WorldWideScience

Sample records for berdasarkan kejadian pemicu

  1. MODEL PREDIKSI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD BERDASARKAN FAKTOR IKLIM DI KOTA BOGOR, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jusniar Ariati

    2015-01-01

    Full Text Available AbstractDengue Hemorrhagic Fever (DHF presents a serious health problem in Indonesia. Dengue viruses are transmitted to human through the biting of infected mosquitoes, especially Aedes aegypti and Ae. albopictus.The occurrence of variation and climate change will Affect the growth areas of mosquitoes. This situation can influence on the emergence of dengue fever cases. In this paper will discuss the predictions of the mathematical model of considering the incidence of DHF with climatic factors. The research design was a retrospective study with the data collected is dengue incidence and climate include temperature, rainfall, humidity and rainy days since 2002-2010. Data analysis was performed using Minitab 16.0 software statistical time series. The results showed that R2 varied between 0.65 to 0.99. The highest R2 value of the regression equation obtained in August, September and October is 0.99 and the lowest in April with a R2 value of 0.65. The results of predictions based on 4 predictors (precipitation, rainy days, temperature and humidity with the incidence of DHF is actually not much different, except in April. It can be concluded that according to linear predictive models of dengue is influenced by climatic factors (precipitation, rainy days, temperature and humidity 2 months before and 1 month prior dengue incidence.Keywords : Dhf, Climate, Prediction ModelAbstrakDemam Berdarah Dengue (DBD merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Aedes aegyptisebagai vektor utama penyakit DD/DBD kehidupannya dipengaruhi oleh faktor iklim, diantaranya suhu, kelembaban udara, curah hujan dan hari hujan. Berbagai upaya pengendalian  telah   dilakukan  namun  belum   menurunkan  jumlah  kasus  secara  signifikan, sehingga diperlukan model untuk memprediksi kejadian DBD di suatu wilayah sehingga kejadiannya dapat diantisipasi. Dalam tulisan ini akan membahas model matematika prediksi kejadian DBD dengan mempertimbangkan faktor iklim

  2. Hubungan Kadar Ft4 Dengan Kejadian Tirotoksikosis berdasarkan Penilaian Indeks New Castle Padawanita Dewasa di Daerah Ekses Yodium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harsa Rusda

    2013-05-01

    Full Text Available AbstrakTirotoksikosis merupakan manifestasi klinis yang terjadi akibat peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah. Kelebihan yodium merupakan salah satu penyebab terjadinya tirotoksikosis. Ini ditandai dengan hasil pemeriksaan kadar Ekskresi Yodium Urin (EYU > 199 μg/L. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar FT4 dengan kejadian tirotoksikosis berdasarkan penilaian indeks New Castle pada wanita dewasa di daerah ekses yodium. Metode: Penelitian dilakukan dengan menganalisis data yang dikumpulkan secara Cross Sectional Study terhadap 37 wanita dewasa menggunakan metoda total sampling di Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya yang merupakan daerah ekses yodium (median EYU 323,5 μg/L. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan penilaian Indeks New Castle dan pengambilan darah untuk dilakukan pemeriksaan kadar FT4 dalam serum. Hasil: Analisis univariat didapatkan jumlah penduduk wanita dewasa dengan kadar FT4 meningkat sebanyak 14 persen dan nilai rata-rata 1,71 ng/dl. Penilaian indeks New Castle dalam kategori doubtful 16 persen dan tidak ditemukan penduduk yang termasuk dalam kategori toxic. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-square, didapatkan p value=1. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar FT4 dalam serum dengan kejadian tirotoksikosis pada wanita dewasa di derah ekses yodium. Saran: Perlu dilakukan penyuluhan mengenai asupan yodium kepada masyarakat dan diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan kepada pemerintah dalam mengambil kebijakan terhadap pemberian kapsul yodium serta melakukan kontrol kadar EYU secara teratur dan berkala.Kata kunci: FT4, tirotoksikosis, indeks New Castle, wanita, ekses yodium, tiroidAbstractThyrotoxicosis is a clinical manifestation that occurs due to elevated levels of thyroid hormones in the blood. Iodine excess is one of the causes of thyrotoxicosis. This is indicated by the results of urine iodine excretion levels (EYU

  3. Hubungan Pemakaian Panty Liner dengan Kejadian Fluor Albus pada Siswi SMA di Kota Padang Berdasarkan Wawancara Terpimpin (Kuisioner

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anisa Persia

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPenyebab tersering fluor albus (keputihan patologis adalah infeksi. Proses infeksi dapat dipicu oleh banyak hal, salah satunya adalah karena pemakaian panty liner. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara pemakaian panty liner dengan kejadian fluor albus pada siswi SMA. Penelitian dilakukan pada siswi di enam SMA di kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan responden sebanyak 289 orang. Pengumpulan data responden dilakukan dengan wawancara terpimpin (pengisian kuisioner. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa lebih dari separuh responden yang memakai panty liner mengalami fluor albus (69,2% dan 80% diantaranya mengganti panty liner <2 kali perhari. Uji statistik chi- square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pemakaian panty liner dengan kejadian fluor albus (p<0,05 dan frekuensi penggantian panty liner perhari dengan kejadian fluor albus (p<0,05. Terdapat hubungan bermakna antara pemakaian panty liner dengan fluor albus pada siswi SMA di Kota Padang.Kata kunci: fluor albus, panty liner, siswi SMA AbstractThe most common of pathology fluor albus is infection. Infection can be cocked by panty liner uses. The objective of this study was to determine relationship between panty liner uses and the incidence of fluor albus in female student of Senior High School. The research was executed to female student of senior high school in Padang. There are six schoosl was chosen as sample. This research used cross sectional study design to 289 respondent. Data was collected by guided interview. Statistic analysis use chi-square test. The result of research found more than half respondent who use panty liner experience of fluor albus (69.2% and 80% of them just replace panty liner<2 times a day. Chi-square test showed that there is significant relationship between panty liner uses with fluor albus experience (p<0.05 and frequency of panty

  4. PERBANDINGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA PADA PUSKESMAS I UBUD DAN PUSKESMAS II DENPASAR SELATAN JANUARI – OKTOBER 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Guantari

    2015-06-01

    Full Text Available Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA merupakan penyakit dengan kejadian yang cukup tinggi di lingkungan tropis, salah satunya di Indonesia. Menurut UNICEF tahun 2001, kejadian ISPA dipengaruhi faktor lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan pada tempat dengan karakteristik lingkungan yang berbeda yaitu di wilayah kerja Puskesmas I Ubud dan Puskesmas II Denpasar Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pola distribusi ISPA di kedua puskesmas tersebut. Metode penelitian adalah deskriptif potong lintang dengan melihat jumlah insiden, perbandingan kasus berdasarkan jenis kelamin, umur dan distribusi tiap bulan. Hasil penelitian didapatkan insiden ISPA di Puskesmas II Denpasar Selatan cenderung lebih tinggi (21,9 % dibandingkan dengan Puskesmas I Ubud (13,5 %. Distribusi tiap bulan berfluktuasi namun cenderung tinggi pada awal tahun. Kejadian ISPA relatif sama antara laki-laki dan perempuan.  Pneumonia hanya ditemukan pada usia kurang dari 5 tahun  dan kejadian pneumonia di Puskesmas II Denpasar Selatan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan Puskesmas I Ubud. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kejadian ISPA di Puskesmas II Denpasar Selatan (urban cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan Puskesmas I Ubud (rural, dimana perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaan letak geografis dan tingkat polusi.

  5. PERSPEKTIF AL-QUR’AN TENTANG PEMICU KEKERASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyayu Khodijah

    2015-03-01

    Full Text Available Astract: Analysis of Al-Qur’an on all facts on violence is related to the Qur’anic concept on human being, the concept of “Fitrah” and “behaviour”. Based on the interpretation of the Qur'an, the violence is not stated as a basic human nature as expressed by psychoanalysis, because all humans are born with the condition of “fitrah”. But during its developments, the fitrah is much influenced by the environment so that people do the violence. The factors are as follows: family, film, television including angriness—all make people aggressive and tend to do the violence—are claimed by Islam as something unaccepted. To avoid the harsh, people are asked to control their character and to do their religious obligation; such as praying and fasting.Abstrak:  Analisis Al-Qur’an tentang semua fakta kekerasan berkaitan dengan konsep Al-Qur’an tentang manusia, konsep “fitrah”, dan “perilaku”. Berdasarkan tafsir Al-Qur’an, kekerasan tidak dinyatakan sebagai watak dasar manusia seperti yang dinyatakan oleh aliran psikoanalisis, karena semua manusia terlahir dengan kondisi “fitrah”. Akan tetapi dalam perkembangannya, fitrah tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sehingga manusia melakukan kekerasan. Faktor-faktor seperti keluarga, film, dan televisi yang memuat kemarahan—semua yang membuat manusia bertindak agresif dan cenderung melakukan kekerasan—dinyatakan sebagai sesuatu yang tidak dibenarkan. Untuk menghindari terjadinya kekerasan, manusia dituntut untuk dapat mengontrol diri mereka dan melaksanakan kewajiban beragama mereka; seperti sholat dan puasa.

  6. KEJADIAN KEGUGURAN, KEHAMILAN TIDAK DIRENCANAKAN DAN PENGGUGURAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setia Pranata

    2013-03-01

    nasional tentang bagaimana kejadian keguguran, kehamilan yang tidak direncakan dan upaya pengguguran kandungan di lndonesia. Metode. Unit analisis dalam studi ini adalah sampel individu RISKESDAS 2010, yakni perempuan pernah kawin, usia 10-59 tahun, yang berada di seluruh provinsi se-Indonesia. Data yang digunakan adalah ahsil survei dengan menggunakan instrumen kuensioner RKD10RT dan RKD10.IND. Data tersebut dihubungkan dengan status demografi dan status sosial. Dari hasilnya, motif aborsi dapat diketahui. Temuan. Angka kejadian keguguran secara naisonal adalah 4%. Dari semua kejadian keguguran, ada 6,54% di antaranya aborsi. Aborsi lebih besar dilakukan oleh ibu berusia di atas 35 tahun, berpendidikan tamat SMA, tidak bekerja dan tinggal di perkotaan. Cara yang dominan digunakan untuk menghentkan kehamilan adalah kuret. Jamu, pil dan suntik merupakan tindakan alternatifnya. Terkait dengan kejadian kehamilan yang tidak direncanakan, kasus yang ditemukan berkisar antara 1,6% dan 5,8%. Dari semua kejadian kehamilan tidak direncakan, 6,71% di antaranya sengaja digugurkan. Berdasarkan karakteristik, aborsi banyak dilakukan oleh ibu berusia di atas 35 tahun, berpendidikan SD, tidak bekerja, dari status sosial ekonomi kuatil ke 2 dan tinggal di perkotaan. Aborsi. Dilakukan secara sendiri dengan jamu dan pil. Kata kunci: Keguguran, kehamilan tidak diinginkan, aborsi, lndonesia

  7. Hubungan OAINS pada Pengobatan Dismenorea dengan Kejadian Dispepsia pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Dwiaulia Risnomarta

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakDismenorea merupakan salah satu keluhan ginekologi tersering yang membawa pasien datang ke dokter. Dismenorea terjadi 40-80% dan 5-10% nya membutuhkan pengobatan. Obat anti inflamasi non steroid (OAINS paling sering digunakan untuk pengobatan dismenorea primer. Namun efek samping sering terjadi terutama pada saluran cerna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan OAINS sebagai pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Rancangan penelitian adalah analitik cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 62 orang yang diambil dengan menggunakan metode total sampling. Dari penelitian ini diperoleh jumlah responden yang mengalami dispepsia sebanyak 14 orang (22,6%. Penelitian ini menilai OAINS (jenis,jumlah, dan kombinasi pada pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia. Derajat dispepsia yang dikeluhkan umumnya ringan. Hasil uji chi-square antara jenis OAINS pada pengobatan dismenorea dan kejadian dispepsia didapatkan p = 0,120. Hasil uji chi-square antara jumlah OAINS pada pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia didapatkan p = 1,00. Hasil uji chi-square antara kombinasi OAINS pada pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia didapatkan p = 0,125. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis, jumlah, dan kombinasi OAINS pada pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia.Kata kunci: dismenorea, OAINS, dispepsia AbstractDysmenorrhea is one of most common gynecological complaint that bring the patients come to see doctor. Dysmenorrhea occurs 40-80% and 5-10% need treatment. Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs are the most common treatment for primary dysmenorrhea. The side effects of NSAIDs often occur, especially in gastointestinal. The objective of this study was to determine the relationship of NSAIDs in the treatment of dysmenorrhea and dyspepsia incident in female students of Faculty of Medicine of

  8. ANALISA TINGKAT KEJADIAN STOMATITIS PADA PENDERITA TUNANETRA

    OpenAIRE

    MUH., ikhsan.s

    2012-01-01

    2011 Tujuan: Untuk Mengetahui tingkat kejadian dan faktor yang mempengaruhi terjadinya stomatitis pada penderita tunanetra. Desain: Penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian observasional yaitu suatu rancangan penelitian dimana mengamati objek tanpa melakukan intervensi kepada objek tersebut. Pengaturan Studi: Penelitian ini dilakukan di Panti Tunanetra Yukartuni, Panti Guna Yapti, dan YPKCNI Makassar. Penelitian dilakukan selama satu minggu Bahan dan Metode: Populasi yang ...

  9. Hubungan Kadar Profil Lipid dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Etnik Minangkabau di Kota Padang Tahun 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Feryadi

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakHipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada masyarakat dan berkorelasi dengan penyakit lainnya. Banyak faktor penyebab terjadinya hipertensi, salah satunya adalah gangguan profil lipid. Profil lipid dapat memicu terjadinya hipertensi melalui berbagai mekanisme, baik secara langsung atau tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih lanjut tentang hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi. Penelitian dilakukan pada masyarakat Etnik Minangkabau di 8 kelurahan di kota Padang. Ini adalah studi komparatif menggunakan desain cross sectional study, dengan jumlah subjek 160 responden. Pengumpulan data responden dilakukan dengan wawancara. Pengukuran tekanan darah dilakukan berdasarkan cara yang direkomendasikan WHO dan penetapan nilainya berdasarkan JNC VII. Profil lipid diukur dilaboratorium dengan acuan penilaian berdasarkan NCEP ATP III. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar gangguan kadar kolesterol terdapat pada penderita hipertensi dari pada normotensi. Uji statistik chi square menunjukkan hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol dan trigliserida dengan kejadian hipertensi (total kolesterol p < 0,05; OR = 2,40, trigliserida p< 0,05; OR = 2,49. Kadar HDL dan LDL tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian hipertensi (p > 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian fraksi profil lipid mempengaruhi kejadian hipertensi pada etnik Minangkabau yang berada di kota Padang, yaitu kadar kolesterol total dan trigliserida.Kata kunci: Hipertensi, kolestertol total, HDL, LDL, Trigliserida, etnik Minangkabau.AbstractHypertension is a common disease in the community and have correlation with other diseases. Many factor can leads hypertension, such as disturbance of lipid profile. Lipid profile can lead hypertension through a variety of mechanism, either directly or indirectly. This study aims to investigate

  10. Angka Kejadian serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi GangguanTidur (InsomniaPada Lansia di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar Bali Tahun 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Arysta Dewi

    2014-10-01

    Full Text Available Latar belakang: Angka   kejadian insomnia akan meningkat seiringbertambahnya usia. Dengan kata lain, gejala insomnia sering terjadi pada oranglanjut usia (lansia, bahkan hampir setengah dari jumlah lansia dilaporkanmengalami kesulitan memulai tidur dan mempertahankan tidurnya.Tujuan: Untuk mengetahui angka  kejadian gangguan tidur  (insomnia padalansia serta faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan tidur (Insomniapadalansia di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar.Materi dan metode: Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitiandeskriftif cross-sectional non-eksperimental, dengan menggunakan sampelsebanyak 15 orang setelah di inklusi dan eksklusi. Melalui wawancara langsungdengan menggunakan sarana kuesioner, di lingkungan Panti Sosial Tresna WerdaWana Seraya Denpasar Bali.Hasil: Terdapat 6 orang lansia (40%yang menderita insomnia dengan beberapafaktor yang mempengaruhi seperti berdasarkan usia, usia 60-70 tahun terdapat 4orang (66,6%, usia 71-80 tahun, terdapat 2 orang lansia (22,2%. Berdasarkanjenis kelamin terdapat 1 orang lansia laki-laki (25%dan terdapat 5 orang lansiaperempuan (45,5%.Berdasarkan kebiasaan tidur yang buruk, hanya terdapat 1orang lansia (16.6%yang memiliki kebiasaan atau pola tidur yang buruk.Berdasarkan penyakit yang mendasari terdapat 4 orang lansia (66,6%.Berdasarkan adanya penyakit gangguan jiwa seperti depresi mayor atau punkecemasan hanya  terdapat 3 orang atau hanya sekitar 50% yang mengalamidepresi maupun kecemasan.Simpulan : Berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya insomnia pada lansia,seperti usia, jenis kelamin, Kebiasaan tidur / pola tidur, penyakit lainnya yangmendasari, serta gangguan jiwa yang menyertai. Insomnia pada panti werdha inicenderung terjadi pada usia yang lebih muda dan jenis kelamin perempuan.

  11. Hubungan Kejadian Internet Addiction dengan Prestasi Belajar pada Mahasiswa FK Unand

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Erizka

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakTeknologi internet berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir dengan berbagai manfaat positif dan negatifnya. Internet addiction merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan. Dalam beberapa penelitian disebutkan pengaruh internet addiction terhadap beberapa aspek termasuk pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui angka kejadian internet addiction dan mempelajari hubungannya dengan prestasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unand. Metode studi cross sectional dilakukan terhadap mahasiswa FK Unand angkatan 2011. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan kejadian internet addiction mempengaruhi prestasi belajar pada mahasiswa FK Unand. Sebanyak 1,1% subjek mengalami internet addiction berat, 34,4% sedang dan 37,7% ringan. Berdasarkan jenis kelamin perempuan lebih banyak mengalami internet addiction daripada laki laki karena  perempuan yang lebih banyak. Klasifikasi yang terbanyak adalah cyber-relationship dan metode paling banyak yang digunakan untuk mengakses internet adalah dengan menggunakan smartphone. Hasil lain yang didapatkan adalah kebutuhan dasar dan ibadah adalah kegiatan paling dominan yang dapat menghentikan responden dari mengakses internet. Disimpulkan bahwa kejadian internet addiction mempengaruhi prestasi belajar pada mahasiswa FK Unand.Kata kunci: cyber-relationship, internet, internet addiction, prestasi belajar AbstractThe internet technology grow very fast in recent years bringing many positive and negative effects. Internet addiction is one of the negative effect. Several research confirm some negative effect of internet addiction including  academic problem. The objective of this study was to know frequency and it’s relation with academic achievement in Medical Faculty of Andalas university’s students. This was a cross-sectional study on Medical Faculty of Andalas University’s students. The result were analyzed by chi

  12. Determinan Kejadian Malaria di Wilayah Endemis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamzah Hasyim

    2014-02-01

    Full Text Available Kabupaten Lahat adalah salah satu wilayah endemis malaria di Sumatera Selatan dengan prevalensi 16,4% dan Annual Malaria Incidence 22,08. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko lingkungan dengan kejadian malaria. Faktor risiko lingkungan genangan air (breeding place berhubungan dengan kejadian malaria dengan nilai p= 0,000. Analisis multivariat menemukan determinan utama kejadian malaria adalah breeding place di sekitar rumah responden dengan odds ratio (OR = 5,034 dan 95% CI = 2,65 _ 9,56. Responden yang tinggal di sekitar breeding place berisiko 5,03 kali lebih besar untuk menderita malaria dibandingkan dengan responden yang di sekitar rumah tidak terdapat breeding place setelah dikontrol variabel jarak rumah ke breeding place, ventilasi rumah, penggunaan kelambu, penggunaan obat anti nyamuk, dan kebiasaan keluar rumah pada malam hari. Lahat district is one of the malaria endemic area in South Sumatra Province with a prevalence of 16.4% and Annual Malaria Incidence of 22.08. The case control reports were carried out of 240 respondents. This study aimed to understand the relationship among of environmental risk factors with the incidence of malaria. After primary data collection followed by processing and data analysis in a multimedia laboratory. There was association between breeding place and malaria cases (p value= 0.000. The results of multivariate analysis of variables revealed the determinant risk was breeding place, with OR = 5.034 and CI 95%= 2.65 _ 9.56. Respondents who live around the breeding place has 5.034 times chance of affected malaria compared with respondents around the house there are no breeding place after the controlled distance to the breeding place house, use of mosquito nets, use of anti-mosquito, and habits out of the house at night variables.

  13. DETERMINAN PERILAKU PADA KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH TAHUN 2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aryani Pujiyanti

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakPerilaku manusia dapat menjadi faktor pemicu terjadinya leptospirosis sebagai re-emerging zoonosis di Kabupaten Demak. Tujuan penelitian adalah menggambarkan determinan perilaku penderita pada kejadian luar biasa leptospirosis (KLB di Kabupaten Demak, Tahun 2008. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Sampel adalah penderita leptospirosis periode 1 Januari – 1 April 2008. Hasil menunjukan mayoritas penderita berusia produktif. Lebih dari 50% penderita tidak tahu bahaya leptospirosis. Kaporit dipahami sebagai penjernih air bukan desinfektan. Lebih dari 50% penderita memiliki aktivitas kontak dengan sumber penularan leptospirosis. Mayoritas penderita tidak memakai alas kaki dan sarung tangan sebagai pelindung diri dari penularan leptospirosis. Bangkai tikus lebih banyak dibuang di sungai (59,3%, sedangkan perilaku pengendalian tikus yang efektif belum banyak dilaksanakan (68,5%. Kewaspadaan penderita terhadap leptospirosis masih rendah karena adanya persepsi leptospirosis tidak berbahaya dan pengetahuan tentang leptospirosis yang masih kurang. Responden mendukung penggunaan kaporit tetapi untuk menjernihkan air bukan sebagai desinfektan. Perilaku hidup bersih dan sehat, pengendalian tikus serta penggunaan alat pelindung diri untuk mencegah leptospirosis masih kurang. Rekomendasi yang diberikan adalah perlu peningkatan edukasi kesehatan tentang bahaya leptospirosis, aktivitas berisiko, penggunaan kaporit dan teknik pengendalian tikus yang benar.Kata kunci : leptospirosis, perilaku, determinan, kejadian luar biasaAbstractHuman behavior could be a trigger factor for leptospirosis as a re-emerging zoonoses in Demak Regency. Objective of this study was to describe patients behavioral determinants in leptospirosis outbreaks in Demak Regency, 2008. Research was a descriptive study with cross – sectional design. Data was collected with interview. Samples were

  14. Gambaran Kejadian Persalinan Disfungsional pada Pasien Anemia dalam Kehamilan di RSUP Dr. M. Djamil Periode 2010–2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mega Redha Putri

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPersalinan disfungsional (distosia akibat kelainan tenaga merupakan masalah persalinan dunia dan merupakan salah satu indikasi dilakukannya intervensi selama persalinan dengan tingkat kekerapan kejadian sebesar 4-40%. Persalinan disfungsional dapat disebabkan oleh anemia dalam kehamilan. Kekuatan kontraksi uterus atau his ibu hamil dengan anemia kurang dari normal, lemah dan dalam durasi yang pendek sehingga tidak cukup kuat untuk melahirkan janin dan ibu hamil akan cepat lelah, akibatnya persalinan dapat mengalami perlambatan atau terhenti. Semakin berat anemia, semakin berat manifestasi klinis yang muncul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian persalinan disfungsional pada pasien anemia dalam kehamilan berdasarkan derajat anemia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data retrospektif bagian rekam medik RSUP. Dr. M. Djamil Padang periode 2010-2012. Data yang digunakan sebanyak 61 sampel. Hasil penelitian menunjukkan distribusi kejadian persalinan disfungsional paling tinggi pada anemia derajat ringan yaitu sebanyak 4 orang (8,7%, anemia derajat sedang sebanyak 1 orang (8,3% dan anemia derajat berat 0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat anemia dalam kehamilan tidak mempengaruhi angka kejadian persalinan disfungsional.Kata kunci: anemia dalam kehamilan, persalinan disfungsional, distosia, ibu hamil AbstractDysfunctional labor (dystocia due to abnormal labor is a worldwide labor problem and one of the indications for intervention during labor with prevalence rate 4-40%. Dysfunctional labor can be caused by anemia in pregnancy. The strength of uterine contractions or his in pregnant women with anemia is less than normal, weak and short in duration so it is not strong enough to bear the fetus and the pregnant women will get tired, causing a slow or stopped. The more severe anemia, the more severe clinical manifestations appear. The objective of this study was to know

  15. HUBUNGAN RIWAYAT OBESITAS PADA ORANGTUA DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Lia Juliantini

    2015-01-01

    Full Text Available Prevalensi obesitas mengalami peningkatan setiap tahunnya, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Obesitas terjadi akibat pengaruh beberapa faktor, salah satunya adalah riwayat obesitas pada orangtua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara riwayat obesitas pada orangtua dengan kejadian obesitas pada anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif analitik dengan metode pendekatan cross-sectional dan sampel sebanyak 128 anak sekolah dasar. Status gizi obesitas ditentukan dengan indeks massa tubuh menurut usia dan jenis kelamin, apabila persentil ? 95, maka disebut sebagai obesitas berdasarkan Center for Disease Center and Prevention (CDC 2000. Data dianalisis dengan menggunakan Chi-square. Nilai p dinyatakan bermakna secara statistik jika p<0,05. Pada penelitian ini didapatkan 43 anak yang mengalami obesitas. Dari hasil uji bivariat didapatkan kedua orangtua yang obesitas memiliki anak obesitas sebanyak 75% dengan nilai p=0,001, OR=10,5, CI 95%= 3,168;34,803,  ayah obesitas yang memiliki anak obesitas sebanyak 30% dengan nilai p=0,393, OR=1,5, CI 95%= 0,591;3,810,  ibu obesitas yang memiliki anak obesitas sebanyak 28,6% dengan nilai p=0,618, OR=1,4, CI 95%= 0,372;5,268, serta non obesitas yang memiliki anak obesitas sebanyak 22,2%. Simpulan penelitian ini, bahwa kedua orangtua yang obesitas mempunyai hubungan yang signifikan dengan obesitas pada anak sekolah dasar.

  16. Perilaku sedentari sebagai faktor risiko kejadian obesitas pada anak sekolah dasar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Imam Arundhana

    2016-03-01

    rural area. KEYWORDS: physical activities, overweight, rural, urban, elementary school childrenABSTRAKLatar belakang: Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas tahun 2010, prevalensi obesitas di Yogyakarta adalah 78% pada tahun 2010. Peningkatan prevalensi obesitas pada anak sekolah sangat berkaitan dengan aktivitas sedentari dan berkurangnya aktivitas fi sik.Tujuan:  Untuk Mengetahui apakah perilaku sedentari merupakan faktor risiko terhadap obesitas anak sekolah dan mengidentifi kasi seberapa besar kontribusinya.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol. Populasi terdiri dari anak-anak sekolah dasar (baik negeri maupun swasta kelas 1-5 di Yogyakarta dan Bantul. Pemilihan sekolah selama fase skrining berdasarkan metode probability proportional to size (PPS. Kasus adalah anak-anak yang didiagnosis obesitas pada saat fase skrining, menggunakan simple random sampling didukung dengan tabel random dan dilakukan matching pada sekolah tersebut. Berdasarkan perhitungan sampel, terdapat 488 sampel yang terdiri dari 244 kasus dan 244 kontrol. Data aktivitas fisik diperoleh menggunakan formulir CPAQ. Data diproses menggunakan Epidata v 3.1 and STATA v.11.  Analisa data yang digunakan adalah univariat, bivariat, and analisa multivariat dengan t-test, anova, dan logistic regression.Hasil: Durasi perilaku sedentari pada siswa obesitas lebih lama dibandingkan mereka yang tidak obesitas dengan ratarata perbedaan 49,81 menit/hari (p<0,01. Hasil analisis Chi-square menunjukkan perilaku sedentari memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian obesitas dengan OR=6.93 (95%CI: 4,56-10,54. Berdasarkan jenis perilaku sedentari, terdapat hubungan yang signifikan untuk kategori screen based dan duduk-duduk (p <0,05.Kesimpulan:Perilaku sedentari merupakan faktor risiko terhadap kejadian obesitas pada anak-anak sekolah dasar. Rata-rata durasi perilaku sedentari pada anak yang obes lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak obes. Berdasarkan tempat tinggal, rata

  17. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Gizi dengan Kejadian Obesitas Anak di SD Islam Al-Azhar 32 Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Merisya .

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakObesitas adalah kelainan yang ditandai oleh penimbunan berlebihan jaringan lemak dalam tubuh. Salah satu kelompok usia yang berisiko mengalami obesitas adalah kelompok usia 6-12 tahun. Pengetahuan gizi ibu berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak.Hal tersebut mempengaruhi pemilihan nutrisi yang dikonsumsi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 1-3 di SD Islam Al-Azhar 32 Padang dengan subyek penelitian sebanyak 102 orang. Pengambilan data dilakukan dengan pembagian angket kepada ibu yang berisi pertanyaan seputar gizi. Status gizi anak ditentukan dengan pengukuran berat dan tinggi badan. Hasil pengukuran dikategorikan berdasarkan standar antropometri penilaian status gizi anak menurut Departemen Kesehatan Indonesia. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat fisher’s exact test. Hasil penelitian didapatkan subyek obesitas sebanyak 17,6% dengan rerata IMT adalah 16,6 ± 3,20. Tingkat pengetahuan gizi ibu ditemukan hampir seluruhnya dalam kriteria cukup baik, yaitu sebesar 98%. Hasil uji statitik didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan gizi ibu dengan kejadian obesitas (p = 0.323Kata kunci: obesitas anak, pengetahuan ibu, giziAbstractObesity is a disorder that is marked by excessive accumulation of body fat. Age group 6-12 years is one group that is at risk of childhood obesity. Mother’s nutritional knowledge is related to childhood obesity. The knowledge influence mother’s decision on child’s daily consumption. The objective of this research was to investigate the relationship between mother’s knowledge of nutrition and childhood obesity among elementary school students.This research was analytic research with cross sectional study. The research

  18. Gambaran Slide Malaria Berdasarkan Sediaan Darah dari Kepulauan Siberut Mentawai Periode Oktober 2011 – Januari 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adeline Sacharissa Firdaus

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakMalaria adalah penyakit penting yang saat ini telah menjadi masalah kesehatan dunia dan endemik di 105 negara salah satunya Indonesia. Indonesia memiliki banyak kepulauan yang tersebar salah satunya yaitu Kepulauan Mentawai. Kepulauan Mentawai merupakan daerah endemi malaria yang terdiri atas 4 pulau salah satunya yaitu Kepulauan Siberut Mentawai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Insiden kejadian malaria di Kepulauan Siberut Mentawai periode Oktober 2012 – Januari 2012. Desain penelitian yaitu deskriptif dan observational. Sediaan darah yang berasal dari Puskesmas Muara Siberut Kepulauan Siberut Mentawai dikirim ke Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk diperiksa. Penelitian dilakukan dengan cara pemeriksaan secara mikroskopik sediaan darah tebal dan tipis dari sampel darah tepi yang telah dipulas dengan pewarnaan Giemsa untuk mengetahui berapa insiden kejadian malaria, distribusi malaria menurut jenis kelamin, distribusi malaria menurut jenis plasmodium dan Parasite Count. Seluruh Sediaan darah berjumlah 106 sediaan darah dan 32 diantaranya positif malaria. Berdasarkan jenis kelamin ditemukan pada perempuan 17 sediaan darah dan laki-laki sebanyak 15 sediaan darah. jenis Plasmodium yang ditemukan adalah Plasmodium falciparum sebanyak 20 sediaan darah dan Plasmodium vivax sebanyak 12 sediaan darah. Menurut parasite count 14 sediaan darah diantaranya merupakan infeksi ringan dan 6 sediaan darah lainnya merupakan infeksi berat. Kesimpulan penelitian ini adalah (1 kejadian positif malaria ditemukan sebanyak 30,2%, (2 Insiden kejadian malaria lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki, (3 Hanya ditemukan jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax pada penelitian, (4 Derajat infeksi ringan kejadiannya lebih tinggi dibandingkan infeksi berat.Kata kunci: Malaria, Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Parasit countAbstractMalaria is an important disease that has become a global

  19. Peranan Kadar Feritin Serum terhadap Kejadian Preeklampsia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mega Ulfah

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Preeklampsia merupakan penyebab utama kematian maternal dan perinatal diseluruh dunia. Peningkatan kadar serum besi dan feritin memiliki potensi untuk digunakan secara diagnostik untuk memperingatkan preeklampsia tahap awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan peranan kadar serum feritin terhadap kejadianpreeklampsia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case-control. Penelitian dilakukan dari Agustus 2013 hingga Juli 2014, bertempat di RS dr. M. Djamil, RS dr. Reksodiwiryo dan Laboratorium Biomedik UNAND Padang.  Jumlah sampel yang diteliti adalah 40 responden dimana sampel terdiri dari 2 kelompok,masing-masing terdiri dari 20 sampel. Pemeriksaan serum feritin dilakukan dengan metode ELISA. Perbedaan rerata kadar feritin serum antara kelompok preeklampsia dan kehamilan normal dianalisa dengan mengunakan independen ttest. Hasil penelitian diperoleh rerata kadar serum feritin pada kelompok preeklampsia dan kehamilan normal adalah50,46+4,37 ng/ml dan 17,64+1,6 ng/ml, dengan nilai p=0,004. Kadar feritin pada kedua kelompok masih dalam batas normal dan tidak ditemukan indikasi adanya kelebihan besi sebagai faktor resiko preeklampsia. Kesimpulan penelitian ini yaitu kadar serum feritin tidak memiliki peranan terhadap kejadian preeklampsia. Kata kunci: preeklampsia, hipertensi dalam kehamilan, serum feritin Abstract Preeclampsia is a major cause of worldwide maternal and prenatal mortality. The increase in iron serum and ferritin can be used as a diagnosis to warn of the early stage of preeclampsia. The objective of this study was to determine the impact of ferritin serum levels on preeclampsia. This study was an observational analytic study withcase-control design. It has been done from August 2013 to Juli 2014, in RS dr. M. Djamil, RS dr. Reksodiwiryo and Biomedical Laboratory of Andalas University Padang. Total sample evaluated was 40 samples. The sample consist of two groups, each group

  20. Perumusan Model Moneter Berdasarkan Perilaku Gas Ideal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmad Resmiyanto

    2014-04-01

    Full Text Available Telah disusun sebuah model moneter yang berdasarkan perilaku gas ideal. Model disusun dengan menggunakan metode kias/analogi. Model moneter gas ideal mengiaskan jumlah uang beredar dengan volume gas, daya beli dengan tekanan gas dan produksi barang dengan suhu gas. Model ini memiliki formulasi yang berbeda dengan Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory of Money yang dicetuskan oleh Irving Fisher, model moneter Marshal-Pigou dari Cambridge serta model moneter ala Keynes. Selama ini 3 model tersebut dianggap sebagai model yang mapan dalam teori moneter pada buku-buku teks ekonomi. Model moneter gas ideal dapat menjadi cara pandang baru terhadap sistem moneter.

  1. GAYA HIDUP DAN KEJADIAN SINDROM METABOLIK PADA KARYAWAN LAKI-LAKI BERSTATUS GIZI OBES DI PT. INDOCEMENT CITEUREUP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitria Nurjanah

    2015-05-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objectives of this study were to analyze life style and incidence of metabolic syndrome among obese male employees in PT. Indocement Citeureup. The cross sectional design was applied with purposive sampling by involving 59 obese male employees met the inclusion criteria. There was 49.2% subject has metabolic syndrome whereas the highest prevalence was central obesity (96.6%, followed by hipertriglyceridemia (82.8%, low level of High Density Lipoprotein (HDL (72.4%, fasting blood glucose (62.1%, and hypertension (55.2%. There was no significant difference prevalence of metabolic syndrome by age, history of obesity, smoking habits, excercise habits, physical activity, and eating behavior (p>0.05. High cigarettes smoking significantly correlated with lower diastole and greater abdominal circumference (p<0.05. Unhealthy eating behavior was significantly correlated with HDL cholesterol, while snacking behavior was correlated with fasting blood glucose (p<0.05.Keywords: life style, metabolic syndrome, obesityABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis gaya hidup dan kejadian sindrom metabolik pada karyawan laki-laki berstatus gizi obes di PT. Indocement Citeureup. Desain penelitian adalah cross sectional dengan purposive sampling dan melibatkan 59 karyawan laki-laki obes yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Sebanyak 49,15% subjek mengalami sindrom metabolik dengan prevalensi penanda sindrom metabolik tertinggi adalah obesitas sentral (96,55%, diikuti oleh hipertrigliseridemia (82,76%, kadar kolesterol High Density Lipoprotein (HDL rendah (72,41%, kadar glukosa darah puasa tinggi (62,07% dan hipertensi (55,17%. Tidak terdapat perbedaan proporsi kejadian sindrom metabolik menurut umur, riwayat kegemukan, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, tingkat aktivitas fisik maupun perilaku makan (p>0,05. Semakin banyak jumlah rokok yang dikonsumsi berkorelasi signifikan dengan tekanan darah diastol yang rendah dan ukuran lingkar perut

  2. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Indonesia (Analisis Lanjut Riskesdas 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rika Mayasari

    2016-05-01

    mempengaruhi yaitu faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Faktor risiko individual yang berperan terjadinya infeksi malaria adalah usia, jenis kelamin, genetik, kehamilan, status gizi, aktivitas keluar rumah pada malam hari dan faktor risiko kontekstual (lingkungan perumahan, keadaan musim, sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian malaria di Indonesia berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas tahun 2013. Dari total sembilan belas faktor individual ada satu faktor yang bukan merupakan faktor risiko terjadinya infeksi malaria yaitu faktor rumah yang disemprot obat nyamuk/insektisida. Faktor yang paling besar risikonya adalah pemakaian kelambu berinsektisida (OR = 2,30 ; CI 95 % : 1,28-4,12 dan yang paling kecil adalah waktu tempuh ke pelayanan bidan (OR = 0,32 ; CI 95% : 0,19-0,55Kata kunci : Faktor Risiko, Malaria, Indonesia

  3. KEJADIAN CHIKUNGUNYA DI KELURAHAN KARANGSARI DAN PANJER KECAMATAN KEBUMEN, KABUPATEN KEBUMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bina Ikawati

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACTChikungunya is one of diseases that transmitted by chikungunya virus (CHIK virus one of RNA virusinclude in Alphavirus. In the year of 2012 outbreak of chikungunya was happen in Kebumen District,January-June 2012 as much 80 cases in Karangsari Village and May-June as much 33 cases in PanjerVillage. This research describe chikungunya case condition based on time,place and person, laboratoriumchikungunya cases confirmation and entomology survey to count maya index as indicator to estimatemosquitoes breeding places habitat. Cross sectional method had been used. Outbreak chikungunya hadbeen happen in Karangsari and Panjer Villages, Kebumen Subdistrict, Kebumen District between January-July 2012. Sex ratio of cikungunya cases nearly same. Both of two area found chikungunya cases inchildren under five years. As much 27 responden that interviewed and taken their blood for chikungunyaPCR test found that they never go to outside of sub district area, PCR test showed positive in 7 sample.Maya index include in middle category. Outbreak chikungunya had been happen in Panjer and KarangsariVillage, Kebumen Sub District,Kebumen District. Environmet condition such as mosquitoes breedinghabitat in middle category.Keywords: Chikungunya, Kebumen ABSTRAKChikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya (CHIK virus merupakan RNAvirus yang termasuk dalam genus Alphavirus. Pada tahun 2012 di Kabupaten Kebumen terjadi KejadianLuar Biasa (KLB chikungunya dengan kasus sbb : bulan Januari-Juni di Desa Karangsari 80 kasus dan diKelurahan Panjer bulan Mei-Juni sebanyak 33 kasus. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisikasus chikungunya berdasarkan orang, tempat dan waktu, konfirmasi hasil pemeriksaan laboratorium dankeberadaan tersangka vektor di lingkungan kasus serta menghitung maya index. Penelitian bersifat crosssectional. KLB chikungunya telah terjadi di Kelurahan Karangsari dan Panjer, Kecamatan Kebumen,Kabupaten Kebumen berlangsung

  4. PENENTUAN DAERAH RAWAN GIZI BERDASARKAN ANALISIS SPATIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noviati Fuada

    2012-11-01

    Full Text Available Latar Belakang : Riset Kesehatan Dasar telah dilakukan di Indonesia (RISKESDAS 2007. Riset telah mengumpulkan data-data yang terdiri dari data kesehatan yang menggambarkan status gizi anak di bawah lima (antrophometri data di seluruh wilayah Indonesia. Kenyataanya masih sedikit analisis dengan menggunakan metode GIS, oleh karena itu artikel ini akan dikaji dengan metode spasial. Kajian ini diharapkan dapat memberikan informasi faktual, yang dapat mendukung kebijakan daerah. Tujuan: Mengidentifikasi daerah kabupaten/provinsi rawan status gizi anak balita, Metode: Analisa GIS denganmenggunakan metode spasial (pengelompokan data dan overlay dengan cara union. Data RISKESDAS 2007. Hasil: Wilayah tingkat tinggi potensi rawan gizi bermasalah (bersumber overlay antara peta sebaran status gizi balita dengan peta sebaran KK miskin  adalah; Kota Tasikmalaya, Kab. Tasikmalaya, Cianjur, Garut, Ciamis, Bandung, Subang dan Majalengka. Wilayah tingkat tinggi berpotensi terkena infeksi penyakit (berdasarkan peta sebaran resiko Infeksi Penyakit dan pemanfaatan posyandu adalah: Kabupaten Purwakarta, Karawang, Bekasi, Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Bekasi dan Bogor. Wilayah berpotensi rawan gizi kategori tinggi (bersumber pada 4 faktor/peta sebaran meliputi, Kabupaten Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya. Kasus Gizi bermasalah berdasarkan 3 indeks gabungan menyebar di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Wilayah kasus gizi bermasalah kategori tinggi, dan kategori sedang, sebagian besar  terjadi di wilayah Kabupaten. Baik kategori sedang maupun tinggi merupakan wilayah yang berdampingan. Gambaran ini mengarah pada fakta bahwa  masalah gizi cenderung merupakan masalah epidemiologi. Kesimpulan: Terdapat empat wilayah kabupaten status gizi yang paling serius dalam kategori tinggi meliputi, Kabupaten Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya.  Kata kunci: analisis spasial, status gizi, posyandu, rawan gizi 

  5. TINGGINYA KONSENTRASI HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN SEBAGAI RISIKO KEJADIAN PENYAKIT ARTERI PERIFER PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 LANJUT USIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuty Kuswardhani RA

    2012-11-01

    Full Text Available Pada orang lanjut usia (Lansia yang menderita diabetes melitus (DM tipe 2, tingginya konsentrasi penanda inflamasi sistemik High Sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP, dapat memprediksi kejadian penyakit kardiovaskular dan stroke. Tidak diketahui apakah tingginya konsentrasi hs-CRP juga berhubungan dengan terjadinya Penyakit Arteri Perifer (PAP pada DM tipe 2 lansia. Dengan menggunakan rancangan penelitian kasus kontrol untuk mengukur konsentrasi hs-CRP pada pasien DM tipe 2 lansia yang berobat di Poliklinik Geriatri RSUP Sanglah Denpasar dan terjadinya PAP/ Penyakit Arteri Perifer (nilai Ankle Brachial Index ??0.90 atau non PAP. Subjek di eksklusi apabila pasien (pria maupun wanita menderita penyakit ginjal kronis (serum kreatinin >3 mg/dl dan menderita kondisi-kondisi yang berpotensi mempengaruhi konsentrasi hs-CRP contohnya penyakit autoimun, infark miocardium, keganasan dan juga infeksi akut (konsentrasi hs-CRP >10mg/L. Variabel confounding adalah profil lipid (High Density Lipoprotein (HDL, Low density lipoprotein (LDL, Triglyceride (TG and Total Cholesterol, hipertensi dan obesitas sentral. Subjek yang dimasukkan dalam kelompok kasus dan kontrol telah melalui proses matching (berdasarkan umur dan jenis kelamin. Terdapat 24 kasus dan 21 kontrol yang memenuhi kriteria tersebut. Tidak ditemukan adanya perbedaan rerata pada karakteristik kelompok kasus dan kontrol berdasarkan umur (p=.185 dan jenis kelamin (p=.183. hubungan antara tingginya konsentrasi hs-CRP (cut off point 1 mg/l sebagai faktor risiko terjadinya PAP pada DM lansia tidak signifikan (OR=2.000, Pvalue=.205. Hal ini diperkirakan karena kuantitas sampel yang didapat tidak mencukupi kriteria dari analisis statistik atau mungkin hubungan itu sendiri terlalu lemah. Bukti tingginya konsentrasi hs-CRP dapat memprediksi risiko terjadinya PAP pada DM tipe 2 lansia pada penelitian ini belum terbukti perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih banyak.

  6. Hubungan antara Pembentukan Scar Vaksin BCG dan Kejadian Infeksi Tuberkulosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajriah Rosandali

    2016-08-01

    Full Text Available AbstrakTuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Orang dewasa yang menderita tuberkulosis sangat mudah menularkan kuman TB kepada orang disekitarnya terutama pada anak-anak. Salah satu cara pencegahan penyakit tuberkulosis adalah pemberian imunisasi BCG pada saat bayi baru lahir. Scar vaksin BCG dapat terbentuk setelah penyuntikan, kadang Scar tidak terbentuk setelah penyuntikan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara pembentukan Scar vaksin BCG dan kejadian infeksi tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah subjek sebanyak 80 orang. Pengambilan data berupa melakukan pengamatan terhadap Scar pada lengan atas serta wawancara kepada responden dengan menggunakan pedoman wawancara. Kemudian data ditabulasi dalam bentuk persentase dan dianalisis dengan uji chi-square . Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang terbanyak adalah perempuan dan usia yang terbanyak 35-44 tahun. Terdapat hubungan yang bermakna antara pembentukan Scar  vaksin BCG dengan kejadian infeksi tuberkulosis (p < 0,05. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pembentukan Scar vaksin BCG terhadap kejadian infeksi tuberkulosis.Kata kunci: tuberkulosis, vaksin BCG, Scar. AbstractTuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis with the number of sufferers tend to increase every years. Adults who suffer  tuberculosis is very easy to spread it to around, especially to children. One of the way to prevent tuberculosis is immunization of BCG vaccine which given since infant. The Scar of BCG vaccine can formed after injection or not. The objective of this study was to determine the relation of BCG vaccine Scar formation on  the incidence of tuberculosis infection.This research used a cross sectional design with 80 total subjects. The data was collected by observations of the scar on the upper arm while interviewed  respondents using interview guide

  7. Determinan Kejadian Cedera pada Kelompok Pekerja Usia Produktif di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusianawaty Tana

    2015-11-01

    Full Text Available AbstractInternational Labor Organization (ILO in 2008 estimated that 14 % of the 2.34 million people died as a result of work-related accidents. In Indonesia, work-related accidents data are still limited and only focus on the formal sector. The research purpose was to identify the determinant of the injury in Indonesia productive age (15-64 years old workers.This study was a further analysis of National Health Research (Riskesdas data in 2013. The data were analyzed by complex sample with significancelevel 0.05 and 95% confidence intervals. The workers who met the study criterias were 405,984 persons. The determinant of injury was age, gender, hypertension, region area, visual and hearing impairment, education, diabetes mellitus, marrital status, body mass index, occupation, economical status, subdistrict area (OR adjusted 1.1-2.17 p≤0.009. The injury of the 15-24 years old group was 2.17 times higher than55-64 years old group, males were injured 1.8 times higher than females, workers who had hypertension were 1.6 times than normotension. Workers stayed in Eastern Indonesia Region was injured 1.5 times higher than in Sumatra Region, and workers with hearing impairment in both ears were injured 1.5 times higher than normal hearing. The main determinant of injury in productive age workers was age, gender, hypertension, and hearing impairment. Efforts to prevent injury were required, especially foryoung workers.Keywords : workers, injury, productive age, Indonesia, Riskesdas 2013 AbstrakInternational Labor Organization (ILO memperkirakan 14% dari 2,34 juta orang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja (2008. Di Indonesia, data terkait kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan masih terbatas dan hanya fokus pada pekerja sektor formal. Penelitian ini bertujuan menentukan determinan kejadian cedera pada pekerja usia produktif (15-64 tahun di Indonesia, menggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas Tahun 2013. Data dianalisis dengan kompleks

  8. ASUPAN PROTEIN NABATI DAN KEJADIAN ANEMIA WANITA USIA SUBUR VEGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Ari Nugroho

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe purpose of this study was to determined the role of vegetable protein intake and anaemia incidence among vegan reproductive aged women. This study was observational research with cross-sectional study design. Sixty-five subjects were selected by simple random sampling method. Data collection for intake was done by 24-hours recall technique, and haemoglobin levels was measured by cyanmethemogloblin method. The results showed that 26.1% from 31-anaemia vegan subjects classified as less vegetable protein intake individuals, and 43% from 34-non anaemia vegan subjects known as enough vegetable protein intake individuals. Chi-square test authenticate that there was a significant relationship between the vegetable protein intakes with anaemia incidence among vegan reproductive aged women (p=0.002. The conclusion showed that vegetable protein intake has a role to the risk of anaemia incidence among vegan reproductive aged women.Keywords: anaemia, reproductive aged women, vegan, vegetable proteinABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui peran asupan protein nabati terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS vegan. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sebanyak 65 subjek WUS dipilih menggunakan metode simple random sampling. Pengambilan data asupan dilakukan menggunakan metode 24-hours recall, sedangkan kadar hemoglobin dianalisis menggunakan metode cyanmethemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan 31 WUS vegan yang anemia sebesar 26,1% diantaranya menunjukkan memiliki asupan protein kurang, sedangkan 34 WUS vegan yang tidak anemia (43%, memiliki asupan protein nabati cukup. Analisis chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein nabati dengan kejadian anemia (p=0,002. Kesimpulan penelitian ini adalah asupan protein nabati berperan terhadap risiko anemia pada WUS vegan.Kata kunci: anemia, protein nabati, vegan, WUS

  9. HUBUNGAN KADAR MAGNESIUM DENGAN KEJADIAN PREEKLAMASI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Devita

    2016-05-01

    Full Text Available Preeklampsia adalah penyakit hipertensi, proteinuria dan edema yang timbul karena kehamilan. Kejadian preeklamsia pada ibu hamil pada tahun 2012 di RSUP Dr. M. Djamil Padang sebanyak 158 orang dan tahun 2013 terdapat 111 orang (41,9% dari 265 ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar magnesium dengan kejadian preeklampsi pada ibu hamil trimester III di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain case control Pada Februari-Juni 2015. Populasi semua ibu hamil yang tercatat di rekam medik berjumlah 265 orang. Sampel sebanyak 222 orang dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1. Terdapat hubungan kadar magnesium dengan kejadian preeklampsia (p=0,002. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar magnesium berhubungan dengan kejadian preeklampsia, maka diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat melakukan deteksi dini kejadian preeklamsia yang salah satunya dengan melakukan pemeriksaan magnesium dan memberikan terapi magnesium.Kata Kunci: Kadar magnesium, Preeklamsia

  10. Penggugusan Provinsi di Indonesia Berdasarkan Kondisi Kesehatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sabarinah Prasetyo

    2013-01-01

    Full Text Available Untuk melaksanakan penelitian di Indonesia yang dapat mewakili 33 provinsi, sampling bertahap banyak dilakukan, dan tahap awalnya adalah memilih provinsi. Pada penelitian bidang kesehatan, agar provinsi terpilih mewakili kondisi kesehatan penduduk Indonesia, seyogyanya provinsi dikelompokkan berdasarkan variabel terkait kesehatan. Untuk itu, secara statistik dapat dilakukan analisis gugus (cluster analysis memakai data dari berbagai sumber, dengan 27 variabel mencakup prevalensi beberapa penyakit infeksi dan status gizi, akses ke pelayanan kesehatan, status demografi, indeks pembangunan manusia, dan aspek keuangan. Hasil akhir menunjukkan bahwa ada 4 gugus provinsi di Indonesia, pada masing-masing gugus terdapat sebanyak 4, 8, 7, dan 14 provinsi. Proses penggugusan dengan analisis gugus semacam ini dapat diterapkan dengan memakai data yang diperbaharui dan hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan untuk sampling provinsi di Indonesia. Amultistage sampling procedure is often used in conducting a research that represents all 33 provinces in Indonesia, and the first step for the procedure is the sample selection of provinces. In the area of health research, it is recommended that the province selection is based on the stratification of provinces using health related variables. Cluster analysis is a statistical technique possibly employed utilizing data from many sources. In this particular application, it involves 27 important health variables which reflect important communicable diseases and nutritional status, access to health services, demographic situation, human development index, and financial factor. This cluster analysis produces four clusters of province, with each of them comprising of 4, 8, 7, and 14 provinces. This statistical clustering technique of provinces can be implemented and considered in the sampling process of provinces in Indonesia using the updated data.

  11. Peningkatan Determinan Sosial dalam Menurunkan Kejadian Tuberkulosis Paru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani

    2014-08-01

    Full Text Available Upaya pengendalian tuberkulosis paru oleh World Health Organization telah meningkatkan angka kesembuhan dan menyelamatkan banyak jiwa, tetapi kurang berhasil dalam menurunkan insiden tuberkulosis. Oleh karena itu, pengendalian tuberkulosis akan lebih menekankan pada kebijakan determinan sosial karena determinan sosial secara langsung maupun melalui faktor risiko tuberkulosis berpengaruh terhadap tuberkulosis. Di Bandar Lampung, angka notifikasi tuberkulosis dari tahun 2009 – 2010 mengalami peningkatan walaupun angka kesembuhan sudah lebih dari 85%. Bandar Lampung juga merupakan bagian dari salah satu provinsi termiskin di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh determinan sosial (yang diukur melalui indikator pendidikan, pendapatan dan kelas sosial terhadap kejadian tuberkulosis. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – Oktober 2012 di seluruh pelayanan kesehatan di Bandar Lampung yang telah melaksanakan strategi Directly Observed Treatment Shortcourse. Responden penelitian ini adalah 238 penderita tuberkulosis basil tahan asam positif dan 238 suspek yang tidak menderita tuberkulosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan sosial yang rendah akan meningkatkan risiko untuk terkena tuberkulosis. Oleh karena itu, pengendalian tuberkulosis perlu disertai dengan peningkatan determinan sosial untuk menurunkan kejadian tuberkulosis. Tuberculosis control program conducted by World Health Organization, has increased tuberculosis cure rate and saved million people, but has less success in reducing tuberculosis incidence. Therefore, tuberculosis control program needs to put more emphasis on social determinants. It is obvious, since social determinants, directly or through its tuberculosis-risk factors, affect tuberculosis. In Bandar Lampung, notification rate during the period of 2009 - 2010 has increased although the cure rate of the period was more than 85%. Moreover, Bandar Lampung is located in Lampung, one of the

  12. Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Depresi pada Penderita Dispepsia Fungsional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuriko Andre

    2013-05-01

    Full Text Available AbstrakKetidakteraturan makan seperti kebiasaan makan yang buruk, tergesa-gesa, dan jadwal yang tidak teratur dapat menyebabkan dispepsia. Penderita depresi harus ditangani dengan sungguh-sungguh karena dikhawatirkan penderita depresi sangat tidak memperhatikan kesehatan dirinya seperti tidak mematuhi pola makan atau pola makannya menjadi tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian depresi pada penderita dispepsia fungsional. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah 40 orang penderita dispepsia fungsional. Penelitian dilakukan di kota Padang dengan menggunakan data pasien dispepsia fungsional bulan Januari-Desember 2011. Pengumpulan data dilakukan pada periode Juni-November 2012 dan pengolahan data dilakukan dengan uji korelasi menggunakan sistem komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan nilai peluang Odd Ratio (OR dengan Confidence Interval (CI 95% pada penderita depresi berpeluang sebesar 4.500 kali lebih besar memiliki pola makan tidak teratur dibandingkan dengan tidak depresi serta menunjukkan derajat hubungan yang cukup kuat dengan tarif signifikansi (p 0.025 (p < 0.05. Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian depresi pada penderita dispepsia fungsional.Kata kunci: pola makan, depresi, dispepsia fungsionalAbstractIrregularity of meals as poor eating habits, unhurried, and irregular schedules may cause dyspepsia. Patients with depression should be treated seriously because it was feared people with depression do not pay attention to their own health so as not to comply with the diet or eating patterns become irregular. The aim of this study is to determine the relationship of diet to the incidence of depression in patients with functional dyspepsia. The research is analytic cross sectional design. The subjects were 40 people of functional dyspepsia patients. The study was conducted in the Padang City with functional

  13. ANALISIS SPASIAL PADA KEJADIAN LUAR BIASA (KLB MALARIA DI DESA PANUSUPAN KECAMATAN REMBANG DAN DESA SIDAREJA KECAMATAN KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiarti Widiarti

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakMalaria seringkali muncul pada kejadian luar biasa (KLB maupun peningkatan kasus baik di Jawa maupun di luar Jawa. Dilaporkannya peningkatan kasus atau KLB malaria di Kabupaten Purbalingga menimbulkan pemikiran faktor-faktor apa yang mempengaruhi terjadinya KLB malaria. Tujuan penelitian adalah analisis spasial kasus malaria, konfirmasi vektor yang berperan dalam penularan malaria dan bioekologi nyamuk tersangka vektor. Lokasi penelitian di Desa Panusupan Kecamatan Rembang dan Desa Sidareja Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Konfirmasi vektor dilakukan dengan elisa sporozoit dari semua nyamuk Anopheles sp yang diperoleh. Analisis kasus malaria digunakan metoda GIS dan dilanjutkan uji spatially weighted regression (spatial error model dengan GeoDa. Survei entomologi dilakukan sesuai standart penangkapan nyamuk oleh WHO. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa berdasarkan  elisa  sporozoit,  vektor  yang  berperan  di  Desa  Panusupan  Kecamatan  Rembang  adalah Anopheles maculatus hasil penangkapan hinggap pada manusia diluar rumah pada jam 18.00. Kejadian luar biasa malaria di Kabupaten Purbalingga, semula kasus import namun karena keberadaan vektor (daerah reseptif, sehingga terjadi penularan lokal. Analisis spasial kasus malaria di kedua desa mengelompok dan berdekatan dengan habitat perkembangbiakan An. maculatus yaitu ditepi aliran sungai. Mencermati vektor yang berperan di daerah KLB adalah An. maculatus dengan aktivitas sore sampai malam hari, maka perlu diinformasikan kepada masyarakat agar menjaga tidak kontak dengan nyamuk dan melindungi masyarakat dengan kelambu berinsektisida yang mempunyai daya lindung lama (LLIN sehingga dapat mengurangi terjadinya penularan.Kata Kunci : analisis spasial, KLB, Anopheles maculatus dan malariaAbstractMalaria outbreak or increase cases has came up very often inside or outside of Java Island. The increase malaria cases from Purbalingga Regency is reported

  14. Hubungan Kejadian Internet Addiction dengan Prestasi Belajar pada Mahasiswa FK Unand

    OpenAIRE

    Rizky Erizka; Nadjmir Nadjmir; Elly Usman

    2016-01-01

    AbstrakTeknologi internet berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir dengan berbagai manfaat positif dan negatifnya. Internet addiction merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan. Dalam beberapa penelitian disebutkan pengaruh internet addiction terhadap beberapa aspek termasuk pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui angka kejadian internet addiction dan mempelajari hubungannya dengan prestasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unand. Metode studi cross...

  15. HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santoso Santoso

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRACTFilariasis is still a public health problem in Indonesia. Over 10 years (2000-2009 the spread of filariasis inIndonesia are increasing in all over Indonesia. The numbers of clinical cases found were 6,233 cases in 2000 and increased in 2009 to 11,914 cases scattered throughout 33 provinces. Some factors that led to thehigher number of filariasis cases in Indonesia were poor sanitation and limited access to health carefacilities. The data for this analysis was derived from Basic Health Research 2007. The results showedthere were statistically significant relationship between the characteristics of respondents, the type andcondition of the waste water reservoirs, sewerage conditions, the presence of medium and large livestock, classification of areas and the incidence of filariasis.Keywords: Filariasis, characteristics, waste water disposal ABSTRAKFilariasis masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Selama 10 tahun (2000-2009 penyebaranfilariasis di Indonesia terus meningkat yang meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia. Jumlah kasusklinis yang ditemukan tahun 2000 sebanyak 6.233 kasus dan meningkat pada tahun 2009 menjadi 11.914kasus yang tersebar di 33 provinsi. Beberapa faktor yang menyebabkan masih tingginya kasus filariasis diIndonesia diantaranya kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik dan sulitnya akses ke sarana pelayanankesehatan. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data hasil Riskesdas tahun 2007. Hasil analisismenunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara karekateristik responden, jenis dankondisi penampungan air limbah, kondisi saluran air limbah, keberadaan ternak sedang dan besar, dan klasifikasi daerah dengan kejadian filariasis.Kata kunci: Filariasis, karakteristik, pembuangan air limbah

  16. KONSUMSI OKSIGEN UDANG VANNAMEI Litopenaeus vannamei BERDASARKAN BERAT TUBUH

    OpenAIRE

    Ambeng, Ambeng; Umar, Muhammad Ruslan; Mangawe, Victor G

    2014-01-01

    Penelitian menkaji tentang korelasi konsumsi oksigen udang vannamei L. vannamei berdasarkan bobot tubuh secara in vitro. yang akan menunjang usaha budidaya udang vannamei dalam penyediaan kebutuhan oksigen terlarut di tambak dari masa tebar sampai tahap pemanenan, dengan demikian lama pemakaian dan jumlah kincir sebagai pemasok oksigen terlarut dapat diefisienkan untuk menekan biaya produksi udang ABSTRACT Oxygen consumption of Litopenaeus vannamei experiment was conducted at Researc...

  17. Berpikir Pseudo Penalaran Kovariasi dalam Mengkonstruksi Grafik Fungsi Kejadian Dinamik: Sebuah Analisis Berdasarkan Kerangka Kerja VL2P dan Implikasinya pada Pembelajaran Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subanji Subanji

    2016-02-01

    Full Text Available This article discusses the thinking process of pseudo covariational reasoning in constructing graphs of dynamic events. The reasoning is examined using the VL2P framework (Vinner, Lithner, Leron, and Pape. The thinking process of one student taking Calculus II course was analysed, followed with interviews, revealing that at the low level, the pseudo covariational reasoning was close to Vinner’s pseudo analytic; that higher level of reasoning was equal to Lithner’s Establish Experience; that the reasoning was dominantly affected by the first process of Leron’s Dual Process Theory; and that it took place when direct translation was involved consistent with Pape’s Direct Translation Approach. These suggest that process view be emphasized in mathematics teaching and learning.

  18. MODEL KESESUAIAN APLIKASI UNTUK GOVERNMENT BERDASARKAN BUDAYA ORGANISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Handayaningsih

    2013-04-01

    Full Text Available Pengembangan E-Government pada sebuah Pemda ditopang oleh empat pilar yaitu kebijakan, kerangka peraturan, manajemen perubahan dan kebutuhan masyarakat. Proses bisnis pada dinas di pemda dan kebutuhan masyarakat terhadap dinas, memunculkan aplikasi yang dapat membantu proses bisnis dalam memberikan layanan pada masyarakat dan manajemen dalam internal dinas. Dalam banyak kasus pengembangan aplikasi pada Pemda tidak berdasarkan pada hal-hal seperti  proses bisnis yang dijalankan di dinas, budaya organisasi dan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen namun hanya berdasarkan pada kebutuhan personal dan pemberian dari pusat. Hal ini mengakibatkan aplikasi yang dibangun tidak dapat bertahan lama, tidak dapat membantu seluruh kegiatan bisnis utama dinas dan dijalankan tidak sesuai dengan budaya organisasi yang sedang berjalan saat ini di dinas tersebut. Aplikasi yang harus dibangun dan dijalankan adalah 70% untuk kegiatan pelayanan pada masyarakat dan 30% manajemen organisasi. Pembuatan model kesesuai aplikasi pada sebuah dinas berdasarkan pada budaya yang sedang berjalan di dinas. Budaya organisasi yang berjalan saat ini di pemerintah provinsi DIY adalah budaya clan. Dasar dari kesesuaian aplikasi yang berjalan di sebuah dinas adalah rencana strategis jangka menengah (tahun 2009 s.d 2014. Model akan diukur dengan key performance indicator menggunakan acuan pada COBIT 4.1. Harapannya model dapat digunakan pada dinas di Provinsi DIY

  19. KEJADIAN OBESITAS ANAK DI SD NEGERI 7 SALOTUNGO KECAMATAN LALABATA KABUPATEN SOPPENG

    OpenAIRE

    Khairiyah; Ansar, Jumriani; Dwinata, Indra

    2015-01-01

    World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2010, tingkat obesitas di dunia telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 1980. Data Riskesdas tahun 2010 memperlihatkan prevalensi obesitas anak usia sekolah (6-12 tahun) sebesar 9.2%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan jenis kelamin, aktivitas fisik,riwayat orang tua dan perilaku jajan dengan kejadian obesitas pada Anak di SD Negeri 7 Salotungo Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng. Jenis penelitian yang digunakan ad...

  20. Angka Kejadian Delirium dan Faktor Risiko di Intensive Care Unit Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rakhman Adiwinata

    2016-04-01

    Full Text Available Delirium ditandai dengan perubahan status mental, tingkat kesadaran, serta perhatian yang akut dan fluktuatif. Keadaan ini merupakan kelainan yang serius berhubungan dengan pemanjangan lama perawatan di Intensive Care Unit (ICU, biaya yang lebih tinggi, memperlambat pemulihan fungsional, serta peningkatan morbiditas dan mortalitas. Tujuan penelitian adalah mengetahui angka kejadian delirium dan faktor risiko terjadinya delirium di ICU Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS Bandung. Pengambilan sampel dilakukan selama tiga bulan (Januari–Maret 2015 di ICU RSHS Bandung. Metode penelitian ini deskriptif observasional secara kohort prospektif, menggunakan alat ukur Confusion Assessment Method-Intensive Care Unit (CAM-ICU, sebelumnya dilakukan penilaian dengan Richmond agitation-sedation scale (RASS pada pasien yang tersedasi. Hasil penelitian ini dari 105 pasien, 22 pasien dieksklusikan, dari 83 pasien didapatkan 31 pasien positif delirium, angka kejadian 37%. Faktor-faktor risiko pada pasien positif delirium terdiri atas geriatri 15 dari 31, pemakaian ventilator 12 dari 31, pemberian analgesik morfin 9 dari 31, sepsis atau infeksi 9 dari 31, kelainan jantung 8 dari 31, acute physiology and chronic health evaluation (APACHE II skor tinggi 8 dari 31, kelainan ginjal 7 dari 31 laboratorium abnormal 7 dari 31, pemberian sedasi midazolam 6 dari 31 kelainan endokrin 5 dari 31, pemberian analgesik fentanil 2 dari 31, dan strok 1 dari 31. Simpulan, angka kejadian delirium di ICU RSHS Bandung cukup tinggi sebesar 37% dengan faktor risiko terbesar adalah pasien geriatrik.

  1. Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Preeklampsia Berat di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2012 - 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siqbal Karta Asmana

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakPreeklampsia dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan bagi ibu dan janin, sehingga dapat menimbulkan kematian.  Beberapa faktor risiko seperti usia yang ekstrem (<20 &>35 tahun dan nuliparitas. Keduanya merupakan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi. Tujuan  penelitian ini adalah menentukan hubungan usia dan paritas dengan kejadian preeklampsia berat. Telah dilakukan penelitian di Bagian Rekam Medis Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi terhadap data semua pasien rawat inap obstetri dan ginekologi tahun 2012 – 2013.  Penelitian menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional study. Analisis penelitian menggunakan ratio prevalence dan chi-square test dengan derajat kepercayaan 95%. Penelitian ini menemukan 162 kasus (4,99% preeklampsia berat. Proporsi kasus terbesar ditemukan pada kelompok usia ekstrem (9,90% dan kelompok multiparitas (8,68%. Analisis ratio prevalence menyimpulkan bahwa usia ekstrem merupakan faktor risiko preeklampsia berat (RP= 1,476; CI= 1,094 – 1,922, dan nuliparitas belum dapat ditentukan apakah merupakan faktor risiko atau faktor protektif (RP= 0,765; CI= 0,565 – 1,034. Berdasarkan analisis dengan chi-square test, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan preeklampsia berat (p= 0,014<0,05 dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dengan preeklampsia berat (p= 0,096>0,05.Kata kunci: preeklampsia, faktor risiko, usia, paritas AbstractPreeclampsia can cause the complication that endanger maternal and fetal, until death. There are many risk factors like extreme age (<20 & >35 years and nuliparity that can not modify. The objective of this study was to  determine the relationship of maternal age and parity to the incidence of severe preeclampsia.  The research conducted at Medical Record Division of Achmad Mochtar Hospital Bukittinggi about data of all hospitalized patients of obstetrics and gynecology on 2012 – 2013. This research

  2. HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT DENGAN KEJADIAN STRES PADA KOASISTEN ANGKATAN TAHUN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

    OpenAIRE

    I Gede Suprayoga Sukmana Putra; Luh Nyoman Alit Aryani

    2015-01-01

    Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang seringkali dijumpai di kalangan koasisten Fakultas Kedokteran. Sumber stres dapat bersifat internal maupun eksternal. Tipe kepribadian merupakan salah satu faktor yang memengaruhi munculnya stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian yang digunakan adalah cross...

  3. Karakterisasi lundi putih (Melolonthidae: Coleoptera pada pertanaman salak berdasarkan ciri morfologi dan pola pita protein

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    KRISNANDARI TITIK MARYATI

    2009-11-01

    Full Text Available Abstrak. Maryati KT, Sugiyarto. 2009. Karakterisasi lundi putih (Melolonthidae: Coleoptera pada pertanaman salak berdasarkan ciri morfologi dan pola pita protein. Bioteknologi 6: 80-87. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman lundi putih (Melolonthidae; Coleoptera berdasarkan ciri morfologi dan pola pita protein yang ditemukan di lahan pertanaman salak pondoh di Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pada masing-masing wilayah diambil lima titik sampling. Analisis morfologi lundi putih digunakan metode deskriptif, dan analisis pola pita protein digunakan analisis kualitatif berdasarkan muncul tidaknya pola pita pada gel, dan secara kuantitatif berdasarkan nilai mobilitas relatif protein (RF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel lundi putih di Kabupaten Sleman dan Magelang, berdasar karakter morfologi hanya satu spesies yaitu Holotrichia sp. Karakter pola pita protein sampel lundi putih dari Sleman dan Magelang mempunyai perbedaan jumlah pita protein dan berat molekulnya.

  4. PENYEBAB KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SEBERANG PADANG KOTA PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mery Ramadani

    2012-03-01

    Full Text Available Penyebab langsung kematian ibu paling banyak disebabkan oleh perdarahan. Pengalaman membuktikan bahwa kematian ibu karena perdarahan lebih sering terjadi pada para ibu yang menderita anemia. Tahun 2010 prevalensi anemia ibu hamil di Puskesmas Seberang Padang Kota sebesar 28,6%, lebih tinggi dari target nasional (20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, paritas, aktivitas fisik dan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Seberang Padang Kota Padang. Desain penelitian menggunakan cross sectional study, dengan populasi seluruh ibu hamil trimester I s/d III. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mendapatkan 76,1% ibu hamil menderita anemia. Didapatkan hubungan antara tingkat pengetahuan, paritas dan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia. Diperlukan upaya peningkatan pengetahuan mengenai anemia melalui diskusi dengan petugas kesehatan maupun melalui pemanfaatan media cetak dan elektronik (membaca buku, koran dan majalah terkait kesehatan. Ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi tablet Fe secara lengkap (90 tablet selarna kehamilan, diminum bersamaan dengan vitamin C atau dengan air putih saja setelah makan malam menjelang tidur.

  5. HUBUNGAN DISLIPIDEMIA, HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN INFARK MIOKARD AKUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budiman Budiman

    2016-03-01

    Full Text Available Kasus kematian akibat penyakit tidak menular terbanyak disebabkan oleh penyakit jantung (American Heart Association, 2010. Menurut data rekam medik RSUD ’45 Kuningan pada tahun 2014 menunjukan bahwa kasus penyakit jantung dengan CFR tertinggi terjadi pada penyakit Infark miokardakut sebanyak 15 %,gagal jantung 13 % dan gangguan hantaran dan aritmia 11%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “hubungan dislipidemia, hipertensi dan diabetes melitus dengan kejadian infark miokard akut pada pasien rawat inap di RSUD 45 Kuningan”. Rancangan penelitian menggunakan case control. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling diambil dari data rekam medik pasien rawat inap penyakit infark miokard akut dan penyakit dalam secara berpasangan dengan teknik purposive sampling pada kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah rekam medik status pasien di RSUD ’45 Kuningan dengan menggunakan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang bermakna antara dislipidemia (p value = 0.0001, hipertensi (p value = 0.003 dan diabetes melitus (p value = 0.0001 dengan kejadian infark miokard akut. Diharapkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai cara–cara yang tepat untuk mengurangi penyebaran penyakit tidak menular khususnya penyakit jantung ini.Kata Kunci: Infark miokrad akut, dislipidemia, hipertensi, diabetes mellitus

  6. PROFIL PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA BERDASARKAN KURIKULUM 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Subagia

    2016-04-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penilaian hasil belajar siswa berdasarkan implementasi Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 15 orang guru yang terdiri atas guru SD, SMP, dan SMA, masing-masing lima orang. Data yang dibutuhkan untuk penelitian ini dikumpulkan dengan angket, dokumen, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif interpretatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi profil penilaian hasil belajar siswa dilihat dari sembilan aspek penilaian, yaitu: ranah penilaian, pelaku penilaian, jenis alat penilaian, bentuk tes, bentuk nontest, bentuk laporan hasil belajar, skala penilaian, waktu penilaian, dan teknik pengumpulan hasil belajar. Dalam melakukan penilaian hasil belajar, guru mengalami beberapa masalah berkaitan dengan jumlah unsur penilaian, kompleksitas penilaian, pembuatan instrumen penilaian, pelaksanaan penilaian, dan pelaporan hasil penilaian. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar penilaian hasil belajar siswa disederhanakan dan tetap memenuhi prinsip-prinsip penilaian, seperti komprehensif, objektif, transparan, dan akuntabel. Kata Kunci: penilaian, hasil belajar, dan kurikulum 2013. Abstract This research aimed at describing the profile of students’ learning achievement based on the implementation of 2013 Curriculum. This research was a qualitative descriptive research using phenomenological approach. The total subjects of this research were 15 teachers including five elementary school, junior high school, and senior high school, respectively. Questionnaire, document, and interview techniques were used to collect all data. Descriptive interpretive technique was used to analyse all data. The research results revealed that the description of the profiles of students’ learning achievement are viewed from nine evaluation aspects, namely

  7. ANALISIS PELAYANAN KB MANDIRI WANITA USIA SUBUR BERDASARKAN STATUS EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Selma Siahaan

    2013-08-01

    Full Text Available Latar belakang: Penggunaan metode keluarga berencana (KB oleh Wanita Usia Subur (WUS antara lain dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi. Maka, masalah biaya yang harus dibayar oleh WUS untuk memperoleh pelayanan KB perludi pahami guna keberhasilan program KB Nasional. Metode: Studi menggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2010, bertujuan untuk mengetahui biaya pelayanan KB yang dibayar oleh perempuan usia 10–59 tahun (WUS yang pernah kawin menurut metode KB berdasarkan status ekonomi yang bersangkutan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil: Alat/obat KB disposible terbanyak yang digunakan WUS dari semua golongan status ekonomi adalah metode KB suntik, sedangkan kondom terbanyak digunakan oleh WUS dengan status ekonomi atas banyak. Sekitar 50% WUS dengan status ekonomi (SE rendah membayar biaya pelayanan KB berkisar Rp.10.000–Rp.15.000. Sementara itu WUS dengan SE atas terbanyak membayar sekitar > Rp. 20.000. Terdapat korelasi signifikan antara metode KB dengan biaya dan status ekonomi. Kesimpulan: Metode suntik masih merupakan metode pilihan bagi WUS di Indonesia dan pemilihan metode KB oleh WUS berhubungan dengan status ekonomi mereka. Oleh karena itu promosi kesehatan perlu terus digalakkan agar program KB pemerintah dengan IUD dapat lebih dikenal dan dapat diterima masyarakat. Di samping itu, diperlukan kebijakan khusus (bantuan kepada WUS dengan status ekonomi rendah sehingga IUD dapat diperoleh secara gratis atau setidaknya dengan biaya yang terjangkau.

  8. Optimasi Kualitas Akustik Room to Room Berdasarkan Nilai Transmission Loss

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitri Rachmawati

    2013-09-01

    Full Text Available Kamar tidur merupakan salah satu fasilitas utama yang disediakan pada sebuah hotel. Fasilitas ini membutuhkan kenyamanan dan ruangan yang bersifat privasi dimana privasi berkaitan dengan aspek suara yaitu bising (noise. Tingkat kebisingan pada kamar harus diatur dengan adanya insulasi suara agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung saat beristirahat. Nilai insulasi ini dapat digambarkan dengan transmission loss dimana nilai ini dapat diubah menjadi suatu nilai tunggal yang disebut dengan weighted sound reduction index (Rw, DnTw yang mempunyai penambahan faktor koreksi suara frekuensi rendah (C, Ctr. Pada penelitian ini dilakukan insulasi suara pada kamar tidur hotel di Bandara Juanda dengan meninjau aspek dinding partisi untuk menahan kebisingan antar ruangan kamar tidur. Hotel pada penelitian ini merupakan hotel low budget dengan kamar yang minimalis dan ditujukan untuk awak pesawat atau penumpang pesawat yang sedang transit. Walaupun minimalis, tetap diperlukan insulasi suara pada kamar yang baik sehingga dilakukan optimasi dinding partisi dengan ketentuan nilai DnTw+Ctr > 51 dB. Pengukuran pada penelitian ini dilakukan di 5 titik dengan menggunakan SLM RION dan SOLO pada saat malam hari. Berdasarkan hasil pengukuran, diketahui bahwa dinding partisi existing belum memenuhi standar dengan nilai DnTw+Ctr sebesar 35,8 dB sehingga dilakukan perancangan ulang dinding partisi. Perancangan ini menggunakan material gypsum board dan cement board dengan variasi ketebalan material serta cavity yang berbeda. Hasil perancangan yang terbaik yaitu dinding dari material cement board 12,5 mm dengan spesifikasi double panels pada masing-masing sisi dan lebar cavity 70 mm dimana menghasilkan nilai DnTw+Ctr sebesar 52,9 dB. Dengan hasil tersebut, maka dinding partisi sudah memenuhi standar dan mempunyai kualitas insulasi suara yang baik.

  9. Hubungan Berbagai Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadma Yuliani

    2014-01-01

    Full Text Available AbstrakPenyebab mortalitas dan morbiditas utama pada pasien diabetes mellitus (DM tipe 2 adalah penyakit jantung koroner (PJK dimana penderitanya dua sampai empat kali lebih berisiko terkena penyakit jantung dari pada non DM. Mekanisme terjadinya PJK pada DM tipe 2 dikaitkan dengan adanya aterosklerosis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan berbagai faktor risiko terhadap kejadian PJK pada penderita DM tipe 2. Penelitian dilaksanakan di RSUP. Dr. M. Djamil Padang dan RS. Khusus Jantung Sumbar pada bulan Maret-Agustus 2013. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional comparative. Jumlah sampel 176 orang yang terdiri dari 88 orang penderita DM dengan PJK dan 88 orang DM tanpa PJK. Pengolahan data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan sistem komputerisasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2 adalah jenis kelamin (p=0,000, lama menderita DM (p=0,043, hipertensi (p=0,007, dislipidemia (p=0,000, obesitas (p=0,023, dan merokok (p=0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat bermakna (p<0,0001 antara jenis kelamin, dislipidemia, dan merokok dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2 dan terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05 antara lama menderita DM, hipertensi, obesitas dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2.Kata kunci: DM tipe 2, PJK, faktor risikoAbstractThe main causes of mortality and morbidity in type 2 diabetes mellitus (DM patients is coronary heart disease (CHD which adults who suffer from DM are two to four times have the risk of heart disease than people without DM. The mechanism of CHD in DM is associated with the presence of atherosclerosis that influenced by various factors. This research has aims to determine the relationship of risk factors for CHD incident in patients with DM. The study was conducted in the Dr. M. Djamil Padang and Cardiac Hospital of West Sumatra from March to August

  10. KEJADIAN KOLONI JAMUR PADA PENDERITA OTORE DENGAN BERBAGAI PENYEBAB DI POLIKLINIK THT RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNHAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sedjawidada R

    2014-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian survey dengan pendekatan deskriptif tentang Kejadian Koloni Jamur pada Penderita Otore dengan Berbagai Penyebab di Poliklinik THT Rumah Sakit Pendidikan Unhas. Sampel yang diteliti adalah eksudat yang diambil dari liang telinga luar setiap telinga yang menderita Otitis eksterna superfisialis basah, Otitis media supuratif akut perforasi, Otitis media supuratif kronik benigna aktif. Dari total sampel sejumlah 103 yang dipilih secara consecutive sampling didapatkan adanya koloni jamur pada otitis eksterna superfisialis basah sebesar 57,8% dengan jenis jamur Aspergillus niger 17,9%, Candida albicans 13,3% dan Aspergillus fumigatus 8,9%. Koloni jamur pada OMSA perforasi sebesar 44,4% dengan jenis jamur Aspergillus fumigatus 11,1%, Candida albicans 11,1% dan Aspergillus niger 5,6%. Koloni jamur pada OMSK benigna aktif sebesar 25% dengan jenis jamur Apergillus fumigatus 17,5%, Aspergillus niger 2,5% dan Candida albicans 2,5%.[MEDICINA 2009;40:21-6].

  11. Gambaran Kejadian Persalinan Disfungsional pada Pasien Anemia dalam Kehamilan di RSUP Dr. M. Djamil Periode 2010–2012

    OpenAIRE

    Mega Redha Putri; Joserizal Serudji; Efrida ,

    2015-01-01

    AbstrakPersalinan disfungsional (distosia akibat kelainan tenaga) merupakan masalah persalinan dunia dan merupakan salah satu indikasi dilakukannya intervensi selama persalinan dengan tingkat kekerapan kejadian sebesar 4-40%. Persalinan disfungsional dapat disebabkan oleh anemia dalam kehamilan. Kekuatan kontraksi uterus atau his ibu hamil dengan anemia kurang dari normal, lemah dan dalam durasi yang pendek sehingga tidak cukup kuat untuk melahirkan janin dan ibu hamil akan cepat lelah, akiba...

  12. HUBUNGAN ANTARA POLA KONSUMSI PANGAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OSTEOPOROSIS PADA LANSIA DI PANTI WERDHA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Avliya Quratul Marjan

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to analyze relationship between food consumption and physical activity with incidence of osteoporosis in elderly at nursing home in Bogor. The design of this study was cross sectional. Subjects were taken purposively with certain criteria and the number of subjects obtained were 37 elderly. Results showed that the adequacy level of energy and protein were normal, phosphor was in adequate category and calcium was in deficient category. There was no significant relationship between nutritional status, the adequacy level of energy, protein and phosphor with risk of osteoporosis (p>0.05. However, there was a significant relationship between the adequacy level of calcium and physical activity level with risk of osteoporosis (p<0.05. The deficit adequacy level of calcium and physical activity was a risk factor for the risk of osteoporosis.Keywords: elderly, food consumption, osteoporosis, physical activityABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi pangan dan aktivitas fisik dengan kejadian osteoporosis pada lansia di Panti Werdha Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek diambil secara purposive dengan kriteria tertentu dan jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 37 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupan energi dan protein adalah normal, fosfor pada kategori cukup dan kalsium diklasifikasikan pada kategori kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi, tingkat kecukupan energi, protein, dan fosfor dengan kejadian osteoporosis (p>0.05. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan kalsium dan aktivitas fisik dengan kejadian osteoporosis (p<0.05. Tingkat kecukupan kalsium dan tingkat aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor risiko terhadap kejadian osteoporosis.Kata kunci: aktivitas fisik, lansia, osteoporosis, pola konsumsi pangan

  13. ANALISIS SPASIAL PADA KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) MALARIA DI DESA PANUSUPAN KECAMATAN REMBANG DAN DESA SIDAREJA KECAMATAN KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA

    OpenAIRE

    Widiarti Widiarti; Bambang Heriyanto; Umi Widyastuti

    2015-01-01

    AbstrakMalaria seringkali muncul pada kejadian luar biasa (KLB) maupun peningkatan kasus baik di Jawa maupun di luar Jawa. Dilaporkannya peningkatan kasus atau KLB malaria di Kabupaten Purbalingga menimbulkan pemikiran faktor-faktor apa yang mempengaruhi terjadinya KLB malaria. Tujuan penelitian adalah analisis spasial kasus malaria, konfirmasi vektor yang berperan dalam penularan malaria dan bioekologi nyamuk tersangka vektor. Lokasi penelitian di Desa Panusupan Kecamatan Rembang dan Desa Si...

