WorldWideScience

Sample records for dalam dosis rendah

  1. Pengaruh Pemberian Kascing (Bekas Cacing) dengan Dosis yang Berbeda dalam Kultur Skeletonema Costatum

    OpenAIRE

    Fauziah, Fauziah; Hatta, Muhammad

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kascing yang baik pada Kultur sel Skeletonema costatum untuk menghasilkan kepadatan sel Skeletonema costatum yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 - 25 Desember 2013. Di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujoeng Batee, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan dalam...

  2. Aplikasi Multichart Diagram Dalam Desain Dan Manufaktur Tungku Pengecoran Kuningan (CuZn5 Menggunakan Bahan Bakar Briket Batubara Kalori Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Kusuma Pratiwi

    2015-07-01

    Full Text Available Abstrak : Sejak semakin mahalnya harga miyak bumi, sebagian besar industri kecil pengecoran logam tidakdapat bertahan karena biaya produksi yang semakin tinggi. Oleh karena itu dicari bahan bakaralternatif yang dapat menggantikan minyak dan gas dengan aman dan murah. Indonesia kayaakan batubara yang dalam pasar domestik dijual dalam bentuk briket batubara kalori rendah,oleh karena itu dilakukan desain untuk membuat tungku dengan bahan bakar ini. Proses desaindilakukan dengan mulai menghitung kalor yang dibutuhkan untuk melebur lagam, dalam hal inilogam yang akan dilebur adalah kuningan (CuZn5. Selanjutnya dilakukan pemilihan materialrefraktori untuk tungku yang dapat meminimalisir heat loss. Desain tungku pengecoran inidilakukan dengan menggunakan Multichart Diagram untuk effisiensi 40 % dan kapasitas 150 kgkuningan. Hasil Uji coba pengecoran dilapangan ternyata effisiensi tungku adalah 42%, lamapeleburan 3,5 jam.Kata kunci: Tungku pengecoran kuningan, briket batubara kalori rendah, mulichart diagram Abstract : Since the increasingly price of oil fuel, mostly small foundry industry can not survive due to thehigher production costs. Therefore searching for alternative fuels that can replace oil and gas safelyand inexpensively is promoted. Indonesia is rich in coal. In domestic market is sold in the form oflow-grade coal briquettes, therefore, is carried out the design to make furnace from this fuel. Thedesign process is done by beginning to calculate the heat needed to melt this alloy, in this case themetal to be melted is brass (CuZn5. Furthermore, the material selection for refractory furnace tominimize heat loss. This casting is done by using Multichart Diagram for 40% efficiency andcapacity of 150 kg brass. The test results during experiment obtained that efficiency is 42% in 3.5hours.Keywords: Furnace casting brass, low grade coal briquettes, multichart diagram

  3. Aplikasi Cendawan Mikoriza Arbuskular (Cma) Dan Bokashi Dalam Meminimalisir Pemberian Pupuk Anorganik Pada Produksi Benih Tanaman Jagung Ketan (Zea Mays Ceratina)

    OpenAIRE

    Ningrum, Dhona Puspita; Muhibuddin, Anton; Sumarni, Titin

    2013-01-01

    Peningkatan produksi jagung di Indonesia kebanyakan dilakukan dengan meningkatkan dosis pupuk anorganik, akan tetapi hasil yang didapat masih rendah, sehingga perlu diupayakan suatu teknologi ramah lingkungan untuk dapat mengefektifkan pemupukan serta memperbaiki kesuburan tanah melalui pemberian bokashi dan penggunaan mikroba potensial seperti cendawan mikoriza arbuskular (CMA). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi CMA dan bokashi dalam meminimalisir pupuk anorganik pada ...

  4. FORMULASI MIKROEMULSI MINYAK DALAM AIR (O/W YANG STABIL MENGGUNAKAN KOMBINASI TIGA SURFAKTAN NON IONIK DENGAN NILAI HLB RENDAH, TINGGI DAN SEDANG Stable O/W Microemulsion Formulation Using Combination of Three Nonionic Surfactants with Low, High and Med

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sih Yuwanti

    2012-05-01

    menghasilkan mik- roemulsi minyak dalam air yang stabil menggunakan kombinasi tiga surfaktan non ionik dengan nilai HLB rendah, tinggi dan sedang; dan mengetahui peran surfaktan dengan nilai HLB sedang dalam formulasi mikroemulsi minyak da- lam air. Kelompok mikroemulsi yang pertama disiapkan dengan kombinasi surfaktan Tween 80, Span 80 dan Span 40 (80 %:10 %:10 % dan variasi proporsi VCO:surfaktan 1:3, 1:3,5 dan 1:4. Kelompok mikroemulsi yang kedua disiap- kan dengan kombinasi surfaktan Tween 80, Span 80 dan Span 40 (90 %:5 %:5 % dan variasi proporsi VCO:surfaktan1:4, 1:4,5 dan 1:5. Uji stabilitas mikroemulsi dilakukan dengan disimpan pada suhu kamar, dioven 105 0C selama 5 jam dan disentrifuge 2300 g selama 15 menit. Pengamatan stabilitas mikroemulsi dilakukan dengan mengukur absorbansi mikroemulsi pada λ 502 nm yang dikonversi menjadi persen turbiditas. Untuk mengetahui peran surfaktan dengan HLB sedang maka dibuat mikroemulsi tanpa surfaktan HLB sedang, dan juga dibuat mikroemulsi dengan variasi rasio surfaktan  HLB rendah dan sedang yaitu 1:1, 2:1 dan 1:2. Mikroemulsi paling stabil diperoleh dari formula dengan proporsi VCO:surfaktan:air = 4:20:76 dengan kombinasi surfaktan Tween 80:Span 80:Span 40 = 90:3,33:6,67. Pe- nambahan surfaktan HLB sedang pada formulasi mikroemulsi minyak dalam air lebih menstabilkan mikroemulsi yang dihasilkan. Surfaktan HLB sedang menjembatani fase minyak dan air dengan lapisan surfaktan sehingga meningkatkan interaksi surfaktan-air dan surfaktan-minyak, transisi antara fase minyak dan fase air menjadi lebih halus dan mikro- emulsi menjadi lebih stabil.

  5. APLIKASI DOSIS FERMENTASI PROBIOTIK BERBEDA PADA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei POLA INTENSIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunarto Gunarto

    2016-11-01

    Full Text Available Aplikasi dosis probiotik yang tepat menjadi satu di antara penentu utama dalam peningkatan produksi udang di tambak, karena berkaitan dengan kemampuannya mengurai limbah organik sisa pakan dan sisa metabolisme udang yang dibudidayakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dosis fermentasi probiotik yang berbeda pada pertumbuhan, sintasan, produksi udang, nilai rasio konversi pakan, dan kualitas air tambak budidaya intensif udang vaname di tambak. Enam unit tambak masing-masing ukuran 4.000 m2 ditebari benur vaname PL-10 dengan padat tebar 50 ekor/m2. Pakan diberikan dengan dosis 2,5%-100% dari total biomassa udang dengan frekuensi 2–4 kali/hari selama pemeliharaan 105 hari. Tiga dosis berbeda dari aplikasi fermentasi probiotik komersial dijadikan perlakuan, yaitu A. 1 mg/L/minggu, B. 3 mg/L/minggu, dan C. 5 mg/L/minggu. Masing-masing perlakuan dengan dua ulangan. Aplikasi fermentasi probiotik di tambak dilakukan setiap minggu sekali dan dimulai seminggu sebelum tebar hingga mendekati waktu panen. Sampling pertumbuhan dan kualitas air (amoniak, nitrit, nitrat, fosfat, bahan organik total (BOT, klorofil-a, total bakteri Vibrio sp. dan total bakteri dilakukan setiap dua minggu sekali. Pengamatan fluktuasi oksigen terlarut di air tambak selama 24 jam dilakukan pada hari ke-43, 60, dan 90. Sintasan, produksi, dan nilai konversi pakan dihitung setelah udang dipanen. Untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan, maka data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian pola Rancangan Acak Lengkap, dan dilanjutkan dengan uji BNT apabila terjadi perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian nampak bahwa dosis 5 mg/L fermentasi probiotik, mampu menghasilkan sintasan yang lebih baik dan juga efisien dalam pemanfaatan pakan, yang ditunjukkan dengan nilai Rasio Konversi Pakan lebih rendah apabila dibandingkan dengan nilai Rasio Konversi Pakan yang diperoleh pada dosis fermentasi probiotik 3 dan 1 mg/L, meskipun demikian

  6. PERFORMA PERTUMBUHAN KRABLET KEPITING BAKAU, Scylla olivacea, YANG DIBERI PAKAN DENGAN DOSIS BERBEDA SELAMA PERIODE PENDEDERAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2016-12-01

    Full Text Available Jumlah pemberian pakan yang tepat sangat penting dalam periode pendederan krablet kepiting bakau karena pada periode tersebut tingkat kanibalisme krablet sangat tinggi. Informasi dosis pemberian pakan pada krablet ini masih sangat kurang khususnya dengan penggunaan pakan buatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pertumbuhan dan sintasan krablet kepiting bakau yang diberi pakan buatan dengan dosis berbeda selama periode pendederan. Hewan uji yang digunakan adalah krablet kepiting bakau dengan bobot awal rata-rata 0,038 g dan lebar karapas awal rata-rata 3,25 mm. Krablet dipelihara dalam bak berukuran 1,0 m × 1,0 m × 0,5 m sebanyak sembilan unit, dengan kepadatan awal masing-masing 50 ekor/bak. Tiga level dosis pakan harian yang dicobakan yaitu: 20%, 30%, dan 40% dari biomassa dan diberikan pada pagi dan sore hari selama lima minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua minggu pertama periode pendederan, pemberian dosis pakan 20% memiliki sintasan yang lebih rendah (P0,05 di antara perlakuan. Pada pendederan krablet kepiting bakau, dosis pemberian pakan harian sebaiknya sebanyak 30% pada dua minggu pertama hingga krablet berukuran 0,2-0,3 g (lebar karapas 8-10 mm, selanjutnya 20% pada minggu ke-3, 15% pada minggu ke-4, dan 10% pada minggu ke-5. Appropriate feeding rate applied during nursery of mud crab crablet is important due to high cannibalism occurred at this stage. The information on feeding rates for crablet during nursery is still limited, in particularly the used of artificial diet. This study aims to evaluate the growth performance and survival rate of mud crab crablet fed artificial feed at different feeding rates during the nursery. The crablets with average initial weight of 0.038 g and initial carapace width of 3.25 mm were used in this study. The crablets were stocked in nine tanks sizing of 1.0 m × 1.0 m × 0.5 m each, with the initial density of 50 crablets/tank. Three daily feeding rates were tested at 20%, 30

  7. MAKNA PERILAKU MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI YANG RENDAH DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Anang Hadi Santoso

    2017-01-01

    Full Text Available Motivation to learn is an important aspect in the learning process of a student. However, efforts to understand the motivation of student learning through an educational research with phenomenological approach has not been done by education practitioners. Man as the subject of education is dynamic, it takes an in-depth approach, holistic and humanistic to study it. Phenomenological approach is an appropriate alternative to research in education. The focus in this paper is the meaning of a low learning motivation by student of Sukosari Senior High School. The results showed that students have low motivation to learn its meaning is to have a broken home and do not get the urge to learn from their parents is a major factor students are not motivated. Motivasi belajar merupakan aspek penting dalam proses belajar seorang siswa. Namun, upaya memahami motivasi belajar siswa melalui sebuah riset pendidikan dengan pendekatan fenomenologi belum banyak dilakukan oleh praktisi pendidikan. Manusia sebagai subyek pendidikan bersifat dinamis, maka dibutuhkan suatu pendekatan yang mendalam, holistik dan humanistik untuk mengkajinya. Pendekatan fenomenologi merupakan alternatif yang tepat untuk riset dalam pendidikan. Fokus pada tulisan ini adalah mengenai makna motivasi belajar yang rendah oleh siswa SMA Negeri 1 Sukosari Bondowoso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi belajar yang rendah maknanya adalah memiliki keluarga broken home dan tidak mendapatkan dorongan belajar dari orangtua merupakan faktor utama siswa tidak termotivasi.

  8. Peranan Diet Rendah Serat terhadap Timbulnya Hemoroid di RSUP. Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Afifah Muthmainnah

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakHemoroid adalah dilatasi varikosus vena dari pleksus hemoroidal inferior atau superior yang disebabkan oleh berbagai faktor. Sumatera Barat menempati urutan kedua terendah konsumsi serat di seluruh provinsi Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah terdapat peranan diet rendah serat terhadap timbulnya hemoroid di RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain case control yang dilakukan pada 44 orang, terdiri dari 22 kasus dan 22 kontrol. Data primer dikumpulkan dengan mencatat hasil anamnesis berdasarkan kuesioner dan FFQ (Food Frequency Questionnaire dan diolah dengan menggunakan Nutrisurvey untuk FFQ, dan aplikasi komputer dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square disertai derajat kepercayaan 95%. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa hemoroid lebih banyak diderita oleh pasien yang berumur diatas 40 tahun. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak adanya peranan diet rendah serat terhadap timbulnya hemoroid (OR tidak ditemukan, namun terdapat faktor lain yang berperan terhadap timbulnya hemoroid yaitu jenis pekerjaan (OR=6,5. Diet rendah serat, riwayat hemoroid dalam keluarga, dan kebiasaan posisi BAB bukan merupakan faktor risiko hemoroid dalam penelitian ini. Jenis pekerjaan merupakan faktor risiko hemoroid.Kata kunci: hemoroid, diet rendah serat, FFQAbstractHemorrhoid are the dilated veins of the plexus hemoroidal varicose inferior or superior due to various factors. West Sumatra ranks second lowest fiber consumption in all provinces of Indonesia. The objective of this study was to determine the role of low-fiber diet in the occurrence of hemorrhoid in RSUP. Dr. M. Djamil Padang. This research was an analytic observational uses case control design that conducted on 44 people, consisting of 22 cases and 22 controls. Primary data were collected by recording the results of history by questionnaire and FFQ (Food

  9. Optimasi Dosis Pupuk Dolomit pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq. Belum Menghasilkan Umur Satu Tahun

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sudradjat

    2015-09-01

    Full Text Available Kelapa sawit merupakan komoditi perkebunan utama karena sebagai sumber devisa negara dan menyediakan lapangan kerja. Indonesia adalah negara produsen terbesar kelapa sawit di dunia dengan luas areal mencapai 10.1 juta hektar. Peningkatan produktivitas dicapai dengan intensifikasi antara lain dengan melakukan rasionalisasi pemupkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum pupuk dolomit pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan umur satu tahun. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit IPB-Cargill, Jonggol, Bogor dari bulan Maret 2013 sampai Maret 2014. Rancangan yang digunakan adalah Faktorial Tunggal,  dosis pupuk dolomit,  yang disusun dalam lingkungan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Dosis pupuk dolomit yang diuji  terdiri atas 0, 200, 400, dan 600 g tanaman-1 tahun-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk dolomit meningkatkan secara nyata terhadap peubah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan kandungan khlorofil daun, namun tidak berpengaruh terhadap kandungan Mg dalam jaringan daun. Berdasarkan tanggap peubah tinggi tanaman, dosis optimum pupuk dolomit untuk tanaman kelapa sawit pada umur satu tahun adalah 306.4 g dolomit tanaman-1tahun -1. Kata kunci: dolomit, dosis optimum, kelapa sawit, respons fisiologi, respons morfologi.

  10. Hubungan Anemia dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah pada Kehamilan Aterm di RSUD Achmad Darwis Suliki

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maryam Syifaurrahmah Syifaurrahmah

    2016-08-01

    Full Text Available AbstrakAnemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb dalam darah <11,0 g%. Masalah yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia adalah tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil yang merupakan masalah kesehatan utama yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR. Bayi berat lahir rendah memiliki efek jangka pendek maupun panjang terhadap bayi tersebut dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif observasional dengan mengumpulkan data rekam medis ibu hamil aterm yang melahirkan di RSUD Achmad Darwis Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota periode Januari – Desember 2013. Dari 73 sampel ibu hamil aterm anemia dan tidak anemia didapatkan nilai rerata berat bayi pada ibu hamil aterm anemia adalah 2722 gram dan rerata berat badan bayi pada ibu hamil aterm tanpa anemia adalah 2967 gram. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square didapatkan  nilai p:0,047 (p<0,05 dengan rasio prevalensi sebesar 1,7. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara anemia pada ibu hamil aterm dengan berat bayi lahir rendah di RSUD Suliki Kabupaten Lima Puluh KotaKata kunci: Anemia, hamil aterm, BBLR. AbstractAnaemia in pregnancy is a condition where hemoglobin concentration in blood <11.0 gr%. Indonesia government has an  issue about the high prevalence of anaemia in pregnancy which is the main issue correlates to the low birth baby weight. Low birth baby weight has a short and long term effects with high risk of morbidity and mortality. This analytic research with observational retrospective design obtaining datas from medical records of aterm pregnant mother who gave a birth in RSUD Achmad Darwis Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota in a period from January – Desember 2013. From 73 samples of aterm pregnant mother who had anaemia and non anaemia, known mean of baby weight in normal aterm pregnant mothers who had anaemia is 2722 gram and mean of baby weight from aterm pregnant

  11. Berat badan lahir rendah berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeyen Supriyanto

    2018-01-01

    yang rendah. Prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 37,2%, sementara di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY sebesar 27%, di Kabupaten Bantul sebesar 18,08%. Bayi BBLR memiliki kesempatan hidup dan ketika bertahan mereka mudah terkena penyakit, retardasi pertumbuhan dan gangguan perkembangan mental. Statistik menunjukan bahwa 90% dari kejadian BBLR didapatkan di negara berkembang dan angka kematian 35 kali lebih tinggi dibandingkan pada bayi dengan bayi berat badan lahir lebih dari 2.500 gram. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak yang berumur 6-23 bulan yang berjumlah 1217 responden. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 190 yang diambil dengan teknik proporsional probability to size yaitu prosedur penarikan sampel dimana peluang terpilihnya suatu unit sampel sebanding dengan ukuran. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square.Hasil: Berdasarkan analisis Chi-Square menunjukkan anak yang BBLR memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting (p value <0,000 dengan nilai OR 6,16 (95% Cl: 3,007-12,656, dengan kata lain anak yang lahir dengan berpeluang 6,16 kali lebih besar untuk mengalami stunting dari pada anak yang memiliki berat badan lahir normal. Kesimpulan: Ada hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul, Yogyakarta. KATA KUNCI: stunting, berat badan bayi lahir rendah (BBLR, anak usia 6-23 bulan 

  12. Penggunaan Program Geogebra dan Casyopee dalam Pembelajaran Geometri Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggun Badu Kusuma

    2017-04-01

    Full Text Available Geometri merupakan ilmu matematika yang berisi materi-materi abstrak, bagi siswa yang memiliki kemampuan abstraksi rendah maka ia akan mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan tersebut berdampak pada kondisi siswa di dalam kelas, seperti pasif dalam belajar, kurang produktif, ketertarikan belajar menurun, dan motivasi belajar siswa rendah. Untuk itu, perlu adanya suatu media yang dapat menggambarkan materi geometri dalam bentuk lebih real dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Program-program komputer yang dapat digunakan sebagai media tersebut diantaranya adalah program Geogebra dan Casyopee. Kelebihan dari Geogebra dan Casyopee adalah dapat memvisualisasikan materi-materi geometri. Dengan kemampuan visualisasi yang lengkap maka program-program ini diindikasikan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

  13. Profil Kemandirin Belajar Siswa SMP dalam Pembelajaran Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Alif Syibli

    2018-03-01

    Full Text Available Abstrak Melihat kondisi para pelajar sekarang, dapat dilihat berbagai karakteristik pelajar yang sangat bermacam-macam. Ada pelajar yang aktif dan juga pasif. Ada pelajar yang mandiri dan ada yang bergantung pada orang lain. Pada penelitian ini peneliti akan mendeskripsikan kemandirian belajar siswa MTSN 5 Jombang, dimana diambil sampel siswa yang berkemandirian belajar rendah, sedang dan tinggi dari angket yang diberikan beserta konsultasi dengan guru. Setelah sampel diambil peneliti melakukan wawancara dan membandingkan transkip nilai siswa selama satu semester. Hasil yang didapatkan, siswa yang berkemandirian tinggi memiliki sedikit kendala dalam belajarnya dan mampu menyelesaikan sendiri. Sedangkan siswa yang berkemandirian belajar rendah sulit untuk menyelesaikan kendala belajarnya. Tingkat kemandirian belajar juga berpengaruh pada nilai yang diperoleh. Siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi memperoleh nilai diatas rata-rata teman sekelasnya. Begitupula sebaliknya, siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah memperoleh nilai dibawah rata-rata teman sekelasnya. Kata Kunci : Matematika, Kendala belajar, Kemandirian belajar

  14. Penelitian Pembuatan Arang Bambu (Bamboo Charcoal pda Suhu Rendah untuk Produk Kerajinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Suheryanto

    2016-04-01

    Full Text Available AbstrakProses pengarangan terjadi bila ada suatu benda yang dipanasi sampai mencapai titik bakarnya sehingga benda terlihat membara, kemudian pemasukan oksigen dihentikan atau dibatasi agar benda tersebut tidak terbakar menjadi abu. Untuk melakukan uji coba penelitiaan pengarangan bambu menggunakan 2 jenis tungku, yaitu: tungku Tipe-1 tungku pengarangan suhu rendah (<120°C, dan tungku Tipe-2 tungku pengarangan suhu menengah 120°C -260°C, yang terbuat dari drum dengan Ǿ 35 cm. Bahan bambu yang digunakan terdiri dari 3 jenis bambu, yaitu; bambu cendani, petung, dan legi, dan produk bambu setengan jadi. Prosedur pengerjaan meliputi, penyiapan bahan (pemotongan dan seleksi, pengeringan, pengukuanr kandungan air awal, pengarangan, pengamatan proses pengarangan, dan identifikasi tingkat keberhasilan pengarangan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi proses pengarangan dan kinerja tungku suhu rendah dan menengah. Dari hasil pengukuran kandungan air awal dari ke 3 jenis bambu yaitu dibawah 15%, sedangkan dari hasil pengamatan dan identifikasi pengarangan, pengarangan dengan menggunakan tungku Tipe-1, temperatur tertinggi rata-rata yang dapat dicapai 107,4 ºC dalam waktu 5 jam, dengan tingkat keberhasilan pengarang antara 60 % - 90 %, atau rata-rata 73 %;  dengan tungku Tipe-2, temperatur tertinggi rata-rata yang dapat dicapai 112,8 ºC dalam waktu 3,5 jam, dengan tingkat keberhasilan pengarang antara 50 % - 90 %, atau rata-rata 81 %. Kata kunci: arang bambu (bamboo charcoal, pengarangan, suhu, tungku pengarangan ABSTRACTA charcoal formation process occurs when an object is being heated until it reaches its burning point and smoldered, then the oxygen intake is stopped or restricted, so the object will not get burned into ashes. In this research, there are two tipes of furnaces being used, those are: Furnace Tipe-1, with low temperature (120°C and Furnace Tipe-2, with medium temperature (120°C 260

  15. Pajanan NO2 Bulan Pertama dan Kedua Kehamilan terhadap Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bunga Oktora

    2014-01-01

    Full Text Available Pajanan pencemar udara selama kehamilan berhubungan dengan bayi berat badan lahir rendah (BBLR. Untuk menghubungkan konsentrasi NO2 dalam udara ambien, telah dilakukan studi ekologi di Jakarta. Konsentrasi NO2 didapat dari data monitoring BPLHD DKI Jakarta 2009 – 2011, sedangkan kasus-kasus bayi BBLR diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Data dianalisis dengan Anova, uji korelasi, dan regresi linier dan berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi NO2 dalam bulan pertama dan kedua kehamilan berhubungan bermakna dengan BBLR (masing-masing dengan R = 0,464, nilai p = 0,0001 dan R = 0,243, nilai p = 0,013. Regresi linier berganda menunjukkan bahwa konsentrasi NO2 dapat meramalkan 25% kasus BBLR (R = 0,5; R2 = 0,25; nilai p = 0,0001. Variabel yang paling memengaruhi BBLR adalah pajanan terhadap NO2 pada bulan pertama gestasi (B = 259. Disimpulkan, pajanan NO2 pada bulan pertama dan kedua kehamilan dan tempat wilayah tinggal berhubungan dengan BBLR, dengan pajanan NO2 pada bulan pertama kehamilan merupakan faktor utama BBLR. It has been known that exposure to air pollutant during pregnancy was associated with low birth weight. To correlate NO2 concentration in ambient air with baby with low birth weight (LBW, an ecological study has been carried in Jakarta. NO2 concentration was obtained from 2009 – 2011 monitoring data (Jakarta BPLHD, while low birth weight data were obtained from Jakarta Provincial Health Office. Anova, correlation, linear and multiple linear regressions were employed to analyze NO2 concentration with LBW. It showed that NO2 concentrations during first and second month of pregnancy were significantly correlated with the LBW (R = 0.464, p value = 0.0001 and R = 0.243, p value = 0.013. Multiple linear regression showed that the concentration of NO2 in the first and second month of pregnancy can predict 25% of LBW cases (R = 0.5, R2 = 0.25; p value = 0.0001. The most influence variable on LBW is exposure

  16. Kajian konsentrasi kefir grain dan lama simpan dalam refrigerator terhadap kualitas kimiawi kefir rendah lemak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Manik Eirry Sawitri

    2012-03-01

    Full Text Available Abstract : 1, 2percent (G2dan 3 percent (G3of milk volume and the second factor was storage time in refrigerator which were 0day(L0,7days(L7,14days(L14, 21 days(L21 and 28 days(L28 Keywords: kefir grains, storage time, refrigerator, low fat kefir . The variables measured were fat, protein, and alcohol content of kefir. Data were analyzed by analysis of variance and continued with Duncan. The results of research showed that concentration of kefir grains and storage time in refrigerator had highly significant effect (P0,05 on fat content of kefir. Interaction between both treatments had highly significant effect (P<0,01 on alcohol content of kefir. The conclusion of this research was apply 1 percent of kefir grains and maximum storage time in refrigerator for 21 days to produce kefir which appropriate with standard of fermentation milk. The objective of this research was to find out the influence of low fat milk in kefir processing with examined concentration on kefir grains and storage time in refrigerator to the fat, protein and alcohol content. This research was also to determined the concentration of kefir grains which appropriate to the standard of fermentation milk and as an information for practician and industry related to the research product. The materials used kefir that made from low fat milk (1% fat content, the research method was using Factorial Randomized Block Design (3X5. The first factor was concentration of kefir grains which were 1 percent(G

  17. Desain Pabrik Synthetic Gas (Syngas dari Gasifikasi Batu Bara Kualitas Rendah sebagai Pasokan Gas PT Pupuk Sriwidjaja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toto Iswanto

    2015-12-01

    Full Text Available Menurut data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM tahun 2013, cadangan gas bumi Indonesia saat ini sebesar 170 TSCF dan akan habis dalam kurun waktu 59 tahun, dengan estimasi tidak ada peningkatan atau penurunan produksi. Di lain pihak, industri-industri kimia di Indonesia, semisal industri pupuk, sangat mengandalkan pasokan gas alam sebagai bahan baku pupuk maupun sumber energi. Permasalahan utama yang dihadapi industri pupuk dewasa ini adalah kurangnya pasokan gas alam untuk proses produksi. Di PT Pupuk Sriwidjaja misalnya, kebutuhan gas alam rata-rata untuk proses produksi amonia dan urea mencapai 225 MMSCFD. Namun, pasokan gas dari Pertamina selalu kurang dari jumlah tersebut. Karena selalu berulang, maka hal ini akan mengganggu kinerja PT Pupuk Sriwidjaja sebagai garda terdepan pertahanan pangan nasional bersama petani. Salah satu jenis sumber daya alam yang potensial mengganti dan atau mensubtitusi pemakaian gas alam adalah Synthetic Gas (Syngas. Syngas merupakan gas campuran yang komponen utamanya adalah gas karbon monoksida (CO dan hidrogen (H2 yang dapat digunakan sebagai bahan bakar dan juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan zat kimia baru seperti metana, amonia, dan urea. Syngas dapat diperoleh dari proses gasifikasi batu bara dimana batu bara diubah dari bentuk padat menjadi gas. Batu bara yang merupakan bahan baku pembuatan syngas jumlahnya sangat melimpah di Indonesia. Menurut data dari Kementrian ESDM tahun 2011, total sumber daya batu bara di Indonesia diperkirakan 119,4 miliar ton, dimana 48%-nya terletak di Sumatera Selatan dan 70% deposit batu bara di Sumatera Selatan tersebut adalah batu bara muda berkualitas rendah. Deposit batu bara terbesar di Sumatera Selatan terletak di Kab. Muara Enim yang letaknya tidak terlalu jauh dengan PT Pupuk Sriwidjaja. Ditambah lagi dengan adanya PT Bukit Asam sebagai produsen terbesar batu bara di Kab. Muara Enim tentu akan mempermudah pasokan batu bara

  18. Kajian Sebaran Radioaktif Gamma dalam Lingkungan Airtanah di Sisi Selatan Gunungapi Merapi, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andreas R. P. Lakafi

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Radioaktif alam adalah radioaktif yang berasal dari radiasi yang ada di bumi. Radionuklida alam penyumbang terbesar terhadap besarnya paparan gamma ke manusia adalah anak luruh Uranium-238 (U-238. Radionuklida tersebut akan sangat berbahaya bagi manusia jika mencemari airtanah yang akan digunakan manusia.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persebaran radioaktivitas gamma dalam airtanah bebasdi daerah penelitianakibat erupsi Gunungapi Merapi 2010 dan merumuskan upaya strategik pengelolaan lingkungan untuk menangani permasalahan potensi terkontaminasinya airtanah oleh radioaktif. Penelitian ini menggunakan metode survey.Metode sistematik berdasarkan grid untuk menentukan titik sampel dan pola aliran airtanah. Untuk memperoleh data kualitas airtanah menggunakan metode purposif dengan mempertimbangkan titik sampel yang diambil harus berada pada satu jalur aliran airtanah yang ditunjukkan dalam pola aliran airtanah. Data yang diperoleh berupa data aktivitas radioaktif dan dosis efektif. Tujuan kedua dicapai dengan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data sebaran dosis efektif sebagai acuan alternatif strategi pengelolaan lingkungan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, aktivitas radioaktif gamma U-238 pada airtanah dilokasi penelitian masih aman karena masih di bawah baku mutu berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir nomor: 02/Ka-BAPETEN/V-99 tentang baku tingkat radioaktivitas lingkungan yaitu 1x103 Bq/liter untuk syarat aktivitas U-238 di air. Dari hasil pengujian didapati bahwa, aktivitas U-238 rentang  yaitu 0,123±0,04 Bq/liter sampai 0,283±0,011 Bq/liter. Untuk dosis efektif didapati bahwa sebaran dosis efektif di daerah penelitian juga masih sangat rendah dan aman yaitu berada pada 4,00 µSv/tahun hingga 8,14 µSv/tahun. Dosis efektif di daerah penelitian masih jauh di bawah batas ambang yang ditentukan

  19. BERAS ANALOG SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL DENGAN INDEKS GLIKEMIK RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santi Noviasari

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this research was to produce rice analogue as functional food with low glycemic index. The rice was made from white corn and sorghum with additional soybean flour. The physicochemical properties of rice analogue being analysed were resistant starch content, total phenolic content, dietary fiber, color (L*, +a, +b values and whiteness (oHue. Rice analogue was potentially used as functional food indicated by high level of resistant starch 2.59%-3.31%, total phenolic content 0.18-0.25 mg GAE/g sample and dietary fiber 5.35%-6.14%. Rice analogue from white corn with and without soybean flour was further tested for glycemic index. Rice analogue from white corn has 69 GI value, while rice analogue from white corn with 10% soybean flour addition has 50 GI value.Keywords: functional food, glycemic index, rice analogueABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan beras analog yang berpotensi sebagai pangan fungsional dan bernilai indeks glikemik rendah. Beras analog dibuat dari bahan baku jagung putih dan sorgum dengan penambahan tepung kedelai. Sifat fisiko kimia beras analog yang dianalisis adalah pati resisten, total fenol, serat pangan, warna (nilai L*, +a, +b dan derajat putih (oHue. Beras analog berpotensi sebagai pangan fungsional, yang ditunjukkan dengan tingginya kadar pati resisten yaitu sebanyak 2,59%-3,31%, total fenol sekitar 0,18-0,25 mg GAE/g sampel dan serat pangan antara 5,35%-6,14%. Beras analog berbahan baku jagung putih dengan dan tanpa penambahan kedelai dipilih untuk uji indeks glikemik. Beras analog dari jagung putih memiliki nilai IG 69 sedangkan beras analog dari jagung putih dengan penambahan tepung kedelai 10% memiliki nilai IG 50.Kata kunci: beras analog, indeks glikemik, pangan fungsional

  20. Karakteristik Beras Analog Berindeks Glisemik Rendah dari Oyek dengan Penambahan Berbagai Jenis Kacang-Kacangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Kanetro

    2018-01-01

    tekstur, warna,tingkat kesukaan, dan komposisi proksimat pada beras analog, serta indeks glisemik pada nasi analog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kacang-kacangan berpengaruh terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan beras maupun nasi analog. Jenis kacang-kacangan terbaik adalah kacang hijau yang memberikan tingkat kesukaan nasi analog paling baik dibandingkan jenis kacang-kacangan lainnya dan nilainya sama atau tidak berbeda nyata dengan nasi biasa. Komposisi proksimat beras analog terbaik khususnya kadar proteinnya hampir sama dengan beras biasa, dan IG-nya dikategorikan dalam bahan pangan ber-IG rendah. Kata kunci: Beras analog/artificial; ubi kayu; oyek; indeks glisemik; kacang-kacangan

  1. Pengaruh Kepadatan dan Durasi dalam Kondisi Transportasi Sistem Kering Terhadap Kelulusan Hidup Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Dwi Suryaningrum

    2008-12-01

    selama dalam kondisi transportasi. Kemasan dengan kepadatan 6 ekor/kotak plastik menghasilkan kelulusan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan kemasan dengan kepadatan 8 ekor/kotak plastik. Semakin lama waktu dalam kondisi transportasi, semakin rendah kelulusan hidup dan bobot lobster. Durasi dalam kondisi transportasi sampai 7 hari dapat menurunkan bobot lobster sampai 10%. Transportasi lobster dengan kepadatan 6 ekor/kotak plastik selama 6 hari menghasilkan kelulusan hidup 97% dan tetap sehat setelah dibugarkan kembali. Oleh karena itu, lobster air tawar sebaiknya ditransportasikan dengan durasi tidak lebih dari 6 hari.

  2. STEAM DALAM PEMBUATAN PAKAN UNTUK KOMODITAS AKUAKULTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukarman Sukarman

    2010-12-01

    Full Text Available Kualitas fisik pakan (pelet untuk hewan akuakultur sangat penting, karena akan dimasukkan ke dalam air dan diharapkan tidak banyak mencemari lingkungan. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam menjaga kualitas fisik pakan adalah penambahan dan pengaturan steam pada saat proses pembuatan pelet. Steam adalah aliran gas yang dihasilkan oleh air pada saat mendidih. Steam dibagi menjadi 3 jenis yaitu steam basah, saturated steam, dan superheated steam. Steam yang digunakan dalam proses pembuatan pelet adalah saturated steam. Pengaruh penambahan steam pada kualitas pelet bisa mencapai 20%. Penambahan steam dengan jumlah dan kualitas yang tepat akan menghasilkan pelet berkualitas. Sedangkan jika pengaturan dan penambahannya tidak tepat, maka kualitas fisik pelet akan rendah dan kemungkinan bisa merusak kandungan nutrisi seperti vitamin dan protein. Penambahan steam yang benar bisa dilakukan di dalam kondisioner dengan mengatur retention time, sudut kemiringan paddle conditioner, kecepatan putaran bearing dan menjaga kualitas steam dari mesin boiler sampai dengan kondisioner.

  3. PENGARUH KETEPATAN TERAPI DAN KEPATUHAN TERHADAP HASIL TERAPI HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adam M. Ramadhan

    2014-12-01

    tetapi tekanan darahnya tercapai masing-masing sebesar (6% dan (6%. Pasien yang mendapatkan (tidak tepat obat dan dosis dan tekanan darah tidak mencapai target terapi masing-masing sebesar (1% dan (3%. Berdasarkan kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi (50% dengan tingkat kepatuhan tinggi, (41% tingkat kepatuhan sedang dan (9% tingkat kepatuhan rendah. Dari uji analisis chi-square angka signifikansi 0,002 (p<0,05 didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara kepatuhan dengan hasil penurunan tekanan darah sehingga dapat disimpulkan bahwa kepatuhan yang tinggi dapat menurunkan tekanan darah. Kata Kunci : Hipertensi, Ketepatan Terapi, Kepatuhan Abstract Hypertension is considered as one of the leading causes of death. Complication in blood tissue that is caused by hypertension and that is becoming the leading cause of death might include several diseases such as coronary artery disease (CAD, hearth attack, and stroke and kidney failure. The therapy of antihypertensive drug either in monotherapy or in combination therapy plays a very essential role for patients in which the therapy in this case must be given in consideration of the blood pressure and possibility of complication. This research is aimed to observe a description of antihypertensive drug treatment in policlinic of internal disease of RSUP Dr, Sardjito Yogyakarta, accurate treatment and treatment result and effect of medication adherence in decreasing blood pressure. This research is performed using a design of observational study supported by data prospectively taken in order to observe the accurate treatment and medication adherence of the hypertensive patient. The assessment for the therapy achievement was performed using The Seventh Report of Joint National Committee (JNC VII on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure in 2003, meanwhile, the assessment for medication adherence was done by using questionnaire of new 8-item self report Morisky Medication Adherence Scale

  4. AKTIVASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA ALAT PENGERING BERSUHU RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laeli Kurniasari

    2012-04-01

    penggunaan zeolit sebagai adsorben uap air. Proses pengeringan dengan menggunakan zeolit sebagai adsorben ini memungkinkan operasi pengeringan dilakukan pada suhu rendah sehingga sesuai untuk bahan yang tidak tahan panas. Zeolit alam merupakan salah satu alternatif bahan adsorben. Akan tetapi zeolit ini harus diaktivasi terlebih dahulu untuk mendapatkan zeolit dengan kemampuan adsorpsi yang tinggi. Proses aktivasi pada zeolit akan merubah rasio Si/Al zeolit, polaritas serta afinitas zeolit terhadap air dan meningkatkan pori-pori zeolit Adsorpsi zeolit alam dilakukan dengan dua cara yaitu dengan NaOH dan dengan panas. Pada aktivasi dengan NaOH, zeolit dicampur dengan NaOH 0,5-2N selama 2 jam pada suhu 60-900C. Sementara pada aktivasi fisis, zeolit dipanaskan pada 200-5000C selama 2-5 jam. Untuk mengetahui perubahan struktur pori zeolit maka dilakukan analisa SEM dan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi zeolit maka dilakukan analisa daya adsorpsi zeolit terhadap uap air pada berbagai suhu dan berbagai kelembaban relatif. Hasil menujukkan bahwa pada aktivasi dengan NaOH diperoleh kondisi aktivasi terbaik adalah NaOH 1N pada pemanasan 700C dengan daya adsorpsi 0,171 gr uap air/gr adsorben. Sementara untuk aktivasi dengan panas, kondisi aktivasi terbaik adalah pemanasan 3000C selama 3 jam dengan daya adsorpsi 0,137 gr uap air/gr adsorben.

  5. PENALARAN ANALOGI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH LUAS DAN KELILING SEGITIGA DAN SEGIEMPAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Ayu Pramoda Wardhani

    2016-09-01

    Penalaran analogi adalah proses penarikan kesimpulan dengan menggunakan kesamaan sifat dan struktur hubungan dari permasalahan sumber untuk diaplikasikan pada permasalahan target. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran analogi siswa kelas VIII dalam menyelesaikan masalah luas dan keliling segitiga dan segiempat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan penalaran analogi siswa kemampuan tinggi terjadi dengan baik. Penalaran analogi siswa kelompok sedang cenderung terjadi cukup baik. Ada beberapa hambatan yang dialami siswa kelompok sedang, yaitu pada proses mapping. Penalaran analogi siswa kemampuan rendah menunjukkan bahwa subjek tidak dapat memahami masalah yang diberikan.

  6. Perancangan Indoor Localization Menggunakan Bluetooth Untuk Pelacakan Posisi Benda di Dalam Ruangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggeriko Aryasena

    2017-01-01

    Full Text Available Dewasa ini teknologi untuk melacak posisi telah banyak digunakan. Teknologi tersebut menggunakan GPS milik Pemerintah Negara Amerika Serikat. GPS tersebut dapat digunakan untuk mencari posisi sekarang, alamat tempat atau arah ke suatu tempat. Akan tetapi GPS memiliki kekurangan yaitu akurasi yang rendah ketika digunakan di dalam ruangan. Oleh karena itu, teknologi untuk melacak posisi di dalam ruangan mulai dikembangkan dengan konsep indoor localization. Sistem indoor localization ini dibangun dalam media perangkat bergerak menggunakan kekuatan sinyal Bluetooth untuk memprediksi posisi pengguna dan smartphone yang kemudian data tersebut akan disimpan dalam basis data guna menunjang fungsionalitas lainnya. Kekuataan sinyal tersebut diolah menggunakan metode Trilateration. Metode tersebut memiliki 2 komponen penting dalam memprediksi posisi yaitu jarak dan posisi pemancar Bluetooth. Jarak dapat dihitung dengan mengambil rata-rata nilai kekuatan sinyal Bluetooth yang didapat. Pengujian sistem ini dilakukan di Laboratorium Algoritma dan Pemrograman, Teknik Informatika ITS.Hasil pengujian sistem ini terdiri dari dua pengujian yaitu fungsionalitas dan akurasi. Pengujian fungsionalitas menghasilkan hasil berhasil di semua fungsionalitas yang dibangun. Sedangkan pengujian akurasi menghasilkan akurasi yang cukup rendah yaitu 2,44 meter.

  7. Penerapan ICT dalam Pelayanan Publik di Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supardal Supardal

    2016-10-01

    Full Text Available The transformation of the bureaucracy into a necessity. One way transformation of the bureaucracy in the public service is the application of information and communications technology (ICT in the public service. Information Communication Technology innitiative and application in local govern-ment should transform local government bureaucracy in public service. In Bantul, however, ICT in-nitiative and application has not successfully transformed local government bureaucracy in public service. This study will assessed on the impact of ICT innitiative and application on the bureaucracy transformation in public service. The mix research method is choosen in order to answer and analy-sis the phenomena in depht. The research found that the influence of the ICT’s innitiative on the bureaucracy transformation in the Bantul District is only 18 %. The low effect of the implementa-tion of the system of ICT in those cities is affected by strong patronage culture, the hierarchical organizational structure and centralized regulation on local government structure, low capacity e-leadership of middle range leader, and no delegation from top leader to middle management. Transformasi birokrasi menjadi keharusan. Salah satu cara transformasi birokrasi dalam pelayanan publik adalah penerapan teknologi informasi dan komunikasi (ICT dalam pelayanan publik. Praksarsa dan implementasi Teknologi Informasi Komunikasi di pemerintah daerah harus mengu-bah birokrasi pemerintah daerah dalam pelayanan publik. Di Bantul, bagaimanapun, Praksarsa dan Implementasi ICT belum berhasil mengubah birokrasi pemerintah daerah dalam pelayanan publik. Penelitian ini akan dinilai pada dampak Prakarsa dan Implementasi ICT pada transformasi birokrasi dalam pelayanan publik. Metode penelitian campuran yang terpilih untuk menjawab dan analisis fenomena. Penelitian ini menemukan bahwa pengaruh Prakarsa ICT pada transformasi birokrasi di Kabupaten Bantul hanya 18%. Pengaruh rendah dari

  8. Konsistensi Pemahaman Konsep Kecepatan dalam Berbagai Representasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Reyza Arief Taqwa

    2017-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman konsep dan konsistensi mahasiswa dalam menggunakan konsep saat menyelesaikan soal fisika pada topik kecepatan dalam berbagai format representasi. Dalam penelitian ini digunakan 4 soal pilihan ganda beralasan dalam format representasi berbeda. Penelitian dilakukan pada 26 mahasiswa S1 pendidikan fisika dan 22 mahasiswa S1 fisika tahun pertama di Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman konsep kecepatan masih tergolong rendah yang ditandai dengan rata-rata skor mahasiswa hanya mencapai 43,49. Selain itu, alasan yang diberikan mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa tidak konsisten dalam mendefinisikan kecepatan karena pemahaman yang belum utuh. Beberapa kekeliruan mahasiswa diantaranya: (1 kecepatan adalah posisi per satuan waktu tempuh, (2, (3 tanpa memahami bahwa persamaan tersebut hanya benar jika percepatan konstan, (4, dan (5 tidak memperhatikan tanda (+/- pada kecepatan. This study aims to look at the student's conceptual understanding and the students’ consistency in used concept when them solved the physics problems in velocity with variety of representation formats. There are 4 MCQs reasoned in a different format representations to achieve these goals. The study was conducted on 26 S1 physical education students and 22 S1 physics students in first year. The results showed that the students’ conceptual understanding is still relatively low which is characterized by an average score of students reached only 43.49. Moreover, the reason given students showed that students are still not consistent in defining velocity due to knowledge in pieces. Some students’ mistakes are: (1 Velocity is the position per unit of time, (2, (3 without understanding that this equation is only true if the acceleration is constant, (4, and (5 do not pay attention to the sign (+/- on velocity.

  9. PENUMBUHAN BIOFLOK DALAM MEDIA BUDIDAYA IKAN BANDENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2011-04-01

    Full Text Available Bioflok merupakan agregat campuran heterogen mikroba yang diinisiasi oleh bakteri heterotrof dan memiliki nutrisi yang cukup baik yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan oleh beberapa jenis ikan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi metode menumbuhkan bioflok dalam media budidaya ikan bandeng intensif. Penumbuhan bakteri heterotrof dilakukan dengan mempertahankan keseimbangan rasio Karbon/Nitrogen (C/N sebesar 10 dalam media budidaya. Sumber nitrogen berasal dari limbah 40 ekor ikan bandeng (bobot rata-rata 75 g/ekor yang dipelihara dalam bak fibre glass berisi air bersalinitas 25 ppt sebanyak 625 L. Ikan uji diberi pakan komersial dengan kadar protein 26%. Molase digunakan sebagai sumber Corganik. Perlakuan yang dicobakan adalah: (A tanpa inokulasi bakteri heterotrof (0 cfu/mL, (B inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 102 cfu/mL, (C inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 104 cfu/mL, dan (D inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 106 cfu/mL. Hasil percobaan selama masa 30 hari menunjukkan bahwa penambahan inokulasi bakteri heterotrof sebanyak 106 cfu/mL cenderung lebih meningkatkan laju konversi limbah N menjadi bioflok dibandingkan jumlah inokulasi bakteri yang lebih rendah dan kontrol. Indikator utamanya dapat dilihat dari pola penurunan konsentrasi TAN dan peningkatan VSS. Penambahan inokulasi bakteri heterotrof (Bacillus sp. cenderung meningkatkan kandungan asam amino bioflok

  10. PERAN SELF-REGULATED LEARNING DALAM MEMODERASI PENGGARUH LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AKUNTANSI KOMPUTERSISWA KELAS XI KOMPETENSI KEAHLIAN AKUNTANSI SMK N 1 KENDAL

    OpenAIRE

    Elsa Puspasari; Agus Wahyudin

    2015-01-01

    Prestasi belajar komputer akuntansi siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor.Dalam penelitian ini faktor yang diduga mempengaruhi prestasi belajar akuntansi adalah lingkungan teman sebaya, media sosial dan Self-Regulated Learning.Masalah dalam penelitian ini berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa prestasi belajar komputer akuntansi siswa kelas XI kompetensi keahlian akuntansi SMK N 1 Kendal tergolong rendah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran dari Self-Regu...

  11. PERBEDAAN PROKRASTINASI AKADEMIK DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UKSW BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN A DAN B

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutriyono Sutriyono

    2012-12-01

    semester genap 2011/2012 yang mengambil matakuliah skripsi dan skripsi lanjut dilibatkan. Alat pengumpul data menggunakan dua skala, yang pertama adalah modifikasi skala prokrastinasi Tuckman (Tuckman Procrastination Scale untuk mengukur tingkat prokrastinasi dan modifikasi skala Bortner untuk menggolongkan kedalam salah tipe kepribadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara signifikan, mahasiswa dengan kepribadian tipe A mempunyai tingkat prokastinasi dalam menyelesaikan skripsi lebih rendah dibandingkan dengan mahasiswa yang mempunyai tipe kepribadian B.

  12. PENGGUNAAN ALGORITMA NEWTON – RAPHSON UNTUK MEMBUAT SOFTWARE PENENTUAN DOSIS OBAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ibnu Gunawan

    2009-01-01

    Full Text Available USCPACK Software from University of Carolina is one of the pioneers of computerized drug dosage system. This software uses Bayesian method. The algorithm that used in this software is known as NPEM (Non Parametric Expectation Maximization. After knowing how USCPACK work, then we made new software that has the same use like USCPACK but with new algorithm that different from NPEM. These paper will describe the how to make the software based on NPAG algorithm. Abstract in Bahasa Indonesia: Software USCPACK buatan University of Carolina merupakan salah satu pelopor dimungkinkannya penentuan dosis obat persatuan waktu tertentu untuk pasien secara umum menggunakan komputer. Software ini bekerja dengan menggunakan metode dasar Bayesian. Algoritma yang digunakan oleh software ini adalah NPEM (Non Parametric Expectation Maximization. Setelah mengetahui cara kerja dari USCPACK maka dibuatlah sebuah software pendosisan obat menggunakan algoritma non parametrik lain selain NPEM. Paper ini akan membahas pembuatan software pendosisan obat menggunakan algoritma newton – raphson dalam penentuan dosis obat terkomputerisasi. Kata kunci: Pendosisan terkomputerisasi, optimasi, Bayesian, NPEM, Newton Raphson,USCPACK

  13. Whistleblowing dalam Tekanan Ketaatan dan Kepercayaan pada Pimpinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vania Yunita Setianto

    2016-12-01

      Tekanan yang diberikan oleh manajer kepada karyawan untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan peraturan perusahaan, menyebabkan adanya ketegangan yang terjadi dalam diri karyawan. Ketegangan terjadi karena perintah yang diberikan secara langsung oleh manajer tidak sesuai dengan nilai atau moral yang dipegang. Ketika karyawan memilih untuk melaporkan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai atau moral yang dianutnya, maka karyawan dapat melaporkan tindakan tersebut kepada manajemen senior. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti potensi seorang karyawan untuk melakukan tindakan whistleblowing apabila berhadapan dengan kondisi tekanan ketaatan dan kepercayaan pada pimpinan. Penelitian ini dilakukan di Universitas Kristen Satya Wacana dengan subjek mahasiswa S1 akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Penelitian ini menguji potensi tindakan whistleblowing oleh karyawandalam  keadaan tekanan ketaatan dan kepercayaan pada pimpinan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental 2x2 between subject dengan total 69 subjek mahasiswa yang berperan sebagai karyawan menghasilkan 60 data siap olah. Perlakuan diberikan dalam bentuk tekanan ketaatan (tinggi dan rendah dan kepercayaan pada pimpinan (tinggi dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grup yang mendapatkan perlakuan tekanan ketaatan tinggi dan kepercayaan pada pimpinan yang tinggi pula maka memperbesar potensi seseorang untuk melakukan tindakan whistleblowing.

  14. DOSIS & DOSIS 3D: long-term dose monitoring onboard the Columbus Laboratory of the International Space Station (ISS)

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Berger, T.; Przybyla, B.; Matthia, D.; Reitz, G.; Burmeister, S.; Labrenz, J.; Bilski, P.; Horwacik, T.; Twardak, A.; Hajek, M.; Fugger, M.; Hofstatter, C.; Sihver, L.; Palfalvi, J. K.; Szabó, J.; Stradi, A.; Ambrožová, Iva; Kubančák, Ján; Brabcová, Kateřina; Vanhavere, F.; Cauwels, V.; Van Hoey, O.; Schoonjans, W.; Parisi, A.; Gaza, R.; Semones, E.; Yukihara, E.; Benton, E.; Doull, B. A.; Uchihori, Y.; Kodaira, S.; Kitamura, H.; Böhme, M.

    2016-01-01

    Roč. 6, NOV (2016), č. článku A39. ISSN 2115-7251 R&D Projects: GA ČR GJ15-16622Y Institutional support: RVO:61389005 Keywords : International Space Station * Columbus * space radiation * DOSIS * DOSIS 3D Subject RIV: BN - Astronomy, Celestial Mechanics, Astrophysics Impact factor: 2.446, year: 2016

  15. LATIHAN AEROBIK INTENSITAS SEDANG DENGAN DIET RENDAH KOLESTEROL LEBIH BAIK DALAM MEMPERBAIKI KOGNITIF DARIPADA INTENSITAS RINGAN PADA PENDERITA SINDROMA METABOLIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuliana Ratmawati

    2013-11-01

    Full Text Available Metabolic syndrome is a group of risk factors causing atherosclerosis. The presence of cholesterol mikroemboli carotid plaque is considered as one of the mechanisms that can interfere with cognitive. Aerobic exercise is one of the interventions that can improve cognitive function. The purpose of this study was to determine the aerobic exercise of moderate intensity with more cholesterol diet improve cognitive rather than light intensity in patients with metabolic syndrome. The experimental research method to design randomized control trial of pre and post test design. Sample of 26 patients with metabolic syndrome. samples were divided into two groups. The first group was given exercise intensity light with a low cholesterol diet (n = 13 while the second group was given moderate intensity exercise with low-cholesterol diet (n = 13.Characteristics of study subjects with age range of 45-55 years old, with a body mass index 23-29 range. Data before and after the treatment with a light intensity aerobic low cholesterol diet obtained p> 0.05 normally, while the data before and after the treatment of moderate-intensity aerobic with low cholesterol diet p <0.05 distribution is not normal. Different test groups before and after treatment with a mild intensity aerobic low cholesterol diet using paired sample t-test test showed 0,001 (p <0,05. Different test before and after the treatment of moderate-intensity aerobic with low cholesterol diet results obtained using the Wilcoxon Sign Rank Test 0,001 (p <0,05. Different test groups after the treatment of mild and moderate intensity aerobics with low cholesterol diet results obtained using the Mann-Whitney U 0,005 (p <0.05 there is a significant difference between treatment groups with a light aerobic low-cholesterol diet with moderate intensity aerobic treatment group with a low-cholesterol diet. The conclusion of this research is that the treatment group showed moderate aerobic intensity with a low cholesterol diet improve cognitive more than mild intensity aerobics with low-cholesterol diet.

  16. Evaluasi Metode Penman-Monteith dalam Menduga Laju Evapotranspirasi Standar (ET0 di Dataran Rendah Propinsi Lampung, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tumiar Katarina Manik

    2012-10-01

    Full Text Available Evapotranspiration is an important factor in estimating crops water use and then irigation schedule. Direct measurement of evapotranspiration is difficult since it is influenced by many factors. Estimation methods are developed for estimating evapotranspiration rate from meteorological data. One method which is recommended by FAO is Penman-Monteith Method (P-M. To evaluate whether this method could be accurately used in Lampung a comparison had been conducted with evaporation measurement on two climate stations in Lampung, Branti and Masgar with data set from 2006-2008. The result for Branti showed that observation data was lower than P-M for ET > 4 mm and higher for ET <4; while for Masgar evaporation observation always higher than P-M. In general P-M was 1.09 times higher than observation in Branti and 0.89 lower in Masgar. Correlation coefficients between P-M and observation were low (r = 0.3 for Branti and r= 0.5 for Masgar. Two possible reasons for the disagrrement were first, there was an error in measuring water level on the evaporation pan, this showed by the fact that observed evaporation has low coefficient correlation with all meteorological data which have direct impact on evaporation (air temperature and humidity, wind speed and radiation; second, CROPWAT converted shunshine duration to be the radiation intensity with linear approach while field data showed that sunshine duration did not relate linearly with radiation intensity.

  17. Kebijakan Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah Domestik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surahma Asti Mulasari

    2014-05-01

    Full Text Available Sampah berpotensi menciptakan masalah kesehatan lingkungan. Pemerintah mengupayakan berbagai kebijakan pengelolaan sampah seperti pelayanan sampah dan memberdayakan masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kebijakan pemerintah dalam mengelola sampah domestik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY, perubahan kualitas lingkungan dan masyarakat akibat kebijakan pengelolaan sampah, dan untuk mengetahui metode pemantauan dan pengelolaan sampah yang ada di DIY. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan rancangan studi kasus. Fenomena yang menjadi studi dalam penelitian ini adalah kebijakan pengelolaan sampah di DIY. Permasalahan sampah yang ada di DIY adalah cakupan pelayanan pemerintah kabupaten yang masih sangat rendah, kecuali Kota Yogyakarta (90%. Sampah terangkut ke tempat pembuangan akhir masih rendah dibandingkan volume sampah yang dihasilkan. Kebijakan untuk pengelolaan sampah adalah di seluruh kabupaten/kota DIY telah terbentuk badan/unit yang bertanggung jawab mengelola sampah. Perubahan kualitas lingkungan dan masyarakat adalah lingkungan dan jalan menjadi bersih, asri, dan nyaman. Metode pemantauan dan evaluasi kebijakan pengelolaan sampah di DIY belum dituangkan dalam prosedur baku. Permasalahan sampah sudah menjadi perhatian bagi pemerintah daerah DIY. Kebijakan telah didukung dengan program layanan, proyek, regulasi, dan insentif khusus untuk pengelolaan sampah. Waste had great potential in creating environmental health issues. The government had tried various ways of waste management policy such as waste management services and people empowerment to manage their waste independently. The objectives of this study is to observe the problem of garbage in the Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY, the Government’s policy in managing domestic waste in DIY, the changes in environmental quality and community impact of the waste management, and the methods of monitoring and managing waste in DIY

  18. Variable Step Closed Loop Power Control with Space Diversity for Low Elevation Angle High Altitude Platforms Communication Channel [Langkah Variabel Kontrol Daya Loop Tertutup dengan Keragaman Ruang untuk Sudut Elevasi Rendah pada Kanal Komunikasi HAPs

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iskandar Iskandar

    2016-07-01

    Full Text Available This paper proposes variable step closed loop power control algorithm combined with space diversity to improve the performance of High Altitude Platforms (HAPs communication at low elevation angle using Code Division Multiple Access (CDMA. In this contribution, we first develop HAPs channel model which is derived from experimental measurement. From our experiment, we found HAPs channel characteristic can be modeled as a Ricean distribution because the presence of line of sight path. Different elevation angle resulting different K factor value.  This value is then used in Signal to Interference Ratio (SIR based closed loop power control evaluation. The variable step algorithm is simulated under various elevation angles with different speed of mobile user. The performance is presented in terms of user elevation angle, user speed, step size and space diversity order. We found that the performance of variable step closed-loop power control less effective at low elevation angle. However our simulation shows that space diversity is able to improve the performance of closed loop power control for HAPs channel at low elevation angle.*****Kajian ini mengusulkan suatu algoritma kontrol daya langkah variabel loop tertutup dikombinasikan dengan keragaman ruang untuk meningkatkan kinerja komunikasi High Altitude Platforms(HAPs pada sudut elevasi rendah menggunakan Code Division Multiple Access (CDMA. Kami berkontribusi untuk mengembangkan model kanal HAPs yang berasal dari pengukuran eksperimental sebelumnya. Dari percobaan tersebut, kami menemukan karakteristik kanal HAPs yang dapat dimodelkan sebagai distribusi Ricean karena kehadiran jalur tanpa penghalang. Eksperimen menunjukkan bahwa perbedaan sudut elevasi menghasilkan perbedaan nilai factor K. Nilai ini kemudian digunakan dalam Signal to Interference Ratio (SIR berbasiskan evaluasi kontrol daya loop tertutup. Algoritma langkah variabel disimulasikan dibawah sudut elevasi yang berbeda dengan kecepatan

  19. DIFUSI INOVASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kokom Komalasari

    2016-02-01

    Full Text Available Abstract: Diffusing Innovation in Contextual Teaching-Learning of Civic Education. This study aimed to describe the implementation, constraints and resistance, and also factors that should be considered in diffusing contextual teaching-learning innovation. The studyemployed both quantitative and qualitative approaches. The population of this research was students of Junior High Schools in West Java with a sample consisting of 1004 students, and 16 civic education teachers who participated in Competence-based Inte­grated Training. The results show that the implementation of contextual teaching-learning in West Java fell into the category of average. Cooperation was the most frequently applied, while direct experience and authentic assessment were the least. There were constraints and resistance in implementing contextual teaching-learning related to teachers' competence, school climate, and cultural change. Therefore, factors of teachers, students, facilities, expenses, curriculum, school climate, parents and society should be taken into account. Abstrak: Difusi Inovasi Pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan, kendala, resistensi, serta faktor yang harus diperhatikan dalam difusi inovasi pembelajaran kontekstual. Proses penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan pola "the dominant-less dominat design" dari Creswell. Pendekatan kuantitatif menggunakan survei dan pendekatan kualitatif menggunakan wawancara. Populasi penelitian adalah siswa SMP se-Jawa Barat dengan sampel 1.004 siswa dan 16 guru Pendidikan Kewarganegaraan yang telah mengikuti pelatihan ter­integrasi berbasis kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran kontekstual di Jawa Barat termasuk kategori sedang/cukup. Kerjasama paling tinggi penerapannya, pengalaman langsung dan asesmen otentik paling rendah penerapannya. Terdapat kendala dan resistensi dalam pelaksanaan

  20. PENGARUH LINGKUNGAN SUHU TINGGI DAN SUHU RENDAH TERHADAP KONSUMSI ZAT GIZI DAN STATUS GIZI ORANG DEWASA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fithia Dyah Puspitasari

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe imbalance nutrition intake for a long term period can cause changes in weight, body composition andmay alter health problem. The environment temperature can affect the 24 Hours Energy Expenditure (24-hEE magnitude. This research was aimed to investigate the differences of adult's nutrient intake pattern inhigh-temperature and low-temperature area. Research was held in high-temperature area (Jakarta and lowtemperaturearea (Tawangmangu. Frequency distribution analysis was done to obtain the respondentcharacteristics, while bivariat test was done to determine the difference of energy consumption rate andnutritions. The results showed that the subjects in high-temperature area consumed higher total protein,total vitamin B2 and total calcium than the subjects in low-temperature area. Subject in low-temperaturearea consumed more partial calcium compare to subjects in high-temperature area. There was a signifiCantdifference in average of total vitamin A intake between less and overweight group (p=0,049; normal andoverweight group (p=0,007 and between overweight and obese group (p=0,004.Keywords: Nutrient intake, nutrition status, environment temperature ABSTRAKKetidakseimbangan asupan zat gizi pada jangka waktu yang lama mengakibatkan perubahan berat badan,komposisi tubuh dan memungkinan timbulnya gangguan kesehatan. Suhu lingkungan mempengaruhibesaran 24 Hours Energy Expenditure (24-h EE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan polakonsumsi zat gizi orang dewasa di lingkungan bersuhu tinggi dan lingkungan bersuhu rendah. Penelitiandilakukan di area bersuhu tinggi (Jakarta dan area bersuhu rendah (Tawangmangu. Analisis distribusifrekuensi dilakukan untuk mengetahui karakteristik responden sedangkan uji bivariat dilakukan untukmengetahui beda jumlah konsumsi energi dan zat gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek padaarea suhu tinggi mengonsumsi protein total, vitamin B2 total dan kalsium total lebih banyak

  1. Pengaruh Variasi Mikroorganisme dan Pelarut Dalam Produksi Etanol Dari Nira Tebu (Sachharum officinarum Dengan Proses Fermentasi Ekstraktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusfa Anugrah Baihaki

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak bumi (BBM didunia semakin tahun mengalami peningkatan tajam. Salah satu energi alternatif yang didorong pemerintah Indonesia adalah dengan memproduksi bioetanol. Salah satu bahan yang sangat berpotensial sebagai bahan baku utama dalam pembuatan bioetanol adalah nira batang tebu. Upaya peningkatan produktivitas etanol dilakukan secara kontinyu dikarenakan pada fermentasi konvensional terdapat kendala pada produktivitas dan konsentrasi etanol yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk produksi etanol dengan keunggulan keterpaduan proses dan rendah energi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar desain untuk rancang bangun skala industri kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa terbaik dari variasi mikroorganisme dan pelarut yang digunakan dalam memproduksi etanol dengan proses fermentasi ekstraktif dan untuk mengetahui karakteristik kinerja sistem fermentasi kontinyu dalam bioreaktor packed bed dengan variasi mikroorganisme. Dalam penelitian ini digunakan macam variasi mikroorganisme Zymomonasmobilis A3 termutasi dan campuran Saccharomyces cerevisiae dan Pichiastipitis dengan sistem tanpa recycle dan pelarut n-Amyl Alcohol. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa proses fermentasi kontinyu dan ekstraksi tanpa recycle menggunakan Zymomonas mobilis A3 dan pelarut n-Amyl Alkohol memberikan hasil produktivitas dan yield yang terbaik, yaitu sebesar 133,417 g/l.jam dan 35,049%.

  2. Studies on supramolecular gel formation using DOSY NMR

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Nonappa, N.; Šaman, David; Kolehmainen, E.

    2015-01-01

    Roč. 53, č. 4 (2015), s. 256-260 ISSN 0749-1581 Institutional support: RVO:61388963 Keywords : DOSY * VT NMR * gel * diffusion coefficients Subject RIV: CF - Physical ; Theoretical Chemistry Impact factor: 1.226, year: 2015

  3. Pemisahan Campuran Etanol-Oktanol-Air dengan Metode Distilasi dalam Structured Packing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adesya Abdullah

    2014-09-01

    Full Text Available Keberadaan bahan bakar minyak (BBM yang merupakan bahan bakar berbahan fosil sudah menjadi suatu kebutuhan utama masyarakat dunia, namun keberadaannya saat ini semakin menipis. Salah satu potensi yang relatif besar adalah pengembangan bioetanol menggunakan metode fermentasi ekstraktif. Hasil bioetanol dari metode fermentasi ekstraktif masih rendah, yaitu sekitar 15% sehingga diperlukan penelitian untuk pemurniannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kadar etanol tertinggi dengan metode distilasi dalam structured packing. Dari hasil penelitian didapatkan pada variabel suhu 80ᵒC pada porositas 20%, 40% dan 60% didapatkan kadar etanol sebesar 88,24% ; 91,95% dan 85,85%.

  4. ANALISIS CLUSTER K-MEANS DALAM PENGELOMPOKAN KEMAMPUAN MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    B. Poerwanto

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract. Cluster Analysis, K-Means Algorithm, Student Classification. This study aims to classify students based on learning outcomes for subject the basic of statistics (DDS, which is measured based on attendance, task, midterm (UTS, and final exams (UAS to further used to evaluate learning for subjects that require analysis of quantitative . This study uses k-means cluster analysis to classify the students into three groups based on learning outcomes. After grouped, there are 3 people in the low category, 27 in the medium category and over 70% in the high category.Abstrak. Analisis Cluster K-Means dalam Pengelompokan Kemampuan Mahasiswa. Pene-litian ini bertujuan untuk mengelompokkan mahasiswa berdasarkan hasil belajar mata kuliah dasar-dasar statistika (DDS yang diukur berdasarkan variabel nilai kehadiran, tugas, ujian tengah semester (UTS, dan ujian akhir semester (UAS untuk selanjutnya digunakan untuk mengevaluasi pembelajaran untuk mata kuliah yang membutuhkan kemampuan analisis kuantititatif yang baik. Penelitian ini menggunakan analisis cluster k-means dalam mengelompokkan mahasiswa ke dalam tiga kelompok berdasarkan hasil belajarnya. Seteleh dikelompokkan, terdapat 3 orang yang masuk pada kategori rendah, 27 orang pada kategori sedang dan lebih dari 70% pada kategori tinggi.Kata Kunci: Cluster Analysis, K-Means Algoritma, Klasifikasi Mahasiswa, Universitas Cokroaminoto Palopo

  5. WARGA NEGARA DAN MASALAH KONTEMPORER DALAM PARADIGMA PEMBANGUNAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuni Harmawati

    2018-05-01

    Full Text Available Ditengah hingar-bingar globasliasi dan modernisasi dunia yang memperlihatkan kemajuan disegala bidang, tanpa disadari kita tidak melihat sisi gelap modernisasi dan globlaisasi yakni kemiskinan, yang terjadi negara-negara kulit berwarna seperti di Asia dan Afrika. Bagi bangsa berkembang yang baru saja terlepas dari penjajahan kolonial, bebas dari belenggu kemiskinan adalah suatu hal yang sulit dilakukan. Dampak dari penjajahan seperti kebodohan, eksploitasi sumberdaya alam, ketidakberdayaan rakyat, kesehatan masyarakat yang rendah serta kemiskinan itu sendiri merupakan suatu hambatan dalam membangun suatu negara. Di negara-negara berkembang banyak terjadi semacam eksploitasi yang tidak tampak, tapi cukup tajam yakni eksploitasi manusia atas manusia tanpa terkecuali di Indonesia. Bung Karno menyebutnya sebagai ‘exploitation de l‘homme par l‘homme’ dan ‘exploitation de nation par nation’. Paradigma pertumbuhan (growth paradigm hanya menguntungkan sebagian kecil masyarakat karena paradigma ini dalam penerapan belum dapat meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh atau yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Kegagalan dalam paradigma ini memicu munculnya paradigma baru yakni paradigma pemetaan (generalization paradigm. Pemerataan pembangunan ini cenderung menggunakan pendekatan kebijakan top-down. Hingga melahirkan paradigma baru yakni pembangunan yang berpusat pada sumberdaya manusia (people centered development paradigm. Paradigma ini juga dikenal sebagai paradigma pembangunan partisipatif (partisipative approach atau juga disebut buttom-up planing. Pendekatan pembangunan ini menekankan pentingnya, inisiatif, kreatifitas, dan inovasi yang beripijak pada keinginan masyarakat. Dengan mendengar aspirasi dari warga negara untuk disampaikan kepada pemerintah membuat terjalin sinergitas diantara keduanya sehingga persoalan kemiskinan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

  6. Analisis Kesiapan Industri Manufaktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK Dalam Negeri Untuk Mendukung Implementasi Green-ICT Pada Sektor Telekomunikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Yuniarti

    2012-09-01

    Full Text Available Industri TIK merupakan bagian dari industri masa depan yang terdiri atas industri perangkat, infrastruktur/jaringan dan aplikasi/konten. Akhir-akhir ini, aspek lingkungan menjadi pertimbangan dalam menciptakan kesinambungan industri, termasuk industri TIK atau yang dikenal dengan istilah TIK hijau. Implementasi TIK Hijau pada penyelenggara telekomunikasi masih menemui beberapa kendala yaitu efisiensi rendah dan investasi tinggi pada penggunaan perangkat TIK berbasis energi alternatif. Selain itu, rencana implementasi TIK Hijau di lembaga pemerintah maupun swasta masih dibayangi isu terkait kekuatan industri dalam negeri. Penelitian ini bertujuan mengukur kesiapan industri manufatur TIK dalam negeri untuk mendukung implementasi TIK Hijau pada sektor telekomunikasi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan indikator attitude, policy, practice, technology dan governance yang dimodifikasi pada Green IT Readiness Model oleh Molla, Alemayehu, et.al. Berdasarkan analisis LSR, secara umum lima responden industri manufaktur dikategorikan memiliki sikap positif. Indikator yang perlu mendapatkan perhatian dari responden yang tergolong memiliki sikap negatif adalah indikator policy dan governance.

  7. POLA PENGASUHAN ISLAMI DALAM PENDIDIKAN KELUARGA (Penguatan Peran Keluarga Jamaah Masjid Baitul Abror Teja Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Hadi

    2017-07-01

    Full Text Available Pendidikan Islam memiliki varian yang kompleks, tidak hanya pada kegiatan pendidikan formal, dan non formal, akan tetapi juga ada pada pendidikan informal, ketiganya memiliki keterkaitan yang sinergis untuk saling menguatkan, sebagaimana halnya yang terjadi pada ibu-ibu Jamaah masjid Baitul Abror yang putra-putrinya mengikuti pendidikan pra sekolah pada RA. Muslimat NU yang dikelola oleh Ta’mir masjid. Para Ibu jama’ah yang rata-rata tingkat pendidikan rendah, mereka minim pengetahuan, pengalaman dn keterampilan dalam memberikan pengasuhan secara islami, hal tersebut menjadi concern sasaran program pengabdian akademik dalam memberikan penguatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan afeksi dalam mengasuh pertumbuhan dan perkembangan anak khususnya usia pra sekolah. Program penguatan  yang dikhususkan pada peningkatan pengetahuan dalam mengasuh, praktek pengasuhan dan keterampilan dalam memberikan perlindungan kepada anak, ternyata memberi kontribusi yang signifikan terhadap perolehan ketiga aspek yang diberikan selama mengikuti kegiatan penguatan tersebut. Hal tersebut terlihat pada saat proses kegiatan pengabdian berlangsung seperti tanggapan dan respon tentang materi dan praktek yang dilakukan bersama antara Tim Pengabdian dan pra ibu jama’ah masjid.

  8. PSIKOTERAPI TRANSPERSONAL DALAM KAJIAN ISLAM UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Fourianalistyawati

    2011-02-01

    Full Text Available Tujuan penulisan artikel ini adalah mengkaji konsep psikoterapi transpersonal ditinjau dari kajian Islam untuk meningkatkan kesehatan mental pada individu. Psikoterapi transpersonal pada awalnya dikembangkan oleh tokoh psikologi humanistik antara lain Abraham Maslow, Ken Wilber, dan Charles Tart. Aliran ini menaruh perhatian pada dimensi spiritual manusia yang mengandung potensi dan kemampuan luar biasa, yang sejauh ini terabaikan dari telaah psikologi kontemporer. Pelaksanaan psikoterapi transpersonal sangat terkait dengan studi mengenai potensialitas tertinggi dari manusia dan pengalaman spiritual, serta adanya keyakinan terhadap zat tertinggi. Individu yang sehat secara mental dapat mengikuti atau melakukan suatu aktivitas dengan baik. Sebaliknya, individu akan mengalami hambatan mengikuti atau melakukan suatu aktivitas bila kesehatan mentalnya terganggu, seperti adanya: rasa cemas, sedih, marah, kesal, khawatir, rendah diri, kurang percaya diri dan lain-lain (Mandola, 2009. Melalui pembahasan ini dapat diketahui konsep psikoterapi transpersonal dalam kajian Islam, yang dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif upaya meningkatkan kesehatan mental pada individu. Kata Kunci : Psikoterapi Transpersonal, Kajian Islam, Kesehatan Mental

  9. Karakteristik Pasta TiO2 Suhu Rendah untuk Aplikasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mariya Al Qibtiya

    2016-06-01

    Full Text Available Pada tulisan ini, diuraikan karakteristik pasta TiO2 suhu rendah untuk aplikasi sel surya berbasis dye-sensitized yang dipreparasi dengan penambahan serbuk TiO2 reflektor. Penambahan TiO2 reflektor sebagai light scattering layer pada pasta dilakukan untuk melihat pengaruhnya terhadap karakteristik listrik sel surya yang dihasilkan. Preparasi pasta dilakukan menggunakan bahan komersial yaitu pasta T-Nanooxide D-L (Solaronix dan serbuk pasta WER2-O (Dyesiol sebagai bahan reflector. Bahan tersebut dianalisis struktur kristalnya. Hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD menunjukan bahwa bahan TiO2 serbuk yang digunakan adalah nanokristal dengan struktur kristal anatase. Pasta ini dideposisi di atas permukaan plastik dan kaca konduktif (ITO-PET dan FTO dengan metode doctor blade printing. Proses sintering lapisan TiO2 dilakukan pada suhu rendah yaitu 120 ˚C selama 4 jam. Morfologi permukaan lapisan TiO2 dianalisa menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM. Lapisan TiO2 yang terbentuk diaplikasikan pada DSSC sebagai fotoelektroda. Pewarnaan dengan larutan N-719 (Ruthenium Complex, lapisan elektroda kerja platina dan larutan elektrolit iodine. Karakteristik kurva I-V dengan ukuran sel daerah aktif 1 cm2 diukur menggunakan Sun Simulator AM1,5 dengan sumber cahaya Xenon dan intensitas 50 mW/cm2. Hasil pengukuran menunjukkan penambahan serbuk TiO2 reflektor dapat meningkatkan unjuk kerja sel surya fleksibel yang dihasilkan. Efisiensi terbaik DSSC yang dihasilkan adalah 0,166% untuk substrat plastik dan 0,167% untuk substrat kaca.

  10. PERAN SERTA MASYARAKAT PEMANFAAT PESISIR DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR TELUK AMBON DALAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lilian Sarah Hiariey

    2013-09-01

    berkelanjutan menjadi ancaman yang serius, sedangkan tingkat peran serta masyarakat pemanfaat pesisir dalam pengelolaan wilayah pesisir rendah, yang ditunjukkan dengan keterlibatan masyarakat pada tahap implementasi dan pemantauan. Faktor-faktor yang membedakan kelompok tingkat peran serta masyarakat pemanfaat pesisir adalah pendidikan, persepsi, dan pendapatan, sedangkan faktor umur tidak berperan signifikan dalam membedakan kelompok tingkat peran serta masyarakat. Strategi yang diperoleh yaitu menggunakan konsep pengelolaan wilayah pesisir berbasis masyarakat (co-management dimana masyarakat memiliki kewenangan cukup dalam pengelolaan dan terakomodasinya kepentingan masyarakat dalam proses pengelolaan.

  11. PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEER ASSISTED LEARNING (PAL TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN MORFOLOGI TUMBUHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sariwulan Diana

    2016-11-01

    Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penerapan strategi Peer Assisted Learning (PAL dalam perkuliahan Morfologi Tumbuhan, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan rancangan quasi eksperimental jenis pretest postest control group design. Rancangan tersebut mencakup satu kelompok mahasiswa yang diberi pretes (tes yang dilakukan sebelum perlakuan PAL yang kemudian dilanjutkan dengan mengobservasi proses perlakuan PAL dan diakhiri postes. Satu kelompok mahasiswa lainnya (kontrol hanya diberi pretes dan diakhiri postes. Instrumen penelitian meliputi angket untuk menjaring tutor, seperangkat soal pretes, soal responsi, soal postes dan angket tentang respon mahasiswa terhadap program PAL yang dilakukan. Penerapan strategi PAL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi sains mahasiswa dalam  perkuliahan Morfologi Tumbuhan (thitung > ttabel. Peningkatan literasi sains mahasiswa pada kelas eksperimen termasuk kategori sedang (N-gain 0,4 dan rendah (N-gain 0,1 pada kelas kontrol. Semua mahasiswa merespon positif terhadap startegi PAL yang dilakukan.

  12. KECEMASAN MATEMATIK SISWA KELAS XI SMK BERDASARKAN MAHMOOD DAN KHATOON DALAM SETTING PROBLEM BASED LEARNING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Kumalasari

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pembelajaran matematika dalam setting problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMK, mendeskripsikan tingkat kecemasan matematik siswa dalam mengikuti pelajaran matematika dalam setting problem based learning, dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tingkat kecemasan matematik. Metode penelitian ini adalah mixed methods. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKKB SMKN 10 Semarang. Selanjutnya dipilih 6 siswa dari masing-masing kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tingkat kecemasan matematik. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, tes, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kualitas pembelajaran, analisis tingkat kecemasan matematik, analisis kemampuan pemecahan masalah, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini diperoleh: kualitas pembelajaran dalam setting problem based learning dalam kategori baik, tingkat kecemasan matematik siswa kelas XI SMKN 10 Semarang sebelum pembelajaran matematika adalah rendah, pada saat kegiatan pembelajaran adalah tinggi, dan setelah kegiatan pembelajaran adalah rendah, untuk tingkat kecemasan sebelum tes kemampuan pemecahan masalah adalah rendah, dan setelah tes kemampuan pemecahan masalah adalah tinggi, dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang tingkat kecemasan matematik rendah lebih baik dari pada siswa yang tingkat kecemasan matematiknya tinggi.   This research aimed to describe the quality of  mathematics teaching in the setting of problem based learning to problem­solving ability of class XI student of SMK, the level of mathematics  anxiety  of   students  in  participating  in  the  setting  math  problem  based learning, and the problem­solving abilities by mathematics anxiety levels. This research method is mixed methods. Subjects in this

  13. RESPUESTA DEL PASTO RAIGRASS AUBADE (Lolium sp. A DOSIS DE SILICIO EN INTERACCION CON DIFERENTES DOSIS DE NPK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DIANA LEGARDA - LOPEZ

    Full Text Available El presente trabajo se realizó en el corregimiento de Catambuco, municipio de Pasto, localizado a 01°06'33 N y 77°19 '07.8 WO; con el objeto de conocer El presente trabajo se realizó en el corregimiento de Catambuco, municipio de Pasto, localizado a 01°06 '33 N y 77°19´07.8 WO; con el objeto de conocer con tres repeticiones y 10 tratamientos distribuidos en dosis altas, medias y bajas de NPK (Altas: 529 kg/ha de úrea, 72 kg/ha de SFT, 160 kg/ha de KCl. Medias: 397 kg/ha de urea, 54 kg/ha de SFT, 120 kg/ha de KCl. Bajas: 265 kg/ha de úrea, 36 kg/ha de SFT, 80 kg/ha de KCl contrastadas con dosis altas, medias y bajas de Si (Alta 100 kg/ha, media 75 kg/ha, baja 50 kg/ha de SiO2 y un testigo sin fertilización con Si. El Si en dosis alta y NPK alto, presentó mejores resultados en altura de planta (101cm, producción de forraje verde (167,2 Ton/ha/año, materia seca (27,44 Ton/ha/año, concentraciones de P (parte aérea 0,53%y raíz 0,42%,de K (parte aérea 3,11% y raíz 2,27%. Al aplicar dosis altas y medias en el suelo,la concentración de P y K disminuyó. El tratamiento dosis alta de NPK y alta de Si presentó el mayor beneficio económico, seguido del tratamiento dosis media de NPK y alta de Si.

  14. PENGARUH DOSIS P DALAM FOSFAT ALAM PADA PENINGKATAN BIOMASA Azolla microphylla Kaulfuss

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahmudah Hamawi

    2015-12-01

    Full Text Available Azolla microphylla is one of the green resources fertilizer, adding natural P respectively will increase the biomass including. The on time embedding of azolla are able to provide nutrition to the plants such as rice especially N. The experiment was conducted in Desember 2nd , 2006 - April 5th , 2007 in Tegalgondo, Karangploso, Malang, East Java ( 550 m up sea level. The experiment applied Randomized Block Design (RBD under two factors, dose and embedding time with three replications. The doses were applied are P0 = 0 kg ha-1; P1 = 25 kg P ha-1; P2 = 50 kg P ha-1; and P3 = 75 kg P ha-1 . The embedding times were a day before planting, 50 % azolla in 14, 28 and 24 days after planting, 50 % azolla in 21 and 49 days after planting, and 50 % azolla in 35 day after planting. The parameters of observation were wet weigh of azolla; N, P , K contents before and after treatments and azolla decompositions. The result showed 75 kg P ha-1 with interaction of azolla embedding, was the most effective dose to increased azolla biomass.

  15. Transgender Dalam Persepsi Masyarakat

    OpenAIRE

    Jasruddin, Jasruddin; Daud, Jasmin

    2015-01-01

    Fenomena transgender dalam masyarakat mendapatkan berbagai macam reaksi. Kasus-kasus pun banyak bermunculan sehingga membutuhkan penanganan. Dalam penelitian ini memfokuskan pada persepsi masyarakat kota Makassar terhadap keberadaan transgender. Untuk menjawabnya peneliti menggunakan pendekatan secara agama dan sosiologi. Adapun jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survey , yaitu dengan melakukan pendekatan langsung terhadap masyarakat kota Makassar se...

