WorldWideScience

Sample records for berdasarkan kejadian pemicu

  1. MODEL PREDIKSI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD BERDASARKAN FAKTOR IKLIM DI KOTA BOGOR, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jusniar Ariati

    2015-01-01

    Full Text Available AbstractDengue Hemorrhagic Fever (DHF presents a serious health problem in Indonesia. Dengue viruses are transmitted to human through the biting of infected mosquitoes, especially Aedes aegypti and Ae. albopictus.The occurrence of variation and climate change will Affect the growth areas of mosquitoes. This situation can influence on the emergence of dengue fever cases. In this paper will discuss the predictions of the mathematical model of considering the incidence of DHF with climatic factors. The research design was a retrospective study with the data collected is dengue incidence and climate include temperature, rainfall, humidity and rainy days since 2002-2010. Data analysis was performed using Minitab 16.0 software statistical time series. The results showed that R2 varied between 0.65 to 0.99. The highest R2 value of the regression equation obtained in August, September and October is 0.99 and the lowest in April with a R2 value of 0.65. The results of predictions based on 4 predictors (precipitation, rainy days, temperature and humidity with the incidence of DHF is actually not much different, except in April. It can be concluded that according to linear predictive models of dengue is influenced by climatic factors (precipitation, rainy days, temperature and humidity 2 months before and 1 month prior dengue incidence.Keywords : Dhf, Climate, Prediction ModelAbstrakDemam Berdarah Dengue (DBD merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Aedes aegyptisebagai vektor utama penyakit DD/DBD kehidupannya dipengaruhi oleh faktor iklim, diantaranya suhu, kelembaban udara, curah hujan dan hari hujan. Berbagai upaya pengendalian  telah   dilakukan  namun  belum   menurunkan  jumlah  kasus  secara  signifikan, sehingga diperlukan model untuk memprediksi kejadian DBD di suatu wilayah sehingga kejadiannya dapat diantisipasi. Dalam tulisan ini akan membahas model matematika prediksi kejadian DBD dengan mempertimbangkan faktor iklim

  2. Hubungan Kadar Ft4 Dengan Kejadian Tirotoksikosis berdasarkan Penilaian Indeks New Castle Padawanita Dewasa di Daerah Ekses Yodium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harsa Rusda

    2013-05-01

    Full Text Available AbstrakTirotoksikosis merupakan manifestasi klinis yang terjadi akibat peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah. Kelebihan yodium merupakan salah satu penyebab terjadinya tirotoksikosis. Ini ditandai dengan hasil pemeriksaan kadar Ekskresi Yodium Urin (EYU > 199 μg/L. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar FT4 dengan kejadian tirotoksikosis berdasarkan penilaian indeks New Castle pada wanita dewasa di daerah ekses yodium. Metode: Penelitian dilakukan dengan menganalisis data yang dikumpulkan secara Cross Sectional Study terhadap 37 wanita dewasa menggunakan metoda total sampling di Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya yang merupakan daerah ekses yodium (median EYU 323,5 μg/L. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan penilaian Indeks New Castle dan pengambilan darah untuk dilakukan pemeriksaan kadar FT4 dalam serum. Hasil: Analisis univariat didapatkan jumlah penduduk wanita dewasa dengan kadar FT4 meningkat sebanyak 14 persen dan nilai rata-rata 1,71 ng/dl. Penilaian indeks New Castle dalam kategori doubtful 16 persen dan tidak ditemukan penduduk yang termasuk dalam kategori toxic. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-square, didapatkan p value=1. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar FT4 dalam serum dengan kejadian tirotoksikosis pada wanita dewasa di derah ekses yodium. Saran: Perlu dilakukan penyuluhan mengenai asupan yodium kepada masyarakat dan diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan kepada pemerintah dalam mengambil kebijakan terhadap pemberian kapsul yodium serta melakukan kontrol kadar EYU secara teratur dan berkala.Kata kunci: FT4, tirotoksikosis, indeks New Castle, wanita, ekses yodium, tiroidAbstractThyrotoxicosis is a clinical manifestation that occurs due to elevated levels of thyroid hormones in the blood. Iodine excess is one of the causes of thyrotoxicosis. This is indicated by the results of urine iodine excretion levels (EYU

  3. Hubungan Pemakaian Panty Liner dengan Kejadian Fluor Albus pada Siswi SMA di Kota Padang Berdasarkan Wawancara Terpimpin (Kuisioner)

    OpenAIRE

    Anisa Persia; Rina Gustia; Elizabeth Bahar

    2015-01-01

    AbstrakPenyebab tersering fluor albus (keputihan) patologis adalah infeksi. Proses infeksi dapat dipicu oleh banyak hal, salah satunya adalah karena pemakaian panty liner. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara pemakaian panty liner dengan kejadian fluor albus pada siswi SMA. Penelitian dilakukan pada siswi di enam SMA di kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan responden sebanyak 289 orang. Pengumpulan data responden dilakukan dengan wawanc...

  4. Hubungan Pemakaian Panty Liner dengan Kejadian Fluor Albus pada Siswi SMA di Kota Padang Berdasarkan Wawancara Terpimpin (Kuisioner

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anisa Persia

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPenyebab tersering fluor albus (keputihan patologis adalah infeksi. Proses infeksi dapat dipicu oleh banyak hal, salah satunya adalah karena pemakaian panty liner. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara pemakaian panty liner dengan kejadian fluor albus pada siswi SMA. Penelitian dilakukan pada siswi di enam SMA di kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan responden sebanyak 289 orang. Pengumpulan data responden dilakukan dengan wawancara terpimpin (pengisian kuisioner. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa lebih dari separuh responden yang memakai panty liner mengalami fluor albus (69,2% dan 80% diantaranya mengganti panty liner <2 kali perhari. Uji statistik chi- square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pemakaian panty liner dengan kejadian fluor albus (p<0,05 dan frekuensi penggantian panty liner perhari dengan kejadian fluor albus (p<0,05. Terdapat hubungan bermakna antara pemakaian panty liner dengan fluor albus pada siswi SMA di Kota Padang.Kata kunci: fluor albus, panty liner, siswi SMA AbstractThe most common of pathology fluor albus is infection. Infection can be cocked by panty liner uses. The objective of this study was to determine relationship between panty liner uses and the incidence of fluor albus in female student of Senior High School. The research was executed to female student of senior high school in Padang. There are six schoosl was chosen as sample. This research used cross sectional study design to 289 respondent. Data was collected by guided interview. Statistic analysis use chi-square test. The result of research found more than half respondent who use panty liner experience of fluor albus (69.2% and 80% of them just replace panty liner<2 times a day. Chi-square test showed that there is significant relationship between panty liner uses with fluor albus experience (p<0.05 and frequency of panty

  5. FAKTOR RISIKO KEJADIAN LUAR BIASA HEPATITIS A DI SEKOLAH DASAR NEGERI SELULUNG DAN BLANTIH, KINTAMANI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Ketut Aryana

    2015-05-01

    Full Text Available Hepatitis A terjadi secara sporadis dan epidemik di seluruh dunia, dengan kecenderungan untuk kambuh secara siklik. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli tahun 2012 dan awal 2013 terjadi kejadian luar biasa hepatitis A di Kintamani, Bangli. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian luar biasa hepatitis A pada anak-anak sekolah dasar di Kintamani. Penelitian ini merupakan penelitian kasus-kontrol. Data kasus diambil dari Sekolah Dasar Negeri (SDN Selulung dan Blantih, sedangkan kontrol dari SDN Sekaan, Kintamani. Penelitian dilaksanakan bulan April sampai Mei 2013. Analisis data dengan uji Kai-kuadrat, analisis bivariat dengan tingkat kemaknaan á=0,05, interval kepercayaan (IK 95%, dilanjutkan analisis multivariat. Pemanfaatan jamban yang tidak baik bermakna secara statistik berhubungan dengan kejadian luar biasa hepatitis A dengan rasio odds 18,0 (IK95% 4,38 sampai 74,01, P<0,001. Pemanfaatan jamban yang tidak baik bermakna secara statistik sebagai faktor risiko kejadian luar biasa hepatitis A pada anak-anak sekolah dasar di Kintamani. [MEDICINA 2014;45:79-83]    

  6. PERSPEKTIF AL-QUR’AN TENTANG PEMICU KEKERASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyayu Khodijah

    2015-03-01

    Full Text Available Astract: Analysis of Al-Qur’an on all facts on violence is related to the Qur’anic concept on human being, the concept of “Fitrah” and “behaviour”. Based on the interpretation of the Qur'an, the violence is not stated as a basic human nature as expressed by psychoanalysis, because all humans are born with the condition of “fitrah”. But during its developments, the fitrah is much influenced by the environment so that people do the violence. The factors are as follows: family, film, television including angriness—all make people aggressive and tend to do the violence—are claimed by Islam as something unaccepted. To avoid the harsh, people are asked to control their character and to do their religious obligation; such as praying and fasting.Abstrak:  Analisis Al-Qur’an tentang semua fakta kekerasan berkaitan dengan konsep Al-Qur’an tentang manusia, konsep “fitrah”, dan “perilaku”. Berdasarkan tafsir Al-Qur’an, kekerasan tidak dinyatakan sebagai watak dasar manusia seperti yang dinyatakan oleh aliran psikoanalisis, karena semua manusia terlahir dengan kondisi “fitrah”. Akan tetapi dalam perkembangannya, fitrah tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sehingga manusia melakukan kekerasan. Faktor-faktor seperti keluarga, film, dan televisi yang memuat kemarahan—semua yang membuat manusia bertindak agresif dan cenderung melakukan kekerasan—dinyatakan sebagai sesuatu yang tidak dibenarkan. Untuk menghindari terjadinya kekerasan, manusia dituntut untuk dapat mengontrol diri mereka dan melaksanakan kewajiban beragama mereka; seperti sholat dan puasa.

  7. KEJADIAN KEGUGURAN, KEHAMILAN TIDAK DIRENCANAKAN DAN PENGGUGURAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setia Pranata

    2013-03-01

    nasional tentang bagaimana kejadian keguguran, kehamilan yang tidak direncakan dan upaya pengguguran kandungan di lndonesia. Metode. Unit analisis dalam studi ini adalah sampel individu RISKESDAS 2010, yakni perempuan pernah kawin, usia 10-59 tahun, yang berada di seluruh provinsi se-Indonesia. Data yang digunakan adalah ahsil survei dengan menggunakan instrumen kuensioner RKD10RT dan RKD10.IND. Data tersebut dihubungkan dengan status demografi dan status sosial. Dari hasilnya, motif aborsi dapat diketahui. Temuan. Angka kejadian keguguran secara naisonal adalah 4%. Dari semua kejadian keguguran, ada 6,54% di antaranya aborsi. Aborsi lebih besar dilakukan oleh ibu berusia di atas 35 tahun, berpendidikan tamat SMA, tidak bekerja dan tinggal di perkotaan. Cara yang dominan digunakan untuk menghentkan kehamilan adalah kuret. Jamu, pil dan suntik merupakan tindakan alternatifnya. Terkait dengan kejadian kehamilan yang tidak direncanakan, kasus yang ditemukan berkisar antara 1,6% dan 5,8%. Dari semua kejadian kehamilan tidak direncakan, 6,71% di antaranya sengaja digugurkan. Berdasarkan karakteristik, aborsi banyak dilakukan oleh ibu berusia di atas 35 tahun, berpendidikan SD, tidak bekerja, dari status sosial ekonomi kuatil ke 2 dan tinggal di perkotaan. Aborsi. Dilakukan secara sendiri dengan jamu dan pil. Kata kunci: Keguguran, kehamilan tidak diinginkan, aborsi, lndonesia

  8. ANALISIS SPASIAL FAKTOR LINGKUNGAN DAN KEJADIAN DBD DI KABUPATEN DEMAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musyarifatun Farahiyah

    2014-05-01

    survei. Sampel penelitian ini sebesar 150 responden. Lokasi kejadian DBD diidentifikasi berdasarkan koordinat menggunakan GPS. Faktor lingkungan dan demografi diperoleh berdasarkan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak. Data yang terkumpul dianalisis secara spasial dengan Software ArcView GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara HI, CI dengan IR (p-value>0,05. Meskipun demikian, nilai rata-rata HI dan CI di Kabupaten Demak sebesar 13,17% dan 7,08%. Kondisi ini berpotensi terjadi penularan DBD yang tinggi di masyarakat. Hasil analisis spasial menunjukan bahwa sebaran kasus DBD terbanyak terjadi di Kecamatan Mranggen dengan pola sebaran merata di seluruh desa. Ada kecenderungan semakin tinggi kepadatan penduduk dan kepadatan rumah semakin tinggi pula IR DBD (p-value < 0,05.Kata kunci: analisis spasial DBD, faktor lingkungan, Kabupaten Demak

  9. Hubungan Kadar Profil Lipid dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Etnik Minangkabau di Kota Padang Tahun 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Feryadi

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakHipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada masyarakat dan berkorelasi dengan penyakit lainnya. Banyak faktor penyebab terjadinya hipertensi, salah satunya adalah gangguan profil lipid. Profil lipid dapat memicu terjadinya hipertensi melalui berbagai mekanisme, baik secara langsung atau tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih lanjut tentang hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi. Penelitian dilakukan pada masyarakat Etnik Minangkabau di 8 kelurahan di kota Padang. Ini adalah studi komparatif menggunakan desain cross sectional study, dengan jumlah subjek 160 responden. Pengumpulan data responden dilakukan dengan wawancara. Pengukuran tekanan darah dilakukan berdasarkan cara yang direkomendasikan WHO dan penetapan nilainya berdasarkan JNC VII. Profil lipid diukur dilaboratorium dengan acuan penilaian berdasarkan NCEP ATP III. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar gangguan kadar kolesterol terdapat pada penderita hipertensi dari pada normotensi. Uji statistik chi square menunjukkan hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol dan trigliserida dengan kejadian hipertensi (total kolesterol p < 0,05; OR = 2,40, trigliserida p< 0,05; OR = 2,49. Kadar HDL dan LDL tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian hipertensi (p > 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian fraksi profil lipid mempengaruhi kejadian hipertensi pada etnik Minangkabau yang berada di kota Padang, yaitu kadar kolesterol total dan trigliserida.Kata kunci: Hipertensi, kolestertol total, HDL, LDL, Trigliserida, etnik Minangkabau.AbstractHypertension is a common disease in the community and have correlation with other diseases. Many factor can leads hypertension, such as disturbance of lipid profile. Lipid profile can lead hypertension through a variety of mechanism, either directly or indirectly. This study aims to investigate

  10. Angka Kejadian serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi GangguanTidur (InsomniaPada Lansia di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar Bali Tahun 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Arysta Dewi

    2014-10-01

    Full Text Available Latar belakang: Angka   kejadian insomnia akan meningkat seiringbertambahnya usia. Dengan kata lain, gejala insomnia sering terjadi pada oranglanjut usia (lansia, bahkan hampir setengah dari jumlah lansia dilaporkanmengalami kesulitan memulai tidur dan mempertahankan tidurnya.Tujuan: Untuk mengetahui angka  kejadian gangguan tidur  (insomnia padalansia serta faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan tidur (Insomniapadalansia di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar.Materi dan metode: Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitiandeskriftif cross-sectional non-eksperimental, dengan menggunakan sampelsebanyak 15 orang setelah di inklusi dan eksklusi. Melalui wawancara langsungdengan menggunakan sarana kuesioner, di lingkungan Panti Sosial Tresna WerdaWana Seraya Denpasar Bali.Hasil: Terdapat 6 orang lansia (40%yang menderita insomnia dengan beberapafaktor yang mempengaruhi seperti berdasarkan usia, usia 60-70 tahun terdapat 4orang (66,6%, usia 71-80 tahun, terdapat 2 orang lansia (22,2%. Berdasarkanjenis kelamin terdapat 1 orang lansia laki-laki (25%dan terdapat 5 orang lansiaperempuan (45,5%.Berdasarkan kebiasaan tidur yang buruk, hanya terdapat 1orang lansia (16.6%yang memiliki kebiasaan atau pola tidur yang buruk.Berdasarkan penyakit yang mendasari terdapat 4 orang lansia (66,6%.Berdasarkan adanya penyakit gangguan jiwa seperti depresi mayor atau punkecemasan hanya  terdapat 3 orang atau hanya sekitar 50% yang mengalamidepresi maupun kecemasan.Simpulan : Berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya insomnia pada lansia,seperti usia, jenis kelamin, Kebiasaan tidur / pola tidur, penyakit lainnya yangmendasari, serta gangguan jiwa yang menyertai. Insomnia pada panti werdha inicenderung terjadi pada usia yang lebih muda dan jenis kelamin perempuan.

  11. Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Preeklampsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cintya Andriani

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakPreeklampsia merupakan penyebab utama kematian maternal selain perdarahan dan infeksi. Penyebab pasti terjadinya preeklampsia belum diketahui, namun terdapat faktor risiko yang mempengaruhi kejadian preeklampsia. Di RSUP Dr. M Djamil Padang terjadi peningkatan kasus preeklampsia setiap tahunnya dari tahun 2008-2012. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT dan kejadian preeklampsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian dilakukan di bagian Rekam Medis dengan menggunakan desain cross sectional study komparatif terhadap 46 pasien preeklampsia dan 46 ibu hamil yang tidak preeklampsia yang bersalin di RSUP Dr. M. Djamil Padang dalam kisaran tahun 2011-2013. Hasil analisis univariat menunjukkan nilai rerata IMT sebelum hamil pada pasien preeklampsia dengan nilai 24,15 kg/m2 berada pada kategori overweight, sedangkan ibu hamil yang tidak preeklampsia berada pada kategori normal, dengan nilai rerata IMT 22,3 kg/m2. Berdasarkan analisis bivariat menggunakan Mann Whitney tes diperoleh nilai P: 0,014 (P<0,05. Kesimpulan penelitianini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan kejadian preeklampsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang.Kata kunci: preeklampsia, faktor risiko, indeks massa tubuh AbstractPreeclampsia is the leading cause of maternal death in addition to bleeding and infection. The exact cause of preeclampsia still unknown, but there are risk factors that affect the preeclampsia’s incident. There was an increase of preeclampsia’s case in RSUP Dr. M. Djamil Padang each year from 2008-2012. The objective of this study was to determine the correlation between Body Mass Indeks (BMI and preeclampsia’s incident in RSUP Dr. M. Djamil Padang. The research was done at medical records department using cross sectional study comparative’s design toward 46 preeclamptic patients and 46 pregnant women who did not preeclampsia, which gave birth in RSUP Dr. M. Djamil Padang on the range 2011

  12. Gambaran Kejadian Persalinan Disfungsional pada Pasien Anemia dalam Kehamilan di RSUP Dr. M. Djamil Periode 2010–2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mega Redha Putri

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPersalinan disfungsional (distosia akibat kelainan tenaga merupakan masalah persalinan dunia dan merupakan salah satu indikasi dilakukannya intervensi selama persalinan dengan tingkat kekerapan kejadian sebesar 4-40%. Persalinan disfungsional dapat disebabkan oleh anemia dalam kehamilan. Kekuatan kontraksi uterus atau his ibu hamil dengan anemia kurang dari normal, lemah dan dalam durasi yang pendek sehingga tidak cukup kuat untuk melahirkan janin dan ibu hamil akan cepat lelah, akibatnya persalinan dapat mengalami perlambatan atau terhenti. Semakin berat anemia, semakin berat manifestasi klinis yang muncul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian persalinan disfungsional pada pasien anemia dalam kehamilan berdasarkan derajat anemia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data retrospektif bagian rekam medik RSUP. Dr. M. Djamil Padang periode 2010-2012. Data yang digunakan sebanyak 61 sampel. Hasil penelitian menunjukkan distribusi kejadian persalinan disfungsional paling tinggi pada anemia derajat ringan yaitu sebanyak 4 orang (8,7%, anemia derajat sedang sebanyak 1 orang (8,3% dan anemia derajat berat 0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat anemia dalam kehamilan tidak mempengaruhi angka kejadian persalinan disfungsional.Kata kunci: anemia dalam kehamilan, persalinan disfungsional, distosia, ibu hamil AbstractDysfunctional labor (dystocia due to abnormal labor is a worldwide labor problem and one of the indications for intervention during labor with prevalence rate 4-40%. Dysfunctional labor can be caused by anemia in pregnancy. The strength of uterine contractions or his in pregnant women with anemia is less than normal, weak and short in duration so it is not strong enough to bear the fetus and the pregnant women will get tired, causing a slow or stopped. The more severe anemia, the more severe clinical manifestations appear. The objective of this study was to know

  13. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Gizi dengan Kejadian Obesitas Anak di SD Islam Al-Azhar 32 Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Merisya .

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakObesitas adalah kelainan yang ditandai oleh penimbunan berlebihan jaringan lemak dalam tubuh. Salah satu kelompok usia yang berisiko mengalami obesitas adalah kelompok usia 6-12 tahun. Pengetahuan gizi ibu berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak.Hal tersebut mempengaruhi pemilihan nutrisi yang dikonsumsi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 1-3 di SD Islam Al-Azhar 32 Padang dengan subyek penelitian sebanyak 102 orang. Pengambilan data dilakukan dengan pembagian angket kepada ibu yang berisi pertanyaan seputar gizi. Status gizi anak ditentukan dengan pengukuran berat dan tinggi badan. Hasil pengukuran dikategorikan berdasarkan standar antropometri penilaian status gizi anak menurut Departemen Kesehatan Indonesia. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat fisher’s exact test. Hasil penelitian didapatkan subyek obesitas sebanyak 17,6% dengan rerata IMT adalah 16,6 ± 3,20. Tingkat pengetahuan gizi ibu ditemukan hampir seluruhnya dalam kriteria cukup baik, yaitu sebesar 98%. Hasil uji statitik didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan gizi ibu dengan kejadian obesitas (p = 0.323Kata kunci: obesitas anak, pengetahuan ibu, giziAbstractObesity is a disorder that is marked by excessive accumulation of body fat. Age group 6-12 years is one group that is at risk of childhood obesity. Mother’s nutritional knowledge is related to childhood obesity. The knowledge influence mother’s decision on child’s daily consumption. The objective of this research was to investigate the relationship between mother’s knowledge of nutrition and childhood obesity among elementary school students.This research was analytic research with cross sectional study. The research

  14. Gambaran Slide Malaria Berdasarkan Sediaan Darah dari Kepulauan Siberut Mentawai Periode Oktober 2011 – Januari 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adeline Sacharissa Firdaus

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakMalaria adalah penyakit penting yang saat ini telah menjadi masalah kesehatan dunia dan endemik di 105 negara salah satunya Indonesia. Indonesia memiliki banyak kepulauan yang tersebar salah satunya yaitu Kepulauan Mentawai. Kepulauan Mentawai merupakan daerah endemi malaria yang terdiri atas 4 pulau salah satunya yaitu Kepulauan Siberut Mentawai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Insiden kejadian malaria di Kepulauan Siberut Mentawai periode Oktober 2012 – Januari 2012. Desain penelitian yaitu deskriptif dan observational. Sediaan darah yang berasal dari Puskesmas Muara Siberut Kepulauan Siberut Mentawai dikirim ke Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk diperiksa. Penelitian dilakukan dengan cara pemeriksaan secara mikroskopik sediaan darah tebal dan tipis dari sampel darah tepi yang telah dipulas dengan pewarnaan Giemsa untuk mengetahui berapa insiden kejadian malaria, distribusi malaria menurut jenis kelamin, distribusi malaria menurut jenis plasmodium dan Parasite Count. Seluruh Sediaan darah berjumlah 106 sediaan darah dan 32 diantaranya positif malaria. Berdasarkan jenis kelamin ditemukan pada perempuan 17 sediaan darah dan laki-laki sebanyak 15 sediaan darah. jenis Plasmodium yang ditemukan adalah Plasmodium falciparum sebanyak 20 sediaan darah dan Plasmodium vivax sebanyak 12 sediaan darah. Menurut parasite count 14 sediaan darah diantaranya merupakan infeksi ringan dan 6 sediaan darah lainnya merupakan infeksi berat. Kesimpulan penelitian ini adalah (1 kejadian positif malaria ditemukan sebanyak 30,2%, (2 Insiden kejadian malaria lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki, (3 Hanya ditemukan jenis Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax pada penelitian, (4 Derajat infeksi ringan kejadiannya lebih tinggi dibandingkan infeksi berat.Kata kunci: Malaria, Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Parasit countAbstractMalaria is an important disease that has become a global

  15. Gambaran Kejadian Hemoptisis pada Pasien di Bangsal Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari 2011 – Desember 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Irfa

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakHemoptisis adalah ekspektorasi darah yang berasal dari saluran pernafasan bagian bawah dengan jumlah minimal hingga masif yang dapat membahayakan jiwa. Etiologi hemoptisis seperti infeksi, neoplasma dan kelainan kardiovaskular berbeda kekerapannya di berbagai negara. Di Indonesia dan negara berkembang lainnya, tuberkulosis paru merupakan penyebab utama hemoptisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian hemoptisis pada pasien di bangsal paru RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2011 – Desember 2012. Metode yang digunakan adalah deskriptif secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien rawat inap dengan hemoptisis di bangsal paru RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2011 – Desember 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak Januari 2011 – Desember 2012 terdapat 103 kejadian hemoptisis dan prevalensi kejadiannya sebesar 3,6%. Sebagian besar pasien dengan hemoptisis adalah laki-laki (65% dengan kelompok usia terbanyak yaitu 31 – 40 tahun. Sementara distribusi frekuensi pasien dengan hemoptisis berdasarkan riwayat pendidikan terbanyak yaitu tamat SLTA (32%, berdasarkan pekerjaan adalah ibu rumah tangga (29,1% dan sebagian besar berdomisili di Kota Padang. Klasifikasi hemoptisis terbanyak adalah hemoptisis sedang (34% dengan etiologi utama tuberkulosis paru (47,6%. Pada penelitian ini didapat angka kematian pasien sebesar 6,8% dari total kejadian hemoptisis.Kata kunci: hemoptisis, prevalensi, tuberkulosis AbstractHemoptysis is expectoration of blood from the lower respiratory tract that varies in amount of blood from small amount to the massive amount and can become threaten of life. The etiology of hemoptysis such as infection, neoplasm and cardiovascular disorder are vary over the world. In Indonesia and other developed countries, pulmonary tuberculosis is a main etiology of hemoptysis. The purpose of this study is to determine the profile of hemoptysis among patients admitted in

  16. FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT MALARIA DIWILAYAH TAMBANG EMAS KECAMATAN IV NAGARI KABUPATEN SIJUNJUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Efri Nurdin

    2012-09-01

    Full Text Available Malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina melalui parasit (Plasmodium. Malaria merupakan salah satu masalahkesehatan masyarakat karena mempengaruhi angka kesakitan bayi, balita, dan ibu melahirkan, serta menimbulkan KLB (Kejadian Luar Biasa. Tahun 2009 kejadian malaria endemis terjadi di wilayah tambang emas Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di wilayah tambang emas Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung tahun 201 1. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan disain penelitian case control study, Populasi kasus adalah semua orang yang dinyatakan positif malaria dan kontrol adalah semua orang yang dinyatakan bebas malaria, tidak tinggal serumah dengan kasus, dan dimatchingkan menurut umur. Jumlah sampel kasus 30 responden dan kontrol 60 responden. Data dianalisis dengan uji Chi-square, Hasil penelitian didapat hubungan bennakna antara tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan keluarga dengan kejadian malaria (p < 0.05 dan tidak ada hubungan bermakna antara lingkungan dengan kejadian malaria (p > 0.05. Pengetahuan, sikap dan tindakan keluarga merupakan faktor resiko terhadap kejadian malaria dan lingkungan bukan faktor resiko terhadap kejadian malaria. Tingginya kejadian malaria dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan keluarga terhadap pencegahart dan pemberantasan malaria. Disarankan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan IV Nagari, dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan dan promosi kesehatan mengenai penyakit malaria dan bagi tokoh masyarakat, dapat menghimbau dan mengajak masyarakat peduli lingkungan dan kesehatan keluarga.

  17. DETERMINAN KEJADIAN DERMATITIS PADA NELAYAN DI PUSKESMAS TEMPE

    OpenAIRE

    Bahar, Febriyani; Rismayanti; Dwinata, Indra

    2015-01-01

    ABSTRAK Prevalensi dermatitis di Puskesmas Tempe Kabupaten Wajo dari tahun ke tahun semakin meningkat dan tahun 2013 prevalensi dermatitis mengalami penurunan dengan jumlah kasus 5.426. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis pada nelayan di wilayah kerja Puskesmas Tempe Kabupaten Wajo. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua laki-laki yang...

  18. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Indonesia (Analisis Lanjut Riskesdas 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rika Mayasari

    2016-05-01

    mempengaruhi yaitu faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Faktor risiko individual yang berperan terjadinya infeksi malaria adalah usia, jenis kelamin, genetik, kehamilan, status gizi, aktivitas keluar rumah pada malam hari dan faktor risiko kontekstual (lingkungan perumahan, keadaan musim, sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian malaria di Indonesia berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas tahun 2013. Dari total sembilan belas faktor individual ada satu faktor yang bukan merupakan faktor risiko terjadinya infeksi malaria yaitu faktor rumah yang disemprot obat nyamuk/insektisida. Faktor yang paling besar risikonya adalah pemakaian kelambu berinsektisida (OR = 2,30 ; CI 95 % : 1,28-4,12 dan yang paling kecil adalah waktu tempuh ke pelayanan bidan (OR = 0,32 ; CI 95% : 0,19-0,55Kata kunci : Faktor Risiko, Malaria, Indonesia

  19. PENENTUAN DAERAH RAWAN GIZI BERDASARKAN ANALISIS SPATIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noviati Fuada

    2012-11-01

    Full Text Available Latar Belakang : Riset Kesehatan Dasar telah dilakukan di Indonesia (RISKESDAS 2007. Riset telah mengumpulkan data-data yang terdiri dari data kesehatan yang menggambarkan status gizi anak di bawah lima (antrophometri data di seluruh wilayah Indonesia. Kenyataanya masih sedikit analisis dengan menggunakan metode GIS, oleh karena itu artikel ini akan dikaji dengan metode spasial. Kajian ini diharapkan dapat memberikan informasi faktual, yang dapat mendukung kebijakan daerah. Tujuan: Mengidentifikasi daerah kabupaten/provinsi rawan status gizi anak balita, Metode: Analisa GIS denganmenggunakan metode spasial (pengelompokan data dan overlay dengan cara union. Data RISKESDAS 2007. Hasil: Wilayah tingkat tinggi potensi rawan gizi bermasalah (bersumber overlay antara peta sebaran status gizi balita dengan peta sebaran KK miskin  adalah; Kota Tasikmalaya, Kab. Tasikmalaya, Cianjur, Garut, Ciamis, Bandung, Subang dan Majalengka. Wilayah tingkat tinggi berpotensi terkena infeksi penyakit (berdasarkan peta sebaran resiko Infeksi Penyakit dan pemanfaatan posyandu adalah: Kabupaten Purwakarta, Karawang, Bekasi, Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Bekasi dan Bogor. Wilayah berpotensi rawan gizi kategori tinggi (bersumber pada 4 faktor/peta sebaran meliputi, Kabupaten Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya. Kasus Gizi bermasalah berdasarkan 3 indeks gabungan menyebar di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Wilayah kasus gizi bermasalah kategori tinggi, dan kategori sedang, sebagian besar  terjadi di wilayah Kabupaten. Baik kategori sedang maupun tinggi merupakan wilayah yang berdampingan. Gambaran ini mengarah pada fakta bahwa  masalah gizi cenderung merupakan masalah epidemiologi. Kesimpulan: Terdapat empat wilayah kabupaten status gizi yang paling serius dalam kategori tinggi meliputi, Kabupaten Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya.  Kata kunci: analisis spasial, status gizi, posyandu, rawan gizi 

  20. Hubungan antara Pembentukan Scar Vaksin BCG dan Kejadian Infeksi Tuberkulosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajriah Rosandali

    2016-08-01

    Full Text Available AbstrakTuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Orang dewasa yang menderita tuberkulosis sangat mudah menularkan kuman TB kepada orang disekitarnya terutama pada anak-anak. Salah satu cara pencegahan penyakit tuberkulosis adalah pemberian imunisasi BCG pada saat bayi baru lahir. Scar vaksin BCG dapat terbentuk setelah penyuntikan, kadang Scar tidak terbentuk setelah penyuntikan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara pembentukan Scar vaksin BCG dan kejadian infeksi tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah subjek sebanyak 80 orang. Pengambilan data berupa melakukan pengamatan terhadap Scar pada lengan atas serta wawancara kepada responden dengan menggunakan pedoman wawancara. Kemudian data ditabulasi dalam bentuk persentase dan dianalisis dengan uji chi-square . Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang terbanyak adalah perempuan dan usia yang terbanyak 35-44 tahun. Terdapat hubungan yang bermakna antara pembentukan Scar  vaksin BCG dengan kejadian infeksi tuberkulosis (p < 0,05. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pembentukan Scar vaksin BCG terhadap kejadian infeksi tuberkulosis.Kata kunci: tuberkulosis, vaksin BCG, Scar. AbstractTuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis with the number of sufferers tend to increase every years. Adults who suffer  tuberculosis is very easy to spread it to around, especially to children. One of the way to prevent tuberculosis is immunization of BCG vaccine which given since infant. The Scar of BCG vaccine can formed after injection or not. The objective of this study was to determine the relation of BCG vaccine Scar formation on  the incidence of tuberculosis infection.This research used a cross sectional design with 80 total subjects. The data was collected by observations of the scar on the upper arm while interviewed  respondents using interview guide

  1. Hubungan Kejadian Perdarahan Postpartum dengan Faktor Risiko Karakteristik Ibu di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Januari 2012 - April 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fathina Friyandini

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak  Banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya perdarahan postpartum, yaitu karakteristik ibu seperti: usia, paritas dan tingkat pendidikan ibu. Tujuan penelitian ini adalah meneliti lebih lanjut tentang hubungan perdarahan postpartum dengan faktor risiko karakteristik ibu. Penelitian dilakukan di Sub bagian Rekam Medik RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 64 orang. Pengambilan sampel dilakukan mulai pada Januari 2012 hingga bulan April 2013. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perdarahan terbanyak adalah perdarahan postpartum primer (81,3%. Untuk etiologi terbanyak adalah sisa plasenta (35,9%. Berdasarkan segi faktor risiko karakteristik ibu, dari segi usia kejadian perdarahan postpartum banyak dialami oleh responden dengan usia reproduksi sehat (20 – 34 tahun sebesar 76,6%, dari segi faktor risiko paritas yang tertinggi adalah multiparitas (59,4% dan faktor risiko tingkat pendidikan ibu yang tertinggi yaitu pada ibu dengan tingkat pendidikan tinggi (SMA keatas sebesar 70,3%. Uji statistik chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan yangbermakna antara perdarahan postpartum dengan usia, paritas dan tingkat pendidikan (p > 0,05. Dari hasil penelitian diatas diharapkan kepada peneliti selanjutnya meneliti faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kejadian perdarahan postpartum, dari faktor risiko karakteristik ibu misalnya jarak kehamilan yang pendek, lama partus, riwayat persalinanburuk sebelumnya, riwayat perdarahan antepartum ataupun postpartum, riwayat operasi caesar, makrosomia, kehamilan multipel dan faktor dari tenaga penolong partus serta faktor tempat partus/ fasilitas bersalinKata kunci: perdarahan postpartum, faktor risiko ibu, tingkat pendidikan ibuAbstract Many factors that increase the risk of postpartum hemorrhage, one of them is

  2. EVALUASI KEAMANAN INFORMASI PADA PTI PDAM TIRTA MOEDAL KOTA SEMARANG BERDASARKAN INDEKS KEAMANAN INFORMASI SNI ISO/IEC 27001:2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Restu Wardani

    2015-10-01

    Full Text Available Adanya rencana untuk meningkatkan keamanan informasi sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI. Selain rencana tersebut, ditemukan kurangnya kesadaran dari masing-masing staff PTI PDAM Tirta Moedal Kota Semarang terkait dengan keamanan informasi menyebabkan terjadinya berbagai masalah salah satunya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh staff PTI yaitu dengan mengubah sistem operasi yang telah ditetapkan oleh PTI PDAM dan kejadian tersebut berdampak pada proses bisnis. Ditemukan pula bahwa kurangnya pengamanan pada ruang server yang ada di divisi PTI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kelengkapan dan tingkat kematangan keamanan informasi pada divisi PTI serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan tingkat kelengkapan dan tingkat kematangan keamanan informasi. Dari hasil studi dokumen, wawancara, dan kuesioner berdasarkan Indeks Keamanan Informasi SNI ISO/IEC 27001:2009 dihasilkan tingkat kelengkapan keamanan informasi sebesar 325 dan tingkat kematangan berada pada tingkat I+ dimana sudah ada pemahaman mengenai perlunya pengelolaan kemanan informasi akan tetapi penerapan langkah pengamanan masih belum teratur. Untuk mencapai tingkat kematangan V dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI PTI PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dapat melakukan strategi perbaikan secara bertahap. Kata Kunci: Indeks Keamanan Informasi, SNI ISO/IEC 27001:2009, Evaluasi Keamanan Informasi, Tingkat Kelengkapan, Tingkat Kematangan

  3. ANALISIS CITRA PERMUKAAN THERMOCHROMIC LIQUID CRYSTAL BERDASARKAN NILAI STATISTIK HUE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risti Suryantari

    2014-05-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati perbedaan citra pada permukaan Thermocromic Liquid Crystal (TLC R25C5W akibat perubahan temperatur. Metode yang digunakan untuk analisis adalah pengolahan citra berbasis morfologi matematika menggunakan perangkat lunak Matlab2013a. Citra asli yang diperoleh dalam bentuk RGB dikonversi menjadi HSV (hue, saturation, value, dengan mengambil komponen hue saja. Proses utama yang digunakan adalah opening dengan struktur elemen (SE line. Berdasarkan analisis visual pada citra akhir hasil pengolahan citra, tampak bahwa terdapat perbedaan setiap citra untuk berbagai temperatur berdasarkan tingkat kecerahannya. Secara kuantitatif perbedaan tersebut dapat dilihat dari nilai statistiknya. Nilai max dan mean citra hue semakin meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur.

  4. ANALISIS PELAYANAN KB MANDIRI WANITA USIA SUBUR BERDASARKAN STATUS EKONOMI

    OpenAIRE

    Selma Siahaan; Siti Isfandari; Rini Sasanti Handayani

    2013-01-01

    Latar belakang: Penggunaan metode keluarga berencana (KB) oleh Wanita Usia Subur (WUS) antara lain dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi. Maka, masalah biaya yang harus dibayar oleh WUS untuk memperoleh pelayanan KB perludi pahami guna keberhasilan program KB Nasional. Metode: Studi menggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, bertujuan untuk mengetahui biaya pelayanan KB yang dibayar oleh perempuan usia 10–59 tahun (WUS) yang pernah kawin menurut metode KB berdasarkan status eko...