  14. TIPE-TIPE KALIMAT PASIF MURNI DALAM BAHASA JEPANG BERDASARKAN KATEGORI DAN PERAN SEMANTISNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedi Sutedi

    2013-10-01

    Full Text Available Kalimat pasif bahasa Jepang (BJ selama ini dipilah hanya berdasarkan fungsi dan kategori sintaksisnya sementara peran semantisnya kurang mendapat perhatian. Akibatnya, masih tersisa permasalahan seperti adanya beberapa kalimat pasif yang satu berterima sementara yang lain tidak, padahal fungsi dan kategori sintaksisnya sama. Penelitian ini mencoba menelaah kalimat pasif BJ dari segi fungsi, kategori, dan juga peran semantisnya, terutama kalimat pasif murni. Dari hasil analisis data diketahui bahwa berdasarkan fungsi dan kategorinya struktur pasif murni ada tiga macam struktur (A, B, C, sedangkan berdasarkan peran semantisnya dapat dipilah ke dalam delapan tipe (I sampai VIII. Subjek dan pelengkap pasif tipe I harus diisi oleh nomina bernyawa yang masing-masing berperan objective dan agentive; tipe II-V, tipe VII, dan VIII subjeknya diisi oleh nomina tidak bernyawa dan pelengkapnya diisi oleh nomina bernyawa yang keberterimaannya ditentukan oleh peran semantis dan tipe verbanya; dan dalam pasif tipe VI baik subjek maupun pelengkap diisi oleh nomina tidak bernyawa.

  15. HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT DENGAN KEJADIAN STRES PADA KOASISTEN ANGKATAN TAHUN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Suprayoga Sukmana Putra

    2015-04-01

    Full Text Available Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang seringkali dijumpai di kalangan koasisten fakultas kedokteran. Sumber stres dapat bersifat internal maupun eksternal. Tipe kepribadian merupakan salah satu faktor yang memengaruhi munculnya stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebar pada 62 koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Jumlah responden yang memiliki kepribadian ekstrovert lebih banyak dibandingkan dengan yang introvert (56,5% vs 43,5% dan responden yang mengalami stres berjumlah 33 orang (53,2%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres (p = 0,000 [p < 0,05]. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.    

  16. EKUITAS MEREK JASA GERAI BUAH-BUAHAN BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erdiasa Nursaman

    2015-02-01

    Full Text Available The need of fruits and the number of fruit outlets in Jakarta has been increasing, therefore the study on brand equity of fruit outlet services according to consumer’s perception is now required. In detail the purpose of this study is to analyze the demographic characteristics of  fruits outlets consumer in Jakarta, analyzing the factors that affect brand equity of fruits outlets services, analyze the level of contribution of brand equity variables fruits outlets service in Jakarta and analyze the managerial implications to  fruits outlets brand. Structured questionnaires instrument was used for data collection, while Structural Equation Modeling (SEM method was used in data analysis. The study results have shown that demographic profile of respondents who visited fruit outlet were female, aged 31-40 years, have an undergraduate educational background, private employment and married. Some factors which may influence brand equity are brand loyalty and brand awareness. The brand equity of fruit outlets services is influenced by brand loyalty with contribution of 0.71 and brand awareness with contribution of 0.58. Managerial implication that should be done is to increase promotional activities through advertising. Keywords: brand equity, brand awareness, brand association, brand perceived quality, brand loyaltyABSTRAKLatar belakang dilaksanakannya penelitian ini adalah kebutuhan akan buah-buahan yang semakin meningkat dan makin bertambahnya gerai buah-buahan di Jakarta. Oleh karena itu, diperlukan penelitian ekuitas merek gerai buah-buahan berdasarkan persepsi konsumen. Secara terperinci tujuan penelitian ini menganalisis karakteristik demografi konsumen jasa gerai buah-buahan di Jakarta, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ekuitas merek jasa layanan gerai buah-buahan, menganalisis tingkat kontribusi peubah-peubah ekuitas merek jasa gerai buah-buahan di Jakarta serta menganalisis implikasi manajerial untuk merek gerai buah-buahan yang

  17. Kajian Teologis Tentang Penyembahan Berdasarkan Injil Yohanes 4:24

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hengki Wijaya

    2015-03-01

    Full Text Available Tujuan penulisan artikel ini adalah mengetahui arti penyembahan berdasarkan Injil Yohanes 4:24, implikasi teologis tentang penyembahan, dan sikap dan cara menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran. Penyembahan yang sejati menurut Alkitab adalah menyembah Allah yang benar di dalam roh yang diperbarui oleh Roh Kudus dan hidup sesuai dengan kebenaran Allah yaitu mengenal pribadi Yesus sebagai air hidup. Implikasi teologis biblika adalah Allah adalah Roh maka Allah harus disembah di dalam roh (batiniah yang diperbarui oleh Roh Kudus, dan bukan disembah secara lahiriah saja atau yang tampak secara jasmani. Allah saja yang harus disembah oleh manusia, tidak ada yang lain. Secara praktis orang percaya harus menyembah Allah dengan sikap yang benar dibarui oleh Roh Kudus dan hidup sesuai dengan kebenaran-Nya. Sikap penyembahan yang benar adalah sikap hati yang memuliakan Tuhan karena pengorbanan-Nya yang menyelamatkan di mana setiap orang percaya menyembah satu-satunya Juruselamat dan memberitakan-Nya dalam kehidupan orang percaya.The purpose of this article is to understand the meaning of worship based on John 4:24, the theological implication concerning worship and the attitudes and the manner of worshipping the Father in spirit and in truth. True worship from a biblical viewpoint is worshipping the true God with a spirit that is renewed by the Holy Spirit and living in accordance with the truth of God, that is, to know Jesus personally as the Living Water. The implication for biblical theology is that God is Spirit, so God is worshiped in spirit (the inner being that is renewed by the Holy Spirit, and not only worshiped outwardly, in a physical manner. It is God alone that should be worshiped by human beings, there is no other. In practice believers should worship God with a right attitude that is renewed by the Holy Spirit and live in concordance with His righteousness. The attitude of true worship is an attitude of the heart that glorifies the Lord

  18. Status Gizi Balita Berdasarkan Composite Index of Anthropometric Failure

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurani Rahmadini

    2013-07-01

    Full Text Available Upaya menurunkan prevalensi kurang gizi pemerintah membuat program Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi. Cakupan Kadarzi Kota Depok tahun 2011 rendah (12,7% dan prevalensi gizi kurang, pendek, kurus berturut-turut 7,89%, 7%, 4,75%. Penelitian bertujuan mengetahui faktor dominan terhadap status gizi balita 6 - 59 bulan berdasarkan Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF. Penelitian menggunakan data sekunder hasil survei Kadarzi 2011. Survei dilakukan di sebelas kecamatan Kota Depok menggunakan desain cross sectional. Sampel sebanyak 1.176 keluarga yang memiliki balita termuda umur 6 _ 59 bulan. Variabel yang diteliti adalah status gizi balita, perilaku Kadarzi, status Kadarzi, karakteristik balita, dan karakteristik keluarga. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi balita gagal tumbuh 31%. Terdapat dua variabel yang memberikan pengaruh status gizi balita secara bersama-sama yaitu penimbangan balita (nilai p = 0,003 dan pendidikan ibu (nilai p = 0,034. Uji regresi logistik ganda menunjukkan penimbangan balita sebagai faktor dominan terhadap status gizi balita. Balita yang ditimbang tidak teratur berisiko 1,5 kali mengalami gagal tumbuh dibandingkan yang ditimbang teratur. Indeks CIAF berguna untuk mengetahui prevalensi gizi kurang secara keseluruhan dan penanggulangannya. Diperlukan penyuluhan dan promosi yang lebih aktif kepada masyarakat mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan balita melalui posyandu dan melakukan pembinaan kader posyandu dalam pemantauan status pertumbuhan anak sebagai deteksi dini adanya gangguan pertumbuhan. Effort to reduce malnutrition governments make Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi. Kadarzi in Depok 2011 still low (12,7% and the prevalence of underweight, stunting, wasting are respectively 7,89%, 7%, 4,75%. This study aimed to determine the dominant factor for nutritional status of children based on Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF. Research using secondary data survey Kadarzi 2011. The survey was conducted

  19. Hubungan Faktor Risiko terhadap Kejadian Asma pada Anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adefri Wahyudi

    2016-08-01

    Full Text Available AbstrakPrevalensi asma  terus meningkat (5—30% dalam satu dekade terakhir dan lebih dari 50% penderita saat ini adalah anak-anak. Fenomena ini tidak terlepas dari kompleksitas patogenesis asma yang melibatkan faktor genetik dan lingkungan  yang dimulai sejak masa fetal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara faktor genetik, demografi, lingkungan, dan perinatal terhadap kejadian asma anak di RSUP Dr. M.. Djamil Padang. Desain penelitian ini adalah case-control study terhadap pasien rawat inap di bangsal anak. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple randomized sampling dengan jumlah 78 pasien (39 kasus dan 39 kontrol. Data didapatkan melalui rekam medis subyek penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan chi-square. Hasil uji chi-square menunjukkan usia < 5 tahun (p= 0,364, jenis kelamin laki-laki (p=0,255, berat badan lahir rendah (p=0,358, obesitas (p=0,382  tidak memiliki hubungan bermakna dengan asma anak. Hanya riwayat atopi (p <0,05 yang memiliki hubungan berarti. Riwayat paparan asap rokok dan bulu binatang tidak lengkap; sedangkan  usia gestasional hanya satu kelompok saja sehingga tidak dianalisis. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara usia <5 tahun, jenis kelamin laki-laki, prematuritas dan obesitas dengan kejadian asma anak. Hubungan bermakna hanya terdapat pada riwayat atopi dengan kejadian asma anak.Kata kunci: asma anak, faktor risiko, riwayat atopi  AbstractPrevalence of asthma is  still elevating (5—30% at last decade and more than 50% of asthmatic is children. This phenomenon is predicted correlating with the complexity of pathogenesis of asthma (included genetic, environtment and perinatal factors that began from fetal-age. The objectives of this study was to deternine the correlation of genetic, demographic, environtment, perinatal factors to asthma in children in RSUP Dr. M. Djamil Padang. Research design was case-control study. The pediatric

  20. Klasifikasi Massa pada Citra Mammogram BerdasarkanGray Level Cooccurence Matrix (GLCM)

    OpenAIRE

    Listia, Refta; Harjoko, Agus

    2014-01-01

    AbstrakKanker payudara adalah penyakit yang paling umum dideritaoleh wanitapadabanyak negara. Pemeriksaan kanker payudara dapat dilakukan dengan menggunakan mamografi.Padapenelitianini, pendekatan yang diusulkan bertujuanuntuk mengklasifikasi mammogram berdasarkan tiga kelas yaitukelas normal, tumor jinak, dan tumor ganas. Sistem yang diusulkan terdiri dari empat langkah utamayaitu preprosesing, segmentasi, ekstraksi fitur dan klasifikasi. Padatahappreprosesingakandilakukangrayscale, interpol...

  1. Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah dengan Kejadian Askariasis dan Trikuriasis pada Siswa SD N 29 Purus Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hildya Kusmi

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Prevalensi infeksi kecacingan masih tinggi terutama pada anak usia sekolah dasar. Cacing yang sering menginfeksi yaitu Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura. Infeksi ini erat kaitannya dengan masalah lingkungan, perilaku manusia dan manipulasi terhadap lingkungan. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan sanitasi lingkungan rumah yaitu kepemilikan jamban keluarga yang sehat, ketersediaan sumber air bersih, sarana pembuangan sampah dan jenis lantai rumah dengan kejadian askariasis dan trikuriasis. Ini adalah penelitian analitikdengan desain cross-sectional study. Jumlah populasi sebanyak 71 orang dengan jumlah subjek sebanyak 55 orang.Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan tinja dan kuesioner. Metode analisis data menggunakan uji chisquare.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase infeksi kecacinganpada siswa SD Negeri 29 Purus Padang adalah 38%, terdiri dari; infeksi Ascaris lumbricoides (33%, Trichuris trichiura (9,1% dan infeksi kedua spesies (3,6%. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban keluarga, ketersediaan sumber air bersih, kepemilikan sarana pembuangan sampah dan jenis lantai rumah dengan angka kejadian askariasis dan trikuriasis (p > 0,05. Masih tingginya infeksi kecacingan pada siswa sekolah dasar perluperhatian yang lebih baik misalnya diadakannya program pemberantasan kecacingan baik oleh sekolah maupun petugas kesehatan setempat.Kata kunci: infeksi kecacingan, sanitasi lingkungan, askariasis, trikuriasis Abstract Prevalence of worms infestation is still high, especially found among children at the elementary school age. Type of worms that often infect are Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura. The infection is  related to envi ronment issues, human behavior and manipulation of the environment.  The objective of this study was to determine the relationship between environmental sanitation of home, consist of latrine ownership, availability of

  2. SITUASI VEKTOR DEMAM BERDARAH SAAT KEJADIAN LUAR BIASA (KLB DI KECAMATAN PASARREBO, JAKARTA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Hasyimi

    2012-10-01

    Full Text Available Kejadian luar biasa (KLB penyakit Demam berdarah dengue (DBD sering terjadi sejak dilaporkan tahun 1968. Pemberantasannya dengan penemuan penderita, pengobatan dan pengendalian vektor. Karena obat dan vaksin belum ditemukan maka sampai saat ini pemberantasan dan pencegahannya masih mengandalkan pada pengendalian vektor. Tujuan dari penelitian vektor ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang habitat perkembangbiakan, kepadatan larva dan nyamuk penular DBD pada waktu terjadi KLB serta tipe virus yang dikandung vektornya. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur selama tiga bulan yaitu Juni sampai dengan Agustus 2003. Penelitian entomologi dilakukan merujuk kepada alamat penderita rawat inap yang bertempat tinggal di Kecamatan Pasar Rebo. Diagnosa penderita dilakukan dengan uji Hemagglutination inhibition (HI terhadap 24 akut konvalesen sera penderita yang diambil dari Rumah Sakit Pasar Rebo. Basil penelitian menunjukkan bahwa index larva sebagai berikut House index (HI 22,6%; Container index (Cl 11,4% dan Breuteau index (Bl 30,3. Kontainer yang positif larva yang berada di dalam rumah 12, 7% dari 387 kontainer. Sementara yang berada di luar rumah 3,1% dari 65 kontainer. Angka bebas jentik (ABJ di daerah KLB kurang dari 95%. Hasil uji HI sera penderita menunjukkan 70,8% dari pasangan sera yang diperiksa, terinfeksi oleh virus dengue.

  3. Faktor sosiodemografi dan tinggi badan orang tua serta hubungannya dengan kejadian stunting pada balita usia 6-23 bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Afia Amin

    2016-08-01

    merupakan gangguan pertumbuhan linier yang ditunjukkan dengan nilai skor-z TB/U kurang dari -2SD. Terdapat berbagai macam faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Faktor sosial demografi , meliputi pendapatan yang rendah, pendidikan orang tua yang rendah, dan jumlah anggota dalam rumah tangga secara tidak langsung juga berhubungan dengan kejadian stunting. Tinggi badan orang tua juga berkaitan dengan kejadian stunting. Ibu yang pendek memiliki kemungkinan melahirkan bayi yang pendek pula. Hasil penelitian di Mesir menunjukkan bahwa anak yang lahir dari ibu dengan tinggi badan <150 cm memiliki risiko lebih tinggi untuk tumbuh menjadi stunting.Tujuan: Mengetahui faktor sosiodemografi dan tinggi badan orang tua sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta.Metode: Desain penelitian adalah case-control. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Kecamatan Sedayu. Besar sampel yang diambil sebesar 252 balita usia 6-23 bulan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui identitas balita, identitas responden, status gizi balita, dan data sosiodemografi. Infantometer digunakan untuk mengukur panjang badan balita dan microtoise untuk mengukur tinggi badan orang tua. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik.Hasil : Dalam penelitian ini diketahui prevalensi kejadian stunting di Kecamatan Sedayu sebesar 16,20%. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu tinggi badan ibu (p=0,01 menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting. Hasil uji multivariat membuktikan bahwa variabel yang paling berpengaruh dengan stunting yaitu tinggi badan ibu. Variabel pekerjaan, pendidikan, pendapatan dan pengeluaran, jumlah anggota keluarga, dan tinggi badan ayah tidak menunjukkan hasil yang bermakna terhadap kejadian stunting.Kesimpulan: Faktor sosioemografi bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting

  4. IDENTIFIKASI EMOSI BERDASARKAN ACTION UNIT MENGGUNAKAN METODE BÉZIER CURVE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puji Aswari

    2016-02-01

    Full Text Available Ekspresi wajah menjadi bahasa yang universal. Bahkan perubahan ekspresi wajah dapat membantu pengambilan keputusan. Pada tahun 1972, Paul Ekman mengklasifikasikan emosi dasar manusia ke dalam enam jenis: senang, sedih, terkejut, marah, takut, dan jijik. Kemudian Ekman dan Wallace Friesen mengembangkan sebuah alat untuk mengukur pergerakan pada wajah yang disebut Facial Action Coding System (FACS. FACS menentukan ekspresi wajah berdasarkan pergerakan otot wajah, yang diistilahkan Action Unit (AU. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui emosi tertarik yang dialami seseorang berdasarkan AU yang telah ditentukan oleh Paul Ekman dengan cara membandingkan dua buah citra, yaitu citra wajah tanpa ekspresi dan citra wajah berekspresi. Hasil penelitian ini memperoleh sebuah aplikasi yang mampu mengidentifikasi emosi tertarik dengan akurasi sebesar 80%, True Positive Rate 80%, dan True Negative Rate 80%. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat diketahui karakteristik action unit yang membentuk emosi tertarik, juga memberikan masukan bagi proses evaluasi belajar mengajar mata kuliah pemrograman.

  5. Analisis Aspek Kepribadian Tokoh Utama Pada Novel Empress Orchid Karya Anchee Min Berdasarkan Tinjauan Psikologi Sastra.

    OpenAIRE

    Siregar, Sheyla Silvia

    2011-01-01

    The research with titled “Analisis Aspek Kepribadian Tokoh Utama Pada Novel Empress Orchid Karya Anchee Min Berdasarkan Tinjauan Psikologi Sastra” focuses on the analysis of main character “Yehonala Princess” wich is also known with “Ci Xi Tai Hou”. The main purpose of this research is to describe personality of main character which based on Psycology Literature by Sigmund Freud (Id, Ego, Superego). Researcher uses descriptive method, namely document analysis. Data sources t...

  6. IDENTIFIKASI EMOSI BERDASARKAN ACTION UNIT MENGGUNAKAN METODE BÉZIER CURVE

    OpenAIRE

    Puji Aswari; Nova Eka Diana

    2016-01-01

    Ekspresi wajah menjadi bahasa yang universal. Bahkan perubahan ekspresi wajah dapat membantu pengambilan keputusan. Pada tahun 1972, Paul Ekman mengklasifikasikan emosi dasar manusia ke dalam enam jenis: senang, sedih, terkejut, marah, takut, dan jijik. Kemudian Ekman dan Wallace Friesen mengembangkan sebuah alat untuk mengukur pergerakan pada wajah yang disebut Facial Action Coding System (FACS). FACS menentukan ekspresi wajah berdasarkan pergerakan otot wajah, yang diistilahkan Action Unit ...

  7. Diagnosis dan Tatalaksana Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) Horizontal Berdasarkan Head Roll Test

    OpenAIRE

    Yan Edward; Yelvita Roza

    2014-01-01

    AbstrakLatar belakang: Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan vertigo yang dicetuskan oleh perubahan posisi kepala atau badan terhadap gaya gravitasi. Diagnosis BPPV ditegakkan berdasarkan anamnesis dan manuver provokasi. Sering kali terjadi kesalahan dalam menegakkan diagnosis BPPV yang berakibat terhadap penatalaksanaan vertigo yang tidak adekuat. Tujuan: Untuk menjelaskan bagaimana diagnosis dan tatalaksana BPPV Kanalis Horizontal. Kasus: Seorang laki-laki berusia 56 tahun y...

  8. PEMETAAN DENSITAS LARVA AEDES BERDASARKAN 3M DAERAH ENDEMIS DAN NON ENDEMIS DBD

    OpenAIRE

    Yudin, Marhamah; Ibrahim, Erniwati; Natsir, Muh. Fajaruddin

    2016-01-01

    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu penyakit menular yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pencegahan DBD dapat dilakukan dengan pengendalian vektor melalui pelaksanaan 3M. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran densitas larva Aedes berdasarkan pelaksanaan 3M di daerah endemis dan non endemis DBD Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey observasional dengan pendekatan deskriptif. Populasi adalah seluruh rumah di Kelurahan Gunung Sari seb...

  9. PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH SUMBER AIR PANAS SONGGORITI KOTA BATU BERDASARKAN DATA GEOMAGNETIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dafiqiy Ya’lu Ulin Nuha, Novi Avisena

    2012-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian dengan metode geomagnetik pada tanggal 26 -27 April 2011 di daerah Songgoriti Kota Batu dengan tujuan untuk mengetahui pola Anomali Magnet Total dan struktur geologi bawah permukaan. Setelah dilakukan koreksi data yang meliputi koreksi diurnal dan koreksi IGRF maka didapatkan nilai anomali magnet total serta kontinuasi ke atas dan reduksi ke kutub. Selanjutnya dilakukan interpretasi secara kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kuantitatif dilakukan dengan membaca pola kontur anomali magnet lokal dan reduksi ke kutub, sedangkan interpretasi kualitatif dilakukan dengan membuat penampang 2,5 D pada dua lintasan AB dan CD. Berdasarkan interpretasi kuantitatif pada kontur anomali  magnetik lokal didapatkan variasi nilai anomali antara -800 nT-600 nT dengan anomali tinggi terdapat pada arah timur dan barat daerah penelitian, anomali sedang terletak pada daerah tengah penelitian dan anomali rendah terdapat pada sedikit   daerah   tengah   penelitian.   Daerah   penelitian   didominasi   anomali   magnetik   sedang. Berdasarkan interpretasi kualitatif pada model penampang 2,5 D lintasan AB dan CD, didapatkan tujuh body yaitu batuan tufa, batuan tufa, batuan breksi vulkanik, batuan breksi tufaan, batuan lava, batuan basalt, dan batuan andesit. Berdasarkan sifat fisik dari tiap lapisan batuan, diduga batuan sarang dalam sistem geothermal yang berupa sumber air panas di daerah penelitian adalah batuan breksi vulkanik dengan batuan penutup (cap rock berupa batuan tufa. Kata Kunci : Anomali Magnet, Struktur Geologi, Air Panas.

  10. Perilaku makan dan kejadian obesitas anak di SD Negeri Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supiati Supiati

    2016-08-01

    setiap tahun yaitu 0,15% pada tahun 2007 dan 0,26% tahun 2008. Obesitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diduga perilaku makan merupakan faktor utama, sehingga ingin diketahui seberapa besar pengaruh perilaku makan menyumbang terhadap kejadian obesitas.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perilaku makan dan kejadian obesitas anak di SDN favorit Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross- sectional yang dilaksanakan pada bulan Mei 2010. Analisis data menggunakan uji komparatif (chi square, dan regresi logistik.Hasil: Ada hubungan terbalik antara perilaku makan dengan obesitas anak.P<0,01 dengan kekuatan hubungan dan rasio prevalensi (RP=1/0,12=83, yaitu subjek yang mempunyai perilaku makan sehat mempunyai peluang 8,3 kali lebih besar untuk terhindar dari terjdinya obesitas.Kesimpulan: Ada hubungan yang sangat signifi kan antara perilaku makan dengan obesitas anak, dengan kekuatan hubungan dan rasio prevalensi yang bersifat protektif yaitu subjek yang mempunyai perilaku makan sehat mempunyai peluang 8,3 kali untuk terhindar dari terjadinya obesitas dibandingkan dengan anak yang berperilaku makan tidak sehat.KATA KUNCI: perilaku makan, obesitas, anak sekolah dasar

  11. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2010-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhia Afra

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakFilariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh nyamuk Mansonia, Anopheles, Culex, Armigeres. Banyak faktor risiko yang mampu memicu timbulnya kejadian filariasis. Beberapa diantaranya adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan, faktor lingkungan, perilaku. Kabupaten Padang Pariaman bukan salah satu 5 kabupaten daerah endemis filariasis namun merupakan kabupaten yang banyak ditemukan kasus baru filariasis di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode studi case control yang merupakan penelitian epidemiologis analitik observasional yang bersifat retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 63 responden, terdiri dari 21 kasus dan 42 kontrol. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur dengan kejadian filariasis dengan nilai p= 0,013,tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, pekerjaan(nilai p= 0,071, OR=3,800, 95% CI=0,938-15,398, tempat perindukan, pengetahuan (nilai p= 1,000, OR=1,135, 95% CI=0,336-3,835, sikap dan tindakan. Mengingat umur sangat erat hubungannya dengan pekerjaan, maka perlu ada penyuluhan dari petugas kesehatan bagaimana melindungi diri saat bekerja seperti menggunakan baju berlengan panjang dan celana panjang, serta menggunakan obat anti nyamuk.Kata kunci: filariasis, umur, pekerjaan, tempat perindukan, perilaku AbstractFilariasis is a chronic communicable disease caused by filarial worms and transmitted by mosquitoes Mansonia, Anopheles, Culex, Armigeres. Many risk factors are able to prevalence of filariasis. Some of them are gender, age, occupation, environmental factors and behavioral. Pariaman District is not one of the 5 districts of filariasis endemic areas but a lot of new case have been identify in West Sumatra. This was a case control study which is an analytic observational epidemiological studies. The

  12. SURVEY DAN ANALISIS SEISMISITAS WILAYAH JAWA TIMUR BERDASARKAN DATA GEMPA BUMI PERIODE 1999-2013 SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jihan Nia Shohaya

    2013-11-01

    Full Text Available Kajian kegempaan suatu wilayah terutama di daerah rawan gempa bumi seperti Jawa Timur sangat diperlukan dalam rangka mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat bencana gempa bumi. Dalam konteks ini, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis tingkat seismisitas di wilayah Jawa Timur antara tahun 1999-2013 yaitu dengan menganalisis hubungan antara frekuensi kejadian gempa bumi (N dan magnitudo gempa bumi (M. Rumus umum yang digunakan, yaitu log N = a – bM. Gradien persamaan ini atau nilai b merupakan parameter tektonik yang menggambarkan sifat batuan pada daerah yang diteliti sedangkan nilai a menggambarkan aktivitas tektonik wilayah yang diamati. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder parameter gempa bumi dari bank data seismologi IRIS dengan magnitudo 4,0-10,0 SR pada kedalaman 0-200 km yang berlokasi antara 110o-115o BT dan 5o-10o LS. Berdasarkan hasil analisis dengan metode maximum likelihood, didapatkan besarnya parameter seismisitas untuk wilayah 1 diperoleh nilai a sebesar 11,7 dan nilai b sebesar 1,86. Sementara untuk wilayah 2 diperoleh nilai a sebesar 9,69 dan nilai b sebesar 1,49. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah 1 memiliki tingkat seismitas yang lebih besar dibandingkan wilayah 2. Sedangkan nilai b pada kedua wilayah relatif sama. Hal tersebut menunjukkan bahwa batuan pada wilayah Jawa Timur memiliki heterogenitas yang rendah. Kata kunci : Seismisitas, Gempa Bumi, Jawa Timur Abstract Studying about seismicity pattern, especially in earthquake prone areas such as East Java is needed in order to reduce the impact caused by the earthquake. This research is analyze the level of seismicity and the return period of earthquakes by analyzing the relationship between the frequency of occurrence of earthquakes (N and the earthquake magnitude (M. The main formula is log N = a - bM, gradient equation or b value describes the nature of tectonic rocks of observed regions, and a value describes the

  13. Praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI bukan faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hildagardis M.E Nai

    2016-08-01

    status, complementary foods ABSTRAKLatar belakang: Stunting merefleksikan kegagalan proses mencapai potensi pertumbuhan linear sebagai akibat dari kondisi kesehatan dan gizi yang tidak optimal. Salah satu penyebab kejadian stunting adalah kuantitas dan kualitas MP-ASI yang rendah.Tujuan: Untuk mengidentifikasi risiko praktik pemberian MP-ASI seperti usia pengenalan MP-ASI, keragaman MP-ASI, dan frekuensi MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta.Metode: Rancangan penelitian ini adalah kasus-kontrol dengan perbandingan 1:1 dan menggunakan pendekatan kuantitatif-kualitatif model concurrent embedded. Kasus adalah anak usia 6-23 bulan yang memiliki skor-z PB/U <-2SD. Kontrol adalah anak usia 6-23 bulan yang memiliki skor-z PB/U ≥-2SD yang tinggal berdekatan dengan kelompok kasus. Analisis data menggunakan analisis univariat (deskriptif, bivariat (uji chi-square dan multivariat (uji regresi logistik berganda.Hasil: Analisis bivariat menunjukkan usia pengenalan MP-ASI (OR=1,07, keragaman MP-ASI (OR=1,17, dan frekuensi pemberian MP-ASI (OR=1,69 bukan faktor risiko kejadian stunting (p>0,05. Skor keragaman MP-ASI yang lebih rendah (kelompok makanan ≤2, 3, 4 berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian stunting berturut-turut OR=2,24, 95% CI:1,00-5,01; OR=1,82, 95% CI:0,96-3,45; OR=1,66, 95% CI:0,81-3,46. Analisis multivariat menunjukkan faktor risiko kejadian stunting adalah tinggi badan ibu (OR=1,86 dan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR (OR=3,23,.Kesimpulan: Praktik pemberian MP-ASI seperti usia pengenalan, keragaman, dan frekuensi pemberian MP-ASI bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan. Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan yang bermakna adalah tinggi badan ibu dan riwayat BBLR.KATA KUNCI: stunting, asupan makan, status gizi, MP-ASI

  14. Hubungan Faktor Risiko yang dapat Dimodifikasi dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner di RS Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suchi Ilmi Herman

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakSumatera Barat merupakan provinsi dengan prevalensi penyakit jantung tertinggi ke-4 di Indonesia. Prevalensi penyakit ini meningkat disebabkan karena faktor risiko yang dapat dimodifikasi yaitu dislipidemia, hipertensi, diabetes melitus, merokok, dan obesitas. Faktor risiko tersebut terkait dengan peningkatan kejadian PJK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko yang dapat dimodifikasi dengan kejadian PJK. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan di RS Dr. M. Djamil Padang dari Desember 2012 sampai Mei 2013. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien PJK yang dirawat inap dan telah dilakukan angiografi pada Januari 2012 sampai Desember 2012 dengan 68 orang sebagai subjek penelitian. Data pasien didapatkan dari rekam medik. Data dideskripsikan dengan tabel dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi terbanyak pasien PJK terdapat pada kadar kolesterol HDL rendah (64,6% dan hipertensi (72,5%, namun hasil uji bivariat tidak menunjukkan hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol HDL rendah dan hipertensi terhadap kejadian PJK. Kesimpulan hasil penelitian ini ialah kadar kolesterol HDL rendah dan hipertensi belum tentu menyebabkan PJK.Kata kunci: penyakit jantung koroner, faktor risiko, HDLAbstractWest Sumatra is a province with the highest prevalence of heart disease 4th in Indonesia. The prevalence of this disease increases due to modifiable risk factors, namely dyslipidemia, hypertension, diabetes mellitus, smoking, and obesity. The risk factors associate with an increased incidence of Coronary Heart Disease (CHD. The objective of this study was to determine the relationship of modifiable risk factors with CHD events. This study was a cross-sectional analytic design conducted at Hospital Dr. M. Djamil Padang from December 2012 until May 2013. The population in this study were all hospitalized CHD patients and

  15. Hubungan Faktor Risiko Terhadap Kejadian Sindroma Koroner Akut pada Pasien Dewasa Muda di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggita Tiara Pramadiaz

    2016-08-01

    Full Text Available AbstrakSumatera Barat merupakan provinsi dengan prevalensi penyakit jantung tertinggi ke-4 di Indonesia. Sindroma Koroner Akut (SKA merupakan suatu spektrum perjalanan aterosklerosis pada Penyakit Jantung Koroner (PJK. Prevalensi penyakit ini meningkat diperkirakan karena faktor risiko seperti; jenis kelamin, riwayat keluarga, diabetes melitus, hipertensi, dislipidemia dan merokok. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan faktor risiko dengan kejadian SKA pada dewasa muda..Ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang yang dilakukan di RSUP.M. Djamil Padang dari Juni 2014 sampai Oktober 2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien SKA berusia < 45 tahun yang dirawat dari 1 Januari 2011 – 31 Desember 2013 sebanyak 66 orang sebagai subjek penelitian. Data  pasien didapatkan dari rekam medik. Data dideskripsikan dengan tabel dan dianalisis dengan uji chi-square dan regresi logistik.Distribusi frekuensi terbanyak pasien SKA terdapat pada laki-laki (74,2%, riwayat merokok (63,6% dan hipertensi (37,9%. Hasil uji chi-square menunjukan terdapat hubungan antara hipertensi dan riwayat keluarga dengan kejadian SKA pada dewasa muda.Pasien dewasa muda dengan hipertensi berisiko terkena SKA 0,301 kali lebih besar.Hipertensi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian SKA pada pasien dewasa muda.Kata kunci: sindroma koroner akut, penyakit jantung koroner, faktor risiko AbstractWest Sumatra is the 4th highest province in prevalence of heart disease in Indonesia. Acute Coronary Syndromes (ACS is a spectrum of atherosclerosis in Cardiac Heart Disease (CHD. The prevalence of this disease has increased related to risk factors,such as; gender, family history, diabetes mellitus, hypertension  and smoking. The objective of tthis study was to determine the relationship of risk factors of ACS in young adults.This was an analytic observational cross-sectional design conducted at Dr.M. Djamil Padang

  16. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pre Eklampsi pada Kehamilan di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Tahun 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dessy Hasmawati

    2014-01-01

    Full Text Available AbstrakPre eklampsi merupakan komplikasi kehamilan dan persalinan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, protein urin, dan oedema, kadang disertai komplikasi sampai koma. Keadaan ini akan membawa dampak buruk bagi ibu dan janin bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktoryang berhubungan antara ibu hamil dengan kejadian pre eklampsi di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Tahun 2012 yang meliputi usia ibu, usia kehamilan, paritas, dan penyakit penyerta. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan april 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang berkunjung di RSUD Embung Patimah Kota Batam, pengambilan sampel dengan total sampling yaitu semua ibu hamil yang pre eklampsi sebanyak 173 orang dan ibu hamil yang tidak mengalami pre eklampsi sebanyak 173 orang. Data yang digunakan adalah sekunder dari register dan rekam medic dengan menggunakan cheklis kemudian dilakukan tabulasi dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan dari 50% ibu hamil dengan pre eklampsi. Ada hubungan usia ibu, paritas, dan penyakit penyerta dengan kejadian pre eklampsi. Tidak ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian pre eklampsi. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian pre eklampsi oleh karena itu perlukan adanya upaya preventif menegakan kemungkinan pre eklampsi secara dini dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas Ante Natal Care serta menghindari terjadinya eklampsi melalui pengorbanan pre eklampsi dengan intensif.Kata kunci: Pre eklampsi, kehamilan, faktor-faktorAbstractPre eclampsia is a complication of pregnancy and childbirth which is characterized by increased blood pressure, urine protein, and edema, sometimes accompanied by complications to coma. This situation will bring adverse effects to the mother and fetus and even death

  17. IDENTIFIKASI TEMUAN KONTAK POSITIF KASUS KEJADIAN LUAR BIASA DIFTERIA DI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kambang Sariadji

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakRendahnya  cakupan  imunisasi  dasar  di  DKI  Jakarta  ini menyebabkan  kekhawatiran  timbulnya  penyakit yang  dapat dicegah  dengan  imunisasi  (PD3I dimana  salah  satunya  adalah difteri. Kejadian  difteri yang dilaporkan  ini terjadi  di daerah  Kelurahan  Bangka,  Kecamatan Mampang  Prapatan,  Jakarta  Selatan pada  bulan  Desember  2012,  dilaporkan adanya kasus dengan diagnosis klinis difteri pada anak perempuan usia 4 tahun. Karena anak tersebut meninggal maka dilakukan pengambilan sampel swab tenggorok terhadap 11 orang kontak yang terdiri dari teman, anggota keluarga dan tetangga. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kontak positif kasus kejadian luar biasa difteria yang terjadi di Jakarta. 11 spesimen kontak swab tenggorok dilakukan pemeriksaan secara mikroskopik dengan pewarnaan Albert.  Kultur dan isolasi  menggunakan  medium  agar  darah  dan  telurit  agar  darah.  Koloni  tersangka  dilanjutkan  dengan  uji  biokimia menggunakan produk  komersial  remel  Rapid  CB  Plus.  Uji toksigenitas  dilakukan  dengan  PCR  multiplek.  Dari  11 spesimen kontak,  didapatkan 1  kontak  dari  lingkungan  keluarga  terinfeksi  C.diphtheriae. Pemeriksaan  mikroskopis ditemukan  bentuk  difteroid.  Hasil  kultur,  isolasi  dan  uji  biokimia  menunjukan  possibility  >  99,9%  adalah  bakteri Corynebacterium  diphtheriae.  Sementara  uji  toksigenitas  Corynebacterium  diphtheriae  dilakukan  menggunakan  PCR multiplex. Hasilnya bakteri tersebut toksigenik yang ditandai dengan terbentuk produk amplifikasi dari gen dtx (tox dan dtxR sehingga tampak garis pada 141 bp dan 184 bp. Kesimpulan yang didapat dari 11 kontak yang diambil spesimen swab tenggorok ditemukan 1 kontak dari kalangan keluarga terdekat positif terinfeksi C.diphtheriae tipe mitis toksigenikKata Kunci : Corynebacterium diphtheriae, Kultur dan Isolasi, Uji BiokimiaAbstractThe  low

  18. BIONOMIK NYAMUK Anopheles DAN KEBIASAAN PENDUDUK YANG MENUNJANG KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN PAGEDONGAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jarohman Raharjo

    2013-03-01

    Full Text Available Malaria masih merupakan masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai masalah malaria cukup serius. Sampai dengan tahun 2002 telah tercatat 86 desa endemis dari 276 desa yang ada, sedangkan 175 desa terancam menjadi daerah HCI (High Case lncidens, jumlah penderita malaria pada tahun 2001 sebanyak 6.793 orang (API: 7,47%o meningkat menjadi 13.401 orang (API: 15,33%o pada tahun 2002 dan 90,2% dari kasus penderita indigenous.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bionomik nyamuk anopheles dan kebiasaan penduduk yang menunjang kejadian malaria di lokasi penelitian.Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, karena menggambarkan bionomik nyamuk vektor dan kebiasaan penduduk. Penelitian ini bertempat di Kecamatan Pagedongan, KabupatenBanjarnegara, Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan pada bulan Februari Nopember 2005.Tempat berkembangbiak Anopheles spp positif adalah kobakan air (belik dan bekas galian pasir disungai dan mata air. Kebiasaan nyamuk Anopheles spp menggigit orang di dalam dan di luar rumah hampir sama banyaknya. Terjadi peningkatan jumlah nyamuk yang tajam pada bulan September. Aktivitas menggigit di dalam rumah dimulai pada pukul 18.00-19.00. Sedangkan aktivitas menggigit di luar rumah meningkat pada pukul 21. 00-22.00 dan mencapai puncaknya pada pukul 22. 00-23.00 dan 03.00-04.00.Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya nyamuk tersangka vektor, kondisi lingkungan dan pengetahuan masyarakat menjadi faktor yang menunjang kejadian malaria di desa wilayah Kecamatan Pagedongan. Saran yang diberikan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang malaria dan mengurangi keberadaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk. Kata Kunci : Malaria, Biomonik

  19. Diagnosis dan Tatalaksana Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV Horizontal Berdasarkan Head Roll Test

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yan Edward

    2014-01-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV merupakan vertigo yang dicetuskan oleh perubahan posisi kepala atau badan terhadap gaya gravitasi. Diagnosis BPPV ditegakkan berdasarkan anamnesis dan manuver provokasi. Sering kali terjadi kesalahan dalam menegakkan diagnosis BPPV yang berakibat terhadap penatalaksanaan vertigo yang tidak adekuat. Tujuan: Untuk menjelaskan bagaimana diagnosis dan tatalaksana BPPV Kanalis Horizontal. Kasus: Seorang laki-laki berusia 56 tahun yang didiagnosis sebagai BPPV Kanalis Horizontal kiri tipe kanalolithiasis apogeotropik. Penatalaksanaan: Dilakukan barbeque maneuver terapi reposisi kanalith. Kesimpulan: Penatalaksanaan BPPV adalah berdasarkan lokasi kanal yang terlibat dengan terapi reposisi kanalith.Kata kunci: BPPV, kanalis horizontal, kanalolithiasis apogeotropik.AbstractBackground: Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV is vertigo that provoked by a position change of the head or body to the gravitation. The diagnosis of BPPV can be established by anamnesis and provocation maneuver. However, because BPPV frequently is misdiagnosed, it will implicate to an adequate therapeutic. Purposes: Explaining how to diagnose and manage a Horizontal Canal BPPV. Case : a man, 56 ages which diagnosed as a Left Horizontal Canal BPPV apogeotropic canalolithiasis type. Management: A barbeque maneuver was performed as canalith reposition treatment. Conclution: The management of BPPV is based on the involved canal with canalith repositioning treatment.Keywords: BPPV, horizontal canal, apogeotropic canalolithiasis.

  20. Aplikasi Ajaran Solidaritas Kristen Berdasarkan Alkitab Pada Gereja Kemah Injil Indonesia Kota Kupang Nusa Tenggara Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunus Laukapitang

    2013-04-01

    Full Text Available Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, untuk menjelaskan pemahaman konsep ajaran solidaritas kristensecara teologis. Kedua, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman konsep ajaranteologi solidaritas Kristen diaplikasikan pada Gereja Kemah Injil Indonesia KotaKupang.Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitianyaitu: Penulis memperoleh data melalui penelitian kepustakaan, dan penelitianlapangan. Dalam penelitian lapangan data diperoleh melalui teknik observasilangsung, wawancara, questioner dan data dari dokumen-dokumen gereja yangdiperoleh selama kegiatan penelitian.Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah mengenai aplikasiajaran solidaritas kristen berdasarkan alkitab pada Gereja Kemah Injil Indonesiakota Kupang Nusa Tenggara Timur, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagaiberikut: Pertama, dalam pelaksanaan solidaritasnya, gereja harus melaksanakandalam konsepsi alkitabiah yang benar, yakni: didasarkan atas sifat Allah sendiri,yang adalah kasih dan berlas kasihan terhadap penderitaan umat manusia. Kedua,dalam pelaksanaan solidaritasnya, gereja perlu melihat kepada wujud solidaritasnya,gereja perlu melihat kepada wujud solidaritas Kristen yang telah diberikan olehKristus, jemaat mula-mula dan rasul Paulus. Ketiga, dalam merefleksikan konsepsolidaritas Kristen bagi pelayanan masa kini dalam konteks Indonesia secara umumdan GKII Kota Kupang secara khusus dapat dilaksanakan dalam bentuk solidaritastrasformatif, misiologis, inkarnatif dan solidaritas holistik.

  1. Pengembangan Ekonomi Lokal di Kawasan Perikanan Berdasarkan Preferensi Masyarakat Nelayan Nambangan Kedung Cowek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rheza Firmantyo Pramono

    2013-09-01

    Full Text Available Wilayah nambangan memiliki prosentase 40% sebagai nelayan menggantungkan dengan kondisi pesisir, mengindikasikan bahwa wilayah nambangan memiliki potensi pesisir yang cukup besar. Namun masih mempunyai beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan seperti SDA, SDM, Pendanaan, Prasarana Sarana, Kelembagaan, dan teknologi di kawasan pesisir Nambangan Kedung Cowek. Tujuan penelitian ini untuk merumuskan arahan pengembangan ekonomi lokal wilayah nambangan berdasarkan preferensi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis pertama penentuan faktor kurang berkembangnya ekonomi lokal menggunakan teknik delphi, selanjutnya menentukan preferensi masyarakat dan faktor prioritas menggunakan teknik servqual. Melalui metode servqual ditemukan banyak faktor prioritas yang harus dikembangkan yaitu SDA, SDM , Pendanaan, Prasarana Sarana, Kelembagaan, Teknologi, dan Pemasaran. Selanjutnya menentukan arahan pengembangan ekonomi lokal beradasakan faktor prioritas menggunakan teknik triangulasi berdasarkan tujuh faktor priortas dengan menggabungkan studi literatur, studi kasus wilayah lain dan temuan fakta emipiri di lapangan. Hasil akhir berupa peningkatan prasarana sarana berupa penataan lingkungan sempadan pantai, pengelolahan limbah, peningkatan sumberdaya manusia berupa pelatihan mutu pendidikan dan wawasan ekonomi. Selanjutnya peningkatan upaya pemasaran dengan membangun mina store dan peningkatan fasilitas alat tangkap.

  2. HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT DENGAN KEJADIAN STRES PADA KO-ASISTEN ANGKATAN TAHUN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Suprayoga Sukmana Putra

    2015-07-01

    Full Text Available Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang seringkali dijumpai di kalangan koasisten Fakultas Kedokteran. Sumber stres dapat bersifat internal maupun eksternal. Tipe kepribadian merupakan salah satu faktor yang memengaruhi munculnya stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebar pada 62 koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Jumlah responden yang memiliki kepribadian ekstrovert lebih banyak dibandingkan dengan yang introvert (56,5% vs 43,5% dan responden yang mengalami stres berjumlah 33 orang (53,2%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres (p = 0,000 (p < 0,05. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.    

  3. SISTEM KEWASPADAAN DINI KLB MALARIA BERDASARKAN CURAH HUJAN, KEPADATAN VEKTOR DAN KESAKITAN MALARIA DI KABUPATEN SUKABUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Hakim

    2012-09-01

    Full Text Available Malaria merupakan penyakit yang muncul sesuai dengan perubahan lingkungan dan iklim makro maupun mikro. Salah satu komponen lingkungan, yaitu curah hujan berpengaruh terhadap fluktuasi kepadatan vektor, fluktuasinya seringkah berulang pada pola yang hampir sama setiap tahunnya. Dengan demikian fluktuasi kepadatan vektor juga akan berulang dengan pola yang sama pula. Untuk mengetahui fluktuasi curah hujan dan kepadatan vektor, telah dilakukan survei vektor malaria dan pengamatan curah hujan di Desa Lengkong Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi pada bulan Maret 2006 sampai dengan Februari 2007 dengan periode bulanan. Dari survei itu diketahui, bahwa curah hujan mempunyai hubungan erat dengan kepadatan nyamuk An. aconitus yang juga berhubungan erat dengan fluktuasi kesakitan malaria. Kepadatan vektor malaria akan tinggi pada musim hujan, dengan demikian kesakitan malaria akan tinggi juga pada musim hujan. Karena itu, curah hujan bisa dijadikan sebagai salah satu indikator dalam penerapan sistem kewaspadaan dini untuk merencanakan kegiatan antisipasi penularan lanjutan sehingga tidak menjadi kejadian luar biasa.   Kata kunci: SKD-KLB malaria, curah hujan, kepadatan nyamuk.

  4. Faktor-faktor pada kejadian GAKY ibu hamil di Tabunganen Barito Kuala, Kalimantan Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfi tri

    2016-03-01

    kekurangan yodium (GAKY merupakan masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. GAKY tidak hanya disebabkan oleh kekurangan yodium, tetapi juga dipengaruhi oleh zat goitrogen(tiosianat, logam berat Pb, dan kekurangan Fe yang menghambat biosintesis hormon dan berakibat pada pembesaran kelenjar gondok.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi yodium, goitrogen (golongan tiosianat, Fe, serta status anemia dan status Pb dalam darah dengan status GAKY pada ibu hamil di  Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Data pembesaran kelenjar tiroid diperiksa denganpalpasi di daerah kelenjar tiroid, kadar TSH dengan metode ELISA, tingkat konsumsi yodium dan tingkat konsumsi tiosianat dengan metode food recall 2 x 24 jam dan food frequency questionnaire  (FFQ, tingkat konsumsi Fe dengan FFQ, kadar Hb dalam darah dengan metode fotometrik, kadar Pb darah dengan metode AAS.Data dianalisis menggunakan chi-square dan logistic regression.Hasil: Ada hubungan signifi kan (p<0,05 antara tingkat konsumsi yodium (ikan laut berdasarkan FFQ dan status terhadap status GAKY (gondok dengan OR=3,44 dan status GAKY (TSH dengan OR=8,00.Tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi tiosianat dan Fe yang diukur dengan food recall, FFQ, dan status GAKY (gondok dan TSH. Antara status Pb dan status GAKY (TSH juga tidak ditemukan adanya hubungan dengan OR=9,35.Kesimpulan: Ada hubungan antara konsumsi yodium berdasarkan FFQ (ikan laut dan status GAKY (gondok dan antara konsumsi yodium (FFQ dengan status anemia dan prevalensi GAKY (TSH.KATA KUNCI: gangguan akibat kekurangan yodium, wanita hamil, yodium, tiosianat, Fe, anemia, Pb

  5. ANALISA PERHITUNGAN KEBUTUHAN PENERANGAN PADA BANGUNAN RIG RAISIS (OFFSHORE BERDASARKAN CLASS ABS DAN BKI BERBASIS VISUAL BASIC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Feri Diana

    2014-02-01

    Full Text Available Rig RAISIS adalah salah satu pengeboran milik P.T Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX yang disewa oleh P.T TOTAL untuk memperpanjang kontraknya selama beberapa tahun. Rig RAISIS ini adalah bangunan offshore yang sudah lama berdiri namun perlu direnovasi. Untuk merenovasi diperlukan konsultan bangunan maritim yang salah satunya ditangani oleh P.T Terafulk Megantara Design. Dalam hal ini mereka masih menggunakan perhitungan secara manual. Maka untuk merencanakan penerangan dengan mudah dibuatlah program perhitungan lampu menggunakan program Visual Basic. Program ini dirancang menggunakan beberapa menu perhitungan berdasarkan dua formula, yaitu formula yang sudah lama diterapkan di PT Terafulk Megantara Design dan formula secara teoritis. Langkah menggunakan program ini adalah dengan memasukkan dimensi ruangan, iluminasi, dan luminasi maka akan muncul hasil luas ruangan dan jumlah lampu berdasarkan tipe lampu yang sudah dipilih. Program ini bisa digunakan untuk menghitung jumlah lampu berdasarkan 2 class yaitu ABS dan BKI. Berdasarkan 2 class yang sudah dihitung maka class ABS mempunyai jumlah lampu lebih banyak dibandingkan ruangan yang menggunakan class BKI. Program ini juga lebih cepat digunakan oleh perancang dengan waktu 45 menit dibandingkan menggunakan perhitungan manual yang memakan waktu 1,5 jam saat menghitung Deck Level 31.

  6. PRODUKTIVITAS TENAGA PENGARIT BERDASARKAN MODA PENGANGKUT DI PETERNAKAN SAPI PERAH PONDOK RANGGON, JAKARTA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Prihantoro

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas tenaga pengarit dan efektivitasnya berdasarkan moda pengangkut yang dipergunakan di peternakan sapi perah Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Peternakan sapi perah Pondok Rangon merupakan salah satu peternakan yang masih bertahan di DKI Jakarta yang ketersediaan hijauan pakannya berasal pada padang rumput alam. Penelitian didasarkan pada sumber data primer dan sekunder dengan cara sensus dari total 22 peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak di Pondok Rangon 40,91% telah berumur > 55 tahun dan 45,46% telah memiliki pengalaman >20 tahun. Kapasitas mengarit tertinggi pada umur 38 tahun (395 kg/hari dan moda truck lebih efisien dalam penyediaan hijauan dibanding pick up dan becak motor.

  7. Analisis keragaman manggis (Garcinia mangostana diiradiasi dengan sinar gamma berdasarkan karakteristik morfologi dan anatomi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ALFIN WIDIASTUTI

    2010-11-01

    Full Text Available Abstrak. Widiastuti A, Sobir, Suhartanto MR. 2010. Analisis keragaman manggis (Garcinia mangostana diiradiasi dengan sinar gamma berdasarkan karakteristik morfologi dan anatomi. Bioteknologi 7: 85-98. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keragaman genetik manggis (Garcinia mangostana L. yang diiradiasi dengan sinar gamma dosis 0 Gy, 20 Gy, 25 Gy, 30 Gy, 35 Gy dan 40 Gy. Bahan tanaman yang digunakan adalah biji yang dikumpulkan dari Kampung Cegal, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Data dihasilkan dari karakteristik morfologi dan anatomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis sinar gamma dapat menghambat pertumbuhan benih, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh dan menurunkan viabilitas benih. Secara morfologi, hal itu juga menurunkan tinggi tanaman, diameter batang, ukuran daun, dan jumlah daun. Secara anatomi, kepadatan stomata berkorelasi positif dengan tinggi tanaman dengan nilai korelasi adalah 90% dan 74%. Iradiasi sinar gamma dapat meningkatkan keragaman morfologi hingga 30%. Pemotongan benih setelah iradiasi dapat meningkatkan keragaman dan tingkat kelangsungan hidup manggis.

  8. Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Gaya Hidup dengan Kejadian Obesitas pada Siswa SD Negeri 08 Alang Lawas Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cici Octari

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakObesitas di Indonesia mulai menjadi masalah gizi masyarakat walaupun gizi kurang masih tinggi. Obesitas disebabkan oleh banyak faktor/multifaktorial yang dapat dibagi menjadi genetik dan lingkungan yang diantaranya adalah status sosial ekonomi dan gaya hidup. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan populasi adalah seluruh siswa kelas I sampai V di SD N 08 Alang Lawas,Padang. Penelitian ini mendapatkan hasil 8,21% siswa mengalami obesitas, 11,79% overweight atau gemuk, 82,60% tingkat pendapatan orang tua siswa berada di atas garis kemiskinan, 71,30% ayah dan 71,80% ibu siswa memiliki tingkat pendidikan menengah, 58,50% siswa memiliki pola makan baik, dan 60% memiliki aktifitas fisik aktif. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara kejadian obesitas dengan tingkat pendidikan orang tua (ayah: p=0,205 ; ibu: p=1,00, tingkat pendapatan orang tua (p=0,396, dan pola makan anak (p=0,245. Didapatkan hubungan yang bermakna antara aktifitas fisik anak dengan kejadian obesitas (p=0,048.Kata kunci: obesitas, anak, sosial-ekonomi, gaya hidupAbstractIn Indonesia, obesity has became a public nutrition problem although frequence of undernutrition was still high. The obesity caused by many factor/multifactorial that asssigned to genetic factor and environment factor. Two of the environment factors are social-economy and life style. Cross sectional study was chosen as a method to conduct the study. The study population were all the students on 1st grade to 5th grade in SD Negeri 08 Alang Lawas, Padang. The result shows that 8.21% of the students suffered from obesity, 11.79% were overweight, 82.60% of the students have the parents that have income more then the poverty line, 71.30% of the fathers and 71.80% of the mothers were middle graduations, 58.50% have good consumptions pattern, and 60% have active physical activity. There are no association between the obesity among the children with parent’s graduation (father: p=0

  9. FAKTOR RISIKO KEJADIAN CHIKUNGUNYA DI KABUPATEN BOYOLALI,PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lulus Susanti

    2014-05-01

    < 0.05.Keywords :knowledge, attitude, practice, chikungunya, risk factorAbstrakChikungunya adalah salah satu penyakit re-emerging disease di Indonesia. Gejala yang paling menonjol pada kasus ini adanya rasa nyeri yang hebat pada setiap persendian, terutama sendi lutut, pergelangan kaki dan tangan, serta sendi-sendi tulang punggung sehingga sendi susah untuk digerakkan. Penyakit ini diakibatkan oleh virus dari kelompok virus Chikungunya (CHIKV. Di Jawa Tengah terjadi peningkatan kasus Chikungunya, mulai tahun 2005 berjumlah 46 orang kemudian meningkat pada tahun 2006 menjadi 86 orang dan 2007 mencapai 2.801 kasus. Persebaran kasus mencapai beberapa kabupaten di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Boyolali, yang memberikan kontribusi dalam jumlah penderita Chikungunya yang cukup besar 5. Pada tahun 2007dan 2008 jumlah kasus Chikungunya di Kabupaten Boyolali mencapai 634 dan 517 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara karakteristik masyarakat, kondisi sosial ekonomi, pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat, data entomologi dan lingkungan sebagai faktor risiko terhadap kasus Chikungunya, di Boyolali. Penelitian ini merupakan studi epidemiologi analitik dengan rancangan case control study. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Chikungunya terjadi paling banyak pada kisaran umur 20 – 45 dan 46 – 64 tahun, masing-masing sebanyak 51 (39,23% dan 50 kasus (38,46%, dengan jenis kelamin perempuan 80 kasus (61,54%. Sedangkan pendidikan kasus Chikungunya tertinggi adalah tidak tamat SD sebesar 34 kasus (26,15% dan pekerjaan berupa petani sebanyak 41 kasus (31,54%. Dari karakteristik responden ini hanya jenis kelamin yang memiliki hubungan bermakna dengan kasus dengan nilai P< 0,05. Sedangan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang pencegahan penyakit Chikungunya tidak berhubungan dengan kasus dengan nilai P>0,05.Keberadaan pakaian tergantung tidak berhubungan dengan kasus Chikungunya, sedangkan keberadaan jentik nyamuk di TPA berhubungan dengan kasus

  10. GAMBARAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDEMEN, KECAMATAN SIDEMEN, KABUPATEN KARANGASEM, PADA JUNI-JULI 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desak Made Dwi Ambari Ningsih

    2015-04-01

    Full Text Available Kesehatan gigi masih menjadi masalah di Indonesia dilihat dari prevalensi karies gigi yang mencapai 73% dari jumlah penduduk. Di Puskesmas Sidemen, penyakit gigi, gusi dan pulpa merupakan urutan keempat dari 10 besar penyakit yang paling sering terjadi. Adanya fakta bahwa ketersediaan air bersih, sikat gigi dan pasta gigi di daerah Sidemen tidak sulit diperoleh, menunjukkan adanya faktor lain yang mempengaruhi tingginya kejadian karies gigi, misalnya perilaku menggosok gigi dan juga pengetahuan  orang tua dan anak terhadap karies gigi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi karies gigi, perilaku menggosok gigi, dan gambaran perilaku menggosok gigi terhadap kejadian karies gigi pada siswa usia sekolah dasar di wilayah Puskesmas Sidemen, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif potong-lintang yang dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2013. Penelitian ini menggunakan 68 orang sampel yang ditentukan secara purposive random sampling pada siswa usia 7 hingga 12 tahun di SD Negeri 1 Telagatawang. Pada penelitian ini, didapatkan prevalensi karies gigi pada anak usia sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Sidemen  masih tinggi (58,8%. Sebanyak 58 orang (85,3% belum menerapkan perilaku menggosok gigi yang memenuhi standar dan hanya 10 orang (14,7% yang perilaku menggosok gigi sudah memenuhi standar. Karies gigi lebih banyak dialami oleh anak-anak yang tidak memenuhi standar dalam perilaku menggosok gigi, yaitu sebanyak 63,8% (37 orang dari total 58 orang yang perilaku menggosok gigi tidak memenuhi standar. Sedangkan dari 10 orang yang memenuhi standar perilaku menggosok ternyata didapatkan sebagian besar, yaitu 7 orang (70% tidak karies. Sehingga secara umum dari penelitian ini dapat ditarik simpulan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan presentase kejadian karies gigi pada anak dengan perilaku menggosok gigi yang salah dibandingkan yang benar.    

  11. PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN MENULIS CERITA ANAK BERMUATAN NILAI KARAKTER BERDASARKAN CONTENT AND LANGUANGE INTEGRATED LEARNING (CLIL UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Qurrota Ayu Neina

    2015-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah manganalisis kebutuhan, memaparkan pengembangan, dan menentukan keefektifan buku pengayaan menulis cerita anak bermuatan nilai karakter berdasarkan CLIL untuk siswa sekolah dasar kelas tinggi. Langkah penelitan yang digunakan dalam mengembangkan buku pengayaan menulis cerita anak bermuatan nilai karakter berdasarkan CLIL untuk siswa sekolah dasar kelas tinggi adalah research and development. Setelah melakukan penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: (1 berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa dan guru, rancangan yang disarankan untuk buku pengayaan menulis cerita anak berdasarkan CLIL berisi beberapa bagian, yaitu (a pengantar materi sebagai motivasi belajar, (b materi yang berisi langkah-langkah menulis cerita anak, (c cerita anak yang terintegrasi CLIL, (d panduan memahami nilai karakter, (e panduan untuk memahami ilmu IPA/IPS, dan (f latihan; (2 buku pengayaan menulis cerita anak bermuatan nilai karakter berdasarkan CLIL dikembangkan dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan aspek isi, penyajian, bahasa dan keterbacaan, serta kegrafikaan; dan (3 buku pengayaan menulis cerita anak bermuatan nilai karakter berdasarkan CLIL efektif bagi siswa SD kelas tinggi.

  12. KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INGGRIS SISWA MELALUI SELF-EDITING AND SELF-CORRECTING BERDASARKAN ANALISIS KESALAHAN GRAMATIKAL DAN KOSAKATA

    OpenAIRE

    Mathelda Obisuru; Widyastuti Purbani

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis bahasa Inggris siswa melalui self-editing and self-correcting berdasarkan analisis kesalahan tata bahasa dan kosakata. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Data dikumpulkan melalui observasi dan dari tes menulis siswa. Penelitian dilakukan secara kolaboratif dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setelah dilakukan tindakan self-editing and self-correcting dala...

  13. PENGEMBANGAN TES PENGETAHUAN PRAKTIKUM BIOLOGI BERDASARKAN GRADED RESPONSE DAN GENERALIZED PARTIAL CREDIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saiful Ridlo

    2013-01-01

    Full Text Available Penelitian ini  bertujuan untuk menghasilkan model tes yang cocok  dengan data. Pengembangan item pada penelitian  menggunakan pendekatan teori respons butir politomus (TRBP. Subjek ujicoba diambil dari siswa lima SMP kelas VII akhir mewakili peringkat SMP di Kota Yogyakarta sebanyak 1030 siswa. Hasil Model TRBP yang cocok dipilih berdasarkan hasil parametrisasi menggunakan PARSCALE dan deskripsi hubungan fungsional antara respons peserta tes dengan tingkat kemampuannya yang dinyatakan dalam test information curves (TIC. Penelitian ini menghasilkan 16 butir untuk bank soal dengan karakteristik masing-masing butir memiliki nilai daya beda yang tidak rendah (>0,25 skala logit dan nilai kesulitan butir pada selang -3 sampai +3 skala logit. Berdasarkan informasi yang dihasilkan, kedua macam model penskoran GRM dan GPCM cocok memodelkan penskoran TPPB yang diadministrasikan. GPCM mungkin lebih merefleksikan realitas bagaimana data dihasilkan sehingga dari TIC tampak lebih akurat menaksir kemampuan dibanding GRM. Kata Kunci: tes pengetahuan praktikum biologi, GRM, GPCM ______________________________________________________________ DEVELOPMENT OF A TEST OF BIOLOGY PRACTICUM KNOWLEDGE WITH GRADED RESPONSE  AND GENERALIZED PARTIAL CREDIT MODELS Abstract This study aims to generate information to define the polytomous item response models which are more suitable with the data. The items were developed by the polytomous item response theory approach. The tryout participants were 1030 Year VII students selected from five junior high schools in Yogyakarta City. A suitable model was selected based on the result of PARSCALE parameterization  and a description of the functional relationship between the testees’ responses and their ability levels indicated by the test information curves (TIC. The study yields 16 items for the item bank in which the discrimination index of each item is > 0.25 logit scale and the difficulty index ranges from -3 to +3 logit

  14. IDENTIFIKASI JENIS OBAT BERDASARKAN GAMBAR LOGO PADA KEMASAN MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surya Rahayuda

    2016-10-01

    Full Text Available There many types of drugs have been approved by the government and circulating in the community, but many people don’t know. In this study, I want to create an application that can identify the type of drug based on the logo on the packaging. I’m using 4 different types of modern medicine and 3 types of herbal medicine, total there will be as many as 7 different logo that will be used. Pictures will be entered into the application, then detected the edges of the image using the Edge Detection, to get the shape of the logo image, after it is extracted using methods GLCM, extraction will produce output in the form of numbers, the numeric data is then classified using Naïve Bayes classification and will get the results in the form of the type of drug. From the experiments it was found that the resulting level of accuracy is quite high, there are 3 categories of types of drugs that have a high accuracy on Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas and Obat Keras. From the results of these trials concluded that the Naïve Bayes method can be used to mengkalsifikasi types of drugs is based on the logo on the packaging of drugs. Keywords: logo, drug, image processing, edge detection, GLCM, naïve bayes Terdapat banyak jenis obat telah disetujui oleh pemerintah dan beredar di masyarakat, namun banyak masyarakat tidak mengetahuinya. Pada penelitian ini saya ingin membuat suatu aplikasi yang dapat mengindentifikasi jenis obat berdasarkan logo pada kemasan. Saya menggunakan 4 jenis obat moderen dan 3 jenis obat herbal, total akan terdapat sebanyak 7 macam logo yang akan digunakan. Gambar akan diinputkan ke dalam aplikasi, kemudian dideteksi tepian gambarnya menggunakan metode Edge Detection, untuk mendapatkan bentuk dari gambar logo, setelah itu diekstraksi menggunakan metode GLCM, hasil ekstraksi akan menghasilkan output berupa angka, data angka ini kemudian diklasifikasikan menggunakan metode Naïve Bayes dan akan mendapatkan hasil klasifikasi berupa jenis

  15. Tinjauan Teologis Tentang Takut Akan Tuhan Berdasarkan Kitab Amsal Dan Implementasinya Dalam Hidup Kekristenan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ril Tampasigi

    2012-04-01

    Full Text Available Sebagai tujuan penelitian adalah Untuk memaparkan konsep Takut akanTUHAN berdasarkan kitab Amsal, Untuk menjelaskan manfaat dari TakutakanTUHAN. Dan Untuk menjelaskan implementasinya dalam kehidupan Kekristenansetiap hari.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatifyaitu metode penelitian Kepustakaan (library research, terhadap berbagai sumberdata antara lain: Alkitab, tafsiran-tafsiran kitab Amsal dan buku-buku yangmembahas tentang Takut akan TUHAN serta penulis menggunakan metode eksegesis.Yang disusun secara deskriptif untuk mencapai sasaran dan tujuan penulisan.Dalam penelitian ini, ditemukan hasil bahwa Kekristenan seharusnya hidupberdasarkan takut akan TUHAN dengan menyadari akan kemahakuasaan-Nya,kekudusan-Nya, kemahahadiran-Nya dan kemahatahuanNya dalam setiap aspekkehidupan manusia lewat tindakan dan perilaku manusia. Banyak hal dalam duniaini yang akan membuat manusia merasa takut dan gentar, baik itu ketakutanterhadap sesamanya manusia maupun ketakutan terhadap hal-hal yang lainnya.Takutakan TUHAN merupakan suatu perasaan takut yang positif bukan negatif.Takutakan TUHAN bukan seperti perasaan takut yang dialami oleh manusiaterhadap hal-hal yang biasa, tetapi takutakan TUHAN merupakan penghormatanmanusia terhadap TUHAN.

  16. ANALISIS PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA BERDASARKAN ISLAMIC SOCIAL REPORTING INDEKS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khusnul Fauziah

    2013-05-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pengungkapan tanggungjawab sosial bank syariah di Indonesia berdasarkan pada indeks Islamic Social Reporting (ISR. Obyek dari penelitian ini adalah tujuh bank syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan laporan tahunan tahun 2011 yang dipublikasikan pada masing-masing bank. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan skore indek IRS tertinggi adalah Bank Muamalat Indonesia dengan skore 73% dan skore terendah adalah Bank Panin Syariah dengan skore 41%. This research is intended to compare the social responsibility disclosure of Islamic banking in Indonesia based on the Islamic Social Reporting (ISR index. The object of this research is taken from seven Islamic bankings in Indonesia. This research use the data from the annual report which was published in 2011 by the banks. The content analysis is implemented for analyzing the data. The results show that the highest score of social responsibility disclosure is Bank Muamalat Indonesia with the score of 73% and the lowest score is Panin Bank Syariah with the score of 41%.

  17. Karakterisasi lundi putih (Melolonthidae: Coleoptera pada agroekosistem salak pondoh di Gunung Merapi berdasarkan pola pita isozim

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SRI WARDANI

    2009-05-01

    Full Text Available Wardani S, Sugiyarto. 2009. Karakterisasi lundi putih (Melolonthidae: Coleopterapada agroekosistem salak pondoh di Gunung Merapi berdasarkan pola pita isozim.Bioteknologi 6: 49-54. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik lundi putih (Melolonthidae: Coleoptera didasarkan pada pola pita isozim. Penelitian morfologi dilakukan di Sleman, Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah. Sampel diambil dari lima tempat dengan ketinggian yang berbeda dimana lima sampel diambil dari setiap lokasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah elektroforesis gel poliakrilamida (PAGE menggunakan jenis vertikal. Sistem enzim yang digunakan adalah peroksidase dan esterase untuk mendeteksi pola pita isozim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi pola pita isozim lundi putih (Melolonthidae: Coleoptera pada agroekosistem salak pondoh di lereng Gunung Merapi (peroksidase di stasiun II dan IV sedangkan esterase di stasiun III dan V. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat variasi genetik pada populasi lundi putih pada agroekosistem salak pondoh di lereng Gunung Merapi. Kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap munculnya variasi pola pita isozim karena setiap lokasi memiliki kondisi lingkungan yang berbeda.

  18. PENENTUAN WAKTU PERAWATAN UNTUK PENCEGAHANPADA KOMPONEN KRITIS CYCLONE FEED PUMP BERDASARKAN KRITERIA MINIMASI DOWN TIME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nandiroh

    2006-08-01

    Full Text Available Sistem perawatan mesin yang dilakukan di PT. Newmont Nusa Tenggara, selama ini masih bersifat korektif yaitu perawatan setelah terjadi kerusakan. Kerusakan komponen ini biasanya akan ditandai dengan ditemukannya produk yang dihasilkan tidak sedikit mengalami kecacatan. Peranan perawatan terhadap komponen-komponen Cyclone Feed Pump pada Process Departement - PT.Newmont Nusa Tenggara sangat penting artinya untuk mencegah terjadinya kecacatan produk masal dan mencegah terjadinya down time produksi. Dan perawatan yang paling baik digunakan adalah perawatan pencegahan sebelum terjadinya kerusakan (preventive maintenance. Mesin kritis adalah mesin yang mengalami frekwensi kerusakan terbesar dengan total downtime terbesar. Untuk penentuan mesin kritis ini, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengukur lamanya waktu downtime produksi dari tiap-tiap mesin yang ada. Perhitungan MTTR berdasarkan data downtime, yang sebelumnya juga dilakukan uji kecocokan distribusi dan hasilnya sesuai, Dengan melakukan perhitungan Mean Time To Repair dan Mean Time To Failure dapat diketahui rata-rata waktu berapa lama pompa beroperasi dan berapa lama pompa tersebut dapat dilakukan perbaikan serta dapat diketahui Reliability pada Cyclone Feed Pump 2.0.1. Setelah dilakukkan perhitungan, komponen kritis Discharge Pipe pada Cyclone Feed Pump 2.0.1 harus sudah dilakukan inspeksi preventif, karena telah beroperasi 664.8 jam, dan perbaikan yang harus lakukan maksimal 3.4997 jam setiap kali dilakukan shutdown.

  19. PENENTUAN POSISI SUMBER PROSPEK PANAS BUMI BERDASARKAN DATA ANOMALI MAGNETDI DAERAH AKESAHU, PULAU TIDORE, MALUKU UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohima Wahyu Ningrum

    2015-04-01

    Full Text Available Penelitian geofisika dengan menggunakan metode magnetik yaitu dengan alat Magnetometer Fluxgate. Luas daerah penyelidikan ± 1 km x 1 km, dibatasi oleh koordinat geografis antara 127° 27’ 42” s/d 127° 27’ 43” BT dan 0° 43’ 17” s/d 0° 43’ 19” LU . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi sumber prospek panas bumi di daerah Akesahu, Pulau Tidore berdasarkan data anomali medan magnet. Data medan magnet total yang terukur adalah medan utama, medan luar dan medan anomali. Untuk menghilangkan efek-efek anomali dari medan magnet luar dan anomali medan magnet utama dilakukan perhitungan koreksi variasi harian, koreksi drift (kesalahan alat, koreksi penyesuaian, koreksi IGRF, dan pemisahan anomali residual dan regional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, daerah Akesahu, Pulau Tidore memiliki potensi panas bumi yang masih cukup besar yang ditandai dengan adanya manifestasi panas bumi berupa mata air panas. Anomali medan magnet daerah Akesahu ditunjukkan dengan adanya anomali yang rendah (0.90 sampai dengan -2163.09 nT yang memanjang arah utara-selatan di bagian Timur Pulau Tidore. Disamping itu di sekitar mata air panas Akesahu secara geologis didukung dengan adanya empat buah sesar normal. Ini sebagai sistem pengontrol panas bumi yang lainnya di Pulau Tidore.

  20. OPTIMALISASI PEMETAAN FASE PERTUMBUHAN PADI BERDASARKAN ANALISA POLA REFLEKTAN DENGAN DATA HIPERSPEKTRAL STUDI KASUS : KABUPATEN KARAWANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rauf Syafriyyin

    2015-02-01

    Full Text Available Kebutuhan akan beras sebagai sumber makanan pokok yang dikonsumsi oleh lebih dari 90% masyarakat Indonesia menjadikan padi sebagai komoditas strategis yang berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan teknologi yang tepat guna dalam memetakan fase pertumbuhan padi sebagai alat untuk memonitor dan mengevaluasi pertumbuhan padi. Teknologi hiperspektral yang memiliki ratusan kanal mampu menyajikan spektral yang kontinu pada setiap objek yang diamati sehingga melalui data hiperspektral perbedaan fase pertumbuhan dapat lebih mudah diamati melalui analisis pola dan karakteristik nilai reflektan spektral yang kemudian diklasifikasikan kedalam fase pertumbuhan padi. Pemetaan fase pertumbuhan padi dilakukan pada citra HyMap dengan metode klasifikasi Spectral Angle Mapper (SAM dan Support Vector Machine (SVM yang merupakan metode klasifikasi terbimbing (supervised yang digunakan untuk mengenali pola nilai spektral dari suatu objek berdasarkan informasi dari piksel citra. Dari hasil pemetaan fase pertumbuhan padi yang dibagi menjadi 9 kelas mewakili setiap stage tumbuh padi yaitu (Seedling, Tillering, Stem Elongation, Penicle Initation to booting, Heading, Flowering, Milk Grain, Dough Grain, dan Mature Grain diperoleh ketelitian  SAM sebesar 82,609 % dan SVM sebesar 54,348 %  . Hal ini menunjukkan pemetaan fase pertumbuhan padi dengan metode analisis pola reflektan spektral dengan metode SAM memiliki hasil yang lebih akurat dan signifikan daripada metode SVM.

  1. ANALISIS POSISI PERSAINGAN OPERATOR TELEPON SELULER BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN DI KOTA MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dodik - Yunarwanto

    2012-05-01

    Full Text Available ABSTRAK   Penelitian dilakukan untuk mengetahui posisi persaingan operator telepon seluler prabayar merek Merek I, Merek II, Merek III, Merek IV serta Merek V berdasarkan persepsi konsumen dan pengaruh posisi persaingannya terhadap jumlah pelanggan di kota Malang. Metode analisa Multi Dimensional Scaling (MDS digunakan untuk menganalisis data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan posisi masing-masing operator telepon seluler prabayar  berdasarkan persepsi konsumen. Dengan alat analisis Cluster hasil penelitian yang diperoleh terbentuk tiga kelompok atau segmen yaitu kelompok pertama ditempati Merek I, Merek II dan Merek III; kelompok ke dua ditempati Merek V;  dan kelompok ke tiga Merek IV tujuan pengelompokan ini mengetahui jarak terdekat persaingan antar operator ponsel prabayar. Merek II merupakan pesaing dekat Merek I dan Merek III sedangkan Merek V merupakan pesaing terdekat Merek IV. Selanjutnya dengan alat analisa Atribut Vektor dapat diketahui keunggulan atribut masing-masing operator ponsel prabayar Merek I disukai konsumen karena atribut produk dan personal traits, Merek II disukai konsumen karena atribut distribusi, Merek III disukai konsumen karena atribut proses, Merek V disukai konsumen karena atribut promosi sedangkan Merek IV disukai konsumen karena atribut harga. Setelah diketahui keunggulan atribut masing-masing operator dengan menggunakan alat analisa Regresi dapat diketahui pengaruh posisi persaingan terhadap jumlah pelanggan secara keseluruhan dari enam atribut, hanya atribut promosi yang paling signifikan berpengaruh terhadap keputusan berlangganan. Hasil tiap kelompok atau segmennya. Segmen pertama atribut promosi yang paling signifikan berpengaruh terhadap keputusan berlangganan. Segmen kedua atribut harga dan personal traits yang paling signifikan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan. Segmen ketiga, atribut harga yang paling signifikan berpengaruh terhadap keputusan berlangganan.   Kata kunci :

  2. KERAGAAN WARNA IKAN CLOWN BIAK (Amphiprion percula POPULASI ALAM DAN BUDIDAYA BERDASARKAN ANALISIS GAMBAR DIGITAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruby Vidia Kusumah

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan warna ikan clown Biak (Amphiprion percula populasi alam dan budidaya berdasarkan analisis gambar digital sebagai dasar upaya pemuliaannya. Gambar digital diambil dari koleksi ikan clown Biak Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali; serta pengumpul ikan hias di Denpasar, Bali menggunakan kamera digital Canon EOS 600D. Pola warna dikarakterisasi secara visual terhadap variasi strip hitam dan putih pada dasar badan oranye, jenis warna dianalisis menggunakan ImageJ 1.49s, persentase penutupan warna dilakukan dengan Adobe Photoshop CS5. Pola warna dikarakterisasi oleh strip hitam tebal, tipis, gelap, pudar, terputus, bergabung, serta strip putih normal, pelana, spot, melebar, dan terputus. Warna hitam alam dikarakterisasi oleh hue (H: 300-60º, saturation (S: 8%-56%, brightness (B: 3%-19%, sedangkan budidaya H: 300-23º, S: 9%-71%, B: 4%-20%. Warna oranye alam H: 19-33º, S: 88%-98%, B: 47%-85%, dan budidaya H: 14-29º, S: 86%-99%, B: 38%-82%. Warna putih alam H: 36-270º; S: 1%-13%, B: 66%-88%, dan budidaya H: 0-229º, S: 0%-14%, B: 55%-87%. Persentase penutupan warna badan didominasi warna oranye dengan rata-rata 45% untuk populasi alam dan 57% untuk populasi budidaya. Keragaan warna ikan clown Biak dapat diarahkan pada pembentukan strain misbar, picasso, spot (domino, dan onyx. Metode analisis gambar digital sangat potensial digunakan untuk analisis keragaan warna ikan hias.

  3. Disiplin Gereja Berdasarkan Injil Matius 18:15-17 Dan Implementasinya Dalam gereja Masa Kini

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yohanis Luni

    2017-03-01

    Full Text Available Seringkali gereja mengalami kebingungan saat harus menentukan sikap terhadap orang yang berbuat dosa. Salah satu sikap yang ekstrim adalah membiarkan saja seseorang jatuh ke dalam dosa karena takut membuat orang itu tersinggung. Sikap ekstrim yang lain adalah sangat membenci dosa, sehingga membenci juga orang yang melakukannya. Disiplin dalam gereja merupakan kelalaian besar di sebagian gereja saat ini. Pemimpin takut untuk melakukan disiplin gereja kepada anggota jemaat, karena dinggap bertentangan dengan “kasih Allah” dan dapat menyebabkan perpecahan di dalam persekutuan. Pelaksanaan disiplin gereja disinyalir dapat menyebabkan hilangnya anggota jemaat yang berpengaruh dan kaya. Ada juga kesalahpahaman besar tentang makna, tujuan, dan sifat disiplin gereja. Banyak yang melihat disiplin gereja sebagai kutukan dan pengucilan daripada cinta kasih yang memulihkan untuk mengembalikan kepada persekutuan dengan orang percaya. Artikel ini bermaksud menjelaskan pemahaman yang benar mengenai tidakan dan prosedur disiplin gereja yang alkitabiah berdasarkan Injil Matius 18:15-17. Often churches are confused when it comes to determining the attitude toward those who sin. One extreme attitude is to let alone the person who falls into sin for fear of making him/her offended. The other extreme attitude is that we hate the sin so much, that we begin to hate the one who did it. The application of discipline in the church is often overlooked in most churches today. Leaders are afraid to discipline members of the church, because it is deemed contrary to the “love of God” and can lead to divisions in the congregation. The implementation of church discipline can allegedly cause the loss of influential and rich members of the congregation. There is also a big misconception about the meaning, purpose, and the nature of church discipline. Many see church discipline as a curse and exclusion rather than love that restores the fellowship of believers. This

  4. Analisis Implementasi Sistem Tanggap Darurat Berdasarkan Asosiasi Perlindungan Kebakaran Nasional 1600

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meilissa Ayu Pratiwi

    2013-05-01

    Full Text Available Penelitian kesesuaian pelaksanaan sistem tanggap darurat di PT X menjadi upaya untuk mempersiapkan proses tanggap darurat. Penelitian kualitatif dengan desain studi deskriptif analitik ini menggunakan dua jenis data meliputi data primer yang didapatkan melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder melalui telaah dokumen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kesesuaian implementasi sistem tanggap darurat di PT X Perusahaan Pelayanan Gas dan Minyak, ditinjau dari National Fire Protection Association 1600 (NFPA 1600 tahun 2012. Pada penelitian ini didapatkan kesesuaian implementasi sistem tanggap darurat PT X berdasarkan NFPA 1600 adalah 36,23%, sedangkan ketidaksesuainya adalah 37,60%. Diharapkan dapat mempertimbangkan saran yang diberikan untuk meningkatkan pemenuhan semua elemen persyaratan NFPA 1600 dalam mengimplementasikan sistem tanggap darurat di perusahaannya. The focus of this study was looking for an overview of compliance conformity for implementation emergency response system at PT X to prepared emergency response in the event of an emergency/disaster. This research is a qualitative descriptive study design that uses two types of data, primary data obtained through interviews and observations, and secondary data through document review. The purpose of this study to determine conformity of the implementation emergency response system in Oil and Gas Services Company PT X as per National Fire Protection Association 1600 (NFPA 1600 in 2012. This study resulted was the conformity of the emergency response system implementation based on NFPA 1600 in PT X was 36,23%, while unconformity proportion was 37,6%. PT X are expected to consider the advice had given based on results of this study to improve compliance to all elements requirements of NFPA 1600 in the company’s emergency response system.

  5. STUDI POTENSI ENERGI GEOTHERMAL BLAWAN- IJEN, JAWA TIMUR BERDASARKAN METODE GRAVITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raehanayati Raehanayati

    2013-11-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan studi awal untuk menentukan daerah yang memiliki potensi   panasbumi   berdasarkan   pengukuran   gayaberat   di   Blawan-Ijen,   Jawa   Timur. Pengukuran data primer dilakukan dengan menggunakan Gravitimeter LaCoste & Romberg tipe G-1053. Data anomali Bouger dari hasil perhitungan koreksi-koreksi metode gayaberat kemudian dibawa ke bidang datar selanjutnya dilakukan pemisahan anomali regional dan anomali sisa dengan menggunakan metode kontinuasi ke  atas. Hasil interpretasi terhadap anomali sisa yang dilakukan pada tiga penampang adalah penampang A-A’ nilai densitasnya yaitu: ρ1=2.58 gr/cm3, ρ2=2.80 gr/cm3 , ρ3=2.67 gr/cm3, dan ρ4=2.69 gr/cm3, sedangkan untuk penampang B-B’ nilai densitasnya adalah ρ1=2.58 gr/cm3, ρ2=2.82 gr/cm3, ρ3=2.67 gr/cm3, dan untuk penampang C-C’  nilai  densitasnya yaitu  ρ1=2.585 gr/cm3,  ρ2=2.82 gr/cm3,  ρ3=2.67 gr/cm3 dan ρ4=2.684 gr/cm3. Dari hasil pemodelan 2D dan 3D dapat terlihat bahwa pada daerah yang memiliki manifestasi air panas didominasi oleh batuan ρ1 karena memiliki nilai densitas paling rendah yang berada pada daerah Blawan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa reservoir panasbumi  daerah  Blawan-Ijen  didominasi  oleh  batuan  yang  memiliki  porositas  tinggi (densitas rendah dan tingkat permeabilitasnya tinggi dengan jumlah volume sebesar 101.20 juta m3.