  16. RISIKO TERJADINYA BERAT BAYI LAHIR RENDAH MENURUT DETERMINAN SOSIAL, EKONOMI DAN DEMOGRAFI DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Setyo Pramono

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR or Low Birth Weight (LBW was one of cases that caused the infant's mortality, and stiff be a health's problem in many countries. It been connected with the period of gestation and maternal's health, and other factors. This study learned about the risks of infant low level's weight determined by social, economic, and demography's factors. Methods: This study analysis used the Indonesia Riskesdas (basic health research data on 2007. 10 variables that has been viewed were: domicile's region, infant's sex, maternal age, maternal occupation, maternal smoking status, health cares accesability, economic's status, parity, and antenatal cares (ANC. Results: The result showed that infant's weight been influenced by infant's sex, parity and ANC. BBLR has been risked on female baby, and on mother who didn't do the ANC. Female baby had 1.3 times risk on BBLR than male baby (OR= 1.346. 95% Cl 1.081-1.677. The baby whose mother didn't do ANC had 2.2 times risk on BBLR than did ANC (OR= 2.179, 95% Cl1.403-3.386. Meanwhile BBLR not related with economic's status.Key words: Riskesdas, LBW, social economic, demography

  17. WORK VALUE DALAM SERAT WEDHATAMA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BIMBINGAN KARIER BERBASIS BUDAYA JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanda Istiqomah

    2017-06-01

    Full Text Available This research aims to analyse and describe the work values of Serat Wedhatama. It used qualitative approach by hermeneutic design. The prime sourch of this study was Serat Wedhatama. The serat was interpreted and validated by interviewing cultural expert from Keraton Surakarta (Solo. Then it was analyze in accordance with the focus of the research. The result of the research stated that the work value in Serat Wedhatama consist of: religious, being cautious in acting and speaking, modesty, applying the good advice, forgiving, have responsibility, obeying the rule, having mercies to all people, sharpening and empowering of mind, choosing the work, wirya (power, arta (wealth, and winasis (knowledge. The research as inspiration in delivering material and method of the guidance. The inspirative method of the guidance in Serat Wedhatama is developed work value in Serat Wedhatama is through giving advice in literary form and kidung. The work values which were found in Serat Wedhatama and also their implications can be used to build the counseless character to have positive work ethic based on the culture integrated in the career guidance. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan nilai-nilai kerja (work value dalam Serat Wedhatama. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif dengan desain hermeneutik. Sumber primer penelitian ini yaitu Serat Wedhatama. Serat tersebut diinterpretasi lalu divalidasi melalui wawancara dengan ahli budaya dari Kraton Surakarta (Solo. Selanjutnya melakukan analisis untuk dikategorisasikan sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menyebutkan bahwa work value dalam Serat Wedhatama, meliputi religius, berhati-hati dalam bertindak dan bertutur kata, rendah hati, menerapkan nasihat baik, memafkan sesama, memiliki tanggungjawab, patuh pada aturan negara, memiliki cinta kasih terhadap sesama, mengasah dan memberdayakan akal budi, pilihan pekerjaan, wirya (kekuasaan, arta (harta, dan winasis (pengetahuan

  18. Peranan Teknologi dalam Mendukung Proses Berpikir Level C3 Siswa pada Materi Operasi Himpunan melalui Penggunaan Swish Max4

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arinaldi Arinaldi

    2018-03-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi pada abad ke-21 ini sudah sangat pesat, membuat guru menjadi lebih kreatif dalam hal membuat media pembelajaran yang inovatif, menarik, serta tidak ketinggalan zaman. Dengan menggunakan media visual guru dapat memberikan visual tertentu pada siswa dalam proses pembelajaran, yang nantinya diharapkan dapat membantu siswa dalam berpikir C3. Lalu dilatar belakangi oleh kemampuan siswa yang rendah dalam mengerjakan soal applikasi operasi pada himpunan dikehidupan sehari-hari sekaligus memvisualisasikan operasi himpunan, berdasarkan survei peneliti melalui wawancara dengan guru SMP Negeri 11 Tanjungpinang. Sehingga pada penelitian ini peneliti menggunakan media visual berbasis multimedia berbantuan software swish max4, untuk membantu siswa berpikir hingga level C3 atau pada ranah mengaplikasikan khususnya pada materi operasi himpunan dan juga dapat memvisualisasikan operasi himpunan dikehidupan sehari-hari. Telah dilakukan eksperimen di kelas VII.1 dan kelas VII.2 pada SMP Negeri 11 Tanjungpinang, memperoleh hasil posttest kelas eksperimen lebih tinggi 76,24 dibangdingkan dengan kelas kontrol 66,92, terbukti bahwa kelas yang diberikan treatment media swish max4  dapat membantu siswa dalam berpikir hingga level C3 atau mengapplikasikan. Kata kunci : Swish max4, berpikir level C3, Soal applikasi operasi himpunan

  19. STRATEGI DAN PROSES BERPIKIR DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH BERDASARKAN TINGKAT KECEMASAN MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Ismawati

    2015-03-01

    Full Text Available Strategi dan proses berpikir memiliki peran sangat penting dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah siswa kelas VII dengan tingkat kecemasan matematika tinggi, sedang, maupun rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah 3 siswa dengan kecemasan matematika tinggi (KMT, 3 siswa dengan kecemasan matematika sedang (KMS, dan 3 siswa dengan kecemasan matematika rendah (KMR kelas VII MTs NU Nurul Huda Kudus. Penetapan subyek berdasarkan hasil tes skala kecemasan matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan proses berpikir diketahui sebagai berikut (1 tiga subyek KMT tidak dapat menggunakan sebagian besar tahapan strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dengan tepat sehingga jawaban tidak tepat, (2 tiga subyek KMS dapat menggunakan sebagian besar tahapan strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dengan tepat terhadap beberapa soal yang diberikan, dan (3 tiga subyek KMR dapat menggunakan sebagian besar tahapan strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dengan tepat dan memperoleh jawaban tepat.Strategy and thinking process have a very important role in the process of problem solving. This study aimed to obtain a description of the strategies and thought processes in solving problem solving seventh grade students with mathematics anxiety levels. This research is a descriptive qualitative approach. Subjects in this study were three students with high math anxiety (KMT, 3 students with math anxiety medium (KMS, and 3 students with low math anxiety (KMR class VII MTs. NU NU Nurul Huda. Determination of the subject based on the results of tests of mathematics anxiety scale. The results showed that the strategies and thought processes KMT three subjects can not

  20. PERKIRAAN UMUR SIMPAN KACANG RENDAH LEMAK DILAPISI DENGAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF-LIFE TEST (ASLT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudi Pranoto

    2013-03-01

    Full Text Available Shelf-life Prediction of Partially Defatted Peanut Coated with Carboxymethyl Cellulose Using Accelerated Shelf-Life Test (ASLT Method Yudi Pranoto, Djagal Wiseso Marseno, Haryadi ABSTRAK Produk kacang tanah goreng rendah lemak yang dibuat dengan mengurangi kandungan minyaknya sebagian sebelumpenggorengan diketahui memiliki umur simpan yang relatif pendek dan mudah tengik apabila dibandingkan dengankacang goreng biasa. Penelitian ini bertujuan untuk memperpanjang umur simpannya dengan melakukan pelapisan(coating pada kacang goreng rendah lemak menggunakan carboxymethyl cellulose (CMC dengan penyemprotan.Umur simpan ditentukan menggunakan metode Accelerated Shelf-Life Test (ASLT dengan model Arrhenius. Pengujiandilakukan pada suhu 25oC, 35 oC dan 45oC hingga 15 hari untuk melihat tingkat oksidasi melalui bilangan thiobarbituricacid (TBA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ASLT dapat dipakai untuk memperkirakan umur simpankacang goreng rendah lemak yang kerusakan utamanya disebabkan oleh reaksi oksidasi. Umur simpan kacang rendahlemak tanpa pelapisan (kontrol adalah selama 34 hari dan yang dilapisi CMC adalah selama 52 hari. Pelapisan ediblecoating pada kacang goreng rendah lemak mampu memperpanjang umur simpan hingga 18 hari dengan perannyadalam menekan reaksi ketengikan.Kata kunci: Kacang rendah lemak, umur simpan, pelapisan, CMC, ASLT ABSTRACT Partially deffated peanut product made by reducing partial oil content before frying is known to have short shelf-lifeand easily rancid in comparison to regular friend peanut. This project was aimed to extend its shelf-life by introducingcoating on fried partially defatted peanut with carboxymethyl cellulose (CMC by spraying. Shelf-life was determinedusing Accelerated Shelf-Life Test (ASLT with Arrhenius model. Experiment was conducted at temperature of 25 oC,35 oC and 45oC until 15 days to follow oxidation level through thiobarbituric acid (TBA value. Results showed thatASLT method could be used to

  1. Dosis de radiación ultravioleta en escolares mexicanos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Castanedo-Cázares Juan Pablo

    2003-01-01

    Full Text Available OBJETIVO: Determinar la dosis de radiación ultravioleta que reciben los niños y adolescentes durante su asistencia a la escuela primaria, secundaria o preparatoria en la ciudad de San Luis Potosí. MATERIAL Y MÉTODOS: Estudio de cohorte hecho en la ciudad de San Luis Potosí entre mayo de 2001 y abril de 2002. Se evaluaron 80 escolares escogidos al azar de 6 a 19 años de edad, de uno u otro sexo. La dosis se cuantificó durante todo un ciclo escolar mediante el registro del tiempo de exposición solar para cada uno de los alumnos, de modo simultáneo al monitoreo de radiación ultravioleta, para lo cual se utilizaron equipos de radiometría terrestre. Se excluyeron las vacaciones y los fines de semana. Los datos se analizaron en forma univariada y comparativamente, por sexo y meses de exposición; además, se buscó un modelo de regresión para explicar la dosis de exposición solar. RESULTADOS: La dosis promedio ajustada al espectro de eritematógeno acción fue de 16 456 J/m²/año.Hubo diferencias por género: 14 264 J/m²/año/mujeres vs. 18 648 J/m²/año/hombres (Kolmogorov-Smirnof, p=0.003. No hubo diferencias significativas entre grupos, pero sí entre los meses de exposición (Kruskall-Wallis, p=<0.0001. Utilizando la técnica estadística de modelos lineales generalizados, y mediante técnica escalonada y calificación del índice de Akaike se escogió el mejor modelo que explica la dosis de radiación según el mes de exposición, mediante la fórmula 587.20+438.45 (género+500.16(mes-49.65(mes². El resultado muestra mayores dosis de radiación de marzo a septiembre. CONCLUSIONES: Proponemos un marco teórico para la creación de políticas dirigidas a proteger a los alumnos de la sobrexposición solar durante su asistencia a la escuela en México. Se justifica la implantación de medidas preventivas durante al menos el periodo de mayor exposición (marzo a junio, ya que en este lapso se recibe 51% de la dosis anual de radiaci

  2. HUBUNGAN DOSIS TEPUNG GEMBILI (Dioscorea esculenta DENGAN TINGKAT EKSPRESI ENZIM Ampk-α2 PADA MODEL TIKUS DIABETES MELITUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    neni oktiyani

    2015-06-01

    tikus Diabetes Melitus. Penelitian yang dilakukan adalah eksperimental kuasi dengan rancangan Post Test Only Group Design. Tikus dibagi ke dalam 5 (lima kelompok, yaitu kelompok tikus sehat, tikus DM tipe 2, dan kelompok tikus DM tipe 2 dengan asupan makanan penambahan tepung gembili 1,25 g (TG-1.25, , 2,5 g (TG-2.5, 5,0 g (TG-5.0. Tepung gembili dicampurkan ke dalam pakan diet tikus dengan dosis yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada korelasi bermakna antara dosis tepung gembili dengan tingkat ekspresi Ampk-α2 di nukleus otot skelet (p = 0,312 dan hepar (p = 0,474 pada model tikus DM. Perlu adanya penelitian lain menggunakan jenis makanan lain sebagai alternatif pengaturan makanan bagi penderita DM. Kata kunci : diabetes melitus tipe 2, Ampk-α2, tepung gembili

  3. STUDI KUALITATIF MENGENAI PERSEPSI DAN PERILAKU SEKSUAL WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK DALAM UPAYA PENCEGAHAN IMS DI KOTA SEMARANG TAHUN 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratu Matahari

    2015-04-01

    Full Text Available Pendahuluan: Peningkatan jumlah kasus IMS di Kota Semarangdengan jumlah kasus IMS pada tahun 2009 tercatat mencapai 2.471 kasusdan jumlah kasus IMS pada tahun 2011 adalah 2473 kasus. Tujuan: Mendeskripsikan persepsi dan perilaku seksual wanita Pekerja Seks Komersial (PSK di Lokalisasi Sunan Kuning terhadap upaya pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS di Kota Semarang. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview pada enam PSK yang mengalami IMS dan mewawancarai dua kelompok diskusi (FGD, seorang mucikari, dan seorang petugas lapangan (PL sebagai triangulasi. Analisis data menggunakan analisis isi (content analysis. Hasil: Pola Pengetahuan PSK dan persepsi PSK terhadap IMS juga sudah baik, tetapi perilaku PSK dalam upaya mencegah penularan IMS masih belum bisa dikatakan baik karena penggunaan kondom diantara pekerja seks komersial pada saat melakukan hubungan seksual dengan pelanggannya masih rendah. Tidak adanya dukungan dari mucikari dalam meningkatkan perilaku pencegahan IMS. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri masih rendah. Kesimpulan: Perilaku pencegahan PSK terhadap penularan IMS belum baik. Perlu diadakan pelatihan dengan metode role playing kepada para PSK dan mucikari untuk meningkatkan kepedulian mereka terhadap kesehatan sehingga diharapkan akan terjadi perubahan perilaku baru dalam upaya pencegahan penularan IMS terhadap diri mereka sendiri atau pelanggan.  Kata kunci: Persepsi, pekerja seks komersial, IMS, Kota Semarang

  4. Kemitraan Keluarga dalam Menangkal Radikalisme

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ervi Siti Zahroh Zidni

    2018-01-01

    Gerakan radikalisme menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk orang tua, diperlukan adanya kerjasama antara suami istri dalam tarbiyatul awlad. Kerjasama antara ayah ibu dalam mendidik anaknya akan menjadi lebih efektif dalam menangkal faham radikalisme. Gerakan-gerakan dan doktrin anti Pancasila yang ingin mengubah nya menjadi syari’at Islam atau Negara Islam menjadi ancaman besar bagi bangsa Indonesia. Peran kemitraan dalam keluarga antara ayah dan ibu untuk melakukan kontrol terhadap apa saja yang dipelajari dan diserap oleh anak-anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pedekatan kualitif melalui pengamatan pada kondisi sosial dan keluarga sebagai bagain terkecil dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peran keluarga sangat penting dalam menangkal radikalisme melalui kemitraan antara suami dan istri. Pendidikan anak bukan hanya kewajiban istri akan tetapi merupakan tanggung jawab ayah. Dari hubungan yang harmonis antara keduanya melalui kemitraan keluarga menjadi modal utama dalam menangkal radikalisme. Kata Kunci: Radikalisme, Kemitraan Keluarga, Mencegah Radikalisme

  5. Pembuatan Biodiesel dari Minyak Kelapa Menggunakan Microwave : Penggunaan Katalis KOH dengan Konsentrasi Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gus Ali Nur Rohman

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian pembuatan methyl ester (biodiesel dari minyak kelapa dengan katalis KOH dengan bantuan gelombang mikro (microwave di latar belakangi oleh adanya krisis energi sehingga memerlukan metode baru untuk membuat renewable energy dalam hal ini adalah biodiesel. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari proses pembuatan biodiesel dengan metode radiasi microwave, pengaruh konsentrasi katalis KOH, pengaruh daya, waktu pemanasan yang digunakan terhadap yield dan viskositas biodiesel yang dihasilkan. Pembuatan methyl ester (biodiesel dari minyak kelapa dilakukan dengan perbandingan mol minyak : metanol = 1 : 9. Biodiesel yang dihasilkan kemudian dianalisa dengan uji viskositas, uji flash point, dan uji gas chromatography (GC. Yield optimum pada pembuatan methyl ester dari minyak kelapa dengan metode microwave-assisted transesterification untuk katalis KOH adalah konsentrasi 0,5% dengan daya 400 watt dan waktu reaksi 4 menit.

  6. Rancang Bangun Generator Sinkron 1 Fasa Magnet Permanen Kecepatan Rendah 750 RPM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herudin Herudin

    2016-11-01

    Full Text Available Energi listrik merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Untuk memenuhi peningkatan kebutuhan akan energi listrik maka diperlukan juga pengembangan sistem pembangkit energi listrik alternatif yang dapat diperbaharui (renewable . Salah satu komponen utama untuk menghasilkan energi listrik alternatif yaitu generator. Generator berfungsi sebagai perubah energy mekanik menjadi energy listrik. Berdasarkan kondisi tersebut maka pada penelitian ini akan dirancang dan dibuat sebuah generator sinkron magnet permanen 8 kutub, satu fasa dengan menggunakan magnet Neodynium Ferit Boron ( NdFeB tipe Neoflux-30 yang dioperasikan pada kecepatan 750 rpm. Hasil pengujian menunjukan bahwa pada saat generator tidak dibebani menghasilkan tegangan sebesar 7,91 Volt dan pada saat berbeban, tegangan yang dihasilkan generator sebesar 6,11 Volt dengan efisiensi sebesar 32,84% .

  7. KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SD DALAM PEMBELAJARAN IPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jamaluddin Jamaluddin

    2016-02-01

    Full Text Available Abstract: Elementary School Studens' Creative Thinking Skills in Science Learning. This study aims (1 to investigate the differences of creative thinking skills among elementary school students who applied various learning methods (questioning, Think-Pair-Share, and Numbered-Head together and those who applied conventional learning methods; (2 to find out the differences in creative thinking skills between students of high and low academic ability; (3 to investigate the differences of creative thinking skills as influ­enced by learning methods and academic ability. Using a quasi -experimental design, this study found out that there are differences in creative thinking skills among students applying different learning methods and among students of different academic abilities and that these differences in creative thinking are skills as influenced by learning methods and academic abilities. Abstrak: Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD dalam Pembelajaran IPA. Artikel ini didasarkan pada laporan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui (1 perbedaan keterampilan berpikir kreatif, antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran PBMP, PBMPTPS, PBMPNHT, dan strategi pembelajaran konvensional; (2 perbedaan keterampilan berpikir kreatif siswa berkemampuan akademik tinggi dan rendah; (3 perbedaan keterampilan berpikir kreatif akibat dari interaksi antara strategi pembelajaran dengan kemampuan akademik siswa. Hasil penelitian menunjukkan (1 ada perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan strategi PBMP, PBMPTPS, PBMPNHT, dan strategi Konven­sional; (2 ada perbedaan keterampilan berpikir kreatif, antara siswa berkemampuan akademik tinggi dengan siswa berkemampuan akademik rendah; (3 interaksi strategi pembelajaran PBMP, PBMP.TPS, PBMP.NHT, dan konvensional dengan kemampuan akademik siswa tidak berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kreatif.

  8. PENELITIAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS BAJA KARBON RENDAH AKIBAT PENGARUH PROSES PENGARBONAN DARI ARANG KAYU JATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masyrukan Masyrukan

    2017-01-01

    Full Text Available Pada penelitian ini, proses pengarbonan (carburising yang dilakukan adalah dengan menambahkan kandungan unsur karbon (C ke dalam permukaan baja. Sumber karbon diperoleh dari arang kayu jati yang telah ditumbuk halus. Temperatur yang digunakan selama proses pengarbonan adalah 900°C, dengan variasi waktu penahanannya 2 jam,  4 jam, dan 6 jam. Setelah itu didinginkan dengan air (quench. Pembuatan benda uji dilakukan untuk mendapatkan sampel dan supaya memudahkan dalam pelaksanaan penelitian.  Pengujian yang dilakukan adalah pengujian struktur mikro, pengujian kekerasan dan pengujian impact.Pengujian kekerasan yang telah dilakukan terhadap material pengarbonan menghasilkan distribusi kekerasan dari permukaan menuju inti, untuk masing-masing waktu penahanan yang berbeda. Untuk waktu penahanan 2 jam mulai HVN 257,5 Kg/mm²  sampai 205,3 Kg/mm² menuju inti ; 4 jam mulai HVN 273,1 Kg/mm² sampai 204,4 Kg/mm² menuju inti ; 6 jam mulai HVN 274,6 Kg/mm²  sampai 204,4 Kg/mm² menuju inti.Hasil pengamatan foto struktur mikro melalui microscope olympus photomicrographic system dihasilkan foto struktur mikro untuk raw material dan carburising sama terdapat ferit dan perlit,  untuk yang dikarburising struktur mikronya,  yaitu ferit  dan perlit.  Semakin lama proses karburising,  semakin banyak pula kandungan perlitnya yang mengakibatkan semakin tingginya tingkat kekerasan. Hasil pengujian impak menunjukkan rata-rata harga impak untuk spesimen raw material = 0,350 J/mm2, waktu penahanan 2 jam = 1,013 J/mm2 , spesimen waktu penahanan 4 jam = 0,600 J/mm2, spesimen waktu penahanan 6 jam = 1,590 J/mm2.

  9. Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap Perubahan Berat Badan Bayi Lahir Rendah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvia ,

    2017-02-01

    Full Text Available Berat Badan Lahir Rendah (BBLR adalah bayi dengan berat badan  bayi lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Perubahan Berat Badan Bayi BBLR di ruang inap perinatology  RSUD Dr.Achmad  Mochtar Bukittinggi tahun 2014.  Penelitian ini menggunakan desain  Quasi Eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest design, dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive  sampling dengan  sampel 10 orang. Hasil penelitian  di dapatkan rata-rata berat badan bayi sebelum perawatan metode kanguru adalah 1738,60 gram, sedangkan setelah dilakukan perawatan metode kanguru berat badan bayi meningkat menjadi 1766,90 gram, dengan peningkatan berat badan sebanyak 28,30 gram dimana  p value = 0.00 <  Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perawatan metode kanguru terhadap perubahan berat badan bayi BBLR di ruang inap perinatologi RSUD dr.Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2014. Dan disarankan kepada ibu-ibu untuk melakukan perawatan metode kanguru secara rutin dan pemberian ASI yang cukup terhadap bayi BBLR.Kata kunci: Perawatan Metode Kanguru, Berat Badan bayi. Low Birth Weight (LBW is a baby with a birth weight less than 2500 grams regardless of gestation. This research used a quasi-experimental design with one group pretest posttest design. The samples were taken using purposive sampling technique. The results showed that all respondents experienced weight gain. The weight of babies before applying kangaroo care method was 1738.60 grams in average. While after applying the kangaroo care method, the baby's weight increased to 1766.90 grams. After using a statistical test of dependent t-test (paired t-test, pvalue gotten was 0.000, with standard error (α 0.05. It means that there is a significant difference between the average weight before and after the treatment of kangaroo care methods with weight gain as much as 28.30 gram. Based

  10. Perilaku Religiusitas dalam Ruwat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunarno Sunarno

    2009-11-01

    Full Text Available Ruwatan sebagai bentuk budaya lokal dengan dalang ruwat sebagai tokoh yang berperan utama dalam prosesi ritual ruwatan yang memiliki religiusitas dalam mengemban tugas ngruwat. Religiusitas dalang ruwat ini adalah religiusitas yang sangat sarat dan erat dengan Agami Jawi. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui seperti apakah religiusitas dalang ruwat, dan bagaimanakah perilaku religiusitasnya. Pertanyaan penelitian ini secara operasional adalah Secara kognitif meliputi konsepsi keTuhanan, konsepsi tentang nabi, dan konsepsi kitab suci. Secara afektif, apakah ada pengalaman-pengalaman religiusitas, dan perasaan-perasaan religius. Sedangkan secara psikomotorik meliputi, seperti apakah bentuk ritual dalang ruwat, dan bagaimanakah perilaku religiusitas riil dalam hidup sehari-hari. Informan dalam penelitian ini adalah dalang ruwat berjumlah 2 orang, dengan karakteristik (a mereka yang telah lanjut usia, atau setidak-tidaknya dalang yang telah mengawinkan anaknya dalam arti mereka yang telah matang pengetahuannya dalam hal ruwatan; (b dalang yang keturunan Kyai Panjangmas. Tokoh ini merupakan dalang kenamaan pada zaman Sultan Agung di Mataram (1613-1643M; (c mereka yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, dan (d berdomisili di Surakarta. Pengumpulan data yang diperoleh dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, catatan lapangan, angket data diri, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti adalah analisa induktif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, konsep keTuhanan dalang ruwat adalah konsep penghayatan terhadap Tuhan dengan tanpa adanya perpisahan antara seluruh alam semesta (panteisme. Kedua, nabi bagi dalang ruwat merupakan sosok yang sempurna. Ia memiliki kualitas-kualitas personal yang sempurna. Ketiga, seluruh alam raya adalah kitab suci Tuhan, karena seluruh jagad raya ini adalah emanasi Tuhan. Keempat, meditasi, samadhi, wening atau pujo broto

  11. Pengaruh Penambahan Inhibitor Alami terhadap Laju Korosi pada Material Pipa dalam Larutan Air Laut Buatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardi Prasetia Yanuar

    2017-01-01

    Full Text Available Korosi merupakan penurunan mutu logam akibat adanya reaksi elektrokimia dengan lingkungannya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan korosi suatu material, salah satu diantaranya yakni pengaruh konsentrasi media korosi. Ada banyak metode untuk menghambat proses terjadinya korosi. Salah satu diantara banyak metode yaitu penggunaan inhibitor. Inhibitor organik salah satu jenis inhibitor yang bersifat non-toksik, murah, sudah tersedia di alam, mudah diperbaharui dan tidak merusak lingkungan. Inhibitor organik tersebut diperoleh dengan mengekstrak beberapa bahan yang ada di alam. Dalam penetilitian ini inhibitor yang digunakan antara lain daun jambu biji, daun teh, kedelai dan kopi. Inhibitor tersebut digunakan pada material pipa baja dalam media air laut buatan yang memiliki kadar salinitas 35 ‰. Metode perhitungan laju korosi baja menggunakan metode weight loss dan electroplating. Laju korosi paling kecil yakni sebesar 3.10 mpy untuk API 5L dan 1.94 mpy untuk ASTM A53 dengan inhibitor daun teh. Inhibitor yang kurang maksimal dalam menghambat laju korosi yaitu inhibitor kopi yakni 6.12 mpy untuk API 5L dan 2.66 mpy untuk ASTM A53. Nilai laju korosi spesimen API 5L dan ASTM A53 yang tidak menggunakan inhibitor masing-masing 50.26 mpy dan 3.83 mpy. Inhibitor teh memiliki nilai effisiensi mencapai 93.83%. Sedangkan daun jambu biji memiliki nilai effisiensi mencapai 93.45%. Nilai effisiensi inhibitor kedelai mencapai 91.72% dan inhibitor kopi memiliki nilai effisiensi paling rendah hanya mencapai 87.83%.

  12. Pengaruh Asesmen Biologi dalam Pembelajaran Think Pair Share Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuni Pantiwati

    2013-07-01

    Full Text Available Abstract: The Effect of Biological Assessment in Think Pair Share (T PS Strategy on Students’ Cognitive Abilities. The purpose of this study is to find out the differences in students’ cognitive abilities, that is, critical thinking and creative thinking, in Think Pair Share cooperative learning model between those given authentic assessment and those conventional assessment. A number of s enior high schools in Malang Municipality were involved based on the categories of high and low achievement scores of national examination. Using a 2x2 factorial quasi experimental design, the study selected a sample of eleventh grade students. The results of ANCOVA, followed by the Least Significant Different (LSD, show that there were differences in cognitive abilities between the students assessed using different methods, authentic and conventional. Abstrak: Pengaruh Asesmen Biologi dalam Pembelajaran Think Pair Share terhadap Kemampuan Kognitif Siswa. Tujuan penelitian ini adalah menemukan perbedaan kemampuan kognitif siswa dalam model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS dengan menggunakan asesmen autentik dan asesmen konvensional pada SMA di Kota Malang dengan kategori nilai Ebtanas murni tinggi dan kategori nilai Ebtanas murni rendah. Penelitian ini menggukan rancangan eksperimen semu (quasi experimental design f aktorial 2x2. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunkan statistik Anacova yang dilanjutkan dengan menggunakan Least Significant Different (LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan kognitif (berpikir kritis dan berpikir kreatif dalam pembelajaran kooperatif TPS antara siswa yang dinilai dengan menggunakan asesmen autentik dengan siswa yang dinilai dengan menggunakan asesmen konvensional.

  13. FERMENTASI BUNGKIL KOPRA DENGAN Rhizopus sp. DAN PEMANFAATANNYA DALAM PAKAN PEMBESARAN IKAN BANDENG DI TAMBAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2014-12-01

    Full Text Available Bungkil kopra (BK hasil fermentasi dengan Rhizopus sp. memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dan lemak yang lebih rendah dibandingkan yang tidak difermentasi, sehingga memiliki potensi dan perlu dimanfaatkan sebagai sumber protein dalam pakan ikan-ikan herbivora-omnivora seperti ikan bandeng. Penelitian ini bertujuan mengamati pemanfaatan bungkil kopra hasil fermentasi dengan Rhizopus sp. sebagai sumber protein dalam pakan untuk pembesaran ikan bandeng di tambak. Penelitian dilakukan dengan menggunakan empat petak tambak masing-masing berukuran 2.500 m2/petak. Ikan uji yang digunakan adalah yuwana ikan bandeng berukuran awal rata-rata 10 g/ekor yang ditebar dengan kepadatan 1.500 ekor/petak, dan diaplikasikan pakan uji pada saat ikan berukuran rata-rata 65 g. Pakan uji yang digunakan adalah pakan buatan yang berbahan baku utama (A tepung bungkil kopra tanpa fermentasi, dan (B tepung bungkil kopra hasil fermentasi dengan Rhizopus sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik ikan, rasio konversi pakan, dan sintasan ikan tidak berbeda nyata (P>0,05 di antara kedua perlakuan. Namun ikan yang diberi pakan uji B memiliki produksi yang lebih tinggi (P<0,05 daripada yang diberi pakan uji A. Bungkil kopra yang difermentasi dengan Rhizopus sp. dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein dalam pakan ikan bandeng.

  14. Uji Kandungan Timbal (Pb dalam Daun Tanaman Peneduh di Jalan Protokol Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pawit Dwi Istiaroh

    2014-03-01

    Full Text Available Gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor pengguna bahan bakar bensin bertimbal mengemisikan Pb ke dalam lingkungan dan berpotensi terserap ke dalam jaringan daun tanaman peneduh jalan. Penelitian bertujuan untuk menguji kandungan timbal (Pb dalam daun tanaman peneduh di jalan protokol Kota Semarang. Sampel penelitian adalah daun angsana (Pterocarpus indicus Willd, glodokan (Polyalthia longifolia Bent & Hook. F dan mahoni (Swietenia mahagoni (L. Jacq. yang dominan digunakan sebagai peneduh di lima jalan protokol Kota Semarang yaitu Jl. Kalibanteng, Jl. Pemuda, Jl. Brigjen Katamso, Jl. Kaligawe dan Jl. Setyabudi. Kandungan Pb dalam daun tanaman angsana, glodokan dan mahoni diuji menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometery di Laboratorium Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI Semarang. Hasil penelitian ditemukan kandungan Pb dalam daun tanaman peneduh di jalan protokol Kota Semarang. Kandungan Pb dalam daun tertinggi 0,05 ppm/g daun basah terdapat pada tanaman angsana dan terendah sebesar 0,01 ppm/g terdapat pada tanaman glodokan dan mahoni. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kandungan Pb dalam daun tanaman peneduh di jalan protokol Kota Semarang berkisar 0,01-0,05 ppm/g daun basah dan tergolong rendah dibawah kadar normal Pb dalam tanaman yaitu 0,5-3,0 ppm.Exhaust gases produced by motor vehicle users leaded gasoline emits Pb into the environment and potentially absorbed into the leaf tissue of plants along the roadside. The study aimed to examine the content of lead (Pb in the shade plant leaves in the Semarang City road protocol. Samples were angsana leaves (Pterocarpus indicus Willd, glodokan (Polyalthia longifolia Bent & Hook. F and mahogany (Swietenia mahagoni (L. Jacq.. They were predominantly used as a shade in five main streets of Semarang is Kalibanteng St, Youth St, Brig Katamso St, Kaligawe St and Setyabudi St. The content of Pb in the Angsana, glodokan and mahogany leaves were

  15. HAMBATAN SEMANTIK DAN BUDAYA DALAM PROSES TRANSFER IDE OLEH MAHASISWA JURUSAN NON BAHASA INGGRIS DALAM PENULISAN PARAGRAF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doddy Rusmono

    2016-05-01

    Full Text Available Abstrak. Proses transfer ide dalam bentuk tulisan yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi sebagai mahasiswa jurusan non Bahasa Inggris (SNED yang mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL perlu diinvestigasi. Ketidakmampuan untuk menjembatani kesenjangan antara ide dalam bahasa ibu (Bahasa Inggris dengan ide dalam bahasa pembaca (Bahasa Inggris menghambat pemahaman pembaca, khususnya pembaca yang merupakan penutur asli Bahasa Inggris. Paragraf yang ditulis oleh mahasiswa SNED sebagai pembelajar Bahasa Inggris tidak dapat dipahami karena hambatan linguistik dan budaya. Sejumlah kecil mahasiswa yang membuat tulisan Bahasa Inggris dalam ujian tengah semester memperlihatkan gambaran ketidaktepatan dalam hal menyusun kalimat sehingga Bahasa Inggris mereka pada tingkatan tertentu terdengar seperti Bahasa Indonesia. Dalam hal ini kemampuan mereka untuk menggunakan Bahasa Inggris seperti layaknya bahasa Indonesia terbukti sangat rendah sehingga seorang penutur asli Bahasa Inggris yang mencoba untuk memahami ide mereka bisa salah memahaminya. Seorang pembelajar Bahasa Inggris harus memiliki kosakata yang cukup banyak dan setidaknya mengetahui aturan gramatikal seperti formulasi 9BP+3CC (Cd,Cx,Cdx dan PoS misalnya, untuk melengkapi pemahaman sebelum benar-benar dapat mengekspresikan ide dalam tulisan Bahasa Inggris yang dapat dipahami. Selain itu, pengetahuan mahasiswa tentang budaya penutur Bahasa Inggris memainkan peranan yang sangat penting untuk menghasilkan tulisan yang bagus, sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang ahli bahasa bahwa seringkali seorang pembelajar bahasa mengetahui aturan tata bahasa tetapi tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang budaya penutur asli. Mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengkomunikasikan idenya dikarenakan ekspresi suatu ide terikat oleh budaya yang merupakan entitas independen. Budaya penutur asli mempengaruhi dan membentuk perasaan, sikap, dan respons terhadap

  16. Negosiasi antara Homoerotika dan Budaya Machismo dalam Novel Aristotle and Dante Discover the Secrets of the Universe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alberta Natasia Adji

    2016-12-01

    Full Text Available Artikel ini bertujuan mengungkap negosiasi antara homoerotika dan prinsip machismo yang dijunjung tinggi dalam budaya Meksiko serta pengaruh faktor kelas sosial dan pendidikan keluarga terhadap hubungan tersebut dalam sastra Amerika Latin kontemporer berjudul Aristotle and Dante Discover the Secrets of the Universe karya Benjamin Alire Sáenz. Masalah yang menjadi fokus penelitian adalah bagaimana negosiasi antara homoerotika dan prinsip machismo serta bagaimanakah faktor kelas sosial dan pendidikan keluarga memberikan pengaruh terhadapnya dalam novel tersebut. Dengan perspektif teori queer yang dicetuskan Annamarie Jagose dan metode pembacaan cermat, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa machismo yang masih kuat dalam masyarakat Meksiko melahirkan perasaan homofobia, bahkan dalam diri kaum homoseksual sendiri. Kare-nanya, para gay cenderung menjadi rendah diri dengan orientasi seksualnya. Latar belakang pendidikan keluarga dan perbedaan kelas sosial memengaruhi persepsi tentangmachismo pada kaum lelaki. Keduanya merupakan faktor penting yang mendasari perilaku seseorang dalam me-nentukan orientasi seksualnya di lingkungan sekitar. The article strives to reveal the negotiation between homoeroticism and machismo norms highly valued in Mexican culture, as well as the impact of social class and academic background, toward such relationship in a contemporary Latin American literary work, Benjamin Alire Sáenz‘s Aristotle and Dante Discover the Secrets of the Universe. The focus of the study is how the negotiation between homoeroticism and machismo values, as well as social class and academic background, affect that relationship. Using Annamarie Jagose’s queer theory and close reading technique, the study results in the fact that machismo, still strongly held in Mexican communities, begets a homophobic feeling even for the homosexuals themselves. Therefore, the gays tend to feel inferior with their sexual orientation. The family’s academic

  17. KARAKTER IDEAL KONSELOR DALAM BUDAYA BUGIS KAJIAN HERMENEUTIK TERHADAP TEKS PAPPASENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sitti Rahmi

    2017-02-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji empat nilai di dalam teks pappaseng, yakni acca (kecakapan, lempu (kejujuran, warani (keberanian, dan getteng (keteguhan yang dapat diserap menjadi konsep karakter ideal konselors. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data, analisis dan interpretasinya mengikuti kaidah-kaidah hermeneutika Gadamerian. Temuan penelitian menunjukkan (1 nilai acca (kecakapan mengacu pada aspek kecerdasan dan kompetensi yang ditandai dengan ciri sikap penuh pertimbangan, terampil berkomunikasi dan menyelesaikan masalah, berpikir logis, teguh terhadap kejujuran, (2 nilai lempu (kejujuran mengacu pada aspek keterampilan hubungan interpersonal dengan ciri meliputi dapat dipercaya, menghormati hak orang lain, rendah hati, prososial dan taat kepada Tuhan, (3 nilai warani (keberanian mengacu pada aspek kekuatan mental konselor dengan ciri sikap kesiapan diri dan kestabilan emosi, dan (4 nilai getteng (keteguhan mengacu pada komitmen konselor terhadap pengambangan profesi dengan ciri konsisten.

  18. PEMANFAATAN SEREH (Cymbopogon Cytratus DALAM MENURUNKAN BAU PADA PUPUK ORGANIK CAIR DAN POTENSINYA DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN CABAI (Capsicum Annum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhasanah Nurhasanah

    2013-09-01

    pupuk organik cair yang dihasilkan ditambahkan sereh sebagai bahan penghilang bau dengan dosis 0, 10%, 20% dan 30% (w/v. Setelah itu didiamkan selama 2 minggu. Tahapan berikutnya merupakan pengaplikasian pupuk organik cair tersebut sebagai pupuk daun pada pertanaman cabai (Capsicum annum dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL 1 faktor jenis pupuk organik cair yang digunakan (kontrol, pupuk organik cair tanpa sereh, pupuk organik cair + 10% sereh, pupuk organik cair + 20% sereh dan pupuk organik cair + 30% sereh masing-masing pada dosis 0, 6, 12 dan 18 ppm. Parameter yang diukur adalah parameter kebauan (NH3 dan H2S, kadar hara makro (N, P, K, Ca, Mg, dan S dan kadar hara mikro (Cu, Zn, Mn, dan Fe setelah proses pemeraman, dan produksi tanaman (jumlah buah dan bobot buah setelah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis sereh yang ditambahkan menyebabkan kadar gas penyebab bau (NH3 dan H2S pada pupuk organik cair makin berkurang dan kadar hara makro, hara mikro maupun fitohormon makin meningkat. Hasil pertanaman menunjukkan pemberian pupuk organik cair yang ditambahkan 20% sereh pada dosis 12 ppm merupakan dosis paling optimal dalam meningkatkan produksi tanaman.

  19. Keadilan dalam Pemberian Kompensasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suhartini Suhartini

    2009-08-01

    Full Text Available Keadilan merupakan “jantung”-nya sistem kompensasi. Keadilan dalam kompensasi dapat dibedakan 3 (tiga yaitu: keadilan individual, keadilan internal dan keadilan eksternal. Apabila terjadi ketidakadilan maka akan berdampak pada menurunnya daya tarik pekerjaan, yang pada akhirnya akan mengakibatkan meningkatnya perputaran karyawan, ketidakpuasan terhadap pekerjaan maupun absensi.Kata kunci: kompensasi, keadilan.

  20. RELASI CINTA DALAM TASAWUF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwito Suwito

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract: This article discusses the relationship of love in the Sufi perspective. Opositorum Coindencia theory is used to dissect this relationṢip , so that the devil Sufism is seen as a "sparring partner" in human spiritual quality improvement activities. This article shows that the Sufi tradition mainly in Waḥdah al-Wujūd, using imaginal thinking mindset see and understand the duality (bipolar, even though this diversity is unity of opposites. In the context of Sufi, masculinity—whichstated that the dominant sociological—declared substantially have "weaknesses." Because masculinity will not appear if there is no femininity. While in the context of the birth of the universe and the form of anything that is in fact born out of the urge of love that goes on this feminine category. In other words, masculinity will not be born if it is not driven by the feminine aspect. This is the "mystery of immense power" aspect of femininity in Sufi discourse. Thus, there is nothing more superiority between these two aspects. Relation is equal based on and effect of love. Abstrak: Artikel ini membahas tentang relasi cinta dalam perspektif Sufi. Teori Coindencia Opositorum dipakai untuk membedah relasi ini, sehingga dalam Sufisme setan dipandang sebagai “sparing partner” manusia dalam melakukan kegiatan peningkatan kualitas ruhani. Artikel ini menunjukkan bahwa tradisi sufi terutama dalam tasawuf waḥdat al-wujūd, dengan menggunakan pola pikir imaginal thinking melihat dan memahami dualitas (bipolar, bahkan keragaman sekalipun ini adalah unity of opposites. Dalam konteks sufi, maskulinitas—yang dinyatakan yang secara sosiologis dinyatakan dominan itu— secara substansial memiliki “kelemahan”. Karena maskulinitas tidak akan muncul jika tidak ada femininitas. Sementara dalam konteks lahirnya wujud semesta dan apapun yang ada justru lahir karena dorongan cinta yang masuk pada kategori feminin ini. Dengan kata lain, maskulinitas tidak akan

  1. Tradisi Persenan Bagi Pedagang Pracangan di Pasar Legi Songgolangit Ponorogo Dalam Perspektif Filantropi Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anang Wahyu Eko Setyanto

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract: According to economic theory, satisfaction in consuming something effects on the utility. The higher the satisfaction, the higher the utility. Conversely, the lower the satisfaction, then the lower the utility. Such opportunity is commonly used by some traders to make profit, as practiced by pracangan traders (staple goods retailers of the Songgolangit Market, Ponorogo. They promote or advertise goods or services by promising gifts called persenan (tip to customers. This study examines the tradition of persenan among pracangan traders of Songgolangit Market Ponorogo in the perspective of Islamic philanthropy. The results of this study indicate that; 1 pracangan traders of Songgolangit Market Ponorogo interpret the persenan as religious charities, i.e., as an expression of gratitude to customers and as a means to strengthen the friendship, 2 persenan in the concept of Islamic philanthropy is a grant which has religious significance and as an effort to maintain customer loyalty in order to increase the sales turnover. Abstrak: Di dalam teori ekonomi kepuasan seseorang dalam mengkonsumsi suatu barang dinamakan utility atau nilai guna. Kalau kepuasan semakin tinggi, semakin tinggi pula nilai gunanya. Sebaliknya, bila kepuasan semakin rendah, maka semakin rendah pula nilai gunanya. Celah ini dimanfaatkan oleh sebagian pelaku usaha untuk meraup untung. Salah satunya mempromosikan atau mengiklankan barang atau jasa dengan menjajikan berbagai macam hadiah. Salah satunya seperti pedagang pracangan yang berada di Pasar Legi Songgolangit Ponorogo. Pedagang pracangan melakukan praktek pemberian hadiah kepada pelanggan yang sering disebut dengan pemberian persenan. Penelitian ini menelaah tentang Tradisi Persenan Bagi Pedagang Pracangan Di Pasar Legi Songgolangit Ponorogo Dalam perspektif Filantropi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1 Praktik pemberian persenan menurut pedagang pracangan di Pasar Songgolangit Kabupaten Ponorogo memaknai

  2. Kosmologis Tetabuhan dalam Upacara Ngaben

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Cau Arsana

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1 mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2 menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada-nada merupakan manifestasi dari pemujaan kepada ista dewata sebagai cermin konsep keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos.   Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1 mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2 menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada

  3. KEPERCAYAAN DIRI (SELF ESTEEM YANG RENDAH MENINGKATKAN RISIKO KENAIKAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT PADA REMAJA DI DUA SEKOLAH DI JAKARTA SELATAN TAHUN 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kencana Sari

    2016-09-01

    hubungan antara lingkungan di mana seseorang hidup adalah penting untukmengatasi masalah kesehatan gizi terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antaralingkungan obesogenic dan perubahan Indeks Massa Tubuh (IMT. Penelitian ini merupakan studi timeseries. Subjek terdiri dari siswa kelas XI dan XII SMAN 70 dan 47 di Jakarta Selatan. Sekolah dibedakansebagai lingkungan obesogenic (SMAN 70 dan lingkungan non obesogenic (SMAN 47 berdasarkanpengamatan lingkungan sekolah terhadap jarak dan kepadatan restoran siap saji. Didapat 152 respondenberusia 15-18 tahun dengan status gizi tidak obese (IMT < 30. Pengumpulan data dilakukan dua kalidengan interval waktu enam bulan. Data sosio-demografi dikumpulkan dengan kuesioner. IMT dihitungberdasarkan berat dan tinggi badan. Perubahan IMT dikategorikan menjadi peningkatan dan penurunandibanding pengukuran pertama kali pada enam bulan yang lalu. Bivariat dan uji statistik multivariatdilakukan dengan menggunakan analisis regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan terdapat 90 (58,5 %responden mengalami penurunan IMT dan 64 (41,5% responden mengalami peningkatan IMT.Lingkungan obesogenic (adj.OR= 0,42; 95% CI = 0,21- 0,84 , dan mengendarai mobil atau motor dari/kesekolah (adj OR=0,25; 95 % CI = 0,09-0,73 berisiko terhadap penurunan BMI. Self esteem yang rendahberisiko terhadap peningkatan IMT (adj. OR = 2,54; 95 % CI = 1,26-5,11. Lingkungan obesogenic sekitarsekolah, jenis transportasi merupakan faktor penentu penurunan IMT pada remaja. Sementara self esteemyang rendah merupakan faktor penentu dalam meningkatkan IMT pada remaja. Bimbingan dan konseling diperlukan remaja untuk memotivasi dan meningkatkan kepercayaan diri mereka terutama dalammenghadapi masalah sehingga tidak menjadikan makan sebagai salah satu jalan keluar.Kata kunci: Remaja, indeks massa tubuh, kepercayaan diri

  4. PEMANFAATAN LIMBAH CAIR GARAM BAHAN BAKU 30˚ Be UNTUK PENGASINAN IKAN GABUS RENDAH NACl DAN MENGANDUNG Mg

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nilawati Nilawati

    2014-12-01

    Full Text Available Pengasinan merupakan metode pengawetan yang sudah lama dengan menggunakan garam krosok namun pengasinan dengan  limbah cair garam 30˚ Be belum banyak dilakukan. Keuntungan dengan metode ini akan menghasilkan produk ikan asin yang rendah NaCl dan tinggi kandungan Mg. Penelitian ini menggunakan 1 variabel yaitu konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be  yaitu B0 (0 persen- kontrol, B10 (10 persen. B20 (20 persen, B30 (30 persen,  B40(40 persen, B50 (50 persen  dan kontrol  B100 (100 persen  serta kontrol pembanding penggaraman kering dengan garam bahan baku G100 (100 persen atau dikenal garam krosok. Hasil penelitian diperoleh kandungan NaCl murni pada pemakaian larutan 30˚ Be sebanyak 10 persen  sebesar 6,952 persen. Dan pada konsentrasi limbah cair garam 30˚ Be dengan konsentrasi   50 persen diperoleh kndungan NaCl murni sebesar 15,478 persen, namun untuk kontrol yang menggunakan garam krosok maka NaCl nya paling tinggi, sedangkan kontrol dengan 100 persen larutan 30˚ Be kandungan NaCl murninya sampai 25,134 persen, yang menggunakan garam bahan baku  kandungan NaCl sebesar 43,864 persen.  Perlakuan yang terbaik diperoleh pada pemakaian larutan garam 30˚ Be pada konsentrasi 40 persen. Kandungan Magnesium pada     penelitian ini berkisar antara 0,387 Sampai  3,444  persen.  Perlakuan mulai konsentrasi 30 persen keatas   penampakan ikan asin putih kecoklatan , empuk, bersih, namun kalau dibawah 30 persen penampakannya kecoklatan muda, daging liat agak keras namun NaCl nya rendah

  5. MODAL SOSIAL DAN PEMILIHAN DUKUN DALAM PROSES PERSALINAN: APAKAH RELEVAN?

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meredian Alam

    2010-06-01

    Full Text Available Pemanfaatan dukun beranak dipandang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kematian ibu di Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa salah satu penyebab kecenderungan pemilihan dukun adalah adanya jampi-jampi dan doa-doa tertentu yang dilakukan dukun pada saat persalinan. Namun, analisis terhadap faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya kecenderungan ini belum banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menggali peran dari modal sosial terhadap pemilihan persalinan menggunakan dukun. Penelitian ini menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS tahun 2007. Modal sosial diukur dari kohesivitas masyarakat dan kepercayaan sosial sementara faktor demografi ibu diukur dari status perkawinan, status pekerjaan, dan pendidikan. Uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan yang diantara variabel. Untuk mengetahui efek dari variabel modal sosial dan demografi terhadap pemanfaatan dukun digunakan uji regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan modal sosial di masyarakat memiliki hubungan yang bermakna dengan pemanfaatan dukun beranak di Indonesia. Untuk faktor demografi, tingkat pendidikan rendah berasosiasi dengan persalinan menggunakan dukun. Faktor yang mendorong pemilihan persalinan menggunakan dukun sangat kompleks. Pemahaman terhadap konteks sosial di masyarakat seharusnya menjadi bahan pertimbangan penting dalam menurunkan angka kematian ibu.

  6. System of data management in 'Dosis' personal dosimetry

    International Nuclear Information System (INIS)

    Manzano de Armas, Jose; Diaz Bernal, Efren; Capote Ferrera, Eduardo; Molina Perez, Daniel; Lopez Bejerano, Gladys

    2001-01-01

    The storage and control of the data of a service of personal dosimetry is a task that requires specify care in data handling and manipulation. This activity becomes more annoying of making manually when the volume of users of the service is significant. The External Dosimetric Laboratory of the Center for Radiation Protection and Hygiene has developed a system of administration of data that allows the storage, control and analysis of the data generated by the Service of Personal Dosimetry in an efficient and reliable way. This paper describes the characteristics of the System for Administration of Data in Personal Dosimetry 'Dosis', as well as their design and programming. The importance of this System for the laboratory and the advantages of their application are described. The characteristics of the different modules are also described. (author)

  7. Pemanfaatan Vinasse -Limbah Industri Alkohol- untuk Perbaikan Sifat Fisik Tanah dalam Pengembangan Tebu (Saccharum officinarum L di Lahan Pasir Pantai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Zulfan Arrodli

    2016-05-01

    Full Text Available Lahan pasir pantai merupakan lahan bermasalah untuk pertanian karena sifat tanahnya tidak mendukung pertumbuhan tanaman dan vinasse merupakan limbah industri ethanol yang jumlahnya sangat besar yang apabila dibuang di lahan terbuka akan mencemari lingkungan. Penggunaan vinasse sebagai bahan perbaikan tanah tanpa memberikan pengaruh negatif kemungkinan dapat dikerjakan untuk tanah bertekstur kasar seperti tanah di lahan pasir pantai. Oleh karena itu dalam penelitian ini, vinasse akan dicoba digunakan untuk membudidayakan tebu pada media tanah yang diambil dari lahan pasir pantai. Penelitian menggunakan pendekatan percobaan pot faktorial 4x4 yang disusun dalam rancangan lingkungan acak lengkap dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vinasse dengan dosis 60.000 l/ha hanya sekali pada awal penanaman tebu mampu memperbaiki kemampuan tanah menyimpan air. Vinasse terbukti tidak memberikan pengaruh kurang baik terhadap tanaman yang dibudidayakan, bahkan pemberian vinasse cenderung memperbaiki pertumbuhan tebu baik dilihat pada tinggi tanaman, diameter batang, berat kering akar dan tajuk, meskipun pengaruhnya tidak berbeda nyata.

  8. DOSIS & DOSIS 3D: long-term dose monitoring onboard the Columbus Laboratory of the International Space Station (ISS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Berger Thomas

    2016-01-01

    Full Text Available The radiation environment encountered in space differs in nature from that on Earth, consisting mostly of highly energetic ions from protons up to iron, resulting in radiation levels far exceeding the ones present on Earth for occupational radiation workers. Since the beginning of the space era, the radiation exposure during space missions has been monitored with various active and passive radiation instruments. Also onboard the International Space Station (ISS, a number of area monitoring devices provide data related to the spatial and temporal variation of the radiation field in and outside the ISS. The aim of the DOSIS (2009–2011 and the DOSIS 3D (2012–ongoing experiments was and is to measure the radiation environment within the European Columbus Laboratory of the ISS. These measurements are, on the one hand, performed with passive radiation detectors mounted at 11 locations within Columbus for the determination of the spatial distribution of the radiation field parameters and, on the other, with two active radiation detectors mounted at a fixed position inside Columbus for the determination of the temporal variation of the radiation field parameters. Data measured with passive radiation detectors showed that the absorbed dose values inside the Columbus Laboratory follow a pattern, based on the local shielding configuration of the radiation detectors, with minimum dose values observed in the year 2010 of 195–270 μGy/day and maximum values observed in the year 2012 with values ranging from 260 to 360 μGy/day. The absorbed dose is modulated by (a the variation in solar activity and (b the changes in ISS altitude.

  9. Identitas Etnik Dalam Komunikasi Politik

    OpenAIRE

    Lampe, Ilyas

    2010-01-01

    Identifikasi identitas etnik yang lazim dilakukan pada masyarakat multietnik senantiasa diarahkanpada situasi dan konteks di mana seseorang berada. Dalam konteks politik, terutama pada lembagaseperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), identifikasi identitas etnik menjadi hal pentingdalam aktifitas politik. Identitas etnik adalah sesuatu yang problematik ketika dihadapkan dengankomunikasi politik, terutama dalam sistem pemilu yang demokratis. Hal tersebut bisa menjadi pembedaatau ko-identi...

  10. Embarazo cornual: tratamiento médico con dosis única de metotrexato

    OpenAIRE

    Ricci A,Paolo; Troncoso J,José Luis; Avilés L,Guillermo; Avilés D,Raimundo

    2013-01-01

    Presentamos un caso de embarazo cornual o intersticial diagnosticado en forma precoz a través de ecografía transvaginal, tratado exitosamente, en forma conservadora, con dosis única sistémica de metotrexato.

  11. Hemoprotein dalam Tubuh Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husnil Kadri

    2012-07-01

    Full Text Available Abstrak Hemoprotein adalah protein dengan kandungan hem yang terdapat hampir dalam semua sel manusia, hewan, dan pigmen fotosintesis tumbuhan. Ada berbagai macam hemoprotein yang tersebar luas dalam tubuh manusia, seperti hemoglobin, myoglobin, citoglobin, neuroglobin, dan lain-lain. Semua hemoprotein tersebut memiliki fungsi beragam yang penting untuk berlangsungnya proses metabolisme dalam tubuh. Struktur hem pada pigmen fotosintesis (klorofil tumbuhan sama dengan hemoglobin pada manusia, tetapi ion logam pada klorofil adalah magnesium (Mg sedangkan pada hemoglobin adalah besi (Fe. Perbedaan inilah yang kurang diketahui oleh sebagian masyarakat sehingga ada yang mengira mengkonsumsi klorofil tumbuhan dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hemoprotein manusia dengan klorofil dan fungsi hemoprotein dalam tubuh manusia. Berdasarkan bentuk ion Fe pada gugus hemnya, maka hemoprotein dapat dibagi atas: (1 Hemoprotein yang memiliki ion Fe2+ sehingga mampu mengikat oksigen yaitu; hemoglobin, myoglobin, neuroglobin, dan cytoglobin. (2 Hemoprotein yang memiliki ion Fe3+ sehingga berperan sebagai enzim oksidoreduktase yaitu; Sitokrom P450, Sitokrom yang terlibat dalam fosforilasi oksidatif, katalase, triptopan pirolase, dan NO sintase. Kata kunci: hemoprotein, ion Fe2+, ion Fe3+ Abstract Hemoproteins are proteins containing heme that widely distributed in humans, animals, and photosynthetic pigment of plants. There are many kind of hemoproteins in human body, such as hemoglobin, myoglobin, cytoglobin, neuroglobin, etc. Hemoproteins have the varied functions to keep normal metabolism in the body. Photosynthetic pigment of plants (chlorophyll and human’s hemoglobin have the same structure but the metal ions are different. Chlorophyll has magnesium and human’s hemoglobin has iron (Fe. Not many people knew this difference, so some people thought if consume chlorophyll will

  12. KEBIJAKAN DALAM PENENTUAN DAN PENDANAAN MODAL KERJA PERUSAHAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miswanto Miswanto

    2012-10-01

    Full Text Available Abstract: Policy in Determining and Financing Company’s Working Capital. In funding working capital, a company can use hedging policy, conservative policy, and aggressive policy. In relation to long-term versus short-term financing, temporary versus permanent current assets, and the trade-off between risk and profitability, it can be concluded that when the temporary current assets are financed by short-term financing they have moderate risk and profitability, when the temporary current assets are financed by long-term financing they have low risk and profitability, when the permanent current assets are financed by short-term funding they have high risk and profitability, and when the permanent current assets are financed by long-term financing they have moderate risk-profitability. To measure the performance of the working capital management, the working capital position of the company needs to be analyzed. By using the data presented on the balance sheet and income statement, the company can carry out the analysis of working capital performance using financial ratio analysis on working capital, analysis of the funding sources and use of funding statement, and analysis of the company's cash flow statement. Keywords: liquidity, capital, financing, profitability, and risk   Abstrak: Kebijakan dalam Penentuan dan Pendanaan Modal Kerja Perusahaan. Dalam mendanai modal kerja, perusahaan dapat menggunakan kebijakan hedging, kebijakan konservatif, dan kebijakan agresif. Dalam hubungannya antara pendanaan jangka pendek versus jangka panjang, aktiva lancar temporer versus permanen, dan trade-off antara risiko dan profitabilitas diperoleh kesimpulan bahwa jika aktiva lancar temporer dibiayai dengan pendanaan jangka pendek memiliki risiko dan profitabilitas moderat, jika aktiva lancar temporer dibiayai dengan pendanaan jangka panjang memiliki risiko dan profitabilitas rendah, jika aktiva lancar permanen dibiayai dengan pendanaan jangka pendek memiliki

  13. PENGGUNAAN PENDEKATANINKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erman Har

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikanpeningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran IPA siswa kelas V SDN 11Lima Kaum Batusangkar.Penelitian ini adalah kolaborasi antara pelaksana penelitian dengan guru kelas dengan menggunakan instrumen lembar observasi aktivitas siswa,lembar observasi aktivitas guru dan lembar tes hasil belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan aktivitas siswa pada siklus I diperoleh rata-rataperhatian siswa terhadap pelajaran adalah 43,3 persen, siswa mendengarkan percakapan dari kelompok lain 43,1 persen,  kemampuan siswa dalam berkomunikasi 46,5 persen, kemauan siswa dalam mengemukakan pendapat adalah 44,8 persen, siswa terampil membaca materi adalah 44,8 persen, siswa aktif dalam kelompok adalah 49,9 persenm, siswa mampu bekerjasama dalam kelompok adalah 44,6 persen. Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh rata-rata 86,2, pada siklus II perhatian siswa terhadap pelajaran adalah 86,7persen, siswa mendengarkan percakapan dari kelompok lain adalah 86,6persen, kemampuan siswa dalam berkomunikasi adalah 88,3%, kemauan siswa dalam mengemukakan pendapat adalah 85,0persen, siswa terampil membaca materi adalah 83,3persen, siswa aktif dalam kelompok adalah 90,1persen, siswa mampu bekerjasama dalam kelompok adalah 91,6persen. Hasil belajar siswa pada siklus II diperoleh rata-rata 89,5. Ini berarti proses pelaksanaan pembelajaran IPA melalui pendekatan inkuiri berlangsung dengan baik.Oleh sebab itu pendekatan inkuiri dapat meningkatkan aktivitasdan hasil belajar IPA siswa. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar guru dapat menggunakan pendekatan inkuiri sebagai salah satu penedekatan dalam pembelajaran.Doi: 10.22216/jit.2014.v8i3.5

  14. Pengaruh Penyakit Penyerta Kehamilan dan Kehamilan Ganda dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Triana

    2014-11-01

    Full Text Available Data yang diperoleh dari Rekam Medik RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dari tahun 2011 sampai 2013 untuk kejadian BBLR yaitu pada tahun 2011 tercatat 46 kasus (1,62% dari 2833 persalinan, tahun 2012 tercatat 179 kasus (5,44% dari 3290 persalinan dan tahun 2013 tercatat 130 kasus (4,56% dari 2848 persalinan dan BBLR masih termasuk ke dalam 3 besar dari 15 penyakit penyebab kematian Neonatal. Tujuan  penelitian  adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Arifin Achmad Provinsi  Riau  Tahun 2011- 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus kontrol (case control study. Kasus yaitu bayi lahir dengan BBLR di RSUD Arifin Achmad Riau tahun 2011-2013 berjumlah 355 orang dan kontrol yaitu bayi lahir dengan berat lahir normal di RSUD Arifin Achmad Riau tahun 2011-2013 berjumlah 355 orang. Hasil penelitian ibu dengan penyakit penyerta kehamilan lebih berisiko melahirkan dengan BBLR 10 kali (CI 95% 6,2-16,6, ibu dengan kehamilan ganda lebih berisiko melahirkan dengan BBLR 15 kali (CI 95% 4,8-45,1. Kesimpulan yaitu variabel independen yang memiliki hubungan sebab akibat dengan kejadian BBLR adalah umur, penyakit penyerta kehamilan, preeklampsia/eklampsia, kehamilan ganda, KPD, hidramnion dan plasenta previa. Saran ditujukan bagi tenaga kesehatan yaitu aktif dalam memberikan konseling, bagi RSUD Arifin Achmad Riau perlu keaktifan dalam upaya pencegahan BBLR

  15. Modal Sosial dan Partisipasi Masyarakat dalam Penemuan Penderita Tuberkulosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reviono Reviono

    2013-06-01

    Full Text Available Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di tingkat global, regional, nasional, maupun lokal. World Health Organization menggulirkan strategi directly observed treatment short course (DOTS dan strategi stop tuberculosis partnership bertujuan untuk menjangkau semua penderita tuberkulosis. Kedua strategi tersebut masih belum mampu mencapai target case detection rate (CDR secara konsisten. Penelitian ini bertujuan merumuskan model modal sosial dan partisipasi masyarakat dalam crude death rate. Sasaran penelitian adalah petugas tuberkulosis dan kader di 30 desa di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah survei dan studi kasus. Hasil penelitian survei menunjukkan, desa dengan modal sosial yang tinggi mempunyai kemungkinan untuk melampaui target CDR ≥ 70%, 9 kali lebih besar daripada desa dengan modal sosial rendah. Desa dengan partisipasi masyarakat tinggi mempunyai kemungkinan 7,5 kali lebih besar daripada desa dengan partisipasi masyarakat rendah. Hasil penelitian studi kasus menunjukkan, faktor-faktor modal sosial yang berhubungan dengan CDR terdiri dari dimensi kognitif meliputi kepercayaan dan merasa mempunyai program tuberkulosis. Dimensi relasional meliputi norma sosial, penanaman jasa pribadi, kerja sama, dan komunikasi. Dimensi struktural meliputi jejaring dan persatuan. Faktor-faktor partisipasi yang berhubungan dengan CDR meliputi identifikasi kebutuhan, menggerakan sumber daya program, dan kepemimpinan. Tuberculosis is an important public health problem of global, regional, national, and local levels. World health organization launched directly observed treatment short course (DOTS and stop tuberculosis partnership strategies aiming to reach all tuberculosis patients. Both strategies have not been able to reach the case detection rate (CDR target consistently. This research aimed to formulate a social capital and participation model in crude death rate. The target of research was the

  16. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Nasution

    2015-07-01

    Full Text Available Low ability of formal thinking students caused the learning outcomes they get too low. This study aims to determine the effectiveness of the inquiry learning model training in improving students' ability to think formal. The design was used quasi-experimental "non-equivalent groups pretest-posttest design". Implementation  experimental class learning with inquiry learning model training, control class learning with direct instruction. Data obtained through a formal thinking ability test thinking ability. Learning model efectivity in improving formal thinking ability is determined based on the gain score average which normalized by average difference test of statistic, namely t test. The results of the reasearch found that the inquiry training learning model is more effective in improving students formal thinking ability compared with the direct instruction learning model. The N-gain percentage of formal thinking ability of students in the experiment class in the indicators of hypothetical deductive thinking, combination thinking and reflection thinking are in the medium category, just proportional thinking is the high category. N-gain average percentage of control class for the hypothesis deductive thinking is just in the low category, while the proportional thinking, combination thinking and reflection thinking are in the medium category.Rendahnya kemampuan berpikir formal siswa menyebabkan hasil belajar yang mereka peroleh juga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas  model pembelajaran inquiry training dalam meningkatkan kemampuan berpikir formal  siswa. Disain yang digunakan adalah kuasi eksperimen “non-equivalent groups pretest-posttest design”. Implementasi pembelajaran kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran inquiry training, kelas kontrol dengan model pembelajaran direct instruction.  Data kemampuan berpikir formal diperoleh melalui tes kemampuan berpikir formal. Efektivitas

  17. KETERKAITAN PRODUK DAN PELAKU DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS HORTIKULTURA UNGGULAN DI PROVINSI ACEH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyanti Kasimin

    2014-09-01

    Full Text Available ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze the factors that affect the level of production and horticultural income in Aceh Province. Moreover, some obstacles encountered in the development of agribusiness were analyzed and the relationship of actors in leading horticultural agribusiness development in Aceh was examined. Sample was 81 respondents, consisting of farmers, middlemen, agricultural extensions, community leaders, and researchers. T-test, regression and slices of opinion between the various stakeholders were used in this research. The results showed that horticultural production is influenced by the availability of the means of production and technology, while revenue is affected by the sales price and the cost of marketing. Products linkage appeared to be low due to low farmer access to inputs, high pest and disease, and the low sale price. Linkage between actors was also low due to the high dependence of the upstream actors towards downstream actors, the discontent of upstream actors against the payment system of downstream actors, and distrust of downstream actors towards product quality and continuity. Hence, it is necessary for the improvement of policy development and eradication of pests and assistance the means of production, improved selling prices, product quality, and market information.Keywords: agribusiness development, superior holiticulture, locality and synergicABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat produksi dan pendapatanhortikultura di Provinsi Aceh. Selain itu, juga ditelaah beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan agribisnis serta menelaah keterkaitan pelaku dalam pengembangan agribisnis hortikultura unggulan di Aceh. Sampel berjumlah 81 responden, terdiri atas petani, pedagang perantara, penyuluh  pertanian, tokoh masyarakat, dan peneliti. Uji t, regresi berganda dan irisan pendapat antara berbagai pemangku kepentingan digunakan dalam penelitian ini

  18. Agama dalam Pandangan Futurolog

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amsal Bakhtiar

    2013-06-01

    Full Text Available Abstract : Before modern era, religion became more dominant in daily life of human being because religion institution is the sole authority to dicide either religion aspect or scientific one. But in modern era, especially after some inventions of modern science and technology, secular scientist in the West very proud of his intellectual ability to explore the nature. They neglect religion and even accused religion as an opium and illusion. In fact, human being cannot free from believing in Supra Natural Being because even though in the atheist community still respect the spirit of ancestors. Therefore, every effort to attack religion will fail because religion could not separated from basic need of human being and religion is the the sole doctrin of life in hereafter.  Naisbitt, a famous futurolog, also declares that the spiritual of religion will become dominant in new era. Keywords : Futurolog, knowledge, organized religion, fundamentalism Abstrak : Sebelum era modern, agama menjadi lebih dominan dalam kehidupan sehari-hari manusia karena institusi agama adalah otoritas tunggal untuk memutuskan, baik aspek agama atau yang ilmiah. Tetapi dalam era modern, terutama setelah beberapa penemuan ilmu pengetahuan modern dan teknologi, ilmuwan sekuler di Barat sangat bangga akan kemampuan intelektual mereka untuk menjelajahi alam. Mereka mengabaikan agama dan bahkan menuduh agama sebagai candu dan ilusi. Bahkan, manusia tidak bisa bebas dari percaya pada keberadaan Supra Natural, meskipun komunitas ateis masih menghormati roh leluhur. Oleh karena itu, segala upaya untuk menyerang agama akan gagal karena agama tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan dasar manusia dan agama adalah satu-satunya doktrin kehidupan di akhirat. Naisbitt, seorang futurolog terkenal, juga menyatakan bahwa spiritual agama akan menjadi dominan dalam era baru.Kata kunci : Futurolog, ilmu, agama formal, fundamentalisme

  19. KAJIAN PEMETAAN DAN OPTIMALISASI POTENSI PAJAK DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD DI KABUPATEN JEMBER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adhitya Wardhono

    2013-02-01

    Full Text Available Dalam konsep otonomi daerah, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mengatur dan mengurus rumah tangga daerah termasuk pengelolaan keuangan daerah, seperti yang tertuang dalam UU No 32 dan 33 tahun 2004. Dengan lahirnya peraturan otonomi daerah tersebut pemerintah daerah diharapkan untuk lebih mampu menggali potensi sumber-sumber penerimaan daerah dalam membiayai segala aktivitas pembangunan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD. Peningkatan sumber penerimaan PAD tersebut dapat dilakukan diantaranya melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah. Di Kabupaten Jember, potensi penerimaan pajak masih belum tergali secara optimal atau masih lebih rendah dibandingkan dengan penerimaan dari retribusi daerah. Realisasi penerimaan pajak daerah rata-rata tahun 2003-2006 sebesar 28,30% lebih rendah dibandingkan penerimaan retribusi yaitu 44,33% (APBD, 2003-2006. Dengan demikian perlu dilakukan identifikasi optimalisasi potensi pajak daerah dengan evaluasi permasalahan yang selama ini terjadi, sehingga pada gilirannya dapat dirumuskan kebijakan pemerintah yang lebih sesuai dan tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pajak yang sangat tidak berpotensi di Kabupaten Jember dengan tolak ukur hasil (yield adalah pajak hotel dan restoran, pajak hiburan, pajak reklame dan pajak penerangan jalan. Sedangkan pajak yang sangat berpotensi adalah pajak galian golongan C. Penilaian persepsi masyarakat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi penerimaan pajak daerah adalah faktor kelembagaan sebesar 55% dengan kriteria faktor adalah masih rendahnya law of enforcement terhadap tindakan penyalahgunaan penerimaan pajak dan masih lemahnya sistem administrasi dalam pengelolaan penerimaan pajak daerah. Rekomendasi kebijakan adalah pentingnya pengelolaan pajak daerah yaitu 62% melalui peningkatan inovasi dalam sistem pemungutan pajak dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan

  20. KOMPOSISI DALAM SENI FOTOGRAFI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yekti Herlina

    2007-01-01

    Full Text Available The art of photography is not only a simple record of the real world, but becomes a complex creation of art and an image medium that also gives meaning and message. The quality of a good photo is not only becouse of its clear picture but also because of its proper lighting and also its good composition. Composition contains the elements of an image in a format. An image can be produced more effectively and meaningfully with an understanding of good composition. Composition is an instrument for a photographer to take the viewer beyond the experience of “peeking through someone else’s window. Abstract in Bahasa Indonesia: Seni fotografi bukan sekedar merupakan rekaman apa adanya dari dunia nyata, tapi menjadi karya seni yang kompleks dan media gambar yang juga memberi makna dan pesan. Foto yg baik tidak cukup hanya tajam gambarnya, tetapi juga tepat pencahayaannya dalam bidang gambar dengan komposisi yang baik pula. Komposisi adalah rangkaian elemen gambar dalam suatu ruang/format. Dengan komposisi yang baik, foto akan lebih efektif menampilkan pesan pembuatnya dan menimbulkan dampak yang lebih kuat. Komposisi foto merupakan salah satu cara bagaimana fotografer mengekspresikan dirinya. Kata kunci: seni, fotografi, komposisi.

  1. Musik Dalam Pembelajaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lely Halimah

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera individu. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam di antaranya bahwa (1 musik adalah bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar, (2 musik adalah suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya, dan (3 musik adalah segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau oleh kelompok individu yang disajikan sebagai musik. Dari beberapa definisi tersebut, maka musik merupakan segala bunyi yang dihasilkan manusia secara sengaja yang disajikan sebagai music. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kecerdasan musik pada siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya melalui (1 memperkenalkan musik di dalam kelas, (2 mendengarkan musik, (3 membuat instrumental musik di kelas. Untuk setiap tujuan, kelas diperkaya dengan musik dengan menggunakan beragam teknik secara bervariasi. Penggunaan musik di kelas akan membantu meningkatkan kegembiraan siswa dalam belajar dan sekaligus juga dapat meningkatkan efektivitas ketercapaian tujuan. Yang tidak kalah pentingnya belajar melalui musik dan atau belajar dengan musik, serta belajar tentang musik dapat memberikan banyak manfaat bagi perkebangan baik fisik maupun mental siswa. Melalui musik banyak yang dapat dipelajari oleh siswa di antaranya dikemukakan berikut ini. Kata Kunci: Musik, Pembelajaran

  2. Kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari, Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward

    2014-08-01

    Full Text Available Pengamatan kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari telah dilakukan pada bulan Juni 2011. Contoh sedimen diambil dengan menggunakan gravity core pada 5 stasiun penelitian. Kandungan logam berat diukur dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat dalam sedimen serta memprediksi kualitas sedimen berdasarkan pendekatan analisis indeks (Indeks geoakumulasi dan Indeks Beban Pencemaran. Hasilnya menunjukkan, kandungan Pb berkisar 3,704-21,892 ppm, Cd 0,784-1,385 ppm, Cu 3,451-12,193 ppm, Zn 24,838-69,973 ppm, dan Ni 37,289-72,329 ppm. Kandungan ke lima logam tersebut masih lebih rendah dari nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup 2010 dan baku mutu sedimen Ontario (Ontario Sediment Guideline 2008. Kandungan logam berat dalam sedimen di Stasiun 4 lebih tinggi dibandingkan dengan Stasiun lainnya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tekstur sedimen di masing-masing stasiun. Stasiun 4 berada di muara sungai dan mempunyai sedimen dengan tekstur berupa lumpur berwarna hitam. Kandungan logam Ni lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, hal ini menunjukkan adanya masukan sedimen dari Teluk Kendari dan Teluk Lasolo yang terbawa oleh arus, disamping yang berasal dari darat yang masuk melalui aliran sungai. Berdasarkan nilai indeks geoakumulasi (I-geo sedimen di perairan ini termasuk kategori tidak tercemar oleh Pb, Cu, Zn, dan Ni (I_geo<0, dan tercemar sedang oleh Cd (1

  3. TIPOGRAFI DALAM DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priscilia Yunita Wijaya

    1999-01-01

    Full Text Available The presence of Visual Communication Design is needed especially in today s information era. Just as its sound%2C the function and goal of visual communication design is to communicate to its mass audience with the right perception. One of its elements that determine the effectiveness of a design is typography. This paper is going to talk about the role of typography and how it effects a design in visual communication design. Abstract in Bahasa Indonesia : Di dalam era informasi saat ini kehadiran desain komunikasi visual sangatlah dibutuhkan. Sesuai dengan namanya%2C desain komunikasi visual mempunyai tujuan untuk mengkomunikasikan pesan yang dapat ditangkap oleh massa dengan benar. Salah satu elemen desain yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan suatu desain dalam berkomunikasi dengan masyarakatnya adalah tipografi. Tulisan ini membahas bagaimana dan apa peran tipografi tersebut dalam desain komunikasi visual.

  4. SUMBER AGAMA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syaiful Hamali

    2017-03-01

    Full Text Available Tulisan ini membahas secara konseptual tentang berbagai kebutuhan dasar manusia sebagai sumber kehidupan bagi manusia dalam ranah psikologis. Melalui eksplorasi-psikologis diperoleh fakta bahwa ada berbagai macam kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang dapat dikembangkan guna menunjang hidup dan kehidupannya. Sedangkan melalui pengamatan potensi-diri diperoleh fakta bahwa dalam diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan, termasuk diantaranya adalah potensi untuk percaya pada supernatural (agama. Sinergi antara eksplorasi-psikologis dengan potensi-diri manusia akan membentuk sumber-sumber keyakinan terhadap agama secara psikologis. Karena itu, dalam konteks ini, tanpa adanya wahyu pun sesungguhnya manusia akan mampu mengenal Tuhan. Wahyu hanya berfungsi sebagai pemberitaan dari alam metafisika yang turun kepada manusia untuk menerangkan tentang Tuhan sekaligus kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan manusia terhadap Sang Khalik maupun sesamanya. Singkatnya secara psikologis, siapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya. Karena itu manusia wajib mempercayai dan meyakini akan adanya Tuhan serta melaksanakan ajaran-ajaran agama dalam kehidupannya.

  5. PROSES KOGNITIF DALAM UNGKAPAN METAFORIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    deli - Nirmala

    2014-09-01

    Full Text Available PROSES KOGNITIF DALAM  UNGKAPAN METAFORIS Deli Nirmala deliundip@gmail.com Abstract Speech is produced through cognitive or psychological process, physiological process, and physical process (de Saussure, 1959. The cognitive process is the focus of this study especially in producing metaphorical expressions. This paper is trying to elaborate how the cognitive process happens when someone is producing metaphorical expressions. The data used for explaining the cognitive process are the metaphorical expressions found in bahasa Indonesia. The data were collected randomly from the sources like conversation, news, or bahasa Indonesia used in Indonesian newspapers. The method used is observation and intuition. To analyze, I used identity method, distributional method, and reflective-introspective methods. The result shows that the cognitive process in producing metaphorical process is done by using associative strategies by showing the correspondences between the source concept and the target concept. The correspondences found are those in embodied experiences, characters, functions, characteristics, and strenghts.   Proses menghasilkan tuturan meliputi proses kognitif, fisiologis, dan fisik (de Saussure, 1959. Proses kogntif menjadi fokus dalam tulisan ini khususnya dalam proses menghasilkan ungkapan metaforis. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba mengungkap bagaimana proses kognitif terjadi ketika seseorang menghasilkan ungkapan metaforis. Data yang dijadikan dasar dalam menjelaskan proses kognitif adalah ungkapan metaforis dalam bahasa Indonesia. Data dipilih secara random dari sumber berupa percakapan, berita, bahasa di surat kabar. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan intuisi. Untuk menganalisis, saya menggunakan metode padan, distribusional, dan reflektif-introspektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses kognitif dalam menghasilkan ungkapan metaforis dilakukan dengan strategi asosiatif dengan menunjukkan korespondensi

  6. Senyawa Organik Dalam Air Minum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Soewasti Soesanto

    2012-09-01

    Full Text Available Kadar zat   organik   yang berlebihan dalam  air  minum  tidak diperbolehkan karena selain menimbulkan warna, bau dan  rasa yang tidak  diinginkan, juga mungkin bersifat toksik baik secara langsung maupun setelah bersenyawa dengan zat lain yang ada.Zat organik yang ada dalam air minum dapat berasal dari alam atau sebagai dampak dari kegiatan manusia.

  7. Intensitas Budaya dalam Dunia Kepenarian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Chaya

    2014-09-01

    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan budaya yang terbangun dalam suatu fenomena ketika seseorang larut dalam petualangan dirinya dalam dunia kepenarian. Permasalahannya menyangkut proses kehidupan manusia yang menjelma ke dalam ber- bagai aktivitas yang dilampauinya sepanjang ia menekuni profesinya sebagai seniman tari (penari. Hal yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana konsistensi petualangan dunia kepenarian tersebut dapat memberikan kontribusi bagi nilai-nilai kehidupan membudaya, khususnya nilai-nilai yang melekat pada kehidupan pribadi manusia dalam rangka mem- bangun kesadaran atas jati dirinya sebagai seorang penari. Untuk memecahkan permasa- lahan tersebut digunakan pendekatan budaya dengan mengaplikasikan teori ideologi de- ngan perolehan data yang kemudian dicermati melalui analisis terhadap proses kehidupan penari pada umumnya serta didukung dengan pengalaman pribadi penulis yang sampai saat ini aktif berkecimpung selaku penari.  Melalui suatu kajian  terhadap aktivitas dalam kepenarian serta kesadaran terhadap dinamika kehidupan yang dialami, dipahami, dan dihayati oleh seorang penari maka terungkap suatu pemaknaan yang mengindikasikan munculnya intensitas budaya. Intensitas budaya tersebut terpatri menjadi sebuah potensi atau kekuatan yang melekat pada pribadi manusia (penari. Hal ini memberikan arti pada kehadiran suatu nilai yang dapat diidentifikasi sebagai eksistensi diri manusia.   Kata kunci: intensitas budaya, dunia kepenarian, eksistensi diri

  8. Karakteristik Tingkat Kreativitas Siswa yang Memiliki Disposisi Matematis Tinggi dalam Menyelesaikan Soal Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Patmalasari

    2017-09-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman ide siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kreativitas siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sehingga kehadiran peneliti sangat penting karena peneliti berperan sebagai instrumen utama. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan metode angket, tes dan wawancara. Instrumen penunjang yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket disposisi matematis, soal tes masalah matematika, dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan mengacu terdiri dari tiga tahap yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Dalam penelitian ini reduksi data dilakukan dengan mengelompokkan siswa kedalam tingkat disposisi matematis tinggi, sedang, dan rendah melalui angket disposisi matematis siswa. Selanjutnya data disajikan berupa deskripsi karakteristik tingkat kreativitas siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi dalam menyelesaikan soal matematika. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan triangulasi waktu untuk memeriksa keabsahan data. Hasil penelitian ini adalah siswa memiliki tingkat kreativitas 4 dan 3.   The research motivated by the student's idea of diversity in mathematic problems solving. This research aims to describe student’s level of creativity that has high mathematic disposition. This research is qualitative research, so the presence of researcher is very important because researcher acted as the main instrument. In this research, the techniques of data collection are questionnaire, test, and interview. While instruments that use in this study are student’s mathematic disposition questionnaire, the test of mathematic problems solving and guidelines for interviews. The analysis data used are data reduction, data displayed, and conclusions. In this research, data reduction was done by grouping students into mathematical disposition

  9. KETAHANAN KOROSI PADUAN Al-Mg 5052 DI DALAM AIR PENDINGIN NETRAL MENGANDUNG KLORIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dicky Tri Jatmiko

    2015-07-01

    Full Text Available KETAHANAN KOROSI PADUAN Al-Mg 5052 DI DALAM AIR PENDINGIN NETRAL MENGANDUNG KLORIDA. Paduan Al-Mg 5052 adalah material yang biasa digunakan untuk kelongsong elemen bakar nuklir karena serapan fluks netronnya rendah dan tahan korosi di dalam air demineralisasi pada kondisi operasi reaktor. Makalah ini difokuskan untuk mengetahui ketahanan korosi paduan Al-Mg 5052 di dalam air dengan pH netral dan mengandung klorida sebagai pengganti air demineralisasi pendingin primer Reaktor Serba Guna GA Siwabessy (RSG-GAS. Penelitian mencakup pengukuran laju korosi menggunakan metode Tafel, prediksi mekanisme korosi menggunakan metode voltametri siklik dan analisa produk korosi dengan metode difraksi sinar X. Percobaan dilakukan dengan variasi temperatur 30°C, 35°C, 40°C, dan 45°C, serta variasi konsentrasi larutan natrium  klorida 0,05 M, 0,25 M, dan 0,5 M. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paduan Al-Mg 5052 terkorosi dengan kategori “dapat diabaikan” hingga “sedang” dalam larutan natrium klorida menjadi produk yang larut dalam air pada satu tahap reaksi oksidasi irreversible.   CORROSION RESISTANCE OF Al-Mg ALLOY 5052 IN CHLORIDE CONTAINING NEUTRAL COOLING WATER. Al-Mg alloy 5052 is a material used as nuclear fuel element cladding due to its low neutron flux absorption and high corrosion resistance in demineralized water. This research is focused to know of the corrosion resistance of Al-Mg alloy 5052 in chloride containing neutral water used as demineralized primary cooling water substitute in GA Siwabessy Multi Purpose Reactor (RSG-GAS. This research covers the corrosion rate measurement using the Tafel method, corrosion process prediction using cyclic voltammetry method and corrosion product analysis using X-Ray Diffraction method. The experiments are carried out at temperature variation of 30°C, 35°C, 40°C and 45°C, as well as sodium chloride concentration of 0.05 M, 0.25 M and 0.5 M. The research results show that Al-Mg alloy 5052

  10. Kewalian Dalam Tasawuf Nusantara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunasril Ali

    2013-12-01

    Full Text Available Abstract : This article discusses the doctrine of Sainthood (al-walāyah which has a strong basis in the Qur’an and adīth and it has been elaborated systematically through Ibn ‘Arabi’s vast and complex teachings. While in the study of Sufism in the archipelago, the term saint (walī has been known along with the spread of Islam began in the archipelago, and it refers to two meanings; as the person who has the occulties as the implications of the sanctity and walī as the ruler of a particular region. Regardless the definition and scope, the true doctrine of sainthood can not be separated from the teaching of the prophetic and apostolic message which implies the human world is not only the physical realm, but there is a metaphysical world that has not been known to human and from which the physical world is controlled.Keywords : saint (walī, miracles, Muhammadan light (Nūr Muhammadi, sainthood, prophethood, seal of the saint Abstrak : Artikel ini mendiskusikan dokrin Kewalian (al-walāyah yang mempunyai basis yang kuat dalam al-Qur’an dan hadis dan isu ini secara sistematis dibahas melalui ajaran Ibn ‘Arabi yang kompleks. Sementara dalam kajian tasawuf di Nusantara, sebutan wali ini sudah mulai dikenal bersamaan dengan masuknya Islam ke negeri ini yang mengacu kepada dua pengertian, wali sebagai orang yang memiliki kesaktian-kesaktian (occulties sebagai implikasi dari kekeramatan dan wali sebagai penguasa wilayah tertentu. Terlepas dari pengertian dan cakupannya, ajaran kewalian yang sesungguhnya tidak lepas dari ajaran tentang kenabian dan kerasulan yang menyiratkan pesan bahwa dunia manusia bukan hanya dunia material yang identik dengan kenikmatan hedonis, tetapi di balik dunia fisik terdapat dunia metafisik yang belum banyak diketahui manusia dan dari sanalah dunia fisik ini dikendalikan.Kata-kata Kunci : wali, karamah, Nur Muhammad, kewalian, kenabian, penutup para wali.