  5. MODEL KESESUAIAN APLIKASI UNTUK GOVERNMENT BERDASARKAN BUDAYA ORGANISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Handayaningsih

    2013-04-01

    Full Text Available Pengembangan E-Government pada sebuah Pemda ditopang oleh empat pilar yaitu kebijakan, kerangka peraturan, manajemen perubahan dan kebutuhan masyarakat. Proses bisnis pada dinas di pemda dan kebutuhan masyarakat terhadap dinas, memunculkan aplikasi yang dapat membantu proses bisnis dalam memberikan layanan pada masyarakat dan manajemen dalam internal dinas. Dalam banyak kasus pengembangan aplikasi pada Pemda tidak berdasarkan pada hal-hal seperti  proses bisnis yang dijalankan di dinas, budaya organisasi dan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen namun hanya berdasarkan pada kebutuhan personal dan pemberian dari pusat. Hal ini mengakibatkan aplikasi yang dibangun tidak dapat bertahan lama, tidak dapat membantu seluruh kegiatan bisnis utama dinas dan dijalankan tidak sesuai dengan budaya organisasi yang sedang berjalan saat ini di dinas tersebut. Aplikasi yang harus dibangun dan dijalankan adalah 70% untuk kegiatan pelayanan pada masyarakat dan 30% manajemen organisasi. Pembuatan model kesesuai aplikasi pada sebuah dinas berdasarkan pada budaya yang sedang berjalan di dinas. Budaya organisasi yang berjalan saat ini di pemerintah provinsi DIY adalah budaya clan. Dasar dari kesesuaian aplikasi yang berjalan di sebuah dinas adalah rencana strategis jangka menengah (tahun 2009 s.d 2014. Model akan diukur dengan key performance indicator menggunakan acuan pada COBIT 4.1. Harapannya model dapat digunakan pada dinas di Provinsi DIY

  6. Berpikir Pseudo Penalaran Kovariasi dalam Mengkonstruksi Grafik Fungsi Kejadian Dinamik: Sebuah Analisis Berdasarkan Kerangka Kerja VL2P dan Implikasinya pada Pembelajaran Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subanji Subanji

    2016-02-01

    Full Text Available This article discusses the thinking process of pseudo covariational reasoning in constructing graphs of dynamic events. The reasoning is examined using the VL2P framework (Vinner, Lithner, Leron, and Pape. The thinking process of one student taking Calculus II course was analysed, followed with interviews, revealing that at the low level, the pseudo covariational reasoning was close to Vinner’s pseudo analytic; that higher level of reasoning was equal to Lithner’s Establish Experience; that the reasoning was dominantly affected by the first process of Leron’s Dual Process Theory; and that it took place when direct translation was involved consistent with Pape’s Direct Translation Approach. These suggest that process view be emphasized in mathematics teaching and learning.

  7. SITUASI VEKTOR DEMAM BERDARAH SAAT KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI KECAMATAN PASARREBO, JAKARTA TIMUR

    OpenAIRE

    M. Hasyimi; Supratman Sukowati; Rita Kusriastuti; Enny Muchlastriningsih

    2012-01-01

    Kejadian luar biasa (KLB) penyakit Demam berdarah dengue (DBD) sering terjadi sejak dilaporkan tahun 1968. Pemberantasannya dengan penemuan penderita, pengobatan dan pengendalian vektor. Karena obat dan vaksin belum ditemukan maka sampai saat ini pemberantasan dan pencegahannya masih mengandalkan pada pengendalian vektor. Tujuan dari penelitian vektor ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang habitat perkembangbiakan, kepadatan larva dan nyamuk penular DBD pada waktu terjadi KLB serta ti...

  8. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Insomnia di Poliklinik Saraf RS DR. M. Djamil Padang

    OpenAIRE

    Lydia Susanti

    2015-01-01

    Abstrak Faktor risiko seperti usia lanjut, jenis kelamin wanita, penyakit penyerta (depresi dan penyakit lain), status sosial ekonomi rendah menyebabkan insomnia. Penelitian mengenai prevalensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian insomnia di Poliklinik Saraf RS DR. M. Djamil Padang belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya insomnia di poliklinik saraf RS DR. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian cross se...

  9. Angka Kejadian Delirium dan Faktor Risiko di Intensive Care Unit Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rakhman Adiwinata

    2016-04-01

    Full Text Available Delirium ditandai dengan perubahan status mental, tingkat kesadaran, serta perhatian yang akut dan fluktuatif. Keadaan ini merupakan kelainan yang serius berhubungan dengan pemanjangan lama perawatan di Intensive Care Unit (ICU, biaya yang lebih tinggi, memperlambat pemulihan fungsional, serta peningkatan morbiditas dan mortalitas. Tujuan penelitian adalah mengetahui angka kejadian delirium dan faktor risiko terjadinya delirium di ICU Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS Bandung. Pengambilan sampel dilakukan selama tiga bulan (Januari–Maret 2015 di ICU RSHS Bandung. Metode penelitian ini deskriptif observasional secara kohort prospektif, menggunakan alat ukur Confusion Assessment Method-Intensive Care Unit (CAM-ICU, sebelumnya dilakukan penilaian dengan Richmond agitation-sedation scale (RASS pada pasien yang tersedasi. Hasil penelitian ini dari 105 pasien, 22 pasien dieksklusikan, dari 83 pasien didapatkan 31 pasien positif delirium, angka kejadian 37%. Faktor-faktor risiko pada pasien positif delirium terdiri atas geriatri 15 dari 31, pemakaian ventilator 12 dari 31, pemberian analgesik morfin 9 dari 31, sepsis atau infeksi 9 dari 31, kelainan jantung 8 dari 31, acute physiology and chronic health evaluation (APACHE II skor tinggi 8 dari 31, kelainan ginjal 7 dari 31 laboratorium abnormal 7 dari 31, pemberian sedasi midazolam 6 dari 31 kelainan endokrin 5 dari 31, pemberian analgesik fentanil 2 dari 31, dan strok 1 dari 31. Simpulan, angka kejadian delirium di ICU RSHS Bandung cukup tinggi sebesar 37% dengan faktor risiko terbesar adalah pasien geriatrik.

  10. Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies Di Pondok Pendidikan Islam Darul Ulum, Palarik Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah Padang Tahun 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Chairiya Akmal

    2013-09-01

    Full Text Available AbstrakPada tahun 2010, penyakit kulit infeksi termasuk 10 penyakit terbanyak di Sumatera Barat dengan 106.568 kasus. Di kota Padang, penyakit kulit infeksi merupakan penyakit nomor dua ternyak dengan 24.058 kasus baru dan 13.148 kasus lama. Kasus infeksi kulit banyak ditemukan di daerah Air Dingin dengan 1781 kasus pada tahun 2010. Skabies merupakan infeksi parasit pada kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes Scabei var Hominis. Personal hygiene diduga berperan terhadap skabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies di Pondok Pendidikan Islam Darul Ulum, Palarik, Air Pacah, Padang. Desain penelitian ini adalah analitik cross sectional dengan menggunakan kuisioner dan wawancara observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri yang bersedia menjadi responden dan hadir pada saat penelitian yaitu 138 orang. Analisis statistik yang dgunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi skabies di Pondok Pendidikan Islam Darul Ulum, Palarik, Air Pacah, Padang adalah 34 orang (24,6% dari 138 orang. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa kejadian skabies mempunyai hubungan dengan personal hygiene (P=0,00. Disarankan untuk dilakukan penyuluhan yang bekerja sama dengan dokter puskesmas tentang bagaimana cara pola hidup bersih dan sehat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Personal hygiene, SkabiesAbstractArial 9 italic In 2010, infectious skin diseases including 10 most diseases in West Sumatra with 106.568 incident cases. Infectious skin disease in the city of Padang is the second disease ever, that 24.058 new cases and 13.148 old cases. Cases of scabies in the city of Padang is found in Air Dingin with the number 1781 cases in 2010. Scabies is a parasitic infection of the skin caused by Sarcoptes Scabei var Hominis. Personal hygiene is suspected to contribute to the incidence of scabies. This study aimed to determine the relationship

  11. Pengaruh Pemijatan Perineum pada Primigravida terhadap Kejadian Ruptur Perineum saat Persalinan di Bidan Praktek Mandiri di Kota Bengkulu Tahun 2014

    OpenAIRE

    Wewet Savitri; Ermawati .; Elda Yusefni

    2015-01-01

    AbstrakRuptur perineum merupakan salah satu komplikasi persalinan kala II yang dapat menyebabkan disfungsi organ reproduksi wanita, perdarahan dan laserasi. Sebanyak 85% wanita melahirkan pervaginam dapat mengalami ruptur perineum. Salah satu cara mengurangi ruptur perineum adalah dengan melakukan pemijatan perineum untuk meningkatkan kesehatan, aliran darah dan elastisitas perineum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pemijatan perineum pada primigravida terhadap kejadian ...

  12. IDENTIFIKASI FITUR MELODI GENDING LANCARAN BERDASARKAN PENGENALAN POLA NOTASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arry Maulana Syarif

    2015-10-01

    Full Text Available Komposisi   gending   mempunyai   karakteristik   tersendiri. Terdapat kemiripan dalam rangkaian notasi di antara gending- gending. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola notasi gending berdasarkan kemiripan antar-atributnya. Pasangan notasi ditentukan sebagai dasar analisis, dan algoritma apriori digunakan untuk menganalisis pasangan notasi dari sampel gending lancaran. Hasil yang dicapai dapat memetakan  dan  mengidentifikasi,  serta  memberikan  bobot nilai   ideal   untuk   merangkai   pasangan   notasi,   hingga merangkai gatra (1 gatra terdiri dari 4 notasi. Kata Kunci :pola notasi, apriori, gamelan, gending

  13. PENYEBAB KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SEBERANG PADANG KOTA PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mery Ramadani

    2012-03-01

    Full Text Available Penyebab langsung kematian ibu paling banyak disebabkan oleh perdarahan. Pengalaman membuktikan bahwa kematian ibu karena perdarahan lebih sering terjadi pada para ibu yang menderita anemia. Tahun 2010 prevalensi anemia ibu hamil di Puskesmas Seberang Padang Kota sebesar 28,6%, lebih tinggi dari target nasional (20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, paritas, aktivitas fisik dan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Seberang Padang Kota Padang. Desain penelitian menggunakan cross sectional study, dengan populasi seluruh ibu hamil trimester I s/d III. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mendapatkan 76,1% ibu hamil menderita anemia. Didapatkan hubungan antara tingkat pengetahuan, paritas dan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia. Diperlukan upaya peningkatan pengetahuan mengenai anemia melalui diskusi dengan petugas kesehatan maupun melalui pemanfaatan media cetak dan elektronik (membaca buku, koran dan majalah terkait kesehatan. Ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi tablet Fe secara lengkap (90 tablet selarna kehamilan, diminum bersamaan dengan vitamin C atau dengan air putih saja setelah makan malam menjelang tidur.

  14. RISIKO PENDIDIKAN IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK 6-23 BULAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atikah Rahayu

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTMalnutrition constributes to underlying cause of death of Indonesian underfives chilren. One of the consequences of malnutrition in long time period is growth failure that is stunting. Low education of mother is important risk factor for stunting. The aimed of study was to confirm wether maternal education for child stunting in Banjarbaru. Crossectional design was implied to and 51 children aged 6-23 months old were enrolled in study, which run for three months in the year 2013. Maternal education was calculated by year complete of schooling and stunting was by z-score of height for age. Statistical test for data analysis used chi-square test with 95% confidence interval (CI. Result showed that there a significant association (p<0.05 between maternal education and incidence of stunting in children 6-23 months of age. Mother with low education level had 5,1 fold risk to have child stunting. The study confirmed that maternal education had an important risk to child stunting aged 6-23 months old at least in the study site.Keywords: children 6-23 months of age, maternal education, stuntingABSTRAKKekurangan gizi menjadi salah satu penyebab kematian balita di Indonesia. Konsekuensi kurang zat gizi dalam jangka waktu lama adalah gagal tumbuh. Pendidikan ibu yang rendah merupakan factor risiko yang penting pada pertumbuhan anak. Tujuan penelitian adalah mengkaji risiko tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada anak berumur 6-23 bulan. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan besar sampel 51 anak berumur 6-23 bulan. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di Cempaka, Banjarbaru tahun 2013. Tingkat pendidikan ibu ditentukan dengan pendidikan formal yang telah diselesaikan, stunting ditentukan dengan indikator z-score untuk panjang badan menurut umur. Data dianalisis dengan uji chi-square dengan confidance interval (CI 95%. Pada penelitian ini ditemukan hubungan yang bermakna (p<0.05 antara pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada

  15. ANALISIS PELAYANAN KB MANDIRI WANITA USIA SUBUR BERDASARKAN STATUS EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Selma Siahaan

    2013-08-01

    Full Text Available Latar belakang: Penggunaan metode keluarga berencana (KB oleh Wanita Usia Subur (WUS antara lain dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi. Maka, masalah biaya yang harus dibayar oleh WUS untuk memperoleh pelayanan KB perludi pahami guna keberhasilan program KB Nasional. Metode: Studi menggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2010, bertujuan untuk mengetahui biaya pelayanan KB yang dibayar oleh perempuan usia 10–59 tahun (WUS yang pernah kawin menurut metode KB berdasarkan status ekonomi yang bersangkutan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil: Alat/obat KB disposible terbanyak yang digunakan WUS dari semua golongan status ekonomi adalah metode KB suntik, sedangkan kondom terbanyak digunakan oleh WUS dengan status ekonomi atas banyak. Sekitar 50% WUS dengan status ekonomi (SE rendah membayar biaya pelayanan KB berkisar Rp.10.000–Rp.15.000. Sementara itu WUS dengan SE atas terbanyak membayar sekitar > Rp. 20.000. Terdapat korelasi signifikan antara metode KB dengan biaya dan status ekonomi. Kesimpulan: Metode suntik masih merupakan metode pilihan bagi WUS di Indonesia dan pemilihan metode KB oleh WUS berhubungan dengan status ekonomi mereka. Oleh karena itu promosi kesehatan perlu terus digalakkan agar program KB pemerintah dengan IUD dapat lebih dikenal dan dapat diterima masyarakat. Di samping itu, diperlukan kebijakan khusus (bantuan kepada WUS dengan status ekonomi rendah sehingga IUD dapat diperoleh secara gratis atau setidaknya dengan biaya yang terjangkau.

  16. Hubungan Berbagai Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadma Yuliani

    2014-01-01

    Full Text Available AbstrakPenyebab mortalitas dan morbiditas utama pada pasien diabetes mellitus (DM tipe 2 adalah penyakit jantung koroner (PJK dimana penderitanya dua sampai empat kali lebih berisiko terkena penyakit jantung dari pada non DM. Mekanisme terjadinya PJK pada DM tipe 2 dikaitkan dengan adanya aterosklerosis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan berbagai faktor risiko terhadap kejadian PJK pada penderita DM tipe 2. Penelitian dilaksanakan di RSUP. Dr. M. Djamil Padang dan RS. Khusus Jantung Sumbar pada bulan Maret-Agustus 2013. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional comparative. Jumlah sampel 176 orang yang terdiri dari 88 orang penderita DM dengan PJK dan 88 orang DM tanpa PJK. Pengolahan data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan sistem komputerisasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2 adalah jenis kelamin (p=0,000, lama menderita DM (p=0,043, hipertensi (p=0,007, dislipidemia (p=0,000, obesitas (p=0,023, dan merokok (p=0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat bermakna (p<0,0001 antara jenis kelamin, dislipidemia, dan merokok dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2 dan terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05 antara lama menderita DM, hipertensi, obesitas dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2.Kata kunci: DM tipe 2, PJK, faktor risikoAbstractThe main causes of mortality and morbidity in type 2 diabetes mellitus (DM patients is coronary heart disease (CHD which adults who suffer from DM are two to four times have the risk of heart disease than people without DM. The mechanism of CHD in DM is associated with the presence of atherosclerosis that influenced by various factors. This research has aims to determine the relationship of risk factors for CHD incident in patients with DM. The study was conducted in the Dr. M. Djamil Padang and Cardiac Hospital of West Sumatra from March to August

  17. HUBUNGAN ANTARA POLA KONSUMSI PANGAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OSTEOPOROSIS PADA LANSIA DI PANTI WERDHA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Avliya Quratul Marjan

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to analyze relationship between food consumption and physical activity with incidence of osteoporosis in elderly at nursing home in Bogor. The design of this study was cross sectional. Subjects were taken purposively with certain criteria and the number of subjects obtained were 37 elderly. Results showed that the adequacy level of energy and protein were normal, phosphor was in adequate category and calcium was in deficient category. There was no significant relationship between nutritional status, the adequacy level of energy, protein and phosphor with risk of osteoporosis (p>0.05. However, there was a significant relationship between the adequacy level of calcium and physical activity level with risk of osteoporosis (p<0.05. The deficit adequacy level of calcium and physical activity was a risk factor for the risk of osteoporosis.Keywords: elderly, food consumption, osteoporosis, physical activityABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi pangan dan aktivitas fisik dengan kejadian osteoporosis pada lansia di Panti Werdha Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek diambil secara purposive dengan kriteria tertentu dan jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 37 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupan energi dan protein adalah normal, fosfor pada kategori cukup dan kalsium diklasifikasikan pada kategori kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi, tingkat kecukupan energi, protein, dan fosfor dengan kejadian osteoporosis (p>0.05. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan kalsium dan aktivitas fisik dengan kejadian osteoporosis (p<0.05. Tingkat kecukupan kalsium dan tingkat aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor risiko terhadap kejadian osteoporosis.Kata kunci: aktivitas fisik, lansia, osteoporosis, pola konsumsi pangan

  18. POLA KONSUMSI PANGAN, AKTIVITAS FISIK, RIWAYAT PENYAKIT, RIWAYAT DEMENSIA KELUARGA, DAN KEJADIAN DEMENSIA PADA LANSIA DI PANTI WERDHA TRESNA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chairunnisa Utami Pratiwi

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study were to analyze the patterns of food consumption, physical activity, history of disease, family history of dementia, and incidence of dementia in elderly in Werdha Tresna, nursing home, Bogor. Research design was cross sectional study with 42 elderly as subjects. The results showed that there were significant correlation between the level of education, adequacy of level vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin C, history of diabetes and physical activity with incidence of dementia in elderly (p<0.05. There were no significant correlation between age, adequacy of level folic acid, history of hypertension, and family history of dementia with incidence of dementia in elderly (p>0.05.Keywords: cognitive, dementia, memory, patterns of consumption, physical activityABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi pangan, aktivitas fisik, riwayat penyakit, riwayat demensia keluarga, dan kejadian demensia pada lansia di Panti Werdha Tresna, Bogor. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan subjek penelitian sebanyak 42 lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan, tingkat kecukupan vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin C, riwayat penyakit diabetes mellitus, dan aktivitas fisik dengan kejadian demensia pada lansia (p<0.05. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, tingkat kecukupan asam folat, riwayat hipertensi, dan riwayat demensia keluarga dengan kejadian demensia pada lansia (p>0.05.Kata kunci: aktivitas fisik, demensia, kognitif, memori, pola konsumsi

  19. HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT DENGAN KEJADIAN STRES PADA KOASISTEN ANGKATAN TAHUN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Suprayoga Sukmana Putra

    2015-04-01

    Full Text Available Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang seringkali dijumpai di kalangan koasisten fakultas kedokteran. Sumber stres dapat bersifat internal maupun eksternal. Tipe kepribadian merupakan salah satu faktor yang memengaruhi munculnya stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebar pada 62 koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Jumlah responden yang memiliki kepribadian ekstrovert lebih banyak dibandingkan dengan yang introvert (56,5% vs 43,5% dan responden yang mengalami stres berjumlah 33 orang (53,2%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres (p = 0,000 [p < 0,05]. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.    

  20. Optimasi Kualitas Akustik Room to Room Berdasarkan Nilai Transmission Loss

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitri Rachmawati

    2013-09-01

    Full Text Available Kamar tidur merupakan salah satu fasilitas utama yang disediakan pada sebuah hotel. Fasilitas ini membutuhkan kenyamanan dan ruangan yang bersifat privasi dimana privasi berkaitan dengan aspek suara yaitu bising (noise. Tingkat kebisingan pada kamar harus diatur dengan adanya insulasi suara agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung saat beristirahat. Nilai insulasi ini dapat digambarkan dengan transmission loss dimana nilai ini dapat diubah menjadi suatu nilai tunggal yang disebut dengan weighted sound reduction index (Rw, DnTw yang mempunyai penambahan faktor koreksi suara frekuensi rendah (C, Ctr. Pada penelitian ini dilakukan insulasi suara pada kamar tidur hotel di Bandara Juanda dengan meninjau aspek dinding partisi untuk menahan kebisingan antar ruangan kamar tidur. Hotel pada penelitian ini merupakan hotel low budget dengan kamar yang minimalis dan ditujukan untuk awak pesawat atau penumpang pesawat yang sedang transit. Walaupun minimalis, tetap diperlukan insulasi suara pada kamar yang baik sehingga dilakukan optimasi dinding partisi dengan ketentuan nilai DnTw+Ctr > 51 dB. Pengukuran pada penelitian ini dilakukan di 5 titik dengan menggunakan SLM RION dan SOLO pada saat malam hari. Berdasarkan hasil pengukuran, diketahui bahwa dinding partisi existing belum memenuhi standar dengan nilai DnTw+Ctr sebesar 35,8 dB sehingga dilakukan perancangan ulang dinding partisi. Perancangan ini menggunakan material gypsum board dan cement board dengan variasi ketebalan material serta cavity yang berbeda. Hasil perancangan yang terbaik yaitu dinding dari material cement board 12,5 mm dengan spesifikasi double panels pada masing-masing sisi dan lebar cavity 70 mm dimana menghasilkan nilai DnTw+Ctr sebesar 52,9 dB. Dengan hasil tersebut, maka dinding partisi sudah memenuhi standar dan mempunyai kualitas insulasi suara yang baik.

  1. EKUITAS MEREK JASA GERAI BUAH-BUAHAN BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erdiasa Nursaman

    2015-02-01

    Full Text Available The need of fruits and the number of fruit outlets in Jakarta has been increasing, therefore the study on brand equity of fruit outlet services according to consumer’s perception is now required. In detail the purpose of this study is to analyze the demographic characteristics of  fruits outlets consumer in Jakarta, analyzing the factors that affect brand equity of fruits outlets services, analyze the level of contribution of brand equity variables fruits outlets service in Jakarta and analyze the managerial implications to  fruits outlets brand. Structured questionnaires instrument was used for data collection, while Structural Equation Modeling (SEM method was used in data analysis. The study results have shown that demographic profile of respondents who visited fruit outlet were female, aged 31-40 years, have an undergraduate educational background, private employment and married. Some factors which may influence brand equity are brand loyalty and brand awareness. The brand equity of fruit outlets services is influenced by brand loyalty with contribution of 0.71 and brand awareness with contribution of 0.58. Managerial implication that should be done is to increase promotional activities through advertising. Keywords: brand equity, brand awareness, brand association, brand perceived quality, brand loyaltyABSTRAKLatar belakang dilaksanakannya penelitian ini adalah kebutuhan akan buah-buahan yang semakin meningkat dan makin bertambahnya gerai buah-buahan di Jakarta. Oleh karena itu, diperlukan penelitian ekuitas merek gerai buah-buahan berdasarkan persepsi konsumen. Secara terperinci tujuan penelitian ini menganalisis karakteristik demografi konsumen jasa gerai buah-buahan di Jakarta, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ekuitas merek jasa layanan gerai buah-buahan, menganalisis tingkat kontribusi peubah-peubah ekuitas merek jasa gerai buah-buahan di Jakarta serta menganalisis implikasi manajerial untuk merek gerai buah-buahan yang

  2. Hubungan Lingkungan Fisik dan Tindakan Penduduk dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Suryani

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakAngka kematian akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA di negara berkembang sebanyak 20% dimana 1/3 - 1/2 merupakan kematian pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan fisik berupa ventilasi, pencahayaan alami, kelembaban rumah, kepadatan hunian rumah dan tindakan penduduk yang meliputi kebiasaan merokok dalam rumah, kebiasaan buka jendela dan penggunaan bahan bakar rumah tangga dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross sectional, yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang pada bulan Desember 2013 dengan jumlah sampel 106 ibu yang mempunyai balita. Sampel diambil secara simple random sampling. Pengumpulan data dari responden dilakukan menggunakan kuesioner dan lembaran observasi. Analisis data menggunakan uji chi square dengan p<0.05 dan 0.0kejadian ISPA pada balita, sedangkan kelembaban rumah tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA pada balita.Kata kunci: ISPA balita, lingkungan fisik, tindakan pendudukAbstractThe mortality rate due to Acute Respiratory Infections (ARI in developing countries is about 20% which is 1/3-1/2 is the death of the children under five years old. The objective of this research was to determined the correlation between the physical environment which include the ventilation, the natural lighting, the house humidity, the density of residential house, and community behavior which include the habitual of smoking at house, the habitual of window open and household fuel use with the incidence of ARI on children under five years old. This research is an analytical study with cross

  3. Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah dengan Kejadian Askariasis dan Trikuriasis pada Siswa SD N 29 Purus Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hildya Kusmi

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Prevalensi infeksi kecacingan masih tinggi terutama pada anak usia sekolah dasar. Cacing yang sering menginfeksi yaitu Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura. Infeksi ini erat kaitannya dengan masalah lingkungan, perilaku manusia dan manipulasi terhadap lingkungan. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan sanitasi lingkungan rumah yaitu kepemilikan jamban keluarga yang sehat, ketersediaan sumber air bersih, sarana pembuangan sampah dan jenis lantai rumah dengan kejadian askariasis dan trikuriasis. Ini adalah penelitian analitikdengan desain cross-sectional study. Jumlah populasi sebanyak 71 orang dengan jumlah subjek sebanyak 55 orang.Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan tinja dan kuesioner. Metode analisis data menggunakan uji chisquare.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase infeksi kecacinganpada siswa SD Negeri 29 Purus Padang adalah 38%, terdiri dari; infeksi Ascaris lumbricoides (33%, Trichuris trichiura (9,1% dan infeksi kedua spesies (3,6%. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban keluarga, ketersediaan sumber air bersih, kepemilikan sarana pembuangan sampah dan jenis lantai rumah dengan angka kejadian askariasis dan trikuriasis (p > 0,05. Masih tingginya infeksi kecacingan pada siswa sekolah dasar perluperhatian yang lebih baik misalnya diadakannya program pemberantasan kecacingan baik oleh sekolah maupun petugas kesehatan setempat.Kata kunci: infeksi kecacingan, sanitasi lingkungan, askariasis, trikuriasis Abstract Prevalence of worms infestation is still high, especially found among children at the elementary school age. Type of worms that often infect are Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura. The infection is  related to envi ronment issues, human behavior and manipulation of the environment.  The objective of this study was to determine the relationship between environmental sanitation of home, consist of latrine ownership, availability of

  4. Perbandingan Konsumsi Lemak Berdasarkan Tingkat Keparahan Akne Vulgaris pada Siswa SMK Negeri 1 Kota Jambi

    OpenAIRE

    Nisa Sulistia; Nur Indrawati Lipoeto; Sri Lestari

    2015-01-01

    Abstrak Salah satu faktor pencetus akne vulgaris adalah diet tinggi lemak, terutama lemak jenuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan konsumsi lemak berdasarkan tingkat keparahan akne vulgaris menurut kriteria Lehmann. Penelitian ini berupa studi analitik observasional dengan desain cross sectional melalui pemeriksaan statusdermatologikus menurut kriteria Lehmann dan pengambilan data konsumsi menggunakan FFQ (Food Frequency Questionnaire) pada 138 siswa kelas X dan XI SM...

  5. SITUASI VEKTOR DEMAM BERDARAH SAAT KEJADIAN LUAR BIASA (KLB DI KECAMATAN PASARREBO, JAKARTA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Hasyimi

    2012-10-01

    Full Text Available Kejadian luar biasa (KLB penyakit Demam berdarah dengue (DBD sering terjadi sejak dilaporkan tahun 1968. Pemberantasannya dengan penemuan penderita, pengobatan dan pengendalian vektor. Karena obat dan vaksin belum ditemukan maka sampai saat ini pemberantasan dan pencegahannya masih mengandalkan pada pengendalian vektor. Tujuan dari penelitian vektor ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang habitat perkembangbiakan, kepadatan larva dan nyamuk penular DBD pada waktu terjadi KLB serta tipe virus yang dikandung vektornya. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur selama tiga bulan yaitu Juni sampai dengan Agustus 2003. Penelitian entomologi dilakukan merujuk kepada alamat penderita rawat inap yang bertempat tinggal di Kecamatan Pasar Rebo. Diagnosa penderita dilakukan dengan uji Hemagglutination inhibition (HI terhadap 24 akut konvalesen sera penderita yang diambil dari Rumah Sakit Pasar Rebo. Basil penelitian menunjukkan bahwa index larva sebagai berikut House index (HI 22,6%; Container index (Cl 11,4% dan Breuteau index (Bl 30,3. Kontainer yang positif larva yang berada di dalam rumah 12, 7% dari 387 kontainer. Sementara yang berada di luar rumah 3,1% dari 65 kontainer. Angka bebas jentik (ABJ di daerah KLB kurang dari 95%. Hasil uji HI sera penderita menunjukkan 70,8% dari pasangan sera yang diperiksa, terinfeksi oleh virus dengue.

  6. IDENTIFIKASI EMOSI BERDASARKAN ACTION UNIT MENGGUNAKAN METODE BÉZIER CURVE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puji Aswari

    2016-02-01

    Full Text Available Ekspresi wajah menjadi bahasa yang universal. Bahkan perubahan ekspresi wajah dapat membantu pengambilan keputusan. Pada tahun 1972, Paul Ekman mengklasifikasikan emosi dasar manusia ke dalam enam jenis: senang, sedih, terkejut, marah, takut, dan jijik. Kemudian Ekman dan Wallace Friesen mengembangkan sebuah alat untuk mengukur pergerakan pada wajah yang disebut Facial Action Coding System (FACS. FACS menentukan ekspresi wajah berdasarkan pergerakan otot wajah, yang diistilahkan Action Unit (AU. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui emosi tertarik yang dialami seseorang berdasarkan AU yang telah ditentukan oleh Paul Ekman dengan cara membandingkan dua buah citra, yaitu citra wajah tanpa ekspresi dan citra wajah berekspresi. Hasil penelitian ini memperoleh sebuah aplikasi yang mampu mengidentifikasi emosi tertarik dengan akurasi sebesar 80%, True Positive Rate 80%, dan True Negative Rate 80%. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat diketahui karakteristik action unit yang membentuk emosi tertarik, juga memberikan masukan bagi proses evaluasi belajar mengajar mata kuliah pemrograman.

  7. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2010-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhia Afra

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakFilariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh nyamuk Mansonia, Anopheles, Culex, Armigeres. Banyak faktor risiko yang mampu memicu timbulnya kejadian filariasis. Beberapa diantaranya adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan, faktor lingkungan, perilaku. Kabupaten Padang Pariaman bukan salah satu 5 kabupaten daerah endemis filariasis namun merupakan kabupaten yang banyak ditemukan kasus baru filariasis di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode studi case control yang merupakan penelitian epidemiologis analitik observasional yang bersifat retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 63 responden, terdiri dari 21 kasus dan 42 kontrol. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur dengan kejadian filariasis dengan nilai p= 0,013,tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, pekerjaan(nilai p= 0,071, OR=3,800, 95% CI=0,938-15,398, tempat perindukan, pengetahuan (nilai p= 1,000, OR=1,135, 95% CI=0,336-3,835, sikap dan tindakan. Mengingat umur sangat erat hubungannya dengan pekerjaan, maka perlu ada penyuluhan dari petugas kesehatan bagaimana melindungi diri saat bekerja seperti menggunakan baju berlengan panjang dan celana panjang, serta menggunakan obat anti nyamuk.Kata kunci: filariasis, umur, pekerjaan, tempat perindukan, perilaku AbstractFilariasis is a chronic communicable disease caused by filarial worms and transmitted by mosquitoes Mansonia, Anopheles, Culex, Armigeres. Many risk factors are able to prevalence of filariasis. Some of them are gender, age, occupation, environmental factors and behavioral. Pariaman District is not one of the 5 districts of filariasis endemic areas but a lot of new case have been identify in West Sumatra. This was a case control study which is an analytic observational epidemiological studies. The

  8. Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Pre-Eklampsia Berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurulia Muthi Karima

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPre-eklampsia Berat (PEB masih merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu apabila tidak ditangani secara adekuat. Ada banyak hal yang mempengaruhi terjadinya PEB, beberapa diantaranya adalah usia ibu, paritas, usia kehamilan, jumlah janin, jumlah kunjungan ANC, dan riwayat hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan pre-eklampsia berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang.Penelitian ini menggunakan rancangan case-control study dengan metode analitik observasional. Pengumpulan data dilakukan pada Januari 2013 dengan menggunakan data sekunder, yakni data rekam medik ibu melahirkan dengan pre-eklampsia berat dan tanpa pre-eklampsia di bagian obstetrik dan ginekologi RSUP Dr. M. Djamil, periode 1 Januari 2010 – 31 Desember 2011. Dari 148 data sampel didapatkan angka distribusi pada variabel riwayat hipertensi yang hanya didapatkan pada ibu dengan PEB. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square diperoleh hasil tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor risiko (usia ibu, paritas, usia kehamilan, jumlah janin, jumlah kunjungan ANC dengan masing-masing nilai p > 0,05. Analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik didapatkan bahwa usia ibu > 35 tahun merupakan faktor risiko terhadap kejadian PEB dengan nilai p = 0,034. Jadi, usia ibu > 35 tahun dan riwayat hipertensi memiliki hubungan terhadap kejadian pre-eklampsia berat.Kata kunci: pre-eklampsia berat, faktor risiko, hipertensi AbstractSevere Pre-eclampsia is one of the contributors of maternal morbidity and mortality if not getting an adequate treatment. There are many things that affect it, such as maternal age, parity, gestational age, number of fetuses, the number of ANC visits, and history of hypertension. The objective of this study was to determine relationship between the risk factors and the incidence of severe pre-eclampsia The design of this research is case-control study with

  9. Peningkatan Efektifitas Mesin Blowing Berdasarkan Evaluasi Overall Equipment Effectiveness dan FMEA pada Industri Manufaktur Plastik

    OpenAIRE

    Simorangkir, Hendra

    2015-01-01

    CV. Makmur Palas adalah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan kantong plastik asoy. Perusahaan ini melakukan kegiatan produksi dengan menggunakan beberapa mesin yaitu mesin pencincang, mesin boker, mesin mixer, mesin blowing, mesin potong, dan mesin pon. Kapasitas mesin yang paling kecil adalah mesin blowing. Berdasarkan data historis periode Januari - Desember 2014, mesin blowing mengalami downtime sebesar 885,15 jam dari total jam kerja tersedia 4.144 jam. Hal ini menyebabkan perusaha...

  10. Perancangan Kursi Dan Meja Berdasarkan Antropometri Pada Sekolah Sd Siti Hajar

    OpenAIRE

    Siregar, Ramadhani

    2016-01-01

    Meja dan kursi merupakan fasilitas sekolah yang berpengaruh terhadap sikap duduk siswa saat belajar. Postur tubuh siswa akan bekerja secara alami jika menggunakan meja dan kursi yang ergonomis. Sebaliknya, jika meja dan kursi tidak ergonomis maka akan menimbulkan ketidaknyamanan sehingga menyebabkan keluhan musculoskeletal pada siswa. Berdasarkan pengamatan di Sekolah Dasar Siti Hajar, meja dan kursi yang digunakan memiliki ukuran yang sama mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI, sedan...

  11. PERBEDAAN AUDIT REPORT LAG BERDASARKAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, OPINI AUDIT DAN JENIS INDUSTRI

    OpenAIRE

    Lensa, Harini Antika Puspa

    2014-01-01

    Penelitian ini dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010 sampai tahun 2012. Berdasarkan kriteria sampel penelitian diperoleh 362 perusahaan. Alat analisis yang digunakan adalah independent sample t-test dan one way anova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan audit report lag antara perusahaan yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Big Four dengan audit report lag perusahaan yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Non Big Fo...

  12. Memori English Irregular Verbs Berdasarkan Frekuensi Pengulangan dan Jenis Kelamin Santri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H. Sribagus

    2013-01-01

    Full Text Available Abstract: Retention of English Irregular Verbs in Relation to Repetition Frequency and Sex. The study explores the most effective and preferred repetition frequency to facilitate memorizing English ir­regular verbs (EIV by students of different sexes, 35 male students and 30 female students of an Islamic boarding school in West Nusa Tenggara. The data for this experimental study were collected through VCD that records EIV, tests, questionnaires, and interviews. The results of the two-way ANOVA analysis indicate that male students had a higher degree of EIV memory based on repetition frequency, with two-time repetition as the most preferred frequency. For male students, the higher the frequency, the lower the memory. Abstrak: Memori English Irregular Verbs Berdasarkan Frekuensi Pengulangan dan Jenis Kelamin Santri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi pengulangan yang efektif dan disukai untuk meningkatkan memori EIV berdasarkan jenis kelamin. Data penelitian eksperimen ini dikumpulkan melalui video compact disk (VCD yang merekam English Irregular Verb, tes, angket dan wawancara terhadap 35 santri putra dan 30 santri putri di pondok pesantren di Nusa Tenggara Barat. Kemudian data dianalisis dengan Anava-dua Jalur. Ditemukan bahwa ada perbedaan taraf memori EIV berdasarkan frekuensi pengulangan antara santri putra dan santri putriMemori EIV santri putra lebih tinggi daripada santri putri. Frekuensi pengulangan yang paling efektif adalah dua kali. Semakin tinggi frekuensi pengulangan, semakin rendah memori. Urutan pilihan frekuensi santri putra adalah 2-4-6, sedangkan santri putri 2-6-4.