  6. Faktor risiko kejadian stunting pada anak umur 6-36 bulan di Wilayah Pedalaman Kecamatan Silat Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Wahdah

    2016-08-01

    incidence of stunting were exclusivebreastfeeding, number of household members, maternal height, income, and father’s height.KEYWORDS: exclusive breastfeeding, height of father, height of mother, income, stuntingABSTRAKLatar belakang: Stunting pada anak balita merupakan indikator status gizi yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau. Stunting yang terjadi pada masa anak merupakan faktor risiko meningkatnya angka kematian, kemampuan kognitif dan perkembangan motorik yang rendah, dan fungsi tubuh yang tidak seimbang. Kejadian stunting berhubungan dengan berbagai macam faktor antara lain lingkungan keluarga (pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pola asuh, pola makan dan jumlah anggota rumah tangga, faktor gizi (ASI eksklusif danlama pemberian ASI, faktor genetik, penyakit infeksi, dan kejadian BBLR. Menurut hasil riset kesehatan dasar, prevalensi anak balita yang menderita stunting di Indonesia pada tahun 2010 masih tinggi sebesar 35,6%, dan 39,7% di Provinsi Kalimantan Barat.Tujuan: Mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak umur 6-36 bulan di pedalaman Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasinya adalah seluruh balita yang ada di wilayah pedalaman Kecamatan Silat Hulu Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Analisis data menggunakan uji chi-square dan untuk mengetahui variabel paling determinan terhadap stunting dilakukan analisis regresi logistik.Hasil: Kejadian stunting berhubungan signifi kan dengan pekerjaan ibu, tinggi badan ayah, tinggi badan ibu, pendapatan, jumlah anggota rumah tangga, pola asuh, dan pemberian ASI eksklusif (p<0,05. Kejadian stunting tidak berhubungan dengan, pekerjaan ayah, pola makan, lama pemberian ASI, penyakit infeksi, dan pendidikan ibu (p>0,05.Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kejadian

  7. PERFORMA FOTOSINTESIS Kappaphycus sp. (strain Sumba) YANG DIUKUR BERDASARKAN EVOLUSI OKSIGEN TERLARUT PADA BEBERAPA TINGKAT SUHU DAN CAHAYA

    OpenAIRE

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan cahaya terhadap laju fotosintesis Kappaphycus sp. (strain Sumba) yang diukur berdasarkan perubahan oksigen terlarut. Pengukuran laju fotosintesis Kappaphycus sp. pertama-tama dilakukan pada suhu 20oC, 24oC, 28oC, dan 32oC pada tingkat cahaya 353 μmol photons m-2 s-1 untuk mendapatkan kurva fotosintesis versus suhu (kurva P-T). Selanjutnya, pengukuran laju fotosintesis dilakukan pada suhu 20oC, 24oC, dan 28oC dengan intensitas cahaya ...

  8. Keragaman Genotip dan Jarak Genetik Sapi Madura Berdasarkan Restriction Fragment Length Polymorphism-DNA (RFLP-DNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marleny Leasa

    2013-02-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genotip dan jarak genetik sapi Madura di Kabupaten Sampang dan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB Singosari berdasarkan teknik RFLP. Digesti DNA genom dengan enzim EcoRI dan PstI menghasilkan fragmen DNA dengan ukuran yang bervariasi baik pada induk, pedet, dan pejantan unggul dengan kisaran antara 10000 bp sampai 980 bp dan 10000 bp sampai 1250 bp. Analisis MVSP1 dengan metode UPGMA untuk jarak genetik ditemukan bahwa sampel sapi Madura berada dalam 2 cluster dan 1 outgroup. Persentase jarak genetik berada pada rentangan 0 sampai 25%.   (Kata kunci: Variasi genotip, Jarak genetik, Sapi Madura, RFLP

  9. Perjanjian Berbahasa Asing yang Dibuat Oleh Notaris Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aliya Sandra Dewi

    2016-04-01

    Full Text Available Perjanjian Berbahasa Asing yang Dibuat Notaris Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004. Posisi notaris sebagai fungsionaris dalam masyarakat dianggap sebagai tempat resmi yang dapat memperoleh saran. Segala sesuatu yang ditulis dan ditetapkan sudah benar dan pejabat produsen resmi dalam dokumen kekuatan hukum, khususnya dokumen yang berkaitan dengan kontrak yang terjadi di masyarakat. Dengan perkembangan hubungan antara subjek hukum warga negara yang berbeda untuk membuat perjanjian dalam bahasa asing selalu digunakan antara pihak-pihak yang memilikin perbedaan karena perbedaan bahasa kewarganegaraan.DOI:10.15408/jch.v1i1.2922

  10. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kejadian Depresi pada Usia Tua di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung Tahun 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Figa Prima Dani

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakDepresi pada usia tua merupakan keadaan yang ditandai dengan perasaan sedih, kurang bersemangat, merasa gelisah, penurunan konsentrasi, selalu berpikiran buruk, dan susah untuk sosialisasi dengan lingkungan sekitar serta mudah putus asa dalam menghadapi masalah. Dengan adanya dukungan keluarga berupa dukungan informasi, dukungan penilaian, dukungan instrumental, dan dukungan emosional akan menurunkan kejadian depresi pada usia tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada usia tua di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah usia tua yang berumur lebih dari 60 tahun yang tinggal bersama keluarganya di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung yaitu sebanyak 82 orang, dengan metode pengambilan sampelnya adalah stratified sampling. Usia tua yang mengalami depresi memiliki dukungan keluarga rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada usia tua di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung.Kata kunci: usia tua, depresi pada usia tua, dukungan keluargaAbstractDepression in old age is a state characterized with feelings of sadness, less excited, feeling jittery, decreased concentration, always thinking bad, and hard to socialize with their surroundings and easy to despair in dealing with problems. With the support of the family such as informational support, appraisal support, instrumental support, and emotional support will reduce the incidence of depression in old age. This study is aimed to determine the relationship of family support with the incidence of depression in old age in Nagari Tanjung Aur Banai, Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung. The study’s method is an observational with cross-sectional approach

  11. Kadar leptin saliva dan kejadian karies gigi anak obesitas (Salivary leptin levels and caries incidence in obese children

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfrida Atzmaryanni

    2013-09-01

    Full Text Available Background: Children with obesity have a lower incidence of caries. Salivary leptin levels of obese children is higher than normal children. Leptin is protein hormone, contained in saliva. Salivary proteins maintain the balance of the ecosystem in the mouth. Purpose: The article was aimed to study the correlation of salivary leptin levels with caries incidence in obese children. Review: Mouth is reflection of the health status and so many changes occur as a weight gain. Child with obesity has a low incidence of caries than normal. This condition is associated with changes in oral cavity, especially the increase in salivary leptin. Caries is a disease of hard tissues cause by the activty of microorganisms, especially Streptococcus mutans. Salivary proteins maintain the balance of the ecosystem in the mouth. Leptin is a protein saliva, produced predominantly in adipose tissue and conduct active transport to saliva. Salivary leptin works in two ways: as an antimicrobial which prevents the attachment of bacteria on tooth surface or by inducing cytokine that affect the immune system in oral cavity. Conclusion: Salivary leptin is higher in obese children than in normal children. The low incidence of caries on obesity is associated with salivary leptin. Alteration in salivary composition and flow rate also decreased caries in obesity.Latar belakang: Anak yang mengalami obesitas memiliki insiden karies yang rendah. Kadar leptin saliva anak obesitas lebih tinggi dari anak normal. Leptin merupakan salah satu protein hormon yang terdapat di saliva. Protein saliva berfungsi untuk menjaga keseimbangan ekosistem di mulut. Tujuan: Artikel ini bertujuan mempelajari hubungan antara kadar leptin di dalam saliva dengan kejadian karies anak obesitas. Tinjauan pustaka: Rongga mulut merupakan cerminan dari status kesehatan dan banyak perubahan yang terjadi seiring peningkatan berat badan seseorang. Anak Obesitas memiliki insiden karies yang rendah jika dibandingkan

  12. PERILAKU BERISIKO PETERNAK UNGGAS DAN KEJADIAN FLU BURUNG DI DESA MOJOTAMPING KECAMATAN BANGSAL KABUPATEN MOJOKERTO PROVINSI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noor Edi Widya Sukoco

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Avian influenza infection can occur when there is contact with birds dead/sick, poultry manure (dung and a polluted environment. The purpose of this study was to determine the risk of farmers (owners of poultry infected with avian influenza virus (H5N1 by the method of behavior approach and observation participatory in society Methods: The research method applied is participatory observation and in-depth interviews. The purpose of in-depth interview is to determine factors under/ying AI related behavior, such as social factors and cultural factors. Results: There are many risk behaviors such as not reporting any incidence of sudden deaths of poultry, handling dead birds incorrectly, eating a sick chicken, eating raw egg yolk, never used protection (gloves, masks, boots when interacting with their poultry There has found the case of a resident who died with a positive indication of H5N1 virus infection at the sites. Conclusion: Breeders, sellers, and buyers who do not use personal protective equipment (PPE and are reluctant to report any suddenly dead birds can accelerate the spread of bird flu virus. Key words: Avian influenza, risk behaviors, poultry ABSTRAK Penularan flu burung dapat terjadi bila ada kontak dengan unggas mati atau unggas sakit, kotoran unggas (pupuk kandang dan lingkungan yang tercemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko peternak (pemilik unggas terinfeksi virus flu burung (H5N1 dengan metode pendekatan perilaku dan obserwasi partisipatif di masyarakat. Metode penelitian yang diterapkan adalah observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Wawancara mendalam dimaksudkan untuk menentukan faktor yang mendasari perilaku terkait flu burung, seperti faktor sosial dan budaya. Masih banyak perilaku berisiko dari penduduk yaitu tidak melaporkan adanya kejadian unggas mati mendadak, penanganan unggas mati yang salah, mengkonsumsi ayam sakit, mengkonsumsi kuning telur mentah, tidak pernah

  13. Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Rizal

    2013-01-01

    Full Text Available Abstract: The Thinking Process of Primary-school Students of Different Sexes in Estimating Arithmetic Problems. This case study is intended to explore the thinking process of the fifth-year students of different sexes in estimating arithmetic problems. Two students, one male and one female, belonging to the high achievers in a mathematics test were selected for the study and then interviewed, assigned to solve arithmetic problems, and finally asked to think aloud their thinking process. The study reveals that the thinking process of both the male and female subjects is in the form of accommodation as they ap­proached the arithmetic problems by repeatedly reading the tasks. Though employing the same thinking process, in the planning stage, the male subject made use of rounding and compatible number strategies, whereas the female one used only rounding strategy. In implementing the plan, the male subject em­ployed mental counting through assimilation, but the female one used algorithm through accommoda­tion. In the evaluating stage, the male subject traced back his work through mental counting, while the female one utilized reverse operations. Abstrak: Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin. Penelitian ini ingin mendeskripsikan proses berpikir siswa laki-laki dan perempuan yang berkemampuan matematika tinggi dalam melakukan estimasi. Penelitian dilakukan di kelas V SD, dengan subjek satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang memiliki skor 75 ke atas dalam tes kemampuan matematika. Data dikumpulkan dengan wawancara, pemberian tes dan think aloud. Analisis dilakukan dengan menelaah seluruh data, reduksi data, pengolompokan data, kategorisasi, pengkodean, dan pemeriksaan kredibilitas data dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir keduanya adalah akomodasi. Dalam membuat rencana, laki-laki menggunakan rounding dan compatible number strategy, sedangkan

  14. STRATEGI DAN PROSES BERPIKIR DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH BERDASARKAN TINGKAT KECEMASAN MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Ismawati

    2015-03-01

    Full Text Available Strategi dan proses berpikir memiliki peran sangat penting dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah siswa kelas VII dengan tingkat kecemasan matematika tinggi, sedang, maupun rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah 3 siswa dengan kecemasan matematika tinggi (KMT, 3 siswa dengan kecemasan matematika sedang (KMS, dan 3 siswa dengan kecemasan matematika rendah (KMR kelas VII MTs NU Nurul Huda Kudus. Penetapan subyek berdasarkan hasil tes skala kecemasan matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan proses berpikir diketahui sebagai berikut (1 tiga subyek KMT tidak dapat menggunakan sebagian besar tahapan strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dengan tepat sehingga jawaban tidak tepat, (2 tiga subyek KMS dapat menggunakan sebagian besar tahapan strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dengan tepat terhadap beberapa soal yang diberikan, dan (3 tiga subyek KMR dapat menggunakan sebagian besar tahapan strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dengan tepat dan memperoleh jawaban tepat.Strategy and thinking process have a very important role in the process of problem solving. This study aimed to obtain a description of the strategies and thought processes in solving problem solving seventh grade students with mathematics anxiety levels. This research is a descriptive qualitative approach. Subjects in this study were three students with high math anxiety (KMT, 3 students with math anxiety medium (KMS, and 3 students with low math anxiety (KMR class VII MTs. NU NU Nurul Huda. Determination of the subject based on the results of tests of mathematics anxiety scale. The results showed that the strategies and thought processes KMT three subjects can not

  15. Konsep Persatuan Dengan Kematian Dan Kebangkitan Kristus Berdasarkan Roma 6:1-14

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanny Frederik

    2015-09-01

    Full Text Available Persatuan orang percaya dengan Kristus adalah doktrin yang merupakan pemikiran kunci dalam ajaran Tuhan bahkan sangat penting bagi teologi Paulus sehingga seorang penafsir, James S. Stewart menyebutnya sebagai “inti dari agama Paulus.” Menurut hasil uraian tentang konsep persatuan dengan kematian dan kebangkitan Kristus berdasarkan Roma 6:1-14, maka penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pertama, orang percaya telah dipersatukan dengan kematian dan kebangkitan Kristus melalui baptisan, yang berarti ia turut serta mengalami peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Kristus dalam sejarah, yakni penyaliban, kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus. Kedua, persatuan dengan kematian dan kebangkitan Kristus mengakibatkan berlalunya ciptaan lama, yaitu kematian manusia lama sebagai status atau kedudukan seseorang dalam persekutuannya dengan Adam. Kematian Kristus adalah kematian bagi dosa, karena itu dalam persatuan dengan kematian Kristus, orang percaya juga telah mati bagi dosa. Ketiga, persatuan dengan kematian dan kebangkitan Kristus menghasilkan ciptaan baru, yaitu kehidupan baru sebagai status atau kedudukan orang percaya dalam persekutuan dengan Kristus. Keempat, kehidupan yang berpadanan dengan status baru orang percaya dalam Kristus adalah kehidupan dalam pengudusan yang meliputi hidup dalam pertobatan dan hidup untuk melayani Allah.The unity of the believer with Christ is a doctrine which is a key thought in the teaching of Jesus, moreover it is very important for Paul’s theology such that one commentator, James S. Stewart, delineates it as the “Man in Christ: The Vital Elements of St. Paul’s Religion.” Based upon the results of an analysis about the concept of unity in the death and resurrection of Christ based upon Romans 6: 1-14, the author draws several conclusions as follows: First, believers have been made one with the death and resurrection of Christ through baptism, which means the believer participates in

  16. Analisis Perbandingan Kinerja Mach-Zehnder berdasarkan Ragam Format Modulasi pada Jaringan FTTH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ZULIA NURUL KARIMAH

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAKPada jurnal ini dibuat pemodelan link FTTH pada software Optisystem 7.0 untuk mengetahui pengaruh dari Kerr effect dengan membandingkan performansi serat optik kaca dan serat optik plastik berdasarkan format modulasi berupa NRZ, RZ, RZ-DPSK, RZ-DQPSK dan CSRZ. Terdapat dua skenario, dengan skenario pertama, variabel input yang diubah adalah format modulasi pada Mach-zehnder, sedangkan pada skenario kedua, variabel yang diubah adalah pemakaian serat optik yang dipakai, yaitu serat optik bahan kaca, plastik dan hybrid kaca plastik. Hasil simulasi menunjukkan dengan efek linier dan non-linier pada kabel kaca yang menghasilkan performansi jaringan dari yang terbaik, dengan Q factor di atas 6 dan BER di bawah 10-9 adalah NRZ, RZ, RZ-DPSK, CSRZ dan RZ-DQPSK. Sedangkan dengan penggunaan kabel PMMA, yang menunjukkan performansi jaringan yang baik adalah dengan konfigurasi G652D-G652D-PMMA pada format modulasi NRZ, RZ, RZ-DPSK dan RZ-DQPSK. Efek non-linier yang terjadi pada jaringan ini hanya SPM dan XPM.Kata kunci: FTTH, mach-zehnder, format modulasi, efek non-linier, GOF, POF.ABSTRACTIn this journal is creating a FTTH link on Optisystem software 7.0 to determine the effect of Kerr effect by comparing the performance of fiber optic glass and plastic optical fiber based on modulation formats such as NRZ, RZ, RZ-DPSK, RZ-DQPSK and CSRZ. There are two scenarios, first, input variables are changed based on format in Mach-zehnder modulator, while in the second scenario, the changed variable is the material of optical fiber, the materials are optical fiber glass, plastic and hybrid plastic and glass. The simulation results based on comparison with linear and nonlinear effects on glass optical fiber, which produce Q factor above 6 and BER below 10-9 are NRZ, RZ, RZ-DPSK, CSRZ and RZ-DQPSK. While the use of PMMA cable, which indicates good network performance is the configuration G652D-G652D-PMMA on the modulation format NRZ, RZ, RZ-DPSK and RZ

  17. SINTESIS DAN KARAKTERISASI GAMMA ALUMINA (γ-Al2O3 DARI KAOLIN ASAL TATAKAN, SELATAN BERDASARKAN VARIASI TEMPERATUR KALSINASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utami Irawati

    2013-05-01

    Full Text Available Sintesis dan karakterisasi gamma alumina (γ-Al2O3 dari kaolin asal Tatakan, Kalimantan Selatan berdasarkan variasi temperatur kalsinasi telah dilakukan. Gamma alumina (γ-Al2O3 diperoleh dengan metode sol-gel. Polyethylene glycol 6000 digunakan sebagai template pembentuk pori, presipitasi dilakukan dengan penambahan NH4OH 2,6 M hingga pH larutan 8-9 untuk memperoleh Al(OH3. Kalsinasi dilakukan pada temperatur 500, 600, 700 dan 800 0C. Gamma alumina (γ-Al2O3 hasil kalsinasi kemudian di analisis menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR dan X-Ray Diftraction (XRD. Hasil analisis karakterisasi FTIR menunjukkan pada masing-masing variasi temperatur terbentuknya kerangka gamma alumina (γ-Al2O3 dan hasil XRD menunjukkan fasa alumina yang terbentuk adalah gamma alumina (γ-Al2O3. Struktur terbaik dari gamma alumina (γ-Al2O3 berdasarkan kekristalannya yaitu pada temperatur kalsinasi 700 0C dengan nilai 2θ = 46,06; 60,07 dan 66,93.

  18. BEHAVIOR AND ENVIRONMENTAL RISK FACTOR ON CHIKUNGUNYA OUTBREAKS AT SALATIGA CITY IN 2012 = FAKTOR RISIKO PERILAKU DAN LINGKUNGAN RUMAH PADA KEJADIAN LUAR BIASA CHIKUNGUNYA DI KOTA SALATIGA TAHUN 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Andriyani Pratamawati

    2015-03-01

    Full Text Available EnglishABSTRACTOn February 9, 2012 date specified chikungunya outbreak in Salatiga. This study aimed to examine behavioral and environmental risk factors associated with the disease, vector, modes of transmission, treatment seeking, as well as ways to prevent chikungunya on people in the hamlet Sinoman and Rekesan during the chikungunya outbreak in 2012 . This type of research is used case-control study. This study was conducted in January through April of 2012. Interview and observations conducted on 134 respondents. There is no relationship between the incidence of chikungunya respondent behavior and the behavior of the respondent is not proven as a risk factor chikungunya. But  events, there is a relationship between the incidence of chikungunya lighting and home lighting proved to be a risk factor for chikungunya incidence and its risk by 2.8 times. In addition to lighting, there is a relationship between the incidence of chikungunya home humidity, although not statistically proven as a risk factor for chikungunya. There was a significant association between the presence of mosquitoes on the clothes hanging in the incidence of chikungunya, in harmony with it has been shown that the presence of mosquitoes at the clothes hanging heightens the risk by 4.19 times causing events are expected to cultivate back chikungunya. People must have eradication of mosquito breeding activity, do not hang clothes secondhand, using a wire gauze on the vent, and the use of anti-mosquito drugs to avoid contact with the mosquitoborne chikungunya .IndonesiaKejadian luar biasa (KLB penyakit chikungunya di Kota Salatiga pada tanggal 9 Februari 2012 Penelitian ini bertujuan menguji faktor risiko perilaku dan lingkungan rumah, yang berkaitan dengan penyakit, vektor, cara penularan, pencarian pengobatan, serta cara pencegahan chikungunya di Dusun Sinoman dan Rekesan ketika KLB Chikungunya tahun 2012. Rancangan penelitian adalah case control. Penelitian ini

  19. Riwayat KEK dan anemia pada ibu hamil tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kristiana Tri Warsini

    2016-08-01

    food insecurity (p=0.04, OR:2.7, 95% CI:1.04-7.00. The multivariate analysis showed that mother’s height was correlated with the stunting incidence in Sedayu subdistrict.Conclusion: Factors that influence the incidence of stunting in children aged 6-23 month were pregnant mother with anemia, history of low birth weight, food insecurity, and stunted mother. Stunted mother was associated with the incidence of stunting. KEYWORDS: anemia, CED, growth disorder, pregnant women, risk factorsABSTRAKLatar belakang: Kualitas sumber daya manusia terbentuk sejak dalam kandungan. Kesehatan ibu saat hamil akan sangat mempengaruhi kesehatan janin yang dikandungnya. Ibu hamil yang anemia dan menderita kekurangan energi kronis (KEK tentu akan mempengaruhi kesehatan janin yang dikandungnya, karena akan menyebabkan bayi lahir dengan berat yang rendah. Bila tidak bisa tumbuh kejar, bayi BBLR kemungkinan besar akan menderita stunting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain case-control. Jumlah sampel penelitian sebanyak 252 anak berusia 6-23 bulan yang berasal dari 4 desa di Kecamatan Sedayu. Semua anak stunting usia 6-23 bulan diambil sebagai sampel, dengan matching umur kasus dan kontrol. Pengambilan data menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengetahui identitas anak usia 6-23 bulan, identitas responden, status gizi anak usia 6-23 bulan, riwayat status gizi ibu saat hamil, dan data sosiodemografi. Pengukuran antropometri terhadap tinggi badan orang tua dengan microtoise dan panjang badan anak dengan infantometer serta untuk SQ-FFQ menggunakan food model. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat (deskriptif, bivariat (chi-square, dan multivariat (regresi logistik.Hasil: Hasil bivariat menunjukkan riwayat anemia saat hamil merupakan faktor risiko terjadinya stunting tetapi secara

  20. Model Prediksi Indeks Massa Tubuh Remaja Berdasarkan Riwayat Lahir dan Status Gizi Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Demsa Simbolon

    2013-08-01

    Full Text Available Usia remaja merupakan salah satu kelompok umur rentan terhadap masalah gizi sebagai akibat riwayat lahir dan status gizi buruk sebelumnya yang konsekuensinya buruk dalam daur hidup berikutnya. Penelitian ini menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS dengan desain studi longitudinal, bertujuan memperoleh model prediksi IMT remaja berdasarkan riwayat lahir dan status gizi anak. Sampel berjumlah 837 balita dipilih secara multistage random sampling. Riwayat lahir diukur dari berat lahir dan umur kehamilan. Pengukuran status gizi dilakukan mulai balita sampai remaja (15 - 19 tahun. Analisis menggunakan regresi logistik multinomial. Rata-rata berat lahir bayi perempuan 147 gram lebih rendah dibandingkan bayi laki-laki. Terdapat 7,4% berat bayi lahir rendah, dengan prevalensi tertinggi pada perempuan (9,3%. Terdapat masalah gizi ganda pada balita yaitu 47% stunting, 29,7% underweight, 10% wasting, dan 13,9% gemuk/obesitas. Sebesar 51,7% balita mengalami gangguan pertumbuhan dengan stunting sebagai kontribusi terbesar. Risiko remaja gemuk/obesitas diprediksi dari kelahiran prematur, stunting usia 8 - 12 tahun, dan gemuk/obesitas usia 8 - 12 tahun. Risiko remaja kurus diprediksi dari IMT kurus saat berusia 5 - 9 tahun dan usia 8 - 12 tahun. Perlu intervensi yang diprioritaskan pada remaja perempuan untuk mencegah kelahiran prematur dan fetal programming, serta evaluasi program Pemberian Makan Tambahan (PMT pada balita yang lebih memfokuskan pada penambahan berat badan tanpa mempertimbangkan tinggi badan. Adolescents is one of the age groups vulnerable to nutritional problems as a result of poor birth history and nutritional status, and then have bad consequences the next life cycle. Research using data Indonesia Family Life Survey (IFLS with longitudinal study designs to predict adolescent body mass index based on the history of birth and child nutritional status. Sample consisted of 837 children selected by multistage random sampling. History

  1. Kajian Biblika Kecemburuan Allah Terhadap Penyembahan Berhala Berdasarkan Keluaran 20:4-6

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Queency Christie Wauran

    2015-09-01

    Full Text Available Dalam Perjanjian Lama kecemburuan Allah selalu berada dalam konteks penyembahan berhala. Hukum Taurat yang kedua dengan jelas melarang penyembahan kepada patung oleh karena alasan ini yaitu Allah yang cemburu. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui arti kecemburuan Allah terhadap penyembahan berhala berdasarkan kitab Keluaran 20:4-6 dan implikasinya bagi kehidupan orang percaya. Adapun kesimpulan artikel ini adalah pertama, kecemburuan Allah terhadap penyembahan berhala menyatakan bahwa Allah tidak dapat direpresentasikan dalam bentuk apapun karena kecemburuan Allah ini menyatakan bahwa Ia adalah Allah yang kudus. Dengan demikian, hanya Allah satu-satunya yang harus disembah oleh orang percaya. Kedua, kecemburuan Allah terhadap penyembahan berhala menyatakan bahwa tidak boleh ada objek penyembahan yang lain selain kepada Allah karena penyembahan kepada berhala menandakan perzinaan rohani yang mengakibatkan kecemburuan Allah. Oleh karena itu, orang percaya harus menolak segala bentuk penyembahan berhala. Ketiga, penyembahan kepada berhala mendatangkan kecemburuan Allah karena kecemburuan Allah ini menyatakan kesetiaan-Nya atas perjanjian dengan umat-Nya. Dengan demikian, kecemburuan Allah seharusnya menjadi dasar dari penyembahan kepada Allah. Keempat, kecemburuan Allah atas penyembahan berhala mendatangkan hukuman karena kecemburuan Allah menyatakan keadilan-Nya dalam hal pemberian hukuman sebagai konsekuensi bagi penyembah berhala. Kelima, kecemburuan Allah atas penyembahan berhala menyatakan bahwa Allah mengasihi umat-Nya dan sekaligus menyatakan keadilan Allah dalam hal pemberian berkat bagi yang mengasihi-Nya. Kasih Allah mendasari hubungan-Nya dengan umat-Nya, dengan demikian kasih juga menjadi dasar hubungan orang percaya dengan Allah.In the Old Testament, the jealousy of God is always in the context of worshipping idols. The second commandment clearly prohibits the worshipping of statues for this reason, that God is jealous

  2. ANALISIS TERHADAP PERLUNYA PENYESUAIAN LAPORAN KEUANGAN HISTORIS (CONVENTIONAL ACCOUNTING MENJADI BERDASARKAN TINGKAT HARGA UMUM (GENERAL PRICE LEVEL ACCOUNTING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pwee Leng

    2002-01-01

    Full Text Available Generally, in conventional accounting, financial statements are based on the historical cost principle that assumes that prices (monetery unit are stable. Conventional accounting recognizes neither changes in the general price level nor changes in the specific price level. Consequently, if there are any changes in purchasing power such as in inflation period, the historical financial statement are not economically relevant and also income is usually overstated, and the fixed assets are usually understated. Actually, there are several methods on accounting for the effect of changing prices, such as constant accounting, current value accounting, and general price level accounting. General price level accounting will do restatement the components of financial statement to be a rupiah on a similar level of purchasing power, but without changes in accounting principles which using on conventional accounting. In practice, the controversy concerning the relevance of general price level accounting has been continuing. Pros and cons general price level accounting will be presented on this paper. Also the result of two researches concerning the influence of applied general price level accounting on the financial statement will be compared as considerations whether the general price level adjustment is necessary needed. Abstract in Bahasa Indonesia : Secara umum, dalam akuntansi konvensional, laporan keuangan disajikan berdasarkan nilai historis yang mengasumsikan bahwa harga-harga (unit moneter adalah stabil. Akuntansi konvensional tidak mengakui adanya perubahan tingkat harga umum maupun perubahan tingkat harga khusus. Sebagai konsekuensinya, jika terjadi perubahan daya beli seperti pada periode inflasi, maka laporan keuangan historis secara ekonomis tidaklah relevan. Pada periode ini pendapatan umumnya dinilai lebih tinggi sedangkan aktiva tetap dinilai lebih rendah. Sebenarnya, terdapat beberapa metode akuntansi mengenai pengaruh perubahan harga

  3. KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN MODEL INVESTIGASI KELOMPOK DAN MODEL STAD BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK KELAS VII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Pujianto

    2015-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan pembelajaran keterampilan menulis cerpen dengan model investigasi kelompok dan model STAD berdasarkan tipe kepribadian peserta didik kelas VII. Keterampilan menulis cerpen membutuhkan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran. Melalui keterampilan menulis cerpen siswa dapat berkreasi untuk mengemukakan ide atau gagasan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Ide atau gagasan juga berpengaruh terhadap hasil dalam menulis cerpen. Selain itu, pengetahuan tentang cerpen juga penting dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen. Siswa perlu berpikir kritis untuk memunculkan ide atau gagasan yang menarik dan untuk pemahaman mengenai unsur-unsur cerpen. Tipe kepribadian yang berbeda juga perlu membutuhkan cara pengajaran yang berbeda. Oleh karena itu, dibutuhkan model pembelajaran yang cocok. Model pembelajaran yang dipilih adalah model investigasi kelompok dan model STAD.

  4. IMPLIKASI YURIDIS PENETAPAN DIREKSI BPR BERBENTUK PT BERDASARKAN POJK NOMOR 20/POJK.03/2014 TENTANG BPR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evina Dhana Hermansyah

    2016-04-01

    .  Dalam hal salah satu anggota Direksi BPR tidak terisi, maka BPR menetapkan pengganti anggota Direksi penggantinya kepada OJK berdasarkan POJK.POJK menetapkan jangka waktu 120 (seratus dua puluh hari kepada BPR untuk menetapkan Direksi pengganti. Nama calon anggota Direksi yang diajukan BPR kepada OJK tidak serta merta diterima oleh OJK. Calon anggota Direksi yang diajukan tersebut harus memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan oleh OJK. Jurnal ini ditulis untukmenganalisis implikasi yang timbul terhadap BPR sehubungan dengan penetapan anggota Direksi berdasarkan POJK. Selain itu, penulisan jurnal ini juga untuk mengetahui bagaimana bentuk perbuatan hukum yang dilakukan selama susunan anggota Direksinya belum memenuhi ketentuan POJK.Dalam beberapa kasus, BPR dapat berkali-kali mengajukan permohonan calon anggota Direksinya sehingga BPR melewati batas waktu yang ditentukan dalam POJK untuk memenuhi jumlah minimum anggota Direksi. Secara normatif berdasarkan POJK, BPR dapat dikenai sanksi atas tidak terpenuhinya jumlah minimum anggota Direksi walaupun hal tersebut bukanlah mutlak kesalahan BPR.Jurnal ini disusun dengan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian, ketentuan dalam POJK ini sehubungan dengan penetapan anggota Direksi BPR masih belum memberikan kepastian hukum bagi BPR. Ketentuan di dalam POJK terkait dengan pelaksanaan peneteapan anggota Direksi BPR  dapat menyebabkan BPR tidak memenuhi jumlah minimum anggota Direksi untuk jangka waktu yang relatif lama. BPR yang tidak memenuhi jumlah minimal anggota Direksi menyebabkan BPR tersebut tidak memiliki organ yang utuh sebagai suatu badan hukum. Kata kunci: peraturan OJK, BPR, penetapan direksi

  5. Analisis Isi SMS Iklan Layanan Telekomunikasi Operator Telkomsel, Indosat dan Xl berdasarkan Etika Pariwara Indonesia Periode 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danang Trijayanto

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi komunikasi merevolusi aktivitas pemasaran ke mobile marketing, salah satunya adalah dengan SMS advertising. Badan usaha yang cenderung menggunakan cara pemasaran tersebut adalah operator selular dengan iklan produk layanan telekomunikasinya. Permasalahannya adalah strategi pemasaran produk telekomunikasi yang cenderung banyak merugikan pelanggan karena ketidaksesuaian antara isi iklan dan produk yang diperoleh, yang dipengaruhi oleh kelengkapan dan kejelasan informasi produk. Salah satu aturan yang menjadi dasar dalam aktivitas SMS advertising adalah berdasarkan Etika Pariwara Indonesia.  Penelitian  ini   meneliti  bagaimanakah  Penerapan aturan tersebut terhadap isi SMS iklan produk telekomunikasi yang dikirimkan oleh provider selular GSM prabayar pada bulan Juli hingga Nopember 2013.  Hasil  Penelitian menunjukkan bahwa dalam mengiklankan produk telekomunikasi melalui SMS advertising, para operator selular belum menerapkan regulasi dan etika pemasaran dengan baik. Kekurangan informasi yang belum lengkap terdapat pada informasi syarat kontrak yang menjadi informasi dasar hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pelanggan.

  6. Asupan kalium-natrium dan status obesitas sebagai faktor risiko kejadian hipertensi pasien rawat jalan di RS Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Effatul Afifah

    2016-08-01

    risiko pola makan yang mengandung tinggi lemak, tinggi natrium dan rendah kalium memiliki kontribusi terhadap peningkatantekanan darah.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh asupan natrium, kalium, dan status obesitas sebagai faktor risiko hipertensi.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol dengan jumlah total sampel 104 yang terbagi dalam 52 kasus dan 52 kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner meliputi: nama, umur, jenis kelamin, alamat, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan dan formulir food frequency questionnaire (FFQ untuk menanyakan pola asupan makanan (asupan natrium, kalium selama 3 bulan menggunakan food model. Status obesitas diukur dengan menggunakan indek massa tubuh (IMT dan hipertensi diukur menggunakan merqurial sphygmomanometer. Analisis data menggunakan uji statistik independent t-test, chi-square.Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian hipertensi (OR=2,448. Asupan natrium tidak berhubungan signifi kan dengan hipertensi. Tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan kalium dengan hipertensi dan status gizi (obesitas tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi.Kesimpulan: Usia merupakan faktor risiko kejadian hipertensi, sedangkan asupan natrium, kalium, dan status obesitas bukan merupakan faktor risiko hipertensi.KATA KUNCI: hipertensi, asupan natrium, asupan kalium, obesitas

  7. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Angka Kejadian Diare Akut pada Bayi Usia 0-1 Tahun di Puskesmas Kuranji Kota Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Putri Rahmadhani

    2013-05-01

    Full Text Available AbstrakPemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya untuk mencapai tumbuh kembang optimal dan terlindungi dari penyakit seperti diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan angka kejadian diare akut pada bayi usia 0-1 tahun di Puskesmas Kuranji Kota Padang. Penelitian ini dilaksanakan secara observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah bayi usia 0-1 tahun yang berkunjung ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kuranji Kota Padang dengan menggunakan simple random sampling. Jumlah bayi dengan kelompok usia 0-5 bulan 29 hari sebanyak 69 orang (51,1% dan usia 6-12 bulan sebanyak 66 orang (48,9%. Dari hasil penelitian didapatkan bayi usia 0-5 bulan 29 hari yang masih mendapat ASI saja sebanyak 41 bayi (30,4% dan yang sudah mendapat campuran lain selain ASI sebanyak 28 bayi (20,7%. Jumlah bayi usia 6-12 bulan dengan ASI eksklusif sebanyak 34 bayi (25,2% dan 32 bayi lainnya (23,7% non ASI eksklusif. Sebanyak 57 bayi (42,2% pernah diare dan 78 bayi lainnya (57,8% tidak pernah. Analisis chi square mendapatkan p=0,001 dan hasil ini signifikan (p<0,5. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan harus ditingkatkan karena mempunyai hubungan dengan angka kejadian diare akut.Kata kunci: Bayi, ASI Exclusif, diareAbstractExclusive breastfeeding is an effort to achieve optimal growth and development and can be protected from diarrhea. The purpose of this study was to determine the relationship of exclusive breastfeeding with the incidence of acute diarrhea in infants aged 0-1 years in the Kuranji Public Health Center Padang. This study conducted a cross sectional observational study. The sample was a baby aged 0-1 years who visited posyandu in the Kuranji Public Health Center working area using simple random sampling. The result showed 41 infants (30.4% aged 0-5 months 29 days which is still breastfed only and other than breast milk were 28 infants (20.7%. Number of 6-12 months

  8. PERAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEJADIAN BALITA PENDEK DI INDONESIA (THE CONTEXTUAL ROLE OF OCCURRENCE STUNTED ON CHILDREN UNDER FIVE IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sihadi Suhadi

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Latar Belakang: Prevalensi anak balita pendek di Indonesia sebesar 36,8 persen. Anak yang balita pendek yang berat mempunyai IQ 11 point lebih rendah dibandingkan anak balita yang tidak pendek. Analisis ini mencari faktor penyebab anak balita pendek dari level individu, rumah tangga, dan provinsi terhadap terjadinya balita pendek. Tujuan: Diketahui faktor penyebab dari level individu, rumah tangga, dan provinsi terhadap kejadian balita pendek. Metodologi: Data yang digunakan bersumber data sekunder dari data Riskesdas 2010, data tersier dari BPS, IPKM, dan IPM. Jumlah sampel yang dianalisis sebesar 9 897 anak balita. Analisis statistik dengan menggunakan multilevel statistical model binary logistic regression.  Hasil:            Level provinsi mempunyai kontribusi 51,9 persen, individu 34,9 persen, dan rumah tangga 13,2 persen terhadap terjadinya anak balita pendek. Proporsi balita pendek 44,5 persen dapat diturunkan menjadi 42,5 persen bila konsumsi energi balita diperbaiki, menjadi 40,8 persen bila konsumsi energi rumah tangga diperbaiki, menjadi 43,2 persen bila ekonomi rumah tangga diperbaiki, menjadi 32,6 persen bila pola asuh diperbaiki, menjadi 35,8 persen bila ibu tidak pendek, menjadi 39,4 persen bila pendidikan ibu diperbaiki, dan menjadi 41,4 persen bila kemiskinan di tingkat provinsi diperbaiki. Simak Baca secara fonetik Kamus - Lihat kamus yang lebih detail Terjemahkan situs web mana pun NouvelObs-PrancisLa Información-SpanyolZamalek Fans-ArabSueddeutsche.de-JermanNews.de-JermanFocus Online-JermanNord-Cinema-PrancisTelegraph.co.uk-InggrisOneIndia-HindiMachu Picchu-SpanyolGuardian.co.uk-InggrisEl Confidencial-Spanyol Lakukan banyak hal dengan Google Terjemahan Cari resep sushi terbaik di dunia, tentunya dalam bahasa Jepang! Bebaskan kekuatan Penelusuran yang Diterjemahkan Google.Tetap berhubungan dengan sahabat pena Anda di Paris. Aktifkan terjemahan otomatis untuk email dan ngobrol di Gmail.Apa sih artinya

  9. KEWENANGAN PEMERINTAH PROVINSI PAPUA DALAM PERLINDUNGAN PREVENTIF HAK-HAK MASYARAKAT ASLI PAPUA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2001 TENTANG OTONOMI KHUSUS BAGI PROVINSI PAPUA

    OpenAIRE

    YEPESE, DEBORA KETTY

    2015-01-01

    Penelitian yang berjudul Implementasi Kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi Papua dalam Perlindungan Preventif Hak-Hak Masyarakat Asli Papua berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua ini difokuskan pada permasalahan implementasi kewenangan pemerintah daerah Provinsi Papua dalam perlindungan preventif hak-hak masyarakat asli Papua, kendala-kendala dalam perlindungan preventif hak-hak masyarakat asli Papua dan upaya penyelesaiannya, Penulis tertarik pad...

  10. Segmentasi Citra menggunakan Support Vector Machine (SVM dan Ellipsoid Region Search Strategy (ERSS Arimoto Entropy berdasarkan Ciri Warna dan Tekstur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Hakim

    2016-02-01

    Full Text Available Abstrak Segmentasi citra merupakan suatu metode penting dalam pengolahan citra digital yang bertujuan membagi citra menjadi beberapa region yang homogen berdasarkan kriteria kemiripan tertentu. Salah satu syarat utama yang harus dimiliki suatu metode segmentasi citra yaitu menghasilkan citra boundary yang optimal.Untuk memenuhi syarat tersebut suatu metode segmentasi membutuhkan suatu klasifikasi piksel citra yang dapat memisahkan piksel secara linier dan non-linear. Pada penelitian ini, penulis mengusulkan metode segmentasi citra menggunakan SVM dan entropi Arimoto berbasis ERSS sehingga tahan terhadap derau dan mempunyai kompleksitas yang rendah untuk menghasilkan citra boundary yang optimal. Pertama, ekstraksi ciri warna dengan local homogeneity dan ciri tekstur dengan menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM yang menghasilkan beberapa fitur. Kedua, pelabelan dengan Arimoto berbasis ERSS yang digunakan sebagai kelas dalam klasifikasi. Ketiga, hasil ekstraksi fitur dan training kemudian diklasifikasi berdasarkan label dengan SVM yang telah di-training. Dari percobaan yang dilakukan menunjukkan hasil segmentasi kurang optimal dengan akurasi 69 %. Reduksi fitur perlu dilakukan untuk menghasilkan citra yang tersegmentasi dengan baik. Kata kunci: segmentasi citra, support vector machine, ERSS Arimoto Entropy, ekstraksi ciri. Abstract Image segmentation is an important tool in image processing that divides an image into homogeneous regions based on certain similarity criteria, which ideally should be meaning-full for a certain purpose. Optimal boundary is one of the main criteria that an image segmentation method should has. A classification method that can partitions pixel linearly or non-linearly is needed by an image segmentation method. We propose a color image segmentation using Support Vector Machine (SVM classification and ERSS Arimoto entropy thresholding to get optimal boundary of segmented image that noise-free and low complexity

  11. Hubungan Keteraturan Penggunaan Kortikosteroid Inhalasi dengan Tingkat Kontrol Asma Pasien Berdasarkan ACT di Poliklinik Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wulan Prisilla Prisilla

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakAsma merupakan penyakit yang didasari oleh reaksi inflamasi pada saluran napas yang dapat dicegah dengan kortikosteroid inhalasi. Asma sukar disembuhkan, sehingga tujuan penatalaksanaan asma adalah asma terkontrol. Penilaian tingkat kontrol asma dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner Asthma Control Test  (ACT yang bersifat subjektif tetapi validitasnya telah diuji. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan keteraturan penggunaan kortikosteroid inhalasi dengan tingkat kontrol asma pasien berdasarkan ACT di Poliklinik Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian cross sectional analytic ini telah dilakukan dari September hingga Desember 2013. Populasi adalah pasien berusia ≥14 tahun yang didiagnosis asma oleh dokter. Jumlah subjek penelitian sebanyak 96 orang. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Insiden terbanyak asma berada pada kelompok usia lanjut (60,4%. Sebagian besar pasien tidak teratur menggunakan kortikosteroid inhalasi (63,5% dan pasien dengan asma tidak terkontrol memiliki proporsi tertinggi (59,4% . Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara keteraturan penggunaan kortikosteroid inhalasi dengan tingkat kontrol asma pasien berdasarkan ACT di Poliklinik Paru RSUP Dr. M. Djamil (p=0,002.Kata kunci: kortikosteroid inhalasi, ACT, tingkat control asma AbstractAsthma is a disease caused by an inflammatory reaction in the patient airways that can be prevented with inhaled corticosteroids. It is known that there is no cure for asthma, so the goal of asthma management is to obtain controlled asthma. The level of asthma control can be assessed by  using Asthma Control Test  (ACT questionnaire, this method is subjective but its validity has been tested. The objective of this study  was to determine the association between regularity of inhaled corticosteroids application and patient’s level of asthma control based on ACT in the Lung Clinic of Dr

  12. Identifikasi Carrier Bakteri Streptococcus β hemolyticus Group A pada Murid SD Negeri 13 Padang Berdasarkan Perbedaan Umur dan Jenis Kelamin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadhila Aini

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakStreptococcus β hemolyticus Grup A atau yang disebut juga Streptococcus pyogenes merupakan salah satu bakteri patogen yang banyak menginfeksi manusia.Bakteri ini dapat ditemukan sebagai carrier di saluran pernafasan terutama pada anak-anak, tidak menimbulkan penyakit tetapi berisiko untuk menyebarkan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jumlah carrier  bakteri Streptococcus β hemolyticus Grup A pada murid berdasarkan perbedaan umur dan jenis kelamin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif cross-sectional dengan menggunakan sampel seluruh murid SD Negeri 13 Padang. Hasil penelitian adalah didapatkan 2 orang murid yang menderita carrier, yaitu pada kelompok usia>8-9 tahun dan >11 tahun. Berdasarkan jenis kelamin yang terdiri dari 54 orang laki-laki dan 50 orang perempuan, didapatkan 2 orang carrier yaitu hanya pada anak laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carrier bakteri Streptococcus β hemolyticus Group  A terdapat pada anak usia tersebut karena masih kurangnya pengetahuan tentang kebersihan. Carrier yang ditemukan hanya pada anak laki-laki kemungkinan disebabkan mereka lebih sering bermain di luar rumah dan terpapar dengan berbagai bakteri patogen dan kurang memperhatikan kebersihan diri.Kata kunci: carrier, streptococcus β hemolyticus grup A, umur, jenis kelamin AbstractGroup A Streptococcus β hemolyticus or also called Streptococcus pyogenes is one of many pathogenic bacteria that infect humans. These bacteria can be found as a carrier in the respiratory tract especially in children, do not cause disease but can be a risk for spreading the disease. This objective of this study was to determine the amount of the carrier of bacteria group A Streptococcus β hemolyticus based on age and gender differences. This research is a descriptive cross - sectional study using a sample of all students of SD Negeri 13 Padang. Based on the age of 104 students found that students who suffer 2 carrier, which is in the age

  13. ANALISIS KARAKTERISTIK UNJUK KERJA SISTEM PENDINGIN (AIR CONDITIONING YANG MENGGUNAKAN FREON R-22 BERDASARKAN PADA VARIASI PUTARAN KIPAS PENDINGIN KONDENSOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heroe Poernomo

    2015-02-01

    Full Text Available Pengkondisian udara pada ruangan berfungsi untuk mengatur kelembaban, pemanasan dan pendinginan udara di dalam ruangan tersebut. Pengkondisian ini bertujuan memberikan kenyamanan, sehingga mampu mengurangi keletihan. Untuk mendapatkan suhu udara yang sesuai dengan yang diinginkan banyak alternative yang dapat diterapkan, diantaranya adalah dengan menaikkan koefisien perpindahan kalor kondensasi dan dengan menambahkan kecepatan udara pendingin pada kondensor sehingga akan diperoleh harga koefisien prestasi yang lebih besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan menggunakan peralatan dari mesin refrigerasi sistem pendingin udara di laboratorium Fluida, Data-data yang dicatat yaitu suhu, tekanan dan perbedaan tekanan di kompresor. Untuk membuat variasi putaran poros fan kondensor dilakukan dengan melakukan beberapa perubahan frequensi motor listrik yang menggerakkannya. Variasi putaran motor listrik fan kondensor yang digunakan adalah 50 rpm sampai dengan 150 rpm. Data hasil pencatatan berupa tekanan dan temperatur selanjutnya diplot pada diagram P-h untuk refrigeran R-22. Berdasarkan pembahasan dan perhitungan data yang diperoleh, dapat ditarik beberapa kesimpulan karakteristik dan unjuk kerja sistem pendingin, Semakin besar laju aliran udara untuk mendinginkan kondensor maka besarnya koefisien prestasi semakin meningkat. Karena laju pelepasan kalor yang besar akan berimbas pada temperature kondensor yang semakin rendah, sehingga dapat mencapai temperatur yang lebih rendah lagi pada keluaran evaporator. Jadi kerja kompresor lebih ringan pada variasi laju pelepasan kalor yang paling besar.

  14. Keragaman suweg (Amorphophallus campanulatus di wilayah eks karesidenan Surakarta berdasarkan karakter morfologi, anatomi dan pola pita isozim

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MONARITA PERMATASARI

    2014-05-01

    Full Text Available Permatasari, Pitoyo A, Suratman. 2014. Keragaman suweg (Amorphophallus campanulatus di wilayah eks karesidenan Surakarta berdasarkan karakter morfologi, anatomi dan pola pita isozim. Bioteknologi 11: 11-18. The aims of this research were to find out the diversity and relationship among elephant yam in Surakarta region based on variation of morphological, anatomical and isozyme banding patterns characters. Total 20 samples were taken using random purposive sampling technique in different altitude of 7 districts. Morphological, anatomical and isozyme banding pattern data were analyzed descriptively. The steady data of quantitative characteristic from morphological, anatomical and isozyme banding pattern of binary data was analyzed using an Index of Similarity (IS and computed by the program Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (NTSYS version 2.10. The result showed that the elephant yam in Surakarta region were diverse based on morphological, anatomical and isozyme banding pattern, especially in ratio and color of petiolus; tuber ratio; index of stomatal; thick epidermis; thick mesophyll; term and ratio of palisade; term rafida; 4 peroxidase and 5 esterase isozyme banding pattern. Analysis of relationship of elephant yam based on morphological, anatomical and isozyme band pattern characters showed the similarity coefficient of 64,85% contained two major group. The first group consist of Boyolali 1, Boyolali 3, Boyolali 4, Wonogiri 4, Wonogiri 2, Karanganyar 1, Karanganyar 2, Karanganyar 3, Sragen 2, while the other samples were separated from this group.

  15. GAMBARAN RISIKO TROMBOSIS VENA PROFUNDA (TVP PADA SALES PROMOTION GIRL (SPG BERDASARKAN KRITERIA WELLS DI KOTA DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shelly Silvia Bintang

    2015-01-01

    Full Text Available Pekerjaan sebagai sales promotion girl (SPG menuntut berdiri dalam posisi statis dalam waktu kerja yang cukup lama. Dalam sebuah jurnal kesehatan masyarakat tahun 2013 mendapatkan hasil semakin lama SPG bekerja maka semakin lama juga durasi mereka memakai sepatu hak tinggi semakin besar risiko untuk mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan sepatu hak tinggi. Gangguan dari aliran darah atau trombosis vena profunda (TVP merupakan dampak yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui angka tinggi pemakaian sepatu hak tinggi, angka pemakaian stocking dan gambaran SPG di Kota Denpasar yang memiliki risiko rendah, menengah dan tinggi mengalami TVP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif potong lintang. Subyek penelitian ini adalah 62 pegawai SPG yang bekerja di swalayan di Kota Denpasar. Skor kriteria Wells didapatkan untuk mengetahui gambaran risiko probabilitas TVP. Hasil gambaran risiko TVP pada SPG di Kota Denpasar berdasarkan kriteria Wells didapatkan 30 orang pekerja (48,38% menunjukan risiko ringan, dan 30 orang pekerja lainnya (48,38% menunjukan risiko menengah menderita TVP, sedangkan 2 orang pekerja (3,24% menunjukan risiko tinggi. Sebagian besar pegawai SPG di kota Denpasar memiliki risiko rendah dan sedang probabilitas TVP.

  16. ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN BERDASARKAN TINGKAT PELAYANAN DAN HARGA KAMAR MENGGUNAKAN APLIKASI FUZZY DENGAN MATLAB 3.5.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Pratiwi

    2005-12-01

    Full Text Available Kualitas pelayanan yang baik dimana perusahaan mampu memberikan pelayanan yang memuaskan agar terpenuhinya permintaan dan harapan konsumen (Sugiarto, 2000. Konsumen menghendaki pelayanan yang diterima cepat dan baik, dan itu merupakan nilai dalam peningkatan kualitas dalam pelayanan. Penelitian ini melihat seberapa besar kepuasan konsumen dan pengaruh tingkat pelayanan dan harga kamar terhadap tingkat kepuasan konsumen dalam menggunakan jasa hotel Istana berdasarkan aplikasi fuzzy pada toolbox matlab 3.5.0.  Langkah-langkah yang dilakukan adalah pada metode analitis terdapat tiga tahapan logika fuzzy, yaitu 1 fuzzyfication, terdiri dari membentuk variabel yang digunakan dan membentuk himpunan kabur, 2 inferensi, merupakan penentuan aturan dari sistem logika kabur, 3 defuzzyfication, disebut tahap penegasan dimana input dari proses penegasan adalah himpunan kabur dari komposisi himpunan aturan kabur, dan output merupakan domain himpunan kabur tersebut. Hasil dari pengolahan data, meliputi : input terdiri dari a tingkat kualitas pelayanan didapat bilangan real 5,5 dengan domain [5 8] yang artinya variabel tingkat pelayanan baik, b tingkat harga kamar dengan bilangan real 5,5 dengan domain [5 8] yang artinya tingkat harga kamar murah. Output hanya satu yaitu tingkat kepuasan konsumen dengan bilangan real 43,9. fuzzy, toolbox matlab 3.5.0, kepuasan konsumen hotel

  17. PENGAWASAN, EVALUASI, DAN PENILAIAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERKAIT BILLING SYSTEM PADA RSUD UNGARAN BERDASARKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 (MEA02

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marthania Firmadita

    2016-10-01

    Full Text Available RSUD Ungaran Kabupaten Semarang ini memiliki sejumlah layanan kesehatan yang melayani masyarakat umum, layanan kesehatan dinamakan dengan Billing System yang dibuat dengan tujuan mempercepat pelayanan kesehatan terhadap pelanggan. Melihat banyaknya kebutuhan setiap bagian yang terkait sehingga semakin besar pengelolaan data yang ada menyebabkan keterlambatan sistem dan kesalahan dalam pengelolaan data. Berbagai upaya dilakukan untuk memberikan layanan operasional terbaik dan meminimalisasi kesalahan. Salah satunya dilakukan penilaian kinerja pengelolaan layanan yang diberikan, penilaian kinerja ini merupakan pengendalian kontrol internal secara sistematik, untuk melihat tingkat kesesuaian dan keefektifan implementasi layanan. Dari hasil observasi, wawancara, dan kuesioner berdasarkan COBIT 5 dihasilkan level kapabilitas tata kelola proses pengawasan, evaluasi, dan penilaian pengendalian internal terkait billing system (MEA02 pada RSUD Ungaran saat ini adalah Level 2 dengan status Largely Achieved sebesar 71,56% setara 2,71 dimana Level 1 dan Level 0 tercapai Fully Achieved.Hal ini menunjukan sudah dilakukan komunikasi perencanaan kedepan dari hasil penilaian kinerja tetapi belum diimplementasikan. Dan untuk mencapai level kapabilitas, RSUD Ungaran dapat melakukan strategi perbaikan yang dilakukan secara bertahap dari proses atribut level 1 sampai 3. Kata Kunci: Analisis Tata Kelola TI, Sistem Informasi Kesehatan, COBIT 5, Analisis Tingkat Kapabilitas, Analisis Kesenjangan

  18. PERFORMA FOTOSINTESIS Kappaphycus sp. (strain Sumba YANG DIUKUR BERDASARKAN EVOLUSI OKSIGEN TERLARUT PADA BEBERAPA TINGKAT SUHU DAN CAHAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lideman Lideman

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan cahaya terhadap laju fotosintesis Kappaphycus sp. (strain Sumba yang diukur berdasarkan perubahan oksigen terlarut. Pengukuran laju fotosintesis Kappaphycus sp. pertama-tama dilakukan pada suhu 20oC, 24oC, 28oC, dan 32oC pada tingkat cahaya 353 μmol photons m-2 s-1 untuk mendapatkan kurva fotosintesis versus suhu (kurva P-T. Selanjutnya, pengukuran laju fotosintesis dilakukan pada suhu 20oC, 24oC, dan 28oC dengan intensitas cahaya 9, 22, 46, 58, 87, 137, 245, 353, 487, 608, dan 789 μmol photons m-2 s-1 dan juga pengukuran laju respirasi pada tingkat cahaya 0 μmol photons m-2 s-1 untuk menghasilkan kurva fotosintesis versus cahaya (kurva P-I. Beberapa parameter fotosintesis yaitu: laju fotosintesis maksimum (Pmax, koefisien fotosintesis (α, intensitas cahaya jenuh (Ek, dan intensitas cahaya kompensasi (Ec dihitung dengan cara memplotkan kurva P-I terhadap model persamaan regresi non linear P = {Pmax x tanh (α / Pmax x I} + Rd. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa laju fotosintesis tertinggi sebesar 6,92 μg O2 gww-1 min-1 dicapai pada suhu 28oC dengan tingkat cahaya 353 μmol photons m-2 s-1. Pada suhu 20oC, 24oC, dan 28oC, laju fotosintesis mencapai tingkat maksimum (Pmax pada intensitas cahaya (Ek 86,1; 154,2; dan 162,4 μmol photons m-2 s-1. Suhu yang optimum untuk aktivitas fotosintesis berkorelasi erat dengan suhu pada lingkungan budidaya di alam.

  19. PERBANDINGAN IMT DAN INDIKATOR OBESITAS SENTRAL TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 (DMT2 (Analisis data sekunder baseline studi kohor PTM di kelurahan Kebon Kalapa Bogor tahun 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Dewi Susilawati

    2015-04-01

    Full Text Available AbstractBackground: Several studies show that obesity is associated with risk of type 2 diabetes mellitus (T2DM. However, the most appropriate indicator of obesity measurement to predict the occurrence of T2DM is still varies.The purpose of the study is to identify whether indicator of general obesity or central obesity which has a more strong relationship to T2DM. Methods: Design of the study was a cross sectional using secondary data of the raw data of cohort study on non-communicable diseases risk factors, NIHRD 2011. The multivariate logistic regression is applied for analysis. Result:Statistical models show that there is no strength of correlations of BMI, WC and WHtR ratio with the occurrence of T2DM were not different. The Odds ratio values of BMI, LP, and LP/TB are 2.83, 2.70 and 2.49 respectively; with 95% CI value is coincided.Conclusion: The strength of association of the three indicators of obesity with T2DM after controlled by age, family history, hypertension, and physical activity are not much different. The use of appropriate indicators depends on the healthpractitioner’s decision based on the available resources.Keywords : T2DM, BMI, WC, WHtRAbstrakLatar belakang: Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa obesitas berkaitan dengan risiko terjadinya DM tipe 2 (DMT2. Namun indikator pengukuran obesitas yang paling tepat dalam memprediksi terjadinya DMT2 masih berbeda-beda. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasiindikator pengukuran obesitas umum atau obesitas sentral yang lebih kuat hubungannya dengan kejadian DMT2. Metode : Desain penelitian ini potong lintang dengan menggunakan data sekunder dari data dasar studi kohor faktor risiko penyakit tidak menular (PTM Badan Litbangkes RI tahun 2011. Analisis menggunakan regresi logistik ganda. Hasil : Kekuatan hubungan ketiga indikator obesitas yaitu IMT, LP dan rasio LP/TB terhadap terjadinya DMT2 tidak berbeda. Odds Ratio IMT 2,83 OR LP 2,70 dan OR LP/TB 2,49 dengan nilai 95 % CI

  20. Hasil skrining berdasarkan metode MNA (mini nutritional assestment tidak berpengaruh terhadap lama rawat inap dan status pulang pasien lanjut usia di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Hardi Prasetyo

    2016-08-01

    of result screening during initial hospitalization to discharge status of eldery patients based on MNA method was RR 1.29. This indicated that malnourished patient were at risk for uncovered discharged as much as 1.29 greater than those not malnourhized.Conclusions: There was no impact of screening result in admission to length of stay. There was impact of nutritional status to length of discharged status.KEYWORDS: discharge home, length of stay, nutritional status in initial admission.ABSTRAKLatar belakang: Pertumbuhan penduduk lanjut usia (umur ≥60 tahun meningkat secara cepat pada abad 21 ini, yang pada 2000 di seluruh dunia telah mencapai 425 juta jiwa (± 6,8%. Jumlah ini diperkirakan akan mengalami peningkatan hampir dua kali lipat pada 2025. Di Indonesia, persentase lanjut usia pada 1995 mencapai 7,5%. Dengan meningkatnya angka harapan hidup, jumlah lanjut usia pun akan bertambah banyak. Hal ini terkait dengan perlunya peningkatan pelayanan kesehatan lanjut usia. Pada lanjut usia, masalah gizi erat kaitannya dengan penyakit. Salah satu faktor yang menyebabkan lanjut usia menjadi rawan gizi yaitu peningkatan morbiditas penyakit. Dengan meningkatnya risiko penyakit dan disertai gangguan nutrisi pada lanjut usia, perlu dilakukan identifikasi risiko malnutrisi pada lanjut usia sedini mungkin. Penilaian status gizi awal pasien masuk rumah sakit sangat penting dilakukan secara rutin karena dapat menggambarkan status gizi pasien saat itu, mendeteksi pasien-pasien yang berisiko tinggi, dan membantu mengidentifikasi perawatan gizi secara spesifik pada masing-masing pasien sehingga dukungan nutrisi yang tepat dapat diterapkan untuk meningkatan status gizi pasien.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh hasil skrining awal berdasarkan metode MNA (mini nutritional assessment terhadap lama rawat inap dan status pulang pasien lanjut pada ruang rawat inap penyakit dalam dan saraf di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional

  1. PENILAIAN KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG BERDASARKAN MODEL SPASIAL PROPAGASI OMBAK MENDEKATI PANTAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tarunamulia Tarunamulia

    2016-11-01

    Full Text Available Keberhasilan dan keberlanjutan usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA tidak terlepas dari tingkat keterlindungan lokasi dari aksi fisik peubah oseanografi fisik. Peubah oseanografi fisik yang paling utama menentukan tingkat keterlindungan lokasi adalah besar dan arah ombak yang datang ke pantai, karena selain berhubungan dengan tingkat kesesuaian lahan pada saat awal penyeleksian lokasi, juga dapat mempengaruhi aspek pengelolaan lebih lanjut setelah pelaksanaan dan pengembangan kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk hubungan spasial antara perubahan iklim dengan kondisi oseanografi fisik khususnya peubah ombak dalam penilaian kesesuaian lahan untuk budidaya ikan dalam KJA. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis spasial ombak untuk berbagai perubahan arah dan kecepatan angin yang mungkin terjadi pada lokasi penelitian. Model spasial tersebut dianalisis dengan memadukan metode analisis spasial dalam SIG dan metode penyelesaian mild-slope untuk model ombak permukaan di perairan pantai (CGWAVE. Evaluasi tingkat kesesuaian lahan dilakukan dengan melihat pengaruh ombak terhadap kondisi perairan yang sedang dan kemungkinan akan diperuntukkan untuk kegiatan budidaya ikan dalam KJA di wilayah pesisir Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Model spasial ombak yang dikembangkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim yang mempengaruhi kondisi ombak akan secara signifikan langsung maupun tidak langsung mempengaruhi status tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya ikan dalam KJA di lokasi penelitian. Dari 9.939,0 ha total luas perairan yang layak menurut kriteria kedalaman di Kabupaten Barru, hanya tersisa sekitar 2,9% (296,8 ha yang layak setelah aspek keterlindungan berdasarkan ketinggian ombak diintegrasikan dalam analisis. Hasil penelitian ini pada akhirnya menyarankan perlunya pemahaman yang mendalam mengenai perubahan pola propagasi spasial ombak yang datang ke pantai akibat

  2. PERBEDAAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MODEL SINEKTIK DAN PROJECT BASED LEARNING BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elvina -

    2015-06-01

    Full Text Available Keterampilan menulis puisi belum mendapatkan hasil yang optimal karena guru kurang memperhatikan model, media dan kepribadian setiap siswa mempengaruhi cara belajar. Karenanya, dibutuhkan model pembelajaran sinektik dan model Project Based Learning (PjBL. Tujuan penelitian ini adalah (1 menentukan peningkatan keterampilan menulis puisi model sinektik berdasarkan tipe kepribadian peserta didik kelas V sekolah dasar; (2 menentukan peningkatan keterampilan menulis puisi model PjBL berdasarkan tipe kepribadian peserta didik kelas V sekolah dasar; (3 menjelaskan interaksi keefektifan antara model sinektik dan PjBL untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi berdasarkan tipe kepribadian kelas V peserta didik sekolah dasar.Metode penelitian ini adalah eksperimen.Teknik analisis data menggunakan anava dua jalur.Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Plalangan 01 dan SDN Bendan Ngisor.Pengumpulan data tes melalui keterampilan menulis puisi dan tes kepribadian introver dan ekstrover.Pengumpulan data nontes melalui observasi dan dokumentasi foto.Hasil penelitian perlakuan model sinektik berkepribadian ekstrover lebih tinggi daripada berkepribadian introver yaitu 23,74> 21,35. Sedangkan model PjBL berkepribadian ekstrover lebih tinggi daripada berkepribadian introver yaitu 19,22> 16,24. Keterampilan menulis puisi yang mendapatkan perlakuan model sinektik lebih efektif dari pada model PjBL yakni 22,61> 17,80.Saran penelitian ini adalah memperhatikan tipe kepribadian saat proses pembelajaran. Poetry writing skills have yet to get optimal results, because the teacher less model and affect the way each student learns. Therefore, learning model sinektik and model of Project Based Learning (PjBL. The purpose of this (1 determine the improvement of writing skills of poetry sinektik model based on personality types learners class V primary school; (2 determine the improvement of writing skills of poetry based on the execution model of personality types

  3. ANALISIS TATA KELOLA OPTIMALISASI SUMBER DAYA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN JEMBATAN TIMBANG (EDM04 BERDASARKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 PADA DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudistira Dian Hastiti

    2016-06-01

    Full Text Available Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo Provinsi Jawa tengah sebagai perumus dan pelaksana kebijakan teknis, fasilitator, dan evaluator terkait penyelengaraan kegiatan penimbangan kendaraan bermotor melalui 16 jembatan timbang yang tersebar di wilayah provinsi jawa tengah telah mengimplementasikan sebuah system yang dipergunakan untuk kemudahan dalam menimbang kendaraan dengan mendata setiap kendaraan pada suatu system yang disebut Sistem Informasi Manajemen Jembatan Timbang (SIM JT. Masalah yang ditemukan saat ini yaitu, melihat padatnya antrian panjang kendaraan yang akan ditimbang disebabkan karena SIM JT yang belum memiliki database identitas kendaraan dan tidak dapat terpantau secara real time yang terjadi saat local server dalam keadaan down. Berdasarkan hal tersebut Dinhubkominfo berupaya mengoptimalkan kinerja SIM JT baik dari segi sumber daya manajemen manusia, TI, serta keuangan untuk meminimalkan kesalahan serta meningkatkan efektifitas pelayanan. Dari hasil studi dokumen, wawancara, dan kuesioner  berdasarkan COBIT 5 menghasilkan tingkat kapabilitas tata kelola proses optimalisasi sumer daya (EDM04 pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah saat ini berada di level 3 dengan status pencapaian Largely Achieved sebesar 80,18% setara dengan 3,80 dimana level 0, 1, dan 2 mencapai status Fully Achieved. Hal ini menunjukan telah mengelola dengan baik proses optimalisasi sumber daya dan diimplementasikan untuk mendukung pengerjaan proses standar dan efektif. Untuk mencapai tingkat target, Dinhubkominfo dapat melakukan strategi perbaikan dengan memperhatikan secara bertahap dari proses atribut level 1 sampai 4 Kata Kunci: Analisis Tata Kelola TI, COBIT 5, Sistem Informasi Manajemen Jembatan Timbang, Analisis Tingkat Kapabilitas, Analisis Kesenjangan.

  4. RISIKO PEROKOK TERHADAP KEJADIAN GINGIVITIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niniek L. Pratiwi

    2012-11-01

    Full Text Available This study was done inorder to understand risk increasing coverage gingivitis at smokers. A crossectional study is conducted at Tambakrejo Surabaya Community Health Center. The sample of the study are patients that visit the Dental clinic of the Community Health Center, men aged between 18-45 years old and were not yet treated for scaling before. The number of sample are 191 respondents. The data analyzed by Chisquare For Trends. The result of this study showed that the risk of gingivitis among smokers increase as the quantity of cigarettes sucked per day increase.   Key  words: Smokers;Risk factor of Gingivitis

  5. Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Saman Karya Ayu Utami: Pendekatan Psikoanalisis Sigmund Freud

    OpenAIRE

    Saputra, Joko

    2015-01-01

    Psikologi dalam sastra mengandung kejadian-kejadian yang tampak lewat perilaku tokoh-tokohnya. Melalui perilaku tokoh-tokohnya akan tampak konflik batin yang dialami oleh masing-masing tokoh dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik batin tokoh utama berdasarkan peristiwa-peristiwa yang dialaminya dalam novel Saman Karya Ayu Utami. Untuk memperoleh hasil tersebut dipergunakan teori psikologi sastra dengan penerapan teori-teori psikoanalisis Sigmund Freud. Metode pe...

  6. KETERSEDIAAN HAYATI ZAT BESI, KANDUNGAN ZAT PEMICU DAN PENGHAMBAT PENYERAPAN ZAT BESI DALAM MAKANAN IBU HAMIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Saidin

    2012-11-01

    Full Text Available The iron content, iron bioavailability (in vitro method, enhancers and inhibitors of iron absorption were investigated in three different staple foods of diets in the district of Boyolali, Central Java. The results revealed that the average iron content of the diets based on rice, corn and cassava were 18.8 mg, 17.8 mg and 19.9 mg, respectively or equal to 34.3%, 32.0% and 35.0% of Recommended Dietary Allowances (RDA for Indonesia. The average vitamin C content of the diets based on rice, corn and cassava were 21.9 mg (31.3% RDA, 21.1 mg (30.1% RDA and 17.3 mg (24.7% RDA, respectively. The average of protein content of the diets based on rice, corn and cassava were 47.1 g (78.5% RDA, 50.0 g (83.3% RDA and 31.1 g (51.8% RDA, respectively. The average content of tannic acid and phytic acid as inhibitors of iron absorption in the diets based on rice, corn and cassava were (1154 mg and 261.5 mg; (980 mg and 342.7 mg and (838 mg and 341.5 mg, respectively. An addition of 100 mg of vitamin C or papaya fruit (250 mg into the diets, increased iron bioavailability up to 54.2%. Keywords: iron bioavailability, enhancer agent, inhibitor agent, in vitro.

  7. Analisis Kepribadian Tokoh Utama Pada Roman Kisah Tiga Kerajaan Karya Luo Guan Zhong Berdasarkan Psikologi Sastra. 《三国演义》中刘备、曹操、孙权形象研究

    OpenAIRE

    Siregar, Sheyra Silvia

    2011-01-01

    The title of this research is “Analisis Aspek Kepribadian Tokoh Utama Pada Roman Kisah Tiga Kerajaan Karya Luo Guan Zhong Berdasarkan Psikologi Sastra.” This research analyzes the main characters which are based on intrinsic approach and extrinsic approaches: Literature Psychology. The aim of this research is to analyze the characteristics of main characters intrinsic approach such as theme, plot, setting, point of view, and characterization. Then the description individuali...

  8. APLIKASI SISTEM INFORMASI PERTANAHAN BERDASARKAN JENIS-JENIS HAK ATAS TANAH DI KANTOR PERTANAHAN KOTA SURABAYA II (STUDI KASUS KELURAHAN GENTENG, KECAMATAN GENTENG, SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ery Abdul Baary

    2015-02-01

    Full Text Available Di Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, sistem informasi pertanahan belum diterapkan, jadi untuk melaksanakan tugasnya hanya menggunakan sebatas peta digital, maka dari itu perlu adanya sistem informasi pertanahan yang terpadu dan mutakhir untuk mendukung dan mengoptimalkan pengelolaan sistem informasi pertanahan di Kota Surabaya II.Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan sistem informasi pertanahan berdasarkan jenis hak atas tanah dengan menggunakan peta digital Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya skala 1:1000, citra Quickbird 2010, database mengenai bidang tanah dan data hasil survey. Pengolahan data menggunakan software utama Autodesk Land Dekstop 2009, ArcGIS 9.3. Pembuatan program aplikasi menggunakan software Visual Basic 6.0 yang dilengkapi dengan software tambahan MapObject 2.2.Dari hasil pembuatan Sistem informasi pertanahan di Kelurahan Genteng, Program ini mampu mengidentifikasi informasi bidang tanah mengenai jenis hak atas tanah yang meliputi 224 bidang tanah yang terdiri dari 132 bidang tanah atas hak guna bangunan, 89 bidang tanah atas hak milik, dan 3 bidang tanah atas hak pakai, serta dilengkapi dengan buku panduan sehingga dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan kebijakan dalam rencana pelaksanaan program inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah.

  9. Pembuatan Standard Operating Procedure (SOP Service Desk Berdasarkan Kerangka Kerja Itil V3 dengan Menggunakan Metode Analisis Gap Layanan (Studi Kasus: PT. XYZ , Tangerang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annisa Rachmi

    2014-09-01

    Full Text Available Penggunaan Teknologi Informasi di banyak perusahaan telah menjadi satu hal penting dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional bisnis yang mendukung tercapainya tujuan perusahaan, termasuk juga PT XYZ. Unit fungsional service desk sangat dibutuhkan oleh PT XYZ dalam mendukung operasional TI dan menangani permasalahan yang muncul serta memonitor terkait penggunaan TI yang ada di dalam perusahaan. Adanya kebutuhan PT XYZ untuk menjadikan service desk menjadi unit yang dapat berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya, menunjukkan bahwa perlunya penerapan tata kelola TI untuk mengatur dan mengelola aktivitas service desk. Salah satu tata kelola TI yang dimaksud adalah berupa prosedur kerja. Kerangka kerja Information Technology Infrastructure Library (ITIL merupakan suatu best practice yang bertujuan secara berkelanjutan meningkatkan efisiensi operasional TI. Perancangan dan implementasi service desk berdasarkan kerangka kerja ITIL V3 di PT XYZ diperlukan dalam upaya meningkatkan layanan TI dan mengatasi masalah yang ada saat ini. Pembuatan SOP ini diinisialisasi dengan menggunakan metode analisis gap, proses-proses yang dimuat ke dalam SOP merupakan hasil analisis kesenjangan antara kondisi kekinian service desk PT XYZ dengan kondisi ideal service desk framework ITIL.

  10. PENDEKATAN MULTIVARIAT UNTUK PENGUKURAN KUALITAS TOMAT (Lycopersicon esculentum BERDASARKAN PARAMETER WARNA Multivariate Approach to The Measurement of Tomato (Lycopersicon esculentum Quality Based on Color Parameters

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudiati Evi Masithoh

    2012-05-01

    Full Text Available In this study, multivariate linear regression (MLR was used to predict the content of Brix, total carotene, citric acid,and vitamin C of tomato based on RGB color parameters. Tomatoes were stored at 6 °C and 28 °C then their quality parameters were measured. R, G, and B values were measured non-destructively using computer vision system developed in the previous study. Brix, total carotene, citric acid, and vitamin C were determined by conventional procedures in the laboratory. Data analysis showed that the MLR calibration models could be used to predict Brix, total carotene, citric acid, and vitamin C with R2  of  0.77and 0.72, 0.902 and 0.85, 0.71 and 0.77, as well as 0.88 and 0.82 for temperature of 6 °C and 28 °C, respectively. ABSTRAK Pada penelitian ini, multivariate linier regression (MLR digunakan untuk memprediksi kandungan Brix, karoten total,asam sitrat, dan vitamin C dari tomat berdasarkan parameter warna RGB. Tomat disimpan pada suhu 6 °C dan 28 °C kemudian diukur parameter kualitasnya. Nilai R, G, dan B diukur secara non-destructive dari computer vision system yang dikembangkan pada penelitian sebelumnya. Parameter kualitas Brix, karoten total, asam sitrat, dan vitamin C ditentukan secara destructive dengan prosedur konvensional di laboratorium. Analisis data menunjukkan bahwa model kalibrasi MLR dapat digunakan untuk memprediksi Brix, karoten total, asam sitrat, dan vitamin C dengan R2 sebesar0,77dan 0,72, 0,902 dan 0,85, 0,71 dan 0,77, serta 0,88 dan 0,82 untuk suhu 6 °C dan 28 °C secara berturutan.

  11. Perencanaan Penerapan Konsep Zero run-off dan Agroforestri Berdasarkan Kajian Debit Sungai di Sub DAS Belik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arnellya Fitri

    2015-09-01

    Full Text Available Daerah Aliran Sungai (DAS Belik merupakan salah satu Daerah Tampungan Air (DTA yang berada di daerah perkotaan Kabupaten Sleman. Akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman yang padat menyebabkan semakin berkurangnya area resapan air hujan. Kurangnya area resapan air hujan menyebabkan kapasitas saluran drainase Sub Daerah Aliran Sungai (DAS Belik pada saat hujan  tidak mampu menampung air sehingga banjir di sekitar saluran drainase terjadi. Tujuan penelitian ini untuk memberikan solusi dengan menggunakan konsep zero run-off  dalam upaya  mencegah genangan banjir di perkotaan yang kurang memiliki ruang terbuka hijau dan area resapan air hujan. Kajian debit banjir yang dilakukan pada sungai Belik menggunakan metode rasional dan metode SCS CN yaitu metode yang digunakan dalam penentuan debit puncak pada satu kejadian hujan. Perhitungan debit diperlukan untuk mengetahui besar limpasan maksimum pada drainase saluran DAS Belik. Metode hidrograf  SCS CN  menggunakan parameter tekstur tanah, tebal hujan, CN wilayah, retensi potensial maksimum air oleh tanah, dan kedalaman hujan efektif. Sedangkan metode rasional menggunakan parameter koefesien aliran, intensitas hujan, dan luas daerah pengaliran dalam menghitung debit limpasan. Keseluruhan hasil perhitungan kedua metode melebihi besar debit pengukuran langsung menggunakan Metode Slope Area, artinya keseluruhan hasil menunjukkan banjir atau limpasan permukaan yang melebihi kapasitas drainase.Kata kunci. Limpasan permukaan, metode SCS CN, metode rasional, zero run-off Belik Watershed is one of the Water Catchment Areas  located in urban areas of Sleman District. Land conversion from agricultural to residential area cause the descending of rain water catchment area. Lack of rain water catchment area can cause drainage channel capacity of Belik sub zone cannot hold rain water, so that flooding occurred around the drainage channel. The aim of this research is to give a way out to

  12. PERANCANGAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN BERDASARKAN KOMPETENSI SPENCER DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS(Studi Kasus di Sub Dinas Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kota Probolinggo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Nurmianto

    2006-01-01

    Expert Choice. Hasilnya bobot kemampuan karyawan kontrak terbagi atas: kemampuan manajerial (0.200 dan kemampuan teknik (0.800. Kemampuan manajerial terdiri dari: disiplin (0.318, melayani (0.289, berprestasi (0.151, proaktif (0.140, dan komitmen pada organisasi (0.102. Sedangkan kemampuan teknis terdiri dari: memimpin (0.500 dan kerjasama (0.500. Dari penelitian tersebut sistem insentif yang tepat adalah sistem insentif pembagian laba, dimana insentif yang diterima berdasarkan pada peningkatan kinerja karyawan. Kata kunci: penilaian kinerja karyawan, kompetensi, insentif, analytical hierarchy process.

  13. Konstruksi Bayesian Network Dengan Algoritma Bayesian Association Rule Mining Network

    OpenAIRE

    Octavian

    2015-01-01

    Beberapa tahun terakhir, Bayesian Network telah menjadi konsep yang populer digunakan dalam berbagai bidang kehidupan seperti dalam pengambilan sebuah keputusan dan menentukan peluang suatu kejadian dapat terjadi. Sayangnya, pengkonstruksian struktur dari Bayesian Network itu sendiri bukanlah hal yang sederhana. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba memperkenalkan algoritma Bayesian Association Rule Mining Network untuk memudahkan kita dalam mengkonstruksi Bayesian Network berdasarkan data ...

  14. PENGARUH ASUPAN PROTEIN IBU HAMIL DAN PANJANG BADAN BAYI LAHIR TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12 BULAN DI KABUPATEN BOGOR (EFFECT OF THE PREGNANT WOMEN’S PROTEIN INTAKE AND THEIR BABY LENGTH AT BIRTH TO THE INCIDENCE OF STUNTING AMONG CHILDREN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitrah Ernawati

    2013-06-01

    Full Text Available ABSTRACT Nutritional adequacy of pregnant women will affect the nutritional status of their children, especially in their “golden age”. The objective of this study was to determine the associated factors that influence the incidence of stunting in children of 12 months old, to compare the hazard ratio of the occurrence of stunting, and to determine the most important factors that associated the incidence of stunting in children aged 12 months old. This was a longitudinal study. The samples include 262 pregnant women with gestational age between 12-16 weeks who were subsequently followed-up until their babies were 12 months old. Data were collected from March 2011 until December 2012. Data included maternal education, food consumption recall of pregnant women, and the nutritional status of children aged 12 months old. The statistical analysis used was descriptive analysis, Kaplan Meier, and COX Regression. Babies born from mothers who had less than 58 percent RDA protein intake in their second trimester of pregnancy had 1.6 times more risk to develop stunting at 12 months old compared to those born from mothers who had 58 % RDA or more protein intake during their second trimester of pregnancy. Also, children who were born with body length < 48 cm had 5.9 times more risk to develop stunting at 12 months old compared to those born with body length ≥ 48 cm. The protein intake of pregnant mothers at second trimester and body length of child at birth could influence the occurrence of stunting in their children at 12 months old.   Keywords: child stunting, food consumption, pregnant women     ABSTRAK Kecukupan gizi ibu hamil sangat mempengaruhi status gizi anak dalam kandungan yang selanjutnya akan menentukan perkembangan anak, khususnya pada masa pertumbuhan (golden age. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor yang diduga mempengaruhi kejadian postur tubuh pendek (stunting pada anak usia 12 bulan, membandingkan rasio hazard kejadian

  15. PEMETAAN POTENSI AIR-TANAH (AQUIFER BERDASARKAN INTERPRETASI DATA\tRESISTIVITAS WENNER SOUNDING (Studi kasus: Pengembangan kampus II Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irjan Irjan

    2012-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian pemetaan potensi air-tanah (aquifer di daerah pengembangan kampus II UIN Maliki Malang di desa Tlekung kecamatan Junrejo wilayah kota Batu Jawa Timur. Urgensi dari penelitian ini adalah mencari sumber air-tanah dan melakukan pemetaan potensi air-tanah di bawah permukaan ke arah vertikal pada lokasi yang diduga setelah terlebih dahulu dilakukan survei permukaan. Dalam melakukan pemetaan potensi dan sebaran air-tanah di daerah survei, penulis menggunakan metode geolistrik resistivitas. Metode ini biasanya digunakan untuk menyelidiki lapisan bawah permukaan dangkal berdasarkan tingkat resistivitas batuannya dengan air-tanah yang menempati rongga-rongga dalam lapisan geologi (tanah. Survei ini dapat memetakan potensi air-tanah baik secara vertikal maupun horizontal. Survei geolistrik vertikal (sounding dimaksudkan untuk menduga ketebalan lapisan yang mengandung air-tanah atau aquifer. Sementara itu, untuk menduga persebaran air-tanah di bawah permukaan telah dilakukan  pengukuran  dibeberapa titik sounding pada daerah survei. Akuisisi data  metode geolistrik ini menggunakan sebuah alat Resistivity meter OYO Mc 2119. Secara prinsip pengukuran data dilakukan dengan cara menembakkan arus melalui elektroda arus (I dan mengamati beda potensial (  V pada setiap posisi jarak antara elektoda a, 2a, 3a, dan seterusnya. Titik sounding (titik datum pada penelitian ini berjumlah 3 (tiga buah dan terletak pada satu lintasan yang memanjang dari arah utara ke selatan. Untuk mengetahui posisi datum point, seperti   posisi lintang, bujur serta ketinggian dari permukaan laut digunakan GPS (Global Positioning System. Hasil pengukuran data-data lapangan, dengan menggunakan metode resistivitas wenner sounding mampu mendeteksi kehadiran lapisan zona aquifer serta mampu menduga lithologi batuan berdasarkan klasifikasi resistivitas sepanjang dinding sumur ke arah vertikal. Keyword:  Air-tanah  (aquifer,  metode  geolistrik resistivitas

  16. PENENTUAN KRITERIA MUTU BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt BERDASARKAN ANALISIS TEKSTUR MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN CITRA DIGITAL (Quality Criteria for Determination of Seeds Nutmeg (Myristica fragrans Houtt Based Texture Analysis Using Digital

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Latifa Dinar

    2013-06-01

    Full Text Available Separation of nutmeg based on quality at the farm level is still not done. At the market level process to separate the whole seed and seed damage done by direct observation. The process has the disadvantage, among others, can not be done continuously and mixed results. Development of non-destructive method for separate nutmeg by class quality effectively and objectively indispensable. On image texture analysis can be used to differentiate the surface properties of an object in the image associated with the rough and smooth, also the specific properties of the surface roughness and smoothness criteria that characterize an object of an object. This study aims to analyze the texture characteristics of the object image nutmeg with image processing to determine the quality grade of nutmeg. The materials used are nutmeg derived from Ternate town of North Maluku with reference to defined quality standards in 2000 that divides Menegristek nutmeg into three quality classes ABCD, Rimpel and BWP. Determination of the quality criteria nutmeg done by the method of discriminant analysis. Texture characteristics extracted from the object image consisting of nutmeg contrast, correlation, energy, homogenity, entropy. The results showed significant parameter correlation and the entropy distinguish quality classes nutmeg with a degree of truth of 96,7%. Keywords: Nutmeg, quality, classification, texture, discriminant analysis   ABSTRAK Pemisahan biji pala berdasarkan mutu di tingkat petani saat ini masih belum dilakukan. Di tingkat pedagang proses untuk memisahkan antara biji utuh dan biji rusak dilakukan dengan pengamatan langsung. Proses tersebut memiliki kelemahan antara lain tidak dapat dilakukan secara terus menerus dan hasil yang beragam. Pengembangan metode non-destruktif untuk memisahkanan biji pala berdasarkan kelas mutunya secara efektif dan objektif sangat diperlukan. Analisis  tekstur pada citra dapat digunakan untuk membedakan sifat-sifat permukaan

  17. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Penderita Diabetes Melitus (DM) dengan Pemanfaatan Klinik Diabetes Melitus di Puskesmas Sering Kecamatan Medan Tembung Tahun 2010

    OpenAIRE

    Harahap, Erwina Rafni

    2010-01-01

    Diabetes melitus dikenal sebagai non communicable disease adalah penyakit yang sering diderita di Indonesia saat ini. Penyakit diabetes melitus semakin hari semakin meningkat, dapat dilihat dari meningkatnya frekuensi kejadian penyakit tersebut. Berdasarkan data dari Puskesmas Sering ada 105 pasien diabetes melitus. Dari data tersebut terlihat bahwa penderita diabetes melitus di Sumatera Utara masih sangat tinggi. Untuk menanggulangi masalah tersebut, sejak tahun 2007 Puskesmas Sering telah m...