  11. ASESMEN KEBUTUHAN PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS PENGETAHUAN DALAM PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DAERAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumarno .

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini bertujuan menemukan kebutuhan pengembangan model evaluasi untuk mengembangkan manajemen berbasis pengetahuan pada pembangunan pendidikan daerah kabupaten/ kota. Asesmen kebutuhan ini dilakukan di lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, menggunakan teknik survei dan FGD. Sumber informasi adalah jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Kesimpulan penelitian ini: (1 umumnya jajaran dinas pendidikan melaporkan bahwa kinerja dinas dalam manajemen berbasis pengetahuan masih pada posisi kurang dan cukup; (2 pada kasus tertentu asesmen diri cenderung overestimate sehingga pada aspek yang lebih sederhana justru lebih rendah dibandingkan dengan aspek yang rumit. Untuk itu, disarankan perlunya peningkatan pemahaman wawasan mengenai manajemen berbasis pengetahuan dan peningkatan kinerja dinas pendidikan kabupaten/ kota yang dimulai dengan bantuan model asesmen diri kelembagaan yang objektif. Kata Kunci: manajemen berbasis pengetahuan, pembangunan pendidikan daerah NEEDS ASSESSMENT ON THE IMPLEMENTATION OF THE KNOWLEDGE-BASED MANAGEMENT IN THE DISTRICT EDUCATION DEVELOPMENT Abstract: This study aimed to assess the needs for establishing an evaluation model on knowledgebased management (KBM in the district education development. This needs assessment was carried out in five districts in the Special Region of Yogyakarta, using a survey method, and focused group discussion. This study concluded that: (1 District Education Office (DEO performances were at the poor and fair levels. (2 To a certain extent, the self-assessment tended to overestimate so that some simple aspects tended to be lower than the complicated ones. Therefore, it is strongly recommended: (1 to improve the DEO officials’ understanding on KBM; and (2 to strengthen the DEO performance in local education development, by providing a better and objective institutional assessment model. . Keywords: knowledge-based management, district education development

  12. Pembuatan Alur Pelayaran dalam Rencana Pelabuhan Marina Pantai Boom, Banyuwangi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Didi Darmawan

    2017-01-01

    Full Text Available Pantai Boom merupakan pantai yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Pantai ini terletak di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai tersebut rencananya akan dibangun pelabuhan marina. Pelabuhan harus dilengkapi dengan beberapa fasilitas untuk mendukung rencana tersebut seperti salah satunya adalah alur pelayaran. Untuk membuat alur pelayaran diperlukan penelitian mengenai pasang surut, topografi dasar laut, serta jenis kapal yang melintas untuk memastikan kapal yang berlayar aman dari kemungkinan kecelakaan. Penelitian ini menggunakan data hasil pemeruman, data pasang surut yang diperoleh dari pengamatan langsung, serta berbagai jenis kapal yacht. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa rencana dermaga sebaiknya dibangun 60 meter menjorok ke arah laut dengan panjang dermaga 25 meter. Dalam keadaan air rendah terendah (LLWL, ketiga jenis kapal yang ditentukan dapat merapat ke rencana Dermaga Pelabuhan Marina Pantai Boom, Banyuwangi. Daerah yang tidak bisa dilewati pada saat LLWL, pada saat MSL daerah tersebut sudah dapat dilewati oleh ketiga jenis kapal tersebut. Pada keadaan muka air tinggi tertinggi (HHWL, Kapal Yacht Class 8 dan 6 dapat melewati sebagian perairan sungai Pantai Boom.         Waktu yang tidak tepat untuk melakukan pelayaran pada saat LLWL dari alur pelayaran yang telah dibuat yaitu antara pukul 04:00 – 06:00 WIB pada saat bulan November 2015-Februari 2016 dan pukul 16:00-18:00 pada saat bulan Juni-Agustus 2016. Sedangkan Waktu yang tepat untuk melakukan pelayaran pada saat HHWL yaitu antara pukul 20:00–23:00 WIB pada saat bulan Desember 2015- Maret 2016 dan pukul 8:00-11:00 pada saat bulan Juni-September 2016.

  13. Membangun Customer Relationship Management dalam Bisnis

    OpenAIRE

    Darudiato, Suparto; Novianto, Chiko; Hendra, Hendra; Reynaldo, Reynaldo; Selvi, Selvi

    2011-01-01

    Customer relationship management dapat dijadikan alat oleh perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya agar mendapat perhatian dari customer dan pasar. Paper ini disusun berdasarkan penelitian yang menggambarkan hubungan bisnis dan pengaruh pelanggan terhadap perusahaan, serta bagaimana sebuah customer relationship management dapat membantu perusahaan dalam meraih pangsa pasar. Data dan informasi dalam studi ini didapatkan dari studi pustaka yang mengacu pada buku referensi dan jurnal yang berhu...

  14. Glycosylation intermediates studied using low temperature 1H- and 19F-DOSY NMR

    DEFF Research Database (Denmark)

    Qiao, Yan; Ge, Wenzhi; Jia, Lingyu

    2016-01-01

    Low temperature 1H- and 19F-DOSY have been used for analyzing reactive intermediates in glycosylation reactions, where a glycosyl trichloroacetimidate donor has been activated using different catalysts. The DOSY protocols have been optimized for low temperature experiments and provided new insight...

  15. RISIKO RANTAI PASOK MINUMAN SARI APEL DALAM PERSPEKTIF SISTEM TRACEABILITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Iryaning Handayani

    2014-01-01

    Full Text Available Risiko merupakan faktor-faktor yang menghambat operasional pada rantai pasok makanan yang tidak dapat dihindari akan tetapi dapat diminimalisir atau dihilangkan dengan melakukan penanganan risiko yang tepat. Salah satu penanganan risiko dengan menggunakan sistem traceability. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan penaksiran risiko yang terjadi pada rantai pasok minuman sari apel berdasarkan informasi sistem traceability. Dalam penelitian ini menggunakan metode SCOR (Supply Chain Operation Reference. Sedangkan  penilaian risiko rantai pasok menggunakan teknik FMEA (Failure Mode and Effects Analysis. Upaya yang dilakukan dalam mengetahui risiko yang dapat ditangani dengan sistem traceability menggunakan metode House of Risk (HOR. Terdapat 1 risiko ekstrime yaitu risiko terjadinya kekurangan barang dan bahan baku digudang. Sedangkan risiko sedang sebanyak lima. Risiko yang berkatagori rendah sejumlah tujuh. Risiko yang terjadi disebabkan tidak ada prosedur yang jelas, kurang memperhatikan prosedur penyimpanan, inspeksi dilakukan di akhir proses dan kesalahan komposisi bahan baku, Sedangkan penyebab risiko yang bisa ditangani dengan traceability sebanyak 75% dari semua penyebab risiko yang terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa peran traceability pada rantai pasok makanan dapat mereduksi risiko yang terjadi. Kata kunci:  risiko, traceability, rantai pasok   Abstract Risks are factors that hinder operations in the food supply chain that can not be avoided but can be minimized or eliminated by appropriate risk management . One risk management using a traceability system . Therefore, this study aims to conduct a risk assessment that occurs in apple juice supply chain traceability system based on information . In this study using the SCOR ( Supply Chain Operations Reference . While supply chain risk assessment using the technique of FMEA ( Failure Mode and Effects Analysis . Efforts are made to know the risks that can be addressed by

  16. PEMBERDAYAAN PERAJIN TEMPE DALAM MENGEMBANGKAN SENTRA INDUSTRI KECIL TEMPE DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R Rusdarti

    2015-12-01

    menjadi kekuatan yang mampu meniingkatkan kesejahte­raan rakyat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fenomena industri kecil/perajin tempe, potensi dan kendala pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dapat diaplikasikan dan dikembangkan dalam industri kecil tempe, serta merumuskan srategi kebijakan sesuai dengan potensi industri kecil perajin tempe di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 Kecenderungan fenomena perubahan yang terjadi pada perajin tempe pola usahanya yang relatif kecil dan mikro serta kondisi sumberdaya manusia rendah kualitasnya, yang mengakibatkan pendapatan mereka menjadi rendah, (2 Pember­dayaan telah mengubah konsep pembangunan ekonomi dan sosial yang memiliki potensi dasar ekonomi mikro produktif. Faktor keahlian/skill yang digunakan dalam proses produksi secara signifikan memberi­kan kontribusi sebesar 67,8 persen terhadap hasil produksi pada industri kecil tempe. Ini menunjukkan kontribusi yang paling dominan dalam industri kecil tempe, artinya keahlian menjadi penting dalam industri kecil tempe, (3 Strategi pengembangan mampu memobilisasi berbagai aspek sumber daya serta kapasitas dan potensi masyarakat, sehingga pemberdayaan dapat diimplementasikan menjadi alat terbaik sebagai upaya untuk peningkatan pendapatan perajin tempe Kota Semarang. Disarankan meng­ingat faktor internal perajin tempe masih lemah dan mendasar, para perajin perlu mendapat bimbingan dan cara yang ditempuh salah satunya dengan belajar dari pengalaman dan adanya kepedulian dari berbagai pihak terkait. 

  17. DOSIS & DOSIS 3D: radiation measurements with the DOSTEL instruments onboard the Columbus Laboratory of the ISS in the years 2009-2016

    Czech Academy of Sciences Publication Activity Database

    Berger, T.; Burmeister, S.; Matthiae, D.; Przybyla, B.; Reitz, G.; Bilski, P.; Hajek, M.; Sihver, L.; Szabó, J.; Ambrožová, Iva; Vanhavere, F.; Gaza, R.; Semones, E.; Yukihara, E. G.; Benton, E.; Uchihori, Y.; Kodaira, S.; Kitamura, H.; Böhme, M.

    2017-01-01

    Roč. 7, MAR (2017), č. článku A8. ISSN 2115-7251 R&D Projects: GA ČR GJ15-16622Y Institutional support: RVO:61389005 Keywords : International Space Station * Columbus * space radiation * DOSTEL * DOSIS 3D Subject RIV: BN - Astronomy, Celestial Mechanics, Astrophysics OBOR OECD: Astronomy (including astrophysics, space science) Impact factor: 2.446, year: 2016

  18. Development of DosiMap: dosimetry device for radiotherapy quality assurance; Developpement du DosiMap: instrument de dosimetrie pour le controle qualite en radiotherapie

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Frelin, A M

    2006-10-15

    This thesis deals with the development of a new dosimetry device for the control of radiotherapy beams. This device is composed of a plane plastic scintillator which is set within a polystyrene phantom. When the 'DosiMap' is irradiated, light is produced. This light is composed of scintillation and Cerenkov radiation, and is accurately measured by a C.C.D. camera. The analysis of the light distribution enables us to deduce the dose distribution in the scintillator plan. This device has many advantages such as tissue equivalence, a good spatial resolution, and a linear response with regard to energy. It also provides immediate measurements, and as a consequence, it is a very adapted tool for clinical use. After the introduction about the basic notions of radiotherapy, the different steps of the 'DosiMap' development are exposed in this thesis. In a first time, plastic scintillators have been tested to determine the best one for this application. Then, the deconvolution of scintillation and Cerenkov radiation have been studied, because we only use scintillation to calculate the dose distribution. The camera being in the irradiation room, a lead shield has also been developed to protect the C.C.D. detector from scattered radiations. Finally, the dose calibration and the dose response of 'DosiMap' are exposed. All this work made feasible the measurement of dose distributions with a precision which turns out to be better than 2% for homogeneous photon beams. Excellent results were also obtained when modulated intensity beams are used. (author)

  19. PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS IMTAQ DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Makhin

    2014-06-01

    Full Text Available Pendidikan merupakan salah satu sumber dasar peradaban umat manusia, karakter yang dibentuk melalui pendidikan akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahan ajar berbasis Imtaq diharapakan siswa tidak hanya baik secara IQ (Intelligence Quotient akan tetapi baik juga dari segi EQ (Emotional Quetiont dan SQ (Spiritual Quotien. Metode penelitian yang digunakan Research and Development dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA. peningkatan N-gain kelas eksperimen 0,32 dengan kriteria sedang dan kelas kontrol peningkatan N-gain 0,23 dengan kriteria rendah. Aktivitas siswa dalam penggunaan bahan ajar berbasis imtaq yang mendukung (On task 87,36 %; yang tidak mendukung (Off task   12,66 %. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan hasil Sig (2-tailed 0.040 pada uji independent sample t test. Respon siswa terhadap penggunaan bahan ajar berbasis imtaq rata-rata prosentase 82 %; sehingga sikap siswa dapat dikatakan sangat baik (sangat kuat.Kata Kunci : Bahan Ajar Modul, Imtaq, Hasil Belajar

  20. ANALISIS HASIL PENILAIAN DIAGNOSTIK KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PMRI BERDASARKAN TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukriadi Sukriadi

    2015-03-01

    Full Text Available Keterampilan berpikir kreatif siswa tergolong rendah diindikasikan dari kemampuan berpikir kritis siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi bagaimana pola hubungan antara kecerdasan emosional dan kemampuan berpikir kritis matematis serta keefektifan pembelajaran PMRI materi Kubus dan Balok.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mix Method model Concurrent Embedded Strategy. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII. Selanjutnya dilakukan pembelajaran PMRI pada materi kubus dan balok kelas VIII. Selanjutnya dilakukan pengambilan data dengan melakukan tes diagnostik kemampuan berpikir kritis matematis pada tiap sampel. Untuk memperdalam hasil penelitian dilakukan wawancara pada tiap tingkat kecerdasan emosional. Hasilkeefektifan pembelajaran dilihat dari aspek ketuntasan klasikal kemampuan berpikir kritis matematis siswa yakni tuntas ≥75% dengan nilai zhitung=1,9265>ztabel=1,645artinyaproporsi siswa yang mendapat nilai KBKM lebih dari atau sama dengan KKM=70 telah melampaui 75%, uji beda rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah thitung = 8,81>ttabel= 1,671artinya rataan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran PMRI lebih dari rataan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran lain. Kemampuan berpikir kritis matematis siswa berbanding lurus dengan kecerdasan emosionalnya. Terdapat pola hubungan antara kecerdasan emosional dan kemampuan berpikir kritis matematis yaitu memiliki kekurangan aspek tertentu dalam setiap tingkatan kecerdasan emosional.The low state of creative thinking skills of students is indicated on students' ability to think critically low. This study aimed to obtain a description of how the pattern of the relationship between emotional intelligence and critical thinking skills as well as the effectiveness of cubes and beams subjects in mathematical in PMRI Learning. The method in this study is a Mix Method of

  1. Penggunaan Mind Map dalam Pembuktian Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Putu Ida Harini

    2016-06-01

    Full Text Available Matematika merupakan salah satu bidang ilmu yang keberadaanya disusun dari suatu sistem yang penuh dengan perjanjian dan terbangun atas logika dari sekelompok unsur, relasi, dan operasi yang diramu secara aksiomatik serta kebenarannya harus terjamin. Dengan demikian maka pembuktian dalam matematika menjadi salah satu modal terpenting dalam pengembangan matematika. Beberapa orang menganggap pembuktian dalam matematika merupakan suatu keindahan tersendiri walaupun seringkali dalam merangkai fakta-fakta kebenaran melalui penalaran yang logis tidaklah mudah. Diperlukan banyak latihan dan pembelajaran untuk menguasai keterampilan ini. Berlatih memahami bukti adalah salah satu cara termudah dalam memulai memahami konsep matematika yang lebih abstrak.  Akan tetapi pada kenyataannya memahami bukti  yang sudah ada saja bukan merupakan hal yang mudah, apalagi jika diminta untuk membuktikan. Oleh karena itu dalam tulisan ini akan diulas salah satu alternatif penggunaan mind map dalam membantu memperkenalkan konsep terkait pembuktian dan membiasakan diri menggunakan metode-metode pembuktian yang sudah ada.

  2. Tren Pendidikan Teologi Di Dunia (Perspektif C&MA “Quality Control”: Keunggulan Dalam Pendidikan Teologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrew Scott Brake

    2015-03-01

    Full Text Available Artikel ini membahas tentang tren-tren baru dalam pendidikan tinggi teologi di dunia hari ini dari perspektif C&MA. Pendidikan teologi telah mengalami perubahan, yang dulunya hanya dibatasi pada beberapa orang di abad ke-18 dan ke-19, sampai saat ini di mana pendidikan terbuka bagi orang-orang dari bermacam-macam latar belakang. Ada beberapa isu keunggulan yang harus dihadapi oleh sekolah-sekolah teologi. Pertama adalah keunggulan dalam kepemimpinan, termasuk menentukan masa depan sekolah dan memimpin dengan rendah hati serta menjadi teladan. Yang kedua adalah keunggulan dalam bahan akademis, termasuk kepentingan penerbitan, khususnya dari “Dunia Selatan”, kepentingan tren oralitas, dan tren mengenai kepentingan mahasiswa. Yang ketiga adalah keunggulan dalam administrasi. Isu ini membahas tentang kejujuran dan integritas dan usaha untuk masuk dalam dunia teknologi abad ke-21. Yang keempat adalah keunggulan dalam karakter atau formasi rohani. Jika sebuah sekolah memerhatikan keempat isu mengenai keunggulan ini, maka akan ada masa depan yang penuh pengharapan.Kata-kata kunci: keunggulan, pendidikan teologi, kepemimpinan, formasi rohani, teladan, orality, adminstrasi, akademis, perspektif C&MA, sekolah tinggi, penerbitanThis article addressed recent trens in theological education in the world today from a C&MA perspective. Theological Education has changed over the many years, from being limited to a select few in the 18th and 19th centuries, to now be open to many different people from many backgrounds. There are areas of excellence that theological schools must address. These are, first of all, excellence in leadership. This includes shaping the future of the school and leading with humility and example. Secondly is excellence in the area of academics. This includes the importance of publishing, especially from the “Global South”, the important tren of orality, and the tren of “student-first” mentality. Thirdly is excellence in the

  3. PENINGKATAN KUALITAS WARNA KUNING DAN MERAH SERTA PERTUMBUHAN BENIH IKAN KOI MELALUI PENGAYAAN TEPUNG KEPALA UDANG DALAM PAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Subamia

    2016-04-01

    Full Text Available Ikan hias koi merupakan salah satu produk perikanan yang budidayanya telah dikuasai oleh petani ikan di beberapa daerah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas warna benih ikan hias koi melalui pengayaan tepung kepala udang dalam pakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan perlakuan dosis tepung kepala udang dalam formulasi pakan sebagai sumber karotenoid yaitu: 0% (kontrol, 5%, 10%, 15%. Pakan yang diberikan diformulasikan dengan isoprotein (30%, dan isolipid (15%. Ikan yang digunakan adalah benih dan ditempatkan dalam hapa-hapa di kolam. Pengamatan yang dilakukan selama pemeliharaan adalah parameter kualitas warna yang dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan TCF (Toca Color Finder, sedangkan pengukuran kuantitatifnya dilakukan dengan pengukuran total karotenoid pakan dan jaringan tubuh ikan. Selain itu, dilakukan pula pengamatan parameter pertumbuhan panjang, dan bobot yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas warna pada ikan koi optimal pada pemberian tepung kepala udang sebesar 10% dicirikan dari nilai warna kuning dan merah. Selama penelitian juga diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik bobot dan panjang tubuh, dan sintasan pada semua perlakuan.

  4. Uji Efektivitas Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia dalam Mempercepat Laju Disinfeksi Bakteri Escheria Coli pada Proses Solar Water Disinfection

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saprian Saprian

    2015-08-01

    Full Text Available Solar Water Disinfection (SODIS memerlukan waktu rata-rata berkisar antara 5-6 jam untuk dapat membunuh bakteri 3-4 Log pada air berkapasitas maksimal 2 liter atau 1 jam dengan suhu di atas 50°C. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dengan mengkombinasikan SODIS dengan psoralens, zat aktif seperti yang terdapat pada jeruk Lemon (Citrus Limon dapat menginaktivasi bakteri hingga 5,6 Log reduksi dalam rentang waktu 30 menit pada suhu 29°C. Mengingat faktor ketersediaan dan harga jeruk lemon di Indonesia maka pada penelitian ini dilakukan pengamatan dengan menggunakan jeruk nipis (Citrus aurantifolia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi jeruk nipis untuk dipergunakan dalam mempercepat laju disinfeksi pada proses SODIS. Adapun faktor-faktor yang akan dipelajari terkait dengan hubungan antara variasi dosis jeruk nipis, perubahan pH dan suhu air terhadap efisiensi inaktivasi bakteri yang mampu dihasilkan. Variasi jeruk nipis yang digunakan adalah 0%, 2%, 4% dan 6% dengan variasi waktu 0 menit, 30 menit, 60 menit dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan SODIS dengan menggunakan jeruk nipis mampu menginaktivasi E. coli sebesar 5.4 Log dengan waktu 1 jam pada suhu 32°C. Hal ini menunjukkan bahwa Jeruk nipis berpotensi untuk digunakan dalam mempercepat laju disinfeksi E. coli pada air minum. Kata Kunci : SODIS, E.coli, Psoralens, Jeruk Nipis

  5. PERBANDINGAN EFEKTIFITAS DOSIS SEKALI MINUM ARTEMISININ-NAFTOKUIN DENGAN DIHIDROARTEMISININ-PIPERAKUIN PADA PENGOBATAN PASIEN DEWASA MALARIA FALSIPARUM TANPA KOMPLIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadjar Siswantoro

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakKombinasi pengobatan berbasis artemisinin yang praktis dan sederhana dengan kepatuhan minum obat yang baik telah ditunjukkan dalam artikel utama: “Efficacy and Safety of Artemisinin-naphthoquine versus  dihydroartemisinin-piperaquine  in  adult  patients  with  uncomplicated  malaria:  a  multi-centre study in Indonesia” pada pasien dewasa dengan malaria apapun. Untuk melengkapi data terdahulu, disajikan  data  keamanan  dan  efikasi  obat  sekali  minum  artemisinin-naftokuin  (ANT  dibandingkan dihidroartemisinin-piperakuin  (DHP  pada  pengobatan  pasien  dewasa  dengan  malaria  falsiparum. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efikasi dan keamanan antara ANT dengan DHP pada pasien dewasa dengan malaria falsiparum. Studi dilakukan dengan uji klinik fase III, acak, terbuka menggunakan amplop terbuka, menggunakan protokol who untuk menilai efikasi obat antimalaria yang dipantau selama 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan efikasi ANT dan DHP pada hari ke-42 berturutturut adalah 100% (74/74 dan 97,1% (66/68 dengan 2,9% (2/68 mengalami kegagalan pengobatan kasep.  Kejadian  sampingan  adalah  2,5%  batuk  setelah  pengobatan  ANT,  dan  1,4%  batuk  setelah pengobatan  DHP.  Kesimpulan  yang  diambil ANT  dosis  tunggal  aman  dan  efektif  seperti  DHP  dosis tunggal harian selama 3 hari untuk pengobatan malaria falsiparum dewasa tanpa komplikasi.Kata  kunci:  malaria,  dihidroartemisinin-piperakuin,  artemisinin-naftokuin,  Plasmodium  falciparum, Indonesia.AbstractA practical and simple Artemisinin based combination  therapy (ACT with good compliance  in adult patients for all malaria species has been shown in the first article: “Efficacy and Safety of Artemisininnaphthoquine  versus  dihydroartemisinin-piperaquine  in  adult  patients  with  uncomplicated  malaria:  a multi-centre study in Indonesia”. It is worth to add data safety and efficacy of

  6. Prenatal radiation doses from radiopharmaceuticals; Dosis absorbida en el feto por administracion de radiofarmacos

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Rojo, A M; Gomez Parada, I M; Di Trano, J L

    1999-12-31

    The radiopharmaceutical administration with diagnostic or therapeutic purpose during pregnancy implies a prenatal radiation dose. The dose assessment and the evaluation of the radiological risks become relevant due to the great radiosensitivity of the fetal tissues in development. This paper is a revision of the available data for estimating fetal doses in the cases of the more frequently used radiopharmaceuticals in nuclear medicine, taking into account recent investigation in placental crossover. The more frequent diagnostic and therapeutic procedures were analyzed according to the radiation doses implied. (author) 8 refs. [Espanol] La administracion de radiofarmacos con fines diagnosticos o terapeuticos durante el embarazo, resulta en una dosis absorbida en el feto. La evaluacion de esta dosis y la consiguiente estimacion del riesgo radiologico asociado, adquiere relevancia dada la mayor radiosensibilidad de los tejidos fetales con respecto a la de los adultos. El proposito de este trabajo es hacer una revision de los lineamientos existentes sobre las hipotesis a considerar en el calculo de dosis al feto para los radiofarmacos de uso mas frecuente, incorporando las investigaciones recientes que aportan informacion sobre la transferencia placentaria, teniendo en cuenta la edad gestacional. Se analizan las practicas diagnosticas y terapeuticas mas frecuentes comparando las dosis que implican en el feto con los limites internacionalmente aceptados. Se pretende asi disponer de las herramientas necesarias para responder a las consultas sobre los riesgo radiologicos debidos a la administracion de radiofarmacos a embarazadas. (autor)

  7. Characterization of Brønsted acid-base complexes by ¹⁹F DOSY.

    Science.gov (United States)

    Subramanian, Hariharaputhiran; Jasperse, Craig P; Sibi, Mukund P

    2015-03-20

    A (19)F DOSY protocol for the determination of formula weights for acid-base complexes in solution has been developed. (19)F internal standards were chosen and were used to evaluate the formula weights of complexes in solution using simple diffusion coefficient (D)-formula weight (FW) analysis. This method has potential applications in characterization of reactive intermediates in catalytic asymmetric reactions.

  8. KARAKTERISTIK RUMAH TANGGA RAWAN PANGAN UNTUK PEMANTAUAN KONSUMSI DALAM PWSPG DI DUA DESA IDT DI KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Prihatini

    2012-11-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis terhadap karakteristik rumah tangga dari data penelitian tentang metode kualitatif untuk menggambarkan perubahan konsumsi secara kuantitatif di dua desa tertinggal di Kabupaten Boyolali. Analisis ini bertujuan untuk mencari karakteristik rumah tangga rawan pangan untuk pemantauan konsumsi dalam PWS-PG (Pemantauan Wilayah Setempat Pangan dan Gizi. Sampel adalah rumah tangga (RMT dengan keadaan sosial ekonomi rendah atau miskin. Sampel dipilih oleh pamong desa dan kepala dusun secara purposive sebanyak 50 rumah tangga di masing-masing desa. Jumlah sampel seluruhnya adalah 100 rumah tangga. Daya yang dikumpulkan yaitu data konsumsi pangan dan sosial ekonomi keluarga meliputi jumlah anggota rumah tangga, mata pencaharian, tingkat pendidikan kepala keluarga, keadaan perumahan dan pemilikan barang berharga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 RMT yang diamati, 64 RMT diantaranya mengalami penurunan konsumsi pada musim paceklik, dengan karakteristik yaitu 79 RMT (79% mempunyai anggota rumah tangga lebih dari 4 orang, 48 RMT (48% dengan pendidikan KK kurang dari 6 tahun, 78 RMT (78% dengan keadaan perumahan sedang (dinding papan dan lantai tanah dan 52 RMT (52% tidak memiliki barang berharga. Hasil Analisis T-test Proporsi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata antara perubahan konsumsi energi dengan jumlah anggota rumah tangga, tingkat pendidikan kepala keluarga, keadaan perumahan dan pemilikan barang berharga. Pemilihan 10 KK sampel untuk pemantauan konsumsi pangan dalam PWS-PG di tingkat dusun, tetap dapat dilakukan dengan kriteria yang sudah ada yaitu pemilikan lahan sempit dan pekerjaan tidak tetap.

  9. Bahagia dalam Meraih Cita-cita: Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Teknik Arsitektur Ditinjau dari Regulasi Emosi dan Efikasi Diri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyani Alfinuha

    2017-10-01

    Abstrak: Subjective well-being merupakan evaluasi individu terhadap kehidupannya yang meliputi penilaian kognitif dan afeksi. Individu dikatakan memiliki subjective well-being tinggi jika mengalami lebih banyak afeksi positif atau perasaan menyenangkan dan puas atas kehidupan yang dimiliki. Sebaliknya, orang yang memiliki subjective well-being rendah cenderung diliputi perasaan-perasaan negatif dalam dirinya. Oleh sebab itu, subjective well-being sangat penting dalam kehidupan setiap individu tidak terkecuali pada mahasiswa baru. Ada banyak faktor yang mempengaruhi subjective well-being antara lain jenis kelamin, religiusitas, pendidikan, kecerdasan, regulasi emosi dan self efficacy. Penelitian ini mem­focus­kan tentang pengaruh efikasi diri dan regulasi emosi terhadap subjective well-being. Penelitian ini melibatkan 107 orang mahasiswa baru jurusan teknik arsitektur yang terdiri dari 51 orang laki-laki dan 56 orang perempuan Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang diukur menggunakan empat skala yaitu Possitive and Negative Affect Schedule (PANAS, Satisfaction with Life Scale (SWLS, General Self efficacy (GSE dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ. Analisis yang dilakukan adalah analisis deskripsi dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh self efficacy dan regulasi emosi terhadap subjective well-being. Secara bersama-sama, self efficacy dan regulasi emosi mempengaruhi subjective well-being sebesar 32,5%terhadap subjective well-being. Secara terpisah, self efficacy memberikan sumbangan sebanyak 21,62% dan regulasi emosi sebanyak 3,53% terhadap subjective well-being.

  10. PENGGUNAAN BIOCATALYS ELECTROLYSIS DALAM PENURUNAN KONSENTRASI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS DAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD LIMBAH DOMESTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiharyanto Oktiawan

    2016-09-01

    Full Text Available Secara umum air limbah kegiatan rumah tangga (domestik dibuang langsung menuju badan air seperti sungai dan danau. Pengolahan limbah cair secara biologis (aerob sering menghasilkan lumpur dalam jumlah besar. Jumlah lumpur dapat dikurangi dengan pengolahan anaerob. Sistem bioelektrokimia merupakan salah satu terobosan teknologi yang memungkinkan untuk mengolah limbah sekaligus menghasilkan energi berupa gas metana. Penggunaan biocatalys electrolysis dapat mengatasi kelemahan proses anaerob secara konvensional dalam penurunan konsentrasi TSS dan COD limbah domestik salah satunya mampu menghasilkan gas H2 dari proses elektrolisis. Penambahan daya ekternal sebesar 6 volt mampu menyisihkan TSS sampai kadar 82 mg/l dari kadar semula 157 mg/l. Tegangan 12 volt mampu menurunkan kadar COD sampai 47,46 mg/l dari kadar awal 223 mg/l. Penyisihan TSS paling rendah pada waktu elektrolisis 15 menit dengan kadar 87 mg/l. Penambahan waktu elektrolisis sebanding dengan penurunan konsentrasi COD limbah domestik. Pada penelitian ini kualitas maupun kuantitas gas metana tidak diketahui secara jelas. Selain gas metan, produk fermentasi juga belum diketahui.

  11. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN KESADARAN METAKOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SMA DALAM MATERI POKOK ASAM BASA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwiek Tamsyani

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hasil belajar penyebaran dengan model pembelajaran penemuan dan inkuiri terbimbing menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan desain faktorial 2 × 2. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Takalar. Sampel penelitian dipilih dengan random sampling teknik acak kelas yang terdiri atas 2 kelas. Kelas XI IPA 1 (34 peserta didik sebagai kelas eksperimen 1 dibelajarkan dengan model pembelajaran penemuan dan kelas XI IPA 2 (33 peserta didik sebagai kelas eksperimen 2 dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Instrumen penelitian menggunakan yaitu, angket Inventori Kesadaran Meta kognitif dan tes hasil belajar. Penggunaan program SPSS versi 20.0 menunjukkan bahwa 5 soal essay valid dengan reliabilitas sebesar instrumen sebesar 0.699. Data penelitian dianalisis pada taraf signifikan α = 0.05 dengan uji anova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 Rata-rata nilai hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran penemuan, hasilnya lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. (2 Rata-rata nilai hasil belajar peserta didik dengan kesadaran metakognitif tinggi, hasil belajar peserta didik lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai hasil belajar dengan kesadaran metakognitif rendah. (3 Terjadi interaksi antara model pembelajaran dan kesadaran metakognitif dalam mempengaruhi hasil belajar SMA Negeri 2 Takalar. Jadi, ada pengaruh antara model pembelajaran dan kesadaran metakognitif terhadap hasil belajar peserta didik SMA Negeri 2 Takalar dalam materi pokok asam basa.

  12. Korupsi dalam Film Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rhafidilla Vebrynda

    2015-01-01

    Full Text Available Abstract: Corruption has been rooted and institutionalized in our smallest environment. The campaign to fight corruption comes from various organizations through numerous varieties of means. This study looks at the Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK campaign through a film entitled “Kita Versus Korupsi”. This study uses narrative analysis by looking at the elements of narrative, narrative structure, the analysis model of aktan and the Greimas’ semiotic square. It is found that the film narrates corruption as trouble and resistor. The various forms of corruption are narrated using the combination of techniques scene, dialogue and flashback. Abstrak: Korupsi sudah mengakar dan melembaga hingga lingkungan terkecil kita. Kampanye untuk melawannya datang dari berbagai pihak melalui beragam sarana. Penelitian ini melihat kampanye Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK melalui film “Kita Versus Korupsi”. Menggunakan metode analisis naratif dengan melihat unsur naratif, struktur naratif, analisis model aktan dan oposisi segi empat Algirdas Greimas, penelitian ini menemukan bahwa korupsi dinarasikan sebagai gangguan dan penghambat. Film tersebut selalu menghadapkan pelaku korupsi dengan pihak yang tidak korupsi secara langsung. Latar belakang pengetahuan tokoh utama tentang korupsi berpengaruh dalam pengambilan keputusannya. Berbagai bentuk korupsi dinarasikan dengan teknik penggabungan scene, dialog dan flashback.

  13. Toxicidad de VA-DIFTET® por administración a dosis repetida en ratones

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pablo González

    2000-06-01

    Full Text Available Una vez estudiada la toxicidad de la vacuna VA-DIFTET® (vacuna antidiftérica antitetánica por administración a dosis única en dos especies de animales, se impone la evaluación a dosis repetida, teniendo en cuenta que el esquema de inmunización en humanos prevé la aplicación de tres dosis cuando el componente pertusis de la DPT está contraindicado. Se emplearon 210 ratones OF-1 de ambos sexos. Los grupos experimentales fueron similares a los de la prueba a dosis única con la vacuna dúplex, anatoxina diftérica, anatoxina tetánica, adyuvante, tiomersal, solución salina fisiológica y un grupo control no tratado. Un grupo de hembras y otro de machos fue asignado aleatoriamente a cada tratamiento y para recibir 1, 2 ó 3 dosis por vía intramuscular. Tras cada aplicación se evaluó la aparición de síntomas clínicos, el incremento de peso, el consumo de agua y alimento y la dinámica de la respuesta inmune contra las anatoxinas tetánica y diftérica, específicamente de tipo IgG, mediante ELISA indirecto. Al término de las observaciones los animales fueron sacrificados y se realizaron estudios anatomopatológicos. Además, durante el sacrificio se evaluó el índice relativo de bazo y timo, así como la relación bazo/timo. No se comprobaron alteraciones que evidenciaran toxicidad por parte de la vacuna y sus componentes. Asimismo, se demostró una marcada respuesta inmune en los grupos vacunales e inoculados con las anatoxinas. Se considera que los resultados de la prueba fueron satisfactorios.

  14. Peran Green Building dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Lingkungan Binaan

    OpenAIRE

    Baharuddin

    2012-01-01

    Presentasi ini menjelaskan tentang peran green building dalam meningkatkan kualitas lingkungan. Lebih detail menjelaskan tentang peran green building dalam lima aspek: lokasi dan site, efisiensi air, energi, material, dan kualitas lingkungan dalam ruangan

  15. KEEFEKTIFAN STRATEGI MODELING PARTISIPAN DALAM BANTUAN TEMAN SEBAYA (PEER HELPING UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zeti Novitasari

    2017-03-01

    Full Text Available Interpersonal communication is one of important skills that should be owned by a student to reach success in the future. Thus, it is needed a proper strategy to improve students interpersonal communication.this study aims at knowing the effectivity 0f participant modelling strategy and covert modelling implemented in peer helping to improve interpersonal communication of senior high students. This study uses pretest and posttest control group design. Participant modeling strategy as experimental group and covert modeling as control group. Every experimental group and control group consist of six students who have low interpersonal communication. The instruments used are interpersonal communication scale, instruction of peer helping by using participant modelling strategy and covert modeling, reflexion sheet, and observation sheet. This study uses two kinds analysis, namely non parametric statistic test, two-independent sample Test-Mann-Whitney U and Wilcoxon test, an analysis to know the changing of each group. The result of study shows participant modeling strategy could improve students interpersonal communication. Komunikasi interpersonal merupakan salah satu ketrampilan yang sangat penting dimiliki oleh seorang pelajar untuk mencapai keberhasilan dalam aktivitas masa depan. Hal tersebut menyebabkan perlu strategi yang tepat untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan strategi modeling partisipan dan covert modeling yang diimplementasi dalam bantuan teman sebaya untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMA. Penelitian ini menggunakan rancangan adalah pretest and posttest control group design. Strategi modeling partisipan sebagai kelompok eksperimen dan covert modeling sebagai kelompok control. Setiap kelompok eksperimen dan control terdiri dari enam siswa yang terjaring memiliki komunikasi interpersonal rendah. Instrument yang digunakan adalah skala komunikasi

  16. PERAN SELF-REGULATED LEARNING DALAM MEMODERASI PENGGARUH LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AKUNTANSI KOMPUTERSISWA KELAS XI KOMPETENSI KEAHLIAN AKUNTANSI SMK N 1 KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elsa Puspasari

    2015-11-01

    Full Text Available Prestasi belajar komputer akuntansi siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor.Dalam penelitian ini faktor yang diduga mempengaruhi prestasi belajar akuntansi adalah lingkungan teman sebaya, media sosial dan Self-Regulated Learning.Masalah dalam penelitian ini berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa prestasi belajar komputer akuntansi siswa kelas XI kompetensi keahlian akuntansi SMK N 1 Kendal tergolong rendah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran dari Self-Regulated Learning yang menjadi memoderasi pengaruh lingkungan teman sebaya dan media sosial dalam meningkatkan prestasi belajar akuntansi komputer siswa kelas XI kompetensi keahlian akuntansi SMK N 1 Kendal. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK N 1 Kendalkelas XI kompetensi keahlian akuntansi tahun ajaran 2014/2015.Jumlah sampel sebanyak 84 siswa yang merupakan sampel proportional random sampling.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dokumentasi dan kuesioner atau angket.Metode analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan uji nilai selisih mutlak. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa lingkungan teman sebaya, media sosial dan Self-Regulated Learning masuk dalam kriteria cukup dan prestasi belajar komputer akuntansi masuk dalam kriteria rendah. Students’ learning achievement in computer accountingwas effected by many factors. In this study, the factors which were suspected, could effect the accounting learning achievement were peer environment, social media, and self regulated learning. Based on the results of this study at the beginning, the research problem was the students’ accounting computer learning achievement at eleventh grade of accounting competence skill in SMK N 1 Kendal was low. This study aimed at knowing the effect of peer environment, social media, the use of regulated learning in moderating the effects of peer environment, social media on the students’ accounting computer achievement at eleventh grade in

  17. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERDESAAN DALAM PEMBANGUNAN (Studi Kasus Perempuan Di Desa Samboja Kuala, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Hydro Foilyani

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Latar belakang penelitian ini adalah belum diikutsertakannya perempuan perdesaan di dalam berbagai aspek pembangunan, sehingga mereka perlu diberdayakan agar dapat berfungsi sebagai subyek maupun obyek di dalam pembangunan, baik sebagai perencana, pengambil keputusan, pelaksana, maupun masyarakat dan menikmati hasil pembangunan secara merata. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendiskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan aspek-aspek yang berhubungan dengan: (1 Latar belakang kehidupan sosial perempuan di desa Samboja Kuala, (2 Upaya yang dilakukan perempuan di desa Samboja Kuala dalam memenuhi kebutuhannya, (3 Upaya  yang dilakukan untuk memberdayakan perempuan di Desa Samboja Kuala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi, yaitu model interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang perempuan di Desa Samboja Kuala Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara sebagian besar memiliki pendidikan yang rendah,  pernikahan diusia muda menyababkan mereka tidak mampu bertahan dan akhirnya bercerai, sehingga secara sosial dan ekonomi tidak dapat berdaya. Upaya yang dilakukan oleh perempuan di Desa Samboja Kuala dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya adalah mereka berupaya menjadi tenaga buruh seperti pembuat ikan kering, penimbang ikan di TPI, pembuat keranjang tempat ikan dan membuka toko dengan skala kecil.  Upaya yang dilakukan dalam rangka memberdayakan perempuan di Desa Samboja Kuala adalah dengan diberikannya keterampilan dan pelatihan, adanya bantuan modal  bergulir serta bantuan dalam bentuk peralatan. Secara umum perempuan Desa Samboja Kuala masih perlu diberdayakan mengingat pendidikan mereka yang masih rendah, banyak dari mereka menyandang status janda sehingga mereka hanya mengandalkan tenaga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya tanpa memiliki keahlian maupun

  18. Development of DosiMap: dosimetry device for radiotherapy quality assurance; Developpement du DosiMap: instrument de dosimetrie pour le controle qualite en radiotherapie

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Frelin, A.M

    2006-10-15

    This thesis deals with the development of a new dosimetry device for the control of radiotherapy beams. This device is composed of a plane plastic scintillator which is set within a polystyrene phantom. When the 'DosiMap' is irradiated, light is produced. This light is composed of scintillation and Cerenkov radiation, and is accurately measured by a C.C.D. camera. The analysis of the light distribution enables us to deduce the dose distribution in the scintillator plan. This device has many advantages such as tissue equivalence, a good spatial resolution, and a linear response with regard to energy. It also provides immediate measurements, and as a consequence, it is a very adapted tool for clinical use. After the introduction about the basic notions of radiotherapy, the different steps of the 'DosiMap' development are exposed in this thesis. In a first time, plastic scintillators have been tested to determine the best one for this application. Then, the deconvolution of scintillation and Cerenkov radiation have been studied, because we only use scintillation to calculate the dose distribution. The camera being in the irradiation room, a lead shield has also been developed to protect the C.C.D. detector from scattered radiations. Finally, the dose calibration and the dose response of 'DosiMap' are exposed. All this work made feasible the measurement of dose distributions with a precision which turns out to be better than 2% for homogeneous photon beams. Excellent results were also obtained when modulated intensity beams are used. (author)

  19. IMPLEMENTASI QUALITY MANAGEMENT SYSTEM ISO 9001:2008 DALAM PEMBELAJARAN PRODUKTIF KEAHLIAN TEKNIK MESIN DAN OTOMOTIF SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Ariful Ulfi

    2013-07-01

    Full Text Available The implementation of ISO 9001:2008 quality management system in the productive learning on the mechanical engineering and automotive in vocational high school. This research uses qualitative approach in term of a case study. The research is conducted at SMKN I Purwosari. The results of this research show that (1 the reason of the ISO imple­mentation is to obtain community trust, to improve compe­titiveness, and to increase the quality of the graduates; (2 the implementation of the quality management system in the learning process refers to the concept of PDCA of the ISO system; (3 the obstacles occured during the implementation of ISO is due to the lack of teachers’ awareness on the ISO system; and (4 some efforts to overcome those obstacles include developing commitment among all elements, socialization, supervision, and doing some preventive efforts. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 1 Purwosari. Adapun fokus penelitian adalah alasan penerapan ISO, implementasi dalam pembelajaran, hambatan, dan upaya mengatasi hambatan pelaksanaan ISO 9001:2008. Hasil penelitian menunjukkan   (1 alasan penerapan ISO adalah agar sekolah dipercaya masyarakat, meningkatkan daya saing, dan mening­kat­kan mutu lulusan; (2 implementasi dalam pembelajaran mengacu  pada konsep PDCA ke dalam sistem manajemen mutu ISO; (3 hambat­an implementasi ISO adalah tingkat kesadaran guru terhadap ISO yang rendah; (4 upaya mengatasi hambatan adalah membangun komitmen bersama, sosiali­sasi, supervisi, dan melakukan usaha pencegahan.

  20. KRITIK TEORI HUKUM FEMINIS TERHADAP UU NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN: Suatu Upaya dalam Menegakkan Keadilan HAM Kaum Perempuan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Habib Shulton Asnawi

    2016-09-01

    Full Text Available In Indonesia, women still suffer discrimination and injustice. This is supported by the persistence of gender-biased laws not giving the protection of the rights of women, such as Law No. 1 of 1974 about Marriage. Women's issues that was settled in the line of traditional Islamic law (classical tending to be conservative and literal in understanding religious messages and doctrines, such as the patriarchal culture which puts women as beings lower position than men. Patriarchal culture which is done with legism legalized legislation in its application to the gender bias that is highly detrimental for women. The marginalization of women then occurs and is caused by the differences and gender inequalities that cause woman discomfort and not free. Therefore, all forms of injustice is a violation to Human Rights (HAM, a crime against human dignity and a form of discrimination that must be abolished. [Di Indonesia, perempuan masih mengalami diskriminasi dan ketidakadilan. Hal ini didukung oleh masih adanya undang-undang bias gender yang belum memberikan perlindungan terhadap hak-hak perempuan, seperti UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Isu-isu perempuan yang dimapankan di dalam UU tersebut sejalan Islam tradisional (klasik yang cenderung konservatif dan literal dalam memahami pesan-pesan keagamaan dan doktrin-doktrin yang ada, seperti budaya patriarkhis, yang menempatkan perempuan sebagai makhluk yang lebih rendah kedudukannya dari pada laki-laki. Budaya patriarkhis yang dilakukan dengan kecenderungan legisme itu telah melegalisir peraturan perundang-undangan bias gender ke dalam penerapannya yang sangat merugikan perempuan. Marginalisasi perempuan kemudian terjadi dan disebabkan oleh perbedaan  dan ketidakadilan gender yang menyebabkan ketidaknyamanan serta terbelenggunya kebebasan perempuan. Karena itu, segala bentuk ketidakadilan merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM, kajahatan terhadap martabat kemanusiaan dan bentuk diskriminasi yang

  1. Wayang dalam Tari Sunda Gaya Priangan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iyus Rusliana

    2017-03-01

    ABSTRAK   Tulisan ini merupakan kajian terhadap potensi wayang dalam lingkup budaya Sunda subkultur Priangan, khususnya seni tari. Awalnya kata wayang diartikan untuk menyebut boneka dari kayu yang dimainkan dalang dalam pertunjukan seni pedalangan atau untuk menunjukkan ceritanya dalam pertunjukan seni padalangan, dan juga bisa secara langsung untuk menyebut seni padalangan Wayang Golek. Selanjutnya potensi wayang ini berpengaruh kuat ke dalam beberapa aspek kehidupan yang berbau kepercayaan dan juga kesenian, termasuk ke tari Sunda gaya Priangan. Karena wayang mengandung makna religius yang tersirat dalam isi ceritanya, maka wayang dalam tari Sunda gaya Priangan tidaklah lepas dari misi atau pesan moral ke arah tuntunan hidup. Lahirnya Wayang Wong Priangan, terungkap sebagai bentuk dramatari berdialog dengan membawakan cerita wayang secara utuh atau sebagian, dan senantiasa adanya pertentangan antara tokoh wayang yang jahat dengan yang menumpas kejahatan.   Kata kunci: subkultur Priangan, Tari Wayang, gaya Priangan

  2. KONSEP KELUARGA SAKINAH DALAM TRADISI BEGALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarif Hidayat

    2016-05-01

    transformasi nilai-nilai simbolik yang terkandung dalam perlengkapan begalan. Jika dilihat dari sisi sosiologis makna yang terkandung dalam begalan telah memenuhi sembilan fungsi keluarga yaitu, fungsi Biologis, Ekonomi, Kasih Sayang, Pendidikan, Perlindungan, Memasyarakatkan, Rekreasi, Status Keluarga dan Fungsi Beragama. Jika apa yang ada dalam begalan bisa diterima dan dijalankan oleh kedua calon pengantin tidak menutup kemungkinan bahwa fungsi keluarga akan berjalan baik dan niscaya kehidupan keluarga yang bahagia dan sejahtera akan terbentuk.

  3. KONTRIBUSI UNGKAPAN TRADISIONAL DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN BERAGAMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Tri Haryanto

    2013-12-01

    Masyarakat Ganjuran Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro Bantul DIY mampu memelihara kerukunan umat beragama, meskipun berbeda agama. Hal ini disebabkan adanya elemen-elemen yang menjadi perekat sosial berupa kearifan-kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat Ganjuran. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif ini mengungkapkan kearifan lokal pada masyarakat Ganjuran dalam memelihara kerukunan dalam bentuk ungkapan-ungkapan tradisional dan tradisi kenduri. Masyarakat Ganjuran memiliki pandangan sosial guyub rukun yang diungkapkan melalui berbagai ungkapan tradisional seperti rukun agawe santosa crah agawe bubrah.

  4. ANALISIS JAM KERJA EFEKTIF DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DENGAN METODE PDCA DI PT NMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hery Hamdi Azwir

    2018-04-01

    Full Text Available Adanya persaingan yang sangat ketat di pasar menuntut produsen untuk melakukan perbaikan secara terus menerus untuk menghasilkan produk dengan kualitas terbaik dan harga paling kompetitif. Hal tersebut merupakan suatu kewajiban yang tidak terhindarkan agar perusahaan mampu bertahan. PT NMI adalah produsen pedestal yang menganut sistem job order. Dalam usaha untuk meningkatkan daya saing karena meningkatnya tuntutan pelanggan, perusahaan ini memiliki kendala yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengiriman. Hasil observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa penyebabnya adalah utilisasi jam kerja yang masih rendah yaitu hanya 68,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mencari cara agar utilisasi dapat ditingkatkan sehingga kepastian waktu pengiriman menjadi lebih baik. Metodologi yang digunakan adalah analisis jam kerja efektif pada PT. NMI dengan menggunakan metode Plan-Do-Check-Act (PDCA. Pendekatan dilakukan dengan mengidentifikasi cara menaikkan utilisasi jam kerja agar dapat meningkatkan kapasitas produksi pedestal dengan memperhatikan produktivitas dan jumlah karyawan sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan tepat waktu. Penerapan PDCA menghasilkan solusi bahwa upaya meningkatkan jam kerja efektif dapat dilakukan dengan merubah standard raw material yang digunakan dan standard kerja produksi. Setelah dilakukan perubahan standard raw material dan penggunaan standard kerja produksi yang baru, diperoleh hasil pemakaian jam kerja mengalami peningkatan dari 68,7% menjadi 82,4% dan produktivitas tenaga kerja meningkat dari 41 pcs/jam menjadi 52 pcs/jam.

  5. STRATEGI PENGELOLAAN ZAKAT DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irsyad Andriyanto

    2011-06-01

    Dalam Islam upara pengatasan kemiskinan adalah dengan zakat. Oleh karena itu, zakat seharusnya dikelola secara produktif dan profesional sehingga zakat dapat mengambil bagian dalam merealisasikan ide-ide Islam untuk mensejahterakan masyarakat Saah satu lembaga yang terbukti telah mampu mengelola zakat secara terpercaya, transparan, dan profesional adalah Rumah Zakat Indonesia (RZI. Kajian ini menggunakan pendekatan sosial-ekonomi, Analisis yang yang digunakan bertujuan untuk mempermudah data ke dalam bentuk yang lebih mudah untuk dibaca dan diinterpretasikan. Analisis yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis deskriptif.

  6. Pernyaian Dalam Masyarakat Tionghoa: Refleksi Dalam Sastra Peranakan Tionghoa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Susanto

    2012-06-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan melihat dinamika pemikiran atau pandangan pengarang peranakan Tionghoa tentang pernyaian. Pernyaian telah menjadi kebiasaan atau budaya pada masa kolo­nial di Indonesia. Baik golongan Eropa maupun Tionghoa menerima praktik budaya ini. Para intelektual peranakan Tionghoa memiliki perbedaan pandangan dan pemikiran terhadap praktik ini. Mereka menulis banyak buku seperti karya sastra dalam menghadapi realitas ini. Menurut pandangan Dilthey, karya sastra adalah pemikiran yang diobjektifkan. Pandangan pragmatisme mengatakan bahwa karya sastra adalah hasil tindakan berpikir para pengarangnya. Pernyaian dalam masyarakat Tionghoa mengalami perubahan makna dari praktik yang “dilegalkan” menja­ di praktik yang “tidak bermoral” karena terjadi perubahan dalam memandang hubungan dalam keluarga dan nilai­nilai sosial yang baru. Abstract: This paper aims to see the dynamics of mind or worldview of Indonesian Chinese author on concubinage. The concubinage had become a habit or culture in the Indonesia colonial era. Both European and Indonesian Chinese people considered accepting this practices. Many Indonesian Chinese intellectual had different impression or opinion about this immoral practices. They wrote many books, e.g. literary works, about this corrupt attitude. Their ideas had given evidence about their intellectual history which based on mind. According to Dilthey, literary works can be considered as the objective mind. Based on pragmatic tradition, literary works result from the author’s action of thinking. Concubinage exercised by Indonesian Chinese had developed into a new worldview. It is influenced by the new paradigm which considers the family relationship and creating new social value. Key Words: literary works, objective mind, concubinage.

  7. Development of DosiMap: dosimetry device for radiotherapy quality assurance

    International Nuclear Information System (INIS)

    Frelin, A.M.

    2006-10-01

    This thesis deals with the development of a new dosimetry device for the control of radiotherapy beams. This device is composed of a plane plastic scintillator which is set within a polystyrene phantom. When the 'DosiMap' is irradiated, light is produced. This light is composed of scintillation and Cerenkov radiation, and is accurately measured by a C.C.D. camera. The analysis of the light distribution enables us to deduce the dose distribution in the scintillator plan. This device has many advantages such as tissue equivalence, a good spatial resolution, and a linear response with regard to energy. It also provides immediate measurements, and as a consequence, it is a very adapted tool for clinical use. After the introduction about the basic notions of radiotherapy, the different steps of the 'DosiMap' development are exposed in this thesis. In a first time, plastic scintillators have been tested to determine the best one for this application. Then, the deconvolution of scintillation and Cerenkov radiation have been studied, because we only use scintillation to calculate the dose distribution. The camera being in the irradiation room, a lead shield has also been developed to protect the C.C.D. detector from scattered radiations. Finally, the dose calibration and the dose response of 'DosiMap' are exposed. All this work made feasible the measurement of dose distributions with a precision which turns out to be better than 2% for homogeneous photon beams. Excellent results were also obtained when modulated intensity beams are used. (author)

  8. Irradiación de tabletas de polen: Estudio de dosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eloy Padrón Soler

    1995-08-01

    Full Text Available El polen constituye una fuente rica de nutrientes para el hombre; sin embargo, dado su origen los productos elaborados a partir de él suelen resultar de una inadecuada calidad higiénica, lo que los sitúa fuera de las especificaciones establecidas en el país, por lo que es necesario en estos casos la aplicación de un método de descontaminación adecuado. El presente trabjo tuvo por objetivo estudiar las posibilidades de radiodescontaminación de tabletas de polen 125 mg mediante la aplicación de diferentes niveles de dosis de radiaciones gamma (2-10 kGy. Se realizaron evaluaciones microbiológicas y fisicoquímicas pre y postratamiento y se encontró que 6 kGy como dosis mínima es la dosis adecuada de irradiación para lograr el objetivo propuesto.

  9. Penerapan Microskills dalam Domain Multicultural

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Happy Karlina Marjo

    2013-03-01

    Full Text Available Konselor multikultural menggunakan microskills yang bertujuan untuk memodifikasi interaksi konselor dalam membuat perbedaan yang signifikan pada kehidupan konseli dengan: (1 mengidentifikasi faktor-faktor dari respon nonverbal untuk diri konselor sendiri dan konseli, (2 memahami dasar intervieu microskills dalam proses menerima (attending, mendengarkan (listening, dan mempengaruhi (influencing, serta dampak potensial pada konseli untuk berubah, (3 mencatat fokus microskills, dan perhatian secara selektif yang merupakan dasar untuk masalah keluarga dan konseling multikultural, (4 mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan konfrontasi microskill, dan (5 mengetahui keterampilan intervieu sebagai acuan frame multikultural. Sedangkan domain kompetensi konseling multikultural untuk pendidikan dan praktek, antara lain: (1 Counselor Awareness of Own Cultural Values and Biases, (2 Counselor Awareness of Client’ Worldview, dan (3 Culturally Appropriate Intervention Strategies.

  10. Gambaran Konsumsi Sayur dan Buah Penduduk Indonesia dalam Konteks Gizi Seimbang: Analisis Lanjut Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermina Hermina

    2016-12-01

    oleh tenaga gizi yang telah dilatih. Data yang dianalisis adalah konsumsi sayur dan buah penduduk Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa hampir semua penduduk Indonesia mengonsumsi sayur (94,8% namun hanya sedikit yang mengonsumsi buah (33,2%. Rerata konsumsi sayur penduduk 70,0 gram/orang/hari dan konsumsi buah 38,8 gram/gram/orang/hari. Total konsumsi sayur dan buah penduduk 108,8 gram/orang/hari. Bila dibandingkan dengan kecukupan yang dianjurkan menurut pedoman gizi seimbang, konsumsi sayur dan buah tersebut masih rendah. Sebanyak 97,1% penduduk kurang mengonsumsi sayur dan buah. Bila dilihat dari kelompok umur, remaja adalah kelompok umur tertinggi yang kurang mengonsumsi sayur dan buah (98,4%. Kesimpulan: Konsumsi sayur-buah penduduk Indonesia masih rendah dalam konteks gizi seimbang menurut kelompok umur, baik di perkotaan maupun di perdesaan dan paling rendah adalah pada kelompok usia remaja.Kata kunci : Sayur dan buah, konsumsi, gizi seimbang, penduduk

  11. Divisi Marketing dalam Event Gerrymagination

    OpenAIRE

    Azkia, Safrina Dini

    2013-01-01

    GarudaFood Grup adalah Perusahaan makanan dan minuman subordinasi PT Tudung Group yang berdiri di Pati, Jawa Tengah. Pada awal 1987, Perusahaan ini mulai menjual produk kacang produksinya menggunakan merek Kacang Garing Garuda, yang dikenal sebagai Kacang Garuda. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, produk GarudaFood telah merambah pada beragam jenis produk lain seperti aneka biskuit, makanan ringan, wafer, permen, minuman berjeli, dan basic food. Perusahaan yang telah berdiri selama seperempat a...

  12. Perkembangan Korupsi Dalam Novel Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Shoim Anwar

    2012-12-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan korupsi yang terepresentasikan dalam novel Indonesia. Teori yang digunakan adalah teori sosiologi, kajian budaya, jaringan, dan pasca­kolonial. Sumber datanya adalah novel Korupsi (1954 karya Pramoedya Ananta Toer, Senja di Jakarta (1970 karya Mochtar Lubis, Ladang Perminus (1990 karya Ramadhan K.H., Orang-­Orang Proyek (2002 karya Ahmad Tohari, dan Memburu Koruptor (2009 karya Urip Sutomo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sesuai dengan latar waktu dalam novel, waktu penyelesaian, serta waktu diterbitkan, perkembangan korupsi dalam novel Indonesia dapat dirumuskan dengan periode tahun: 1945-1954, 1954-1957, 1966-1976/1982, 1991-1992/2001, 1998-2009. Korupsi dalam teks novel Indonesia berkembang semakin luas baik dari segi pelaku, penyebab, modus, maupun sifatnya. Abstract: This paper is aimed at describing the development of corruption in Indonesian novels. This paper uses theories of sociology, cultural studies, network, and postcolonial. The sources of data are Korupsi (1954 by Pramoedya Ananta Toer, Senja di Jakarta (1970 by Mochtar Lubis, Ladang Perminus (1990 by Ramadhan K.H., Orang­Orang Proyek (2002 by Ahmad Tohari, and Memburu Koruptor (2009 by Urip Sutomo. The result of the research shows that in accordance with the background of the time in the novels, completion time, and publication time, the development of corruption in Indonesian novels can be formulated by the way of periods of years: 1945-1954, 1954-1957, 1966-1976/1982, 1991-1992/2001, 1998-2009. Corruption in the texts of Indonesian novels has developed widely in terms of actors, causes, modes, and nature. Key Words: corruption, period, development, Indonesian novels

  13. ANALISIS LITOTES DALAM TUNJUK AJAR MELAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd Fauzi

    2014-11-01

    Full Text Available Litotes adalah salah satu kiasan dalam bahasa yang digunakan oleh orang-orang Melayu untuk mengekspresikan ide-ide mereka melalui pembicaraan atau karya sastra. Fenomena ini adalah kearifan lokal yang kaya dengan informasi tentang budaya Melayu. Berbagai jenis litotes dapat ditemukan dalam kitab Tunjuk Ajar Melayu yang ditulis oleh Tenas Effendy.

  14. PERKAWINAN SESAMA JENIS DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyoko Setyoko

    2016-05-01

    Pendalaman kembali terhadap berbagai teks-teks Qur’an dan Hadis, pendapat-pendapat ulama fikih klasik, serta tafsir-tafsir fikih modern dari Musdah Mulia akan dipaparkan sebagai bahan dalam membuat analisis atas masalah tersebut. Sedangkan maqa>s}id asy-syari>‘ah menjadi materi untuk menganalisis dalam rangka mendapatkan sebuah kesimpulan.

  15. Mixed Methods: Pengantar dalam Penelitian Olahraga

    OpenAIRE

    putra, miftah fariz

    2017-01-01

    Tujuan artikel ini adalah untuk mendiskusikan tentang mixed methods research (MMR) yang terbuka diaplikasikan dalam konteks olahraga. MMR dipahami sebagai pengabungan dua metode (kuantitatif dan kualitatif) dalam satu proses penelitian yang dilakukan secara berurutan atau bersamaan dengan tujuan untuk memahami lebih komprehensif serta mendalam tentang fenomena keolahragaan yang dikaji. Desain penelitian yang dikembangkan oleh Steckler et al., (1992), Tashakkori & Teddlie (2010), Creswell ...

  16. Dramaturgi Kepemimpinan Perempuan dalam Organisasi Profit

    OpenAIRE

    Negari, Leidena Sekar; Sunarto, Sunarto; Lukmantoro, Triyono

    2013-01-01

    DRAMATURGI KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAMORGANISASI PROFITAbstrakPemimpin dalam organisasi biasanya didominasi oleh kaum pria, karena konsepdan tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia yang mengaut pahampaternalistik. Seiring perkembangan zaman perempuan kini mampu mendudukijajaran top tier manajemen di sejumlah organisasi profit. Gaya komunikasiperempuan yang dianggap mampu dicintai karyawan dan lingkungan kerjanyadalam membangun sebuah hubungan menjadi sebuah nilai plus.Di dalam peneli...

  17. DISFEMIA DALAM RUBRIK OLIMPIK DI HARIAN BOLA

    OpenAIRE

    Sejati, Nugroho

    2015-01-01

    Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan disfemia dalam berita olahraga, khususnya pada media massa cetak. Penelitian ini juga untuk mengetahui frekuensi penggunaan disfemia berdasarkan bentuk kebahasaannya maupun fungsinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisis isi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai bulan November 2014. Fokus penelitian ini adalah penggunaan disfemia pada rubrik Olimpik di Harian BOL...

  18. Peningkatan Determinan Sosial dalam Menurunkan Kejadian Tuberkulosis Paru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani

    2014-08-01

    Full Text Available Upaya pengendalian tuberkulosis paru oleh World Health Organization telah meningkatkan angka kesembuhan dan menyelamatkan banyak jiwa, tetapi kurang berhasil dalam menurunkan insiden tuberkulosis. Oleh karena itu, pengendalian tuberkulosis akan lebih menekankan pada kebijakan determinan sosial karena determinan sosial secara langsung maupun melalui faktor risiko tuberkulosis berpengaruh terhadap tuberkulosis. Di Bandar Lampung, angka notifikasi tuberkulosis dari tahun 2009 – 2010 mengalami peningkatan walaupun angka kesembuhan sudah lebih dari 85%. Bandar Lampung juga merupakan bagian dari salah satu provinsi termiskin di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh determinan sosial (yang diukur melalui indikator pendidikan, pendapatan dan kelas sosial terhadap kejadian tuberkulosis. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – Oktober 2012 di seluruh pelayanan kesehatan di Bandar Lampung yang telah melaksanakan strategi Directly Observed Treatment Shortcourse. Responden penelitian ini adalah 238 penderita tuberkulosis basil tahan asam positif dan 238 suspek yang tidak menderita tuberkulosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan sosial yang rendah akan meningkatkan risiko untuk terkena tuberkulosis. Oleh karena itu, pengendalian tuberkulosis perlu disertai dengan peningkatan determinan sosial untuk menurunkan kejadian tuberkulosis. Tuberculosis control program conducted by World Health Organization, has increased tuberculosis cure rate and saved million people, but has less success in reducing tuberculosis incidence. Therefore, tuberculosis control program needs to put more emphasis on social determinants. It is obvious, since social determinants, directly or through its tuberculosis-risk factors, affect tuberculosis. In Bandar Lampung, notification rate during the period of 2009 - 2010 has increased although the cure rate of the period was more than 85%. Moreover, Bandar Lampung is located in Lampung, one of the

  19. KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBIAYAAN USAHA PEMBIBITAN TERNAK SAPI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idha Susanti

    2012-11-01

    analisis gap untuk mengevaluasi realisasi penyaluran dan target yang telah ditetapkan, analisis kesisteman untuk mengetahui efektivitas program, analisis persepsi responden untuk memperoleh umpan balik  masyarakat dan analisis regulatory impact assessment untuk menentukan saran dan rekomendasi untuk program kredit tersebut. Hasil menunjukkan bahwa efektivitas program kredit lebih rendah daripada tujuan pencapaiannya. Tanggapan masyarakat terhadap kebijakan ini sangat besar tetapi terdapat banyak kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha pembibitan. Faktor-faktor yang memengaruhi adalah perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha pembibitan itu sendiri. Rekomendasi terhadap program skim kredit ini adalah (1 meningkatkan dukungan dari bank, (2 pengurangan program pemerintah yang tumpang tindih, (3 meningkatkan kemampuan petani dalam mengakses bank, dan (4 meningkatkan penyaluran kredit dengan menggunakan program pola dua  subsidi.Kata kunci: analisis kebijakan, kredit usaha pembibitan sapi/KUPS, regulatory impact assessment

  20. SUPERVISI DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI GUGUS SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enis Purnawanti

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan: (1 teknik yang digunakan, (2 faktor pendukung dan pendayagunaan, (3 kendala dan cara mengatasi nya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs di gugus sekolah I dan gugus Sekolah II Unit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Munjungan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui dua tahap: (1 analisis data tiap gugus, (2 analisis lintas gugus. Hasil penelitian: Teknik yang digunakan adalah teknik kelompok. Faktor pendukung dan pendayagunaan, yaitu (1 kesetiakawanan antar guru dan lembaga cukup tinggi pendayagunaan nya dengan menjalin komunikasi yang efektif antar personil dan antar lembaga; (2 Adanya dana sertifikasi dengan mewajibkan guru mengikuti kegiatan KKG dengan biaya swadaya; (3 wilayah gugus yang tidak luas pendayagunaan dengan melaksanakan koordinasi antar sekolah dan antar personil secara intens. Kendala dan cara mengatasinya yaitu: (1 tidak ada aturan yang resmi dari pemerintah tentang pelaksanaan KKG dan pengelolaan gugus solusinya dengan melaksanakan kegiatan berdasarkan RKAG; (2 komitmen guru masih rendah cara mengatasinya dengan melibatkan semua unsur yang ada di gugus dalam perencanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan; (3 minimnya sarana prasarana penunjang kegiatan, adapun solusinya dengan memanfaatkan fasilitas dari sekolah inti dan lembaga lain. This study aims to describe: (1 the techniques used, (2 supporting factors and utilization, (3 problems and how to resolve it. This study used a qualitative approach with a multi-site study design in school cluster I and group II Unit School Department of Education and Culture District of Munjungan through observation, interviews, and documentation. Analysis of the data in two steps: (1 analysis of the data of each group, (2 analysis across the group. RESULTS: The technique used is the technique of the group. Factors supporting and utilization, namely: (1

  1. MISKONSEPSI DALAM MATERI IPA SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dek Ngurah Laba Laksana

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi yang terjadi pada calon guru dalam materi IPA di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memaparkan lebih dalam mengenai jenis miskonsepsi yang terjadi. Subjek dalam penelitian ini adalah calon guru SD. Jumlah subjek yang dijadikan responden adalah 64 orang, yang terdiri dari 44 orang calon guru perempuan dan 20 orang laki-laki. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1 terjadi miskonsepsi dalam berbagai konsep IPA di sekolah dasar, (2 konsep-konsep yang dominan mengalami miskonsepsi dengan persentase lebih dari 60% adalah (a konsep zat-zat yang diperlukan dalam proses fotosintesis tumbuhan hijau, b konsep fotosintesis membutuhkan cahaya, 3 konsep massa jenis zat, dan 4 konsep gerak jatuh bebas.

  2. Perbandingan Regresi Binomial Negatif dan Regresi Conway-Maxwell-Poisson dalam Mengatasi Overdispersi pada Regresi Poisson

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusi Eka Afri

    2017-03-01

    Full Text Available Regresi Binomial Negatif dan regresi Conway-Maxwell-Poisson merupakan solusi untuk mengatasi overdispersi pada regresi Poisson. Kedua model tersebut merupakan perluasan dari model regresi Poisson. Menurut Hinde dan Demetrio (2007, terdapat beberapa kemungkinan terjadi overdispersi pada regresi Poisson yaitu keragaman hasil pengamatan keragaman individu sebagai komponen yang tidak dijelaskan oleh model, korelasi antar respon individu, terjadinya pengelompokan dalam populasi dan peubah teramati yang dihilangkan. Akibatnya dapat menyebabkan pendugaan galat baku yang terlalu rendah dan akan menghasilkan pendugaan parameter yang bias ke bawah (underestimate. Penelitian ini bertujuan untuk membandingan model Regresi Binomial Negatif dan model regresi Conway-Maxwell-Poisson (COM-Poisson dalam mengatasi overdispersi pada data distribusi Poisson berdasarkan statistik uji devians. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua sumber data yaitu data simulasi dan data kasus terapan. Data simulasi yang digunakan diperoleh dengan membangkitkan data berdistribusi Poisson yang mengandung overdispersi dengan menggunakan bahasa pemrograman R berdasarkan karakteristik data berupa , peluang munculnya nilai nol (p serta ukuran sampel (n. Data dibangkitkan berguna untuk mendapatkan estimasi koefisien parameter pada regresi binomial negatif dan COM-Poisson.   Kata Kunci: overdispersi, regresi binomial negatif, regresi Conway-Maxwell-Poisson Negative binomial regression and Conway-Maxwell-Poisson regression could be used to overcome over dispersion on Poisson regression. Both models are the extension of Poisson regression model. According to Hinde and Demetrio (2007, there will be some over dispersion on Poisson regression: observed variance in individual variance cannot be described by a model, correlation among individual response, and the population group and the observed variables are eliminated. Consequently, this can lead to low standard error

  3. ANALISIS KESULITAN KOGNITIF DAN MASALAH AFEKTIF SISWA SMA DALAM BELAJAR MATEMATIKA MENGHADAPI UJIAN NASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azis Azis

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian untuk mendeskripsikan tingkat dan letak kesulitan belajar matematika siswa pada aspek kognitif dan kategorisasi masalah belajar matematika siswa pada aspek afektif dalam menghadapi Ujian Nasional tahun pelajaran 2013/2014 SMA di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan metode survei. Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengukuran (tes diagnostik, kuisioner, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa untuk menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional berada pada kategori sedang; letak kesulitan belajar matematika siswa pada aspek kognitif dalam menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional dilihat dari segi pengetahuan faktual dengan persentase interval kesulitan sebesar, segi pengetahuan konseptual dengan persentase interval kesulitan sebesar, dan segi pengetahuan prosedural dengan persentase interval kesulitan sebesar; dan kategorisasi masalah belajar matematika siswa pada kategori aspek afektif dalam menghadapi Ujian Nasional tahun pelajaran 2013/2014 SMA di Kota Baubau secara umum berada pada kategori rendah. Kata kunci: kesulitan belajar matematika, kognitif, afektif, ujian nasional SMA   AN ANALYSIS OF DIFFICULTY ON COGNITIVE AND PROBLEM ON AFFECTIVE OF SMA STUDENTS IN MATHEMATICS LEARNING FACING NATIONAL EXAMINATION Abstract This study aims to describe the degree of student’s learning difficulty of mathematics on cognitive and categorization of student’s learning problem on affective aspect in accomplishing mathematic items in facing national final exam of SMA Baubau municipality in 2013/2014 academic year. The research type uses survey method. The technique of data collecting made use of diagnostic test that is National final exam items in 2012/2013 academic year which was modified by the researcher, questionnaires, and interviews. The research result indicates that the degree of students’ learning difficulty of mathematics to accomplish

  4. ISLÂM, FEMINISME, DAN KONSEP KESETARAAN GENDER DALAM AL-QUR’ÂN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadlan Fadlan

    2012-02-01

    Full Text Available Sejarah menunjukkan bahwa perempuan pada masa awal Islâm mendapat penghargaan tinggi. Islâm mengangkat harkat dan martabat perempuan dari posisi yang kurang beruntung pada zaman jahiliyah. Di dalam al-Qur’ân, persoalan kesetaraan laki-laki dan perempuan ditegaskan secara eksplisit. Meskipun demikian, masyarakat muslim secara umum tidak memandang laki-laki dan perempuan sebagai setara. Akar mendalam yang mendasari penolakan dalam masyarakat muslim adalah keyakinan bahwa perempuan adalah makhluk Allâh yang lebih rendah karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Selain itu, perempuan dianggap sebagai makhluk yang kurang akalnya sehingga harus selalu berada dalam bimbingan laki-laki. Akibatnya, produk-produk pemikiran Islâm sering memosisikan perempuan sebagai subordinat. Kenyataan ini tentu sangat memprihatinkan, karena Islâm pada prinsipnya menjunjung tinggi kesetaraan dan tidak membedakan manusia berdasarkan jenis kelamin. Oleh karena itu, doktrin maupun pandangan yang mengatasnamakan agama yang sarat dengan praktik diskriminatif sudah selayaknya dikaji ulang, jika ingin Islâm tetap menjadi rahmat bagi seluruh alam.History proves that woman had been highly respected in the early of Islamic period. Islam promoted the woman’s dignity and prestige from being uncivilzed in the time of jahiliyah. Al-Qur’an has explicitly stated that man and woman equity. However, Muslim community does not apply the same view of man-woman equity as stated in the holy scipture. The community believes that Allah creates women differently from men; women are considered weaker since they are created from the rib of the men. Hence, men think that most women are illogical then they must be under the guidance of men.  As a result, the products of Islamic studies place women as the sub-ordianated creation. This is quite apprehensive. On the other hand, Islamic teaching actually holds up the gender equality, it does not differ people from its gender

  5. ESTIMACIÓN DE LA PREVALENCIA DE HIPOTIROIDISMO SEGÚN DIFERENTES MÉTODOS: DOSIS DIARIA DEFINIDA, DOSIS DIARIA PRESCRITAY REGISTRO DE PACIENTES EN TRATAMIENTO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    José Escribano-Serrano

    2014-01-01

    Full Text Available Fundamentos: El hipotiroidismo (HT es una patología frecuente en la práctica clínica diaria. No existen datos recientes sobre su prevalencia en España. El objetivo de este trabajo fue conocer su prevalencia en la provincia de Cádiz. Métodos: Se estudió el consumo del grupo terapéutico H03AA realizado en receta oficial por las unidades de Atención Primaria (AP de Cádiz, durante el año 2012. La prevalencia se estimó mediante tres métodos: la Dosis Diaria Definida (DDD, la Dosis Diaria Prescrita (DDP y el Registro Pacientes en Tratamiento (RPT. Los resultados se presentaron según sexo y edad con intervalos de confianza del 95%. Resultados: La prevalencia de HT durante 2012 en población mayor de 15 años de la provincia fue del 1,36% (IC95: 1,33%-1,38% mediante DDD, del 2,60% (IC95: 2,54%-2,66% mediante DDP y del 3,10% (IC95: 2,85%-2,93% mediante RPT. La mediana de edad fue de 56 años (rango intercuartílico 43 a 68 años. La prevalencia (RPT por sexo fue de 0,75% en hombres y 5,36% en mujeres [OR 7,26 (IC95: 7,02-7,52], siendo del 9,35% la correspondiente a mujeres de 51 a 70 años. Conclusiones: El método de estimación por rptdemuestra ser una herramienta más válida que el método DDD para evaluar la prevalencia de HT. El HT muestra, en nuestra provincia una prevalencia elevada con mayor afectación del sexo femenino.

  6. DOSIS & DOSIS 3D: radiation measurements with the DOSTEL instruments onboard the Columbus Laboratory of the ISS in the years 2009-2016

    Science.gov (United States)

    Berger, Thomas; Burmeister, Sönke; Matthiä, Daniel; Przybyla, Bartos; Reitz, Günther; Bilski, Pawel; Hajek, Michael; Sihver, Lembit; Szabo, Julianna; Ambrozova, Iva; Vanhavere, Filip; Gaza, Ramona; Semones, Edward; Yukihara, Eduardo G.; Benton, Eric R.; Uchihori, Yukio; Kodaira, Satoshi; Kitamura, Hisashi; Boehme, Matthias

    2017-03-01

    The natural radiation environment in Low Earth Orbit (LEO) differs significantly in composition and energy from that found on Earth. The space radiation field consists of high energetic protons and heavier ions from Galactic Cosmic Radiation (GCR), as well as of protons and electrons trapped in the Earth's radiation belts (Van Allen belts). Protons and some heavier particles ejected in occasional Solar Particle Events (SPEs) might in addition contribute to the radiation exposure in LEO. All sources of radiation are modulated by the solar cycle. During solar maximum conditions SPEs occur more frequently with higher particle intensities. Since the radiation exposure in LEO exceeds exposure limits for radiation workers on Earth, the radiation exposure in space has been recognized as a main health concern for humans in space missions from the beginning of the space age on. Monitoring of the radiation environment is therefore an inevitable task in human spaceflight. Since mission profiles are always different and each spacecraft provides different shielding distributions, modifying the radiation environment measurements needs to be done for each mission. The experiments "Dose Distribution within the ISS (DOSIS)" (2009-2011) and "Dose Distribution within the ISS 3D (DOSIS 3D)" (2012-onwards) onboard the Columbus Laboratory of the International Space Station (ISS) use a detector suite consisting of two silicon detector telescopes (DOSimetry TELescope = DOSTEL) and passive radiation detector packages (PDP) and are designed for the determination of the temporal and spatial variation of the radiation environment. With the DOSTEL instruments' changes of the radiation composition and the related exposure levels in dependence of the solar cycle, the altitude of the ISS and the influence of attitude changes of the ISS during Space Shuttle dockings inside the Columbus Laboratory have been monitored. The absorbed doses measured at the end of May 2016 reached up to 286

  7. Analisis Model Relasional Jejaring Sebagai Katalisator Dalam Membangun Kinerja Bisnis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Sidiq

    2018-01-01

    Full Text Available Abstrak Kesuksesan entrepreneur diukur dari kehandalannya menggabungkan atau mengkombinasikan aset berwujud dan tak berwujud yang dimiliki UKM sehingga mampu mendobrak semua hambatan yang dihadapi UKM yaitu keterbatasan akses pasar dan akses modal, sumber daya yang cenderung rendah, minimnya modal kerja maupun rendahnya kemampuan untuk memanfaatkan peluang pasar yang ada. Berbagai perilaku yang digunakan entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya maupun berinteraksi dengan stakeholder mengarah pada relasional jejaring dan kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor yang mampu memperluas relasional jejaring entrepreneur dan faktor konsekuensi dari adanya relasional jejaring yang dimiliki oleh seorang entrepreneur. Faktor-faktor tersebut sangat berkaitan dengan pencapaian kinerja bisnis pada UKM. Populasi penelitian ini adalah UKM sektor manufaktur di wilayah Surakarta dengan sampel sebanyak 127 UKM. Metode pemilihahan sampel adalah convenience sampling dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM dengan bantuan Partial Least Square (PLS dalam pengolahan data penelitian. Hasil analisis data menunjukkan kinerja bisnis dapat dijelaskan oleh kompetensi sosial, relasional jejaring dan orientasi berbagi pengetahuan sebesar 69.5%. Adapun hasil pengujian hipotesis menunjukkan kinerja bisnis dipengaruhi oleh kompetensi sosial, relasional jejaring dan orientasi berbagi pengetahuan. Selain itu kompetensi sosial berpengaruh pada relasional jejaring dan relasional jejaring memberi pengaruh pada orientasi berbagi pengetahuan.  Kata Kunci : kompetensi sosial, relasional jejaring, berbagi pengetahuan, kinerja bisnis Abstract The success of the entrepreneur is measured by reliability merge or combine the tangible assets and intangible owned by SMEs so as to break down all the barriers faced by SMEs is limited access to markets and access to capital, resources tend to be low, the

  8. PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oviliani Yuliana

    2000-01-01

    Full Text Available The uses of internet in business are for information exchange, product catalog, promotion media, electronic mail, bulletin boards, electronic questioner, and mailing list. Internet can also be used for dialog, discussion, and consultation with customer online, therefore consumer can be proactively and interactively involved in designing, developing, marketing, and selling products. There are 2 methods for marketing products via internet, which are push and pull marketing. The advantages of internet in business strategy are global and interactive communication, information supply; consumer based service; increased cooperation; possibility to open new marketplace, product or services; and integrated the activity on-line. There are 2 applications in electronic commerce, which are business-to-business and business-to-consumer commerce. Electronic commerce payment transaction is arranged by Electronic Funds Transfer system, whereas the data security is governed by Secure Socket Layer, which then be developed to Secure Electronic Transaction. Abstract in Bahasa Indonesia : Internet dalam bisnis digunakan untuk pertukaran informasi, katalog produk, media promosi, surat elektronik, bulletin boards, kuesioner elektronik, dan mailing list. Internet juga bisa digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan konsultasi dengan konsumen secara on-line, sehingga konsumen dapat dilibatkan secara proaktif dan interaktif dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk. Pemasaran lewat internet ada 2 metode, yaitu push dan pull marketing. Keunggulan strategi bisnis yang dapat diperoleh dari internet adalah komunikasi global dan interaktif; menyediakan informasi dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan konsumen; meningkatkan kerja sama; memungkinkan untuk membuka pasar, produk, atau pelayanan baru; serta mengintegrasikan aktivitas secara on-line. Aplikasi Electronic Commerce ada 2, yaitu: Business-to-Consumer dan Business-to-Business Commerce. Pembayaran

  9. Etika Bisnis dalam Persektif Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rodliyah Khuza'i

    2005-03-01

    Full Text Available Perdagangan merupakan aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, perdagangan atau perniagaan mengalami kemajuan yang pesat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Perniagaan yang dilakukan manusiapun bermacam-macam, mulai dari industri kecil sampai industri besar, industri pariwisata, perusahaan jasa, real estate, usaha pertanian, dan lain-lain. Manusia ditengarai begitu cinta kepada harta, sehingga sering terjadi perselisihan, persengketaan, bahkan menimbulkan permusuhan yang sengit yang saling membahayakan. Al-Qur`an sebagai pedoman utama umat Islam telah memberikan rambu-rambu  bagaimana manusia dapat memperoleh harta, karena sesungguhnya aktivitas manusia dalam memperoleh harta tidak hanya berhubungan dengan sesama manusia, tetapi hakikatnya juga berhungan dengan Allah.

