOR KONTINYU DENGAN PENINGKATAN KETEBALAN LAPISAN BIOCOVER LANDFILL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Opy Kurniasari

    2013-11-01

    methane through the form of methanol metabolite. ABSTRAKPenanganan sampah kota di Indonesia pada umumnya dilakukan pada tempat pemrosesan akhir sampah (TPA, yang sebagian besar dilakukan dengan cara pengurugan (landfilling yang cenderung bersifat anaerob (tidak ada oksigen. Cara pengurugan ini biasanya dioperasikan lapis perlapis sehingga memungkinkan terjadinya proses anaerob. Pada kondisi ini dipastikan biogas, yaitu gas metana (CH4 dan CO2, akan muncul. Metana adalah gas rumah kaca dengan potensi pemanasan global lebih besar dari CO2, dan dapat mengabsorpsi radiasi infra merah 23 kali lebih efisien dari CO2 pada periode lebih dari 100 tahun. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gas metana dari landfill yang lepas ke alam adalah dengan mengoksidasinya dengan memanfaatkan material penutup landfill (biocover sebagai media mikroorganisma pengoksidasi metana. Aplikasi kompos sebagai material penutup landfill merupakan pendekatan dengan biaya rendah untuk mereduksi emisi gas dari landfill sehingga cocok untuk negara berkembang. Biocover yang digunakan pada penelitian ini adalah kompos landfill mining, yaitu kompos yang terdegradasi secara alami di landfill. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kemampuan biocover kompos landfill mining dalam mengoksidasi metana pada ketebalan lapisan tertentu dengan kondisi aliran kontinyu. Tiga buah reaktor kolom yang digunakan terbuat dari flexy glass berukuran tinggi 70 cm dan diameter 15 cm. Gas metana dialirkan dari bawah reaktor secara kontinyu dengan laju alir 5 ml/menit. Kolom diisi dengan biocover kompos landfill mining dengan ketebalan lapisan 5, 25, 35 dan 60 cm. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semakin tebal lapisan biocover, semakin tinggi efisiensi oksidasi metana. Efisiensi oksidasi yang diperoleh pada setiap ketebalan lapisan 15, 25, 35 dan 60 cm adalah masing-masing 56,43%, 63,69%, 74,58% dan 80,03%, dengan laju oksidasi 0,287 mol m-2 d-1 dan fraksi oksidasi 97%. Hasil oksidasi yang diperoleh tersebut

  18. ANALISIS PENGARUH IRADIASI FLUENS NEUTRON CEPAT TERHADAP BERILIUM REFLEKTOR REAKTOR RSG-GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis iradiasi fluens neutron cepat terhadap berilium reflektor reaktor RSG-GAS. Analisis dilakukan dengan cara melakukan pengukuran fluks neutron di posisi berilium elemen dan berilium blok yang berfungsi sebagai reflector. Selanjutnya dilakukan perhitungan untuk menentukan apakah ada pengaruh fluens neutron selama berilium berada di teras reaktor. Selain cara tersebut dilakukan pula visualisasi untuk memastikan ada tidaknya deformasi pada berilium akibat iradiasi. Hasil pengukuran fluks dan fluens neutron cepat maksimal pada daya 200 kW untuk berilium elemen posisi E-2 sebesar 2,30E+07 n/cm2s dan 4,19E+17 n/cm2, J-8 sebesar 3,70E+07 n/cm2s dan 6,74E+17 n/cm2. Hasil pengukutan pada posisi B-3 sebesar 2,19E+12 n/cm2s dan 3,99E+22 n/cm2, G-10 sebesar 2,12E+12 n/cm2s dan 3,86E+22 n/cm2, serta berilium blok posisi (5-6 sebesar 5,02E+07 n/cm2s dan 9,15E+17 n/cm2, (C-D sebesar 2,32E+07 n/cm2s dan 4,23E+17 n/cm2. Deformasi yang diperoleh untuk berilium elemen (∆L/L posisi E-2 sebesar 1,12E-08, J-8 sebesar 1,84E-08, B-3 sebesar 1,60E-03, posisi G-10 sebesar 1,55E-03, sedangkan pada berilium blok di posisi 5-6 sebesar 2,52E-08 dan C-D sebesar 1,13E-08. Dari hasil ini disimpulkan tidak terjadi deformasi pada berilium elemen dan berilium blok. Hasil ini dibuktikan pula dari pengamatan visual, dimana tidak terlihat adanya deformasi pada berilium tersebut. Kata kunci : fluks, fluens, berilium elemen, berilium blok   Analysis of influence fast neutron fluence irradiated to the RSG-GAS beryllium reflector have been done. Methods of analysis was carried out by measuring fluxs neutron in beryllium element and block positio that function as reflector. The calculation done for determination it is there any influence of neutron as long as beryllium in the core. Bisede that, visualization done to make sure it there is any deformation at beryllium as efect of irradiation. Fluxs and fluences of beryllium element measurement result in 200 k

  19. MODEL PENSKORAN PARTIAL CREDIT PADA BUTIR MULTIPLE TRUE-FALSE BIDANG FISIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wasis Wasis

    2013-01-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini menghasilkan model penskoran politomus untuk respons butir multiple true-false, sehingga dapat mengestimasi secara lebih akurat kemampuan di bidang fisika. Pengembangan penskoran menggunakan Four-D model dan diuji akurasinya melalui penelitian empiris dan simulasi. Penelitian empiris menggunakan 15 butir multiple true-false yang diambil dari soal UMPTN tahun 1996-2006 dan dikenakan pada 410 mahasiswa baru FMIPA Universitas Negeri Surabaya angkatan tahun 2007. Respons peserta tes diskor dengan tiga model partial credit (PCM I; II; dan III dan secara dikotomus. Hasil penskoran dianalisis dengan program Quest untuk mendapat-kan estimasi tingkat kesukaran butir (δ dan estimasi ke-mampuan peserta (θ untuk menentukan nilai fungsi informasi tes dan kesalahan baku estimasi. Penelitian simulasi mengguna-kan data bangkitan berdasarkan parameter empiris (δ dan θ memakai program statistik SAS dan akurasi estimasinya di-analisis dengan metode root mean squared error (RMSE. Hasil penelitian ini menunjukkan: (i Penskoran PCM dengan pem-bobotan mampu mengestimasi kemampuan lebih akurat di-bandingkan tanpa pembobotan maupun secara dikotomus; (ii Semakin banyak jumlah kategori dalam penskoran partial credit, semakin akurat. Kata kunci: model penskoran partial credit, butir multiple true-false ____________________________________________________________ THE PARTIAL CREDIT SCORING MODEL FOR THE MULTIPLE TRUE-FALSE BUTIRS IN PHYSICS Abstract This study is an attempt to overcome the weaknesses. This study aims to produce a polytomous scoring model for responses to multiple true-false butirs in order to get a more accurate estimation of abilities in physics. It adopts the Four-D model and its accuracy is assessed through empirical and simulation studies. The empirical study employed 15 multiple true-false butirs taken from the New Students Entrance Test of State University the year of 1996–2006. It administered to 410 new students enrolled

  20. PENGARUH STRATEGI GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FISIKA TOPIK LISTRIK DINAMIS KELAS IX SMP SWASTA RAKSANA MEDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Juliani

    2014-06-01

    Full Text Available Genius Learning menggunakan gaya belajar yang berdasarkan pendekatan preferensi sensori dan profil kecerdasan (multiple intellegence. Penerapan strategi Genius Learning, berangkat dengan satu keyakinan dan pengharapan bahwa apabila setiap anak didik dapat dimotivasi dengan tepat dan diajar dengan cara yang benar yang menghargai keunikanya maka semua dapat mencapai suatu hasil pembelajaran yang maksimal. Hasil yang diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajarkan genius learning di kelas eksprimen dengan kelas yang diajarkan konvensional di kelas kontrol pada materi pokok fisika topik listrik dinamis di kelas IX SMP Swasta Raksana Medan Tahun Pelajaran 2009/2010. Ini berarti ada pengaruh strategi genius learning di kelas eksperimen yang memberikan hasil belajar yang lebih baik.

  1. Analisis Pengaruh Temperatur Reaksi Dan Konsentrasi Katalis NaOh Dalam Media Metanol Terhadap Perubahan Karakteristik Fisika Biodiesel Minyak Kelapa

    OpenAIRE

    Dimar Sidabutar

    2009-01-01

    Telah dilakukan transesterifikasi minyak kelapa dalam media metanol dengan katalis NaOH pada temperatur reaksi dan konsentrasi katalis yang berbeda-beda. Variasi temperatur reaksi (T1: 30 0C, T : 50 0C, dan T3 : 70 0C) dan variasi konsentrasi katalis (K1 : 0,375 b/b, K2 : 0,500 b/b, K3 : 0,625 b/b) pada proses transesterifikasi akan menghasilkan karakteristik fisika Biodiesel minyak kelapa yang berbeda-beda untuk setiap variasi suhu dan konsentrasi katalis (T1K1, T1K2, T1K3, T2K1, T2K2, T2K3,...

  2. PEMODELAN KOLIMATOR DI RADIAL BEAM PORT REAKTOR KARTINI UNTUK BORON NEUTRON CAPTURE THERAPY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bemby Yulio Vallenry

    2015-03-01

    Full Text Available Salah satu metode terapi kanker adalah Boron Neutron Capture Therapy (BNCT. BNCT memanfaatkan tangkapan neutron oleh 10B yang terendapkan pada sel kanker. Keunggulan BNCT dibandingkan dengan terapi radiasi lainnya adalah tingkat selektivitas yang tinggi karena tingkatannya adalah sel. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan kolimator di radial beamport reaktor Kartini sebagai dasar pemilihan material dan manufature kolimator sebagai sumber neutron untuk BNCT. Pemodelan ini dilakukan dengan simulasi menggunakan perangkat lunak Monte Carlo N-Particle versi 5 (MCNP 5. MCNP 5 adalah suatu paket program untuk memodelkan sekaligus menghitung masalah transpor partikel dengan mengikuti sejarah hidup neutron semenjak lahir, bertranspor pada bahan hingga akhirnya hilang karena mengalami reaksi penyerapan atau keluar dari sistem. Pemodelan ini menggunakan variasi material dan ukurannya agar menghasilkan nilai dari tiap parameter-parameter yang sesuai dengan rekomendasi I International Atomic Energy Agency (IAEA untuk BNCT, yaitu fluks neutron epitermal (Фepi > 9 n.cm-2.s-1, rasio antara laju dosis neutron cepat dan fluks neutron epitermal (Ḋf/Фepi 0,7. Berdasarkan hasil optimasi dari pemodelan ini, material dan ukuran penyusun kolimator yang didapatkan yaitu 0,75 cm Ni sebagai dinding kolimator, 22 cm Al sebagai moderator dan 4,5 cm Bi sebagai perisai gamma. Keluaran berkas radiasi yang dihasilkan dari pemodelan kolimator radial beamport yaitu Фepi = 5,25 x 106 n.cm-2s-1, Ḋf/Фepi =1,17 x 10-13 Gy.cm2.n-1, Ḋγ/Фepi = 1,70 x 10-12 Gy.cm2.n-1, Фth/Фepi = 1,51 dan J/Фepi = 0,731. Berdasarkan penelitian ini, hasil optimasi 5 parameter sebagai persyaratan kolimator untuk BNCT yang keluar dari radial beam port tidak sepenuhnya memenuhi kriteria yang direkomendasikan oleh IAEA sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar tercapainya persyaratan IAEA. Kata kunci: BNCT, radial beamport, MCNP 5, kolimator   One of the cancer therapy methods is

  3. Pengaruh Laju Alir Inlet Reaktor MSL terhadap Reduksi BOD, COD, TSS, dan Minyak/Lemak Limbah Cair Industri Minyak Goreng

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Salmariza Sy

    2017-06-01

    Full Text Available This research was conducted by treating edible oil industry wastewater used Multi Soil Layering (MSL method. The MSL reactor was built from a 200x120x200 cm concrete basin. Andisol soil was mixed with sawdust and fine charcoal at each ratio 5:1:1 based on dry weight as an impermeable layer. The flow rate variations were 250, 500, 1000, and 1500 L/m2.day. The observed pollutant parameters were BOD, COD, TSS, oil/fat, and pH. The results showed that MSL reactor was effective to decrease the pollutant content of edible oil industry wastewater. The reactor could reduce concentration of effluent parameters below standard except for oil/fat parameters at high flow rates. In the effluent was found BOD 0.66-14.22 mg/L, COD 5-69 mg/L, TSS 9-26 mg/L, and oil/fat 2-9 mg/L. The flow rate had an effect on reduction efficiency of BOD, COD, TSS, and oil/fat but did not effect pH as all flow rate could raise pH 6.37-6.95 became pH 6.99-7.24. The lower the flow rate the higher the reduction efficiency. The reduction efficiency at flow rates 250 and 1500 L/m2 days for BOD were 99% and 86%, COD were 96% and 71%, TSS were 88% and 77%, and oil/fat were 80% and 60%.ABSTRAK  Penelitian ini dilakukan dengan mengolah air limbah industri minyak goreng menggunakan metoda Multi Soil Layering (MSL. Reaktor MSL dibuat dari beton berbentuk bak ukuran 200x120x200 cm. Tanah andisol dicampur dengan serbuk gergaji dan arang halus pada rasio masing-masing 5:1:1 berdasarkan berat kering sebagai penyusun lapisan impermeable. Variasi laju alir yaitu 250, 500, 1000, dan 1500 L/m2.hari. Parameter pencemar yang dianalisis meliputi BOD, COD, TSS, minyak/lemak, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor MSL sangat efektif untuk menurunkan kandungan zat pencemar limbah cair industri minyak goreng. Reaktor dapat mereduksi konsentrasi parameter outlet sampai dibawah baku mutu yang distandarkan kecuali untuk parameter miyak/lemak pada perlakuan laju alir tinggi. Pada effluen

  4. STUDI KINETIKA PROSES KIMIA DAN FISIKA PENGHILANGAN GETAH CRUDE PLAM OIL (CPO DENGAN ASAM FOSFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Ristianingsih

    2012-05-01

    Full Text Available KINETIC STUDY OF CHEMICAL AND PHYSICAL DEGUMMING OF CRUDE PALM OIL (CPO USING PHOSPHORIC ACID. The removal of phospholipids (‘degumming’ is the first step in the process of refining crude vegetable oil. The purpose of this research was to study degumming process and its effects to the oil’s quality. CPO used in this research was reacted with phosphoric acid using stirred tank reactor. The batch process was operated for 2 hours in various temperature, phosphoric acid concentration, and agitation speed. The sample was taken every 15 minutes which then analyzed by spectrophotometer at the wave length of 650 nm to measure the gum concentration in the oil. By minimizing sum of squares of errors between experimental and simulation data,  the mass transfer coefficient (Kca, reaction rate constant (k1 and phase equilibrium constants (K were be calculate. The result showed that the temperature, phosphoric acid concentration and agitation speed were highly affecting in the degumming process. At the range of temperature of 323≤T≤353 K, the higher temperature, the larger reaction rate constant and its relationship can be express as . At the range of Reynolds number of 121.4438 ≤ Re ≤ 630.2521, the effect of agitation speed to mass transfer coefficient (Kca can be express as Sh=0.09986.Re0.5998.Sc0.3995. From these two equations obtained, one can say that the temperature has effect on the reaction rate and mass transfer.    Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika proses penghilangan getah (degumming CPO (Crude Palm Oil yang meliputi kinetika reaksi dan transfer massanya. Parameter yang dipelajari meliputi suhu, kecepatan pengadukan dan konsentrasi asam fosfat. Percobaan dilakukan dengan mereaksikan CPO dan  asam fosfat dalam sebuah reaktor tangki berpengaduk selama 2 jam. Sampel diambil setiap 15 menit kemudian dianalisis dengan spektrofotometer panjang gelombang 650 nm untuk mengetahui konsentrasi gum tersisa pada

  5. Rancang Bangun Permainan Edukasi Matematika dan Fisika dengan Memanfaatkan Accelerometer dan Physics Engine Box2d pada Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Nikensasi

    2012-09-01

    Full Text Available Perkembangan industri permainan mobil yang semakin meningkat memotivasi para pengembang permainan mobil untuk membuat inovasi-inovasi terbaru dalam permainannya. Salah satu inovasi tersebut yaitu permainan edukasi, namun saat ini permainan edukasi kurang diminati karena aturan permainannya yang cenderung membosankan. Pengembangan permainan ini ditujukan untuk membuat sebuah permainan mobil edukasi dengan memanfaatkan teknologi mobil terbaru dalam aturan permainannya sehingga permainan tersebut tidak membosankan. Aplikasi yang dikembangkan merupakan aplikasi permainan mobil edukasi yang mengajarkan ilmu matematika dan fisika kepada pemainnya. Teknologi baru yang digunakan dalam permainan ini yaitu accelerometer pada sistem operasi Android yang diintegrasikan dengan Physics Engine Library Box2D. Selain itu, permainan ini dibangun dengan menggunakan Adobe Flash CS5.5 dan bahasa pemrograman Actionscript 3 (AS3 serta Adobe Air sebagai runtime aplikasinya. Uji coba dilakukan dengan menggunakan perangkat Android versi 2.3. Dari uji coba dapat disimpulkan bahwa Adobe Flash CS5.5 dapat digunakan untuk membuat permainan mobil edukasi pada perangkat Android dan mengakses sensor accelerometer-nya.

  6. PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS HANDS ON ACTIVITIES UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. I. Yuliati

    2012-05-01

    Full Text Available Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran berbasis Hands on Activities, menumbuhkankemampuan berpikir kritis serta meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus.Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Data kemampuanberpikir kritis, hasil belajar afektif dan psikomotorik diperoleh dari lembar observasi, hasil belajar kognitif diperoleh melalui tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kemampuan berpikir kritis meningkat secara signifikan disertai dengan peningkatanjumlah siswa yang termasuk kategori kritis maupun sangat kritis. Selain itu nilai rata-rata hasil belajar juga mengalami peningkatansecara signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran fisika berbasis Hands on Activities dapatmenumbuhkan kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan hasil belajar siswa. The goals of this three-cycles classroom action research are to describe Hands on Activities based learning model, grow criticalthinking ability and increase learning achievement of JHS student-grade VIII. The data of critical thinking ability, affective andpsychomotor learning achievement are derived from observation sheet, while those of cognitive learning achievement was takenfrom test. The result shows that there is a significant increase of critical thinking ability and average of learning achievement leadingto the conclusion that Hands on Activities based learning model, grow critical thinking ability and increase learning achievement ofJHS.Keywords: critical thinking; Hands on activities (HOA; classroom action research

  7. Pengaruh Variasi Temperatur Karbonisasi dan Temperatur Aktivasi Fisika dari Elektroda Karbon Aktif Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak Terhadap Nilai Kapasitansi Electric Double Layer Capacitor (EDLC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haniffudin Nurdiansah

    2013-03-01

    Full Text Available Dewasa ini kebutuhan akan energi semakin meningkat. Keadaan yang diharapkan adalah tersedianya perangkat penyimpan energi yang praktis, canggih, tahan lama dan ramah lingkungan. Salah satu solusinya adalah penggunaan EDLC sebagai media penyimpanan energi, hal ini karena EDLC mempunyai kapasitansi yang lebih tinggi daripada kapasitor konvensional dan juga lebih ramah lingkungan. Sehingga dilakukan penelitian ini untuk menganalisis karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak untuk dimanfaatkan sebagai elektroda EDLC. Dari pengujian Kadar Karbon Fix didapat nilai fixed carbon Tempurung Kelapa sebesar 74.62% dan untuk Tempurung Kluwak sebesar 74.59% sehingga  Tempurung Kelapa dan  Kluwak berpotensi sebagai bahan karbon aktif. Proses pembuatan karbon aktif dilakukan dengan cara karbonisasi selama 2 jam pada temperatur 700OC dan 800OC selanjutnya diaktivasi kimia dengan KOH dan diaktivasi fisika pada 110 OC dan 600OC. Hasilnya didapatkan nilai kapasitif tertinggi adalah 884 mF/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 291 mF/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak pada sampel yang dikarbonisasi 700OC dan di aktivasi fisika 600OC. Sedangkan luas permukaan spesifik tertinggi adalah 548.542 m2/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 333.399  m2/gr untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak  serta bilangan iodine tertinggi sebesar 1122.96 mg/g untuk karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan 968.83 mg/g untuk karbon aktif dari Tempurung Kluwak juga pada temperatur karbonisasi 700OC dan diaktivasi fisika 600OC. Sehingga dapat dikatakan bahwa karbon aktif dari Tempurung Kelapa dan Tempurung Kluwak memiliki kualitas yang sesuai standar SNI dan dapat dimanfaatkan sebagai elektroda EDLC.

  8. PENGGUNAAN TEKNOLOGI REAKTOR MICROBIAL FUEL CELLS (MFCs DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU UNTUK MENGHASILKAN ENERGI LISTRIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwono

    2015-09-01

    Full Text Available Microbial Fuel Cells (MFCs adalah bioreaktor yang mengubah energi kimia dari senyawa organik menjadi energi listrik melalui reaksi katalitik mikroorganisme dalam kondisi anaerob. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi media terlekat (attached growth media dan variasi konsentrasi COD awal terhadap efisiensi penyisihan konsentrasi COD dan energi listrik yang dihasilkan. Reaktor MFCs didesain dalam betuk dual-chamber yang dihubungkan menggunakan jembatan garam. Kerikil dan bioball digunakan sebagi variasi media lekat pada kompartemen anoda dan konsentrasi limbah awal divariasikan dari 0%, 25%, 50%, dan 100% dari konsentrasi COD limbah cair industri tahu asli dengan cara melakukan pengenceran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media lekat kerikil dengan konsentrasi 50% menghasilkan arus listrik rata-rata tertinggi 7,25 µA dan energi listrik sebesar 179,54 mWh. Voltase dan enegi listrik pada kedua variasi tersebut semakin hari semakin enurun. Variasi konsentrasi 25%, 50%, dan 100% menghasilkan enurunan nilai effisiensi penyisihan COD masing-masing 41,41%; 39,90% dan 18,26%.Pada variasi 100% menghasilkan energi listrik lebih rendah dari pada 50%. Kemungkinan hal ini karena adanya senyawa sulfida yang berperan sebagai akseptor elektron. Pembentukan senyawa sulfida ditandai dengan terbentuknya warna hitam pada substrat. Efisiensi coulombic (εC akibat perbedaan media lekat dan variasi konsentrasi berada pada kisaran 0,001-0,035%. Rendahnya εC kemungkinan karena adanya produkproduk fermentasi dan biofilm pada elektroda anoda yang menghambat transfer elektron menuju elektroda anoda seperti biomassa, bahan organik terlarut, gas H2 dan gas CH4.

  9. Reactor for biological elimination of poorly degradable hydrocarbons by adjustment of substrate-specific retention times; Reaktor zur biologischen Eliminierung schwer abbaubarer Kohlenwasserstoffe durch Einstellung substratspezifischer Verweilzeiten

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Brambach, R.

    1997-11-01

    Industrial waste water cleaning increasingly makes use of biological processes based on immobilized biomass, in order to ensure the aimed elimination of toxic substances. A novel, efficient reactor technique was developed, by which dangerous, poorly degradable dissolved hydrocarbons are selectively retained in the bioreactor thanks to an integrated membrane, while other substances are quickly discharged from the system via the effluent. With a synthetic waste water, this selective retention method achieved substrate-specific retention times which were five to fifty times higher than those of a merely hydrodynamically operated reactor system. In addition, the decoupling of high reactor and low effluent concentrations results in a higher biochemical activity in the reactor in comparison with conventional process techniques. (orig.) [Deutsch] In der industriellen Abwasserreinigung werden verstaerkt Bioverfahrenstechniken mit immobilisierter Biomasse eingesetzt, um eine gezielte Eliminierung gefaehrlicher Stoffe durchzufuehren. - Hierzu wurde eine neuartige leistungsfaehige Reaktortechnik entwickelt, die mittels einer im Bioreaktor integrierten Membran gefaehrliche, schwer abbaubare geloeste Kohlenwasserstoffe selektiv im Bioreaktor zurueckhaelt, waehrend andere Stoffe das System schnell ueber den Ablauf verlassen. Durch den stoffselektiven Rueckhalt wurden an einem synthetischen Abwasser substratspezifische Verweilzeiten erzielt, die um den Faktor 5 bis 50 ueber denen eines rein hydrodynamisch bestimmten Reaktorsystems liegen. Darueber hinaus wird aufgrund der Entkopplung von hoher Reaktor- und niedriger Ablaufkonzentration eine im Vergleich zu herkoemmlichen Verfahrenstechniken hoehere biochemische Aktivitaet im Reaktor erzielt. (orig.)

  10. PENENTUAN KANDUNGAN UNSUR PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN DENGAN METODE ANALISIS AKTIVASI NEUTRON REAKTOR KARTINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Niati

    2012-01-01

    Full Text Available Limbah cair hasil aktivasi manusia misalnya di Rumah Sakit harus diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke lingkungan. Pengolahan limbah cair ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya suatu hal yang berbahaya atau tidak aman bagi lingkungan. Permasalahan yang dikaji adalah dengan mengetahui jenis unsur dan kadarnya apakah melebihi dari batas kadar baku mutu limbah dan air minum. Metode  Analisis Aktivasi Neutron (AAN untuk analisis kualitatif yaitu mengetahui jenis unsur dan analisis kuantitatif yaitu menghitung kadar dari jenis unsur tersebut. Sampel limbah cair diaktivasi menggunakan sumber neutron dari Reaktor Kartini, kemudian dicacah menggunakan Spektrometri-γ, barulah analisis kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan. Hasil penelitian sampel air sumur dan limbah cair RS secara kualitatif terdapat jenis unsur dengan waktu peluruhan pendek seperti : Fe, Cl, dan Al dan waktu peluruhan panjang terdapat jenis unsur Br dan Na. Secara kuantitatif untuk waktu peluruhan pendek dengan evaporasi kadar Cl antara (0,0849-3,01E-06 ppm, kadar Al antara (2,3197-3,9841E-07 ppm; tanpa evaporasi kadar Cl antara (0,65785-2,3197E-07 ppm, kadar Al antara (2,5113-2,7761E-09 ppm. Untuk waktu peluruhan panjang dengan evaporasi kadar Br antara (0,069846-1,9147E-04 ppm, kadar Na antara (0,8058-3,2544E-05 ppm; tanpa evaporasi kadar Br 5,031E-06 ppm, kadar Na antara (6,7857-8,3285E-07 ppm. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa waktu peluruhan dan perbedaan perlakuan sampel mengakibatkan jenis unsur dan kadar unsur yang dihasilkan juga berbeda-beda. Berdasarkan penghitungan kadar jenis unsur dan setelah dibandingkan dengan kadar baku mutu limbah dan mutu air maka limbah cair RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dalam batas aman apabila dibuang ke lingkungan dan air sumur tersebut juga aman untuk dikonsumsi. Kata kunci : Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL, AAN, Reaktor Kartini

  11. APLIKASI TEKNIK AAN DI REAKTOR RSG-GAS PADA PENENTUAN UNSUR ESENSIAL DAN TOKSIK DI DALAM IKAN DAN PAKAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saeful Yusuf

    2015-03-01

    Full Text Available Pada makalah ini diuraikan tentang aplikasi teknik AAN (Analisis Aktivasi Neutron dalam penentuan konsentrasi unsur-unsur esensial dan cemaran yang terkandung di dalam beberapa spesies ikan dan pakan ikan. Unsur-unsur esensial yang terkandung dalam pakan ikan buatan juga dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap ikan. Penentuan unsur menggunakan teknik AAN dengan metode perbandingan dan metode k0-AAN. Sampel diiradiasi di reaktor RSG-GAS yang memiliki fluks neutron thermal 5 x 1013 n.cm-2.s-1 pada daya 15 MW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 unsur di dalam 11 spesies ikan air laut dan air tawar telah ditentukan yaitu As, Br, Cr, Co, Cs, Fe, Hg, K, Na, Rb, Se and Zn. Konsentrasi cemaran As didalam ikan laut sudah melampaui batas maksimum 1 mg/kg, sedangkan konsentrasi cemaran Hg masih dibawah batas maksimum 0,5 mg/kg, baik untuk ikan laut maupun ikan air tawar. Unsur K dan Na merupakan unsur makroesensial sedangkan unsur Cr, Co, Fe, Se and Zn adalah termasuk unsur mikroesensial. Secara umum ditunjukkan bahwa kandungan mineral didalam ikan laut lebih tinggi konsentrasinya dibandingkan ikan air tawar. Br, Cs dan Rb merupakan unsur-unsur non esensial yang teridentifikasi dalam semua ikan yang dianalisis. Penelitian terhadap pakan ikan air tawar menunjukkan bahwa semua unsur yang teridentifikasi juga terdapat di dalam ikan laut dan ikan air tawar. Hal ini menunjukkan bahwa pakan ikan berkontribusi terhadap konsentrasi unsur di dalam ikan air tawar. Kata kunci : Analisis aktivasi neutron, unsur esensial, unsur cemaran, ikan, pakan ikan   This paper reported on the application of NAA (Neutron Activation Analysis Technique in the determination of the concentration of the essential and toxic elements in some species of fish and fish feed. Determination of elements using instrumental NAA technique with comparison and k0-INAA methods. Samples were irradiated in the RSG-GAS which has a thermal neutron flux  5.0E +13 ncm-2s-1. The results

  12. DESAIN TERAS PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR (PBMR) MENGGUNAKAN PAKET PROGRAM MCNP-5 PADA KONDISI BEGINNING OF LIFE

    OpenAIRE

    Ralind Re Marla; Yohannes Sardjono; Supardi Supardi

    2015-01-01

    Telah dilakukan desain teras Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) untuk jenis Pebble Bed Modular Reactor (PBMR) dengan daya 70 MWe untuk keperluan proses smelter pada keadaan beginning of life (BOL). Analisis ini bertujuan untuk mengetahui persen pengkayaan, distribusi suhu dan nilai keselamatan dengan koefisien reaktivitas teras yang negatif pada reaktor jenis PBMR apabila daya reaktor 70 MWe. Analisis menggunakan program Monte Carlo N-Particle-5 (MCNP5) dan dari hasil analisis ini dihara...

  13. Sifat Fisika Mekanika dan Ketahanan Papan Partikel Bambu dengan Perekat Asam Sitrat terhadap Serangan Rayap Kayu Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ragil Widyorini

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian mengenai penggunaan asam sitrat sebagai agen pengikat alami masih relatif sedikit. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan pada pengaruh jumlah asam sitrat dan suhu pengempaan terhadap sifat papan partikel bambu, termasuk ketahanannya terhadap serangan rayap kayu kering. Bahan penelitian adalah partikel bambu petung. Komposisi kimia bahan baku bambu diuji untuk kadar ekstraktif, holoselulosa, lignin, dan alfa selulosa. Faktor pada penelitian ini adalah jumlah asam sitrat (0 - 40% berdasarkan berat kering udara partikel dan suhu pengempaan (200 oC dan 220 oC. Sifat fisika dan mekanika papan partikel diuji berdasarkan standar pengujian JIS A 5908. Analisis menggunakan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR juga dilakukan untuk mengetahui perubahan gugus ester pada berbagai jumlah asam sitrat dan suhu pengempaan. Pengujian ketahanan terhadap serangan rayap kayu kering juga dilakukan dengan menghitung nilai pengurangan berat dan mortalitas rayap setelah 6 minggu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa interaksi kedua faktor berpengaruh nyata terhadap nilai pengembangan tebal, penyerapan air, modulus elastisitas dan modulus patah. Intensitas gugus C=O yang ditunjukkan pada puncak 1720 cm-1 semakin bertambah besar seiiring dengan semakin banyaknya jumlah asam sitrat, yang menyebabkan kekuatan perekatan dan stabilitas dimensi papan partikel menjadi semakin kuat. Kondisi optimum pada penelitian ini adalah papan partikel dengan penambahan jumlah asam sitrat 20 % pada suhu pengempaan 200 oC dengan kualitas yang dapat memenuhi standar JIS A 5908 tipe 8. Penambahan asam sitrat dapat meningkatkan mortalitas rayap kayu kering secara nyata. Penambahan 20 % asam sitrat pada suhu pengempaan 200 oC menghasilkan nilai pengurangan berat 0,9 % dan mortalitas rayap 57 %. Kata kunci: bambu petung, asam sitrat, suhu pengempaan, jumlah asam sitrat.   Mechanical properties and durability against the dry termite attacks of particleboard made from bamboo

  14. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga γ-Alumina (CaO/KI/γ-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunu R Puspitaningati

    2013-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan penggunaan katalis heterogen untuk menggantikan penggunaan katalis homogen. Penelitian ini mengembangkan katalis CaO/KIγ-Al2O3­. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO pada γ-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor selama 3 jam lalu impregnasi KI selama 3 jam. Kemudian, dioven selama 12 jam pada suhu 110oC dan dikalsinasi pada suhu 650oC selama 4,5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk membantu proses transesterifikasi biodiesel dengan variable massa katalis, rasio molar minyak dan metanol, dan suhu. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa biodiesel dapat diproduksi melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis CaO/KI/γ-Al2O3­ dalam reaktor fluidized bed. Kemurnian tertinggi dari biodiesel yang didapatkan yaitu sebesar 99,17%. Yield dan konversi tertinggi sebesar 97,19% dan 96,89%  didapatkan pada penggunaan massa katalis 16 gram dan rasio molar minyak dan metanol 1 : 36 serta kondisi operasi suhu 225oC dan laju alir umpan 6 ml/menit (waktu tinggal 8 jam memiliki densitas sebesar 0,853 gr/ml serta viskositas sebesar 5,53 mm2/s (cSt.

  15. FISIKA MEDIK PROSES PENDENGARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lili Irawati

    2012-09-01

    Full Text Available AbstrakSuara yang didengar telinga manusia mengalami perubahan dari sinyal akustik yang bersifat mekanik menjadi sinyal listrik yang diteruskan saraf pendengaran ke otak. Proses mendengar tentunya tidak lepas dari organ pendengaran manusia yakni telinga.Telinga terdiri atas tiga bagian dasar, yaitu telinga bagian luar, telinga bagian tengah dan telinga bagian dalam. Setiap bagian telinga bekerja dengan tugas khusus untuk mendeteksi dan menginterpretasikan bunyi.Telinga bagian luar fungsi utamanya adalah mengumpulkan dan menghubungkan suara menuju meatus akustikus eksterna. Telinga bagian tengah terdiri dari 3 buah tulang (ossicle yang akan mengamplifikasikan tekanan 20 kali dari gelombang suara untuk menghasilkan getaran cairan pada koklea. Pada telinga bagian dalam terdapat koklea, membran basilaris membentuk dasar duktus koklear. Membran basilaris ini sangat penting karena di dalamnya terdapat organ korti yang merupakan organ perasa pendengaran. Organ corti, yang terletak di atas membran basilaris di seluruh panjangnya, mengandung sel rambut yang merupakan reseptor suara. Sel rambut menghasilkan sinyal saraf jika rambut permukaannya mengalami perubahan bentuk secara mekanik akibat gerakan cairan di telinga dalam. Resonansi frekuensi tinggi dari membran basilaris terjadi dekat basis, tempat gelombang suara memasuki koklea melalui jendela oval dan resonansi frekuensi rendah terjadi dekat apeks. Sel rambut dalam yang mengubah gaya mekanik suara (getaran cairan koklea menjadi impuls listrik pendengaran (potensial aksi yang menyampaikan pesan pendengaran ke korteks serebri.Kata kunci: Proses pendengaranAbstractSound heard by human ears undergo change from mechanical accustic signal to electrical signal continued by hearing nerves to brain. Of course the hearing process do not get out from human hearing organs in this case is ear.Ear comprise the three principle portions, external ear, middle ear, and internal ear. Each portion work with special task to detect and interpret the sound.The main function of the external ear is collecting and connecting sound toward the meatus acusticus externa. Middle ear consist three bones (ossicle that will amplify pressure of 20 times than sound wave to yield fluid vibrationin the cochlear. In internal ear there are cochlear, basillary membrane establish cochlear duct base. The basillary membrane is most important because in it internal portion there are corti organs which is hearing sense organ. The corti organ, located on basillary membrane in entire its length, contain hair cells which is the soundTINJAUAN PUSTAKA156receptors. The hair cells yield nerve signal if surface hair undergo mechanically transformation result from fluid movement in internal ear. The high resonance frequency from basillary membrane take place near the base, sound wave site enter cochlear via oval window and low resonance frequency take place near the apex. The inner hair cells change mechanical sound style (the cochlear fluid vibration become electrical impulse of hearing (potential act delivering hearing messenger to cerebral cortex.Key word : hearing process

  16. PENGARUH PERSENTASE PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack DAN KULIT DURIAN (Durio Zibethinus Murr TERHADAP SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN SEMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Violet Burhanuddin

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian sifat fisika meliputi kerapatan, kadar air, penyerapan air dan pengembangan tebal dan sifat mekanika meliputi keteguhan lentur (MoE keteguhan patah (MoR serta  pengurangan tebal akibat tekanan. Rancangan Percobaan Yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL dengan 3 perlakuan yaitu 100% pelepah kelapa sawit; 100% kulit durian dan  50% pelepah kelapa sawit : 50% kulit durian dengan 3 kali ulangan. Standar yang digunakan untuk perbandingan  yaitu SNI–03– 2104-1991-A. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : Sifat Fisika yaitu kerapatan rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 0,90 gr/ cm3, 0,91 gr/ cm3, 0,81 gr/ cm3, Kadar air rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 7,37%, 6,59%, 7,08%, Penyerapan air rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 49,51%, 44,99%, 50,11%, Pengembangan tebal rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 1,67%, 2,04%, 3,44%, Kerapatan, kadar air, penyerapan air dan pengembangan tebal tidak berpengaruh nyata. Sifat Mekanika yaitu Keteguhan lentur (MoE rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 7.350,68 kg/cm2, 3.590,43 kg/cm2, Keteguhan patah (MoR rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 11,82kg/cm2, 8,66kg/cm2, 4,53 kg/cm2Pengurangan tebal akibat tekanan rata-rata antara 100% Pelepah Kelapa Sawit, 100% Kulit Durian dan 50% Pelepah kelapa sawit : 50% kulit Durian berturut-turut adalah 8,92 %, 10,01 %, 9,92 %, Keteguhan patah (MoR berpengaruh nyata sedangkan keteguhan

  17. PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS WEB TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI PAGUYANGAN PADA MATA PELAJARAN FISIKA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatwa Aji Kurniawan

    2017-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis web terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika pokok bahasan suhu dan kalor. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan model Non-equivalent Groups Pretest-Posttest Experimental. Populasi yang digunakan yaitu seluruh siswa kelas X SMAN Paguyangan. Sampel diambil sebanyak 48 siswa menggunakan teknik purposif sampling. Data penelitian berupa hasil belajar kognitif yang diperoleh dari tes dan skor sikap siswa yang diperoleh dari lembar observasi. Hasil uji t menunjukan peningkatan motivasi belajar kelas ekperimen sebesar 24,58 lebih tinggi daripada kelas kontrol yang hanya sebesar 15,34. Rerata nilai posttest untuk kelas ekperimen 74,03 dengan 87,5% siswa mencapai KKM sedangkan rerata nilai posttest untuk kelas kontrol 71,25 dan jumlah siswa yang mencapai KKM hanya 75%. Hasil uji t menunjukan peningkatan hasil belajar kelas eksperimen sebesar 26,66 lebih tinggi daripada kelas kontrol yang hanya 20,10.Kata Kunci: hasil belajar, motivasi, pembelajaran berbasis webHas done reseach that aims to find out the effect of web-based learning on the motivation and physics learning outcome of students in topic of temperature and heat. This research was conducted by using experimental quasi method with Non-equivalent Groups Pretest-Posttest Experimental design. The population was around the tenth grade students of Paguyangan senior high school. Samples were taken as many as 48 students using purposive sampling technique. The research data in the form of cognitive learning outcome obtained from the test and the students’ attitude scores obtained from the observation sheet. The result of t-test showed that the increasing of motivation to learn of experimental class at 24.58 is higher than the control class which only amounted to 15.34. The mean value of posttest at 74.03 for the experimental class with 87.5% of students achieve

  18. PENGEMBANGAN “CELS” DALAM EKSPERIMEN FISIKA DASAR UNTUK MENGEMBANGKAN PERFORMANCE SKILLS DAN MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Samsudin

    2012-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan keterampilan kinerja (performance skills mahasiswa dalam bereksperimen melalui Combination Experiment Laboratory by Simulation (CELS pada eksperimen elastisitas untuk benda tegar. CELS merupakan kegiatan eksperimen yang memadukan antara eksperimen verifikatif dengan eksperimen berbasis multimedia komputer baik berupa simulasi komputer maupun video yang dikembangkan dari internet. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R and D dengan subjek penelitian adalah mahasiswa Eksperimen Fisika Dasar di salah satu LPTK Jawa Barat. Langkah-langkah dalam penelitian pengembangan ini, yaitu: analisis kebutuhan, desain perkuliahan, pengembangan media, evaluasi produk (validasi ahli, one to one evaluation, small goup evaluation, dan field evaluation, dan hasil produk CELS. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi belajar mahasiswa dan lembar pengamatan berbasis performance assessment (penilaian kinerja. Analisis data menggunakan analisis skala sikap atau skala Likert (1, 2, dan 3 untuk menghasilkan persentase pencapaian motivasi belajar dan analisis dengan Rating Scale (skala 4 dan skala 5 untuk penilaian kinerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan CELS dapat me-ningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan mengembangkan kemampuan kinerja mahasiswa yang meliputi aspek: mempersiapkan alat dan bahan, melaksanakan (melakukan eksperimen, dan menggunakan hasil pengukuran untuk menarik kesimpulan.The prurposes of the research were to improve learning motivation and develop performance skills of students in doing experiment through the use of Combination Experiment Laboratory by Simulation (CELS on elasticity experiment of rigid body. CELS is an experiment activity combining between verification and computer-based experiments including either computer simulation or video developed from the internet. This research used R&D method and its

  19. Tinjauan Hukum Internasional Terhadap Pengujian Nuklir Korea Utara

    OpenAIRE

    2016-01-01

    Nuclear is a brilliant creation were discovered accidentally by a lot of potential in it. This potentials makes nuclear becomes a tool with unpredictable effects. This fact is used as a reason to developed countries to make nuclear power as a tool to develop the potential of the country and even used in military purposes. The abuse of nuclear power is making countries in the world to form the world organization who can monitored the use of nuclear or IAEA with the objective of nuclear restric...

  20. MASYARAKAT MADURA DAN RENCANA PEMBANGUNAN PLTN; PERSPEKTIF TEOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abd. A'la

    2012-05-01

    Full Text Available Abd A’la   (Staf pengajar pada program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel dan Asiten Direktur Bidang Akademik pada lembaga yang sama       Abstrak : Setiap pemanfaatan energi selalu memiliki resiko environmental. Resiko dalam dunia ilmu dapat ditolelir jika hal itu telah terkalkulasikan sehingga merupakan caculable risk. Sementara untuk energi nuklir, sampai saat ini, belum dapat dilakukan terutama terkait dengan teknologi pengamannya sehingga Fitjof Capra menyebutnya sebagai rasionalitas yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat Madura merupakan komunitas Sunny dan dalam merespon setiap perkembangan selalu berjangkar pada prinsip-prinsip Sunny yang dicirikan dengan kehati-hatian dan moderasi. Terkait dengan rencana PLTN madura, masalah data tentang kebutuhan hal itu harus segera diperoleh untuk menjawab perlu tidaknya PLTN di Madura. Kekhwatiran bahwa kebutuan itu hanya merupakan rekayasa perusahaan reaktor nuklir patut di pertimbangkan karena memang sangat beralasan Kata Kunci : masyarakat madura, nuklir, PLTN

  1. INVESTIGATION ON THERMAL-FLOW CHARACTERISTICS OF HTGR CORE USING THERMIX-KONVEK MODULE AND VSOP'94 CODE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarmono Sudarmono

    2015-03-01

      Kegagalan sistem pembuangan panas pada reaktor berpendingin air jenis PWR, Three Mile Islands dan reaktor BWR Fukushima Daiichi, menyebabkan masyarakat nuklir mulai memikirkan penggunaan reaktor pembangkit daya jenis temperatur tinggi berpendingin gas (HTGR. Bidang Fisika dan Teknologi Reaktor di Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN mempunyai tugas melaksanakan kegiatan litbang desain konseptual reaktor kogenerasi dengan tingkat daya menengah yang berpendingin gas helium dengan daya 200 MWt. Desain HTGR200K merupakan salah satu sistem pembangkit energi yang memiliki efisiensi energi paling besar, dan tingkat keselamatan inheren yang tinggi dan bersih. Komposisi geometri dan struktur teras didesain agar dapat menghasilkan keluaran pendingin gas helium bertemperatur 950 0C sehingga dapat digunakan untuk produksi hidrogen dan atau unit industri proses lainnya secara kogeneratif. Luaran gas helium bertemperatur sangat tinggi ini akan menimbulkan tegangan termal pada bola bahan bakar yang mengancam integritas sistem pengungkungan produk fisi di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi karakteristika termal flow untuk menentukan distribusi temperatur bahan bakar bola dan outlet temperatur pendingin gas helium teras HTGR. Hal ini dilakukan dengan menggunakan modul Thermix-Konvek yang terintegrasi dalam program VSOP’94. Geometri teras HTGR dikerjakan dalam modul BIRGIT untuk model teras 2-D (R-Z dengan 5 kanal aliran pebble dalam teras aktif arah radial. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai tertinggi dan terendah temperatur yang terdapat pada teras   adalah sebesar 999.3 °C dan 886,5 °C. Demikian pula hasil temperatur tertinggi bahan bakar TRISO dan bahan bakar pebble di dalam teras, yaitu diperoleh sebesar  1510,20°C yang terletak pada lapisan bahan bakar inti UO2, di posisi z= 335.51 cm dan  r=0 cm. Analysis di lakukan pada laju massa aliran pendingin, tekanan dan daya masing-masing sebesar 120 kg/s, 7 Mpa dan 200MWth. Hasil

  2. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit RBD Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga γ-Alumina (CaO/MgO/ γ-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niar Kurnia Julianti

    2014-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan katalis heterogen. Penelitian ini mengembangkan katalis berpromotor ganda berpenyangga y-alumina (CaO/MgO/y-Al2O3 dalam reaktor fluidized bed. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO dan MgO pada y-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor. Kemudian, katalis dioven selama 12 jam pada suhu 110C dan dikalsinasi pada suhu 700 C selama 5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk proses transesterifikasi dengan ratio molar minyak metanol 1:36; variabel massa katalis 4, 7, 10, 13, 16 gram; laju alir reaktan 4, 7, 10, 13, 16 ml/menit; dan suhu 125, 150, 175, 200, 225 C. Dimana yield dan % konversi terbaik dari penelitian diperoleh sebesar 0,642 gr biodiesel/gr minyak dan 63,975% pada massa katalis 16 gram, suhu 225 C dan laju alir reaktan 4 ml/menit.

  3. PHYSICAL AND CHEMICAL CHARACTERISTICS INTERPRETATION FOR GROUNDWATER QUALITY ASSESSMENT IN THE COASTAL AREA, NORTH KELANTAN, MALAYSIA (Interpretasi Karakterisasi Fisika dan Kimia Untuk Penilaian Kualitas Airtanah di Area Pesisir, Kelantan Utara, Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Islami

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Physical and chemical groundwater interpretation has been done in order to characterize and assess its associated problem in the coastal area, North Kelantan, Malaysia. A total of thirty three groundwater samples that consisted of sixteen groundwater samples were collected directly from existing well and together with seventeen groundwater data obtained from government agency, were used in this study. The depth of groundwater sample was varied from the shallow (3.5 m to the deeper (130 m aquifer. The physical groundwater characteristics were measured directly at the site just after the groundwater collected. The chemical content of the groundwater sample were analysed using Ion Chromatography (IC and Inductively Coupled Plasma (ICP. Finally the data was presented and interpreted using the bivariate and piper diagram to improve interpretation and analysis of the whole data. Analysis result of the groundwater sample indicates that the shallow aquifer can be categorized as fresh water. In the zone with marine soil deposit, chloride and sulphate concentration tend to be higher in the water sample. However, the concentration of water sample is still within the accepted limit for human consumption. In places with relatively higher usage of chemical fertilizer, the groundwater sample exhibits higher nitrate concentration more than limit of safe for human consumption (>45 mg/L. K, Ca, Mg and Na content have a positive correlation with chloride concentration in deeper aquifer, indicating that the ions are derived from the same source of saline waters. The relationship between Cl/HCO3 ratios and chloride also shows that the fresh groundwater and seawater mixing in aquifer, and the samples with lower ratios can be categorized as fresh waters. In the shallow aquifer most ions exhibit a poor correlation to chloride indicating that such ions are derived from a different source. ABSTRAK Interpretasi karakter fisika dan kimia air tanah telah dilakukan

  4. STUDI PEMODELAN DAN PERHITUNGAN TRANSPORT MONTE CARLO DALAM TERAS HTR PEBBLE BED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair .

    2013-01-01

    Full Text Available Konsep sistem energi VHTR baik yang berbahan bakar pebble (VHTR pebble bed maupun blok prismatik (VHTR prismatik menarik perhatian fisikawan reaktor nuklir. Salah satu kelebihan teknologi bahan bakar bola adalah menawarkan terobosan teknologi pengisian bahan bakar tanpa harus menghentikan produksi listrik. Selain itu, partikel bahan bakar pebble dengan kernel uranium oksida (UO2 atau uranium oksikarbida (UCO yang dibalut TRISO dan pelapisan silikon karbida (SiC dianggap sebagai opsi utama dengan pertimbangan performa tinggi pada burn-up bahan bakar dan temperatur tinggi. Makalah ini mendiskusikan pemodelan dan perhitungan transport Monte Carlo dalam teras HTR pebble bed. HTR pebble bed adalah reaktor berpendingin gas temperatur tinggi dan bermoderator grafit dengan kemampuan kogenerasi. Perhitungan dikerjakan dengan program MCNP5 pada temperatur 1200 K. Pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-V dan ENDF/B-VI dimanfaatkan untuk melengkapi analisis. Hasil perhitungan secara keseluruhan menunjukkan konsistensi dengan nilai keff yang hampir sama untuk pustaka data nuklir yang digunakan. Pustaka ENDF/B-VI (66c selalu memproduksi keff lebih besar dibandingkan ENDF/B-V (50c maupun ENDF/B-VI (60c dengan bias kurang dari 0,25%. Kisi BCC memprediksi keff hampir selalu lebih kecil daripada kisi lainnya, khususnya FCC. Nilai keff kisi BCC lebih dekat dengan kisi FCC dengan bias kurang dari 0,19% sedangkan dengan kisi SH bias perhitungannya kurang dari 0,22%. Fraksi packing yang sedikit berbeda (BCC= 61%, SH= 60,459% tidak membuat bias perhitungan menjadi berbeda jauh. Estimasi keff ketiga model kisi menyimpulkan bahwa model BCC lebih bisa diadopsi dalam perhitungan HTR pebble bed dibandingkan model FCC dan SH. Verifikasi hasil estimasi ini perlu dilakukan dengan simulasi Monte Carlo atau bahkan program deterministik lainnya guna optimisasi perhitungan teras reaktor temperatur tinggi.   Kata-kunci: kernel, TRISO, bahan bakar pebble, HTR pebble bed

  5. PEMETAAN ANALOGI PADA KONSEP ABSTRAK FISIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoto Suseno

    2014-11-01

    Full Text Available The research of any where founded majority students have common difficulties in abstract physics concept. The result of observation, lecturers have problem  in teaching implementation of abstract concepts on physics learning. The objective of this research is to find out the ways how to overcome this problem. The research place of  physics education programs and senior high school. The data are colected by quetionere, observation and interview. The lecturer behavior to making out this case is use of analogy to make concrete a abstract concept. This action is true, because the analogies are dynamic tools that facilitate understanding, rather than representations of the correct and static explanations. Using analogies not only promoted profound understanding of abstract concept, but also helped students overcome their misconceptions. However used analogy in teaching not yet planed with seriousness, analogy used spontanously with the result that less optimal. By planing and selecting right analogy, the role of analogy can be achieved the optimal result. Therefore, it is important to maping analogies of abstract consepts on physics learning.

  6. Penelitian sifat sifat fisika sol plastik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susilowati

    1986-12-01

    Full Text Available The physical properties of plastic soles especially flexible soles and spons soles for footwear (shoes, sandals, etc are very important. This physical properties are : tensile strength; elongation at break; tensile stress at 100%; hardness; density; tear resistance; permanen set; abrasion resistance and flexing. The type of plastic material used for flexible and spons plastic soles, as recorded by infrared spectrophotometry analysis indicate that most of them are made by PVC. Physical test result shown that plastics soles can be graded into three categories in comparation with the specification of the IIS (Indonesian Industial Standard number SII 1103 – 84.

  7. SINTESA DAN KARAKTERISASI PADUAN ZrNbMoGe UNTUK MATERIAL KELONGSONG BAHAN BAKAR NUKLIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Kuntoro

    2015-04-01

    Full Text Available Sintesa paduan ZrNbMoGe untuk material kelongsong dilakukan dengan proses peleburan dan pengerolan panas untuk menghasilkan pelat tipis dengan ketebalan 1,4 mm. Proses peleburan dilakukan dengan melebur unsur pemadu ZrNbMoGe dalam dapur busur listrik dengan komposisi (prosen berat 97,5% Zr, 1% Nb, 1% Mo dan 0,5% Ge. Proses pengerolan panas dilakukan pada temperatur 800 oC dan 850 oC dengan rasio reduksi 5 % untuk tiap langkah. Hasil karakterisasi menunjukkan kekerasan ingot dan pelat paduan ZrNbMoGe masing-masing sebesar 199 VHR dan 188 VHR, lebih tinggi dibandingkan kekerasan bahan kelongsong Zirkaloi-4. Peningkatan kekerasan diperkirakan terjadi akibat terbentuknya presipitat keras Zr3Ge dalam ingot selama proses peleburan, yang telah diamati dari hasil uji presipitat dengan SEM-EDX dan uji XRD. Hasil uji korosi dalam lingkungan air aqua bidistillate menunjukkan laju korosi yang cukup rendah sebesar 0,0457 MPY, sedangkan hasil uji oksidasi suhu tinggi pada temperatur 800 oC selama 36 jam memberikan pertambahan berat sebesar 0,0959 mg/cm2, mendekati harga pertambahan berat untuk bahan Zirkaloi-4 sebesar 0,1105 mg/cm2. Kata kunci : sintesa, zirkonium, kelongsong, rol.   Synthesis of ZrNbMoGe alloy used for nuclear fuel cladding material was performed by melting and hot rolling processes to produce thin plates of 1.4 mm thickness. The melting process was done by melting the elements of ZrNbMoGe alloy using an arc melting furnace with compositions (weight percentage of 97.5% Zr, 1% Nb, 1% Mo and 0.5% Ge. The hot rolling process was done at temperatures of 800 oC and 850 oC with reduction ratios of 5% for each step. Result of the characterizations showed that the hardness of ingot and plate of ZrNbMoGe alloy were 199 VHR and 188 VHR respectively. These are higher than the hardness of the cladding material of Zircaloi-4. Increasing of hardness was believed due to the formation of hard precipitates of Zr3Ge in the ingot during the melting process which was observed by precipitate analysis using SEM-EDX and XRD tests. The corrosion tests in deminwater environment showed relatively low corrosion rate of 0.0457 MPY, while the high temperature oxidation test at 800 oC for 36 hours gave additional weight of 0.0959 mg/cm2, similar to that of zirkaloi-4 at 0.1105 mg/cm2. Keywords : synthesis, zirconium, cladding , roll.

  8. DESAIN TERAS PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR (PBMR MENGGUNAKAN PAKET PROGRAM MCNP-5 PADA KONDISI BEGINNING OF LIFE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ralind Re Marla

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan desain teras Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN untuk jenis Pebble Bed Modular Reactor (PBMR dengan daya 70 MWe untuk keperluan proses smelter pada keadaan beginning of life (BOL. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui persen pengkayaan, distribusi suhu dan nilai keselamatan dengan koefisien reaktivitas teras yang negatif pada reaktor jenis PBMR apabila daya reaktor 70 MWe. Analisis menggunakan program Monte Carlo N-Particle-5 (MCNP5 dan dari hasil analisis ini diharapkan dapat memenuhi syarat dalam mendukung program percepatan pembangunan kelistrikan batubara 10.000 MWe khususnya untuk proses smelter, yang tersebar merata di wilayah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, faktor perlipatan efektif (k-eff Reaktor jenis PBMR daya 70 MWe mengalami kondisi kritis pada pengkayaan 5,626 % dengan nilai faktor perlipatan efektif 1,00031±0,00087 dan nilai koefisien reaktivitas suhu pada -10,0006 pcm/K. Dari hasil analisis daat disimpulkan bahwa reaktor jenis PBMR daya 70 MWe adalah aman.   ABSTRACT The core design of Nuclear Power Plant for Pebble Bed Modular Reactor (PBMR type with 70 MWe capacity power in Beginning of Life (BOL has been performed. The aim of this analysis, to know percent enrichment, temperature distribution and safety value by negative temperature coefficient at type PBMR if reactor power become lower equal to 70 MWe. This analysis was expected become one part of overview project development the power plant with 10.000 MWe of total capacity, spread evenly in territory of Indonesia especially to support of smelter industries. The results showed that, effective multiplication factor (keff with power 70 MWe critical condition at enrichment 5,626 %is 1,00031±0,00087, based on enrichment result, a value of the temperature coefficient reactivity is - 10,0006 pcm/K. Based on the results of these studies, it can beconcluded that the PBMR 70 MWe design is theoritically safe.

  9. Online Group Discussion pada Mata Kuliah Teknologi Pembelajaran Fisika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuberti Yuberti

    2015-10-01

    Full Text Available Nowadays, gadged just like handphone and notebook more reachable so the quantities of the users are increase in Indonesia. It is common for us to see the students, employees, enterpreneurs until housewives using gadged anywhere and anytime. This phenomenon is spread widely along with the internet wifi and hotspot in many places start from official educational institute, government, and office centre, to the tourism object and shopping center. Also with internet café (Warnet compete tightly with offering various facilities, and services with compete price. All cellphone service is also giving internet access in order to attract users. Some phenomena show more and more people who use the Internet and make it as a lifestyle for berintaksi, socialize, learn and get information. Widespread use of the Internet can be a great potential in the development of online learning system allows learners to access the information flexibly without limitation of time and place. Discussion no longer occur face to face, but can continue even in the virtual environment. As the implementation of other virtual learning methods. Implementation of online discussion itself is basically adopting the method of learning face to face discussion Harga gadged seperti handphone dan  dan  notebook kian hari kian terjangkau sehingga jumlah penggunanya di indonesia terus meningkat. Bukan lah suatu yang asing jika kita menjumpai para siswa, mahasiswa, karyawan, pengusaha hingga ibu rumah tangga menggunakan gadged di mana saja dan kapan saja. Fenomena ini diiringi dengan meluasnya jaringan internet nirkabel seperti hotspot  dan  wifi di berbagai tempat mulai dari institusi  resmi pendidikan, pemerintahan, dan perkantoran, hingga tempat wisata,dan pusat perbelanjaan. Tidak mau ketinggalan warnet (warung internet ikut bersaing ketat dengan menawarkan berbagai macam fasilitas, dan layanan dengan harga bersaing. Seluruh layanan seluler ponsel juga terus memberikan penawaran akses internet yang menggiurkan demi menarik minat penggunanya. Beberapa fenomena tersebut menunjukkan semakin banyak kalangan yang memanfaatkan internet dan menjadikanya sebagai gaya hidup untuk berintaksi, bersosialisasi, belajar dan mendapatkan informasi. Meluasnya pemanfaatan internet bisa menjadi potensi besar dalam pengembangan pembelajaran dengan sistem online memungkinkan pebelajar untuk mengakses infromasi secara fleksibel tanpa terbatas waktu dan tempat. Diskusi tidak lagi terjadi secara tatap muka, namun dapat terus berlangsung meskipun dalam lingkungan maya. Sebagaimana pelaksanaan metode pembelajaran maya lainnya. Pelaksanaannya diskusi online itu sendiri pada dasarnya mengadopsi dari metode pembelajaran diskusi tatap muka. Kata kunci: online group discussion, teknologi pembelajaran

  10. POTENSI PEMANFAATAN RUMPUT LAUT COKELAT CORONG (Turbinaria conoides UNTUK MENGURANGI RESIKO KANKER TIROID PADA MANUSIA YANG TERPAPAR RADIASI IODIUM 131 AKIBAT KECELAKAAN NUKLIR FUKUSHIMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juwita Tando

    2014-04-01

    radiasi mengaktifkan komponen dari jalur MAPK terutama melalui inversi paracentric kromosom. Sebuah metode pengobatan yang umum untuk mencegah eksposur I131 adalah dengan menjenuhkan tiroid secara regular dengan non-radioaktif I127. Ada alasan untuk berhati-hati dalam penggunaan kalium iodide atau suplemen yodium, karena penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kondisi seperti fenomena Jod-Basedow, efek Wolff-Chaikoff, memperburuk hipertiroid dan hipotiroid. Untuk itulah diperlukan adanya konsumsi iodium non radioaktif yang berasal dari unsur alami. Salah satu bahan yang dapat dikonsumsi yaitu Turbinaria conoides yang dikenal dimasyarakat Indonesia dengan rumput laut coklat corong.

  11. PEMODELAN DAN ANALISIS SEBARAN RADIONUKLIDA DARI PWR PADA KONDISI ABNORMAL DI TAPAK BOJANEGARA-SERANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2015-04-01

    Full Text Available Penambahan pembangkit listrik yang baru khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN berpotensi memberikan konsekuensi radiologis pada masyarakat dan lingkungan, karena adanya lepasan radioaktif dalam kondisi operasi normal maupun abnormal. Oleh karena itu maka pengelola reaktor nuklir harus bisa menyediakan data dan argumentasi yang kuat untuk menjelaskan tentang keselamatan PLTN terhadap lingkungan. Untuk itu perlu dilakukan analisis kondisi abnormal yang terjadi pada PLTN yang akan memberikan konsekuensi radiologis pada lingkungan. Analisis dilakukan dengan membuat pemodelan simulasi kondisi abnormal yang dipostulasikan pada PLTN tipe PWR 1000 MWe serta simulasi dan pemodelan pola potensi lingkungan sebagai daya dukung tapak terhadap penerimaan konsekuensi radiologis tersebut. Pemodelan fenomena transport radionuklida dari teras reaktor sampai ke luar dari sungkup reaktor dilakukan menggunakan perangkat lunak EMERALD dan pemodelan pola dispersi radioaktivitas ke lingkungan dari reaktor meliputi simulasi kondisi meteorologi, distribusi penduduk, produksi dan konsumsi masyarakat pada kondisi ekstrim di daerah studi, menggunakan perangkat lunak GIS, Arcview, Windrose, dan PC COSYMA. Pemodelan konsekuensi radiologis menggunakan tapak contoh daerah Bojanegara-Kramatwatu Pantai Serang-Banten. Dengan menggunakan data sourceterm, data meteorologi dan data dispersi (sebaran penduduk, produksi pertanian dan ternak dan modeling alur paparan (pathway, dihasilkan model sebaran radionuklida dan penerimaan paparan radiasi di lingkungan tapak Bojanegara-Serang, dengan penerimaan dosis radiasi di bawah batas yang diijinkan badan regulator BAPETEN. Kata kunci : PLTN, radioaktivitas, pola dispersi, keselamatan   Additional of electrical power especially Nuclear Power Plant will give radiological consequences to population and environment due to radioactive release in normal and abnormal condition. In consequence the management of nuclear power plant must

  12. Analisis dan Optimasi Desain Sistem Reaktor Gas Temperatur Tinggi RGTT200K dan RGTT200KT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Dhandhang Purwadi

    2013-03-01

    dengan penyelesaian persamaan aljabar linier dari model RGTT200K dan RGTT200KT. Dari analisis dan optimasi ini dihasilkan desain konseptual sistem RGTT200K dan RGTT200KT dengan spesifikasi thermal-flow teras sama, dan peningkatan EUF dari 63% menjadi 80,14% (untuk RGTT200K dan dari 63,6% menjadi 78,02% (untuk RGTT200KT.

  13. Theory of nuclear reactors. Vol. 1. Theorie der Kernreaktoren. Bd. 1. Der stationaere Reaktor

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Emendoerfer, D.; Hoecker, K.H.

    1982-01-01

    An introduction is given to the elements of reactor physics and reactor calculation which refers to practice from the present point of view. It is demonstrated to the reader how the reactor characteristics relevant to construction can be calculated from atomic factors by means of neutron transport and diffusion theory; these reactor characteristics are: multiplication factor, power density distribution, burn-up, plutonium build-up, xenon vibrations, short-time behaviour. The interaction between thermo- and fluid-dynamic processes is important for this calculation. On grounds of didactics the crucial point of this book is the establishment and calculation of simple models which give a clear description of all important characteristics of the events. Attempts for more exact simulation by computer are dealt with including typical solutions.

  14. UNJUK KERJA REAKTOR PLASMA DIELECTRIC BARRIER DISCHARGE UNTUK PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK KELAPA SAWIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardian Dwi Yudhistira

    2013-10-01

    Full Text Available Biodiesel is one of alternative renewable energy source to substitute diesel fuel. Various biodiesel productionprocesses through transesterification reaction with a variety of catalysts have been developed by previousresearcher. This process still has the disadvantage of a long reaction time, and high energy need. DielectricBarrier Discharge (DBD plasma electro-catalysis may become a solution to overcome the drawbacks in theconventional transesterification process. This process only needs a short time reaction and low energy process.The purpose of this study was to assess the performance of DBD plasma rector in making biodiesel such as: theeffect of high voltage electric value, electrodes gap, mole ratio of methanol / oil, and reaction time. TheResearch method was using GC-MS (Gas Cromatography-Mass Spectrofotometry and FTIR (FourierTransform Infrared Spectrofotometry and then it will be analysed the change of chemical bond betweenreactant and product. So, the reaction mechanism can be predicted. Biodiesel is produced using methanol andpalm oil as reactants and DBD plasma used as reactor in batch system. Then, reactants contacted by highvoltage electric. From the results of this research can be concluded that the reaction mechanism occurs in theprocess is the reaction mechanism of cracking, the higher of electric voltage and the longer of reaction time leadto increasing of product yield. The more of mole ratio of methanol / oil and widening the gap between theelectrodes lead to decreased product yield. From this research, product yield maksimum is 89,8% in the variableof rasio mol metanol/palm oil 3:1, voltage 10 kV, electrode gap 1,5 cm, and reaction time 30 seconds.

  15. PERANAN PENGAPURAN DAN FAKTOR FISIKA KIMIA AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titin Kurniasih

    2008-12-01

    Full Text Available Pertumbuhan lobster air tawar (Cherax sp. hanya akan terjadi apabila didahului oleh proses pergantian kulit. Semakin sering pergantian kulit terjadi, maka pertumbuhannya makin pesat. Frekuensi ganti kulit dipengaruhi umur, kecukupan makanan dan kalsium media, serta kualitas air yang sesuai. Kadar kalsium perairan dapat ditingkatkan melalui pengapuran. Kualitas air yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan sintasan Cherax sp. antara lain: alkalinitas, pH, oksigen terlarut, suhu, amoniak, dan nitrit.

  16. PENGEMBANGAN SSP FISIKA BERBASIS PENDEKATAN CTL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MOTIVASI BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faiq Makhdum Noor

    2015-04-01

    Full Text Available This research aims to develop a learning device as Subject-Specific Pedagogy (SSP of physics, and to improve science process skills and learning motivation of the students. This research used the 4D model. The subjects of this research were the XI grade students of Muhammadiyah High School 2 Yogyakarta. The data collecting instruments were expert validation sheets, science process skill observation sheets, questionnaire of students’ response to the student books and worksheets, question-naire of students’ response to teaching process, students’ motivation learning sheets, and science process skill paper test. The research data were collected through observation, questionnaire, and paper test, and analyzed quantitatively. The results show as follows. (1 The development of physics SSP is carried out in accordance with the procedures of 4D model product development. (2 The results of expert’s validation show the physics SSP is in the very good criteria. (3 The readability of the student books and worksheets is in the good criteria. (4 The increasing of the score of science process skills and students’ learning motivation in the experimental class is higher than that in the control class. This shows that the physics SSP is fit for use in physics teaching.

  17. Penilaian Air Minum Isi Ulang Berdasarkan Parameter Fisika dan Kimia di dan luar Jabodetabek Tahun 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosa Adelina

    2015-05-01

    Full Text Available Quality drinking-water is human basic need in life. Jabodetabek as concentrated resident and industrial area, can’t supply drinking-water need so we need alternative source such as refill drinking water. Health Minister has been assigned quality drinking-water parameters which is if one of the parameter out from criteria value so the drinking-water not feasible. Pharmacy Laboratory of NIHRD do routine test per year for drinking water. Some of the sample is refill drinking water that applied by community or refill drinking water seller. This article described the result of feasibility study of refill drinking-water on 2011. The design of this study is cross sectional study. The data comes from refill drinking-water test in and out Jabodetabek which applied by community to get feasibility certificate of drinking water in Pharmacy Laboratory, Biomedical and Basic Health Technology Center in January until November 2011. The data was analyzed by descriptive statistic in STATA 9. A hundred and thirty-nine (139 refill drinking-water comes from in and out Jabodetabek. From this data, 105 (75,5% sample was feasible to drink. There are two variable which cause samples didn’t feasible to drink, Manganese level and degree of acidity value (pH.There is one sample which has Manganese level above maximum level and 33 (23,6% samples have pH value below 6,5. Most of the refill drinking-water samples feasible and fulfill requirement of physical and chemical paremeters, except Manganese level and pH value. The best filter methods in this study is hexagonal method.

  18. EFEKTIFITAS METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS VIII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Unggul Haryanto Nur Utomo

    2012-03-01

    Full Text Available This study aimed to determine the effectiveness of mind mappingmethod to improve the learning achievements of physics. The subjects ofthis study were students in grade VIII of SMP Muhammadiyah 8 Yogyakartawhich have average score of physics subjects below 6.5, and have theability to see and hear well. Data collection methods used in this study wasthe academic score on the physics subject of optical tools, documentation,observation and interview. This study used the experimental method ofpretest-posttest with control group design and used the t-test analysis.The results of paired sample t-test analysis in experimental group obtainedthat mind mapping method has highly significant positive effect in enhancingachievement of physics learning (t = -11.006, p = 0.000. The results ofthe paired sample t-test analysis in control group showed that conventionalmethod has insignificant influence on achievement enhancement of physicslearning (t = -1.941, p = 0.070 and the independent sample t-test in bothgroup found that there are significant difference of average (mean posttestscore between the experimental group and control group (t = 2.144, p =0.020. The results demonstrate mind mapping method is very effective inimproving the learning achievements of physics.