  18. PERUMUSAN STRATEGI PERUSAHAAN BERDASARKAN COMPETITIVE ADVANTAGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Utami

    2012-12-01

    Full Text Available Perusahaan Tenun Ikat Lestari Indah adalah perusahaan pembuatan kain dengan alat tenun bukan mesin. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan menghadapi berbagai kendala, diantaranya daya beli masyarakat menurun akibat situasi perekonomian yang tidak menentu serta persaingan harga yang tidak sehat antar pengrajin. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi perusahaan sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT, I-E (Internal-External, dan QSPM (Quantitative Strategy Planning Matrix. Hasil penelitian menunjukkan posisi bisnis perusahaan berada pada posisi pertumbuhan, sehingga strategi yang dirumuskan adalah menghindari kehilangan profit dan penjualan. Dari hasil analisis QSPM (Quantitative Strategy Planning Matrix diketahui strategi yang terpilih untuk strategi jangka pendek adalah menjalin hubungan baik dengan konsumen tetap , strategi jangka pendek-menengah adalah menjalin kerjasama dengan biro-biro perjalanan wisata, strategi jangka menengah adalah menetapkan tingkatan harga sesuai kualitas dan desain, dan strategi jangka panjang adalah memperluas jaringan pemasaran di dalam dan luar negeri.

  19. Prevalensi Stomatitis Pada Masa Pubertas Berdasarkan Penyebabnya

    OpenAIRE

    Wardiningsih, Rahmy

    2012-01-01

    Skripsi alumni Fak. Kedokteran Gigi thn. 2011 latar belakang: Minimnya pengetahuan tentang kesehatan dan sikap cuek pada remaja membuat remaja sering mengabaikan hal-hal kecil yang dapat merusak kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah dalam mulut. Salah satu penyakit mulut yang paling populer pada remaja adalah stomatitis. tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi stomatitis pada siswa-siswi SMU Samudera Nusantara Maka...

  20. KEKERABATAN Hoya (ASCLEPIADACEAE SUMATERA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rahayu

    2011-01-01

    Full Text Available Morphological relationships analysis of Hoya species from Sumatra was carried out. The study was taken both from the living collections at Bogor Botanic Garden and the herbarium specimens at Herbarium Bogoriense. There are 25 Hoya species in Sumatra resulted from the total of 129 samples number. Cluster analysis was run by Clique of Phylip software based on morphological diagnostic characters. Five paraphiletic groups were resulted from the phylogenic analyses. The groups constructed from this analysis were tending to be identical with the Schlecter's section classification.

  1. Alternatif Pengembangan Pendidikan Berdasarkan Nilai Kebutuhan Khusus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silverius Constantino Johanes Maria Lake

    2015-06-01

    Full Text Available The Community College is a kind of higher education. It focuses on diploma degree (the Two Year College. The objectives of Community College are to educate and to train students for getting working skills for jobs. The Community College has competencies that are suitable with the working area and the local needs. To run the Community College goodly and truly, values is needed. Those values influence the mission of Community College. The question was why Indonesian Higher Education accepts the Community College as a model of higher education. The problem was related to some models of higher education that do not fulfill the demands of companies yet. Therefore the Community College becomes a choice to answer the demands of industries and etrepreneurship. The right references to learn about Community College are American Community Colleges such as Highline Community College (Seattle, WA and Kapiolani Community Collere (Honolulu, HI. Each of those Community Colleges has the best program for example Highline Community College in Business Management, then Kapiolani Community College in Culinary Arts. This article used descriptive and argumentative method to show the importance of Commuity College in Indonesia.

  2. Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik Berdasarkan Analisis Cross-sectional Data Awal Studi Kohort Penyakit Tidak Menular Penduduk Usia 25-65 Tahun di Kelurahan Kebon Kalapa, Kota Bogor Tahun 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Sulistiowati

    2015-11-01

    Full Text Available AbstractGlomerular Filtration Rate (GFR is associated with renal function and used to diagnose Chronic Kidney Disease (CKD. CKD is considered a serious worldwide public health problem, and the prevalence is increasing dramatically. The aim of the analisis is to explore of the factors associated with estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR. This analysis used subset baseline data Cohort Study Non-Communicable Diseases (NCD 2011 with a cross-sectional design. CKD was defined as those withan estimated glomerular filtration rate (eGFR <60 mL/min/1.73 m2. We analyzed of 1932 subjects (820 males and 1112 females aged 25-65 years old. GFR was estimated by using calibrated serum creatinine level with a formula CKD-epi, devided into ≥60 mL/min/1.73 m2 and <60 mL/min/1.73 m2. Subject with e-GFR <60 mL/min/1.73 m2 was 2,3%, and increased remarkably with age. Multivariate logistic regression analysis demonstrated that age of 49-65 years (OR=13.57; 95% CI: 4.73-38.97,economic status quintile 1 (OR=4.44; 95% CI: 1.14-17.39, hipertension (OR=3.71;95% CI: 1.82-7.59, male gender (OR=2.97; 95% CI: 1.49-5.92, diabetes mellitus (OR=2.54; 95% CI=1.24-5.20, obesity(OR=2.51; 95% CI: 1.20-5.25, were significant factors that were independently associated with CKD.Keywords : risk factors; glomerular filtration rate; CKDAbstrakLaju filtrasi glomerulus (LFG berhubungan dengan kondisi fungsi ginjal dan digunakan sebagai penentu diagnosis Penyakit Ginjal Kronik (PGK. PGK merupakan masalah kesehatan yang serius dan prevalensinya meningkat secara drastis. Tujuan analisis ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan PGK. Data diambil dari subset data Studi Kohor Penyakit Tidak Menular (PTM di Kota Bogor Tahun 2011, menggunakan disain analisis potong lintang. Subjek yang dianalis berjumlah 1932 orang(1112 perempuan dan 820 laki-laki berumur 25-65 tahun. LFG diklasifikasikan menurut estimasi LFG (e-LFG berdasarkan kriteria CKD-epi, dengan kategori ≥60 mL/min/1,73 m2

  3. PENDUGAAN UMUR SIMPAN JAGUNG MANIS BERDASARKAN KANDUNGAN TOTAL PADATAN TERLARUT DENGAN MODEL ARRHENIUS (Shelf Life Estimation of Sweet Corn Based on Its Total Soluble Solid by Using Arrhenius Model

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Khatir

    2015-09-01

    Full Text Available Sweet corn has short shelf life at room temperature storage in the tropical countries (28-33°C. The quality deterioration of sweet corn can be determined by the decrease of its sugar content. The study aimed to estimate the shelf life of sweet corn based on the reduction of its total soluble solid (TSS by using Arrhenius model. The samples were prepared from fresh harvested corn stored for 10 days at 3 different temperatures of 5, 15 and 28 °C. Total soluble solid (TSS were analyzed every day by using abbe refractrometer. Organoleptic analysis was used by using hedonic scales from 1 to 7. The analysis was conducted until respondents had graded the samples at score 5 (dislike slightly, 6 (dislike and approaches can be used to calculate the shelf life of sweet corn. The acceleration factor for the TSS degradation at null approach, it was estimated that if the sweet corn were stored at temperature of 30, 25, 20, 15, 10 and 5°C, the shelf temperatures, the shelf life of sweet corn would be 3.7, 4.5, 5.6, 6.8, 8.4, and 10.3 days. In conclusion, the shelf life predictions of sweet corn were valid well with the experimental results. Keywords: Sweet corn, shelf life, total soluble solid   ABSTRAK Umur simpan jagung manis relatif singkat apalagi kalau disimpan pada suhu ruang di negara-negara tropis (28-32°C. Kerusakan jagung manis dapat diindikasikan dengan penurunan kandungan gulanya. Penelitian ini bertujuan untuk menduga umur simpan jagung manis berdasarkan reaksi penurunan kandungan total padatan terlarutnya (TPT dengan pendekatan model Arrhenius. Jagung manis segar yang baru siap panen segera disimpan selama 10 hari pada 3 kombinasi suhu yaitu 5, 15 dan 28°C. Setiap hari dilakukan analisis kandungan TPT dengan . Uji organoleptik dilakukan dengan skala hedonik 1-7. Proses pengamatan dihentikan apabila responden telah memberikan nilai 5 (agak tidak suka, 6 (tidak suka dan 7 (sangat tidak suka. Pendekatan model Arrhenius dilakukan dengan dua

  4. LATAR BELAKANG KEJADIAN KEMATIAN IBU DI NUSA TENGGARA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anwar Musadad

    2012-11-01

    Full Text Available Nowadays, maternal mortality rate (MMR in Indonesia is still high. In the period 1992-1997 the MMR was 390 per 100.000 live births. This rate was about 3-6 folds higher than that in South East Asian countries. The primary causes of the MMR were bleeding, gravidarum tocsemia and infection, which infact, could be promptly detected by adequate health-care facilities. The purpose of the study was to explore the background of the high MMR in East Nusa Tenggara province (Kupang and Belu districts. Data were collected through in-depth interview towards the closest persons of the cases including husbands, parents, sisters. brothers. neighbors, traditional birth attendants and midwives. The study revealed that there were difference perceptions about the causes of maternal mortality between health professionals and the community. According to the health professionals the causes of the maternal mortality were bleeding, infection and eclampsia due to delayed health-seeking behavior. Conversely, the community believed that the maternal mortality were due to suspicious matters and faith of God. The study concluded that the background of the perception's differences was social and cultural aspects within the community and the ignorance of the pregnant women and her families about the high risk symptoms of pregnancies. Keywords: maternal mortality, health seeking behaviour, safe motherhood

  5. FAKTOR RISIKO KEJADIAN FILARIASIS DI KELURAHAN JATI SAMPURNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Susanna

    2010-06-01

    Full Text Available Risk Factors of Filariasis in Jati Sampurna Village. The subdistrict Jati Sampurna is the most endemic area of filariasis in Bekasi City. This study was undertaken to get a picture of the situation and find the dominant risk factors associated with the occurrence of filariasis in the subdistrict. The research design encompasses case-study control with a total of 93 respondents. The variables studied were the physical environment in a house with six risk factors, characteristics of individuals with three risk factors, the physical environment outside the home, behavior, and the source transmitters, each of which with one risk factor. The risk factors associated with the incidence of the disease are the ceiling construction of the house, objects hanging in the house, the presence of wire screens, gender and the habit of going out at night. These four risk factors, in addition to the use of mosquito nets, is considered as the most dominant risk factors in the occurrence of filariasis in Kelurahan Jati Sampurna.

  6. PERILAKU IBU PENGGUNA BOTOL SUSU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Haryanto

    2010-06-01

    Full Text Available The Conduct of Mothers as Users of Milk Bottles and the Incidence of Diarrhea in Infants. Diarrheal disease is still one of the major diseases in public health problems in Indonesia because of its high incidence and mortality. Almost all cases of acute diarrhea are caused by bacterial infection, the most frequent of which is diarrhea, an infection of the bacterium Escherichia coli (E. coli. These bacteria enter the human body through the hands or through tools such as bottles, pacifiers, thermometers and eating utensils contaminated by the feces of patients or carriers. The purpose of this study is to determine the correlation between the conduct of mothers as users of milk bottles for their infants in Sub-District Kayuringin South Bekasi Jaya, Bekasi District in 2008. A total of 160 persons made up the sample of mothers who participated in this study, which centered on the ways in which the bottles used for the infants were cleaned and the milk prepared. The results of the study showed that there was no correlation between the conduct of the mothers and the presence of E. coli. The result of the study implies that there are other factors that may be leading to the occurrence of diarrhea, such as environmental and individual health factors, specifically those related to hygiene, socio-cultural factors, nutritional factors, and social factors.

  7. Hubungan Dermatitis Atopik dengan Kejadian Dermatitis Kontak Alergi

    OpenAIRE

    Nelly

    2015-01-01

    Background :Allergic contact dermatitis is an acquired sensitivity to various sub-stances that produce inflammatory reactions in those, and only those, who have been previously sensitized to the allergen. Atopic dermatitis is known as risk factor in the development of allergic contact dermatitis. Some studies in association between atopic dermatitis and allergic contact dermatitis incidence have found variety results. Objective :To investigate the association between atopic dermatitis and ...

  8. PEROKOK WANITA DALAM PERSPEKTIF DEMOGRAFI DAN KEJADIAN PENYAKIT DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Veranita Prabaningrum

    2012-11-01

    Full Text Available Background: A lot of disease's occurrence has been caused by smoking which exclusively happened to women, especially due to their health reproductive. The increasing tobacco's user among women caused more complexity problems,either on individual's health problems, infant's secureness, economic's and social's problems, and family's health problems. World Health Organization had been made the increasing acts against tobacco on women user as priority. Methods:This study is an advanced analysis from Riskesdas 2007 that has been purposed to get a descriptive of relation between social status and disease's occurence on women's smoker in Indonesia. Data collected with cross sectional method. Results: Showed that the majority of women's smoker were on the age 45 to 54 years, marital status married, not educated, work as farmers/fishers/labors, on rural domicile, and on low level economic status. Respiratory diseases which the most happened caused by smoking was infection upper respiratory (ISPA than asthma, tuberculosis, and pneumonia. Degenerative disease which the most happened caused by smoking was hypertension than cardiovascular disease and stroke. Government should make the strategic policy to protect women from active and or passive smoker. more seriously. Health promotion about negative effect of smoke must be increased, especially for women and for community in general. Key words: women smoker, disease's occurrence, social status

  9. HUBUNGAN FAKTOR DETERMINAN DENGAN KEJADIAN TIFOID DI INDONESIA TAHUN 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Holly Herawati

    2012-09-01

    Full Text Available Typhoid is an abdominal infectious diseases caused by Salmonella typhii. The Typhus more popular name called Typhus Abdominalis, Typhoid fever or Enteric fever. The Profile of disease control and healthy environment in 2006 reported that typhoid was to be publich health's problem. The cases of morbidity and mortality rate from typhoid was 500 per 100.000 people, and fatality rate was 65%. The objective of this study is to find prevalence of typhoid and the relatied with several determinants in Indonesia. This study used cross-sectional design with descriptive analysis on relation of determinant factors to typhoid prevalence in Indonesia in 2007. The research sample is all sample who answered quesioner about Typhus. Collected data with direct quesioner. Determinant factor in analisis are individual karacteristic, demografi status, economy status, and environment. The result shown prevalency of clinical Typhoid about 1,5%, with range prevalence (0,4% - 2,6%. Dominant factor in Typhoid morbidity has 13 variable, which are sex variable with OR = 1,142 on male group, in age group The highest OR higher was on 1-14 years that was 1,449 (1,164-1,804. The education variable who unfinishes from elementary school have OR =1,746 , responden who have child under five 5 years more than five child in their home have OR = 3,368, variable area according to island in Indonesia, NTT and NTB were OR = 1,052, Variable area according to administration area have OR = 1,283 (1,169-1,410 on rural side. The length of time to acces proffesional health service have OR = 1,420 on group who have time to acces was long, and the length of time to acces community health service have OR =1,226 for time long to acces, and water sufficienty OR= 1,273 for responden have not water sufficient, variable of the soil source around drinking water resource OR = 1,097, and the variable of the water quality bad have OR = 1,401, variable of having a garbage place have OR= 1,180 on responden didn't have a garbage place, and the last was variable of having the waste pipeline in responden home, group responden didn't have waste pipeline in home have OR = 1,098 . The result shown prevalency of clinical typhoid about 1,5%, with range prevalency (0,4% -2,6%. Dominan factors on the typhoid morbidity there were 13 factors which are 1. sex variable, 2. age variable, 3. consist of Child under five years in family 4. education variable, 5. area's according island 6. administration area variable 7. length of time to acces to profesional health service 8. length of time to acces to profesional health inter grated health care post, 9. variable with water sufficiency, 10. variable of soil source paround drinking water source, 11. variable of water quality, 12. variable with having a garbage place, 13. variable of having the waste pipeline in responden home.   Key words : Factor Determinant, Typhus, Basic Health Research

  10. HUBUNGAN JARAK SUMBER PENCEMARAN DAN KEJADIAN DIARE DI SUMATERA UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riris Nainggolan

    2016-09-01

    Full Text Available Environmental pollution occurs in many countries even in Indonesia. Pollution may as risk factorfor human life. It can as disturbance on health such as skin irritation and digestive infection includingdiarrhea. Diarrhea is still the leading cause of childhood death worldwide with 4.6 to 6 million childrendying from diarrheal disease in Asia,Africa, and Latin America. Diarrhea is one of mayor causes ofcommunicable diseases in Indonesia. Furthermore, diarrhea is the second cause of death among childrenaged under 5 years. This analysis used the Riskesdas data collected from household in 2007. The purposeof this analysis is to detect the correlation between source and distance of pollution and diarrhoeal cases.The samples was a cross sectional data. The result showed that the sinificant variable were water sourceless than 10 meters, and the distance of house to pollution source.Keywords: Pollution, Diarrhea, Distance, Sumatera Utara

  11. Hubungan Frekuensi Kunjungan Antenatal Care (ANC dengan Kejadian Prematur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evi Esti Utami

    2016-03-01

    Full Text Available The cause of infant mortality is mostly due to perinatal matters. Almost 2-27% of all perinatal death is caused by prematurity with low birth weight (BBLR. Reducing mortality rate on perinatal can be achieved by observing all pregnant women and fi nding as well as addressing infl uenced factors of neonatal safety. This research aims to identify correlation between frequencies of Antenatal Care (ANC with incidence of prematurity. This is an observational study with case-control design using retrospective approach. Total population was 1335 and of 156 was choosen as research respondents deviding into 78 as case respondents and 78 as control groups. The result of statistic analysis showed that p value=0,837 (p>0,05 means frequencies of ANC did not have correlation with prematurity. Conclusion, (1 during the period of 1 January 2011 and 29 February 2012, it found 207 (8,13% premature baby delivered, (2 at about 80,8% mother who delivered premature baby had normal ANC 4 times or more with the pattern 1-1-2 in every semester, (3 statistically ANC was not having correlation with premature baby.

  12. ASUPAN PROTEIN NABATI DAN KEJADIAN ANEMIA WANITA USIA SUBUR VEGAN

    OpenAIRE

    Fajar Ari Nugroho; Dian Handayani; Yosi Apriani

    2016-01-01

    ABSTRACTThe purpose of this study was to determined the role of vegetable protein intake and anaemia incidence among vegan reproductive aged women. This study was observational research with cross-sectional study design. Sixty-five subjects were selected by simple random sampling method. Data collection for intake was done by 24-hours recall technique, and haemoglobin levels was measured by cyanmethemogloblin method. The results showed that 26.1% from 31-anaemia vegan subjects classified as l...

  13. CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN MENURUNKAN RISIKO KEJADIAN HEPATITIS AKUT KLINIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umar Firdous

    2012-09-01

    Full Text Available In the area of Hepatitis A outbreak, washing hand before handling food is very important, because most of the cases do not wash their hand before breakfast, lunch or dinner and they eat without spoon. This study is to find out relation between washing hand before handling food with clinical acute hepatitis cases in the area of Hepatitis A outbreak. This study used a case control design, analysing secondary data of Hepatitis A outbreak investigation from November 2001 to January 2002. The population is a the community which living in Calincing housing in Cogreg Village, Parungsub district of Bogor, aged between 15 to 55 years old. Sixty cases and 120 controls have been analysed. Result of this study found that there is a significant relation (p=0.000 between washing hand before handling food with clinical acute hepatitis case, OR=3.442 (95% CI: 1.638- 7.235. Education is a confounding variable to this relation.

  14. PREVALENSI PENYAKIT HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABANG I PERIODE JANUARI 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman i Dianita Candradew

    2015-01-01

    Full Text Available Dari data epidemiologi, insiden hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia, dimana kebanyakan hipertensi terjadi pada usia diatas 60 tahun. Individu yang berumur di atas 60 tahun, 50-60% mempunyai tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg (Madhura, 2009. Pada Puskesmas Abang I angka kejadian hipertensi terbanyak terdapat pada usia diatas 60 tahun, namun pada beberapa tahun belakangan terjadi peningkatan tren angka kejadian hipertensi pada usia antara 30 sampai dengan 60 tahun. Berdasarkan permasalahan di atas, maka diperlukan penelitian ilmiah untuk mengetahui angka prevalensi penyakit hipertensi pada penduduk usia dewasa muda di wilayah kerja Puskesmas Abang I sehingga dapat digunakan sebagai masukan dalam penyusunan program penyuluhan maupun kebijakan dalam pencegahan dan penanganan hipertensi. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Abang I, Kabupaten Karangasem. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 27 Januari sampai 1 Februari 2014. Penelitian ini merupakan studi penelitian deskriptif kuantitatif untuk mengetahui prevalensi hipertensi berdasarkan kelompok usia dewasa muda. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik simpulan bahwa prevalensi hipertensi pada sampel sebesar 6 penderita atau 13.3% dari 45 sampel. Peneliti melihat adanya kecenderungan peningkatan tekanan darah terhadap jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan yang rendah dan tidak adanya pekerjaan.  

  15. PENGELOMPOKKAN KABUPATEN DI PROVINSI BALI BERDASARKAN PERKEMBANGAN FASILITAS PARIWISATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NOVA SARI BARUS

    2013-11-01

    Full Text Available The development of tourism facilities in each district/city between districts with each district is different. The purpose of this study was to determine the grouping of several districts in the province of Bali is based on the number of tourism facilities as well as what the variable identifier of each group. The analysis used in this study is the analysis of clusters and Biplot. The data used is secondary data obtained from the Bali Tourism Office in 2011. Variables used are classified hotel, non-classified hotels, home stays, restaurants, bars, tourist destination, the area of ??tourism, water tourism and business. The results of this study formed three groups: group 1 Bangli, Buleleng, Jembrana District, Klungkung, Karangasem district and Denpasar City. Group 2 and group 3 Badung district of Gianyar district. Variable identifier is a restaurant for all variables.

  16. Pembangunan Berkelanjutan Berdasarkan Konsep Tri Hita Karana untuk Kegiatan Ekowisata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Runa

    2015-10-01

    Full Text Available AbstractBalinese society has from a long time ago managedand developed their land based on environmentallyfriendly principles. These principles have been inspired byimplementations of the Balinese Tri Hita Karana conception. Thisarticle attempts to explain various spatial developments relatingto ecotourism activities that are founded by Tri Hita Karanavalues and practices. It constructs its arguments by conductingan intensive literature study to review relevant hypotheses andconcepts proposed by scholars in the field. The article concludesthat ecotourism is a form of environmentally friendly touristdevelopments and is seen to be the most sustainable modelfor future’s tourism. The article completes its conclusion byunderlining that for its success, ecotourism related developmentpractices should be first understood. It then should come witha certain framework and standard for its implementations. Bestpractices pertaining to the ecotourism development should becertified and accessible by public and others parties involved. Inaddition to these remarks, the article conclusively proposes TriHita Kharana conception as a framework that offers guidancefor sustainably developed ecotourism. This local concept alsoprovides direction as to how its development and its impact onspatial development can be approached and managed, especiallyto the case of Bali.

  17. STRATEGI PERBAIKAN - PENGGANTIAN BERDASARKAN UMUR PRODUK UNTUK GARANSI SATU DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Ika Rinawati

    2012-02-01

    Full Text Available When the manufacturer selling products with warranties, it causes additional costs (called warranty costs toservice any claims under warranty. Reducing warranty costs is an issue of great interest to manufactures. Thethree ways to reduce warranty costs i.e. improving product reliability, use of preventive maintenance andwarranty servicing strategy.This research deals with a warranty servicing strategy for items sold with a one dimensional warranty where theperiod offered is relatively long. For instance, a computer warranted for three years. For repairable productssold with free repairable warranty (FRW, the manufacturer has the option of either repairing or replacing thefailed item with a new one.In the strategy studied, the decision of repairing or replacing the failed item under warranty is based on its ageat failure. Under the strategy, for failures with age being greater than or equal to threshold parameter will berectified by replacement and all other failures under warranty will be repaired. This strategy is characterized bya threshold parameter which minimizes the expected warranty cost. The optimal parameter is sought by usingnumerical computation. Some numerical examples are given for the purposes of illustration.

  18. PERAMALAN BISNIS BERDASARKAN PERILAKU KONSUMEN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aryanti Aryanti

    2014-02-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi informasi sekarang ini telah melahirkan sistem cerdas. Aplikasi dari sistem cerdas dapat digunakan untuk peramalan. Salah satu metode dalam sistem cerdas yang dapat digunakan untuk melakukan peramalan adalah menggunakan logika fuzzy. Penelitian dilakukan dengan memprediksi seberapa jauh keberhasilan bisnis yang akan atau sedang dikerjakan. Sebuah bisnis akan dapat dijalankan dan mampu bertahan dalam era persaingan yang ketat jika perusahaan mampu memperhatikan kepuasan pelanggan atau konsumennya. Perilaku konsumen tidak terlepas dari karakteristik produk baik mengenai penampilan, gaya, mutu dan harga dari produk tersebut. Pada penelitian ini dibangun model regresi menggunakan logika fuzzy antara tingkat pendidikan, pendapatan dan kemampuan membeli seseorang. Model regresi ini diharapkan akan mampu melakukan peramalan tentang bisnis yang akan dijalankan. Pada penelitian ini diperoleh bahwa jika sebagian besar suatu wilayah berpenduduk dengan tingkat pendidikan mahasiswa dan pendapatan sekitar Rp.1 juta maka dapat diduga bahwa keputusan akan pembelian produk sebesar 76.3 atau konsumen akan mampu untuk mengeluarkan dana sebesar 7.63% dari pendapatannya untuk membeli produk. Kata Kunci: Peramalan, Perilaku Konsumen, Logika Fuzzy 

  19. EVALUASI PERAN APOTEKER BERDASARKAN PEDOMAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudibyo Supardi

    2013-02-01

    Full Text Available Abstract The Government Regulation Number 51 on Pharmacy Practice states that dispensing prescriptions in a health facility, including the community health center, must be done by a pharmacist. In 2010 only ten percents of community health centers have a pharmacist. A cross sectional qualitative study has been done to obtain information on the role of pharmacist themselves in practicing in a community health center, and to obtain information on problem and barrier of the role of pharmacist. The study was carried out in Java, namely in cities of Tangerang, Bandung, Surabaya and Bantul District. Informants for in-depth interviews are District/City Health Office staff involved in the pharmacist assignment in a community health center and head of community health center, whereas for focus group discussion we invited pharmacists from District/City Health Office, community health center, school of pharmacy and regional pharmacists association. Descriptive data were analyzed qualitatively using triangulation method and temporary results were reviewed in a round table discussion in Jakarta with DG of Pharmaceutical Services and Medical Devices, Indonesian Pharmacist Association and Provincial Health Office of DKI Jakarta. Results of the study show that: 1. A. pharmacist is not available at all community health centers, as well as non-care community health centers, there are many prescription services performed by non-professional personnel. 2. The role of pharmacist in a community health center covers good drug management just like their job description, especially in prescription dispensing and drug use report. 3. The role of the pharmacist in pharmaceutical services: (a information carried on the delivery of drugs prescription drugs to the patient, prior to clinic services began, and during a visit to posyandu posyandu toddlers and the elderly, (b drug counseling is limited given the availability of time and there is no room , (c visite the patient was done, either with the patient's own doctor or maternity hospitalization, (d home care have not been going well. 4. Issues related to pharmacists in community health centers is the availability and the number does not match to the workload, so that pharmaceutical care have not been going well due to limitations of time and effort. Also there are pharmacists feel less capable in providing drug information to other health professionals, especially medical specialist several health centers, so it is still necessary coaching and training. Keywords: pharmacist, Guideline of pharmaceutical care, community health center, drug management Abstrak Dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 51 tahun 2009 disebutkan pelayanan resep dokter di pelayanan kefarmasian (salah satunya puskesmas harus dilakukan oleh apoteker. Data tahun 2010 menunjukkan hanya 10% puskesmas yang memiliki apoteker. Tujuan penelitian adalah mendapatkan informasi tentang peran apoteker di puskesmas dan permasalahan dalam pelayanan kefarmasian di puskesmas. Hasil penelitian diharapkan sebagai masukan bagi pihak yang terkait untuk meningkatkan ketersediaan apoteker dalam pelayanan kefarmasian di puskesmas. Penelitian potong lintang (cross sectional dengan pendekatan kualitatif dilakukan terhadap instansi yang terkait dengan peran apoteker di puskesmas pada tahun 2011. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Provinsi Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Dari masing-masing provinsi diambil satu kota, yaitu Kota Tangerang, Kota Bandung, Kabupaten Bantul dan Kota Surabaya. Informan penelitian untuk wawancara mendalam adalah Dinkes Kabupaten/Kota dan Kepala Puskesmas, sedangkan peserta diskusi kelompok terarah adalah 12 apoteker yang mewakili Dinkes Kabupaten/Kota, puskesmas perawatan, Perguruan Tinggi Farmasi (PTF dan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI. Analisis data secara deskriptif kualitatif dengan metoda triangulasi sumber data dan triangulasi metoda pengumpulan data. Hasil sementara disempurnakan dengan Round Table Discussion di Jakarta dengan mengundang nara sumber.

  20. ANALISIS KUALITAS LULUSAN BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA LULUSAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Setyaningsih

    2013-06-01

    Full Text Available In education, the students are the products to be input and the output are graduates. Users of graduates are consumers who need to know the level of satisfaction to provide a self-evaluation in improving the institutions. It is also stated in the accreditation forms BAN PT. However, a grain questions that sought to know is very little. The research was conducted at a university in Yogyakarta. Research trying to describe in detail the attributes of quality of graduates based on the user satisfaction level graduates. Object of study is alumni and also alumni users. The study was conducted during the months of August to November 2012. Attributes used are Communication Skills, Organizational Skills, Leadership, Logic, Effort, Ethics, Group and Other Skills. Other attributes are attributes about the ability of areas of expertise. From the results obtained, the attributes that need attention are Organizational Skills and Leadership with the highest gap -0.82. Overall, users of alumni do not feel satisfied, because all negative attributes.

  1. Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Jenis Jagung Berdasarkan Cirinya

    OpenAIRE

    Tambunan, Imelda Sari

    2011-01-01

    Expert systems are systems that try to adopt human knowledge to computer, so that the computer can solve problems as they are commonly carried out by experts or specialists. In this research authors use as a media expert system to determine the characteristics of maize, where these characteristics are stored in the database. Users just enter the characteristics of corn that will be known types, benefits from the corn. 060823021

  2. Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Perdagangan Jasa Berdasarkan Peluang Telecommuting

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ariyaningsih Ariyaningsih

    2012-09-01

    Full Text Available Pergerakan bekerja dari kawasan perumahan menuju pusat kota yang umumnya didominasi kegiatan perdagangan jasa, menyebabkan arus kendaraan meningkat pada jam-jam puncak. Sementara perkembangan dunia teknologi dan informasi memberikan peluang bagi para pekerja di bidang jasa untuk mengurangi pergerakannya dengan menerapkan telecommuting, di mana para pekerja menggantikan pergerakannya dengan bekerja dari rumah atau tempat lain dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi. Analisis yang digunakan adalah analisis crosstab dan chi-square untuk menguji variabel-variabel yang mempengaruhi preferensi pekerja dalam melakukan telecommuting. Sedangkan untuk mendapatkan peluang telecommuting mengunakan metode peramalan telecommuting yang ditemukan oleh Mokhtarian (1996 [2]. Hasil dari peluang tersebut nantinya akan direpresentasikan dalam jumlah penurunan pergerakan bekerja yang secara langsung mengurangi volume kendaraan di Mayjen Sungkono. Penelitian ini menghasilkan peluang telecommuting sebesar 9,9% - 42,95% dari total pergerakan pekerja. Dari simulasi telecommuting tersebut didapatkan peningkatan DS dari 0,96 menjadi 0,87. Namun ini belum memenuhi kriteria jalan arteri sekunder. Maka dibuatlah dua skenario. Skenario pertama dengan DS 0,7 menghasilkan trip ceiling 529,1 smp/hari. Skenario kedua dengan DS 0,79 menghasilkan trip ceiling 1437,92 smp/jam. Untuk arahan pemanfaatan ruang dapat digunakan penerapan corridor system building untuk masing-masing luas lantai. Jika luas eksisting melebihi dari trip ceiling, maka arahan diberlakukan untuk bangunan baru atau alih fungsi lahan.

  3. Khazana Warna Berdasarkan Hasana Alam dan Budaya Nusantara (1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mita Purbasari Wahidiyat

    2011-03-01

    on character, nature, and imagery it evokes. This research will use quantitative and qualitative methods to describe the color names and color names of the new proposed based on the audience choice. Data collected will be used as a proposal of naming colors in Indonesian language that uses the unique natural and cultural riches of Indonesia itself.

  4. KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII BERDASARKAN GAYA KOGNITIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herlin Nurdianasari

    2015-03-01

    Full Text Available Kemampuan literasi matematika adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan menerapkan pengetahuan dasar matematika dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan gaya kognitif siswa sebagai bagian dari karakteristik individu yang menyebabkan perbedaan pada kemampuan literasi setiap siswa perlu diperhatikan pada kegiatan pembelajaran. PMRI merupakan salah satu pembelajaran yang dapat mendukung aktivitas siswa dalam mengembangkan kemampuan literasi matematika. Sebanyak 36 siswa ditentukan gaya kognitifnya dengan menggunakan Matching Familiar Figure Test (MFFT sehingga diperoleh empat kategori: 2 siswa reflektif, 11 siswa impulsif, 2 siswa fast accurate, dan 21 siswa slow innaccurate. Pencapaian aspek literasi matematika siswa reflektif, impulsif, fast accurate, dan slow innaccurate berbeda-beda dengan siswa fast accurate yang menonjol pada aspek representation dan devising strategies for solving problems. Hal ini didukung oleh adanya peningkatan kemampuan literasi matematika pada siswa dengan nilai peningkatan terbesar dicapai siswa fast accurate. Guru dapat menerapkan pembelajaran PMRI untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa dengan tipe gaya kognitif yang berbeda-beda.Mathematics literacy is an indiviudal’s ability to understand and apply basic mathematical capabilities in daily life. Learning process should pay attention to the difference of students’ cognitive style as a part of individual characteristics that make difference to students’ mathematics literacy ability. PMRI learning activites may help students in developing their mathematics literacy ability. Matching Familiar Figure Test  are tested to 36 students which results four categories: 2 reflective students, 11 impulsive students, 2 fast accurate students, and 21 slow innaccurate students. Students’ different cognitive styles affect their different mathematics ability, fast accurate students gained best score at representation and devising strategies for solving problems. It is also supported by their highest improvement of mathematics literacy ability. Teachers may apply PMRI learning for every students whose different cognitive style to improve their mathematics literacy ability.

  5. PEMETAAN PREFERENSI KONSUMEN SUPERMARKET DENGAN METODE KANO BERDASARKAN DIMENSI SERVQUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kriswanto Widiawan

    2004-01-01

    Full Text Available The management of supermarket usually has some assumptions about the customers' expectation. Sometimes these assumtions do not reflect the nature of customers' expectations. Because of this miss perception, the supermarket looses its profit and becomes inefficient. This research was carried out in order to find out the customers' expectation on facilities and services of the supermarkets according to the servqual dimensions. The outcomes will be mapped into Kano categorizations. The researcher asked the customer dan manager of four supermarkets to fill the prepared questionnaires. Based on the result of customers' questionnaires, tangible, reliability and assurance dimensions were categorized as one dimensional. While responsiveness and emphaty dimensions were categorized as indifferent. Based on the result of managers' questionnaires, all servqual dimensions were categorized as one dimensional. After comparing the results of customers' and managers' questionnaires, there are three of four supermarkets which are match each other. Abstract in Bahasa Indonesia : Manajemen supermarket pada umumnya memiliki asumsi-asumsi mengenai harapan konsumen yang belum tentu sama dengan harapan konsumen sesungguhnya. Akibat ketidaktahuan informasi penting tersebut, tidak sedikit supermarket yang mengalami kerugian atau kinerjanya tidak efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui harapan konsumen tentang fasilitas dan layanan supermarket menurut dimensi servqual yang dipetakan ke dalam kategori Kano. Penelitian dilakukan terhadap konsumen dan manajer dengan cara memberikan kuesioner. Menurut responden konsumen supermarket, dimensi servqual yang tergolong kategori one dimensional adalah tangible, reliability dan assurance. Sedangkan dimensi responsiveness dan emphaty termasuk kategori indifferent. Sementara itu, responden manajer supermarket berpendapat semua dimensi servqual termasuk kategori one dimensional. Dari empat supermarket yang diteliti, diketahui ada tiga supermarket yang cocok persepsinya antara manajer dengan konsumennya. Kata kunci: Dimensi servqual, metode Kano, kepuasan konsumen.

  6. ANALISIS KUALITAS LULUSAN BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA LULUSAN

    OpenAIRE

    Ira Setyaningsih; Muchammad Abrori

    2013-01-01

    In education, the students are the products to be input and the output are graduates. Users of graduates are consumers who need to know the level of satisfaction to provide a self-evaluation in improving the institutions. It is also stated in the accreditation forms BAN PT. However, a grain questions that sought to know is very little. The research was conducted at a university in Yogyakarta. Research trying to describe in detail the attributes of quality of graduates based on the user satisf...

  7. Perilaku Remaja Putri Menghadapi Menarche Berdasarkan Nilai Budaya Batak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Merida Simanjuntak

    2013-04-01

    Full Text Available Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang ditandai oleh perubahan fisik, intelektual, seksual,dan emosional. Menarche pada remaja putri menjadi pertanda memasuki tahapan sistem reproduksi dewasa. Sesuai dengan nilai dan budaya masyarakat, peristiwa menstruasi pertama yang fisiologis itu mendapat respons yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan kerangka teoritis tentang pola perilaku remaja putri dalam menghadapi menarche sesuai dengan nilai dan budaya keluarga Batakdi Jakarta. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan pendekatan grounded theory dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Enamoranginforman direkrut dengan cara purposive sampling di wilayah Jakarta Timur. Data yang dikumpulkan di analisis dengan menggunakan constant comparative analysis sampai tercapai saturasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku remaja putri menghadapi menarche sesuai dengan nilai dan budaya Batak di Jakarta dipengaruhi oleh informasi yang diterima, pola asuh dalam keluarga, dan pandanga norangtua terhadap menarche. Oleh sebab itu, perawat diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif kepada remaja tentang proses perkembangan reproduksi dan perawatan saat menarche dengan mengikutsertakan orang tua dalam pemberian pendidikan kesehatan pada anak. Adolescence is a phase that lies between childhood and adulthood. There are some changes occur due to this transitional phase including physical, intellectual, sexual and emotional changes. Menarche phase in woman shows that a more developed reproductive system has started. There are different responses according to culture and community value in encountering the menarche phase. The purpose of this study was to develop a theoryb about adolescent girl behavioral pattern encountering menarche phase. This qualitative study was conducted using grounded theory approach, by collecting data from interviews, observation and literature study. Six respondents were recruited using purposive sampling in East Jakarta. The collected data was analyzed using constant comparative analysis until data saturation was achieved. Result of this study showed that adolescent girl behavior encountering menarche phase according to Batak’s culture and traditional value was influenced by information adopted, mothering pattern in the family and parent’s angle of view about menarche phase. Regarding this, a nurse is expected to be able to give comprehensive information to adolescent girl aboutits reproductive system development and nursing in menarche phase. In addition, parent’s involvement is recommended in health education giving to children.

  8. Penentuan Konsentrasi Tanah dalam Air Sungai Berdasarkan Perbedaan Warna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Sofi'i

    2008-08-01

    Full Text Available Information of soil erosion is very useful related with prevention action and planning in the future. The objective of this research is to determine soil concentration in water river based on colour differences using image processing and artificial neural network (ANN. Soil and water mixture image was taken using a digital camera then was processed by an image processing program. Two ANN Models were developed. The first model had 3 input parameters while the second model had 6 input parameters. Both models had altogether one output parameters of the soil concentration. The accuracy of the first model was 38% while the second one was 36%.

  9. Keanekaragaman Mirabilis jalapa L. Berdasarkan Pola Pita Isozim Peroksidase

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AHMAD DWI SETYAWAN

    2007-05-01

    Full Text Available Mirabilis jalapa L. is a gardening plant which growth easily planted because their beautiful color and flower’s ornaments. The aims of the research were to find out the variation of isozyme band of peroxidase (PER and their close relationship of M. jalapa cultivated based on their different flower’s color. The method used in this study was polyacrilamide gel electrophoresis. The collecting data were analyzed using calculation of association coefficient (Gower’s coefficient with cluster analysis used for similarities of their arithmetic. The results showed that in M. jalapa were found 21 variation of isozyme bands of peroxidase (PER from 8 Rf of 0.04; 0.08; 0.20; 0.28; 0.36; 0.48; 0,60; and 0.64. M. jalapa with white and red nodes flower’s (BIN and white and red line flower’s (GAR have the nearest genetic relationship with similarity index of 0.76. M. jalapa with white and red nodes flower’s (BIN and white and red line flower’s (GAR joined with red flower’s (MER on 0.73 of similarity index then joined with white flower’s (PUT on 0.64 of similarity index and yellow flower’s (KUN on0.49 of similarity index. At least, M. jalapa with orange flower’s (ORA joined with M. jalapa cultivars on 0.41 of similarity index.

  10. Analisis Bahaya dengan Metode Hazop dan Manajemen Risiko pada Steam Turbine PLTU di Unit 5 Pembangkitan Listrik Paiton (PT. YTL Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Zulfiana

    2013-09-01

    Full Text Available Steam turbine beroperasi pada temperatur dan tekanan uap yang tinggi sehingga keamanan proses harus dijaga agar tidak terjadi bahaya yang menimbulkan risiko. Untuk analisis dan identifikasi bahaya digunakan metode HAZOP yang selanjutnya melakukan manajemen resiko berupa emergency respon plan berdasarkan bahaya yang mungkin terjadi pada PLTU. Identifikasi bahaya dengan metode HAZOP dilakukan dengan penentuan 4 node pada steam turbine yaitu HP Turbine, IP Turbine, LP Turbine 1 dan LP Turbine 2, penentuan guideword dan deviasi berdasarkan control chart data proses transmitter di setiap node, dan untuk estimasi likelihood berdasarkan nilai MTTF tiap transmitter. ERP pada steam turbine dibuat untuk kejadian kebakaran karena berisiko tinggi dan kemungkinan besar terjadi serta dapat menyebabkan bahaya lain seperti ledakan dsb. Dari penelitian ini diketahui kondisi yang paling berbahaya pada steam turbine adalah kondisi high pressure yang diketahui dari risk matrix pressure trasnmitter pada 4 node yang bernilai high dan ekstrim yang dapat menyebabkan turbin mengalami overspeed. Rekomendasi untuk menanggulangi bahaya tersebut antara lain pemasangan pressure alarm, simulasi automatic turbine test, pemeriksaan turbine overspeed protection serta kalibrasi maupun pengecekan pada pressure trasnmitter tersebut.

  11. THERMAL-HYDRAULIC ANALYSIS OF SMR WITH NATURALLY CIRCULATING PRIMARY SYSTEM DURING LOSS OF FEED WATER ACCIDENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-09-01

    ABSTRAK Reaktor daya kecil modular (SMR memiliki beberapa keunggulan dibanding reaktor daya besar konvensional. Dengan disain yang lebih sederhana dan terintegrasi, penerapan hukum alamiah untuk sistem keselamatannya dan biaya modal yang rendah, reaktor ini sangat cocok untuk dibangun di Indonesia. Salah satunya disain SMR yang sedang dikembangkan menerapkan gaya penggerak alami untuk sistim pendingin primernya. Dengan disain seperti itu, adalah sangat penting untuk memahami implikasinya terhadap aspek keselamatan pada seluruh kondisi operasi. Salah satu yang perlu diinvestigasi adalah kecelakaan kehilangan air umpan (LoFW. Pada studi ini, dilakukan analisis kinerja thermal hidrolik SMR yang menggunakan sistim pendinginan primer sirkulasi alam saat kecelakaan LoFW. Tujuannya adalah untuk menginvestigasi karakteristik aliran sistem primer saat kecelakaan LoFW dan untuk memastikan apakah aliran sirkulasi alam cukup untuk memindahkan panas dari teras guna menjaga kondisi tetap aman selama kecelakaan tersebut. Metoda yang digunakan adalah dengan merepresentasikan sistem reaktor ke dalam model-model generik program RELAP5 dan melakukan simulasi numerik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setelah kejadian pemicu dan trip reaktor, pada sisi primer laju alirnya berfluktuasi secara signifikan dan temperatur pendinginnya menurun secara bertahap sedangkan  pada sisi sekunder kondisi uap berubah menjadi uap jenuh. Laju alir turun dari ~711 kg/detik menjadi ~263 kg/detik sebelum kembali naik lagi pada t=~46 detik. Saat laju alir di titik terendah, temperatur pusat bahan bakar dan fluida pendingin adalah sekitar  ~565 K dan  ~554 K, yang menujukkan bahwa temperatur bahan bakar masih jauh di bawah batas disain dan temperatur fluidanya juga berada di bawah titik saturasi. Keadaan ini menunjukkan bahwa saat transien kedua parameter utama termohidrolik reaktor tetap dalam kondisi yang dapat diterima sehingga dapat disimpulkan  bahwa saat  kecelakaan kehilangan air umpan, SMR

  12. Faktor risiko sarapan pagi dan makanan selingan terhadap kejadian overweight pada remaja sekolah menengah atas

    OpenAIRE

    Agusanty, Shelly Festilia; Kandarina, Istiti; Gunawan, I Made Alit

    2014-01-01

    Background: Overweight or obesity during childhood and adolescence are important risk factors for the presence of adult overweight or obesity. Eating habits in childhood and adolescence influence their healthy condition. Prospective studies of breakfast habits and nutritional status suggest an inverse (protective) association between the frequency of eating breakfast and the risk for overweight and obesity and relationships between no breakfast and increasing body weight.Objective: To examine...

  13. KONDISI LINGKUNGAN PEMUKIMAN YANG TIDAK SEHAT BERISIKO TERHADAP KEJADIAN LEPTOSPIROSIS (STUDIKASUS DI KOTA SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Ramadhani

    2012-07-01

    Full Text Available Leptospirosis is an acute febrile illness infecting human and animal (zoonotic and caused by the bacteria leptospira. Semarang city is one endemic leptospirosis with incidence rate in 2009 of 13,27/100.000 and case fatality rate 3,5%. The research objective was to find out the impact of settlement environment conditional with leptospirosis cases. The study was observational with cross sectional design. Population are the people who visit the health center in Semarang city and sample is a part patient in health center with clinical sympthoms leptosirosis from May up to November 2009. Leptospirosis case maintained with laboratory test uses leptotek lateral flow. Data collection with interview and obsen'ation, analyzing by univariat, bivariat (chi square and multivariate with regresi logistic metode. Out of 105 responden, 67 (63,8% leptospirosis positive and 38 (36,2% negative. Poor housing had a 3,4-fold increase for leptospirosis (OR=3.4; 95% CI=1.050-10.779. Sanitary-conditional to indoor and outdoor is not significant with leptospirosis (p=0,051. Rat eksistensi in house had a 6.4-ford increase for leptospirosis (OR=6.4; 95% CI=2.081-19.983 and there is dominant factor that affect leptospirosis. Poor environmental of settlement increases risk for leptospirosis   Key words, environmental, settlement, leptospirosis

  14. Pengaruh Hemodialisis Terhadap Kejadian Kurang Pendengaran Sensorineural Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Loriana Ulfa

    2016-06-01

    Full Text Available Sensorineural hearing loss (SNHL can occur in patients with chronic renal failure (CRF who receive hemodialysis (HD. SNHL is caused by hemodialysis occured in any frequency. The factors affect the disease include, among others, age, hypertension, and diabetes mellitus (DM. The effect of hemodialysis onSNHL occurrence in patients with CRF was analyzed in this study. It was a cohort study on 52 patients with CRF who met the inclusion criteria. The sample consists of two groups, 26 patients with CRF who received hemodialysis and 26 patients with CRF who did not received hemodialysis. Timpanoaudiometry was performed on HD group (patient with HD before the first HD and after the third HD. Timpanoaudiometry was performed on HD group (patient without HD at the same time with the first group. The data on age, hypertension, and DM were obtained from medical records. The results were analyzed with Chi-Square test. It was found that 30.7% SNHL patients were in the HD group consisting of 26.9% mild degree patients and 3.8% moderate degree patients . Mean of hearing threshold decrease was 8.13 ± 5.30. There was no patient with SNHL in the non-HD group. Analysis with Chi-Square test showed that hemodialysis affects SNHL occurrence (p=0.004. Age (p=0.084, hypertension (p=0.215, and DM (p=0.683 do not affect SNHL occurrence. It is concluded that hemodialysis affects SNHL occurrence whileage, hypertension, and DM do not. [MKB. 2016;48(2:98–104

  15. ANALISIS SPASIAL KEJADIAN LUAR BIASA (KLB KASUS LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN KULONPROGO TAHUN 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmawati Rahmawati

    2014-01-01

    Full Text Available ABSTRACTIndonesia's case totally rate of leptospirosis was ranked third in the world. There were outbreak of leptospirosis in2011 with 273 cases with 18 deaths (CFR = 6.59%. Therefore it was necessary to describe the spread ofleptospirosis. This research was descriptive study that using cross-sectional design with 249 leptospirosis casesrecorded by Kulonprogo District Health Office during January to November 2011. The coordinates of the patientswas determined by GPS. The data is displayed with digital maps Indonesian RBI (RBI scale 1: 25,000 usingArcView 3.3 software. Spatial analysis is done by scoring the following variable i.e. rainfall, land use and altitude.The results showed correlation of rainfall with leptospirosis cases is 0.179, most of cases occured in plantationand residential land use with altitude 0-100asl. Rainfall concluded weak relationship with leptospirosis. Spatialanalysis shows 55.7% of cases of leptospirosis occur in moderate vulnerability zone and 31.79% occur in lowvulnerability.Key words: spatial analysis, rainfall, land use, altitudeABSTRAKPada tahun 2011 terjadi KLB di Kulonprogo dengan jumlah kasus 273 dan jumlah kematian 18 orang (CFR =6,59%. Oleh sebab itu sangat penting untuk mengetahui gambaran penyebaran leptospirosis. Analisis inimerupakan studi deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional menggunakan subjek berjumlah249 kasus yang terdata di Dinas Kabupaten Kulonprogo selama bulan Januari-November 2011. Titik koordinatrumah penderita ditentukan dengan GPS. Data ditampilkan dengan peta digital Rupa Bumi Indonesia (RBIskala 1 : 25000 menggunakan software ArcView 3.3. Analisis spasial dilakukan dengan skoring pada variabelcurah hujan, penggunaan lahan dan ketinggian tempat. Analisis spasial besarnya curah hujan dengan kejadianleptospirosis pada masa tersebut menunjukkan angka korelasi 0,179, dengan demikian korelasi antara curahhujan dengan kasus leptospirosis sangat lemah. Kasus leptospirosis di Kabupaten Kulonprogo banyak terjadi dipenggunaan lahan kebun dan permukiman dengan ketinggian antara 0-100 mdpl. Analisis spasial menunjukkan55,7% kasus leptospirosis terjadi di zona kerawanan sedang dan 31,79% terjadi di zona kerawanan rendah.Kata kunci: analisis spasial, curah hujan, penggunaan lahan, ketinggian

  16. Kebersihan Organ Kewanitaan dan Kejadian Keputihan Patologi pada Santriwati di Pondok Pesantren Al Munawwir Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Indah Setiani

    2015-03-01

    Full Text Available Asia in 2013 showed prosentase reproductive health problems of the pathological vaginal discharge were 76%. The incidence of vaginal discharge in the regions Yogyakarta about 68%, in district Bantul about 45% higher than Pondok Pesantren Al Munawwir (59.6%. The purpose of this study was to know relationship between healthy reproductive organ and the incidence of pathology vaginal discgarge on santriwati in Pondok Pesantren Al Munawwir Yogyakarta. The study used survey analytic with cross sectional design. The population of santriwati that experienced vaginal discharge were 164 santriwati. Samples was obtaine by purposive sampling which consisted of 89 respondents, analysis the data was used chi-square. The results of study showed that healthy reproductive organ on santriwati at Pondok Pesantren Al Munawwir Yogyakarta included was 62.9% in less category, incidence of pathology vaginal discharge on santriwati at the cabin al munawwir yogyakarta were 59.6% and the result of χ2 were 8.881 (>8.760. In conclusion, there was a correlation between healthy reproductive organ and the incidence of pathology vaginal discgarge on santriwati in Pondok Pesantren Al Munawwir Yogyakarta.

  17. KONFIRMASI STATUS ANOPHELES VAGUS SEBAGAI VEKTOR PENDAMPING SAAT KEJADIAN LUAR BIASA MALARIA DI KABUPATEN SUKABUMI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amrul Munif

    2012-11-01

    Full Text Available Confirmation A nopheles Vagus As Vector Implicated Malaria Outbreak In Sukabumi District, Indonesia.A study on adult anopheline of malaria vector incrimination for the vector status ofAn. aconitus, An.sundaicus and An. barbirostris, An. vagus were infected with malaria parasites was conducted in Simpenan sub-district, Sukabumi district, West Java from January 2003 to February 2003. The observation of the identification of Anopheles spp. and its relationship with outbreak malaria as well as the determination of Anopheles spp. as malaria vectors in endemic areas should be given attention as an effort in preventing malaria outbreaks. Adult mosquitoes were collected from human bait indoor and outdoor catches. Mosquitoes head-thoraces were tested for the presence of circumsporozoite of Plasmodium falciparum and P. vivax for the presence of human blood by ELISA. A total of 3,308 female anophelines representing 9 spesies were collected. Nine identified Anopheles species ie: An.aconitus, An.sundaicus, An maculatus, An.indefinitus, An. vagus, An. baezai, An.kochi, An.barbirostris and An.annularis, recorded during outbreak, were the main vectors of malaria in the Simpenan district. Malaria parasite infections were seen in nine mosquito species, with natural infection 0.12% of the positive An. vagus mosquitoes containing P. faciparum. An. vagus occurring in abundance, was involved in malaria transmission in outbreak period. The average inoculation rate was 0,213 While there was strong ELISA-based evidence implicating An. vagus as a dominant vector. Of these, An.aconitus, An.maculatus and An.sundaicus are suspected primary malaria vector in Simpenan sub-district, Sukabumi district, Indonesia, but An. vagus has been implicated with certainty in malaria transmission in the country.Keywords: Anopheles, vagus, vector status, ELISA, outbreak, implicated vector

  18. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN FILARIASIS DI INDONESIA (DATA RISKESDAS 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardiana Mardiana

    2012-11-01

    Full Text Available Filariasis or elephantiasis diseases which caused by filaria worm and contagious through mosquito bite, still the major community health problem in Indonesia. There are several type of filaria worm in Indonesia, i.e. Wuchereria bancrofti, Brugia malayi and Brugia timori. The vectors of filariasis are Culex quinquefasciatus in the urban area, Anopheles spp, Aedes spp and Mansonia spp in the rural area. The infection risk in some area of filariasis related to the situation of local area. Various factor of environmental area which area physical, biological and also cultural social to be influence to development of transmitted filariasis by mosquito. The analysis of data Riskesdas 2007 has been done to perform of factor influence filariasis case in Indonesia. Same parameters was analyzed to case of filariasis in last 12 months; gender, ages, educations, work, mosquito net usage, sources of water, effluent dismissal, residences, water dismissal channel, existence of livestock in house. From analysis inferential, show there is no relation between genders, age, education, work, and mosquito net usage, sources of water, water dismissal channel, and existence of livestock in house to case filariasis. Statistically indicates that there is significantly difference between residences in rural and in urban to case of filariasis in last 12 months. Responder who live in rural areas (0,05% have 2,4 times risk higher than responder who live in urban (0,03%. The same as condition of water dismissal channel shows to existence of significantly differences. Responder who have water dismissal channel without cover have high risk infections of filariasis in the last 12 months were 0,05%, while the responder have water dismissal channel with cover have high risk in last 12 months were 0,03%. Keywords: Filariasis, endemic area, factors

  19. GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN PREEKLAMPSIA/EKLAMPSIA DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2007–2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sitti Nur Djannah

    2012-12-01

    Full Text Available Background: Preeclampsia and eclampsia is a complication in pregnancies and deliveries which increased mother and fetal morbidity and motality rate. The high incidence and large amount of risk factors caused poor prognostic. Early diagnosis and treatment is very important to be done mother and fetal mortality rate. The purpose of this research was to investigate epidemiology description of preeclampsia/eclampsia in PKU Muhammadiyah Hospital in Yogyakarta from 2007–2009 years. Methods: This research used qualitatif method trough cross sextional approach. Secondery data of 118 were drawn as the sample. Result: During 2007–2009 there were 118 cases (3.9% of preeclampsia/eclampsia from total deliveries (3036 deliveries, patient of eclampsia were more (83.9% than low preeclampsia, most of age group that was in the group 20–30 years old (64.4%, had primigravida parity ( 69.5%, frequency of antenatal care < 4 kali (76.3%, did not have hipertension history (83.9%, mount the education which is many (39.8% is public high school, unemployed (63.5%. Conclusion: Cases of preeclampsia/eclampsia from 2007–2009 years is 3.9%, age of mother 20–30 years old 64.4%, had primigravida parity 69.5%, frequency of antenatal care < 4 kali 76.3%, the education is public high school 39.8% and unemployed 63.5%. Key word: epidemiology, preeclampsia/eclampsia, descriptive analysis

  20. POLA KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA DI INDONESIA TAHUN 2010

    OpenAIRE

    Mochammad Setyo Pramono; Umi Muzakkiroh

    2012-01-01

    Background: Low Birth Weight (LBW) is still a public health problem in many countries because it is considered to be one of the causes of infant mortality. LBW can also seriously  affected the quality of future generations because it can slow the growth and development of children, and therefore contributes to a decrease of intelligence. Methods: This was a secondary data analysis, where data sources are result of Basic Health Research (Riskesdas) in 2010 with coverage of all provinces in Ind...

  1. KEJADIAN CACAT PADA ANAK USIA 24 - 59 BULAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKAITAN, RISKESDAS 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heryudarini Harahap

    2016-03-01

    Full Text Available The objective of the analysis is to determine the factors that associated with Down Syndrome (DS, Cerebral Palsy (CP and other disabilities (blind, deaf, speech impaired, physically disabled, ormentally disabled. The data that used in this analysis were from Basic National Health Survey (Riskesdas 2010. Subjects were children aged 24-59 months and their birth mother (11.115 children. Nine defect children had been found from West Java Province in 2010 were verified by visiting to their home. In Indonesia, the prevalence of DS, CP and other defects were respectively 0,07%; 0,05%; and 0,39%. Mothers who gave birth above 35 years old have risk of having a DS child 4,8 times (CI: 1,225 to 20,265; p=0,034 than mothers who gave birth at and below 35 years old. Mothers who live in a slum area have risk of having other defect children 2,1 times(CI: 1,225 to 4,109; p=0,021 than mothers who not live in slum area. Maternal age at delivery is associated with DS. Living environment is associated with other defects. Counseling to pregnant women aged ≥ 35 years old and living in a rundown neighborhood in order to antenal care every month so that the incidence of DS and other defects can be prevented.

  2. Perbandingan Kejadian Reinfeksi Enterobius Vermicularis Setelah Pemberian Albendazole Pada Anak Usia Sekolah Dasar

    OpenAIRE

    Siska Mayasari Lubis

    2008-01-01

    Enterobius vermicularis menjadi penyebab utama kecacingan pada anak-anak di negara berkembang. Infeksi ini terjadi pada semua usia dengan prevalensi tertinggi pada anak usia 5-14 tahun dan terutama terjadi di tempat anak tinggal, bermain, dan tidur bersama-sama. Enterobiasis jarang menyebabkan gejala yang serius dan pada sebagian besar kasus adalah asimtomatik. Siska Mayasari Lubis

  3. ASPEK SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT BERKAITAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA SIDOAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG SULAWESI TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ningsi Ningsi

    2012-07-01

    Full Text Available Village Sidoan district Tinombo, Parigi Moutong is a malaria endemic area. Based on the residís of MBS (Mass Blood Survey there were patients with Falciparum 85 people, patients vivax 235. Generally, residential community located near the area of rice fields, beaches, swamps, rivers and livelihoods, and mostly are farmers and fishermen. Aimed This study sofare to identify socio-cultural aspects of society includes the knowledge, attitude and behavior of the community related with malaria. The research method is qualitative method with narrative analysis. The results showed that communities knowledge about malaria particular of the causes, prevention, modes of transmission, treatment are still based on traditional knowledge. Some people still have beliefs about the causes and cures whit based on traditions. The indeep interviewed result showed that some of the informants said that caused of illness heat like malaria, fever etc caused by the four elements that is fire, earth, water and air. Communities behavior/ during the night are watching television, defecate, bathing in the river, working the fields, chatting with neighbors while playing chess and cards.   Keywords: Malaria, knowledge, attitude, behaviour, Sidoan

  4. KEJADIAN ISPA DAN PNEUMONIA AKIBAT KEBAKARAN HUTAN DI KABUPATEN PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sukana

    2016-03-01

    Full Text Available Land and forest fires is a familiar phenomenon in some parts of Indonesia, particularly Sumatera and Kalimantan Island. This phenomenon developes into a form of disasters that has an impact on people's life. Catastrophic events smoke caused by forest fires happened several times in Indonesia. Smoke could influence very negative impact on public health such as Acute Respiratory Infection (ARI and pneumonia. The purpose of research conducted in 2011 was to analyse the impact of forest fires on the incidence of ARI and pneumonia in Pulang Pisau, Central Kalimantan. Using a cross-sectional study design, data analysis was done descriptively, to describe the trend of ARI and pneumonia during 2004-2011 in the district. The results showed that in Pulang Pisau District for seven years (2004-2011, the incidence of ARI was fluctuated in each year, but the highest in December, such as in 2005 and 2008 the incidence of ARI reached 21,65 per 1000 population and 35,58 per 1000 population respectively. The incidence of pneumonia among ≤ 5 years old varied, the highest incidence in 2004 occurred  in March (0,35, 2006 in July (0,51, 2007 in March (0,55 and 2008 in January (0,42 respectively.  The highest hotspot in 2004 occurred in October (962, 2005 in September (270 and 2011 in August (316 respectively. As a conclusion, the impact of smoke from forest fires on health could be respiratory infection especially for high risk groups. Probably, there was a relationship of ARI and pneumonia with quality of the air in the study area.

  5. Hubungan Asupan Natrium dengan Kejadian Hipertensi di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai tahun 2014

    OpenAIRE

    Nasution, Enita Rizka Wahyuni

    2016-01-01

    The excessive sodium intake can increase the blood pressure. Intake sodium will be directly absorbed into blood vessels. This causes sodium level in the blood increases. Sodium has water holding trait, that cause the blood volume increase. Consuming of high sodium continuously causes hypertension. The purpose of this study is to know the relationship of sodium intake with hypertension in UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai years 2014. Types of research using a cross-sectional study des...

  6. IDENTIFIKASI KEJADIAN GERAKAN MASSA DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA DI KAWASAN DAS JENEBERANG

    OpenAIRE

    Syarief, Munawir; Rismaneswati, Risma; Lias, Syamsul Arifin

    2012-01-01

    The mass movement is a process of moving soil or rock with the obliquity of its original position, so that apart from a solid mass due to gravity. This event is a lot going on and often times we met in the region Jeneberang watershed during the rainy season and at the same point. This needs to be identified so that prevention efforts are likely to harm the movement can be resolved. The purpose of this study was to determine the type of movement and the causes of mass movements, and to formula...

  7. HUBUNGAN UNSUR IKLIM DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE KOTA PEKANBARU TAHUN 1999-2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Bambang

    2010-03-01

    Full Text Available The incident Dengue Haemorrhagic Fever (DHF in Pekanbaru city from year 1999-2008 always happened case fluctuation. This research aim to know relationship betwen climate with occurrence of DHFin Pekanbaru city of Year 1999-2008.The designing of research is ecology study with type of Times Study series (Time Trend Study representing study of observational analytic. The data is from secondary data of case of DHF and climate data covering temperature, dampness, rainfall, rain day and speed of wind duringyear 1999 - 2008. The processing of data done computerized and analysed with Correlation test and Regretion. Result of research indicate that strength relation betwen temperature with occurrence of DHFis weak (r = 0, 086, negativepattern and the relation which unsignificant ( p=0,348. Strength relation of dampness with occurrence of DHF is weak (r = 0,061, negative pattern and the relation which unsignificant ( p=0,510. Strength relation of rainfall with occurrence of DHFis weak (r= 0, 1 42, positivepattern and the relation which unsignificant (p=0,142. Strength relation of rain day with occurrence of DHF is weak(r = 0,056, positivepattern and the relation which unsignificant ( p=0,544. Strength of relation speed of wind with occurrence of DBD is weak (r = 0,080, negative pattern and the relation which is unsignificant ( p=0,384.From result of research can be concluded that there is no relationship between element of climate with incident of DHF. It's expected to raising illumination aboutDHFby Public Health Service, besides community activation for efforts to eliminate mosquitoporous with 3Mplus movement and mutualcooperation.

  8. Faktor Risiko Kejadian Luar Biasa (KLB Leptospirosis Paska Banjir di Kabupaten Pati Tahun 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nova Pramestuti

    2015-09-01

    Full Text Available Leptospirosis is a disease caused by Leptospira which transmitted by reservoir. Flood can increase risk of the transmission. There had been flood in Pati District in January 2014 and then outbreaks occured afterwards. The objective of this study was to identify risk factors for leptospirosis outbreaks after flood in Pati district 2014. The research was conducted in Pati in March 2014, with cross sectional design. Data were collected by interviews of 35 persons using a structured questionnaire. The results showed that cases of leptospirosis mostly in flood areas (75.7%, dominant in male sex (74.4% and 15-44 years age group (41.9%. The most significant risk factor were contact with water/irrigation canal in rice fields (RP = 4.81 and cuts and abrasions in the skin (RP = 4.57. Another risk factor were cleaning drains/sewers which stagnant, contact with stagnant water around the house/ floodwater, contact with rats, and job at risk such as farmers, cattleman, fishermen, fishpond workers, looking for stone in river. The risk factors were important epidemiological in transmission of leptospirosis outbreaks which associated with flood in Pati District.Key words: risk factor, outbreak, leptospirosis, flood

  9. RADIASI MEDAN LISTRIK DAN MEDAN MAGNET DALAM KAITANNYA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DAN DISTRES DI LINGKUNGAN KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukar Sukar

    2012-11-01

    Full Text Available The Correlation Between Electric and Magnetic Radiation With The Occurence of Hypertension And Distress in Occupational Field.The Aim of this study was to know between correlation of electric and magnetic radiation with the occurence of hypertension. The study conducted in the seven industries in industrial estate pulogadung (JIEP Jakarta in 2007. The study desain was cross-sectional. The measurement of the electric and magnetic field near of the equipment were use the strength meter. The hypertension measure of the Hg-tension meter and the distress was use general health quesionaire (GHQ. The result show that 950 participants from seven industries which are followed the study, clasified by activities of industries that 26.2% steel, 22.5% chemical and drug, 21.7% spare part, 13.9% garmen, 7.9% food; 5.7% printing and 2.1% construction. The result of measurement of electric field show 1.57 KV/m higher in the chemical and drug industries and 0.032 KV/m lower in the printing industries. The standard of electric field in the occupational health is 10 KV/m for along term work activities. The magnetic field show the construction industries is higer 16.8 µT and the printing industries lower 1.04 µT. However the standard of the magnetic field the in occupational health for along term work activities is 500 µT. The result of the tension show the proporsion of hypertension was 8.7%, with clasification 20.5% of hypersistolic and 11.1% hyperdiastolic. Analysis statistic the correlation kind of industries and the hypertention is significant diffrenly (P<0.05. The occurence of distress show the construction industries is 50.0%. followed by garmen 46,2% and steel 44.6%. Analysis statistic correlation kind of the industries and the distress is not significant diffrenly (P>0.05.Keywords: Occupational health, electric and magnetic field, hypertension, distress

  10. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA (Analisis Lanjut Data SDKI, 1994

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Irianto

    2012-09-01

    Full Text Available The risk of diarrhoea for children under five years of age is higher than in adults. Indonesia Demographic and Health Survey 1994 (1DHS-1994 data were analysed to know the risk of sociodemographic and environmental factors on diarrhoea among children under five years of age. The sociodemographic factors which were analysed included area, education and occupation of the parents, age, while the environmental factors were main source of drinking water, type of latrine, kind of floor, distance between the well and septic tank. The results showed that the risk of having diarrhoea in rural areas was higher than in urban areas. Incidence of diarrhoea among children aged 12-24 months was higher than those of 25-59 months. Incidence diarrhoea was lower among the households which have sources of clean water or households which have toilet facilities with septic tanks. Bivariate analysis of parent's education and age of children as sociodemographic factors show that these factors have influence on diarrhoea. The diarrhoeal risk among children age of 12-24 months was 2.23 times higher than those children age of 25-59 months. Source of drinking water, type of latrine, distance between the well and septic tank, overcrowding as environmental factors all have influence on the incidence of diarrhoea. The highest risk occurred among household which have toilet facility without septic tank. Multivariate analysis show that mother's education, overcrowding and age of children as dominant factors have influenced the incidence of diarhoea among children under five years of age. The highest risk was the age of the children.

  11. Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Kejadian Akne Vulgaris pada Mahasiswa FK USU Stambuk 2007

    OpenAIRE

    Bancin, Berry Eka Parda

    2011-01-01

    Introduction. Acne vulgaris is a very common disease found in public, especially in adolescence. About 85% of people in their life have had acne vulgaris, so it’s often assumed as a physiological state. High-calorie foods have been long suspected as one of the causes of this disease, this opinion is supported by the increased incidence of acne vulgaris in developing countries today. Since 1946 to 2007 various studies have been conducted on the relationship of food to the occurrence of acne vu...

  12. Aktivitas Olahraga dengan Kejadian Sindrom Premenstruasi pada Anggota Perempuan UKM INKAI UNS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arantika Meidya Pratiwi

    2016-03-01

    Full Text Available The purpose of this study is to determine the relationship between sport activies with premenstrual syndrome. Observational research methods using analytic techniques with cross sectional approach. This research was conducted at UKM (Unit of Student Activity INKAI (Institute Karate Indonesia UNS, on June 2012. The 36 sample of population from 40 of woman member was taken by simple random sampling. Analysis test with alpha= 0,05 obtained of Spearman rank correlation value at -0,821 that indicated strengthen correlation in negative direction. The signifi cance value are 0,000 smaller than 0,05 that indicated Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion are any negative relationship between sports activities with the premenstrual syndrome, if the value of sports activity was higher the value of premenstrual syndrome was lower.

  13. Kejadian Buta Warna pada Siswa/i SMPN 1 Medan Tahun 2014

    OpenAIRE

    RS, Annisa Nidya

    2015-01-01

    Color blindness is the inability to distinguish the perception of some colors or all colors, which a normal person can do. Color blindness is a condition that generally is inherited genetically, but can also be obtained due to damage of the eye, nerves, or brain. Color blindness is genetically determined by X chromosome in females, and passed on to their children. This study was aimed to determine the incidence of color blindness among students of SMPN1 Medan in 2014, according to their ge...

  14. Pengembangan Model Pengendalian Kejadian Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 di Kota Sibolga Tahun 2005

    OpenAIRE

    Sempakata Kaban

    2006-01-01

    Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit degeneratif yang banyak di derita penduduk dunia dan belum ditemukan pengobatan yang efektif. Penelitian epidemiologi di Indonesia prevalensi diabetes melitus tipe 2 sebesar 1,5-2,3% pada usia lebih dari 15 tahun. Di Provinsi Sumatera Utara kunjungan rawat jalan diabetes melitus tipe 2 tahun 2000 urutan kelima. Laporan rumah sakit umum Dr. Ferdinan Lumbantobing proporsi kunjungan penderita diabetes melitus tipe 2 dari tahun 2002 ke 2003 meningkat ...

  15. FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI KELUARGA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GONDOK PADA MURID SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Madanijah

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 The objective of this study is to identify the factors that affect the high prevalence of goiter among elementary school students in goiter endemic area.  The specific objective are to identify the socio-economic characteristics of the sample family, to analyze food consump­tion related to goiter, to identify the variety of food contains of goitrogenic sub­stances, to measure the iodium salt concentration, to analyze the correlation between mother knowledge about IDD, food consumption and the quality of salt with the goiter status. This research was designed with cross sectional study with purposive method.  This research was conducted at Kabupaten Tasikmalaya, West Java from April to May 2005. The respon­dent consisted of 60 elementary school students, which 30 of them classified as normal group and the rest of them belong to the goiter group. The two sample groups were analyzing by the t-test and Mann Whitney test. The correlation variables were analyzed by the Spearman test. There were significant difference between the income on the normal group and the goiter group; the normal group had higher income than the rest. There were significant difference between the adequacy level of energy on the normal group (73.5% and the goiter group (55.8% and the average of the variety of goitrogenic food consumption. The Mann Whitney test showed there were also significant differences for the quality of salt. There were significant correlations between mother knowledge about IDD with the adequacy of iodium, and between the cases of goiter with the quality of salt consumed by the family. Intensive nutrition education of IDD is needed to improve the nutrition knowledge of the mothers, as well as the availability of the accessible iodized salt. Keywords: goiter, iodium, mother knowledge

  16. PEMODELAN DALAM SISTEM MANAJEMEN OBAT DI PUSKESMAS (Untuk Meminimalkan Kejadian Stagnant Oralit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Kristiningtyas Mamelas

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Drug stagnation is an effect of poor logistics systems in the health services industry, particularly at the Public Health Centre. This was evident as drug stagnation at the "Puskesmas Mentikan Kola Mojokerto" for the 2005 year is stated at 15.44%. Objective: Of this research is to applicated the logistic regression in making formulation of drug management that able to use to know the risk factor of drug stagnant prediction. Methods: This research was a cross sectional study with quantitative approach. The independent variables that observed in this research were planning, receiving, storaging, distributing, using and also recording. Drug stagnation as the dependent variable. Interviews and questioners were conducted to the chief of drug storage in 32 public health centres in Mojokerto. Observation was conducted to drug storage and monthly recording form. All of independent variables affected the drug stagnation, except recording. Results: The factor which had least signification value was using (p=0.488. The most affected variable was using.Key words: drugs management, drug stagnant, risk factor

  17. Hubungan Antara Kualitas Perawatan Kateter Dengan Kejadian Infeksi Nosokomial Saluran Kemih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasmad Kasmad

    2007-07-01

    Full Text Available Nosocomial infection refer to occurrence the often happen in hospital and can causes import to patient, family and hospital of self. Once of infection that often happened is infection of urinary tract at the patient with dower chateter. Factors that caused nosocomial infection of urinary tractare hospes, agent, installation procedure, old of installed chateter and quality of chateter treatment. This research ago to know the quality chateter treatment with the occurrence of nosocomial infection urinary tract. The research method is observation and the instrument used observation sheet. Independent variable in this research is the quality of chateter treatment and for the dependent variable is occurrence as nosocomial infection of urinay tract. The research subject is cause who had Diploma degree and Graduate of nursing, male patient that treated in Roemani’s Hospital, wear installed dower chateter, age of respondent between 18 – 55 years old, medic diagnose was not tractus urinarius infection, not consume antibiotic and agree to be respondent. Amount of sample are 30 respondents. Result of this research showed that the must quality of treatment chateter is enough (50%, good (30% and less (20%. Number of occurrence of nosocomial infection of urinary tract that got chateter treatment with good quality was 22.22%, enough 26.67% and less 83.33%. To decrease the occurrence of nosocomial infection of urinary tract that cause by installing of chateter was need the increasing the quality of chateter treatment that appropriate to the nursing procedure standart and the pressed of infection prevention. Statistic test used Chi Square test to examine the relation between the quality of chateter treatment with the occurrence of nosocomial infection of urinary tract. Chi Square analisis result t count (7.081 > t table (5.99 and p value (0.029 < 0.05. Which means that there is relation between quality of chateter treatment with the occurrence nosocomial infection of urinary tract.

  18. Prevalensi Kejadian Insomnia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Univesitas Sematera Utara Tahun 2015

    OpenAIRE

    Pamungkas, Anugrah Octa

    2016-01-01

    Insomnia is defined as difficulty to initiate sleep complaints. Difficulty maintaining sleep or experiencing non-restorative sleep, and usually associated with problems in the daytime activity. Insomnia is a sleep disorder that is most commonly found and experienced by many college students. The purpose of this study was to determine the prevalence of insomnia in medical student at University of North Sumatra in 2015, used a descriptive study with cross sectional approach. This research using...

  19. Hubungan antara Lingkungan Kerja dengan Kejadian Faringitis pada Petugas Kebersihan di Dinas Kebersihan Kota Medan

    OpenAIRE

    Pulungan, Altika Mitvasari

    2013-01-01

    Environment influenced human’s health. Street as the work place of cleaning services is a dangerous place that become port de’ entry of viral and bacterial agent of Faringitis. The air pollution and many of flying dust in the street also supporting Faringitis. The purpose of this study was to analyze the Relation of Occupational Environment and the Incident of Faringitis at cleaning services in the Sanitation Departement Medan. This was a crosssectional observational study with the sample...

  20. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI HORTIKULTURA DI KECAMATAN JORLANG HATARAN KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irnawati Marsaulina

    2012-09-01

    Full Text Available Pestisida adalah bahan beracun dan berbahaya, bila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan keracunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model pencegahan keracunan pestisida pada petani hortikidtura di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun Tahun 2005. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain case control. Pengambilan sampel dengan cara purposive berjumlah 144 petani dengan melakukan matching jenis kelamin dan umur. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat (Chi square dan multivariat (regressi logistik ganda. Hasil temuan penelitian dengan menggunakan uji Chi Square menunjukkan ada hubungan status gizi tidak baik, dosis yang tidak sesuai anjuran, tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD, kebersihan badan, alat penyemprot yang dipakai terhadap kejadian keracunan pestisida dengan nilai p<0,05, sedangkan tingkat pendidikan dan jenis pestisida tidak ada hubungan. Hasil temuan penelitian dengan menggunakan uji regressi logistik ganda menunjukkan ada pengaruh status gizi tidak baik, dosis tidak sesuai anjuran dan tidak memakai APD terhadap kejadian keracunan pestisida sebesar 72,9%. Berdasarkan temuan diperlukan kerja sama lintas sektor dari Dinas Kesehatan dan Pertanian, meningkatkan organisasi kelompok tani dalam penyuluhan serta pengadaan APD dengan harga yang terjangkau melalui koperasi petani dalam mencegah keracunan pestisida serta pencemaran lingkungan terhadap tanah, air dan udara.   Kata kunci: keracunan pestisida, cholinesterase, strategi pencegahan.

  1. Game Edukasi ‘Simulasi Haji’ Menggunakan Ren’Py pada Perangkat Android untuk Simulasi Perjalanan Ibadah Haji

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vika Fitratunnany Insanittaqwa

    2014-03-01

    Full Text Available Ibadah haji adalah salah satu ibadah umat Islam yang dilaksanakan setahun sekali di Mekkah, Arab Saudi. Namun, tidak semua muslim Indonesia mengetahui proses pelaksanaan ibadah haji secara detail, sehingga dibuatlah game “Simulasi Haji” untuk menjadi media pembelajaran simulasi perjalanan ibadah haji. Game ini dirancang berdasarkan referensi buku panduan ibadah haji dari Kementrian Agama dan berdasarkan wawancara dari jamaah haji. Terdapat tujuh level pada game ini yang dimulai dari proses pendaftaran hingga selesai haji sesuai dengan alur Gelombang II Indonesia. Selain itu, terdapat fakta kejadian acak yang dialami oleh jamaah haji dan doa-doa haji sebagai pelengkap simulasi. Implementasi dilakukan menggunakan Ren’Py dan Ren’Py Android Packaging Tool (RAPT sehingga dapat dijalankan di perangkat Android. Hasil pengujian pengguna dengan empat aspek, yaitu tampilan, aturan main, manfaat edukasi, dan keakuratan simulasi menunjukkan hasil yang baik dengan rata-rata penilaian 88,31%. Pada akhir pengembangan, disimpulkan bahwa aplikasi ini dapat memberikan pengetahuan ibadah haji kepada pengguna secara akurat.

  2. KUALITAS MIKROBIOLOGI NASI JINGGO BERDASARKAN ANGKA LEMPENG TOTAL, COLIFORM TOTAL DAN KANDUNGAN ESCHERICHIA COLI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Payastiti Yunita

    2010-06-01

    Full Text Available Inadequate quality of food products that do not meet standard quality may lead to food poisoning cases and become a concern in public health sector. Nasi Jinggo is a small amount of cooked rice with little bit fried tempe, shredded spicy chicken, traditional made chili sauce that is packed with banana leaves, and all the cooking process usually done traditionally. Nasi jinggo is sold at night by street vendor with price ranged from Rp. 1.500,- to Rp. 2.000,- per package. The study was a quantitative descriptive study with cross-sectional design that was aimed to identify the microbiology quality of nasi jinggo that were sold in Denpasar Selatan area. From 48 population of nasi jinggo street vendor, 23 vendor was taken as samples. The microbiology quality being assessed was Total Plate Count (TPC, Total Coliform with MPN method and Escherichia coli content with Eosin Methylene Blue Agar as medium. Laboratory analysis showed that only 21,7% sample that met TPC standard with average value of 2,3 x 107 CFU/gram sample, only 8,7% that met Total Coliform standard with average value of 1,4 x 105 MPN/100 gram sample and 52,2% sample that met E. coli content standard with average value is 2,6 x 102 MPN/100 gram sample. It is recommended to the government to do quality check towards nasi jinggo in a regular basis as well as to provide education and assistance to nasi jinggo street vendors in order to improve the microbiology quality of food product and ensure food safety to the consumer.