  13. PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH SUMBER AIR PANAS SONGGORITI KOTA BATU BERDASARKAN DATA GEOMAGNETIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dafiqiy Ya’lu Ulin Nuha, Novi Avisena

    2012-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian dengan metode geomagnetik pada tanggal 26 -27 April 2011 di daerah Songgoriti Kota Batu dengan tujuan untuk mengetahui pola Anomali Magnet Total dan struktur geologi bawah permukaan. Setelah dilakukan koreksi data yang meliputi koreksi diurnal dan koreksi IGRF maka didapatkan nilai anomali magnet total serta kontinuasi ke atas dan reduksi ke kutub. Selanjutnya dilakukan interpretasi secara kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kuantitatif dilakukan dengan membaca pola kontur anomali magnet lokal dan reduksi ke kutub, sedangkan interpretasi kualitatif dilakukan dengan membuat penampang 2,5 D pada dua lintasan AB dan CD. Berdasarkan interpretasi kuantitatif pada kontur anomali  magnetik lokal didapatkan variasi nilai anomali antara -800 nT-600 nT dengan anomali tinggi terdapat pada arah timur dan barat daerah penelitian, anomali sedang terletak pada daerah tengah penelitian dan anomali rendah terdapat pada sedikit   daerah   tengah   penelitian.   Daerah   penelitian   didominasi   anomali   magnetik   sedang. Berdasarkan interpretasi kualitatif pada model penampang 2,5 D lintasan AB dan CD, didapatkan tujuh body yaitu batuan tufa, batuan tufa, batuan breksi vulkanik, batuan breksi tufaan, batuan lava, batuan basalt, dan batuan andesit. Berdasarkan sifat fisik dari tiap lapisan batuan, diduga batuan sarang dalam sistem geothermal yang berupa sumber air panas di daerah penelitian adalah batuan breksi vulkanik dengan batuan penutup (cap rock berupa batuan tufa. Kata Kunci : Anomali Magnet, Struktur Geologi, Air Panas.

  14. SURVEY DAN ANALISIS SEISMISITAS WILAYAH JAWA TIMUR BERDASARKAN DATA GEMPA BUMI PERIODE 1999-2013 SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jihan Nia Shohaya

    2013-11-01

    Full Text Available Kajian kegempaan suatu wilayah terutama di daerah rawan gempa bumi seperti Jawa Timur sangat diperlukan dalam rangka mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat bencana gempa bumi. Dalam konteks ini, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis tingkat seismisitas di wilayah Jawa Timur antara tahun 1999-2013 yaitu dengan menganalisis hubungan antara frekuensi kejadian gempa bumi (N dan magnitudo gempa bumi (M. Rumus umum yang digunakan, yaitu log N = a – bM. Gradien persamaan ini atau nilai b merupakan parameter tektonik yang menggambarkan sifat batuan pada daerah yang diteliti sedangkan nilai a menggambarkan aktivitas tektonik wilayah yang diamati. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder parameter gempa bumi dari bank data seismologi IRIS dengan magnitudo 4,0-10,0 SR pada kedalaman 0-200 km yang berlokasi antara 110o-115o BT dan 5o-10o LS. Berdasarkan hasil analisis dengan metode maximum likelihood, didapatkan besarnya parameter seismisitas untuk wilayah 1 diperoleh nilai a sebesar 11,7 dan nilai b sebesar 1,86. Sementara untuk wilayah 2 diperoleh nilai a sebesar 9,69 dan nilai b sebesar 1,49. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah 1 memiliki tingkat seismitas yang lebih besar dibandingkan wilayah 2. Sedangkan nilai b pada kedua wilayah relatif sama. Hal tersebut menunjukkan bahwa batuan pada wilayah Jawa Timur memiliki heterogenitas yang rendah. Kata kunci : Seismisitas, Gempa Bumi, Jawa Timur Abstract Studying about seismicity pattern, especially in earthquake prone areas such as East Java is needed in order to reduce the impact caused by the earthquake. This research is analyze the level of seismicity and the return period of earthquakes by analyzing the relationship between the frequency of occurrence of earthquakes (N and the earthquake magnitude (M. The main formula is log N = a - bM, gradient equation or b value describes the nature of tectonic rocks of observed regions, and a value describes the

  15. BIONOMIK NYAMUK Anopheles DAN KEBIASAAN PENDUDUK YANG MENUNJANG KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN PAGEDONGAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jarohman Raharjo

    2013-03-01

    Full Text Available Malaria masih merupakan masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai masalah malaria cukup serius. Sampai dengan tahun 2002 telah tercatat 86 desa endemis dari 276 desa yang ada, sedangkan 175 desa terancam menjadi daerah HCI (High Case lncidens, jumlah penderita malaria pada tahun 2001 sebanyak 6.793 orang (API: 7,47%o meningkat menjadi 13.401 orang (API: 15,33%o pada tahun 2002 dan 90,2% dari kasus penderita indigenous.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bionomik nyamuk anopheles dan kebiasaan penduduk yang menunjang kejadian malaria di lokasi penelitian.Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, karena menggambarkan bionomik nyamuk vektor dan kebiasaan penduduk. Penelitian ini bertempat di Kecamatan Pagedongan, KabupatenBanjarnegara, Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan pada bulan Februari Nopember 2005.Tempat berkembangbiak Anopheles spp positif adalah kobakan air (belik dan bekas galian pasir disungai dan mata air. Kebiasaan nyamuk Anopheles spp menggigit orang di dalam dan di luar rumah hampir sama banyaknya. Terjadi peningkatan jumlah nyamuk yang tajam pada bulan September. Aktivitas menggigit di dalam rumah dimulai pada pukul 18.00-19.00. Sedangkan aktivitas menggigit di luar rumah meningkat pada pukul 21. 00-22.00 dan mencapai puncaknya pada pukul 22. 00-23.00 dan 03.00-04.00.Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya nyamuk tersangka vektor, kondisi lingkungan dan pengetahuan masyarakat menjadi faktor yang menunjang kejadian malaria di desa wilayah Kecamatan Pagedongan. Saran yang diberikan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang malaria dan mengurangi keberadaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk. Kata Kunci : Malaria, Biomonik

  16. HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT DENGAN KEJADIAN STRES PADA KO-ASISTEN ANGKATAN TAHUN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Suprayoga Sukmana Putra

    2015-07-01

    Full Text Available Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang seringkali dijumpai di kalangan koasisten Fakultas Kedokteran. Sumber stres dapat bersifat internal maupun eksternal. Tipe kepribadian merupakan salah satu faktor yang memengaruhi munculnya stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebar pada 62 koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Jumlah responden yang memiliki kepribadian ekstrovert lebih banyak dibandingkan dengan yang introvert (56,5% vs 43,5% dan responden yang mengalami stres berjumlah 33 orang (53,2%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres (p = 0,000 (p < 0,05. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.    

  17. IDENTIFIKASI TEMUAN KONTAK POSITIF KASUS KEJADIAN LUAR BIASA DIFTERIA DI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kambang Sariadji

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakRendahnya  cakupan  imunisasi  dasar  di  DKI  Jakarta  ini menyebabkan  kekhawatiran  timbulnya  penyakit yang  dapat dicegah  dengan  imunisasi  (PD3I dimana  salah  satunya  adalah difteri. Kejadian  difteri yang dilaporkan  ini terjadi  di daerah  Kelurahan  Bangka,  Kecamatan Mampang  Prapatan,  Jakarta  Selatan pada  bulan  Desember  2012,  dilaporkan adanya kasus dengan diagnosis klinis difteri pada anak perempuan usia 4 tahun. Karena anak tersebut meninggal maka dilakukan pengambilan sampel swab tenggorok terhadap 11 orang kontak yang terdiri dari teman, anggota keluarga dan tetangga. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kontak positif kasus kejadian luar biasa difteria yang terjadi di Jakarta. 11 spesimen kontak swab tenggorok dilakukan pemeriksaan secara mikroskopik dengan pewarnaan Albert.  Kultur dan isolasi  menggunakan  medium  agar  darah  dan  telurit  agar  darah.  Koloni  tersangka  dilanjutkan  dengan  uji  biokimia menggunakan produk  komersial  remel  Rapid  CB  Plus.  Uji toksigenitas  dilakukan  dengan  PCR  multiplek.  Dari  11 spesimen kontak,  didapatkan 1  kontak  dari  lingkungan  keluarga  terinfeksi  C.diphtheriae. Pemeriksaan  mikroskopis ditemukan  bentuk  difteroid.  Hasil  kultur,  isolasi  dan  uji  biokimia  menunjukan  possibility  >  99,9%  adalah  bakteri Corynebacterium  diphtheriae.  Sementara  uji  toksigenitas  Corynebacterium  diphtheriae  dilakukan  menggunakan  PCR multiplex. Hasilnya bakteri tersebut toksigenik yang ditandai dengan terbentuk produk amplifikasi dari gen dtx (tox dan dtxR sehingga tampak garis pada 141 bp dan 184 bp. Kesimpulan yang didapat dari 11 kontak yang diambil spesimen swab tenggorok ditemukan 1 kontak dari kalangan keluarga terdekat positif terinfeksi C.diphtheriae tipe mitis toksigenikKata Kunci : Corynebacterium diphtheriae, Kultur dan Isolasi, Uji BiokimiaAbstractThe  low

  18. Sistem Sensor Kualitas Minyak Goreng Berdasarkan pada Pengukuran Kapasitansi dan Panjang Berkas Pembiasan Cahaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulfan Syah Putra

    2013-03-01

    Full Text Available Minyak merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Kualitas suatu minyak sangat penting diketahui, karena setiap minyak dengan jenis yang sama mempunyai kualitas yang berbeda. Oleh karena itu, perlu dibuat sebuah teknologi yang tepat guna dan ekonomis untuk mengetahui kualitas minyak tersebut. Pada tugas akhir ini penulis telah membuat Sistem Sensor kualitas Minyak Berdasarkan Pada Pengukuran Kapasitansi Dan Panjang Berkas Pembiasan Cahaya. Sistem untuk pengukuran kapasitansi bekerja menggunakan astabel multivibrator dengan frekuensi 50,332  Khz. Frekuensi  50,332  khz ini selanjutnya dirubah ke tegangan dengan menggunakan F to V konverter. Rangkaian F to V konverter yang dirancang mampu bekerja dari frekuensi 1khz-100 khz. Data tegangan yang diperoleh dari f to v konverter ini akan di baca oleh mikrokontroller sebagai data ADC 10 bit. Dengan berubahnya frekuensi, maka data ADC akan berubah. Untuk panjang berkas pembiasan cahaya, sistem ini menggunakan webcam yang berbasis komputer untuk menghitung panjang berkas pembiasan cahaya dengan mendapatkan nilai pixel setiap sampel minyak. Berdasarkan pengujian didapatkan bahwa sistem ini dapat membedakan kualitas minyak yang meliputi minyak goreng murni, minyak goreng bekas, oli murni, oli bekas

  19. UJI KUALITAS MINYAK GORENG BERDASARKAN INDEKS BIAS CAHAYA MENGGUNAKAN ALAT REFRAKTOMETER SEDERHANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dody Rahayu Prasetyo

    2014-05-01

    Full Text Available Telah  dilakukan uji kualitas minyak goreng dengan parameter fisika indeks bias menggunakan alat refraktometer sederhana. Minyak goreng yang digunakan adalah dua jenis minyak goreng nabati yang berbeda yaitu minyak goreng A dan B. Masing-masing minyak goreng dipanaskan dengan menambahkan plastik dan dilakukan sebanyak enam kali variasi massa plastik. Minyak goreng panas tersebut dimasukkan ke dalam refraktometer kemudian ditembakan sinar laser melalui salah satu sisi dan diamati sinar yang keluar dari sisi yang lain. Penentuan nilai indeks bias minyak goreng didasarkan pada hukum Snellius dengan cara mengukur jarak sinar bias terhadap garis normal. Kualitas minyak goreng ditentukan berdasarkan nilai indeks bias. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa semakin banyak kandungan plastik di dalam minyak goreng, semakin besar pula indeks bias minyak goreng tersebut. Dapat dipahami, laju sinar di dalam minyak goreng semakin berkurang dengan bertambahnya partikel plastik. Jadi, peran partikel plastik sebagai faktor penghambat laju sinar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa minyak goreng yang mempunyai indeks bias besar yang terindikasi mengandung plastik memiliki kualitas buruk. Untuk minyak goreng merk A setelah dicampur plastik 1 gram dan 11 gram masing-masing memiliki indeks bias 1,351 dan 1,443. Untuk minyak goreng merk B setelah dicampur plastik 1 gram dan 11 gram  masing-masing memiliki indeks bias 1,297 dan 1,492.

  20. Pengembangan Ekonomi Lokal di Kawasan Perikanan Berdasarkan Preferensi Masyarakat Nelayan Nambangan Kedung Cowek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rheza Firmantyo Pramono

    2013-09-01

    Full Text Available Wilayah nambangan memiliki prosentase 40% sebagai nelayan menggantungkan dengan kondisi pesisir, mengindikasikan bahwa wilayah nambangan memiliki potensi pesisir yang cukup besar. Namun masih mempunyai beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan seperti SDA, SDM, Pendanaan, Prasarana Sarana, Kelembagaan, dan teknologi di kawasan pesisir Nambangan Kedung Cowek. Tujuan penelitian ini untuk merumuskan arahan pengembangan ekonomi lokal wilayah nambangan berdasarkan preferensi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis pertama penentuan faktor kurang berkembangnya ekonomi lokal menggunakan teknik delphi, selanjutnya menentukan preferensi masyarakat dan faktor prioritas menggunakan teknik servqual. Melalui metode servqual ditemukan banyak faktor prioritas yang harus dikembangkan yaitu SDA, SDM , Pendanaan, Prasarana Sarana, Kelembagaan, Teknologi, dan Pemasaran. Selanjutnya menentukan arahan pengembangan ekonomi lokal beradasakan faktor prioritas menggunakan teknik triangulasi berdasarkan tujuh faktor priortas dengan menggabungkan studi literatur, studi kasus wilayah lain dan temuan fakta emipiri di lapangan. Hasil akhir berupa peningkatan prasarana sarana berupa penataan lingkungan sempadan pantai, pengelolahan limbah, peningkatan sumberdaya manusia berupa pelatihan mutu pendidikan dan wawasan ekonomi. Selanjutnya peningkatan upaya pemasaran dengan membangun mina store dan peningkatan fasilitas alat tangkap.

  1. ANALISA PERHITUNGAN KEBUTUHAN PENERANGAN PADA BANGUNAN RIG RAISIS (OFFSHORE BERDASARKAN CLASS ABS DAN BKI BERBASIS VISUAL BASIC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Feri Diana

    2014-02-01

    Full Text Available Rig RAISIS adalah salah satu pengeboran milik P.T Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX yang disewa oleh P.T TOTAL untuk memperpanjang kontraknya selama beberapa tahun. Rig RAISIS ini adalah bangunan offshore yang sudah lama berdiri namun perlu direnovasi. Untuk merenovasi diperlukan konsultan bangunan maritim yang salah satunya ditangani oleh P.T Terafulk Megantara Design. Dalam hal ini mereka masih menggunakan perhitungan secara manual. Maka untuk merencanakan penerangan dengan mudah dibuatlah program perhitungan lampu menggunakan program Visual Basic. Program ini dirancang menggunakan beberapa menu perhitungan berdasarkan dua formula, yaitu formula yang sudah lama diterapkan di PT Terafulk Megantara Design dan formula secara teoritis. Langkah menggunakan program ini adalah dengan memasukkan dimensi ruangan, iluminasi, dan luminasi maka akan muncul hasil luas ruangan dan jumlah lampu berdasarkan tipe lampu yang sudah dipilih. Program ini bisa digunakan untuk menghitung jumlah lampu berdasarkan 2 class yaitu ABS dan BKI. Berdasarkan 2 class yang sudah dihitung maka class ABS mempunyai jumlah lampu lebih banyak dibandingkan ruangan yang menggunakan class BKI. Program ini juga lebih cepat digunakan oleh perancang dengan waktu 45 menit dibandingkan menggunakan perhitungan manual yang memakan waktu 1,5 jam saat menghitung Deck Level 31.

  2. POLA SEBARAN SPESIES TIKUS HABITAT PASAR BERDASARKAN JENIS KOMODITAS DI PASAR KOTA BANJARNEGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Ernawati

    2014-01-01

    Full Text Available ABSTRACTRodents (Order Rodentia is a wild animal from mammals class and are known as nuisance animals in humanlife, especially domestic rats. Domestic rats have habitats close to human life such as housing, fields and markets.The market is a place where there are lots of food. The purpose of this research was describing the distribution ofrat species habitat based on the type of commodity markets in the Banjarnegara City Market. The researchmethod was a survey with cross-sectional approach, the whole population was rats in City Market and samplewas trapped rats in Banjarnegara City Market. A research instrument set mouse traps and pieces ofidentification, technical analysis is used descriptively and presented in narrative form and frequency distributiontable. The results showed that the number of rats caught consists of several species, 28 Rattus tanezumi, 1 R.norvegicus and 4 S. murinus. Based on trap location only R. tanezumi found inside kiosk. The percentage of ratpositive trap based on kiosk higher found in groceries kiosk (35%, while the lowest is spice kiosk, vegetables andfruits (4%. Rattus tanezumi more dominantly found than other species.Key words: rats, commodity, market, distributionABSTRAKTikus (Ordo Rodentia merupakan hewan liar dari golongan mamalia dan dikenal sebagai hewan pengganggudalam kehidupan manusia, terutama tikus domestik. Tikus domestik mempunyai habitat dekat dengan kehidupanmanusia seperti perumahan, sawah dan pasar. Pasar merupakan tempat yang banyak makanan. Tujuanpenelitian ini untuk mendeskripsikan pola sebaran spesies tikus habitat pasar berdasarkan jenis komoditas diPasar Kota Banjarnegara. Metode penelitiannya adalah survei dengan pendekatan cross sectional. Populasiseluruh tikus di Pasar Kota Banjarnegara dengan sampel tikus yang tertangkap. Teknis analisis secara deskriptifdan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan jumlah tikusyang tertangkap antara lain

  3. Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Gaya Hidup dengan Kejadian Obesitas pada Siswa SD Negeri 08 Alang Lawas Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cici Octari

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakObesitas di Indonesia mulai menjadi masalah gizi masyarakat walaupun gizi kurang masih tinggi. Obesitas disebabkan oleh banyak faktor/multifaktorial yang dapat dibagi menjadi genetik dan lingkungan yang diantaranya adalah status sosial ekonomi dan gaya hidup. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan populasi adalah seluruh siswa kelas I sampai V di SD N 08 Alang Lawas,Padang. Penelitian ini mendapatkan hasil 8,21% siswa mengalami obesitas, 11,79% overweight atau gemuk, 82,60% tingkat pendapatan orang tua siswa berada di atas garis kemiskinan, 71,30% ayah dan 71,80% ibu siswa memiliki tingkat pendidikan menengah, 58,50% siswa memiliki pola makan baik, dan 60% memiliki aktifitas fisik aktif. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara kejadian obesitas dengan tingkat pendidikan orang tua (ayah: p=0,205 ; ibu: p=1,00, tingkat pendapatan orang tua (p=0,396, dan pola makan anak (p=0,245. Didapatkan hubungan yang bermakna antara aktifitas fisik anak dengan kejadian obesitas (p=0,048.Kata kunci: obesitas, anak, sosial-ekonomi, gaya hidupAbstractIn Indonesia, obesity has became a public nutrition problem although frequence of undernutrition was still high. The obesity caused by many factor/multifactorial that asssigned to genetic factor and environment factor. Two of the environment factors are social-economy and life style. Cross sectional study was chosen as a method to conduct the study. The study population were all the students on 1st grade to 5th grade in SD Negeri 08 Alang Lawas, Padang. The result shows that 8.21% of the students suffered from obesity, 11.79% were overweight, 82.60% of the students have the parents that have income more then the poverty line, 71.30% of the fathers and 71.80% of the mothers were middle graduations, 58.50% have good consumptions pattern, and 60% have active physical activity. There are no association between the obesity among the children with parent’s graduation (father: p=0

  4. Perbandingan Konsumsi Lemak Berdasarkan Tingkat Keparahan Akne Vulgaris pada Siswa SMK Negeri 1 Kota Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nisa Sulistia

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Salah satu faktor pencetus akne vulgaris adalah diet tinggi lemak, terutama lemak jenuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan konsumsi lemak berdasarkan tingkat keparahan akne vulgaris menurut kriteria Lehmann. Penelitian ini berupa studi analitik observasional dengan desain cross sectional melalui pemeriksaan statusdermatologikus menurut kriteria Lehmann dan pengambilan data konsumsi menggunakan FFQ (Food Frequency Questionnaire pada 138 siswa kelas X dan XI SMK Negeri 1 Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat akne vulgaris derajat ringan (49%, akne vulgaris derajat sedang (42%, dan akne vulgaris derajat berat (9%. Reratakonsumsi lemak total 89,35 ± 17,63 gram. Rerata konsumsi SFA (Saturated Fatty Acid 37,07 ± 9,97 gram. Rerata konsumsi MUFA (Monounsaturated Fatty Acid 15,30 ± 11,79 gram. Rerata konsumsi PUFA (Polyunsaturated Fatty Acid 12,03 ± 9,25 gram.Uji oneway Anova menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna rerata konsumsi lemak total (p > 0,05 dan SFA (p > 0,05 berdasarkan tingkat keparahan akne vulgaris. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna MUFA (p > 0,05, dan PUFA (p > 0,05 berdasarkan tingkat keparahan akne vulgaris. Penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan konsumsi lemak berdasarkan tingkat keparahan akne vulgaris pada siswa SMKNegeri 1 Kota Jambi.Kata kunci: akne vulgaris, FFQ, lemak total, SFA, MUFA, PUFA Abstract One of the precipited factors is high fat diet, especially saturated fats. The objective of this study was to determine the comparison of fat consumption which is based on the severity of acne vulgaris.This research wasanalytic observational study using cross sectional design, by examining dermatologic status according to Lehmann criteria and  taking consumption record with FFQ (Food Frequency Questionnaire of  138 tenth and eleventh grade student in SMKN 1 Jambi. The result showed that mild acne vulgaris (49%, moderate acne vulgaris (42%, and

  5. PRODUKTIVITAS TENAGA PENGARIT BERDASARKAN MODA PENGANGKUT DI PETERNAKAN SAPI PERAH PONDOK RANGGON, JAKARTA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iwan Prihantoro

    2015-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas tenaga pengarit dan efektivitasnya berdasarkan moda pengangkut yang dipergunakan di peternakan sapi perah Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Peternakan sapi perah Pondok Rangon merupakan salah satu peternakan yang masih bertahan di DKI Jakarta yang ketersediaan hijauan pakannya berasal pada padang rumput alam. Penelitian didasarkan pada sumber data primer dan sekunder dengan cara sensus dari total 22 peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak di Pondok Rangon 40,91% telah berumur > 55 tahun dan 45,46% telah memiliki pengalaman >20 tahun. Kapasitas mengarit tertinggi pada umur 38 tahun (395 kg/hari dan moda truck lebih efisien dalam penyediaan hijauan dibanding pick up dan becak motor.

  6. Analisis keragaman manggis (Garcinia mangostana diiradiasi dengan sinar gamma berdasarkan karakteristik morfologi dan anatomi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ALFIN WIDIASTUTI

    2010-11-01

    Full Text Available Abstrak. Widiastuti A, Sobir, Suhartanto MR. 2010. Analisis keragaman manggis (Garcinia mangostana diiradiasi dengan sinar gamma berdasarkan karakteristik morfologi dan anatomi. Bioteknologi 7: 85-98. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keragaman genetik manggis (Garcinia mangostana L. yang diiradiasi dengan sinar gamma dosis 0 Gy, 20 Gy, 25 Gy, 30 Gy, 35 Gy dan 40 Gy. Bahan tanaman yang digunakan adalah biji yang dikumpulkan dari Kampung Cegal, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Data dihasilkan dari karakteristik morfologi dan anatomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis sinar gamma dapat menghambat pertumbuhan benih, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh dan menurunkan viabilitas benih. Secara morfologi, hal itu juga menurunkan tinggi tanaman, diameter batang, ukuran daun, dan jumlah daun. Secara anatomi, kepadatan stomata berkorelasi positif dengan tinggi tanaman dengan nilai korelasi adalah 90% dan 74%. Iradiasi sinar gamma dapat meningkatkan keragaman morfologi hingga 30%. Pemotongan benih setelah iradiasi dapat meningkatkan keragaman dan tingkat kelangsungan hidup manggis.

  7. GAMBARAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDEMEN, KECAMATAN SIDEMEN, KABUPATEN KARANGASEM, PADA JUNI-JULI 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desak Made Dwi Ambari Ningsih

    2015-04-01

    Full Text Available Kesehatan gigi masih menjadi masalah di Indonesia dilihat dari prevalensi karies gigi yang mencapai 73% dari jumlah penduduk. Di Puskesmas Sidemen, penyakit gigi, gusi dan pulpa merupakan urutan keempat dari 10 besar penyakit yang paling sering terjadi. Adanya fakta bahwa ketersediaan air bersih, sikat gigi dan pasta gigi di daerah Sidemen tidak sulit diperoleh, menunjukkan adanya faktor lain yang mempengaruhi tingginya kejadian karies gigi, misalnya perilaku menggosok gigi dan juga pengetahuan  orang tua dan anak terhadap karies gigi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi karies gigi, perilaku menggosok gigi, dan gambaran perilaku menggosok gigi terhadap kejadian karies gigi pada siswa usia sekolah dasar di wilayah Puskesmas Sidemen, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif potong-lintang yang dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2013. Penelitian ini menggunakan 68 orang sampel yang ditentukan secara purposive random sampling pada siswa usia 7 hingga 12 tahun di SD Negeri 1 Telagatawang. Pada penelitian ini, didapatkan prevalensi karies gigi pada anak usia sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Sidemen  masih tinggi (58,8%. Sebanyak 58 orang (85,3% belum menerapkan perilaku menggosok gigi yang memenuhi standar dan hanya 10 orang (14,7% yang perilaku menggosok gigi sudah memenuhi standar. Karies gigi lebih banyak dialami oleh anak-anak yang tidak memenuhi standar dalam perilaku menggosok gigi, yaitu sebanyak 63,8% (37 orang dari total 58 orang yang perilaku menggosok gigi tidak memenuhi standar. Sedangkan dari 10 orang yang memenuhi standar perilaku menggosok ternyata didapatkan sebagian besar, yaitu 7 orang (70% tidak karies. Sehingga secara umum dari penelitian ini dapat ditarik simpulan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan presentase kejadian karies gigi pada anak dengan perilaku menggosok gigi yang salah dibandingkan yang benar.    

  8. PENELITIAN PENDAHULUAN VARIASI GENETIK MASYARAKAT SOROH PANDE BERDASARKAN PENANDA DNA MIKROSATELIT KROMOSOM Y: MASYARAKAT SOROH PANDE DESA ABIANSEMAL, BADUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Putri Wulandari

    2015-02-01

    Full Text Available Masyarakat Hindu di Bali dibedakan ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan garis keturunan laki-laki yang disebut klan atau di Bali lebih dikenal dengan istilah soroh. Salah satu soroh yang dikenal di Bali adalah soroh Pande. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik masyarakat soroh Pande di Desa Abiansemal, Badung menggunakan empat lokus mikrosatelit kromosom Y, yaitu DYS19, DYS390, DYS393 dan DYS395. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan 11 ragam alel dan enam haplotipe yang didominasi oleh haplotipe A (200, 215, 121, 123 dengan frekuensi sebesar 0,65 serta keragaman genetik sebesar 0,32 ± 0,07. Ragam haplotipe yang didapatkan menunjukkan bahwa masyarakat soroh Pande di Desa Abiansemal berasal dari berbagai sumber gen.

  9. Evaluasi Dimensi Mesin Jahit dan Kursi Operator Berdasarkan Kriteria Antropometri pada Stasiun Penjahitan di Industri Garmen UD.Chaniago.

    OpenAIRE

    Susanto, Eko

    2011-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mesin jahit dan kursi operator yang dipakai di stasiun penjahitan di UD.Chaniago berdasarkan perspektif dimensi antropometri pekerja. Untuk mencapai tujuan, maka dilakukan pembandingan dimensi mesin jahit dan kursi operator yang digunakan saat ini dengan dimensi ukuran antropometri pekerja dan mengindentifikasi apakah terdapat kesesuaian atau ketidaksesuaian. Ukuran dimensi antropometri tubuh pekerja dan dimensi mesin jahit dan kursi operator yang d...

  10. KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INGGRIS SISWA MELALUI SELF-EDITING AND SELF-CORRECTING BERDASARKAN ANALISIS KESALAHAN GRAMATIKAL DAN KOSAKATA

    OpenAIRE

    Mathelda Obisuru; Widyastuti Purbani

    2016-01-01

    Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis bahasa Inggris siswa melalui self-editing and self-correcting berdasarkan analisis kesalahan tata bahasa dan kosakata. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Data dikumpulkan melalui observasi dan dari tes menulis siswa. Penelitian dilakukan secara kolaboratif dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setelah dilakukan tindakan self-editing and self-correcting dala...

  11. Struktur vertikal upwelling – downwelling di Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Selatan Bali berdasarkan salinitas musiman periode 2004 – 2010

    OpenAIRE

    Restu Wardani; Widodo S. Pranowo; Elis Indrayanti

    2013-01-01

    Salinitas berperan penting untuk mengidentifikasi fenomena upwelling dan downwelling. Upwelling yang terjadi di samudera Hindia Selatan Jawa hingga Selatan Bali dipengaruhi oleh angin musim, ENSO (El Nino Southern Oscillation) dan IOD (Indian Oscillation Dipole Mode). Dalam peneletian ini dikaji pola upwelling dan downwelling berdasarkan distribusi salinitas secara vertikal dan vaeriabilitas musiman dikaji dalam waktu tujuh tahun (2004 – 2010). Data hasil akuisisi argo float digunakan dalam p...

  12. Analisis Deskriptif Soal Geometri dalam Buku Matematika Bilingual untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII Berdasarkan Kriteria International Assessment TIMSS 2007

    OpenAIRE

    Etik Rahayu; Hardi Suyitno; Iwan Junaedi

    2012-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  domain kognitif dan aspek kognitif (required behavior) soal matematika dalam Buku Matematika Bilingual untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kelas VIII berdasarkan kriteria International Assessment TIMSS 2007 dan proporsinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian adalah soal geometri dalam Buku Matematika Bilingual SMP. yang berjudul “Mathematics for Junior High School Grade VIII 1st Semest...

  13. ANALISIS PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA BERDASARKAN ISLAMIC SOCIAL REPORTING INDEKS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khusnul Fauziah

    2013-05-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pengungkapan tanggungjawab sosial bank syariah di Indonesia berdasarkan pada indeks Islamic Social Reporting (ISR. Obyek dari penelitian ini adalah tujuh bank syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan laporan tahunan tahun 2011 yang dipublikasikan pada masing-masing bank. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan skore indek IRS tertinggi adalah Bank Muamalat Indonesia dengan skore 73% dan skore terendah adalah Bank Panin Syariah dengan skore 41%. This research is intended to compare the social responsibility disclosure of Islamic banking in Indonesia based on the Islamic Social Reporting (ISR index. The object of this research is taken from seven Islamic bankings in Indonesia. This research use the data from the annual report which was published in 2011 by the banks. The content analysis is implemented for analyzing the data. The results show that the highest score of social responsibility disclosure is Bank Muamalat Indonesia with the score of 73% and the lowest score is Panin Bank Syariah with the score of 41%.

  14. PENENTUAN WAKTU PERAWATAN UNTUK PENCEGAHANPADA KOMPONEN KRITIS CYCLONE FEED PUMP BERDASARKAN KRITERIA MINIMASI DOWN TIME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nandiroh

    2006-08-01

    Full Text Available Sistem perawatan mesin yang dilakukan di PT. Newmont Nusa Tenggara, selama ini masih bersifat korektif yaitu perawatan setelah terjadi kerusakan. Kerusakan komponen ini biasanya akan ditandai dengan ditemukannya produk yang dihasilkan tidak sedikit mengalami kecacatan. Peranan perawatan terhadap komponen-komponen Cyclone Feed Pump pada Process Departement - PT.Newmont Nusa Tenggara sangat penting artinya untuk mencegah terjadinya kecacatan produk masal dan mencegah terjadinya down time produksi. Dan perawatan yang paling baik digunakan adalah perawatan pencegahan sebelum terjadinya kerusakan (preventive maintenance. Mesin kritis adalah mesin yang mengalami frekwensi kerusakan terbesar dengan total downtime terbesar. Untuk penentuan mesin kritis ini, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengukur lamanya waktu downtime produksi dari tiap-tiap mesin yang ada. Perhitungan MTTR berdasarkan data downtime, yang sebelumnya juga dilakukan uji kecocokan distribusi dan hasilnya sesuai, Dengan melakukan perhitungan Mean Time To Repair dan Mean Time To Failure dapat diketahui rata-rata waktu berapa lama pompa beroperasi dan berapa lama pompa tersebut dapat dilakukan perbaikan serta dapat diketahui Reliability pada Cyclone Feed Pump 2.0.1. Setelah dilakukkan perhitungan, komponen kritis Discharge Pipe pada Cyclone Feed Pump 2.0.1 harus sudah dilakukan inspeksi preventif, karena telah beroperasi 664.8 jam, dan perbaikan yang harus lakukan maksimal 3.4997 jam setiap kali dilakukan shutdown.

  15. PENENTUAN POSISI SUMBER PROSPEK PANAS BUMI BERDASARKAN DATA ANOMALI MAGNETDI DAERAH AKESAHU, PULAU TIDORE, MALUKU UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohima Wahyu Ningrum

    2015-04-01

    Full Text Available Penelitian geofisika dengan menggunakan metode magnetik yaitu dengan alat Magnetometer Fluxgate. Luas daerah penyelidikan ± 1 km x 1 km, dibatasi oleh koordinat geografis antara 127° 27’ 42” s/d 127° 27’ 43” BT dan 0° 43’ 17” s/d 0° 43’ 19” LU . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi sumber prospek panas bumi di daerah Akesahu, Pulau Tidore berdasarkan data anomali medan magnet. Data medan magnet total yang terukur adalah medan utama, medan luar dan medan anomali. Untuk menghilangkan efek-efek anomali dari medan magnet luar dan anomali medan magnet utama dilakukan perhitungan koreksi variasi harian, koreksi drift (kesalahan alat, koreksi penyesuaian, koreksi IGRF, dan pemisahan anomali residual dan regional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, daerah Akesahu, Pulau Tidore memiliki potensi panas bumi yang masih cukup besar yang ditandai dengan adanya manifestasi panas bumi berupa mata air panas. Anomali medan magnet daerah Akesahu ditunjukkan dengan adanya anomali yang rendah (0.90 sampai dengan -2163.09 nT yang memanjang arah utara-selatan di bagian Timur Pulau Tidore. Disamping itu di sekitar mata air panas Akesahu secara geologis didukung dengan adanya empat buah sesar normal. Ini sebagai sistem pengontrol panas bumi yang lainnya di Pulau Tidore.

  16. EVALUASI SARANA DAN PRASARANA BENGKEL PRAKTIK SMK TEKNIK PEMESINAN DI KOTA SEMARANG BERDASARKAN KEBUTUHAN KURIKULUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudiyono Sudiyono

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1 kondisi sarana dan prasarana bengkel praktik SMK teknik pemesinan di Kota Semarang berdasarkan persepsi guru pengampu dan tool men, (2 ting-kat kesesuaiannya terhadap standar minimal Permendiknas Nomor 40 tahun 2008, dan (3 tingkat kecukupannya terhadap kebutuhan kurikulum. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan model evaluasi diskrepansi. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan analisis persentase. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen, wawancara, dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 Kondisi sarana dan prasarana bengkel praktik SMK Teknik Pemesinan di Kota Semarang menurut persepsi guru pengampu dan tool men pada SMK negeri maupun swasta sudah dinyatakan layak, (2 Prasarana pada SMK negeri sesuai dengan standar minimal, sedangkan pada SMK swasta cukup sesuai, (3 Sarana pada SMK negeri sangat sesuai dengan standar mini-mal, sedangkan pada SMK swasta sesuai standar, (4 Prasarana pada SMK negeri cukup meme-nuhi kebutuhan kurikulum, sedangkan pada SMK swasta kurang memenuhi, (5 Sarana pada SMK negeri cukup memenuhi kebutuhan kurikulum, sedangkan pada SMK swasta kurang memenuhi.

  17. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kejadian Depresi pada Usia Tua di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung Tahun 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Figa Prima Dani

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakDepresi pada usia tua merupakan keadaan yang ditandai dengan perasaan sedih, kurang bersemangat, merasa gelisah, penurunan konsentrasi, selalu berpikiran buruk, dan susah untuk sosialisasi dengan lingkungan sekitar serta mudah putus asa dalam menghadapi masalah. Dengan adanya dukungan keluarga berupa dukungan informasi, dukungan penilaian, dukungan instrumental, dan dukungan emosional akan menurunkan kejadian depresi pada usia tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada usia tua di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah usia tua yang berumur lebih dari 60 tahun yang tinggal bersama keluarganya di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung yaitu sebanyak 82 orang, dengan metode pengambilan sampelnya adalah stratified sampling. Usia tua yang mengalami depresi memiliki dukungan keluarga rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada usia tua di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung.Kata kunci: usia tua, depresi pada usia tua, dukungan keluargaAbstractDepression in old age is a state characterized with feelings of sadness, less excited, feeling jittery, decreased concentration, always thinking bad, and hard to socialize with their surroundings and easy to despair in dealing with problems. With the support of the family such as informational support, appraisal support, instrumental support, and emotional support will reduce the incidence of depression in old age. This study is aimed to determine the relationship of family support with the incidence of depression in old age in Nagari Tanjung Aur Banai, Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung. The study’s method is an observational with cross-sectional approach

  18. Diversitas Genetik Anopheles balabacensis, Baisas di Berbagai Daerah Indonesia Berdasarkan Sekuen Gen ITS 2 DNA Ribosom

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiarti Widiarti

    2016-05-01

    dilaporkan sebagai spesies kompleks di berbagai negara, akan tetapi belum banyak dilaporkan di Indonesia. Penanggulangan malaria agar lebih efektif perlu adanya perbaikan dan pendekatan strategi dalam pengendalian vektor, termasuk sangat diperlukan adanya pemahaman terhadap spesies dan bioekologinya. Tujuan penelitian adalah untuk : a. Mengidentifikasi secara molekuler nyamuk An. balabacensis yang dicurigai sebagai spesies kompleks berdasarkan sekuen ITS2 DNA ribosom, b. Mengetahui diversitas genetik nyamuk An. balabacensis dari daerah endemis dan non endemis dengan jarak geografis yang berbeda, c. Mengetahui kekerabatan genetik (jarak taksonomi nyamuk An. balabacensis dari berbagai daerah di Indonesia dengan merekonstruksi pohon filogenetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa An. balabacensis di Indonesia merupakan spesies kompleks simpatrik dan allopatrik. Ada perbedaan kekerabatan genetikyang cukup jauh diantara populasi An. balabacensis di Pusuk Lestari, wilayah Puskesmas Meninting, Lombok Barat, NTB yang merupakan simpatrik kompleks. Berdasarkan hubungankekerabatan An. leucosphyrus group, An. balabacensis dari Berjoko, Kabupaten Nunukan menunjukkan kecenderungan terpisah cukup jauh dibandingkan dengan An. balabacensiskompleks lainnya yang berasal dari Jawa Tengah dan Lombok, NTB.Kata kunci : An. balabacensis, variasi genetik, ITS2 DNA ribosom

  19. STUDI POTENSI ENERGI GEOTHERMAL BLAWAN- IJEN, JAWA TIMUR BERDASARKAN METODE GRAVITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raehanayati Raehanayati

    2013-11-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan studi awal untuk menentukan daerah yang memiliki potensi   panasbumi   berdasarkan   pengukuran   gayaberat   di   Blawan-Ijen,   Jawa   Timur. Pengukuran data primer dilakukan dengan menggunakan Gravitimeter LaCoste & Romberg tipe G-1053. Data anomali Bouger dari hasil perhitungan koreksi-koreksi metode gayaberat kemudian dibawa ke bidang datar selanjutnya dilakukan pemisahan anomali regional dan anomali sisa dengan menggunakan metode kontinuasi ke  atas. Hasil interpretasi terhadap anomali sisa yang dilakukan pada tiga penampang adalah penampang A-A’ nilai densitasnya yaitu: ρ1=2.58 gr/cm3, ρ2=2.80 gr/cm3 , ρ3=2.67 gr/cm3, dan ρ4=2.69 gr/cm3, sedangkan untuk penampang B-B’ nilai densitasnya adalah ρ1=2.58 gr/cm3, ρ2=2.82 gr/cm3, ρ3=2.67 gr/cm3, dan untuk penampang C-C’  nilai  densitasnya yaitu  ρ1=2.585 gr/cm3,  ρ2=2.82 gr/cm3,  ρ3=2.67 gr/cm3 dan ρ4=2.684 gr/cm3. Dari hasil pemodelan 2D dan 3D dapat terlihat bahwa pada daerah yang memiliki manifestasi air panas didominasi oleh batuan ρ1 karena memiliki nilai densitas paling rendah yang berada pada daerah Blawan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa reservoir panasbumi  daerah  Blawan-Ijen  didominasi  oleh  batuan  yang  memiliki  porositas  tinggi (densitas rendah dan tingkat permeabilitasnya tinggi dengan jumlah volume sebesar 101.20 juta m3.