  10. PERAN LEMBAGA PERADILAN DALAM PEMBATASAN UPAYA HUKUM DALAM PERKARA PERDATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sugeng Ariadi

    2016-05-01

    Full Text Available In order to application of judicial principle is simple, fast and low cost is to reduce accumulation of cases in the Supreme Court especially at the level of Cassation. Along with the increasing number of incoming cases, and was sentenced in the District Court and Court of Appeal, the amount of the proposed decision legal remedy of Cassation to the Supreme Court also increased and began to be a serious problem. For that we need to do some research on role of Judiciary in Legal action restrictions in order to reduce the accumulation of civil cases. Penerapan asas peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan bertujuan untuk mengurangi penumpukkan perkara di Mahkamah Agung, terutama pada tingkat Kasasi. Seiring dengan makin meningkatnya jumlah perkara yang masuk, dan diputus di PN dan PT, jumlah putusan yang diajukan upaya hukum Kasasi ke MA juga semakin meningkat dan mulai menjadi masalah serius. Untuk itu perlu dilakukan suatu penelitian tentang Peran Lembaga Peradilan dalam Pembatasan Upaya Hukum dalam rangka mengurangi penumpukkan perkara perdata.

  11. Problematika Putusan Hakim dalam Perkara Pembatalan Perjanjian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nindyo Pramono

    2012-02-01

    Full Text Available The rapid development of international business law requires judges to re-scrutinise principles of contract law in the Civil Code. Therefore, principles of good faith, protection of third-party, retroaction, and restoration to pre-contract position will be analysed to provide objectively constructive feedback for judges when hearing over request for contract annulment.  Pesatnya perkembangan hukum bisnis internasional mengharuskan hakim untuk mempelajari kembali asas-asas hukum perjanjian dalam KUHPerdata. Prinsipprinsip itikad baik, perlindungan bagi pihak ketiga, retroaktif, dan kembali ke keadaan semula akan dianalisis dalam tulisan ini sehingga memberikan konstruksi obyektif kepada hakim dalam memutus permohonan pembatalan perjanjian agar jangan sampai menimbulkan perkara baru.

  12. Membangun Customer Relationship Management dalam Bisnis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparto Darudiato

    2011-12-01

    Full Text Available Customer relationship management dapat dijadikan alat oleh perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya agar mendapat perhatian dari customer dan pasar. Paper ini disusun berdasarkan penelitian yang menggambarkan hubungan bisnis dan pengaruh pelanggan terhadap perusahaan, serta bagaimana sebuah customer relationship management dapat membantu perusahaan dalam meraih pangsa pasar. Data dan informasi dalam studi ini didapatkan dari studi pustaka yang mengacu pada buku referensi dan jurnal yang berhubungan dengan topik yang ada. Paper ini memberi pengetahuan tentang pencapaian tujuan perusahaan yang didukung penerapan customer relationship management.

  13. PENGARUH IKLIM DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfandi Irfandi

    2009-01-01

    Full Text Available Abstrak. Bangunan sebagai hasil perancangan arsitektur dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan dan mendukung aktifitas manusia yang berada di dalam bangunan. Kondisi ruangan yang baik dapat membuat manusia sebagai pemakai bangunan beraktifitas dengan baik sesuai dengan kehendaknya. Kondisi ini menuntut ruangan sebagai wadah aktifitas manusia untuk dapat memenuhi persyaratan kenyamanan yang meliputi kenyamanan terhadap suara (acoustics, pencahayaan (lighting, dan kenyamanan termal (thermal comfort. Oleh karena itu dalam perancangan arsitektur harus memperhatikan faktor iklim ini sehingga dapat tercipta lingkungan dan bangunan yang memberikan kenyamanan, kenikmatan, dan keselamatan terhadap pemakainya.   Kata kunci: Iklim, Pengaruh Iklim, dan Perancangan Arsitektur   Abstracts. Building as a product of architectural design is attempted to give comfort and to encourage human activities within building. Condition of well organized room will encourage people as building user to do their activities as good as they want. This condition will require the room as activities’ place for human being to fulfill the requirement of comfort which include acoustics, lighting, and thermal comfort. Therefor, in architectural design, should concern about climate factor, thus it will created building and enviroment which giving comfort, and savety for the users.   Keyword: climate, climate effect, architectural design

  14. Representasi Eksploitasi Perempuan dalam Iklan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Prasetyo Wicaksono

    2013-11-01

    Full Text Available Abstract: Exploitation representation is how meaning is produced, exchanged, represented and exploited for the benefit of users. Exploitation of women means utilizing all the things that are attached to women, both images and signs attached to them. Exploitation of women represented in the advertisement as part of the appeal of sales message. In the version of Berrygood advertisement “Bikin Good Mood” is the ad that represents subliminal exploitation of women. This article discusses how the basic structure of the narrative in the advertisement, represent the exploitation of women through feminist Marxist perspective. The method of analysis used is Greimassian semiotic analysis using two stages. Abstrak: Representasi eksploitasi adalah bagaimana makna diproduksi, dipertukarkan, diwakilkan dan dimanfaatkan demi kepentingan pengguna. Eksploitasi pada perempuan berarti pemanfaatkan segala hal yang melekat pada perempuan, baik citra maupun tanda yang melekat kepadanya. Eksploitasi perempuan direpresentasikan dalam iklan sebagai bagian dari daya tarik pesan penjualan. Iklan Berrygood versi ”Bikin Good Mood” adalah iklan yang merepresentasikan eksploitasi perempuan secara subliminal. Artikel ini mendiskusikan bagaimana struktur dasar narasi dalam iklan tersebut merepresentasikan eksploitasi perempuan melalui sudut pandang Feminis Marxis. Metode analisis yang digunakan adalah analisis semiotika Greimassian dengan menggunakan dua tahap.

  15. SEKULARISASI DALAM PANDANGAN HARVEY COX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fauzan Fauzan

    2017-02-01

    Full Text Available Sebagian besar kaum agamawan (ortodoks memandang sekularisasi sebagai ancaman terhadap eksistensi agama. Namun sebaliknya, Harvey Cox memandang sekularisasi sebagai teologi perubahan sosial yang bertujuan mendobrak kebuntuan agama yang terbelenggu oleh ide “pemeliharaan” dan “kemapanan”. Tulisan ini membahas pandangan Harvey Cox tentang sekularisasi, konsepnya tentang Kota Sekuler (Secular City, dan Tuhan pada masyarakat sekuler. Cox melihat sekularisasi merupakan sebuah keniscayaan sejarah. Sekularisasi merupakan gerakan yang membebaskan manusia dari dogma yang membelenggu kebebasan manusia. Melalui simbol Kota Sekuler, Cox menghadirkan paradigma teologi yang lebih sesuai dengan keadaan masyarakat modern saat ini. Cox melihat bahwa Tuhan sebagaimana yang diajarkan oleh Kristiani –juga agama lain– bukanlah Tuhan yang sebenarnya. Tuhan tak lebih dari sebuah penamaan yang kehadirannya terkadang kosong dan ambigu. Semenjak penamaan dilekatkan dalam lingkungan sosio kultural tertentu, maka kata “Tuhan” tidak suci lagi. Apabila Tuhan dimaknai secara “ketat” dalam ruang tradisi yang berbeda-beda, maka akan terjadi benturan yang terkadang membutuhkan pengorbanan jiwa.

  16. KREATIVITAS SISWA DALAM MENULIS PUISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuli Dwi Pratiwi

    2016-05-01

    Full Text Available This study describes the creative process of students in writing poetry text and creativity of students in poem text. This study used a qualitative approach with case type of study. Data were collected by interview and document study. The instrument used was a guide of data collection and data analysis. Checking the validity of the data was performed using perseverance of observation and triangulation. Result this study is the creative process of student in finding ideas was generally listening to music and student use three until six language irregularities in their poetry. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses kreatif siswa dan kreativitas dalam puisi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dengan teknik wawancara dan studi dokumen. Instrumen yang digunakan panduan pengumpulan data dan panduan analisis data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan proses kreatif siswa ketika tahap pencarian ide secara umum mendengarkan musik dan siswa menggunakan tiga sampai enam bentuk penyimpangan bahasa dalam puisinya.

  17. Wasiat Pendidikan Sufistik Dalam Naskah Tanbih Mursyid Tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyah Suryalaya (Telaah Pemikiran Guru Mursyid Tqn Suryalay

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ach. Sayyi

    2017-07-01

    Full Text Available Pendidikan sufi ini menjadi sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh individu dan masyarakat. Karakter moral masyarakat yang lemah perlu dikembangkan lebih jauh melalui berbagai cara yaitu pendidikan sufi secara vertikal adalah moral dan penyembahan kepada Allah, dan secara horizontal merupakan moral yang baik bagi sesama makhluk. Beberapa contoh hal yang dapat meningkatkan tingkat moral dan karakter adalah; Pertama, pendidikan awal dalam keluarga menanamkan karakter sejak dini oleh orang tua dan lingkungan sekitar seperti kejujuran, tanggung jawab, keberanian, sopan santun, rendah hati, murah hati dan sebagainya. Kedua, mengadakan kegiatan spiritual seperti pembacaan rutin, Kelahiran Nabi, habituasi zikir / wird setelah sholat. Ketiga, mengadakan pelatihan (Riyadlah dalam bentuk munajat kepada Allah SWT. Murshid Tanbih TQN Suryalaya pada dasarnya menawarkan rangkaian solusi untuk mewujudkan pendidikan yang menekankan nilai-nilai penciptaan manusia yang sempurna.   Abstrak   This Sufi education becomes very important and much needed by individuals and society. The weak moral character of society is needs to be developed further through many ways which is Sufi education vertically is morals and worship Allah properly, and horizontally is a good moral to fellow beings. Some examples of things that can increase the level of moral and character is; First, the early education in families instill character early on by parents and the surrounding environment such as honesty, responsibility, courage, courtesy, humble, generous and so forth. Second, hold spiritual activities such as regular recitation, Birth of the Prophet, habituation zikir / wird after prayer. Third, hold trainings (Riyadlah in the form of munajat to Allah SWT. Murshid Tanbih script TQN Suryalaya essentially offers a suite of solutions to realize education that emphasizes the values ​​of the creation of perfect man.

  18. PENGURANGAN KADAR CO2 MENGGUNAKAN SPIRULINA PLATENSIS DALAM TUBULAR BIOREACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Syam Arifin

    2015-06-01

    Meningkatnya jumlah penduduk berdampak pada peningkatan kebutuhan energi. Di lain pihak, industri pembangkit energi dituding sebagai salah satu penyumbang karbon dioksida sekitar 25% dari total emisi CO2 di seluruh dunia. Disisi lain, produksi biogas yang bertujuan untuk mengatasi peningkatan kebutuhan energi justru menghasilkan karbon dioksida pada kisaran 25 – 50% volume. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan metode yang murah, optimum dan efisien serta ramah lingkungan dalam mengurangi kadar CO2 dengan menggunakan spirulina platensis.  Penelitian ini bertujuan membuat model matematik dan menemukan kecepatan aliran yang optimum untuk menurunkan kadar CO2 dengan menggunakan Spirulina Platensis. Penelitian ini menggunakan reaktor tubularterbuat dari kaca (D = 2,6 cm pada suhu 30°C dan disinari dengan lampu TL Philips fluoresen 36 Watt, temperatur warna: 6.200K cool daylight, light output: 2.600 lm, 72 lm/W. Reaktor tubular ditempatkan dalam kotak yang dilapisi dinding dengan kertas perak pada ketiga sisinya. Dengan model matematik reaktor tubular, dapat diprediksi konstanta kecepatan reaksinya. Berdasarkan grafik hasil perhitungan data, kecepatan volumetrik optimumnya juga dapat diprediksi. Variasi flowrate yaitu 0,25 mL/detik, 0,35 mL/detik, 0,5 mL/detik, 0,75 mL/detik, 1 mL/detik. Sumber karbon adalah CO2 99,99%. Pengamatan pertumbuhan Spirulina dilakukan pada flow rate 0,25 mL/detik dengan kadar berat kering mula – mula 2,1208 g/L. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aliran lambat (flowrate rendah merupakan cara yang lebih efektif dalam mengurangi karbon dioksida menggunakan spirulina platensis (= 2,82×10-4 detik-1. Nilai konversi tertinggi diperoleh pada kecepatan aliran volumetrik 0,25 mL/detik dan kecepatan optimumnya pada kisaran 0,3 – 0,4 mL/detik. Laju flux CO2 masuk sebaiknya kurang dari 0,047 mL/cm2.detik. Nilai Specific Growth Rate (µ Spirulina Platensis dalam penelitian ini yaitu 2,56×10-2 menit-1.   Kata Kunci: Spirulina platensis, reaktor tubular

  19. Guerra contra las drogas, populismo punitivo y criminalización de la dosis personal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hernando León Londoño Berrío

    2011-01-01

    Full Text Available En el marco de la cuestionada lucha internacional contra las drogas, el esfuerzo del gobierno de Álvaro Uribe Vélez logró derogar la política estatal de naturaleza libertaria que permitía la “dosis personal”, por medio de la aprobación de una reforma constitucional que prohíbe el consumo de drogas y las conductas asociadas con el mismo, lo cual es un hecho político presentado como una política pública justificada en aras del interés general, en beneficio de toda la sociedad, incluido el adicto, a quien se le obliga a su rehabilitación por medio de tratamientos psiquiátricos. La tesis suscrita en este ensayo sostiene que la reforma fue motivada por razones e intereses divergentes a los argumentados, esto es, a la aspiración de reelección presidencial de Uribe Vélez. Siendo así, la política de criminalizar la dosis personal no sería otra cosa que lo nombrado por la criminología como populismo punitivo.

  20. Quality control and assurance for validation of DOS/I measurements

    Science.gov (United States)

    Cerussi, Albert; Durkin, Amanda; Kwong, Richard; Quang, Timothy; Hill, Brian; Tromberg, Bruce J.; MacKinnon, Nick; Mantulin, William W.

    2010-02-01

    Ongoing multi-center clinical trials are crucial for Biophotonics to gain acceptance in medical imaging. In these trials, quality control (QC) and assurance (QA) are key to success and provide "data insurance". Quality control and assurance deal with standardization, validation, and compliance of procedures, materials and instrumentation. Specifically, QC/QA involves systematic assessment of testing materials, instrumentation performance, standard operating procedures, data logging, analysis, and reporting. QC and QA are important for FDA accreditation and acceptance by the clinical community. Our Biophotonics research in the Network for Translational Research in Optical Imaging (NTROI) program for breast cancer characterization focuses on QA/QC issues primarily related to the broadband Diffuse Optical Spectroscopy and Imaging (DOS/I) instrumentation, because this is an emerging technology with limited standardized QC/QA in place. In the multi-center trial environment, we implement QA/QC procedures: 1. Standardize and validate calibration standards and procedures. (DOS/I technology requires both frequency domain and spectral calibration procedures using tissue simulating phantoms and reflectance standards, respectively.) 2. Standardize and validate data acquisition, processing and visualization (optimize instrument software-EZDOS; centralize data processing) 3. Monitor, catalog and maintain instrument performance (document performance; modularize maintenance; integrate new technology) 4. Standardize and coordinate trial data entry (from individual sites) into centralized database 5. Monitor, audit and communicate all research procedures (database, teleconferences, training sessions) between participants ensuring "calibration". This manuscript describes our ongoing efforts, successes and challenges implementing these strategies.

  1. TINJAUAN HAK ASASI MANUSIA DALAM TINDAKAN EUTANASIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutarno

    2012-12-01

    Full Text Available Dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang berlaku saat ini, konsepsi mengenai hak asasi manusia telah dirinci secara detail. Pasal 28 A menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk hidup serta berhak untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya. Dari pasal ini menunjukkan bahwa hak hidup merupakan hak yang dilindungi oleh konstitusi. Sementara itu, dalam dunia medis, ada tindakan eutanasiayang juga bertujuan untuk mengakhiri penderitaan dari penyakit yang dialaminya, baik atas permintaan dari pasien atau intervensi aktif dari dokter. Eutanasiadalam konteks ini bisa dimaknai sebagai hak untuk mati yang berseberangan dengan hak untuk hidup sebagaimana ada dalam konsitusi. Hal ini memunculkan polemik apakah eutanasia diperbolehkan dalam hukum positif di Indonesia. Lalu apakah eutanasiamerupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia.

  2. SUFI HEALING: TERAPI DALAM LITERATUR TASAWUF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Amin Syukur

    2012-12-01

    Kajian ini mengungkap tentang sufi healing, yaitu terapi di dalam literatur tentang sifisme. Kajian ini memfokuskan pada perilaku yang berasosiasi dengan sufi healing atau pencegahan penyakit, baik secara fisik maupun mental, dan kemudian menentukan aspek-aspek yang mendukung sistem terapi rasional dan empirik. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah penemuan treatment alternatif atau preventif terhadap penyakit secara tepat yang sesuai dengan tuntutan masyarakat saat ini. Ditemukan bahwa sufi healing merupakan bentuk terapi alternatif yang dilakukan dengan menggunakan nilai-nilai sufisme se­bagai cara treatment atau pencegahan. Model ini telah dikenal dalam ma­syarakat sejak Islam dan sufisme berkembang. Rujukan ilmiah dari mengenai sistem kerja peng­obatan­nya dapat ditemukan dalam berbagai teori psikologi transpersonal, di mana kesadaran menjadi fokus kajian. Secara medis, pengobatan ini juga disebut psycho-neurons-endocrine-immunology, yang kesimpulannya adalah adanya hubungan antara fikiran dan tubuh dalam kesehatan manusia,

  3. SAINS ISLAM DALAM DISKURSUS FILSAFAT ILMU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Muslih

    2017-02-01

    Full Text Available Sains Islam sampai saat ini masih terkungkung dalam lingkaran pseudoscience, atau masih pada taraf model justifikasi Bucaillian. Sebagai bangunan keilmuan, sains Islam tentu memiliki basis filosofis. Tulisan ini berupaya mengkaji sains Islam dalam perspektif filsafat ilmu. Dalam perspektif ini, keilmiahan bangunan keilmuan ditentukan oleh ketepatan penggunaan teori dan metodologinya, tanpa mengabaikan sisi sosiologis-historis maupun sisi teologis-metafisis. Jika yang pertama merupakan basis logis dan objektifitas sains, lalu yang kedua merupakan aspek kemanusiaan dari sains, maka yang ketiga adalah basis keyakinan, keimanan, dan keberagamaan dari sains. Dengan ketiga elemen penting tersebut, Sains Islam sebagai sains berbasis agama Islam bisa menjadi ilmiah. Sekalipun demikian, definisi baru Sains Islam sebagai aktivitas ilmiah mesti terus dilanjutkan ke arah “action” dalam bentuk program riset. Dengan begitu, Sains Islam akan menghasilkan temuan-temuan baru, teori baru, metodologi baru, konteks baru, dan seterusnya. Tanpa upaya itu, image pseudosains dan justifikasi Bucaillian akan sulit hilang dari bangunan keilmuan Sains Islam.

  4. MEMAHAMI MEKANISME PASAR DALAM EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukamto Sukamto

    2012-06-01

    Full Text Available Pasar adalah sebuah mekanisme pertukaran produk baik berupa barang maupun jasa yang alamiah dan telah berlangsung sejak peradaban awal manusia. Islam menempatkan pasar pada kedudukan yang penting dalam perekonomian. Praktek ekonomi pada masa Rasulullah SAW dan Khulafaurrasydin menunjukkan adanya peranan yang besar dalam pembentukan masyarakat Islam pada masa itu. Rasulullah SAW sangat menghargai harga yang dibentuk oleh mekanisme pasar sebagai harga yang adil (price intervencion seandainya perubahan harga terjadi karena mekanisme pasar yang wajar yaitu hanya karena pergeseran permintaan dan penawaran. Namun, pasar di sini mengharuskan adanya moralitas dalam aktivitas ekonominya, antara lain; persaingan sehat dan adil (fair play, kejujuran (honesty, keterbukaan (transparancy, dan keadilan (justice. Jika nilai ini ditegakkan maka tidak ada alasan dalam ekonomi Islam untuk menolak harga yang terbentuk oleh mekanisme di pasar.

  5. Dosis de polvo de roca y sus efectos sobre el rendimiento del tomate

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    C. R. Enciso Garay

    2016-01-01

    Full Text Available La agricultura sustentable juega un rol muy importante en la producción continua de alimentos, donde se busca reducir la dependencia de fertilizantes minerales y el incremento del uso de fuentes naturales de nutrientes, con bajos impactos en el medio ambiente. Se ha evaluado el efecto de diferentes dosis de polvo de roca de origen basáltico en las características productivas del tomate cultivar Carina, a través de un experimento en el municipio de Caazapá, Departamento de Caazapá, Paraguay, en el periodo de 11/2012 a 04/2013. Los tratamientos consistieron en testigo sin fertilización, testigo experimental con fertilización química (basado en el análisis de suelo y diferentes dosis de polvo de roca de 0,5; 0,75; 1,0; 1,25; 1,5 y 2,0 t ha-1. El diseño experimental fue de bloques completos al azar con tres repeticiones. Cada unidad experimental estuvo constituida de 24 plantas, de las cuales fueron evaluadas ocho. Las variables medidas fueron masa media de frutos, rendimiento comercial y número comercial de frutos por planta (> 50 g. La comparación de medias por la prueba de Tukey al 5% de probabilidad arrojó que la fertilización química resultó en mayor rendimiento, masa media de frutos y número de frutos por planta. A partir de la dosis de polvo de roca de 1,0 t ha-1, se encontró efecto significativo sobre el número de frutos por planta y desde 0,75 t ha-1 sobre la masa de frutos y rendimiento, obteniéndose, los mejores resultados con las dosis más elevadas. El análisis de regresión realizado con las dosis de polvo de roca muestra una respuesta lineal creciente para las variables evaluadas.Rock dust dose and its effects on commercial performance of tomatoAbstract: Sustainable agriculture plays a very important role for continuous production of food, where it seeks to reduce the dependence of mineral fertilizers and the increase in the use of natural sources of nutrients, with low impact on the environment. The effect of

  6. Kajian Budaya Fotografi Potrait dalam Wacana Personalitas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Iskandar

    2014-09-01

    ABSTRAK   Fotografi potrait merupakan representasi kemiripan figur manusia dalam bentuk dwimatra. Fotografi potrait memberikan indikasi personal baik pada pemilik potrait, sub- jek potrait maupun fotografer. Personalitas karya fotografi yang mewakili pribadi bahkan karakter seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan permasalahan kajian buda- ya pada fotografi potrait dalam wacana personalitas. Metode penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dari berbagai literatur baik buku, artikel jurnal dan laporan pene- litian fotografi khususnya potrait dalam kajian budaya. Hasil penelitian ini memberikan gambaran empat permasalahan kajian budaya pada fotografi potrait yaitu pertama, foto- grafi sebagai representasi. Potrait merupakan tempat negosiasi antara fotografer dengan representasi-diri subjek (model. Kedua, diaspora fotografer. Fotografer China Indonesia (peranakan sebagai broker budaya di masa poskolonial. Perbedaan budaya antara per- anakan dan totok dibedakan juga dalam kelompok sosial profesi dalam studio fotografi. Ketiga, identitas dalam potrait. Album foto keluarga sebagai sebuah cara untuk menstruk- turisasi diri, identitas dan budaya melalui ritual ingatan. Keempat, fotografi sebagai me- dia dominasi budaya. Fotografi adalah sintesis pemaknaan dua subjek yang-memotret dan yang-memandang.   Kata kunci: kajian budaya, fotografi potrait, personalitas, wacana

  7. KONVERGENSI DALAM PROGRAM NET CITIZEN JOURNALISM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rhafidilla Vebrynda

    2017-06-01

    Full Text Available Di dalam artikel ini, peneliti ingin melihat perkembangan teknologi di Indonesia sebagai sebuah peluang untuk menjalankan sebuah program berita berbasis video kiriman masyarakat. Perkembangan teknologi tersebut adalah teknologi penyiaran, teknologi sosial media dan teknologi dalam proses produksi sebuah video. Di Indonesia, jumlah televisi semakin banyak. Setiap stasiun televisi harus bersaing untuk dapat bertahan hidup. Net TV merupakan sebuah stasiun televisi baru di Indonesia yang harus memiliki berbagai program unggulan baru agar dapat bersaing dengan televisi lainnya yang sudah ada. Net TV menggunakan berbagai platform media untuk menjalankan program Net Citizen Journalism (Net CJ. Penggunaan berbagai platform media dikenal dengan istilah multiplatform dan secara teoritis dikenal dengan istilah konvergensi. Konvergensi yaitu saat meleburnya domain-domain dalam berbagai media komunikasi. Artikel ini menggunakan metode studi kasus untuk melihat bagaimana konvergensi terjadi dalam proses pengelolaan program Net CJ. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Wawancara mendalam dilakukan dari tiga sudut pandang yaitu dari pengelola program, pengguna/audience dan pengamat media. Penelitian ini menemukan bahwa dengan menggunakan berbagai platform media yang fungsinya berbeda, memiliki satu tujuan yang sama yaitu untuk menjalankan program Net CJ. Adapun berbagai platform dalam proses produksi program yaitu tayangan TV konvensional, streaming TV, website, aplikasi Net CJ, facebook, twitter, instagram dan path. Konvergensi media dijalankan dalam dua proses, yaitu proses produksi dan proses promosi program berita.

  8. MELAHIRKAN IMPERATIF MORALITAS DALAM KARYA VISUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Obed Bima Wicandra

    2005-01-01

    Full Text Available Visual aesthetics in visual arts are more and more questioned in the context of open global culture. Works that lead to violence%2C pornography%2C lies%2C and other things far from morality and ethics%2C are faced with public s identity to follow their desire to fulfill their consumtive needs. The blossoming of visual works and their media stimulates the visual creators in expressing ideas and imagination. Created visual works must support a better cultural direction for human life. Faith in its relation to God plays a role in achieveing space for interaction%2C so that visual works can reflect codes or symbols in the cycle of ideology or cultural values that respect the essence of faith. Abstract in Bahasa Indonesia : Estetika visual dalam seni rupa semakin dipertanyakan dalam konteks budaya global yang terbuka. Karya yang menjurus kekerasan%2C pornografi%2C kebohongan dan hal lain yang jauh dari moral dan etika diperhadapkan dengan identitas masyarakat yang mengikuti hasrat dalam memenuhi kebutuhan konsumtifnya. Karya-karya visual yang semakin berkembang beserta dengan medianya merangsang kreator visual dalam menuangkan gagasan dan imajinasi. Bagi peradaban kehidupan manusia%2C karya-karya visual yang dibuat harus mendukung arah peradaban yang lebih baik. Di sini peran iman dalam hubungannya dengan Tuhan mendapat ruang berinteraksi%2C sehingga karya visual yang dihasilkan mencerminkan kode-kode maupun simbol dalam perputaran ideologi atau nilai-nilai budaya yang menjunjung tinggi hakikat keimanan. visual aesthetics%2C moral imperative%2C faith.

  9. Konsep ABG (Academic-Business-Government dalam Rencana Sistem Industri Berbasis Potensi Daerah Kabupaten Sleman dan Gunung Kidul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Prasanto Bimantio

    2018-01-01

    Full Text Available Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY mempunyai potensi industri yang cukup tinggi, baik industri kecil, menengah, maupun besar. Namun daya saing produk industri pengolahan di DIY rendah karena beberapa faktor, yakni masih lemahnya keterkaitan antar industri, keterbatasan produksi barang setengah jadi dan komponen di dalam negeri, keterbatasan industri berteknologi tinggi, kesenjangan kemampuan ekonomi antardaerah, serta ketergantungan ekspor pada beberapa komoditas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan konsep kawasan industri berbasis potensi daerah (Domestic Based Industry/ DBI menggunakan pendekatan sinergi Academic-Business-Government (ABG. Pendekatan ini dilakukan dengan fokus pada pemanfaatan bahan baku, sumber daya manusia, dan pemenuhan permintaan pasar lokal. Hasil kajian ini menghasilkan tiga konsep kawasan DBI yang diusulkan: (i pengolahan produk turunan salak pondoh di Turi Sleman, (ii pengolahan zeolit di Gedangsari Gunungkidul, dan (iii pengolahan limbah produk biogas di Cangkringan Sleman. Ketiga konsep kawasan industri pengolahan tersebut saling terkait dan akan membentuk jejaring yang terintegrasi mulai dari bahan baku hingga produk, baik dengan industri rancangan baru maupun dengan industri yang sudah ada.

  10. PENGARUH PRAKTIKUM DAN DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATERI ASAM BASA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitria Rizkiana

    2016-03-01

    Full Text Available This study aimed to compare the students' motivation that learned by two different methods viewed from prior knowledge. This study used the quasi-experimental design. Data were obtained from motivation questionnaire which consist of 31 point statements. Data were analyzed using two ways ANOVA. The results showed that: (1 there was differences in students' motivation that learned with hands-on and demonstration in guided inquiry learning, (2 student with high prior knowledge have better motivation in learning rather than students with low prior knowledge, (3 there was no interaction between learning methods and prior knowledge on students' motivation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan 2 metode berbeda ditinjau dari kemampuan awal. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu. Data penelitian diperoleh dari angket motivasi yang terdiri atas 31 butir pernyataan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 ada perbedaan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan praktikum dan demonstrasi dalam pembelajaran inkuiri terbimbing, (2 siswa dengan kemampuan awal tinggi memiliki motivasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan kemampuan awal rendah, (3 tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan kemampuan awal terhadap motivasi belajar siswa.

  11. PERAN KELUARGA DALAM PENGASUHAN ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istina Rakhmawati

    2015-08-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang peran sebuah keluarga yang harmonis dalam proses perkembangan manusia yang terdiri dari beberapa fase. Pada fase awal-fase anak-anak- peranan keluarga terutama orang tua dalam mengasuh anak cukup signifikan  sebab keluarga merupakan agen sosialisasi primer. Keberhasilan dalam mengasuh salah satunya ditentukan oleh pola asuh. Dengan demikian tulisan ini mencoba mengulas mengenai pola asuh yang sesuai untuk membentuk karakter positif pada anak. Pola pengasuhan seharusnya memang diperhatikan oleh orang tua secara serius karena menentukan kepribadian atau karakter anak. Hasilnya secara teoritik ada tiga jenis pola asuh, yaitu otoriter, permisif, dan demokratis. Pola otoriter cenderung koersif dan rigid sehingga kadang justru membuat anak menjadi tertekan. Sedangkan pola permisif cenderung menjadikan anak menjadi sosok yang egois dan tidak peka karena orang tua cenderung memenuhi kebutuhan materiil. Pola asuh ideal adalah demokratis karena pola komunikasi dua arah sehingga menempatkan  anak pada posisi bebas namun tetap terkontrol.   Kata Kunci : Keluarga, Pola asuh, Kepribadian. FAMILY ROLES IN PARENTING. Human development process consists of several phases. In the first phase- children phase- role of the family, especially the parents in parenting  is significant  because the family is the primary agent of socialization.  Success in parenting is  determined   by upbringing  pattern.  Thus this  paper  attempts to review the  pattern  of care  appropriate   to establish  a positive character in children.Indded, the pattern of care should be considered by parents  seriously because determining  the  child’s personality  or character. Theoretically, there are three types of parenting , which  are authoritarian, permissive, and democratic. Authoritarian  patterns are tend coercive and rigid, so that sometimes it makes children become depressed. While the pattern of

  12. TRANSFORMASI MUSIK DALAM BENTUK ARSITEKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Widyati Purwantiasning

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRAK. Saat berbicara tentang musik dan arsitektur, satu yang dapat didefinisikan pada keduanya, yaitu bahwa keduanya merupakan karya seni. Sebuah karya seni tentunya muncul tidak dengan sendirinya, pengaruh beberapa aspek tentunya menjadi sangat penting dalam proses terbentuknya suatu karya seni. Pengaruh tersebut tidak hanya internal namun juga eksternal. Faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi proses terbentuknya suatu karya seni diantaranya adalah manusia, ruang dan waktu. Kedua karya seni musik dan arsitektur sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor eksternal tersebut dalam proses perencanaan, perancangan dan implementasi idenya. Keterkaitan musik dan arsitektur sudah banyak diperbincangkan sejak lama, bagaimana dan aspek apa saja yang dapat mengkaitkan keduanya juga sudah lama diperdebatkan. Tulisan ini akan mengkaji tentang benang merah antara musik dan arsitektur, terutama elemen-elemen yang saling terkait di dalamnya, kemudian bagaimana mendiskripsikan dan menganalisis transformasi sebuah musik dalam bentuk arsitektur. Pembahasan masalah ini akan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan deduktif yaitu mengambil sebuah studi kasus dan dianalisa secara umum kemudian dikaitkan secara khusus sesuai dengan teori yang berkaitan dengan musik dan arsitektur. Kata Kunci: transformasi, musik, bentuk, arsitektur ABSTRACT. When we discuss about music and architecture, there is a significant thing that should be underlined about it, both of them are artworks. An artwork will not performed by itself, there are some aspects that would become important in the process of artworks’ formation. Those aspects were not just an internal aspect but also external one. Some external factors which would effect the process of artworks’ formation are human as doer, space and time. Both artworks either music or architecture have been affected by those three external factors in the process of planning, designing and implementing the idea. The

  13. PENGGUNAAN MIKORIZA DAN PUPUK NPK DALAM PEMBIBITAN NYAWAI (Ficus variegata Blume

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NFN Danu

    2016-12-01

    Full Text Available Kebutuhan bahan baku  untuk industri pengolahan kayu dan serat dari tahun ke tahun semakin meningkat, sedangkan pasokan bahan baku dari hutan alam semakin menurun, akibatnya terjadi kelangkaan bahan baku industri pengolahan kayu dan pulp. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan hutan tanaman yang memadai. Tanaman nyawai (Ficus variegata Blume  merupakan jenis alternatif prioritas dalam pembangunan hutan tanaman penghasil kayu. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan hutan tanaman nyawai adalah penggunaan bibit bermutu, karena bibit yang berkualitas akan menghasilkan tegakan dengan tingkat produktivitas tinggi. Pengadaan bibit nyawai bermutu dapat melalui teknik perbanyakan generatif maupun vegetatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi pemupukan dan mikoriza yang tepat untuk menghasilkan bibit nyawai yang berkualitas. Buah nyawai dikumpulkan dari Kebun Raya Cibodas (Cianjur. Lokasi Penelitian di persemaian Nagrak. Perkecambahan dilakukan dengan menabur benih pada bak kecambah yang berisi media yang telah disterilkan. Media penyapihan menggunakan tanah sub soil ditambah mikoriza: tanpa mikoriza (C0, Glomus sp. (C1, Acaulospora sp. (C2 dan dosis NPK sebanyak : 0,0 g (P0, 0,5 g/polybag (P1, 1,0 g/poybag (P2. Pengadaan bibit nyawai dapat menggunakan campuran media tanah subsoil + 30 % serbuk sabut kelapa (coco peat +10 % arang sekam padi (v/v, CMA Glomus sp dan Acaulospora sp mampu berkolonisasi dengan akar bibit nyawai. Pemberian pupuk NPK 0,5 – 1,0 gram per polybag dapat meningkatkan serapan hara P.

  14. Co-creation Communication Pengguna Instagram Dalam Foodstagram Di Surabaya

    OpenAIRE

    Goenawan, Giovanny

    2015-01-01

    Co-creation communication merupakan sebuah interaksi yang terjadi dengan pengumpulan respon-respon yang diberikan terhadap sebuah pesan yang ada yang membutuhkan adanya partisipasi audiens dimana mereka memiliki pengaruh dalam sistem tersebut. Co-creation communication biasanya dilakukan dalam sosial media, dimana sosial media yang digunakan dalam penelitian ini adalah instagram dalam mengomentari dan juga melakukan posting foto makanan (foodstagram). Untuk mengetahui keinginan berpartisipasi...

  15. Komunikasi Antarbudaya dalam Masyarakat Multikultur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hedi Heryadi

    2013-06-01

    Full Text Available Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui “Bagaimana komunikasi antarbudaya etnis Sunda dalam masyarakat multikultur?” Untuk mengungkap fenomena tersebut penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan model interaksionisme simbolik untuk melihat perilaku dan interaksi manusia yang dapat diperbedakan karena ditampilkan melalui melalui simbol dan maknanya. Untuk mendapatkan data, penulis menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan telah terjadi adaptasi timbal balik antara etnis Sunda sebagai pendatang dengan etnis Rejang sebagai pribumi. Adanya sikap saling menghargai dan menghormati antara etnis pendatang dan pribumi memungkinkan setiap kelompok etnis tersebut untuk menjalankan kebudayaannya masing-masing. Masyarakat dari etnis Sunda dengan Rejang saat berdialog dapat menggunakan bahasa Sunda, bahasa Rejang atau bahasa melayu dialek Bengkulu. Hubungan antara kedua etnis tersebut sejauh ini telah berlangsung tanpa hambatan yang berarti karena masing-masing etnis telah saling menerima apa adanya.

  16. PUBLIK FIGUR DALAM IKLAN TESTIMONIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddi Duto Hartanto

    2000-01-01

    Full Text Available Testimonial advertising seemingly identical with famous figure such as artist%2C sportmen or others. They are all branded as "public figure" because they are well known by public. A lot of advertising creators using public figure in order to gain a high brand awareness. Is the use of public figure in testimonial advertising more profitable? Is their able quite representative for the products they represent ? Abstract in Bahasa Indonesia : Iklan testimonial identik dengan tokoh terkenal%2C baik itu artis%2C tokoh masyarakat%2C olahragawan%2C atau yang lainnya. Semuanya di cap sebagai "publik figur%2C" karena sudah dikenal masyarakat.Banyak kreator iklan menggunakan publik figur dengan harapan dapat mencapai brand awareness yang tinggi. Apakah penggunaan publik figur dalam iklan testimonial lebih menguntungkan ?%2C Apakah peran publik figur (sudah mewakili produk yang dibawakan?. testimonial advertising%2C public figure

  17. LAHAN BASAH BUATAN SEBAGAI MEDIA PENGOLAHAN AIR LIMBAH BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamaei BERSALINITAS RENDAH (Constructed Wetland for Remediation of Brackish Wastewater from White Shrimp (Litopenaeus vannamaei Cultivation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafrudin Raharjo

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Air limbah budidaya udang berjumlah relatif banyak dan mengandung bahan pencemar yang berpotensi mencemari lingkungan. Di sisi lain, air limbah tersebut dapat diolah dan diresirkulasi dalam sistem budidaya udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemampuan sistem lahan basah buatan-aliran air permukaan (LBB-AAP yang ditanami dengan rumput vetiver (Chrysopogon zizanioides, L dalam menghilangkan pencemar (NO2-, NO3-, NH3, NH4+ dan PO43- dari air limbah budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamaei kondisi mesohaline dan mengevaluasi kinerja sistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem LBB-AAP mampu mengeliminasi parameter NO2-, NO3-, NH3, NH4+ dan PO43- secara signifikan. Rumput vetiver mampu tumbuh pada kondisi mesohaline dan dapat melakukan remediasi air limbah tersebut. Serapan rumput vetiver dalam sistem LBB-AAP untuk NO3-, NH4+ dan PO43-adalah 28, 63 dan 83 %. Desain konstruksi LBB-AAP tipe Hidroponik menunjukkan kinerja terbaik dalam pengendalian air limbah budidaya udang vaname dibandingkan dengan tipe emergent, kombinasi hidroponik dan emergent. ABSTRACT The amount of wastewater shrimp cultivation is relatively/too much, contains a variety of pollutants and potentially pollute the environment. In other side, The wastewater can be treated and also recirculated in shrimp cultivation systems. The purpose of research is to investigate the ability of flow water surface-constructed wetland system (FWS-CWs that planted vetiver grass (Chrysopogon zizanioides, L that removes of pollutants (NO2-, NO3-, NH3, NH4+ and PO43- from wastewater vaname shrimp cultivation (Litopenaeus vannamaei on conditions mesohaline and with the aim of evaluating the performance of the system. The results of the research indicate that FWS-CWs able to eliminate the parameters significantly of NO2-, NO3-, NH3, NH4+ and PO43-. Vetiver grass could grow on mesohaline conditions and it can perform remediation of the wastewater. Uptake of

  18. Perempuan Seksi dalam Jaring Korupsi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adek Risma Dedees

    2014-08-01

    Full Text Available Abstract: Tempo.co coverage on Ahmad Fathanah’s corruption case represents woman as subordinated and sensational object. This representation dismises woman from the corruption issues itself. Instead, it leads to a tendency to “exploit” woman by emphasizing the gossip. On covering this issue, Tempo.co acts as if it holds the “authorization” and “legitimation” to define woman as polite woman or ‘wild’ woman and how they should behave in front of camera/public. Such text shows a control mechanism towards body and mind of woman as stated by Foucault. The body of woman repeatedly become an object in media. Abstrak: Perempuan yang dihadirkan oleh Tempo.co dalam pemberitaan kasus korupsi Ahmad Fathanah adalah sebagai representasi objek sensasional. Representasi ini justru menjauhkan subjek perempuan dari kasus korupsinya sendiri. Beberapa teks berita menampilkan ‘otoritas’ dan ‘legitimasi’ Tempo.co dalam mendefinisikan kesopanan perempuan ketika mereka tampil di depan publik atau di depan kamera. Salah satunya dengan menilai deskripsi penampilan, wajah, atau pakaian yang dipakai. Tak ketinggalan, Tempo.co ‘meramal’ situasi jiwa perempuan: sedang depresi atau tidak. Inilah model mekanisme kontrol seperti yang dijelaskan Foucault bahwa semua bisa diatur dan dihukum menurut norma sosial yang berlaku, menurut siapa yang berkuasa pada kurun waktu tertentu.

  19. Profil Keamanan setelah Pemberian Dosis Primer Vaksin Pentabio® pada Bayi di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Julitasari Sundoro

    2017-06-01

    Full Text Available Vaksin Hib mulai digunakan pada Pogram Imunisasi Nasional sejak tahun 2013 secara bertahap dan di seluruh Indonesia mulai tahun 2014 dalam bentuk vaksin kombinasi DTP/HB/Hib (Pentabio®, yang memberikan  kekebalan terhadap difteria, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan Haemophilus influenzae tipe b. Studi ini menilai reaksi sitemik, reaksi lokal, dan reaksi yang serius pascaimunisasi dengan Pentabio®. Sebanyak 4.000 bayi penerima vaksin Pentabio®bergabung dalam studi ini. Reaksi yang timbul dicatat pada kartu harian oleh petugas yang sudah dilatih. Vaksin Pentabio®yang diamati pada PMS ini menggunakan vaksin rutin dari Program Imunisasi Nasional dalam waktu pengamatan 28 hari di empat propinsi, yaitu Nusa Tenggara Barat, Bali, Yogyakarta, dan Jawa Barat pada periode Mei–Desember 2014. Sebanyak 3.978 data dapat dianalisis karena 22 di antaranya tidak memberikan informasi yang valid. Reaksi sistemik yang paling banyak timbul adalah demam 0,85% pada 30 menit pertama, dan meningkat menjadi 14,03% pada satu hari pascaimunisasi, kemudian sembuh pada hari berikutnya. Reaksi lokal yang paling sering timbul adalah nyeri pada tempat suntikan pada 67,6% subjek pada 30 menit setelah imunisasi, dan meningkat menjadi 87,23% pada 1 hari pascaimunisasi namun sembuh pada hari berikutnya. Mayoritas nyeri yang timbul adalah kategori ringan. Tidak ditemukan kejadian ikutan pascaimunisasi serius selama pengamatan. Simpulan, reaksi lokal dan sistemik pascaimunisasi dengan Pentabio® dapat ditoleransi pada bayi.

  20. Penerapan Tipografi dalam Sistem Signage pada Interior Ruang Publik

    OpenAIRE

    Ulli Aulia Ruki; Amarena Nediari

    2014-01-01

    Sistem signage diaplikasikan pada sebuah interior ruang publik dengan memerhatikan dasar tipografi. Manfaat signage adalah memberikan kemudahan para pengguna ruang publik dalam mencapai tujuan saat mereka berada di dalam sebuah bangunan. Hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sistem signage adalah kejelasan bentuk huruf serta kemudahan untuk dibaca. Masih banyak desainer yang kurang memerhatikan desain signage, sehingga terkadang desainnya memberikan kesan hanya s...

  1. AUTOMATICTECTURE : OTOMATISASI PENUH DALAM ARSITEKTUR MASA DEPAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Galieh Gunagama

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK. Teknologi memudahkan umat manusia dalam hidup, akan tetapi, perkembangan yang terjadi juga membawa dampak negatif berupa terancamnya sejumlah profesi dengan adanya otomatisasi. Proses otomatisasi telah menggantikan porsi pekerjaan manusia dengan mesin berkecerdasan, dan tren tersebut akan semakin membesar seiring berjalannya waktu. Dalam hubungannya dengan studi eksperimental dan prediksi masa depan, dunia rancang bangun juga memiliki kemungkinan untuk diotomatisasikan dengan adanya perkembangan dalam bidang arsitektur digital, robotika, dan kecerdasan buatan. Di tengah kondisi global yang serba cepat dan penuh dinamika, dunia arsitektur perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan tersebut jika tidak ingin segera digantikan. Diskusi dalam paper ini mencoba untuk mengeksplorasi lebih dalam dan memprediksikan profesi arsitek pada masa depan dalam skenario terbaik dan terburuk terkait perkembangan proses otomatisasi yang semakin tidak terhindarkan.   Kata kunci: Arsitektur Eksperimental, Arsitektur Digital, Teknologi, Masa Depan ABSTRACT. Technology facilitates mankind in life, however, developments that occurred also had a negative impact in the form of threats to a number of professions with automatization. Automation process has replaced the portion of human work with the intelligent machine, and the trend will be growing over time. In conjunction with experimental studies and future predictions, the design and construction field also have the possibility to be automated with the development in the field of digital architecture, robotics, and artificial intelligence. Amid the global fast-paced and dynamic environment, architecture needs to be prepared in facing such developments if do not want to immediately replaced. The discussion in this paper attempts to explore deeper and predict the future of the profession in the best and worst case scenario related to the development of automation process which is increasingly

  2. Aktualisasi Etika Kepemimpinan Jawa dalam Asthabrata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pardi Suratno

    2009-12-01

    Full Text Available Nama Asthabrata sangat populer dalam kehidupan masyarakat Jawa karena sering muncul dalarn pagelaran wayang purwa. Ajaran Asthabrata mendapat apresiasi yang sangat luas oleh masyarakat Indonesia karena memuat ajaran kepemimpinan yang dapat dijadikan aspirasi bagi semua pihak yang sedang dan akan mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara. Asthabrata merupakan kreativitas pujangga Jawa karena tidak dikcnal dalam Ramayana India (baru muncul dalam Ramayana Kakawin, Semua Asthabrata menampilkan figur pemimpin dalam sosok delapan dewa. Dalam perkernbangan lebih lanjut, budayawan Jawa memilih menampilkan figur pemimpin itu dalam sifat-sifat benda alam, yakni bumi, matahari, bulan, bintang, laut, angin, dan awan. Penampilan figur pernimpin dalam sifat benda-benda alam tersebut lebih netral sebagai pilihan cerdas pujangga Jawa. Abstract: The name of Asthabrata is very popular among Javanese live because of its frequent appearance in the wayang purwa performance. Asthabrata teachings have got a wide appreciation from Indonesian people because it carries leadership teachings which can be an aspiration to everyone who is dedicating and will dedicate their lives to their nation and country. Asthabrata is the creativity of the Javanese men of letters for not discovered in Indian's Ramayana (not until Ramayana Kakawin. All Asthabrata present a leader figure in the characters of eight gods. In further progress, Javanese culture vultures chose to present the leader figure in the characters of natural objects. namely earth, Sun, moon, star, ocean, wind, and cloud. The performance of a leader figure in the characters of the natural objects is more neutral as a smart choice of Javanese man of letters. " Keywords: creativity, Asthabrata, leader

  3. Pelaksanaan Asas-Asas BK dalam Pelayanan BK (Ditinjau dari Persepsi Siswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yasinta Nur Miftakhul Jannah

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini didasarkan pada data dan fenomena yang ditemukan di lapangan yang menunjukkan rendahnya pelaksanaan asas-asas bimbingan dan konseling oleh konselor di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan asas-asas BK dalam pelayanan BK di SMA Negeri se-Kabupaten Pati (ditinjau dari persepsi siswa kelas XI Tahun Ajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA Negeri se-Kabupaten Pati. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik proportionale homogen random sampling dengan sampel sebesar 307 siswa kelas XI. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologis dalam bentuk skala persepsi. Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil dari penelitian menunjukkan, gambaran pelaksanaan asas-asas BK secara umum sudah masuk pada kategori baik dengan persentase sebesar 73,45%. Asas yang paling tinggi pelaksanaannya yaitu asas kegiatan dengan persentase sebesar 79,80%. Asas yang masih tergolong rendah persentase pelaksanaannya yaitu asas kekinian dengan persentase sebesar 68,80% dan asas alih tangan dengan persentase sebesar 69,10%. This research is based on data and phenomena found in a field that shows low  implementation of guidance and counseling principles by counselor at school. This research aims to find out the implementation of guidance and counseling principles in counseling services toward public senior high school throughout Pati Regency (reviewed from grade XI students’ perceptions Academic Year 2014/2015. Population of this research are grade XI public senior high school students throughout Pati Regency. Sampling in this research is done by using proportionale homogen random sampling technique with the number of samples 307 of grade IX. Collecting data method using psychological scale in the form of scale perception. Data analysis method which used is descriptive percentage. The result shows description of the implementation of

  4. Low-dose glucocorticoids in hyperandrogenism Efecto de bajas dosis de glucocorticoides en el hiperandrogenismo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leonardo Rizzo

    2007-06-01

    Full Text Available To investigate the effect of low-doses of glucocorticoids on androgen and cortisol secretion during the course of the day, we evaluated clinical signs of hyperandrogenism and total, free and bioavailable testosterone, SHBG, and cortisol following two different protocols: A fourteen patients received betamethasone 0.6 mg/day (n=8 or methylprednisolone 4 mg/day (n=6, as single daily oral dose at 11.00 PM, during 30 days, B fourteen patients were evaluated under betamethasone 0.3 mg in a single daily dose at 11.00 PM during six months, 11 out of whom were re-evaluated six months later. Twenty eight women with hyperandrogenism were included and seven normal females were used as control. Blood samples were taken in follicular phase at 8 AM and 7 PM to determine SHBG, cortisol, total, free and bioavailable testosterone. In both protocols, a significant morning and evening decrease in cortisol and testosterone (pCon el objetivo de investigar el efecto de bajas dosis de glucocorticoides sobre la secreción de andrógenos y cortisol en el curso del día, evaluamos signos de hiperandrogenismo, testosterona total, libre y biodisponible y cortisol según dos protocolos diferentes: A catorce pacientes recibieron betametasona 0.6 mg/día (n= 8 o metilprednisolona 4 mg/día (n= 6 en dosis única cotidiana, a las 23 h, durante 30 días, B catorce pacientes fueron evaluadas bajo betametasona 0.3 mg en dosis única cotidiana a la 23 h, administrada durante 6 meses; de ellas, 11 pacientes fueron re-evaluadas 6 meses más tarde. Se incluyeron 28 mujeres con hiperandrogenismo y 7 controles normales. Se obtuvieron muestras de sangre en fase folicular a las 08:00 y 9:00 h para determinar SHBG, cortisol, testosterona total, libre y biodisponible. En ambos protocolos se observó una disminución significativa de cortisol y testosterona (p<0.05 a <0.01, más importante con betametasona (p<0.05. En el protocolo B, los niveles matutinos de SHBG aumentaron

  5. KEMAHIRAN MENULIS CERITA PENDEK DENGAN MODE SUGESTI IMAJINASI MEDIA LAGU DAN VIDEO KLIP PESERTA DIDIK BERINTELEGENSI MUSIK TINGGI DAN BERINTELEGENSI MUSIK RENDAH SMA 1 MEJOBO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratri Kusumarini

    2013-05-01

    Full Text Available Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat merupakan salah satu unit di Universitas Respati Yogyakarta yang bertugas untuk mengelola kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen. Dalam proses pengolahan data kegiatan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat masih mengalami beberapa permasalahan yaitu belum adanya basis data yang digunakan untuk pengumpulan data rekam jejak kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan sistem pengarsipan dokumen masih berbentuk kertas yang berdampak pada kerusakan dokumen, hilangnya dokumen, efisiensi ruang dan pencarian data. Penelitian yang dilakukan bertujuan menghasilkan luaran sistem informasi yang dapat melakukan proses pengolahan data penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikelola oleh Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat di Universitas Respati Yogyakarta. Pengolahan data mengacu pada komponen beban kerja dosen dibidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Metode pengembangan dilakukan dengan tahapan analisa sistem, perancangan sistem, coding dan implementasi sistem. Hasil pengembangan sistem informasi penelitian dan pengabdian masyarakat yaitu sebuah sistem yang dapat membantu Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat dalam proses pengolahan data rekam jejak kegiatan penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen.

  6. Peranan Etika Bisnis dalam Pembangunan Akhlak Mulia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. Iskandar

    2007-03-01

    Full Text Available Tujuan penulisan artikel ini adalah mengkaji sejauhmana peranan etika bisnis sebagai pelaksanaan kode etik para pengusaha, manajer atau sumber daya manusia dalam organisasi bisnis serta stakeholders, berdasarkan nilai-nilai moral, norma dan agama yang dijadikan tuntunan untuk membuat keputusan dan solusi masalah yang etis, sebagai upaya membangun akhlak mulia. Pembangunan akhlak mulia merupakan upaya mengembangkan sikap yang melekat pada jiwa setiap sumber daya manusia secara sepontan yang diwujudkan dalam perbuatan/tidakan. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan etika bisnis, perilaku organisasi, manajemen sumber daya manusia dan pendidikan agama Islam yang memfokuskan kepada etika bisnis dalam upaya membangun akhlak mulia. Hasil pembahasan dalam artikel ini menunjukkan, bahwa: jika tindakan perilaku bisnis, manajer atau sumber daya manusia serta stakeholders itu baik menurut akal atau rasio, rasa atau kalbu dan agama, maka tindakan itu disebut akhlak yang baik (akhlakul karimah. Sebaliknya jika tindakan itu buruk, maka disebut akhlak yang buruk (akhlakul mazmumah. Standar baik dan buruk akhlak adalah Al-Qur’an dan Sunah Rasul, yang bersifat universal dan abadi. Dalam pandangan Islam, akhlak merupakan cermin dari jiwa manusia. Akhlak yang baik adalah dorongan dari keimanan yang ditampilkan dengan tindakan nyata dalam kehidupan. Menurut sasarannya, pembangunan akhlak meliputi akhlak terhadap Allah SWT, akhlak kepada sesama manusia dan akhlak kepada lingkungan alam semesta. Peranan etika bisnis dalam pembangunan akhlak mulia adalah sebagai pelaksanaan kode etik para pengusaha, manajer atau sumber daya manusia dalam organisasi bisnis serta para stakeholders, berdasarkan nilai-nilai moral, norma, etika dan agama yang dijadikan tuntunan untuk membuat keputusan dan solusi masalah. Dalam upaya membangun akhlak mulia, mereka itu melaksanakan prinsip dan standar etika bisnis, yaitu: Kejujuran (honesty: tidak berbohong. Integritas (integrity

  7. PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN TERUMBU KARANG DI PESISIR PANTAI KABUPATEN GUNUNG KIDUL (Community Participation in the Preservation of Coral Reef at the Coastal Area of Gunung Kidul Regency, Yogyakarta, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Francisca Romana Harjiyatni

    2001-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan mengambil lokasi Kabupaten Gunung Kidul yang meliputi Pantai Baron, Pantai Kukup, dan Pantai Drini, dan bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya peran serta masyarakat dalam upaya pelestarian terumbu karang. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh dari para responden dan pengamatan ke obyek yang diteliti, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan arsip yang ada kaitannya dengan materi penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya peran serta masyarakat dalam pelestarian ekosistem terumbu karang adalah karena kesadaran masyarakat untuk berperan dalam pelestarian ekosistem terumbu karang masih rendah. Rendahnya kesadaran masyarakat tidak terlepas dari faktor tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat yang masih rendah, kondisi tanah pertanian yang tidak menjanjikan  serta kurang disosialisasikannya peraturan lingkungan hidup dan tidak ada tindakan yang tegas terhadap pelanggar. Telah ada upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pelestarian terumbu karang, yaitu penyuluhan tetapi penyuluhan yang dilakukan mengenai lingkungan hidup secara umum tidak khusus mengenai terumbu karang. Upaya lain adalah memberikan bimbingan mengenai pemanfaatan sumber daya hayati laut dan ekosistem terumbu karang. Hal ini pun tidak banyak dilakukan oleh masyarakat karena mereka menginginkan hasil yang besar dan cepat sehingga pendapatannya juga besar. Untuk itu perlu diupayakan pengembangan mata pencaharian alternatif yang bersifat berkelanjutan bagi masyarakat yang selama ini memanfaatkan sumber daya dari terumbu karang. Diperlukan pula keberanian untuk melalukan tindakan yang tegas terhadap pelanggar. Hal paling utama ialah menumbuhkan pemahaman yang kuat tentang pentingnya kelestarian ekosistem terumbu karang dan kesadaran untuk berperan dalam pelestarian ekosistem terumbu karang

  8. PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Winiarti

    2008-07-01

    Full Text Available Dalam konsep pelacakan dalam mencari solusi dengan pendekatan artificial inteligent, ada berbagai metode yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ketidakpastian saat proses pelacakan terjadi. Salah satunya adalah teorema bayes. Adanya ketidakpastian pada proses pelacakan dapat terjadi karena adanya perubahan pengetahuan yang ada di dalam sistem. Untuk itu diperlukan adanya suatu metode untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam penelitian ini telah diterapkan suatu metode untuk mengatasi ketidakpastian dengan teorema Bayes pada kasus pelacakan untuk mendiagnosa penyakit pada THT (Telinga,Hidung dan Tenggorokan. Subjek pada penelitian ini adalah proses pelacakan untuk menentukan penyakit THT dengan model penalaran forward chaining dan metode kepastiannya menggunakan teorema bayes dengan cara menghitung nilai probabilitas suatu penyakit dan membandingkan probabilitas setiap gejalanya. Model pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah Waterfall. Metode Waterfall diawali dengan analisis data, perancangan sistem, pengkodean menggunakan Visual Basic 6.0, pengujian sistem dengan black box test dan alfa test. Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan sebuah perangkat lunak yaitu yang mampu menentukan penyakit pada THT dengan menerapkan metode bayes untuk mengatasi ketidakpastian. Hasil uji coba sistem menujukkan bahwa aplikasi ini layak dan dapat digunakan. Kata kunci : Penyakit, THT, Teorema Bayes.

  9. PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Winiarti

    2012-05-01

    Full Text Available Dalam konsep pelacakan dalam mencari solusi dengan pendekatan artificial inteligent, ada berbagai metode  yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ketidakpastian saat proses pelacakan terjadi. Salah satunya adalah teorema bayes. Adanya ketidakpastian pada proses pelacakan dapat terjadi karena adanya perubahan pengetahuan yang ada di dalam sistem. Untuk itu diperlukan adanya suatu metode untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam penelitian ini telah diterapkan suatu metode untuk mengatasi ketidakpastian dengan teorema Bayes pada kasus pelacakan untuk mendiagnosa penyakit pada THT (Telinga,Hidung dan Tenggorokan.  Subjek pada penelitian ini adalah proses pelacakan untuk menentukan penyakit THT dengan model penalaran forward chaining dan metode kepastiannya menggunakan teorema bayes dengan cara menghitung nilai probabilitas suatu penyakit dan membandingkan probabilitas setiap gejalanya. Model pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini adalah Waterfall. Metode Waterfall diawali dengan analisis data, perancangan sistem, pengkodean menggunakan Visual Basic 6.0, pengujian sistem dengan black box test dan alfa test. Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan sebuah perangkat lunak yaitu  yang mampu menentukan penyakit pada THT dengan menerapkan metode bayes untuk mengatasi ketidakpastian. Hasil uji coba sistem menujukkan bahwa aplikasi ini layak dan dapat digunakan.

  10. PROSPEK PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Efriyani Sumastuti

    2015-12-01

    Full Text Available Agribusiness sector has an important role in the process of economic development. The contribution of this sector in economic development, areto increase the food production for domestic consumption, become the largest provider of employment, enlarge the market for industries, increase the supply of money for saving and increase the income. Up to now, the role of the agricultural sector in Indonesia is sogreatin supporting the food fullfillmentand providing an employment for farm house holds. The great role and potency of agribusiness sector in realizing the food sustainability still have to face many challenges and complex issues. There should be many efforts for the existance of agribusiness sector. This study will discuss the agribussiness potency, prospects, problems and the efforts that should be done for the food sustainability.Sektor agribisnis mempunyai peranan penting dalam proses pembangunan ekonomi. Kontribusi sektor ini dalam pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan produksi pangan untuk konsumsi domestik, sebagai penyedia tenaga kerja terbesar, memperbesar pasar untuk industri, meningkatkan supply uang tabungan dan meningkatkan devisa. Sampai saat ini, peranan sektor pertanian di Indonesia begitu besar dalam mendukung pemenuhan pangan dan memberikan lapangan kerja bagi rumah tangga petani. Peran dan potensi sektor agribisnis yang demikian besar dalam mewujudkan ketahanan pangan di masa yang akan datang masih harus menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan kompleks. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk tetap eksis. Studi ini akan membahas tentang potensi, prospek, permasalahan serta upaya yang perlu dilakukan sektor agribisnis dalam mewujudkan ketahanan pangan.

  11. TANGGUNG JAWAB KEPERDATAAN BIDAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.A. Antari Inaka Turingsih

    2012-10-01

    Full Text Available In carrying out their health services obligations, midwifes need to comply with professional standards because failure to observe careful and diligent practice may be a ground for holding the midwife accountable. Injured patient reserves the right to file a lawsuit against the midwifes by invoking breach of contract or wrongful acts as the basis of liability. Therefore, in carrying out his/her profession, a midwife must comply with professional standards, standard operating procedures, and regulated code of conduct. This article will analyse matters pertinent to profession, malpractice, and their efforts to heal. Bidan dalam melaksanakan kewajiban pelayanan kesehatan harus berdasarkan pada standar profesi. Jika dalam melaksanakan kewajibannya bidan melakukan kesalahan, maka ia dapat dimintai pertanggungjawaban. Pasien sebagai pihak yang dirugikan dapat mengajukan pertanggungjawaban bidan melalui gugat berdasarkan wanprestasi atau perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu, dalam melaksanakan profesinya, seorang bidan harus memenuhi ketentuan standar profesi, standar prosedur operasional dan kode etik yang telah diatur. Dalam tulisan ini akan dicoba untuk dikaji hal-hal yang berkaitan dengan profesi, malpraktik, dan pertanggungjawaban dalam upaya penyembuhan.

  12. KADAR ZAT GIZI DALAM TEMPE BENGUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indrawati Gandjar

    2012-11-01

    Full Text Available Disamping kacang kedele dan kacang tanah sejumlah kacang-kacangan yang kurang dikenal juga dimakan penduduk daerah-daerah tertentu di Pulau Jawa. Diantaranya biji-biji koro benguk (Mucuna pruriens. Hasil fermentasi dari biji-biji ini dikenal sebagai tempe benguk.Dalam penelitian ini telah digunakan campuran biji koro benguk varitas abu-abu dan varitas hitam dalam perbandingan 1:1.Hasil isolasi mikroflora dari contoh-contoh tempe benguk yang dijual belikan ialah species dari marga (genus Rhizopus. Strain 90 II/3 dari desa Donomulyo Malang Selatan yang diidentifikasi sebagai R. arrhizus menghasilkan tempe benguk yang baik dan dipakai dalam penelitian ini.Telah dilakukan analisa zat gizi kedua varitas biji-biji koro benguk mentah, begitu pula dari substrat sebelum fermentasi dan tempe benguknya. Kadar protein dari tempe benguk dengan strain 90 II/3 ialah 14.1%.Proses perebusan, perendaman dan pengukusan telah menghilangkan seluruh HCN dalam substrat. Dari segi kandungan aflatoksin tempe benguk dalam penelitian ini tidak membahayakan karena kandungannya hanya 1.04 ppb.Hasil fermentasi biji-biji koro benguk dapat merupakan suatu sumber protein murah bagi penduduk yang makanan pokoknya terutama serealia dan umbi-umbian.

  13. KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TB PARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niniek Lely Pratiwi

    2013-03-01

    group of new religious NGOs, Asiyah, churches, Muhammadiyah. Recommendation:Required an increase in participatory community of various other NGOs, in an integrated cross-sector to perform the preventive, promotive control of pulmonary TB disease by promoting the re-socialization of the glass roof house design, conduct prevention. Key words: Community on People Self Care, TB OOTS, Pro active Ca se Finding ABSTRAK Penanggulangan tuberculosis, khususnya TB paru di lndonesia telah dimulai sejak tahun 1969, namun jumlah penderita TB paru semakin meningkat. Penelitian kualitatif etnografis ini bertujuan untuk mengkaji upaya kemandirian masyarakat dalam upaya pencegahan penularan penyakit TB paru. Cara pengumpulan data observasi partisipatori, wawancara mendalam dengan informan penderita TB paru dan keluarga. Lokasi penelitian di Kota Pariaman, kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Rote Ndao NTT. Hasil analisis dari 4 indikator kemandirian masyarakat dari sisi knowledge masih rendah mengingat bahwa sebagian besar informan menganggap penyakit TB paru sebagai penyakit keturunan, dan tidak menular. Penyakit Hossa sebutan masyarakat di kabupaten Rote Ndao. Persepsi illness masyarakat di kota Pariaman, penyakit TB paru sebagai penyakit karena "temeken", akibat diguna-guna orang lain yang tidak senang. Di kota Lombok Barat stigma takut, malu sebagai penderita TB, sehingga masih banyak persepsi illness masyarakat yang menyebutnya sebagai penyakit batuk lama, batuk kering 40 hari, dan penyakit asma. Kepercayaan/trust masyarakat masih tergantung pada petugas kesehatan, belum ada kader yg memberikan penyuluhan langsung tentang pencegahan penularan. Kemampuan/ capacity masyarakat masih sangat kurang, masyarakat masih lebih percaya pada petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan. Pemilihan sebagai tenaga PMO (Pengawas makan obat kurang sesuai dengan struktur sosial yang ada di masyarakat. Kabupaten Lobar dengan struktur sosial masyarakat sasak maka tuan guru, Kyai dapat sebagai social

  14. DOSIS & DOSIS 3D: radiation measurements with the DOSTEL instruments onboard the Columbus Laboratory of the ISS in the years 2009–2016

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Berger Thomas

    2017-01-01

    Full Text Available The natural radiation environment in Low Earth Orbit (LEO differs significantly in composition and energy from that found on Earth. The space radiation field consists of high energetic protons and heavier ions from Galactic Cosmic Radiation (GCR, as well as of protons and electrons trapped in the Earth’s radiation belts (Van Allen belts. Protons and some heavier particles ejected in occasional Solar Particle Events (SPEs might in addition contribute to the radiation exposure in LEO. All sources of radiation are modulated by the solar cycle. During solar maximum conditions SPEs occur more frequently with higher particle intensities. Since the radiation exposure in LEO exceeds exposure limits for radiation workers on Earth, the radiation exposure in space has been recognized as a main health concern for humans in space missions from the beginning of the space age on. Monitoring of the radiation environment is therefore an inevitable task in human spaceflight. Since mission profiles are always different and each spacecraft provides different shielding distributions, modifying the radiation environment measurements needs to be done for each mission. The experiments “Dose Distribution within the ISS (DOSIS” (2009–2011 and “Dose Distribution within the ISS 3D (DOSIS 3D” (2012–onwards onboard the Columbus Laboratory of the International Space Station (ISS use a detector suite consisting of two silicon detector telescopes (DOSimetry TELescope = DOSTEL and passive radiation detector packages (PDP and are designed for the determination of the temporal and spatial variation of the radiation environment. With the DOSTEL instruments’ changes of the radiation composition and the related exposure levels in dependence of the solar cycle, the altitude of the ISS and the influence of attitude changes of the ISS during Space Shuttle dockings inside the Columbus Laboratory have been monitored. The absorbed doses measured at the end of May 2016

  15. Menakar Peranan Pustakawan dalam Implementasi Teknologi Informasi di Perpustakaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Nugrohoadhi

    2013-12-01

    Full Text Available Pustakawan dalam era teknologi informasi ini perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi era perpustakaan digital. Kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan ini amat diperlukan karena pemustaka sendiri tentunya  mengharapkan layanan yang berorientasi pada teknologi maju sehingga keakuratan data dan kecepatan informasi dapat diperoleh. Khususnya pada perpustakaan yang melayani lembaga perguruan tinggi akan selalu berkembang baik jumlah koleksi, fasilitas maupun pengembangan profesionalisme para pustakawan. Dalam mendukung aktivitas  kegiatan ini perpustakaan  diharapkan akan selalu sigap dalam menyiapkan kebutuhan pemustaka sehingga koleksi yang disediakan mampu mengimbangi kebutuhan informasi yang diperlukan.

  16. SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC: ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM KONSELING KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumarwiyah -

    2015-11-01

    Full Text Available Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

  17. Impacto de la radiología digital en la dosis de referencia de radiología intraoral española

    OpenAIRE

    Velasco Hidalgo, Francisco

    2016-01-01

    INTRODUCCION: las dosis de referencia (DRLs) son los niveles de dosis administradas a los pacientes en exposiciones de radiodiagnóstico médico que no deben sobrepasarse y pueden ser utilizados como indicadores en los procesos de optimización radiológica. A raíz de las publicaciones iniciales para reducir las dosis de radiación en los EE.UU. En odontología, se incluyen estas recomendaciones en las directrices europeas sobre protección radiológica en radiología dental; sin embargo, hemos encont...

  18. Interaksi Belajar Matematika Siswa Dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Septi Nur Afifah

    2012-02-01

    Full Text Available Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menuntut siswa untuk bersikap aktif, kreatif dan inovatif. Namun dalam pelaksanaannya menunjukkan adanya kekurangan pada praktek pembelajaran. Salah satu pembelajaran  yang melibatkan siswa aktif adalah pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif siswa saling berinteraksi satu sama lain dalam kelompok untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Interaksi belajar siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dibedakan menjadi dua yaitu interaksi belajar siswa dalam tugas dan interaksi siswa di luar tugas. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan interaksi belajar matematika siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII-A SMP N I Modo Lamongan dengan jumlah siswa 33 orang. Data interaksi belajar siswa dalam kelompok diperoleh dengan lembar observasi dan rekaman handycam. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa interaksi belajar matematika siswa dalam pembelajaran kooperatif yang terjadi dalam menyampaikan ide atau pendapat yaitu sebesar 34,4% untuk kelompok 1 dan 32,3% untuk kelompok 2, memberi bantuan yang disertai dengan penjelasan sebesar 15,6% untuk kelompok 1 dan 20,6% untuk kelompok 2, memberi bantuan tanpa disertai dengan penjelasan sebesar 25,0% untuk kelompok 1 dan 20,6% untuk kelompok 2 dan interaksi belajar matematika siswa dalam meminta bantuan sebesar 25,0% untuk kelompok 1 dan 26,5% untuk kelompok 2.

  19. Fenomena Gender dalam Dongkari Lagu-Lagu Tembang Sunda Cianjuran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Hermawan

    2016-02-01

    ABSTRAK   Tulisan ini, “Fenomena Gender dalam Dongkari Lagu-lagu Tembang Sunda Cainjuran,” merupakan bagian kecil dari disertasi penulis berjudul “Gender dalam Tembang Sunda Cianjuran,” yang kemudian diolah kembali sesuai dengan tema tulisan ini. Tulisan ini ber- maksud untuk mengkaji fenomena gender dalam salah satu unsur tembang sunda cianjuran tersebut, yaitu dongkari. Sejauh mana ideologi gender dalam kehidupan masyarakat ber- pengaruh terhadap pertunjukan tembang sunda cianjuran, khususnya dalam menggunakan dongkari lagu-lagu tembang sunda cianjuran; dan sebaliknya. Dari kajian tersebut diperoleh kesimpulan yang menyatakan bahwa fenomena gender dapat ditemukan dalam ornamen/ dongkari. Hal ini ditunjukkan oleh adanya ornamen/dongkari yang bersifat maskulin dan feminin yang masing-masing biasa digunakan oleh penembang pria dan wanita dalam menembangkan lagu-lagu tembang sunda cianjuran. Kendatipun demikian, hal tersebut tidak terlepas dari fenomena cross-gender yang senantiasa hadir menyertainya sehingga dalam kasus-kasus tertentu, ornamen/dongkari yang bersifat maskulin bisa pula digunakan oleh penembang wanita; dan demikian pula sebaliknya. Keterkaitan antara fenomena gen- der yang ditemukan dalam ornamen/dongkari dan penggunaannya oleh penembang pria dan wanita dalam praktik pertunjukan tembang sunda cianjuran menunjukkan adanya sa- ling keterkaitan dan saling memengaruhi antara ideologi gender yang melekat dalam ke- hidupan masyarakat Sunda dan pertunjukan musik—tembang sunda cianjuran.   Kata kunci: gender, tembang sunda cianjuran, ornamen/dongkari

  20. JEJAK KARAWITAN DALAM KAKAWIN SUMANASANTAKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Santosa

    2018-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Kakawin Sumanas?ntaka (Death Because Sumanasa Flowers is one source of the search trail musical term of from about 22 manuscript Old Javanese literature.This article is part of the research entitled "Traces Track Karawitan in Ancient Java Script: Assessment Form, function and meaning". This discussion is intended to clarify the form and function of musical instruments during the period in East Java around the 10th century.This study uses historical method which, through the stages of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. At this stage of heuristics used kakawin Sumanas?ntaka is the work of Worsley, P., S. Supomo, M. Fletchert dan T.H. Hunter.,year 2014 also found written entitledKakawin Sumanas?ntaka, Mati Karena Bunga Sumanasa, Karya Mpu Monaguna., Kajian sebuah puisi epik Jawa Kuno. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.Criticism is done internally through direct translation as the facts speak and the last is the stage of historiography. Form and function in kakawin Sumanasantaka musical instruments, can not be separated from the function of musical instruments in the future, namely as a means Javanese ceremonies and as accompanist secular activities. Keywords: form, function, karawitan, kakawin, Sumanas?ntaka   ABSTRAK Kakawin Sumanas?ntaka (Mati Karena Bunga Sumanasa merupakan salah satu sumber penelusuran jejak istilah karawitan dari sekitar 22 Naskah kesusastraanberbahasa Jawa Kuno awal.Tulisan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang berjudul “Melacak Jejak Karawitan dalam Naskah Jawa Kuno: Kajian Bentuk, fungsi, dan Makna”. Pembahasan ini dimaksudkan untuk memperjelas bentuk dan fungsi instrumen musik pada masa periode Jawa Timur sekitar abad ke-10.Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu, melalui tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pada tahap heuristik ditemukan sebuah kakawin Sumanasantaka yaitu karya Worsley, P., S. Supomo, M. Fletchert dan T.H. Hunter. Tahun 2014

  1. STATISTIK DESKRIPTIF DALAM PENELITIAN KUALITATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amirotun Sholikhah

    2017-03-01

    -sampel yang representatif. Melalui tahapan tersebut paling tidak peneliti akan mampu menghasilkan temuan data yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Sebab itu sangat penting bagi peneliti untuk menggunakan metode statistik deskriptif pada penelitian kualitatif, sebagai bentuk penelitian tentang yang cenderung memotret fenomena sosial. Melalui kemampuan olah basis data yang dimiliki oleh metode kualitatif deskriptif, sangatlah membantu dalam melakukan pengamatan dalam bentuk ukuran-ukuran berupa angka-angka.

  2. Imobilisasi TiO2 ke dalam Resin Penukar Kation dan Aplikasinya sebagai Fotokatalis dalam Proses Fotoreduksi Ion Hg2+

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosyid Ridho

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak Dalam rangka mengembangkan bahan fotokatalitis TiO2 pada penelitian ini telah dilakukan preparasi fotokatalis TiO2-Resin yang disertai dengan karakterisasi dan uji aktivitas untuk proses fotoreduksi ion Hg(II. Preparasi imobilisasi ini dilakukan dengan metode pertukaran ion yang di ikuti dengan kalsinasi pada suhu tertentu. Pada preparasi telah dipelajari pengaruh konsentrasi Titanium Isopropoksida sebagai sumber ion Ti(IV terhadap TiO2-Resin yang dikarakterisasi dengan menggunakan Difraksi Sinar X (XRD dan Thermografimetri (TGA. Pada proses fotoreduksi ion Hg(II dipelajari pengaruh massa fotokatalis, kadar TiO2 yang terimobilisasi ke dalam resin, konsentrasi Ion Hg(II, dan pengaruh pH. Proses fotoreduksi dilakukan dalam suatu reaktor tertutup yang dilengkapi dengan lampu UV, yaitu dengan cara menyinari campuran yang terdiri dari larutan ion Hg(II dan serbuk fotokatalis TiO2-Resin, disertai dengan pengadukan selama waktu tertentu. Hasil fotoreduksi dihitung berdasarkan selisih antara konsentrasi ion Hg(II awal dengan ion Hg(II yang tak tereduksi. Penentuan konsentrasi ion Hg(II yang tak tereduksi dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA teknik pembangkitan uap dingin atau Cold Vapor Atomic Absorption Spectrophotometry(CV-AAS. Hasil preparasi menunjukkan semakin tinggi konsentrasi Titanium Isopropoksida yang ditambahkan pada resin semakin tinggi juga kadar TiO2 yang terbentuk pada TiO2-Resin. Hasil uji fotokatalis menunjukkan bahwa penggunaan fotokatalis TiO¬2-Resin dapat meningkatkan hasil fotoreduksi ion Hg(II yang peningkatannya lebih tinggi dibandingkan TiO2 serbuk. Penambahan fotokatalis dengan massa yang semakin besar menambah efektivitas fotoreduksi terhadap ion Hg(II yang semakin besar, namun jika ditambahkan massa fotokatalis yang lebih tinggi lagi akan menurunkan efektivitas fotoreduksi terhadap ion Hg(II. Kenaikan konsentrasi Hg(II menyebabkan efektivitas fotoreduksi semakin rendah. Pada pH 1-4 terjadi

  3. Kreativitas Mang Koko dalam Karawitan Sunda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tardi Ruswandi

    2016-03-01

    ABSTRAK   Penelitian ini terfokus pada kreativitas Mang Koko dalam menciptakan lagu-lagu dan gending sebagai pengiring lagu. Kreativitas Mang Koko dianalisis dengan menggunakan teori Dedi Supriadi (1994:7 yang menjelaskan bahwa kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif   berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Mang Koko merupakan seniman kreatif dan produktif dalam berkarya yang hingga saat ini masih diperhitungkan. Dalam mengembangkan karawitan Sunda dan melahirkan genre baru, Mang Koko terilhami oleh beberapa jenis karawitan Sunda dan terinspirasi oleh pola-pola musik Barat sehingga proses kreatifnya berpijak pada aspek penggalian dan penciptaan. Hasil kreativitas Mang koko dikelompokkan menjadi Sekar Jenaka, lagu-lagu Kawih (anggana dan rampak sekar, Gamelan Wanda Anyar, Kacapian, Etude Kacapi, dan Drama Suara (Gending Karesmen.   Kata kunci: Mang Koko, Kreativitas, Karawitan Sunda

  4. KRIMINALISASI BERLEBIH (OVERCRIMINALIZATION DALAM KRIMINALISASI KORUPSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marthen H. Toelle

    2015-10-01

    Full Text Available Abstrak Artikel ini berargumen bahwa kriminalisasi dalam Pasal 2 ayat (1 dan Pasal 3 UU Tipikor adalah praktik kriminalisasi berlebih. Praktik kriminalisasi berlebih pada hakikatnya adalah keputusan menetapkan suatu tindakan sebagai tindak pidana dalam undang-undang tanpa didukung oleh alasan yang memadai. Dalam kontrak dengan pemerintah, perlindungan terhadap keuangan negara sudah memadai sehingga tindakan merugikan keuangan negara tidak perlu dikriminalisasi atau dipidana berdasarkan Pasal 2 ayat (1 dan Pasal 3 UU Tipikor. Abstract This article argues that the criminalization stipulated in Articles 2(1 and 3 of the Indonesian Anti-Corruption Act is overcriminalization. Overcriminalization is, in essence, the decision to criminalize certain behaviour without being supported by adequate reasons. In government contracts, the protection over State budget has been properly established, therefore any State budget loss should not necessarily be criminalized according to Articles 2 (1 and 3 of the Indonesian Anti-Corruption Act.

  5. Beblabadan Bahasa Bali Dalam Perspektif Ekolinguistik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Ngurah Adi Rajistha

    2016-04-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan (1 kategori gramatikal dari leksikon alam yang digunakan dalam beblabadan, (2 konstruksis sintaksis dari beblabadan yang mengandung leksikon alam, dan (3 tiga dimensi praksis sosial dari beblabadan. Data penelitian ini diperoleh dari buku Basita Paribasa karangan W. Simpen AB. Data yang dikumpulkan adalah berupa frasa dan klausa. Hasil analisis disajikan dengan menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan analisis yang dilakukan, ada tiga temuan dalam analisis ini yaitu (1 kategori gramatikal dari leksikon alam dalam beblabadan adalah verba seperti mabawang (berlaku sebagai bawang dan nomina seperti jaka (pohon enau; (2 Konstruksi sintaksis dari beblabadan (metafora yang mengandung leksikon-leksikon alam tersebut antara lain frasa nomina seperti base wayah (seperti daun sirih tua, frasa verba seperti mabawang putih (seperti bawang putih, dan klausa seperti ental magulung (daun lontar digulung; dan (3 dimensi praksis sosial dari beblabadan (metafora ditunjukkan oleh pola-pola acuan tertentu.

