WorldWideScience

Sample records for dalam ikan algae

  1. PENUMBUHAN BIOFLOK DALAM MEDIA BUDIDAYA IKAN BANDENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2011-04-01

    Full Text Available Bioflok merupakan agregat campuran heterogen mikroba yang diinisiasi oleh bakteri heterotrof dan memiliki nutrisi yang cukup baik yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan oleh beberapa jenis ikan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi metode menumbuhkan bioflok dalam media budidaya ikan bandeng intensif. Penumbuhan bakteri heterotrof dilakukan dengan mempertahankan keseimbangan rasio Karbon/Nitrogen (C/N sebesar 10 dalam media budidaya. Sumber nitrogen berasal dari limbah 40 ekor ikan bandeng (bobot rata-rata 75 g/ekor yang dipelihara dalam bak fibre glass berisi air bersalinitas 25 ppt sebanyak 625 L. Ikan uji diberi pakan komersial dengan kadar protein 26%. Molase digunakan sebagai sumber Corganik. Perlakuan yang dicobakan adalah: (A tanpa inokulasi bakteri heterotrof (0 cfu/mL, (B inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 102 cfu/mL, (C inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 104 cfu/mL, dan (D inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 106 cfu/mL. Hasil percobaan selama masa 30 hari menunjukkan bahwa penambahan inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 106 cfu/mL cenderung lebih meningkatkan laju konversi limbah N menjadi bioflok dibandingkan jumlah inokulasi bakteri yang lebih rendah dan kontrol. Indikator utamanya dapat dilihat dari pola penurunan konsentrasi TAN dan peningkatan VSS. Penambahan inokulasi bakteri heterotrof (Bacillus sp. cenderung meningkatkan kandungan asam amino bioflok

  2. PERANAN FAKTOR LINGKUNGAN DALAM PEMULIAAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anang Hari Kristanto

    2007-06-01

    Full Text Available Kegiatan pemuliaan ikan selain dipengaruhi oleh genetik, juga sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Walaupun faktor ini tidak diwariskan kepada generasi berikutnya, tetapi mempengaruhi fenotif suatu individu atau populasi ikan yang akan dibudidayakan, karena faktor lingkungan yang buruk akan menutup potensi genetik dari individu atau populasi tersebut. Aspek lingkungan yang berpengaruh terhadap pemuliaan tersebut adalah padat tebar dan mortalitas; umur, suhu, dan kualitas air; sifat biologi dan fisiologi; maternal efek; kecondongan, dan cara pemberian pakan; kompensasi pertumbuhan; dan pemeliharaan komunal (bersama. Usaha pemuliaan dan budi daya perlu memperhatikan faktor-faktor ling-kungan.

  3. FERMENTASI BUNGKIL KOPRA DENGAN Rhizopus sp. DAN PEMANFAATANNYA DALAM PAKAN PEMBESARAN IKAN BANDENG DI TAMBAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2014-12-01

    Full Text Available Bungkil kopra (BK hasil fermentasi dengan Rhizopus sp. memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dan lemak yang lebih rendah dibandingkan yang tidak difermentasi, sehingga memiliki potensi dan perlu dimanfaatkan sebagai sumber protein dalam pakan ikan-ikan herbivora-omnivora seperti ikan bandeng. Penelitian ini bertujuan mengamati pemanfaatan bungkil kopra hasil fermentasi dengan Rhizopus sp. sebagai sumber protein dalam pakan untuk pembesaran ikan bandeng di tambak. Penelitian dilakukan dengan menggunakan empat petak tambak masing-masing berukuran 2.500 m2/petak. Ikan uji yang digunakan adalah yuwana ikan bandeng berukuran awal rata-rata 10 g/ekor yang ditebar dengan kepadatan 1.500 ekor/petak, dan diaplikasikan pakan uji pada saat ikan berukuran rata-rata 65 g. Pakan uji yang digunakan adalah pakan buatan yang berbahan baku utama (A tepung bungkil kopra tanpa fermentasi, dan (B tepung bungkil kopra hasil fermentasi dengan Rhizopus sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik ikan, rasio konversi pakan, dan sintasan ikan tidak berbeda nyata (P>0,05 di antara kedua perlakuan. Namun ikan yang diberi pakan uji B memiliki produksi yang lebih tinggi (P<0,05 daripada yang diberi pakan uji A. Bungkil kopra yang difermentasi dengan Rhizopus sp. dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein dalam pakan ikan bandeng.

  4. APLIKASI TEKNIK AAN DI REAKTOR RSG-GAS PADA PENENTUAN UNSUR ESENSIAL DAN TOKSIK DI DALAM IKAN DAN PAKAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saeful Yusuf

    2015-03-01

    Full Text Available Pada makalah ini diuraikan tentang aplikasi teknik AAN (Analisis Aktivasi Neutron dalam penentuan konsentrasi unsur-unsur esensial dan cemaran yang terkandung di dalam beberapa spesies ikan dan pakan ikan. Unsur-unsur esensial yang terkandung dalam pakan ikan buatan juga dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap ikan. Penentuan unsur menggunakan teknik AAN dengan metode perbandingan dan metode k0-AAN. Sampel diiradiasi di reaktor RSG-GAS yang memiliki fluks neutron thermal 5 x 1013 n.cm-2.s-1 pada daya 15 MW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 unsur di dalam 11 spesies ikan air laut dan air tawar telah ditentukan yaitu As, Br, Cr, Co, Cs, Fe, Hg, K, Na, Rb, Se and Zn. Konsentrasi cemaran As didalam ikan laut sudah melampaui batas maksimum 1 mg/kg, sedangkan konsentrasi cemaran Hg masih dibawah batas maksimum 0,5 mg/kg, baik untuk ikan laut maupun ikan air tawar. Unsur K dan Na merupakan unsur makroesensial sedangkan unsur Cr, Co, Fe, Se and Zn adalah termasuk unsur mikroesensial. Secara umum ditunjukkan bahwa kandungan mineral didalam ikan laut lebih tinggi konsentrasinya dibandingkan ikan air tawar. Br, Cs dan Rb merupakan unsur-unsur non esensial yang teridentifikasi dalam semua ikan yang dianalisis. Penelitian terhadap pakan ikan air tawar menunjukkan bahwa semua unsur yang teridentifikasi juga terdapat di dalam ikan laut dan ikan air tawar. Hal ini menunjukkan bahwa pakan ikan berkontribusi terhadap konsentrasi unsur di dalam ikan air tawar. Kata kunci : Analisis aktivasi neutron, unsur esensial, unsur cemaran, ikan, pakan ikan   This paper reported on the application of NAA (Neutron Activation Analysis Technique in the determination of the concentration of the essential and toxic elements in some species of fish and fish feed. Determination of elements using instrumental NAA technique with comparison and k0-INAA methods. Samples were irradiated in the RSG-GAS which has a thermal neutron flux  5.0E +13 ncm-2s-1. The results

  5. Efektivitas KMK dan Na2 EDTA dalam Mengabsorbsi Paparan Merkuri pada Ikan Lele (Clarias batrachus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Hartati Siregar

    2010-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan untuk mengamati efektivitas karboksimetil kitosan (KMK sebagai bahan pengkelat alami dan Na2 EDTA sebagai bahan pengkelat sintetis logam berat merkuri (Hg pada ikan lele. Ikan lele yang digunakan adalah jenis lele dumbo yang diperoleh dari Bogor. Ikan dipelihara dalam kolam berukuran 380 x 150 x 60 cm 3. Air kolam sebanyak 570 L yang berisi 200 ekor ikan lele dipapar dengan Hg 60–90 ppb secara bertahap selama 1 bulan dan penggantian air kolam dilakukan setiap minggu. Sebelum pemaparan dengan Hg dilakukan, ikan lele dikondisikan pada kolam percobaan selama 1 minggu. Pada minggu ke dua ikan dipapar merkuri 60 ppb, kemudian konsentrasi merkuri dinaikkan 15 ppb setiap minggu sampai dengan minggu ke empat. Pemaparan dihentikan setelah minggu ke empat. Setelah itu ikan dipanen kemudian difilet dan dikelat dengan cara direndam dalam larutan KMK dan Na 2EDTA masing-masing pada konsentrasi 0; 0,5; 1,0; dan 1,5% selama 0, 30, 60, dan 90 menit. Perendaman dalam air digunakan sebagai kontrol terhadap perlakuan tersebut. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan yang dilakukan meliputi kandungan awal dan kandungan akhir Hg setelah perlakuan perendaman. Analisis dilakukan menggunakan instrumen AAS (Perkin Elmer tipe Aanalyst800. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perendaman dalam KMK dan Na 2 EDTA 0,5% selama 30 menit memberikan hasil yang terbaik, dan tidak ada perbedaan antara KMK dan Na2EDTA dalam fungsinya sebagai absorben logam berat.

  6. Kajian awal kadar merkuri (Hg dalam ikan dan kerang di Teluk Kao, Pulau Halmahera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward Edward

    2017-09-01

    Full Text Available The aim of the study was to determine the concentration of Hg  in some species of fish and mussels harvested from Kao Bay . Fish and mussels samples were purchased from fishermen at Kao Bay  in November 2015. The Hg concentration was measured by using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS.The results showed that the highest concentration of Hg was found in gurara fish (Nemipterus japonicus  that is 0.98 ppm, followed by suo fish  (Sphyraena jello  0.89 ppm,  tatameri fish (Gazza minuta  0.38 ppm, gaca fish (Lutjanus argentimaculatus 0.31 ppm, totodi fish (Synodus foetens  0.24 ppm,  bubara fish (Caranx sp 0, 19 ppm, ngafi fish (Stolephorus indicus 0.19 ppm and biji nangka fish (Upeneus vittatus 0.15 ppm. In the shelfish meat, the highest concentration of Hg is found in the blood mussels (Anadara granosa, that is 0.42 ppm, and then followed by papaco (Telescopium telescopium 0.05 ppm. The concentration of Hg in all samples of fish and shelfish were below from the threshold value for seafood fish and shellfish of 0.5 ppm and 1.0 ppm, respectively. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Hg dalam beberapa jenis ikan dan kerang yang ada di Teluk Kao dalam kaitannya dengan kesehatan makanan hasil laut. Contoh ikan dan kerang di beli dari nelayan di Teluk Kao pada bulan November 2015. Kadar Hg  diukur dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS. Hasilnya menunjukkan kadar Hg tertinggi dalam ikan dijumpai dalam daging ikan gurara (Nemipterus japonicus yakni 0,98 ppm, selanjutnya diikuti oleh ikan suo (Sphyraena jello 0,89 ppm, ikan tatameri (Gazza minuta 0,38 ppm, ikan gaca (Lutjanus argentimaculatus 0,31 ppm, ikan totodi (Synodus foetens 0,24 ppm, ikan bubara (Caranx sp 0,19 ppm, ikan ngafi (Stolephorus indicus  0,19 ppm, dan ikan biji nangka (Upeneus vittatus 0,15 ppm. Dalam daging kerang kadar Hg tertinggi dijumpai dalam kerang darah (Anadara granosa yakni 0,42 ppm selanjutnya dikuti oleh kerang papaco (Telescopium

  7. KANDUNGAN NATRIUM (Na DAN GARAM (NaCl DALAM IKAN ASIN KERING MENTAH DAN GORENG DI PASAR ANYAR BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Yuniati

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan natrium (Na dan garam (NaCl dalam 10 jenis ikan asin kering yang beredar di Pasar Anyar Bogor. Analisis natrium dilakukan terhadap ikan asin mentah, setelah dicuci, dan setelah digoreng dengan menggunakan flamefometer. Analisis garam dilakukan dengan titrasi argentometri terhadap ikan asin mentah. Hasil analisis menunjukkan, kandungan Na dan garam dalam ikan asin sangat beragam besarnya berturut-turut berkisar antara 0,3-8,1% dan 5,7-21,2%. Ikan asin yang mempunyai kadar Na dan garam tinggi adalah ikan sepat, peda putih dan gabus. Jumlah air dalam ikan asin juga bervariasi, berkisar antara 10,3-46,8%. pencucian dan penggorengan dapat menurunkan kadar garam ataupun natrium sebesar 37,4%.

  8. PENGGUNAAN TEPUNG SILASE USUS AYAM DALAM PAKAN PEMBESARAN IKAN KERAPU MACAN, Epinephelus fuscoguttatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmansyah Rachmansyah

    2016-11-01

    Full Text Available Substitusi tepung ikan dengan tepung silase usus ayam dalam pakan telah dilakukan untuk mengevaluasi respon pakan terhadap keragaan biologi ikan kerapu macan, Epinephelus fuscoguttatus. Ikan uji diberi pakan yang mengandung tepung silase usus ayam pada level 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% sebagai pengganti tepung ikan dan dibuat dalam bentuk pelet basah. Pakan diberikan secara at satiation dua kali sehari selama masa pemeliharaan 20 minggu di keramba jaring apung berukuran 1 x 1 x 2 m. Penggantian tepung ikan dengan tepung silase usus ayam sampai 20% atau setara dengan 39% protein tepung ikan tidak berpengaruh nyata bila dibandingkan dengan perlakuan kontrol terhadap keragaan biologi ikan kerapu. Diduga tepung silase usus ayam cukup memadai sebagai pengganti tepung ikan dengan kadar lebih dari 20% dalam pakan pembesaran ikan kerapu macan jika asam amino methionine dan lysine ditambahkan ke dalam pakan. Feeding experiment was conducted to evaluate the effects of replacing fishmeal with poultry offal silage meal (POSM in diet on biological performance of tiger grouper. Dietary inclusion level of PSOM at 5%, 10%, 15%, and 20% substitution of fish meal were compared with the fish meal based control diet (0% PSOM. Fish were fed diets (moist pellet at satiation two times daily for 20 weeks rearing at a floating net cage of 1 x 1 x 2 m. The result showed that replacement of fish meal with POSM up to 20% or equivalent to 39% fish meal protein were not significantly different (P>0.05 compared with control diet on all of the biological performance of tiger grouper. From the result, we expected that POSM is suitable as a partial replacement of fish meal more then 20% in tiger grouper diet if methionine and lysine are added.

  9. Pembentukan Formaldehid Alami pada Beberapa Jenis Ikan Laut selama Penyimpanan dalam Es Curai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jovita Tri Murtini

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian kadar formaldehid alami pada beberapa jenis ikan laut selama penyimpanan dalam es curai telah dilakukan untuk mengetahui intensitas pembentukan formaldehid alami oleh ikan setelah mati. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk menduga kemungkinan dilakukannya penyalahgunaan formalin pada ikan. Penelitian dilakukan terhadap ikan laut hidup yang terdiri dari 6 jenis ikan yaitu bawal bintang (Trachinotus blochii, kakap putih (Lates calcarifer, bloch., cobia (Rachycentron canadum, bandeng (Chanos chanos, kerapu cantrang Epinephelus fuscoguttatus-lanceolatus, dan kakap merah/jenaha (Lutjanus johnii. Pengambilan sampel di lapangan dilakukan secara bertahap dan setiap pengambilan terdiri dari dua jenis ikan. Ikan tersebut dibawa ke laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBP4BKP dalam keadaan hidup, kemudian ikan dimatikan dengan cara hipotermal (dimasukkan dalam air es dengan suhu 0–4oC selama 30 menit. Setelah mati ikan dibagi menjadi 3 kelompok dan disimpan dalam peti insulasi yang berisi es dengan perbandingan ikan : es adalah 1 : 3. Pengamatan dilakukan setiap 3 hari selama 18 hari. Parameter yang diamati adalah kadar formaldehid, trimethil amin (TMA, trimethil amin oksida (TMAO dan kadar total volatile base (TVB serta komposisi proksimat pada hari pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan formaldehid alami pada hari ke 12 penyimpanan pada bawal bintang, kakap putih, cobia, bandeng, kakap merah, dan kerapu cantrang berturut-turut adalah 0.954; 1.572; 0.964; 0,715; 1.381; dan 1.303 ppm. Pada saat itu kondisi ikan masih segar dengan kandungan TVB di bawah 20 mN% kecuali ikan cobia (28,94 mgN%. Kandungan TMA berkisar 6,09–11,81 mgN% dan TMAO 3,22–11,3 mgN% dan selama penyimpanan cenderung meningkat.

  10. Persamaan Prediksi Umur Simpan Filet Ikan Nila (Oreochromis niloticus yang Dikemas Vakum dalam HDPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudi Riyanto

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data laju penurunan mutu filet ikan nila (Oreochromis niloticus yang dikemas vakum dengan HDPE. Hasil analisis digunakan untuk menentukan indikator yang paling tepat untuk persamaan prediksi umur simpan menggunakan persamaan regresi. Dalam percobaan yang dilakukan filet ikan nila yang dikemas vakum dengan HDPE disimpan pada suhu 0, 10, 20, dan 30 oC. Parameter yang dianalisis adalah TVB-N, pH, TBA, Organoleptik (hedonik, dan TPC (aerob dan anaerob. Data yang dihasilkan menunjukkan bahwa suhu dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap laju penurunan mutu filet ikan nila (P<0,05. Berdasarkan tingkat kecepatan parameter mutu untuk mencapai limit toleransi, nilai TVB-N merupakan parameter mutu yang paling tepat untuk dijadikan parameter penentu kinetika pembusukan filet ikan nila. Kandungan TVB filet ikan nila yang disimpan pada suhu 30, 20, 10, dan 0 °C telah melampaui batas mutu (30 mg-N/100 g secara berturut-turut pada penyimpanan 9, 24, 72, dan 168 jam. Berdasarkan hasil pengolahan data nilai TVB filet ikan nila pada beberapa suhu penyimpanan menggunakan persamaan Arrhenius, nilai Ea yang didapatkan sebesar 72,17 KJ/mol dengan menggunakan nilai TVB 30 mg-N/100 g sebagai nilai batas penolakan mutu filet ikan nila. Persamaan prediksi umur simpan (t=jam filet ikan nila dalam HDPE vakum yang didapatkan adalah ln A = ln A0 + (t.exp[26,44-8681(1/T] dengan tingkat akurasi nilai prediksi terhadap nilai mutu filet ikan nila percobaan adalah 73–78%.

  11. ANALISIS KELAYAKAN DAN SENSITIVITAS HARGA INPUT PADA USAHA BUDIDAYA IKAN LELE DALAM KOLAM TERPAL DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idiannor Mahyudin

    2016-10-01

    menunjukkan usaha budidaya ikan lele dalam kolam terpal layak untuk diusahakan lebih lanjut.  Hasil analisis sensitifitas terhadap kenaikan harga input dalam hal ini pakan ikan meningkat 20%, diperoleh nilai NPV 12% sebesar Rp 87.611,919 > 0, nilai B/C 12% = 1,86 > 1 dan nilai IRR = ~ (tidak terhingga  > dari tingkat bunga berlaku. Dari hasil analisis sensitifitas menunjukkan walaupun ada kenaikan pakan sebesar 20% usaha budidaya ikan dalam kolam terpal tetap layak untuk diusahakan.  Permasalahan yang ada pada petani ikan lele dalam kolam terpal adalah: mahalnya harga pakan ikan, rendahnya harga jual ikan, terbatasnya modal usaha, sifat kanibal dari ikan lele dan biaya pergantian terpal  yang dilakukan setiap tahun.  Struktur  pasar ikan lele adalah struktur pasar persaingan tidak sempurna (struktur pasar oligopoli.

  12. IDENTIFIKASI BAKTERI DARI IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis YANG DIPERDAGANGKAN DI PASAR IKAN KEDONGANAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ayu Dianti Violentina

    2016-06-01

    Full Text Available Ikan tongkol (Euthynnus affinis merupakan ikan konsumsi yang disukai masyarakat.Pengetahuan tentang bakteri yang ditemukan pada tubuh ikan ini sangat penting untuk tujuan kesehatan masyarakat dan kajian biologi ikan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang berasosiasi dengan ikan tersebut.Bakteri dari usus ikan diambil secara aseptis dan ditumbuhkan pada Blood Agar dan Nutrient Broth. DNA total dari kultur agar cair diisolasi dengan chelax, gen 16S RNA diamplifikasi dengan PCR menggunakan primer universal dengan produk sekitar 1300 bp. Produk PCR dirunut dengan metode Big-Dye termination. Hasilnya disepadankan dan dianalisis dengan MEGA 6.0. Pada penelitian ini, 14 spesies bakteri yang memiliki > 99% kesamaan dengan data GenBankteridentifikasi, yaitu Photobacterium leiognathi, Uruburuella testudinis, Aeromonas molluscorum, Psychrobacter celer, Psychrobacer faecalis, Acinetobacter johnsonii, Vibrio gallicus, Bacillus megaterium, Vagococcus fessus, Shewanella baltica, Shewanella algae, Rothia nasimurium, Myroides phaeus dan Yersinia ruckeri. Peran bakteribakteri tersebut dalam biologi ikan dan kesehatan masyarakat perlu dikaji lebih lanjut.

  13. Pendugaan Umur Simpan Kerupuk Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus Panggang dalam Kemasan Plastik Metalik dan Polipropilen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Ikasari

    2017-06-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan umur simpan kerupuk ikan lele dumbo panggang menggunakan pendekatan model kadar air kritis dengan 2 jenis kemasan yakni plastik metalik dan polipropilen. Kerupuk ikan ditentukan kadar air awal, kadar air kritis, kadar air kesetimbangan beserta nilai aktifitas air untuk dapat dimasukkan dalam persamaan Labuza. Permeabilitas, ketebalan, dan luas kemasan juga dianalisis sebagai variabel pendukung yang digunakan dalam persamaan Labuza. Titik kritis ditentukan berdasarkan hasil uji skor yang dilakukan oleh 21 panelis terlatih terhadap nilai kerenyahan produk kerupuk hingga produk dinyatakan tidak renyah (skor 2. Hasil perhitungan pendugaan umur simpan berdasarkan persamaan Labuza menunjukkan bahwa kerupuk ikan lele dumbo panggang dengan kemasan plastik metalik memiliki umur simpan yang lebih lama (329 hari dibandingkan dengan plastik polipropilen (231 hari.

  14. EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN PESISIR KABUPATEN MAMUJU PROVINSI SULAWESI BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasnawi Hasnawi

    2011-04-01

    Full Text Available Perairan pesisir Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat merupakan perairan yang potensial untuk budidaya laut. Namun demikian belum ada data dan informasi kesesuaian lahan untuk budidaya laut termasuk budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA di perairan tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan di perairan pesisir Kabupaten Mamuju untuk budidaya ikan dalam KJA yang diharapkan juga dapat menjadi acuan dalam penentuan tata ruang wilayah pesisir. Metode survai diaplikasi pada wilayah pesisir Kabupaten Mamuju, mulai dari perbatasan Kabupaten Majene di bagian selatan sampai perbatasan Kabupaten Mamuju Utara di utara. Kualitas air perairan yang diukur adalah: pH, salinitas, kecepatan arus, arah arus, kecerahan, kedalaman, nitrat, fosfat, dan besi. Data lainnya diperoleh dari hasil ekstrak citra ALOS AVNIR-2 akuisisi 28 Juli 2009. Analisis spasial dalam Sistem Informasi Geografis digunakan dalam penentuan kesesuaian lahan untuk budidaya ikan dalam KJA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi yang sesuai untuk budidaya ikan dalam KJA di Kabupaten Mamuju tersebar di Pulau Karampuang, Perairan Kalukku, Pulau Bakengkeng, Perairan Papalang, Pulau Kambunong, dan Tanjung Dapurang. Untuk pengembangan kegiatan budidaya ikan dalam KJA yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, hanya sekitar 10% dari potensi perairan pesisir yang secara efektif dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan dalam KJA di perairan Kabupaten Mamuju yaitu 698,18 ha yang terdiri atas sangat sesuai seluas 133,18 ha; cukup sesuai 512,41 ha dan kurang sesuai 52,59 ha

  15. Pengaruh Lama Penyimpanan Biji Picung (Pangium edule Reinw. Beku terhadap Aktivitasnya dalam Mengawetkan Ikan Nila (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novalia Rachmawati

    2011-12-01

    Full Text Available Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan biji picung beku terhadap kemampuannya dalam mengawetkan ikan. Biji picung cacah disimpan dalam kondisi beku (-18° selama 4 bulan. Setiap bulan biji picung beku diambil dan diaplikasikan pada ikan nila segar dengan perbandingan 3% (b/b dengan dan tanpa penambahan garam 2% (b/b. Ikan nila disimpan pada suhu ruang dan dilakukan pengamatan terhadap parameter mikrobiologi (Angka Lempeng Total dan antibakteri, kimiawi (TVB dan kadar air serta organoleptik. Uji aktivitas antibakteri dari biji picung beku dilakukan terhadap bakteri Eschericia colidan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdas arkan parameter mikrobiologi, kimia dan organoleptik, biji picung beku yang disimpan hingga 1 bulan mampu mempertahankan kesegaran ikan hingga penyimpanan hari ke-2. Sedangkan dari hasil uji aktivitas antibakteri, biji pic ung beku dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. colidan S. aureusdengan kategori aktivitas sangat kuat.

  16. PENGARUH PERENDAMAN TULANG IKAN TUNA (Thunnus albacares DALAM LARUTAN NaOH TERHADAP KUALITAS GELATIN HASIL OLAHANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tazwir Tazwir

    2009-06-01

    Full Text Available Gelatin tulang ikan tuna (Thunnus albaceres dengan kualitas baik seringkali sulit diperoleh, karena kebanyakan produk ini mengandung lemak dan protein non kolagen yang cukup tinggi. Dalam memproduksi gelatin tulang tuna, lemak, dan protein non kolagen tersebut harus direduksi hingga batas minimum. Dalam penelitian ini dipelajari pengaruh perendaman tulang ikan tuna dalam larutan NaOH sebelum ekstraksi terhadap kualitas gelatin yang dihasilkan. Tahapan yang dilakukan adalah degreasing, pencucian, perendaman dalam NaOH dengan variasi konsentrasi 0; 0,4; dan 0,8%, kemudian perendaman dalam HCl, ekstraksi, filtrasi, evaporasi, dan pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik gelatin yang terbaik diperoleh dari perendaman tulang dalam NaOH 0,4%, yaitu dengan nilai rendemen 8,37%; viskositas 3,27-3,37 cPs; pH 5,03; dan kekuatan gel 157,8 g Bloom gel strength.

  17. Pemanfaatan Tepung Daun Lamtoro (Laucaena Gluca) Yang Telah Difermentasikan Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nila Merah (Oreochromis Niloticus)

    OpenAIRE

    Restiningtyas, Rachma; Subandiyono, -; Pinandoyo, -

    2015-01-01

    Tepung daun lamtoro merupakan sumberdaya bahan baku yang potensial untuk bahan baku pakan ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Namun pemanfaatannya terkendala dengan adanya kandungan zat antinutrisi yang terkandung di dalam daun lamtoro seperti neutral detergent fiber (NDF), acid detergent fiber (ADF), defisiensi asam amino esensial dan kandungan mimosin. Hasil fermentasi diharapkan terjadi peningkatan terhadap kualitas bahan pakan yang akan digunakan campuran pakan ikan. Daya cerna ika...

  18. PENINGKATAN KUALITAS WARNA KUNING DAN MERAH SERTA PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOI MELALUI PENGAYAAN TEPUNG KEPALA UDANG DALAM PAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Subamia

    2016-04-01

    Full Text Available Ikan hias koi merupakan salah satu produk perikanan yang budidayanya telah dikuasai oleh petani ikan di beberapa daerah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas warna benih ikan hias koi melalui pengayaan tepung kepala udang dalam pakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan dosis tepung kepala udang dalam formulasi pakan sebagai sumber karotenoid yaitu: 0% (kontrol, 5%, 10%, 15%. Pakan yang diberikan diformulasikan dengan isoprotein (30%, dan isolipid (15%. Ikan yang digunakan adalah benih dan ditempatkan dalam hapa-hapa di kolam. Pengamatan yang dilakukan selama pemeliharaan adalah parameter kualitas warna yang dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan TCF (Toca Color Finder, sedangkan pengukuran kuantitatifnya dilakukan dengan pengukuran total karotenoid pakan dan jaringan tubuh ikan. Selain itu, dilakukan pula pengamatan parameter pertumbuhan panjang, dan bobot yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas warna pada ikan koi optimal pada pemberian tepung kepala udang sebesar 10% dicirikan dari nilai warna kuning dan merah. Selama penelitian juga diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik bobot dan panjang tubuh, dan sintasan pada semua perlakuan.

  19. PENGGUNAAN PROBIOTIK PADA PAKAN PEMBESARAN IKAN BANDENG DALAM KERAMBA JARING APUNG DI LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Malik Tangko

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian telah dilaksanakan di Teluk Labuange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan selama 3 bulan. Penelitian menggunakan keramba jaring apung ukuran 1x1x1,2 m3 yang ditebari ikan bandeng ukuran 90—100 g/ekor sebanyak 25 ekor/keramba. Sebagai perlakuan adalah penambahan probiotik (Haimix-S dalam pakan masing-masing perlakuan A (kontrol tanpa probiotik; B (0,1%; C (0,2%; dan D (0,3%/kg pakan masingmasing perlakuan terdiri atas tiga ulangan dalam rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C memberikan respon pertumbuhan harian terbaik, dan berbeda nyata (P0,05. Sedang rasio konversi pakan terbaik diperoleh pada perlakuan C dan D, dan berbeda nyata (P0.05. There was also showed not significantly different (P>0.5% on feed conversio ratio between treatment C and B, but there were significantly different (P<0.05 with the treatment A and D.

  20. KERAGAMAN GENETIK TIGA GENERASI IKAN TAMBAKAN (Helostoma temminkii DALAM PROGRAM DOMESTIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Otong Zenal Arifin

    2018-01-01

    Full Text Available Suatu penelitian untuk melihat keragaman genetik tiga generasi ikan tambakan dalam program domestikasi telah dilakukan di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan, Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keragaman genetik generasi tetua/awal (G0, generasi pertama (G1, dan generasi kedua (G2 dalam program domestikasi ikan tambakan. Pengujian keragaman genetik dilakukan dengan metode PCR-RAPD menggunakan tiga primer, yakni OPA-2, OPA-8, dan OPC-2. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan jumlah (7-15 dan ukuran fragmen (200-2.800 bp yang dihasilkan, dengan frekuensi kemunculan alel berkisar antara 0,00-1,00 dari 31 lokus. Enam fragmen dari OPC-2 (1.400 bp, 1.300 bp, 1.100 bp, 800 bp, 600 bp, 500 bp, lima fragmen dari OPA-2 (1.350 bp, 1.000 bp, 900 bp, 800 bp, 520 bp, dan dua fragmen dari OPA-8 (1.000 bp, 550 bp merupakan fragmen marka spesifik ikan tambakan pada penelitian ini. Keragaman genetik ikan tambakan antar generasi tergolong rendah, dengan nilai persentase polimorfisme berkisar antara 6,45%-35,48% dan nilai heterozigositas berkisar antara 0,03-0,16. Terjadi penurunan polimorfisme dan heterozigositas dari generasi tetua/awal (G0 ke generasi pertama (G1 dan kembali naik pada generasi kedua (G2. Dalam program domestikasi, nilai efektif induk (Ne sebaiknya lebih dari 100, dengan nilai laju inbreeding (F tidak lebih dari 0,005. A study to examine the genetic diversity of three generations of kissing gourami under a domestication program has been conducted at the Research Institute for Freshwater Aquaculture and Fisheries Extension, Bogor. The purpose of this study was to evaluate the genetic diversity of the elder generation (G0, first generation (G1, and second generation (G2 of kissing gourami under the domestication program. The genetic diversity examination was conducted through a PCR-RAPD method using three primers, namely OPA-2, OPA-8, and OPC-2. The obtained results indicated a difference

  1. PEMANFAATAN KOLAM PENGENDAP TAMBANG BATUBARA UNTUK BUDIDAYA IKAN LOKAL DALAM KERAMBA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asfie Maidie

    2016-11-01

    Full Text Available Uji coba budidaya dalam keramba telah dilakukan untuk mengetahui kelayakan kolam pengendap tambang batubara untuk areal budidaya ikan bagi masyarakat sekitar apabila kegiatan tambang telah ditutup, serta untuk mengetahui apakah produk ikan yang dihasilkan cukup aman untuk dikonsumsi manusia. Percobaan dilakukan pada bekas kolam pengendap DS2 milik PT KPC, dengan mengunakan 5 buah keramba apung berukuran 3 m x 1 m x 1 m yang dalam setiap keramba ditebar benih dari alam untuk ikan repang (Barbodes schwanenfeldii ukuran rata-rata 20,2 g; puyau (Osteichilus kappenii ukuran 66,1 g; dan mas (Cyprinus carpio ukuran 28,96 g dari pemijahan di laboratorium sebanyak masing-masing 200 ekor, serta pepuyu (Anabas testudineus ukuran rata-rata 41,4 g dari alam sebanyak 50 ekor, udang galah (Macrobrachium rosenbergii ukuran 113,8 g juga dari alam sebanyak 50 ekor. Pakan diberikan secara sampai kenyang (ad libitum. DO, pH, suhu, DHL, dan kekeruhan diukur harian, sedangkan ikan diukur pertumbuhan bobotnya. Setelah dipelihara selama 4 bulan dan memenuhi ukuran konsumsi, ikan dan udang diperiksa kandungan Sb, Se, As, Hg, Mn, Cd, Fe, Cu, Pb, dan Zn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekas kolam pengendap tambang batubara cukup layak untuk dikembangkan sebagai areal budidaya ikan dengan memberikan pertumbuhan bobot populasi sebesar 570,79% (repang, SR: 95%, 202,57% (puyau, SR: 97%, 573% (mas, SR: 2,5%, 238,92% (udang galah, SR: 10%, 447,10% (pepuyu, SR: 14% dan produknya cukup aman untuk dikonsumsi, dengan kandungan Sb (0,24-2,45 mg/L, rasio terdeteksi dari sample: 100%, Se (0,00-0,06, 57,14%, As (tidak terdeteksi/ttd, Hg (0,00-0,06 mg/L, 50%, Mn (ttd-1,68 mg/L, 14,29%, Cd (ttd, Fe (ttd-5,45 mg/L, 7,14%, Cu (ttd, Pb (ttd, dan Zn (7,82-61,50 mg/L, 100%. The experiment was conducted to study the feasibility of settling or sedimentation pond of coal mining to be used for culturing fish in net cage for local people post  mining activities. Experimental 3 m x 1 m x 1 m

  2. PENILAIAN KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG BERDASARKAN MODEL SPASIAL PROPAGASI OMBAK MENDEKATI PANTAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tarunamulia Tarunamulia

    2016-11-01

    Full Text Available Keberhasilan dan keberlanjutan usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA tidak terlepas dari tingkat keterlindungan lokasi dari aksi fisik peubah oseanografi fisik. Peubah oseanografi fisik yang paling utama menentukan tingkat keterlindungan lokasi adalah besar dan arah ombak yang datang ke pantai, karena selain berhubungan dengan tingkat kesesuaian lahan pada saat awal penyeleksian lokasi, juga dapat mempengaruhi aspek pengelolaan lebih lanjut setelah pelaksanaan dan pengembangan kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk hubungan spasial antara perubahan iklim dengan kondisi oseanografi fisik khususnya peubah ombak dalam penilaian kesesuaian lahan untuk budidaya ikan dalam KJA. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis spasial ombak untuk berbagai perubahan arah dan kecepatan angin yang mungkin terjadi pada lokasi penelitian. Model spasial tersebut dianalisis dengan memadukan metode analisis spasial dalam SIG dan metode penyelesaian mild-slope untuk model ombak permukaan di perairan pantai (CGWAVE. Evaluasi tingkat kesesuaian lahan dilakukan dengan melihat pengaruh ombak terhadap kondisi perairan yang sedang dan kemungkinan akan diperuntukkan untuk kegiatan budidaya ikan dalam KJA di wilayah pesisir Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Model spasial ombak yang dikembangkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim yang mempengaruhi kondisi ombak akan secara signifikan langsung maupun tidak langsung mempengaruhi status tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya ikan dalam KJA di lokasi penelitian. Dari 9.939,0 ha total luas perairan yang layak menurut kriteria kedalaman di Kabupaten Barru, hanya tersisa sekitar 2,9% (296,8 ha yang layak setelah aspek keterlindungan berdasarkan ketinggian ombak diintegrasikan dalam analisis. Hasil penelitian ini pada akhirnya menyarankan perlunya pemahaman yang mendalam mengenai perubahan pola propagasi spasial ombak yang datang ke pantai akibat

  3. MENELUSURI IDENTITAS IKAN LELE DUMBO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Iswanto

    2013-12-01

    Full Text Available Lele dumbo merupakan salah satu ikan lele unggul yang budidayanya pernah mengalami perkembangan pesat di Indonesia. Secara umum, ikan lele dumbo dipercaya sebagai ikan lele hibrida hasil hibridisasi antara spesies ikan lele Afrika Clarias gariepinus dengan spesies ikan lele Taiwan C. fuscus. Tetapi, secara morfologis tampaknya ikan lele dumbo tidak berbeda dari strain-strain ikan lele Afrika C. gariepinus yang berikutnya diintroduksi ke Indonesia, sehingga para praktisi perikanan juga menduga bahwa ikan lele dumbo sebenarnya merupakan spesies ikan lele Afrika C. gariepinus. Dengan demikian, identitas ikan lele dumbo tetaplah belum jelas. Hal tersebut dikarenakan belum adanya penelitian yang mengeksplorasi karakteristik ikan lele dumbo secara ilmiah. Makalah ini merupakan ulasan penelusuran identitas ikan lele dumbo berdasarkan publikasi-publikasi yang relevan. Berdasarkan tinjauan terhadap beberapa bukti publikasi dalam ulasan ini, terindikasi bahwa ikan lele dumbo bukanlah ikan lele hibrida hasil hibridisasi antara ikan lele C. gariepinus dengan C. fuscus, tetapi tampaknya lebih merupakan spesies ikan lele Afrika C. gariepinus. Namun demikian, hal tersebut masih merupakan suatu indikasi, sehingga diperlukan penelitian-penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut.

  4. PENAMBAHAN MIKROBA, Aspergillus niger DALAM BUNGKIL KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN UNTUK PEMBESARAN IKAN KERAPU MACAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2008-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh dosis Aspergillus niger dalam bungkil kelapa sawit sebagai bahan pakan pada pembesaran ikan kerapu macan. Ikan uji yang digunakan berukuran bobot rata-rata 23,15±0,23 g; ditebar dalam keramba jaring apung ukuran 1 m x 1 m x 2 m, dengan kepadatan 16 ekor/keramba. Perlakuan yang diuji adalah penambahan Aspergillus niger sebanyak 2, 4, 8, 16 g/kg bungkil kelapa sawit dan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali dan disain adalah rancangan acak lengkap. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan uji dua kali sehari (pagi dan sore secara satiasi selama 20 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 8 g Aspergillus niger/kg bungkil kelapa sawit memberikan pertambahan bobot dan laju spesifik lebih tinggi daripada kontrol (P0,05, namun nilainya nyata lebih tinggi (P0.05 among those of the juveniles fed on the diets with 2, 4, 16 g of A. niger/kg palm oil cake. Although the feed efficiency, protein efficiency ratio and protein retention of juveniles fed on the diet with 8 g A. niger/kg palm oil cake were not significantly different (P>0.05 from those of the juveniles fed on the diets with 2 and 4 g of A. niger/kg palm oil cake, those of juveniles the fed diet with 8 g of A. niger/kg palm oil cake were significantly higher (P<0.05 than those of the juveniles fed the diet with 16 g A. niger/kg palm oil cake. The best of growth rate of tiger grouper juveniles occurred at the dosage of 7.8—8.2 g A. niger/kg palm oil cake.

  5. PENAMBAHAN BAHAN PEMBENTUK GEL DALAM PEMBUATAN SURIMI DARI IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Dwi Suryaningrum Dwi Suryaningrum

    2014-06-01

    Full Text Available Kajian tentang pengolahan surimi dari ikar patin (P. hypophthalmus dengan menggunakan karaginan atau kalsium laktat 0,05% sebagai bahan pembentuk gel telah dilakukan. Pengamatan dilakukan selama proses pengolahan dan mutu surimi yang dihasilkan. Mutu surimi yang diamati adalah uji daya lipat, kekuatan gel, viskositas, derajat putih, komposisi proksimat, kandungan bakteri, serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan daging ikan patin menjadi surimi menghasilkan rendemen sebesar 23,03% dengan kadar lemak yang masih cukup tinggi yaitu sebesar 13,14% (bk, derajat putih 27,90 serta mengandung benda asing berupa serpihan kulit yang jumlahnya berkisar antara 11-16 serpihan/100 cm². Penambahan karaginan atau kalsium laktat sedikit meningkatkan rendemen surimi dibandingkan dengan kontrol. Penambahan karaginan atau kalsium laktat tidak berpengaruh terhadap daya lipat surimi, yaitu tidak retak ketika dilipat menjadi 4 (grade AA. Surimi yang diberi perlakuan penambahan kalsium laktat menghasilkan derajat putih dan kekentalan yang lebih tinggi dibandingkan dengan surimi yang diberi perlakuan karaginan dan kontrol. Kekuatan gel yang diperoloh dalam penelitian ini berkisar antara 978,93-1095,25 g/cm² dengan kekuatan gel terbaik diperoleh pada surimi yang ditambah karaginan. Penambahan bahan pembentuk gel tidak berpengaruh terhadap kadar air, abu, protein maupun lemak produk. Uji sensori menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh terhadap warna dan bau surimi, tetapi penambahan karaginan menghasilkan surimi dengan nilai tekstur paling tinggi sedangkan penambahan kalsium laktat menghasilkan surimi dengan nilai penampakan paling tinggi. Berdasarkan uji kesukaan, surimi yang diberi penambahan kalsium laktat lebih disukai oleh panelis dibandingkan dengan surimi yang diberi perlakuan karaginan.

  6. AKUMULASI KROMIUM (Cr PADA DAGING IKAN NILA MERAH (Oreochromis ssp. DALAM KARAMBA JARING APUNG DI SUNGAI WINONGO YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RI Handayani

    2015-07-01

    Full Text Available Sungai Winongo merupakan salah satu sungai penting di Yogyakarta, karena berperan dalam menunjang dan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan logam berat kromium (Cr pada air dan daging ikan nila merah di Sungai Winongo Yogyakarta serta mengetahui kelayakannya untuk dikonsumsi. Penelitian menggunakan rancangan eksplorasi dengan metode survai, dengan penetapan pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Random Sampling. Metode analisis uji kandungan logam berat Cr pada air dan ikan nila merah menggunakan AAS. Konsentrasi Cr pada air di Sungai Winongo Yogyakarta adalah 0,0213 mg/L, nilai ini masih berada di bawah ambang batas yang sudah ditetapkan PPRI No. 82 Tahun 2001 yakni  sebesar 0,05 mg/L. Pada ikan nila merah diketahui akumulasi tertinggi pada stasiun 1 sebesar 10,2265 mg/Kg; kemudian pada stasiun 3 dan 2 sebesar 9,81075 mg/Kg dan 9,2245 mg/Kg. Nilai ini melebihi baku mutu yang sudah ditetapkan oleh Dirjen POM 1989 yakni sebesar 2,5 mg/Kg. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan Cr dalam air masih di bawah ambang batas. Ikan nila merah di sungai Winongo sudah mengakumulasi Cr di atas ambang batas, sehingga tidak layak konsumsi.Winongo river is one of the important rivers in Yogyakarta because this supports and fulfils the people’s needs. The purpose of this study was to determine the heavy metal content of Cr in water and red tilapia fish meat captured in Winongo Yogyakarta and to know whether the meat is edible or not. The study design was used exploration design with survey method, in which the determination of sampling was using purposive random sampling. Method of test analysis of heavy metals Cr in water and red tilapia was using AAS. Chromium concentration in water of Winongo river was 0.0213 mg/l, this value remains below the threshold set by PPRI No. 82 year 2001 which was 0.05 mg/L, the highest accumulation of Cr in red tilapia meat was at station 1 i.e. 10

  7. STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN SUKAMARA DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT (Studi Tentang Pemberdayaan Usaha Kecil Pembuatan Kerupuk Ikan Di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara Propinsi Kalimantan Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ISWAN - GEMAYANA

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Penelitian berawal dari latar belakang masalah tentang upaya oleh pemerintah kabupaten Sukamara dalam memberdayakan usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara kabupaten Sukamara mengingat sampai saat ini, masih belum mampu menjadikan usaha kecil pembuat kerupuk ikan sebagai produk unggulan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendiskripsikan dan menganalisis: (1 Potensi usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara, (2 Strategi pemberdayaan usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara dan (3 Faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam pemberdayaan usaha kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kwalitatif dengan lokasi penelitian pada pengusaha kecil pembuatan kerupuk di Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara Propinsi Kalimantan Tengah. Analisis yang dilakukan dengan mengikuti model Miles Huberman yaitu analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sukamara dalam memberdayakan pengusaha kecil pembuat kerupuk ikan telah dilakukan, namun belum bisa dilakukan secara maksimal mengingat Pemerintah Kabupaten Sukamara sebagai pemerintahan baru hasil pemekaran mengalami beberapa kendala diantaranya keterbatasan personil, alokasi anggaran masih terserap untuk pembuatan infrastruktur gedung-gedung perkantoran pemerintah dan penataan organisasi kedalam. Beberapa rekomendasi dalam rangka melakukan strategi pemberdayaan pengusaha kecil pembuatan kerupuk ikan di Kecamatan Sukamara kabupaten Sukamara: (1 Mengisi kekosongan jabatan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukamara dengan pejabat-pejabat yang berkompeten dibidangnya, (2 Memberikan pinjaman berupa dana pinjaman bergulir tanpa bunga, pemberian pelatihan manajemen perusahaan dan strategi pemasaran kepada para pengusaha kecil pembuat kerupuk ikan di

  8. PENAPISAN ISOLAT BAKTERI Streptococcus spp. SEBAGAI KANDIDAT ANTIGEN DALAM PEMBUATAN VAKSIN, SERTA EFIKASINYA UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT STREPTOCOCCOSIS PADA IKAN NILA, Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taukhid Taukhid

    2011-04-01

    Full Text Available Riset dengan tujuan untuk memperoleh isolat kandidat yang imunogenik bagi pembuatan vaksin untuk pengendalian penyakit streptococcosis pada ikan nila telah dilakukan. Karakterisasi dilakukan secara biokimia dan API 20 STREP terhadap 15 isolat bakteri Streptococcus spp. Uji Koch’s Postulate kemudian dilakukan untuk mengetahui peran bakteri pada infeksi streptococcosis pada ikan nila. Konfirmasi taksonomis hingga level spesies isolat bakteri S. agalactiae dilakukan dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR dengan menggunakan primer spesifik. Uji patogenisitas dilakukan terhadap 6 isolat yang terdiri atas 5 isolat S. agalactiae (N3M, N4M, N14G, N17O, NK1 dan 1 isolat S. iniae (N2O. Hasil penapisan menunjukkan bahwa bakteri S. agalactiae (N4M memiliki nilai LD50 terkecil, dan nilai terbesar dimiliki oleh bakteri S. iniae (N2O. Isolat bakteri N4M digunakan sebagai sumber antigen dalam pembuatan vaksin anti streptococcosis. Vaksin disiapkan dalam bentuk sel utuh dan diinaktivasi dengan formalin, pemanasan, dan sonikasi. Nilai titer antibodi dan sintasan tertinggi diperoleh pada kelompok ikan yang divaksin dengan formalin killed vaccine dibandingkan dengan teknik inaktivasi lainnya (heat killed vaccine dan sonicated vaccine.

  9. PEMANFAATAN MINYAK BUAH MERAH, Pandanus conoideus Lam DAN CAROPHYLL PINK DALAM RANSUM PAKAN YUWANA IKAN KAKAP MERAH, Lutjanus sebae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Aslianti

    2016-11-01

    Full Text Available Ikan kakap merah, Lutjanus sebae termasuk komoditas budidaya yang banyak diminati konsumen. Kualitas benih untuk pembesaran selain ditentukan dari ukuran dan performansi fisik, juga berdasarkan warna ikan. Dalam penelitian ini telah dilakukan 4 perlakuan pakan yang diperkaya dengan Minyak Buah Merah (MBM dan Carophyll Pink (CP yaitu: (A 10 mL MBM/kg pakan; (B 10 mL MBM+1,4 g CP/kg pakan; (C 1,4 g CP/kg pakan, dan (D Kontrol. Hewan uji adalah yuwana kakap merah dengan rata-rata panjang dan bobot tubuh awal 11,32±0,76 cm dan 37,56±7,22 g. Ikan ditempatkan dalam bak fiber kapasitas 5 m3 dengan kepadatan 200 ekor/bak dan diberi pakan 2 kali sehari secara ad libitum serta dipelihara selama 2 bulan dengan pergantian air 200%-300%/hari. Kualitas yuwana diamati pada akhir penelitian melalui pengukuran panjang dan bobot tubuh, sedangkan performansi warna diamati dengan kamera digital dan dianalisis secara diskriptif menggunakan Microsoft Adobe Photoshop 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBM dan CP dapat dimanfaatkan dalam ransum pakan guna meningkatkan pertumbuhan dan performansi warna yuwana kakap merah. Pakan yang mengandung 10 mL MBM+1,4 g CP menghasilkan sintasan 94%, kenaikan pertumbuhan panjang dan bobot mutlak 58,92% dan 281%, konversi pakan 0,82 serta performansi yuwana berwarna merah cerah dengan nilai persentase rata-rata sebesar 89,58%±0,07%. Red emperor snapper, Lutjanus sebae is one of high demanded cultured fishes. The quality of seeds does not only depend on size and performance of fish, but also depends on fish color. A feeding experiment was conducted during two-months period by adding red fruit oil (RFO and carophyll pink (CP to every kilogram of pellet fed as the treatment i.e. (A 10 mL RFO/kg feed; (B 10 mL RFO+1.4 g CP/kg feed; (C 1.4 g CP /kg feed and (D Control. Two hundred seeds with initial total length of 11.32±0.76 cm and 37.56±7.22 g of body weight were stocked in a fiber glass tank of 5 m3. Feeding frequency was

  10. ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI DAN POLA PERTUMBUHAN IKAN UCENG (Nemacheilus fasciatus DALAM PEMELIHARAAN DI AKUARIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vitas Atmadi Prakoso

    2017-12-01

    Full Text Available Ikan uceng (Nemacheilus fasciatus merupakan salah satu spesies ikan air tawar di Indonesia dengan nilai ekonomi cukup tinggi yang ketersediaannya masih mengandalkan penangkapan di alam, sehingga diperlukan upaya domestikasi untuk menjaga kelestariannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengamati biologi reproduksi dan pola pertumbuhan ikan uceng di lingkungan buatan (akuarium. Ikan uceng hasil tangkapan alam dari Sungai Progo, Temanggung, Jawa Tengah (panjang total 5,55 ± 0,53 cm; bobot 2,49 ± 0,24 g diadaptasikan selama 12 bulan di akuarium (40 cm × 30 cm × 30 cm dengan sistem air mengalir yang dilengkapi dengan aerator. Ikan uceng diberi Tubifex, hingga sampai akhirnya dapat beradaptasi dengan pakan komersial. Pakan komersial yang diberikan yaitu sebesar 3% per hari dari biomassa tubuh dengan frekuensi dua kali sehari. Data biologi reproduksi diperoleh melalui koleksi data panjang total, bobot badan, bobot gonad, fekunditas, diameter telur, dan indeks kematangan gonad. Data pola pertumbuhan diperoleh dengan koleksi data panjang, bobot, dan sintasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk betina yang gonadnya berkembang mempunyai warna bintik hitam yang jelas, sebaliknya induk jantan warna bintik hitam memudar. Indeks kematangan gonad (IKG yang diamati pada ikan uceng setelah 12 bulan pemeliharaan yaitu berkisar antara 0,007-0,027 pada jantan dan 0,13-0,25 pada betina. Kisaran diameter telur yang diamati yaitu berkisar antara 0,61-0,68 mm, dengan fekunditas 680-4.198 butir. Sedangkan pola pertumbuhannya menunjukkan bahwa ikan uceng betina dan jantan memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif (b= 2,739 pada betina; b= 2,895 pada jantan. Nilai faktor kondisi Fulton (K pada ikan uceng yang diamati yaitu 0,44-1,07 (rata-rata ± SD: 0,70 ± 0,11 pada betina dan 0,37-0,72 (rata-rata ± SD: 0,60 ± 0,06 pada jantan. Dari pengamatan ini ditemukan bahwa proses perkembangan kematangan gonad ikan uceng di akuarium lebih lambat dibandingkan

  11. EFEKTIVITAS METODE TRANSFEKSI DALAM TRANSFER GEN PADA ZIGOT IKAN CUPANG ALAM (WILD BETTA, Betta imbellis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anjang Bangun Prasetio

    2013-08-01

    dan 3:1 dengan jumlah ulangan masing-masing sebanyak enam kali. Sebagai kontrol, ditambahkan juga perlakuan non transfeksi (non transgenik yaitu tanpa penyisipan gen GFP maupun RFP. Pengamatan dilakukan sejak perkembangan zigot mulai dari penghitungan derajat penetasan (HR dan sintasan larva (SR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan transfeksi tidak memperlihatkan pola yang jelas dari setiap perlakuan, namun secara umum tidak berbeda signifikan dengan kontrol non transgenik. PCR pada embrio dan larva menunjukkan hasil positif di mana DNA teramplifikasi pada ukuran sekitar 0,6 kb untuk beberapa ulangan. Dari hasil yang diperoleh ini dapat ditarik kesimpulan bahwa metode transfeksi efektif digunakan untuk transfer gen ikan cupang alam, wild betta (Betta imbellis.

  12. PERANAN LEMAK PAKAN DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN EMBRIO, DERAJAT PENETASAN TELUR, DAN SINTASAN LARVA IKAN BAUNG (Mystus nemurus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ningrum Suhenda

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar (BRPBAT, Bogor dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kadar lemak pakan yang berbeda terhadap perkembangan embrio, derajat pembuahan, penetasan telur, dan sintasan larva ikan baung. Pakan yang digunakan berupa pakan buatan yang mengandung lemak dengan kadar yang berbeda yaitu 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12% dengan sumber lemak yang dipergunakan adalah campuran minyak ikan dan minyak nabati dengan perbandingan 1:1. Bobot rata-rata induk ikan baung pada awal percobaan 420,89±72,10 g/ekor dan dipelihara di dalam kolam beton. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati yaitu derajat penetasan, perkembangan embrio, dan sintasan larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemak pakan merupakan faktor penting yang erat hubungannya dengan perkembangan embrio yang terlihat mulai dari pembuahan sampai dengan penetasan yaitu berkisar antara 25 jam 5 menit sampai 26 jam 37 menit. Stadia morula, blastula, dan gastrula terjadi relatif lebih cepat pada induk yang diberi pakan dengan kadar lemak 8%, akan tetapi induk yang diberi pakan dengan kadar lemak 6%, telur yang dihasilkan lebih cepat menetas. Perlakuan kadar lemak 6% dan 8% memperoleh derajat pembuahan di atas 98%, derajat penetasan telur di atas 95%, dan sintasan larva di atas 99%. Selanjutnya pakan ini cukup untuk mendukung terjadinya proses perkembangan embrio secara sempurna dan mendukung sintasan larva. Fish feed should contain sufficient amount of lipid and fatty acid because these elements play eminent roles in supporting reproduction and survival rate of larvae. Fatty acid in egg mass has an important role in fish breeding technology development because it influences the early development of embryogenesis and development of embryo. The research was conducted at the Research Institute for Freshwater Aquaculture, Bogor aimed to study the effect of different

  13. POTENSI “IKAN MURAI AIR TAWAR” (Gymnothorax polyuranodon SEBAGAI IKAN HIAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Musa

    2011-12-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi sumberdaya alam hayati termasuk di dalamnya ikan-ikan air tawar, payau, dan laut yang prospeknya dikembangkan sebagai komoditas yang bernilai ekonomi tinggi. Ikan murai air tawar (Gymnothorax polyuranodon merupakan salah satu spesies ikan yang sebarannya cukup luas di Indonesia. Dalam siklus hidupnya ikan murai ini hidup di air tawar, payau dan laut. Corak warna coklat kekuningan dengan bintik hitam bulat yang tidak teratur pada kepala seperti pita-pita yang warnanya memanjang yang lengkap serta bentuknya yang mirip ular menyebabkan ikan murai ini juga dijadikan ikan hias. Tiga kali koleksi ikan murai di alam telah dilakukan di Sungai Lasusua, Sulawesi Tenggara pada September 2008, Oktober, dan November 2009.

  14. EFEKTIVITAS ANTIBIOTIKA DAN VAKSIN DALAM PENANGGULANGAN PENYAKIT STREPTOCOCCOSIS PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hambali Supriyadi

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui antibiotik yang efektif untuk pengobatan penyakit streptococcosis, serta mendapatkan cara pencegahan penyakit secara biologis yaitu melalui penggunaan vaksin telah dilakukan di Laboratorium Riset kesehatan Ikan Pasar Minggu. Tiga jenis antibiotika yaitu Neomycin, Oxytetracyclin, dan Enrofloxacin diuji efektivitasnya terhadap 4 isolat bakteri Streptococcus iniae yaitu Y2N7, Y2N9, GM2.4, dan S1N8 melalui uji zona hambatan dan konsentrasi hambat minimum (MIC. Uji imunogenitas diuji dengan cara pembuatan vaksin dari isolat yang digunakan yang kemudian dievaluasi level titer antibodi yang diproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enrofloxacin merupakan antibiotik yang efektif terhadap semua isolat yang diuji, sedangkan neomycin efektif hanya untuk isolat Y2N7. Isolat GM2.4 relatif memiliki sifat immunogenitas lebih baik dibanding dengan isolat uji lainnya. Research with the aims to evaluate the effectiveness of several antibiotics against 4 (four streptococcus iniae isolates, and evaluation of immunogecity of those isolate to be used for disease control (vaccine have been conducted at Fish Health Research Laboratory Pasar Minggu. The effectiveness of three antibiotics namely Neomycin, Oxytetracyclin, and Enrofloxacin have been tested against 4 (four isolates Y2N7, Y2N9, GM2.4, and S1N8. The immunogenicity of those isolates were also tested by developing vaccine and evaluated through the production of antibody titer level. The results indicated that enrofloxacin was effective against all isolates tested, meanwhile neomycin only effective against isolate Y2N7. Isolate of GM2.4 was relatively immunogenic as compared to the other isolates.

  15. PENGENDALIAN LIMBAH AMONIA BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN SISTEM HETEROTROFIK MENUJU SISTEM AKUAKULTUR NIR-LIMBAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Gunadi

    2008-12-01

    Full Text Available Limbah amonia dari budidaya ikan yang dibuang langsung ke perairan sekitarnya merupakan sumber pencemaran yang perlu mendapat perhatian. Potensi pasokan amonia ke dalam air budidaya ikan adalah sebesar 75% dari kadar nitrogen dalam pakan. Pengubahan nitrogen dalam sistem akuakultur yang berperan dalam pengurangan kandungan amonia terdiri atas tiga proses yakni proses fotoautotrofik oleh alga, proses bakterial autotrofik yang mengubah amonia menjadi nitrat, dan proses bakterial heterotrofik yang mengubah amonia langsung menjadi biomassa mikroba. Proses mikrobial seperti tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas air dan mengurangi beban cemaran limbah budidaya ikan ke perairan sekitarnya. Pada prinsipnya kandungan amonia di dalam air kolam dirangsang untuk berubah menjadi alga atau bakteri. Penelitian penerapan sistem heterotrofik untuk mengurangi beban limbah budidaya ikan lele (Clarias gariepinus telah dilaksanakan di Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar, Sukamandi. Air pemeliharaan ikan lele dialirkan ke ruang pemeliharaan ikan nila. Pemberian pakan hanya diberikan kepada ikan lele. Kandungan amonia yang ada dipacu untuk diubah menjadi biomassa bakteri dengan memberikan pasokan karbon berupa molases yang merupakan hasil samping pabrik gula. Hasil yang diperoleh setelah pengamatan selama 7 minggu menunjukkan bahwa kadar amonia dapat dipertahankan di bawah 0,1 mg/L NH3/L, produksi biomassa bakteri dalam bentuk padatan volatil total (total volatile solids, TVS mencapai 85,5 mg/L dan pertumbuhan ikan nila mencapai 30,53%. Sistem heterotrofik mempunyai peluang untuk diterapkan dalam pemanfaatan limbah amonia pada pemeliharaan ikan lele. Namun demikian, masih diperlukan kajian lebih lanjut dalam rangka optimalisasi keragaan sistem heterotrofik dalam mendukung sistem akuakultur nir-limbah (zero-waste aquaculture. Waste from fish farm which is directly discharged to the sorounding water is a potential source of

  16. ABNORMALITAS MORFOLOGIS BENIH IKAN LELE AFRIKA (Clarias gariepinus STRAIN MUTIARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Iswanto

    2015-12-01

    Full Text Available Ikan lele Mutiara merupakan strain baru ikan lele Afrika (Clarias gariepinus hasil pemuliaan yang memiliki keunggulan-keunggulan karakteristik budidaya, terutama pertumbuhan. Selain karakteristik budidayanya, karakteristik morfologis ikan lele Mutiara juga perlu dieksplorasi. Salah satu aspek morfologi yang perlu dieksplorasi tersebut adalah abnormalitas morfologis benihnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui abnormalitas morfologis benih ikan lele Mutiara dibandingkan dengan benih strain-strain ikan lele Afrika lain yang digunakan dalam kegiatan budidaya di Indonesia, yakni ikan lele Sangkuriang, Dumbo, Sukhoi, Burma, Paiton, Phyton dan Masamo. Karakteristik yang diamati adalah abnormalitas bentuk morfologis (deformitas dan fluktuasi asimetri sirip dada dan sirip perut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat deformitas (4,00% dan fluktuasi asimetri (sirip dada 0,14 dan sirip perut 0,02 benih ikan lele Mutiara lebih rendah daripada benih-benih ikan lele Sangkuriang, Dumbo, Sukhoi, Burma, Paiton, Phyton dan Masamo (deformitas berkisar 6,00-42,00%, fluktuasi asimetri sirip dada berkisar 0,30-0,68 dan sirip perut berkisar 0,12-0,62. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bentuk morfologis benih ikan lele Mutiara lebih normal daripada benih-benih ikan lele Sangkuriang, Dumbo, Sukhoi, Burma, Paiton, Phyton dan Masamo. Hal tersebut mengindikasikan bahwa mutu dan keragaman genetis ikan lele Mutiara lebih tinggi daripada strain-strain ikan lele Afrika lain yang digunakan dalam kegiatan budidaya di Indonesia tersebut.

  17. KONSUMSI IKAN LAUT KADAR MERCURY DALAM RAMBUT DAN KESEHATAN NELAYAN DI PANTAI KENJERAN SURABAYA (Sea Fish Consumption, Degree of Mercury Content in Hair, and Fisherman Health at Surabaya Kenjeran Beach, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarmaji Sudarmaji

    2004-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Pantai Kenjeran di Surabaya mempunyai banyak fungsi baik sebagai tempat rekreasi, perikanan serta tempat pembuangan limbah dari kota Surabaya. Studi sebelumnya telah menjelaskan bahwa pantai Kenjeran telah tercemar khususnya Hg. Polutan ini telah diindikasikan terdapat dalam ikan yang dikonsumsi masyarakat sekitar. Penelitian ini mengkaji dampak mengkonsumsi ikan dari Kenjeran kaitannya dengan kesehatan masyarakat yang menkonsumsi ikan. Peneliltian ini rnengambil sample 70 orang yang mengkonsumsi ikan dan 45 orang sebagai kontrol grup. Dalarn penelitian ini rambut responden diambil dan dikaji dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS. Penelitian ini menghasilkan bahwa responden yang mengkonsumsi ikan sebanyak rata-rata 99,11 gram/hari mempunyai kadar Hg dalam rambutnya sebesar 0.511 ppb. Penelitian ini mengindikasikan gejala-gejala penyakit yang terjadi pada mereka yang rnengkonsumsi ikan antara lain ginjal, pusing-pusing, tumor, pendarahan gusi, dan gangguan penglihatan. Penelitian ini rnenyimpulkan adanya korelasi yang signifikan antara responden yang mengkonsumsi ikan yang tercemar dengan kadar Hg dalam rambutnya.   ABSTRACT Surabaya Kenjeran Beach, as a part of Eastern coastal area at East Java, functions as a sea recreation place and fishing. The condition of Surabaya Kenderan Beach is polluted by Hg as observed by previous researchers. They suggested that water, sediment, and fish from Kenjeran beach were already contaminated by Hg at dangerous level. Fisherman communities is one of the group which have a risk of getting affected by methyl Hg, because they usually consume fish from sea. This research is to study the relationship between consumption of sea fish and degree of Hg in fisherman’s hair, to measure the average degree of Hg in their hair and then to compare it with limit value. It is also studying the health disorder that likely appears as a result of Hg poisoning. This research took place at Kenjeran district

  18. PENGGUNAAN EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis) SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN HISTAMIN PADA IKAN SEBELUM DIOLAH

    OpenAIRE

    Endang Sri Heruwati; Farida Ariyani; Radestya Triwibowo; Novalia Rachmawati; Irma Hermana

    2009-01-01

    Penelitian penggunaan ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) sebagai penghambat pembentukan histamin pada ikan telah dilakukan. Ikan, terutama dari jenis skombroid, sangat rentan mengalami kerusakan karena terjadinya perubahan asam amino histidin yang terkandung dalam ikan menjadi senyawa histamin yang bersifat alergen, yang dikatalisasi oleh enzim histamin dekarboksilase (HDC). Teh hijau diketahui mengandung polifenol berupa senyawa epigalokatekingalat (EGCG) yang merupakan penghambat enzim H...

  19. Perancangan Mesin Fish Dryer Menggunakan Tenaga Angin Untuk Mempercepat Proses Pengeringan Ikan

    OpenAIRE

    Waluyo, Ahmad Edi; Najib, M. Imha Ainun; Mutiasari, Erna; Inayah, Miftahul; Fiati, Rina

    2017-01-01

    Ikan merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat dalam dan bahkan luar negeri. Namun, ikan cepat membusuk karena adanya bakteri dan enzyme jika dibiarkan begitu saja tanpa proses pengawetan.salah satu cara yang digunakan untuk proses pengawetan ikan adalah dengan pengeringan dengan memanfaatkan energi matahari, hal tersebut kurang efektif karena waktu pengeringan yang lama, sangat bergantung pada cuaca dan ikan kurang higienis karena banyak bakteri yang menempel pada waktu penge...

  20. IKAN GABUS (Channa striata MANFAAT PENGEMBANGAN DAN ALTERNATIF TEKNIK BUDIDAYANYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurbakti Listyanto

    2009-06-01

    Full Text Available Ikan gabus (Channa striata merupakan jenis ikan yang bernilai ekonomis. Di Indonesia penyebarannya antara lain di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Spesies ini memiliki rasa yang khas, tekstur daging tebal dan putih sehingga harganya pun cukup mahal baik dalam bentuk segar maupun kering (ikan asin. Selain itu, memiliki kandungan albumin yang diperlukan tubuh manusia dalam mengatasi berbagai penyakit terutama yang disebabkan berkurangnya jumlah protein darah. Ikan ini termasuk salah satu jenis ikan karnivora air tawar dikarenakan sifatnya yang gemar memangsa ikan-ikan kecil sebagai pakannya. Walaupun memiliki potensi strategis, serta kegunaan yang luas dalam industri pangan maupun farmasi, namun di Indonesia masih belum banyak dibudidayakan karena belum dikuasai teknik budidayanya. Pemeliharaan bersama ikan mujair di kolam, penggunaan campuran pakan buatan kaya nutrisi, serta pemanfaatan tanaman air dalam proses pemijahan merupakan alternatif budidaya yang perlu dikembangkan.

  1. Pengaruh Aerasi dan Sumber Nutrien terhadap Kemampuan Alga Filum Chlorophyta dalam Menyerap Karbon (Carbon Sink untuk Mengurangi Emisi CO2 di Kawasan Perkotaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lancur Setoaji

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian terkait mitigasi pemanasan global, khususnya dalam penyerapan karbon dioksida (CO2, menjadi fokus utama di kalangan ilmuwan dunia. Secara alamiah, karbon dioksida dapat diserap oleh tumbuhan hijau, laut, karbonasi batuan kapur, dan alga. Pigmen hijau dalam alga atau klorofil dapat menyerap karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Alga memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga cocok digunakan sebagai carbon sink. Penelitian terkait carbon sink ini bertujuan untuk menentukan kemampuan rata-rata serapan CO2 oleh alga di kawasan perkotaan dan menentukan pengaruh aerasi dan variasi sumber N terhadap pertumbuhan dan perkembangan alga. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan reaktor dengan proses batch. Sampel alga yang digunakan didapatkan dari hasil pengembangbiakan yang bersumber dari perairan di kawasan perkotaan. Penelitian ini menggunakan dua variabel uji, yaitu aerasi dan sumber nutrien. Jumlah karbon dioksida yang diserap didapatkan dari perbandingan stoikiometri pada reaksi fotosintesis.  Berdasarkan perbandingan stoikiometri tersebut diketahui bahwa 1 gram sel alga yang terbentuk sebanding dengan 1,92 gram CO2 yang diserap. Dari hasil penelitian, alga dengan penambahan pupuk urea dapat menyerap 4,87 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,84 mg CO2/hari dengan aerasi. Sedangkan alga dengan penambahan pupuk NPK dapat menyerap 3,61 mg CO2/hari dalam kondisi tanpa aerasi atau 3,01 mg CO2/hari dengan aerasi.

  2. KERAGAMAN FENOTIPE TRUSS MORFOMETRIK DAN GENOTIPE IKAN GABUS (Channa striata) DARI JAWA BARAT, SUMATERA SELATAN, DAN KALIMANTAN TENGAH

    OpenAIRE

    Irin Iriana Kusmini; Vitas Atmadi Prakoso; Kusdiarti Kusdiarti

    2015-01-01

    Ikan gabus di Indonesia awalnya hanya terdapat di Barat garis Wallace (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan) yang kemudian diintroduksi ke Indonesia bagian Timur. Ikan gabus termasuk ke dalam deretan ikan air tawar sebagai sumber daya genetik untuk menunjang diversifikasi usaha budidaya. Guna menyukseskan program diversifikasi tersebut, maka perlu diketahui keragaman genetik ikan gabus dari Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah agar dapat direkomendasikan sebagai dasar pemuliaan. Tuju...

  3. STRUKTUR TINGKAT TROFIK KOMUNITAS IKAN DI WADUK WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khoirul Fatah

    2015-12-01

    Full Text Available Waduk Wadas lintang memiliki potensi perikanan yang cukup besar baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Kegiatan penangkapan ikan di waduk Wadaslintang saat ini sudah cukup tinggi, yang akan berdampak langsung pada struktur komunitas ikan yang menyebabkan pergeseran pola hubungan antara pemangsa,mangsa atau pesaing pada berbagai tingkat trofik. Tujuan penelitian ini untukmengetahui pola hubungan antar kelompok ikan berdasarkan tingkat trofik dari tingkat trofik terendah sampai kepada ikan karnivor, sehingga diperoleh gambaran peran kelompok ikan dalam komunitas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April, Juni, September dan Nopember 2013 di perairan waduk Wadaslintang. Analisa data mencakup komposisi hasil tangkapan dan kebiasaan makan ikan serta tingkat trofik komunitas ikan. Analisis sidik ragam untuk mengetahui perbedaan antar tingkat trofik. Ikan contoh diperoleh dari nelayan dengan alat tangkap jaring, mulai dari ukuran 0,75 – 4,5 inchi. Hasil penelitian diketemukan sebanyak 15 jenis ikan yang didominasi oleh ikan nila dengan persentase berat mencapai 56,45%. Struktur komunitas ikan di perairan waduk Wadaslintang tersusun atas tiga kelompok tingkat trofik yaitu ikan patin, nila, tawes dan nilem mempunyai jenjang trofik terendah (3,5. Kelompok ikan pada tingkat trofik rendah 3.5. Fish group on trophic level < 2.5 levels is very important group in supporting good community structure in Wadaslintang reservoir as a way to sustainability of populaion oh the other groups with higher trophic level.

  4. Morfometrik lima species ikan yang dominan tertangkap di Danau Aneuk Laot, Kota Sabang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Auliyanisa Khayra

    2016-08-01

    Full Text Available Abstract. The objective of the present study was to analyze the morphometric variationsof five predominant fish species caught in Lake Aneuk Laot, Sabang City,Weh Island.The study was conducted in December 2015 to January 2016. The survey method was used in this study. The fish target were Nile tilapia (Oreochromis niloticus, tilapia (O. mossambicus, snakeskin gourami (Trichopodus pectoralis, giant gourami (Osphronemus goramy and snakehead (Channa striata. The fish samples were catched using gillnets. The fish sample were analyzed for traditional and truss network morphometrics. The results showed that there is closed morphological relationship between Nile tilapia and tilapia, and between snakeskin gourami and giant gourami, while the snakehead fish was discriminated apart from the two previous groups. Keywords: Morphometric Nile tilapia, tilapia, snakeskin gourami, giant gourami, snakehead fish, Weh Island   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi morfologi ikan hasil tangkapan dominan di Danau Aneuk Laot Kota Sabang dengan menggunakan teknik traditional dan truss morphometric. Penelitian dilakukan pada Desember 2015 sampai Januari 2016. Ikan sampel terdiri dari ikan nila (Oreochromis niloticus, ikan mujair (O. mossambicus, ikan sepat siam (Trichopodus pectoralis, ikan gurami (Osphronemus gorami dan ikan gabus (Channa striata. Ikan sampel diperoleh dengan menggunakan alat tangkap jaring. Sebanyak 12 karakter traditional morphometric and 14 karakter truss dianalisis dalam penelitian ini.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga kelompok ikan, kelompok pertama ikan nila dan ikan mujair, kedua ikan ini kemiripan yang tinggi; kelompok kedua adalah ikan sepat siam dan ikan gurami, kelompok ketiga adalah ikan gabus yang memiliki kemiripan yang jauh dengan kedua kelompok ikan sebelumnya. Kata kunci: Morfometrik, Nila, mujair, sepat siam, gurami, gabus, Pulau Weh

  5. PENGGUNAAN PAKAN BERBASIS BUNGKIL KOPRA PADA PEMBESARAN IKAN BANDENG DI TAMBAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2016-04-01

    diberi pakan komersil. Sementara retensi lemak tertinggi terjadi pada ikan yang diberi pakan PK, diikuti berturut-turut yang diberi pakan BK-65 dan BK-55. Pakan berbasis bungkil kopra layak digunakan sebagai pakan alternatif dalam pembesaran ikan bandeng tradisional (+ di tambak.

  6. BIOLOGI REPRODUKSI DAN DUGAAN PEMIJAHAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger brachysoma DI PANTAI UTARA JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarso Suwarso

    2016-02-01

    Full Text Available Sumberdaya ikan kembung (Rastrelliger brachysoma merupakan ikan ekonomis penting, umumnya hidup di perairan pantai (zona neritic dan menjadi komoditi utama bagi perikanan rakyat di perairan utara Jawa. Jenis ini ditangkap secara intensif menggunakan pukat cincin mini dan populasinya akhir-akhir ini semakin menurun. Kondisi tersebut sangat rawan apalagi stok yang dieksploitasi berasal dari unit stok sama. Penelitian ikan kembung dilakukan berdasarkan pengambilan contoh biologi di beberapa tempat pendaratan ikan (Jakarta, Indramayu, Blanakan dan Tegal untuk memperoleh karakter biologi reproduksi dan dugaan pemijahan ikan kembung di pantai utara Jawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan November 2010. Rata-rata ukuran ikan yang tertangkap di Teluk Jakarta lebih besar dibanding perairan Blanakan dan Indramayu. Ikan betina yang tertangkap umumnya belum matang gonad. Ikan dengan kondisi matang gonad (TKG IV sekitar 7% dari keseluruhan contoh betina. Ikan dalam kondisi matang dengan ukuran gonadmaksimumdan telur transparent/ translucent sekitar 2% dan kondisi mijah (spent sebanyak 5%. Ikan betina mencapai kematangan pertama (length-at-first-maturity, Lm pada ukuran 16,4 cmFL. Ikan betina matang (fullymature female ditandai dengan berat gonad 24 gram dengan jumlah telur (batch fecundity sekitar 5.930 butir. Berdasarkan fluktuasi GSI musim pemijahan diduga berlangsung mulai bulan Oktober, khususnya perairan di Teluk Jakarta.

  7. KERAGAMAN FENOTIPE TRUSS MORFOMETRIK DAN GENOTIPE IKAN GABUS (Channa striata DARI JAWA BARAT, SUMATERA SELATAN, DAN KALIMANTAN TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irin Iriana Kusmini

    2015-12-01

    Full Text Available Ikan gabus di Indonesia awalnya hanya terdapat di Barat garis Wallace (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan yang kemudian diintroduksi ke Indonesia bagian Timur. Ikan gabus termasuk ke dalam deretan ikan air tawar sebagai sumber daya genetik untuk menunjang diversifikasi usaha budidaya. Guna menyukseskan program diversifikasi tersebut, maka perlu diketahui keragaman genetik ikan gabus dari Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah agar dapat direkomendasikan sebagai dasar pemuliaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keragaman dan kekerabatan antara populasi ikan gabus dari Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan tengah. Metode penelitian dilakukan dengan analisis fenotipe terhadap 16 ekor ikan sampel dari masing-masing daerah tersebut, sedangkan untuk analisis keragaman genotipe masing-masing digunakan 10 ekor ikan dari setiap daerah. Analisis tersebut dilakukan melalui truss morfometrik dan RAPD dengan primer OPA-10, OPA-11, dan OPA-15. Hasil penelitian menunjukkan keragaman berdasarkan truss morfometrik dan hasil PCR ikan gabus asal Sumatera Selatan lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Tengah dan Jawa Barat. Kekerabatan ikan gabus Kalimantan Tengah lebih dekat dengan ikan gabus Sumatera Selatan dibandingkan dengan ikan gabus Jawa Barat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi untuk pertimbangan dalam program pemuliaan.

  8. PEMANFAATAN BUBUK DAUN SIRIH (Piper betle L. UNTUK MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN IKAN NILA GIFT (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamsah Hamsah

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas bubuk daun sirih yang dicampur dalam pakan (pelet untuk meningkatkan status kesehatan ikan nila Gift dengan mengukur nilai hematokrit dan jumlah leukosit. Pengukuran nilai hematokrit dan jumlah leukosit darah ikan nila Gift dilakukan setelah ikan uji diberi pakan yang telah dicampur bubuk daun sirih (0,2 g/100 g pakan; 0,3 g/100 g pakan; 0,4 g/100 g pakan selama 4 minggu masa pemeliharaan. Sedang ikan kontrol selama masa pemeliharaan diberi pakan pelet yang tidak dicampur bubuk daun sirih. Nilai hematokrit dan jumlah leukosit ikan nila Gift diukur setiap minggu dengan cara mengambil darah pada bagian vena caudal (ekor ikan uji. Pengambilan darah dilakukan dengan menggunakan jarum suntik steril yang berukuran 26G, yang terlebih dahulu dibasahi Na-Sitrat 3,8% sebagai antikoagulan. Selanjutnya, darah yang telah diambil ditampung dalam tabung eppendorf yang juga telah dibasahi Na-Sitrat, kemudian dipreparasi lalu diukur nilai hematokrit dan jumlah leukositnya. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai hematokrit ikan nila Gift yang diberi pakan yang dicampur bubuk daun sirih mengalami peningkatan berkisar dari 17% (minggu I menjadi 28,66% (minggu IV, jumlah leukositnya meningkat dari 28,243 sel/mm3 (minggu I menjadi 32,813 sel/mm3 (minggu IV. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan bubuk daun sirih dalam pakan mampu meningkatkan status kesehatan ikan nila Gift

  9. Aplikasi Pengenalan Ikan Hias Predator Air Tawar Menggunakan Teknologi Augmented Reality Berbasis Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jimmy Moedjahedy

    2017-07-01

    Full Text Available Penggemar dan komunitas hobi ikan hias predator di Manado makin berkembang dan orang yang ingin membelinya pun semakin bertambah. Berdasarkan pengamatan peneliti dibeberapa toko yang menjual ikan hias, pengenalan tentang ikan hias predator masih sangat kurang bahkan ditempat penjualan masih ada yang belum memiliki katalog tentang jenis ikan hias predator. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti membuat aplikasi pengenalan ikan hias predator dengan menggunakan teknologi augmented reality berbasia android dimana pengguna dapat memanfaatkan smartphone mereka untuk melihat jenis dan info tentang ikan hias yang akan mereka beli dengan jelas dan atraktif. Metode rekayasa perangkat lunak yang digunakan adalah metode spiral karena metode ini menawarkan pendekatan yang lebih baik untuk membuat suatu program dengan cepat dan bertahap. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi android yang dapat menunjukan 9 jenis ikan hias predator dalam bentuk 3D yang dapat dilihat dari 4 sisi dan 6 jenis ikan lainnya dalam bentuk gambar serta informasi tertulis tentang ikan yang akan dipelihara.   Kata kunci : Augemented Reality, 3D, Android

  10. PENGGUNAAN EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN HISTAMIN PADA IKAN SEBELUM DIOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Sri Heruwati

    2009-12-01

    Full Text Available Penelitian penggunaan ekstrak teh hijau (Camellia sinensis sebagai penghambat pembentukan histamin pada ikan telah dilakukan. Ikan, terutama dari jenis skombroid, sangat rentan mengalami kerusakan karena terjadinya perubahan asam amino histidin yang terkandung dalam ikan menjadi senyawa histamin yang bersifat alergen, yang dikatalisasi oleh enzim histamin dekarboksilase (HDC. Teh hijau diketahui mengandung polifenol berupa senyawa epigalokatekingalat (EGCG yang merupakan penghambat enzim HDC, sehingga dekarboksilasi histidin menjadi histamin dapat dicegah. Perendaman ikan tongkol dalarn ekstrak teh hijau pada konsentrasi 0, 2, dan 4% dilakukan selama 30 menit, diikuti dengan pernindangan dalam larutan gararn 15% selama 30 menit diteruskan dengan penyimpanan ikan pindang pada suhu kamar. Pengambilan sampel dilakukan setiap hari selarna 4 hari penyimpanan untuk diamati perubahan mutu kimiawi (TVB dan kadar histarnin, mikrobiologi JPC dan bakteri pembentuk histamin, serta organoleptik (kenampakan, bau, tekstur, lendir, rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang direndam dalam ekstrak teh 4% mempunyai kadar histamin 21,3 ppm, jauh lebih rendah dibandingkan dengan ikan yang direndam dalam ekstrak teh 2% dan 0% yang masing-masing mencapai 64,4 pprn dan 101,4 ppm. Penghambatan pembentukan histamin oleh ekstrak teh hijau masih terjadi selama penyimpanan, yang terlihat dari rendahnya jumlah bakteri pembentuk histarnin dan kadar histamin dibandingkan dengan kontrol. Pada penyimpanan hari ke-3, penghambatan pembentukan histamin oleh ekstrak teh hijau tidak efektif, kemungkinan karena terlalu tingginya jurnlah bakteri pembentuk histamin, yaitu mencapai 108 cfu/g.

  11. PERSIAPAN DAN PENYUSUNAN BAHAN BAKU LOKAL UNTUK FORMULASI PAKAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaruddin Kamaruddin

    2008-12-01

    Full Text Available Usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung masih mengandalkan pasok pakan alami berupa ikan rucah yang dapat mencapai 60%--70% dari total biaya produksi. Karena itu perlu pengadaan pakan buatan yang memenuhi persyaratan kebutuhan nutrisi bagi pembesaran ikan, baik makro maupun mikro nutrien diperlukan sebagai informasi dasar dalam upaya pengembangan pakan buatan. Terdapat banyak bahan baku lokal yang sangat potensial dijadikan bahan baku pakan, seperti: ikan rucah, rebon, kepala udang (limbah cold storage, tepung darah (limbah pemotongan hewan, dan tepung DOC (limbah penetasan ayam. Dari beberapa bahan baku tersebut telah dianalisis kandungan nutrisinya dan telah dilakukan uji kecernaan masing-masing bahan menunjukkan bahwa bahan tersebut dapat mensubstitusi bahan baku impor tepung ikan sebagai sumber protein hewani. Selain bahan hewani, juga telah dilakukan analisis kandungan nutrisi bahan nabati lokal, seperti pemanfaatan bungkil kelapa sawit, bungkil kopra, dan dedak halus. Untuk menghasilkan pakan yang berkualitas, maka semua bahan harus dalam bentuk tepung yang halus, serta mempunyai keseimbangan antara protein, lemak, dan energi serta suplemen vitamin dan mineral.