  20. Kadar leptin saliva dan kejadian karies gigi anak obesitas (Salivary leptin levels and caries incidence in obese children

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfrida Atzmaryanni

    2013-09-01

    Full Text Available Background: Children with obesity have a lower incidence of caries. Salivary leptin levels of obese children is higher than normal children. Leptin is protein hormone, contained in saliva. Salivary proteins maintain the balance of the ecosystem in the mouth. Purpose: The article was aimed to study the correlation of salivary leptin levels with caries incidence in obese children. Review: Mouth is reflection of the health status and so many changes occur as a weight gain. Child with obesity has a low incidence of caries than normal. This condition is associated with changes in oral cavity, especially the increase in salivary leptin. Caries is a disease of hard tissues cause by the activty of microorganisms, especially Streptococcus mutans. Salivary proteins maintain the balance of the ecosystem in the mouth. Leptin is a protein saliva, produced predominantly in adipose tissue and conduct active transport to saliva. Salivary leptin works in two ways: as an antimicrobial which prevents the attachment of bacteria on tooth surface or by inducing cytokine that affect the immune system in oral cavity. Conclusion: Salivary leptin is higher in obese children than in normal children. The low incidence of caries on obesity is associated with salivary leptin. Alteration in salivary composition and flow rate also decreased caries in obesity.Latar belakang: Anak yang mengalami obesitas memiliki insiden karies yang rendah. Kadar leptin saliva anak obesitas lebih tinggi dari anak normal. Leptin merupakan salah satu protein hormon yang terdapat di saliva. Protein saliva berfungsi untuk menjaga keseimbangan ekosistem di mulut. Tujuan: Artikel ini bertujuan mempelajari hubungan antara kadar leptin di dalam saliva dengan kejadian karies anak obesitas. Tinjauan pustaka: Rongga mulut merupakan cerminan dari status kesehatan dan banyak perubahan yang terjadi seiring peningkatan berat badan seseorang. Anak Obesitas memiliki insiden karies yang rendah jika dibandingkan

  1. BEHAVIOR AND ENVIRONMENTAL RISK FACTOR ON CHIKUNGUNYA OUTBREAKS AT SALATIGA CITY IN 2012 = FAKTOR RISIKO PERILAKU DAN LINGKUNGAN RUMAH PADA KEJADIAN LUAR BIASA CHIKUNGUNYA DI KOTA SALATIGA TAHUN 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Andriyani Pratamawati

    2015-03-01

    Full Text Available EnglishABSTRACTOn February 9, 2012 date specified chikungunya outbreak in Salatiga. This study aimed to examine behavioral and environmental risk factors associated with the disease, vector, modes of transmission, treatment seeking, as well as ways to prevent chikungunya on people in the hamlet Sinoman and Rekesan during the chikungunya outbreak in 2012 . This type of research is used case-control study. This study was conducted in January through April of 2012. Interview and observations conducted on 134 respondents. There is no relationship between the incidence of chikungunya respondent behavior and the behavior of the respondent is not proven as a risk factor chikungunya. But  events, there is a relationship between the incidence of chikungunya lighting and home lighting proved to be a risk factor for chikungunya incidence and its risk by 2.8 times. In addition to lighting, there is a relationship between the incidence of chikungunya home humidity, although not statistically proven as a risk factor for chikungunya. There was a significant association between the presence of mosquitoes on the clothes hanging in the incidence of chikungunya, in harmony with it has been shown that the presence of mosquitoes at the clothes hanging heightens the risk by 4.19 times causing events are expected to cultivate back chikungunya. People must have eradication of mosquito breeding activity, do not hang clothes secondhand, using a wire gauze on the vent, and the use of anti-mosquito drugs to avoid contact with the mosquitoborne chikungunya .IndonesiaKejadian luar biasa (KLB penyakit chikungunya di Kota Salatiga pada tanggal 9 Februari 2012 Penelitian ini bertujuan menguji faktor risiko perilaku dan lingkungan rumah, yang berkaitan dengan penyakit, vektor, cara penularan, pencarian pengobatan, serta cara pencegahan chikungunya di Dusun Sinoman dan Rekesan ketika KLB Chikungunya tahun 2012. Rancangan penelitian adalah case control. Penelitian ini

  2. STUDI EPIDEMIOLOGI DAN DETEKSI DINI KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KECAMATAN TEMPE KABUPATEN WAJO, INDONESIA Epidemiology Study and Early Detection DM type 2 in Wajo District South Sulawesi, Indonesia

    OpenAIRE

    Ridwan Amiruddin; Stang,; Jumriani Ansar; Dian Sidik

    2014-01-01

    ABSTRAK Prevalensi Diabetes Mellitus Type 2 semakin meningkat pada populasi di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko dan deteksi dini kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo. Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Besar sampel pada penelitian ini yaitu 300 responden dengan syarat sampel. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik bivariat chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Pengumpula...

  3. PIDEMIOLOGI DAN DETEKSI DINI KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KECAMATAN TEMPE KABUPATEN WAJO, INDONESIA Epidemiology Study and Early Detection DM type 2 in Wajo District South Sulawesi, Indonesia

    OpenAIRE

    Ridwan Amiruddin; Stang,; Jumriani Ansar; Dian Sidik

    2014-01-01

    Prevalensi Diabetes Mellitus Type 2 semakin meningkat pada populasi di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko dan deteksi dini kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo. Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Besar sampel pada penelitian ini yaitu 300 responden dengan syarat sampel. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik bivariat chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Pengumpulan data dila...

  4. Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Rizal

    2013-01-01

    Full Text Available Abstract: The Thinking Process of Primary-school Students of Different Sexes in Estimating Arithmetic Problems. This case study is intended to explore the thinking process of the fifth-year students of different sexes in estimating arithmetic problems. Two students, one male and one female, belonging to the high achievers in a mathematics test were selected for the study and then interviewed, assigned to solve arithmetic problems, and finally asked to think aloud their thinking process. The study reveals that the thinking process of both the male and female subjects is in the form of accommodation as they ap­proached the arithmetic problems by repeatedly reading the tasks. Though employing the same thinking process, in the planning stage, the male subject made use of rounding and compatible number strategies, whereas the female one used only rounding strategy. In implementing the plan, the male subject em­ployed mental counting through assimilation, but the female one used algorithm through accommoda­tion. In the evaluating stage, the male subject traced back his work through mental counting, while the female one utilized reverse operations. Abstrak: Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin. Penelitian ini ingin mendeskripsikan proses berpikir siswa laki-laki dan perempuan yang berkemampuan matematika tinggi dalam melakukan estimasi. Penelitian dilakukan di kelas V SD, dengan subjek satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang memiliki skor 75 ke atas dalam tes kemampuan matematika. Data dikumpulkan dengan wawancara, pemberian tes dan think aloud. Analisis dilakukan dengan menelaah seluruh data, reduksi data, pengolompokan data, kategorisasi, pengkodean, dan pemeriksaan kredibilitas data dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir keduanya adalah akomodasi. Dalam membuat rencana, laki-laki menggunakan rounding dan compatible number strategy, sedangkan

  5. PERSPEKTIF AL-QUR’AN TENTANG PEMICU KEKERASAN

    OpenAIRE

    Nyayu Khodijah

    2015-01-01

    Astract: Analysis of Al-Qur’an on all facts on violence is related to the Qur’anic concept on human being, the concept of “Fitrah” and “behaviour”. Based on the interpretation of the Qur'an, the violence is not stated as a basic human nature as expressed by psychoanalysis, because all humans are born with the condition of “fitrah”. But during its developments, the fitrah is much influenced by the environment so that people do the violence. The factors are as follows: family, film, television ...

  6. ANALISIS TERHADAP PERLUNYA PENYESUAIAN LAPORAN KEUANGAN HISTORIS (CONVENTIONAL ACCOUNTING MENJADI BERDASARKAN TINGKAT HARGA UMUM (GENERAL PRICE LEVEL ACCOUNTING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pwee Leng

    2002-01-01

    Full Text Available Generally, in conventional accounting, financial statements are based on the historical cost principle that assumes that prices (monetery unit are stable. Conventional accounting recognizes neither changes in the general price level nor changes in the specific price level. Consequently, if there are any changes in purchasing power such as in inflation period, the historical financial statement are not economically relevant and also income is usually overstated, and the fixed assets are usually understated. Actually, there are several methods on accounting for the effect of changing prices, such as constant accounting, current value accounting, and general price level accounting. General price level accounting will do restatement the components of financial statement to be a rupiah on a similar level of purchasing power, but without changes in accounting principles which using on conventional accounting. In practice, the controversy concerning the relevance of general price level accounting has been continuing. Pros and cons general price level accounting will be presented on this paper. Also the result of two researches concerning the influence of applied general price level accounting on the financial statement will be compared as considerations whether the general price level adjustment is necessary needed. Abstract in Bahasa Indonesia : Secara umum, dalam akuntansi konvensional, laporan keuangan disajikan berdasarkan nilai historis yang mengasumsikan bahwa harga-harga (unit moneter adalah stabil. Akuntansi konvensional tidak mengakui adanya perubahan tingkat harga umum maupun perubahan tingkat harga khusus. Sebagai konsekuensinya, jika terjadi perubahan daya beli seperti pada periode inflasi, maka laporan keuangan historis secara ekonomis tidaklah relevan. Pada periode ini pendapatan umumnya dinilai lebih tinggi sedangkan aktiva tetap dinilai lebih rendah. Sebenarnya, terdapat beberapa metode akuntansi mengenai pengaruh perubahan harga

  7. Analisis Deskriptif Soal Geometri dalam Buku Matematika Bilingual untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII Berdasarkan Kriteria International Assessment TIMSS 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Etik Rahayu

    2012-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  domain kognitif dan aspek kognitif (required behavior soal matematika dalam Buku Matematika Bilingual untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP Kelas VIII berdasarkan kriteria International Assessment TIMSS 2007 dan proporsinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian adalah soal geometri dalam Buku Matematika Bilingual SMP. yang berjudul “Mathematics for Junior High School Grade VIII 1st Semester” dan “Mathematics for Junior High School Grade VIII 2nd Semester” karangan karangan M. Cholik Adinawan dan Sugijono. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara tentang penggunaan buku matematika bilingual yang paling banyak digunakan di kota semarang. Pedoman analisis soal berdasarkan kriteria International Assessment TIMSS 2007, dengan validasi hasil oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal yang dianalisis memuat satu hingga tujuh aspek kognitif. Sebagian besar soal memuat 4 aspek kognitif yaitu 44.04 %, diikuti soal dengan 3 aspek kognitif  yaitu 36, 42%,  soal dengan 2 aspek kognitif yaitu 14, 90%, kemudian 1,99% untuk soal dengan 1 atau 5 aspek kognitif, dan 0,33% untuk soal dengan 6 atau 7 aspek kognitif. Proporsi tinggi pada recall (28.26% dan compute (26.57%, diikuti dengan SRP (10.85%, implement (10.65%, retrieve (8.36%, recognize (6.17%, analyze (1.99%, measure (1.59%, generalize (1.09%, SNRP (1.00%, classify (0.80%, represent (0.80%, justify (0.80%, select (0.60%, model (0.30%, synthesis (0.20%. Secara keseluruhan berdasarkan International Assessment TIMSS 2007 soal yang termasuk domain knowing memiliki persentase paling tinggi (52.28%, domain knowing-applying (24.83%, domain knowing- reasoning (12.91%, dan hanya sedikit yang termasuk domain knowing-apllying-reasoning (3.97%. Serta terdapat 4 soal (1.32% yang mempunyai ketidaksesuaian penggunaan mathematics terms serta 1 soal (0

  8. Kajian Biblika Kecemburuan Allah Terhadap Penyembahan Berhala Berdasarkan Keluaran 20:4-6

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Queency Christie Wauran

    2015-09-01

    Full Text Available Dalam Perjanjian Lama kecemburuan Allah selalu berada dalam konteks penyembahan berhala. Hukum Taurat yang kedua dengan jelas melarang penyembahan kepada patung oleh karena alasan ini yaitu Allah yang cemburu. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui arti kecemburuan Allah terhadap penyembahan berhala berdasarkan kitab Keluaran 20:4-6 dan implikasinya bagi kehidupan orang percaya. Adapun kesimpulan artikel ini adalah pertama, kecemburuan Allah terhadap penyembahan berhala menyatakan bahwa Allah tidak dapat direpresentasikan dalam bentuk apapun karena kecemburuan Allah ini menyatakan bahwa Ia adalah Allah yang kudus. Dengan demikian, hanya Allah satu-satunya yang harus disembah oleh orang percaya. Kedua, kecemburuan Allah terhadap penyembahan berhala menyatakan bahwa tidak boleh ada objek penyembahan yang lain selain kepada Allah karena penyembahan kepada berhala menandakan perzinaan rohani yang mengakibatkan kecemburuan Allah. Oleh karena itu, orang percaya harus menolak segala bentuk penyembahan berhala. Ketiga, penyembahan kepada berhala mendatangkan kecemburuan Allah karena kecemburuan Allah ini menyatakan kesetiaan-Nya atas perjanjian dengan umat-Nya. Dengan demikian, kecemburuan Allah seharusnya menjadi dasar dari penyembahan kepada Allah. Keempat, kecemburuan Allah atas penyembahan berhala mendatangkan hukuman karena kecemburuan Allah menyatakan keadilan-Nya dalam hal pemberian hukuman sebagai konsekuensi bagi penyembah berhala. Kelima, kecemburuan Allah atas penyembahan berhala menyatakan bahwa Allah mengasihi umat-Nya dan sekaligus menyatakan keadilan Allah dalam hal pemberian berkat bagi yang mengasihi-Nya. Kasih Allah mendasari hubungan-Nya dengan umat-Nya, dengan demikian kasih juga menjadi dasar hubungan orang percaya dengan Allah.In the Old Testament, the jealousy of God is always in the context of worshipping idols. The second commandment clearly prohibits the worshipping of statues for this reason, that God is jealous

  9. Analisis Isi SMS Iklan Layanan Telekomunikasi Operator Telkomsel, Indosat dan Xl berdasarkan Etika Pariwara Indonesia Periode 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danang Trijayanto

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi komunikasi merevolusi aktivitas pemasaran ke mobile marketing, salah satunya adalah dengan SMS advertising. Badan usaha yang cenderung menggunakan cara pemasaran tersebut adalah operator selular dengan iklan produk layanan telekomunikasinya. Permasalahannya adalah strategi pemasaran produk telekomunikasi yang cenderung banyak merugikan pelanggan karena ketidaksesuaian antara isi iklan dan produk yang diperoleh, yang dipengaruhi oleh kelengkapan dan kejelasan informasi produk. Salah satu aturan yang menjadi dasar dalam aktivitas SMS advertising adalah berdasarkan Etika Pariwara Indonesia.  Penelitian  ini   meneliti  bagaimanakah  Penerapan aturan tersebut terhadap isi SMS iklan produk telekomunikasi yang dikirimkan oleh provider selular GSM prabayar pada bulan Juli hingga Nopember 2013.  Hasil  Penelitian menunjukkan bahwa dalam mengiklankan produk telekomunikasi melalui SMS advertising, para operator selular belum menerapkan regulasi dan etika pemasaran dengan baik. Kekurangan informasi yang belum lengkap terdapat pada informasi syarat kontrak yang menjadi informasi dasar hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pelanggan.

  10. PERAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEJADIAN BALITA PENDEK DI INDONESIA (THE CONTEXTUAL ROLE OF OCCURRENCE STUNTED ON CHILDREN UNDER FIVE IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sihadi Suhadi

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Latar Belakang: Prevalensi anak balita pendek di Indonesia sebesar 36,8 persen. Anak yang balita pendek yang berat mempunyai IQ 11 point lebih rendah dibandingkan anak balita yang tidak pendek. Analisis ini mencari faktor penyebab anak balita pendek dari level individu, rumah tangga, dan provinsi terhadap terjadinya balita pendek. Tujuan: Diketahui faktor penyebab dari level individu, rumah tangga, dan provinsi terhadap kejadian balita pendek. Metodologi: Data yang digunakan bersumber data sekunder dari data Riskesdas 2010, data tersier dari BPS, IPKM, dan IPM. Jumlah sampel yang dianalisis sebesar 9 897 anak balita. Analisis statistik dengan menggunakan multilevel statistical model binary logistic regression.  Hasil:            Level provinsi mempunyai kontribusi 51,9 persen, individu 34,9 persen, dan rumah tangga 13,2 persen terhadap terjadinya anak balita pendek. Proporsi balita pendek 44,5 persen dapat diturunkan menjadi 42,5 persen bila konsumsi energi balita diperbaiki, menjadi 40,8 persen bila konsumsi energi rumah tangga diperbaiki, menjadi 43,2 persen bila ekonomi rumah tangga diperbaiki, menjadi 32,6 persen bila pola asuh diperbaiki, menjadi 35,8 persen bila ibu tidak pendek, menjadi 39,4 persen bila pendidikan ibu diperbaiki, dan menjadi 41,4 persen bila kemiskinan di tingkat provinsi diperbaiki. Simak Baca secara fonetik Kamus - Lihat kamus yang lebih detail Terjemahkan situs web mana pun NouvelObs-PrancisLa Información-SpanyolZamalek Fans-ArabSueddeutsche.de-JermanNews.de-JermanFocus Online-JermanNord-Cinema-PrancisTelegraph.co.uk-InggrisOneIndia-HindiMachu Picchu-SpanyolGuardian.co.uk-InggrisEl Confidencial-Spanyol Lakukan banyak hal dengan Google Terjemahan Cari resep sushi terbaik di dunia, tentunya dalam bahasa Jepang! Bebaskan kekuatan Penelusuran yang Diterjemahkan Google.Tetap berhubungan dengan sahabat pena Anda di Paris. Aktifkan terjemahan otomatis untuk email dan ngobrol di Gmail.Apa sih artinya

  11. Evaluasi Komponen Jalan Rel Berdasarkan Passing Tonnage dan Analisis Kebutuhan Pemeliharaan Tahunan Jalan Rel dengan Analisa JO Tahun 2011 (Studi Kasus Jalan Rel Lintas Medan – Tebing Tinggi)

    OpenAIRE

    Panjaitan, Herbet

    2014-01-01

    Jalan rel yang menghubungkan Medan – Tebing Tinggi merupakan lintasan jalan rel sepanjang 80,542 kilometer yang dilewati 40 kereta api setiap harinya, sehingga akan menurunkan kualitas pelayanan komponen jalan rel kereta api. Evaluasi komponen rel terpasang pada jalan rel kereta api dilakukan dengan menghitung daya angkut lintas jalan rel untuk satu tahun, kemudian membandingkan komponen jalan rel terpasang berdasarkan standar perencanaan jalan rel sesuai dengan klasifikasi kelas jalan r...

  12. Hubungan Keteraturan Penggunaan Kortikosteroid Inhalasi dengan Tingkat Kontrol Asma Pasien Berdasarkan ACT di Poliklinik Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wulan Prisilla Prisilla

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakAsma merupakan penyakit yang didasari oleh reaksi inflamasi pada saluran napas yang dapat dicegah dengan kortikosteroid inhalasi. Asma sukar disembuhkan, sehingga tujuan penatalaksanaan asma adalah asma terkontrol. Penilaian tingkat kontrol asma dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner Asthma Control Test  (ACT yang bersifat subjektif tetapi validitasnya telah diuji. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan keteraturan penggunaan kortikosteroid inhalasi dengan tingkat kontrol asma pasien berdasarkan ACT di Poliklinik Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian cross sectional analytic ini telah dilakukan dari September hingga Desember 2013. Populasi adalah pasien berusia ≥14 tahun yang didiagnosis asma oleh dokter. Jumlah subjek penelitian sebanyak 96 orang. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Insiden terbanyak asma berada pada kelompok usia lanjut (60,4%. Sebagian besar pasien tidak teratur menggunakan kortikosteroid inhalasi (63,5% dan pasien dengan asma tidak terkontrol memiliki proporsi tertinggi (59,4% . Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara keteraturan penggunaan kortikosteroid inhalasi dengan tingkat kontrol asma pasien berdasarkan ACT di Poliklinik Paru RSUP Dr. M. Djamil (p=0,002.Kata kunci: kortikosteroid inhalasi, ACT, tingkat control asma AbstractAsthma is a disease caused by an inflammatory reaction in the patient airways that can be prevented with inhaled corticosteroids. It is known that there is no cure for asthma, so the goal of asthma management is to obtain controlled asthma. The level of asthma control can be assessed by  using Asthma Control Test  (ACT questionnaire, this method is subjective but its validity has been tested. The objective of this study  was to determine the association between regularity of inhaled corticosteroids application and patient’s level of asthma control based on ACT in the Lung Clinic of Dr

  13. Identifikasi Carrier Bakteri Streptococcus β hemolyticus Group A pada Murid SD Negeri 13 Padang Berdasarkan Perbedaan Umur dan Jenis Kelamin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadhila Aini

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakStreptococcus β hemolyticus Grup A atau yang disebut juga Streptococcus pyogenes merupakan salah satu bakteri patogen yang banyak menginfeksi manusia.Bakteri ini dapat ditemukan sebagai carrier di saluran pernafasan terutama pada anak-anak, tidak menimbulkan penyakit tetapi berisiko untuk menyebarkan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jumlah carrier  bakteri Streptococcus β hemolyticus Grup A pada murid berdasarkan perbedaan umur dan jenis kelamin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif cross-sectional dengan menggunakan sampel seluruh murid SD Negeri 13 Padang. Hasil penelitian adalah didapatkan 2 orang murid yang menderita carrier, yaitu pada kelompok usia>8-9 tahun dan >11 tahun. Berdasarkan jenis kelamin yang terdiri dari 54 orang laki-laki dan 50 orang perempuan, didapatkan 2 orang carrier yaitu hanya pada anak laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carrier bakteri Streptococcus β hemolyticus Group  A terdapat pada anak usia tersebut karena masih kurangnya pengetahuan tentang kebersihan. Carrier yang ditemukan hanya pada anak laki-laki kemungkinan disebabkan mereka lebih sering bermain di luar rumah dan terpapar dengan berbagai bakteri patogen dan kurang memperhatikan kebersihan diri.Kata kunci: carrier, streptococcus β hemolyticus grup A, umur, jenis kelamin AbstractGroup A Streptococcus β hemolyticus or also called Streptococcus pyogenes is one of many pathogenic bacteria that infect humans. These bacteria can be found as a carrier in the respiratory tract especially in children, do not cause disease but can be a risk for spreading the disease. This objective of this study was to determine the amount of the carrier of bacteria group A Streptococcus β hemolyticus based on age and gender differences. This research is a descriptive cross - sectional study using a sample of all students of SD Negeri 13 Padang. Based on the age of 104 students found that students who suffer 2 carrier, which is in the age

  14. Keragaman suweg (Amorphophallus campanulatus di wilayah eks karesidenan Surakarta berdasarkan karakter morfologi, anatomi dan pola pita isozim

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MONARITA PERMATASARI

    2014-05-01

    Full Text Available Permatasari, Pitoyo A, Suratman. 2014. Keragaman suweg (Amorphophallus campanulatus di wilayah eks karesidenan Surakarta berdasarkan karakter morfologi, anatomi dan pola pita isozim. Bioteknologi 11: 11-18. The aims of this research were to find out the diversity and relationship among elephant yam in Surakarta region based on variation of morphological, anatomical and isozyme banding patterns characters. Total 20 samples were taken using random purposive sampling technique in different altitude of 7 districts. Morphological, anatomical and isozyme banding pattern data were analyzed descriptively. The steady data of quantitative characteristic from morphological, anatomical and isozyme banding pattern of binary data was analyzed using an Index of Similarity (IS and computed by the program Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (NTSYS version 2.10. The result showed that the elephant yam in Surakarta region were diverse based on morphological, anatomical and isozyme banding pattern, especially in ratio and color of petiolus; tuber ratio; index of stomatal; thick epidermis; thick mesophyll; term and ratio of palisade; term rafida; 4 peroxidase and 5 esterase isozyme banding pattern. Analysis of relationship of elephant yam based on morphological, anatomical and isozyme band pattern characters showed the similarity coefficient of 64,85% contained two major group. The first group consist of Boyolali 1, Boyolali 3, Boyolali 4, Wonogiri 4, Wonogiri 2, Karanganyar 1, Karanganyar 2, Karanganyar 3, Sragen 2, while the other samples were separated from this group.

  15. GAMBARAN RISIKO TROMBOSIS VENA PROFUNDA (TVP PADA SALES PROMOTION GIRL (SPG BERDASARKAN KRITERIA WELLS DI KOTA DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shelly Silvia Bintang

    2015-01-01

    Full Text Available Pekerjaan sebagai sales promotion girl (SPG menuntut berdiri dalam posisi statis dalam waktu kerja yang cukup lama. Dalam sebuah jurnal kesehatan masyarakat tahun 2013 mendapatkan hasil semakin lama SPG bekerja maka semakin lama juga durasi mereka memakai sepatu hak tinggi semakin besar risiko untuk mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan sepatu hak tinggi. Gangguan dari aliran darah atau trombosis vena profunda (TVP merupakan dampak yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui angka tinggi pemakaian sepatu hak tinggi, angka pemakaian stocking dan gambaran SPG di Kota Denpasar yang memiliki risiko rendah, menengah dan tinggi mengalami TVP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif potong lintang. Subyek penelitian ini adalah 62 pegawai SPG yang bekerja di swalayan di Kota Denpasar. Skor kriteria Wells didapatkan untuk mengetahui gambaran risiko probabilitas TVP. Hasil gambaran risiko TVP pada SPG di Kota Denpasar berdasarkan kriteria Wells didapatkan 30 orang pekerja (48,38% menunjukan risiko ringan, dan 30 orang pekerja lainnya (48,38% menunjukan risiko menengah menderita TVP, sedangkan 2 orang pekerja (3,24% menunjukan risiko tinggi. Sebagian besar pegawai SPG di kota Denpasar memiliki risiko rendah dan sedang probabilitas TVP.

  16. Perancangan Metamodel Registry Untuk Rekam Kesehatan Elektronik Berdasarkan Standar ISO/IEC 11179 (Studi Kasus : Rumah Sakit Haji Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Baihaqi

    2014-09-01

    Full Text Available Pada saat ini pengelolaan data sudah menerapkan sistem rekam kesehatan elektronik dalam pelayanan kesehatan pada sebuah instansi atau lembaga kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit dan Klinik. Tetapi sistem tersebut belum diintegrasikan dengan baik dan dikembangkan untuk dapat men sharing data antar organisasi. Untuk itu pelayanan kesehatan secara elektronik melibatkan pengelolaan data yang perlu dirancang secara terstruktur dan terintegrasi agar sistem tersebut dapat berjalan dengan baik dalam menyelaraskan sistem data pada pelayanan kesehatan. Penelitian ini akan berfokus menggunakan terminology pada percancangan metamodel registry berdasarkan data dalam concepual data model (CDM yang menyesuaikan standar ISO/IEC 11179 bagian 4 dan 5. Perancangan metamodel registry dilakukan dengan beberapa tahap dengan menggunakan studi kasus Rumah Sakit Haji Surabaya. Metamodel registry dirancang menggunakan terminology konseptual data elemen tentang penamaan dan definisi data. Kemudian dilakukan verifikasi untuk memastikan perancangan metamodel registry sudah memenuhi standar ISO/IEC 11179 dan disusun dalam bentuk Data Dictionary untuk memperbaiki penamaan dan definisi dari conceptual data model (CDM Tugas Akhir ini diharapkan untuk memberikan gambaran pengelolaan data pada sistem data pelayanan kesehatan dan dapat diusulkan ke pusat kesehatan kota untuk memperbaiki sektor data kesehatan agar sistem data selaras dan dapat di sharing antar organisasi.

  17. Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Saman Karya Ayu Utami: Pendekatan Psikoanalisis Sigmund Freud

    OpenAIRE

    Saputra, Joko

    2015-01-01

    Psikologi dalam sastra mengandung kejadian-kejadian yang tampak lewat perilaku tokoh-tokohnya. Melalui perilaku tokoh-tokohnya akan tampak konflik batin yang dialami oleh masing-masing tokoh dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik batin tokoh utama berdasarkan peristiwa-peristiwa yang dialaminya dalam novel Saman Karya Ayu Utami. Untuk memperoleh hasil tersebut dipergunakan teori psikologi sastra dengan penerapan teori-teori psikoanalisis Sigmund Freud. Metode pe...

  18. APLIKASI SISTEM INFORMASI PERTANAHAN BERDASARKAN JENIS-JENIS HAK ATAS TANAH DI KANTOR PERTANAHAN KOTA SURABAYA II (STUDI KASUS KELURAHAN GENTENG, KECAMATAN GENTENG, SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ery Abdul Baary

    2015-02-01

    Full Text Available Di Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, sistem informasi pertanahan belum diterapkan, jadi untuk melaksanakan tugasnya hanya menggunakan sebatas peta digital, maka dari itu perlu adanya sistem informasi pertanahan yang terpadu dan mutakhir untuk mendukung dan mengoptimalkan pengelolaan sistem informasi pertanahan di Kota Surabaya II.Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan sistem informasi pertanahan berdasarkan jenis hak atas tanah dengan menggunakan peta digital Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya skala 1:1000, citra Quickbird 2010, database mengenai bidang tanah dan data hasil survey. Pengolahan data menggunakan software utama Autodesk Land Dekstop 2009, ArcGIS 9.3. Pembuatan program aplikasi menggunakan software Visual Basic 6.0 yang dilengkapi dengan software tambahan MapObject 2.2.Dari hasil pembuatan Sistem informasi pertanahan di Kelurahan Genteng, Program ini mampu mengidentifikasi informasi bidang tanah mengenai jenis hak atas tanah yang meliputi 224 bidang tanah yang terdiri dari 132 bidang tanah atas hak guna bangunan, 89 bidang tanah atas hak milik, dan 3 bidang tanah atas hak pakai, serta dilengkapi dengan buku panduan sehingga dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan kebijakan dalam rencana pelaksanaan program inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah.

  19. Pembuatan Standard Operating Procedure (SOP Service Desk Berdasarkan Kerangka Kerja Itil V3 dengan Menggunakan Metode Analisis Gap Layanan (Studi Kasus: PT. XYZ , Tangerang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annisa Rachmi

    2014-09-01

    Full Text Available Penggunaan Teknologi Informasi di banyak perusahaan telah menjadi satu hal penting dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional bisnis yang mendukung tercapainya tujuan perusahaan, termasuk juga PT XYZ. Unit fungsional service desk sangat dibutuhkan oleh PT XYZ dalam mendukung operasional TI dan menangani permasalahan yang muncul serta memonitor terkait penggunaan TI yang ada di dalam perusahaan. Adanya kebutuhan PT XYZ untuk menjadikan service desk menjadi unit yang dapat berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya, menunjukkan bahwa perlunya penerapan tata kelola TI untuk mengatur dan mengelola aktivitas service desk. Salah satu tata kelola TI yang dimaksud adalah berupa prosedur kerja. Kerangka kerja Information Technology Infrastructure Library (ITIL merupakan suatu best practice yang bertujuan secara berkelanjutan meningkatkan efisiensi operasional TI. Perancangan dan implementasi service desk berdasarkan kerangka kerja ITIL V3 di PT XYZ diperlukan dalam upaya meningkatkan layanan TI dan mengatasi masalah yang ada saat ini. Pembuatan SOP ini diinisialisasi dengan menggunakan metode analisis gap, proses-proses yang dimuat ke dalam SOP merupakan hasil analisis kesenjangan antara kondisi kekinian service desk PT XYZ dengan kondisi ideal service desk framework ITIL.

  20. NON-FOOD RISK FACTORS OF ANEMIA AMONG CHILD-BEARING AGE WOMEN (15-45 YEARS IN INDONESIA (FAKTOR RISIKO NON-MAKANAN TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA PEREMPUAN USIA SUBUR [15-45 TAHUN] DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dodik Briawan

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling banyak ditemukan, baik di negara sedang berkembang maupun negara maju. Kelompok masyarakat yang rentan di antaranya ibu hamil dan perempuan usia subur (PUS. Identifikasi faktor risiko diperlukan dalam penajaman program mengatasi anemia. Tujuan: Menganalisis perbedaan karakteristik antara kelompok anemia dan non-anemia, serta faktor risiko non-pangan terhadap anemia defisiensi-besi pada kelompok PUS. Metode: Analisis data sekunder dari Survei Kesehatan Nasional (SURKESNAS 2001. Kriteria sampel adalah PUS berusia 15-45 tahun dengan sampel darah dan diukur kadar hemoglobin (Hb. Sebanyak 4.893 sampel memenuhi syarat analisis, yang diperoleh dari 13.000 sampel. Analisis faktor risiko anemia menggunakan regresi logistik. Hasil: Rata-rata hemoglobin, indeks massa tubuh (IMT, lingkar pinggang, lingkar pinggul, dan tingkat pendidikan lebih rendah pada perempuan anemia dibandingkan dengan non-anemia defisiensi-besi (p<0,01. Indikator lain seperti umur, tinggi badan, rasio lingkar pinggang/pinggul, pendapatan, aktivitas fisik, status merokok, kebiasaan minum minuman beralkohol, dan status perkawinan tidak berbeda di antara kedua kelompok. Peubah status perkawinan, tingkat pendidikan, IMT, dan tekanan darah diastol berhubungan nyata dengan kejadian anemia defisiensi-besi (p<0,01. Analisis regresi logistik menunjukkan, kelompok PUS dengan IMT >18,5 cenderung tidak anemia (OR=0,6 dibandingkan kelompok dengan IMT <18,5 (p=0,00. Kelompok PUS dengan IMT <25,0 berpeluang untuk menjadi anemia sebesar 1,3 dibandingkan PUS >25,0 (p=0,01. Kesimpulan: Ukuran antropometri berhubungan dengan risiko terjadinya anemia defisiensi-besi. PUS dengan IMT tinggi cenderung tidak anemia defisiensi-besi. [Penel Gizi Makan 2010, 33(2: 102-109] Kata kunci: anemia defisiensi-besi, perempuan usia subur, faktor risiko, indeks massa tubuh

  1. Perencanaan Penerapan Konsep Zero run-off dan Agroforestri Berdasarkan Kajian Debit Sungai di Sub DAS Belik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arnellya Fitri

    2015-09-01

    Full Text Available Daerah Aliran Sungai (DAS Belik merupakan salah satu Daerah Tampungan Air (DTA yang berada di daerah perkotaan Kabupaten Sleman. Akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman yang padat menyebabkan semakin berkurangnya area resapan air hujan. Kurangnya area resapan air hujan menyebabkan kapasitas saluran drainase Sub Daerah Aliran Sungai (DAS Belik pada saat hujan  tidak mampu menampung air sehingga banjir di sekitar saluran drainase terjadi. Tujuan penelitian ini untuk memberikan solusi dengan menggunakan konsep zero run-off  dalam upaya  mencegah genangan banjir di perkotaan yang kurang memiliki ruang terbuka hijau dan area resapan air hujan. Kajian debit banjir yang dilakukan pada sungai Belik menggunakan metode rasional dan metode SCS CN yaitu metode yang digunakan dalam penentuan debit puncak pada satu kejadian hujan. Perhitungan debit diperlukan untuk mengetahui besar limpasan maksimum pada drainase saluran DAS Belik. Metode hidrograf  SCS CN  menggunakan parameter tekstur tanah, tebal hujan, CN wilayah, retensi potensial maksimum air oleh tanah, dan kedalaman hujan efektif. Sedangkan metode rasional menggunakan parameter koefesien aliran, intensitas hujan, dan luas daerah pengaliran dalam menghitung debit limpasan. Keseluruhan hasil perhitungan kedua metode melebihi besar debit pengukuran langsung menggunakan Metode Slope Area, artinya keseluruhan hasil menunjukkan banjir atau limpasan permukaan yang melebihi kapasitas drainase.Kata kunci. Limpasan permukaan, metode SCS CN, metode rasional, zero run-off Belik Watershed is one of the Water Catchment Areas  located in urban areas of Sleman District. Land conversion from agricultural to residential area cause the descending of rain water catchment area. Lack of rain water catchment area can cause drainage channel capacity of Belik sub zone cannot hold rain water, so that flooding occurred around the drainage channel. The aim of this research is to give a way out to

  2. KETERSEDIAAN HAYATI ZAT BESI, KANDUNGAN ZAT PEMICU DAN PENGHAMBAT PENYERAPAN ZAT BESI DALAM MAKANAN IBU HAMIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Saidin

    2012-11-01

    Full Text Available The iron content, iron bioavailability (in vitro method, enhancers and inhibitors of iron absorption were investigated in three different staple foods of diets in the district of Boyolali, Central Java. The results revealed that the average iron content of the diets based on rice, corn and cassava were 18.8 mg, 17.8 mg and 19.9 mg, respectively or equal to 34.3%, 32.0% and 35.0% of Recommended Dietary Allowances (RDA for Indonesia. The average vitamin C content of the diets based on rice, corn and cassava were 21.9 mg (31.3% RDA, 21.1 mg (30.1% RDA and 17.3 mg (24.7% RDA, respectively. The average of protein content of the diets based on rice, corn and cassava were 47.1 g (78.5% RDA, 50.0 g (83.3% RDA and 31.1 g (51.8% RDA, respectively. The average content of tannic acid and phytic acid as inhibitors of iron absorption in the diets based on rice, corn and cassava were (1154 mg and 261.5 mg; (980 mg and 342.7 mg and (838 mg and 341.5 mg, respectively. An addition of 100 mg of vitamin C or papaya fruit (250 mg into the diets, increased iron bioavailability up to 54.2%. Keywords: iron bioavailability, enhancer agent, inhibitor agent, in vitro.