  19. PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN METODE PICTORIAL RIDDLE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Minan Chusni

    2016-09-01

    Full Text Available The purpose of this study was to determine students' improved understanding of physics concepts through the application of guided inquiry approach with metide pictorial riddle on the subject of a simple plane. Type of research is classroom action research with research subjects 29 students of SMP Muhammadiyah Muntilan.Techniques used in collecting data is by direct observation in the classroom and the testing techniques. The analysis of data using qualitative and quantitative analysis.The results showed that the application of guided inquiry learning with pictorial riddle method can improve students' understanding of the concept in the first cycle with an average value of 42.93 into 50.71 and the second cycle increased to 67.50 and in the third cycle into 80.71. Similarly, the students' motivation to learn physics class is also quite good with a yield of 63.57%.

  20. Kajian Fisika Aliran Material Granular Dedak Gandum Di Dalam Saluran Microfluidic

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Perima -

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi mikroelektronik telah melahirkan suatu cabang ilmu baru yaitu microfluidics. Teknologi ini dapat memanipulasi instrumentasi laboratorium menjadi satu chip. Proses pembuatan chip diawali dengan pembuatan mask kemudian dilanjutkan dengan pencetakan master untuk kemudian dituangkan larutan Polydimethil siloxane (PDMS dan diikatkan dengan kaca melalui teknologi plasma. Kemudian setelah chip dibuat, dilakukanuji microfluidics dengan melewatkan campuran material granular dedak gandum dan air di dalam saluran chip tersebut dengan kecepatan 5,000 μl/jam dan pola aliran direkam dengan menggunakan kamera kecepatan tinggi. Dari hasil rekaman, gambar dianalisis dengan menggunakan persamaan Navier-Stokes dan dilakukan simulasi untuk dapat menduga pola aliran yang terjadi di dalam saluran.Kesimpulan yang didapatkan menunjukkan bahwa aliran fluida yang diperoleh bersifat non-newtonian, dan partikel dedak gandum memiliki sifat tabrakan inleastik. The development of microelectronic technology leads to a new technology branch, namely microfluidics. This technology can manipulate a complicated laboratory instrument into a single chip. The process of making chip starts with making mask, molding a master, pouring of Polydimethilsiloxane (PDMS into the master, and then making the bonding between the PDMS and glass by using plasma technology. The next step is microfluidics testing by passing the mixing of granular material wheatbran and dionized water through the chip’s channel with the speed of 5,000 μl/hour, and recording the flow of fluid by using high speed camera. The result was then analyzed by Navier-Stokes equation and employed the simulation to predict the flow inside the chip. It can be concluded that the characteristics of fluid’s flow found are non-newtonian fluid and the wheatbran particle has inelastic collision.

  1. STUDI KUALITAS PERAIRAN TELUK EKAS BERDASARKAN KOMPONEN FISIKA-KIMIA PADA BULAN MARET 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ramdhan

    2015-11-01

    Full Text Available The research was conducted on 9 to 15 March 2014 in the Ekas Bay region, East Lombok, West Nusa Tenggara Province. Water quality data acquisitions was done with purposive sampling by using a multiparameter WQC-24 TOA-DKK, floating drought in situ current measurement and water sampling for laboratory check. The parameters measured are temperature, salinity, DO, dT, pH, flow speed, Turbidity, TOM, NO2, NH3, PO4P, Chlorophyll and TSS. Data analysis using descriptive and Biplot graph analysis. The results showed range of values ​​for all parameters was almost in accordance with KepmennegLH No. 51 of 2004, based on physico-chemical parameters measured, still in good condition. Only the phosphate values ​​which average value of 0.41 mg / L is above the standard of Kepmenneg LH No. 51 of 2004 which is 0.015 mg / L. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v2i1.1378

  2. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BAGI SISWA SMP NEGERI DI DAERAH TERTINGGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K. Amiruddin

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKTelah dihasilkan perangkat pembelajaran berupa Buku ajar, silabus, dan RPP yang menggunakan model pembelajaran siklus belajar (learning cycle untuk meningkatkan kualitas pembelajaran SMP di daerah tertinggal se kabupaten Parigi Moutong. Buku ajar ini berisi kompetensi, indikator dan tujuan pembelajaran, konsep-konsep esensial berdasarkan kurikulum 2006, kegiatan siswa berupa petunjuk percobaan, gambar dan foto, contoh soal, dan latihan soal.  Hasil ujicoba di kelas IX SMP SATAP Negeri 1 Desa Petunasugi Kecamatan Bolano Lambunu menunjukkan bahwa rerata tanggapan guru terhadap produk perangkat  pembelajaran berkategori baik dan sangat baik rerata 75,6%. Sedangkan tanggapan siswa terhadap produk Buku ajar yang berkategori baik dan sangat baik rerata 87,7%. Hasil belajar siswa rerata meningkat 69,0% dengan ketuntasan individu 70% dan klasikal 74,9%. Hasil ini menunjukkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan mempunyai tanggapan positif dari guru maupun siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.ABSTRACTLearning instrument has been produced in the form of teaching material, syllabus, and lesson plans using learning cycle model to improve the quality of learning of junior high school students in Moutong Parigi district area. The teaching material  contains competencies, indicators and goals of learning, essential concepts based on curriculum 2006, the activities of students in a form of experimental instruction, pictures and photos, problem examples, and exercises. Test result in class IX SATAP SMP Negeri 1 Petunasugi kecamatan Bolano Lambunu showed that the average teacher's response to the learning materialwasin a very good category (75.6%. The average response of students to the learning material was in very good category (87.7%. Student learning outcomes increased 69.0% with 70% individuals and 74.9% classicalcompleteness. These results indicate that the developed learning instrument got a positive response from teachers and students and can improve student learning outcomes.

  3. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Nasution

    2015-07-01

    Full Text Available Low ability of formal thinking students caused the learning outcomes they get too low. This study aims to determine the effectiveness of the inquiry learning model training in improving students' ability to think formal. The design was used quasi-experimental "non-equivalent groups pretest-posttest design". Implementation  experimental class learning with inquiry learning model training, control class learning with direct instruction. Data obtained through a formal thinking ability test thinking ability. Learning model efectivity in improving formal thinking ability is determined based on the gain score average which normalized by average difference test of statistic, namely t test. The results of the reasearch found that the inquiry training learning model is more effective in improving students formal thinking ability compared with the direct instruction learning model. The N-gain percentage of formal thinking ability of students in the experiment class in the indicators of hypothetical deductive thinking, combination thinking and reflection thinking are in the medium category, just proportional thinking is the high category. N-gain average percentage of control class for the hypothesis deductive thinking is just in the low category, while the proportional thinking, combination thinking and reflection thinking are in the medium category.Rendahnya kemampuan berpikir formal siswa menyebabkan hasil belajar yang mereka peroleh juga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas  model pembelajaran inquiry training dalam meningkatkan kemampuan berpikir formal  siswa. Disain yang digunakan adalah kuasi eksperimen “non-equivalent groups pretest-posttest design”. Implementasi pembelajaran kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran inquiry training, kelas kontrol dengan model pembelajaran direct instruction.  Data kemampuan berpikir formal diperoleh melalui tes kemampuan berpikir formal. Efektivitas  model pembelajaran  dalam meningkatkan kemampuan berpikir formal ditentukan berdasarkan rerata skor gain yang dinormalisasi dengan statistik uji beda rerata, uji t.  Hasil penelitian ditemukan bahwa pembelajaran dengan model inquiry training lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir formal siswa dibandingkan dengan pembelajaran direct instruction. Persentase N-gain kemampuan berpikir formal untuk siswa kelas eksperimen untuk indikator berpikir hipotesis deduktif, berpikir kombinasi dan refleksi berada pada kategori sedang, berpikir proporsional pada kategori tinggi. Untuk siswa kelas kontrol perentase N-gain rata-rata untuk berpikir hipotesis deduktif  berada pada kategori rendah, sementara berpikir proporsional, berpikir kombinasi dan berpikir refleksi berada pada kategori sedang.

  4. STABILITAS FISIKA DAN KIMIA REKRISTAL DAN DISPERSI PADAT PIROKSIKAM-PEG 6000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annas Binarjo

    2015-05-01

    Full Text Available It is hoped that solid dispersion and recrystalization can solve the problem of low solubility of piroxicam. Metastable polymorph or amorph state can be formed in solid dispersion and recrystalization preparation, leading to a better dissolution. During storage, the metastable polymorph or amorph will be changed to stable crystal, so that the dissolution will be decreased (physical instability, beside that the increasing of solubility also trigger the higher rate of decomposition (chemical instability. This research was purposed to reveal these two instability. The research was began by preparing recrystal of piroxicam (R and solid dispersion piroxicam-PEG 6000 (DP by solvent method using aseton. These preparate were stored in room temperature (25oC. The dissolution was tested after 1, 2, 3, and 4 month of storage, using dissolution efficiency for 60 minutes (DE60 as parameter, and also the drug content in bulk preparate was determined. The result showed that recrystalization and solid dispersion preparation did not decrease the piroxicam content. During storage, the DE60 and piroxicam content in R and DP were not changed (p>0.05. It could be concluded that R and DP prepared had a stable dissolution and purity.

  5. PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENGEMBANGKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENELAAHAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermin Budiningarti

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sejumlah perangkat pembelajaran yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa. Melalui perkuliahan Teaching Learning Process 3 (TLP 3 yang berisi pengkajian tentang model-model pembelajaran selama ini disajikan secara teoritis melalui tatap muka, pemodelan, workshop, dan praktek pembelajaran dalam forum, perangkat tersebut dioptimalkan. Standar kompetensi mata kuliah tersebut adalah mahasiswa terampil merancang dan mengelola proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran diskusi kelas (class discussion,  penemuan terbimbing (guided discovery, dan pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning. Kompetensi ini akan lebih mudah tercapai bilamana mahasiswa sebelumnya dibekali dengan kemampuan menilai sebuah perangkat pembelajaran terkait kesesuaiannya dengan model pembelajaran yang diterapkan. Pada penelitian ini, perangkat pembelajaran berdasarkan masalah (PBI karya mahasiswa terdahulu dinilai oleh mahasiswa dan dosen dengan menggunakan instrumen yang sama (IPKG1 menghasilkan penilaian X1 dan X2. Setelah itu mahasiswa merancang perangkat pembelajaran model PBI dan dinilai oleh dosen menggunakan IPKG1 dan menghasilkan penilaian Y1. Perangkat pembelajaran PBI yang telah dihasilkan kemudian disimulasikan oleh mahasiswa dan dinilai oleh dosen dengan menggunakan IPKG2 menghasilkan penilaian Y2. Analisis data menggunakan analisis korelasi dan analisis jalur (path analysis. Hasil penelitian menghasilkan beberapa temuan: 1 Tingkat kesesuaian penilaian perangkat PBI oleh mahasiswa dan dosen cukup tinggi dengan korelasi yang tinggi, 2 Keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan perangkat pembelajaran model pembelajaran berdasarkan masalah untuk skala 0-100 berada pada kisaran 77,94-97,06 dengan rata-rata 87,04 yang berarti baik. Penilaian contoh perangkat oleh mahasiswa dan dosen tidak berkorelasi dan tidak memberikan dampak atas keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan perangkat pembelajaran model PBL, 3 Keterampilan mahasiswa dalam melaksanakan model PBL untuk skala 0-100 berada pada kisaran 78-90 dengan rata-rata 82,69 yang berarti baik. Hubungan antara keterampilan pengembangan perangkat yang telah dilakukan mahasiswa dan keterampilan melaksanakan pembelajaran menunjukkan korelasi yang signifikan.

  6. PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MAHASISWA FISIKA FAKULTAS TARBIYAHDENGAN KONSEP TATA SURYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriyawany Fitriyawany

    2013-02-01

    Full Text Available The conducted study concerns about the use of Monopoly game as media in Cooperative Learning on the concept of the Solar System for Students of Physics in Tarbiyah faculty aiming to see the students' mastery of learning outcomes and performance. The study was a Quasi Experimental Research. The population used in the study was all students majoring in Physic Education with a sample of the7th semester students of 2010/2011 academic year. The method of data collection used is testing and observation. Data were analyzed by using the statistical percentage. The result shows there were 90.32% of students passed individually, which therefore the students' learning results were completed classically. In addition, the students' performance on cognitive, affective, and psychomotor in the experimental class also showed positive results. Therefore, it can be concluded that the use of monopoly game as media in cooperative learning on the concept of the Solar System have a positive impact to the quality of learning process.

  7. PEMODELAN FISIKA APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK INVESTIGASI KEBERADAAN AIR TANAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teti Zubaidah

    2009-05-01

    Full Text Available Pada penelitian ini telah dilakukan suatu pemodelan físika aplikasi metode geolistrik konfigurasi Schlumberger untuk investigasi keberadaan air tanah. Pemodelan dilakukan pada suatu bak kaca yang diisi dengan pasir dan tanah liat sebagai host-rock dengan injeksi air tanah untuk berbagai volume. Hasil inversi 2-D menggunakan perangkat-lunak IP2WIN menunjukkan bahwa metode geolistrik konfigurasi schlumberger dapat digunakan untuk mengetahui migrasi air tanah. Hal ini dapat dilihat dari perubahan penampang isoresistivitas sebelum dan sesudah injeksi air dengan jumlah yang berbeda, terutama pada titik injeksi air dalam hal ini Titik 3 yang memiliki nilai resistivitas paling rendah (bersifat konduktif. Resistivitas ini berada pada range resistivitas air tanah yaitu antara 0,5 sampai 300 ohm meter (Telford, 1990.

  8. Pengembangan Media Pembelajaran Berupa Komik Fisika Berbantuan Sosial Media Instagram sebagai Alternatif Pembelajaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irwandani Irwandani

    2016-04-01

    Full Text Available The development trend of technology and information at this time should be used by the world of education to make it as a learning tool, both outside and inside the classroom. One trend that is emerging now is the use of social media as a medium of learning. Social media will be focused to develop is a media Instagram, in which can contain images and text content. The study was conducted with the aim of producing instructional media products that meet the necessary criteria. The research is the research and development method undertaken by several stages, a preliminary investigation, gathering information, product design, product validation, testing is limited to the user, and product revision. Based on the stages that made learning media product obtained declared fit and is needed by learners after validating and testing the product. Validation linguists gained 84%, the design of 82.67%, 86.67% materials, and media gained 87.14%. Meanwhile, based on the scoring is obtained 90.83%. Tren perkembangan teknologi dan informasi saat ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh dunia pendidikan untuk menjadikannya sebagai sarana pembelajaran, baik itu di luar maupun di dalam kelas. Salah satu tren yang sedang muncul saat ini adalah pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran. Media sosial yang akan difokuskan untuk dikembangkan adalah media instagram, yang di dalamnya bisa memuat konten gambar dan tulisan. Penelitian dilakukan dengan tujuan menghasilkan produk media pembelajaran yang memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan dengan beberapa tahap yaitu melakukan penelitian pendahuluan, mengumpulkan informasi, desain produk, validasi produk, ujicoba terbatas kepada pengguna, kemudian revisi produk. Berdasarkan tahapan-tahapan yang dilakukan diperoleh produk media pembelajaran yang dinyatakan layak dan sangat dibutuhkan oleh peserta didik setelah melakukan validasi dan ujicoba produk. Validasi ahli bahasa memperoleh 84%, desain 82,67%, materi 86,67%, dan media memperoleh 87,14%. Sementara itu, berdasarkan penilaian pengguna diperoleh sebesar 90,83%. Kata kunci: media pembelajaran, media sosial, Instagram

  9. Penggunaan Metode Peer Tutoring dengan Kassitu untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Fisika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sujatmiani Sujatmiani

    2015-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar menggunakan metode peer tutoriing dengan Kassitu. Pengumpulan data kuantitatif dengan soal pretest dan posttest sedangkan data kualitatif didapatkan melalui angket, dan lembar observasi. Data kuantitatif dianalisis dengan analisis deskriptif komparatif dengan melihat perbandingan nilai pre test dan pos test pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan mencari point penting dan informasi tambahan dari hasil observasi.Motivasi belajar meningkat sebesar 11,78% sedangkan Hasil belajar meningkat sebesar 17,89%. Motivasi belajar siswa meningkat dilihat dari aktifitas kelompok dalam berdiskusi, mengerjakan soal latihan, tanya jawab bersama tutor, serta turnamen antar kelompok sehingga dapat disimpulkan bahwa metode peer tutoring dengan Kassitu dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA

  10. Penelitian pengaruh asam sulfat terhadap sifat fisika kekerasan atasan sepatu kerja PVC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusumo Retno Winahyu

    1996-12-01

    Full Text Available The Research of hardness aspect of PVC boot upper treated by sulfuric acid to detect influence of sulfuric acid to hardness upper on PVC boot upper. The method of the research has been done by immersing samples in sulfuric acid solution 30 % (v/v for 24 hours. After immersing samples examined connected with hardness physical property. The result of the research shown that hardness physical property become decreasing until 16,08 % has error standard 5,48. It is still agree with SNI 12 – 1848-1990. Sepatu bot dari PVC.

  11. STUDI BUKU PEGANGAN DALAM KAITANNYA DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA DI KECAMATAN BARUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liana Mawaddah Pohan

    2012-06-01

    (buku II secara keseluruhan telah sesuai dengan KTSP dengan skor keseluruhan 189 (78,75% berada antara 181-240 atau 76%-100%. Hasil belajar siswa pada hasil ujian akhir semester genap tahun ajaran 2009-2010 dengan penggunaan buku I nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 74,3 dan dengan penggunaan buku II rata-ratanya adalah 77,16.

  12. MODIFIKASI KAMERA OBSCURA SEBAGAI DETEKTOR RADIASI PENGION UNTUK ALAT PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P. Dwijananti

    2012-01-01

    Full Text Available Detektor yang dibuat pada penelitian ini berupa kamera kotak hitam. Detektor ini terbuat dari lempeng aluminium tebal 2 mm,berdimensi kotak ukuran (20x15x30 cm, memiliki komponen : panel detektor, kertas film/fotografi, dan sumber radiasi. Interaksiradiasi pengion dengan kertas film menghasilkan jejak bayangan penghitaman pada kertas film setelah dicuci. Tingkatpenghitaman hasil pemotretan menunjukkan pelemahan intesitas radiasi, absorbsi dengan bahan menghasilkan bayangantembus tidaknya pada kertas film. Dengan variasi waktu eksposure, bahan absorber dan pengaturan jarak, detektor ini dapatdigunakan uji kualitatif suatu sumber radiasi pengion. Kamera ini dapat digunakan sebagai alat pembelajaran pada materi inti danradioaktivitas di SMA. Detector made in this study is a black box camera made of aluminum. This detector is made of aluminum plate 2-mm thick, a box of(20x15x30 cm, with the following components: the detector panels, paper, film / photography, and sources of ionizing radiation withradiation. Interaction between ionizing radiation and film paper produces a shadow on the paper trail showing blackened after beingwashed. The blackening of radiation attenuation, absorption with at least translucent material produces a shadow on the paper film,with variation of exposure time, the absorbent material and distance, the detector can be using ionizing radiation submer qualitativetests. Camera conclusively prove can be used as a learning tool in the core content and radioactivity in high school.Keywords: detector, ionizing radiation, learning tool.

  13. Sifat Anatomi dan Sifat Fisika Kayu Mindi (Melia azedarach Linn dari Hutan Rakyat di Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harry Praptoyo

    2013-01-01

    Full Text Available Anatomical  and Physical Properties of Mindi Wood (Melia azedarach Linn from Community Forest in Yogyakarta Information about mindi wood characteristics is very limited while utilisation of this wood on our society is very extensive. Better knowledge on anatomical and physical wood properties of mindi wood optimizes its utilization. Therefore, this study aims to identify anatomical (macroscopic and microscopic and physical (moisture content, specific gravity and dimensional changes wood properties of mindi taken from community forests around Yogyakarta. The macroscopic structural characteristics results showed that annual ring appeared clearly at transversal surface, having single vessel, vasicentric and diffuse parenchyma, rough texture, straight fiber direction, and no resin canal. Cell proportion of wood showed that fibers occupy more than 44%, followed by vessel (20%, parenchyma (19% and rays (15%. Wood fiber dimension showed fiber length of 0.83 mm, fiber diameter of 14.57µ, and cell wall thickness of 2.50µ. Physical wood properties showed that mindi has 31% moisture content and 0.416 of basic specific gravity. Wood shrinkage from green to kilndry on longitudinal was 3.94 %, tangensial 5.74 %, and radial 2.60 %, with T/R ratio 2.38. Based on T/R ratio value, mindi wood is not recommended for wood construction due to its low dimensional stability. Furthermore, mindi wood also has high longitudinal wood shrinkage and low specific gravity indicating juvenility.

  14. Kajian Fisika Aliran Material Granular Dedak Gandum Di Dalam Saluran Microfluidic

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Perima -

    2014-01-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi mikroelektronik telah melahirkan suatu cabang ilmu baru yaitu microfluidics. Teknologi ini dapat memanipulasi instrumentasi laboratorium menjadi satu chip. Proses pembuatan chip diawali dengan pembuatan mask kemudian dilanjutkan dengan pencetakan master untuk kemudian dituangkan larutan Polydimethil siloxane (PDMS dan diikatkan dengan kaca melalui teknologi plasma. Kemudian setelah chip dibuat, dilakukanuji microfluidics dengan melewatkan campuran material granular dedak gandum dan air di dalam saluran chip tersebut dengan kecepatan 5,000 μl/jam dan pola aliran direkam dengan menggunakan kamera kecepatan tinggi. Dari hasil rekaman, gambar dianalisis dengan menggunakan persamaan Navier-Stokes dan dilakukan simulasi untuk dapat menduga pola aliran yang terjadi di dalam saluran.Kesimpulan yang didapatkan menunjukkan bahwa aliran fluida yang diperoleh bersifat non-newtonian, dan partikel dedak gandum memiliki sifat tabrakan inleastik. The development of microelectronic technology leads to a new technology branch, namely microfluidics. This technology can manipulate a complicated laboratory instrument into a single chip. The process of making chip starts with making mask, molding a master, pouring of Polydimethilsiloxane (PDMS into the master, and then making the bonding between the PDMS and glass by using plasma technology. The next step is microfluidics testing by passing the mixing of granular material wheatbran and dionized water through the chip’s channel with the speed of 5,000 μl/hour, and recording the flow of fluid by using high speed camera. The result was then analyzed by Navier-Stokes equation and employed the simulation to predict the flow inside the chip. It can be concluded that the characteristics of fluid’s flow found are non-newtonian fluid and the wheatbran particle has inelastic collision.

  15. Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatan Kinerja dan Prestasi Belajar Fisika Siswa SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Mulyadi

    2016-01-01

    Full Text Available This study aims at improving the students’ performance and achievement in grade XI AV1 of SMK Negeri 3 Yogyakarta with the application of Project Based Learning in Physics learning for Static Electricity and Direct Current Electricity competencies. This study used a classroom action research approach implementing two cycles. Every cycle consisted of planning, action, observation and reflection. The PjBL included the steps of determining, planning, scheduling, monitoring, presentation and evaluation. The aspects of the achievement were measured by a pre-test, a product assessment, and a post-test. The results showed that the application of PjBL improved the performance up to 18.75% and improved the achievement 15.70 and 24.63 for the first cycle and the second cycle respectively.

  16. Pengembangan tes kreativitas pada pembelajaran fisika dengan pendekatan inkuiri pada materi teori kinetik gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aprilia Santofani

    2016-10-01

    Abstract This study aims to: (1 get an assessment of creativity with an inquiry approach in the physics learning and, (2 investigate the capability of test for measure student`s creative thinking in the physics learning with an inquiry approach. This study was research and development with a procedural model, which applied some steps for getting an assessment that is used for Senior High School students. The steps of study consisted of: (1 research and collecting information, (2 planning, (3 developing preliminary form of product, (4 preliminary field testing, (5 product revision, (6 main field testing, and (7 product revision. The assessment that was developed had been validated by experts of theory and evaluation, and then evaluated by a physics teacher, experts of theory and evaluation. The try out subjects of this reseacrh were the students of class XI MIA Sewon Senior High School. The data were collected by using validation sheets, observation sheets, and creativity tests. The techniques of data analysis used descriptive statistics and inferential statistics. The result of the research and development is as follows: (1 Creativity tests with an inquiry approach in gas kinetic theory topic in the form of an essay has been appropriate consisting of validity, reliability, and difficulty levels. The evaluation of creativity consisted of matter, construct and techniques aspect which are in the best category. (2 The learning process with an inquiry approach had an effect on student`s creativity which is interpreted by the value of effect size 0.202 which are in medium efffect. The main testing instruments points out the gain of student`s creativity who learned with an inquiry approach is higher. Keywords: assessment instrument, creativity tests, essay, inquiry approach

  17. PENINGKATAN KEMANDIRIAN MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA PADA MATA KULIAH MEKANIKA MELALUI METODE RECIPROCAL TEACHING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Fitri

    2016-03-01

    Full Text Available This research aims to describe thestudent independence after follow the Reciprocal Teaching of Learning. The subjects of this research are students in study program of physics education Ahmad Dahlan University who are studying Mechanics at school year of 2015/2016. Classroom Action Research consists of plan, do, and reflection. This activity repeated two cycles. The result is after follow the Reciprocal Teaching of Learning 80,3% students reached good individual and classical independence.This research aims to describe thestudent independence after follow the Reciprocal Teaching of Learning. The subjects of this research are students in study program of physics education Ahmad Dahlan University who are studying Mechanics at school year of 2015/2016. Classroom Action Research consists of plan, do, and reflection. This activity repeated two cycles. The result is after follow the Reciprocal Teaching of Learning 80,3% students reached good individual and classical independence.

  18. PEMANFAATAN KONSORSIUM MIKROBIA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA SISTEM LUMPUR AKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novarina Irnaning Handayani

    2015-05-01

    Full Text Available Industri tekstil sebagian besar menggunakan mengolah limbah cair pada instalasi pengolahan air limbah dengan menggunakan sistem fisika, kimia, dan biologi. Sistem biologi yang digunakan biasanya adalah lumpur aktif yang terkadang mengalami gangguan. Tujuan penelitian ini adalah membuat konsorsium mikrobia terpilih yang dapat menaikkan kinerja lumpur aktif yang sedang terganggu, diindikasikan dengan turunnya nilai sludge volume dalam reaktor lumpur aktif serta menurunkan COD air limbah terolah. Terpilih 6 (enam jenis bakteri non patogen yaitu Bacillus macerans, Bacillus subtilis, Bacillus thuringiensis, Bacillus sp, Kurthia zopfii,dan Pseudomonas stutzeri untuk digabungkan dalam satu konsorsium. Hasil uji antagonisme antar species terpilih menunjukkan tidak munculnya zone penghambatan, sehingga 6 (enam jenis bakteri tersebut dapat digabungkan menjadi satu kesatuan.Hasil uji coba laboratorium menunjukkan konsorsium yang ditambahkan nutrien berupa 25 gr bekatul dan 50 gram gula per liter air dengan pencapaian sludge volume 30 menit 85% dan setelah diendapkan 24 jam adalah 35% denganpenurunan COD 82% Uji coba lanjutan menunjukkan bahwa konsorsium dalam 6 jenis bakteri ditambah Nitrobacter dan yeast sludge volume 30 menit terbaik mencapai 73% setelah diendapkan 24 jam menjadi 32% dengan penurunan COD mencapai 81%. 

  19. PENGENDALIAN LENGAN ROBOT PNEUMATIK PEMINDAH PLAT MELALUI BLUETOOTH DENGAN HANDPHONE BERTEKNOLOGI JAVA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumardi Sumardi

    2009-06-01

    Full Text Available Bluetooth merupakan teknologi yang berkembang sebagai jawaban atas kebutuhan komunikasi antar perlengkapan elektronik agar dapat saling mempertukarkan data dalam jarak yang terbatas menggunakan gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Salah satu implementasi bluetooth yang populer adalah pada peralatan ponsel. Bluetooth adalah teknologi radio jarak pendek yang memberikan kemudahan konektivitas bagi peralatan-peralatan nirkabel. Teleoperasi atau telekontrol merupakan kemampuan untuk melakukan pengendalian dan pengoperasian suatu peralatan dari jarak jauh tanpa operator manusia. Sistem seperti ini sangat diperlukan untuk keperluan sistem pengendalian yang mengandung resiko besar bagi operator manusia, seperti operasi dalam reaktor nuklir. Sistem teleoperasi dibangun sebagai solusi yang dapat digunakan untuk menjamin keselamatan bagioperator manusia tanpa mengurangi keberhasilan dari proses yang berlangsung. Dengan memanfaatkan handphone yang mempunyai fasilitas Bluetooth dimungkinkan membuat suatu jaringan lokal untuk membangun suatu sistem teleoperasi dengan biaya murah dan efisien.Java yang merupakan bahasa pemrograman yang berorientasi objek mempunyai 3 lingkungan kerja baikuntuk aplikasi Desktop (Java 2 Standard Edition, aplikasi Enterprise (Java 2 Enterprise Edition maupun aplikasi untuk device dengan memori minimal (Java 2 Micro Edition. Serta API java yaitu JSR-82 yang mendukungpemrograman dengan Bluetooth dapat dikembangkan untuk membangun suatu sistem teleoperasi dengan media perantara bluetooth. Aplikasi dapat dibuat dengan midlet Java yang diinistal pada handphone yang mendukung teknologi Java serta adanya perangkat bluetooth.Sistem teleoperasi yang dibuat dapat berfungsi dengan baik untuk melakukan pengendalian robot pneumatik menggunakan PLC dengan keberhasilan mengirimkan perintah – perintah ke server dan meneruskannya ke PLC dan dapat mengolah data umpan balik dari PLC menjadi tampilan visualisasi animasi gerakan robot

  20. PENGGUNAAN LABORATORIUM RIIL DAN VIRTUIL PADA PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Matsun Matsun

    2016-09-01

    Full Text Available This research aims at finding out  the differences and interaction of  the implementation of teaching media, mathematical capability, and critical thinking towards the students’ learning achievement. The method used in this research is experimental method. The population was all IV semester students of Physics Education Department of IKIP PGRI Pontianak in the academic year of 2015/2016. The writer used cluster random sampling to get the sample. Data analysis was done by using three ways anava varians  analysis. Based on the data analysis, it can be concluded that: 1 there are differences of cognitive and affective learning achievement to the students who are taught by using guided inquiry model with real and virtual laboratory; 2 there are differences of students  cognitive learning achievement  with high and low mathematical capability; 3 there are differences to psychometric learning achievement to the students who have high and low critical thinking; 4 There is no interaction between Guided Inquiry Model  using real and virual laboratory, high and low mathematical capability, and  high and low critical thinking towards the students  learning achievement.

  1. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN InSTAD TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF FISIKA DI SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Richie Erina

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran InSTAD terhadap: (1 keterampilan proses sains peserta didik, (2 hasil belajar kognif peserta didik, dan (3 proses sains dan hasil belajar kognitif peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mengguna-kan desain kuasi eksperimen. Analisis data menggunakan Independent t-test dan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1 penerapan model pembelajaran InSTAD secara signifikan lebih berpengaruh positif terhadap keterampilan proses sains dibandingkan model pembelajaran inkuiri terbimbing, dan hal ini ditunjukkan dengan output (t= 7.47 dan 7.53 dengan signifikansi sebesar 0.00 (sigifikansi < 0.05; (2 penerapan model pembelajaran InSTAD secara signifikan lebih berpengaruh positif terhadap hasil belajar kognitif dibandingkan model pembelajaran inkuiri terbimbing, dan hal ini ditunjukkan dengan output (t= 4.41dan 5.00 dengan signifikansi sebesar 0.00 (sigifikansi < 0.05; (3 penerapan model pembelajaran InSTAD secara signifikan lebih berpengaruh positif terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif dibandingkan model pembelajaran inkuiri terbimbing, dan hal ini ditunjukkan dengan output (F= 26.36 dan signifikansi sebesar 0.00 (sigifikansi < 0.05. Kata Kunci: InSTAD, keterampilan proses sains, hasil belajar kognitif   THE EFFECT OF InSTAD LEARNING MODEL ON THE SCIENCE PROCESS SKILLS AND COGNITIVE LEARNING OUTCOMES IN PHYSICS IN SENIOR HIGH SCHOOL Abstract This study aims to find out the effect of InSTAD learning model on: (1 the science process skills of the students, (2 the cognitive learning outcomes of the students, (3 the science process skills and cognitive learning outcomes of the students. This study is a quantitative research using a quasi-experimental design. The data analysis used the Independent t-test and MANOVA. The results show that: (1 the implementation of InSTAD learning model gives a significantly more positive effect to the science process skills of the students than guided inquiry learning does, and it is shown by the output value of the t-test (7.47 and 7.53 at the significance level of 0.00. (significance < 0.05; (2 the implementation of InSTAD learning model gives a significantly more positive effect to the cognitive learning outcomes of students than guided inquiry learning does, and it is shown by the output value of the t-test (4.41and 5.00 at the significance level of  0.00 (significance < 0.05; (3 the implementation of InSTAD learning model gives a significantly more positive effect to the science process skills and learning outcomes of students than guided inquiry learning does, and it is shown by the output value of the F-test (26.36 at the significance level of 0.00 (significance < 0.05. Keywords: InSTAD, science process skills, cognitive learning outcomes

  2. IDENTIFIKASI POTENSI SARI BUAH JERUK MENJADI LISTRIK SEBAGAI SUMBER BELAJAR FISIKA MATERI ARUS LISTRIK SISWA SMP KELAS IX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriyaningsih .

    2014-09-01

    Full Text Available The purpose of this study was 1. To know potential of different citrus fruit juice varieties into electricity. 2. To know juice of citrus varieties that have the potential to be superior in electrical 3. To know piece of research that can be used as a learning resource. 4. To know learning resources that can be generated from the research. The place is a laboratory study was conducted of science, University of Muhammadiyah Metro May 25, 2014. Oranges juice were taken from five different varieties are citrus, lime, tangerine, grapefruit, and lime. There are three variations of existing experiments in the study of differences in varieties, differences in the distance between the electrodes, and the difference in volume. There are five treatments and five repetitions in this experiment. In the process the research data used ANOVA analysis of non-parametric Kruskal Wallis test. The experimental results showed that the juice that comes from different varieties have different potentials in into electricity. Lemon juice is the most superior varieties as electricity. Part of research that can be used as a learning resource that the pH value of each citrus varieties, the use of digital multitester, and the voltage generated. The results of this study can benefit as a learning resource in the form of worksheets. 

  3. STATUS INDEKS PENCEMARAN PERAIRAN KAWASAN MANGROVE BERDASARKAN PENILAIAN FISIKA-KIMIA DI PESISIR KECAMATAN BREBES JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wisnu Arya Gemilang

    2017-09-01

    Full Text Available Settlement growth and activity of the population in the Brebes Subdistrict upstream side is also predicted to trigger intrusion and rising sea levels that affect the flow and availability of fresh water needed for the survival of life mangrove vegetation, especially in the adult stage. Therefore, identification of the quality of waters in the mangrove areas is needed to determine the status of these waters pollution index. Measurement of physical and chemical parameters of waters in situ using a Water Quality Checker (DKK TOA WQC Type-24 and laboratory testing of some samples to determine the nutrient content of the water is also performed. Insitu value measurement results later are calculated by using a pollution index refers to the Decree of the State Minister of Environment Number 51 The year 2004 on Guidelines for Determination of Water Quality Status. Index of water pollution Brebes District mangrove area is divided into three criteria: pollution index good condition, lightly polluted and heavily polluted. The section near the front mangrove estuary and enter the index criteria lightly polluted.

  4. EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X SEMESTER GANJIL SMAN 1 KALIREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyudi .

    2014-03-01

    Full Text Available The student learning outcomes in SMAN 1 Kalirejo academic year 2012/2013 show the results that many of students doesn't reach the KKM 70. In learning most of the students think that physics is one of difficult subject, bored, and complicated subject. they do not give their attention when thr learning proccess is running. There is nothing interaction and discussion between the student one the other's to discuss about the physics. the objectives of this research is know how the quality of the learning process in terms of student activity, based on the teacher activity, how the students learning respond, and how the students mastery in learning physics. Technique sampling in this research using is cluster random sampling technique, from 5 classes.To get the real data the research using tests, quesionnaires and observations. And to count the data effectivity the researcher using experiment method every indicator will be count by using experiment method. It start from multipled the each indicator then it will devided by how much indicator it self and the result of its will be times by 100%. The conclusion of the research in the use of the effective experiment method in teaching physics. thr score is 3.25 as shown by (1 the quality of learning process in terms of student's activity in high percentaage 81.2% in high ccategorize (2 the quality of lesson good enough if the percentage it is about 75% from teacher activity, (3 the student's respond after they got the method is positive it shows by the respond percentage 80,20%, (4 the result of individual student's score has the avarege value 78.8 and from the clasical student got 87.8%, all of thr score is high categorize. Researchers suggest subjects physics teacher when delivering measuring the amount of material should be used experiment method for learning effective, for students should be serious in implementing learning and doing each activity well to the result obtained either.

  5. Svar til: Hvorfor bryder robotter sammen i Tjernobyl-reaktor? (Ingeniøren, lørdag d. 17 nov. 2007)

    DEFF Research Database (Denmark)

    Morgen, Per

    2007-01-01

    Som svar på spørgsmålet om, hvorfor man ikke kunne tage billeder med robotter og digitalkameraer i en af Tjernobyls "sarkofager", har jeg fundet en artikel om emnet fra 2006: Investigating the influence of ionizing radiation on standard CCD cameras and a possible impact on photogrammetric...... Symposium 'Image Engineering and Vision Metrology'. Det er kendt af folk, der beskæftiger sig med mikroelektronik, at computerchips og hukommelseskredse kan blive sat ud af spillet, når de bliver udsat for radioaktivitet, og derfor vil også en computerstyret robot være sårbar overfor dette. Radioaktiv...

  6. Svar til: Hvorfor bryder robotter sammen i Tjernobyl-reaktor? (Ingeniøren, lørdag d. 17 nov. 2007)

    DEFF Research Database (Denmark)

    Morgen, Per

    2007-01-01

    stråling i form af partikler eller gamma- og røntgenstråling ioniserer på deres vej igennem siliciummet de atomer, som de møder på deres vej. Derved dannes der inde i chippen løse elektroner og huller, som kan frembringe falske elektroniske signaler i den. Hvis man er uheldig, ændrer disse signaler...

  7. Determination of the reactivity coefficient of a sodium cooled reactor with metallic fuel; Bestimmung der Reaktivitaetskoeffizienten eines schnellen natriumgekuehlten Reaktors mit metallischem Brennstoff

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Guilliard, N. [Stuttgart Univ. (Germany). Inst. fuer Kernenergetik und Energiesysteme (IKE)

    2013-07-01

    Fast sodium cooled breeding reactors are of interest in the frame of the Generation IV reactor design. Die to the experience in France and Japan the concept seems to be realizable in the near future. Due to the new design concepts the accident scenarios and the safety analyses based on modern simulation codes have to be adjusted in the frame of the European JASMIN project. The project is aimed to develop a European accident code for fast breeder reactors based on the modular LWR code ASTEC. Extensions with respect to sodium as coolant, improved physical models and the different design are necessary. Besides this a point kinetic model shall be implemented. The coupling of point kinetic neutronics to a thermal hydraulic code requires the determination of the reactivity coefficients of the respective system. Using the core design of a benchmark specification OECD/NEA SFR task force the reactivity coefficients are determined as an example.

  8. The vegetation as sink and biochemical reactor for airborne pollutants. Final report; Die Vegetation als Senke und biochemischer Reaktor fuer luftgetragene Schadstoffe. Abschlussbericht

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Weissflog, L.; Wenzel, K.D. [UFZ - Umweltforschungszentrum Leipzig-Halle GmbH, Leipzig (Germany). Sektion Chemische Oekotoxikologie

    1997-06-30

    The present project involved extensive studies on the air pollution situation and interactions between organic as well as inorganic air pollutant levels and the vegetation in three east German states. Seven monitoring sites with different emission profiles were selected in Saxony-Anhalt, one typically polluted site in Saxony, and two less polluted sites in Mecklenburg-Western Pomerania. The following emitter types were found to exhibit consistent pollutant patterns: landfills receiving chloroorganic special wastes; hard-coal-fuelled firing installations; commercial charcoal plants; industry; industry - car traffic - domestic fuel combustion; car traffic. [Deutsch] Im Verlauf der Projektarbeiten wurden an sieben durch unterschiedliche Emittententypen belasteten Standorten in Sachsen-Anhalt, einem typisch belasteten Standort in Sachsen und an zwei weniger belasteten Standorten in Mecklenburg/Vorpommern umfangreiche Untersuchungen zur Immissionssituation und der Wechselwirkung der luftgetragenen anorganischen und organischen Schadstofffracht mit der Vegetation durchgefuehrt. Dabei konnten fuer folgende Emittenten charakteristische Schadstoffmuster ermittelt werden: - Deponien mit chlororganischem Sondermuell - Feuerungsanlagen fuer Steinkohle - Gewerbliche Anlagen zur Herstellung von Holzkohle - Industrie - Industrie/Kfz-Verkehr/Hausbrand - Kfz-Verkehr. (orig.)

  9. The vegetation as sink and biochemical reactor for airborne pollutants. Final report; Die Vegetation als Senke und biochemischer Reaktor fuer luftgetragene Schadstoffe. Abschlussbericht

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Weissflog, L.; Wenzel, K.D. [UFZ - Umweltforschungszentrum Leipzig-Halle GmbH, Leipzig (Germany). Sektion Chemische Oekotoxikologie

    1997-06-30

    The present project involved extensive studies on the air pollution situation and interactions between organic as well as inorganic air pollutant levels and the vegetation in three east German states. Seven monitoring sites with different emission profiles were selected in Saxony-Anhalt, one typically polluted site in Saxony, and two less polluted sites in Mecklenburg-Western Pomerania. The following emitter types were found to exhibit consistent pollutant patterns: landfills receiving chloroorganic special wastes; hard-coal-fuelled firing installations; commercial charcoal plants; industry; industry - car traffic - domestic fuel combustion; car traffic. [Deutsch] Im Verlauf der Projektarbeiten wurden an sieben durch unterschiedliche Emittententypen belasteten Standorten in Sachsen-Anhalt, einem typisch belasteten Standort in Sachsen und an zwei weniger belasteten Standorten in Mecklenburg/Vorpommern umfangreiche Untersuchungen zur Immissionssituation und der Wechselwirkung der luftgetragenen anorganischen und organischen Schadstofffracht mit der Vegetation durchgefuehrt. Dabei konnten fuer folgende Emittenten charakteristische Schadstoffmuster ermittelt werden: - Deponien mit chlororganischem Sondermuell - Feuerungsanlagen fuer Steinkohle - Gewerbliche Anlagen zur Herstellung von Holzkohle - Industrie - Industrie/Kfz-Verkehr/Hausbrand - Kfz-Verkehr. (orig.)

  10. PSA LEVEL 3 DAN IMPLEMENTASINYA PADA KAJIAN KESELAMATAN PWR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pande Made Udiyani

    2015-03-01

    Full Text Available Kajian keselamatan PLTN menggunakan metodologi kajian probabilistik sangat penting selain kajian deterministik. Metodologi kajian menggunakan Probabilistic Safety Assessment (PSA Level 3 diperlukan terutama untuk estimasi kecelakaan parah atau kecelakaan luar dasar desain PLTN. Metode ini banyak dilakukan setelah kejadian kecelakaan Fukushima. Dalam penelitian ini dilakukan implementasi PSA Level 3 pada kajian keselamatan PWR, postulasi kecelakan luar dasar desain PWR AP-1000 dan disimulasikan di contoh tapak Bangka Barat. Rangkaian perhitungan yang dilakukan adalah: menghitung suku sumber dari kegagalan teras yang terjadi, pemodelan kondisi meteorologi tapak dan lingkungan, pemodelan jalur paparan, analisis dispersi radionuklida dan transportasi fenomena di lingkungan, analisis deposisi radionuklida, analisis dosis radiasi, analisis perlindungan & mitigasi, dan analisis risiko. Kajian menggunakan rangkaian subsistem pada perangkat lunak PC Cosyma. Hasil penelitian membuktikan bahwa implementasi metode kajian keselamatan PSA Level 3 sangat efektif dan komprehensif terhadap estimasi dampak, konsekuensi, risiko, kesiapsiagaan kedaruratan nuklir (nuclear emergency preparedness, dan manajemen kecelakaan reaktor terutama untuk kecelakaan parah atau kecelakaan luar dasar desain PLTN. Hasil kajian dapat digunakan sebagai umpan balik untuk kajian keselamatan PSA Level 1 dan PSA Level 2. Kata kunci: PSA level 3, kecelakaan, PWR   Reactor safety assessment of nuclear power plants using probabilistic assessment methodology is most important in addition to the deterministic assessment. The methodology of Level 3 Probabilistic Safety Assessment (PSA is especially required to estimate severe accident or beyond design basis accidents of nuclear power plants. This method is carried out after the Fukushima accident. In this research, the postulations beyond design basis accidentsof PWR AP - 1000 would be taken, and simulated at West Bangka sample site. The

  11. PENERAPAN METODE ANALISIS VIDEO SOFTWARE TRACKER DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KONSEP GERAK JATUH BEBAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SISWA KELAS X SMAN 1 SOOKO MOJOKERTO

    OpenAIRE

    Muhammad Habibbulloh; Madlazim

    2014-01-01

    Has been done research for knowing skills process which owned by students after applying method video analysis software Tracker in grade X SMAN 1 Sooko Mojokerto. Purpose of this research was describe enforceability of learning, skills science process which owned students after applying method of video analysis software Tracker, students activity , the response of students, and constraints which faced when learning process. Type of this research is Descriptive Quantitative with design one gro...

  12. PENERAPAN METODE ANALISIS VIDEO SOFTWARE TRACKER DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KONSEP GERAK JATUH BEBAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SISWA KELAS X SMAN 1 SOOKO MOJOKERTO

    OpenAIRE

    Muhammad Habibbulloh; Madlazim Madlazim

    2016-01-01

    Has been done research  for knowing skills process which owned by students after applying method  video analysis software Tracker in grade X SMAN 1 Sooko Mojokerto. Purpose of  this research was  describe  enforceability of    learning,  skills  science process  which  owned  students  after  applying method of video analysis software Tracker, students activity , the response of students, and constraints which faced when learning process. Type of this research is Descriptive Quantitative with...

  13. PENERAPAN METODE ANALISIS VIDEO SOFTWARE TRACKER DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KONSEP GERAK JATUH BEBAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SISWA KELAS X SMAN 1 SOOKO MOJOKERTO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Habibbulloh

    2014-09-01

    Full Text Available Has been done research for knowing skills process which owned by students after applying method video analysis software Tracker in grade X SMAN 1 Sooko Mojokerto. Purpose of this research was describe enforceability of learning, skills science process which owned students after applying method of video analysis software Tracker, students activity , the response of students, and constraints which faced when learning process. Type of this research is Descriptive Quantitative with design one group pretest posttest, one class were given treatment and replicated one time. From the the results obtained can be concluded that the skill process of students in terms observing, measuring, designing experimenting, interpretationing the data, and communicating after applying method video analysis software Tracker experiencing increases in both quality and quantity. Wherein enforceability of the learning was good, activity students that very good, the response of students that also good, some constraints which emerged moment learning activities has been resolved. By quantity visible from increase in the number students who pass within work on the questions of skills process. In quality is the increase score average each class at the time post test compared the results pre test.

  14. Beberapa sifat fisika kimia tanah yang berpengaruh terhadap model kecepatan infiltrasi pada tegakan mahoni jabon dan trembesi di Kebun Raya Purwodadi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Sri Darmayanti

    2013-03-01

    Full Text Available The research was conducted at the Purwodadi Botanical Gardens in three areas covered by the dominant vegetation Mahoni(Swietenia macrophylla, Jabon (Anthocephalus cadamba and trembesi (Samanea saman in January to May 2012. The purpose of thisstudy was to obtain a model infi ltration rate (cm/h that was infl ued by physical and chemical properties of the soil that exist under thevegetation. Physical and chemicalparameters of soil chemical properties is observed macropore (%, organic matter (%, percentage ofthe fraction silt (%, sand(%, and clay(%, and bulk density (BD (g/cm3. The six factors are thought to differ indirectly because of thespecifi cation and morphology of the dominant plant species shelter. Data infi ltration was collected by using the ring infi ltrometer, whilemacroporosity tested with metylen blue method, the properties of the other physical chemical factortested by laboratory of Departmentof Soil, Brawijaya University. The model derived from the analysis of the regression equation using SPSS software version 17.0. Thestudy produced three different models of infi ltration rate on each plot different, they were Y = - 15,8 + 17,3 X1 - 1,09 X2 + 1,53 X3 +0,001 X4 - 21,3 X6 (Mahoni's plot;Y = - 108 + 53,0 X1 - 0,68 X2 + 5,27 X3 - 0,470 X4 + 59,7 X6 (Jabon's plot; Y = - 20,1 + 17,4X1 - 1,06 X2 + 1,57 X3 + 0,082 X4 - 21,6 X6 (Trembesi's plot. Y= Infi ltration rate (cm/h, X1= macropore (%, X2= organic matter(%, percentage of the fraction silt (% (X3, sand (% (X4, and X6= bulk density (g/cm3. In the equation not found factor X5 (clayfraction helped form a model because of multicollinearity analysis obtained by assuming that the clay fraction still contains a linearrelationship (correlated with other variables.

  15. EVALUASI MUTU KIMIA, FISIKA DAN MIKROBIOLOGI NIRA AREN (Arenga pinnata SELAMA PENYIMPANAN Chemical, Physical, Microbiology Property Evaluation of Neera (Arenga pinnata during Storage

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Mulyawanti

    2012-05-01

    Full Text Available The study was conducted to evaluate the changes of quality of neera during storage after process improvement withfiltration and pasteurization. Research conducted using completely randomized design with factorial pattern. Factor treatment were filtering (coarse sieve, sieve 40 mesh, and without filtering, pasteurization (pasteurization and without pasteurization, and storage at room temperature (0, 3, 6, 9, 12 , and 15 hours and performed as many as 3 replication. Observations were carried out for the quality of chemical, physical and microbiological. The results showed that the handling of juice with coarse filtration using filter and pasteurization can maintain the stability of palm juice for 15 hours in storage at room temperature, with a sucrose content was 14.48 %, TSS was 16.4 ° Briks, alcohol was 1,39 % , total acid was 0.182 %, pH was 6.82, viscosity was 14.53 cp, bias index was 1.355 nd, and the total growth of bacteria, yeasts and molds which slowed. ABSTRAK Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi perubahan mutu nira aren selama penyimpanan setelah diberikan perbaikanproses penanganan segarnya yaitu dengan penyaringan dan pasteurisasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan faktor perlakuan yaitu penyaringan (saringan kasar, saringan 40 mesh, dan tanpa penyaringan, pasteurisasi (pasteurisasi dan tanpa pasteurisasi, dan penyimpanan pada suhu ruang (0, 3,6, 9, 12, dan 15 jam serta dilakukan sebanyak 3 kali ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap mutu kimia, fisik dan mikrobiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan nira dengan penyaringan menggunakan saringan kasar dan pasteurisasi dapat mempertahankan kestabilan nira aren selama 15 jam dalam penyimpanan di suhu ruang, dengan kandungan sukrosa 14,48 %, TSS 16,4 °Briks, total alkohol 1,39 %, total asam 0,182 %, pH 6,82, viskositas 14,53 cp, indeks bias 1,355 nd, dan pertumbuhan total bakteri, khamir dan kapang yang diperlambat.

  16. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 METRO SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laela Ngasarotul Khotimah

    2015-03-01

    Full Text Available The aims of this research is to find the effect of guided inquiry learning model on learning outcomes physics eighth grade students of SMP N 4 Metro semester of academic year 2013/2014. The sample was VIIID as VIIIF as a control class and experimental class were selected by cluster random sampling. The study design used was Posttest-Only Control Design and researchinstruments in the form of sheets of observations and questions. Technical analysis of the data use normality test, homogeneity, test the similarity of two average, and two different test average.The results showed  that the  improvement of learning outcomes learning physics class experiments using guided inquiry learning model is higher than the control class students. From the calculation, the value of t =  2.18 is higher than the value table = 2.02 at significance level α = 5%. Therefore, it can  concluded that the model of guided inquiry learning effect on learning outcomes physics eighth grade students of SMP N 4 Metro semester of academic year 2013/2014. The success of learning during the learning process using guided inquiry model of learning because students can more freely in finding the concept it self and can connect between the knowledge possessed by the results they found in the experiments, so that influenced on learning outcomes.

  17. Sifat fisika dan analisis gugus fungsi karet seal o-ring dari bahan termoplastik elastomer nitrile butadiene rubber (NBR dan polyvinyl chloride (PVC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arum Yuniari

    2013-06-01

    Full Text Available The purpose of this research was to determine the physical properties and functional groups on O-ring rubber seals made of thermoplastic elastomers blend NBR and PVC. Composition of the NBR / PVC were successively varied : 90/10; 85/15; 80/20; 75/25; 70/30 and 65/35 phr. Mixing process between NBR/PVC with additive used a two roll mill within a temperature of 60º - 80 ºC, the vulcanization process used a hydraulic press at a temperature of 170 oC and pressure of 150 kg/cm2. The physical properties were evaluated including tensile strength, elongation at break, hardness, before and after aging, hardness after immersion in isooctane and swelling while analysis of functional groups was also carried out by method of Fourier Transform Infrared Spectrophotometer (FTIR. The result of the best vulcanized was characterized by tensile strength 188.93 kg/cm2, the change of tensile strength after aging 2.50%, elongation at break of 400%, the change of elongation at break after aging was 12.5%, hardness 75 shore A, the change of hardness after aging 0%, the change of hardness after immersion in isooctane 1.3%, swelling 0.8% and functional group of vulcanisate was indicated by new peak (OH at wave band of 3468 cm-1. Those formula met the requirements of the technical specifications of ASTM D 2000 seal O-ring.

  18. STUDY ON DISCHARGE HEAT UTILIZATION OF 250 MWe PCMSR TURBINE SYSTEM FOR DESALINATION USING MODIFIED MED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-03-01

    Full Text Available PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor is one type of Advanced Nuclear Reactors. The PCMSR has benefit charasteristics of very efficient fuel use, high safety charecteristic as well as high thermodinamics efficiency. This is due to its breeding capability, inherently safe characteristic and totally passive safety system. The PCMSR design consists of three module, i.e. reactor module, turbine module and fuel management module. Analysis in performed by parametric calculation of the turbine system to calculate the turbine system efficiency and the hat available for desalination. After that the mass and energi balance of desalination process are calculated to calculate the amount of distillate produced and the amount of feed sea water needed. The turbine module is designed to be operated at maximum temperature cycle of 1373 K (1200 0C and minimum temperature cycle of 333 K (60 0K. The parametric calculation shows that the optimum turbine pressure ratio is 4.3 that gives the conversion efficiency of 56 % for 4 stages turbine and 4 stages compressor and equiped with recuperator. In this optimum condition, the 250 MWe PCMSR turbine system produces 196 MWth of waste heat with the temperature of cooling fluid in the range from 327 K (54 0C to 368 K (92 0C. This waste heat can be utilized for desalination. By using MMED desalination system, this waste heat can be used to produce fresh water (distillate from sea water feed. The amount of the destillate produced is 48663 ton per day by using 15 distillation effects. The performance ratio value is 2.8727 kg/MJ by using 15 distillation effects. Keywords: PCMSR, discharged heat, MMED desalination   PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor merupakan salah satu tipe dari Reaktor Nuklir Maju. PCMSR memiliki keuntungan berupa penggunaan bahan bakar yang sangat efisisien, sifat keselamatan tinggi dan sekaligus efisiensi termodinamika yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan pembiakan bahan bakar, sifat

  19. Zientzia eta Teknologia Fakultateko IV. Ikerkuntza Jardunaldiak

    OpenAIRE

    Domínguez, Esther

    2015-01-01

    [EU]I. Abstracts. Ahozko komunikazioak 1. Biozientziak: Alderdi Molekularrak 2. Biozientziak: Ingurune Alderdiak. 3. Fisika eta Ingenieritza Elektronika 4. Geología 5. Matematika 6. Kimika 7. Ingenieritza Kimikoa eta Kimika II. Abstracts. Idatzizko Komunikazioak (Posterrak) 1. Biozientziak 2. Fisika eta Ingenieritza Elektronika 3. Geologia 4. Matematika 5. Kimika 6. Ingenieritza Kimikoa [ES]I.Comunicaciones orales: 1.Biociencias: As...

  20. Pembuatan Sistem Instrumentasi dan Kendali (SIK Kevakuman dan Sistem Pewaktu Proses Nitridasi Plasma Menggunakan Super PLC T100MD1616+

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ashar Punto Nurwendo

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak Bidang Teknologi Akselerator dan Fisika Nuklir (BTAFN Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB BATAN Yogyakarta mengembangkan mesin nitridasi plasma untuk menambah tingkat kekerasan permukaan logam dan meningkatkan ketahanan aus serta tahan korosi. Mesin nitridasi plasma tersebut masih dioperasikan secara manual. Sistem Instrumentasi dan Kendali (SIK Kevakuman dan Sistem Pewaktu Proses Nitridasi Plasma dibuat agar mesin nitridasi plasma dapat dioperasikan secara otomatis. Sistem instrumentasi dan kendali ini menggunakan Super PLC T100MD1616+ sebagai pusat kontrol dan terdiri dari sistem akuisisi data tekanan gas dan sistem kendali regulator gas N2. Sistem akuisisi data tekanan gas menggunakan sensor Pirani PRL 10 K dan Vacuum Meter Pirani 1001 untuk memantau perubahan tekanan gas di dalam bejana nitridasi plasma. Pengolahan data hasil akuisisi data tekanan gas dilakukan dengan menggunakan metode lookup table. Nilai tekanan gas yang dihasilkan oleh sistem akuisisi data tekanan gas digunakan sebagai umpan balik (feedback untuk sistem kendali tekanan gas.Kendali tekanan gas diatur oleh regulator gas N2 dengan menggunakan stepper motor sebagai aktuator. Sistem Instrumentasi dan Kendali Kevakuman dapat mengontrol kestabilan tekanan gas yang dibutuhkan pada proses nitridasi plasma. Sistem pewaktu proses digunakan untuk mengatur durasi proses nitridasi plasma. Dengan dibuatnya Sistem Instrumentasi dan Kendali (SIK Kevakuman dan Sistem Pewaktu Proses Nitridasi Plasma, pengguna dimudahkan dalam mengoperasikan mesin dan dapat meningkatkan kualitas hasil proses nitridasi plasma. Kata kunci— Nitridasi Plasma, tekanan gas,  PLC, pirani, pengkondisi sinyal, stepper motor.   Abstract Accelerator Technology and Nuclear Physics Division (BTAFN of the Center for Accelerator Technology and Material Process (PTAPB BATAN Yogyakarta develops plasma nitridation machinery to increase surface hardness, wear resistance and corrosion resistance of

  1. Evaluation of chemical phenomena that could have an effect on the performance of recirculation strainers in a Ringhals PWR; Bedoemning av kemiska fenomen med betydelse foer silfunktionen i Ringhals PWR-reaktorer

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Liljenzin, Jan-Olov [Liljenzins data och kemikonsult, Goeteborg (Sweden)

    2005-01-15

    An evaluation has been made of the various chemical phenomena that could have an effect on the performance of recirculation strainers after a LOCA in a PWR. Values of pH and concentrations in the water at the bottom of the containment have been calculated as functions of time and temperature for a postulated LOCA. The behaviour of glass wool insulation, its dissolution, and precipitation of amorphous silic acid have been evaluated. Also the corrosion of galvanized surfaces has been considered. Dissolution of zinc by hot boric acid solution can lead to a later precipitation of amorphous zinc hydroxide or phosphate when pH increases and temperature drops. Also a possible growth of microorganisms is discussed. A rough classification of the various phenomena possible along a simplified time scale yields the following conclusions: Hours after the beginning of the LOCA: Precipitation of zinc hydroxide and/or phosphate. Dissolution of glass wool giving rise to an increasing concentration of silic acid in the water. Days after the beginning of the LOCA: Continued dissolution of glass wool and increasing concentration of silica in the water. Perhaps a precipitation of phosphates or carbonates of the metal ions released during dissolution of glass wool. Weeks after the beginning of the LOCA: Continued slow dissolution of glass wool leading to a risk of precipitation of amorphous silica. Perhaps a precipitation of phosphates or carbonates of the metal ions released during dissolution of glass wool. Initial growth of microorganisms in the water and on surfaces after mutations and adaptation to the existing environment. Months after the beginning of the LOCA: Continued slow dissolution of glass wool leading to a risk of precipitation of amorphous silica. Perhaps a precipitation of phosphates or carbonates of the metal ions released during dissolution of glass wool. Continued growth of adapted microorganisms.

  2. PEMBUATAN BAHAN BAKU SPREADS KAYA KAROTEN DARI MINYAK SAWIT MERAH MELALUI INTERESTERIFIKASI ENZIMATIK MENGGUNAKAN REAKTOR BATCH [Preparation of Red Palm Oil Based-Spreads Stock Rich in Carotene Through Enzymatic Interesterification in Batch-type Reactor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Wulandari1,2

    2012-12-01

    Full Text Available Enzymatic interesterification of red palm oil (a mixture of red palm olein/RPO and red palm stearin/RPS in 1:1 weight ratio and coconut oil (CNO blends of varying proportions using a non-specific immobilized Candida antartica lipase (Novozyme 435 was studied for the preparation of spread stock. The interesterification reaction was held in a batch-type reactor. Two substrate blends were chosen for the production of spread stock i.e. 77.5:22,5 and 82.5:17.5 (RPO/RPS:CNO, by weight through enzymatic interesterification in three different reaction times (2, 4, and 6 hours. The interesterification reactions were conducted at 60°C, 200 rpm agitation speed and 10% of Novozyme 435. The interesterified products were evaluated for their physical characteristics (slip melting point or SMP and solid fat content or SFC and chemical characteristics (carotene retention, moisture content, and free fatty acid/FFA content. All of the interesterified products had lower SFC and SMP as compared to the initial blends. The SMP and SFC increased in longer reaction times. The SMP ranged from 30.8°C to 34.9°C. The carotene retention ranged from 74.80% to 81.08%, while the moisture content and FFA content increased in longer reaction times. The interesterified products had desirable physical properties for possible use as a spread stock rich in carotene.

  3. The development of fast reactors - Effects on the Swedish system of management of spent fuel; Utveckling av snabba reaktorer - Paaverkan paa det svenska systemet foer hantering av anvaent braensle

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Hans Forsstroem, Hans [SKB International AB, Stockholm (Sweden)

    2013-09-15

    Since the start of the nuclear power era studies have been performed of how to utilise the uranium energy resource in the most effective way. Only about one percent of the energy potential of uranium is utilised in the light water reactors of today. To improve the utilization other types of reactors are needed. With fast reactors theoretically 50-100 times more energy can be extracted from the uranium. This will require reprocessing of the uranium and multiple recycling of the plutonium. Plutonium and uranium can also be recycled in light water reactors, but this will only improve the uranium utilisation by about 20 %. Recycling of plutonium on a routine basis is presently only done in France. The development of fast reactors has been going on since the end of the 1940ies. During the 1970ies the planning was that a large number of fast reactors and their associated fuel cycle facilities would be in operation by the year 2000. The development has, however, for different reasons been much slower than planned. The general assessment today is that fast reactor, if they will be realised, will hardly give an important contribution to energy production until after 2050. Nuclear power production has instead been dominated by light water reactors similar to the ones in use in Sweden. Light water reactors are believed to continue to dominate during the next decades. To start a fast reactor system plutonium (or highly enriched uranium) will be needed. Such plutonium is contained in spent nuclear fuel from light water reactors. This raises the question: Should the spent nuclear fuel be stored so that the potential energy resource in the fuel can be used in the future instead of disposing of it as a waste? The answer to this question will depend on when the material will be useful, i.e. when fast reactors have been introduced on a large scale. It will also depend on the demand for plutonium at this time, i.e. will plutonium be a scarce redundant resource at this point of time. In this context it should be considered that fast reactors will generate their own plutonium, as breeder reactors. Plutonium from other reactors will thus only be needed for the first years of operation. To provide a basis for the answer to the question if the Swedish spent fuel is a resource or a waste this report provides an overview of the present development status for fast reactors and their potential for large scale commercial use. It further describes the impact on the Swedish system for management of spent nuclear fuel if the fuel were to be reprocessed and the uranium and plutonium reused as fuel for fast reactors or for the present reactors.

  4. Nuclear power in space. Use of reactors and radioactive substances as power sources in satellites and space probes; Kaernkraft i rymden. Anvaendningen av reaktorer och radioaktiva aemnen som kraftkaellor i satelliter och rymdsonder

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Hoestbaeck, Lars

    2008-11-15

    Today solar panels are the most common technique to supply power to satellites. Solar panels will work as long as the power demand of the satellite is limited and the satellite can be equipped with enough panels, and kept in an orbit that allows enough sunlight to hit the panels. There are various types of space missions that do not fulfil these criteria. With nuclear power these types of missions can be powered regardless of the sunlight and as early as 1961 the first satellite with a nuclear power source was placed in orbit. Out of seventy known space missions that has made use of nuclear power, ten have had some kind of failure. In no case has the failure been associated with the nuclear technology used. This report discusses to what degree satellites with nuclear power are a source for potential radioactive contamination of Swedish territory. It is not a discussion for or against nuclear power in space. Neither is it an assessment of consequences if radioactive material from a satellite would reach the earth's surface. Historically two different kinds of Nuclear Power Sources (NPS) have been used to generate electric power in space. The first is the reactor where the energy is derived from nuclear fission of 235U and the second is the Radioisotope Thermoelectric Generator (RTG) where electricity is generated from the heat of naturally decaying radionuclides. NPS has historically only been used in space by United States and the Soviet Union (and in one failing operation Russia). Nuclear Power Sources have been used in three types of space objects: satellites, space probes and moon/Mars vehicles. USA has launched one experimental reactor into orbit, all other use of NPS by the USA has been RTG:s. The Soviet Union, in contrast, only launched a few RTG:s but nearly forty reactors. The Soviet use of NPS is less transparent than the use in USA and some data published on Soviet systems are more or less well substantiated assessments. It is likely that also future space probes, moon and Mars vehicles will be using NPS. Besides the more established users of NPS in space, USA and Soviet Union (today Russia), it is possible that we in a not to distant future will see use of NPS in space by China, India and maybe also ESA (European Space Agency). In 1992 the United Nations General Assembly adopted a resolution regarding principles for the use of NPS in space. The resolution consists of eleven points regarding definitions and usage of NPS in space, and how to handle notification and compensation in case of damages due to a failure involving a satellite with an NPS. The probability of radioactive fallout in Sweden following an incident with a NPS-equipped satellite is very small. Due to the fact that everything placed in orbit around Earth sooner or later will re-enter, it is not possible to use probability of re-entry at any time as a measure of risk. Instead the measure Probability of re-entry within 100 year has been chosen. If the routine use of NPS in Low Earth Orbit (LEO) is not taken up again two cases can be defined: - Within about 3 000 years all satellites stored in Nuclear Safe Orbit (NSO) will de-orbit and re-enter the Earth atmosphere. One satellite, Triad OI-IX is in orbit at a lower altitude, and will thus de-orbit earlier. The probability that it does re-enter within 100 years from now is so small that a quantitative measure is deemed not to be meaningful - There is a risk of a launch failure involving a satellite or space probe with a NPS, with a risk of fallout in Sweden. This is not a large risk, but it is orders of magnitude higher than the probability of a satellite that now is in NSO will end up in Sweden within 100 years. If the routine use of NPS in LEO is re-established, the probabilities above are no longer valid

  5. Official announcement of recommendations issued by the RSK (Reactor Safety Commission) and the SSK (Radiation Protection Commission). As of 11 October 1994; Bekanntmachung von Empfehlungen der Reaktor-Sicherheitskommission und der Strahlenschutzkommission. Vom 11. Oktober 1994

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    NONE

    1994-12-23

    The RSK and the SSK have found satisfactory evidence that the planned surface and underground facilities and equipment of the repository fulfill the safety requirements given, and that the planned operations for emplacement and storage can be performed with due safety. RSK and SSK put emphasis on the fact that the specific types and volumes of the radioactive wastes envisaged for storage at this site will not create a hazardous situation at any place of the entire repository as a result of temperatures, pressures or radioactivity concentrations developing during emplacement or storage, so that the repository`s hazardous potential is assessed to be very low, both in the operational phase and during the post-sealing phase. The RSK and SSK approve of the submitted safety concept for specified normal operation, as well as the submitted regime of preventive measures for protection from accidents, and the results of the accident analyses performed. Engineered and other radiation protection measures provided for specified normal operation are found to guarantee protection of the personnel, the local population and the environment. Calculated radiation doses are below the limits given in section 44, sub-section 1, and sections 45 and 49 of the Radiation Protection Ordinance (StrlSchV). The calculations submitted for emergency-induced radioactivity levels show compliance with the maximum acceptable doses laid down in section 28, sub-sec. 3 StrlSchV. The review of data submitted concerning the longterm safety of the site and the calculation approaches for determining individual doses by way of model calculations for radionuclide migration from the storage site to the biosphere are approved of by the commissions, who found evidence that the waste stored will not create hazardous radiation levels in a post-sealing operation phase extending over a period of 10.000 years. (orig./HP) [Deutsch] RSK und die SSK haben sich davon ueberzeugt, dass alle geplanten ueber- und untertaegigen Anlagen und Einrichtungen des Endlagers den sicherheitstechnischen Anforderungen entsprechen. Der geplante Einlagerungsbetrieb kann sicher durchgefuehrt werden. RSK und SSK weisen darauf hin, dass im gesamten Endlager Konrad auf Grund der spezifischen Abfalleigenschaften und der Menge an radioaktiven Abfaellen weder hohe Temperaturen oder Druecke noch hohe Aktivitaetskonzentrationen auftreten. Aus diesen Gruenden schaetzen sie das Gefaehrdungspotential des Endlagers in der Betriebs- und in der Nachbetriebsphase als sehr niedrig ein. Die RSK und die SSK akzeptieren das vorgestellte Sicherheitskonzept im bestimmungsgemaessen Betrieb sowie die getroffenen Vorsorgemassnahmen gegen Stoerfaelle und die Ergebnisse der Stoerfallanalysen. Der Strahlenschutz des Personals, der Bevoelkerung und der Umwelt ist im bestimmungsgemaessen Betrieb gewaehrleistet. Die berechneten Strahlenexpositionen liegen jeweils unter den in Paragraph 44 Abs. 1, Paragraph 45 und Paragraph 49 StrlSchV festgelegten Grenzwerten. Die Stoerfallplanungswerte gemaess Paragraph 28 Abs. 3 StrlSchV koennen eingehalten werden. Die Beratungen zur Langzeitsicherheit haben keine Einwaende gegen die Vorgehensweise zur Ermittlung der Individualdosen mittels Modellrechnungen zur Radionuklidausbreitung von der Endlagerformation bis in die Biosphaere ergeben. RSK und SSK sehen den Nachweis als erbracht an, dass in der Nachbetriebsphase im Zeitraum von ca. 10000 Jahren keine endlagerbedingte Strahlenexposition auftritt. (orig./HP)

  6. Development of a methodology for safety classification on a non-reactor nuclear facility illustrated using an specific example; Entwicklung einer Methodik zur Sicherheitsklassifizierung fuer eine kerntechnische Anlage ohne Reaktor an einem spezifischen Beispiel

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Scheuermann, F.; Lehradt, O.; Traichel, A. [NUKEM Technologies Engineering Services GmbH, Alzenau (Germany)

    2015-07-01

    To realize the safety of personnel and environment systems and components of nuclear facilities are classified according to their potential danger into safety classes. Based on this classification different demands on the manufacturing quality result. The objective of this work is to present the standardized method developed by NUKEM Technologies Engineering Services for the categorization into the safety classes restricted to Non-reactor nuclear facilities (NRNF). Exemplary the methodology is used on the complex Russian normative system (four safety classes). For NRNF only the lower two safety classes are relevant. The classification into the lowest safety class 4 is accordingly if the maximum resulting dose following from clean-up actions in case of incidents/accidents remains below 20 mSv and the volume activity restrictions of set in NRB-99/2009 are met. The methodology is illustrated using an example. In short the methodology consists of: - Determination of the working time to remove consequences of incidents, - Calculation of the dose resulting from direct radiation and due to inhalation during these works. The application of this methodology avoids over-conservative approaches. As a result some previously higher classified equipment can be classified into the lower safety class.