  6. Minat Masyarakat dalam Menggunakan Smart Appliances

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Yuniarti

    2014-09-01

    Full Text Available Harga sumber energi yang semakin naik dari tahun ke tahun dan kemajuan teknologi telah mendorong perkembangan smart grid. Smart appliance merupakan salah satu komponen penting dalam smart grid. Penerapan smart appliance sejalan dengan kebijakan untuk mengurangi konsumsi energi, mengurangi emisi karbon dan penyediaan energi dari energi terbarukan. Penetrasi telepon bergerak turut memudahkan manajemen energi dan otomatisasi home appliance. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis minat masyarakat, yang merupakan aktor aktif dalam konsumsi dan manajemen energi di rumah tangga. Data penelitian dianalisis  dengan menggunakan metode structural equation modeling (SEM Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel enjoyment memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat dalam menggunakan smart appliance. Sedangkan, variabel compatibility ease of use, relative advantage dan image tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menggunakan smart appliance.

  7. PEMANFAATAN WEB KHAN ACADEMY DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Soebagyo

    2016-02-01

    Full Text Available Artikel ini bertujuan untuk mengobservasi pemanfaatan web Khan Academy siswa SMK Swasta di Jakarta Utara. Observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas siswa dalam menggunakan web khan academy selama proses pembelajaran matematika. Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran matematika sudah sepatutnya dilakukan oleh pihak-pihak yang ikut bertanggungjawab atas keberhasilan belajar matematika perserta didik.  Teknologi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari dan salah satu bentuk teknologi yang sering dimanfaatkan saat ini adalah website dimana akitifitas pekerjaan, pendidikan, hiburan dan hubungan  sosial, semuanya dapat dialami melalui website.  Dibutuhkan sebuah website yang bias mengakomodir siswa dalam proses pembelajaran matematika baik di dalam kelas maupun di luar kelas.  Kriteria web yang baik haruslah memberikan kemudahan dalam pemanfaatannya, salah satu web tersebut adalah web khan academy.   This paper aims to observe the use of web Khan Academy Private vocational students in North Jakarta. Observations carried out to observe the activities of the students in using web khan academy during the learning process of mathematics. The use of technology in the learning process of mathematics has been duly carried out by parties who share responsibility for the success of students studying mathematics participants. Technology is something that can not be separated in everyday life and one form of technology that is often used today is a website where the activity, employment, education, entertainment and social relationships, all of which can be experienced through the website. It takes a biased website to accommodate students in mathematics learning process both in the classroom and outside the classroom. Criteria for good web should provide ease of use, one of the web is a web khan academy.

  8. FAKTOR KEBUDAYAAN DALAM PENENTUAN POSITIONING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lesie Yuliadewi

    1999-01-01

    Full Text Available The culture is the important part to influent people s attitudes like the way they have seen or thinked. Usually%2C people will learn some thing faster than the other%2C because it has been related with their past experience. That is why%2C the culture become one of the most important thing in advertising and it have great influence for the brand image of the consumers. So the consumers can be easily remember the products that have been advertising. Last%2C all of it%2C will change the sales of the products goes up and hopefully%2C it will increase the revenue/profit of the firm. Abstract in Bahasa Indonesia : Kebudayaan akan mempengaruhi sudut pandang seseorang terhadap sesuatu yang dilihat atau diterima oleh otaknya. Seseorang akan lebih cepat menerima sesuatu apabila ciri-ciri hal yang baru diterimanya berhubungan dengan masa lampaunya. Oleh karena itu%2C kebudayaan merupakan faktor yang penting diperhitungkan agar pesan yang termuat dalam iklan cepat diterima dan diingat di benak calon konsumen%2C sehingga angka penjualan dapat meningkat.

  9. Prinsip Transparansi dalam Perjanjian TBT dan SPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Widyaputri Kariodimedjo

    2012-02-01

    Full Text Available Transparency principle in the TBT and SPS Agreement is implemented by notification. Its application is prepared by related agencies through the making of regulations, establishment of enquiry points, building capacity and infrastructure. It guarantees certainty, predictability and credibility of Indonesia in international trade, and its application should not undermine national trade policy. Prinsip transparansi dalam Perjanjian TBT dan SPS diterapkan melalui notifikasi. Penerapan prinsip ini dilakukan oleh instansi-instansi terkait melalui pembuatan peraturan, upaya terkait kelembagaan, SDM dan infrastruktur. Prinsip yang bertujuan menciptakan kepastian, konsistensi bagi perdagangan dan kredibilitas Indonesia dalam perdagangan internasional, harus dilakukan tanpa mengorbankan kepentingan untuk mengamankan kebijakan impor nasional.

  10. PENERAPAN ANALISIS SWOC DALAM RENCANA STRATEGIS PENDIDIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hardianto -

    2018-01-01

    Full Text Available Analisis SWOC merupakan salah satu langkah yang bisa diambil dalam membuat sebuah rencana strategis pendidikan. Analisis ini dilakukan untuk melihat secara mendalam situasi internal dan eksternal organisasi. Situasi internal yang dilihat adalah kekuatan (Strenghts dan kelemahan (Weaknesses organisasi pendidikan. Situasi eksternal berupa peluang (Opportinities dan tantangan (Challenges. Untuk membuat sebuah rencana strategis yang baik dapat dilakukan dengan menganalisis setiap kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan. Teknik kartu salju (snow card bisa digunakan dalam melakukan analisis SWOC. Hasil analisis tersebut nantinya akan melahirkan kombinasi strategi kekuatan-peluang, kekuatan-tantangan, kelemahan-peluang dan kelemahan-tantangan.

  11. PENERAPAN LEGO BRICKS DALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN MATEMATIS SISWA DALAM MENGHITUNG BILANGAN BERPANGKAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mutia Rahma Setyani

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembelajaran dan mendeskripsikan kecerdasan matematis siswa dalam menghitung bilangan berpangkat setelah menggunakan lego bricks pada siswa kelas III Tahassus MIS Ta’allamul Huda. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas ini dengan model pembelajaran Cooperative Learning. Subjek penelitian adalah siswa kelas III ahassus MIS a’allamul Huda yang berjumlah 24 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan lego bricks pada perhitungan bilangan berpangkat meningkat pada setiap siklusnya. Pada tahap Pra Siklus, hanya 40% siswa yang lulus dalam mengerjakan soal-soal dari bilangan berpangkat, kemudian pada Siklus I berdasarkan hasil observasi didapatkan kenaikan yang signifikan yaitu 80% siswa yang lulus dalam mengerjakan soal mengenai bilangan berpangkat. Masih ada 20% siswa yang masih kesulitan dalam mengerjakan soal tersebut. Selanjutnya setelah dilakukan perbaikan, pada Siklus II didapat kenaikan yang luar biasa yaitu seluruh kelompok siswa lulus dalam mengerjakan soal mengenai bilangan berpangkat. Hal tersebut dibuktikan kembali melalui hasil post test pada tahap Pasca Siklus dimana nilai seluruh siswa berada diatas kriteria ketuntasan minimum, yaitu 85-100 sehingga penerapan lego bricks untuk meningkatkan kecerdasan matematis siswa dalam menghitung bilangan berpangkat dikatakan berhasil.

  12. Implementasi Student Centered Learning dalam Praktikum Fisika Dasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudy K.

    2011-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk mengimplementasikan student centered learning dalam praktikum fisika dasar. Berdasarkan pengalaman di jurusan fisika Unesa selama ini, kendala yang dijumpai adalah masih banyak mahasiswa yang belum dapat mandiri dalam melaksanakan kegiatan praktikumnya karena lebih banyak menunggu penjelasan dari pembimbing dan kurang berinisiatif dalam menyelesaikan masalah praktikumnya. Student centered learning (SCL merupakan strategi pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai subyek aktif dan mandiri yang bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajarannya. Memperhatikan karakteristik praktikum yang lebih mengarah pada pengembangan keterampilan ilmiah (hard skills dan soft skills mahasiswa dalam mengidentifikasi gejala dan menyelesaikan masalah perlu dilakukan pendekatan pembelajaran yang inovatif yang dapat mengembangkan keterampilan ilmiah mahasiswa secara maksimal. Untuk mengatasi keadaan tersebut, telah diujicobakan suatu mekanisme implementasi SCL dalam praktikum fisika dasar yang diharapkan dapat mengoptimalkan keterampilan praktikum mahasiswa. Efektivitas mekanisme kegiatan praktikum dengan pendekatan SCL tersebut dilihat berdasarkan sejauhmana sasaran yang diinginkan tersebut tercapai. Hasil implementasi student centered learning dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: 1 Atribut-atribut student centered learning yang dapat diintegrasikan ke dalam praktikum fisika dasar meliputi: kerja kelompok, diskusi, menulis, presentasi, dan pemecahan masalah. 2 Atribut-atribut softs skills mahasiswa yang bersesuaian dengan atribut-atribut student centered learning yang diintegrasikan ke dalam praktikum fisika dasar adalah: kerjasama merupakan penekanan dari kegiatan kerja kelompok, manajemen diri merupakan penekanan dari kegiatan diskusi, komunikasi tulis merupakan penekanan dari kegiatan menulis, komunikasi lisan merupakan penekanan dari kegiatan presentasi, berfikir kritis dan analitis merupakan penekanan dari pemecahan

  13. Fast matrix factorization algorithm for DOSY based on the eigenvalue decomposition and the difference approximation focusing on the size of observed matrix

    International Nuclear Information System (INIS)

    Tanaka, Yuho; Uruma, Kazunori; Furukawa, Toshihiro; Nakao, Tomoki; Izumi, Kenya; Utsumi, Hiroaki

    2017-01-01

    This paper deals with an analysis problem for diffusion-ordered NMR spectroscopy (DOSY). DOSY is formulated as a matrix factorization problem of a given observed matrix. In order to solve this problem, a direct exponential curve resolution algorithm (DECRA) is well known. DECRA is based on singular value decomposition; the advantage of this algorithm is that the initial value is not required. However, DECRA requires a long calculating time, depending on the size of the given observed matrix due to the singular value decomposition, and this is a serious problem in practical use. Thus, this paper proposes a new analysis algorithm for DOSY to achieve a short calculating time. In order to solve matrix factorization for DOSY without using singular value decomposition, this paper focuses on the size of the given observed matrix. The observed matrix in DOSY is also a rectangular matrix with more columns than rows, due to limitation of the measuring time; thus, the proposed algorithm transforms the given observed matrix into a small observed matrix. The proposed algorithm applies the eigenvalue decomposition and the difference approximation to the small observed matrix, and the matrix factorization problem for DOSY is solved. The simulation and a data analysis show that the proposed algorithm achieves a lower calculating time than DECRA as well as similar analysis result results to DECRA. (author)

  14. Respuesta de frijol al Endospor 33® a dosis 50% de fertilizante nitrogenado/fosfatado en agricultura protegida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juan Manuel Sanchez-Yañez

    2014-01-01

    Full Text Available El frijol requiere fertilización nitrogenada y fosfatada (FNP, cuya indiscriminada aplicación causa pérdida de productividad del suelo, una alternativa de solución para este problema es reducir y optimizar la dosis de FNP con un inoculante mixto con bacterias promotoras de crecimiento vegetal (BPCV y hongos micorricicos vesículo arbusculares (HMA. El objetivo de esta investigación fue analizar la respuesta del frijol al inoculante mixto Endospor 33® a dosis reducida al 50% del FNP. En un suelo ferralítico rojo pobre de Nitrógeno (N y materia orgánica. Con un diseño experimental de bloques al azar con 5 tratamientos y 6 repeticiones. Los resultados indican que el porcentaje de germinación del frijol con Endospor 33® a la dosis 20 mg/semilla fue de 100%. A plántula con 10 mg/planta, tuvo 6,13g de peso fresco total (PFT y de 0,66g de peso seco total (PST comparado con el frijol control relativo (CR con 0,28g de PST con el 100% del FNP. A floración con 30 mg/planta Endospore 33® tuvo 1,5g de PST comparado con 1,07g de PST del frijol CR. A madurez fisiológica con 30mg/planta registro 34,83g/100 semillas, en contraste a su homologo CR con 20,39g/100 semillas. Lo anterior indica que este inoculante mixto es una opción en la producción del frijol a dosis reducida del FNP, sin afectar negativamente su crecimiento y/o rendimiento.

  15. KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Mustika

    2015-03-01

    Full Text Available KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA. Silikon karbida (SiC merupakan keramik non oksida yang memiliki sifat unik seperti ketahanan mekanik, kimia dan stabilitas termal sehingga digunakan dalam berbagai aplikasi. Hasil pemodelan SiC dari beberapa studi yang menunjukkan stabilitas yang baik terhadap radiasi netron dan permeabilitas yang rendah terhadap produk fisi. Hal ini meningkatkan ketertarikan penggunaan SiC dalam industri nuklir. Untuk meningkatkan sifat mekanik SiC, umumnya dibentuk berupa komposit. Komposit dengan penguat serat menunjukkan karakteristik mekanik yang lebih baik dibandingkan penguat partikel ataupun whisker. Pada komposit SiC, sifat mekanik komposit dominan dipengaruhi oleh sifat antar fasa dan atau karakteristik dari permukaan SiC. Electrospinning merupakan metode yang menjanjikan untuk menghasilkan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik permukaan serat silikon karbida hasil pemintalan listrik dari polycarbosilane dalam N,N-dimetilformamida (DMF/ toluena. Perbedaan persentase DMF dan polycarbosilane dalam toluene mempengaruhi elektrospinnabilitas dan karakteristik permukaan serat yang dihasilkan. Serat SiC yang dihasilkan dari prekursor polycarbosilane dengan pelarut toluena dan kopelarut     N-N, dimetilformamida (DMF diperoleh serat kontinu, dengan berbentuk sedikit cekungan menyerupai pita. Adanya titik-titik hitam di permukaan serat hasil pirolisis dimungkinkan akibat adanya karbon bebas dan atau kontaminasi dari grafit material tungku. Serat hasil pirolisis memiliki luas muka sebesar 3,321 – 46,14 m2/g dan pori berukuran mikro, dengan distribusi radius pada rentang 1-3 nm, dengan jumlah pori terbanyak memiliki ukuran kurang dari 2 nm. Suhu pirolisis dan sintering yang lebih tinggi diharapkan menghasilkan serat yang minim pori dan densitasnya mampu mendekati densitas teori.   SiC SURFACE

  16. KAWIN PAKSA DALAM PANDANGAN KIAI KRAPYAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Kurniawan

    2017-03-01

    [Tulisan-tulisan yang membahas tentang kawin paksa menandakan bahwa praktek atau pelaksanaan perkawinan paksa masih masif di kalangan masyarakat. Fenomena kawin paksa menjadi ritus dengan menggunakan hujah agama. Kawin paksa dalam fiqh dikenal dengan istilah hak ijbār.  Kawin paksa bisa jadi manifestasi dari hak ijba̅r apabila terpenuhi syarat-syarat dalam menentukan ijba̅r, dan apabila tidak sesuai dengan konsep tersebut maka kawin paksa diposisikan sebagai ikrah. Tulisan ini khusus membahas tentang kawin paksa dalam perspektif Kiai Krapyak. Pandangan Kiai-kiai Krapyak terhadap kawin paksa mempunyai pandangan yang berbeda secara literal. Akan tetapi secara esensial pandangan para Kiai Krapyak cenderung sama. Mereka sepakat bahwa kawin paksa sebisa mungkin untuk dihindari, meskipun dalam prakteknya kawin paksa merupakan akad yang sah. Hukum Islam tidak membenarkan adanya kawin paksa yang berkonotasi ikrah, kendatipun mayoritas mazhab fiqh sepakat adanya hak ijbār. Mayoritas mazhab fiqh sepakat adanya hak tersebut dengan perspektif yang berbeda antara mazhab satu dengan mazhab yang lain. Hukum positif menyebutkan persetujuan kedua pasangan sebagai suatu keharusan, maka secara otomatis tidak ada kompromi terhadap kebolehan  pelaksanaan kawin paksa.

  17. Tokoh Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Byung Soo Cho

    2005-04-01

    Full Text Available Surat Yudas menerangkan bahwa Adam adalah manusia yang pertamakarena Henokh termasuk ketujuh dari Adam dalam silsilah. ]uga surat Yudasberbicara tentang kesalehan Henokh sambil menunjukkan bahwa Henokhadalah keturunan Adam, sehingga Adam adalah orang yang saleh.

  18. PENGARUH KEBUDAYAAN KONTEMPORER DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR MAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Freddy H. Istanto

    2000-01-01

    Full Text Available Market is traditionally known as the place where the seller and the buyers meet. In its development, it grows to be big shopping centers and even malls. Along with it, the concept of market has also changed within this building. It is not only the place where the transaction between the sellers and the buyers happen but also it expands to be the one where each person has turned to be the "player" in the nowadays "cultural-theatre". Being the designers, the architect is challenged to respond the changing pattern in the society by making use of the building. Abstract in Bahasa Indonesia : Pasar dikenal sebagai tempat dimana penjual dan pembeli bertemu. Dalam perkembangan lebih lanjut muncul pusat-pusat pertokoan yang sangat besar sampai hadirnya shopping-mall. Di dalam bangunan inilah konsep pasar secara tradisional telah berkembang, tidak saja tempat transaksi antara penjual dan pembeli, tetapi telah melebar menjadi tempat dimana setiap individu telah menjadi "pemain" di dalam sebuah teater kebudayaan masa kini. Arsitek sebagai perancang bangunan harus menyikapi perubahan-perubahan perilaku yang terjadi di masyarakat dalam menggunakan bangunannya. Kata kunci: kebudayaan kontemporer, arsitek, arsitektur mal, kebudayaan milenium tiga.

  19. ISLAM ABOGE DALAM TRADISI JAWA ALASTUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sakirman Sakirman

    2016-10-01

    Full Text Available Islam masuk ke tanah Jawa dalam keadaan penduduknya telah memiliki tradisi dan budaya berupa kepercayaan adanya kekuatan pada benda-benda tertentu (dinamisme, adanya kekuatan pada arwah orang yang meninggal (animisme dan kepercayaan adanya kekuatan pada binatang-binatang (totemisme. Tradisi ini telah diwariskan secara turun temurun, diyakini, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Islam datang, keyakinan dan kepercayaan tersebut  melebur dalam budaya Islam. Sehingga munculah apa yang disebut dengan sinkretisme Islam, yaitu akulturasi budaya Islam dengan tradisi lokal. Di antara bentuk akulturasi budaya lokal (Jawa dengan Islam adalah tradisi yang dianut oleh komunitas Islam Aboge. Komunitas ini melaksanakan tradisi-tradisi Jawa dengan dibumbui tradisi Islam, maka munculah Islam dengan cita rasa lokal (islam lokal. Kekhasan dari komunitas ini adalah masih menggunakan model Penanggalan Islam Jawa yakni Penanggalan Aboge untuk menetapkan awal Ramadhan, Hari Raya Idhul Fitri dan Idhul Adha. Kata Aboge adalah singkatan dari Alip Rebo Wage yang mempunyai arti Tanggal 1 Muharram Tahun Alif akan jatuh pada hari Rebo (Rabu pasaran Wage. Aboge adalah dasar perhitungan almanak (kalender dalam satu windu atau delapan tahun, maka yang dimaksud Aboge adalah dasar suatu perhitungan. Penggunaan penanggalan dengan sistem Aboge mengakibatkan pelaksanaan ibadah puasa, perayaan Idhul Fitri, dan Idhul Adha yang dilaksanakan oleh komunitas Aboge selalu mengalami perbedaan  dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui sidang Itsbat.

  20. FUNGSI PENGAWASAN DALAM PENYELENGGARAAN MANAJEMEN KORPORASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sentot Harman Glendoh

    2000-01-01

    Full Text Available The transition from the 20th to the 21st century in Indonesia has been accompanied by great upheavals in the economic and political sectors as reform efforts to bring about a clean, legitimate democracy which is free from corruption, collusion and nepotism have taken place. These efforts have taken place in order to create a just and prosperous society based on Pancasila and the 1945 Basic Laws. In the areas of both business management and public administration, the function of control and oversight, (first introduced by Fayol and Taylor and developed by other researchers, is used to deal with mistakes, errors, discrepancies, leakages, and cheating so that the operation of activities achieves the objective in accordance with the original planning. Corruption, collusion, and nepotism is everywhere in Indonesia, in fact, to the point that Indonesia has the distinction being one of the countries with the highest level of corruption. Beginning with this condition, the writer has taken the topic of "The Role of Control and Oversight in Corporate Management" to give attention to this issue and seek an answer to the question of how to handle these functions in a corporation. Abstract in Bahasa Indonesia : Pergantian abad XX ke abad XXI di Indonesia ditandai peristiwa-peristiwa besar dalam bidang ekonomi yang semakin terpuruk dan peristiwa-peristiwa besar di bidang politik dalam rangka reformasi sebagai upaya mewujudkan cita-cita pemerintahan menjadi bersih, berwibawa, demokratis bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN dalam rangka mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Dalam manajemen, baik manajemen bisnis maupun manajemen publik sejak awal diperkenalkan oleh dua tokoh manajemen terkenal yaitu Fayol dan Taylor yang kemudian disusul ilmuwan lain bahwa fungsi pengawasan diharapkan mampu mengatasi adanya kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, kebocoran, cacat, kecurangan dan sebagainya sehingga

  1. PENAMBAHAN MIKROBA, Aspergillus niger DALAM BUNGKIL KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN UNTUK PEMBESARAN IKAN KERAPU MACAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2008-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh dosis Aspergillus niger dalam bungkil kelapa sawit sebagai bahan pakan pada pembesaran ikan kerapu macan. Ikan uji yang digunakan berukuran bobot rata-rata 23,15±0,23 g; ditebar dalam keramba jaring apung ukuran 1 m x 1 m x 2 m, dengan kepadatan 16 ekor/keramba. Perlakuan yang diuji adalah penambahan Aspergillus niger sebanyak 2, 4, 8, 16 g/kg bungkil kelapa sawit dan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali dan disain adalah rancangan acak lengkap. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan uji dua kali sehari (pagi dan sore secara satiasi selama 20 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 8 g Aspergillus niger/kg bungkil kelapa sawit memberikan pertambahan bobot dan laju spesifik lebih tinggi daripada kontrol (P0,05, namun nilainya nyata lebih tinggi (P0.05 among those of the juveniles fed on the diets with 2, 4, 16 g of A. niger/kg palm oil cake. Although the feed efficiency, protein efficiency ratio and protein retention of juveniles fed on the diet with 8 g A. niger/kg palm oil cake were not significantly different (P>0.05 from those of the juveniles fed on the diets with 2 and 4 g of A. niger/kg palm oil cake, those of juveniles the fed diet with 8 g of A. niger/kg palm oil cake were significantly higher (P<0.05 than those of the juveniles fed the diet with 16 g A. niger/kg palm oil cake. The best of growth rate of tiger grouper juveniles occurred at the dosage of 7.8—8.2 g A. niger/kg palm oil cake.

  2. PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGELOLAAN KOPERASIAGRIBISNIS BERORIENTASI BISNIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gema Wibawa Mukti

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAKTujuan penelitian adalah memberikan pemahaman kepada stakeholder koperasi agribisnis mengenai pentingnya penerapan kewirausahaan dalam manajemen dan pengembangan usaha koperasi. Lokasi Penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Koperasi Mitra Tani Parahyangan. Analisis yang digunakan adalah kualitatif, untuk mengetahui gambaran detail dan mendalam tentang penerapan kewirausahaan dalam koperasi Mitra Tani Parahyangan.Jiwa Kewirausahaan menjadi suatu hal yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis pertanian (Agribisnis, Sifat dan watak seorang agripreneurship adalah memiliki kemauan keras, berani mengambil risiko, jeli dalam melihat peluang usaha yang memiliki prospek yang cerah, senantiasa memperkuat jaringan usaha, memiliki semangat untuk selalu meningkatkan kualitas produk bagi kepuasan konsumen, memiliki cara pandang positif terhadap suatu keadaan dan memiliki sifat kepemimpinan.Koperasi Mitra Tani Parahyangan memiliki Unit Usaha Otonom Hortikultura, Tanaman Pangan, Simpan Pinjam dan Sarana Produksi. Dalam aspek pelayanannya, koperasi Mitra Tani Parahyangan memberikan pelayanan dalam hal on farm, penyediaan sarana produksi (hulu, Pasca panen dan pemasaran (hilir dan juga penunjang. ABSTRACTThe purpose of the study was to provide insight to stakeholders about the application of cooperative-preneurship in the cooperative management. Research location determined purposively. This study was conducted using a qualitative approach  with a  case study techniques, to find out the details and in-depth overview of the application of entrepreneurship within the cooperative Mitra Tani Parahyangan .Entrepreneurship becomes a thing to be possessed by agricultural business , The nature and character of a agripreneurship is risk-taking , keen in seeing a business opportunity that has a promising future , constantly strengthen business networks , have a passion for always improve product quality for customer satisfaction , have a positive outlook on

  3. PERAWATAN BANGUNAN SEKOLAH DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutrisno Sutrisno

    2012-08-01

    Full Text Available School building with minimum maintenance will suffer in destruction quickly. When a small destruction is not repaired immediately then it will go badly. The teaching-learning process will be interupted and at the worse situation it can threath the safety. This article is objected to find the effective model of building maintenance using school based management. The results show that (1 the head of school should pro-active in the school building maintenance efforts; (2 the head of schools can co-operate with school commitee, communities, and local government in financial support; (3 the head of school can use the cleaning service staffs to handle the building maintenance; (4 evaluation can be divided into input, process, control, and output of the organisation; (5 the maintenance activities program can be wooden/concrete/steel structure repair, wall, door/windows, ceiling, electric/water/ drainage instalation, septictank; and (6 in conducting the his duty, the head of school is responsible to the school commitee, government, and public. Bangunan sekolah yang kurang diperhatikan akan segera mengalami ke­rusak­an. Bila kerusakan kecil tidak segera ditangani, maka kerusakan menjadi makin parah. Belajar-mengajar dapat tertanggu bahkan dapat membahayakan keselamatan jiwa murid. Artikel ini bermaksud mendapatkan model perawatan bangunan sekolah yang efektif dalam manajemen berbasis sekolah. Hasil pembahasan (1 kepala se­kolah perlu proaktif dalam upaya perawatan bangunan sekolah; (2 dalam hal pen­danaan, kepala sekolah dapat bekerja sama dengan komite sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah; (3 kepala sekolah dapat memanfaatkan tenaga kebersihan sebagai pelaksana perawat bangunan; (4 sebagai evaluasi, organisasi dapat dibagi dalam input, proses, kontrol, dan output; (5 program kegiatan perawatan dapat berupa perbaikan struktur kayu/beton/baja, dinding, pintu/jendela, plafon, jaringan listrik/air bersih/drainase, septictank; dan (6 dalam

  4. KERAGAMAN GENETIK TIGA GENERASI IKAN TAMBAKAN (Helostoma temminkii DALAM PROGRAM DOMESTIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Otong Zenal Arifin

    2018-01-01

    Full Text Available Suatu penelitian untuk melihat keragaman genetik tiga generasi ikan tambakan dalam program domestikasi telah dilakukan di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan, Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keragaman genetik generasi tetua/awal (G0, generasi pertama (G1, dan generasi kedua (G2 dalam program domestikasi ikan tambakan. Pengujian keragaman genetik dilakukan dengan metode PCR-RAPD menggunakan tiga primer, yakni OPA-2, OPA-8, dan OPC-2. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan jumlah (7-15 dan ukuran fragmen (200-2.800 bp yang dihasilkan, dengan frekuensi kemunculan alel berkisar antara 0,00-1,00 dari 31 lokus. Enam fragmen dari OPC-2 (1.400 bp, 1.300 bp, 1.100 bp, 800 bp, 600 bp, 500 bp, lima fragmen dari OPA-2 (1.350 bp, 1.000 bp, 900 bp, 800 bp, 520 bp, dan dua fragmen dari OPA-8 (1.000 bp, 550 bp merupakan fragmen marka spesifik ikan tambakan pada penelitian ini. Keragaman genetik ikan tambakan antar generasi tergolong rendah, dengan nilai persentase polimorfisme berkisar antara 6,45%-35,48% dan nilai heterozigositas berkisar antara 0,03-0,16. Terjadi penurunan polimorfisme dan heterozigositas dari generasi tetua/awal (G0 ke generasi pertama (G1 dan kembali naik pada generasi kedua (G2. Dalam program domestikasi, nilai efektif induk (Ne sebaiknya lebih dari 100, dengan nilai laju inbreeding (F tidak lebih dari 0,005. A study to examine the genetic diversity of three generations of kissing gourami under a domestication program has been conducted at the Research Institute for Freshwater Aquaculture and Fisheries Extension, Bogor. The purpose of this study was to evaluate the genetic diversity of the elder generation (G0, first generation (G1, and second generation (G2 of kissing gourami under the domestication program. The genetic diversity examination was conducted through a PCR-RAPD method using three primers, namely OPA-2, OPA-8, and OPC-2. The obtained results indicated a difference

  5. PENGGUNAAN ZAT ADITIF RAMSOL DALAM MENINGKATKAN MUTU GARAM RAKYAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahfud Efendy

    2013-04-01

    Full Text Available Garam merupakan benda yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembuatannya metode tradisional belum mampu untuk memenuhi kebutuhan garam nasional non industri. Oleh karena itu adanya pengembangan teknologi yang tepatguna, efektif, efisien, serta ramah lingkungan mutlak diperlukan dalam membantu proses pembuatan garam. Adapun tujuan penelitiannya yakni  untuk mendapatkan teknik/metode yang tepat dalam mengaplikasikan zat aditif (ramsol yang telah beredar di masyarakat. Penelitian ini menggunakan zat aditif (ramsol produksi PT. Sumber Alam Niagamas Indramayu Jawa Barat dan air tua (20oBe dengan perlakuan: tanpa zat aditif (kontrol (R0; metode Indramayu (R1 dan metode Madura (R2 yang dilakukan pada rumah demplot beralas terpal plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat aditif garam (ramsol memiliki pengaruh dalam proses pembentukan kristal garam. Kualitas (bau, rasa, warna garam yang dihasilkan secara visual lebih bagus. Metode madura (colok merupakan teknik terbaik dalam menghasilkan garam Kata kunci: zat aditif, ramsol, mutu, garam rakyat

  6. The DosiMap, a new 2D scintillating dosimeter for IMRT quality assurance: Characterization of two Cerenkov discrimination methods

    International Nuclear Information System (INIS)

    Frelin, A-M.; Fontbonne, J-M.; Ban, G.; Colin, J.; Labalme, M.; Batalla, A.; Vela, A.; Boher, P.; Braud, M.; Leroux, T.

    2008-01-01

    New radiation therapy techniques such as IMRT present significant efficiency due to their highly conformal dose distributions. A consequence of the complexity of their dose distributions (high gradients, small irradiation fields, low dose distribution, ...) is the requirement for better precision quality assurance than in classical radiotherapy in order to compare the conformation of the delivered dose with the planned dose distribution and to guarantee the quality of the treatment. Currently this control is mostly performed by matrices of ionization chambers, diode detectors, dosimetric films, portal imaging, or dosimetric gels. Another approach is scintillation dosimetry, which has been developed in the last 15 years mainly through scintillating fiber devices. Despite having many advantages over other methods it is still at an experimental level for routine dosimetry because the Cerenkov radiation produced under irradiation represents an important stem effect. A new 2D water equivalent scintillating dosimeter, the DosiMap, and two different Cerenkov discrimination methods were developed with the collaboration of the Laboratoire de Physique Corpusculaire of Caen, the Comprehensive Cancer Center Francois Baclesse, and the ELDIM Co., in the frame of the MAESTRO European project. The DosiMap consists of a plastic scintillating sheet placed inside a transparent polystyrene phantom. The light distribution produced under irradiation is recorded by a CCD camera. Our first Cerenkov discrimination technique is subtractive. It uses a chessboard pattern placed in front of the scintillator, which provides a background signal containing only Cerenkov light. Our second discrimination technique is colorimetric. It performs a spectral analysis of the light signal, which allows the unfolding of the Cerenkov radiation and the scintillation. Tests were carried out with our DosiMap prototype and the performances of the two discrimination methods were assessed. The comparison of the

  7. The DosiMap, a new 2D scintillating dosimeter for IMRT quality assurance: characterization of two Cerenkov discrimination methods.

    Science.gov (United States)

    Frelin, A M; Fontbonne, J M; Ban, G; Colin, J; Labalme, M; Batalla, A; Vela, A; Boher, P; Braud, M; Leroux, T

    2008-05-01

    New radiation therapy techniques such as IMRT present significant efficiency due to their highly conformal dose distributions. A consequence of the complexity of their dose distributions (high gradients, small irradiation fields, low dose distribution, ...) is the requirement for better precision quality assurance than in classical radiotherapy in order to compare the conformation of the delivered dose with the planned dose distribution and to guarantee the quality of the treatment. Currently this control is mostly performed by matrices of ionization chambers, diode detectors, dosimetric films, portal imaging, or dosimetric gels. Another approach is scintillation dosimetry, which has been developed in the last 15 years mainly through scintillating fiber devices. Despite having many advantages over other methods it is still at an experimental level for routine dosimetry because the Cerenkov radiation produced under irradiation represents an important stem effect. A new 2D water equivalent scintillating dosimeter, the DosiMap, and two different Cerenkov discrimination methods were developed with the collaboration of the Laboratoire de Physique Corpusculaire of Caen, the Comprehensive Cancer Center François Baclesse, and the ELDIM Co., in the frame of the MAESTRO European project. The DosiMap consists of a plastic scintillating sheet placed inside a transparent polystyrene phantom. The light distribution produced under irradiation is recorded by a CCD camera. Our first Cerenkov discrimination technique is subtractive. It uses a chessboard pattern placed in front of the scintillator, which provides a background signal containing only Cerenkov light. Our second discrimination technique is colorimetric. It performs a spectral analysis of the light signal, which allows the unfolding of the Cerenkov radiation and the scintillation. Tests were carried out with our DosiMap prototype and the performances of the two discrimination methods were assessed. The comparison of the

  8. Analisis Elektron Beam Profile Constancy pada Pesawat Linac

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Guritna

    2018-02-01

    Full Text Available Radioterapi adalah pengobatan penyakit terutama tumor atau kanker ganas dengan menggunakan radiasi elektromagnetik (Sinar-X dan Gamma dan radiasi partikel (elektron, proton, dan neutron. Salah satu alat radioterapi modern yang digunakan dalam pengobatan penyakit kanker adalah linear accelerator (linac. Alat radioterapi ini menghasilkan elektron dan sinar-X (foton yang dibangkitkan oleh generator dan mempunyai energi yang bervariasi. Dalam penelitian profil dosis, digunakan pesawat liner accelerator (linac Siemens Primus berkas elektron 5 MeV dengan luas lapangan radiasi berkisar dari 5×5 cm2 sampai 25×25 cm2. Pengukuran profil dosis dilakukan dengan menggunakan water phantom,  detektor farmer chamber dan condenser chamber yang dilengkapi dengan  computer control units (CCU serta dilakukan untuk arah crossline dan inline pada kedalaman Dmax dan kedalaman tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil berkas sinar elektron energi 5 MeV pada kedalaman tertentu dan Dmax dengan variasi luas lapangan 5×5 cm2, 10×10 cm2, 15×15 cm2, 20×20 cm2, 25×25 cm2. Hasil analisis profil dosis pada berkas elektron 5 MeV menunjukkan bahwa lapangan 5×5 cm2 memiliki nilai flatness yang cukup besar sehingga dalam kalibrasi maupun terapi radiasi perlu diperhatikan penggunaan  luas lapangan tersebut. Dalam penelitian ini juga didapatkan bahwa nilai flatness paling ideal (nilai flatness rendah terjadi pada lapangan 15×15 cm2. Sehingga ada luas lapangan lain yang bisa digunakan untuk treatment maupun kalibrasi selain 10×10 cm2 yaitu 15×15 cm2 yang memiliki nilai flatness rendah.

  9. Pengurangan Kadar Digliserida dan Asam Lemak Bebas dalam Minyak Sawit Kasar Menggunakan Adsorben

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khoerul Bariyah

    2017-03-01

    asam lemak bebas dalam CPO dengan menitikberatkan pada karakteristik adsorben dan adsorbat. Penelitian dilakukan terhadap 3 jenis CPO (nilai ALB: 4, 6, dan 14 dan 6 jenis adsorben (arang aktif, MgO, Magnesol R-60, dan 3 jenis bleaching earth. Proses kontak dilakukan pada suhu 50 – 60 °C (tanpa vakum untuk seleksi adsorben dan 90 °C (dengan vakum selama 30 menit dengan dosis adsorben 1 dan 3 %. Proses kontak adsorben pada CPO dengan kondisi adsorpsi tanpa vakum belum dapat menurunkan DAG dan ALB secara signifikan terhadap ketiga jenis CPO. Kombinasi antara adsorben bleaching earth tipe 1 dan MgO dapat menurunkan ALB hingga 70 % pada CPO dengan ALB 14 % pada kondisi vakum, tetapi tidak dapat menurunkan DAG. Karakterisitik CPO dan adsorben mempengaruhi proses reduksi ALB dan DAG.

  10. Analisis Isi Trend Report Dalam Majalah Elle Indonesia

    OpenAIRE

    P.A, Emanuella

    2014-01-01

    Jurnalisme fashion yang terutama didefinisikan sebagai komunikasi informasi fashion dengan menggunakan berbagai cara baik melalui reportase tren terkait atau komentar subjektif. Untuk mengetahui perkembangan trend report dalam majalah fashion, menurut Turner dan Orange (2013, p.88) terdapat tujuh indikator yang masuk dalam trend report yaitu fabric, color, pattern, silhouette, parts of the body, past era, dan particular aesthetic. Untuk melihat apa saja trend report dalam majalah fashion pen...

  11. Gaya Kepemimpinan Orang Buddha Maitreya dalam Bisnis Keluarga

    OpenAIRE

    Josowanto, Selvie

    2014-01-01

    -Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang digunakan oleh orang Buddha Maitreya dalam bisnis keluarganya hingga dapat sukses dalam era bisnis, karena mayoritas orang Buddha Maitreya sukses dalam berbisnis. Jenis penelitian ini kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi pada pemimpin dari USAha berskala menengah dan berskala besar yang merupakan bisnis keluarga, dengan latar belakang agama Buddha Maitreya. Untuk menguji validitas...

  12. Pendidikan Karakter: Konsep dan Aktualisasinya dalam Sistem Pendidikan Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Mudlofir

    2016-03-01

    sehingga mampu menepis dan membendung krisis multidimensi menuju terbentuknya pribadi yang berakhlak mulia. Karakter harus diaktualisasikan dalam sistem pendidikan sehingga terbentuk manusia yang berbudi luhur.

  13. Karakteristik Himpunan Kritis dalam Pelabelan TSA pada Graf Pohon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triyani Triyani

    2017-01-01

    Full Text Available Sebuah himpunan kritis dalam pelabelan Total Sisi Ajaib (TSA,  pada graf G adalah subhimpunan label sedemikian sehingga label tersebut membangun pelabelan TSA secara tunggal. Konsep himpunan kritis pada pelabelan graf ini merupakan pengembangan teori dari himpunan kritis dalam bujur sangkar latin yang dikemukakan oleh Cooper dkk (1994. Artikel ini bertujuan menginvestigasi karakteristik himpunan kritis dalam pelabelan TSA pada graf pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika G adalah graf pohon, maka himpunan kritis dengan ukuran minimal dalam pelabelan TSA pada G sama dengan banyaknya daun di G. Kata Kunci : himpunan kritis minimal, pelabelan TSA, graf TSA

  14. Strategic Family Therapy untuk Memperbaiki Komunikasi dalam Keluarga di Nganjuk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Utami

    2017-12-01

    Full Text Available Subjek dalam studi kasus ini adalah anggota keluarga terdiri dari ibu (52 tahun, Anak laki-laki (35 tahun, Anak perempuan (30 tahun, menantu (32 tahun dan cucu (4 tahun.  Metode assesment yang digunakan adalah wawancara, observasi dan skala pengukuran. Hasil asesmen menunjukkan bahwa keluarga mengalami kegagalan dalam pola komunikasi, interaksi dalamkeluarga kaku dan saling menutup diri. Intervensi yang digunakan adalah strategic family therapy dalam enam sesi, yang bertujuan untuk mengubah komunikasi antar anggota keluarga. Hasil intervensi menunjukkan bahwa masing-masing anggota keluarga menjadi lebih terbuka dan tidak ada lagi salah paham antar anggota serta ada kerjasama dalam melaksanakan tanggungjawab terkait pekerjaan rumah tangga

  15. PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dianne Eka Rusmawati

    2014-06-01

    Full Text Available Mengetahui dan memahami mengenai perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce adalah tujuan yang hendak dicapai. Berdasarkan pendekatan normatif, perlindungan hokum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce dapat dilihat berdasarkan proses transaksinya, yaitu Proses transaksi menggunakan media on-line secara keseluruhan atau proses transaksinya saja yang menggunakan media on-line tapi pembayarannya dilakukan secara manual. Bentuk Perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce diatur dalam ketentuan Pasal 4 huruf b dan c UUPK dan Ps 2 serta Pasal 9 UUITE.Kata Kunci: perlindungan hukum, konsumen, e-commerce

  16. PENERAPAN MATERIAL KACA DALAM ARSITEKTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lestari .

    2014-07-01

    Full Text Available Kaca telah dikenal sejak ribuan tahun dan merupakan bahan buatan manusia yang cukup tua. Penggunaannya sebagai bahan bangunan meluas sejak abad ke 17 terutama setelah perang dunia kedua.  Arsitektur kaca menjadi suatu kecenderungan dari desain-desain bangunan di dunia sejak abad ke-20. Material ini dianggap sangat relevan dengan konsep-konsep yang ada. Kaca digunakan sebagai material ornamen, bukaan atau jendela, material kulit  bangunan,  sampai pada material struktur  bangunan. Sifat kaca yang transparan,  simple, dan bersih menjadikan material ini menguntungkan untuk mendukung konsep yang digunakan. Tulisan ini memaparkan penggunaan kaca sebagai bahan bangunan, baik sebagai bahan ornamen, kulit bangunan atau struktur bangunan, maupun sebagai pendukung konsep arsitektur khususnya konsep transparansi. Dipaparkan pula mengenai sifat-sifat teknis dari bahan kaca sebagai pertimbangan dalam pemilihan bahan bangunan.   Glass has been known for thousands of years and is a man made material  that is quite old. Extends its use as building material since the 17 century, especially after the second world war. Glass architecture become a trend of buiding designs in the world since 20th century. This material relevant to the existing concepts. Glass is used as an ornament material, window, the building skin materials, and the building structure materials. Glass  properties that transparent, simple and clean make this material support the concepts used. This paper describes the use of glass as a building material, either as a ornament, the building skins, the building structures, and the building concepts expecially transparency concept. This paper also present the technical properties of glass as a building material REFERENCES Garg, N.K . 2007. Guidelines for Use of Glass in Building. New age international publisher. New Delhi Piano, R. 1997. The Renzo Piano Logbook. The Monacelli Press. London Staib, Schittich. 1999. Glass Construction

  17. STRATEGI PROMOSI SURAT KABAR DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IRENA WULAN TYASMARA1

    2016-11-01

    Full Text Available This study examines the strategy for the promotion of a daily newspaper Media Indonesia are being made to increase sales in 2015. The aim of this study is to investigate and provide an overview of: promotion strategy Media Indonesia daily newspaper in increasing sales in 2015.In this study, the author uses the theory advanced by According to Philip Kotler and Gary Armstrong in his book marketing basics Volume I & II in which a promotional strategy there are things that include marketing communication, marketing mix, SWOT analysis, STP, promotion strategy , the purpose of promotion, promotion strategy planning, implementation of promotional strategies, elements of the promotional mix, sales promotion.The method used was the case study method and descriptive qualitative approach. Data collection techniques used through in-depth interviews and observation. The author presents an overview and description of the promotional strategy as it is obtained from the company.This study uses the planning and implementation process in conducting sales promotion strategies. Where in the promotion strategy planning, the first step is done by doing a SWOT analysis and competitor analysis and analyze STP from Media Indonesia. Later in the implementation of promotional strategies, sales promotion program is the most prioritized Media Indonesia in increasing sales in 2015 Studi ini mengkaji strategi untuk mempromosikan sebuah surat kabar harian Media Indonesia yang sedang dilakukan untuk meningkatkan penjualan pada tahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memberikan gambaran umum tentang: strategi promosi surat kabar harian Media Indonesia dalam meningkatkan penjualan di tahun 2015.In Penelitian ini, penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong dalam buku dasar pemasarannya Volume I & II dimana strategi promosi ada hal-hal yang meliputi komunikasi pemasaran, bauran pemasaran, analisis SWOT, STP

  18. PERAN KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PENCAPAIAN KEBERMAKNAAN HIDUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatma Laili Khoirun Nida

    2014-08-01

    Full Text Available Kehendak untuk maksud kehidupan adalah motivasi fundamental hadir dalam setiap individu. Pemenuhan kebutuhan ini berpunca dari tiga nilai-nilai  which termasuk: nilai- nilai  kreatif,  nilai- nilai experiental, dan nilai-nilai sikap. Sumber makna nilai-nilai hidup akan actualized dengan bantuan peran kualitas spiritual yang berpotensi hadir dalam setiap individu sebagai quetion shape spiritual. Dengan mengadopsi  logoanalisis dasar teoretis dikembangkan oleh Victor E.  Frankl  dalam metode terapis meaningfulness  kehidupan, di  mana  Frankl  percaya bahwa semua aspek-aspek  arti hidup menyimpan.  Arti hidup untuk dapat dicapai akan diwujudkan dengan bantuan quetion rohani yang melekat pada setiap individu. Justru itu, quetion rohani berkontribusi terhadap pencapaian meaningfulness  kehidupan, dalam peran yang dia dapat menjadi media, control dan petunjuk bagi individu dalam dinamika kehidupan, sehingga masing- masing dalam keadaan apa pun dengan tetap menjaga kualitas keberadaan manusia sebagai intelektual, emosi dan rohani agar ia dapat mencapai maksud kehidupan.   Kata Kunci: Peran, Kecerdasan Spiritual, Kebermaknaan  Hidup THE ROLE OF THE SPIRITUAL INTELLIGENCE IN THE ACHIEVEMENT OF MEANINGFULLNESS. The will to meaning of life is the fundamental  motivation  present in every individual. The fulfillment of these need system from the three valueswhich include: the creative values, experiental values, and attitudinal  values. The source of the meaning of life values that will be actualized with the help of the role of spiritual qualities that are potentially present in every individual as a shaper of spiritual quetion. By adopting the theoretical basic logo analysis developed by Victor E. Franklin therapeutic methods meaning fulness of life, where Frankl  believes that all aspects of the meaning of life saving. Meaning of life to be achieved will be realized with the help of spiritual quetion inherent in each individual. Thus

  19. Determinación de la distribución de dosis en tratamientos de cáncer de mama con fuentes de 192 Ir HDR / Determination of doses distributions on breast cancer treatments with 192 Ir HDR sources

    OpenAIRE

    Beltrán Gómez, Cristian Camilo

    2010-01-01

    La Braquiterapia de alta tasa de dosis HDR es una moderna técnica de tratamiento que ha venido teniendo un rápido crecimiento en su uso clínico, reemplazando a la braquiterapia de baja tasa de dosis LDR. La braquiterapia HDR se caracteriza por utilizar fuentes radiactivas con tasas de dosis mayores a 12 Gy/h, por tanto con propósitos de protección radiológica debe ser realizada con equipos de carga remota, es común en los tratamientos de braquiterapia HDR depositar altas dosis por fracción, c...

  20. EFEKTIVITAS PEMBERIAN MINYAK SAWIT DAN MINYAK LEMURU DALAM MEMPERCEPAT PUBERTAS TIKUS BETINA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirtaati Na’ima

    2012-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemberian minyak sawit dan minyak lemuru dalam mempercepat pubertas tikus betina, pada parameter peningkatan berat badan, berat ovarium dan perkembangan folikel ovarium. Tikus betina usia 21 hari sebanyak 20 ekor dibagi menjadi 4 kelompok variasi pemberian minyak sawit dan minyak lemuru per oral, yaitu kelompok A (0%+0%, B (3%+3%, C (4%+4%, dan D (5%+5%. Pada akhir penelitian (hari ke-20, dilakukan pengambilan data peningkatan berat badan, berat ovarium, dan perkembangan folikel ovarium. Data dianalisis secara deskripsi dan statistik dengan anava satu arah. Jika terdapat perbedaan, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak sawit dan minyak lemuru dapat mempercepat pubertas tikus betina khususnya dari peningkatan berat badan, berat ovarium, dan perkembangan folikel ovarium. Dosis paling efektif untuk mempercepat pubertas adalah 4% minyak sawit + 4% minyak lemuru. This study was aimed to examine the effectiveness of palm and lemuru oil for the acceleration of female rat puberty, especially in increasing the body weight, the ovarian weight and the follicle development. Twenty female rats aged 21 days were divided into 4 based on the variation of orally feeding palm and lemuru oil, namely group A (0% +0%, B (3% +3%, C (4% +4%, and D (5% +5%. At the twentieth day, data of the increase of the body weight, the ovarian weight and the follicle development were collected and then analyzed descriptively and statistically using one-way ANOVA. For any difference, the Least Significance Difference Test would be performed. The result of this study showed that palm and lemuru oil can accelerate the puberty of female rats. The most effective dose was 4% palm oil and 4% lemuru oil.

  1. SCIENCE TEACHERS’ UNDERSTANDING OF MIND MAP LEARNING STRATEGY (PEMAHAMAN GURU IPA DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN PETA PIKIRAN (MIND MAP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Natalia Rosa Keliat

    2017-02-01

    center. Abstrak. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Salatiga, Jawa Tengah dengan subjek penelitan adalah guru bidang studi IPA yang berjumlah 23 orang dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendata strategi pembelajaran IPA yang dilakukan guru SMP Kota Salatiga, kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan strategi pembelajaran di kelas, persentase pemahaman dan penerapan mind map oleh guru IPA SMP Kota Salatiga, serta kendala dalam melaksanakan strategi mind map di kelas. Analisis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan persentase guru IPA yang menggunakan strategi diskusi mencapai 78.26%, peta konsep 21,74%, demonstrasi 30,43%, ce-ramah 39,13%, mind map 34,78% dan strategi-strategi lain seperti permainan kartu, cerdas cer-mat, project based learning, discovery, problem based learning, CTL, inquiry mencapai 43,8%. Dalam menerapkan strategi yang bervariasi guru mengalami kesulitan dalam mengatur alokasi waktu pembelajaran di kelas dikarenakan peserta didik yang memiliki tingkat kemampuan kogni-tif rendah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memahami strategi pembelajaran yang dipakai di kelas. Dalam penerapan mind map, menunjukkan persentase jumlah guru yang menggunakan mind map dalam pembelajaran di SMP Kota Salatiga hanya mencapai 34,78% dan yang masih belum menerapkan pembelajaran model mind map mencapai 65,22%. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa sekitar 47,83% guru tersebut memahami prosedur pembelajaranmodel mind map, selebihnya sebesar 52,17% mengatakan belum memahami prinsip pembelajaran menggunakan mind map. Guru menjelaskan bahwa mind map sangat potensial digunakan se-bagai suatu teknik untuk meningkatkan pembelajaran peserta didik. Meskipun demikian, dalam penerapannya di kelas guru mengalami kendala dalam pengaplikasian mind map, misalnya dibu-tuhkan waktu yang cukup lama untuk menerapkan mind map sehingga materi lainnya tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Selain itu

  2. Menggabungkan Beberapa File Dalam SPSS/PC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahrudji Naseh

    2012-09-01

    Full Text Available Pada dasamya piranti lunak komputer dapat dibagi ke dalam lima kelompok besar yaitu pengolah kata, spreadsheet database, statistika dan animasi/desktop. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Piranti lunak dBase 111+ yang merupakan piranti lunak paling populer dalam"database", hanya dapat menampung 128 variabel saja. Oleh karenanya pada suatu kuesioner yang besar seperti Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional atau SKRT (Survei Kesehatan Rumah Tangga, datanya tidak dapat dijadikan satu "file". Biasanya dipecah menjadi banyak "file", umpamanya fileldbf, file2.dbf dan seterusnya.Masalahnya adalah bagaimana menggabung beberapa variabel yang ada di file1.dbf engan beberapa variabel yang ada di file5.dbf? Tulisan ini mencoba membahas masalah tersebut

  3. Moral Islam dalam Membangkitkan Etos Ekonomi Umat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Rahmat Effendi

    2007-03-01

    Al-Qur’an menganjurkan kita untuk menggunakan sumber kekayaan alam. Al-Qur’an merangsang akal kita, mengarahkannya kepada pandangan dunia yang dikelilingi oleh alam yang diciptakan untuk dimanfaatkan oleh manusia. Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa memanfaatkan semua itu terfokus dalam dua hal: Pertama, ilmu atau sains yang berdiri di atas fondasi rasio dan akal budi. Melalui akal budi ini, Allah membedakan manusia dari hewan. Kedua, bekerja; Ilmu tidak bermanfaat kalau tidak dipraktekkan dengan bekerja. Bekerja dibutuhkan bukan hanya sekali waktu, tetapi terus menerus. Bekerja dibutuhkan untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik dan untuk mencapai karunia Allah. Bekerja di dalam Islam adalah suatu kewajiban bagi mereka yang mampu. Tidak dibenarkan bagi seorang muslim berpangku tangan dengan alasan “mengkhususkan waktu untuk beribadah” atau bertawakal kepada Allah. Tidak dibenarkan pula bagi seorang muslim bersandar pada bantuan orang lain sedangkan ia memiliki kemampuan.

  4. Etika Produksi Dalam Kerangka Maqashid Syariah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haqiqi Rafsanjani

    2016-11-01

    Full Text Available Produksi merupakan suatu proses untuk menghasilkan barang dan jasa berdasarkan pada ketersediaannya faktor-faktor produksi, untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dengan memperhatikan nilai keadilan dan kebajikan (maslahah. Produksi juga merupakan usaha manusia untuk memperbaiki tidak hanya kondisi fisik materialnya, tetapi juga moralitas sebagai sarana menuju fallah. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan tentang etika produksi dalam kerangka maqashid syariah yang terdiri dari pemeliharaan lima kebutuhan dasar manusia yaitu pemeliharaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Pendekatan yang di pakai dalam makalah ini yaitu pendekatan maqashid syariah. Tujuan dari aktivitas produksi adalah untuk memberikan maslahah bagi manusia, dimana maslahah dasar bagi manusia terdiri dari lima kebutuhan dasar yang harus dipelihara, diantaranya yaitu; hifdzu ad-dien, hifdzu an-nafs, hifdzu al-‘aql, hifdzu an-nasl, hifdzu al-maal.

  5. ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PRICE EARNING RATIO DALAM PENILAIAN HARGA SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (TAHUN 1998 – 2001

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marli - -

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Penilaian harga saham berdasarkan analisa fundamental diklasifikasikan pada pendekatan dividend discount model dan P/E ratio. Permasalahan yang penting dalam penelitian ini menyangkut tentang aplikasi penilaian harga saham berdasarkan pendekatan PER dengan menggunakan variabel bebas yang dianggap relevan mempengaruhi harga saham. Selain itu, juga dapat digunakan untuk menjelaskan kondisi harga saham, variabel mana yang dominan dan bagaimana perubahan harga sahamnya dengan acuan pada pendekatan P/E ratio. Variabel yang dipertimbangkan oleh investor dalam melakukan investasi di pasar modal diantaranya dividend payout ratio, standard deviation of EPS, return on equity dan debt to equity ratio sedangkan earning growth tetap dipertimbangkan tetapi dengan tingkat signifikansi yang lebih rendah. Return on equity merupakan variabel penelitian yang paling dominan mempengaruhi harga saham. Harga saham di Bursa efek Jakarta belum menunjukkan harga yang wajar dan berdasarkan analisa teknikal dengan menggunakan indikator moving average dan trend, kecenderungan perubahan harga sahamnya tidak selalu menuju nilai intrinsiknya. Kata kunci: P/E ratio, return on equity, debt to equity ratio ABSTRACT The assessment of stock price based on fundamental analyse is grouped on model discount dividend approach and P/E ratio. The important problems in this research include assessment stock price application based on PER approach using independent variable which have relevant influence at stock price. It also used to explain stock price condition, dominant variable, and how is the changing of stock price with based on P/E ratio approach. Variable considered by investor on conducting investment in stock exchange market are: dividend payout ratio, standard deviation of EPS, return on equity, and debt to equity ratio while earning growth also considered but at lower significance level. Return on equity is dominant influence research variable on stock price. Stock

  6. PENGEMBANGAN MODEL COMPREHENSIVE MATHEMATICS INSTRUCTION (CMI) DALAM MEMBANGUN KEMAMPUAN MATHEMATICAL THINKING SISWA

    OpenAIRE

    Nita Delima; Rozi Fitriza

    2017-01-01

    Kesetaraan dalam pendidikan merupakan elemen penting dari beberapa standar visi NCTM dalam pendidikan matematika. Kesetaraan yang dimaksud, tidak berarti bahwa setiap siswa harus menerima pembelajaran yang identik dari guru; sebaliknya, menuntut sebuah pembelajaran yang mengakomodasi sebuah akses dalam mencapai kemampuan setiap siswa. Selain itu, NCTM juga mengemukakan bahwa dalam pembelajaran matematika terdapat lima standar proses yang harus terpenuhi, yakni problem solving, reasoning and p...

  7. Representasi Persahabatan dalam Film 5 Cm

    OpenAIRE

    Handayani, Intan Murni; Lukmantoro, Triyono; Naryoso, Agus

    2013-01-01

    Representasi Persahabatan dalam Film 5 cmSkripsiDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata-1Jurusan IlmumKomunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusunNama: Intan Murni HandayaniNIM: D2C 009 034JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013ABSTRAKSIFilm merupakan salah satu media massa yang menjadi wadah bagi parapembuat film untuk menyampaikan pesan serta nilai-nilai yang dimiliki olehpara ...

  8. Pertukaran Otomatis dalam Informasi: Perspektif Ekonomi Politik

    OpenAIRE

    Akmam, Sidharta

    2018-01-01

    Singapura merupakan mitra dagang dan investasi utama bagi Indonesia. Kedua negarasaling membutuhkan terlepas dari pasang surutnya hubungan keduanya. Hal yang seringdisoroti pemerintah Indonesia adalah harta milik warga negara Indonesia yang disimpan diSingapura dan diperkirakan mencapai 60% dari seluruh kekayaan warga Indonesia di luarnegeri. Hal ini menjadi semakin penting karena ada kebutuhan dana dalam jumlah besaruntuk menunjang pembangunan infrastruktur. Tujuan penulisan ini adalah untuk...

  9. Medan Makna Aktivitas Memasak Dalam Bahasa Perancis

    OpenAIRE

    Harianja, Nurilam

    2010-01-01

    This thesis, entitled ”Medan Makna Aktivitas Memasak dalam Bahasa Perancis. discusses the meaning of lexemes in cooking activities. The objects of this study are the lexemes used in cooking activities. Those lexemes are provided in French- Indonesian dictionaries and also grouped as culinary vocabularies. The research is aimed not only determining the French lexemes in the cooking activities, but also finding the relations among the lexemes and formulating the semantical classification of Fre...

  10. Al-quran dalam Perspektif Budaya

    OpenAIRE

    Sudrajat, Ajat

    2009-01-01

    Al-Quran merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan kepada manusia. Tujuan utama diturunkannya al-Quran adalah sebagai kitab petunjuk yang meliputi bidang akidah, syariah, dan akhlak. Akan tetapi di luar ketiga petunjuk tersebut, al-Quran telah memberikan motivasi dan inspirasi kepada umat Islam dalam berbagai bidang kehidupan sehingga melahirkan jenis budaya tertentu. Dialog intelektual yang dilakukan secara kreatif oleh umat Islam terhadap al-Quran ternyata telah menghasilkan lahirnya ge...

  11. Lgbt Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia

    OpenAIRE

    SANTOSO, MEILANNY BUDIARTI

    2016-01-01

    Resolusi tentang pengakuan atas hak-hak LGBT adalah resolusi PBB yang pertama yang secara spesifik mengangkat isu pelanggaran HAM berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender. Resolusi tentang pengakuan atas hak-hak LGBT inilah yang dijadikan sebagai landasan tuntutan bagi kaum LGBT dalam menuntut hak-hak mereka dengan mengatasnamakan hak asasi manusia. Namun demikian, di Indonesia, tentunya berbicara mengenai penegakkan hak asasi manusia, khususnya yang diperjuangkan oleh komunitas LGB...

  12. TEORI INTERNASIONALISME DALAM SISTEM HUKUM NASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ninon Melatyugra

    2015-10-01

    Full Text Available Abstrak Konstitusi suatu negara memegang peran penting dalam menjelaskan posisi hukum internasional dalam sistem hukum nasional. The South African Constitution adalah salah satu contoh konstitusi yang menjabarkan secara eksplisit mengenai kedudukan hukum internasional sehingga mempreskripsi pengadilan untuk menggunakan hukum internasional secara langsung dalam wilayah domestik. Masalah muncul bagi negara yang tidak memiliki ketentuan eksplisit dalam konstitusi, seperti Indonesia, namun praktiknya terdapat penggunaan hukum internasional oleh agen negaranya. Artikel ini menawarkan teori internasionalisme untuk memberi dasar legitimasi bagi negara yang ingin patuh terhadap hukum internasional di saat konstitusi tidak memiliki ketentuan eksplisit yang mengaturnya. Teori ini dibangun dengan fondasi 2 teori yakni teori transnational legal process yang menitikberatkan pada bagaimana negara memperlakukan hukum internasional, dan teori international constitution yang berfokus pada bagaimana perlakuan hukum internasional tersebut bersifat konstitusional.    Abstract A constitution of a nation holds an important role to define international law before municipal law. The South African Constitution is an example of constitutions that explain explicitly the position of international law and prescribe its courts to observe international law in domestic zone. A crucial problem has risen in States which have no explicit provisions in their constitutions, like Indonesia, but the State agent acts of using international law are often found. This article offers internationalism theory in order to give the States a legitimacy to be comply with international law although the constitution lacks the explicit provisions. The theory contains 2 basic theories which are transnational legal process theory that stresses on how states treat international law properly; and international constitution theory that focuses on how the treatment becomes constitutional.

  13. Peran Data dalam Manajemen Perpustakaan di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindya Gita P.

    2017-12-01

    Full Text Available Perpustakaan senantiasa mendorong penggunanya untuk mencari dan menggunakan informasi yang terpercaya dan telah teruji. Oleh karena itu sudah seharusnya perpustakaan juga melakukan upaya pencarian informasi mengenai “dirinya” melalui riset untuk mendapatkan data. Upaya pencarian informasi ini di Indonesia umumnya masih sebatas data koleksi, data peminjaman, dan kunjungan pengguna. Ada banyak opini dan kekhawatiran yang bervariasi yang disampaikan oleh pustakawan dan staf dalam pengembangan perpustakaan. Data dapat menjadi pelengkap pemikiran disini, juga sebagai penengah berbagai pemikiran. Berdasarkan pemaparan tersebut maka peneliti tertarik untuk membahas bagaimana posisi data dalam manajemen perpustakaan. Keberadaan data sangat penting sebagai dasar dalam mengambil keputusan di perpustakaan. Begitu juga dalam manajemen perpustakaan, seorang kepala perpustakaan harus melakukan riset terlebih dahulu untuk memperoleh data yang digunakan untuk mengambil kebijakan. ABSTRACT The library constantly encourages its users to search and use reliable and tested information. Therefore the library should also make efforts to search information about "itself" through research to obtain data. This information search effort in Indonesia is generally still limited to data collection, lending data, and user visits. There are many varied opinions and concerns delivered by librarians and staff in library development. Data can be a complement to thinking here, as well as mediating thoughts. Based on the exposure, the researcher is interested to discuss how the data position in library management. The existence of data is very important as the basis for making decisions in the library. Likewise in library management, a library head should research first in order to obtain the data used to take policy

  14. Representasi Hero Perempuan Dalam Game Dota 2

    OpenAIRE

    Handoko, Sofyan; Yuwono, Elisabeth Christine; Mardiono, Bambang

    2016-01-01

    Dota 2 merupakan video game yang sedang berkembang di Indonesia, adalah game yang mempertarungkan pemain-pemain yang terbagi kedalam dua tim yang berbeda. Dota 2 memperlihatkan bahwa meskipun game bertema perang, terdapat karakter-karakter yang biasa disebut hero, terdapat sosok perempuan pada game Dota 2. Studi dilakukan untuk melihat apakah hero perempuan dalam game Dota 2 telah direpresentasikan sesuai dengan atribut mereka masing-masing (Strength, Agility, dan Intellegence) dan melihat ma...

  15. MODEL COMMUNICATION ENGGAGEMENT DALAM KOMUNIKASI POLITIK CALON LEGISLATIF DALAM PEMILU UMUM 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zen Amirudin

    2016-02-01

    Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Blitar dalam pemilihan umum 2014 telah berhasil memperoleh 9 kursi. Jumlah tersebut meningkat lebih banyak jika di bandingkan periode sebelumnya yang mendapatkan tujuh kursi. Faktor utama peningkatan kursi karena mampu menjalin komunikasi politik sinergis yang berbasis communication engagement antara aparatus partai politik, organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama, Muslimat, Gerakan Pemuda Ansor maupun yang lainnya. Sedangkan proses komunikasi politik yang dilakukan oleh para calon legislatif PKB Kabupaten Blitar dalam melakukan kampanye dengan memfokuskan pada tiga hal utama, yakni: citra calon legislatif, proses kampanye, dan penggunaan media komunikasi.

  16. ESTETISISME DAN DILEMA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM IKLAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moeljadi Pranata

    2001-01-01

    Full Text Available The development in women%5C%27s role is constructed by ads%5C%27 aestheticism and women%5C%27s attitude. Aestheticism provokes bad taste advertisement reducing woman as a mere biological object. Capitalistic system and structure has encouraged women to compete in social arena and subordination of women by men as well as conflicts among women. The empowerment of women%5C%27s role in ads can be achieved by generating the awareness on women not to part in stereotype establishing which inflicts women%5C%27s esteem. Further%2C law enforcement is required to control bad taste advertising. Abstract in Bahasa Indonesia : Perkembangan peran perempuan disebabkan oleh estetisisme iklan dan sikap perempuan sendiri. Estetisisme menyebabkan bad taste advertisement yang mereduksi perempuan sebatas mahluk biologis semata. Sistim dan struktur kapitalistik telah mendorong perempuan berkompetisi dalam arena sosial yang sekaligus menjadi ajang subordinasi perempuan oleh laki-laki serta ajang konflik antar perempuan. Pemberdayaan peran perempuan dalam iklan dapat dilakukan dengan gerakan penyadaran kepada perempuan agar tidak larut dalam proses pemapanan stereotipe yang merugikan perempuan. Selain itu%2C penegakan supremasi hukum perlu dilakukan untuk mengendalikan bad taste advertising. advertisment%2C+aestheticism%2C+empowerment%2C+women.

  17. SPECIFIC ALLOCATION FUND FOR ENERGY EFFICIENCY TO INCREASE QUALITY OF THE ENVIRONMENT IN INDONESIA (Mekanisme Dana Alokasi Khusus Efisiensi Energi dalam Mendukung Perbaikan Lingkungan di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Tri Haryanto

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Related to the climate change and economic development of environmentally friendly (green economy issues, the President has committed to reducing emissions of greenhouse gases (GHG by 26% on their own sources (BAU, and up to 41% with international support in 2020 through Presidential Decree No. 61 in 2011 about the National Action Plan for Greenhouse Gas Emission Reduction (RAN-GRK. In addition to regulating the sectors that are considered to be the largest contributor to GHG emissions, the regulation also establishes funding sources RAN-GRK either through the APBN, APBD, as well as a variety of other sources constituted under the legislation. The main research question are; Is specific allocation fund (DAK can be used to fund energy efficiency?; if so, what procedure should be done? and how monitoring and evaluating of the energy efficiency of the use of DAK ? To answer those questions, researcher using qualitative library research, cross sectional collection of data for intensive analysis, interviews to some leading experts in the field and a number of Focused Group Discussions were also conducted to construct the policy analysis. Based on the analysis of the mechanism of transfer to the regions in Indonesia, it is possible to enlarge of DAK field for energy efficiency by asking Line Minister to proposed mechanism and send to the Ministry of Finance. This can be addressed to support the achievement of environmental friendly activities and reduce the burden of state budget subsidies. Some of things that must be done is to propose the allocation of DAK EE into government programs and to develop a variety of specificized and technical indicators related. ABSTRAK Terkait dengan komitmen dalam mengatasi dampak perubahan iklim serta isu pengembangan ekonomi rendah karbon, Pemerintah telah mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres Nomor 61 Tahun 2011 tentang rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Nasional (RAN-GRK tahun 2020

  18. ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PEMAKAIAN PRODUK LAYANAN SELULER DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ASPEK 7P’S OF MARKETING (STUDI KASUS : PT. TELKOM AREA BLORA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nia Budi Puspitasari

    2012-02-01

    Full Text Available Perkembangan dunia telekomunikasi yang semakin pesat dan ketatnya persaingan antar provider telepon seluler, membuat para produsen tidak gegabah dalam menentukan dan mengembangkan jenis produknya. Setelah kemunculan telepon seluler dengan teknologi AMPS (Advance Mobile Phone Systems dan GSM (Global Systems for Mobile Communication, kemudian berkembang teknologi CDMA (Code Devision Multiple Acess. PT.Telekomunikasi Indonesia, Kancatel Blora sebagai penyedia layanan Telkom Flexi untuk wilayah Kabupaten Blora, menghadapi beberapa hal penting dalam memperkenalkan produknya. Nilai penjualan diharapkan untuk lebih berkembang lagi, namun harus menghadapi tantangan dari pesaing dengan produk baru yang inovatif. Untuk itu, TelkomFlexi mengambil tindakan dengan memberikan produk yang berkualitas, layanan yang baik dan fasilitas yang memadai bagi para penggunanya, akan tetapi pada kenyataannya hingga sekarang ini jumlah pengguna Flexi wilayah Blora masih rendah jika dibanding dengan wilayah lain. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisa faktor-faktor apa yang mempengaruhi preferensi konsumen diwilayah Blora dalam menggunakan suatu produk mobile communication. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam menggunakan suatu produk mobile communication. Analisis faktor yaitu suatu metode reduksi data untuk menemukan variabel baru yang disebut faktor yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah aslinya, yang tidak berkorelasi satu sama lainnya, variabel baru tersebut memuat sebanyak mungkin informasi yang terkandung di dalam variabel asli. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 9 faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam menggunakan suatu produk mobile communication, yaitu : faktor bukti fisik, faktor fitur tambahan produk, faktor proses, faktor harga, faktor karyawan, faktor kinerja inti produk, faktor promosi, faktor tampilan nyata produk, faktor

  19. Perspektif Psikologi Humanistik Abraham Maslow dalam Meninjau Motif Pelaku Pembunuhan

    OpenAIRE

    Nurwatie, Azrina; Fauzia, Rahmi; Akbar, Sukma Noor

    2014-01-01

    Fokus penelitian ini diarahkan pada motif pelaku pembunuhan dengan meninjaunya melalui perspektif psikologi humanistik Abraham Maslow. Subyek dalam penelitian ini berjumlah dua orang narapidana yang berada di Lapas Kelas IIA Anak Martapura dengan kasus pembunuhan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi,dan pemeriksaan psikologis (tes grafis). Berdasarkan hasil analisis data da...

  20. Experimental method for calculation of effective doses in interventional radiology; Metodo experimental para calculo de dosis efectivas en radiologia intervencionista

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Herraiz Lblanca, M. D.; Diaz Romero, F.; Casares Magaz, O.; Garrido Breton, C.; Catalan Acosta, A.; Hernandez Armas, J.

    2013-07-01

    This paper proposes a method that allows you to calculate the effective dose in any interventional radiology procedure using an anthropomorphic mannequin Alderson RANDO and dosimeters TLD 100 chip. This method has been applied to an angio Radiology procedure: the biliary drainage. The objectives that have been proposed are: to) put together a method that, on an experimental basis, allows to know dosis en organs to calculate effective dose in complex procedures and b) apply the method to the calculation of the effective dose of biliary drainage. (Author)

  1. Dosimetria “in vivo” para implantes ginecologicos de cancer de cervix, con braquiterapia de alta tasa de dosis (hdrb

    OpenAIRE

    Guillen G., Oscar O.; Duran S., Rosalia

    2009-01-01

    SOLCA Guayaquil en el Servicio de Braquiterapia dispone de un equipo de carga diferida de alta tasa de dosis, Microselectron HDR de la Empresa Nucletron, equipado con una fuente de Ir192, para la realización de tratamiento a pacientes portadores de cáncer en diferentes localizaciones. Se usa un maniquí de sólido de PMMA tipo 9193, de la PTW con el objetivo de determinar la tasa de kerma en aire de la fuente de Ir192, cuyo error no supera el 0.5%. Adicionalmente, se establece un mecanismo ...

  2. Valoración de la dosis de diálisis mediante dialisancia iónica

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosa Caballero Barba

    2015-03-01

    Full Text Available Uno de los principales determinantes de la supervivencia de los pacientes en hemodiálisis es la dosis de la misma, las fórmulas comúnmente utilizadas son aquellas basadas en el modelo cinético de la urea. Sin embargo, debido a la necesidad de al menos dos muestras sanguíneas, su aplicabilidad a todas las sesiones de diálisis es bastante escasa. Actualmente casi todos los monitores de diálisis están provistos de sensores de dialisancia iónica, lo que nos permite obtener de forma indirecta y en tiempo real, información acerca del aclaramiento de urea en todas las sesiones de diálisis y sin necesidad de obtener muestras sanguíneas. Con el objetivo de evaluar la correlación que existe entre la dosis de diálisis medida por dialisancia iónica y aquella medida por cinética de Urea mediante la ecuación de KT/V monocompartimental de segunda generación según Daugirdas, diseñamos un estudio transversal que incluye 28 pacientes prevalentes de nuestra unidad de diálisis, obtuvimos datos de dosis de diálisis (aclaramiento, KT, KT/V por dialisancia iónica y el KT/V según fórmula de Daugirdas de segunda generación. La media de KT/V por dialisancia iónica fue de 1.79 ± 0.29 del KT/V según Daugirdas de 1.95 ± 0.35. En el análisis estadístico encontramos una importante correlación entre ambos métodos (R2 = 0.86 p< 0.001. Con los resultados de este estudio concluimos que la dialisancia iónica es una técnica útil para valorar la dosis de diálisis en nuestros pacientes y su uso debería generalizarse en las distintas unidades de diálisis.

  3. PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MEMINIMALISASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitria Fitria

    2016-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan multimedia interaktif dapat meminimalisasi miskonsepsi siswa pada materi pokok larutan penyangga. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experimental design yang berbentuk pretest-posttest control group design. Subyek penelitian ini terdiri atas 33 siswa kelas eksperimen dan 33 siswa kelas kontrol. Tingkat penguasaan konsep larutan penyangga diperoleh dari hasil tes diagnostik miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata proporsi siswa yang mengalami miskonsepsi pada kelas eksperimen sebanyak 9 dari 33 siswa sedangkan pada kelas kontrol sebanyak 14 dari 33 siswa. Nilai gain ternormalisasi kelas eksperimen 0,64 dan kelas kontrol 0,5 yang berarti peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol. Skor jawaban siswa yang tergolong miskonsepsi pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan mempunyai varians yang sama. Hasil uji t satu pihak kiri menunjukkan bahwa t hitung (-4,89 < - t (- 1,67 yang berarti rata-rata jawaban yang tergolong miskonsepsi kelas eksperimen lebih rendah daripada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia interaktif dapat digunakan untuk meminimalkan miskonsepsi siswa pada materi pokok larutan penyangga.This study aimed to know whether the using of interactive multimedia can minimalize student misconceptions in buffer solution subject. Research design used true experimental design by pretest-posttest control group design. The subject consist of 33 students of experimental class and 33 students of control class. Level of conceptual understanding was collected by using misconception diagnostic test technique. The result of this study showed that mean of misconception proportion at experimental class is 9 of 33 studets, while the mean of misconceptions proportion at control class is 14 of 33 students. The normalized gain

  4. INTEGRASI MATEMATIKA DAN ISLAM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsul Maarif

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pembelajaran matematika harus mengalami perubahan dalam konteks perbaikan mutu pendidikan sehingga dapat meningkatkan hasil pembelajaran yang optimal. Oleh karena itu, upaya terus dilakukan untuk terwujudnya suatu pembelajaran yang inovatif sesuai dengan perkembangan zaman dan tekhnologi. Disamping pendidikan diselaraskan dengan kemajuan teknologi, pendidikan juga diharapkan dapat membangun nilai dan watak dari setiap peserta didik melalui nilai-nilai agama.Al-Quaran merupakan kitab suci umat islam yang merupakan sumber dari segala sumber ilmu. Keagungannya tidak akan tertandingi dan tak jua lekang oleh zaman. Oleh karenaya kita sebagai umat muslim patut dan menjadi keharusan menjadikan Al-Quran sebagai rujukan utama untuk pengembangan ilmu sebelum merujuk kepada teori ataupun konsep-konsep lainnnya. Pandangan seperti tersebut tidaklah salah karena Al-Quran sangat berpengaruh pada pengembangan bidang ilmu. Hal tersebut terlihat jelas adanya penghargaan yang teramat tinggibagi mereka yang beriman dan berilmu dibandingkan dengan orang yang biasa-biasa saja.Hal tersebut menunjukan Al-Quran sangat konsen dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, perlu kiranya dunia pendidikan tidak terkecuali dalam pembelajaran matematika mengintegrasikan nilai-nilai yang terkandung dalam agama islam dalam setiap pembelajaran. Sehingga, selain dapat mempelajari matematika siswa juga dapat mempelajari keagungan Alloh melalui pendekatan materi-materi matematika. Kata Kunci    :   Islam, Matematika, Pembelajaran Matematika   ABSTRACT Learning mathematics should be amended in the context of improvement of the quality of education so as to enhance the optimal learning outcomes. Therefore, efforts continue to be made to the realization of an innovative learning in accordance with the times and technology. Besides education aligned with technological advances, education is also expected to build the value and character of each learner through the

  5. MEMBANGUN KARAKTER BUDAYA POLITIK DALAM BERDEMOKRASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khoirul Saleh dan Achmat Munif

    2015-11-01

    Full Text Available Kejadian pergantian kepemimpinan nasional di Indonesia merupakan amanah dari rakyat melalui mekanisme pemilihan umum. Meski sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa pegantian Presiden RI pertama dari Ir. Soekarno hingga presiden yang ketujuh, yaitu Jokowi, selalu terdapat kejadian tidak semestinya oleh elite pemimpin negara dan hal ini akan menjadi cermin bagi rakyat Indonesia bagaimana membangun karakter budaya politik. Budaya politik adalah aspek politik dari sistem nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh suasana zaman saat itu dan tingkat pendidikan dari masyarakat itu sendiri. Partisipasi politik masyarakat sangat membantu berkembangnya budaya politik dalam suatu negara. Partisipasi politik adalah keterlibatan warga dalam segala tahapan kebijakan, mulai dari sejak pembuatan keputusan sampai dengan penilaian keputusan. Demokrasi merupakan media untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Kalau demokrasi ditegakkan, dengan tingginya partisipasi rakyat dalam politik, ekonomi, sosial, dan budaya, maka masyarakat adil dan makmur bisa terwujud. Yang tidak kalah penting adalah membagun karakter budaya politik, sehingga kegiatan politik bukanlah panggung bermain bagi para elite penguasa, tetapi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan dasar warga negara dalam menciptakan kemaslahatan bersama. Kata Kunci: Budaya Politik, Karakter, Demokrasi. BUILDING CHARACTER IN POLITICAL CULTURE IN DEMOCRACY. Building Character in Political Culture in Democracy. Change of national leadership in Indonesia is a mandate of the people through the mechanism of elections in accordance with the principles of direct, general, free, secret and fair and healthy competition between pairs of candidates for president and vice president. Political culture is the political aspect of the system of values that thrive in communities that are affected by the atmosphere of the current era and the education level of the community itself. Other factors that

  6. KETERASINGAN DALAM FILM WALL-E

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmadya Putra Nugraha

    2017-05-01

    Full Text Available Modern society nowadays technological advances at first create efficiency in human life. Further development of the technology thus drown human in a routine and automation of work created. The State is to be one of the causes of man separated from fellow or the outside world and eventually experiencing alienation. The movie as a mass media function to obtain the movie and entertainment can be informative or educative function is contained, even persuasive. The purpose of this research was conducted to find out the alienation in the movie Wall E. The concepts used to analyze the movie Wall E this is communication, movie, and alienation. The concept of alienation of human alienation from covering its own products of human alienation from its activities, the human alienation from nature of his humanity and human alienation from each other. Paradigm used is a critical paradigm with type a descriptive research with qualitative approach. The method used is the analysis of semiotics Roland Barthes to interpretation the scope of social alienation and fellow humans in the movie.This writing research results found that alienation of humans with other humans influenced the development of the technology and how the human it self represented of technology, not from our fellow human beings. Masyarakat modern saat ini kemajuan teknologi pada awalnya membuat efisiensi dalam kehidupan manusia. Perkembangan selanjutnya teknologi justru menenggelamkan manusia dalam suatu rutinitas dan otomatisasi kerja yang diciptakan. Keadaan itulah yang menjadi salah satu penyebab manusia terpisah dari sesama atau dunia luar dan akhirnya mengalami keterasingan. Film sebagai media massa berfungsi untuk memperoleh hiburan dan dalam film dapat terkandung fungsi informatif maupun edukatif, bahkan persuasif. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Keterasingan dalam film Wall E. Konsep-konsep yang digunakan untuk menganalisis film Wall E ini adalah komunikasi, film, dan

  7. Konsep Teater Epik Brecht dalam Film Dogville

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Philipus Nugroho Hari Wibowo

    2014-11-01

    Full Text Available Film yang menggunakan panggung sebagai tempat kejadian (setting masih jarangditemukan di Indonesia. Kalaupun ada film-film tersebut hanyalah mengisahkankehidupan orang-orang teater dengan segala aktivitas kesehariannya, ataumentransformasikan naskah-naskah panggung menjadi sebuah film. Film Dogvillekarya sineas Denmark, Lars von Trier, menggunakan konsep pemanggunganteater dalam penggarapan filmnya.Dalam film tersebut, setting sebuah kota hanyadihadirkan disebuah studio besar (panggung dengan garis-garis kapur yangdianggap mewakili berbagai macam benda ataupun dinding yang memisahkan satutempat dengan tempat lainnya. Furnitur yang dihadirkan sangat minimalis, hanyabeberapa benda saja yang dihadirkan yang dianggap cukup mengidentifikasikantempat tersebut. Background yang dipakai hanya layar hitam dan putih untukmembedakan adegan malam dan adegan siang. Berdasarkan kesamaan strukturpembentuk yang terdapat dalam film (narasi dan teater, yaitu tema, alur,penokohan, dan setting yang dipaparkan secara deskriptif, dapat dibuktikan bahwaKonsep Teater Epik Brecht yang selama ini diterapkan dalam panggung bisaditerapkan dalam film Dogville. Brecht’s Concept of EpicTheaterin Dogville Film. Films using the stage as the scene(setting are still rare in Indonesia, even if there are only films that tell us about the lifeof the theatre (stage with all activities of daily life, or transforming the manuscripts stage(theater into a movie. LarsvonTrier, Dannish film maker, made Dogville – it uses theconcept of theatrical staging in the process of the film making. In the film, a city settingis just presented in a large studio (stage with the chalk lines are considered to representa wide range of objects or wall that separate sone place to another one. Presenting veryminimalist furniture, only a few objects are presented and sufficient to identify the place.Background screens use only black and white to distinguish the scenes and the scenesduring the night. Based

  8. POSMODERNISME DALAM IKLAN TEH “JAVANA”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adji Nugroho

    2017-08-01

    Full Text Available Abstrak Pesatnya perkembangan periklanan Indonesia ditandai dengan banyaknya iklan di media televisi. Produk makanan dan minuman memanfaatkan iklan untuk saling bersaing dengan kompetitor. Minuman dalam kemasan menjadi populer khususnya teh yang paling banyak dikonsumsi selain air mineral. Beberapa produk teh dalam kemasan menampilkan iklan yang mengusung konsep kesegaran, aktivitas, serta kehidupan era kini. Teh “Javana” memiliki konsep iklan yang berbeda dengan iklan produk serupa. Iklan ini menampilkan perpaduan budaya tradisional dengan budaya kekinian yang dikemas dalam satu bingkai. Perbedaan konsep visualisasi dibanding dengan iklan sejenis serta penggunaan dua budaya di atas mendorong peneliti menemukan maksud di balik konsep iklan dengan menggunakan pendekatan posmodernisme, yang dibatasi pada idiom estetik: dekonstruksi, hiperrealitas, simulasi, intertekstualitas, kitsch, dan pastiche. Proses analisis dimulai dari pengamatan iklan audio visual, dilanjutkan penjabaran dengan mengambil beberapa elemen yakni gambar, teks, dan audio dalam posisi waktu yang ditentukan. Hasil analisis elemen-elemen digabungkan menjadi satu, kemudian disimpulkan. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukannya garis besar posmodernisme dalam iklan teh “Javana” melalui idiom-idiom estetik di atas, yang menciptakan kontradiksi dan paradoks terkait budaya tradisi dan budaya kini. Kata Kunci: budaya, iklan, teh, posmodernisme, idiom estetik Abstract The fast growth of Indonesian advertising is shown by a lot of ads on television medium. The food and beverage products use ad to compete against the competitors. The beverage which included in Ready To Drink (RTD category becomes popular, especially tea as the most widely consumed besides mineral water. Some bottled tea products show the ads with concept of freshness, activity, and contemporary lifestyle. “Javana” Tea has different ad concept with the similar products. This ad shows the blend of traditional

  9. Alur Kerja Baru Simulasi Performa Bangunan Dalam Proses Desain Parametrik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firza Utama Sjarifudin

    2010-12-01

    Full Text Available Makalah ini menjelaskan hubungan alur kerja baru antara program pemodelan CAD 3D (Rhino/Grasshopper dan simulasi pencahayaan dengan (Radiance/Daysim. Alur kerja perancangan yang sangat efektif dalam Rhino disajikan secara langsung dengan mengekspor geometri, material properties, dan sensor grid ke dalam format Radiance/Daysim untuk menghitung serangkaian indikator performa termasuk peta radiasi matahari serta faktor pendistribusian pencahayaan dalam setahun. Hasil simulasi secara otomatis dikirim kembali ke dalam Rhino menggunakan pemetaan warna. Dengan menggunakan Grasshopper, parameter desain utama seperti ukuran jendela dan deskripsi material dapat diubah secara bertahap dan hasil simulasi dapat dikombinasikan menjadi sebuah simulasi performa bangunan dalam bentuk animasi transformasi parametrik. Desain alur kerja ini telah secara khusus dikembangkan bagi proses perancangan arsitektur dengan menyediakan semua feedback yang sangat berguna bagi perancang secara interaktif dari tahap rancangan skematis sampai tahap pengembangan perancangan. 