  12. PERFORMA REPRODUKSI IKAN LELE MUTIARA (Clarias gariepinus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Iswanto

    2016-12-01

    Full Text Available Ikan lele Mutiara merupakan salah satu strain ikan lele Afrika (Clarias gariepinus yang memiliki keunggulan performa pertumbuhan, efisiensi pakan, keseragaman ukuran, serta ketahanan terhadap penyakit dan lingkungan. Pengggunaan benih ikan lele Mutiara dalam kegiatan budidaya dapat menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi, sehingga permintaan benihnya semakin meningkat. Jumlah dan kualitas benih yang dihasilkan ditentukan oleh karakteristik reproduksi induknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa reproduksi ikan lele Mutiara, antara lain umur awal matang gonad, indeks gonadosomatik dan ovisomatik, fekunditas, derajat fertilisasi, derajat penetasan, dan waktu rematurasi. Penentuan umur awal matang gonad dilakukan melalui pembedahan calon induk ikan lele Mutiara sejak berumur empat bulan. Pengamatan indeks gonadosomatik dan ovisomatik, fekunditas, derajat fertilisasi, derajat penetasan, dan waktu rematurasi dilakukan terhadap induk ikan lele Mutiara berumur 10 bulan yang digunakan dalam proses pemijahan alami dan buatan. Calon induk dan induk ikan lele Mutiara yang digunakan pada penelitian ini dipelihara dalam kolam tanah dan diberi pakan buatan komersial dengan kadar protein 30% untuk calon induk dan 35% untuk induk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan lele Mutiara mulai matang gonad pada umur lima bulan. Induk jantan ikan lele Mutiara yang matang gonad memiliki indeks gonadosomatik sebesar 0,22%-1,47%; sedangkan indeks ovisomatik induk betina berkisar 10,30%-21,33%; dengan fekunditas berkisar 72.700-165.900 butir/kg bobot induk (rata-rata 102.400 ± 25.000 butir/kg bobot induk. Pemijahan buatan induk ikan lele Mutiara menghasilkan derajat fertilisasi berkisar 76,53%-99,22% (rata-rata 91,48 ± 5,38% dan derajat penetasan berkisar 64,93%-91,96% (rata-rata 80,45 ± 6,28%. Waktu rematurasi induk jantan ikan lele Mutiara sekitar dua minggu, sedangkan pada induk betina selama 1,5 bulan. Mutiara is one of several strains

  13. Algae

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Raven, John A.; Giordano, Mario

    2014-01-01

    Roč. 24, č. 13 (2014), s. 590-595 ISSN 0960-9822 Institutional support: RVO:61388971 Keywords : algae * life cycle * evolution Subject RIV: EE - Microbiology, Virology Impact factor: 9.571, year: 2014

  14. UJI FISIK PAKAN IKAN YANG MENGGUNAKAN BINDER TEPUNG GAPLEK PHYSICAL TEST OF FISH FEED USING CASSAVA FLOUR BINDER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Siswani Mulia

    2017-03-01

    Full Text Available Pakan ikan dibuat selain memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya, juga secara fisik harus kompak dan stabil di dalam air. Kelemahan yang sering terjadi, sebagian besar kandungan nutrisi sudah terpenuhi tetapi pakan mudah tenggelam di dalam air dan cepat terurai sebelum semuanya dimakan ikan. Langkah strategis adalah menambahkan binder (bahan perekat dalam pembuatan pakan ikan agar bahan pakan tercampur dengan baik, kompak, serta memiliki daya apung yang baik pula. Salah satu bahan yang berpotensi sebagai binder pakan ikan adalah tepung gaplek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji uji fisik pakan ikan yang menggunakan binder tepung gaplek. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, yaitu P0 : pakan komersial (kontrol; P1 : pakan dengan binder tepung gaplek 5 %; P2 : pakan dengan binder tepung gaplek 7,5 %; dan P3 : pakan dengan binder tepung gaplek 10%. Bahan baku pakan adalah tepung bulu ayam yang difermentasi dengan Bacillus licheniformis B2560, ampas tahu yang difermentasi dengan Aspergillus niger, dan tepung ikan rucah. Parameter yang diamati adalah uji fisik pakan ikan meliputi daya apung, tingkat kekerasan, tingkat homogenitas, dan kecepatan pecah pakan ikan serta sebagai data pendukung adalah kadar protein dan kadar air pakan ikan. Parameter uji fisik pakan ikan dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA dan Duncan Multiple Range Test (DMRT dengan taraf uji 5%, sedangkan data kadar protein dan kadar air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian binder tepung gaplek berpengaruh nyata terhadap hasil uji fisik pakan ikan. Perlakuan dengan binder tepung gaplek dengan konsentrasi 10% memiliki kualitas pakan yang paling baik dan mampu menyamai kualitas pakan komersial. Kadar protein yang dihasilkan pakan uji dapat memenuhi kriteria kebutuhan nutrisi pakan yang berkualitas, yaitu

  15. DAN IDENTIFIKASI PATOGEN POTENSIAL YANG MENGINFEKSI IKAN RAINBOW (Melanotaenia sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lili Sholichah

    2014-03-01

    Full Text Available Pemeliharaan ikan rainbow (Melanotaenia sp. di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias selalu terjadi kematian secara bertahap mulai calon induk hingga proses pemijahan. Hal ini terjadi berulang kali sehingga ketersediaan induk Melanotaenia sp. sangat terancam. Ikan ini berasal dari Papua yang diperoleh mengandalkan penangkapan di alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginventarisir dan mengidentifikasi berbagai patogen (parasit, jamur, bakteri potensial yang menginfeksi ikan rainbow yang dipelihara di dalam akuarium berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm dengan sistem aliran air stagnan. Tiga jenis rainbow yang dipelihara yaitu: rainbow Sungai Salawati, asal Sungai Sawiat, dan asal Danau Kurumoi. Setiap ikan masing-masing berjumlah 100 ekor dipelihara di akuarium dengan penambahan batu karang dan tanpa penambahan karang (kontrol ke dalam akuarium. Ikan diberi pakan sekenyangnya berupa jentik nyamuk dan cacing rambut beku setiap pagi dan sore hari. Sampling dilakukan secara random sebulan sekali dan secara unrandom setiap ada kejadian ikan sakit. Gejala klinis ikan yang sakit sebagai berikut: ikan berenang di permukaan dan menggosok-gosokkan badan di dinding akuarium, nafsu makan berkurang, gerakan berputar-putar, warna memudar menjadi putih, penekanan warna hitam pada sirip punggung dan perut meningkat, pendarahan pada perut, lendir berlebihan dan sangat berbau, serta sisik berdiri/terbuka. Diagnosa dan deteksi penyakit awal berupa pengamatan parasit baik ektoparasit maupun endoparasit, pengamatan dan isolasi jamur pada media selektif jamur, dan isolasi bakteri dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis patogen yang menginfeksi ketiga jenis ikan rainbow. Selanjutnya dilakukan uji histologi dan analisa DNA beberapa patogen. Hasil pengamatan diperoleh patogen berupa parasit (Ichthyophthirius sp., Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., dan Trichodina sp. dan bakteri (Aeromonas hydrophila, Acinetobacter sp

  16. DNA BARCODING IKAN HIAS INTRODUKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melta Rini Fahmi

    2017-05-01

    Full Text Available Identifikasi spesies menjadi tantangan dalam pengelolaan ikan hias introduksi baik untuk tujuan budidaya maupun konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi molekuler ikan hias introduksi yang beredar di pembudidaya dan pasar ikan hias Indonesia dengan menggunakan barcode DNA gen COI. Sampel ikan diperoleh dari pembudidaya dan importir ikan hias di kawasan Bandung dan Jakarta. Total DNA diekstraksi dari jaringan sirip ekor dengan menggunakan metode kolom. Amplifikasi gen target dilakukan dengan menggunakan primer FishF1, FishF2, FishR1, dan FishR2. Hasil pembacaan untai DNA disejajarkan dengan sekuen yang terdapat pada genbank melalui program BLAST. Identifikasi dilakukan melalui kekerabatan pohon filogenetik dan presentasi indeks kesamaan dengan sekuen genbank. Hasil identifikasi menunjukkan sampel yang diuji terbagi menjadi lima grup, yaitu: Synodontis terdiri atas lima spesies, Corydoras: empat spesies, Phseudoplatystoma: tiga spesies, Botia: tiga spesies, dan Leporinus: tiga spesies dengan nilai boostrap 99-100. Indeks kesamaan sekuen menunjukkan sebanyak 11 spesies memiliki indeks kesamaan 99%-100% dengan data genbank yaitu Synodontis decorus, Synodontis eupterus, Synodontis greshoffi, Botia kubotai, Botia lohachata, Rasbora erythromicron, Corydoras aeneus, Gyrinocheilus aymonieri, Eigenmannia virescens, Leporinus affinis, Phractocephalus hemioliopterus. Dua spesies teridentifikasi sebagai hasil hibridisasi (kawin silang yaitu Leopard catfish (100% identik dengan Pseudoplatystoma faciatum dan Synodontis leopard (100% identik dengan Synodontis notatus. Hasil analisis nukleotida penciri diperoleh tujuh nukleotida untuk Synodontis decora, 10 nukleotida untuk Synodontis tanganyicae, 13 nukleotida untuk Synodontis euterus, empat nukleotida untuk Synodontis notatus, dan 14 untuk Synodontis grashoffi. Kejelasan identifikasi spesies ikan menjadi kunci utama dalam budidaya, perdagangan, manajemen, konservasi, dan pengembangan

  17. PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS FILTER UNTUK PEMELIHARAAN IKAN HIAS AIR TAWAR DI AKUARIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Priono

    2012-12-01

    Full Text Available Akuarium merupakan salah satu wadah untuk pemeliharaan ikan hias baik tawar maupun laut, betapapun indahnya ikan hias apabila tidak ditunjang dengan penampilan, aksesoris, dan dekorasi yang memadai, maka nilai keindahan akan berkurang. Penggunaan filter untuk mendukung salah satu sintasan ikan hias sangat penting. Terdapat banyak jenis-jenis filter yang dapat digunakan di dalam akuarium, dengan bentuk, desain, ukuran, dan harga yang bermacam-macam pula. Namun demikian, fungsi utama filter sebernarnya adalah untuk (1 menghilangkan atau mengangkat kotoran atau sisa kotoran dari air, (2 mengangkat atau menghilangkan bahan kimia dari air yang membuat air menjadi berwarna (warna coklat/keruh atau bahan yang tak dikehendaki, dan (3 menghilangkan kotoran ikan dan menguraikan produk atau zat yang beracun menjadi tak beracun untuk ikan.

  18. DIFERENSIASI KELAMIN TIGA GENOTIPE IKAN NILA YANG DIBERI BAHAN AROMATASE INHIBITOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Ariyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Penggunaan hormon sintetik 17 a-metiltestosterone untuk sex reversal ikan konsumsi sudah dilarang. Salah satu bahan yang terbukti efektif dalam sex reversal adalah bahan aromatase inhibitor. Bahan ini dapat digunakan dalam proses pembalikan kelamin karena menghambat sekresi enzim aromatase yang bertanggung jawab dalam konversi hormon androgen menjadi estrogen. Tingginya kadar androgen dalam tubuh akan mengarahkan proses diferensiasi kelamin ke arah kelamin jantan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian bahan aromatase inhibitor terhadap diferensiasi kelamin tiga genotipe ikan nila. Bahan utama yang digunakan adalah larva ikan nila genotipe XX, XY, dan YY yang diberi bahan aromatase inhibitor, khususnya imidazole. Penambahan hormon sintetik 17a-metiltestosterone digunakan sebagai kontrol (+. Pemberian imidazole dilakukan melalui pakan pada larva ikan nila yang berumur 7 hari setelah menetas, selama 28 hari. Selanjutnya benih dipelihara dalam hapa pendederan selama 60 hari di kolam tanah. Pada akhir pendederan dilakukan identifikasi jenis kelamin, bobot individu rata-rata, dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imidazole efektif meningkatkan rasio kelamin jantan pada ikan nila genotipe XX dan YY, tetapi tidak pada genotipe XY. Sampai akhir tahap pendederan, semua genotipe dan perlakuan yang berbeda tidak memberikan efek yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan maupun nilai sintasan, kecuali pada genotipe YY

  19. HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN DENGAN KEBERADAAN GEN TAHAN PENYAKIT MAJOR HISTOCOMPATIBILITY COMPLEX (MHC PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erma Primanita Hayuningtyas

    2016-04-01

    Full Text Available Wabah penyakit koi herpes virus (KHV di Indonesia yang terjadi sejak tahun 2002 merupakan salah satu faktor yang memicu kemerosotan produksi ikan mas budidaya. Pembentukan strain unggul ikan mas tahan KHV dapat menjadi solusi bagi permasalahan tersebut. Pemilihan genotip ikan mas tahan KHV dengan marka molekuler gen major histocompatibility complex class II (MHC-II, khususnya pada alel Cyca DAB 1*05 akan membantu dalam kegiatan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan gen MHC-II pada populasi dasar G0 ikan mas strain Rajadanu dan hubungannya dengan pertumbuhan (bobot. Metode deteksi keberadaan gen MHC-II pada dua kelompok ikan dengan ukuran berbeda dilakukan dengan teknik PCR. Hubungan antara pertumbuhan ikan mas dengan persentase kemunculan gen MHC-II dianalisis dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences, sehingga diperoleh korelasi di antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pertumbuhan dengan persentase keberadaan gen MHC-II berkorelasi negatif dengan nilai R = -0,742. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin cepat pertumbuhan populasi ikan mas maka semakin sedikit persentase individu yang mempunyai gen MHC-II pada setiap populasi ikan mas. Sehingga populasi ikan mas yang pertumbuhannya lambat memiliki tingkat persentase positif MHC-II lebih tinggi (85,71%-100% dibandingkan populasi ikan mas yang pertumbuhannya cepat (42,86%-85,71%.

  20. Studi Identifikasi Kandungan Formalin pada Ikan Pindang di Pasar Tradisional dan Modern Kota Semarang

    OpenAIRE

    Sitiopan Telaumbanua, Henny Putri

    2012-01-01

    Ikan pindang adalah salah satu jenis makanan olahan yang dikonsumsi masyarakat dan harus segera dijual karena daya tahan yang terbatas dan akan cepat membusuk. Penggunaan formalin sebagai pengawet ternyata telah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, dengan cara menggunakan formalin tersebut sebagai bahan pengawet dalam industri makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan formalin pada ikan pindang yang dijual di pasar tradisional dan modern Kota S...

  1. Keragaman ikan di perairan ekosistem mangrove Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat, Sumatera Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diandra Putri

    2017-08-01

    Full Text Available Mangrove areas of Jaring Halus village have the potential of fish resources. Fish found in mangrove ecosystems, both settled and just transit to spawning and nursery will increase biodiversity in these ecosystems. This study aims to determine the diversity of fish species found in the waters of the mangrove areas of Jaring Halus village Langkat District. Sampling was done 3 times in December 2016 - January 2017 with an interval of 2 weeks for a period of two months. Fish samples obtained by using nets to catch fish (Fixed Gill Net that is attached to the stake. Total fish species were obtained as many as 19 species of fish belonging to the 8 orders, 14 families, and 16 genera. Fish from Family Mugilidae and Ambassidae and Gobiidae always found in every station and at every time of data collection. In station 1 found 12 species, station 2 found 10 species and station 3 found nine types. The first sampling was obtained 11 species of fish, the second sampling found 15 species of fish. In the third sampling found 14 species of fish. The fish was dominated seriding fish (A. buruensis of family Ambassidae, anchovy spikes (S. heterolobus of family Engraulidae, and mullets (V. Engeli of family Mugilidae and Mudskipper (P. Kaloko of family Gobiidae Kawasan perairan mangrove Desa Jaring Halus memiliki potensi sumberdaya ikan. Ikan yang terdapat pada ekosistem mangrove, baik yang menetap atau hanya transit untuk melakukan pemijahan serta memelihara anakannya akan menambah keanekaragaman hayati pada ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis ikan yang terdapat pada perairan kawasan mangrove. Sampling dilakukan sebanyak 3 kali yakni pada bulan Desember 2016 – Januari 2017 dengan interval kurun waktu 2 minggu selama 2 bulan. Sampel ikan diperoleh dengan cara menangkap menggunakan jaring ikan (Fixed Gill Net yang ditancapkan dengan pancang. Total jenis ikan yang diperoleh sebanyak 19 jenis ikan yang termasuk ke dalam 8 ordo

  2. SURVAI POTENSI, DISTRIBUSI SUMBER DAYA, DAN USAHA IKAN HIAS AIR TAWAR DI BEBERAPA SENTRA PRODUKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudhy Gustiano

    2008-06-01

    Full Text Available Budidaya ikan hias di Indonesia sampai saat ini masih mengalami kendala baik dalam hal pemeliharaan maupun pemasarannya. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu adanya evaluasi secara berkesinambungan dan pemecahan masalahmasalah yang ada. Dengan demikian komoditas ikan hias dapat lebih ikut berperan dalam pemulihan perekonomian nasional. Dalam rangka mendukung langkah-langkah pencapaian sasaran tersebut sangat diperlukan riset yang mendukung untuk potensi, distribusi sampai dengan sentra produksi di berbagai provinsi di Indonesia. Berdasarkan survai yang dilakukan, kegiatan budidaya ikan hias masih terkonsentrasi di kota-kota besar dan didominasi tangkapan dari alam.

  3. PENGARUH MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PEMANFAATAN BIOFLOK UNTUK PERTUMBUHAN IKAN BANDENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2011-12-01

    Full Text Available Upaya konversi limbah budidaya ikan menjadi bioflok mulai banyak dilakukan oleh pembudidaya untuk memperbaiki kualitas air dan menekan biaya pakan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan bioflok sebagai makanan ikan bandeng melalui pengaturan dosis pemberian pakan. Perlakuan yang dicobakan adalah ikan uji dipelihara dengan: (A bioflok tanpa diberi pemberian pakan buatan, (B bioflok + pakan buatan sebanyak 2,5% per hari, (C bioflok + pakan buatan sebanyak 5% perhari, (D pemberian pakan buatan sebanyak 5%/hari tanpa bioflok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan bandeng ukuran awal rata-rata 1,6 g yang hanya diberi bioflok dapat tumbuh dengan laju pertumbuhan 1,82%/hari, namun laju pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan yang diberi pakan buatan 5%/hari yaitu 2,01%/hari. Tanpa memperhitungkan jumlah pemberian molase, ikan yang diberi pakan buatan sebanyak 2,5%/hari dalam media bioflok, dapat meningkatkan efisiensi pakan sebanyak 58,5% dan efisiensi pemanfaatan protein sebanyak 59,2%. Kandungan TAN, nitrit dan oksigen terlarut dalam media budidaya cukup baik bagi pertumbuhan ikan bandeng.

  4. PRIMITIVISME IKAN POLYPTERUS SEBAGAI WARISAN MANUSIA MODERN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Media Fitri Isma Nugraha

    2010-12-01

    Full Text Available Tinjauan ini mensintesa historis dan diversitas ikan purba Polypterus yang berasal dari Afrika sebagai komoditi budidaya ikan hias. Sejarah evolusinya sangat unik, muncul sejak pertengahan Miocen (10 juta tahun, hubungan parentalnya berada pada posisi transisional sister-takson antara Teleostei dan Tetrapoda. Primitivismenya menyisakan divergensi momental sains hampir satu abad dalam determinasi dimorfisme seksualnya. Bersifat nokturnal, tahan terhadap kondisi habitat ekstrim tetapi mudah dibudidayakan. Polypterus jantan memiliki sirip anal tebal dan condong ke hipural konjungsi sirip ekor. Seekor betina mampu bertelur 100–300 butir dan menetas kurang dari 3 hari. Benih Polypterus sudah dapat beradaptasi dengan pakan tambahan sekitar 10 hari pasca menetas, dan dalam perkembangan gonad jantan dan betina akan terbentuk sempurna setelah berumur 10 bulan. Fosil hidup Polypterus telah menjadi warisan dunia, adopsi dan asuhan penggemarnya tersebar ke-5 benua, dapat dilaporkan bahwa harga per ekor dipatok variatif antara US$40–US$70. Kegemaran kita membudidayakannya, berarti telah menyelamatkan populasi ikan ini agar terhindar dari kepunahan. Atas dasar konsesi dan semangat terhadap warisan spesies dunia itu, BRBIH Depok telah mengoleksi dan sukses memproduksi satu sub spesies, satu varian intergenetik-albino dari populasi Polypterus senegalus senegalus dan 3 spesies intragenerik lainnya.

  5. POTENSI MAGGOT UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN STATUS KESEHATAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melta Rini Fahmi

    2016-11-01

    Full Text Available Penggunaan maggot sebagai pakan alternatif ikan telah dikaji di Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar (LRBIHAT, Depok. Maggot merupakan larva serangga black soldier (Hermetia illusence yang dapat mengkonversi material organik menjadi biomassanya. Salah satu keunggulan maggot adalah dapat diproduksi dalam berbagai ukuran, sesuai dengan kebutuhan. Penyimpanan maggot pada suhu rendah dapat menghambat pertumbuhan dan mempertahankan kehidupannya. Produksi maggot pada ukuran kecil dimulai dari penyediaan telur, penetasan, dan pembesaran dalam media PKM (Palm Kernel Meal atau bungkil kelapa sawit, pemanenan dan penyimpanan dalam suhu rendah. Nilai nutrisi maggot pada umur 6-7 hari adalah protein: 60,2%; lemak: 13,3%; abu: 7,7%; karbohidrat: 18,8%. Percobaan pemanfaatan maggot sebagai suplemen pakan diujikan terhadap ikan Balashark (Balantiocheilus melanopterus Bleeker ukuran 2,0 ± 0,2 g. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa pemberian maggot memberikan pertumbuhan dan sintasan yang lebih baik. Dampak penambahan maggot pada ikan terlihat signifikan terhadap gambaran darah ikan yang menunjukkan daya tahan tubuh ikan yang lebih baik. Maggot utilization as fish feed alternative has been studied at Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar (LRBIHAT, Depok. Maggot is an insect larvae of black soldier (Hermetia illusence that can convert organic material to its body biomass. One of the advantages in maggot culture is that it can be produced in different sizes according to fish requirement. Keeping maggot at low temperature can delay its growth while keeping it alive. Production of small size maggot starts from eggs preparation, hatching, and rearing in media of PKM (Palm Kernel Meal or coconut oil cake of palm, cropping and then keeping it in low temperature. Nutritional value of maggot at the age of 6-7 days is as follows: protein, 60.2%, fat; 13.3%, ash; 7.7%, carbohydrate; 18.8%. Trial feeding using maggot as feed supplement was done on Balashark

  6. PERTUMBUHAN DAN VARIASI GENETIK IKAN BANDENG, Chanos chanos DARI PROVINSI ACEH, BALI, DAN GORONTALO, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sari Budi Moria Sembiring

    2018-01-01

    Full Text Available Ikan bandeng, Chanos chanos merupakan salah satu ikan ekonomis penting di Asia. Sejak tahun 1995, di Indonesia sebagian besar benih bandeng diproduksi dari hatchery sekitar Dusun Gondol, Bali Utara baik untuk pasar domestik maupun perdagangan internasional. Dalam rangka meningkatkan kualitas benih, perlu dilakukan perbaikan induk secara genetik menggunakan populasi yang unggul. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan data laju pertumbuhan dan variasi genetik induk ikan bandeng yang berasal dari lokasi perairan Aceh, Bali, dan Gorontalo. Pertumbuhan ikan bandeng diamati melalui pengukuran panjang dan bobot benih hingga ukuran 500 g (calon induk, serta variasi genetik diamati menggunakan metode RFLP DNA. Benih dan calon induk masing-masing dianalisis sebanyak 15 ekor. Hasil pengamatan pertumbuhan ikan bandeng mulai dari benih hingga menjadi calon induk, menunjukkan bahwa ikan bandeng dari Aceh dan Bali mempunyai pertumbuhan panjang dan bobot yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ikan bandeng dari Gorontalo, walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (P0.05 were observed among the populations. The genetic analysis showed five haplotypes composite from four restriction enzymes i.e., Mbo I, Hae III, Hha I, and Nla IV at on cytochrome-b sequen. The average number of restriction site was 1-3 haplotypes. Aceh and Bali populations have lower genetic variations (0.080 and 0.000 compared to Gorontalo (0.115.

  7. Pengaruh Pencucian terhadap Sifat Fungsional Daging Lumat Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryanti Suryanti

    2011-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencucian terhadap sifat fungsional daging lumat ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus. Ikan patin siam hidup diperoleh dari kolam ikan di Parung, Bogor. Ikan diberok selama 24 jam, kemudian ikan dimatikan dengan perendaman dalam air es selama ± 20 menit. Daging dipisahkan dari tulang dan kulit hingga diperoleh filet daging. Filet dicuci dan dilumatkan dengan mincer. Daging lumat yang diperoleh dicuci satu sampai tiga kali dalam air pada s uhu 4–5oC dengan rasio 1:5 (w/v, kemudian dilanjutkan dengan penyaringan dan pengepresan. Sebagai kontrol adalah daging lumat yang dipress tanpa melalui pencucian dan penyaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencucian satu kali menghasilkan sifat fungsional terbaik dalam hal water holding capacity41,98%, sifat emulsi (aktivitas emulsi 0,37 dan stabilitas emulsi 48,37%, serta kekuatan gel 1364 g cm. Komposisi proksimat daging lumat dengan pencucian satu kali menghasilkan kadar air 81,21%, protein 87,25% (bk, abu 1,63% (bk, dan lemak 10,29% (bk.

  8. Pengaruh Cara Kematian Dan Tahapan Penurunan Kesegaran Ikan Terhadap Kualitas Pasta Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)

    OpenAIRE

    Wibowo, Imam Restu; Darmanto, YS; Anggo, Apri Dwi

    2014-01-01

    Kualitas produk hasil perikanan dipengaruhi oleh kesegaran ikan. Pengolahan merupakan salah satu cara untuk mempertahankan daya awet dan juga meningkatkan nilai ekonomis ikan. Pasta ikan merupakan salah satu alternatif penganekaragaman produk berbasis produk gel. Pasta ikan merupakan makanan yang berasal dari bahan baku lumatan daging ikan yang ditambahkan dengan tepung, garam dan berbagai jenis sayuran. Cara kematian ikan dan tahapan penurunan kesegaran ikan dapat mempengaruhi kualitas produ...

  9. Penggunaan Ekstrak Bahan Alami Untuk Menghambat Infestasi Lalat Selama Penjemuran Ikan Jambal Asin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2007-11-01

    Full Text Available lkan jambal asin adalah ikan asin kering yang dibuat dengan cara memfermentasikan ikan dalam garam sebelum penjemuran. Untuk mengurangi infestasi lalat selama penjemuran pada pengolahan ikan jambal asin, penelitian penggunaan ekstrak bahan alami sebagai insektisida telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Pada penelitian pendahuluan, bahan baku yang digunakan adalah ikan manyung (Arius thalassinus dan bahan alami yang diuji adalah ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss dan daun picung (Pangium edule Reinw masing‑masing dengan konsentrasi 2,5; 7,5; 10,0; 12,5 % (b/v, serta ekstrak bawang putih (Allium sativum dengan konsentrasi 1,5; 3,0; 4,5; 6,0; 7,5 % (b/v. lkan yang telah difermentasi dalam garam direndam dalarn ekstrak bahan alami selama 30 detik, kemudian dilakukan penjemuran sehingga menjadi ikan jambal asin. Selama penjemuran dan penyimpanan dilakukan pengamatan tingkat infestasi lalat, larva dan pupa. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih merupakan bahan yang paling efektif untuk menghambat infestasi lalat sehingga dipilih untuk digunakan pada penelitian utama. Pada penelitian utama, bahan baku yang digunakan adalah ikan patin (Pangasius hypophthalmus. lkan patin yang telah difermentasi direndam dalam ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 3, 6 dan 9% (b/v dengan waktu perendaman 0, 5, 10, dan 15 menit. Pengamatan dilakukan terhadap tingkat infestasi lalat dan karakteristik organoleptik produk ikan jambal asin. Hasil penelitian utama menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yang memberikan tingkat infestasi lalat terkecil dan dapat diterima panelis adalah perendaman dalarn ekstrak bawang putih 9% selama 10 menit.

  10. DISKRIMINASI KELAMIN PADA IKAN TUNA SIRIP KUNING, Yellowfin tuna MENGGUNAKAN ANALISIS DOT BLOT DAN ELISA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ngurah Permana

    2014-08-01

    Full Text Available Pemahaman tentang penentuan jenis kelamin dalam populasi induk merupakan hal yang sangat penting bagi keberhasilan program pembenihan. Pengukuran reaksi antibodi dan aktivitas hormon testosterone, serta estradiol adalah metode dengan potensi yang secara akurat dapat menentukan jenis kelamin ikan tanpa mematikan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akurasi metode dot blot dan ELISA dengan 11-ketotestorsterone (11-KT yang tersedia secara komersial EIA-kit untuk membedakan jenis kelamin ikan tuna sirip kuning. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode dot blot menghasilkan ekspresi vitelogenin tampak jelas pada individu betina dan efek plasma terlihat transparan, jika dibandingkan dengan individu jantan. Interpretasi dari metode ini memerlukan pengalaman dan keahlian dalam akurasi pembacaan hasil. Aktivitas hormon 11-KT dengan sampel klip sirip dan plasma memberikan hasil yang baik dengan aktivitas hormon terlihat jelas.

  11. Pemurnian Minyak Ikan Patin dari Hasil Samping Pengasapan Ikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rodiah Nurbayasari

    2017-05-01

    Full Text Available Isi perut merupakan hasil samping pengasapan ikan patin (Pangasius hypophthalmus yang jumlahnya mencapai 5-6%/hari dari jumlah ikan yang diasap. Jumlah hasil samping yang besar tersebut apabila tidak diolah dapat mencemari lingkungan. Masyarakat pengolah di Kabupaten Kampar, Riau telah mengekstraksi isi perut tersebut menjadi minyak ikan kasar dengan produksi 110 L/hari. Untuk itu diperlukan teknologi pemurnian yang dapat meningkatkan nilai ekonomi minyak ikan kasar yang ada. Penelitian ini bertujuan melakukan pemurnian minyak kasar hasil samping pengasapan ikan patin dengan menggunakan empat metode pemurnian. Masing-masing metode pemurnian tersebut memiliki perbedaan seperti konsentrasi bentonit, waktu dan suhu proses, konsentrasi NaOH pada proses netralisasi, dan penggunaan asam sitrat atau natrium klorida pada proses degumming. Bahan penelitian yang digunakan adalah dua jenis minyak ikan patin kasar yaitu hasil ekstraksi isi perut ikan patin dengan pengukusan dan hasil ekstraksi dengan pemanasan. Sebelum dan setelah dimurnikan, minyak ikan dianalisis bilangan asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan iodin, warna, dan profil asam lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada minyak ikan hasil ekstraksi dengan pengukusan yang dimurnikan menggunakan metode I, terjadi penurunan nilai asam lemak bebas sebesar 50,79%; peroksida sebesar 23,75%; dan peningkatan angka iodin 20,99%. Sedangkan pada minyak ikan hasil ekstraksi dengan pemanasan yang telah dimurnikan menggunakan metode II terjadi penurunan nilai asam lemak bebas sebesar 50,30%; peroksida 49,77%; dan peningkatan angka iodin 30,92% Pemurnian minyak ikan patin terbaik dihasilkan dari minyak hasil ekstraksi dengan pengukusan yang dimurnikan dengan metode I dan minyak hasil ekstraksi dengan pemanasan yang dimurnikan dengan metode II karena telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh International Association of Fish Meal Manufactures, International Fish Oil Standard, dan standar

  12. TERNYATA IKAN NILA, Oreochromis niloticus MEMPUNYAI POTENSI YANG BESAR UNTUK DIKEMBANGKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyono Eko Wardoyo

    2007-06-01

    Full Text Available Ikan ini menjadi sangat populer setelah pertama kali diintroduksikan ke Indonesia pada tahun 1969 dari Taiwan. Ikan ini dikenal karena mudah berkembangbiak, pertumbuhannya cepat, anaknya banyak, ukuran badan relatif besar, tahan penyakit, sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan, relatif murah harganya, dan enak dagingnya. Keunggulan ikan ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya produksi budi daya ikan ini di Indonesia dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2002. Daerah yang terbanyak menghasilkan ikan nila yang dibesarkan pada sistem kolam dan KJA adaIah Provinsi Jawa Barat. Pembudi daya umumnya sangat percaya keberhasilan usaha budi daya ikan nila karena produktivitasnya yang tinggi, dalam hal lingkungan mempunyai sifat yang tahan (resistant, dalam hal pakan secara alami adalah plankton feeder yang cenderung omnivorous, sehingga rantai makanannya pendek, dan dalam hal mutu genetik mempunyai sifat cepat per-tumbuhannya, apalagi dengan sistem monoseks jantan. Ikan ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Potensi lahan budi daya di perairan umum di Indonesia seluas 141.690 ha baru dimanfaatkan sekitar 45,5% (64.469 ha yang penyebarannya terkonsentrasi di beberapa daerah saja. Di air payau ikan nila sangat berpotensi untuk dikembangkan di tambak-tambak udang intensif yang banyak ditelantarkan. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya menyatakan potensi nasional tambak sebesar 1 juta ha, pemanfaatannya baru 35% atau seluas 350.000 ha. Di air laut berdasarkan beberapa literatur pembesaran ikan nila merah masih bisa dilakukan. Lahan potensial budi daya di air Iaut diperkirakan mencapai 1,9 juta ha. Masalah-masalah yang masih ada seperti penyebaran tingkat pemanfaatan perairan umum, pemanfaatan Culture Based Fisheries di Jawa, dan pemodal besar yang hanya bertujuan mencari keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa mem-pedulikan lingkungannya harus dipecahkan. Selain itu perlu peningkatan penyediaan dan distribusi fasilitas sarana produksi

  13. KAJIAN EFEK MULTIPLIER PRODUK UNGGULAN BERBASIS KLUSTER UKM PENGOLAHAN IKAN ASAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusmar Ardhi Hidayat

    2015-05-01

    Full Text Available The purpose of this research are to analyze scale of production of leading commodities and multiplier effect of cultivation and smoked fish in Wonosari, Bonang Demak. This research applies census method in collecting data from all business unit which identified as leading commodities in Wirosari Village, Bonang, Demak Regency. Regarding survey conducted, there are 18 catfish breeders and 49 smoked fish small business used as respondent. Primary data used in this research are rate of production in basis goods, land area, capital, raw materials, manpower, and income multiplier. To support empirical discussion, tools of analysis used in this research are descriptive statistics and income multiplier. Results of this research are primary commodities in Wonosari Village are smoked fish and fresh cat fish. Total production of smoked fish reaches 6.4 Ton each day for with type of smoked fish such as river cat fish, tongkol, sting-ray, cat fish, and other river fish. Meanwhile total production of catfish breeding reaches 105 Ton in first harvest after 2-3 months. Based on that number, smoked fish business promise higher profit than profits catfish breeding. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat produksi dan efek multiplier produk unggulan budidaya dan pengasapan ikan di Desa Wonosari, Bonang Kabupaten Demak. Penelitian mengunakan metode sensus dengan mencari data dari semua unit usaha yang merupakan produk unggulan di Desa Wirosari, Bonang Kecamatan Demak. Responden yang diperoleh sejumlah 18 pembudidaya ikan dan 49 usaha pengasapan ikan. Data primer yang akan digunakan yaitu data jumlah produksi komoditas unggulan, luas lahan, jumlah modal, bahan baku, tenaga kerja, dan multiplier pendapatan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif, dan indeks multiplier pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan Desa Wonosari Kecamatan Bonang Kabupaten Demak adalah Ikan Asap dan Budidaya Ikan Lele

  14. Pengaruh Cara Kematian Ikan Dan Tahapan Penurunan Kondisi Kesegaran Ikan Terhadap Kualitas Pasta Ikan Gurami (Osphronemous Gouramy)

    OpenAIRE

    Nugroho, Danuar Adi; Darmanto, YS; Romadhon, -

    2014-01-01

    Cara kematian ikan dapat mempengaruhi kualitas produk olahannya sehingga diperlukan bahan baku dengan tingkat kesegaran tertentu untuk menghasilkan bahan baku produk olahan yang baik. Salah satu produk olahan tersebut adalah pasta ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh cara kematian dan penurunan kesegaran ikan yang berbeda terhadap kualitas pasta ikan gurami (Osphronemus gouramy). Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian utama adalah eksperimental laboratories ...

  15. PERFORMA PERTUMBUHAN, KOEFISIEN VARIASI, DAN HETEROSIS HASIL PERSILANGAN IKAN PATIN (Pangasius sp. PADA TAHAP PENDEDERAN II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jadmiko Darmawan

    2017-05-01

    Full Text Available Hibridisasi merupakan salah satu teknik pemuliaan ikan dalam rangka mendapatkan varietas unggul sehingga mampu meningkatkan nilai produksi suatu komoditas ikan yang dibudidayakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi performa pertumbuhan, koefisien variasi, dan nilai heterosis dari hasil persilangan tiga spesies ikan patin sebagai tetua, yaitu patin siam (Pangasianodon hypophthalmus, patin jambal (Pangasius djambal, dan patin nasutus (Pangasius nasutus pada tahap pendederan II. Induk ikan patin siam dan patin jambal yang digunakan merupakan ikan yang sudah dirilis sebagai ikan budidaya, sedangkan induk ikan patin nasutus berasal dari perairan umum dan sedang dalam proses domestikasi sebagai ikan budidaya. Persilangan yang dibuat adalah: A f  patin jambal >0,05. Ikan patin SN memiliki performa yang lebih baik dari tetuanya dengan nilai heterosis bobot akhir, LPS bobot, panjang total, LPS panjang total, dan sintasan berturut-turut sebesar 110,87%; 19,78%; 36,14%, 36,09%; dan 15,04%; serta nilai koefisien variasi berkisar antara 0,00-11,08. Bobot akhir, panjang total dan sintasan ikan patin SJ juga lebih baik dari tetuanya dengan nilai heterosis berturut-turut sebesar 46,00%; 11,27%; dan 2,27%; namun untuk heterosis LPS bobot dan LPS panjang total bernilai negatif (-6,65% dan -1,01%, serta nilai koefisien variasi berkisar antara 0,00-12,75. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ikan patin hibrida SN berpotensi sebagai ikan budidaya dalam rangka peningkatan produksi ikan patin daging putih selain dari ikan patin hibrida  SJ (pasupati yang telah dirilis ke masyarakat. Hybridization is a fish breeding technique in order to obtain high yielding varieties as to increase the production value of a farmed fish. The purpose of this study was to evaluate the growth performance, the coefficient of variation and heterosis value of the result of crossing three species of catfish as a parent, which was striped catfish

  16. KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus JANTAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Iswanto

    2014-08-01

    Full Text Available Upaya pengembangan budidaya ikan patin jambal (Pangasius djambal dan ikan patin nasutus (P. nasutus sebagai komoditas ekspor ikan patin daging putih sulit direalisasikan, karena kematangan induk-induk betinanya sulit dicapai pada musim kemarau dan keterbatasan fekunditasnya, sehingga produksi massal benihnya terbatas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ikan patin daging putih adalah melalui program hibridisasi antara ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus betina dengan ikan patin jambal jantan (menghasilkan ikan patin hibrida siam x jambal dan atau dengan ikan patin nasutus jantan (menghasilkan ikan patin hibrida siam x nasutus. Potensi budidaya kedua ikan patin hibrida tersebut berkaitan dengan produksi massal benihnya merupakan hal yang penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi derajat fertilisasi, derajat penetasan, dan derajat deformitas larva kedua ikan patin hibrida tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat fertilisasi ikan patin hibrida siam x nasutus sama (P>0,05 dengan ikan patin siam, ikan patin hibrida siam x jambal dan ikan patin nasutus, sedangkan ikan patin jambal memiliki derajat fertilisasi yang lebih rendah tetapi tidak berbeda (P>0,05 dengan ikan patin nasutus dan ikan patin hibrida siam x jambal. Derajat penetasan ikan patin hibrida siam x nasutus adalah sama (P>0,05 dengan ikan patin siam dan ikan patin hibrida siam x jambal, dan lebih tinggi (P0,05; sedangkan pada ikan patin jambal dan ikan patin nasutus lebih tinggi (P<0,05. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa produktivitas (produksi massal benih kedua ikan patin hibrida tersebut tinggi dan sama dengan ikan patin siam, sehingga potensial untuk dikembangkan sebagai ikan budidaya.

  17. TINGKAT EFISIENSI PRODUKSI DAN PENDAPATAN PADA USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN SKALA KECIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Himawan Arif Sutanto

    2015-08-01

    Full Text Available The aim of this research was to measure the level of production efficiency and calculate the return and cost salted fish processing small scale in Pekalongan municipality. There are 20 business owners of small scale processing of salted fish were sampled with snowball sampling. Stochastic Frontier Analysis is used to measure the level of efficiency and descriptive statistics are used to calculate the ratio of return and cost. The results indicate that the level of efficiency of production of salted fish processing small scale in Pekalongan yet efficient so it is still possible to be improved. Factors that influence the production of salted fish in Pekalongan is availability of fish, labor, equipment or facilities, auxiliary materials and extensive effort. Salted fish processing businesses in Pekalongan small scale is still quite favorable, as indicated by the R/C value of 1.37 which indicates that the amount of revenue entrepreneurs of small-scale fish processing is still greater than the costs to be incurred in running the business.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi produksi dan menghitung rasio biaya dan pendapatan usaha pengolahan ikan asin skala kecil di kota pekalongan. Sampel dalam penelitian ini adalaah 20 pemilik usaha ikan asin dengan metode snowball sampling. Analisis frontier stokastik digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan metode deskriptif statistik digunakan untuk menghitung rasio biaya dan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usaha ikan asin skala kecil di kota pekalongan telah cukup efisien sehingga masih memungkinkan untuk ditingkatkan.  Faktor yang mempengaruhi efisiensi usaha ikan asin di kota pekalongan adalah ketersediaan bahan baku ikan, tenaga kerja, peralatan usaha, bahan penolong, dan luas usaha. Usaha pengolahan ikan asin di pekalongan masih menguntungkan, hal ini dapat terlihat dari nilau R/C sebesar 1,37 yang mengindikasikan keuntungan usaha masih lebih tinggi dibandingkan

  18. KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA BAKSO DARI DAGING LUMAT IKAN LAYARAN (Istiophorus orientalis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoko Poernomo

    2014-04-01

    Full Text Available Daging lumat biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan surimi, dan produk turunannya sepertibakso ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fi sika kimia gel daging lumat dan baksodari daging lumat ikan layaran serta membandingkan bakso hasil penelitian dengan bakso ikan komersial.Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu karakterisasi fi sika kimia dan organoleptikgel daging lumat danbaksonya. Gel daging lumat ikan memiliki karakteristik fi sik derajat putih;63,03%, daya ikat air56,44% dankekuatan gel 1469,45 gf. Kadar air 76,13%, abu 2,80%, protein 11,20%, lemak 0,80% dan karbohidrat 9,07%serta protein larut garam sebesar 4,66%, dan organoleptik sebagai berikut: uji lipat 5,uji gigit 7. Sementaraitu, bakso daging lumat ikan layaran memiliki karakteristik yaitu derajat putih, daya ikat air dan kekuatan gelsebesar 67,6%, 56,51% dan 755,65 gf serta uji lipat dan uji gigit yang bernilai 5 dan 7. Kadar air, abu, protein,lemak, karbohidrat, protein larut garam dan pH bernilai 71,18%, 1,39%, 8,37%, 1,19%,17,87%, 3,33% dan 5,82.

  19. PARAMETER POPULASI IKAN KADAH (VALAMUGIL SPEIGLERI SEBAGAI INDIKATOR PEMANFAATAN SUMBER DAYA PERAIRAN ESTUARIA DI PEMALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adrian Damora

    2016-03-01

    Full Text Available Kemungkinan intrusi air laut, perubahan musim, penurunan hasil pertambakan, abrasi air laut yang cukup parah dan rhob besar di Kabupaten Pemalang diperkirakan akan mengancam kelestarian ekosistem mangrove, termasuk ikan-ikan estuari diantaranya adalah ikan Kadah (Valamugil speigleri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan status populasi ikan Kadah di perairan estuaria Pemalang. Penelitian dilakukan pada bulan Juni–Nopember 2010. Sebanyak 753 ekor contoh ikan Kadah yang diambil secara acak dari berbagai alat tangkap di TPI Ketapang, Kabupaten Pemalang. Data yang diperoleh diolah dengan aplikasi model analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan Kadah bersifat allometrik negatif, dimana pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan beratnya. Rata-rata panjang ikan Kadah tertangkap adalah 14,48 cm. Laju pertumbuhan (K ikan Kadah 0,98/tahun dan panjang total maksimum (L∞ sebagai 21,53 cm. laju kematian total (Z ikan Kadah 5,56/tahun dan laju kematian alamiah (M 2,00/tahun, sementara laju kematian karena penangkapan (F 3,56/tahun, serta laju pengusahaan (E sekitar 0,64/tahun. Laju pengusahaan ikan Kadah sudah berada dalam keadaan jenuh (fully exploited yang menandakan intensitas pemanfaatan sumber daya perikanan estuaria yang tinggi.   Sustainability of Pemalang mangrove ecosystems and their estuarine fish such as, Speigler’s mullet (V. speigleri could be threaten by salt water intrusion, seasonal change, sea water abrasion and highest water tide. Therefore, a study aimed to identify the population status of Speigler’s mullet in Pemalang estuarine was conducted from June to Nopember 2010. Approximately 753 samples of Speigler’s mullet were collected from varieties of fishing gears at Ketapang fish landing area (site, Pemalang. The data were analyzed using the analytical model application. The results showed that Speigler’s mullet has a negative allometric growth indicating growth of fish length

  20. PARAMETER POPULASI IKAN BARAU (Hampala macrolepidota Kuhl & van Hasselt 1923 DI DANAU KERINCI, JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samuel Samuel

    2016-03-01

    Full Text Available Pengelolaan sumber daya ikan barau di Danau Kerinci, Jambi perlu dilakukan agar populasi ikan ini tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Untuk itu dilakukan penelitian selama periode April - Oktober 2013, dengan tujuan untuk mengevaluasi parameter pertumbuhan, mortalitas dan laju penangkapan ikan barau (Hampala macrolepidota. Parameter yang diperoleh dianalisis untuk dapat dijadikan bahan masukan dalam upaya pengelolaan ikan barau. Sampel ikan diperoleh dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan jaring dengan ukuran mata jaring dari 1,0 – 4,5 inci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ikan barau di Danau Kerinci didominasi ukuran panjang individu antara 22,5-27,5 cm dengan frekuensi 30,6%. Pola pertumbuhan ikan adalah isometrik. Panjang asimtotik (L∞=43 cm dan koefisien pertumbuhan (K=0,66 per tahun. Indeks performansi pertumbuhan (Φ'=3,086, laju mortalitas alami (M=1,15 per tahun, laju mortalitas penangkapan (F=0,78 per tahun, laju mortalitas total (Z=1,93 per tahun dan laju eksploitasi populasi ikan barau (E ada sebesar 0,40. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa tekanan penangkapan terhadap ikan barau relatif masih kecil sehingga upaya penangkapan ikan barau di Danau Kerinci, Jambi masih dapat ditingkatkan untuk meningkatkan pendapatan nelayan setempat. Management of hampala barb fish resources in Lake Kerinci, Jambi is necessary to ensure the fish populations remain sustainable and can be utilized in a sustainable manner. For the reason, research was conducted during the period of April-October, 2013, with the aims to evaluate the parameters of growth, mortality and the fishing rate of hampala barb (Hampala macrolepidota. Parameters obtained, were analyzed to be used as an input in the management of hampala barb fish. Fish samples were obtained from catches of fishermen using nets with mesh sizes of 1.0 to 4.5 inches. Results showed that the population of hampala barb fish in Lake Kerinci  were

  1. EVALUASI REPRODUKSI TIGA POPULASI IKAN PATIN SIAM Pangasionodon hypophthalmus PADA GENERASI KEDUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sularto Sularto

    2012-04-01

    Full Text Available Penelitian dilakukan untuk mengetahui keragaan trait reproduksi ikan patin siam generasi F-1. Ikan uji yang digunakan adalah tiga populasi patin siam hasil seleksi pada tahun 2004. Ikan dipelihara dalam jaring yang ditempatkan dalam kolam 6.000 m2 dengan kedalaman antara 1,25-1,5 m. Pakan berupa pelet komersial dengan kadar protein 28% diberikan sebanyak 2% bobot biomassa/hari. Parameter yang diamati adalah perkembangan gonad, fekunditas, fertilitas, dan daya tetas. Parameter pendukung adalah kualitas air dan tingkat curah hujan. Pengamatan perkembangan gonad dilakukan setiap bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan patin populasi Sukamandi mempunyai fekunditas tertinggi yaitu 201.319 butir/kg induk diikuti oleh populasi Jakarta 163.348 butir dan populasi Sukabumi 132.340 butir. Nilai indeks ovosomatik tertinggi terdapat pada populasi Sukamandi sebesar 16,52%, diikuti populasi Jakarta 14,63% dan populasi Sukabumi 10,79%. Diameter oosit terbesar terdapat pada populasi Jakarta yaitu 1,08 mm; demikian pula panjang larva tertinggi pada populasi Jakarta yaitu 3,79 mm. Derajat fertilitas tertinggi terdapat pada populasi Sukamandi yaitu 67,88%; sedangkan derajat penetasan tertinggi terdapat pada populasi Sukabumi yaitu 96,67%.

  2. PENGARUH MINYAK ATSIRI JAHE MERAH DAN LENGKUAS MERAH PADA EDIBLE COATING TERHADAP KUALITAS FILLET IKAN PATIN (Effect of Edible Coating Enriched with Red Ginger and Red Galangal Essential Oil on the Quality of Patin Fillet

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohula Utami

    2014-02-01

    edible coating will retain the patin fillets quality. In terms of microbial quality and TVB value, 1% essential oil of red ginger and red galangal enrichment in edible coating could extend shelf life of patin fillets for 2-4 days. Keywords: Edible coating, essential oil, patin, red ginger, red galangal   ABSTRAK Penentuan pengaruh penambahan minyak atsiri jahe merah dan lengkuas merah dalam edible coating terhadap kualitas fillet ikan patin selama penyimpanan dingin dilakukan pada periode waktu 8 hari. Parameter kualitas ikan yang dianalisis adalah kualitas mikrobiologis (Total Plate Count/TPc, dan kualitas fisikokimia (Total Volatile Bases/TVB, Thiobarbituricacid/TBa, pH, dan warna. Variasi perlakuan fillet ikan patin yaitu konsentrasi minyak atsiri (0 %; 0,1%; 1% yang ditambahkan dalam edible coating. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penambahan minyak atsiri baik jahe merah maupun lengkuas merah berpengaruh terhadap kualitas fillet ikan patin selama penyimpanan dingin. Penambahan minyak atsiri dalam edible coating mampu mempertahankan kualitas fillet ikan patin lebih baik dibandingkan perlakuan edible coating tanpa minyak atsiri. Berdasarkan kualitas mikrobiologis dan nilai TVB, perlakuan minyak atsiri jahe merah 1% dan minyak atsiri lengkuas merah 1% mampu meningkatkan umur simpan fillet ikan patin selama 2-4 hari. Kata kunci: Edible coating, jahe merah, lengkuas merah, minyak atsiri, patin

  3. HUBUNGAN KECUKUPAN ASAM EIKOSAPENTANOAT (EPA, ASAM DOKOSAHEKSANOAT (DHA IKAN DAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Zulaihah

    2012-04-01

    .   Keywords: Omega 3, EPA. DHA, nutritional status, study archivement, student   ABSTRAK   Latar  Belakang: Ikan mengandung protein, EPA, DHA tinggi, diperlukan untuk pembentukan sel otak dalam meningkatkan intelegensia. Mengkonsumsi ikan dan makanan laut lainnya selain menyehatkan juga meningkatkan kemampuan otak untuk mencapai prestasi belajar optimal. Tahun 2003 konsumsi ikan di Indonesia masih rendah yaitu 24,67 kg/kapita/tahun. Menurut BPS 2002 konsumsi ikan di Semarang 5,38%. Konsumsi ikan tersebut berpengaruh besar terhadap kecukupan zat gizi terutama EPA dan DHA, status gizi dan pencapaian sumberdaya manusia Indonesia yang sehat dan cerdas. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan frekuensi makan ikan, kecukupan EPA, DHA ikan dan status gizi dengan prestasi belajar siswa. Metode : Penelitian ini menggunakan metode survei, jenis penelitian analitik, pendekatan waktu cross sectional. Penelitian dilaksanakan bulan September-Oktober 2004, termasuk disiplin Ilmu Gizi Masyarakat. Sampel penelitian 100 siswa SD Taqwiyatul Wathon (kelas IV 54 siswa dan kelas V 46 siswa. Pengambilan sampel menggunakan metode Stratified random sampling. Pengolahan data dengan NUTRISOFT dan software pengolah data. Hasil: Ikan yang banyak dikonsumsi responden yaitu bandeng dengan kategori baik 5%, tongkol 4%, kembung 1% dan mujair 1%. Kecukupan EPA, DHA termasuk defisit 62%, status gizi normal 93% dan prestasi belajar kategori sedang 55%. Berdasar uji Spearman ada hubungan frekuensi makan dengan kecukupan EPA, DHA ikan (ρ=0,000, tidak ada hubungan frekuensi makan ikan dengan status gizi (ρ=0,213, ada hubungan frekuensi makan ikan dengan prestasi belajar (ρ=0,000, ada hubungan kecukupan EPA, DHA dengan prestasi belajar (ρ=0,000 dan tidak ada hubungan status gizi dengan prestasi belajar (ρ=0,378. Berdasar uji Pearson tidak ada hubungan kecukupan EPA, DHA ikan dengan status gizi (ρ=0,408. Simpulan: Siswa yang mengkonsumsi ikan dengan frekuensi dan kecukupan EPA dan DHA tinggi prestasi

  4. STATUS STOK SUMBERDAYA IKAN LEMURU (Sardinella lemuru Bleeker, 1853 DI PERAIRAN SELAT BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Wujdi

    2015-12-01

    Full Text Available Ikan lemuru (Sardinella lemuru Bleeker, 1853 berperan penting baik secara ekologi ekosistem laut dan ekonomi masyarakat pesisir di Selat Bali. Tingginya permintaan pasar terhadap ikan lemuru mengakibatkan aktivitas penangkapannya dilakukan secara terus-menerus sepanjang tahun sehingga mengancam kelestariannya. Untuk mengelola sumber daya ikan lemuru ini tetap lestari, maka salah satu bahan masukan yang diperlukan adalah status stok terkini. Namun, ketersediaan data yang terbatas menjadi penghambat dalam upaya mengevaluasi status pemanfaatan stok, khususnya untuk kegiatan perikanan skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status stok sumberdaya ikan lemuru di perairan Selat Bali yang dilakukan dari Agustus 2010 hingga Desember 2011. Pengkajian stok ikan lemuru dilakukan dengan pendekatan ratio potensi pemijahan yang berbasis ukuran panjang. Studi pustaka juga dilakukan untuk mendapatkan parameter-parameter life history sebagai pendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status stok ikan lemuru telah mengalami eksploitasi berlebih (over exploited yang diindikasikan dengan nilai Spawning Potential Ratio (SPRM. Upaya pemulihan stok perlu dilakukan sebagaimana dijelaskan dalam penelitian ini agar tercapainya SPR menjadi 20% dan 40% sebagai batas dan target biologi untuk keberlanjutan sumberdaya ikan lemuru. Bali sardinella (Sardinella lemuru Bleeker, 1853 plays an important role in terms of the ecology of marine ecosystems and also the economy and livelihoods of coastal communities in Bali Strait. High market demand has consequence in fishing activities, which is carried out continuously throughout the year, so that could threaten of resources sustainability. So that current stock status was needed as important input for management measures. However, evaluation of stock status is constrained by lack of the data, especially for small-scale fisheries. This study aims to determine the stock status of Bali sardinella in the Bali

  5. TOKSISITAS LETAL MOLUSKISIDA NIKLOSAMIDA PADA BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yosmaniar Yosmaniar

    2009-04-01

    Full Text Available Penggunaan moluskisida untuk menanggulangi hama dalam budidaya tanaman padi yang semakin meningkat berpotensi mencemari lingkungan perairan, karena mengandung residu dari bahan aktifnya. Moluskisida niklosamida (C13H8Cl2N2O4 merupakan bahan aktif pestisida yang digunakan untuk memberantas hama keong mas atau siput murbei (Pomacea sp. di sawah. Dengan demikian, bahan tersebut memiliki potensi untuk mencemari lahan tempat usaha budidaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi toksisitas akut niklosamida terhadap benih ikan mas (Cyprinus carpio yang ditunjukkan oleh nilai Median Lethal Concentration (LC50 24, 48, dan 96 jam. Penelitian dilakukan di Instalasi Riset Lingkungan Perikanan Budidaya dan Toksikologi, Cibalagung-Bogor. Menggunakan ikan mas dengan bobot individu 2,47 ± 0,13 g. Moluskisida yang digunakan mengandung bahan aktif niklosamida 250g/L. Wadah pengujian berupa 21 unit akuarium kaca berukuran 40 cm x 20 cm x 20 cm yang dilengkapi aerasi serta saluran pemasukan dan pengeluaran. Jumlah ikan uji setiap wadah 10 ekor dengan peubah yang diukur adalah mortalitas ikan. Selama penelitian ikan tidak diberi makan. Tahapan penelitian terdiri atas penentuan nilai ambang atas-bawah, nilai lethal time dan LC50 -24, 48, 72, dan 96 jam. Data diolah dengan analisis probit program LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50-24, 48, 72, dan 96 jam terhadap benih ikan mas adalah 0,8012 (0,7140—0,8990; 0,5999 (0,5356—0,6719; 0,4511 (0,4067—0,5004; dan 0,3849 mg/L (0,3684—0,4061. Hal ini menunjukkan niklosamida termasuk pestisida yang memiliki toksisitas sangat tinggi (golongan A. The use of molluscicide in aquatic as well as in terresterial agro ecosystem without properly controlled may produce detrimental effects on freshwater fisheries. Molluscicide utilization for golden apple snail (Pomacea sp. control in rice field has increased. The ingredient potencially has a possibility to pollute aquaculture water. The

  6. ANALISA KOMPONEN HAMBATAN KAPAL IKAN TRADISIONAL DI PERAIRAN CILACAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samuel Samuel

    2016-03-01

    Full Text Available RESISTANCE COMPONENT ANALYSIS OF TRADITIONAL FISHING BOAT IN CILACAPMonohull fishing boats used to catch fish is modified into a catamaran boat. The purpose of this modification is to get more fish. Catamaran ship has a double hull, but with the double hull ships resulted in increasingly complex resistances. It is interesting to study in depth about the resistance components of Catamaran boat. Resistance Components not only consist of surge resistance, frictional resistance, and the form resistance but with the distance between demihull causing interference waves. There are many research results of Catamaran boat in that aspect, but the data and information obtained from the experiment is still inadequate. In addition, there is still lack of accuracy particularly in predicting interference resistance component in calm water (calm-water resistance as a result of the distance between the demihull. This study aims to describe the resistance component at Catamaran boat by using slender body method. Keywords: catamaran, Cilacap, slender body method ABSTRAK Kapal ikan monohull yang biasa digunakan untuk mencari ikan dimodifikasi menjadi kapal catamaran. Tujuan modifikasi ini untuk mendapatkan muatan ikan yang lebih banyak. Kapal Catamaran mempunyai dua lambung, tetapi dengan adanya dua lambung mengakibatkan hambatan kapal semakin kompleks. Menarik untuk dikaji lebih lanjut tentang komponen hambatan kapal Catamaran. Komponen hambatan tidak hanya terdiri dari hambatan gelombang, hambatan gesek, dan hambatan bentuk namun dengan adanya jarak antar demihull sehingga menimbulkan interferensi gelombang. Sudah banyak dijumpai hasil riset kapal Catamaran pada aspek tersebut, tetapi data dan informasi yang diperoleh dari eksperimen masih kurang memadai. Disamping itu, masih ditemukan ketidak-akurasian khususnya dalam memprediksi interferensi komponen hambatan pada air tenang (calm-water resistance akibat dari adanya jarak antar demihull tersebut. Penelitian

  7. TRANSFEKSI MERUPAKAN METODE TEKNOLOGI TRANSGENIK PENYISIPAN GREEN FLOURESCENT PROTEIN TERHADAP IKAN WILD BETTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eni Kusrini

    2015-06-01

    Full Text Available Teknik transfer gen banyak dikembangkan untuk mengintroduksi molekul DNA ke dalam embrio. Keberhasilan transfer gen menggunakan metode transfeksi ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain pemilihan larutan transfeksi yang sesuai dengan mempertimbangkan kesediaan secara komersial, mudah diaplikasikan, keberhasilan tinggi, dan tidak bersifat toksik terhadap embrio. Studi awal untuk mengetahui keberhasilan transfer gen terhadap embrio ikan wild betta digunakan Green Fluorescent Protein (GFP dan juga dapat digunakan sebagai model terhadap ikan betta. GFP merupakan gen yang mengkodekan protein dan memiliki sifat berpendar hijau. Induk jantan dan betina dipijahkan dengan perbandingan 1:1 pada wadah baskom dengan ketinggian air ± 14 cm serta diberikan substrat. Transfeksi dilakukan pada embrio fase pembelahan 2 sel. Larutan transfeksi dibuat dari campuran DNA plasmid pada media NaCl 0.9% hingga mencapai konsentrasi akhir 100 μL media (campuran transfast + DNA + NaCl. Aktivitas gen ini dapat divisualisasikan dengan menggunakan sinar ultra violet. Keberhasilan dari teknik transfer gen tersebut dibuktikan dengan adanya ekspresi gen atau deteksi DNA gen GFP yang dimasukkan. Ekspresi hasil korporasi DNA ke dalam telur melalui transfeksi pada wild betta dan keberhasilan transfer gen GFP dapat dibuktikan dengan analisis PCR. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah menguraikan tentang metode transfeksi yang efektif untuk teknologi transfer gen terhadap ikan wild betta.

  8. EKOGENOTOKSISITAS LIMBAH CAIR BATIK DAN EFEK ANTIMUTAGENIK Lemna minor TERHADAP ERITROSIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erma Musbita Tyastuti

    2016-09-01

    Full Text Available Limbah cair batik di Solo sebagian besar dibuang langsung ke perairan tanpa diolah terlebih dahulu dan menyebabkan pencemaran air. Kandungan logam berat di dalam limbah cair batik dapat memicu efek genotoksik seperti pembentukan mikronukleus. Lemna minor berpotensi sebagai antimutagen dan mencegah pembentukan mikronukleus karena mengandung senyawa aktif seperti karoten dan asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekogenotoksisitas limbah cair batik dan efek antimutagenik Lemna minor terhadap eritrosit ikan nila. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi UMS dengan pemaparan limbah cair batik 0ppm/L, 2500 ppm/L, 5000 ppm/L dan 7500 ppm/L terhadap 2 kelompok ikan nila dengan diet pelet dan Lemna minor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan limbah cair batik memicu pembentukan mikronukleus dengan frekwensi tertinggi pada konsentrasi paparan 7500 ppm/L. Lemna minor juga terbukti memiliki potensi antimutagenik karena mampu menekan frekwensi mikronukleus lebih rendah dibandingkan diet pelet.

  9. ANALISIS USAHA PENGOLAHAN AMPLANG IKAN PIPIH (Notopterus chilata SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA PALANGKA RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saptami Utami Evi

    2016-06-01

    Full Text Available Usaha pengolahan amplang ikan  pipih di Kota Palangka Raya untuk pengembangan usaha kedepan sangat baik.  Dengan adanya dukungan tersedianya terus menerus bahan baku ikan pipih, baik dari tangkapan perairan, tangkapan alam, maupun usaha budidaya ikan pipih dan modal yang dikucurkan oleh pemerintah baik berupa peralatan usaha maupun pelatihan-pelatihan bagi para pengusaha untuk dapat terus berkembang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Penelitian ini dilakukan di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode yang digunakan dalam pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini adalah purposive sampling Amplang datar ikan pengolahan rumah tangga bisnis keuntungan sebesar Rp. 12.169 juta, - per tahun. Dari lapangan menunjukkan fakta bahwa bisnis ini tetap menguntungkan dengan kelangsungan hidup dalam waktu yang lamaBerdasarkan nilai analisis keuangan dengan menggunakan kriteria investasi Net Benefit Cost Ratio ( Net BCR 5 % = 3,032073039 dan B / C ratio Bersih 13,5% = 1,526361382 lebih besar dari 1 berarti bahwa usaha ini layak untuk dilanjutkan .Khusus untuk datar usaha pengolahan ikan amplang ( Notopterus chilata rumah tangga di kota Palangka Raya Kalimantan Tengah Provinsi amplang permintaan produk ikan dengan menawarkan flat atau D = S yang sama , berarti ampalng produksi ikan untuk memenuhi pasar datar. Flat fish processing business amplang household in the city of Palangka Raya for future business development very well with the support of continuous availability of raw materials and capital flat fish are disbursed by the government in cash, business equipment and training for entrepreneurs to be able to continue developed.  The research was conducted in the City of Palangka Raya Central Kalimantan Province. The data used were primary and secondary data. The method used in processing and analyzing data in this study was purposive sampling. Amplang flat fish processing

  10. PENGARUH PERBEDAAN SUHU AIR PADA PEMELIHARAAN BENIH IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata Blkr DENGAN SISTEM RESIRKULASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Taufik

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk menentukan suhu air yang optimal pada pemeliharaan benih ikan betutu dengan sistem resirkulasi air. Wadah penelitian: 16 unit bak kayu berlapis plastik (1,5 m x 0,7 m x 0,5 m diisi air 300 L yang masing-masing menggunakan bak filter, ditempatkan dalam ruang terlindung dan dilengkapi dengan aerasi. Hewan uji: benih ikan betutu ukuran fingerling (0,65±0,118 g/ekor, padat tebar 1 ekor/5 liter air, diberi makanan alami berupa cacing dan ikan seribu secara berlebih, dengan waktu pemeliharaan 12 minggu. Perlakuan berupa perbedaan suhu air, yaitu: (a 26oC; (b 29oC; (c 32oC; dan (d 24oC–28oC. Parameter yang diukur: sintasan, pertumbuhan, dan produktivitas benih ikan betutu serta sifat fisika-kimia air pemeliharaan. Hasil pene-litian menunjukkan bahwa suhu air paling baik adalah 29oC dan 32oC dan secara nyata (P<0,05 berpengaruh terhadap sintasan, pertumbuhan, dan produktivitas ikan betutu. The objective of the research was know the optimum water temperature in rearing of sand goby fingerlings. Sixteen containers of 1.5 m x 0.7 m x 0.5 m in size were used in this experiment. Each container was stocked with 1 fish/5 L. Average fish weight of 0.65±0.118 gram. Four different water temperatures were applied i.e: (a 26oC; (b 29oC; (c 32oC; and (d 24oC-28oC. The result showed that the water temperature of 29oC and 32oC gave the best result on survival rate, growth rate, and productifity of sand goby.

  11. STUDI KELAYAKAN MODIFIKASI KAPAL IKAN MENJADI KAPAL WISATA DITINJAU DARI ANALISA BIAYA (STUDI KASUS PADA KAPAL WISATA GAZEBO DI KARIMUNJAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko sasmito Hadi

    2012-07-01

    Full Text Available Investasi merupakan aktifitas menanamkan faktor-faktor produksi terbatas dalam proyek tertentu yang bersifat baru sama sekali atau perluasan proyek yang ada. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh manfaat yang cukup layak di kemudian hari, baik manfaat ekonomi maupun non ekonomi. Model investasi usaha persewaan kapal dari hasil modifikasi kapal ikan menjadi kapal wisata ini di latar belakangi oleh persoalan overfishing dan overcapacity, keberadaan kapal ikan yang tidak produktif lagi dan berdampak pada menurunnya penghasilan nelayan. Serta adanya potensi usaha yang cukup menjanjikan tapi kurang mendapat perhatian, yaitu usaha wisata bahari. Tugas akhir ini merupakan bagian dari Penelitian Unggulan Strategis Nasional Universitas Diponegoro Semarang Tahun 2009-2010. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui profitabilitas usaha persewaan kapal wisata gazebo di Karimunjawa yang merupakan hasil modifikasi dari kapal ikan tradisional menjadi kapal wisata dalam beberapa tahun ke depan. Dalam analisa profitabilitas ini digunakan sembilan (9 asumsi yang akan digunakan untuk menentukan perkiraan laba-rugi usaha persewaan kapal wisata gazebo ini. Dari ke-9 asumsi tersebut peluang investasi usaha persewaan kapal wisata gazebo yang paling layak untuk dilanjutkan dengan keuntungan tertinggi adalah asumsi ke-1 dengan net cash flows tahunan sama diperoleh nilai NPV (Net Present Value untuk DF (Diskonto Faktor 12 % positif sebesar Rp.184.327.519,- dan IRR (Internal Rate Return untuk DF (Diskonto Faktor 12 % sebesar 22,00 % serta Payback Period terjadi pada tahun ke-4.

  12. SALINITAS OPTIMAL UNTUK PENDEDERAN BENIH IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idil Ardi

    2017-01-01

    Full Text Available Ikan betutu (Oxyeleotris marmorata termasuk ikan perairan tawar yang memiliki nilai ekonomis penting dan sangat disukai karena memiliki daging yang tebal, tulangnya sedikit, dan gurih. Salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh dalam kegiatan budidaya adalah salinitas. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan salinitas optimum dalam pemeliharaan benih ikan betutu yang diharapkan dapat meningkatkan sintasan dan pertumbuhannya. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL dengan empat perlakukan berdasarkan perbedaan salinitas yaitu kontrol ppt, 1 ppt, 3 ppt, dan 5 ppt. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata (P<0,05 terhadap laju pertumbuhan spesifik, panjang mutlak, bobot mutlak, dan kadar glukosa darah terhadap kontrol (salinitas 0 ppt setelah dipelihara selama 56 hari. Laju pertumbuhan mutlak, bobot mutlak, dan glukosa darah paling baik dijumpai pada benih yang dipelihara dengan salinitas 3 ppt, yaitu 0,94 ± 0,09%; 2,53 ± 0,35 mm; 37,33 ± 6,28 g; dan 0,06 ± 0,01 g/dL. Pemeliharaan benih betutu membutuhkan air bersalinitas. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan sintasan air media budidaya disarankan bersalinitas 3 ppt. Sand goby (Oxyeleotris marmorata is one of freshwater fish that has high economic value and is more desired for its thick meat, bone less, and tasteful. Salinity is one of the most important environmental factors in fish culture. The purpose of this study was to determine the optimal salinity concentration on growth and survival of sand goby fish. A completely Randomized Design (CRD was used in this study with four treatments of salinity levels comprising A Control; B 1 ppt; C 3 ppt; D 5 ppt. Each treatment was consisted of three replicates. The result showed significant differences (P<0.05 in specific growth rate, absolute length, absolute weight, and blood glucose among the treatments against control after 56 days cultured. Seed reared under the salinity

  13. Potensi Ikan Air Tawar Budidaya sebagai Bahan Baku Produk Nutraseutikal Berbasis Serum Albumin Ikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Susilowati

    2015-05-01

    Full Text Available Nutraseutikal berbasis Fish Serum Albumin (FSA adalah produk komersial yang berasal dari sumber perairan. Namun, oleh karena produk ini secara umum diproduksi dari ikan gabus (Channa striata di alam, pasokan bahan baku dapat menjadi masalah pada produksi yang berkesinambungan. Penelitian ini telah dilakukan dengan menganalisis kandungan FSA dari 17 ikan air tawar budidaya, untuk mendapatkan bahan baku alternatif bagi produk nutraseutikal berbasis FSA. 3–10 individu ikan air tawar (150–500 g dari jenis ordo Perciformes, Anguilliformes, Cypriniformes, Osteoglossiformes, dan Siluriformes telah diambil secara acak dari lokasi budidaya ikan di Bogor dan Cianjur (Jawa Barat. Ekstraksi protein larut air dilakukan menggunakan Ultra Turax homogeniser dengan pelarut akuabides. Analisis FSA telah dilakukan menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kadar FSA dari 17 ekstrak air dari ikan berada pada rentang 42,51 to 215,57 mg/g, dengan kadar FSAikan gabus pembanding adalah 107,28 ± 3,2 mg/g. Konsentrasi FSA tertinggi ditemukan sebesar 215,57 ± 52,84 mg/g dari ekstrak air ikan gurame (Osphronemus gouramy. Analisis lebih lanjut terhadap komposisi asam amino menggunakan Gas Chromatography – Flame Ionization Detector (GC-FID menemukan bahwa ekstrak air ikan gabus memiliki konsentrasi asam amino esensial dan non-esensial yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan gurame. Hal ini menunjukkan banyaknya protein lain selain FSA pada ekstrak air ikan gabus dibandingkan ikan gurame. Berdasarkan hasil ini, ekstrak air ikan gurame memiliki konsentrasi FSA yang lebih besar dan relatif lebih murni dibandingkan ekstrak air ikan gabus, sehingga merupakan alternatif yang prospektif sebagai bahan baku untuk produk nutraseutikal berbasis FSA.

  14. Pengaruh Pencucian Daging Lumat Ikan Patin Siam terhadap Karakteristik Dendeng yang Dihasilkan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryanti Suryanti

    2010-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencucian daging lumat ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus terhadap karakteristik dendeng. Ikan patin siam hidup diberi perlakuan pemberokan selama 24 jam, kemudian dimatikan dengan cara perendaman dalam es selama ± 20 menit. Daging dipisahkan dari tulang dan kulit serta digiling hingga diperoleh daging lumat. Daging lumat diberi perlakuan pencucian satu sampai tiga kali masing-masing dalam air suhu 4-5oC dengan perbandingan 1:5 (b/v, yang dilanjutkan dengan pengepresan. Daging lumat yang diperoleh dari masing-masing perlakuan pencucian kemudian diolah menjadi dendeng dengan mencampurkan bahan tambahan gula putih, garam serta rempah-rempah seperti bawang putih (2%, bawang merah (1,5%, ketumbar (2,5%, asam jawa (3%, lengkuas (2,5%, dan jahe (0,5%. Tahap selanjutnya adalah pencetakan campuran bahan dalam loyang dan dikeringkan dengan sinar matahari selama ±15 jam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semakin banyak perlakuan pencucian menyebabkan kandungan protein dan karbohidrat semakin kecil, dan sifat tekstur (kekuatan tarik dan elongasi semakin besar. Dendeng berwana coklat kekuningan dengan rasa dan aroma rempah-rempah, sedangkan tekstur agak kenyal dan tidak mudah sobek. Dendeng dari perlakuan satu sampai tiga kali pencucian memiliki nilai angka lempeng total (ALT antara <25 x 102 sampai dengan 1,6 x 104 kol/g serta tidak terdapat kapang yang tumbuh.

  15. LAJU RESPIRASI INDUK IKAN BLACKHEAD SEABREAM Acanthopagrus schlegelii PADA SUHU PEMELIHARAAN YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vitas Atmadi Prakoso

    2017-10-01

    Full Text Available Laju respirasi hewan akuatik memiliki hubungan yang erat dengan metabolisme. Tingkat metabolisme hewan merupakan variabel yang dapat dipengaruhi faktor dalam maupun luar, salah satunya adalah suhu. Pada ikan, proses metabolisme juga berkorelasi dengan suhu. Salah satu jenis ikan yang perlu dikaji laju respirasinya adalah ikan blackhead seabream Acanthopagrus schlegelii yang merupakan spesies ikan laut yang popular di Korea Selatan, sehingga diperlukan lebih banyak informasi lagi mengenai laju respirasi ikan ini untuk mengoptimalkan metabolisme ikan ini dan berdampak kepada produktivitas budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi laju respirasi induk ikan blackhead seabream pada beberapa tingkatan suhu. Ikan blackhead seabream (panjang total 29,3 ± 2,2 cm dan bobot tubuh 538,3 ± 43,0 g diteliti menggunakan respirometer dalam sistem resirkulasi. Tiga kelompok percobaan dilakukan untuk mengukur laju respirasi berdasarkan perubahan suhu pemeliharaan (15°C, 20°C, dan 25°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan laju respirasi meningkat secara linier dengan peningkatan suhu perlakuan, dengan nilai tertinggi sebesar 164,8 ± 30,7 mg O2/kg/jam pada 25°C dan nilai terendah sebesar 72,4 ± 8,1 mg O2/kg/jam pada 15°C. Sementara itu, frekuensi pernapasan berkorelasi positif terhadap kenaikan suhu. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perubahan suhu dari 15°C ke 25°C menyebabkan peningkatan laju respirasi pada induk ikan blackhead seabream. It is well known that a close relationship exists between respiration rate and metabolism in aquatic animal. In fish, the metabolic rate is influenced by internal or external factors, such as temperature. This research observed the respiration rate of blackhead seabream, Acanthopagrus schlegelii, which is one of the popular marine fish species in South Korea. Despite the fish popularity, very few information are available about the fish’s respiration rate which is important

  16. DAMPAK INVASIF IKAN RED DEVIL (Amphilophus citrinellus TERHADAP KEANEKARAGAMAN IKAN DI PERAIRAN UMUM DARATAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chairulwan Umar

    2015-05-01

    Full Text Available Keanekaragaman ikan air tawar di Indonesia sekarang menghadapi ancaman dari berbagai aktivitas manusia yang bisa menyebabkan punahnya ikan-ikan endemik, dan diperkirakan sekitar 87 jenis ikan Indonesia terancam punah. Beberapa faktor yang menjadi ancaman terhadap keanekaragaman ikan dan menimbulkan kepunahan diantaranya introduksi spesies. Perkembangan beberapa spesies ikan menjadi tak terkendali sehingga menjadi hama dan merugikan manusia. Salah satu di antaranya adalah masuknya ikan ‘Red Devil’ ke beberapa perairan umum daratan di Indonesia. Beberapa perairan yang terdapat ikan red devil, mengalami penurunan sumber daya ikan baik jenis maupun jumlah, bahkan beberapa jenis ikan asli banyak yang hilang. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji dampak keberadaan ikan ini terhadap keanekaragaman sumberdaya ikan di perairan. Kajian ini bersifat desk study dan pengamatan langsung di lapangan. Verifikasi lapang dilakukan pada tahun 2011 dan 2012. Hasil tangkapan ikan red devil di beberapa perairan waduk dan danau di Indonesia sangat dominan bisa mencapai 40 – 60 %. Dampak dari invasi ikan ini antara lain adalah terjadinya perubahan ekosistem, yaitu penurunan keanekaragaman hayati, dan dampak terhadap kerugian ekonomi seperti biaya untuk mengendalikan jenis ikan asing dan penurunan produksi ikan ekonomis.   Freshwater fish diversity in Indonesia is now facing threats from human activities that could lead to the extinction of endemic fish, and an estimated 87 Indonesian fish species threatened with extinction. Some factors that caused a threat to the diversity and extinction of fish is the introduction of new species. The development of some species of fish become uncontrollable and those being predators and caused a damage for humans life. One of them is the inclusion of Red devil fish to some inland waters in Indonesia. Some inland water that contains of red devil fish caused declining of fish resources in type or amount and

  17. SISTEM PEMULIAAN BERBASIS PEMBUDIDAYA (COOPERATIF BREEDING SYSTEM : STRATEGI PEMULIAAN IKAN TEPAT GUNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wartono Hadie

    2008-06-01

    Full Text Available Pemuliaan berbasis pembudidaya memerlukan integrasi program dan pelaksanaan yang sinergis antar semua stakeholder. Pemikiran, pencurahan waktu, dan upaya bersama antar sesama pembudidaya (user, pemulia (breeder, dan pemerintah dalam konteks pemuliaan berbasis pembudidaya dapat mengatasinya. Program yang seksama, manajemen yang konsisten, dan pemahaman lingkungan yang cermat akan memberikan hasil yang menguntungkan. Dengan ikan unggul, pakan yang memadai, dan lingkungan optimal, pembudidaya bisa memperoleh keuntungan maksimal. Dewasa ini kenyataan menunjukkan bahwa penggunaan benih varietas unggul bermutu oleh kalangan pembudidaya skala besar dan kecil, ternyata pada umumnya masih rendah untuk semua jenis ikan. Perkecualian terdapat antara lain pada usaha perikanan swasta yang bergerak pada ikan salmon dan nila. Benih varietas unggul bermutu untuk banyak komoditi, bahkan masih mengimpor, dan menghabiskan devisa cukup besar. Selain menghabiskan devisa, impor jenis hanya akan menguntungkan bagi negara pengekspor jenis tersebut. Rendahnya tingkat penggunaan benih varietas unggul dan bermutu untuk segala macam komoditi pertanian termasuk perikanan sesungguhnya membuka peluang bagi industri perbenihan dalam negeri, baik yang masih dalam taraf penangkar, maupun industri benih yang sudah mampu membuat varietas unggul baru sendiri. Selama ini hampir semua varietas unggul baru dari berbagai komoditi, dihasilkan oleh kelembagaan penelitian pemerintah dan perguruan tinggi.

  18. PROPORSI BAGIAN TUBUH DAN KADAR PROKSIMAT IKAN GABUS PADA BERBAGAI UKURAN

    OpenAIRE

    Ruddy - Suwandi; - - nurjanah; margaretha - winem

    2014-01-01

    Ikan gabus (Channa striata) merupakan jenis ikan air tawar yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ikan gabus hidup di muara sungai, danau, rawa, dan dapat pula hidup di air kotor dengan kadar oksigen rendah. Ikan gabus belum banyak dibudidayakan secara luas dan belum banyak dimanfaatkan sebagai produk olahan ikan. Informasi mengenai proporsi tubuh ikan gabus masih kurang dan belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi bagian-bagian tubuh ikan dan komp...

  19. DIVERSIFIKASI OLAHAN BERBASIS IKAN PATIN DI DESA JINGAH HABANG HILIR KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purnomo Purnomo

    2016-06-01

    Full Text Available Alih teknologi pengolahan dalam rangka diversifikasi  produk olahan berbasis ikan patin di Kabupaten Banjar masih sangat dibutuhkan untuk memperkenalkan pada para pengolah dan konsumen mengenai jenis-jenis produk olahan siap saji. Diversifikasi olahan ikan patin dapat meningkatkan nilai tambah dan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat perikanan di Desa Jingah Habang Hilir. Sehingga, pemahaman tersebut dapat dijadikan sebagai suatu tindakan alternatif dalam pengolahan dan pengawetan ikan patin semi modern yang bermutu dalam mencukupi kebutuhan protein  pada saat paceklik ikan. Program peningkatan keterampilan dengan melalui penyuluhan, pelatihan dan pembinaan bagi masyarakat tersebut ternyata harus sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat itu sendiri sebagai pelaku usaha bukanlah hal yang mudah. Sekalipun khalayak sasaran sebagai mitra kerja sudah terbiasa memanfaatkan ikan patin dengan variasi produk olahan ternyata hasil evaluasi sangat membutuhkan acuan, format / model dan arahan praktis untuk membuat produk siap saji seperti bakso, nugget dan kaki naga berbasis ikan patin guna pengembangan potensi sumberdaya perairan secara optimal. Instead of processing technologies in order to fish based processed products diversification catfish in Banjar Regency is still urgently needed to introduce on the processors and consumers about the kinds of products processed fast-food restaurant.  Diversification of processed fish catfish can increase the added value and the economy while increasing the Community fishery in the village of Jingah Habang Hilir with chillies downstream.  Such understanding can serve as an alternative in action processing and preserving fish quality semi modern catfish in sufficient protein needs at the time of paceklik fishes.  Skill enhancement programs through outreach, training and coaching for the community must  be in accordance with tha needs and characteristics of the community itself as

  20. KERAGAAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio STRAIN MAJALAYA, LOKAL BOGOR DAN RAJADANU DI KOLAM CIJERUK, BOGOR-JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Otong Zenal Arifin

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan strain ikan mas yang memiliki keragaan pertumbuhan yang baik sebagai spesies kandidat untuk program seleksi. Tiga strain ikan mas (majalaya, lokal Bogor, dan rajadanu dipelihara dalam jaring yang diletakkan di kolam Instalasi Penelitian Cijeruk, Bogor selama 6 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata untuk parameter pertambahan bobot dan sintasan dari 3 strain ikan mas yang diuji, sedangkan untuk pertambahan panjang individual (mm per bulan ada perbedaan yang sangat nyata (P<0,05. Strain ikan mas rajadanu memiliki pertambahan panjang terbaik (16,0 ± 1,41 dan berbeda dengan majalaya (10,3 ± 4,50 serta lokal (10,8 ± 2,06. Objective of this study is to produce good performance of common carp by comparing three promising strains majalaya, local, and rajadanu. The study was carry out using floating net cages placed in earthen pond at The Cijeruk Germ Plasm Research Station. During the study, growth and survival rate were observed were observed for six weeks. The results indicated there was no significant difference for growth of weight and survival rate. However, growth of standard length was significantly different (P<0.05. Rajadanu made the best growth of standard length (16.0 ± 1.41 and was different from majalaya (10.3 ± 4.50 and local strain (10.8 ± 2.06.