  3. PERANCANGAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN BERDASARKAN KOMPETENSI SPENCER DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS(Studi Kasus di Sub Dinas Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kota Probolinggo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Nurmianto

    2006-01-01

    Expert Choice. Hasilnya bobot kemampuan karyawan kontrak terbagi atas: kemampuan manajerial (0.200 dan kemampuan teknik (0.800. Kemampuan manajerial terdiri dari: disiplin (0.318, melayani (0.289, berprestasi (0.151, proaktif (0.140, dan komitmen pada organisasi (0.102. Sedangkan kemampuan teknis terdiri dari: memimpin (0.500 dan kerjasama (0.500. Dari penelitian tersebut sistem insentif yang tepat adalah sistem insentif pembagian laba, dimana insentif yang diterima berdasarkan pada peningkatan kinerja karyawan. Kata kunci: penilaian kinerja karyawan, kompetensi, insentif, analytical hierarchy process.

  4. Kadar Malondialdehid (MDA) Pada Kejadian Dismenore Primer

    OpenAIRE

    Prabudi, M Oky; Nasution, Syamsul A.; M. Fahdhy; Lubis, Rushakim; Edianto, Deri; Yusuf, M.

    2014-01-01

    Objective: To determine differences in MDA levels in menarche age adolescents with and without primary dysmenorrhea Methods: The study used a case control design with comparative analytical approach method and correlative analysis. The analysis carried out in the form of bivariate variables. Subjects were students at the elementary and junior high schools and the Integrated Al-Ulum Al-Washliyah MTsS in Medan. All the girls who have been menstruating for 6 -12 months since menarche and ha...

  5. Kebutuhan Frekuensi untuk Public Protection and Disaster Relief (PPDR Pita Lebar di Indonesia [Frequency Requirement for Broadband Public Protection and Disaster Relief (PPDRin Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Yuniarti

    2015-06-01

    Full Text Available Permintaan akan pengembangan aplikasi Public Protection and Disaster Relief (PPDR pita lebar terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan kebutuhan untuk tanggap bencana yang lebih efisien dan efektif.  Penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan frekuensi PPDR pita lebar di Indonesia yang meliputi kejadian harian (PP1 dan kejadian  darurat besar (PP2 pada pita frekuensi 400 MHz dan 800 MHz. Teknik pemodelan dan simulasi digunakan untuk menghitung kebutuhan frekuensi berdasarkan data skenario dan jumlah kejadian yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan frekuensi untuk mengakomodasi kejadian PP1 diperkirakan sebesar 2x10 MHz. Sedangkan, kebutuhan frekuensi untuk kejadian PP2 diperkirakan sebesar 2x20 MHz untuk LTE FDD atau 30 MHz untuk LTE TDD. *****Demands regarding on application development of broadband Public Protection and Disaster Relief (PPDR are increasing in recent years as more requirements on more efficient and effective disaster responses. This research identified broadband PPDR frequency requirements in Indonesia, comprising of daily incidents (PP1 and large emergency incidents (PP2 at 400 MHz and 800 MHz frequency bands. Modelling and simulation techniques are used to calculate frequency requirement based on scenario and number of incidents data obtained. Research result shows frequency requirements to accommodate PP1 incidents is estimated at 2x10 MHz. Meanwhile, frequency requirement to accommodate PP2 incidents is estimated at 2x20 MHz for LTE FDD or 30 MHz for LTE TDD.

  6. Model Persediaan Terintegrasi Berdasarkan Perbandingan Biaya

    OpenAIRE

    Sibarani, Johannes Andre

    2011-01-01

    Every company must be has the policy in managing its inventory, so that production processes can be run well. Two mathematical model of inventories are analised. The aim of these models are minimizing the total cost of inventories on a company and its distributor. The first mathematical model is IDQ (Identical Delivery Quantity) model, the amount of delivery to distributor is identically for every replenishment. The second one is DWP (Delivery What is Produced) model, the amoun...

  7. Penciptaan Naskah Drama Narcissus Berdasarkan Mitologi Yunani

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titis Rahayuningtiar

    2013-11-01

    Full Text Available Naskah drama Narcissus adalah sebuah naskah drama dengan genre klasik yang mengusung irama tragis. Narcissus adalah sebuah tokoh yang berasal dari cerita mitologi Yunani. Narcissus merupakan seorang pemuda sombong yang sangat mengagungkan keindahan yang ada dalam dirinya. Hingga suatu hari Narcissus dikutuk untuk jatuh cinta pada bayangannya sendiri. Penciptaan naskah drama Narcissus bertujuan untuk mengisi kelangkaan naskah drama yang sumber idenya berasal dari fenomena narsis di masyarakat dan konsep irama tragis dalam mitologi Yunani. Metode penciptaan mengusung sebuah metode kreatif yang terdiri dari tahap eksplorasi, pembentukan dan improvisasi. Hasil  penciptaan naskah ini adalah sebuah naskah bergenre klasik yang memiliki pesan moral bahwasanya seseorang yang menganggap dirinya sempurna akan memberi akibat buruk untuk dirinya sendiri. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.Kata kunci: Narcissus, Yunani, mitologi.ABSTRACTThe Creation of the Drama Script of Narcissus Based on the Greek Mythology. The script of Narcissus drama is a script of drama with a classical genre which carries the tragic rhythm on it. Narcissus is a character in the story of the Greek Mythology. He is an arrogant young man who really likes to glorify himself on the beauty of what he has. Unfortunatelly, one day he was cursed to fall in love with his own reflection. The creation of drama script of Narcissus is aimed to fill the scarcity of drama scripts in which the basic sources of idea come from narcissistic phenomena in a society and the concept of the tragic rhythm in the Greek mythology. The method of creation brings a creative method comprising the steps of exploration, creation, and improvisation. The result of this script creation is a classical genre script which has a moral message in which a person who considers himself perfectly will give a bad impact to himself. Nevertheles, perfection belongs to God only.Key words: Narcissius, Greek , mythology

  8. KEKERABATAN Hoya (ASCLEPIADACEAE SUMATERA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rahayu

    2011-01-01

    Full Text Available Morphological relationships analysis of Hoya species from Sumatra was carried out. The study was taken both from the living collections at Bogor Botanic Garden and the herbarium specimens at Herbarium Bogoriense. There are 25 Hoya species in Sumatra resulted from the total of 129 samples number. Cluster analysis was run by Clique of Phylip software based on morphological diagnostic characters. Five paraphiletic groups were resulted from the phylogenic analyses. The groups constructed from this analysis were tending to be identical with the Schlecter's section classification.

  9. PERUMUSAN STRATEGI PERUSAHAAN BERDASARKAN COMPETITIVE ADVANTAGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Utami

    2012-12-01

    Full Text Available Perusahaan Tenun Ikat Lestari Indah adalah perusahaan pembuatan kain dengan alat tenun bukan mesin. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan menghadapi berbagai kendala, diantaranya daya beli masyarakat menurun akibat situasi perekonomian yang tidak menentu serta persaingan harga yang tidak sehat antar pengrajin. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi perusahaan sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT, I-E (Internal-External, dan QSPM (Quantitative Strategy Planning Matrix. Hasil penelitian menunjukkan posisi bisnis perusahaan berada pada posisi pertumbuhan, sehingga strategi yang dirumuskan adalah menghindari kehilangan profit dan penjualan. Dari hasil analisis QSPM (Quantitative Strategy Planning Matrix diketahui strategi yang terpilih untuk strategi jangka pendek adalah menjalin hubungan baik dengan konsumen tetap , strategi jangka pendek-menengah adalah menjalin kerjasama dengan biro-biro perjalanan wisata, strategi jangka menengah adalah menetapkan tingkatan harga sesuai kualitas dan desain, dan strategi jangka panjang adalah memperluas jaringan pemasaran di dalam dan luar negeri.

  10. Alternatif Pengembangan Pendidikan Berdasarkan Nilai Kebutuhan Khusus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silverius Constantino Johanes Maria Lake

    2015-06-01

    Full Text Available The Community College is a kind of higher education. It focuses on diploma degree (the Two Year College. The objectives of Community College are to educate and to train students for getting working skills for jobs. The Community College has competencies that are suitable with the working area and the local needs. To run the Community College goodly and truly, values is needed. Those values influence the mission of Community College. The question was why Indonesian Higher Education accepts the Community College as a model of higher education. The problem was related to some models of higher education that do not fulfill the demands of companies yet. Therefore the Community College becomes a choice to answer the demands of industries and etrepreneurship. The right references to learn about Community College are American Community Colleges such as Highline Community College (Seattle, WA and Kapiolani Community Collere (Honolulu, HI. Each of those Community Colleges has the best program for example Highline Community College in Business Management, then Kapiolani Community College in Culinary Arts. This article used descriptive and argumentative method to show the importance of Commuity College in Indonesia.

  11. Semantik Suksesi Sistem Informasi Berdasarkan Populasi Teks

    OpenAIRE

    Elfida, Maria

    2015-01-01

    The information system success relates to the measurement of user satisfaction and information system actuators. In other words, the existence of information systems are always related to organizations or groups of people that involve information technology for processing and presenting data in decision making. Therefore, the existence of an information system deal with information technology changes, changes in demanding service to users of information systems. Especially the ...

  12. Alternatif Pengembangan Pendidikan Berdasarkan Nilai Kebutuhan Khusus

    OpenAIRE

    Silverius Constantino Johanes Maria Lake

    2015-01-01

    The Community College is a kind of higher education. It focuses on diploma degree (the Two Year College). The objectives of Community College are to educate and to train students for getting working skills for jobs. The Community College has competencies that are suitable with the working area and the local needs. To run the Community College goodly and truly, values is needed. Those values influence the mission of Community College. The question was why Indonesian Higher Education accepts th...

  13. Garis dan Titik Berdasarkan Riset Visual

    OpenAIRE

    Devi Kurniawati Homan

    2015-01-01

    A design may not be created instantly, without going through a process of creation. At the beginning it all starts from nothing, blank. It requires a visual research to make a visual communication. Without a visual research, the design will not have a strong meaning to be communicated. When an idea is created, the next step is to generate the idea to become a design. The first thing a designer to do is drawing a line. Line is one of the design basic elements. In the journey to make a good des...

  14. Garis dan Titik Berdasarkan Riset Visual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devi Kurniawati Homan

    2015-06-01

    Full Text Available A design may not be created instantly, without going through a process of creation. At the beginning it all starts from nothing, blank. It requires a visual research to make a visual communication. Without a visual research, the design will not have a strong meaning to be communicated. When an idea is created, the next step is to generate the idea to become a design. The first thing a designer to do is drawing a line. Line is one of the design basic elements. In the journey to make a good design, a designer requires a visual record to assist her/him in remembering what is important. A visual record contains not only visual things seen by eyes, but also the perceived things. What is felt at the moment is important because it is easier to forget than visual memory. Sense is an important element in design. A good work will easily be communicated not only by visuals but also from senses. The study was conducted as an insight into the process of making a visual record of nirmana using visual recording method in the exploration of dots and dashes. This method was used to sharpen the sensitivity of students to dots and lines. Initially, the students visited a traditional market to do the visual research. After that, they created a visual record in the form of the composition of dots and lines in nirmana to remember the taste, smell, and visual experiences.

  15. Indikasi munculnya Kubah Lava berdasarkan Rekaman Seismik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. R. Wittiri

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol4no2.20092In the last two decades, there are six volcanoes erupting and are ended up with the growth of lava dome at the crater. Among them, formerly there are three volcanoes that have crater lakes. For the intermediate magma, like most Indonesian volcanoes, the lava dome formation is a usual phenomenon. The interesting symptom is indicated by the seismic waves. They are supposed to relate to the magma breakthrough into the surface. The seismic phenomena of those volcanoes have a similarity, which can be estimated that the  mechanism of rock fracturing is relatively similar.  

  16. PENATAAN RUANG LAUT BERDASARKAN INTEGRATED COASTAL MANAGEMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Sunyowati

    2008-10-01

    Full Text Available The planning of coastal spatial arrangement must be put in the valid spatial planning system. Law Number 26 of 2007 on Spatial Planning and it is in fact related with land spatial planning, although that ocean and air spatial management will be arranged in separate law. The legal for coastal zone management is determined by using the principles of integrated coastal management by focusing on area or zone authority system. The integrated of coastal zones management regulations should be followed by the planning of coastal spatial arrange­ment. Therefore, certain synchronization at coastal zones governance is very important issue since by integrating and coordinating other related regulations and therefore conflict of norm can be minimized in the spatial planning coastal zone.

  17. Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik Berdasarkan Analisis Cross-sectional Data Awal Studi Kohort Penyakit Tidak Menular Penduduk Usia 25-65 Tahun di Kelurahan Kebon Kalapa, Kota Bogor Tahun 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Sulistiowati

    2015-11-01

    Full Text Available AbstractGlomerular Filtration Rate (GFR is associated with renal function and used to diagnose Chronic Kidney Disease (CKD. CKD is considered a serious worldwide public health problem, and the prevalence is increasing dramatically. The aim of the analisis is to explore of the factors associated with estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR. This analysis used subset baseline data Cohort Study Non-Communicable Diseases (NCD 2011 with a cross-sectional design. CKD was defined as those withan estimated glomerular filtration rate (eGFR <60 mL/min/1.73 m2. We analyzed of 1932 subjects (820 males and 1112 females aged 25-65 years old. GFR was estimated by using calibrated serum creatinine level with a formula CKD-epi, devided into ≥60 mL/min/1.73 m2 and <60 mL/min/1.73 m2. Subject with e-GFR <60 mL/min/1.73 m2 was 2,3%, and increased remarkably with age. Multivariate logistic regression analysis demonstrated that age of 49-65 years (OR=13.57; 95% CI: 4.73-38.97,economic status quintile 1 (OR=4.44; 95% CI: 1.14-17.39, hipertension (OR=3.71;95% CI: 1.82-7.59, male gender (OR=2.97; 95% CI: 1.49-5.92, diabetes mellitus (OR=2.54; 95% CI=1.24-5.20, obesity(OR=2.51; 95% CI: 1.20-5.25, were significant factors that were independently associated with CKD.Keywords : risk factors; glomerular filtration rate; CKDAbstrakLaju filtrasi glomerulus (LFG berhubungan dengan kondisi fungsi ginjal dan digunakan sebagai penentu diagnosis Penyakit Ginjal Kronik (PGK. PGK merupakan masalah kesehatan yang serius dan prevalensinya meningkat secara drastis. Tujuan analisis ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan PGK. Data diambil dari subset data Studi Kohor Penyakit Tidak Menular (PTM di Kota Bogor Tahun 2011, menggunakan disain analisis potong lintang. Subjek yang dianalis berjumlah 1932 orang(1112 perempuan dan 820 laki-laki berumur 25-65 tahun. LFG diklasifikasikan menurut estimasi LFG (e-LFG berdasarkan kriteria CKD-epi, dengan kategori ≥60 mL/min/1,73 m2

  18. Faktor Risiko Kejadian Obesitas pada Mahasiwa Fakultas Kedokteran USU

    OpenAIRE

    Lestari, Sri

    2013-01-01

    Prevalence of overweight and obesity has significantly increased during the last decades and is considered an important public health problem. In Indonesia, the prevalence of obesity has also increased. Based on data Riskesdas in 2010 the prevalence of overweight and obesity in adults in Indonesia reached 21.7%, while in North Sumatra the rate is 25.4%. Prevalence of overweight and obesity on adult in City of Medan reached 24.6%(Riskesdas, 2007). Obesity in young adults is associated with in...

  19. ANALISIS SPASIAL FAKTOR LINGKUNGAN DAN KEJADIAN DBD DI KABUPATEN DEMAK

    OpenAIRE

    Musyarifatun Farahiyah; Nurjazuli Nurjazuli; Onny Setiani

    2014-01-01

    AbstractDengue Haemoragic Fever (DHF) was still a public health problem in Demak District, Central Java. In the year of 2012, there were 483 DHF cases and 6 of them were died. Based on those cases, there was no clear information how those cases spread related to environmental and demographic factor. This research aimed to do spatial analysis of DHF incidence then it was related to House Index (HI), Container Index (CI), and the density of houses and occupant. It was an observational research ...

  20. PEROKOK WANITA DALAM PERSPEKTIF DEMOGRAFI DAN KEJADIAN PENYAKIT DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Veranita Prabaningrum

    2012-11-01

    Full Text Available Background: A lot of disease's occurrence has been caused by smoking which exclusively happened to women, especially due to their health reproductive. The increasing tobacco's user among women caused more complexity problems,either on individual's health problems, infant's secureness, economic's and social's problems, and family's health problems. World Health Organization had been made the increasing acts against tobacco on women user as priority. Methods:This study is an advanced analysis from Riskesdas 2007 that has been purposed to get a descriptive of relation between social status and disease's occurence on women's smoker in Indonesia. Data collected with cross sectional method. Results: Showed that the majority of women's smoker were on the age 45 to 54 years, marital status married, not educated, work as farmers/fishers/labors, on rural domicile, and on low level economic status. Respiratory diseases which the most happened caused by smoking was infection upper respiratory (ISPA than asthma, tuberculosis, and pneumonia. Degenerative disease which the most happened caused by smoking was hypertension than cardiovascular disease and stroke. Government should make the strategic policy to protect women from active and or passive smoker. more seriously. Health promotion about negative effect of smoke must be increased, especially for women and for community in general. Key words: women smoker, disease's occurrence, social status

  1. FAKTOR RISIKO KEJADIAN FILARIASIS DI KELURAHAN JATI SAMPURNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Susanna

    2010-06-01

    Full Text Available Risk Factors of Filariasis in Jati Sampurna Village. The subdistrict Jati Sampurna is the most endemic area of filariasis in Bekasi City. This study was undertaken to get a picture of the situation and find the dominant risk factors associated with the occurrence of filariasis in the subdistrict. The research design encompasses case-study control with a total of 93 respondents. The variables studied were the physical environment in a house with six risk factors, characteristics of individuals with three risk factors, the physical environment outside the home, behavior, and the source transmitters, each of which with one risk factor. The risk factors associated with the incidence of the disease are the ceiling construction of the house, objects hanging in the house, the presence of wire screens, gender and the habit of going out at night. These four risk factors, in addition to the use of mosquito nets, is considered as the most dominant risk factors in the occurrence of filariasis in Kelurahan Jati Sampurna.

  2. HUBUNGAN FAKTOR DETERMINAN DENGAN KEJADIAN TIFOID DI INDONESIA TAHUN 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Holly Herawati

    2012-09-01

    Full Text Available Typhoid is an abdominal infectious diseases caused by Salmonella typhii. The Typhus more popular name called Typhus Abdominalis, Typhoid fever or Enteric fever. The Profile of disease control and healthy environment in 2006 reported that typhoid was to be publich health's problem. The cases of morbidity and mortality rate from typhoid was 500 per 100.000 people, and fatality rate was 65%. The objective of this study is to find prevalence of typhoid and the relatied with several determinants in Indonesia. This study used cross-sectional design with descriptive analysis on relation of determinant factors to typhoid prevalence in Indonesia in 2007. The research sample is all sample who answered quesioner about Typhus. Collected data with direct quesioner. Determinant factor in analisis are individual karacteristic, demografi status, economy status, and environment. The result shown prevalency of clinical Typhoid about 1,5%, with range prevalence (0,4% - 2,6%. Dominant factor in Typhoid morbidity has 13 variable, which are sex variable with OR = 1,142 on male group, in age group The highest OR higher was on 1-14 years that was 1,449 (1,164-1,804. The education variable who unfinishes from elementary school have OR =1,746 , responden who have child under five 5 years more than five child in their home have OR = 3,368, variable area according to island in Indonesia, NTT and NTB were OR = 1,052, Variable area according to administration area have OR = 1,283 (1,169-1,410 on rural side. The length of time to acces proffesional health service have OR = 1,420 on group who have time to acces was long, and the length of time to acces community health service have OR =1,226 for time long to acces, and water sufficienty OR= 1,273 for responden have not water sufficient, variable of the soil source around drinking water resource OR = 1,097, and the variable of the water quality bad have OR = 1,401, variable of having a garbage place have OR= 1,180 on responden didn't have a garbage place, and the last was variable of having the waste pipeline in responden home, group responden didn't have waste pipeline in home have OR = 1,098 . The result shown prevalency of clinical typhoid about 1,5%, with range prevalency (0,4% -2,6%. Dominan factors on the typhoid morbidity there were 13 factors which are 1. sex variable, 2. age variable, 3. consist of Child under five years in family 4. education variable, 5. area's according island 6. administration area variable 7. length of time to acces to profesional health service 8. length of time to acces to profesional health inter grated health care post, 9. variable with water sufficiency, 10. variable of soil source paround drinking water source, 11. variable of water quality, 12. variable with having a garbage place, 13. variable of having the waste pipeline in responden home.   Key words : Factor Determinant, Typhus, Basic Health Research

  3. HUBUNGAN POLA PENGGUNAAN ROKOK DENGAN TINGKAT KEJADIAN ASMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharmiati Suharmiati

    2012-12-01

    Full Text Available Tobacco use behaviors are known as determination factor of respiratory diseases as bronchial asthma. Secondary data of Basic Health Research 2007/2008 from samples of people aged ≥ 10 years old were analyzed to provide the description of tobacco use behaviors and the associations to bronchial asthma cases. The total samples were 15.254 people. Multiple Logistic Regression technique was applied to analyze the association. Results showed that tobacco use behavior (smoking behavior was 29.7%, while prevalence of bronchial asthma cases was 1.99%. The smokers tended increase according to higher age groups and also to higher education. The smokers were lightly higher (52.6% among females. For education the mayority of smokers were 47.02% unemployee followed by 37.42% for services/farmer/workers/others. The multivariate analysis showed that smokers of “kretek” cigarretes had risk 1.3 times (OR = 1.336 compared to smokers of others than “kretek” cigarettes, at age, sex, education, occupation constant. We suggest the government to pressure the implementation of law on tobacco and to enhance the community knowledge and awareness on dangers of tobacco use in order to prevent people from respiratory diseases. Key words: “kretek” cigarettes, risk, bronchial asthma, Basic Health Research 2007/2008

  4. HUBUNGAN POLA PENGGUNAAN ROKOK DENGAN TINGKAT KEJADIAN ASMA

    OpenAIRE

    Suharmiati Suharmiati; Lestari Handajani; Adianti Handajani

    2012-01-01

    Tobacco use behaviors are known as determination factor of respiratory diseases as bronchial asthma. Secondary data of Basic Health Research 2007/2008 from samples of people aged ≥ 10 years old were analyzed to provide the description of tobacco use behaviors and the associations to bronchial asthma cases. The total samples were 15.254 people. Multiple Logistic Regression technique was applied to analyze the association. Results showed that tobacco use behavior (smoking behavior) was 29.7%, w...

  5. PERILAKU IBU PENGGUNA BOTOL SUSU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Haryanto

    2010-06-01

    Full Text Available The Conduct of Mothers as Users of Milk Bottles and the Incidence of Diarrhea in Infants. Diarrheal disease is still one of the major diseases in public health problems in Indonesia because of its high incidence and mortality. Almost all cases of acute diarrhea are caused by bacterial infection, the most frequent of which is diarrhea, an infection of the bacterium Escherichia coli (E. coli. These bacteria enter the human body through the hands or through tools such as bottles, pacifiers, thermometers and eating utensils contaminated by the feces of patients or carriers. The purpose of this study is to determine the correlation between the conduct of mothers as users of milk bottles for their infants in Sub-District Kayuringin South Bekasi Jaya, Bekasi District in 2008. A total of 160 persons made up the sample of mothers who participated in this study, which centered on the ways in which the bottles used for the infants were cleaned and the milk prepared. The results of the study showed that there was no correlation between the conduct of the mothers and the presence of E. coli. The result of the study implies that there are other factors that may be leading to the occurrence of diarrhea, such as environmental and individual health factors, specifically those related to hygiene, socio-cultural factors, nutritional factors, and social factors.

  6. Hubungan Dermatitis Atopik dengan Kejadian Dermatitis Kontak Alergi

    OpenAIRE

    Nelly

    2015-01-01

    Background :Allergic contact dermatitis is an acquired sensitivity to various sub-stances that produce inflammatory reactions in those, and only those, who have been previously sensitized to the allergen. Atopic dermatitis is known as risk factor in the development of allergic contact dermatitis. Some studies in association between atopic dermatitis and allergic contact dermatitis incidence have found variety results. Objective :To investigate the association between atopic dermatitis and ...

  7. RASIO LINGKAR PINGGANG DAN PINGGUL DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSUD KABUPATEN SUKOHARJO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunarti Sunarti

    2013-08-01

    Full Text Available Latar Belakang: Penyakit  jantung Koroner (PJK merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Obesitassentral merupakan salah satu faktor risiko yang sering dijumpai pada penderita PJK. Penilaian obesitas yang populer dimasyarakat seperti indeks massa tubuh (IMT tidak dapat menggambarkan obesitas sentral secara tepat pada individu. Saat ini rasio lingkar pinggang dan pinggul dianggap sebagai salah satu cara pengukuran antropometri yang lebih sensitif, murah dan mudah dalam menilai obesitas sentral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan rasio lingkar pinggang dan pinggul dengan kejadian penyakit jantung koroner di RSUD Kabupaten Sukoharjo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross-sectional. Tekanan darah dan kadar gula darah pada penelitian ini dijadikan sebagai variabel kontrol. Subjek penelitian berjumlah 109 yang ditentukan secara simple random sampling. Subjek penelitian adalah pasien yang datang ke IGD RSUD Kabupaten Sukoharjo yang dilakukan pemeriksaan EKG antara bulan Mei hingga September 2009. Hasil: Berdasarkan uji chi-square diperoleh hasil hubungan rasio lingkar pinggang dan pinggul dengan PJK dengan nilai RP = 1.760; CI 95% = 1,115 < RP < 2.778 dan p-value = 0,007. Hubungan tekanan darah dengan kejadian PJK dengan nilai RP = 1.533; CI 95% = 1,041 < RP < 2.256 dan p-value = 0,022 sedangkan hubungan kadar gula darah dengan PJK dengan nilai RP = 1,148; CI 95% = 0,779 < RP< 1.691 dan p-value = 0,317. Berdasarkan analisis multivariat dengan regresi logistik didapatkan hasil terdapat hubungan rasio lingkar pinggang pinggul dengan PJK dengan nilai p-value 0,028. Tidak ada hubungan antara tekanan darah dan kadar gula darah dengan nilai p-value 0,083 dan 0,782. Kesimpulan: terdapat hubungan antara rasio lingkar pinggang pinggul dengan kejadian PJK pada pasien di RSUD Kabupaten Sukoharjo.

  8. Khazana Warna Berdasarkan Hasana Alam dan Budaya Nusantara (1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mita Purbasari Wahidiyat

    2011-03-01

    on character, nature, and imagery it evokes. This research will use quantitative and qualitative methods to describe the color names and color names of the new proposed based on the audience choice. Data collected will be used as a proposal of naming colors in Indonesian language that uses the unique natural and cultural riches of Indonesia itself.

  9. Perbedaan Post Purchase Regret Berdasarkan Perilaku Pada Konsumen Wanita

    OpenAIRE

    Fardhani, Diah

    2014-01-01

    Post purchase regret is a negative emotion of consumer after evaluating the purchase decision has been made, the evaluation is conducted based on the outcome and process of consumer decision making. This study was a comparative quantitative study aimed to determine differences on post purchase regret based on unplanned and substitute purchasing behavior. The research hypothesis was the differences in post purchase regret based on unplanned behavior and substitute purchasing. The study involve...

  10. PEMETAAN PREFERENSI KONSUMEN SUPERMARKET DENGAN METODE KANO BERDASARKAN DIMENSI SERVQUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kriswanto Widiawan

    2004-01-01

    Full Text Available The management of supermarket usually has some assumptions about the customers' expectation. Sometimes these assumtions do not reflect the nature of customers' expectations. Because of this miss perception, the supermarket looses its profit and becomes inefficient. This research was carried out in order to find out the customers' expectation on facilities and services of the supermarkets according to the servqual dimensions. The outcomes will be mapped into Kano categorizations. The researcher asked the customer dan manager of four supermarkets to fill the prepared questionnaires. Based on the result of customers' questionnaires, tangible, reliability and assurance dimensions were categorized as one dimensional. While responsiveness and emphaty dimensions were categorized as indifferent. Based on the result of managers' questionnaires, all servqual dimensions were categorized as one dimensional. After comparing the results of customers' and managers' questionnaires, there are three of four supermarkets which are match each other. Abstract in Bahasa Indonesia : Manajemen supermarket pada umumnya memiliki asumsi-asumsi mengenai harapan konsumen yang belum tentu sama dengan harapan konsumen sesungguhnya. Akibat ketidaktahuan informasi penting tersebut, tidak sedikit supermarket yang mengalami kerugian atau kinerjanya tidak efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui harapan konsumen tentang fasilitas dan layanan supermarket menurut dimensi servqual yang dipetakan ke dalam kategori Kano. Penelitian dilakukan terhadap konsumen dan manajer dengan cara memberikan kuesioner. Menurut responden konsumen supermarket, dimensi servqual yang tergolong kategori one dimensional adalah tangible, reliability dan assurance. Sedangkan dimensi responsiveness dan emphaty termasuk kategori indifferent. Sementara itu, responden manajer supermarket berpendapat semua dimensi servqual termasuk kategori one dimensional. Dari empat supermarket yang diteliti, diketahui ada tiga supermarket yang cocok persepsinya antara manajer dengan konsumennya. Kata kunci: Dimensi servqual, metode Kano, kepuasan konsumen.

  11. PENGELOMPOKKAN KABUPATEN DI PROVINSI BALI BERDASARKAN PERKEMBANGAN FASILITAS PARIWISATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NOVA SARI BARUS

    2013-11-01

    Full Text Available The development of tourism facilities in each district/city between districts with each district is different. The purpose of this study was to determine the grouping of several districts in the province of Bali is based on the number of tourism facilities as well as what the variable identifier of each group. The analysis used in this study is the analysis of clusters and Biplot. The data used is secondary data obtained from the Bali Tourism Office in 2011. Variables used are classified hotel, non-classified hotels, home stays, restaurants, bars, tourist destination, the area of ??tourism, water tourism and business. The results of this study formed three groups: group 1 Bangli, Buleleng, Jembrana District, Klungkung, Karangasem district and Denpasar City. Group 2 and group 3 Badung district of Gianyar district. Variable identifier is a restaurant for all variables.

  12. Redesain Meja dan Kursi Kelas Berdasarkan Antropometri Siswa SDN 060796

    OpenAIRE

    Silvia

    2015-01-01

    Perabot kelas, yang terdiri dari meja dan kursi, merupakan fasilitas fisik yang penting karena aktivitas belajar siswa, seperti membaca, menggambar, menulis dan kegiatan lainnya, banyak dihabiskan di dalam kelas. Antropometri merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam perancangan perabot kelas guna menentukan dimensi perabot kelas yang tepat dan dapat memfasilitasi pengguna dengan sikap duduk yang baik. Penelitian ini berlokasi di Sekolah Dasar Negeri 060796 Kecamatan Medan Are...

  13. ANALISIS CITRA PERMUKAAN THERMOCHROMIC LIQUID CRYSTAL BERDASARKAN NILAI STATISTIK HUE

    OpenAIRE

    Risti Suryantari; - Flaviana

    2014-01-01

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati perbedaan citra pada permukaan Thermocromic Liquid Crystal (TLC) R25C5W akibat perubahan temperatur. Metode yang digunakan untuk analisis adalah pengolahan citra berbasis morfologi matematika menggunakan perangkat lunak Matlab2013a. Citra asli yang diperoleh dalam bentuk RGB dikonversi menjadi HSV (hue, saturation, value), dengan mengambil komponen hue saja. Proses utama yang digunakan adalah opening dengan struktur elemen (SE) line. Berdasark...

  14. ANALISIS KUALITAS LULUSAN BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA LULUSAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Setyaningsih

    2013-06-01

    Full Text Available In education, the students are the products to be input and the output are graduates. Users of graduates are consumers who need to know the level of satisfaction to provide a self-evaluation in improving the institutions. It is also stated in the accreditation forms BAN PT. However, a grain questions that sought to know is very little. The research was conducted at a university in Yogyakarta. Research trying to describe in detail the attributes of quality of graduates based on the user satisfaction level graduates. Object of study is alumni and also alumni users. The study was conducted during the months of August to November 2012. Attributes used are Communication Skills, Organizational Skills, Leadership, Logic, Effort, Ethics, Group and Other Skills. Other attributes are attributes about the ability of areas of expertise. From the results obtained, the attributes that need attention are Organizational Skills and Leadership with the highest gap -0.82. Overall, users of alumni do not feel satisfied, because all negative attributes.

  15. EKUITAS MEREK JASA GERAI BUAH-BUAHAN BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN

    OpenAIRE

    Erdiasa Nursaman; Ujang Sumarwan; Setiadi Djohar

    2015-01-01

    The need of fruits and the number of fruit outlets in Jakarta has been increasing, therefore the study on brand equity of fruit outlet services according to consumer’s perception is now required. In detail the purpose of this study is to analyze the demographic characteristics of  fruits outlets consumer in Jakarta, analyzing the factors that affect brand equity of fruits outlets services, analyze the level of contribution of brand equity variables fruits outlets service in Jakarta and analyz...

  16. STRATEGI PERBAIKAN - PENGGANTIAN BERDASARKAN UMUR PRODUK UNTUK GARANSI SATU DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Ika Rinawati

    2012-02-01

    Full Text Available When the manufacturer selling products with warranties, it causes additional costs (called warranty costs toservice any claims under warranty. Reducing warranty costs is an issue of great interest to manufactures. Thethree ways to reduce warranty costs i.e. improving product reliability, use of preventive maintenance andwarranty servicing strategy.This research deals with a warranty servicing strategy for items sold with a one dimensional warranty where theperiod offered is relatively long. For instance, a computer warranted for three years. For repairable productssold with free repairable warranty (FRW, the manufacturer has the option of either repairing or replacing thefailed item with a new one.In the strategy studied, the decision of repairing or replacing the failed item under warranty is based on its ageat failure. Under the strategy, for failures with age being greater than or equal to threshold parameter will berectified by replacement and all other failures under warranty will be repaired. This strategy is characterized bya threshold parameter which minimizes the expected warranty cost. The optimal parameter is sought by usingnumerical computation. Some numerical examples are given for the purposes of illustration.

  17. Keanekaragaman Mirabilis jalapa L. Berdasarkan Pola Pita Isozim Peroksidase

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AHMAD DWI SETYAWAN

    2007-05-01

    Full Text Available Mirabilis jalapa L. is a gardening plant which growth easily planted because their beautiful color and flower’s ornaments. The aims of the research were to find out the variation of isozyme band of peroxidase (PER and their close relationship of M. jalapa cultivated based on their different flower’s color. The method used in this study was polyacrilamide gel electrophoresis. The collecting data were analyzed using calculation of association coefficient (Gower’s coefficient with cluster analysis used for similarities of their arithmetic. The results showed that in M. jalapa were found 21 variation of isozyme bands of peroxidase (PER from 8 Rf of 0.04; 0.08; 0.20; 0.28; 0.36; 0.48; 0,60; and 0.64. M. jalapa with white and red nodes flower’s (BIN and white and red line flower’s (GAR have the nearest genetic relationship with similarity index of 0.76. M. jalapa with white and red nodes flower’s (BIN and white and red line flower’s (GAR joined with red flower’s (MER on 0.73 of similarity index then joined with white flower’s (PUT on 0.64 of similarity index and yellow flower’s (KUN on0.49 of similarity index. At least, M. jalapa with orange flower’s (ORA joined with M. jalapa cultivars on 0.41 of similarity index.

  18. PENJABARAN HUKUM ALAM MENURUT PIKIRAN ORANG JAWA BERDASARKAN PRANATA MANGSA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Fidiyani

    2012-03-01

    Full Text Available Pranara mangsa is a local knowledge on the management of agricultural land for the Javanese people. This study aimed to determine the ability of Jawva to read the laws of nature and the existence of pranata mangsa on people Banyumas today. What is there in nature is a manifestation of God’s eternal law that by Him manifested in signs of nature. How to interpret the laws of nature by which Java is used as a benchmark in managing land called pranata mangsa.Pranata mangsa are dynamic institution, especially with the uncertain climate change. For farmers Banyumas, pranata mangsa remains a benchmark, but as the development of science and technology, pranata mangsa becoming obsolete. This is a threat to the existence of pranata mangsa as national heritage.

  19. Penentuan Nilai Noise Berdasarkan Slice Thickness Pada Citra CT Scan

    OpenAIRE

    Sihombing, Hediana

    2015-01-01

    Noise measurements have been carried out with changes in thick slices CT Scan image by selecting the ROI on a water phantom objects. The method used in the measurement of noise values ranging from 1 mm, 2 mm, 3 mm, 4 mm, 5 mm, 6 mm, 7 mm, 8 mm, 9 mm, and 10 mm and eksposi factor of 100 kV and 500 mAs. The results obtained are 6.32 HU; 5:14 HU; 3.86 HU; HU 3:48; HU 3:14; 2.94 HU; 2.78 HU; 2.52 HU; HU HU 2:44 and 2:38. The thicker slices diminishing the noise then the resulting CT images wer...

  20. PELESTARIAN KAWASAN PECINAN KEMBANG JEPUN KOTA SURABAYA BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT

    OpenAIRE

    Kartika Eka Sari; Antariksa .; Eddi Basuki Kurniawan

    2011-01-01

    This research’s objective are to identify physical, economic and culture characteristic of Kembang Jepun, analyze potention and issue related to Kembang Jepun’s preservation and develop Kembang Jepun’s preservation. Local communities’s perception is use to analyze cultural meaning of Kembang Jepun, especially building’s age, aesthetic, scarcity, originality, strengthen the cultural meaning and area’s image. Based on IPA (Importance Performance Analysis) method, most priority for cultural mean...