  3. PENGENALAN KEPRIBADIAN SESEORANG BERDASARKAN SIDIK JARI DENGAN METODE FUZZY LEARNING VECTOR QUANTIZATION DAN FUZZY BACKPROPAGATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Sujana Eka Putra

    2014-12-01

    Full Text Available Kepribadian dapat diidentifikasi melalui analisis pola sidik jari. Pengenalan kepribadian umumnyamenggunakan uji psikometri melalui serangkaian tahapan yang relatif panjang. Melalui analisis pola sidik jari, dapatdiidentifikasi kepribadian secara lebih efisien. Penelitian ini mengajukan algoritma klasifikasi Fuzzy LearningVector Quantization (Fuzzy LVQ karena waktu komputasi yang lebih cepat dan tingkat pengenalan yang tinggi, dandengan metode Fuzzy Backpropagation yang mampu menyelesaikan model data non linier. Tahapan penelitianterdiri dari akuisisi dan klasifikasi. Tahapan pertama melalui akuisisi sidik jari, ekstraksi fitur, proses pelatihan, danpre-klasifikasi. Selanjutnya tahap klasifikasi, melalui klasifikasi fitur sidik jari uji menggunakan algoritma FuzzyLVQ, dibandingkan dengan Fuzzy Backpropagation. Kepribadian diidentifikasi melalui pola hasil klasifikasimenggunakan basis pengetahuan dermatoglyphics. Unjuk kerja diukur dari pencocokan pola hasil pre-klasifikasidan hasil klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan klasifikasi Fuzzy LVQ tingkat kecocokan tertinggi 93,78%dengan iterasi pelatihan maksimum=100 epoh pada target error 10-6. Sedangkan Fuzzy Backpropagation dengantingkat kecocokan tertinggi 93,30% dengan iterasi maksimum diatas 1000 epoh pada target error 10-3. Hal inimenunjukkan Fuzzy LVQ memiliki unjuk kerja lebih baik dibandingkan Fuzzy Backpropagation. Survey respondendilakukan untuk menguji kesesuaian analisa kepribadian sistem dibandingkan dengan kepribadian responden, danhasil survey menunjukkan analisa kepribadian sistem sebagian besar cocok dengan kepribadian responden.

  4. ANALISA KANDUNGAN EKSTRAKTIF KAYU KELAPA (Cocus nucifera Linn BERDASARKAN UMUR DAN LETAK KETINGGIAN PADA BATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henni Aryati

    2016-08-01

    Full Text Available This study aims to determine the content of extractive substances based on age andlocation heights on the stem.  The introduction of the nature and chemical compositionof wood is one of the basic assessment of the use of wood.  By knowing the content of extractive substances based on age and height location on the trunk. Be expected coconut wood, forest products are expected information technology allows the oil industry serve as a nutrient such as sawn boards, cement board and furniture. Based on the function of extractive substances eksraktif divided into primary andsecondary extraction. Substance is primary extractive extractive substances dissolved  in cold water extraction and hot water, extractive content in this group are seen at the end.  Extractive dissolved in cold water extraction on the tree with the age of 30 years old ± 3.1% and the tree age of 40 years old  ± 1.87%.  Extraction using hot water extractive content in the tree with the age of 30 years ± extractive content on bigger tip to the treatment of other parts of the value of extractive content of 28.27%, while the 40 years old tree extractive content of 11.67%. The value of content in the primary extraction is caused by a function of extraction is used by plants for growth while other types of extraction is estimated as dissolved mineral, salts, sucrose, polysaccharides,  starch, gum, soluble carbohydrates, proteins and vitamins.  The big difference in the content of the primary extraction of water extraction due to cold and hot water at ambient conditions extractive was dissolved in cold water extractives that have low molecular weight and a bit of dye, while the hot water to an increase in temperature accelerates the reaction and all the soluble extractive in cold water will be dissolved in hot water extraction. The amount of extractive properties will provide a more durable high when thesesubstances are toxic extractive and will cause damage to the timber if the content ofextractives contained in wood is the favored extractive substances of insects.

  5. Pembuatan pupuk bokashi dari sampah lingkungan berdasarkan rancangan percobaan campuran yang optimum pada model permukaan multirespon

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruslan Ruslan

    2012-02-01

    Full Text Available Environment waste arround ITS college such as waste of Trembesi leaves, Sono leaves, and Satintail at this research will be used as part of materials of Bokashi fertilizer producing. The first aim of this research produced Bokashi fertilizer in various proportion waste of Trembesi leaves, Sono leaves, and Satintail with other materials proportion which has been assumed to be constant based ondevelopment of optimum mixture design of multiresponse surface theory by D-optimum criterion. The second aim of this research was compared 5:3:1:1 composition from reference to 5:2:1:2 composition from researcher hypothesis with proportion of waste of Trembesi leaves, Sono leaves, and Satintail as independent variables to N, P, and K percentation as response variables. Optimum mixture designsof multiresponse surface model will be optimum if it weighted w = 1qs means the each point of experiment will be given s-replications as much as proportion number of experiment point to number of component. The 5:2:1:2 and 5:3:1:1 compositions of Bokashi fertilizer producing are not statistically difference, therefore both compositions can be used to produce Bokashi fertilizer.

  6. PROPORSI RESISTENSI GANDA (MDR TB PARU DI KABAUPATEN DAN KOTA PEKALONGAN BERDASARKAN SURVEY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Gitawati

    2012-11-01

    Full Text Available Multi-drug resistant (MDR on tuberculosis (TB becomes a threatening in the world, especially with the increasing of Human Immunodeficiency Virus/Auto Immune Disease Syndroms (HIV/AIDS cases. And for Indonesia, this could become a new public health problem. The Global Surveillance data on anti-tuberculosis drugs showed the MDR varied 0% to 22.1%. Indonesia is one of Asian countries that has not contributed to MDR data because the Indonesia (TB Control Program has no accurate and neither recognized data. This research aimed to determine the proportion of MDR on TB. It was a cross sectional survey  on Micobacterium tuberculosis resistance anti-tuberculosis drugs conducted in Pekalongan District and Pekalongan Municipality. We examined 200 patients' sputum by sputum smears and who had clinically TB positive. They were from all Health Centers (Pusat Kesehatan Masyarakat that implemented the TB program by TB treatment with DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse strategy recommended in both areas,100% sampling  of diagnostic centers. Results showed the proportions of MDR on TB were relatively low, either 2. 1 % in Pekalongan District (Kabupaten or 4.3% in Pekalongan Municipality. The overall proportion of the MDR on TB in Pekalongan was 2.7%.   Key words:  tuberculosis, multi-drug resistant, anti-tuberculosis, Directly Observed Treatment Shortcourse

  7. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA berdasarkan Hasil Analisis Kebutuhan Belajar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Suyitno

    2007-04-01

    Full Text Available Teaching Indonesian for Foreign Learners or Indonesian as a Foreign Language (IFL is different from teaching Indonesian as a first language. The differences are due to the characteristics of the learners. IFL learners generally are adults who have language and cultural background and learning style different from those Indonesian learners have. These differences demand IFL teachers and instructors to prepare teaching-learning materials and the activities of the teaching-learning process in the classroom that are relevant to the learners’ needs. Understanding the entry level behavior of the learners, the teaching materials, the teaching-learning approach, and the evalution process is of crucial importance in order to fulfill their needs. Learning needs analysis of IFL learners is also a prerequisite to developing adequate teaching-learning materials of IFL.

  8. PENGELOMPOKAN BERBAGAI MERK MI INSTAN BERDASARKAN KEMIRIPAN KANDUNGAN GIZI DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BIPLOT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AGUSTINUS ANGELAUS ETE

    2014-08-01

    Full Text Available At this time, almost everyone once to consume instant noodles. The high interest of public on the instant noodles should be balanced with enough knowledge about the noodles and its nutritional content, either on it’s instant noodles which have similar nutrient content and nutrient content that become identifier of each this group of noodles. The method can be used to obtain information on several brands of instant noodles that have similar nutrient content and nutrient content type that become identifier of each group of instant noodles is biplot analysis. Biplot analysis can show mie and nutrient content types simultaneously in a two-dimension plot. So that from a plot shows noodles and nutritional content types simultaneously, so that obtain information about the instant noodle that have similar nutrient content and nutrient content types into identifier of each group of instant noodles. This study was used 33 brands of instant noodles as observed objects with the type of nutrient content were observed there were nine. This study aims to find out some instant noodles that have similar nutrient content and nutrient content type that become identifier of each group of instant noodles. From the biplot analysis, obtained six groups of instant noodles with different identifier variables.

  9. Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan Di Selat Bali Berdasarkan Data Citra Satelit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iqbal Ghazali

    2011-10-01

    Full Text Available Indonesia has a lot of potential marine ecosystem and fisheries, this condition make some many Indonesian get a occupation to be fisherman. However, that is make a problem during his fishing activity, so we have to make some sophisticated technology to support that is activity. At the time, remote sensing technology is the answer for they problem, it is because of that is technology fisherman can be improvement they catcher with more efficient. Determination of fishly ground area by remote sensing technology has some stage before arranging layout Fishly Ground Area Estimation (FGAE map. Procedure to arranging are respectively data searching, data processing, and data analysis, and the last stage is composing of layout of FGAE map.The main purpose of this study is to know about catching area at Bali straits based on image satellite with creating layout of FGAE map. This activity doing descriptive method and the value are based on observation, interview, active participation, and literature search data. At the PDPI making process, the chlorophyl-a data and sea surface temperature getting important parameter, which temperature is the main to parameter to understand of front area and upwelling which is have a lot of nutrient composition. In the other hand, chlorophyl-a is also parameter to know of prosperity area. The data of current, wind speed, wave, and sea surface level are important component as supporting data that will be help to fisherman on determination of fishing ground area at helping fisherman in catching activity. Keywords: Fishing ground, Remote sensing, Bali straits, Chlorophyl-a, Sea surface temperature  

  10. TANGGUNG JAWAB DIREKSI DALAM KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS BERDASARKAN UNDANG-UNDANG PERSEROAN TERBATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr. Kurniawan

    2012-10-01

    Full Text Available In running their duties, the board of directors are given rights and full authority to represent the company as long as they act in conformity to the corporation’s Article of Associations. The directors of a limited liability company have both internal and external responsibilities. Internal responsibility includes the Directors’ liability towards the Company and its Shareholders, meanwhile external responsibility covers the Directors’ liability towards third parties to whom the company owes direct or indirect legal connection. There are two approaches to reason the effect of insolvency order to directors of a limited liability, i.e. ‘by operation of law’ and ‘rule of reason’. Dalam menjalankan tugasnya, direksi diberikan hak dan kekuasaan penuh mewakili perseroan, sepanjang bertindak sesuai dengan Anggaran Dasar perseroan. Tanggung jawab direksi perseroan terbatas terdiri dari tanggung jawab yang bersifat internal dan eksternal. Tanggung jawab internal meliputi tanggung jawab Direksi terhadap Perseroan dan Para Pemegang Saham, sedangkan tanggung jawab eksternal berupa tanggung jawab Direksi terhadap pihak ketiga yang berhubungan hukum dengan Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung. Terdapat 2 (dua model pemberlakuan akibat hukum pernyataan pailit direksi perseroan terbatas, yaitu akibat berlaku demi hukum dan akibat berlaku secara rule of reason.

  11. Gambaran Efektivitas Kepemimpinan Bina Nusantara Computer Club Kepengurusan Ke-22 Berdasarkan Fiedlers Contingency Model

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eleonora Francisca Maria Sumual

    2011-03-01

    Full Text Available Fiedler has theory which is called contingency model. According to him, if an organization attempts to achieve group effectiveness through leadership, then there is a need to assess the leader according to an underlying trait, assess the situation faced by the leader, and construct a proper match between the two. With Fiedler model, researchers were doing assessment to one of the student organization in Bina Nusantara University, which is BNCC 22nd student committee. The result of the research is that student organization in this case two committees from BNCC show two different results. The first one does not fit with Fiedler model, which is the people oriented leader can make an effective leadership, and the second one with people oriented leader seems not effective to lead the committee with more old member of the organization.

  12. Sistem Informasi Ekstensibilitas E-Commerce Berdasarkan Data Trafik Menggunakan Statistik Proses Kontrol

    OpenAIRE

    Andi Gunawan; Mustafid Mustafid; Aris Sugiharto

    2014-01-01

    The concept of quality control has been widely used in companies for the fulfillment of customer satisfaction on products produced. Loss of customers due to in appropriate quality standards are important avoided by the company. This study aims to establish quality control information system e-Commerce in the diagram view map control. In this study, it is used Statistic Process Control (SPC) method. In the early stages, e-Commerce is assumed to have  met  with quality variable of EWAM  method....

  13. PENGEMBANGAN MODEL PEMILIHAN RUTE JALAN RAYA BERDASARKAN PERILAKU PENGGUNA MENGGUNAKAN ANT-COLONY OPTIMIZATION (ACO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Siswanto

    2013-12-01

    Full Text Available In the election of the road network usually use road network system optimization considerations with aggregative behavior by determining the shortest route or the lowest cost. Determinants of consumer behavior in route selection and decision-making of the most dominant (disaggregated. Route selection optimization model based on user behavior can be implemented from the results of model development preference with Conjoint analysis. Preferences user behavior seems, is directly proportional to the convenience, the crowd, the facilities, the ease, safety, and inversely proportional to the density. Route selection optimization model with the development of ant-colony optimization formula can be applied with the substitution probability of interaction and preferences as well as the network models incorporate the concept of route selection based on consumer behavior and the physical condition of the network.

  14. Dendrogram Zonasi Pertumbuhan Mangrove Berdasarkan Habitatnya di Kawasan Rehabilitasi Pantai Utara Jawa Tengah Bagian Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erny Poedjirahajoe

    2013-01-01

    Full Text Available Dendrogram Zoning of Mangrove Growth Based on Its Habitat in the Rehabilitation Area on the North Coasts, West Region of Central Java The growth of rehabilitated mangrove, although planted at the same time, shows differences in terms of density and height growth. Such condition is visible in the North Shore of Brebes, Tegal and Pemalang Regency. The research result shows that mangrove growth planted in 2001 on the North Shore of Brebes, Tegal and Pemalang Regency is not apart from several factors, among others are its habitat physical-chemical factors. The result of regression correlation analysis shows that the habitat factors which play an important role in the vegetation density are salinity, temperature and plankton population. Meanwhile, the most dominant factor which determines the vegetation height growth is salinity and phosphor. The combination role based on its habitat shows that mangrove growth in Brebes Regency on proximal (1P and medial (1M zone and the one in Pemalang Regency on proximal zone (3P has the shortest cluster, so that those research locations have similarity on vegetation growth and its habitat factors. Meanwhile, the proximal (2P zone in Tegal Regency is similar with the medial (2M zone. Mangrove growth on distal zone in Tegal Regency has less good growth parameter and habitat factors compared to that of in Brebes and Pemalang for containing more sand. From the research result, it can be concluded that the existence of habitat factors salinity, plankton population and phosphor have to be taken into consideration if a mangrove area will be rehabilitated/planted especially using Rhizophora mucronata seedlings. In order to reach the maximum achievement, one thing which has to be taken into consideration is the habitat clustering of the planted area, especially in Brebes, Tegal and Pemalang Regency area.

  15. PENDETEKSIAN KEBERFUNGSIAN BUTIR PEMBEDA DENGAN INDEKS VOLUME SEDERHANA BERDASARKAN TEORI RESPONS BUTIR MULTIDIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heri Retnawati

    2013-12-01

    Abstract The aim of the studi is to identify differential item fungtioning (DIF based on item response theory using bidimensional model. This study uses explorative quantitative approach. Data used in this study is a mathematics test of national exam 2003 data which has been proved to contain 2-dimensions (Badrun Kartowagiran & Heri Retnawati, 2007. The simple volume indices are used to detect DIF which is the development of the simple area indices. The testee are grouped based on their gender, groups of male students and female students. The item parameter estimation was performed with BILOG and TESTFACT, and then to estimate volume and draw the surface characteristics curve was conduct with MAPLE. The results showed that of the 28 items analyzed, 2 items potentially contained uniform DIF and 26 items potentially contained a non-uniform DIF.Keywords: unidimensional IRT, multidimensional IRT, DIF, UPD, SPD

  16. Keamanan Susu Fermentasi Yang Beredar Di Banda Aceh Berdasarkan Nilai Gizi dan Jumlah Bakteri Pathogen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusdar Zakaria

    2010-04-01

    Full Text Available Safety condition of commercial fermented milk that put on the market in banda aceh based on nutritive value and pathogenic bacteria ABSTRACT. Fermented milk has much value primarily for the health of digestive system. However without hygienically and sterilized treatment it can become toxic to consumers. This research was conducted to observe nutritive value, the present of pathogenic bacteria, and the safety condition of commercial fermented milk that put on the market in Banda Aceh. Samples of commercial fermented milk tested were obtained from recognized retailers in Banda Aceh. Factorial completely randomized design with six replications was applied in this research. Variety of fermented milk products (yoghurt and drink yoghurt was the first factor to be analyzed, and the second one was expired date of the products (the date of production and the date of by expired. The amount of crude protein and lipid, pH level, and the amount of lactic acid bacteria, Coliform and Staphilococcus aureus were the parameter determined. The variety and the expired date of the products influenced the amount of crude protein and lipid, the pH level, the amount of lactic acid bacteria, Coliform and Staphilococcus aureus in the level of highly significant different (P<0,01. There was also found in highly significant interaction (P<0,01 between factors that influenced the amount of lactic acid bacteria and Staphilococcus aureus. On the other hand, the amount of Coliform was not influenced by those factors. The study also results in decreasing of the amount of crude protein and lipid as well as lactic acid bacteria caused by the ongoing time of storing. The longer fermented milk was stored, the lower the level of crude protein, lipid and lactic acid bacteria presented. The lipid level of fermented milk products those put on the market in Banda Aceh have been complied with the requirement standard of SNI 01-2981-1992. However, crude protein level has not achieved the requirement standard yet. Due to the amount of Staphylococcus aureus present, the fermented milk products tested, in fact, were not saved to be consumed. On the contrary, although Coliform was also present, the products were in the category of saved to be consumed.

  17. Petrogenesis batuan vulkanik daerah tambang emas Lebong Tandai, Provinsi Bengkulu, berdasarkan karakter geokimianya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iskandar ZulkarnaIn

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol3no2.20081Lebong Tandai is a village in the Napal Putih Sub-regency, North Bengkulu Regency, that can be accessed only through the local people train called “molek”. The area is well known as a gold mine since the Dutch time. Volcanic rocks in the area belong to the Hulusimpang Formation that are dominated by andesitic rocks with small amount of dacite and basalt. They show an affinity as a transition between calc-alkaline and tholeiite. Its trace elements and REE patterns show that they are derived from “magma one”, one of the two magma sources producing volcanic rocks in Bengkulu. “Magma one” is derived from a magma source with adakitic composition due to the most primitive sample among the “magma one” samples. The Lebong Tandai magma activity has occurred since more than 30 million years ago in a back-arc side tectonical environment, and they were enriched on incompatible elements during an upper crust penetration. The occurrence of gold mineralization in this area indicates that the “magma one” is a gold bearing mineralized magma in this region. It seems to be reasonable when it is corresponded with an investigation result reported from the Phillippine that adakitic rocks contain higher gold concentration than calc-alkaline rocks. This paper is written using a geochemical approach based on major elements, trace elements and rare earth elements (REE that are plotted into general and specific classifications in a petrological discussion.  

  18. Perilaku Asertif dan Kecenderungan Kenakalan Remaja Berdasarkan Pola Asuh dan Peran Media Massa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sriyanto

    2014-06-01

    Full Text Available Theoretically the adolescent psychological development is a transition period which is marked by changes in biological, psychological and social aspects. Empirically, the increasing trend of juvenile delinquency is caused by the inability of the early adolescents to be assertive so that their personality become weak and they can easily fall into negative things. This study aimed at determining the extent to which environment and mass media have the influence on assertive behaviour and juvenile delinquency trend in Junior High School in West Java Province. The respondents of this research were 458 students of Junior High Schools in West Java. Questionnaire was used to collect the data. Samples were chosen by using stratified random sampling technique. Data analysis employed Structural Equation Modelling (SEM with two-stages testing: measurement model and structural model, using Analysis of Moment Structure (AMOS. The results of this study revealed that all hypothetical statements have significant effects. The findings showed that the increasing level of students’ assertive behaviour can decrease the tendency of juvenile delinquency in them. Keywords: assertive behaviour, parenting, mass media, juvenile delinquency trend

  19. KARAKTERISASI DAN JARAK KEMIRIPAN UWI (Dioscorea alata L. BERDASARKAN PENANDA MORFOLOGI UMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trimanto Trimanto

    2012-01-01

    Full Text Available Yam (Dioscorea alata L. is a potential local crop for supporting food security program in Indonesia.  Inventory and characterization of yam have been conducted in scattered population at Nganjuk region - East Java.  The research was aimed to identify the characteristic of Nganjuk’s yam, based on the tuber morphology and to determine its similarity distance value.  The characterisation were analyzed using interval similarity function, based on NTSys DICE coefficient programme. The result showed that 22 accession numbers which comprises of 13 variants of yam were found in Nganjuk region. The same variants of yams indicated by their close similarity distance although they were originated from different areas.

  20. Modifikasi Mesin Pemanen Udang/Ikan Tipe Vakum berdasarkan Analisis Antropometri

    OpenAIRE

    Diza Puspa Arista; Sam Herodian; Muhamad Yulianto

    2013-01-01

    Many considerations was used when designing a tool or machine, one of that is ergonomics. Ergonomics makes the designing was effective and efficient in terms of the system, and operator’s comfort and safety also. The objective of this study is to determine the condition of operator in carrying out the work system of machine with simulation and ergonomics analysis using CATIA P3 V5R20, then modify it according to ergonomics principles that related to the posture of Indonesian people average (a...

  1. STRUKTUR KONSEP MAHASISWA CALON GURU TENTANG MEDAN ELEKTROSTATIK BERDASARKAN ANALISIS FRAMING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. E. Nugroho

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi struktur konsep mahasiswa calon guru tentang medan elektrostatik. Data diperolehdengan menggunakan metode thinks-aloud, didukung metode lain yaitu wawancara, diskusi, dan tes tertulis Responden penelitianterdiri atas delapan mahasiswa semester 2 yang telah menempuh fisika dasar sebagai kelompok I, dan sembilan mahasiswasemester 6 yang telah menempuh mata kuliah kelistrikan dan kemagnetan sebagai kelompok II. Mahasiswa tersebut diberipertanyaan real-worlds yang menyangkut konsep dasar medan dan memerlukan jawaban secara spontan. Hasil studi inimenunjukan bahwa (1 struktur konsep mahasiswa mengenai medan elektrostatik pada umumnya mengalami fragmentasi; (2mahasiswa mengalami kerancuan dalam memahami konsep medan elektrostatik; (3 Pada umumnya, mahasiswa masihberlandaskan konsep gaya dalam memahami tentang medan. The purpose of this research is to explore the concept structure of electrostatics field of teacher candidate student. In thisexperiment, we used thinks-aloud method and varied by others (interview, discussion and written-test. Respondent consisted ofeight students of second semester passing Basic Physics subject as the first group and nine students of sixth semester passingelectricity and magnetism subject as the second group. On these students the real world questions related to concept of field andneeded spontaneous answer are asked. The study result shows that (1 in general the concept structure of electrostatics field ofstudents undergoes fragmenting process; (2 the students experience contamination in understanding the electrostatics fieldconcept, and (3 in general the students are still based on the force concept in understanding the field.Keywords: framing analysis, teacher candidate student, concept structure

  2. Konsep Pengelolaan Kualitas Air Sungai Bedagai Berdasarkan Indikator Biologis Makroinvertebrata Air

    OpenAIRE

    Tambun, Radius

    2011-01-01

    “The Water Quality Management Concept of Badagai River Based on Biological Indicators of Water Macro invertebrates” has been studied. Macro invertebrates were collected of five stations for three times and taken using surber net and van veen grab. Samples were identified in laboratory of Kantor Lingkungan Hidup, Serdang Bedagai District. The result of analysis showed that there are 34 genera of macro invertebrates within 3 phylum (Arthropoda, Annelida and Molusca). Quoyia decollate has the...

  3. Pemberian Pupuk N, P, dan K Berdasarkan Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi untuk Meningkatkan Produktivitas Kedelai (Review

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    KARSIDI PERMADI

    2016-01-01

    Full Text Available Applicationof N, P, and K Fertilizer Based on Site-Specific Nutrient Management for An increase of Productivity of Soybean. Soybean productivity in Indonesia is still low, it is about 1.25 t ha-1.This is due to the same dose of fertilizer in all location.In this case, fertilization is on the recommendation i.e. 25-75 kg urea ha-1 + 50-100 kg SP-36 ha-1 + 50-100 kg KCl ha-1 for soybean in all locations.Though each location farmland have different levels of soil fertility. Soybean commodities can compete with other plants when minimum productivity of 2.18 t ha-1 of dry beans, it is able to provide a higher profit than corn. To that end, soybean fertilizer recommended by site-specific nutrient management (SSNM by using the method of paddy soil test device, and dry soil test device that can determine soil nutrient classes to categories of low, medium and high.N fertilizer on soil classes, including low, medium, and high dose respectively at 174, 152, and 117 kg urea ha-1. For P fertilizer application on soil nutrient classes, including low, medium, and high doserespectively at 104,80, and 40 kg ha-1 SP-36. Likewise K fertilizer application on soil nutrient classes, including low, medium, and high each at doses of 210, 190, and 150 kg ha-1 KCl. In addition, supported by the use of new varieties of soybean large seed that high productivity and achieve the results expected in all locations soybean.Then the government provides support for input subsidies in the form of primary production facilities such as seed, fertilizer, and pesticides that farmers are interested in returning to planting soybeans and soybean prices ensure incentives for farmers. Things like this will spur farmers to increase productivity so that soybean self-sufficiency is achieved. In the end domestic soybean demand can be met so that the government no longer to import soybeans.

  4. ANALISIS HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT FDC/KOMBIPAK PADA PENDERITA YANG DI DIAGNOSIS TB PARU BERDASARKAN KARAKTERISTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharmiati Suharmiati

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Tuberculosis was an infectious disease and remains a public health problem in the world, including Indonesia. Based on the WHO report in 2009, Indonesia was included into the group of high-burden countries, ranks third after India and China. Indonesia in 1993/1994 began using alloys Anti Tuberculosis (TB called Kombipak. Although this alloy has a high effectiveness in the treatment of pulmonary TB smear positive but low recovery rates for allegedly due to low adherence to medical treatment regularly and the number of drugs taken too much. Therefore created a new drug which has basically the same alloy with Kombipak/the FOG (Fixed Dose Combination which can reduce the risk of compliance in treatment and Multi Drug Resistance. Due to the TB treatment. Methods: this study analyzed the use of drugs Kombipak/FDC in patients diagnosed with pulmonary tuberculosis based on the characteristics. This research is a secondary data analysis of Health Survey Research Association (Riskesdas in 2010 in the form of a structured questionnaire is a questionnaire for households and a questionnaire to individuals aged 15 years and over. Data analyzed by univariate and bivariate analysis using chi square and biner logistic regression. Results: This study found 1278 TB patients who TB diagnosis in the past 12 months from total sample of 177.926 people. The results showed pulmonary tuberculosis patients who get Kombipak/FDC was 83, 1% and most of the respondents treated in the health centers. TB patient who got treatment completed for 6 months or more was 55,8% and mostly treated in government hospitals or health centers. The results showed that low education TB patients had a tendency to use kombipak/FDC for > 6 months 0.659 times compared to those having higher education (p < 0.05. In conclusion, there was a significant correlation between the use Kombipak/FDC for > 6 months with the education level of respondents. It is suggested the active roleof health provider should educate TB patients who were low education patients. Key words: tuberculosis, Kombipak/FDC drugs, health facilities, characteristics

  5. Kajian Isu Pemekaran di Kota Medan: Tinjauan Berdasarkan Kondisi Ketimpangan Wilayah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cynthia Mutiara Pasaribu

    2015-12-01

    Full Text Available Generally, disparities between regions and inter-regions happened because of concentration, agglomeration, external factors, globalization, internal factor, grouping, critical growth or polar development, institution involvement in economic activities. Initially development in Medan concentrated in several sub districts as the center of government and trade activities. Based on long-term development plan of Medan 2006-2025, stated that development policy in Medan not notice of the regional gap. Disparities development between north and south of Medan are the problems for segregation issue at fourth sub-districts in the northern part of Medan. The purpose of this research is to analyze the gap condition in economic, social demography and the infrastructure’s service in Medan related to the emergence of segregation issue in North Medan. The analysis that used in research is descriptive statistic analysis, analysis of statistical correlation, crosstab analysis, and verification of statistic results using interview method so that at the end of the research will be generated economic, social demography and infrastructure services index for every sub-district in the Medan to know the development difference. The result of correlation analysis shows that there was a correlation between disparity and segregation issue. Descriptive analysis produce the index for 4 sub districts in north side have the medium category while 17 sub districts in the south have a good category. Crosstab analysis shows that there is a correlation between disparities condition and the emergence of segregation issue. Crosstab analysis also shows that variable education facilities (senior high school, population density, and labor variables show the disparity condition significantly.

  6. Identifikasi komponen harmonik di Selat Lombok berdasarkan data arus time series

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizal Fadlan Abida

    2015-04-01

    Full Text Available Lombok Strait is one part of Indonesia Through Flow (ITF, important for national and international maritime economic. The strait is passed by ITF, i.e., a displacement water from the Pacific Ocean into the Indian Ocean caused by a difference in the sea water level. ITF flows across the Makassar Strait to south direction and passes through the smaller straits along Bali to Flores. ITF pattern is influenced by its local area condition which creates unique characteristics in each place. ITF passes through the Lombok Strait in part directly related to the Indian Ocean, as well as a very diverse state bathymetry of shallow ocean to ocean trenches. Various oceanographic phenomena affect ITF in the Lombok Strait: tides and waves are formed due to the interaction between the ocean currents from the Indian Ocean to the Lombok Strait, met with ITF flowing from the Lombok Strait into the Indian Ocean. As tides, currents are influenced by the tides that have harmonic components, but there are differences in the frequency and phase are formed. Harmonic component is one of indicators in determining the characteristics of a body of water. The purpose of this study is to obtain the derived harmonic components by analysing currents data in the Lombok Strait acquired from The International Nusantara Stratification and Transport (INSTANT Expedition Mooring Deployment 1 conducted in 2004 to 2005. Based on the analysis it is known that the characteristic harmonic currents in the Lombok Strait is influenced by significant harmonic components such as Solar Semi Annual (SSA and Solar Annual (SAconstituents be used, as the result of harmonic analyses of tidal data at ports all over the world reveal that they are dominated by the seasonal variations of sun.

  7. IDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR KEPOPULERAN SERIAL TV DRAMA KINPACHI SENSEI DAN TRANSFORMASINYA BERDASARKAN TEORI FORMULA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santi Andayani

    2014-02-01

    Full Text Available ABSTRACT The paper describes theidentification ofthe elements of popularity TV drama seriesKinpachi Senseiand its transformationbased on thetheoryformulawithapproachesthat examinecontinuity, repetition, duplicationandimitationofa formand elements ofpopularfiction. In addition, thesyntacticsemanticapproaches and qualitativeapproachto collect datain the form ofwrittendocuments such as quotationsandstatistics will use too. The result of this study concludes that history of a work to be popular can not be separated from the influence of society culture in the coloring of a genre. Key words: popular culture, formula, convention, school life, TV drama. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

  8. EVALUASI CEPAT DESAIN ELEMEN BALOK BETON BERTULANGAN TUNGGAL BERDASARKAN RASIO TULANGAN BALANCED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus Agus Setiawan

    2010-05-01

    Full Text Available Design procedure for reinforced concrete structure in Indonesia is provided by Tata Cara Perhitungan Struktur Beton, SNI 03-2847-2002. This code covers analysis method and basic assumptions that can be taken by a structural designer to design a reinforced concrete structure. An engineer has to design a flexural component, one of the structural component. One of the flexural component is beam element. SNI 03-2847-2002 adopt capacity design method in beam element design. This paper will be discuss a simple design procedure in beam element, based on ξ variable, which is ratio between ρ/ρb, with ρb is the balanced reinforcement ratio. The ξ value is limited to 0,75 maximum in SNI 03-2847-2002. A detail failure is guarantee in a beam element with ξ under 0,75. The analysis that have been done before, produce the correlation between Mn/bd2 and ξ, which can be a tool for design a beam element. A simple calculation use the table (Mn/bd2 vs ξ will be present at the end of this paper.

  9. ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PADA BAGIAN TATA USAHA BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muzakiyah Muzakiyah

    2011-12-01

    Full Text Available Kepuasan pelanggan merupakan hasil (outcome yang dirasakan atas penggunanya produk atau jasa, sama atau melebihi harapan yang diinginkan. Pelayanan di bagian Tata Usaha idealnya lebih bersahabat, cepat dan akurat. Ini berarti orientasi layanan di bagian Tata Usaha harus didasarkan pada kebutuhan mahasiswa. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dengan menggunakan Pendekatan Lean ServPerf (Lean Service dan Service Performance. Service Performance digunakan untuk menganalisis tingkat instrumen kinerja pelayanan bagian Tata Usaha. Lean Service digunakan untuk menghilangkan waste aktivitas yang tidak bernilai tambah. Hasil dari penelitian ini, terdapat 14 atribut pelayanan yang perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bagian Tata Usaha Fakultas.

  10. Penilaian Kinerja PT Bank X dalam Mengelola Asset dan Kewajiban Berdasarkan Analisis Resiko dan Analisis Return

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Yusuf

    2010-04-01

    Full Text Available Performance financial evaluation became a primary indicator for management, especially a bank. This research evaluated asset and liability management of PT Bank X to describe its risk and return, by using financial ratios. The results found that performance ratios of PT Bank X decreasingly, where interest margin and net margin decreased to negative. This because of interest expenses and other operational expenses increased. Risk evaluation based on liquidity ratio were also decreasing in 2006 2007, because of the most assets of the bank became illiquid assest and default credits. On the other hand, this conditions became worse because of Rush, many of their customers took their money out from the bank on the same period. In 2008, bank has reduced their default credits successively and made its liquidity better than previous year. Bad quality of credit management and control made the bank budgets their bad allowances for default credits higher and made banks capital risk higher too. Finally, all of banks capital was financed with their liabilities. The other hand, banks operating risk were recovered slowly, by organization rationalization to reduce number of employees, as efficiency also. But this effort, indeed, made employee expenses increasing because management must pay golden-shake hand costs to employees.

  11. Penilaian Kinerja PT Bank X dalam Mengelola Asset dan Kewajiban Berdasarkan Analisis Resiko dan Analisis Return

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Yusuf

    2010-05-01

    Full Text Available Performance financial evaluation became a primary indicator for management, especially a bank. This research evaluated asset and liability management of PT Bank X to describe its risk and return, by using financial ratios. The results found that performance ratios of PT Bank X decreasingly, where interest margin and net margin decreased to negative. This because of interest expenses and other operational expenses increased. Risk evaluation based on liquidity ratio were also decreasing in 2006 – 2007, because of the most assets of the bank became illiquid assest and default credits. On the other hand, this conditions became worse because of “Rush”, many of their customers took their money out from the bank on the same period. In 2008, bank has reduced their default credits succesively and made its liquiditiy better than previous year. Bad quality of credit management and control made the bank budgets their bad allowances for default credits higher and made bank’s capital risk higher too. Finally, all of bank’s capital was financed with their liabilities. The other hand, bank’s operating risk were recovered slowly, by organzation rationalization to reduce number of employees, as efficiency also. But this effort, indeed, made employee expenses increasing because management must pay golden-shake hand costs to employees. 

  12. PERLINDUNGAN HAM BURUH MIGRAN TAK BERDOKUMEN BERDASARKAN HUKUM PERDAGANGAN DAN HUKUM HAM INTERNASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sefriani

    2013-02-01

    Full Text Available Undocumented migran worker violate immigration rule and potentially give damage toward host state. However many persons exploited them, get advantages from illegal status of the worker. Two problems in this research are how does international law protect undocumented migrant worker and what solutions offer to host state to solve undocumented migran worker matter. This thesis employs normative method of research with qualitative analysis. The result of this thesis reveals international law protect undocumented worker without discrimination. Preventive action will be better conducted by host state than enforcement

  13. Studi Penilaian Ekosistem Mangrove Hasil Tanam Berdasarkan Keberadaan Gastropoda di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yayan Mardiansyah Assuyuti

    2016-07-01

    Full Text Available The aims of mangrove replanted are to protect and good quality of coastal ecosystems and small islands, but it is have influenced to change of habitat and ecology function. This study conducted at Pramuka Island, Seribu islands, Jakarta, in June 2016. Data of gastropoda using 1 m2 square random sampling and divide depend on height are 0-1, 1-2 and 2-3 m. The aims of study are to determine (i diversity, density, (ii vertical distribution, (iii size shell, (iv correlation of density with distribution, (v correlation of size shell with vertical distribution, (vi correlation of individual with height gastropoda, and (vii assessment of mangrove replanted depend on gastropoda. The species of Terebralia sp. and Littorina sp. are found in mangrove replanted. The total value of diversity and density of mangrove gastropoda are 0.6 and 31.3 ind/m2, respectively. Vertical distribution of gastropoda Terebralia sp. found in 0-1 m and Littorina sp. in 0-3 m. The density and individual of Terebralia sp. have high value and size shell largest than Littorina sp. Gastropoda found indicated that the mangrove ecosystem in Pramuka island is still young and is in a transition state.

  14. PENGARUH PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS AIR BERDASARKAN KESADAHANNYA TERHADAP WAKTU PENGERASAN AKHIR DENTAL STONE TIPE IV

    OpenAIRE

    MA???RIFAT, SANI

    2014-01-01

    2014 Sani Ma???rifat. Kalsium sulfat ??-hemihidrat sering disebut sebagai dental stone. Dental stone terdiri atas tiga tipe yaitu Tipe III, Tipe IV (Kekuatan Tinggi), Tipe V (Kekuatan Tinggi, Ekspansi Tinggi). Dental Stone Tipe IV ( kadang disebut sebagai stone kelas II, densite atau improved stone) merupakan gipsum yang ideal digunakan untuk pembuatan dai, karena dai biasanya digunakan untuk preparasi kavitas dengan malam yang diukir sehingga dibutuhkan mod...

  15. PENGARUH PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS AIR BERDASARKAN KESADAHANNYA TERHADAP WAKTU PENGERASAN AKHIR Dental Stone Tipe III

    OpenAIRE

    SASMITA MD, SITI ZULHAJJAH TRIPALU

    2016-01-01

    2016 Kalsium sulfat ??-hemihidrat sering disebut sebagai dental stone. Dental stone terdiri atas tiga tipe yaitu Tipe III, Tipe IV (Kekuatan Tinggi), Tipe V (Kekuatan Tinggi, Ekspansi Tinggi). Dental Stone Tipe III merupakan gipsum yang ideal digunakan untuk pembuatan dai, karena dai biasanya digunakan untuk preparasi kavitas dengan malam yang diukir sehingga dibutuhkan model yang tahan abrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberap...

  16. Prevalensi Sarkopenia pada Lansia di Komunitas (Community Dwelling berdasarkan Dua Nilai Cut-off Parameter Diagnosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vitriana

    2016-09-01

    Full Text Available Sarcopenia, aging muscle mass loss, and function syndromes can lead to decreased quality of life and increased elderly mortality. The availability of various screening methods and operational definitions in different studies has produced different findings of sarcopenia prevalence. The purpose of this study was to discover the prevalence of sarcopenia in Indonesian community-dwelling elderly based on muscle mass measured by bioimpedance analysis, handgrip strength using hand dynamometer, and physical performance based on six minutes walking test with two different cut-off point parameters of sarcopenia, i.e. the cut-off point recommended by Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS and the cut-off point based on the reference used in Taiwan elderly population reference due to the lack of references for Indonesian elderly population. A cross-sectional study was conducted to 229 participants (71 men and 158 women from the community-dwelling elderly population between August and December 2014 in Bandung and Jatinangor. The results of the study showed that the sarcopenia prevalence in this study based on AWGS was 9.1% (7.4% in men and 1.7% in women while the prevalence based on the Taiwan reference revealed a prevalence of 40.6% (20.1% in men and 20.5% in women. This highly different prevalences shows the importance of defining a specific cut-off point for elderly population in community-dwelling Indonesia to get a more accurate sarcopenia prevalence.

  17. Aedes aegypti sebagai Vektor Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Pengamatan di Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Hasyimi

    2012-09-01

    Full Text Available Demam berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Terutama bagi kota-kota besar yang penduduknya padat dan mobilitas tinggi. Nyamuk Aedes aegypti merupakan penyebar utama penyakit ini, di samping Ae. albopictus. Berhubung sampai saat ini penyakit DBD belum ada obatnya dan vaksin untuk pencegahannya maka pemberantasan penyakit DBD ini dipusatkan kepada pengendalian nyamuk penularnya. Metode pengendalian telah dilakukan dengan bermacam-macam cara, baik secar kimiawi maupun bukan kimiawi.

  18. ANALISIS KASUS DBD BERDASARKAN UNSUR IKLIM DAN KEPADATAN PENDUDUK MELALUI PENDEKATAN GIS DI TANAH DATAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrizal Dt Mangguang

    2016-09-01

    Full Text Available Demam Berdarah Dengue (DBD merupakan satu penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian. Salah satu faktor yang berhubungan dengan DBD adalah unsur iklim dan kepadatan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan unsur iklim dan kepadatan penduduk dengan kasus DBD di Kabupaten Tanah Datar tahun 2008-2014. Penelitian ini menggunakan desain ekologi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kasus DBD yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar tahun 2008-2014. Sumber data menggunakan data sekunder berupa data kasus DBD, data iklim, dan data kepadatan penduduk. Pengolahan data menggunakan analisis spasial menggunakan Arc Gis dan analisis korelasi regresi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kasus DBD di Kabupaten Tanah Datar tahun 2008-2014 adalah 16,86 kasus, rata-rata suhu 26,930C, kelembaban 88,06%,curah hujan 332,59 mm, kecepatan angin 5,34 Knot. Hasil analisis kasus DBD dengan unsur iklim yaitu suhu (p =0,655 , curah hujan (p=0,465, kelembaban udara (p=0,20, kecepatan angin (p= 0,001. Hasil analisis kasus DBD de­ngan kepadatan penduduk (p=0,001. Secara spasial distribusi kasus terbanyak terdapat di kecamatan padat penduduk. Variabel faktor risiko dalam kasus DBD yaitu kecepatan angin dan kepadatan penduduk, diharapkan pemberantasan penyakit DBD dapat difokuskan kepada kecamatan padat penduduk. Kata Kunci: DBD, Kepadatan penduduk, suhu

  19. PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP BERDASARKAN KURIKULUM 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugiyanto Sugiyanto

    2015-06-01

    Abstract This studi aims to develop a model for an evaluation of mathematics learning processes at junior high schools (JHSs based on Curriculum 2013 and evaluate the effectiveness of the model develo-ped. This was a research and development study. The subject of the research was the teachers, principals, and supervisors. The data collecting instruments were questionnaires and observational sheet. The development process was carried out in 4 stages namely: (1 preliminary investigation; (2 planning development, validation; (3 tryout; (4 product finalization. The try out was perform-ed in 3 stages with the increasing number of participants for each stage. The learning process evaluation model was supported by instrument to assess lesson plans, learning implementation, and the implementation of learning outcome assessment. The content validity was assessed through focus group discussion (FGD. The construct validity was assessed by the factor analysis, and the reliabilities were estimated by the Intraclass Correlation Coefficient (ICC. The result of the research was a model of evaluation of mathematics learning processes at junior high schools (JHSs based on Curriculum 2013, consisting of procedures, evaluation guideline and the well de-signed instruments. Based on the try out, all of the instruments have had good suitability, because construct validity and reliability meet all of the academic requirements. According to the evalua-tion from the practitioners and the model users, the model of the evaluation of mathematics learn-ing processes at junior high schools (JHSs based on Curriculum 2013 was very effective to be implemented. Keywords: development model, evaluation of learning processes, SMP mathematics

  20. Pengaruh Kafein Terhadap Fungsi Kognitif Mahasiswa Institut Perguruan Darul Aman (IPDA) berdasarkan Mental Serial Subtraction

    OpenAIRE

    Akmarulhail Amar bin Mahzan

    2012-01-01

    Caffeine has become the most prevalently consumed psychostimulant in the world, but its influences on daily real-world cognitive functioning are relatively unconfirmed. Caffeinated substances are regularly used for cognitive enhancement especially among students to improve learning quality. The present work investigates the effect of caffeine (as contained in one 150 ml cup of coffee) on cognitive function among students aged 19 to 22 year-old. Cognitive function was evaluated by determini...

  1. KEDUDUKAN DANA ALOKASI UMUM(DAU DALAM HUBUNGAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH BERDASARKAN ASAS OTONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuswanto Yuswanto

    2015-11-01

    Full Text Available As a fiscal policy within the framework of regional autonomy, the allocation of DAU is an act that very important. It was meant to address financing capability gap between regions. The reason is because the DAU is the largest component of balance funds, namely the lack of 26% of the net domestic income in the state budget the amount of DAU scheme is not limiting, because it can only grow with the size of the authority delegated to the regions. DAU legal standing as a regional income in the financial relationship between the center and the regions based on the principle of autonomy is as a subsidy coming from the state revenue in the state budget that is allocated to local revenue in the budget based on fiscal decentralization. Keywords: General Allocation Fund, autonomy, regional autonomy

  2. Identifikasi Kelelawar Pemakan Buah Asal Sulawesi Berdasarkan Morfometri (THE MORPHOMETRIC IDENTIFICATION OF CELEBES FRUIT BATS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiltje Andretha Ransaleleh

    2013-12-01

    Full Text Available The bat is very important for human life, because of their  role as pollinator of plants, as a producer oforganic fertilizer,  and as food.  In Northern Celebes fruit eating bats serve as exotic food, so the presenceof bats were threatened to be extinct due to uncontrolled hunting.  The changes of the forest for plantationlands, damage the habitats and the bats were forced to migrate out.   The aim of the study was to identifythe fruit eating bats of Celebes.  Morphometry of body size, skull,  and physical characteristics were usedin determining the types and distribution  of fruit eating bats in Celebes. The field survey was carried outat the hunting area, bat dealers, and bat sellers. The collected data were analyzed by using descriptivemethod and interpreted by narrating to describe the entire study. The result show that  there were fivetypes of fruit eating bats : i.e.  kalong sulawesi (Acerodon celebensis,  paniki pallas (Nyctimene cephalotes,codot wallet (Thoopterus nigrescens, nyap biasa (Rousettus amplexicaudatus, and  kalong hitam  (Pteropusalecto.

  3. Penciptaan Naskah Drama Ambu Hawuk Berdasarkan Tradisi Lisan dan Perspektif Jender

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Darma

    2013-11-01

    interrelated events in Ambu Hawuk legend. From the perspective of Sundanese’ point of view on the patriarchy system, women are regarded as God’s creature who have more basic physical and mental limitations than men. This story describes a woman who is regarded as a person behind the man’s existence and becomes the man’s shadow; but soon afterwards, she becomes a leader. Keywords: Ambu Hawuk, Drama Script, Oral Tradition

  4. MODEL PERANGKAT PEMBELAJARAN MENULIS BERDASARKAN PENDEKATAN PROSES GENRE BAGI SISWA SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kastam Syamsi

    2013-01-01

    writing based on the genre process approach for junior high school students. The procedure employed the R2D2 model, consisting of three main stages, i.e. (1 definition, (2 design and development, and (3 dissemination. The data consisted of qualitative and quantitative data. The qualitative data were analyzed using the domain analysis technique with critical and reflective principles, while the quantitative data were analyzed using t-test with SPSS 16.0 for Windows. The study produces five models, i.e.: (1 a syllabus model, (2 a lesson plan model, (3 a learning materials model, (4 an evaluation instrument model, and (5 a teacher guide model of the teaching of writing. Based on the data analysis, the five models of teaching kits for writing are effective to improve the students’ writing ability.

  5. EVALUASI EMERGENCY RESPONS PLAN PADA KAPAL 42M CREW BOAT BERDASARKAN IMO INTERIM GUIDILINES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Luqman Ashari

    2013-10-01

    Full Text Available Emergency situations that have tendency or potential harm can be happened any time and any where and carry some big damaging impacts to property damages, mental disturbances, injured and died victims. In shipping, emergencies can be happened in both at anchor or while doing loading and unloading activities at the port. The type of equipments used in emergency situations set out in SOLAS Chapter III (Life Saving Appliance and the guidelines for evacuation analysis on passenger ships refer to the IMO Guidelines Interm MSC/Circ.909. This study aimed to determine the muster station and evacuation time on the ship 42 M crewboats with a capacity of 101passengers. This ship consists of three parts of decks, these are lower part, main deck and bridge deck. The results showed that the placement of muster station is on the bridge deck with required wide 35.35 m2. Evacuation time need by the all passengers to reach the muster station on the bridge deck is 51.59 minutes, and this is in accordance with standard evacuation time (not more than 60 minutes.

  6. Penskalaan Butir Format Respons Pilihan dan Respons Bebas Berdasarkan Model Rasch dan Partial Credit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Hariadi

    2007-06-01

    Full Text Available Penelitian melihat pengaruh jumlah parameter butir, kategori respons bebas (RB, pengaruh sampel terhadap akurasi estimasi parameter kemampuan untuk menghasilkan estimasi yang stabil dan pengaruh pembobotan butir RP dan butir RB terhadap kesalahan baku. Penelitian dalam dua tahap, simulasi menggunakan 30 kondisi dengan replikasi 50 dengan variabel panjang tes, jumlah kategori, dan jumlah parameter butir, dan analisis deskriptif, dilanjutkan penerapan penskalaan gabungan butir tipe respons pilihan (rp dan butir respons bebas (rb pada konstruksi tes elektronika yang terdiri 40 butir pilihan ganda dan 4 butir jawaban tersusun, 3 butir memiliki lima kategori jawaban dan 1 butir dengan 4 kategori jawaban, melibatkan 355 siswa. Hasil penelitian menunjukkan: ukuran sampel kurang berpengaruh pada root mean square error atau (RSME> dan korelasi antara 9 dengan 0, namun berpengaruh terhadap akurasi estimasi parameter butir pilihan ganda (/>/y,dan parameter butir respons tersusun (3^- Jumlah parameter butir berpengaruh terhadap parameter kemampuan, tetapi tidak berpengaruh terhadap akurasi dari b^, dan S„,. Estimasi dari parameter tingkat kesulitan butir jawaban tersusun tiga kategori lebih akurat daripada butir jawaban tersusun lima kategori. Estimasi tahan {robust untuk parameter kesulitan butir jawaban tersusun 5 kategori memerlukan sampel minimal 250 responden, sedangkan untuk butir respons tersusun 3 kategori memerlukan sampel minimal 100 responden. Estimasi parameter kemampuan dari skor total (0^^ tidak sama dengan rata-rata jumlah tbeta dari masing-masing subtes (0^ + 0CR. Theta dari tes yang dikalibrasi bersama-sama berbeda dengan theta dari total subtes yang dikalibrasi secara terpisah. Korelasi kemampuan yang mengunakan pembobotan dan kemampuan tanpa pembobotan mempunyai suatu rentang dari 0,988 sampai 0,948. Kata kunci: penyekaiaan, model rash dan partial credit.

  7. Revenue Discretionary Model Pengukuran Manajemen Laba: Berdasarkan Sektor Industri Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nieken Herma Sari

    2014-01-01

    Full Text Available Earnings management is a management action to manage the profitability of a company. The purpose of this study is to indicate the accrual earning management using revenue discretionary model. This study adopts the research conducted by Stubben (2010 where there are two measurement models to detect the presence of accrual earnings management. The measurement model is the discretionary revenue model consists of conditional revenue model and revenue model. Object of this research is the companies listed in Indonesia Stock Exchange. The technique of data analysis is descriptive statistics to determine the residual value in each industry sector. These results prove that the revenue model is able to indicate the industrial sector 8 of the total 13 industries in the manufacturing companies indicated accrual earnings management. Conditional revenue model is able to indicate the industrial sector 11 of the total 18 sectors industry that overall indicated accrual earnings management.

  8. DAYA SAING PT BENAR FLORA UTAMA BERDASARKAN AKTIVITAS RANTAI NILAI FLORIKULTURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Marina Kurniaty

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe aims of this research were (1 to identify of the value chain that has been applied by the company, (2 to describe projections from internal and external condition as input in the company’s success factor analysis, (3 to determine the company’s strategic position, and (4 to formulate alternative strategies to increase the company’s competitiveness in  floriculture industry.  This research used SWOT analysis method by considering company’s position and value chain approach which was started with chain mapping to describe actors involved, what business issues in this company face and which activity has the greatest contribution. The value chain approach were also used to determine the prominent product based on the annual sales report. The research results indicated that the issues in the value chain include: expensive input prices, uncertainty in seed supply and higher transportation cost especially for Euro Country and America. Based on internal and external matrix, the company’s position is in the strategic growth quadrant, so the company can apply some alternative strategies such as  (1 maintaining good relationships with customers and suppliers, (2 expanding market to Asia, (3 upgrading the types of tree, (4 attending big exhibitions, (5 develop products by creating plants trendcentre, (6 enhancing the knowledge management for the company’s human resource, (7 production maximizing for the domestic market, (8 establishing distribution channels in each city, (9 setting a clear target market, (10 maintaining the quality of the plants, (11 restructuring the company in order to clarify the specialization of work, and (12 designing documents to better provide the seeds according to customers’ need.Keywords: competitiveness, floriculture industry, chain mapping, value chain economic analysis, SWOT analysisABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1 identifikasi rantai nilai yang telah diterapkan oleh perusahaan, (2 menggambarkan dari kondisi internal dan eksternal sebagai analisis faktor keberhasilan perusahaan, (3 posisi strategis perusahaan, dan (4 merumuskan strategi alternatif untuk meningkatkan daya saing dalam industri florikultura. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT dengan mempertimbangkan posisi perusahaan dan pendekatan value chain dimulai dengan pemetaan rantai untuk menggambarkan siapa aktor yang terlibat, apa masalah bisnis di perusahaan ini dan aktivitas mana memiliki kontribusi terbesar. Pendekatan rantai nilai juga digunakan untuk menentukan produk terkemuka dari laporan penjualan tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu-isu dalam rantai nilai meliputi: harga input yang mahal, pasokan benih tidak menentu dan biaya transportasi terutama untuk Negara Eropa dan Amerika lebih tinggi. Hasil matriks internal dan eksternal, posisi perusahaan pada pertumbuhan strategis sehingga perusahaan menerapkan beberapa strategi. Strategi alternatif yang dapat ditingkatkan oleh perusahaan, seperti: (1 maintaning hubungan baik dengan pelanggan dan pemasok, (2 memperluas pasar ekspor ke Asia, (3 meningkatkan jenis pohon, (4 mengikuti pameran besar, (5 berinovasi produk ke membuat trendcentre tanaman, (6 peningkatan manajemen pengetahuan untuk sumber daya manusia di perusahaan, dan (7 memaksimalkan produksi untuk pasar domestik, (8 saluran distribusi yang didirikan di setiap kota, (9 membuat target pasar yang jelas, (10 mempertahankan kualitas tanaman, (11 merestrukturisasi perusahaan dalam rangka untuk memperjelas spesialisasi pekerjaan, (12 membuat dokumen menyediakan benih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.Kata kunci: daya saing, industri florikultura, rantai pemetaan, analisis rantai nilai ekonomi, analisis SWOT

  9. POLA KONSUMSI DAN PERMINTAAN PANGAN POKOK BERDASARKAN ANALISIS DATA SUSENAS 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anna Vipta Resti Mauludyani

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} Food demand can be found dynamic, altering by the change in price and income. How great the influence of those changes to food consumption is the important information as the basic consideration for government in creating policy related to food consumption. The objective of the research, which has survey design, was to analyze staple food consumption and demand pattern in household in Indonesia. The research was conducted in Bogor, from March to June 2008 by using secondary data Susenas year 2005 with 64.709 households as the samples. The staple food analyzed were rice, corn, cassava, sweet potato, wheat flour and its derived product (instant noodle, noodle. Data was processed by SAS program version 6.12 and Double-Log Regression econometrical model. Then, it was analyzed descriptively. Result shows that rice has the biggest expenditure proportion among staple food. Almost all staple food is obtained by purchasing, except in corn, cassava, and sweet potatoes. Energy contribution from rice reaches half of total energy consumption. The consumption of rice, corn, cassava, sweet potatoes, wheat flour and its derived product, instant noodle, and wheat noodle per capita per year are 100.52 kg, 3.36 kg, 11.67 kg, 4.10 kg, 5.09 kg, 3.39 kg, and 0.22 kg. Staple food which has consumption participation level almost 100% is rice. The own price elasticity of staple foods are not elastic, except in corn, wheat flour and its derived product. The income elasticity of all staple foods is not elastic in all category of region and income stratification. The demand elasticity of staple food give some implications on consumption and food consumption improvement, they are: 1 raising price of staple food can decrease consumption, thus, price stability is very important, 2 almost all staple foods has not elastic income elasticity, so that food consumption improvement needs great stimulus of increasing income, 3 poor household is greatly influenced by the increasing of price, thus, food consumption improvement for them must be conducted by doing many relevant efforts, 4 target of decreasing rice consumption is still cannot be reached, so that staple food diversification must be continuously developed, 5 in order to develop local food consumption, like corn, cassava, and sweet potato, the development of agro industry based on local food and Communication Information Education (CIE about food consumption diversification are essential to be conducted. Keywords: consumption and demand pattern, staple food, Susenas

  10. PRINSIP-PRINSIP KONSTITUSIONALITAS KOPERASI BERDASARKAN UUD NEGARA RI TAHUN 1945

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Kusnadi

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract Cooperative identity is at risk with the Act 17 of 2012 on Cooperatives, which relies on the values of capitalism. Capitalism is characterized through the economic activities and financial control by the efforts of large private properies in the sense of the individual and groups, profit oriented, the market economy competition dominant supported by consumerism, and the pricing of labor that follows the market mechanism. As a result, it is importance to make purification of cooperative base on UUD 1945 as set in Art. 33 par. (1, to make clear the principles of constitutionality of cooperatives in Indonesia. The principle of the constitutionality of the cooperative include brotherhood, man as main actors, social welfare oriented, synergy, market driven, shared interests, and mutual interest . Key words: cooperative, constitutionality, brotherhood   Abstrak Jati diri koperasi terancam hilang dengan adanya UU 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian yang menyandarkan pada nilai-nilai kapitalisme. Kapitalisme dicirikan adanya kegiatan ekonomi dan kontrol keuangan oleh usaha-usaha besar milik privat dalam arti orang seorang maupun keluarga, akumulasi laba sebesar-besarnya dalam motif profit (profit oriented, ekonomi pasar persaingan dominan yang ditopang dengan konsumerisme, dan penentuan harga tenaga kerja yang mengikuti mekanisme pasar. Akibatnya diperlukan pemurnian bangun usaha koperasi sebagaimana UUD 1945 mengaturnya dalam Pasal 33 ayat (1 sehingga jelas prinsip-prinsip konstitusionalitas koperasi di Indonesia. Prinsip konstitusionalitas koperasi meliputi berasaskan kekeluargaan, manusia sebagai penentu, berorientasi pada kesejahteraan sosial, kerjasama/sinergi, pasar dikendalikan, kepentingan bersama, dan mutual interest. Kata kunci: koperasi, konstitusionalitas, kekeluargaan

  11. Tafsir Kritis Privatisasi Berdasarkan Hermeneutika Gadamerian: Kasus Privatisasi PT Telkom dan PT Indosat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayudia Sokarina

    2011-08-01

    Full Text Available Privatization Under Critical Meaning by Using Gadamerian Hermeneutics: The Case for Privatization of PT. Telkom And PT. Indosat. The objectives of the study are to search critical meanings of privatisation in PT Telkom and PT Indosat. This research is using an interpretive approach and critical analysis by using Gadamerian hermeneutics. The study finds that there is other reality which shows that the Government views privatisation as a tool to achieve economic rents. Privatisation has failed to enable the distribution of ownership. At the same time, there is exploitation of consumers in the form of higher rates (as in the case of PT Telkomsel. As a result of privatisation of PT Telkom and PT Indosat has failed to provide justice and prosperity for the people and state.

  12. STUDI PERILAKU KONSUMEN DAN IDENTIFIKASI PARAMETER BAKSO SAPI BERDASARKAN PREFERENSI KONSUMEN DI WILAYAH DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Yudtyhia Andayani 2

    2002-04-01

    Full Text Available Meat Ball is a very popular meat product in Indonesia, but there is still no quality standard of meat ball based on consumer preferences. The aim of the research was to identify consumer preferences of meat ball. This research was carried ont in three steps, which were consumer survey, sensory evaluation and physical and chemical analysis of meat ball. The results of consumer survey showed that the four factors that affect consumer preferences on meat ball (in priority order were quality, selling place, price and accessibility. The five quality characteristics of which affect consumer preferences (in priority order were taste, aroma, texture, color and size. The most favoured meat ball had moderate brothiness, light salt (salt content of 2 %, strong meat flavor with (meat content of + 45% boiled meat aroma; moderate tenderness (tenderness values of 0,90 kg/mm – 0,91 kg/mm and slight chewiness (chewiness value of 0,91 kg/mm; light grey color with L (lightness value of 53, 77, (a value of 3,77 and b value of 10,36 round form; medium size (diameters of 3-5 cm, amount to three to five meat ball per serving with reasonable price of Rp 2.000,- to Rp 3.000,- per serving.

  13. PEMODELAN RESISTIVITAS BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN METODE MAGNETOTELLURIK (STUDI DAERAH GUNUNGMERAKSA-TASIM, SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endar Widi Sugiyo

    2013-11-01

    Full Text Available Geofisika merupakan ilmu yang mempelajari bumi dengan menggunakan prinsip-prinsip fisika, salah satu metode dalam geofisika adalah metode magnetotellurik yang memanfaatkan konsep elektromagnetik. Data magnetotellurik yang diperoleh dari akuisisi di lapangan tidak lepas dari gangguan noise sehingga perlu dilakukan pengolahan data. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengolahan data magnetotellurik sehingga diperoleh model penampang resistivitas secara 2-dimensi di daerah Gunung Meraksa-Tasim, Sumatera Selatan. Metode magnetotellurik merupakan metode eksplorasi geofisika pasif dimana dilakukan pengukuran medan listrik dan medan magnet alami yang berubah-ubah dalam fungsi waktu. Data akuisisi lapangan diolah dengan menggunakan software SSMT 2000 dan MT-Editor serta diinversi dengan menggunakan software WinGLink. Hasil pengolahan data berupa grafik apparent resistivity dan phase dalam fungsi frekuensi. Model resisitivitas terhadap kedalaman diperoleh dari hasil inversi yang menunjukan struktur berupa lipatan, pendugaan patahan dan struktur berlapis-lapis dari resisitivitas bawah permukaan daerah penelitian. Struktur berlapis-lapis disebabkan karena proses pembentukan daerah penelitian yang merupakan daerah cekungan sedimen.

  14. Keanekarragamann Beberapa Varietas Sansevieria trifasciata berdasarkan Karakter Anatomi, Isozim, dan Kandungan Saponin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    WHIKA FEBRI DEWATISARI

    2008-11-01

    Full Text Available Sansevieria is an ornamental plant which has variation on leaves color and shape. The aim of this research was to investigate anatomical structure (leaves, stem and root of five cultivars of Sansevieria trifasciata namely Green tiger, Hahnii medio picta, Green arrow, Golden hahni, and Hahnii cream, as well as isozymic banding pattern and saponin constituent. The results indicated that those five cultivars have genetic variation. Hahnii medio picta has unique morphological shape than the others, while Green arrow has different stalk cells than the others. The dendogram resulting from peroxidase data, S. trifasciata was clustered in two groups where Hahnii medio picta has its own group. The esterase data is also showing two groups, where Golden Hahnii has its own group. The saponin constituent was found in the all five cultivars, which Golden Hahnii had the highest content, i.e. 1.77783 mg/g and 1.5810 mg/gag respectively for leaves and roots.

  15. Seni Pertunjukan Teater Asera Berdasarkan Mitos To Balo, Suku Bentong Sulawesi Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prusdianto -

    2013-11-01

    Full Text Available Teater tentang absurditas dengan paradoksnya yang aneh merupakan sebuah gejala dari apa yang mungkin paling mendekati pencarian relijius murni, yaitu suatu usaha manusia menyadari realitas mutlak kondisinya, dan mengajarkan kembali kepadanya makna keajaiban kosmis yang hilang dan kegalauan purba. Penciptaan pertunjukan teater Asera mengambil ide tentang kematian yang ditentukan oleh jumlah Sembilan. Ide tersebut terinspirasi dari mitos yang ada pada To Balo, suku Bentong yang berada di Sulawesi Selatan. Hal yang mendasari penciptaan Asera ini adalah keinginan untuk mengangkat sebuah permasalahan yang mengingatkan kita akan kematian. Sebuah proses dalam kehidupan yang sebenarnya mutlak akan dialami oleh manusia, akan tetapi sering dilupakan keberadaanya. Selain menjadikan warisan mitos sebagai sumber ide penciptaan, juga memberikan warna dan corak baru dalam dunia seni, khususnya seni teater. Teater adalah dunia imajinasi dari kehidupan yang sebenarnya.Kata kunci: Teater, Asera, absurd, To Balo, Bentong.ABSTRACTThe Performing Arts of theater Asera based on the myth of To Balo, Bentong tribe South Sulawesi. The absurdity of theatre with its weird paradox is as a phenomenon of what is probably as the closest quest to the purity of religiousity that is a human’s effort to realize the reality of his absolute condition, and to teach him back the meaning of the missing remarkable cosmic and the ancient confusion. The creation of theater performance Asera takes an idea of death which has been decided by number nine. This idea was fi rst inspired from a myth that exists in To Balo, a Bentong tribe lives in South Sulawesi. The basic creating idea of Asera is a willingness to discuss a problem that reminds us to the death. A process in a real life will be absolutely experienced by man, but its existence will often be forgotten. In addition to makinga myth heritage as a source of creating ideas, it also gives the new colours and characteristics in the world of arts, especiallyin the art of theater. However, theater is the real life imagination.Keywords: Theatre, Asera, absurd, To Balo, Bentong.

  16. ANALISIS INVESTASI PROYEK PEMBANGUNAN TERMINAL LIQUEFIED NATURAL GAS (LNG DI LABUAN MARINGGAI BERDASARKAN ANALISA BEBAN MODAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lebinner Sinaga

    2015-02-01

    Full Text Available Meningkatnya kebutuhan akan energi gas bumi tidak terlepas dari kondisi makro ekonomi di Indonesia. Dampak yang paling besar adalah dengan semakin berkembangnya sektor industri dalam negeri terutama di wilayah Jawa Barat dan Lampung, maka kebutuhan gas di wilayah ini meningkat untuk masa mendatang.Kondisi ini oleh PGN harus disikapi dengan serius dikarenakan kemampuan supply untuk gas saat ini tidak bisa untuk memenuhi kenaikan gas di masa mendatang yaitu sekitar 44% kenaikan kebutuhan gas. Saat ini PGN untuk wilayah Jawa Barat dan Lampung hanya mampu untuk mensupply sekitar 590 MMscfd, dengan target PGN untuk sepuluh tahun mendatang yaitu 1000 MMscfd, maka terjadi defisit supply gas sekitar 410 MMscfd. Dalam mencapai target supply gas yang telah ditetapkan yaitu 1000 Mmscfd dikarenakan terbatasnya pasokan gas dari sumber gas, maka PGN akan melakukan terobosan baru dengan keluar dari konsep supplay gas konvesional yakni dengan menggunakan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas  (LNG. Dengan konsep ini, maka pasokan gas menjadi tidak terbatas, karena dapat didatangkan dari berbagai tempat ataupun dari negara lain. Dalam mendatangkan gas alam cair ini, dibutuhkan suatu stasiun penerima gas yang biasa disebut LNG Receiving yang penempatannya dengan berbagai pertimbangan dipilih di darat (onshore. Pembangunan terminal LNG ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan supply gas PGN. Pembangunan terminal LNG ini diperlukan satu arahan secara economical value. Dengan menggunakan metode Nilai Sekarang Bersih (NSB, Nilai Tahunan Bersih (NTB, dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR maka proyek Pembangunan Terminal LNG ini layak untuk dilaksanakan.

  17. Pembangunan Tools Audit Sistem Informasi Berdasarkan COBIT 5 pada Domain Align, Plan, And Organize (APO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mukhammad Ilham Nur Faizin

    2015-10-01

    Full Text Available Fast growth of information technology (IT encourages the implementation of IT governance processes to achieve its purposes. To determine its achievement, several tools in a checklist form is required to ease the measurement of purpose achievement and process capability level. This study aims to develop capability level measurement tools which can help in information system audit process based on COBIT 5 in domain of Align, Plan, and Organize (APO. The development of capability level measurement tools was done in four stages. The first stage was the analysis about variables or indicators needed in the making of the measurement checklist based on COBIT 5 and Panduan Tata Kelola TIK Nasional (National ITC Governance Guide. The second stage was the content and the tools design. The third stage was building the tools using a spreadsheet software. The fourth stage was the tools evaluation by giving a questionnaire to its users. Respondents involved were the staff of Directorate Information System of Airlangga University. The components of evaluated tools consisted of its contents, interfaces, as well as its functions and operations. The result was used as a base for tools improvements. This study produces tools that gives outcomes in the form of current process capability level and improvement advices to achieve the expected capability level. Evaluation result shows that 86% of users agree that the tools have understandable contents and good interface, and 81% of users agrees that the tools have good functions and operations.

  18. ANALISIS TINGKAT KAPABILITAS SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT BERDASARKAN COBIT 5 (MEA01 PADA RSUD TUGUREJO SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ariel Bagus Nugroho

    2015-11-01

    Full Text Available RSUD Tugurejo Semarang merupakan Rumah Sakit kelas B milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menyediakan pelayanan jasa untuk masyarakat. Dalam manajemen pengolahan data, RSUD Tugurejo Semarang telah menggunakan sistem informasi rumah sakit. Untuk mengetahui apakah sistem informasi telah berjalan seperti yang diharapkan, maka perlu dilakukan analisis tatakelola teknologi informasi. Pada penelitian ini analisis tatakelola teknologi informasi berfokus pada proses pengawasan, evaluasi dan penilaian kinerja, dan kesesuaian kinerja teknologi informasi, yaitu domain MEA01 pada framework COBIT 5.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kapabilitas dan strategi perbaikan untuk proses pengawasan, evaluasi dan penilaian kinerja dan kesesuaian TI. Metode pengumpulan  data penelitian ini dengan menggunakan studi dokumen, kuesioner dan wawancara kemudian dianalisis tingkat kapabilitas dan kesenjangan. Tingkat kapabilitas yang didapat dari hasil penelitian yaitu berada level 2 (managed. Untuk menaikkan tingkat kapabilitas pada level 3 maka maka perlu dilakukan secara bertahap strategi perbaikan pada PA 2.1, PA2.2, PA 3.1, dan 3.2. Kata kunci: Analisis Tata Kelola TI, COBIT 5, MEA01, Tingkat Kapabilitas, Rumah Sakit.

  19. PROFIL PENALARAN LOGIS BERDASARKAN GAYA BERPIKIR DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA PESERTA DIDIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. Bancong

    2013-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui profil penalaran logis peserta didik yang memiliki gaya berpikir sekuensial konkret, sekuensial abstrak, acak konkret, acak abstrak dan perbedaannya dalam memecahkan masalah Fisika di MAN Baraka. Data yang diperoleh melalui hasil wawancara dan pekerjaan tertulis dianalisis dengan menggunakan analisis data Model Miles dan Huberman. Hasil penelitian mendeskripsikan penalaran logis peserta didik yang memiliki gaya berpikir berbeda. Deskripsi utuh yang memuat seluruh komponen penalaran logis dan konektivitas setiap unsur dari profil dijabarkan dengan mind mapping. Kesimpulan yang diperoleh berupa profil penalaran logis peserta didik yang memiliki gaya berpikir berdampak pada kemampuan memecahkan masalah Fisika. A researchthat aims to determine the profile of logical reasoning of student who have a concrete suquential thinking style, sequential abstract, concrete random, abstract random and differences in solving physics promlems at MAN Baraka. Data obtained through interviews and written work were analyzed using data analysis Miles and Huberman model. The results describe the logical reasoning of student who have different thinking styles. Full description that contains all the components of logical reasoning and the connectivity of each element of the profile described by mind mapping. Conclusions obtained in the form of logical reasoning profile of student who have thinking styles impact to solving physics problems’ ability.

  20. Kemampuan Ekstrak Daun Zodia (Evodia suaveolens) Sebagai Repellent Nyamuk Aedes aegypti Berdasarkan Lama Penggunaannya

    OpenAIRE

    Sianipar, Melati Agnes Anggreini

    2011-01-01

    Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) disease is a contagious disease that caused by dengue virus and infected by Ae. aegypti. Since reported in 1968, this disease has become endemic and reported every year in Indonesia. One of the way to avoid it by using anti mosquitoes lotion which generally made by synthetic chemistry. Therefore, it necessary to find natural substance to avoid mosquitoes, one of the natural substances that can use is from zodia leaves (Evodia suaveolens) as repellent. The a...

  1. PERENCANAAN GEOMETRI JALAN BERDASARKAN METODE BINA MARGA MENGGUNAKAN PROGRAM VISUAL BASIC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eduardi Prahara

    2011-05-01

    Full Text Available One of the main things in a highway construction plan is the geometric design that includes horizontal and vertical alignment design. This study aims to formulate the steps of highway geometric design into Visual Basic 2005 program. The design steps are the calculation of horizontal and vertical alignment. Using Visual Basic 2005, it is expected that the calculation can be done faster than the manual calculation without mistake. The program is validated by comparing results obtained by manual calculations with a difference about 1x10-4 which is considered accurate. As a case study, a geometric road design is conducted in Bogor in 2009 with a fairly low-speed plan 20-40 km/hour. In the plan, the road has 28 PI (Points of Intersection on the horizontal alignment and 15 PVI (Point of Vertical Intersection and obtains good results in accordance with requirements and regulations issued by Bina Marga.

  2. Perbedaan Tingkat Pola Asuh Orangtua dari Anak Autisme Berdasarkan Usia, Pendidikan, dan Pekerjaan

    OpenAIRE

    Ayuningrum, Monika

    2014-01-01

    Autism is a term used to describe a type of pervasive developmental disorder resulting in impaired children in the field of cognitive delays,language, behavior, communication, and social interaction. Parents on parenting a child with autism is very important, it is necessary to study how big influence on children with autism. The purpose of this study was to determine differences in the level of parenting parents of children with autism by age, education, and employment. Me...

  3. Evaluasi Shift Kerja dan Penentuan Waktu Standar PT X Berdasarkan Beban Kerja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trisna Mesra

    2016-04-01

    Full Text Available PT. X is one of the companies located in Dumai Industrial Region, produces fertilizer. This company has three production plants. Production capacity of the first plant is 450 tons/day, the second plant produces 750 tons / day and the third plant produces 700 tons / day. PT. X is supported by 2 sub companies, they are PT. A and PT. B. PT. A operates 5 bagging lines and PT. B operates 3 bagging lines. The fertilizer bagging process has three steps where each step has its own work station: putting the labelled sack to the hook followed by fiiling the sack with fertilizer, installing the tie cable, and sewing the fertilizer filled sack. From the initial survey, it was found that the processingtime is not optimal to reach production target. PT. A and B have to set 24 working hours per day to run the target resulting on frequent overtime, excessive fatique and negative impact of physically and mentally for the workers. Author’s hypothesis is the current condition has been one of the reasons for a decline of the production output. Therefore, the purposes of the research are to find the impact of current working hours and shift work pattern on physical and psycological respon of the workers and to calculate standard time required to complete one cycle of bagging process. This standard time is very crucial to determine production target thus determine the optimal working hours and shift rotation. Measuring of heart rate arecollecting results of questionnaire of NASA-TLX are the parameters used to evaluate physical and psychological respon of workers. Two workers from different group worker, different shift work, from PT. A and PT. B were selected as samples to evaluate their heart rate pattern. The questioner spread out to all workers. Time standard was determined by observing and taking data of 40 bagging cycles for each shift work. The results show that shift work affecting the physiological response of workers in PT. B in the category between moderate to extreme especially for working element of arranging fertilizer sack to the pallet. This result was found for the two group workers. Frequent short rests between times are required to provide quick recovery for the workers and reduce excessive fatique. Average standard time complete one bagging cycle was 0.12 minutes and 0.13 minutes for PT. A and PT. B, respectively. These standard times can be used to set the production output target for the two companies. Last, short rotation shift work with additional number of workers is recommended for the shift pattern.

  4. "Utuslah Aku": Eksposisi Yunus Pasal 3-4 Tentang Pengutusan Nabi Yunus Berdasarkan Perspektif Allah Menyesal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Peniel C.D. Maiaweng

    2012-10-01

    Full Text Available mereka yang seharusnya dipanggilTuhan untuk pergi ke Niniwe (1:1-2, tetapi melarikan diri ke Tarsis (1:4-14, dan saat ini sedang berdoa dalam perut ikan besar dengankebingungannya (Yun. 2:1-9, akan kembali kepada panggilannya, yaituberbalik arah menuju ke Niniwe (3:1-2, untuk melaksanakanpelayanannya (3:4-9, karena Allah yang memanggil, walaupun Iadisebut Allah yang menyesal, tetapi Ia adalah Allah yang menyerukananugerah, Allah menerima pertobatan, dan diakui dalam pemberitaanPerjanjian Lama. Sebagai Allah yang menyesal, Ia adalah Allah yangterbuka terhadap orang-orang yang belum diselamatkan; Ia adalah Allahyang berdaulat untuk melakukan yang terbaik bagi manusia; Ia adalahAllah yang Mahatahu yang mengantisipasi segala perubahan sikap hidupmanusia di masa yang akan datang; Ia adalah Allah yang konsistenterhadap firman yang telah dinyatakan-Nya; dan Ia adalah Allah yangkonsisten terhadap sifat-sifat-Nya, sebagai Allah yang penyayang danpengasih serta panjang sabar dan berlimpah kasihs setia (4:2.

  5. Kinerja Karyawan Berdasarkan Keterbukaan terhadap Pengalaman, Organizational Citizenship Behavior dan Budaya Organisasi

    OpenAIRE

    Satwika, Pratista Arya; Himam, Fathul

    2014-01-01

    Globalization era demands high organization’s performance to survive. There are some human resource problems in Indonesia that indirectly influence individuals’ performance in the organization. This research aimed to determine openness to experience, organiza¬tional citizenship behavior (OCB) and employee-oriented organizational culture as employee per-formance predictor. Ths was a field study that used a quantitative methodology. A questionnaire was used to collect data about open¬ness to ex...

  6. Kinerja Karyawan Berdasarkan Keterbukaan terhadap Pengalaman, Organizational Citizenship Behavior dan Budaya Organisasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pratista Arya Satwika

    2014-12-01

    Full Text Available Globalization era demands high organization’s performance to survive. There are some human resource problems in Indonesia that indirectly influence individuals’ performance in the organization. This research aimed to determine openness to experience, organiza¬tional citizenship behavior (OCB and employee-oriented organizational culture as employee per-formance predictor. Ths was a field study that used a quantitative methodology. A questionnaire was used to collect data about open¬ness to experience, organizational citizenship behavior, employee-oriented organizational culture, and employee performance. Hypothesis test done with regression analysis toward 166 respondents resulted in the value of F=52,971 (p

  7. Sistem Informasi Ekstensibilitas E-Commerce Berdasarkan Data Trafik Menggunakan Statistik Proses Kontrol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Gunawan

    2014-01-01

    Full Text Available The concept of quality control has been widely used in companies for the fulfillment of customer satisfaction on products produced. Loss of customers due to in appropriate quality standards are important avoided by the company. This study aims to establish quality control information system e-Commerce in the diagram view map control. In this study, it is used Statistic Process Control (SPC method. In the early stages, e-Commerce is assumed to have  met  with quality variable of EWAM  method. Transaction visitation opportunities at a certain period used as a parameter of quality, and is called extensibility. The visitation data were collected by web traffic and applications and transaction data that occur in e-Commerce. Waterfall model approach was used in the prototype development process. The results of this  study  was  the  extensibility  of  e-Commerce  information  system.  Automation  of  data  collection  occurs  in  real  time  information system, so  that the e-Commerce extensibility statements can be  continuously  monitored. Analysis of results displayed by the  control chart suggested that a sustain effort in the control of extensibility can provide benefits in an effort to retain customers while management can  use  number  of  extensibility  variable  in  increasing  profitability  of  the  company  or  the  consideration  of  using  e -Commerce. Completion  of  e-Commerce  extensibility  can  gradually  be  increased  through  the  reduction  of  extensibility  variation,  while  the improvement of extensibility relies on the reparation of e-Commerce systems associated with EWAM variable.Keywords : E-Commerce; Web traffic; Extensibility;  Quality control; Automation

  8. Manfaat Informasi Akuntansi Untuk Memprediksi Risiko Investasi Saham Berdasarkan Pendekatan Decision Usefulness

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zarah Puspitaningtyas

    2010-12-01

    Full Text Available This study is to explain the usefulness of accounting information to predict the risk of stock investment based on the decision usefulness approach, technically shown through the effect of variable accounting on risk of stock investment. Based on analysis of 13 companies over a period of five years (2001-2005 by using multiple linear regression, the model shows that the current ratio significantly influence the risk of stock investment. However, signs of regression coefficients are not consistent with the predictions of the study. The results indicate that the current ratio has positive influence on the risk of stock investment. F test shows that the regression model with the current ratio as independent variables significantly influence the risk of stock investment. Meanwhile, the regression model with independent variables of current ratio, debt equity ratio, total assets turnover, return on investment, sales growth, and price earnings ratio do not significantly influence the risk of stock investment. The findings suggest that accounting information has relatively little ability to explain variations in risk of stock investment. The validation of regression models shows no difference between the real investment risk and investment risk prediction, meaning that accounting information is useful for predicting the risk of stock investment.

  9. STUDI KUALITAS PERAIRAN TELUK EKAS BERDASARKAN KOMPONEN FISIKA-KIMIA PADA BULAN MARET 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ramdhan

    2015-11-01

    Full Text Available The research was conducted on 9 to 15 March 2014 in the Ekas Bay region, East Lombok, West Nusa Tenggara Province. Water quality data acquisitions was done with purposive sampling by using a multiparameter WQC-24 TOA-DKK, floating drought in situ current measurement and water sampling for laboratory check. The parameters measured are temperature, salinity, DO, dT, pH, flow speed, Turbidity, TOM, NO2, NH3, PO4P, Chlorophyll and TSS. Data analysis using descriptive and Biplot graph analysis. The results showed range of values ​​for all parameters was almost in accordance with KepmennegLH No. 51 of 2004, based on physico-chemical parameters measured, still in good condition. Only the phosphate values ​​which average value of 0.41 mg / L is above the standard of Kepmenneg LH No. 51 of 2004 which is 0.015 mg / L. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v2i1.1378

  10. Penggolongan Mangga Gedong Gincu Berdasarkan Rasio Kandungan Gula Asam Menggunakan Prediksi Near Infrared Spectroscopy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noneng Fahr

    2016-04-01

    Full Text Available The objective of this research was to classify the quality of ‘Gedong gincu’ mango based on its sugar acid ratio detected nondestructively using spectroscopy near infrared reflectance (NIR. The near infrared wavelength used was in 1000-2500 nm. Some NIR spectral processing and partial least square was selected to develop calibration and validation model of the correlation between NIR reflectance and destructive measurement data. The best model of calibration and validation in predicting sugar acid ratio was found for those model using combination of NIR data treatment of normalization and first derivative (N01, DG1 with 4 PLS factors. The accuracy of model was indicated by the value of r, SEC, CVc and RPDc i.e. 0.89, 29.81%, 24%, 2.23 for calibration model and 0.78, 34.92%, 30%, 1.61 for validation model. It could be concluded that the developed NIR method could classifying the quality of ‘Gedong gincu’ mango based on the sugar acid ratio content with accuracy of 77%.

  11. PERENCANAAN TARIF IDEAL PENGIRIMAN BARANG BERDASARKAN METODE PERHITUNGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Mulyati

    2013-12-01

    Full Text Available PT Syncrum Logistics is a company engaged in the expedition of freight transportation services 3PL (Third Party Logistics, which delivery goods from one place to the destination area by land (On Road by using a fleet of wings box trucks. PT Syncrum Logistics has more than 80 wings box fleet which are owned by the box itself. One is a box type truck wings are often used for service delivery to Milkrun Cibitung. On the imposition of tariffs for one-time delivery of goods on the route there is a difference with Milkrun Cibitung previous rate calculation that originally was Rp 800.802, - to be decreased to Rp 522.700,-. Tariff of Rp 522.700 based solely on the price offer made by the customer on the marketing side. That price has not reached the ideal rate of the company. From the description above, the calculation for ideal freight rates by route Milkrun Cibitung uses the Vehicle Operating Costs. Calculating the Vehicle Operating Costs must first determine the fixed costs, variable costs and the determination of the basic rate and calculation of the costs incurred each year, month and day, and the benefits to be achieved by the company. Difference obtained is Rp 229.837,- from the initial rate off price minimum negotiable to do between Rp 800.802 to Rp. 707.612/28 pallets (Full Load.