  1. KELIMPAHAN STOK SUMBER DAYA IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN SUB AREA LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Badrudin Badrudin

    2016-06-01

    Full Text Available Tulisan ini menyajikan data dan informasi tentang present status perikanan demersal di Laut Jawa, dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di sub area Laut Jawa yang tidak merata. Data yang dianalisis merupakan sebagian hasil survei Balai Riset Perikanan Laut di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegal pada tahun 2010 dan pada periode tahun sebelumnya. Eksploitasi sumber daya ikan demersal di perairan Laut Jawa sudah berlangsung sejak lama dan mencapai puncaknya pada sekitar tahun 1970-an di mana trawl dioperasikan secara intensif terutama di sepanjang pantai utara Jawa. Tingginya tekanan penangkapan di perairan pantai sampai kedalaman 40-an m telah menyebabkan menurunnya kelimpahan sumber daya, sebagaimana tampak pada hasil tangkapan cantrang kecil dan jaring arad yang dioperasikan secara harian. Kelimpahan dan ukuran individu ikan demersal di kawasan yang lebih dalam tampak cukup besar sebagaimana tercermin dari hasil tangkapan cantrang besar yang dioperasikan lebih lama. Dari fenomena tersebut dapat diduga bahwa sumber daya ikan demersal di perairan pantai sudah mengalami tangkap lebih (overfishing yang mengarah kepada penurunan stok atau bahkan depleted. Kegiatan penangkapan ikan di perairan yang lebih dalam di mana tekanan penangkapan relatif lebih rendah tampak memberikan keuntungan.   Based on data analysis and information collected, this paper describes the present status of demersal fisheries in the Java Sea and the uneven level of exploitation of the fish resources in the Java Sea sub areas. Data analyzed provide part of research results carried out by the Research Institute for Marine Fisheries. Data were obtained from a number of surveis carried out in Tegal landing place in 2010 and from the previous years. Demersal resources in the Java Sea have been exploited for years, where high fishing intensity occurred in the north coast of Java. High fishing pressure in the coastal waters lead to the decreasing fish resources abundance, as

  2. Pengaruh Jenis Tepung dan Pengolahan Ikan Terhadap Mutu Tepung Sala Lauk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamsina Kamsina

    2011-12-01

    Full Text Available Sala lauk is a specific food of Pariaman City of West Sumatera which is made from rice flour, fish, chilli and other spices, then mixed together, cooked with low heat until smooth. The dough was formed into small balls and then fried. It is now available sala lauk flour mixed with spices, but chilli and fish are not included in the mixture and the flour still has short shelf life. The research was conducted to enrich the nutrients in the sala lauk by adding fish as a protein source. Completely randomized design (CRD in factorial was used to see the effect of the use of flour, rice flour 100%, rice flour 95% and glutinous rice flour 5%, rice flour 95% and tapioca flour 5% and the variation of fish treatment that was directly dried, cooked in a pressure cooker and steamed. The result showed that sala lauk flour using rice flour 95% and glutinous rice flour 5% with directly dried fish gave preferred result in terms of organoleptic (taste, colour, flavour, and texture, with water content was 8.97%, acid degree was 0.35%, and protein content was 71.31%. Mold/yeast, salmonella and other bacteria were not found and the product had shelf life for 3 months.ABSTRAKSala lauk merupakan makanan khas Pariaman Sumatera Barat yang terbuat dari bahan baku tepung beras, ikan, cabe, dan bumbu lainnya dengan cara diadon, dimasak dengan api kecil sampai kalis. Adonan dibentuk menjadi bulat-bulat kecil dan kemudian digoreng. Saat ini sudah tersedia tepung sala lauk yang dicampur langsung dengan bumbubumbu, tetapi cabe dan ikan belum termasuk dalam campuran, dan tepung tersebut masih memiliki daya tahan simpan yang masih rendah. Penelitian dilakukan untuk memperkaya nutrisi dalam sala lauk dengan menambahkan sumber protein yaitu ikan. Rancangan acak lengkap (RAL secara faktorial digunakan untuk melihat pengaruh tiga perlakuan pemakaian tepung yaitu tepung beras 100%, tepung beras 95% dan tepung beras ketan 5%, tepung beras 95% dan tepung tapioka 5% dan variasi

  3. BIOAKUMULASI KADMIUM PADA IKAN BANDENG DI TAMBAK DUKUH TAPAK SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NKT Martuti

    2017-03-01

    Full Text Available Dukuh Tapak merupakan muara dari Sungai Tapak yang sebagian besar wilayahnya berupa pertambakan ikan bandeng. Berkembangnya industri di daerah aliran sungai (DAS Tapak, mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas perairan Tapak akibat adanya pencemaran limbah yang mengandung logam berat. Penurunan kualitas perairan tersebut akan mempengaruhi kualitas ikan bandeng yang dipelihara pada tambak-tambak di Dukuh Tapak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Cd dalam air dan ikan bandeng di tambak Dukuh Tapak Semarang. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan analisis komparatif. Analisis kadar Cd menggunakan AAS. Kandungan Cd pada air Sungai Tapak 0,004mg/l, nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan PPRI No.82 Tahun 2001 yaitu sebesar 0,01mg/l. Rerata kandungan Cd pada air tambak Tapak 0,0045mg/l, melebihi ambang batas yang ditetapkan KepMen LH No.51 Tahun 2004 yaitu sebesar 0,001mg/l. Rerata kandungan Cd pada daging ikan bandeng di ketiga stasiun adalah 0,01mg/l, masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan SNI 7287:2009 yakni sebesar 0,1 mg/kg. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan Cd pada air tambak Tapak melebihi ambang batas yang sudah ditentukan, namun kandungan Cd pada ikan bandeng masih berada di bawah ambang batas. Meskipun demikian, perlu diwaspadai keberadaan logam berat Cd karena logam berat bersifat toksik dan akumulatif.District Tapak is an estuary of Tapak river which most of the area is formed of milk fish aqua farming region. Tapak watershed industry growth has affected in Tapak water degradation quality. Due to waste contamination containing heavy metals. It affects the quality of breeding milk fish. This research aims to discover Cadmium (Cd content both in watershed and milk fish in district Tapak, Semarang. This observational analytic research using comparative analysis, purposive random sampling method. Data analysis method using AAS. Cadmium (Cd content in Tapak

  4. Kinerja probiotik Bacillus sp. pada pendederan benih ikan lele Clarias sp. yang diinfeksi Aeromonas hydrophila

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    , Sukenda

    2016-12-01

    Full Text Available ABSTRACT This experiment was conducted to assess performance of Bacillus sp. probiotic on catfish juvenile Clarias sp. infected by Aeromonas hydrophila. The probiotic content in the diets were 0% (K+ and K-, 1%, and 2% in duplicates. This experiment used randomized design with four treatments and two replications. Juveniles with average body weight of 3.22±0.15 g/fish were reared in the 1.5×2.8×0.5 m3 pond with density of 800 fish/pond. Fish were reared for 30 days and fed three times a day at rate 8% of  total body weight. At day 31, catfish were challenged by A. hydrophila 0.1 mL (106 cfu/mL. Post infection observation was carried out ten days with density 10 fish/aquaria. The result showed that fish fed diet containing 2% probiotic gave the best probiotic performance with survival rate of catfish 83.33% after challenged, spesific growth rate 5.40%, and 0,75 of feed conversion ratio. The results of the blood profile showed significantly better results in the treatment of probiotics compared to the positive control after challenge test A. hydrophila. Probiotic Bacillus sp. has given as much as 2% on feed provides better performance on catfish juvenile. Keywords: probiotic, Bacillus sp., A. hydrophila, catfish juvenille, growth  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja probiotik Bacillus sp. dalam pakan pada pendederan benih ikan lele Clarias sp. yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yaitu kandungan probiotik dalam pakan perlakuan yaitu 0% (K+ dan K-, 1%,  dan 2%, masing-masing dengan dua ulangan. Ikan lele yang digunakan memiliki bobot rata-rata 3,22±0,15 g/ekor, dipelihara dalam kolam terpal berukuran 1,5×2,8×0,5 m3 dengan kepadatan 800 ekor/kolam. Ikan dipelihara selama 30 hari dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari sebanyak 8% dari bobot tubuh ikan. Hari ke-31 benih lele diinjeksi bakteri A. hydrophila dosis 0,1 m

  5. PELOLOSAN IKAN KURISI (Nemipterus japonicus MELALUI JUVENILE AND TRASH EXLUDER DEVICES PADA JARING ARAD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hufiadi Hufiadi

    2016-06-01

    Full Text Available Permasalahan utama pada perikanan jaring arad adalah banyaknya jumlah hasil tangkap sampingan berukuran kecil yang belum layak tangkap. Dalam upaya untuk mengurangi tangkapan ikan muda yang belum layak tangkap telah dilakukan observasi dan ujicoba operasi penangkapan melalui penggunaan perangkat juvenile and trash exluder devices pada alat tangkap jaring arad yang dioperasikan nelayan di Pekalongan. Perangkat juvenile and trash exluder devices yang digunakan dibedakan pada ukuran jarak antar kisi, yaitu 10,0; 17,5; dan 25,4 mm. Analisis selektivitas kisi menggunakan model kurva logistik dengan bantuan solver pada Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan juvenile and trash exluder devices pada jaring arad dapat meloloskan ikan kurisi (Nemipterus spp. berukuran kecil. Ukuran jarak antar kisi 25,4 mm mempunyai selektivitas yang paling baik terhadap ikan kurisi berdasarkan atas ukuran panjang baku dan jarak antar kisi 17,5 mm mempunyai selektivitas paling baik berdasarkan atas ukuran lingkar tubuh ikan kurisi.   The serius problem on bottom mini trawl has the large number caught of bycatch caught especially for juvenile and trash fish. Improvement to reduce catches of juvenile was conducted through observation and experimental fishing using juvenile and trash exluder devices of mini bottom trawl in Pekalongan. The juvenile and trash excluder devices (juvenile and trash exluder devices in the experimental fishing with different space bar of the juvenile and trash exluder devices i.e. 10.0; 17.5; and 25.4 mm. The selectivity analysis of logistic curve by using solver on Microsoft Excel was applied. The results showed that juvenile and trash excluder devices might reduce catches of threadfin breams juvenile. Where as 25.4 space bar had the best selectivity based on the size of threadfin breams fork length and 17.5 mm space bar had the best selectivity based on the size of threadfin breams body girth.

  6. PENGARUH SISTEM PERGANTIAN AIR YANG BERBEDA PADA PEMELIHARAAN BENIH IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata Blkr.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Taufik

    2016-12-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui sistem pergantian air yang paling baik pada pemeliharaan benih ikan betutu. Wadah penelitian: 12 unit bak kayu berlapis plastik (1,9m x 0,8m x 0,5m diisi air 500 L, ditempatkan dalam ruang terlindung dan dilengkapi dengan aerasi. Hewan uji: benih ikan betutu ukuran bobot 0,96±0,08 g/ekor, padat tebar 1 ekor/5 liter air, diberi pakan alami secara berlebih dengan waktu pemeliharaan selama 12 minggu. Perlakuan berupa perbedaan sistem pergantian air: (a resirkulasi, (b semi-statis, dan (c continous flow. Parameter yang diukur: sintasan, pertumbuhan, dan produktivitas benih ikan betutu serta sifat fisika-kimia air pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergantian air dengan sistem resirkulasi memberikan sintasan yang paling baik terhadap benih ikan betutu (33,0% dibanding continous flow (28,3% dan berbeda nyata (P0,05 dengan nilai secara berturut-turut sebesar: 1,41%; 1,31%; dan 1,50%. The aim of this experiment is to obtain the information on survival rate and growth of sand goby fries. The experiment was conducted at research station CibalagungBogor. Twelve container of 1.9m x 0.8m x 0.5m were used in this experiment, each container was stocked with 1 fish/5L of sand goby fry with 0.96±0.08 gram weight. Three different water exchange were aplied i.e (a recirculation, (b semi static, and (c continous flow. Each treatment was done in three replicates. The result showed that the recirculation gave the best result on survival rate (33.0% compared with continous flow (28.3% and significantly different from semi static (21.3%.

  7. HISTOPATOLOGI INSANG IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus YANG TERINFESTASI TREMATODA MONOGENEA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Ayu N. S. Utami

    2017-08-01

    Full Text Available Ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus yang terinfestasi parasit trematoda monogenea tidak mudah dikenali gejala klinisnya secara spesifik, mengingat parasit ini menyerang organ insang. Infeksi parasit ini dapat menyebabkan kematian ikan sehingga sangat merugikan budidaya ikan patin siam. Tujuan penelitian adalah memberikan informasi secara histopatologi tentang perubahan jaringan insang ikan patin siam yang terinfestasi parasit trematoda monogenea. Penelitian ini diawali dengan pemeriksaan natif insang patin siam yang terinfestasi parasit trematoda monogenea dan dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi. Pengambilan sampel ikan patin siam dilakukan sebanyak dua kali pada Mei dan Oktober 2015 di beberapa kolam budidaya. Pengamatan sampel dilakukan secara mikroskopik di Laboratorium Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 150 sampel yang diamati terdapat 35 sampel atau kasus insang ikan yang terinfestasi parasit trematoda monogenea yaitu: masing-masing sebanyak 10 sampel diperoleh pada Mei dan 25 sampel pada Oktober. Pemeriksaan patologi terhadap organ insang yang terinfestasi trematoda monogenea menunjukkan bahwa lamella insang mengalami pembengkakan dan berwarna merah pucat. Parasit trematoda monogenea pada insang atau yang lebih dikenal dengan cacing insang memiliki panjang tubuh berkisar antara 0,7-0,9 mm dengan lebar 0,05-0,10 mm. Pengamatan histopatologi menunjukkan bahwa jaringan insang yang terinfestasi parasit trematoda monogenea ditandai adanya perubahan yang konsisten, yaitu hiperplasia tulang rawan hyalin, proliferasi sel mukus, hiperplasia lamella sekunder, dan fusi lamella sekunder. Perubahan ini dapat mengakibatkan kematian pada ikan akibat kekurangan oksigen dan perubahan osmoregulasi ion dalam tubuh ikan. The gills of striped catfish (Pangasius hypophthalmus infested with parasitic trematodes monogenea are not easy to observe specifically

  8. SEBARAN UNIT STOK IKAN LAYANG (Decapterus spp. DAN RISIKO PENGELOLAAN IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarso Suwarso

    2013-05-01

    dalam di sekitar Sulawesi (malalugis, D. macarellus. Pola migrasi ikan layang/pelagis dalam arah Laut Jawa – Selat Makasar dan sebaliknya dimungkinkan juga terkait dengan penstrukturan populasi layang tersebut. Layang scad (Decapterus russelli and round scad (D. macrosoma was a main component of small pelagic fishes around Java Sea-Makasar Strait. Increasing of uncontrolled effort of purse seine had caused a biomass decrease and clearly impact to the lower catch, so that a goal of sustainable fishery was difficult to reach; in addition, knowledge on biological characteristics and inter-relationship within the stock unit in the main zone was not understood yet. Study on stock distribution and its management impacts was conducted based on the population structuring of the two scads species exist (D. russelli and D. macrosoma which was observed fromthe genetic analyses of the mitochondria DNA marker (RFLP method, and the capture fishery data (species composition, distribution of fishing ground from some main landing sites such as Pekalongan, Samarinda, Mamuju, and Bone. Results showed the two species of scads had two sub population (stock unit respectively. D. russelli distribute in the eastern part of Java Sea, southern Flores Sea, and western Banda Sea exist as a sub population or stock unit 1, while a stock unit 2 was distributed around the coastal waters of Makasar Strait in eastern Kalimantan. However, stock unit 1 of D. macrosoma that distribute in Banda Sea was separated (clearly different from the stock unit 2 that was distributed in the coastal habitat of Flores Sea, eastern Java Sea, and the coastal area of Makasar Strait (east Kalimantan. Thus, a sustainable management of small pelagic fish in the areas of Java Sea (FMA 712 and Makasar Strait (FMA 713 have to be managed as a one stock unit (sub population and one management unit. On the other hand, we would like to propose that for a small pelagic fish that was distributed in the oceanic habitat of

  9. RENDEMEN DAN KOMPOSISI PROKSIMAT GELATIN KULIT IKAN BELUT DAN LELE PADA KEADAAN SEGAR DAN KERING (YIELD AND PROXIMATE OF GELATIN EXTRACTED FROM FRESH AND DRY SWAMP ELL AND CATFISH SKIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hafni Rahmawati

    2017-02-01

    Full Text Available Kulit ikan belut dan lele berpotensi untuk diekstrak gelatinnya. Kulit ikan belut dan lele tidak bersisik, berlendir dan berlemak untuk ikan lele, berbeda dengan kulit ikan pada umumnya yang dijadikan gelatin. Penelitian ini mempelajari tentang gelatin kulit ikan belut dan lele dari segi rendemen dan komposisi proksimat. Untuk mengetahui pengaruh pengeringan, kondisi kulit segar dan kering juga dipelajari. Tahapan ekstraksi yang dilakukan untuk keseluruhan jenis ikan sama, kecuali penanganan kulit ikan kering yang sebelumnya direndam dalam air selama 4 jam. Kulit ikan direndam kembali dalam 0,05M asam asetat selama 10 jam, kemudian dicuci dan diekstraksi dengan aquadest pada suhu 80OC selama 2 jam, cairan yang didapat difiltrasi. Filtratnya dikeringkan dalam cabinet dryer suhu 55OC selama        48 jam hingga diperoleh lembaran gelatin, kemudian diblender menjadi granula gelatin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin kulit ikan kering mempunyai rendemen sedikit lebih rendah dibandingkan gelatin dari kulit ikan segarnya. Kadar protein gelatin kulit ikan kering telihat tinggi dibandingkan kulit segarnya. Pengeringan kulit ikan berpengaruh pada penurunan kadar abu dan lemak, namun tidak mempengaruhi kadar air gelatin hasil ekstraksi. Gelatin kulit segar ikan lele memiliki nilai rendemen tertinggi yaitu 22,01%. Komposisi proksimat yang terbaik diantara keseluruhan kondisi dan jenis kulit dapat dilihat pada gelatin kulit segar ikan belut dimana memiliki kadar air 9,91%; kadar abu 3,07%; kadar protein 91,61%; dan kadar lemak 0,82%. Skin of swam ell and catfish were potential to gelatin extracted. Swamp ell skin doesn’t have scales, with much mucus and a few fat for catfish, it’s different from another fish skin that gelatin extracted usually. This research was studied yield and proximate gelatin extracted from skin of swam ell and catfish. Influence of drying was observed too. The first stage of the research was raw

  10. PAPARAN SENG DI PERAIRAN KALIGARANG TERHADAP EKSPRESI Zn-THIONEIN DAN KONSENTRASI SENG PADA HATI IKAN MAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NK Dewi

    2013-07-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan mengetahui paparan seng (Zn di perairan Kaligarang terhadap ekspresi Zn-thionein dan konsentrasi seng pada hati ikan mas (Cyprinus carpio L. Sebanyak 200 ekor ikan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok 100 ekor. Kelompok kontrol dipelihara di kolam ikan di Balai Benih Ikan Kabupaten Semarang, sedangkan kelompok perlakuan dipelihara pada karamba jaring apung di bagian hilir sungai Kaligarang. Setiap minggu sampel ikan diambil masing-masing lima ekor dari kedua kelompok secara acak untuk diambil organ hatinya dan dianalisis konsentrasi seng dan Zn-thionein. Ikan pada kedua kelompok dipelihara hingga Zn-thionein muncul pada hati ikan. Metallothionein diisolasi dari hati ikan dan dianalisis menggunakan metode High-Performance Liquid Chromatography, dengan larutan standar seng. Setiap satu minggu sekali, konsentrasi seng terlarut pada sampel air dari kedua kelompok diukur dengan metode Atomic Absorption Spectroscopy hingga Zn-thionein muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi seng yang terlarut dalam air sungai Kaligarang adalah 0,078 mg/l, lebih tinggi dari nilai baku mutu air kelas I (0,05 mg/l. Rata-rata konsentrasi seng yang terabsorbi oleh hati ikan mas pada minggu ke-6 adalah 0,025868 mg/l, lebih rendah dari batas maksimum cemaran seng (100 mg/kg. Rata-rata konsentrasi seng pada hati ikan sebesar 0,025868 µg/g dapat menginduksi munculnya Zn-thionein pada hati ikan mas yang hidup di perairan Kaligarang pada minggu ke-6 perlakuan. The research aims to find concentration of dissolved zinc in the water of Kaligarang River and absorbed zinc concentration inside the liver of carp, also to analyze zinc exposure in Kaligarang River toward Zn-thionein induction inside the liver of carp. The concentration of dissolved zinc was measured using Atomic Absorption Spectroscopy method until Zn-thionein emerges. Metallothionein was isolated from the liver of carp and analyzed using High-Performance Liquid

  11. PEMELIHARAAN LARVA IKAN KLOWN (Amphiprion percula DENGAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Maha Setiawati

    2016-11-01

    Full Text Available Nilai jual ikan hias klown sangat tergantung dari kecerahan dan keunikan warna yang dimilikinya, namun ikan hias produk hatcheri masih belum sebaik hasil tangkapan alam. Pengkayaan dengan bahan komersial dan Nannochloropsis sp. pada rotifer dan Artemia sebagai pakan alami tidak mampu meningkatkan kecerahan warna benih ikan. Oleh sebab itu, diperlukan pakan alami lain yang mampu meningkatkan kecerahan warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rotifer dan copepod terhadap performan warna benih ikan klown, serta pertumbuhan dan sintasan yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan wadah bak fiber volume 200 L yang diisi air laut sebanyak 150 L. Telur ikan klown yang telah berumur enam hari ditebar sebanyak 200 butir/bak. Perlakuan berupa pemberian pakan alami: (A rotifer dan (B rotifer + copepod yang masing-masing mempunyai lima ulangan. Pemberian pakan perlakuan dilakukan sampai larva berumur 30 hari. Selain pakan perlakuan, mulai hari ke-20 juga ditambahkan pakan buatan berupa pakan mikro pada semua larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tambahan copepod sebagai pakan alami pada pemeliharaan larva ikan klown dapat meningkatkan kecerahan warna. Selain itu, panjang total dan bobot badan larva pada hari ke-20 untuk perlakuan B adalah masingmasing 10,44 ± 0,24 mm dan 15,2 ± 0,5 mg lebih baik daripada perlakuan A yaitu 9,15 ± 1,27 mm dan 9,2 ± 0,1 mg. Demikian pula vitalitas benih yang dihasilkan, menunjukkan bahwa ikan pada perlakuan B lebih kuat dibandingkan perlakuan A. Benih ikan pada perlakuan B tahan selama 231,6 detik dalam air tawar sedangkan pada perlakuan A hanya selama 39,8 detik. Price of ornamental fish highly depends on the brightness and unique appearance of its color. While of ornamental fish bred in hatcheries are less attractive in appearance compared to the wild ones. Enrichment of live feed i.e rotifer and Artemia using commercial enrichment and Nannochloropsis sp. was not able to

  12. KOMPOSISI IKAN HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DI KAWASAN SUAKA PERIKANAN TELUK RASAU, SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melfa Marini

    2016-05-01

    Full Text Available Teluk Rasau merupakan salah satu kawasan suaka perikanan rawa banjiran yang berfungsi untuk menjaga atau meningkatkan produksi perikanan di daerah aliran Sungai Lempuing. Sampai saat ini informasi mengenai efektivitas suaka perikanan terhadap sumber daya ikan belum banyak diketahui. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan dengan menganalisis ikan hasil tangkapan jaring insang dari berbagai ukuran mata jaring di kawasan suaka perikanan Teluk Rasau. Analisis komposisi jenis ikan ini digunakan untuk menilai efektivitas suaka perikanan Teluk Rasau. Survei lapangan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu Agustus, Oktober dan November 2009. Sampel jenis-jenis ikan didapatkan dari koleksi enumerator dan hasil tangkapan nelayan serta hasil tangkapan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sekitar 31 spesies ikan yang tergolong dalam 15 familia. Cyprinidae merupakan familia yang paling dominan, dengan komposisi hasil tangkapan terbesar diperoleh pada jaring insang ukuran 0,75 inci baik pada Agustus yaitu musim kemarau, maupun pada musim hujan yaitu pada Oktober-November dengan nilai komposisi hasil tangkapan sebesar 93,1%, 92,8% dan 78,3%. Komposisi hasil tangkapan terkecil pada musim kemarau (Agustus diperoleh pada alat tangkap jaring insang ukuran 2,25 inci yaitu sebesar 0,86% sedangkan pada musim hujan (Oktober-November diperoleh pada jaring insang ukuran 3 inci masing-masing sebesar 0,63% dan 2,23%. Hasil analisis jumlah jenis ikan yang tertangkap dan beberapa parameter ekologis perairan serta populasi ikan menunjukkan bahwa suaka Teluk Rasau kurang berfungsi dan kurang efektif sebagai kawasan suaka perikanan. Teluk Rasau, one of the floodplain fisheries reserves in Lempuing Rivers, has a function to increase fisheries production in that area. However, the effectiveness of this reserve to conserve and increase fish resources in that area has not been evaluated yet. Therefore, a study on

  13. EFISIENSI KINERJA RANTAI PASOK IKAN LELE DI INDRAMAYU, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sefitiana Wulan Sari

    2014-09-01

    organisasi lain yang sejenis, yaitu dengan membandingkan kinerja saluran petani anggota kelompok tani–perusahaan dan petani anggota kelompok tani–bandar.  Sementara itu,  implikasi manajerial dianalisis dengan menggunakan GAP analisis. Input dan output yang digunakan dalam penelitian ini berbasis pada SCOR (Supply Chain Operation Reference yang melihat kinerja petani anggota kelompok tani. Hasil penelitian dari 33 petani anggota kelompok tani, tujuh diantaranya merupakan petani anggota kelompok tani mitra perusahaan CV Taman Lele Indramayu sedangkan 26 lainnya merupakan petani yang bermitra dengan enam bandar di Desa Puntang, Losarang, Indramayu. Terdapat dua orang petani anggota kelompok tani mitra perusahaan yang sudah memiliki efisiensi kinerja 100%, sedangkan pada petani anggota kelompok tani dari 26 petani hanya satu orang petani yang memiliki efisiensi kinerja 100%. Hasil analisis pada CV Taman Lele Indramayu yang dibandingkan dengan 6 bandar, diketahui bahwa terdapat dua bandar yang belum memiliki efisiensi kinerja 100%, yakni bandar 4 dan bandar 6. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kinerja petani anggota kelompok tani mitra bandar masih belum cukup efisien jika dibandingkan dengan kinerja rantai pasok petani anggota kelompok tani perusahaan. Di lain pihak, kinerja rantai pasok ikan lele di tingkat penyalur yakni perusahaan dan bandar sudah cukup efisien. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan efisiensi kinerja rantai pasok 100% maka perlu dilakukannya penurunan input atau peningkatan output pada kinerja petani ataupun bandar yang belum memiliki efisiensi kinerja 100%. Kata Kunci: efisiensi kinerja, ikan lele, rantai pasok, Indramayu

  14. Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Ekstrak Sargassum sp. dan Lama Penyimpanan terhadap Oksidasi Lemak pada Fillet Ikan Patin (Pangasius sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatin Hidayati

    2017-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Ikan patin merupakan ikan air tawar yang mengandung lemak dan protein tinggi sehingga apabila dilakukan penyimpanan rentan terjadi oksidasi yang mengakibatkan ketengikan. Sargassum sp. dengan kandungan fenol dan flavonoid mampu menghambat terjadinya oksidasi pada fillet ikan patin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ekstrak Sargassum sp. dan lama penyimpanan dalam menghambat terjadinya oksidasi pada fillet ikan patin. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak Sargassum sp. dan fillet ikan patin. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi ekstrak Sargassum sp. (0%, 1%, 1,5% dan 2% dan lama penyimpanan (hari ke-0, hari ke-2, hari ke-4, dan hari ke-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penambahan konsentrasi ekstrak Sargassum sp. dan lama penyimpanan memberikan pengaruh nyata terhadap nilai PV, nilai TBA, kadar lemak, kadar protein, kadar air serta organoleptik (P < 0,05. Hasil penelitian tahap I didapatkan rendemen Sargassum sp. dengan pelarut etanol 96% sebesar 1,39%, kandungan fenol 1,813%, flavonoid 0,278% dan aktivitas antioksidan 99,1659 ppm (kuat. Hasil penelitian tahap II didapatkan nilai PV berkisar antara 2,03 - 19,82 meq/kg, nilai TBA 0,63 - 6,72 mg.mal/kg. Konsentrasi 1,5% merupakan konsentrasi terbaik ekstrak Sargassum sp. dalam menghambat oksidasi lemak pada fillet ikan patin selama penyimpanan. Kata kunci: Antioksidan, Ekstrak Sargassum sp., Lama Penyimpanan, Oksidasi lemak, Fillet Ikan patin ABSTRACT Catfish is a freshwater fish that contain high fat and protein so that if its stored it will susceptible to oxidation process which leads to rancidity. Sargassum sp. with its phenolic and flavonoid content are able to inhibit the oxidation process in catfish fillet. This research was aimed to know the effects of different concentrations of Sargassum sp. extracts and

  15. PERKEMBANGAN PERIKANAN CUMI–CUMI DI SENTRA PENDARATAN IKAN UTARA PULAU JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suherman Banon Atmaja

    2016-04-01

    Full Text Available Studi pendahuluan tentang perikanan cumi-cumi yang berasal dari kapal purse seine telah dilakukan di sentra pendaratan ikan utara Pulau Jawa.  Setelah deplesi stok ikan pelagis di Laut Jawa, pada perikanan purse seine semi industri peralihan spesies target dan diversifikasi usaha penangkapan merupakan strategi dan respon adaptif pengusaha (pemilik kapal dan nelayan terhadap perubahan dalam kelimpahan sumber daya, kondisi lingkungan dan hambatan peraturan. Berdasarkan atas data kapal keluar–masuk di PPS Nizam Zachman Jakarta dan data sistem pemantauan kapal (VMS, vessel monitoring system menunjukkan daerah penangkapan menyebar ke 5 wilayah pengelolaan perikanan, yaitu WPP 712 Laut Jawa, WPP 572 Samudera Hindia, WPP 711 Selat Karimata dan Laut Cina Selatan, WPP 714 Selat Makassar dan Laut Flores, WPP 718 Laut Aru dan Laut Arafuru.  Rata–rata hari operasi di Laut Jawa dan Selat Karimata berkisar 40-110 hari, sedangkan rata–rata hari operasi di Laut Aru dan Laut Arafuru berkisar 126-253 hari. Perubahan kapal purse seine menjadi kapal cumi-cumi menunjukkan sinyal yang nyata mengenai terjadinya penurunan biomassa ikan-ikan tertentu dan kenaikan kelimpahan ikan lainnya.   This paper presents a preliminary study of the squid fishery originally come from purse seiners in center of fish landing at Northern of Java Island.  After depletion of pelagic fish stocks in the Java Sea, shift target species and fishing effort diversification of semi-industrial purse seine fishery is a strategy and an adaptive response of enterpreneur (owner’s and fishermen to changes in the abundance of the resources, environmental conditions and regulatory barriers.  Based on data entry–exit vessel in landing sites of Nizam Zachman Jakarta and VMS data showed that the fishing ground spreaded to five fisheries management areas, i.e., FMA 712 Java Sea, FMA 572 Indian Ocean, FMA 711 Karimata Strait and South China Sea, FMA 714 Macassar Strait and Flores Sea, FMA 718

  16. PERANCANGAN PASAR IKAN HIGIENIS (PIH DI REMBANG (Pendekatan Karakteristik Budaya Berdagang Masyarakat Pesisir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulianto P. Prihatmaji

    2007-01-01

    Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP Tasikagung meningkat pula aktifitas perdagangan ikan di wilayah tersebut. Pendaratan, pengolahan dan pemasaran ikan menjadi satu rentetan alur kegiatan yang melekat pada budaya masyarakat pesisir Rembang. Adanya fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI yang diprioritaskan bagi para tengkulak dirasa masih kurang optimal bagi masyarakat sekitar. PIH ini dirancang dengan pendekatan karakteristik budaya berdagang masyarakat pesisir ke dalam konsep perancangan bangunannya. Karakteristik ini meliputi horizontalitas, floating market (pasar terapung dan adanya integrasi yang kuat antara kegiatan pengolahan dan pemasaran ikan secara home industri. Dengan pendekatan tersebut dirasa mampu memunculkan bangunan yang responsive terhadap tapak sekitar, baik fisik maupun sosial. Kata kunci: Karakteristik budaya berdagang masyarakat pesisir.

  17. KONSERVASI GENETIK IKAN BETOK (Anabas testudineus Bloch 1792 DI PERAIRAN RAWA, KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamat Slamat

    2016-05-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sample ikan betok (Anabas testudineus Bloch 1972 yang berasal dari perairan rawa Kalimantan Selatan, dengan tujuan untuk mendeskripsikan keragaman  genetik dan aspek konservasinya dengan metode amplifikasi mtDNA. Proses amplifikasi mtDNA ikan betok terjadi di daerah D Loop.  Hasil analisis mt-DNA D Loop ikan betok menunjukkan bahwa, analisis keseimbangan populasi Hardy-Weinberg  berkisar antara 0,02 - 0,09, sedangkan haplotipe tertinggi terdapat pada rawa monoton (0,9384, kemudian tadah hujan (0,7111 dan pasang surut (0,6.  Heterozigositas ditemukan unik pada populasi rawa monoton (BAAAA dan rawa pasang surut (BAACA dan umum di temukan di ketiga ekosistem rawa (AAABA.  Ikan betok di bagi menjadi dua stok populasi yaitu populasi rawa monoton dan pasang surut serta stok tadah hujan.  Konsep utama dalam konservasi genetik adalah fitness population dimana populasi dipertahankan minimal 500 ekor/kawasan. Untuk meningkatkan keragaman genetik ikan betok, dilakukan dengan cara introduksi individu-individu baru yang memiliki keragaman genetik yang lebih tinggi kedalam populasi lokal, restocking dan membuat kawasan suaka yang dilindungi oleh Dinas Perikanan setempat bersama-sama dengan masyarakat di sekitar perairan rawa tersebut.   The research was conducted using climbing perch samples originated from the swampy waters of the southern Borneo, and the objektive of this study to investigate the genetic diversity and the conservation aspect using mtDNA amplification method.  mtDNA amplification process occurs in the D Loop region.  The results of the analysis of D-Loop mtDNA of climbing perch showed that, the analysis of Hardy-Weinberg equilibrium population ranged from 0.02 to 0.09, while the highest haplotypes found in swamp bogs (monotonic (0.9384 then rainfed (0.7111 and tides (0.6. Heterozygosity was found uniquely in the swamp monotonic population (BAAAA and marsh tides (BAACA and common in all

  18. STATUS PEMANFAATAN DAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN TENGGIRI (Scomberomorus spp. DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaluddin Kasim

    2016-03-01

    Full Text Available Ikan tenggiri (Scomberomorus spp. di Laut Jawa merupakan jenis ikan pelagis ekonomis penting yang banyak dieksploitasi karena permintaan dan harga yang tinggi. Agar pengelolaan dapat dilakukan dengan benar maka   diperlukan informasi mengenai status pemanfaatan dan musim penangkapannya. Data primer untuk  penelitian ini diperoleh dengan metode wawancara sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui pencatatan hasil tangkapan ikan tenggiri periode 1999-2012 oleh enumerator di PPN Pekalongan dan kajian hasil peneitian terdahulu. Metode analisis model surplus produksi dan indeks musim penangkapan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Maximum Sustainable Yield (MSY ikan tenggiri di Laut Jawa sebesar 438 ton sedangkan effort maksimum sebesar 1000 trip setara jaring insang (gill net < 30 GT. Nilai CPUE cenderung menurun selama periode tahun 1999 hingga tahun 2012 yakni sebesar 1,73 ton/trip pada tahun 2005 menjadi hanya sebesar 0,37 ton/trip pada tahun 2011. Indeks musim Penangkapan (IMP menunjukkan bahwa ikan tenggiri melimpah pada periode Maret sampai dengan Juni dan periode Oktober hingga Desember sepanjang tahun. Narrow-barred spanish mackerel (Scomberomorous commerson is an economically important pelagic species in Java Sea that continue to be exploited due to the high demand and prices. The research regarding status of utilization and fishing season was conducted in order to obtain the optimal efforts and sustainable management. The research was conducted through interviews method to fishermen while the secondary data collected during the period of 1999-2012 through field enumerators in PPN Pekalongan as well as reviewing previous research studies. The results showed that Maximum Sustainable Yield (MSY was 243.5 tons, while the maximum effort as much as 1000 trips equivalent to gill nets. Catch Per Unit Effort (CPUE was declined during the period 1999 through 2012 of 0.251 tons / trip in 2005 became 0.052 tons

  19. Pengembangan pemakaian hasil samping agroindustri berbahan dasar jagung sebagai alternatif bahan baku pakan ikan kerapu tikus Cromileptes altivelis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Agus Suprayudi

    2015-03-01

    impact to feed palatability (shown by total feed consumption value and digestibility of protein. The increasing level of DDGS and hominy more than 10% reduced palatability and protein digestibility. Based on this research, DDGS and hominy can be used up to 10% in the feed formulation of humpback grouperKeywords: digestibility, growth performance, DDGS, hominy, humpback grouper, Cromileptes altivelisABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah jagung dari industri etanol dalam bentuk distillate dried grain with soluble (DDGS dan homini sebagai bahan baku pakan terhadap kinerja pertumbuhan ikan kerapu bebek Cromiliptes altivelis. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah juvenil ikan kerapu bebek berukuran 11‒14 g. Ikan dipelihara dalam karamba jaring apung yang berukuran 3×1,5×2 m3 dengan kepadatan 167 ekor/jaring. Ikan diberi pakan sampai kenyang sebanyak dua kali sehari. Untuk menjaga agar jaring tetap bersih maka dilakukan pergantian jaring setiap satu sampai dua minggu sekali. Ikan dipelihara selama lima bulan dan setiap bulan dilakukan sampling. Tiga macam pakan digunakan dalam penelitian ini dengan kadar protein 47% dan rasio energi protein 10 kkal/g protein. Pakan A adalah pakan yang tidak mengandung DDGS dan homini, pakan B mengandung DDGS 6,13% dan 4% (total 10,13%, dan pakan C mengandung DDGS 15,05% dan Homini 4% (total 19,5%. Untuk mengevaluasi ketercernaan nutrien maka kromium oksida (Cr2O3 digunakan sebagai penelusur. Penelitian ketercernaan dilakukan di laboratorium dengan menggunakan fiber dengan volume 800 L. Rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan dua ulangan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketercernaan nutrien tidak berbeda sampai total kadar DDGS dan homini 10,13% (pakan B dan peningkatan DDGS serta homini sampai 19,05% (pakan C menurunkan nilai ketercernaan. Ikan yang diberi pakan dengan DDGS sebesar 10,13% (pakan B memiliki nilai efisiensi pakan, sintasan, laju

  20. PROPORSI BAGIAN TUBUH DAN KADAR PROKSIMAT IKAN GABUS PADA BERBAGAI UKURAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruddy - Suwandi

    2014-07-01

    Full Text Available Ikan gabus (Channa striata merupakan jenis ikan air tawar yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ikan gabus hidup di muara sungai, danau, rawa, dan dapat pula hidup di air kotor dengan kadar oksigen rendah. Ikan gabus belum banyak dibudidayakan secara luas dan belum banyak dimanfaatkan sebagai produk olahan ikan. Informasi mengenai proporsi tubuh ikan gabus masih kurang dan belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi bagian-bagian tubuh ikan dan komposisi kimia daging ikan gabus pada berbagai ukuran (0,5 kg; 1 kg; dan 2 kg dan jenis kelamin. Prosedur yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pengukuran proporsi tubuh ikan dan analisis proksimat. Ikan gabus betina memiliki rendemen daging yang lebih tinggi dibanding ikan gabus jantan. Rendemen terbesar terdapat pada daging dengan bobot tubuh ikan 2 kg. Kadar air dan kadar abu tertinggi terdapat pada ikan gabus jantan 0,5 kg yaitu 80,41% dan 1,47%. Kadar protein tertinggi yaitu 20,14% terdapat pada ikan gabus betina 1 kg. Kadar lemak tertinggi terdapat pada ikan gabus jantan 2 kg yaitu sebesar 1,69%. Kadar karbohidrat tertinggi terdapat pada ikan gabus betina 2 kg yaitu 2,71%.Kata kunci: ikan gabus, proksimat, proporsi tubuh

  1. DISTRIBUSI NITROGEN DAN FOSFOR PADA BUDIDAYA IKAN GABUS (Channa striata DENGAN APLIKASI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes DAN PROBIOTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adang Saputra

    2018-01-01

    Full Text Available Permasalahan yang dihadapi pembudidaya ikan dengan sistem intensif adalah meningkatnya limbah yang terakumulasi pada air dan sedimen. Limbah budidaya ikan pada umumnya berupa padatan dan nutrien terlarut pada air terutama nitrogen dan fosfor. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji distribusi nitrogen total dan fosfor total pada budidaya ikan gabus secara intensif yang diberi eceng gondok Eichhornia crassipes dan probiotik (Pseudomonas aeruginosa dan Achromobacter insuavis. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan pemberian kombinasi eceng gondok dan probiotik (A, pemberian eceng gondok (B, dan pemberian probiotik (C, masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Benih ikan gabus yang digunakan berukuran panjang 14,74 ± 0,01 cm dan bobot 25,53 ± 0,09 g dengan padat tebar 175 ekor/kolam (50 ekor/m3. Selama 90 hari masa pemeliharaan, ikan gabus diberi pakan berupa pelet dengan kandungan protein sekitar 30%. Jumlah pemberian pakan 5% dari biomassa dengan frekuensi pemberian empat kali dalam sehari (pagi, siang, sore, dan malam. Hasil penelitian menunjukkan nitrogen dan fosfor pada budidaya ikan gabus terdistribusi pada eceng gondok, sedimen, air, dan ikan. Eceng gondok menyerap nitrogen dan fosfor paling tinggi (P<0,05 dibandingkan air, ikan, dan sedimen. Laju pertumbuhan spesifik bobot (4,37 ± 0,01%/hari dan biomassa (1,88 ± 0,01 g ikan gabus tertinggi dicapai pada pemberian kombinasi eceng gondok dan probiotik. Hasil ini dapat dijadikan landasan untuk pengelolaan limbah nitrogen dan fosfor pada budidaya ikan gabus secara intensif. One of the problems in intensive aquaculture system is the the accumulation of waste in the water and sediment. Aquaculture wastes are discharged into the water in form of solids and dissolved nutrients which mostly consisted of nitrogen and phosphorus. The purpose of this study was to study the dynamics of total nitrogen and phosphorus in an intensive aquaculture media supplied with water

  2. Studi Pemanfaatan Jantung Pisang dan Ikan Gabus dalam Pembuatan Nugget

    OpenAIRE

    Pratiwi, Lisma; ', Yusmarini; Harun, Noviar

    2016-01-01

    The purpose of research is to identify the ratio influence of the banana's heart and the gabus fish concerning the result of nugget quality and the best formulation in making process of the banana's heart and the gabus fish nugget. This research was carried out experimentally by using Completely Randomized Design consisting of 5 treatments with 3 replications. The treatments consist of JI1 = (banana's heart 10 : gabus fish 90), JI2 = (banana's heart 15 : gabus fish 85), JI3 = (banana's heart ...

  3. Ekologi Trofik Komunitas Ikan di Perairan Segara Menyan, Subang, Jawa Barat (Trophic Ecology of the Fish Community in Segara Menyan Coastal Lagoon, Subang, West Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Zahid

    2015-09-01

    Full Text Available Pengetahuan mengenai ekologi trofik merupakan dasar dalam memahami ekosistem secara keseluruhan yang dapat dijelaskan melalui pola hubungan trofik interspesies ataupun interserikat. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan ekologi trofik meliputi indeks trofik dan jenis makanan dominan, serikat dan tingkat trofik, dan variasi spasial dan temporal komunitas ikan di estuari Segara Menyan. Pengambilan ikan contoh dilakukan setiap bulan pada zona berbeda. Ikan contoh dipisahkan berdasarkan waktu dan lokasi pengamatan, dianalisis isi saluran pencernaannya. Analisa data meliputi indeks vakuitas, jumlah total organisme makanan, jenis makanan dominan, luas relung makanan, dan tingkat trofik.  Pada pengamatan 106 spesies ikan, sebanyak 1-380 saluran pencernaan ikan diamati. Sebanyak lima dari 106 spesies memiliki nilai indeks vakuitas “0” dan jumlah makanan yang dikonsumsi bervariasi mulai dari empat hingga 27 jenis makanan. Secara umum, luas relung ikan adalah rendah berkisar 0,20-0,78 dan kebanyakan berada pada kisaran 0,20-0,48. Zooplankton merupakan jenis makanan paling dominan dikonsumsi oleh ikan. Komunitas ikan dikelompokkan dalam tujuh serikat trofik, yaitu detritivora, fitoplanktivora, zooplanktivora, zoobentivora, moluskivora, krustasivora, dan pisivora. Tingkat trofik komunitas ikan berkisar 2,05-4,73. Faktor perubahan ontogenetik, persediaan makanan, karakteristik habitat, dan ruaya beberapa spesies ikan memengaruhi variasi spasio-temporal jejaring makanan di Segara Menyan. Kata kunci: interaksi trofik, laguna, ikan, variasi spasio-temporal, serikat trofik Knowledge of trophic ecology is one way to understanding the whole ecosystem which explained by trophic relationship pattern (interspecies or interguild. The objective research was described of the trophic ecology, i.e. trophic index and dominant prey, trophic guild and trophic level, and spatio-temporal variation of fish community in Segara Menyan coastal lagoon. Fish were collected

  4. PENGARUH BERBAGAI RASIO ENERGI PROTEIN PADA PAKAN ISO PROTEIN 30% TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mas Bayu Syamsunarno

    2011-04-01

    Full Text Available Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan rasio energi protein optimum yang menghasilkan pertumbuhan maksimum benih ikan patin (Pangasius hypophthalmus. Percobaan menggunakan 5 (lima pakan iso protein dengan rasio energi protein berbeda, yaitu: 8,5; 9,0; 9,5; 10,0; dan 10,5 kkal DE/g protein. Benih patin berukuran 1,84±0,02 g ditebar secara acak ke dalam 15 akuarium (50 cm x 40 cm x 35 cm dengan kepadatan 20 ekor per akuarium. Benih ikan patin tersebut diberi pakan uji dua kali sehari sekenyangnya (satiation selama 40 hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kandungan protein tubuh tertinggi dihasilkan oleh pakan dengan rasio energi protein 9,0 kkal DE/g protein, sedangkan lemak tubuh terendah dicapai oleh perlakuan 8,5 kkal DE/g protein. Namun, protein karkas adalah sama untuk perlakuan 8,5–9,5 kkal DE/g protein dan kandungan lemak karkas terendah dicapai oleh 8,5 kkal DE/g protein. Konsumsi pakan, retensi protein, dan pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh pakan dengan rasio energi protein 9,0 kkal DE/g protein (P0,05. Oleh karena itu, kandungan optimum rasio energi protein 9,0 kkal DE/g protein memberikan pertumbuhan tertinggi pada benih ikan patin

  5. KERAGAAN REPRODUKSI IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus Bleeker, 1863 SEBAGAI KANDIDAT IKAN BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evi Tahapari

    2011-04-01

    Full Text Available Patin nasutus merupakan salah satu spesies patin Indonesia yang potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas baru perikanan budidaya. Upaya pengembangan patin nasutus memerlukan informasi-informasi biologi-reproduksi berkaitan dengan kapasitas produksi massalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan reproduksi patin nasutus. Hasil pengamatan perkembangan gonad menunjukkan bahwa oosit intraovarian patin nasutus dapat dibagi dalam lima tahap, yakni tahap 1 (kromatin nukleolar dan perinukleolar dengan diameter oosit kurang dari 0,125 mm, tahap 2 (vesikula kuning telur dan alveoli korteks dengan diameter oosit 0,125-0,500 mm, tahap 3 (granula kuning telur dengan diameter oosit 0,700-1,850 mm, tahap 4 (migrasi nukleus dan hidrasi dengan diameter oosit 1,250-1,900 mm dan tahap 5 (atresis dengan diameter oosit 0,300-1,700 mm. Perkembangan oosit patin nasutus bersifat sinkronis grup, ditandai dengan adanya dominasi dua kelompok oosit intraovarian pada ikan dengan tingkat kematangan yang tertua, yakni kelompok oosit tertua (oosit tahap 3 yang akan segera dikeluarkan pada saat pemijahan dan kelompok oosit stok yang belum berkuning telur dan berukuran kecil (oosit tahap 1 yang merupakan telur cadangan untuk proses pemijahan berikutnya. Oosit tahap 3 merupakan tahap perkembangan oosit tertua yang dapat terjadi secara sempurna dan responsif terhadap induksi stimulasi hormonal. Tipe perkembangan testis patin nasutus bersifat asinkronis, ditandai dengan keberadaan berbagai tahap perkembangan sel-sel gamet jantan. Fekunditas relatif patin nasutus berkisar 26-67 butir telur per gram bobot induk, lebih tinggi daripada patin jambal, tetapi lebih rendah daripada patin siam. Derajat penetasan patin nasutus berkisar 44,16-79,05% dengan lama inkubasi 22-25 jam pada suhu inkubasi 29-30oC. Ukuran panjang total larva yang baru menetas berkisar 4,700-5,200 mm.

  6. Pola Jaringan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI Pasar Ikan Gauang, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ariesta Ariesta

    2017-09-01

    Full Text Available This research purposes is to describe the pattern of network at Tempat Pelelangan Ikan (TPI (fish auction place of Gaung Market, Lubuk Begalung, Padang City. This research used qualitative method by using analysis descriptive approach. The data was collected by using deep interview, observation, and document study. The informants were defined by using purposive sampling. The data were analyzed by using Miles & Huberman approach. The results of research showed that there are eight actors who played in TPI Gaung Fish Market which are the owners of fishing platforms, the agencies out of the regions, ABK and ampera agencies, auction agencies, small agencies, permanent sellers, non-permanent sellers and buyers. The form of network which is formed in TPI was meso network pattern that is meant as network pattern formed because of family fish. Besides, fish price production process in TPI fish market influenced by fish amounts and knowledge and also consumers’ information towards on fish price. Penelitian ini bertujuan melihat pola jaringan di TPI pasar Gaung Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Teknik pengumpulan dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Penarikan atau pengambilan informan ditentukan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima aktor yang bermain di TPI Pasar Ikan Gaung yaitu agen besar, agen kecil, agen lelang, ABK dan pedagang.  Bentuk pola jaringan yang terbangun di TPI yaitu pola jaringan meso, dimana bermakna sebagai pola jaringan yang terbentuk karena adanya ikan keluarga. Selain itu, proses pembentukan harga ikan di TPI pasar ikan yang dipengaruhi oleh jumlah ikan dan pengetahuan serta informasi konsumen terhadap harga ikan.

  7. KERAGAAN BIOREPRODUKSI DAN PERTUMBUHAN TIGA POPULASI IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus Val. 1840

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jojo Subagja

    2015-03-01

    Full Text Available Ikan baung (Hemibagrus nemurus Val. 1840 termasuk kelompok catfish bernilai ekonomis, di Asia populer dengan nama “green catfish”. Informasi tentang variasi genetik dan keragaan bioreproduksi dari ketiga kandidat populasi hasil kegiatan 2011, yaitu: populasi Cisadane (Sdn, Cirata (Crt, dan Serayu (Sry telah dijadikan informasi dasar dalam keperluan seleksi atau persilangan antar strain agar diperoleh ikan yang cepat tumbuh. Populasi Serayu menunjukkan tingkat variasi genetik paling kecil, namun memiliki aspek bioreproduksi lebih baik, sementara populasi Cirata menunjukkan kekerabatan dan variasi genetik lebih tinggi dari populasi Serayu dan Cisadane. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan bioreproduksi dan pertumbuhan hasil persilangan dari tiga populasi yang digunakan. Keturunan hasil persilangan antara ketiga populasi telah diamati pada aspek Spesific Growth Rate (SGR, bobot akhir, dan sintasan (SR pada stadia benih umur 42 hari, serta parameter bioreproduksi dari masing-masing populasi induk antara lain: perkembangan gonad, fekunditas, dan indeks ova somatik. Hasil persilangan antara populasi Sdn x Sry menghasilkan nilai heterosis tertinggi pada parameter SGR (8,72%; heterosis sintasan tertinggi dicapai oleh persilangan Sry dengan Sdn (45,45%; sedangkan bobot akhir dicapai oleh persilangan Crt dengan Sdn (22,08%. Persilangan dua arah antara populasi Cisadane dan populasi Cirata adalah persilangan dengan respons tertinggi pada parameter SR dan bobot akhir nilai IOS (Indeks Ova Somatik Cisadane 15,9% dan Cirata 20,7%.

  8. STUDI AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN LARVA IKAN KUWE, Gnathanodon speciosus YANG DIPELIHARA DENGAN JENIS PAKAN AWAL BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Aslianti

    2012-04-01

    Full Text Available Upaya kontinuitas produksi benih ikan kuwe, Gnathanodon speciosus telah dilakukan namun sintasan yang diperoleh belum stabil. Jenis dan ukuran pakan pada larva stadia awal seringkali menjadi penyebab utama kegagalan produksi benih. Aktivitas enzim pencernaan diketahui sangat terkait dengan jenis pakan yang dikonsumsi larva sehingga berdampak terhadap pertumbuhan dan sintasannya. Enzim protease, amilase, dan lipase merupakan indikator biologis yang dapat menunjukkan kesesuaian jenis pakan yang dikonsumsi larva melalui kemampuannya untuk mencerna. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzim pencernaan larva ikan kuwe yang diberi ransum pakan awal berbeda yaitu rotifer, gonad kerang, dan kuning telur ayam. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap 3 perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas enzim protease, amilase, dan lipase pada ketiga perlakuan mempunyai korelasi positif terhadap pertumbuhan. Aktivitas enzim pencernaan cenderung meningkat pada saat larva mulai menerima pakan eksogen (D-2, kemudian menurun pada D-3–D-7 selanjutnya relatif stabil hingga akhir penelitian (D-30. Pakan awal kuning telur menghasilkan pertumbuhan (TL = 13,3±1,77 mm dan sintasan benih (55,42% paling tinggi daripada rotifer (TL = 10,6±1,51 mm; SR 52,42% maupun gonad kerang (TL = 12,7±2,67 mm; 52,45%. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan produksi benih sebagai pasok yang kontinu dalam mendukung pengembangan budidaya.

  9. Ekstraksi dan Karakterisasi Kolagen Larut Asam dari Kulit Ikan Nila (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati Nurhayati

    2013-06-01

    Full Text Available Kulit ikan nila dapat diolah menjadi kolagen yang dapat meningkatkan nilai tambah kulit ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi asam terhadap karakteristik kolagen yang dihasilkan. Ekstraksi kolagen dilakukan melalui perendaman dalam asam asetat dengan dua variasi konsentrasi yaitu 0,5 dan 1,5 M. Parameter yang diamati yaitu gugus fungsi, komposisi asam amino, suhu denaturasi, dan kemampuan mengembang kolagen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan asam asetat 0,5 M memiliki komposisi asam amino dan suhu denaturasi yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan asam asetat 1,5 M. Namun demikian, kolagen pada perlakuan asam asetat 1,5 M ternyata memiliki kemampuan mengembang lebih cepat (15 menit dibandingkan perlakuan asam asetat 0,5 M (60 menit. Sementara itu, spektra FTIR menunjukkan kolagen yang diperoleh dari kedua perlakuan memiliki karakteristik yang sama. Berdasarkan karakteristik kolagen yang diperoleh dengan dua perlakuan ekstraksi, perlakuan asam asetat 0,5 M menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding 1,5 M.

  10. KARAKTERISTIK MINYAK IKAN DARI LIMBAH PENGOLAHAN FILET IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus DAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Hastarini

    2013-03-01

    ABSTRAK Ikan Patin merupakan salah satu ikan air tawar ekonomis penting di Indonesia yang dikenal dengan sebutan catfish. Ikan patin memiliki kandungan lemak yang tinggi dan merupakan sumber asam lemak tidak jenuh termasuk asam lemak omega 3 yang memiliki fungsi positif bagi kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data karakteristik minyak ikan dari limbah pengolahan fillet ikan patin jenis Siam (Pangasius hypopthalmus dan Jambal (Pangasius djambal terutama mengenai profil asam lemaknya. Proses pengolahan filet menghasilkan filet sebagai produk utama dan sisanya berupa 6 komponen limbah yang terdiri dari kepala, tulang-ekor, kulit, daging trimm (sisa perapian fillet, daging belly flap (daging bagian perut dan isi perut. Ekstraksi minyak ikan dilakukan menggunakan metode wet rendering yang dimodifikasi. Bagian kepala, daging belly flap dan isi perut merupakan bagian yang potensial digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak ikan dengan rendemen minyak ikan kasar yang dihasilkan berturut – turut sebesar 9,84%, 28,52% dan 20,34% untuk ikan patin Siam dan 9,54%, 25,60% dan 30,05% untuk ikan patin Jambal. Profil asam lemak dari minyak ikan patin Siam maupun Jambal menunjukkan bahwa asam lemak palmitat dan oleat merupakan komponen utama. Persentase asam lemak tak jenuh memiliki jumlah yang lebih tinggi dibandingkan asam lemak jenuh dari total asam lemak secara keseluruhan yaitu sebesar 53,24%, 54,38%, 52,74% dan 62,70%, 62,92%, 61,97% berturut–turut untuk ikan patin jenis Siam dan Jambal bagian kepala, daging belly flap dan isi perut. Asam lemak omega 3 yaitu linolenat, EPA dan DHA terdeteksi pada kedua jenis minyak ikan patin dengan jumlah yang relatif kecil. Hasil analisis DSC minyak ikan patin Siam menunjukkan tiga kisaran zona pencairan minyak yang terdeteksi, yaitu pada kisaran suhu – 30 sampai – 16 oC, kisaran suhu – 16 sampai 25 oC, dan kisaran suhu 25 sampai 46 oC. Pada patin Jambal pencairan minyak terdeteksi lebih awal yaitu

  11. Ekstrak Air Daun Sirih (Piper betle Linn sebagai Antioksidan Alami pada Pengolahan Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus Asin Kering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2015-04-01

    Full Text Available Kajian peran ekstrak air daun sirih sebagai antioksidan alami pada proses pengolahan ikan patin asin kering telah dilakukan. Penambahan ekstrak air daun sirih pada berbagai konsentrasi (0, 4, 5, 6, 7% b/v dilakukan pada saat perendaman patin segar dalam larutan garam jenuh selama 48 jam. Selanjutnya patin asin hasil penggaraman dikeringkan di bawah sinar matahari selama 4–5 hari. Pengamatan aktivitas antioksidan ekstrak air daun sirih dilakukan dengan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH yang dibandingkan dengan Buthylated Hydroxytoluene (BHT sebagai kontrol positif, sedangkan pengamatan efektivitas ekstrak air daun sirih sebagai antioksidan patin asin dilakukan melalui analisis parameter oksidasi yakni angka TBA, angka anisidin dan produk berfluoresen serta karakteristik  sensori (warna, bau, dan rasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak air daun sirih memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan BHT. Penambahan ekstrak air daun sirih dengan konsentrasi 4–7% (b/v selama penggaraman dalam proses pengolahan patin asin mampu menghambat proses oksidasi lemak patin asin dan patin asin kering yang tercermin dari rendahnya angka TBA, angka anisidin dan produk berfluoresen dibanding kontrol. Perlakuan terpilih dari penelitian ini adalah kelompok perlakuan penambahan ekstrak daun sirih 4% yang menghasilkan patin asin kering dengan angka TBA 6,42 mMol MDA/kg (kontrol 15,10 mMol MDA/kg, angka anisidin 3,41 mMol/g minyak (kontrol 6,87 mMol/g minyak, dan produk berfluoresen 0,091 mg/g ikan (kontrol 0,219 mg/g ikan. Karakteristik sensori patin asin dengan perlakuan terpilih berwarna coklat muda, berbau tidak tengik, dan berasa sedikit getir.

  12. KEMAMPUAN GENTENG PLASTIK BERGELOMBANG (CORRUGATED PLASTIC SEBAGAI BIOFILTER PARTIKEL AMONIAK DAN BAHAN ORGANIK DI MEDIA BUDIDAYA DAN LIMBAH CAIR BUDIDAYA IKAN (Performance of Corrugated Plastic as Biofilter of Ammonia Particle and Organic Material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muslim Muslim

    2010-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pertumbuhan budidaya ikan dalam beberapa dekade ini berkembang sangat pesat, hal ini karena permintaan akan ikan meningkat. Meningkatnya kegiatan budidaya ikan selalu diiringi dengan meningkatnya limbah yang dihasilkan. Hal ini akan sangat cepat berpengaruh bila sistem budidaya yang dipakai adalah semi intesif atau intensif. Limbah tersebut harus segera dihilangkan atau dikurangi, karena akan berdampak pada ikan yang dibudidaya dan lingkungan seperti sungai dan laut. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kemampuan genteng plastik bergelombang mengurangi limbah yang dihasilkan budidaya ikan yaitu Total Suspended Sediment (TSS, Suspended Sediment (SS, amoniak dan bahan organik (COD. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa air limbah budidaya ikan yang mengandung TSS, SS, amoniak dan bahan organik setelah dilewatkan dengan genteng plastik bergelombang konsentrasinya menurun dengan tingkat efisiensi pengurangan yang terjadi di dalam kolam ikan dan di luar kolam ikan adalah sebagai berikut: 74,51% dan 54,42% (TSS; 39,20% dan 49,12% (SS; 19,82% dan 14,2% (amoniak; dan 24,82% dan 22,47% (COD. Ternyata genteng plastik bergelombang mempunyai tingkat pengurangan (g/m3/hr dan tingkat pengurangan spesifik (mg/m2/hr terhadap kandungan amoniak lebih efektif bila dibandingkan dengan material lain seperti plastic rolls, scrub pads, pipa PVC dan lain sebagainya.   ABSTRACT Aquaculture has been developing rapidly during the last few decades; it is due to the increase of fish demand. Increasing aquaculture activities especially with semi-intensive and intensive system have significant effect on waste production, which has to be removed or to be reduced quickly because will effect on fish in rearing tank and environment when through away to environment such as river and sea. The objectives of this study were to know the capability of corrugated plastic to remove or to reduce wastes content produced by aquaculture activities, i.e, Total Suspended

  13. UJI APLIKASI VAKSIN HYDROVAC UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT MERAH PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio DAN GURAME (Osphronemus gouramy DI BALAI BENIH IKAN PANDAK KABUPATEN BANYUMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indrawati Indrawati

    2009-06-01

    Full Text Available Uji aplikasi vaksin ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian vaksin hydrovac terhadap perkembangan kesehatan ikan mas dan gurami, serta mendapatkan informasi tentang cara pengendalian, melalui tindakan pencegahan ikan air tawar yang terserang wabah penyakit Aeromonas hydrophila. Sebanyak 39 ekor ikan mas (Cyprinus carpio dengan bobot rata-rata 1 kg dan panjang rata-rata 30 cm dan108 ekor ikan gurami (Osphronemus gouramy L. dengan bobot rata-rata 250 g dan panjang rata-rata 10 cm yang berasal dari Balai Benih Ikan (BBI Pandak Kabupaten Banyumas, digunakan sebagai ikan uji. Vaksin yang digunakan adalah “vaksin hydrovac” yang diproduksi oleh Laboratorium Patologi Ikan. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor. Vaksin diaplikasikan dengan cara dicampur pelet dengan dosis 2--3 mL per kilogram bobot badan ikan yang diberikan selama 5--7 hari berturut-turut dan setelah satu bulan kemudian dilakukan vaksinasi ulangan (booster terhadap ikan yang telah divaksin dengan cara yang sama. Hasil uji menunjukkan bahwa ikan baik ikan mas maupun gurame yang divaksin menunjukkan angka sintasan yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan ikan yang tidak divaksin. Mortalitas ikan uji yang tidak divaksin terjadi mulai minggu ke-5 dan ke-6.

  14. STUDI PEMBUATAN BISKUIT DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG IKAN GABUS (Ophiocephalusstriatus) Study of Making Biscuit With Fish Meal Substitutied Flour Snakehead (Ophiocephalusstriatus)

    OpenAIRE

    UMAR, MUSDALIFAH

    2013-01-01

    2013 Ikan Gabus (Ophiocephalusstriatus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar.Ikan gabus (Ophiocephalusstriatus) terkenal dengan memiliki sumber protein dan kandungan albumin yang tinggi.Selain itu ikan gabus juga mengandung lemak, air dan mineral yang sangat penting bagi tubuh kita.Ikan gabus dapat diolah dengan berbagai macam produk olahan baru seperti misalnya biskuit.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk biskuit dengan substitusi tepung ikan gabus yang diharapkan dapat...

  15. ANALISIS PROSPEK INDUSTRI PENGOLAHAN KERUPUK IKAN PATIN ”INTAN SARI” DI MARTAPURA, KABUPATEN BANJAR (PROSPECT ANALYSIS OF CATFISH CRACKERS PROCESSING INDUSTRY "INTAN SARI" IN MARTAPURA, BANJAR DISTRICT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leila Ariyani Sofia

    2016-06-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1 proses pembuatan kerupuk ikan patin, (2 besarnya keuntungan dan tingkat efisiensi usaha, (3 kelayakan usaha, (4 pemasaran produk, (5 tingkat kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (6 prospek dalam pengembangan usaha.  Hasil penelitian ini adalah  (1 proses pembuatan kerupuk ikan patin terdiri penyiangan ikan, pelumatan daging ikan, pengadonan, pengukusan, pengirisan, dan penjemuran, serta pengemasan; (2 Keuntungan yang diperoleh pada usaha ini adalah Rp 1.213.011,00/tahun dan nilai R/C Ratio yaitu sebesar 1,18; (3 Usaha kerupuk ikan patin secara finansal layak untuk diteruskan dengan waktu pengembalian modal investasi cukup pendek (lebih kurang 4 bulan; (4 Saluran distribusi kerupuk ikan patin dengan cara semi-langsung dan daerah pemasaran meliputi Kabupaten Banjar, Banjarmasin, Palangkaraya dan Kapuas (Kalimantan Tengah, dan Samarinda (Kalimantan Timur: (5 Manajemen yang ada pada usaha kerupuk ikan patin ini dilakukan oleh satu orang dan dibantu oleh bawahannya untuk masing-masing bagian sehingga belum ada pembagian tugas yang mendasar antara berbagai fungsi; (6 Hasil dari analisis faktor internal dan faktor eksternal, yaitu antara lain: penambahan kapasitas produksi, perluasan pasar, peningkatan pelayanan jasa, harga produk yang bersaing, perbaikan manajemen usaha, serta pengetahuan tentang selera konsumen. The purpose of this research is to determine: (1 the process of making fish crackers catfish, (2 the level of profits and business efficiency, (3 the feasibility of the business, (4 marketing the product, (5 the level of weaknesses, strengths, opportunities, and threat (6 to improve their business prospects. The results of this research are (1 the process of making fish crackers weeding catfish consists of fish, to grind the fish meat, mixed, steaming, slicing, and drying, and packaging; (2 The profit in this business is IDR 1,213,011.00/year and the value of R/C ratio in the

  16. PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN CUPANG ALAM (Betta imbellis YANG DIBERI HORMON PERTUMBUHAN REKOMBINAN MELALUI PERENDAMAN DAN PAKAN ALAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erma Primanita Hayuningtyas

    2017-01-01

    Full Text Available Pemberian hormon pertumbuhan rekombinan (recombinant growth hormone/rGH dapat meningkatkan pertumbuhan ikan. Pemberian rGH yang berasal dari ikan kerapu kertang (rEIGH diharapkan meningkatkan pertumbuhan ikan cupang alam (Betta imbellis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi performa pertumbuhan ikan cupang alam (Betta imbellis yang telah diberi rGH ikan kerapu kertang (rEIGH melalui perendaman dan pakan alami. Pemberian rGH dilakukan melalui perendaman dengan dosis yang sama 1,5 mg/L pada larva umur lima hari. Kejut salinitas pada 20 ppt selama 90 detik dilakukan sebelum direndam dalam 100 mL larutan rGH selama satu jam. Pemberian rGH dilanjutkan setelah satu minggu menggunakan pakan alami yang sudah diperkaya rGH dengan dosis 0; 0,3; 3; dan 30 mg/L; serta kontrol tanpa perlakuan. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Pakan alami yang digunakan meliputi nauplii Artemia, Moina, cacing Tubifex, dan bloodworm yang diberi secara bertahap mengikuti bukaan mulut, dengan frekuensi pemberian dua kali sehari. Pemberian pakan rGH dilakukan dua kali dalam seminggu pada hari senin dan kamis dan diberikan pada pagi hari saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi terbaik adalah pemberian rGH melalui perendaman 1,5 mg/L yang dikombinasikan dengan oral dosis 3 mg/L air. Laju pertumbuhan ikan cupang yang dihasilkan sebesar 5,54% dan rataan bobot akhir 1,03 ± 0,26 g atau sekitar 2,4 kali lebih tinggi dibandingkan kontrol (P<0,05. Pemberian rGH melalui perendaman saja sudah dapat meningkatkan pertumbuhan ikan cupang alam tetapi akan lebih baik jika dikombinasikan dengan pemberian rGH melalui pakan alami dosis berkisar 0,3-3 mg/L. The used of recombinant growth hormone (rGH for wild betta fish could enhance growth performance. The use of rGH of giant grouper fish (rEIGH is expected to enhance the growth performance of wild betta fish. The aim of this study is to determine the performance of wild betta fish treated with the

  17. AKUMULASI CADMIUM (CD PADA IKAN WADER MERAH (PUNTIUS BRAMOIDES C.V, DI SUNGAI KALIGARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Prabowo

    2016-11-01

    Full Text Available Kadmium merupakan bahan beracun yang menyebabkan keracunan kronik pada manusia, maka tingkat maksimun yang diperbolehkan di perairan adalah 0,01 mg/L (PP No 82 Th 2001 Tentang Kualitas Air. Penelitian ini bertujuan (1 mengidentifikasi gambaran umum kualitas air Sungai Kaligarang, (2 Mengidentifikasi konsentrasi logam berat Kadmium (Cd di Sungai Kaligarang, serta (3 mengidentifikasi akumulasi logam berat Cd pada ikan wader merah (Puntius bramoides C.V yang hidup di Sungai Kaligarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasi eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kandungan logam berat Cd pada air dan ikan wader merah di Sungai Kaligarang. Penentuan lokasi pengambilan sampel secara purposif sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan berupa Suhu, pH, BOD, DO di Sungai Kaligarang tidak melebihi baku mutu berdasarkan mutu air penggolongan kelas I. Parameter logam berat Cd dalam air tidak melebihi aturan yang ditetapkan PP Nomor 82 Th 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kadar logam berat yang terkandung pada ikan wader merah masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan baik dari FDR New Zealand, FAO, Serta SNI. 7387.2009, Tentang Batas Maksimum Cemaran logam Berat Dalam Pangan.Cadmium is a toxic substance that causes chronic poisoning in humans and the maximum permissible level in the water is 0.01 mg / L. (Th Government Regulation No. 82 of 2001 on water quality. This study aimes to (1 identify general description of Kaligarang water quality, (2 heavy metalconcentrations of Cadmium (Cd in Kaligarang river and (3 identifying Cd accumulation of heavy metal in red Wader fish. This research is an observational exploration with a quantitative approach that aims to describe the level of heavy metal Cd in water and wader in Kaligarang. The location is determined by sampling study with purposive sampling. The result shows that the environmental parameters

  18. EVALUASI POTENSI IKAN LAYANG (Decapterus spp. DI WPP 712– LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setya Triharyuni

    2016-03-01

    Full Text Available Dalam rangka menjaga pelestarian sumberdaya ikan di kawasan perairan tertentu, maka tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan tersebut harus seimbang dengan potensi produksinya. Ikan layang (Decapterus spp. merupakan hasil tangkapan dominan mencapai 60% dari total tangkapan perikanan pukat cincin yang beroperasi di Laut Jawa. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian beberapa model produksi surplus pada dinamika perikanan layang di Laut Jawa (WPP-712 dengan menggunakan pendekatan lima model produksi, yaitu model Schaefer, Fox, Walter & Hilborn, Clarke Yoshimoto Pooley (CYP dan Schnute. Model produksi yang sesuai digunakan untuk estimasi tangkapan maksimum lestari (MSY dan upaya optimum (Fopt serta parameter pertumbuhan stok ikan layang. Data yang digunakan adalah data hasil tangkapan ikan layang dan jumlah trip penangkapan kapal pukat cincin yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Tegal, Pekalongan, Juana dan Rembang yang beroperasi di Laut Jawa selama periode 2004-2012. Ketepatan model dianalisis dengan membandingkan tanda regresi, uji F, uji t dan nilai konstanta determinasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan model Fox merupakan model yang paling tepat dengan estimasi MSY sebesar 24.447 ton dan upaya penangkapan sebesar 5.784 trip/tahun setara pukat cincin. Berdasarkan model Fox juga diperoleh nilai parameter pertumbuhan stok ikan layang, yaitu nilai pertumbuhan intrinsik (r sebesar 0,7172, koefisien penangkapan (q sebesar 5,075 x 10-5 dan daya dukung lingkungan perairan (K sebesar 48.072 ton. Perikanan layang di Laut Jawa telah berada pada kondisi lebih tangkap sehingga intervensi pengelolaan, yaitu pengurangan intensitas upaya penangkapan ke titik optimal atau pengaturan hasil tangkapan di bawah tangkapan lestari untuk menjamin keberlanjutannya perlu dilakukan.   The general principle to sustain fish resources in a certain area is the exploitation level should not exceed its carrying capacity. Round scads (Depcaterus spp. are

  19. KOEFISIEN KECERNAAN FRAKSI SERAT BUNGKIL KELAPA SAWIT YANG DIHIDROLISIS DENGAN ENZIM ASAL CAIRAN RUMEN DOMBA SEBAGAI PAKAN BENIH IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Pamungkas

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kecernaan fraksi serat bungkil kelapa sawit yang dihidrolisis dengan enzim cairan rumen domba. Koefisien kecernaan ditentukan dengan menggunakan indikator Cr2O3 yang ditambahkan dalam pakan uji. Bahan pakan yang digunakan adalah bungkil kelapa sawit (BKS yang dihidrolisis dengan enzim asal cairan rumen domba dengan volume 100 mL/kg BKS dan diinkubasi selama 24 jam (BKSe dan yang tidak dihidrolisis (BKS. Pakan yang digunakan dalam penelitian adalah pakan acuan (pakan komersil, pakan uji A (30% BKSe dan B (30% BKS dengan 3 ulangan. Ikan yang digunakan 10 ekor benih ikan patin siam Pangasius hypophthalmus dengan bobot rata-rata 20 g/ekor yang dipelihara dalam fiber dengan volume air 80 liter. Pemberian pakan secara at satiation dengan frekuensi pemberian 3 kali per hari. Feses dikumpulkan selama 15 hari pemeliharaan untuk dianalisis kandungan nutrisinya. Hasil analisis kecernaan menunjukkan bahwa nilai kecernaan fraksi serat menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P<0,05 antar perlakuan di mana pakan A (30% BKSe mempunyai nilai kecernaan fraksi serat lebih tinggi dibandingkan pakan B (30% BKS.

  20. IKAN HIAS LAUT: TANTANGAN BUDIDAYA DAN PELUANG BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anjang Bangun Prasetio

    2012-12-01

    Full Text Available Indonesia mempunyai potensi ikan hias laut cukup besar, selain ikan yang unik, baik warna, bentuk, dan tingkah laku, serta sifat-sifat lain yang dimilikinya, juga potensi jenis yang cukup banyak di alam. Hal ini cukup menarik untuk peluang bisnis, karena tidak hanya bagi para pencinta ikan hias (hobiis akan tetapi para pemula juga mulai menggemari ikan hias. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus terkait ikan hias laut ini sehingga upaya untuk memproduksi benih dan induk dari hasil budidaya sudah harus digalakkan, mengingat banyak jenis-jenis budidaya ikan hias laut yang potensial untuk dikembangkan berdasarkan permintaan pasar baik domestik maupun internasional. Beberapa dukungan kebijakan yang dapat dilakukan terkait status budidaya ikan hias laut, antara lain pengembangan ke arah budidaya, industrialisasi budidaya, serta penataan sistem perdagangan.

  1. STRUKTUR KOMUNITAS DAN RELUNG MAKANAN IKAN PASCA INTRODUKSI IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus DI WADUK MALAHAYU, KABUPATEN BREBES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kunto Purnomo

    2016-06-01

    Full Text Available Studi tentang struktur komunitas ikan dan pembagian sumber daya pakan ikan pasca introduksi ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus di Waduk Malahayu (620 ha dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan, preferensi makanan, dan luas relung tiap jenis ikan. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei pada bulan Agustus sampai Nopember 2009 dan bulan Maret sampai Oktober 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas ikan terdiri atas 13 jenis ikan, yang didominansi oleh ikan nila (Oreochromis niloticus, udang (Macrobrachium sp., dan gabus (Channa striata. Jenis-jenis sumber daya pakan yang dimanfaatkan oleh ikan adalah fitoplankton (20%, detritus (19%, zooplankton (17%, insekta (11%, tumbuhan air (9%, ikan (9%, udang (9%, dan moluska (6%. Ikan patin siam, mujair (Oreochromis mossambicus, dan beunteur (Puntius binotatus bersifat generalis karena mampu memanfaatkan semua sumber daya pakan alami yang tersedia. Ikan sili (Macrognathus aculeatus dan keting (Mystus nigriceps lebih bersifat spesialis karena hanya memanfaatkan insekta sebagai makanan utamanya. Peluang kompetisi antara ikan patin siam (diintroduksikan tahun 2009 dan ikan nila relatif kecil sebab sumber daya pakan utamanya berbeda, yaitu ikan patin siam memanfaatkan moluska sebagai makanan utamanya sedangkan ikan nila sebagian memanfaatkan fitoplankton. Hasil tangkapan ikan di waduk ini berkisar antara 34,3-1.323,1 ton/tahun dengan rata-rata 157,3 ton/tahun.   Malahayu Reservoir located in Brebes Regency, was impounded in 1930, with a surface area of 620 hectares, a mean water depth of 8 m. Its main function are flood control and irrigation. Study on fish community structure and food resource partitioning of fishes in Malahayu Reservoir were conducted from August to November 2009 and March to October 2010. The aim of the study was to evaluate the existing condition of fish resources, with emphasis on species composition, food preferency, and

  2. The Study of Algae

    Science.gov (United States)

    Rushforth, Samuel R.

    1977-01-01

    Included in this introduction to the study of algae are drawings of commonly encountered freshwater algae, a summary of the importance of algae, descriptions of the seven major groups of algae, and techniques for collection and study of algae. (CS)

  3. UJI TOKSISITAS DAN PERUBAHAN STRUKTUR MIKROANATOMI INSANG IKAN NILA LARASATI (Oreochromis nilloticus YANG DIPAPAR TIMBAL ASETAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    FAM Mulyani

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Nilai LC50-96 jam pada uji toksisitas ikan Nila Larasati yang dipapar timbal; mengetahui perubahan struktur  mikroanatomi dan mengetahui pada konsentrasi berapa timbal menyebabkan perubahan struktur mikroanatomi insang. Sampel uji toksisitas sebanyak 120 ekor untuk mengetahui tingkat  kematian ikan hingga 50% dalam 96 jam, dan uji perlakuan sebanyak 80 ekor dengan konsentrasi 0 ppm; 259,51 ppm; 291,94 ppm; dan 324,38 ppm. Pada akhir minggu ke empat diambil sampel insang dan dilakukan analisis gambaran struktur mikroanatomi insang secara diskriptif. Hasil analisis menunjukkan kerusakan edema 0%-25%, fusi lamela antara 1%-75%, hiperplasia 0%-50%, epithelial lifting 0%-50%, dan nekrosis 0%-50%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai  LC50-96 jam pada uji toksisitas ikan Nila Larasati sebesar 324,38 ppm dan mulai terjadi perubahan struktur mikroanatomi insang pada konsentrasi 259,51 ppm. The objective of thje study was to determine the value of LC50-96 hours in a toxicity test of Nila Larasati fish exposed to lead acetate; to determine the changes in the microanatomy structure and to determine the concentration of lead acetate which causes microanatomy structure changes in the gills of Nila Larasati fish. The samples were 120 fish to find out the 50% fish mortality within 96 hours, and 80 fish in treatment test with the lead acetate concentrations of 0 ppm; 259.51 ppm; 291.94 ppm; and 324.38 ppm. At the end of the 4th week of the research, the gill samples were taken and the analysis of the microanatomy structure was carried out descriptively. The result of the analysis showed that there were 0%-25% edema, 1%-75% lamella fusion, 0%-50% hyperplasia, 0%-50% epithelial lifting and 0%-50% necrosis. It was concluded that the value of LC50-96 hours in Nila Larasati fish toxicity test was 324.38 ppm; and microanatomy changes started to occur in the lead acetate concentration of 259.51 ppm. 

  4. Pengaruh Lama Perendaman terhadap Absorpsi Tetrasiklin pada Adsorben Limbah Sisik Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sabrina M Pratama

    2016-03-01

    nm. Tahapan ini diulangi sebanyak lima kali. Hasilnya kadar tetrasiklin dalam larutan pada lama perendaman 1 jam menunjukkan kadar terendah yaitu 160,6 μg/μl. Dari pengamatan mikroskopis terlihat adanya ikatan antara tetrasiklin dan kolagen sisik ikan. Sisik ikan gurami dapat mengabsorbsi tetrasiklin dengan lama perendaman efektif yaitu 1 jam dengan mekanisme ikatan antara kolagen sisik ikan dengan kristal tetrasiklin Influence of Immersion Length on Tetracycline Absorption on Gourami (Osphronemus Gouramy Scales as Adsorbent. Gourami (Osphronemus Gouramy scales are one of the natural sources of collagen. This fish scale’s collagen has functional properties, such as bio-degradable (easily decomposed, bio-compatible (compatible with surrounding tissue, and potential as bio-adsorbent. The absorbent properties of collagen are currently used as a transport material in local drug delivery for periodontal disease treatment, which is known as tetracycline chip. However, this chip is made of synthetic collagen so it is not absorbable by the body’s system. The price is also expensive. This study’s aim is to prove the potency of Gourami scales as a source of collagen in medical treatment, especially as a transport material of tetracycline for periodontal disease treatment. The gourami scale was obtained from seafood restaurant in Jember, Jawa Timur. About 500 mg of gourami scales was immersed into 20 ml tetracycline solution in beaker glass. About 200 μl solution from the beaker glass was taken with micropipette after 1-hour, 2-hour, 4-hour, 12-hour and 24-hour after immersed. After that, the solution was collected into an eppendorf for each time. The absorbance was measured with spectrophotometer at 450 nm wave length. This procedure was repeated five times. The lowest absorbance occured at 1-hour time (160,6 μg/μl. The result from light and inverted microscope examination shows a bond between collagen from gourami scales with tetracycline. Gourami scale has the

  5. DAYA ADAPTASI TIGA SPESIES IKAN PATIN PADA LINGKUNGAN YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evi Tahapari

    2018-01-01

    Full Text Available Penampilan fenotipe suatu organisme ditentukan oleh faktor genotipe dan faktor lingkungan tempat organisme tersebut hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari daya adaptasi tiga spesies ikan patin yang dipelihara di lokasi berbeda. Ikan patin siam, patin jambal, dan patin pasupati dengan rataan bobot 20 g dipelihara di tiga lokasi yang berbeda, yaitu: kolam air tenang, tambak, dan keramba jaring apung. Pemeliharaan ikan dilakukan selama empat bulan. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan berupa pelet komersial dengan kadar protein 30%–32%. Jumlah pakan yang diberikan pada bulan kesatu sampai keempat secara berturut-turut adalah sebanyak 5%, 4%, dan 3% dari biomassa ikan per hari. Pakan diberikan dengan frekuensi tiga kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang signifikan antara genotipe ikan patin dengan lingkungan ekosistem yang berbeda dan daya adaptasi yang spesifik dari ketiga spesies ikan patin. Ketiga spesies ikan patin memiliki pertumbuhan sama bila dipelihara di kolam air tenang. Ikan patin jambal tumbuh dengan baik (P0,05. Ketiga spesies ikan patin mempunyai daya adaptasi lingkungan yang sempit sehingga budidayanya akan optimal jika dilakukan di lokasi tertentu saja. The phenotypic appearance of an organism is determined by genotypes and environmental factors in which the organism lives. This study aims to study the adaptability of three species of pangasiids reared in three different environments. Three species of catfish (Siamese pangasiid, jambal pangasiid, and pasupati with an average weight of 20 gwere kept in stagnant water pond, brackishwater pond, and floating net cage. Fishes were reared for four months. During the rearing, fish were fed by commercial pellets with 30%-32% protein content. The amount of feed given in the first month to the fourth month was 5%, 4%, and 3% of the biomass per day. Feed was given three times a day. The results showed the significant interaction between pangasiid genotype

  6. Soil algae

    African Journals Online (AJOL)

    Timothy Ademakinwa

    Also, the importance of algae in soil formation and soil fertility improvement cannot be over ... The presence of nitrogen fixing microalgae (Nostoc azollae) in the top soil of both vegetable ..... dung, fish food and dirty water from fish ponds on.