  7. NPP Grafenrheinfeld. No thank you. Questions and answers concerning the oldest operating crack susceptible reactor in the federal republic; AKW Grafenrheinfeld. Nein danke. Fragen und Antworten zum aeltesten noch laufenden und rissanfaelligsten Reaktor der Republik

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Darge, Tobias

    2014-03-15

    The brochure discusses questions on the NPP Grafenrheinfeld. concerning the following issues: reactor type, operating company, nuclear fuel, licensing, radioactive waste management, susceptibility to damage, stress test results, critical arguments concerning the reactor pressure vessel steel and the containment, cracks in the primary circuit, safety in case of an aircraft crash, possibility of a severe accident, consequences of a severe accident, medical emergency plan, public information for an emergency case, shutdown at the end of 2015, necessity of a new power plant for energy security?.

  8. PERHITUNGAN FLUKS KALOR UNTUK KURVA DIDIH SELAMA EKSPERIMEN QUENCHING MENGGUNAKAN SILINDER BERONGGA DIPANASKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mulya Juarsa

    2015-04-01

    Full Text Available Salah satu aspek penting manajemen keselamatan dalam pengoperasian reaktor nuklir adalah manajemen termal. Konsep dasar pengelolaan termal adalah untuk mengendalikan kelebihan kalor saat terjadinya kecelakaan. Pemahaman dan investigasi fenomena pendidihan selama kecelakaan yang terjadi secara transien menjadi tahapan penelitian yang penting. Proses quenching adalah proses pendinginan tiba-tiba pada obyek yang panas dengan memasukkan ke dalam suatu fluida. Material SS316 dengan geometri silinder berongga pada posisi vertikal merupakan simulasi dari debris dan digunakan sebagai objek yang dipanaskan. Metode eksperimen dilakukan melalui pendinginan quenching secara alami pada silinder berongga dengan berbagai variasi temperatur awal dari 300 oC sampai 800 oC ke dalam temperatur saturasi air. Selama eksperimen data temperatur direkam dan visualisasi pendidihan dilakukan melalui kamera kecepatan tinggi (HSC. Hasil data transien temperatur digunakan untuk menghitung fluks kalor. Rejim didih film pada TC8 (bagian terluar dalam kurva didih untuk semua temperatur awal menunjukkan kesesuaian dengan korelasi Bromley. Proses didih film paling singkat terjadi selama 1,11 detik untuk temperatur awal 300 oC. Fluks kalor kritis pada TC8 untuk temperatur awal dari 800 oC, 600 oC, 400 oC dan 300 oC secara berturutturut adalah 700 kW/m2, 500 kW/m2, 450 kW/m2 dan 400 kW/m2. Kata kunci: quenching, silinder, pendidihan, fluks kalor   One of the safety management aspects in the operation of nuclear reactors is thermal management. The basic concept of thermal management is to control the excess heat during an accident. The understanding and investigation of boiling phenomenon become important research stage. Quenching process is the process of sudden cooling on a hot object by entering into a fluid. SS316 material with hollow cylinder geometry in a vertical position is the simulation of debris and used as a heated object. Method of quenching experiments carried out

  9. DESAIN TERAS DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR (PBMR DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SRAC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkowo Wahyu Santoso

    2015-03-01

    Full Text Available Analisis desain down scale teras dan bahan bakar PBMR-HTR dengan menggunakan program SRAC bertujuan mengetahui pengaruh variasi pengayaan U235, burnable poison, laju aliran pendingin dan suhu pendingin masuk terhadap kekritisan teras serta aspek-aspek keselamatan reaktor nuklir dengan parameter nilai keff dan koefisien reaktivitas suhu bahan bakar, moderator dan pendingin. Teras PBMR-HTR berbentuk silinder finite dengan lubang ditengahnya yang berisi 334.000 bahan bakar pebble bed. Bahan bakar berupa UO2, moderator grafit dan pendingin helium. Model desain down scale dilakukan pada ½ teras yang mewakili keseluruhan teras. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan pengayaan bahan bakar sebesar 8%, 8,5%, 9%, 9,5% dan 10% sementara variasi konsentrasi burnable poison sebesar 5 ppm, 7 ppm, 9 ppm, 11 ppm, dan 15 ppm. Variasi laju aliran pendingin sebesar 60%, 80%, 100%, 120%, dan 140% sementara variasi suhu masukan pendingin sebesar 673,15K; 723,15K; 773,15K; 823,15K dan 873,15K. Pada penelitian ini keff pada BOL tanpa Gd2O3 sebesar 1.026213 dan EOL sebesar 0.995865 dengan excess reactivity sebesar 2,5 % dengan pengkayaan U235 9%. Sementara keff pada BOL dengan menggunakan Gd2O3 sebesar 1.0069680 dan EOL sebesar 0.9961928 dengan excess reactivity sebesar 0.69 % dengan konsentrasi Gd2O3 7 ppm. Koefisien reaktivitas suhu bahan bakar,moderator dan pendingin berturut-turut sebesar -9,074583E-05/K, -2,971833E-05/K dan 1,120700E-05/K. Koefisien reaktivitas bernilai negatif menunjukkan karakteristik keselamatan melekat (inherent safety telah terpenuhi. Peningkatan suhu masukan dan penurunan laju aliran pendingin berkontribusi menurunkan nilai keff teras sehingga koefisien reaktivitas bernilai negatif. Kata kunci : PBMR-HTR, kritikalitas, reaktivitas, down scale, burnable poison Core and fuel down scale analysis on PBMR-HTR using SRAC program aims to identify the influence of U235 enrichment, burnable poison, coolant flow rate and coolant temperature

  10. ZrC COATING ON FUEL ELEMENT CLADDING ZIRCALOY-2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Etty Mutiara

    2017-02-01

    Full Text Available ZrC COATING ON FUEL ELEMENT ZIRCALOY-2 CLADDING. The intensive researchs on high discharge burn-up of Light Water Reactor (LWR fuel element were performed due to the extension of fuel element’s utility life. One of these researches was allowing for alteration of the existing zirconium-based clad system through coating. This technique is supposed to improve the corrosion resistance of cladding without changing the dimension of fuel cladding. In current research, the ZrC film was coated on the zircaloy-2 cladding surface by dipping process of zircaloy-2 specimens in colloidal graphite at room temperature. The dip-coated specimens then undergone heating process at 700oC, 900oC and 1100oC respectively in Argon gas atmosphere for 1 hour. The microstructure and crystal structure of the coated cladding were characterized by optical microscope and XRD respectively. The optical microscope showed the growth of the grains with increasing temperature. XRD examination on the specimens revealed that the ZrC crystal structure on the cladding surface occurred only at 1100oC, but it did not appear at 700oC and 900oC. It can be concluded that dipping process of specimen in colloidal graphite with subsequent heating at 1100oC provided ZrC film coated on zircaloy-2 cladding. The heating process at this temperature allowed carbon atoms to diffuse into zircaloy surface to form ZrC film. PELAPISAN ZrC PADA KELONGSONG ELEMEN BAKAR NUKLIR ZIRKALOI-2. Riset yang intensif pada elemen bakar reaktor berpendingin air dengan fraksi bakar tinggi terus dilakukan dalam rangka memperpanjang umur operasi elemen bakar. Salah satu riset tersebut berupa proses untuk mengubah kelongsong berbasis zirkonium yang ada saat ini dengan cara pelapisan. Cara ini diharapkan akan memperbaiki ketahanan korosi kelongsong tanpa mengubah dimensi kelongsong tersebut. Pada riset ini, lapisan tipis ZrC dilapiskan pada permukaan kelongsong zirkaloi-2 melalui proses pencelupan (dipping spesimen

  11. PENGARUH UNSUR Zr TERHADAP PERUBAHAN SIFAT TERMAL BAHAN BAKAR DISPERSI U-7Mo-xZr/Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supardjo Supardjo

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK PENGARUH UNSUR Zr TERHADAP PERUBAHAN SIFAT TERMAL BAHAN BAKAR DISPERSI U-7Mo-xZr/Al. Data sifat termal bahan bakar nuklir diperlukan sebagai data masukan untuk memprediksi fenomena perubahan sifat material selama proses fabrikasi maupun iradiasi di dalam reaktor nuklir. Penelitian pengaruh unsur Zr di dalam bahan bakar dispersi U-7Mo-xZr/Al (x = 1%, 2% dan 3% terhadap perubahan sifat termal pada berbagai temperatur telah dikakukan. Tujuan penambahan unsur Zr pada penelitian adalah untuk meningkatkan stabilitas panas bahan bakar U-Mo. Analisis termal meliputi penentuan temperatur lebur, entalpi dan perubahan fasa dilakukan menggunakan Differential Thermal Analysis (DTA pada rentang temperatur antara 30 °C hingga 1400 °C, sedangkan kapasitas panas paduan U-7Mo-xZr dan bahan bakar dispersi U-7Mo-xZr/Al menggunakan Differential Scanning Calorimeter (DSC pada temperatur ruangan hingga 450 °C. Data analis termal dengan DTA diketahui bahwa ketiga komposisi kadar Zr menunjukkan fenomena yang mendekati sama. Pada temperatur antara 565,60 °C - 584,98 °C terjadi perubahan fasa a + d menjadi a + g, dan pada 649,22 °C - 650,13 °C terjadi peleburan matriks Al yang diikuti oleh reaksi antara matriks Al dengan U-7Mo-xZr pada temperatur 670,38 °C - 673,38 °C membentuk U(Al,Mox-Zr. Sementara itu, perubahan fasa α+ β menjadi β + g terjadi pada temperatur 762,08 °C - 776,33 °C dan difusi antara matriks Al dengan U-7Mo-xZr terjadi pada 853,55 °C - 875,20 °C. Setiap fenomena yang terjadi, entalpi yang ditimbulkan relatif stabil. Peleburan uranium terjadi pada 1052,42 °C - 1104,99 °C dan reaksi dekomposisi U(Al,Mox dan U(Al,Zrx menjadi (UAl4, UAl3, UAl2, U-Mo, danUZr pada 1328,34 °C - 1332,06 °C. Keberadaan logam Zr di dalam paduan U-Mo meningkatkan kapasitas panas bahan bakar paduan U-7Mo-xZr/Al, semakin tinggi kadar Zr kapasitas panas meningkat yang disebabkan oleh interaksi antara atom Zr dengan matriks Al sehingga panas yang

  12. PHASE CHANGES ON 4H AND 6H SIC AT HIGH TEMPERATURE OXIDATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jan Setiawan

    2016-10-01

    -016-4971 card.  Diffraction pattern on 46S also showed lattice parameter, composition and crystallite size changes.  The lattice parameter changes not significant.  For 6S and 46S sam-ples at 1400 oC, the 6H-SiC phase changes into other phases more than 50 % from its original weight percentage. Keywords: silicon carbide, 4H-SiC, 6H-SiC, oxidation, high temperature. ABSTRAK PERUBAHAN FASA 4H DAN 6H SIC YANG TEROKSIDASI PADA TEMPERATUR TINGGI.  Telah dilakukan proses oksidasi pada silikon karbida yang mengadung fasa 6H dan silikon karbida yang mengandung fasa 4H dan 6H.  Silikon karbida merupakan keramik non oksida dengan sifat-sifat unggulnya yang sangat potensial digunakan dalam dunia industri.  Dalam industri nuklir silikon karbida digunakan sebagai bahan struktur kelongsong pada bahan bakar reaktor air ringan light water reactor (LWR dan sebagai pelapis pada kernel bahan bakar reaktor gas temperatur tinggi (RGTT.  Pada studi ini dilakukan simulasi oksidasi silikon karbida pada kernel apabila terjadi kegagalan pada pipa pendingin utamanya. Sampel dibentuk dari serbuk silikon karbida yang di pres hingga berbentuk pelet dengan diameter 12,7 mm dan ketebalan 1.0 mm kemudian dioksidasi pada temperatur 1000 oC, 1200 oC dan 1400 oC selama 1 jam.  Sampel sebelum dan setelah dioksidasi dilakukan penimbangan dan pengujian difraksi sinar-X menggunakan Difraktometer Panalytical Empyrean dengan Cu sebagai sumber sinar-X.  Analisis pola difraksi dilakukan menggunakan aplikasi General Structure Analysis System (GSAS, dengan hasil yang diperoleh adalah perubahan parameter kisi dan kandungan fasa SiC-nya.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua sampel yang teroksidasi mengalami peningkatan berat.  Oksidasi sampel 6S menyebabkan kenaikan berat tertinggi pada temperatur 1200 oC, sedangkan sampel 46S memiliki berat dengan kecenderungan meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur oksidasi.  Analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa fasa domi-nan yang terbentuk pada sampel

  13. DESAIN AWAL TURBIN UAP TIPE AKSIAL UNTUK KONSEP RGTT30 BERPENDINGIN HELIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Sudadiyo

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK DESAIN AWAL TURBIN UAP TIPE AKSIAL UNTUK KONSEP RGTT30 BERPENDINGIN HELIUM. Konsep reaktor daya nuklir yang dikembangkan merupakan jenis reaktor berpendingin gas dengan temperatur tinggi (RGTT. Gas yang digunakan untuk mendinginkan teras RGTT adalah helium. Konsep RGTT ini dapat menghasilkan daya termal 30 MWth sehingga dinamakan RGTT30. Temperatur helium mampu mencapai 700 °C ketika keluar dari teras RGTT30 dan digunakan untuk memanaskan air di dalam steam generator hingga mencapai temperatur 435 °C. Steam generator dihubungkan dengan turbin uap yang dikopel dengan generator listrik untuk membangkitkan daya 7,27 MWe. Uap yang keluar dari turbin dilewatkan kondensor untuk mencairkan uap menjadi air. Rangkaian komponen dari steam generator, turbin, dan kondensor dinamakan sistem turbin uap. Turbin terdiri dari sudu-sudu yang dimaksudkan untuk mengubah tenaga uap kedalam tenaga mekanis berupa putaran. Efisiensi turbin merupakan parameter yang harus diperhatikan dalam sistem turbin uap ini. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengusulkan sudu tipe aksial dan untuk menganalisa perbaikan efisiensi turbin. Metode yang digunakan yaitu aplikasi prinsip termodinamika yang berhubungan dengan konservasi energi dan massa. Perangkat lunak Cycle-Tempo dipakai untuk mendapatkan parameter termodinamika dan untuk mensimulasikan sistem turbin uap berbasis RGTT30. Pertama, dibuat skenario dalam simulasi sistem turbin uap untuk mengetahui efisiensi dan laju aliran massa uap yang diperoleh nilai optimal 87,52 % dan 8,759 kg/s pada putaran 3000 rpm. Kemudian, turbin uap diberi sudu tipe aksial dengan diameter tip 1580 mm dan panjang 150 mm. Hasil yang diperoleh adalah nilai efisiensi turbin uap naik menjadi 88,3 % pada putaran konstan (3000 rpm. Penambahan nilai efisiensi turbin sebesar 0,78 % menunjukkan peningkatan kinerja RGTT30 secara keseluruhan. Kata kunci: Tipe aksial, turbin uap, RGTT30   ABSTRACT PRELIMINARY DESIGN ON STEAM TURBINE OF AXIAL TYPE

  14. THERMAL NEUTRON FLUX MAPPING ON A TARGET CAPSULE AT RABBIT FACILITY OF RSG-GAS REACTOR FOR USE IN k0-INAA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutisna Sutisna

    2015-03-01

    di dalam kapsul dan kanal iradiasi yang berbeda untuk kuantifikasi unsur-unsur menggunakan k0-AANI. Pemetaan fluks neutron termal (фth pada dua jenis kapsul iradiasi telah dilakukan untuk kanal RS01 dan RS02 di reaktor RSG-GAS. Fluks neutron termal ditentukan dengan menggunakan paduan Al - 0,1 % Au melalui reaksi nuklir 197Au (n,g 198Au, sementara pemetaan fluks dilakukan menggunakan statistik R. Fluks neutron termal dihitung menggunakan perangkat lunak k0-IAEA yang disediakan oleh IAEA. Hasil penelitian menunjukkan bawa rata-rata fluk neutron termal adalah (5,6±0,3×10+13 n.cm-2.s-1; (5,6±0,4×10+13 n.cm-2.s-1, (5,2± 0,4×10+13 n.cm-2.s-1 dan (5,3 ± 0,4×10+13 n.cm-2.s-1 masing-masing untuk lapisan 1, 2, 3 dan 4 pada kapsul polietilena. Dalam kasus kapsul aluminium, fluk neutron termal adalah lebih rendah dibandingkan dengan fluk neutron termal pada kapsul polietilena, yaitu (3,0 ± 0,2 ×10+13 n.cm-2.s-1; (2,8 ± 0,1×10+13 n.cm-2.s-1; (3,2 ± 0,3×10+13 n.cm-2.s-1 masing-masing untuk lapisan 1, 2 dan 3. Untuk setiap lapisan dalam kapsul, distribusi fluks neutron termal adalah tidak seragam dan tidak ada degradasi fluk dalam arah aksial, baik untuk kapsul polietilena maupun untuk kapsul aluminium. Peta kontur fluk neutron termal untuk delapan lapisan pada kapsul polietilena dan enam lapisan pada kapsul aluminium untuk kanal iradiasi RS01 dan RS02, memiliki pola yang sama dengan keragaman yang relatif kecil untuk semua jenis kapsul iradiasi. Kata kunci: neutron thermal, fluks, kapsul, AAN

  15. Gedagtes oor die onbepaaldheidsbeginsel van Heisenberg

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P. H. Stoker

    1955-03-01

    Full Text Available Van filosofiesc syde en ook deur populariserende skrywers is daar al baie geskryf oor die onbepaaldheidsbeginsel in die Fisika, wat deur Heisenberg in die twintiger jare na vore gebring is.

  16. Die topkwark

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Tegen

    1998-07-01

    Full Text Available ’n Oorsig van die belangrikheid van die onlangs ontdekte topkwark by Fermilab in Chicago word gegee. Daar word aangetnon dat die topkwark belangrik is in fisika van die Oerknal, oftewel "Big Bang", en in die Standaard Model van Elementêredeeltjie-fisika. Toepaslike literatuur vir verdere studie kan van die lys van verwysings in hierdie kort, nietegniese artikel, nagegaan word.

  17. PENERAPAN VIRTUAL EXPERIMENT BERBASIS INKUIRI UNTUK MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Yulianti

    2012-07-01

    Full Text Available Mahasiswa sebagai calon guru fisika bertugas sebagi pilar bagi perkembangan fisika di masyarakat, oleh karena itu dituntut menguasai fisika dan kemandirian di dalam mempelajari fisika. Kemandirian mahasiswa yang rendah perlu dilatih melalui penelitian tindakan kelas yang bersiklus. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan mengembangkan kemandirian mahasiswa prodi Pendidikan Fisika melalui penerapan virtual experiment berbasis inkuiri pada pembelajaran Mekanika I Tujuan yang lain meningkatkan hasil belajar melalui pembelajaran inkuiri menggunakan virtual experiment  Penelitian  berlangsung tiga siklus, tiga pertemuan pada bahasan gerak parabola. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data hasil belajar kognitif   diperoleh melalui, tes dan lembar pengamatan untuk mengukur hasil belajar afektif dan psikomotorik. Hasil yang diperoleh kemandirian mahasiswa dapat berkembang dan terjadi pe-ningkatan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa prodi Pendidikan Fisika FMIPA Unnes semester III tahun 2011/2012This three-cycle classroom action research was aimed to develop physics education student autonomy and to increase students’ cognitive, afective and psychomotoric achievements by applying inquiry virtual experiment on Mechanics I lecture. Each cycle consists of planning, action, observing and reflection activity. The cognitive data was collected by using test, while the affective and psychomotoric ones were collected by using observation sheet. The result showed an increase of student autonomy and students’ cognitive, affective and psycomotoric achievements of third semester students of physics education of FMIPA Unnes year 2011/2012.

  18. Adamkus : EU might be willing to negotiate on postponing Ignalina reactor closure

    Index Scriptorium Estoniae

    2008-01-01

    President Valdas Adamkus teatas võimalusest, et EL alustab arutelu Ignalina tuumaelektrijaama sulgemise edasilükkamisest. Uue jaama valmimise aeg pole teada ning praegune reaktor on tänu rootslaste abile turvaline

  19. Adamkus : EU might be willing to negotiate on postponing Ignalina reactor closure

    Index Scriptorium Estoniae

    2008-01-01

    President Valdas Adamkus teatas võimalusest, et EL alustab arutelu Ignalina tuumaelektrijaama sulgemise edasilükkamisest. Uue jaama valmimise aeg pole teada ning praegune reaktor on tänu rootslaste abile turvaline

  20. Põhja-Korea lubas taas jätta tuumaplaanid / Jürgen Tamme

    Index Scriptorium Estoniae

    Tamme, Jürgen

    2007-01-01

    Pekingis toimunud kuuepoolsete desarmeerimiskõneluste tulemusena on Põhja-Korea nõus andma ülevaate riigi tuumarajatistest ning alustama nende likvideerimist. 14. juulil suleti Yongbyoni tuumakeskuse reaktor. Lisa: Tuumavaidlus

  1. Modifikasi Mekanisme Koufopanos pada Kinetika Reaksi Pirolisis Ampas Tebu (Bagasse)

    OpenAIRE

    Erawati, Emi; Sediawan, Wahyudi Budi; Mulyono, Panut

    2014-01-01

    Ampas tebu merupakan produk samping dari ekstraksi gula. Ampas tebu yang dihasilkan di pabrik gula sekitar 13% dari tebu yang digiling. Tujuan penelitian ini adalah menentukan energi aktivasi dan pre-exponential factor pada persamaan kinetika reaksi pirolisis ampas tebu. Pirolisis dilakukan dalam reaktor yang terbuat dari pipa besi jenis 5737 dengan diameter 7,62 cm dan panjang 37 cm. Reaktor ini dimasukkan ke dalam furnace yang berdiameter 15,24 cm dan panjang 40 cm. Seratus lima puluh...

  2. PENGARUH NILAI BAKAR TERHADAP INTEGRITAS KELONGSONG ELEMEN BAKAR TRIGA 2000

    OpenAIRE

    K.A. Sudjatmi

    2015-01-01

    Bentuk elemen bakar reaktor TRIGA Bandung adalah silinder padat yang merupakan campuran homogen paduan uranium dan zirkonium hidrida. Pada saat reaktor beroperasi, suhu elemen bakar akan bertambah, akibatnya akan menaikan tekanan gas-gas yang ada di dalam kelongsong elemen bakar. Tekanan gas yang timbul dalam kelongsong elemen bakar merupakan penjumlahan tiga komponen tekanan yaitu tekanan akibat udara yang terperangkap antara kelongsong dengan bahan bakar, tekanan oleh gas hasil fisi yang te...

  3. STUDI MODEL ALIRAN FLUIDA DAN PERPINDAHAN PANAS PADA PBMR.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Fatich Al-Qodri

    2016-11-01

    Full Text Available Reaktor tipe Pebble bed merupakan opsi yang menjanjikan untuk teknologi reaktor generasi mendatang dan memiliki potensi untuk memberikan pembangkitan listrik dengan efisiensi tinggi dan murah.Perpindahan panas reaktor ini menghadapi kendala akibat kompleksitas yang berkaitan dengan desain aliran panas.Dengan demikian, untuk mensimulasikan secara baik aliran dan perpindahan panas reaktor modular pebble bed ini memerlukan suatu model perpindahan panas yang berhubungan dengan radiasi serta konveksi dan konduksi panas.Dalam studi ini, suatu model dengan kemampuan untuk mensimulasikan aliran fluida dan perpindahan panas dalam teras reaktor modular pebble bed telah dikembangkan.Model ini diterapkan pada suatu personal computer (PC yang menggunakan program komputer Matlab r2008a Versi 7.1.Beberapa parameter penting aliran fluida dan perpindahan panas telah dipelajari, termasuk penurunan tekanan (pressure drop di teras reaktor, koefisien perpindahan panas, bilangan Nusselt, dan konduktivitas panas efektif pebble bahan bakar. Hasil yang diperoleh dari percobaan simulasi menunjukkan adanya suatu tekanan yang merata pada arah radial untuk suatu rasio diameter teras terhadap elemen bakar (D/d > 20 dan koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan peningkatan temperatur dan laju alir massa pendingin. Model ini dapat menjelaskan secara memadai fenomena aliran panas dan perpindahan panas dan kehilangan tekanan melalui friksi dalam PBMR tipe pebble bed.

  4. Efek Durasi Pencahayaan Pada Sistem HRAR Untuk Menurunkan Kandungan Minyak Solar Dalam Air Limbah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Puspitasari

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak di dalam air limbah industri perminyakan umumnya bersifat toksik terhadap mikroorganisme dan mengganggu proses pengolahan secara biologis. Sistem HRAR diperkirakan dapat mengatasi hambatan tersebut melalui proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perpanjangan waktu pencahayaan pada kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak di dalam limbah. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi durasi pencahayaan dan variasi penambahan volume minyak solar yang ditambahkan ke dalam reaktor. Variasi durasi pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan selama 12 jam dan pencahayaan selama 24 jam. Sedangkan penambahan volume minyak solar ke dalam masing-masing reaktor adalah sebesar 346 ppm, 519 ppm dan 692 ppm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan konsentrasi minyak dibandingkan pencahayaan selama 24 jam. Hal ini dapat terlihat dari baiknya pertumbuhan alga dan bakteri di dalam reaktor serta tingginya penurunan konsentrasi minyak solar di dalamnya. Penurunan konsentrasi minyak solar terbaik terdapat pada reaktor dengan penambahan minyak solar sebesar 346 ppm. Pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 12 jam terjadi penurunan konsentrasi minyak sebesar 78,4%. Sedangkan penurunan kandungan minyak solar pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 24 jam adalah sebesar 73,9%.

  5. Application of ultrasonic array transducers and robotics for external inspection of reactor pressure vessels - practical experience from refuelling operations at the Kruemmel NPP in 2000; Einsatz von Ultraschall-Gruppenstrahlerprueftechniken und neuer Robotik bei der Aussenpruefung von Reaktor-Druckbehaeltern - Einsatzerfahrungen im Kernkraftwerk Kruemmel im Brennelementwechsel 2000

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Eggers, H.; Hein, E.; Zwahr, B. [Hamburgische Electricitaets-Werke AG, Hamburg (Germany). Abt. Oeffentlichkeitsarbeit; Rathgeb, W.; Schirner, G. [Siemens NDT, Erlangen (Germany)

    2000-07-01

    The performance of a novel testing robot of Siemens NDT and novel testing techniques for inspection of a welded joint for longitudinal and transverse defects is described in great detail. (orig./CB) [German] Im Rahmen einer Pruefgeraetelieferung ist HEW und Siemens NDT uebereingekommen, die gesamte Prueftechnik fuer die Siedewasseraussenpruefung effizienter zu gestalten. Ziel war, mit einem voellig neuen Pruefroboter und neuer Prueftechnik eine Schweissnaht in einem Prueflauf vollstaendig auf Laengs- und Querfehler zu pruefen. Dabei sollten die Umbaumassnahmen zwischen den einzelnen Pruefbereichen, wie den Rundnaehten und den Stutzeneinschweissnaehten, sowie der Stutzenkante entfallen. Die Prueftechnik wurde auf eine moderne Gruppenstrahlerprueftechnik umgestellt. Die dabei erreichbare Pruefdichte sollte zumindest so, wie mit herkoemmlichen Pruefsystemen oder dichter sein. Grundlegende Untersuchungen wurden zur Tandemtechnik angestellt, um mit einer modifizierten Tandemtechnik, bestehend aus zwei Gruppenstrahlerpruefkoepfen, die Wanddicke des SWR-Reaktordruckbehaelters mit maximal fuenf Tandemzonen zu pruefen. (orig.)

  6. SAFIRA. Sub-project B 1.3: Development of coupled in-situ reactors and optimisation of the geochemical processes in the discharge of different in situ reactor sytems. Final report; SAFIRA. Teilprojekt B 1.3: Entwicklung von gekoppelten in situ-Reaktoren und Optimierung der geochemischen Prozesse im Abstrom von verschiedenen in situ-Reaktor-Systemen. Abschlussbericht

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Dahmke, A.; Schaefer, D.; Koeber, R.; Plagentz, V.

    2002-12-01

    The Bitterfeld ground water is contaminated with many different pollutants over a large area. Long-term measures like reactive barriers for purification are required. However, groundwater contaminated with multiple contaminants cannot be purified by a single reactive material; for this reason, the effectivity of combinations of different reactive materials was investigated. Of the combinations investigated, reducing iron and activated carbon connected in series was the most effective: The iron will remove the reducible chlorinated hydrocarbons, while the rest of the contaminants are adsorbed to the activated carbon. Iron and ORC was another interesting option, but the combination of iron and activated carbon was found to be the most favourable option. Until a better method is available, it is recommended to connect iron and activated carbon in parallel for removing contaminant mixtures. Directly behind reactive iron barriers (also when combined with activated carbon), the limiting values of the Freshwater Ordinance for Fe(II) and pH are exceeded. Directly behind ORC reactors, the limiting values for Mg and pH are exceeded. Investigations in the outflow of these reactive materials showed that the high pH values are buffered by contact with the aquifer material to values typical of aquifers, which usually are below the limiting values of the Freshwater Ordinance. However, as the buffer capacity of the soil is exhausted, a zone with a higher pH starts to grow in the aquifer. The growth of this zone depends on the pH and on the aquifer material. Especially in soils as found at Bitterfeld, with a high concentration of organic matter, we find long-term desorption of pollutants from the aquifer materials which will burden the purified water leaving the water treatment system and prohibit its utilization. [German] Der Grundwasserleiter im Raum Bitterfeld ist grossraeumig mit vielen verschiedenen Substanzen kontaminiert. Aufgrund der grossraeumigen Erstreckung kommen nur langfristig kostenguenstige passive Massnahmen wie reaktive Barrieren zur Sanierung in Frage. Grundwasser, das mit mehreren und unterschiedlich reagierenden Stoffen kontaminiert ist, kann jedoch nicht mit Hilfe eines einzelnen reaktiven Materials gereinigt werden, daher wurde die Effektivitaet von Kombinationen unterschiedlicher reaktiver Materialien zur Sanierung untersucht. Von den untersuchten Kombinationen erwies sich die Hintereinanderschaltung von reduzierendem Eisen und Aktivkohle als besonders effektiv. Reduzierbare chlorierte Kohlenwasserstoffe werden im Eisen entfernt, die verbleibenden Kontaminanten adsorbieren auf der Aktivkohle. Auch die Hintereinanderschaltung von Eisen und Sauerstoff abgebenden ORC, in denen ein aerober mikrobieller Abbau statt findet, ist zur Entfernung von Mischkontaminationen geeignet. Eine Kostenschaetzung zeigt, dass die Kombination von Eisen und Aktivkohle in Abhaengigkeit von der Zusammensetzung der Kontamination guenstiger als Aktivkohle allein sein kann und generell guenstiger als die Kombination von Eisen und ORC ist. Ohne ein guenstigeres Verfahren zum Einbringen von Sauerstoff in den Aquifer wird die Hintereinanderschaltung von Eisen und Aktivkohle zur Sanierung von Mischkontaminationen empfohlen. Im direkten Abstrom von reaktiven Eisenbarrieren (auch in Kombination mit Aktivkohle) sind die Grenzwerte fuer Fe(II) und pH entsprechend der Trinkwasserverordnung ueberschritten. Im Abstrom von ORC-Reaktoren werden die zulaessigen Werte fuer Mg und pH ueberschritten. Untersuchungen im Abstrom dieser reaktiven Materialien zeigen, dass die hohen pH-Werte durch den Kontakt mit dem Aquifermaterial auf Aquifer-typische Werte gepuffert werden, die ueblicherweise unter den Grenzwerten der Trinkwasserverordnung liegen. Mit Erschoepfen der Pufferkapazitaet des Bodens breitet sich jedoch eine Zone mit erhoehtem pH-Wert im Aquifer aus. Die Geschwindigkeit dieser Ausbreitung haengt vom pH-Wert und dem Aquifermaterial ab. Gerade fuer sehr Organik reiche Boeden wie in Bitterfeld wird auch eine lange anhaltende Desorption von Schadstoffen aus dem Aquifermaterial beobachtet, durch die das saubere Wasser, das die Sanierungsanlage verlaesst, wieder mit Schadstoffen beladen wird, was zu einer anhaltenden Nutzungseinschraenkung fuehrt. (orig.)

  7. Development of an improved methodology for the determination of the neutron load of the pressure vessel steel of WWER-1000 type reactors. Final report; Entwicklung einer fortgeschrittenen Methodik zur Bestimmung der Neutronenbelastung des Druckbehaeltermaterials vom Reaktor des Typs WWER-1000. Abschlussbericht

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Barz, H.U.; Boehmer, B.; Konheiser, J.; Stephan, I.

    1998-05-01

    The investigations, reported on here, are aimed at the theoretical and experimental determination of the neutron exposure of the VVER-1000 reactors Balakovo-3 and Rovno-3. The overall approach, partially developed and at least improved in the frame of this project, comprises the pure calculation part, the gamma spectrometric analysis of neutron activation detectors and the comparison of experimental and theoretical results using the spectrum adjustment procedure. The approach is not restricted to neutron embrittlement but can be applied to neutron fluence problems in general. (orig./GL) [Deutsch] In diesem Projekt wurden fuer die WWER-1000 Reaktoren Balakovo-3 und Rovno-3 die Parameter der Neutronenbelastung experimentell und theoretisch bestimmt. Der vorliegende Bericht beschreibt das methodische Vorgehen, welches aus dem reinen Berechnungsteil, der gammaspektrometrischen Analyse der Ativierungsdetektoren und dem Vergleich der gemessenen und berechneten Werte einschliesslich der Spektrumsjustierung besteht. Dieses Instrumentarium, welches allgemein bei der Bestimmung der Neutronenfluenz anwendbar ist, wurde im Projektzeitraum weiter verbessert. (orig./GL)

  8. SAFIRA. Sub-project B 1.3: Development of coupled in-situ reactors and optimisation of the geochemical processes in the discharge of different in situ reactor sytems. Final report; SAFIRA. Teilprojekt B 1.3: Entwicklung von gekoppelten in situ-Reaktoren und Optimierung der geochemischen Prozesse im Abstrom von verschiedenen in situ-Reaktor-Systemen. Abschlussbericht

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Dahmke, A.; Schaefer, D.; Koeber, R.; Plagentz, V.

    2002-12-01

    The Bitterfeld ground water is contaminated with many different pollutants over a large area. Long-term measures like reactive barriers for purification are required. However, groundwater contaminated with multiple contaminants cannot be purified by a single reactive material; for this reason, the effectivity of combinations of different reactive materials was investigated. Of the combinations investigated, reducing iron and activated carbon connected in series was the most effective: The iron will remove the reducible chlorinated hydrocarbons, while the rest of the contaminants are adsorbed to the activated carbon. Iron and ORC was another interesting option, but the combination of iron and activated carbon was found to be the most favourable option. Until a better method is available, it is recommended to connect iron and activated carbon in parallel for removing contaminant mixtures. Directly behind reactive iron barriers (also when combined with activated carbon), the limiting values of the Freshwater Ordinance for Fe(II) and pH are exceeded. Directly behind ORC reactors, the limiting values for Mg and pH are exceeded. Investigations in the outflow of these reactive materials showed that the high pH values are buffered by contact with the aquifer material to values typical of aquifers, which usually are below the limiting values of the Freshwater Ordinance. However, as the buffer capacity of the soil is exhausted, a zone with a higher pH starts to grow in the aquifer. The growth of this zone depends on the pH and on the aquifer material. Especially in soils as found at Bitterfeld, with a high concentration of organic matter, we find long-term desorption of pollutants from the aquifer materials which will burden the purified water leaving the water treatment system and prohibit its utilization. [German] Der Grundwasserleiter im Raum Bitterfeld ist grossraeumig mit vielen verschiedenen Substanzen kontaminiert. Aufgrund der grossraeumigen Erstreckung kommen nur langfristig kostenguenstige passive Massnahmen wie reaktive Barrieren zur Sanierung in Frage. Grundwasser, das mit mehreren und unterschiedlich reagierenden Stoffen kontaminiert ist, kann jedoch nicht mit Hilfe eines einzelnen reaktiven Materials gereinigt werden, daher wurde die Effektivitaet von Kombinationen unterschiedlicher reaktiver Materialien zur Sanierung untersucht. Von den untersuchten Kombinationen erwies sich die Hintereinanderschaltung von reduzierendem Eisen und Aktivkohle als besonders effektiv. Reduzierbare chlorierte Kohlenwasserstoffe werden im Eisen entfernt, die verbleibenden Kontaminanten adsorbieren auf der Aktivkohle. Auch die Hintereinanderschaltung von Eisen und Sauerstoff abgebenden ORC, in denen ein aerober mikrobieller Abbau statt findet, ist zur Entfernung von Mischkontaminationen geeignet. Eine Kostenschaetzung zeigt, dass die Kombination von Eisen und Aktivkohle in Abhaengigkeit von der Zusammensetzung der Kontamination guenstiger als Aktivkohle allein sein kann und generell guenstiger als die Kombination von Eisen und ORC ist. Ohne ein guenstigeres Verfahren zum Einbringen von Sauerstoff in den Aquifer wird die Hintereinanderschaltung von Eisen und Aktivkohle zur Sanierung von Mischkontaminationen empfohlen. Im direkten Abstrom von reaktiven Eisenbarrieren (auch in Kombination mit Aktivkohle) sind die Grenzwerte fuer Fe(II) und pH entsprechend der Trinkwasserverordnung ueberschritten. Im Abstrom von ORC-Reaktoren werden die zulaessigen Werte fuer Mg und pH ueberschritten. Untersuchungen im Abstrom dieser reaktiven Materialien zeigen, dass die hohen pH-Werte durch den Kontakt mit dem Aquifermaterial auf Aquifer-typische Werte gepuffert werden, die ueblicherweise unter den Grenzwerten der Trinkwasserverordnung liegen. Mit Erschoepfen der Pufferkapazitaet des Bodens breitet sich jedoch eine Zone mit erhoehtem pH-Wert im Aquifer aus. Die Geschwindigkeit dieser Ausbreitung haengt vom pH-Wert und dem Aquifermaterial ab. Gerade fuer sehr Organik reiche Boeden wie in Bitterfeld wird auch eine lange anhaltende Desorption von Schadstoffen a

  9. THERMAL-HYDRAULIC ANALYSIS OF SMR WITH NATURALLY CIRCULATING PRIMARY SYSTEM DURING LOSS OF FEED WATER ACCIDENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-09-01

    ABSTRAK Reaktor daya kecil modular (SMR memiliki beberapa keunggulan dibanding reaktor daya besar konvensional. Dengan disain yang lebih sederhana dan terintegrasi, penerapan hukum alamiah untuk sistem keselamatannya dan biaya modal yang rendah, reaktor ini sangat cocok untuk dibangun di Indonesia. Salah satunya disain SMR yang sedang dikembangkan menerapkan gaya penggerak alami untuk sistim pendingin primernya. Dengan disain seperti itu, adalah sangat penting untuk memahami implikasinya terhadap aspek keselamatan pada seluruh kondisi operasi. Salah satu yang perlu diinvestigasi adalah kecelakaan kehilangan air umpan (LoFW. Pada studi ini, dilakukan analisis kinerja thermal hidrolik SMR yang menggunakan sistim pendinginan primer sirkulasi alam saat kecelakaan LoFW. Tujuannya adalah untuk menginvestigasi karakteristik aliran sistem primer saat kecelakaan LoFW dan untuk memastikan apakah aliran sirkulasi alam cukup untuk memindahkan panas dari teras guna menjaga kondisi tetap aman selama kecelakaan tersebut. Metoda yang digunakan adalah dengan merepresentasikan sistem reaktor ke dalam model-model generik program RELAP5 dan melakukan simulasi numerik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setelah kejadian pemicu dan trip reaktor, pada sisi primer laju alirnya berfluktuasi secara signifikan dan temperatur pendinginnya menurun secara bertahap sedangkan  pada sisi sekunder kondisi uap berubah menjadi uap jenuh. Laju alir turun dari ~711 kg/detik menjadi ~263 kg/detik sebelum kembali naik lagi pada t=~46 detik. Saat laju alir di titik terendah, temperatur pusat bahan bakar dan fluida pendingin adalah sekitar  ~565 K dan  ~554 K, yang menujukkan bahwa temperatur bahan bakar masih jauh di bawah batas disain dan temperatur fluidanya juga berada di bawah titik saturasi. Keadaan ini menunjukkan bahwa saat transien kedua parameter utama termohidrolik reaktor tetap dalam kondisi yang dapat diterima sehingga dapat disimpulkan  bahwa saat  kecelakaan kehilangan air umpan, SMR

  10. APLIKASI TRANSFORMASI FOURIER CEPAT UNTUK PENINGKATAN KUALITAS CITRA MEDIK

    OpenAIRE

    ASNI, NUR

    2017-01-01

    APLIKASI TRANSFORMASI FOURIER CEPAT UNTUK PENINGKATAN KUALITAS CITRA MEDIK Nur Asni [1], Bualkar Abdullah[2], Eko Juarlin[3] Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Hasanuddin [1] [2] [3] ABSTRAK : Telah dilakukan penelitian tentang teknik filterisasi pada citra Magnetic Resonance Imaging (MRI) dengan cara menerapkan beberapa jenis filter untuk mengurangi noise dan penajaman tepi pada citra berbasis Transformas...

  11. PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI BERBASIS VISUAL BASIC (VBA) SPREADSHEET EXCEL UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA PADA MATERI POTENSIAL OSILATOR HARMONIK SEDERHANA

    OpenAIRE

    Nurhayati, Nurhayati

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan media berbasis visual basic (VBA) spreadsheet excel dalam membelajarkan materi potensial osilator harmonik dan menganalisis  pengaruh penggunaan media tersebut terhadap penguasaan konsep dan mahasiswa fisika. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang tanggapan mahasiswaterhadap implementasi media berbasis visual basic (VBA) spreadsheet excel pada materi potensial osilator harmonik.Metode yang digunakan adalah metode kuasi ...

  12. Susunan Dewan Redaksi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    JRKPF UAD

    2014-10-01

    Full Text Available Kami memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Tuhan semesta alam, Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, atas terbitnya Vol. I No. 2 Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika ini.Semoga jurnal ini dapat memberikan sumbangan ilmu kepada segenap pembaca. Untuk penerbitan berikutnya, kami mengundang pembaca untuk turut berperan serta sebagai penulis.Nun. Wal qalami wa maa yasturun.Redaksi

  13. Neutronefisika as navorsingsgebied*

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. J. du Toit

    1964-03-01

    Full Text Available Alhoewel die Kernfisika in die populêre opvatting beskou word as ’n moderne ontwikkeling, gaan die geskiedenis daarvan reeds relatief ver terug in die verlede van die Fisika. Rutherford het reeds in 1911 die atoomkern ontdek, en in 1913 het J. J. Thompson die massas van kerne begin bepaal.

  14. Perancangan dan Simulasi MRAC untui Proses Pengendalian Temperatur pada Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amelia Sylvia

    2014-03-01

    Full Text Available Temperatur merupakan salah satu variabel proses dasar yang dikendalikan untuk menjaga suhu cairan di dalam reaktor. Model Reference Adaptive Controller (MRAC dengan MIT rule dipilih untuk mencapai spesifikasi respon yang diinginkan pada CSTR. Beban yang bervariasi berupa debit aliran likuid yang masuk ke dalam reaktor dapat menyebabkan perubahan parameter yang mempengaruhi perubahan temperatur output produk pada CSTR. Sebuah simulasi dilakukan dengan menggunakan MATLAB dan hasilnya dianalisa. Respon plant dapat melakukan adaptasi parameter – parameter kontrolernya cukup baik pada nilai gain adaptasi dengan rentang 0.00000010000 sampai 0.00000000001. Waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi beban yang bervariasi berupa debit aliran yang masuk ke dalam reaktor dengan nilai yang maksimal (1.5 m^3/min menghasilkan respon plant lebih cepat 42 detik dari pada debit aliran masuk dengan nilai yang nominal (1 m^3/min 63 detik dan minimal (0.5 m^3/min 75 detik.

  15. Pengolahan Sampah Secara Pirolisis dengan Variasi Rasio Komposisi Sampah dan Jenis Plastik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Qonita Rachmawati

    2015-03-01

    Full Text Available Pada tahun 2012, sampah yang dihasilkan sebesar 1200 ton/hari. Jika permasalahan sampah di Kota Surabaya tidak ditangani dengan baik maka akan menimbulkan beberapa masalah antara lain: masalah kesehatan dan masalah kebersihan. Oleh karena itu, diperlukan metode yang dapat mengolah sampah namun tidak menimbulkan masalah baru lainnya. Salah satu metode pengolahan sampah yang telah dikembangkan, yaitu metode pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh jenis plastik dan komposisi terhadap produk hasil pirolisis. Pada penelitian ini digunakan reaktor dengan kapasitas 500 g yang berbahan stainless steel. Variabel yang digunakan yaitu jenis sampah plastik dan komposisi sampah. Jenis sampah yang digunakan yaitu sampah plastik HDPE (High Density Polyethylene, PET (Poly Ethylene Terephthalate, dan PS (Poly Styrene. Komposisi sampah yang digunakan antara lain: 100:0, 75:25, dan 50:50. Temperatur yang digunakan pada reaktor yaitu 500°C dengan waktu 30 menit. Penelitian dimulai dari persiapan bahan uji, persiapan reaktor, percobaan pendahuluan, dan penelitian dengan reaktor pirolisis. Selanjutnya dilakukan analisis untuk masing-masing hasil produk. Penelitian ini jenis sampah plastik yang menghasilkan gas tertinggi yaitu jenis plastik PET sebesar 45,40% dan jenis plastik yang menghasilkan wax tertinggi yaitu jenis plastik HDPE sebesar 69,91%. Sedangkan komposisi yang menghasilkan gas tertinggi yaitu komposisi dengan ranting 25% dan PET 75% sebesar 71,24% dan komposisi yang menghasilkan wax tertinggi yaitu komposisi dengan ranting 25% dan PS 75% sebesar 61,36%.

  16. Kinetika Reaksi Heterogen Etanolisis Minyak Jarak Kepyar (Ricinus communis) dengan Katalisator Zeolit Klinoptilolit

    OpenAIRE

    Harjanti, Ratna Sri; Sarto

    2012-01-01

    Minyak jarak kepyar mempunyai potensi untuk dijadikan biodiesel melalui proses alkoholisis katalitik. Zeolit alam klinoptilolit berpotensi digunakan sebagai katalisator dalam alkoholisis tersebut. Pada penelitian ini, alkoholisis minyak jarak dilakukan pada suhu tinggi dengan katalisator zeolit alam klinoptilolit dalam sebuah reaktor autoklaf yang dilengkapi dengan manometer, termometer, kran pengambil cuplikan, dan pemanas. Data percobaan menunjukkan bahwa pada kisaran waktu tertentu, pening...

  17. Melihat Sekilas Imam Fakhral-Din al-Razi (544-606 H/1149-1209 M

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irwan Malik Marpaung

    2014-03-01

    Full Text Available Fakhr al-Din al-Razi adalah seorang pemikir klasik yang terpercaya. Pengetahuan nya meliputi berbagai disiplin ilmu, seperti teologi, tafsir, hukum, bahasa, sastra, tasawuf, filsafat, kedokteran, fisika, astronomi, astrologi, matematika, dan lain-lain. Dalam hal fikih, al-Razi bermazhab Syafi’i, dalam filsafat terpengaruh Muhammad Zakaria al Razi dan Ibn Sina, sedang dalam hal fisika mengikuti jejak Abual-Barakat al-Baghdadi. Tidak berbeda dengan filosof yang anti-Aristotelian sebelumnya, al-Razi mencoba menyelaraskan agama dan filsafat rasional. Keunggulan al-Razi di berbagai bidang ini belum banyak digali sehingga menjadi tambahan bagi khazanah keilmuan Islam. Artikel ini hendak memaparkan beberapa pemikiran-pemikiran Fakhr al-Din al-Razi yang berkenaan dengan kalam, filsafat, fikih, dan ilmu pengetahuan lain yang dapat ditemukan dalam karya-karyanya yang sudah diterbitkan. Dengan harapan, artikel ini dapat berguna untuk lebih mengenalkan pemikiran-pemikirannya yang masih menunggu untuk dieksplorasi lebih serius.

  18. EFEKTIFITAS VARIASI NILAI WINDOW LEVEL TERHADAP KUALITAS HASIL CT SCAN THORAX LUNG WINDOW

    OpenAIRE

    dani, Rahma

    2014-01-01

    EFEKTIFITAS VARIASI NILAI WINDOW LEVEL TERHADAP KUALITAS HASIL CT SCAN THORAX LUNG WINDOW Rahmadani Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Hasanuddin, Makassar 90245, Indonesia Pembimbing Utama : Prof. Dr. H. Halmar Halide, M.Sc Pembimbing Pertama : Dahlang Tahir, M.Sc. Phd ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui efek variasi nilai window level terhadap kualitas hasil CT Scann thorax lung window dengan pengaturan window width 1000,1500, 2000 dengan varias...

  19. PERCOBAAN KISI DIFRAKSI DENGAN MENGGUNAKAN KEPING DVD DAN VCD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Supliyadi

    2012-01-01

    Full Text Available Pembelajaran fisika di sekolah seharusnya menjadi suatu kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung dalam proses-prosespembentukan konsep-konsep fisika dengan menggunakan media dan kegiatan praktikum sehingga pada akhirnya dapatmeningkatkan hasil belajar fisika. Dalam pembelajaran fisika sering muncul permasalahan, diantaranya adalah kurangtersedianya alat praktikum dikarenakan sulitnya didapatkan suatu alat praktikum ataupun juga karena harganya yang mahalmisalnya kisi difraksi. Pemanfaatan keping DVD (digital video disk dan CD (compact disk sebagai kisi difraksi adalah salah satuupaya inovatif bagi guru dan siswa untuk mengatasi kurang tersedianya dan mahalnya alat praktikum. Pemanfaatan keping DVDdan CD sebagai kisi difraksi didasari pada konsep difraksi cahaya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lebar kisi CD sebesar(1467,85 ± 16,41 nanometer dengan kesalahan relative 1,12%, sedangkan lebar kisi DVD sebesar (644,39 ± 7,48 nanometerdengan kesalahan relative 1,16%. Learning physics at school should be activities that involve students directly in understanding the concept of physics. To gain thiseffort, support of materials and equipments are very important. On the other hand, it is common that those supporting materials arevery expensive and very rarely found.Actually, physics can be tought by using simple material as a learning media. The use ofCDorDVD as diffraction slits is one of the physics teaching innovations. By using diffraction concept, these CD and DVD were tested toget their slit widths. The results show that the CD and DVD have slit width about 1,467.85 16.41 nm and 644.39 7.48 nm,respectively with relative error 1.16 %.Keywords: experiment equipment; compact disk; digital video disk

  20. Perbandingan Total Padatan Tersuspensi Dan Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) Pada Analisis Air Limbah Kelapa Sawit Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)

    OpenAIRE

    Arizta

    2009-01-01

    Komposisi utama dari air limbah kelapa sawit adalah bahan – bahan organik terutama seperti minyak dan serat dari TBS (Tandan Buah Segar) adalah parameter yang digunakan untuk menunjukkan karakter air limbah kelapa sawit meliputi parameter organik seperti Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) dan parameter fisika seperti Total Padatan Tersuspensi. Total Padatan Tersuspensi dengan metode gravimetri dan Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) ditentukan dengan metode Winkler pada temperatur 20ºC dengan masa...

  1. Pengolahan Limbah Rumah Makan dengan Proses Biofilter Aerobik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laily Zoraya Zahra

    2015-03-01

    Full Text Available Berkembangnya rumah makan/restoran yang semakin pesat dapat dipastikan akan turut menambah buangan air limbah domestik dengan kadar organik yang tinggi dalam jumlah yang tidak sedikit yang dibuang ke badan air.Tingginya kadar organik dalam limbah domestik rumah makan akan menyebabkan aroma yang tidak sedap jika tidak ada pengolahan terlebih dahulu, maka pengolahan yang dapat digunakan untuk mengolah air limbah rumah makan tersebut adalah proses biofilter aerobik. Penelitian dilakukan dengan proses biofilter aerobik dengan aliran downflow dan menggunakan sistem intermitten.Variabel dalam penelitian ini adalah media biofilter berupa kerikil dan batu alam serta Hydraulic Retention Time (HRT 8 jam. Parameter pencemar yang diukur efisiensinya adalah BOD, COD, dan TSS. Besarnya penyisihan parameter BOD, COD dan TSS dengan menggunakan biofilter aerob berturut-turut mencapai 94,83%, 92,95%, dan 95%. Reaktor paling baik dalam mengolah air limbah adalah reaktor biofilter dengan media kerikil pada HRT 8 jam.

  2. Pra Desain Pabrik Sorbitol dari Tepung Tapioka dengan Hidrogenasi Katalitik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hellen Kartika Dewi

    2014-03-01

    Full Text Available Sorbitol yang dikenal juga sebagai glusitol, adalah suatu gula alkohol yang dimetabolisme lambat di dalam tubuh. Sorbitol banyak digunakan sebagai bahan baku untuk industri barang konsumsi dan makanan seperti pasta gigi, permen, kosmetika, farmasi, vitamin C, termasuk industri tekstil dan kulit. Pembuatan sorbitol dari bahan baku tepung tapioka. Pabrik sorbitol ini direncanakan akan didirikan di Propinsi Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Batang dengan kapasitas produksi 30.000 ton/tahun. Proses produksi Sorbitol menggunakan proses hidrogenasi katalitik. Pembuatan sorbitol dari bahan baku pati melalui dua tahap proses utama yaitu proses perubahan starch menjadi glukosa melalui hidrolisa double enzym. Enzim yang digunakan yaitu α-amylase dan glukoamylase. Proses hidrogenasi katalitik dilakukan dengan mereaksikan larutan dekstrose dan gas hidrogen bertekanan tinggi dengan menambahkan katalis nikel dalam reaktor (Reaktor Hidrogenasi. Gas hidrogen masuk dari bawah reaktor secara bubbling dan larutan dekstrose diumpankan dari atas reaktor sehingga kontak yang terjadi semakin baik. Sorbitol yang di hasilkan dalam pradesain pabrik sorbitol ini dengan konsentrasi 58,2%. Pendirian pabrik sorbitol memerlukan biaya investasi modal tetap (fixed capital sebesar Rp 168.801.192.952, modal kerja (working capital  Rp 29.788.445.815, investasi total Rp 198.589.638.767, Biaya produksi per tahun Rp 368.832.813.809 dan  hasil penjualan per tahun Rp 540.000.078.750. Dari analisa ekonomi didapatkan BEP sebesar 26,32%. ROI sesudah pajak 48,5 %, POT sesudah pajak 2,14 tahun. Dari segi teknis dan ekonomis, pabrik ini layak untuk didirikan.

  3. PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEH BOTOL DENGAN TEKNOLOGI BIOLOGIS ANAEROBIK UASB – WETLAND

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Misbachul Moenir

    2014-11-01

    Full Text Available Industri minuman ringan merupakan salah satu industri yang mengeluarkan air limbah dengan beban organik yang cukup tinggi. Sistem pengolahan air limbah yang berkategori low rate seperti sistem activated sludge yang sekarang diterapkan di industri kurang sesuai lagi untuk mengolah air limbah yang mengandung cemaran organik tinggi dan bersifat kompleks terlarut. Sistem Up-flow Anaerobic Sludge Blanket (UASB adalah salah satu proses anaerobik dengan efisiensi tinggi yang dapat beroperasi pada beban organik tinggi. Proses pengolahan dengan wetland sebagai pengolahan lanjutan dapat menurunkan kadar cemaran organik lebih lanjut. Pada penelitian digunakan air limbah yang berasal dari salah satu industri teh botol di Jawa Tengah. Sumber mikroba anaerob yang digunakan sebagai seeding reaktor UASB (2 unit paralel berasal dari lumpur anaerob yang terbentuk pada pengolahan air limbah industri tahu yang telah berfungsi dengan baik. Waktu tinggal dalam reaktor UASB secara total selama 19 jam dengan debit 2.297 l/hari. Pengolahan lanjutan dari reaktor UASB dilakukan dengan pengolahan wetlandHasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor UASB I dan II dapat mereduksi COD dengan efisiensi tertinggi 88,51% dan pengolahan dengan wetland tertinggi 85,02%, selanjutnya pengolahan air limbah dengan kombinasi UASB dan wetland dapat mereduksi beban cemaran COD antara 97,65 – 98,90 %  dan hasil effluen sudah memenuhi baku mutu air limbah industri minuman dalam botol menurut Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012,  yaitu COD = 35,44 mg/l, TSS = 16 mg/l, dan BOD5 = 13,44 mg/l.

  4. Konstrukce uzávěru s tuhnutím pracovní látky

    OpenAIRE

    ZEMAN, Radek

    2013-01-01

    Tato bakalářská práce se zabývá praktickým návrhem uzávěru s tuhnutím pracovní látky pro jaderná zařízení z hlediska výpočtového i konstrukčního. Úvodem jsou stručně popsány technologie jaderných reaktorů na rychlých neutronech a reaktorů s palivem rozpuštěným v taveninách fluoridových solí. Autor zdůrazňuje výhody jejich použití, díky kterým se mohou v budoucnu stát důležitou součástí jaderné energetiky. Pracovní látky použité pro výpočet jsou převzaty z těchto reaktorů – kapalný sodík a smě...

  5. ANALISA KARAKTERISTIK MINYAK PLASTIK HASIL DUA KALI PROSES PIROLISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2015-06-01

    Full Text Available Limbah plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak plastik dengan menggunakan proses pirolisis. Minyak plastik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai zat aditif atau campuran bahan bakar pada mesin. Pada Penelitian ini, proses pembuatan minyak plastik menggunakan dua kali proses pirolisis. Suhu reaktor pada proses pirolisis yang pertama dan kedua berbeda berturut-turut yaitu 200 oC dan 150 oC. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pada proses pirolisis pertama dengan suhu reaktor 200 oC, dari 25 kg bahan baku menghasilkan 15,5 liter minyak plastik dalam waktu 80 jam. Sedangkan pada proses pirolisis kedua dengan suhu reaktor 150 oC, dari 15 liter minyak plastik dari hasil proses pirolisis pertama menghasilkan 11,6 liter minyak plastik dalam waktu 3,33 Jam. Adapun karakter minyak plastik yang dihasilkan adalah massa jenis 771,4 kg/m3, Viskositas 0,501 m2/s dan Nilai kalor 10518 kJ/kg

  6. Penurunan Logam Timbal (Pb pada Limbah Cair TPA Piyungan Yogyakarta dengan Constructed Wetlands Menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Siswoyo

    2015-10-01

    Full Text Available Salah satu permasalahan lingkungan yang ditimbulkan dari adanya lindi di TPA Piyungan yaitu pencemaran pada badan air, sungai dan air tanah. Untuk mengatasi permasalahan ini salah satunya dengan sistem Constructed Wetlands dengan menggunakan tumbuhah eceng gondok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penurunan konsentrasi Timbal (Pb yang terdapat dalam limbah cair TPA Piyungan dengan Constructed Wetlands menggunakan tumbuhan eceng gondok dan untuk mengetahui seberapa besar kapasitas serapan tumbuhan eceng gondok terhadap kandungan Timbal (Pb dalam limbah cair TPA Piyungan.Dalam penelitian ini digunakan reaktor yang terbuat dari kayu yang dilapisi plastik dengan ukuran 0,5 m x 1,0 m. Setiap reaktor diberi media tanah 5 cm, dan diberi tumbuhan sebanyak 14 buah. Reaktor tersebut diberi perlakuan dengan konsentrasi limbah yang bervariasi (100%, 75%, 50%, 25%, dan 0%, dan waktu pengambilan sampel (0, 3, 6, 9, 12 hari. Dengan menggunakan metode SSA (Spektrofotometri Serapan Atom.Berdasarkan pengujian diperoleh bahwa penurunan logam Pb pada limbah cair TPA Piyungan hari ke- 12, yaitu sebesar 0.0501mg/L pada konsentrasi 100%, 0.0295mg/L pada konsentrasi 75%, 0.0267mg/L pada konsentrasi 50% dan 0.0041 mg/L pada konsentrasi 25%.

  7. Jaderná paliva pro tlakovodní jaderné reaktory

    OpenAIRE

    Smetana, Jan

    2014-01-01

    Tato bakalářská práce se zabývá konstrukčními vlastnostmi jaderných paliv, pozornost je věnována zejména palivům pro tlakovodní reaktory. Pro lepší představu čtenáře jsou uvedeny rovněž příklady realizace jaderných paliv pro jednotlivé typy reaktorů. Ve stručnosti je uvedena historie tlakovodních reaktorů, zejména reaktorů VVER. Vývoj jaderného paliva pro tlakovodní reaktory je zde demonstrován na příkladu vývoje paliva u našich jaderných elektráren Dukovany a Temelín, důraz je kladen předevš...

  8. PEMBELAJARAN BERBASIS SIMULASI KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Tawil

    2014-09-01

    Full Text Available Abstract: Computer Simulation-based Learning to Improve Students’ Creative Thinking Skills. This study aimed to determine the category of improving the students’ creative thinking skills. The study involved 76 students of physical education, State University of Makassar. The data were collected using tests of creative thinking skills and analyzed using N-gain test. The results show that the students who complete a computer simulation based learning have on average N–gains creative thinking skills were bet­ter than students who participated in the conventional teaching. The students with computer simulation based learning were better in five indicators of creative thinking skills than those with conventional teaching. The students taking a computer simulation based learning material were better in three sub-quantum physics than those in the conventional teaching and learning. Keywords: computer simulations-based learning, creative thinking skills Abstrak: Pembelajaran Berbasis Simulasi Komputer untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif maha­siswa dengan pembelajaran berbasis simulasi komputer. Subjek adalah 76 mahasiswa Fisika FMIPA Univer­sitas Negeri Makassar dalam kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kreatif, dan dianalisis dengan uji N-gain. Keempat submateri fisika kuantum yang dibelajarkan adalah radiasi termal, efek fotolistrik, efek Compton dan partikel bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti pembelajaran berbasis simulasi computer memiliki rerata N-gain keteram­pilan berpikir kreatif yang lebih tinggi dibanding pada pembelajaran konvensional. Mahasiswa memiliki rerata N-gain yang tinggi pada lima indikator keterampilan berpikir kreatif, sedangkan pada pembelajaran konvensional rerata N-gain untuk semua indikator keterampilan berpikir kreatif tergolong rendah

  9. Development of Student Worksheet by using Discovery Learning Approach for Senior High School Student

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Astra

    2016-02-01

    Full Text Available Abstract The aim of this research is to create student worksheet for physics learning  by using discovery learning approach as a learning material referring to curriculum 2013. The method used in this research is research and development. This research consists of five steps: 1 needs analysis, 2 product development, 3 Validation by expert, 4 field test in small scale, and 5 field test in large scale. The average score for student worksheet are 92% from concept expert, 79,56% from media expert, and 91,51% from physics teacher. After revised, the student worksheet was evaluated by a field test in a small and large scale. The average score from both scale are 70,66% and 75,08 respectively. It is conluded that student worksheet by using discovery learning approach can be used and distributed as a learning material in physics learning for senior high school student grade X Abstrak Penelitian pengembangan ini  bertujuan untuk menghasilkan produk berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS pembelajaran fisika SMA dengan pendekatan Discovery Learning sebagai bahan ajar yang mengacu pada kurikulum 2013 pada Kompetensi Dasar praktikum kelas X semester genap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangan ini terdiri dari lima tahap, yaitu: 1 analisis kebutuhan, 2 pengembangan produk, 3 validasi ahli, 4 uji coba lapangan skala kecil, dan 5 uji coba lapangan skala besar. LKS fisika dengan pendekatan Discovery Learning telah melalui tahap uji validasi dengan presentase pencapaian sebesar 92%, menurut ahli materi, 79,56% menurut validasi ahli media, dan 91,51 % menurut guru fisika SMA. Setelah di revisi, LKS di uji cobakan skala kecil kepada 5 siswa menunjukan persentase capaian  sebesar  70,66%  dan  uji  lapangan  menunjukan persentase capaian  sebesar 75,08%. Dari penelitian ini,  dapat disimpulkan bahwa  LKS  dengan pendekatan Discovery Learning  yang dikembangkan sudah layak untuk

  10. Pemodelan Gerak Parabola yang Dipengaruhi Seretan serta Spin Efek Magnus Bola dengan Program Modellus dan Excell

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwadi Purwadi

    2014-04-01

    Full Text Available Gerak parabola adalah gerak yang banyak dijadikan sebagai model untuk pengajaran Fisika khususnya kinematika dalam hal penjumlahan kecepatan; dalam hal ini gerak lurus beraturan (GLB dalam arah horisontal dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB dalam arah vertikal. Dalam kenyataannya, gerak parabola dipengaruhi oleh variabel lain yaitu adanya hambatan udara yang membuat trayektori lintasan tidak lagi berbentuk parabola dengan asumsi adanya gesekan udara. Tendangan Bola dengan melibatkan faktor spin akan membuat lintasan lateral berbentuk melengkung karena adanya Efek Magnus. Dengan menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh dalam gerakan benda dan dibantu dengan software Modellus dan Excell, maka dibuat pemodelan untuk gerak benda.

  11. Analisis Koefisien Attenuasi Bahan Plastik Menggunakan Sensor Cahaya Smartphone

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Pramuda

    2016-09-01

    Full Text Available Untuk menekan mainstream yang negatif terhadap penggunaan smartphone, salah satunya adalah dengan kajian yang inovatif dan menarik untuk memanfaatkan smartphone sebagai media bantu pembelajaran, eksperimen sains dan fisika. Pada penelitian ini dikaji karakteristik koefisien attenuasi bahan plastik menggunakan sensor cahaya pada smartphone secara sederhana. Hasil penelitian menunjukkan filter bahan plastik berwarna kuning dan biru yang digunakan didapati memiliki nilai R2 yang secara teknis cukup relevan untuk menunjukkan karakteristik linier attenuation coefficient. Sedangkan tren dari μ (attenuation coefficient filter bahan plastik berwarna merah cenderung sesuai untuk tren polinomial dengan nilai R2 yang jauh lebih baik dari pada tren linier. Pemilihan filter yang tepat menjadi hal yang penting untuk mempermudah pembelajaran, selain sebenarnya tersembunyi berbagai konsep fisika yang menarik bila didapatkan hasil yang mungkin berbeda dengan teori dasarnya. Penggunaan smartphone untuk eksperimentasi sederhana sesuai dengan langkah yang dipaparkan dalam penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk akrab dengan persamaan Lambert-Beer, selain itu, dapat menjadi batu loncatan untuk mempelajari peristiwa absorbsi serta transmisi cahaya oleh bahan.

  12. DISKURSUS BAHAN BAKAR AIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Poempida Hidayatulloh

    2015-06-01

    Full Text Available Kebutuhan akan energi bagi manusia adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu pencarian manusia dalam menemukan suatu energi yang berkelanjutan (sustainable adalah suatu proses alamiah yang terjadi secara terus-menerus. Keterbatasan manusia dalam mendapatkan energi selalu berkutat pada paradigma keberadaan hukum kekekalan energi yang menjadi basis pemikiran fisika klasik. Air adalah suatu senyawa yang senantiasa ada di sekitar kita dan tersedia dalam berbagai wujud. Senyawa Air (H2O terdiri dari atom hidrogen (H2 dan oksigen (O2 yang keduanya dapat dibakar dan membantu proses pembakaran. Di mana dalam pembakaran akan tercipta energi yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi gerak seperti dalam mesin bakar (combustion engine. Proses penguraian senyawa air menjadi hidrogen dan Oksigen dapat dilakukan melalui proses elektrolisa. Proses elektrolisa secara langsung akan membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang tidak sedikit. Namun proses elektrolisa yang tepat dapat menghasilkan Brown Gas (HHO yang mempunyai daya bakar yang cukup besar. Tulisan ini membahas dilema pemakaian Brown Gas dalam konteks energi yang dihasilkan dengan perbandingan energi yang diperlukan untuk menghasilkannya. Komparasi energi ini ditujukan untuk menunjukkan apakah kemudian Brown Gas dapat lebih lanjut digunakan untuk menjadi energi penggerak mesin yang ekonomis. Pembahasan tentang terjadinya pelanggaran terhadap hukum kekekalan energi berbasis fisika klasik secara filosofis pun termaktub.