  10. IMPLEMENTASI ETNOMATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA JENJANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatimah S. Sirate

    2012-07-01

    Abstrak: Artikel ini mengkaji implementasi etnomatematika dalam pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan sekolah dasar. Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan proses pembelajaran matematika yang materinya diangkat dari nilai-nilai budaya lokal yang bersifat matematika atau disebut dengan etnomatematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis bertujuan untuk mendapatkan informasi selengkap mungkin mengenai implementasi etnomatematika dalam pembelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, sajian data, verifikasi, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam  proses pembelajaran matematika, guru kelas IV, V, VI telah memanfaatkan etnomatematika dalam pembelajaran matematika, walaupun dalam menyusun rencana pembelajaran sama sekali tidak terlihat etnomatematika termuat di rencana pembelajaran yang dibuat. Penerapan etnomatematika sebagai sarana untuk memotivasi, menstimulasi siswa, dapat mengatasi kejenuhan dan memberikan nuansa baru pada pembelajaran matematika.

  11. Metodologi Penelitian dalam Sebuah "Multi-Paradigm Science"

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedy Hidayat

    2002-12-01

    Full Text Available Ketidakjelasan paradigma serta posisi metodologi dapat mempersulit peneliti sewaktu melakukan penelitian. Selain akan menyulitkan peneliti dalam menetapkan "goodness" atau "quality criteria" dalam melakukan penelitian. juga akan menyebabkan hasil riset menjadi amat terbuka terhadap kritik dari berbagai perspektif yang berbeda. Dalam Ilmu-Ilmu sosial. termasuk ilmu komunikasi. terdapat beragam paradigma atau perspekstif sebagai fondasi filosofiS yang dapat digunakan dalam penelitian. dan masing-masing memiliki quality criteria berbeda. Di antara paradigma itu adalah paradigma klasik, kritis, dan konstruktivis. Dalam hal ini, isu pokok yang sebenarnya bukanlah pembedaan antara penelitian kuantitatif dengan kualitatif tetapi perbedaa epistemologi, ontologi. dan aksiologi antarparadigma yang ada. Seorang periset komunikasi bebas memilih akan "melandaskan kajiannya dari perspektifmana pun. Namun, dari beragam hal yang menentukan kualitas penelitian-seperti kerangka pemikiran dan signifikansi penelitian-pemahaman penelitian mengenai paradigma penelitian yang diplihnya. tampaknya. merupakan yang terpenting

  12. PROFIL TETANUS NEONATORUM DALAM RANGKA KEBIJAKAN ELIMINASI TETANUS MATERNAL DAN NEONATAL DI KABUPATEN BANGKALAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2012–2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mugeni Sugiharto

    2017-01-01

    Full Text Available Latar Belakang: Bayi dalam golden period (periode emas sangat rentan terhadap berbagai penyakit menular, seperti tetanus neonatorum. Pemerintah Kabupaten Bangkalan mendukung kebijakan Elimination Maternal Neonatal Tetanus (EMNT untuk menyelamatkan bayi dari infeksi tetanus neonatorum. Tujuan: identifikasi profil kasus tetanus pada bayi dalam mendukung kebijakan eliminasi tetanus di Kabupaten Bangkalan Provinsi Jawa Timur, Tahun 2012–2014. Metode: Studi menggunakan data sekunder tentang imunisasi Tetanus Toxoid dan Tetanus Neonatorum dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan. Wawancara mendalam tentang pelaksanaan kebijakan EMNT kepada Penanggung jawab program imunisasi. Hasil: Setiap tahun terdapat kejadian tetanus neonatorum (TN di Kabupaten Bangkalan sehingga menyebabkan kematian karena saat hamil ibunya tidak diimunisasi TT, persalinan ditolong oleh dukun, perawatan tali pusat tidak hygienes seperti penggunaan gunting yang tidak steril, penggunaan ramuan tradisional sebagai obat. Untuk mencegah kasus tetanus neonatorum, Kabupaten Bangkalan menetapkan kebijakan EMNT sebagaimana dituangkan dalam strategi operasional yang harus dilaksanakan semua petugas kesehatan terkait. Pelaksanaan kebijakan EMNT belum sesuai harapan, karena kejadian kasus TN setiap tahun, cakupan TT semakin rendah sebanyak 61,7% pada tahun 2012 menjadi 59,18% pada tahun 2014. Demikian imunisasi DPT untuk bayi semakin rendah yaitu sebesar 92,8% pada tahun 2012 menjadi 88,0% pada tahun 2014. Kesimpulan: Kabupaten Bangkalan rawan tetanus termasuk tetanus neonatorum, karena cakupan imunisasi TT pada ibu hamil dan DPT pada bayi yang terus menurun setiap tahun. Kebijakan eliminasi TN tepat untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan mencegah terjadinya TN pada bayi di Kabupaten Bangkalan. Saran: Pengelola Program imunisasi harus lebih aktif mensosialisasikan imunisasi TT melalui pelayanan ANC kepada ibu hamil dan DPT pada bayi untuk mencegah kasus tetanus.ABSTRACT Background

  13. Penerapan Supervisi Klinis untuk Meningkatkan Kinerja Guru dalam Proses Belajar Mengajar Gugus IV Sanankulon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Utami

    2017-08-01

    Full Text Available Tujuan penelitian untuk mengetahui dampak supervise klinis terhadap kinerja guru dalam proses belajar mengajar.Tindakan melalui supervise klinis.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, siklus I mencapai 72% atau ada13 guru dari 18 guru sudah berhasil dalam melaksanakan proses belajar mengajar, siklus II keberhasilan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar mencapai 89%atau ada 16 guru dari 18 guru sudah berhasil dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

  14. PENGGUNAAN TEPUNG DAUN MURBEI (Morus alba L DALAM PAKAN PEMBESARAN KEPITING BAKAU, Scylla olivacea

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaruddin Kamaruddin

    2018-01-01

    Full Text Available Salah satu bahan nabati yang perlu dievaluasi sebagai bahan pakan untuk kepiting bakau adalah daun murbei yang mengandung protein cukup tinggi dan hormone ecdisterone yang penting untuk proses molting krustase. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis optimum penggunaan tepung daun murbei dalam pakan pembesaran kepiting bakau, Scylla olivacea. Juvenil kepiting bakau yang digunakan terdiri atas 3 kelompok ukuran bobot yaitu (i 36±1,9 g; (ii 45±1,5 g; dan (iii 63±3,9 g. Perlakuan yang dicobakan adalah enam pakan dengan kandungan tepung daun murbei yang berbeda yaitu: 0%(DM0; 10% (DM10; 12,5% (DM12,5; 15% (DM15; 17,5% (DM17,5; dan 20% (DM20. Wadah penelitian yang digunakan berupa kotak kepiting (crab box sebanyak 90 buah, diisi sebanyak 1 ekor/boks, dan didisain dengan rancangan acak kelompok. Pemberian pakan uji dilakukan dua kali sehari pukul 08.00 dan pukul 17.00 sebanyak 3-4% dari biomassa per hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik (bobot, lebar karapas, dan panjang karapas, serta sintasan kepiting, rasio konversi pakan, dan efisiensi protein pakan, tidak berbeda nyata (P>0,05 antar perlakuan. Namun kandungan tepung daun murbei dalam pakan di atas 15% menurunkan nilai koefisien kecernaan total pakan, dan kandungan tepung murbei di atas 17,5% menurunkan nilai kecernaan protein pakan. Berdasarkan respon pertumbuhan dan nilai kecernaan pakan, tepung daun murbei dapat dimanfaatkan hingga 15% dalam pakan pembesaran kepiting bakau. One of plant ingredients suitable to be evaluated as a feed ingredient for mud crab is mulberry leaves which contains protein and ecdisteron. The purpose of this study is to obtain the optimum dose of mulberry leaf meal in grow-out diet for mud crab Scylla olivacea. Juvenile mud crabs were used consisting of 3 groups of weight size ie. (i36±1.9 g; (ii 45±1.5 g; and (iii 63±3.9 g. The treatments were six diets containing different levels of mulberry leaf at 0% (DM0; 10% (DM10

  15. Konsep Desain Venakular Dalam Bentuk pagawéan barudak di Baduy-Dalam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Zaini Alif

    2015-12-01

    Full Text Available Abstract The term, Toys and Games in Inner Baduy society, are not familiar. They recognize them as Pagawéan Barudak. It is action using tools as media. The study was conducted in Inner Baduy, which focused on three villages, named Cibeo, Cikeusik and Cikartawana. The toys and games design in Baduy is a process of transmitting moral, and socialization skills. Its form is presented through the study of vernacular design, which explains how the value of the transmission processes. In the pagawean barudak, determination and obedience are delivered through skills (skills training in making, using it, obedience is delivered through the use of materials, forms, processes and the results of it. In the making process of the creation in pagawéan barudak portrays relationship of human being with the needs of surrounding nature. Then, those needs will be filled with rules, which are interconnected between them and the environment, emerging pikukuh and pitutur that must be followed in conducting all activity. Keyword: Design, Vernacular, Toys, Inner Baduy. Abstrak Istilah Mainan dan Permainan di masyarakat Baduy, tidak dikenal. Mereka menyebutnya Pagawéan Barudak, ini merupakan hasil kegiatan dengan menggunakan alat sebagai medianya. Penelitian dilakukan di Baduy,  difokuskan ke tiga kampung, yaitu Cibeo, Cikeusik dan Cikartawana. Desain Mainan dan permainan di Baduy, adalah proses  transmisi keterampilan, moral, dan sosialisasi. Bentuknya yang disajikan melalui studi desain vernakular yang akan menjelaskan bagaimana nilai dari proses transmisi itu berlangsung. Pada barudak  melakukanpagawean, keteguhan dan kepatuhan disampaikan melalui keterampilan (skill training dalam membuat, menggunakan  pagawean barudak, kepatuhan disampaikan melalui penggunaan bahan, bentuk, proses dan hasil pagawean barudak. Dalam proses pembuatan produk dalam bentuk pagawéan barudak adalah, hubungan manusia dengan kebutuhan alam sekitarnya. Kemudian, kebutuhan tersebut akan

  16. Penerapan Model Pembelajaran Bermain Peran (Role Playing dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Hartati

    2012-06-01

    Full Text Available Berdasarkan observasi di SMA N 1 Wadaslintang proses pembelajararan masih didominasi guru, ini membuat siswa pasif sehingga hasil belajar rendah. Upaya mencapai kompetensi pembelajaran adalah melakukan perbaikan dengan menerapkan model pembelajaran Role playing. Permasalahan: (1 apakah keaktifan siswa dengan penerapan model pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar?, (2 bagaimana respon/tanggapan siswa dengan penerapan model Role Playing?. Tujuan: (1 mengetahui aktifitas siswa yang dapat meningkatkan hasil belajar, (2 mengetahui respon/tanggapan siswa terhadap model Role Playing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus dua kali pertemuan dan beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi: keaktifan siswa, hasil belajar, dan respon siswa. Siklus I aktifitas siswa sebesar 57,82% (cukup aktif, rata-rata nilai hasil belajar 72 ketuntasan klasikal 68,18% dan respon siswa 64,58% (positif. Siklus II keaktifan siswa menjadi 78,9% (aktif, rata-rata nilai hasil belajar 84 ketuntasan klasikal 95,45% dan respon siswa meningkat menjadi 77,56% (positif. Simpulan dari penelitian ini adalah (1 meningkatnya keaktifan siswa dengan model pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa, (2 respon/tanggapan siswa menunjukan respon positif selama proses pembelajaran. Saran dari penelitian ini yaitu (1 Pembelajaran menggunakan model role playing dapat disesuaikan dengan materi yang ada dengan catatan guru harus menerangkan terlebih dahulu materi yang akan dipelajari, (2 model pembelajaran role playing memerlukan penguasaan materi yang baik jadi sebelum melakukan proses role playing disarankan siswa lebih banyak membaca materi agar proses pembelajaran lebih aktif. � Based on observation, economic teacher at SMA N 1 Wadaslintang implement teacher center learning, student being pasive and student

  17. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2013-01-01

    Full Text Available Belakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan. Lately, the divorce rates both nationally and regionally East Java continues to increase. Similarly, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aimed to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in the year 2012. Analysis and interpretation of data referring to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings showed that most of the research informants do not understand the

  18. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakBelakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan.AbstractLately, the divorce rates both nationally and regionally continues to increase. This is, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aims to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in 2012. Analysis and interpretation of data refers to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings show that most of the research informants do not understand the meaning and

  19. Doa daLam Tradisi Islam Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Wahab Rosyidi

    2012-12-01

    Full Text Available Doa etymologically means request something to God in certain ways. while some ulama define doa is a self statement presence to Allah the Almighty about our weakness, shortages, inabilities, and disgraces, then we ask Allah the Almighty in order the weaknesses, shortages, inabilities, and humiliations are removed and replaced with the strengths, capabilities and a high degree both in human sight and in Allah sight. In the theory needs said, that basically human beings need to feel safe (safety need, and the safety need leads to the two forms, namely: safety needs of life and safety needs of the property. Safety needs emerged as the most important requirement if psychology needs have been fullfilled. this behavior as reflected in the lives of Javanese who always do doa  in the form of slametan ceremony. Slametan aims to achieve slamet (safety, namely a condition in which the events will move smoothly to follow a predetermined path and will not happen misfortunes to just anyone.   Doa Secara etimologi artinya memohon sesuatu kepada Allah SWT dengan cara- cara tertentu. Sedangkan beberapa ulama mendefinisikan doa berarti pernyataan diri ke hadirat Allah SWT tentang kelemahan, kekurangan, ketidakmampuan serta kehinaan kita, kemudian kita memohon sesuatu kepada Allah SWT agar kelemahan, kekurangan, ketidakmampuan serta kehinaan ini diangkat dan digantikan dengan kelebihan, kemampuan serta derajat yang tinggi baik di sisi manusia maupun di sisi-Nya. Dalam teori kebutuhan dikatakan; bahwa pada dasarnya manusia membutuhkan rasa aman (safety need, dan rasa aman itu mengarah pada dua bentuk yakni kebutuhan keamanan jiwa dan keamanan harta. Kebutuhan rasa aman muncul sebagai kebutuhan yang paling penting kalau kebutuhan psikologis telah terpenuhi. Hal tersebut sebagaimana tercermin dalam perilaku hidup orang Jawa yang selalu melakukan Doa dalam bentuk upacara slametan. Slametan bertujuan untuk mencapai keadaan slamet, yaitu suatu keadaan dimana peristiwa

  20. MEMBANGUN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harry Andheska

    2016-10-01

    Full Text Available Dalam pembelajaran menulis di sekolah, guru sering menemukan kendala dalam membangun kreativitas siswa. Pembelajaran yang dilakukan juga terkesan lebih monoton dengan minimnya pemanfaatan media pembelajaran yang sifatnya merangsang minat dan motivasi siswa dalam menulis. Padahal fungsi medtulia pembelajaran ini sangat membantu guru dalam membelajarkan kompetensi kebahasaan yang dipelajari, terutama menulis. Di samping itu, siswa yang belajar menulis juga seringkali sulit untuk memulai tulisan yang akan ditulisnya. Mereka cenderung kesulitan untuk memunculkan ide-ide yang akan dijadikan tulisan tersebut. Dalam hal ini, media sangat berperan dalam membantu siswa untuk memunculkan ide yang akan ditulis. Selain itu, media ini juga dapat membangun kreativitas siswa dalam mengembangkan tulisan dengan mengombinasi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh siswa tersebut. Media-media pembelajaran yang sifatnya inovatif akan sangat membantu siswa untuk mengkonstuksi ulang pengetahuan yang ada dalam pikiran siswa menjadi bentuk yang lebih unik dan variatif dalam tulisan yang dihasilkan.

  1. KESIMPULAN DALAM PEMERIKSAAN KEPATUHAN YANG BERDIRI SENDIRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catharina Sri Kariningsih

    2015-07-01

    kepatuhan yang berdiri sendiri tersebut. Metodologi yang digunakan yaitu studi literatur, telaah LHP, pengumpulan data dan informasi melalui kuesioner dan wawancara, serta Focus Group Discussion dengan praktisi dan akademisi. Hasil studi menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendukung kualitas penarikan kesimpulan dalam pemeriksaan kepatuhan yang berdiri sendiri adalah tujuan, lingkup atau cakupan pemeriksaan, kriteria, materialitas, sampel dan bukti pemeriksaan. Studi ini mengusulkan bentuk kesimpulan yang mengacu pada ISSAI 4100 Compliance Audit Guidelines–For Audits Performed separately from the Audit of Financial Statements. KATA KUNCI Pemeriksaan kepatuhan, kesimpulan, ISSAI 4100

  2. IMAN DALAM PRIBADI MUSLIM: Sebuah Telaah Aksiologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Djumransjah

    2008-12-01

    Full Text Available Talking about the issue of faith is the same as entering things that lie beyond the reach of reason. Faith is actually also a spiritual problem and develops with the power of ikhtiari. It touches the conscience and determines the quality in the value of taqwa. In human life and life, faith is priceless. Its value is expensive above all that is expensive, because it is a gift of God that is only accomplished through obedience. Obedience to God's rules is spiritual reflections to encourage people to love and obey the laws of God and His Messenger. The rules of God obeyed by man through the process of consciousness and freedom to assume responsibility are not entirely left to human freedom. To carry out the responsibilities well, God sent the Apostles to set an example and guide men to the right path, safe and secure. By observing human behavior in following orders and away from God's prohibitions will give the sense that humans are cultural beings. Because formed and developed into a personality occurs in the culture of society. In society human ethical values are the basis and size of which are the source of the orientation of norms.     Membicarakan masalah iman sama halnya dengan memasuki hal-hal yang terletak diluar jangkauan akal. Iman sebenarnya juga masalah rohaniah dan berkembang dengan daya ikhtiari. Dia menyentuh hati nurani dan menentukan kualitas dalam nilai taqwa. Dalam hidup dan kehidupan manusia, iman tidak ternilai harganya. Nilainya mahal di atas segala yang mahal, karena dia pemberian Allah yang hanya dicapai melalui ketaatan. Ketaatan kepada aturan-aturan Allah merupakan pantulan-patulan ruhani untuk mendorong orang mencintai dan mematuhi hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya. Aturan-aturan Allah yang dipatuhi manusia melalui proses kesadaran dan kebebasan untuk memikul tanggung jawab, tidak sepenuhnya diserahkan kepada kebebasan manusia. Untuk melaksanakan tanggung jawab dengan baik, maka Allah mengutus para Rasul untuk memberi

  3. Membedah Relevansi dalam Iklan “WRP”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neneng Nurjanah

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract: According to Sperber and Wilson, communication in advertisement is ostensive-inferential communication. This communication needs contextual effect and ostensive stimulus which was known to listener's (market segmentation. In WRP 6 day diet pack ad, advertising agency employs some contextual effect and ostensive stimulus to make listener interested and wanted to buy the product. To explore about the communication in WRP 6 day diet pack ad, this paper employs pragmatics method, especially relevance theory. Tanaka says that relevance theory serve comprehensive account to investigate speeches in order to get speaker meaning. The result of this research is advertising agency (speaker addressed this ad to middle high class women as market segmentation (listener. Advertising agency also employed some contextual effect such as body discourse, health discourse, and others diet program and also employed ostensive stimulus such as color and font size to make high relevance speech. Keywords: ostensive-inferencial communication; ostensive stimulus; constectual effect; theory of relevance Abstrak: Komunikasi dalam iklan menurut Sperber dan Wilson merupakan komunikasi ostensif-inferensial yang melibatkan efek kontekstual dan stimulus ostensive diketahui oleh kawan tuturnya (pangsa pasar. Begitu pula dengan iklan WRP 6 day diet pack, agensi iklan memanfaatkan efek kontekstual yang berada dalam benak pangsa pasarnya agar mereka tertarik dan membeli produk tersebut. Untuk mengeksplorasi bentuk komunikasi dalam iklan WRP 6 day diet pack, artikel ini memanfaatkan pendekatan pragmatik, khususnya teori relevansi. Teori relevansi menurut Tanaka menyediakan catatan yang paling komprehensif dalam menyelidiki tuturan berdasarkan makna penutur. Tujuan penelitian ini untuk menyelisik relevansi iklan WRP 6 day diet pack. Adapun temuan yang diperoleh dari artikel ini adalah agensi iklan WRP 6 day diet pack menujukkan iklan tersebut kepada perempuan dewasa dari

  4. KONSEP MANAJEMEN PENGAWASAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samsirin Samsirin

    2015-12-01

    Full Text Available Sebuah lembaga pendidikan yang baik harus dikelola dengan manajemen yang baik pula. Salah satu bentuk manajemen yang harus dimiliki sebuah lembaga pendidikan yaitu manajemen pengawasan. Hal ini berfungsi untuk mengontrol kinerja tenaga yang berada dalam suatu lembaga tersebut. Akan tetapi mayoritas lembaga pendidikan, khususnya pendidikan Islam, belum menganggap manajemen pengawasan sebagai suatu hal yang penting sehingga banyak dari lembaga pendidikan Islam kurang teratur administrasinya. Padahal untuk mencapai suatu tujuan yang dikonsep di awal pembentukan suatu lembaga pendidikan banyak hal yang harus dikerjakan secara profesional. Di antara manfaat manajemen pengawasan ini ialah mengurangi tingkat kesalahan, terjadinya penyimpangan, serta memperkecil hambatan yang justru akan menghalangi proses lembaga mencapai tujuan yang dicanangkan.

  5. Psikologi Subjek Didik Dalam Pandangan Ibnu Sina

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadini Hadini

    2017-09-01

    Full Text Available Understanding of child psychology course is a theme that is vital for an educational institution if he wants to achieve the ultimate goal of education. Without a deep understanding of these aspects will be able to make his way education becomes useless, or even can be fatal to a child's life. Because errors in the view of the subsidiary, it would be also wrong in the design or the design of learning, if the design is not in accordance with the spirit of education children of the educational process will be in vain. Currently it has a lot of studies about child psychology, but generally many of the studies referred to the West, while it is known that the empirical epistemology Western scientific, rationalist and positivist certainly be questioned. Therefore there is no other way but to be re-referred to the scientists were able to cover the gap of western methodology. In this case the name of Ibn Sina seems appropriate to refer to his thinking, which is due to its ability to successfully combine empirical dimension to the method of intuition. From search results found thoughts about the importance of child psychology, such as thinking about talent, and various inclinations such as the tendency of imitation, play and tendency to compete. Study of Ibn Sina that have for centuries turned out to be legitimized by modern studies of Educational Psychology at the moment. Pemahaman tentang psikologi anak tentu saja merupakan sebuah tema yang vital bagi sebuah lembaga pendidikan jika ia ingin mencapai sasaran akhir pendidikan. Tanpa pemahaman yang mendalam terhadap aspek ini akan bisa membuat jalannya pendidikan menjadi sia-sia, atau bahkan bisa berakibat fatal bagi kehidupan si anak. Sebab kesalahan dalam melihat entitas anak, maka akan bisa pula salah dalam desain atau dalam rancangan pembelajarannya, jika desain pendidikan tidak sesuai dengan jiwa anak tentu proses pendidikan akan sia-sia. Saat ini memang telah banyak kajian-kajian psikologi tentang

  6. Ragam Vegetasi dalam Puisi‐Puisi Palestina

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hindun Hindun

    2016-12-01

    Full Text Available Vegetasi Palestina adalah sekelompok tanaman yang tumbuh di bumi Palestina. Para penyair Palestina, melalui puisinya, mengemukakan beragam vegetasi yang tumbuh di Palestina sehingga menimbulkan permasalahan ragam vegetasi apa saja yang disebut dalam puisi dan apa fungsi penyebutannya? Tujuan penelitian ini adalah mengungkap ragam vegetasi asli Palestina dalam puisi karya penyair Palestina. Teori yang dimanfaatkan adalah teori adab al-muqawamah, yang mengatakan bahwa karya sastra merupakan piranti perlawanan terhadap segala penjajah dalam bentuk kata sehingga karya sastra tersebut dapat menggugah semangat pembacanya untuk berjuang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam vegetasi Palestina adalah penanda keberadaan wilayah dan bangsa Palestina yang berarti bahwa ada tanah tempat tanaman itu tumbuh dan ada bangsa yang memanfaatkan tanaman itu dalam kehidupan mereka. Penyebutan ragam vegetasi Palestina itu menjadi simbol perlawanan bangsa Palestina terhadap penjajahan Israel yang menduduki tanah Palestina melalui aneksasi dan kolonialisasi. Puisi perlawanan ini merupakan sebuah upaya untuk membangkitkan kesadaran umat manusia di dunia, khususnya bangsa Palestina, untuk melawan segala bentuk penjajahan di muka bumi. Palestine’s vegetation is a group of plants growing in the Palestine’s soil. The Palestinian poets, through their poetries, explained the variety of plants growing in Palestine. Therefore, the research questions are what kinds of native plant growing in Palestine and why the Palestinian poets explain those plants in their poetries? The analysis theory is adab al-muqawamah meaning that literary work is an instrument to fight all forms of occupation and colonialism by using words to inspire the readers to fight. The result is that Palestine’s plant variety is a symbol of the presence of the region and the Palestinians, which means that there is a land where the plants grow and there is a nation that use the plants in their lives

  7. Diskursus Akhlak dalam Filsafat Mulla Sadra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thuba Kermani

    2014-06-01

    Full Text Available Abstract : In Mulla Sadra’s system of thought, the discussion of  philosophy of  moral (ethics, morality, the nature of morality and matters related, that is the soul (nafs and the spirit, is not a short discussion. All forms of action and the nature of malakah imprinted in the human psyche that will participate in the world hereafter. Therefore, some of the matters of the soul is a postulate of science of moral. Yet despite the differences in the ethics’s school of thoughts, it can be said that almost Muslim philosophers agree to the connection of moral with the perfection of soul. And the foundation of moral questions rests on the principle of perfection of the soul and the effects of the moral act. Without them, there will be no perfect rational and philosophical explanations of the good and bad character. However, in understanding how the process of perfection of the soul through moral acts, it is necessary to understand the perfection of the soul and make it a goal for human.Keywords : philosophy of moral, science of moral, theoretical reasoning, practical reasoning, intuition, meta-ethics. Abstrak : Dalam  struktur  pemikiran Mulla Sadra pembahasan  filsafat  akhlak,  akhlak,  sifat-sifat akhlak dan  hal yang berkaitan  dengannya,  yaitu  jiwa  (nafs dan ruh, bukan  pembahasan  yang  ringkas. Segala bentuk tindakan dan sifat malakah yang terpatri dalam jiwa manusia akan menyertainya di alam akhirat kelak. Oleh karena itu  sebagian  dari  persoalan-persoalan  jiwa  merupakan  postulat  ilmu  akhlak.  Namun  meskipun  terdapat perbedaan dalam aliran-aliran pemikiran filsafat akhlak, dapat dikatakan hampir semua filsuf Islam sepakat bahwa akhlak berkaitan dengan kesempurnaan jiwa. Dan fondasi persoalan-persoalan akhlak bersandar pada prinsip kesempurnaan jiwa dan pengaruh dari perbuatan akhlak. Tanpa hal itu, penjelasan rasional dan filosofis atas kebaikan dan keburukan akhlak tidak akan sempurna. Bagaimanapun

  8. KEJAHATAN TANPA KORBAN DALAM KEJAHATAN CYBERPORN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Nugraha Putra

    2017-03-01

    Full Text Available Pornography has become one of the complicated problems in law enforcement. It is because of the spread which is so massive, so it is difficult to be overcome. Pornography, along with the existence of the internet, is another challenge for the law holders to eliminate it as a cyberporn crime (Pornography in internet which gives the massive impact. In the context of a crime, cyberporn can be categorized as one of the cyber crimes. However, the focus on the cyberporn as a cyber crime is only on the spreaders of pornography or someone who provides the pornography link in internet. Actually, there are people who download then spread it. In the chain after the first spreaders or the first link providers, it is interesting to investigate whether they are the agents or the victims. This problem can be analyzed by using crime without victim observation to see if they are really the victims or the agents. This article discusses if the cyberporn can be seen in the observation, and it also discusses who the real victims are in its massive spread. Thus, the policy of cyberporn crime prevention can be formulated.Indonesian Criminal SystemPornografi telah menjadi salah satu masalah yang pelik dalam penegakan hukum. Hal ini dikarenakan penyebarannya yang begitu masif, sehingga sulit dibendung. Pornografi dengan keberadaan internet pun telah menjadi tantangan tersendiri bagi penegak hukum untuk memberantasnya, sebagai sebuah kejahatan cyberporn (pornografi di internet memberikan dampak yang masif. Dalam konteks kejahatan cyberporn dapat dikategorikan sebagai salah satu cyber crime (kejahatan siber. Namun fokus pada cyberporn sebagai salah satu cyber crime hanyalah pada pelaku penyebar pornografi atau yang menyediakan link pornografi di internet, sementara ada juga sisi pihak yang mengunduh dan kemudian menyebarkannya. Pada rantai setelah penyebar pertama atau penyedia link pertama patut dan menarik untuk dikaji apakah mereka adalah pelaku atau justru korban

  9. KARAKTER ATRAKTIF DALAM PERANCANGAN TAMAN PETUALANGAN ANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renata Heryawati Hess

    2007-01-01

    Full Text Available Learning by adventural games has strongly built in self confidence, emotion defensibility, teamwork, creativity and fast in making decision, leadership, are the effective education system if started as soon as possible. That is in child growing period. The challenge and pleasant caracters, these games need the attractive and dynamic performance buildings. By research and design cooperation between supervisor and the final studio student by the title " Psychological Approach in Building Design: Adventure Park for Kids Case Study", funded by the PHK A-3 Dikti, the performance criteria have been found for design reference. The research has used deductive-inductive method by phenomenology approach to the number of the relevant case studies. By inductive analysis method have found the architectural performance criteria of attractive, safety and dynamic building both cognitive, affective, and psychomotoric consideration. The organic and variative elevation of room and building form, kid's scale and room dimension, warm polychromatic colour compotition, maximalize vegetation and water for landscape, rough texture and circle circulation pattern, strong construction, are the findings for accommodating safety, pleasant, imajinative, and natural building image. Abstract in Bahasa Indonesia : Pembelajaran melalui permainan yang mengandung tantangan dan petualangan membangun karakter kuat dalam hal percaya diri, ketahanan emosi, kerjasama, kecermatan, kecepatan dan kreativitas dalam mengambil keputusan, kepemimpinan, serta sejumlah motivasi lain yang secara prinsip bersifat psikologis. Pendidikan ini bersifat efektif apabila dimulai sedini mungkin, yaitu dari masa anak. Karakternya yang menantang dan menyenangkan, permainan ini menuntut wadah, bangunan, yang dinamis dan atraktif. Bagaimana tolok ukur ungkapan bangunan yang atraktif dan dinamis merupakan arah yang dituju tulisan ini. Melalui penelitian terpadu antara dosen pembimbing dan mahasiswa peserta

  10. Efektivitas Organisasi Zakat dalam Pemberdayaan Ekonomi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Dzikron AM

    2005-09-01

    Full Text Available Pengelolaan zakat maal oleh lembaga amilin memiliki sasaran untuk pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat. Dalam rangka mengevaluasi efektivitas pencapaian sasaran, maka penilaian kinerja organisasi menjadi penting terutama kepada lembaga yang memanfaatkan dana publik (ZIS. Organisasi pengelola ZIS sebagai bagian dari sistem sosial harus bertanggung jawab untuk melakukan manajerial sesuai misi yang diembannya. Sejalan dengan alasan diatas, keberadaan lembaga pengelola zakat di wilayah kerja Bandung dan se-Jawa Barat perlu dievaluasi terhadap parameter efektivitas organisasi (Organizational Effectiveness. Sehingga dapat diketahui efektivitas pengelolaan dan pemanfaatan dana yang diperolehnya.

  11. Urgensi Tauhid dalam Membangun Epistemologi Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Irawan

    2011-11-01

    Full Text Available The reform efforts undertaken by contemporary Muslim thinkers have so far not been able to alter significantly the presence of Muslim which seems in the shadow of western progress in the context of science. This condition is due to the effect of undermining of Western thought through their epistemology packaging. Of course, we cannot blame the West as they have their own paradigm which is different with the Islamic paradigm in developing knowledge. Accordingly, the questions arise: why Muslim scholars are not working hard to build an epistemology that carries the message of monotheism; why they are hurry to accept the truth of Western epistemology without a fundamental review on revelation, so they become loyal followers of Western theories and concepts. Thus, the greatest challenge for Muslim scientists today is how to find a comprehensive formulation of the various theories of knowledge that can be accepted by all people, so that Islamic science is not only free from the shadow of imperialism of Western epistemology, but is able to reflect in a concrete concept of Islam as ‘rahmatan lil ‘alamin’. This paper seeks to reorient the meaning of monotheism in the development epistemology of science which is featured with theocentric-humanism, that is, in addition to spiritual oriented (tawhid it is also able to accommodate the interests of human beings (amal.Dalam konteks ilmu pengetahuan, upaya reformasi yang dilakukan oleh pemikir Muslim kontemporer sejauh ini belum mampu mengubah secara signifikan bayang-bayang kemajuan Barat. Kondisi ini disebabkan oleh efek pemikiran Barat yang dikemas dalam epistemologi mereka. Tentu saja, kita tidak bisa menyalahkan Barat karena mereka memiliki paradigma dan tolok ukur sendiri yang berbeda dengan paradigma Islam dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, pertanyaan yang muncul, mengapa sarjana Muslim tidak bekerja keras untuk membangun sebuah epistemologi yang membawa pesan tauhid, mengapa

  12. PERSAMAAN PERLAKUAN PARA PIHAK DALAM BERACARA DI KPPU DALAM PERSPEKTIF HUKUM ACARA PERADILAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Sari

    2016-07-01

    Full Text Available The title of this research is: “The Equal Trearment of Parties in the Proceedings of the Business Competition Dupervisory Commission in the Perspective of Indonesia Procedural Law Courts. The Right to equal treatment also contains in the principle of hearing the opinions or arguments of other parties before the judge handed down the verdict; it must be carried out in the litigation. The unequal position of the parties in the hearing of the Business Competition Supervisory Commission will cause problems in seeking justice. What is the position of decision of the Business Competition Supervisory Commission in terms of the legal system of justice in Indonesia ?; and What is the legal protection against the reported party, when he/she is not getting the right to equality of treatment in the proceedings in the KPPU?. The research was a normative legal research that consisted of research on the systeamtics of law, the synchronization of law, legal history. Which resulted from the confict of law governing the legal status of the KPPU decision; and the void of law in the way of the litingants in the litigation procedure of KPPU. The results of this research showed that (1 The Legal position of Business Competition Supervisory Commission’s decision in the law of court procedure is that the decision of KPPU as a quasi judicial decision of which the law procedure is made on its own that is called Case Handing Procedures at the KPPU; in addition to the Law of Civil Procedure Code. (2 The from of legal protection for businesses as the reported party could be sacrificed because of the absence of clear rules regarding the from of the formulation of legal protection in the proceedings of the on the unequality of treatment of the reported party. Judul penelitian ini adalah: “Persamaan Perlakuan Para Pihak Dalam Beracara Di KPPU Dalam Perspektif Hukum Acara Peradilan Indonesia. Hak atas perlakuan yang sama  mengandung prinsip mendengarkan juga pendapat

  13. Analisa Kalimat Ergatif dalam Tajuk Berita Detik.com

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handoko Handoko

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan analisis terhadap penggunaan kalimat ergatif dalam tajuk berita Detik.com. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan metode simak terhadap penggunaan kalimat ergatif dalam tajuk berita Detik.com. Data kemudian dianalis dengan menggunakan pendekan sitaksis menggunakan teori Goverment and Binding (Chomsky 1981. Hasil analysis terhadap penggunaan kalimat ergatif menujukkan bahwa penggunaan kalimat ergatif  bukanlah penambahan afiks atau penggunaan leksikal tertentu, tapi adalah perlakuan FN S sama dengan FN O dan berbeda dengan FN A dengan pivot S/O. Penggunaan kalimat ergatif dalam tajuk berita bertujuan untuk mengedepankan atau menekankan peran objek sebagai inti kalimat.

  14. KONTRIBUSI KONSELOR DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Slamet Kusmanto

    2015-11-01

    Full Text Available Pengembangan model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter, yang memfokuskan pada pembentukan seluruh aspek dimensi manusia, sehingga dapat menjadi manusia yang berkarakter. Kurikulum Holistik Berbasis Karakter ini disusun berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK dan diterapkan dengan menggunakan pendekatan Student Active Learning, Integrated Learning, Developmentally Appropriate Practices, Contextual Learning, Collaborative Learning, dan Multiple Intelligences yang semuanya dapat menciptakan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan, serta dapat mengembangkan seluruh aspek dimensi manusia secara holistik. Maka diperlukan peran yang sangat besar dari guru pembimbing (konselor SMA dalam mengembangkan potensi peserta didiknya dalam mengembangkan potensinya dan membentuk karakter individu itu sendiri dan memberikan warna positif dalam suasana pembelajaran.

  15. PENERAPAN BLENDED-PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Samuel Agus Triyanto

    2016-07-01

    Biologi abad 21 merupakan integrasi dan mengintegrasikan kembali sub disiplin ilmu biologi, serta integrasi biologi dengan disiplin ilmu lain untuk mengatasi permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Blended-Problem Based Learning, aktivitas belajar, dan respon siswa dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas positif siswa dalam pembelajaran memuaskan, sedangkan respon siswa baik terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa Blended-Problem Based Learning dapat diterapkan dan diterima sebagai model dalam pembelajaran.

  16. Keterlibatan Bank Syariah Dalam Aplikasi Perdagangan Foreign Exchange (FOREX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Wahab

    2017-09-01

    Full Text Available Bank pada hakikatnya adalah lembaga intermediasi antara penabung dan investor, tak terkecuali Bank Syariah. Namun Bank Syariah harus patuh dan tunduk kepada ketentuan-ketentuan syariah yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah. Bank Syariah diharapkan terus melakukan inovasi-inovasi dalam produknya, terutama dalam bidang jasa-jasa, seperti perdagangan valuta asing, karena jasa foreign exchange ini belum banyak mendapatkan perhatian dari elemen Bank Shariah dalam penciptaan inovasi produk. Diharapkan dengan inovasi produk valuta asing dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kinerja Bank Shariah di Indonesia.

  17. PELAKSANAAN KEWENANGAN KEPALA DAERAH DALAM PENENTUAN MUTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adia Ferizko

    2017-04-01

    Full Text Available Abstrak                   :            Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kewenangan bupati dalam menentukan mutasi PNS dalam jababtan structural di lingkungan Kabupaten Rokan Hilir . Metode dalam melakukan penelitian ini adalah penelitian hukum empiris . Sebagai data utama adalah data primer , yaitu data yang langsung diperoleh dari sumber dan wawancara dan didukung oleh data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif . Dalam menarik kesimpulan, penelitian ini menggunakan metode penalaran induktif , berdasarkan contoh khusus untuk mencapai kesimpulan umum tentang sesuatu.  Hasil penelitian ini adalah kewenangan bupati dalam menentukan mutasi PNS dalam jababtan struktural di lingkungan Kabupaten Rokan Hilir .telah dilakukan dengan baik meskipun ada beberapa kasus mutasi tercemar dengan alasan politik atau balas jasa , tapi masih sesuai dengan hukum. Kata Kunci        :    Pelaksanaan kewenangan, penentu mutasi Abstract               :    The aim of this research paper is to find out the regent’s authority implementation in deciding structural-rank civil servant officers mutation in Rokan Hilir regency administration. The method in conducting this research paper is empirical legal research. As the main data is primary data, namely data directly gained from source and interview and supported by secondary data. This research paper uses qualitative analytical method. In drawing conclusion, this research paper uses inductive reasoning method, based on particular examples to reach a general conclusion about something. The result of this research paper is the regent’s authority in deciding structural-rank civil servant officers mutation in Rokan Hilir regency administration has been carried out well although there are some mutation cases tainted with political or logrolling reason, but it’s still in line with the law.  Keyword     

  18. Vacunación de la hepatitis B. Indicaciones del test serológico postvacunal y la dosis de refuerzo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pallás Álvarez José Ramón

    2000-01-01

    Full Text Available En relación con la hepatitis B, la vacunación estándar permite, en la gran mayoría de los casos, un título de anti-HBs protector (>10 UI/l. Sin embargo, la duración efectiva de la memoria inmunológica no es bien conocida todavía. Como consecuencia de ello, las recomendaciones en el seguimiento postvacunal han sido dispares: desde no realizar seguimiento hasta realizar tests serológicos postvacunales (título de anti-HBs de manera regular. En los sujetos no protegidos tras la vacunación primaria, la dosis de refuerzo ha demostrado ser efectiva. Pero el procedimiento más adecuado para su utilización en función del título de anti-HBs alcanzado no está bien establecido. Se recomienda el test postvacunal y la monitorización serológica periódica únicamente en determinados grupos de riesgo, fundamentalmente en personal sanitario y en personas inmunodeprimidas. En estos casos la dosis de refuerzo se debe aplicar en los sujetos no respondedores, utilizando incluso el doble de la dosis habitual. No existe todavía un estado de consenso respecto a la temporalidad más adecuada para administrar la dosis de refuerzo.

  19. Hyperreality: Pemaknaan dalam Penggunaan Game Pokemon Go

    OpenAIRE

    Tuela, Michael; Susilo, Daniel

    2017-01-01

    Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  hiperrealitas  dalam  fenomena  game  Pokemon  Go.  Untuk  mengetahui  lebih  dalam  bagaimana  pengaruh  penggunaan  teknologi  augmented  reality  pada  sebuah  game  Pokemon  Go  dan  juga  sudut  pandang  pemain  game  Pokemon  Go  yang  ikut  merasakan  fenomena  game  Pokemon  Go  dan  serta  pemahaman  pemain  game  Pokemon  terhadap  game  Pokemon  Go. Pendekatan  penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  metode  penelitian  kualitatif  y...

  20. PERAN MENGGAMBAR DALAM MEWUJUDKAN IDE KARYA ANIMASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Dwi Waluyanto

    2001-01-01

    Full Text Available Animation had been known since 1940. Although obstructed by limited facilities and simple technologies%2C back then the Walt Disney had successfully produced animation masterpieces such as Pinocchio%2C Snow White%2C etc. In the world of animation%2C technology isn’t the most important player%2C the one who plays the biggest role is the animator. A good animator should be competent in drawing / having good drawing skill. This competency is very important because a good animator is supposedly able to translate ideas in his / her mind into visual in the form of animated pictures. Abstract in Bahasa Indonesia : Animasi sudah dikenal sejak tahun 1940-an. Dengan teknologi yang masih sederhana pada waktu itu%2C Walt Disney antara lain memproduksi film-film masterpiece seperti Pinocchio dan Snow White. Dalam animasi bukan teknologinya yang terpenting%2C tetapi justru tenaga kerjanya (animator. Seorang animator harus memiliki kemampuan menggambar. Hal ini karena seorang animator dituntut mampu menterjemahkan sesuatu dalam pikiran menjadi wujud visual berupa gambar animasi. drawing%2C ideas%2C animation

  1. Problem Etnisitas India Dalam Cerita Pendek Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Shoim Anwar

    2015-12-01

    Full Text Available Karya sastra adalah dokumen kemanusiaan dan kebudayaan. Kumpulan cerita pendek Menara 7 (1998, terutama enam cerpen yang ditulis oleh pengarang Malaysia beretnis India, memberi gambaran problem kehidupan etnis India di Malaysia. Dengan meminjam teori etnisitas sebagai landasan, tulisan ini bertujuan mengungkap problem etnisitas India di Malaysia. Problem etnis India terkait dengan kemiskinan, pendidikan, gender, religi, budaya, dan persatuan. Keberadaan etnis India di Malaysia secara historis merupakan bagian dari kolonialisme Inggris di masa lampau. Residu kolonialisme menciptakan jejak hitam kemanusiaan yang mendalam. Sebagai pendatang, tersirat ada ketegangan sosial-budaya yang dialami etnis India, tetapi bukan konflik. Problem etnis India dalam cerpen Malaysia adalah sarana untuk becermin bagi masyarakat dalam negara yang multietnis. Abstract: Literature is a document of humanity and culture. A collection of short stories Menara 7 (1998, especially five short stories written by Malaysian Indian, gives an overview of Indian ethnic problems in Malaysia. Using postcolonial theory as an anchor, their problems are poverty, education, gender, religion, culture, and unity. The existence Malaysian Indian was British colonial legacy. The leftover of colonialism deeply creates dark footprints of humanity. As a newcomer, it’s implied there was social-cultural tension, but not conflict, experienced by Malaysian Indian. The problems in Malaysia short stories are a tool of reflection in a multiethnic society. Key Words: problem, ethnic, ethnicity, short story

  2. PERNIKAHAN DINI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Rifiani

    2011-12-01

    Full Text Available early marriage is a social phenomenon that commonly happens in all places. This sort of marriage is like iceberg phenomenon which emerges a little bit in the surface, it is rarely exposed, but it is commonly practiced in wider community. if we trace the historical root of early marriage practice in Indonesia, particularly in Javanese island, it has been practiced by the ancestors. in their context, there is a negative stigma for a woman if she marries in the late age among the community. This article will discuss the phenomenon in Islamic law perspective.   Pernikahan dini merupakan fenomena sosial yang banyak terjadi di berbagai   wilayah. Fenomena  pernikahan  dini  bagai  fenomena  gunung  es  yang  hanya  tampak  sebagian kecil di permukaan, sangat sedikit terekspos di ranah publik, tetapi kenyataannya begitu banyak terjadi di kalangan masyarakat luas. ketika kita menelusuri akar sejarah tentang pernikahan dini di Indinesia, khususnya di pulau Jawa sebenarnya sudah menjadi sesuatu yang lumrah dilakukan oleh kakek dan nenek moyang kita. Pada konteks mereka, terdapat stigma negative jika seorang perempuan menikah di usia matang dalam komunitas mereka. Tulisan ini akan mendiskusikan fenomena pernikahan dini dalam konteks hukum Islam.

  3. Pendekatan Psikoneuroimunologi dalam Penanganan Penyakit Hewan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Kardena

    2016-03-01

    Full Text Available Dokter hewan praktisi seringkali mengabaikan dampak psikologi hewan terhadap kondisi kesehatan hewan. Penatalaksanaan penyakit hewan selalu dikaitkan dengan tindakan medis veteriner. Namun kenyataannya timbulnya gejala klinis penyakit seperti anoreksia, diare, dan demam tidak selalu disertai dengan penyebab yang jelas. Hal ini kemungkinan besar terkait dengan kondisi psikologi hewan. Psikoneuroimunologi (PNI merupakan cabang ilmu kedokteran yang merupakan gabungan dari ilmu psikologi, neurologi, endokrinologi serta imunologi yang memiliki paradigm sendiri. PNI mengkaji bagaimana sistem imun tubuh merespon keadaan homeostasis dan patologis dipengaruhi oleh keadaan psikologis. Hubungan otak dengan sistem imun terjadi melalui sel di HPA axis (hipotalamo-pituitary-adrenal axis, yang melibatkan hormon sitokin, dan melalui sel di jalur ANS (autonomic nervous system. Berbagai macam stresor ini akan mengaktifkan hipotalamus mensekresikan CRH, yang kemudian merangsang pituitary menghasilkan ACTH. ACTH kemudian berikatan dengan reseptornya di kelenjar adrenal untuk menginduksi sekresi Epinefrin (EPI dan Norepinefrin (NE. Sudah dipahami bahwa limfosit memiliki reseptor untuk EPI dan NE sehingga stres ini akan mengakibatkan modulasi imunitas. Psikologi menjadi kajian yang sangat penting dalam dunia kedokteran hewan terkait dengan modulasi imun akibat psikologi. Oleh karena itu pengembangan Psikoneuroimunologi dalam tatalaksana penyakit pada hewan menjadi sangat penting, disamping penanganan medis.

  4. Pengasuhan Anak Yatim dalam Prespektif Pendidikan Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fauziyah Masyhari

    2017-06-01

    Full Text Available Artikel ini membahas pengasuhan anak yatim dalam perspektif pendidikan Islam. Ada dua pertanyaan penting: (1 apa maksud pengasuhan anak yatim itu? (2 bagaimana pola asuh anak yatim dalam pendidikan Islam? Kajian ini menyimpulkan bahwa: (1 pengasuhan anak yatim yaitu proses perbuatan mengasuh, menjaga, dan membimbing yang dilakukan oleh orang dewasa, sebagai upaya membentuk kepribadian yang sempurna (kāmil; (2 Pola asuh anak yatim memiliki dua bentuk, yaitu: pertama, bentuk keluarga, di mana keluarga tertentu mengangkat anak yatim untuk dijadikan anak asuh; kedua, bentuk panti asuhan atau asrama yang biasanya dikelola oleh yayasan tertentu. This article discusses the care of orphans in the perspective of Islamic education. There are two important questions: (1 what is an orphan care? (2 how is the pattern of orphan care in Islamic education? This study concludes that: (1 upbringing of orphans is the process of parenting, guarding and guiding by adults, in an attempt to form a perfect personality (kāmil; (2 The pattern of foster care of orphans has two forms, namely: first, the form of the family, in which the particular family appoints the orphan to be a foster child; second, the form of an orphanage or dormitory that is usually managed by a particular foundation.

  5. Tokoh Dan Penokohan Dalam Roman Panglipur Wuyung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Budi Utomo

    2012-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan model tokoh dan penokohan yang men­ jadi ciri umum dalam roman panglipur wuyung. Untuk itu, teori intrinsik yang mengkhususkan pa­da unsur tokoh dan penokohan digunakan untuk menganalisisnya. Dari hasil penelitian dapat di­ketahui bahwa sebagian besar tokoh dan penokohan dalam roman panglipur wuyung memiliki ti­pologi yang sama, yakni menampilkan tokoh berwatak datar (bersifat hitam­putih, tam­ pan/cantik, mengusung tokoh hero, dan lain­lain yang merupakan tokoh ideal dengan penggambaran yang klise. Abstract: This research aims to reveal the common feature of character and characterization models in the panglipur wuyung novelette. Therefore, the intrinsic theory specializing in characters and characterizations is used to analyze it. From the research result, it can be seen that most of the characters and characterizations in the panglipur wuyung novelette have the same typology, which shows flat character (black and white features handsome/beautiful, and carries the hero figures etc. which is an ideal figure of cliche depiction. Key Words: character and characterization, typology, panglipur wuyung novelette

  6. Inisiasi dalam Kisah Perjalanan Model Jawa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhanu Priyo Prabowo

    2011-06-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan mengungkap inisiasi dalam kisah perjalanan model Ja- wa. Sebagai karya fiksi, kisah perjalanan model Jawa memendam dan menyiratkan tan- da-tanda yang berupa simbol-simbol yang harus diungkapkan kerumitan-kerumitan ni- lainya. Penelitian ini menggunakan teori semiotika. Teori semiotika menempatkan kar- ya sastra sebagai sistem tanda. Adapun metode yang dipergunakan adalah metode kuali- tatif. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik studi pustaka. Dari hasil analisis dapat diungkapkan bahwa inisiasi dalam kisah perjalanan model Jawa dilakukan oleh tokoh cerita demi tujuan-tujuan tertentu yang berkaitan dengan pendewasaan dan pe- nyempurnaan diri selama hidup di dunia. Karya sastra Jawa genre kisah perjalanan mo- del Jawa ini mampu mentransformasikan budaya sastra Jawa yang lebih tua. Abstract: This paper aims to reveal initiation in Javanese model of travel writing. As fictional work, the travel writing in Javanese model contains and reflects signs in symbols that have to be revealed their detail values. The research was conducted using semiotics theory. The theory posits literary work as a sign symbol. The method conducted in this research was qualitative. The result shows that initiation in Javanese travel writing is conducted by those characters to perfect themself in living in the world. Javanese literary works in travel writing genre in Javanese model are able to transform older Javanese literary culture. Key Words: literature; transformation; initiations; educative; religious

  7. Kontribusi FIPMI dalam Mewujudkan Kerukunan Antarmazhab Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zaki

    2016-03-01

    Full Text Available Tulisan ini mengkaji mengenai terbentuknya Forum Taqrib yang lebih di kenal dengan nama Forum Internasional Pendekatan Antar Mazhab-Mazhab Islam (FIPMI dilatarbelakangi kondisi umat Islam, khususnya Sunni dan Syiah. Tokoh printis berdirinya Forum Taqrib Borujerdi memiliki alasan yang tepat memilih tokoh-tokoh ulama al-Azhar untuk dapat diajak berkomunikasi dan dialog untuk mewujudkan ide taqrib. Hal ini disebabkan ulama al-Azhar, selain reputasi keilmuannya diakui dunia juga lebih disebabkan mereka berpikiran moderat tidak fanatik. Hampir semua tokoh yang dikaji berpikiran bahwa taqrib artinya mendekatkan umat untuk saling mengenal dan memahami, bukan memaksakan umat untuk menganut suatu mazhab. Semua tokoh juga sepakat, bahwa perbedaan antara Sunni dan Syiah, tidaklah prinsip. Meskipun ada yang menyatakan prinsip, yaitu  dalam hal imamah. Titik temu akan diperoleh, jika Syiah tidak meletakkan imamah pada tataran akidah prinsip yang dapat menyebabkan kekafiran bagi yang menolaknya. Hal ini sudah ditegaskan oleh Borujerdi bahwa masalah imamah adalah sejarah masa lalu dan tidak perlu diungkit lagi karena tidak akan ada hasilnya. Yang terpenting sekarang adalah mencari kesepakatan rujukan hukum dalam menjalani kehidupan beragama dan berbangsa ini. Borujerdi menawarkan Al-Qur’an dan Ahlulbait, karena sesuai dengan hadis, bahwa keduanya adalah sumber hukum yang tidak akan pernah terpisah. Inilah yang dipesankan dalam hadis Tsaqalain. Hadis ini disepakati oleh Sunni dan Syiah kesahihannya karena diriwayatkan dalam kitab-kitab mereka. Upaya-upaya yang dilakukan Forum Taqrib dalam mewujudkan persatuan dan perdamaian, yakni: Taqrib juga telah melakukan sosialisasi keberadaannya dengan mengadakan pertemuan-pertemuan rutin, seperti konferensi tahunan dan pertemuan berkala lainnya, serta penerbitan majalah atau jurnal. This article examines the formation of Forum Taqrib that is usual known by the name of the International Forum of Inter Approach schools

  8. Mengukur Politisasi Agama dalam Ruang Publik: Komunikasi SARA dalam Perdebatan Rational Choice Theory

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Supriyadi

    2015-12-01

    Full Text Available Tulisan ini memberikan gambaran runtuhnya pengaruh isu primordialisme di ruang publik dan digantikan dengan kearifan konvensional. Penelitian ini mengambil aspek pengaruh isu SARA pada aspek rasionalitas pemilih. Penulis menemukan beberapa aspek yang mendukung kesimpulan penelitian, antara lain; bahwa isu SARA tidak terlalu direspek pemilih rasional. Pemilih rasional lebih melihat masalah yang ada dan mengevaluasi kinerja pemerintahan sebelumnya. Di lain pihak, emosi antusias terhadap isu etnisitas akan memantabkan pilihan politik terhadap pemilih etnis minoritas, sebagai bentuk penguatan komunitas. Dengan menggunakan pendekatan teori pilihan rasional (rational choice theory, penulis melihat bahwa komunikasi politik yang dibangun melalui isu SARA di ruang publik dalam kehidupan masyarakat modern, tidak lagi mampu memengaruhi pemilih rasional. Pemilih rasional (rational choice, menentukan pilihan berdasarkan pada keuntungan yang diperolehnya (maximizing benefit. Dalam faktor ini sikap pemilih lebih dipengaruhi karakteristik dan track record kandidat.

  9. REPRESENTASI STEREOTYPE PEREMPUAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT “SAHABAT PEDULI ANTI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddi Duto Hartanto

    2007-01-01

    Full Text Available Ads in mass media very often publish images of women with their various feminine attractiveness; whether it be the soft hair, or black, shiny, and straight hair, the thin and tall body, small and pointy nose, thin lips, large chest, and silky white skin. Ads whether consciously or not, have shaped standardized perceptions where they are directed towards certain groups. Abstract in Bahasa Indonesia: Dalam media massa terutama iklan sering memuat ilustrasi citra perempuan dengan berbagai daya tarik feminitasnya, apakah itu rambut halus, hitam, berkilau, dan lurus, bentuk badan langsing dan tinggi, hidung yang mancung-mungil, bibir tipis, payudara menonjol, dan berkulit kuning keputih-putihan. Iklan secara sadar atau tidak telah membentuk standar pikiran akan sesuatu menuju pada suatu kelompok tertentu. Kata kunci: perempuan dalam iklan, representasi stereotype perempuan

  10. PENINGKATAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN TIMBULAN SAMPAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanti Sri Rezeki

    2016-01-01

    Full Text Available Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (Reuse,Reduce,Recycle dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tingkat masyarakat. Pelaksanaan bank sampah pada prinsipnya adalah satu rekayasa sosial (social engineering untuk mengajak masyarakat memilah sampah. Pelaksanaan bank sampah dapat memberikan output nyata bagi masyarakat berupa kesempatan kerja dalam melaksanakan manajemen operasi bank sampah dan investasi dalam bentuk tabungan (Kementrian Lingkungan Hidup, 2011. Masalah utama yang dihadapi mitra saat ini adalah bank sampah yang telah terbentuk sejak tahun 2012 belum berkembang sesuai harapan dan dinilai belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari penurunan jumlah nasabah. Analisis awal penyebab perkembangan Bank Sampah yang kurang optimal karena manajemen Bank Sampah belum dilakukan dengan baik dikarenakan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu diperlukan kegiatan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengurangi sampah. Kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pelatihan yang diberikan mengenai pemilahan sampah dan pembuatan kompos skala rumah tangga. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan jumlah nasabah.

  11. Kesiapan Operator Seluler dalam Mengimplementasikan Teknologi Long Term Evolution (LTE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Ariyanti

    2012-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kesiapan operator seluler dalam mengimplementasikan teknologi Long Term Evolution (LTE. Model penelitian dengan menggunakan mengadopsi teknik Net Readiness Framwork. Adapun kriteria pengukurannya terdiri dari Leadership, Governance, Competencies dan Technology. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada operator seluler di Indonesia dan melakukan wawancara kepada regulator. Kajian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Axis, PT. HCPT dan PT. Telkomsel mempunyai tingkat kesiapan LTE Visionary yang berarti perusahaan sangat antusias dalam perubahan dan lebih dahulu mengambil resiko untuk mengimplementasikan LTE dalam organisasinya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan proses bisnis perusahaan. PT. Indosat dan PT. XL mempunyai nilai kesiapan LTE leader  yang berarti perusahaan mampu mengadaptasi perubahan dan menginspirasi organsiasi lain dalam penerapan LTE. PT. Smartfren pada tingkat kesiapan LTE savvy yang berarti operator seluler memahami sebab dan efek dari perubahan dari munculnya LTE terhadap organisasi, namun belum melakukan adaptasi.

  12. PARTAI POLITIK LOKAL ACEH DALAM SISTEM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asda Rasida

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kedudukan partai politik lokal Aceh dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia, secara objektif bagaimana peran partai politik local Aceh dalam mewujudkan demokrasi dan hambatan-hambatan yang timbul dan bagaimana penyelesaiannya. Penelitian ini menggunakan metode empiris yaitu mengumpulkan data primer. Pengumpulan data primer dilakukan dengan mewawancarai responden dan informan yang menjadi sampel pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan partai politik local Aceh di dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia tidak bertentangan dengan perundang-undangan. Hal tersebut diperkuat dengan pasal 18B UUD 1945 yang menjadi dasar pembentukan partai politik lokal di Aceh dan juga berlaku asas di dalam ilmu hukum yaitu Lex Specialis Derogate Lex General yang maksudnya hukum yang bersifat khusus dapat menyampingkan hukum yang bersifat umum, demikian di Aceh juga menerapkan UU yang bersifat khusus.

  13. PERAN PUBLIK PEREMPUAN DALAM PARLEMEN (STUDI ANALISIS REPRESENTASI WAKIL RAKYAT PEREMPUAN DALAM LINTAS SEJARAH INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatimatuz Zahra

    2016-03-01

    Full Text Available Keterwakilan perempuan dalam parlemen menjadi sebuah kebutuhan tak terelakkan, sebab berbagai problematika mengenai perempuan harus dan bisa diatasi oleh perempuan itu sendiri. Pada pemilu pertamadalam sejarah Indonesia 1955, perempuan bukanhanya punya hak pilih dan memilih, tetapi bahkan ada partai perempuan yang turut bertarung, yakni Partai Wanita Indonesia/Partai Wanita Rakjat. Dalam pemiluitu, ada 19 perempuan yang terpilih sebagai anggotaparlemen (DPR. Kebijakan kuota 30% perempuan yang diberlakukan mulai tahun 2004 justru banyak sekalianggota legislatif perempuan yang berperan sebagai“ganjal kursi” supaya partai tersebut lolos affirmative account. Artikel ini mengkaji analisis representasi wakilrakyat perempuan dalam persentase vokalitas serta peran aktif wakil rakyat perempuan tersebut dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa menyangkut perempuan. Kata kunci: Keterwakilan, perempuan, analisis representasi   The representation of women in parliament becomes an inevitable requirement, since various problems concerning women should and could be overcome by women themselves. History has proven in the 1955general election, the first election in the history of Indonesia, women not only have the right to vote andchoose, but even there the women who participatedfight party, namely the Indonesian Women Party / PartyWomen People. In the election, 19 women were electedto parliament (DPR. Since 2004, formally enacted Actrequirement for any political party that put forward legislative candidates who will compete in the elections,mandatory composition is 30% female and 70% male.This is precisely, makes the boomerang at a later date,with this requirement actually a lot of women legislatorswho serve as «padding seat» in order to qualify foraffirmative account of the party. And later on, whenthey were elected precisely is not based on an intentionto fight for women in various domains. Starting payattention to these problems, the authors moved

  14. REPRESENTASI STEREOTYPE PEREMPUAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT “SAHABAT PEDULI ANTI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA”

    OpenAIRE

    Deddi Duto Hartanto

    2007-01-01

    Ads in mass media very often publish images of women with their various feminine attractiveness; whether it be the soft hair, or black, shiny, and straight hair, the thin and tall body, small and pointy nose, thin lips, large chest, and silky white skin. Ads whether consciously or not, have shaped standardized perceptions where they are directed towards certain groups. Abstract in Bahasa Indonesia: Dalam media massa terutama iklan sering memuat ilustrasi citra perempuan dengan berbagai daya t...

  15. The DOSIS -Experiment onboard the Columbus Laboratory of the International Space Station -Overview and first mission results

    Science.gov (United States)

    Reitz, Guenther; Berger, Thomas; Kürner, Christine; Burmeister, Sünke; Hajek, Michael; Bilski, Pawel; Horwacik, Tomasz; Vanhavere, Filip; Spurny, Frantisek; Jadrnickova, Iva; Pálfalvi, József K.; O'Sullivan, Denis; Yasuda, Nakahiro; Uchihori, Yukio; Kitamura, Hisashi; Kodaira, Satoshi; Yukihara, Eduardo; Benton, Eric; Zapp, Neal; Gaza, Ramona; Zhou, Dazhuang; Semones, Edward; Roed, Yvonne; Boehme, Matthias; Haumann, Lutz

    Besides the effects of the microgravity environment, and the psychological and psychosocial problems encountered in confined spaces, radiation is the main health detriment for long dura-tion human space missions. The radiation environment encountered in space differs in nature from that on earth, consisting mostly of high energetic ions from protons up to iron, resulting in radiation levels far exceeding the ones encountered on earth for occupational radiation workers. Accurate knowledge of the physical characteristics of the space radiation field in dependence on the solar activity, the orbital parameters and the different shielding configurations of the International Space Station ISS is therefore needed. The DOSIS (Dose Distribution inside the ISS) experiment, under the project and science lead of DLR, aims for the spatial and tempo-ral measurement of the radiation field parameters inside the European Columbus laboratory onboard the International Space Station. This goal is achieved by applying a combination of passive (Thermo-and Optical luminescence detectors and Nuclear track etch detectors) and active (silicon telescope) radiation detectors. The passive radiation detectors -so called pas-sive detector packages (PDP) are mounted at eleven positions within the Columbus laboratory -aiming for a spatial dose distribution measurement of the absorbed dose, the linear energy transfer spectra and the dose equivalent with an average exposure time of six months. Two active silicon telescopes -so called Dosimetry Telescopes (DOSTEL 1 and DOSTEL 2) together with a Data and Power Unit (DDPU) are mounted within the DOSIS Main Box at a fixed loca-tion beneath the European Physiology Module (EPM) rack. The DOSTEL 1 and DOSTEL 2 detectors are positioned at a 90 angle to each other for a precise measurement of the temporal and spatial variation of the radiation field, especially during crossing of the South Atlantic Anomaly (SAA). The DOSIS hardware was launched with the

  16. Oorlewing van die skerpioen Opistophthalmus pugnax (Scorpionidae ná blootstelling aan ’n letale dosis SO2-gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Willie J. van Aardt

    2013-02-01

    Full Text Available Skerpioene is bekend vir hul aanpasbaarheid by toestande in ’n droë habitat, min voedsel en radioaktiewe bestraling. Niks is bekend oor hul aanpasbaarheid by skadelike gasse nie. Resultate van hierdie eksperiment by Opistophthalmus pugnax bewys dat hulle ’n hoë dosis van 1000 dele per miljoen SO2 kan oorleef wat nie die geval is by die mens nie. Byvoorbeeld, die suurstofverbruikskoers neem eerder toe van 4.16 µmol/g-1 uur-1 na 7.69 µmol/g-1uur-1, een uur ná blootstelling aan SO2. Veertig minute na blootstelling was die ṀO2 steeds bykans twee keer hoër in vergelyking met die ṀO2 aan die begin. Hierdie bevinding moet deur verdere eksperimente nagevors word, veral wat die rol van spirakulumsluiting speel by blootstelling aan SO2.

  17. Déficit de vitamina B12 asociado con altas dosis de metformina en adultos mayores diabéticos

    OpenAIRE

    Hugo Sánchez; Dominique Masferrer; Lydia Lera; Estrella Arancibia; Bárbara Ángel; Cecilia Albala

    2014-01-01

    Introducción: El objetivo del estudio es estimar si el déficit de B12 se asocia con el uso de la metformina en adultos mayores (AM) diabéticos. Métodos: Estudio de casos y controles en AM diabéticos. Los casos (n = 137) se definieron como AM con B12 221 pmol/L. Se definieron 4 categorías de uso de metformina: no usuarios, ≤ 850 mg/día; > 850 y < 2.550 mg/día; ≥ 2.550 mg/día. Se consideró altas dosis de metformina (≥ 2.550 mg/día). Se cal...

  18. Riesgos derivados de la exposición a dosis bajas de radiación ionizante

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Almudena Real Gallego

    2010-12-01

    Full Text Available La radiación ionizante ha mostrado tener diversas aplicaciones beneficiosas para el hombre, pero también puede dañar la salud de las personas y el medio ambiente. Para proteger adecuadamente al hombre de los posibles efectos nocivos de la radiación ionizante es imprescindible conocer en detalle los efectos biológicos producidos por esta, sus características y los distintos factores que influyen en dichos efectos. Ese es el objetivo de este artículo: describir el estado actual del conocimiento sobre los efectos biológicos que puede producir la radiación ionizante, con especial énfasis en aquellos efectos que se producen tras la exposición a dosis bajas.

  19. Prinsip termodinamika dalam proses pendinginan sperma sapi (semen) beku

    OpenAIRE

    Kholifah, Kholifah; Bahari Nurdin, Wira; Harimei, Bambang; Yusuf, Muhammad

    2016-01-01

    Telah dilakukan penelitian prinsip termodinamika dalam proses pendinginan sperma sapi (semen) beku. Sperma sapi (semen) sebagai sampel utama dan besi sebagai sampel pembanding. Nitrogen cair sebagai bahan pendingin untuk membekukan semen dalam tangki kriogenik. Motility Analysis Semen dilakukan untuk mengetahui gerakan massa atau kualitas semen. Hasil Motility Analysis Semen menggunakan mikroskop menunjukkan bahwa semen Messi memiliki kualitas yang baik dengan gerakan massa (+++) dan semen Ro...

  20. NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM SERAT SASTRA GENDHING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasri Kurnialoh

    2016-01-01

    yang tinggi terhadap masalah bangsa dan agamanya. Salah satu sumbangsihnya adalah kitab karangannya yang berjudul Sastra Gendhing mengajarkan tentang keselarasan lahir batin dan awal akhir. Keserasian antara jagad gumelar dengan jagad gumulung, ditinjau dari ketajaman spirtitual ini, Sultan Agung mendapat gelar yang sepadan dengan wali. Spiritualisme Sultan Agung yang akan di teliti dalam penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam karya, Sastra Gendhing.

  1. PENGKAJIAN BUDAYA SENSITIF DALAM HUBUNGAN ANTAR SUKUBANGSA DI SULAWESI SELATAN

    OpenAIRE

    Basir, Muhammad; Sani, Yamin; Pawennari; Yahya

    2015-01-01

    Penelitian ini mengkaji dan menggabarkan bagaimana pemahaman budaya sensitif dalam kaitannya dengan hubungan antar sukubangsa di Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman dalam kaitannya dengan hubungan antar sukubangsa, agar bisa dijadikan sebagai referensi bagi pengambil kebijakan, yakni terkait dengan regulasi yang mungkin bisa dibuat dan diterapkan di daerah-daerah yang multi etnik. Sehingga hubungan antar sukubangsa bisa damai dan harmonis, dan sudah ten...

  2. Trichoderma sp. dalam Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat

    OpenAIRE

    Novita, Trias

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Trichoderma sp dalam pengendalianpenyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca FakultasPertanian Universitas Jambi, perlakuannya terdiri dari : t0 = tanpa Trichoderma sp; t1 = 25 gTrichoderma sp/8 kg media; t2 = 50 g Trichoderma sp/8 kg media; t3 = 75 g Trichoderma sp/8 kgmedia; dan t4 = 100 g Trichoderma sp /8 kg media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichodermasp berperan dalam mengendalikan penyakit layu...

  3. Strategi Branding Kota Surakarta dalam Pengelolaan sebagai Destinasi Wisata

    OpenAIRE

    Mustikawati, Lina; Luqman, Yanuar; Setiabudi, Djoko

    2013-01-01

    STRATEGI BRANDING KOTA SURAKARTA DALAM PENGELOLAANSEBAGAI DESTINASI WISATAAbstrakPengembangan pariwisata menjadi salah satu fokus dalam peningkatan kualitashidup masyarakat melalui pendapatan daerah. Surakarta menjadi salah satu kota diIndonesia yang konsen terhadap sektor pariwisata karena memiliki potensi senidan budaya untuk dijadikan sebuah produk wisata yang dapat dijual kepadawisatawan.Saat ini, Surakarta menjadi sebuah kota wisata dengan konsep wisatabudaya. Tahun 2010 menjadi tahun di...

  4. PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA SUMBER DAYA ALAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hariman Satria

    2016-06-01

    Dalam ius constitutum SDA, paling tidak pertanggungjawaban pidana korporasi diatur oleh lima undangundang. Pertama UU perikanan dan kehutanan memiliki rumusan yang sama bahwa korporasi sebagai pembuat–pengurus dipidana. Kedua, UU perkebunan, korporasi sebagai pembuat–korporasi dipidana. Ketiga, UU lingkungan hidup, korporasi sebagai pembuat–korporasi dan orang yang memberi perintah dipidana. Keempat, UU minerba, korporasi sebagai pembuat–pengurus dan korporasi yang dipidana. Tegasnya ada inkonsistensi dalam pengaturan pertanggungjawaban pidana korporasi di sektor SDA sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum.

  5. Interpretasi Khalayak dalam Rubrik Goresan Hati pada Majalah Sekar

    OpenAIRE

    Wahyu Pertiwi, Astuti Dwi; Nugroho, AdI; Lukmantoro, Triyono

    2013-01-01

    Nama : Astuti Dwi Wahyu PertiwiNIM : D2C009126Judul : Interpretasi Khalayak dalam Rubrik Goresan Hati padaMajalah SekarABSTRAKPerempuan senantiasa dijadikan objek yang tepat dalam setiap bidikan panahmedia massa, khususnya di Indonesia. Berbagai masalah pribadi perempuan yangterungkap di media massa menjadikan posisi perempuan semakin termarjinalkan.Salah satu media massa yang melanggengkan praktik publikasi masalah pribadiyang dilakukan para perempuan adalah Majalah Sekar dengan nama rubrikn...

  6. Optimalisasi Penggunaan WhatsApp dalam Perkuliahan Penilaian Pendidikan Fisika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khusaini Khusaini

    2017-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pentingnya penggunaan aplikasi online terutama WhatsApp (WA dalam kegiatan pembelajaran terutama perkuliahan Penilaian Pendidikan Fisika. Tiga puluh dua responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah calon guru fisika di jurusan fisika FMIPA UM. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan ini berupa angket, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dari penggunaan WA bagi keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi serta kuliah baik dalam perkuliahan tatap muka maupun dalam jaringan (daring. Mahasiswa juga merasa perlu untuk mencoba menerapkan penggunaan WA dalam kegiatan pembelajaran kelak maupun dalam perkuliahan lain. Kedekatan serta diskusi antar mahasiswa dan dosen-mahasiswa dapat terjadi dengan baik serta meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini juga menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan WA terhadap prestasi belajar mahasiswa. This study aims to describe the importance of Online Application use particularly WhatsApp (WA during learning activities in particular in a Physics Education Assessment lecture. Thirty-two respondents involved are pre-service Physics Teachers learning at Physics Department FMIPA UM. Questionnaire and interview were employed to obtain data about the importance of WA in the lecture. The study shows positive influences of WA application to students’ activity during discussion section in both face-to-face meeting and online discussion. The participants also thought that they need to employ WA during both future Physics class and other lectures. The application also encouraged student discussion with their peer and also the lecturer. This study also indicates the need of further research about WA application and students’ achievement.

  7. KREATIVITAS GURU BIOLOGI DALAM MEMETAKAN KOMODITAS HAYATI UNGGULAN LOKAL KE DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asep Agus Sulaeman

    2015-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kreativitas guru Biologi SMA dalam memetakan topik-topik dari berbagai aspek komoditas hayati unggulan lokal melalui penggunaan metode mind map dan mengetahui kemampuan guru dalam memetakan topik-topik komoditas hayati unggulan lokal ke dalam pembelajaran Biologi di SMA. Analisis data kreativitas guru Biologi SMA dilakukan secara deskriptif kuantitatif terhadap mind map dengan menggunakan kriteria sesuai instrumen yang dikembangkan. Adapun analisis data tentang jumlah topik-topik Biologi dan jenis kegiatan pembelajaran berbasis komoditas hayati unggulan lokal dilakukan secara deskriptif kuantatif dan kualitatif. Hasil kajian ini menunjukkan nilai aspek-aspek kreativitas guru Biologi yang tinggi, yaitu kemampuan berpikir asli (91,67, peka terhadap masalah (91,67, kemampuan berpikir lancar (90, kemampuan berpikir luwes (88,33, dan kemampuan berpikir terperinci (86,67. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan guru, dapat diidentifikasi 15 topik Biologi SMA yang berkaitan dengan komoditas hayati unggulan lokal di Kabupaten Majalengka. Adapun kegiatan pembelajaran berbasis komoditas hayati unggulan yang diusulkan oleh guru tersebar di masing-masing tingkatan kelas dan semesternya dengan jumlah yang berbeda-beda.

  8. Kombinierte Hoch-/Niedrig-Dosis-Therapie mit systemischen Glukokor-tikoiden bei schweren Verlaufsformen der Alopecia areata im Kindesalter.

    Science.gov (United States)

    Jahn-Bassler, Karin; Bauer, Wolfgang Michael; Karlhofer, Franz; Vossen, Matthias G; Stingl, Georg

    2017-01-01

    Schwere Verlaufsformen der Alopecia areata (AA) im Kindesalter sind aufgrund limitierter Optionen therapeutisch herausfordernd. Systemische, hochdosierte Glukokortikoide weisen die schnellste Ansprechrate auf, nach dem Absetzen kommt es allerdings zu Rezidiven. Eine längerfristige Hochdosis-Anwendung ist aufgrund der zu erwartenden Nebenwirkungen nicht empfehlenswert. Eine dauerhafte Steroiderhaltungstherapie unterhalb der Cushing-Schwellen-Dosis nach Bolustherapie könnte die Krankheitsaktivität ohne Nebenwirkungen längerfristig unterdrücken. Im Rahmen einer offenen Anwendungsbeobachtung wurden 13 Kinder mit schweren Formen der AA in diese Studie eingeschlossen. Bei sieben Kindern lag eine AA totalis/universalis vor, bei sechs eine multifokale AA mit Befall von mehr als 50 % der Kopfhaut. Das Therapieregime sah eine initiale Prednisolon-Dosierung von 2 mg/kg Körpergeweicht (KG) vor und wurde innerhalb von neun Wochen auf eine Erhaltungsdosierung unter der individuellen Cushing-Schwelle reduziert. Der Nachbeobachtungszeitraum betrug ein bis drei Jahre. Wir beobachteten in 62 % aller Fälle ein komplettes Nachwachsen der Haare. Die mittlere Dauer bis zum Ansprechen lag bei 6,6 Wochen und konnte mit der Erhaltungstherapie über den gesamten Beobachtungszeitraum aufrechterhalten werden. An Nebenwirkungen wurden ausschließlich eine Gewichtszunahme (1-3 kg) bei allen Behandelten sowie eine milde Steroidakne in 23 % der Fälle beobachtet. Die kombinierte Hoch-/Niedrig-Dosis-Therapie mit systemischen Glukokortikoiden mittels Prednisolon zeigte eine hohe, dauerhafte Ansprechrate ohne signifikante Nebenwirkungen. © 2017 Deutsche Dermatologische Gesellschaft (DDG). Published by John Wiley & Sons Ltd.

  9. Hidratación oral continua o a dosis fraccionadas en niños deshidratados por diarrea aguda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mota-Hernández Felipe

    2002-01-01

    Full Text Available Objetivo. Evaluar la seguridad y efectividad de dos técnicas de hidratación oral. Material y métodos. Ensayo clínico aleatorio, hecho en el Servicio de Hidratación Oral del Hospital Infantil de México, Federico Gómez, entre septiembre de 1998 y junio de 1999. Cuarenta pacientes deshidratados por diarrea aguda, menores de cinco años, recibieron suero oral ad libitum (grupo AL y otros cuarenta lo recibieron en dosis fraccionada (grupo DF. Las características clínicas fueron similares en ambos grupos. Los resultados se presentan como promedio y desviación estándar o mediana, según la distribución de frecuencias simples y relativas. Resultados. El promedio de gasto fecal en el grupo AL fue 11.0±7.5 g/kg/h y en el grupo DF 7.1±7.4 (p=0.03. La ingesta de suero, el tiempo de hidratación y la diuresis promedio, fueron similares entre ambos grupos (p>0.05. Seis pacientes del grupo AL y cinco del DF tuvieron gasto fecal alto (>10 g/kg/hora, mejorando con la administración de atole de arroz. Un paciente del grupo AL y dos pacientes del DF tuvieron vómitos persistentes, mejorando con gastroclisis. Ningún paciente requirió rehidratación intravenosa. Conclusiones. Estos resultados sugieren que la administración de suero oral ad libitum, bajo supervisión, es tan segura y efectiva como la técnica de dosis fraccionada para el tratamiento de niños deshidratados por diarrea aguda.

  10. Recuperación del epitelio germinal masculino de ratones tratados con dosis única de Busulfán

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luis Guzmán

    2013-05-01

    Full Text Available Busulfán es un agente alquilante bifuncional tipo-éster, que interfiere con la replicación del ADN. Dosis elevadas de este compuesto son aplicadas antes de los transplantes de médula ósea y de células germinales, sin embargo no han sido cuantificados el daño ni la recuperación del sistema reproductor. Para cuantificar la recuperación del efecto en la espermatogénesis, se usaron ratones de la cepa Balb C, a los que se les inyectó Busulfán intraperitonealmente, 40 mg/kg de peso corporal, y se evaluó el peso testicular y la concentración espermática en cola de epidídimo, a los 30, 54 y 72 días y se realizaron cortes histológicos de testículo. Los resultados fueron analizados con la prueba U Mann-Whitney p>0.05. A los 30 días el peso testicular, la concentración espermática y el diámetro de los túbulos seminíferos presentaron una drástica reducción del 77,8%, 97,9% y 34,3% respectivamente, comparados con el grupo control. A los 54 días, el peso testicular y el diámetro testicular muestran una recuperación del 70%. A los 72 días, la recuperación es completa en los parámetros evaluados. Por lo tanto, Busulfán aplicado en una sola dosis afecta significativamente la espermatogénesis en el ratón y se logra la recuperación completa en dos ciclos espermáticos.