  7. Komposisi Kimia, Kadar Albumin Dan Bioaktivitas Ekstrak Protein Ikan Gabus (Channa Striata Alam Dan Hasil Budidaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekowati Chasanah

    2015-12-01

    Full Text Available Khasiat kesehatan ikan gabus (C. striata telah dikenal secara luas dan saat ini C. striata telah digunakan sebagai bahan baku industri produk suplemen. Tingginya permintaan akan produk suplemen tersebut menimbulkan masalah pada ketersediaan C. striata yang sebagian besar ditangkap dari sungai dan danau sebagai tempat hidupnya. Ikan gabus budidaya dipercaya memiliki kualitas tidak sebaik ikan gabus alam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai komposisi kimia, termasuk albumin dan potensi ekstrak protein kasar ikan gabus alam dan hasil budidaya sebagai antioksidan dan anti hipertensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan gabus alam dan hasil budidaya memiliki kadar protein yang tidak berbeda secara nyata, tetapi berbeda pada kadar air, abu, dan lemak. Ikan gabus alam memiliki kadar lemak dan abu lebih rendah tetapi kadar air lebih tinggi dibanding ikan gabus budidaya. Ikan dari kedua sumber memiliki bagian yang dapat dimakan atau edible portion (EP sebesar 36%,dengan kadar mineral makro (Na, K, Ca dan mikro (Zn, Fe pada ikan hasil budidaya lebih tinggi dibanding kedua kelompok mineral pada ikan gabus alam. Kadar albumin ikan gabus alam lebih tinggi daripada kadar albumin ikan gabus budidaya. Namun demikian, hasil analisis asam amino menunjukkan bahwa ikan gabus hasil budidaya memiliki kuantitas asam amino yang lebih tinggi daripada ikan gabus alam. Asam amino non essensial dominan adalah alanin, asam aspartat, glisin, alloisoleusin, prolin, dan glutamin, sedangkan asam amino esensial didominasi oleh leusin, lisin, dan fenilalanin. Kedua ikan gabus yang diperoleh dari tempat yang berbeda tersebut memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan yang lemah, namun berpotensi sebagai antihipertensi (penghambat Angiotensin Converting Enzyme (ACE dengan kekuatan 1/10 kekuatan kontrol obat hipertensi captopril.

  8. Komposisi Kimia, Kadar Albumin dan Bioaktivitas Ekstrak Protein Ikan Gabus (Channa striata Alam dan Hasil Budidaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekowati Chasanah

    2015-12-01

    Full Text Available Khasiat kesehatan ikan gabus (C. striata telah dikenal secara luas dan saat ini C. striata telah digunakan sebagai bahan baku industri produk suplemen. Tingginya permintaan akan produk suplemen tersebut menimbulkan masalah pada ketersediaan C. striata yang sebagian besar ditangkap dari sungai dan danau sebagai tempat hidupnya. Ikan gabus budidaya dipercaya memiliki kualitas tidak sebaik ikan gabus alam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai komposisi kimia, termasuk albumin dan potensi ekstrak protein kasar ikan gabus alam dan hasil budidaya sebagai antioksidan dan anti hipertensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan gabus alam dan hasil budidaya memiliki kadar protein yang tidak berbeda secara nyata, tetapi berbeda pada kadar air, abu, dan lemak. Ikan gabus alam memiliki kadar lemak dan abu lebih rendah tetapi kadar air lebih tinggi dibanding ikan gabus budidaya. Ikan dari kedua sumber memiliki bagian yang dapat dimakan atau edible portion (EP sebesar 36%,dengan kadar mineral makro (Na, K, Ca dan mikro (Zn, Fe pada ikan hasil budidaya lebih tinggi dibanding kedua kelompok mineral pada ikan gabus alam. Kadar albumin ikan gabus alam lebih tinggi daripada kadar albumin ikan gabus budidaya. Namun demikian, hasil analisis asam amino menunjukkan bahwa ikan gabus hasil budidaya memiliki kuantitas asam amino yang lebih tinggi daripada ikan gabus alam. Asam amino non essensial dominan adalah alanin, asam aspartat, glisin, alloisoleusin, prolin, dan glutamin, sedangkan asam amino esensial didominasi oleh leusin, lisin, dan fenilalanin. Kedua ikan gabus yang diperoleh dari tempat yang berbeda tersebut memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan yang lemah, namun berpotensi sebagai antihipertensi (penghambat Angiotensin Converting Enzyme (ACE dengan kekuatan 1/10 kekuatan kontrol obat hipertensi captopril.

  9. PEMIJAHAN DAN PERKEMBANGAN EMBRIO IKAN PELANGI (Melanotaenia spp. ASAL SUNGAI SAWIAT, PAPUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bastiar Nur

    2016-11-01

    Full Text Available Ikan pelangi asal Sungai Sawiat, Papua merupakan ikan hias endemik yang belum diketahui data biologinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah telur yang dihasilkan, fertilitas dan daya tetas telur serta tahapan perkembangan embrio ikan pelangi asal Sungai Sawiat. Induk jantan dan betina ukuran 10–15 cm sebanyak 20 ekor, dipelihara dalam bak beton berukuran 2,5 x 2,5 x 1,0 m3 dengan sistem resirkulasi dan diberi pakan berupa cacing darah (bloodworm dengan frekuensi 3 kali sehari secara ad libitum. Dua ekor induk betina dan satu ekor induk jantan yang matang gonad dipijahkan dalam bak beton berukuran 1,0 x 1,0 x 0,75 m3 dan diberi tanaman air berupa eceng gondok sebagai pelindung serta media penempelan telur. Pengamatan ada tidaknya telur dilakukan setiap pagi dan sore hari selama 14 hari. Telur yang didapat dicatat baik fertile maupun infertile. Sebanyak 20 butir telur ditetaskan dalam basket plastik berukuran 13 x 10 x 5 cm dan selanjutnya diamati perkembangan embrionya dengan menggunakan mikroskop. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 436 butir per dua ekor induk betina (218 butir per ekor, fertilitas 77,06%; daya tetas telur 74,71%; dan telur menetas setelah 8.579 menit (142 jam 59 menit pada suhu air inkubasi 27,6 – 28,3oC. Rainbow fish species originated from Sawiat River of Papua is one of Indonesian endemic species which its biological data has not been catalogued properly. The objectives of this research were to know the number of eggs (fecundity, fertility and hatchability and also the stages of embryonic development of the fish. Total of 20 male and female broodstock around 10–15 cm in size, reared in concrete tank sized 2.5 x 2.5 x 1.0 m3 equipped with closed recirculating water system and fed with bloodworm  ad libitum 3 times daily. Two already matured females and one male were selected for natural breeding and then transferred to another concrete tank (1.0 x 1.0 x 0.75 m3 in

  10. KARAKTERISTIK MORFOLOGIS DAN GENETIS IKAN LELE AFRIKA (Clarias gariepinus Burchell, 1822 STRAIN MUTIARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Iswanto

    2015-09-01

    Full Text Available Ikan lele Mutiara merupakan strain baru ikan lele Afrika Clarias gariepinus hasil pemuliaan yang memiliki keunggulan karakteristik budidaya. Selain karakteristik budidayanya, karakteristik morfologis dan genetis ikan lele Mutiara juga perlu dibandingkan dengan strain yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik morfologis ikan lele Mutiara (melalui uji morfometrik dan meristik, serta karakteristik genetis menggunakan marka DNA mikrosatelit dibandingkan dengan ikan lele Mesir, Paiton, Sangkuriang, dan Dumbo yang merupakan induk-induk pembentuknya. Karakterisasi morfometrik dilakukan melalui pengukuran terhadap 20 karakter, sedangkan karakterisasi meristik dilakukan melalui penghitungan terhadap lima karakter sesuai metode standar karakterisasi biometrik-morfologis ikan lele. Data karakteristik morfometrik dan meristik dievaluasi dengan menggunakan analisis komponen utama. Hasil karakterisasi morfologis menunjukkan bahwa karakteristik morfometrik dan meristik ikan lele Mutiara tidak dapat dibedakan dari ikan lele Mesir, Paiton, Sangkuriang, dan Dumbo. Karakterisasi secara genetis dengan menggunakan empat primer DNA mikrosatelit untuk ikan lele Afrika (Cga01, Cga02, Cga05, dan Cga09 menunjukkan bahwa ikan lele Mutiara memiliki keragaman genetis (jumlah alel dan heterozigositas yang relatif lebih tinggi daripada ikan lele Mesir, Paiton, Sangkuriang, dan Dumbo.

  11. Algae Resources

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    None

    2016-06-01

    Algae are highly efficient at producing biomass, and they can be found all over the planet. Many use sunlight and nutrients to create biomass, which contain key components—including lipids, proteins, and carbohydrates— that can be converted and upgraded to a variety of biofuels and products. A functional algal biofuels production system requires resources such as suitable land and climate, sustainable management of water resources, a supplemental carbon dioxide (CO2) supply, and other nutrients (e.g., nitrogen and phosphorus). Algae can be an attractive feedstock for many locations in the United States because their diversity allows for highpotential biomass yields in a variety of climates and environments. Depending on the strain, algae can grow by using fresh, saline, or brackish water from surface water sources, groundwater, or seawater. Additionally, they can grow in water from second-use sources such as treated industrial wastewater; municipal, agricultural, or aquaculture wastewater; or produced water generated from oil and gas drilling operations.

  12. PEMANFAATAN PAKAN ISO PROTEIN DENGAN KADAR KARBOHIDRAT DAN LEMAK YANG BERBEDA UNTUK PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ningrum Suhenda

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pemanfaatan pakan dengan variasi kadar karbohidrat dan lemak untuk pertumbuhan benih patin jambal telah dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ikan, Bogor. Rancangan percobaan yang dipergunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Sebagai perlakuan yaitu pakan dengan variasi kadar karbohidrat dan lemak. Kadar lemak pakan berkisar antara 4% sampai 10% sedangkan kadar karbohidrat berkisar antara 20% sampai 40%. Pakan diberikan dalam bentuk remah sebanyak 12% dari bobot total ikan per hari untuk 2 minggu ke-1 dan 10% untuk 2 minggu ke-2. Wadah penelitian yang digunakan yaitu akuarium dengan volume air 50 liter yang dilengkapi dengan sistem resirkulasi dan pemanas air dengan debit 4 liter/menit. Benih ikan patin jambal dengan bobot rata-rata 0,326 g ditebar dalam akuarium dengan padat penebaran 50 ekor/akuarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dengan variasi kadar lemak dan karbohidrat memberikan laju pertumbuhan spesifik tubuh, bobot akhir rata-rata, konversi pakan, retensi protein, dan rasio efisiensi protein yang tidak berbeda nyata (P>0,05. Nilai retensi lemak antar perlakuan berbeda nyata (P0.05 among the treatments for the average final body weight, specific growth rate, feed conversion ratio, protein retention, and protein efficiency ratio. However, there was a significant difference (p>0.05 for lipid retention values. The lowest lipid retention (47.20% was found in treatments containing lipid level of 10% and carbohydrate level of 20%. These values did not differ significantly (p>0.05 with other diet treatments that have lipid levels of 8% and carbohydrate of 32% (the ratio between carbohydrate and lipid was 4. Diet treatments that have ratio of 4 between carbohydrate and lipid showed specific growth rate of 9.10%, feed conversion ratio of 0.85, protein retention of 42.87%, and protein efficiency ratio of 3.36. The average final body weight for the diet was 4.17 g per

  13. EVALUASI KUALITAS WARNA IKAN KLOWN Amphiprion percula Lacepède 1802 TANGKAPAN ALAM DAN HASIL BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukarman Sukarman

    2018-01-01

    Full Text Available Kualitas warna ikan klown hasil budidaya lebih rendah dibandingkan tangkapan alam, hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, namun belum ada data ilmiah sebagai dasar untuk melakukan perbaikan. Tujuan penelitian adalah menganalisis dan mengevaluasi kualitas warna ikan klown (Amphiprion percula hasil tangkapan alam dibandingkan dengan hasil budidaya. Kualitas warna diukur pada dua zona: zona-I kulit berwarna oranye antara insang dengan band warna putih pada tengah badan dan zona-II adalah bagian kulit warna oranye antara band putih tengah badan dengan band warna putih pada pangkal ekor, dengan parameter nilai L* (lightness, a* (redness, b* (yellowness, C (chroma, H (Hue. Analisis total karotenoid (TC dilakukan pada kulit kedua zona, sirip pektoral, sirip dorsal, sirip kaudal, dan serum darah. Analisis kromatografi lapis tipis (KLT dilakukan pada kulit dan sirip untuk mengonfirmasi jenis karotenoid dalam kulit dan sirip. Data kualitas warna dianalisis menggunakan t-test, hubungan kualitas warna dengan TC dianalisis dengan regresi sederhana, dan analisis deskriptif untuk hasil KLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas warna ikan klown tangkapan alam lebih baik dibanding budidaya, didukung oleh tingginya total karotenoid pada kulit zona-I, kulit zona-II, sirip pektoral, sirip dorsal, sirip kaudal, dan serum darah berturut-turut 51,64; 51,24; 136,40; 124,37; 194,18 mg/kg; dan 2,2 mg/mL; pada ikan hasil budidaya berurut-turut 2,5; 3,5; 8,45; 10,01; 23,43 mg/kg; dan 0,8 mg/mL. Hasil KLT menunjukkan bahwa jenis karotenoid pada kulit dan sirip ikan klown adalah astaxanthin, serta satu jenis karotenoid diduga zeaxanthin. Berdasarkan hasil penelitian, maka perlu ditambahkan pigmen karotenoid, dan prekursor pigmen lainnya melalui pakan untuk ikan klown budidaya. The color quality of cultured clownfish is not as good as the wild one. However, it’s influenced by several factors. However, but there is not enough scientific data to be used as the basis

  14. Formulasi bubur bayi MPASI yang diperkaya hidrolisat protein ikan lele dumbo (Clarias gariepinus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Veriani Aprilia

    2016-08-01

    alternatif sumber protein hewani karena ketersediaan yang banyak dan harganya yang murah. Diperlukan suatu teknologi untuk mengurangi tingkat alerginya dan formulasi yang tepat dibutuhkan agar dapat diterima oleh bayi.Tujuan: Formulasi bubur bayi MPASI yang diperkaya hidrolisat protein ikan lele dumbo.Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental. HPIL dan HPIK merupakan hidrolisat protein ikan lele dumbo yang masing-masing dihidrolisis secara enzimatis menggunakan enzim papain kasar dan papain komersial. Uji kesukaan keseluruhan dan parsial menggunakan 23 panelis ibu, kemudian formula terpilihdiujikan daya terimanya oleh 9 bayi menggunakan skala raut muka. Uji nilai gizi bubur bayi meliputi kadar protein, karbohidrat, lemak, protein, dan air.Hasil: Proses hidrolisis kimiawi protein ikan lele dumbo menggunakan enzim papain menyebabkan perubahan warna, rasa, dan aroma produk. Adanya perubahan sifat tersebut menyebabkan penambahannya ke dalam formulasi bubur MPASI hanya sampai kadar 25%. Di atas kadar tersebut, produk berasa pahit. Hasil uji sensoris produk formulasi HPIK dapat diterima oleh panelis ibu dan bayi, sedangkan produk HPIL tidak. Kandungan protein produk formulasi lebih rendah dibanding bubur komersial, namun kandungan karbohidrat dan lemak lebih tinggi.Kesimpulan: Formula bubur bayi dengan penambahan 25% HPIK dapat dikembangkan menjadi alternatif produk MPASI.KATA KUNCI: protein, papain, lele dumbo, hidrolisat protein, MPASI

  15. MANAJEMEN KONFLIK SOSIAL DALAM MASYARAKAT NELAYAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ANTONY - WIJAYA

    2012-05-01

    Kemitraan usaha antara nelayan tradisional dengan nelayan modern. Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kota maupun Pemerintah Propinsi Bengkulu dalam menyelesaikan konflik yang terjadi tersebut adalah melalui upaya-upaya sebagai berikut : (1 Masih bersifat insidentil, dimana pemerintah baru turun tangan jika konflik yang terjadi telah berbentuk benturan fisik seperti : penyerangan kapal-kapal di tengah laut, penyerangan rumah nelayan dan sebagainya, sedang upaya pra konflik terjadi dalam rangka mengantisipasinya belum ada yang dilakukan oleh pemerintah; (2 Pasca konflik terjadi, pemerintah melakukan pengawasan terhadap kegiatan para nelayan terutama nelayan modern, melalui tim yang dibentuk oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Propvinsi Bengkulu berkoordinasi dengan Polresta dan AL agar tidak ada lagi yang mengoperasikan alat tangkap yang telah dilarang penggunaannya; (3 Memanggil para perwakilan nelayan tradisional dan perwakilan nelayan modern untuk berdamai dan bermusyawarah untuk menyelesaikan konflik yang telah terjadi selama ini; (4 Bantuan kapal motor kepada kelompok nelayan tradisional untuk digunakan sebagai tindakan pengawasan terhadap kegiatan nelayan modern dalam melakukan penangkapan ikan. Kata kunci: Nelayan, konflik sosial

  16. BIOLOGI REPRODUKSI IKAN SUMPIT (Toxotes microlepis Gunther 1860 DI PERAIRAN SUNGAI MUSI SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Komang Suryati

    2015-12-01

    Full Text Available Kegiatan penangkapan ikan sumpit sebagai ikan hias secara terus menerus di SungaiMusi oleh para nelayan akan mengakibatkan penurunan populasi ikan tersebut. Ikan sumpit termasuk ikan yang bernilai ekonomis tinggi, harganya di pasaran Rp 150.000,-. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui aspek biologi reproduksi ikan sumpit sebagai salah satu informasi untuk mendukung pelestarian ikan sumpit agar populasi ikan sumpit tetap terjaga. Penelitian dilakukan pada setiap bulan sejak Juni hingga Oktober 2011. Pengambilan sampel Ikan sumpit dilaksanakan di Perairan Sungai Musi dari Borang sampai Sungsang. Hasil penelitianmenunjukkan rasio kelamin antara ikan jantan dan ikan betina terjadi ketidakseimbangan dimana rasio kelamin ikan jantan jauh lebih banyak dibandingkan rasio kelamin ikan betina (2:1. Rata-rata nilai Indeks Gonad Somatik ikan sumpit berkisar antara 4,27±1,27. Nilai dari fekunditas ikan sumpit betina secara keseluruhan berkisar 6.655-72.726 butir/individu. Kisaran diameter telurnya antara 0,27 – 0,95 mm. Ukuran pertama kali matang gonad pada panjang total 134,97 mm untuk ikan jantan dan 116,31 mm untuk ikan betina. Fishing activity of archer fish as ornamental fish continuously in Musiriver by fisher will decrease it population. The price is Rp 150.000,-/fish in market so that Archer fish has high economy value. Therefore it was necessary to study the reproductive biology of archerfish that may be used as a reference for better management in order to achieve stability of its population. The research was conducted every month from June to October 2011 in downstream ofMusiriver South Sumatera. Result of this research showed that proportion between male and female were not equal (2:1. Gonad Somatic Index of archer fish values ranged 4,27 ± 1,27 and the fecundity of the female is estimated between 6655 to 72726 eggs. The average diameter of mature egss ranged form 0.27 to 0.95 mm. Length of first

  17. KERAGAAN WARNA IKAN CLOWN BIAK (Amphiprion percula) POPULASI ALAM DAN BUDIDAYA BERDASARKAN ANALISIS GAMBAR DIGITAL

    OpenAIRE

    Ruby Vidia Kusumah; Sawung Cindelaras; Anjang Bangun Prasetio

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan warna ikan clown Biak (Amphiprion percula) populasi alam dan budidaya berdasarkan analisis gambar digital sebagai dasar upaya pemuliaannya. Gambar digital diambil dari koleksi ikan clown Biak Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali; serta pengumpul ikan hias di Denpasar, Bali menggunakan kamera digital Canon EOS 600D. Pola warna dikarakterisasi secara visual terhadap varias...

  18. Komposisi Kimia, Kadar Albumin Dan Bioaktivitas Ekstrak Protein Ikan Gabus (Channa Striata) Alam Dan Hasil Budidaya

    OpenAIRE

    Ekowati Chasanah; Mala Nurilmala; Ayu Ratih Purnamasari; Diini Fithriani

    2015-01-01

    Khasiat kesehatan ikan gabus (C. striata) telah dikenal secara luas dan saat ini C. striata telah digunakan sebagai bahan baku industri produk suplemen. Tingginya permintaan akan produk suplemen tersebut menimbulkan masalah pada ketersediaan C. striata yang sebagian besar ditangkap dari sungai dan danau sebagai tempat hidupnya. Ikan gabus budidaya dipercaya memiliki kualitas tidak sebaik ikan gabus alam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai komposisi kimia, termasu...

  19. IDENTIFIKASI IKAN SAPU-SAPU (Loricariidae) BERDASARKAN KARAKTER POLA ABDOMENDI PERAIRAN CILIWUNG

    OpenAIRE

    Fatihah Dinul Qoyyimah; Dewi Elfidasari; Melta Rini Fahmi

    2016-01-01

    Ikan sapu-sapu (Loricariidae) merupakan invasive species yang terdapat pada beberapa negara, salah satunyaIndonesia. Ikan tersebut dapat ditemukan pada sungai Ciliwung. Bagian hilir dari sungai tersebut adalah Kota Jakarta.Ikan sapu-sapu yang terdapat di Indonesia termasuk pada Genus Pterygoplichthys. Genus Pterygoplichthys masihsulit dibedakan berdasarkan karakter morfologi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi ikantersebut adalah melihat pola abdomen. Sampel yang digu...

  20. PERANCANGAN ALAT PENGGILING IKAN DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saufik Luthfianto

    2017-04-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang mesin giling ikan yang sesuai dengan desain ergonomicn, menghasilkan mesin penggiling ikan yang mempunyai produktivitas dengan rancangan kekuatan material alat dan mesin motor serta menghitung kapasitas produksi, BEP dan total biaya hasil prodiksi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan perancangan ergonomic. Hasil penelitian ini adalah Perhitungan anthropometri dapat ditentukan fasilitas kerja operator dengan dimensi kursi dengan tinggi 44 cm dan meja dengan tinggi 67 cm, lebar 63 cm, panjang 130 cm yang digunakan operator pada proses penggilingan ikan yang dirancang. Penentuan kualitas motor dapat ditentukan dengan daya motor sebesar 2,83 Kw atau 3 Hp, diameter puli sebesar 20 cm, sabuk pertama 61 inch, sabuk 2 sebesar 68 inch, dengan bahan poros ST 42, tegangan tarik 420 N/mm2, bahan elektroda AWS 60xx, Kekuatan tarik elektroda sebesar 427,21 N/mm2, Tebal Pengelasan sebesar 3 mm, lebar pengelasan 40 mm dan factor keamanan sebesar N=3. Rancangan alat pengiling ikan dapat memproduksi sebanyak 39.600 gram atau lebih maka sudah berada pada titik impas (BEP atau sudah mendapat keuntungan. Biaya total yang dibutuhkan untuk membuat 39.600 gram Rp 365.522,-

  1. SEBARAN LARVA IKAN DAN KAITANNYA DENGAN KONDISI OSEANOGRAFI LAUT SULAWESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairul Amri

    2015-06-01

    Full Text Available Laut Sulawesi diketahui sebagai daerah penangkapan ikan yang potensial sekaligus diduga sebagai lokasi pemijahan. Berbagai jenis larva ikan pelagis maupun demersal ditemukan di perairan ini. Kelimpahan dan sebaran larva ikan di suatu perairan sangat dipengaruhi oleh kondisi oseanografi seperti temperatur, salinitas dan sejumlah parameter lainnya termasuk ketersediaan pakan. Untuk mengetahui pengaruh parameter oseanografi terhadap kelimpahan dan sebaran spasial larva ikan di Laut Sulawesi, telah dilakukan penelitian menggunakan kapal riset KR Baruna Jaya VII pada Oktober 2012. Parameter oseanografi yaitu temperatur dan salinitas diukur menggunakan iCTD dan sampling larva menggunakan bonggo net pada 18 stasiun pengukuran. Analisa hubungan kondisi oseanografi dengan sebaran larva dilakukan secara deskriptif dan pemetaan sebarannya dilakukan secara spasial. Hasil menunjukan keterkaitan sejumlah parameter oseanografi dengan kelimpahan dan sebaran spasial larva ikan. Sebaran larva famili Scombroidae dominan berada pada perairan bersalinitas tinggi karena merupakan jenis ikan oseanik. Larva ikan demersal banyak ditemukan di perairan sekitar Kep.Sangihe Talaud. Kelimpahan larva tertinggi ditemukan di perairan bagian utara dan barat lokasi penelitian dimana kelimpahan plankton tinggi ditemukan.   Celebes Sea is known as a potential fishing and spawning grounds for several pelagic fish species. Abundance and distribution of fish larvae are allegedly linked to oceanographic conditions such as temperature, salinity and others oceanographic parameters including food availablity. To see the effect of oceanographic on the abundance and spatial distribution of fish larvae in the Celebes Sea, has conducted a research in October 2012using the research vessel KR Baruna Jaya VII. The measurement of oceanographic parameters including temperature and salinity and larval sampling were done respectively by using iCTD and Bonggo net at 18 measuring stations. The

  2. Karakteristik Enzim Digesti, Protease dan Amilase, Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac. pada Fase Pertumbuhan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Susilo

    2015-05-01

    Full Text Available Suatu penelitian untuk mengetahui karakteristik enzim digesti, protease dan amilase pada ikan gurami, Osphronemus gouramy Lac., telah dilakukan dengan metode survey. Jumlah ikan yang digunakan untuk penelitian sebanyak 25 ekor yang dikelompokan menjadi tiga kelompok ukuran13,29, 35,86 dan 91,86 g/ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas protease digesti ikan gurami berbeda secara signifikan pada segmen usus dan pH buffer yang berbeda (P.05, namun berbeda secara signifikan diantara ukuran ikan yang berbeda (P<.05, dan aktivitas amilase tertinggi dijumpai pada ikan dengan ukuran terkecil. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa aktivitas protease dan amilase dijumpai sepanjang saluran digestinya baik pada ikan yang berukuran kecil maupun besar. Aktivitas protease umumnya tinggi pada suasana asam dan netral pada usus depan dan tengah. Aktivitas protease ikan yang berukuran besar lebih rendah dari pada ikan yang berukuran lebih kecil. Aktivitas amilase tidak terdapat perbedaan diantara segmen usus yang diuji, namun aktivitas amilase tertinggi dijumpai pada ikan dengan berat rata-rata 13,29 g/ekor

  3. TOKSISITAS PROTEIN 89 kDa PRODUK EKSTRASELULER Streptococcus agalactiae PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amrullah Amrullah

    2015-09-01

    Full Text Available Identifikasi protein toksin yang bersifat antigenik dari produk ekstraselular (ECP crude Streptococcus agalactiae penting dilakukan untuk pengembangan vaksin protein toksoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas protein dengan berat molekul 89 kDa dari ECP Streptococcus agalactiae hasil fraksinasi dengan SDS-PAGE (ECPP89. Ikan nila dengan bobot sekitar 25 g masing-masing diinjeksi secara intraperitonial dengan protein ECPP89 dosis 1, 2, 4, 8, dan 16 μg/mL/ekor ikan (secara berturut-turut diberi kode ECPP89-1, ECPP89-2, ECPP89-4, ECPP89-8, dan ECPP89-16. Sebagai kontrol positif ikan diinjeksi dengan bakteri utuh S. agalactiae 1 x 104 cfu/mL (WCB dan ECP crude S. agalactiae (ECPC, sementara kontrol negatif ikan diinjeksi larutan PBS. Ikan dipelihara selama 15 hari dengan kepadatan 10 ekor (70 L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila yang diinjeksi dengan ECPP89 mengalami gejala seperti perubahan morfologi, perubahan nafsu makan, dan perubahan renang ikan. Mortalitas pada perlakuan ECPP89 secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan ECPC, namun lebih rendah (p<0,05 dibandingkan dengan WCB. Mortalitas ikan pada perlakuan ECPP89-4, ECPP89-8, dan ECPP89-16 tidak berbeda tetapi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan ECPC dan dua dosis perlakuan ECPP89 lainnya (p<0,05. Ikan kontrol negatif tidak mengalami kematian maupun perubahan klinis. Hasil ini menunjukkan bahwa ECPP89 merupakan protein toksin dari ECP S. agalactiae.

  4. IDENTIFIKASI IKAN SAPU-SAPU (Loricariidae BERDASARKAN KARAKTER POLA ABDOMENDI PERAIRAN CILIWUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatihah Dinul Qoyyimah

    2016-06-01

    Full Text Available Ikan sapu-sapu (Loricariidae merupakan invasive species yang terdapat pada beberapa negara, salah satunyaIndonesia. Ikan tersebut dapat ditemukan pada sungai Ciliwung. Bagian hilir dari sungai tersebut adalah Kota Jakarta.Ikan sapu-sapu yang terdapat di Indonesia termasuk pada Genus Pterygoplichthys. Genus Pterygoplichthys masihsulit dibedakan berdasarkan karakter morfologi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi ikantersebut adalah melihat pola abdomen. Sampel yang digunakan berjumlah 28 ekor. Identifikasi berdasarkan polaabdomen yang dapat dilakukan dengan melihat literatur yang ada. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkanterdapat 2 spesies ikan sapu-sapu pada sungai Ciliwung dan jenis inter-grade. Spesies tersebut adalah Pterygoplichthyspardalis dan Pterygoplichthys disjunctivus.

  5. IDENTIFIKASI IKAN SAPU-SAPU (Loricariidae BERDASARKAN KARAKTER POLA ABDOMENDI PERAIRAN CILIWUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatihah Dinul Qoyyimah

    2016-11-01

    Full Text Available Ikan sapu-sapu (Loricariidae merupakan invasive species yang terdapat pada beberapa negara, salah satunyaIndonesia. Ikan tersebut dapat ditemukan pada sungai Ciliwung. Bagian hilir dari sungai tersebut adalah Kota Jakarta.Ikan sapu-sapu yang terdapat di Indonesia termasuk pada Genus Pterygoplichthys. Genus Pterygoplichthys masihsulit dibedakan berdasarkan karakter morfologi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi ikantersebut adalah melihat pola abdomen. Sampel yang digunakan berjumlah 28 ekor. Identifikasi berdasarkan polaabdomen yang dapat dilakukan dengan melihat literatur yang ada. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkanterdapat 2 spesies ikan sapu-sapu pada sungai Ciliwung dan jenis inter-grade. Spesies tersebut adalah Pterygoplichthyspardalis dan Pterygoplichthys disjunctivus.

  6. STIMULASI PERTUMBUHAN JUVENIL ABALON, Haliotis squamata DENGAN PEMBERIAN HORMON REKOMBINAN IKAN rElGH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriyah Husnul Khotimah

    2017-01-01

    Full Text Available Masalah yang paling utama dalam budidaya abalon tropis adalah pertumbuhan yang lambat. Penggunaan rElGH (recombinant giant grouper, Epinephelus lanceolatus growth hormone untuk menstimulasi pertumbuhan beberapa spesies ikan sudah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji akselerasi pertumbuhan juvenil abalon tropis, Haliotis squamata setelah diberi perlakuan perendaman hormon rekombinan ikan kerapu kertang, Epinephelus lanceolatus pada frekuensi yang berbeda. Ada empat perlakuan frekuensi perendaman rElGH yaitu 4, 9, 16 kali, dan tanpa perendaman (kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Perendaman dilakukan selama tiga jam, dengan interval waktu empat hari. Kepadatan abalon tropis 100 ekor/L air laut yang mengandung 30 mg rElGH. Wadah untuk perendaman berupa beaker glass yang dilengkapi dengan aerasi. Penelitian dilakukan selama tujuh bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abalon tropis yang direndam rElGH dengan frekuensi empat kali menghasilkan pertumbuhan bobot tubuh dan panjang cangkang tertinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya (P<0,05. Sintasan abalon tropis yang diberi perlakuan perendaman hormon rElGH lebih tinggi dibandingkan perlakuan kontrol. The most crucial problem in tropical abalone aquaculture is the slow growth of the species. Studies investigating the use of rElGH (recombinant giant grouper, Epinephelus lanceolatus growth hormone for promoting growth have been performed in various species. This research aimed to examine the growth acceleration of tropical abalone, Haliotis squamata juvenile after being treated in different immersion frequencies of recombinant giant grouper, Epinephelus lanceolatus growth hormone (rElGH. There were four treatments of rElGH immersion frequency: 4, 9, 16 times and without rElGH immersion (control. Each treatment was performed in triplicates. Immersion was performed for 3 hours, at 4-day intervals and a density of 100 tropical abalones in 1 L seawater containing 30

  7. INDUKSI HORMONAL MATURASI GONAD IKAN GABUS (Channa striata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Hunaina Fariduddin Ath-thar

    2017-05-01

    Full Text Available Ikan gabus (Channa striata merupakan ikan lokal air tawar potensial untuk pengembangan budidaya di Indonesia. Sebagian besar produksi ikan gabus berasal dari tangkapan di alam yang menyebabkan menurunnya populasi ikan gabus. Domestikasi merupakan salah satu solusi dari masalah ini. Dewasa ini, ikan gabus telah dapat dipijahkan baik secara alami maupun buatan. Namun demikian produksi benih yang dihasilkan masih bergantung pada kondisi lingkungan. Tujuan penelitian adalah mendapatkan dosis oodev yang optimal untuk pematangan gonad ikan gabus, pemijahan alami, dan analisis performa pertumbuhan keturunan pertama. Jumlah larva yang dihasilkan dari pemijahan alami ikan gabus pada lingkungan ex situ adalah 1.250-5.000 ekor per induk. Berdasarkan pertambahan diameter dan fase kematangan telur, induksi hormon dengan dosis 1,5 mL/kg menunjukkan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lain (perlakuan dosis 0,5 dan 1 mL/kg. Benih ikan gabus hasil pemijahan alami di luar habitat menunjukkan populasi Bogor memberikan performa pertumbuhan mutlak bobot (1,7 ± 0,06 g; laju pertumbuhan spesifik (2,6% ± 0,10%; dan sintasan (86,43% ± 1,32% lebih baik dibandingkan benih ikan gabus populasi Palembang. Striped snakehead (Channa striata is a market potential of local fish in Indonesia. Up to now (to date, the majority of production comes from natural catches. This condition, if continues, can lead to the decline in natural stock. Domestication offers a promising solution to help solve this problem. So far, natural spawning for seed production has been done succcesfully. However, continuity of fish supply is still very much dependent on environmental factors. The present study aimed to investigate the optimal hormone dosage for inducing gonad maturation, natural spawning and to analyze growth performance of fry resulted from natural spawning. Striped snakehead broodstock from Palembang and Bogor were induced with three dosages of oodev (consisted of Pregnant Mare

  8. Biofiksasi CO2 Oleh Mikroalga Chlamydomonas sp dalam Photobioreaktor Tubular

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadiyanto Hadiyanto

    2014-05-01

    Full Text Available Mikroalga memiliki potensi dalam membiofiksasi CO2 dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kadar CO2 dalam gas pencemar. Pertumbuhan mikroalga sangat dipengaruhi oleh konsentrasi gas CO2 di dalam gas pencemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeetahui kemampuan mikroalga Chlamydomonas sp yang dikultivasi dalam photobioreaktor tubular dalam penyerapan gas CO2 serta untuk mengetahui konsentrasi maksimum gas CO2 dalam umpan untuk memproduksi biomasa mikroalga yang optimal. Percobaan dilakukan dnegan memvariasi laju alir dari 0.03 -0.071 L/menit dan konsentrasi CO2 dalam umpan 10-30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomasa mikroalga dapat diproduksi dengan maksimal dengan konsentrasi gas CO2 20% dengan laju alir 0.07 L/min. Semakin tinggi laju alir maka produksi biomasa alga semakin besar. Kecepatan pertumbuhan alga maksimum terjadi pada 0.31 /hari. Pada konsentrasi gas CO2 30%, terjadi substrate inhibition yang disebabkan carbon dalam bentuk ion bicarbonate tidak dapat dikonsumsi lagi di dalam kultur alga. Kata kunci : Mikroalga, chlamydomonas sp, biofiksasi CO2, biogas Abstract Microalgae have a potential for CO2 biofixation and therefore can be used to reduce the CO2 concentration in the gas pollutants. Moreover, microalgae growth is strongly affected by the concentration of CO2 in the exhaust gas pollutants. The objective of this research was to investigate the ability of microalgae Chlamydomonas sp which was cultivated in a tubular photobioreactor for CO2 absorption as well as to determine the maximum concentration of CO2 in the feed gas to obtain optimum microalgae biomass. The experiments were performed by varying the gas flow rate of 0.03 -0.071 L / min and the concentration of CO2 in the feed of 10-30%. The results showed that the maximum biomass of microalgae can be produced with CO2 concentration of 20% vol with a flow rate of 0.07 L / min. The result also showed that increasing the gas flow rate, the greater of the production of

  9. Analisa Teknis Pemakaian Kombinasi Lampu Metal Halide Dan Led Sebagai Pemikat Ikan Pada Kapal Pukat Cincin (Purse Seine Dan Pengaruhnya Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Genset

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septian Ragil Wibisono

    2017-01-01

    Full Text Available Saat ini lampu Metal Halide dipakai sebagai pemikat ikan  oleh nelayan Purse Seine. Peggunaan lampu tersebut memerlukan daya Genset yang besar karena satu lampu Metal Halide berdaya 1500 Watt. Semakin banyak lampu Metal Halide yang digunakan semakin besar pula konsumsi bahan bakar Genset. Dalam upaya penghematan energi bahan bakar maka digunakan lampu LED sebagai alternatif pemikat ikan. Lampu LED dikenal sebagai lampu yang hemat energi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan membandingkan konsumsi bahan bakar Genset saat menggunakan kombinasi lampu Metal Halide dan LED. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data konsumsi bahan bakar Genset untuk menyalakan sejumlah lampu Metal Halide dan lampu LED, kemudian dilakukan analisa regresi untuk mendapatkan model persaamaan konsumsi bahan bakar Genset. Selanjutnya dilakukan ekstrapolasi untuk memprediksi konsumsi bahan bakar saat Genset dengan jumlah lampu tertentu. Hasilnya dengan besar fluks cahaya yang hampir sama, saat penggunaan 6 lampu Metal Halide konsumsi bahan bakar sebesar 13.606,03 liter, dan saat menggunakan kombinasi lampu 1 Metal Halide dan 25 lampu LED konsumsi bahan bakar sebesar 13.255,63 liter, yang artinya terjadi penghematan bahan bakar sebesar 2,58%.

  10. BIOAVAILABILITAS FORTIFIKAN, DAYA CERNA PROTEIN, SERTA KONTRIBUSI GIZI BISKUIT YANG DITAMBAH TEPUNG IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus DAN DIFORTIFIKASI SENG DAN BESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Kartika Sari

    2015-02-01

    dilakukan analisis bioavailabilitas Zn dan Fe. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa bioavailabilitas Zn dan Fe tidak berbeda nyata pada berbagai taraf fortifikasi (p>0.05. Biskuit hasil fortifikasi Zn dan Fe sebesar 50% AKG memiliki bioavailabilitas tertinggi, yaitu masing-masing 76,32% dan 41,80%. Formula biskuit ini dipilih untuk dianalisis lebih lanjut, yang meliputi analisis sifat fisik, kimia, dan daya cerna protein. Hasil analisis menunjukkan bahwa biskuit terpilih tersebut lebih renyah daripada biskuit komersial. Dalam 100 g biskuit tersebut terkandung air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat berturut-turut sebesar 2,73 g; 2,08 g; 13,34 g; 24,53 g; 57,32 g; serta energi sebesar 503 kkal. Kadar Fe dan Zn biskuit terpilih tersebut adalah 11,7 mg dan 8,83 mg/100 g; dengan daya cerna protein sebesar 78,45%. Biskuit berbasis tepung ikan gabus 15% yang difortifikasi Zn dan Fe sebesar 50% AKG memenuhi standar kualitas biskuit SNI 01-2973-1992. Kontribusi biskuit terpilih terhadap AKG energi, protein, Fe dan Zn berturut-turut adalah 19,48%; 20,51%; 74,44%; 54.44%. Kata kunci: Bioavailabilitas, biskuit ikan gabus, daya cerna protein, fortifikasi

  11. Kajian patogenisitas bakteri Edwardsiella ictaluri pada ikan patin Pangasionodon hypophthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwik Susanti

    2016-12-01

    Full Text Available ABSTRACT One of major problem of striped catfish Pangasionodon hypophthalmus culture is enteric septicemia of catfish (ESC, bacterial disease of Edwardsiella ictaluri, caused of more than 50% of mortalities. This reaserch was aimed to determine pathogenicity of local isolate E. ictaluri. Thirty individu of five group fishes, 6–10 g in body weight, injected intraperitoneally with 0,1 mL of bacteria suspension of 102 cfu/mL; 104 cfu/mL; 106 cfu/mL; 108 cfu/mL; 1010 cfu/mL; and PBS as control, were culture in 18 of 60×40×45 cm3 aquarium for seven days. External organs of fish (skin and abdomen and internal organs (liver, kidney, and brain were examined macroscopicly and microscopicly. Internal organ sample were taken on the 5th day for histopatologic test while blood sample was on the 1st, 3rd, and 5th day after infection. Mortality rate was count to reach LD50. Clinical signs and pathology anatomy of co-infection fish showed vertical swim, petechial hemorrhage in the skin, dropsy, ascites in the abdominal cavity, pale liver and the kidney was dark red. Histopathology showed hydropic degeneration, fatty degeneration, hemorrhage and necrosis in the liver, melano macrophage center (MMC and necrosis in the kidneys, hemorrhage, and inflammatory cell infiltrates were also found in the kidneys and brain. Decreased of hematocrit and hemoglobin values of all tread group were statistically significant different (P<0,05 compared to controls. LD50 dose was 2,8×104 cfu/mL. The result indicated that E. ictaluri was very pathogenic on striped catfish P. hypophthalmus.  Keywords: Edwardsiella ictaluri, enteric septicemia of catfish (ESC, pathogenicity, striped catfish  ABSTRAK Salah satu kendala yang dijumpai pada budidaya ikan patin Pangasionodon hypophthalmus yaitu serangan penyakit bakterial. Enteric septicemia of catfish (ESC adalah penyakit infeksi bakteri Edwardsiella ictaluri yang dapat menyebabkan kematian ikan patin sampai >50%. Penelitian ini

  12. EVALUASI VARIASI FENOTIPE DAN GENOTIPE POPULASI IKAN TAMBAKAN DARI JAWA BARAT, KALIMANTAN TENGAH, DAN JAMBI DENGAN TRUSS MORFOMETRIK DAN RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA (RAPD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anang Hari Kristanto

    2018-01-01

    Full Text Available Ikan tambakan (Helostoma temminckii digemari sebagai ikan konsumsi, di daerah Sumatera dan Kalimantan. Dalam rangka pengembangan budidayanya melalui program domestikasi, informasi terkait variasi fenotipe dan genotipe induk asal perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik fenotipe dan genotipe ikan tambakan dari Jawa Barat, Kalimantan Tengah, dan Jambi. Penelitian dilakukan di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP, Bogor. Data diperoleh melalui pengukuran jarak bagian tubuh berdasarkan metode truss morphometric dan analisis DNA menggunakan metode RAPD. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai polimorfisme (81,25% dan heterozigositas (0,3544 tertinggi terdapat pada populasi ikan tambakan asal Kalimantan Tengah. Jarak genetik tertinggi antara populasi Jambi dengan Kalimantan Tengah sebesar 0,1452; sedangkan jarak genetik terendah adalah 0,1044 yaitu antara populasi Jambi dengan Jawa Barat. Berdasarkan uji karakter morfometrik diketahui terdapat 13 karakter yang berbeda nyata yaitu A1, A2, A4, A5, B3, C1, C3, C4, C5, D3, D4, D5, dan D6. Populasi Jambi dengan Jawa Barat memiliki hubungan kekerabatan lebih dekat dibanding dengan populasi Kalimantan Tengah. Kissing gouramy (Helostoma temminckii is a favored fish for consumption in Sumatra and Kalimantan area. Currently, information related to phenotypic variation and genotypes of the original broodstocks of kissing gouramy is limited to develop the fish’s culture technology through a domestication program. Therefore, the study was conducted to determine the characteristics of phenotype, and genotype of original kissing gouramy broodstocks. The research was conducted at the Institute for Freshwater Aquaculture Research and Development, Bogor. Data collection was carried out by measuring the body length using truss morphometric method and DNA analysis using the RAPD method. The results showed that the highest polymorphism (81

  13. SINTESA KAJIAN STOK IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sadhotomo

    2016-05-01

    Full Text Available Sintesa status dan tren perikanan pukat cincin pelagis kecil di perairan Jawa Laut dan sekitarnya yang dilakukan berdasarkan kumpulan sejumlah hasil penelitian yang tersedia. Beberapa kajian dinamika populasi pada ikan pelagis kecil menunjukkan bahwa spesies ikan mempunyai laju pertumbuhan cepat dan mortalitas alami tinggi.  Dari analisis kohor diperoleh estimasi total biomassa yang cenderung lebih rendah dari hasil tangkapan yang dihasilkan oleh aktivitas perikanan pukat cincin, dan memberikan indikasi tidak adanya hubungan langsung antara struktur biomassa dan kelimpahan hasil tangkapan pada perikanan pelagis kecil. Perkiraan besarnya biomassa yang lebih rendah dari hasil tangkapan menunjukkan hasil yang tidak realistis, terutama pada kelompok ukuran ikan yang telah memasuki perikanan (recruitment.  Sementara, perhitungan surplus produksi dapat dilakukan setelah produksi mencapai kestabilan jangka panjang, dimana tren penurunan CPUE dibarengi oleh penurunan produksi secara bertahap dan terjadinya lebih tangkap atau telah melebihi tingkat MSY serta telah berlangsung selama beberapa tahun. Pendekatan interaksi upaya penangkapan dengan biomassa menunjukkan selama periode pemulihan stok ikan, banyak nelayan telah keluar dari perikanan tersebut.   A synthesis on small pelagic purse seine fisheries in the Java Sea and its adjacent waters based on several previous research results has been conducted.  Study on population dynamics of small pelagic fish species indicated that the small pelagic species has a rapid growth and high natural mortality rates.  Cohort analysis indicated that  estimation on total biomass tend to indicate a lower value than the landing data of small pelagic fishery, with no indication on clear  relationship between the structure of biomass and abundance in catches.  The abundance estimation based on surplus production applied when production has reached a long-term stability, and downward trend in CPUE followed by a

  14. EFEKTIVITAS KOMBINASI PROBIOTIK MIKROENKAPSULASI MELALUI PAKAN UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT MOTILE AEROMONADS SEPTICEMIA PADA IKAN LELE, Clarias gariepinus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angela Mariana Lusiastuti

    2017-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi probiotik mikroenkapsulasi melalui pakan dalam pengendalian penyakit pada ikan lele, Clarias gariepinus. Penelitian dilakukan mulai dari penyiapan kombinasi probiotik Bacillus cereus ND2 dan Staphylococcus lentus L1K, mikroenkapsulasi probiotik, uji probiotik mikroenkapsulasi, serta uji dosis secara in vivo. Proses mikroenkapsulasi menggunakan BUCHI mini spray dryer dengan suhu inlet 131°C-133°C dan suhu outlet 65°C-70°C. Pakan yang digunakan adalah pakan buatan dengan kadar protein 38% yang dicampur dengan probiotik mikroenkapsulasi sesuai dengan dosis perlakuan dan diberi putih telur 2% sebagai binder. Perlakuan yang dilakukan adalah membandingkan secara in vivo probiotik mikroenkapsulasi (PM dan probiotik non-mikroenkapsulasi (PNM, dan dilanjutkan pengujian dosis melalui pakan untuk memperoleh dosis terbaik dari aplikasi probiotik mikroenkapsulasi. Parameter pengamatan berupa tingkat sintasan, biomassa, kadar hematokrit, hemoglobin, respiratory burst activity, dan total bacterial count. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kombinasi probiotik mikroenkapsulasi Bacillus cereus ND2 dan Staphylococcus lentus L1K pada pakan lebih efektif, dan dengan dosis 2% menunjukkan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan sintasan hingga 97,33%, biomassa dan respons imun (NBT assay, hematocrit, hemoglobin ikan lele terhadap A. hydrophila. This study was aimed to know the effectivity of microencapsulated probiotic combinations administered through diet to control motile aeromonads septicemia disease in catfish (Clarias gariepinus. The research stages consisted of preparation probiotics, microencapsulation of probiotics and probiotic microencapsulation testing in vivo. BUCHI mini spray dryer was used in the microencapsulation process with inlet temperature ranged between 131°C-133°C and outlet temperature ranged between 65°C-70°C. The diets used in the research were pelleted

  15. KANDUNGAN VITAMIN B6, B9, B12 DAN E BEBERAPA JENIS DAGING, TELUR, IKAN DAN UDANG LAUT DI BOGOR DAN SEKITARNYA (VITAMIN B6, B9, B12 AND E CONTENT OF SEVERAL TYPES OF MEATS, EGGS, FISHES AND MARINE SHRIMPS IN BOGOR AND SURROUNDING AREAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Yuniati

    2012-06-01

    Full Text Available ABSTRACT Food Composition Table (DKBM in Indonesia has not mentioned all types of nutrients available in the food, particularly vitamin B6, B9 (folic acid, B12, and vitamin E. Therefore this study aimed to analyze the content of vitamin B6, B9 (folic acid, B12, and vitamin E in several types of meat, eggs, fish and marine shrimps consumed in Bogor and surrounding areas. Vitamin B6, B9, B12, and vitamin E from three kinds of meat (chicken, beef, lamb, two types of eggs (chicken, duck, and four species of fish (snapper, bloating, carp and tuna and crayfish are analyzed using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC. The samples used are raw and taken from three locations in Bogor and surrounding areas. Fishes, meats and eggs contain high levels of folic acid, however the amount of folic acid content in meat varies depending on which part of meat the samples are taken, types of organ, and the fat content of the meat. The folic acid content in chicken wings is different with those in thigh. In fatty mutton the folic acid is higher than in those lean meat, and in yolk is higher than those in egg white. Vitamin E content of snapper is the highest amongs other types of fishes (6.54 µg/100 g.Chicken eggs contain a higher amount of vitamin E than duck eggs, while the yolk contains ahigher amount of vitamin E than those egg white. Keywords: animal foods, vitamin B6, vitamin B9 (folic Acid, vitamin B12, vitamin E   ABSTRAK Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM yang ada di Indonesia belum memuat semua jenis zat gizi dalam makanan, khususnya vitamin B6, B9 (asam folat, B12 dan vitamin E. Menganalisis kandungan vitamin B6, B9 (asam folat, B12, dan vitamin E dalam beberapa jenis daging, telur, ikan dan udang laut yang dikonsumsi masyarakat di Bogor dan sekitarnya. Kandungan vitamin B6, B9, B12 dan vitamin E dari tiga jenis daging (ayam, sapi, kambing, dua jenis telur (ayam, itik, serta empat jenis ikan (kakap, kembung, mas, tongkol dan udang laut

  16. Magnetic separation of algae

    Science.gov (United States)

    Nath, Pulak; Twary, Scott N.

    2016-04-26

    Described herein are methods and systems for harvesting, collecting, separating and/or dewatering algae using iron based salts combined with a magnetic field gradient to separate algae from an aqueous solution.

  17. Blue-Green Algae

    Science.gov (United States)

    ... that taking a specific blue-green algae product (Super Blue-Green Algae, Cell Tech, Klamath Falls, OR) ... system. Premenstrual syndrome (PMS). Depression. Digestion. Heart disease. Memory. Wound healing. Other conditions. More evidence is needed ...

  18. VAKSINASI IKAN TILAPIA (Oreochromis niloticus MENGGUNAKAN VAKSIN MONOVALEN DAN BIVALEN UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT MOTILE AEROMONAS SEPTICEMIA DAN STREPTOCOCCOSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Sugiani

    2013-08-01

    Full Text Available Peningkatan respon antibodi pascavaksinasi dengan antigen tunggal dan campuran dari bakterin Aeromonas hydrophila and Streptococcus agalactiae diharapkan dapat meningkatkan daya tahan ikan tilapia (Oreochromis niloticus terhadap penyakit Motile Aeromonas Septicemia/MAS dan Streptococcosis. Sediaan vaksin disiapkan dengan metode pembuatan dan formula yang berbeda, proses inaktifasi dilakukan dengan menambahkan 3% Neutral Buffer Formalin (NBF 10% pada biakan bakteri dalam media tumbuh BHI dan TSB. Vaksinasi diberikan melalui injeksi intraperitoneal dengan sediaan vaksin monovalen A. hydrophila, monovalen S. agalactiae, dan bivalen A. hydrophila + S. agalactiae (Sel utuh, produk ektraselular/ECP, crude supernatan, campuran sel utuh + ECP, dan broth. Uji tantang dilakukan menggunakan dosis LD50 infeksi tunggal maupun ko-infeksi dari bakteri A. hydrophila dan S. agalactiae. Efektivitas dan keampuhan vaksin tersebut dihitung berdasarkan nilai RPS (Relative Percent Survival dan hasil respon hematologi. Titer antibodi dapat terdeteksi setelah satu minggu pemeliharaan pasca vaksinasi. Nilai titer antar perlakuan vaksin bivalen berbeda nyata (P<0.05 dengan vaksin monovalen dan kontrol. Nilai RPS vaksin bivalen (campuran sel utuh + ECP mencapai 100 untuk uji tantang dengan A. hydrophila dan 56,7 pada uji tantang ko-infeksi. Vaksin monovalen A. hydrophila maupun S. agalactiae hanya mampu memproteksi terhadap bakteri homolog, tidak terjadi proteksi silang di antara keduanya.

  19. KINERJA REPRODUKSI DENGAN INDUKSI OODEV DALAM VITELOGNESIS PADA REMATURASI INDUK IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus DI DALAM WADAH BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus Agustinus

    2016-06-01

    Full Text Available The objective of this research was to study the effect of Oodev as know as PMSGad gonad rematurity in infertile broodstock of P. hypophthalmus by Oodev Hormone injection. The treatments consisted of control 0 ml Oodev/kg fish weight (D, 0,3 ml Oodev/kg fish weight (A. 0,5 ml Oodev/kg fish weight (B and 0,ml Oodev/kg fish weight (C. withfourreplications of each. Fish weight at the beginning of experiment was 5 to 7 kg/individual. The result showed that Oodev had positive effect on egg maturation. This was shown by the value of average of eggs diameter. The maximum size of egg diameter for fish with hormone injection were larger than without injection. The best treatment was 0,5 ml Oodev/kg fish weight(B and the largest diameter was 701.52 ± 17.56 μrn. The size of eggs was more homogenous in group B than those of group C and A. It was concluded that injection of Oodev (PMSGad is effective in promoting gonad maturation and oocyte development in the catfish.

  20. TRANSMISI GEN PhGH DAN PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN LELE AFRIKA (Clarias gariepinus TRANSGENIK GENERASI KETIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Huria Marnis

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi transmisi transgen PhGH dan performa ikan lele Afrika transgenik generasi ketiga (F3 yang meliputi pertumbuhan, rasio efisiensi konversi pakan, konsentrasi hormon pertumbuhan dan hormon IGF-I. Ikan lele transgenik F3 telah diproduksi dengan meyilangkan ikan lele transgenik F2 dengan non-transgenik. Deteksi transgen (PhGH dilakukan menggunakan metode PCR. Analisis hormon pertumbuhan dan hormon insuline-like growth factor (IGF-I menggunakan sampel serum darah dan metode enzyme linked immunosorbent assay (ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan lele transgenik F3 yang digunakan pada pengujian ini terdeteksi positif membawa transgen dengan ukuran fragmen gen sebesar 1.500 bp. Transmisi transgen dari induk F2 ke F3 berkisar 0-75%. Pertumbuhan bobot populasi ikan lele transgenik F3 lebih tinggi 51,26% dibandingkan dengan ikan lele non-transgenik (P<0,05. Pertumbuhan bobot populasi ikan transgenik mencapai 484±60,3 g, sedangkan pertumbuhan bobot ikan non-transgenik 319,98±65,3 g. Nilai rasio konversi pakan ikan lele transgenik F3 sebesar 0,89 sedangkan non-transgenik 1,30. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi pakan ikan lele transgenik F3 lebih tinggi dibandingkan dengan ikan non-transgenik (P<0,05. Ikan lele transgenik mempunyai konsentrasi hormon pertumbuhan (5,67±2,65 ng/mL yang lebih tinggi (P<0,05 jika dibandingkan dengan ikan lele non-transgenik (3,00±1,41 ng/mL. Ikan lele transgenik juga memiliki kandungan hormon IGF-I (6,63±0,11 ng/mL lebih tinggi (P<0,05 dibandingkan dengan ikan lele non-transgenik (5,38±0,63 ng/mL. Tingginya konsentrasi hormon pertumbuhan dan hormon IGF-I dapat mewakili performa pertumbuhan dan efisiensi penggunaan pakan pada ikan lele transgenik. The aim of this study was to determine the transmission of a transgene (PhGH and to evaluate the performance of F3 transgenic African catfish, such as body weight, feed conversion ratio (FCR, growth hormone and IGF-I hormone

  1. KITOSAN CANGKANG UDANG WINDU SEBAGAI PENGAWET FILLET IKAN GABUS (Channa striata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    sri - wahyuni

    2014-06-01

    Full Text Available Kitosan berpeluang besar digunakan sebagai bahan pengawet alami pada produk perikanan karenamemiliki aktivitas antimikrob. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kitosan asalkulit udang windu dan pengaruhnya terhadap aktivitas mikrob pembusuk, nilai gizi, organoleptik danmasa simpan fi llet ikan gabus segar. Kitosan diisolasi dari kulit udang windu dan dikarakterisasi, laludigunakan sebagai bahan pengawet pada fi llet daging ikan gabus segar dengan konsentrasi 0; 1; 1,5; dan2%. Penyimpanan dilakukan pada suhu ruang selama 10, 15, 20, dan 25 jam. Perlakuan larutan kitosan1,5% mampu memperpanjang masa simpan fi llet daging ikan gabus karena mampu mengurangi kadarair dan laju pertumbuhan bakteri pembusuk, mempertahankan kadar protein terhadap daging fi llet ikangabus hingga penyimpanan 20 jam.Kata kunci: antimikrob, bahan pengawet, ikan gabus (Channa striata, kitosan

  2. Hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan gabus (Channa striata Bloch, 1793 yang dibesarkan di rawa lebak, Provinsi Sumatera Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Muthmainnah

    2013-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan gabus (Channa striata telah dipelihara di rawa lebak Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin dan Mariana Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan pada Mei hingga November 2013. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat tidak menunjukkan perbedaan nyata antara rawa Sekayu dan Mariana dengan nilai b di bawah nilai 3 yang berarti pertumbuhan ikan gabus tersebut allometrik negatif. Ikan gabus yang dipelihara di rawa lebak Mariana menghasilkan faktor kondisi 0,884 lebih tinggi daripada di rawa lebak Sekayu 0,839, yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan rawa lebak Mariana lebih mendukung untuk pertumbuhan ikan gabus.

  3. PEMANFAATAN LIMBAH IKAN SIDAT INDONESIA (Anguilla bicolor SEBAGAI TEPUNG PADA INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN DI PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RA Hangesti Emi Widyasari

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThis research aims to analyze the nutritive value of flour head, liver powder and bone meal as by product of Indonesian eel (Anguilla bicolor processing. Eel waste flour was made by using a thermal process in the drum dryer fish flouring mill PT. Carmelitha Lestari in Bogor, whereas proximate analysis for chemical tests were performed in the laboratory of Integrated Chemical Laboratory, IPB and direct observation was conducted in PT Jawa Suisan Indah, Palabuhanratu Sukabumi district in October 2012—April 2013. The nutritive value based on proximate analysis showed that head flour, liver flour, and bone flour contained protein 61.78%, 53.92%, and 41.01%; fat 15.55%, 27.28%, 13.07%; carbohydrate 11.48%; 14.96%, 8.13%; water 5.44%, 8.48%, 3.01%; ash 12.95%, 3.62%, 37.49%, and crude fiber 1.33%, 0.04%, 1.11%, respectively.Keywords: Anguilla bicolor, bone flour, head flour, liver flour, nutritive valueABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi tepung kepala, tepung tulang dan tepung hati ikan yang merupakan limbah pengolahan ikan sidat Indonesia (Anguilla bicolor. Tepung limbah ikan sidat dibuat berdasarkan proses termal menggunakan drum dryer di pabrik penepungan ikan PT. Carmelitha Lestari di Bogor dan analisis proksimat untuk uji kimiawi dilakukan di Laboratorium Kimia Terpadu, IPB serta observasi langsung di PT Jawa Suisan Indah, Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi pada bulan Oktober 2012—April 2013. Hasil analisis proksimat tepung kepala, tepung hati dan tepung tulang mengandung protein berturut-turut sebesar 61.78%, 53.92%, dan 41.01%; lemak sebesar 15.55%; 27.28%; 13.07%, karbohidrat sebesar 11.48%; 14.96%; 8.13%, kadar air sebesar 5.44%; 8.48%; 3.01%, kadar abu 12.95%; 3.62%; 37.49% dan serat kasar 1.33%; 0.04%; 1.11%.Kata kunci: Anguilla bicolor, nilai gizi, tepung hati, tepung kepala, tepung tulang

  4. Potensi Pemberian Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle L) sebagai Pengawet Alami Ikan Selar (Selaroides Leptolepis)

    OpenAIRE

    Mentari, Nona Lia

    2016-01-01

    Telah dilakukan penelitian “Potensi Ekstrak Daun Sirih (Piper betle) sebagai Pengawet Alami Ikan Selar (Selaroides leptolepis)” di Kecamatan Syiah Kuala sejak bulan September 2015 sampai Mei 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daun sirih terhadap pengawetan ikan selar, rasa, warna, tekstur dan bau. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 7 perlakuan dan 3 kali ulangan. Konsentrasi ekstrak daun sirih divariasi mulai dari 10% ekstrak daun sirih (S10), 20% ekstrak ...

  5. Aspek Ekobiologi Ikan Bilih (Mystacoleucus padangesis) Di Perairan Danau Toba Desa Pangururan Kabupaten Samosir

    OpenAIRE

    Sinaga, Sunarti

    2015-01-01

    The Aspects Ecobiology Of ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) in The Water of Lake Toba has been researched from July, 2014 to September, 2014. The purpose of this research was to determine the aspects ekobiologi of ikan bilih such as density, long-weight relationship, TKG, diameter’s egg and fecundity of mystacoleucus padangensis. Sampling was carried out at three stations. Result of research showed the long-weight relationship is negative allometric. The fish density obtained more in the...

  6. PENDEKATAN GEOSTATISTIKA DALAM PENDUGAAN KELIMPAHAN IKAN DEMERSAL DENGAN METODE SWEPT AREA DI PERAIRAN UTARA JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Natsir

    2016-03-01

    This research is intended to apply geostatistical analysis in fish abundance estimation in the north Java waters. Geostatistical is a series of methods to examine one or more spatially distributed variables through structure analysis of the data. Trawl data obtained using the bottom trawl operated by Bawal Putih vessel. Data processing includes the standardization of catch, geographic position transformation to UTM format, variogram model fitting and abundance prediction using the model. Analysis of trawl data structure was done by using geostatistical analysis, estimation results of the experimental semi-variogram were then used to infer the characteristics of demersal fish abundance in the north of central Java waters. Results of structural analysis and models fitting using geostatistical analysis showed that the most suitable model with all data used were spherical model with different parameters from each model. The models are then used to estimate the value of fish abundance on the points that there is no abundance information through kriging interpolation process. Results of cross-validation of the estimated abundance using kriging with actual values shows that R2 values varied for each data set. Geostatistical prediction results showed smaller coefficients of variation compare to arithmetic calculations.

  7. PEMBERIAN VARIASI JENIS PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN ARWANA (Scleropages formosus DI DALAM WADAH BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yahya Yahya

    2016-06-01

    Based on the analysis of variance (ANOVA on all treatments only on survival and feed conversion were significantly different, followed by HSD test for survival and Duncan test for feed conversion. Judging from the data is the best overall treatment A with variations of mosquito larvae-bloodworms-mosquito larvae.

  8. PENGARUH PERBEDAAN TINGKAT PROTEIN DAN RASIO PROTEIN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN SEPAT (Trichogaster pectoralis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syachradjad Fran

    2016-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat protein dan energi pakan terbaik pada ikan sepat. Manfaat penelitian ini untuk dapat dijadikan informasi dasar mengenai tingkat protein dan energi yang sesuai bagi kebutuhan konsumsi pakan dan pertumbuhan benih ikan sepat. Ikan uji yang digunakan ikan sepat (Trichogaster pectoralis dengan bobot individu berkisar antara 5±2 gram dan panjang baku berkisar 5±3 cm. Penelitian dilakukan secara eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 6 macam perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang diberikan terdiri atas tingkat  energi protein yang berbeda, yaitu perlakuan A (2800 kkal/35%, perlakuan B (3150 kkal/35%, perlakuan C (3150 kkal/40%, perlakuan D (3600 kkal/ 40%, perlakuan E (3600 kkal/45%, dan perlakuan F (4050 kkal/45%. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan relatif, konversi pakan, efisiensi pakan, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dengan tingkat protein 40% dan energi 3150 kkal/kg menghasilkan pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan relatif, konversi pakan, dan efisiensi pemberian pakan yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kelangsungan hidup ikan sepat berkisar antar 96,67-100%. Kualitas air (suhu, pH, DO, NH3, dan CO2 pada tiap perlakuan masih memenuhi standar untuk  kehidupan ikan sepat.

  9. KERENTANAN IKAN NILA SULTANA, RED NIFI, SRIKANDI DAN AUREUS TERHADAP INFEKSI BAKTERI Streptococcus agalactiae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Febrianti

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji kerentanan empat strain ikan nila, yaitu: Sultana, Red NIFI, Srikandi, dan Aureus terhadap infeksi bakteri Streptococcus agalactiae. Ikan uji berukuran 15-20 g/ekor dan berasal dari populasi, serta batch umur yang sama. Infeksi bakteri S. agalactiae dilakukan secara buatan melalui penyuntikan intra peritoneal (IP pada dosis 104 cfu/mL, sedangkan kelompok kontrol diinjeksi dengan larutan Phosphate Buffered Saline (PBS. Pengamatan dilakukan terhadap gejala klinis dan mortalitas ikan uji yang berlangsung selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh strain ikan nila mengalami respons yang sama terhadap infeksi bakteri S. agalactie yang ditandai dengan munculnya gejala klinis seperti: warna gelap/menghitam, sirip geripis, nekrosa pada mulut, mata menonjol, opaque, ulcer, dan dropsy. Kerentanan tertinggi terhadap infeksi bakteri S. agalactiae yang dimanifestasikan dengan rataan persentase mortalitas ikan uji diperoleh pada ikan nila Aureus sebesar 72%, Sultana 50%, Srikandi 36%, Red NIFI sebesar 24%, dan kontrol tidak ada mortalitas. Setelah diuji tantang, kadar limfosit mengalami kenaikan, netrofil dan monosit mengalami penurunan.

  10. KAJIAN TEKNIS PROPELLER -ENGINE MATCHING PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK HYBRID DARI SOLAR CELL DAN GENSET SEBAGAI MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL DI KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-03-01

    Full Text Available Ketersediaan energi tak terbarukan yang kian menipis akan menjadi permasalahan besar bagi kehidupan manusia, banyak pemikiran sudah dicurahkan oleh para ilmuan guna mengantisipasi adanya kemungkinan krisis energi di masa yang akan datang. Selain dari permasalahan keterbatasan energi yang ada juga timbul masalah baru dari penggunaan energi tak terbarukan tersebut yaitu berupa polusi dan pencemaran lingkungan yang berdampak pada perubahan iklim di dunia. Para pemimpin dari berbagai negara menggelar konferensi tentang perubahan iklim di Bali (UNFCCC, sebagai tindak lanjut dari Protokol Kyoto yang diselenggarakan di Jepang sebelumnya, sehubungan dengan perubahan iklim dunia, beberapa negara sepakat untuk mengurangi emisi gas buang pada mesin berbahan bakar mineral, yang dianggap sebagai penyumbang polusi udara terbanyak, dengan membuat kebijakan yang diharapkan dapat menjadi suatu solusi untuk mengurangi polusi udara, salah satu solusi yang dibahas penulis adalah penggunaan motor listrik sebagai pengganti mesin berbahan bakar mineral, tujuan dari penelitian ini adalah menghitung parameter pendukung propeller engine matching (putaran mesin, BHP mesin, dan hambatan kapal , pada kapal ikan tradisional KM Brandal, dan penentuan ukuran propeller yang sesuai dengan kapal ikan KM Brandal dengan menggunakan sistem hybrid. Dalam penelitian ini penulis melakukan pengukuran dan perhitungan pada sistem penggerak kapal baik di lapangan maupun simulasi hybrid, rangkaian hybrid ini terdiri dari beberapa komponen antara lain 2 buah solar cell 100 WP, genset 800 VA, 2 buah baterai 70 Ah, dan motor listrik 12 volt 80 ampere, sedangkan untuk mendapatkan tegangan listrik yang sama pada rangkaian hybrid beberapa komponen seperti baterai, genset, dan solar cell disusun secara paralel. Penelitian tentang Propeller-Engine Matching pada rangkaian hybrid kapal ikan KM Brandal menghasilkan beberapa parameter optimasi propeller antara lain hambatan kapal 1,04 kN, daya efektif

  11. STATUS INTRODUKSI IKAN DAN STRATEGI PELAKSANAAN SECARA BERKELANJUTAN DI PERAIRAN UMUM DARATAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chairulwan Umar

    2013-11-01

    Full Text Available Masuknya jenis ikan asing berpotensi merubah keseimbangan pada perairan umum daratan, dan di Indonesia gejala ini sudah mulai terlihat. Makalah ini bertujuan untuk membahas lebih lanjut tentang perkembangan introduksi ikan asing, strategi pelaksanaan intoduksi dan berbagai dampaknya terhadap komunitas ikan asli perairan di Indonesia. Penelitian dilakukan melalui penelusuran dan studi pustaka tentang: sejarah kegiatan introduksi ikan yang dilakukan ke Indonesia, jenis-ikan introduksi ikan di Indonesia dan kegiatan introduksi ikan yang telah dan dilakukan di Indonesia beserta dampaknya. Verifikasi lapangan dilakukan pada tahun 2011 di beberapa danau dan waduk antara lain Danau Sentani, Danau Kerinci, Danau Matano dan Waduk Riam Kanan. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa introduksi ikan asing dilakukan di Indonesia sebelum tahun 1900. Introduksi ikan yang telah dilakukan selama ini, lebih banyak dilakukan tanpa melalui kajian ilmiah yang mendalam dan telah terbukti mengakibatkan hilang atau berkurangnya populasi ikan asli atau endemik serta menjadi agen pembawa penyakit. The entry of alien fish species could potentially change the balance of the inland waters and in Indonesia this symptoms was shown. The paper aims are to discuss more about the development introduction of alien fish species, the introduction implementation strategy and its impact to indigenous fish species communities in Indonesian inland waters. The study was conducted through a literature research about: the history of fish introductions activities which carried out in Indonesia, the species of fish introduction in Indonesia and the activities of introduction fish that have been conducted in Indonesia and its impact. Field verification was conducted in 2011 at several lakes and reservoir such us: Sentani Lake, Kerinci Lake, Matano Lake and Riam Kanan Reservoir. The collected data were tabulated and analyzed

  12. Pementasan Tari Gandrung Dalam Tradisi Petik Laut di Pantai Muncar, Desa Kedungrejo, Kec.Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur (Suatu Kajian Filosofis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Relin D.E

    2017-06-01

    Full Text Available Tari Gandrung merupakan kekayaan budaya lokal banyuwangi dan dijadikan maskot daerah Banyuwangi. Tari gandrung banyak dipentaskan diberbagai acara publik termasuk di dalam tradisi petik laut. Pementasan Tari Gandrung dalam tradisi petik laut memiliki makna tersendiri karena tradisi ini diyakini sebagai bentuk persembahan kepada Dewa Laut agar nelayan dianugrahkan ikan yang berlimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Tari Gandrung dan makna filosofi Tari gandrung yang terkandung dalam tradisi Petik laut di pantai Muncar Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. dengan analisis deskriftip kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi (data-data sekunder. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Setiap peragaan Gandrung Banyuwangi selalu berpola jejer, paju dan seblang-seblang. Dalam pementasannya memasuki tiga babak yakni pertama  jejer, gending terdiri dari lagu Padha Nonton yang terdiri dari delapan bait 32 baris setiap baitnya terbagi menjadi empat baris, baru kemudian dilanjutkan dengan gending Padha Nonton pada bait-bait berikutnya dengan gerak tari yang sesuai warna lagu yang dibawakan. Kemudian babak kedua disebut Paju gending yang dibawakan bebas sesuai permintaan yang akan ikut menari (maju gandrung dan ketiga Seblang-seblang yang selalu diawali dengan gending atau lagu yang berjudul Seblang Lukito dan gending-gending lainnya. Pementasan tari gandrung dalam tradisi petik laut secara filosofis bila diamati dari lagu Padha nonton dengan syairnya berbentuk bebas dan pola yang berkembang ini merupakan gambaran filosofis hidup tentang manusia. Filosofis yang diekspresikan dalam bentuk tari dan nyanyi sebagai simbol pesan tentang hidup dan kehidupan. Terutama dalam adegan seblang-seblang memvisualisasikan perpaduan bentuk gerak dan nyanyian yang indah untuk menyampaikan pesan-pesan tentang hidup dan kehidupan segala suka dukanya sebagai manusia. Demikian juga ucapan rasa syukur

  13. Transgender Dalam Persepsi Masyarakat

    OpenAIRE

    Jasruddin, Jasruddin; Daud, Jasmin

    2015-01-01

    Fenomena transgender dalam masyarakat mendapatkan berbagai macam reaksi. Kasus-kasus pun banyak bermunculan sehingga membutuhkan penanganan. Dalam penelitian ini memfokuskan pada persepsi masyarakat kota Makassar terhadap keberadaan transgender. Untuk menjawabnya peneliti menggunakan pendekatan secara agama dan sosiologi. Adapun jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survey , yaitu dengan melakukan pendekatan langsung terhadap masyarakat kota Makassar se...

  14. PERFORMA IKAN PATIN HIBRIDA PASUPATI (PANGASIID DARI INDUK TERSELEKSI PADA SISTEM BUDIDAYA BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evi Tahapari

    2016-11-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menguji performa ikan patin Pasupati II pada segmen pembesaran yang dilakukan di kolam air tenang (KAT berukuran 50 m2, dan di jaring (berukuran 5 m x 3 m x 1,5 m yang dipasang di tambak air payau (TAP, salinitas < 10 ppt. Ikan uji yang digunakan adalah ikan patin Pasupati II, Pasupati I, dan patin Siam F-1 dengan bobot awal di KAT 11,1-16,1 g/ekor, dan di TAP 21,3-32,5 g/ekor. Sebanyak dua KAT, dan dua jaring di TAP digunakan untuk setiap kelompok ikan. Parameter yang diamati meliputi: pertambahan bobot dan panjang harian, konversi pakan, sintasan, kualitas air pemeliharaan, dan konsentrasi hormon Insuline-like Growth Factor (IGF-I pada plasma darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa ikan patin Siam F-1 pada parameter pertambahan bobot memberikan yang terbaik (P<0,05 dibandingkan patin Pasupati I dan II yang dipelihara di KAT dan di TAP. Kemudian performa pertambahan bobot ikan patin Pasupati II lebih baik (P<0,05 daripada patin Pasupati I yang dipelihara di TAP. Hasil analisis ELISA pada beberapa ikan uji yang dipelihara di KAT menunjukkan bahwa konsentrasi hormon IGF- 1 tertinggi terdapat pada ikan patin siam F-1 (4,48 ± 0,81 ng/mL, kemudian diikuti oleh patin Pasupati II (3,96 ± 0,51 ng/mL; dan terendah pada ikan patin Pasupati I (3,93 ± 0,54 ng/mL. Jika dicermati dari data pertumbuhan dan konsentrasi hormon IGF-1 ikan uji ternyata terdapat korelasi yang positif antara pertumbuhan ikan dengan konsentrasi hormon IGF-1, semakin tinggi tingkat pertumbuhan ikan maka semakin tinggi konsentrasi hormon IGF-1 pada ikan uji. In thenursery, Pasupati II catfish hybrid of female Siamese catfish and male Jambal catfish showed the best performance compared to Pasupati I catfish and Siam catfish F-1 generation. The aim of this study was to test performance of Pasupati II on grow out segment in freshwater pond (KAT measure 50 m2 and in net cage (measure 3 m x 5 m x 1.5 m which settled in brackishwater pond (TAP, salinity < 10 ppt

  15. PERKEMBANGAN ENZIM PENCERNAAN LARVA IKAN PATIN, Pangasius hypophthalmus sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irzal Effendi

    2003-05-01

    Full Text Available Development of digestive enzymes; protease, lipase and amylase were observed in patin catfish, Pangasius hypophthalmus, larvae.  The 1 day old larvae (day after hatching, with 3,37-3,97 mm length and 0,62-0,79 mg weight, were reared in aquarium 60x50x40 cm with stocking  density of 20 fish/l.  Larvae were fed  Artemia dan tubificid worms 2-8 dan 7-15 days after hatching (dAH,  respectively (schedule I;  2-6 and  5-15 dAH (schedule II; and 2-4 and 5-15 dAH (schedule III.  Chlorella was ready to eat by larvae at the entirely rearing.  For enzyme assay, larvae were sampled from each aquarium at stages of 1, 2, 3, 5, 7, 10 and 15 dAH.    Protease and lipase activity were detected in digestive tract of  1 dAH larvae.   Digestive enzymes development have a similar pattern in larvae for all feeding schedules.  Protease activity  decreased with the increasing of age until 3 dAH, then increased  until the larvae reached 7 dAH, and sharply decreased until 10 dAH and then slowly decreased thereafter. Lipase activity tended to increase slowly with age up to 3 dAH, and increased sharply until 5 dAH, and then decreased sharply until 7 dAH  before decreased again up to the end of rearing.  Amylase activity in larvae increased slowly with the increasing of age up to 5 dAH, then increased sharply until 7 dAH, and decreased thereafter.  In dimly lighted larvae, amylase activity decreased before increased up to 12 d AH, then decreased thereafter.  The amount of food organisms in larval gut, body weight and length, and survival rate of larvae were also measured and discussed.Key Words:  Digestive enzymes, development, larvae, patin catfish, Pangasius hypophthalmus ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan enzim protease, lipase dan amilase saluran pencernaan larva ikan patin akibat perubahan skedul pemberian pakan.  Larva ikan patin (panjang 3,77–3,97 mm dan bobot 0,62-0,79 mg berumur 1 hari dipelihara di akuarium 60x

  16. ESTIMASI KELIMPAHAN IKAN GABUS (Channa striata Bloch, 1793 DENGAN METODE HIDROAKUSTIK DI SUNGAI LEMPUING, SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulkarnaen Fahmi

    2016-03-01

    Full Text Available Kegiatan pengkajian stok sumberdaya ikan yang dilakukan secara berkala bertujuan untuk optimasi pemanfaatan sumberdaya perikanan bagi kegiatan perikanan tangkap. Kegiatan pengkajian stok ikandengan survey akustik di perairan Lubuk Lampam telah dilakukan pada tahun 2011 sebanyak 2 (dua kali dengan interval waktu 3 (tiga bulan untuk melihat perubahan kelimpahan ikan gabus (Channa striatadi perairan tersebut. Ekstraksi data akustik meliputi data sebaran kelimpahan dan distribusi ukuran ikan dilakukan untuk melihat keragaman (variance nilai yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi rata-rata kelimpahan ikan pada bulan Maret sebesar 7.53 ± 1.33 ekor/m2  lebih rendah dibandingkan pada bulan Mei sebesar 53.11 ± 9.43  ekor/m2  . Biomass ikan pada bulan Maret sebesar 75.59 ± 30.22 kg/ha lebih rendah dibandingkan pada bulan Mei sebesar 521 ± 65.01 kg/ha. Nilai rataan target strength ikan tunggal yang terdeteksi pada bulan Maret sebesar -54.81 ± 0.9 dB lebih rendah dibandingkan pada bulan Mei sebesar -50.03 ± 0.35 dB. Estimasi kelimpahan dan distribusi ikan di sungai Lempuing menunjukkan nilai keragaman (variance yang lebih rendah pada bulan Maret dibandingkan dengan bulan Mei 2011 untuk parameter kelimpahan dan biomass ikan, sedangkan untuk nilai rataan target strength ikan menunjukkan sebaliknya. Fish assessment using hydroacoustic in inland water was conducted to optimize fish exploitation activity. Successive hydroacoustic survey was conducted twice with interval three months in 2011 to estimated distribution fish abundance and size distribution of snakehead fish (Channa striata Bloch, 1793 in Lempuing River, South Sumatera. Reability test was conducted on hydroacoustic data including data distribution and abundance of fish size distribution to obtain edvariance value. The results showed that the average estimate abundance of fish on March about 7.53 ± 1.33 fish/m2 lower than in the month of May at 53.11 ± 9.43 fish/m2

  17. Algae Derived Biofuel

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Jahan, Kauser [Rowan Univ., Glassboro, NJ (United States)

    2015-03-31

    One of the most promising fuel alternatives is algae biodiesel. Algae reproduce quickly, produce oils more efficiently than crop plants, and require relatively few nutrients for growth. These nutrients can potentially be derived from inexpensive waste sources such as flue gas and wastewater, providing a mutual benefit of helping to mitigate carbon dioxide waste. Algae can also be grown on land unsuitable for agricultural purposes, eliminating competition with food sources. This project focused on cultivating select algae species under various environmental conditions to optimize oil yield. Membrane studies were also conducted to transfer carbon di-oxide more efficiently. An LCA study was also conducted to investigate the energy intensive steps in algae cultivation.