  13. STUDI MODEL ALIRAN FLUIDA DAN PERPINDAHAN PANAS PADA PBMR.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Fatich Al-Qodri

    2013-11-01

    Full Text Available Reaktor tipe Pebble bed merupakan opsi yang menjanjikan untuk teknologi reaktor generasi mendatang dan memiliki potensi untuk memberikan pembangkitan listrik dengan efisiensi tinggi dan murah.Perpindahan panas reaktor ini menghadapi kendala akibat kompleksitas yang berkaitan dengan desain aliran panas.Dengan demikian, untuk mensimulasikan secara baik aliran dan perpindahan panas reaktor modular pebble bed ini memerlukan suatu model perpindahan panas yang berhubungan dengan radiasi serta konveksi dan konduksi panas.Dalam studi ini, suatu model dengan kemampuan untuk mensimulasikan aliran fluida dan perpindahan panas dalam teras reaktor modular pebble bed telah dikembangkan.Model ini diterapkan pada suatu personal computer (PC yang menggunakan program komputer Matlab r2008a Versi 7.1.Beberapa parameter penting aliran fluida dan perpindahan panas telah dipelajari, termasuk penurunan tekanan (pressure drop di teras reaktor, koefisien perpindahan panas, bilangan Nusselt, dan konduktivitas panas efektif pebble bahan bakar. Hasil yang diperoleh dari percobaan simulasi menunjukkan adanya suatu tekanan yang merata pada arah radial untuk suatu rasio diameter teras terhadap elemen bakar (D/d > 20 dan koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan peningkatan temperatur dan laju alir massa pendingin. Model ini dapat menjelaskan secara memadai fenomena aliran panas dan perpindahan panas dan kehilangan tekanan melalui friksi dalam PBMR tipe pebble bed.Kata kunci: Aliran fluida, perpindahan panas, PBMR, packed bed, penurunan tekananAbstractThe pebble bed type high temperature gas cooled nuclear reactor is a promising option for next generation reactor technology and has the potential to provide high efficiency and cost effective electricity generation. The reactor unit heat transfer poses a challenge due to the complexity associated with the thermalflow design. Therefore to reliably simulate the flow and heat transport of the pebble bed modular reactor

  14. Deaktivasi Katalis Konverter-Hidrogen Di Pabrik Urea Kaltim-3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Subekti

    2007-10-01

    Full Text Available Di pabrik urea, konverter-hidrogen adalah satu reaktor yang berfungsi untuk mengkonversi hidrogen yang terikut dalam karbondioksida dengan cara mengoksidasi dengan udara, sehingga karbondioksida umpan reaktor urea itu hanya mengandung tidak lebih dari 100 ppm hidrogen. Konversi dilangsungkan pada tekanan 145 kg/cm2 dan suhu umpan reaktor 130 C, menggunakan katalis platinum berpenyangga alumina (0,3%Pt/Al2O3. Dalam dua tahun terakhir, terjadi kenaikan kandungan hidrogen dalam karbondioksida umpan konverter-hidrogen Kaltim-3 yang menyebabkan peningkatan temperatur keluaran konverter dari biasanya sekitar 152oC menjadi sekitar 190 C. Hasil analisis kadar Pt, luas permukaan katalis dan dispersi Pt terhadap katalis-baru dan katalis-terpakai menunjukkan bahwa katalis konverter-hidrogen Kaltim-3 telah terdeaktivasi. Oleh karena itu, pada kesempatan perbaikan-tahunan Juli 2006 yang lalu, katalis tersebut telah diganti dengan yang baru. Selain itu telah dilakukan pula perbaikan kondisi operasi di pabrik amoniak Kaltim-3, sehingga kadar H2 dalam aliran CO2 umpan pabrik urea Kaltim-3 menjadi normal kembali (0,4%. Dengan tindakan-tindakan tersebut, sejak Agustus 2006 yang lalu konverter hidrogen Kaltim-3 dapat beroperasi secara normal kembali. © 2007 BCREC UNDIP. All rights reserved.[Presented at Symposium and Congress of MKICS 2007, 18-19 April 2007, Semarang, Indonesia][How to Cite: A. Subekti, A.S. Arief, P. Praharso, S. Subagjo. (2007. Deaktivasi Katalis Konverter-Hidrogen Di Pabrik Urea Kaltim-3. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 2 (2-3: 52-55. doi:10.9767/bcrec.2.2-3.10.52-55][How to Link/DOI: http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.2.2-3.10.52-55

  15. Deaktivasi Katalis Konverter-Hidrogen Di Pabrik Urea Kaltim-3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Subekti

    2007-10-01

    Full Text Available Di pabrik urea, konverter-hidrogen adalah satu reaktor yang berfungsi untuk mengkonversi hidrogen yang terikut dalam karbondioksida dengan cara mengoksidasi dengan udara, sehingga karbondioksida umpan reaktor urea itu hanya mengandung tidak lebih dari 100 ppm hidrogen. Konversi dilangsungkan pada tekanan 145 kg/cm2 dan suhu umpan reaktor 130°C, menggunakan katalis platinum berpenyangga alumina (0,3%Pt/Al2O3. Dalam dua tahun terakhir, terjadi kenaikan kandungan hidrogen dalam karbondioksida umpan konverter-hidrogen Kaltim-3 yang menyebabkan peningkatan temperatur keluaran konverter dari biasanya sekitar 152oC menjadi sekitar 190°C. Hasil analisis kadar Pt, luas permukaan katalis dan dispersi Pt terhadap katalis-baru dan katalis-terpakai menunjukkan bahwa katalis konverter-hidrogen Kaltim-3 telah terdeaktivasi. Oleh karena itu, pada kesempatan perbaikan-tahunan Juli 2006 yang lalu, katalis tersebut telah diganti dengan yang baru. Selain itu telah dilakukan pula perbaikan kondisi operasi di pabrik amoniak Kaltim-3, sehingga kadar H2 dalam aliran CO2 umpan pabrik urea Kaltim-3 menjadi normal kembali (0,4%. Dengan tindakan-tindakan tersebut, sejak Agustus 2006 yang lalu konverter hidrogen Kaltim-3 dapat beroperasi secara normal kembali. © 2007 BCREC UNDIP. All rights reserved.[Presented at Symposium and Congress of MKICS 2007, 18-19 April 2007, Semarang, Indonesia][How to Cite: A. Subekti, A.S. Arief, P. Praharso, S. Subagjo. (2007. Deaktivasi Katalis Konverter-Hidrogen Di Pabrik Urea Kaltim-3. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 2 (2-3: 52-55.  doi:10.9767/bcrec.2.2-3.7130.52-55][How to Link/DOI: http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.2.2-3.7130.52-55 || or local: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/bcrec/article/view/7130] 

  16. Karakterisasi Unjuk Kerja Diesel Engine Generator Set Sistem Dual Fuel Solar-Syngas Hasil Gasifikasi Briket Municipal Solid Waste (MSW Secara Langsung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Rizkal

    2017-01-01

    Full Text Available Sejalan dengan semakin banyaknya kebutuhan energi untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar maka perlu adanya pengembangan gas biomassa sebagai bahan bakar alternatif pada motor pembakaran dalam maka akan dilakukan penelitian mengenai aplikasi sistem dual fuel gas hasil gasifikasi biomassa municipal solid waste (msw pada sistem downdraft dengan minyak solar pada motor diesel stasioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar solar yang tersibtitusi dengan adanya penambahan syngas yang disalurkan secara langsung. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan proses pemasukan aliran syngas yang dihasilkan downdraft municipal solid waste (MSW kedalam saluran udara mesin diesel generator set secara langsung menggunakan sistem mixer. Pengujian dilakukan dengan putaran konstan 2000 rpm dengan pembebanan bervariasi dari 200 watt sampai dengan 2000 watt dengan interval 200 watt. Bahwa produksi syngas dari reaktor gasifikasi ditambahkan sistem bypass untuk mengetahui kesesuaian antara reaktor gasifikasi dan mesin generatorset data ṁ syngas yang dibutuhkan mesin diesel, ṁ syngas yang di bypass untuk mendapatkan kesesuaian antara produksi syngas dan yang di bypass.  Data-data yang diukur dari penelitian ini menunjukkan bahwa besar nilai mass flowrate gas syngas yang dibutuhkan mesin diesel pada AFR reaktor gasifier 1,39 sebesar 0,0003748 kg/s. Mass flowrate gas syngas yang di bypass menunjukkan nilai 0 pada saat sistem dijalankan karena seluruh gas syngas masuk kedalam ruang bakar. AFR rata-rata sebesar 14,54 ,Nilai Spesifik fuel consumption (sfc mengalami peningkatan 68% dari kondisi standar single fuel , Nilai efesiensi thermal mengalami kenaikan sebesar 7% dari kondisi single fuel, Nilai daya rata-rata sebesar 2,28kW, Nilai torsi rata-rata sebesar 10,94 N.m. Solar yang tersibtitusi sebesar 48%. Nilai temperatur (coolant, mesin, oil, dan gas buang pada setiap pembebanan mengalami kenaikan.

  17. Perumusan Laju Reaksi dan Sifat-Sifat Pirolisis Lambat Sekam Padi Menggunakan Metode Analisis Termogravimetri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyitno

    2009-01-01

    Full Text Available The objective of the research is to formulate the reaction rate and the properties of slow pyrolysis for rice husk. The research was carried out experimentally by thermogravimetry analysis (TGA method. The research was performed with three variations of reactor wall temperature, i.e. at 250oC, 300oC, dan 350oC. From the research can be concluded that for slow pyrolysis of rice husk, the increasing wall temperature tended to increase the reaction rate. The value of activation energy and pre-exponential factor for slow pyrolysis of rice husk was 41.24 kJ/mol and 5.94 %/s. The average of slow pyrolysis rate for rice husk was 8.3 x 10-4 %/s. The reaction rate for slow pyrolysis of rice husk was formulated into [%/s]. The pyrolysis characteristics for pyrolysis process could be determined, i.e. Tonset, Tshoulder, Tpeak, and Toffset. The pyrolysis characteristics depend on the reactor wall temperature. Abstract in Bahasa Indonesia: Tujuan penelitian adalah untuk merumuskan laju reaksi dan sifat-sifat pirolisis lambat sekam padi. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan metode analisa termogravimetri (TGA. Pengujian dilakukan pada tiga variasi temperatur dinding reaktor yaitu pada 250oC, 300oC, dan 350oC. Dari pengujian diperoleh hasil bahwa pada proses pirolisis lambat sekam padi, untuk temperatur reaktor yang semakin tinggi cenderung meningkatkan laju reaksi. Nilai dari energi aktivasi dan faktor pre-eksponensial pada proses pirolisis sekam padi adalah 41,24 kJ/mol dan 5,94 %/s. Laju pirolisis rata-rata pada pengujian ini adalah 8,3 x 10-4 %/s. Laju reaksi pirolisis lambat sekam padi dirumuskan sebagai [%/s]. Sifat-sifat pirolisis pada proses pirolisis dapat ditentukan, yaitu Tonset, Tshoulder, Tpeak, dan Toffset. Sifat-sifat pirolisis dipengaruhi oleh temperatur dinding reaktor (Twall. Kata kunci: Sekam padi, pirolisis lambat, analisis termogravimetri, TGA, laju reaksi, energi aktivasi.

  18. PLASTIC WASTE CONVERSION TO LIQUID FUELS OVER MODIFIED-RESIDUAL CATALYTIC CRACKING CATALYSTS: MODELING AND OPTIMIZATION USING HYBRID ARTIFICIAL NEURAL NETWORK – GENETIC ALGORITHM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istadi Istadi

    2012-04-01

    Full Text Available The plastic waste utilization can be addressed toward different valuable products. A promising technology for the utilization is by converting it to fuels. Simultaneous modeling and optimization representing effect of reactor temperature, catalyst calcinations temperature, and plastic/catalyst weight ratio toward performance of liquid fuel production was studied over modified catalyst waste. The optimization was performed to find optimal operating conditions (reactor temperature, catalyst calcination temperature, and plastic/catalyst weight ratio that maximize the liquid fuel product. A Hybrid Artificial Neural Network-Genetic Algorithm (ANN-GA method was used for the modeling and optimization, respectively. The variable interaction between the reactor temperature, catalyst calcination temperature, as well as plastic/catalyst ratio is presented in surface plots. From the GC-MS characterization, the liquid fuels product was mainly composed of C4 to C13 hydrocarbons.KONVERSI LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR CAIR DENGAN METODE PERENGKAHAN KATALITIK MENGGUNAKAN KATALIS BEKAS YANG TERMODIFIKASI: PEMODELAN DAN OPTIMASI MENGGUNAKAN GABUNGAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN GENETIC ALGORITHM. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai tinggi. Salah satu teknologi yang menjanjikan adalah dengan mengkonversikannya menjadi bahan bakar. Permodelan, simulasi dan optimisasi simultan yang menggambarkan efek dari suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis terhadap kinerja produksi bahan bakar cair telah dipelajari menggunakan katalis bekas termodifikasi Optimisasi ini ditujukan untuk mencari kondisi operasi optimum (suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis yang memaksimalkan produk bahan bakar cair. Metode Hybrid Artificial Neural Network-Genetic Algorithm (ANN-GA telah digunakan untuk permodelan dan optimisasi simultan tersebut. Inetraksi antar variabel

  19. Kombinierter biologisch-photokatalytischer Abbau von umweltrelevanten Stickstoffverbindungen zur Reinigung von landwirtschaftlichen Abwässern mit bewachsenen Pflanzenfiltern und TiO 2 /UV

    OpenAIRE

    Ebbinghaus, Thorsten

    2002-01-01

    In dieser Arbeit wurde eine Modelkläranlage aufgebaut, über 18 Monate betrieben und eine Bilanz für die Abwasserfracht aufgestellt. Die Modellkläranlage bestand aus einem vertikalen, bewachsenen Pflanzenfilter, einem Pflanzenteich und einem CPC-Reaktor (Compound Parabolic Collector) mit Bestrahlungszelle. Der Zulauf an Abwasser betrug etwa 18 L / Tag bei einer mittleren organischen Belastung von 1564 mg/L, ausgedrückt als CSB.In der ersten biologischen Stufe (Pflanzenfilter) erfolgte die Oxid...

  20. Towards rational design of redox-stratified biofilms

    DEFF Research Database (Denmark)

    Lackner, Susanne

    Biologisk kvælstoffjernelse er en central proces indenfor avanceret spildevandsrensning. Denne afhandling beskriver anvendelsen af beluftede membran biofilm reaktorer (eng: MABRs) til fuld autotrof kvælstoffjernelse. Denne ret nye kvælstofomsætningsvej baseres på delvis omdannelse af ammonium til....... Som illustreret ved modelundersøgelserne, kan biofilm afrivning påvirke rektorfunktionen alvorligt. Den udførte forsøg for at vurdere om kemisk modificering af biofilmoverfladen kan øge dens modstandsdygtighed overfor afrivning og give forbedret biofilm tykkelseskontrol. Alt i alt kan MABR, hvor ilt...

  1. DOLOČANJE REGULACIJSKIH PARAMETROV REAKCIJSKEGA SISTEMA RC1

    OpenAIRE

    Tompa, Saša

    2014-01-01

    V diplomskem delu opisujemo določanje vrednosti regulacijskih parametrov reakcijskega kalorimetra RC1e Mettler Toledo in reaktorskega sistema EasyMax 102 Mettler Toledo. Parametre smo določali z metodo po Ziegler-ju in Nichols-u. Ta metoda temelji na regulacijskem sistemu brez povratne zanke. Vrednosti za povratno zanko smo izračunali z Excelovim diagramom, s katerim smo izračunali P in I regulacijska parametra. Reaktor RC1e smo uporabili za poskuse z večjimi volumni, medtem ko EasyMax za tis...

  2. The upgrade and conversion of the ET-RR-1 research reactor using plate type fuel elements

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Ashoub, N. [Reactor Physics Dept., Nuclear Research Center, Atomic Energy Authority, Cairo (Egypt); Saleh, H.G. [Faculty of Girls for Arts and Education, Ain-Shams Univ., Cairo (Egypt)

    2001-11-01

    The ET-RR-1 research reactor has been operated at 2 MW since 1961 using EK-10 fuel elements with 10% enriched uranium. The reactor has been used for nuclear applied research and isotope production. In order to upgrade the reactor power to a reasonable limit facing up-to-date uses, core conversion by a new type of fuel element available is necessary. Two fuel elements in plate type are suggested in this study to be used in the ET-RR-1 reactor core rather than the utilized ones. The first element has a dimension of 8 x 8 x 50 cm and consists of 19.7% enriched uranium, which is typical for that utilized in the ET-RR-2 reactor, but with a different length. The other element is proposed with a dimension of 7 x 7 x 50 cm and has the same uranium enrichment. To accomplish safety requirements for these fuel elements, thermal-hydraulic evaluation has been carried out using the PARET code. To reach a core conversion of the ET-RR-1 reactor with the above two types of fuel elements, neutronic calculations have been performed using WIMSD4, DIXY2 and EREBUS codes. Some important nuclear parameters needed in the physical design of the reactor were calculated and included in this study. (orig.) [German] Der ET-RR-1 Forschungsreaktor wird seit 1961 unter Verwendung von EK-10 Brennelementen mit einer Leistung von 2 MW betrieben. Der Reaktor wird in der angewandten Forschung und zur Isotopenherstellung eingesetzt. Um die Reaktorleistung im Hinblick auf eine zeitgemaesse Nutzung der Anlage in einem vernuenftigen Mass zu erhoehen, ist eine Umwandlung des Kerns durch Verwendung neuartiger Brennelemente noetig. In der vorliegenden Untersuchung wird vorgeschlagen, anstelle der z. Z. verwendeten Elemente zwei neue, plattenfoermige Brennelemente zu verwenden. Das erste Element hat eine Groesse von 8 x 8 x 50 cm und besteht aus 19,7% angereichertem Uran, was den im ET-RR-2 Reaktor verwendeten Elementen entspricht, allerdings mit einer anderen Groesse. Das zweite Element hat die gleiche

  3. Výměníky tepla sodík - oxid uhličitý

    OpenAIRE

    Foral, Štěpán

    2009-01-01

    Obsahem této bakalářské práce je navrhnout výměník tepla pro sodíkem chlazený rychlý reaktor IV. generace a dosažené řešení srovnat s již realizovanými projekty. První část bakalářské práce je věnována stručnému popisu jednotlivých druhů jaderných reaktorů IV. generace a jejich hlavním přínosům, s důrazem na popis sodíkem chlazeného rychlého reaktoru. Druhá část bakalářské práce se věnuje komplexnímu návrhu výměníku tepla, kdy se za výchozí koncept považuje výměník tepla se sodíkem na jedné s...

  4. Sodíkem chlazené rychlé reaktory

    OpenAIRE

    Daňhel, Aleš

    2013-01-01

    Tato bakalářská práce se zabývá rychlými reaktory chlazenými tekutým sodíkem. Komplexně popisuje problematiku technologie sodíkem chlazených rychlých reaktorů. Pozornost byla věnována základním specifikacím a parametrům těchto zařízení. Stručně byly popsány jaderné reakce, které probíhají v aktivní zóně sodíkem chlazených reaktorů, ale i chemické reakce spojené s funkcí tekutého sodíku jako chladiva a teplonosné látky. Pozornost byla rovněž věnována rozdílům v uspořádání aktivní zóny a strojn...

  5. Analysis of changes in the chemical composition of the blast furnace coke at high temperatures

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Konstanciak

    2012-12-01

    Full Text Available Purpose: The main purpose of this paper was to analyze the behavior of coke in the blast furnace. The analysis of changes in chemical composition of coke due to impact of inert gas and air at different temperatures was made. The impact of the application of the thermoabrasion coefficient on the porosity of coke was also analyzed.Design/methodology/approach: By applying the Computer Thermochemical Database of the TERMO system (REAKTOR1 and REAKTOR3 three groups of substances can be distinguished. The chemical composition of blast furnace coke and the results of calculations of changes of chemical composition of coke heat treated under certain conditions were compared. The structural studies of these materials were presented.Findings: The results of the analysis of ash produced from one of Polish cokes was taken for consideration. This is not the average composition of Polish coke ashes, nevertheless it is representative of most commonly occurring chemical compositions.Practical implications: Thanks to the thermochemical calculations it is possible to predict ash composition after the treatment in a blast furnace. Those information was crucial and had an actual impact on determining the coke quality.Originality/value: Presentation of the analytical methods which, according to author, can be very useful to evaluate and identify the heat treatment for blast furnaces cokes. The research pursued represents part of a larger project carried out within the framework of Department Extraction and Recycling of Metals, Czestochowa University of Technology.

  6. KINETIKA HIDRODESULFURISASI DIBENZOTHIOPHENE (HDS DBT MENGGUNAKAN KATALIS NiMo/γ-Al2O3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subagjo Subagjo

    2014-12-01

    Full Text Available Evaluasi kinetika reaksi hidrodesulfurisasi (HDS dibenzothiophene dan simulasi nafta hydrotreater yang berada di PT. PERTAMINA Refinery Unit II Dumai menggunakan katalis NiMo/Al2O3 hasil pengembangan telah dilakukan. Kinetika reaksi HDS DBT dilakukan dalan sistem reaktor batch dengan variasi temperatur 280-320oC dan tekanan 30 bar. Data kinetika diolah dengan persamaan hukum pangkat (law power dan persamaan kinetik mekanistik (Langmuir Hinshelwood, LH. Berdasarkan model hukum pangkat, kinetika HDS DBT menggunakan NiMo/Al2O3 hasil pengembangan merupakan  orde satu  terhadap DBT dengan konstanta Arhenius  sebesar 165633 detik-1 dan energi aktivasi 69017 J/mol (16,56 kkal/mol. Model LH yang cocok untuk reaksi HDS DBT menggunakan NiMo/Al2O3 hasil pengembangan adalah model LH yang mengilustrasikan adanya kompetisi antara reaktan DBT dan H2 pada tipe pusat aktif yang sama, dengan DBT teradsorb secara kuat sedangkan H2 teradsorpsi secara lemah. Energi aktifasi dan konstanta Arhenius berdasarkan model LH ini ini berturut-turut adalah 81409 J/mol (19,34 kkal/mol dan 1658133 s-1. Dengan menggunakan persamaan laju reaksi hukum pangkat, model memberikan hasil konversi sulfur yang sama dengan hasil keluaran reaktor nafta hydrotreater RU II-Dumai, yaitu mencapai 98%.

  7. Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Sistem Ceratan pada Gasifikasi Biomassa Briket Municipal Solid Waste terhadap Performa Gasifier Tipe Downdraft

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Bhakti

    2017-01-01

    Full Text Available Pemanfaatan syngas sebagai bahan bakar campuran bahan bakar mesin diesel dual fuel (DDF menimbulkan permasalahan yaitu terbuangnya syn-gas karena kelebihan produksi. Penelitian dimaksudkan melakukan penambahan sistem ceratan untuk mengalirkan kembali syngas yang terbuang karena sisa pembakaran mesin DDF ke dalam reaktor. Syngas yang dipakai berasal dari proses gasifikasi yang dilakukan pada downdraft gasifier dengan bahan bakar briket MSW. Mekanisme ceratan gas hasil gasifikasi dilakukan dengan pemasangan katup pada pipa aliran syn-gas setelah induced fan menuju reaktor gasifikasi kembali. Syngas hasil ceratan di campur dengan udara sebagai gasifying agent dengan mixer sebelum masuk ke blower udara. Laju alir massa syn-gas yang dicerat divariasikan mulai 0%, 11%, 23%, dan 54%. Dari penelitian dan analisa yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai rasio udara-bahan bakar menurun seiring penambahan ceratan syn-gas yaitu dari 1,04 – 0,44 dan equivalence ratio dari 0,18 – 0,09. Dengan penambahan ceratan diketahui efisiensi terbaik terjadi saat penambahan prosentasi ceratan 11% dengan efisiensi sebesar 66,81%. LHV meningkat seiring penambahan ceratan dengan LHV terbaik terjadi pada ceratan syn-gas 55% sebesar 3912,37 kJ/kg. Temperatur kerja gasifikasi cenderung menurun dengan penambahan ceratan syn-gas. Temperatur kerja T1 – T5 berada pada kisaran 70, 250, 983, 589, dan 115 ᵒC. Kandungan combustible gas meningkat dan uncombustible gas menurun seiring dengan penambahan ceratan syn-gas. Nilai kalor briket MSW sebesar 4698 kJ/kg

  8. Prediksi Potensi Pencemaran Pengolahan Sampah dengan Metode Gasifikasi Fluidized Bed (Studi Kasus: TPA Benowo, Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lailatun Nikmah

    2013-03-01

    Full Text Available Sistem pengelolaan sampah di TPA Benowo masih bersistem open dumping dan belum memperhatikan dampak pencemaran terhadap lingkungan. Kuantitas sampah yang masuk ke TPA sebesar 461.705,782 ton pada tahun 2012. Kuantitas sampah diperkirakan meningkat sebanding dengan pertumbuhan penduduk, sehingga dibutuhkan skenario pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Skenario pengolahan sampah yang akan dikaji adalah gasifikasi  fluidized bed. Potensi pencemaran gasifikasi  fluidized bed akan dikaji menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA dengan software SimaPro versi 7.1. Satu ton sampah pada studi ini ditentukan sebagai satu fungsi unit. Data input Life Cycle Inventory (LCI meliputi jumlah sampah yang masuk ke reaktor gasifikasi dan energi yang dibutuhkan pada proses gasifikasi berdasarkan pendekatan efisiensi reaktor gasifikasi. Penentuan nilai Life Cycle Impact Assesment (LCIA meliputi Global Warming Potential (GWP dan asidifikasi menggunakan metode Environmental Product Declarations (EPD 2008. Besar dampak dinyatakan dalam faktor emisi yang ekivalen. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa skenario pengolahan sampah dengan metode gasifikasi fluidized bed memberikan dampak GWP sebesar 1067,8 kg CO2/fu pada fase start-up dan 875 kg CO2/fu pada fase energy recovery serta asidifikasi sebesar 5,93 kg SO2/fu pada fase start-up dan 4,81 kg SO2/fu pada fase energy recovery.

  9. PENGUJIAN STABILITAS SEDIAAN ANTIACNE BERBAHAN BAKU AKTIF NANOPARTIKEL KITOSAN/ EKSTRAK MANGGIS - PEGAGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eriawan Rismana

    2014-02-01

    -C.asiaticasetelah penyimpanan 24 minggu pada suhu ruang dan 12 minggu pada 40oC/75 RH. Pengujian yang dilakukan adalah meliputi uji khasiat, sifat fisika,  sifat kimia dan mikrobiologi.Uji khasiat sediaan tersebut  telah dilakukan dengan menguji aktivitas penghambatan terhadap Propionibacterium acnés sedangkan pengujian sifat fisika dilakukan terhadap parameter organoleptik dengan mengamati bentuk, bau, warna, viskositas, berat sediaan dan jenis emulsi. Adapun stabilitas kimia dilakukan terhadap parameter pH  dan kandungan senyawa marker sedangkan pengujian mikrobiologi dilakukan terhadap parameter cemaran mikroba (angka lempeng total dan kapang (angka kapang khamir. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sediaan antiacne yang diuji mempunyai stabilitas khasiat, fisika, kimia dan mikrobiologi yang baik selama waktu penyimpanan pada kedua kondisi tersebut.Kata kunci  :  Stabilitas, antiacne,  sediaan, kitosan,  ekstrak manggis, ekstrak Pegagan

  10. PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT PADA MATERI GERAK PARABOLA DAN GERAK MELINGKAR MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wari Prastiti

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar fisika  materi gerak parabola dan gerak melingkar siswa kelas XI IPA1SMA Negeri 5 Metro Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT melalui kegiatan Lesson Study. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap plan kemudian dilanjutkan do dan see/refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA1SMA Negeri 5 Metro Tahun Pelajaran 2014/2015. Data diperoleh melalui observasi menggunakan lembar observasi aktivitas belajar dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa XI IPA1 SMA Negeri 5 Metro Tahun Pelajaran 2014/2015 . Hal ini terlihat dari hasil siklus I dan siklus II terjadi peningkatan aktivitas belajar pada tiap indikator aktivitas belajar yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar fisika  materi gerak parabola dan gerak melingkar siswa kelas XI IPA1SMA Negeri 5 Metro Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT melalui kegiatan Lesson Study. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap plan kemudian dilanjutkan do dan see/refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA1SMA Negeri 5 Metro Tahun Pelajaran 2014/2015. Data diperoleh melalui observasi menggunakan lembar observasi aktivitas belajar dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa XI IPA1 SMA Negeri 5 Metro Tahun Pelajaran 2014/2015 . Hal ini terlihat dari hasil siklus

  11. IMPACT OF REPRESENTATIONAL APPROACH ON THE IMPROVEMENT OF STUDENTS’ UNDERSTANDING OF ACCELERATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutopo -

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian ini mengkaji dampak pendekatan representasi pada peningkatan pemahaman siswa tentang konsep percepatan. Subjek penelitian terdiri atas 24 mahasiswa pendidikan fisika Universitas Negeri Malang yang mengambil matakuliah Kapita Selekta Fisika Sekolah pada semester gasal tahun akademik 2011/2012. Dengan menggunakan desain penelitian mixed-method, disimpulkan beberapa dampak sebagai berikut: (1 Skor penguasaan konsep mahasiswa meningkat secara signifikan dari rata-rata 50,8% menjadi 85,0%, dengan efect size yang sangat tinggi (1,67 dan gain ternormalisasi yang juga tinggi (0,71. (2 Mahasiswa mampu menggunakan definisi operasional percepatan   untuk menganalisis diagram gerak yang berupa multi-flash; (3 Mahasiswa bisa memperbaiki sejumlah miskonsepsinya tentang percepatan; (4 Namun, sebagian kecil mahasiswa masih terpaku dengan miskonsepsinya bahwa percepatan benda yang ditembakkan ke atas berkurang seiring dengan ketinggiannya, dan tegangan tali pada ayunan selalu sama dengan berat pendulum.This research examined the impact of representational approach on the improvement of students’ understanding of acceleration. Subject consisted of 24 prospective physics teacher students of State University of Malang, enrolling Selected Topic of School Physics course in Semester I of 2011/2012 academic year. Using mixed-methods design, this study concluded that (1 students’ mean score of conceptual test increased significantly from 50.8% to 85.0% with very large d-effect size (1.67 and high normalized-gain (0.71, (2 students became able to use operational definition of acceleration   to analyze multi-flash motion diagram, and (3 students remediated their misconceptions of acceleration. However, few students stuck in their misconception that acceleration of a shot-up object is decreasing with its elevation, and the tension in the rope of a swinging pendulum is equal to the weight of its bob.

  12. Simulasi MCNP5 dalam Eksperimen Kritikalitas Larutan Plutonium Uranium Nitrat Dengan Reflektor Air dan Polyethelene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinan A.

    2011-12-01

    Full Text Available Banyak perangkat kritik dibangun untuk memenuhi kebutuhan studi fenomena kecelakaan kritikalitas pada larutan fisil di fasilitas daur bahan bakar nuklir. Salah satu diantaranya adalah perangkat kritik SCAMP. Di perangkat ini dikerjakan eksperimen kritikalitas menggunakan bejana silindris stainless steel berisi larutan plutonium uranium nitrat (Pu ditambah U nitrat. Sebanyak 7 eksperimen didemonstrasikan dengan reflektor air di semua sisi permukaan bejana larutan kecuali di bagian atas bejana. Makalah ini membahas simulasi transport Monte Carlo MCNP5 dalam eksperimen kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat dengan reflektor air dan polyethylene. Simulasi MCNP5 dengan pustaka ENDF/BVI memberikan hasil yang paling dekat dengan data eksperimen terutama pada kasus A untuk varian geometri 4. Dibandingkan pustaka ENDF/BV, perhitungan kritikalitas dengan pustaka ENDF/B-VI memberikan hasil lebih dekat dengan perhitungan MONK dimana bias perhitungannya kurang dari 0,44%, khususnya pada kasus A namun pada kasus B dan C simulasi MCNP5dengan pustaka ENDF/BV memberikan hasil dengan kecenderungan lebih baik dibandingkan pustaka ENDFB/VI dengan bias perhitungan kurang dari 2,67% dan kurang dari 1,13%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa MCNP5 telah menunjukkan reliabilitasnya dalam simulasi kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat.

  13. KOMPUTASI DISTRIBUSI NEUTRON DALAM STATISTIK MAXWELL BOLTZMANN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Purwoningsih

    2013-03-01

    Full Text Available The migration of neutron is arranged by some probability distributions such as probability of spread distribution, probability of distance distribution, probability of energy distribution and probability of flux distribution. One application of these pattern distributions is modelling the reaction between neutron and elements which compose the tissue related to the absorption of neutron in brain cancer tissues. This article explores computation analysis of pattern of distribution of neutron flux in a reactor system. Variables were the amount of neutron simulated and the depth of cylindrical reactor system. Simulations showed that 20-120 minutes was needed in executing 100,000 neutrons to build the distribution pattern of neutrons flux. This pattern was also depended on the depth of the system. In all depths, the peak of neutron flux distribution pattern was in the 3rd bin. Comparison between this simulations and experiment results in literatures showed that by analyzing the simulation of the distribution of neutron flux, a Poisson distribution which follows the Maxwell-Boltzmann was resulted. Perpindahan neutron diatur dengan beberapa peluang distribusi, seperti peluang distribusi sudut hamburan, peluang distribusi jarak perpindahan, peluang distribusi energi transfer, serta peluang distribusi fluks neutron. Salah satu aplikasi dari pola distribusi ini adalah pemodelan reaksi antara neutron dengan elemen-elemen penyusun jaringan yang terkait dengan serapan neutron dan dosis yang terserap oleh jaringan tumor otak pada terapi BNCT (Boron Neutron Capture Therapy. Dalam penelitian ini dibahas analisis komputasi tentang pola distribusi fluks neutron dalam suatu sistem reaktor. Variabel dalam penelitian ini adalah banyaknya neutron yang disimulasikan, serta kedalaman sistem reaktor yang dalam penelitian ini menggunakan sistem reaktor berbentuk silinder. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan neutron sebanyak 100.000 diperlukan waktu eksekusi sekitar

  14. The Operator Training Simulator System for the Pebble Bed Modular Reactor (PBMR) Plant

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Dudley, Trevor [Pebble Bed Modular Reactor (Proprietary) Limited, Pebble House, Centurion (South Africa)], E-mail: trevor.dudley@pbmr.co.za; Villiers, Piet de; Bouwer, Werner [Pebble Bed Modular Reactor (Proprietary) Limited, Pebble House, Centurion (South Africa); Luh, Robert [GSE Systems, Inc., 7133 Rutherford Suite 200, Baltimore, MD 21244 (United States)

    2008-11-15

    The Pebble Bed Modular Reactor (PBMR) is a First of a Kind Engineering with respect to the over 200 new innovations used in the design. The PBMR technical design is an inherited modified design from an earlier design such as the German 15 MWe AVR (Arbeitsgemeinschaft Versuchs Reaktor) and the THTR-300 MWe Thorium High Temperature Reactor (THTR), which ran in Germany as a test and research facility for 20 years. This paper discusses the Operator Training Simulator System for the PBMR Demonstration Power Plant. The Operator Training Simulator System will be used for operator training and licensing of plant operators. Included in the discussion is an overview of the major elements of the Operator Training Simulator System, including some of the main functional areas.

  15. Plasma process for thermal treatment of hazardous waste; Plasmaverfahren zur thermischen Behandlung von Sondermuell

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Hebecker, D.; Bendix, D. [Univ. Halle-Wittenberg, Halle (Germany). Inst. fuer Thermodynamik, Energietechnik und Stroemungsmechanik

    1998-11-01

    Plasma technology is on its way to a breakthrough in the treatment of solid, gaseous and liquid hazardous waste. Plasma gases best suited for toxic organic materials are mixtures of water vapour and air as they have optimum material and energetic characteristics. Multiburner systems ensure intensive mixing and an optimum temperature profile inside the reactor. The reactor axis is free for introducing waste materials. [Deutsch] Die Plasmatechnologie hat in den letzten Jahren speziell in der Abproduktentsorgung einen unverkennbaren Aufschwung erfahren. Das gilt sowohl fuer die Bearbeitung von problembehafteten festen Rueckstaenden, Asbest und (radioaktiven) Abfaellen als auch von gasfoermigem und fluessigem toxischen, meist organischem Sondermuell. Als Plasmagase eignen sich, speziell fuer die Zersetzung von organischen toxischen Abfallstoffen, Gemische aus Wasserdampf und Luft auf Grund der Kombination von stofflichen und energetischen Eigenschaften besonders. Mit Mehrbrennersystemen kann eine intensive Durchmischung und ein ausgeglichenes Temperaturprofil im Reaktor erzielt werden. Damit wird die Reaktorachse frei fuer die Abproduktzufuehrung. (orig.)

  16. Study on the potential of a solar furnace gasifier; Potentialstudie fuer einen Sonnenofenvergaser

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Kubiak, H.; Jagnow, H.J.; Papamichalis, A. [DTM-Gesellschaft fuer Forschung und Pruefung mbH, Essen (Germany)

    1997-12-31

    This study attempts to determine the potential of a solar furnace gasifier on the basis of whether direct irradiation with concentrated sunlight produces sufficient reaction heat. In phase 1 of the present multi-stage development project the study concentrates on the elaboration of a concept for a small-scale gasifier with a throughput of 1 kg biomass / h. It delineates problem areas which still pose an obstacle to the final detail planning of the reactor and require a minimal-cost solution. (orig./MM) [Deutsch] In dieser Potentialstudie wird geprueft, inwieweit durch Direkteinkopplung hochkonzentrierter Solarstrahlung in einen Vergasungsreaktor die erforderliche Reaktionswaerme bereitgestellt werden kann. Die Untersuchungen konzentrieren sich in der Phase 1 des mehrstufigen Entwicklungsvorhabens auf die Erstellung des Konzeptengineerings fuer eine Kleinvergasungsapparatur mit einem Durchsatz von 1 kg/h Biomasse. Dabei werden die Problembereiche herausgearbeitet, die einer zuverlaessigen Detailplanung des Reaktors noch entgegenstehen und einer moeglichst oekonomischen Loesung zugefuehrt werden muessen. (orig./MM)

  17. DESAIN KONSEP TANGKI PENAMPUNG BAHAN BAKAR PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Hadiwinata

    2015-04-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari reaktor MSR. Desain reaktor PCMSR membutuhkan tempat khusus penampung sementara bahan bakar pada saat terjadi insiden, misalnya kecelakaan yang menyebabkan peningkatan suhu bahan bakar. Tangki penampung bahan bakar tersusun dari 3 bagian yang saling terhubung yaitu bagian penampung cairan bahan bakar, cerobong (chimney, dan penukar kalor. Dalam penelitian ini, tangki dimodelkan secara lump dan dilakukan variasi daya awal reaktor dan ketinggian cerobong. Syarat batas model ditetapkan suhu bahan bakar maksimum 1400 °C, yang didasarkan pada titik didih larutan garam LiF-BeF2-ThF4-UF4. Analisis dilakukan dengan cara menghitung rugi tekanan total dan transfer kalor untuk variasi daya awal antara 1800-3000 MWth dan ketinggian cerobong antara 1-10 m. Hasil penelitian menunjukan semakin besar daya reaktor, maka tinggi tangki penampung bahan bakar dan tinggi alat penukar kalor yang dibutuhkan akan semakin besar, tejadi kenaikan suhu fluida pendingin dan suhu udara pendingin, dan menyebabkan kenaikan laju aliran masa fluida pendingin, sedangkan laju aliran masa udara menurun. Peningkatan ketinggian cerobong menyebabkan ketinggian tangki penampung bahan bakar dan ketinggian alat penukar kalor semakin menurun, penurunan suhu fluida pendingin, tetapi suhu udara meningkat, dan menyebabkan peningkatan laju aliran masa fluida pendingin, tetapi laju aliran masa udara akan semakin menurun. Kata kunci: PCMSR, cerobong, alat penukar kalor, variasi daya.   The Passsive Compact Molten Salat Reactor (PCMSR reactor is developed from MSR reactor. The PCMSR reactor design requires special place to temporarily storage for reactor fuel when incident occurs, such as when there is an accident which caused the temperature of the fuel increases. The tank consist of three interconnected parts, the reservoir liquid fuel, chimney, and the heat exchanger. In this research, the tank system is modeled based on

  18. Pengaruh Jenis Bahan pada Proses Pirolisis Sampah Organik menjadi Bio-Oil sebagai Sumber Energi Terbarukan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Sigit Cahyono

    2013-06-01

    Full Text Available Sampah organik merupakan potensi sumber energi yang melimpah di Indonesia. Sampah organik berupa daun dan ranting kering bisa dikonversi menjadi bahan bakar berupa bio-oil melalui proses fast pirolisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis bahan terhadap rendemen dan nilai kalor bio-oil yang dihasilkan dari proses pirolisis sampah organik. Bahan baku berupa daun dan ranting kering campuran tanaman angsana, mahoni dan mangga dengan komposisi daun bervariasi 0%, 50%, dan 100%, dipotong-potong dengan ukuran maksimal 10 cm. Kemudian bahan baku tersebut dipanaskan di dalam reaktor pirolisis pada suhu 500 C selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi (5175,35 J/g dan rendemen tertinggi (24,5% didapatkan pada bio-oil yang dihasilkan dari pirolisis ranting 100%. Kata kunci: Sampah Organik, Bio-oil, Pirolisis, Rendemen, Nilai Kalor

  19. ANALISA THERMOGRAVIMETRY PADA PIROLISIS LIMBAH PERTANIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Setiawan

    2016-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakterisasi degradasi termal dari limbah pertanian untuk dijadikan suatu bahan bakar padat alternatif. Penelitian diawali dengan tahap pengumpulan bahan yang dilanjutkan penyeragaman ukuran sampel uji hingga berukuran 20 mesh. Setelah itu masing-masing sampel dikeringkan hingga kadar air maksimal 12 %. Sebelum Sampel seberat 20 gram diuji pirolisis dengan menempatkan sampel dalam reaktor yang telah dialiri nitrogen dengan laju 100 ml/menit. Sampel diuji dengan kondisi heating rate 15 oC/menit, temperatur akhir 600 oC dan holding time 10 menit. Data yang didapat berupa penurunan massa dan perubahan temperatur dicatat dalam laptop dengan menggunakan software RS-Key, Ms Excel dan Adam.NET Utility. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan campuran serbuk gergaji dan jerami memiliki temperatur pirolisis paling rendah, sementara campuran sekam padi dan kulit singkong memiliki massa arang paling banyak.

  20. PENURUNAN COD, TSS DAN TOTAL FOSFAT PADA SEPTIC TANK LIMBAH MATARAM CITRA SEMBADA CATERING DENGAN MENGGUNAKAN WASTEWATER GARDEN (Degradation of COD, TSS and Total Phosphate in Septic Tank Wastewater of Mataram Citra Sembada Catering Using Wastewater

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dradjat Suhardjo

    2008-07-01

    Full Text Available ABSTRAK  Sumber limbah berasal dari septictank industri restauran (catering Citra Sembada Catering, termasuk dalam kategori limbah domestik. Limbah tersebut banyak mengandung komponen yang tidak diinginkan bila dibuang ke badan air. Konsentrasi limbah yang masih di atas baku mutu, di antaranya akan memunculkan masalah pencemaran. Reaktor Wastewater Garden yang menggunakan krikil (0,5Cm-1cm dan 6 jenis tanaman yaitu : melati air (Echinodoras paleafias, Cyperus (Cyperus, Futoi (Hippochaetes lymnenalis, Pisang air (Typhonodorum indleyanum, Pickerel rush (Pontedoria cordata, Cattail (Typha latifulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas reaktor Wastewater Garden, apabila digunakan untuk menurunkan konsentrasi Chemical Oxygen Demand (COD, Total Suspended Solid (TSS dan Fosfat Total sebagai faktor pencemar pada limbah industri restauran (Citra Sembada Catering yang tertampung pada septictank. Penelitian dilakukan dengan menggunakan reaktor Wastewater Garden dengan sistem batch dan dimensi reaktor lm x 0.5m x lm. Zona air limbah 75 cm, dan zona substrat atau krikil 80 cm, akar tanaman ditanam sedalam l0-15 cm. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan SNI, di mana COD mengacu pada SNI 06-6989.2-2004 metode refluks tertutup secara spektrofotometri, TSS mengacu pada SK SNI M-03-1990-F metode pengujian secara gravimetri dan Fosfat total mengacu pada SNI M-52-1990-03 metode asam askorbat dengan alat spektrofotometer. Penelitian ini dilakukan selama 12 hari di mana setiap 3 hari sampel diambil pada outlel kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh bahwa penggunaan wastewater garden pada limbah cair Mataram Citra Sembada Catering dapat menurunkan COD dengan efektivitas optimum 40,81% pada hari ke-6, penurunan TSS 89,l2% pada efektifitas optirnum hari ke-12 dan penurunan fosfat total dengan efektivitas optimum pada hari ke-6 yaitu sebesar 99,73 %. Tanaman dapat hidup dengan subur.   ABSTRACT  Wastewater

  1. THE THERMAL-HYDRAULICS ANALYSIS ON RADIAL AND AXIAL POWER FLUCTUATION FOR AP1000 REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Darwis Isnaini

    2015-06-01

    Full Text Available ABSTRACT THE THERMAL-HYDRAULICS ANALYSIS ON RADIAL AND AXIAL POWER FLUCTUATION FOR AP1000 REACTOR. The reduction of fissile material during reactor operation affects reactivity reduction. Therefore, in order to keep the reactor operating at fixed power, it must be compensated by slowly withdrawing the control-rod up. However, it will change the shape of the horizontal/axial power distribution and safety margin as well. The research carries out the calculations of the core thermal-hydraulics to determine the effect of the fluctuations of the power distribution on the thermal-hydraulic AP1000’s parameters and study their impacts on the safety margin. The calculation is done using the COBRA-EN code and the result shows that the maximum heat flux at the Beginning of Cycle (BOC is 1624.02 kW/m2. This heat flux will then decrease by 22.75% at the Middle of Cycle (MOC and by 0.29% at the End of Cycle (EOC. The peak fuel centerline temperature at the BOC, MOC and EOC, are 1608.15°C, 1232.15°C, and 1301.75°C, respectively. These temperature differences are caused by the heat flux effects on sub-cooled boiling regions in the cladding surface. Moreover, the value of MDNBRs at the MOC and EOC are 3.23 and 3.00, which are higher than the MDNBR at the BOC of 2.49. It could be concluded that the operating cycle of the AP1000 reactor should be operated in the MOC and the EOC, which will be more safely than be operated in the BOC. Keywords: Core thermal-hydraulics, AP1000, fluctuation of power distribution, COBRA-EN.   ABSTRAK ANALISIS TERMOHIDRAULIKA PADA FLUKTUASI DAYA AXIAL DAN RADIAL UNTUK REAKTOR AP1000. Berkurangnya material fisil selama operasi reaktor, mengakibatkan reaktivitas berkurang. Oleh karena itu, agar reaktor tetap beroperasi pada daya yang tetap, maka harus dikompensasi dengan menarik batang kendali ke atas sedikit demi sedikit. Akan tetapi, hal ini akan berakibat pada berubahnya bentuk distribusi daya ke arah horisontal/aksial dan

  2. NEUTRONICS ANALYSIS ON MINI TEST FUEL IN THE RSG-GAS CORE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract NEUTRONICS ANALYSIS ON MINI TEST FUEL IN THE RSG-GAS CORE. Research of UMo fuel for research reactor has been developing  right now. The fuel of  research reactor used is uranium low enrichment with high density. For supporting the development of fuel, an assessment of mini fuel in the RSG-GAS core was performed. The mini fuel are U7Mo-Al and U6Zr-Al with densitis of 7.0gU/cc and 5.2 gU/cc, respectively. The size of both fuel are the same namely 630x70.75x1.30 mm were inserted to the 3 plates of dummy fuel. Before being irradiated in the core, a calculation for safety analysis  from neutronics and thermohydrolics aspects were required. However, in this paper will discuss safety analysis of the U7Mo-Al and U6Zr-Al mini fuels from neutronic point of view.  The calculation was done using WIMSD-5B and Batan-3DIFF code. The result showed that both of the mini fuels could be irradiated in the RSG-GAS core with burn up less than 70 % within 12 cycles of operation without over limiting the safety margin. Power density of U7Mo-Al mini fuel bigger than U6Zr-Al fuel.   Key words: mini fuel, neutronics analysis, reactor core, safety analysis   Abstrak ANALISIS NEUTRONIK ELEMEN BAKAR UJI MINI DI TERAS RSG-GAS. Penelitian tentang bahan bakar UMo untuk reaktor riset terus berkembang saat ini. Bahan bakar reaktor riset yang digunakan adalah uranium pengkayaan rendah namun densitas tinggi.  Untuk mendukung pengembangan bahan bakar dilakukan uji elemen bakar mini di teras reakror RSG-GAS dengan tujuan menentukan jumlah siklus di dalam teras sehingga tercapai fraksi bakar maksimum. Bahan bakar yang diuji adalah U7Mo-Al dengan densitas 7,0 gU/cc dan U6Zr-Al densitas 5,2 gU/cc. Ukuran kedua bahan bakar uji tersebut adalah sama 630x70,75x1,30 mm dimasukkan masing masing kedalam 3 pelat dummy bahan bakar. Sebelum diiradiasi ke dalam teras reaktor maka perlu dilakukan perhitungan keselamatan baik secara neutronik maupun termohidrolik. Dalam makalah ini

  3. Pengolahan Limbah Laundry Menggunakan Membran Nanofiltrasi Aliran Cross Flow untuk Menurunkan Kekeruhan dan Fosfat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aufiyah Aufiyah

    2013-09-01

    Full Text Available Dilakukan penelitian mengenai pembuatan membran silika nanofiltrasi untuk mengurangi kekeruhan dan fosfat menggunakan reaktor dengan aliran cross flow dengan variasi massa silika 5, 8, dan 10 gram. Silika didapatkan dari sintesis pasir silika menggunakan metode alkali fussion menggunakan peleburan dengan KOH. Variasi limbah yang digunakan adalah 100% limbah, 50% pengenceran dan 75% pengenceran (25% air limbah dengan air PDAM. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh massa silika terhadap koefisien rejeksi dan nilai fluks pada setiap variasi membran. Data koefisien rejeksi dan nilai fluks menunjukkan variasi membran terbaik yang selanjutnya akan dianalisa morfologinya dengan metode SEM (Scanning Electron Microscopy dan analisa gugus fungsi dengan metode FTIR (Fourier Transform Infra Red. Didapatkan koefisien rejeksi terbaik adalah 5 gram 100% limbah dengan nilai rejeksi kekeruhan 91,33%. Rejeksi fosfat 56, 07%. Nilai fluks terbaik didapatkan membran 8 gram 25% air limbah dengan nilai fluks 2,81 L/m2.jam.

  4. ANALISA PENGARUH PERIODIK CHARGING DAN DISCHARGING PADA WAKTU CHARGING DAN DISCHARGING DARI METAL HYDRIDE REACTOR (MHR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taurista Perdana Syawitri

    2015-01-01

    Full Text Available Perpindahan panas merupakan faktor penting yang mempengaruhi kinerja tangki penyimpanan hydrogen dalam bentuk metal hydride. Penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa penambahan sejumlah kecil metal foam pada interior metal hydride reactor (MHR merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan perpindahan panas pada reaktor, sehingga mengurangi waktu charging. Namun, proses charging dan discharging MHR dilakukan secara terpisah dalam studi ini. Oleh karena itu, penelitian ini menyimulasikan model 2-D axisymmetric menggunakan software COMSOL untuk menginvestigasi pengaruh dari periodik charging dan discharging dari MHR yang mengandung metal foam dengan fraksi volume tertentu. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model saat ini mempunyai hasil yang sesuai dengan hasil yang ditunjukkan di dalam literatur. Selain itu, ditemukan bahwa terdapat nilai optimum dari fraksi volume metal foam di setiap proses charging dan proses discharging yang memberikan waktu charging dan discharging lebih pendek.

  5. ANALISIS TERMAL-ALIRAN KISI BAHAN BAKAR BOLA TERAS RGTT200K DENGAN FLUENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Dhandhang Purwadi

    2015-03-01

    Full Text Available Sejalan dengan Perpres No.5/2010, PTRKN-BATAN mengembangkan dua varian desain konseptual reaktor daya maju kogenerasi, yaitu RGTT200K dan RGTT200KT. Energi termal pada kedua sistem reaktor ini dipasok oleh teras reaktor berbahan bakar bola dengan daya termal 200 MWt. Komposisi geometri dan struktur teras didesain agar dapat menghasilkan keluaran pendingin gas helium bertemperatur 950OC sehingga dapat digunakan untuk produksi hidrogen dan atau unit industri proses lainnya secara kogeneratif. Luaran gas helium bertemperatur sangat tinggi ini akan menimbulkan tegangan termal pada bola bahan bakar yang mengancam integritas sistem pengungkungan produk fisi di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis termal-aliran untuk mengetahui distribusi temperatur dan aliran pendingin gas helium dalam kisi bahan bakar bola. Salah satu cara terbaik untuk melakukan analisis termal-aliran adalah dengan pemodelan tiga dimensi menggunakan perangkat lunak komputasi dinamika fluida (computational fluid dynamics yang teruji. Dalam penelitian ini digunakan perangkat lunak FLUENT 6.3. Analisis termal aliran pada kisi bola bahan bakar dilakukan dengan memodelkan dinamika fluida pendingin dengan perpindahan panas kombinasi tiga moda, konduksi, konveksi dan radiasi, serta mempertimbangkan adanya turbulensi aliran gas. Model Discret Ordinate dan Reynolds-Averaged Navier-Stokes (RANS masing-masing digunakan dalam perhitungan perpindahan panas radiasi dan turbulensi. Dari distribusi temperatur bola bahan bakar hasil pemodelan CFD dengan aliran turbulen pada pendinginnya diketahui bahwa temperatur maksimum bahan bakar bola mencapai 1036,1OC. Temperatur setinggi ini masih jauh dari temperatur yang dapat menyebabkan kegagalan pengungkungan produksi fisi, yaitu 1600OC. Kata kunci: pemodelan pendinginan, model kisi kubus sederhana, reaktor kogenerasi, RGTT, komputasi dinamika fluida   In accordance to the Presidential Regulation No.5/2010, PTRKN-BATAN develops two variants

  6. KINERJA KATALIS Ag/Al2O3 UNTUK REDUKSI NOx

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rakhman Sarwono

    2012-02-01

    Full Text Available NOx merupakan hasil samping dari suatu reaksi pembakaran. NOx merupakan gas yang beracun sangat berbahaya terhadap kesehatan manusia dan hewan bila terhirup pada waktu bernafas. Untuk mengurangi kadar NOx pada gas buang, banyak penelitian diarahkan pada reduksi NOx dengan katalis secara selektif dengan hidrokarbon dan oksigen berlebihan. Katalis yang digunakan adalah katalis alumina (Al2O3 yang didapat dari katalis komersial (AlO1-7 dan katalis hasil sintesa (ALOA. Katalis Ag/Al2O3 didapat dengan memasukkan logam Ag ke dalam alumina (Al2O3 dengan cara impregnasi dengan larutan perak nitrat. Katalis diuji aktifitasnya pada reaktor fixed bed yang diluarnya terdapat pemanas yang bisa diatur suhunya. Reaktan seperti gas NO, C2H4  dan oksigen dimasukkan kedalam reaktor dengan laju yang ditentukan. Hasil reaksi dianalisa dengan gas chromatography dan dicatat pada recorder, selanjutnya bisa ditentukan kuantitas dan prosentase konversinya. Katalis alumina  ALOA mempunyai kemampuan mereduksi NO dengan konversi  sekitar 40-45% gas NO menjadi N2. Loading logam perak (Ag kedalam Al2O3 sebesar 2-3% berat menambah daya reduksi NO menjadi sekitar 45-50% pada suhu 500oC. Pada umpan NO + C2H4  + O2  reaksi reduksi terjadi pada suhu 300oC, sedangkan pada umpan NO + C2H4   (tanpa oksigen reaksi reduksi baru terjadi pada suhu 450oC, dengan demikian adanya oksigen sangat berperan dalam proses reduksi NOx. Reaksi peruraian C2H4 menjadi COx berkebalikan dengan kinerja katalis pada proses reduksi NOx

  7. TENAGA SURYA DAN ARSITEKTUR: SUATU ANALISIS LINGKUNGAN DAN PERANCANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Harso Karyono

    2003-01-01

    Full Text Available This paper discusses the potential use of solar energy in building as an alternative solution of energy resources to reduce the negative impact in burning fossil fuels to the environment. It higlights the positive aspects in environment by generating solar energy and also discusses the aesthetical values in employing solar panels on buildings. Abstract in Bahasa Indonesia : Isue mengenai pemanasan bumi yang diakibatkan oleh produksi gas karbon dioksida sebagai akibat pembakaran bahan bakar minyak (minyak bumi, batu bara, gas alam memaksa ilmuwan, pakar energi, akhli lingkungan, serta pihak-pihak lain yang terkait untuk ikut memikirkan penggunaan energi alternatif yang aman. Tenaga nuklir yang tidak menghasilkan gas buang semacam karbon dioksida, ternyata bukan merupakan solusi energi alternatif yang baik karena meninggalkan sampah radioaktif yang belum ada solusi pembuangan yang diangap aman untuk masa yang akan datang. Tenaga surya, yang umumnya sudah digunakan secara tradisional sejak ratusan abad yang silam, perlu mendapat perhatian. Pemanfaatan tenaga surya baik secara pasif maupun aktif bagi bangunan perlu mendapat perhatian dari para arsitek. Pemanfaatan tenaga surya secara aktif, dimana tenaga surya dikonversikan terlebih dahulu menjadi tenaga listrik dengan solar sel, seyogyanya tidak berdiri sendiri, perlu diintegrasikan dengan aplikasi perancangan secara pasif. Perancangan secara aktif bertujuan untuk mengurangi beban listrik yang berasal dari minyak bumi - secara langsung mengurangi jumlah gas karbon dioksida yang dibuang ke udara, sedangkan perancangan pasif bertujuan untuk mengurangi beban penggunaan energi listrik - yang berasal dari sumber listrik apapun - di dalam bangunan. Makalah ini membahas isue yang diutarakan diatas, dimana pada akhirnya memberikan contoh dari suatu karya arsitektur yang dianggap berhasil dalam mengaplikasikan strategi perancangan secara aktif (menggunakan solar sel serta tidak meninggalkan sterategi

  8. PELANGGARAN CP UNTUK BAURAN PARTIKEL Bs;d DENGAN MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA TEORI PELANGGARAN FLAVOR MINIMAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moch Bayu

    2014-10-01

    Full Text Available Meson merupakan partikel yang disusun oleh satu quark (materi dan satu anti-quark (anti-materi yang terikat gaya nuklir kuat. Ada tiga partikel meson yang istimewa: meson B, meson D, dan meson K. Terpisah dari pembahasan meson D dan meson K. Meson B merupakan salah satu bagian dari keluarga partikel hadron yang sampai saat ini masih menjadi teka-teki oleh para fisikawan partikel. Salah satu masalah pada meson B adalah partikel ini mengalami pelanggaran CP pada saat meluruh. Hal ini mengidentifikasikan bahwa massanya mengalami bauran atau lebih tepatnya terdapat nilai asimetri antara keadaan materi dan keadaan antimaterinya. Suatu model atau pendekatan telah dikembangkan oleh para fisikawan untuk menyelidiki sacara teoritis terkait karakteristik partikel elementer, termasuk meson B. Model ini tidak lain dinamakan pelanggaran flavor minimal (MFV, yang mana ide dasarnya mengkaji keadaan suatu materi pada skala energi TeV (Tera electron Volt. Dengan menggunakan metode ini, bentuk operator, bentuk Lagrangian, kehadiran pelanggaran CP, dan bauran untuk partikel Bs;d dalam kerangka kerja teori pelanggaran flavor minimal dapat diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bentuk operator bauran dapat dikontruksi dari kombinasi kopling Yukawa MFV, sedangkan bentuk Lagrangiannya dapat diperoleh dari bentuk operator bauran yang merupakan kombinasi linier dari konstanta ci. Jika enam koefisien c1, c2, c3, c4, c5 dan c6 didapat, maka harga M12 akan bisa ditentukan. Dari enam koefisien operator ini akan menyebabkan efek dalam partikel mixing Bs,d, jika .Untuk mengetahui ada tidaknya pelanggaran CP pada kasus ini bisa dilihat pada nilai fase, . Bila terdapat suatu pelanggaran CP, maka nilai fase haruslah . Sebaliknya jika, , maka tidak akan terjadi pelanggaran CP.

  9. PEMBUATAN SUMBER RADIASI GAMMA 137Cs DENGAN AKTIVITAS 20 mCi DARI PEB U3Si2-Al PASCA IRADIASI DALAM CONTAINER STAINLESS STEEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN SUMBER RADIASI GAMMA ISOTOP 137Cs DENGAN AKTIVITAS 20 mCi DARI PEB U3Si2-Al PASCA IRADIASI DALAM CONTAINER STAINLESS STEEL. Kegiatan uji pasca iradiasi pelat elemen bakar (PEB U3Si2-Al banyak menghasilkan larutan dengan keaktifan yang sangat tinggi. Larutan tersebut mengandung isotop 137Cs, uranium serta transuranium yang mempunyai waktu paroh panjang dan berbahaya bagi lingkungan. Namun larutan tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan sumber radiasi sinar gamma isotop 137Cs. Hal ini dapat membantu bidang industri dalam memenuhi kebutuhan sumber radioaktif dalam negeri karena selama ini kebutuhan isotop 137Cs di Indonesia masih tergantung dari industri luar negeri. Selain itu, pengadaan dan transportasi isotop 137Cs dari luar negeri serta dalam penggunaannya memerlukan persyaratan yang cukup ketat dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (BAPETEN, sehingga menyebabkan harga isotop 137Cs menjadi mahal sampai di Indonesia. Dengan alasan tersebut, BATAN sebagai lembaga litbang nuklir di Indonesia perlu mempelajari pembuatan sumber radiasi gamma isotop 137Cs dari larutan hasil pengujian bahan bakar nuklir U3Si2-Al pasca iradiasi. Manfaat isotop 137Cs sangat luas antara lain digunakan dalam menganalisis sampel lingkungan, industri migas, konstruksi, radiografi, perikanan, rumah sakit dan pertambangan. Pembuatan sumber radiasi gamma isotop 137Cs dimulai dari pengumpulan larutan hasil pengujian PEB U3Si2-Al. Larutan larutan hasil pengujian mengandung isotop 137Cs dan isotop lainnya dikumpulkan menjadi satu dalam botol dengan volume 65 mL. Pemisahan isotop 137Cs dari hasil fisi lainnya dilakukan dengan metode penukar kation menggunakan zeolit Lampung dengan berat 45 gr. Hasil pemisahan diperoleh 137Cs-zeolit dalam fasa padat dan isotop lainnya berada dalam fasa cair. Padatan137Cs-zeolit kering kemudian kemudian ditimbang dan diukur aktivitasnya menggunakan spektrometer

  10. PENGEMBANGAN ALAT PERAGA GAYA GESEK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B. Hartati

    2012-01-01

    Full Text Available Hasil belajar fisika konsep gaya gesek pada bidang belum bisa mencapai 85% dari nilai batas tuntas 64 (KKM Fisika Kelas X SMAN 2 Pekalongan, disebabkan karena gaya gesek sulit divisualisasikan, belum ada alat peraga yang memadai, dan peserta didikkurang aktif dalam pembelajaran. Tujuan yang hendak dicapai melalui kajian penelitian ini adalah untuk mendapatkan alat peragagaya gesek pada bidang yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian pengembangan ini dilakukan melalui:identifikasi masalah, kajian teori alat peraga, identifikasi alat peraga yang ada, pembuatan alat peraga, ujicoba tahap 1, analisisalat, perbaikan alat, ujicoba alat tahap 2, analisis hasil belajar. Subjek yang diteliti adalah peserta didik kelas X SMA N 2Pekalongan sebanyak 34 responden. Data berpikir kritis diperoleh menggunakan lembar pengamatan. Data dianalisis secaradeskriptif dan menggunakan uji t. Hasil pengujian alat menunjukkan bahwa pengembangan alat peraga tersebut secara signifikanmampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dan hasil belajar. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji peningkatanketerampilan berpikir kritis dengan uji t diperoleh thitung = 5,389 dengan taraf signifikansi 0,05. Kegiatan praktikum menggunakanalat peraga gaya gesek hasil pengembangan secara nyata juga mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik dari 65,24 naikmenjadi 70,63. Learning achievement of physics on friction force on a plane concept has not been reached 85% from the mastery limit mark of 64. Itwas due to the difficulty of visualization of friction force, no suitable teaching aid, and inactive students in learning. The purpose ofthis study is to find the teaching aid of friction force on a plane which can increase critical thinking skill of student. This research wasperformed through nine steps; those were problem identification, study of teaching aid theory, identification of available teachingaid, teaching aid fabrication, first trial of

  11. Perkembangan Pola Pemecahan Masalah Anak Usia Sekolah dalam Memecahkan Permasalahan Ilmu Pengetahuan Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E. Juliyanto

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian yang mengungkap pola pemecahan masalah sudah banyak dilakukan, tetapi belum ada yang mengungkap perkembangan pola pemecahan masalah manusia, khususnya untuk pemecahan masalah dalam bidang fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan pola pemecahan masalah pada anak usia sekolah. Data penelitian diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara dengan mengajukan permasalahan yang berkaitan dengan fisika dalam kehidupan sehari-hari. Jenis Penelitian ini adalah studi perkembangan dengan metode Cross-Sectional. Subyek penelitian ini berjumlah 25 orang anak usia sekolah kelas IV SD hingga kelas XII SMA, dengan mengambil tiga orang setiap tingkatan kelas kecuali kelas XII SMA yang hanya diambil satu orang. Hasil studi ini menunjukkan pada anak rentang kelas IV SD hingga XII SMA ditemukan empat pola pemecahan masalah, yaitu Intuitive Problem Solving, Primitive Problem Solving, Hipotetic Problem Solving, dan Expert Problem Solving. Pola-pola tersebut menunjukkan sebuah tahapan perkembangan pemecahan masalah pada anak usia sekolah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan memecahkan masalah berkembang seiring perkembangan manusia. ABSTRACTThere are many study to reveal pattern of problem solving, but there is no study that reveal the development of human problem solving, especially in physics problem solving. This study aims  at describing the development of problem solving pattern of school-age children. Data were obtained through a written test and interview by asking question related to daily physics problem. This study was study of the development that used the Cross-Sectional method. Subject of this study were 25 school-age children of fourth grade until twelfth grade. There were three students taken from each grade level except the twelfth grade which was only supports by onestudent. Results of this study showed that there were four patterns of problem solving of fourth grade until twelfth grade

  12. Perkembangan Pola Pemecahan Masalah Anak Usia Sekolah dalam Memecahkan Permasalahan Ilmu Pengetahuan Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E. Juliyanto

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian yang mengungkap pola pemecahan masalah sudah banyak dilakukan, tetapi belum ada yang mengungkap perkembangan pola pemecahan masalah manusia, khususnya untuk pemecahan masalah dalam bidang fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan pola pemecahan masalah pada anak usia sekolah. Data penelitian diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara dengan mengajukan permasalahan yang berkaitan dengan fisika dalam kehidupan sehari-hari. Jenis Penelitian ini adalah studi perkembangan dengan metode Cross-Sectional. Subyek penelitian ini berjumlah 25 orang anak usia sekolah kelas IV SD hingga kelas XII SMA, dengan mengambil tiga orang setiap tingkatan kelas kecuali kelas XII SMA yang hanya diambil satu orang. Hasil studi ini menunjukkan pada anak rentang kelas IV SD hingga XII SMA ditemukan empat pola pemecahan masalah, yaitu Intuitive Problem Solving, Primitive Problem Solving, Hipotetic Problem Solving, dan Expert Problem Solving. Pola-pola tersebut menunjukkan sebuah tahapan perkembangan pemecahan masalah pada anak usia sekolah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan memecahkan masalah berkembang seiring perkembangan manusia. ABSTRACTThere are many study to reveal pattern of problem solving, but there is no study that reveal the development of human problem solving, especially in physics problem solving. This study aims  at describing the development of problem solving pattern of school-age children. Data were obtained through a written test and interview by asking question related to daily physics problem. This study was study of the development that used the Cross-Sectional method. Subject of this study were 25 school-age children of fourth grade until twelfth grade. There were three students taken from each grade level except the twelfth grade which was only supports by onestudent. Results of this study showed that there were four patterns of problem solving of fourth grade until twelfth grade

  13. PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROSES DAN PEMAHAMAN SISWA KELAS X MELALUI KIT OPTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Widayanto

    2011-09-01

    Full Text Available Keterampilan proses sains sangat diperlukan sebagai dasar agar siswa mampu memecahkan masalah. Ketrampilan proses sains dapat dilatihkan melalui kegiatan laboratorium. Dengan memanfaatkan kit optik peneliti bertujuan meningkatkan keterampilan proses sains dan pemahaman materi fisika bagi siswa SMA. Subyek penelitian adalah siswa kelas X-C SMA 3 Sragen tahun ajaran 2006/2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan kit optik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan proses sains siswa. Skor rata-rata pemahaman siswa pada siklus I sebesar 73,27 dengan ketuntasan belajar secara  klasikal  sebesar  80,49%,  sedangkan  siklus II  skor  rata-rata  adalah  84,20  dengan  ketuntasan klasikal  sebesar  100%. Sedangkan prosentase rata-rata keterampilan proses sains siswa pada siklus I sebesar 77,37% dan siklus II sebesar 87,36%.The science process skills play an important role as basic for students in solving their problems and can be developed through laboratory activities. By using optical kit, we aim increasing science process skill and understanding physics matter for students. The research subject is X-C Class Senior High School 3 Sragen academic year 2006/2007. The research result show that the use of optical  kit  in  the  learning  can increase  understanding  and  science  process  skill  of students.  The  average  score  of  students understanding at cycle I equals to 73,27 with mastery of learning as much as 80,49%, while that of the cycle II equals to 84,20% with the classically mastery of learning 100%. In addition, the average percentages of students science process skill at cycle I and II are 77,37% and 87,36% respectively© 2009 Jurusan Fisika FMIPA UNNES SemarangKeywords: mastery of learning; optical kit; learning process

  14. SIMULASI PERHITUNGAN REFLEKSI CAHAYA OLEH PERMUKAAN SEL SURYA SILIKON : STUDI PENGARUH PENAMBAHAN LAPISAN ANTI REFLEKSI ZINC OKSIDA (ZnO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Suhandi

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan simulasi perhitungan untuk mendapatkan gambaran pengaruh penambahan lapisan anti refleksi ZnO terhadap persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon. Proses perhitungan dilakukan dengan bantuan software Sigma Plot. Perhitungan menggunakan konsep-konsep dasar fisika terkait optika, diantaranya konsep refleksi dan transmisi gelombang cahaya ketika melewati bidang batas dua medium yang berbeda kerapatan optiknya, konsep polarisasi cahaya, dan konsep anti refleksi. Hasil simulasi perhitungan menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya bergantung pada panjang gelombang cahaya datang (. Persen refleksi turun dari dari 38% ketika permukaan sel surya Silikon tidak dilapisi lapisan antirefleksi ZnO menjadi sekitar 15 % setelah permukaan sel surya silikon dilapisi lapisan ZnO dengan ketebalan sekitar 110 nm. Hasil lainnya menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon yang telah dilapisi lapisan anti refleksi ZnO nilainya bervariasi bergantung pada ketebalan lapisan anti refleksi yang digunakan. Dalam rentang data simulasi, ketika tebal lapisan anti refleksi ZnO ditingkatkan, persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya turun, namun ketika ketebalan lapisan anti refleksi ditingkatkan lagi, ternyata persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya naik kembali. Keadaan ini menunjukkan adanya nilai ketebalan lapisan anti refleksi optimum yang menghasilkan persen refleksi cahaya oleh sel surya bernilai minimum. Penurunan persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya akan meningkatkan persen transmisi cahaya menuju lapisan aktif sel surya, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi konversi sel surya Silikon.