  12. ANALISIS HASIL PENILAIAN DIAGNOSTIK KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PMRI BERDASARKAN TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukriadi Sukriadi

    2015-03-01

    Full Text Available Keterampilan berpikir kreatif siswa tergolong rendah diindikasikan dari kemampuan berpikir kritis siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi bagaimana pola hubungan antara kecerdasan emosional dan kemampuan berpikir kritis matematis serta keefektifan pembelajaran PMRI materi Kubus dan Balok.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mix Method model Concurrent Embedded Strategy. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII. Selanjutnya dilakukan pembelajaran PMRI pada materi kubus dan balok kelas VIII. Selanjutnya dilakukan pengambilan data dengan melakukan tes diagnostik kemampuan berpikir kritis matematis pada tiap sampel. Untuk memperdalam hasil penelitian dilakukan wawancara pada tiap tingkat kecerdasan emosional. Hasilkeefektifan pembelajaran dilihat dari aspek ketuntasan klasikal kemampuan berpikir kritis matematis siswa yakni tuntas ≥75% dengan nilai zhitung=1,9265>ztabel=1,645artinyaproporsi siswa yang mendapat nilai KBKM lebih dari atau sama dengan KKM=70 telah melampaui 75%, uji beda rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah thitung = 8,81>ttabel= 1,671artinya rataan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran PMRI lebih dari rataan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran lain. Kemampuan berpikir kritis matematis siswa berbanding lurus dengan kecerdasan emosionalnya. Terdapat pola hubungan antara kecerdasan emosional dan kemampuan berpikir kritis matematis yaitu memiliki kekurangan aspek tertentu dalam setiap tingkatan kecerdasan emosional.The low state of creative thinking skills of students is indicated on students' ability to think critically low. This study aimed to obtain a description of how the pattern of the relationship between emotional intelligence and critical thinking skills as well as the effectiveness of cubes and beams subjects in mathematical in PMRI Learning. The method in this study is a Mix Method of Concurrent Embedded Strategy. The subjects of this study were students of class VIII. Performing diagnostic tests of critical thinking skills mathematically in each sample. To deepen the results of research, heldinterviews at each level of emotional intelligence.Results of the effectiveness of learning from the aspects of classical completeness critical thinking skills that students complete, the test the average difference experimental class and control class is t=8.81> t table = 1.671 means the mathematical average of critical thinking skills of students who are taught by PMRI learning over critical thinking skills mathematical average of students taught by another learning. Critical thinking skills students mathematically proportional to emotional intelligence. There is a pattern of relationship between emotional intelligence and critical thinking skills that have a shortage of mathematically certain aspects within each level of emotional intelligence.

  13. KEBERADAAN KONSEP RULE BY LAW (NEGARA BERDASARKAN HUKUM DIDALAM TEORI NEGARA HUKUM THE RULE OF LAW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Hendra Wijaya

    2013-11-01

    Full Text Available This research titled, the existence of the concept of rule by law (state law within thestate theories of law the rule of law, which is where the first problem: How can theadvantages of Rule by Law in the theory of law Rule of Law?, How is the dis advantages of aconcept of Rule by law in the theory of law Rule of Law.This research method using the method of normative, legal research that examines thewritten laws of the various aspects, ie aspects of the theory, history, philosophy, comparative,structure and composition, scope, and content, consistent, overview, and chapter by chapter,formality, and the binding force of a law, and the legal language used, but did not examine orimlementasi applied aspects. By using this approach of Historical analysis and approach oflegal conceptual analysis.In this research have found that the advantages of the concept of Rule by Law lies in theproviding of certainty, can also be social control for the community, thus ensuring all citizensin good order at all reciprocal relationships within the community. And Disadvantages of theconcept of Rule by Law if the Law which legalized state action is not supported by democracyand human rights, and the principles of justice, there will be a denial of human rights,widespread poverty, and racial segregation, and if the law is only utilized out by theauthorities as a means to legalize all forms of actions that violate human can inflicttotalitarian nature of the ruling

  14. Identifikasi longsoran bawah laut berdasarkan penafsiran seismik pantul di perairan Flores

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kris Budiono

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol4no1.20092Submarine sliding frequently cause tsunami or a high velocity big wave around the submarine slid- ing area which enable to reach a long distance. This sliding is not always as a causal factor for hazard and even associate with storm and earthquake. Some of them occur in a narrow area and it’s just formed due to gravitational movement. Different with mechanism of landslide, which is commonly due to water saturated soil, the submarine sliding is a more complex event. The submarine sliding is an important natural process which causes a big volume of sediment mass moves from a shallow area to a much deeper area of seafloor. There are many types and causal factors of seafloor instability, but the sliding terminology is predominantly used for the phenomena. A variety of seafloor materials, environments and sediment masses are some extreme influential factors in creat- ing the types of submarine sliding. The reflector of seismics is usefull to interpret the indications of the occurrence of geological structure and sub-marine slumping In case of the Flores Sea, earthquake is a major causal factor for creating submarine sliding. The bigger magnitude of earthquake, the greater the dimension of submarine sliding. Eventually, it may affect to the more possible occurrence of a potential hazardous tsunami.  

  15. PROFIL KEMATIAN NEONATAL BERDASARKAN SOSIO DEMOGRAFI DAN KONDISI IBU SAAT HAMIL DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raharni Raharni

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Neonatal mortality is the death of an infant who is born alive within 7 days after birth (early neonatal mortality/perinatal, and the death of a baby born alive more than 7 days until approximately 29 days (advanced neonatal mortality. Neonatal deaths (infants aged 28 days is two thirds of infant mortality, whereas early neonatal mortality/perinatal (infant age of 7 days is two thirds of neonatal deaths. The purpose of this study was to determine neonatal mortality profiles based on socio demografic and the mother condition during pregnancy, and the data based on Riskesdas 2010. Methods: This study used cross sectional design, using data Riskesdas 2010. Result: From the analysis obtained the following results, 144 out of 163 neonatal deaths (88,6% were the early neonatal deaths (7 days of birth, the remain at 11.45% were advanced neonatal mortality. Most of neonatal deaths occur in fertil maternal age at delivery was mature enough that age group 18-34 years, but mostly with low and medium level of education that is 53% and 43% respectively. Mostly neonatal deaths occur when 2 continous birth delivery happens less than 12 months, total number is 100 (61 3%. Percentage of neonatal mortality is equal between working mothers and non working mothers. From the baby's weight with weight < 2500 grams and > 2500 grams, the percentage is nearly equal at 27-29%. Conclusion: The body weight most neonatal deaths were unknown was no significant difference between early neonatal and late neonatal. There demographic information according to both maternal, infant characteristics, or economic status. It is expected the results of this reseach can be used as reference related neonatal mortality profile and as an input in policy to improve the mother health during maternity and birth delivery and also to reduce the risk of neonatal death.   Keywords: early neonatal mortality/perinatal, neonatal mortality, pregnancy

  16. Sistem Pencarian Hotel Berdasarkan Rute Perjalanan Terpendek Dengan Mempertimbangkan Daya Tarik Wisata Menggunakan Algoritma Greedy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Audrey Maximillian Herli

    2015-04-01

    Full Text Available Hotel search was an important thingfor travelers in their traveling journey. Travelers would consider criteria such as class, price and review of the hotel.Beside those things, distance between Hotel and tourist attractionswasalsoimportant factor to be considered. In this research, system was constructed to perform a hotels search by shortest travelling route using Greedy Algorithm. This research was conducted through four stages, the first stage wasdata and information collectingof tourist attraction and hotel. Second stagewasdata analysis with greedy algorithm in purpose to classify the data and implementing greedy algorithm with manual calculation to the problem research. The third stage was the development of the system, and the last stage wasevaluating the system with the experts who are experienced in the field of tourism and the prospective user of this application. Results from this study was the system can provide recommendations and sequence the shortest journey between the hotel and tourist attraction based on the greedy algorithm.

  17. Analisis keragaman genetik manggis (Garcinia mangostana diiradiasi dengan sinar gamma berdasarkan penanda ISSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ALFIN WIDIASTUTI

    2013-05-01

    Full Text Available Widiastuti A, Sobir, Suhartanto MR. 2013. Genetic variability analysis of mangosteen (Garcinia mangostana irradiated by gamma ray based on ISSR marker. Bioteknologi 10: 15-22. The aim of the research was to know the increasing of genetic variation within mangosteen based on banding pattern of ISSR marker as a response to some doses of irradiation gamma rays. Five dosages of irradiation gamma rays were 0 Gy, 20 Gy, 25 Gy, 30 Gy, 35 Gy and 40 Gy. The source of the seed that have been irradiated was from Cegal, Leuwiliang, Bogor. The results showed that gamma ray irradiation affecting mangosteen genetic changed. Because the randomize of gamma irradiation, it changed was individually. Gamma irradiation successfully increase genetic variability (5%.

  18. KEDUDUKAN KETETAPAN MPR BERDASARKAN UU NO. 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Delfina Gusman

    2012-03-01

    Full Text Available MPR Decree in resettlement of legislation under the Constitution of 1945 on the basis of Law No. 12 Year 2011 cocerning formation of legislation gives rise to a variety of polemics in the position of the MPR as State institutions. Provisions of the MPR is considered to have urgency in Indonesia's system, because the MPR as State institutions is considered to still have the duty and the authority of its strategic, e.g: inauguration of President and Vice President, the establishment of the Constitution. MPR also made provisions as one of basic national legislation program.

  19. GEJALA GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL PENDUDUK DEWASA BERDASARKAN STUDI MORBIDITAS SKRT 1995

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Isfandari

    2012-09-01

    Full Text Available Mental disease is one among the many problems that are predicted to increase as a side effect of the development process. Difficulties in coping with the changes caused by the development process were among the reasons that were assumed to be one of the sources of mental health problems. A total of3020 respondents who are 15 years and olders with a minimum education at the Primary High School (Sekolah Menengah Pertama level participated in the study by completing a Self Rating Questionnaire (SRQ. The results revealed that village men in Jawa Bali aged 25 - 29 were those who felt the worst impact of the development process. It is assumed that the main reasons were associated with economic factors. There are not enough job opportunities in villages in Jawa Bali, while farming areas are shrinking everytime, not to mention if there were failures in harvests. It is no wonder that this condition could create problems for married men. Women aged 15-29 showed a quite high prevalence of mental health symptoms. It was assumed that the condition had something to do with Pre Menstrual Syndrome. The reason was that there was less proportion of married women aged 15-29 in outer Jawa Bali compared with those in Jawa Bali, whereas Pre Menstrual Syndrome is usually experienced by mature unmarried women. Other results revealed that there were higher mental disturbance symptom in Jawa Bali than those in outer Jawa Bali, especially for those aged above 30. It is assumed that the more intensive development process in Jawa Bali has an impact on the higher occurrence of mental disturbance symptoms. Mental health status of the society reflects the condition of that society. Therefore, effort in alleviating poor mental health status can not be separated from improving conditions beyond health aspects, such as economic condition, and status of women.

  20. VARIASI GENETIK TIGA POPULASI IKAN NILA ( Oreochromis niloticus BERDASARKAN POLIMORFISME mt-DNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Otong Zenal Arifin

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian untuk mengevaluasi keragaman genetik tiga populasi ikan nila telah dilakukan di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi variasi genetik ikan nila populasi GET, GIFT, dan nila Danau Tempe sebagai informasi dasar bagi program seleksi karakter kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa ikan nila GET, GIFT, dan nila Danau Tempe memiliki keragaman genetik yang tinggi dengan nilai haplotype diversity berturut-turut sebesar 0,7579; 0,5895; dan 0,5333. Jarak genetik terdekat terdapat antara ikan nila GIFT dan nila Danau Tempe, sedangkan jarak genetik terjauh terdapat pada ikan nila GET dengan populasi Danau Tempe. Research on evaluating genetic diversity between three populations of nile tilapia ( Oreochromis niloticus was conducted at Research Institute for Freshwater Aquaculture, Bogor. This research aimed to obtain preliminary information related with the genetic diversity of GET, GIFT, and Tempe Lake tilapia, which will be used as basic information for the future selective breeding program. Result showed that GET, GIFT, and Tempe Lake tilapia have high haplotype diversity of 0.7579, 0.5895, and 0.5333 respectively. The closest genetic distance was found between GIFT and Tempe Lake tilapia, while the farthest genetic distance was observed between GET and the Tempe Lake population.

  1. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN KAMPAR KIRI TENGAH, KABUPATEN KAMPAR, 2005/2006

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ririn Arminsih Wulandari

    2006-12-01

    Full Text Available Factors related to malaria prevalence in Kampar Kiri Tengah Sub District, Kampar District, Riau Province in 2005 – 2006. Kampar Kiri Tengah Sub-District has the highest number of malaria patients (AMI: 79,19 out of 18 sub-district in Kampar district. Malaria is caused by Plasmodium and transmitted out by anopheles sp mosquitoes. Until now, malaria is a major health problem in Indonesia and is one of the top ten high fatality diseases in Indonesia, and detrimental to socio-economic field. This study utilizes a case control research design and the objective was to find out the factors related to the occurrence of malaria disease in Kampar Kiri Tengah Sub-District, Kampar District. The case group consists of patients who visited health centre and showed clinical symptoms of malaria and whose blood examination result was positive. The control group consisted of patients who do not have clinical symptoms of malaria and the blood examination is negative. The number of case group and control group is 69 patients, respectively. Factors studied are mosquito breeding sites, living next to large cattle barns, the use of bed net, anti-mosquito chemical, wire netting, and repellent. The result of the study suggested that there are five variables related to occurrence of malaria, namely mosquito breeding sites with p value = 0,006 (OR 2,8 ; 95% CI 1,381-5,512, living next to large cattle with p value = 0,001 (OR 3,2 ; 95% CI 1,650-6,693, the use of bed net with p value = 0,017 (OR 2,4 ; 95% CI 1,226 – 4,845, the use of anti-mosquito chemicals with p value = 0,026 (OR 2,3; 95% CI 1,158 – 4,564 and the use of wire netting with p value = 0,027 (OR 2,3 ; 95% CI 1,153 – 4,513. Multivariate analysis showed that most dominant factors is living next to large cattle, followed by mosquito breeding sites and the use of anti-mosquito chemical.

  2. Hubungan Antara Nilai Indeks Pertumbuhan Vertikal Wajah dan Kejadian Otitis Media Kronik pada Subras Deutero Melayu Dewasa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henny Widyastuti

    2014-09-01

    Full Text Available Vertical growth index (VERT describes craniofacial growth. This value affects the eustachian tube growth. Differences in craniofacial morphology correlates with eustachian tube anatomy function and tensor veli palatini muscles that play a role in the pathogenesis of chronic otitis media (COM. This study aimed to determine the effect of vertical growth index (VERT and cephalometry on COM incident. The design was case-control with subjects from the outpatient clinic of otolaryngology head and neck surgery, Dr. Hasan Sadikin General Hospital during the period of September to November 2013. Subjects were divided into two groups: COM group and control group. Cephalometric measurements were performed and the mean values difference of both groups were calculated using t test or Mann-Whitney test. The mean index VERT was then calculated for each groups and relationship between risk factors and effects were analyzed using Odds Ratio. Four of 7 subjects in the COM group have a short round face/brachifacial type with greater facial depth angle (t=3.408, p=0.005 with smaller mandibular plane angle are (t = - 4.055, p=0.002. Subjects with VERT index > +0.5 (brachyfacial type have eight times higher risk to be COM (OR: 8; 95% CI: 0.41 to 309.1. In conclusion, the VERT index has an association with COM incident in adult Deutero Malays.

  3. Pola Kejadian Hematoma Subdural Pada Bayi Yang dirawat di Ruang Rawat Intensif Anak Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enny Harliany Alwi

    2009-09-01

    Full Text Available Subdural hematoma (SDH is a common condition in infancy and young children with a poor prognostic. The more studies related SDH with nonaccidental injury. With the aim to identify the characteristics of SDH in infants below 1 year, a retrospective study of infants below 1 year diagnosed as subdural hematoma who were admitted to PICU Hasan Sadikin General Hospital from Januari 2000 to Desember 2003 has been conducted. Infants less than 1 month and SDH developed after neurosurgery intervention were excluded. Fourteen infants met the inclusion criteria's, consisted of 5 (36% girls and 9 (64% boys, most of them were on 1 month of age (57%. Anemia was found on all cases, thrombocyte normal except in 1 case thrombocytopenia (53,000/mm3. PT prolonged in 9 (100% cases and PTT in 5 (56% from 9 cases. Bilirubin total/direct elevated in 4 (80% from 5 cases, SGOT/SGPT elevated in 5 (83% from 6 cases. From 11 cases, 9 (82% cases were IgG anti-CMV positive and 6 (55% cases were IgM anti CMV positive. Conclusions, SDH can be caused by various etiologies, thus a comprehensive examinations to exclude child abuse are needed. The role of CMV infection should be considered as one of SDH etiology.

  4. Lingkungan dalam rumah, mobilitas dan riwayat kontak sebagai determinan kejadian demam berdarah dengue di Denpasar tahun 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kenyem Subagia

    2013-10-01

    Full Text Available Bali Province is endemic for Dengue Hemorrhagic Fever (DHF. Denpasar is reported to have the highest cases withincidence rates of 143.2 per 100.000 persons in 2011. Vaccine has not been available until recently and efforts to control theendemic are only achieved modest result. This case control study was aimed to identify risk factors for high incidence rate ofDHF in Denpasar. Total cases were 80 and controls were 160 persons. The variables explored were characteristics of therespondents, indoor and outdoor environtment, respondent mobility, history of contact with the DHF patients and larvaepresence in public places with a maximum radius of 100 m from respondent’s residence. The data were collected fromdocuments, interviews and observations. The instruments used were questionnaires and check lists. Data analysis was carriedout using univariate, bivariate (chi-square and multivariate (logistic regression analysis. Bivariate analysis showed severalfactors which increase the risk of dengue incidence in Denpasar: age OR=1.88 [95%CI 1.09-3.23], indoor condition OR=8.27[95%CI 2.63-26.07], mobility OR=2.78 [95%CI 1.57-4.92] and contact history OR=2.85 [95%CI 1.62-5.03]. After multivariateanalysis, the variables that contributed to increase the risk of DHF incidence in Denpasar were age OR=1.09 [95%CI 1.06-1.11],indoor environment condition OR=10.74 [95%CI 2.94-39.32], respondent mobility OR=3.12 [95%CI 1.55-6.28] and history ofcontact OR=2.4 [95%CI 1.21-4.79]. Health promotion need to be improved to prevent DHF by increasing indoor environmentalquality including intervention to refregerator drainage and residual water tapping at dispenser

  5. Perbandingan Efektivitas Pemberian Efedrin Oral Dosis 25 mg dengan 50 mg Preoperatif terhadap Kejadian Hipotensi Pascaanestesi Spinal pada Seksio Sesarea

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Selly Oktarina Rosita

    2013-12-01

    Full Text Available Oral ephedrine is one alternative to prevent hypotension with less adverse effects. The purpose of this study was to determine the effective dose of oral ephedrine given 30–45 minutes before spinal anesthesia to reduce incidence of hypotension. The research was a single-blind randomized experimental study involving 32 pregnant women, ASA II, who underwent caesarean section with spinal anesthesia at Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung from March to May 2012. Subjects were divided into two groups, 25 mg ephedrine and 50mg ephedrine groups. Data was analyzed using Mann Whitney and chi-square test, p<0.05 was considered significant. Statistical analysis showed there was a significant difference (p=0.049 in incidence of hypotension between 25 mg group and 50mg group. 25mg group required more intravenous ephedrine after spinal anesthesia (p=0.040. The conclusion of this study was that oral 50mg ephedrine given 30–45 minutes before performing spinal anesthesia will reduce the incidence of hypotension after spinal anesthesia in comparison to oral 25mg ephedrine. In 25mg group, the amount of ephedrine intravenous administered is higher compared with 50mg group.

  6. KEJADIAN INFEKSI ULANG VIRUS DENGUE BERDASAR RESPON IMUN HUMORALNYA PADA PENDERITA DBD DI DUA RUMAH SAKIT DI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoko Yuwono

    2012-10-01

    Full Text Available Demam Berdarah Dengue (DBD merupakan penyakit endemik di Indonesia. Upaya pencegahan dengan imunisasi Dengue menghadapi beberapa kendala. Dewasa ini telah dilakukan penelitian dan pengembangan propfilaksi DBD di beberapa negara di Asia. Penelitian ini mencoba memberikan masukan mengenai pola infeksi ulang virus Dengue pada penderita DBD di dua RS di Jakarta. Telah diperiksa sebanyak  49 penderita tersangka Demam Berdarah Dengue di RSPI dan RS Pasar Rebo Jakarta. Konfirmasi DBD dilakukan dengan menentukan serokonversi anti Dengue menggunakan Uji Hambatan Hemaglutinasi (HI terhadap ke empat antigen Dengue, DV-1; DV-2; DV-3 dan DV-4. Selain itu dilakukan uji kualitatif untuk mendeteksi IgM anti Dengue dengan Uji Dengue Strip, Enzyme Immuno Assay (EIA. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dari 49 penderita tersangka DBD ditemukan 19 penderita (38,8% infeksi primer dan 11 penderita (22,4% infeksi sekunder DBD; 16,3% presumptif dan sisanya 22,4% seronegatif Dengue. Hasil pemeriksaan kuantitatif dengan Uji Hambatan Hemagalutinasi menunjukkan bahwa telah terjadi infeksi ulang oleh virus Dengue dengan gambaran sebagai berikut, yaitu: 2,0% (1 orang terinfeksi DV-1 dan DV-3; 4,08% (2 orang terinfeksi DV-2; 10,2% (5 orang terinfeksi DV-4. Selain itu ditemukan adanya koinfeksi yaitu: terinfeksi DV-1+2 dan DV-1+3 masing-masing sebesar 2,0% (1 org; terinfeksi DV-3+4 sebesar 4,08% (2 orang dan terinfeksi DV-1+2+3+4 sebesar 30,6% (15 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 30,6% penderita DBD dengan komposisi anti DV-1+2+3+4 temyata masih dapat terkena Demam Berdarah Dengue.   Kata kunci: penderita DBD; serologi; infeksi ulang dengue

  7. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SISTISERKOSIS PADA PENDUDUK KECAMATAN WAMENA, KABUPATEN JAYAWIJAYA, PROPINSI PAPUA TAHUN 2002

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilfried H. Purba

    2003-12-01

    Full Text Available Cysticercosis is a disease caused by the larva of Taenia solium, the pig tapeworm, whereas taeniasis solium is caused by the adult worm, which lives in the small human intestines. The prevalence of taeniasis/cysticercosis in Indonesia varies from 1.0% to 42.7% and until now is found predominantly in three provinces i.e. Bali, North Sumatera and Papua. The highest prevalence was found in Papua during the year 1997 (42,7%. This case-control study was designed for finding factors in connection with the existing cysticercosis in Sub-district Wamena, District Jawawijaya. The number of cases consisted of all patients suffering from cysticercosis aged morethan 8 years, found by questionaires during a survey for Taeniasis, Cysticercosis and Neurocysticercosis, conducted by the team from January till February 2002 and the control group consisted of individuals without cysticercosis during the survey. The diagnosis of cysticercosis was determined with ELISA by antibody detection of the parasites in the serum of both groups. Among the total number of variables several factors were found significantly associated with the existence of cysticercosis after calculation as a whole i.e. washing hands (OR 4.9 95%CI:2.55-9.61, profession (OR 2.11 95%CI:1.14-3.91, frequency of bathing (OR 2.59 95%CI:1.31-5.13, source of clean water (OR 2.41 95%CI:1.31-4.44 and sanitation (OR 6.25 95%CI:3.14-12.44. Community health education is recommended on topics such as the habit of washing hands, bathing with clean water and using standard toilets. It is suggested that the local government provides clean water facilities and general sanitation facilities.

  8. ANGKA KEJADIAN KARIES DAN GINGIVITIS PADA ANAK SEKOLAH DASAR USIA 8-12 TAHUN DI KABUPATEN MAROS TAHUN 2014

    OpenAIRE

    HANAPI, ADE NURZAQIAH

    2014-01-01

    2014 Teeth are part of the tools of mastication on the digestive system in the human body. The main problem child oral health are dental caries. Dental caries in children is a serious problem in oral health in Indonesia, with a prevalence of up to 90.05% .Other diseases that often accompany dental caries is a disease of periodontal tissues. Gingivitis is an inflammatory process in the periodontal tissue is confined to the gingiva and gingivitis reversibel.a...

  9. UPAYA PENURUNAN KEJADIAN KEHILANGAN GELAS BERUKURAN SEDANG MELALUI PENERAPAN METODE QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC DI UNIT GIZI, RS ABC, JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jonny

    2012-05-01

    Full Text Available Nutrition Department of ABC Hospital provides food and beverage for all inpatients based on nutrition standard from their practioners. Therefore, Nutrition Department needs several types of cutlery for serving them food and beverage as needed. The stock of these types of cutlery should be maintained by nutrionists. During August and September 2011, the stock of middle-sized glasses had been deficit. This condition made the Nutrition Department initiate a QCC group named Sushi to prevent the deficit by strengthening the control over the stock. After this improvement, they had successfully suppressed the deficit from 193 to 77 units or 60.10%. Due to hospital regulation that every lost should be redeemed by nutritionist, this improvement had also enable the department to suppreesed the cost of lost units (quality cost.

  10. Hubungan Stres dengan Kejadian Akne Vulgaris Di kalangan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2007-2009

    OpenAIRE

    Perumal, Nitya

    2011-01-01

    Background: Acne or acne vulgaris has always been well concerned among teenagers and adolescent age. Acne vulgaris is a common disorder of the follicle sebaceous unit that predominantly occurs in adolescence. Acne vulgaris which is suffered by 95 to 100 percent boys and 83 to 85 percent girls. This skin disease is caused by multifactoral of skin disease, which is stress. With the increased studying burden, packed time table and inadequate sleep has caused medical students in University of Nor...

  11. PERILAKU MASYARAKAT DAN FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANTRAKS DI KECAMATAN KODI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruben Wadu Willa

    2012-09-01

    Full Text Available Anthrax is a disease Zoonotic diseases caused by Baccilus anthrakcis. In 2007, there Extraordinary incident (KLB anthrax in District Kodi West Sumba, with 18 people the number of cases and 5 fatalities. This study sursey research in areas that have experienced anthrax incident. Population and sample are heads of households and the environment in the region anthrax incident. The data collected is the data environment consisting of soil pH, organic matter content, and air temperature as well as knowledge, attitude and practice of community. Presentation of data was descriptive. The results showed that the environment consisting of soil pH, organic matter content and air temperature has the potential for survival of baccillus antrakcis, respondents' knowledge about anthrax, anthrax prevention and control is still low. Respondents generally have a pretty good attitude in the response to anthrax, but still there is the behavior of respondents who are at risk for contracting anthrax, such as custom cutting   and   eating   meat   of  dead   animals   and   dispose   of  dead livestockForestry.   Key words: Behavioral and local environment anthrax

  12. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung Tahun 2015

    OpenAIRE

    Pane, Fitri Yani

    2015-01-01

    Anemia in pregnancy is a condition of mother with hemoglobin content is less than 11 gr on trimester I and trimester III or hemoglobin content < 10,5 gr on trimester II. Anemia in pregnancy has a bad impact during pregnancy, delivery and partum. The influence of anemia during pregnancy is abortion, prematurity, early membrane rupture (KPD). The influence of anemia during in labor is the longer of partum when afterbirth longer and cause the placenta retention. The influence of anemia during ch...

  13. Prevalensi obesitas dan hubungan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja SLTP kota dan desa di Daerah Istimewa Yogyakarta

    OpenAIRE

    Mahdiah, Mahdiah; Hadi, Hamam; Susetyowati, Susetyowati

    2004-01-01

    Background: The improvement in socioeconomic status has led to sedentary life style and more fast food consumption. Whether fast food consumption contributes to obesity in Indonesian adolescents remains unclear.Objective: The study was conducted to estimate the prevalence of obesity and to assess the association between fast food consumption and obesity in junior high school students.Methods: A cross-sectional survey was conducted in 2003 to estimate the prevalence of obesity in adolescent st...

  14. Kejadian Hujan Asam di Kabupaten Bogor dan Retensi Timbal pada Domba Lokal yang Diberi Ransum Berkadar Timbal Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Diapari

    2008-12-01

    Full Text Available The objectives of this research were: 1 to find out whether acid rain has taken place in Bogor Regency area and its effect on the lead (Pb content in soil and roughage in the region, 2 to predict the correlation of Pb content in rain water and soil, and the content of Pb in roughage in the Bogor regency area, 3 to study the impact of acid and Pb content in the ration to sheep daily gain and measure Pb content in liver, kidney and meat. The results showed that in Bogor regency area the acid rain occurred during the dry season but not in the wet season. The Pb content in the rainwater and soil were not affected by acid rain. There was no correlation of Pb content between soil and roughage. Acid containing ration decreased daily gain, but not for the ration of high Pb-content. Acid containing ration increased Pb content in the kidney but not in the liver and meat. However, high Pb content in the ration increased the Pb content in the liver and kidney but not in the meat.

  15. FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERJADINYA DIARE AKUT PADA BALITA DI DESA TEGALLALANG PADA BULAN JANUARI SAMPAI JULI TAHUN 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Bagus Garjita Maesa Putra

    2015-06-01

    Full Text Available Diare merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian di negara berkembang. Berdasarkan profil kesehatan Puskesmas Tegallalang I, diare masuk dalam sepuluh penyakit pada bulan Januari sampai dengan Juli 2014. Jumlah kasus diare yang dilaporkan pada balita 50 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko diare di Puskesmas Tegallalang I ini.Penelitian ini menggunakan rancangan kasus-kontrol. Jumlah sampel masing-masing kasus dan kontrol adalah 36 balita. Kasus dan kontrol dipilih dari register kunjungan Puskesmas pada bulan Januari sampai Juli Tahun 2014. Faktor risiko meliputi ketersediaan saluran pembuangan air limbah (SPAL, pemanfaatan jamban keluarga (JAGA, pemanfaatan sarana air bersih, air susu ibu (ASI ekslusif, mencuci tangan setelah buang air besar atau sebelum makan, dan merebus air minum. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara. Analisis faktor risiko dilakukan secara bivariat menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita adalah saluran pembuangan air limbah (OR= 7,800, p=0,00, pemanfaatan jamban keluarga (OR= 3,75, p= 0,01, pemanfaatan sarana air bersih (OR= 9,10.p=0,00, ASIeksklusif (OR=17,20, p=0,00, mencuci tangan setelah buang air besar (OR=3,70, p= 0,02, mencuci tangan sebelum makan (OR=2,60, p=0,09, dan merebus air minum (OR=7,95, p= 0,00.Variabel ketersediaan saluran pembuangan air limbah, pemanfaatan sarana air bersih, ASI eksklusif, mencuci tangan setelah buang air besar, dan merebus air minum terbukti meningkatkan risiko kejadian diare akut pada balita. Perbaikan sanitasi perorangan dan sanitasi lingkungan diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya diare.  

  16. Pelaksanaan Restrukturisasi Kredit Macet Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Dan Hambatannya Pada PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Binjai

    OpenAIRE

    Novrilanimisy

    2015-01-01

    A Bank plays an important role in people’s life because banking institution, especially a commercial bank, becomes the essence of each country’s financial system. Banking system is functioned as the support for human needs through credit system. Unfortunately, not all debtors can pay off the debt to the Bank on time; consequently, there will be non-performing credit. Bank Rakyat Indonesia Cabang Binjai has its own way how to handle non-performing credit; that is, by credit restructuring in or...

  17. Interpretasi Mineralisasi Epitermal Berdasarkan Studi Ubahan Hidrotermal dan Tekstur Urat Kuarsa di Kawasan Hutan Lindung Taliwang, Nusa Tenggara Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Zulkifli Herman

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol2no3.20072Taliwang conservation forest, West Nusa Tenggara, is particularly covered by volcanic rocks consisting of alternated breccia and tuff. The breccia is composed of andesitic – dioritic clasts and matrix of fine-grained to lapilli tuff which had partially been hidrothermally altered and invaded by gold bearing quartz veins. Outcrops of quartz veins are commonly limonitized, trending nearly east-west and north-south with respectively dip of 70o and 85o. Identification of quartz veins originated from people mining’s waste leads to a prediction that there are quartz stockworks beneath the earth surface (50 – 100 m depth in the conservation forest area, from which quartz veins penetrated the illite-paragonite-calcite-siderite- nacrite altered country rock. Textures of quartz veins were identified such as comb with some coarse- grained euhedral crystals, sugary/saccharoidal/fine grained crystalline quartz and ghost-bladed. Veins and host rocks generally contain disseminated and spotted pyrites. Evaluation of quartz textures, altered rocks analysis (PIMA method, fluid inclusion studies and chemical analysis (AAS method of selective altered rocks/quartz vein samples exhibits that the alteration and mineralization processes might occur in an epithermal system, connecting with a change of hydrothermal fluids from near neutral into acid conditions at a temperature ranging from 231 to 185oC. Alteration of illite-paragonite-kalsit-siderite is suggested as a result of reaction between host rock and a near neutral fluid, whilst nacrite (kaolin group or argillic is a result of reaction between host rock and an acid fluid, within a mixing zone of meteoric fluid and condensed acid gas released during boiling process of hydrothermal fluid in the depth. On the basis of salinity ranging from 0.9 to 2.2 equivalent wt.% NaCl of fluid inclusion, it is predicted that the deposition of gold bearing quartz and associated ore minerals takes place in a depth ranging from 293 to 120 m beneath paleosurface.  

  18. PENYUSUNAN ALGORITMA PENDUGA KONSENTRASI KLOROFIL-A BERDASARKAN DATA SPEKTRORADIOMETER DI PERAIRAN TELUK JAKARTA DAN KEPULAUAN SERIBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Fahruddin Syah

    2011-04-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membuat model algoritma yang tepat antara data konsentrasi klorofil-a in situ dengan nilai spektral spektroradiometer melalui analisis regresi – korelasi di Teluk Jakarta dan Kepulaun Seribu  Proses penyusunan algoritma dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear antara nilai konsentrasi klorofil-a sebagai variabel tak bebas dengan kombinasi kanal dari spektroradiometer sebagai variabel bebas.  Selanjutnya dilakukan uji-F dan uji-t  terhadap algoritma yang dihasilkan.  Pengolahan data secara statistik menghasilkan kombinasi kanal terbaik untuk menduga sebaran konsentrasi klorofil-a di Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu adalah K1+LnK5+K9.  Model persamaan penduga konsentrasi klorofil-a yang diperoleh secara statistik dinilai sangat baik karena memiliki nilai koefisien korelasi r = 0.999 dan nilai kefisien determinasi R2 = 99.8%.  uji kehandalan model yang dilakukan membuktikan bahwa algoritma yang dihasilkan  dapat diterima, dan konsentrasi klorofil-a teoritis yang dihasilkan tidak berbeda nyata dengan konsentrasi klorofil-a pengamatan.  Dalam penelitian ini  penyusunan algoritma dilakukan untuk menduga sebaran horisontal dari nilai rata-rata konsentrasi klorofil-a yang ada pada kedalaman 1–3 meter. Kata kunci : Algoritma, klorofil-a, spektroradiometer

  19. Analisis Penerapan Program PKBL Berdasarkan Prinsip Umum Corporate Social Responsibility (CSR: Studi Kasus pada PT Waskita Karya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosinta Ria Panggabean

    2011-10-01

    Full Text Available This research aims to analyse whether the implementation of PKBL program at PT Waskita Karya comply with general principles of CSR and Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2007, and to know whether the implementation report of PKBL at PT Waskita Karya comply with those principles. The method used in this research is descriptive method with content analysis approach by analysing the implementation and reporting of social responsibility,. The results of this research show that PT Waskita Karya is already has done its PKBL. But the implementation did not comply with GRI Guidelines and PKBL Report is not a Social Responsibility Report mentioned in UU No. 40 Tahun 2007. The recommendations are PT Waskita Karya should fill its Working and Budget Plan in compliance with Permen BUMN No. PER-05/MBU/2007, do more various events on its Program Bina Lingkungan and learn more CSR issues in GRI Guidelines so that Program Bina Lingkungan PT Waskita Karya could be equal with CSR.

  20. Penyusunan Panduan Pengelolaan Keamanan Informasi Untuk Firewall Configuration Berdasarkan Kerangka Kerja PCI DSS v.3.1 dan COBIT 5

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Puji Santoso

    2016-10-01

    Full Text Available Information security systems must be protected from all attacks and interuptions by an unauthorized user. Firewall is a mechanism that can be applied to improve the security information which done by filtering data packets that enter and exit the network. IT governance is needed to manage good information security. IT governance can use to make the arrangement of guidelines for the management of information security. This research aims to create a reference guide to information security such as an information security management guide for firewall configuration that refers to the framework of PCI DSS v.3.1 and COBIT 5 by taking a case study at the DSIK Universitas Airlangga.Arrangement of guidelines for information security management for firewall configuration will be done in three stages. The first stage was the arrangement of information security management procedures for firewall configuration which consists of mapping analysis stage process, arrangement procedure’s stage and determining roles and job description’s stage. In the second stage was the verification of the information security management guidance using a questionnaire. The third stage was improvement of the information security management guidance. These improvements was done to correct deficiencies that were produced when verification. The verification results show that 42.86% of respondents said that management guidelines are operationally very easy to be implemented.

  1. Prediksi Kebangkrutan Perusahaan Berdasarkan Analisa Model Z-Score Altman Studi Kasus Pada Pt. Telekomunikasi Selular (Telkomsel)

    OpenAIRE

    Andoko

    2014-01-01

    This study was conducted to determine whether the PT. Telkomsel Tbk. predicted to be bankrupt according to Z-score model analysis of the 2010-2012 annual report. Population of this research consists of 7 companies, namely: 6 companies listed on the Stock Exchange add up with PT. Telkomsel Tbk., with 6 companies taken as sample by purposive sampling method Data used in this study is secondary data in the form of financial statements of each sample, which is published in www.telkomsel.com ,...

  2. ANALISIS PEMAHAMAN INTEGRAL TAKTENTU BERDASARKAN TEORI APOS (ACTION, PROCESS, OBJECT, SCHEME PADA MAHASISWA TADRIS MATEMATIKA (TMT IAIN TULUNGAGUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ummu Sholihah

    2016-06-01

    Full Text Available This research aims to describe the understanding ofmathematics Tadris students of  IAIN Tulungagungabout  indefinite integral understanding of APOS theory. The subjects of research are six students. Each two have  high, average, and low abilities. The result of the research indicated that the understanding ofmathematics Tadris (TMT students of  IAIN Tulungagung about indefinite integral understanding on actionaspect of APOS theory, high students achieve all of understanding indicators, for average students also achieve  all of understanding indicators, meanwhile for low students achieve one indicator of two indicators. On process aspect, high students achieve all of understanding indicators and average students achieve all of understanding indicators too. Meanwhile low students achieve one indicator of three indicators. On objectaspect,high students achieve all of understanding indicators and average students achieve one indicator of three understanding indicators. Meanwhile for low students do not achieve all of understanding indicators. On schemeaspect, high students achieve all of understanding indicators and for average students achieve two understanding indicators. Meanwhile for low students achieve only one  indicators حاولت هذه المقالة عرض فهم طلاب قسم تعليم الرياضيات في الجامعة الإسلامية الحكومية تولونج أغونج، عن التكاملات إلى أجل غير مسمّى على أساس نظرية  APOS. وللوصول إلى الأهداف، اتّبع هذا البحث المنهج الكيفي، بعرض نتائج استيعاب الفهم على أساس نظرية APOS. ومصادر البيانات لهذا البحث هي ستتة طلاب: طالبان ذكيّان، وطالبان متوسطان في الذكاء وطالبان ضعيفان. دلت نتائج البحث على أن فهم طلاب تدريس الرياضيات في الجامعة الإسلامية الحكومية تولونج أغونج عن  التكاملات إلى أجل غير مسمّى في مرحلة التطبيق كان الطالبان الذكيان توفّرت فيهما جميع مؤشرات الفهم، وتوفّر جميع مؤشّرات الفهم كذلك في الطالبين المتوسطين في الذكاء، أما في الطالبين الضعيفين فتوفّرت فيهما مؤشّرة واحدة فقط. وأما في مرحلة العملية فإن الطالبين الذكيّين توفّرت فيهما جميع مؤشرات الفهم، وفي الطالبين المتوسطين ذكاء فتوفّر فيهما جميع مؤشرات الفهم كذلك، أما في الطالبين الضعيفين فتوفّرت فيهما مؤشرة واحدة فقط من ثلاث مؤشرات. وفي مرحلة الموضوع، فإن الطالبين الذكيين توفّر فيهما جميع مؤشرات الفهم، والطالبان المتوسطان فتوفّر فيهما مؤشرة واحدة فقط من ثلاث مؤشرات الفهم، وأما الطالبان الضعيفان فلا تتوفّر فيهما أية مؤشرة من ثلاث مؤشرات الفهم. وأما في مرحلة التخطيط فإن الطالبين الذكيين توفّرت فيهما جميع مؤشرات الفهم، وفي الطالبين المتوسطين توفرت فيهما مؤشرتان فقط، وأما في الطالبين الضعيفين فتوفّرت فيهما مؤشرة واحدة فقط

  3. AUDIT AWAL SISTEM INFORMASI PADA PT. X BERDASARKAN STANDAR CONTROL OBJECTIVES FOR INFORMATION AND RELATED TECHNOLOGY (COBIT 4.1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cindy Monica

    2015-01-01

    Full Text Available PT. X is a company engaged in the field of iron and steel construction, located in Surabaya. Not easy for a large company with business processes that are also wide enough to carry out all processes in the company by way of the manual. This is because in the era of globalization, companies must be able to address the issues and changes that occur quickly and on target. Therefore, companies urgently need an integrated application. However, the factor that must be considered not only focuses on the acquisition of application systems needed by the company alone. But companies also need to focus on maintaining the quality of the application system. Because the application system useful to support and enhance the company's management in order to improve company performance and effectiveness in delivering services to the public. Therefore, the researcher wants to conduct the audit planning of application system for PT. X with analysis on the condition of IT at PT. X to determine the COBIT domains that need to be audited.

  4. TINGKAT DISABILITAS FISIK BERDASARKAN PENYAKIT DEGENERATIF YANG DIDERITA MENURUT FAKTOR SOSIAL DAN DEMOGRAFI (Kajian Isu Publik dalam Formulasi Kebijakan Kesehatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Dwi Astuti

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Riskesdas 2007 showed that 18.4% had been death by stroke; 8.3% by Diabetes Mellitus and hipertension;6.7% by heart. Hipertension is main trigger of stroke attacked and it is caused physical disability. Methods: Therefore the research will know a risk of physical disability that assosiation with degeneratif disease and background characteristic. Sample size are 664.196 persons. As dependent variable was physical disability and independent variable were degenaratif disaese (rheumatic, astma, heart, diabetes mellitus, emotional mental, stroke, and hipertension, also as modifier and confounder variable are background characteristic (age, sex, urban/rural, quintil. Data analysis use multiple logistic regression. Results: The result show that heart, emotional mental, rheumatic and astma disease in rural area are more higher than urban area. But diabetes mellitus, hipertension, stroke, and tumor disease in urban are more higher than rural area. Physical disability that caused by degeneratif diseases had deferent risk in urban and rural area. In urban area, a victim of heart disease has risk to get physical disability 1,5 times than not a victim of heart disease (OR=1.518, a victim of diabetes mellitus 2.06 times (OR=2.06,  a victim of rheumatic 2.77 times (OR=2.77, Astma 1.65 times (OR=1,65, emotional mental 2.54 times (OR=2.541. In rural area, a victim of heart disease has risk to get physical disability 1,58 times than not a victim of heart disease (OR=1.584, a victim of diabetes mellitus 1.5 times (OR=1.524, a victim of rheumatic 2,55 times (OR=2.557, Astma 1.21 times (OR=1.217, emotional mental 1.9 times (OR=1.904. The conclusion, physical disability was more higher in rural than urban area. Rheumatic disease has biggest risk to get physical disability than other degeneratif disease. Key words: physical disability - degenartif diseases

  5. EVALUASI DAYA TAHAN IKAN MAS HASIL SELEKSI BERDASARKAN MARKA MOLEKULER MHC-II TERHADAP INFEKSI KOI HERPES VIRUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erma Primanita Hayuningtyas

    2015-03-01

    mengevaluasi daya tahan benih ikan mas F-1 terseleksi terhadap infeksi KHV melalui uji tantang. Sebagai pembanding, digunakan ikan mas populasi benih F-1 non-seleksi dan populasi benih ikan mas dari unit pembenihan rakyat (UPR. Ikan uji berupa benih ikan mas Rajadanu berumur dua bulan dengan bobot ratarata 5,5±0,5 g. Jumlah benih pada masing-masing wadah perlakuan sebanyak 30 ekor dengan tiga kali pengulangan. Wadah pengujian berupa akuarium berukuran 40 cm x 60 cm x 40 cm dengan kepadatan 1 ekor/L. Parameter yang diamati adalah sintasan, deteksi KHV, analisis ekspresi gen MHC-II, dan gambaran darah ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi benih F-1 terseleksi memiliki daya tahan lebih baik dengan sintasan 93,33% dibandingkan populasi benih F-1 non-seleksi sebesar 85,55% dan populasi benih dari UPR sebesar 81,11%. Daya tahan yang tinggi pada populasi benih F-1 terseleksi didukung oleh hasil deteksi KHV yang negatif dan ersentase jumlah limfosit yang lebih tinggi sebesar 91,67%; serta rendahnya persentase monosit dan heterofil, selain itu, tidak adanya eosinofil dan basofil. Ekspresi gen MHC-II terdeteksi pada berbagai organ, ekspresi tertinggi ditemukan pada organ limpa.

  6. ANALISIS KESESUAIAN WISATA SNORKLING DAN MENYELAM BERDASARKAN PARAMETER BIOFISIK DI DAERAH TERUMBU KARANG PULAU SAMALONA, KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    Lanuru, Mahatma

    2006-01-01

    The objective of the study is to know suitability of Coral Reef Area of Samalona Island (Makassar City) for snorkeling and diving based on bio-physical parameters. Sampling was conducted Form February to May 2006 at four stations to collect bio-physical data including salinity, temperature, water transparency, water depth, current velocity, wave height, tidal range, bed topography, substrate type, and number bacteria E. Coli in the water. The results show that coral reef area of Samalona Is...

  7. KARAKTERISTIK GELOMBANG SIGNIFIKAN DI SELAT KARIMATA DAN LAUT JAWA BERDASARKAN RERATA ANGIN 9 TAHUNAN (2005-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sigit Wicaksana

    2015-11-01

    Full Text Available Karimata strait and the java sea is one of the most densely shipping lanes in the maritime country of Indonesia. Information of a significant wave is needed to safety navigation. The prediction of a significant wave mostly employs the modeling using wind as input data to produce an early warning warning prediction. Characteristic of a significant wave shows the maximum wave height in the strait and the java sea karimata occurs in west monsoon (January and east season (August every year. Especially at the peak of west monsoon (January maximum wave height reach 1.5-3 meters in Karimata Strait, and reach 0.5-2.5 meters in Java Sea. The frequency of significant wave occurences mostly extend until February, where wave height in Java Sea will stay the same (0.5-2.5 meters, while in Karimata Strait is little bit decrease (1-2.5 meters. Recommended to all sea transportation users, in those regions during January and February, to avoid using ship with the hull is less than 3 meters height. Keywords: significant wave characteristic, Karimata Strait, Jawa Sea, Wind, Modeling

  8. Tren kenaikan suhu permukaan laut pada abad ke-14 berdasarkan data geokimia Sr/Ca dari fosil koral Mentawai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Y. Cahyarini

    2014-06-01

    Full Text Available DOI: 10.17014/ijog.v5i2.96Sr/Ca content ratio in coral is a promising tool for a sea surface temperature reconstruction. In this study, Sr/Ca was analyzed from the top core of fossil coral from Central Mentawai, Indonesia (BLS. The dating of U/Th is used for the age determination of the fossil coral. Based on the U/Th dating, the fossil coral used in this study was deposited in 14th century which approximately has a time range 11 years. The result of this study shows that in the 14th century, the sea surface temperature increased by 3.20 C during 11 years period.

  9. Isolasi karakterisasi dan pengelompokan strain Salmonella typhi asal Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur berdasarkan sifat-sifat fenotip

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Charis Amarantini

    2012-02-01

    Full Text Available Typhoid fever is highly endemic in the South-West Sumba Regency, East Nusa Tenggara. The incidence rate of the diseases is high estimated at 725/100,000. It is an acute systemic infection caused by Salmonella typhi. The clinical symptoms of the disease are extremely diverse, starting from the mild form to severe ones with the most feared complication being perforation within the small intestine. Therefore, it is important to perform isolation, characterization, and grouping of S. typhi strains from the blood culture in order to determined definitely diagnosis and the different phenotypic characteristics in the community. Isolation was done in selective and differential media: BacT/ALERT FA culture media, Selenite Cystine Broth, Chromocult Coliform Agar, MacConkey Agar, andSalmonella Shigella Agar. The typical colony of Salmonella was confirmed on Triple Sugar Iron Agar, Urea agar, and L-Lysinedecarboxylation media. Phenotypic characteristics of all isolates were identified using API 20E and API 50CHE diagnostics. Based on biochemical characteristics the result showed that 18 strains obtained from different geographical origins were diverse. Four strains have similarity value 100% while the remained strains have similarity value 86.3-98.4%. All of the strains were categorized in the species of S. typhi.

  10. PROTOTIPE PENANGANAN BENCANA BIDANG KESEHATAN BERDASARKAN LESSON LEARNED DI PROVINSI NANGROE ACEH DARUSSALAM, KABUPATEN NIAS DAN KABUPATEN ALOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SK Poewarni

    2012-11-01

    Full Text Available A disaster is incident which can be avoided although it is naturally. But if it happenned, there are extra ordinary activities which should be managed as an emergency state. Disasters which happenned in Nangroe Aceh Darussalam, Nias and Alor is a lesson teamed process that in health mechanism of emergency response there are things that can be anticipated. Mobilization of sources included health personnels could be done by provinces, districts or municipalities which were nearest to the disaster areas. This mechanism is built with management and operational tasks which is clearly explained, what should be done in the emergency response. This is a case study which data were collected through interviews and secondary data. The respondents were purposively selected. Analysis was to answer the objectives of the study that is to develop a health mechanism prototype in disaster as lesson teamed on Nangroe Aceh Darussalam, Nias and Alor cases. The prototype of health mechanism in disaster was developed on lesson teamed from interviews and secondary data in Nangroe Aceh Darussalam, Nias and Alor. The prototype is developed with consideration on local specific disasters. The document of this prototype should be added with policies, including mapping and identification of local specific disasters. These all would be things that could be completed in preparedness, mitigation and prevention of disaster.   Keywords: Prototype, health mechanism, disaster

  11. STRATEGI YANG TEPAT UNTUK MENGANTISIPASI PERKEMBANGAN FRINGE-SETTLEMENTS DI KA-WASAN RURAL-URBAN FRINGE BERDASARKAN MODEL KOMBINASI

    OpenAIRE

    Imma Widyawati Agustin; Hisashi Kubota

    2012-01-01

    This research is used a combination model by the proportion of urban land use functions, residential properties and the proportion of agricultural land use. It was also calculated based on the distance bands. The objective of this research is to improve the policy of fringe-settlements development in the rural-urban fringe area. This result are: (1) There has been a conversion of productive agricultural-land into residential-land. (2) New fringe-settlements should be established in inner frin...

  12. STRATEGI YANG TEPAT UNTUK MENGANTISIPASI PERKEMBANGAN FRINGE-SETTLEMENTS DI KA-WASAN RURAL-URBAN FRINGE BERDASARKAN MODEL KOMBINASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imma Widyawati Agustin

    2012-11-01

    Full Text Available This research is used a combination model by the proportion of urban land use functions, residential properties and the proportion of agricultural land use. It was also calculated based on the distance bands. The objective of this research is to improve the policy of fringe-settlements development in the rural-urban fringe area. This result are: (1 There has been a conversion of productive agricultural-land into residential-land. (2 New fringe-settlements should be established in inner fringe. Outer fringe area should be keep for agricultural-land. Thus, there is a balance in the rural-urban fringe area. (3 An appropriate strategy for rural-urban fringe area is: Tax Defferal and Abatement Laws is suitable to be applied in the inner fringe area because the majority of the population in no longer committed to preserve agricultural and activities. Utility Extension Policy and Police Power Mechanism are suitable to be applied in the outer fringe area because the availability of agricultural land is still a lot and the farmer committed to agricultural land and agricultural activities.

  13. Hubungan Kadar Leptin Serum dengan Kompleksitas Lesi Koroner berdasarkan Skor SYNTAX pada Penderita Penyakit Arteri Koroner Stabil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Ashari

    2016-05-01

    Full Text Available Leptin has been shown to play a potential role in the atherosclerotic plaque formation by activating immune and inflammatory cells or directly acting on the vessel wall. Earlier reports of the correlation of serum leptin levels with the degree of coronary lesion stated are still controversial. This study determined the correlation between serum leptin levels and complexity of coronary artery lesion in patients with stable coronary artery disease (SCAD. This is an observational cross-sectional study. Data were collected from January to May 2014 in Dr. Hasan Sadikin Central General Hospital Bandung. Blood samples were collected before angiography procedures. The complexity of coronary artery lesion was assessed using SYNTAX score. There were 44 patients who met inclusion criteria, male 84%, median age 54.68 (+10.24 years. Mean body mass index 24.71 (+ 3.05 kg/m2. Dyslipidemia was the most common risk factor (84%, followed by smoking (72%, hypertension (38.4%, diabetes mellitus (22.7%, and obesity (4.5%. Median leptin level was 7,242 (780-36,929 pq/mL. Mean SYNTAX score was 19.52 (+9.93. Leptin level had no correlation with the complexity of coronary artery lesion (p=0.61, r=0.078. The difference between this study from prior studies might be caused by differences in subject selection and criteria used for complexity of coronary artery lesion. In conclusion, there is no correlation between serum leptin levels and complexity of coronary artery lesion in patients with stable coronary artery disease.

  14. Prevalensi Malnutrisi Berdasarkan Antropometri pada Pasien Lansia di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Tahun 2016

    OpenAIRE

    Arif, Shafira Hazmi

    2017-01-01

    Malnutrition is one of numerous problems happening to the elderly. High prevalence of malnutrition in the elderly and with plenty of impacts caused make grading nutrition status crucial to undergo as an initial step to maintain or improve nutrition status of the elderly. This research aimed to figure out nutrition status of the elderly in RSUP H. Adam Malik Medan. The research design used was descriptive involving 57 people. Data collection was carried out by consecutive sampling technique...

  15. Identifikasi Pertumbuhan Jamur Aspergillus Sp pada Roti Tawar yang Dijual di Kota Padang Berdasarkan Suhu dan Lama Penyimpanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Khaira Mizana

    2016-08-01

    Full Text Available AbstrakPangan yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat sebagai makanan kudapan di Indonesia adalah roti tawar. Jamur merupakan mikroorganisme utama yang berperan penting dalam proses pembuatan dan pembusukan roti. Aspergillus merupakan kontaminan umum pada berbagai substrat di daerah tropis maupun subtropik. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pertumbuhan jamur Aspergillus sp yang disimpan pada suhu kamar dan suhu di kulkas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental analitik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan jamur pada suhu kamar lebih cepat dibandingkan suhu kulkas. Pada suhu kamar 25C-28C, jamur Aspergillus sp tumbuh mulai hari ke-3 (33,3% diikuti pada hari ke-4 (66,7%, sedangkan pada suhu kulkas (10C-15C mulai tumbuh pada hari ke-5. Temperatur  ini juga berhubungan dengan kelembaban relatif karena semakin tinggi suhu maka  kelembaban relatif semakin rendah dan sebaliknya, semakin rendah suhu maka kelembaban relatif  akan semakin tinggi. Kesimpulan studi ini ialah terdapat perbedaaan pertumbuhan jamur Aspergillus sp yang disimpan pada suhu kamar dan suhu di kulkas walaupun perbedaannya tidak terlalu besar.Kata kunci: roti tawar, aspergillus sp, suhu, lama penyimpanan AbstractThe popular foods consumed by Indonesian citizens is loaves. Fungus is the main microorganism which has the main role in the process of loaves production and decomposition. Aspergillusis the eukaryotes microorganism that has the widest spread in the nature. This worm is also spreading in various substrates in the tropical and sub-tropical areas. The objective of this study was to compare the growth of Aspergillus sp stored in the room temperature and refrigerator temperature This research is analytic experimental. The results of this research showed  that the growth of fungus in the room temperature is faster than refrigerator temperature. In the room temperature, the fungus growth starts in the day-3 (33.3% that is followed by dy-4 (66.7%, while the refrigerator temperature (100C-150C shows that the fungus growth starts on day-5. The temperature is also related to the Relative Humidity (RH, the higher the temperature, so RH will become lower and vice versa. The foods which store in the low RH will be damaged on the surface side since the fungus, yeast, and certain bacteria. Hence, the fungus on loaves stored in the room temperature will be faster than loaves stored in the refrigerator temperature. There is a difference on the growth of Aspergillus sp stored in the room temperature and refrigerator temperature, even if the difference is not too big.Keywords: fresh bread,  aspergillus sp, temperature, prolonged storage

  16. Perancangan Metamodel Registry Untuk Rekam Kesehatan Elektronik Berdasarkan Standar ISO/IEC 11179 (Studi Kasus : Rumah Sakit Haji Surabaya)

    OpenAIRE

    Mochammad Baihaqi; Sholiq Sholiq; Anisah Herdiyanti

    2014-01-01

    Pada saat ini pengelolaan data sudah menerapkan sistem rekam kesehatan elektronik dalam pelayanan kesehatan pada sebuah instansi atau lembaga kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit dan Klinik. Tetapi sistem tersebut belum diintegrasikan dengan baik dan dikembangkan untuk dapat men sharing data antar organisasi. Untuk itu pelayanan kesehatan secara elektronik melibatkan pengelolaan data yang perlu dirancang secara terstruktur dan terintegrasi agar sistem tersebut dapat berjalan dengan baik d...

  17. EFEKTIFITAS HARD DAN SOFT OCCLUSAL SPLINT PADA GANGGUAN SENDI TEMPOROMANDIBULA (Kajian klinis pada seri kasus berdasarkan keluhan nyeri sendi temporomandibula

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.A Donna Pratiwi

    2015-08-01

    Full Text Available Occlusal splint is commonly used for treatment of the temporomandibular joint disorder (TMD. It can be made of hard and soft material. Hard occlusal splint (HOS which was known earlier had been recognized more effective than soft occlusal splint (SOS which recently gained some popularity. This clinical study based on case series was to determined which type of occlusal splint was more effective for TMD. This study involved 20 subjects and they were divided into HOS and SOS group with 10 subjects in each group. HOS was processed with heat curing acrylic and SOS with vacuum former. Before and after 4 weeks of treatment, 5 TMD symptoms (impaired range of movement, impaired TMJ function, muscle pain, TMJ pain and pain on movement of mandible were measured using Helkimo diagnostic index. The results were analyzed with Kolmogorov-Smirnov Z's test. The findings showed statistically significant improvement in impaired range of movement and muscle pain in favor of HOS group (p<0.05. Although they were not statistically significant, HOS group showed better improvement than SOS group in TMJ pain and pain on movement of the mandible. In TMJ's function, no changes were found in both groups. IN general, HOS was more effective than SOS for treating TMD in relatively short period of time. Despite of the phenomena, the popularity of SOS was not followed with its effectiveness.

  18. Support Vector Machine Untuk Klasifikasi Citra Jenis Daging Berdasarkan Tekstur Menggunakan Ekstraksi Ciri Gray Level Co-Occurrence Matrices (GLCM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neneng Neneng

    2016-11-01

    Full Text Available Texture is one of the most important features for image analysis, which provides informations such as the composition of texture on the surface structure, changes of the intensity, or brightness. Gray level co-occurence matrix (GLCM is a method that can be used for statistical texture analysis. GLCM has proven to be the most powerful texture descriptors used in image analysis. This study uses the four-way GLCM 0o, 45o, 90o, and 135o. Support vector machine (SVM is a machine learning that can be used for image classification. SVM has a high generalization capability without any requirement of additional knowledge, even with the high dimension of the input space. The data used in this study are the image of goat meat, buffalo meat, horse meat, and beef with shooting distance 20 cm, 30 cm and 40 cm. The result of this study shows that the best recognition rate of 87.5% was taken at a distance of 20 cm with neighboring pixels distance d = 2 in the direction GLCM 135o.

  19. Pengelolaan Hara Kalium Berdasarkan Batas Kritis Untuk Tanaman Jagung (Zea mays L.) Pada Berbagai Status Hara di Tanah Inceptisol

    OpenAIRE

    Putra, Irwan Agusnu

    2011-01-01

    IRWAN AGUSNU PUTRA, 2010. Potassium Based Nutrient Management of Critical Level For Maize (Zea mays L.) at Various Nutrient Status in the Inceptisol Soil. Under his guidance, Dr. Ir. Hamidah Hanum, MP as Chairman of the Commission of Advisors with members Dr. Ir. Chairani Hanum, MP. In North Sumatra, most of the planting area of corn in the ground Inceptisol widespread, also dominated by the relatively high clay content so that the fixation of potassium are very strong which resulted in the c...

  20. Identifikasi Tulisan Mandarin pada Citra Biji Catur Gajah Cina Berdasarkan Pola Menggunakan Direction Feature Extraction dan Backpropagation

    OpenAIRE

    William

    2016-01-01

    Image identification is one of the phases used in automated system, spesifically Chinese character recognition. Image recognition on Chinese chess is a process to recognize Chinese character on Chinese chess in order to obtain the number of each chess set. Due to the fact that Chinese character’s pattern has complex contours and strokes; Handwritten Chinese Character Recognition (HCCR) is difficult to be recognized by new learners, especially humans. Based on the fact stated above, Chinese ch...

  1. EFEKTIVITAS KHASIAT PENGOBATAN LUKA BAKAR SEDIAAN GEL MENGANDUNG FRAKSI EKSTRAK PEGAGAN BERDASARKAN ANALISIS HIDROKSIPROLIN DAN HISTOPATOLOGI PADA KULIT KELINCI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eriawan Rismana

    2013-05-01

    Full Text Available Abstract : The effectiveness of wound healing by gel topical formulation with three various containing Centella asiatica fraction extract has been studied. Wound Healing  the wound was evaluated histopatologically by microscopy observation and histochemically by hydroxyprolin content on the tissues samples. The histochemical and histopatological results shown that the hydroxyprolin content and degree of regeneration of rabbit tissues samples after treatment by gel formulation with 1.5 % C. asiatica fraction extract were the highest as compared to the other gel formulations, respectively. The goal of the study was formulation, effectiveness and safety in promoting wound healing data of gel formulation. Keywords : Wound healing, histochemically, histopatologically, Centella asiatica fraction extract Abstrak :   Studi uji khasiat penyembuhan luka bakar dari formula sedian topikal bentuk gel yang mengandung fraksi ekstrak Centella asiatica (Pegagan telah dilakukan menggunakan tiga konsentrasi fraksi ekstrak yang berbeda. Khasiat penyembuhan luka bakar telah dievaluasi secara uji histopatologi melalui pengamatan miskroskopi dan histokimia dengan mengukur kandungan hidroksiprolin dalam jaringan kulit. Hasil uji histokimia dan histopatologi masing – masing menunjukan bahwa kandungan hidroksiprolin dan derajat regenerasi pada jaringan kulit kelinci yang diobati dengan formulasi gel mengandung fraksi ekstrak C. asiatica 1,5 % adalah tertinggi dibandingkan dengan pengobatan menggunakan 2 formula lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data formulasi, efektifitas khasiat dan keamanan dari formulasi sediaan gel luka bakar.   Kata Kunci : histochemically, histopatologically

  2. EFEKTIVITAS KHASIAT PENGOBATAN LUKA BAKAR SEDIAAN GEL MENGANDUNG FRAKSI EKSTRAK PEGAGAN BERDASARKAN ANALISIS HIDROKSIPROLIN DAN HISTOPATOLOGI PADA KULIT KELINCI

    OpenAIRE

    Eriawan Rismana; Idah Rosidah; Prasetyawan Y; Olivia Bunga; Erna Y

    2013-01-01

    Abstract : The effectiveness of wound healing by gel topical formulation with three various containing Centella asiatica fraction extract has been studied. Wound Healing  the wound was evaluated histopatologically by microscopy observation and histochemically by hydroxyprolin content on the tissues samples. The histochemical and histopatological results shown that the hydroxyprolin content and degree of regeneration of rabbit tissues samples after treatment by gel formulation with 1.5 % C. ...

  3. Analisis Penerapan Program PKBL Berdasarkan Prinsip Umum Corporate Social Responsibility (CSR: Studi Kasus pada PT Waskita Karya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosinta Ria Panggabean

    2011-11-01

    Full Text Available This research aims to analyse whether the implementation of PKBL program at PT Waskita Karya comply with general principles of CSR and Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2007, and to know whether the implementation report of PKBL at PT Waskita Karya comply with those principles. The method used in this research is descriptive method with content analysis approach by analysing the implementation and reporting of social responsibility,. The results of this research show that PT Waskita Karya is already has done its PKBL. But the implementation did not comply with GRI Guidelines and PKBL Report is not a Social Responsibility Report mentioned in UU No. 40 Tahun 2007. The recommendations are PT Waskita Karya should fill its Working and Budget Plan in compliance with Permen BUMN No. PER-05/MBU/2007, do more various events on its Program Bina Lingkungan and learn more CSR issues in GRI Guidelines so that Program Bina Lingkungan PT Waskita Karya could be equal with CSR.

  4. ANALISIS KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN METODE VERTIKAL-HORIZONTAL DAN RASIO KEUANGAN PADA PT BPR SULAWESI MANDIRI MAKASSAR

    OpenAIRE

    PADDYLAN, ADITYA PUTRI

    2016-01-01

    2016 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja keuangan PT. BPR Sulawesi Mandiri Makassar. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan PT. BPR Sulawesi Mandiri Makassar periode tahun 2012-2015. Teknik analisis yang digunakan adalah metode vertikalhorizontal dan rasio keuangan yang terdiri dari Current Ratio, Cash Ratio, ROA,ROE, ROI, Debt Ratio, Debt to Equity Ratio. Hasil penelitian dengan metode vertikal menunjukkan bah...

  5. Analisis Hukum Terhadap Letter Of Credit Syariah Berdasarkan Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah

    OpenAIRE

    Nasution, Dian Mandayani Ananda

    2010-01-01

    Interdependency of needs amoung countries, makes the trans national trade be an avoidable affair by a nation also its citizens. International bussiness transaction makes law relationship between exportir and importir which are geographicalli, geopolitically, and law sistematically separated, even some of them are not knowing each other. In supporting the risky transaction, a tool of international transaction payment is so needed. The tool must be safed and efficient. Nowadays, letter of credi...

  6. PELAKSANAAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN BERDASARKAN DOKUMEN RKL & RPL SERTA CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR DI PT. TAMAN NUSA GIANYAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Komang Tri Sumandiarta

    2016-12-01

    Full Text Available Taman Budaya Nusantara is one of the tourism site that is located in Gianyar which being managed by PT. Taman Nusa. The negative impact from tourism site is an enhancement of environmental destruction. This research aims to analyze the adherence implementation of the Environmental Management Plan document (RKL, Environmental Monitoring Plan document (RPL and the implementation of CSR Program. The methods that used were in the research are case approachment (The Case Approach, Legislation approachment (The Statue Approach, and Conceptual approachment (Analytical and ConcePT. ual Approach. The result of the research shows that PT. Taman Nusa did not comply to the terms of legislation according to the implementation of EIA document five aspects, is Permitting, Water Pollution Control, Air Pollution Control, Hazardoces Waste Management and Solid Waste Management. PT. Taman Nusa has fulfilled obligations in carrying out its social responsibility, economic and environment by actualizing the CSR program according to the Article 74 of Constitution No 40 of 2007 about Limited Liability Company (PT. The implementation of CSR program covers 14% of the total Sidan village. PT. Taman Nusa Should perform a reparation in managing and controlling the environment according to the rules of constitution which have been suggested by local government through the BLH Gianyar to do some evaluation and reviewing the AMDAL Document of PT. Taman Nusa and conductlinkagemappingof stakeholder sandterritoriesforthe implementation of theoverallCSRprogramin the VillageSidan.

  7. PERBEDAAN DURASI TIDUR MALAM PADA ORANG DEWASA OBESITAS DAN NON-OBESITAS: META-ANALISIS STUDI CROSS-SECTIONAL 2005-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Debby Endayani Safitri

    2016-09-01

    Full Text Available Tidur berperan dalam mekanisme pengaturan energi. Berbagai penelitian terkini menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek berhubungan dengan kejadian obesitas pada orang dewasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan durasi tidur pada orang dewasa yang mengalami obesitas dengan orang dewasa yang tidak obesitas. Penelitian yang diikutsertakan dalam meta-analisis merupakan penelitian yang dipublikasikan pada rentang tahun 2005 hingga 2012. Identifikasi penelitian secara sistematis dilakukan menggunakan PubMed dan e-resource PNRI. Identifikasi penelitian secara manual dilakukan berdasarkan daftar referensi pada penelitian yang diidentifikasi secara sistematis. Proses identifikasi menghasilkan 62 penelitian potensial untuk dianalisis. Dari jumlah tersebut, 9 penelitian memenuhi kriteria inklusi menjadi bahan untuk dilakukan meta-analisis. Ke-sembilan penelitian tersebut mencakup 78.119 partisipan. Durasi tidur malam pada kelompok obesitas adalah kurang dari 7 jam, sedangkan durasi tidur kelompok non obesitas adalah 7-9 jam. Meta-analisis menghasilkan OR gabungan 1,42 (95% CI: 1,25-1,61. Analisis dengan membedakan dua kelompok durasi tidur, yaitu ≤ 5 jam dan 5-7 jam OR menghasilkan OR gabungan 1,73 (95% CI: 1,47-2,03 pada durasi tidur kurang dari lima jam dan 1,21 (95% CI: 1,05-1,39 pada kelompok lainnya. Disimpulkan bahwa orang dewasa dengan durasi tidur yang lebih singkat memiliki resiko lebih besar mengalami obesitas.

  8. Penerapan Standarisasi Desain untuk Meningkatkan Kualitas dan Masa Pakai Mold Di PT. Takagi Sari Multi Utama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Widodo

    2014-10-01

    Full Text Available PT. Takagi Sari Multi Utama adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang injeksi plastik untuk produk otomotif terutama pada kendaraan bermotor. Karena begitu banyaknya pelanggan yang mempercayakan produk plastik injectionnya, maka PT. Takagi Sari Multi Utama harus memperhatikan mold yang digunakan sebagai sarana atau alat produksi memiliki kualitas yang tinggi. Karena begitu pentingnya suatu kualitas mold dan daya tahan mold terhadap penjaminan kualitas produksi, maka penulis mencari masalah utama yang terjadi PT. takagi Sari Multi Utama dengan menggunakan diagram pareto. Berdasarkan diagram terebut diperoleh data penyebap kerusakan mold paling tinggi adalah Design and Mold Structur dengan 154 Kejadian. Masalah Design and Mold Structur dipetakan dalam fishbone diagram untuk mengetahui permasalahan apa saja yang menyebapkan. Permasalahan yang ditemukan dilakukan analisa menggunakan FMEA (Failure Mode and Efect Analisis sebagai landasan melakukan perbaikan. Dengan metoda FMEA (Failure Mode and Efect Analisis diperoleh kesimpulan bahwa buruknya desain dan kontruksi mold dikarenakan tidak adanya standar desain yang digunakan sebagai acuhan proses desain dan pemeriksaan mold saat proses manufacturing dengan nilai RPN 567. Oleh karena itu proses perbaikan dilakukan dengan membuat standar desain mold di PT. Takagi Sari Multi Utama kemudian mencoba menerapkannya pada desain mold Cover Side 3/4.

  9. Exfoliative Cheilitis dan Penatalaksanaannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Agustina

    2012-12-01

    Full Text Available Latar Belakang: Exfoliative cheilitis adalah suatu keadaan inflamatori kronis superfisisal yang ditandai dengan adanya pengelupasan permukaankeratin bibir sedangkan area yang lain terjadi pembentukan lapisan keratin. Tujuan: untuk melaporkan suatu  kasus Exfoliative cheilitis yang diikuti +  selama 2 bulan beserta penatalaksanaanya. Laporan kasus: seorang wanita berusia 52 tahun mengeluh bibir bawahnya pecah-pecah, terasa kering dan panas berdasarkan pemeriksaan subyektif dan klinis, Exfoliative cheilitis ditetapkan sebagai diagnosis kerja. Penatalaksanaanya: Komunikasi-Informasi-Edukasi (KIE diberikan kepada pasien pada awal kunjungan disertai pemberian metil prednisolon, Vitamin B1,6,12 dan anjuran untuk menghentikan kebiasaan menjilat-jilat bibir bawah, menghindari stress dan meningkatkan asupan makanan yang mengandung vitamin A. Pada kunjungna berikutnya pemberian metil prednisolon dihentikan karena terdeteksi adanya peningkatan tekanan darah. Untuk selanjutnya kondisi bibir bawah dievaluasi +  selama 2 bulan. Kesimpulan: Progresitas Exfoliative cheilitis dapat dihentikan dengan bantuan KIE serta menghindari faktor pemicu stress, yang pada akhirnya akan dapat meminimalisir aktivitas factitious berupa menjilat-jilat bibir bawah.    Background: Exfoliative cheilitis is a chronic superficial inflammatory condition that is characterized by regular peeling of a superficial excessive layer of karatin, on the other hand, keratinization is developed in the other area. Aim: to report an Exfoliative cheilitis case monitored for two months and its management. Case Report: a 52 year female has been suffering from fissured lower lip with dry and burning sensations. According to subjective and clinical examinations, Exfoliative cheilitis was determined as the working diagnosis. Management: Communication-Information-Education (CIE were given to the patient at the first visit, besides metyl prednisolon and vitamin B1,6,12 administrations. Patient was

  10. DAMPAK PEMBERIAN TABLET ZAT BESI (Fe PADA IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (Analisis Lanjut SDKI 1994

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Magdarina Destri Agtini

    2012-09-01

    Full Text Available The prevalence of low birth weight (LBW in Indonesia varied between 2.1 - 17.2%. At the end of Five years Development Plan V (Repelita V it was 15.0%, and is expected to decrease to 10.0% by the end of Repelita VI. Low Birth Weight infant (less than 2500 grm is an important issue, because of its relationship with the survival and health status of the infant in the future. The prevalence of anemia in pregnant women is 63.5%. The cause of anemia is mostly iron deficiency. The need of iron in pregnant women is quite high which is an average of 800 mg during pregnancy. Daily food contains 10 - 20 mg iron but the human body can absorb only less than 10.0%. To overcome the problem, iron pills distribution program is implemented. The iron pills contain 200 mg ferro sulfate and 0.25 mg folic acid, and are given to all pregnant women who visit Community Health Centres (Puskesmas and Integrated Health Service Posts (Posyandu. Each pregnant women is expected to have at least 90 iron pills during the pregnancy. The objective of further analysis of the Demographic and Health Survey 1994 is to obtain information on the impact of iron pills on low birth weight. Among the 1689 weighted children born in 1994, there were 6.7% (112 children with low birth weight. The percentage of low birth weight (10.6% in the mothers who did not take the iron pills is the highest, followed by mothers who took less than 90 pills (6.0% and the lowest percentage of low birth weight is found among mothers who took the least iron pills (5.9%, and statistically the difference is significant at p=0.0271. Among mothers who weighted their new born children, 14.6% did not take iron pills during pregnancy, only 26.1% mothers who took at least 90 iron pills during pregnancy. There is variation among the number of iron pills taken. Iron pill is useful for pregnant women. Based on the pills consumed by the pregnant women, the risk for having low birth weight infant for mother who did not take pills compared with those who take at least 90 pills is 3.5 times (95% CI: 1.41 - 9.09 in Java Bali, 10.3 times (95% CI: 1.11-14.29 for mothers with education Junior High School and 2.7 times (95% CI: 1.11 - 6.66 for mothers who give birth for the first child.Based on the number of pills taken by pregnant women, risk for Low Birth Weight in urban and rural area is not different, in Java Bali and as outer Java Bali. To reduce the Low Birth Weght, it is important to intensify monitoring, educating, informating on the importance of iron pills with balanced nutrition through health attendant and community key person and involvement of private company through mass media. It is important to have examination of women before she get pregnant and give proper treatment to the diseases which can worsen the anemia during pregnancy. It is also important to do special research on the high risk of anemia by considerating factors which determine low birth weight in the effort of promoting the health of pregnant women and the infants, so that specific and or appropriate methods of intervention can be developed and applied. 

  11. HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI MASA LALU ANAK DAN PARTISIPASI IBU DI POSYANDU DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA MURID TAMAN KANAK-KANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Madanijah

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 The Tuberculosis (TB was detected on kindergarten students is triggered by the poor past nutritional status. The best way to maintain health and nutritional status can be accomplished at posyandu. The objective of this study is to analyze the correlation between children past nutritional status and mother’s participation at posyandu with TB case on kindergarten students. The research was designed by cross sectional study with purposive method. This research had been conducted at Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, West Java from January to May 2006. The samples consisted of 30 kindergarten students suffered from TB and 30 healthy students that were selected randomly. The differences between the two groups were analyzed with the t-test and Mann Whitney test. The influenced variables were analyzed with multiple regression tests.  Related with past nutritional status, on the TB group, 16.6% of the samples had moderate and severe malnutrition, while severe malnutrition was not found on the other group. The participation of mothers were less categories on the TB group, as much as 56.7%, compared to the group with no TB (26.7%. There were significant correlation between children past nutritional status and mothers’ participation at posyandu with the TB case. Keywords: tuberculosis, nutritional status, Posyandu

  12. Asupan kalsium, vitamin D, kafein, merokok, indeks massa tubuh dan hubungannya dengan kejadian osteoporosis pada pria di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur

    OpenAIRE

    Susanti, Eka; Pramantara, I Dewa Putu; Pangastuti, Retno

    2017-01-01

    Background: Osteoporosis can cause public health problem because both man and woman have high risk factor for osteoporosis. This is related to high morbidity and mortality of man. The increase of elderly population intensifies the frequency of the prevalence of osteoporosis, which limits activities of the patients.Objective: To identify the relationship between calcium, vitamin D, and caffeine intake, smoking, and mass body index with osteoporosis among elderly men.Method: This study was anal...

  13. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN UNDERWEIGHT PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (NAD: Analisis Data Surkesda NAD 2006

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Mulyati

    2012-11-01

    Full Text Available Determinant Factors of The Incidence of Underweight Children Ageg 24-59 Month In Nanggroe Aceh Darussalam (NAD.Background: Surkesda NAD 2006 as post tsunami household health survey and covering all 21 districts/cities had assessed child nutritional status (underweight for age 24-59 months, with cut-off point <-2.00 SD. A total sample of 1,437 children aged 0-59 months was included in the assessment.Objectives: The objective of this study is to analyze child nutritional status and factors related to the status in NAD after tsunami. The study revealed that the prevalence of underweight in NAD was 37.1% with ranges by districts from 15.8%-60.0%. The prevalence of underweight in NAD was higher than those of Indonesia.Methods: Multivariate analysis identified various factors that associated with the prevalence of underweight.Results: Children aged 24-59 months with higher risk of underweight were those suffering from infectious diseases other than upper respiratory tract infection or diarrhea (OR=1. 7 Cl; 1.028_2.792, those whose head of household had education less than senior high school (OR=1.45, Cl;1.088_1.946.Conclusions: Strategies to improve nutritional status of children should include accelerate nutrition intervention programs, improving accessibility for better basic health services, and other program related to health and nutrition which has to be part of community development.Keywords: children, underweight

  14. HUBUNGAN KUALITAS SANITASI RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IV DENPASAR SELATAN KOTA DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Sumertha Gapar

    2016-01-01

    Full Text Available Besides positive results, the rapid development and growth of Denpasar City has also brought some problems to the Government of Denpasar City, for example the emergence of housing complexes that did not meet health standards and requirements. This problem can cause negative impacts toward the health condition of city residents, especially in the form of diseases influenced by environment factors such as acute respiratory infections (ARI. Based on that phenomena this study was carried out to examine the causal relationship between home sanitation factors (ventilation, natural lighting, humidity, temperature, population density, and air pollution and the event of acute respiratory infections (ARI in the working area of Public Health Centre IV of Denpasar Selatan District, in Denpasar City. This study had an observational nature and employed a cross-sectional design. Based on data analysis applied, this study belong to analytical studies. Population size of this study was 5,777 and covered all inhabited houses in the working areas of Public Health Centre IV of Denpasar Selatan District. Sample of 97 houses were taken using proporsional stratified random sampling. Statistical tests shows that: (1 the quality of house sanitation has a significance value p = 0.000 (sig p <0.05, (2 house ventilation has a significance value = 0.162 (sig p>0.05, (3 natural lighting has a significance value p=0.002 (sig p<0.05, (4 Room humidity has a significance value p=0.003 (sig p<0.05, (5 Room temperature has a significance value p=0.491 (sig p>0.05, (6 house population density has a significance value p=0.123 (sig p>0.05, (7 Air population in the house has a significance value p=0.001(sig p<0.05. Based on the results of our study it can be concluded that the quality of house sanitation affect the event of acute respiratory infections (ARI diseases. The variables of house sanitation that affect the event of ARI diseases are: room humidity (OR=0.321, air population in the house (OR= 0.233, natural lighting (OR= 0.151. Our study found that the probability of people who live in a house with below-standard-sanitationquality to be stricken by ARI diseases was 97.7%. Based on the results of our study it can be suggested that to the people that built the house of a qualified health.

  15. PENGARUH FAKTOR METEOROLOGIS DAN KONSENTRASI PARTIKULAT (PM10 TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA (Studi Kasus Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru Tahun 2014-2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiji Cahyadi

    2016-12-01

    Full Text Available The purpose of this study was to analyze the influence of meteorological factors directly or indirectly through the concentration of particulate (PM10 on the incidence of Acute Respiratory Infections (ARI in the District of South Banjarbaru, Banjarbaru. The method used in this research is cross-sectional study, where data meteorological factors, the concentration of particulate matter (PM10 and the incidence of ARI are collected simultaneously. Data meteorological factors and the concentration of particulate matter (PM10 derived from Banjarbaru Climatological Station, while data came from health ARI Banjarbaru and Sei Besar which is located in the district of South Banjarbaru. While the analysis used in this study were Path Analysis (path analysis was an analysis of the relationship between the independent variables, intermediate variables, and the dependent variable was presented in the form of a diagram. The results showed the meteorological factors that had a direct impact on the incidence of ARI was the largest factor relative air humidity of by 18.7%, followed by a factor of 7.1% of air temperature, wind speed factor and its influence on the intensity of rainfall was below 1%. While the indirect influence of meteorological factors on the concentration of particulate matter (PM10 on the incidence of ARI in the District of South Banjarbaru effect was below 1%. It can be concluded that the direct effect of meteorological factors and the concentration of particulate matter (PM10 on the incidence of ARI in the District of South Banjarbaru significant factor was the relative air humidity and air temperature. While the indirect influence of meteorological factors against ARI through PM10, the effect was not significant.

  16. HUBUNGAN TEMPAT PENAMPUNGAN AIR MINUM DAN FAKTOR LAINNYA DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD DI PROVINSI DKI JAKARTA DAN BALI (Analisis data Riskesdas 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Hasyimi

    2012-07-01

    Full Text Available In Indonesia, the incidence of Dengue Hemorrhagic fever (DHF  is significanly increasede every year. Alathough in 2008 was decreased. Incidence rate (IR in 2006 is 52.48 to 71.78 in 2007.Untill now,  there is no specific drugs and vaccine for DHF. So DHF eradication very depend on effort the principle vector Aedes aegypti  control.The DHF vector breeds in water containers. Thus the relationship of individual characteristic, population density and condition of drinking container as risk factors of DHF collected in Riskesdas 2007 is useful to be analysed to DHF  cases in Province of DKI Jakarta (excluding Kepulauan Seribu district and Province of Bali,both of them as the DHF endemic area. The variable is the condition of drinking containers which commonly used in family, easily to achieve clean water, founding factors like gender, age, education, their job, quintile, resident clasification, and population density. The analysis result shown that existence of drinking container in DKI Jakarta and Bali Province, both of opened and closed clean water and drinking container is not significant difference with DHF cases (p=0,486; α = 5% to the incidence of DHF . All of independent variable isn’t shown significant difference with DHF cases, except for age group (p=0.014 ; α =5% is shown significant difference between age group was associated with the incidence of DHF.