  18. Rantai Nilai Pada Budidaya Kolam Ikan Air Tawar di Kota Bogor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Nur Rakhman

    2017-09-01

    Full Text Available This study was conducted to determine the flow of the value chain of freshwater fish pond culture in the city. Research on the value chain actors freshwater fish farming in Bogor, mapping the value chain, the production cost and the Marginal value of the value chain. Actors involved in the value chain of freshwater fish farming pond in the city of Bogor is fish farmers, collectors and traders. From the analysis of the Margin, the mediator has the greatest Margin value.Keywords: fish culture, value chain, freshwater fish, value-chain analysis (VCAAbstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui alur rantai nilai budidaya kolam ikan air tawar di Kota. Anlisis penelitian yang digunakan adalah analisis rantai nilai/value-chain analysis (VCA. Hasil penelitian menunjukkan secara umum pada rantai nilai budi daya ikan ini yang mendapatkan margin terbesar ada pada aktor pengepul, dimana pengepul yang mempunyai akses dan informasi dua arah, baik itu informasi pasar ataupun informasi mencari petani ikan.Kata kunci: budi daya ikan, rantai nilai, ikan air tawar, value-chain analysis (VCA

  19. EFEK HETEROSIS DARI HIBRIDA IKAN LELE UNGGUL DI NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Estu Nugroho

    2015-03-01

    Full Text Available Evaluasi keragaan ikan lele hibrida dari hasil persilangan antara Masamo (M, Sangkuriang (S, dan Paiton (P telah dilakukan untuk mendapatkan benih unggul ikan lele untuk budidaya di daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Persilangan secara resiprokal telah dilakukan dengan menggunakan tiga strain ikan lele yaitu Masamo, Sangkuriang, dan Paiton masing-masing dengan empat ulangan. Pemijahan dilakukan secara alami dengan bantuan suntikan ovaprim. Nilai heterosis tertinggi pada tingkat pembenihan dan pembesaran ada pada pasangan hibrida S-M. Heterosis hibrida S-M di tingkat pembenihan adalah 6,68% (sintasan dan 2,79% (pertambahan panjang benih, sedangkan di tingkat pembesaran 6,90% (sintasan, 24,03% (pertumbuhan bobot harian dan -3,79% (konversi pakan. Perkawinan betina Sangkuriang - jantan Masamo mempunyai nilai “heterosis” tertinggi pada semua parameter di tingkat pembenihan dan pembesaran

  20. Perbandingan DED IPAL Anaerobic Filter dengan Upflow Anaerobic Sludge Blanket untuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI Sedati di Kabupaten Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmat Ridho Permata Putra Siregar

    2017-01-01

    Full Text Available Pengoperasian  tempat  pelelangan  ikan  (TPI  di  Kabupaten Sidoarjo  memberikan  dampak  positif  dan  negatif.  Salah  satu  dampak negatif yang ditimbulkan berupa timbulan limbah cair yang apabila tidak ditangani dengan tepat, maka akan mencemari lingkungan di sekitar TPI. Limbah  yang  dibuang  harus  memenuhi  baku  mutu  yang  diatur  dalamPeraturan Gubernur Jawa Timur No.72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya. Oleh karena itu,  diperlukan  suatu  detailed  engineering  design (DED  instalasi pengolahan  air  limbah  (IPAL  yang  memadai,  yang  merupakan  tujuan tugas akhir (TA ini. Dalam TA ini, IPAL jenis  Anaerobic Filter(AF dan Upflow Anaerobic Sludge Blanket(UASB, dibandingkan. Data  primer  pada  perencanaan  ini  adalah  data  pemakaian  air bersih dari TPI tiap bulan selama tahun 2015 serta data karakteristik air limbah, meliputi konsentrasi BOD, COD, TSS, dan Total N. Data sekunder meliputi  data  kualitas  dan  kuantitas  effluent  TPI  yang  diperoleh  dari analisis laboratorium. Perhitungan tiap sistem IPAL mengacu pada kriteria desain  sebagai  dasar  pembuatan  DED  dan  Rencana  Anggaran  Biaya (RAB  tiap  sistem  IPAL. Hasil  perhitungan  tiap  unit  IPAL  akan dibandingkan dari segi efisiensi penyisihan, luas lahan yang dibutuhkan, dan RAB.Hasil analisis kandungan air limbah adalah sebagai berikut, BOD = 894 mg/L, COD = 1443 mg/L, TSS = 280 mg/L, dan Total N = 423,9 mg/L. Hasil perhitungan desain AF adalah diperlukannya 2 kompartemen, demikian pula dengan sistem UASB. Efisiensi penyisihan BOD pada AF dan  UASB  bertutrut-turut  adalah  88,95%  dan  97,96%.  Sedangkan, efisiensi  COD  berturut-turut  adalah  89,68% dan  90,24%.  RAB  sistem IPAL  sebesar  Rp  59.609.889,-;  Sedangkan  sistem  UASB  sebesar  Rp 50.914.605,. Sehingga unit IPAL yang dipilih adalah sistem UASB.

  1. Efek Durasi Pencahayaan Pada Sistem HRAR Untuk Menurunkan Kandungan Minyak Solar Dalam Air Limbah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Puspitasari

    2014-09-01

    Full Text Available Kandungan minyak di dalam air limbah industri perminyakan umumnya bersifat toksik terhadap mikroorganisme dan mengganggu proses pengolahan secara biologis. Sistem HRAR diperkirakan dapat mengatasi hambatan tersebut melalui proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perpanjangan waktu pencahayaan pada kemampuan HRAR dalam menurunkan kandungan minyak di dalam limbah. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi durasi pencahayaan dan variasi penambahan volume minyak solar yang ditambahkan ke dalam reaktor. Variasi durasi pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan selama 12 jam dan pencahayaan selama 24 jam. Sedangkan penambahan volume minyak solar ke dalam masing-masing reaktor adalah sebesar 346 ppm, 519 ppm dan 692 ppm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah durasi pencahayaan selama 12 jam memiliki efek yang lebih baik terhadap penurunan konsentrasi minyak dibandingkan pencahayaan selama 24 jam. Hal ini dapat terlihat dari baiknya pertumbuhan alga dan bakteri di dalam reaktor serta tingginya penurunan konsentrasi minyak solar di dalamnya. Penurunan konsentrasi minyak solar terbaik terdapat pada reaktor dengan penambahan minyak solar sebesar 346 ppm. Pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 12 jam terjadi penurunan konsentrasi minyak sebesar 78,4%. Sedangkan penurunan kandungan minyak solar pada reaktor dengan durasi pencahayaan selama 24 jam adalah sebesar 73,9%.

  2. Kemitraan Keluarga dalam Menangkal Radikalisme

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ervi Siti Zahroh Zidni

    2018-01-01

    Gerakan radikalisme menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk orang tua, diperlukan adanya kerjasama antara suami istri dalam tarbiyatul awlad. Kerjasama antara ayah ibu dalam mendidik anaknya akan menjadi lebih efektif dalam menangkal faham radikalisme. Gerakan-gerakan dan doktrin anti Pancasila yang ingin mengubah nya menjadi syari’at Islam atau Negara Islam menjadi ancaman besar bagi bangsa Indonesia. Peran kemitraan dalam keluarga antara ayah dan ibu untuk melakukan kontrol terhadap apa saja yang dipelajari dan diserap oleh anak-anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pedekatan kualitif melalui pengamatan pada kondisi sosial dan keluarga sebagai bagain terkecil dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peran keluarga sangat penting dalam menangkal radikalisme melalui kemitraan antara suami dan istri. Pendidikan anak bukan hanya kewajiban istri akan tetapi merupakan tanggung jawab ayah. Dari hubungan yang harmonis antara keduanya melalui kemitraan keluarga menjadi modal utama dalam menangkal radikalisme. Kata Kunci: Radikalisme, Kemitraan Keluarga, Mencegah Radikalisme

  3. Biofuels and algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Anon.

    2011-01-01

    Bio-fuels based on micro-algae are promising, their licensing for being used in plane fuels in a mix containing 50% of fossil kerosene is expected in the coming months. In United-States research on bio-fuels has been made more important since 2006 when 2 policies were launched: 'Advanced energy initiative' and 'Twenty-in-ten', the latter aiming to develop alternative fuels. In Europe less investment has been made concerning micro-algae fuels but research programs were launched in Spain, United-Kingdom and France. In France 3 important projects were launched: SHAMASH (2006-2010) whose aim is to produce lipidic fuels from micro-algae, ALGOHUB (2008-2013) whose aim is to use micro-algae as a raw material for humane and animal food, medicine and cosmetics, SYMBIOSE (2009-2011) whose aim is the optimization of the production of methane through the anaerobic digestion of micro-algae, SALINALGUE (2010-2016) whose aim is to grow micro-algae for the production of bio-energies and bio-products. (A.C.)

  4. Maskulinisasi Ikan Nila Melalui Perendaman Larva pada Suhu 36 °c dan Kadar Residu 17a-metiltestosteron dalam Tubuh Ikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afpriyaningrum MD

    2017-04-01

    Full Text Available The residue of 17a-methyltestosterone (MT in fish has been a concern related to food and the environment safety. This study aimed to determine sex ratio of Nile tilapia treated by MT immersion at 36 °C water temperature, and measure the level of testosterone in fish body. Three hundreds of ten-day-old post hatched larvae was immersed in one liter of water containing 2 mg MT, at 26 °C and 36 °C. Immersion was performed for 2 and 4 hours. The results showed that immersion at 36 °C and increasing immersion time increased male percentage. Higher male percentage was obtained in treatment 4 hours immersion at 36 °C (92.5% male and the effective treatmen 4 hours immersion at room temperature. By ELISA method, testosterone level in MT treated fish decreased sharply to 88.2% at one month after immersion, and being the same as control without MT immersion. Thus, masculization in tilapia could be performed by MT immersion at 36 °C water temperature for 4 hours, and it is most likely that no MT residual in fish after one month post immersion.   Keywords: Nile tilapia, sex reversal, temperature, 17a-methyltestosterone

  5. Perilaku Religiusitas dalam Ruwat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunarno Sunarno

    2009-11-01

    Full Text Available Ruwatan sebagai bentuk budaya lokal dengan dalang ruwat sebagai tokoh yang berperan utama dalam prosesi ritual ruwatan yang memiliki religiusitas dalam mengemban tugas ngruwat. Religiusitas dalang ruwat ini adalah religiusitas yang sangat sarat dan erat dengan Agami Jawi. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui seperti apakah religiusitas dalang ruwat, dan bagaimanakah perilaku religiusitasnya. Pertanyaan penelitian ini secara operasional adalah Secara kognitif meliputi konsepsi keTuhanan, konsepsi tentang nabi, dan konsepsi kitab suci. Secara afektif, apakah ada pengalaman-pengalaman religiusitas, dan perasaan-perasaan religius. Sedangkan secara psikomotorik meliputi, seperti apakah bentuk ritual dalang ruwat, dan bagaimanakah perilaku religiusitas riil dalam hidup sehari-hari. Informan dalam penelitian ini adalah dalang ruwat berjumlah 2 orang, dengan karakteristik (a mereka yang telah lanjut usia, atau setidak-tidaknya dalang yang telah mengawinkan anaknya dalam arti mereka yang telah matang pengetahuannya dalam hal ruwatan; (b dalang yang keturunan Kyai Panjangmas. Tokoh ini merupakan dalang kenamaan pada zaman Sultan Agung di Mataram (1613-1643M; (c mereka yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, dan (d berdomisili di Surakarta. Pengumpulan data yang diperoleh dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, catatan lapangan, angket data diri, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti adalah analisa induktif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, konsep keTuhanan dalang ruwat adalah konsep penghayatan terhadap Tuhan dengan tanpa adanya perpisahan antara seluruh alam semesta (panteisme. Kedua, nabi bagi dalang ruwat merupakan sosok yang sempurna. Ia memiliki kualitas-kualitas personal yang sempurna. Ketiga, seluruh alam raya adalah kitab suci Tuhan, karena seluruh jagad raya ini adalah emanasi Tuhan. Keempat, meditasi, samadhi, wening atau pujo broto

  6. KAJIAN ASPEK FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI PERAIRAN SITU RAWABEBEK, KARAWANG, DALAM RANGKA PENGELOLAAN PERIKANAN BERBASIS BUDI DAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Gunadi

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian tentang aspek-aspek fisika, kimia, dan biologi perairan bekas galian pasir telah dilakukan di Situ Rawabebek Kabupaten Karawang. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan data dasar bagi penyusunan model pengelolaan perikanan di perairan bekas galian pasir berdasarkan prinsip perikanan berbasis budi daya (culture-based fisheries, CBF. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fluktuasi air di Situ Rawabebek mencapai hingga 1,90 m dan sangat dipengaruhi oleh ketinggian air Sungai Citarum. Nilai semua parameter kualitas air berada dalam kisaran yang layak untuk mendukung kehidupan ikan sementara kadar logam berat berada dalam ambang aman untuk kehidupan organisme akuatik termasuk ikan dan kesehatan manusia. Indeks keragaman plankton (Indeks Shanon-Wiener pada setiap stasiun dan musim pengamatan berkisar antara 3,95—4,52 yang berarti bahwa komunitas plankton di Situ Rawabebek stabil dan perairannya dalam kondisi belum tercemar. Jenis ikan yang teramati untuk mengetahui pola reproduksinya di Situ Rawabebek antara lain lalawak (Puntius bramoides, paray (Rasbora argyrotaenia, dan seren (Cyclocheilichthys apogon dengan tingkat Indeks Kematangan Gonad (IKG masing-masing 3,43%; 12,82%; dan 3,95%. Dari analisis terhadap kondisi fisika, kimia, dan biologinya disimpulkan bahwa perairan bekas galian pasir Situ Rawabebek cukup layak untuk pengembangan perikanan berbasis budi daya. A study on the physical, chemical, and biological aspects of the abandoned sand mining reservoir was conducted in Rawabebek Reservoir (Karawang Regency, West Java. This study aimed to develop a model of fisheries management in the reservoir based on the culture based fisheries (CBF system. The study showed that the fluctuation of water level in the Rawabebek Reservoir was monitored up to 1.90 m and highly influenced by the water level of Citarum River. The average value of all water quality parameters and heavy metals were in the suitable range for aquatic organism, fish and

  7. DAMPAK PEMBUANGAN LIMBAH TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS OSEANOGRAFI BIOFISIK-KIMIA DAN PRODUKSI IKAN TERI (Stolephorus spp. DI PERAIRAN LAUT TELUK AMBON (The Impact of Waste Disposal on the Biophysical-chemical Characteristics Changes and Teri fish

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latif Sahubawa

    2001-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk: (l mengidentifikasi karakteristik limbah hasil aktivitas manusia di pesisir teluk yang berpengaruh potensial terhadap penurunan sifat oseanografi biofisik-kimia perairan Laut Teluk Ambon; (2 mengevaluasi perubahan sifat oseanografi biofisik-kimia perairan dalam kaitannya dengan penyimpangan persyaratan peruntukkan sebagai tempat budi daya perikanan; dan (3 mengevaluasi pengaruh penyimpangan persyaratan peruntukan badan air laut terhadap potensi dan densitas ikan pelagis kecil, serta produksi ikan teri pada musim Timur dan Barat. Sampel penelitian terdiri atas air laut, ikan teri, dan kerang. Teknik pengambilan sampel ialah dengan pengacakan dan tanpa pengacakan. Teknik pengambilan data berupa survei, analisis laboratorium, wawancara, dan kuesioner. Metode analisis data Kurva Normal, Kuadrat Terkecil, Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial dan Berblok dengan Uji-F, Koefisien Nilai Nutrisi (KNN, Produksi Surplus, Hidroakustik, dan Sedimentasi Utermohl. Berdasarkan hasil analisis statistik, umumnya variabel penelitian tidak berpengaruh terhadap perubahan parameter oseanografi biofisik-kimia perairan Teluk Ambon, kecuali bahwa lokasi sampling berpengaruh terhadap nilai kecerahan pada tingkat signifikansi 95%. Kisaran nilai parameter oseanografi biofisik-kimia perairan laut ialah temperatur 23,7 - 28,7"C; TSS 2,005 - 12,436 mg/^; salinitas 24,00 - 35,50 mill; kecerahan 2,5 - 9,0 meter; pH 6,5 - 8,6; oksigen terlarut 2,09 - 6,88 mgA; BODs 10 - 50 mg/l; COD 22,5 - 150,8 mg/l; PO43- 0,22 - 3,29 mg/L, NQ-0.02 -2,94 mg/L; NO3- 21- 15,40 mg/L; Hg 0,001- 0,065 mg/L; KNN 0,27 -0/8 gr/cm; fitoplankton red-tede spesies Alexandrium affrne dengan jumlah 60,0 x 105 sel/liter menimbulkan perubahan warna perairan menj adi merah-kecoklatan. Produksi ikan teri pada musim Timur 191,5 ton (59,5 % dan musim Barat 130,2 ton (40,5 %. Populasi maksimum telur dan larva ikan teri adalah 4.090 telur/SO mt pada musim Timur dan 396 ekor/50

  8. PENGENDALIAN DBD MELALUI PEMANFAATAN PEMANTAU JENTIK DAN IKAN CUPANG DI KOTA PALEMBANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulian Taviv

    2012-08-01

    Full Text Available Abstract. Palembang city has the highest dengue cases compare to other region in South Sumatera Province. This study compares two regions, first region with jumantik (leader and application of ikan cupang, and the second region only applied with jumantik. This study aims to find public acceptance of ikan cupang (Ctenops vittatus as larvae control in the community and to determine larvae index (house index, container index, breteau index in both regions. Larvae found in this study were Aedes aegypty, Ae. albopictus and Culex spp. Comparative indicators of mosquito larvae inspection before and after treatment in Kelurahan Kebun Bunga were angka bebas jentik from 48% to 86%, house index from 52% to 14%, container index from 48% to 25%, and breteau index from 66% to 50%, while in Kelurahan Sukarami free account of jentik from 58% to 72%, house index from 42% to 28%, container index from 36% to 50%, and breteau index from 66% to 50%. Kelurahan Kebun Bunga and Kelurahan Sukarami categorized as region with high risk of dengue infection. Ikan cupang was effective as Aedes larvae predator, and more acceptable to the community compare to the chemical insecticide. This study suggest to maintain jumantik in order to minimize dengue cases in Palembang city.   Key words : dengue fever, jumantik plus, ikan cupang, larvae index

  9. Ekstraksi dan Karakterisasi Kolagen dari Kulit Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. B. Naro Putra

    2013-12-01

    Full Text Available Kulit ikan nila hitam (Oreochromis niloticus dapat diekstraksi menjadi kolagen dan turunannya sebagai salah alternatif peningkatan nilai tambah limbah industri perikanan. Ekstraksi kolagen dari sampel kulit ikan nila hitam menggunakan asam asetat (metode asam dan dipresipitasi dengan larutan garam dapur (NaCl 0,9 M. Untuk meningkatkan optimasi isolasi kolagen (berdasarkan jumlah rendemen, kulit ikan nila hitam diekstraksi dengan 3 perlakuan konsentrasi asam asetat, masing-masing: 0,25 M; 0,50 M; dan 0,75 M pada selang waktu 16 dan 48 jam. Dari hasil pengujian diketahui bahwa perlakuan interaksi konsentrasi asam asetat dan waktu ekstraksi tidak berpengaruh nyata (p>0,05 terhadap pembentukan rendemen kolagen pada tingkat signifikansi 95%. Perlakuan asam asetat 0,75 M pada selang waktu 16 jam menghasilkan rendemen terbesar (5,96%, dengan suhu denaturasi kolagen mencapai 35,75 oC; serta komposisi asam amino: glisin 5395,82 ppm (52,99%, alanin 2979,15 ppm (22,08%, dan asam glutamat 1684,42 ppm (7,45%. Berdasarkan analisis SDS-PAGE, diketahui bahwa kolagen dari sampel kulit ikan nila hitam mengandung ikatan rantai- dan rantai- sebagai kolagen tipe-I.

  10. BIOMASA, PRODUKTIVITAS KAPAL PENANGKAP DAN POTENSI PRODUKSI IKAN DEMERSAL DI LAUT ARAFURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwanto Purwanto

    2015-09-01

    Full Text Available Tulisan ini menyajikan hasil kajian potensi produksi dan upaya penangkapan optimal serta menjelaskan perkembangan perikanan demersal di Laut Arafura, termasuk pula estimasi dampak peningkatan upaya penangkapan terhadap produktivitas kapal dan hasil tangkapan ikan demersal. Kajian menggunakan data statistik produksi perikanan yang dikoreksi dengan menambahkan estimasi hasil tangkapan yang tidak tercatat dan data jumlah kapal penangkap dengan memperhitungkan pula estimasi jumlah kapal yang beroperasi secara ilegal. Berdasarkan hasil analisis, potensi produksi ikan demersal yang dapat dihasilkan secara lestari dari pemanfaatan stok ikan demersal di Laut Arafura adalah 539 ribu ton/tahun dengan upaya penangkapan sekitar 903 unit kapal pukat ikan 180 GT. Walaupun upaya penangkapan dari kapal yang memiliki surat izin penangkapan ikan di Laut Arafura tahun 2011 lebih rendah dibandingkan upaya penangkapan optimal untuk menghasilkan MSY, stok ikan demersal tersebut telah dimanfaatkan melebihi tingkat optimumnya akibat tingginya intensitas operasi kapal perikanan tanpa izin. Estimasi kerugian hasil tangkapan akibat kegiatan penangkapan ikan ilegal juga disajikan disini. This paper presents result of the assessment of potential production and optimal fishing effort, and briefly describes the past development of the demersal fishery in the Arafura Sea, including the estimated impact of increased fishing effort on the productivity of vessels and demersal fish catches. The assessment used corrected fisheries statistic data taking into account unreported catches and corrected fishing vessel data taking into account vessels operated illegally. Based on the analysis, the production potential of demersal fish that can be produced in a sustainable manner of demersal fish stocks in the Arafura Sea is 539 thousand tons/year to attempt the arrest of about 903 units of fishing trawlers 180 GT. Although fishing effort from vessels granted license in

  11. STATUS POPULASI IKAN NAPOLEON DI WILAYAH TAMAN NASIONAL BUNAKEN DAN KABUPATEN KARAS FAK-FAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isa Nagib Edrus

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ikan napoleon di perairan Bunaken pada Oktober 2012 dan Kabupaten Karas pada Nopember 2010 bertujuan untuk mengetahui status populasi ikan tersebut di bawah usaha perlindungan otoritas Taman Nasional Bunaken dan pasca penutupan penangkapannya di Karas.  Metode Underwater Visual Census digunakan untuk mendapatkan data jumlah individu dan ukuran tubuh ikan napoleon.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepadatan ikan napoleon dari luas wilayah sensus 19,26 hektar di Bunaken adalah 1,71 individu per hektar dan dari luas sensus 44,61 hektar di perairan Karas adalah 1,41 individu per hektar. Distribusi panjang frekuensi populasi ikan ini di kedua wilayah tersebut menunjukkan adanya dua kelompok umur, dimana interval ukuran panjang adalah antara 15 cm sampai 100 cm.  Perkembangan populasi ikan tersebut di Bunaken selama 7 tahun menunjukkan peningkatan sebesar 427,5%, sedang di Karas selama kurun waktu 5 tahun sebesar 298%. Namun pertumbuhan populasi sebesar ini ternyata belum masuk pada kategori status kelimpahan yang membaik. Jadi perlindungan ikan ini disarankan untuk lebih diperketat dengan cara melakukan moratorium.   Study on humphead wrasse fish in Bunaken and Karas district waters recpectively in October 2012 and November 2010 were aimed to determine population status of the fish under protecting regulations of the Bunaken National Park Authority and fishing closed session in Karas.  A method used to get population sizes and body sizes was the Napoleon Underwater Visual Census. The results showed that an average of fish density was 1,71 individual/ha of 19.26 ha in area census at Bunaken and it was 1,41 individual/ha of 44.61ha in area census of Karas waters. Distribution frequencies of the fish population were under two cohorts  with body size interval ranged from 15cm to 100 cm. Population trend during seven  years in Bunaken have increased in 427.5 % and those during five years in Karas have increase in 298

  12. INTERAKSI VARIABILITAS IKLIM DENGAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG DAN SUMBER DAYA IKAN KARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reny Puspasari

    2015-12-01

    Full Text Available Keberadaan ikan karang di perairan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: kondisi ekosistem terumbu karang, lingkungan perairan di sekitarnya dan perubahan iklim. Variabilitas iklim ditandai oleh besar kecilnya nilai dari Southern Oscillation Index (SOI, Dipole Mode Index (DMI dan curah hujan. Hubungan antara variabilitas iklim dengan ekosistem terumbu karang dan sumber daya ikan karang di wilayah perairan Sumatera Barat dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif terhadap data temporal, analisis komponen utama dan uji-t pada nilai CPUE (catch per unit effort  ikan karang dari tahun-tahun terjadinya La Nina dan El Nino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SOI mempengaruhi kondisi ekosistem terumbu karang dan nilai CPUE ikan karang. Pemutihan karang di perairan Sumatera Barat pada 1997 terjadi ketika peristiwa El Nino Ekstrim negatif yang berasosiasi dengan IODM (Indian Ocean Dipole Mode positif kuat. Nilai CPUE ikan karang lebih tinggi pada saat terjadi La Nina bila dibandingkan dengan nilai saat peristiwa El Nino. Rata-rata CPUE ikan karang pada saat terjadi peristiwa La Nina adalah 67 kg/trip, sementara pada saat terjadi peristiwa El Nino rata-rata nilai CPUE ikan karang adalah 32 kg/trip. Faktor DMI mempengaruhi peningkatan konsentrasi klorofil-a perairan sebagai tanda terjadi peningkatan kesuburan perairan. Status of reef fishes are highly influenced by several factors, such as: coral reef condition, adjacent waters condition and climate change. Climate variability is indicated by the values of Southern Oscillation Index (SOI, Dipole Mode Index (DMI and rain fall. Interaction between climate variability and coral reef ecosystem and reef fish condition were analyzed by using a descriptive analysis to the temporal data, principal component analysis and t-test for CPUE of reef fishes in a certain years when La Nina and El Nino occurred. The results show that SOI influenced the coral reef ecosystem and reef fishes CPUE. Coral

  13. DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN TUNA MATA BESAR (Thunnus obesus DI SAMUDERA HINDIA BAGIAN TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irwan Jatmiko

    2016-03-01

    Full Text Available Ikan tuna mata besar (Thunnus obesus merupakan salah satu hasil tangkapan yang penting bagi industri perikanan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial dan temporal ikan tuna mata besar di Samudera Hindia Bagian Timur. Pengumpulan data dilakukan oleh pemantau ilmiah (scientific observers pada kapal rawai tuna yang berbasis di Pelabuhan Benoa Bali, mulai Agustus 2005 hingga November 2013. Ikan tuna mata besar yang tertangkap sebanyak 5.340 ekor dan dari jumlah tersebut sebanyak 5.253 ekor diukur panjangnya. Distribusi spasial ikan tuna mata besar yang tertangkap rawai tuna Indonesia membentang dari 0°-33° LS dan 76°-128° BT. Persentase tertinggi ikan tuna mata besar dengan panjang >110 cm (Lm terdapat di sebelah barat Sumatera Barat dan di sebelah selatan Jawa Timur. Laju pancing menurut bulan penagkapan menunjukkan perbedaan yang nyata dengan laju pancing tertinggi terjadi pada Agustus sebesar 0,54 ekor/100 mata pancing. Nelayan direkomendasikan untuk melakukan operasi penangkapan di daerah dengan persentase ukuran panjang ikan tuna mata besar >110 cm (Lm tertinggi, sehingga species tersebut mempunyai kesempatan untuk melakukan pemijahan minimal sekali sepanjang hidupnya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan tuna mata besar di Samudera Hindia. Big eye tuna (Thunnus obesus is one of the important catch of the fishing industry in Indonesia. The study is aimed to investigate the spatial and temporal distribution of big eye tuna in the Eastern Indian Ocean. Data were collected by scientific observers on tuna long line vessels which were mainly based in Port of Benoa Bali from August 2005 to November 2013. Total number of big eye tuna caught were 5,340 individuals and as many as 5,253 of them were measured in length. The spatial distribution of  big eye tuna caught by Indonesia tuna long line are in the area between 0°-33° S and 76°-128° E. The highest percentage of big eye tuna with

  14. Struktur Komunitas Ikan Karang di Perairan Kendari (Community Structure of Coral Reef Fishes at Kendari Waters

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Adrim

    2012-09-01

    Full Text Available Keberadaan ikan karang merupakan salah satu bioindikator terhadap kondisi terumbu karang yang baik. Penelitian ikan karang di perairan Kendari bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, kelimpahan, sebaran, dan struktur komunitas ikan karang di perairan tersebut. Pengumpulan data dilakukan bulan Juli 2011 pada lima lokasi di bagian utara dan selatan Kendari. Data dihimpun dengan menggunakan teknik Underwater Visual Census (UVC dan metode transek (Line Intersept Transect, LIT dengan peralatan SCUBA. Total jenis ikan karang terkumpul sebanyak 111 jenis yang mewakili 24 famili, terdiri dari 31 jenis ikan target (ikan konsumsi, 17 jenis ikan indikator (indicator species, dan kelompok major 63 jenis. Kelornpok ikan pangan (target yang dominan; Caesio cuning, Siganus vulpinus dan Ctenochaetus striatus. Jenis yang paling dominan dari ikan indikator adalah Chaetodon octofasciatus. Sedangkan kelompok lainnya (major yang dominan adalah Pomacentrus smithii, Chrysiptera rollandi, Chrysiptera springeri, dan Pomacentrus alexanderae. Nilai Indeks keanekaragaman berkisar 1,36– 3,23. Indeks dominasi Margalef (d berkisar 4,74–8,66. Indeks kemerataan Pielou (J’=H’/logeS diperololeh pada kisaran 0,38–0,81 . Hasil analisis kluster pada matrik kesamaan Bray-Curtis 37 % diperoleh dendrograrn yang menunjukkan dua pengelompokan stasiun. Berdasarkan ordinasi sampel dengan MDS diperoleh dari kesamaan (stress= 0 dengan jelas menunjukkan dua komunitas yang berbeda. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan sebagai data dasar untuk pengelolaan daerah pesisir bagi pemerintahan daerah (PEMDA. Kata kunci: ikan karang, struktur komunitas, indeks ekologi, perairan Kendari. Coral reef Fishes is one of bio-indicators for good condition coral reef ecosystem. A study on coral reef fishes in the Kendari waters was aimed to find out species composition, abundance, distribution and community structure of coral reef fishes in that area. The study was conducted in

  15. KERAGAAN WARNA IKAN CLOWN BIAK (Amphiprion percula POPULASI ALAM DAN BUDIDAYA BERDASARKAN ANALISIS GAMBAR DIGITAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruby Vidia Kusumah

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan warna ikan clown Biak (Amphiprion percula populasi alam dan budidaya berdasarkan analisis gambar digital sebagai dasar upaya pemuliaannya. Gambar digital diambil dari koleksi ikan clown Biak Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali; serta pengumpul ikan hias di Denpasar, Bali menggunakan kamera digital Canon EOS 600D. Pola warna dikarakterisasi secara visual terhadap variasi strip hitam dan putih pada dasar badan oranye, jenis warna dianalisis menggunakan ImageJ 1.49s, persentase penutupan warna dilakukan dengan Adobe Photoshop CS5. Pola warna dikarakterisasi oleh strip hitam tebal, tipis, gelap, pudar, terputus, bergabung, serta strip putih normal, pelana, spot, melebar, dan terputus. Warna hitam alam dikarakterisasi oleh hue (H: 300-60º, saturation (S: 8%-56%, brightness (B: 3%-19%, sedangkan budidaya H: 300-23º, S: 9%-71%, B: 4%-20%. Warna oranye alam H: 19-33º, S: 88%-98%, B: 47%-85%, dan budidaya H: 14-29º, S: 86%-99%, B: 38%-82%. Warna putih alam H: 36-270º; S: 1%-13%, B: 66%-88%, dan budidaya H: 0-229º, S: 0%-14%, B: 55%-87%. Persentase penutupan warna badan didominasi warna oranye dengan rata-rata 45% untuk populasi alam dan 57% untuk populasi budidaya. Keragaan warna ikan clown Biak dapat diarahkan pada pembentukan strain misbar, picasso, spot (domino, dan onyx. Metode analisis gambar digital sangat potensial digunakan untuk analisis keragaan warna ikan hias.

  16. EVALUASI DAYA TAHAN IKAN MAS HASIL SELEKSI BERDASARKAN MARKA MOLEKULER MHC-II TERHADAP INFEKSI KOI HERPES VIRUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erma Primanita Hayuningtyas

    2015-03-01

    mengevaluasi daya tahan benih ikan mas F-1 terseleksi terhadap infeksi KHV melalui uji tantang. Sebagai pembanding, digunakan ikan mas populasi benih F-1 non-seleksi dan populasi benih ikan mas dari unit pembenihan rakyat (UPR. Ikan uji berupa benih ikan mas Rajadanu berumur dua bulan dengan bobot ratarata 5,5±0,5 g. Jumlah benih pada masing-masing wadah perlakuan sebanyak 30 ekor dengan tiga kali pengulangan. Wadah pengujian berupa akuarium berukuran 40 cm x 60 cm x 40 cm dengan kepadatan 1 ekor/L. Parameter yang diamati adalah sintasan, deteksi KHV, analisis ekspresi gen MHC-II, dan gambaran darah ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi benih F-1 terseleksi memiliki daya tahan lebih baik dengan sintasan 93,33% dibandingkan populasi benih F-1 non-seleksi sebesar 85,55% dan populasi benih dari UPR sebesar 81,11%. Daya tahan yang tinggi pada populasi benih F-1 terseleksi didukung oleh hasil deteksi KHV yang negatif dan ersentase jumlah limfosit yang lebih tinggi sebesar 91,67%; serta rendahnya persentase monosit dan heterofil, selain itu, tidak adanya eosinofil dan basofil. Ekspresi gen MHC-II terdeteksi pada berbagai organ, ekspresi tertinggi ditemukan pada organ limpa.

  17. PENUNDAAN PEMBERIAN PAKAN ARTEMIATERHADAP PERFORMANSI BENIH IKAN COBIA (Rachycentron canadum YANG DIPELIHARA SECARA TERKONTROL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Aslianti

    2016-11-01

    Full Text Available Upaya kontinuitas produksi benih ikan cobia, Rachycentron canadum telah dilakukan namun besarnya biaya operasional dalam penggunaan artemia sebagai pakan masih menjadi faktor pembatas. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian penundaan pemberian artemia dengan tujuan untuk mengetahui waktu yang tepat saat awal diberikan artemia sehingga penggunaannya efektif dan efisien. Penelitian dilakukan dengan menggunakan wadah berupa bak fiber (1 m3 berjumlah 9 unit yang diisi telur cobia sebanyak 3.000 butir/bak dan larva dipelihara hingga mencapai ukuran benih (± 3 cm/umur 20 hari. Rancangan penelitian adalah acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan yaitu perbedaan waktu awal pemberian artemia yakni pada larva (A umur 5 hari; (B umur 10 hari; dan (C umur 15 hari. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data pertumbuhan dan sintasan dianalisis menggunakan sidik ragam. Performansi fisik dan perkembangan tulang belakang diamati sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan panjang, bobot, ataupun sintasan di antara perlakuan secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05. Namun pemberian artemia pada larva umur 5 hari (perlakuan A menghasilkan pertumbuhan panjang (28 mm dan bobot badan (74,067 mg serta sintasan (12,07% relatif lebih tinggi daripada perlakuan B ataupun C. Penundaan pemberian artemia lebih dari 5 hari justru menghasilkan benih yang bertumbuh lebih lambat dan banyak mengalami kematian. Hasil pengamatan terhadap perkembangan tulang belakang pada semua perlakuan tidak menunjukkan performansi tulang belakang yang abnormal.  The effort to guarantee a sustainable seed production of cobia, Rachycentron canadum have been carried out but the weight of operational cost in the use of artemia as food has been a problem. The aim of the experiment was to describe the exact and effective time for the initial feeding of seed of cobia using Artemia nauplii. Nine concrete tanks with 1 m3 capacity were stocked

  18. ANALISIS DAN PREDIKSI BEBAN PENCEMARAN LIMBAH CAIR PABRIK PENGALENGAN IKAN (Analysis and Prediction of Liquid Waste Pollutant Level in Fish Canning Plant

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latif Sahubawa

    2011-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar parameter pencemaran serta beban pencemaran limbah cair pabrik pengalengan ikan sardin. Manfaatnya adalah sebagai saran pertimbangan kepada industri untuk mengelola limbah cair secara profesional, menjamin kelestarian dan peruntukkan badan air penerima limbah cair, serta bahan informasi ilmiah kepada pengambil kebijakan (terutama pejabat daerah dalam pengelolaan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan. Metode analisis yang digunakan adalah neraca masa, dengan parameter pengamatan yaitu: debit limbah cair maksimum (DM dan debit limbah cair sebenarnya (DA, serta beban pencemaran maksimum (BPM dan beban pencemaran sebenarnya (BPA dari parameter pH, TSS, BOD, COD, dan minyak/lemak sesuai Kepmen LH. No. 06 Tahun 2007. Berdasarkan hasil pengukuran, tercatat debit air limbah aktual (Dp = 10,0 liter/detik, debit air limbah sebenarnya (DA = 2.880 m 3, serta debit air limbah maksimum (DM = 720 m 3, (jadi DA > DM. Dari hasil analisis laboratorium, kadar parameter indikator pencemaran limbah cair pabrik ikan kaleng, masing-masing: pH = 6,5; TSS = 250 mg/l; BOD 5 = 95,0 mg/l; COD = 105 mg/l; dan minyak/lemak = 0,5 mg/l. Berdasarkan hasil perhitungan, ternyata beban pencemaran sebenarnya dari masing-masing parameter (BPA-TSS, BOD 5 , dan COD lebih besar dari beban pencemaran maksimum (BPM, kecuali lemak di mana BPA MWD. Based on the laboratory analytical result, wastewater pollution indicator parameters are, respectively, pH=6.5; TSS=250 mg/l; BOD­5=95.0 mg/l; COD=105 mg/l; and oil/fat = 0.5 mg/l. Based on the measuring result, the substantive pollution load, respectively, higher than maximum pollution load (SPL>MPL, except fat parameter, while SPL less than MPL.  We can conclude that wastewater pollution load produced by canning industries, exceeded the allowed limit of wastewater quality for fisheries industries (Kepmen LH No. 06 Year 2007, and also resulted pollution (changing the utilization in

  19. Keadilan dalam Pemberian Kompensasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhartini Suhartini

    2009-08-01

    Full Text Available Keadilan merupakan “jantung”-nya sistem kompensasi. Keadilan dalam kompensasi dapat dibedakan 3 (tiga yaitu: keadilan individual, keadilan internal dan keadilan eksternal. Apabila terjadi ketidakadilan maka akan berdampak pada menurunnya daya tarik pekerjaan, yang pada akhirnya akan mengakibatkan meningkatnya perputaran karyawan, ketidakpuasan terhadap pekerjaan maupun absensi.Kata kunci: kompensasi, keadilan.

  20. Aplikasi Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle Linn dalam Menghambat Oksidasi Lemak Jambal Patin (Pangasius hypophthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2008-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian aplikasi ekstrak daun sirih (Piper betle Linn untuk menghambat proses oksidasi jambal patin telah dilakukan. Percobaan dilakukan dengan penambahan ekstrak daun sirih (Piper betle Linn dalam larutan garam yang digunakan untuk penggaraman ikan. Perbandingan ekstrak daun sirih dan larutan garam yang digunakan adalah 1:2, 1:3, 1:4, 1:5 (v/v, sedangkan larutan garam tanpa penambahan ekstrak daun sirih digunakan sebagai kontrol. Selesai perendaman dalam campuran larutan garam dan ekstrak sirih (48 jam, patin asin dikeringkan di bawah sinar matahari selama 4–5 hari, selanjutnya disimpan pada suhu ruang (25-32oC selama 8 minggu. Perubahan mutu jambal patin dimonitor secara organoleptik dan kimiawi (angka Thiobarbituric Acid Reactive Substances/TBARS, angka anisidin, dan produk berfluoresen, sebelum jambal patin kering disimpan dan setiap 2 minggu selama penyimpanan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun sirih pada larutan garam selama penggaraman mampu menghambat oksidasi lemak jambal patin selama penyimpanan 8 minggu tercermin dari rendahnya angka TBARS, anisidin, dan produk berfluoresen jambal patin yang diperlakukan dengan daun sirih dibanding dengan kontrol. Berdasarkan hasil uji sensori, jambal patin yang diberi ekstrak air daun sirih tidak berbau tengik, walaupun warna dan rasa jambal patin sedikit berubah. Perlakuan ekstrak sirih yang mampu menghambat oksidasi lemak jambal patin dengan nilai sensori terbaik adalah kelompok perlakuan ekstrak daun sirih dengan perbandingan 1:5 (v/v.

  1. PENDUGAANPARAMETERPERTUMBUHAN,MORTALITAS DANUKURAN PERTAMAMATANGGONAD IKAN GABUS (Channa striata DI RAWABANJIRAN SUNGAIMUSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifah Nurdawati

    2015-12-01

    Full Text Available Ikan gabus merupakan salah satu jenis ikan ekonomis penting yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku produk olahan. Habitat ikan gabus di SungaiMusi yaitu banyak dijumpai di rawa banjiran seperti lebak-lebak di SungaiMeriak, Sungai Semuntul dan hutan rawa Danau Cala. Penelitian dilakukan dari bulan Februari–Desember 2010 dengan tujuan untukmengetahui pertumbuhan, mortalitas, laju pertumbuhan dan ukuran pertama matang gonad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 11 bulan penelitian didapatkan sampel ikan gabus sebanyak 2.303 ekor dengan kisaran nilai tengah panjang antara 20 - 500 mm, Ikan gabus betina pertama matang gonad berukuran panjang 210 mm sedangkan ikan gabus jantan pada ukuran 185 mm. Dari analisa Ford-Walford diperoleh nilai parameter pertumbuhan dengan panjang asimtotik ikan gabus (L sebesar 575,9 mm, koefisien pertumbuhan (K sebesar 0,173 per tahun dan umur teorits (t0 sebesar - 0,07 per tahun sehingga diperoleh persamaan pertumbuhan Von Bertalanffy untuk ikan gabus adalah Lt = 575,9 (1-e-0,173(t +0,07. Dugaan laju kematian alami (M sebesar 0,25 per tahun dan laju kematian karena penangkapan (F sebesar 0,51 per tahun. Laju eksploitasi (E ikan gabus sebesar 0,67 per tahun atau sudah melebihi nilai eksploitasi optimumyaitu 0,50. The snakehead fishis considered to be an important food fish.The fishes arewidely used asraw material refined products. Habitat of Channa striata in floodplain of Musi River, there are in Meriak River, Semuntul River and in plood plain of Cala lake. Estimation of population parameters and size at the firstmaturity of female and male snakehead (Channa striata has been conducted from February 2010 to December 2010. The purpose is to estimate fish population parameters quantitatively including growth of snakehead. The first sexual maturity and natural mortality (M, fishing mortality (Z and exploitation rates (E of snakehead.The results of this study showed that 11 month study period we

  2. RELASI CINTA DALAM TASAWUF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwito Suwito

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract: This article discusses the relationship of love in the Sufi perspective. Opositorum Coindencia theory is used to dissect this relationṢip , so that the devil Sufism is seen as a "sparring partner" in human spiritual quality improvement activities. This article shows that the Sufi tradition mainly in Waḥdah al-Wujūd, using imaginal thinking mindset see and understand the duality (bipolar, even though this diversity is unity of opposites. In the context of Sufi, masculinity—whichstated that the dominant sociological—declared substantially have "weaknesses." Because masculinity will not appear if there is no femininity. While in the context of the birth of the universe and the form of anything that is in fact born out of the urge of love that goes on this feminine category. In other words, masculinity will not be born if it is not driven by the feminine aspect. This is the "mystery of immense power" aspect of femininity in Sufi discourse. Thus, there is nothing more superiority between these two aspects. Relation is equal based on and effect of love. Abstrak: Artikel ini membahas tentang relasi cinta dalam perspektif Sufi. Teori Coindencia Opositorum dipakai untuk membedah relasi ini, sehingga dalam Sufisme setan dipandang sebagai “sparing partner” manusia dalam melakukan kegiatan peningkatan kualitas ruhani. Artikel ini menunjukkan bahwa tradisi sufi terutama dalam tasawuf waḥdat al-wujūd, dengan menggunakan pola pikir imaginal thinking melihat dan memahami dualitas (bipolar, bahkan keragaman sekalipun ini adalah unity of opposites. Dalam konteks sufi, maskulinitas—yang dinyatakan yang secara sosiologis dinyatakan dominan itu— secara substansial memiliki “kelemahan”. Karena maskulinitas tidak akan muncul jika tidak ada femininitas. Sementara dalam konteks lahirnya wujud semesta dan apapun yang ada justru lahir karena dorongan cinta yang masuk pada kategori feminin ini. Dengan kata lain, maskulinitas tidak akan

  3. Pembagian Kewenangan Dalam Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang-Undangan Di Perairan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Muthalib Tahar

    2012-10-01

    Full Text Available Sesuai dengan UU No. 6 Tahun 2006 Indonesia merupakan Negara Kepulauan. Berdasarkan Undang-undang tersebut, perairan Indonesia meliputi laut teritorial Indonesia, perairan kepulauan Indonesia, dan perairan pedalaman Indonesia. Perairan ini tunduk dan berada di bawah kedaulatan negara Indonesia. Di samping itu Negara Indonesia juga memiliki hak berdaulat atas Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 1983, dan memiliki hak berdaulat atas zona tambahan, dan landas kontinen. Perairan Indonesia merupakan sumber daya hayati (perikanan, dan daerah dasar laut dan tanah di bawahnya merupakan sumber daya non-hayati bagi bangsa Indonesia. Perairan Indonesia juga dimanfaatkan oleh kapal-kapal Indonesia dan asing untuk navigasi antar pulau maupun antar Negara. Begitu besar manfaat dan pentingnya perairan Indonesia, di perairan Indonesia seringkali terjadi pelanggaran perundang-undangan yang berkaitan dengan perairan Indonesia, seperti pencurian ikan yang dilakukan oleh kapal-kapal penangkap ikan asing (illegal fishing, usaha penyelundupan barang-barang, keimigrasian, pembuangan limbah minyak dari kapal-kapal, dan lalu-lintas kapal yang tidak damai. Terhadap pelanggaran perundang-undangan ini perlu dilakukan penindakan; akan tetapi dalam upaya penindakan ini sering kali terjadi tumpang tindih kewenangan di antara berbagai instansi yang memiliki kewenangan penegakan hukum di perairan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan ketentuan UU No. 5 Tahun 1983 tentang ZEEI, bahwa satu-satunya aparatur penegak hukum di bidang penyidikan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia adalah Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut yang ditunjuk oleh Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia untuk penangkapan ikan dan/atau pembudidayaan meliputi laut teritorial Indonesia, perairan kepulauan, dan perairan pedalaman Indonesia, serta ZEEI. Berdasarkan ketentuan UU No. 31

  4. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERDESAAN DALAM PEMBANGUNAN (Studi Kasus Perempuan Di Desa Samboja Kuala, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Hydro Foilyani

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Latar belakang penelitian ini adalah belum diikutsertakannya perempuan perdesaan di dalam berbagai aspek pembangunan, sehingga mereka perlu diberdayakan agar dapat berfungsi sebagai subyek maupun obyek di dalam pembangunan, baik sebagai perencana, pengambil keputusan, pelaksana, maupun masyarakat dan menikmati hasil pembangunan secara merata. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendiskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan aspek-aspek yang berhubungan dengan: (1 Latar belakang kehidupan sosial perempuan di desa Samboja Kuala, (2 Upaya yang dilakukan perempuan di desa Samboja Kuala dalam memenuhi kebutuhannya, (3 Upaya  yang dilakukan untuk memberdayakan perempuan di Desa Samboja Kuala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi, yaitu model interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang perempuan di Desa Samboja Kuala Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara sebagian besar memiliki pendidikan yang rendah,  pernikahan diusia muda menyababkan mereka tidak mampu bertahan dan akhirnya bercerai, sehingga secara sosial dan ekonomi tidak dapat berdaya. Upaya yang dilakukan oleh perempuan di Desa Samboja Kuala dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya adalah mereka berupaya menjadi tenaga buruh seperti pembuat ikan kering, penimbang ikan di TPI, pembuat keranjang tempat ikan dan membuka toko dengan skala kecil.  Upaya yang dilakukan dalam rangka memberdayakan perempuan di Desa Samboja Kuala adalah dengan diberikannya keterampilan dan pelatihan, adanya bantuan modal  bergulir serta bantuan dalam bentuk peralatan. Secara umum perempuan Desa Samboja Kuala masih perlu diberdayakan mengingat pendidikan mereka yang masih rendah, banyak dari mereka menyandang status janda sehingga mereka hanya mengandalkan tenaga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya tanpa memiliki keahlian maupun

  5. PENGARUH FLUKTUASI TINGGI MUKA AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DI SUNGAI DAN RAWA MAHAKAM HULU KALIMANTAN TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaluddin Kasim

    2015-12-01

    Full Text Available Beberapa penelitian menyebutkan bahwa fluktuasi tinggi muka air (TMA dapat mempengaruhi hasil tangkapan ikan di perairan sungai dan rawa namun tidak terhadap semua jenis ikan.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil tangkapan jenis ikan sungai dan rawa sungai Mahakam yang mendapat pengaruh fluktuasi TMA dan jenis ikan yang tidak mendapatkan pengaruh langsung oleh fluktuasi TMA. Data mengenai hasil tangkapan ikan yang berasal dari alat tangkap pancing dan jaring diperoleh melalui enumerator di Tempat Pendaratan Ikan (TPI Selili Kota Samarinda pada periode 2007-2012, sedangkan nilai rata-rata Tinggi Muka Air (TMA DAS Mahakam secara bulanan diperlukan sebagai salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap hasil tangkapan beberapa jenis ikan sungai dan rawa. Data dianalisis dengan metode regresi linear sederhana dan penentuan perbedaan hasil tangkapan pada musim hujan, peralihan dan kemarau dilakukan dengan Analysis of Variance (ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah hasil tangkapan ikan berkorelasi kuat (r=0,7 terhadap Tinggi Muka air (TMA dengan arah hubungan negatif atau berkebalikan, yakni semakin tinggi nilai TMA maka hasil tangkapan semakin rendah. Jenis ikan sungai dan rawa seperti patin, nila, sepat siam (Trichogaster pectoralis, lais dan betok (Anabas testudineus merupakan jenis ikan yang hasil tangkapannya dipengaruhi secara signifikan (P0,05 oleh fluktuasi TMA.   Some studies have showed that water level fluctuation may have a significant correlation to the catch of several commercial fish target in inland fishery and does not influence directly the cath of some commercial fish. This study aimed to determine which species are directly influenced and such species not inluenced by water level fluctuation for its catches. Catch data obtained from hand line and gill net are recorded by enumerators at Fish Landing Sites of Selili, Samarinda during the period of 2007-2012, while the data of surface water

  6. Kosmologis Tetabuhan dalam Upacara Ngaben

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Cau Arsana

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1 mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2 menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada-nada merupakan manifestasi dari pemujaan kepada ista dewata sebagai cermin konsep keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos.   Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1 mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2 menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada

  7. UJI ORGANOLEPTIK FORMULASI BISKUIT FUNGSIONAL BERBASIS TEPUNG IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus (The Organoleptic Functional Biscuit Formulation Based on Snakehead Fish (Ophiocephalus striata Flour

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Kartika Sari

    2014-07-01

    15% TI sebesar 73,33% dan rasa tertinggi pada 10% TI sebesar 58,33%. Penerimaan panelis menunjukkan bahwa perlakuan tepung ikan gabus berpengaruh nyata (p0,05 terhadap aroma, rasa, warna dan keseluruhan biskuit. Berdasarkan pertimbangan penerimaan panelis maka terpilih formula biskuit dengan substitusi 15% tepung ikan gabus. Kata kunci: Biskuit fungsional, subtitusi, fortifikasi

  8. Genomics of Volvocine Algae

    Science.gov (United States)

    Umen, James G.; Olson, Bradley J.S.C.

    2015-01-01

    Volvocine algae are a group of chlorophytes that together comprise a unique model for evolutionary and developmental biology. The species Chlamydomonas reinhardtii and Volvox carteri represent extremes in morphological diversity within the Volvocine clade. Chlamydomonas is unicellular and reflects the ancestral state of the group, while Volvox is multicellular and has evolved numerous innovations including germ-soma differentiation, sexual dimorphism, and complex morphogenetic patterning. The Chlamydomonas genome sequence has shed light on several areas of eukaryotic cell biology, metabolism and evolution, while the Volvox genome sequence has enabled a comparison with Chlamydomonas that reveals some of the underlying changes that enabled its transition to multicellularity, but also underscores the subtlety of this transition. Many of the tools and resources are in place to further develop Volvocine algae as a model for evolutionary genomics. PMID:25883411

  9. PARAMETER POPULASI IKAN LOHAN (Cichlasoma trimaculatum, Günther 1867 DI WADUK SEMPOR, JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dimas Angga Hedianto

    2016-03-01

    Full Text Available Waduk Sempor di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dengan luas 270 ha merupakan waduk serbaguna yang berfungsi untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA, pariwisata, irigasi dan perikanan. Aktivitas perikanan yang berkembang di waduk ini adalah perikanan tangkap meskipun saat ini mengalami penurunan sebagai akibat dari berkurangnya hasil tangkapan ikan ekonomis yang digantikan oleh jenis ikan asing invasif yang bernilai ekonomis rendah. Jenis ikan asing invasif yang mendominasi adalah ikan lohan (Cichlasoma trimaculatum, Günther, 1867. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji beberapa parameter populasi yakni hubungan panjang berat, parameter pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi ikan lohan di Waduk Sempor. Pengambilan sampel ikan lohan dilakukan menggunakan alat tangkap jaring insang berbagai ukuran mata jaring selama periode Maret sampai Desember 2012. Sebanyak 1.962 ekor sampel ikan lohan yang tertangkap dianalisis untuk menghitung parameter populasinya. Estimasi parameter pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi dihitung menggunakan paket program FiSAT II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan lohan bersifat isometrik dengan estimasi parameter pertumbuhan sebagai berikut: L∞ = 20,5 cmTL, K = 0,37 tahun-1, to = -0,4955 tahun dan tmax = 8,11 tahun. Laju mortalitas total (Z sebesar 1,29 tahun-1, mortalitas alami (M sebesar 1,05 tahun-1, mortalitas penangkapan (F sebesar 0,24 tahun-1 dengan laju eksploitasi (E sebesar 0,18 yang menunjukkan laju eksploitasi yang rendah. Sempor reservoir at Kebumen Regency, Central Java with a waters surface area of 270 ha is a multi-purpose reservoir for hydroelectric power generation, tourism, irrigation and fisheries. Currently, capture fisheries activity developed in the reservoir tend to decrease as a result of decreasing economical fish yield which was replaced by invasive alien species of low economic value. The dominant invasive alien species catches was three spot cichlid

  10. Modelling the Solid Waste Flow into Sungai Ikan Landfill Sites by Material Flow Analysis Method

    Science.gov (United States)

    Ghani, Latifah A.; Ali, Nora'aini; Hassan, Nur Syafiqah A.

    2017-12-01

    The purpose of this paper is to model the material flow of solid waste flows at Kuala Terengganu by using Material Flow Analysis (MFA) method, generated by STAN Software Analysis. Sungai Ikan Landfill has been operated for about 10 years. Average, Sungai Ikan Landfill receive an amount around 260 tons per day of solid waste. As for the variety source of the solid waste coming from, leachates that accumulated has been tested and measured. Highest reading of pH of the leachate is 8.29 which is still in the standard level before discharging the leachate to open water which pH in between 8.0-9.0. The percentages of the solid waste has been calculated and seven different types of solid waste has been segregated. That is, plastics, organic waste, paper, polystyrene, wood, fabric and can. The estimation of the solid waste that will be end as a residue are around 244 tons per day.

  11. IMPLEMENTASI TQM BERORIENTASI HARD SKILL DAN SOFT SKILL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMA DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahyo Budi Utomo

    2011-10-01

    Full Text Available This study aims to introduce the implementation of hardskill and softskill oriented TQM in teacher’s learning of history in Senior High School in Semarang. The research model are structural fit model and significance of relationship between TQM implementation model, PDSA cycle, the model analysis of fish bone, continuous improvement , hard skills and soft skills and qualified history learning is the main target of research. Data was obtained from field studies using Likert scale questionnaire developed from the constructs and theoretical construct indicator. Analysis performed using software models SmartPLS. Implementation of PDSA cycle correlated 0879 to the implementation of fish bone analysis, correlates 0830 PDSA cycle to continuously improvement , while continuously improvement  correlated 0441 and 0749 against the hard skills to soft skills. Soft skills to hard skills correlate of 0329, while the correlation of hard skills to qualified history learning is at 0673. The developed qualityfied history learning need support from  the realization of the continuous (continuously improvement and optimal orientation of hard skills. Keywords: model, TQM, PDSA, the analysis of fish bone, hard skills, soft skills, learning the history of quality  Kajian ini bertujuan mengenalkan model implementasi TQM yang berorientasi pada hardskill dan softskill dalam pembelajaran sejarah di sekolah atas Semarang pada para guru. Sebagai model penelitian, model struktural fit dan signifikasi  dari korelasi antara model implementasi TQM, siklus PDSA, model analisis tulang ikan, perbaikan terus-menerus, hard skill dan soft skill, dan pembelajaran sejarah bermutu (PSB menjadi target utama penelitian. Data didapatkan dari studi lapangan menggunakan angket skala Likert yang dikembangkan dari konstruk dan indicator konstruk teoretis. Analisis menggunakan program SmartPLS. Implementasi siklus PDSA berkorelasi 0879 terhadap implementasi model analisis

  12. Physical characteristic of brown algae (Phaeophyta from madura strait as irreversible hydrocolloid impression material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prihartini Widiyanti

    2012-09-01

    Sargassum sp dari Selat Madura sebagai bahan cetak hidrokoloid dan meneliti karakteristik fisiknya. Metode: Tahap pertama adalah ekstraksi natrium alginat dari Sargassum sp, tahap kedua yaitu sintesis bahan cetak gigi dan menguji karakteristik bahan seperti porositas, densitas, viskositas, kadar air, bahan cetak yang memenuhi standar bahan yang digunakan dalam aplikasi klinis bidang Kedokteran Gigi. Hasil: Hasil ekstraksi berupa natrium alginat bubuk dengan warna krem, tidak berbau, dan dapat larut dalam air. Kadar air natrium alginat sebesar 21,64% dengan viskositas 0,7 cPs. Porositas terbaik dalam sampel dengan penambahan trinatrium fosfat 4% yaitu 3,61%. Nilai densitas bahan cetak 3 gr/cm3. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa alga coklat Sargassum sp dari Selat Madura memiliki potensi sebagai bahan cetak hydrocolloid kedokteran gigi karena memiliki karakter fisik yang mirip dengan bahan cetak kedokteran gigi, namun masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan karakter fisiknya.

  13. PENGARUH ILUMINASI ATRAKTOR CAHAYA TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN PADA BAGAN APUNG PELABUHAN RATU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Regi Fiji Anggawangsa

    2016-04-01

    Full Text Available Atraktor cahaya sebagai alat bantu penangkapan banyak digunakan untuk mengumpulkan ikan pada alat tangkap bagan apung. Tiga macam atraktor cahaya, yaitu petromaks minyak tanah (dengan iluminasi maksimal 80 lux, petromaks gas (dengan iluminasi maksimal 60 lux, dan lampu genset (dengan iluminasi maksimal 500 lux digunakan pada bagan apung di Palabuhanratu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan iluminasi cahaya pada ketiga macam sumber cahaya tersebut terhadap hasil tangkapan bagan apung. Metode yang digunakan adalah eksperimen penangkapan ikan dengan menggunakan tiga jenis atraktor cahaya pada bagan apung. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan iluminasi atraktor cahaya pada bagan apung berpengaruh terhadap komposisi hasil tangkapan. Hasil tangkapan bagan pada saat menggunakan atraktor cahaya petromaks minyak tanah (80 lux didominasi oleh ikan layur (Trichiurus spp. yang mencapai lebih dari 50%, petromaks gas (60 lux didominasi oleh ikan layur (Trichiurus spp. dan cumi-cumi (Loligo spp. sedangkan untuk atraktor lampu genset (500 lux didominasi oleh layur dan cumi-cumi.   Light attractor has been used as a fishing device to gather fish schooling on lift net. There are three types of light attractors i.e. kerosene pressure lamp, gas pressure lamp and genset lamp used by Palabuhanratu’s lift net. The aim of this research is to investigate the effect of those light attractors on the lift net catches. The experimental fishing method was used. The results show that illumination produced by genset lamp was higher (500 lux than the two other light attractors at all observation positions with maximum illumination obtained of 80 lux for kerosene pressure lamp and 60 lux for gas pressure lamp. Catch of lift net when using kerosene pressure lamp attractor (80 lux was dominated by hairtail fish (Trichiurus spp. that reaches more than 50%, gas kerosene lamps attractor (60 lux was dominated by fish Layur (Trichiurus spp. and squid

  14. DISTRIBUSI, KELIMPAHAN DAN VARIASI UKURAN LARVA IKAN DI ESTUARIA SUNGAI MUSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Prianto

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian tentang distribusi, kelimpahan dan ukuran larva ikan dilakukan pada bulan Maret, Mei, Juni dan Oktober 2011. Stasiun pengambilan contoh meliputi Muara Delta Upang (stasiun 1, Muara Sungai Musi (stasiun 2 dan Pulau Payung (stasiun 3. Pengambilan larva pada siang hari menggunakan Bongo net yang berukuran mata jaring 250 µm. Hasil identifikasi diperoleh 13 famili ditinjau menurut musim, pada bulan Mei dan Oktober masing-masing diperoleh 7 famili, dan pada bulan juni sebanyak 3 famili. Kelimpahan larva ikan berkisar antara 9-46 ind/m3 dengan jumlah yang tertinggi (46 ind/m3 pada bulan Mei dan terendah pada bulan Juni (9 ind/m3. Larva ikan dari famili Gobiidae memiliki sebaran yang cukup luas baik spasial maupun temporal. Variasi ukuran larva ikan menurut famili setiap bulannya memiliki variasi ukuran yang hampir sama.  Research about the distribution, abundance and size of fish larvae was conducted in March, May, June and October 2011. Sampling stations encompasses Delta Upang (station 1, Muara Sungai Musi (station 2 and Pulau Payung (station 3. Larvae taken during the daytime using a Bongo net with mesh size of 250 µm. Identification results obtained 13 families based on the season, in May and October respectively 7 families, and in June as many as 3 families. Abundance of fish larval around 9-46 ind/m3 with the highest number (46 ind/m3 in May and the lowest in June (9 ind/m3. Larvae of Gobiidae family have a large distribution on spatial and temporal. The variation in size of fish larvae by family on each month are the same.

  15. Aplikasi Antioksidan dari Ekstrak Lamun (Cymodocea rotundata pada Minyak Ikan Tongkol (Euthynnus affinis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amalia Rahmi Puspasari

    2017-09-01

    Cymodocea rotundata adalah spesies lamun yang mengandung senyawa flavonoid dan fenolik sehingga diharapkan mampu mencegah terjadinya oksidasi lemak melalui penghambatan pembentukan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek konsentrasi ekstrak lamun yang berbeda terhadap nilai free fatty acid (FFA, peroxide value (PV, dan thiobarbituric acid (TBA selama penyimpanan suhu ruang. Materi yang dipergunakan adalah ikan tongkol dengan kisaran panjang 40 ± 1 cm dan berat sekitar 1 kg/ekor yang diolah menjadi minyak ikan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak lamun (0%; 0,1%; 0,2%; dan 0,3% dan lama penyimpanan (hari ke-0 dan hari ke-5 pada suhu ruang terhadap kualitas minyak ikan. Hasil penelitian menunjukkan nilai FFA berkisar antara 0-27,477%, nilai PV berkisar antara 0-46,737 mEq/kg, dan nilai TBA berkisar antara 3,310-8,731 malonaldehid. Studi ini menunjukkan interaksi antara konsentrasi ekstrak lamun dan waktu penyimpanan sangat berpengaruh (p < 0,05 terhadap nilai FFA, PV, dan TBA.

  16. Identitas Etnik Dalam Komunikasi Politik

    OpenAIRE

    Lampe, Ilyas

    2010-01-01

    Identifikasi identitas etnik yang lazim dilakukan pada masyarakat multietnik senantiasa diarahkanpada situasi dan konteks di mana seseorang berada. Dalam konteks politik, terutama pada lembagaseperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), identifikasi identitas etnik menjadi hal pentingdalam aktifitas politik. Identitas etnik adalah sesuatu yang problematik ketika dihadapkan dengankomunikasi politik, terutama dalam sistem pemilu yang demokratis. Hal tersebut bisa menjadi pembedaatau ko-identi...

  17. PERANAN SEKTOR PERIKANAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH DAN STRATEGI PENGEMBANGANYA DALAM RANGKA OTONOMI DAERAH KABUPATEN BALANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahrida Ariani

    2016-06-01

    Full Text Available Kabupaten Balangan mempunyai sumber daya perairan yang cukup besar dan berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah, diharapkan peran pemerintah Kabupaten Balangan yang mempunyai wewenang sebagai pelaksana eksplorasi dan pengelolaan kekayaan perairan harus bisa menggali potensi dari sektor perikanan agar lebih optimal dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah.  Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknik perencanaan pembangunan wilayah Kabupaten Balangan.  Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sektor perikanan terhadap perekonomian Kabupaten Balangan dan menetapkan alternatif strategi pengembangan sektor perikanan dalam rangka otonomi daerah di Kabupaten Balangan Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis keuntungan dan analisis SWOT (Isu Strategis & Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil analisis SWOT dan perhitungan pembobotan dengan matriks QSP didapatkan alternatif strategi urutan prioritas untuk pengembangan sektor perikanan sebagai berikut : 1 Pemerintah daerah komitmen terhadap pengembangan sektor perikanan melalui alokasi anggaran, 2 Pemerintah daerah melalui Dinas PTPHPP meningkatkan peran BBI dan UPR untuk mengasilkan induk dan benih yang berkualitas dan memiliki sertifikasi, 3 Meningkatkan peran dan fungsi penyuluh perikanan, 4 Meningkatkan pemanfaatan potensi lahan budidaya dengan komoditas unggulan yang bernilai ekonomis tinggi, 5 Pemerintah daerah melalui dinas Pertanian TPHPP melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penguasaan teknologi, 6 Memfasilitasi masyarakat untuk mengakses permodalan ke perbankan, 7 Perlu adanya regulasi kebijakan dan langkah nyata untuk mengatasi meningkatnya harga pakan, 8 Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian

  18. Hemoprotein dalam Tubuh Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husnil Kadri

    2012-07-01

    Full Text Available Abstrak Hemoprotein adalah protein dengan kandungan hem yang terdapat hampir dalam semua sel manusia, hewan, dan pigmen fotosintesis tumbuhan. Ada berbagai macam hemoprotein yang tersebar luas dalam tubuh manusia, seperti hemoglobin, myoglobin, citoglobin, neuroglobin, dan lain-lain. Semua hemoprotein tersebut memiliki fungsi beragam yang penting untuk berlangsungnya proses metabolisme dalam tubuh. Struktur hem pada pigmen fotosintesis (klorofil tumbuhan sama dengan hemoglobin pada manusia, tetapi ion logam pada klorofil adalah magnesium (Mg sedangkan pada hemoglobin adalah besi (Fe. Perbedaan inilah yang kurang diketahui oleh sebagian masyarakat sehingga ada yang mengira mengkonsumsi klorofil tumbuhan dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hemoprotein manusia dengan klorofil dan fungsi hemoprotein dalam tubuh manusia. Berdasarkan bentuk ion Fe pada gugus hemnya, maka hemoprotein dapat dibagi atas: (1 Hemoprotein yang memiliki ion Fe2+ sehingga mampu mengikat oksigen yaitu; hemoglobin, myoglobin, neuroglobin, dan cytoglobin. (2 Hemoprotein yang memiliki ion Fe3+ sehingga berperan sebagai enzim oksidoreduktase yaitu; Sitokrom P450, Sitokrom yang terlibat dalam fosforilasi oksidatif, katalase, triptopan pirolase, dan NO sintase. Kata kunci: hemoprotein, ion Fe2+, ion Fe3+ Abstract Hemoproteins are proteins containing heme that widely distributed in humans, animals, and photosynthetic pigment of plants. There are many kind of hemoproteins in human body, such as hemoglobin, myoglobin, cytoglobin, neuroglobin, etc. Hemoproteins have the varied functions to keep normal metabolism in the body. Photosynthetic pigment of plants (chlorophyll and human’s hemoglobin have the same structure but the metal ions are different. Chlorophyll has magnesium and human’s hemoglobin has iron (Fe. Not many people knew this difference, so some people thought if consume chlorophyll will

  19. PENGGUNAAN PENDEKATANINKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erman Har

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikanpeningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran IPA siswa kelas V SDN 11Lima Kaum Batusangkar.Penelitian ini adalah kolaborasi antara pelaksana penelitian dengan guru kelas dengan menggunakan instrumen lembar observasi aktivitas siswa,lembar observasi aktivitas guru dan lembar tes hasil belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan aktivitas siswa pada siklus I diperoleh rata-rataperhatian siswa terhadap pelajaran adalah 43,3 persen, siswa mendengarkan percakapan dari kelompok lain 43,1 persen,  kemampuan siswa dalam berkomunikasi 46,5 persen, kemauan siswa dalam mengemukakan pendapat adalah 44,8 persen, siswa terampil membaca materi adalah 44,8 persen, siswa aktif dalam kelompok adalah 49,9 persenm, siswa mampu bekerjasama dalam kelompok adalah 44,6 persen. Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh rata-rata 86,2, pada siklus II perhatian siswa terhadap pelajaran adalah 86,7persen, siswa mendengarkan percakapan dari kelompok lain adalah 86,6persen, kemampuan siswa dalam berkomunikasi adalah 88,3%, kemauan siswa dalam mengemukakan pendapat adalah 85,0persen, siswa terampil membaca materi adalah 83,3persen, siswa aktif dalam kelompok adalah 90,1persen, siswa mampu bekerjasama dalam kelompok adalah 91,6persen. Hasil belajar siswa pada siklus II diperoleh rata-rata 89,5. Ini berarti proses pelaksanaan pembelajaran IPA melalui pendekatan inkuiri berlangsung dengan baik.Oleh sebab itu pendekatan inkuiri dapat meningkatkan aktivitasdan hasil belajar IPA siswa. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri sebagai salah satu penedekatan dalam pembelajaran.Doi: 10.22216/jit.2014.v8i3.5

  20. HUBUNGAN PANJANG BOBOT, FAKTOR KONDISI DAN STRUKTUR UKURAN IKAN LEMURU (Sardinella lemuru DI PERAIRAN SELAT BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Wujdi

    2016-03-01

    Full Text Available Ikan lemuru merupakan jenis ikan hasil tangkapan utama kegiatan perikanan di perairan Selat Bali yang status pemanfaatannya sudah mengalami lebih tangkap dan memerlukan upaya pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang dan bobot, faktor kondisi, serta struktur ukuran ikan lemuru di perairan Selat Bali. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus 2010 hingga Desember 2011 dengan metode survei dan pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan panjang dan bobot ikan lemuru mengikuti persamaan W=0,007FL3,167 dan memiliki pola pertumbuhan allometrik positif (b>3 namun pada setiap bulannya mengalami perubahan pola pertumbuhan. Nilai faktor kondisi relatif berkisar antara 0,95-1,28 dan berfluktuasi setiap bulannya. Hasil ini diduga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan. Ikan lemuru berukuran kecil atau “sempenit” (<11 cmFL banyak tertangkap pada bulan Agustus dan September 2010 serta Juli dan November 2011 dan diduga pada waktu tersebut terjadi awal rekruitmen.   Bali sardinella (“lemuru” is mostly caught by fishers in the Bali Strait waters, and its status predicted have overfishing so that it needs to manage this resources. The purpose of this study to investigate the length-weight relationship, the condition factors and size structure of lemuru in the Bali Strait waters. The data was collected through survey and direct observation in the field from August 2010 to December 2011. The result of this study shows that length-weight relationship could be described as W = 0.007 FL3, 167. Nevertheless,  it is change on the growth pattern by monthly. The value of relative condition factors of lemuru were ranging from 0.95 to 1.28 and very fluctuated by monthly. It is predicted that influenced by feed availability in Bali Strait waters. The smaal size of lemuru, namely “sempenit (<11 cmFL are dominantly caught during August to September 2010 and July and November 2011 that indicated

  1. Komposisi dan Kelimpahan Ikan di Ekosistem Mangrove di Kedungmalang, Jepara (Fish Community Structure in Mangrove Ecosystem at Kedung Malang, Jepara Regency

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Redjeki

    2014-06-01

    Full Text Available Ekosistem mangrove di Kedungmalang, Kabupaten Jepara dilaporkan telah mengalami kerusakan ekologis. Kondisi ini mempengaruhi biota termasuk ikan yang hidup di kawasan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan ikan di ekosistem mangrove di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Penelitian dilaksanakan bulan Mei sampai Agustus 2011. Pengambilan sampel ikan dilakukan di 3 lokasi perairan bervegetasi mangrove sejati (true mangrove Rhizophora sp. dan mangrove asosiasi (associate mangrove rumput Cyperus sp. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 famili ikan, yaitu Mugilidae, Ariidae, Eleotridae, Pristigasteridae, Gobiidae, Drepanidae, Belonidae, Adrianichtyidae, Aplocheilidae, dan Haemulidae. Ikan paling banyak ditemui adalah famili Mugilidae, sedangkan ikan yang jarang ditemui adalah Famili Belonidae. Ikan Mugilidae hidup pada kisaran salinitas luas, sering masuk estuari dan sungai serta bersifat katadromous, biasanya membentuk kelompok besar di daerah dengan dasar pasir atau lumpur. Ikan famili Mugilidae yang paling banyak tertangkap adalah fase anakan dan juvenil. Jenis ikan Belanak ini merupakan ikan  yang berasosiasi dengan hutan mangrove selama periode anakan, tetapi saat dewasa cenderung menggerombol di sepanjang pantai berdekatan dengan hutan mangrove. Secara umum kelimpahan ikan pada saat surut selalu lebih tinggi dibandingkan saat pasang. Kelimpahan ikan di Rhizophora sp. lebih tinggi dibandingkan Cyperus sp. baik pada saat surut maupun pasang. Kata kunci: ekosistem mangrove, ikan, komposisi, Mugillidae Mangrove ecosystem at Kedungmalang has been reported experiencing  an ecological damage. This condition directly or indirectly affect the organisms, including fish that live around the area ecosystem. The purpose of this study was to identify and determine the abundance the fish communities in mangrove ecosystem in the Kedungmalang Village, Kedung District, Jepara Regency. The research

  2. Performansi Pendingin Termoelektrik Alat Transportasi Ikan Segar pada Berbagai Tegangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Nugroho Widianto

    2017-02-01

    Full Text Available Thermoelectric performance test of refrigerated fish container at various voltages was conducted. Performance test aims to determine temperature of heat pipe, heat sink, room container and electric current requirements of thermoelectric refriferator at various voltages. Thermoelectric refrigerator composed of two pieces peltier elements, aluminiums bracket, fan, heat sink and heat pipe. Thermoelectric refrigerator was placed at the top of fish container. Various voltages used were 8 V, 10 V, and 12 V. Parameters measured were the amount of electric current through the thermoelectric, temperature of heat sink, heat pipe and room container. Room container temperature could be reached on 12, 10 and 8 V were 14, 16 and 17 °C respectively. Heat sink temperature on 12 V was -0.1 °C and temperature on 8 and 10 V were 3-4°C. Heat pipe temperature on 12 and 10 V reached 30-31 °C, while temperature on 8 V was 27 °C. The electric current requirements on 12, 10 and 8 V were 6.3, 4.8 and 3.8 A with energy requirements of refrigerated fish container were 75, 48 and 30 watt respectively. The cooling capacity of peltier module on 12 V was 12.5 W, while the cooling capacity on 10 and 8 V were 10.5 W respectively. ABSTRAK Uji performansi pendingin termolektrik alat transportasi ikan segar pada berbagai tegangan telah dilakukan. Uji performansi dilakukan untuk mengetahui suhu heat pipe, heat sink serta ruang peti insulasi serta kebutuhan listrik sistem pendingin pada berbagai tegangan. Sistem pendingin termoelektrik tersusun dari dua buah elemen peltier, bracket alumunium, fan, heat sink dan heat pipe. Pendingin termoelektrik dipasang di bagian atas peti insulasi. Uji performansi dilakukan pada tegangan 8, 10 dan 12 V. Parameter yang diukur adalah jumlah arus listrik yang melalui sistem pengingin, suhu heat sink, heat pipe dan suhu ruang peti insulasi. Suhu ruang peti insulasi yang dicapai pada tegangan 12, 10 dan 8 V berturut-turut sebesar 14, 16 dan 17

  3. PERKIRAAN PADAT PENEBARAN IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus YANG OPTIMUM BERDASARKAN PADA KEBUTUHAN OKSIGEN TERLARUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Dwi Santoso

    2016-11-01

    Full Text Available Studi tentang perkiraan padat penebaran optimum pada ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus berdasarkan pada kebutuhan oksigen terlarut telah dilakukan pada areal Teluk Hurun, Lampung pada bulan Juli 2003. Rata-rata hasil pengukuran kualitas lingkungan keramba jaring apung 13,5 m3 yang berisi ikan kerapu macan meliputi oksigen terlarut 3,68—6,76 (5,35 ± 0,25 mg/L suhu air 28,64—29,72 (29,09 ± 0,09 oC. Salinitas 32,69—33,0 (32,94 ± 0,13 psu and turbiditas 0,27—13,62 (1,15 ± 0,41 NTU. Data tambahan meliputi laju pemasukan air sungai sekitar 0,02 m3/detik dan kecepatan arus 2,3—5,1 cm/detik. Dari analisis data laju respirasi ikan kerapu macan yang diukur dengan mengunakan fish chamber menghasilkan fungsi korelasi terhadap bobot badan ikan yaitu Y= 0,0038 + 0,6108 dengan R2= 0,7437 dan fungsi padat penebaran yang optimum yaitu Y= 1505,6 X -0.632; R2= 0,7419. Dari kedua fungsi tersebut didapatkan rekomendasi penentuan padat penebaran yang optimum berdasarkan kebutuhan oksigen terlarut dengan batasan sebagai berikut: stok ikan berukuran kurang dari 50 g disarankan ditebar dengan kepadatan 175 ekor/m3, ikan ukuran 100--200 g sekitar 63 ekor/m3 dan ikan ukuran lebih dari 1.200 g sekitar 17 ekor/m3. Study on the optimum stocking rate estimation on tiger grouper (Epinephelus fuscoguttatus base on dissolved oxygen budged was held in aquaculture area Hurun Bay Lampung in July 2003. Environmental parameters of Hurun Bay estuary were monitored at the site of 13.5 m3 floating net cages for E. fuscoguttatus in July 2003. Average dissolved oxygen inside cages was 3.68—6.76 (5.35 ± 0.25 mg/L with water temperature 28.64—29.72 (29.09 ± 0.09 oC. Salinity 32.69—33.0 (32.94 ± 0.13 psu and turbidity 0.27—13.62 (1.15 ± 0.41 NTU. Inflow rate of cages was 0.02 m3/sec with current velocity 2.3—5.1 cm/s. Results showed that the functions of respiration rate for correlation between respiration of E. fucoguttatus and their weight was Y= 0

  4. ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA IKAN BANDENG YANG BERASAL DARI HABITAT YANG BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H Hafiludin

    2015-04-01

    Full Text Available Bandeng (Chanos chanos, Forskal merupakan salah satu komoditas yang strategis untuk memenuhi kebutuhan protein yang relatif murah dan digemari oleh konsumen di Indonesia.  Bandeng sebagai bahan pangan, merupakan sumber zat gizi yang penting bagi proses kelangsungan hidup manusia Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi kimia daging ikan bandeng yang berasal dari habitat yang berbeda yaitu air tawar dan air payau. Penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu preparasi sampel saat transportasi dan preparasi bahan baku untuk memisahkan daging, kulit, tulang dan jeroan. Analisa yang dilakukan yaitu analisis proksimat, asam amino, asam lemak, mineral dan vitamin. Hasil yang didapatkan bahwa ikan bandeng dari dua habitat memperoleh rendemen yang berbeda. Rendemen ikan bandeng air tawar sebesar 38,5%, sedangkan air payau sebesar 50,8%. Ikan bandeng kaya akan sumber protein (20-24%, asam amino, asam lemak, mineral dan vitamin. Komposisi asam amino tertinggi yaitu glutamat sebesar 1,386% (air tawar dan 1,268% (air payau. Asam lemak tidak jenuh tertinggi oleat 31-32%, mineral makro pada daging ikan bandeng yaitu: Ca, Mg, Na dan K. Mineral mikronya terdiri dari Fe, Zn, Cu, Mn. Kandungan vitamin daging ikan bandeng meliputi vitamin A, B1 dan B12.Kata Kunci: habitat berbeda, ikan bandeng (Chanos chanos, Forskal, kandungan giziTHE ANALYSIS OF NUTRITIONAL CONTENT OF MILKFISHES WHICH COME FROM DIFFERENT HABITATSABSTRACTMilkfish (Chanos chanos, Forskal is one of the strategic commodities to fulfill protein need which is relatively cheap and favored by Indonesian consumer. Milkfish as a comestible is an important sources of nutrient for the survival of mankind. The objective of this research is to know the flesh’s chemical composition of the milkfishes come from different habitats which are freshwater and brackish water. The research was conducted through two stages, the stage of sample preparation for transportation, and the stage of raw

  5. Pemanfaatan Tepung Biji Cempedak ( Artocarpus Chempeden dan Tepung Biji Durian ( Durio Zhibetinus Murr ) Dalam Pembuatan Bakso Ikan

    OpenAIRE

    Susianti, Epi

    2014-01-01

    ‘Cempedak’ and durian seeds flour are the kind of seeds that are less utilized as a product of the food industry. ‘Cempedak’ and durian seeds flour can be processed into various food product which can give contribute nutrient for schoolchildren. One of the product is fish meatball. This study aims to determine organoleptic and nutritional of modified fish meatball with ‘cempedak’ and durian seed’s flour. This experimental design was completely randomized design with of two factors are ...

  6. PEMBERIAN DAUN KAYU MANIS CINNAMOMUN BURMANNI DALAM PAKAN TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN DAN KOMPOSISI NUTRIEN TUBUH IKAN PATIN PANGASIUS HYPOPTHALMUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mia Setiawati

    2014-08-01

    Full Text Available This research was carried out to evaluate the effect of cinnamon leaf (Cinnamomun burmanni as a suplement inthe diet due to growth performance and nutriet composition of patin (Pangasius hypothalamus. A triplicateexperiment was conducted using fish with an initial body weight of 7.27 ± 0.28 g. Fish were culture in aquaria 50 x40 x 35 cm at a density of 10 fish/aquaria. Fish were fed on the diet contained either 0, 0.5, 1; or 1.5% respectively.Fish fed on the diet at satiation for 30 days. The result shows that the suplementation of cinnamon leaf powder inthe diet 0 to 1.5% was insignificantly affected feed consumption, specific growth rate, and survival rate of fish.However, the addition of Cinnamomumn burmanni up to 1% was significantly increased the level of total feeddigestibility twice, the protein digestibility to 87.39%, and protein retention 1.5 higher than the control (withoutcinnamon leaf powder. On the other hand, the diet of 1% Cinnamomumn burmanni were the optimal result of thisresearch with the feed efficient, decrease 30% of fat and have more compact flesh texture.

  7. PENDEKATAN PARTISIPATIF DALAM PEMECAHAN PERMASALAHAN ASPEK PRODUKSI DAN PEMASARAN ABON IKAN (KASUS PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA TENGGIRI KABUPATEN SUKABUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ernik Yuliana

    2013-03-01

    Full Text Available The aim of this articles is to measure the effectiveness of participatory rural appraisal approach (PRA to solve problems of production and marketing of fish shredded at KUB Tenggiri. Research location is Joint Business Group (JBG Tenggiri on village of Cikahuripan, District of Cisolok District, Regency of Sukabumi. Research design used a qualitative approach to the implementation of the PRA method. Informants research consisted of management and members JBG Tenggiri. Types of data collected is qualitative and quantitative data. The results showed that JBG Tenggiri still has the potential to be developed. Problems identified on JBG Tenggiri are institutional problems, declining fish shredded marketing, capital, and equipment. There are seven plans of successful programs developed in a participatory way by the members and administrators JBG Tenggiri to solve the problems faced. The plan is successfully implemented programs only four programs, which makes administrative completeness KUB, develop JBGs statute, the group met twice a month, and held a social gathering at each group meeting. Participatory approach effectively improve the participation of members in attending meetings JBG Tenggiri (68,4% and training (36,8%, but not effective in increasing the savings of members.

  8. INTERVENSI FOLICLE STIMULATING HORMONE (FSH DALAM PROSES REMATURASI INDUK IKAN GABUS HARUAN Channa Striata Blkr DIDALAM WADAH BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Ridha Fani

    2016-06-01

    Full Text Available Snakehead and other fish species in waters of the swamp doing spawning at the beginning or in the middle of the rainy season. Gonadal maturation process so as to return time is limited. Aquaculture development is highly dependent on the availability of seeds that meet the timeliness, quality and quantity. The seeds can be produced continuously if supported by the availability of mature broodstock with good quality eggs. Some research about the role of hormones and or the use of stimulants to the success in support of gonad development and spawning, such as; Siam Jambal fish, Pangasius hypophthalmus (Ernawati 1999, Catfish, Clarias batrachus (Zairin et al. 2001, and catfish, Hemibagrus nemurus (Supriyadi 2005. By because they were with potential memamfaatkan folicle Stimulating Hormone (FSH that serves as the control at the start of the reproductive cycle up to ovulation and spermiasi in fish. The aim of this study was to determine the effect of the injection folicle Stimulating Hormone (FSH in the parent rematurisasi catfish. Results from the start 17007-52327 item, 0,63-1,07mm egg diameter, IGS range of 4, 13 to 8.50%, and ranged from 0.86 2.4% IHS. Based on the results of the study injection folicle Stimulating Hormone (FSH capable mepersingkat rematurasi processing time.