  15. Kajian Metode Power Teaching sebagai Alternatif Metode Pembelajaran Sains di Kelas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Nursulistiyo

    2014-04-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan untuk studi pustaka mengenai metode pembelajaran Power teaching. Power teaching adalah metode pembelajaran dengan mengacu pada lima langkah pembelajaran yaitu 1. Class “Yes”, 2. Classroom rules (aturan di dalam kelas, 3. Teach “Okay” (Ajar “Oke”, 4. The Scoreboard, 5. Hands and eyes (tangan dan mata dan Mirror (pencerminan, 6. Switch. Power teaching sesuai dengan kerucut pengalaman Edgar Dale dan memberikan kontribusi kontribusi 70-90 % dari apa yang dikatakan dan dilakukan karena siswa melakukan pembicaraan (giving a talk atau presentasi dramatik kepada siswa lainya. Metode Power teaching ini cocok digunakan dalam proses pembelajaran sains/fisika dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini 1. Konsep yang mudah dipahami dapat diajarkan langsung oleh guru, 2. Konsep yang cukup sulit dapat diajarkan dengan memerintahkan siswa membaca dan memahami kemudian baru mengajarkan kepada teman sebayanya, 3. Evaluasi hendaknya dapat dilakukan untuk mengecek pemahaman siswa karena pembelajaran yang tergolong cepat dan kemungkinan terjadi miskonsepsi, 4. Konsep diajarkan secara bertahap dimana setiap tahapan dijelaskan oleh guru dan dipahami oleh siswa sehingga siswa mendapatkan pemahaman yang utuh dan dimengerti pada akhirnya, 5. Materi yang terlampau sulit bagi siswa harus dipikirkan ulang bagaimana menganjarkanya kepada siswa dengan metode ini.

  16. PENGARUH PERMASALAHAN ISOMORFIK TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH MATERI GERAK HARMONIS SEDERHANA SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahfidatul Husniyah

    2017-03-01

    Full Text Available Abstract: Isomorphic problems are problems having different feature but same concept. Isomorphic problems can help students to identify concepts and the relevant information in problem solving process. The purpose of this study are to know student’s problem solving skills, to know the student’s difficulties in solving isomorphic problems, and to know the effect of isomorphic problem on student’s problem solving skill. This research used a mixed methods approach with the embedded design. The study was conducted on XI grade SMAN 5 Malang consist of 32 students. Physics concepts that were studied are simple harmonic motion. Key words: isomorphic problems, problem solving skill, simple harmonic motion   Abstrak: Permasalahan isomorfik adalah permasalahan yang memiliki perbedaan besaran dalam soal namun memiliki konsep sama. Permasalahan isomorfik dapat membantu siswa mengidentifikasi konsep dan informasi yang relevan dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah siswa, kesulitan siswa dalam menyelesaikan permasalahan isomorfik, dan pengaruh permasalahan isomorfik terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan embedded design. Penelitian dilakukan di kelas XI IPA 5 SMAN 5 Malang dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa. Konsep fisika yang dipelajari adalah gerak harmonis sederhana. Kata kunci: permasalahan isomorfik, keterampilan pemecahan masalah, gerak harmonis sederhana

  17. Pengaruh Ukuran Arang Aktif Ampas Tebu sebagai Biomaterial Pretreatment terhadap Karakteristik Biodiesel Minyak Jelantah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatik Farihah

    2013-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi yang saat ini semakin terbatas jumlahnya. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, biodiesel lebih ramah lingkungan, dapat diperbaharui karena berasal dari minyak nabati, serta memiliki titik nyala yang tinggi sehingga aman dari bahaya kebakaran. Proses pembuatan biodiesel dalam penelitian ini dilakukan secara transesterifikasi yakni dengan mencampurkan minyak jelantah dengan methanol serta KOH sebagai katalisnya. Untuk meningkatkan kualitas biodiesel, untuk menurunkan kandungan Free Fatty Acid (FFA pada minyak jelantah dengan menambahkan arang aktif ampas tebu sebagai biomaterial yang mampu menyerap FFA pada minyak jelantah. Aktivasi arang aktif ampas tebu dilakukan secara kimia dengan aktivator H3PO4 12,5 % serta aktivasi fisika dengan pemanasan 800oC selama 2 jam. Variasi ukuran arang aktif yang digunakan adalah 100 mesh (149 µm, 200 mesh (74µm, 325 mesh (44µm, dan 400 mesh (37µm. Pretreatment tersebut telah menunjukkan bahwa terjadi penurunan FFA minyak jelantah. Hasil pengukuran FFA menunjukkan bahwa pretreatment dengan ukuran arang aktif 325 mesh cukup efektif menurunkan nilai FFA sebesar 0,03% dari FFA semula 0,1%. Densitas, titik nyala, titik kabut, dan titik tuang biodiesel yang dihasilkan telah memenuhi standar SNI yaitu 862-870 kg/m3 untuk densitas, titik nyala > 171oC, titik kabut 15 oC, dan titik tuang 10,7 oC, sedangkan viskositas yang diperoleh belum memenuhi standar dengan nilai di atas 7,665 cSt.

  18. PENGARUH MODEL INKUIRI ILMIAH TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP PADA MATERI KALOR DALAM KEHIDUPAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairani Muslim

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menguasai konsep IPA melalui proses penemuan langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model inkuiri ilmiah terhadap peningkatan Keterampilan Proses Sains siswa (KPS. Metode penelitian adalah quasi eksperimen dengan model pretest and postest control group design. Penelitian dilakukan di salah satu SMP di Kota Padang di kelas VII. Proses pembelajaran dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan. Pembelajaran dikolaborasikan dengan tipe pembelajaran connected yang menggabungkan konsep belajar Fisika, Kimia dan Biologi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal esai, kuesioner, lembar observasi KPS, dan format wawancara. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji rata perbedaan (sampel independen t-test atau Mann-Whitney dengan bantuan software SPSS 16 for Windows dan Microsoft Excel 2007. Berdasarkan hasil perbedaan rerata  N  gain siswa pada model pembelajaran inkuiri ilmiah dan inkuiri pada kemampuan KPS siswa  memperoleh hasil  sig uji (dua tailed 0.386 ≥ (α 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model inkuiri ilmiah dan inkuiri terbimbing dapat meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa.

  19. Peningkatan Prestasi Siswa pada Konsep Fluida Statis dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray (TS–TS Bervariasi Demonstrasi di Kelas XI IPA SMA Negeri 5 Yogyakarta TA 2012–2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadiyah Suryani

    2014-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar fisika konsep fluida statis pada siswa kelas XI IPA SMA N 5 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 melalui model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS bervariasi demonstrasi. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas XI IPA2 yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research sebanyak 2 siklus, dimana setiap siklus meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan (obsservasi dan refleksi. Siklus 1 Peneliti melakukan demonstrasi pada materi tekanan kemudian siswa berdiskusi sesuai dengan kelompok dan sharing antar kelompok. Dua siswa bertamu(stray ke kelompok lain dan 2 siswa tetap(stay berada di kelompok untuk menerima kedatangan dari kelompok lain.Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok dan hasil sharing dengan kelompok lain. Dari hasil tes pada siklus 1 menunjukkan hasil yang belum memuaskan karena ada 15 siswa yang belum tuntas dan kurangnya partisipasi siswa dalam belajar kelompok dan kurang tertib ketika pelaksanaan sharing antar kelompok. Maka diadakan siklus 2 dengan materi hukum Archimedes, teknik pelaksanaan sama seperti siklus 1, siswa dapat lebih berpartisipasi aktif dalam kelompok dan pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran berlangsung lebih tertib, siswa tampak termotivasi dalam belaja, hal ini tampak pada saat siswa berdiskusi.. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model two stay two stray bervariasi demonstrasi dapat meningkatkan prestasi siswa. Tiap siklus ada peningkatan hasil belajar, yaitu siklus 1 presentasi ketuntasan42% , siklus 2 presentase ketuntasan 83% sehingga ada kenaikan hasil belajar sebesar 41%.

  20. PEMODELAN RESISTIVITAS BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN METODE MAGNETOTELLURIK (STUDI DAERAH GUNUNGMERAKSA-TASIM, SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endar Widi Sugiyo

    2013-11-01

    Full Text Available Geofisika merupakan ilmu yang mempelajari bumi dengan menggunakan prinsip-prinsip fisika, salah satu metode dalam geofisika adalah metode magnetotellurik yang memanfaatkan konsep elektromagnetik. Data magnetotellurik yang diperoleh dari akuisisi di lapangan tidak lepas dari gangguan noise sehingga perlu dilakukan pengolahan data. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengolahan data magnetotellurik sehingga diperoleh model penampang resistivitas secara 2-dimensi di daerah Gunung Meraksa-Tasim, Sumatera Selatan. Metode magnetotellurik merupakan metode eksplorasi geofisika pasif dimana dilakukan pengukuran medan listrik dan medan magnet alami yang berubah-ubah dalam fungsi waktu. Data akuisisi lapangan diolah dengan menggunakan software SSMT 2000 dan MT-Editor serta diinversi dengan menggunakan software WinGLink. Hasil pengolahan data berupa grafik apparent resistivity dan phase dalam fungsi frekuensi. Model resisitivitas terhadap kedalaman diperoleh dari hasil inversi yang menunjukan struktur berupa lipatan, pendugaan patahan dan struktur berlapis-lapis dari resisitivitas bawah permukaan daerah penelitian. Struktur berlapis-lapis disebabkan karena proses pembentukan daerah penelitian yang merupakan daerah cekungan sedimen.

  1. MODIFIKASI SENSOR KECEPATAN ANGIN BEDA SUHU BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN TRANSMISI JARAK JAUH SEBAGAI PENGUKUR POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. A. Harnawan

    2011-10-01

    Full Text Available Modifikasi sensor kecepatan angin beda suhu bertujuan untuk memperbaiki kinerja sensor dengan menstabilkan prosespenginderaan kecepatan angin dan transmisi data jarak jauh, yang dilakukan dengan menambahkan mikrokontroler AT89S52sebagai basis operasi, rangkaian transmisi jarak jauh dengan jarak 15 m menggunakan level data RS232 dan juga dilengkapidengan rangkaian ADC0808 terkendali mikrokontroler, pada akhirnya sensor dapat berfungsi lebih baik. Pengujian lapangansensor menunjukkan kecepatan angin di sekitar Laboratorium Pengembangan Fisika berfluktuasi antara 0,25 m/s sampai 0,35m/s Detector made in this study is a black box camera made of aluminum. This detector is made of aluminum plate 2-mm thick, a box of(20x15x30 cm, with the following components: the detector panels, paper, film / photography, and sources of ionizing radiation withradiation. Interaction between ionizing radiation and film paper produces a shadow on the paper trail showing blackened after beingwashed. The blackening of radiation attenuation, absorption with at least translucent material produces a shadow on the paper film,with variation of exposure time, the absorbent material and distance, the detector can be using ionizing radiation submer qualitativetests. Camera conclusively prove can be used as a learning tool in the core content and radioactivity in high school.Keywords: detector, ionizing radiation, learning tool

  2. IMLEMENTASI SIMULASI PhET DAN KIT SEDERHANA UNTUK MENGAJARKAN KETERAMPILAN PSIKOMOTOR SISWA PADA POKOK BAHASAN ALAT OPTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Prihatiningtyas

    2013-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menuntaskan hasil belajar psikomotor fisika siswa dengan penerapan simulasi PhET dan KIT sederhana pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik sesuai dengan RPP, hasil psikomotor kelas eksperimen 1 dengan menggunakan simulasi PhET dan kelas eksperimen 2 dengan menggunakan KIT sederhana dapat menuntaskan hasil belajar siswa, serta respon siswa terhadap pembelajaran positif. Berdasarkan hasil temuan di atas dapat disimpulkan bahwa implementasi simulasi PhET dan KIT sederhana untuk mengajarkan keterampilan psikomotor siswa pada pokok bahasan alat optik dapat menuntaskan hasil belajar psimotor siswa. This study aims to resolve learning outcomes physics psychomotor of students with the application of PhET simulations and simple KIT on students. The results showed that implementation of learning  going well according to the lesson plan, student who are in the experimental class 1 using PhET simulation and the experimental class 2 using a simple KIT could complete the learning outcomes, and student respond to learning was positive. According to the finding above it could be conclude that the implementation PhET simulation and simple KIT to teach psychomotor skills of students on the subject of optical can to complete psychomotor learning outcomes of students.

  3. Analisis Kualitas dan Pengelolaan Mata Air di Sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP Desa Sikunang Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heri Setianto

    2016-10-01

    Full Text Available Pemantauan kualitas air sangat penting untuk dilakukan karena mataair yang dikonsumsi masyarakat diduga telah mengalami pencemaran. Pencemaran diduga berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk yang mengandalkan mataair di sekitar pembangkit listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah (1 Menganalisis kualitas mataair di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo dengan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (2Mengetahui pengelolaan pemanfaatan mataair yang ada di Desa Sikunang. Penelitian deskriptif digunakan untuk mendiskripsikan kualitas  air dari mataair serta menggambarkan bentuk aktivitas pengelolaan air yang dilakukan oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Sensus mataair dalam penelitian ini berjumlah 10 mataair. Penentuan responden dengan menggunakan Proporsional Random Sampling terhadap 70 masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Sikunang. Wawancara mendalam melibatkan narasumber dengan sistem snowbolling, dengan mencari informan kunci. Hasil penelitian (1 Kualitas mataair di Desa Sikunang masih berada pada kondisi yang normal dilihat dari sifat fisika, dan kimia, sedangkan kualitas mataair berdasarkan kondisi biologis berada pada kondisi yang kurang baik karena berada dibawah  ambang batas aman. Tidak terjadi pencemaran pada mataair yang disebabkan karena pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang berada di Desa Sikunang. (2 Pengelolaan mataair di Desa Sikunang masih bersifat sangat sederhana dari segi sarana dan prasarana, kelembagaan, pembiayaan dan aspek peraturannya. Pengelolaan mataair di Desa Sikunang lebih mengedepankan fungsi sosial dari pada fungsi ekonomi dan lingkungan. Fungsi sosial yang dimaksud antaralain kerja sama, saling menghormati, gotong royong, kebersamaan, serta mengedepankan kepentingan bersama dalam pengelolaan mataair.

  4. CIRCUMFERENTIAL INHOMOGENITY ANALYSIS IN G.A. SIWABESSY REACTOR’S PRIMARY COOLING PIPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roziq Himawan

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRACT In the in-service inspection conducted to G.A. Siwabessy reactor’s primary cooling system pipe, it was found the presence of inhomogenity inside of welding part. To verify whether the inhomogenity could be tolerated or not, comparative data from welding pre-service inspection is needed. Unfortunately, this weld wasn’t covered in pre-service inspection. Therefore, this inhomogenity needs to be analyzed. The purpose of this study is to evaluate the stress intensity factor of the inhomogenity, whether it is within a limit value or not and to predict the crack growth. Analysis were performed based on fracture mechanics theory using parameter of stress intensity factor. Two models were used for calculation approach that are plane crack model and semi-elliptic crack model. Hence, in order to predict the length of inhomogenity in the future, crack growth calculations were performed. The results showed that stress intensity values from both two models are remain below fracture toughness value of pipe’s material. Besides that, stress intensity factor from plane crack model is higher than those from semi-elliptic crack model. Under consideration that inhomogenity has an arc shape in actual, thus, stress intensity factor from this inhomogenity still low enough compare to the fracture toughness. Crack growth calculation’s results showed that after 300th cycle of loading, the length of inhomogenity reaches approximately 2 mm. Based on operation data of G.A. Siwabessy reactor, 300 cycle number is corresponds to 30 years operation. Based on these results it could be concluded that the presence of inhomogenity in the welding part does not affect the structure’s integrity of piping system. Keywords : Inhomogenity, fracture mechanics, fracture toughness, stress intensity factor, crack growth   ABSTRAK Pada pelaksanaan in-service inspection terhadap perpipaan sistem pendingin primer reaktor G.A. Siwabessy diketahui adanya inhomogenitas pada

  5. Current Status of VHTR Technology Development

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    David Petti; Hans Gougar; Richard Wright; William Windes; Steve Herring; Richard Schultz; Paul Humrickhouse

    2010-10-01

    Abstract – High Temperature Gas-cooled Reactors (HTGRs) featuring particle fuel reached the stage of commercial deployment in the mid-1980s with the Fort St.Vrain and Thorium HochTemperatur Reaktor feeding electricity to the grids in the United States and West Germany, respectively. The technology was then adopted by Japan and China with the operation of the High Temperature Test Reactor in Oarai, Japan and the High Temperature Reactor (HTR-10) in China. Increasing the outlet temperature of the HTGR to even higher temperatures above 900°C will improve the thermodynamic efficiency of the system and enable application of a new class of gas reactor, the very high temperature reactor, to provide process heat, electricity, and hydrogen to chemical industries with the attendant benefits of improved energy security and reduced CO2 emissions. However, the increase in coolant outlet temperature presents a number of technical challenges associated with fuel, materials, power conversion, and analysis methods for the reactor and hydrogen production. The U.S. Department of Energy is sponsoring a broad program of research and development with a goal of addressing the technical challenges over a broad range of outlet temperatures as part of the Next Generation Nuclear Plant Project. This paper describes the research and development activities that are currently underway to realize the technologies needed for an HTGR that features outlet temperatures of 750 to 950°C.

  6. Review: Joachim Radkau / Lothar Hahn (2013: Aufstieg und Fall der deutschen Atomwirtschaft

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wild, Franziska

    2014-08-01

    Full Text Available Die deutsche Energiewirtschaft befindet sich im Umbruch. Der katastrophale Reaktor-Unfall von Fukushima hat nach dem Atomausstiegsbeschluss der rot-grünen Bundesregierung im Jahr 2005 und der Rücknahme desselben unter der schwarz-gelben Bundesregierung 2009 zu einer erneuten Kehrtwende der deutschen Energiepolitik geführt. Am 30. Juni 2011 stimmte der Bundestag dem neuen Atomgesetz der schwarz-gelben Bundesregierung zu, welches die endgültige Abschaltung von acht Anlagen und die Stilllegung der restlichen Kraftwerke bis zum Jahr 2022 vorsieht. Die beiden Autoren Joachim Radkau und Lothar Hahn geben mit dem vorliegenden Buch Aufstieg und Fall der deutschen Atomwirtschaft einen Einblick in „[d]as Auf und Ab der Atomkraft.“ (9. Sie stellen die „Atomeuphorie“ (60 der Anfangsjahre dem „zunehmenden Widerstand“ (326 und dem „endgültige[n] Aus“ (362 der Atomwirtschaft gegenüber. Die Autoren gehen auf divergierende Interessen und Ansätze ein und zeigen die Standpunkte von Industrie, Forschung, Politik und Öffentlichkeit auf. Dabei stellen sie die zentrale These auf, dass sich der Ausstieg aus der Atomenergie „teils offen, teils latent“ (396 bereits seit langem angekündigt hat. Radkau und Hahn legen einerseits einen Schwerpunkt auf die politischen und wirtschaftlichen Entscheidungsprozesse, andererseits geben sie einen Einblick in die Forschungsentwicklung der Kernreaktoren.

  7. Design of sample carrier for neutron irradiation facility at TRIGA MARK II nuclear reactor

    Science.gov (United States)

    Abdullah, Y.; Hamid, N. A.; Mansor, M. A.; Ahmad, M. H. A. R. M.; Yusof, M. R.; Yazid, H.; Mohamed, A. A.

    2013-06-01

    The objective of this work is to design a sample carrier for neutron irradiation experiment at beam ports of research nuclear reactor, the Reaktor TRIGA PUSPATI (RTP). The sample carrier was designed so that irradiation experiment can be performed safely by researchers. This development will resolve the transferring of sample issues faced by the researchers at the facility when performing neutron irradiation studies. The function of sample carrier is to ensure the sample for the irradiation process can be transferred into and out from the beam port of the reactor safely and effectively. The design model used was House of Quality Method (HOQ) which is usually used for developing specifications for product and develop numerical target to work towards and determining how well we can meet up to the needs. The chosen sample carrier (product) consists of cylindrical casing shape with hydraulic cylinders transportation method. The sample placing can be done manually, locomotion was by wheel while shielding used was made of boron materials. The sample carrier design can shield thermal neutron during irradiation of sample so that only low fluencies fast neutron irradiates the sample.

  8. Validation of CESAR Thermal-hydraulic Module of ASTEC V1.2 Code on BETHSY Experiments

    Science.gov (United States)

    Tregoures, Nicolas; Bandini, Giacomino; Foucher, Laurent; Fleurot, Joëlle; Meloni, Paride

    The ASTEC V1 system code is being jointly developed by the French Institut de Radioprotection et Sûreté Nucléaire (IRSN) and the German Gesellschaft für Anlagen und ReaktorSicherheit (GRS) to address severe accident sequences in a nuclear power plant. Thermal-hydraulics in primary and secondary system is addressed by the CESAR module. The aim of this paper is to present the validation of the CESAR module, from the ASTEC V1.2 version, on the basis of well instrumented and qualified integral experiments carried out in the BETHSY facility (CEA, France), which simulates a French 900 MWe PWR reactor. Three tests have been thoroughly investigated with CESAR: the loss of coolant 9.1b test (OECD ISP N° 27), the loss of feedwater 5.2e test, and the multiple steam generator tube rupture 4.3b test. In the present paper, the results of the code for the three analyzed tests are presented in comparison with the experimental data. The thermal-hydraulic behavior of the BETHSY facility during the transient phase is well reproduced by CESAR: the occurrence of major events and the time evolution of main thermal-hydraulic parameters of both primary and secondary circuits are well predicted.

  9. On the transmutation of Am in a fast lead-cooled system

    Indian Academy of Sciences (India)

    B P Kochurov; V N Konev; A Yu Kwaretzkheli

    2007-02-01

    Characteristics of the equilibrium fuel cycle for the core or a blanket of ADS having the structure of the core of a fast lead-cooled reactor of type BREST (Russian abbreviation for `Bystryy Reaktor so Svintsovym Teplonositelem') in a mode of americium transmutation are calculated. Americium loading was taken 5% of heavy atoms. Keeping the average multiplication factor the same as in a standard equilibrium cycle, reactivity swing over 1 year's microcycle is about 1%, that demands partial fuel reloading with a periodicity of about one month. For one year of operation, 61 kg of americium is destroyed, and due to increased 238Pu content, americium is mainly converted to fission products. Thus in a system of 1 GWt (thermal), 87 kg of americium can be transmuted yearly. The estimate of the reactivity void effect has shown that it increases to 0.6% almost linearly with the void fraction increasing up to 25% and reaches its maximum of 0.7% at a void fraction of about 50%. Application of similar strategy for ADS with a sub-criticality level ≈ 0.96–0.98 can essentially relax safety problems related to positive void effects.

  10. Fluidized-bed gasification of biomass: Conversion of fine carabon particles in the freeboard; Biomassevergasung in der Wirbelschicht: Umsatz von feinen Kohlenstoffpartikeln im Freeboard

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Miccio, F. [Ist. Ricerche sulla Combustione-CNR, Napoli (Italy); Moersch, O.; Spliethoff, H.; Hein, K.R.G. [Stuttgart Univ. (Germany). Inst. fuer Verfahrenstechnik und Dampfkesselwesen

    1998-09-01

    The conversion of carbon particles in gasification processes was investigated in a fluidized-bed reactor of the Institute of Chemical Engineering and Steam Boiler Technology of Stuttgart University. This reactor is heated electrically to process temperature, and freeboard coal particles can be sampled using an isokinetic probe. The fuel used in the experiments consisted of beech wood chips. The temperature and air rating, i.e. the main parameters of the process, were varied in order to investigate their influence on product gas quality and carbon conversion. The conversion rate is influenced to a significant extent by grain disintegration and discharge of carbon particles. In gasification conditions, a further conversion process takes place in the freeboard. (orig.) [Deutsch] In dieser Arbeit wird die Umsetzung von Kohlenstoffpartikeln unter Vergasungsbedingungen untersucht. Die Versuche wurden an einem Wirbelschichtreaktor des Instituts fuer Verfahrenstechnik und Dampfkesselwesen der Universitaet Stuttgart durchgefuehrt. Dieser Reaktor wird elektrisch auf Prozesstemperatur beheizt. Mit Hilfe einer isokinetischen Sonde koennen Proben von Kohlenstoffpartikeln im Freeboard genommen werden. Als Brennstoff wurden zerkleinerte Buchenholz-Hackschnitzel eingesetzt. Variiert wurden als Hauptparameter des Prozesses Temperatur und Luftzahl. Untersucht wurde der Einfluss dieser Parameter auf die Qualitaet des Produktgases und die Umsetzung des Kohlenstoffes. Kornzersetzungs- und Austragsvorgaenge von Kohlenstoffpartikeln spielen eine wichtige Rolle fuer den Kohlenstoffumsatz. Unter Vergasungsbedingungen findet im Freeboard eine weitere Umsetzung der Partikel statt. (orig.)

  11. EVALUASI PENGGUNAAN METILEN BIRU SEBAGAI MEDIATOR ELEKTRON PADA MICROBIAL FUEL CELL DENGAN BIOKATALIS ACETOBACTER ACETI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dani Permana

    2013-05-01

    Full Text Available Microbial fuel cell (MFC merupakan salah satu teknologi sel bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui. MFC memanfaatkan proses oksidasi senyawa kimia oleh biokatalis untuk menghasilkan energi listrik daya rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja MFC dengan dan tanpa mediator elektron metilen biru (MB menggunakan biokatalis Acetobacter aceti dan substrat glukosa agar diperoleh energi listrik. Metode yang dilakukan adalah peremajaan kultur A. aceti, persiapan inokulum, persiapan reaktor MFC, persiapan media MFC dengan substrat glukosa 2% dengan dan tanpa mediator MB, pencuplikan secara periodik, penentuan kurva pertumbuhan, arus, potensial, kerapatan daya, energi, kadar glukosa dan tingkat keasaman (pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFC dengan mediator menghasilkan kuat arus sebesar 0,040 mA, potensial 878 mV, kerapatan daya 0,395 mW/cm2, energi maksimum 3,685 kJ, pemanfaatan glukosa 93,02% dan pH akhir 3,33, sedangkan MFC tanpa mediator menghasilkan kuat arus 0,035 mA, potensial 773 mV, kerapatan daya 0,290 mW/cm2, energi maksimum 2,434 kJ, pemanfaatan glukosa 90,16% dan pH akhir 3,24. Perolehan kerapatan daya pada kedua jenis MFC masih tergolong kecil dan tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan mediator MB hanya berpengaruh terhadap perolehan potensial pada MFC dengan kondisi perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini.

  12. Investigations of coal ignition in a short-range flame burner using optical measuring systems; Untersuchungen zur Kohlezuendung am Flachflammenbrenner unter Verwendung optischer Messtechnik

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Hackert, G.; Kremer, H.; Wirtz, S. [Bochum Univ. (Germany). Lehrstuhl fuer Energieanlagentechnik

    1999-09-01

    The short-range flame burner and the KOALA reactor of DMT are experimental facilities for realistic simulation of coal conversion processes at high temperatures and pressures in atmospheric conditions. The TOSCA system enable measurements of temperatures, sizes, shapes and velocities of the fuel particles, which serve as a basis for a three-dimensional simulation model of coal combustion. In the future, further parameter studies will deepen the present knowledge of coal dust combustion under pressure and enable optimisation of the numerical models for simulation of industrial-scale systems for coal dust combustion under pressure. [Deutsch] Mit dem Flachflammenbrenner und dem KOALA-Reaktor der DMT stehen Versuchsapparaturen zur Verfuegung, mit deren Hilfe die Kohleumwandlungsprozesse bei hohen Temperaturen unter Druck und unter atmosphaerischen Bedingungen realistisch wiedergegeben werden. Das TOSCA-System erlaubt dabei die Bestimmung von Temperaturen, Groessen, Formen und Geschwindigkeiten der Brennstoffpartikel. Diese Daten liefern die Grundlage fuer die Erstellung eines dreidimensionalen Simulationsmodells zur Modellierung der Kohleverbrennung. In Zukunft werden weitere Parameterstudien das Verstaendnis der Kohlenstaubdruckverbrennung vertiefen und ein Optimierung der numerischen Modelle ermoeglichen, so dass die Simulation grosstechnischer Kohlenstaubdruckverbrennungsanlagen realisiert werden kann. (orig.)

  13. Pengaruh Ketebalan Media Geotextile dan Arah Aliran Slow Sand Filter Rangkaian Seri untuk Menyisihkan P Total dan N Total

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayuningtyas Ayuningtyas Ayuningtyas

    2014-03-01

    Full Text Available Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap parameter-parameter yang berkaitan dengan standar kualitas air minum berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010 pada air baku Kali Surabaya yang terlebih dahulu diolah pada unit pretreatment di IPAM Ngagel 1 Surabaya dan air yang akan diolah berasal dari outlet prasedimentasi. Air outlet prasedimentasi diolah terlebih dahulu menggunakan 4 unit roughing filter yang disusun secara seri kemudian diolah lebih lanjut ke unit slow sand filter dengan rangkaian seri. Digunakan dua variabel yaitu variasi arah aliran dan variasi ketebalan media geotextile. Media geotextile yang digunakan berjenis geotextile non woven. Ketebalan media geotextile yang digunakan sebesar 4 cm dan 6 cm sedangkan variasi arah aliran yang digunakan yaitu downflow-upflow dan downflow-downflow. Digunakan unit pengolahan slow sand filter dengan rangkaian seri sebanyak 2 reaktor. Pada penelitian ini akan dilakukan penambahan media geotextile di unit slow sand filter dan nantinya diharapkan supaya kandungan N total dan P total dapat diturunkan. Flow rate yang digunakan pada unit slow sand filter sebesara 0,3 m3/m2 jam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ketebalan media geotextile dan arah aliran yang optimum pada unit slow sand filter dan menganalisis pengaruh penambahan media geotextile terhadap kualitas air hasil olahan unit slow sand filter untuk menyisihkan N total dan P total.

  14. Sintesis Molibdenum Oksida Berpenyangga Silika sebagai Katalis pada Reaksi Oksidasi Etanol Menjadi Asetaldehida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achyar Rasyidi

    2015-06-01

    Full Text Available Oksidasi etanol membentuk asetaldehida dengan menggunakan katalis molibdenum oksida berpenyangga silika oksida telah dilakukan. Preparasi katalis dilakukan dengan metode impregnasi dengan rasio Mo : Si 1 : 1, 3 : 1, 6 : 1, 9 : 1. Karakterisasi katalis dilakukan menggunakan X-Ray Difractometer (XRD. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa komponen katalis yang telah dibuat mengandung kristal MoO3 dan SiO2. Uji kinerja katalis dilakukan terhadap reaksi oksidasi etanol menjadi asetaldehida. Reaksi oksidasi dilangsungkan dalam reaktor pipa lurus berunggun tetap yang beroperasi pada suhu 200oC, 225oC, 250oC, 275oC, 300oC, 325oC, dan 350oC pada tekanan atmosfir. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa konversi tertinggi diperoleh sebesar 91,99% pada temperatur 350oC menggunakan katalis dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Selektivitas tertinggi diperoleh sebesar 89,10% pada temperatur 200oC dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Yield tertinggi diperoleh sebesar 74,80% pada temperatur 350oC pada katalis dengan rasio Mo : Si = 9 : 1.

  15. Pembuatan Biodiesel Secara Batch Dengan Memanfaatkan Gelombang Mikro (Microwave

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rhesa Purnama Putra

    2012-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, baik minyak baru atau bekas penggorengan melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat biodiesel dari minyak goreng secara batch melalui proses transesterifikasi dengan menggunakan radiasi mikrowave serta mempelajari berapa daya dan waktu optimal yang diperlukan untuk proses pembuatan biodiesel dengan radiasi microwave dengan katalis CaO, H2SO4, dan tanpa katalis. Dalam penelitian ini digunakan tiga variabel, yaitu daya (Watt;100,200,300,400, waktu (menit; 5,10,15,20 dan jenis katalis; CaO, H2SO4, dan tanpa katalis. Pada tahap persiapan menghitung volume minyak dan metanol yang akan dicampur. Kemudian mencampurnya didalam reaktor. Lalu mendinginkan campuran hingga terbentuk dua lapisan atas dan bawah dilanjutkan dengan melakukan pemisahan lapisan atas (biodiesel dari lapisan bawah (gliserol. Adapun pada tahap analisis, biodiesel hasil reaksi transesterfikasi dianalisa untuk mendapatkan data yield metil ester, densitas, viskositas, dan flash point. Dari penelitian diketahui bahwa hasil yang didapatkan masih belum dapat memenuhi standar biodiesel yang ditetapkan. Katalis CaO dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan katalis H2SO4 dan tanpa katalis. Kondisi operasi untuk menghasilkan kualitas yield biodiesel terbaik yaitu pada daya 200 Watt selama 20 menit dengan menggunakan katalis CaO. Yield biodiesel terbesar didapatkan yield sebesar 60,11 %.

  16. The evolution of the break preclusion concept for nuclear power plants in Germany

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Schulz, H. [Gesellschaft fuer Anlagen- und Reaktorsicherheit, Koeln (Germany)

    1997-04-01

    In the updating of the Guidelines for PWR`s of the {open_quotes}Reaktor-Sicherheitskommission{close_quotes} (RSK) in 1981 the requirements on the design have been changed with respect to the postulated leaks and breaks in the primary pressure boundary. The major change was a revision in the requirements for pipe whip protection. As a logical consequence of the {open_quotes}concept of basic safety{close_quotes} a guillotine type break or any other break type resulting in a large opening is not postulated any longer for the calculation of reaction and jet forces. As an upper limit for a leak an area of 0, 1 A (A = open cross section of the pipe) is postulated. This decision was based on a general assessment of the present PWR system design in Germany. Since then a number of piping systems have been requalified in the older nuclear power plants to comply with the break preclusion concept. Also a number of extensions of the concept have been developed to cover also leak-assumptions for branch pipes. Furthermore due considerations have been given to other aspects which could contribute to a leak development in the primary circuit, like vessel penetrations, manhole covers, flanges, etc. Now the break preclusion concept originally applied to the main piping has been developed into an integrated concept for the whole pressure boundary within the containment and will be applied also in the periodic safety review of present nuclear power plants.

  17. PEMBUATAN KALSIUM KARBONAT DARI BITTERN DAN GAS KARBON DIOKSIDA SECARA KONTINYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Soemargono Soemargono

    2012-01-01

    Full Text Available Kalsium karbonat  yang  digunakan  dalam  industri- industri cat, karet, dan  kertas  harus  mempunyai  mutu yang  tinggi, terutama  kemurnian  dan kehalusannya.Untuk itu, Indonesia masih  mendatangkan  kalsium  karbonat murni dari luar negeri dalam jumlah yang cukup besar. Bittern merupakan bahan buangan industri garam yang disebut juga air tua, mengandung senyawa kalsium. Karbon dioksida biasanya berasal dari hasil pembakaran yang masuk ke udara. Kandungannya di udara kecil, tetapi berpotensi sebagai pencemar. Dengan mereaksikan kalsium yang terkandung dalam bittern dengan gas CO2 akan terbentuk CaCO3 dalam suasana basa. Pembentukan kalsium karbonat dilakukan dengan proses kontinyu dalam reaktor kolom bersekat miring. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengendapan magnesium dengan larutan ammonia menyebabkan kandungan kalsium ikut terdegradasi. Hasil terbaik yang diperoleh dicapai pada kondisi pH awal, kecepatan alir gas CO2, kecepatan alir cairan, dan suhu masing-masing pada 8,7; 2265 mL/menit; 10 mL/menit; dan 303 K, dengan konversi sebesar 38,40%. Produk berupa CaCO3, yang diperoleh mempunyai kemurnian sebesar 21,34%.

  18. The effect of working parameters and the properties of coal on emission in pressurized fluidized bed combustion; Der Einfluss von Betriebsparametern und Kohleeigenschaften auf die Emissionen bei der Druckwirbelschichtfeuerung

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Mayer, M.; Bonn, B.; Baumann, H.

    1993-12-31

    The aim of a research project at the Deutsche Monta Technologie-Research and Testing Company (DMT-FP) is, among others, to determine the effects of working conditions on the emission of harmful substances of a pressurized fluidized bed combustion by experimental investigations. The investigations described here were carried out on a stationary pressurized fluidized bed reactor on the technical scale. A first comparison of the results achieved in this reactor with those on a pressurized fluidized bed pilot plant show that the level of emission differs only slightly, taking into account the somewhat different combustion conditions. (orig./IHL) [Deutsch] Das Ziel eines Forschungsprojektes bei der Deutschen Monta Technologie - Gesellschaft fuer Forschung und Pruefung mbH (DMT-FP), ist unter anderem, durch experimentelle Untersuchungen die Wirkungen von Betriebsbedingungen auf die Schadstoffemissionen einer Druckwirbelschichtfeuerung zu ermitteln. Die im folgenden beschriebenen Untersuchungen wurden in einem stationaeren Druckwirbelschichtreaktor im Technikums-Massstab durchgefuehrt. Ein erster Vergleich der in diesem Reaktor erzielten Ergebnisse mit denen einer Druckwirbelschicht-Pilotanlage zeigte, dass die Hoehe der Emissionen - unter Beruecksichtigung der etwas unterschiedlichen Feuerungsbedingungen - nur wenig voneinander abwichen. (orig./IHL)

  19. KONVERSI KATALITIK MINYAK SAWIT UNTUK MENGHASILKAN BIOFUEL MENGGUNAKAN SILIKA ALUMINA DAN HZSM-5 SINTESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjannah Nurjannah

    2012-02-01

    Full Text Available Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi terbarukan yang berasal dari alam dan dapat diperbaharui. Penggunaan bahan bakar minyak bumi, baik dari penggunaan berupa alat transportasi maupun dari penggunaan oleh industri sangat mencemari lingkungan karena tingkat polusi yang ditimbulkan sangat tinggi sehingga perlu mencari bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar gasoline, solar, dan kerosene dari minyak nabati. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu sintesa katalis dan proses katalitik cracking. Silika alumina disintesa menggunakan metode Latourette dan HZSM-5 disintesa menggunakan metode Plank. Hasil sintesa dikarakterisasi dengan Penyerapan Spektroskopi Atomis (AAS menunjukkan bahwa silika alumina dan HZSM-5 mempunyai Si/Al 198 dan 243. Luas permukaan  silika alumina dan HZSM-5 diperoleh dari analisa Brunauer Emmet Teller (BET yaitu 149,91-213,35 m2.g-1 dan ukuran pori rata-rata adalah 13oA. Perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed pada temperatur 350-500°C dan laju alir gas N2 100-160 ml.min-1 selama 120 min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang diperoleh untuk katalis HZSM-5 fraksi gasoline dengan yield tertinggi 28,87%, kerosene 16,70%, dan diesel 12,20%  pada suhu reaktor 4500C dan laju gas N2 100 ml/menit.

  20. Pengolahan Lumpur Tinja Pada Sludge Drying Bed IPLT Keputih Menjadi bahan Bakar Alternatif Dengan Metode Biodrying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Rizkiyah Lestari

    2013-09-01

    Full Text Available Lumpur tinja memiliki kandungan kadar organik yang tinggi, sehingga lumpr tinja berpotensi dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Dalam penelitian ini, lumpur tinja diolah dengan proses biodrying. Pada pengolahan lumpur tinja akan dianalisis pengaruh variasi air flow rate dan waktu tinggal terhadap perubahan suhu, penurunan kadar air, serta potensi lumpur tinja sebagai bahan bakar alternatif. Variasi pemberian air flow rate sebesar 25 liter/menit dan 15 liter/menit. Pada tiap variasi pemberian air flow rate akan dikenakan variasi waktu detensi selama 7, 14 dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukan air flow rate 25 liter/menit, kadar air dan nilai karbon akhirnya mencapai 80,9% dan 40,40% selama 7 hari; 13,65% dan 39,76% selama 14 hari; 10,53% dan 38,90% selama 21 hari. Pada reaktor dengan pemberian air flow rate 15 liter/menit kadar air dan nilai karbon akhirnya  mencapai 86,19% dan 39,41% selama 7 hari; 81,29% dan 38,41% selama 14 hari; 67,90% dan 35,77% selama 21 hari. Berdasarkan nilai kalor aktual, waktu detensi optimum diperoleh selama 18 hari dengan air flow rate 25 liter/menit tiap 0,23 kg berat kering atau setara dengan 6,52 m3 jam-1 kg-1. Pada kondisi tersebut nilai kalor aktual sebesar 3767,28 cal/gram.

  1. [USA/FRG cooperation in gas-cooled reactor development]. Foreign trip report, June 24--July 2, 1988

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Jones, Jr, J E

    1988-07-26

    Reviews were conducted at Kernforschungsanlage (KFA) Juelich of the US and Federal Republic of Germany (FRG) high-temperature gas-cooled reactor (HTGR) programs under the US/FRG Umbrella Agreement, with emphasis on those technology development areas where cooperation is ongoing and planned. Specific subprogram areas are safety; materials; fuels, fission products, and graphite; and Arbeitsgemeinschaft Versuchs-Reaktor (AVR). The purpose was to assess the status of the cooperation, reach agreement on any changes needed, and identify new areas of cooperation. Overall, the agreement has been both effective and beneficial. Ongoing activities complement and support US technology development plans. Discussions were held in the United Kingdom (UK) at the Risley Nuclear Power Development Laboratory regarding a potential graphite technology exchange program between the US Department of Energy and the UK Atomic Energy Authority. A draft agreement was reviewed and appeared to be satisfactory to both parties and ready for signature. A summary of potential areas of activity in the exchange had been prepared by US representatives and was discussed and found to be acceptable to UK representatives.

  2. Pembuatan Nitroselulosa dari Kapas (Gossypium sp. dan Jerami (Oryza sativa Melalui Reaksi Nitrasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adly Rahmada

    2013-09-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bahan baku selulosa pada proses pembuatan nitroselulosa dari bahan selulosa kapas dan jerami dengan reaksi nitrasi, mempelajari pengaruh waktu dan suhu reaksi terhadap kualitas nitroselulosa yang dihasilkan, dan membandingkan kualitas nitroselulosa yang dihasilkan dari selulosa kapas dan jerami. Prosedur penelitian ini adalah menimbang dan memasak bahan baku dengan menggunakan larutan pemasak NaOH. Langkah selanjutnya adalah mereaksikan HNO3 dengan H2SO4 dan mengkondisikan reaktor sesuai dengan variabel suhu.Langkah berikutnya adalah mereaksikanbahan bakukapas atau jerami sesuai dengan variabel waktu. Langkah terakhir adalah mencucinya dengan aquadest dan larutan NaHCO3. Kemudian dilakukan pengukuran uji kelarutan untuk memperoleh persen yield dan uji FTIR. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah bahan baku selulosa jerami menghasilkan persen yield nitroselulosa produk lebih besar daripada kapas. Persen yield nitroselulosa jerami mencapai 86% sedangkan untuk kapas 68%. Pengaruh waktu reaksi nitrasi terhadap produk nitroselulosa didapatkan semakin bertambah waktu reaksi maka menghasilkan yield dan kandungan gugus nitro semakin besar. Sedangkan untuk pengaruh suhu reaksi didapatkan  semakin rendah suhu reaksi maka persen yield dan gugus nitro yang diperoleh semakin besar. Perbedaan kualitas nitroselulosa dari bahan baku kapas dan jerami ditunjukkan dengan substitusi gugus nitro dari produk nitroselulosa, maka dapat diketahui bahwa nitroselulosa dari kedua bahan baku memiliki kualias yang hampir sama dengan dua substitusi gugus nitro.

  3. Studium radiačního poškození nádoby reaktoru VVER-440 jaderné elektrárny Dukovany

    OpenAIRE

    ŘÍHA, Tomáš

    2011-01-01

    Diplomová práce se zabývá radiačním poškozením reaktorových nádob jaderných reaktorů, konkrétně pak poškozením TNR 3. bloku jaderné elektrárny Dukovany. V obecné rovině práce popisuje mechanismy poškození reaktorových ocelí a formou rešerše uvádí možnosti sledování stavu materiálu a regenerace materiálových vlastností na jaderných elektrárnách po celém světě. Praktická část je zaměřena na interpretaci výsledků analýz provedených pomocí kódu MOBY-DICK. Jádrem těchto analýz je vývoj fluence neu...

  4. Pengaruh penambahan Ca(OH2 pada Proses Pirolisis terhadap Hasil Gasifikasi Batubara Bituminus dengan medium Gas CO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saripah Sobah

    2014-06-01

    Full Text Available Pemanfaatan batubara melalui proses gasifikasi perlu dikembangkan lebih lanjut karena proses ini dapat dijadikan alternatif untuk menggantikan peranan  gas alam sebagai sumber gas sintesis. Di samping itu, proses ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan karena teknologi gasifikasi merupakan teknologi yang bersih dan dapat mengurangi jumlah gas CO2 yang dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Ca(OH2 pada proses pirolisis terhadap hasil gasifikasi arang batubara bituminus dengan medium gas CO2. Reaksi karbon dari arang batubara dengan gas CO2 pada proses gasifikasi merupakan reaksi endotermis dan berlangsung sangat lambat pada suhu di bawah 1000oC sehingga digunakan Ca(OH2 sebagai katalisator. Proses gasifikasi batubara dijalankan dalam reaktor fixed bed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gasifikasi arang batubara dengan penambahan Ca(OH2 pada proses pirolisis memberikan pengaruh terhadap komposisi gas hasil yaitu berkurangnya kadar gas CO2 dan menyebabkan berkurangnya kadar belerang pada arang hasil pirolisis dan gasifikasi. Proses ini juga dapat mengurangi kadar gas CO2 sebesar 63,17% dan untuk  gasifikasi tanpa Ca(OH2 , CO2 dapat dikurangi kadarnya sampai 35,2%.

  5. Pirolisis Campuran Sampah Plastik Polistirena Dengan Sampah Plastik Berlapisan Aluminium Foil (Multilayer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yebi Yuriandala

    2016-04-01

    Full Text Available Sampah plastik yang dulunya merupakan masalah lingkungan, saat ini dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif dengan menggunakan proses daur ulang yang memanfaatkan energi panas yaitu pirolisis. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis terhadap minyak (liquid yang dihasilkan dari pirolisis sampah plastik Polistitren (PS, plastik berlapisan aluminium foil (kemasan/ multilayer (AL dan campuran plastik tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kuantitas produk dan senyawa kimia yang dihasilkan dari pirolisis sampah plastic PS, kemasan dan campuran keduanya. Penelitian dilakukan dengan menempatkan 50 gram PS (PS, 50 gram plastik berlapisan aluminium foil (AL (multi layer,dan PS dengan campuran 10%, 20%, 30%, 40% AL didalam reaktor pirolisis yang terbuat dari stainless steel berbentuk silinder dengan volume 0,96 m3 dengan temperatur akhir 450oC. hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan Plastik berlapisan aluminium foil maka semakin cepat naiknya temperatur mencapai titik optimum yang ditetapkan (450oC. Sedangkan senyawa kimia yang dihasilkan pada pirolisis yang mengandung PS sebagian besar berupa senyawa aromatic, sedangkan pada pirolisis AL sebagian besar berupa senyawa olefin.

  6. Technical Application of Nuclear Fission

    Science.gov (United States)

    Denschlag, J. O.

    The chapter is devoted to the practical application of the fission process, mainly in nuclear reactors. After a historical discussion covering the natural reactors at Oklo and the first attempts to build artificial reactors, the fundamental principles of chain reactions are discussed. In this context chain reactions with fast and thermal neutrons are covered as well as the process of neutron moderation. Criticality concepts (fission factor η, criticality factor k) are discussed as well as reactor kinetics and the role of delayed neutrons. Examples of specific nuclear reactor types are presented briefly: research reactors (TRIGA and ILL High Flux Reactor), and some reactor types used to drive nuclear power stations (pressurized water reactor [PWR], boiling water reactor [BWR], Reaktor Bolshoi Moshchnosti Kanalny [RBMK], fast breeder reactor [FBR]). The new concept of the accelerator-driven systems (ADS) is presented. The principle of fission weapons is outlined. Finally, the nuclear fuel cycle is briefly covered from mining, chemical isolation of the fuel and preparation of the fuel elements to reprocessing the spent fuel and conditioning for deposit in a final repository.

  7. Epidemiology of Japanese–B– encephalitis infection in pigs in Riau and North Sumatera Provinces

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indrawati Sendow

    2003-03-01

    Full Text Available Epidemiology study on Japanese-B-Encephalitis (JE was conducted in Riau and North Sumatera Provinces. A total of 190 pig sera from Riau Province and 164 pig sera from North Sumatera were tested using competitive ELISA (C-ELISA to detect antibodies against JE virus. Insect collection was also conducted using several methods near pig farms in those provinces and identified into species to gain more information on its role to distribute JE infection. Serological results indicated that 70% pig in Sumatera and 94% pig in Riau had antibodies against JE virus. The highest prevalence of reaktor was detected in pig of more than 4 months age in both Provinces. The results of insect collection showed that Culex tritaeniorchynchus and Culex quinquefasciatus were the most dominant species in both provinces. Based on serological testing, indicated that JE virus infected pig in Sumatera and Riau Provinces, and higher reactor was obtained in older pig. Culex tritaeniorchynchus and Culex quinquefasciatus were the dominant insect species in both provinces, hence those species had a possibility to play an important role of JE transmission.

  8. Neutronic and Thermal-Hydraulic Safety Analysis for the Optimization of the Uranium Foil Target in the RSG-GAS Reactor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Pinem

    2016-12-01

    Full Text Available The G. A. Siwabessy Multipurpose Reactor (Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy, RSG-GAS has an average thermal neutron flux of 2×1014 neutron/(cm2 sec at the nominal power of 30 MW. With such a high thermal neutron flux, the reactor is suitable for the production of Mo-99 which is widely used as a medical diagnostic radioisotope. This paper describes a safety analysis to determine the optimum LEU foil target by using a coupled neutronic and thermal-hydraulic code, MTR-DYN. The code has been developed based on the three-dimensional multigroup neutron diffusion theory. The best estimated results can be achieved by using a coupled neutronic and thermal-hydraulic code. The calculation results show that the optimum LEU foil target is 54 g corresponding to the reactivity change of less than the limit value of 500 pcm. From the safety analysis for the case when the primary flow rate decreased by 15% from its nominal value, it was found that the peak temperatures of the coolant and cladding are 69.5°C and 127.9°C, respectively. It can be concluded that the optimum LEU foil target can be irradiated safely without exceeding the limit value.

  9. Irradiation programme SAMARCANDE. Impact test results; Bestrahlungsprogramm SAMARCANDE. Ergebnisse der Kerbschlagbiegeversuche

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Rieth, M.; Dafferner, B.; Ries, H.; Romer, O.

    1994-08-01

    To produce proof of the usability of the martensitic 10.5% Cr-steel 1.4914 as alternative wrapper tube material the irradiation induced embrittlement was characterised with impact tests. The examinations were based on specimens, which were fabricated out of an irradiated wrapper tube. The irradiation was carried out within the EFR project (European Fast Reactor) in the PHENIX reactor in Cadarache (irradiation programme SAMARCANDE). The evaluation of ductile-to-brittle-transition temperatures and upper shelf energies of safety relevant segments of the tube led to a positive assessment: the 10.5% Cr-steel 1.4914 is excellently suited to the usage as wrapper tube material. (orig.) [Deutsch] Zum Nachweis der Tauglichkeit des martensitischen 10,5% Cr-Stahls 1.4914 als alternaties Kastenmaterial wurde anhand von Kerbschlagbiegeversuchen die bestrahlungsinduzierte Versproedung charakterisiert. Die Untersuchungen stuetzten sich hauptsaechlich auf Proben, die aus einem im Rahmen des EFR-Projekts in Cadarache (PHENIX-Reaktor, Bestrahlungsprogramm SAMAR-CANDE) bestrahlten Brennelementhuellkasten gefertig wurden. Die Auswertung der Sproedbruchuebergangstemperatur und der Schlagarbeit in der Hochlage der sicherheitsrelevanten Segmente des Huellkastens fuehrte zu einer positiven Bewertung: der 10,5% Cr-Stahl 1.4914 ist fuer den Einsatz als Brennelementhuellkastenwerkstoff bestens geeignet. (orig.)

  10. Výpočet parametrů sekundárního okruhu jaderné elektrárny

    OpenAIRE

    Vaněček, Lukáš

    2011-01-01

    Obsahem práce je návrh výpočtu a následný výpočet parametrů sekundárního okruhu jaderné elektrárny pro zadané tepelné schéma a zadané parametry jaderné elektrárny. Současně jsou v práci uvedeny oběhy některých typů jaderných elektráren. V první části práce jsou stručně popsány možnosti provedení oběhů jaderných elektráren, typy jaderných energetických reaktorů, parních generátorů a turbín používaných v jaderných elektrárnách. Další část práce obsahuje návrh výpočtu pro konkrétní tepelné schém...

  11. RANCANG BANGUN ALAT PENJERNIH AIR LIMBAH CAIR LAUNDRY DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PENYARING KOMBINASI PASIR – ARANG AKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hery Setyobudiarso

    2014-05-01

    Full Text Available Perkembangan jasa pencucian pakaian (laundry berkontribusi pada peningkatan penggunaan air tanah dan pemakaian deterjen sehingga menghasilkan limbah cair yang dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengolahan air limbah laundry menjadi air bersih. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh bahan penyaring pasir silika, zeolit dan arang aktif terhadap hasil olahan air limbah laundry dan mengetahui  pengaruh tekanan dan waktu pemakaian reaktor penyaring. Metode pengolahan yang digunakan adalah filtrasi menggunakan filtrasi pasir silika, adsorpsi karbon aktif, serta gabungan pengolahan filtrasi pasir aktif dan adsorpsi karbon aktif untuk menghasilkan air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengolahan koagulasi dan flokulasi, filtrasi pasir aktif, adsorpsi karbon aktif serta gabungan filtrasi pasir aktif dan adsorpsi karbon aktif mampu menurunkan kekeruhan hingga batas maksimum air bersih. Karakteristik limbah laundry pada tekanan 1 bar memiliki nilai warna, COD dan TSS yang cenderung menurun dari menit ke 20 hingga menit ke 60 , warna nilai 138, COD 908 mg/l dan TSS 215 mg/l. Sedangkan pada tekanan 2 bar memiliki nilai warna, COD dan TSS yang cenderung menurun dari menit ke 20 hingga menit ke 60 , masing-masing masing-masing warna nilai 40, COD 746 mg/l dan TSS 210 mg/l.  Air yang dihasilkan bukan merupakan air bersih tetapi aman untuk dibuang ke lingkungan.

  12. Safeguarding the functions and performance of instrumentation and control systems; Langfristige Sicherung der Funktion leittechnischer Einrichtungen

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Koehler, M. [Siemens AG (KWU), Erlangen (Germany); Schoerner, O. [Siemens AG (KWU), Erlangen (Germany)

    1996-07-01

    Based on an analysis of the existing nuclear power plant control technology, the necessity of providing in the medium-term advanced and future-oriented, digital control system, both for normal operation and for safety-relevant tasks of the reactor and safety control systems. Siemens KWU has been promoting the development, review and marketing of the digital instrumentation and control systems called TELEPERM XS and TELEPERM XP in addition to the measures taken for safeguarding the functions of existing, wired systems. The paper briefly explains the performance and advantages of digital systems and the progress in approval and pioneering of the TELEPERM XS safety control system. Many examples discussed show the diversity of applications of the systems both in new reactor plants and as retrofitting measures, for KWU power plants and those of other manufacturers. (orig.) [Deutsch] Ausgehend von einer Analyse der Kernkraftwerksleittechnik wird die Notwendigkeit der mittelfristigen Bereitstellung zukunftsweisender digitaler Leittechniksysteme, sowohl fuer die Betriebsfuehrung unter Normalbedingungen, als auch fuer die sicherheitsrelevanten Aufaben der Reaktor- und Sicherheitsleittechnik dargestellt. Siemens KWU hat neben den Massnahmen zur Sicherstellung der Funktionsfaehigkeit bestehender festverdrahteter Leittechniksysteme die Entwicklung, Begutachtung und Markteinfuehrung der digitalen Leittechniksysteme TELEPERM XS und TELEPERM XP vorangetrieben. Das Funktionsprinzip und die Vorteile digitaler Leittechniksysteme werden kurz dargestellt. Der Stand der Genehmigung und Markteinfuehrung des Sicherheitsleitsystems TELEPERM XS wird beschrieben. An Hand von mehreren Beispielen wird die Vielseitigkeit der Einsatzmoeglichkeiten der vorgestellten Systeme fuer Neuanlagen und Nachruestungen, sowie fuer KWU-Kernkraftwerke und Anlagen anderer Hersteller aufgezeigt. (orig.)

  13. Intercomparison of Different Types of Locally Prepared Concretes and Its Usability for Reactor Neutron Shielding

    Science.gov (United States)

    El-Kolaly, M. A.; Makarious, A. S.; Bashter, I. I.; Kansouh, W. A.

    Measurements have been carried out to study the attenuation of neutron from a horizontal channel of the ET-RR-1 reactor. The assessments of neutron distribution inside three different types of locally prepared concretes have been evaluated.Neutron intensities in ilmenite-limonite concrete shield show an exponential decrease with increasing concrete thickness. Ilmenite concrete is a good attenuator for thermal and intermediate neutrons. However, ordinary and ilmenite-limonite concretes show efficient shielding for fast neutrons.Translated AbstractVergleich verschiedener Zementarten hinsichtlich ihrer Brauchbarkeit zur Neutronenabschirmung von ReaktorenMessungen zur Untersuchung der Neutronenabschwächung in einem horizontalen Kanal eines ET-RR-1-Reaktors wurden durchgeführt. Die Charakteristika der Neutronenverteilung innerhalb dreier unterschiedlich zusammengesetzter Zemente wurden bestimmt. Die Neutronenintensität in einem Schild aus Ilmenite-Limonitezement zeigt einen exponentiellen Abfall mit wachsender Dicke. Ilmenitezement ist ein guter Schild für thermale und mittlere Neutronen. Normaler und Ilmenite-Limonitezement zeigen effektive Abschirmung bei schnellen Neutronen.

  14. Slovak brown coals as a feedstock for the active coke production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sobolewski Aleksander

    1998-09-01

    Full Text Available V èlánku sa venuje pozornos možnostiam výroby aktívneho koksu zo slovenského hnedého uhlia Bane Cíge¾. Príprava aktívneho koksu bola uskutoènená v laboratórnych podmienkach a v poloprevádzke. Surové uhlie sa podrobilo vysokoteplotnej pyrolýze v retorte s pevným roštom, v klasickej rotaènej peci, ako aj vo fluidnom reaktore. Následne boli urèované adsorpèné charakteristiky získaného aktívneho koksu, ktoré sa porovnávali s charakteristikami komerène vyrábaného koksu. V príspevku sa taktiež diskutujú možnosti aplikácie pripraveného aktívneho koksu v technológiách ochrany životného prostredia.

  15. Anaerobic digestion of sugar beet pulp in Russia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irina Miroshnichenko

    2016-11-01

    Full Text Available In der russischen Landwirtschaft entstehen jährlich ca. 250 Mio. t Trockenmasse an organischen Abfällen, die derzeit nicht sinnvoll verwertet werden. In manchen Regionen gehören auch Zuckerrübenschnitzel zu diesen Abfallstoffen. Durch eine Nutzung dieser Reststoffe zur Biogasproduktion könnten negative Umweltwirkungen reduziert und ein wichtiger Beitrag zum Erreichen der russischen Klimaschutzziele geleistet werden. Daher soll in diesem Projekt untersucht werden, ob eine Substitution von Maissilage durch Zuckerrübenschnitzel möglich ist. Dazu wurde ein einfacher Batch-Test aufgebaut und anschließend der Abbau der Inhaltsstoffe nach Weender, der Biogasertrag sowie die Abbaukinetik bestimmt. Der Gesamtabbau der Inhaltstoffe nach Weender betrug circa 40 % bei beiden Substraten. Jedoch wurde bei den Zuckerrübenschnitzeln ein 35,5 % geringerer Biogasertrag ermittelt, da es zu einem Abfall des pH-Wertes im Reaktor kam und damit zu einer Hemmung der Biogasbildung. Eine Substitution von Maissilage ist möglich, jedoch sollten Zuckerrübenschnitzel nur in Kofermentation mit anderen Substraten eingesetzt werden.

  16. Pengaruh Aerasi dan Sumber Nutrien terhadap Kemampuan Alga Filum Chlorophyta dalam Menyerap Karbon (Carbon Sink untuk Mengurangi Emisi CO2 di Kawasan Perkotaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lancur Setoaji

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian terkait mitigasi pemanasan global, khususnya dalam penyerapan karbon dioksida (CO2, menjadi fokus utama di kalangan ilmuwan dunia. Secara alamiah, karbon dioksida dapat diserap oleh tumbuhan hijau, laut, karbonasi batuan kapur, dan alga. Pigmen hijau dalam alga atau klorofil dapat menyerap karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Alga memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga cocok digunakan sebagai carbon sink. Penelitian terkait carbon sink ini bertujuan untuk menentukan kemampuan rata-rata serapan CO2 oleh alga di kawasan perkotaan dan menentukan pengaruh aerasi dan variasi sumber N terhadap pertumbuhan dan perkembangan alga. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan reaktor dengan proses batch. Sampel alga yang digunakan didapatkan dari hasil pengembangbiakan yang bersumber dari perairan di kawasan perkotaan. Penelitian ini menggunakan dua variabel uji, yaitu aerasi dan sumber nutrien. Jumlah karbon dioksida yang diserap didapatkan dari perbandingan stoikiometri pada reaksi fotosintesis.  Berdasarkan perbandingan stoikiometri tersebut diketahui bahwa 1 gram sel alga yang terbentuk sebanding dengan 1,92 gram CO2 yang diserap. Dari hasil penelitian, alga dengan penambahan pupuk urea dapat menyerap 4,87 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,84 mg CO2/hari dengan aerasi. Sedangkan alga dengan penambahan pupuk NPK dapat menyerap 3,61 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,01 mg CO2/hari dengan aerasi.

  17. Penurunan Kandungan Zat Kapur dalam Air Tanah dengan Menggunakan Media Zeolit Alam dan Karbon Aktif Menjadi Air Bersih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gianina Qurrata Dinora

    2013-09-01

    Full Text Available Salah satu syarat kimia yang harus dipenuhi dalam air bersih adalah kesadahan. Salah satu penyebab utama terjadinya kesadahan adalah kandungan Ca2+ (kesadahan kalsium atau biasanya disebut air kapur. Selain kandungan air kapur yang tinggi, penyebab air tanah tidak dapat langsung digunakan adalah kadungan besi dan mangan yang tinggi pula. Untuk itu, dibutuhkan unit filter skala rumah tangga yang dapat menjadi pengolahan alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Penelitian ini  bertujuan untuk mendapatkan komposisi media filter yang efektif dan effisien untuk penyisihan kesadahan kalsium, Fe, dan Mn dalam air tanah dan mendapatkan waktu breakthrough. Media filter yang digunakan pada penelitian ini adalah media zeolit alam dan karbon aktif disusun secara stratifikasi dengan perbandingan ketinggian pada masing-masing reaktor filter. Media filter tersebut akan dialiri dengan tiga variasi konsentrasi kesdahan kalsium. Hasil dari penelitian ini, didapatkan komposisi media yang paling efektif dalam menurunkan kandungan kesadahan kalsium adalah komposisi III dengan perbandingan ketinggian media zeolit alam dan karbon aktif sebesar 30 cm : 60 cm. Pada variasi konsentrasi 1 mampu melakukan penyisihan sebesar 96,52%, konsentrasi 2 mampu melakukan penyisihan sampai 94,67%, dan konsentrasi 3 mampu melakukan penyisihan sebesar 90,22%

  18. Analisis kualitas perairan berdasarkan metode indeks pencemaran di Pesisir Timur Kota Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Guntur Guntur

    2017-04-01

    Full Text Available Pollution has become the serious problem in aquatic ecosystems in Indonesia including east part of the coastal area of Surabaya City. One of the methods that can be used to analyze water quality in the coastal area is pollution index method. The method can provide information related to existing water quality in respect of utilization plan. The purpose of this study is to analyze the water quality in the coastal area in East part of Surabaya City based on the physical and chemical parameters, and then, analyze the data using pollution index method. The sampling points of this study are 10 areas in the coastal area in East Part of Surabaya City. The result of this study showed that the water parameters in the sampling points are described as follows: salinity (23.2 ± 7.33‰, pH (7.156 ± 0.356, dissolved oxygen (9.46 ± 3.364 mg/L, temperature (29 ± 1.4 °C, total suspended solid (91.9 ± 109.3 mg/L, fisibility  (25.15 ± 8.9 cm, ammonia (1.3 ± 1.1 mg/L, nitrate (0.095 ± 0.14 mg/L dan biological oxygen demand (3.738 ± 0.956 mg/L. This study indicated that the value of pollution index in East Part of Surabaya City coastal area is 4.6 that indicated the areas are slightly polluted. Pencemaran merupakan sebuah permasalahan bagi sebagian besar wilayah perairan di Indonesia termasuk wilayah perairan di pesisir timur kota Surabaya. Salah satu cara untuk menganalisis kualitas perairan di wilayah pesisir adalah dengan menggunakan metode Indeks Pencemaran. Metode ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi perairan sesuai peruntukannya. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis kondisi perairan Pesisir Timur Kota Surabaya berdasarkan parameter fisika dan kimia serta menganalisa nilai indeks pencemaran Perairan Pesisir Timur Kota Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel di 10 titik di Perairan Pesisir Timur Kota Surabaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata parameter fisika dan kimia adalah sebagaimana

  19. PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MALCOLM’S MODELING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifah Syarifah

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk: (1 menghasilkan model pembelajaran fisika berbasis Malcom’s Modeling Method yang layak digunakan di sekolah, dan (2 mengetahui apakah model pembelajaran fisika berbasis Malcom’s Modeling Method dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini termasuk dalam ranah penelitian dan pengembangan (R&D. Prosedur pengembangan mengadaptasi dari prosedur pengembangan yang dikembangkan oleh Borg & Gall dengan langkah-langkah meliputi (1 penelitian dan pengumpulan data, (2 perencanaan, (3 pengembangan bentuk awal produk, (4 uji coba lapangan awal, (5 revisi hasil uji coba lapangan awal, (6 uji coba lapangan, (7 revisi hasil uji coba lapangan dan (8 diseminasi. Subjek uji coba lapangan awal terdiri atas 36 siswa kelas X MIA 6 di SMA N 7 Yogyakarta. Subjek uji coba lapangan pada kelas ekperimen terdiri atas 36 orang siswa kelas X MIA 1 dan pada kelas kontrol terdiri atas 34 orang siswa kelas X MIA 5 di SMA N 7 Yogyakarta. Instrumen pengumpulan data menggunakan soal untuk mengukur keterampilan berpikir kritis, angket untuk mengukur motivasi belajar, angket respon siswa dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan uji MANOVA dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Malcom’s Modeling Method ditinjau dari sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung dan dampak instruksional dan pengiring layak digunakan di sekolah dengan kategori sangat baik. Hasil uji MANOVA menunjukkan model Malcom’s Modeling Method dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa pada taraf signifikansi 5 %. Kata Kunci: Malcom’s Modeling Method, keterampilan berpikir kritis, motivasi belajar.   DEVELOPING A PHYSICS INSTRUCTION MODEL BASED ON MALCOLM’S MODELING TO IMPROVE CRITICAL THINKING SKILLS AND LEARNING MOTIVATION Abstract This research aims to (1 develop a physics instruction model based on

  20. Pengaruh Konsentrasi Asam Sitrat dan Suhu Pengempaan terhadap Kualitas Papan Partikel Pelepah Nipah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ragil Widyorini

    2014-01-01

    Full Text Available Papan partikel tanpa perekat sintesis atau binderlessboard merupakan alternatif produk ramah lingkungan yang potensial dikembangkan di Indonesia. Kelemahan produk tersebut diantaranya adalah kestabilan dimensinya yang relatif rendah. Alternatif perbaikan produk bisa dilakukan dengan menambahkan bahan pengaktif komponen kimia. Asam sitrat memiliki tiga gugus karboksil dan diharapkan dapat membentuk ikatan ester dengan gugus hidroksil pada permukaan kayu. Penelitian menggunakan asam sitrat relatif baru dan belum banyak dikembangkan, oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk pengembangan produk biokomposit dengan menggunakan asam sitrat sebagai bahan pengikat. Bahan yang digunakan adalah pelepah nipah dengan ukuran partikel (halus dan kasar, konsentrasi asam sitrat (0% dan 10%, dan suhu pengempaan (180ºC dan 200°C. Pengujian sifat fisika dan mekanika dilakukan berdasarkan Japanese Industrial Standard untuk papan partikel (JIS A 5908. Penambahan asam sitrat memperlihatkan kenaikan sifat fisika (penyerapan air dan mekanika papan partikel. Perbedaan ukuran partikel mempengaruhi sifat mekanika papan partikel dimana ukuran partikel kasar memberikan nilai mekanika yang lebih baik dibandingkan dengan ukuran partikel halus. Kualitas papan partikel optimum diperoleh pada kondisi pengempaan 180ºC, penambahan asam sitrat 10% dari partikel ukuran kasar dengan nilai pengembangan tebal 2,4%, penyerapan air 41%, kekuatan rekat internal 0,2 MPa, modulus patah 5,5 MPa, dan modulus elastisitas 1,6 GPa. Kata kunci: asam sitrat, pelepah nipah, konsentrasi asam sitrat, suhu pengempa   Effect of Citric Acid Concentration and Pressing Temperature on the Quality of Particleboard from Nypa Frond Abstract Binderlessboard is one of the potential eco friendly products that can be developed in Indonesia. However, its boards usually have low in dimensional stability. Addition of the chemical agent, such as citric acid, that can improve the dimensional stability is

  1. KERUSAKAN EKOSISTEM MANGROVE AKIBAT KONVERSI LAHAN DI KAMPUNG TOBATI DAN KAMPUNG NAFRI, JAYAPURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meivy Arizona

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Daerah penelitian adalah desa Tobati dan Nafri di Jayapura-Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah 1 mengetahui jenis-jenis mangrove yang telah diubah oleh aktivitas manusia, 2 untuk mengetahui kondisi air dan tanah di daerah yang telah diubah oleh konversi lahan, 3 untuk mengetahui tanggapan masyarakat tentang ekosistem mangrove rusak dan mereka memberikan kontribusi dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Metode yang digunakan adalah garis transek plot kuadrat di zona mangrove dan daerah distribusi dengan tiga kali pengulangan. Ukuran plot kuadrat adalah 10m x 20m untuk pohon, 1m x 1m untuk tumbuh-tumbuhan, bibit dan rerumputan. Parameter adalah ukuran kerapatan, frekuensi, daerah basal dan nilai-nilai penting mangrove. Langkah-langkah parameter fisika adalah air yang meliputi pH suhu, salinitas, dan kualitas tanah seperti bahan organik, Savailable Pavailable, Caavailable, Mgavailable, Naavailable, Ntotal, pH, suhu dan tekstur tanah. Analisis parameter fisika menggunakan analisis varian. Sosial parameter yang diukur adalah jumlah populasi, pekerjaan, pendidikan, dan pengetahuan tentang ekosistem mangrove. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi budaya masyarakat desa Tobati adalah survied dan diwawancarai dengan 50 responden. Para responden telah dipisahkan dalam 2 kelompok dari 40 repondents yang diambil dari desa Tobati dan sisanya diambil dari desa Nafri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya tujuh jenis mangrove (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Rhizophora sfylosa, tagal Csriops, Snnneratia alba, Xylocarpus dan hydrophyllacea mollucensis Scyphiphora di desa Tobati. Spesies mangrove yang menunjukkan di desa Nafri yang sembilan jenis, tujuh spesies yang mirip dengan Tobati kecuali Bruguiera gymnorrhiza dan Aegiceras comiculatum tidak menunjukkan di desa Tobati. Keberadaan vegetasi mangrove yang telah diubah oleh konversi lahan di desa Tobati didominasi oleh Rhizophora spp. Di desa Nafri sebagai daerah kontrol

  2. Die wisselende rol van kontinuïteit en diskontinuïteit in die geskiedenis van die filosofie en die wiskunde

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danie F.M. Strauss

    2017-01-01

    Full Text Available Hierdie artikel wil lig werp op die onvermydelikheid van diskreetheid en kontinuïteit as primitiewe (ondefinieerbare verklaringswyses in die geskiedenis van die filosofie en die wiskunde. Dit beliggaam die algemene uitdaging om rekenskap van die samehang van iets wat uniek is te gee. Gödel beklemtoon die samehang van ‘primitiewe begrippe’. Die Griekse filosofie het reeds die ruimtelike geheel-dele-relasie – en die oneindige verdeelbaarheid daarvan – ontdek. Gedurende en na die Middeleeue het filosowe wipplank gery tussen ’n atomistiese waardering van die kontinuum en die teenoorgestelde daarvan, wat byvoorbeeld in die denke van Leibniz aangetref word as die gepostuleerde wet van kontinuïteit (lex continui. Die ontdekking van ‘inkommensurabiliteit’ (irrasionale getalle deur die Grieke het aanleiding gegee tot die eerste grondslagkrisis van die wiskunde en die geometrisering daarvan. Leibniz en Newton kon die probleme rondom die limietbegrip nie besleg nie en spoedig sou dit tot die derde grondslagkrisis van die wiskunde aanleiding gee. Dit het Frege en die ‘kontinuum-teoretici’ daartoe gebring om prioriteit aan die kontinuum te gee – diskreetheid is ’n katastrofe. Onlangs waardeer Smooth Infinitesimal Analysis kontinuïteit as iets wat ’n ‘ongebroke en ononderbroke geheel’ daarstel. Die intuïsionistiese wiskunde het opnuut aangesluit by die klem op die ruimtelike geheel-dele-relasie. Ondanks pogings om kontinuïteit eksklusief aritmeties en ruimtelik te verstaan bevestig die geskiedenis van die filosofie en die wiskunde onmiskenbaar dat die medekondisionerende rol van hierdie twee wyses van verklaring ’n konstante metgesel in die nadenke oor kontinuïteit en diskontinuïteit sou bly. (Die rol van kontinuïteit en diskontinuïteit in die fisika en biologie sal in ’n aparte artikel ondersoek word.