  17. HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, KEBUGARAN FISIK DAN IMEJ TUBUH DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA SMA DI KOTA BANDA ACEH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azhari Azhari

    2012-11-01

    Full Text Available Background: The prevalence of obesity is increasing globally, both in developed and developing countries including Indonesia. Obesity occurs due to imbalance between energy in take and energy release for a long time as indicated by Body Mass Index (BMI. Someone is categorized as obese if he/she has BMI 95% percentil based on National Center for Health Statistics-Center for Disease Control. Risk factors of obesity are declining physical activity, declining fitness and negative body image. Besides, there are other factors such as genetics, food consumption, knowledge on nutrition and socialeconomic factor. Objective: To identify relationship between physical activity, fitness and body image and obesity among senior high school students at Banda Aceh Municipality. Method: The study was commenced from students screening to find out those who were obese and non obese based on the calculation of BMI. There were 82 obese students as cases and 82 non obese students as controls. Both cases and control had similar characteristics in terms of age, grade and school. The measurement of physical activity was done using International Physical Activity Questionnaire. Fitness was measured through walking/running test as long as 1.609 km, and body image was measured with Body Shape Questionnaire (BSQ. Result: There was relationship between physical activity and obesity (OR = 2, 100, 95% Cl; 1,032-4,272. This indicated that inactive students had risk 2.100 times greater for being obese than active students. There was relationship between fitness and obesity (OR= 2,467, 95% Cl; 1,205-5,051, this showed that unfit students had risk 2.467 times greater forbeing obese than fit students. There was relationship between body image and obesity. Students with BSQ quarter 2 (Q2 to quarter 3 (Q3 (OR = 10,459, 95% Cl; 1,381- 12,552, this indicated students had risk 10.459 times for being obese whereas students with BSQ quarter 4(Q4 (OR= 4, 163, 95% Cl; 1,381-12,552, this indicated students had risk 4.163 greater for being obese. Conclusion: Physical activity, fitness and body image were factor associated with prevalence of obesity among Senior High School students at Banda Aceh Municipality. Key words: physical activity, fitness, body image, obesity

  18. HUBUNGAN LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN LUAR BIASA (KLB DIFTERI DI KABUPATEN TASIKMALAYA (2005-2006 DAN GARUT JANUARI 2007, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Djaja

    2008-06-01

    Full Text Available The impact of housing environmental condition on the diphtheria out break in district of Tasikmalaya (2005-2006 and Garut (2007 West Java. Since 2005 up to 2006 diphtheria out break had occur in Tasimalaya District among 1 – 15 year old children. Total cases are 55 children with cases died with the Case Fatality Rate (CFR 31.91%. Further on, January 2007 the same out break occur in Garut District, with 17 cases and 2 cases died (CFR 11.76%. Research objective is to identify the correlation of housing environmental condition with the diphtheria out break. Design study was case control study. The amount of 72 cases had taken from the 15 villages on the out break areas and the same amount (72 non cases taken from the village out of the out break areas. Data were collected through interviewed with structure questioner with the mother as the respondent. Data collected were housing environment, the source of infection, immunization status, and mother knowledge concerning the diphtheria. Research conclude that factors involved in diphtheria out break are housing member room density, housing humidity, quality of the floor, the source of the infection, immunization status of the children, and mother knowledge about the disease. The importance factors for the diphtheria out break are immunization status, with the OR of 46.403 greater of non immunization children compare with those had immunization. Therefore immunization program should be further intensified in order to give fully diphtheria protection for the hole children population in those areas.

  19. Hubungan Kompetensi Perawat dalam Memasang, dan Merawat Infus Terhadap Kejadian Flebitis di Ruang Pediatrik Rumah Sakit Columbia Asia Medan Tahun 2015

    OpenAIRE

    Gultom, Desika Anita

    2016-01-01

    Pemasangan infus merupakan suatu tindakan invasif. Pemasangan infus yang dilakukan secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama, tentunya akan meningkatkan terjadinya komplikasi dari pemasangan infus yaitu flebitis. Kemampuan pemasangan dan perawatan infus merupakan kompetensi dan tanggung jawab perawat. Kompetensi perawat yang diharapkan adalah memilih tempat vena yang sesuai, jenis kanula yang paling sesuai untuk pasien tertentu, mahir dalam teknik aseptik, dan teknik penusukan ven...

  20. Pengaruh Lama Pemasangan Infus dengan Kejadian Flebitis pada Pasien Rawat Inap di Bangsal Penyakit Dalam dan Syaraf Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imram Radne Rimba Putri

    2016-07-01

    Full Text Available Infusion is one invasive procedure performed in a hospital. Inpatient therapy and intravenous fluids are given continuously in the long term will increase the likelihood of complications from infusion, one of which is the occurrence of phlebitis. The purpose of this study was to determine the effect of treatment duration infusion with the incidence of phlebitis in patients on the ward and neurological disease in the Nur Hidayah hospital in Bantul. This research is an analytic observational study with cross sectional approach, the number of samples is determined by calculation slovin as many as 133 people, with the sampling technique used purposive sampling. Data results from this study showed that respondents with a longer infusion <3 days a total of 37 respondents (32.8% who did not have phlebitis 31 respondents (10.8% and those with phlebitis 6 respondents (26.2%. As for respondents with a longer infusion ≥3 days as many as 76 respondents (67.2% who experienced phlebitis 74 respondents (53.8% and who had not had phlebitis 2 respondents (22.2%. Based on the results of data analysis using chi-square test values obtained p-value of 0.000, which means the value significantly smaller than the significance level α: 0.05, it means that the research hypothesis is accepted. In conclusion, that there is a long infusion influence on the incidence of phlebitis. Therefore, it may be advisable for the health care team in a hospital for treatment of patients infusion according to the procedure, especially for patients with infusion of more than 3 days, to avoid the occurrence of phlebitis.

  1. KEJADIAN INDEL SIMULTAN PADA INTRON 7 GEN BRANCHED-CHAIN Α-KETOACID DEHYDROGENASE E1A (BCKDHA PADA SAPI MADURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asri Febriana

    2015-08-01

    Full Text Available Madura cattle is one of the Indonesian local cattle breeds derived from crossing between Zebu cattle (Bos indicus and banteng (Bos javanicus. Branched-chain α-ketoacid dehydrogenase (BCKDH is one of the main enzyme complexes in the inner mitochondrial membrane that metabolizes branched chain amino acid (BCAA, ie valine, leucine, and isoleucine. The diversity of the nucleotide sequences of the genes largely determine the efficiency of enzyme encoded. This paper aimed to determine the nucleotide variation contained in section intron 7, exon 8, and intron 8 genes BCKDHA on Madura cattle. This study was conducted on three Madura cattle that used as bull race (karapan, beauty contest (sonok, and beef cattle. The analysis showed that the variation in intron higher than occurred in the exon. Simultaneous indel found at base position 34 and 68 in sonok cattle. In addition, the C266T variant found in beef cattle. These variants do not cause significant changes in amino acids. There was no specific mutation in intron 7, exon 8, and intron 8 were found in Madura cattle designation. This indicated the absence of differentiation Madura cattle designation of selection pressure of BCKDHA gene.

  2. Hubungan Sanitasi Lingkungan Dan Higiene Perorangan Dengan Kejadian penyakit Cacing Pita (Taenia Solium) Pada Siswa SD Negeri 173545 di Desa Tambunan Kecamatan Balige Tahun 2014

    OpenAIRE

    Tambunan, Dewi Sartika

    2015-01-01

    Taenia Solium infection is an environmental-based disease and one type of it is tapeworm (taenia) know for its term taeniasis. Taenia was due to illness of parasitic tapeworm belonging to the genus taenia that can spread from animals to human, or otherwise taenias is the human beings is network by larva forms taenia as inedible taenia solium the worm (taenia solium ). The purpose of this analytical survey study with cross sectional design conducted in State Primary School no...

  3. KETERKAITAN SPASIAL KUALITAS LINGKUNGAN DAN KEBERADAAN FITOPLANKTON BERPOTENSI HABs PADA TAMBAK EKSTENSIF DI KECAMATAN LOSARI KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tarunamulia Tarunamulia

    2016-12-01

    Full Text Available Harmful Algal Blooms (HABs dapat memberikan dampak negatif secara ekologis, ekonomis dan kesehatan.  Kejadian dapat bervariasi menurut faktor lingkungan lokal pemicu serta kemampuan adaptasi spesies.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara karakteristik kualitas lingkungan dengan keberadaan fitoplankton berpotensi HABs pada tambak ekstensif di Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.  Sebanyak masing-masing 45 contoh air dan tanah diambil pada total luas petakan tambak ±2300 ha dengan metode transek yang dimodifikasi. Peubah kualitas air yang diukur meliputi; Total Amonia Nitrogen (TAN, Nitrit (NO2-N, Nitrat (NO3-N, Fosfat (PO4-P, Bahan Organik Total (BOT dan Plankton.  Sedangkan peubah kualitas tanah tambak meliputi pH, total nitrogen (NTOT, fosfat (PO4-P dan BOT. Analisis keterkaitan kualitas lingkungan dengan keberadaan fitoplankton berpotensi HABs dilakukan dengan BIO-ENV analysis, Cluster analysis, dan analisis spasial dengan software PRIMER 5.0 dan ArcGIS 10.0.  Dari  23 spesies yang diidentifikasi terdapat 5 spesies (21% yang potensial sebagai HABs meliputi Prorocentrum sp, Ceratium sp, Gymnodinium sp, Thalassiosira sp dan Nitzchia sp.   Prorocentrum sp ditemukan pada 21 stasiun  dari total 45 stasiun dengan kepadatan tertinggi (508 ind/L. Hasil analisis selanjutnya menunjukkan bahwa distribusi spasial spesies berkaitan erat dengan distribusi nilai TAN dan BOT air serta nilai N-Total tanah. Jika tidak ada upaya pengelolaan dan mitigasi sehubungan keberadaan HABs tersebut maka dikhawatirkan dapat mempengaruhi produktivitas dan keberlanjutan kegiatan budidaya di lokasi penelitian. Harmful Algal Blooms (HABs can cause serious negative ecological, economical and human health impacts. The occurrence of HABs may vary according to local environmental factors and the adaptability level of the causative species. This study aims to determine the relationship between environmental quality and the presence of

  4. Hubungan Pemakaian Fenobarbital Rutin dan Tidak Rutin Pada Anak Kejang Demam dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sara Fadila

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakKejang demam akan berulang 62,2% serta memiliki tingkat kejadian epilepsi 2-5%. Oleh karena itu dibutuhkan pengobatan yang adekuat untuk mencegah terjadi kejang demam dengan pemberian fenobarbital rutin setiap hari selama 1-2 tahun. Efek samping fenobarbital yaitu hiperaktifitas, iritabilitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemakaian fenobarbital rutin dan tidak rutin pada anak kejang demam dengan ADHD. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 32 orang sampel, terdiri dari 16 penderita kejang demam yang mengonsumsi fenobarbital rutin dan 16 penderita kejang demam yang mengonsumsi fenobarbital tidak rutin. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara berdasarkan kuisioner SPPAHI dan diolah dengan uji statistik chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan (1 Anak kejang demam bertempat tinggal di kota Padang yang memakai fenobarbital di RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah 134 orang (2 kejadian ADHD lebih banyak terjadi pada anak kejang demam yang rutin memakai fenobarbital dan secara statistik terdapat hubungan yang bermakna (p value<0,05 (3 kejadian ADHD lebih banyak terjadi pada anak kejang demam yang rmemakai fenobarbital >1 tahun dan secara statistik terdapat hubungan yang bermakna (p value<0,05. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemakaian fenobarbital rutin dan tidak rutin pada anak kejang demam dengan ADHD.Kata kunci: Fenobarbital, kejang demam, ADHDAbstractRecurrent febrile seizures will have a rate of 62.2% and 2-5% incidence of epilepsy. Therefore, it needs adequate treatment to prevent febrile seizures with phenobarbital administration routine every day for 1-2 years. Phenobarbital side effects are hyperactivity, irritability. The purpose of this study to determine the correlation of the use of continous and uncontinous phenobarbital in febrile seizures children with ADHD. This research using

  5. HUBUNGAN ANTARA KENDALI GLIKEMIK DENGAN PROFIL LIPID PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rheza Priyadi

    2015-01-01

    Full Text Available Penyebab terbanyak morbiditas dan mortalitas pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2 adalah penyakit kardiovaskuler. Banyak faktor risiko yang terlibat dalam kejadian PJK pada pasien DM tipe 2, salah satunya adalah profil lipid. Berdasarkan penelitian sebelumnya ditemukan bahwa kondisi hiperglikemik memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap kondisi pembuluh darah. Efek tidak langsung kondisi hiperglikemik diperkirakan melalui pengaruhnya terhadap profil lipid. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara kendali glikemik dengan profil lipid. Sampel diambil dari rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pada penelitian ini dipakai 77 sampel yang terdiri dari  42 pria (54,5% dan 35 wanita (45,5%. Usia rata-rata sampel adalah 54 tahun dengan tujuh data yang belum diketahui usianya. Rata-rata HbA1c pasien adalah 10,194%. 16 pasien (20,8% memiliki kontrol glikemik yang baik (HbA1c <7 %, sedangkan 61 (79,2% pasien memiliki kontrol glikemik yang buruk (HbA1c ?7 %. 26 pasien (33,8% mengalami peningkatan kadar trigliserida (?150 mg/dl. 60 pasien (77,9% mengalami penurunan kadar HDL (<40 mg/dl. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analisa potong lintang. Sampel diambil dari pasien-pasien rawat jalan dengan diagnosis DM tipe 2 yang memeriksakan dirinya di RSUP Sanglah Denpasar periode Juli 2010 sampai Mei 2012. Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi spearman satu arah. Berdasarkan hasil uji analitik korelatif satu arah terdapat hubungan yang bermakna antara kendali glikemik dengan kadar trigliserida darah dan antara kadar trigliserida dengan kadar HDL. Korelasi antara kendali glikemik dengan kadar trigliserida darah menunjukkan korelasi yang lemah dengan nilai korelasi 0,342 (p < 0,005; 95% CI.  Korelasi antara antara kadar trigliserida dengan kadar HDL menunjukkan korelasi lemah dengan kadar HDL, dengan nilai korelasi - 0,310 (p < 0,005; 95% CI. Korelasi antara antara kadar trigliserida dengan

  6. HUBUNGAN ANTARA KENDALI GLIKEMIK DENGAN PROFIL LIPID PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rheza Priyadi

    2015-04-01

    Full Text Available Penyebab terbanyak morbiditas dan mortalitas pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2 adalah penyakit kardiovaskuler. Banyak faktor risiko yang terlibat dalam kejadian PJK pada pasien DM tipe 2, salah satunya adalah profil lipid.Berdasarkan penelitian sebelumnya ditemukan bahwa kondisi hiperglikemik memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap kondisi pembuluh darah.Efek tidak langsung kondisi hiperglikemik diperkirakan melalui pengaruhnya terhadap profil lipid.Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara kendali glikemik dengan profil lipid. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analisa potong lintang. Sampel diambil dari pasien-pasien rawat jalan dengan diagnosis DM tipe 2 yang memeriksakan dirinya di RSUP Sanglah Denpasar periode Juli 2010 sampai Mei 2012. Sampel diambil dari rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pada penelitian ini dipakai 77 sampel yang terdiri dari  42 pria (54,5% dan 35 wanita (45,5%. Usia rata-rata sampel adalah 54 tahun dengan tujuh data yang belum diketahui usianya. Rata-rata HbA1c pasien adalah 10,194%. 16 pasien (20,8% memiliki kontrol glikemik yang baik (HbA1c <7 %, sedangkan 61 (79,2% pasien memiliki kontrol glikemik yang buruk (HbA1c ?7 %. 26 pasien (33,8% mengalami peningkatan kadar trigliserida (?150 mg/dl. 60 pasien (77,9% mengalami penurunan kadar HDL (<40 mg/dl. Berdasarkan hasil uji analitik korelatif satu arah terdapat hubungan yang bermakna antara kendali glikemik dengan kadar trigliserida darah dan antara kadar trigliserida dengan kadar HDL. Korelasi antara kendali glikemik dengan kadar trigliserida darah menunjukkan korelasi yang lemah dengan nilai korelasi 0,342 (p < 0,005; 95% CI.  Korelasi antara antara kadar trigliserida dengan kadar HDL menunjukkan korelasi lemah dengan kadar HDL, dengan nilai korelasi - 0,310 (p < 0,005; 95% CI. Korelasi antara antara kadar trigliserida dengan kadar kolesterol menunjukkan korelasi sedang, dengan nilai korelasi  0

  7. Hubungan Resistensi Insulin dengan Gambaran Klinis Sindrom Ovarium Polikistik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meliza Wahyuni

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK merupakan kelainan endokrin dan metabolik pada wanita usia reproduksi. SOPK merupakan kumpulan gejala dari amenore, oligomenore, infertilitas, obesitas, hirsutisme, acne, alopesia, dan akantosis nigrikan. Resistensi insulin diyakini sebagai salah satu penyebab tersering dari SOPK melalui berbagai mekanisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan resistensi insulindengan gambaran klinis SOPK. Penelitian ini dilakukan pada pasien SOPK dengan menggunakan studi cross sectional dengan pendekatan retrospektif, yaitu mengumpulkan kejadian masa lalu dari tahun 2009 - 2011, jumlah sampel 105 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 33,3% penderita SOPK mengalami resistensi insulin. Berdasarkan gambaran klinis 35,23% amenore, 64,77% oligomenore, 72,04% infertilitas, 50,5% obesitas, 0,95% hirsutisme, acne 20%, alopesia dan akantosis nigrikan0%. Dari 33,3% SOPK dengan resistensi insulin 40% amenore, 60% oligomenore, 71,9% infertilitas, 77,14% obesitas, dan 0% hirsutisme. Berdasarkan hasil uji statistik ditemukan hubungan bermakna antara resistensi insulin dengan obesitas (p<0,05 dan tidak ditemukan hubungan bermakna antara resistensi insulin dengan infertilitas, hirsutisme, dan acne (p>0,05.Kata Kunci: SOPK, resistensi insulin, gambaran klinisAbstract Polycystic Ovary Syndrome (PCOS is an endocrine and metabolic disorders that is common in reproductive-aged women. PCOS is a group of symptoms, such as amenorrhea, oligomenorrhea, infertility, obesity, hirsutism, acne, alopecia, and achanthosis nigricans. Insulin resistance is believed to be one of the most common causes of PCOS through a various mechanisms. The objective of this study was to find out the relationship between insulin resistance and clinical manifestation of PCOS. This research was done in patients with PCOS using cross sectional study with retrospective approach. Data was collected from

  8. Evaluation of Railway Level Crossing Attributes on Accident Causation in Lagos, Nigeria.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adeolu O Dina

    2017-01-01

    Full Text Available Abstract The study examines the contribution of Railway Level Crossing (RLCphysical attributes to accident occurrence using the12 major level crossings within the Lagos metropolis. The 48km single track mainline section under consideration which barely make up 1.1% of the entire narrow gauge track network of the country within a 5 year period contributed about 45% of the total National crossing accidents recorded in Nigeria. The method of investigation involved recording the individual attributes of each RLC such asgates, pedestrian traffic, car traffic light, proximity of signage to crossing, vehicular traffic as dummy variables.The regression analysis  was used to measure their effect on accidents.The result indicates gates, pedestrians and the location of signage had significant impact on accidents occurrence at level crossings within Lagos metropolis. Based on the findings, enhancement of active warning systems among other recommendations was suggested as potent counter measures for RLC accident reduction. Abstrak Penelitian menguji tingkat kontribusi atribut fisik dari perlintasan jalan kereta api terhadap kejadian kecelakaan menggunakan 12 perlintasan utama dalam kota metropolis Lagos. 48 km jalan utama tunggal menjadi pertimbangan yang hampir meningkat 1.1% dari seluruh trek sempit jaringan negara dalam jangka waktu 5 tahun menyumbang sekitar 45% dari total kecelakaan perlintasan secara Nasional di Nigeria. Metode penelitian melibatkan catatan dari masing-masing atribut RLC seperti pintu gerbang, pejalan kaki, lampu lalu lintas mobil, kedekatan tanda penyebarangan, lalu lintas kendaraan sebagai variabel dumi. Analisis regresi digunakan untuk mengukur pengaruh dari atribut terhadap kecelakaan. Hasilnya menunjukkan pintu gerbang, pejalan kaki, dan lokasi tanda perlintasan mempunyai dampak signifikan pada kecelakaan dalam kota metropolis Lagos.Berdasarkan penemuan tersebut, perbaikan dari sistem peringatan aktif disarankan sebagai upaya

  9. SIFAT HIPOKOLESTEREMIK MINYAK KELAPA SAWIT, MINYAK KEDELAI DAN TEMPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mien KMS Mahmud

    2012-11-01

    Full Text Available Kadar kolesterol dan trigliserida darah merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mendiagnosa kemungkinan adanya gangguan jantung atherosklerosis. Kadar lipida darah mempunyai korelasi yang tinggi dengan jenis lemak atau minyak yang dikonsumsi setiap hari, karena komposisi asam lemak pada setiap jenis minyak berbeda. Tempe telah lama digemari masyarakat Indonesia dan telah diketahui bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian yang dilaporkan melalui makalah ini bertujuan mempelajari peluang kejadian penyakit atherosklerosis pada pada kelinci dengan pola konsumsi minyak makan asal kelapa sawit, minyak kedelai, minyak asal lemak babi atau minyak babi dicampur tempe. Kelinci percobaan dewasa yang sehat dikelompokkan berdasarkan kadar hemoglobin darah antara 8.2-13.6 g/dl menjadi lima kelompok percobaan. Satu kelompok sebagai kontrol diberi ronsum standar terdiri dari pelet, kangkung dan ubi merah secara adlibitum. Empat kelompok lainnya, disamping ransum standar juga diberi 2 ml minyak babi atau minyak kedelai atau minyak kelapa sawit atau minyak babi yang ditambahkan 5 gram tempe bubuk, sehari. Pengamatan dilakukan terhadap kadar kolesterol total,  LDL, HDL dan trigliserido darah. Dilakukan pula pemeriksaan histopatologi pada jaringan pembuluh darah jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak babi menyebabkan kenaikan kadar kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida didalam darah sebanyak masing-masing berturut-tuut 60%, 89%, 52% dan 42%. Minyak kelapa sawit menaikan kadar kolesterol total 15%, menurunkan kadar LDL 21%, menaikan kadar HDL 24% dan menurunkan kadar trigliserida 14%. Minyak kedelai menurunkan kolesterol total sebanyak 10%, LDL 30%, trigliserida 24% seraya menaikan kadar HDL sebanyak 3%. Penambahan tempe ke dalam minyak babi dapat menurunkan kadar kolesterol total 10%, LDL 44%, trigliserida 28% dan memelihara kadar HDL lebih tinggi dari sebelum perlakuan. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa pemberian

  10. Riwayat pola asuh, pola makan, asupan zat gizi berhubungan dengan stunting pada anak 24–59 bulan di Biboki Utara, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christin Debora Nabuasa

    2016-08-01

    kurang (53,9%, pola makan (55,9%, asupan energi (55,9%, asupan protein (52,6%, asupan kalsium (52,0%, budaya (61,1%, penyakit infeksi (51,3%, ekonomi keluarga (61,8%, ketahanan pangan (71,7%, berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan diperoleh variabel riwayatpola asuh, pola makan, asupan zat gizi, budaya, penyakit infeksi, ekonomi keluarga memiliki hubungan yang signifikan (p<0,05, ketahanan pangan tidak signifikan terhadap kejadian stunting (p>0,05. Analisis multivariat diperoleh variabel riwayat pola asuh paling dominan berpengaruh terhadap kejadian stunting.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna pada variabel pola asuh, pola makan, asupan zat gizi, budaya, ekonomi keluarga dan penyakit infeksi terhadap kejadian stunting, tidak terdapat hubungan yang bermakna pada variabel ketahanan pangan terhadap kejadian stunting.KATA KUNCI: pola asuh, pola makan, asupan zat gizi, budaya, ekonomi, penyakit infeksi ketahanan pangan, stunting

  11. Efektifitas Dance Movement Therapy Terhadap Penurunan Tingkat Stres Mahasiswa Matrikulasi Penyambutan Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 2012 berdasarkan Hassles Assesment Scale for Student in College

    OpenAIRE

    Lais, Deny

    2013-01-01

    Introduction: Every teenager will experience the transition into adulthood through a variety of ways, one of which is in his education as when they enter the world of lectures in which major changes occurred in a person's life from a senior in high school to be a freshman in college. Dance/Movement Therapy is an alternative therapy to deal with cases of stress in teenagers which invite a teenager, whether male or female, to engage in a development experience the interaction of body, mind and ...

  12. Efektivitas dance/movement therapy Terhadap penurunan tingkat stres Mahasiswa matrikulasi penerimaan mahasiswa baru Fakultas kedokteran universitas sumatera utara 2012 Berdasarkan depression, anxiety and stress scale

    OpenAIRE

    Joseph, Joel Nathaniel Richard

    2013-01-01

    Introduction. Stress is unavoidable and it is not possible to eliminate it from our lives entirely. The most we can do with stress is to manage it, so that it does not disrupt our daily lives and does not decrease productivity. If not managed properly, stress can cause a wide array of problems both mentally and physically. One of the ways to reduce or manage stress is to practice physical exercise of any form. Methods. This study aims to determine the relationship between Dance Movement ...

  13. PERBANDINGAN PEMBELAJARANMEMBACA PERMULAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SAS DANMETODE KATA LEMBAGA BERDASARKAN PERBEDAAN GAYA BELAJAR PADA PESERTA DIDIK TAMAN KANAK-KANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwik Kus Endah

    2014-08-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan (1 perbedaan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik taman kanak-kanak bergaya belajar auditori dan visual yang dibimbing dengan metode SAS, (2 perbedaan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik taman kanak-kanak bergaya belajar auditori dan visual yang dibimbing dengan metode  kata lembaga, (3 interaksi antara penggunaan metode SAS dan metode kata lembaga untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik taman kanak-kanak bergaya belajar auditori dan visual. Metode penelitian ini exsperimental design. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen tes kemampuan membaca permulaan, modality assessment test, wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data penelitian digunakan one sample kolmogorov-smirnov test pada program SPSS 16, uji homogenitas levene test, dan uji hipotesis dengan analisis varian 2x2. Simpulan hasil penelitian ini yaitu (1 terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik TK Islam Pangeran Diponegoro yang memiliki gaya belajar auditori dan visual yang dibimbing dengan metode SAS, (2 terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik TK Islam Pangeran Diponegoro yang memiliki gaya belajar auditori dan visual yang dibimbing dengan metode kata lembaga dan (3 terdapat interaksi antara penggunaan metode pembelajaran (SAS dan kata lembaga dengan gaya belajar (auditori dan visual  pada kemampuan membaca permulaan peserta didik taman kanak-kanak.This study aimed to describe (1 the difference between the beginning reading skills of students kindergarten auditory and visual learning style that is guided by the SAS method; (2 the difference between the beginning reading skills of students kindergarten style learning auditory and visual guided the “kata lembaga”method;and (3 the interaction between the use of SAS methods and methods of ‘kata lembaga”to improve literacy learners beginning kindergarten auditory and visual learning style. This study used an experimental method. Research data collection techniques using test instruments for beginning reading skills, modality assessment tests, and documentation. To analyze the research data used normality test one sample kolmogorof - Smirnov test, Levene's test of homogeneity, and test hypotheses with two way univariate analysis. The results showed that (1 there is difference between the ability to read the beginning who have auditory and visual learning styles are guided by the SAS method; (2 there is difference between the ability to read the beginning of learners who having auditory and visual learning styles are guided by “kata lembaga”method, and (3 there is an interaction between the use of SAS and Whole Word methods and  the learners learning styles on reading ability.

  14. ALTERNATIF PETA BATAS LAUT DAERAH BERDASARKAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 76 TAHUN 2012 (STUDI KASUS : SENGKETA PULAU GALANG PERBATASAN ANTARA KOTA SURABAYA DAN KABUPATEN GRESIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ria Widiastuty

    2015-02-01

    Full Text Available Batas kewenangan daerah di laut, memiliki arti penting bagi kabupaten/kota dan pemerintah propinsi terkait dengan penyelenggaraan otonomi daerah. Batas daerah yang tidak jelas dapat memicu konflik di wilayah perbatasan dan menghambat penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah. Bila tidak segera diselesaikan maka berpotensi menurunkan tingkat pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Penetapan batas laut daerah diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan pemberian hak sehingga dapat menghindari konflik yang akan terjadi. Pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 76 tahun 2012 dijelaskan bahwa pembagian wilayah kewenangan propinsi sejauh 12 mil dan sepertiganya adalah wilayah kabupaten/kota. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan batas pengelolaan laut di sekitar daerah perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik yang terdapat sebuah pulau hasil endapan Kali Lamong yaitu Pulau Galang. Pulau ini sedang menjadi konflik dan menjadi perebutan hak milik antar dua daerah tersebut. Hasil penelitian ini adalah peta batas pengelolaan laut di sekitar daerah Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik dengan berbagai alternatif penarikan batas yang sesuai dengan pedoman penegasan batas secara kartometrik pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 76 tahun 2012 dengan menggunakan prinsip equidistance dan median line. Dalam penelitian ini terdapat empat alternatif diantaranya, penarikan garis batas laut jika Pulau Galang dianggap tidak ada, penarikan garis batas laut jika Pulau Galang dibagi sama luas, penarikan garis batas laut jika Pulau Galang masuk Kota Surabaya dan penarikan garis batas laut jika Pulau Galang masuk Kabupaten Gresik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kejelasan kepemilikkan Pulau Galang dan kejelasan administrasi batas laut daerah sangat dibutuhkan karena keberadaan pulau ini berpengaruh terhadap batas pengelolaan laut daerah antara Kota Surabaya maupun Kabupaten Gresik secara keseluruhan.

  15. MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MEMPREDIKSI PARAMETER KUALITAS TOMAT BERDASARKAN PARAMETER WARNA RGB (An artificial neural network model for predicting tomato quality parameters based on color

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudiati Evi Masithoh

    2013-03-01

    Full Text Available Artificial neural networks (ANN was used to predict the quality parameters of tomato, i.e. Brix, citric acid, total carotene, and vitamin C. ANN was developed from Red Green Blue (RGB image data of tomatoes measured using a developed computer vision system (CVS. Qualitative analysis of tomato compositions were obtained from laboratory experiments. ANN model was based on a feedforward backpropagation network with different training functions, namely gradient descent (traingd, gradient descent with the resilient backpropagation (trainrp, Broyden, Fletcher, Goldfrab and Shanno (BFGS quasi-Newton (trainbfg, as well as Levenberg Marquardt (trainlm.  The network structure using logsig and linear (purelin activation function at the hidden and output layer, respectively, and using  the trainlm as a training function resulted in the best performance. Correlation coefficient (r of training and validation process were 0.97 - 0.99 and 0.92 - 0.99, whereas the MAE values ​​ranged from 0.01 to 0.23 and 0.03 to 0.59, respectively. Keywords: Artificial neural network, trainlm, tomato, RGB   Jaringan syaraf tiruan (JST digunakan untuk memprediksi parameter kualitas tomat, yaitu Brix, asam sitrat, karoten total, dan vitamin C. JST dikembangkan dari data Red Green Blue (RGB  citra tomat yang diukur menggunakan computer vision system. Data kualitas tomat diperoleh dari analisis di laboratorium. Struktur model JST didasarkan pada jaringan feedforward backpropagation dengan berbagai fungsi pelatihan, yaitu gradient descent (traingd, gradient descent dengan resilient backpropagation (trainrp, Broyden, Fletcher, Goldfrab dan Shanno (BFGS quasi-Newton (trainbfg, serta Levenberg Marquardt (trainlm. Fungsi pelatihan yang terbaik adalah menggunakan trainlm, serta pada struktur jaringan digunakan fungsi aktivasi logsig pada lapisan tersembunyi dan linier (purelin pada lapisan keluaran. dengan 1000 epoch. Nilai koefisien korelasi (r pada tahap pelatihan dan validasi secara berturut-turut adalah 0.97 - 0.99 dan 0.92 - 0.99; sedangkan nilai MAE berkisar antara 0.01-0.23 dan 0.03-0.59. Katakunci: Jaringan syaraf tiruan, trainlm, tomat, RGB

  16. UPAYA MENINGKATKAN PEMANFAATAN PELAYANAN PERAWATAN PENAMBALAN GIGI TETAP PADA 7 PUSKESMAS Dl KOTA SURABAYA BERDASARKAN ORAL HEALTH IMPACT PROFILE (OHI-P

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktarina Oktarina

    2012-11-01

    Full Text Available The target for ratio of dental filling to dental extraction by the Ministry of Health is 1 : 1. This ratio could be used to evaluate the performance of dental services at Public Health Centers (PHCs. Data from dental clinics in 7 (seven PHCsin Surabaya revealed the ratio between dental filling and dental extraction was 1 : 5.9 during January to August year 2003. The objective of this study was to develop dental filling service utilization improvement efforts at PHCs in Surabaya, with reference to Oral Health Impact Profile (OHI-P. This was an observational study with a cross sectional design. It was carried out during 18th August to 18th September year 2003. There were 183 respondents selected from patients of dental clinics of the 7 (seven Public Health Centers (PHCs in Surabaya. Result showed there were 4 (57.1% PHCs did not have clear and concise Standard Operating Procedures (SOP. Sixty three point three percents, 63.4% respondents said did not agree if had to visit several times for dental cares and almost all, 95.1% respondents mentioned that expenses for the dental cares was costly. There were 51.4% respondents who said that they experienced painfull at the time of dental cares for filling permanent dents. Furthermore, 98.9% respondents mentioned that caries dents had impact disturbing on chewing functions. The factors for dentist-patient interactions revealed to be 69.4% on favourable. It recommends to enhance dental filling service utilization improvement efforts for PHC. Key words: utilization, dental care, OHI-P

  17. Fabrikasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC Berdasarkan Fraksi Volume TiO2 Anatase-Rutile dengan Garcinia mangostana dan Rhoeo Spathacea sebagai Dye Fotosensitizer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sustia Agustini

    2013-09-01

    Full Text Available Sejak pertama kali dikembangkan, usaha untuk meningkatkan efisiensi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC terus dilakukan. Mulai dari pemilihan bahan pewarna, jenis semikonduktor yang digunakan, desain counter elektroda, struktur sandwich atau yang lainnya. Anatase dan rutile adalah fase dari TiO2 yang sering digunakan untuk fabrikasi DSSC. Penelitian ini menggunakan kulit manggis dan Rhoeo spathacea yang diekstrak menggunakan ethanol sebagai pewarna alami yang mengandung antosianin. Pewarna tersebut dikarakterisasi menggunakan UV-Vis dan FTIR, dan menunjukkan absorpsi pada panjang gelombang 392 nm untuk kulit manggis dan 413 nm untuk Rhoeo spathacea. TiO2 disintesis menggunakan metode co-precipitation. Ukuran partikel yang dihasilkan adalah 11 nm untuk anatase and 54,5 nm untuk rutile dengan menggunakan persamaan Scherrer. DSSC difabrikasi dengan variasi fraksi volume TiO2 anatase dan rutile. DSSC diuji dibawah cahaya matahari dengan daya sebesar 17 mW/cm2. Kurva arus-tegangan (I-V DSSC yang dihasilkan fraksi volume 75%:25% memperlihatkan hasil terbaik dibanding yang lain. Efisiensi tertinggi adalah 0.037% dan 0.013% dihasilkan oleh DSSC dengan pewarna alami dari kulit manggis dan Rhoeo spathacea.

  18. PERSAMAAN (EQUATION TINGGI BADAN MANUSIA USIA LANJUT (MANULA BERDASARKAN USIA DAN ETNIS PADA 6 PANTI TERPILIH DI DKI JAKARTA DAN TANGERANG TAHUN 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatmah

    2006-06-01

    Full Text Available The Equation of Prediction Stature Based on Age and Ethnic in Six Institutionalized Elderly at DKI Jakarta and Tangerang, Year 2005. Height is an important clinical indicator to derive body mass index (BMI predicting the nutritional status. However, height measurement in the elderly may impose some difficulties and the reliability isdoubtful. Equations estimating height from knee height parameter to predict stature in elderly i.e. Chumlea have been developed, but no one study has developed an equation for Indonesian population according to variety of ethnics. Therefore, a cross sectional study was conducted to develop equations using two types of anthropometric measurements(knee height and arm span for estimating stature in Indonesian elderly. A total of 217 elderly (aged 60 to 92 years oldfrom three major ethnic groups Javanese (56.7%, Chinese (31.3%, and others (12.0% participated in this study. Anthropometric measurement included body weight, height, arm span, and knee height were carried out by trained nutritionist. Inter and intra observer errors was calculated for each anthropometric measurement of arm span and kneeheight of elderly. Main findings of this study were the mean of age of Chinese was the highest among other ethnics; the most elderly suffered from underweight (43%; the distribution of mean knee height and arm span was almost similar in each ethnic group; there was a significant difference between knee height with stature in elderly women, and the highest correlation indicated by knee height in elderly women and arm span in elderly men. Chumlea equation showedtend to be under-estimate in stature of elderly men and over-estimate in stature of elderly women. In conclusion, standing height is an ideal technique for estimating the stature of elderly. However, in cases where its measurement is not possible or reliable, height can be estimated from proxy indicators of stature. In this study, arm span showed the highest correlation with standing height in elderly men, and knee height in elderly women.

  19. Kurva Pertumbuhan Sapi Friesian Holstein dari Lahir Sampai Siap Kawin Berdasarkan Tingkat Kelahiran (HOLSTEIN GROWTH CURVE OF NEW BORN CALF UNTIL FIRST MATING BASED ON BIRTH RATE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lia Budimulyati Salman

    2015-05-01

    Full Text Available The growth curve is a reflection of the ability of an individual or population to actualize themselves aswell as the size will be the development of the parts of the body until it reaches the maximum size (adulton the existing environmental conditions. The main goal of this study is to determine the growth curvemodel of Friesian Holstein cattle from birth until ready to mate based on birth rates with Logistic model,Gompertz, and von Bertalanffy. The data was used in this study is the result of the weighing of dairy cowsbody weight of female Friesian Holstein as many as 335 head number collected by PT Taurus Dairy FarmSukabumi from 2001to 2011, which have complete data from birth until first mating with a birth rate thatis different from the birth of the one to five. The data used in the analysis of growth curves using three nonlineargrowth curve model i.e. Logistic models, Gompertz, and Von Bertalanffy. The results obtainedindicate that the growth curve model shave different levels of accuracy, depending on the environment andage or duration of observation, the longer observed to mature weight (A, the age of puberty, and pubertygreater weight. The Conclusion of this study is a model of Logistic close to field conditions. Morover thehigher the birth rate will be heavier birth weight and adult weight. These three non-linear mathematicalmodel used in this study has a high degree of accuracy.

  20. Implementasi Mikrokontroler Atmega 8535 pada Panel Surya Statis dan Panel Surya Dinamis Berdasarkan Waktu Menggunakan Real Time Clock (RTC) DS1307

    OpenAIRE

    Syahrial, Muhammad

    2015-01-01

    The increase in human population are demanding the renewal of natural resources to meet various needs. For example, the needs of electrical energy that greatly influences the development and technology of a some region. Electrical energy is one of the vital part that should be always exist. For that is needed a new electric energy source that can be replace the source of electrical energy before. This research aims to make a simulation tools of solar power plant or called solar cells. This si...

  1. PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN HUTAN KONSERVASI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 1999 TENTANG KEHUTANAN (Studi di Kabupaten Kuningan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwari Akhmaddhian

    2013-03-01

    Full Text Available Kuningan, local government districts declared as a conservation district. Kuningan district government coordination and cooperation with regard to conservation, namely: First, they Policy-makers need to understand how awareness of water conservation can help solve water shortage pro-blems while providing economic and social benefits, making environmental regulations that support conservation; Second, Water managers and the role of experts involved in the planning, develop-ment, and management of the water system, including managers and scientists working for the preservation of the environment is to create a reservoir as well as the urban forest in order to streng-then the conservation and Third . Mass Media and Educators, their knowledge of the water sector may be little but they are experts in public relations, communications, marketing, and education is to create programs that support conservation programs such as Seruling (Students are concerned about the environment, Apel (Apparatus care environment Pepeling (Bridal care for the environ-ment and the Car Free day car-free day program. Kuningan district invites the public to play a role in realizing kuningan participate as a conservation district that is the existence of programs that support the conservation of water resources.

  2. Karakteristik mineralisasi epitermal di Daerah Taran, Hulu Kahayan, Kalimantan Tengah berdasarkan studi mikroskopis, X-Ray Diffraction (XRD, dan inklusi fluida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Zulkifli Herman

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol1no3.20064Taran area is occupied predominantly by piroclastic rocks and locally intercalations of lenticular claystones and sandstones. The pyroclastic rocks are intruded by diorite, dacite and andesite, leading alteration and mineralization within the host rocks. Mineralization occurs as a vein type and is associated with a number of pervasive alteration types named respectively: quartz-illite- montmorillonite-kaolinite ± pyrite, quartz-illite ± pyrite, quartz-illite-chlorite ± pyrite and quartz- kaolinite-illite ± pyrite. On the other hand, a propylitic alteration also occurs within the andesite intrusion composed of calcite-epidote-chlorite-sericite-quartz ± pyrite. The mineralization is characterized by several zones of quartz stockwork containing gold and associated ore minerals of chalcopyrite, sphalerite, galena, pyrite and argentite. The quartz veins occurs as fi llings of structural openings in the form of milky quartz and amethyst with textures of sugary, comb, and dogteeth. Evaluation work on results of microscopic (petrography and mineragraphy, X-Ray Diffraction (XRD, and fl uid inclusion studies, and chemical analysis of entirely altered rock/quartz vein samples shows that the alteration and mineralization process were closely related to a change of hydrothermal fl uids, from near neutral into acid conditions at a temperature range of >290o – 100oC. The appearances of quartz variation indicate a relationship with repeated episodes of boiling in an epithermal system, as ground water mixed with hot vapor originated from a remained post-magmatic solution. Corresponding to a salinity of average 1,388 equiv.wt.% NaCl, it indicates that the ore minerals bearing quartz veins were deposited at a depth range of 640 – 1020 m beneath paleosurface.  

  3. Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Tingkat Kualitas Kesejahteraan Masyarakat Berdasarkan Indikator Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Menggunakna Web Mobile (Studi Kasus Desa KUTAWARINGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Hamid

    2016-12-01

    Full Text Available Untuk menentukan tingkat kualitas kesejahteraan masyarakat Desa Kutawaringin dapat dilakukan survey menggunakan Sistem Penunjang Keputusan  berbasis web dengan indikator yang telah di tetapkan oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Metode penelitian yang digunakan dalam tahap pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan pustaka. Sistem berisi tentang halaman index, halaman tampil, halaman login, dan halaman quisioner. Sistem dirancang dengan PHP sebagai bahasa pemrograman pengkoneksi database, MySQL sebagai database, Macromedia Dreamweaver untuk perancangan web, Jquery Mobile Framework untuk perancangan web mobile dan Apache sebagai server web. Implementasi sistem yang di rancang menggunakan model prototyping. Sistem Penunjang Keputusan berbasis web dapat membantu penilaian kualitas kesejahteraan masyarakat dengan cepat.Kata Kunci : SPK, Kesejahteraan, Indikator, BKKBN, Kutawaringin

  4. PEMURNIAN ETANOL HASIL FERMENTASI KULIT UMBI SINGKONG (Manihot Utilissima Pohl DARI LIMBAH INDUSTRI KERUPUK SANJAI DI KOTA BUKITTINGGI BERDASARKAN SUHU DAN WAKTU DESTILASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mhd. Riza Marjoni

    2014-11-01

    Full Text Available Bukittinggi city with approximately 132 industry crackers Sanjai spend 300-500 kg of cassava per day for each industry. Solid waste production process results Sanjai crackers this one is skin cassava. Cassava’s peel produces 15-20% carbohydrate content of 68-85% of the weight of the bulb, so it has great potential to be converted into bioethanol. Carbohydrates in the tuber peel can be processed into ethanol by fermentation and for separating ethanol from it’s mixture used method of distillation. Distillation temperature and time used affects the quality and quantity of bioethanol produced. This study aims to determine the best time and temperature distillation to produce bioethanol at the highest levels. Ethanol content analysis was conducted using the specific gravity using line arregression equation and Table gravity of Indonesian Pharmacopoeia. The results showed that the highest levels of ethanol distillate obtained in the distillation temperature of 71o C for 5 hours is 16.60% using regression methods and 14.1% according to Table Pharmacopoeia with yield ranging between 2.30%- 5.80% and the efficiency of distillation 28, 94% -57.50%. Time and temperature distillation have a real impact on the levels of ethanol produced atthe level of 5%.

  5. UPAYA MENINGKATKAN PEMANFAATAN PELAYANAN PERAWATAN PENAMBALAN GIGI TETAP PADA 7 PUSKESMAS Dl KOTA SURABAYA BERDASARKAN ORAL HEALTH IMPACT PROFILE (OHI-P)

    OpenAIRE

    Oktarina Oktarina; Nyoman Anita Damayanti; SK Poerwani

    2012-01-01

    The target for ratio of dental filling to dental extraction by the Ministry of Health is 1 : 1. This ratio could be used to evaluate the performance of dental services at Public Health Centers (PHC)s. Data from dental clinics in 7 (seven) PHCsin Surabaya revealed the ratio between dental filling and dental extraction was 1 : 5.9 during January to August year 2003. The objective of this study was to develop dental filling service utilization improvement efforts at PHCs in Surabaya, with refere...

  6. INTEGRASI LEMBAGA PENYELESAIAN SENGKETA ALTERNATIF DALAM PROSES ACARA PERADILAN PERDATA: STUDI TENTANG PUTUSAN PENGADILAN YANG DI MEDIASI BERDASARKAN PERMA NOMOR 1 TAHUN 2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AAN Roy Sumardika

    2014-11-01

    Full Text Available Mediation process means dispute resolution through negotiation process for obtaining a peace agreement between the parties by using a third party in settling the dispute. Article 130 HIR/154 RBg determines peace efforts may use since the trial began before a judge hands down the dispute. Mediation as part of the Alternative Dispute Resolution is a process outside the court, but Indonesian Supreme Court Rules No. 1/2008 integrates it in the court proceedings and allows the mediation process at the level of legal remedy. So the problem investigated is the court decision re-mediated and the peace agreement mediation results. The method used normative legal research by Legislation Approach and to deepen the research study also use a Legal Concept Analysis Approach which is intended to establish a view and legal arguments in solving the problem at hand. Case that has been decided by the courts is not possible to re-mediated. The mediation process at the level of legal remedy is contrary to the law, especially the provisions of Article 130 HIR / 154 RBg. Indonesian Supreme Court Rules as rules are hierarchically under the law (HIR/RBg not justified material being regulated substance exceeding material are governed by higher laws. So Indonesian Supreme Court Rules No. 1/2008 can not be a legal basis to regulate the integration of mediation into the docket particularly about mediation at the level of legal remedy because the principle of lex superiori derogat legi inferiori and the principle of lex specialis derogat legi generali not met.

  7. Analisis Tingkat Kognitif Uji Kompetensi pada Buku Sekolah Elektronik (BSE Matematika SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 Berdasarkan Taksonomi Bloom

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nancy Yunita Susanti

    2015-06-01

    Full Text Available Buku teks pelajaran berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. Buku teks dilengkapi dengan soal-soal latihan yang belum terklasifikasi tingkat kognitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kognitif soal uji kompetensi beserta persentase masing-masing tingkat kognitif soal uji kompetensi pada BSE Matematika SMP Kelas VII kurikulum 2013 semester 1 maupun semester 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa soal uji kompetensi BSE Matematika semester 1 mencakup 9 variasi soal dari 24 variasi soal menurut tingkat kognitif Revisi Taksonomi Bloom. Dari 166 pertanyaan, terdapat 6.6% tingkat C2-faktual; 17% tingkat C2-konseptual; 22% tingkat C2-prosedural; 3% tingkat C3-faktual; 6.6% tingkat C3-konseptual; 28% tingkat C3-prosedural; 1.8% tingkat C4-konseptual; 14% tingkat C4-prosedural; 0.6% tingkat C6-konseptual; dan 0% pertanyaan tingkat yang lainnya. Sedangkan pada BSE Matematika semester 2 mencakup 11 variasi soal. Dari 170 pertanyaan terdapat 0.6% tingkat C1-faktual; 0.6% tingkat C1-konseptual; 2.9% tingkat C2-faktual; 15% tingkat C2-konseptual; 15% tingkat C2-prosedural; 8.2% tingkat C3-konseptual; 30% tingkat C3-prosedural; 4.7% tingkat C4-konseptual; 5.3% tingkat C4-prosedural; 14% tingkat C5-konseptual; 4.1% tingkat C6 konseptual; dan 0% tingkat yang lain.Textbooks have an important and strategic role in improving the quality of primary and secondary education. Textbook comes with practice questions are not yet classified the cognitive level. The aims of this study are determining the level of cognitive matter competency test along with the percentage of each level of cognitive matter competency test on BSE Class VII SMP Math curriculum 2013 1st half and 2nd semester. Type of research is descriptive research with a qualitative approach. It can be concluded that about half of the competency test BSE Mathematics 1 includes 9 variations of about 24 variations of matter according to the degree of cognitive Revised Bloom's Taxonomy. Of the 166 questions, there is a 6.6% rate of C2-factual; 17% C2-conceptual level; 22% C2-procedural level; 3% level C3-factual; 6.6% C3-conceptual level; 28% level of C3-procedural; 1.8% C4-conceptual level; 14% of C4-procedural level; 0.6% C6-conceptual level; and 0% of the questions that other level. While in the second half of BSE Mathematics includes 11 variations matter. Of the 170 questions contained 0.6% level of C1-factual; 0.6% C1-conceptual level; 2.9% rate of C2-factual; 15% C2-conceptual level; 15% C2-procedural level; 8.2% C3-conceptual level; 30% level of C3-procedural; 4.7% C4-conceptual level; 5.3% rate of C4-procedural; 14% of the C5-conceptual level; 4.1% C6 conceptual level; and the 0% level to another.

  8. SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC): ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM KONSELING KELUARGA

    OpenAIRE

    Sumarwiyah -; Edris Zamroni; Richma Hidayati

    2015-01-01

    Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungki...

  9. Pribumi, Non-Pribumi Dan Negara (Suatu Studi Terhadap Pidato Soepomo tahun 1945 Tentang Negara Integralistik)

    OpenAIRE

    Siboro, Ronald Winra

    2010-01-01

    Dalam penelitian yang dituangkan dalam skripsi ini merupakan penelitian yang mengkaji permasalahan pribumi atau non-pribumi yang timbul dalam suatu negara terutama negara Indonesia sendiri. Indonesia yang menganut pluralisme dengan keberagaman budaya, suku, agama, ras, dan lain sebagainya seringkali menjadi pemicu munculnya pertikaian, kesenjangan sosial antara mayoritas dan minoritas serta menimbulkan disintegrasi bangsa yang pada akhirnya mampu merusak persatuan negara Indonesia. Pada saat ...

  10. Oral hygiene and number of oral mucosal lesion correlate with oral health-related quality of life in elderly communities

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Agustina

    2014-03-01

    Full Text Available Background: Quality of life assessment mostly is based on general health. Deterioration of physiologic condition, polypharmacy and the high occurrence of chronic disease in elderly may manifest in oral cavity that can affect oral function, in turn it will affect quality of life of elderly. Purpose: This study was aimed to determine the correlation of oral health status and oral health-related quality of life (OHRQoL in elderly communities of Yogyakarta city. Method: Seventy three elders were subjects of this study. Data of OHRQoL and oral health status were obtained from modification of questionnaire of Dental Impact of Daily Living (DIDL Index and from intraoral examination, respectively. Intraoral examination comprised oral mucosal lesion amount, oral hygiene, DMFT index and periodontal tissue status. The data then were analyzed statistically using Pearson Product Moment Correlation. Result: The results showed that mean of DMFT index was 16.9 and 63% of subjects were found with gingivitis, most subject had moderate oral hygiene and each subject at least had two oral mucosal lesions. Mean score of quality of life was 27.2 and classified as satisfying. Oral hygiene and number of oral mucosal lesion had correlation with OHRQoL with r were -0.236 (Sig. : 0.045 and -0.288 (Sig. : 0.013, respectively. Conclusion: The study suggested that oral hygiene and number of oral mucosal lesion correlate with oral health related-quality of life in elderly communities of Yogyakarta city.Latar belakang: Penilaian kualitas hidup terutama didasarkan pada kesehatan umum. Memburuknya kondisi fisiologis, polifarmasi dan tingginya kejadian penyakit kronis pada lansia dapat termanifestasi di dalam rongga mulut sehingga dapat mempengaruhi fungsi mulut yang pada gilirannya akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara status kesehatan mulut dan kualitas hidup berdasarkan kesehatan mulut pada masyarakat lanjut

  11. BEHAVIOR AND ENVIRONMENTAL RISK FACTOR ON CHIKUNGUNYA OUTBREAKS AT SALATIGA CITY IN 2012 = FAKTOR RISIKO PERILAKU DAN LINGKUNGAN RUMAH PADA KEJADIAN LUAR BIASA CHIKUNGUNYA DI KOTA SALATIGA TAHUN 2012

    OpenAIRE

    Diana Andriyani Pratamawati; Yusnita Mirna Anggraeni

    2015-01-01

    EnglishABSTRACTOn February 9, 2012 date specified chikungunya outbreak in Salatiga. This study aimed to examine behavioral and environmental risk factors associated with the disease, vector, modes of transmission, treatment seeking, as well as ways to prevent chikungunya on people in the hamlet Sinoman and Rekesan during the chikungunya outbreak in 2012 . This type of research is used case-control study. This study was conducted in January through April of 2012. Interview and observations con...

  12. Staphylococcus aureus Penghasil Pigmen Kuning yang Diisolasi dari Kejadian Bumblefoot pada Broiler Lebih Patogen Dibanding Penghasil Pigmen Putih (STAPHYLOCOCCUS AUREUS PRODUCING YELLOW PIGMENT ISOLATED FROM BUMBLEFOOT CASE IN BROILER CHICKENS IS MORE PAT

    OpenAIRE

    Khusnan .; Wahyu Prihtiyantoro; Mitra Slipranata

    2015-01-01

    A study to evaluate the correlation between the pigments produced by Staphylococcus aureusisolateswith their adhesion capability on epithelial cells and phagocytes activity of macrophages in vitro.Ten S.aureus isolatesfrom bumble foot and arthritis casesin broiler were used in this study. The adhesion assaywas performed using epithelial cell derived from human buccal epithelial cells whereas phagocytic activitywas conducted using mouse peritoneal macrophage cells.The results showed that S. au...

  13. Staphylococcus aureus Penghasil Pigmen Kuning yang Diisolasi dari Kejadian Bumblefoot pada Broiler Lebih Patogen Dibanding Penghasil Pigmen Putih (STAPHYLOCOCCUS AUREUS PRODUCING YELLOW PIGMENT ISOLATED FROM BUMBLEFOOT CASE IN BROILER CHICKENS IS MORE PAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khusnan .

    2015-05-01

    Full Text Available A study to evaluate the correlation between the pigments produced by Staphylococcus aureusisolateswith their adhesion capability on epithelial cells and phagocytes activity of macrophages in vitro.Ten S.aureus isolatesfrom bumble foot and arthritis casesin broiler were used in this study. The adhesion assaywas performed using epithelial cell derived from human buccal epithelial cells whereas phagocytic activitywas conducted using mouse peritoneal macrophage cells.The results showed that S. aureus isolates frombroiler produced both yellow and white pigments. Staphylococcus aureus producing white pigment adheredto human buccal epithelial cells with the density of about 24,25 bacteria/cell, which were higher than thoseof Staphylococcus aureus producing yellow pigmentabout 23,78 bacteria/cell. Staphylococcus aureusproducing white pigment was more phagocytosed by macrophages than S. aureusproducing yellow pigment,with an average phagocytic activiry of19,86 bacteria/cellas compared to15,96of bacteria/cell, respectively.

  14. KEJADIAN OTITIS EKSTERNA PADA MASYARAKAT PENEBEL TABANAN DAN YANGAPI BANGLI YANG BERKUNJUNG KE BAKTI SOSIAL STAF MEDIS FUNGSIONAL TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA - RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH PADA TAHUN 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Teguh Aryanugraha

    2016-03-01

    Full Text Available INCIDENCE RATE OF OTITIS EXTERNA IN SOCIETY OF PENEBEL AND YANGAPI BANGLI WHO VISITED THE SOCIAL ACTIVITY EAR NOSE THROAT DIVISION FACULTY OF MEDICINE UDAYANA UNIVERSITY– SANGLAH GENERAL HOSPITAL IN 2012 ABSTRACT Indonesia is a tropical country which in some places have there own temperature and humidity criteria factors predisposing to otitis externa is usually triggered by the growth of fungi that are responsible for the onset of otitis externa. The research was conducted in two places, namely in the village of Penebel Tabanan and the village of Yangapi Bangli. The aim to determine the prevalence of otitis externa, especially in people who follow social events in the village Penebel and Yangapi. This research was carried out by quantitative descriptive design with a population that is affordable and Yangapi Penebel villagers who come to charity ENT Division Sanglah Hospital. The incidence of OE in the village Penebel was 6 of 66 patients and in the village Yangapi was 3 of 96 patients. Variants OE in the village of the same Penebel lot of male patients men and women with a lifespan of 41 years and above, whereas the incidence in the village OE Yangapi more on men with an age range 21-30 years. At this research showed otitis externa patients who come to social event in both villages were 9 people from 162 patients who came to the social event ENT Division Sanglah Hospital. Keywords : Otitis externa, Gender, Age, people of Penebel and Yangapi village.

  15. Faktor Risiko Terjadinya Ulkus Diabetikum pada Pasien Diabetes Mellitus yang Dirawat Jalan dan Inap di RSUP Dr. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Loviana Roza

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakUlkus diabetikum adalah keadaan ditemukannya infeksi, tukak dan atau destruksi ke jaringan kulit yang paling dalam di kaki pada pasien Diabetes Mellitus (DM akibat abnormalitas saraf dan gangguan pembuluh darah arteri perifer. Ulkus diabetikum dapat dicegah dengan melakukan intervensi sederhana sehingga kejadian angka amputasi dapat diturunkan hingga 80%. Amputasi memberikan pengaruh besar terhadap seorang individu, tidak hanya dari segi kosmetik tapi juga kehilangan produktivitas, meningkatkan ketergantungan terhadap orang lain serta biaya mahal yang dikeluarkan untuk penyembuhan. Penelitian ini memberikan pengetahuan tentang faktor risiko terjadinya ulkus diabetikum agar angka mortalitas dan morbiditas dapat di kurangi. Jenis penelitian ini adalah retrospektif observasional dengan mengumpulkan data menggunakan wawancara, kuisoner, dan pemeriksaan fisik pada pasien diabetes mellitus yang di rawat jalan dan inap di RSUP DR. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang periode Januari-Maret 2014. Analisis data terhadap 6 variabel di dapatkan Jenis kelamin (p =0,595; OR=0,654 lama DM (p=1,000; OR = 1,158, neuropati (p=0,411; OR=1,833, PAD (p=0,004; OR, trauma (p=0, 02; OR= 4, dan perawatan kaki (p=1,000; OR=1,158. Berdasarkan uji statistik Chi-Square didapatkan 2 variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian ulkus diabetikum yaitu PAD dan trauma. Sedangkan, hasil uji statistik regresi logistik ganda menyatakan bahwa lama DM, neuropati, PAD, riwayat trauma, dan perawatn kaki merupakan faktor risiko terjadinya ulkus diabetikum. PAD dan trauma adalah faktor yang paling berpengaruh.Kata kunci: faktor risiko, DM, ulkus diabetikumAbstractDiabetic foot ulcer is defined as the presence of infection, ulceration and/or destruction of deep tissues associated with neurologic abnormalities and various degrees of peripheral arterial disease (PAD in the lower limb on patients with diabetes. Foot ulceration is preventable, and relatively simple

  16. PERILAKU PEMANFAATAN POSYANDU HUBUNGANNYA DENGAN STATUS GIZI DAN MORBIDITAS BALITA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjetjep Syarif Hidayat

    2012-11-01

    . Keywords: integrated health services, nutrition status and Morbidity Toddler Abstrak Latar belakang: Partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan posyandu merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatkan kualitas kesehatan penduduk. Tujuan: Mempelajari pemanfaatan pelayanan kesehatan di posyandu hubungannyan dengan status gizi dan morbiditas balita. Metode: Data yang dianalisis adalah data Riset Kesehatan Dasar tahun  2007. Sampel  adalah rumahtangga balita dengan kelengkapan data status gizi, kejadian penyakit infeksi (morbiditas, dan pelayanan kesehatan di posyandu. Analisis deskriptif dilakukan secara bivariat untuk mendapatkan adanya hubungan pemanfaatan pelayanan kesehatan di posyandu dengan status gizi dan morbiditas balita. Jumlah sampel 70210 rumahtangga yang punya anak balita. Variabel yang dianalisis adalah status gizi balita, morboditas balita dan pelayanan kesehatan. Data dianalisis secara bivariat dengan Chi-Square. Hasil: Diperoleh hasil yang menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (p<0,001 bahwa perilaku  ibu balita yang memanfaatkan pelayanan kesehatan lebih banyak balita dengan status gizi baik  dibandingkan dengan balita yang tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan. Begitupula ibu balita balita yang memanfaatkan pelayanan kesehatan berbeda sangat nyata terhadap rendahnya kejadian penyakit (morbiditas balita dibandingkan dengan ibu balita balita yang tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan (p<0,001. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisisis data dapat disimpulkan bahwa: rumahtangga balita yang memanfaatkan pelayanan kesehatan, lebih banyak  balitanya berstatus gizi baik dan angka kesakitan rendah dibandingkan dengan yang tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan. Saran: Pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat di Posyandu berkaitan dengan aktifitas kader dan keberadaan posyandu dekat dengan pemukiman. Agar kader mau bekerja dengan baik dan aktif perlu diberi penghargaan dengan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dan pelatihan. Kata Kunci

  17. Effects of Mothers’ Attitude as Breeders and Distance of Stockyard toward Diarrhea Incidence among Toddlers

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yarmaliza - Yarmaliza

    2016-02-01

    hubungan sikap ibu sebagai peternak dan jarak kandang ternak terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Meureubo. Penelitian ini dilakukan secara potong lintang pada bulan Juli – September 2015. Sampel sebanyak 70 ibu yang memiliki balita dengan gejala diare. Analisis data menggunakan univariat, bivariat dan multivariat. Uji kai kuadrat menunjukkan bahwa sikap ibu sebagai peternak dan jarak kandang ternak berhubungan dengan kejadian diare pada balita (nilai p 0,05. Kejadian diare pada balita berhubungan dengan sikap ibu sebagai peternak dan jarak kandang ternak, namun hubungannya tidak kuat.

  18. Faktor Risiko Malnutrisi pada Balita

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titik Kuntari

    2013-07-01

    Full Text Available Gizi buruk yang merupakan masalah penting di semua negara-negara miskin dan berkembang bertanggung jawab terhadap 60 persen kematian balita. Prevalensi balita gizi buruk di Indonesia tergolong tinggi, pada 2005, berbagai propinsi di Indonesia melaporkan 76.178 balita mengalami gizi buruk. Kasihan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Bantul berbatasan dengan Kotamadya Yogyakarta yang menghadapi permasalahan gizi buruk. Tujuan penelitian adalah mengetahui angka kejadian dan faktor risiko gizi buruk di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol meliputi kelompok kasus 54 balita malnutrisi dan kelompok kontrol 54 balita gizi baik. Status gizi ditentukan berdasarkan Z score berat badan menurut umur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu yang tinggi (OR = 0,4 ; 95% CI = 0,19 - 0,79, jarang kelahiran lebih dari 60 bulan (OR = 0,3; 95% CI = 0,11 - 0,90, berat lahir normal (OR = 0,2; 95% CI = 0,10 - 0,60, dan riwayat penyakit kronis (OR = 0,3; 95% CI = 0,14 - 0,80 merupakan faktor protektif malnutrisi pada balita. Malnutrisi tidak berhubungan dengan umur ibu, paritas, tingkat pendidikan ayah, pendapatan keluarga, riwayat ASI, anggota keluarga yang merokok dan imunisasi campak. Malnutrition is one of the leading causes of morbidity and mortality in children under five years of age in developing countries. Malnutrition significantly increases the risk of infant and child death. Although the incidence of malnutrition in Yogyakarta lower than other provinces in Indonesia, the prevalence of severe malnutrition of children under five years of age was 1.14%. the objective of this study were to identify and determine the risk factors for malnutrition in children under the five years of age in Kasihan 1, Bantul District. Case control design was conducted among 54 children under the age of five with malnutrition (z score <-2 Deviation Standart and 54 comparison children from Kasihan 1. The

  19. Molecular detection of interleukin-1A +4845 G→T gene in aggresive periodontitis patients

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chiquita Prahasanti

    2012-12-01

    Full Text Available Background: Abundant researches had been conducted based on the clinical and histopathological pathogenesis of aggresive periodontitis. Nevertheless, there were still few researches which based on molecular biology, and especially related to gene polymorphism. This study was done based on IL-1A +4845G→T gene polymorphism in aggressive periodontitis patients. Purpose: The purpose of this tudy was to characterized the generic variation of IL-1A +4845G→T as a risk factor aggressive periodontitis and chronic periodontitis. Methods: DNA from patients with aggressive periodontitis and chronic periodontitis was taken determination of IL-1A +4845 G→T polimorphism was conducted with PCR-RFLP technique. Results: Homozygous allele TT polymorphism was not found in all samples, only allele GG (wild type and allele GT (heterozygous mutant were not affect aggressive periodontitis and chronic periodontitis. Conclusion: The study showed there was no significant association between IL-1A +4845G→T gene polymorphism and aggressive periodontitis and chronic periodontitis. Latar belakang: Penelitian tentang patogenesa periodontitis agresif berdasar klinis dan histopatologi telah banyak dilakukan, akan tetapi penelitian berdasar biologimolekuler terutama polimorfisme gen masih sangat jarang dilakukan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada polimorfisme gen IL-1A +4845G→T pada penderita periodontitis agresif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi genetik dari IL-1A +4845G→T yang merupakan faktor risiko periodontitis agresif dan periodontitis kronis. Metode: DNA dari penderita periodontitis agresif dan periodontitis kronis diisolasi, selanjutnya dilakukan determinasi dari polimorfisme gen IL-1A +4845G→T dengan menggunakan teknik PCR-RFLP. Hasil: Pada seluruh sampel penelitian ini tidak dijumpai polimorfisme allel TT (homosigot mutan, yang didapat adalah jenis allel GG (wild type dan allel GT (heterosigot mutan yang tidak

  20. FAKTOR RISIKO FILARIASIS DI KABUPATEN MUARO JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santoso Santoso

    2013-11-01

    . Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko filariasis. Desain penelitian adalah cross sectional dengan melakukan wawancara terhadap 412 orang responden yang meliputi 128 kasus dan 248 bukan kasus. Analisis data dilakukan secara multivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa determinan faktor risiko kejadian filariasis di Kabupaten Muaro Jambi adalah adanya genangan air di sekitar rumah, waktu tempuh ke sarana kesehatan, perilaku pencegahan gigitan nyamuk di dalam rumah, lama tinggal, tingkat pendidikan dan jenis kelamin. Probabilitas orang dengan seluruh faktor risiko tersebut sebesar 95.9% untuk terinfeksi filariasis dengan OR 23,5 kali.Kata kunci: Filariasis, Faktor risiko, Muaro Jambi

  1. Fertilitas Remaja di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mugia Bayu Raharja

    2014-08-01

    Full Text Available Fertilitas remaja merupakan isu penting dari segi kesehatan dan sosial karena berhubungan dengan tingkat morbiditas serta mortalitas ibu dan anak. Tujuan penelitian adalah mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi fertilitas remaja di Indonesia. Data yang digunakan adalah hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012 dengan unit analisis wanita usia subur yang termasuk dalam kategori usia remaja (15 - 19 tahun. Jumlah sampel sebanyak 6.927 responden. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif dan inferensial menggunakan model regresi logistik biner. Hasil analisis menunjukkan bahwa satu dari sepuluh remaja wanita tersebut pernah melahirkan dan atau sedang hamil saat survei dilakukan; sebesar 95,2% dari remaja yang sudah pernah melahirkan, memiliki satu anak sisanya sebesar 4,8% memiliki dua atau tiga anak; sebesar 11,1% dari remaja wanita yang pernah kawin, pertama kali kawin pada usia 10 - 14 tahun. Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian fertilitas remaja dengan daerah tempat tinggal, pendidikan, status bekerja, serta tingkat kesejahteraan keluarga. Wanita berisiko tinggi mengalami fertilitas pada usia remaja adalah mereka yang tinggal di perdesaan, berpendidikan rendah, tidak bekerja dan berstatus ekonomi rendah. Rekomendasi berdasarkan hasil penelitian adalah akses ke tingkat pendidikan formal yang lebih tinggi bagi remaja wanita, penyediaan pelatihan usaha ekonomi kreatif terutama pada daerah perdesaan, peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi bagi remaja melalui pendidikan. Adolescent fertility is an important issue in terms of health and social care as it relates to the morbidity and mortality of mothers and children. This study aimed to know the factors that influence adolescent fertility in Indonesia. The data used was the result of Indonesian Demography and Health Survey in 2012 with units of analysis included women of childbearing age in the adolescent age group (15 - 19 years. Total

  2. Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Malnutrisi Akut Berat Melalui Program Home Care

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitri Haryanti

    2014-12-01

    Full Text Available Malnutrisi pada balita masih merupakan permasalahan di Indonesia termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan indikator berat badan menurut tinggi badan, 2,6% balita mengalami malnutrisi akut berat. Pada beberapa dekade terakhir, telah terjadi pergeseran paradigma dalam penanganan balita malnutrisi, yang sebelumnya berbasis pendekatan fasilitas kesehatan bergeser menjadi pendekatan berbasis komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh program home care terhadap peningkatan status gizi balita malnutrisi pada anak usia 6-60 bulan. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pretest dan posttest control group melalui tiga tahap pendampingan yaitu intensif, mandiri, dan penguatan dengan pendekatan asuhan keperawatan. Sampel adalah 56 balita malnutrisi akut di dua wilayah, yaitu 33 balita di Kota Yogyakarta (eksperimen dan 23 balita di Kabupaten Sleman (kontrol dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Intervensi home care diberikan selama tiga 3 bulan (Januari sampai Maret 2013. Hasil penelitian menunjukkan setelah program home care, terjadi peningkatan yang signifikan pada status gizi balita (p < 0,05. Pada akhir intervensi, terjadi penurunan kejadian malnutrisi akut berat dari 100% menjadi 56,7% (p < 0,05. Improving Nutritional Status of Children with Severe Acute Malnutrition Through Home Care Program Children undernutrition is still an issue in Indonesia, including in the Special Region of Yogyakarta. Based on weight for height indicator, 2.6% children experience severe acute malnutrition. In the last few decades, there has been a paradigm shift in the management of acute malnutrition from a facility- based to community-centered approach. The purpose of this study was to analyze the effect of home care intervention on the improvement of nutritional status of severe acute malnutrition children aged 6-60 months. This study was designed with quasi-experimental and pretest-posttest control

  3. SPATIAL DISTRIBUTION OF DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER CASES IN BANYUMAS DISTRICT, CENTRAL JAVA PROVINCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunaryo Sunaryo

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKDemam Berdarah Dengue (DBD masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian seriuskarena di beberapa daerah masih sering terjadi kejadian luar biasa. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerahdengan kasus DBD selalu tinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi spasial DBD diKabupaten Banyumas berdasarkan lokasi, ketinggian, tata guna lahan dan kepadatan penduduk serta pola kasusberdasarkan curah hujan. Kajian ini dilakukan dengan penelusuran data sekunder kasus DBD di Dinas KesehatanKabupaten Banyumas. Data peta topografi skala 1: 25000 diperoleh dari Bakosurtanal dan Bappeda Kabupaten Banyumas.Proses pengolahan data dan analisis spasial DBD secara tumpang susun menggunakan aplikasi Arc Gis.10. Hasilpenelitian menunjukkan jumlah kasus DBD tahun 2012 sebanyak 200 kasus, tersebar hampir di setiap kecamatan (75%.Kluster kasus DBD terdapat di wilayah Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan dan Purwokerto Utara yang merupakandaerah dataran rendah (12 -250 mdpl, lingkungan permukiman dekat persawahan, area perkotaan dengan permukimanpadat penduduk. Secara spasial kasus DBD terzonasi di wilayah dataran rendah dengan pemukiman padat penduduk dekatpersawahan. Kasus DBD meningkat pada saat musim hujan tinggi antara Januari –Mei.Kata kunci : distribusi spasial, DBD, BanyumasABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF is the most important public health problem in Indonesia, that needs serious attention.DHF cases in Banyumas regency always high in every year, and decrease in 2011.This research aimed to describe spatialdistribution of DHF in Banyumas district based on location, altitude, landuse and population density and pattern of casesbased on rainfall. DHF cases data obtained from Banyumas District Health Office. Topography map scale 1:25.000obtained from Bakosurtanal and Bappeda of Banyumas regency. Processing data and DHF spatial analize by overlay usingArc Gis.10 software. This research

  4. KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP LMS BINUSMAYA: PERSPEKTIF IMPLEMENTASI CRM PADA INSTITUSI PENDIDIKAN UNTUK KARAKTERISTIK LAYANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meyliana

    2011-11-01

    EUCS (End User Computing System dimana hipotesisnya diuji berdasarkan anlisis korelasi dan anlisis regresi serta menggunakan IPA (Importance Performance Analysis untuk melihat hal-hal yang perlu ditingkatkan dengan menghitung gap analisisnya. Berdasarkan anlisis korelasi, semua hipotesis H1 (ada hubungan diterima dan berdasarkan anlisis regresi, semua hipotesis H1 (berpengaruh diterima. Dan berdasarkan IPA, tiga dari lima variabel perlu peningkatan sebagai prioritas pertama. Sementara untuk prioritas kedua semua variabel perlu ditingkatkan.

  5. KONTEKS DAN KONSTRUKSI SOSIAL MENGENAI KEMATIAN ELEKTIF ( EUTHANASIA ∗

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Helly Prajitno Soetjipto

    2015-09-01

    konteks sosial dan konstruksi sosial kematian. Euthanasia didiskusikan di dalam suatu kerangka pikir yang mencoba memberi perhatian kepada hal-hal yang kontekstual dan interpretatif fenomena sosial suatu proses kematian dan kejadian kematian

  6. Abses Periodontal

    OpenAIRE

    2011-01-01

    Abses periodontal adalah suatu inflamasi purulen yang terlokalisir pada jaringan periodonsium. Abses periodontal ini dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi abses (abses gingiva, abses periodontal dan abses perikoronal), berdasarkan jalannya lesi (abses periodontal akut dan abses periodontal kronis) dan berdasarkan jumlah abses (abses periodontal tunggal dan abses periodontal kronis). Abses periodontal merupakan kasus darurat penyakit periodontal ketiga yang paling sering ...

  7. Profil Kuman Diare Kronik Dan Hubungannya Dengan Kadar Cd4 Pada Penderita Aids Yang Dirawat Di Rsup H Adam Malik Medan

    OpenAIRE

    Radar Radius Tarigan

    2010-01-01

    Latar belakang: Infeksi HIV akan menyebabkan penurunan daya tahan tubuh yang ditandai dengan peningkatan kejadian infeksi oportunistik seperti diare kronik. Kejadian diare kronik pada penderita AIDS menyebabkan penurunan kualitas hidup yang 70 -80% diantaranya diakibatkan oleh kuman patogen. Tujuan: Untuk mengetahui kuman penyebab diare kronik dan hubungannya dengan kadar CD4 pada penderita AIDS Metode : Penderita AIDS yang mengalami diare kronik dilakukan pemeriksaan klinik dan h...

  8. ANALISIS POSITIONING RESTORAN CEPAT SAJI WARALABA FRIED CHICKEN DI BANJARMASIN BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN (Studi Pada KFC Duta Mall, Texas Fried Chicken Duta Mall,AW Duta Mall Dan California Fried Chicken Rs Ulin Banjarmasin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prihatini Ade Mayvita

    2016-04-01

    Full Text Available During  the  last  14  years,  the  growth  rate  of  fried  chicken  franchise  with  the concept of fast food restaurants in Banjarmasin is 12% per year. It is characterized by large number of outlets/stores of fried chicken franchise in Banjarmasin city as many as 10 outlets. Most of the existing outlets are in Duta Mall Banjarmasin.  This study aims to identify and analyze the competitive position of fried-chicken fast-food franchise restaurants based on the consumers’ perceptions (Study on KFC,  Texas  Fried  Chicken, AW  Duta  Mall  and  CFC  RS  Ulin  Banjarmasin. Perceptions formulated are based on the assessment of marketing mix, which consists of services, physical condition, Product, promotion, personal traits, Price, means of support, distribution and location. 100 respondents are taken as samples in this study, i.e. respondents who have eaten in the fourth Fried Chicken fast food franchise using the technique of non proportional stratified random sampling. Meanwhile, the technique of data analysis uses Multi Dimensional Scaling (MDS. The findings from the analysis using Multi Dimensional Scaling (MDS show inequality  positions  of  Fried  Chicken  franchise  restaurants,  Kentucky  Fried Chicken,  Texas  Chicken,  AW  and  California  Fried  Chicken,  based  on  their consumers’  perceptions:  1.  KFC  is  a  fried  chicken  franchise  restaurant  that has superiority over the ease in getting information for organizing parties, the rooms’ capacities, the frequency of advertisements, employee skills, appropriate Products with Prices. In addition, KFC also has special superiority over different/ unique fried chicken taste and more outlets than other fried chicken franchise restaurants; 2. Texas Fried chicken has superiority over the speed of Customer service,  cleanliness  of  the  room,  the  Product  pakaging  which  is  favorable  to consumers,  direct  gifts,  discounts  for  the  purchases,  hospitable  employees  in  serving  customers,  appropriate  places  for  washing  hands  in  accordance with  the  expectations  of  consumers  of  being  close  to  additional  facilities;  3. Customers perceive AW has superiority over the ease of organizing parties and designing  more  interesting  party  rooms,  standard  Product  size,  cheaper  unit prize of Products, more varied promotion media, and neatness of employees’ clothes. In addition, AW also has a special superiority with the availability of quite complete and spacious children’s playground, 4. California Fried chicken (CFC  has  superiority  over  the  accuracy  in  giving  services,  attractive  room design, more varied menu selection, cheaper package Prices, and comfortable atmosphere. Keywords : perception, positioning, franchise, marketing mix, Multi Dimentional Scaling (MDS

  9. Efektifitas Dance/Movement Therapy terhadap Penurunan Tingkat Stres Mahasiswa Matrikulasi Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 2012 Berdasarkan Perceived Stress Scale dan Rosenberg’s Self-Esteem Scale

    OpenAIRE

    Arista, Vera

    2013-01-01

    Introduction. Enter the world of College is a major change in one's life including the transition from high school senior to be a freshman in college. Dance/Movement Therapy is an alternative strategy to deal with the case of stress in teenagers. Dance/Movement Therapy invites a teenager, whether male or female, to engage in a development experience of interaction aimed at defining sense of self. Methods. The purpose of this research is to determine the effectiveness of Dance/Movement The...

  10. KERAGAMAN JENIS SATWA BURUNG BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT PADA HUTAN DESA RAMBATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PROVINSI MALUKU Bird Diversity Based On Forest Height In Rambatu On West Seram Regency On Moluccas Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anthonia Tuhumury

    2016-08-01

    Full Text Available Rambatu is one of villages located in the mountainous area in the subdistrict of Inamosol, West Seram regency which has a lot of agricultural and forestry crops so it is a good habitat for birds. Rambatu villages has several species of birds, among others: Cikukua Seram (Philemon subcorniculatus, Kasturi (Lorius garrulus, Nuri Maluku (Eos bornea, Pombo Hutan (Ducula sp, and Nuri Pipi Merah (Geoffroyus geoffroyi. This study aims to determine the diversity of bird species in some altitude and determine the effect of vegetation as habitat on diversityof bird species in the Rambatu forest, Subdistric of Inamosol,West Seram Regency. Bird observation method used in thr VCP (Variable Circular Plot method and the observations of vegetation is carried out based on the method of ploted lines analysis on the observation tracks. The diversity of bird species found in the Rambatu forestat an altitude 250, 500 and 750 m above sea level (asl as many as 23 species. Forest at an altitude of 250 m above sea level has H’ = 1,117 by 19 species of birds were found; forest at an altitude of 500 m above sea level has H’ = 0.981 by 18 species of birds, while the forest at an 750 m above sea level has H’ = 0.823 by 11 species of birds. Regression analysis showed that the relationship between density and diversity of vegetation variables did not significantly affect the diversity of bird species, but if the forests conditions are not disturbed where vegetation density and diversity is maintained then will be able to increase the diversity of bird species. Keywords: Bird Species Biodiversity, Vegetation

  11. Kekerabatan Genetik Caplak Rhiphicephalus (Boophilus microplus Asal IndonesiaBerdasarkan Sekuen Internal Transcribed Spacer-2 (GENETIC RELATIONSHIP INDONESIAN RHIPHICEPHALUS (BOOPHILUS MICROPLUS TICK BASED ON INTERNAL TRANSCRIBED SPACER-2 SEQUENSE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ana Sahara

    2015-10-01

    Full Text Available Rhiphicephalus (Boophilus microplus is important obligatory blood feeding ectoparasites transmittingmany different viral, bacterial and protozoan and plays a role as a vector of Babesia sp., The leria sp. andAnaplasma sp. in cattle. The accuracy in identifying and distinguishing interspecies and intraspeciesdiversity among parasites is needed to understand the epidemiology, biology and capacity as a vector.Variations in the DNA base sequence of the internal transcribed spacer region2 (ITS 2 has been used asa molecular marker for identification in an effort to determine phylogenetic relationships. The aim of thisstudy was to determine the ITS 2 gene nucleotide sequence of R. microplus, which was expected to beuseful for accurate identification the parasite diversity and phylogenetic relationship among many differentspecies. DNA amplification was conducted using BOO2 forward dan BOO2 reverse primers. The DNAsamples containing ITS2 region fragment of 1099 nt were derived from the nucleotide sequence multiplealignments of R.microplus and other ticks genes obtained from Gene bank using Clustal W software, andthen analyzed using the MEGA program version 6. Genetic distances based on nucleotide sequence weredetermined with Kimura 2-parameter method producing the smallest genetic distance of 0 % and 1.2 %.Construction of phylogenetic trees using the Neighbor joining method showed that ticks from variousregions in Indonesia was species complex which have a closer with R.microplus isolates from India, Laos,South Africa, China and Australia R.australis origin.

  12. Estimasi Nilai VaR Dinamis Indeks Saham Menggunakan Peak-Over Threshold dan Block Maxima

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komang Dharmawan

    2013-10-01

    Full Text Available Kejadian ekstrim pada bidang finansial pada periode 2008/2009  telah menyadarkan para praktisi maupun peneliti di bidang finansial untuk mengevaluasi kembali teknik-teknik pemodelan risiko finansial.  Ini menegaskan bahwa diperlukan model-model matematika atau teknik pemodelan yang lebih baik di bidang manajemen risiko finansial yang dapat mengatisipasi adanya kejadian-kejadian yang jarang muncul seperti pada periode tahun tersebut di atas. Metode yang paling sesuai dalam menangani kejadian kejadian ekstrim seperti ini adalah Extreme Value Theory (EVT. Dalam pemodelan Value at Risk(VaR, tingkat pengembalian (return suatu data finansial biasanya ditaksir menggunakan suatu pendekatan yang mengasumsikan bahwa data tersebut terdistrubusi secara normal. Namun asumsi ini tidak merefleksikan perilaku nilai return yang sesungguhnya, sebab distribusi data finansial menunjukkan adanya ekor distribusi yang lebih gemuk (heavy-tail, yaitu ekor distribusi turun lebih pelan dibandingkan dengan ekor distribusi normal.  Ini berarti peluang munculnya nilai ekstrim lebih besar. Sehingga pendekatan secara konvensional dianggap mengabaikan nilai-nilai ekstrim ini. Paper ini membahas penerapkan EVT pada data finansial. Kemudian menghitung nilai VaR dinamis dari nilai indeks IHSG (Jakarta Stock Exchange periode 28 Desember 2007-28 Desembar 2012. EVT dipakai untuk memprediksi VaR statis dan EVT-GARCH(1,1 dipakai untuk memprediksi VaR dinamis.

  13. SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC: ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM KONSELING KELUARGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumarwiyah -

    2015-11-01

    Full Text Available Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

  14. Pemanfaatan Frekuensi Untuk Public Protection and Disaster Relief (PPDR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Yuniarti

    2014-03-01

    Full Text Available Penanganan kejadian yang terkait dengan Public Protection and Disaster Relief (PPDR di Indonesia yang merupakan negara yang rawan terhadap bencana dan permasalahan sosial membutuhkan komunikasi yang intensif. Penelitian ini mengkaji mengenai kondisi pemanfaatan frekuensi PPDR di Indonesia dan strategi pengembangan ke depannya dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem komunikasi pada instansi PPDR di Indonesia tidak mendukung interoperabilitas dalam penanganan kejadian PPDR yang terkoordinasi. Selain itu, pita frekuensi yang digunakan merupakan pita sempit yang tidak mendukung aplikasi video dan data kecepatan tinggi yang dibutuhkan dalam penanganan kejadian PPDR yang lebih efektif. Oleh karena itu, dalam perencanaan alokasi frekuensi ke depannya, pemerintah perlu mengintegrasikan pita lebar ke dalam perencanaan sistem Government Radio Network (GRN.