  11. Teologi Biblika Perjanjian Baru Tentang Hakim Yang Akan Datang: Kajian Tentang Eskatologi Dalam Perjanjian Baru Dan Implementasinya Dalam Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Simon Rumante

    2011-04-01

    Full Text Available Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: Untuk mengetahuisejauh mana topik eskatologi telah mendapat perhatian yang cukup dalam pembelajaranPAK di sekolah khususnya di SD dan SMP. Menjelaskan bagaimana seharusnyapengimplementasian topik eskatologi dalam pembelajaran PAK di sekolah khususnya diSD dan SMP.Metode penelitian yang digunakan dalam rangka penulisan ini adalah penelitianpustaka (Library Research yakni pengumpulan data dari buku-buku seperti yangtercantum dalam Daftar Pustaka.Berdasarkan pemaparan singkat di atas, maka penulis menyimpulan bahwa:Pertama, Pengajaran tentang eskatologi dalam PAK di sekolah khususnya di SD danSMP sangat penting tetapi masih sangat kurang mendapat perhatian. Hal itu jelas bilakita memerhatikan kurikulum PAK yang tidak mencantumkan topik eskatologi sebagaisalah satu materi pokok. Kedua, Dalam rangka pengimplementasian topik eskatologidalam pengajaran PAK di sekolah, maka hal-hal yang harus ditekankan adalah nasihatuntuk berjaga-jaga, bekerja dengan setia, pelita kita harus tetap menyala danmengembangkan talenta yang diberikan oleh Tuhan.

  12. FAKTOR-FAKTOR PENYIMPANGAN POSITIF (POSITIVE DEVIANCE STATUS GIZI BALITA PADA KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN GIZI-KURANG RENDAH DAN TINGGI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN (FACTORS OF POSITIVE DEVIANCE IN NUTRITIONAL STATUS OF UNDER-FIVES AMONG POOR FAMILY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Luciasari

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: The amount of poor population in Jeneponto & Selayar districts, South Sulawesi, were relatively similar and higher than the national average. However, Janeponto had high prevalence in malnutrition among children under five (28%, whereas Selayar had low prevalence in malnutrition among children under five (11,31%. Objective: This research aims to measure positive deviance which affects nutrition status in two different districts with relative-similar poverty level as well as different nutrition deficiency prevalence. Method: This research is an advance analysis of Riskesdas 2007 data which targeted poor family with under-five-children as sample. As the first step, data verification is conducted to make sure data completeness. Analysis is done by using statistical description, whereas Chi square test is used to analyzing nutrition-status-factors difference between two districts. Result: Under-five-children nutrition status is highly affected by family socio-economy status which covers education level of parents, income, total of family member, access to clean water, environment hygiene and sanitation, and family morbidity. Conclusion: Positive deviation factor of less malnutrition nutritional status than high malnutrition in poor areas was the high parental education, the small number of household members, and ease of access to water.   Keywords: positive deviance, nutritional status, under-fives, poor family   ABSTRAK Latar Belakang: Penduduk miskin di Kabupaten Jeneponto dan Selayar, Sulawesi Selatan, jumlahnya relatif sama dan lebih tinggi dari angka nasional. Namun, Jeneponto memiliki prevalensi balita gizi-kurang yang tinggi (28%, sedangkan Selayar memiliki prevalensi balita gizi-kurang yang rendah (11,3%. Tujuan: Menentukan faktor-faktor penyimpangan positif yang memengaruhi status gizi di dua kabupaten dengan tingkat kemiskinan relatif sama tetapi berprevalensi gizi kurang berbeda. Metode: Analisis lanjut data

  13. Efektivitas Pijat dalam Mengurangi Nyeri pada Kala I Persalinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Octa Dwienda R

    2015-05-01

    Full Text Available Pijat merupakan salah satu cara mengurangi rasa nyeri karena proses pemijatan dapat menghambat sinyal nyeri, Ibu bersalin yang mendapat pijatan selama 20 menit selama proses persalinan akan lebih terbebas dari rasa sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat dalam mengurangi nyeri persalinan pada ibu bersalin. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian prepost test. Lokasi penelitian adalah bidan praktik mandiri (BPS ernita Pekanbaru yang dilakukan pada bulan AprilJuni 2014. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test (dependent T-Test dengan derajat α =0,05. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skala nyeri persalinan sebelum pijat adalah 8,67, sesudah pijat adalah 5,33. Sedangkan untuk metode sebelum pemberian obat anti nyeri adalah 9,47 dan sesudah pemberian obat adalah 3,07. Pemberian pijat dan obat efektif dalam mengurangi nyeri dengan p value : 0,001. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah metode pijat efektif dalam mengurangi nyeri persalinan pada ibu bersalin fase aktif kala I di BPS Ernita Pekanbaru

  14. TRADISI DOI’ MENRE’ Dalam Pernikahan Adat Bugis Di Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Pattiroy

    2016-09-01

    Full Text Available Perkawinan merupakan salah satu sendi kehidupan masyarakat yang tidak bisa lepas dari tradisi yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan ajaran yang mereka anut. Adat istiadat tertentu tampak begitu menyatu dalam kehidupan masyarakat. Ia juga ikut berperan aktif dalam mengatur tentang perkawinan. Secara spesifik, praktis adat semacam ini dapat ditemukan dalam model Perkawinan Adat Bugis di Jambi. Doi’ menre’ adalah ketentuan adat yang mensyaratkan bahwa seorang suami harus memberikan suatu pemberian kepada seorang perempuan yang jumlahnya sesuai dengan kesepakatan antara pihak laki-laki dengan pihak perempuan, di samping kewajibannya untuk memberikan mahar sebagaimana yang diatur dalam hukum perkawinan Islam. Melihat persoalan ini, timbul kesan bahwa ada dua kewajiban yang mesti dilakukan oleh calon suami kepada calon istri, yaitu kewajiban memberi pemberian adat yang dikenal dengan istilah doi’ menre’ dan kewajiban untuk memberikan mahar sebagaimana yang disyari’atkan dalam hukum perkawinan Islam. Sepintas hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam atau setidak-tidaknya menyulitkan masyarakat Bugis di dalam melaksanakan perkawinan, padahal Islam hanya mensyaratkan mahar, tidak lebih dari itu.

  15. Decission Support System (DSS dalam Auditing Untuk Apa Digunakan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyono Puji Prasetyo

    2015-12-01

    Full Text Available Komputer semakin sering digunakan pada kantor akuntan. Tidak hanya digunakan untuk menggantikan kegiatan yang bersifat manual, tetapi juga sebagai alat bantu bagi akuntan dalam pengambilan keputusan. Keputusan yang dibuat dengan dukungan (decision support sistem komputer ini diharapkan tidak hanya akan lebih efisien, tetapi juga lebih efektif dalam mencapai tujuan. Konsekuensi-nya, bantuan semacam itu memperoleh dukungan yang luas untuk digunakan dalam auditing dan bidang pekerjaan lainnya. Apa yang menyebabkan Decision Support System (DSS digunakan adalah kemampuannya membantu akuntan dalam proses pembuatan keputusan audit. Alat ini perlu dipergunakan oleh akuntan karena profesi akuntansi berhadapan dengan pasar yang semakin besar, saingan yang lebih ketat serta tekanan hukum, sehingga auditor independen dituntut untuk mengembangkan kualitas pelayanan audit dengan harga yang lebih kompetitif.Tulisan ini bertujuan untuk membahas penggunaan Decision Support System (DSS dalam auditing. Pembahasan akan dimulai dengan sejarah perkembangan komputer yang kemudian disusul dengan uraian tentang decision support system (DSS. Uraian yang agak luas mengenai penggunaan DSS dalam auditing diberikan pada seksi berikutnya. Berdasarkan uraian mengenai DSS tersebut akan diberikan kesimpulan untuk mengakhiri tulisan ini.

  16. PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA KEGIATAN PEMBELAJARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Ceha

    2016-01-01

    Full Text Available Dalam upaya peningkatan mutu mengajar dan mutu pembelajaran di era globalisasi, guru sebaiknya menguasai program komputer, agar dapat memanfaatkan teknologi yang telah tersedia dan untuk memudahkan dalam mengajar. Guru hendaknya dapat menggunakan peralatan yang lebih ekonomis, efisien, dan mampu dimiliki oleh sekolah, tidak menolak digunakannya peralatan teknologi modern yang relevan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman, serta mempunyai berbagai keterampilan yang mendukung tugasnya dalam mengajar. Salah satu keterampilan tersebut adalah bagaimana seorang guru dapat menggunakan media pembelajaran (Syaiful Bahri, 2006. Guru dapat membuat kreasi dan variasi media interaktif, pembuatan CD pembelajaran interaktif, powerpoint, dan dengan media komputer. Masalah utama yang dihadapi mitra saat ini adalah kemampuan guru dalam pemanfaatan IT atau ICT untuk kegiatan pembelajaran belum merata. Selain itu juga masih adanya kesenjangan literasi TIK antar wilayah di satu sisi dan perkembangan internet yang juga membawa dampak negatif terhadap nilai dan norma masyarakat sehingga perlu dilakukan upaya secara aktif dari semua stakeholder sekolah dalam peningkatan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang diusulkan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada kegiatan pembelajaran, meningkatkan kemampuan guru untuk membuat bahan ajar pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat mengoptimalkan potensi yang ada di sekolah mitra dalam pemanfaatan Teknologi Informasi untuk peningkatan kualitas pembelajaran

  17. Demonisasi Islam dalam Film ‘Tanda Tanya (?’

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rajab Ritonga

    2013-09-01

    ABSTRAK   Film ‘Tanda Tanya (?’ merupakan sebuah karya cinema Indonesia yang mengundang banyak kontroversi. Kontroversi terletak pada bagaimana film ini mengkonstruksikan pesan-pesannya terkait penggambaran citra Islam. Citra Islam yang digambarkan dalam film ini mengandung simbol-simbol yang menciptakan sebuah demonisasi pada kon- struksi Islam dan muslim. Dalam penelitian ini teori naratif digunakan sebagai alat un- tuk memberikan gambaran tentang fenomena demonisasi. Teori naratif yang digunakan berfokus pada model analisis aktansial greimas yang menitikberatkan bagaimana naratif menciptakan sebuah cerita dan bagaimana cerita menjadi sebuah wacana naratif. Analisis semiotik yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan penggunaan dalam paradigma konstruktivis yang bertujuan mengkonstruksi fenomena sebagai sebuah jawaban. Temuan penelitian ini ialah demonisasi umat Islam dikonstruksikan melalui sekuen/babakan nara- tif dalam film ‘Tanda Tanya’. Film ini menggambarkan Islam dalam sebuah citra masyara- kat yang tradisional, tidak beradab, teroris, merusak, dan agresif. Ini menciptakan suatu pemaknaan Islam sebagai masyarakat, agama, dan nilai yang demonik dan negatif.   Kata kunci: demonisasi, Islam, naratif

  18. ASPEK-ASPEK BIAYA DALAM JASA INFORMASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Margono

    2000-01-01

    Full Text Available The value of information depends on its content, how to find it, and how to utilize it to support user's activities. It means that the value of information can only be determined until the information has been received. First step for analyzing such cost are to identify and classify them properly. This classification should be based on the total costs of entire service activities such as direct costs, indirect costs, and some instances of additional costs. The important elements for determining costs that are burdened to users are salaries, raw materials or collection costs, and unexpected costs. The strategy for determining cost of information service in library depends on the aim for offering the services, price of service/product, and the fitness between the needs and the information provided as well as the demand for the services being offered. Although the cost and price of information services could be determined by five approaches -(those are optimal pricing, pricing according to value, pricing for full cost recovery, marginal cost pricing, and free distribution of services information- provider must consider the content of information. It means that the calculation of information service cost should be based not only by fixed and variable costs, but also by the information contents and depreciation of each collection. Abstract in Bahasa Indonesia : Nilai informasi sangat tergantung dari isi, cara perolehan, dan manfaatnya bagi pengguna dalam mendukung aktivitas yang sedang dilakukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai informasi baru dapat ditentukan kemudian setelah informasi itu diperoleh. Langkah awal yang harus ditempuh untuk melakukan analisis biaya adalah dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasi biaya yang dimaksud. Klasifikasi lebih didasarkan pada biaya total dari keseluruhan aktivitas jasa, yang terdiri atas biaya langsung, biaya tidak langsung, dan biaya tambahan. Elemen-elemen yang harus diperhatikan oleh pengelola

  19. MANAJEMEN KONFLIK SOSIAL DALAM MASYARAKAT NELAYAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ANTONY - WIJAYA

    2012-05-01

    Kemitraan usaha antara nelayan tradisional dengan nelayan modern. Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kota maupun Pemerintah Propinsi Bengkulu dalam menyelesaikan konflik yang terjadi tersebut adalah melalui upaya-upaya sebagai berikut : (1 Masih bersifat insidentil, dimana pemerintah baru turun tangan jika konflik yang terjadi telah berbentuk benturan fisik seperti : penyerangan kapal-kapal di tengah laut, penyerangan rumah nelayan dan sebagainya, sedang upaya pra konflik terjadi dalam rangka mengantisipasinya belum ada yang dilakukan oleh pemerintah; (2 Pasca konflik terjadi, pemerintah melakukan pengawasan terhadap kegiatan para nelayan terutama nelayan modern, melalui tim yang dibentuk oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Propvinsi Bengkulu berkoordinasi dengan Polresta dan AL agar tidak ada lagi yang mengoperasikan alat tangkap yang telah dilarang penggunaannya; (3 Memanggil para perwakilan nelayan tradisional dan perwakilan nelayan modern untuk berdamai dan bermusyawarah untuk menyelesaikan konflik yang telah terjadi selama ini; (4 Bantuan kapal motor kepada kelompok nelayan tradisional untuk digunakan sebagai tindakan pengawasan terhadap kegiatan nelayan modern dalam melakukan penangkapan ikan. Kata kunci: Nelayan, konflik sosial

  20. EKSISTENSI GRUP KUA ETNIKA DALAM KONTEKS MULTIKULTURALISME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satmoko Purbo Lukito

    2015-08-01

    Full Text Available Komunitas Kua Etnika tak pernah lepas dari kegiatan seni yang berbau musik etnik. Kua Etnika ingin melakukan penjelajahan kreatif antara kesenian tradisional dengan kesenian modern yang menghasilkan sebuah eksistensi. Penelitian ini digunakan untuk memperoleh data mengenai (1 Bagaimanakah eksistensi grup Kua Etnika dalam konteks pertunjukan musik di Indonesia? (2 Bagaimanakah komposisi musik grup Kua Etnika dalam konteks multikulturalisme?Objek penelitian iniKomplek Padepokan Seni Bagong Kusudihardja.Sumber data berasal dari hasil obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa penelitian ini melalui langkah-langkah: (1 reduksi data, (2 penyajian data, (3 verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa penyajian musik Kua Etnika termasuk dalam bentuk musik etnik kontemporer. Kua Etnika mengeluarkan album sebanyak 8 buah. Alat musik yang digunakan meliputi gitar elektrik, bass elektrik, keyboard, drum, talempong, bonang, reong, saron, pamade, gordang, djembe dan perkusi dari berbagai daerah. Komposisi serta aransemen yang dimainkan melibatkan gaya musik dari berbagai etnis, seperti Jawa, Sunda, Bali, Kalimantan, Sumatra, Cina, bahkan Africa. Community Kua Etnika never out of art activities that smells of ethnic music. Kua Etnika want to do a creative exploration of traditional art with modern art that generates an existence. This research was used toobta in data on (1 How does the existence of the group Kua Etnika in the context of musical performances in Indonesia? (2 How does the composition of the group Kua Etnika music in the context of multiculturalism? The object of this study Padepokan Arts Complex Bagong Kusudihardja. Source of data derived from the results of observation, interviews and documentation. Analysis of this research through the steps: (1 data reduction, (2 the presentation of the data, (3 verification or conclusion. The results found that the presentation of music Kua Etnika including in the form of contemporary

  1. PERILAKU POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PELAKSANAAN PEMILIHAN PRESIDEN 2014 DI DESA KANAUNGAN KECAMATAN LABAKKANG KABUPATEN PANGKEP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raoda Nur

    2015-04-01

    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku politik pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilihan Presiden dan wakil Presiden 2014 serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku politik pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Di Desa Kanaungan Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian adalah deskriftif kualitatif dan tipe penelitian studi kasus dengan jumlah informan 10 orang terdiri dari 1 orang Kepala Desa, 1 orang anggota KPPS, 3 orang anggota KPPS, dan 5 orang pemilih pemula. Data perilaku politik pemilih pemula di kumpul dengan menggunakan instrumen berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemilih pemula dalam menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden dan wakil presiden masih kurang karena kesadaran mereka akan pentingnya dalam melakukan pemilihan, mengikuti pilihan orang tua menjadi alasan utama dalam memilih, rasa kagum yang dimiliki pada kandidat menjadi alasan dalam memilih dan tidak rasional dalam menggunakan hak suara yang dimiliki.

  2. MENETAPKAN VALIDITAS KONVERGEN DAN DIVERGEN DALAM MATRIKS MULTITRAIT-MULTIMETHOD(MTMM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Prakosa

    2016-09-01

    Full Text Available Tulisan ini mencoba menjelaskan bagaimana teknik multitrait-multimethod diterapkan dalam proses validasi konstrak. Multitrait-multimethod, disingkat MTMM, pertama kali diperkenalkan oleh Donald T. Campbell dan Donald W. Fiske dalam Psychological Bulletin (1959.

  3. Elemen Kebangsawanan dalam Pemilihan Pemimpin: Analisis Kontekstual Pemilihan Saidina Abu Bakr, Muawiyyah serta Kesultanan Melayu

    OpenAIRE

    Mohd Haidhar Kamarzaman; Norakmal Azraf Awaluddin; Muhammad Akmal Othoman; Yusri Mohamad Ramli

    2013-01-01

    Pemilihan pemimpin negara dalam Islam merupakan tugas yang berat ini selaras dengan kepentingannya dilihat sebagai pengganti Rasulullah (s.a.w) iaitu menyebarkan Islam dan mentadbir kelangsungan Islam. Namun yang menjadi fokus kepada penulisan ini adalah faktor kebangsawanan dalam pelantikan pemimpin dalam Islam. Kajian ini memfokuskan kepada sejarah bagaimana elemen kebangsawanan kaum Quraisy bagi Saidina Abu Bakar r.a menjadi faktor yang berpengaruh dalam pelantikan beliau sebagai khalifah ...

  4. WHITE SPACE DALAM IKLAN DI MEDIA CETAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrian D. Hagijanto

    1999-01-01

    Full Text Available Readers are often unware of advertisments published in print media%2C therefore the elements of communication design composed in the promotion process fail to reach the objectives. One of the methods use to gain attention from the readers so they focus their vision to the advertisment is by presenting the lay out using white space. This article is to discuss about white space in media advertisments%2C especially newspaper and magazines. Abstract in Bahasa Indonesia : Iklan pada media cetak terkadang dilewati begitu saja oleh pembaca%2C sehingga proses promosi yang dikemas dengan elemen desain komunikasi visual itu gagal mencapai tujuannya. Salah satu cara untuk menarik perhatian pembaca agar menghentikan sejenak kedua matanya dan mengamati iklan adalah dengan menciptakan layout iklan lewat peranan white space. Tulisan ini akan membahas mengenai white space di dalam iklan media cetak%2C khususnya koran dan majalah.

  5. FIGUR WANITA SEBAGAI PENARIK PANDANG DALAM IKLAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrian D. Hagijanto

    2000-01-01

    Full Text Available In order to gain brand awareness effectively%2C advertiser use unusual and sometimes inappropriate form of creatifity to make their ads more memorable such method includes the use of women s sexual attractions which%2C on the other hand%2C causes in fraction of ethical norms. Will this be called a deviations in ads or a compromise approach to the audience taste? Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk mencapai brand awareness yang lebih tinggi%2C pengiklan harus membuat iklannya menarik%2C lewat kreativitas yang tinggi. Ketika kreativitas itu menggunakan pendekatan yang terjebak oleh pelanggaran norma-norma etis kemasyarakatan -lewat eksploatasi figur wanita dan daya tarik yang melingkupinya-. Akankah kreativitas itu disebut sebagai penyimpangan dalam iklan? Ataukah sah-sah saja sebagai suatu bentuk pendekatan yang menuruti selera pasar. advertisement%2C women s sexual attractions%2C body language

  6. IMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Arif

    2008-07-01

    Full Text Available Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan langkahlangkah inovasi, termasuk pengembangan guru agama yang merupakan upaya terus-menerus dari suatu organisasi profesi keguruan. Pengembagan profesi guru agama Islam diarahkan pada peningkatan karir, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat dilaksanakan secara formal dan informal. Pengembangan formal diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab institusi penyelenggara pendidikan agama Islam itu, baik melalui penataran, tugas belajar, lokakarya dan sejenisnya. Sedangkan pengembangan informal merupakan tanggungjawab guru agama Islam yang dilaksanakan sendiri atau bersama dengan rekan kerjanya. Hambatan terhadap upaya ini timbul karena guru agama Islam sering terlalu terikat dengan pekerjaan rutinitas, kurangnya penyediaan sarana dan prasarana, dan atau kurang termotivasi diri dalam upaya mengembangkan profesionalitasnya. Sudah tentu pada aspek ini dibutuhkan adanya bantuan dan bimbingan dari seorang supervisor pendidikan Agama Islam, dan disinilah dibutuhkan adanya pelaksanaan supervisi klinis.

  7. TABU PEREMPUAN DALAM BUDAYA MASYARAKAT BANTEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayatullah Humaeni

    2016-01-01

    Full Text Available Artikel ini mengkaji fenomena tabu (tabu perempuan dan maknanya bagi perempuan Banten. Bagaimana perempuan Banten memahami dan memaknai tabu-tabu yang hadir di sekitar mereka dan masih ditradisikan dari generasi ke generasi menjadi salah satu fokus utama artikel ini. Di samping itu, artikel ini juga mencoba mengidentifikasi dan menganalisis berbagai jenis tabu yang berhubungan dengan perempuan Banten. Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan dengan menggunakan metode study kasus yang bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologis. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kajian pustaka, observasi, dan wawancara mendalam. Keberadaan tabu perempuan dalam budaya Banten, sedikit banyak, mempunyai pengaruh bagi kehidupan sosial keagamaan masyarakat Banten. Jika menganalisis isi dan makna tabu berdasarkan kontkes sosial kulturalnya, beragam tabu yang ada pada masyarakat Banten, khususnya yang berkaitan dengan tabu perempuan Banten, memiliki fungsi dan makna sebagai bentuk penjagaan moral dan perilaku, pemeliharaan identitas diri dan identitas sosial, memperkuat hubungan emosional, bentuk perlindungan, sampai simbol kasih sayang dan cinta.

  8. Paruman Tapakan Barong dalam Ritual Tapak Pertiwi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Dana

    2013-11-01

    Full Text Available Paruman Tapakan Barong on Tapak Pertiwi Ritual. Ritual tapak pertiwi siklus pelaksanaan ritual tahunandalam perhitungan kalender Bali, diselenggarakan terpusat dalam Paruman Tapakan Barong di Pura Natar SariApuan. Pelaksanaan ritual ini dihadiri oleh berbagai bentuk tapakan barong yang datang dari berbagai daerah sewilayah Bali Tengah yang memperoleh kekuatan pasupati di Pura Natar Sari Apuan. Aktivitas ritual ini bermaknamenyatunya kekuatan dewa sebagai simbol (purusa dengan dewi pertiwi simbol (pradana. Pertemuan keduaunsur kekuatan suci itu melahirkan gerak kehidupan, menyucikan alam semesta dari segala pengaruh negatif yangmengancam hidup dan kehidupan umat manusia di alam semesta ini. Oleh karena itu, masyarakat Hindu di Balimenghadirkan berbagai bentuk ritual keagamaan untuk menghormati menyatunya energi alam positif dan negatifdalam beragam wujud, termasuk ritual tapak pertiwi.

  9. LEGALISASI ABORSI DALAM PERSPEKTIF MEDIS DAN YURIDIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khoirul Bariyyah

    2016-07-01

    Full Text Available Abstrak:Akhir-akhir ini, banyak perempuan yang mengakhiri kehamilannya dengan cara aborsi. Setiap tahunnya data pelaku aborsi di Indonesia bukan semakin menurun namun sebaliknya. Data yang dihimpun Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI menemukan dalam kurun waktu tiga tahun (2008-2010 kasus aborsi terus meningkat. Pada 2008 ditemukan 2 juta jiwa anak korban Aborsi, tahun 2009 naik 300.000 menjadi 2,3 juta janin yang dibuang paksa. Sementara itu, pada 2010 naik 200.000 menjadi 2,5 juta jiwa. 62,6 persen pelaku di antaranya adalah anak berusia di bawah 18 tahun.. Lalu, bagaimana sebenarnya tanggapan dari pihak medis, yuridis, dan hukum Islam dalam menyelesaikan permasalahan ini? Tiga elemen ini sangat memengaruhi tindakan masyarakat. Dalam hal ini, para medis melihat bahwa aborsi hanya dapat dilakukan jika perempuan tersebut terindikasi penyakit yang mengancam hidupnya jika kehamilan itu tetap dipertahankan. Sedangkan hukum di Indonesia menindak tegas pelaku aborsi dan pada mereka yang membantu melakukan aborsi tersebut, namun aborsi juga dapat dilakukan pada korban perkosaan. Sedangkan dalam pandangan Islam, aborsi yang dilakukan secara sengaja adalah perbuatan yang benar-benar melanggar hukum apabila usia kehamilan sudah mencapai 120 hari. Tiga peraturan tersebut seharusnya dapat berkolaborasi agar mencapai keinginannya untuk mengurangi praktik aborsi, karena jika salah satunya tidak ada kesesuaian hukum dan ketidakpastian peraturan hal itu hanya akan membantu para pelaku aborsi muncul lebih banyak lagi.Abstract:Nowdays, there were many womans stopped their pregnancy by abortion. Every year, data of prepators of abortion in Indonesia not to be decrease but going to be on the increase. Data that are collected by Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI founds in three years (2008-2010, abortion case was going to be increase. In 2008 was found 2 million souls of child becomes the victims of abortion. In 2009, it was increase 300.000 souls

  10. KONSELING PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Basit

    2017-02-01

    Full Text Available Problem-problem rumah tangga yang diakibatkan dari perkawinan, seperti perselingkuhan, konflik antar anggota keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, dan perceraian merupakan fenomena nyata yang ada di masyarakat. Untuk membantu mengatasi problem-problem rumah tangga tersebut, diperlukanadanya konseling perkawinan. Salah satu sumber rujukan dalam mengkaji konseling perkawinan berasal dari Al-Qur’an. Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai sumber rujukan dalam pengembangan konseling karena di dalam Al-Qur’an banyak dibahas tentang manusia dan relasinya dengan Tuhan, antar sesama, dan dengan alam semesta. Pandangan Al-Qur’an tentang manusia yang komprehensif dapat menjadi alternatif dalam menutupi kelemahan yang ada dalam beberapa pendekatan konseling yang ada. Konseling perkawinan dalam Al-Qur’an mencakup proses pendidikan, pendampingan, pengembangan, dan pemecahan masalah perkawinan. Selanjutnya, konseling perkawinan dalam Al-Qur’an juga tidak memisahkan antara konseling keluarga, konseling individu, dan konseling perkawinan itu sendiri. Semuanya menjadi satu kesatuan dalam konseling perkawinan, diawali dari pendidikan pra nikah, proses pernikahan, pasca pernikahan, pembentukan keluarga, hingga proses perceraian (jika terjadi. Pendekatan yang digunakan Al-Qur’an dalam melaksanakan konseling perkawinan bersifat komprehensif dan multifungsional, yakni gabungan dari pendekatan premarital counseling, structured modalities, multifamily group counseling, dan marital therapy. Kata Kunci: Konseling, Perkawinan, Al-Qur’an, keluarga, dan Islam.   MARRIAGE COUNSELING IN AL-QURAN PERSPECTIVE. Household problems resulting from marriage, such as infidelity, conflicts between family members, domestic violence, and divorce are a real phenomenon in society. To help overcome the problems of the household, the needed marriage counseling. One source of reference in assessing marriage counseling comes from al-Qur'an. Al-Qur'an can be used as a reference

  11. Transformasi Budaya dalam Kesenian Lengger Temanggung Perkotaan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Sisworo

    2014-11-01

    Full Text Available Lengger merupakan sebuah kesenian tari tradisional yang berkembang di daerah JawaTengah dan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami fenomenatransformasi yang terjadi pada tari Lengger yang berkembang di wilayah perkotaanTemanggung. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kesenian ini memilikiberbagai varian dalam baik dari sisi tarian, bentuk penyajian, dan mitologiyang berkembang di masyarakat. Hal ini terjadi karena kesenian kerakyatan lebihbersifat sebagai manifestasi pola pikir dan interpretasi dari gejala-gejala yang munculdari kehidupan masyarakat pendukungnya, bahkan perkembangannya pun sangatdipengaruhi oleh perkembangan dan perubahan kehidupan masyarakatnya. Fungsidan peranan kesenian tradisi dalam masyarakat juga akan berubah dan berkembangmengikuti pola kehidupan masyarakatnya. Cultural Transformation in Lengger Temanggung Art. Culture constitutes aninseparable aspect of a human civilization. Culture has a variety of meanings stored ina system of civilization with thousands of virtue in it. Cultural change as the beginningof the transformation of culture is the basis of change in the culture of certain groups dueto the openness of people to accept emerging new cultural elements. Lengger dance is atraditional art developed in Central Java and the surrounding areas. Like jathilan andjaran kepang, Lengger art has differences in terms of dance, forms of presentation, andmythology developed in the community. This happens because the art is more popularthan a manifestation of the mindset and interpretation of the symptoms that arise fromsupporting community life, even its existence is strongly influenced by the developmentsand changes in people’s lives. In addition, the function and role of traditional arts in thecommunity will also change and evolve to follow the patterns of community life.

  12. Musik Internal dan Eksternal dalam Kesenian Randai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rustiyanti

    2015-03-01

    Full Text Available Kehidupan musik pada masyarakat Minangkabau tidak terlepas adanya peranan serta fungsi yang melekat pada kesenian Randai. Melalui pendekatan etnomusikologi, tulisan ini menelaah peranan musik internal dan eksternal dalam kesenian Randai. Kesenian ini menggunakan medium seni ganda atau kolektif karena didukung oleh beberapa cabang seni antara lain tari, musik, teater, sastra, dan rupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik iringan dalam Randai terbagi menjadi dua, yaitu musik internal dan musik eksternal. Musik internal adalah musik atau bunyi-bunyian yang berasal dari anggota tubuh manusia (penari, misalnya tepukan tangan, petik jari, tepuk dada, siulan, hentakan kaki ke tanah dan sebagainya, sedangkan musik eksternal adalah bunyi-bunyian atau suara yang berasal dari alat musik atau instrumen seperti talempong, gandang, saluang, dan rabab.   The Role of Internal and External Music in the Arts of Randai. The musical life in Minangkabau society is inseparable from its roles and functions which attach to the arts of Randai. Through the ethnomusicology approach, this paper examines the role of internal and external music in the art of Randai. Considering its sustainability and amendment, the musicality is the identity of Minangkabau society so that the sustainability of the music can be run in accordance with the dynamics of society today. Among the types of arts in Minangkabau, Randai is an art form that uses multiple or collective art medium for it is supported by several branches of the arts, including dance, music, theater arts, literary arts, and fine arts. The results of this study is more focused on the art of music. Musical accompaniment in Randai is divided into two, namely internal and external music. The internal music is the music or the sounds that come from the human body (a dancer, for example, clapping, finger picking, patting the chest, whistling, stomping on the ground, and so on, while the external music is the sounds

  13. PENERAPAN ANIMASI INTERAKTIF DALAM PENGENALAN AKSARA SUNDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Maria Holida

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Sundanese script is the work of Sundanese orthography to be maintained and preserved, because the Sundanese script is a cultural heritage that is priceless. Socialization of Sundanese script is very minimal done, although West Java government has to take legal actions in the form of regional regulations No. 5 of 2003 and the Governor's Decree no. 434 / SK.614 / dis-pk / 1999. Along with the increasing sophistication of technology, the use of interactive animations introduction Sundanese script can be used to promote literacy by explaining the meaning of the Sundanese, Sundanese script, history Sundanese script, how to write Sundanese script, as well as Sundanese script puzzle games as testing and entertainment. Application of interactive animation is the best solution which is very helpful in Sundanese script publicizes to the community, especially people of sundanese to be more interested in learning Sundanese script that became cultural heritage. Keywords : Interactive Animation , Script Sundanese Abstrak - Aksara Sunda merupakan hasil karya ortografi masyarakat Sunda yang harus dipelihara dan dilestarikan, karena aksara Sunda adalah warisan budaya yang tidak ternilai harganya. Sosialisasi aksara Sunda masih sangat minim dilakukan, meskipun pemerintah Jawa barat sudah melakukan upaya hukum dalam bentuk Peraturan daerah (Perda no.5 tahun 2003 dan Surat Keputusan Gubernur no. 434/SK.614/dis-pk/1999. Seiring dengan semakin canggihnya tekhnologi, penggunaan animasi interaktif pengenalan aksara sunda dapat digunakan untuk mensosialisasikan aksara Sunda dengan menjelaskan mengenai pengertian aksara Sunda, sejarah aksara Sunda, cara penulisan aksara Sunda, serta game puzzle aksara Sunda sebagai pengujian dan hiburannya. Penerapan animasi interaktif merupakan solusi terbaik yang sangat membantu dalam mensosialisakan aksara Sunda kepada masyarakat khususnya masyarakat Sunda agar lebih berminat mempelajari aksara Sunda yang menjadi warisan

  14. PROGRAM PETA LANGIT DALAM PELAKSANAAN HISAB RUKYAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Wahidi

    2010-12-01

    Full Text Available It is time for technological progress and sophistication to participate in the implementation of hisab rukyat in order to produce hisab rukyat which have best quality and accurate. Nowdays the methods of determining the beginning of the month, prayer times, Qiblat direction and eclipse have been using computers as a means of supporting the level of precision which is certainly higher and accurate. A variety of software is available including an attractive visualization which is practical and easy to learn. Morover with the many computer programs, anyone can operate it easily and calculate the position of the moon and sun, Just how to use it for the sake of hisab rukyat especially for determination of Qamariah months preliminary, particularly in the determination of the beginning of Ramadan, Eid al-Fitr and Eid al-Adha. Sudah saatnya kemajuan dan kecanggihan teknologi ikut serta dalam memberikan sumbangsih terhadap pelaksanaan hisab rukyat agar menghasilkan hisab rukyat yang berkualitas dan akurat. Saat ini metode-metode penentuan awal bulan, waktu shalat arah kiblat dan gerhana telah banyak menggunakan komputer sebagai sarana penunjang dengan tingkat presisi yang tentunya jauh lebih tinggi dan akurat. Berbagai perangkat lunak (software yang praktis juga telah tersedia dengan menyertakan bentuk visualisasi yang menarik sehingga mudah untuk dipelajari. Bahkan dengan banyaknya program komputer, siapa pun yang bisa mengoperasikannya dengan mudah untuk menghitung posisi bulan dan matahari, tinggal bagaimana memanfaatkannya  untuk  kepentingan  hisab  rukyat  terutama  untuk  penentuan  awal  bulan  Qamariah, khususnya dalam penentuan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha

  15. Dosis óptima de irradiación gamma con Co60 para inducción de mutagénesis en pastos

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alan Álvarez-Holguín

    2017-01-01

    Full Text Available La dosis letal (DL 50 y reducción media del crecimiento (RC 50 son parámetros utilizados para seleccionar dosis de irradiación adecuadas e inducir mutaciones para realizar mejoramiento genético vegetal. El objetivo fue determinar la DL 50 y RC 50 para conocer la dosis ó p tima de irradiación c on Co 60 en semilla de pasto llorón, buffel, banderita y navajita. Se evaluaron seis dosis de irradiación con Co 60 en semilla : 100, 200, 300, 450, 600 y 900 Gray (Gy y un tratamiento control (T - 0, sin irradiación. Las variables evaluadas fueron : porcentaj e de germinación (%GE, índice de velocidad de germinación (IVG, longitud de plúmula (LP y longitud de radícula (LR. Se realizó análisis de regresión y comparación de medias con la prueba de Dunnett. Mediante la ecuación de regresión se estimó la DL 50 p ara el %GE, así como RC 50 para el resto de las variables. La DL 50 se ponderó con 55%, mientras que la RC 50 se ponderó en 15% para cada una de las tres variables restantes. En general, los valores de las variables disminuyeron (P<0.05 conforme se incremen tó la dosis de irradiación, lo cual permitió determinar la DL 50 y RC 50 para cada especie. La media ponderada se obtuvo a los 628 Gy, 712 Gy, 698 Gy y 411 Gy para pasto llorón, buffel, banderita y navajita, respectivamente. Se recomiendan las dosis plantead as en este estudio, ya que esto permitirá plantear las bases para realizar mejoramiento genético a través de mutagénesis con irradiación gamma en los pastos evaluados.

  16. Analisis yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Membeli Produk Herbalife pada PT. Herbalife Cabang Aviari Batam

    OpenAIRE

    Ginting, Nia Novriana

    2015-01-01

    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara produk (product), harga (pricing), promosi (promotion) terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk Herbalife pada PT. Herbalife Cabang Aviari Batam. Menyadari akan pentingnya pelanggan dalam menentukan kesuksesan suatu usaha maka PT. Herbalife Cabang Aviari Batam menggunakan bauran pemasaran yang ada semaksimal mungkin dalam usaha untuk menciptakan keputusan pembelian konsumen terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan kh...

  17. Studi Model Benchmark Mcnp6 Dalam Perhitungan Reaktivitas Batang Kendali Htr-10

    OpenAIRE

    Jupiter S.Pane, Zuhair, Suwoto, Putranto Ilham Yazid

    2016-01-01

    STUDI MODEL BENCHMARK MCNP6 DALAM PERHITUNGAN REAKTIVITAS BATANG KENDALI HTR-10. Dalam operasi reaktor nuklir, sistem batang kendali memainkan peranan yang sangat penting karena didesain untuk mengendalikan reaktivitas teras dan memadamkan reaktor. Nilai reaktivitas batang kendali harus diprediksi secara akurat melalui eksperimen dan perhitungan. Makalah ini mendiskusikan model Benchmark dalam perhitungan reaktivitas batang kendali reaktor HTR-10. Perhitungan dikerjakan dengan program transpo...

  18. Kemampuan Guru PAI dalam Merencanakan dan Melaksanakan Penilaian Autentik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulpah Sya’idah

    2016-07-01

    Full Text Available In conducting the assessment in accordance with the 2013 curriculum, a teacher is required to apply an authentic assessment in accordance with the Standards of Assessment. Teachers are also required to have the ability to make conformity between assessment techniques and assessment instruments which are the requirements of instruments that have been set in Permendikbud No. 66 of 2013. However, in fact teachers are difficult to make assessment instruments tailored to the form of assessment. This study aims to understand more about the ability of PAI teachers in conducting learning evaluation through non-test assessment (authentic assessment. In this study, researchers used qualitative research with case study research. The data collection techniques through interviews and documentation. The result of this research shows that PAI teacher in SMA 53 Jakarta has understood in doing authentic assessment planning through learning implementation plan (RPP. As for carrying out authentic assessment actually PAI teacher in SMA 53 Jakarta has been able, just because of lack of self motivation or work ethic in teacher to do pedagogic competence, and also professional attitude especially in doing assessment or evaluation. Keywords: Authentic Assessment, Master's Ability. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang kemampuan guru PAI dalam melakukan evaluasi pembelajaran melalui penilaian non tes (penilaian autentik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.  Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa guru PAI di SMA Negeri 53 Jakarta sudah paham dalam melakukan perencanaan penilaian autentik melalui rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP. Adapun dalam melaksanakan penilaian autentik sebenarnya guru PAI di SMA Negeri 53 Jakarta telah mampu, hanya karena kurangnya motivasi diri atau etos kerja dalam diri

  19. Corak Realisme Sosialis dalam Hikayat Kadiroen Karya Semaoen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyono Suyatno

    2016-06-01

    Full Text Available Selama ini ada anggapan bahwa dalam sejarah sastra Indonesia corak realisme sosialis hanya ada dalam masa Lekra (1950-1965, padahal novel Hikayat Kadiroen karya Semaoen yang terbit sebelumnya (1920 telah menunjukkan corak realisme sosialis. Oleh karena itu, masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah corak realisme sosialis dalam novel Hikayat Kadiroen karya Semaoen. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap corak realisme sosialis dalam novel Hikayat Kadiroen karya Semaoen. Dengan menggunakan metode deskripsi analitis dan teori sastra Marxis penelitian ini menemukan bahwa novel Hikayat Kadiroen sarat dengan propaganda ideologi Marxis dan propaganda ideologi Marxis dalam karya sastra adalah ciri yang melekat pada karya sastra yang bercorak realisme sosialis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tahun 1920 adalah awal munculnya realisme sosialis dalam sejarah sastra Indonesia. Kata-Kata Kunci: Hikayat Kadiroen, propaganda Marxis, realisme sosialis Abstract: All this time, there is a presumption that in the history of Indonesian literature, the socialist-realism pattern only existed in Lekra period (1950-1965, whereas Hikayat Kadiroen writ-ten by Semaoen published before (1920 had showed shades of socialist realism. Therefore, the issue that will be raised in this study is how the socialist realism pattern was described in Semaoen’s Hikayat Kadiroen? The aim of this study is to prove the shades of socialist realism in Hikayat Kadiroen. Using the analytical description method and Marxist literary theory, the study found out that Hikayat Kadiroen was full of Marxist ideology propaganda, and this Marxist ideology propaganda is the characteristic of literature with socialist realism shades. Thus, it can be concluded that 1920 was the beginning of the rise of socialist realism in the history of Indonesian literature. Key Words: Hikayat Kadiroen, Marxist propaganda, socialist realism

  20. IDENTIFIKASI GAYA KOGNITIF (COGNITIVE STYLE PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldarmono Aldarmono

    2012-09-01

    Full Text Available Keberhasilan pendidik dalam proses pembelajaran sangat ditentukan sejauhmana ia memahami karakteristik peserta didiknya. Kemampuan pendidik dalam hal ini sangat penting yaitu bagaimaan pendidik mampu mengidentifikasi karakter-karakter masing-masing individu. Perbedaan karatakter tersebut berpengaruh besar terhadap belajar mereka sesuai dengan gaya atau cara  masing-masing yang sudah barang tentu berbeda antara anak yang satu dengan yang lainnya. Implikasinya dari karakter peserta didik yang begitu variatif mendorong pendidik menerapkan strategi, model maupun metode pembelajaran yang efektif untuk disesuaikan dengan karakter masing-masing anak didik. Dari berbagai macam karakter yang dimiliki anak didik tersebut yang tidak kalah penting yaitu gaya kognitif dalam belajar. Gaya kognitif merupakan salah satu karakter anak didik yang sangat penting dan berpengaruh terutama terhadap pencapaian prestasi belajar mereka. Gaya kognitif berkaitan dengan bagaimana mereka belajar melalui cara-cara sendiri yang melekat dan menjadi kekhasan pada masing-masing individu. Gaya kognitif sangat erat kaitannya dengan bagaimana cara menerima dan memproses segala informasi khususnya dalam pembelajaran. Berbagai kecenderungan-kecenderungan dalam belajar mereka dapat didentifikasi dan kemudian diklasifikasi apakah anak tersebut termasuk gaya kognitif field Independent (berpikir cenderung memiliki kemandirian pandangan ataukah filed dependent (ketergantungan pandangan. Selama ini seperti yang nampak di lapangan praktek pendidikan tidak begitu memandang penting karateristik peserta didik. Sehingga masih sangat jarang pendidik yang memiliki kemampuan dan keterampilan mengungkap dan mengtahui berbagai karakteristik peserta didiknya dalam belajar. Yang terpenting bagaimana materi yang disampaikan kepada peserta didik dapat kuasai tanpa memperhatikan karakter masing-masing. Sehingga yang terjadi pendidik cenderung menyama ratakan karakter masing-masing anak yang begitu

  1. El Retículo Endoplasmático Liso en Hepatocitos Estimulados con Distintas Dosis de Láser Infrarrojo

    OpenAIRE

    Cornejo, R; Garrido, O; Bustamante, C; Muñoz, M

    2014-01-01

    Veinticuatro ratas hembras Sprague Dawley de 4 meses de vida con peso aproximado de 250 g, fueron divididas en cuatro grupos (A, B, C y D), donde el grupo A (control) no recibió estimulación infrarroja, B se irradió con láser infrarrojo 4 J/cm², C con dosis de 8 J/cm² y D con 16 J/cm². La estimulación infrarroja se realizó diariamente, por 15 días ininterrumpidos. Las ratas fueron sacrificadas y se extrajeron muestras tanto de hígado normal (control) como estimulado con las distintas dosis in...

  2. Biofiksasi CO2 Oleh Mikroalga Chlamydomonas sp dalam Photobioreaktor Tubular

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hadiyanto Hadiyanto

    2014-05-01

    Full Text Available Mikroalga memiliki potensi dalam membiofiksasi CO2 dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kadar CO2 dalam gas pencemar. Pertumbuhan mikroalga sangat dipengaruhi oleh konsentrasi gas CO2 di dalam gas pencemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeetahui kemampuan mikroalga Chlamydomonas sp yang dikultivasi dalam photobioreaktor tubular dalam penyerapan gas CO2 serta untuk mengetahui konsentrasi maksimum gas CO2 dalam umpan untuk memproduksi biomasa mikroalga yang optimal. Percobaan dilakukan dnegan memvariasi laju alir dari 0.03 -0.071 L/menit dan konsentrasi CO2 dalam umpan 10-30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomasa mikroalga dapat diproduksi dengan maksimal dengan konsentrasi gas CO2 20% dengan laju alir 0.07 L/min. Semakin tinggi laju alir maka produksi biomasa alga semakin besar. Kecepatan pertumbuhan alga maksimum terjadi pada 0.31 /hari. Pada konsentrasi gas CO2 30%, terjadi substrate inhibition yang disebabkan carbon dalam bentuk ion bicarbonate tidak dapat dikonsumsi lagi di dalam kultur alga. Kata kunci : Mikroalga, chlamydomonas sp, biofiksasi CO2, biogas Abstract Microalgae have a potential for CO2 biofixation and therefore can be used to reduce the CO2 concentration in the gas pollutants. Moreover, microalgae growth is strongly affected by the concentration of CO2 in the exhaust gas pollutants. The objective of this research was to investigate the ability of microalgae Chlamydomonas sp which was cultivated in a tubular photobioreactor for CO2 absorption as well as to determine the maximum concentration of CO2 in the feed gas to obtain optimum microalgae biomass. The experiments were performed by varying the gas flow rate of 0.03 -0.071 L / min and the concentration of CO2 in the feed of 10-30%. The results showed that the maximum biomass of microalgae can be produced with CO2 concentration of 20% vol with a flow rate of 0.07 L / min. The result also showed that increasing the gas flow rate, the greater of the production of

  3. Menakar Cokroaminoto dalam Deretan Mufasir Nusantara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Wiyono

    2017-05-01

    الملخص :كان جوكروامينوتو هو الرائد إبطال تحريرة جمهورية الاندونيسيا ، ولد ونشئ في بيئة أسرية دينية حتى تؤثر على أفكاره فى فعلية السياسية والأنشطة. إحداها من مؤلفته عن مفهوم الاشتراكية الإسلامية التى تصب في الرسالة المشهورة بعنوان “Islam dan Sosialisme” هذا الكتاب يتضمن استجابة جوكروامينوتو على الاشتراكية كارل ماركس (Karl Marx التي عامت في الغربية والحركة الإسلامية (Pan-Islamisme في تركيا في وقت واحد. و نقل جوكروامينوتو في مؤلفته كثيرة من آيات القرآن والسنة فى حجته, خاصة فى الحوار المساواة والأخوة والمشاورة فى ممارسة الديمقراطية. ولأجل عدد كثير من الآيات التي نقلت في ذالك الكتاب كان إحدى كلية دراسة العليا بجاكرتا، والإسلام والاشتراكية يدخل في تأليف تفسير الإندونيسي (Tafsir Nusantara إن كان هذا الكتاب يعد من كتب التفسير فالمؤلفه يسمى المفسر . لتحصيل إلى هذا المفهوم يحتج إلى التحقيق العلمية للتأكدة بأنه من كتب التفسير .  وفقا نظرية كتاب التفسير من طريقته و منهجه و لونه ووشروط المفسر التي يجب إستوفيها Abstrak: Tjokroaminoto adalah konseptor sekaligus pahlawan perintis kemerdekaan republik Indonesia, ia lahir dan dibesarkan di dalam lingkungan keluarga yang sangat religius sehingga mempengaruhi pemikiran dan aktifitas politiknya. Salah satunya adalah konsep sosialisme Islam yang ia tuangkan dalam sebuah karya monumental berjudul ‘Islam dan Socialisme’. Buku tersebut merupakan

  4. PENGENDALIAN DALAM PENERBITAN IZIN GANGGUAN (HO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pebriana Marlinda

    2017-04-01

    Full Text Available Abstrak :            Penelitian tentang pengendalian dalam penerbitan izin gangguan (HO di Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung menjelaskan tentang tahap-tahap pengendalian yang dilakukan oleh aparat Kecamatan Margahayu. Pengendalian dilakukan untuk memastikan agar penerbitan izin gangguan (HO berjalan dengan efektif. Namun, masih ada pelaku usaha yang belum memiliki surat izin gangguan (HO ataupun pelaku usaha yang sudah memiliki surat izin gangguan (HO akan tetapi kegiatan usahanya merugkan orang lain seperti sampah yang berserakan, polusi udara, polusi suara, dan lain-lain.                            Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deduktif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi observasi dan wawancara mendalam. Adapun penentuan informan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dengan pihak-pihak yang terkait dalam pengendalian. Kemudian data yang diperoleh dari hasil wawancara dipaparkan dengan langkah-langkah yang meliputi: reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan/verifikasi. Teori yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah teori dari Stephen P. Robbins tentang tahap-tahap pengendalian yaitu: mengukur kinerja aktual, membandingkan kinerja aktual dengan standar, dan mengambil tindakan manajerial.                            Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pengendalian yang dilakukan olehaparat Kecamatan Margahayu telah melalui tahap-tahap pengendalian yaitu: mengukur kinerja aktual, membandingkan kinerja aktual dengan standar, dan mengambil tindakan manajerial. Namun perlu dilakukan penguatan di setiap tahap pengendalian terutama pada tahap mengukur kinerja aktual dan pada tahap mengambil tindakan manajerial                            Penelitian tentang pengendalian dalam penerbitan izin gangguan (HO di Kecamatan

  5. REKONSTRUKSI BATAS USIA PERKAWINAN ANAK DALAM HUKUM NASIONAL INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Fadhilah, Khairiyati Rahmah

    2012-06-01

    Full Text Available Konsep batasan usia perkawinan anak dalam fikih bervariasi. Begitu pula terjadi inkonsistensi konsep batasan usia perkawinan dalam peraturan perundang-undangan, sehingga upaya merekonstruksi batas usia perkawinan dalam hukum nasional Indonesia perpektif fikih perlu segera dilakukan dengan cara: Pertama, upaya penyeragaman usia anak dalam peraturan perundang-undangan; Kedua, Pemberian izin dispensasi dengan syarat yang ketat dan sebaiknya diberi batas usia minimal dispensasi yakni usia 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun bagi laki-laki. Kedua konsep ini, dilihat dalam bingkai maslahah yang menjadi tujuan hukum Islam (maqashid al-syari’ah.   The concept of age limitation to marry for children in fiqh is varied. There is also an inconsistency on the marriage age limitation in regulation. Therefore, it is a need to reconstruct the concept in Indonesian national law based on fiqh perspective through these following steps; first, there is an effort to make similar limitation on age to marry in regulation; second, the issuing of age dispensation under strict requirements such as giving the limit 16 years old for woman and 19 years old for man. Both of the concept can be look at the merit frame which is the objective of Islamic law (maqashid al-syari’ah.

  6. BELAJAR BERDASAR REGULASI DIRI DALAM PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    St. Nurjannah Yunus Tekeng

    2015-06-01

    Full Text Available Abstract: Self-regulated learning is very important for university students to adapt with their academic demand and it is very critical in the lifelong learning process that allow them to face later real life challenges. It refers to their active role in taking responsibility with their learning or their active activities in directing themselves in learning and regulating many areas such as their cognitive, behavior, context, and motivation in order to achieve their learning goals. Self-Regulated learning is based on social cognitive theory and factor affecting it which is explained in the reciprocal triadic between individual, behavior, and environment. Besides, the positive influences of self-regulated learning on students learning have been supported by many empirical evidences. Abstrak: Belajar berdasar regulasi diri sangat penting bagi mahasiswa untuk dapat beradaptasi dengan tuntutan akademik dan sangat penting dalam proses pembelajaran seumur hidup untuk beradaptasi dengan tantangan hidup di masa depan. Belajar berdasar regulasi diri mengacu kepada peran aktif mereka dalam mengambil tanggung jawab dalam belajar atau kegiatan aktif dalam menga­rah­kan diri dalam belajar dengan meregulasi berbagai area seperti kognitif, perilaku, konteks, dan motivasi untuk mencapai tujuan pembelajarannya. Belajar berdasar regulsi diri didasarkan pada teori sosial kognitif dan faktor yang berngaruh dijelaskan dengan hubungan triadik resiprokal antara individu, perilaku, dan lingkungan. Selain itu, pengaruh positif belajar berdasar regulasi diri terhadap pembelajaran telah didukung oleh bukti empiris.

  7. Subjektivitas Dalam Iklan Ambient Media Miracle Aesthetic Clinic

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wegig Murwonugroho

    2015-09-01

    Full Text Available Subjektivitas di dalam iklan adalah kuasa yang dimiliki iklan untuk mengkonstruksi trend, kebenaran, hingga ideologi yang terjadi melalui alam bawah sadar. Iklan berfungsi menyampaikan pesan, yang direpresentasi-visualkan melalui metafora-metafora yang menjembatani antara gambaran imajinasi dan realitas. Ambient media merupakan media beriklan yang memanfaatkan lingkungan di mana iklan ditempatkan. Miracle Aesthetic Clinic (Miracle merepresentasi-visualkan iklan ambient media-nya dengan cara menghilangkan tampilan wajah kedua boneka perempuan. Wajah model iklan merupakan komoditi pencitraan yang pada umumnya memiliki nilai jual, namun dalam kedua iklan ini justeru ditenggelamkan ke dalam alas meja dan dinding tembok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Analisa Wacana Kritis untuk menganalisa subjektivitas di dalam pemaknaan ambient media. Subjektivitas iklan Miracle menyudutkan perempuan tidak dapat hadir, tersisih, menjadi sosok yang mengerikan di dalam tataran sosialnya ketika wajah berjerawat.  Iklan ambient media Miracle ini berhasil mengkonstruksi wacana trend baru kecantikan wajah yang tidak terbatas pada tolok ukur karakteristik kecantikan pada umumnya. Kata kunci: ambient media, subjektivitas, kuasa, kecantikan ideal perempuan.

  8. PARTISIPASI PENGGUNA DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (TELAAH LITERATUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyo Hari Adi

    2006-01-01

    Full Text Available User participation in information system development was found to be the important factor that influenced the system success. Researches found that user participation influenced the system success indirectly through the user satisfaction. The results show the importance of accommodating the users' needs and requirements by involving them to participate in the system development to get the system success. However, the use of the terminology of user satisfaction is not so correct in relation with certain stage of information system development. Most of the users in the implementation stage need the understanding rather than expertise to operate the system. That was the reason why some researches used the terminology of user understanding rather than user expertise to measure their satisfaction in the related stage. Abstract in Bahasa Indonesia : Partisipasi pengguna dalam pengembangan sistem informasi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap suksesnya sebuah sistem. Beberapa penelitian menemukan bahwa partisipasi pengguna berhubungan secara tidak langsung berhubungan dengan kesuksessan sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa betapa pentingnya mengakomodasi kebutuhan dan keinginan dengan melibatkan pengguna untuk berpartisipasi dalam pengembangan sebuah sistem. Bagaimanapun juga, penggunaan istilah kepuasan pengguna tidak tepat dalam kaitannya dengan kepastian pengembangan sistem informasi. Kebanyakan dari pengguna dalam tahap implementasi membutuhkan pemahaman dibanding keahlian dalam mengoperasikan sistem itu. Oleh karena itu beberapa penelitian lebih menggunakan istilah pemahaman pengguna dibandingkan dengan keahlian pengguna untuk mengukur kepuasan. Kata kunci: partisispasi pengguna, kepuasan pengguna, keahlian pengguna, pemahaman pengguna.

  9. PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nafi Isbadrianingtyas

    2016-05-01

    Full Text Available Thematic already applied learning in elementary school. Implementation of necessary management class when the learning process to achieve learning objectives. The purpose of this research describe the management class in thematic learning in elementary school so as to provide the knowledge related to being classroom management while in the field. The results of this research, namely thematic learning in classroom management can be divided into two classroom management in physical and non physical. Management of class in a non physical includes caring, assertiveness, modeling, and high expectations. While the physical classroom management include setting the position of the Board, seating modification, mading and setting the ventilation in the classrooms. Therefore, this research can be used as references in managing class on thematic learning. Pembelajaran tematik sudah diterapkan di Sekolah Dasar. Dalam implementasinya diperlukan pengelolaan kelas saat proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pengelolaan kelas dalam pembelajaran tematik di Sekolah Dasar sehingga dapat memberikan pengetahuan berkaitan dengan yang menjadi pengelolaan kelas ketika berada di lapangan. Hasil dari penelitian ini yaitu pengelolaan kelas dalam pembelajaran tematik dapat dibagi menjadi dua yaitu pengelolaan kelas secara non fisik dan fisik. Pada pengelolaan kelas secara non fisik meliputi kepedulian, ketegasan, modeling, dan harapan yang tinggi. Sedangkan pengelolaan kelas secara fisik meliputi meliputi pengaturan posisi papan tulis, modifikasi tempat duduk, mading dan pengaturan ventilasi dalam ruang kelas. Oleh sebab itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pustaka dalam mengelola kelas pada pembelajaran tematik.

  10. Eksistensi Dewan Perwakilan Daerah Dalam Sistem Bikameral di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miki Pirmansyah

    2015-05-01

    Full Text Available Abstract: The DPD existence of Bicameral System in Indonesia. Bicameral system of representation is a term consisting of two chambers, in Indonesia known as the House of Representatives and the DPD aims to achieve good governance as well as the achievement of checks and balances between state institutions, especially in the legislature, which is one of the most important elements in the implementation of the State. This institution has the main function in the setting and monitoring budgets. Thus, there are two rooms in the legislature is expected to achieve two controls in each policy issued, so it will tend to have a positive impact for the progress of the State and will ultimately achieved good governance as the ultimate goal of a state. Abstrak: Eksistensi Dewan Perwakilan Daerah Dalam Sistem Bikameral Di Indonesia. Bikameral merupakan istilah sistem perwakilan yang terdiri dari dua kamar (cembers,di Indonesia dikenal dengan istilah DPR RI dan DPD RI yang bertujuan untuk mencapai pemerintahan yang baik (good gavernment serta tercapainya check and balances antara lembaga negara khususnya di lembaga legislatif, yang merupakan salah satu unsur terpenting dalam penyelenggaraan Negara. Lembaga ini mempunyai fungsi utama dalam pengaturan, anggaran, dan pengawasaan. Dengan demikian, adanya dua kamar dalam lembaga legislatif diharapkan tercapainya dua kontrol dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan, sehingga akan cenderung berdampak positif bagi kemajuan negara dan pada akhirnya akan tercapai pemerintahan yang baik sebagai tujuan akhir dari sebuah negara DOI: 10.15408/jch.v1i1.1461

  11. PELUANG USAHA DALAM BISNIS DISTRO DENGAN MEMANFAATKAN KETERAMPILAN CORELDRAW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Aini

    2012-08-01

    Full Text Available CorelDraw is an application programs that much used by professionals in graphic design. CorrelDraw can be used for designing, creating various shapes, and managing the colours. This program is easy to handle and operate therefore it can be applied for designing the distro (distribution outlet t-shirt. Designing skills of the distro t-shirt using CorelDraw is required for being distro designer. The important things that could be counted in designing distro t-shirt is creativity of ideas and inspirations. Meanwhile, there are several factors influenced the successfulness on distro business. The factors could be the capital, promotion, marketing, and distri­bution. CorelDraw merupakan program aplikasi yang banyak dimanfaatkan oleh kalangan profesional dalam pembuatan desain grafis. CorelDraw dapat digunakan untuk mendesain, mem­buat berbagai bentuk, dan memberi warna. Program ini mudah untuk dipahami dan dioperasikan sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendesain kaos distro (distribution outlet. Keterampilan dalam membuat desain kaos distro meng­gunakan CorelDraw diperlukan untuk menjadi desainer kaos distro. Hal yang perlu di­perhatikan adalah kreatifitas dalam menciptakan ide atau inspirasi yang dituangkan dalam bentuk desain kaos distro. Sementara itu terdapat beberapa faktor yang mem­pengaruhi keberhasilan dalam bisnis distro. Faktor-faktor tersebut antara lain modal, produksi, promosi, pemasaran, dan distribusi.

  12. Sources of C-14 generation and associated doses; Fuentes de generacion de C-14 y dosis asociadas

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Amado, Valeria A; Biaggio, Alfredo L; Canoba, Analia C; Curti, Adriana R. [Autoridad Regulatoria Nuclear, Buenos Aires (Argentina)], E-mail: vamado@cae.arn.gov.ar

    2009-07-01

    C-14 is a radioactive isotope of C with a half-life of 5700 years that decays to N-14 by emission of beta radiation. It is naturally produced in the upper atmosphere by cosmic ray neutrons via the (n;p) reaction over N-14. Anthropogenic C-14 has been generated in the past by atmospheric nuclear weapon tests and it is currently produced during the operation of nuclear reactors. Once released this radionuclide behaves in the biosphere as the standard carbon cycle. Since the beginning of the industrial period the relationship Carbon-14/Stable Carbon has changed continuously, and so the dose incurred by the world population. In this paper the main anthropogenic activities that modified such relationship are presented and analyzed: the Suess effect and the generation of nuclear energy. It is concluded that the current trend of reduction of the total dose due to C-14 will continue during the next decades. Finally it is indicated that in order to prevent an excessive accumulation of this radionuclide in the biosphere, actions should be collectively implemented to be effective. (author) [Spanish] El C-14 es un isotopo radiactivo del C con un periodo de semidesintegracion igual a 5700 anios y que decae a N-14 por emision de radiacion beta. Se produce naturalmente en las altas capas de la atmosfera debido a la reaccion N-14(n,p)C-14 inducida por neutrones lentos de rayos cosmicos. El C-14 antropogenico se genero debido a los ensayos nucleares y actualmente es producido durante la operacion de los reactores nucleares. Una vez liberado se incorpora a la biosfera a traves del ciclo del carbono. A partir de los inicios del periodo industrial la relacion C-14/C-estable, y por ende la dosis debida a C-14 que recibiria la poblacion mundial, ha variado continuamente. El objetivo del presente trabajo es presentar y analizar los distintos factores antropogenicos que modifican la concentracion de C-14, en particular el efecto Suess y la generacion de energia nuclear. Se observa que las

  13. Evaluación de la toxicidad por dosis única y tolerancia local de la vacuna vax-SPIRAL® en ratas Sprague Dawley

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juan F. Infante

    2004-04-01

    Full Text Available Las pruebas preclínicas de toxicidad en dosis única y en dosis repetidas brindan una valiosa información sobre la seguridad del producto, al incluir el estudio macroscópico e histopatológico de órganos importantes, así como evaluaciones de las vías de administración y el régimen de dosificación. Cuba desarrolló una vacuna polivalente de células inactivadas químicamente adyuvadas con hidróxido de aluminio, vax-SPIRAL®. Esta vacuna presenta ventajas en relación con otras vacunas como la procedente de la antigua URSS. El esquema de vacunación para humanos consiste en dos dosis de 0,5 mL, separadas por un intervalo óptimo de seis semanas. El objetivo de este estudio de toxicidad en ratas Sprague Dawley fue determinar la toxicidad potencial, letalidad, órganos y sistemas susceptibles y otros eventos adversos, así como la toxicidad en el sitio de inoculación después de la administración de una dosis de la vacuna en estudio. Los resultados indicaron que, bajo las condiciones en estudio y según los criterios establecidos para evaluar los datos obtenidos, la vacuna antileptospirósica trivalente no produce efectos tóxicos en el modelo animal usado. Las únicas alteraciones encontradas fueron formaciones granulomatosas a nivel del sitio de inoculación. Estas formaciones han sido reportadas como pertenecientes al adyuvante de depósito (hidróxido de aluminio, también usado en otras vacunas de aplicación parenteral.

  14. Respuesta del garbanzo (Cicer arietinum L. a la inoculación con Azotobacter vineladii y Burkholderia cepacia a dosis reducida de fertilizante nitrogenado

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juan Manuel Sánchez-Yáñez

    2014-01-01

    Full Text Available ResumenEl cultivo de garbanzo “Cicer arietinumL.” demanda fertilizante nitrogenado (FN, que aplicado en excesoprovoca pérdida de fertilidad del suelo y contaminación ambiental. Una alternativa para este problema es lareducción y optimización de la dosis de FN, con inoculantes a base de bacteriaspromotoras de crecimientovegetal (BPCV.Así, el objetivo de este trabajo fue analizar la respuesta del garbanzo a la inoculación conAzotobactervinelandiiyBurkholderiacepaciaa la dosis 50% del FN. Para ello se utilizó un diseñoexperimental de bloques al azar. Con nitrato de amonio (NO3NH4 como FN a las dosis 100% (10g/L y 50 %(5g/L para el garbanzo inoculado con las BPCV; con las variables/respuesta en su semilla: por ciento (% degerminación; luego su fenotípia y biomasa aérea y radical, los datos experimentales se analizaron por ANOVAy Tukey. Los resultados indicaron una respuesta positiva de la semilla de garbanzo a la doble inoculación conambas BPCV, al igual que aplántula y floración, donde el garbanzo alcanzo un peso seco total (PST de 0,82g, valor estadísticamente diferente y significativo, comparado con los 0,71g de PST del garbanzo sin inocularcon el FN al 100% o control relativo (CR. Lo anterior sugiereuna respuesta positiva del garbanzo queoptimizó la dosis 50% del FN, por una acción sinérgica de los dos géneros de BPCV en sus raíces, lo quepodría evitar en parte la perdida de fertilidad del suelo y la contaminación ambiental, por la aplicación enexceso del FN.

  15. Dosis ideal de relajación neuromuscular: evitar desacondicionamiento físico en niños críticamente enfermos

    OpenAIRE

    Olier Serra, Tatiana María

    2010-01-01

    El desacondicionamiento muscular que frecuentemente se observa en las unidades de cuidado intensivo pediátrico (UCIP) en pacientes relajados por más de 7 días, se debe en gran parte al relajante neuromuscular utilizado para facilitar la ventilación mecánica del niño crítico. El desconocimiento de las dosis óptimas es el incentivo principal para la realización de este estudio.

  16. Pengaruh Beberapa Dosis Kompos Dan Azolla ( Azolla Pinnata R. B ) Segar Pada Pertumbuhan Dan Hasil 2 Varietas Tanaman Wortel ( Daucus Carotta L. )

    OpenAIRE

    Huda, M. Syahrial; Widaryanto, Eko; Nugroho, Agung

    2016-01-01

    Wortel termasuk jenis sayuran umbi yang bernilai ekonomis penting di dunia. Salah satu factor budidaya wortel adalah tanah yang tidak hanya sebagai media akar tanaman namun sebagai media tanaman dapat menyerap nutrisi, air dan oksigen. Salah satu peranan bahan organik adalah memperbaiki sifat fisik tanah. Azolla (Azolla pinnata) ialah tumbuhan paku air yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk memperbaiki agregat tanah. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui pengaruh dosis kom...

  17. Respuesta de Physalis peruviana a la fertilización con diferentes dosis de N, P y K en el Altiplano de Pasto, Colombia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amanda Silva Parra

    2015-10-01

    Full Text Available En un Andisol Typic dystrandept del Altiplano de Pasto (2800 m.s.n.m., 12.6°C, 820 mm/año y 900 h de luz solar, Colombia, se evaluaron algunas variables de crecimiento, contenido de nutrientes y producción de uvilla (Physalis peruviana como respuesta a la fertilización con N, P y K. Los tratamientos consistieron en la aplicación de urea (46% N como fuente de N, superfosfato triple-SPT (46% de P2O5 como fuente de P y cloruro de potasio-KCl (60% K2O como fuente de K, en dosis iguales para cada fuente, de 80, 150 y 300 kg/ha/año aplicados en dos épocas al momento del trasplante y 30 días después, antes de la floración. Los resultados mostraron diferencias en fuentes y dosis (P ≤ 0.01 en todas las variables analizadas. Las dosis de 300 kg/ha de urea, 150 kg/ha de SPT y 300 kg/ha de KCl favorecieron la mayor altura de planta, la materia seca y la absorción de NPK (P ≤ 0.05. La absorción de N fue mayor que la de K y éste a su vez que la de P en todas las interacciones evaluadas (P ≤ 0.05. La aplicación de 300 kg/ha de cada uno de los fertilizantes ocasiono incremento del rendimiento de P. peruviana. Por otra parte, fueron encontrados efectos positivos en la absorción NPK en relación con los rendimientos de Physalis peruviana con 300 kg/ha de urea, 150 kg/ha de SPT y 300 kg/ha de KCl (P ≤ 0.05, por tanto se recomiendan estas dosis de fertilizantes.

  18. Budaya Islam dalam Adat Perkawinan Minangkabau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    syamsul arifin

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract Minangkabau Minangkabau or Minang is commonly abbreviated archipelago ethnic groups who speak and uphold traditional Minangkabau. The area includes adherents of the culture of West Sumatra, Riau mainland half, the northern part of Bengkulu, Jambi the west, the west coast of North Sumatra, southwest of Aceh, and also Negeri Sembilan in Malaysia. In layman conversation, Minang people are often confused as the Padang, referring to the name of the capital of West Sumatra province is Padang. However, these people will usually refer to the group as urang crew, which is intended to equal the Minang people themselves. Origins of "Minangkabau" Minangkabau name comes from two words, minang and Kabau. The name was associated with a typical Minang known legend in the legend. Of the legend, it is said at one time there was a foreign kingdom (commonly interpreted as Majapahit that come from the sea will do the conquest (Setyawan. 2009. 115. To prevent fighting, the local community proposed to complain buffalo. Foreign forces are approved and provide a large buffalo and aggressive, while the local community to provide a hungry calves. In the battle, which are hungry calves were expecting big buffalo is the parent. The child then ran buffalo milk and gore seek to dismember the great buffalo stomach. The victory inspired the local community using the name Minangkabau, derived from the words "Manang Kabau" (meaning winning buffalo. Keywords: Islamic Culture, Marriage, Minagkabau   Abstrak Minangkabau Minangkabau atau yang biasa disingkat Minang adalah kelompok etnis Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Wilayah penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, barat daya Aceh, dan juga Negeri Sembilan di Malaysia. Dalam percakapan awam, orang Minang seringkali disamakan sebagai orang Padang, merujuk kepada nama ibu kota provinsi Sumatera Barat

  19. Estudio de toxicidad por dosis única y tolerancia local de una vacuna antimeningocócica tipo B en ratas Sprague Dawley

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juan F. Núñez

    2006-08-01

    Full Text Available La vacuna antimeningocócica tipo B, objetivo de este estudio, contiene vesículas purificadas de la membrana externa del meningococo del serogrupo B de la cepa (Cu- 385 - 83 B:4:P1.19,15. El esquema de vacunación propuesto en humanos consiste en tres dosis de 0,5 mL, separadas por un intervalo óptimo de ocho semanas. El objetivo de este estudio de toxicidad en ratas Sprague Dawley (SD fue determinar la toxicidad potencial, letalidad, órganos, sistemas susceptibles y otros eventos adversos, así como la toxicidad en el sitio de inoculación después de la administración de una dosis de la vacuna en estudio. Los resultados indicaron que, bajo las condiciones del estudio y según los criterios establecidos para evaluar los resultados, la vacuna antimeningocócica tipo B, no produce efectos tóxicos en el modelo animal usado. Todo lo que se observó fueron formaciones granulomatosas a nivel del punto de inoculación. Estas formaciones han sido reportadas como pertenecientes a los adyuvantes de depósito, como el hidróxido de aluminio, usado en otras vacunas parenterales. Se concluye que la vacuna antimeningocócica tipo B resultó satisfactoria en las pruebas de toxicidad por dosisúnica y tolerancia local realizadas en la especie rata.

  20. SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT DALAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN METODE PERCEPTRON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2017-12-01

    Full Text Available Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan (JST untuk diagnosa  Penyakit Dalam dengan metode perceptron. Aplikasi ini dibuat untuk mengetahui keakuratan diagnosa Penyakit Dalam menggunakan JST perceptron dan mengimplementasikan JST perceptron berdasarkan gejala-gejala Penyakit Dalam ke dalam matlab dengan tampilan Graphical User Interface (GUI. Penyakit Dalam yang dibahas sebanyak 9 Penyakit Dalam. Yaitu penyakit  Asma bronchial, Anemia, Demam berdarah, Diabetes mellitus, Gagal Jantung, Tetanus, Hipertensi, Hepatitis, dan  Tuberkolosis paru. Gejala penyakit dalam yang diambil berdasarkan data rekam medis penderita Penyakit Dalam dan data pasien yang berobat  di Poli Penyakit Dalam RSUD Puri Husada Tembilahan. Dari hasil pelatihan (training terhadap 48 data, kecocokan keluaran jaringan dan target yang di inginkan yaitu penyakit dalam 100% dapat dikenali/sesuai dengan target yang di inginkan. Dan hasil pengujian data baru sebanyak 10 kali pengujian menghasilkan keluaran sekitar 78,9 % yang sesuai dengan target dan 21,1% yang tidak sesuai dengan target. Hasil pengujian dan pelatihan di implementasikan ke dalam GUI sebagai aplikasi dan user interface.

  1. DINAMIKA WACANA FORMALISASI SYARIAT DALAM POLITIK: IKHTIAR MENEMUKAN RELEVANSI RELASI AGAMA DAN NEGARA PERSPEKTIF INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahathir Muhammad Iqbal

    2014-06-01

    Penelitian ini merupakan ikhtiar untuk menemukan relevansi hubungan agama dan negara yang ideal. Sebab Isu formalisasi syariat Islam dalam politik menjadi kajian menarik dalam wacana relasi agama dan negara. Dengan menggunakan pendekatan pustaka, artikel ini menganalisis keterlibatan negara dalam mengatur warga negara untuk mengimplementasikan syariat Islam di Indonesia. Adanya netralitas negara menjadi kunci dalam menemukan relasi keduanya. Secara teoritis, studi ini memberikan penjelasan bahwa netralitas tidak hanya dipahami sebagai pengabdian negara untuk memberikan hak-hak warga negara untuk berdoa berdasarkan iman, tetapi juga untuk membatasi warga negara. Sebab dalam pelaksanaan syariat akan dapat mapan dan berjalan dengan baik, manakala negara memiliki netralitas. Sehingga negara tidak menarik syariat Islam menjadi sebuah kebijakan resmi atau peraturan negara (formalisasi syariat. Dengan begitu seorang Muslim dapat membawa agama ke dalam lingkaran politik, tetapi hanya dalam tingkat etika politik.

  2. Desain Rancang Bangun Dapur Umum Portable dalam Penanggulangan Bencana Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Farid Hidayanto

    2017-03-01

    ABSTRAK   Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Memenuhi kebutuhan logistik korban dan petugas diperlukan dapur umum. Dapur umum yang ada umumnya berupa tenda peleton, bangunan yang dijadikan posko, atau mobil yang dimodifikasi. Dapur umum yang ada sifatnya darurat, seadanya dan lokasinya jauh dari lokasi bencana. Dari masalah tersebut perlu desain dapur umum untuk penanggulangan bencana alam, yang bisa memenuhi kebutuhan, baik petugas maupun korban. Dalam mendesain menggunakan metode Pahl dan Beitz dengan langkah-langkah Perencanaan dan penjelasan tugas, Perancangan konsep, Perancangan bentuk, dan Perancangan detail. Pengumpulan data menggunakan metode Individual Questionnaire dan Focus Group Discussion yang hasilnya didapatkan atribut yang diperlukan dalam desain. Hasil dari penelitian berupa desain dapur umum untuk penanggulangan bencana alam yang portable, mudah dirakit dan dibongkar, dan dapat didirikan di lokasi yang beraneka kondisi, mudah dioperasikan, mampu menampung fasilitas dan kebutuhan. Desain dapur umum yang dihasilkan dalam bentuk model tiga dimensi berskala, blue print spesifikasi teknis, dan protoype.   Kata kunci: bencana alam, desain, dapur umum, portable.

  3. PENGATURAN PASSING OFF DALAM PENGGUNAAN DOMAIN NAME TERKAIT DENGAN MEREK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herti Yunita Putri

    2016-09-01

    Full Text Available In cyber world we often hear about domain name’s term. Domain name is a unique name to identify the server computer’s name like a web server or email server on a computer network or Internet. Passing off also make causes confusion in using merk from a famous brand or merk on the goods and services. Selected domain name in the internet media often creates the similar domain name with the other parties. This similar domain name are often used by people who are not responsible to take advantages of the domain name for themself. This can be caused by the presence of competition from Internet media business. This things called passing off. This research is a normative juridical research with a qualitative analysis. The legal materials include primary legal, secondary law and tertiary legal materials. Collection technique applied is literary study. Legal materials were analyzed to see the argument implementation of the definition of merk, the definition of domain name, definition of passing off, passing off in use related by merk and domain name and the rules of law in Indonesia related by merk, domain name and passing off. Big wishes in the future it can assist as a basic reference and legal considerations which are useful in Indonesian law practice. There are two passing off related to the merk and domain name, called Crybersquatting and Tiposquatting. Domain name rules are not regulated clearly in merk regulation named Act No. 15 of 2001. It regulated in PP 24 Year 1993 about The Class List of Goods or Services In Merk, Telecommunications are included in the goods or services in merk. Domain name are regulated in UDRP (Uniform Dispute Resolution Policy with competent institutions called ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers. Dalam dunia maya (cyber world, kita sering mendengar istilah domain name. Domain name adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di

  4. Membangun Bencana: Tinjauan Kritis atas Peran Negara dalam Kasus Lapindo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anton Novenanto

    2016-06-01

    Full Text Available Artikel ini berangkat dari pernyataan problematik yang dilontarkan Joko ‘Jokowi’ Widodo pada 29 Mei 2014 tentang perlunya negara hadir dalam kasus Lapindo. Pernyataan itu bisa muncul karena asumsi yang berkembang selama ini menyatakan bahwa negara absen dalam kasus Lapindo. Artikel ini muncul untuk mempersoalkan ‘kebenaran’ pernyataan itu. Mengikuti definisi ‘bencana pembangunan’ yang ditawarkan Oliver-Smith, artikel ini hendak menghadirkan bukti-bukti kehadiran negara dalam kasus Lapindo. Argumen artikel ini adalah bencana bukanlah semata peristiwa tapi juga proses, yang dapat diurai dengan menelusuri rerantai agenda politik yang melingkupinya. Normal 0 false false false EN-US JA X-NONE

  5. AGAMA DAN INTEGRASI SOSIAL DALAM PEMIKIRAN CLIFFORD GEERTZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahli Zainudin Tago

    2017-03-01

    Full Text Available Artikel ini menelaah hasil penelitian Clifford Geertz tentang keberagamaan masarakat di Mojokuto Jawa Timur. Tema yang diusung dalam artikel ini adalah interelasi antara agama dan masyarakat serta interaksi sosial antara berbagai kelompok sosial yang ada di Mojokuto Jawa Timur. Dari kajian terhadap interrelasi agama dan masyarakat dapat dipahami seberapa jauh pengaruh agama terhadap prilaku relegiousitas masyarakat Jawa, termasuk pengaruh budaya lokal terhadap agama itu sendiri, yang menurut pengamatan Clifford Geertz melahirkan ”Agama Jawa”. Sementara dari kajian terhadap interaksi dari berbagai kelompok sosial dapat dipahami bahwa, agama, di samping memiliki fungsi integrasi (kohesi sosial juga menjadi penyebab terjadinya konflik dalam masyarakat. Ketiga varian agama Jawa; santri, priyayi, dan abangan meskipun secara kualitas berbeda dan saling mengklaim bahwa komunitasnya yang paling baik dan benar namun ketiganya masih memperlihatkan nuansa tradisi Jawa. Bahkan, kaum santri yang ketat sekalipun dalam batas-batas tertentu pada kenyataannya masih mentolerir tradisi jawa.

  6. URGENSITAS PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DALAM MENGUNGKAP KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsul Fatoni

    2015-02-01

    Full Text Available Legal maintenance concerning violence case within household as stated by Act Number 23, 2004 about Violence erasing within household, still poor. That case related with problem within Substance of Act Number 13, 2006 about both Witness and Victim Protection, which less accommodate legal need for both witness and victim (including reporting person therefore both witness and victim were less braveness to reveal criminal case occurred. Besides that, include problem within structure (especially presence protection institution for both witness and victim and legal actor and society legal culture who tend to solve by kinship way.   Struktur (aparat penegak hukum termasuk LPSK, substansi UU dan budaya hukum masyarakat yang cenderung menyelesaikan kasus KDRT secara kekeluargaan, berpengaruh dalam mengungkap terjadinya tindak pidana. Eksistensi UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan Kepada Saksi dan Korban telah menunjukkan kemajuan negara dalam memberikan perlindungan pada saksi dan korban. Politik hukum di masa mendatang berupa regulasi peraturan harus mengakomodir kebutuhan hukum untuk memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat, khususnya saksi dan korban (termasuk pelapor, dimana peran LPSK harus proaktif, professional serta proporsional.

  7. CITRA PERUSAHAAN DALAM BERITA KRISIS PERUSAHAAN: Konstruksi Citra Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS Kebun Binatang Surabaya dalam Teks Berita Kematian Michael di Harian Jawa Pos dan Sindo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Intan Putri Hartiana

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana Harian Jawa Pos dan Sindo membentuk citra Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS Kebun Binatang Surabaya (KBS dikonstruksikan dalam berita krisis kematian Michael. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah framing Entman dengan merujuk pada pemberian definisi, penelasan, evaluasi, dan rekomendasi acana untuk melihat penekanan pada kerangka berpikir terhadap peristiwa yang dicanangkan. Citra PDTS KBS dalam Harian Jawa Pos memperlihatkan adanya kondisi Kebun Binatang Surabaya sudah tidak layak bagi satwanya dan kesengajaan keterlibatan orang dalam menjadi penyebab kematian Singa KBS mati tergantung. Citra PDTS KBS oleh Koran Sindo ditampilkan sebagai pihak yang harus bertanggungjawab atas kelalaian dan kecerobohannya dalam memelihara satwa sehingga mengakibatkan terjadi kematian satwa yang tidak wajar. Hal tersebut terlihat dari analisis makrostruktur teks yang memaparkan bahwa kepolisian dilibatkan untuk menyelidiki singa yang mati tergantung akibat kelalaian PDTS KBS dalam pengelolaan satwa. Pemberitaan yang dimunculkan oleh media massa patut menjadi perhatian oleh praktisi Public Relations. Berita yang dikonstruksi negatif secara terus menerus dapat memberikan pengaruh negatif pula di dalam benak pembaca. Beberapa pernyataan negatif yang muncul dalam teks pemberitaan dapat dijadikan sebagai dasar perencanaan bagi humas PDTS KBS dalam penanganan krisis dan perbaikan citra setelah krisis.