  3. JENIS DAN DOSIS AKTIVATOR PADA PEMBUATAN KOMPOS BERBAHAN BAKU MAKROALGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Susianingsih

    2011-06-01

    Full Text Available Kompos (pupuk organik merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah karena dapat meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah sebagai upaya untuk memperbaiki sifat kimia, fisika, dan biologi tanah. Salah satu material organik yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan kompos adalah makroalga dari jenis rumput laut terutama dari jenis yang kurang memiliki nilai ekonomis (fluktuasi harga dan dari jenis yang pertumbuhannya cepat karena dapat menjadi limbah dalam perairan. Teknologi pengomposan sangat beragam, di antaranya dengan penggunaan aktivator yang bertujuan untuk mempercepat proses pengomposan. Beberapa aktivator komersil telah banyak beredar di pasaran sesuai dengan peruntukan dan keunggulannya masing-masing. Akan tetapi aktivator yang diperoleh dari bahan baku yang akan dijadikan kompos atau pupuk organik belum banyak dilakukan begitu pula mengenai dosis penggunaannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis aktivator komersil dan aktivator hasil isolasi yang sesuai dan dapat digunakan untuk pembuatan kompos berbahan baku makroalga. Sebanyak 3 jenis makroalga yang digunakan sebagai bahan baku yaitu: Sargassum sp., E. spinosum, dan Gracilaria sp., menggunakan 2 (dua jenis aktivator yaitu aktivator hasil isolasi dari bahan baku dan EM 4 sebagai aktivator pembanding dengan 3 tingkatan dosis aktivator 104, 106, dan 108 CFU/mL. Peubah yang diamati meliputi perubahan kompos yang terjadi secara morfologi pada akhir penelitian, suhu, kadar C-organik, N-total, P, dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Sargassum dengan aktivator hasil isolasi pada dosis 108 CFU/mL menghasilkan kompos dengan mutu yang lebih baik.

  4. Integrasi Budaya Jawa Pada Pengembangan Bahan Ajar Bumi Dan Alam Semesta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarwanto -

    2014-01-01

    Full Text Available Kesulitan siswa dalam mempelajari IPA salah satunya disebabkan oleh sebagian besar materi IPA diadopsi dari sains Barat. Padahal budaya yang mendasari pengembangan sains Barat tidak sama dengan budaya Jawa, maka pembelajaran sains berpotensi menimbulkan kesenjangan (clash dengan sains lokal. Kesulitan lain disebabkan oleh pembelajaran IPA selama ini dilakukan memisahkan antara konten IPA dan pedagoginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan Budaya Jawa dalam pembelajaran IPA yang meliputi proses dan produk (materi IPA menjadi satu kesatuan pengetahuan (Pedagogical Content Knowledge/PCK. Metode penelitian ini adalah penelitan pengembangan (R&D. Tahap-tahap penelitian meliputi (1 studi pendahuluan; (2 pengembangan PCK; (3 validasi PCK; dan (4 pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dikembangkan layak untuk diujicobakan pada tingkat yang lebih luas dalam perkuliahan Fisika Sekolah Menengah. Western-adoption of most material of science causes student’s difficulties in learning science. Meanwhile, the culture base of Western science development is different from the Javanese one. This is why science learning causes potentially clash to local science. Other difficulty is caused by learning science which has been done by separating content from its pedagogy. This study aims to integrate Javanese culture into science teaching that include process and product to become a unified science knowledge (Pedagogical Content Knowledge/PCK. The research method used was a research & development (R & D, with the stages of (1 preliminary study, (2 development of PCK, (3 validation PCK, and (4 product development. The results showed that the developed modul decent for piloting at a broader level in High School Physics class.

  5. TINJAUAN ULANG MATERI AJAR GERAK LURUS BERATURAN MELALUI PERCOBAAN GRAVITY CURRENT DALAM SKALA LABORATORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. K. Wardani

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAKDalam konteks problem-based learning, salah satu masalah belajar fisika di sekolah dan di universitas adalah keterkaitan antara materi ajar dan fenomena alam dalam kehidupan sehari-hari masih minimum. Siswa, mahasiswa, guru, dan dosen masih mengalami kesulitan dalam memberikan contoh nyata GLB. Penelitian ini meninjau ulang materi ajar gerak lurus beraturan melalui percobaan gravity current sebagai sistem dua fluida dengan beda kerapatan di laboratorium dalam upaya mencari contoh nyata sistem fisis yang bergerak sepanjang garis lurus dengan kecepatan tetap. Penelitian ini dapat dipandang sebagai model proses intrusi air laut di estuari, tempat pertukaran massa air laut dan air sungai. Fokus penelitian adalah membuktikan bahwa gravity current bergerak dengan kecepatan tetap dan menentukan faktor-faktor dinamik kecepatan. Pengukuran akurat waktu tempuh dan tinggi permukaan air dalam tangki percobaan memberikan kecepatan tak-berdimensi gravity current sebesar 0,45 ± 0,03 dengan beda kerapatan massa dan tinggi awal permukaan air merupakan dua faktor dinamik penentu kecepatan. ABSTRACTIn the context of problem-based learning, one of learning difficulties in physics at schools and universities is theminimum relevance of learning materials to natural phenomena. School and university students still have difficulties in giving real examples of uniform motion. This research examines uniform motion by performing laboratory experiments on gravity current as a system of two fluids with different densities. The experiments were designed to provide a factual case of a moving system with constant speed and to model salt intrusion in an estuary, where sea water and river stream meets. The research focused on the dynamics of gravity currents and determines factors affecting the speed. Based on measurements of travel time and initial height of water surface in all experiments, the results showed that the non-dimensional speed was found to be 0.45 ± 0

  6. Pembuatan Media Pembelajaran Pengukuran Viskositas dengan Menggunakan Viskometer Dua Kumparan dan Freewave3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. R. S. Shanti

    2014-09-01

    Full Text Available Saat ini banyak cara dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran yang dirancang sendiri oleh guru. Pada penelitian dirancang media pembelajaran yaitu mengukur viskositas oli menggunakan metode viskositas bola jatuh dengan memanfaatkan dua kumparan sebagai sensor pendeteksi. Dimana dua kumparan dihubungkan dengan osiloskop dan hasilnya diolah menggunakan software freewave3. Dengan memberikan sinyal sinusoidal pada kumparan dan menjatuhkan bola kedalam tabung yang berisi fluida, akan didapatkan informasi perubahan tegangan saat bola tepat melewati kumparan. Dari data yang terekam pada software freewave3 dapat dihitung besar kecepatan terminal bola. Kecepatan terminal bola ditentukan dengan menghitung gradien dari grafik jarak terhadap waktu. Sehingga didapatkan nilai viskositas oli sebesar μ=0.85 Ns/m2. Lembar kerja siswa diuji cobakan pada beberapa mahasiswa dan didapatkan 87,5% mahasiswa menganggap bahwa pengukuran viskositas dengan menggunakan viskometer dua kumparan adalah hal baru bagi mereka, mudah diikuti, mempermudah dalam memahami dan menghitung viskositas fluida, dan memotivasi mereka dalam belajar fisika. Nowadays, there are many ways done to improve quality of learning by taking benefits from learning media designed by teacher. In this research, a viscosity measurement learning media was designed by applying two coils as transducer. Two coils were connected to osciloscop and the result was managed by freeware3 software. By giving sinusiodal signal to the coils dan droping ball into the tube containing oilt, an information of voltage change at the time of the ball passes the coil will be gathered. From the recorded data, the ball terminal velocity can be found by calculating the slope of distance-time graph, with the result of μ=0.85 Ns/m2. Student worksheets were distributed to several students and it was found that 87,5 % of the students considered that the measurement was a new thing

  7. STRUKTUR KONSEP MAHASISWA CALON GURU TENTANG MEDAN ELEKTROSTATIK BERDASARKAN ANALISIS FRAMING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. E. Nugroho

    2016-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi struktur konsep mahasiswa calon guru tentang medan elektrostatik. Data diperolehdengan menggunakan metode thinks-aloud, didukung metode lain yaitu wawancara, diskusi, dan tes tertulis Responden penelitianterdiri atas delapan mahasiswa semester 2 yang telah menempuh fisika dasar sebagai kelompok I, dan sembilan mahasiswasemester 6 yang telah menempuh mata kuliah kelistrikan dan kemagnetan sebagai kelompok II. Mahasiswa tersebut diberipertanyaan real-worlds yang menyangkut konsep dasar medan dan memerlukan jawaban secara spontan. Hasil studi inimenunjukan bahwa (1 struktur konsep mahasiswa mengenai medan elektrostatik pada umumnya mengalami fragmentasi; (2mahasiswa mengalami kerancuan dalam memahami konsep medan elektrostatik; (3 Pada umumnya, mahasiswa masihberlandaskan konsep gaya dalam memahami tentang medan. The purpose of this research is to explore the concept structure of electrostatics field of teacher candidate student. In thisexperiment, we used thinks-aloud method and varied by others (interview, discussion and written-test. Respondent consisted ofeight students of second semester passing Basic Physics subject as the first group and nine students of sixth semester passingelectricity and magnetism subject as the second group. On these students the real world questions related to concept of field andneeded spontaneous answer are asked. The study result shows that (1 in general the concept structure of electrostatics field ofstudents undergoes fragmenting process; (2 the students experience contamination in understanding the electrostatics fieldconcept, and (3 in general the students are still based on the force concept in understanding the field.Keywords: framing analysis, teacher candidate student, concept structure

  8. Filosofiese tendense in die wordinggeskiedenis van ons verstaan van die fisiese natuur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. F. M. Strauss

    2006-09-01

    Full Text Available Die ontstaan van ’n lang tradisie van natuurwetenskaplike denke is in antieke Griekeland te vind – die bakermat van die Westerse beskawing en die bron van geartikuleerde rasionele besinning. Die vroegste fases van die Griekse kultuur het reeds geboorte geskenk aan ’n teoretiese nadenke oor die heelal. Die Pythagoreërs is veral bekend vir hul klem op die verklaringskrag van getalsverhoudinge. In hul tese dat “alles getal is” het hulle egter slegs rasionale getalle (breuke erken en gevolglik uiteindelik vasgeloop in die ontdekking van irrasionale getalle wat tot die geometrisering van die Griekse wiskunde gelei het en tegelyk die bedding gevorm het van waaruit ’n magtige tradisie van ruimte-metafisika gegroei het wat die hele middeleeuse tydperk omspan het. Die vermeende statiese syn is in die mees ekstreme geval – die skool van Parmenides en die argumente van Zeno teen veelheid en beweging – tot in die uiteindelike antinomiese konsekwensies daarvan deurdink. Dit was egter eers die vroeg-moderne tyd – die voorgangers en nakomelinge van Galilei – wat naas getal en ruimte ’n waardering ontwikkel het vir die verklaringskrag van beweging (vergelyk die klassieke meganistiese wêreldbeeld van die heelal as ’n meganisme van stofdeeltjies in beweging. Maar ook hierdie meganistiese reduksie (waardeur alle fisiese verskynsels herlei is tot die beweging van al of niegelade massapunte sou uiteindelik misluk omdat dit nie van die onomkeerbaarheid van fisiese prosesse rekenskap kon gee nie. Gevolglik beliggaam eers die fisika van die 20ste eeu ’n erkenning van die deurslaggewend-stempelende rol van energie-werking (dus van die fisiese aspek in die aard van stoflike dinge en prosesse. Die artikel word afgesluit met ’n vlugtige verduideliking van die implikasies van die voorafgaande argumentasie vir ’n benadering van die misterie van die bestaan van materie.

  9. Blood clams community (Anadara granoasa in The Eastern Coastal Waters of Banyuasin Regency South Sumatera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Setianingsih

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract: This research aimed to study existence of blood clams population and the environmental factors that affect them. This research was conducted in the coastal waters of Banyuasin in February 2015. The blood clamp sample was collected using Ekman Grab at low tide. From the observation in the research site, the highest population density was 60 ind/m2 with clay substrate texture, while the lowest density was 20 ind/m2 on the dusty clay substrate. Blood clams population was not found on the sand substrate texture station. Morphometric data showed that the blood clam population in the research site, including the medium category with b < 3 growth pattern (allometric negative. The results of PCA analysis proved that the habitat texture and sediment organic habitats were dominant factors besides the chemical physics environmental factors of the waters (temperature, salinity, pH. Keywords: Blood clams, density, morphometric, PCA Abstrak (Indonesian: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keberadaan populasi kerang-darah dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan di perairan pesisir Banyuasin pada bulan Februari 2015. Sampel kerang-darah diambil dengan mengunakan Ekman Grab pada saat air surut. Dari hasil pengamatan pada lokasi penelitian, kepadatan populasi kerang-darah tertinggi adalah 60 ind/m2 dengan tekstur substrat lempung, sedangkan kepadatan terendah adalah 20 ind/m2 pada substrat lempung berdebu. Populasi kerang-darah tidak ditemukan pada stasiun dengan tekstur substrat pasir. Data morfometrik menunjukan bahwa populasi kerang-darah di lokasi penelitian termasuk kategori sedang dengan pola pertumbuhan b < 3 (allometrik negatif. Hasil analisis PCA membuktikan bahwa tekstur habitat dan bahan organik sedimen merupakan faktor dominan disamping faktor lingkungan fisika kimia perairan (suhu, salinitas, pH. Kata kunci: Kerang-darah, kepadatan, morfometrik, PCA

  10. PERANGKAT LUNAK UNTUK SINTESIS SUARA GERAKAN BENDA PADAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanik Suciati

    2006-01-01

    Full Text Available Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Dalam grafika komputer, telah dikembangkan suatu teknik untuk membuat frame-frame animasi berdasarkan gerakan benda yang dihitung menggunakan rumus-rumus fisika, yang dikenal dengan istilah Physically Based Motion. Pada perkembangan selanjutnya, teknik ini juga dapat digunakan untuk mensintesis suara. Dalam Tugas Akhir ini, akan dibangun suatu aplikasi yang dapat membuat frame-frame animasi gerakan jatuh bebas benda dengan menggunakan teknik Physically Based Motion, sekaligus mensintesis suara yang sesuai dengan gerakan yang dihasilkan. Sistem akan melakukan penghitungan gerakan benda untuk menghasilkan frame-frame animasi. Disamping itu, data suara yang dihasilkan juga digunakan untuk mensintesis suara, sehingga suara yang dihasilkan sesuai dengan gerakan benda. Setelah dilakukan uji coba terhadap aplikasi yang telah dibuat, dapat diambil kesimpulan bahwa gerakan dan suara yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh material properties dan jumlah iterasi yang digunakan untuk melakukan penghitungan. Sedangkan jumlah titik, face dan element dari objek mempengaruhi waktu yang digunakan untuk melakukan penghitungan. Kata kunci: Physically Based Motion, Animasi, Suara Digital, Pemodelan Suara.

  11. SISTEM PAKAR UNTUK BUDIDAYA TAMBAK UDANG PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ega Dioni Putri

    2012-05-01

    Full Text Available Tambak udang putih merupakan sebuah ekosistem buatan kompleks yang membutuhkan bantuan manusia untuk mempertahankan keseimbangan elemen-elemen pembentuknya. Permasalahan di dalamnya disebabkan oleh proses ekologis baik secara biologi, kimia, maupun fisika yang saling terkait. Sehingga untuk menghasilkan solusi optimal perlu diperhitungkan bagaimana keterhubungan antar elemen. Pengetahuan mengenai hubungan elemen-elemen tersebut umumnya dikuasai oleh pakar, tetapi tidak seluruh tambak mampu menyediakan pakar dalam budidayanya. Pengembangan sistem pakar dalam penelitian ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan pakar di tambak udang menggunakan teknik klasifikasi. Pengetahuan pakar direpresentasikan dalam decision table dengan penggunaan multi atribut. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan solusi dari berbagai variasi masalah yang mungkin terjadi di tambak seperti pakar dan fleksibel untuk dimodifikasi. White shrimp embankment is a complex artificial ecosystem that requires human intervention to maintain the balance of its constituent elements. The problems inside are caused by ecological processes therein, either biology, chemistry, and physics that are interlinked so as to produce the optimal solution needs to be taken into account how the connection between elements. Knowledge about the relationships among these elements is generally dominated by experts, but not all embankments are able to provide experts in the cultivation. Development of expert systems in this study aimed to answer the needs of experts in shrimp embankments using the classification technique. Expert knowledge is represented in a decision table with the use of multi attributes. The experimental results show that the system is capable of generating solutions from a variety of problems that may occur in embankments such as expert and versatile to be modified.

  12. PENGARUH PERBEDAAN SUHU AIR PADA PEMELIHARAAN BENIH IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata Blkr DENGAN SISTEM RESIRKULASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Taufik

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk menentukan suhu air yang optimal pada pemeliharaan benih ikan betutu dengan sistem resirkulasi air. Wadah penelitian: 16 unit bak kayu berlapis plastik (1,5 m x 0,7 m x 0,5 m diisi air 300 L yang masing-masing menggunakan bak filter, ditempatkan dalam ruang terlindung dan dilengkapi dengan aerasi. Hewan uji: benih ikan betutu ukuran fingerling (0,65±0,118 g/ekor, padat tebar 1 ekor/5 liter air, diberi makanan alami berupa cacing dan ikan seribu secara berlebih, dengan waktu pemeliharaan 12 minggu. Perlakuan berupa perbedaan suhu air, yaitu: (a 26oC; (b 29oC; (c 32oC; dan (d 24oC–28oC. Parameter yang diukur: sintasan, pertumbuhan, dan produktivitas benih ikan betutu serta sifat fisika-kimia air pemeliharaan. Hasil pene-litian menunjukkan bahwa suhu air paling baik adalah 29oC dan 32oC dan secara nyata (P<0,05 berpengaruh terhadap sintasan, pertumbuhan, dan produktivitas ikan betutu. The objective of the research was know the optimum water temperature in rearing of sand goby fingerlings. Sixteen containers of 1.5 m x 0.7 m x 0.5 m in size were used in this experiment. Each container was stocked with 1 fish/5 L. Average fish weight of 0.65±0.118 gram. Four different water temperatures were applied i.e: (a 26oC; (b 29oC; (c 32oC; and (d 24oC-28oC. The result showed that the water temperature of 29oC and 32oC gave the best result on survival rate, growth rate, and productifity of sand goby.

  13. STRUKTUR KONSEP MAHASISWA CALON GURU TENTANG MEDAN ELEKTROSTATIK BERDASARKAN ANALISIS FRAMING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. E. Nugroho

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi struktur konsep mahasiswa calon guru tentang medan elektrostatik. Data diperolehdengan menggunakan metode thinks-aloud, didukung metode lain yaitu wawancara, diskusi, dan tes tertulis Responden penelitianterdiri atas delapan mahasiswa semester 2 yang telah menempuh fisika dasar sebagai kelompok I, dan sembilan mahasiswasemester 6 yang telah menempuh mata kuliah kelistrikan dan kemagnetan sebagai kelompok II. Mahasiswa tersebut diberipertanyaan real-worlds yang menyangkut konsep dasar medan dan memerlukan jawaban secara spontan. Hasil studi inimenunjukan bahwa (1 struktur konsep mahasiswa mengenai medan elektrostatik pada umumnya mengalami fragmentasi; (2mahasiswa mengalami kerancuan dalam memahami konsep medan elektrostatik; (3 Pada umumnya, mahasiswa masihberlandaskan konsep gaya dalam memahami tentang medan. The purpose of this research is to explore the concept structure of electrostatics field of teacher candidate student. In thisexperiment, we used thinks-aloud method and varied by others (interview, discussion and written-test. Respondent consisted ofeight students of second semester passing Basic Physics subject as the first group and nine students of sixth semester passingelectricity and magnetism subject as the second group. On these students the real world questions related to concept of field andneeded spontaneous answer are asked. The study result shows that (1 in general the concept structure of electrostatics field ofstudents undergoes fragmenting process; (2 the students experience contamination in understanding the electrostatics fieldconcept, and (3 in general the students are still based on the force concept in understanding the field.Keywords: framing analysis, teacher candidate student, concept structure

  14. Penyisihan COD dari Limbah Cair Pabrik Minyak Kelapa Sawit menggunakan Nano Karbon Aktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Munandar

    2016-06-01

    Full Text Available Limbah cair pabrik minyak kelapa sawit (PMKS merupakan sumber pencemar potensial yang dapat memberikan dampak serius terhadap lingkungan, sehingga diperlukan penanganan terhadap limbah cair tersebut melalui peningkatan teknologi pengolahan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghilangkan zat pencemar tersebut adalah dengan proses adsorpsi. Dalam penelitian ini, adsorben yang digunakan adalah karbon aktif dalam skala nanometer. Nano karbon diaktivasi secara fisika (kalsinasi pada suhu 700OC untuk mendapatkan volume pori yang lebih besar. Kristalinitas nano karbon aktif dianalisis menggunakan X-Ray Diffraction (XRD, sedangkan morfologi dari nano karbon aktif dianalisis dengan Scanning Electron Microscopy (SEM. Konsentrasi COD sebelum dan setelah proses adsorbsi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer. Penelitian ini dilakukan dengan variasi waktu kontak (0,5; 1; 2; 3; 4; dan 8 jam, massa adsorben (0,25; 0,5; 1; dan 2 gr, konsentrasi awal (47,60; 97,04; 193,84; dan 482,82 mg/l, ukuran adsorben (nano size dan mikron size, dan jenis adsorben (nano karbon aktif dan nano zeolit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kontak, massa adsorben, jenis adsorben, dan konsentrasi awal sampel limbah mempengaruhi penyisihan COD. Waktu kontak yang optimal antara nano karbon aktif dengan COD adalah 4 jam dengan massa adsorben 2 gr. Pada jumlah atau massa adsorben yang tetap (2 gram semakin tinggi konsentrasi awal COD di dalam sampel limbah maka persen penyisihan semakin kecil. Ukuran sampel pada skala nano memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan ukuran sampel pada skala mikron. Hasil penyisihan COD di dalam sample PMKS untuk nano karbon aktif lebih baik dibandingkan nano zeolit. Hasil Scanning Electron Microscopy (SEM terlihat bahwa nano karbon aktif memiliki ukuran nanometer (10-9.

  15. PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN DIRI DAN TEMAN SEJAWAT KOMPETENSI BIDANG STUDI PADA MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enny Wijayanti

    2015-10-01

    Kata kunci: asesmen diri dan asesmen teman sejawat, kompetensi fisika   DEVELOPING SELF-ASSESSMENT AND PEER-ASSESSMENT FOR STUDENTS’ SUBJECT-MATTER COMPETENCY Abstract This study aimed to: (1 develop the construct of the Students’ Self-Assessment (SSA and Students’ Peer-Assessment (SPA as supplementary formative assessment on physics teaching and learning, (2 find out the chracteristic of the SSA and SPA, (3 find out the effectivenes and (4 find out the usefulness of the SSA and SPA. The development procedure consisted of two stages: development and validation, based of the spiral model from Cennamo and Kalk, with five phases, namely define, design, demonstrate, develop, and deliver. Content validity was determined by expert judgment through coefficient validity analysis from Aiken, focus group discussion, and Delphi technique. Construct validity was analyzed using software SmartPLS. The subjects of this study were sixth semester students majoring on Physics Education at Palangka Raya University. The result of the study can be concluded as follows: (1 the result of model fit, the GFI values 0.996 and the SRMR values of 0.062, may be taken to indicate good fit, (2 the characteristic of the SSA and SPA consisted of validity, reliability, difficulty index and discriminant index had been verified, (3 the effectiveness of group SSA and SPA is better than group of non SSA and SPA, besides students’ response declares SSA and SPA are reasonably effective, (4 SSA and SPA are very useful as feedback for the learning process, progress, and the learning outcome improvement. Keywords: Peer-and Self-assessment, Physics competency

  16. PENGARUH SISTEM PERGANTIAN AIR YANG BERBEDA PADA PEMELIHARAAN BENIH IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata Blkr.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Taufik

    2016-12-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui sistem pergantian air yang paling baik pada pemeliharaan benih ikan betutu. Wadah penelitian: 12 unit bak kayu berlapis plastik (1,9m x 0,8m x 0,5m diisi air 500 L, ditempatkan dalam ruang terlindung dan dilengkapi dengan aerasi. Hewan uji: benih ikan betutu ukuran bobot 0,96±0,08 g/ekor, padat tebar 1 ekor/5 liter air, diberi pakan alami secara berlebih dengan waktu pemeliharaan selama 12 minggu. Perlakuan berupa perbedaan sistem pergantian air: (a resirkulasi, (b semi-statis, dan (c continous flow. Parameter yang diukur: sintasan, pertumbuhan, dan produktivitas benih ikan betutu serta sifat fisika-kimia air pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergantian air dengan sistem resirkulasi memberikan sintasan yang paling baik terhadap benih ikan betutu (33,0% dibanding continous flow (28,3% dan berbeda nyata (P0,05 dengan nilai secara berturut-turut sebesar: 1,41%; 1,31%; dan 1,50%. The aim of this experiment is to obtain the information on survival rate and growth of sand goby fries. The experiment was conducted at research station CibalagungBogor. Twelve container of 1.9m x 0.8m x 0.5m were used in this experiment, each container was stocked with 1 fish/5L of sand goby fry with 0.96±0.08 gram weight. Three different water exchange were aplied i.e (a recirculation, (b semi static, and (c continous flow. Each treatment was done in three replicates. The result showed that the recirculation gave the best result on survival rate (33.0% compared with continous flow (28.3% and significantly different from semi static (21.3%.

  17. TINJAUAN ULANG MATERI AJAR GERAK LURUS BERATURAN MELALUI PERCOBAAN GRAVITY CURRENT DALAM SKALA LABORATORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. K. Wardani

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKDalam konteks problem-based learning, salah satu masalah belajar fisika di sekolah dan di universitas adalah keterkaitan antara materi ajar dan fenomena alam dalam kehidupan sehari-hari masih minimum. Siswa, mahasiswa, guru, dan dosen masih mengalami kesulitan dalam memberikan contoh nyata GLB. Penelitian ini meninjau ulang materi ajar gerak lurus beraturan melalui percobaan gravity current sebagai sistem dua fluida dengan beda kerapatan di laboratorium dalam upaya mencari contoh nyata sistem fisis yang bergerak sepanjang garis lurus dengan kecepatan tetap. Penelitian ini dapat dipandang sebagai model proses intrusi air laut di estuari, tempat pertukaran massa air laut dan air sungai. Fokus penelitian adalah membuktikan bahwa gravity current bergerak dengan kecepatan tetap dan menentukan faktor-faktor dinamik kecepatan. Pengukuran akurat waktu tempuh dan tinggi permukaan air dalam tangki percobaan memberikan kecepatan tak-berdimensi gravity current sebesar 0,45 ± 0,03 dengan beda kerapatan massa dan tinggi awal permukaan air merupakan dua faktor dinamik penentu kecepatan. ABSTRACTIn the context of problem-based learning, one of learning difficulties in physics at schools and universities is theminimum relevance of learning materials to natural phenomena. School and university students still have difficulties in giving real examples of uniform motion. This research examines uniform motion by performing laboratory experiments on gravity current as a system of two fluids with different densities. The experiments were designed to provide a factual case of a moving system with constant speed and to model salt intrusion in an estuary, where sea water and river stream meets. The research focused on the dynamics of gravity currents and determines factors affecting the speed. Based on measurements of travel time and initial height of water surface in all experiments, the results showed that the non-dimensional speed was found to be 0.45 ± 0

  18. PENGARUH VISKOSITAS DAN LAJU ALIR TERHADAP HIDRODINAMIKA DAN PERPINDAHAN MASSA DALAM PROSES PRODUKSI ASAM SITRAT DENGAN BIOREAKTOR AIR-LIFT DAN KAPANG Aspergilus Niger

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kristinah Haryani

    2012-04-01

    Full Text Available  EFFECT OF VISCOSITY AND FLOW RATE ON THE HYDRODYNAMICS AND MASS TRANSFER ON CITRIC ACID PRODUCTION USING Aspergilus Niger YEAST IN AN AIR-LIFT BIOREACTOR. Citric acid is an important organic acid that has many advantages used in foods, drinks, pharmaceuticals industries. Waste of pine apple (covers and core of the fruit still have high contents of glucose and sucrose components, that these are potentially used as basic material for making citric acid by means of fermentation using Aspergillus niger. The reactor to do so is a reactor air-lift external loop with 88 cm in height, 45.41 cm2 in riser area, and 2.01 cm2 in downcomer area. This research is intended to study the influence of volumetric flow and viscosity upon mass transfer in the fermentation process of citric. The variable factors are concentration of total sugar (5 to 25% and of volumetric flow of gas 9.4 to 23.3 cc/second. A dynamic method used to measure of the constants transfer  of gas-fluid mass where oxygen concentration soluted is measured every 30 second using DO meter device. Result of this research shows that the increase of viscosity causes the decrease of hold up gas and fluid circulation speed of the fluid, and the decrease of the constants of mass transfer. The increase of air speed flow will cause the increase of hold up gas and fluid circulation speed, and constants of mass transfer. Relation of the constraints of mass transfer to volumetric flow and viscosity is formulated as follow    Asam sitrat adalah asam organik penting yang sangat banyak kegunaannya seperti untuk industri makanan, minuman, farmasi, dan sebagainya. Limbah nanas (kulit dan bonggol masih mengandung kadar glukosa dan sukrosa yang cukup tinggi, sehingga sangat potensial sebagai bahan baku pembuatan asam sitrat dengan cara fermentasi bantuan kapang Aspergillus niger. Reaktor yang digunakan adalah reactor air-lift external loop. Reaktor yang digunakan berdimensi tinggi 88 cm, luas daerah riser 46

  19. A CONCEPTUAL DESIGN OF NEUTRON COLLIMATOR IN THE THERMAL COLUMN OF KARTINI RESEARCH REACTOR FOR IN VITRO AND IN VIVO TEST OF BORON NEUTRON CAPTURE THERAPY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nina Fauziah

    2015-03-01

    Full Text Available Studies were carried out to design a collimator which results in epithermal neutron beam for IN VITRO and IN VIVO of Boron Neutron Capture Therapy (BNCT at the Kartini research reactor by means of Monte Carlo N-Particle (MCNP codes. Reactor within 100 kW of thermal power was used as the neutron source. The design criteria were based on recommendation from the International Atomic Energy Agency (IAEA. All materials used were varied in size, according to the value of mean free path for each material. MCNP simulations indicated that by using 5 cm thick of Ni as collimator wall, 60 cm thick of Al as moderator, 15 cm thick of 60Ni as filter, 2 cm thick of Bi as γ-ray shielding, 3 cm thick of 6Li2CO3-polyethylene as beam delimiter, with 1 to 5 cm varied aperture size, epithermal neutron beam with maximum flux of 7.65 x 108 n.cm-2.s-1 could be produced. The beam has minimum fast neutron and γ-ray components of, respectively, 1.76 x 10-13 Gy.cm2.n-1 and 1.32 x 10-13 Gy.cm2.n-1, minimum thermal neutron per epithermal neutron ratio of 0.008, and maximum directionality of 0.73. It did not fully pass the IAEA’s criteria, since the epithermal neutron flux was below the recommended value, 1.0 x 109 n.cm-2.s-1. Nonetheless, it was still usable with epithermal neutron flux exceeding 5.0 x 108 n.cm-2.s-1. When it was assumed that the graphite inside the thermal column was not discharged but only the part which was going to be replaced by the collimator, the performance of the collimator became better within the positive effect from the surrounding graphite that the beam resulted passed all criteria with epithermal neutron flux up to 1.68 x 109 n.cm-2.s-1. Keywords: design, collimator, epithermal neutron beam, BNCT, MCNP, criteria   Telah dilakukan penelitian tentang desain kolimator yang menghasilkan radiasi netron epitermal untuk uji in vitro dan in vivo pada Boron Neutron Capture Therapy (BNCT di Reaktor Riset Kartini dengan menggunakan program Monte

  20. PENGOLAHAN LIMBAH Cr(VI DAN FENOL DENGAN FOTOKATALIS SERBUK TiO2 DAN CuO/TiO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Slamet

    2011-07-01

    Full Text Available Studi tentang pengolahan limbah Cr(VI dan fenol secara fotokatalisis telah dilakukan dengan fotokatalis TiO2 dan CuO/TiO2. Katalis CuO/TiO2 dipreparasi dengan cara impregnasi terhadap TiO2 Degussa P25 menggunakan larutan garam tembaga yang berasal dari berbagai jenis prekursor. Komposisi Cu dalam katalis divariaskani dari 0,2% hingga 5%. Fotokatalis tersebut kemudian dikarakterisasi DRS (Diffuse Reflectance Spectroscopy dan XRD (X-Ray Diffraction. Aktivitas fotokatalis diuji dengan menggunakan sistem reaktor slurry yang bekerja secara batch dan dilengkapi dengan 6 lampu UV black light selama 5 jam, kemudian hasilnya dianalisis dengan UV-VIS Spectrophotometer. Hasil karakterisasi DRS menunjukan bahwa penambahan CuO dari 1% hingga 5% ke dalam TiO2 dapat meningkatkan pita absorbansi katalis dari 398 hingga 413 nm dan menurunkan band gap dari 3,2 hingga 2,58 eV. Hasil karakterisasi XRD menunjukan adanya struktur kristal anatase dan rutil dalam katalis TiO2 dan CuO/TiO2, sementara struktur kristal CuO muncul pada katalis CuO/TiO2 yang dipreparasi dengan prekursor Cu-Asetat dan Cu-Nitrat. Fotokatalis 0,2% CuO/TiO2 dari prekursor Cu-Asetat memiliki aktivitas optimal yang mereduksi Cr(VI 99,67% dan mendegradasi fenol 97,16%. Sementara jika kedua limbah tersebut diolah secara simultan, katalis TiO2 Degussa P25 memiliki aktivitas yang paling tinggi dengan meningkatkan konversi reduksi Cr(VI menjadi 100% dan menurunkan konversi degradasi fenol menjadi 93,81% dengan waktu reaksi 5 jam.

  1. Pengaruh Konsentrasi Nutrien dan Konsentrasi Bakteri Pada Produksi Alga Dalam Sistem Bioreaktor Proses Batch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Minarti Oktafiani

    2013-09-01

    Full Text Available Bertambahnya populasi penduduk sebanding dengan meningkatnya kebutuhan manusia, sehingga berdampak negatif terhadap peningkatan kebutuhan akan energi khususnya energi yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi. Oleh sebab itu diperlukan energi alternatif sebagai pengganti bahan baku minyak bumi. Salah satu energi alternatif yang digunakan sebagai pengganti bahan baku minyak bumi adalah biodiesel. Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi nutrien dan konsentrasi bakteri pada produksi alga dalam sistem bioreaktor proses batch. Pada penelitian tugas akhir ini menggunakan dua variabel yaitu variabel pertama dengan penambahan nutrien (N dan P dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak tiga variasi konsentrasi yaitu 7,5 mg/L, 15 mg/L, 30 mg/L dan variabel kedua penambahan bakteri dengan menggunakan biakan bakteri dari saluran drainase sebanyak tiga variasi konsentrasi yaitu 50 mL, 100 mL, 150 mL. Dalam penelitian ini juga menambahkan mixing pompa sebagai pengadukan selama 24 jam dan waktu pencahayaan dengan bantuan cahaya lampu flourescent selama 12 jam. Penelitian ini dilakukan didalam ruangan. Waktu dalam penelitian tugas akhir ini dilakukan selama 14 hari dengan dua kali running dan waktu kontak 10 hari. Parameter yang akan diteliti dalam penelitian ini terbagi menjadi dua bagian yaitu parameter utama dan parameter tambahan. Parameter tersebut adalah konsentrasi MLSS/MLVSS, N-amonia, N-nitrat, Fosfat, Klorofil a sebagai parameter utama sedangkan untuk pH, suhu dan DO sebagai parameter tambahan.Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil kondisi optimum penambahan konsentrasi nutrien dan konsentrasi bakteri yang dilakukan didalam ruangan yaitu penambahan nutrien sebesar 7,5 mg/L dan bakteri sebesar 150 mL,karena memiliki nilai klorofil a yang seimbang dibandingkan reaktor yang lainnya. Oleh sebab itu, penambahan nutrien dan bakteri yang tepat dapat memproduksi alga dengan jumlah yang optimal di

  2. ANALISIS KANDUNGAN UNSUR ESENSIAL DAN TOKSIK DALAM TEH DAN AIR SEDUHANNYA DENGAN AKTIVASI NEUTRON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Th. Rina Mulyaningsih

    2015-04-01

    Full Text Available Kadar unsur logam K, Ca, Mn, Mg, Fe, Na, Zn, Rb, Br, Cr, Cs, La,Sc dan Co dalam 14 sampel teh hijau, teh hitam, teh hitam dengan aroma melati, aroma vanila, bunga rosella dan air seduhan teh telah ditentukan dengan analisis aktivasi neutron. Sampel teh dipilih dari produksi dalam negeri dan diperoleh dari Pasar Swalayan di daerah Serpong. Iradiasi neutron sampel dilakukan di Fasilitas Iradiasi reaktor RSG-GAS pada fluks neutron thermal sekitar sekitar 1013 ncm-2s-1. Prosedur kerja menggunakan SOP yang dikeluarkan oleh FNCA. Sebagai kontrol mutu digunakan SRM-NIST 1573a Tomato leaves dan NIST 1547 Peach leaves. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi semua unsur bervariasi tergantung jenis teh. Konsentrasi Ca, K, Mg dan Mn dalam teh cukup tinggi > 100 mg/kg . Konsentrasi Ca dan K memiliki rentang nilai antara 1135,36-9123,21 dan 1064,41-2473,12 mg/kg serta Mg 2725,6-5528,5; dan Mn 95,38-815,48 mg/kg. Unsur mikroesensial Na, Fe, Co, La, Cr, Br, Sc, Cs, Rb dan Zn memiliki konsentrasi 100 mg/kg. Concentration of Ca and K have values in a range of 1135.36-9123.21 and 1064.41-2473.12 mg/kg as well as Mg of 2725.6-5528.5; and Mn of 95.38-815.48 mg/kg.Concentration of Na, Fe, Co, La, Cr, Br, Sc, Cs, Rb and Zn <100 mg/kg. Most elements in these tea were released into the infusions at defferent percentages in a range of 27.89-68.94% depending on the sort of the tea. There were not detected toxical elements Hg, Cd and As except Cr with low concentration. Therefore tea drink sare adequately good enough as essential elements source and content no toxic elements. Keywords: elemental analysis, essential, toxic, tea, neutron activation.

  3. Experimental investigation and mathematical modelling of the combustion of brown coal, refuse and mixed fuels in a circulating fluidized bed combustor; Experimentelle Untersuchung und mathematische Modellierung der Verbrennung von Braunkohle, Abfallstoffen und Mischbrennstoffen in einer zirkulierenden Wirbelschichtfeuerung

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Bernstein, W.; Brunne, T.; Hiller, A. [Technische Univ. Dresden (Germany). Inst. fuer Energietechnik; Albrecht, J. [Lurgi Umwelt GmbH, Frankfurt am Main (Germany); Quang, N. [Polytechnic Inst., Danang (Viet Nam)

    1998-09-01

    Extensive experiments on combustion of biological materials and residues in fluidized bed combustors and dust combustors have been carried out at the Department of Power Plant Engineering of Dresden University since the early nineties. Particular interest was taken in mixing brown coal with sewage sludge, sugar pulp and waste wood. The experiments were supplemented by modelling in a research project funded jointly by the BMBF and Messrs. Lurgi since early 1997. A combustion cell model designed by Siegen University is being modified for the new mixed fuels, and preliminary investigations were carried out on a batch reactor while the modelling work was continued. (orig.) [Deutsch] An dem Lehrstuhl fuer Kraftwerkstechnik der TU Dresden werden seit Anfang der 90-iger Jahre umfangreiche experimentelle Untersuchungen zur Verbrennung von Bio- und Reststoffen in Wirbelschicht- und Staubfeuerungen durchgefuehrt. Dabei war vor allem die Zufeuerung dieser Stoffe in Waermeerzeugeranlagen auf Braunkohlenbasis von besonderem Interesse. Experimentell konnte nachgewiesen werden, dass sowohl Biobrennstoffe als auch Abfaelle in zirkulierenden Wirbelschichtfeuerungen umweltschonend zur Waermeerzeugung eingesetzt werden koennen. Als Beispiel wird das an Hand von Braunkohle-Klaerschlammgemischen sowie Bagasse- und Holz-Braunkohlegemischen gezeigt. Neben den experimentellen Untersuchungen bietet die Modellierung der Verbrennungsvorgaenge ein geeignetes Mittel um Voraussagen zu anderen Mischungsanteilen sowie anderen geometrischen Abmessungen machen zu koennen. Seit Anfang 1997 wird dazu ein vom BMBF und der Firma Lurgi gefoerdertes Forschungsvorhaben bearbeitet. Ein von der Universitaet Gesamthochschule Siegen fuer die Braunkohleverbrennung konzipiertes Zellenmodell wird auf die neuen Brennstoffgemische erweitert. Da grundsaetzlich andere Stoffzusammensetzungen vorliegen, wurden an einem Batch-Reaktor Voruntersuchungen zum Pyrolyseverhalten der Brennstoffe durchgefuehrt. Erste

  4. SINTESA GULA DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Irawan

    2012-11-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SUGAR FROM ORGANIC WASTES VIA ACID CATALYSTHYDROLYSIS. Hydrolysis process is an important step from every process to produce biofuel withorganic wastes as raw material. Hydrolysis process with chemical uses hydrochloride acid as catalystin which will transform holocellulose to glucose. Raw material of 100 grams is put into hydrolysisreactor with batch system equipped with pressure control and ratio hydrochloride of 1 : 6 w/v. Thevariables studied were temperature of 110-140oC, HCl concentration of 0.5-1%, time of hydrolysis of15-60 minutes. The sugar concentration was taken and then be analyzed by Nelson-Somogy method.The hydrolysis, which was carried out with the temperature of 120oC, time of 30 minutes, HClconcentration of 0.75%, and the pressure of 6 bar, produced sugar reduction of 27.3 mg/mL and yieldof 15.07%. Proses hidrolisis merupakan satu tahap penting dari rangkaian tahapan proses produksi bahan bakarnabati menggunakan bahan baku sampah organik. Proses hidrolisis secara kimiawi menggunakanHCl sebagai katalis akan mengubah holoselulosa yang terdapat pada sampah organik menjadi gula.Gula yang dihasilkan inilah yang dapat difermentasi menjadi bahan bakar nabati. Bahanbaku sebanyak 100 g dimasukkan dalam reaktor hidrolisis sistem batch yang dilengkapi denganpengukur tekanan dan ditambahkan larutan HCl pada perbandingan 1:6 b/v. Hidrolisis dilakukandengan memvariasikan suhu operasi 100-140oC, waktu proses 15-60 menit, serta konsentrasi HCl 0,5-1%. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar gula menggunakan metode Nelson-somogy. Hasilhidrolisis yang dilakukan pada suhu 120oC selama 30 menit serta konsentrasi HCl 0,75% dan tekananterukur 6 bar menghasilkan gula 27,30 mg/mL dan yield gula sebesar 15,07%.

  5. SIMULASI PENGARUH KONSENTRASI BIOMASSA PADA LUMPUR AKTIF TERHADAP PENYISIHAN COD DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. E. Palupi

    2012-02-01

    Full Text Available Proses pengolahan limbah cair dengan bioreaktor membran terendam (BRMt, mempunyai banyak keuntungan dibandingkan proses lumpur aktif konvensional, karena prosesnya lebih sederhana, tidak memerlukan bak sedimentasi sekunder dan kandungan solid dalam efluen (permeat hampir tidak ada. Dalam proses ini melibatkan tiga fasa yaitu padat (biomassa dan komponen-komponen limbah, cair (air dan gas (udara untuk aerasi, dimana degradasi biologis yang terjadi sangat dipengaruhi oleh transfer massa lintas membran, sehingga diperlukan analisa teoritis terhadap proses degradasi limbah pada BRMt dengan model matematis yang dapat menjelaskan fenomena sistemnya, yaitu laju degradasi limbah (SS dan XS, laju pertumbuhan biomassa heterotrop (XBH, laju pembentukan SMP (soluble microbial product, kelarutan oksigen (SO, dan jumlah senyawa organik inert (SI dan XI. Penelitian ini bersifat simulasi yang menggabungkan antara model matematis aktivitas biologis dan performance membran menjadi satu model yang dapat digunakan untuk menghitung COD total pada setiap waktu. Hasil simulasi divalidasi dengan hasil analisa laboratorium dengan limbah cair domestik sintetis sebagai umpan. Secara teoritis, proses degradasi limbah BRMt terdiri dari tujuh komponen yang saling terkait yaitu Ss, Xs, XBH, SSMP, SO, SI dan XI. Model matematis yang diperoleh dapat menjelaskan fenomena terjadinya degradasi limbah domestik sintesis dan akumulasi partikulat inert. Simulasi menunjukkan hasil yang cukup bagus untuk memprediksikan pengolahan limbah cair dengan lumpur aktif dan separasi membran dalam satu reaktor. Dibandingkan dengan hasil percobaan, ditemukan nilai parameter baru untuk pengolahan limbah domestik sintesis dengan lumpur aktif, yaitu YH  = 0,46; μH = 1,5 hari-1; bH = 10,5 hari-1; KS = 1000 g COD/m3; KOH =0,5 g O2/m3; KSMP =15 g COD/m3.

  6. PIROLISIS LIGNIN DARI LIMBAH INDUSTRI KELAPA SAWIT UNTUK PENGEMBANGAN SURFAKTAN DALAM PROSES ENHANCE OIL RECOVERY (EOR (Pyrolysis of Lignin From Waste of Palm Oil Industries for The Development of Surfactants for Enhance Oil Recovery (EOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryo Purwono

    2001-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Pirolisis dari lignin yang berasal dari limbah industri kelapa sawit dapat menghasilkan alkohol dan derivatif lainnyd yang dapat digunakan sehagai surfaktan. Prosedur penelitian proses pirolisis ini odalah sebagai berikut: I serabut atau tandan sisa pengolahon kelapa sawit yang sudah dikeringkan dimasukkan kedalam reaktor dengan berat tertentu dan dipanaskan sampai suhu yang diinginkan, 2 produk pirolisis yang keluar dari reoktor kemudian didinginkan sampoi mencapai suhu kamor, 3 hasil cair ditampung didalam gelas ukur dan hasil gasnya ditampung di suatu botol tertentu. Suhu paling baik yang dicapai adalah 4A0 "C untuk lignin yong berasal dari serabut dan 350'C untuk lignin yang berasal dari tandan kelapa sawit. Surfaktan yang dihasilkan sekitar j4 sampai 38% dari produk pirolisis. Pada penelitian ini kecepatan reaksi dianggap order satu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surfakton yang dihasilkan dapat membentuk emulsi dengan minyak menta.h. Hal ini menunjukkon bahwa surfaktan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan untuk proses EOR.   ABSTRACT Pyrolysis of lignin from waste of palm oil industries produces alcohol and its derivatives which can be sulfonated to become surfactant. The experimental procedures for the pyrolysis process were as follows: 1 dried palm oil husks at a certain weight were put into the pyrolysis reactor and heated up to a certain temperafure; 2 the product leaving the reactor was cooled down to room temperature; and 3 the liquid product was collected in a flask while the gas product was put into a big bottle. The best temperature obtained for producing liquid product was 400 oC for lignin from palm oil fruit fibers and 350 oC for lignin from palm oil fruit stems. The surfactant developed was in the range between 34 and 38% from the pyrolysis product. In this experiment, the reaction rate was assumed to be in first order. The result showed that the surfactant obtained from the experiment could form emulsion

  7. R+D works for the further development of high temperature reactors. (1) Captive bearing experiments for active magnetic bearings. (2) Captive bearing test for HTR blowers. Final report 1.10.1983 - 31.3.1991; F+E-Arbeiten fuer die Weiterentwicklung von Hochtemperaturreaktoren. (1) Fanglagerversuche fuer aktive Magnetlager. (2) Fanglagertest fuer HTR-Geblaese. Abschlussbericht. 1.10.1983 - 31.3.1991

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    1991-03-14

    When using active magnetic bearings as blower shaft bearings, blower motors and bearings must be protected against mechanical damage in case of faults (example: total electrical supply failure due to the supply cables breaking). So-called captive bearings are provided, in order to be able to shut the blowers down safely in such faults. These captive bearings are roller bearings which are additionally fitted in the area of the blower shaft bearings, to prevent mechanical contact between the blower rotor and stator. As there was little experience available for the given boundary conditions, such as - speed, - acceleration, - bearing load, - bearing dimensions, - ambient conditions, appropriate development and tests had to be carried out. It was important to determine suitable captive bearings and the necessary ambient conditions, which will make it possible to support the failures of the magnetic bearings to be expected in 40 years` operation of the reactor without damage and to meet the requirements of the captive bearings. (orig./GL). [Deutsch] Beim Einsatz von aktiven Magnetlagern als Geblaesewellenlagerung sind Geblaesemotor und -lager vor mechanischer Schaedigung im Stoerfall (Beispiel: totaler Stromausfall durch Bruch der Versorgungskabel) zu schuetzen. Um bei derartigen Stoerfaellen die Geblaese sicher abfahren zu koennen, werden sogenannte Fanglager vorgesehen. Diese Fanglager sind Waelzlager, die im Bereich der Geblaesewellenlagerung zusaetzlich angebracht werden, um einen mechanischen Kontakt zwischen Geblaesemotor und -stator zu verhindern. Da fuer die vorgegebenen Randbedingungen, wie - Drehzahl, - Beschleunigung, - Lagerbelastung, - Lagerabmessungen, Umgebungsbedingungen nur geringe Erfahrungen vorlagen, mussten entsprechende Entwicklungen und Versuche durchgefuehrt werden. Hierbei galt es, geeignete Fanglager und die erforderlichen Umgebungsbedingungen zu ermitteln, die es ermoeglichen, die in 40 Betriebsjahren des Reaktors zu erwartenden Ausfaelle der

  8. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Dengan Katalis NaOH Menggunakan Gelombang Mikro (Microwave Secara Kontinyu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daru Satria Prayanto

    2016-04-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Proses pembuatan biodiesel dapat dilakukan dengan metode pemanasan konvensional maupun dengan metode pemanasan microwave. Dengan radiasi microwave, maka waktu yang dibutuhkan saat proses transesterifikasi lebih singkat dibandingkan dengan konvensional. Disisi lain, minyak kelapa memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan biodiesel karena ketersediaannya yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biodiesel dari minyak kelapa secara kontinyu melalui proses transesterifikasi metanol dengan menggunakan radiasi microwave dengan katalis NaOH dan mempelajari pengaruh konsentrasi tiap katalis, daya, dan laju umpan yang digunakan terhadap yield, densitas, dan viskositas biodiesel yang dihasilkan. Dalam penelitian ini di gunakan 3 variabel, yaitu laju umpan 0,73; 1,25; 1,72 ml/s, konsentrasi katalis 0,25; 0,5; 1 (% berat variabel daya microwave 100, 264, 400, 600, dan 800 Watt. Rasio umpan ditentukan pada 1:9. Pada tahap persiapan melarutkan metanol dan katalis sesuai dengan variabel hingga tercampur homogen. Selanjutnya tahap transesterifikasi dengan mencampurkan larutan metanol (metanol dan katalis dengan minyak kelapa dengan mol ratio yang telah ditentukan dan mengatur daya microwave untuk memulai proses transesterifikasi, proses berlangsung secara kontinyu menggunakan mix flow reaktor. Selanjutnya pemisahan hasil transesterifikasi dari gliserol, dilanjutkan dengan tahap pencucian dengan aquadest untuk memisahkan impurities dan katalis yang masih tersisa dalam biodiesel kemudian memanaskan pada oven untuk menguapkan kandungan air dalam biodiesel. Selajutnya menganalisisa hasil biodiesel terhadap yield, densitas, dan viskositasnya. Hasil terbaik dari variabel yang digunakan di atas adalah pada katalis NaOH dengan konsentrasi 1

  9. Pembuatan Gliserol Karbonat Dari Gliserol Dengan Katalis Berbasis Nikel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktarinda Damayanti

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin berkembangnya penggunaan biodesel sebagai bahan bakar yang bersifat renewable mendorong bertambahnya jumlah gliserol di pasaran sebagai produk samping reaksi pembuatan biodesel. Upaya peningkatan nilai jual gliserol dilakukan dengan pengolahan gliserol menjadi produk turunannya, salah satunya gliserol karbonat. Gliserol karbonat memiliki fungsi sebagai bahan baku polimer, surfaktan, emulsifier dan sebagainya yang juga bersifat biodegradable. Gliserol karbonat dapat diperoleh melalui reaksi karboksilasi katalitik antara gliserol dengan urea. Reaksi ini dilakukan dalam reactor batch dilengkapi yang dilengkapi dengan pompa. Gliserol, urea dan katalis dimasukkan dalam reaktor, kemudian dipanaskan. Saat suhu operasi tercapai, pompa vakum dinyalakan vakum untuk mengeliminasi gas ammonia yang terbentuk sebagai produk samping. Penelitian ini diawali dengan seleksi 3 jenis katalis yakni Ni powder, Ni yang diambil dari NiCl2.6H2O dan Ni/γAl2O3, jumlah katalis yang digunakan dalam seleksi sebesar 3%  dengan suhu proses 150oC selama 4 jam. Hasil yang terbaik adalah katalis Ni/γAl2O3 dengan konversi gliserol 38,88% dan yield gliserol karbonat 23,56%. Kemudian dilakukan uji pengaruh jumlah katalis 1%, 3% & 5% dari berat gliserol dengan menggunakan Ni/γAl2O3. Hasil terbaik pada berat katalis 5% dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat 27,83%. Penelitian dilanjutkan dengan seleksi suhu proses antara 100oC, 125oC, 150oC, 175oC & 200oC. Pada seleksi ini terpilih suhu 150oC yang menghasilkan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%. Berikutnya adalah mengetahui pengaruh waktu terhadap konversi gliserol dan yield gliserol karbonat dengan variable 0 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Hasil terbaik diperoleh pada 4 jam proses dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%.

  10. Adaptive Neural Network Algorithm for Power Control in Nuclear Power Plants

    Science.gov (United States)

    Masri Husam Fayiz, Al

    2017-01-01

    The aim of this paper is to design, test and evaluate a prototype of an adaptive neural network algorithm for the power controlling system of a nuclear power plant. The task of power control in nuclear reactors is one of the fundamental tasks in this field. Therefore, researches are constantly conducted to ameliorate the power reactor control process. Currently, in the Department of Automation in the National Research Nuclear University (NRNU) MEPhI, numerous studies are utilizing various methodologies of artificial intelligence (expert systems, neural networks, fuzzy systems and genetic algorithms) to enhance the performance, safety, efficiency and reliability of nuclear power plants. In particular, a study of an adaptive artificial intelligent power regulator in the control systems of nuclear power reactors is being undertaken to enhance performance and to minimize the output error of the Automatic Power Controller (APC) on the grounds of a multifunctional computer analyzer (simulator) of the Water-Water Energetic Reactor known as Vodo-Vodyanoi Energetichesky Reaktor (VVER) in Russian. In this paper, a block diagram of an adaptive reactor power controller was built on the basis of an intelligent control algorithm. When implementing intelligent neural network principles, it is possible to improve the quality and dynamic of any control system in accordance with the principles of adaptive control. It is common knowledge that an adaptive control system permits adjusting the controller’s parameters according to the transitions in the characteristics of the control object or external disturbances. In this project, it is demonstrated that the propitious options for an automatic power controller in nuclear power plants is a control system constructed on intelligent neural network algorithms.

  11. Anaerobic degradation of tetrachloroethylene; Anaerober Abbau von Tetrachlorethylen

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Diekert, G. [Stuttgart Univ. (Germany). Inst. fuer Mikrobiologie; Scholz-Muramatsu, H. [Stuttgart Univ. (Germany). Inst. fuer Siedlungswasserbau

    1996-12-31

    Dehalospirillum multivorans, a tetrachloroethylene-dechlorinating bacterium, was isolated in activated sludge. This organism is able to grow on a defined medium with hydrogen and tetrachloroethylene (PCE) as its only energy source. The organism was characterised and the physiology of dechlorination was studied. In this process PCE is dechlorinated to cis-1,2-dichloroethene (DCE) via trichloroethene (TCE). A fluidized-bed reactor which reduces PCE to DCE at a high rate (15 nmol/min/mg of protein at 5 {mu}M PCE) was inoculated with the bacterium. Meanwhile a reactor inoculated with D. multivorans and a fully dechlorinating mixed culture has become available which catalyses the complete dechlorination of PCE to ethene at just as high rates. Tetrachloroethene dehalogenase was purified from D. multivorans (unpublished results) and characterised. (orig./SR) [Deutsch] Aus Belebtschlamm wurde ein Tetrachlorethen-dechlorierendes Bakterium, Dehalospirillum multivorans, isoliert. Der Organismus waechst auf definiertem Medium mit Wasserstoff und Tetrachlorethen (PCE) als einziger Energiequelle. Der Organismus wurde charakterisiert und die Physiologie der Dechlorierung wurde untersucht. PCE wird dabei ueber Trichlorethen (TCE) bis zum cis-1,2-Dichlorethen (DCE) dechloriert. Mit diesem Bakterium wurde ein Wirbelschichtreaktor inokuliert, der mit hohen Raten (15 nmol/min/mg Protein bei 5 {mu}M PCE) PCE zu DCE reduziert. Inzwischen steht ein Reaktor zur Verfuegung, der mit D. multivorans und einer voellig dechlorierenden Mischkultur inokuliert wurde und der mit ebenso hohen Raten eine vollstaendige Dechlorierung von PCE bis zum Ethen katalysiert. Aus D. multivorans wurde die Tetrachlorethen-Dehalogenase gereinigt (unveroeffentlichte Ergebnisse) und charakterisiert. (orig./SR)

  12. Smart Energy. Transition to a sustainable energy system; Smart Energy. Wandel zu einem nachhaltigen Energiesystem

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Servatius, Hans-Gerd [Stuttgart Univ. (Germany). Management System Network; Rohlfing, Dirk [Smart Energy Blog, Bruehl (Germany); Schneidewind, Uwe (eds.) [Wuppertal Institut fuer Klima, Umwelt, Energie GmbH, Wuppertal (Germany)

    2012-07-01

    This publication attempts to apply new findings of innovation management and sustainability research to the changing energy sector. After the Fukushima catastrophe, the German government decided in 2011 to start the energy turnaround. What are the resulting perspectives for the energy industry? Renowned authors from science and practice describe how the change in the direction of higher sustainability can be implemented. Smart technologies will make an important contribution. The book comprises five section: New business models, transformation and future scenarios, challenges from the view of different actors, energy efficiency, smart metering and smart buildings, transformation of power grids into smart grids, smart cities and electromobility. [German] Erste umfassende Darstellung des Themas aus der Perspektive verschiedener namhafter Autoren Uebertragung neuer Erkenntnisse aus dem Innovationsmanagement und der Nachhaltigkeitsforschung auf den Wandel des Energiesektors Besondere Aktualitaet nach der Reaktor-Katastrophe in Japan Mit den Ereignissen und Entscheidungen des Jahres 2011 wurde endgueltig derWandel im Umbau unseres Energiesystems eingeleitet. Welche Perspektiven ergeben sich daraus fuer die Unternehmen des Energiesektors? Namhafte Autoren aus Wissenschaft und Praxis beschreiben in diesem Buch, wie der Wandel in Richtung auf mehr Nachhaltigkeit gelingen kann. Eine wichtige Rolle spielen dabei die sogenannten Smart-Technologien. Die Herausforderung fuer Versorger und Technikanbieter liegt darin, erfolgreich neue Geschaeftsmodelle zu realisieren. Die Autoren arbeiten in zukunftsweisenden Projekten in diesem Themenfeld und berichten ueber ihre Fortschritte beim Umbau der Energiebranche. Das Buch ist in fuenf Themenbloecke gegliedert: Neue Geschaeftsmodelle, Transformationen und Zukunftsentwuerfe Herausforderungen aus der Sicht verschiedener Akteure Energieeffizienz, Smart Metering und intelligente Gebaeude Transformation der Netze zu Smart Grids Smart Cities

  13. Irradiation effects on Zr-2.5Nb in power reactors

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Song, C., E-mail: Carol.Song@cnl.ca [Canadian Nuclear Laboratories, Chalk River, Ontario (Canada)

    2016-06-15

    Zirconium alloys are widely used as structural materials in nuclear applications because of their attractive properties such as a low absorption cross-section for thermal neutrons, excellent corrosion resistance in water, and good mechanical properties at reactor operating temperatures. Zr-2.5Nb is one of the most commonly used zirconium alloys and has been used for pressure tube materials in CANDU (Canada Deuterium Uranium) and RBMK (Reaktor Bolshoy Moshchnosti Kanalnyy, 'High Power Channel-type Reactor') reactors for over 40 years. In a recent report from the Electric Power Research Institute, Zr-2.5Nb was identified as one of the candidate materials for use in normal structural applications in light-water reactors owing to its increased resistance to irradiation-induced degradation as compared with currently used materials. Historically, the largest program of in-reactor tests on zirconium alloys was performed by Atomic Energy of Canada Limited. Over many years of in-reactor testing and CANDU operating experience with Zr- 2.5Nb, extensive research has been conducted on the irradiation effects on its microstructures, mechanical properties, deformation behaviours, fracture toughness, delayed hydride cracking, and corrosion. Most of the results on Zr-2.5Nb obtained from CANDU experience could be used to predict the material performance under light water reactors. This paper reviews the irradiation effects on Zr-2.5Nb in power reactors (including heavy-water and light-water reactors) and summarizes the current state of knowledge. (author)

  14. Pemanfaatan Bentonit Dan Karbon Sebagai Support Katalis NiO-MgO Pada Hidrogenasi Gliserol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferlyna Sari

    2014-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya produksi biodiesel maka gliserol kasar yang merupakan produk samping dari reaksi transesterifikasi dari minyak nabati juga semakin besar. Salah satu cara yang dikembangkan untuk memanfaatkan gliserol adalah dengan mengubahnya menjadi propilen glikol (1,2-propanadiol melalui proses hidrogenasi menggunakan katalis heterogen (padat. Dalam penelitian ini digunakan katalis padat NiO-MgO dengan support bentonit dan karbn aktif dalam hidrogenasi gliserol untuk mengetahui pengaruh jumlah katalis, berat promote terhadap bentonit atau karbon, suhu, serta waktu reaksi terhadap besarnya konversi gliserol dan yield propilen glikol yang dihasilkan. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan, yaitu preparasi katalis dan pembuatan propilen glikol. Preparasi katalis dilakukan melalui proses impregnasi dan kalsinasi. Kemudian dilakukan proses pembuatan propilen glikol di dalam reaktor batch berpengaduk dengan berat katalis, berat promoter terhadap bentonit dan karbon aktif, suhu, serta waktu reaksi sesuai variabel. Produk hasil proses hidrogenasi dipisahkan dari katalis, lalu menganalisa kadar gliserol sisa dengan menggunakan metode titrimetri dan propilen glikol terbentuk menggunakan analisa gas chromatography (GC. Konversi gliserol terbaik pada proses hidrogenasi gliserol menjadi propylene glycol dengan katalis NiO-MgO/Bentonit dan NiO-MgO/Karbon masing-masing sebesar 50,419% dan 52,882% pada kondisi suhu 200°C, tekanan 200 psi dengan 20% berat promote terhadap katalis dan 7%berat katalis selama 2 jam. Yield propylene glycol terbaik dengan menggunakan katalis NiO-MgO/Bentonit sebesar 8,1848% pada kondisi suhu 220°C dengan 10% berat promote terhadap katalis dan 7%berat katalis selama 3 jam, sedangkan pada katalis NiO-MgO/Karbon diperoleh yield terbaik sebesar 7,2607% pada kondisi suhu 200°C dengan 5% berat promote terhadap katalis dan 7%berat katalis selama 3 jam.