  1. PERAMALAN BISNIS BERDASARKAN PERILAKU KONSUMEN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aryanti Aryanti

    2014-02-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi informasi sekarang ini telah melahirkan sistem cerdas. Aplikasi dari sistem cerdas dapat digunakan untuk peramalan. Salah satu metode dalam sistem cerdas yang dapat digunakan untuk melakukan peramalan adalah menggunakan logika fuzzy. Penelitian dilakukan dengan memprediksi seberapa jauh keberhasilan bisnis yang akan atau sedang dikerjakan. Sebuah bisnis akan dapat dijalankan dan mampu bertahan dalam era persaingan yang ketat jika perusahaan mampu memperhatikan kepuasan pelanggan atau konsumennya. Perilaku konsumen tidak terlepas dari karakteristik produk baik mengenai penampilan, gaya, mutu dan harga dari produk tersebut. Pada penelitian ini dibangun model regresi menggunakan logika fuzzy antara tingkat pendidikan, pendapatan dan kemampuan membeli seseorang. Model regresi ini diharapkan akan mampu melakukan peramalan tentang bisnis yang akan dijalankan. Pada penelitian ini diperoleh bahwa jika sebagian besar suatu wilayah berpenduduk dengan tingkat pendidikan mahasiswa dan pendapatan sekitar Rp.1 juta maka dapat diduga bahwa keputusan akan pembelian produk sebesar 76.3 atau konsumen akan mampu untuk mengeluarkan dana sebesar 7.63% dari pendapatannya untuk membeli produk. Kata Kunci: Peramalan, Perilaku Konsumen, Logika Fuzzy 

  2. Pembuatan Komposit Termoplastik Berdasarkan Serat Kelapa Sawit Dengan Kaedah Prapreg

    OpenAIRE

    Maulida

    2010-01-01

    The aim of this project to expand the prepreg concept to non non-continuous based fibers, especially agriculture waste and other waste materials like as palm fiber, newspaper fiber and rice husk fiber. Akrylonytrille butadiene styrene (ABS) is used as the matrix, meanwhile methyl ethyl cetone (MEK) acts as the solvent. The scope of the study on the resin mixing technique with known amount with ratio 1 : 1. The resin mixing technique with known amount (method B) produces prepregs with varying ...

  3. EVALUASI PERAN APOTEKER BERDASARKAN PEDOMAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudibyo Supardi

    2013-02-01

    Full Text Available Abstract The Government Regulation Number 51 on Pharmacy Practice states that dispensing prescriptions in a health facility, including the community health center, must be done by a pharmacist. In 2010 only ten percents of community health centers have a pharmacist. A cross sectional qualitative study has been done to obtain information on the role of pharmacist themselves in practicing in a community health center, and to obtain information on problem and barrier of the role of pharmacist. The study was carried out in Java, namely in cities of Tangerang, Bandung, Surabaya and Bantul District. Informants for in-depth interviews are District/City Health Office staff involved in the pharmacist assignment in a community health center and head of community health center, whereas for focus group discussion we invited pharmacists from District/City Health Office, community health center, school of pharmacy and regional pharmacists association. Descriptive data were analyzed qualitatively using triangulation method and temporary results were reviewed in a round table discussion in Jakarta with DG of Pharmaceutical Services and Medical Devices, Indonesian Pharmacist Association and Provincial Health Office of DKI Jakarta. Results of the study show that: 1. A. pharmacist is not available at all community health centers, as well as non-care community health centers, there are many prescription services performed by non-professional personnel. 2. The role of pharmacist in a community health center covers good drug management just like their job description, especially in prescription dispensing and drug use report. 3. The role of the pharmacist in pharmaceutical services: (a information carried on the delivery of drugs prescription drugs to the patient, prior to clinic services began, and during a visit to posyandu posyandu toddlers and the elderly, (b drug counseling is limited given the availability of time and there is no room , (c visite the patient was done, either with the patient's own doctor or maternity hospitalization, (d home care have not been going well. 4. Issues related to pharmacists in community health centers is the availability and the number does not match to the workload, so that pharmaceutical care have not been going well due to limitations of time and effort. Also there are pharmacists feel less capable in providing drug information to other health professionals, especially medical specialist several health centers, so it is still necessary coaching and training. Keywords: pharmacist, Guideline of pharmaceutical care, community health center, drug management Abstrak Dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 51 tahun 2009 disebutkan pelayanan resep dokter di pelayanan kefarmasian (salah satunya puskesmas harus dilakukan oleh apoteker. Data tahun 2010 menunjukkan hanya 10% puskesmas yang memiliki apoteker. Tujuan penelitian adalah mendapatkan informasi tentang peran apoteker di puskesmas dan permasalahan dalam pelayanan kefarmasian di puskesmas. Hasil penelitian diharapkan sebagai masukan bagi pihak yang terkait untuk meningkatkan ketersediaan apoteker dalam pelayanan kefarmasian di puskesmas. Penelitian potong lintang (cross sectional dengan pendekatan kualitatif dilakukan terhadap instansi yang terkait dengan peran apoteker di puskesmas pada tahun 2011. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Provinsi Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Dari masing-masing provinsi diambil satu kota, yaitu Kota Tangerang, Kota Bandung, Kabupaten Bantul dan Kota Surabaya. Informan penelitian untuk wawancara mendalam adalah Dinkes Kabupaten/Kota dan Kepala Puskesmas, sedangkan peserta diskusi kelompok terarah adalah 12 apoteker yang mewakili Dinkes Kabupaten/Kota, puskesmas perawatan, Perguruan Tinggi Farmasi (PTF dan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI. Analisis data secara deskriptif kualitatif dengan metoda triangulasi sumber data dan triangulasi metoda pengumpulan data. Hasil sementara disempurnakan dengan Round Table Discussion di Jakarta dengan mengundang nara sumber.

  4. Khazana Warna Berdasarkan Hasana Alam dan Budaya Nusantara (1)

    OpenAIRE

    Mita Purbasari Wahidiyat; R. A. Diah Resita I. K. Jakti

    2011-01-01

    Using colors for designing purpose is become an important part of designer, such as graphic designer, interior, product, least but not last for architect and artist. Like humans, color need to have a name to identify according to its character, psychology and emotional effect. This research applied the qualitative and quantitative method to give a brief description about colors name and propose new color naming which based on character, nature, and imagery it evokes. This research...

  5. ANALISIS KUALITAS LULUSAN BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA LULUSAN

    OpenAIRE

    Ira Setyaningsih; Muchammad Abrori

    2013-01-01

    In education, the students are the products to be input and the output are graduates. Users of graduates are consumers who need to know the level of satisfaction to provide a self-evaluation in improving the institutions. It is also stated in the accreditation forms BAN PT. However, a grain questions that sought to know is very little. The research was conducted at a university in Yogyakarta. Research trying to describe in detail the attributes of quality of graduates based on the user satisf...

  6. ALOKASI PASOKAN BERDASARKAN PRODUK UNGGULAN UNTUK RANTAI PASOK SAYURAN SEGAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marimin Marimin

    2007-01-01

    Full Text Available Application of artificial inteligent by using fuzzy logic can be one of way to handle supply chain situation in uncertainty environment. It was widely concern to study a supply chain using fuzzy logic that most needed. Ain of the study was apply fuzzy logic in determination of supply allocation for superior product in vegetables supply chain. Models was developed in three sub models. First was determination vegetables types that superior by using pareto technique and exponential compaarison method (MPE. Second was expert system to determine supply needed and finally was optimizing supply allocation using fuzzy multi-objective linear programming. The model was applied in a vegetables agroindustry that superior product selected was red paprica. Analysis againts model behaviour is conducted for pesimistic and optimistic scenarios. Abstract in Bahasa Indonesia : Penerapan kecerdasan buatan dengan logika fuzzy bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi situasi rantai pasok dalam lingkungan ketidakpastian. Perhatian yang lebih luas untuk pembahasan rantai pasok menggunakan teknik fuzzy masih sangat dibutuhkan. Studi ini bertujuan menerapkan logika fuzzy dalam penentuan alokasi pasokan untuk produk unggulan pada rantai pasok agroindustri sayuran. Model yang terdiri dari tiga sub model. Sub model pertama adalah penentuan jenis sayuran yang diunggulkan menggunakan kombinasi teknik pareto dan metode perbandingan eksponensial (MPE. Sub model kedua adalah sistem pakar untuk menentukan kebutuhan pasokan menggunakan logika fuzzy. Sub model ketiga adalah optimasi alokasi pasokan menggunakan programa linear obyektif majemuk fuzzy. Model yang dibangun kemudian diterapkan pada sebuah perusahaan agroindustri sayuran dengan produk unggulan terpilih adalah paprika merah. Analisis terhadap prilaku model juga dilakukan untuk skenario pesimis dan optimis. Kata kunci: fuzzy, sistem pakar, MPE, obyektif majemuk, sayuran

  7. Penentuan Konsentrasi Tanah dalam Air Sungai Berdasarkan Perbedaan Warna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Sofi'i

    2008-08-01

    Full Text Available Information of soil erosion is very useful related with prevention action and planning in the future. The objective of this research is to determine soil concentration in water river based on colour differences using image processing and artificial neural network (ANN. Soil and water mixture image was taken using a digital camera then was processed by an image processing program. Two ANN Models were developed. The first model had 3 input parameters while the second model had 6 input parameters. Both models had altogether one output parameters of the soil concentration. The accuracy of the first model was 38% while the second one was 36%.

  8. PEMETAAN PREFERENSI KONSUMEN SUPERMARKET DENGAN METODE KANO BERDASARKAN DIMENSI SERVQUAL

    OpenAIRE

    Kriswanto Widiawan; Irianty Irianty

    2004-01-01

    The management of supermarket usually has some assumptions about the customers' expectation. Sometimes these assumtions do not reflect the nature of customers' expectations. Because of this miss perception, the supermarket looses its profit and becomes inefficient. This research was carried out in order to find out the customers' expectation on facilities and services of the supermarkets according to the servqual dimensions. The outcomes will be mapped into Kano categorizations. The researche...

  9. Analisis Bahaya dengan Metode Hazop dan Manajemen Risiko pada Steam Turbine PLTU di Unit 5 Pembangkitan Listrik Paiton (PT. YTL Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Zulfiana

    2013-09-01

    Full Text Available Steam turbine beroperasi pada temperatur dan tekanan uap yang tinggi sehingga keamanan proses harus dijaga agar tidak terjadi bahaya yang menimbulkan risiko. Untuk analisis dan identifikasi bahaya digunakan metode HAZOP yang selanjutnya melakukan manajemen resiko berupa emergency respon plan berdasarkan bahaya yang mungkin terjadi pada PLTU. Identifikasi bahaya dengan metode HAZOP dilakukan dengan penentuan 4 node pada steam turbine yaitu HP Turbine, IP Turbine, LP Turbine 1 dan LP Turbine 2, penentuan guideword dan deviasi berdasarkan control chart data proses transmitter di setiap node, dan untuk estimasi likelihood berdasarkan nilai MTTF tiap transmitter. ERP pada steam turbine dibuat untuk kejadian kebakaran karena berisiko tinggi dan kemungkinan besar terjadi serta dapat menyebabkan bahaya lain seperti ledakan dsb. Dari penelitian ini diketahui kondisi yang paling berbahaya pada steam turbine adalah kondisi high pressure yang diketahui dari risk matrix pressure trasnmitter pada 4 node yang bernilai high dan ekstrim yang dapat menyebabkan turbin mengalami overspeed. Rekomendasi untuk menanggulangi bahaya tersebut antara lain pemasangan pressure alarm, simulasi automatic turbine test, pemeriksaan turbine overspeed protection serta kalibrasi maupun pengecekan pada pressure trasnmitter tersebut.

  10. ASPEK SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT BERKAITAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA SIDOAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG SULAWESI TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ningsi Ningsi

    2012-07-01

    Full Text Available Village Sidoan district Tinombo, Parigi Moutong is a malaria endemic area. Based on the residís of MBS (Mass Blood Survey there were patients with Falciparum 85 people, patients vivax 235. Generally, residential community located near the area of rice fields, beaches, swamps, rivers and livelihoods, and mostly are farmers and fishermen. Aimed This study sofare to identify socio-cultural aspects of society includes the knowledge, attitude and behavior of the community related with malaria. The research method is qualitative method with narrative analysis. The results showed that communities knowledge about malaria particular of the causes, prevention, modes of transmission, treatment are still based on traditional knowledge. Some people still have beliefs about the causes and cures whit based on traditions. The indeep interviewed result showed that some of the informants said that caused of illness heat like malaria, fever etc caused by the four elements that is fire, earth, water and air. Communities behavior/ during the night are watching television, defecate, bathing in the river, working the fields, chatting with neighbors while playing chess and cards.   Keywords: Malaria, knowledge, attitude, behaviour, Sidoan

  11. Hubungan Bermain Video Game Terhadap Kejadian Insomnia Pada Kalangan Remaja Di Sma Negeri 12 Medan

    OpenAIRE

    Pangaribuan, Hotman Parasian

    2015-01-01

    The number of adolescent who played video game was increased now days. This can cause many problems in social relationship, behavioral, and their sleep pattern like insomnia. This cross sectional study aimed to evaluate the relationship between playing video game with insomnia among the adolescent. Our total sample was 100 students in SMA Negeri 12 Medan. The sample was chosen by consequtive sampling. The data was taken by interview using questionnaire. From our result, the major...

  12. STUDI ASPEK ENTOMOLOGI PASCA KEJADIAN LUAR BIASA (KLB DBD DI KABUPATEN PATI PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiarti Widiarti

    2014-06-01

    Full Text Available Studi  aspek    entomologi     pasca     KLB     DBD    dilakukan    di    Kelurahan    Parenggan    dan    Kalidoro,    KecamatanPati    Kota    (I,    Kabupaten     Pati.  Tujuan    studi    adalah    untuk    mencari    faktor-faktor    apakah    yang    kemungkinandapat    menunjang    terjadinya    KLB.    Metode    pengumpulan    data    entomologi    dilakukan    dengan    survei    jentik    danpengujian    resistensi    vektor    (Aedes    aegypti    terhadap    insektisida    yang    digunakan    untuk    fogging    yaitu    malathion    0,5    %,    malathion     0,8    %,    alphacypermethrin    0,1    %    dan    lambdasihalothrin    0,05    % dengan    metode    standarWHO    impregnated    paper.    Hasil    pemantauan    jentik    menghasilkan    angka    bebas    jentik    (ABJ    di    KelurahanKalidoro    sebesar    63,79    %    dan    Kelurahan    Parenggan    37,74    %    jauh    dari    standart    ABJ    nasional    95    %.    HasilContainer    Index,     House    Index    dan    Breteau    Index    di    Kelurahan    Kalidoro    masing-masing    sebesar    29,55    %,36,21    %    dan    67,24    %,    sedangkan    di    Kelurahan    Parenggan    masing-masing    sebesar    55,24    %,    62,26    %    dan109,43    %.    Hasil    uji    kepekaan    vektor    terhadap    insektisida    menunjukkan    bahwa    di    Kelurahan    Kalidoro    Ae.aegypti    telah    resistensi    terhadap    insektisida    malathion    0,5    %,    malathion    0,8    %,    alphacypermethrin    0,1    %     dan lambdasihalothrin  0,05    %     dengan    kematian    sebesar    masing-masing    sebesar    0,0    %,    80,0    %,    50,0    %    dan    5,0    %.Sedangkan    di    Kelurahan    Parenggan     Ae.    aegypti    telah    resisten    terhadap     malathion    0,5    %,    alphacypermethrin0,1    %     dan  lambdasihalothrin  0,05    %     dengan    kematian    masing-masing    sebesar:    0,0    %,    52,0    %    dan    10,0%    akan    tetapi    masih    susceptibel/peka    terhadap    malathion    0,8    %    (kematian    100%.    Terjadinya    resistensi    Ae.aegypti    terhadap    insektisida    yang    dipakai    fogging    kemungkinan    menyebabkan    tingginya    populasi    Ae.    aegyptidan    rendahnya    ABJ    sehingga    terjadi    peningkatan    kasus/KLB.    House    Index    (HI    >5    dan    Breteau    Index    (BI    >20    merupakan    indikator    infestasi    vektor    tinggi,    sehingga    merupakan    daerah    prioritas    pengendalian.    Kejadianluar    biasa    DBD    di    Kabupaten    Pati    berhubungan    dengan    beberapa    faktor    termasuk    kepadatan    populasinyamuk    vektor.Kata    Kunci    :    Angka    Bebas    Jentik    (ABJ,    Resistensi    Aedes    aegypti,    CI,    HI    and    BI.

  13. Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Kejadian Akne Vulgaris pada Mahasiswa FK USU Stambuk 2007

    OpenAIRE

    Bancin, Berry Eka Parda

    2011-01-01

    Introduction. Acne vulgaris is a very common disease found in public, especially in adolescence. About 85% of people in their life have had acne vulgaris, so it’s often assumed as a physiological state. High-calorie foods have been long suspected as one of the causes of this disease, this opinion is supported by the increased incidence of acne vulgaris in developing countries today. Since 1946 to 2007 various studies have been conducted on the relationship of food to the occurrence of acne vu...

  14. Faktor Resiko Kejadian Penyakit Demam Tifoid Penderita Yang Dirawat Di RSUD DR. Soetomo Surabaya

    OpenAIRE

    Rahayu Lubis

    2008-01-01

    Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan insiden antara 350 - 810 kasus per 100000 penduduk dan CFR berkisar 3 % . Penyakit ini berhubungan erat dengan higiene perorangan yang kurang baik, sanitasi lingkungan yang jelek dan penyediaan air bersih yang kurang baik. Menurut Profil kesehatan kotamadya Surabaya tahun 1998 penyakit demam tifoid menempati rangking ke dua setelah diare untuk semua golongan umur (1 - 44 tahun) dan ada peningkatan 1374 kasus baru de...

  15. PEMODELAN DALAM SISTEM MANAJEMEN OBAT DI PUSKESMAS (Untuk Meminimalkan Kejadian Stagnant Oralit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Kristiningtyas Mamelas

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Drug stagnation is an effect of poor logistics systems in the health services industry, particularly at the Public Health Centre. This was evident as drug stagnation at the "Puskesmas Mentikan Kola Mojokerto" for the 2005 year is stated at 15.44%. Objective: Of this research is to applicated the logistic regression in making formulation of drug management that able to use to know the risk factor of drug stagnant prediction. Methods: This research was a cross sectional study with quantitative approach. The independent variables that observed in this research were planning, receiving, storaging, distributing, using and also recording. Drug stagnation as the dependent variable. Interviews and questioners were conducted to the chief of drug storage in 32 public health centres in Mojokerto. Observation was conducted to drug storage and monthly recording form. All of independent variables affected the drug stagnation, except recording. Results: The factor which had least signification value was using (p=0.488. The most affected variable was using.Key words: drugs management, drug stagnant, risk factor

  16. Kejadian Balantidiosis pada Babi Landrace (A CASE STUDY OF BALANTIDIOSIS IN LANDRACE SWINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Bagus Oka Winaya

    2012-03-01

    Full Text Available The aim of the study was to identify the incidence of balantidiosis in landrace pigs. A total of 60 pigswere examined at Faculty of veterinary medicine, Udayana University between January 2007 and January2008. Seven out of go pigs showed cahexia and diarrhoea . Macroscopic changes were observed, such as: thecolon was fully distended with gas and slight peritonitis,whereas microscopic examination revealed thepresence of Balantidium coli trophozoites and cysta within the intestinal mucosa. Additionally, enteritiskatarrhalis, slight hemorrhagis, erosin and pseudomembranous inflammation with lymphocytes andpolymorphonuclear cells were also noted.

  17. KEJADIAN PNEMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPALOGA KABUPATEN MAMUJU

    OpenAIRE

    Barahima, Junaedy J.; Arsin, Arsunan; Sidik, Dian

    2015-01-01

    Pneumonia merupakan penyakit infeksi paru. Penyebabnya adalah mikroorganisme seperti virus, bakteri atau jamur. Pneumonia pada anak merupakan infeksi yang serius dan banyak diderita anak-anak di seluruh dunia 1 diantara 5 kematian pada anak-anak di seluruh dunia penyebabnya adalah pneumonia. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan case control study. Populasi untuk penelitian ini adalah semua anak balita yang berumur 6-59 yang menderita pneumonia dan t...

  18. Faktor Risiko Kejadian Luar Biasa (KLB Leptospirosis Paska Banjir di Kabupaten Pati Tahun 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nova Pramestuti

    2015-09-01

    Full Text Available Leptospirosis is a disease caused by Leptospira which transmitted by reservoir. Flood can increase risk of the transmission. There had been flood in Pati District in January 2014 and then outbreaks occured afterwards. The objective of this study was to identify risk factors for leptospirosis outbreaks after flood in Pati district 2014. The research was conducted in Pati in March 2014, with cross sectional design. Data were collected by interviews of 35 persons using a structured questionnaire. The results showed that cases of leptospirosis mostly in flood areas (75.7%, dominant in male sex (74.4% and 15-44 years age group (41.9%. The most significant risk factor were contact with water/irrigation canal in rice fields (RP = 4.81 and cuts and abrasions in the skin (RP = 4.57. Another risk factor were cleaning drains/sewers which stagnant, contact with stagnant water around the house/ floodwater, contact with rats, and job at risk such as farmers, cattleman, fishermen, fishpond workers, looking for stone in river. The risk factors were important epidemiological in transmission of leptospirosis outbreaks which associated with flood in Pati District.Key words: risk factor, outbreak, leptospirosis, flood

  19. Prevalensi Kejadian Insomnia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Univesitas Sematera Utara Tahun 2015

    OpenAIRE

    Pamungkas, Anugrah Octa

    2016-01-01

    Insomnia is defined as difficulty to initiate sleep complaints. Difficulty maintaining sleep or experiencing non-restorative sleep, and usually associated with problems in the daytime activity. Insomnia is a sleep disorder that is most commonly found and experienced by many college students. The purpose of this study was to determine the prevalence of insomnia in medical student at University of North Sumatra in 2015, used a descriptive study with cross sectional approach. This research using...

  20. Kejadian Keloid Menurut Golongan Darah Pada Pasien Pasca Luka Di RSUP H.Adam Malik Medan

    OpenAIRE

    Fuadi, Said

    2016-01-01

    Background : Keloid is a manifestation of wound healing with imbalance syntesize and collagen degradation. Abnormal scar will grow through to the edge of wound then feeling itchy and needle-like pain. The common cause of keloid is continously overproduced of collagen, remodelling defect in cells and extracelluler matrix, overform of infiltration cells, and deficit of elastic tissue due to increase of fibroblast metabolic activity. Keloid has component which contain collagen, fibronectin and g...

  1. Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore pada Siswi SMA Negeri 2 Medan Tahun 2014

    OpenAIRE

    Sirait, Deby Shinta O.

    2015-01-01

    Dysmenorrhea is lower abdominal painthat is felt just before or during menstruation that can interfere with daily activities. The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia in 2008 was 64.25%. The purpose of this research was to determine the factors associated with the incidence of dysmenorrhea in female students of SMAN 2in 2014. This research is an observational study with cross sectional approach. Sample was many 128 students wer etaken by simple random sampling. The research instrument...

  2. Gambaran Perilaku Makan Remaja Putri Dan Kejadian Dismenorea (Nyeri Haid) Di SMA Cahaya Medan Tahun 2013

    OpenAIRE

    Tampubolon, Jojor

    2014-01-01

    Dysmenorrhea is a menstrual pain which 67,2 % teenagers in their menstrual period and interferes their daily activities. Teenager who has good nutrional status will not suffer from dysmenorrhea. The objective of the research is to find out the teenagers eating behaviour and dysmenorrhea problem on the students of SMA Cahaya Medan. The type of the research is a descriptive research using cross sectional design. The populations of the reseach are 500 students of SMA Cahaya Medan. The sample...

  3. Relokasi Permukiman Desa Suka Meriah Akibat Kejadian Erupsi Gunung Api Sinabung Kabupaten Karo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Rachmawati

    2016-08-01

    Full Text Available Suka Meriah Village is one of the villages that experienced heavy damage because it is located 3 km from the peak of Mount Sinabung and is also located within Disaster Prone Area (KRB III. One of the best solutions to minimize the negative impact of the disaster is to relocate the Suka Meriah Village to a safer location capable of accommodating the entire population including its needs for facilities and infrastructure. The purpose of the research is to identify community perception on the settlement relocation plan, to analyze the local condition of the relocation area and to assess problems in the settlement relocation plan. The research uses qualitative research methods, where primary data is obtained through observation and semi-structured interviews and secondary data is obtained from literature and agencies data. The research shows that in general, the Suka Meriah Village community agrees with the relocation plan. The relocation settlement is located in the Siosar Area. In general, until the end of the research period in August 2015, the construction of the new settlement in the Siosar Area has not been completed because it was still in the construction process. The problem that occurred was that the relocation process was slow. As a result, the economic activities of the community were restricted.Besides this, the government aid was insufficient to fulfill their daily needs.

  4. Pengaruh Hemodialisis Terhadap Kejadian Kurang Pendengaran Sensorineural Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Loriana Ulfa

    2016-06-01

    Full Text Available Sensorineural hearing loss (SNHL can occur in patients with chronic renal failure (CRF who receive hemodialysis (HD. SNHL is caused by hemodialysis occured in any frequency. The factors affect the disease include, among others, age, hypertension, and diabetes mellitus (DM. The effect of hemodialysis onSNHL occurrence in patients with CRF was analyzed in this study. It was a cohort study on 52 patients with CRF who met the inclusion criteria. The sample consists of two groups, 26 patients with CRF who received hemodialysis and 26 patients with CRF who did not received hemodialysis. Timpanoaudiometry was performed on HD group (patient with HD before the first HD and after the third HD. Timpanoaudiometry was performed on HD group (patient without HD at the same time with the first group. The data on age, hypertension, and DM were obtained from medical records. The results were analyzed with Chi-Square test. It was found that 30.7% SNHL patients were in the HD group consisting of 26.9% mild degree patients and 3.8% moderate degree patients . Mean of hearing threshold decrease was 8.13 ± 5.30. There was no patient with SNHL in the non-HD group. Analysis with Chi-Square test showed that hemodialysis affects SNHL occurrence (p=0.004. Age (p=0.084, hypertension (p=0.215, and DM (p=0.683 do not affect SNHL occurrence. It is concluded that hemodialysis affects SNHL occurrence whileage, hypertension, and DM do not. [MKB. 2016;48(2:98–104

  5. Hubungan Kebiasaan Pemakaian Jilbab terhadap Kejadian Ketombe pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tahun 2015

    OpenAIRE

    Asrul, Dika Asrika

    2016-01-01

    The incidence of dandruff in the world is quite high, especially in tropical countries, due to the high humidity which is one cause of dandruff which characterized by symptoms of scales on the scalp.Using of hijab itself has connection with moisture on the scalp.Incidence of dandruff quite high in young adults and is rarely found in the elderly. This study aims to determine whether there is a relationship between the habit of wearing the hijab with the incidence of dandruff ...

  6. GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN PREEKLAMPSIA/EKLAMPSIA DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2007–2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sitti Nur Djannah

    2012-12-01

    Full Text Available Background: Preeclampsia and eclampsia is a complication in pregnancies and deliveries which increased mother and fetal morbidity and motality rate. The high incidence and large amount of risk factors caused poor prognostic. Early diagnosis and treatment is very important to be done mother and fetal mortality rate. The purpose of this research was to investigate epidemiology description of preeclampsia/eclampsia in PKU Muhammadiyah Hospital in Yogyakarta from 2007–2009 years. Methods: This research used qualitatif method trough cross sextional approach. Secondery data of 118 were drawn as the sample. Result: During 2007–2009 there were 118 cases (3.9% of preeclampsia/eclampsia from total deliveries (3036 deliveries, patient of eclampsia were more (83.9% than low preeclampsia, most of age group that was in the group 20–30 years old (64.4%, had primigravida parity ( 69.5%, frequency of antenatal care < 4 kali (76.3%, did not have hipertension history (83.9%, mount the education which is many (39.8% is public high school, unemployed (63.5%. Conclusion: Cases of preeclampsia/eclampsia from 2007–2009 years is 3.9%, age of mother 20–30 years old 64.4%, had primigravida parity 69.5%, frequency of antenatal care < 4 kali 76.3%, the education is public high school 39.8% and unemployed 63.5%. Key word: epidemiology, preeclampsia/eclampsia, descriptive analysis

  7. HUBUNGAN UNSUR IKLIM DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE KOTA PEKANBARU TAHUN 1999-2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Bambang

    2010-03-01

    Full Text Available The incident Dengue Haemorrhagic Fever (DHF in Pekanbaru city from year 1999-2008 always happened case fluctuation. This research aim to know relationship betwen climate with occurrence of DHFin Pekanbaru city of Year 1999-2008.The designing of research is ecology study with type of Times Study series (Time Trend Study representing study of observational analytic. The data is from secondary data of case of DHF and climate data covering temperature, dampness, rainfall, rain day and speed of wind duringyear 1999 - 2008. The processing of data done computerized and analysed with Correlation test and Regretion. Result of research indicate that strength relation betwen temperature with occurrence of DHFis weak (r = 0, 086, negativepattern and the relation which unsignificant ( p=0,348. Strength relation of dampness with occurrence of DHF is weak (r = 0,061, negative pattern and the relation which unsignificant ( p=0,510. Strength relation of rainfall with occurrence of DHFis weak (r= 0, 1 42, positivepattern and the relation which unsignificant (p=0,142. Strength relation of rain day with occurrence of DHF is weak(r = 0,056, positivepattern and the relation which unsignificant ( p=0,544. Strength of relation speed of wind with occurrence of DBD is weak (r = 0,080, negative pattern and the relation which is unsignificant ( p=0,384.From result of research can be concluded that there is no relationship between element of climate with incident of DHF. It's expected to raising illumination aboutDHFby Public Health Service, besides community activation for efforts to eliminate mosquitoporous with 3Mplus movement and mutualcooperation.

  8. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PENYAKIT BATUK DENGAN NAFAS CEPAT PADA BALITA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustina Lubis

    2012-09-01

    Full Text Available Acute respiratory infection primarily cough and rapid breathing is a common cause of morbidity and death among children under five years of age. According to The Directorate General of Communicable Disease Control, Ministry of Health, incidence of acute respiratory infection is 10%. The National Household Health Survey indicated that 25.2% of infant deaths were caused by this disease. The objective of this analysis was to identify the determinant factors related to the occurence of cough with rapid breathing among children under five years of age. Data were taken from Indonesia Demographic Health Survey 1994. The dependent variable was children of under five years of age who were suffering from cough with rapid breathing and as independent variables were mother's education and activities, overcrowding of household occupants, house's wall materials, roof materials and use of kerosene stove. The result showed that among social factors, mother's education and participation in social organization were significantly associated with the morbidity of cough with rapid breathing . The risk of having cough with rapid breathing was 0.7 less likely to occur among children born to mothers who participated in the social organization activities (OR=0.7 compared to mothers who did not participate in those activities. While, among environmental factors: overcrowding of household occupant, houses's wall material, use of kerosene stove were significantly associated with the occurance of cough with rapid breathing among children under 5 years of age. The overall analysis of environmental and social factors analysis showed that the risk of children whose mothers have low education and do not participate in social organization activity was 2 times higher than those born to mothers with higher education and participation in social organization activities. The risk of children who lived in houses with floor space less than 10 sq.m/capita and use kerosene stove was 1.7 times higher than children who lived in houses with larger floor space and use other than kerosene stove.

  9. Faktor Risiko Kejadian Persalinan Prematur di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2012-2013

    OpenAIRE

    Simbolon, Fransiska R

    2015-01-01

    Preterm birth is the birth of a baby of less than 37 weeks gestational age (between 20-37 weeks). Preterm birth is the leading cause of newborn and the second leading cause of death after pneumonia in children under five years. According to the WHO (World Health Organization), every year, an estimated 15 million babies are born preterm, and this number is rising. This study aimed to determine the risk factors of preterm birth at Pirngadi General Hospital Medan in 2012-2013. This is an obse...

  10. Hubungan Kejadian Asma Dengan Jumlah Saudara Kandung Pada Anak Dengan Riwayat Atopi

    OpenAIRE

    Siregar, Johan El Hakim

    2013-01-01

    Background. The prevalence of asthma in children continues to increase, especially in developed countries. It is believed that environmental factors is play important role and there is inverse relationship between the number of siblings and atopic disorders although it is still unkown how the relationship could happen. Objective. To determine the association between prevalence of asthma bronchiale in atopic children and number of their siblings Methods. A cross sectional study was cond...

  11. Hubungan Kadar Low-Density Lipoprotein Cholesterol dengan Kejadian dan Keparahan Stroke Akut

    OpenAIRE

    Hasibuan, Azwita Effrina

    2016-01-01

    Introduction : The role of serum cholesterol as the stroke etiology is still uncertain. Studies that focused on the association between low-density lipoprotein cholesterol (LDLC) and acute stroke was still rare, with inconsistent results. The aim of this study is to evaluate the correlation between LDL-C level and the acute stroke occurance and severity. Methods : We conducted a cross-sectional study of 51-acute stroke patients in Adam Malik General Hospital, Medan. Subjects...

  12. FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI KELUARGA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GONDOK PADA MURID SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Madanijah

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 The objective of this study is to identify the factors that affect the high prevalence of goiter among elementary school students in goiter endemic area.  The specific objective are to identify the socio-economic characteristics of the sample family, to analyze food consump­tion related to goiter, to identify the variety of food contains of goitrogenic sub­stances, to measure the iodium salt concentration, to analyze the correlation between mother knowledge about IDD, food consumption and the quality of salt with the goiter status. This research was designed with cross sectional study with purposive method.  This research was conducted at Kabupaten Tasikmalaya, West Java from April to May 2005. The respon­dent consisted of 60 elementary school students, which 30 of them classified as normal group and the rest of them belong to the goiter group. The two sample groups were analyzing by the t-test and Mann Whitney test. The correlation variables were analyzed by the Spearman test. There were significant difference between the income on the normal group and the goiter group; the normal group had higher income than the rest. There were significant difference between the adequacy level of energy on the normal group (73.5% and the goiter group (55.8% and the average of the variety of goitrogenic food consumption. The Mann Whitney test showed there were also significant differences for the quality of salt. There were significant correlations between mother knowledge about IDD with the adequacy of iodium, and between the cases of goiter with the quality of salt consumed by the family. Intensive nutrition education of IDD is needed to improve the nutrition knowledge of the mothers, as well as the availability of the accessible iodized salt. Keywords: goiter, iodium, mother knowledge

  13. ANALISIS SPASIAL KEJADIAN LUAR BIASA (KLB KASUS LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN KULONPROGO TAHUN 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmawati Rahmawati

    2014-01-01

    Full Text Available ABSTRACTIndonesia's case totally rate of leptospirosis was ranked third in the world. There were outbreak of leptospirosis in2011 with 273 cases with 18 deaths (CFR = 6.59%. Therefore it was necessary to describe the spread ofleptospirosis. This research was descriptive study that using cross-sectional design with 249 leptospirosis casesrecorded by Kulonprogo District Health Office during January to November 2011. The coordinates of the patientswas determined by GPS. The data is displayed with digital maps Indonesian RBI (RBI scale 1: 25,000 usingArcView 3.3 software. Spatial analysis is done by scoring the following variable i.e. rainfall, land use and altitude.The results showed correlation of rainfall with leptospirosis cases is 0.179, most of cases occured in plantationand residential land use with altitude 0-100asl. Rainfall concluded weak relationship with leptospirosis. Spatialanalysis shows 55.7% of cases of leptospirosis occur in moderate vulnerability zone and 31.79% occur in lowvulnerability.Key words: spatial analysis, rainfall, land use, altitudeABSTRAKPada tahun 2011 terjadi KLB di Kulonprogo dengan jumlah kasus 273 dan jumlah kematian 18 orang (CFR =6,59%. Oleh sebab itu sangat penting untuk mengetahui gambaran penyebaran leptospirosis. Analisis inimerupakan studi deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional menggunakan subjek berjumlah249 kasus yang terdata di Dinas Kabupaten Kulonprogo selama bulan Januari-November 2011. Titik koordinatrumah penderita ditentukan dengan GPS. Data ditampilkan dengan peta digital Rupa Bumi Indonesia (RBIskala 1 : 25000 menggunakan software ArcView 3.3. Analisis spasial dilakukan dengan skoring pada variabelcurah hujan, penggunaan lahan dan ketinggian tempat. Analisis spasial besarnya curah hujan dengan kejadianleptospirosis pada masa tersebut menunjukkan angka korelasi 0,179, dengan demikian korelasi antara curahhujan dengan kasus leptospirosis sangat lemah. Kasus leptospirosis di Kabupaten Kulonprogo banyak terjadi dipenggunaan lahan kebun dan permukiman dengan ketinggian antara 0-100 mdpl. Analisis spasial menunjukkan55,7% kasus leptospirosis terjadi di zona kerawanan sedang dan 31,79% terjadi di zona kerawanan rendah.Kata kunci: analisis spasial, curah hujan, penggunaan lahan, ketinggian

  14. Hubungan Karakteristik Penderita dan Sanitasi Rumah serta Lingkungan dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Pidie

    OpenAIRE

    Kamaruddin

    2013-01-01

    Pidie District is one of the areas affected by filariasis endemic since it has microfilaria rate of 1percent so that it is stated as a filariasis endemic area, starting from 2005 until 2012. At that time, there were 86 chronic filariasisis patients who could not be cured (Pidie Health Office, 2012) The objective of the research was to analyze the correlation patients’ characteristics, housing and environmental sanitation with the incident of filariasis in Pidie District, in 2013. The rese...

  15. HUBUNGAN KONSUMSI FAST FOOD DENGAN KEJADIAN OVERWEIGHT PADA REMAJA DI SMA KATOLIK CENDRAWASIH MAKASSAR

    OpenAIRE

    Anugrah, A. Aryati; Indriasari, Rahayu; Yustini

    2014-01-01

    Obesitas/overweight telah menjadi pandemi global di seluruh dunia dan dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) sebagai masalah kesehatan kronis terbesar. Obesitas/overweight atau yang biasa dikenal sebagai kegemukan merupakan masalah yang cukup merisaukan dikalangan remaja. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi obesitas/overweight yaitu ketersediaan makanan yang murah, cepat tetapi tidak sehat salah satunya yaitu fast food. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ...