  9. Agama dalam Pandangan Futurolog

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amsal Bakhtiar

    2013-06-01

    Full Text Available Abstract : Before modern era, religion became more dominant in daily life of human being because religion institution is the sole authority to dicide either religion aspect or scientific one. But in modern era, especially after some inventions of modern science and technology, secular scientist in the West very proud of his intellectual ability to explore the nature. They neglect religion and even accused religion as an opium and illusion. In fact, human being cannot free from believing in Supra Natural Being because even though in the atheist community still respect the spirit of ancestors. Therefore, every effort to attack religion will fail because religion could not separated from basic need of human being and religion is the the sole doctrin of life in hereafter.  Naisbitt, a famous futurolog, also declares that the spiritual of religion will become dominant in new era. Keywords : Futurolog, knowledge, organized religion, fundamentalism Abstrak : Sebelum era modern, agama menjadi lebih dominan dalam kehidupan sehari-hari manusia karena institusi agama adalah otoritas tunggal untuk memutuskan, baik aspek agama atau yang ilmiah. Tetapi dalam era modern, terutama setelah beberapa penemuan ilmu pengetahuan modern dan teknologi, ilmuwan sekuler di Barat sangat bangga akan kemampuan intelektual mereka untuk menjelajahi alam. Mereka mengabaikan agama dan bahkan menuduh agama sebagai candu dan ilusi. Bahkan, manusia tidak bisa bebas dari percaya pada keberadaan Supra Natural, meskipun komunitas ateis masih menghormati roh leluhur. Oleh karena itu, segala upaya untuk menyerang agama akan gagal karena agama tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan dasar manusia dan agama adalah satu-satunya doktrin kehidupan di akhirat. Naisbitt, seorang futurolog terkenal, juga menyatakan bahwa spiritual agama akan menjadi dominan dalam era baru.Kata kunci : Futurolog, ilmu, agama formal, fundamentalisme

  10. Studi Perbandingan Komposisi Asam Lemak Daging Ikan Sidat (Anguilla marmorata (Q. Gaimard Fase Yellow Eel Dari Sungai Palu Dan Danau Poso

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jamaluddin Jamaluddin

    2018-04-01

    Full Text Available Ikan sidat (Anguilla marmorata (Q. Gaimard memiliki keunggulan gizi atau nutrisi yang tinggi seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, protein, mineral, dan asam lemak yang baik bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asam lemak, dan membandingkan komposisi asam lemak dari ikan sidat fase yellow eel asal sungai Palu dan danau Poso. Penelitian ini menggunakan metode kromatografi gas dengan mengubah ekstrak lemak menjadi metil ester asam lemak. Hasil analisis komposisi asam lemak daging ikan sidat (Anguilla marmorata (Q. Gaimard fase yellow eel asal sungai Palu dan Danau Poso menunjukan kadar asam lemak jenuh masing-masing 2,766g/100g dan 0,275g/100g; asam lemak tak jenuh tunggal 4,029g/100g dan 0,276g/100g; dan asam lemak tak jenuh ganda 0,541g/100g dan 0,102g/100g. Terdapat perbedaan secara statistik (p<0.05 komposisi dan kadar asam lemak antara daging ikan sidat fase yellow eel asal sungai Palu dan danau Poso. Komposisi asam lemak ikan sidat fase yellow eel asal sungai Palu dan danau Poso masing-masing adalah 23 dan 18 jenis. Asam lemak yang ditemukan pada daging ikan sidat sungai Palu dan tidak ditemukan pada ikan sidat danau Poso adalah asam heneikosenoat, asam miristoleat, Cis-10-pentadekanoat, asam gamma linoleat, dan Cis-11,14,17-eikosatrinoat.

  11. KOMPOSISI DALAM SENI FOTOGRAFI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yekti Herlina

    2007-01-01

    Full Text Available The art of photography is not only a simple record of the real world, but becomes a complex creation of art and an image medium that also gives meaning and message. The quality of a good photo is not only becouse of its clear picture but also because of its proper lighting and also its good composition. Composition contains the elements of an image in a format. An image can be produced more effectively and meaningfully with an understanding of good composition. Composition is an instrument for a photographer to take the viewer beyond the experience of “peeking through someone else’s window. Abstract in Bahasa Indonesia: Seni fotografi bukan sekedar merupakan rekaman apa adanya dari dunia nyata, tapi menjadi karya seni yang kompleks dan media gambar yang juga memberi makna dan pesan. Foto yg baik tidak cukup hanya tajam gambarnya, tetapi juga tepat pencahayaannya dalam bidang gambar dengan komposisi yang baik pula. Komposisi adalah rangkaian elemen gambar dalam suatu ruang/format. Dengan komposisi yang baik, foto akan lebih efektif menampilkan pesan pembuatnya dan menimbulkan dampak yang lebih kuat. Komposisi foto merupakan salah satu cara bagaimana fotografer mengekspresikan dirinya. Kata kunci: seni, fotografi, komposisi.

  12. Musik Dalam Pembelajaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lely Halimah

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera individu. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam di antaranya bahwa (1 musik adalah bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar, (2 musik adalah suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya, dan (3 musik adalah segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau oleh kelompok individu yang disajikan sebagai musik. Dari beberapa definisi tersebut, maka musik merupakan segala bunyi yang dihasilkan manusia secara sengaja yang disajikan sebagai music. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kecerdasan musik pada siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya melalui (1 memperkenalkan musik di dalam kelas, (2 mendengarkan musik, (3 membuat instrumental musik di kelas. Untuk setiap tujuan, kelas diperkaya dengan musik dengan menggunakan beragam teknik secara bervariasi. Penggunaan musik di kelas akan membantu meningkatkan kegembiraan siswa dalam belajar dan sekaligus juga dapat meningkatkan efektivitas ketercapaian tujuan. Yang tidak kalah pentingnya belajar melalui musik dan atau belajar dengan musik, serta belajar tentang musik dapat memberikan banyak manfaat bagi perkebangan baik fisik maupun mental siswa. Melalui musik banyak yang dapat dipelajari oleh siswa di antaranya dikemukakan berikut ini. Kata Kunci: Musik, Pembelajaran

  13. TIPOGRAFI DALAM DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priscilia Yunita Wijaya

    1999-01-01

    Full Text Available The presence of Visual Communication Design is needed especially in today s information era. Just as its sound%2C the function and goal of visual communication design is to communicate to its mass audience with the right perception. One of its elements that determine the effectiveness of a design is typography. This paper is going to talk about the role of typography and how it effects a design in visual communication design. Abstract in Bahasa Indonesia : Di dalam era informasi saat ini kehadiran desain komunikasi visual sangatlah dibutuhkan. Sesuai dengan namanya%2C desain komunikasi visual mempunyai tujuan untuk mengkomunikasikan pesan yang dapat ditangkap oleh massa dengan benar. Salah satu elemen desain yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan suatu desain dalam berkomunikasi dengan masyarakatnya adalah tipografi. Tulisan ini membahas bagaimana dan apa peran tipografi tersebut dalam desain komunikasi visual.

  14. SUMBER AGAMA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syaiful Hamali

    2017-03-01

    Full Text Available Tulisan ini membahas secara konseptual tentang berbagai kebutuhan dasar manusia sebagai sumber kehidupan bagi manusia dalam ranah psikologis. Melalui eksplorasi-psikologis diperoleh fakta bahwa ada berbagai macam kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang dapat dikembangkan guna menunjang hidup dan kehidupannya. Sedangkan melalui pengamatan potensi-diri diperoleh fakta bahwa dalam diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan, termasuk diantaranya adalah potensi untuk percaya pada supernatural (agama. Sinergi antara eksplorasi-psikologis dengan potensi-diri manusia akan membentuk sumber-sumber keyakinan terhadap agama secara psikologis. Karena itu, dalam konteks ini, tanpa adanya wahyu pun sesungguhnya manusia akan mampu mengenal Tuhan. Wahyu hanya berfungsi sebagai pemberitaan dari alam metafisika yang turun kepada manusia untuk menerangkan tentang Tuhan sekaligus kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan manusia terhadap Sang Khalik maupun sesamanya. Singkatnya secara psikologis, siapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya. Karena itu manusia wajib mempercayai dan meyakini akan adanya Tuhan serta melaksanakan ajaran-ajaran agama dalam kehidupannya.

  15. PROSES KOGNITIF DALAM UNGKAPAN METAFORIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    deli - Nirmala

    2014-09-01

    Full Text Available PROSES KOGNITIF DALAM  UNGKAPAN METAFORIS Deli Nirmala deliundip@gmail.com Abstract Speech is produced through cognitive or psychological process, physiological process, and physical process (de Saussure, 1959. The cognitive process is the focus of this study especially in producing metaphorical expressions. This paper is trying to elaborate how the cognitive process happens when someone is producing metaphorical expressions. The data used for explaining the cognitive process are the metaphorical expressions found in bahasa Indonesia. The data were collected randomly from the sources like conversation, news, or bahasa Indonesia used in Indonesian newspapers. The method used is observation and intuition. To analyze, I used identity method, distributional method, and reflective-introspective methods. The result shows that the cognitive process in producing metaphorical process is done by using associative strategies by showing the correspondences between the source concept and the target concept. The correspondences found are those in embodied experiences, characters, functions, characteristics, and strenghts.   Proses menghasilkan tuturan meliputi proses kognitif, fisiologis, dan fisik (de Saussure, 1959. Proses kogntif menjadi fokus dalam tulisan ini khususnya dalam proses menghasilkan ungkapan metaforis. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengungkap bagaimana proses kognitif terjadi ketika seseorang menghasilkan ungkapan metaforis. Data yang dijadikan dasar dalam menjelaskan proses kognitif adalah ungkapan metaforis dalam bahasa Indonesia. Data dipilih secara random dari sumber berupa percakapan, berita, bahasa di surat kabar. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan intuisi. Untuk menganalisis, saya menggunakan metode padan, distribusional, dan reflektif-introspektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses kognitif dalam menghasilkan ungkapan metaforis dilakukan dengan strategi asosiatif dengan menunjukkan korespondensi

  16. Senyawa Organik Dalam Air Minum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Soewasti Soesanto

    2012-09-01

    Full Text Available Kadar zat   organik   yang berlebihan dalam  air  minum  tidak diperbolehkan karena selain menimbulkan warna, bau dan  rasa yang tidak  diinginkan, juga mungkin bersifat toksik baik secara langsung maupun setelah bersenyawa dengan zat lain yang ada.Zat organik yang ada dalam air minum dapat berasal dari alam atau sebagai dampak dari kegiatan manusia.

  17. Shewanella algae in acute gastroenteritis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Dey

    2015-01-01

    Full Text Available Shewanella algae is an emerging bacteria rarely implicated as a human pathogen. Previously reported cases of S. algae have mainly been associated with direct contact with seawater. Here we report the isolation of S. algae as the sole etiological agent from a patient suffering from acute gastroenteritis with bloody diarrhoea. The bacterium was identified by automated identification system and 16S rRNA gene sequence analysis. Our report highlights the importance of looking for the relatively rare aetiological agents in clinical samples that does not yield common pathogens. It also underscores the usefulness of automated systems in identification of rare pathogens.

  18. PENGARUH FOTOPERIODE TERHADAP AKTIFITAS PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Yuda Setiawan

    2016-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fotoperiode terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus. Hasil penelitian diperoleh data laju pertumbuhan bobot relative tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G dengan nilai rata – rata 1713,3, laju pertumbuhan panjang relative tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G dengan nilai rata –rata 145,7, laju pertumbuhan harian tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G dengan nilai rata – rata 5,17, dan kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G dengan nilai rata – rata 89,3.  Hasil statistik menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang sangat nyata antar perlakuan yang diberikan, dan hasil uji lanjutan menyatakan bahwa  perlakuan A berbeda sangat nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya.  Kemudian hasil perhitungan lanjutan terhadap parameter penunjang berupa faktor kondisi, juga diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G dengan nilai rata – rata 0,82 dan  efesiensi pakan tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G dengan nilai rata –rata 159,6 serta data kualitas air yang masih berada pada kisaran dan standar hidup yang diinginkan.   Data pertumbuhan dan kelangsungan hidup menunjukan bahwa semakin lama waktu gelap yang diberikan, semakin baik pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya, karena suasana gelap memberikan pengaruh terhadap nafsu makan ikan uji, sesuai dengan kebiasaan hidupnya yang aktif pada malam hari (nocturnal.  Berarti hasil penelitian ini menjawab hipotesis,  terima  H1 dan tolak Ho  dimana fotoperiode yang diberikan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan uji.

  19. PERKEMBANGAN TELUR DAN SPERMA INDUK IKAN BELIDA, Notopterus chitala YANG DIPELIHARA DI KOLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anang Hari Kristanto

    2016-12-01

    Full Text Available Penelitian pengamatan telur dan sperma induk ikan belida (Notopterus chitala yang dipelihara di kolam telah dilakukan dari bulan Agustus 2006—Maret 2007. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan telur dan sperma induk ikan belida yang dipelihara di kolam. Induk ikan belida dipelihara di kolam dengan pola induk betina saja, induk jantan saja, induk betina dan induk jantan secara bersama. Pengukuran dilakukan terhadap suhu harian, curah hujan, dan konduktivitas selama pemeliharaan serta melihat pengaruhnya terhadap perkembangan telur dan jumlah sperma serta motilitasnya. Selama pengamatan tujuh bulan, peningkatan curah hujan menyebabkan perubahan suhu dan konduktivitas air kolam pemeliharaan dan mempengaruhi jumlah spermatozoa dan motilitasnya demikian juga terhadap perkembangan telurnya. Induk jantan yang dipelihara secara terpisah, setiap bulannya dijumpai induk matang, sedangkan yang dicampur, pada bulan Februari dan Maret tidak dijumpai sperma matang. Pada induk betina baik yang terpisah maupun dicampur, bulan Februari dan Maret tidak dijumpai induk matang. Research on eggs and sperm development of featherback (Notopterus chitala reared in earthen pond was conducted during August 2006—March 2007. The aim of the research was to observe the eggs and sperm development. Featherback broodstocks were reared in ponds as female only, male only, and female and male broodstock together. Measurement was done on the daily water temperature, conductivity and amount of rainfall during rearing period and also was obseved the eggs development and amount of sperms and their motilities. During the seven months of rearing, increasing the rainfall caused the alteration of temperature and conductivity of pond water. They influenced the amount of sperm and their motility and so did the eggs development. The males broodstock in separated rearing, each month was found matured sperm, while in mixed rearing, on Februari and March was not found. In

  20. PERBAIKAN MUTU BUNGKIL KOPRA MELALUI BIOPROCESSING UNTUK BAHAN PAKAN IKAN BANDENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2014-12-01

    Full Text Available Bungkil kopra adalah hasil ikutan dari ekstraksi minyak dari daging buah kelapa kering yang masih mengandung protein sekitar 16%-18% dan berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ikan. Faktor pembatas penggunaan bungkil kopra adalah kualitas nutrisi yang rendah antara lain karena kandungan lemak kasarnya agak tinggi dan mudah tengik sehingga perlu peningkatan ketersediaan biologisnya melalui fermentasi menggunakan mikroorganisme. Mikroba yang digunakan terdiri atas (A Aspergillus niger, (B Saccharomyces cereviceae, (C Rhizopus sp., dan (D Bacillus subtilis. Bungkil kopra yang sudah difermentasi kemudian dikeringkan dan ditepungkan, lalu dilakukan analisis proksimat, uji ketengikan dengan menentukan bilangan peroksidanya, dan komposisi asam aminonya. Juga dilakukan analisis kecernaannya untuk ikan bandeng ukuran sekitar 50 g dengan metode marker menggunakan krom oksida (Cr2O3. Dari hasil penelitian ini diperoleh fermentasi dapat meningkatkan kandungan protein bungkil kopra 21%-42% dan menurunkan kandungan lemak dan serat kasarnya masing-masing 50% dan 27% pada fermentasi menggunakan Rhizophus sp., serta menurunkan bilangan peroksida 10%-47%. Nilai koefisien kecernaan protein dan lemak bungkil kopra yang difermentasi dengan Rhizopus sp., A. niger, dan S. cereviceae lebih tinggi masing-masing 10%-11% dan 9%-13% dibanding bungkil kopra yang difermentasi dengan B. subtilis dan tanpa fermentasi. Bungkil kopra hasil fermentasi dengan Rhizopus  sp. mengalami peningkatan kualitas nutrisi yang terbaik untuk bahan pakan ikan bandeng.

  1. Intensitas Budaya dalam Dunia Kepenarian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Chaya

    2014-09-01

    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan budaya yang terbangun dalam suatu fenomena ketika seseorang larut dalam petualangan dirinya dalam dunia kepenarian. Permasalahannya menyangkut proses kehidupan manusia yang menjelma ke dalam ber- bagai aktivitas yang dilampauinya sepanjang ia menekuni profesinya sebagai seniman tari (penari. Hal yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana konsistensi petualangan dunia kepenarian tersebut dapat memberikan kontribusi bagi nilai-nilai kehidupan membudaya, khususnya nilai-nilai yang melekat pada kehidupan pribadi manusia dalam rangka mem- bangun kesadaran atas jati dirinya sebagai seorang penari. Untuk memecahkan permasa- lahan tersebut digunakan pendekatan budaya dengan mengaplikasikan teori ideologi de- ngan perolehan data yang kemudian dicermati melalui analisis terhadap proses kehidupan penari pada umumnya serta didukung dengan pengalaman pribadi penulis yang sampai saat ini aktif berkecimpung selaku penari.  Melalui suatu kajian  terhadap aktivitas dalam kepenarian serta kesadaran terhadap dinamika kehidupan yang dialami, dipahami, dan dihayati oleh seorang penari maka terungkap suatu pemaknaan yang mengindikasikan munculnya intensitas budaya. Intensitas budaya tersebut terpatri menjadi sebuah potensi atau kekuatan yang melekat pada pribadi manusia (penari. Hal ini memberikan arti pada kehadiran suatu nilai yang dapat diidentifikasi sebagai eksistensi diri manusia.   Kata kunci: intensitas budaya, dunia kepenarian, eksistensi diri

  2. KANDUNGAN ASAM LEMAK DAN KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA MINYAK IKAN LELE DAN MINYAK IKAN LELE TERFERMENTASI (FATTY ACID CONTENTS AND PHYSICO-CHEMICAL CHARACTERISTICS OF CATFISH OIL AND FERMENTED CATFISH OIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iskari Ngadiarti

    2013-06-01

    Full Text Available ABSTRACT Catfish oil and fermented catfish oil have not been developed and commercially produced as catfish derived products. Various processing of catfish oil will change both the composition and physico-chemical characteristics. The objective of this study was to identify the composition of fatty acids and physico-chemical characteristics of both catfish oil (MIL and fermented catfish oil (MILT. Results showed that fatty acid composition of catfish oil was MUFA (36.12%> PUFA> (32.43%> SFA (31.45%, while the composition of fermented catfish oil was MUFA (42.96%> SFA (42.32%> PUFA (15.39%. The fermentation process with lactic acid bacteria increased the content of stearic acid but decreased the content of linoleic acid and linolenic acid. Physical and chemical characteristics of MIL and MILT were almost similar, they indicated oxidation process, based on melting point, viscosity, and thiobarbituric acid values. Therefore, in the production of catfish oil or fermented cat fish oil, it is necessary to add spices and/or nutrient as antioxidants sources. Keywords: catfish oil, PUFA, MUFA, SFA and CLA  ABSTRAK Minyak ikan lele (MIL dan minyak ikan lele terfermentasi (MILT sebagai produk turunan dari ikan lele masih belum banyak dikembangkan dan diproduksi secara komersial. Berbagai proses pengolahan minyak dapat mengubah komposisi dan karakteristik fisiko-kimia minyak ikan lele. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komposisi asam lemak dan karakteristik fisiko-kimia dari minyak ikan lele (MIL dan minyak ikan lele terfermentasi (MILT. Komposisi asam lemak pada MIL secara berurutan adalah MUFA (36,12% > PUFA (32,43% > SFA (31,45%, sedangkan setelah difermentasi menjadi MILT terjadi perubahan yaitu MUFA (42,96% > SFA (42,32% > PUFA (15,39%. Jenis asam lemak jenuh yang mengalami peningkatan  pada MILT adalah asam lemak stearat, sedangkan asam lemak tidak jenuh ganda yang mengalami penurunan adalah asam linoleat dan linolenat yang

  3. Transgenic algae engineered for higher performance

    Science.gov (United States)

    Unkefer, Pat J; Anderson, Penelope S; Knight, Thomas J

    2014-10-21

    The present disclosure relates to transgenic algae having increased growth characteristics, and methods of increasing growth characteristics of algae. In particular, the disclosure relates to transgenic algae comprising a glutamine phenylpyruvate transaminase transgene and to transgenic algae comprising a glutamine phenylpyruvate transaminase transgene and a glutamine synthetase.

  4. Algae biotechnology: products and processes

    National Research Council Canada - National Science Library

    Bux, F; Chisti, Yusuf

    2016-01-01

    This book examines the utilization of algae for the development of useful products and processes with the emphasis towards green technologies and processes, and the requirements to make these viable...

  5. Algae: America's Pathway to Independence

    National Research Council Canada - National Science Library

    Custer, James

    2007-01-01

    .... Oil dependency is an unacceptable risk to U.S. national strategy. This paper advocates independence from foreign oil by converting the national transportation fleet to biodiesel derived from algae...

  6. Kewalian Dalam Tasawuf Nusantara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunasril Ali

    2013-12-01

    Full Text Available Abstract : This article discusses the doctrine of Sainthood (al-walāyah which has a strong basis in the Qur’an and adīth and it has been elaborated systematically through Ibn ‘Arabi’s vast and complex teachings. While in the study of Sufism in the archipelago, the term saint (walī has been known along with the spread of Islam began in the archipelago, and it refers to two meanings; as the person who has the occulties as the implications of the sanctity and walī as the ruler of a particular region. Regardless the definition and scope, the true doctrine of sainthood can not be separated from the teaching of the prophetic and apostolic message which implies the human world is not only the physical realm, but there is a metaphysical world that has not been known to human and from which the physical world is controlled.Keywords : saint (walī, miracles, Muhammadan light (Nūr Muhammadi, sainthood, prophethood, seal of the saint Abstrak : Artikel ini mendiskusikan dokrin Kewalian (al-walāyah yang mempunyai basis yang kuat dalam al-Qur’an dan hadis dan isu ini secara sistematis dibahas melalui ajaran Ibn ‘Arabi yang kompleks. Sementara dalam kajian tasawuf di Nusantara, sebutan wali ini sudah mulai dikenal bersamaan dengan masuknya Islam ke negeri ini yang mengacu kepada dua pengertian, wali sebagai orang yang memiliki kesaktian-kesaktian (occulties sebagai implikasi dari kekeramatan dan wali sebagai penguasa wilayah tertentu. Terlepas dari pengertian dan cakupannya, ajaran kewalian yang sesungguhnya tidak lepas dari ajaran tentang kenabian dan kerasulan yang menyiratkan pesan bahwa dunia manusia bukan hanya dunia material yang identik dengan kenikmatan hedonis, tetapi di balik dunia fisik terdapat dunia metafisik yang belum banyak diketahui manusia dan dari sanalah dunia fisik ini dikendalikan.Kata-kata Kunci : wali, karamah, Nur Muhammad, kewalian, kenabian, penutup para wali.

  7. Scenario studies for algae production

    OpenAIRE

    Slegers, P.M.

    2014-01-01

    Microalgae are a promising biomass for the biobased economy to produce food, feed, fuel, chemicals and materials. So far, large-scale production of algae is limited and as a result estimates on the performance of such large systems are scarce. There is a need to estimate large-scale biomass productivity and energy consumption, while considering the uncertainty and complexity in such large-scale systems. In this thesis frameworks are developed to assess 1) the productivity during algae culti...

  8. Phthalate esters in marine algae

    OpenAIRE

    Gezgin, Tuncay; Güven, Kasim Cemal; Akçin, Göksel

    2001-01-01

    Abstract o-Phthalate esters as diethyl phthalate, dibutyl phthalate, di-isobutyl phthalate and diethylhexyl phthalate were identified at surface and inner part of algae collected in the Bosphorus, as Ulva lactuca, Enteromorpha linza, Cystoseria barbata, Pterocladia capillaceaeand Ceramium rubrum. The same esters were also detected in seawater samples taken from the same area. Thus parallelism in pollution was noted between the algae and the surrounding seawater,

  9. PRODUKTIVITAS DAN PROFITABILITAS BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias gariepinus HASIL SELEKSI DAN NON-SELEKSI PADA PEMELIHARAAN DI KOLAM TANAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi

    2016-12-01

    Full Text Available Ikan lele (Clarias gariepinus merupakan salah satu komoditas budidaya air tawar yang populer di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ikan lele di antaranya melalui perbaikan kualitas genetik. Upaya peningkatan kualitas genetik ikan lele untuk mempercepat pertumbuhan dilakukan melalui proses seleksi. Pengujian performa ikan lele hasil seleksi (strain Mutiara pada skala komersial dilakukan dengan membandingkannya dengan strain non-seleksi (strain Paiton. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan produktivitas dan profitabilitas budidaya ikan lele hasil seleksi dan non-seleksi yang dibesarkan di kolam tanah pada skala komersial. Ikan lele ukuran sekitar 2,5 g dipelihara di kolam tanah berukuran 50 m2 dengan kepadatan 200 ekor/m2. Pemeliharaan dilakukan sampai ikan mencapai ukuran panen (sekitar 100 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan hasil seleksi memiliki laju pertumbuhan spesifik lebih tinggi (5,75 ± 1,25 g/hari, konversi pakan lebih rendah (0,90 ± 0,08, dan periode pemeliharaan lebih singkat (68 ± 13 hari dibandingkan ikan non-seleksi (4,33 ± 0,70 g/hari; 1,09 ± 0,01; 90 ± 12 hari. Berdasarkan analisis bioekonomi, budidaya pembesaran ikan lele hasil seleksi mampu menekan biaya produksi hingga Rp2.365,00/kg dan mendatangkan rasio keuntungan (61,09 ± 5,17% hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan non-seleksi (32,54 ± 4,12%. African catfish (Clarias gariepinus is one of the freshwater aquaculture commodity that are popular in Indonesia. Various attempts had been conducted to increase its productivity including through genetic quality improvement. Efforts to improve the genetic quality of African catfish on growth trait was conducted by selection method. Evaluation the performance of improved strain of African catfish (Mutiara strain on a commercial scale was done by comparing with local (non-improved strain (Paiton strain. The purpose of this study was to compare the productivity and

  10. Membangun Customer Relationship Management dalam Bisnis

    OpenAIRE

    Darudiato, Suparto; Novianto, Chiko; Hendra, Hendra; Reynaldo, Reynaldo; Selvi, Selvi

    2011-01-01

    Customer relationship management dapat dijadikan alat oleh perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya agar mendapat perhatian dari customer dan pasar. Paper ini disusun berdasarkan penelitian yang menggambarkan hubungan bisnis dan pengaruh pelanggan terhadap perusahaan, serta bagaimana sebuah customer relationship management dapat membantu perusahaan dalam meraih pangsa pasar. Data dan informasi dalam studi ini didapatkan dari studi pustaka yang mengacu pada buku referensi dan jurnal yang berhu...

  11. Karakterisasi dan Aplikasi Enzim Transglutaminase dari Streptoverticillium ladakanum pada Daging Lumat IKan Mata Goyang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusro Nuri Fawzya

    2011-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan karakterisasi enzim transglutaminase mikroba (MTGase yang diproduksi dari Streptoverticillium ladakanumdengan menggunakan media yang mengandung limbah cair tahu dan hidrolisat tepung tapioka. Enzim MTGase yang dikarakteris as i merupakan enzim kasar yang telah dipekatkan menggunakan ultrafiltrasi dan dikeringbekukan. Enzim ini kemudian diaplikasikan pada daging lumat ikan mata goyang (Priacanthus macracanthus lalu diamati sifat fisik (tekstur produk restrukturisasi yang dihasilkan. Sebagai pembanding,  dilakukan aplikasi TGase komersial (KTGase pada daging lumat yang sama. Penambahan TGase dilakukan dengan 2 cara, yaitu:  (1 bersama-sama dengan garam NaCl 1%, (2 bersama-sama dengan garam NaCl 1% dan sodium kaseinat 1%. Sebagai control adalah daging lumat ditambah garam N aCl 1% (tanpa penambahan enzim TGase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTGase dari S. ladakanumbekerja optimum pada pH 8 dan suhu 55°C. Aktivitas enzim ini relatif tidak terpengaruh oleh adanya ion logam Ca2+,Mg2+, Na+, dan K+maupun inhibitor seperti ethylenediaminetetraacetic acid(EDTA, dan phenylmethyl-sulfonylfluoride(PMSF. Enzim MTGase tanpa penambahan sodium kaseinat menunjukkan kemampuan membentuk gel yang tidak berbeda dengan TGase komersial, menghasilkan kekuatan gel 16848 g mm dan nilai kekenyalan 0,97. Enzim ini juga terbukti dapat meningkatkan kekuatan gel, kekenyalan, dan kepadatan produk restrukturisasi daging lumat ikan yang hanya ditambah garam NaCl saja atau yang ditambah garam NaCl dan sodium kaseinat.

  12. Penggunaan Mind Map dalam Pembuktian Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Putu Ida Harini

    2016-06-01

    Full Text Available Matematika merupakan salah satu bidang ilmu yang keberadaanya disusun dari suatu sistem yang penuh dengan perjanjian dan terbangun atas logika dari sekelompok unsur, relasi, dan operasi yang diramu secara aksiomatik serta kebenarannya harus terjamin. Dengan demikian maka pembuktian dalam matematika menjadi salah satu modal terpenting dalam pengembangan matematika. Beberapa orang menganggap pembuktian dalam matematika merupakan suatu keindahan tersendiri walaupun seringkali dalam merangkai fakta-fakta kebenaran melalui penalaran yang logis tidaklah mudah. Diperlukan banyak latihan dan pembelajaran untuk menguasai keterampilan ini. Berlatih memahami bukti adalah salah satu cara termudah dalam memulai memahami konsep matematika yang lebih abstrak.  Akan tetapi pada kenyataannya memahami bukti  yang sudah ada saja bukan merupakan hal yang mudah, apalagi jika diminta untuk membuktikan. Oleh karena itu dalam tulisan ini akan diulas salah satu alternatif penggunaan mind map dalam membantu memperkenalkan konsep terkait pembuktian dan membiasakan diri menggunakan metode-metode pembuktian yang sudah ada.

  13. Algae-Based Carbon Sequestration

    Science.gov (United States)

    Haoyang, Cai

    2018-03-01

    Our civilization is facing a series of environmental problems, including global warming and climate change, which are caused by the accumulation of green house gases in the atmosphere. This article will briefly analyze the current global warming problem and propose a method that we apply algae cultivation to absorb carbon and use shellfish to sequestrate it. Despite the importance of decreasing CO2 emissions or developing carbon-free energy sources, carbon sequestration should be a key issue, since the amount of carbon dioxide that already exists in the atmosphere is great enough to cause global warming. Algae cultivation would be a good choice because they have high metabolism rates and provides shellfish with abundant food that contains carbon. Shellfish’s shells, which are difficult to be decomposed, are reliable storage of carbon, compared to dead organisms like trees and algae. The amount of carbon that can be sequestrated by shellfish is considerable. However, the sequestrating rate of algae and shellfish is not high enough to affect the global climate. Research on algae and shellfish cultivation, including gene technology that aims to create “super plants” and “super shellfish”, is decisive to the solution. Perhaps the baton of history will shift to gene technology, from nuclear physics that has lost appropriate international environment after the end of the Cold War. Gene technology is vital to human survival.

  14. Korupsi dalam Film Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rhafidilla Vebrynda

    2015-01-01

    Full Text Available Abstract: Corruption has been rooted and institutionalized in our smallest environment. The campaign to fight corruption comes from various organizations through numerous varieties of means. This study looks at the Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK campaign through a film entitled “Kita Versus Korupsi”. This study uses narrative analysis by looking at the elements of narrative, narrative structure, the analysis model of aktan and the Greimas’ semiotic square. It is found that the film narrates corruption as trouble and resistor. The various forms of corruption are narrated using the combination of techniques scene, dialogue and flashback. Abstrak: Korupsi sudah mengakar dan melembaga hingga lingkungan terkecil kita. Kampanye untuk melawannya datang dari berbagai pihak melalui beragam sarana. Penelitian ini melihat kampanye Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK melalui film “Kita Versus Korupsi”. Menggunakan metode analisis naratif dengan melihat unsur naratif, struktur naratif, analisis model aktan dan oposisi segi empat Algirdas Greimas, penelitian ini menemukan bahwa korupsi dinarasikan sebagai gangguan dan penghambat. Film tersebut selalu menghadapkan pelaku korupsi dengan pihak yang tidak korupsi secara langsung. Latar belakang pengetahuan tokoh utama tentang korupsi berpengaruh dalam pengambilan keputusannya. Berbagai bentuk korupsi dinarasikan dengan teknik penggabungan scene, dialog dan flashback.

  15. Peran Green Building dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Lingkungan Binaan

    OpenAIRE

    Baharuddin

    2012-01-01

    Presentasi ini menjelaskan tentang peran green building dalam meningkatkan kualitas lingkungan. Lebih detail menjelaskan tentang peran green building dalam lima aspek: lokasi dan site, efisiensi air, energi, material, dan kualitas lingkungan dalam ruangan

  16. Algae Bloom in a Lake

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    David Sanabria

    2008-01-01

    Full Text Available The objective of this paper is to determine the likelihood of an algae bloom in a particular lake located in upstate New York. The growth of algae in this lake is caused by a high concentration of phosphorous that diffuses to the surface of the lake. Our calculations, based on Fick's Law, are used to create a mathematical model of the driving force of diffusion for phosphorous. Empirical observations are also used to predict whether the concentration of phosphorous will diffuse to the surface of this lake within a specified time and under specified conditions.

  17. Formation of algae growth constitutive relations for improved algae modeling.

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Gharagozloo, Patricia E.; Drewry, Jessica Louise.

    2013-01-01

    This SAND report summarizes research conducted as a part of a two year Laboratory Directed Research and Development (LDRD) project to improve our abilities to model algal cultivation. Algae-based biofuels have generated much excitement due to their potentially large oil yield from relatively small land use and without interfering with the food or water supply. Algae mitigate atmospheric CO2 through metabolism. Efficient production of algal biofuels could reduce dependence on foreign oil by providing a domestic renewable energy source. Important factors controlling algal productivity include temperature, nutrient concentrations, salinity, pH, and the light-to-biomass conversion rate. Computational models allow for inexpensive predictions of algae growth kinetics in these non-ideal conditions for various bioreactor sizes and geometries without the need for multiple expensive measurement setups. However, these models need to be calibrated for each algal strain. In this work, we conduct a parametric study of key marine algae strains and apply the findings to a computational model.

  18. Indigenous algae: Potential factories for biodiesel production

    CSIR Research Space (South Africa)

    Maharajh, Dheepak M

    2008-11-01

    Full Text Available advantages. Approximately 30% of South African environments favourable for isolating algae have been sampled. Samples were enriched, purified and assessed for lipid content, resulting in a database of indigenous algae. Positive isolates were grown under...

  19. Microscopic Gardens: A Close Look at Algae.

    Science.gov (United States)

    Foote, Mary Ann

    1983-01-01

    Describes classroom activities using algae, including demonstration of eutrophication, examination of mating strains, and activities with Euglena. Includes on algal morphology/physiology, types of algae, and field sources for collecting these organisms. (JN)

  20. EKSTRAK RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii SEBAGAI CROSS LINKING AGENT PADA PEMBENTUKAN EDIBLE FILM GELATIN KULIT IKAN NILA HITAM (Oreochromis mossambicus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doddy Sutono

    2016-02-01

    Full Text Available Black tilapia (Oreochromis mossambicus skin gelatin was potential material for edible film formation. However, it needs some modifications to improve the mechanical and barier properties. One of modification is by adding a cross linking agent. Seaweed extract Kappaphycus alvarezii containing phenol compounds was oxidized to be converted into quinone. It was expected to act as a cross linking agent. The purpose of this study was to determine the characteristics of edible film from black tilapia skin gelatin by adding with oxidized K. alvarezii extract. Edible film was made by addition of K. alvarezii extract (E at concentration of 0%(E0; 2%(E1; 4%(E2; 6%(E3; 8%(E4 (v/w for each gelatin concentratios (G were 3g(G1; 6g(G2; 9g(G3; 12g(G4 into 150 ml destilled water containing 10% glycerol (w/w of gelatin. Gelatin film solution was agitated at 50oC for 30 min and dehydrated in a cabinet dryer at 50oC. The addition of oxidized K. alvarezii extract increased tensile Strength (TS and elongation at break properties. The highest TS was 3.08 MPa, shown by G4E1. The lowest water vapor permeability (WVP was ontained by G4E1 (0.01 x 10-10 g. H2O/m.s.Pa. Microstructure observation and FTIR spectra (SEM also showed an increased cross linking bonds in the G4E1 rather than in G4E0. The G4E1 seemd to be more compact than G4E0. The highest TS values and the lowest WVP on G4E1 were possibly caused by optimization concentration of the addition of oxidized K. alvarezii extract that could be optimum interaction with amino acid residues of polypeptide bond to form an optimal cross linking reaction. Keywords: Edible film, cross linking agent, oxidized  K. alvarezii extract, quinone, gelatin, O. mossambicus   ABSTRAK Gelatin kulit ikan nila hitam (Oreochromis mossambicus berpotensi sebagai pembentuk edible film namun perlu modifikasi untuk meningkatkan sifat mekanik dan bariernya terhadap uap air. Salah satu modifikasi adalah dengan penambahan cross linking agent

  1. Algae. LC Science Tracer Bullet.

    Science.gov (United States)

    Niskern, Diana, Comp.

    The plants and plantlike organisms informally grouped together as algae show great diversity of form and size and occur in a wide variety of habitats. These extremely important photosynthesizers are also economically significant. For example, some species contaminate water supplies; others provide food for aquatic animals and for man; still others…

  2. Scenario studies for algae production

    NARCIS (Netherlands)

    Slegers, P.M.

    2014-01-01

    Microalgae are a promising biomass for the biobased economy to produce food, feed, fuel, chemicals and materials. So far, large-scale production of algae is limited and as a result estimates on the performance of such large systems are scarce. There is a need to estimate large-scale biomass

  3. EFIKASI RUTE VAKSIN Aeromonas hydrophila ASB-01 PADA IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Olga Olga

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rute pemberian vaksin A.hydrophila ASB-01 yang efektif untuk mengendalikan MAS pada ikan gabus.  Efektivitas rute vaksinasi dievaluasi melalui titer antibodi, sintasan, RPS (relative percent survival dan RWK (Rerata waktu kematian.  Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan (vaksinasi secara rendaman (R, oral (O, injeksi intramuscular (IM, injeksi intraperitoneal (IP dan Kontrol (PBS pH 7,0 dengan  3 ulangan. Dosis vaksinasi sebanyak 107 sel/ml. Vaksinasi booster dilakukan setelah 14 hari kemudian, dosisnya sama dengan vaksinasi awal.  Selanjutnya, 14 hari berikutnya ikan ditantang dengan A.hydrophila ASB-01. Untuk memperoleh data titer antibodi dilakukan pengambilan darah pada saat sebelum divaksinasi, sesaat sebelum vaksinasi booster dan 14 hari setelah vaksinasi booster. Ikan tantang diamati selama 14 hari untuk memperoleh data sintasan, RPS dan RWK. Hasil menunjukkan bahwa semua rute pemberian vaksin dapat meningkatkan titer antibodi, akan tetapi titer antibodi tertinggi diperoleh dari ikan yang divaksinasi secara injeksi.  Sintasan gabus yang divaksinasi secara IM (84,47%, IP (82,20%, R (42,27%, O (42,20% dan kontrol (13,13 %. RPS gabus yang divaksinasi melalui rute IM (82,08%, IP (79,46%, R (33,38%, O (33,31%, sedangkan RWK gabus melalui rute IP (3,63 hari, IM (79,46 3,57 hari, R (2,46 hari, O (1,85 hari dan kontrol (1,03 hari. Rute vaksinasi yang efektif adalah melalui injeksi. This study aims to determine the vaccine A.hydrophila ASB-01 is effective for the control of MAS on snakehead fish. Effectiveness of vaccination was evaluated through the antibody titer, survival, RPS (relative percent survival and RWK (mean time of death. The study consisted of 5 treatments (immersion vaccination (R, oral (O, intramuscular injection (IM, intraperitoneal injection (IP and control (PBS pH 7.0 with 3 replications. Vaccination doses were 107 cells / ml. Booster vaccination after 14 days later. Dose is

  4. Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iyus Rusliana

    2017-03-01

    ABSTRAK   Tulisan ini merupakan kajian terhadap potensi wayang dalam lingkup budaya Sunda subkultur Priangan, khususnya seni tari. Awalnya kata wayang diartikan untuk menyebut boneka dari kayu yang dimainkan dalang dalam pertunjukan seni pedalangan atau untuk menunjukkan ceritanya dalam pertunjukan seni padalangan, dan juga bisa secara langsung untuk menyebut seni padalangan Wayang Golek. Selanjutnya potensi wayang ini berpengaruh kuat ke dalam beberapa aspek kehidupan yang berbau kepercayaan dan juga kesenian, termasuk ke tari Sunda gaya Priangan. Karena wayang mengandung makna religius yang tersirat dalam isi ceritanya, maka wayang dalam tari Sunda gaya Priangan tidaklah lepas dari misi atau pesan moral ke arah tuntunan hidup. Lahirnya Wayang Wong Priangan, terungkap sebagai bentuk dramatari berdialog dengan membawakan cerita wayang secara utuh atau sebagian, dan senantiasa adanya pertentangan antara tokoh wayang yang jahat dengan yang menumpas kejahatan.   Kata kunci: subkultur Priangan, Tari Wayang, gaya Priangan

  5. KONSEP KELUARGA SAKINAH DALAM TRADISI BEGALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarif Hidayat

    2016-05-01

    transformasi nilai-nilai simbolik yang terkandung dalam perlengkapan begalan. Jika dilihat dari sisi sosiologis makna yang terkandung dalam begalan telah memenuhi sembilan fungsi keluarga yaitu, fungsi Biologis, Ekonomi, Kasih Sayang, Pendidikan, Perlindungan, Memasyarakatkan, Rekreasi, Status Keluarga dan Fungsi Beragama. Jika apa yang ada dalam begalan bisa diterima dan dijalankan oleh kedua calon pengantin tidak menutup kemungkinan bahwa fungsi keluarga akan berjalan baik dan niscaya kehidupan keluarga yang bahagia dan sejahtera akan terbentuk.

  6. KONTRIBUSI UNGKAPAN TRADISIONAL DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN BERAGAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Tri Haryanto

    2013-12-01

    Masyarakat Ganjuran Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro Bantul DIY mampu memelihara kerukunan umat beragama, meskipun berbeda agama. Hal ini disebabkan adanya elemen-elemen yang menjadi perekat sosial berupa kearifan-kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat Ganjuran. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif ini mengungkapkan kearifan lokal pada masyarakat Ganjuran dalam memelihara kerukunan dalam bentuk ungkapan-ungkapan tradisional dan tradisi kenduri. Masyarakat Ganjuran memiliki pandangan sosial guyub rukun yang diungkapkan melalui berbagai ungkapan tradisional seperti rukun agawe santosa crah agawe bubrah.

  7. Macro algae as substrate for biogas production

    DEFF Research Database (Denmark)

    Møller, Henrik; Sarker, Shiplu; Gautam, Dhan Prasad

    Algae as a substrate for biogas is superior to other crops since it has a much higher yield of biomass per unit area and since algae grows in the seawater there will be no competition with food production on agricultural lands. So far, the progress in treating different groups of algae as a source...... of energy is promising. In this study 5 different algae types were tested for biogas potential and two algae were subsequent used for co-digestion with manure. Green seaweed, Ulva lactuca and brown seaweed Laminaria digitata was co-digested with cattle manure at mesophilic and thermophilic condition...

  8. STRATEGI PENGELOLAAN ZAKAT DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irsyad Andriyanto

    2011-06-01

    Dalam Islam upara pengatasan kemiskinan adalah dengan zakat. Oleh karena itu, zakat seharusnya dikelola secara produktif dan profesional sehingga zakat dapat mengambil bagian dalam merealisasikan ide-ide Islam untuk mensejahterakan masyarakat Saah satu lembaga yang terbukti telah mampu mengelola zakat secara terpercaya, transparan, dan profesional adalah Rumah Zakat Indonesia (RZI. Kajian ini menggunakan pendekatan sosial-ekonomi, Analisis yang yang digunakan bertujuan untuk mempermudah data ke dalam bentuk yang lebih mudah untuk dibaca dan diinterpretasikan. Analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis deskriptif.

  9. Pernyaian Dalam Masyarakat Tionghoa: Refleksi Dalam Sastra Peranakan Tionghoa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Susanto

    2012-06-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan melihat dinamika pemikiran atau pandangan pengarang peranakan Tionghoa tentang pernyaian. Pernyaian telah menjadi kebiasaan atau budaya pada masa kolo­nial di Indonesia. Baik golongan Eropa maupun Tionghoa menerima praktik budaya ini. Para intelektual peranakan Tionghoa memiliki perbedaan pandangan dan pemikiran terhadap praktik ini. Mereka menulis banyak buku seperti karya sastra dalam menghadapi realitas ini. Menurut pandangan Dilthey, karya sastra adalah pemikiran yang diobjektifkan. Pandangan pragmatisme mengatakan bahwa karya sastra adalah hasil tindakan berpikir para pengarangnya. Pernyaian dalam masyarakat Tionghoa mengalami perubahan makna dari praktik yang “dilegalkan” menja­ di praktik yang “tidak bermoral” karena terjadi perubahan dalam memandang hubungan dalam keluarga dan nilai­nilai sosial yang baru. Abstract: This paper aims to see the dynamics of mind or worldview of Indonesian Chinese author on concubinage. The concubinage had become a habit or culture in the Indonesia colonial era. Both European and Indonesian Chinese people considered accepting this practices. Many Indonesian Chinese intellectual had different impression or opinion about this immoral practices. They wrote many books, e.g. literary works, about this corrupt attitude. Their ideas had given evidence about their intellectual history which based on mind. According to Dilthey, literary works can be considered as the objective mind. Based on pragmatic tradition, literary works result from the author’s action of thinking. Concubinage exercised by Indonesian Chinese had developed into a new worldview. It is influenced by the new paradigm which considers the family relationship and creating new social value. Key Words: literary works, objective mind, concubinage.

  10. Penerapan Microskills dalam Domain Multicultural

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Happy Karlina Marjo

    2013-03-01

    Full Text Available Konselor multikultural menggunakan microskills yang bertujuan untuk memodifikasi interaksi konselor dalam membuat perbedaan yang signifikan pada kehidupan konseli dengan: (1 mengidentifikasi faktor-faktor dari respon nonverbal untuk diri konselor sendiri dan konseli, (2 memahami dasar intervieu microskills dalam proses menerima (attending, mendengarkan (listening, dan mempengaruhi (influencing, serta dampak potensial pada konseli untuk berubah, (3 mencatat fokus microskills, dan perhatian secara selektif yang merupakan dasar untuk masalah keluarga dan konseling multikultural, (4 mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan konfrontasi microskill, dan (5 mengetahui keterampilan intervieu sebagai acuan frame multikultural. Sedangkan domain kompetensi konseling multikultural untuk pendidikan dan praktek, antara lain: (1 Counselor Awareness of Own Cultural Values and Biases, (2 Counselor Awareness of Client’ Worldview, dan (3 Culturally Appropriate Intervention Strategies.

  11. Divisi Marketing dalam Event Gerrymagination

    OpenAIRE

    Azkia, Safrina Dini

    2013-01-01

    GarudaFood Grup adalah Perusahaan makanan dan minuman subordinasi PT Tudung Group yang berdiri di Pati, Jawa Tengah. Pada awal 1987, Perusahaan ini mulai menjual produk kacang produksinya menggunakan merek Kacang Garing Garuda, yang dikenal sebagai Kacang Garuda. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, produk GarudaFood telah merambah pada beragam jenis produk lain seperti aneka biskuit, makanan ringan, wafer, permen, minuman berjeli, dan basic food. Perusahaan yang telah berdiri selama seperempat a...

  12. Perkembangan Korupsi Dalam Novel Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Shoim Anwar

    2012-12-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan korupsi yang terepresentasikan dalam novel Indonesia. Teori yang digunakan adalah teori sosiologi, kajian budaya, jaringan, dan pasca­kolonial. Sumber datanya adalah novel Korupsi (1954 karya Pramoedya Ananta Toer, Senja di Jakarta (1970 karya Mochtar Lubis, Ladang Perminus (1990 karya Ramadhan K.H., Orang-­Orang Proyek (2002 karya Ahmad Tohari, dan Memburu Koruptor (2009 karya Urip Sutomo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sesuai dengan latar waktu dalam novel, waktu penyelesaian, serta waktu diterbitkan, perkembangan korupsi dalam novel Indonesia dapat dirumuskan dengan periode tahun: 1945-1954, 1954-1957, 1966-1976/1982, 1991-1992/2001, 1998-2009. Korupsi dalam teks novel Indonesia berkembang semakin luas baik dari segi pelaku, penyebab, modus, maupun sifatnya. Abstract: This paper is aimed at describing the development of corruption in Indonesian novels. This paper uses theories of sociology, cultural studies, network, and postcolonial. The sources of data are Korupsi (1954 by Pramoedya Ananta Toer, Senja di Jakarta (1970 by Mochtar Lubis, Ladang Perminus (1990 by Ramadhan K.H., Orang­Orang Proyek (2002 by Ahmad Tohari, and Memburu Koruptor (2009 by Urip Sutomo. The result of the research shows that in accordance with the background of the time in the novels, completion time, and publication time, the development of corruption in Indonesian novels can be formulated by the way of periods of years: 1945-1954, 1954-1957, 1966-1976/1982, 1991-1992/2001, 1998-2009. Corruption in the texts of Indonesian novels has developed widely in terms of actors, causes, modes, and nature. Key Words: corruption, period, development, Indonesian novels

  13. Bioethanol Production from Indigenous Algae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Madhuka Roy

    2015-02-01

    Full Text Available Enhanced rate of fossil fuel extraction is likely to deplete limited natural resources over short period of time. So search for alternative fuel is only the way to overcome this problem of upcoming energy crisis. In this aspect biofuel is a sustainable option. Agricultural lands cannot be compromised for biofuel production due to the requirement of food for the increasing population. Certain species of algae can produce ethanol during anaerobic fermentation and thus serve as a direct source for bioethanol production. The high content of complex carbohydrates entrapped in the cell wall of the microalgae makes it essential to incorporate a pre-treatment stage to release and convert these complex carbohydrates into simple sugars prior to the fermentation process. There have been researches on production of bioethanol from a particular species of algae, but this work was an attempt to produce bioethanol from easily available indigenous algae. Acid hydrolysis was carried out as pre-treatment. Gas Chromatographic analysis showed that 5 days’ fermentation by baker’s yeast had yielded 93% pure bioethanol. The fuel characterization of the bioethanol with respect to gasoline showed comparable and quite satisfactory results for its use as an alternative fuel.DOI: http://dx.doi.org/10.3126/ije.v4i1.12182International Journal of Environment Volume-4, Issue-1, Dec-Feb 2014/15, page: 112-120  

  14. Bio diesel production from algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Khola, G.; Ghazala, B.

    2011-01-01

    Algae appear to be an emerging source of biomass for bio diesel that has the potential to completely displace fossil fuel. Two thirds of earth's surface is covered with water, thus alga e would truly be renewable option of great potential for global energy needs. This study discusses specific and comparative bio diesel quantitative potential of Cladophora sp., also highlighting its biomass (after oil extraction), pH and sediments (glycerine, water and pigments) quantitative properties. Comparison of Cladophora sp., with Oedogonium sp., and Spirogyra sp., (Hossain et al., 2008) shows that Cladophora sp., produce higher quantity of bio diesel than Spirogyra sp., whereas biomass and sediments were higher than the both algal specimens in comparison to the results obtained by earlier workers. No prominent difference in pH of bio diesel was found. In Pakistan this is a first step towards bio diesel production from algae. Results indicate that Cladophora sp., provide a reasonable quantity of bio diesel, its greater biomass after oil extraction and sediments make it a better option for bio diesel production than the comparing species. (author)

  15. Pengaruh pemberian pakan berupa campuran pelet ikan, ulat tepung (Tenebrio molitor, dan ganggang merah (Gracilaria foliifera terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan sidat (Anguilla bicolor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MUHAMMAD A. AZIZ HENDITAMA

    2015-05-01

    Full Text Available Henditama MAA, Harini M, Budiharjo A. 2015. The effect of giving mixtured feed of fish pellet, mealworm (Tenebrio molitor and red algae (Gracilaria foliifera to the growth and survival rate of eel (Anguilla bicolor. Bioteknologi 12: 22-28. High demand of eels (Anguilla bicolor in the world has not followed by the capability of domestic production. The purpose of this research are to determine the effect and the precise composition of the feed mixture in the form of fish pellets, mealworms (Tenebrio molitor, red algae (Gracilaria foliifera to the growth and survival rate of eels. This research used completely randomized design with four variations of mixtured feed in the form of fish pellet, mealworms, and red algae specifically P1 (100% ; 0% ; 0%, P2 (75% ; 20% ; 5%, P3 (50% ; 45% ; 5%, P4 (25% ; 70% ; 5%. This research also has been done in 90 days with feeding in twice a day. The data of growth, survival rate, and water quality was collected once a week. The data result has been analized by ANOVA. The data result showed that have a real different to continue to the next analysis of DMRT with test level 5% to locate the differences between treatments. The eels growth after feeding a mixture feed in the form of fish pellets, mealworms, and red alga, specifically: P1 (K 26.3167 gram; P2 20.3167 gram; P3 28.2500 gram; and P4 22.0000 gram. The eels survival rate, specifically P1 (K 26.67%; P2 33.33%; P3 30%; dan P4 26.67%. Furthemore, the exact composition that give the best effect of growth and survival rate to eels is 50% fish pellets, 45% mealworms and 5% red alga.

  16. ANALISIS LITOTES DALAM TUNJUK AJAR MELAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd Fauzi

    2014-11-01

    Full Text Available Litotes adalah salah satu kiasan dalam bahasa yang digunakan oleh orang-orang Melayu untuk mengekspresikan ide-ide mereka melalui pembicaraan atau karya sastra. Fenomena ini adalah kearifan lokal yang kaya dengan informasi tentang budaya Melayu. Berbagai jenis litotes dapat ditemukan dalam kitab Tunjuk Ajar Melayu yang ditulis oleh Tenas Effendy.

  17. PERKAWINAN SESAMA JENIS DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyoko Setyoko

    2016-05-01

    Pendalaman kembali terhadap berbagai teks-teks Qur’an dan Hadis, pendapat-pendapat ulama fikih klasik, serta tafsir-tafsir fikih modern dari Musdah Mulia akan dipaparkan sebagai bahan dalam membuat analisis atas masalah tersebut. Sedangkan maqa>s}id asy-syari>‘ah menjadi materi untuk menganalisis dalam rangka mendapatkan sebuah kesimpulan.

  18. Mixed Methods: Pengantar dalam Penelitian Olahraga

    OpenAIRE

    putra, miftah fariz

    2017-01-01

    Tujuan artikel ini adalah untuk mendiskusikan tentang mixed methods research (MMR) yang terbuka diaplikasikan dalam konteks olahraga. MMR dipahami sebagai pengabungan dua metode (kuantitatif dan kualitatif) dalam satu proses penelitian yang dilakukan secara berurutan atau bersamaan dengan tujuan untuk memahami lebih komprehensif serta mendalam tentang fenomena keolahragaan yang dikaji. Desain penelitian yang dikembangkan oleh Steckler et al., (1992), Tashakkori & Teddlie (2010), Creswell ...

  19. Dramaturgi Kepemimpinan Perempuan dalam Organisasi Profit

    OpenAIRE

    Negari, Leidena Sekar; Sunarto, Sunarto; Lukmantoro, Triyono

    2013-01-01

    DRAMATURGI KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAMORGANISASI PROFITAbstrakPemimpin dalam organisasi biasanya didominasi oleh kaum pria, karena konsepdan tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia yang mengaut pahampaternalistik. Seiring perkembangan zaman perempuan kini mampu mendudukijajaran top tier manajemen di sejumlah organisasi profit. Gaya komunikasiperempuan yang dianggap mampu dicintai karyawan dan lingkungan kerjanyadalam membangun sebuah hubungan menjadi sebuah nilai plus.Di dalam peneli...

  20. DISFEMIA DALAM RUBRIK OLIMPIK DI HARIAN BOLA

    OpenAIRE

    Sejati, Nugroho

    2015-01-01

    Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan disfemia dalam berita olahraga, khususnya pada media massa cetak. Penelitian ini juga untuk mengetahui frekuensi penggunaan disfemia berdasarkan bentuk kebahasaannya maupun fungsinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisis isi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai bulan November 2014. Fokus penelitian ini adalah penggunaan disfemia pada rubrik Olimpik di Harian BOL...

  1. MISKONSEPSI DALAM MATERI IPA SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dek Ngurah Laba Laksana

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi yang terjadi pada calon guru dalam materi IPA di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memaparkan lebih dalam mengenai jenis miskonsepsi yang terjadi. Subjek dalam penelitian ini adalah calon guru SD. Jumlah subjek yang dijadikan responden adalah 64 orang, yang terdiri dari 44 orang calon guru perempuan dan 20 orang laki-laki. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1 terjadi miskonsepsi dalam berbagai konsep IPA di sekolah dasar, (2 konsep-konsep yang dominan mengalami miskonsepsi dengan persentase lebih dari 60% adalah (a konsep zat-zat yang diperlukan dalam proses fotosintesis tumbuhan hijau, b konsep fotosintesis membutuhkan cahaya, 3 konsep massa jenis zat, dan 4 konsep gerak jatuh bebas.

  2. Red algae and their use in papermaking.

    Science.gov (United States)

    Seo, Yung-Bum; Lee, Youn-Woo; Lee, Chun-Han; You, Hack-Chul

    2010-04-01

    Gelidialian red algae, that contain rhizoidal filaments, except the family Gelidiellaceae were processed to make bleached pulps, which can be used as raw materials for papermaking. Red algae consist of rhizoidal filaments, cortical cells usually reddish in color, and medullary cells filled with mucilaginous carbohydrates. Red algae pulp consists of mostly rhizoidal filaments. Red algae pulp of high brightness can be produced by extracting mucilaginous carbohydrates after heating the algae in an aqueous medium and subsequently treating the extracted with bleaching chemicals. In this study, we prepared paper samples from bleached pulps obtained from two red algae species (Gelidium amansii and Gelidium corneum) and compared their properties to those of bleached wood chemical pulps. Copyright 2009 Elsevier Ltd. All rights reserved.

  3. Cellulose powder from Cladophora sp. algae.

    Science.gov (United States)

    Ek, R; Gustafsson, C; Nutt, A; Iversen, T; Nyström, C

    1998-01-01

    The surface are and crystallinity was measured on a cellulose powder made from Cladophora sp. algae. The algae cellulose powder was found to have a very high surface area (63.4 m2/g, N2 gas adsorption) and build up of cellulose with a high crystallinity (approximately 100%, solid state NMR). The high surface area was confirmed by calculations from atomic force microscope imaging of microfibrils from Cladophora sp. algae.

  4. AKUMULASI MERKURI PADA IKAN BAUNG (Mytus nemurus DI SUNGAI KAHAYAN KALIMANTAN TENGAH (The Accumulation of Mercure on Baung Fish (Mytus nemurus in The Kahayan Rice of Central Kalimantan, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adventus Panda

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Sungai Kahayan di Kalimantan Tengah mengalami tekanan lingkungan karena adanya limbah merkuri yang berasal dari aktivitas penambangan emas tradisional. Di tempat tersebut terdapat 10a4 tempat penambangan emas sepanjang sungai dari hulu sampai hilir. Merkuri dalam sedimen sungai secara berturut-turut mengalami metilasi (methylation oleh reduksi sulfat bakteri. Riset ini merupakan studi akumulasi merkuri (FIg dalam Mytus nemurus, sedimen dan air, dari hulu ke hilir di sungai Kahayan. Total jarak dari hulu sekitar 296 km. Data dikumpulkan dari 3 lokasi sepanjang sungai. Dalam tiap lokasi tapak sampling berada di dataran baniir (floodplain. Penelitian dilaksanakan selama musim hujan. lkan ditangkap menggunakan rengge (gillnet. Penentuan metil merkuri digunakan metode modified CV-AAS (cold vapor atomic absorption spectrophotometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara sample yang diukur, akumulasi tertinggi masing-masing berada dalam sedimen sungai (0,336 mg. dikutip dengan daging M. numerus (0,303 mg.g-1 + 0.342. dan air (0.058 mg-1. Merkuri memiliki tendensi meninggi menuju hilir. Hal ini disebabkan oleh tekstur sedimen yang didominasi oleh silt. Kondisi ini berpotensi untuk metilasi. Turbiditas, arus, dan pH menyumbangkan kenaikan tingkat merkuri di hilir. Asupan merkuri mingguan yang dapat ditoleransi menurut WHO adalah 171,42 mg adalah sama dengan 24,4 mg sehari jika seseorang mengkonsumsi 100 g daging M. numerus sehari. dimungkinkan bahwa akan ada 30,3 mg.g-1 yang masuk ke tubuh. Hal ini berarti bahwa merkuri disepanjang sungai Kahayan mengancam penduduk yang mengkonsumsi ikan dari sungai tersebut.   ABSTRACT The Kahayan River of Central Kalimantan had environmental stress due to mercury waste. This waste came from the traditional gold mining activities. There were 1014 gold mining sites along the river from upstream to downstream. Mercury in river sediment was subsequently methylated by sulfated reduction bacteria. This

  5. Pendugaan tingkat pemanfaatan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis di Perairan Prigi, Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Setiyawan

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract. Skipjack fishing activity in Prigi waters mostly used purse seine and troll line. The aims of the research was to determinate the utilization rate of skipjack. Catch per Unit Effort (CPUE, Maximun Sustainable Yield (MSY, and IMP were calculated from primary data of ship log book and secondary data were the statistic report of PPN Prigi from year 2000 - 2011. The research was conducted frm Februari to Nopember 2013.  The result showed that fishing season occurred on June to July and from September to November, where the peak season at September with Effort value (EMSY  was 245 trip/year and number of catch sustainable (hMSY was 1.219 ton/year. The highest Estimation of Utilization rate (196.98% was occurred on 2002, while the lowest (73.54% was recorded on 2011. In addition the average value was 106% indicate the overfishing, therefore it is crucial to plan the sustainable fisheries management in relation to protect the skipjack fishery in Prigi waters. Keywords: Utilization Rate; Skipjack; Prigi Waters   Abstrak. Kegiatan penangkapan ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis di Perairan Prigi, sebagian besar menggunakan alat tangkap pukat cincin dan pancing tonda.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemanfaatan ikan cakalang. Nilai Catch per Unit Effort (CPUE, Maximum Sustainable Fisheries (MSY, dan Indeks Musim Penangkapan didapatkan dari data primer berupa log book kapal dan data sekunder berupa data statistik Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi dari tahun 2000 - 2011. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Nopember tahun 2012. Hasilnya menunjukkan bahwa Pola Musim Penangkapan terjadi pada bulan Juni – Juli dan September – Nopember, musim puncak penangkapan terjadi pada bulan September dengan nilai effort lestari (EMSY sebesar 245 trip/tahun dan total hasil tangkapan lestari (hMSY sebesar 1.219 ton/tahun. Hasil pendugaan terhadap tingkat pemanfaatan menunjukkan hasil tertinggi dengan nilai sebesar 196

  6. Biosynthesis of 3-Dimethylsulfoniopropionate in Marine Algae

    National Research Council Canada - National Science Library

    Rhodes, David

    2000-01-01

    ...) in marine algae, including identification of intermediates and enzymes of the pathway in the macroalgae Enteromorpha Intestinalis, and three diverse marine phytoplankton species; Tetraselmis sp...

  7. Algae-production in the desert

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Hildebrand, H.

    1988-11-01

    The company Koor Food Ltd. (Israel) developed in co-operation with the Weizmann-Institute (Israel) a production-plant for the industrial cultivation of algae in the desert area of Elat. For almost a year now, they succeed in harvesting large amounts of algae material with the help of the intensive sun and the Red Sea water. The alga Dunaliella with the natural US -carotine, as well as the alga Spirulina with the high content of protein find their market in the food-, cosmetic- and pharma-industry. This article will give a survey of a yet here unusual project.

  8. EMBRIOGENESIS DAN PERKEMBANGAN LARVA PATIN HASIL HIBRIDISASI ANTARA BETINA IKAN PATIN SIAM ( Pangasianodon hypophthalmus Sauvage, 1878 DENGAN JANTAN IKAN PATIN JAMBAL ( Pangasius djambal Bleeker, 1846 DAN JANTAN PATIN NASUTUS ( Pangasius nasutus Bleeker, 1863

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Iswanto

    2011-08-01

    Full Text Available Pengembangan budidaya ikan patin jambal maupun ikan patin nasutus untuk memenuhi permintaan pasar ekspor patin daging putih sulit direalisasikan karena keterbatasan fekunditas dan pematangan gonad induk betinanya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas patin daging putih adalah melalui hibridisasi, yakni hibridisasi antara betina patin siam dengan jantan patin jambal maupun jantan patin nasutus. Hal ini dikarenakan patin siam memiliki keunggulan fekunditas yang tinggi, sedangkan patin jambal maupun patin nasutus memiliki keunggulan daging yang putih. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik patin hibrida tersebut, termasuk pada tahap-tahap awal kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik embriogenesis dan perkembangan ontogeni morfologis larva patin hibrida tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa embriogenesis patin hibrida siam-jambal dan hibrida siam-nasutus serupa, tetapi perkembangan patin hibrida siam-nasutus sedikit lebih cepat. Pada suhu 28oC-29oC, larva patin hibrida siam-nasutus mulai menetas 20 jam setelah fertilisasi, berukuran panjang total 3,34±0,14 mm, dengan kantung kuning telur berukuran 0,71±0,28 mm3 yang terserap 50% pada umur 24 jam dan relatif habis terserap pada umur 54 jam. Larva patin hibrida siam-jambal mulai menetas 21 jam setelah fertilisasi, berukuran panjang total 3,47±0,13 mm, dengan kantung kuning telur berukuran 0,42±0,08 mm3 yang terserap 50% pada umur 30 jam dan habis terserap pada umur 60 jam. Perkembangan larva kedua patin hibrida tersebut hingga menyerupai morfologi ikan patin dewasa juga relatif serupa, tetapi patin hibrida siam-nasutus menunjukkan keragaan pertumbuhan yang lebih bagus, menghasilkan heterosis berdasarkan pertambahan panjang total selama 10 hari masa pemeliharaan sebesar 20,20%, sedangkan pada patin hibrida siam-jambal sebesar -4,15%.

  9. PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oviliani Yuliana

    2000-01-01

    Full Text Available The uses of internet in business are for information exchange, product catalog, promotion media, electronic mail, bulletin boards, electronic questioner, and mailing list. Internet can also be used for dialog, discussion, and consultation with customer online, therefore consumer can be proactively and interactively involved in designing, developing, marketing, and selling products. There are 2 methods for marketing products via internet, which are push and pull marketing. The advantages of internet in business strategy are global and interactive communication, information supply; consumer based service; increased cooperation; possibility to open new marketplace, product or services; and integrated the activity on-line. There are 2 applications in electronic commerce, which are business-to-business and business-to-consumer commerce. Electronic commerce payment transaction is arranged by Electronic Funds Transfer system, whereas the data security is governed by Secure Socket Layer, which then be developed to Secure Electronic Transaction. Abstract in Bahasa Indonesia : Internet dalam bisnis digunakan untuk pertukaran informasi, katalog produk, media promosi, surat elektronik, bulletin boards, kuesioner elektronik, dan mailing list. Internet juga bisa digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan konsultasi dengan konsumen secara on-line, sehingga konsumen dapat dilibatkan secara proaktif dan interaktif dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk. Pemasaran lewat internet ada 2 metode, yaitu push dan pull marketing. Keunggulan strategi bisnis yang dapat diperoleh dari internet adalah komunikasi global dan interaktif; menyediakan informasi dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan konsumen; meningkatkan kerja sama; memungkinkan untuk membuka pasar, produk, atau pelayanan baru; serta mengintegrasikan aktivitas secara on-line. Aplikasi Electronic Commerce ada 2, yaitu: Business-to-Consumer dan Business-to-Business Commerce. Pembayaran

  10. KENDALA PADA PENDEDERAN BENIH IKAN BERONANG LADA (Siganus canaliculatus PADA KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN PULAU SIRAI, TANJUNGPINANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Philip Teguh Imanto

    2010-06-01

    Full Text Available Beronang lada (Siganus canaliculatus adalah kelompok ikan yang banyak ditemukan di perairan pantai dan rataan terumbu karang, memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi terutama pada saat hari raya Imlek, di mana ikan yang matang gonad sangat digemari dan mencapai harga tertinggi hingga Rp 110 ribu/kg. Hal ini menarik minat pembudidaya untuk memelihara dan membesarkan dengan tujuan mencapai ukuran matang gonad pada saat tersebut. Ketersediaan benih yang melimpah dan mudah diperoleh menyebabkan pengusaha memelihara dengan kepadatan tinggi hingga 5 ribu ekor per kurungan berukuran 3 m x 3 m x 2 m (18 m3, dengan sediaan pakan potongan padang lamun dan pelet kakap komersial seri KPA 3-4. Kendala kematian benih yang cukup tinggi muncul pada saat pemeliharaan, yang dicirikan dengan gerakan abnormal, mulut kemerahan, dan ekor yang terkikis. Pengamatan lapang dilakukan pada fasilitas pemeliharaan dan wawancara untuk mendapat gambaran umum kondisi budidaya, serta pengambilan sampel benih sehat dan yang bermasalah untuk observasi visual (organoleptik maupun secara mikroskopik. Hasil pengamatan dengan miksroskop diketahui mulut yang memerah disebabkan kerusakan pada gigi dan bibir, serta ekor yang terkikis lebih disebabkan gigitan benih ikan yang sehat. Perbaikan manajemen budidaya disarankan dilakukan dengan mengurangi tingkat kepadatan, penggunaan pelet basah (moist pellet serta meningkatkan frekuensi pemberian pakan diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan.

  11. Etika Bisnis dalam Persektif Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rodliyah Khuza'i

    2005-03-01

    Full Text Available Perdagangan merupakan aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, perdagangan atau perniagaan mengalami kemajuan yang pesat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Perniagaan yang dilakukan manusiapun bermacam-macam, mulai dari industri kecil sampai industri besar, industri pariwisata, perusahaan jasa, real estate, usaha pertanian, dan lain-lain. Manusia ditengarai begitu cinta kepada harta, sehingga sering terjadi perselisihan, persengketaan, bahkan menimbulkan permusuhan yang sengit yang saling membahayakan. Al-Qur`an sebagai pedoman utama umat Islam telah memberikan rambu-rambu  bagaimana manusia dapat memperoleh harta, karena sesungguhnya aktivitas manusia dalam memperoleh harta tidak hanya berhubungan dengan sesama manusia, tetapi hakikatnya juga berhungan dengan Allah.

  12. PERAN LEMBAGA PERADILAN DALAM PEMBATASAN UPAYA HUKUM DALAM PERKARA PERDATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sugeng Ariadi

    2016-05-01

    Full Text Available In order to application of judicial principle is simple, fast and low cost is to reduce accumulation of cases in the Supreme Court especially at the level of Cassation. Along with the increasing number of incoming cases, and was sentenced in the District Court and Court of Appeal, the amount of the proposed decision legal remedy of Cassation to the Supreme Court also increased and began to be a serious problem. For that we need to do some research on role of Judiciary in Legal action restrictions in order to reduce the accumulation of civil cases. Penerapan asas peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan bertujuan untuk mengurangi penumpukkan perkara di Mahkamah Agung, terutama pada tingkat Kasasi. Seiring dengan makin meningkatnya jumlah perkara yang masuk, dan diputus di PN dan PT, jumlah putusan yang diajukan upaya hukum Kasasi ke MA juga semakin meningkat dan mulai menjadi masalah serius. Untuk itu perlu dilakukan suatu penelitian tentang Peran Lembaga Peradilan dalam Pembatasan Upaya Hukum dalam rangka mengurangi penumpukkan perkara perdata.

  13. Cultivation of macroscopic marine algae

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Ryther, J.H.

    1982-11-01

    The red alga Gracilaria tikvahiae may be grown outdoors year-round in central Florida with yields averaging 35.5 g dry wt/m/sup 2/.day, greater than the most productive terrestrial plants. This occurs only when the plants are in a suspended culture, with vigorous aeration and an exchange of 25 or more culture volumes of enriched seawater per day, which is not cost-effective. A culture system was designed in which Gracilaria, stocked at a density of 2 kg wet wt/m/sup 2/, grows to double its biomass in one to two weeks; it is then harvested to its starting density, and anaerobically digested to methane. The biomass is soaked for 6 hours in the digester residue, storing enough nutrients for two weeks' growth in unenriched seawater. The methane is combusted for energy and the waste gas is fed to the culture to provide mixing and CO/sub 2/, eliminating the need for aeration and seawater exchange. The green alga Ulva lactuca, unlike Gracilaria, uses bicarbonate as a photosynthesis carbon source, and can grow at high pH, with little or no free CO/sub 2/. It can therefore produce higher yields than Gracilaria in low water exchange conditions. It is also more efficiently converted to methane than is Gracilaria, but cannot tolerate Florida's summer temperatures so cannot be grown year-round. Attempts are being made to locate or produce a high-temperature tolerant strain.

  14. Modeling and optimization of algae growth

    NARCIS (Netherlands)

    Thornton, Anthony Richard; Weinhart, Thomas; Bokhove, Onno; Zhang, Bowen; van der Sar, Dick M.; Kumar, Kundan; Pisarenco, Maxim; Rudnaya, Maria; Savcenco, Valeriu; Rademacher, Jens; Zijlstra, Julia; Szabelska, Alicja; Zyprych, Joanna; van der Schans, Martin; Timperio, Vincent; Veerman, Frits

    2010-01-01

    The wastewater from greenhouses has a high amount of mineral contamination and an environmentally-friendly method of removal is to use algae to clean this runoff water. The algae consume the minerals as part of their growth process. In addition to cleaning the water, the created algal bio-mass has a

  15. Algae commensal community in Genlisea traps

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Konrad Wołowski

    2011-01-01

    Full Text Available The community of algae occurring in Genlisea traps and on the external traps surface in laboratory conditions were studied. A total of 29 taxa were found inside the traps, with abundant diatoms, green algae (Chlamydophyceae and four morphotypes of chrysophytes stomatocysts. One morphotype is described as new for science. There are two ways of algae getting into Genlisea traps. The majority of those recorded inside the traps, are mobile; swimming freely by flagella or moving exuding mucilage like diatoms being ablate to colonize the traps themselves. Another possibility is transport of algae by invertebrates such as mites and crustaceans. In any case algae in the Genlisea traps come from the surrounding environment. Two dominant groups of algae (Chladymonas div. and diatoms in the trap environment, show ability to hydrolyze phosphomonoseters. We suggest that algae in carnivorous plant traps can compete with plant (host for organic phosphate (phosphomonoseters. From the spectrum and ecological requirements of algal species found in the traps, environment inside the traps seems to be acidic. However, further studies are needed to test the relations between algae and carnivorous plants both in laboratory conditions and in the natural environment. All the reported taxa are described briefly and documented with 74 LM and SEM micrographs.

  16. Problematika Putusan Hakim dalam Perkara Pembatalan Perjanjian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nindyo Pramono

    2012-02-01

    Full Text Available The rapid development of international business law requires judges to re-scrutinise principles of contract law in the Civil Code. Therefore, principles of good faith, protection of third-party, retroaction, and restoration to pre-contract position will be analysed to provide objectively constructive feedback for judges when hearing over request for contract annulment.  Pesatnya perkembangan hukum bisnis internasional mengharuskan hakim untuk mempelajari kembali asas-asas hukum perjanjian dalam KUHPerdata. Prinsipprinsip itikad baik, perlindungan bagi pihak ketiga, retroaktif, dan kembali ke keadaan semula akan dianalisis dalam tulisan ini sehingga memberikan konstruksi obyektif kepada hakim dalam memutus permohonan pembatalan perjanjian agar jangan sampai menimbulkan perkara baru.

  17. Membangun Customer Relationship Management dalam Bisnis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparto Darudiato

    2011-12-01

    Full Text Available Customer relationship management dapat dijadikan alat oleh perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya agar mendapat perhatian dari customer dan pasar. Paper ini disusun berdasarkan penelitian yang menggambarkan hubungan bisnis dan pengaruh pelanggan terhadap perusahaan, serta bagaimana sebuah customer relationship management dapat membantu perusahaan dalam meraih pangsa pasar. Data dan informasi dalam studi ini didapatkan dari studi pustaka yang mengacu pada buku referensi dan jurnal yang berhubungan dengan topik yang ada. Paper ini memberi pengetahuan tentang pencapaian tujuan perusahaan yang didukung penerapan customer relationship management.

  18. Potential biomedical applications of marine algae.

    Science.gov (United States)

    Wang, Hui-Min David; Li, Xiao-Chun; Lee, Duu-Jong; Chang, Jo-Shu

    2017-11-01

    Functional components extracted from algal biomass are widely used as dietary and health supplements with a variety of applications in food science and technology. In contrast, the applications of algae in dermal-related products have received much less attention, despite that algae also possess high potential for the uses in anti-infection, anti-aging, skin-whitening, and skin tumor treatments. This review, therefore, focuses on integrating studies on algae pertinent to human skin care, health and therapy. The active compounds in algae related to human skin treatments are mentioned and the possible mechanisms involved are described. The main purpose of this review is to identify serviceable algae functions in skin treatments to facilitate practical applications in this high-potential area. Copyright © 2017 Elsevier Ltd. All rights reserved.

  19. Cars will be fed on algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Peltier, G.

    2012-01-01

    The development of the first and second generations of bio-fuels has led to a rise in food prices and the carbon balance sheet is less good than expected. Great hopes have been put on unicellular algae for they can synthesize oils, sugar and even hydrogen and the competition with food production is far less harsh than with actual bio-fuels. Moreover, when you grow micro-algae, the loss of water through evaporation is less important than in the case of intensive farm cultures. In 2009 10.000 tonnes of micro-algae were produced worldwide, they were mainly used for the production of fish food and of complements for humane food (fat acids and antioxidants). Different research programs concern unicellular algae: they aim at modifying micro-algae genetically in order to give them a higher productivity or to make them produce an oil more adapted for motor fuel or more easily recoverable. (A.C.)

  20. Composting of waste algae: a review.

    Science.gov (United States)

    Han, Wei; Clarke, William; Pratt, Steven

    2014-07-01

    Although composting has been successfully used at pilot scale to manage waste algae removed from eutrophied water environments and the compost product applied as a fertiliser, clear guidelines are not available for full scale algae composting. The review reports on the application of composting to stabilize waste algae, which to date has mainly been macro-algae, and identifies the peculiarities of algae as a composting feedstock, these being: relatively low carbon to nitrogen (C/N) ratio, which can result in nitrogen loss as NH3 and even N2O; high moisture content and low porosity, which together make aeration challenging; potentially high salinity, which can have adverse consequence for composting; and potentially have high metals and toxin content, which can affect application of the product as a fertiliser. To overcome the challenges that these peculiarities impose co-compost materials can be employed. Copyright © 2014 Elsevier Ltd. All rights reserved.

  1. Prospects of using algae in biofuel production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Y. I. Maltsev

    2017-08-01

    Full Text Available The development of industry, agriculture and the transport sector is associated with the use of various energy sources. Renewable energy sources, including biofuels, are highly promising in this respect. As shown by a number of scientific studies, a promising source for biofuel production that would meet modern requirements may be algal biomass. After activation of the third generation biodiesel production it was assumed that the algae would become the most advantageous source, because it is not only able to accumulate significant amounts of lipids, but could reduce the of agricultural land involved in biofuel production and improve air quality by sequestering CO2. However, a major problem is presented by the cost of algae biomass cultivation and its processing compared to the production of biodiesel from agricultural crops. In this regard, there are several directions of increasing the efficiency of biodiesel production from algae biomass. The first direction is to increase lipid content in algae cells by means of genetic engineering. The second direction is connected with the stimulation of increased accumulation of lipids by stressing algae. The third direction involves the search for new, promising strains of algae that will be characterized by faster biomass accumulation rate, higher content of TAG and the optimal proportions of accumulated saturated and unsaturated fatty acids compared to the already known strains. Recently, a new approach in the search for biotechnologically valuable strains of algae has been formed on the basis of predictions of capacity for sufficient accumulation of lipids by clarifying the evolutionary relationships within the major taxonomic groups of algae. The outcome of these studies is the rapid cost reduction of biofuel production based on algae biomass. All this emphasizes the priority of any research aimed at both improving the process of production of biofuels from algae, and the search for new sources for

  2. PENGARUH IKLIM DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfandi Irfandi

    2009-01-01

    Full Text Available Abstrak. Bangunan sebagai hasil perancangan arsitektur dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan dan mendukung aktifitas manusia yang berada di dalam bangunan. Kondisi ruangan yang baik dapat membuat manusia sebagai pemakai bangunan beraktifitas dengan baik sesuai dengan kehendaknya. Kondisi ini menuntut ruangan sebagai wadah aktifitas manusia untuk dapat memenuhi persyaratan kenyamanan yang meliputi kenyamanan terhadap suara (acoustics, pencahayaan (lighting, dan kenyamanan termal (thermal comfort. Oleh karena itu dalam perancangan arsitektur harus memperhatikan faktor iklim ini sehingga dapat tercipta lingkungan dan bangunan yang memberikan kenyamanan, kenikmatan, dan keselamatan terhadap pemakainya.   Kata kunci: Iklim, Pengaruh Iklim, dan Perancangan Arsitektur   Abstracts. Building as a product of architectural design is attempted to give comfort and to encourage human activities within building. Condition of well organized room will encourage people as building user to do their activities as good as they want. This condition will require the room as activities’ place for human being to fulfill the requirement of comfort which include acoustics, lighting, and thermal comfort. Therefor, in architectural design, should concern about climate factor, thus it will created building and enviroment which giving comfort, and savety for the users.   Keyword: climate, climate effect, architectural design

  3. Representasi Eksploitasi Perempuan dalam Iklan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Prasetyo Wicaksono

    2013-11-01

    Full Text Available Abstract: Exploitation representation is how meaning is produced, exchanged, represented and exploited for the benefit of users. Exploitation of women means utilizing all the things that are attached to women, both images and signs attached to them. Exploitation of women represented in the advertisement as part of the appeal of sales message. In the version of Berrygood advertisement “Bikin Good Mood” is the ad that represents subliminal exploitation of women. This article discusses how the basic structure of the narrative in the advertisement, represent the exploitation of women through feminist Marxist perspective. The method of analysis used is Greimassian semiotic analysis using two stages. Abstrak: Representasi eksploitasi adalah bagaimana makna diproduksi, dipertukarkan, diwakilkan dan dimanfaatkan demi kepentingan pengguna. Eksploitasi pada perempuan berarti pemanfaatkan segala hal yang melekat pada perempuan, baik citra maupun tanda yang melekat kepadanya. Eksploitasi perempuan direpresentasikan dalam iklan sebagai bagian dari daya tarik pesan penjualan. Iklan Berrygood versi ”Bikin Good Mood” adalah iklan yang merepresentasikan eksploitasi perempuan secara subliminal. Artikel ini mendiskusikan bagaimana struktur dasar narasi dalam iklan tersebut merepresentasikan eksploitasi perempuan melalui sudut pandang Feminis Marxis. Metode analisis yang digunakan adalah analisis semiotika Greimassian dengan menggunakan dua tahap.