  15. PENGARUH NILAI BAKAR TERHADAP INTEGRITAS KELONGSONG ELEMEN BAKAR TRIGA 2000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.A. Sudjatmi

    2015-04-01

    Full Text Available Bentuk elemen bakar reaktor TRIGA Bandung adalah silinder padat yang merupakan campuran homogen paduan uranium dan zirkonium hidrida. Pada saat reaktor beroperasi, suhu elemen bakar akan bertambah, akibatnya akan menaikan tekanan gas-gas yang ada di dalam kelongsong elemen bakar. Tekanan gas yang timbul dalam kelongsong elemen bakar merupakan penjumlahan tiga komponen tekanan yaitu tekanan akibat udara yang terperangkap antara kelongsong dengan bahan bakar, tekanan oleh gas hasil fisi yang terbentuk dari elemen bakar dan tekanan yang berasal dari pemisahan hidrogen dari paduan zirkonium hidrida. Gas hasil fisi yang terbentuk oleh bahan bakar sebanding dengan besarnya fraksi bakar oleh setiap elemen bakar dalam teras reaktor. Semakin besar fraksi bakar elemen bakar, semakin besar gas gas hasil fisi yang dihasilkannya, akibatnya semakin besar tekanan di dalam kelongsong yang disebabkan oleh gas gas hasil fisi tersebut. Perhitungan jumlah gas-gas hasil fisi dalam kelongsong yang merupakan fungsi dari nilai bakar dilakukan dengan menggunakan program ORIGEN-2. Program ORIGEN-2 adalah kode komputer yang banyak digunakan untuk menghitung hasil fisi, peluruhan dan pengolahan bahan radioaktif. Tampang lintang, presentase timbulnya hasil fisi, data peluruhan, dan data lainnya yang diperlukan disediakan dalam pustaka data selama eksekusi program. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa tekanan gas yang diakibatkan oleh gas hasil fisi adalah 4,13 10-3 psi dan tekanan gas yang diakibatkan udara yang terjebak di dalam kelongsong adalah 56,6 psi, yang mengakibatkan tegangan pada kelongsong sebesar 2080 psi dan nilai ini jauh lebih kecil dari setengah tegangan luluh bahan kelongsong sebesar 12.000 psi pada temperatur 750 oC atau sekitar 40.000 psi pada temperatur 138 oC. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa dilihat dari sisi nilai bakar, maka elemen bakar layak digunakan sampai mencapai nilai bakar maksimum. Kata kunci : TRIGA, nilai bakar, elemen bakar

  16. ANALISIS EFEK KECELAKAAN WATER INGRESS TERHADAP REAKTIVITAS DOPPLER TERAS RGTT200K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair Zuhair

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam high temperature reactor, koefisien reaktivitas temperatur yang didesain negatif menjamin reaksi fisi dalam teras tetap berada di bawah kendali dan panas peluruhan tidak akan pernah melelehkan bahan bakar yang menyebabkan terlepasnya zat radioaktif ke lingkungan. Namun masuknya air (water ingress ke dalam teras reaktor akibat pecahnya tabung penukar panas generator uap, yang dikenal sebagai salah satu kecelakaan dasar desain, dapat mengintroduksi reaktivitas positif dengan potensi bahaya lainnya seperti korosi grafit dan kerusakan material struktur reflektor. Makalah ini akan menganalisis efek kecelakaan water ingress terhadap reaktivitas Doppler teras RGTT200K. Kapabilitas koefisien reaktivitas Doppler untuk mengkompensasi reaktivitas positif yang timbul selama kecelakaan water ingress akan diuji melalui serangkaian perhitungan dengan program MCNPX dan pustaka ENDF/B-VII untuk perubahan temperatur bahan bakar dari 800K hingga 1800K. Tiga opsi kernel bahan bakar UO2, ThO2/UO2 dan PuO2 dengan tiga model kisi bahan bakar pebble di teras reaktor diterapkan untuk kondisi water ingress dengan densitas air dari 0 hingga 1.000 kg/m3. Hasil perhitungan memperlihatkan koefisien reaktivitas Doppler tetap negatif untuk seluruh opsi bahan bakar yang dipertimbangkan bahkan untuk posibilitas water ingress yang besar. Efek water ingress lebih kuat pada model kisi dengan fraksi packing lebih rendah karena lebih banyak volume yang tersedia untuk air yang memasuki teras reaktor. Efek water ingress juga lebih kuat di teras uranium dibandingkan teras thorium dan plutonium sebagai konsekuensi dari fenomena Doppler dimana absorpsi neutron di daerah resonansi 238U lebih besar daripada 232Th dan 240Pu. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa, koefisien Doppler teras RGTT200K mampu mengkompensasi insersi reaktivitas yang diintroduksi oleh kecelakaan water ingress. Teras RGTT200K dengan bahan bakar UO2, ThO2/UO2 dan PuO2 dapat mempertahankan fitur keselamatan

  17. KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Mustika

    2015-03-01

    Full Text Available KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA. Silikon karbida (SiC merupakan keramik non oksida yang memiliki sifat unik seperti ketahanan mekanik, kimia dan stabilitas termal sehingga digunakan dalam berbagai aplikasi. Hasil pemodelan SiC dari beberapa studi yang menunjukkan stabilitas yang baik terhadap radiasi netron dan permeabilitas yang rendah terhadap produk fisi. Hal ini meningkatkan ketertarikan penggunaan SiC dalam industri nuklir. Untuk meningkatkan sifat mekanik SiC, umumnya dibentuk berupa komposit. Komposit dengan penguat serat menunjukkan karakteristik mekanik yang lebih baik dibandingkan penguat partikel ataupun whisker. Pada komposit SiC, sifat mekanik komposit dominan dipengaruhi oleh sifat antar fasa dan atau karakteristik dari permukaan SiC. Electrospinning merupakan metode yang menjanjikan untuk menghasilkan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik permukaan serat silikon karbida hasil pemintalan listrik dari polycarbosilane dalam N,N-dimetilformamida (DMF/ toluena. Perbedaan persentase DMF dan polycarbosilane dalam toluene mempengaruhi elektrospinnabilitas dan karakteristik permukaan serat yang dihasilkan. Serat SiC yang dihasilkan dari prekursor polycarbosilane dengan pelarut toluena dan kopelarut     N-N, dimetilformamida (DMF diperoleh serat kontinu, dengan berbentuk sedikit cekungan menyerupai pita. Adanya titik-titik hitam di permukaan serat hasil pirolisis dimungkinkan akibat adanya karbon bebas dan atau kontaminasi dari grafit material tungku. Serat hasil pirolisis memiliki luas muka sebesar 3,321 – 46,14 m2/g dan pori berukuran mikro, dengan distribusi radius pada rentang 1-3 nm, dengan jumlah pori terbanyak memiliki ukuran kurang dari 2 nm. Suhu pirolisis dan sintering yang lebih tinggi diharapkan menghasilkan serat yang minim pori dan densitasnya mampu mendekati densitas teori.   SiC SURFACE

  18. LABORATORY-SCALE PRODUCTION OF ADU GELS BY EXTERNAL GELATION FOR AN INTERMEDIATE HTGR NUCLEAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Simbolon

    2015-03-01

    Diuranate dengan menggunakan gelasi ekternal untuk bahan bakar nuklir HTGR (High Temperature Gas-cooled Reactor menengah untuk skala laboratorium.  Gel bulat ADU dibuat berbasis pada larutan-sol yang dibentuk dari campuran homogen ADUN (Acid Deficient Uranyl Nitrate yang mengandung ion uranil dengan konsentrasi sangat tinggi, larutan PVA (Polyvinyl Alcohol dan THFA (Tetrahydrofurfuryl Alcohol. Perangkat laboratorium untuk eksperimen dikembangkan untuk menggantikan metode eksperimen tabung pengujian yang telah digunakan untuk menghasilkan sejumlah gel bulat ADU.  Perangkat tersebut terdiri atas empat bagian utama: tangki yang berisi larutan-sol yang terhubung dengan pompa peristaltik dan nosel vibrasi, gelasi awal dan kolom gelasi.  Perangkat tersebut telah berhasil mengubah 150 mL larutan-sol menjadi ribuan tetes dengan produksinya berkisar 120-130 tetesan tiap menit dengan kondisi tunak dalam sektor yang bebas gas ammonia.  Reaksi awal gelasi dilakukan di sektor gas ammonia dimana tetesan bereaksi dengan gas amonia yang diikuti dengan reaksi gelasi di dalam kolom yang mengandung larutan ammonia 7 M.  Dalam proses penuaan, gel ADU ditampung dan direndam dengan larutan ammonia yang digoyang selama 1 jam.  Larutan isopropyl alkohol (90% digunakan untuk mencuci gel ADU dan kamera digital digunakan untuk mengukur kebulatan gel ADU.  Diameter dari bentuk bulat bola  berkisar antara 1.8 mm hingga 2.2 mm.  kebulatan gel ADU selama produksi berkisar 10% - 20%, selain itu berbentuk bola oblate, prolate dan ada cekungan pada permukaan.

  19. Pengaruh Jenis Starter untuk Meningkatkan Effisiensi Waktu Fermentasi dan Analisis Proksimat Biji Kakao

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silfia Silfia

    2017-06-01

    Full Text Available Process of cocoa beans fermentation is done to destroy pulp and occurrence of chemical reactions, biochemistry, and physical changes in cocoa seeds. The purpose to improve the chemical content, to develop formation of taste, color, and compound of distinctive aroma of chocolate. This research was conducted by observing influence of starter type to improve fermentation time efficiency and proximate analysis. The purpose of research was to shorten fermentation time, so that farmer group can shorten fermentation time and reduce expenditure. The study design was a factorially complete randomized design. The treatments for cleaved cocoa seeds were type of starter added and length of fermentation. The starter type given were 1% tape starter and 1% bread starter with fermentation length 48, 72, and 96 hours. Each treatment was performed with 4 replications. The results showed that in the treatment of 1% tape starter and treatment of fermentation lenght 96 hours (the 4th day gave optimum result with content of water 7.22%, ash 3.45%, fat 50.56%, and protein 15.21%.ABSTRAK  Proses fermentasi biji kakao dilakukan untuk menghancurkan pulpa dan terjadinya reaksi kimia, biokimia, dan perubahan fisika dalam keping biji. Tujuannya untuk memperbaiki kandungan kimia, dapat mengembangkan pembentukan calon rasa, warna, dan senyawa aroma khas cokelat. Penelitian ini dilakukan dengan melihat pengaruh jenis starter untuk meningkatkan efisiensi waktu fermentasi dan analisis proksimat biji kakao. Tujuan dari penelitian adalah untuk mempersingkat waktu fermentasi, sehingga diharapkan kelompok tani dapat memperpendek waktu fermentasi dan mengurangi pengeluaran. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL secara faktorial. Perlakuan untuk biji kakao yang telah dibelah yaitu jenis starter yang ditambahkan dan lama fermentasi. Jenis starter yang diberikan adalah 1% starter tape dan 1% starter roti dengan lama fermentasi 48, 72, dan 96 Jam. Masing

  20. ANALISIS KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb DI MUARA SUNGAI PORONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Parawita

    2009-10-01

    Full Text Available Laut merupakan tempat bermuaranya semua sungai, baik sungai kecil maupun sungai besar. Pembuangan lumpur lapindo ke laut yang di alirkan melalui muara sungai Porong mengandung logam berat, salah satunya yaitu timbal. Konsentrasi timbal yang melebihi baku mutu akan berpengaruh pada efek negatif biota. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui konsentrasi timbal di muara sungai Porong. Metode yang digunakan adalah observasi, pengambila sampel dilakukan tiga kali tiap minggu pada waktu pagi hari. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa kondisi fisika kimia perairan antara lain : konsentrasi timbal di muara sungai Porong berada jauh di ambang batas dengan nilai konsentrasi timbal yaitu berkisar antara 0-0,490 mg/l, pH berkisar antara 7,6-7,7, suhu berkisar antara 30-32 0C, salinitas berkisar antara 11,3-12,3 ‰, DO berkisar antara 4,7-5,3 mg/l, dan TSS berkisar antara 482,6-926,6 mg/l. Kata Kunci : Konsentrasi, Timbal (Pb, Muara.  HEAVY METAL CONCENTRATION ANALYSIS OF LEAD (Pb IN PORONG RIVER DELTALapindo mud disposed into the sea which is piped through Porong river estuary contain heavy metals, one of which is lead. Lead concentrations that exceeded the quality standard will have the negative effects to biota. The aim of the study was to determine the concentration of lead in the Porong river estuary. The method used is observation, the samples was taken three times per week in the morning. Results of this research showed that the physical condition of the water chemistry, among others: the concentration of lead in the Porong river estuary was above the threshold value of lead concentrations ranging from 0 to 0.490 mg / l, pH ranging from 7.6 to 7.7, the temperature ranging from 30-32 oC, salinity ranged from 11.3 to 12.3 ‰, DO ranged from 4.7 to 5.3 mg / l and TSS ranged from 482.6 to 926.6 mg / l.Keywords: Heavy metals, Concentration, Lead (Pb, Delta

  1. PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HOTS BERBASIS KURIKULUM 2013 TERHADAP SIKAP DISIPLIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Pratiwi

    2015-11-01

    , et al. (1974. Uji coba lapangan dilakukan di 3 (tiga sekolah yang terdiri dari 3 (tiga sekolah, dengan teknik cluster random sampling terpilih kelas X(1 sebagai kelas uji coba instrumen penilaian. Variabel HOTS sebagai variabel independendan sikap disiplin sebagai variabel dependen. Data diperoleh melaluilembar validasi, instrumen penilaian dalam bentuk RPP. Proses pengembangan instrumen  penilaian HOTS dan sikap disiplin masing-masing terdiri dari 12 indikator dengan skor maksimal 4.00 menghasilkan: Instrumen penilaian adalah valid menurut 4 (empat validator, yaitu diperoleh rata-rata nilai validitas 3,57. Instrumen penilaian dikatakan efektif/berhasil, karena mencapai kesuksesan instrumen penilaian dengan skor HOTS 73,3% dan sikap disiplin 90% dari skor total. Instrumen penilaian ini baik digunakan untuk siswa dengan keaktifan tinggi, bekerja mandiri dan kemampuan yang kurang baik dalam menyelesaikan soal-soal fisika secara sistematis.

  2. A Study Of The Effect Of Human Soul On External Objects : Between Copenhagen School And Mulla Sadra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Arshad Riahi

    2015-06-01

    Full Text Available Abstract : The theory of the effects of all human souls on external objects, from the viewpoint of Copenhagen School (in Quantum Physics, has made physicists deny the existence of two separate realms of the observer and the observed; they claim that causality is meaningless and profess that it is impossible to recognize the object. While, on the other hand, Mulla Ṣadra believes that the effect of soul on external objects is limited to the souls of prophets as well as saints and, barring evil eye or supplications, there is no such effect in others. In this article we argue that, based on Mulla Ṣadra’s teachings and philosophical doctrine, it is actually possible to generalize this effect to other human souls. Consequently, it is impossible to have an accurate recognition of the causes of events if causality is considered meaningless. In addition, it is feasible to have cognition about these causes of events through gnostic intuition.Keywords : human soul, external objects, Copenhagen School, Mulla Ṣadra, unity, causality Abstrak :  Teori tentang efek jiwa seluruh manusia terhadap objek-objek eksternal, dari sudut pandang Madzhab Copenhagen (dalam Fisika Kuantum, telah membuat para fisikawan mengingkari keterpisahan dua alam, yaitu subjek dan objek; berdasarkan keyakinan ini, mereka mengklaim bahwa [hukum] kausalitas menjadi gugur dan tidak berguna, dan mereka juga percaya bahwa mengetahui sepenuhnya objek adalah tidak mungkin. Sementara, di tempat lain, Mulla Ṣadra meyakini bahwa jiwa yang berefek terhadap objek-objek eksternal terbatas pada jiwa para nabi dan orang-orang suci. Ia juga meyakini bahwa tidak berefeknya jiwa-jiwa manusia biasa kecuali pada perbuatan-perbuatan seperti yang ia sebut sebagai ‘evil eye’ dan doa. Dalam artikel ini, kami berupaya membuktikan bahwa, berdasarkan ajaran dan doktrin filsafat Mulla Ṣadra, pengaruh (efek jiwa manusia dapat digeneralisir. Dengan demikian tidak mungkin untuk mengetahui secara

  3. ZERO-FIELD NUCLEAR MAGNETIC RESONANCE FOR STUDY OF ANTIFERROMAGNETIC PROPERTIES OF FeF3 MATERIALS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    G. R. F. Suwandi

    2016-01-01

    Full Text Available Nuclear Magnetic Resonance (NMR has been used as a research tool in many fields. In this study, the magnetic properties, especially anti-ferromagnetic properties of FeF3 materials were investigated. Zero-field custom-built NMR method was used to investigate the anti-ferromagnetic properties in the materials. Experiments have been carried out by varying the sample temperatures from 8 K to 220 K. Ordinary spin echo pulse sequence 90⁰RF–τ–180⁰RF were used. Using Fast Fourier Transform, the signals in NMR spectrum were analyzed and the peak showed the resonance frequency. The result showed that resonance frequencies decrease with increasing in temperature. The frequency of the spectrum was around 85.41 MHz in the zero-temperature limit, and this corresponds with Fe hyperfine field at zero-temperature limit was 2.14 T. The temperature dependence of the local magnetization does not fit T2 Bloch’s Law very well. Instead, it fits the exponential form having an energy gap in the dispersion relation of the spin wave. It is obtained from the result that FeF3 is antiferromagnetic materials with energy gap of 11.466 meV and anisotropy energy of 1.045 meV.Nuclear Magnetic Resonance (NMR telah banyak digunakan sebagai “research tool” pada berbagai bidang kajian di fisika. Pada studi ini, akan dilakukan eksperimen untuk menguji sifat magnetik, khususnya antiferromagnetik pada material FeF3. Telah dilakukan eksperimen dengan memvariasikan temperatur pada sampel dari 8 K hingga 220 K. Pulse sequence yang digunakan adalah 90⁰RF–τ–180⁰RF. Dengan memanfaatkan Fast Fourier Transform, sinyal echo ini dapat dianalisis dalam bentuk spektrum NMR dengan puncak spektrum menunjukkan frekuensi resonansinya. Diperoleh bahwa frekuensi resonansi akan menurun seiring dengan kenaikan temperatur. Posisi frekuensi pada temperatur 0 K adalah sebesar 85,41 MHz, hal ini memperlihatkan bahwa medan hyperfine dari Fe sebesar 2,14 T pada temperatur 0 K. Kurva

  4. MODEL KESESUAIAN LOKASI PENGEMBANGAN BUDIDAYA TAMBAK DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utojo Utojo

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG untuk menentukan lokasi yang sesuai bagi pengembangan budidaya tambak di Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Data sekunder yang diperoleh berupa data iklim, peta Rupabumi Indonesia kawasan Pontianak skala 1:50.000, citra digital ALOS AVNIR-2 dan peta batimetri skala 1:200.000. Data primer diperoleh dengan metode survai di lokasi penelitian yaitu kualitas air dan tanah serta pasang surut. Penentuan stasiun pengamatan dilakukan secara acak dan sistematik. Setiap lokasi pengambilan contoh ditentukan posisi koordinatnya dengan alat Global Positioning System (GPS. Data lapangan (fisika-kimia air dan tanah, data sekunder, dan data citra satelit digital, dianalisis secara spasial dengan metode PATTERN menggunakan SIG. Berdasarkan hasil survai dan evaluasi kesesuaian lokasi budidaya tambak di wilayah pesisir Kabupaten Pontianak seluas 497,077 ha. Pada umumnya yang tergolong sangat sesuai (114,986 ha, cukup sesuai (168,819 ha, tersebar di wilayah pesisir Kecamatan Sungai Pinyuh, Sungai Kunyit, Mempawah Hilir, dan Mempawah Timur, sedangkan yang kurang sesuai (213,272 ha, terdapat di Kecamatan Segedong dan Siantan.  This research used GIS technique to find location suitable to develop sustainable brackhiswater pond in Pontianak Regency, West Kalimantan. Secondary data such as wheather data, Indonesia earth surface map of Pontianak area scale of 1:50,000, ALOS satellite imagery digital data, and navigation map scale 1:200,000 were collected and used. The primary data (water and soil quality and tidal variation were determined during the field survey. Simple systematic random sampling was used to allocate sampling points. Digital Remote Sensing (ALOS data, secondary data, and field data (water quality were analyzed using PATTERN method and Geographical Information System (GIS. Thematic map of the area suitability as the main expected output of the study was created using spatial

  5. DEVELOPING OF ELECTRONIC TEACHING MATERIAL BASED ON MOBILE LEARNING IN THE WAVE SUBJECTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. H. Rif’ati

    2015-07-01

    Full Text Available In the advanced and modern era, technological sophistication led to learning which initially runs, in which teachers and students meet each other and communicate in the classroom, can be implemented through of information technology. Along with the development of information, where books and teachers who initially as a primary source of learning, are now beginning to experience growth from the internet. Mobile learning defined as mobile devices that are used in the learning process. The wave course is one of subject that must be taken by students of physics education in the third semester. This course emphasizes the concepts of wave were reviewed mathematically and the phenomenon that occurs in everyday life. Mobile learning developed in this study in the form of electronic teaching materials on subjects of waves. The aim of this study was to develop electronic teaching material in the form of mobile learning. The sample of this study is 80 students in the third semester students who are taking waves courses. The results show that mobile learning that has been developed has score 3.8 and included valid criteria. Pada era yang serba maju dan modern, kecanggihan teknologi menyebabkan pembelajaran yang awalnya berjalan satu arah, dimana guru dan siswa saling bertemu dan berkomunikasi di dalam kelas, dapat dilaksanakan melalui bantuan teknologi.informasi. Seiring dengan perkembangan informasi, buku dan guru yang awalnya sebagai sumber belajar utama, saat ini sudah mulai mengalami perkembangan dimana sumber belajar yang berasal dari internet sudah mulai sering dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Mobile larning didefinisikan sebagai perangkat mobile yang dipergunakan dalam proses belajar mengajar. Mata kuliah gelombang sendiri merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa program studi pendidikan fisika semester 3. Mata kuliah ini menekankan pada konsep gelombang yang ditinjau secara matematis dan fenomenanya yang terjadi

  6. PENGEMBANGAN SANDPILE MODEL UNTUK MEMPREDIKSI SISTEM YANG DALAM KONDISI CHAOTIC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Bukhori

    2007-01-01

    Full Text Available Chaotic condition or dynamic system (in physics is a condition that a system always grows. In a system that has chaotic condition, a method to predicti the future condition is needed. This method is important to support the decision for industry or organization.Chaotic condition also has happened in the industry or organizations that will launch a new product. Launching the new product not only influence this new product but also influence the product in the market. Sand pile model is an algorithm that designed wit illustration of sand pile in the real life. In this research a sand pile model for solved the chaotic condition is developed. The result of this research shows that sand pile model algorithm can be used to solve the chaotic condition with pay attention of add inside, rounds and surface parameters. Abstract in Bahasa Indonesia : Keadaan chaotic atau dalam ilmu fisika disebut sebagai dynamic system merupakan kondisi dimana sistem selalu berkembang. Pada sistem yang memiliki kondisi chaotic ini dibutuhkan metode yang cukup rumit untuk memprediksi kondisi yang akan datang, padahal prediksi merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk menentukan suatu keputusan yang diambil suatu perusahaan atau organisasi yang berpengaruh pada kondisi yang direncanakan. Keadaan chaotic ini juga terjadi apabila suatu perusahaan atau organisasi akan meluncurkan produk baru atau fitur tambahan dari suatu produk yang sudah ada. Peluncuran suatu produk baru atau fitur tambahan dari produk yang sudah ada tidak hanya mempengaruhi produk yang akan diluncurkan, akan tetapi juga mempengaruhi produk yang sudah ada. Sandpile model merupakan algoritma yang dibuat dengan mengilustrasikan prinsip bagaimana perilaku sandpile pada real-life. Pada penelitian ini dikembangkan sandpile model untuk memecahkan keadaan chaotic pada saat perusahaan atau organisasi akan meluncurkan produk baru atau fitur tambahan dari suatu produk yang sudah ada. Dari hasil penelitian didapatkan

  7. Ketidakpastian Usia Dunia (Kilasan Kaji Konsep Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuberti Yuberti

    2016-04-01

    Full Text Available This paper is a review of a book entitled diversity and cultural differences and cross religion in human history. With the current knowledge, the length of human life on our planet named Earth, can be expected, when, how it goes, and how an event can be reconstructed for the time being. When humans first started there, breeding, hunting animals in the forest, growing wheat or rice, raising cattle or goats, build villages, cities, establish a state, and gave birth to civilization, all can be described in various fields of science, including the science of history, which assisted by anthropology, biology, chemistry, physics and other sciences, to see evidence of the past in ruins, fossils, manuscripts and inscriptions pursue this statement to discuss the past. Historians assisted experts other fields of science, able to predict when an event occurred, how the story goes, begins and ends, an ancient kingdom in the past, the findings temple tradition religion of the past is gone, the currency prevailing in the society a few centuries ago , a technology developed communities that were already extinct, and also religions that have been passed and no longer followed. Tulisan ini merupakan review atas buku yang berjudul keragaman dan perbedaan budaya dan agama dalam lintas sejarah manusia. Dengan pengetahuan saat ini, lamanya manusia hidup di planet yang kita namai bumi, bisa diperkirakan, kapan, bagaimana perkembangannya, dan bagaimana sebuah kejadian bisa direkonstruksi ulang untuk saat ini. Kapan manusia pertama mulai ada, berkembang biak, berburu binatang di hutan, menanam gandum atau padi, membesarkan sapi atau kambing, membangun desa, kota, mendirikan negara, dan melahirkan peradaban, semua bisa dijelaskan dengan berbagai bidang ilmu, diantaranya adalah ilmu sejarah, yang dibantu dengan antropologi, biologi, kimia, fisika dan ilmu lain, untuk melihat bukti masa lalu berupa reruntuhan, fosil, manuskrip, dan prasasti yang menekuni

  8. Kondisi habitat dan keragaman nekton di hulu Daerah Aliran Sungai Wampu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Muhtadi

    2017-04-01

    Full Text Available The study was conducted to determine the condition of the habitat and the diversity of fish in the watershed of Wampu. The habitat conditions was determined by measuring parameters of temperature, brightness, current velocity, depth, DO, pH, type of substrate, the width and the width of the river. Nekton was sampled using electrofishing units at voltage of 15 volt and 9 amperes. The characteristic of upstream watershed was large stones substrate, gravel, and sand with a fast flow and clear waters. Physical-chemical parameters of waters in the upper watersheds Wampu is still suitable for fish, crabs, and shrimp to live in good condition. A total of 15 species of fishes and one species of freshwater crab and one species of freshwater prawns were recorded during the study. There were two species of mahseer were recorded, namely; Tor soro and T. tambra. The higher diversity index (H ' was recorded in the Bahorok River with a value of 4.5 followed by Berkail River (3.45 and Landak River with a value of 2.46. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi habitat dan keragaman ikan di DAS Wampu. Pengukuran kondisi habitat dengan mengukur parameter suhu, kecerahan, kecepatan arus, kedalaman, DO, pH, jenis substrat, lebar dan lebar badan sungai. Jenis nekton ditangkap dengan alat backpack electrofishing units dimana arus listrik yang dihasilkan bersumber dari batere 15 volt dan 9 ampere. Kondisi habitat pada bagian hulu DAS  Wampu yaitu bertipe substrat batu besar, kerikil, dan pasir dengan arus yang sedang - besar serta perairan yang jernih. Parameter fisika-kimia perairan di hulu DAS Wampu masih layak dan cocok untuk habitat ikan, kepiting dan udang. Selama penelitian nekton yang terkoleksi sebanyak 15 jenis ikan dan 1 jenis kepiting air tawar serta 1 jenis udang air tawar. Pada survei ini ditemukan dua jenis ikan Tor  yakni  T. soro, dan T. Tambra. Keanekaragaman (H' tertinggi terdapat pada Sungai Bahorok dengan nilai 4,5 diikuti Sungai Berkail

  9. SARANA PENGUJIAAN MUTU MAKANAN PADA BEBERAPA PABRIK MAKANAN YANG MEMPRODUKSI PRODUK OLAHAN HASIL PETERNAKAN DAN PERIKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Isnawati

    2012-10-01

    Full Text Available Seiring dengan berkembangnya industri makanan dan minuman maka berbagai jenis produk makanan instan/siap saji banyak membanjiri pasar. Di satu sisi konsumen diuntungkan dengan kemudahan pengadaan dan penyajian namun di sisi lain dapat menimbulkan kerugian berupa kemungkinan terjadinya penurunan atau penyimpangan mutu keamanan produk, terutama makanan yang berisiko tinggi sebagai penyebab penyakit dan keracunan. Yaitu produk : sapi, ayam, kambing dll. Penelitian ini merupakan survei eksplorasi yang dilakukan di pabrik makanan yang mengolah makanan dengan resiko tinggi yaitu pabrik produk olahan hasil peternakan dan perikanan. Pengambilan sampel ditentukan secara purposif, berdasarkan data dari Ditjen POM tahun 1997 ada 26 pabrik yang tersebar di 4 wilayah yaitu : Jakarta 5 pabrik, Botabek (Bogor, Tangerang dan Bekasi 10 pabrik, Bandung 6 pabrik serta Surabaya dan sekitarnya 5 pabrik Pengamatan dilakukan dengan mendatangi tiap pabrik untuk mendapatkan data berupa jenis pengujian yang dilakukan, yang meliputi jenis pengujian yang dilakukan sendiri, jenis pengujian yang dilakukan di tempat lain serta sarana yang dipunyai pabrik untuk melakukan uji mutu produk. Hasil penelitian menunjukkan 18 pabrik ( 78,3 % mempunyai sertifikat analisis bahan baku. Pengujian mutu terhadap bahan baku secara fisika umumnya dilakukan semua pabrik. Jenis pengujian bahan baku yang dilakukan sendiri, di luar dan yang tidak melakukan yaitu meliputi: pengujian kimia dilakukan oleh 2 pabrik (8,7%, 8 pabrik (34,8% dan 13 pabrik (56,5%; mikrobiologi 9 pabrik (39,13%, 10 pabrik (43,48% dan 13 pabrik (17,3%. Untuk pengujian produk jadi yang dilakukan sendiri, di luar dan yang tidak melakukan yaitu meliputi: pengujian kimia   dilakukan pada 3 pabrik (13,04%, 17 pabrik (73,91% dan 3 pabrik (13,04%; pengujian mikrobiologi dilakukan pada 9 pabrik (39,13 %, 10 pabrik (43,48% dan 13 pabrik (17,39%. Peralatan uji kimia yang dimiliki oleh pabrik yaitu : Spektrofotometer UV dimiliki

  10. VARIASI KONSENTRASI BUAH ASAM (Tamarindus indica L. DAN SUSU SKIM TERHADAP KUALITAS YOGHURT KUNIR ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Rahayu Artini

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi buah asam (Tamarindus indica L. dan  susu skim untuk menghasilkan kualitas yoghurt sesuai  dengan SNI 01-2981-2009.Rancangan percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri atas sembilan perlakuan. Yoghurt kunir asam dibuat dari variasi penambahan variasi konsentrasi Tamarindus indica L. 30%, 40%, dan 50% (b/V dan  susu skim 5%, 10%, dan 15% (b/V. Sifat fisika, kimia, dan mikrobiologi  yoghurt kunir asam diamati. Dihasilkan kualitas terbaik yoghurt kunir asam dengan penambahan 30% Tamarindus indica L. (b/V0dan 15% susu skim (b/V. Dengan hasil analisis penampakan cairan kental; konsistensi homogen; rasa asam; bau khas; viskositas 89,3 cP; pH 4,85; kadar abu 1,52%; kadar lemak total 2,53%; kadar protein total 3,74%; kadar asam laktat 0,223%, kadar kurkumin 0,389%; cemaran logam Pb dan Cu serta Total Coliform dan E. coli negatif. ABSTRACT:.The objective of this research was to determinethe influence of concentrated Tamarindus indica L. and skim milk powder in producing tumuric curcumin yogurt towards its product based on SNI 01-2981-2009. The research was conducted in completely randomized design which consisted of nine treatments. The yogurt mixtures were made from a variation of 30%, 40%, and 50% of Tamarindus indica L. and addition of  5%, 10%, and 15% of skim milk powder.  Physical, chemical, and microbiology properties of the turmeric curcuma yogurts were observed.  The results showed the best quality of turmeric curcumin  yogurt was formulated by the addition of 30% Tamarindus indica L. and 15% skim milk powder,  with the results of the analysis: the appearance of a viscous fluid; homogeneous consistency; sour taste; distinctive smell; viscosity of 89.3 cP; pH of 4.85; ash content of 1.52%; total fat content of 2.53%; total protein content of 3.74%; lactic acid levels of 0.22%, curcumin content of 0

  11. DISTRIBUSI Solen sp DI PERAIRAN KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Ari Wahyuni

    2016-03-01

    Full Text Available DISTRIBUTION OF Solen sp IN BANGKALAN WATERSSolen sp potential needs to be developed on the island of Madura, particularly in Bangkalan. Solen sp utilization has increased which has the potential to overfishing. Therefore, this study aims to determine the density of Solen sp and their ecology in the waters Modung village, Modung District, Bangkalan. The experiment was conducted in April 2015 using the descriptive method. The materials used include Solen sp and physico-chemical parameters of the environment (temperature, salinity, pH, and substrate. The analyzes were conducted at the Laboratory of Marine Science, Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura by using the tool grabsampler, sieveshaker, and pipetting with gravimetric method. The analysis shows the range of values of temperature between 29-300C, salinity between 31-32 ppt, pH were 7.9-8.0 and the type of substrate in the form of sandy mud, as well as the density of Solen sp from 8-10 individuals/m2. All measurement results indicate normal conditions and in accordance with the sea water quality standard for marine life, which can be a suitable habitat for the growth and development of Solen sp. This condition is thought to affect the density of Solen sp.Keywords: Bangkalan, density, distribution, Solen sp, substrate.ABSTRAKPotensi Solen sp perlu dikembangkan di pulau Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan. Pemanfaatan Solen sp mengalami peningkatan sehingga berpotensi overfishing. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan Solen sp dan ekologinya di perairan desa Modung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2015 dengan metode deskriptif. Materi dan bahan yang digunakan diantaranya Solen sp dan parameter fisika-kimia lingkungan (suhu, salinitas, pH, dan substrat. Analisa dilakukan di Laboratorium Ilmu Kelautan, Program studi/Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura dengan menggunakan alat

  12. Laboratory studies of heterogeneous reactions of nitrogen compounds on dust and soot surfaces. Final report; Laboruntersuchungen heterogener Reaktionen von Stickstoffverbindungen an Staub- und Russoberflaechen. Abschlussbericht

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Crowley, J.N.; Hanisch, F.

    2002-07-01

    The heterogeneous reactions of nitric acid and dinitrogen pentoxide with various authentic dust, mineral and soot surfaces has been investigated by means of the Knudsen reactor technique at room temperature. Authentic dust surfaces from the Saharan, the Chinese and the Arizona dust regions were used as substrates, as were the minerals aluminium oxide and calcite. The uptake of both trace gases was investigated at concentrations as low as 10{sup 9} cm{sup -3} (HNO{sub 3}) and 10{sup 10} cm{sup -3} (N{sub 2}O{sub 5}) and found to be large and irreversible. For both trace gases uptake coefficients of the order of 0.1 were determined. Water was found to have some influence onto the uptake coefficient, though this depended on the substrate used. It was observed that diffusion into the pores of the sample bulk was not relevant for the trace gases and substrates used. These results strongly suggest that mineral aerosol can redistribute nitrate from the gaseous cto the particulate phase, modifying tropospheric photochemical cycles involving NOx and NOy. (orig.) [German] Im vorliegenden Forschungsvorhaben wurden mit Hilfe der Knudsen-Reaktor-Technik die heterogenen Reaktionen von Salpetersaeure und Distickstoffpentaoxid mit verschiedenen-authentischen Staeuben, Mineralstaeuben und Russ bei Zimmertemperatur untersucht. Als Substrate wurden authentischer Staub aus der Sahara, aus China und aus Arizona, sowie die Mineralien Aluminiumoxid und Calcit verwendet. Die Aufnahme beider Spurengase wurde bei Konzentrationen von minimal 10{sup 9} cm{sup -3} (HNO{sub 3}) und 10{sup 10} cm{sup -3} (N{sub 2}O{sub 5}) bestimmt. Die Aufnahme von HNO{sub 3} und N{sub 2}O{sub 5} war irreversibel mit Aufnahmekoeffizienten in der Groessenordnung von 0,1. Wasser hat je nach Substrat unterschiedlichen Einfluss auf die Aufnahmekoeffizienten. Diffusion von HNO{sub 3} und N{sub 2}O{sub 5} in die Substratporen ist nicht wichtig bei den untersuchten Substraten, so dass keine Korrektur der gemessenen

  13. TRANSESTERIFICATION OF VEGETABLES OIL USING SUBAND SUPERCRITICAL METHANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Puspa Asri

    2012-11-01

    Full Text Available A benign process, non catalytic transesterification in sub and supercritical methanol method was usedto prepare biodiesel from vegetables oil. The experiment was carried out in batch type reactor (8.8 mlcapacity, stainless steel, AKICO, JAPAN by changing the reaction condition such as reactiontemperature (from 210°C in subcritical condition to 290°C in supercritical state with of 20°Cinterval, molar ratio oil to methanol (1:12-1:42 and time of reaction (10-90 min. The fatty acidmethyl esters (FAMEs content was analyzed by gas chromatography-flame ionization detector (GCFID.Such analysis can be used to determine the biodiesel yield of the transesterification. The resultsshowed that the yield of biodiesel increases gradually with the increasing of reaction time atsubcritical state (210-230oC. However, it was drastically increased at the supercritical state (270-290oC. Similarly, the yield of biodiesel sharply increased with increasing the ratio molar of soy oilmethanolup to 1:24. The maximum yield 86 and 88% were achieved at 290oC, 90 min of reaction timeand molar ratio of oil to methanol 1:24, for soybean oil and palm oil, respectively.Proses transesterifikasi non katalitik dengan metanol sub dan superkritis,merupakan proses yang ramah lingkungan digunakan untuk pembuatan biodiesel dari minyak nabati.Percobaan dilakukan dalam sebuah reaktor batch (kapasitas 8,8 ml, stainless steel, AKICO, JAPAN,dengan variabel kondisi reaksi seperti temperatur reaksi (dari kondisi subkritis 210°C-kondisisuperkritis 290°C dengan interval 20°C, rasio molar minyak-metanol (1:12-1:42 dan waktu reaksi(10-90 menit. Kandungan metil ester asam lemak (FAME dianalisis dengan kromatografi gasdengan detektor FID (GC-FID. Hasil Analisis tersebut dapat digunakan untuk menentukan yieldbiodiesel dari proses transesterifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield biodiesel meningkatsecara perlahan dengan meningkatnya waktu reaksi pada keadaan subkritis (210-230oC. Namun

  14. APPLICATION OF PHYTOREMEDIATION FOR HERBAL MEDICINE WASTE AND ITS UTILIZATION FOR PROTEIN PRODUCTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Soetrisnanto

    2012-11-01

    bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan tanaman air (enceng gondok dan teratai untukmereduksi kontaminan dalam limbah obat jamu. Phytoremediasi dilakukan selama 4-8 hari dan tinggicairan dalam reaktor dijaga pada 5 cm. Keluaran dari phytoremediasi pertama menggunakantanaman air digunakan sebagai medium di phytoremediasi menggunakan mikroalga Spirulina. Untukmendapakan pertumbuhan yang optimum, maka ditambahakan juga nutrient dan menunjukkan bahwaSpirulina tumbuh dengan sangat baik dalam medium ini. Pertumbuhan terbaik diperoleh dariphytoremediasi menggunakan teratai selama 3 hari dan kecepatan pertumbuhan 0,271/hari denganperbandingan C:N:P = 57,790:9,28:1.

  15. KARAKTERISTIK DAN PENDEKATAN KINETIKA GLOBAL PADA PIROLISIS LAMBAT SAMPAH KOTA TERSELEKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Aries Himawanto

    2012-04-01

    dipertahankan pada 400°C  selama 30 menit. Untuk menjamin terjadinya proses pirolisis, maka dialirkan nitrogen dengan laju 100 ml/menit ke dalam reaktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah bambu dan sampah daun pisang dapat dikategorikan kedalam bahan organik dengan kestabila rendah. Sampah bahan pengemas cenderung masuk dalam katagori bahan campuran polimer, sedangkan sampah styrofoam dapat dikategorikan ke dalam material plastik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa metode kinetika global dapat digunakan untuk memprediksi nilai energi aktivasi dari komponen tunggal sampah kota.

  16. THE PROPERTIES OF CHARCOAL FROM THE BLACK LIQUOR OF THE SODA PULPING OF RICE STRAW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Jaya Wistara

    2013-11-01

    Full Text Available The main goal of the present works was to determine chemical changes, thermal decomposition, and the content of moisture, ash, volatile, fixed carbon and calorific value of soda pulping black liquor of the rice straw. Neutralized black liquor was dried to a moisture content of 10% and then pyrolized at 106oC-750oC. It was found that calorific value, fixed carbon, volatile mater, and moisture content were in the range of 2782-4716 cal/g, 49.2-81.6%, 15.5-47.5%, and 0.2-3.5%, respectively. Ash content was not influenced by the temperature of pyrolysis and was thought to depend on its initial silicate content. The weight loss of pulp was higher than that of black liquor. Extreme weight loss has been found in the temperature of 200-400oC. Noticeable functional groups changes were found with the increasing temperature of pyrolysis. Hydroxyl group completely disappeared at 300oC and above. Carbonyl related groups were also disappeared at 300-500oC, but it was reformed at 650 and 750oC. It might be brought about by the deformation of chemical bonding of oxygen ring in lignin structures. SIFAT-SIFAT ARANG LINDI HITAM DARI PEMASAKAN JERAMI DENGAN LARUTAN SODA API. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perubahan sifat kimia, dekomposisi termal dan kadar air, abu, zat terbang, karbon terikat serta nilai kalor arang lindi hitam pemasakan soda jerami padi. Dalam penelitian ini, lindi hitam netral dikeringkan (kadar air 10%, kemudian dipirolisis pada selang suhu 100-750oC di dalam reaktor berpengatur suhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor, karbon terikat, zat terbang dan kadar air masing-masing berselangdari 2782-4716 cal/g, 49,2-81,6%, 15,5-47,5%, dan 0,2-3,5%. Kadar abu tidak dipengaruhi oleh suhu pirolisis dan diduga bergantung pada kadar silika bahan bakunya. Nilai kalor meningkat dengan meningkatnya kadar karbon terikat. Perilaku kehilangan berat arang dari lindi hitam berbeda dengan perilaku kehilangan berat pulp jerami. Kehilangan

  17. Nodal model for calculating the variations in neutron flux density due to stochastic vibrations of control elements of hexagonal cross section; Nodales Modell zur Berechnung der Neutronenflussdichteschwankungen infolge stochastischer Schwingungen von Regelelementen mit hexagonalem Querschnitt

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Hollstein, F.

    1994-08-01

    Based on a three-dimensional modal geometry model for the WWER 440 reacotr, with nodes in the hexagonal z geometry, the equations for the interative calculation of the mean neutron flux density in a node and their variations due to stochastic control element vibration are shown. For modelling sources of noise, two different geometric and neutron-physics equations are used, according to the design of a control element as a spatial double pendulum with the absorber and fuel part. The neutron flux noise caused by vibration of the fuel parts is due to area sources. These are induced by material parameter variation due to control element displacement within the guide duct. The model of the `thermal black body` absorbing hollow cylinder is transferred to bodies of hexagonal crossection for the absorber part. Both sources of noise are described as disturbances for the partial neutron current densities averaged over the node surfaces in the two group diffusion approximation. The transfer of the noise signals is dealt with in the prompt response approximation. The `two group swelling nodes` are coupled to the `one group transmission nodes` on the basis of the modified one group diffusion approximation. The algorithms shown are the basis for development of a computer program for examining the transfer functions depending on location of neutron flux density variations with stochastic control element vibrations as the source of noise. (orig./HP) [Deutsch] Auf der Basis eines dreidimensionalen nodalen Geometriemodells fuer den WWER-440-Reaktor mit Nodes in Hexagonal-z-Geometrie werden die Beziehungen zur iterativen Berechnung der mittleren Neutronenflussdichte in einer Node sowie deren Schwankungen infolge stochastischer Regelelementschwingungen dargestellt. Fuer die Rauschquellenmodellierung werden entsprechend der Konstruktion eines Regelelements als raeumliches Doppelpendel mit Absorber- und Brennstoffteil zwei verschiedene geometrische und neutronenphysikalische Ansaetze

  18. Produksi Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Au/HZSM-5 dan Kompositnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tillotama Anindita Sari

    2012-09-01

    diperoleh untuk katalis Au/HZSM-5 yield tertinggi kerosene 25,24%, gasoline 15,69% dan diesel 10,71% pada temperatur reaktor 500 °C dengan laju alir  gas N2 90 ml/min. Untuk katalis Komposit (HZSM-5/MCM-41 yield tertinggi diesel 26,53%, kerosene 19,26% dan gasoline 6,41% pada temperatur 450 °C laju alir 300 ml/min serta pada temperatur 350 °C dengan laju alir 90 ml/min dengan yield diesel tertinggi 24,38%, kerosene 18,84% dan gasoline 4,41%.

  19. ANALISIS TRANSIEN PADA FIXED BED NUCLEAR REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Rizaal

    2015-03-01

    Full Text Available Desain teras Fixed Bed Nuclear Reactor (FBNR yang modular memungkinkan pengendalian daya dapat dilakukan dengan mengatur ketinggian suspended core dan laju aliran massa pendingin. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari perubahan daya termal teras sebagai akibat perubahan laju aliran massa pendingin yang masuk ke teras reaktor dan perubahan ketinggian suspended core serta mempelajari karakteristik keselamatan melekat yang dimiliki FBNR saat terjadi kegagalan pelepasan kalor (loss of heat sink. Keadaan neutronik teras dimodelkan pada kondisi tunak dengan menggunakan paket program Standard Reactor Analysis Code (SRAC untuk memperoleh data fluks neutron, konstanta grup, fraksi neutron kasip, konstanta peluruhan prekursor neutron kasip, dan beberapa parameter teras penting lainnya. Selanjutnya data tersebut digunakan pada perhitungan transien sebagai syarat awal. Analisis transien dilakukan pada tiga kondisi, yaitu saat terjadi penurunan laju aliran massa pendingin, saat terjadi penurunan ketinggian suspended core, dan saat terjadi kegagalan sistem pelepasan kalor. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan laju aliran massa pendingin sebesar 50%, dari kondisi normal, menyebabkan daya termal teras turun 28% dibanding daya sebelumnya. Penurunan ketinggian suspended core sebesar 30% dari ketinggian normal menyebabkan daya termal teras turun 17% dibanding daya sebelumnya. Sementara untuk kondisi kegagalan sistem pelepasan kalor, daya termal teras mengalami penurunan sebesar 76%. Dengan demikian, pengendalian daya pada FBNR dapat dilakukan dengan mengatur laju aliran massa pendingin dan ketinggian suspended core, serta keselamatan melekat yang handal pada kondisi kegagalan sistem pelepasan kalor. Kata kunci: FBNR, transien, daya, laju aliran massa, suspended core Modular in design enables Fixed Bed Nuclear Reactor (FBNR power controlled by the adjustment of suspended core and coolant flow rate. The main purposes of this paper

  20. ANALISIS TRANSIEN PADA PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR (PCMSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Makrus Imron

    2015-04-01

    Full Text Available Penggunaan bahan bakar cair berupa garam LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR meyebabkan pengendalian daya pada PCMSR dapat dilakukan dengan mengendalikan laju aliran bahan bakar dan pendingin. Sedangkan dari sistem keselamatan, penggunaan bahan bakar cair menjadikan PCMSR memiliki karakter keselamatan melekat (inherent safety yang baik. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis transien PCMSR pada tiga kondisi, yaitu: ketika terjadi perubahan laju aliran bahan bakar, ketika terjadi perubahan laju aliran pendingin dan ketika terdapat kegagalan pada sistem pelepasan panas (loss of heat sink. Penelitian dilakukan dengan memodelkan reaktor pada kondisi tunak menggunakan paket program. Standart Reactor Analysis Code (SRAC. Selanjutnya dari keluaran paket program SRAC diperoleh data data yang meliputi fluks netron,konstanta grup, kontanta peluran prekusor netron, fraksi netron kasip untuk perhitungan transien. Penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan laju aliran bahan bakar sebesar 50 % dari laju bahan bakar sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 78 % dari daya sebelumnya. Dan penurunan laju aliran pendingin sebesar 50 % dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 63 % dari daya sebelumnya. Sedangkan pada saat terjadi loss of heat sink daya PCMSR menunjukkan penurunan. Kata kunci: PCMSR, transien, daya, laju aliran.   The use of liquid fuels in the form of molten salts LiF-BeF2-ThF4-UF4 in Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR makes power control at PCMSR can be done by controlling the flow rate of fuel and coolant. In addition, from safety systems aspect, the use of liquid fuels makes PCMSR has good inherent safety characteristics. In this study transient analysis has been carried out on three conditions of PCMSR, namely when the fuel flow rate is changing, when the coolant flow rate is changing and when there is loss of heat sink condition. This research is

  1. STUDI KINETIKA REAKSI HETEROGEN α-PINENE MENJADI TERPINEOL DENGAN KATALISATOR ASAM KHLORO ASETAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herti Utami

    2012-05-01

    Full Text Available KINETIC STUDY OF HETEROGENEOUS HYDRATION OF α-PINENE TO TERPINEOL USING CHLORO ACETIC ACID AS A CATALYST. Indonesian turpentine contains 65-85% α-pinene, 1% camphene, 1-3% β-pinene, 10-18% 3-carene and limonene 1-3%. In order to obtain more valuable products, α-pinene can be hydrated in dilute acid solutions to produce terpineol, which can be used as perfume, insect repellent, antifungal, disinfectant etc. The aim of this research was to study kinetics of terpineol synthesis from α-pinene, the main component of turpentine Turpentine was introduced into a batch reactor (tree neck flask equipped with condenser, thermometer, stirrer and was warmed up to the desired temperature with the reaction time of 420 minutes. The study investigated the effects of temperature, catalyst amount, and the stirring rate on the hydration of α-pinene. The heterogeneous kinetics model was proposed to quantitavely describe the hydration process of α-pinene. The results of this study showed the relationship of the constants of the reaction rate and temperatures. The equations can be written as follow and . The relative errors were 2.80% and 2.19%, respectively. It was found that the chemical reaction step controlled the hydration process. The results of this study show that the proposed heterogeneous kinetics model can quantitatively describe the hydration of α-pinene using chloro acetic acid as catalyst very well.   Abstrak   Terpentin Indonesia mengandung 65-85% α-pinene, 1% camphene, 1-3% β-pinene, 10-18% 3-carene dan limonene 1-3%. Untuk meningkatkan nilai jual, α-pinene dapat dihidrasi dalam medium asam menjadi terpineol yang dapat digunakan untuk bahan parfum, penangkal serangga, anti jamur,  desinkfektan dll. Penelitian ini bertujuan mempelajari studi kinetika reaksi sintesa terpineol dari α-pinene yang merupakan komponen utama terpentin. Terpentin sebanyak volume tertentu dipanaskan dalam reaktor batch labu leher tiga yang dilengkapi dengan

  2. Utilization of plutonium in a high temperature gas-cooled reactor with spherical fuel elements; Nutzung von Plutonium im Kugelhaufen-Hochtemperaturreaktor

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Khorochev, M.

    1998-09-01

    zwischen gegenlaeufigen Optimierungszielen (z.B. hohe Vernichtungsrate oder geringerer Restgehalt an Plutonium im abgebrannten Kernbrennstoff) angestrebt. Die rechnerischen Studien zu Plutoniumzyklen in Kugelhaufenreaktor wurden mit dem Programmzyklus VSOP durchgefuehrt. Die Ergebnisse zeigen, dass der Kugelhaufenreaktor eine sehr gute Moeglichkeit zum hochgradigen Abbrennen von Plutonium bietet. Dies gelingt, indem Plutonium in Feed-Kugeln und Uran vom Plutonium getrennt in Breed-Kugeln eingesetzt werden. Beide Kugeltypen durchlaufen den Reaktor unterschiedlich oft, bis sie ihre jeweiligen Zielabbrandwerte erreichen. Aus der Uebersichtstudie wurden zwei Referenzfaelle hergeleitet, einer fuer den Einsatz von Reaktorplutonium in Verbindung mit Uran, der andere fuer Waffenplutonium in Verbindung mit Thorium als Brutstoff. Mit beiden Referenzzyklen laesst sich nachweisen, dass das Konzept des HTR-350-Modulreaktors ein sehr gutes Instrument zur Beseitigung beider Plutoniumarten darstellt. (orig.)

  3. Surfaktan Sodium Ligno Sulfonat (SLS dari Debu Sabut Kelapa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukti Mulyawan

    2015-03-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara agraris yang menghasilkan beragam hasil pertanian yang melimpah. Salah satu hasil pertanian yang menonjol di Indonesia adalah kelapa. Produksi buah kelapa di Indonesia rata-rata sebanyak 15,5 miliar butir/tahun atau setara dengan 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serat sabut (coir fiber dan 3,3 juta ton debu sabut (coir dust/ cocopeat. Komposisi sabut kelapa terdiri dari 25% gabus dan 75% serat . Tetapi, debu sabut kelapa masih dikembangkan sebatas sebagai media tanam. sisanya akan menjadi limbah dengan kontribusi sangat besar dari pengisi pada volume total sampah domestiK. Banyaknya komoditas kelapa dan potensi limbah sabut yang dihasilkan, membuat pemanfaatan Debu Sabut menjadi bahan yang bernilai ekonomis patut untuk dilakukan. Salah satunya adalah sebagai bahan pembuatan Surfakatan Sodium Ligno Sulfonat (SLS yang selama ini komoditasnya diperoleh seluruhnya dari impor. Adapun tahapan proses pembuatan SLS dari Debu Sabut kelapa adalah mempersiapan Bahan Baku berupa Debu Sabut Kelapa. Dilanjutkan dengan pemasakan/pulping menggunakan metode organosolv dengan alat pemasak digester (R-120. Dari lindi hitam yang dihasilkan, akan diproses dengan Isolasi Lignin dengan metode presipitasi asam. Lindi hitam yang telah didapat diendapkan dengan menambahkan secara perlahan H2SO4dengan konsentrasi 20% sampai pH 2 pada tangki isolasi pertama (M-211.Proses isolasi dengan metode pengasaman banyak digunakan untuk mendapatkan lignin dengan kemurnian tinggi. Untuk Menghasilkan SLS, Lignin Isolat perlu direaksikan dengan bahan penyulfonasi natrium bisulfit (NaHSO3, sehingga menghasilkan natrium lignosulfonat (SLS pada reaktor sulfonasi (R-310. Berlokasi di Provinsi Riau, Pabrik ini akan dibangun dengan kapasistas 20.150 ton/tahun. Dari analisa ekonomi, diperlukan Modal tetap (FCI sebesar Rp 316.323.349.677; Modal kerja (WCI sebesar Rp 74.429.023.453; Investasi total (TCI sebesar Rp 390

  4. PENGUJIAN AKTIVITAS KOMPOSIT Fe2O3-SiO2 SEBAGAI FOTOKATALIS PADA FOTODEGRADASI 4-KLOROFENOL (The Activity Test of Fe2O3-SiO2 Composite As Photocatalyst on 4-Chlorophenol Photodegradation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sri Kunarti

    2009-03-01

    Full Text Available ABSTRAK  Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian aktivitas komposit Fe2O3-SiO2 sebagai fotokatalis pada fotodegradasi 4-klorofenol. Penelitian diawali dengan preparasi dan karakterisasi fotokatalis Fe2O3-SiO2. Preparasi dilakukan dengan metode sol-gel pada temperatur kamar menggunakan tetraetil ortosilikat (TEOS dan besi (III nitrat sebagai prekursor diikuti dengan perlakuan termal pada temperature 500 oC. Karakterisasi dilakukan dengan metode spektrometri inframerah, difraksi sinar-X dan spektrometri fluoresensi sinar-X. Uji aktivitas komposit untuk fotodegradasi 4-klorofenol dilakukan dalam reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV. Pada uji ini telah dipelajari pengaruh waktu penyinaran dan pH larutan terhadap efektivitas fotodegradasi 4-klorofenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit Fe2O3-SiO2 dapat dipreparasi dengan metode sol-gel pada temperatur kamar diikuti perlakuan termal. Komposit Fe2O3-SiO2 dapat meningkatkan efektivitas fotodegradasi 4-klorofenol dari 11,86 % menjadi 55,38 %. Efektivitas fotodegradasi 4- klorofenol dipengaruhi waktu penyinaran dan pH larutan yang semakin lama waktu penyinaran efektifitas fotodegradasi semakin tinggi, namun waktu penyinaran yang lebih lama dari 4 jam dapat menurunkan efektivitasnya. pH larutan memberikan pengaruh yang berbeda-beda pada efektivitas fotodegradasi 4-klorofenol.   ABSTRACT The activity test of Fe2O3-SiO2 composite as photocatalyst on 4-chlorophenol photodegradation has been studied. The research was initiated by preparation of Fe2O3-SiO2 photocatalyst and followed by characterization. The preparation was conducted by sol-gel method at room temperature using tetraethylorthosilicate (TEOS and iron (III nitrate as precursors followed by thermal treatment at a temperature of 500oC. The characterizations were performed by X-ray Diffraction (XRD, Infrared and X-ray Fluorescence Spectrophotometry. The photocatalytic activity test of composites for 4 chlorophenol

  5. PENGGUNAAN MEMBRAN SERAT BERONGGA SEBAGAI AERATOR DALAM SISTEM KULTIVASI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BIOMASSA DAN BIOFIKSASI CO2 DARI Chlorella vulgaris

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D Dianursanti

    2015-06-01

    Full Text Available Pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim, sebagian besar disebabkan karena merebaknya gas CO2.  Pemanfaatan mikroalga Chlorella sp. untuk mereduksi gas CO2 menjadi potensi yang menjanjikan. Hal ini mengingat, bahwa Chlorella dapat dengan efisien mereduksi CO2 karena mereka dapat tumbuh dengan cepat dan mudah diadaptasikan ke dalam rekayasa sistem fotobioreaktor. Dalam penelitian ini akan diupayakan pengaturan sistem aerasi berfilter untuk kultivasi Chlorella vulgaris dalam reaktor agar proses transfer massa gas CO2 dalam kultur mikroalga menjadi lebih baik. Dengan demikian nilai KLa (CO2 menjadi salah satu parameter penentu dalam peningkatan produksi biomassa Chlorella. Nilai KLa yang tinggi menunjukkan proses transfer massa CO2 yang lebih baik dalam kultur mikroalga. Namun nilai KLa (CO2 yang terlalu besar sangat mungkin menyebabkan terjadinya shear stress pada alga.Dengan menggunakan membran serat berongga sebagai aerator, permasalahan shear stress pada alga dapat dihindari. Dengan diameter pori yang sangat kecil, membran ini dapat memberikan laju alir dan transfer massa CO2 dalam kultur yang optimal, tanpa menimbulkan efek shear strees. Dengan demikian penggunaan membran ini dapat menghasilkan produktivitas Chlorella yang lebih baik serta dapat meningkatkan kemampuan biofiksasi CO2 selama proses kultivasinya. Penggunaan membran serat berongga sebagai aerator telah terbukti mampu meningkatkan produksi biomassa C. vulgaris  sebesar 27,2 %. Abstract Global warming triggering climate change is largely due to the presence of CO2. Utilization of microalgae Chlorella vulgaris to reduce CO2 gas is potential as it efficiently reduces CO2while growing quickly and adapting to the photobioreactor systems engineering. This study explored filter aeration system settings for cultivating C. vulgaris in the reactor thus mass transfer of CO2 in microalgae cultures becomes more efficient. Value of KLa (CO2 is one of the parameters in

  6. OKSIDASI SENYAWA ORGANIK DENGAN RADIASI UV DAN HIDROGEN PEROKSIDA : TOLUEN DALAM LARUTAN (Oxidation of Organic Compounds with UV Radiation And Hydrogen Peroxide : Toluene in Aqueous Solutions

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Bendiyasa

    2007-11-01

    Full Text Available ABSTRAK  Umumnya limbah cair mengandung bermacam-macam senyawa organik dan unorganik. Sebagian besar senybawa organik, diantaranya adalah senyawa-senyawa aromatis, seperti toluene, tidak dapat dikenakan proses kemis maupun biologis konvensional. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian yang terkait dengan oksidasi toluen dengan gabungan UV (ultra violet dan H2O2 yang sering disebut Advance Oxidation Processes (AOPs. Percobaan dilakukan di dalam sebuah reaktor batch pada suhu kamar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi awal H2O2 maupun pH mempengaruhi tingkat oksidasi toluen. Order reaksi yang sesuai dengan sistem ini adalah reaksi order satu semu terhadap toluen. Hubungan nilai kapparent dengan konsentrasi awal H2O2 adalah linier sedangkan hubungan kapparent dengan pH adalah eksponensial. Pengaruh konsentrasi awal H2O2 terhadap kapparent dapat dituliskan dalam bentuk persamaan kapparent = 0,0015 Cinitial + 0,0204 min-1 dan pH awal terhadap konsentrasi kapparent adalah sebagai berikut kapparent =  0,0309 0,027 (pH min-1. Pengaruh gabungan nkonsentrasi H2O2 dan pH awal dapat dinyatakan dalam persamaan kapparent  = (0,0374 = 0,0009 Cinitial e -0,0316 (pH min-1 ABSTRACT  Generally, waste water contains a large variety of organic and inorganic compounds. Most organic compounds are resistant to conventional chemical and biological treatments. Among them are aromatic compounds, such as toluene. This paper presents the results of experimental oxidation of toluene with combinations of UV and H2O2 which are usually called Advanced Oxidation Processes (AOPs. The experiments were performed in a batch system at room temperature. The experimental results exhibit that both initial concentration of hydrogen peroxide and initial pH affect the degree of oxidation. It is found that the order of reaction is pseudo first order with regard to toluene. The value of kapparent. is observed linearly with respect to the initial hydrogen peroxide concentration

  7. Suspension membrane reactor for biological elimination of non-degradable materials from mixed effluents. Final report; Suspensionsmembranreaktor zur biologischen Eliminierung schwer abbaubarer Stoffe aus Abwassergemischen. Abschlussbericht

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Raebiger, N.; Schierenbeck, A.