  8. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KANDUNGAN: Tinjauan dari Aspek Metodologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chaeruddin B Chaeruddin B

    2015-12-01

    Full Text Available Abstract: Some researches done by the expert prove that the prenatal child have been able to be stimulated from the outside since Allah blew into him His spirit. In Qur’an surah al-A’raf verse 127 it is shown that prenatal baby can be able to communicate with the God as stated in His testimony that Allah is God. This means that the prenatal baby has been able to be educated. Broadly speaking there are two ways to educate prenatal baby. The first is by supplying nutritious and lawful food through his mother so the child can grow up healthy and smart. The second is parents, and even people around him should behave well and avoid bad deeds so that the baby can be a pious child as its Fitrah. Abstrak: Berbagai hasil penelitian para ahli membuktikan bahwa anak dalam kandungan sudah dapat menerima rangsangan dari luar, terutama bayi yang telah ditiupkan roh kepadanya. Dalam QS al-A’raf/7: 172, digambarkan bahwa bayi mampu berkomunikasi dengan Tuhan menyatakan kesaksiannya bahwa Allahlah Tuhannya. Dengan dasar itu, anak dalam kandungan sudah dapat dididik. Yang sangat berperan mendidik anak dalam kandungan adalah ibunya dibantu oleh ayahnya. Secara garis besar ada dua cara mendidik anak dalam kandungan yaitu: 1 Menyuplai makanan bergizi (baik dan halal kepada bayi melalui ibunya sehingga anak dalam kandungan dapat berkembang menjadi sehat dan cerdas. 2 Ibu dan ayahnya, bahkan orang-orang di sekitarnya harus berperilaku yang baik dan menghindari perbuatan-perbuatan yang jelek, agar anak dapat berkembang menjadi anak saleh sesuai fitrahnya.

  9. Komunikasi Keluarga Dalam Pencegahan Perilaku Bullying Bagi Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Preciosa Alnashava Janitra

    2017-06-01

    Full Text Available Communication process occurs in every aspect of life, including family. When people interact to each other, sometimes it may lead to bullying. Bullying is not a new phenomenon, especially in family. Bullying means verbal and physical threat, force and violence which conduct repeatedly, for instance by the older children to their younger sister or brother. This is the uniqueness of this research. Family communication becomes main foundation to prevent bullying. Researcher see this phenomenon as a unique problem to be studied. Based on that phenomenon, researcher interested to study “Family Communication in Preventing Bullying Behavior for Children”. Result shows that family communication in preventing children’s bullying behavior covers: (1 In order to prevent bullying, an effective family communication process has to be strived, including respect, empathy, audible (2 Causative factor of bullying is inappropriate parenting in context of family communication.   Proses komunikasi berlangsung dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam lapisan masyarakat dan lapisan keluarga. Ketika manusia melakukan interaksi satu sama lainnya, kadang-kadang mengarah pada perilaku bullying. Bullying bukanlah fenomena yang baru lagi, khususnya dalam sebuah keluarga. Bullying artinya ancaman, pemaksaan, kekerasan fisik maupun verbal yang dilakukan berulang-ulang, misalnya kakak kepada adiknya. Disinilah letak keunikan penelitian ini. Komunikasi keluarga menjadi pondasi utama untuk mencegah terjadinya perilaku bullying bagi anak. Peneliti melihat fenomena ini merupakan masalah yang unik dan menarik untuk diteliti. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk mengangkat “Komunikasi Keluarga dalam Pencegahan Perilaku Bullying bagi Anak”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi keluarga dalam pencegahan perilaku bullying bagi anak meliputi: (1 Untuk mencegah bullying harus diupayakan proses komunikasi keluarga yang efektif yaitu: respek

  10. UANG DAN FUNGSINYA (Sebuah Telaah Historis dalam Islam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyuddin Wahyuddin

    2009-06-01

    Full Text Available Konsep uang dalam ekonomi Islam berbeda dengan ekonomi konvensional. Dalam ekonomi Islam, konsep uang sangat jelas dan tegas bahwa uang adalah uang, uang bukan capital. Sebaliknya, konsep uang yang dikemukakan dalam ekonomi konvensional tidak jelas. seringkali istilah uang dalam perspektif ekonomi konvensional diartikan secara bolak-balik, yaitu uang sebagai uang dan uang sebagai capital. Kata nuqud (uang tidak terdapat dalam Al-Qur’an maupun hadist Nabi saw, karena bangsa Arab umumnya tidak menggunakan kata nuqud untuk menunjukan harga. Mereka menggunakan kata dinar untuk menunjukan mata uang yang terbuat dari emas, kata dirham untuk menunjukan alat tukar yang terbuat dari perak. Mereka juga menggunakan kata wariq untuk menunjukan dirham perak, kata ‘ain untuk menunjukan dinar emas. Sedang kata fulus (uang tembaga adalah alat tukar tambahan yang digunakan untuk membeli barang-barang murah. Bahwa uang yang digunakan oleh umat islam pada masa Rasulullah adalah dirham perak Persia dan dinar emas Romawi dalam bentuk aslinya, tanpa mengalami pengubahan atau pemberian tanda tertentu. Rasulullah pun tidak pernah membuat uang khusus untuk umat Islam. Dengan kata lain, pada masa itu belum ada apa yang disebut dengan “uang Islam”. Sejarah mencatat bahwa selain uang emas dan perak murni berlaku pula jenis uang lain, yaitu uang emas dan perak campuran, fulus, dan uang kertas. Uang campuran tersebut pada mulanya beredar secara terbatas, kemudian beredar secara luas terutama setelah Khalifah al-Mutawakkil dan memberlakukannya secara resmi. Namun demikian mata uang emas dan perak murni tetap berlaku sebagai mata uang resmi dan paling banyak beredar. Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan kehidupan ekonomi dan keterbatasan persediaan emas dan perak, umat Islam sedikit demi sedikit meninggalkan emas dan perak beralih menggunakan uang campuran dan akhirnya menggunakan fulus

  11. Profil Antisipasi Siswa SMA Dalam Memecahkan Masalah Integral

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erfan Yudianto

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sulitnya siswa dalam menyelesaikan masalah integral khusunya luas daerah. Banyak siswa hanya menyelesaikan masalah integral hanya berdasarkan rumus yang sudah disediakan. Siswa jarang mengaitkan konsep-konsep yang saling terkait, dalam hal ini konsep integral subpokokbahasan luas daerah.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Profil antisipasi siswa SMA dalam memecahkan masalah integral. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk membantu siswa mengaitkan konsep-konsep yang belum terkait.  Penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Tes berupa  tes kemampuan matematika yang diberikan kepada siswa, sehingga diperoleh siswa berkemampuan tinggi dan wawancara diberikan kepada siswa yang bersangkutan untuk menggali dan melihat jaringan konsep yang dimiliki siswa dalam menyelesaikan masalah integral. Subjek dalam penelitian ini termasuk dalam antisipasi terinternasilsasi dikarenakan siswa secara spontan menerapkan rumus integral tanpa menganalisis soal yang diberikan.This research is motivated by the difficulty of students in solving integral problems especially the area. Many students just completed the integral problems just based on a formula that has been provided. Students rarely associate the concepts are interrelated, in this case the integral concept of the area. The purpose of this study was to describe the profile anticipation of high school students in problem solving integrals. The results could be used by teachers to help students link the concepts are not related. This study uses tests and interviews. The tests such as math skills test given to students, in order to obtain a high ability students and interviews given to the student to explore and see the network concept of the students in problem solving integrals. Subjects in this study are included in anticipation terinternasilsasi because students spontaneously apply the integral formula without analyzing the questions

  12. UNIVERSAL PRAGMATICS: MEMPERTIMBANGKAN HABERMAS DALAM PENELITIAN LINGUISTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Makyun Subuki

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract: The aim of this writing was to describe the Habermas theoretical dimension named the universal pragmatics and its contribution in linguistic-especially, critical linguistic-research. In this research, this writer used the library research concerning to the Habermas philosophical and critical ideas. The result showed that, firstly, the universal pragmatics was part of Frankfurt School critical theory which influenced almost all of Habermas social and philosophical thinking. Secondly, the universal pragmatics was the new epistemological basis of pragmatics as science. And thirdly, Habermas tried to enlarging the pragmatics as not the only historical-hermeneutics, but also critical-reflective science.   Abstrak: Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan dimensi teoretis teori Pragmatik Universal yang dikembangkan oleh Habermas dan sumbangan yang diberikannya bagi penelitian linguistik terutama linguistik kritis. Dalam mewujudkan tujuan tersebut, penulis mengkaji sejumlah literatur yang terkait dengan ide pemikiran filosofis dan pemikiran kritis dari Habermas. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga hal. Pertama, teori pragmatik universal merupakan bagian dari Teori Kritis yang dikembangkan Mazhab Frankfurt yang mempengaruhi hampir seluruh pemikiran sosial dan filsafat dari Habermas. Kedua, teori pragmatik universal merupakan usaha Habermas untuk memberikan dasar epistemologis dari disiplin pragmatik sebagai sebuah ilmu. Ketiga, melalui teori pragmatik universal ini, Habermas mencoba mengembangkan pragmatik tidak lagi sebagai ilmu yang semata-mata bersifat historis-hermeneutis, melainkan juga bersifat kritis-emansipatoris.   Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v2i2.3623 

  13. EFISIENSI PENGGUNAAN TELUR DALAM PEMBUATAN SPONGE CAKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Ayu Putu Hemy Ekayani

    2011-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk membuat kue berpori (spong cake dengan kualitas baik  dengan menggunakan jumlah telur minimal yang dibantu dengan penggunaan baking powder secara optimal untuk menurunkan biaya produksi yang disebabkan oleh mahalnya harga telur. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium (eksperimen. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sponge cake terbaik dihasilkan dari dua variasi rancangan variasi kadar baking powder dan telur yakni resep pertama dengan formulasi tepung terigu 100 gram, baking powder 6 gram, telur 100 gram, lemak 75 gram, dan tanpa penambahaan air; dan resep ke dua dengan formulasi tepung terigu 100 gram, baking powder 2 gram, telur 80 gram, lemak 75 gram, dan air 16 gram. Jumlah telur yang digunakaan dalam kedua resep tersebut cukup jauh berkurang dari resep umum yang menggunakan 180 gram telur untuk 100 gram tepung terigu. Temuan penelitian ini akan berimplikasi pada sponge cake dengan harga yang lebih murah, tetapi dengan kualitas yang tetap relatif baik dapat dihadirkan ke pasar.   Kata-kata kunci: spong cake,  kualitas, baking powder, biaya produksi

  14. ELEMEN-ELEMEN DALAM DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christine Suharto Cenadi

    1999-01-01

    Full Text Available In the recent information and technology globalization era%2C the role of Visual Communication Design has become important and it has become a hot topic which is inescapable from our daily lives. Almost every day%2C everwhere we go%2C we will encounter different forms of Visual Communication Design. Unfortunately%2C most of us have not yet realized the objectives and purposes of the Visual Communication Design. This paper will discuss about what the functions%2C purposes%2C elements and fields of the Visual Communication Design are. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam era globalisasi informasi dan teknologi seperti sekarang ini%2C Desain Komunikasi Visual berperan penting dan menjadi topik hangat yang tidak dapat terlepas dari kehidupan kita sehari-hari. Hampir setiap hari%2C kemanapun kita pergi%2C kita akan menjumpai bentuk-bentuk dari Desain Komunikasi Visual. Sayangnya%2C banyak diantara kita yang belum sadar akan tujuan dan manfaat dari Desain Komunikasi Visual itu sendiri. Tulisan ini akan membahas mengenai apa tujuan%2C manfaat%2C elemen dan lapangan kerja dari Desain Komunikasi Visual

  15. Urgensi Pendidikan Islam Dalam Pemberdayaan Sosial

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhsinah Ibrahim

    2017-05-01

    Full Text Available Many sharp criticism leveled various parties on output Islamic education has not shown success in the midst of society. Therefore, Islamic Education is not only the responsibility of educational institutions, but also the responsibility of the Muslim community, it becomes a necessity of society must take part in the promotion of Islamic Education itself. One of them with the empowering potential of appropriate community. Because learners it comes and comes down to the people, then the direction of curriculum policy must be people-oriented In the first place all educational activities must be clearly and unequivocally to the educational purposes. Because in essence it was not for school learning (non scholae but learning is for life (sed vitae discimus, so education will become more meaningful. Abstrak Banyak kritikan cukup tajam yang dilontarkan berbagai pihak tentang out put Pendidikan Islam yang belum menunjukkan keberhasilannya di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena Pendidikan Islam bukan hanya tanggungjawab institusi pendidikan saja, akan tetapi tanggungjawab komunitas muslim, maka menjadi suatu keharusan masyarakat harus ikut andil dalam usaha memajukan Pendidikan Islam itu sendiri. Salah satunya dengan memberdayakan potensi masyarakat tepat guna. Karena peserta didik itu datang dan bermuara pada masyarakat, maka arah kebijakan kurikulumpun harus berorientasi pada masyarakat Pada tempat pertama semua kegiatan pendidikan harus diarahkan dengan jelas dan tegas kepada tujuan pendidikan. Sebab pada hakekatnya belajar itu bukan untuk sekolah (non scholae tetapi belajar adalah untuk hidup (sed vitae discimus, dengan demikian pendidikan akan menjadi lebih bermakna Kata kunci: Pemberdayaan, masyarakat, pendidikan Islam, dan orientasi.

  16. SURROGATE MOTHER DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr. Muntaha

    2013-04-01

    Full Text Available The development of science and technology, in particular in the field of health, has already recently brought a huge advantage and problem in human life. An example of technological marvel that not only requires deep legal thoughts but also at the same time solution is the bio-medical technology advancement of surrogacy. Surrogacy deals with human’s inclination towards reproductive activity. However, it opens up legal complication, in particular with regards to the potential commission of a criminal action as well as to the notion of doctor’s liability. Perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan yang semakin maju dan pesat telah membawa berbagai manfaat dan masalah dalam kehidupan manusia dewasa ini. Salah satu perkembangan yang tidak hanya membutuhkan pemikiran di bidang hukum, tetapi juga sekaligus solusinya adalah mengenai kecanggihan teknologi bio-medis surrogate mother. Surrogacy menyentuh sisi kemanusiaan seorang insan terhadap reproduksi. Akan tetapi, lembaga surrogacy juga membawa komplikasi hukum terutama terkait dengan potensi tindak pidana dan dengan persoalan tanggung jawab dokter.

  17. Topeng Etnik Nusantara Dalam Perkembanagan Budaya Global

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Martono

    2017-06-01

    Full Text Available Tulisan ini dikembangkan dari judul penelitian Pengembangan Modul Topeng Etnik Nusantara Sebagai Suplemen Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya Kurikulum 2013, dengan tujuan untuk mendeskripsikan jenis, nama, dan karakter topeng etnik nusantara. Pendekatan penelitian kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan mendeskripsikan topeng etnik nusantara koleksi museum, koleksi perajin, dan sumber pustaka. Analisis data deskriptif dengan pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Pengembangan modul menggunakan metode studi pendahuluan, pengembangan, dan pengujian. Hasil penelitian dan pembaasan menunjukan bahwa topeng etnik nusantara dideskripsikan berdasarkan  jenis, nama, karakter topeng, dan asal daerahnya. Fungsi topeng sebagai pemujaan, perlambangan, pelengkap upacara, pelengkap busana tari, souvenir, dan berkembang sebagai elemen dekorasi. Dulu topeng memiliki peran penting dalam kebudayaan masyarakat sebagai benda sakral dan religius. Pada era modernisasi peran topeng bergeser menjadi karya seni profan yang memiliki nilai estetik untuk kebutuhan praktis dan ekonomis. Berbagai jenis topeng etnik nusantara seperti Topeng Plok, Topeng Jawa, Topeng Dayak, Topeng Papua, Topeng Madura, Topeng Cirebon, dan topeng Sumatera mengalamai perkembangan bentuk dan fungsinya.

  18. PETANI KUNINGAN DALAM PUSARAN KONFLIK KELAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Susanto

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini menguji teori Marx yang mengatakan bahwa dalam proses kapitalisasi, petani lahan kecil akan tergusur oleh petani lahan besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Participatory Action Research (PAR. Menggunakan teknik observasi partisipasi di lapangan, studi ini melakukan wawancara mendalam terhadap petani. Analisis data yang digunakan bersifat induktif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan, bahwa teori Marx tidak terjadi di malar Aman. Adapun penyebab menurunnya pertanian disebabkan menurunnya unsur hara tanah, mahalnya biaya produksi, alih fungsi lahan dan perubahan cuaca. Sedangkan strategi petani lahan kecil untuk mempertahankan kehidupan yaitu melakukan pola tanam tumpang sari, melakukan pekerjaan tambahan, dan mengatur keuangan. This study examines Marx's theory which says that in the process of capitalization, small land farmers will be displaced by large land farmers. This study uses a qualitative approach with the method of Participatory Action Research (PAR. Using the techniques of participatory observation in the field, the study conducted in-depth interviews on farmers. Analysis of the data used is inductive. This study led to the conclusion that Marx's theory does not happen in Aman malar. The cause of the decline of agriculture due to declining soil nutrients, the high cost of production, land use and climate change. While the strategies of small land farmers to sustain life is to do the planting patterns of intercropping, do extra work, and manage finances.

  19. Musik Perlawanan Kedinamisan dalam Budaya Hibrid

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bian Pamungkas

    2018-02-01

    Full Text Available Abstract This paper discusses about reggae music as an emerging resistance music in west sumatera like Ranah Rasta. Characteristic of music and work of this group is to hybridize with elements of local music, that is existence of elements of malay tradition. With this mixing on the type of reggae music Ranah rasta, so consciously or unconsciously, a nationalism awakens to them. That has become a reason in the cration of their work. Ranah Rasta also conveyed their ideology of peace and invited reggae lovers to reject mental repression that led to the stupidity of society. The approach taken is musicology and hybrid.   Keyword: Hybridity, Reggae, Ranah Rasta   Abstrak Tulisan ini membahas tentang musik reggae sebagai musik perlawanan yang muncul di Sumatra Barat seperti grup Ranah Rasta. Ciri khas musik dan karya grup ini adalah melakukan hibriditas dengan unsur-unsur musik lokal, yaitu adanya unsur-unsur tradisi Melayu.  Dengan adanya pencampuran ini pada jenis musik reggae Ranah Rasta, maka secara sadar atau tidak, muncul kesadaran nasionalisme pada mereka yang telah menjadi sebuah landasan dalam penciptaan karya mereka. Ranah Rasta turut juga menyampaikan ideologi mereka akan kedamaian dan mengajak para masyarakat khususnya penikmat reggae untuk menolak represi mental yang berujung pada pembodohan bagi masyarakat Pendekatan yang dilakukan adalah musikologi dan hibrid.   Kata kunci: Hibriditas, Reggae, Ranah Rasta

  20. Manajemen Partisipatif Warga Sekolah Dalam Pengembangan Budaya Religius Peserta Didik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rubiati Rubiati

    2016-11-01

    Full Text Available Abstract: The religious culture is a form of religious teaching values that appear in the way a person behaves. In the context of educational institutions, religious culture appear in the organizational culture, followed by all the people in the school. So that the religious culture need to be developed through effective participative (participatory management. Participative management is intended to empower the school community to the fullest involvement in the management of religious culture development programs. This study aimed to describe, analyze and explain the application of school community participative management in the development of religious culture of students in SMAN I Kwadungan. This study produced three findings: first, the development program of religious culture of learners are formulated based on the vision and mission of the school, which is further manifested in the six activities, namely: Islamic clothing (uniforms, giving smile, a greeting, obligatory prayer in congregation, Friday prayer, reading Al-Qur'an and infaq. Second, the application of participative management school community in the development of religious culture was done by involving people in schools ranging from decision-making, implementation, benefit to the evaluation. Thirdly, By applying participative management, school community gives a good response in the form of positive attitudes and actions, and fully contribute to supporting the development of religious culture. Abstrak: Budaya religius merupakan wujud nilai-nilai ajaran agama yang tampak dalam cara berperilaku seseorang. Dalam konteks kelembagaan pendidikan, budaya religius tampak dalam budaya organisasi yang diikuti oleh seluruh warga di sekolah. Agar budaya religius benar-benar menjadi cara berperilaku baik individu maupun organisasi, perlu dikembangkan melalui manajemen partisipatif yang efektif. Manajemen partisipatif dimaksudkan untuk memberdayakan keterlibatan warga sekolah secara

  1. PERAN SOSIAL PENDIDIKAN DALAM MOBILITAS VERTIKAL MASYARAKAT DESA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Mukhlas dan Mohammad Muslih

    2009-12-01

    Full Text Available Pendidikan ternyata tidak hanya berperan meningkatanwawasan dan kemampuan individu, juga tidak hanya membantumasyarakat untuk dapat hidup yang lebih layak di tengah-tengahmasyarakat dengan kualifikasi yang diperoleh dari duniapendidikan. Laporan hasil penelitian ini menemukan bahwapendidikan ternyata dapat sebagai jalur peningkatan strata sosial,dalam arti yang sangat tradisional-antropologis. Bahkan padataraf tertentu pendidikan dapat –diartikan- “mendobrak” tradisiyang sudah cukup mengakar kuat. Dalam masyarakat Jawa, inidapat dilihat dari fenomena penggunaan bahasa, kata sapaan,dan kata panggilan, yang pada gilirannya berpengaruh pada polahubungan yang terjadi di masyarakat.

  2. Analisis Aliran Daya Berbasis Injeksi Arus dalam Bentuk Vektor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Wira Satriawan

    2017-11-01

    Full Text Available Tulisan ini memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk membandingkan metode analisis aliran daya berbasis injeksi arus dalam bentuk vektor dengan format polar dan rektangular. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh metode analisa aliran daya dengan perhitungan yang lebih cepat dan akurat, serta iterasi yang lebih sedikit. Metode iterasi Newton Raphson diadopsi dalam penelitian ini dan bahasa pemrograman Python serta library komputasinya digunakan. Analisis terhadap karakteristik konvergensi dari kedua format dilakukan pada IEEE 14-bus Test System. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa format rektangular lebih unggul dibandingkan format polar untuk kasus yang diteliti.

  3. Kontribusi Perempuan Parengge-Rengge dalam Ekonomi Keluarga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatimah Depi Susanti

    2013-06-01

    Full Text Available Kontribusi perempuan dalam usaha kecil tidak dapat diabaikan. Selain ulet, perempuan juga sangat disiplin dalam menjalankan usaha. Tingginya tingkat kebutuhan ekonomi dan rendahnya tingkat pendapatan keluarga menyebabkan perempuan yang seharusnya menjadi ibu dan mengurus rumahtangga, harus terjun yang sifatnya sederhana, padat karya, dan umumnya merupakan perluasan dari pekerjaan rumahtangga, dapat memberikan peluang usaha bagi perempuan, yang sesuai dengan peran domestiknya sehari-hari. Di samping itu, usaha kecil juga dapat menyerap tenaga kerja perempuan, memacu perkembangan ekonomi dan pada akhirnya dapat berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.

  4. KOMPETENSI GURU PAUD DALAM MEMBUAT ALAT BERMAIN SAINS DARI LIMBAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Yulianti

    2013-02-01

    Full Text Available Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam alat bermain sains (ABS dari barang-barang habis pakai atau limbah. Metode yang diterapkan berupa pelatihan dan workshop yang meliputi kuliah, praktek membuat alat dan peer teaching. ABS yang berhasil dibuat diantaranya tikar warna, pengukuran, menimbang, menakar, magnet, bunyi, pncampuran warna, gravitasi, telepon dari gelas plastik. Setelah kegiatan berlangsung terjadi peningkatan jumlah alat pada masing-masing sekolah. Terjadi pula peningkatan kompetensi guru dalam membuat alat bermain sains. Dari hasil uji coba melalui kegiatan per teaching, hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik siswa meningkat secara signifikan.

  5. Analisis Derau dalam Perancangan Rangkaian Terintegrasi Op-Amp

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sendari

    2009-02-01

    Full Text Available Perancangan IC Op-Amp, memerlukan spesifikasi-spesifikasi yang meliputi parameter proses dan parameter perancangan. Dalam menentukan parameter perancangan, derau merupakan suatu hal yang tidak bisa ditinggalkan, karena derau dapat menentukan keandalan perancangan. Untuk menganalisis derau pada IC Op-Amp langkah pertama yang harus diketahui adalah sumber-sumber derau, setelah itu dilakukan analisis derau baik secara teoritis maupun secara simulasi untuk mengetahui derau yang mungkin terjadi dalam perancangan IC, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan atau tidak. Untuk simulasi derau dapat dilakukan dengan program Spice.

  6. ELECTRONIC COMMERCE: TANTANGAN KOMPETENSI AKUNTAN DALAM MENGHADAPI ISU INTERNAL KONTROL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setyarini Santosa

    2002-01-01

    Full Text Available The emerging of the internet and world wide web as enabler of electronic commerce has resulted in some complexities for accountants in conducting their engagement. In electronic commerce, which trading activities have been facilitated with computer network such as intranet, extranet or internet, internal control structure has become more complicated than those without network. Confidentiality, integrity, authenticity and non-repudiation are some of the major complex issues in the application of electronic commerce these days.Those complexities, which do not occur in non computer-based trading, are based on the fact that electronic commerce not only involves accounting disiplines but also technical comprehension from other diciplines. Accountants find difficulties in facing the internal control issues in computer-based information system environment, especially in a situation that business has already been implementing computer network in conducting its primary and support activities. This article will discuss material related to the current issues of internal control structure, the implication of electronic commerce on internal control structure and opportunities for accountants. Abstract in Bahasa Indonesia : Kemunculan internet dan world wide web sebagai dasar berkembangnya perdagangan elektronik atau electronic commerce telah menimbulkan permasalahan yang cukup pelik bagi seorang akuntan dalam menjalankan penugasannya. Dalam lingkungan perdagangan yang sudah memanfaatkan jaringan komputer, baik dalam kapasitasnya sebagai intranet, extranet, maupun internet, sistem pengendalian internal menjadi semakin rumit. Beberapa isu seperti keamanan dan keaslian transaksi yang dulunya nampak sederhana dalam lingkungan yang tidak berbasis komputer, sekarang menjadi sangat kompleks. Dalam electronic commerce, isu-isu tersebut dikenal dengan istilah confidentiality, integrity, authenticity, non-repudiation dan sebagainya. Kekompleksan ini dikarenakan hal

  7. PENDEKATAN ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS DAN SIMULASI MONTE CARLO DALAM PEMILIHAN ALTERNATIF PERCETAKAN SEBAGAI MITRA KERJA DALAM USAHA ADVERTISING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Berlianty

    2012-10-01

    Full Text Available Industri advertising memerlukan kreatifitas yang tinggi serta sarana pendukung yang memadai. Salah satu sarana pendukung yang jarang dimiliki oleh  usaha advertising adalah mesin cetak karena harganya  yang  cukup mahal. Maka usaha advertising melakukan kerjasama dengan  percetakan. Pengusaha advertising  memerlukan kriteria-kriteria yang dapat memberikan kepercayaan dan kenyamanan dalam menjalin hubungan kerjasama dengan pihak percetakan. Dalam menentukan percetakan sebagai partner kerjasama, diperlukan kriteria-kriteria yang menjadi dasar pemilihan percetakan mana yang kompeten. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP akan digunakan sebagai dasar evaluasi percetakan yang menjadi  partner kerjasama bagi pengusaha advertising di Yogyakarta. Penggunaan metode AHP dalam penelitian  ini adalah untuk mengkuantifikasikan faktor-faktor atau alternatif-alternatif yang ada dalam penelitian yang bersifat kualitatif. Sedangkan simulasi Monte Carlo digunakan dalam penelitian ini untuk  mendapatkan satu nilai yang dapat mewakili jawaban responden yang pastinya akan beragam pada tiap poin pertanyaan dalam kuisioner. Kata kunci : kriteria, advertising, percetakan, prioritas. Abstract Advertising industry requires high creativity and adequate means of support. One of the means of support that is rarely owned by the advertising business is printing because the price is quite expensive. So advertising efforts to cooperate with the printing. Employers advertising requires criteria that can give confidence and comfort in establishing a cooperative relationship with the press. In determining the printing as a cooperation partner, necessary criteria on which to base the selection of which a competent printing. Analytical Hierarchy Process (AHP is used as the basis for evaluation of its partner collaboration printing for businesses advertising in Yogyakarta. The use of AHP method in this study was to quantify the factors or alternatives that exist in a

  8. Analisis Kesalahan Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematika Pada Materi Peluang Berdasarkan High Order Thinking Dan Pemberian Scaffolding

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komarudin Komarudin

    2017-09-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini penulis menganalisis tentang kesulitan siswa dalam proses pemecahan masalah. Berdasarkan analisis, kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah matematika materi peluang berdasarkan langkah Polya dihasilkan dalam proses memahami masalah sebesar 100%, menyusun rencana 81%, melaksanakan rencana 81% dan memeriksa kembali solusi sebesar 100%. Tipe kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah matematika materi peluang antara lain, dalam proses memahami masalah yaitu kesalahan dalam menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan, dalam proses menyusun rencana yaitu tidak menuliskan langkah-langkah yang digunakan dalam menyelesaikan masalah serta siswa menuliskan langkah yang digunakan dalam menyelesaikan masalah tetapi tidak sesuai dengan permasalahan, kesalahan dalam melaksanakan rencana yaitu tidak menuliskan rumus yang digunakan, kesalahan dalam menentukan kesimpulan yaitu tidak menuliskan kesimpulan yang diberikan, kesalahan dalam memeriksa kembali solusi yaitu tidak melakukan perhitungan ketika memeriksa kembali solusi. Cara mengatasi masalah siswa dalam menyelesaikan soal peluang dengan pemberian Scaffolding yaitu memberikan lembar kerja siswa yang berisi langkah- langkah pemecahan masalah Polya serta arahan dan tanya jawab yang berkaitan dengan proses pemecahan langkah Polya. Kegiatan scaffolding yang dilakukan antara lain environmental provisions 25%, explaining 25%, restructing 17%,  reviewing 17%, developing conceptual thinking 16%. Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi peluang. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil tes kedua siswa yang menunjukkan peningkatan serta respon positif siswa setelah kegiatan scaffolding. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan scaffolding yang dilakukan dapat memberikan dampak positif kepada siswa.

  9. Pendidikan sebagai Perekrut dalam Komunitas Terbayang: Analisa Wacana dalam Film Denias Senandung di Atas Awan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Katarina Rima Melati

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk memahami wacana politik dan negara yang dibentukoleh sebuah film. Film Denias, Senandung Di Atas Awan (DSAW dipilih sebagaistudi kasus karena film ini pernah menjadi film terbaik Indonesia dan mewakiliIndonesia dalam seleksi piala Oscar 2008. Berdasarkan hasil penelitian dapatdipahami bahwa menjadi sebuah negara adalah membayangkan sebuah komunitasyang dibangun dengan unit politik yang sama dan melalui sentimen sebagai ‘sesamawarga negara’. Proses ini bukannya selalu berjalan mulus, malahan salah saturesikonya adalah tercabutnya nilai-nilai otentisitas kedaerahan yang telah mengakardalam sebuah komunitas untuk kemudian distandarisasi agar kokoh sebagaibangunan bernama negara. Imaginasi proyek negara ini diusung terus menerusmelalui wacana pembentukan nasionalisme kebangsaan salah satunya adalahmelalui sistem pendidikan yang dilembagakan dalam bentuk sekolah. Film DSAWmemberi gambaran bagaimana pendidikan terutama di lingkungan sekolah menjadiagenda politik dalam memasukkan ideologi kebangsaan termasuk dengan atributatributkenegaraan seperti militer melalui anggota Kopassus; budaya melalui bahasaIndonesia; pembentukan oposisi biner antara Jawa yang telah maju dibandingkandengan Papua yang tertinggal; termasuk Freeport sebagai representasi dari kapital.Film DSAW menjadi contoh bagi pembentukan bayangan komunitas sebagaikesatuan yang direkrut melalui ideologi-ideologi bahkan doktrin-doktrin yang adadalam sistem pendidikan.   The Education as a Means of Recruiting in the Imagined Community: TheDiscourse Analysis in Denias Movie, Senandung di Atas Awan. This study aimsto understand the political and state discourse formed by a movie. Denias movie ischosen as a case study because it has ever been the best Indonesian movie and representedIndonesia in the selection of 2008 Oscar Award. Based on the research result, it can beunderstood that being a nation is such a way of imagining a community built with asimilar

  10. KOORDINASI ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH DALAM PELAYANAN E-KTP DI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhidayat M

    2013-10-01

      Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Koordinasi Antar Lembaga Pemerintahan Dalam Pelayanan E- KTP serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat Koordinasi Antar Lembaga Pemerintah Dalam Pelayanan E-KTP di Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Penelitian ini adalah Deskriptif-Kualitatif, Populasi dalam penelitian sekaligus merupakan sampel sebanyak 31 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik berupa observasi, kuesioner serta dikembangkan dengan wawancara kepada responden. Data tersebut dianalisis secara Deskriptip kualitatif yaitu menganalisis semua data yang berhasil dikumpulkan penulis, dan selanjutnya disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi dilengkapi dengan tanggapan responden yang diperoleh dari hasil Informan, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan Koordinasi Antar Lembaga Pemerintah dalam pelayanan e-KTP di Kecamatan Rappocini Kota Makassar dikategorikan kurang efektif dan dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung dan penghambat. Adapun Faktor penghambat dalam Pelayanan e-KTP yaitu : (a.Kurangnya sarana dan prasaranan perangkat komputer di banding jumlah wajib e-KTP. (b.Rendahnya peran aktif masyarakat ikut antrian dalam pelayanan e-KTP. (c.Kurang proposionalnya operator e-KTP dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Sedangkan yang menjadi faktor pendukung dalam pelayanan e-KTP yaitu : (a.Adanya regulasi tentang kebijakan kependudukan dalam pelayanan e-KTP, (b. Adanya anggaran APBD yang proposional dari pemerintah pusat untuk distribusikan setiap Kecamatan yang ada di Kota Makassar.

  11. FAKTOR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN JAMU SAINTIFIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herti Maryani

    2017-04-01

    , supaya terhindar dari hal yang merugikan akibat informasi menyesatkan atau pelayanan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Untuk memenuhi kebutuhan pemerintah mencanangkan Saintifi kasi Jamu (SJ pada tahun 2010. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan penggunaan jamu yang saintifi k. Penelitian dilakukan di Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM Makassar dan Puskesmas Colomadu I, Kabupaten Karanganyar pada tahun 2015.Cara pengambilan sampel adalah Consecutive Sampling (sampling berdasarkan kedatangan pasien ke tempat pelayanan, dengan jumlah sampel sebesar 30 orang di setiap lokasi penelitian. Analisis proses pengambilan keputusan dilakukan secara deskriptif. Karakteristik responden pengguna jamu terbanyak adalah usia lanjut (45–55 tahun dan berpendidikan tinggi. Alasan responden datang ke pelayanan obat tradisional adalah karena sakit dan responden menganggap jamu tidak ada efek samping. Sumber informasi yang mempengaruhi responden dari keluarga, teman, tetangga, kenalan, dan petugas kesehatan kemungkinan karena familiar. Responden mempertimbangkan manfaat dari jamu dan setelah menggunakan jamu responden merasa puas atau kualitas terjamin. Analisis perilaku konsumen menyatakan bahwa responden masih mencari pengobatan tradisional (jamu saintifi k bila sakit dengan alasan jamu tidak ada efek samping dan hal utama yang  dipertimbangkan adalah manfaat dari jamu. Sumber informasi pribadi merupakan informasi utama dalam membeli jamu. Responden merasa puas setelah menggunakan jamu dan mempunyai loyalitas cukup tinggi terhadap jamu. Sosialisasi pelayanan Jamu tersaintifi kasi di puskesmas dan jajarannya perlu ditingkatkan.  

  12. STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN INTERAKTIF CIEWIE BATIK DALAM CUSTOMER ENGAGEMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marsudi Marsudi

    2018-05-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian ini ingin menganalisis Strategi komunikasi pemasaran Interaktif Ciewie Batik dalam customerengagement. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan pemahaman tentang Strategi dan bentukbentukkomunikasi pemasaran Interaktif Ciewie Batik dalam melaksanakan bisnisnya. Penelitian inimenggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi melalui dokumentasi dan wawancara mendalamBerdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa Strategi komunikasi pemasaran Interaktif  yang dipergunakan Ciewie Batik dalam melaksanakan rutinitas bisnisnya meliputi : memaksimalkan serta mengintensifkan akun Instagram Ciewie Batik, mengintegrasikan prosespelayanan pelanggan dengan aplikasi Android, mengintensifkan layanan keluhan dan pertanyaanpelanggan yang express, aktif dalam Fanpage Facebook, dan senantiasa update di website CiewieBatik termasuk aktif merekrut web-reseller.This research eagers to analyse Ciewie Batik Interactive Marketing Communication Strategy in customerengagement. This research intends to show the meaningful of Ciewie Batik Interactive MarketingCommunication Strategy in Business dealing. Research runs the qualitative descriptive method usingdocumentation study and indepth interview. According to documentation study and indepth interview,can be concluded that Ciewie Batik Interactive Marketing Communication Strategy in dealing Businessconsist of : maximizing and intensified the Ciewie Batik Instagram Account, integrating the servicingcustomer process with Android Application, intensified customer question and complaint expressly,active in Facebook fanpage, dan keep on updating Ciewie Batik website including actively hire webreseller.Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, Social Information Processing Theory, Strategi    Komunikasi Interaktif, Customer Engagement, Ciewie Batik

  13. BIOMETRIC SECURITY: ALTERNATIF PENGENDALIAN DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERKOMPUTERISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Josua Tarigan

    2004-01-01

    Full Text Available As organization search more secure authentication method for user access, biometric security technology is gaining more and more attention. The implementation of biometric security technology in accounting information systems was physical access, virtual access, e-commerce applications and covert suveillance. There are three phase when an organization implementation biometric technology: strategic planning and budgeting, developing a system reliability plan and documentation. The challenges will face when develop biometric technology as control in accounting information system are standardization, hybrid technology uses, life cycle management. Abstract in Bahasa Indonesia : Adanya keinginan setiap organisasi untuk mencari metode pengamanan authentication yang lebih untuk akses user, dijawab dengan adanya teknologi biometric security yang mendapat perhatian yang cukup besar bagi organisasi. Implementasi teknologi biometric security cukup luas dalam sistem informasi akuntansi yaitu sebagai pengendalian pada physical access, virtual access, e-commerce applications dan covert surveillance. Dalam mengimplementasikan teknologi biometric, ada tiga tahapan yang harus dilakukan organisasi, yakni strategic planning and budgeting, developing a system reliability plan dan documentation. Tantangan yang akan dihadapi dalam mengembangkan teknologi biometric sebagai pengendalian dalam sistem informasi akuntansi yakni standarisasi, aplikasi teknologi hybrid dan manajemen siklus hidup pada biometric security. Kata kunci: authentication, akses user dan biometric security.

  14. STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BANTAENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasyiruddin Nasyiruddin

    2015-10-01

    Full Text Available This study reviewsthe strategyDisaster ManagementAgency(BPBD inresponse to floodsinBantaeng. The method usedin this research isqualitative descriptive approach. Data collection techniques inthis research is observation, interview, anddocumentationarecarried out directlyby the researchers. The results showed that:the construction of reservoirscarried out bythe Local GovernmentBantaengbeen implemented; greeningperformedas absorptionof waterfrom upstream areas(mountains toreducethe amount ofdischarge flowof watertodownstream areas; the construction ofthe walls ofthe coastasa breakwaterin coastal areashas not done well; the provision offacilities and infrastructureto support the establishmentof programs such asdam construction, reforestationandcoastalbuilding walls; raising community awarenessof flood preventionis still not good. Penelitian ini mengkaji tentang strategi Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD dalam menanggulangi bencana banjir di Kabupaten Bantaeng.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan secara langsung oleh peneliti.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pembangunan waduk yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng sudah terlaksana; penghijauan yang dilakukan sebagai resapan air dari daerah hulu (pegunungan untuk mengurangi banyaknya aliran debit air kedaerah hilir;  pembangunan dinding pesisir pantai sebagai pemecah ombak di daerah pesisir belum terlaksana dengan baik; penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung tercapainya program-program seperti pembangunan waduk, penghijauan dan membangun dinding pesisir pantai; peningkatan kesadaran  masyarakat dalam penanggulangan banjir masih kurang baik.

  15. PENGGUNAAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK PEMILIHAN PORTFOLIO SAHAM DALAM MODEL MARKOWITZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silvia Rostianingsih

    2005-01-01

    Full Text Available Modern portfolio theory is based on asumption that investor can choose his proportion asset in portfolio, so they can minimize the risk and maximize the return. This paper presents the use of genetic algorithm (GA to optimize the choice of share portfolio in markowitz model by representing the efficient set portfolio. GA represent the efficient set using undirect representation to avoid infeasible solution and penalty function. From the implementation, it can be concluded that GA is one of methods which is able to obtain optimum point from portfolio. Abstract in Bahasa Indonesia : Teori portofolio modern mendasarkan teorinya pada asumsi bahwa investor bertindak secara rasional dengan memilih proporsi asetnya dalam sebuah portofolio sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan resiko dan memaksimalkan return. Dalam paper ini penulis mencoba menyajikan penggunaan algoritma genetika (Genetic Algorithm/GA untuk optimasi pemilihan portofolio saham dalam model markowitz dengan cara merepresentasikannya sebagai kumpulan portofolio yang efisien (the efficient set portofolio. GA merepresentasikan kumpulan yang effisien ini dengan menggunakan representasi tidak langsung untuk menghindari solusi yang tidak feasible dan fungsi penalti. Dari hasil yang telah diimplementasikan dapat disimpulkan bahwa GA dapat digunakan sebagai salah satu metode yang cukup berhasil dalam menemukan titik optimum dari sebuah portofolio. Kata kunci: markowitz, teori portofolio, algoritma genetika.

  16. PERISTIWA KOMUNIKASI DALAM PEMBENTUKAN KONSEP DIRI OTAKU ANIME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uliviana Restu

    2017-12-01

    Full Text Available Otaku anime adalah istilah untuk menyebutkan seseorang yang memiliki obsesi terhadap film animasi yang berasal dari negara Jepang. Sebagian besar waktu dan uang yang dimiliki oleh otaku anime dihabiskan hanya untuk menyaksikan film anime secara berkala. Fenomena otaku anime merambah berbagai kelompok masyarakat, dewasa dan juga remaja. Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan bagaimana otaku anime membangun identitasnya dalam masyarakat dengan kebudayaan yang establish di atas nilai dan norma agama seperti halnya kebiasaan di Indonesia.Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk menguraikan bagaimana mind dan self otaku anime terbentuk serta untuk memahami bagaimana society memaknai otaku anime. Penelitian ini menerapkan teori interaksi simbolik George Herbert Mead dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperlihatkan bagaimana otaku terbentuk melalui pengalaman pertama masa kanak-kanak, dan interaksi pertama dengan orang terdekat sebagai ingatan yang melekat pada diri subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman diri tersebut mendorong subjek untuk mencari komunitas yang akan membantunya untuk mengidentifikasi dirinya di tengah masyarakat yang establish, untuk menjamin kebebasannya dalam berimajinasi dan berinteraksi dengan tokoh anime favoritnya. Istilah otaku telah menjadi teks yang dikonsumsi secara bebas dan memberi makna baru bagi penggunanya untuk menemukan identitasnya dalam dunia sosial.

  17. PENDEKATAN ICEBERG DALAM PEMBELAJARAN PEMBAGIAN PECAHAN DI SEKOLAH DASAR

    OpenAIRE

    Saleh Haji

    2013-01-01

    Makalah ini membahas pengaruh pendekatan iceberg pada pembelajaran pembagian pecahan di Sekolah Dasar.Tahapan pendekatan iceberg tersebut sebagai berikut: 1. Orientasi lingkungan secara matematis, 2. Model material, 3. Pembuatan pondasi, dan 4. Matematika formal. Sedangkan topik pembagian pecahan yang dibahas terdiri atas: pembagian bilangan bulat oleh pecahan, pembagian pecahan oleh bilangan bulat, dan pembagian pecahan dengan pecahan. Penggunakan pendekatan iceberg dalam pembelajaran matema...

  18. Praktik Trademark Squatting dalam Proses Pendaftaran Merek di Indonesia

    OpenAIRE

    Widya Justitia

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengapa praktik trademark squatting dapat terjadi dalam proses pendaftaran merek beserta cara mengatasinya. Selanjutnya, penelitian ini juga membahas mengenai konsepsi ideal terkait proses pendaftaran merek di Indonesia guna menghindari dan meminimalisasi praktik trademark squatting. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat yuridis empiris dan data yang terkumpul dianalisa dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil...

  19. PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI RENGGINANG LORJUK DI KECAMATAN KAMAL BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ummi Kalsum

    2013-11-01

    Full Text Available Atribut sebuah produk dapat menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli sebuah produk. Preferensi konsumen dalam membeli rengginang lorjuk dipengaruhi oleh beberapa atribut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik konsumen dan menganalisis atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk. Penelitian ini dilakukan di daerah Kamal. Sampel diambil dengan menggunakan metode accidental sampling sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode deskripitif kualitatif dan konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk adalah bentuk, harga, berat isi kemasan, jenis dan kemasan. Abstract Attribute of product can be used as consideration of consumer in buying product. Consumer preference in buying rengginang lorjuk is affected by several attributes. Objective of this research is to describe characteristic of consumer and to analyze attributes being considered by consumer in buying rengginang lorjuk. This research was conducted in Kamal. Sample was taken by using method of accidental sampling meanwhile method of data analysis used descriptive qualitative and conjoint. Result of research showed that attributes that most considered by consumer in buying rengginang lorjuk is weight, price, volume, type and packaging.

  20. MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DALAM SPEKTRUM BLUE OCEAN STRATEGY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardia Mardia

    2011-06-01

    Full Text Available Abstract: The Islamic higher educations are undergoing important changes involving the development of missions and reorganization of management, with implications for their quality education in the midst of complexity. The main study of this article highlights the importance of governance quality in Islamic higher education in the face of complexity from the perspective of Blue Ocean Strategy. It can be concluded that to win in the future, Islamic higher educations must stop competing each other. The only way to beat the competition is to stop trying to beat the competition. Blue Ocean Strategy to be one of the alternatives in the management of educational institutions to create distinctive adavantage and competitiveness based graduates. Abstrak:  Pendidikan tinggi Islam mengalami perubahan signifikan pada pengembangan misi dan reorganisasi manajemen yang mempengaruhi kualitas pendidikan di era kompleksitas. Kompleksitas tersebut tidak dapat diprediksi dan mempengaruhi munculnya gejala disorientasi nilai, disharmoni sosial, dan peran disfungsional. Pokok kajian tulisan ini menyorot pentingnya tatakelola pendidikan tinggi Islam bermutu dalam perspektif Blue Ocean Strategy dalam menghadapi kompleksitas. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif teoritis dan praktis. Temuan penelitian adalah untuk berdaya saing di masa depan, pendidikan tinggi Islam harus berhenti bersaing satu sama lain. Satu-satunya cara untuk mengalahkan kompetisi adalah berhenti berusaha memenangi kompetisi. Blue Ocean Strategy menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan lembaga pendidikan dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan unggul.

  1. KESANTUNAN TUTURAN DIREKTIF DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN DI SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardiyah Putri Astuti

    2017-03-01

    Full Text Available Politeness speech in learning interactions in the classroom tend to be effected through a directive speech. Assessment of form directive speech made by using a guide to the theory and analysis based on speech act theory directive Bach and Harnish. This study aims to determine the form of politeness directive in an interaction study in SMA 1 Batu. Forms directive speech in learning interactions are marked with (1 directive requests, (2 directive question, (3 directive command, (4 The prohibition directive, (5 directive licensing, and (6 the directive advice. The results of the analysis of the forms of speech directive shows that teachers do politeness predominantly through commands, prohibitions, permissions, and advice, while the shape of the directive utterances made by teachers and students to consider cultural aspects. Kesantunan tuturan dalam interaksi pembelajaran di dalam kelas cenderung dilakukan melalui bentuk tuturan direktif. Pengkajian terhadap bentuk tuturan direktif dilakukan dengan mengggunakan teori dan panduan analisis berdasarkan teori tindak tutur direktif Bach dan Harnish. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesantunan direktif dalam interaksi pembelajaran di SMA 1 Batu. Bentuk tuturan direktif dalam interaksi pembelajaran ditandai dengan (1 direktif permintaan, (2 direktif pertanyaan, (3 direktif perintah, (4 direktif larangan, (5 direktif pemberian izin, dan (6 direktif nasihat. Hasil analisis mengenai bentuk tuturan direktif menunjukkan bahwa guru melakukan kesantunan secara dominan melalui perintah, larangan, izin, dan nasihat, sedangkan bentuk tuturan direktif dilakukan oleh guru dan siswa dengan mempertimbangkan aspek budaya.

  2. Persepsi Masyarakat terhadap Kinerja Camat dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Margaretta D. Sitanggang

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini menggunakan Metode Deskriptif dengan jumlah populasi adalah seluruh anggota kepala keluarga yang ada di Lingkungan V Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang yang berjumlah 380 kepala keluarga. Maka sampel yang diambil adalah 15% dari jumlah populasi dengan jumlah 57 kepala keluarga. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah melalui observasi, angket dan wawancara. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik sederhana (persentase. Dari hasil penelitian pada tabel-tabel penelitian, dapat disimpulkan yakni pendapat responden terhadap pemerintah kecamatan adalah bahwa pemerintah kecamatan telah menjalankan tugasnya dengan baik. Hal ini terbukti dengan adanya perhatian pemerintah kecamatan dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan meninjau dan menyelidiki secara langsung ke sekolah-sekolah penyaluran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah, menyediakan sarana dan prasarana pendidikan seperti: tas, seragam sekolah, buku dan sepatu serta melakukan observasi terhadap kuantitas dan kualitas guru. Jadi, persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah kecamatan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Lingkungan V Kecamatan Deli Tua sudah cukup baik.

  3. PERAN PERAPIAN DALAM PEMBENTUKAN RUANG BARU DI SASAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pancawati Dewi

    2005-01-01

    Full Text Available The presence of fireplace in the traditional architecture has been exhibiting their important role during this time. The role of fireplace was not just through their location that dominant enough in such house but their presence also accompanying any tradition that still hold out until recent time.Contemporary development has brought many changes to the Sasak community on using their fireplace. Technology has an impact towards the form the fireplace, the number could be increased according to needs, and the location could be appropriated for the intended purpose and event. The changes on the using of this fireplace in fact have been influencing the shape and room on the previous Sasak's building. Abstract in Bahasa Indonesia : Kehadiran sebuah perapian dalam arsitektur tradisional telah memperlihatkan peranan pentingnya selama ini. Peranan perapian tidak hanya ditunjukkan melalui letaknya yang cukup dominan di dalam sebuah rumah namun kehadirannya seringkali menyertai tradisi-tradisi yang sampai saat ini tetap dipertahankan. Perkembangan jaman telah membawa banyak perubahan pada masyarakat Sasak dalam memanfaatkan perapian mereka. Bentuk dapat berubah menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, jumlah dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan baru, dan letak juga dapat berubah menyesuaikan tujuan dan kegiatan yang menyertainya. Perubahan dalam memanfaatkan perapian ini ternyata telah mempengaruhi bentuk dan ruang pada bangunan Sasak sebelumnya. Kata kunci: sasak, perapian, ruang.

  4. PERBANDINGAN PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM POLITIK DI INDONESIA DAN MALAYSIA

    OpenAIRE

    NIRFADILAH, SITI MEUTHIA

    2015-01-01

    2015 Siti Meuthia Nurfadilah, E131 11 006, Skripsi yang berjudul : Perbandingan Partisipasi Perempuan dalam Politik di Indonesia dan Malaysia, dibawah bimbinganDrs. Patrice Lumumba, MAselaku pembimbing I danNur Isdah S.IP, MAsebagai pembimbing II, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai perbandingan partisipasi ...

  5. Multimedia pembelajaran digital untuk meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neni Kusuma Nugraheni

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang dapat meningkatan antusiasme siswa dalam belajar menggunakan multimedia digital storytelling. Untuk mewujudkan adanya multimedia digital storytelling tersebut, peneliti menggunakan metode pengembangan model ADDIE (analysis-design-develop-implement-evaluate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, multimedia digital storytelling memenuhi standar kelayakan bila digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Terbukti dengan hasil penilaian yang diberikan oleh  ahli media sebesar 79,2%, ahli materi sebesar 85,3% dan siswa sebesar 87%. Berdasarkan analisis hasil Uji t Berpasangan, peneliti menemukan adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia digital storytelling dalam pembelajaran yang mendapat skor rata-rata sebesar -6.75 dan dengan standart deviasi sebesar 3.808. Sedangkan hasil yang didapat untuk sig sebesar 0.002 = 0.2 % < 5 %; maka hal itu berarti bahwa, rata-rata antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran antara yang sebelum dan sesudah menggunakan multimedia digital storytelling terdapat perbedaan dan mengalami perubahan. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa, penggunaan multimedia digital storytelling untuk menunjang proses pembelajaran dapat meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar.

  6. Media Massa: Strategi Partai Politik dalam Menghadapi Pemilu 2004

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neni Yulianita

    2003-12-01

    Full Text Available Keberhasilan pemilu, tidak hanya terletak pada peran komunikator politik. Media massa kerapkali memainkan peran di dalamnya. Pentingnya aktivitas kampanye melalui media massa telah menyadarkan partai politik peserta pemilu untuk merencanakan dan merancang Strategi Kampanye yang tepat. Bila ditangani secara serius, akan banyak pengaruhnya terhadap perolehan suaranya dalam pemilu

  7. Analisis Kesalahan Siswa dalam Pemecahan Masalah Berdasarkan Kecemasan Belajar Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Irfan

    2017-12-01

    Full Text Available Dalam memecahkan masalah, siswa yang mengalami kecemasan belajar matematika mungkin mengalami kesalahan-kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa yang mengalami kecemasan belajar matematika dalam pemecahan masalaha matematika. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami kecemasan matematika tinggi mampu menyelesaikan permasalahan matematika sesuai langkah-langkah Polya. Namun, ia  mengalami kesalahan dalam tiga hal, yaitu: (1 kesalahan penulisan simbol-simbol matematika, (2 pemaknaan model matematika, dan (3 ketidakkonsitenan dalam penggunaan simbol.In the problem solving, students learn math anxiety may have errors. This study aimed to analyze the errors that students learn math anxiety in mathematical problem solving. This type of study is a qualitative research with case study method. Sampling was done by using purposive sampling technique. The results showed that students who have high math anxiety was able to solve the problems of mathematics according to the steps Polya. However, he encountered an error in three ways, namely: (1 error in writing mathematical symbols, (2 the meaning of a mathematical model, and (3 inconsistent  in the use of symbols.

  8. Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa Dalam Memahami Konsep Bilangan Real

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lalu Sucipto

    2017-02-01

    Full Text Available [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesulitan dan faktor-faktor penyebab kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam mengerjakan soal bilangan real. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan wawancara. Hasil tes dikelompokkan berdasarkan tujuh kategori kesalahan Watson kemudian dilakukan wawancara untuk mengklarifikasi kesalahan tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang dominan terjadi pada jawaban mahasiswa berupa jenis kesalahan data tidak tepat, prosedur yang tidak tepat, konflik level respon, dan masalah hirarkhi keterampilan. Kesalahan mahasiswa dalam mengerjakan soal memberikan gambaran kesulitan yang dialami dalam memahami konsep bilangan real. Faktor yang mempengaruhi kesulitan mahasiswa yaitu: materi yang sulit dipahami dan diaplikasikan dalam pemecahan masalah; dan faktor pribadi yang mencakup pola belajar yang tidak baik, sarana pendukung, dan faktor dosen. [English]: This research aims to identify undergraduate students’ difficulties and the factors which caused them in solving real analysis problems. This qualitative research applies descriptive analysis. Data is collected through observation, test, and interview. Students’ answers on test are categorized into Watson’s seven categories of errors then the students are interviewed to clarify the errors. This research reveals that dominant errors encounterd by the students are inappropriate data, inappropriate procedure, response level conclict, and skill hierarchy problem. The errors portrait the difficulties the students encountered. The factors which cause the difficulties are the material is hard to understand and apply to problem solving; and personal factor such as bad learning habits, supporting tools, and the lecturers.

  9. Perilaku Tokoh Utama Dalam Novel Layla Majnun Karya Nizami Ganjavi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Rofikoh

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku taksadar dan sadar tokoh utama dalam novel Layla Majnun dengan pendekatan fenomenologi Hugenholtz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diperoleh simpulan sebagai berikut: (1 bentuk perilaku tidak sadar tokoh utama dalam novel Layla Majnun meliputi perasaan kesendirian, ketiadaan minat dan perasaan bersalah; (2 bentuk perilaku sadar tokoh utama dalam novel Layla Majnun dilakukan dengan melibatkan indera, yakni melihat, mendengar, dan beradaptasi. Abstract: This research aims to describe conscious and unconscious behavior of main characters in the novel Layla Majnun. The study was based on Hugenhotz phenomenological approach. The method used in this research was descriptive qualitative. Based on the analysis and discussion, it can be concluded as follows: (1 forms of unconscious behavior of the main characters include the feelings of loneliness, disinterest, and guilt; (2 forms of conscious behavior of the main characters involve the senses of seeing, hearing, and adapting. Key Words: phenomenology; unconscious behavior; conscious behavior

  10. Manajemen Birokrasi Profesional Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jaelan Usman

    2011-10-01

    depan organisasi (jalan birokrasi tingkat terkait dengan pelayanan publik. Jika non-pemerintah, kemudian membentuk organisasi partai politik, organisasi keagamaan, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat sipil yang lain. Siapapun pelayanananya bentuk kelembagaan, hal yang paling penting adalah bagaimana memberikan bantuan dan kemudahan kepada masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan dan kepentingan.

  11. DISFUNGSI PERADILAN PAJAK INDONESIA DALAM MEREALISASIKAN KEADILAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irine Handika

    2012-11-01

    Full Text Available Banding adalah upaya hukum yang dapat digunakan oleh wajib pajak saat terjadi sengketa pajak dengan fiskus, setelah sebelumnya mengajukan Keberatan. Filosofis upaya hukum sebagai sarana bagi pencari keadilan untuk memperjuangkan haknya secara equal di hadapan hukum, maka seyogyanya menjadi sebuah pilihan yang memberi keleluasaan bagi wajib pajak untuk menggunakan atau tidak menggunakan. Anomali terjadi, dimana UU No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mewajibkan pencari keadilan untuk membayar sanksi administrasi berupa denda sebesar 100% atas Banding yang ditolak atau dikabulkan sebagian. Di tengah ancaman sanksi itu, wajib pajak berhadapan dengan rendahnya kemampuan pengadilan dalam menghasilkan Putusan yang adil bagi para pihak. Oleh karena itu, realisasi fungsiPeradilan Pajak sebagai pemberi keadilan patut dipertanyakan dan dikaji.   Appeals is a remedy that can be used by the taxpayers during the tax dispute with the tax authorities, having previously filed Objection. Philosophy of remedies is a means of seeking justice to fight for their rights as equal before the law, it should be an option that gives freedom for the taxpayer to use or not use. Anomaly occurs, where the Act Number 28 of 2007 on General Provisions and Tax Procedures seeking justice requires to pay the administrative sanction a fine of 100% of Appeals were denied or granted in part. In the middle of the threat of sanctions, taxpayers are dealing with a lower ability of court to produce a fair Judgment for the parties. Therefore, the realization of the Tax Judiciary functions as a conduit of Fairness should be questioned and examined.

  12. ASPEK PERPAJAKAN DALAM PRAKTEK TRANSFER PRICING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yenni Mangoting

    2000-01-01

    Full Text Available Transfer pricing is defined as a special price for sale that is used in exchange of interdivisional to record the revenue of the selling division and expense of the buying division. The main goal of transfer pricing is to evaluate and measure the performance of a company. But transfer pricing is often used by multinational companies to minimize tax paid through the re-engineering of price transferred among divisions. The key to a successful practice of transfer pricing from tax standpoint is the existence of related parties transactions. Related parties is relationship between one company with other company and this relationship happens because of such relationship between each company does not exist naturally.To regulate the tranfer pricing practice, the regulations govern the authority to realocate transfer price among divisions that have related parties transactions. Abstract in Bahasa Indonesia : Transfer pricing didefenisikan sebagai suatu harga jual khusus yang dipakai dalam pertukaran antardivisional untuk mencatat pendapatan divisi penjual (selling division dan biaya divisi pembeli (buying division. Tujuan utama dari transfer pricing adalah mengevaluasi dan mengukur kinerja perusahaan. Tetapi sering juga transfer pricing digunakan oleh perusahaan-perusahaan multinasional untuk meminimalkan jumlah pajak yang dibayar melalui rekayasa harga yang ditransfer antardivisi. Kunci utama keberhasilan transfer pricing dari sisi pajak adalah adanya transaksi karena adanya hubungan istimewa. Hubungan istimewa merupakan hubungan kepemilikan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain dan hubungan ini terjadi karena adanya keterkaitan satu pihak dengan pihak lain yang tidak terdapat pada hubungan biasa. Untuk mengatur transfer pricing ini, undang-undang memberikan kewenangan kepada pihak fiskus untuk menentukan kembali jumlah harga transfer antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Kata kunci: transfer pricing, hubungan istimewa, perusahaan

  13. Etika Kepedulian : Welas Asih Dalam Tindakan Moral

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeremias Jena

    2014-06-01

    Full Text Available Abstract : Compassion in ethical discourse is used to describe the attitudes and actions of moral agent in helping the vulnerables and the suffering. Discourse around compassion generally focused on whether compassion is an attitude of sympathy or empathy, or it is the attitude of compassion derived from an altruistic attitude which is inherent in intelligent being. This paper argues that compassion is realized only in the context of ethics of care. For that reason, the paper will first distinguish simpaty from empathy and contextualize them within the realm of altruism. At the same time this approach plays the role of criticizing emotive ethics of David Hume and Kantian ethics which is attacked by Kantian ethics as heteronomous.Keywords : sympathy, empathy, altruism, epiphanic experience, caring encounters, care ethicsAbstrak : Sikap welas asih (compassion dalam diskursus etika digunakan untuk mendeskripsikan sikap dan tindakan moral menolong sesama yang rentan dan menderita. Diskursus seputar sikap welas asih umumnya difokuskan pada apakah sikap tersebut adalah bagian dari sikap simpati atau empati? Atau, apakah sikap welas asih adalah wujud dari sikap altruistik yang umumnya dimiliki makhluk hidup berperasaan dan berinteligensi? Tulisan ini pertama-tama akan menunjukkan bahwa sikap welas asih lebih dekat dengan konsep dan sikap simpati. Untuk memahami hal ini, pembedaannya dengan empati akan dikemukakan. Di atas semuanya itu, sikap welas asih (simpati dan empati dibedakan juga dari sikap altruistik manusia. Melalui tulisan ini akan ditunjukkan pula bahwa hanya melalui etika kepedulian (ethics of care kita dapat memahami welas asih sebagai sikap dan tindakan moral. Ini sekaligus menjadi kritik tajam terhadap etika Humean yang terlalu memuja perasaan moral dan etika Kantian yang menghojat emosi atau perasaan moral sebagai etika manusia heteronom.Kata kunci : Simpati, Empati, Altruisme, Pengalaman epifani, Perjumpaan penuh belas kasih, Etika

  14. Stabilitas Tanah Plastisitas Rendah dengan Semen

    OpenAIRE

    s, Pirmadona '; ', Muhardi '; Kurniawandy, Alex '

    2015-01-01

    Soil is a material that serves as an support for the basis of a constuction, be it construction of buildings, bridges and roads. Each region has different soil characteristics in other regions, there have bearing capacity is good and some are bad. To overcome this, it is necessary to repair soil with stabilization method. One way of soil stabilization is with cement. In this study, the cement used are OPC cement and PCC cement. This study focuses on the effect of OPC cement content and PCC ag...

  15. MINAT PEREMPUAN MINANGKABAU PADA POLITIK MASIH RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurwani - Idris

    2012-05-01

    Full Text Available Abstract   In this paper “berpolitik” is participation in political domain, to get in parliament to take a part in Governor candidate, Mayor candidate and Kepala Nagari candidate, etc., in affirmative action. It’s difficult to realize that because so many barriers: political situation, economic, political culture in recruitment system, perforate system in general election, the act of law; government good will to woman candidate; political party attention not yet in affirmative action (external factors. And so on woman participation can be realize with woman political motivation, woman political competence, women political awareness (internal factors and so importance how the woman interpreted the politics and how far they believe politics and how far they believe woman leadership.   Keywords: Minangkabau women; political believing.

  16. Experimentación virtual con el simulador dosis-respuesta como herramienta docente en biología

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arturo Reyes Lazalde

    2016-10-01

    Full Text Available Presentamos una estrategia de innovación educativa consistente en la implementación de un proyecto de investigación virtual en biología. En la educación universitaria presencial, algunas prácticas de laboratorio son prohibitivas por sus altos costos. En la educación a distancia existen pocos materiales virtuales que las sustituyan. En este trabajo compartimos la experiencia del uso del simulador dosis-respuesta 1.0 desarrollado en nuestro laboratorio con el objetivo de explorar su usabilidad y niveles de aprendizajes alcanzados. La investigación fue exploratoria con un grupo de alumnos del curso Métodos de investigación I de la carrera de Biología. El trabajo corresponde a una investigación virtual, estructurada, de tipo semicerrado y guiada por supervisión docente especializada, y evaluó dos niveles de conocimiento: el manejo del programa y la comprensión de los conocimientos teóricos. El 69.2% de los alumnos indicaron que el uso del simulador fue fácil. De acuerdo con la taxonomía de Bloom, de 100 a 92.3% realizaron bien actividades en los niveles aplicar y analizar, y de 76.9 a 61.5, en el nivel sintetizar; 7.7% no se adaptaron. Los resultados señalan que los alumnos alcanzan altos niveles de aprendizaje. Los simuladores son una alternativa para la enseñanza cuando las prácticas de laboratorio son costosas.

  17. NILAI KEMANUSIAAN DALAM BINGKAI PLURALISME DAN MULTIKULTURALISME DALAM KOMIK “SANDHORA” (1970 KARYA TEGUH SANTOSA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aditya Nirwana

    2017-02-01

    Full Text Available 15.00 800x600 Abstrak Wajah perkomikan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi zaman. Komik “Sandhora” tidak hanya mengungkapkan gejala-gejala seniman penciptanya, namun juga merefleksikan kondisi sosio-kultural pada masa itu dan pemikiran ideologis kebudayaan Nusantara, dan patut diduga memiliki komitmen yang kuat terhadap paradigma estetik humanisme universal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna primer, sekunder dan intrinsik yang membentuk dunia motif artistik, gambar komik, dan nilai simbolik dalam komik “Sandhora” (1970 karya Teguh Santosa. Dengan menggunakan metode sejarah dan pendekatan teori ikonografi dan ikonologi Erwin Panofsky, penelitian ini menemukan bahwa secara faktual komik ini menceritakan tentang kisah cinta antara dua tokoh utama yang penuh dengan konflik, ketegangan, pertarungan antara hidup dan mati, kelicikan, kekesatriaan, dan harapan, yang diekspresikan melalui hubungan antar elemen/unsur komik. Tema yang diangkat dalam Komik “Sandhora” ini adalah kemanusiaan dalam konteks pluralisme dan multikulturalisme dengan setting Indonesia. Tema komik ini menunjukkan betapa kuatnya komitmen terhadap paradigma estetik Humanisme Universal, yang populer pada paruh kedua 1960-an hingga tahun 1980-an. Komik “Sandhora” karya Teguh Santosa ini merupakan kristalisasi simbol dari pembelaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan/humanisme, kebebasan berekspresi, dan kesetaraan manusia, serta upaya perjuangan budaya dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan martabat diri bangsa Indonesia di tengah masyarakat global. Kata Kunci: humanisme, komik, multikulturalisme, nilai, pluralism. Abstract Comics in Indonesia is heavily influenced by conditions of the era. "Sandhora" not just reveal symptoms of the creator, but also reflecting the socio-cultural conditions in those days and ideological thought of culture, and is suspected to have a strong commitment to the universal humanism, as aesthetic paradigm. This

  18. Pragmatisme dalam Filsafat Kontemporer: Analisa atas pemikiran Charles S. Peirce

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustaqim Mustaqim

    2012-09-01

    Full Text Available Filsafat menurut bahasa berasal dari Griek (Yunani berasal dari kata Pilos (cinta, Sophos (kebijaksanaan, “Mahabatul Hikmah” pecinta ilmu pengetahuan. Filsafat menurut term: ingin tahu dengan mendalam (cinta pada kebijaksanaan. Phytagoras mengatakan bahwa pengetahuan dalam artinya yang lengkap tidak sesuai untuk manusia . tiap-tiap orang yang mengalami kesukaran-kesukaran dalam memperolehnya dan meskipun menghabiskan seluruh umurnya, namun ia tidak akan mencapai tepinya. Jadi pengetahuan adalah perkara yang kita cari dan kita ambil sebagian darinya tanpa mencakup keseluruhannya. Oleh karena itu, maka kita bukan ahli pengetahuan, melainkan pencari dan pencinta pengetahuan. Secara istilah, Penulis mengutip pendapat Muhtar yahya bahwa berfikir filsafat ialah “pemikiran yang sedalam-dalamnya yang bebas dan teliti bertujuan hanya mencari hakikat kebenaran tentang alam semesta, alam manusia dan dibalik alam”. Pragmatisme dalam Filsafat Kontemporer: Dalam bidang filsafat ilmu, pemikiran Charles Sanders Peirce merupakan suatu hal yang mendasar bagi siapa saja yang berminat mengkaji Islam, karena akar pemikiran studi agama terdapat dalam struktur pemikiran Peirce. Dikenal sebagai perintis dan tokoh utama aliran filsafat pragmatisme.  Pierce juga termasuk salah satu pioner dalam logika matematika abad ke-19.  Secara profesional, ia adalah seorang ilmuwan praktisi ahli geodesi, astronomi, dan kimia. Epistemologi Peirce berlatar belakang prgamatis dan ahli logika, epistemologinya banyak disampaikan melalui logikanya, oleh karenanya epitemologi Peirce digolongkan sebagai epistemologi kontemporer. Peirce dengan filsafat pragmatisme (filsafat bertindak, memandang bahwa; suatu hipotesa dianggap benar apabila mendatangkan manfaat. Pragmatisme dikatagorikan dalam teori kebenaran. Peirce membagi kebenaran menjadi dua, yakni kebenaran transendental dan kebenaran kompleks. Kebenaran kompleks terdiri dari kebenaran etis (psikologis yaitu keselarasan

  19. EKSISTENSI HARTA DALAM ISLAM (SUATU KAJIAN ANALISIS TEORITIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Rizal

    2015-03-01

    Full Text Available THE EXISTENCE OF PROPERTY IN ISLAM (A Study of  Theoretical Analysis. Humans have a natural tendency trying to take control and own property as much as possible. In a hadith of the Prophet, explained that the man was not satisfied with his wealth despite a valley-shaped gold so that he died. In fact, al-Quran and al- Sunnah forcefully argued that the property should not move from one person to another, but in a way that justified by syarak namely through trades or transactions based on consensual. The use of property in Islam should always be in the service of God and utilized in order taqarrub (closer to Allah. Utilization of personal property must not only for the owner’s personal possessions, but also used for social functions in order to help fellow human beings. Islam has given special attention to the property in terms of both how to obtain and use that property owned it has a value of worship with Allah in order to achieve a happier life in the hereafter. A Muslim is commanded to make a living and generate wealth by striving mightily. Islam has given special attention to the property in terms of  both ways. How actually the concept of  property in Islam, then the following study will explain it. keywords: Hidden Existence, Ownership, Happiness. Manusia memiliki fitrah berupaya untuk menguasai dan memiliki harta sebanyak mungkin. Dalam sebuah hadith Rasulullah saw., dijelaskan bahwa manusia itu tidak akan puas dengan hartanya walaupun berbentuk satu lembah emas sehingga dia mati. Malahan al-Quran dan al-Sunnah dengan tegas menjelaskan bahwa harta tidak boleh berpindah milik dari seorang kepada orang yang lain melainkan dengan cara yang dibenarkan oleh syarak yaitu melalu perdagangan atau transaksi yang didasari atas suka sama suka. Penggunaan harta dalam ajaran Islam harus senantiasa dalam pengabdian kepada Allah dan dimanfaatkan dalam rangka taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah. Pemanfaatan harta pribadi tidak boleh hanya untuk

  20. Konseling Model Transteoritik dalam Perubahan Perilaku Merokok pada Remaja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adhitya Mardhika Saputra

    2013-11-01

    Full Text Available Perkembangan perokok di kalangan anak-anak dan remaja semakin meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas. Data Global Youth Tobacco Survey terakhir di tahun 2009, menunjukkan 20,3% anak sekolah 13 - 15 tahun merokok. Perokok pemula usia 10 - 14 tahun naik 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir dari 9,5% pada tahun 2001 menjadi 17,5% pada tahun 2010. Angka perokok pada usia remaja yang tinggi meningkatkan risiko penyakit. Berdasarkan penelitian, para perokok yang terus merokok dalam jangka panjang memiliki risiko kematian tiga kali lebih tinggi daripada mereka yang bukan perokok. Individu mulai merokok disebabkan oleh pengaruh lingkungan sosial, seperti teman-teman, orang tua, dan media sehingga diperlukan suatu konseling terhadap remaja, salah satu metode konseling dengan pendekatan model transteoritik. Dalam beberapa kajian, terbukti model transteoritik efektif dalam mengubah perilaku merokok pada remaja. Berdasarkan kajian tersebut, diharapkan para konselor dalam memberikan konseling hendaknya memperhatikan kesiapan klien dalam mengubah perilaku hidupnya (aktivitas fisik sesuai dengan tahap-tahapan yang ada dalam model transteoritik. The quantitiy and quality of smoking habits in adolescents are rising, steadily. According to Data Global Youth Tobacco Survey in 2009, showed 20.3% of school children 13 - 15 years were smoking. A beginner smokers aged 10 - 14 years increased 2-fold in the last 10 years from 9.5% in 2001 to 17.5% in 2010. High number of smokers in adolescence will increase the risk of disease. Based on studies, smokers who keep smoking in the long term would face the possibility of death three times higher than nonsmokers. People started to smoke because the influence of the social environment such as friends, parents, and the media thus needed a counseling to adolescents that is one with the approaches of counseling methods transtheoritical model (TTM.Transtheoritical models in several studies provedeffective in changing

  1. Potret Ketimpangan Sosial dalam Teks-Teks Sastra Indonesia Mutakhir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puji Karyanto

    2010-06-01

    Full Text Available Tulisan ini membicarakan bagaimanakah fenomena ketimpangan sosial digambarkan dalam teks-teks sastra Indonesia mutakhir dan relasi antara potret ketimpangan sosial tersebut dengan realitas. Untuk menjawab dua persoalan tersebut digunakan pendekatan sosiologi sastra dan semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara ketiga teks sastra yang diteliti, yakni “Sajak Burung-Burung Kondor”, teks drama Konglomerat Burisrawa, dan novel Larung sebagai representasi teks-teks sastra Indonesia mutakhir terdapat benang merah tematik, yakni fenomena ketimpangan sosial. Fenomena ketimpangan sosial dalam “Sajak Burung-Burung Kondor” disampaikan secara langsung dengan mengoposisikan perbedaan nasib yang dialami oleh dua kelas sosial. Fenomena ketimpangan sosial dalam Konglomerat Burisrawa disampaikan dalam bentuk komedi satir yang tidak bersifat langsung. Fenomena ketimpangan sosial dalam Larung disampaikan untuk memperkuat ilustrasi cerita utama yang berfokus pada kisah-kisah romantik dan epik tokoh-tokohnya dalam memperjuangkan prinsip-prinsip hidup. Makna atas penggambaran fenomena ketimpangan sosial dalam ketiga teks sastra tersebut adalah sebagai refleksi literer atas fakta sosial yang ada. Abstract: This paper will discuss two main issues of how the phenomenon of social inequality depicted in the Indonesian literary texts to date and the relationship between the portrait of social inequality with current realities. To answer there two questions, the sociology of literature and semiotics are used. Results show that among the three literary texts studied, namely the “Burung-Burung Kondor Rhyme”, dramatic text of Konglomerat Burisrawa, and novel Larung as a representation of Indonesian literary texts there are advanced thematic thread about the phenomenon of social inequality. The phenomenon of social inequality in the “Rhyme of Burung-Burung Kondor” is communicated directly by contrasting it with the fate differences experienced by

  2. ONTOLOGI IBLIS DALAM AL-QUR’AN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Hakim

    2017-06-01

    ذين المخلوقين. ولهذا ليس هناك مخلوق يسمى بإبليس، كما كان البشر والملائكة والحيوانات وغيرها، وكان هناك إلا الجن. وهذا يختلف عن الشيطان لأن مصطلح  "الشيطان" يستخدم عندما "في الفعل" يعني حينما يوسوس البشر. وأما مصطلح "إبليس" يستخدم في الظروف العادية. وللاجتناب عن غرور إبليس، يقدم القرآن حلا بسيطا وهو أن يعمل الناس الإرشادات المكتوبة في القرآن الكريم. وينقسم العلماء إلى أمرين لطلب الهداية، أولا: الهداية التي هو من نفسه وثانيا، الهداية التي جاءت من عند الله. وهذه الهداية الثانية ليست مجرد القدرة على معرفة ما كما فى الهداية الأولى، ولكن أيضا القدرة على أداء الهداية التي ملكها.   Abstrak: Manusia dalam menjalankan pengabdiannya kepada Allah SWT. selalu diganggu oleh iblis. Iblis merupakan musuh Allah SWT. Memang keberadaan Iblis sebagai musuh Allah SWT—demikian juga manusia—tidak diragukan lagi. Tetapi, terkait siapa sebenarnya iblis tersebut? Apakah ia merupakan makhluk tersendiri sebagaimana kemakhlukan manusia, jin, malaikat, hewan dan lain-lain?. Lain daripada itu, apa sebenarnya tafsir dari iblis dalam kehidupan manusia? Hal ini amat jarang disentuh oleh para akademisi. Penulis berkesimpulan bahwa yang disebut “Iblis” adalah golongan jin. Hal ini juga mengindikasikan bahwa yang diperintahkan oleh Allah SWT. untuk bersujud kepada Adam adalah malaikat dan jin. Kedua makhluk inilah yang mendapat perintah untuk bersujud. Dengan demikian, berarti tidak ada makhluk yang bernama Iblis, sebagaimana makhluk manusia, malaikat, hewan dan lain-lain. Yang ada adalah makhluk jin. Hal ini beda dengan syetan. Terma

  3. Regulasi Diri dalam Belajar pada Mahasiswa yang Memiliki Peran Banyak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Nur Rachmah

    2015-04-01

    Full Text Available This study aimed at identifying and understanding more deeply the self-regulated learning of students with high GPA, who had multiple roles (as housewife and worker also. The approach employed in this study was qualitative-phenomenological approach. The subjects of the study were selected by purposive sampling technique and the data were collected using techniques of observations and in-depth interviews. The results indicated that the four subjects conducted self-regulation in learning through regulating the cognition, motivation, behavior and emotion. Moreover, the subjects performed context regulation in order to achieve certain learning objectives. Self-regulated learning performed by the subjects was influenced by specific precipitating situations and the characteristics of each related individual. It was also strengthened by social support given to them. Keywords: self-regulated learning, student, many roles Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami lebih mendalam bagaimana regulasi diri dalam belajar (self regulated learning mahasiswa yang memiliki banyak peran (sebagai ibu rumah tangga dan bekerja dengan indeks prestasi tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif-fenomenologi. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling dan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah meng¬gunakan observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menemukan bahwa empat orang subjek menggunakan regulasi diri dalam belajar berupa regulasi kognitif, regulasi motivasi, regulasi perilaku dan regulasi emosi. Selain itu subjek juga melakukan regulasi konteks agar tujuan pembelajaran dapat dicapai. Regulasi diri dalam belajar yang dilakukan oleh para subjek dipengaruhi oleh situasi pencetus dan karakteristik tiap individu bersangkutan. Regulasi diri dalam belajar yang dilakukan juga tidak terlepas dari dukungan sosial yang diberikan kepada mereka. Kata kunci: regulasi diri dalam belajar, mahasiswa, peran

  4. HAK-HAK ASASI MANUSIA DALAM HUKUM ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tutik Hamidah

    2008-08-01

    Full Text Available Human rights objectively aim noble. It grants basic rights to human beings without distinction of origin, race, color, sex, language or religion. The concept of human rights in maqasid al syariah is Islamic sharia is prescribed in order to protect the human benefit by protecting the interests, safety and welfare of human beings both in life in the world and in the hereafter. The fundamental problem, if Islamic law is confronted with human rights is at least in family law. There arose some offers of methods of understanding nas in order to respond to human development. A verse of qatb'i is by analyzing a number of verses so that a unified understanding of the verses can be obtained. The collaboration of some of these verses shows that the understanding contained therein is definite and undeniable. then the tension in Islamic law, especially allegations of discrimination against women and non-Muslims can be avoided without any need to have allegedly left the Qur'anic verses.   Hak-hak Asasi manusia secara obyektif bertujuan mulia. la memberi hak-hak dasar kepada manusia tanpa membedakan asal-usulnya, baik ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa maupun agama. Konsep HAM dalam maqasid al syariah yaitu syariah Islam disyariatkan dalam rangka melindungi kemaslahatan manusia dengan melindungi kepentingan, keselamatan dan kesejahteraan manusia baik dalam hidup di dunia maupun di akhirat. Problem yang mendasar, jika hukum Islam dihadapkan kepada HAM paling sedikit adalah pada hukum keluarga. Muncullah beberapa tawaran metode memahami nas dalam upaya merespon perkembangan kemanusiaan. Suatu ayat qatb 'i adalah dengan menganalisis sejumlah ayat sehingga bisa diperoleh suatu pengertian yang searah dari ayat-ayat tersebut. Kolaborasi sejumlah ayat tersebut menunjukkan bahwa pengertian yang terkandung di dalamnya bersifat pasti dan tak terbantah. maka ketegangan dalam Hukum Islam, khususnya tuduhan diskriminasi terhadap wanita dan non-muslim bisa dihindarkan

  5. Efektivitas Peran Keluarga dalam Membentuk Tumbuh Kembang Agama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enung Asmaya

    2018-02-01

    Full Text Available Religion is the choice of human life. Man can accept or reject religion is influenced by their knowledge, attitude and experience, or known as personal and social aspects. These two aspects influence each other in determining human behavior. Human are individuals who are integrated and live with both aspects. Man will be lucky if able managing both aspects on the path of truth. But man will lose if otherwise. Based on the theory of behaviorism aspects social as family becomes the determinant in the verdict of religious behavior someone. Because the family becomes the closest place in one’s life.Many norms, the rule of leadership in the family which becomes the frame of references of a person in behaving. Therefore in a religious, healthy, prosperous and harmonious family the positive influence of one’s religious adherence. Beragama adalah pilihan hidup manusia. Manusia dapat menerima atau menolak agama dipengaruhi pengetahuan, sikap, dan pengalaman yang dimiliki yang biasa disebut aspek personal dan sosial. Kedua aspek tersebut saling memengaruhi jiwa dalam menentukan perilaku manusia. Manusia adalah individu yang terintegrasi dari kedua aspek tersebut dan manusia hidup dengan kedua aspek tersebut. Manusia akan beruntung jika mampu mengelola kedua aspek tersebut pada jalan kebenaran. Namun manusia akan merugi jika sebaliknya. Berdasarkan teori behaviorisme, as