  4. SEKULARISASI DALAM PANDANGAN HARVEY COX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fauzan Fauzan

    2017-02-01

    Full Text Available Sebagian besar kaum agamawan (ortodoks memandang sekularisasi sebagai ancaman terhadap eksistensi agama. Namun sebaliknya, Harvey Cox memandang sekularisasi sebagai teologi perubahan sosial yang bertujuan mendobrak kebuntuan agama yang terbelenggu oleh ide “pemeliharaan” dan “kemapanan”. Tulisan ini membahas pandangan Harvey Cox tentang sekularisasi, konsepnya tentang Kota Sekuler (Secular City, dan Tuhan pada masyarakat sekuler. Cox melihat sekularisasi merupakan sebuah keniscayaan sejarah. Sekularisasi merupakan gerakan yang membebaskan manusia dari dogma yang membelenggu kebebasan manusia. Melalui simbol Kota Sekuler, Cox menghadirkan paradigma teologi yang lebih sesuai dengan keadaan masyarakat modern saat ini. Cox melihat bahwa Tuhan sebagaimana yang diajarkan oleh Kristiani –juga agama lain– bukanlah Tuhan yang sebenarnya. Tuhan tak lebih dari sebuah penamaan yang kehadirannya terkadang kosong dan ambigu. Semenjak penamaan dilekatkan dalam lingkungan sosio kultural tertentu, maka kata “Tuhan” tidak suci lagi. Apabila Tuhan dimaknai secara “ketat” dalam ruang tradisi yang berbeda-beda, maka akan terjadi benturan yang terkadang membutuhkan pengorbanan jiwa.

  5. KREATIVITAS SISWA DALAM MENULIS PUISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Dwi Pratiwi

    2016-05-01

    Full Text Available This study describes the creative process of students in writing poetry text and creativity of students in poem text. This study used a qualitative approach with case type of study. Data were collected by interview and document study. The instrument used was a guide of data collection and data analysis. Checking the validity of the data was performed using perseverance of observation and triangulation. Result this study is the creative process of student in finding ideas was generally listening to music and student use three until six language irregularities in their poetry. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses kreatif siswa dan kreativitas dalam puisi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dengan teknik wawancara dan studi dokumen. Instrumen yang digunakan panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan proses kreatif siswa ketika tahap pencarian ide secara umum mendengarkan musik dan siswa menggunakan tiga sampai enam bentuk penyimpangan bahasa dalam puisinya.

  6. TINJAUAN HAK ASASI MANUSIA DALAM TINDAKAN EUTANASIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutarno

    2012-12-01

    Full Text Available Dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang berlaku saat ini, konsepsi mengenai hak asasi manusia telah dirinci secara detail. Pasal 28 A menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk hidup serta berhak untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya. Dari pasal ini menunjukkan bahwa hak hidup merupakan hak yang dilindungi oleh konstitusi. Sementara itu, dalam dunia medis, ada tindakan eutanasiayang juga bertujuan untuk mengakhiri penderitaan dari penyakit yang dialaminya, baik atas permintaan dari pasien atau intervensi aktif dari dokter. Eutanasiadalam konteks ini bisa dimaknai sebagai hak untuk mati yang berseberangan dengan hak untuk hidup sebagaimana ada dalam konsitusi. Hal ini memunculkan polemik apakah eutanasia diperbolehkan dalam hukum positif di Indonesia. Lalu apakah eutanasiamerupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia.

  7. SUFI HEALING: TERAPI DALAM LITERATUR TASAWUF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Amin Syukur

    2012-12-01

    Kajian ini mengungkap tentang sufi healing, yaitu terapi di dalam literatur tentang sifisme. Kajian ini memfokuskan pada perilaku yang berasosiasi dengan sufi healing atau pencegahan penyakit, baik secara fisik maupun mental, dan kemudian menentukan aspek-aspek yang mendukung sistem terapi rasional dan empirik. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah penemuan treatment alternatif atau preventif terhadap penyakit secara tepat yang sesuai dengan tuntutan masyarakat saat ini. Ditemukan bahwa sufi healing merupakan bentuk terapi alternatif yang dilakukan dengan menggunakan nilai-nilai sufisme se­bagai cara treatment atau pencegahan. Model ini telah dikenal dalam ma­syarakat sejak Islam dan sufisme berkembang. Rujukan ilmiah dari mengenai sistem kerja peng­obatan­nya dapat ditemukan dalam berbagai teori psikologi transpersonal, di mana kesadaran menjadi fokus kajian. Secara medis, pengobatan ini juga disebut psycho-neurons-endocrine-immunology, yang kesimpulannya adalah adanya hubungan antara fikiran dan tubuh dalam kesehatan manusia,

  8. SAINS ISLAM DALAM DISKURSUS FILSAFAT ILMU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Muslih

    2017-02-01

    Full Text Available Sains Islam sampai saat ini masih terkungkung dalam lingkaran pseudoscience, atau masih pada taraf model justifikasi Bucaillian. Sebagai bangunan keilmuan, sains Islam tentu memiliki basis filosofis. Tulisan ini berupaya mengkaji sains Islam dalam perspektif filsafat ilmu. Dalam perspektif ini, keilmiahan bangunan keilmuan ditentukan oleh ketepatan penggunaan teori dan metodologinya, tanpa mengabaikan sisi sosiologis-historis maupun sisi teologis-metafisis. Jika yang pertama merupakan basis logis dan objektifitas sains, lalu yang kedua merupakan aspek kemanusiaan dari sains, maka yang ketiga adalah basis keyakinan, keimanan, dan keberagamaan dari sains. Dengan ketiga elemen penting tersebut, Sains Islam sebagai sains berbasis agama Islam bisa menjadi ilmiah. Sekalipun demikian, definisi baru Sains Islam sebagai aktivitas ilmiah mesti terus dilanjutkan ke arah “action” dalam bentuk program riset. Dengan begitu, Sains Islam akan menghasilkan temuan-temuan baru, teori baru, metodologi baru, konteks baru, dan seterusnya. Tanpa upaya itu, image pseudosains dan justifikasi Bucaillian akan sulit hilang dari bangunan keilmuan Sains Islam.

  9. MEMAHAMI MEKANISME PASAR DALAM EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukamto Sukamto

    2012-06-01

    Full Text Available Pasar adalah sebuah mekanisme pertukaran produk baik berupa barang maupun jasa yang alamiah dan telah berlangsung sejak peradaban awal manusia. Islam menempatkan pasar pada kedudukan yang penting dalam perekonomian. Praktek ekonomi pada masa Rasulullah SAW dan Khulafaurrasydin menunjukkan adanya peranan yang besar dalam pembentukan masyarakat Islam pada masa itu. Rasulullah SAW sangat menghargai harga yang dibentuk oleh mekanisme pasar sebagai harga yang adil (price intervencion seandainya perubahan harga terjadi karena mekanisme pasar yang wajar yaitu hanya karena pergeseran permintaan dan penawaran. Namun, pasar di sini mengharuskan adanya moralitas dalam aktivitas ekonominya, antara lain; persaingan sehat dan adil (fair play, kejujuran (honesty, keterbukaan (transparancy, dan keadilan (justice. Jika nilai ini ditegakkan maka tidak ada alasan dalam ekonomi Islam untuk menolak harga yang terbentuk oleh mekanisme di pasar.

  10. Algae biodiesel - a feasibility report

    Science.gov (United States)

    2012-01-01

    Background Algae biofuels have been studied numerous times including the Aquatic Species program in 1978 in the U.S., smaller laboratory research projects and private programs. Results Using Molina Grima 2003 and Department of Energy figures, captial costs and operating costs of the closed systems and open systems were estimated. Cost per gallon of conservative estimates yielded $1,292.05 and $114.94 for closed and open ponds respectively. Contingency scenarios were generated in which cost per gallon of closed system biofuels would reach $17.54 under the generous conditions of 60% yield, 50% reduction in the capital costs and 50% hexane recovery. Price per gallon of open system produced fuel could reach $1.94 under generous assumptions of 30% yield and $0.2/kg CO2. Conclusions Current subsidies could allow biodiesel to be produced economically under the generous conditions specified by the model. PMID:22540986

  11. Algae biodiesel - a feasibility report

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gao Yihe

    2012-04-01

    Full Text Available Abstract Background Algae biofuels have been studied numerous times including the Aquatic Species program in 1978 in the U.S., smaller laboratory research projects and private programs. Results Using Molina Grima 2003 and Department of Energy figures, captial costs and operating costs of the closed systems and open systems were estimated. Cost per gallon of conservative estimates yielded $1,292.05 and $114.94 for closed and open ponds respectively. Contingency scenarios were generated in which cost per gallon of closed system biofuels would reach $17.54 under the generous conditions of 60% yield, 50% reduction in the capital costs and 50% hexane recovery. Price per gallon of open system produced fuel could reach $1.94 under generous assumptions of 30% yield and $0.2/kg CO2. Conclusions Current subsidies could allow biodiesel to be produced economically under the generous conditions specified by the model.

  12. Kajian Budaya Fotografi Potrait dalam Wacana Personalitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Iskandar

    2014-09-01

    ABSTRAK   Fotografi potrait merupakan representasi kemiripan figur manusia dalam bentuk dwimatra. Fotografi potrait memberikan indikasi personal baik pada pemilik potrait, sub- jek potrait maupun fotografer. Personalitas karya fotografi yang mewakili pribadi bahkan karakter seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan permasalahan kajian buda- ya pada fotografi potrait dalam wacana personalitas. Metode penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dari berbagai literatur baik buku, artikel jurnal dan laporan pene- litian fotografi khususnya potrait dalam kajian budaya. Hasil penelitian ini memberikan gambaran empat permasalahan kajian budaya pada fotografi potrait yaitu pertama, foto- grafi sebagai representasi. Potrait merupakan tempat negosiasi antara fotografer dengan representasi-diri subjek (model. Kedua, diaspora fotografer. Fotografer China Indonesia (peranakan sebagai broker budaya di masa poskolonial. Perbedaan budaya antara per- anakan dan totok dibedakan juga dalam kelompok sosial profesi dalam studio fotografi. Ketiga, identitas dalam potrait. Album foto keluarga sebagai sebuah cara untuk menstruk- turisasi diri, identitas dan budaya melalui ritual ingatan. Keempat, fotografi sebagai me- dia dominasi budaya. Fotografi adalah sintesis pemaknaan dua subjek yang-memotret dan yang-memandang.   Kata kunci: kajian budaya, fotografi potrait, personalitas, wacana

  13. KONVERGENSI DALAM PROGRAM NET CITIZEN JOURNALISM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rhafidilla Vebrynda

    2017-06-01

    Full Text Available Di dalam artikel ini, peneliti ingin melihat perkembangan teknologi di Indonesia sebagai sebuah peluang untuk menjalankan sebuah program berita berbasis video kiriman masyarakat. Perkembangan teknologi tersebut adalah teknologi penyiaran, teknologi sosial media dan teknologi dalam proses produksi sebuah video. Di Indonesia, jumlah televisi semakin banyak. Setiap stasiun televisi harus bersaing untuk dapat bertahan hidup. Net TV merupakan sebuah stasiun televisi baru di Indonesia yang harus memiliki berbagai program unggulan baru agar dapat bersaing dengan televisi lainnya yang sudah ada. Net TV menggunakan berbagai platform media untuk menjalankan program Net Citizen Journalism (Net CJ. Penggunaan berbagai platform media dikenal dengan istilah multiplatform dan secara teoritis dikenal dengan istilah konvergensi. Konvergensi yaitu saat meleburnya domain-domain dalam berbagai media komunikasi. Artikel ini menggunakan metode studi kasus untuk melihat bagaimana konvergensi terjadi dalam proses pengelolaan program Net CJ. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Wawancara mendalam dilakukan dari tiga sudut pandang yaitu dari pengelola program, pengguna/audience dan pengamat media. Penelitian ini menemukan bahwa dengan menggunakan berbagai platform media yang fungsinya berbeda, memiliki satu tujuan yang sama yaitu untuk menjalankan program Net CJ. Adapun berbagai platform dalam proses produksi program yaitu tayangan TV konvensional, streaming TV, website, aplikasi Net CJ, facebook, twitter, instagram dan path. Konvergensi media dijalankan dalam dua proses, yaitu proses produksi dan proses promosi program berita.

  14. MELAHIRKAN IMPERATIF MORALITAS DALAM KARYA VISUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Obed Bima Wicandra

    2005-01-01

    Full Text Available Visual aesthetics in visual arts are more and more questioned in the context of open global culture. Works that lead to violence%2C pornography%2C lies%2C and other things far from morality and ethics%2C are faced with public s identity to follow their desire to fulfill their consumtive needs. The blossoming of visual works and their media stimulates the visual creators in expressing ideas and imagination. Created visual works must support a better cultural direction for human life. Faith in its relation to God plays a role in achieveing space for interaction%2C so that visual works can reflect codes or symbols in the cycle of ideology or cultural values that respect the essence of faith. Abstract in Bahasa Indonesia : Estetika visual dalam seni rupa semakin dipertanyakan dalam konteks budaya global yang terbuka. Karya yang menjurus kekerasan%2C pornografi%2C kebohongan dan hal lain yang jauh dari moral dan etika diperhadapkan dengan identitas masyarakat yang mengikuti hasrat dalam memenuhi kebutuhan konsumtifnya. Karya-karya visual yang semakin berkembang beserta dengan medianya merangsang kreator visual dalam menuangkan gagasan dan imajinasi. Bagi peradaban kehidupan manusia%2C karya-karya visual yang dibuat harus mendukung arah peradaban yang lebih baik. Di sini peran iman dalam hubungannya dengan Tuhan mendapat ruang berinteraksi%2C sehingga karya visual yang dihasilkan mencerminkan kode-kode maupun simbol dalam perputaran ideologi atau nilai-nilai budaya yang menjunjung tinggi hakikat keimanan. visual aesthetics%2C moral imperative%2C faith.

  15. CONTROL DEMONSTRATION OF THE RICEFIELD BREEDING MOSQUITO ANOPHELES ACONITUS DONITZ IN CENTRAL JAVA, USING POECILIA RETICULATA THROUGH COMMUNITY PARTICIPATION: 2. CULTURING, DISTRIBUTION AND USE OF FISH IN THE FIELD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sustriayu Nalim

    2012-09-01

    Full Text Available Suatu percobaan pemberantasan vektor malaria Anopheles aconitus dengan penyebaran ikan pema­kan jentik Poecilia reticulata di sawah telah dilakukan. Untuk memacu peran serta petani, penyebaran ikan P. reticulata dilakukan bersamaan dengan minapadi di mana ikan Cyprinus carpio dipelihara di sawah. Beberapa aspek yang diteliti dalam percobaan ini adalah (1 biologi jentik An. aconitus dan ikan dan (2 cara-cara berkembangbiaknya ikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyebaran An. aconitus di sawah pada umumnya 1/2 — 1 meter dari tepi pematang sawah, daya makan ikan P. reticulata rata rata adalah 119,4 jentik/hari, daya reproduksi rata-rata ikan P. reticulata adalah 109,3 ikan/bulan, daya produksi ikan C. carpio berkisar antara 5000 — 10.000 telur/3 bulan tergantung pada umur ikan betina. Kepadatan ikan P. reticulata 2 ikan/m2 dapat menanggulangi populasi jentik di sawah.

  16. Kajian Efektivitas dan Efisiensi Rantai Distribusi Hasil Tangkapan Menggunakan Alat Tangkap Purse Seine di Tpi Paiton dan Tpi Mayangan Probolinggo

    OpenAIRE

    Huda, M Miftachul; Sutjipto, Darmawan Ockto; Jauhari, A Alfan

    2013-01-01

    Rantai distribusi merupakan salah satu kunci dalam keberhasilan suatu kegiatan penyaluran hasil tangkapan untuk mencapai konsumen. Jumlah rantai yang ada didalam suatu kegiatan distribusi juga mempengaruhi dari harga dan kualitas barang yang di distribusikan. Ikan yang merupakan barang mudah rusak, memerlukan perhatian khusus untuk mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensinya dalam proses distribusinya. Khususnya distribusi ikan berasal dari Tempat Pelelangan Ikan Paiton dan Tempat Pelelan...

  17. PERAN KELUARGA DALAM PENGASUHAN ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istina Rakhmawati

    2015-08-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang peran sebuah keluarga yang harmonis dalam proses perkembangan manusia yang terdiri dari beberapa fase. Pada fase awal-fase anak-anak- peranan keluarga terutama orang tua dalam mengasuh anak cukup signifikan  sebab keluarga merupakan agen sosialisasi primer. Keberhasilan dalam mengasuh salah satunya ditentukan oleh pola asuh. Dengan demikian tulisan ini mencoba mengulas mengenai pola asuh yang sesuai untuk membentuk karakter positif pada anak. Pola pengasuhan seharusnya memang diperhatikan oleh orang tua secara serius karena menentukan kepribadian atau karakter anak. Hasilnya secara teoritik ada tiga jenis pola asuh, yaitu otoriter, permisif, dan demokratis. Pola otoriter cenderung koersif dan rigid sehingga kadang justru membuat anak menjadi tertekan. Sedangkan pola permisif cenderung menjadikan anak menjadi sosok yang egois dan tidak peka karena orang tua cenderung memenuhi kebutuhan materiil. Pola asuh ideal adalah demokratis karena pola komunikasi dua arah sehingga menempatkan  anak pada posisi bebas namun tetap terkontrol.   Kata Kunci : Keluarga, Pola asuh, Kepribadian. FAMILY ROLES IN PARENTING. Human development process consists of several phases. In the first phase- children phase- role of the family, especially the parents in parenting  is significant  because the family is the primary agent of socialization.  Success in parenting is  determined   by upbringing  pattern.  Thus this  paper  attempts to review the  pattern  of care  appropriate   to establish  a positive character in children.Indded, the pattern of care should be considered by parents  seriously because determining  the  child’s personality  or character. Theoretically, there are three types of parenting , which  are authoritarian, permissive, and democratic. Authoritarian  patterns are tend coercive and rigid, so that sometimes it makes children become depressed. While the pattern of

  18. TRANSFORMASI MUSIK DALAM BENTUK ARSITEKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Widyati Purwantiasning

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRAK. Saat berbicara tentang musik dan arsitektur, satu yang dapat didefinisikan pada keduanya, yaitu bahwa keduanya merupakan karya seni. Sebuah karya seni tentunya muncul tidak dengan sendirinya, pengaruh beberapa aspek tentunya menjadi sangat penting dalam proses terbentuknya suatu karya seni. Pengaruh tersebut tidak hanya internal namun juga eksternal. Faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi proses terbentuknya suatu karya seni diantaranya adalah manusia, ruang dan waktu. Kedua karya seni musik dan arsitektur sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor eksternal tersebut dalam proses perencanaan, perancangan dan implementasi idenya. Keterkaitan musik dan arsitektur sudah banyak diperbincangkan sejak lama, bagaimana dan aspek apa saja yang dapat mengkaitkan keduanya juga sudah lama diperdebatkan. Tulisan ini akan mengkaji tentang benang merah antara musik dan arsitektur, terutama elemen-elemen yang saling terkait di dalamnya, kemudian bagaimana mendiskripsikan dan menganalisis transformasi sebuah musik dalam bentuk arsitektur. Pembahasan masalah ini akan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan deduktif yaitu mengambil sebuah studi kasus dan dianalisa secara umum kemudian dikaitkan secara khusus sesuai dengan teori yang berkaitan dengan musik dan arsitektur. Kata Kunci: transformasi, musik, bentuk, arsitektur ABSTRACT. When we discuss about music and architecture, there is a significant thing that should be underlined about it, both of them are artworks. An artwork will not performed by itself, there are some aspects that would become important in the process of artworks’ formation. Those aspects were not just an internal aspect but also external one. Some external factors which would effect the process of artworks’ formation are human as doer, space and time. Both artworks either music or architecture have been affected by those three external factors in the process of planning, designing and implementing the idea. The

  19. Komposisi Asam Lemak, Angka Peroksida, dan Angka TBA Fillet Ikan Kakap (Lutjanus sp pada Suhu dan Lama Penyimpanan Berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahim Husain

    2018-01-01

    Full Text Available Fish has a high nutritional value and is a major food source in many countries. Fish lipid has a high content of polyunsaturated fatty acids (PUFAs, especially eicosapentaenoic acid (EPA; 20: 5n-3 and docosahexsanoic acid (DHA; 22: 6n-3. The objective of this research was to determine fatty acids composition of snapper (Lutjanus sp fillet and its damage during the storage process. The results showed that total of the saturated fatty acids (SFA increased from 4.35% to 25.55%, 28.06%, 32.73%, and 61.75% during storage at 0 °C, 10 °C, 20 °C, 30 °C, and 40 °C, respectively. Total mono-unsaturated fatty acids (MUFA were 23.72%, 23.69%, 14.4%, 22.66%, and 29.4% at storage temperature of 0 °C, 10 °C, 20 °C, 30 °C, and 40 °C. Total PUFA decreased from 25.06% to 15.98%, 14.99%, 10.32%, and 8.84% at 0 °C, 10 °C, 20 °C, 30 °C, and 40 °C. Peroxide value, as primary peroxide of snapper fillet, increased about 10.60 times with an increased in storage temperature from 0 °C to 40 °C. Value of TBA increased 6.60 times with an increased in temperature from 0 °C to 40 °C during 45 days. ABSTRAK Ikan memiliki nilai gizi tinggi dan merupakan sumber makanan utama di banyak negara. Lipid ikan memiliki kandungan tinggi asam tak jenuh ganda (Poly Unsaturated Fatty Acid, PUFA, terutama asam eikosapentanoat (EPA; 20:5n-3 dan asam docosahexsanoat (DHA; 22:6n-3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi asam lemak fillet ikan kakap (Lutjanus sp dan kerusakan akibat proses penyimpanan. Hasil analisis asam lemak jenuh (Saturated Fatty Acid, SFA menunjukkan bahwa asam lemak jenuh meningkat dari 4,35% menjadi 25,55%, 28,06%, 32,73%, dan 61,75% selama penyimpanan pada 0 °C, 10 °C, 20 °C, 30 °C, dan 40 °C. Total asam lemak tak jenuh (Mono Unsaturated Fatty Acid, MUFA adalah 23,72%, 23,69, 14,4%, 22,66%, dan 29,4% pada penyimpanan 0 °C, 10 °C, 20 °C, 30 °C, dan 40 °C. Sedangkan total PUFA turun dari 25,05% menjadi 15,98%, 14,99%, 10,32%, dan

  20. Method and apparatus for processing algae

    Science.gov (United States)

    Chew, Geoffrey; Reich, Alton J.; Dykes, Jr., H. Waite; Di Salvo, Roberto

    2012-07-03

    Methods and apparatus for processing algae are described in which a hydrophilic ionic liquid is used to lyse algae cells. The lysate separates into at least two layers including a lipid-containing hydrophobic layer and an ionic liquid-containing hydrophilic layer. A salt or salt solution may be used to remove water from the ionic liquid-containing layer before the ionic liquid is reused. The used salt may also be dried and/or concentrated and reused. The method can operate at relatively low lysis, processing, and recycling temperatures, which minimizes the environmental impact of algae processing while providing reusable biofuels and other useful products.

  1. Errors When Extracting Oil from Algae

    Science.gov (United States)

    Murphy, E.; Treat, R.; Ichiuji, T.

    2014-12-01

    Oil is in popular demand, but the worldwide amount of oil is decreasing and prices for it are steadily increasing. Leading scientists have been working to find a solution of attaining oil in an economically and environmentally friendly way. Researchers at the U.S. Department of Energy's Pacific Northwest National Laboratory (PNNL) have determined that "a small mixture of algae and water can be turned into crude oil in less than an hour" (Sheehan, Duhahay, Benemann, Poessler). There are various ways of growing the algae, such as closed loop and open loop methods, as well as processes of extracting oil, such as hydrothermal liquefaction and the hexane-solvent method. Our objective was to grow the algae (C. reinhardtii) and extract oil from it using NaOH and HCl, because we had easy access to those specific chemicals. After two trials of attempted algae growth, we discovered that a bacteria was killing off the algae. This led us to further contemplation on how this dead algae and bacteria are affecting our environment, and the organisms within it. Eutrophication occurs when excess nutrients stimulate rapid growth of algae in an aquatic environment. This can clog waterways and create algal blooms in blue-green algae, as well as neurotoxic red tide phytoplankton. These microscopic algae die upon consumption of the nutrients in water and are degraded by bacteria. The bacteria respires and creates an acidic environment with the spontaneous conversion of carbon dioxide to carbonic acid in water. This process of degradation is exactly what occurred in our 250 mL flask. When the phytoplankton attacked our algae, it created a hypoxic environment, which eliminated any remaining amounts of oxygen, carbon dioxide, and nutrients in the water, resulting in a miniature dead zone. These dead zones can occur almost anywhere where there are algae and bacteria, such as the ocean, and make it extremely difficult for any organism to survive. This experiment helped us realize the

  2. Karakteristik Cumi-Cumi Analog dari Surimi Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus dengan Menggunakan berbagai Jenis Pati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Dwi Suryaningrum

    2017-05-01

    Full Text Available Cumi-cumi analog merupakan produk olahan tiruan dari surimi yang memiliki tekstur elastis, warna putih dan rasa khas cumi-cumi. Penelitian pembuatan cumi-cumi analog dari surimi ikan patin (Pangasius hypopthalmus dengan menggunakan berbagai jenis pati telah dilakukan.Penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap 1 berupa optimasi formula cumi-cumi analoguntuk mendapatkan tekstur dan warna seperti produk yang ditiru. Formulasi cumi-cumi analog didasarkan pada formulasi kamaboko dengan perlakuan penambahan karaginan (1% dan 5%, konjak (1,5% dan 2% dan pewarna putih (cloudy (1% dan 2%. Penelitian tahap ke 2 dilakukan untuk mempelajari pengaruh jenis pati yaitu tapioka, kentang dan sagu terhadap karakteristik cumi-cumi analog yang dihasilkan. Pengamatan dilakukan terhadap nilai gizi, sifat fisik dan sensoricumi-cumi analog yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kombinasi karaginan 1%, konjak 1,5% dan pewarna putih 2% menghasilkan tekstur produk yang elastisitasdan warnanya mendekati produk yang ditiru. Penggunaan berbagai jenis pati tidak berpengaruhterhadap nilai gizi dan pH, namun berpengaruh nyata terhadap sifat fisik cumi-cumi analog yang dihasilkan. Cumi-cumi analog yang diolah dengan pati sagu menghasilkan tingkat kekerasan dan elastisitas paling tinggi, namun derajat putih paling rendah dibandingkan dengan tepung lainnya. Sedangkan cumi-cumi analog yang diolah dengan pati kentang menghasilkan kekerasan,elastisitas dan daya menahan air yang paling rendah dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Uji sensori menunjukkan bahwa cumi-cumi analog yang diolah dengan menggunakan pati tapioka menghasilkan warna, rasa dan tekstur yang lebih disukai panelis dibandingkan dengan tepunglainnya. Sedangk an cumi-cumi analog yang diolah dengan pati kentang menghasilkan kenampakan dan bau yang lebih disukai panelis, namun mempunyai tekstur dengan nilai kesukaan yang paling rendah.

  3. PENGARUH PENGOLAHAN DAN PENYIMPANAN TERHADAP STABILITAS ASAM LEMAK OMEGA-3 PADA TELUR DAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nelis Imanningsih

    2012-11-01

    Full Text Available Effect of Processing and Storage on the Stability of Omega-3 Fatty Acids in Egg and Fish.Long chain omega-3 fatty acids such as Eicosapentaenoic acid (EPA and Docosahexaenoic acid (DHA, were very important for brain development, immunity, retina and growth of child. One of natural source of these fatty acids is fish which has been processed into variety food such as abon. The other source is modifying hen egg which potentially to be added into many kind of food after processed as egg flour. This research examine the effect of processing and storage of abon and eggs flour. The methode of this research was one-group pre post test (minimal control and the data was prepared in tabulation. Processing in to aboon ikan make EPA lost for 10.63% and DHA 7.63%. This product was acceptable, but the stability of the fatty acids were low, EPA lost 43.8% and DHA lost by 52.4% for 4 months. The eggs prepared by our lab contained 2.5% omega-3 fatty acid. To make egg yolk flour was used Spray Drying process. This process make EPA lost 43.94% and DHA 6.20%. After storing for 4 months, egg yolk flour was very stable. Because of these reason, these products can be used to supplement fatty acids in daily diet. Eggs flour can be used in any food product to supply omega-3 fatty acid for the risk group.Keywords: omega-3 fatty acid, food processing, food storage, egg flour

  4. KERAGAAN WARNA DAN GENOTIPE CALON INDUK (F0 IKAN CLOWN (Amphiprion sp. STRAIN BLACK PERCULA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruby Vidia Kusumah

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan mengkaji keragaan fenotipe warna tubuh dan genotipe calon induk (F0 ikan clown (Amphiprion sp. strain black percula.  Sebanyak 36 ekor calon induk ikan clown black percula diperoleh dari populasi budidaya Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL Ambon yang memiliki persentase penutupan hitam tinggi.  Warna dianalisis dengan teknik analisis gambar digital menggunakan software ImageJ 1.50f.  Gambar digital didokumentasikan menggunakan kamera Canon EOS 600D.  Keragaan warna diamati menurut pola, persentase penutupan, dan jenis (profil warna digital.  Konversi nilai mean Red (R, mean Green (G, dan mean Blue (B menjadi nilai mean Hue (H, mean Saturation (S, dan mean Brightness (B dilakukan dengan bantuan Color Picker (Foreground Color pada software Adobe Photoshop versi 12.0 x64.  Keragaan genotipe dianalisis dengan teknik RAPD.  Heterozigositas dan persentase polimorfisme dikalkulasi menggunakan software TFPGA.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon induk ikan black percula generasi F0 memiliki pola warna yang bervariasi dengan persentase penutupan warna hitam berkisar 47-63%.  Jenis warna digital hitam dikarakterisasi oleh nilai H: 240-20º, S: 4-48%, B: 10-26%; putih (H: 0-300º, S: 1-7%, B: 48-69%; dan oranye (H: 15-25º, S: 73-91%, B: 40-64%.  Analisis RAPD menunjukkan bahwa primer OPA18 menghasilkan 3 fragmen (berukuran 600-3000 bp; OPZ 9 sebanyak 5 fragmen (berukuran 500-2500 bp; dan OPZ 5 sebanyak 3 fragmen (berukuran 400-3000 bp.  Heterozigositas dan persentase polimorfisme termasuk cukup tinggi, yakni 0,3060 dan 88%.  Untuk mendapatkan strain warna black percula yang diinginkan, tahap seleksi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan persentase penutupan warna hitam serta memperoleh pola warna putih unik. [Color and genotype performance of black percula strain clown fish (Amphiprion sp. broodstock (F0. By Ruby Vidia Kusumah, Anjang Bangun Prasetio, Eni Kusrini, Erma Primanita Hayuningtyas and Sawung

  5. 21 CFR 73.275 - Dried algae meal.

    Science.gov (United States)

    2010-04-01

    ... 21 Food and Drugs 1 2010-04-01 2010-04-01 false Dried algae meal. 73.275 Section 73.275 Food and... ADDITIVES EXEMPT FROM CERTIFICATION Foods § 73.275 Dried algae meal. (a) Identity. The color additive dried algae meal is a dried mixture of algae cells (genus Spongiococcum, separated from its culture broth...

  6. Co-creation Communication Pengguna Instagram Dalam Foodstagram Di Surabaya

    OpenAIRE

    Goenawan, Giovanny

    2015-01-01

    Co-creation communication merupakan sebuah interaksi yang terjadi dengan pengumpulan respon-respon yang diberikan terhadap sebuah pesan yang ada yang membutuhkan adanya partisipasi audiens dimana mereka memiliki pengaruh dalam sistem tersebut. Co-creation communication biasanya dilakukan dalam sosial media, dimana sosial media yang digunakan dalam penelitian ini adalah instagram dalam mengomentari dan juga melakukan posting foto makanan (foodstagram). Untuk mengetahui keinginan berpartisipasi...

  7. Komunikasi Antarbudaya dalam Masyarakat Multikultur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hedi Heryadi

    2013-06-01

    Full Text Available Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui “Bagaimana komunikasi antarbudaya etnis Sunda dalam masyarakat multikultur?” Untuk mengungkap fenomena tersebut penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan model interaksionisme simbolik untuk melihat perilaku dan interaksi manusia yang dapat diperbedakan karena ditampilkan melalui melalui simbol dan maknanya. Untuk mendapatkan data, penulis menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan telah terjadi adaptasi timbal balik antara etnis Sunda sebagai pendatang dengan etnis Rejang sebagai pribumi. Adanya sikap saling menghargai dan menghormati antara etnis pendatang dan pribumi memungkinkan setiap kelompok etnis tersebut untuk menjalankan kebudayaannya masing-masing. Masyarakat dari etnis Sunda dengan Rejang saat berdialog dapat menggunakan bahasa Sunda, bahasa Rejang atau bahasa melayu dialek Bengkulu. Hubungan antara kedua etnis tersebut sejauh ini telah berlangsung tanpa hambatan yang berarti karena masing-masing etnis telah saling menerima apa adanya.

  8. PUBLIK FIGUR DALAM IKLAN TESTIMONIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddi Duto Hartanto

    2000-01-01

    Full Text Available Testimonial advertising seemingly identical with famous figure such as artist%2C sportmen or others. They are all branded as "public figure" because they are well known by public. A lot of advertising creators using public figure in order to gain a high brand awareness. Is the use of public figure in testimonial advertising more profitable? Is their able quite representative for the products they represent ? Abstract in Bahasa Indonesia : Iklan testimonial identik dengan tokoh terkenal%2C baik itu artis%2C tokoh masyarakat%2C olahragawan%2C atau yang lainnya. Semuanya di cap sebagai "publik figur%2C" karena sudah dikenal masyarakat.Banyak kreator iklan menggunakan publik figur dengan harapan dapat mencapai brand awareness yang tinggi. Apakah penggunaan publik figur dalam iklan testimonial lebih menguntungkan ?%2C Apakah peran publik figur (sudah mewakili produk yang dibawakan?. testimonial advertising%2C public figure

  9. Perempuan Seksi dalam Jaring Korupsi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adek Risma Dedees

    2014-08-01

    Full Text Available Abstract: Tempo.co coverage on Ahmad Fathanah’s corruption case represents woman as subordinated and sensational object. This representation dismises woman from the corruption issues itself. Instead, it leads to a tendency to “exploit” woman by emphasizing the gossip. On covering this issue, Tempo.co acts as if it holds the “authorization” and “legitimation” to define woman as polite woman or ‘wild’ woman and how they should behave in front of camera/public. Such text shows a control mechanism towards body and mind of woman as stated by Foucault. The body of woman repeatedly become an object in media. Abstrak: Perempuan yang dihadirkan oleh Tempo.co dalam pemberitaan kasus korupsi Ahmad Fathanah adalah sebagai representasi objek sensasional. Representasi ini justru menjauhkan subjek perempuan dari kasus korupsinya sendiri. Beberapa teks berita menampilkan ‘otoritas’ dan ‘legitimasi’ Tempo.co dalam mendefinisikan kesopanan perempuan ketika mereka tampil di depan publik atau di depan kamera. Salah satunya dengan menilai deskripsi penampilan, wajah, atau pakaian yang dipakai. Tak ketinggalan, Tempo.co ‘meramal’ situasi jiwa perempuan: sedang depresi atau tidak. Inilah model mekanisme kontrol seperti yang dijelaskan Foucault bahwa semua bisa diatur dan dihukum menurut norma sosial yang berlaku, menurut siapa yang berkuasa pada kurun waktu tertentu.

  10. Penerapan Tipografi dalam Sistem Signage pada Interior Ruang Publik

    OpenAIRE

    Ulli Aulia Ruki; Amarena Nediari

    2014-01-01

    Sistem signage diaplikasikan pada sebuah interior ruang publik dengan memerhatikan dasar tipografi. Manfaat signage adalah memberikan kemudahan para pengguna ruang publik dalam mencapai tujuan saat mereka berada di dalam sebuah bangunan. Hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sistem signage adalah kejelasan bentuk huruf serta kemudahan untuk dibaca. Masih banyak desainer yang kurang memerhatikan desain signage, sehingga terkadang desainnya memberikan kesan hanya s...

  11. The Biology of blue-green algae

    National Research Council Canada - National Science Library

    Carr, Nicholas G; Whitton, B. A

    1973-01-01

    .... Their important environmental roles, their part in nitrogen fixation and the biochemistry of phototrophic metabolism are some of the attractions of blue-geen algae to an increasing number of biologists...

  12. Diatom algae of the Guni river (Pamir)

    International Nuclear Information System (INIS)

    Kurbonova, P.A.; Hisoriev, H.H.

    2006-01-01

    There are presented the dates of the results of diatom algae (Bacillariophyta) of the Gunt river. There was found 107 species and 9 subspecies which belong to 3 classics, 12 ordos, 13 families and 28 genus

  13. 2011 Biomass Program Platform Peer Review: Algae

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Yang, Joyce [Office of Energy Efficiency and Renewable Energy (EERE), Washington, DC (United States)

    2012-02-01

    This document summarizes the recommendations and evaluations provided by an independent external panel of experts at the 2011 U.S. Department of Energy Biomass Program’s Algae Platform Review meeting.

  14. Dipeptides from the red alga Acanthopora spicifera

    Digital Repository Service at National Institute of Oceanography (India)

    Wahidullah, S.; De; Kamat, S.Y.

    An investigation of red alga Acanthophora spicifera afforded the known peptide, aurantiamide acetate and a new diastereoisomer of this dipeptide (dia-aurantiamide acetate). This is a first report of aurantiamide acetate from a marine source...

  15. AUTOMATICTECTURE : OTOMATISASI PENUH DALAM ARSITEKTUR MASA DEPAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Galieh Gunagama

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK. Teknologi memudahkan umat manusia dalam hidup, akan tetapi, perkembangan yang terjadi juga membawa dampak negatif berupa terancamnya sejumlah profesi dengan adanya otomatisasi. Proses otomatisasi telah menggantikan porsi pekerjaan manusia dengan mesin berkecerdasan, dan tren tersebut akan semakin membesar seiring berjalannya waktu. Dalam hubungannya dengan studi eksperimental dan prediksi masa depan, dunia rancang bangun juga memiliki kemungkinan untuk diotomatisasikan dengan adanya perkembangan dalam bidang arsitektur digital, robotika, dan kecerdasan buatan. Di tengah kondisi global yang serba cepat dan penuh dinamika, dunia arsitektur perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan tersebut jika tidak ingin segera digantikan. Diskusi dalam paper ini mencoba untuk mengeksplorasi lebih dalam dan memprediksikan profesi arsitek pada masa depan dalam skenario terbaik dan terburuk terkait perkembangan proses otomatisasi yang semakin tidak terhindarkan.   Kata kunci: Arsitektur Eksperimental, Arsitektur Digital, Teknologi, Masa Depan ABSTRACT. Technology facilitates mankind in life, however, developments that occurred also had a negative impact in the form of threats to a number of professions with automatization. Automation process has replaced the portion of human work with the intelligent machine, and the trend will be growing over time. In conjunction with experimental studies and future predictions, the design and construction field also have the possibility to be automated with the development in the field of digital architecture, robotics, and artificial intelligence. Amid the global fast-paced and dynamic environment, architecture needs to be prepared in facing such developments if do not want to immediately replaced. The discussion in this paper attempts to explore deeper and predict the future of the profession in the best and worst case scenario related to the development of automation process which is increasingly

  16. Aktualisasi Etika Kepemimpinan Jawa dalam Asthabrata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pardi Suratno

    2009-12-01

    Full Text Available Nama Asthabrata sangat populer dalam kehidupan masyarakat Jawa karena sering muncul dalarn pagelaran wayang purwa. Ajaran Asthabrata mendapat apresiasi yang sangat luas oleh masyarakat Indonesia karena memuat ajaran kepemimpinan yang dapat dijadikan aspirasi bagi semua pihak yang sedang dan akan mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara. Asthabrata merupakan kreativitas pujangga Jawa karena tidak dikcnal dalam Ramayana India (baru muncul dalam Ramayana Kakawin, Semua Asthabrata menampilkan figur pemimpin dalam sosok delapan dewa. Dalam perkernbangan lebih lanjut, budayawan Jawa memilih menampilkan figur pemimpin itu dalam sifat-sifat benda alam, yakni bumi, matahari, bulan, bintang, laut, angin, dan awan. Penampilan figur pernimpin dalam sifat benda-benda alam tersebut lebih netral sebagai pilihan cerdas pujangga Jawa. Abstract: The name of Asthabrata is very popular among Javanese live because of its frequent appearance in the wayang purwa performance. Asthabrata teachings have got a wide appreciation from Indonesian people because it carries leadership teachings which can be an aspiration to everyone who is dedicating and will dedicate their lives to their nation and country. Asthabrata is the creativity of the Javanese men of letters for not discovered in Indian's Ramayana (not until Ramayana Kakawin. All Asthabrata present a leader figure in the characters of eight gods. In further progress, Javanese culture vultures chose to present the leader figure in the characters of natural objects. namely earth, Sun, moon, star, ocean, wind, and cloud. The performance of a leader figure in the characters of the natural objects is more neutral as a smart choice of Javanese man of letters. " Keywords: creativity, Asthabrata, leader

  17. PENGARUH PEMASANGAN SIRDAM TERHADAP FREE SURFACE MUATAN CAIR PADA MODEL PALKA KAPAL PENGANGKUT IKAN HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yopi Novita

    2016-05-01

    Full Text Available Muatan cair merupakan salah satu jenis muatan yang ada di atas kapal.  Sebagaimana sifat muatan cair, apabila di bagian permukaannya tidak dibatasi, maka akan munculah permukaan bebas.  Pengaruh permukaan bebas bagi kapal adalah dapat mempengaruhi posisi titik berat yang pada akhirnya akan mengurangi kualitas stabilitas kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemasangan sirip peredam dalam mengurangi efek permukaan bebas di dalam model palka. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental. Model palka yang telah dipasangi sirip peredam di sepanjang sisi dalamnya diisi dengan air laut dan kemudian digoyang-goyangkan sebagaimana gerakan rolling kapal terjadi. Selanjutnya, profil permukaan dan waktu redam permukaan bebas pada model kapal yang dilengkapi dan yang tidak dilengkapi dengan sirip peredam diamati dan dianalisis.  Dari hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan sirip peredam mampu mengurangi efek free surface di dalam model palka. Liquid cargo in a ship is one kind of cargo that has free surface.  The effect of free surface on board might influence center of gravity position that cause lack of ship’s stability. The objective of the research is to analyze the effect of free surface damper constructed in the fish hold model. The research was carried out by experimental method. A fish hold model with and without free surface damper constructed in it was filled with sea water, then the profile and damping duration of free surface effect on fish hold model were observed and analyzed. The result show that the fish hold model with free surface damper is  able to decrese significantly of free surface effect on the fish hold model.

  18. Sustainable Algae Biodiesel Production in Cold Climates

    OpenAIRE

    Baliga, Rudras; Powers, Susan E.

    2010-01-01

    This life cycle assessment aims to determine the most suitable operating conditions for algae biodiesel production in cold climates to minimize energy consumption and environmental impacts. Two hypothetical photobioreactor algae production and biodiesel plants located in Upstate New York (USA) are modeled. The photobioreactor is assumed to be housed within a greenhouse that is located adjacent to a fossil fuel or biomass power plant that can supply waste heat and flue gas containing CO2 as a ...

  19. Antioxidant Activity of Hawaiian Marine Algae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anthony D. Wright

    2012-02-01

    Full Text Available Marine algae are known to contain a wide variety of bioactive compounds, many of which have commercial applications in pharmaceutical, medical, cosmetic, nutraceutical, food and agricultural industries. Natural antioxidants, found in many algae, are important bioactive compounds that play an important role against various diseases and ageing processes through protection of cells from oxidative damage. In this respect, relatively little is known about the bioactivity of Hawaiian algae that could be a potential natural source of such antioxidants. The total antioxidant activity of organic extracts of 37 algal samples, comprising of 30 species of Hawaiian algae from 27 different genera was determined. The activity was determined by employing the FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power assays. Of the algae tested, the extract of Turbinaria ornata was found to be the most active. Bioassay-guided fractionation of this extract led to the isolation of a variety of different carotenoids as the active principles. The major bioactive antioxidant compound was identified as the carotenoid fucoxanthin. These results show, for the first time, that numerous Hawaiian algae exhibit significant antioxidant activity, a property that could lead to their application in one of many useful healthcare or related products as well as in chemoprevention of a variety of diseases including cancer.

  20. Penerapan Pengering Surya-Tungku Termodifikasi Dalam Peningkatan Produktivitas dan Higienitas Produksi Ikan Asin Tanpa Formalin Nelayan Pantai Congot, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devi Yuni Susanti

    2015-09-01

    Full Text Available Salted fish is a fish product with simple preservation method as a solution to increase value added, extend shelf life and expand the distribution chain, and provide convenience and distinctive taste to be consumed. The groups of small industries and marketer “POKLAHSAR SRIKANDI” and “BOGOWONTO” have produced 10-50 kg salted fish per day. The fish is taken from Congot coastal areas, to increase its value added when it was in low price because it was abundant and to maintain the stability of Pohlaksar’s income when it was scarcity. Both the POKLAHSAR have commitment to produce healthy salted fish (without formaldehyde but they had problem, especially in the rainy season, in drying process that took a long time and attrack the flies so it can be harmfull. Program of Science and Technology for community has applied dryer as innovation product to improve  productivity, hygiene and quality of salted fish. The dryer which was made of affordable material, has affordable operation manner and maintenance, so it can be adopted by fishermen. The design of dryer combine solar heating systems and air heating units using modified furnaces. This dryer is capable to dry 25 kg of fresh fish by reducing their water content from 72.2% to 12.3% within 9 hours. The salted fish processed within this dryer was more white, crunchy and not fishy than the salted fish dried by convensional drying. In addition, the programs also consist of packaging advisory, marketing and business coach to trigger the motivation of both POKLAHSAR for their development and sustainability.

  1. PROTEKSI MINYAK IKAN LEMURU, MINYAK KELAPA SAWIT, DAN BUNGKIL SAWIT TERHADAP pH DAN NH3DALAM RUMEN SAPI PERANAKAN ONGOLE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catur Suci Purwati

    2016-03-01

    Full Text Available The aimed of this research is to know the influence of protection lemuru oil, palm oil, and palm oil cake to pH and NH3in the rumen of the Ongole. The material were used in this study werecomulated rumenfemale cows with average body weight of 289.33 ± 28.34 kg as many as 3 heads. Latin square experiment design was applied on 3 treatments. Fermented rice straw (FRS, basal concentrate (BC, and protected materials of Indian sardine oil (ISO, palm oil (PO, and palmkernel cake (PKC were used as a feed ingredient.  Treatments were: P1 = FRS 40% + BC 60% (BC 95% + PO 5%; P2 = FRS 40% + BC 60% (BC 95% + ISO 5% ; P3 = FRS 40% + BC 60% (BC 90% + PKC 10%. Parameters measured were pH and NH3. Latin square experiment design was applied on 3 treatments.Conclusions of this study are pH and NH3remain stable, meaning lemuru addition of fish oil, palm oil, and palm oil cake is protected not disturb the digestive process in the cow rumen fistulated onggole breedparticular. (Key word: Indian sardine oil, NH3, Palm kernel cake, Palm oil, pH, Protection

  2. Uji Efektivitas Penyembuhan Luka Akut Stadium II Terbuka Kombinasi Fase Air-Minyak Ekstrak Ikan Gabus (Channa striata Dalam Sediaan Salep Pada Tikus Jantan Galur Wistar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Andrie

    2017-08-01

    Full Text Available The snakehead (Channa striata extract contains albumin (in its water phase and omega-3 and omega-6 (in its oil phase which have been proven to be effective in wound healing process. This research was aimed to determine wound healing effect of snakehead extract-containing ointment on 6 groups of male Wistar rats. The rat’s skin was wounded to produce acute stage II opened wound, the ointment was applied for sixteen days, and wound healing process was observed. The width of the wound was measured by using Macbiophotonic Image J program. The AUC results of each groups from smallest to largest were normal group (702.84% x day, negative group (749.56% x day, positive group (765.146% x day, water phase-containing ointment 10% group (795.146% x day, oil phase-containing ointment 10% (837.282% x day, and water-oil-phase combination ointment 10% (874.901% x day. The data were analyzed using One-Way ANOVA and Post-Hoc LSD test. The result of this research showed significant differences (p<0.05 between groups of water-oil phase combination of snakehead extract ointment with a negative control group. This result showed that ointment containing water-oil phase combination of snakehead extract had wound healing effect on acute stage II opened wound.

  3. ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN KECEPATAN KAPAL TERHADAP SISTEM FLUIDA DI DALAM PALKA PADA KAPAL IKAN MUATAN HIDUP TIPE KATAMARAN DENGAN PENDEKATAN CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Trimulyono

    2012-02-01

    Full Text Available The existence and the use of live fish hold system, can help fishermen to reduce the operating costs in fish preservation 11.8%. The live fish hold system, which fish hold were given circulation hole so the water inside and outside the hatch is connected, there should be researched about the changes and differences in pressure that happened when the ship moves. Initial condition where the ship is not moving, surface of water in the fish hold will be the same height with a draught of ship. When the ship began to move out, the pressure of fish hold will decrease along with increasing the speed of the ship. This will caused a decrease of water surface elevation in fish hold. According the calculation and analysis we found on the speed of 12 knots the water surface elevation in hold is positive with a value 0,3947 m on to 0,20 m diameter of hole circulation (before variation, 0,4515 m on to 0,15 m diameter of hole circulation, 0,4656 m onto 0,25 m diameter of hole circulation, 0,4718 m on to 0,20 m diameter of two pieces of hole cilculation and -0,9410 m for manual calculation with all variations. The optimum hole circulation was chossen at two pieces of diameter of 0,20 m because on the speed 12 knots, the water elevation is 0,4718 m. This value is the higest among the other variations of the cilculation hole

  4. Peranan Etika Bisnis dalam Pembangunan Akhlak Mulia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. Iskandar

    2007-03-01

    Full Text Available Tujuan penulisan artikel ini adalah mengkaji sejauhmana peranan etika bisnis sebagai pelaksanaan kode etik para pengusaha, manajer atau sumber daya manusia dalam organisasi bisnis serta stakeholders, berdasarkan nilai-nilai moral, norma dan agama yang dijadikan tuntunan untuk membuat keputusan dan solusi masalah yang etis, sebagai upaya membangun akhlak mulia. Pembangunan akhlak mulia merupakan upaya mengembangkan sikap yang melekat pada jiwa setiap sumber daya manusia secara sepontan yang diwujudkan dalam perbuatan/tidakan. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan etika bisnis, perilaku organisasi, manajemen sumber daya manusia dan pendidikan agama Islam yang memfokuskan kepada etika bisnis dalam upaya membangun akhlak mulia. Hasil pembahasan dalam artikel ini menunjukkan, bahwa: jika tindakan perilaku bisnis, manajer atau sumber daya manusia serta stakeholders itu baik menurut akal atau rasio, rasa atau kalbu dan agama, maka tindakan itu disebut akhlak yang baik (akhlakul karimah. Sebaliknya jika tindakan itu buruk, maka disebut akhlak yang buruk (akhlakul mazmumah. Standar baik dan buruk akhlak adalah Al-Qur’an dan Sunah Rasul, yang bersifat universal dan abadi. Dalam pandangan Islam, akhlak merupakan cermin dari jiwa manusia. Akhlak yang baik adalah dorongan dari keimanan yang ditampilkan dengan tindakan nyata dalam kehidupan. Menurut sasarannya, pembangunan akhlak meliputi akhlak terhadap Allah SWT, akhlak kepada sesama manusia dan akhlak kepada lingkungan alam semesta. Peranan etika bisnis dalam pembangunan akhlak mulia adalah sebagai pelaksanaan kode etik para pengusaha, manajer atau sumber daya manusia dalam organisasi bisnis serta para stakeholders, berdasarkan nilai-nilai moral, norma, etika dan agama yang dijadikan tuntunan untuk membuat keputusan dan solusi masalah. Dalam upaya membangun akhlak mulia, mereka itu melaksanakan prinsip dan standar etika bisnis, yaitu: Kejujuran (honesty: tidak berbohong. Integritas (integrity

  5. PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Winiarti

    2008-07-01

    Full Text Available Dalam konsep pelacakan dalam mencari solusi dengan pendekatan artificial inteligent, ada berbagai metode yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ketidakpastian saat proses pelacakan terjadi. Salah satunya adalah teorema bayes. Adanya ketidakpastian pada proses pelacakan dapat terjadi karena adanya perubahan pengetahuan yang ada di dalam sistem. Untuk itu diperlukan adanya suatu metode untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam penelitian ini telah diterapkan suatu metode untuk mengatasi ketidakpastian dengan teorema Bayes pada kasus pelacakan untuk mendiagnosa penyakit pada THT (Telinga,Hidung dan Tenggorokan. Subjek pada penelitian ini adalah proses pelacakan untuk menentukan penyakit THT dengan model penalaran forward chaining dan metode kepastiannya menggunakan teorema bayes dengan cara menghitung nilai probabilitas suatu penyakit dan membandingkan probabilitas setiap gejalanya. Model pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah Waterfall. Metode Waterfall diawali dengan analisis data, perancangan sistem, pengkodean menggunakan Visual Basic 6.0, pengujian sistem dengan black box test dan alfa test. Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan sebuah perangkat lunak yaitu yang mampu menentukan penyakit pada THT dengan menerapkan metode bayes untuk mengatasi ketidakpastian. Hasil uji coba sistem menujukkan bahwa aplikasi ini layak dan dapat digunakan. Kata kunci : Penyakit, THT, Teorema Bayes.

  6. PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Winiarti

    2012-05-01

    Full Text Available Dalam konsep pelacakan dalam mencari solusi dengan pendekatan artificial inteligent, ada berbagai metode  yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ketidakpastian saat proses pelacakan terjadi. Salah satunya adalah teorema bayes. Adanya ketidakpastian pada proses pelacakan dapat terjadi karena adanya perubahan pengetahuan yang ada di dalam sistem. Untuk itu diperlukan adanya suatu metode untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam penelitian ini telah diterapkan suatu metode untuk mengatasi ketidakpastian dengan teorema Bayes pada kasus pelacakan untuk mendiagnosa penyakit pada THT (Telinga,Hidung dan Tenggorokan.  Subjek pada penelitian ini adalah proses pelacakan untuk menentukan penyakit THT dengan model penalaran forward chaining dan metode kepastiannya menggunakan teorema bayes dengan cara menghitung nilai probabilitas suatu penyakit dan membandingkan probabilitas setiap gejalanya. Model pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah Waterfall. Metode Waterfall diawali dengan analisis data, perancangan sistem, pengkodean menggunakan Visual Basic 6.0, pengujian sistem dengan black box test dan alfa test. Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan sebuah perangkat lunak yaitu  yang mampu menentukan penyakit pada THT dengan menerapkan metode bayes untuk mengatasi ketidakpastian. Hasil uji coba sistem menujukkan bahwa aplikasi ini layak dan dapat digunakan.

  7. PROSPEK PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Efriyani Sumastuti

    2015-12-01

    Full Text Available Agribusiness sector has an important role in the process of economic development. The contribution of this sector in economic development, areto increase the food production for domestic consumption, become the largest provider of employment, enlarge the market for industries, increase the supply of money for saving and increase the income. Up to now, the role of the agricultural sector in Indonesia is sogreatin supporting the food fullfillmentand providing an employment for farm house holds. The great role and potency of agribusiness sector in realizing the food sustainability still have to face many challenges and complex issues. There should be many efforts for the existance of agribusiness sector. This study will discuss the agribussiness potency, prospects, problems and the efforts that should be done for the food sustainability.Sektor agribisnis mempunyai peranan penting dalam proses pembangunan ekonomi. Kontribusi sektor ini dalam pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan produksi pangan untuk konsumsi domestik, sebagai penyedia tenaga kerja terbesar, memperbesar pasar untuk industri, meningkatkan supply uang tabungan dan meningkatkan devisa. Sampai saat ini, peranan sektor pertanian di Indonesia begitu besar dalam mendukung pemenuhan pangan dan memberikan lapangan kerja bagi rumah tangga petani. Peran dan potensi sektor agribisnis yang demikian besar dalam mewujudkan ketahanan pangan di masa yang akan datang masih harus menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan kompleks. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk tetap eksis. Studi ini akan membahas tentang potensi, prospek, permasalahan serta upaya yang perlu dilakukan sektor agribisnis dalam mewujudkan ketahanan pangan.

  8. TANGGUNG JAWAB KEPERDATAAN BIDAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.A. Antari Inaka Turingsih

    2012-10-01

    Full Text Available In carrying out their health services obligations, midwifes need to comply with professional standards because failure to observe careful and diligent practice may be a ground for holding the midwife accountable. Injured patient reserves the right to file a lawsuit against the midwifes by invoking breach of contract or wrongful acts as the basis of liability. Therefore, in carrying out his/her profession, a midwife must comply with professional standards, standard operating procedures, and regulated code of conduct. This article will analyse matters pertinent to profession, malpractice, and their efforts to heal. Bidan dalam melaksanakan kewajiban pelayanan kesehatan harus berdasarkan pada standar profesi. Jika dalam melaksanakan kewajibannya bidan melakukan kesalahan, maka ia dapat dimintai pertanggungjawaban. Pasien sebagai pihak yang dirugikan dapat mengajukan pertanggungjawaban bidan melalui gugat berdasarkan wanprestasi atau perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu, dalam melaksanakan profesinya, seorang bidan harus memenuhi ketentuan standar profesi, standar prosedur operasional dan kode etik yang telah diatur. Dalam tulisan ini akan dicoba untuk dikaji hal-hal yang berkaitan dengan profesi, malpraktik, dan pertanggungjawaban dalam upaya penyembuhan.

  9. KADAR ZAT GIZI DALAM TEMPE BENGUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indrawati Gandjar

    2012-11-01

    Full Text Available Disamping kacang kedele dan kacang tanah sejumlah kacang-kacangan yang kurang dikenal juga dimakan penduduk daerah-daerah tertentu di Pulau Jawa. Diantaranya biji-biji koro benguk (Mucuna pruriens. Hasil fermentasi dari biji-biji ini dikenal sebagai tempe benguk.Dalam penelitian ini telah digunakan campuran biji koro benguk varitas abu-abu dan varitas hitam dalam perbandingan 1:1.Hasil isolasi mikroflora dari contoh-contoh tempe benguk yang dijual belikan ialah species dari marga (genus Rhizopus. Strain 90 II/3 dari desa Donomulyo Malang Selatan yang diidentifikasi sebagai R. arrhizus menghasilkan tempe benguk yang baik dan dipakai dalam penelitian ini.Telah dilakukan analisa zat gizi kedua varitas biji-biji koro benguk mentah, begitu pula dari substrat sebelum fermentasi dan tempe benguknya. Kadar protein dari tempe benguk dengan strain 90 II/3 ialah 14.1%.Proses perebusan, perendaman dan pengukusan telah menghilangkan seluruh HCN dalam substrat. Dari segi kandungan aflatoksin tempe benguk dalam penelitian ini tidak membahayakan karena kandungannya hanya 1.04 ppb.Hasil fermentasi biji-biji koro benguk dapat merupakan suatu sumber protein murah bagi penduduk yang makanan pokoknya terutama serealia dan umbi-umbian.

  10. Menakar Peranan Pustakawan dalam Implementasi Teknologi Informasi di Perpustakaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Nugrohoadhi

    2013-12-01

    Full Text Available Pustakawan dalam era teknologi informasi ini perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi era perpustakaan digital. Kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan ini amat diperlukan karena pemustaka sendiri tentunya  mengharapkan layanan yang berorientasi pada teknologi maju sehingga keakuratan data dan kecepatan informasi dapat diperoleh. Khususnya pada perpustakaan yang melayani lembaga perguruan tinggi akan selalu berkembang baik jumlah koleksi, fasilitas maupun pengembangan profesionalisme para pustakawan. Dalam mendukung aktivitas  kegiatan ini perpustakaan  diharapkan akan selalu sigap dalam menyiapkan kebutuhan pemustaka sehingga koleksi yang disediakan mampu mengimbangi kebutuhan informasi yang diperlukan.

  11. SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC: ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM KONSELING KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumarwiyah -

    2015-11-01

    Full Text Available Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

  12. Hyperspectral imaging of snow algae and green algae from aeroterrestrial habitats.

    Science.gov (United States)

    Holzinger, Andreas; Allen, Michael C; Deheyn, Dimitri D

    2016-09-01

    Snow algae and green algae living in aeroterrestrial habitats are ideal objects to study adaptation to high light irradiation. Here, we used a detailed description of the spectral properties as a proxy for photo-acclimation/protection in snow algae (Chlamydomonas nivalis, Chlainomonas sp. and Chloromonas sp.) and charophyte green algae (Zygnema sp., Zygogonium ericetorum and Klebsormidium crenulatum). The hyperspectral microscopic mapping and imaging technique allowed us to acquire total absorption spectra of these microalgae in the waveband of 400-900nm. Particularly in Chlamydomonas nivalis and Chlainomonas sp., a high absorbance between 400-550nm was observed, due to naturally occurring secondary carotenoids; in Chloromonas sp. and in the charopyhte algae this high absorbance was missing, the latter being close relatives to land plants. To investigate if cellular water loss has an influence on the spectral properties, the cells were plasmolysed in sorbitol or desiccated at ambient air. While in snow algae, these treatments did hardly change the spectral properties, in the charopyhte algae the condensation of the cytoplasm and plastids increased the absorbance in the lower waveband of 400-500nm. These changes might be ecologically relevant and photoprotective, as aeroterrestrial algae are naturally exposed to occasional water limitation, leading to desiccation, which are conditions usually occurring together with higher irradiation. Copyright © 2016 The Authors. Published by Elsevier B.V. All rights reserved.

  13. Interaksi Belajar Matematika Siswa Dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Septi Nur Afifah

    2012-02-01

    Full Text Available Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menuntut siswa untuk bersikap aktif, kreatif dan inovatif. Namun dalam pelaksanaannya menunjukkan adanya kekurangan pada praktek pembelajaran. Salah satu pembelajaran  yang melibatkan siswa aktif adalah pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif siswa saling berinteraksi satu sama lain dalam kelompok untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Interaksi belajar siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dibedakan menjadi dua yaitu interaksi belajar siswa dalam tugas dan interaksi siswa di luar tugas. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan interaksi belajar matematika siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII-A SMP N I Modo Lamongan dengan jumlah siswa 33 orang. Data interaksi belajar siswa dalam kelompok diperoleh dengan lembar observasi dan rekaman handycam. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa interaksi belajar matematika siswa dalam pembelajaran kooperatif yang terjadi dalam menyampaikan ide atau pendapat yaitu sebesar 34,4% untuk kelompok 1 dan 32,3% untuk kelompok 2, memberi bantuan yang disertai dengan penjelasan sebesar 15,6% untuk kelompok 1 dan 20,6% untuk kelompok 2, memberi bantuan tanpa disertai dengan penjelasan sebesar 25,0% untuk kelompok 1 dan 20,6% untuk kelompok 2 dan interaksi belajar matematika siswa dalam meminta bantuan sebesar 25,0% untuk kelompok 1 dan 26,5% untuk kelompok 2.

  14. Fenomena Gender dalam Dongkari Lagu-Lagu Tembang Sunda Cianjuran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Hermawan

    2016-02-01

    ABSTRAK   Tulisan ini, “Fenomena Gender dalam Dongkari Lagu-lagu Tembang Sunda Cainjuran,” merupakan bagian kecil dari disertasi penulis berjudul “Gender dalam Tembang Sunda Cianjuran,” yang kemudian diolah kembali sesuai dengan tema tulisan ini. Tulisan ini ber- maksud untuk mengkaji fenomena gender dalam salah satu unsur tembang sunda cianjuran tersebut, yaitu dongkari. Sejauh mana ideologi gender dalam kehidupan masyarakat ber- pengaruh terhadap pertunjukan tembang sunda cianjuran, khususnya dalam menggunakan dongkari lagu-lagu tembang sunda cianjuran; dan sebaliknya. Dari kajian tersebut diperoleh kesimpulan yang menyatakan bahwa fenomena gender dapat ditemukan dalam ornamen/ dongkari. Hal ini ditunjukkan oleh adanya ornamen/dongkari yang bersifat maskulin dan feminin yang masing-masing biasa digunakan oleh penembang pria dan wanita dalam menembangkan lagu-lagu tembang sunda cianjuran. Kendatipun demikian, hal tersebut tidak terlepas dari fenomena cross-gender yang senantiasa hadir menyertainya sehingga dalam kasus-kasus tertentu, ornamen/dongkari yang bersifat maskulin bisa pula digunakan oleh penembang wanita; dan demikian pula sebaliknya. Keterkaitan antara fenomena gen- der yang ditemukan dalam ornamen/dongkari dan penggunaannya oleh penembang pria dan wanita dalam praktik pertunjukan tembang sunda cianjuran menunjukkan adanya sa- ling keterkaitan dan saling memengaruhi antara ideologi gender yang melekat dalam ke- hidupan masyarakat Sunda dan pertunjukan musik—tembang sunda cianjuran.   Kata kunci: gender, tembang sunda cianjuran, ornamen/dongkari

  15. JEJAK KARAWITAN DALAM KAKAWIN SUMANASANTAKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Santosa

    2018-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Kakawin Sumanas?ntaka (Death Because Sumanasa Flowers is one source of the search trail musical term of from about 22 manuscript Old Javanese literature.This article is part of the research entitled "Traces Track Karawitan in Ancient Java Script: Assessment Form, function and meaning". This discussion is intended to clarify the form and function of musical instruments during the period in East Java around the 10th century.This study uses historical method which, through the stages of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. At this stage of heuristics used kakawin Sumanas?ntaka is the work of Worsley, P., S. Supomo, M. Fletchert dan T.H. Hunter.,year 2014 also found written entitledKakawin Sumanas?ntaka, Mati Karena Bunga Sumanasa, Karya Mpu Monaguna., Kajian sebuah puisi epik Jawa Kuno. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.Criticism is done internally through direct translation as the facts speak and the last is the stage of historiography. Form and function in kakawin Sumanasantaka musical instruments, can not be separated from the function of musical instruments in the future, namely as a means Javanese ceremonies and as accompanist secular activities. Keywords: form, function, karawitan, kakawin, Sumanas?ntaka   ABSTRAK Kakawin Sumanas?ntaka (Mati Karena Bunga Sumanasa merupakan salah satu sumber penelusuran jejak istilah karawitan dari sekitar 22 Naskah kesusastraanberbahasa Jawa Kuno awal.Tulisan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang berjudul “Melacak Jejak Karawitan dalam Naskah Jawa Kuno: Kajian Bentuk, fungsi, dan Makna”. Pembahasan ini dimaksudkan untuk memperjelas bentuk dan fungsi instrumen musik pada masa periode Jawa Timur sekitar abad ke-10.Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu, melalui tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pada tahap heuristik ditemukan sebuah kakawin Sumanasantaka yaitu karya Worsley, P., S. Supomo, M. Fletchert dan T.H. Hunter. Tahun 2014

  16. STATISTIK DESKRIPTIF DALAM PENELITIAN KUALITATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amirotun Sholikhah

    2017-03-01

    -sampel yang representatif. Melalui tahapan tersebut paling tidak peneliti akan mampu menghasilkan temuan data yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Sebab itu sangat penting bagi peneliti untuk menggunakan metode statistik deskriptif pada penelitian kualitatif, sebagai bentuk penelitian tentang yang cenderung memotret fenomena sosial. Melalui kemampuan olah basis data yang dimiliki oleh metode kualitatif deskriptif, sangatlah membantu dalam melakukan pengamatan dalam bentuk ukuran-ukuran berupa angka-angka.

  17. Radiation sterilization of harmful algae in water

    International Nuclear Information System (INIS)

    Byung Chull An; Jae-Sung Kim; Seung Sik Lee; Shyamkumar Barampuram; Eun Mi Lee; Byung Yeoup Chung

    2007-01-01

    Complete text of publication follows. Objective: Drinking water, water used in food production and for irrigation, water for fish farming, waste water, surface water, and recreational water have been recently recognized as a vector for the transmission of harmful micro-organisms. The human and animal harmful algae is a waterborne risk to public health and economy because the algae are ubiquitous and persistent in water and wastewater, not completely removed by physical-chemical treatment processes, and relatively resistant to chemical disinfection. Gamma and electron beam radiation technology is of growing in the water industry since it was demonstrated that gamma and electron beam radiation is very effective against harmful algae. Materials and Methods: Harmful algae (Scenedesmus quadricauda(Turpin) Brebisson 1835 (AG10003), Chlorella vulgaris Beijerinck 1896 (AG30007) and Chlamydomonas sp. (AG10061)) were distributed from Korean collection for type cultures (KCTC). Strains were cultured aerobically in Allen's medium at 25□ and 300 umol/m2s for 1 week using bioreactor. We investigated the disinfection efficiency of harmful algae irradiated with gamma (0.05 to 10 kGy for 30 min) and electron beam (1 to 19 kGy for 5 sec) rays. Results and Conclusion: We investigated the disinfection efficiency of harmful algae irradiated with gamma and electron beam rays of 50 to 19000 Gy. We established the optimum sterilization condition which use the gamma and electron beam radiation. Gamma ray disinfected harmful algae at 400 Gy for 30 min. Also, electron beam disinfected at 1000 Gy for 5 sec. This alternative disinfection practice had powerful disinfection efficiency. Hence, the multi-barrier approach for drinking water treatment in which a combination of various disinfectants and filtration technologies are applied for removal and inactivation of different microbial pathogens will guarantee a lower risk of microbial contamination.

  18. Algae production for energy and foddering

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Bai, Attila; Jobbagy, Peter; Durko, Emilia [University of Debrecen, Faculty of Applied Economics and Rural Development (UD-FAERD), Centre for Agricultural and Applied Economic Sciences, Debrecen (Hungary)

    2011-09-15

    This study not only presents the results of our own experiments in alga production, but also shows the expected economic results of the various uses of algae (animal feed, direct burning, pelleting, bio-diesel production), the technical characteristics of a new pelleting method based on literature, and also our own recommended alga production technology. In our opinion, the most promising alternative could be the production of alga species with high levels of oil content, which are suitable for utilization as by-products for animal feed and in the production of bio-diesel, as well as for use in waste water management and as a flue gas additive. Based on the data from our laboratory experiments, of the four species we analyzed, Chlorella vulgaris should be considered the most promising species for use in large-scale experiments. Taking expenses into account, our results demonstrate that the use of algae for burning technology purposes results in a significant loss under the current economic conditions; however, the utilization of algae for feeding and bio-diesel purposes - in spite of their innovative nature - is nearing the level needed for competitiveness. By using the alga production technology recommended by us and described in the present study in detail, with an investment of 545 to 727 thousand EUR/ha, this technology should be able to achieve approximately 0-29 thousand EUR/ha net income, depending on size. More favorable values emerge in the case of the 1-ha (larger) size, thanks to the significant savings on fixed costs (depreciation and personnel costs). (orig.)

  19. Kreativitas Mang Koko dalam Karawitan Sunda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tardi Ruswandi

    2016-03-01

    ABSTRAK   Penelitian ini terfokus pada kreativitas Mang Koko dalam menciptakan lagu-lagu dan gending sebagai pengiring lagu. Kreativitas Mang Koko dianalisis dengan menggunakan teori Dedi Supriadi (1994:7 yang menjelaskan bahwa kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif   berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Mang Koko merupakan seniman kreatif dan produktif dalam berkarya yang hingga saat ini masih diperhitungkan. Dalam mengembangkan karawitan Sunda dan melahirkan genre baru, Mang Koko terilhami oleh beberapa jenis karawitan Sunda dan terinspirasi oleh pola-pola musik Barat sehingga proses kreatifnya berpijak pada aspek penggalian dan penciptaan. Hasil kreativitas Mang koko dikelompokkan menjadi Sekar Jenaka, lagu-lagu Kawih (anggana dan rampak sekar, Gamelan Wanda Anyar, Kacapian, Etude Kacapi, dan Drama Suara (Gending Karesmen.   Kata kunci: Mang Koko, Kreativitas, Karawitan Sunda

  20. KRIMINALISASI BERLEBIH (OVERCRIMINALIZATION DALAM KRIMINALISASI KORUPSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marthen H. Toelle

    2015-10-01

    Full Text Available Abstrak Artikel ini berargumen bahwa kriminalisasi dalam Pasal 2 ayat (1 dan Pasal 3 UU Tipikor adalah praktik kriminalisasi berlebih. Praktik kriminalisasi berlebih pada hakikatnya adalah keputusan menetapkan suatu tindakan sebagai tindak pidana dalam undang-undang tanpa didukung oleh alasan yang memadai. Dalam kontrak dengan pemerintah, perlindungan terhadap keuangan negara sudah memadai sehingga tindakan merugikan keuangan negara tidak perlu dikriminalisasi atau dipidana berdasarkan Pasal 2 ayat (1 dan Pasal 3 UU Tipikor. Abstract This article argues that the criminalization stipulated in Articles 2(1 and 3 of the Indonesian Anti-Corruption Act is overcriminalization. Overcriminalization is, in essence, the decision to criminalize certain behaviour without being supported by adequate reasons. In government contracts, the protection over State budget has been properly established, therefore any State budget loss should not necessarily be criminalized according to Articles 2 (1 and 3 of the Indonesian Anti-Corruption Act.

  1. Beblabadan Bahasa Bali Dalam Perspektif Ekolinguistik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Ngurah Adi Rajistha

    2016-04-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan (1 kategori gramatikal dari leksikon alam yang digunakan dalam beblabadan, (2 konstruksis sintaksis dari beblabadan yang mengandung leksikon alam, dan (3 tiga dimensi praksis sosial dari beblabadan. Data penelitian ini diperoleh dari buku Basita Paribasa karangan W. Simpen AB. Data yang dikumpulkan adalah berupa frasa dan klausa. Hasil analisis disajikan dengan menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan analisis yang dilakukan, ada tiga temuan dalam analisis ini yaitu (1 kategori gramatikal dari leksikon alam dalam beblabadan adalah verba seperti mabawang (berlaku sebagai bawang dan nomina seperti jaka (pohon enau; (2 Konstruksi sintaksis dari beblabadan (metafora yang mengandung leksikon-leksikon alam tersebut antara lain frasa nomina seperti base wayah (seperti daun sirih tua, frasa verba seperti mabawang putih (seperti bawang putih, dan klausa seperti ental magulung (daun lontar digulung; dan (3 dimensi praksis sosial dari beblabadan (metafora ditunjukkan oleh pola-pola acuan tertentu.

  2. Minat Masyarakat dalam Menggunakan Smart Appliances

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Yuniarti

    2014-09-01

    Full Text Available Harga sumber energi yang semakin naik dari tahun ke tahun dan kemajuan teknologi telah mendorong perkembangan smart grid. Smart appliance merupakan salah satu komponen penting dalam smart grid. Penerapan smart appliance sejalan dengan kebijakan untuk mengurangi konsumsi energi, mengurangi emisi karbon dan penyediaan energi dari energi terbarukan. Penetrasi telepon bergerak turut memudahkan manajemen energi dan otomatisasi home appliance. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis minat masyarakat, yang merupakan aktor aktif dalam konsumsi dan manajemen energi di rumah tangga. Data penelitian dianalisis  dengan menggunakan metode structural equation modeling (SEM Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel enjoyment memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat dalam menggunakan smart appliance. Sedangkan, variabel compatibility ease of use, relative advantage dan image tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan smart appliance.

  3. SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbits moschata, Durch TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN A DAN DAYA TERIMA PANELIS PADA SOSIS IKAN NILA (Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fu'ad Hasyim Asyngari

    2017-02-01

    Full Text Available Labu kuning merupakan sayuran yang kaya akan beta karoten sebagai prekursor vitamin A. Labu kuning dapat diolah menjadi tepung, yang kemudian disubstitusikan pada produk sosis ikan untuk meningkatkan nilai gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase substitusi tepung labu kuning yang tepat, mempelajari pengaruh substitusi tepung labu kuning terhadap kandungan vitamin A dan daya terima panelis produk sosis ikan nila. Tahapan pertama adalah pembuatan tepung labu kuning dengan pengeringan menggunakan sinar matahari selama 2-3 hari yang dilanjutkan dengan proses penepungan. Selanjutnya tepung labu kuning disubstitusikan pada sosis ikan nila dengan persentase 0%, 10%, 15% dan 20% dari total keseluruhan adonan sosis ikan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosis ikan nila dengan persentase substitusi tepung labu kuning 20% merupakan perlakuan terbaik ditinjau dari kandungan vitamin A. Persentase substitusi tepung labu kuning dapat meningkatkan kandungan vitamin A pada sosis ikan nila. Kandungan vitamin A sosis ikan nila dengan subtitusi tepung labu kuning dengan persentase 0%, 10%, 15% dan 20% berturut-turut yaitu < 0,01 μg/g, 0,9825 μg/g, 1,5025 μg/g dan 1,5375 μg/g. Hasil uji organoleptik menunjukkan daya terima panelis terhadap sosis ikan nila dengan substitusi tepung labu kuning berkisar antara 5 (agak suka sampai dengan 6,8 (suka. Pumpkin is vegetable that rich in beta carotene as a precursor of vitamin A. Pumpkin can be processed into flour, which is then substitution on fish sausage products to improve the nutritional value. The purpose of this study was get precise percentage substitution of pumpkin flour, to know the effect of pumpkin flour substitution on the content of vitamin A and the panelist acceptance on tilapia sausage product. The first stage was manufacturing of pumpkin flour with drying using sunlight for 2-3 days

  4. PENGARUH MODAL DAN VOLUME PENJUALAN TERHADAP KEMAMPULABAAN USAHA BAKUL IKAN WANITA DI PASAR TULEHU KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Hariyanti

    2008-06-01

    Full Text Available Usaha yang sangat digeluti oleh kaum perempuan sebagai upaya membantu peningkatan perekonomian keluarga di Provinsi Maluku salah satunya adalah kegiataan usaha bakul ikan di kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Usaha ini  sangat berpotensi, disebabkan oleh lokasi yang sangat strategis  sebagai daerah transit kecatan pulau Haruku dan pulau Saparua serta satu-satunya pasar terbesar di Kecamatan Salahutu sebagai tempat berbelanja masyarakat ketiga kecamatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh modal dan volume penjualan terhadap kemampulabaan serta untuk mengetahui dari dua variabel tersebut mana yang sangat berpengaruh signifikan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi liner berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap kemampulabaan, sedangkan variabel volume penjulan berpengaruh signifikan positif terhadap kemampulabaan yang berarti kedua variabel tersebut secara simultan berpangaru signifikan terhadap kemampulabaan. Secara parsial variabel modal yang sangat berpengaruh signifikan terhadap kemampulabaan

  5. PEMANFAATAN WEB KHAN ACADEMY DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Soebagyo

    2016-02-01

    Full Text Available Artikel ini bertujuan untuk mengobservasi pemanfaatan web Khan Academy siswa SMK Swasta di Jakarta Utara. Observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas siswa dalam menggunakan web khan academy selama proses pembelajaran matematika. Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran matematika sudah sepatutnya dilakukan oleh pihak-pihak yang ikut bertanggungjawab atas keberhasilan belajar matematika perserta didik.  Teknologi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari dan salah satu bentuk teknologi yang sering dimanfaatkan saat ini adalah website dimana akitifitas pekerjaan, pendidikan, hiburan dan hubungan  sosial, semuanya dapat dialami melalui website.  Dibutuhkan sebuah website yang bias mengakomodir siswa dalam proses pembelajaran matematika baik di dalam kelas maupun di luar kelas.  Kriteria web yang baik haruslah memberikan kemudahan dalam pemanfaatannya, salah satu web tersebut adalah web khan academy.   This paper aims to observe the use of web Khan Academy Private vocational students in North Jakarta. Observations carried out to observe the activities of the students in using web khan academy during the learning process of mathematics. The use of technology in the learning process of mathematics has been duly carried out by parties who share responsibility for the success of students studying mathematics participants. Technology is something that can not be separated in everyday life and one form of technology that is often used today is a website where the activity, employment, education, entertainment and social relationships, all of which can be experienced through the website. It takes a biased website to accommodate students in mathematics learning process both in the classroom and outside the classroom. Criteria for good web should provide ease of use, one of the web is a web khan academy.

  6. PEMBUATAN BIOETANOL DARI ALGA Codium geppiorum DAN PEMANFAATAN BATU KAPUR NUSA PENIDA TERAKTIVASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Karta

    2015-05-01

    Full Text Available ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi penambahan ragi tape dan waktu fermentasi terhadap kadar etanol dalam pembuatan bioetanol berbahan alga Codium geppiorum, dan pengaruh variasi suhu aktivasi dan massa batu kapur Nusa Penida dalam meningkatkan kadar etanol. Penelitian adalah True Experiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial 3 x 4 yang terdiri dari dua faktor. Kadar etanol diukur dengan Gas Chromatography Varian 3300 dan dianalisis dengan Anava dua jalur menggunakan software SPSS 17.0. Hasil penelitian pada kadar etanol hasil fermentasi menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel (38,212 > 2,51 dengan probabilitas 0,000 yang berarti adanya interaksi antara variasi konsentrasi ragi dan waktu fermentasi. Perlakuan yang optimum diperoleh pada W3D3 (waktu 7 hari dan konsentrasi 20% yaitu dengan rata-rata 3,03% dari massa sampel alga 25 gram. Hasil penelitian dehidrasi etanol menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel (3,082 > 2,51 dengan probabilitas 0,022 yang berarti terdapat interaksi antara suhu aktivasi dan massa batu kapur dalam dehidrasi etanol. Perlakuan yang optimum adalah M1T1 (massa 50 gram dan suhu 800oC dengan rata-rata kadar etanol 99,15 %. Aplikasi batu kapur dengan dehidrasi optimum mampu meningkatkan kadar bioetanol dari 28,92% menjadi 83,78%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa variasi konsentrasi ragi tape dan waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap kadar etanol yang dihasilkan pada pembuatan bioetanol berbahan alga Codium geppiorum; dan variasi suhu aktivasi dan massa batu kapur berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kadar etanol.  ABSTRACT: The aims of this research are to determine the effect of the concentration of yeast addition and length of fermentation on the amount of ethanol produced in the fermentation of algae Codium geppiorum and the effect of activation temperature and the amount of Nusa Penida’s limestone on the concentration of ethanol in the

  7. FAKTOR KEBUDAYAAN DALAM PENENTUAN POSITIONING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lesie Yuliadewi

    1999-01-01

    Full Text Available The culture is the important part to influent people s attitudes like the way they have seen or thinked. Usually%2C people will learn some thing faster than the other%2C because it has been related with their past experience. That is why%2C the culture become one of the most important thing in advertising and it have great influence for the brand image of the consumers. So the consumers can be easily remember the products that have been advertising. Last%2C all of it%2C will change the sales of the products goes up and hopefully%2C it will increase the revenue/profit of the firm. Abstract in Bahasa Indonesia : Kebudayaan akan mempengaruhi sudut pandang seseorang terhadap sesuatu yang dilihat atau diterima oleh otaknya. Seseorang akan lebih cepat menerima sesuatu apabila ciri-ciri hal yang baru diterimanya berhubungan dengan masa lampaunya. Oleh karena itu%2C kebudayaan merupakan faktor yang penting diperhitungkan agar pesan yang termuat dalam iklan cepat diterima dan diingat di benak calon konsumen%2C sehingga angka penjualan dapat meningkat.