  15. FORMULASI BISKUIT PADAT SIAP-SANTAP UNTUK MAKANAN DARURAT (READY-TO-EAT-BISCUIT BARS FORMULATION FOR DISASTER-RELATED EMERGENCY SITUATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Almasyhuri Almasyhuri

    2012-06-01

    Full Text Available ABSTRACT In situation when the disaster occurres, people can be panic and can not manage appropriate food for the whole family. Therefore, it is required food supply from the authority to fulfill the nutrition need during emergency. For infants, there were milk and food products available in the market that can be given in such situation. However, for children and adults, there are no emergency food available in the market. Some post-disaster surveys indicates that food aid distributed during emergency situation only provides energy source rather than a complete nutrition. Furthermore, these foods still require processing before consumption. The aim of the study is to develop formulated ready-to-eat foods for children and adults that have a dense calories and protein that can be given in disaster-related emergency situation. The foods are produced in solid form, and has good acceptance by both panelist in laboratory and people in the field. In the early stages of research, six formulas in solid form are developed, three have savory taste and three are sweet. One formula that the most preferred by the panelist in the laboratory are chosen. The best formula is then given to field panelists in area of disaster to know their preference. Formula made from soy and sesame with sweet taste has the highest value compared with other types of formulas, and significantly different by Duncan's test from all formulas. In flavor and aroma attributes, this formula is not significantly different from others, however in crispiness; this formula has the best acceptance. The biscuits has energy 2.100 kcal per portion that 11.5 percent of the energy is from protein, 44.4 percent is from fat and the remaining 44 percent is from carbohydrates. Keywords: food formulation, ready-to-eat-biscuit, emergency food, disaster   Abstrak Dalam kejadian bencana alam masyarakat dapat menjadi panik dan tidak dapat menyediakan makanan keluarga, sehingga memerlukan bantuan makanan

  16. ANALISIS MODEL FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI INFEKSI KECACINGAN YANG DITULARKAN MELALUI TANAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DISTRIK ARSO KABUPATEN KEEROM, PAPUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Semuel Sandy

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah masih merupakan masalah kesehatan di daerah pedesaan. Parasit cacing yang paling banyak menginfeksi adalah Ascaris lumbricoides, Cacing tambang (hookworm dan Trichuris trichiura. Penyakit ini umumnya terkait dengan faktor sosial-ekonomi, perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian bertujuan mengetahui prevalensi infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah pada siswa sekolah dasar (SD di Distrik Arso Kabupaten Keerom dan mengetahui hubungan infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah terhadap status gizi, status anemia, sosial ekonomi orang tua murid, sanitasi lingkungan dan higiene perorangan. Penelitian menggunakan metode potong lintang (cross sectional dengan melakukan pengukuran antropometri tinggi badan, berat badan, pengukuran kadar Hb untuk melihat status anemia pada 224 murid SD di Distrik Arso Kabupaten Keerom. Pengumpulan data sosial-ekonomi, sanitasi, higiene perorangan mengunakan kuesioner. Pemeriksaan infeksi kecacingan menggunakan metode Kato-Katz dan pengukuran variable intensitas infeksi berdasarkan metode WHO. Analisis statistik bivariat dan multivariat digunakan untuk melihat variabel faktor risiko yang berperan dalam penularan infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah. Hasil penelitian menunjukkan infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar didapatkan sebesar 29,9% dari 224 murid SD. Jumlah murid sekolah dasar yang terinfeksi ascariasis 23,2%, terinfeksi cacing tambang 7,6% dan terinfeksi trikhuriasis 4,9%. Sedangkan murid SD yang mengalami anemia 12,5% dan indeks massa tubuh (IMT kurang 79,5%. Hasil analisis multivariat menggunakan regresi logistik diperoleh variabel faktor risiko yang berkaitan dengan infeksi kecacingan STH yaitu: kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dengan air dan sabun (OR = 0,33; 95% CI 0, 14-0, 78 dan nilai p = 0,012. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian infeksi kecacingan yang

  17. Gambaran Obesitas pada Siswa Sekolah Dasar di SD Pertiwi dan SD Negeri 03 Alai Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizqa Fiorendita Hadi

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakObesitas merupakan permasalahan serius yang mulai menjadi perhatian di seluruh dunia. Pada beberapa dekade terakhir prevalensi obesitas pada anak mulai mengalami peningkatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran obesitas yang terjadi pada siswa sekolah dasar di SD Pertiwi dan SD Negeri 03 Alai Padang serta hubungan usia dan jenis kelamin dengan obesitas pada siswa di SD Pertiwi dan SD Negeri 03 Alai Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2013. Populasi dari penelitian ini adalah semua murid kelas I sampai VI SD Pertiwi dan SD Negeri 03 Alai Padang. Sampel untuk pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan IMT yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi berjumlah 93 anak. Data diperoleh dengan melakukan pemeriksaan tinggi badan, berat badan, dan IMT dengan menggunakan kurva BMI-CDC 2000. Siswa yang terpilih secara acak di SD Pertiwi dan SD Negeri 03 Alai dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan IMT, didapatkan frekuensi obesitas pada anak adalah sebesar 10,8%. Frekuensi obesitas lebih tinggi pada siswa laki-laki (13%. Kejadian obesitas banyak ditemukan pada anak berusia >9 tahun yaitu 14,7%. Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan dengan metode chi square, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan jenis kelamin dengan obesitas pada siswa sekolah dasar (p>0,05.Kata kunci: obesitas, usia, jenis kelaminAbstractObesity is a serious problem that is starting to become a worldwide concern. In recent decades the prevalence of obesity in children began to increase around the world. The purpose of this study is to see an overview of obesity that occurs in primary school students in SD Pertiwi and SD Negeri 03 Alai Padang and the relationship of age and gender to obesity in SD Pertiwi and SD Negeri 03 Alai Padang. This study is a descriptive cross- sectional design and the study was conducted in August-September 2013

  18. Young mothers, parity and the risks of anemia in the third trimester of pregnancy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cicih Opitasari

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: anemia masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan hasil Riskesdastahun 2007-2013, prevalensi anemia pada wanita hamil cenderung meningkat. Pada tulisan ini disajikanbeberapa faktor risiko yang berkaitan dengan kejadian anemia pada wanita hamil trimester ketiga.Metode: Penelitian potong lintang yang dilaksanakan di dua Rumah Sakit di Jakarta. Data diambil darirekam medik wanita hamil yang melahirkan di RS pada periode 1 Januari sampai 31 Desember 2011.Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi Cox dengan waktu konstan.Hasil: dari total 4191 sampel sebanyak 1202 yang memiliki data lengkap diikutkan dalam analisis.Prevalensi anemia pada wanita hamil trimester ketiga adalah 33,7%. Jika dibandingkan wanita hamilusia 21-35 tahun, hamil pada usia muda (16-21 tahun 56% lebih tinggi berisiko menderita anemia[risiko relatif suaian (RRa =1,56; P = 0,000], sedangkan hamil pada usia tua (36-46 tahun memilikirisiko yang sama dengan usia 21-35 tahun (RRa = 0,91; P = 0,350. Selanjutnya, jika dibandingan denganwanita nullipara, wanita multipara 58% lebih tinggi berisiko menderita anemia [RRa=1,58; P = 0,000],sedangkan wanita primipara memiliki risiko yang sama dengan nullipara (RRa = 1,15; P = 0,201.Kesimpulan: Anemia pada wanita hamil trimester ketiga lebih sering ditemukan pada wanita hamil yangberusia muda dengan multipara. (Health Science Journal of Indonesia 2015;6:7-11Kata kunci: usia muda, multipara, anemia dalam kehamilan AbstractBackground: Anemia during pregnancy remains a major health problem in Indonesia. According to theIndonesian basic health research in 2007-2013, the prevalence of anemia in pregnancy tends to increase.This paper aimed to assess the risk factors related to anemia in the third trimester of gestation.Methods: This cross-sectional study was carried out in one government hospital and one private hospitalin Jakarta. All medical records of pregnant women who gave birth between January 1 to

  19. he Effect of Health Counseling on HIV/AIDS on The Knowledge Level of Students at SMA Negeri 1 Selupu Rejang in 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Derison Marsinova Bakara

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAKLatar Belakang:Persentase infeksi HIV pada kelompok umur 20–24 tahun (14% dan Persentase kumulatif kasus AIDS tertinggi pada kelompok umur 20–29 tahun (30,7%, kemudian pada kelompok umur 15–19 tahun (3,3%. Angka kejadian pada anak sekolah atau mahasiswa sebanyak 1.086 orang dan HIV/AIDS terjadi pada remaja yang berusia 15–29 tahun. Prevalensi kasus AIDS per 100.000 penduduk berdasarkan propinsi, Propinsi Bengkulu menduduki peringkat ke-19 dari 33 provinsi di Indonesia, di mana terdapat angka prevalensi kasus AIDS 9,33. Data ini mengindikasikan bahwa usia muda, 15–29 tahun merupakan populasi yang rentan dan perlu menjadi sasaran dalam program penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian Pre eksperimen dengan Design One Group Pretest Posttest. Sampel penelitian ini menggunakan Total Sampling, seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Selupu Rejang sebanyak 167 orang. Pengumpulan data diperoleh dari data primer langsung dari obyek penelitian, melalui kuesioner. Untuk menguji hasil penelitian menggunakan uji statistik non parametrik yaitu uji wilcoxon dengan taraf kepercayaan α 0,05. Hasil: menunjukkan perbedaan rerata nilai pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan dengan nilai p value 0,000. Hal ini berarti penyuluhan kesehatan tentang HIV/AIDS berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan siswa. Kesimpulan:Penyuluhan kesehatan tentang HIV/AIDS dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.Kata kunci:Penyuluhan Kesehatan HIV/AIDS, PengetahuanABSTRACTBackground: The percentage of HIV infections in the age group 20–24 years (14% and the highest percentage of cumulative AIDS cases in the age group 20–29 years (30.7%, then in the age group 15–19 years (3.3%. The incidence in school children or students as much as 1086 people and HIV / AIDS among adolescents aged 15–29 years . The prevalence of AIDS cases per 100,000 population by province, Bengkulu

  20. ANALISIS SITUASI DAN UPAYA PERBAIKAN GIZI BALITA DI TINGKAT KABUPATEN: STUDI KASUS KABUPATEN GARUT TAHUN 2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Ketut Aryastami

    2013-03-01

    intervention, nutrition state at the under-five years old ABSTRAK Latar Belakang: Kurang gizi merupakan masalah utama kesehatan pada anak usia di bawah lima tahun (Balita sebagai predisposing faktor penyebab kematian di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kurang gizi dan penyakit adalah dua faktor yang saling berpengaruh dalam kejadian kurang gizi dan kematian. Studi ini dilakukan untuk menganalisa masalah kesehatan masyarakat dengan mempelajari determinan terkait kesehatan ibu dan anak. Metode: Disain studi adalah studi eksploratif melalui wawancara dan analisis data sekunder, pemecahan masalah dan analisa terhadap implementasi kebijakan. Hasil: Studi menunjukkan bahwa prevalensi gizi buruk cukup tinggi, yairu 5,7 bila dibandingkan dengan prevalensi untuk Jawa Barat (3,7 dan lndonesia (5,4 per 100 Balita. Berdasarkan indicator gizi BB/U, TB/U dan BB/TU, kabupaten Garut menghadapi masalah gizi akut (BB/U di atas 10% standar UNHCR dan masalah gizi kronis (TB/U di atas prevalensi nasional. Faktor terkait penyebab kematian Balita dan masalah gizi di kabupaten Garut antara lain: 1 faktor lingkungan dan sanitasi (termasuk kelahiran BBLR dan penyakit infeksi, 2 perilaku (kebersihan individu dan imunisasi anak, 3 pelayanan kesehatan (deteksi dini, management kasus, monitoring status gizi Balita, alokasi anggaran untuk program kesehatan ibu dan anak. Kesimpulan: Pemecahan masalah dalam program gizi harus dikembangkan secara inovatif di tingkat kabupaten dengan mengacu kepada goals dan strategi nasional. Intervensi gizi pada anak saja tidak cukup, tetapi ibu hamil yang mengalami masalah gizi kronik harus sejak awal dideteksi dan diintervensi dalam upaya mencegah terjadinya bayi lahir dengan berat badan rendah. Rekomendasi studi adalah intervensi tidak langsung ditingkat kabupaten, melalui penguatan system kesehatan dan gizi dengan melibatkan masyarakat, pemerintah lokal dan sector terkait, sebab seperti telah diketahui akar daripada masalah gizi adalah pada tingkat kemiskinan dan terkait

  1. Polemik Ujian Nasional dalam Harjo (Studi Analisis Framing Pemberitaan Surat Kabar Harian Jogja Mengenai Polemik Ujian Nasional SMA Periode April 2011)

    OpenAIRE

    DIAN KRISTIAWAN, BENEDICTUS

    2014-01-01

    Surat kabar memiliki bingkai dalam penulisan untuk disajikan kepada pembacanya. Penelitian ini ingin membahas bagaimana Surat Kabar Harian Jogja membingkai polemik Ujian Nasional siswa SMA yang terjadi di Yogyakarta tahun 2011. Berdasarkan paradigma konstruktifis, pembingkaian diteliti dengan menggunakan analisa framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki pada level teks dan konfirmasi konteks dengan wawancara, serta analisa berdasarkan proses framing Dietram Scheufele. Dari keseluruhan...

  2. Implementasi Data Warehouse Dan Data Mining Untuk Pengembangan Sistem Rekomendasi Pemilihan SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Sulistyo Nugroho

    2016-12-01

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebuah data warehouse telah berhasil dibangun sebagai pengelola data sekolah di Sragen yang terintegrasi dan terhubung dengan sistem rekomendasi untuk membantu calon siswa memilih sekolah yang sesuai berdasarkan kriteria-kriteria yang diajukan. Rekomendasi yang dihasilkan oleh sistem berdasarkan nilai confidence tertinggi dari setiap variabel masing-masing sekolah, prioritas variabel, serta urutan peringkat sekolah.

  3. Analisis Mitigasi Risiko pada Supply Chain Pembuatan Sterilizier

    OpenAIRE

    Silalahi, Ezrilona

    2016-01-01

    Penanganan risiko supply chain dalam meminimalisasi waktu dan kinerja dapat dilakukan dengan pendekatan komprehensif untuk menangani semua kejadian yang menimbulkan kerugian atau disebut dengan manajemen risiko. PT. Pancakarsa Bangun Reksa merupakan perusahaan produsen sterilizer yang mengalami berbagai risiko dalam kegiatan supply chain, seperti keterlambatan tibanya bahan baku, salah tafsir pemesanan bahan baku, perjanjian terhadap supplier yang otoriter, kondisi atau jumlah bahan baku yang...

  4. Pelaksanaan Tindakan Pencegahan Infeksi pada Proses Pertolongan Persalinan oleh Bidan Praktik Swasta di Wilayah kerja Puskesmas Medan Tuntungan Tahun 2010

    OpenAIRE

    Tambun, Mastaida

    2010-01-01

    Ibu bersalin yang menerima pelayanan medis, baik di rumah sakit atau kilinik bersalin,dihadapkan kepada resiko terjadinya infeksi. Kejadian infeksi dapat dicegah dan diminimalkan kejadiannya dengan upaya pelaksanaan tindakan pencegahan infeksi dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama ketika melakukan pertolongan persalinan yang meliputi: tindakan cuci tangan, memakai sarung tangan pengelolaan sampah medik, pengelolaan cairan anti septik, dan pemrosesan alat bekas pakai.Tujuan penelitian ...

  5. PEMANFAATAN TEKNOLOGI GOOGLE MAPS API UNTUK APLIKASI LAPORAN KRIMINAL BERBASIS ANDROID PADA POLRESTABES MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rismayani Rismayani

    2016-12-01

    Full Text Available Polrestabes Makassar adalah institusi negara yang berada di bawah naungan kepolisian daerah Sulawesi Selatan yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melayani masyarakat kota Makassar dalam proses penanganan berbagai macam permasalahan keamanan dan kriminalitas pada masyarakat kota Makassar. Adapun permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana masyarakat dapat melaporkan tindak kriminal yang terjadi di sekitar mereka tanpa harus datang ke kantor polisi dan bagaimana aparat dapat menerima langsung laporan kriminal dari masyarakat tanpa harus bertemu dan dapat melihat kejadian  dari foto yang dikirimkan serta dapat mengetahui lokasi kejadian tindak kriminal di wilayah kota Makassar. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat aplikasi berbasis android dengan memanfaatkan teknologi Google Maps API untuk mengirim laporan kriminal dalah bentuk foto serta mengirimkan lokasi kejadian tindak kriminal dari masyarakat ke aparat kepolisian. Adapun metode atau teknologi yang digunakan adalah Google Maps API dan berbasis Android, google maps api adalah adalah sebuah jasa peta global virtual gratis dan online yangdisediakan oleh perusahaan Google. Google Maps yang dapat ditemukan di alamat http://maps.google.com  dan berbasis android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat bergerak layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet. Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya aplikasi tersebut maka masyarakat dapat melaporkan tindak kriminal yang terjadi di sekitar mereka tanpa harus datang ke kantor polisi dan memudahkan para aparat kepolisian untuk melihat laporan kriminal dari masyarakat dengan melihat gambar dan lokasi kejadian kriminal.

  6. Diagnosis Molekuler Virus Flu Burung-A Subtipe H5 Berdasarkan Amplifikasi Gen M dan H5 dengan Metode Onestep Simplex RT-PCR (MOLECULAR DIAGNOSIS OF AVIAN INFLUENZA VIRUS TYPE A AND SUBTYPE H5 BY AMPLIFICATION OF ITS M AND H5 GENES USING ONE STEP SIMPLEX R

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Haryanto

    2014-08-01

    Full Text Available Influenza A viruses which belong to the Family of Orthomyxoviridae are a group of viruses withsegmented ssRNA genome. The viruses can be subgroupped into many subtypes on the basis of theirsurface glycoproteins, hemagglutinin (HA and neuraminidase (NA proteins. Among the HA subtypes, H5and H7 have been found to be the most pathogenic. Conventional diagnosis of the viruses is usuallyperformed by isolation of the viruses in embryonated eggs, and hemagglutination (HA and hemagglutinationinhibition test. Although those methods are sensitive and accurate, they are time consuming and requirelaboratory facilities with high biosafety level. Commercial methods such as emzyme-linked immonosorbentassay (ELISA and immunoflurescense assay also provide a rapid result but less sensitive and specificthan conventional methods. Molecular diagnosis by amplification of M and H5 genes using one strepsimplex reverse transcriptase-polymerase chain eraction (RT-PCR provices a rapid and accurate diagnosisfor the viruses. A study was therefore conducted to evaluate the accurate and rapidity of such the moleculartests for diagnosis of avian influenza A virus, subtype H5. As many as 10 sample of the virus isolateswhich were available at the Animal Desease investigation Center in Wates, Yogyakarta, were uses in thisstudy. The virus isolates were firstly propagated in specific antigen negative (SAN chicken embryos andtested by HA/HI test. The viruses were then subjected for the RT-PCR test with varying annealingtemperatures of 500C and 520C. The result showed that all 10 isolates were type A influenza virus and 8out of 10 were influenza A subtype H5 influenza virus. RT-PCR used in this study appears to be moresensitive, rapid and accurate as compared to those by serological and isolation of the virus in embryonatedeggs.

  7. Penentuan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketertinggalan Kawasan Kabupaten Pamekasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riezky Ayudia Trinanda

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mngetahui faktor-faktor penyebab ketertinggalan kawasan di Kabupaten Pamekasan. Dalam Penelitian ini, menggunakan alat analisis yaitu analisis Delphi yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi ketertinggalan kawasan di Kabupaten Pamekasan berdasarkan opini/pendapat para pakar/ stakeholders dengan menggunakan variabel yang diperoleh dari hasil tinjauan pustaka tinjauan teori. Penerapan teknik Delphi ini sesuai dengan tujuan dari proses identifikasi faktor yang mempengaruhi ketertinggalan kawasan di Kabupaten Pamekasan. Responden yang digunakan dalam identifikasi faktor ini merupakan responden dari hasil analisa stakeholder berdasarkan kepentingan dan pengaruhnya. Terhadap pengembangan kawasan tertinggal di Kabupaten Pamekasan.. Berdasarkan hasil analisis, diproleh faktor-faktor yang mempengaruhi ketertinggalan kawasan

  8. Study on Spatial and Temporal Changes of Forest Cover Due to Canal Establishment in Peat Land Area, Central Kalimantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nengah Surati Jaya

    2011-01-01

    Full Text Available Artikel ini membahas tentang dampak dari pembangunan saluran irigasi terhadap distribusi spasial hutan dun lahan terbuka di eks pengembangan lahan gambut, Kalimantan Tengah. Untuk mengetahui kondisi penutupan hutan sebelum dun sesudah pembangunan saluran, digunakan citra Landrat TM rekaman tahun 1996 (sebelum pembangunan, 1998 dun 1999 (sesudah pembangunan. Hipotesis yang digunakan adalah penurunan air tanah sebagai akibat dari pembuatan saluran telah menjadi "driving force" perusakan lahan. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalahpersentase distribusi lateral dari penutupan hutan serta terbukanya lahan-lahan kosong basah maupun kering di sekitar kanal. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sistematis antara penurunan persentase penutupan hutan dun peningkatan persentase luas lahan terbuka dengan jarak dari saluran-saluran air yang dibangun, khususnya pada areal A. B dan C dimana satuan lahannya didominasi oleh lahan gambut. Penelitian ini sekaligus menggambarkan tentang peranan CIS dalam evaluasi gejala pemicu terjadinya kerusakan lingkungan.

  9. Pertumbuhan ekonomi yang dikehendaki dalam pembangunan nasional adalah pertumbuhan yang dibarengi dengan proses pemerataan. Untuk itu, pemerintah masih tetap diperlukan untuk berpihak pada golongan ekonomi lemab dan koperasi. Kendala umum yang dihada

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saefur Rochmat

    2015-11-01

    maan yang tidak sama. Didalam meng ajarkan peng etahuan agama harus mampu merumuskan landasan filosofis berdasarkan warisan peradaban Islam sehingga dapat dihasilkan pemikiran yang asli dan menjadi rekayasa sosial.

  10. HUBUNGAN KERJA DALAM INDUSTRI FAST FASHION: ANALISIS ISI TERHADAP FENOMENA EKSPLOITASI (STUDI KASUS FILM THE TRUE COST DAN NIKE SWEATSHOPS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Apriliani

    2016-06-01

    dari aspekdominan eksploitasi berdasarkan upah, jaminan kesehatan, jaminan keselamatan, waktu, kekerasan fisik dan pembentukan serikat. Selain temuan dari film tesebut, didapati bahwa konteks ekonomi, sosial, dan politik pada periode tertentu serta kebijakan ketenagakerjaan turut mendukung terjadinya eksploitasi tenaga kerja.

  11. Analisa Perbandingan Konsentrasi Zat Menguap Dalam Crumb Rubber Mutu Sir 20 Dan Crumb Rubber Mutu Sir 3wf

    OpenAIRE

    Yunita Handayani

    2009-01-01

    Mutu dari karet remah sangat dipengaruhi oleh adanya konsentrasi zat menguap sebagai salah satu parameter penentuan kualitas karet remah yang dihasilkan. Analisa perbandingan sangat efektif dilakukan dalam menentukan kualitas karet remah bermutu paling baik berdasarkan klasifikasi antara mutu SIR 20 dengan mutu SIR 3WF. Parameter yang digunakan adalah mengetahui konsentrasi zat menguap yang lebih besar atau lebih kecil berdasarkan Standard Indonesian Rubber (SIR) yang telah ditentukan. ...

  12. OMEGA 6

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fivi Melva Diana

    2012-09-01

    Full Text Available Kejadian gizi kurang di Indonesia dari tahun ke tahun masihtinggi Penyebab tingginya angka kejadian gizi kurang di Indonesia salah satunya diduga karena kurangnya konsumsi makanan sumber omega 6, secara alami terdapat pada minyak biji-bijian, minyakjagung dan kacang kedelai. Omega 6 merupakan asam lemak tak jenuh ganda yang mempunyai banyak manfaat terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan balita. Tulisan ini membahas tentang defenisi omega 6, sumber, klasifikasi, manfaat dan kerugian bila mengkonsumsi omega 6. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan konsumsi omega 6 dengan tumbuh-kembang anak, selain itu bagi ibu-ibu disarankan untuk memperhatikan konsumsi makanan dari sumber omega 6 guna pengoptimalan tumbuh-kembang anak. Hal ini jika terlaksana dapat memberikan dukungan terhadap program pemerintah di bidang promosi kesehatan.

  13. Karakterisasi talas (Colocasia esculenta berdasarkkan penanda morfologi dan pola pita isozim

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SAJIDAN

    2011-05-01

    Full Text Available Trimanto, Sajidan, Sugiyarto. 2011. Karakterisasi talas (Colocasia esculenta berdasarkan penanda morfologi dan pola pita isozim. Bioteknologi 8: 32-41. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (i keragaman Colocasia esculenta berdasarkan karakter morfologi; (ii keragaman C. esculenta berdasarkan pola pita isozim, dan (iiii hubungan jarak genetik berdasarkan karakter morfologi dan pola pita isozim. Survei penelitian dilakukan di Kabupaten Karanganyar, di ketinggian tinggi, sedang dan rendah. Sampel diambil menggunakan teknik random sampling purposif, mencakup 9 titik cuplikan. Data morfologi diuraikan secara deskriptif dan kemudian dibuat dendogram kekerabatan. Data pola pita isozim dianalisis secara kuantitatif berdasarkan ada atau tidaknya pita di gel, kemudian dibuat dendogramnya. Korelasi berdasarkan karakter morfologi dan pola pita isozim dianalisis berd asarkan korelasi koefisien momen-produk kriteria goodness of fit. Hasil penelitian menunjukan: (i di Karanganyar terdapat 10 varietas C. esculenta; (ii karakter morfologi tidak terpengaruh oleh ketinggian; (iii peroksidase membentuk 14 pola pita isozim, esterase membentuk 11 pola pita dan shikimate dehidrogenase membentuk 15 pola pita; (iv data morfologi dengan isozim peroksidase memiliki korelasi yang baik ( 0,893542288, sementara data morfologi dengan isozim esterase dan shikimate dehidrogenase memiliki korelasi yang sangat baik (0,917557716 dan 0,9121985446; (v data pola pita isozim mendukung data karakter morfologi.

  14. Hubungan Antara Periodontitis Dengan Kelahiran Bayi Prematur Berberat Badan Lahir Rendah Ditinjau Dari Aspek Destruksi Periodontal

    OpenAIRE

    Ulfah, Khairiyah

    2011-01-01

    Hubungan Antara Periodontitis dengan Kelahiran Bayi Prematur Berberat Badan Rendah Ditinjau dari Aspek Destruksi Periodontal xii+32 halaman Kelahiran bayi prematur berberat badan lahir rendah merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang. Kejadian bayi berat badan lahir rendah di Indonesia tahun 2003 sebesar 90 per 1000 kelahiran. Kelahiran prematur ini meningkatkan risiko angka kematian dan kesakitan bayi, yang mencakup ketidakmampuan perkembangan ...

  15. ANALISIS POLA MAKAN DAN ANEMIA GIZI BESI PADA REMAJA PUTRI KOTA BENGKULU

    OpenAIRE

    Desri Suryani; Riska Hafiani; Rinsesti Junita

    2016-01-01

    Anemia merupakan masalah gizi  yang paling utama di Indonesia. Anemia dapat disebabkan oleh penyakit infeksi, asupan zat gizi yang kurang, kehilangan darah (menstruasi) dan pengetahuan yang dimiliki. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola makan dan  kejadian anemia gizi besi pada remaja putri di Kota Bengkulu. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross cectional. Populasi seluruh remaja putri SMP dan SMA di Ko...

  16. ANEMIA DAN ANEMIA GIZI BESI PADA KEHAMILAN: HUBUNGANNYA DENGAN ASUPAN PROTEIN DAN ZAT GIZI MIKRO

    OpenAIRE

    Nur Handayani Utami; Bunga CH. Rosha

    2015-01-01

    Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan pada wanita hamil. Zat besi dianggap sebagai salah satu zat gizi mikro yang berperan terhadap terjadinya anemia. Kekurangan gizi besi dalam tingkat lanjut dapat menyebabkan anemia, yang disebut sebagai anemia gizi besi. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis perbedaan antara asupan protein dan gizi mikro serta menghitung odd ratio (OR) kejadian anemia dan anemia gizi besi akibat asupan protein dan gizi mikro pada wanita hamil di lokasi studi. An...

  17. PROFIL PLASMID Salmonella typhi PADA PENDERITA TIFOID DI MAKASSAR SULAWESI SELATAN

    OpenAIRE

    Dra. Zaraswati Dwyana, M.Si.

    2003-01-01

    Salah satu penyakit yang cukup menimbulkan masalh serius di Indonesia adalah penyakit tifoid merupakan penyakit infeksi yang juga manjadi masalah serius di dunia. Di Indoneasia penyakit ini adalah suatu penyakit endemis dengan angka kejadian termasuk yang tertinggi ,yaitu antara 358-810/100.00 penduduk/tahun. Penyakit ini disebabkan oleh Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi. Profil plasmid salmonella typhi di Makassar belum diketahui sehingga dalam penelitian ini ingin diketahui, apak...

  18. OMEGA 3 DAN KECERDASAN ANAK

    OpenAIRE

    Fivi Melva Diana

    2013-01-01

    Kejadian gizi kurangdi Indonesia dari tahun ke tahun masih tinggi . Penyebab fingginya angka kejadiangizi kurang di Indonesia salah satunya diduga karena kurangnya konsumsi makanan sumber omega 3, EPA, DHA hubungan omega 3 dengan kecerdasan anak balita. Oleh sebab itu disarankan satn, untuk perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan konsumsi omega 3 dengan turnbuh-kembang anak, kedua, bagi ibuibu disarankan imtuk memperhatikan konsumsi makanan dari sumber omega 3 guna pengoptim...

  19. IJTIHAD KONTEMPORER (Problem dan Solusinya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustaqim Mustaqim

    2011-04-01

    Full Text Available Ijtiha>d adalah merupakan bahasan yang tak henti-hentinya menjadi kajian ketat para ulama sejak dulu sampai kini, seperti imam al-Ghaza>li> membahas dalam bukunya al mustasfa, demikian juga imam assyaukani membahas dalam bukunya irsyadul puhul dan masih banyak lagi ulama yung membahas dalam masalah ijtiha>d ini, Begitu juga dari kalangan ulama kontemporer seperti, Shaykh Ah}mad Ibra>hi>m, Shaykh ‘Abd al-Wahha>b Khala>f, Dr. Yu>suf al-Qarad}awi>, Dr. T{a>ha> Jabi>r dan masih banyak lagi selain mereka. Bersama itu, pintu ijtiha>d tak pernah tertutup, karena kehidupan masih terus berlanjut, dan kejadian-kejadian masih terus berkembang, timbulnya krisis ekonomi dan sosial, rangkaian masalah dan berbagai macam solusinya, desakan kejadian yang tak pernah dipersiapkan oleh manusia yang menimbulkan aneka ragam kesulitan, dan terus mengakar sampai menyelami kehidupan tekhnologi, perdagangan, atau kehidupan individu dan umum. Berawal dari sini maka merupakan cambuk bagi seorang muslim dengan kebebasan berpikirnya untuk mengerahkan segala kemampuannya terhadap seluruh masalah, sebab islam adalah agama kehidupan yang mencakup segala aspek, Islam bukan hanya berurusan dengan masalah akhirat saja, tapi Islam lahir dalam bentuk yang luas, mampu mengobati penyakit sosial, ekonomi, internasional, dll, dan fiqih sendiri bukan hanya merupakan peraturan belaka, melainkan fiqih mencakup segala masalah tergantung kejadian dan kebutuhan, fiqih masih siap menerima perubahan selama masih tetap dalam rel qur’an dan sunnah, dari sinilah perlu adanya ijtiha>d, Ijtiha>d merupakan hal yang terbuka bagi seorang muslim agar merasakan kebebasan berfikir yang sempurna karena ijtiha>d adalah merupakan sebuah bukti akan luas dan mudahnya syariat islam.

  20. Hubungan Pemakaian Fenobarbital Rutin dan Tidak Rutin Pada Anak Kejang Demam dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

    OpenAIRE

    Sara Fadila; Nadjmir .; Rahmatini .

    2014-01-01

    AbstrakKejang demam akan berulang 62,2% serta memiliki tingkat kejadian epilepsi 2-5%. Oleh karena itu dibutuhkan pengobatan yang adekuat untuk mencegah terjadi kejang demam dengan pemberian fenobarbital rutin setiap hari selama 1-2 tahun. Efek samping fenobarbital yaitu hiperaktifitas, iritabilitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemakaian fenobarbital rutin dan tidak rutin pada anak kejang demam dengan ADHD. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross...

  1. RANCANG BANGUN WEB SERVICE PEMBERITAHUAN DINI TERINTEGRASI VOICE OVER INTERNET PROTOCOL DAN KOMUNIKASI SELULER UNTUK KEAMANAN LINGKUNGAN PERUMAHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Agung Ayu Putri

    2009-12-01

    Full Text Available Kejahatan, khususnya perampokan di rumah tangga di Bali akhir-akhir ini menunjukkan kecenderungan yang meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas. Secara kualitas kejahatan yang terjadi bukan hanya terbatas pada pencurian, akan tetapi sampai pembunuhan. Pengakuan seorang penjahat yang melakukan pembunuhan menunjukkan bahwa pembunuhan dilakukan bila korban melihat dan karenanya dapat mengidentifikasi penjahat. Jika dalam rumah tangga tertimpa kejadian darurat seperti perampokan atau kecelakaan, permintaan bantuan cepat bisa dilakukan dengan menekan nomor telepon tertentu yang berbeda untuk setiap kejadian dengan menggunakan telepon seluler. Melalui pengintegrasian Web Service dengan perangkat jaringan komunikasi seluler dan Voice of Over Internet Protocol (VOIP, maka pesan sms cepat bisa dikirimkan ke tetangga atau instansi terkait. Selain itu suatu perangkat lunak Open Source Software (OSS dapat menjadi solusi alternative pemakaian properiaty software. Pengembangan aplikasi menjadi sangat relevan dan penting karena adanya dukungan pemerintah Indonesia bagi pemanfaatan OSS melalui program Indonesia Goes Open Source (IGOS sejak tahun 2004. Dengan demikian diharapkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan komunikasi ini melalui permintaan bantuan cepat terhadap kejadian darurat dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan rumah tangga . Lebih jauh aplikasi system ini diharapkan bermanfaat lebih luas seperti di obyek pariwisata dan masyarakat luas umumnya.

  2. Measles Immunization and Vitamin A for Prevention of Pneumonia in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratno Widoyo

    2016-08-01

    Pneumonia merupakan penyebab kematian tertinggi pada anak di Indonesia setelah diare. Pengendalian pneumonia dapat dilakukan dengan peningkatan cakupan imunisasi campak, pertusis, Streptococcus pneumoniae (Spn, dan Haemophilus influenzae b (Hib. Vaksin Spn dan Hib belum masuk ke dalam kategori imunisasi wajib di Indonesia. Vaksin campak lebih memiliki pengaruh langsung terhadap pneumonia dibandingkan dengan vaksin pertusis. Pemberian imunisasi yang disertai pemberian vitamin A akan meningkatkan titer antibodi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian imunisasi campak dan vitamin A terhadap kejadian pneumonia. Metode penelitian adalah potong lintang dengan menggunakan 13.062 data anak yang terdapat pada data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi poisson. Hasil analisis menunjukkan prevalensi pneumonia pada anak di Indonesia adalah 5.4%, cakupan imunisasi campak sebesar 82.6%, dan cakupan pemberian vitamin A sebesar 74.9%. Pemberian imunisasi campak disertai dengan pemberian vitamin A dapat mencegah terjadinya kejadian pneumonia pada anak usia 12 – 59 bulan sebesar 26,5%. Pemberian imunisasi campak yang disertai dengan pemberian vitamin A dapat digunakan sebagai tindakan pencegahan dalam upaya penurunan kejadian pneumonia.

  3. DETERMINAN STATUS GIZI PENDEK ANAK BALITA DENGAN RIWAYAT BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR DI INDONESIA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2007-2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bunga Christita Rosha

    2015-03-01

    Full Text Available Kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR merupakan indikator kesehatan masyarakat karena erat hubungannya dengan angka kematian, kesakitan dan kejadian kurang gizi dikemudian hari, salah satunya adalah permasalahan status gizi pendek (stunting. Tujuan analisis ini adalah menganalisis determinan status gizi pendek (stunting anak balita dengan riwayat BBLR di Indonesia, tahun 2007-2010. Analisis ini merupakan analisis lanjut dari data Riskesdas tahun 2007 dan tahun 2010 dengan sampel anak balita yang memiliki riwayat BBLR di Indonesia. Data dianalisis menggunakan analisis bivariat dengan uji chisquare dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan pada tahun 2007 determinan utama stunting anak balita dengan riwayat BBLR adalah wilayah tempat tinggal yaitu responden yang tinggal di wilayah desa memiliki peluang lebih rendah terhadap kejadian stunting sebesar 0,57 kali dibandingkan dengan responden yang tinggal di kota dengan nilai OR (95%CI = 0,57 (0,36-0,89 dibandingkan wilayah perkotaan. Sedangkan pada tahun 2010 determinan utamanya adalah proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total (ketahanan pangan keluarga yaitu anak yang berasal dari keluarga dengan proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total >70% berisiko 2,48 kali menyebabkan anak menderita stunting dengan OR (95% CI = 2,48 (1,58-3,87 dibandingkan anak yang berasal dari keluarga yang memiliki proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total < 50%.

  4. HUBUNGAN PARITAS DAN USIA PERKAWINAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO LESI PRAKANKER SERVIKS PADA IBU PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKASADA II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A.A. Gde Raka Arista Mas Putra

    2015-01-01

    Full Text Available Kanker serviks merupakan suatu proses neoplasma atau keganasan pada leher rahim. Diperkirakan 200.000 - 300.000 wanita meninggal setiap tahunnya karena penyakit tersebut terutama di negara-negara miskin. Permasalahan kanker serviks di Indonesia sangat khas yaitu banyak dan lebih dari 70% kasus ditemukan pada stadium lanjut pada saat datang ke rumah sakit. Salah satu alat skrining adanya kanker serviks adalah dengan metode IVA. Uji IVA dengan hasil positif diduga sebagai lesi prakanker. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan paritas dan usia perkawinan terhadap kejadian lesi prakanker serviks (uji IVA positif pada Ibu PUS di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional dengan pemakaian data sekunder hasil pemeriksaan IVA yang dilakukan di Puskesmas Sukasada II. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua data pada tahun 2010 – tahun 2012. Didapatkan sampel sebanyak 163 sampel dengan 31 data yang tereksklusi. Alat analisis menggunakan tabulasi silang dan untuk mengetahui hubungan variabel yang diuji menggunakan chi-square. Hasil dalam penelitian ini menunjukan: (1 Tidak terdapat hubungan paritas terhadap kejadian lesi prakanker serviks pada Ibu PUS dengan kerja Puskesmas Sukasada II (sig.  p = 0,263, (2Terdapat hubungan usia perkawinan terhadap kejadian lesi prakanker serviks pada Ibu PUS di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II (sig.  p = 0,034 dengan rasio prevalensi  = 2,11.  

  5. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP RISIKO KEHAMILAN “4 TERLALU (4-T” PADA WANITA USIA 10-59 TAHUN (ANALISIS RISKESDAS 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puti Sari H

    2015-01-01

    Full Text Available Abstrak Tujuan penulisan ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor tidak langsung yang dapat mempengaruhi risiko kehamilan. Desain penelitian cross sectional. Data yang dianalisis merupakan data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas tahun 2010 yang telah dilaksanakan oleh Badan Litbangkes. Unit analisis adalah ibu atau wanita usia subur (WUS yang pernah melahirkan minimal 1 anak dalam kurun waktu 5 tahun terakhir sampai dengan saat wawancara. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode logistik regresi untuk mengetahui faktor yang paling dominan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa variabel yang paling dominan dalam hubungan antara faktor tidak langsung dengan kejadian fisiko kehamilan 4-T (terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak dan terlalu dekat adalah variabel tempat tinggal  (desa/kota,  tingkat  pendidikan,  status  ekonomi,  dan  keinginan  hamil.  Ibu  yang  tinggal  di perdesaan berpeluang 1,1 kali berisiko kehamilan 4T, sementara ibu yang berpendidikan rendah (SD ke bawah berpeluang 1,4 kali untuk mengalami risiko kehamilan. Ibu dari keluarga miskin berpeluang 1,3 kali mengalami risiko kehamilan, sedangkan ibu yang sulit akses ke pelayanan kesehatan berpeluang 1,9 kali berisiko hamil dengan kondisi 4-T, dan ibu yang tidak/belum ingin hamil berpeluang 4,9 kali mengalami risiko kehamilan. Masalah risiko kehamilan lebih mungkin terjadi pada kelompok ibu yang tinggal di perdesaan, dengan tingkat pendidikan dan ekonomi rendah, dan kesulitan akses ke fasilitas kesehatan serta belum atau tidak menginginkan kehamilannya. Oleh sebab itu diperlukan pemerataan program jamkesmas agar keluarga tidak mampu dan yang tinggal di perdesaan semakin mudah untuk mendapat  pelayanan  kesehatan.  Selain  itu  memprioritaskan  pembangunan  fasilitas  kesehatan  dan penyediaan tenaga kesehatan di perdesaan, dan juga penyuluhan tentang cara mengatur kehamilan yang sehat.Kata kunci : risiko kehamilan, WUS, 4-TAbstract The purpose

  6. Asupan Gizi dan Mengantuk pada Mahasiswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sada Rasmada

    2012-10-01

    Full Text Available Asupan nutrisi dan energi, status nutrisi, serta aktivitas harian berpengaruh pada kejadian mengantuk yang berpengaruh negatif pada konsentrasi dan produktivitas belajar pada mahasiswa. Kejadian mengantuk berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif yang disebabkan oleh defisiensi zat besi. Seseorang yang mengantuk akan mengalami penurunan aktivitas fisik yang menyebabkan kelebihan berat badan sehingga berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang berpengaruh pada kejadian mengantuk di kalangan mahasiswa. Penelitian dengan desain studi cross sectional ini dilakukan terhadap sampel 139 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Proporsi mahasiswa yang hampir mengantuk sekitar 28,80%. Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur dan masalah kantuk (nilai p = 0,048. Mahasiswa dengan durasi tidur < 8 jam per hari mengalami kejadian mengantuk 0,50 kali lebih besar daripada mahasiswa dengan durasi tidur ³ 8 jam per hari. Faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian mengantuk adalah durasi tidur setelah dikontrol dengan asupan protein dan lemak, aktivitas fisik, dan paparan media. Mahasiswa yang sering mengantuk memperlihatkan asupan zat besi rendah sehingga disarankan untuk meningkatkan asupan zat besi yang berasal dari sumber makanan yang mengandung heme. Kata kunci: Asupan nutrisi, aktivitas fisik, konsentrasi, masalah kantuk Abstract Nutrient and energy intake, nutrition status, and daily activity could give impact for sleepiness problem. Sleepiness related to the decreasing of cognitive ability that caused by iron deficiency. A person who feels sleepy will have a lack of physical activities that lead to overweight and therefore has a higher risk to suffer degenerative diseases such as cardiovascular and diabetes mellitus. This study aimed to analyze dominant factor that can give

  7. Analisis Safety System dan Manajemen Risiko pada Steam Boiler PLTU di Unit 5 Pembangkitan Paiton, PT. YTL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luluk Kristianingsih

    2013-09-01

    Full Text Available Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU merupakan pembangkit listrik yang banyak digunakan di Indonesia. Salah satu bagian dari sistem PLTU yang memiliki risiko bahaya tinggi adalah boiler, oleh karena itu diperlukan adanya analisis bahaya dan safety system sebagai langkah pencegahan bahaya pada boiler. Analisis bahaya dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode HAZOP. Node yang dipakai adalah economizer, steam drum, superheater, dan reheater yang merupakan komponen utama penyusun boiler. Guide word dan deviasi ditentukan berdasarkan control chart yang dibentuk oleh data proses masing-masing komponen selama bulan Maret 2013. Estimasi likelihood dilakukan berdasarkan data maintenance dari work order PT YTL selama 5 tahun, sedangkan estimasi consequences dilakukan berdasarkan kriteria risiko yang ditimbulkan serta berdasarkan control chart. Hasil perkalian likelihood dan consequences dengan risk matrix menghasilkan kriteria risiko dari komponen. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil bahwa komponen yang memiliki risiko bahaya paling besar adalah level transmitter steam drum dengan deviasi berupa less level, yaitu dengan kriteria likelihood adalah A dan consequences 4, sehingga risiko bernilai extreme. Selain itu, risiko extreme juga terdapat pada pressure transmitter outlet superheater, dengan likelihood B dan consequences 4. Untuk menurunkan risiko, maka dilakukan perawatan dan kalibrasi secara rutin, serta penambahan redundant transmitter. Bahaya paling besar pada seluruh node adalah adanya kebakaran. Oleh karena itu, dilakukan analisis emergency response plan untuk kebakaran yang mencakup peta evakuasi, tugas dan tanggungjawab tiap personel, langkah pencegahan, serta langkah penanganan.

  8. Henoch-Schönlein purpura in children: its relation to oral and to oral and oral and dental health

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arlette Suzy Puspa Pertiwi

    2012-09-01

    Full Text Available > Background: Henoch-Schönlein purpura (HSP is a rare systemic small vessel vasculitis, which commonly occur in childrenbetween 2 and 10 years of age. The course of the disease is often self-limiting, although may manifest long-term renal morbidity. Theseverity of renal involvement decides about the prognosis of this disease. Many factors can trigger the disease attack, which is the mostcommon is bacterial invasion. Since the oral cavity is often refer as infectious foci to other part of the body, it seemed rationally tobe part that contribute the course of disease, thus management of these infectious foci, if possible, gives rise to an astoundingly goodprognosis. Purpose: This paper will describe a review on HSP and the possible association with oral and dental health since it mightbe related to the prognosis of HSP. reviews: Rashes in children are common; they may develop a rash after prescription of antibiotics.Nevertheless there are some childhood diseases that may manifest a rash presentation, such as HSP. It is important for pediatric dentistto have knowledge about HSP and consider the possibility of dental treatment or disease as potential triggers. Conclusion: Oral anddental condition may be the trigger cause of HSP attack. Therefore, it is important for pediatric dental practitioner to be aware of thecourse of the disease in order to limit the expanding complications.> latar belakang: Henoch-Schönlein purpura (HSP merupakan vaskulitis pembuluh darah kecil sistemik yang jarang terjadi danbiasanya menyerang anak usia 2 hingga 10 tahun. Penyakit tersebut seringkali dapat sembuh sendiri, tetapi pada jangka panjangdapat bermanifestasi dengan morbiditas ginjal. Keparahan keterlibatan ginjal menentukan prognosis penyakit. Banyak faktor yangdapat memicu serangan penyakit, tersering adalah invasi bakteri. Karena rongga mulut sering kali merupakan fokus infeksi terhadapbagian lain dari tubuh, maka mempunyai peluang sebagai faktor pemicu

  9. The frequency of bottle feeding as the main factor of baby bottle tooth decay syndrome

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Fahlevi Rizal

    2010-03-01

    . Beberapa faktor menjadi resiko kejadian SKB dan belum diketahui faktor resiko utama kejadian karies khususnya di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini dilakukan guna mendapatkan data yang berhubungan dengan kebiasaan minum susu botol pada anak usia 3-5 tahun di Indonesia serta resiko kejadian karies yang ditimbulkannya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan dengan metode pemeriksaan klinis melalui pencatatan status karies (deft setiap anak oleh dokter gigi anak serta pengisian kuesioner yang dilakukan oleh orang tua untuk menentukan faktor resiko kejadian SKB. Pengamatan dilakukan pada 62 orang anak usia 3-5 tahun yang mempunyai kebiasaan minum susu botol sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Hasil pemeriksaan klinis dan kuesioner memberikan gambaran status karies yang bervariasi. Data yang didapat dari penelitian ini menjelaskan, bahwa frekuensi minum susu botol lebih dari dua kali menyebabkan SKB 2.27 kali lebih besar dibandingkan dengan beberapa faktor lain, seperti menjadikannya pengantar tidur, lamanya mengonsumsi, dan riwayat minum ASI. Kesimpulan: Susu sebagai subtrat mungkin dapat dijadikan alasan kejadian karies akan tetapi yang menjadi resiko utama kejadian adalah frekuensi konsumsi susu botol itu sendiri. Kondisi ini dapat dihubungkan dengan modulasi substrat terhadap perkembangan kolonisasi bakteri di permukaan gigi, sehingga secara tidak langsung juga mempengaruhi virulensinya.

  10. PENERAPAN TEORI HANS KELSEN DALAM TERTIB HUKUM INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhtadi Muhtadi

    2014-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaturan susunan dan tertib hukum Indonesia dalam hirarki norma berdasarkan Stufenbautheorie Hans Kelsen. Metode penelitian yang digunakan adalah doctrinal research dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan hukum susunan norma hukum Indonesia berdasarkan teori Hans Kelsen adalah berjenjang dan berlapis-lapis, dari norma hukum lapisan terendah yang operatif-konkret-individual berjenjang dan bersumber pada norma hukum general-abstract berpuncak dalam pandangan dan cita hukum yang menjadi staatsnorm atau staatsfundamentalnorm, yaitu berpuncak pada Pancasila sebagai cita hukum.

  11. PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dianne Eka Rusmawati

    2014-06-01

    Full Text Available Mengetahui dan memahami mengenai perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce adalah tujuan yang hendak dicapai. Berdasarkan pendekatan normatif, perlindungan hokum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce dapat dilihat berdasarkan proses transaksinya, yaitu Proses transaksi menggunakan media on-line secara keseluruhan atau proses transaksinya saja yang menggunakan media on-line tapi pembayarannya dilakukan secara manual. Bentuk Perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi e-commerce diatur dalam ketentuan Pasal 4 huruf b dan c UUPK dan Ps 2 serta Pasal 9 UUITE.Kata Kunci: perlindungan hukum, konsumen, e-commerce

  12. INFEKSI LEPTOSPIROSIS DENGAN GEJALA JAUNDICE DAN ACUTE KIDNEY INJURY: SEBUAH LAPORAN KASUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Ade Sukma Gautama

    2015-01-01

    Full Text Available Infeksi leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh mikro organisme dari genus Leptospira. Penularan penyakit ini melalui kontak langsung ataupun tidak langsung dari urin hewan yang terinfeksi. Angka perkiraan kejadian infeksi leptospirosis di dunia antara 100 per 100.000 populasi pada grup yang berisiko tinggi, dengan proporsi angka kematian mencapai 22%, tepatnya penanganan yang diberikan akan menurunkan angka kematian akibat infeksi ini dan komplikasi yang lebih berat yang dapat terjadi seperti Weil disease. Laporan kasus ini membahas tentang infeksi leptospirosis pada seorang laki-laki berusia 21 tahun disertai pemeriksaan serologi antibodi leptospira menunjukkan hasil positif. Pada pasien ini dilakukan penanganan berupa hemodialisa cito dan pemberian antibiotik ceftriaxone.

  13. OMEGA 3

    OpenAIRE

    Fivi Melva Diana

    2012-01-01

    Di Indonesia terjadi masalah gizi ganda yaitu gizi kurang pada balita dan gizi lebih terjadi pada orang dewasa. Penyebab tingginya angka kejadian gizi ganda di Indonesia salah satunya diduga karena kelebihan dan kekurangan konsumsi makanan sumber omega 3, EPA, DHA yang secara alami terdapat pada ASI, ikan dan minyak ikan. Omega 3 merupakan asam lemak tak jenuh ganda yang mempunyai banyak manfaat dintaranya dapat mencegah CVD (Cardiovascular Disease) dan untuk optimal tumbuh-kembang anak jika ...

  14. TINJAUAN KEADILAN SOSIAL TERHADAP HUKUM TATA PANGAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulhani Hermawan Hermawan

    2013-02-01

    Full Text Available This paper tries to explore the perspectives of social justice concepts for food laws in Indonesia, especially food and farm. The analysis begin with critical study about positive Laws in Indonesia on food and farm. This is followed by critical study for Regulation of Government on food and farm. Philosophical study of justice and injustice, the facts of injustice for majority of Indonesian farmers, are used to look critically how the positive laws on food and farm become the trigger of the injustice. Tulisan ini mengungkap perspektif keadilan sosial terhadap Hukum Tata Pangan di Indonesia, terutama pangan dan pertanian. Analisis dimulai dengan studi kritis terhadap Undang-Undang di Indonesia tentang tata pangan dan pertanian lalu diikuti dengan studi kritis terhadap beberapa Peraturan Pemerintah yang terkait dengan UU tersebut. Kajian filosofis soal keadilan dan ketidakadilan serta beberapa fakta tentang ketidakadilan yang diderita oleh mayoritas petani Indonesia, dipakai untuk menyoroti secara kritis bagaimana hukum positif tentang tata pangan dan pertanian justru menjadi pemicu ketidakadilan tersebut.

  15. THE NEED FOR INTERNATIONAL COOPERATION IN CRIMINAL MATTERS: CASE OF MADAGASCAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saida Tongalaza

    2016-03-01

    Kerjasama dalam ranah hukum pidana menjadi alat atau sarana yang memperbolehkan bagi penegak hukum di suatu negara untuk mengajukan banding terhadap negara lain. Keadaan ini harus dipandang sebagai upaya untuk mengikatkan diri dengan tidak dimaksudkan turut campur terhadap proses peradilan pidana. Perbuatan kriminal dalam ruang lingkup internasional dan bentuk lain dari kejahatan trannasional menjadi pemicu dilaksanakannya sistem peradilan pidana ini, baik tingkat regional maupun global. Madagaskar sama halnya dengan negara lain secara aktif turut serta untuk mengembangkan sistem ini, akan tetapi yang menjadi pertimbangan apakah tindakan ini dapat dibatasi atau tidak?. Lain kata apakah tindakan ini dapat dilakukan di bawah Konvensi Internasional?. Jawaban atas pertanyaan ini memerlukan penetapan bagian-bagian dari kerjasama yang diperbolehkan untuk dilakukan. Lain kata pernyataan turut serta dalam ranah kerjasama dapat dicapai melalui permintaan agar dipenuhinya keadaan tersebut. tulisan ini ditujukan untuk mengkaji kerjasama internasional antara Madagascar sebagai sebuah negara berdaulat dengan negara-negara lain dalam memerangi tindak pidana. Tulisan ini menggunakan metode yuridis normatif melalui penelitian kepustakaan (library research. Madagascar memiliki komitmen dalam setiap bidang hukum yang berkaitan dengan kerjasama internasional yang saling mengikat dalam Judicial Cooperation Agreement, demi pencapaian kebutuhan akan keadilan. Kerjasama ini dapat berjalan secara efektif, bila setiap negara memiliki resolusi untuk memerangi kejahatan melalui suatu kerjasama. Kata kunci: kejahatan internasional, kerjasama, pihak yang berwenang

  16. Implementasi Rails Pada Pengembangan Aplikasi Web: Universociety

    OpenAIRE

    Fenti, Des Erita

    2010-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi web berdasarkan gaya arsitektur Representational State Transfer (REST) dengan mempergunakan framework Rails 2. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan teknik Model-View-Controller (MVC) yang terdapat pada framework Rails. Pengembangan aplikasi tersebut meliputi pemodelan data dan pengembangan antarmuka publik berbentuk web service untuk mengakses resource yang dikandung aplikasi. Objektif utama aplikasi web adalah untuk melihat sejauh mana REST ...

  17. Penentuan Prioritas Supplier Botol Menggunakan Metode PROMETHEE dan Goal Programming pada PT. Pabrik Es Siantar

    OpenAIRE

    Siahaan, Maria Monica

    2016-01-01

    PT. Pabrik Es Siantar adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur yang memproduksi es batangan dan minuman bersoda badak sarsaparilla. Dalam melakukan kegiatan produksi, PT. Pabrik Es Siantar memerlukan botol sebagai kemasan yang digunakan untuk mengemas minuman hasil produksi. Dalam memenuhi permintaan konsumen terhadap produk, perusahaan bekerjasama dengan enam (6) supplier botol. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat keluhan dari pabrik terhadap pasokan botol yang ...

  18. RANCANG BANGUN APLIKASI ON-LINE MONITORING STEADY STATE STABILITY MENGGUNAKLAN KOMBINASI METODE REI-DIMO DAN ARTIFICIAL INTELEGENCE

    OpenAIRE

    2014-01-01

    Pada beberapa dekade terakhir, fenomena voltage collapse di dunia mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan konsumen pemakai listrik yang tidak sebanding dengan peningkatan pembangkit dan pengembangan jaringan transmisi. Berdasarkan kenyataan di lapangan, ketidakstabilan steady state sangat berhubungan dengan rendahnya ketersediaan daya aktif dan daya reaktif, level tegangan yang rendah, dan besarnya perubahan tegangan untuk perubahan beban atau daya pembangkit. Kajian prakt...

  19. ONLINE MONITORING STEADY STATE STABILITY LIMIT PADA SISTEM INTERKONEKSI SULSELRABAR

    OpenAIRE

    2015-01-01

    Pada beberapa dekade terakhir, fenomena black-out (pemadaman total)akibat voltage collapse mengalami peningkatan.Hal ini disebabkan oleh peningkatan konsumen pemakai listrik yang tidak sebanding dengan peningkatan pembangkit dan pengembangan jaringan transmisi. Berdasarkan kenyataan dilapangan, ketidakstabilan steady state sangat berhubungan dengan rendahnya ketersediaan daya aktif/reaktif, level tegangan yang rendah, dan besarnya perubahan tegangan untuk perubahan beban atau daya pembangkit....

  20. KARAKTERISTIK TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN LARVA ANOPHELES DI DESA BULUBETE KECAMATAN DOLO SELATAN KABUPATEN SIGI PROVINSISULAWESI TENGAH

    OpenAIRE

    Bustam; Ruslan; Erniwati

    2008-01-01

    Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles, merupakan suatu penyakit yang mengancam umat manusia terutama yang tinggal di daerah tropik dan sub tropic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang kepadatan jentik vektor Malaria berdasarkan Karakteristik tempat perkembangbiakan nyamuk Anopheles di Desa Bulubete Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian yang digunakan...

  1. PENGARUH MODAL INTELEKTUAL DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS PEGAWAI CUSTOMER SERVICES HOTEL BERBINTANG EMPAT DI KOTA BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Donni Juni Priansa

    2016-03-01

    Berdasarkan hasil penelitian , dapat disimpulkan bahwa modal intelektual dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; serta modal intelektual, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai hotel berbintang empat di Kota Bandung. Dengan demikian, maka modal intelektual, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai perlu dioptimalkan. Kata Kunci: Modal Intelektual Kepuasan Kerja, Kinerja Pegawai, dan Loyalitas Pegawai

  2. Analisis Kinerja Supplier Bahan Baku Menggunakan Integrasi Supply Chain Operations Refrence dan Analytic Hierarchy Process PT. Asia Raya Foundry

    OpenAIRE

    Jati, Wahyu Listyo

    2015-01-01

    Persaingan bisnis yang semakin cepat menuntut PT. Asia Raya Foundry sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur pengecoran logam untuk produksi spare part mesin pabrik perkebunan dan alat berat harus memperhatikan keinginan konsumen terhadap produk. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat keluhan dari pabrik terhadap pasokan bahan baku langsung yang diperoleh dari supplier sehingga menyebabkan adanya keterlambatan dalam penyelesaian produk. Gangguan yang disebabkan ...

  3. Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah Pada Proyek Perumahan Griya Pagerwojo Indah, Lamongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farisan Anggardi Poerwodianto

    2014-09-01

    Full Text Available Perumahan Griya Pagerwojo Indah merupakan salah satu perumahan yang sedang dibangun di kabupaten Lamongan dengan lokasi strategis. Perumahan ini menawarkan beberapa produk berupa rumah tinggal tipe 45, tipe 54, tipe 60, tipe 70, dan tipe 80. Di daerah perkotaan masalah perumahan biasanya dikaitkan dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan membutuhkan standar pelayanan yang tinggi bagi lingkungan sekitarnya. Persaingan yang ketat antar perumahan mendorong atribut harga jual sebagai factor utama bagi pengembang. Harga jual rumah merupakan acuan pertimbangan pemilihan rumah oleh pembeli, disamping berbagai fasilitas yang ditawarkan. Tujuan dari tugas akhir ini adalahuntuk mengetahui besarnya harga jual untuk setiap unit rumah pada proyek perumahan Griya Pagerwojo Indah berdasarkan analisa biaya dan analisa permintaan pasar. Penelitian ini menggunakan metode analisa titik impas dimana analisa tersebut mempertemukan kurva biaya dan kurva pendapatan untuk mendapat kan harga. Pada penelitian ini kurva pendapatan direncanakan dari kurva permintaan. Berdasarkan metode ini diketahui harga jual rumah yang dapat diterima oleh pengembang dan konsumen.Berdasarkan analisa yang telah dilakukan maka harga jual unit rumah berdasarkan jumlah unit terjual optimum untuk tipe 45 adalah Rp 178.293.955, tipe 54 adalah Rp 223.970.160, tipe adalah 60 Rp 276.092.997, tipe 70 adalah Rp 282.921.688 dan tipe 80 adalah Rp 318.104.590.

  4. Menakar Kepahlawan di awal Kemerdekaan: Dinamika Nasionalisme di Kawasan Indonesia Timur

    OpenAIRE

    Sulistyo, Bambang

    2015-01-01

    Gejala pengangkatan seorang tokoh menjadi pahlawan nasional terutama sejak Reformasi semakin bervariasi. Latar belakang pemilihan seseorang sebagai pahlawan semestinya patut dipertimbangkan. Pejuang ada bermacam-macam. Pejuang dapat dibedakan berdasarkan ideology. Ada pejuang yang berjuang untuk kepentingan diri sendiri, ada yang berjuang untuk kepentingan suku bangsanya ada juga yang lebih luas, yakni seluruh bangsa. Patriot menjadi pemberontak, ada juga dari pemberontak menjadi patriot, tet...

  5. Usulan Perbaikan Mutu Produk Sarung Tangan dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada PT. Medisafe Technologies

    OpenAIRE

    Hasibuan, Ali Abbas

    2016-01-01

    PT. Medisafe Technologies adalah perusahaan yang bergerak dibidang produksi sarung tangan. Permasalahan yang sedang dihadapi PT. Medisafe Technologies adalah kecacatan sarung tangan melebihi batas standar kecacatan yang diinginkan oleh perusahaan yaitu maksimum sebesar 5%. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan penyelesaian terhadap penyebab kecacatan sarung tangan dengan menggunakan Statistical Quality Control (SQC) dengan Seven Tools dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). ...

  6. Perilaku Seks Pranikah Remaja

    OpenAIRE

    Komang Yuni Rahyani; Adi Utarini; Siswanto Agus Wilopo; Mohammad Hakimi

    2012-01-01

    Hubungan seksual sebelum nikah pada remaja merupakan masalah yang serius, berhubungan dengan peningkatan penularan penyakit menular seksual, mempunyai pasangan lebih dari satu, dan kehamilan dini. Suatu kerangka kerja model perilaku terintegrasi (Integrated Behavioral Model, IBM) digunakan untuk menilai berbagai faktor prediktor hubungan seksual prematur pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi inisiasi hubungan seksual sebelum nikah pada remaja level 10 dan 11 berdasarkan ker...

  7. Gereja dan Paradigma Pembaharuan Ditinjau dari Perspektif Teologi Agama dan Masyarakat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunny Jones Akal

    2005-04-01

    Full Text Available Gereja atau umat Allah diharapkan selalu berada dalam perubahan positif, agar tegar dan siap terusmelaksanakan tanggung jawab vertical dan horizontal. Prinsip yang perlu adalahgereja memberi kontribusi bagi masyarakat. Peluang-peluang seperti halnyamengembangkan pelayanan berdasarkan panggilan Allah, bermotif kasih, danberorientasikan perbuatan baik menjadi kekuatan lahirnya pengakuan“Allahmu adalah Allahku, Kristusmu adalah Kristusku”

  8. Peran Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional (Studi di Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bahar Buasan

    2016-12-01

    Berdasarkan ketiga kendala tersebut, maka strategi optimaliasi yang dilakukan adalah; Pertama, memudahkan regulasi untuk kemudahan bahan baku. kedua, pemerintah mengatur dan meluruskan regulasi terkait perbedaan harga. Ketiga, pemerintah pusat dan daerah harus aktif memberikan dukungan terhadap pembangunan PLTBg dengan memperbesar pelatihan, pendidikan serta pengembangan kemampuan untuk pembuatan kebijakan dan analisa di bidang energi baru dan terbarukan.

  9. Dhenggung Asmarandana dan Dhegung Banten: Sebuah Komparasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh -

    2013-11-01

    Full Text Available The Comparation of Dhenggung Asmarandana and Dhegung Banten. Penelitian ini membahas perbandinganantara gending Dhenggung Asmaradana gaya Surakarta dengan gending Dhegung Banten gaya Yogyakarta.Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua gending memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaankeduanya terletak pada laras, pathet, bentuk gendhing, struktur gendhing, serta balungan gending. Sedangkanperbedaannya hanya pada nama dan garap tabuhan bonang.

  10. Determinan Pilihan Pelanggan Terhadap Layanan Cargo Pada PT. Garuda Indonesia Cabang Makassar

    OpenAIRE

    RESPATI., TRIADHI

    2012-01-01

    2012 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pilihan pelanggan terhadap layanan cargo dan memperoleh faktor perbedaan dalam keputusan pilihan pelanggan terhadap layanan cargo. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis kuantitatif dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis perbedaan pilihan pelanggan layanan cargo dari masing-masing perusahaan cargo (GIA, Lion Air, Sriwijaya Air dan PT. Wings Air) ternyata ada perbedaan yang signifikan...

  11. PRODUKSI IKAN LELE CEPAT TUMBUH GENERASI F-0 MENGGUNAKAN METODE TRANSGENESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi

    2016-02-01

    hasil introduksi gen PhGH yang memiliki bobot hampir dua kali lipat dibandingkan bobot rata-rata populasi kontrol. Berdasarkan hasil penelitian ini maka telah terjadi over-ekspresi secara genotip dan fenotip pada generasi F-0 ikan lele cepat tumbuh.

  12. Identifikasi Bakteri Dan Tes Sensitifitas Terhadap Ciprofloxacin Pada Periodontitis Kronis

    OpenAIRE

    Irene Edith Riuwpassa, Dr.drg. M.Si

    2011-01-01

    Berdasarkan hasil penelitian diperoleh distribusi kuman sebagai berikut: Porhyromonas gingivalis(52), Streptococcus(47), Actinobacillus actinomycetemcomitans(31), Pseudomonas(9), Staphylococcus(11), Klebsiela pneumonia(5), Escherichia colli(2), Alkaigines fascialis(2) dan Enternobacter aerogenus(2) Terdapat P.AERUGINOSA YANG RESISTEN TERHADAP CIPROFLOXACIN SEBESAR 50% (4) DARI 8 SAMPEL. Periodontitis adalah tipe umum penyakit periodontal yang disebabkan oleh perluasan radang tahap awal pad...

  13. Studi Implementasi Lean Six Sigma dengan Pendekatan Value Stream Mapping untuk Mereduksi Idle Time Material pada Gudang Pelat dan Profil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wawan Widiatmoko

    2013-03-01

    Full Text Available Peningkatan volume kegiatan industri maritim di Indonesia menuntut industri perkapalan di daerah Surabaya untuk lebih meningkatkan pelayanan baik berupa bangunan baru maupun reparasi kapal. Berdasarkan hal tersebut galangan harus mampu mengelola proses produksi dengan baik sehingga menghasilkan keuntungan yang maksimum. Salah satunya adalah proses inventory dan transport of materials yang efektif. Tugas akhir bertujuan untuk mengetahui sistem inventori yang diterapkan oleh perusahaan yang dijadikan sampel serta idle time material pelat dan profil yang ada di gudang bahan baku dengan menggunakan metode lean six sigma dengan pendekatan value stream mapping. Dari hasil perhitungan menggunakan diperoleh nilai sigma perhitungan idle time sebesar 0.1976 sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan nilai sigma pengadaan material itu sendiri. Berdasarkan hasil analisa penyebab adanya idle time dengan menggunakan RCA diperoleh beberapa faktor yaitu : rendahnya nilai sigma penggunaan material, tidak tercapainya target pengerjaan pada proses fabrikasi, proses pengadaan material yang tidak mempertimbangkan strategi proses pembangunan kapal. Dengan penerapan lean six sigma dengan pendekatan value stream mapping dihasilkan usulan perbaikan proses inventori di perusahaan antara lain : meningkatkan nilai sigma penggunaan material, melakukan strategi pembelian material sesuai strategi pembangunan kapal berdasarkan zona, memperbaiki kerjasama dengan supplier material pelat dan profil. Pembuatan future state mapping mendapatkan usulan perbaikan dengan pembuatan perencanaan pengadaan material dengan mempertimbangkan strategi pembangunan kapal berdasarkan zona pembangunannya. Diperoleh strategi pengadaan material yang dilakukan sebanyak 4 kali order.

  14. POLA PEMBERIAN KORTIKOSTEROID PADA PASIEN ISPA BAGIAN ATAS DI PUSKESMAS SUKASADA II PADA BULAN MEI – JUNI 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Yulianto

    2015-06-01

    Full Text Available ISPA merupakan penyakit yang umum dan global di masyarakat. Pada pusat layanan primer seperti di Puskesmas Sukasada II, angka kunjungan pasien ISPA tercatat sebanyak 3,091 pasien pada tahun 2013 dan tercatat sebanyak 1,452 pasien di periode Januari - Juni 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemberian kortikosteroid pada pasien ISPA bagian atas dan indikasi pemberiannya. Kriteria pasien dalam penelitian adalah pasien rawat jalan yang terdiagnosis ISPA bagian atas yang tercatat di Puskesmas Sukasada II pada Mei – Juni 2014. Penelitian menggunakan metode studi deskriprif cross-sectional menggunakan pengumpulan data sekunder yang berasal dari register dan rekam medis pasien ISPA bagian atas yang berobat di Puskesmas Sukasada II. Karakteristik berdasarkan umur pasien ISPA di Puskesmas Sukasada II adalah balita (46,5%. Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi tertinggi terdapat pada jenis kelamin laki-laki (52,8% dan berdasarkan letak desa, tertinggi di Desa Pancasari (54,2%. Berdasarkan tanda dan gejala keluhan demam (21,4%, batuk (20,4%, pilek (14,8%, bersin (14,8%, sekret hidung (14,8%, sakit tenggorok (7,1%, dan sakit kepala (6,7%. Diagnosis ISPA bagian atas dibagi menjadi sinusitis (8,3%, common cold (11,1%, rinitis (13,9%, tonsilitis (25,0%, dan faringitis (41,7%. Pemberian kortikosteroid pada pasien ISPA mencapai 27,1% dengan kortikosteroid yang digunakan adalah prednison (15,3% dan deksametason (11,8%. Pemberian kortikosteroid berdasarkan gejala dan tanda klinis pada pasien ISPA sudah sesuai berdasarkan penelitian yang telah dilakukan akan tetapi belum ada pedoman indikasi pemberian kortikosteroid yang pasti pada pasien ISPA. Pemberian kortikosteroid pada pasien ISPA berdasarkan diagnosis meliputi, tonsillitis (41,6%, faringitis (26,7%, rinitis (25%, common cold (18,9%, dan sinusitis (0%. Pemberian kortikosteroid pada pasien infeksi, termasuk ISPA adalah kontraindikasi kecuali pada pasien sepsis bakteri gram negatif dan

  15. MEMBINCANG PRAKTIK ASURANSI DI INDONESIA Telaah Sosiologi Hukum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khusniati Rofi'ah

    2013-06-01

    Full Text Available Pada era modern ini, pembicaraan masalah hukum Islam lebih banyak pada masalah muamalah daripada ibadah. Isu yang berkaitan dengan ekonomi, diantaranya adalah lembaga asuransi. Sebagai imbas dari proses globalisasi, lembaga asuransi ini diboyong ke dunia Islam. Maka, menjadi tugas hukum Islam untuk menindaklanjuti ataupun memberi tanggapan, baik dalam bentuk legalitas formal ataupun dalam wujud pengIslaman lembaga tersebut. Masalah asuransi ini tidak ada dijelaskan secara tegas dalam nash. Oleh karenanya, masalah asuransi dipandang sebagai masalah ijtiha>di>yaitu masalah perbedaan pendapat. Praktik asuransi dalam budaya masyarakat Indonesia secara non formal sebenarnya sudah sering dilakukan. Sedangkan untuk asuransi yang dilembagakan belum banyak direspon. Asuransi sebenarnya banyak memiliki manfaat yang luas dan kompleks, disamping memberikan simbiosis mutualisme antara nasabah dan perusahaan. Namun, masyarakat Indonesia ternyata masih belum memanfaatkan keberadaan perusahaan asuransi sebagai sarana melindungi diri dan keluarga serta harta benda dari kejadian-kejadian yang tak terduga. Masyarakat masih sangat awam dengan asuransi dan belum banyak mengenal jenis-jenis produksi asuransi yang tersedia. Melihat manfaat asuransi yang demikian itu, hukum Islam sebagai penjabaran dan aplikasi aktual syari’ah haruslah diterjemahkan dengan mengikuti semangat zaman dan kemanusiaan, sehingga, inner-dinamicnya sebagai hukum untuk manusia tidak akan kehilangan konteksnya. Kata kunci: Asuransi, Perkembangan Hukum Islam, Sosiologis

  16. PM10 DAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKU PADA PEKERJA INDUSTRI MEBEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruth Luciana

    2010-06-01

    Full Text Available Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA merupakan masalah kesehatan pertama pada sepuluh data penyakit terbesar di Desa Cilebut Barat dan Cilebut Timur. Hal tersebut disebabkan oleh adanya pembangunan industri mebel. ISPA menyerang pekerja industri mebel. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional untuk mengetahui hubungan pajanan (PM10 dengan kejadian ISPA pada pekerja mebel dengan populasi seluruh pekerja mebel di kedua desa. Hasil yang didapat konsentrasi (PM10 50,3 µg/m3 – 80 µg/m3 dengan rata-rata 70,6 µg/m3 untuk pengukuran 24 jam. Jumlah pekerja yang mengalami ISPA 43 orang (43,9%. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara konsentrasi PM10, suhu ruang kerja (p = 0,027, masa kerja (p = 0,010, pemakaian alat pelindung diri (p=0,001, kebiasaan merokok (p = 0,039 dengan kejadian ISPA (p = 0,045. Pengawasan kesehatan lingkungan dan pekerja, pemeriksaan konsentrasi debu (PM10 dan kesehatan pekerja secara berkala, serta penyuluhan dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran semua pihak akan dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas industi mebel.

  17. HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN ACTIVITY DAILY LIVING DENGAN DEMENSIA PADA LANJUT USIA DI PANTI WERDHA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raden Siti Maryam

    2016-03-01

    Full Text Available Latar Belakang: Jumlah kasus dan kejadian demensia di Indonesia pada tahun 2000 sebanyak 606.100 orang dan 191.400 orang. Pada tahun 2020 diprediksikan akan meningkat sebanyak 1.016.800 orang dan 314.100 orang (Alzheimer’s Disease International, 2006. Peningkatan jumlah kasus dan kejadian demensia menjadi tantangan bagi pemberi pelayanan kesehatan melihat dampak yang ditimbulkannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi demensia pada lansia. Metode: Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental (observasional dengan pendekatan cross sectional. Analisis multivariat menggunakan regresi linear ganda. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Panti Sosial Tresna Werdha Wilayah DKI Jakarta dengan sampel berjumlah 120 responden. Hasil: Ada hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dengan demensia (p=0,012 dan ada hubungan bermakna antara Activity Daily Living dengan demensia (p=0,038. Model multivariat menunjukkan nilai koefisien determinasi 0,101 artinya kedua faktor tersebut yaitu tingkat pendidikan dan Activity Daily Living dapat menjelaskan variasi variabel demensia sebesar 10,1 % dan pada uji F menunjukkan kedua variabel tersebut secara signifikan dapat memprediksi variabel demensia. Faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap demensia adalah tingkat pendidikan (Beta = 0,258. Kesimpulan: Untuk tetap meningkatkan dan mempertahankan fungsi mental lansia dapat dilakukan kegiatan mengingat, berbicara, berpikir, berperilaku dan melakukan berbagai pekerjaan agar lansia dapat tetap mandiri dan produktif.

  18. ROUTING OTOMATIS BERBASIS ALGORITMA GENETIK UNTUK PENGELOLAAN TANGGAP DARURAT BENCANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Tofa Nurzaki

    2015-07-01

    Full Text Available Penanganan situasi darurat yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk meminimalisir resiko yang terjadi. Keterlambatan penanganan situasi darurat yang terjadi menyebabkan banyak kerugian materi bahkan jiwa. Tindakan penanganan situasi darurat dapat dilakukan setelah adanya laporan. Kecepatan, ketepatan, dan keakuratan informasi laporan sangat dibutuhkan untuk menentukan tindak penanganan yang tepat. Petugas yang menangani situasi darurat yang terjadi seringkali disulitkan dalam menemukan lokasi tepat tempat kejadian dan menentukan rute tercepat menuju tempat kejadian. Dengan demikian, diperlukan sistem yang mampu digunakan untuk melaporkan dan merespon situasi darurat yang terjadi. Hal inilah yang menjadi dasar penelitian. Penelitian dilakukan dengan mengembangkan sistem berbasis teknologi GIS, GPS, GSM dan Android. Proses pencarian rute menggunakan Algoritma Genetika untuk mendapatkan rute yang optimal. Melalui sistem ini proses pelaporan dan penanganan situasi darurat dapat lebih mudah dan lebih cepat dilakukan. Algoritma Genetika dapat menghasilkan rute yang efektif menuju titik tujuan. Namun, rute yang dihasilkan tidak selalu rute yang terpendek. Dengan demikian, diperlukan peningkatan optimasi pada Algoritma Genetika ini agar dapat menghasilkan rute yang lebih optimal. Kata Kunci: Otomatisasi, Algoritma Genetik, Tanggap Darurat, Bencana

  19. KARAKTERISTIK PEMERIKSAAN IMUNOHISTOKIMIA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUP SANGLAH PERIODE 2003-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Intan Permatahati Wiguna

    2015-01-01

    Full Text Available Kanker payudara masih menempati insiden tertinggi dari seluruh jenis keganasan pada wanita. Berdasarkan data yang tercatat di RSUP Sanglah Denpasar, sebanyak 200 kasus baru ditemukan setiap tahunnya. Pemeriksaan profil imunohistokimia telah digunakan secara luas sebagai dasar dalam mengklasifikasikan kanker payudara secara molekuler. Ekspresi reseptor hormon (ER,PR dan HER-2 yang ditemukan pada pemeriksaan imunohistokimia berguna untuk menentukan pilihan terapi yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Tujuan dari studi deskriptif ini adalah untuk mengetahui karakteristik profil imunohistokimia pasien kanker payudara di RSUP Sanglah Denpasar periode 2003-2012 berdasarkan ekspresi reseptor hormon, HER-2 dan subtipe kanker. Selanjutnya dijabarkan kembali mengenai karakteristik dari masing-masing subtipe berdasarkan umur, grading histopatologi dan stadium kankernya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif retrospektif dengan megambil data sekunder pasien kanker payudara yang telah melakukan pemeriksaan imunohistokimia di RSUP Sanglah tahun 2003-2012. Dari 1014 pasien kanker payudara yang datang ke RSUP Sanglah Denpasar, hanya 147 (14,49% pasien bersedia melakukan pemeriksaan imunohistokimia. Reseptor hormon negatif ganda (ER-,PR- serta ekspresi HER-2 negatif ditemukan terbanyak dengan 80 (54,4% dan 110 (74,8%. Berdasarkan subtipenya luminal A dan basal-like/triple negatif merupakan subtipe dominan dengan masing-masing 55 kasus (37,4% diikuti dengan HER-2 positif sebanyak 23 (15,6%, dan luminal B sebanyak 14 (9,5%. Dapat disimpulkan bahwa proporsi pemeriksaan imunohistokimia pasien kanker payudara di RSUP Sanglah sangat sedikit yaitu 147 (14,49% selama periode 2003-2012. Reseptor hormon negatif ganda dan HER-2 negatif terbanyak dengan 80 kasus (54,4% dan 110 kasus (74,8%. Berdasarkan subtipe, luminal A dan basal-like/triple negatif merupakan kasus dominan dengan masing-masing 55 (37,4% kasus.    

  20. KARAKTERISTIK PEMERIKSAAN IMUNOHISTOKIMIA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUP SANGLAH PERIODE 2003-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Intan Permatahati Wiguna

    2014-09-01

    Full Text Available Pendahuluan: Kanker payudara masih menempati insiden tertinggi dari seluruh jenis keganasan pada wanita. Berdasarkan data yang tercatat di RSUP Sanglah Denpasar, sebanyak 200 kasus baru ditemukan setiap tahunnya. Pemeriksaan profil imunohistokimia telah digunakan secara luas sebagai dasar dalam mengklasifikasikan kanker payudara secara molekuler. Ekspresi reseptor hormon (ER,PR dan HER-2 yang ditemukan pada pemeriksaan imunohistokimia berguna untuk menentukan pilihan terapi yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Tujuan dari studi deskriptif ini adalah untuk mengetahui karakteristik profil imunohistokimia pasien kanker payudara di RSUP Sanglah Denpasar periode 2003-2012 berdasarkan ekspresi reseptor hormon, HER-2 dan subtipe kanker. Selanjutnya dijabarkan kembali mengenai karakteristik dari masing-masing subtipe berdasarkan umur, grading histopatologi dan stadium kankernya. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif retrospektif dengan megambil data sekunder pasien kanker payudara yang telah melakukan pemeriksaan imunohistokimia di RSUP Sanglah tahun 2003-2012. Hasil: Dari 1014 pasien kanker payudara yang datang ke RSUP Sanglah Denpasar, hanya 147 (14,49% pasien bersedia melakukan pemeriksaan imunohistokimia. Reseptor hormon negatif ganda (ER-,PR- serta ekspresi HER-2 negatif ditemukan terbanyak dengan 80 (54,4% dan 110 (74,8%. Berdasarkan subtipenya luminal A dan basal-like/triple negatif merupakan subtipe dominan dengan masing-masing 55 kasus (37,4% diikuti dengan HER-2 positif sebanyak 23 (15,6%, dan luminal B sebanyak 14 (9,5%. Kesimpulan: Proporsi pemeriksaan imunohistokimia pasien kanker payudara di RSUP Sanglah sangat sedikit yaitu 147 (14,49% selama periode 2003-2012. Reseptor hormon negatif ganda dan HER-2 negatif terbanyak dengan 80 kasus (54,4% dan 110 kasus (74,8%. Berdasarkan subtipe, luminal A dan basal-like/triple negatif merupakan kasus dominan dengan masing-masing 55 (37,4% kasus.  

  1. BIAYA KLAIM INA CBGS DAN BIAYA RIIL PENYAKIT KATASTROPIK RAWAT INAP PESERTA JAMKESMAS DI RUMAH SAKIT STUDI DI 10 RUMAH SAKIT MILIK KEMENTERIAN KESEHATAN JANUARI–MARET 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wasis Budiarto

    2013-08-01

    Full Text Available Latar belakang: Implementasi sistem INA-CBGs bagi pasien penyakit katastropik (jantung, kanker, stroke peserta Jamkesmas di rumah sakit, memberikan konsekuensi di satu pihak bahwa penyakit katastropik merupakan ancaman terhadap membengkaknya pembiayaan Jamkesmas di masa datang, sedangkan di pihak lain, rumah sakit merasakan bahwa biaya penggantian klaim INA CBGs lebih rendah dari tarif yang berlaku dirumah sakit. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran biaya pengobatan penyakit katastropik dan perbandingan pembiayaan klaim berdasarkan INA-DRGs dengan biaya pengobatan riil penyakit katastropik dirumah sakit. Jenis penelitian adalah deskriptif menurut perspektif rumah sakit. Metode: Metode pengambilan data dilakukan secara retrospektif yang diambil dari penelusuran dokumen catatan medik pasien penyakit katastropik di 10 rumah sakit selama 3 bulan (Januari–Maret 2012. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien Jamkesmas yang dirawat dengan kasus katastropik terdiri dari penyakit jantung sebesar37,11%, penyakit kanker 23,54% dan sisanya seb