  16. KEJADIAN INFEKSI NOSOKOMIAL SALURAN PENCERNAAN DI RUMAH SAKIT DI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anwar Musadad

    2012-09-01

    Full Text Available One of the gastrointestinal nosocomial infections that usually occurs at pediatric wards is diarrhoea/gastroenteritis. The objective of this study was to know the occurrence of gastrointestinal nosocomial infection (GNI cases in 3 hospitals in Jakarta. As unit samples were all infants and children with gastroenteritis in one month period and 31 nurses. Rectal swabs were taken twice, when they were entering the hospital and 3 days after nursing, while hand-swabs were taken from 31 nurses in the pediatric ward. If the faeces of infants and children contained pathogenic bacteria (E. coli, Salmonella sp., Pseudomonas sp., Staphylococcus sp. on the third day which was not found an first day, it means that they suffered from GNI. The microbiological test showed that of those 96 patients, 13.54% were suffering from GNI and the cause of GNI was E. coli (76.9%. While hand-swabs of nurses test showed that 3.2% contained E. coli, 6.4% Pseudomonas sp, and 12.9% Staphylococcus sp.

  17. KEJADIAN INFEKSI NOSOKOMIAL SALURAN PENCERNAAN DI RUMAH SAKIT DI DKI JAKARTA

    OpenAIRE

    Anwar Musadad; Agustina Lubis

    2012-01-01

    One of the gastrointestinal nosocomial infections that usually occurs at pediatric wards is diarrhoea/gastroenteritis. The objective of this study was to know the occurrence of gastrointestinal nosocomial infection (GNI) cases in 3 hospitals in Jakarta. As unit samples were all infants and children with gastroenteritis in one month period and 31 nurses. Rectal swabs were taken twice, when they were entering the hospital and 3 days after nursing, while hand-swabs were taken from 31 nurses in t...

  18. Hubungan Antara Kualitas Perawatan Kateter Dengan Kejadian Infeksi Nosokomial Saluran Kemih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasmad Kasmad

    2007-07-01

    Full Text Available Nosocomial infection refer to occurrence the often happen in hospital and can causes import to patient, family and hospital of self. Once of infection that often happened is infection of urinary tract at the patient with dower chateter. Factors that caused nosocomial infection of urinary tractare hospes, agent, installation procedure, old of installed chateter and quality of chateter treatment. This research ago to know the quality chateter treatment with the occurrence of nosocomial infection urinary tract. The research method is observation and the instrument used observation sheet. Independent variable in this research is the quality of chateter treatment and for the dependent variable is occurrence as nosocomial infection of urinay tract. The research subject is cause who had Diploma degree and Graduate of nursing, male patient that treated in Roemani’s Hospital, wear installed dower chateter, age of respondent between 18 – 55 years old, medic diagnose was not tractus urinarius infection, not consume antibiotic and agree to be respondent. Amount of sample are 30 respondents. Result of this research showed that the must quality of treatment chateter is enough (50%, good (30% and less (20%. Number of occurrence of nosocomial infection of urinary tract that got chateter treatment with good quality was 22.22%, enough 26.67% and less 83.33%. To decrease the occurrence of nosocomial infection of urinary tract that cause by installing of chateter was need the increasing the quality of chateter treatment that appropriate to the nursing procedure standart and the pressed of infection prevention. Statistic test used Chi Square test to examine the relation between the quality of chateter treatment with the occurrence of nosocomial infection of urinary tract. Chi Square analisis result t count (7.081 > t table (5.99 and p value (0.029 < 0.05. Which means that there is relation between quality of chateter treatment with the occurrence nosocomial infection of urinary tract.

  19. GAMBARAN PREVALENSI DAN FAKTOR RESIKO HIPERTENSI PADA PENDUDUK USIA PRODUKTIF DI DESA RENDANG, KECAMATAN RENDANG, KABUPATEN KARANGASEM PERIODE OKTOBER TAHUN 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Putu Previyanti Dharma Putri

    2015-04-01

    Full Text Available Di wilayah kerja Puskesmas Rendang dalam beberapa tahun belakangan hipertensi selalu masuk dalam jajaran sepuluh penyakit terbanyak dengan jumlah kasus pada bulan Januari hingga Agustus 2013 sebesar 1070 kasus (3.60% dimana 586 kasus (54,8% merupakan hipertensi pada penduduk usia produktif. Berdasarkan data Global Burden of Disease (GBD, 50% dari penyakit jantung disebabkan oleh hipertensi dan angka kematian akibat penyakit jantung meningkat mencapai 46% pada orang dengan hipertensi. Faktor resiko hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu faktor resiko yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat di modifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui prevalensi hipertensi berdasarkan gaya hidup pada populasi penduduk yang berusia 20 tahun hingga 64 tahun di Dusun Abuan, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem pada bulan Oktober 2013. Pada penelitian ini, jumlah responden terbanyak adalah penduduk usia 40-60 tahun (51,0%, berjenis kelamin perempuan (51,0%, mengkonsumsi buah-buahan (69,0%, mengkonsumsi sayur (98,1%, tidak melakukan aktivitas fisik (63,7%, mengkonsumsi kopi (90,9%, dan tidak obesitas (85,5%. Simpulan penelitian ini adalah kejadian hipertensi terbanyak terdapat pada responden berjenis kelamin laki-laki (44,5%, kelompok umur 35-49 tahun (50,0%, yang tidak mengkonsumsi buah (47,1%, pada yang mengkonsumsi sayur dalam kategori cukup (39,4%, pada yang mengkonsumsi kopi (38,0%, pada yang obesitas (37,5%, dan pada responden yang melakukan aktivitas fisik (45,0%.  

  20. Game Edukasi ‘Simulasi Haji’ Menggunakan Ren’Py pada Perangkat Android untuk Simulasi Perjalanan Ibadah Haji

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vika Fitratunnany Insanittaqwa

    2014-03-01

    Full Text Available Ibadah haji adalah salah satu ibadah umat Islam yang dilaksanakan setahun sekali di Mekkah, Arab Saudi. Namun, tidak semua muslim Indonesia mengetahui proses pelaksanaan ibadah haji secara detail, sehingga dibuatlah game “Simulasi Haji” untuk menjadi media pembelajaran simulasi perjalanan ibadah haji. Game ini dirancang berdasarkan referensi buku panduan ibadah haji dari Kementrian Agama dan berdasarkan wawancara dari jamaah haji. Terdapat tujuh level pada game ini yang dimulai dari proses pendaftaran hingga selesai haji sesuai dengan alur Gelombang II Indonesia. Selain itu, terdapat fakta kejadian acak yang dialami oleh jamaah haji dan doa-doa haji sebagai pelengkap simulasi. Implementasi dilakukan menggunakan Ren’Py dan Ren’Py Android Packaging Tool (RAPT sehingga dapat dijalankan di perangkat Android. Hasil pengujian pengguna dengan empat aspek, yaitu tampilan, aturan main, manfaat edukasi, dan keakuratan simulasi menunjukkan hasil yang baik dengan rata-rata penilaian 88,31%. Pada akhir pengembangan, disimpulkan bahwa aplikasi ini dapat memberikan pengetahuan ibadah haji kepada pengguna secara akurat.

  1. Gambaran Perubahan Sosial Berdasarkan Strategi Kreatif Iklan Televisi (Analisis Isi Gambaran Perubahan Sosial Berdasarkan Strategi Kreatif Iklan Televisi A Mild Tahun 2005-2014)

    OpenAIRE

    PATRICIA, EUNIKE AYU

    2014-01-01

    The Marketing Communications Planning Framework (MCPF) menunjukkan adanya hubungan saling pengaruh antar elemen context analysis dan promotional methods. Penelitian ini melihat bagaimana perubahan sosial sebagai konteks dalam komunikasi pemasaran digambarkan dalam strategi kreatif iklan televisi sebagai salah satu media dalam metode pemasaran. Peneliti menggunakan Adaptive Structuration Theory sebagai teori dasar dalam penelitian ini. Dimensi perubahan sosial menurut Himes dan Moore dijadikan...

  2. Analisis Komparatif Kinerja Keuangan antara Bank Syariah dan Bank Konvensional Berdasarkan Metode Camel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Armanto Witjaksono

    2011-05-01

    Full Text Available The main objective of this paper is to give an overview of comparative financial performance of Islamic banks with conventional banks based on the CAMEL method. The main question would be answered to know there is difference in the performance of conventional banking and Islamic banking are analyzed by using the ratio CAMEL. To prove the hypothesis that there is no significant difference between the bank's financial performance Islamic and conventional banks (Ho or there are significant differences between the financial performance of Islamic banks and conventional banks (Hi. Researchers used a parametric statistical technique, which consists of test data normality using the Kolmogorov Smirnov test and QQ plots, test of homogeneity using the F test (Levene's Test, and Independent Sample T-Test with significant value 5% confidence level (1 - α = 95%. The results showed that the ratio of data CAMEL Islamic banks and conventional banks in normal distribution and homogeneous. Then it can be concluded that the variable CAR, NPL, and LDR between conventional banks and Islamic banks have significant differences, while the ROA and ROE of the two types of banking industry is not significantly different or relatively the same.

  3. STUDI KUALITAS PERAIRAN TELUK EKAS BERDASARKAN KOMPONEN FISIKA-KIMIA PADA BULAN MARET 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ramdhan

    2015-11-01

    Full Text Available The research was conducted on 9 to 15 March 2014 in the Ekas Bay region, East Lombok, West Nusa Tenggara Province. Water quality data acquisitions was done with purposive sampling by using a multiparameter WQC-24 TOA-DKK, floating drought in situ current measurement and water sampling for laboratory check. The parameters measured are temperature, salinity, DO, dT, pH, flow speed, Turbidity, TOM, NO2, NH3, PO4P, Chlorophyll and TSS. Data analysis using descriptive and Biplot graph analysis. The results showed range of values ​​for all parameters was almost in accordance with KepmennegLH No. 51 of 2004, based on physico-chemical parameters measured, still in good condition. Only the phosphate values ​​which average value of 0.41 mg / L is above the standard of Kepmenneg LH No. 51 of 2004 which is 0.015 mg / L. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v2i1.1378

  4. EVALUASI CEPAT DESAIN ELEMEN BALOK BETON BERTULANGAN TUNGGAL BERDASARKAN RASIO TULANGAN BALANCED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustinus Agus Setiawan

    2010-05-01

    Full Text Available Design procedure for reinforced concrete structure in Indonesia is provided by Tata Cara Perhitungan Struktur Beton, SNI 03-2847-2002. This code covers analysis method and basic assumptions that can be taken by a structural designer to design a reinforced concrete structure. An engineer has to design a flexural component, one of the structural component. One of the flexural component is beam element. SNI 03-2847-2002 adopt capacity design method in beam element design. This paper will be discuss a simple design procedure in beam element, based on ξ variable, which is ratio between ρ/ρb, with ρb is the balanced reinforcement ratio. The ξ value is limited to 0,75 maximum in SNI 03-2847-2002. A detail failure is guarantee in a beam element with ξ under 0,75. The analysis that have been done before, produce the correlation between Mn/bd2 and ξ, which can be a tool for design a beam element. A simple calculation use the table (Mn/bd2 vs ξ will be present at the end of this paper.

  5. Identifikasi Kelelawar Pemakan Buah Asal Sulawesi Berdasarkan Morfometri (THE MORPHOMETRIC IDENTIFICATION OF CELEBES FRUIT BATS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiltje Andretha Ransaleleh

    2013-12-01

    Full Text Available The bat is very important for human life, because of their  role as pollinator of plants, as a producer oforganic fertilizer,  and as food.  In Northern Celebes fruit eating bats serve as exotic food, so the presenceof bats were threatened to be extinct due to uncontrolled hunting.  The changes of the forest for plantationlands, damage the habitats and the bats were forced to migrate out.   The aim of the study was to identifythe fruit eating bats of Celebes.  Morphometry of body size, skull,  and physical characteristics were usedin determining the types and distribution  of fruit eating bats in Celebes. The field survey was carried outat the hunting area, bat dealers, and bat sellers. The collected data were analyzed by using descriptivemethod and interpreted by narrating to describe the entire study. The result show that  there were fivetypes of fruit eating bats : i.e.  kalong sulawesi (Acerodon celebensis,  paniki pallas (Nyctimene cephalotes,codot wallet (Thoopterus nigrescens, nyap biasa (Rousettus amplexicaudatus, and  kalong hitam  (Pteropusalecto.

  6. Hubungan FIB-4 Index Dengan Derajat Fibrosis Hati Pada Hepatitis B Kronik Berdasarkan Fibroscan

    OpenAIRE

    Siregar, Yuswita Santi

    2016-01-01

    Introduction : The accurate evaluation of liver fibrosis in chronic liver disease is mandatory to appraise therapeutic indications and prognosis, because complications mainly occur in patients in advanced stages of their disease. Noninvasive test to asses hepatic fibrosis have been developed, wich combine several biochemical parameters. Transient elastography (FibroSscan) a morphological method that measures liver stiffnes has been evaluated. Aim : To evaluate the correlation of FIB-...

  7. Evaluasi Shift Kerja dan Penentuan Waktu Standar PT X Berdasarkan Beban Kerja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trisna Mesra

    2016-04-01

    Full Text Available PT. X is one of the companies located in Dumai Industrial Region, produces fertilizer. This company has three production plants. Production capacity of the first plant is 450 tons/day, the second plant produces 750 tons / day and the third plant produces 700 tons / day. PT. X is supported by 2 sub companies, they are PT. A and PT. B. PT. A operates 5 bagging lines and PT. B operates 3 bagging lines. The fertilizer bagging process has three steps where each step has its own work station: putting the labelled sack to the hook followed by fiiling the sack with fertilizer, installing the tie cable, and sewing the fertilizer filled sack. From the initial survey, it was found that the processingtime is not optimal to reach production target. PT. A and B have to set 24 working hours per day to run the target resulting on frequent overtime, excessive fatique and negative impact of physically and mentally for the workers. Author’s hypothesis is the current condition has been one of the reasons for a decline of the production output. Therefore, the purposes of the research are to find the impact of current working hours and shift work pattern on physical and psycological respon of the workers and to calculate standard time required to complete one cycle of bagging process. This standard time is very crucial to determine production target thus determine the optimal working hours and shift rotation. Measuring of heart rate arecollecting results of questionnaire of NASA-TLX are the parameters used to evaluate physical and psychological respon of workers. Two workers from different group worker, different shift work, from PT. A and PT. B were selected as samples to evaluate their heart rate pattern. The questioner spread out to all workers. Time standard was determined by observing and taking data of 40 bagging cycles for each shift work. The results show that shift work affecting the physiological response of workers in PT. B in the category between moderate to extreme especially for working element of arranging fertilizer sack to the pallet. This result was found for the two group workers. Frequent short rests between times are required to provide quick recovery for the workers and reduce excessive fatique. Average standard time complete one bagging cycle was 0.12 minutes and 0.13 minutes for PT. A and PT. B, respectively. These standard times can be used to set the production output target for the two companies. Last, short rotation shift work with additional number of workers is recommended for the shift pattern.

  8. Penskalaan Butir Format Respons Pilihan dan Respons Bebas Berdasarkan Model Rasch dan Partial Credit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Hariadi

    2007-06-01

    Full Text Available Penelitian melihat pengaruh jumlah parameter butir, kategori respons bebas (RB, pengaruh sampel terhadap akurasi estimasi parameter kemampuan untuk menghasilkan estimasi yang stabil dan pengaruh pembobotan butir RP dan butir RB terhadap kesalahan baku. Penelitian dalam dua tahap, simulasi menggunakan 30 kondisi dengan replikasi 50 dengan variabel panjang tes, jumlah kategori, dan jumlah parameter butir, dan analisis deskriptif, dilanjutkan penerapan penskalaan gabungan butir tipe respons pilihan (rp dan butir respons bebas (rb pada konstruksi tes elektronika yang terdiri 40 butir pilihan ganda dan 4 butir jawaban tersusun, 3 butir memiliki lima kategori jawaban dan 1 butir dengan 4 kategori jawaban, melibatkan 355 siswa. Hasil penelitian menunjukkan: ukuran sampel kurang berpengaruh pada root mean square error atau (RSME> dan korelasi antara 9 dengan 0, namun berpengaruh terhadap akurasi estimasi parameter butir pilihan ganda (/>/y,dan parameter butir respons tersusun (3^- Jumlah parameter butir berpengaruh terhadap parameter kemampuan, tetapi tidak berpengaruh terhadap akurasi dari b^, dan S„,. Estimasi dari parameter tingkat kesulitan butir jawaban tersusun tiga kategori lebih akurat daripada butir jawaban tersusun lima kategori. Estimasi tahan {robust untuk parameter kesulitan butir jawaban tersusun 5 kategori memerlukan sampel minimal 250 responden, sedangkan untuk butir respons tersusun 3 kategori memerlukan sampel minimal 100 responden. Estimasi parameter kemampuan dari skor total (0^^ tidak sama dengan rata-rata jumlah tbeta dari masing-masing subtes (0^ + 0CR. Theta dari tes yang dikalibrasi bersama-sama berbeda dengan theta dari total subtes yang dikalibrasi secara terpisah. Korelasi kemampuan yang mengunakan pembobotan dan kemampuan tanpa pembobotan mempunyai suatu rentang dari 0,988 sampai 0,948. Kata kunci: penyekaiaan, model rash dan partial credit.

  9. Kemampuan Ekstrak Daun Zodia (Evodia suaveolens) Sebagai Repellent Nyamuk Aedes aegypti Berdasarkan Lama Penggunaannya

    OpenAIRE

    Sianipar, Melati Agnes Anggreini

    2011-01-01

    Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) disease is a contagious disease that caused by dengue virus and infected by Ae. aegypti. Since reported in 1968, this disease has become endemic and reported every year in Indonesia. One of the way to avoid it by using anti mosquitoes lotion which generally made by synthetic chemistry. Therefore, it necessary to find natural substance to avoid mosquitoes, one of the natural substances that can use is from zodia leaves (Evodia suaveolens) as repellent. The a...

  10. Manfaat Informasi Akuntansi Untuk Memprediksi Risiko Investasi Saham Berdasarkan Pendekatan Decision Usefulness

    OpenAIRE

    Zarah Puspitaningtyas

    2010-01-01

    This study is to explain the usefulness of accounting information to predict the risk of stock investment based on the decision usefulness approach, technically shown through the effect of variable accounting on risk of stock investment. Based on analysis of 13 companies over a period of five years (2001-2005) by using multiple linear regression, the model shows that the current ratio significantly influence the risk of stock investment. However, signs of regression coefficients are not consi...

  11. ANALISIS TINGKAT KAPABILITAS SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT BERDASARKAN COBIT 5 (MEA01) PADA RSUD TUGUREJO SEMARANG

    OpenAIRE

    Ariel Bagus Nugroho; Amiq Fahmi

    2015-01-01

    RSUD Tugurejo Semarang merupakan Rumah Sakit kelas B milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menyediakan pelayanan jasa untuk masyarakat. Dalam manajemen pengolahan data, RSUD Tugurejo Semarang telah menggunakan sistem informasi rumah sakit. Untuk mengetahui apakah sistem informasi telah berjalan seperti yang diharapkan, maka perlu dilakukan analisis tatakelola teknologi informasi. Pada penelitian ini analisis tatakelola teknologi informasi berfokus pada proses pengawasan, evaluasi dan pen...

  12. POLA KONSUMSI DAN PERMINTAAN PANGAN POKOK BERDASARKAN ANALISIS DATA SUSENAS 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anna Vipta Resti Mauludyani

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} Food demand can be found dynamic, altering by the change in price and income. How great the influence of those changes to food consumption is the important information as the basic consideration for government in creating policy related to food consumption. The objective of the research, which has survey design, was to analyze staple food consumption and demand pattern in household in Indonesia. The research was conducted in Bogor, from March to June 2008 by using secondary data Susenas year 2005 with 64.709 households as the samples. The staple food analyzed were rice, corn, cassava, sweet potato, wheat flour and its derived product (instant noodle, noodle. Data was processed by SAS program version 6.12 and Double-Log Regression econometrical model. Then, it was analyzed descriptively. Result shows that rice has the biggest expenditure proportion among staple food. Almost all staple food is obtained by purchasing, except in corn, cassava, and sweet potatoes. Energy contribution from rice reaches half of total energy consumption. The consumption of rice, corn, cassava, sweet potatoes, wheat flour and its derived product, instant noodle, and wheat noodle per capita per year are 100.52 kg, 3.36 kg, 11.67 kg, 4.10 kg, 5.09 kg, 3.39 kg, and 0.22 kg. Staple food which has consumption participation level almost 100% is rice. The own price elasticity of staple foods are not elastic, except in corn, wheat flour and its derived product. The income elasticity of all staple foods is not elastic in all category of region and income stratification. The demand elasticity of staple food give some implications on consumption and food consumption improvement, they are: 1 raising price of staple food can decrease consumption, thus, price stability is very important, 2 almost all staple foods has not elastic income elasticity, so that food consumption improvement needs great stimulus of increasing income, 3 poor household is greatly influenced by the increasing of price, thus, food consumption improvement for them must be conducted by doing many relevant efforts, 4 target of decreasing rice consumption is still cannot be reached, so that staple food diversification must be continuously developed, 5 in order to develop local food consumption, like corn, cassava, and sweet potato, the development of agro industry based on local food and Communication Information Education (CIE about food consumption diversification are essential to be conducted. Keywords: consumption and demand pattern, staple food, Susenas

  13. Manfaat Informasi Akuntansi Untuk Memprediksi Risiko Investasi Saham Berdasarkan Pendekatan Decision Usefulness

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zarah Puspitaningtyas

    2010-12-01

    Full Text Available This study is to explain the usefulness of accounting information to predict the risk of stock investment based on the decision usefulness approach, technically shown through the effect of variable accounting on risk of stock investment. Based on analysis of 13 companies over a period of five years (2001-2005 by using multiple linear regression, the model shows that the current ratio significantly influence the risk of stock investment. However, signs of regression coefficients are not consistent with the predictions of the study. The results indicate that the current ratio has positive influence on the risk of stock investment. F test shows that the regression model with the current ratio as independent variables significantly influence the risk of stock investment. Meanwhile, the regression model with independent variables of current ratio, debt equity ratio, total assets turnover, return on investment, sales growth, and price earnings ratio do not significantly influence the risk of stock investment. The findings suggest that accounting information has relatively little ability to explain variations in risk of stock investment. The validation of regression models shows no difference between the real investment risk and investment risk prediction, meaning that accounting information is useful for predicting the risk of stock investment.

  14. POLA PENYAKIT SEBAB KEMATIAN DI JAWA - BALI BERDASARKAN SURVEI KESEHATAN RUMAH TANGGA 1995

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarimawar Djaja

    2012-09-01

    Full Text Available In Indonesia, the National Household Health Survey (SKRT is still the main source of information on causes of death, which is now integrated with the National Socio Economic Survey (Susenas. The SKRT uses technique of verbal autopsy with open questions then classifies the diseases using ICD 10. There were 1719 cases obtained with 97,8% response rate of deaths reported by Susenas to the SKRT. Eventhough there are some limitations, the 1995 SKRT using proportion analysis is able to show the pattern of cause of death. The pattern in Java-Bali shows the current trend of epidemiologic transition - the changing pattern of infectious diseases towards degenerative diseases. For the first time the 1995 SKRT reveals the replacement of dominant infectious diseases by circulatory (cardio as well as cerebrovascular diseases. The SKRT observation in the period of 1980 -1995 shows that the transition has happened with rapid trend compared to the England and Wales experience. Yet infectious diseases are still the important cause of death particularly among young age groups and population in the rural areas. Circulatory diseases do not affect only the old age groups but the productive age groups as well. The circulatory diseases can not be disregarded in the rural areas. This condition affects both sexes male and female. Maternal together with perinatal diseases are still quite substantial causes of death.

  15. Pengembangan Tungku Gasifikasi Arang Biomassa Tipe Natural Draft Gasification Berdasarkan Analisis Computational Fluid Dynamics (CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erlanda Augupta Pane

    2014-10-01

    Full Text Available A biomass stove based on natural draft gasification (NDG has been developed in a previous study (Nelwa, et al. 2013 by using simulation based on heat transfer and equilibrium modeling. In this study, a CFD simulation was performed in order to analyze the effect of chimney height, and inlet hole diameter of the stove to the performance of the stove. The results of simulation showed that power produced by stove was between 1863.9 J/s until 2585.7 J/s, and its gasification efficiency was 67.11%. The results of simulation also showed that charcoal gasification produces combustible gases (CO, CH4, and H2 at the bottom and the center of stove, and then they were oxidized by secondary air at the top of stove. This oxidation reaction produces sufficient heat energy which can be used for cooking process.

  16. Revenue Discretionary Model Pengukuran Manajemen Laba: Berdasarkan Sektor Industri Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nieken Herma Sari

    2014-01-01

    Full Text Available Earnings management is a management action to manage the profitability of a company. The purpose of this study is to indicate the accrual earning management using revenue discretionary model. This study adopts the research conducted by Stubben (2010 where there are two measurement models to detect the presence of accrual earnings management. The measurement model is the discretionary revenue model consists of conditional revenue model and revenue model. Object of this research is the companies listed in Indonesia Stock Exchange. The technique of data analysis is descriptive statistics to determine the residual value in each industry sector. These results prove that the revenue model is able to indicate the industrial sector 8 of the total 13 industries in the manufacturing companies indicated accrual earnings management. Conditional revenue model is able to indicate the industrial sector 11 of the total 18 sectors industry that overall indicated accrual earnings management.

  17. PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP BERDASARKAN KURIKULUM 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugiyanto Sugiyanto

    2015-06-01

    Abstract This studi aims to develop a model for an evaluation of mathematics learning processes at junior high schools (JHSs based on Curriculum 2013 and evaluate the effectiveness of the model develo-ped. This was a research and development study. The subject of the research was the teachers, principals, and supervisors. The data collecting instruments were questionnaires and observational sheet. The development process was carried out in 4 stages namely: (1 preliminary investigation; (2 planning development, validation; (3 tryout; (4 product finalization. The try out was perform-ed in 3 stages with the increasing number of participants for each stage. The learning process evaluation model was supported by instrument to assess lesson plans, learning implementation, and the implementation of learning outcome assessment. The content validity was assessed through focus group discussion (FGD. The construct validity was assessed by the factor analysis, and the reliabilities were estimated by the Intraclass Correlation Coefficient (ICC. The result of the research was a model of evaluation of mathematics learning processes at junior high schools (JHSs based on Curriculum 2013, consisting of procedures, evaluation guideline and the well de-signed instruments. Based on the try out, all of the instruments have had good suitability, because construct validity and reliability meet all of the academic requirements. According to the evalua-tion from the practitioners and the model users, the model of the evaluation of mathematics learn-ing processes at junior high schools (JHSs based on Curriculum 2013 was very effective to be implemented. Keywords: development model, evaluation of learning processes, SMP mathematics

  18. STRUKTUR KONSEP MAHASISWA CALON GURU TENTANG MEDAN ELEKTROSTATIK BERDASARKAN ANALISIS FRAMING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. E. Nugroho

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi struktur konsep mahasiswa calon guru tentang medan elektrostatik. Data diperolehdengan menggunakan metode thinks-aloud, didukung metode lain yaitu wawancara, diskusi, dan tes tertulis Responden penelitianterdiri atas delapan mahasiswa semester 2 yang telah menempuh fisika dasar sebagai kelompok I, dan sembilan mahasiswasemester 6 yang telah menempuh mata kuliah kelistrikan dan kemagnetan sebagai kelompok II. Mahasiswa tersebut diberipertanyaan real-worlds yang menyangkut konsep dasar medan dan memerlukan jawaban secara spontan. Hasil studi inimenunjukan bahwa (1 struktur konsep mahasiswa mengenai medan elektrostatik pada umumnya mengalami fragmentasi; (2mahasiswa mengalami kerancuan dalam memahami konsep medan elektrostatik; (3 Pada umumnya, mahasiswa masihberlandaskan konsep gaya dalam memahami tentang medan. The purpose of this research is to explore the concept structure of electrostatics field of teacher candidate student. In thisexperiment, we used thinks-aloud method and varied by others (interview, discussion and written-test. Respondent consisted ofeight students of second semester passing Basic Physics subject as the first group and nine students of sixth semester passingelectricity and magnetism subject as the second group. On these students the real world questions related to concept of field andneeded spontaneous answer are asked. The study result shows that (1 in general the concept structure of electrostatics field ofstudents undergoes fragmenting process; (2 the students experience contamination in understanding the electrostatics fieldconcept, and (3 in general the students are still based on the force concept in understanding the field.Keywords: framing analysis, teacher candidate student, concept structure

  19. Pemberian Pupuk N, P, dan K Berdasarkan Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi untuk Meningkatkan Produktivitas Kedelai (Review

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    KARSIDI PERMADI

    2016-01-01

    Full Text Available Applicationof N, P, and K Fertilizer Based on Site-Specific Nutrient Management for An increase of Productivity of Soybean. Soybean productivity in Indonesia is still low, it is about 1.25 t ha-1.This is due to the same dose of fertilizer in all location.In this case, fertilization is on the recommendation i.e. 25-75 kg urea ha-1 + 50-100 kg SP-36 ha-1 + 50-100 kg KCl ha-1 for soybean in all locations.Though each location farmland have different levels of soil fertility. Soybean commodities can compete with other plants when minimum productivity of 2.18 t ha-1 of dry beans, it is able to provide a higher profit than corn. To that end, soybean fertilizer recommended by site-specific nutrient management (SSNM by using the method of paddy soil test device, and dry soil test device that can determine soil nutrient classes to categories of low, medium and high.N fertilizer on soil classes, including low, medium, and high dose respectively at 174, 152, and 117 kg urea ha-1. For P fertilizer application on soil nutrient classes, including low, medium, and high doserespectively at 104,80, and 40 kg ha-1 SP-36. Likewise K fertilizer application on soil nutrient classes, including low, medium, and high each at doses of 210, 190, and 150 kg ha-1 KCl. In addition, supported by the use of new varieties of soybean large seed that high productivity and achieve the results expected in all locations soybean.Then the government provides support for input subsidies in the form of primary production facilities such as seed, fertilizer, and pesticides that farmers are interested in returning to planting soybeans and soybean prices ensure incentives for farmers. Things like this will spur farmers to increase productivity so that soybean self-sufficiency is achieved. In the end domestic soybean demand can be met so that the government no longer to import soybeans.

  20. EVALUASI SISTEM INFORMASI KENDARAAN (GFSERVICE- BINUS UNIVERSITY BERDASARKAN KERANGKA COBIT PADA DOMAIN DELIVERY AND SUPPORT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tangkas Udiono

    2015-06-01

    Full Text Available Information Systems Audit is an activity that is carried out in a company that aims to ensure compliance with existing policies. General Services is one of the units in BINUS University whose activities in the form of services such as Transportation and Document Courier, Copy Centre and General Facility. However, this study is limited to the Transportation and Document Courier unit that uses an online reservation application gfservice.binus.ac.id. Maturity level of the existing information systems in Directorate General Services specifically Transportation and Document Courier based on COBIT Maturity Model is 2,951 (Repeatable but Intuitive or approaching from the standards set by the International is 3:00, which means the process has been documented and communicated well. This study also conducted an evaluation of the quality of information systems and quality of information available. The result is positive impact on users' satisfaction, that means the increases of information quality and the quality of information systems of GF Services would increase student and employee satisfaction, but it also explained the factors that affect success utilization of existing information systems in order to rise to the level to 4, which means managed and Measurable. The results of the regression analysis and correlation between the quality factors of information systems and the quality of information on student satisfaction and employee are 38.2% and 48.1%; while the rest is influenced by other factors not addressed in this study.

  1. Perancangan Fasilitas Berdasarkan Prinsip-Prinsip Ergonomi Pada Bagian Sortasi Udang DI PT. Central Windu Sejati

    OpenAIRE

    Hendrik P. Simbolon

    2010-01-01

    PT. Central Windu Sejati adalah salah satu perusahaan yang bergerak di dalam bidang pembekuan udang. Produk-produk yang dihasilkan kebanyakan diekspor ke luar negeri. Kualitas dan ketepatan pengiriman adalah salah satu persyaratan yang harus dicapai agar kepercayaan akan produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen di luar negeri. Produktivitas adalah salah satu yang sangat diperhatikan oleh perusahaan dalam kegiatan produksi agar target produksi dapat dicapai dengan tepat. Salah s...

  2. Modifikasi Mesin Pemanen Udang/Ikan Tipe Vakum berdasarkan Analisis Antropometri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diza Puspa Arista

    2013-04-01

    Full Text Available Many considerations was used when designing a tool or machine, one of that is ergonomics. Ergonomics makes the designing was effective and efficient in terms of the system, and operator’s comfort and safety also. The objective of this study is to determine the condition of operator in carrying out the work system of machine with simulation and ergonomics analysis using CATIA P3 V5R20, then modify it according to ergonomics principles that related to the posture of Indonesian people average (anthropometry, to get a comfortable working position, safe, and productive. Anthropometric data was used are male farmer’s data in Dramaga, Bogor. The object that would analyzed is the vacuum type shrimp or fish harvester. The results are a color sign and the final score that compared with RULA Method. From the simulation can be seen that the best Final Score is when operated the intake hole cap with the value of 2, the color code is green and acceptable. The worst result is when cranked the engine with the value of 4 and investige further. Modification was made to displace the engine position and addition the components for footing. The results of ergonomics simulation after modified was better than before.

  3. BESARAN MASALAH GIZI BALITA KABUPATEN BOGOR BERDASARKAN BAKU ANTROPOMETRI NCHS DAN WHO 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Sumarno

    2012-11-01

    Full Text Available The Magnitude of Malnutrition Among Under-Five In The District Of Bogor Using Anthropometric Standard Of NCHS And WHO 2005.Background: In the early June 2006 WHO introduced new Anthropometric standard. The WHO recommended the Southeast Asian countries to adopt the new standard. The standard is supported by software for data analysis. There seem no objections in adopting the standard. However, the experts group of Indonesian Nutrition Association demands to evaluate the standard, before Indonesia use it in the nutrition program. This paper is one of the activities in evaluating the impact of adopting new standard to the magnitude of malnutrition.Methods: This exercise use the data of Growth Monitoring Survey in the District of Bogor. The data were proccessed using the WHO anthropometric software. The data were analysed descriptively.Result: It was found that there is no significant difference in the prevalence of wasting, between using the NCHS and WHO standard (10.7% vs 11.1%. But the prevalence of wasting is doubling in the age group 0-5 months (7.8% vs 15.7%. The prevalence of stunted slightly increase, (14.7% by NCHS versus 18% by WHO. The prevalence of stunting is 34.1% by NCHS and 39.2% by WHO. The prevalence of severe underweight is the same; however, the prevalence of underweight is on the other way around. The prevalence is 20.2% by NCHS and become 15.9% by the WHO it is interesting to note when involving weight the prevalence always higher by WHO in the age group of 0-5 months.Conclusion: The lower prevalence of underweight may cause a problem in the program because this is the parameter that is used in the program. The target of nutrition program is set 20% underweight if we use WHO the prevalence now from 20.2% became 15%.Keywords: nutritional status index, anthropometric standard

  4. Modifikasi Mesin Pemanen Udang/Ikan Tipe Vakum berdasarkan Analisis Antropometri

    OpenAIRE

    Diza Puspa Arista; Sam Herodian; Muhamad Yulianto

    2013-01-01

    Many considerations was used when designing a tool or machine, one of that is ergonomics. Ergonomics makes the designing was effective and efficient in terms of the system, and operator’s comfort and safety also. The objective of this study is to determine the condition of operator in carrying out the work system of machine with simulation and ergonomics analysis using CATIA P3 V5R20, then modify it according to ergonomics principles that related to the posture of Indonesian people average (a...

  5. HUBUNGAN GANGGUAN GIZI ANAK BALITA BERDASARKAN INDEKS ANTROPOMETRI TUNGGAL DAN KOMBINASI DENGAN MORBIDITAS DAN IMPLIKASINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yekti Widodo

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Under weight, stunting and wasting are single anthropometry index that are not enough to predict prevalence of under nutrition. Using underweight as indicator to calculate prevalence of under nutrition can be under estimate or over estimate because of underweight is the result of stunting and wasting, not because of the sum of stunting and wasting. Objectives: The aim of this data analysis was to compare the relationship of prevalence of children under five under nutrition with morbidity between single and composite indices. Methods: The source of data from Health Research Basic (Riset Kesehatan Dasar 2007/2008. Under five year nutritional status was analysis with WHO Anthro 2009 software. The statistically analysis conducted with X2 statistical test. Results: The prevalence of severe malnutrition (z-score <-3 SD, WH0-2005 based on single anthropometry index for underweight (weight/age was 4.8%, stunting (height/age was 18.8%, and wasting (weight/height was 6.2%, however based on combination indices, the prevalence of severe malnutrition was 25.5%. The severe and moderate malnutrition (z-score <-2 SD, WH0-2005 based on single anthropometry indices was 19.0%, stunting was 37.0%, and wasting was 14.4%, whereas based on combination indeces the prevalence of severe malnutrition and mild malnutrition was 50.1%. The risk of upper respiratory infection, diarrhea, and measles was higher (odd ratio: 1.1- 1.4 on children with combination indices than single anthropometry indices. Conclusions: Composite anthropometry analyses could explain under five children that severely and totally malnourished. Based on combination indices one out of four under five children was severely malnourished and one out of two children was malnutrition. The morbidity was higher on children with composite indices than single anthropometry indices.   Keywords: composite indices, anthropometry, severe-malnourished prevalence

  6. Analisis Kondisi Kerja Operator Pembuatan Kuali Untuk Merancang Fasilitas Kerja Berdasarkan Pendekatan Ergonomi

    OpenAIRE

    Benny, Sepri

    2014-01-01

    Penelitian ini dilakukan di UD Satria yang beralamatkan di Brigjen Katamso Gg Satria No. 20, Medan UD Satria merupakan industri kecil yang bernaung dalam usaha pandai besi dengan menghasilkan produk kuali. Penelitian ini berfokus pada pembuatan kuali yaitu di stasiun pemukulan halus kuali. Pada proses pemukulan halus masih dilakukan secara manual oleh seorang operator. Operator sering mengalami keluhan sakit pada beberapa bagian tubuh. Hal ini disebabkan karena fasilitas kerja tidak ergonomis...

  7. NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: ANALISIS BERDASARKAN KONSEP ANDROGINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyadi

    2005-06-01

    Full Text Available Feminism firstly developed in France, but recently it has spread all over the world covering all aspects of life. particularly in the relations between men and women. Women feel that they have not had the same rights as men. A branch of feminism which attempts to abridge the relations is androgyny, with a concept of harmony where men and women should work together to reach social welfare. The concept is interesting particularly when applied in literary works written by male writers. Feminism then is also seen on men perspective. Gadis Pantai is one of Indonesian novels written by Pramoedya Anantya Toer which discusses feminism. The story is about a girl, whose name is Gadis Pantai, living in Rembang in the beginning of the twentieth century. She is the symbol of ordinary or laymen. She suffered when Bendoro, the symbol of noblemen, took her as his wife. The story is about the struggle between the two symbols.