  8. PEMANFAATAN LIMBAH CAIR GARAM BAHAN BAKU 30˚ Be UNTUK PENGASINAN IKAN GABUS RENDAH NACl DAN MENGANDUNG Mg

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nilawati Nilawati

    2014-12-01

    Full Text Available Pengasinan merupakan metode pengawetan yang sudah lama dengan menggunakan garam krosok namun pengasinan dengan  limbah cair garam 30˚ Be belum banyak dilakukan. Keuntungan dengan metode ini akan menghasilkan produk ikan asin yang rendah NaCl dan tinggi kandungan Mg. Penelitian ini menggunakan 1 variabel yaitu konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be  yaitu B0 (0 persen- kontrol, B10 (10 persen. B20 (20 persen, B30 (30 persen,  B40(40 persen, B50 (50 persen  dan kontrol  B100 (100 persen  serta kontrol pembanding penggaraman kering dengan garam bahan baku G100 (100 persen atau dikenal garam krosok. Hasil penelitian diperoleh kandungan NaCl murni pada pemakaian larutan 30˚ Be sebanyak 10 persen  sebesar 6,952 persen. Dan pada konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be dengan konsentrasi   50 persen diperoleh kndungan NaCl murni sebesar 15,478 persen, namun untuk kontrol yang menggunakan garam krosok maka NaCl nya paling tinggi, sedangkan kontrol dengan 100 persen larutan 30˚ Be kandungan NaCl murninya sampai 25,134 persen, yang menggunakan garam bahan baku  kandungan NaCl sebesar 43,864 persen.  Perlakuan yang terbaik diperoleh pada pemakaian larutan garam 30˚ Be pada konsentrasi 40 persen. Kandungan Magnesium pada     penelitian ini berkisar antara 0,387 Sampai  3,444  persen.  Perlakuan mulai konsentrasi 30 persen keatas   penampakan ikan asin putih kecoklatan , empuk, bersih, namun kalau dibawah 30 persen penampakannya kecoklatan muda, daging liat agak keras namun NaCl nya rendah

  9. Model Polikultur Udang Windu (Penaeus monodon Fab, Ikan Bandeng (Chanos-chanos Forskal dan Rumput Laut (Gracillaria Sp. Secara Tradisional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murachman - -

    2012-05-01

    Full Text Available Abstrak Polikultur merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan air yang mengakibatkan penurunan produksi ikan di kolam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menyusun pola manajemen polikultur udang windu (Penaeus monodon Fab., ikan bandeng (Chanos-chanos Forskal dan rumput laut (Gracillaria sp.. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus di Dusun Tanjung Sari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Sampel penelitian diambil pada 18 lokasi polikultur dari tiga komoditas tersebut (udang windu, ikan bandeng dan rumput laut dan 20 lokasi polikultur dari dua komunitas (udang windu dan ikan bandeng. Variabel yang dipergunakan pada penelitian ini adalah Variabel penelitian meliputi lingkungan makro tambak, karakteristik pembudidaya, cara pengelolaan tambak dan perlakuan–perlakuan yang diberikan, padat tebar, kualitas air, kesuburan air, produksi tambak, keuntungan pembudidaya polikultur dan model budidaya polikultur tiga komoditas. Model budidaya polikultur terdiri dari enam komponen yaitu penentuan lokasi tambak, persiapan tambak, pemeliharaan, panen, kelembagaan sosial dan kelembagaan ekonomi. Masing-masing komponne tersebut saling berhubungan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat tiga faktor yang mendukung penentuan lokasi kolam, yaitu jenis tanah di atas kolam, sumber air tawar, sumber air laut, dan keberadaan hutan mangrove. Kualitas dan kesuburan air cukup baik dan berada pada kisaran standard kualitas air untuk tambak. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara padat tebar untuk udang windu dan ikan bandeng pada tipe polikultur tiga komoditas dan polikultur dua komoditas. Padat tebar rumput laut pada polikultur tiga komoditas adalah 975 kgha-1. Keberadaan rumput laut pada polikultur tiga komoditas dapat meningkatkan kualitas air menjadi lebih baik dibandingkan pada polikultur dua komoditas. Kandungan oksigen terlarut pada tambak adalah 165 mgl-1, tingkat kejernihan air 50.875 cm, NH3 0

  10. Prinsip Transparansi dalam Perjanjian TBT dan SPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Widyaputri Kariodimedjo

    2012-02-01

    Full Text Available Transparency principle in the TBT and SPS Agreement is implemented by notification. Its application is prepared by related agencies through the making of regulations, establishment of enquiry points, building capacity and infrastructure. It guarantees certainty, predictability and credibility of Indonesia in international trade, and its application should not undermine national trade policy. Prinsip transparansi dalam Perjanjian TBT dan SPS diterapkan melalui notifikasi. Penerapan prinsip ini dilakukan oleh instansi-instansi terkait melalui pembuatan peraturan, upaya terkait kelembagaan, SDM dan infrastruktur. Prinsip yang bertujuan menciptakan kepastian, konsistensi bagi perdagangan dan kredibilitas Indonesia dalam perdagangan internasional, harus dilakukan tanpa mengorbankan kepentingan untuk mengamankan kebijakan impor nasional.

  11. PENERAPAN ANALISIS SWOC DALAM RENCANA STRATEGIS PENDIDIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hardianto -

    2018-01-01

    Full Text Available Analisis SWOC merupakan salah satu langkah yang bisa diambil dalam membuat sebuah rencana strategis pendidikan. Analisis ini dilakukan untuk melihat secara mendalam situasi internal dan eksternal organisasi. Situasi internal yang dilihat adalah kekuatan (Strenghts dan kelemahan (Weaknesses organisasi pendidikan. Situasi eksternal berupa peluang (Opportinities dan tantangan (Challenges. Untuk membuat sebuah rencana strategis yang baik dapat dilakukan dengan menganalisis setiap kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan. Teknik kartu salju (snow card bisa digunakan dalam melakukan analisis SWOC. Hasil analisis tersebut nantinya akan melahirkan kombinasi strategi kekuatan-peluang, kekuatan-tantangan, kelemahan-peluang dan kelemahan-tantangan.

  12. Effect of ferrate on green algae removal.

    Science.gov (United States)

    Kubiňáková, Emília; Híveš, Ján; Gál, Miroslav; Fašková, Andrea

    2017-09-01

    Green algae Cladophora aegagropila, present in cooling water of thermal power plants, causes many problems and complications, especially during summer. However, algae and its metabolites are rarely eliminated by common removal methods. In this work, the elimination efficiency of electrochemically prepared potassium ferrate(VI) on algae from cooling water was investigated. The influence of experimental parameters, such as Fe(VI) dosage, application time, pH of the system, temperature and hydrodynamics of the solution on removal efficiency, was optimized. This study demonstrates that algae C. aegagropila can be effectively removed from cooling water by ferrate. Application of ferrate(VI) at the optimized dosage and under the suitable conditions (temperature, pH) leads to 100% removal of green algae Cladophora from the system. Environmentally friendly reduction products (Fe(III)) and coagulation properties favour the application of ferrate for the treatment of water contaminated with studied microorganisms compared to other methods such as chlorination and use of permanganate, where harmful products are produced.

  13. Phospholipids of New Zealand Edible Brown Algae.

    Science.gov (United States)

    Vyssotski, Mikhail; Lagutin, Kirill; MacKenzie, Andrew; Mitchell, Kevin; Scott, Dawn

    2017-07-01

    Edible brown algae have attracted interest as a source of beneficial allenic carotenoid fucoxanthin, and glyco- and phospholipids enriched in polyunsaturated fatty acids. Unlike green algae, brown algae contain no or little phosphatidylserine, possessing an unusual aminophospholipid, phosphatidyl-O-[N-(2-hydroxyethyl) glycine], PHEG, instead. When our routinely used technique of 31 P-NMR analysis of phospholipids was applied to the samples of edible New Zealand brown algae, a number of signals corresponding to unidentified phosphorus-containing compounds were observed in total lipids. NI (negative ion) ESI QToF MS spectra confirmed the presence of more familiar phospholipids, and also suggested the presence of PHEG or its isomers. The structure of PHEG was confirmed by comparison with a synthetic standard. An unusual MS fragmentation pattern that was also observed prompted us to synthesise a number of possible candidates, and was found to follow that of phosphatidylhydroxyethyl methylcarbamate, likely an extraction artefact. An unexpected outcome was the finding of ceramidephosphoinositol that has not been reported previously as occurring in brown algae. An uncommon arsenic-containing phospholipid has also been observed and quantified, and its TLC behaviour studied, along with that of the newly synthesised lipids.

  14. Radiation effects on algae and its application

    International Nuclear Information System (INIS)

    Dwivedi, Rakesh Kumar

    2013-01-01

    The effects of radiation on algae have been summarized in this article. Today, algae are being considered to have the great potential to fulfill the demand of food, fodder, fuel and various pharmaceutical products. Red algae are particularly rich in the content of polysaccharides present in their cell wall. For isolation of these polysaccharides, separation of cells cemented together by middle lamella is essential. The gamma rays are known to bring about biochemical changes in the cell wall and cause the breakdown of the middle lamella. These rays ate also known to speed up the starch sugar inter-conversion in the cells which is very useful for the tapping the potential of algae to be used as biofuel as well as in pharmaceutical industries. Cyanobacteria, among algae and other plants are more resistant to the radiation. In some cyanobacteria the radiation treatment is known to enhance the resistance against the antibiotics. Radiation treatment is also known to enhance the diameter of cell and size of the nitrogen fixing heterocyst. (author)

  15. Sustainable Algae Biodiesel Production in Cold Climates

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudras Baliga

    2010-01-01

    Full Text Available This life cycle assessment aims to determine the most suitable operating conditions for algae biodiesel production in cold climates to minimize energy consumption and environmental impacts. Two hypothetical photobioreactor algae production and biodiesel plants located in Upstate New York (USA are modeled. The photobioreactor is assumed to be housed within a greenhouse that is located adjacent to a fossil fuel or biomass power plant that can supply waste heat and flue gas containing CO2 as a primary source of carbon. Model results show that the biodiesel areal productivity is high (19 to 25 L of BD/m2/yr. The total life cycle energy consumption was between 15 and 23 MJ/L of algae BD and 20 MJ/L of soy BD. Energy consumption and air emissions for algae biodiesel are substantially lower than soy biodiesel when waste heat was utilized. Algae's most substantial contribution is a significant decrease in the petroleum consumed to make the fuel.

  16. Biological toxicity of lanthanide elements on algae.

    Science.gov (United States)

    Tai, Peidong; Zhao, Qing; Su, Dan; Li, Peijun; Stagnitti, Frank

    2010-08-01

    The biological toxicity of lanthanides on marine monocellular algae was investigated. The specific objective of this research was to establish the relationship between the abundance in the seawater of lanthanides and their biological toxicities on marine monocellular algae. The results showed that all single lanthanides had similar toxic effects on Skeletonema costatum. High concentrations of lanthanides (29.04+/-0.61 micromol L(-1)) resulted in 50% reduction in growth of algae compared to the controls (0 micromol L(-1)) after 96 h (96 h-EC50). The biological toxicity of 13 lanthanides on marine monocellular algae was unrelated with the abundance of different lanthanide elements in nature, and the "Harkins rule" was not appropriate for the lanthanides. A mixed solution that contained equivalent concentrations of each lanthanide element had the same inhibition effect on algae cells as each individual lanthanide element at the same total concentration. This phenomenon is unique compared to the groups of other elements in the periodic table. Hence, we speculate that the monocellular organisms might not be able to sufficiently differentiate between the almost chemically identical lanthanide elements. Copyright (c) 2010 Elsevier Ltd. All rights reserved.

  17. PENERAPAN LEGO BRICKS DALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN MATEMATIS SISWA DALAM MENGHITUNG BILANGAN BERPANGKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mutia Rahma Setyani

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembelajaran dan mendeskripsikan kecerdasan matematis siswa dalam menghitung bilangan berpangkat setelah menggunakan lego bricks pada siswa kelas III Tahassus MIS Ta’allamul Huda. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas ini dengan model pembelajaran Cooperative Learning. Subjek penelitian adalah siswa kelas III ahassus MIS a’allamul Huda yang berjumlah 24 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan lego bricks pada perhitungan bilangan berpangkat meningkat pada setiap siklusnya. Pada tahap Pra Siklus, hanya 40% siswa yang lulus dalam mengerjakan soal-soal dari bilangan berpangkat, kemudian pada Siklus I berdasarkan hasil observasi didapatkan kenaikan yang signifikan yaitu 80% siswa yang lulus dalam mengerjakan soal mengenai bilangan berpangkat. Masih ada 20% siswa yang masih kesulitan dalam mengerjakan soal tersebut. Selanjutnya setelah dilakukan perbaikan, pada Siklus II didapat kenaikan yang luar biasa yaitu seluruh kelompok siswa lulus dalam mengerjakan soal mengenai bilangan berpangkat. Hal tersebut dibuktikan kembali melalui hasil post test pada tahap Pasca Siklus dimana nilai seluruh siswa berada diatas kriteria ketuntasan minimum, yaitu 85-100 sehingga penerapan lego bricks untuk meningkatkan kecerdasan matematis siswa dalam menghitung bilangan berpangkat dikatakan berhasil.

  18. Behaviour of technetium in marine algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Bonotto, S.; Kirchmann, R.; Van Baelen, J.; Hurtger, C.; Cogneau, M.; Van der Ben, D.; Verthe, C.; Bouquegneau, J.M.

    1985-01-01

    Uptake and distribution of technetium were studied in several green (Acetabularia acetabulum, Boergesenia forbesii, Ulva lactuca) and brown (Ascophyllum nodosum, Fucus serratus, Fucus spiralis and Fucus vesiculosus) marine algae. Technetium was supplied to the algae as Tc-95m-pertechnetate. Under laboratory conditions, the algae were capable of accumulating technetium, with the exception, however, of Boergesenia, which showed concentration factors (C.F.) comprised between 0.28 and 0.71. The concentration of technetium-99 in Fucus spiralis, collected along the Belgian coast, was measured by a radiochemical procedure. The intracellular distribution of technetium was studied by differential centrifugation in Acetabularia and by the puncturing technique in Boergesenia. The chemical forms of technetium penetrated into the cells were investigated by selective chemical extractions, molecular sieving and thin layer chromatography

  19. Freshwater algae of the Nevada Test Site

    International Nuclear Information System (INIS)

    Taylor, W.D.; Giles, K.R.

    1979-06-01

    Fifty-two species of freshwater algae were identified in samples collected from the eight known natural springs of the Nevada Test Site. Although several species were widespread, 29 species were site specific. Diatoms provided the greatest variety of species at each spring. Three-fifths of all algal species encountered were diatoms. Well-developed mats of filamentous green algae (Chlorophyta) were common in many of the water tanks associated with the springs and accounted for most of the algal biomass. Major nutrients were adequate, if not abundant, in most spring waters - growth being limited primarily by light and physical habitat. There was some evidence of cesium-137 bioconcentration by algae at several of the springs

  20. Behaviour of technetium in marine algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Bonotto, S.; Kirchmann, R.; Baelen, J. van; Hurtgen, C.; Cogneau, M.; Ben, D. van der; Verthe, C.; Bouquegneau, J.M.

    1986-01-01

    Uptake and distribution of technetium were studied in several green (Acetabularia acetabulum, Boergesenia forbesii, Ulva lactuca) and brown (Ascophyllum nodosum, Fucus serratus, Fucus spiralis and Fucus vesiculosus) marine algae. Technetium was supplied to the algae as Tc-95-pertechnetate. Under laboratory conditions, the algae were capable of accumulating technetium, with the exception, however, of Boergesenia, which showed concentration factors (C.F.) comprised between 0.28 and 0.71. The concentration of technetium-99 in Fucus spiralis, collected along the Belgian coast, was measured by a radiochemical procedure. The intracellular distribution of technetium was studied by differential centrifugation in Acetabularia and by the puncturing technique in Boergesenia. The chemical forms of technetium penetrated into the cells were investigated by selective chemical extractions, molecular sieving and thin layer chromatography. (author)

  1. Study of metal bioaccumulation by nuclear microprobe analysis of algae fossils and living algae cells

    International Nuclear Information System (INIS)

    Guo, P.; Wang, J.; Li, X.; Zhu, J.; Reinert, T.; Heitmann, J.; Spemann, D.; Vogt, J.; Flagmeyer, R.-H.; Butz, T.

    2000-01-01

    Microscopic ion-beam analysis of palaeo-algae fossils and living green algae cells have been performed to study the metal bioaccumulation processes. The algae fossils, both single cellular and multicellular, are from the late Neoproterozonic (570 million years ago) ocean and perfectly preserved within a phosphorite formation. The biosorption of the rare earth element ions Nd 3+ by the green algae species euglena gracilis was investigated with a comparison between the normal cells and immobilized ones. The new Leipzig Nanoprobe, LIPSION, was used to produce a proton beam with 2 μm size and 0.5 nA beam current for this study. PIXE and RBS techniques were used for analysis and imaging. The observation of small metal rich spores (<10 μm) surrounding both of the fossils and the living cells proved the existence of some specific receptor sites which bind metal carrier ligands at the microbic surface. The bioaccumulation efficiency of neodymium by the algae cells was 10 times higher for immobilized algae cells. It confirms the fact that the algae immobilization is an useful technique to improve its metal bioaccumulation

  2. Implementasi Student Centered Learning dalam Praktikum Fisika Dasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudy K.

    2011-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk mengimplementasikan student centered learning dalam praktikum fisika dasar. Berdasarkan pengalaman di jurusan fisika Unesa selama ini, kendala yang dijumpai adalah masih banyak mahasiswa yang belum dapat mandiri dalam melaksanakan kegiatan praktikumnya karena lebih banyak menunggu penjelasan dari pembimbing dan kurang berinisiatif dalam menyelesaikan masalah praktikumnya. Student centered learning (SCL merupakan strategi pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai subyek aktif dan mandiri yang bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajarannya. Memperhatikan karakteristik praktikum yang lebih mengarah pada pengembangan keterampilan ilmiah (hard skills dan soft skills mahasiswa dalam mengidentifikasi gejala dan menyelesaikan masalah perlu dilakukan pendekatan pembelajaran yang inovatif yang dapat mengembangkan keterampilan ilmiah mahasiswa secara maksimal. Untuk mengatasi keadaan tersebut, telah diujicobakan suatu mekanisme implementasi SCL dalam praktikum fisika dasar yang diharapkan dapat mengoptimalkan keterampilan praktikum mahasiswa. Efektivitas mekanisme kegiatan praktikum dengan pendekatan SCL tersebut dilihat berdasarkan sejauhmana sasaran yang diinginkan tersebut tercapai. Hasil implementasi student centered learning dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: 1 Atribut-atribut student centered learning yang dapat diintegrasikan ke dalam praktikum fisika dasar meliputi: kerja kelompok, diskusi, menulis, presentasi, dan pemecahan masalah. 2 Atribut-atribut softs skills mahasiswa yang bersesuaian dengan atribut-atribut student centered learning yang diintegrasikan ke dalam praktikum fisika dasar adalah: kerjasama merupakan penekanan dari kegiatan kerja kelompok, manajemen diri merupakan penekanan dari kegiatan diskusi, komunikasi tulis merupakan penekanan dari kegiatan menulis, komunikasi lisan merupakan penekanan dari kegiatan presentasi, berfikir kritis dan analitis merupakan penekanan dari pemecahan

  3. Serpins in plants and green algae

    DEFF Research Database (Denmark)

    Roberts, Thomas Hugh; Hejgaard, Jørn

    2008-01-01

    . Serpins have been found in diverse species of the plant kingdom and represent a distinct clade among serpins in multicellular organisms. Serpins are also found in green algae, but the evolutionary relationship between these serpins and those of plants remains unknown. Plant serpins are potent inhibitors...... of mammalian serine proteinases of the chymotrypsin family in vitro but, intriguingly, plants and green algae lack endogenous members of this proteinase family, the most common targets for animal serpins. An Arabidopsis serpin with a conserved reactive centre is now known to be capable of inhibiting...

  4. Biological synthesis of metallic nanoparticles using algae.

    Science.gov (United States)

    Castro, Laura; Blázquez, María Luisa; Muñoz, Jesus Angel; González, Felisa; Ballester, Antonio

    2013-09-01

    The increasing demand and limited natural resources of noble metals make its recovery from dilute industrial wastes attractive, especially when using environmentally friendly methods. Nowadays, the high impact that nanotechnology is having in both science and society offers new research possibilities. Gold and silver nanoparticles were biosynthesised by a simple method using different algae as reducing agent. The authors explored the application of dead algae in an eco-friendly procedure. The nanoparticle formation was followed by UV-vis absorption spectroscopy and transmission electron microscopy. The functional groups involved in the bioreduction were studied by Fourier transform infrared spectroscopy.

  5. P-32 uptake in lentic algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Strange, J.R.; Williamson, G.D.; Fletcher, D.J.

    1975-01-01

    A study of the Flat Creek Embayment of Lake Sidney Lanier near Gainesville, Georgia revealed three genera of algae, Chlorococcum, Fragillaria and Nostoc, to be prominent in this eutrophic region of the lake. The algae was grown in phosphate-rich media and subsequently labelled with P-32. All species incorporated luxury amounts of phosphorus as determined by the uptake of P-32. The results indicate that the P-32 uptake is proportional to the surface-per-volume ratio. The higher surface-per-volume ratio resulted in greater uptake of P-32

  6. Bioremediation of Heavy Metal by Algae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Seema Dwivedi

    2012-07-01

    Full Text Available Instead of using mainly bacteria, it is also possible to use mainly algae to clean wastewater because many of the pollutant sources in wastewater are also food sources for algae. Nitrates and phosphates are common components of plant fertilizers for plants. Like plants, algae need large quantities of nitrates and phosphates to support their fast cell cycles. Certain heavy metals are also important for the normal functioning of algae. These include iron (for photosynthesis, and chromium (for metabolism. Because marine environments are normally scarce in these metals, some marine algae especially have developed efficient mechanisms to gather these heavy metals from the environment and take them up. These natural processes can also be used to remove certain heavy metals from the environment. The use of algae has several advantages over normal bacteria-based bioremediation processes. One major advantage in the removal of pollutants is that this is a process that under light conditions does not need oxygen. Instead, as pollutants are taken up and digested, oxygen is added while carbon dioxide is removed. Hence, phytoremediation could potentially be coupled with carbon sequestration. Additionally, because phytoremediation does not rely on fouling processes, odors are much less a problem. Microalgae, in particular, have been recognized as suitable vectors for detoxification and have emerged as a potential low-cost alternative to physicochemical treatments. Uptake of metals by living microalgae occurs in two steps: one takes place rapidly and is essentially independent of cell metabolism – “adsorption” onto the cell surface. The other one is lengthy and relies on cell metabolism – “absorption” or “intracellular uptake.” Nonviable cells have also been successfully used in metal removal from contaminated sites. Some of the technologies in heavy metal removals, such as High Rate Algal Ponds and Algal Turf Scrubber, have been justified for

  7. Algas: cosmética y salud

    OpenAIRE

    Arenas, Patricia Marta; Guayta, Silvina L.

    1998-01-01

    El uso de las algas con fines estéticos y terapéuticos tiene su origen en tiempos muy antiguos. El auge de la utilización de “productos naturales” ha llevado a sobrevalorar las propiedades de los vegetales en general y de las algas en particular. Por tal razón, las mismas gozan de un elevado prestigio, incluso cuando las propiedades reales son en gran medida superadas por las popularmente atribuidas. De allí que surja la necesidad de abordar estudios interdisciplinarios y de naturaleza aplica...

  8. Growth acceleration and photosynthesis of the scenedesmus algae and cocconeis algae in deuterium water

    International Nuclear Information System (INIS)

    Liu Feng; Wang Wenqing

    1998-01-01

    In order to find new way to treat the radioactive tritium waste water, scenedesmus algae and cocconeis algae are cultured in medium which contains 30% (w) deuterium water. During different time, activities of photosymthesis, absorption spectrum, growth rate and low-temperature fluorescence spectrum are measured. Accelerated growth is found in the deuterium water compared to the normal water. Activities of photosynthesis show the similar result (F v /F m ) to the growth data. It is also concluded from low-temperature fluorescence spectra that algae activities in the deuterium water, which are expressed by PS I/PS II, are more sensitive than those in the normal water

  9. WASP7 BENTHIC ALGAE - MODEL THEORY AND USER'S GUIDE

    Science.gov (United States)

    The standard WASP7 eutrophication module includes nitrogen and phosphorus cycling, dissolved oxygen-organic matter interactions, and phytoplankton kinetics. In many shallow streams and rivers, however, the attached algae (benthic algae, or periphyton, attached to submerged substr...

  10. Accumulation of polycyclic arenes in Baltic Sea algae

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Veldre, I.A.; Itra, A.R.; Paal' me, L.P.; Kukk, Kh.A.

    1985-01-01

    The paper presents data on the level of benzo(a)pyrene (BP) and some other polycyclic arenes in alga and phanerogam specimens from different gulfs of the Baltic Sea. Algae were shown to absorb BP from sea water. The mean concentration of BP in sea water was under 0.004 microgram/1, while in algae it ranged 0.1-21.2 micrograms/kg dry weight. Algae accumulate BP to a higher degree than phanerogams. The highest concentrations of BP were found in algae Enteromorpha while the lowest ones in Furcellaria. In annual green algae, BP level was higher in autumn, i. e. at the end of vegetation period, than in spring. Brown algae Fucus vesiculosus is recommended for monitoring polycyclic arene pollution in the area from Vormsi Island to Kaesmu and green algae Cladophora or Enteromorpha in the eastern part of the Finnish Gulf.

  11. An Overview of Algae Biofuel Production and Potential Environmental Impact

    Science.gov (United States)

    Algae are among the most potentially significant sources of sustainable biofuels in the future of renewable energy. A feedstock with virtually unlimited applicability, algae can metabolize various waste streams (e.g., municipal wastewater, carbon dioxide from industrial flue gas)...

  12. Association of thraustochytrids and fungi with living marine algae

    Digital Repository Service at National Institute of Oceanography (India)

    Raghukumar, C.; Nagarkar, S.; Raghukumar, S.

    only in C. clavulatum, Sargassum cinereum and Padina tetrastromatica whilst mycelial fungi occurred in all. Growth experiments in the laboratory indicated that the growth of thraustochytrids was inhibited on live algae, whereas killed algae supported...

  13. KAWIN PAKSA DALAM PANDANGAN KIAI KRAPYAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Kurniawan

    2017-03-01

    [Tulisan-tulisan yang membahas tentang kawin paksa menandakan bahwa praktek atau pelaksanaan perkawinan paksa masih masif di kalangan masyarakat. Fenomena kawin paksa menjadi ritus dengan menggunakan hujah agama. Kawin paksa dalam fiqh dikenal dengan istilah hak ijbār.  Kawin paksa bisa jadi manifestasi dari hak ijba̅r apabila terpenuhi syarat-syarat dalam menentukan ijba̅r, dan apabila tidak sesuai dengan konsep tersebut maka kawin paksa diposisikan sebagai ikrah. Tulisan ini khusus membahas tentang kawin paksa dalam perspektif Kiai Krapyak. Pandangan Kiai-kiai Krapyak terhadap kawin paksa mempunyai pandangan yang berbeda secara literal. Akan tetapi secara esensial pandangan para Kiai Krapyak cenderung sama. Mereka sepakat bahwa kawin paksa sebisa mungkin untuk dihindari, meskipun dalam prakteknya kawin paksa merupakan akad yang sah. Hukum Islam tidak membenarkan adanya kawin paksa yang berkonotasi ikrah, kendatipun mayoritas mazhab fiqh sepakat adanya hak ijbār. Mayoritas mazhab fiqh sepakat adanya hak tersebut dengan perspektif yang berbeda antara mazhab satu dengan mazhab yang lain. Hukum positif menyebutkan persetujuan kedua pasangan sebagai suatu keharusan, maka secara otomatis tidak ada kompromi terhadap kebolehan  pelaksanaan kawin paksa.

  14. Tokoh Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Byung Soo Cho

    2005-04-01

    Full Text Available Surat Yudas menerangkan bahwa Adam adalah manusia yang pertamakarena Henokh termasuk ketujuh dari Adam dalam silsilah. ]uga surat Yudasberbicara tentang kesalehan Henokh sambil menunjukkan bahwa Henokhadalah keturunan Adam, sehingga Adam adalah orang yang saleh.

  15. STEAM DALAM PEMBUATAN PAKAN UNTUK KOMODITAS AKUAKULTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukarman Sukarman

    2010-12-01

    Full Text Available Kualitas fisik pakan (pelet untuk hewan akuakultur sangat penting, karena akan dimasukkan ke dalam air dan diharapkan tidak banyak mencemari lingkungan. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam menjaga kualitas fisik pakan adalah penambahan dan pengaturan steam pada saat proses pembuatan pelet. Steam adalah aliran gas yang dihasilkan oleh air pada saat mendidih. Steam dibagi menjadi 3 jenis yaitu steam basah, saturated steam, dan superheated steam. Steam yang digunakan dalam proses pembuatan pelet adalah saturated steam. Pengaruh penambahan steam pada kualitas pelet bisa mencapai 20%. Penambahan steam dengan jumlah dan kualitas yang tepat akan menghasilkan pelet berkualitas. Sedangkan jika pengaturan dan penambahannya tidak tepat, maka kualitas fisik pelet akan rendah dan kemungkinan bisa merusak kandungan nutrisi seperti vitamin dan protein. Penambahan steam yang benar bisa dilakukan di dalam kondisioner dengan mengatur retention time, sudut kemiringan paddle conditioner, kecepatan putaran bearing dan menjaga kualitas steam dari mesin boiler sampai dengan kondisioner.

  16. PENGARUH KEBUDAYAAN KONTEMPORER DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR MAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Freddy H. Istanto

    2000-01-01

    Full Text Available Market is traditionally known as the place where the seller and the buyers meet. In its development, it grows to be big shopping centers and even malls. Along with it, the concept of market has also changed within this building. It is not only the place where the transaction between the sellers and the buyers happen but also it expands to be the one where each person has turned to be the "player" in the nowadays "cultural-theatre". Being the designers, the architect is challenged to respond the changing pattern in the society by making use of the building. Abstract in Bahasa Indonesia : Pasar dikenal sebagai tempat dimana penjual dan pembeli bertemu. Dalam perkembangan lebih lanjut muncul pusat-pusat pertokoan yang sangat besar sampai hadirnya shopping-mall. Di dalam bangunan inilah konsep pasar secara tradisional telah berkembang, tidak saja tempat transaksi antara penjual dan pembeli, tetapi telah melebar menjadi tempat dimana setiap individu telah menjadi "pemain" di dalam sebuah teater kebudayaan masa kini. Arsitek sebagai perancang bangunan harus menyikapi perubahan-perubahan perilaku yang terjadi di masyarakat dalam menggunakan bangunannya. Kata kunci: kebudayaan kontemporer, arsitek, arsitektur mal, kebudayaan milenium tiga.

  17. ISLAM ABOGE DALAM TRADISI JAWA ALASTUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sakirman Sakirman

    2016-10-01

    Full Text Available Islam masuk ke tanah Jawa dalam keadaan penduduknya telah memiliki tradisi dan budaya berupa kepercayaan adanya kekuatan pada benda-benda tertentu (dinamisme, adanya kekuatan pada arwah orang yang meninggal (animisme dan kepercayaan adanya kekuatan pada binatang-binatang (totemisme. Tradisi ini telah diwariskan secara turun temurun, diyakini, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Islam datang, keyakinan dan kepercayaan tersebut  melebur dalam budaya Islam. Sehingga munculah apa yang disebut dengan sinkretisme Islam, yaitu akulturasi budaya Islam dengan tradisi lokal. Di antara bentuk akulturasi budaya lokal (Jawa dengan Islam adalah tradisi yang dianut oleh komunitas Islam Aboge. Komunitas ini melaksanakan tradisi-tradisi Jawa dengan dibumbui tradisi Islam, maka munculah Islam dengan cita rasa lokal (islam lokal. Kekhasan dari komunitas ini adalah masih menggunakan model Penanggalan Islam Jawa yakni Penanggalan Aboge untuk menetapkan awal Ramadhan, Hari Raya Idhul Fitri dan Idhul Adha. Kata Aboge adalah singkatan dari Alip Rebo Wage yang mempunyai arti Tanggal 1 Muharram Tahun Alif akan jatuh pada hari Rebo (Rabu pasaran Wage. Aboge adalah dasar perhitungan almanak (kalender dalam satu windu atau delapan tahun, maka yang dimaksud Aboge adalah dasar suatu perhitungan. Penggunaan penanggalan dengan sistem Aboge mengakibatkan pelaksanaan ibadah puasa, perayaan Idhul Fitri, dan Idhul Adha yang dilaksanakan oleh komunitas Aboge selalu mengalami perbedaan  dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui sidang Itsbat.

  18. FUNGSI PENGAWASAN DALAM PENYELENGGARAAN MANAJEMEN KORPORASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sentot Harman Glendoh

    2000-01-01

    Full Text Available The transition from the 20th to the 21st century in Indonesia has been accompanied by great upheavals in the economic and political sectors as reform efforts to bring about a clean, legitimate democracy which is free from corruption, collusion and nepotism have taken place. These efforts have taken place in order to create a just and prosperous society based on Pancasila and the 1945 Basic Laws. In the areas of both business management and public administration, the function of control and oversight, (first introduced by Fayol and Taylor and developed by other researchers, is used to deal with mistakes, errors, discrepancies, leakages, and cheating so that the operation of activities achieves the objective in accordance with the original planning. Corruption, collusion, and nepotism is everywhere in Indonesia, in fact, to the point that Indonesia has the distinction being one of the countries with the highest level of corruption. Beginning with this condition, the writer has taken the topic of "The Role of Control and Oversight in Corporate Management" to give attention to this issue and seek an answer to the question of how to handle these functions in a corporation. Abstract in Bahasa Indonesia : Pergantian abad XX ke abad XXI di Indonesia ditandai peristiwa-peristiwa besar dalam bidang ekonomi yang semakin terpuruk dan peristiwa-peristiwa besar di bidang politik dalam rangka reformasi sebagai upaya mewujudkan cita-cita pemerintahan menjadi bersih, berwibawa, demokratis bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN dalam rangka mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Dalam manajemen, baik manajemen bisnis maupun manajemen publik sejak awal diperkenalkan oleh dua tokoh manajemen terkenal yaitu Fayol dan Taylor yang kemudian disusul ilmuwan lain bahwa fungsi pengawasan diharapkan mampu mengatasi adanya kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, kebocoran, cacat, kecurangan dan sebagainya sehingga

  19. Konsistensi Pemahaman Konsep Kecepatan dalam Berbagai Representasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Reyza Arief Taqwa

    2017-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman konsep dan konsistensi mahasiswa dalam menggunakan konsep saat menyelesaikan soal fisika pada topik kecepatan dalam berbagai format representasi. Dalam penelitian ini digunakan 4 soal pilihan ganda beralasan dalam format representasi berbeda. Penelitian dilakukan pada 26 mahasiswa S1 pendidikan fisika dan 22 mahasiswa S1 fisika tahun pertama di Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman konsep kecepatan masih tergolong rendah yang ditandai dengan rata-rata skor mahasiswa hanya mencapai 43,49. Selain itu, alasan yang diberikan mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa tidak konsisten dalam mendefinisikan kecepatan karena pemahaman yang belum utuh. Beberapa kekeliruan mahasiswa diantaranya: (1 kecepatan adalah posisi per satuan waktu tempuh, (2, (3 tanpa memahami bahwa persamaan tersebut hanya benar jika percepatan konstan, (4, dan (5 tidak memperhatikan tanda (+/- pada kecepatan. This study aims to look at the student's conceptual understanding and the students’ consistency in used concept when them solved the physics problems in velocity with variety of representation formats. There are 4 MCQs reasoned in a different format representations to achieve these goals. The study was conducted on 26 S1 physical education students and 22 S1 physics students in first year. The results showed that the students’ conceptual understanding is still relatively low which is characterized by an average score of students reached only 43.49. Moreover, the reason given students showed that students are still not consistent in defining velocity due to knowledge in pieces. Some students’ mistakes are: (1 Velocity is the position per unit of time, (2, (3 without understanding that this equation is only true if the acceleration is constant, (4, and (5 do not pay attention to the sign (+/- on velocity.

  20. PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGELOLAAN KOPERASIAGRIBISNIS BERORIENTASI BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gema Wibawa Mukti

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAKTujuan penelitian adalah memberikan pemahaman kepada stakeholder koperasi agribisnis mengenai pentingnya penerapan kewirausahaan dalam manajemen dan pengembangan usaha koperasi. Lokasi Penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Koperasi Mitra Tani Parahyangan. Analisis yang digunakan adalah kualitatif, untuk mengetahui gambaran detail dan mendalam tentang penerapan kewirausahaan dalam koperasi Mitra Tani Parahyangan.Jiwa Kewirausahaan menjadi suatu hal yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis pertanian (Agribisnis, Sifat dan watak seorang agripreneurship adalah memiliki kemauan keras, berani mengambil risiko, jeli dalam melihat peluang usaha yang memiliki prospek yang cerah, senantiasa memperkuat jaringan usaha, memiliki semangat untuk selalu meningkatkan kualitas produk bagi kepuasan konsumen, memiliki cara pandang positif terhadap suatu keadaan dan memiliki sifat kepemimpinan.Koperasi Mitra Tani Parahyangan memiliki Unit Usaha Otonom Hortikultura, Tanaman Pangan, Simpan Pinjam dan Sarana Produksi. Dalam aspek pelayanannya, koperasi Mitra Tani Parahyangan memberikan pelayanan dalam hal on farm, penyediaan sarana produksi (hulu, Pasca panen dan pemasaran (hilir dan juga penunjang. ABSTRACTThe purpose of the study was to provide insight to stakeholders about the application of cooperative-preneurship in the cooperative management. Research location determined purposively. This study was conducted using a qualitative approach  with a  case study techniques, to find out the details and in-depth overview of the application of entrepreneurship within the cooperative Mitra Tani Parahyangan .Entrepreneurship becomes a thing to be possessed by agricultural business , The nature and character of a agripreneurship is risk-taking , keen in seeing a business opportunity that has a promising future , constantly strengthen business networks , have a passion for always improve product quality for customer satisfaction , have a positive outlook on

  1. PERAWATAN BANGUNAN SEKOLAH DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutrisno Sutrisno

    2012-08-01

    Full Text Available School building with minimum maintenance will suffer in destruction quickly. When a small destruction is not repaired immediately then it will go badly. The teaching-learning process will be interupted and at the worse situation it can threath the safety. This article is objected to find the effective model of building maintenance using school based management. The results show that (1 the head of school should pro-active in the school building maintenance efforts; (2 the head of schools can co-operate with school commitee, communities, and local government in financial support; (3 the head of school can use the cleaning service staffs to handle the building maintenance; (4 evaluation can be divided into input, process, control, and output of the organisation; (5 the maintenance activities program can be wooden/concrete/steel structure repair, wall, door/windows, ceiling, electric/water/ drainage instalation, septictank; and (6 in conducting the his duty, the head of school is responsible to the school commitee, government, and public. Bangunan sekolah yang kurang diperhatikan akan segera mengalami ke­rusak­an. Bila kerusakan kecil tidak segera ditangani, maka kerusakan menjadi makin parah. Belajar-mengajar dapat tertanggu bahkan dapat membahayakan keselamatan jiwa murid. Artikel ini bermaksud mendapatkan model perawatan bangunan sekolah yang efektif dalam manajemen berbasis sekolah. Hasil pembahasan (1 kepala se­kolah perlu proaktif dalam upaya perawatan bangunan sekolah; (2 dalam hal pen­danaan, kepala sekolah dapat bekerja sama dengan komite sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah; (3 kepala sekolah dapat memanfaatkan tenaga kebersihan sebagai pelaksana perawat bangunan; (4 sebagai evaluasi, organisasi dapat dibagi dalam input, proses, kontrol, dan output; (5 program kegiatan perawatan dapat berupa perbaikan struktur kayu/beton/baja, dinding, pintu/jendela, plafon, jaringan listrik/air bersih/drainase, septictank; dan (6 dalam

  2. How to Identify and Control Water Weeds and Algae.

    Science.gov (United States)

    Applied Biochemists, Inc., Mequon, WI.

    Included in this guide to water management are general descriptions of algae, toxic algae, weed problems in lakes, ponds, and canals, and general discussions of mechanical, biological and chemical control methods. In addition, pictures, descriptions, and recommended control methods are given for algae, 6 types of floating weeds, 18 types of…

  3. Inventory of North-West European algae initiatives

    NARCIS (Netherlands)

    Spruijt, J.

    2015-01-01

    In 2012 an inventory of North-West European (NWE) algae initiatives was carried out to get an impression of the market and research activities on algae production and refinery, especially for bioenergy purposes. A questionnaire was developed that would provide the EnAlgae project with information on

  4. New methodologies for integrating algae with CO2 capture

    NARCIS (Netherlands)

    Hernandez Mireles, I.; Stel, R.W. van der; Goetheer, E.L.V.

    2014-01-01

    It is generally recognized, that algae could be an interesting option for reducing CO2 emissions. Based on light and CO2, algae can be used for the production various economically interesting products. Current algae cultivation techniques, however, still present a number of limitations. Efficient

  5. KAROTENOID PADA ALGAE: KAJIAN TENTANG BIOSINTESIS, DISTRIBUSI SERTA FUNGSI KAROTENOID

    OpenAIRE

    Merdekawati, Windu; Karwur, Ferry F.; Susanto, A. B.

    2017-01-01

    ABSTRAK   Karotenoid terdistribusi pada archaea, bakteri, jamur, tumbuhan, hewan serta algae. Karotenoid dihasilkan dari komponen isopentenyl pyrophosphate (IPP) yang mengalami proses secara bertahap untuk membentuk beragam jenis karotenoid. Terdapat dua kelompok karotenoid yaitu karoten dan xantofil dengan berbagai jenis turunannya. Struktur kimia pada karotenoid algae yaitu allene, acetylene serta acetylated carotenoids. Algae mempunyai karotenoid spesifik yang menarik untuk dipe...

  6. Composition of phytoplankton algae in Gubi Reservoir, Bauchi ...

    African Journals Online (AJOL)

    Studies on the distribution, abundance and taxonomic composition of phytoplankton algae in Gubi reservoir were carried out for 12 months (from January to December 1995). Of the 26 algal taxa identified, 14 taxa belonged to the diatoms, 8 taxa were green algae while 4 taxa belonged to the blue-green algae. Higher cell ...

  7. Can the primary algae production be measured precisely?

    International Nuclear Information System (INIS)

    Olesen, M.; Lundsgaard, C.

    1996-01-01

    Algae production in seawater is extremely important as a basic link in marine food chains. Evaluation of the algae quantity is based on 14CO 2 tracer techniques while natural circulation and light absorption in seawater is taken insufficiently into account. Algae production can vary by 500% in similar nourishment conditions, but varying water mixing conditions. (EG)

  8. Agricultural importance of algae | Abdel-Raouf | African Journal of ...

    African Journals Online (AJOL)

    Algae are a large and diverse group of microorganisms that can carry out photosynthesis since they capture energy from sunlight. Algae play an important role in agriculture where they are used as biofertilizer and soil stabilizers. Algae, particularly the seaweeds, are used as fertilizers, resulting in less nitrogen and ...

  9. Minyak ikan Lemuru (Sardinella longicep menurunkan apoptosis osteoblas pada tulang alveolaris tikus wistar (Fish oil of Lemuru (Sardinella longicep reduced the osteoblast apoptosis in wistar rat alveolar bone

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didin Erma Indahyani

    2013-12-01

    terjadinya kerusakan tulang alveolar. Penurunan jumlah osteoblas dan peningkatan jumlah osteoklas mengakibatkan kerusakan tulang. Penurunan jumlah osteoblas disebabkan terjadinya gangguan diferensiasi maupun proliferasi juga apoptosis. Apoptosis osteoblas dimodulasi oleh mediator-mediator inflamatori yaitu prostaglandin E2 (PGE2, interleukin-1 (IL-1, IL-6 juga tumor nekrosis alfa (TNF-α, melalui pengaruhnya pada ekspresi gen, molekul-molekul signaling maupun reseptor pembentukan osteoblas. Minyak ikan Lemuru yang banyak di pesisir Indonesia, banyak mengandung n-3 poly unsaturated fatty acid (n-3 PUFA. Konsumsi minyak ikan terbukti menurunkan ekspresi PGE2, IL-1, IL-6 maupun TNF alfa. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh minyak ikan Lemuru (Sardinella longicep pada apoptosis osteoblas pada tulang alveolar tikus yang diinduksi infeksi periodontal. Metode: Tiga puluh ekor tikus Wistar, jantan, umur 5 hari, dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: kelompok I tikus diinduksi dengan salin normal, kelompok II tikus diinduksi dengan lipopolisakarida (LPS, dan kelompok III tikus dinduksi dengan minyak ikan Lemuru dan LPS. Masing-masing kelompok dibagi menjadi "> 2 sub kelompok yaitu kelompok yang akan didekapitasi pada umur 13 hari dan umur 21 hari. Minyak ikan Lemuru diberikan dengan dosis 1ml/300-350 gram. Lipopolisakarida (LPS diinduksikan dengan tujuan untuk menyebabkan infeksi periodontal pada buccal fold regio molar rahang atas, dengan dosis 5μl LPS/0,03PBS (konsentrasi 0,02 mg. Setelah didekapitasi dan dekalsifikasi, rahang atas dipotong dengan ketebalan 5μm. Apoptosis dianalisis pada DNA dan dideteksi dengan TUNEL reaction (Transferase-mediated digoxigenin-deoxy-UTP nick end labeling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa apoptosis sel osteoblas secara bermakna lebih kecil pada tikus yang diinduksi dengan minyak ikan. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa minyak ikan Lemuru (Sardinella longicep mampu menurunkan apoptosis sel osteoblas pada tikus

  10. PENGGUNAAN ZAT ADITIF RAMSOL DALAM MENINGKATKAN MUTU GARAM RAKYAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahfud Efendy

    2013-04-01

    Full Text Available Garam merupakan benda yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembuatannya metode tradisional belum mampu untuk memenuhi kebutuhan garam nasional non industri. Oleh karena itu adanya pengembangan teknologi yang tepatguna, efektif, efisien, serta ramah lingkungan mutlak diperlukan dalam membantu proses pembuatan garam. Adapun tujuan penelitiannya yakni  untuk mendapatkan teknik/metode yang tepat dalam mengaplikasikan zat aditif (ramsol yang telah beredar di masyarakat. Penelitian ini menggunakan zat aditif (ramsol produksi PT. Sumber Alam Niagamas Indramayu Jawa Barat dan air tua (20oBe dengan perlakuan: tanpa zat aditif (kontrol (R0; metode Indramayu (R1 dan metode Madura (R2 yang dilakukan pada rumah demplot beralas terpal plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat aditif garam (ramsol memiliki pengaruh dalam proses pembentukan kristal garam. Kualitas (bau, rasa, warna garam yang dihasilkan secara visual lebih bagus. Metode madura (colok merupakan teknik terbaik dalam menghasilkan garam Kata kunci: zat aditif, ramsol, mutu, garam rakyat

  11. UV effects on bottom ice algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Ryan, K.; Buckley, B.

    1993-01-01

    Antarctic sea ice can be surprisingly transparent to UV radiation, particularly during spring when ozone depletion reaches a maximum. A 5% reduction in photosynthetic production was observed in laboratory experiments for UVB levels expected under the ice at this time. In situ studies modifying the UVB radiation falling onto algae were inconclusive. (author). 5 refs

  12. Analysis, numerics, and optimization of algae growth

    NARCIS (Netherlands)

    Kumar, K.; Pisarenco, M.; Rudnaya, M.; Savcenco, V.

    2010-01-01

    We extend the mathematical model for algae growth as described in [11] to include new effects. The roles of light, nutrients and acidity of the water body are taken into account. Important properties of the model such as existence and uniqueness of solution, as well as boundedness and positivity are

  13. Isolation of glycoproteins from brown algae

    DEFF Research Database (Denmark)

    2015-01-01

    The present invention relates to a novel process for the isolation of unique anti-oxidative glycoproteins from the pH precipitated fractions of enzymatic extracts of brown algae. Two brown seaweeds viz, Fucus serratus and Fucus vesiculosus were hydrolysed by using 3 enzymes viz, Alcalase, Viscozyme...

  14. Bromophenols in Marine Algae and Their Bioactivities

    DEFF Research Database (Denmark)

    Ming, Liu; Hansen, Poul Erik; Lin, Xiukun

    2011-01-01

    Marine algae contain various bromophenols that have been shown to possess a variety of biological activities, including antioxidant, antimicrobial, anticancer, anti-diabetic, and anti-thrombotic effects. Here, we briefly review the recent progress of these marine algal biomaterials, with respect...

  15. Selenium accumulation and metabolism in algae.

    Science.gov (United States)

    Schiavon, Michela; Ertani, Andrea; Parrasia, Sofia; Vecchia, Francesca Dalla

    2017-08-01

    Selenium (Se) is an intriguing element because it is metabolically required by a variety of organisms, but it may induce toxicity at high doses. Algae primarily absorb selenium in the form of selenate or selenite using mechanisms similar to those reported in plants. However, while Se is needed by several species of microalgae, the essentiality of this element for plants has not been established yet. The study of Se uptake and accumulation strategies in micro- and macro-algae is of pivotal importance, as they represent potential vectors for Se movement in aquatic environments and Se at high levels may affect their growth causing a reduction in primary production. Some microalgae exhibit the capacity of efficiently converting Se to less harmful volatile compounds as a strategy to cope with Se toxicity. Therefore, they play a crucial role in Se-cycling through the ecosystem. On the other side, micro- or macro-algae enriched in Se may be used in Se biofortification programs aimed to improve Se content in human diet via supplementation of valuable food. Indeed, some organic forms of selenium (selenomethionine and methylselenocysteine) are known to act as anticarcinogenic compounds and exert a broad spectrum of beneficial effects in humans and other mammals. Here, we want to give an overview of the developments in the current understanding of Se uptake, accumulation and metabolism in algae, discussing potential ecotoxicological implications and nutritional aspects. Copyright © 2017 Elsevier B.V. All rights reserved.

  16. Research for Developing Renewable Biofuels from Algae

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Black, Paul N. [Univ. of Nebraska, Lincoln, NE (United States)

    2012-12-15

    Task A. Expansion of knowledge related to lipid production and secretion in algae A.1 Lipid biosynthesis in target algal species; Systems biology approaches are being used in combination with recent advances in Chlorella and Chlamydomonas genomics to address lipid accumulation in response to defined nutrient regimes. The UNL Algal Group continues screening additional species of Chlorella and other naturally occurring algae for those with optimal triglyceride production; Of the strains examined by the DOE's Aquatic Species Program, green algae, several species of Chlorella represent the largest group from which oleaginous candidates have been identified; A.1.1. Lipid profiling; Neutral lipid accumulation is routinely monitored by Nile red and BODIPY staining using high throughput strategies to screen for naturally occurring algae that accumulate triglyceride. These strategies complement those using spectrofluorometry to quantify lipid accumulation; Neutral lipid accumulation is routinely monitored by high performance thin-layer chromatography (HPTLC) and high performance liquid chromatography (HPLC) of lipid extracts in conjunction with; Carbon portioning experiments have been completed and the data currently are being analyzed and prepared for publication; Methods in the Black lab were developed to identify and quantify triacylglycerol (TAG), major membrane lipids [diacylglycerol trimethylhomoserine, phosphatidylethanolamine and chloroplast glycolipids], biosynthetic intermediates such as diacylglycerol, phosphatidic acid and lysophospholipids and different species of acyl-coenzyme A (acyl CoA).

  17. Taxonomic Challenges and Distribution of Gracilarioid Algae ...

    African Journals Online (AJOL)

    This paper reviews the taxonomical literature of the gracilarioid algae from Tanzania, and provides information about their ecology and distribution based on an intensive regime of local collection. Its aim was to provide names, even if on a preliminary basis, for local gracilarioid taxa. Our revision shows that species ...

  18. Washington State University Algae Biofuels Research

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    chen, Shulin [Washington State Univ., Pullman, WA (United States). Dept. of Biological Systems Engineering; McCormick, Margaret [Targeted Growth, Inc., Seattle, WA (United States); Sutterlin, Rusty [Inventure Renewables, Inc., Gig Harbor, WA (United States)

    2012-12-29

    The goal of this project was to advance algal technologies for the production of biofuels and biochemicals by establishing the Washington State Algae Alliance, a collaboration partnership among two private companies (Targeted Growth, Inc. (TGI), Inventure Chemicals (Inventure) Inc (now Inventure Renewables Inc) and Washington State University (WSU). This project included three major components. The first one was strain development at TGI by genetically engineering cyanobacteria to yield high levels of lipid and other specialty chemicals. The second component was developing an algal culture system at WSU to produce algal biomass as biofuel feedstock year-round in the northern states of the United States. This system included two cultivation modes, the first one was a phototrophic process and the second a heterotrophic process. The phototrophic process would be used for algae production in open ponds during warm seasons; the heterotrophic process would be used in cold seasons so that year-round production of algal lipid would be possible. In warm seasons the heterotrophic process would also produce algal seeds to be used in the phototrophic culture process. Selected strains of green algae and cyanobacteria developed by TGI were tested in the system. The third component was downstream algal biomass processing by Inventure that included efficiently harvesting the usable fuel fractions from the algae mass and effectively isolating and separating the usable components into specific fractions, and converting isolated fractions into green chemicals.

  19. 21 CFR 184.1120 - Brown algae.

    Science.gov (United States)

    2010-04-01

    ... used in food only within the following specific limitations: Category of food Maximum level of use in... 21 Food and Drugs 3 2010-04-01 2009-04-01 true Brown algae. 184.1120 Section 184.1120 Food and Drugs FOOD AND DRUG ADMINISTRATION, DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICES (CONTINUED) FOOD FOR HUMAN...

  20. 21 CFR 184.1121 - Red algae.

    Science.gov (United States)

    2010-04-01

    ... within the following specific limitations: Category of food Maximum level of use in food (as served... 21 Food and Drugs 3 2010-04-01 2009-04-01 true Red algae. 184.1121 Section 184.1121 Food and Drugs FOOD AND DRUG ADMINISTRATION, DEPARTMENT OF HEALTH AND HUMAN SERVICES (CONTINUED) FOOD FOR HUMAN...

  1. The ice nucleation activity of extremophilic algae

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Kvíderová, Jana; Hájek, J.; Worland, M. R.

    2013-01-01

    Roč. 34, č. 2 (2013), s. 137-148 ISSN 0143-2044 R&D Projects: GA AV ČR KJB601630808; GA AV ČR KJB600050708 Institutional support: RVO:67985939 Keywords : Ice nucleation * snow algae * lichen photobionts Subject RIV: EF - Botanics Impact factor: 0.640, year: 2013

  2. Photoprotection strategies of the alga Nannochloropsis gaditana

    NARCIS (Netherlands)

    Chukhutsina, Volha U.; Fristedt, Rikard; Morosinotto, Tomas; Croce, Roberta

    2017-01-01

    Nannochloropsis spp. are algae with high potential for biotechnological applications due to their capacity to accumulate lipids. However, little is known about their photosynthetic apparatus and acclimation/photoprotective strategies. In this work, we studied the mechanisms of non-photochemical

  3. Usos industriales de las algas diatomeas.

    OpenAIRE

    Illana Esteban, Carlos

    2007-01-01

    Las diatomeas son algas microscópicas que habitan tanto en aguas dulces como marinas. Aparte de su destacado papel en la cadena trófica de los ecosistemas acuáticos, con el tiempo forman depósitos a los que el hombre ha encontrado abundantes aplicaciones prácticas.

  4. Heterotrophic bacteria associated with the green alga

    NARCIS (Netherlands)

    Ismail, A.; Ktari, L.; Ahmed, M.; Bolhuis, H.; Bouhaouala-Zahar, B.; Stal, L.J.; Boudabbous, A.; El Bour, M.

    2018-01-01

    Heterotrophic bacteria associated with the green alga Ulva rigida, collected from the coast of Tunisia, were isolated andsubsequently identified by their 16S rRNA gene sequences and by phylogenetic analysis. The 71 isolates belong to four phyla:Proteobacteria (Alpha-and Gamma- subclasses),

  5. Analisis Isi Trend Report Dalam Majalah Elle Indonesia

    OpenAIRE

    P.A, Emanuella

    2014-01-01

    Jurnalisme fashion yang terutama didefinisikan sebagai komunikasi informasi fashion dengan menggunakan berbagai cara baik melalui reportase tren terkait atau komentar subjektif. Untuk mengetahui perkembangan trend report dalam majalah fashion, menurut Turner dan Orange (2013, p.88) terdapat tujuh indikator yang masuk dalam trend report yaitu fabric, color, pattern, silhouette, parts of the body, past era, dan particular aesthetic. Untuk melihat apa saja trend report dalam majalah fashion pen...

  6. Gaya Kepemimpinan Orang Buddha Maitreya dalam Bisnis Keluarga

    OpenAIRE

    Josowanto, Selvie

    2014-01-01

    -Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang digunakan oleh orang Buddha Maitreya dalam bisnis keluarganya hingga dapat sukses dalam era bisnis, karena mayoritas orang Buddha Maitreya sukses dalam berbisnis. Jenis penelitian ini kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi pada pemimpin dari USAha berskala menengah dan berskala besar yang merupakan bisnis keluarga, dengan latar belakang agama Buddha Maitreya. Untuk menguji validitas...

  7. Pendidikan Karakter: Konsep dan Aktualisasinya dalam Sistem Pendidikan Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Mudlofir

    2016-03-01

    sehingga mampu menepis dan membendung krisis multidimensi menuju terbentuknya pribadi yang berakhlak mulia. Karakter harus diaktualisasikan dalam sistem pendidikan sehingga terbentuk manusia yang berbudi luhur.

  8. Karakteristik Himpunan Kritis dalam Pelabelan TSA pada Graf Pohon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triyani Triyani

    2017-01-01

    Full Text Available Sebuah himpunan kritis dalam pelabelan Total Sisi Ajaib (TSA,  pada graf G adalah subhimpunan label sedemikian sehingga label tersebut membangun pelabelan TSA secara tunggal. Konsep himpunan kritis pada pelabelan graf ini merupakan pengembangan teori dari himpunan kritis dalam bujur sangkar latin yang dikemukakan oleh Cooper dkk (1994. Artikel ini bertujuan menginvestigasi karakteristik himpunan kritis dalam pelabelan TSA pada graf pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika G adalah graf pohon, maka himpunan kritis dengan ukuran minimal dalam pelabelan TSA pada G sama dengan banyaknya daun di G. Kata Kunci : himpunan kritis minimal, pelabelan TSA, graf TSA

  9. Strategic Family Therapy untuk Memperbaiki Komunikasi dalam Keluarga di Nganjuk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Utami

    2017-12-01

    Full Text Available Subjek dalam studi kasus ini adalah anggota keluarga terdiri dari ibu (52 tahun, Anak laki-laki (35 tahun, Anak perempuan (30 tahun, menantu (32 tahun dan cucu (4 tahun.  Metode assesment yang digunakan adalah wawancara, observasi dan skala pengukuran. Hasil asesmen menunjukkan bahwa keluarga mengalami kegagalan dalam pola komunikasi, interaksi dalamkeluarga kaku dan saling menutup diri. Intervensi yang digunakan adalah strategic family therapy dalam enam sesi, yang bertujuan untuk mengubah komunikasi antar anggota keluarga. Hasil intervensi menunjukkan bahwa masing-masing anggota keluarga menjadi lebih terbuka dan tidak ada lagi salah paham antar anggota serta ada kerjasama dalam melaksanakan tanggungjawab terkait pekerjaan rumah tangga

  10. PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dianne Eka Rusmawati

    2014-06-01

    Full Text Available Mengetahui dan memahami mengenai perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce adalah tujuan yang hendak dicapai. Berdasarkan pendekatan normatif, perlindungan hokum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce dapat dilihat berdasarkan proses transaksinya, yaitu Proses transaksi menggunakan media on-line secara keseluruhan atau proses transaksinya saja yang menggunakan media on-line tapi pembayarannya dilakukan secara manual. Bentuk Perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce diatur dalam ketentuan Pasal 4 huruf b dan c UUPK dan Ps 2 serta Pasal 9 UUITE.Kata Kunci: perlindungan hukum, konsumen, e-commerce

  11. PENERAPAN MATERIAL KACA DALAM ARSITEKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lestari .

    2014-07-01

    Full Text Available Kaca telah dikenal sejak ribuan tahun dan merupakan bahan buatan manusia yang cukup tua. Penggunaannya sebagai bahan bangunan meluas sejak abad ke 17 terutama setelah perang dunia kedua.  Arsitektur kaca menjadi suatu kecenderungan dari desain-desain bangunan di dunia sejak abad ke-20. Material ini dianggap sangat relevan dengan konsep-konsep yang ada. Kaca digunakan sebagai material ornamen, bukaan atau jendela, material kulit  bangunan,  sampai pada material struktur  bangunan. Sifat kaca yang transparan,  simple, dan bersih menjadikan material ini menguntungkan untuk mendukung konsep yang digunakan. Tulisan ini memaparkan penggunaan kaca sebagai bahan bangunan, baik sebagai bahan ornamen, kulit bangunan atau struktur bangunan, maupun sebagai pendukung konsep arsitektur khususnya konsep transparansi. Dipaparkan pula mengenai sifat-sifat teknis dari bahan kaca sebagai pertimbangan dalam pemilihan bahan bangunan.   Glass has been known for thousands of years and is a man made material  that is quite old. Extends its use as building material since the 17 century, especially after the second world war. Glass architecture become a trend of buiding designs in the world since 20th century. This material relevant to the existing concepts. Glass is used as an ornament material, window, the building skin materials, and the building structure materials. Glass  properties that transparent, simple and clean make this material support the concepts used. This paper describes the use of glass as a building material, either as a ornament, the building skins, the building structures, and the building concepts expecially transparency concept. This paper also present the technical properties of glass as a building material REFERENCES Garg, N.K . 2007. Guidelines for Use of Glass in Building. New age international publisher. New Delhi Piano, R. 1997. The Renzo Piano Logbook. The Monacelli Press. London Staib, Schittich. 1999. Glass Construction

  12. Efektifitas Nannochloropsis sp. terhadap sistem imun non-spesifik ikan mas Cyprinus carpio yang diinfeksi Virus Herpes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arafik Lamadi

    2017-11-01

    Full Text Available The aim of this research was to determine the effect of Nannochlorpsisis sp. against the common carp (Cyprinus carpio leukocyte profile, infected with Koi Hepesvirus (KHV. The  descriptive observational method wa used in this study. This research was conducted for 4 weeks, using common carp length 12±0,3 cm as many as 7 fish. The tested experiment was P1: without infested by Nannochlorpsisis sp. and KH; P2: Infested by  Nannochlorpsisis sp. and without KHV infected; P3: Infected by Nannochloropsis sp. and KHV; P4;  Not infected by Nannochlorpsisis sp. and  infected by KHV. Evey tratment in three replications. The results showed that the highest total leukocyte was obtained in P3 (37.600 cells/ml, followed by  P4 (29.650 cells / ml, P2 (28,500 cells / ml and P1 (21,150 cells / ml. Leukocyte differentiation test on P1 (neutrophil 6.2%, lymphocyte 68.0%, monocyte 17.0%, P2 (neutrophil 6.6%, lymphocyte 72.3%, monocyte 18.3%, P3 (neutrophil 7.9%, lymphocyte 66.1%, monocytes 24.3%, P4 (neutrophils 11.2%, lymphocytes 57.6%, monocytes 37.6%. The higher survivla rate was recorded in P2 (100%. It is concluded that  Nannochloropsis sp. can enhance the common carp immune sytem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Nannochlorpsis sp. terhadap profil leukosit ikan mas (Cyprinus carpio yang terinfeksi Koi Herves Virus (KHV. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan membandingkan hasil pada perlakuan 1 P1: (tanpa pemberian Nannochlorpsis sp. dan tidak diinfeksi KHV, 2 P2 (diberikan Nannochlorpsis sp dan tanpa diinfeksi KHV, 3 P3 (diberikan Nannochlorpsisis sp dan diinfeksi KHV, 4 P4 (tanpa pemberian Nannochlorpsis sp. dan diinfeksi KHV, masing-masing perlakukan 3 kali ulangan. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu dengan menggunakan Ikan mas berukuran 12±0,3  cm sebanyak 120 ekor. Hasil perhitungan total leukosit tertinggi diperoleh pada P3 (37.600 sel/ml, selanjutnya berturut-turut  P4 (29.650  sel

  13. STRATEGI PROMOSI SURAT KABAR DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IRENA WULAN TYASMARA1

    2016-11-01

    Full Text Available This study examines the strategy for the promotion of a daily newspaper Media Indonesia are being made to increase sales in 2015. The aim of this study is to investigate and provide an overview of: promotion strategy Media Indonesia daily newspaper in increasing sales in 2015.In this study, the author uses the theory advanced by According to Philip Kotler and Gary Armstrong in his book marketing basics Volume I & II in which a promotional strategy there are things that include marketing communication, marketing mix, SWOT analysis, STP, promotion strategy , the purpose of promotion, promotion strategy planning, implementation of promotional strategies, elements of the promotional mix, sales promotion.The method used was the case study method and descriptive qualitative approach. Data collection techniques used through in-depth interviews and observation. The author presents an overview and description of the promotional strategy as it is obtained from the company.This study uses the planning and implementation process in conducting sales promotion strategies. Where in the promotion strategy planning, the first step is done by doing a SWOT analysis and competitor analysis and analyze STP from Media Indonesia. Later in the implementation of promotional strategies, sales promotion program is the most prioritized Media Indonesia in increasing sales in 2015 Studi ini mengkaji strategi untuk mempromosikan sebuah surat kabar harian Media Indonesia yang sedang dilakukan untuk meningkatkan penjualan pada tahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memberikan gambaran umum tentang: strategi promosi surat kabar harian Media Indonesia dalam meningkatkan penjualan di tahun 2015.In Penelitian ini, penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong dalam buku dasar pemasarannya Volume I & II dimana strategi promosi ada hal-hal yang meliputi komunikasi pemasaran, bauran pemasaran, analisis SWOT, STP

  14. PERAN KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PENCAPAIAN KEBERMAKNAAN HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatma Laili Khoirun Nida

    2014-08-01

    Full Text Available Kehendak untuk maksud kehidupan adalah motivasi fundamental hadir dalam setiap individu. Pemenuhan kebutuhan ini berpunca dari tiga nilai-nilai  which termasuk: nilai- nilai  kreatif,  nilai- nilai experiental, dan nilai-nilai sikap. Sumber makna nilai-nilai hidup akan actualized dengan bantuan peran kualitas spiritual yang berpotensi hadir dalam setiap individu sebagai quetion shape spiritual. Dengan mengadopsi  logoanalisis dasar teoretis dikembangkan oleh Victor E.  Frankl  dalam metode terapis meaningfulness  kehidupan, di  mana  Frankl  percaya bahwa semua aspek-aspek  arti hidup menyimpan.  Arti hidup untuk dapat dicapai akan diwujudkan dengan bantuan quetion rohani yang melekat pada setiap individu. Justru itu, quetion rohani berkontribusi terhadap pencapaian meaningfulness  kehidupan, dalam peran yang dia dapat menjadi media, control dan petunjuk bagi individu dalam dinamika kehidupan, sehingga masing- masing dalam keadaan apa pun dengan tetap menjaga kualitas keberadaan manusia sebagai intelektual, emosi dan rohani agar ia dapat mencapai maksud kehidupan.   Kata Kunci: Peran, Kecerdasan Spiritual, Kebermaknaan  Hidup THE ROLE OF THE SPIRITUAL INTELLIGENCE IN THE ACHIEVEMENT OF MEANINGFULLNESS. The will to meaning of life is the fundamental  motivation  present in every individual. The fulfillment of these need system from the three valueswhich include: the creative values, experiental values, and attitudinal  values. The source of the meaning of life values that will be actualized with the help of the role of spiritual qualities that are potentially present in every individual as a shaper of spiritual quetion. By adopting the theoretical basic logo analysis developed by Victor E. Franklin therapeutic methods meaning fulness of life, where Frankl  believes that all aspects of the meaning of life saving. Meaning of life to be achieved will be realized with the help of spiritual quetion inherent in each individual. Thus

  15. PEMETAAN ZONA POTENSI PENANGKAPAN IKAN CAKALANG PERIODE APRIL-JUNI DI TELUK BONE DENGAN TEKNOLOGI REMOTE SENSING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukti Zainuddin

    2016-03-01

    Full Text Available Satelit penginderaan jauh dapat memberikan informasi sistematis tentang kondisi oseanografi. Penelitian ini bertujuan memetakan zona potensial penangkapan ikan (ZPPI cakalang di Teluk Bone selama April-Juni 2012 menggunakan citra suhu permukaan laut (SPL dan klorofil-a yang dikombinasikan dengan data penangkapan pole and line.  ZPPI dipetakan menggunakan teknik sistem informasi geografis yang dikonstruksi dari hasil analisis fungsi distribusi kumulatif empiris dan generalized additive model (GAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama bulan April-Juni di Teluk Bone, ZPPI cenderung berada pada area 120.5-121.5° BT dan 3.5-5° LS. Lokasi dengan nilai Catch per unit effort (CPUE yang tinggi tersebut diindikasikan dengan kondisi SPL dan konsentrasi klorofil-a masing-masing antara 28.75-31.5° C dan antara 0.10 dan 0.2 mg m-3.  Kombinasi nilai preferensi faktor oseanografis tersebut diduga kuat merefleksikan kondisi kelimpahan makanan yang cukup tinggi dimana zona tersebut pada gilirannya menjadi daerah tempat berkumpulnya gerombolan ikan cakalang dan menjadi zona target bagi penangkapan pole and line di Teluk Bone.   Satellite remote sensing provides systematically important information on oceanographic conditions. Sea surface temperature (SST and sea surface chlorophyll-a concentration (Chl-a derived from Aqua/ Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS data together with skipjack catch data during April-June 2012 were used to map potential fishing zones for skipjack tuna in the Bone Bay.  Geographic information system was then employed to map out of the potential fishing zones generated by non-linear model (Generalized Additive Model/GAM and the empirical cumulative distribution function (ECDF analyses.  Results indicated that the highest catch per unit efforts (CPUE mostly occurred in areas of 120.5-121.5° E dan 3.5-5° S. These areas were significantly associated with SST and chlorophyll-a concentration ranged from 28.75- 31

  16. Biofuels from algae for sustainable development

    International Nuclear Information System (INIS)

    Demirbas, M. Fatih

    2011-01-01

    Microalgae are photosynthetic microorganisms that can produce lipids, proteins and carbohydrates in large amounts over short periods of time. These products can be processed into both biofuels and useful chemicals. Two algae samples (Cladophora fracta and Chlorella protothecoid) were studied for biofuel production. Microalgae appear to be the only source of renewable biodiesel that is capable of meeting the global demand for transport fuels. Microalgae can be converted to biodiesel, bioethanol, bio-oil, biohydrogen and biomethane via thermochemical and biochemical methods. Industrial reactors for algal culture are open ponds, photobioreactors and closed systems. Algae can be grown almost anywhere, even on sewage or salt water, and does not require fertile land or food crops, and processing requires less energy than the algae provides. Microalgae have much faster growth-rates than terrestrial crops. the per unit area yield of oil from algae is estimated to be from 20,000 to 80,000 liters per acre, per year; this is 7-31 times greater than the next best crop, palm oil. Algal oil can be used to make biodiesel for cars, trucks, and airplanes. The lipid and fatty acid contents of microalgae vary in accordance with culture conditions. The effect of temperature on the yield of hydrogen from two algae (C. fracta and C. protothecoid) by pyrolysis and steam gasification were investigated in this study. In each run, the main components of the gas phase were CO 2 , CO, H 2 , and CH 4 .The yields of hydrogen by pyrolysis and steam gasification processes of the samples increased with temperature. The yields of gaseous products from the samples of C. fracta and C. protothecoides increased from 8.2% to 39.2% and 9.5% to 40.6% by volume, respectively, while the final pyrolysis temperature was increased from 575 to 925 K. The percent of hydrogen in gaseous products from the samples of C. fracta and C. protothecoides increased from 25.8% to 44.4% and 27.6% to 48.7% by volume

  17. Menggabungkan Beberapa File Dalam SPSS/PC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahrudji Naseh

    2012-09-01

    Full Text Available Pada dasamya piranti lunak komputer dapat dibagi ke dalam lima kelompok besar yaitu pengolah kata, spreadsheet database, statistika dan animasi/desktop. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Piranti lunak dBase 111+ yang merupakan piranti lunak paling populer dalam"database", hanya dapat menampung 128 variabel saja. Oleh karenanya pada suatu kuesioner yang besar seperti Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional atau SKRT (Survei Kesehatan Rumah Tangga, datanya tidak dapat dijadikan satu "file". Biasanya dipecah menjadi banyak "file", umpamanya fileldbf, file2.dbf dan seterusnya.Masalahnya adalah bagaimana menggabung beberapa variabel yang ada di file1.dbf engan beberapa variabel yang ada di file5.dbf? Tulisan ini mencoba membahas masalah tersebut

  18. Moral Islam dalam Membangkitkan Etos Ekonomi Umat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Rahmat Effendi

    2007-03-01

    Al-Qur’an menganjurkan kita untuk menggunakan sumber kekayaan alam. Al-Qur’an merangsang akal kita, mengarahkannya kepada pandangan dunia yang dikelilingi oleh alam yang diciptakan untuk dimanfaatkan oleh manusia. Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa memanfaatkan semua itu terfokus dalam dua hal: Pertama, ilmu atau sains yang berdiri di atas fondasi rasio dan akal budi. Melalui akal budi ini, Allah membedakan manusia dari hewan. Kedua, bekerja; Ilmu tidak bermanfaat kalau tidak dipraktekkan dengan bekerja. Bekerja dibutuhkan bukan hanya sekali waktu, tetapi terus menerus. Bekerja dibutuhkan untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik dan untuk mencapai karunia Allah. Bekerja di dalam Islam adalah suatu kewajiban bagi mereka yang mampu. Tidak dibenarkan bagi seorang muslim berpangku tangan dengan alasan “mengkhususkan waktu untuk beribadah” atau bertawakal kepada Allah. Tidak dibenarkan pula bagi seorang muslim bersandar pada bantuan orang lain sedangkan ia memiliki kemampuan.

  19. Etika Produksi Dalam Kerangka Maqashid Syariah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haqiqi Rafsanjani

    2016-11-01

    Full Text Available Produksi merupakan suatu proses untuk menghasilkan barang dan jasa berdasarkan pada ketersediaannya faktor-faktor produksi, untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dengan memperhatikan nilai keadilan dan kebajikan (maslahah. Produksi juga merupakan usaha manusia untuk memperbaiki tidak hanya kondisi fisik materialnya, tetapi juga moralitas sebagai sarana menuju fallah. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan tentang etika produksi dalam kerangka maqashid syariah yang terdiri dari pemeliharaan lima kebutuhan dasar manusia yaitu pemeliharaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Pendekatan yang di pakai dalam makalah ini yaitu pendekatan maqashid syariah. Tujuan dari aktivitas produksi adalah untuk memberikan maslahah bagi manusia, dimana maslahah dasar bagi manusia terdiri dari lima kebutuhan dasar yang harus dipelihara, diantaranya yaitu; hifdzu ad-dien, hifdzu an-nafs, hifdzu al-‘aql, hifdzu an-nasl, hifdzu al-maal.

  20. PENGEMBANGAN MODEL COMPREHENSIVE MATHEMATICS INSTRUCTION (CMI) DALAM MEMBANGUN KEMAMPUAN MATHEMATICAL THINKING SISWA

    OpenAIRE

    Nita Delima; Rozi Fitriza

    2017-01-01

    Kesetaraan dalam pendidikan merupakan elemen penting dari beberapa standar visi NCTM dalam pendidikan matematika. Kesetaraan yang dimaksud, tidak berarti bahwa setiap siswa harus menerima pembelajaran yang identik dari guru; sebaliknya, menuntut sebuah pembelajaran yang mengakomodasi sebuah akses dalam mencapai kemampuan setiap siswa. Selain itu, NCTM juga mengemukakan bahwa dalam pembelajaran matematika terdapat lima standar proses yang harus terpenuhi, yakni problem solving, reasoning and p...

  1. Representasi Persahabatan dalam Film 5 Cm

    OpenAIRE

    Handayani, Intan Murni; Lukmantoro, Triyono; Naryoso, Agus

    2013-01-01

    Representasi Persahabatan dalam Film 5 cmSkripsiDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata-1Jurusan IlmumKomunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusunNama: Intan Murni HandayaniNIM: D2C 009 034JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013ABSTRAKSIFilm merupakan salah satu media massa yang menjadi wadah bagi parapembuat film untuk menyampaikan pesan serta nilai-nilai yang dimiliki olehpara ...

  2. Pertukaran Otomatis dalam Informasi: Perspektif Ekonomi Politik

    OpenAIRE

    Akmam, Sidharta

    2018-01-01

    Singapura merupakan mitra dagang dan investasi utama bagi Indonesia. Kedua negarasaling membutuhkan terlepas dari pasang surutnya hubungan keduanya. Hal yang seringdisoroti pemerintah Indonesia adalah harta milik warga negara Indonesia yang disimpan diSingapura dan diperkirakan mencapai 60% dari seluruh kekayaan warga Indonesia di luarnegeri. Hal ini menjadi semakin penting karena ada kebutuhan dana dalam jumlah besaruntuk menunjang pembangunan infrastruktur. Tujuan penulisan ini adalah untuk...

  3. Medan Makna Aktivitas Memasak Dalam Bahasa Perancis

    OpenAIRE

    Harianja, Nurilam

    2010-01-01

    This thesis, entitled ”Medan Makna Aktivitas Memasak dalam Bahasa Perancis. discusses the meaning of lexemes in cooking activities. The objects of this study are the lexemes used in cooking activities. Those lexemes are provided in French- Indonesian dictionaries and also grouped as culinary vocabularies. The research is aimed not only determining the French lexemes in the cooking activities, but also finding the relations among the lexemes and formulating the semantical classification of Fre...

  4. Al-quran dalam Perspektif Budaya

    OpenAIRE

    Sudrajat, Ajat

    2009-01-01

    Al-Quran merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan kepada manusia. Tujuan utama diturunkannya al-Quran adalah sebagai kitab petunjuk yang meliputi bidang akidah, syariah, dan akhlak. Akan tetapi di luar ketiga petunjuk tersebut, al-Quran telah memberikan motivasi dan inspirasi kepada umat Islam dalam berbagai bidang kehidupan sehingga melahirkan jenis budaya tertentu. Dialog intelektual yang dilakukan secara kreatif oleh umat Islam terhadap al-Quran ternyata telah menghasilkan lahirnya ge...

  5. Lgbt Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia

    OpenAIRE

    SANTOSO, MEILANNY BUDIARTI

    2016-01-01

    Resolusi tentang pengakuan atas hak-hak LGBT adalah resolusi PBB yang pertama yang secara spesifik mengangkat isu pelanggaran HAM berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender. Resolusi tentang pengakuan atas hak-hak LGBT inilah yang dijadikan sebagai landasan tuntutan bagi kaum LGBT dalam menuntut hak-hak mereka dengan mengatasnamakan hak asasi manusia. Namun demikian, di Indonesia, tentunya berbicara mengenai penegakkan hak asasi manusia, khususnya yang diperjuangkan oleh komunitas LGB...

  6. TEORI INTERNASIONALISME DALAM SISTEM HUKUM NASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ninon Melatyugra

    2015-10-01

    Full Text Available Abstrak Konstitusi suatu negara memegang peran penting dalam menjelaskan posisi hukum internasional dalam sistem hukum nasional. The South African Constitution adalah salah satu contoh konstitusi yang menjabarkan secara eksplisit mengenai kedudukan hukum internasional sehingga mempreskripsi pengadilan untuk menggunakan hukum internasional secara langsung dalam wilayah domestik. Masalah muncul bagi negara yang tidak memiliki ketentuan eksplisit dalam konstitusi, seperti Indonesia, namun praktiknya terdapat penggunaan hukum internasional oleh agen negaranya. Artikel ini menawarkan teori internasionalisme untuk memberi dasar legitimasi bagi negara yang ingin patuh terhadap hukum internasional di saat konstitusi tidak memiliki ketentuan eksplisit yang mengaturnya. Teori ini dibangun dengan fondasi 2 teori yakni teori transnational legal process yang menitikberatkan pada bagaimana negara memperlakukan hukum internasional, dan teori international constitution yang berfokus pada bagaimana perlakuan hukum internasional tersebut bersifat konstitusional.    Abstract A constitution of a nation holds an important role to define international law before municipal law. The South African Constitution is an example of constitutions that explain explicitly the position of international law and prescribe its courts to observe international law in domestic zone. A crucial problem has risen in States which have no explicit provisions in their constitutions, like Indonesia, but the State agent acts of using international law are often found. This article offers internationalism theory in order to give the States a legitimacy to be comply with international law although the constitution lacks the explicit provisions. The theory contains 2 basic theories which are transnational legal process theory that stresses on how states treat international law properly; and international constitution theory that focuses on how the treatment becomes constitutional.

  7. Peran Data dalam Manajemen Perpustakaan di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindya Gita P.

    2017-12-01

    Full Text Available Perpustakaan senantiasa mendorong penggunanya untuk mencari dan menggunakan informasi yang terpercaya dan telah teruji. Oleh karena itu sudah seharusnya perpustakaan juga melakukan upaya pencarian informasi mengenai “dirinya” melalui riset untuk mendapatkan data. Upaya pencarian informasi ini di Indonesia umumnya masih sebatas data koleksi, data peminjaman, dan kunjungan pengguna. Ada banyak opini dan kekhawatiran yang bervariasi yang disampaikan oleh pustakawan dan staf dalam pengembangan perpustakaan. Data dapat menjadi pelengkap pemikiran disini, juga sebagai penengah berbagai pemikiran. Berdasarkan pemaparan tersebut maka peneliti tertarik untuk membahas bagaimana posisi data dalam manajemen perpustakaan. Keberadaan data sangat penting sebagai dasar dalam mengambil keputusan di perpustakaan. Begitu juga dalam manajemen perpustakaan, seorang kepala perpustakaan harus melakukan riset terlebih dahulu untuk memperoleh data yang digunakan untuk mengambil kebijakan. ABSTRACT The library constantly encourages its users to search and use reliable and tested information. Therefore the library should also make efforts to search information about "itself" through research to obtain data. This information search effort in Indonesia is generally still limited to data collection, lending data, and user visits. There are many varied opinions and concerns delivered by librarians and staff in library development. Data can be a complement to thinking here, as well as mediating thoughts. Based on the exposure, the researcher is interested to discuss how the data position in library management. The existence of data is very important as the basis for making decisions in the library. Likewise in library management, a library head should research first in order to obtain the data used to take policy

  8. Representasi Hero Perempuan Dalam Game Dota 2

    OpenAIRE

    Handoko, Sofyan; Yuwono, Elisabeth Christine; Mardiono, Bambang

    2016-01-01

    Dota 2 merupakan video game yang sedang berkembang di Indonesia, adalah game yang mempertarungkan pemain-pemain yang terbagi kedalam dua tim yang berbeda. Dota 2 memperlihatkan bahwa meskipun game bertema perang, terdapat karakter-karakter yang biasa disebut hero, terdapat sosok perempuan pada game Dota 2. Studi dilakukan untuk melihat apakah hero perempuan dalam game Dota 2 telah direpresentasikan sesuai dengan atribut mereka masing-masing (Strength, Agility, dan Intellegence) dan melihat ma...

  9. MODEL COMMUNICATION ENGGAGEMENT DALAM KOMUNIKASI POLITIK CALON LEGISLATIF DALAM PEMILU UMUM 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zen Amirudin

    2016-02-01

    Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Blitar dalam pemilihan umum 2014 telah berhasil memperoleh 9 kursi. Jumlah tersebut meningkat lebih banyak jika di bandingkan periode sebelumnya yang mendapatkan tujuh kursi. Faktor utama peningkatan kursi karena mampu menjalin komunikasi politik sinergis yang berbasis communication engagement antara aparatus partai politik, organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama, Muslimat, Gerakan Pemuda Ansor maupun yang lainnya. Sedangkan proses komunikasi politik yang dilakukan oleh para calon legislatif PKB Kabupaten Blitar dalam melakukan kampanye dengan memfokuskan pada tiga hal utama, yakni: citra calon legislatif, proses kampanye, dan penggunaan media komunikasi.

  10. ESTETISISME DAN DILEMA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM IKLAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moeljadi Pranata

    2001-01-01

    Full Text Available The development in women%5C%27s role is constructed by ads%5C%27 aestheticism and women%5C%27s attitude. Aestheticism provokes bad taste advertisement reducing woman as a mere biological object. Capitalistic system and structure has encouraged women to compete in social arena and subordination of women by men as well as conflicts among women. The empowerment of women%5C%27s role in ads can be achieved by generating the awareness on women not to part in stereotype establishing which inflicts women%5C%27s esteem. Further%2C law enforcement is required to control bad taste advertising. Abstract in Bahasa Indonesia : Perkembangan peran perempuan disebabkan oleh estetisisme iklan dan sikap perempuan sendiri. Estetisisme menyebabkan bad taste advertisement yang mereduksi perempuan sebatas mahluk biologis semata. Sistim dan struktur kapitalistik telah mendorong perempuan berkompetisi dalam arena sosial yang sekaligus menjadi ajang subordinasi perempuan oleh laki-laki serta ajang konflik antar perempuan. Pemberdayaan peran perempuan dalam iklan dapat dilakukan dengan gerakan penyadaran kepada perempuan agar tidak larut dalam proses pemapanan stereotipe yang merugikan perempuan. Selain itu%2C penegakan supremasi hukum perlu dilakukan untuk mengendalikan bad taste advertising. advertisment%2C+aestheticism%2C+empowerment%2C+women.

  11. Radiokinetic study in betony marine algae

    International Nuclear Information System (INIS)

    Azevedo Gouvea, V. de.

    1981-01-01