    2002-07-01

    An earlier research project had shown that a combined process involving membrane filtration and a bioreactor ensure substrate-specific times of residue inside the reactor, i.e. high selective conversation at low discharge rates. The second project aimed at higher flexibility. For this purpose, a two-stage suspension membrane reactor was developed in which the filtration stage and the bioreactor were decoupled. The liquid effluents are concentrated first in a nanofiltration stage, and the permeate, which should be free of non-degradable materials, is discharged. The concentrate is treated in the biological reaction stage and recirculated into the nanofiltration stage in order to ensure complete degradation during a substrate-specific time of residue. An intermediate microfiltration stage serves to retain biomass and prevent the growth of a biofilm in the nanofiltration stage. The method was tested with the practically relevant model pollutant 4-chlorophenol and a real industrial effluent from the antifelting stage of a Bremen woollen mill (Bremer Wollkaemmerei), with a high AOX concentration. [German] Im vorhergehenden Teil des Forschungsvorhabens konnte gezeigt werden, dass durch eine kombinierte Anwendung der Membranfiltration mit einem Bioreaktor eine substratspezifische Verweilzeitverteilung im Reaktor und damit eine hohe selektive Umsatzleistung bei gleichzeitig niedrigen Ablaufwerten realisierbar ist. Um eine groessere Flexibilitaet bei dem Einsatz verschiedener Membranmodule zu realisieren, wurde in dem zweiten Abschnitt des Forschungsvorhabens eine zweistufige Anlage vom Typ des Suspensions-Membranreaktors entwickelt, bei der Filtration und Bioreaktor entkoppelt werden. Das zu reinigende Abwasser wird zunaechst in einer Nanofiltrationsstufe aufkonzentriert, das moeglichst an schwer abbaubaren Stoffen freie Permeat bildet den Ablauf der Anlage. Der Konzentratstrom wird in der nachfolgenden Reaktionsstufe biologisch behandelt und in die Nanofiltrationsstufe

  8. Studi Reaksi Konversi Katalisis 2-Propanol Menggunakan Katalis dan Pendukung Katalis γ-Al2O3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunardi Sunardi

    2007-10-01

    Full Text Available Katalis padatan basa belum digunakan secara luas bila dibandingkan dengan penggunaan katalis padatan asam, meskipun katalis padatan basa secara efisien juga mampu berperan dalam reaksi-reaksi seperti alkilasi, kondensasi, isomerisasi dan lain-lain. Pada penelitian ini dilakukan studi reaksi konversi katalisis 2-propanol menggunakan katalis padatan basa Mg-Al-Hidrotalsit dan katalis padatan superbasa g-Al2O3-NaOH-Na yang dibandingkan dengan katalis γ-Al2O3. Reaksi katalisis dilakukan dalam fase gas dengan variasi suhu dari 175oC sampai suhu 300oC, menggunakan katalis seberat 3 gram. Produk reaksi katalisis dianalisis dengan kromatografi gas, yang dirangkai secara on-line dengan reaktor katalisis. Propilen dan aseton merupakan produk-produk primer reaksi konversi yang mudah bereaksi lebih lanjut menghasilkan produk-produk sekunder yang stabil. Katalis γ-Al2O3 hanya mengkonversi 2-propanol menjadi propilen, karena sifat basanya tidak cukup kuat untuk mendorong reaksi dehidrogenasi 2-propanol menjadi aseton. Katalis Mg-Al-hidrotalsit mengkonversi hampir 100% 2-propanol menjadi propilen pada suhu 175oC dan menghasilkan aseton paling banyak pada 225oC dengan konversi produk sebesar 53,36 %, sedangkan dengan katalis superbasa γ-Al2O3-NaOH-Na diperoleh konversi aseton sebesar 66,0% pada 225oC. Produkproduksekunder hasil konversi 2-propanol dengan katalis Mg-Al-hidrotalsit secara batch diidentifikasi dengan GC-MS dan diperoleh senyawa yang dominan adalah 4-metil-2-pentanol dan 3,3,5-trimetil sikloheksanol. Copyright (c 2007 BCREC UNDIP. All rights reserved.[Presented at Symposium and Congress of MKICS 2007, 18-19 April 2007, Semarang, Indonesia][How to Cite: W. Wibowo, S. Sunardi, I. Yulia. (2007. Studi Reaksi Konversi Katalisis 2-Propanol Menggunakan Katalis dan Pendukung Katalis γ-Al2O3. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 2 (2-3: 56-61. doi:10.9767/bcrec.2.2-3.11.56-61][How to Link/DOI: http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.2.2-3.8.56-61

  9. Studi Reaksi Konversi Katalisis 2-Propanol Menggunakan Katalis dan Pendukung Katalis γ-Al2O3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widajanti Wibowo

    2007-10-01

    Full Text Available Katalis padatan basa belum digunakan secara luas bila dibandingkan dengan penggunaan katalis padatan asam, meskipun katalis padatan basa secara efisien juga mampu berperan dalam reaksi-reaksi seperti alkilasi, kondensasi, isomerisasi dan lain-lain. Pada penelitian ini dilakukan studi reaksi konversi katalisis 2-propanol menggunakan katalis padatan basa Mg-Al-Hidrotalsit dan katalis padatan superbasa g-Al2O3-NaOH-Na yang dibandingkan dengan katalis γ-Al2O3. Reaksi katalisis dilakukan dalam fase gas dengan variasi suhu dari 175oC sampai suhu 300oC, menggunakan katalis seberat 3 gram. Produk reaksi katalisis dianalisis dengan kromatografi gas, yang dirangkai secara on-line dengan reaktor katalisis. Propilen dan aseton merupakan produk-produk primer reaksi konversi yang mudah bereaksi lebih lanjut menghasilkan produk-produk sekunder yang stabil. Katalis γ-Al2O3 hanya mengkonversi 2-propanol menjadi propilen, karena sifat basanya tidak cukup kuat untuk mendorong reaksi dehidrogenasi 2-propanol menjadi aseton. Katalis Mg-Al-hidrotalsit mengkonversi hampir 100% 2-propanol menjadi propilen pada suhu 175oC dan menghasilkan aseton paling banyak pada 225oC dengan konversi produk sebesar 53,36 %, sedangkan dengan katalis superbasa γ-Al2O3-NaOH-Na diperoleh konversi aseton sebesar 66,0% pada 225oC. Produkproduksekunder hasil konversi 2-propanol dengan katalis Mg-Al-hidrotalsit secara batch diidentifikasi dengan GC-MS dan diperoleh senyawa yang dominan adalah 4-metil-2-pentanol dan 3,3,5-trimetil sikloheksanol. Copyright (c 2007 BCREC UNDIP. All rights reserved.[Presented at Symposium and Congress of MKICS 2007, 18-19 April 2007, Semarang, Indonesia][How to Cite: W. Wibowo, S. Sunardi, I. Yulia. (2007. Studi Reaksi Konversi Katalisis 2-Propanol Menggunakan Katalis dan Pendukung Katalis γ-Al2O3. Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, 2 (2-3: 56-61.  doi:10.9767/bcrec.2.2-3.7131.56-61][How to Link/DOI: http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.2

  10. Karakteristik Cookies Berbahan Dasar Tepung Sukun (Artocarpus communis Bagi Anak Penderita Autis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dede Sukandar

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak Tepung sukun (Artocarpus communis merupakan tepung yang bebas gluten sehingga baik digunakan sebagai alternatif dalam pembuatan cookies untuk anak penderita autis. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap cookies sukun dan berbagai formulasinya dibandingkan dengan cookies berbahan dasar tepung lain yang meliputi pengaruh penambahan bahan tambahan terhadap sifat kimia, fisika, daya terima cookies sukun, kadar kalsium dan fosforus cookies sukun, dan mengetahui cookies sukun tersukai memenuhi standar mutu cookies menurut SNI 01-2973-1992 atau tidak. Uji organoleptik dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan dan penerimaan panelis terhadap cookies sukun dibandingkan dengan cookies berbahan dasar tepung lain (terigu, beras, sagu dan cookies sukun dalam berbagai formulasi. Parameter yang digunakan meliputi warna, aroma, tekstur, rasa dan penerimaan keseluruhan. Uji kadar kalsium dilakukan menggunakan spektroskopi serapan atom pada λ 422.7 nm dan kadar fosforus menggunakan spektroskopi UV-Vis pada λ 880 nm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam anova dan analisis Duncan. Cookies sukun memiliki penerimaan yang rendah dibandingkan cookies tepung lain berdasarkan penerimaan rasa dan penerimaan umum. Formulasi cookies sukun memperbaiki sifat fisik (aroma, rasa, warna, dan tekstur dan daya terima cookies sukun oleh panelis. Cookies sukun tersukai adalah formulasi 718 dengan bahan tambahan susu kedelai.  Mutu cookies sukun tersukai formulasi 718 sesuai dengan SNI 01-2973-1992 kecuali kadar protein yang masih rendah 8.05% dan terdapat kandungan tembaga dengan sebesar 1.56 ppm. Cookies sukun tersukai memiliki kadar kalsium dan fosforus tertinggi dibandingkan dengan tepung sukun dan cookies komersil untuk anak penderita autis sehingga cookies sukun tersukai sangat baik dikonsumsi oleh anak penderita autis. Kata kunci : Artocarpus communis, autis, cookies sukun, organoleptik, kalsium, fosforus

  11. KARAKTERISTIK MINYAK CAMPURAN RED PALM OIL DENGAN PALM KERNEL OLEIN (Characteristics of Oil Blends from Red Palm Oil and Palm Kernel Olein

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Ulfah

    2016-10-01

    /kg, asam lemak bebas 0,09 %, angka penyabunan 202,60, melting point 24,15 oC dan cloud point 7,15 oC, serta komposisi asam lemak (kaprat 1,24 %, laurat 29,00 %, miristat 10,09 %, palmitat 23,10 %, linoleat 5,84 %, oleat 27,30 % dan stearat 3,43 %. Kata kunci: Red palm oil, palm kernel olein, minyak campuran, sifat kimia, sifat fisika

  12. PENENTUAN LOKASI PENGEMBANGAN BUDIDAYA TAMBAK BERKELANJUTAN DENGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utojo Utojo

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografi (SIG untuk menentukan lokasi yang layak bagi pengembangan budidaya tambak di Kabupaten Lampung Selatan. Data sekunder yang diperoleh berupa data iklim, peta Rupa Bumi Indonesia kawasan Lampung Selatan skala 1:50.000, citra digital landsat-7 ETM+ dan peta batimetri skala 1:200.000. Data primer diperoleh dengan metode survai di lokasi penelitian yaitu kondisi kualitas perairan, kualitas air, dan pasang surut. Penentuan stasiun pengamatan dilakukan secara acak dan sistematik. Setiap lokasi pengambilan contoh ditentukan posisi koordinatnya dengan alat Global Positioning System (GPS. Data lapangan (fisika-kimia perairan, data sekunder, dan data citra satelit (Landsat ETM+ digital, dianalisis secara spasial dengan metode PATTERN menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG. Berdasarkan hasil survai dan evaluasi kelayakan budidaya tambak udang di wilayah pesisir Lampung Selatan seluas 4.052,3 ha. Pada umumnya yang memiliki tingkat kelayakan tinggi (1.223,1 ha, sedang (2.065,4 ha, dan rendah (763,8 ha tersebar di wilayah pesisir Kecamatan Sragi, Ketapang, dan Panengahan, sedangkan sebagian kecil terdapat di Kecamatan Kalianda, Sidomulyo, dan Katibung, serta lokasi yang tidak layak berupa perbukitan, masing-masing dituangkan dalam peta prospektif skala 1:50.000. This research used GIS technique to find location suitable to develop sustainable brackishwater pond culture in South Lampung Regency. Secondary data such as weather data, Indonesia earth surface map of South Lampung area scale of 1:50,000, landsat-7ETM digital imagery, and navigation map scaled 1:200,000. Primary data (water quality and tide were collected using survey method. Simple systematic random sampling was used to allocate sampling points. Digital Remote sensing (Landsat ETM+ data, secondary data, and field data (water quality were analyzed using PATTERN method and Geographic Information System (GIS. Tematic map of area

  13. PENGEMBANGAN SOFT SKILLS MAHASISWA PROGRAM KELAS INTERNASIONAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR MEKANIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Rosana

    2014-04-01

    Full Text Available Pengembangan soft skills bukanlah hal baru dalam bidang pendidikan, karena landasan untuk pengembangannya sudah sangat jelas, UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I, Pasal 1 Ayat 1. Perlunya pengembangan soft skills di program kelas internasional terkait dengan permasalahan yang muncul di rintisan program kelas internasional yang sudah diselenggarakan di Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNY.  Dari kelas rintisan  tersebut dapat teramati pada proses perkuliahan sering terlihat keraguan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam perkuliahan. Selain karena kendala yang muncul akibat keterbatasan mahasiswa dalam menguasai percakapan bahasa Inggris, sehingga mereka memerlukan waktu lebih lama untuk menyimak isi perkuliahan,  tapi juga yang tampak menonjol adalah pengaruh dari kurang berkembangnya soft skills mahasiswa.Rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Random Pre-tes Post-test Control Group. Dalam rancangan ini, pengambilan subyektidak dilakukan secara rambang. Rancangan ini dipilih karena selama eksperimentidak memungkinkan untuk mengubah kelas yang telah ada. Pra tes digunakan untukmenyetarakan pengetahuan awal kedua kelompok sedangkan post tes digunakan untukmengukur hasil belajar dan lembar observasi untuk mengetahui perkembangan soft skillsselama dan setelah proses belajar. Kegiatan belajar yang dilakukan dengan berbasis konteks, menyebabkan peserta didik aktif merumuskan pertanyaan, mencari sumber informasi dan mengumpulkan informasi dari sumber, mengolah informasi yang sudah dimiliki, merekonstruksi data/fakta/nilai, menyajikan hasil rekonstruksi/proses pengembangan nilai. Hal ini menumbuhkan soft skills pada diri mahasiswa melalui berbagai kegiatan belajar yang terjadi di kelas pembelajaran, lingkungan kampus, dan tugas-tugas di luar kampus. Pengembangan soft skills ini berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa baik secara proses maupun produk yang di

  14. SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS PADA PROFIL VERTIKAL DI PERAIRAN SELAT MADURA KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aries Dwi Siswanto

    2015-04-01

    Full Text Available Sebaran sedimen tersuspensi (Total Suspended Solid (TSS dapat dipelajari secara horizontal maupun vertikal. Akumulasi sedimen tersuspensi (TSS secara horizontal sangat dipengaruhi oleh arus permukaan maupun gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Keterdapatan TSS ini diduga berpengaruh terhadap sebarannya pada profil vertical. Kedua kondisi sebaran sedimen tersuspensi (TSS berpengaruh terhadap optimalisasi penetrasi cahaya matahari di perairan. Sedimen tersuspensi (TSS menjadi salah satu factor fisika yang penting sebagai indicator kondisi perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran Total Suspended Solid (TSS di perairan Kabupaten Bangkalan. Materi utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah contoh air dan data parameter lingkungan (pasang surut dan kecerahan yang diambil pada 7 stasiun pada bulan Agustus-September 2013 di Perairan Selat Madura, Kabupaten Bangkalan. Metode gravimetric (SNI-06-6989.3-2004 digunakan untuk analisa Total Suspended Solid (TSS. Data parameter lingkungan dianalisa secara deskriptif. Analisa TSS menunjukkan nilai yang berbeda pada beberapa stasiun penelitian untuk setiap minggunya. Konsentrasi TSS terendah sebesar 35 mg/L (Stasiun 3, profil permukaan, minggu pertama dan tertinggi sebesar 620 mg/L (Stasiun 4, profil dasar, minggu pertama. Secara umum, konsentrasi TSS secara vertikal (dari permukaan-dasar cenderung semakin besar, diduga dipengaruhi oleh jenis substrat dan parameter arus yang berpeluang untuk menimbulkan pengadukan di profil dasar. Kondisi lingkungan (kecerahan dan arus menunjukkan bahwa daerah dengan konsentrasi TSS yang tinggi cenderung memilki nilai kecerahan yang rendah dengan kecepatan arus yang lebih besar.Kata Kunci: kecerahan, pola arus, Total Suspended Solid (TSS DISTRIBUTION OF TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS IN THE VERTICAL PROFILE IN THE MADURA STRAIT WATERS BANGKALAN DISTRICTABSTRACTDistribution of suspended sediment (Total Suspended Solid (TSS can be studied through

  15. GAMBARAN PAPARAN BENZENE DALAM RUMAH TERHADAP PROFIL DARAH KAWASAN INDUSTRI DAN PEMUKIMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukar Sukar

    2016-07-01

    alami dan juga pada proses ekplorasi, maupun yang timbul karena adanya proses pengolahan dan produksi. Dengan latar belakang tersebut dilakukan penelitian kaitan antara benzene dalam rumah danprotil darah. Penelitian dilakukan pada tahun 2012 di Kota Dumai, Provinsi Riau. Desain penelitianmenggunakan Riset Khusus Pencemaran Lingkungan 2012, Type-I Health Study yang disarankan USAgency for Toxic Substances and Drugs Registry (ATSDR. Analisis statistik dengan uji independent t-test. Populasi studi adalah penduduk Kota Dumai, dengan sampel penduduk terpilih dengan cara randomsampling dan tinggal di Kecamatan Dumai Timur (ekspose dan Dumai Selatan (non ekspose. Hasil penelitian mununjukkan bahwa kadar fisika udara dalam rumah lokasi ekspose dan non ekspose(kelembaban, laju udara dan suhu rata-rata telah melampaui baku mutu SNI No.19-0232-2005. Sedangkadar benzene dalam rumah baik lokasi ekspose dan non ekspose belum melampaui baku mutu SNI No.19-0232-2005. Hasil analysis protil darah (hemoglobin, leukosit, hematokrit, eritrosit dan , thrombositmenunjukkan bahwa proporsi lokasi expose dan non expose tidak berbeda bermakna dengan mengunakanuji t-test independent. Dari hasil tersebut disaraknan bahwa perlu adanya monitoring dan evaluasi lokasilokasiindustry perminyakan untuk mengetahui dampak terhadap kesehatan.Kata kunci: Kilang Minyak, Lingkungan dalam rumah, Benzene, Profil darah

  16. POLA SEBARAN SEDIMEN DASAR BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN HIDRO-OSEANOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL INTERPOLASI DAN SIMULASI NUMERIK DI PERAIRAN UTARA PULAU SIMEULUECUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulung Jantama Wisha

    2017-05-01

    Full Text Available Pulau Simeulue Cut merupakan kawasan Konservasi yang nantinya akan diarahkan untuk Daerah Perlindungan Laut (DPL dan Taman Wisata Bahari (TWB, sehingga diperlukan Managemen Plan Kawasan Konservasi Laut Daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sedimen cross-shore di pesisir Pulau Simeulue cut berdasarkan kajian batimetri dan arus pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus untuk mengetahui kedalaman, pola sebaran sedimen permukaan dasar laut dan kondisi oseanografi fisika di perairan Simeuluecut secara kualitatif. Hasil pemeruman dianalisis secara spasial dengan menggunakan software Surfer 10 dan ArcGIS 10, Pengukuran arus dan pasang surut dengan menggunakan alat ADCP dan simulasi numerik hidrodinamika dengan menggunakan software MIKE 21 dan pengolahan data pasang surut dengan metode admiralty. Kedalaman perairan berkisar antara 0 - 26 meter dan kelerengan berkisar antara 10% - 15%, sedimen permukaan dasar diperoleh tiga satuan sedimen yaitu pasir kasar, satuan pasir sedang dan satuan pasir halus lanauan (silty sand, verifikasi hasil permodelan didapatkan RMSE sebesar 11,7 %. Kecepatan arus berkisar antara 0 - 0,02 m.s-1pada saat surut menuju pasang dan berkisar antara 0-0,006 m.s-1 pada saat pasang menuju surut, untuk kecepatan arus longshore berkisar antara 0,006 - 0,027 m.s-1 pada kondisi surut menuju pasang dan berkisar antara 0,001 - 0,006 m.s-1 pada kondisi pasang menuju surut, hasil pasang surut didapatkan nilai MSL sebesar 12,53 meter dan tidal range sebesar 2,2 meter, Kondisi oseanografi mempengaruhi distribusi sedimen cross-shore di bibir pantai dan secara langsung mempengaruhi kondisi batimetri di perairan Simeuluecut.Kata Kunci: Batimetri, hidrodinamika, sedimen, Simeuluecut, spatial analisis DISTRIBUTION PATTERNS OF BOTTOM SEDIMENT BASED FROM MORPHOLOGICAL AND HYDRO-OCEANOGRAPHY CHARACTERISTICS USING INTERPOLATION AND NUMERICAL SIMULATION MODEL IN SIMEULUECUT ISLAND NORTHERN

  17. METODE CEPAT EKSTRAKSI DNA Corynebacterium diphtheriae UNTUK PEMERIKSAAN PCR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunarno Sunarno

    2014-10-01

    DNA. Metode ekstraksi DNA sederhana menggunakan prinsip mekanik/fisika  dengan  reagen  kimia  minimalis,  seperti   metode  pemanasan (boilingdan penggunaan (NAOH memiliki beberapa kelebihan, diantaranya mudah dilakukan, biaya murah, waktu yang dibutuhkan singkat dan lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektifitas dan  efisiensi  metode boilingdan NAOH untuk ekstraksi DNA C.diphtheriae dibandingkan dengan penggunaan kit komersial dalam pemeriksaan PCR. Sampel berupa isolat C.diphtheriae toksigenik (NCTC 10648, ditumbuhkan dalam blood agar, kemudian dibuat suspensi sel/koloni dalam aquadest dengan beberapa kali pengenceran. Masing-masing pengenceran diekstraksi dengan metode boilingdan NaOH yang terkontrol dengan kit komersial (QiAmp DNA Minikit. Hasil ekstraksi dinilai secara kuantitatif dengan spektrofotometer dan secara kualitatif dengan gel elektroforesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DNA hasil ekstraksi dengan metode boilingdan NaOH mempunyai kualitas dan kuantitas yang cukup untuk pemeriksaan PCR hingga 9 CFU/uL sel bakteri/reaksi sehingga dapat disimpulkan bahwa metode boiling dan NaOH cukup efektif dan efisien untuk diaplikasikan pada metode PCR untuk C.diphtheriae.Kata Kunci: boiling, NaOH, C.diphtheriae, PCR

  18. STATUS TROFIK PERAIRAN RAWA PENING DITINJAU DARI KANDUNGAN UNSUR HARA (NO3 dan PO4 SERTA KLOROFIL-a

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Naila Zulfiah

    2016-03-01

    Full Text Available Danau Rawa Pening merupakan danau alami yang multi fungsi yaitu sebagai pembangkit listrik, irigasi, perikanan, air baku dan pariwisata. Aktivitas antropogenik manusia mendorong terjadinya perubahan status trofik perairan. Ledakan populasi fitoplankton dan tumbuhan air terapung merupakan indikasi terjadinya eutrofikasi  di danau ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status terkini kondisi kesuburan Perairan Rawa Pening dengan pendekatan nilai unsur hara (nitrat dan fosfat serta hubungannya dengan klorofil-a. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2007 di Perairan Rawa Pening. Parameter kimia seperti nitrat, fosfat dan klorofil-a dianalisa di laboratorium menggunakan metode spektrofotometri. Selain itu dilakukan pengukuran insitu beberapa parameter fisika dan kimia (suhu, kecerahan, kedalaman dan pH. Hubungan antara nitrat dan fosfat terhadap klorofil-a dianalisa dengan regresi linier berganda menggunakan software Excel 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisaran nilai nitrat, fosfat dan klorofil-a pada Bulan Mei dan Juni masing-masing adalah 1,38–2,18 mg/L dan 1,32–2,12 mg/L (eutrofik; 0,013–0,030 mg/L dan 0,012–0,031 mg/L (mesotrofik serta 4,67-7,22 mg/L dan 4,71–7,30 mg/L (mesotrofik. Persamaan hubungan antara nitrat dan fosfat terhadap klorofil pada Bulan Mei dan Juni sebagai berikut Y = 0,549 + 2,599 X1 + 36,513 X2 (R2=0,97 dan Y = 1,457 + 1,628 X1 + 73,638 X2 (R2=0,97. Peningkatan kandungan klorofil-a di Rawa Pening berbanding lurus dengan kandungan nitrat dan fosfat. Konsentrasi nitrat pada Bulan Mei sangat mempengaruhi konsentrasi klorofil sementara pada Bulan Juni terjadi sebaliknya dimana fosfat yang berpengaruh besar terhadap klorofil-a.   Rawa Pening Lake is a natural lake that has multi-function as electricity  power, irrigation, fisheries, raw water as well as tourism. Human anthropogenic activities around lake lead to the changes of trophic status of waters. Eutrophycation indicated by blooming

  19. METODE CEPAT EKSTRAKSI DNA Corynebacterium diphtheriae UNTUK PEMERIKSAAN PCR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunarno Sunarno

    2014-10-01

    DNA. Metode ekstraksi DNA sederhana menggunakan prinsip mekanik/fisika  dengan  reagen  kimia  minimalis,  seperti   metode  pemanasan (boilingdan penggunaan (NAOH memiliki beberapa kelebihan, diantaranya mudah dilakukan, biaya murah, waktu yang dibutuhkan singkat dan lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektifitas dan  efisiensi  metode boilingdan NAOH untuk ekstraksi DNA C.diphtheriae dibandingkan dengan penggunaan kit komersial dalam pemeriksaan PCR. Sampel berupa isolat C.diphtheriae toksigenik (NCTC 10648, ditumbuhkan dalam blood agar, kemudian dibuat suspensi sel/koloni dalam aquadest dengan beberapa kali pengenceran. Masing-masing pengenceran diekstraksi dengan metode boilingdan NaOH yang terkontrol dengan kit komersial (QiAmp DNA Minikit. Hasil ekstraksi dinilai secara kuantitatif dengan spektrofotometer dan secara kualitatif dengan gel elektroforesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DNA hasil ekstraksi dengan metode boilingdan NaOH mempunyai kualitas dan kuantitas yang cukup untuk pemeriksaan PCR hingga 9 CFU/uL sel bakteri/reaksi sehingga dapat disimpulkan bahwa metode boiling dan NaOH cukup efektif dan efisien untuk diaplikasikan pada metode PCR untuk C.diphtheriae.Kata Kunci: boiling, NaOH, C.diphtheriae, PCR

  20. PENGEMBANGAN SOFT SKILLS MAHASISWA PROGRAM KELAS INTERNASIONAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR MEKANIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Rosana

    2014-04-01

    Full Text Available Pengembangan soft skills bukanlah hal baru dalam bidang pendidikan, karena landasan untuk pengembangannya sudah sangat jelas, UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I, Pasal 1 Ayat 1. Perlunya pengembangan soft skills di program kelas internasional terkait dengan permasalahan yang muncul di rintisan program kelas internasional yang sudah diselenggarakan di Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNY.  Dari kelas rintisan  tersebut dapat teramati pada proses perkuliahan sering terlihat keraguan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam perkuliahan. Selain karena kendala yang muncul akibat keterbatasan mahasiswa dalam menguasai percakapan bahasa Inggris, sehingga mereka memerlukan waktu lebih lama untuk menyimak isi perkuliahan,  tapi juga yang tampak menonjol adalah pengaruh dari kurang berkembangnya soft skills mahasiswa.Rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Random Pre-tes Post-test Control Group. Dalam rancangan ini, pengambilan subyektidak dilakukan secara rambang. Rancangan ini dipilih karena selama eksperimentidak memungkinkan untuk mengubah kelas yang telah ada. Pra tes digunakan untukmenyetarakan pengetahuan awal kedua kelompok sedangkan post tes digunakan untukmengukur hasil belajar dan lembar observasi untuk mengetahui perkembangan soft skillsselama dan setelah proses belajar. Kegiatan belajar yang dilakukan dengan berbasis konteks, menyebabkan peserta didik aktif merumuskan pertanyaan, mencari sumber informasi dan mengumpulkan informasi dari sumber, mengolah informasi yang sudah dimiliki, merekonstruksi data/fakta/nilai, menyajikan hasil rekonstruksi/proses pengembangan nilai. Hal ini menumbuhkan soft skills pada diri mahasiswa melalui berbagai kegiatan belajar yang terjadi di kelas pembelajaran, lingkungan kampus, dan tugas-tugas di luar kampus. Pengembangan soft skills ini berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa baik secara proses maupun produk yang di

  1. Kajian Sebaran Radioaktif Gamma dalam Lingkungan Airtanah di Sisi Selatan Gunungapi Merapi, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andreas R. P. Lakafi

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Radioaktif alam adalah radioaktif yang berasal dari radiasi yang ada di bumi. Radionuklida alam penyumbang terbesar terhadap besarnya paparan gamma ke manusia adalah anak luruh Uranium-238 (U-238. Radionuklida tersebut akan sangat berbahaya bagi manusia jika mencemari airtanah yang akan digunakan manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persebaran radioaktivitas gamma dalam airtanah bebasdi daerah penelitianakibat erupsi Gunungapi Merapi 2010 dan merumuskan upaya strategik pengelolaan lingkungan untuk menangani permasalahan potensi terkontaminasinya airtanah oleh radioaktif. Penelitian ini menggunakan metode survey.Metode sistematik berdasarkan grid untuk menentukan titik sampel dan pola aliran airtanah. Untuk memperoleh data kualitas airtanah menggunakan metode purposif dengan mempertimbangkan titik sampel yang diambil harus berada pada satu jalur aliran airtanah yang ditunjukkan dalam pola aliran airtanah. Data yang diperoleh berupa data aktivitas radioaktif dan dosis efektif. Tujuan kedua dicapai dengan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data sebaran dosis efektif sebagai acuan alternatif strategi pengelolaan lingkungan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, aktivitas radioaktif gamma U-238 pada airtanah dilokasi penelitian masih aman karena masih di bawah baku mutu berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir nomor: 02/Ka-BAPETEN/V-99 tentang baku tingkat radioaktivitas lingkungan yaitu 1x103 Bq/liter untuk syarat aktivitas U-238 di air. Dari hasil pengujian didapati bahwa, aktivitas U-238 rentang  yaitu 0,123±0,04 Bq/liter sampai 0,283±0,011 Bq/liter. Untuk dosis efektif didapati bahwa sebaran dosis efektif di daerah penelitian juga masih sangat rendah dan aman yaitu berada pada 4,00 µSv/tahun hingga 8,14 µSv/tahun. Dosis efektif di daerah penelitian masih jauh di bawah batas ambang yang ditentukan

  2. SINTESIS DIMETIL ASETAL SITRONELAL DENGAN KATALIS GAS HCL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    E Cahyono

    2014-06-01

    Full Text Available Perlindungan gugus aldehida melalui pembentukan asetal umumnya dilakukan dengan metanol atau etanol terkatalis asam. Sitronelal memiliki gugus aldehida dan gugus alkena. Dalam lingkungan asam, sitronelal mudah mengalami siklisasi membentuk isopulegol dan isomernya. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dimetil asetal sitronelal dengan katalis gas HCl. Penggunaan gas HCl secara terbatas dimaksudkan untuk menghindari siklisasi sitronelal. Dalam suatu reaktor, 10 mL sitronelal ditambah dengan 20 mL metanol absolut dan 2 g CaCl2 pada labu leher tiga. Gas HCl dialirkan dengan laju alir 12 mL/menit pada temperatur ruang hingga pH campuran menjadi 2-3. Kemudian dilakukan pengadukan pada 30°C selama 48 jam dan diambil sampel pada durasi reaksi 12, 24 dan 48 jam. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur dan jumlah CaCl2. Dimetil asetal sitronelal yang dihasilkan diisolasi dengan distilasi fraksinasi pengurangan tekanan dan diuji strukturnya dengan GC-MS, IR dan 1H-NMR. Peningkatan temperatur dan jumlah CaCl2 meningkatkan konversi sitronelal. Setelah 48 jam kuantitas dimetil asetal sitronelal mencapai 48,65%. Distilasi fraksinasi pengurangan tekanan (5 cmHg terbukti meningkatkan kemurnian dimetil asetal sitronelal menjadi 86,39% terhadap produk kasarnya. Elusidasi struktur dengan spektrofotometer infra merah (IR dan resonansi magnetik inti (1H-NMR pada hasil distilasi fraksinasi membuktikan adanya struktur asetal sitronelal.  Aldehyde group protection through acetal formation is generally performed by acid catalyzed methanol or ethanol. Citronellal that has aldehyde and alkene groups. In acidic environment, it is prone to do cyclization to form isopulegol and its isomers. This study aims to synthesize dimethyl acetal of citronellal with HCl gas catalysts. The limitation of HCl using gas was intended to avoid the citronellal cyclization. In a reactor, 10 mL citronellal was added with 20 mL of absolute methanol and 2 g CaCl2 in the three

  3. Performance characteristic of the one or two-stage thermophilic and mesophilic fermentation of biological wastes; Leistungscharakteristik der ein- und zweistufigen thermophilen und mesophilen Vergaerung von Bioabfaellen

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Christ, O.

    1999-07-01

    zurueckgegeben werden. Stand der Technik ist der Einsatz einer mesophilen oder einer thermophilen Bioabfall-Vergaerung, fuer die zwar ausreichende Kenntnisse von Betriebsanlagen vorliegen, aber keine vergleichenden wissenschaftlichen Untersuchungen ueber einen laengeren Zeitraum. Da bekannt ist, dass beide Biozoenosen spezifische Nachteile aufweisen, wie beispielsweise die fehlende Hygienisierung und die geringeren Abbauleistungen bei der mesophilen Betriebsweise oder die hohen Ueberschusswasserbelastungen und die schlechten Entwaesserungseigenschaften beim thermophilen Betrieb, sollte untersucht werden, ob die Koppelung beider Biozoenosen in einem zweistufigen thermophil-mesophilen Prozess die jeweiligen Nachteile ausschaltet und die Vorteile miteinander verbinden kann. Es zeigt sich, dass organische Feststoffe im thermophilen Betrieb bereits bei kurzen hydraulischen Verweilzeiten von etwa fuenf Tagen sehr schnell hydrolisiert werden, waehrend die Bildung von Methan aus Essigsaeure im Vergleich zur mesophilen Biozoenose auch bei langen Verweilzeiten sehr langsam erfolgt. Die Folge dieses Verhaltens ist die Ansammlung von geloesten organischen Verbindungen im thermophilen Reaktor. Durch die Koppelung der beiden Biozoenosen gelingt es, bei einer kurzen thermophilen Verweilzeit einen Grossteil der organischen Feststoffe in Loesung zu bringen, die dann von der mesophilen Biozoenose rasch zu Methan umgesetzt werden. Dadurch erhoeht sich die Gesamtabbauleistung und die Gasproduktion, ohne dass geloeste organische Verbindungen im System akkumulieren. (orig.)

  4. Qualification of the nuclear reactor core model DYN3D coupled to the thermohydraulic system code ATHLET, applied as an advanced tool for accident analysis of VVER-type reactors. Final report; Qualifizierung des Kernmodells DYN3D im Komplex mit dem Stoerfallcode ATHLET als fortgeschrittenes Werkzeug fuer die Stoerfallanalyse von WWER-Reaktoren. T. 1. Abschlussbericht

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Grundmann, U.; Kliem, S.; Krepper, E.; Mittag, S; Rohde, U.; Schaefer, F.; Seidel, A.

    1998-03-01

    Naturumlaufverhalten an thermohydraulischen Versuchsanlagen und der Loesung von Benchmarkaufgaben zu reaktivitaetsinduzierten Transienten, - Akquisition und Aufbereitung von Messdaten zu Transienten aus Kernkraftwerken, Validierung von ATHLET-DYN3D anhand der Nachrechnung eines Stoerfalls mit verzoegerter Schnellabschaltung und einer Pumpentransiente in WWER-Reaktoren, - eine ergaenzende Weiterentwicklung von DYN3D durch Erweiterung der neutronen-physikalischen Datenbasis, Einbau eines verbesserten Modells fuer die Kuehlmittelvermischung, Beruecksichtigung der Nachzerfallswaerme, Berechnung von Xenon-Oszillationen, Analyse von Frischdampfleckszenarien fuer eine WWER-440-Anlage mit Annahme des Versagens verschiedener Sicherheitseinrichtungen, Untersuchung verschiedener Modelloptionen. Die Analyse ergab eine moegliche Rekritikalitaet des abgeschalteten Reaktors bei realistischer Modellierung der Kuehlmittelvermischung im Ringspalt und unteren Plenum. Mit der Anwendung des Programmpakets ATHLET-DYN3D in Tschechien, Bulgarien und der Ukraine wurde bereits begonnen. Weiterfuehrende Arbeiten beinhalten die Verifikation von ATHLET-DYN3D mit einer DYN3D-Version fuer die quadratische Brennelementgeometrie westlicher Druckwasserreaktoren. (orig.)

  5. HIDROLISIS SELULOSA MENJADI GLUKOSA DENGAN KATALIS HETEROGEN ARANG AKTIF TERSULFONASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didi Dwi Anggoro

    2014-12-01

    . Hasilnya kemudian dicuci dan dikeringkan, dilakukan uji karakteristik dan performance (kinerja katalis berupa kapasitas H+, ukuran pori katalis dengan BET, uji gugus fungsi dengan FTIR, dan uji struktur marfologi katalis dengan SEM. Kinerja katalis diuji dalam reaktor autoclave melalui proses hidrotermal dengan mevariasikan jumlah katalis, dan variasi temperatur. Hasil penelitian menunjukkan untuk uji karakteristik kapasitas H+ sebesar 2,95 mmol/gr, untuk uji BET ukuran pori 29 m2/gr , untuk uji FTIR keberadaan gugus sulfonat terbaca pada vibrasi panjang gelombang 1750 cm-1 dan 1379 cm-1 , pada uji SEM struktur morfologi katalis yang lebih terbuka pada karbon aktif setelah proses sulfonasi. Kinerja katalis konversi tertinggi selulosa menjadi glukosa mencapai 87,2% pada jumlah alang-alang 2 gr, jumlah katalis 2 gr, dan temperatur 170oC selama  8 jam. Kata kunci : selulosa; glukosa; karbon aktif tersulfonasi; alang-alang

  6. PENGARUH KONDISI ATMOSFERIK TERHADAP PERHITUNGAN PROBABILISTIK DAMPAK RADIOLOGI KECELAKAAN PWR 1000-MWe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pande Made Udiyani

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK PENGARUH KONDISI ATMOSFERIK TERHADAP PERHITUNGAN PROBABILISTIK DAMPAK RADIOLOGI KECELAKAAN PWR 1000-MWe.  Perhitungan dampak kecelakaan radiologi terhadap lepasan produk fisi akibat kecelakaan potensial yang mungkin terjadi di Pressurized Water Reactor (PWR diperlukan secara probabilistik. Mengingat kondisi atmosfer sangat berperan terhadap dispersi radionuklida di lingkungan, dalam penelitian ini akan dianalisis pengaruh kondisi atmosferik terhadap perhitungan probabilistik dari konsekuensi kecelakaan reaktor.  Tujuan penelitian adalah melakukan analisis terhadap pengaruh kondisi atmosfer berdasarkan model data input meteorologi terhadap dampak radiologi kecelakaan PWR 1000-MWe yang disimulasikan pada tapak yang mempunyai kondisi meteorologi yang berbeda. Simulasi menggunakan program PC-Cosyma dengan moda perhitungan probabilistik, dengan data input meteorologi yang dieksekusi secara cyclic dan stratified, dan disimulasikan di Tapak Semenanjung Muria dan Pesisir Serang. Data meteorologi diambil setiap jam untuk jangka waktu satu tahun. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa frekuensi kumulatif  untuk model input yang sama untuk Tapak pesisir Serang lebih tinggi dibandingkan dengan Semenanjung Muria. Untuk tapak yang sama, frekuensi kumulatif model input cyclic lebih tinggi dibandingkan model stratified. Model cyclic memberikan keleluasan dalam menentukan tingkat ketelitian perhitungan dan tidak membutuhkan data acuan dibandingkan dengan model stratified. Penggunaan model cyclic dan stratified melibatkan jumlah data yang besar dan pengulangan perhitungan  akan meningkatkan  ketelitian nilai-nilai statistika perhitungan. Kata kunci: dampak kecelakaan, PWR 1000-MWe,  probabilistik,  atmosferik, PC-Cosyma   ABSTRACT THE INFLUENCE OF ATMOSPHERIC CONDITIONS TO PROBABILISTIC CALCULATION OF IMPACT OF RADIOLOGY ACCIDENT ON PWR-1000MWe. The calculation of the radiological impact of the fission products releases due to potential accidents

  7. Development of the neutron-transport code TransRay and studies on the two- and three-dimensional calculation of effective group cross sections; Entwicklung des Neutronentransportcodes TransRay und Untersuchungen zur zwei- und dreidimensionalen Berechnung effektiver Gruppenwirkungsquerschnitte

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Beckert, C.

    2007-12-19

    Reaktorkernrechnungen mit 2D-Zellcodes. Ziel dieser Arbeit war es, einen 3D-Zellcode zu entwickeln, mit diesem Code 3D-Effekte zu untersuchen und die Notwendigkeit einer 3D-Datenaufbereitung der Neutronenwirkungsquerschnitte zu bewerten. Zur Berechnung des Neutronentransports wurde die Methode der Erststosswahrscheinlichkeiten, die mit der Ray-Tracing-Methode berechnet werden, gewaehlt. Die mathematischen Algorithmen wurden in den 2D/3D-Zellcode TransRay umgesetzt. Fuer den Geometrieteil des Programms wurde das Geometriemodul eines Monte-Carlo-Codes genutzt. Das Ray-Tracing in 3D wurde auf Grund der hohen Rechenzeiten parallelisiert. Das Programm TransRay wurde an 2D-Testaufgaben verifiziert. Fuer einen Druckwasser-Referenzreaktor wurden folgende 3D-Probleme untersucht: Ein teilweise eingetauchter Regelstab und Void (Vakuum oder Dampf) um einen Brennstab als Modell einer Dampfblase. Alle Probleme wurden zum Vergleich auch mit den Programmen HELIOS (2D) und MCNP (3D) nachgerechnet. Die Abhaengigkeit des Multiplikationsfaktors und der gemittelten Zweigruppenquerschnitte von der Eintauchtiefe des Regelstabes bzw. von der Hoehe der Dampfblase wurden untersucht. Die 3D berechneten Zweigruppenquerschnitte wurden mit drei ueblichen Naeherungen verglichen: Lineare Interpolation, Interpolation mit Flusswichtung und Homogenisierung. Am 3D-Problem des Regelstabes zeigte sich, dass die Interpolation mit Flusswichtung eine gute Naeherung ist. Demnach ist hier eine 3D-Datenaufbereitung nicht notwendig. Beim Testfall des einzelnen Brennstabs, der von Void umgeben ist, erwiesen sich die drei Naeherungen fuer die Zweigruppenquerschnitte als unzureichend. Demnach ist eine 3D-Datenaufbereitung notwendig. Die einzelne Brennstabzelle mit Void kann als der Grenzfall eines Reaktors angesehen werden, in dem sich eine Phasengrenzflaeche herausgebildet hat. (orig.)

  8. Influence of Light Intensity and Temperature on Cultivation of Microalgae Desmodesmus Communis in Flasks and Laboratory-Scale Stirred Tank Photobioreactor

    Science.gov (United States)

    Vanags, J.; Kunga, L.; Dubencovs, K.; Galvanauskas, V.; Grīgs, O.

    2015-04-01

    Optimization of the microalgae cultivation process and of the bioprocess in general traditionally starts with cultivation experiments in flasks. Then the scale-up follows, when the process from flasks is transferred into a laboratory-scale bioreactor, in which further experiments are performed before developing the process in a pilot-scale reactor. This research was done in order to scale-up the process from a 0.4 1 shake flask to a 4.0 1 laboratory-scale stirred-tank photobioreactor for the cultivation of Desmodesmus (D.) communis microalgae. First, the effect of variation in temperature (21-29 ºC) and in light intensity (200-600 μmol m-2s-1) was studied in the shake-flask experiments. It was shown that the best results (the maximum biomass concentration of 2.72 g 1-1 with a specific growth rate of 0.65 g g-1d-1) can be achieved at the cultivation temperature and light intensity being 25 °C and 300 μmol m2s-1, respectively. At the same time, D. communis cultivation under the same conditions in stirred-tank photobioreactor resulted in average volumetric productivities of biomass due to the light limitation even when the light intensity was increased during the experiment (the maximum biomass productivity 0.25 g 1-1d-1; the maximum biomass concentration 1.78 g 1-1). Mikroaļģu kultivēšanas procesa optimizēšana parasti sākas ar kultivēšanas eksperimentiem kolbās. Tālāk seko procesa pārnese uz laboratorijas mēroga fotobioreaktoru, kurā tiek veikti tālāki eksperimenti, pirms tiek izveidots pilota mēroga reaktors. Šis pētījums tika veikts ar mērķi, pārnest Desmodesmus communis kultivēšanas procesu no 0.4 1 kolbas uz 4.0 1 laboratorijas fotobioreaktoru. Vispirms tika pētīta dažādu temperatūru (21-29 ºC) un gaismas intensitātes (200-600 μmol m-2s-1) ietekme uz aļģu biomasu veicot eksperimentus kolbās. Labākie rezultāti (maksimālā biomasas koncentrācija 2.72 g 1-1; īpatnējais augšanas ātrums 0.65 g g-1d-1) sasniegti, kad

  9. Investigation of the melt-down behaviour of massive radial core enclosures during LWR accidents

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Hering, W.; Sengpiel, W.; Messainguiral, C. [CEA Centre d' Etudes Nucleaires de Cadarache, 13 - Saint-Paul-les-Durance (France). DRN

    2000-11-01

    At the Institute for Reactor Safety (IRS) of the Forschungszentrum Karlsruhe (FZK) accident analyses were performed for the projected European pressurised water reactor (EPR) up to 1999 using the best estimate severe core damage code SCDAP/RELAP5 (S/R5). From various scenarios investigated with S/R5 the loss-of-offsite power (LOOP) and the 46 cm{sup 2} small break loss of coolant accident (SBLOCA) were selected to be discussed here in some detail. To simulate the heavy reflector (HR) and core barrel (CB) behaviour beyond the capabilities of S/R5 mod 3.2 a detailed stand alone analytical tool (LOWCOR2) was developed and used to determine the time of HR melting, its axial position, the melting velocity and the melt mass. Furthermore, results of MELCOR calculations performed at Siemens/KWU were used for the SBLOCA scenario. The analyses were extended by a feasibility study to find out whether ICARE2 and the commercial FEM code FIDAP are applicable. The axial position of HR and CB melt through strongly depends on the scenario an ranges between 1.0 m and 2.5 m core elevation. The time period to melt down the HR inner edges lasts up to 17 min and a complete melt through of HR and CB is in the order of magnitude of one hour. At melt through time LOWCOR2 calculated a molten steel mass between 10 Mg and 32 Mg and a melt relocation rate of 35 kg/s along the HR inner surface into the core cavity. (orig.) [German] Am Institut fuer Reaktorsicherheit (IRS) des Forschungszentrums Karlsruhe (FZK) wurden bis 1999 Unfallanalysen fuer den projektierten Europaeischen Druckwasser Reaktor (EPR) mit dem ''best estimate'' Kernschmelzcode SCDAP/RELAP5 (S/R5) durchgefuehrt. Von den verschiedenen mit S/R5 untersuchten Szenarien wurden der ''Ausfall der Wechselspannungsnetze'' (LOOP) und das kleine Leck (46 cm{sup 2}) im kalten Strang der Hauptkuehlmittelleitung (SBLOCA) fuer eine ausfuehrlichere Diskussion ausgewaehlt. Um das Verhalten des &apos

  10. KARAKTERISTIK MIKROSTRUKTUR DAN FASA PADUAN Zr- 0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr PASCA PERLAKUAN PANAS DAN PENGEROLAN DINGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkono Sungkono

    2015-07-01

    Full Text Available KARAKTERISTIK MIKROSTRUKTUR DAN FASA PADUAN Zr-0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr PASCA PERLAKUAN PANAS DAN PENGEROLAN DINGIN. Logam paduan Zr-Nb-Fe-Cr dikembangkan sebagai material kelongsong elemen bakar dengan fraksi bakar tinggi untuk reaktor daya maju. Dalam penelitian ini telah dibuat paduan Zr-0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr yang mendapat perlakuan panas pada temperatur 650 dan 750°C dengan waktu penahanan 1–2 jam. Tujuan penelitian adalah mendapatkan karakter paduan Zr-0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr pasca perlakuan panas dan pengerolan dingin yaitu mikrostruktur, struktur kristal dan fasa-fasa yang ada dalam paduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paduan Zr-0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr pasca perlakuan panas (650ºC, 1-2 jam mempunyai struktur butir ekuiaksial dengan ukuran butir bertambah besar seiring dengan bertambahnya waktu penahanan. Sementara itu, pasca perlakuan panas (750ºC, 1-2 jam terjadi perubahan mikrostruktur paduan dari butir ekuiaksial dan kolumnar menjadi butir ekuiaksial lebih besar. Paduan Zr-0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr pasca perlakuan panas (650°C, 1 jam dan (750°C, 1 jam tidak dapat dirol dingin dengan reduksi tebal 5 – 10%, sedangkan pasca perlakuan panas (650ºC, 2 jam dan (750°C, 1.5-2 jam mampu menerima deformasi dingin dengan reduksi ketebalan 5-10% tanpa mengalami keretakan. Senyawa Zr2Fe, ZrCr2 dan FeCr teridentifikai dari hasil uji kristalografi paduan Zr-0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr.   MICROSTRUCTURE AND PHASE CHARACTERISTICSOF Zr-0.3%Nb-0.5%Fe-0.5%Cr ALLOY POST HEAT TREATMENT AND COLD ROLLING. Zr-Nb-Fe-Cr alloys was developed as fuel elements cladding with high burn up for advanced power reactors. In this research has been made of Zr-0.3% Nb-0.5% Fe-0.5% Cr alloy were heat treated with varying temperatures at650 and 750°C for 1 until 2 hours. The objectives of this research was to obtain the character of Zr-0.3% Nb-0.5% Fe-0.5% Cr alloy post heat treatment and cold rolling, microstructure nomenclature, crystal structure and phases that presents in the

  11. KARAKTERISASI DAN AKTIVITAS KATALITIK BERBAGAI VARIASI KOMPOSISI KATALIS Ni DAN ZnBr2 DALAM Γ-Al2O3 UNTUK ISOMERISASI DAN HIDROGENASI (R-(+-SITRONELAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ED Iftitah

    2014-06-01

    Full Text Available Pengaruh sifat dan karakter berbagai variasi komposisi katalis Ni dan ZnBr2 yang terimpregnasi dalam γ-Al2O3 terhadap aktivitas dan selektivitasnya untuk reaksi isomerisasi dan hidrogenasi (R-(+-Sitronelal telah dilakukan. Dalam penelitian ini, terdapat tiga jenis variasi komposisi Ni dan ZnBr2 dalam γ-Al2O3, yaitu: A1=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (3:2, A2=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (1:1 dan A3=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (2:3. Katalis dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD, Brunauer-Emmett-Teller (BET surface area, dan SEM-EELS. Luas area permukaan spesifik dan porositasnya ditentukan berdasarkan adsorption-desorption gas nitrogen pada 77 K. Distribusi dan volume pori ditentukan dengan desorption isotherm pada P/Po ≥ 0,3. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara karakter dan sifat katalis dengan aktivitas katalitiknya terhadap produk isomerisasi dan hidrogenasi (R-(+-Sitronelal. Uji aktivitas dilakukan dalam sebuah reaktor mini dengan 0,5 g katalis dan 3 mL (R-(+-Sitronelal menggunakan atmosfir gas N2 dan/atau H2 dalam waktu 5 dan 24 jam masing-masing pada suhu 90 dan 120 °C. Komposisi katalis, pemilihan jenis atmosfir gas dan suhu sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan selektivitas pembentukan produk isomerisasi dan hidrogenasi. Konversi (R-(+-Sitronelal tertinggi ditunjukkan oleh katalis A3=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (2:3 dengan kondisi reaksi selama 5 jam (4 jam N2 + 1 jam H2 pada suhu 90 °C dan 24 jam (4 jam N2 + 20 jam H2 pada suhu 120 °C. The influence of catalyst properties and characteristics of Ni and ZnBr2 catalysts impregnated in γ-Al2O3 on the activity and selectivity of (R-(+-Citronellal isomerisation and hydrogenation has been done. In this study, there were three sets of Ni and ZnBr2 in γ-Al2O3 with various composition, they were A1=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (3:2, A2=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (1:1, A3=Ni/ZnBr2/γ-Al2O3 (2:3. The catalysts were characterized using X-ray diffraction (XRD, Brunauer-Emmett-Teller (BET surface area and SEM

  12. PEMETAAN DISTRIBUSI SUHU DAN DNBR PADA PERANGKAT BAHAN BAKAR AP1000-EU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Darwis Isnaini

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan suatu pemetaan distribusi suhu dan DNBR minimum pada perangkat bahan bakar AP1000-EU. Untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam memahami desain PLTN, diperlukan karakteristik desain yang lengkap. Dengan latar belakang bahwa, untuk mendapatkan karakteristik termohidrolika yang lengkap, maka tujuan penelitian ini melakukan pemetaan distribusi distribusi suhu meat bahan bakar, kelongsong, pendingin dan DNBR minimum serta fluks panas dari 1/8 perangkat bahan bakar AP1000-EU pada kondisi BOC daya penuh, xenon setimbang dan batang kendali terangkat dari teras. Dipilihnya objek desain AP1000-EU ini karena dokumen kontrol desain AP1000 buatan Westinghouse Amerika Serikat ini sedang dalam proses sertifikasi oleh badan regulasi Inggris (negara Eropa. Desain AP1000-EU mempunyai daya termal reaktor yang sama 3400 MWt, jumlah perangkat bahan bakar sama 157 buah, tekanan operasi 15,1 MPa. Perangkat bahan bakar AP1000-EU terdiri atas 264 rod bahan bakar dengan ukuran diameter sebesar 0,95 cm dengan panjang 426,72 cm. Perhitungan dilakukan dengan code COBRA-EN pada 1/8 perangkat bahan bakar posisi G-9 dengan faktor daya bervariasi dari 1,124 sampai 1,396, dan hasilnya dibuat peta distribusi. Dari hasil pemetaan menunjukkan bahwa suhu maksimum tengah meat sebesar 1032,95 oC jauh lebih rendah dibanding batas maksimum desain, dan DNBR minimum 4,395 jauh lebih besar dibanding batas minimum desain. Hasil pemetaan distribusi suhu, DNBR dan fluks panas pada kondisi operasi normal, daya penuh pada awal siklus, cukup untuk menjawab peta distribusi di akhir siklus bahan bakar. Kata kunci : Pemetaan, distribusi suhu, DNBR, AP1000-EU.   The mapping of DNBR and temperature distribution for EU-AP1000’s fuel assembly was carried out. The development of the human resources capability to understand the NPP design, requires comprehensive characteristic design. The background of this research, is that in order to find the comprehensive NPP characteristic design

  13. Development of a continuous process for microbial elimination of 1,2 dichloropropane in contaminated water; Entwicklung eines kontinuierlichen Verfahrens zur mikrobiellen Elimination von 1,2-Dichlorpropan in kontaminierten Waessern

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Hauck, R.

    2000-07-01

    methanogenes and sulfate reducing bacteria resulted in a slower but continued DCP degradation. Due to these results molecular hydrogen was spiked to the reactor whereby an increase of DCP degradation could be achieved. The applied culture showed a high dechlorination potential towards different aliphatic and aromatic chloroorganics, so that an application of the presented technique for groundwater treatment is principally suitable. (orig.) [German] Fuer die Untersuchungen zum biologischen Abbau von 1,2-Dichlorpropan (DCP) wurden sowohl aerobe als auch anaerobe batch- und kontinuierliche Reaktorversuche mit Mischkulturen durchgefuehrt. Fuer die aeroben Versuche wurde eine Mischkultur aus einem mit chlororganischen Stoffen belasteten Grundwasser angereichert und batch-Versuche zur Bestimmung der Cosubstratbeduerfnisse durchgefuehrt. Hierbei konnte jedoch kein wiederholter DCP-Abbau etabliert werden. Fuer die Realisierung des anaeroben DCP-Abbaus wurde eine Mischkultur aus Sedimenten der Saale angereichert. Im sedimenthaltigen batch-Versuch wurde die quantitative Bildung von Propen ermittelt, wobei auch geringe Mengen 1- und 2-Monochlorpropan waehrend des Abbaus nachgewiesen werden konnten. Die Mischkultur aus der Saale wurde auf Polyurethanschaumstoff-Wuerfel immobilisiert und in einem kontinuierlichen Wirbelbettreaktor etabliert. In batch- und Reaktorversuchen wurden unterschiedliche Elektronendonoren eingesetzt, wobei sich Methanol mit einer maximalen DCP-Eliminationsrate von 65 mg/(l x d) als das den Abbau am besten unterstuetzende Einzelsubstrat erwies. Die maximal im Reaktor erreichbaren Eliminationsraten von 90 mg/(l x d) bei einer Verweilzeit von 24 h und DCP-Zulaufkonzentrationen von 100 mg/l wurden mit einer Elektronendonorkombination aus Methanol und Acetat erzielt. Die Charakterisierung der Population durch molekularbiologische Analysen ergab, dass sich im Laufe des Reaktorbetriebs eine Spezies mit hoher 16S rRNA-Sequenzhomologie zu Dehalobacter restricuts in der

  14. PENINGKATAN KUALITAS DAN PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI BLENDING MINYAK KELAPA SAWIT (PALM OIL DAN MINYAK KELAPA (COCONUT OIL DAN BANTUAN GELOMBANG ULTRASONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hantoro Satriadi

    2015-01-01

    Full Text Available Keterbatasan solar sebagai sumber energi bahan bakunya tidak dapat diperbaharui menuntut adanya bahan baku alternatif yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan untuk pembuatan biodiesel. Reaksi utama produksi biodiesel adalah esterifikasi dan transestirifikasi yang berlangsung lambat dan membutuhkan banyak katalis dan alkohol. Reaksi yang terjadi belum sempurna dan belum memenuhi standar SNI dan ASTM. Untuk memperbaiki mutu biodiesel serta menghasilkan yield maksimal, maka dilakukan blending bahan baku antara minyak kelapa sawit dan minyak kelapa dan dengan bantuan gelombang ultrasonic. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variabel perbandingan volume minyak kelapa sawit dan minyak kelapa, perbandingan volume methanolminyak, dan persentase berat katalis terhadap minyak terhadap hasil atau yield biodiesel. Alat utama yang digunakan adalah reaktor yang dilengkapi pembangkit gelombang ultrasonic dengan temperature 60 oC, tekanan 1 atm, volume 3 liter, dan frekuensi 28 kHz. Variabel proses pada penelitian ini adalah perbandingan volume minyak sawit dan kelapa 2:1, 3:1, dan 4:1, pebandingan volume metanol-minyak 0,2:1, 0,25:1, dan 0,3:1, dan persentase berat katalis KOH terhadap minyak 0,3%, 0,5%, dan 0,7%. Hasil penelitian didapat konversi tertinggi dicapai pada variabel perbandingan volume minyak sawit dan kelapa 3:1, perbandingan volume metanol/minyak 0,25:1, dan persentase berat katalis terhadap minyak dengan yield 97,26%.[A Improvement of Quality and Process for Biodiesel Production from Palm Oil and Coconut Oil Blends with Ultrasound Assisted] Limitations of solar energy as a source of raw material cannot be renewed demands for alternative raw materials that are renewable and environmentally friendly for the manufacture of biodiesel. The main production of biodiesel reaction is esterification and transestirifikasi which runs slow and requires a lot of alcohol and a catalyst. Reactions that happen yet perfect, and has not met

  15. Kajian Kualitas Air Sungai Code Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imroatush shoolikhah

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Status pencemaran dan beban daya tampung Sungai Code yang besar menunjukkan besarnya bahan pencemar yang masuk ke sungai, selain itu Sungai Code juga merupakan salah satu sungai yang terkena dampak aliran lahar din-gin Erupsi Gunungapi Merapi tahun 2010. Erupsi meningkatkan input sedimen dan debit air Sungai Code, serta men-gubah substrat dasar perairan. Tujuan penelitian ini : (1 Menganalisis kualitas air Sungai Code secara fisik dan kimia; (2. Membandingkan kualitas air Sungai Code pasca erupsi Merapi 2010 berdasarkan paramater pH, sulfida, dan besi total, dengan kondisi sebelum erupsi; (3. Menganalisis kondisi makrozoobentos pasca erupsi Gunungapi Merapi 2010, serta menganalisis pengaruh kualitas air sungai terhadap makrozoobentos; dan (4. Menganalisis kerugian ekonomi dan mengetahui persepsi terhadap sungai dari sebagian masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk irigasi pertanian dan perikanan keramba.Pengumpulan data dengan metode survei. Lokasi pengambilan sampel ditentukan secara pur-posive sampling yang mewakili kawasan bagian tengah Sungai Code (sebelum kota dan tengah kota, dan bagian hilir Sungai Code kawasan (setelah kota, meliputi setengah panjang Sungai Code. Sampel air dianalisis secara fisika kimia di Laboratorium. Sampel makrozoobentos diidentifikasi kemudian dianalisis dengan pendekatan kemelimpahan, dom-inansi, dan keragaman, serta regresi. Hasil wawancara untuk menilai persepsi masyarakat dan kerugian ekonomi akibat banjir lahar dingin dianalisis dengan crosstab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter DO, BOD, COD, dan ni-trat, tidak memenuhi baku mutu air kelas I di beberapa lokasi. Adapun kekeruhan, fosfat, dan sulfida, hampir di seluruh lokasi tidak memenuhi baku mutu. Menurunnya kualitas DO, BOD, COD, nitrat, dan fosfat disebabkan oleh limbah yang masuk ke sungai, sedangkan menurunnya kualitas sulfida dan kekeruhan, selain dari limbah juga disebabkan oleh erupsi Merapi. Makrozoobentos yang ditemukan di

  16. PREFACE: Spanish Relativity Meeting/ERE2009Gravitation in the Large

    Science.gov (United States)

    Lazkoz, Ruth; Vera, Raül

    2010-04-01

    interaction between the participants and promote collaborative links, as scientific interaction is one of the main purposes of the meeting. The 10th was devoted to an emotional homage to Prof. Jesús Martín, with special talks to honour his scientific and academic careers. And last but not least, there was a quite plenty programme of social events, as has become customary in the ERE meetings; the programme started on the 6th with a friendly reception at the ''Ein Prosit'' bar, on the 7th we had a reception at the ''Salón Árabe'' of the Bilbao Town Hall hosted by the Deputy Mayor, the SEGRE public lecture in the Main Library of Bilbao on the 8th, a guided visit to the ''Ría de Bilbao'' on the Txinbito boat, and a closing dinner at the Aspaldiko restaurant in Loiu. As editors of these proceedings and members of the Organizing Committee we want to take advantage of this opportunity to thank warmly everyone who made this conference possible and make the wish that in future editions to be held in Bilbao we will have again such a splendid support from the institutions and the scientific community. Ruth Lazkoz and Raül Vera Invited Speakers Roberto Emparan (Universitat de Barcelona) Frans Pretorius (Princeton University) Joseph Silk (University of Oxford) Robert M. Wald (University of Chicago) Scientific Committee M. Alcubierre (ICN, Universidad Nacional Autónoma de México) R. Beig (Institute of Theoretical Physics, University of Viena) C. Cutler (Jet Propulsion Laboratory, California Inst. of Technology) T. Damour (Institut des Hautes Études Scientifiques) R. Maartens (Institute of Cosmology and Gravitation, University of Portsmouth) F. Quevedo (DAMTP, University of Cambridge) Local Organising Committee J. Ibáñez R. Lazkoz J. M. M. Senovilla (Chair) R. Vera (Secretary and webmaster) Conference photograph MICINN_logo EJ_logo UPV_logo SEGRE_logo BILBAO_logo FISIKA_logo GRG_logo

  17. FENOMENA KOROSI ZIRKALOY-2 DAN ZIRKALOY-4 DALAM MEDIA LARUTAN NaCl SECARA ELEKTROKIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Anggraini

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK FENOMENA KOROSI ZIRKALOY-2 DAN ZIRKALOY-4 DALAM MEDIA LARUTAN NaCl SECARA ELEKTROKIMIA. Zirkaloy-2 dan zirkaloy-4 digunakan sebagai bahan kelongsong pada elemen bahan bakar reaktor daya BWR (Boiling Water Reactor dan PWR (Pressurized Water Reactor. Selama penggunaanya dalam kolam penyimpanan bahan bakar bekas kemungkinan kelongsong berinteraksi dengan air laut (sea water, dalam hal kondisi abnormal. Ion klorida yang terdapat dalam air laut memiliki potensi penyebab terjadinya korosi pada bahan kelongsong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena korosi zirkaloy-2 dan zirkaloy-4 dalam media NaCl melalui penentuan parameter korosi dengan teknik tahanan polarisasi, Tafel dan potensiodinamik. Sampel berupa potongan bahan zirkaloy-2 dan zirkaloy-4 dengan dimensi 1x1 cm dilakukan proses mounting dan disolder dengan kawat tembaga, kemudian permukaan sampel dipoles menggunakan amplas 1200 grit. Uji korosi dilakukan dalam sel korosi yang dilengkapi dengan elektrode standar (saturated calomel, elektroda penyangga (grafit dan elektroda kerja (sampel. Media pelarut yang digunakan adalah larutan NaCl dengan konsentrasi 3,5  %; 0,35 % dan 0,175 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya ion Clˉ pada daerah konsentrasi NaCl 0,175 % sampai dengan 3,5 % tidak mempengaruhi pola mekanisme korosi. Jenis korosi pada daerah potensial ± 250 mV terhadap Ecorr adalah korosi merata dalam bentuk oksida ZrO2. Laju korosi zirkaloy-2 dan zirkaloy-4 pada konsentrasi NaCl 3,5 % diperoleh masing-masing sebesar 6,39×10-3 dan 7,40×10-3 mpy. Fenomena korosi yang diamati dengan teknik potensiodinamik (± 1000 mV terhadap Ecorr menunjukkan bahwa zirkaloy-2 dan zirkaloy-4 mengalami pasivasi dan korosi pitting. Potensial pitting zirkaloy-2 dan zirkaloy-4 diperoleh masing- masing sebesar -452,8 mV dan -182,8 mV. Kata kunci: Korosi, zirkaloy-2 dan zirkaloy-4, media larutan NaCl, elektrokimia, teknik polarisasi ABSTRACT CORROSION PHENOMENA OF ZIRKALOY-2 AND

  18. ANALISIS SENSITIVITAS TURBULENSI ALIRAN PADA KANAL BAHAN BAKAR PWR BERBASIS CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endiah Puji Hastuti

    2015-04-01

    Full Text Available Turbulensi aliran pendingin pada proses perpindahan panas berfungsi untuk meningkatkan nilai koefisien perpindahan panas, tidak terkecuali aliran dalam kanal bahan bakar. Program CFD (CFD=computational fluid dynamics, FLUENT adalah program komputasi berbasis elemen hingga (finite element yang mampu memprediksi dan menganalisis fenomena dinamika aliran fluida secara teliti. Program perhitungan CFD dipilih dalam penelitian ini karena selain akurat juga dapat memberikan visualisasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristika perpindahan panas, massa dan momentum dari dinding rod bahan bakar ke pendingin secara visual, pada medan temperatur, medan tekanan, dan medan energi kinetika pendingin, sebagai fungsi dinamika aliran di dalam kanal, pada kondisi tunak dan transien. Analisis dinamika aliran pada kanal bahan bakar PWR berbasis CFD dilakukan dengan menggunakan sampel data reaktor PWR dengan daya 1000 MWe dengan susunan bahan bakar 17x17. Untuk menguji sensitivitas persamaan aliran yang sesuai dengan model aliran turbulen pada kanal bahan bakar dilakukan pemodelan dengan menggunakan persamaan k-omega (Ƙ-ω, k-epsilon (Ƙ-ε, dan Reynold stress model (RSM. Pada analisis sensitivitas aliran turbulen di dalam kanal digunakan model mesh hexahedral dengan memilih tiga geometri sel yang masing masing berukuran 0,5 mm; 0,2 mm dan 0,15 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada analisis kondisi tunak (steady state, terdapat hasil yang mirip pada model turbulen Ƙ-ε standard dan Ƙ-ω standard. Pengujian terhadap kriteria Dittus Boelter untuk bilangan Nusselt menunjukkan bahwa model Reynold stress model (RSM direkomendasikan. Analisis sensitivitas terhadap geometri mesh antara sel yang berukuran 0,5 mm, 0,2 mm dan 0,15 mm, menunjukkan bahwa geometri sel sebesar 0,5 mm telah mencukupi. Aliran turbulen berkembang penuh telah tercapai pada model LES dan DES, meskipun hanya dalam waktu singkat (3 s, model LES memerlukan waktu komputasi

  19. APLIKASI THERMAL PRE-TREATMENT LIMBAH TANAMAN JAGUNG (Zea mays SEBAGAI CO·SUBSTRAT PADA PROSES ANAEROBIK DIGESTI UNTUK PRODUKSI BIOGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darwin Darwin

    2016-04-01

    mikroorganisme anaerobik untuk mengkonversi polimer yang berupa selulosa dan hemiselulosa menjadi biogas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan kajian mengenai penerapan thermal pre-treatment pada limbah tanaman jagung terhadap proses anaerobik digesi yang meliputi efisiensi proses digesi dan produksi biogas yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan reaktor tipe batch yang suhunya dipertahankan pada kondisi mesophilic atau di atas rata-rata suhu kamar (33 ± 2 oC. Hasil penelitian diperoleh bahwa thermal pre-treatment yang diberikan pada limbah tanaman jagung mampu mempercepat proses produksi biogas pada 10 hari pertama sehingga dapat mengurangi lag-phase pada proses anaerobik digesi. Limbah tanaman jagung yang diberikan thermal pre-treatment mengalami perlambatan produksi biogas pada hari ke 26 dengan rata-rata total produksi 12.412,5 mL untuk limbah tanaman jagung yang diberikan thermal pre- treatment selama 15 menit, dan 12.310 mL untuk limbah tanaman jagung yang diberikan thermal pre-treatment selama 25 menit, sedangkan limbah tanaman jagung yang tidak diberikan pre-treatment menghasilkan produksi biogas sebesar 12.557 mL pada hari ke 26. Produksi biogas harian tertinggi terjadi pada substrat yang diberikan thermal pre-treatment 25 menit, dengan produksi biogas tertinggi pada hari ke 9 dengan rata-rata produksi sebesar 915 mL. Substrat yang diberikan thermal pre-treatment 15 menit juga memproduksi biogas jauh lebih tinggi (772,5 mL pada hari ke 9 jika dibandingkan dengan substrat tanpa diberikan pre-treatment yang hanya memproduksi biogas sebesar 405 mL. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah tanaman jagung yang diberikan thermal pre-treatment memperoleh biogas yield lebih tinggi dari pada yang tidak diberikan pre-treatment dimana 670,39 mL/g volatile solids untuk thermal pre- treatment 15 menit, 690,65 mL/g volatile solids untuk thermal pre-treatment 25 menit dan 456,37 mL/g volatile solids untuk limbah tanaman jagung yang tidak

  20. BIODEGRADASI RESIDU TOTAL PETROLEUM HIDROKARBON DI BAWAH KONSENTRASI 1% (W/W HASIL PROSES BIOREMEDIASI (Biodegradation of Total Petroleum Hydrocarbons Residues below 1% Concentration (W/W Using Bioremediation Process

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Allen Kurniawan

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Sektor pertambangan minyak bumi dan gas cenderung menghasilkan limbah yang dipersepsikan sebagai salah satu sumber pencemaran lingkungan. Menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 128/2003, proses bioremediasi merupakan teknologi alternatif untuk meminimalisasi dan memulihkan lahan tercemar dengan melibatkan aktivitas mikroorganisme hingga persyaratan konsentrasi akhir limbah minyak bumi berupa Total Petroleum Hydrocarbons (TPH kurang dari 1%. Pemilihan mikroorganisme indigenous pada konsentrasi substrat kecil diharapkan menghasilkan nilai saturasi substrat terkecil sehingga tingkat afinitas tertinggi dapat diperoleh. Tujuan penelitian ini mencari dan mengidentifikasi isolat mikroorganisme petrofilik dari contoh uji hasil proses bioremediasi pada konsentrasi TPH 1%, menentukan nilai parameter kinetika biodegradasi, dan mengaplikasikan mikroorganisme terpilih pada proses bioremediasi tipe landfarming. Tahap isolasi dan identifikasi bakteri indigenous menghasilkan isolat bakteri Pseudomonas putida AK.A dan Pseudomonas diminuta AK.B. Penentuan kinetika biodegradasi dilakukan pada setiap jenis isolat dan kultur tercampur. Nilai laju pertumbuhan spesifik (µ, laju pertumbuhan spesifik maksimum (µmax, konsentrasi setengah jenuh (KS, koefisien produksi sintesis sel (Y, laju utilisasi substrat spesifik (q, laju utilisasi substrat spesifik maksimum (qmax, dan koefisien kematian indigenous (kd pada P. putida AK.A. berturut-turut sebesar 0,0679-0,0788/jam; 0,078/jam; 0,0152%; 0,1011; 0,6716-0,7794/jam; 0,76/jam; 0,0085/jam; P. diminuta AK.B sebesar 0,0754-0,0874/jam; 0,0873/jam; 0,0182%; 0,1246; 0,7458-0,8645/jam; 0,701/jam; 0,0058/jam; dan kultur tercampur sebesar 0,0825-0,0948/jam 0,0945/jam; 0,016%; 0,2257; 0,8160-0,9377/jam; 0,419/jam; 0,0035/jam. Kultur tercampur digunakan pada reaktor landfarming skala laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian, isolat bakteri Pseudomonas dalam kultur tercampur dapat menurunkan konsentrasi TPH di

  1. Imobilisasi TiO2 ke dalam Resin Penukar Kation dan Aplikasinya sebagai Fotokatalis dalam Proses Fotoreduksi Ion Hg2+

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosyid Ridho

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak Dalam rangka mengembangkan bahan fotokatalitis TiO2 pada penelitian ini telah dilakukan preparasi fotokatalis TiO2-Resin yang disertai dengan karakterisasi dan uji aktivitas untuk proses fotoreduksi ion Hg(II. Preparasi imobilisasi ini dilakukan dengan metode pertukaran ion yang di ikuti dengan kalsinasi pada suhu tertentu. Pada preparasi telah dipelajari pengaruh konsentrasi Titanium Isopropoksida sebagai sumber ion Ti(IV terhadap TiO2-Resin yang dikarakterisasi dengan menggunakan Difraksi Sinar X (XRD dan Thermografimetri (TGA. Pada proses fotoreduksi ion Hg(II dipelajari pengaruh massa fotokatalis, kadar TiO2 yang terimobilisasi ke dalam resin, konsentrasi Ion Hg(II, dan pengaruh pH. Proses fotoreduksi dilakukan dalam suatu reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV, yaitu dengan cara menyinari campuran yang terdiri dari larutan ion Hg(II dan serbuk fotokatalis TiO2-Resin, disertai dengan pengadukan selama waktu tertentu. Hasil fotoreduksi dihitung berdasarkan selisih antara konsentrasi ion Hg(II awal dengan ion Hg(II yang tak tereduksi. Penentuan konsentrasi ion Hg(II yang tak tereduksi dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA teknik pembangkitan uap dingin atau Cold Vapor Atomic Absorption Spectrophotometry(CV-AAS. Hasil preparasi menunjukkan semakin tinggi konsentrasi Titanium Isopropoksida yang ditambahkan pada resin semakin tinggi juga kadar TiO2 yang terbentuk pada TiO2-Resin. Hasil uji fotokatalis menunjukkan bahwa penggunaan fotokatalis TiO¬2-Resin dapat meningkatkan hasil fotoreduksi ion Hg(II yang peningkatannya lebih tinggi dibandingkan TiO2 serbuk. Penambahan fotokatalis dengan massa yang semakin besar menambah efektivitas fotoreduksi terhadap ion Hg(II yang semakin besar, namun jika ditambahkan massa fotokatalis yang lebih tinggi lagi akan menurunkan efektivitas fotoreduksi terhadap ion Hg(II. Kenaikan konsentrasi Hg(II menyebabkan efektivitas fotoreduksi semakin rendah. Pada pH 1-4 terjadi

  2. Presentation of the results for deuterium retention and thermal release in a new type of low activation ferritic-martensitic steel EUROFER / Результаты исследования по удержанию дейтерия и термической десорбции в условиях низкой активации ферритно-мартенситной стали EUROFER / Rezultati zadržavanja i termalne desorpcije deuterijuma u EUROFER-u, novoj vrsti feritno-martenzitnog čelika niske aktivacije

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sanja Lj. Korica

    2016-04-01

    žđu, hromu i EOROFER-u, leguri koja se razmatra kao najnoviji materijal za buduće fuzione reaktore. Studija je pokazala sledeće rezultate: zadržavanje deuterijuma u hromu je mnogo veće nego u gvožđu (usled formiranja hidrida hroma, zadržavanje deuterijuma u EUROFER-u je za faktor 2 veće nego u gvožđu, primećena je specifična struktura u koncentracionom profilu gvožđa i EUROFER-a na dubini ~ 4 μm, veliki stepen difuznosti i zadržavanja deuterijuma govore o potencijalnoj upotrebi Au kao difuzione barijere u fuzionom reaktoru.

  3. Developments for transactinide chemistry experiments behind the gas-filled separator TASCA

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Even, Julia

    2011-12-13

    auf dem Elektrodenmaterial ab. Wenn die Adsorption auf dem Elektrodenmaterial gegenueber der Adsorption auf einer Oberflaeche aus dem abzuscheidenen Element bevorzugt ist, so verschiebt sich das Potential zu hoeheren Werten und man spricht von Unterpotentialabscheidung. Moeglichkeiten automatisierter Elektrochemieexperimente hinter dem gas-gefuellten Separator TASCA wurden untersucht, um spaetere Studien mit Transaktiniden durchfuehren zu koennen. Der zweite Teil der Arbeit befasst sich mit der In-situ-Synthese fluechtiger Carbonylkomplexe mit Kernreaktionsprodukten. Spaltprodukte des Uran-235 und Californium-249 wurden am TRIGA Mainz Reaktor erzeugt und in kohlenstoffmonoxidhaltiger Atmosphaere thermalisiert. Die gebildeten fluechtigen Komplexe der Uebergangsmetalle konnten im Gasstrom transportiert werden. Desweiteren wurden kurzlebige Isotope der Elemente Wolfram, Rhenium, Osmium und Iridium am Linearbeschleuniger UNILAC am GSI Helmholtzzentrum fuer Schwerionenforschung, Darmstadt, in Kernfusionreaktionen erzeugt und im gasgefuellten Separator TASCA vom Ionenstrahl und den Transferprodukten getrennt. Die Kernfusionprodukte wurden in TASCAs Fokalebene in einer Rueckstosskammer in einer Kohlenstoffmonoxid-Helium Gasmischung thermalisiert. Die so erzeugten Carbonyl-Komplexe kurzlebiger Isotope wurden mittels kernsprektroskopischer Methoden identifiziert und zum Teil gaschromatographisch untersucht. Anhand des Vergleichs mit Monte Carlo Simulationen wurde die Adsorptionsenthalpien auf Siliziumdioxid- und Goldoberflaechen bestimmt. Die Monte Carlo Simulationen basieren auf bereits existierenden Programmen und wurden den Geometrien der Chromatographiesaeulen entsprechend modifiziert. Alle ermittelten Adorptionsenthalpien - auf Silziumoxid sowie auf Gold - sind typisch fuer Physisorption. In einigen Faellen wurde auch die thermische Stabilitaet der Carbonylkomplexe untersucht. Hierbei zeigte sich, dass ab Temperaturen von ueber 200 C die Komplexe zerstoert werden. Es