  8. KEDUDUKAN KETETAPAN MPR BERDASARKAN UU NO. 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Delfina Gusman

    2012-03-01

    Full Text Available MPR Decree in resettlement of legislation under the Constitution of 1945 on the basis of Law No. 12 Year 2011 cocerning formation of legislation gives rise to a variety of polemics in the position of the MPR as State institutions. Provisions of the MPR is considered to have urgency in Indonesia's system, because the MPR as State institutions is considered to still have the duty and the authority of its strategic, e.g: inauguration of President and Vice President, the establishment of the Constitution. MPR also made provisions as one of basic national legislation program.

  9. ANALISIS TINGKAT KAPABILITAS SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT BERDASARKAN COBIT 5 (MEA01 PADA RSUD TUGUREJO SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ariel Bagus Nugroho

    2015-11-01

    Full Text Available RSUD Tugurejo Semarang merupakan Rumah Sakit kelas B milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menyediakan pelayanan jasa untuk masyarakat. Dalam manajemen pengolahan data, RSUD Tugurejo Semarang telah menggunakan sistem informasi rumah sakit. Untuk mengetahui apakah sistem informasi telah berjalan seperti yang diharapkan, maka perlu dilakukan analisis tatakelola teknologi informasi. Pada penelitian ini analisis tatakelola teknologi informasi berfokus pada proses pengawasan, evaluasi dan penilaian kinerja, dan kesesuaian kinerja teknologi informasi, yaitu domain MEA01 pada framework COBIT 5.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kapabilitas dan strategi perbaikan untuk proses pengawasan, evaluasi dan penilaian kinerja dan kesesuaian TI. Metode pengumpulan  data penelitian ini dengan menggunakan studi dokumen, kuesioner dan wawancara kemudian dianalisis tingkat kapabilitas dan kesenjangan. Tingkat kapabilitas yang didapat dari hasil penelitian yaitu berada level 2 (managed. Untuk menaikkan tingkat kapabilitas pada level 3 maka maka perlu dilakukan secara bertahap strategi perbaikan pada PA 2.1, PA2.2, PA 3.1, dan 3.2. Kata kunci: Analisis Tata Kelola TI, COBIT 5, MEA01, Tingkat Kapabilitas, Rumah Sakit.

  10. ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PADA BAGIAN TATA USAHA BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muzakiyah Muzakiyah

    2011-12-01

    Full Text Available Kepuasan pelanggan merupakan hasil (outcome yang dirasakan atas penggunanya produk atau jasa, sama atau melebihi harapan yang diinginkan. Pelayanan di bagian Tata Usaha idealnya lebih bersahabat, cepat dan akurat. Ini berarti orientasi layanan di bagian Tata Usaha harus didasarkan pada kebutuhan mahasiswa. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dengan menggunakan Pendekatan Lean ServPerf (Lean Service dan Service Performance. Service Performance digunakan untuk menganalisis tingkat instrumen kinerja pelayanan bagian Tata Usaha. Lean Service digunakan untuk menghilangkan waste aktivitas yang tidak bernilai tambah. Hasil dari penelitian ini, terdapat 14 atribut pelayanan yang perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bagian Tata Usaha Fakultas.

  11. EVALUASI EMERGENCY RESPONS PLAN PADA KAPAL 42M CREW BOAT BERDASARKAN IMO INTERIM GUIDILINES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Luqman Ashari

    2013-10-01

    Full Text Available Emergency situations that have tendency or potential harm can be happened any time and any where and carry some big damaging impacts to property damages, mental disturbances, injured and died victims. In shipping, emergencies can be happened in both at anchor or while doing loading and unloading activities at the port. The type of equipments used in emergency situations set out in SOLAS Chapter III (Life Saving Appliance and the guidelines for evacuation analysis on passenger ships refer to the IMO Guidelines Interm MSC/Circ.909. This study aimed to determine the muster station and evacuation time on the ship 42 M crewboats with a capacity of 101passengers. This ship consists of three parts of decks, these are lower part, main deck and bridge deck. The results showed that the placement of muster station is on the bridge deck with required wide 35.35 m2. Evacuation time need by the all passengers to reach the muster station on the bridge deck is 51.59 minutes, and this is in accordance with standard evacuation time (not more than 60 minutes.

  12. Identifikasi Kelelawar Pemakan Buah Asal Sulawesi Berdasarkan Morfometri (THE MORPHOMETRIC IDENTIFICATION OF CELEBES FRUIT BATS)

    OpenAIRE

    Tiltje Andretha Ransaleleh; Rarah Ratih Adjie Maheswari; Purwantiningsih Sugita; Wasmen Manalu

    2013-01-01

    The bat is very important for human life, because of their  role as pollinator of plants, as a producer oforganic fertilizer,  and as food.  In Northern Celebes fruit eating bats serve as exotic food, so the presenceof bats were threatened to be extinct due to uncontrolled hunting.  The changes of the forest for plantationlands, damage the habitats and the bats were forced to migrate out.   The aim of the study was to identifythe fruit eating bats of Celebes.  Morphometry of body size, skull,...

  13. PENGELOMPOKAN BERBAGAI MERK MI INSTAN BERDASARKAN KEMIRIPAN KANDUNGAN GIZI DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BIPLOT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AGUSTINUS ANGELAUS ETE

    2014-08-01

    Full Text Available At this time, almost everyone once to consume instant noodles. The high interest of public on the instant noodles should be balanced with enough knowledge about the noodles and its nutritional content, either on it’s instant noodles which have similar nutrient content and nutrient content that become identifier of each this group of noodles. The method can be used to obtain information on several brands of instant noodles that have similar nutrient content and nutrient content type that become identifier of each group of instant noodles is biplot analysis. Biplot analysis can show mie and nutrient content types simultaneously in a two-dimension plot. So that from a plot shows noodles and nutritional content types simultaneously, so that obtain information about the instant noodle that have similar nutrient content and nutrient content types into identifier of each group of instant noodles. This study was used 33 brands of instant noodles as observed objects with the type of nutrient content were observed there were nine. This study aims to find out some instant noodles that have similar nutrient content and nutrient content type that become identifier of each group of instant noodles. From the biplot analysis, obtained six groups of instant noodles with different identifier variables.

  14. METODE PENENTUAN VOLUME AGGREGAT PONDASI JALAN BERDASARKAN VARIASI DAN KESALAHAN: STUDI KASUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marsinta Simamora

    2012-08-01

    Full Text Available Variations between plans and reality can hardly be avoided in construction projects. These variations may beaccepted when they are still in the acceptance limits, or rejected when they are beyond the acceptance limits.The former is called variation in acceptance and the later is called error. Distinguishing these two in acompleted construction work is very important, as rejected variations (errors may be considered as breaching acontract, thus may have legal implications. The research aims to evaluate the traditional calculation method(MeTrad and to promote variation acceptance and error approach (MeVE that is able to draw a clear linewhether a particular work to be accepted and rejected. The research was conducted by comparing the results ofcalculation of the aggregate volume between MeTrad and MeVE. The data was collected from Mauponggo-Puuwada road project in Nangakeo in 2010. The results show that there was no difference in the volumescalculated using both methods. The volume of Class B aggregate based on MeTrad calculation is 386.01m 3andthe volume based on MeVE is 386.01m3; where 16.67m3 of which (3.34% of the planned volume is in the rangeof acceptance and 369.34m3 of which (73.94% of the planned volumeis the volume that is rejected (error. Theresults suggest that MeTrad cannot distinguish clearly whether the work is within the limits of acceptance orrejection, while on the other hand MeVE can describe in detail parts of the work to be accepted or rejected.Using this MeVE calculation, an assessment of a construction workis expected to be more objective anddetailed.

  15. Akumulasi Logam Berat (Cu Dan Pb) Pada Rhizophora Stylosa Berdasarkan Tingkat Pancang Dan Pohon

    OpenAIRE

    Siburian, Fitri

    2015-01-01

    Industrial activities, community and sea transport cause waste containing heavy metals that cause pollution to the mangrove ecosystem and degrade water quality.The purposes of this research were to analyzed the content of heavy metals Cu and Pb on roots, leaves, the bark of R. stylosa and to knew the ability of R. stylosa on accumulate heavy metals. The sample was located in Nelayan Village sub-district Medan Labuhan. Analysis of heavy metals Cu and Pb was carried out in a Laboratory Resear...

  16. PERLINDUNGAN HAM BURUH MIGRAN TAK BERDOKUMEN BERDASARKAN HUKUM PERDAGANGAN DAN HUKUM HAM INTERNASIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sefriani

    2013-02-01

    Full Text Available Undocumented migran worker violate immigration rule and potentially give damage toward host state. However many persons exploited them, get advantages from illegal status of the worker. Two problems in this research are how does international law protect undocumented migrant worker and what solutions offer to host state to solve undocumented migran worker matter. This thesis employs normative method of research with qualitative analysis. The result of this thesis reveals international law protect undocumented worker without discrimination. Preventive action will be better conducted by host state than enforcement

  17. Analisa Layout Surat Kabar Berdasarkan Prinsip-Prinsip Desain Melalui Metode Estetika Birkhoff

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arik Kurnianto

    2013-09-01

    Full Text Available This study has primary focus to analyze the aesthetic layout of a newspaper with a mathematical approach, which refers to some methods of Birkhoffs aesthetic measurement developed by David Ngo Chek Ling, et.al. Ngo developed a method of measuring the aesthetic layout that can be used for various design purposes, especially for a computer interface design. Measurement method that he developed refers to the principles of design aesthetics, such as: the principle of balance, the principle of sequence, the principle of unity, and the principle of equilibrium. Birkhoff aesthetic measurement method was used as final analysis to determine the value of aesthetic layout. In this study, some national and local media were selected as samples to determine and assess the aesthetic layout. Based on data analysis, Birkhoff aesthetic measurement method can be applied to measure the aesthetic value of the newspaper layout mathematically.

  18. IDENTIFIKASI FATOR-FAKTOR RISIKO STRESS DAN VARIABLE SOSIODEMOGRAFI BERDASARKAN SURKESDA NANGGROE ACEH DARUSSALAM 2006

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Idaiani

    2012-07-01

    Full Text Available Nanggroe Aceh Darussalam (NAD is a region which has faced protracted conflict following by tsunami disarter on December, 26 2004. Surkesda NAD 2006, as post tsunami health survey, was conducted in the middle of 2006 which included Self Reporting Questionnaire (SRQ to assess mental health problem in NAD province. The identification of stress factors and socio demographic variables in NAD is a further analysis based on SRQ from Surkesda NAD 2006. The analysis covered 1210 people aged 15 years and over spread out in 21 distiricts/cities in NAD. The overall prevalence of neurosis in NAD in 2006 was 22,6% with prevalences by districts/cities ranged from 5% to 59%. Two districts with prevalence above 50% were Aceh Singkil and Gayo Lues, while districts/cities with prevalence below 10% belonged to Sabang and Aceh Jaya. Symptoms that most people reported were headache (51,2%, fatique easy (37%, sleep difficulty (26%, abdominal discomfort (25.6% and loss of appetite (21,1%. Female had risk more than one and a half to neurosis (OR=1.598; 95% CI: 1,121- 1,772. Aged ≥ 55 year had risk almost two times to neurosis (OR=1,923; 95% CI: 1,592-2,323. Divorce status had risk 1.7 times (OR=1,73; 95% CI: 1.082-2.767. Living in rural had risk 1.4 times (OR=1,409; 95% CI: 1,155-1,858. Married with low socioeconomic status had risk 1.7 times (OR=1,790; 95% CI: 1,263-2,539. The study suggests that the most important region to get more attention are Aceh Singkil and Gayo Lues districts. The study also recommend of the need of mental health intervention for old group, community mental health that focus on non psychosis mental disorder identification to prevent serious mental disorder, and availability of some medicines to overcome chronic stress symptoms. Keywords: tsunami, mental health, SRQ

  19. Gambaran Efektivitas Kepemimpinan Bina Nusantara Computer Club Kepengurusan Ke-22 Berdasarkan Fiedlers Contingency Model

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eleonora Francisca Maria Sumual

    2011-03-01

    Full Text Available Fiedler has theory which is called contingency model. According to him, if an organization attempts to achieve group effectiveness through leadership, then there is a need to assess the leader according to an underlying trait, assess the situation faced by the leader, and construct a proper match between the two. With Fiedler model, researchers were doing assessment to one of the student organization in Bina Nusantara University, which is BNCC 22nd student committee. The result of the research is that student organization in this case two committees from BNCC show two different results. The first one does not fit with Fiedler model, which is the people oriented leader can make an effective leadership, and the second one with people oriented leader seems not effective to lead the committee with more old member of the organization.

  20. POLA ENDAPAN MINERAL DAN UNSUR LOGAM BATUAN DI DAS JENEBERANG BERDASARKAN DATA XRF, XRD DAN AAS

    OpenAIRE

    Muhammad Altin Massinai; Lantu; Makhrani; Maria

    2014-01-01

    Sungai Jeneberang merupakan aliran letusan gunungapi Lompobattang. Erupsi tersebut mengendapkan mineral-mineral di sepanjang aliran sungai Jeneberang, baik dari jenis logam maupun non logam. Indikasi mineralisasi di daerah DAS Jeneberang ditunjukkan dengan ditemukannya kekar-kekar yang berupa urat-urat (veins). Prospek akan mineralisasi ini juga ditunjang oleh struktur geologi yang termasuk cukup kompleks, karena Pulau Sulawesi merupakan pertemuan tiga lempeng bumi yakni Eurasia, Indo-Austra...

  1. Analisis Kandungan Klorin Pada Air Teh Celup Berdasarkan Suhu Dan Waktu Pencelupan Di Kota Medan 2013

    OpenAIRE

    Silaban, Saurma Erni Selvita

    2014-01-01

    Tea is the most consumed beverage either cold or hot. One kind of them is bag tea products. Tea bag is wrapped in smooth porous paper and heat resistant. In general, the paper uses chlorine as a bleach, it is the reason for necessary to study the chlorine content in water of tea bag. The purpose of this study was to determine the chlorine content in water of tea bag based on temperature and time. The kind of this study is descriptive survey. The object of study is the water of tea bag mixi...

  2. Aedes aegypti sebagai Vektor Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Pengamatan di Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Hasyimi

    2012-09-01

    Full Text Available Demam berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Terutama bagi kota-kota besar yang penduduknya padat dan mobilitas tinggi. Nyamuk Aedes aegypti merupakan penyebar utama penyakit ini, di samping Ae. albopictus. Berhubung sampai saat ini penyakit DBD belum ada obatnya dan vaksin untuk pencegahannya maka pemberantasan penyakit DBD ini dipusatkan kepada pengendalian nyamuk penularnya. Metode pengendalian telah dilakukan dengan bermacam-macam cara, baik secar kimiawi maupun bukan kimiawi.

  3. Kategorisasi dokumen web secara otomatis berdasarkan folksonomy menggunakan multinomial naive Bayes classifier

    OpenAIRE

    Irawan, Hendy

    2016-01-01

    Folksonomy is a non-hierarchical document categorizing system, that treats every category in a flat manner, dan every category is entered freely by anyone who submitted a document in these categories. Categorization is done automatically at the time a document is submitted, by entering the list of categories that best fit the document. del.icio.us (http://del.icio.us) site is one of the most popular social bookmarking sites that uses folksonomy. Usage of folksonomy, although very easy, also h...

  4. Nilai Kesukaan Konsumen Terhadap Teh Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) Berdasarkan Letak Daun Pada Pohon

    OpenAIRE

    Adriana, Nora

    2015-01-01

    Agarwood is a product of Non-Timber Forest Products are of high value and are exported to foreign countries. Utilization of wood still focused on the use of agarwood trees, sap and skin is more often used as a distinctive aroma produced. Therefore, it is necessary to study on the effect of the aloe plant leaf lies on the characteristics of the value of consumer preferences in the tea leaves of the aloes that dihasilkan.Tujuan this study is to determine the level of preference for the public t...

  5. Nilai Kesukaan Konsumen Terhadap Teh Daun Gaharu (AquilariamalaccensisLamk) Berdasarkan Letak Daun Pada Pohon

    OpenAIRE

    Adriana, Nora

    2016-01-01

    Agarwood is a product of non-timber forest product are high value and are exported to foreign countries. Utilization of wood still focused on the use of agarwood tress, sap and skin is more often used as a distinctive aroma produced. Therefore, it is necessary to study on the effect of the aloe plant leaf leaves of that aloes. The purpose of this study is to determine the level of preference for the public to tea agarwood (A. malaccensis Lamk) based on the location of the leaves on the stem. ...

  6. Uji Antioksidan Daun Muda dan Daun Tua Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk) Berdasarkan Perbedaan Tempat Tumbuh Pohon

    OpenAIRE

    Harahap, Rizki Khadijah

    2016-01-01

    The leaf of aloe has an antiokxidant activity which can reduce free radicals. The research is done to know the class of chemical compounds and to know the effect of grown ground of Aloe toward chemical compund of fresh and rotten leaf, and its antioxidant activities. Ethanol extractr the leaf of Aloe by using maceration method, concentrated by rotary evaporator and evaporated by waterbath. The test of antioxidant activity use DPPH method 1,1 – diphenil-2-picrylhydrazil (DPPH), and an observed...

  7. KARAKTERISASI DAN JARAK KEMIRIPAN UWI (Dioscorea alata L. BERDASARKAN PENANDA MORFOLOGI UMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trimanto Trimanto

    2012-01-01

    Full Text Available Yam (Dioscorea alata L. is a potential local crop for supporting food security program in Indonesia.  Inventory and characterization of yam have been conducted in scattered population at Nganjuk region - East Java.  The research was aimed to identify the characteristic of Nganjuk’s yam, based on the tuber morphology and to determine its similarity distance value.  The characterisation were analyzed using interval similarity function, based on NTSys DICE coefficient programme. The result showed that 22 accession numbers which comprises of 13 variants of yam were found in Nganjuk region. The same variants of yams indicated by their close similarity distance although they were originated from different areas.

  8. PENGENALAN KEPRIBADIAN SESEORANG BERDASARKAN SIDIK JARI DENGAN METODE FUZZY LEARNING VECTOR QUANTIZATION DAN FUZZY BACKPROPAGATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Sujana Eka Putra

    2014-12-01

    Full Text Available Kepribadian dapat diidentifikasi melalui analisis pola sidik jari. Pengenalan kepribadian umumnyamenggunakan uji psikometri melalui serangkaian tahapan yang relatif panjang. Melalui analisis pola sidik jari, dapatdiidentifikasi kepribadian secara lebih efisien. Penelitian ini mengajukan algoritma klasifikasi Fuzzy LearningVector Quantization (Fuzzy LVQ karena waktu komputasi yang lebih cepat dan tingkat pengenalan yang tinggi, dandengan metode Fuzzy Backpropagation yang mampu menyelesaikan model data non linier. Tahapan penelitianterdiri dari akuisisi dan klasifikasi. Tahapan pertama melalui akuisisi sidik jari, ekstraksi fitur, proses pelatihan, danpre-klasifikasi. Selanjutnya tahap klasifikasi, melalui klasifikasi fitur sidik jari uji menggunakan algoritma FuzzyLVQ, dibandingkan dengan Fuzzy Backpropagation. Kepribadian diidentifikasi melalui pola hasil klasifikasimenggunakan basis pengetahuan dermatoglyphics. Unjuk kerja diukur dari pencocokan pola hasil pre-klasifikasidan hasil klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan klasifikasi Fuzzy LVQ tingkat kecocokan tertinggi 93,78%dengan iterasi pelatihan maksimum=100 epoh pada target error 10-6. Sedangkan Fuzzy Backpropagation dengantingkat kecocokan tertinggi 93,30% dengan iterasi maksimum diatas 1000 epoh pada target error 10-3. Hal inimenunjukkan Fuzzy LVQ memiliki unjuk kerja lebih baik dibandingkan Fuzzy Backpropagation. Survey respondendilakukan untuk menguji kesesuaian analisa kepribadian sistem dibandingkan dengan kepribadian responden, danhasil survey menunjukkan analisa kepribadian sistem sebagian besar cocok dengan kepribadian responden.

  9. Hubungan Kekerabatan Amfibi (Ordo Anura) di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Berdasarkan Morfometrik

    OpenAIRE

    Ginting, Junaydy Michael Angelo

    2016-01-01

    The research of Amphibians (order Anura) relationship based on morphometrics in Sibolangit, Deli Serdang District, North Sumatera has been conducted in January to July 2015. The purpose of this research was to determine the types and descriptions of Anura species, morphometrics diversity and morphometrics relationship of Anura. Study site was divided into seven different locations settled using Purposive Random Sampling Method. This study was conducted by the active search (...

  10. Perbedaan kualitas hidup anak penderita penyakit ginjal kronis berdasarkan stadium penyakit ginjal kronis

    OpenAIRE

    Nadeak, Dicky Iskandar

    2014-01-01

    Background Chronic kidney disease (CKD) is a condition whereas kidney damage occurs at least 3 months with or without decrease of glomerular filtration rate or glomerular filtration rate less than 60mL/minute/1.73m¬2. Assessment quality of life is important in children with CKD cause it can influence physical growth, developmental retardation, cognitive impairment, academic imparment, emotional disorders and social relationships Objective To assess quality of life in children based on stag...

  11. KARAKTERISASI DAN JARAK KEMIRIPAN UWI (Dioscorea alata L.) BERDASARKAN PENANDA MORFOLOGI UMBI

    OpenAIRE

    Trimanto Trimanto

    2012-01-01

    Yam (Dioscorea alata L.) is a potential local crop for supporting food security program in Indonesia.  Inventory and characterization of yam have been conducted in scattered population at Nganjuk region - East Java.  The research was aimed to identify the characteristic of Nganjuk’s yam, based on the tuber morphology and to determine its similarity distance value.  The characterisation were analyzed using interval similarity function, based on NTSys DICE coefficient programme. The result show...

  12. Sebaran Lokasi Penanaman Bawang Merah Lokal Samosir Berdasarkan Ketinggian Tempat Di Daerah Tangkapan Air Danau Toba

    OpenAIRE

    Hutapea, Rose Friska

    2016-01-01

    This research aims to determine the location planting distribution of Samosir’s local onion based on altitude in Watershed of Lake Toba. This research was conducted in the central region of onion planting around of Lake Toba which have at altitude 900 – 2000 meters above sea level. This research used survey methods which includes literature studies, preparation of the questionnaire, the determination of research location, location mapping for the research, survey around of Lake Toba and proc...

  13. EVALUASI SISTEM INFORMASI KENDARAAN (GFSERVICE)- BINUS UNIVERSITY BERDASARKAN KERANGKA COBIT PADA DOMAIN DELIVERY AND SUPPORT

    OpenAIRE

    Tangkas Udiono; Haris Setia Budi; Mariyani

    2015-01-01

    Information Systems Audit is an activity that is carried out in a company that aims to ensure compliance with existing policies. General Services is one of the units in BINUS University whose activities in the form of services such as Transportation and Document Courier, Copy Centre and General Facility. However, this study is limited to the Transportation and Document Courier unit that uses an online reservation application gfservice.binus.ac.id. Maturity level of the existing information sy...

  14. Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan Di Selat Bali Berdasarkan Data Citra Satelit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iqbal Ghazali

    2011-10-01

    Full Text Available Indonesia has a lot of potential marine ecosystem and fisheries, this condition make some many Indonesian get a occupation to be fisherman. However, that is make a problem during his fishing activity, so we have to make some sophisticated technology to support that is activity. At the time, remote sensing technology is the answer for they problem, it is because of that is technology fisherman can be improvement they catcher with more efficient. Determination of fishly ground area by remote sensing technology has some stage before arranging layout Fishly Ground Area Estimation (FGAE map. Procedure to arranging are respectively data searching, data processing, and data analysis, and the last stage is composing of layout of FGAE map.The main purpose of this study is to know about catching area at Bali straits based on image satellite with creating layout of FGAE map. This activity doing descriptive method and the value are based on observation, interview, active participation, and literature search data. At the PDPI making process, the chlorophyl-a data and sea surface temperature getting important parameter, which temperature is the main to parameter to understand of front area and upwelling which is have a lot of nutrient composition. In the other hand, chlorophyl-a is also parameter to know of prosperity area. The data of current, wind speed, wave, and sea surface level are important component as supporting data that will be help to fisherman on determination of fishing ground area at helping fisherman in catching activity. Keywords: Fishing ground, Remote sensing, Bali straits, Chlorophyl-a, Sea surface temperature  

  15. DAYA SAING PT BENAR FLORA UTAMA BERDASARKAN AKTIVITAS RANTAI NILAI FLORIKULTURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Marina Kurniaty

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe aims of this research were (1 to identify of the value chain that has been applied by the company, (2 to describe projections from internal and external condition as input in the company’s success factor analysis, (3 to determine the company’s strategic position, and (4 to formulate alternative strategies to increase the company’s competitiveness in  floriculture industry.  This research used SWOT analysis method by considering company’s position and value chain approach which was started with chain mapping to describe actors involved, what business issues in this company face and which activity has the greatest contribution. The value chain approach were also used to determine the prominent product based on the annual sales report. The research results indicated that the issues in the value chain include: expensive input prices, uncertainty in seed supply and higher transportation cost especially for Euro Country and America. Based on internal and external matrix, the company’s position is in the strategic growth quadrant, so the company can apply some alternative strategies such as  (1 maintaining good relationships with customers and suppliers, (2 expanding market to Asia, (3 upgrading the types of tree, (4 attending big exhibitions, (5 develop products by creating plants trendcentre, (6 enhancing the knowledge management for the company’s human resource, (7 production maximizing for the domestic market, (8 establishing distribution channels in each city, (9 setting a clear target market, (10 maintaining the quality of the plants, (11 restructuring the company in order to clarify the specialization of work, and (12 designing documents to better provide the seeds according to customers’ need.Keywords: competitiveness, floriculture industry, chain mapping, value chain economic analysis, SWOT analysisABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1 identifikasi rantai nilai yang telah diterapkan oleh perusahaan, (2 menggambarkan dari kondisi internal dan eksternal sebagai analisis faktor keberhasilan perusahaan, (3 posisi strategis perusahaan, dan (4 merumuskan strategi alternatif untuk meningkatkan daya saing dalam industri florikultura. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT dengan mempertimbangkan posisi perusahaan dan pendekatan value chain dimulai dengan pemetaan rantai untuk menggambarkan siapa aktor yang terlibat, apa masalah bisnis di perusahaan ini dan aktivitas mana memiliki kontribusi terbesar. Pendekatan rantai nilai juga digunakan untuk menentukan produk terkemuka dari laporan penjualan tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu-isu dalam rantai nilai meliputi: harga input yang mahal, pasokan benih tidak menentu dan biaya transportasi terutama untuk Negara Eropa dan Amerika lebih tinggi. Hasil matriks internal dan eksternal, posisi perusahaan pada pertumbuhan strategis sehingga perusahaan menerapkan beberapa strategi. Strategi alternatif yang dapat ditingkatkan oleh perusahaan, seperti: (1 maintaning hubungan baik dengan pelanggan dan pemasok, (2 memperluas pasar ekspor ke Asia, (3 meningkatkan jenis pohon, (4 mengikuti pameran besar, (5 berinovasi produk ke membuat trendcentre tanaman, (6 peningkatan manajemen pengetahuan untuk sumber daya manusia di perusahaan, dan (7 memaksimalkan produksi untuk pasar domestik, (8 saluran distribusi yang didirikan di setiap kota, (9 membuat target pasar yang jelas, (10 mempertahankan kualitas tanaman, (11 merestrukturisasi perusahaan dalam rangka untuk memperjelas spesialisasi pekerjaan, (12 membuat dokumen menyediakan benih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.Kata kunci: daya saing, industri florikultura, rantai pemetaan, analisis rantai nilai ekonomi, analisis SWOT

  16. TANGGUNG JAWAB DIREKSI DALAM KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS BERDASARKAN UNDANG-UNDANG PERSEROAN TERBATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mr. Kurniawan

    2012-10-01

    Full Text Available In running their duties, the board of directors are given rights and full authority to represent the company as long as they act in conformity to the corporation’s Article of Associations. The directors of a limited liability company have both internal and external responsibilities. Internal responsibility includes the Directors’ liability towards the Company and its Shareholders, meanwhile external responsibility covers the Directors’ liability towards third parties to whom the company owes direct or indirect legal connection. There are two approaches to reason the effect of insolvency order to directors of a limited liability, i.e. ‘by operation of law’ and ‘rule of reason’. Dalam menjalankan tugasnya, direksi diberikan hak dan kekuasaan penuh mewakili perseroan, sepanjang bertindak sesuai dengan Anggaran Dasar perseroan. Tanggung jawab direksi perseroan terbatas terdiri dari tanggung jawab yang bersifat internal dan eksternal. Tanggung jawab internal meliputi tanggung jawab Direksi terhadap Perseroan dan Para Pemegang Saham, sedangkan tanggung jawab eksternal berupa tanggung jawab Direksi terhadap pihak ketiga yang berhubungan hukum dengan Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung. Terdapat 2 (dua model pemberlakuan akibat hukum pernyataan pailit direksi perseroan terbatas, yaitu akibat berlaku demi hukum dan akibat berlaku secara rule of reason.

  17. Keragaman Genetik Tiga Populasi Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq.) Tipe Pisifera Berdasarkan Marka RAPD

    OpenAIRE

    Prayogi, Heru

    2015-01-01

    Palm oil as a plant producing oil is one of the primadonna oil palm plantations that become a source of producer non-migas for Indonesia foreign exchange. Superior varieties of palm oil produced by various research institutions that is a hybrid is tenera dura x pisifera (DxP). Pisifera having an important function in the production of seed oil palm. Hence the population pisifera very important to be managed and developed . A method of RAPD is a method to identify a number of large polymorphis...

  18. Desain Routing Information Protocol pada Jaringan Kamputer dengan Pengalokasian Jumlah Host Per Jaringan Berdasarkan VLSM

    OpenAIRE

    Lubis, Mhd Abdi Wahyuda

    2015-01-01

    The allocation of IP addresses is fundamental in building a computer network. In order for IP address allocation can be efficiently applied to each device connected to a network, first we should calculate the block of IP addresses available. On the other hand the process of routing in the network also requires efficient allocation of IP addresses. To help determining the allocation of IP address and routing path, an application as alternative solution is required. This study uses the Routing ...

  19. Pendugaan Umur Simpan Kerupuk Bawang Kentang Dengan Metode Akselerasi Berdasarkan Pendekatan Kadar Air Kritis

    OpenAIRE

    Murni, Asri

    2016-01-01

    The aim of this research was to find the effect of several types of packaging and storage time of the onion potato chips, and to estimate the shelf life of onion potato chips which were packed in polypropylene, polyethylene, and metalized plastic using accelerated method based on the critical moisture content approach. The effect of the types of packaging and storage time of the onion potato chips was determined using a completely randomized design with two factors,i.e.packaging type (K) (pol...

  20. Proses Kliring Berdasarkan Warkat Pada Bank Mandiri Cabang Medan Imam Bonjol

    OpenAIRE

    Gultom, Novita Grezsia

    2014-01-01

    Kliring dilaksanakan di Bank Indonesia (BI) dengan menggunakan SKN (Sistem Kliring Nasional), dimana sistem ini baru diterapkan yang dimana sebelum menggunakan sistem SKN Kliring dilaksanakan dengan menggunakan SOKL (Sitem Otomasi Kliring Lokal). Pada daerah didalam wilayah Indonesia yang tidak ada Bank Indonesia maka proses Kliring dilakukan oleh salah satu Bank yang ditunjuk oleh Bank Indonesia pada daerah tersebut sehingga selain berfungsi sebagai Bank Umum yang melayani nasabah, maka Bank...

  1. Gambaran Efektivitas Kepemimpinan Bina Nusantara Computer Club Kepengurusan Ke-22 Berdasarkan Fiedlers Contingency Model

    OpenAIRE

    Eleonora Francisca Maria Sumual; Juliana Lee

    2011-01-01

    Fiedler has theory which is called contingency model. According to him, if an organization attempts to achieve group effectiveness through leadership, then there is a need to assess the leader according to an underlying trait, assess the situation faced by the leader, and construct a proper match between the two. With Fiedler model, researchers were doing assessment to one of the student organization in Bina Nusantara University, which is BNCC 22nd student committee. The result of the researc...

  2. Pola Spatial Persebaran Pusat Perbelanjaan Modern Di Surabaya Berdasarkan Probabilitas Kunjungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Miftahur Rozak

    2013-09-01

    Full Text Available Surabaya sebagai kota besar saat ini  mulai dipenuhi dengan pusat perbelanjaan modern hingga mencapai lebih dari 20 unit. Perkembangannya saat ini menyebabkan  adanya persaingan antar pusat perbelanjaan satu dengan yang lain.  Dengan kondisi seperti ini, diperlukan identifikasi mengenai besaran nilai probabilitas masing-masing pusat perbelanjaan terhadap penduduk yang ada di Suarabaya. Dalam penelitian ini, penentuan probabilitas kunjungan didapatkan dari model Huff. Model ini menghitung nilai probabilitas penduduk yang ada terhadap pusat perbelanjaan dengan menggunakan variabel jarak dan luas bangunan total. Hasil perhitungan tersebut kemudian dikombinasikan dengan perkiraan jangkauan pelayanan tiap pusat perbelanjaan sehingga didapatkan tipologi kecamatan terhadap kemungkinan mengunjungi seluruh pusat perbelanjaan yang ada di Surabaya. Didapatkan bahwa terdapat empat kategori yang masing-masing memiliki karakteristik dan variabel yang mempengaruhinya. Kategori pertama merupakan 5 kecamatan dengan probabilitas rendah dan terjangkau dengan faktor yang berpengaruh adalah luas lantai bangunan serta jarak yang digambarkan oleh jangkauan pelayanan. Kategori kedua merupakan 22 kecamatan dengan probabilitas sedang dan terjangkau dengan faktor yang mempengaruhi adalah jangkauan pelayanan serta jarak terhadap masing-masing pusat perbelanjaan. Kategori tiga merupakan 2 kecamatan dengan probabilitas tinggi dan terjangkau dengan faktor yang berpengaruh adalah luas pusat perbelanjaan. Sedangkan kategori terakhir adalah 2 kecamatan dengan probabilitas sedang namun belum terjangkau oleh layanan pusat perbelanjaan

  3. ANALISIS HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT FDC/KOMBIPAK PADA PENDERITA YANG DI DIAGNOSIS TB PARU BERDASARKAN KARAKTERISTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharmiati Suharmiati

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Tuberculosis was an infectious disease and remains a public health problem in the world, including Indonesia. Based on the WHO report in 2009, Indonesia was included into the group of high-burden countries, ranks third after India and China. Indonesia in 1993/1994 began using alloys Anti Tuberculosis (TB called Kombipak. Although this alloy has a high effectiveness in the treatment of pulmonary TB smear positive but low recovery rates for allegedly due to low adherence to medical treatment regularly and the number of drugs taken too much. Therefore created a new drug which has basically the same alloy with Kombipak/the FOG (Fixed Dose Combination which can reduce the risk of compliance in treatment and Multi Drug Resistance. Due to the TB treatment. Methods: this study analyzed the use of drugs Kombipak/FDC in patients diagnosed with pulmonary tuberculosis based on the characteristics. This research is a secondary data analysis of Health Survey Research Association (Riskesdas in 2010 in the form of a structured questionnaire is a questionnaire for households and a questionnaire to individuals aged 15 years and over. Data analyzed by univariate and bivariate analysis using chi square and biner logistic regression. Results: This study found 1278 TB patients who TB diagnosis in the past 12 months from total sample of 177.926 people. The results showed pulmonary tuberculosis patients who get Kombipak/FDC was 83, 1% and most of the respondents treated in the health centers. TB patient who got treatment completed for 6 months or more was 55,8% and mostly treated in government hospitals or health centers. The results showed that low education TB patients had a tendency to use kombipak/FDC for > 6 months 0.659 times compared to those having higher education (p < 0.05. In conclusion, there was a significant correlation between the use Kombipak/FDC for > 6 months with the education level of respondents. It is suggested the active roleof health provider should educate TB patients who were low education patients. Key words: tuberculosis, Kombipak/FDC drugs, health facilities, characteristics

  4. Prediksi Kualitias Biodiesel Berdasarkan Komposisi Asam Lemak Bahan Mentah (Minyak-lemak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joelianingsih

    2008-04-01

    Full Text Available The characteristics of biodiesel are similar to diesel fuels, and therefore biodiesel becomes a strong candidate to replace the diesel fuels if the need areses. Biodiesel standard- so called SNI 04-7182-2006 has been approved by the Indonesian National Standardization Agency (BSN. The basic fuel properties for biodiesel are influenced by the fatty acid composition of the feedstock such as the sensity, viscosity, cetane number, heating value and cloud point. Therefore, the value of these properties can be predicted from the fatty acids composition of the feedstock using the blending equations. This work uses pure component data for methyl palmitate, methyl stearate, methyl oleate, and methyl oleate to develop and test blending equations for the prediction of the basic fuel properties. The results from the blending equations are compared with literature values for biodiesel for a number of triglyceride sources such as palm and jatropha oils. Typical average errors are less than 10% for the density, cetane number and healting value. The blending equation for the viscosity and cloud point are suitable only for a speciefed biodiesel.

  5. Tafsir Kritis Privatisasi Berdasarkan Hermeneutika Gadamerian: Kasus Privatisasi PT Telkom dan PT Indosat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayudia Sokarina

    2011-08-01

    Full Text Available Privatization Under Critical Meaning by Using Gadamerian Hermeneutics: The Case for Privatization of PT. Telkom And PT. Indosat. The objectives of the study are to search critical meanings of privatisation in PT Telkom and PT Indosat. This research is using an interpretive approach and critical analysis by using Gadamerian hermeneutics. The study finds that there is other reality which shows that the Government views privatisation as a tool to achieve economic rents. Privatisation has failed to enable the distribution of ownership. At the same time, there is exploitation of consumers in the form of higher rates (as in the case of PT Telkomsel. As a result of privatisation of PT Telkom and PT Indosat has failed to provide justice and prosperity for the people and state.

  6. Pengajaran Lingkungan Rumah Berdasarkan Kepedulian pada Kehidupan Murid SD Sehari-hari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laurens Kaluge

    2016-02-01

    Full Text Available This study examined the Sidoarjo School Improvement Program (SSIP, after a year in action, emphasizing the teaching improvement based on the current concepts of effective teaching. The Social Studies particularly on home environment was the case of application. There were 19 primary schools involved as the experimental and 15 as the control schools, involving 781 Grade 3 pupils representing the urban, semi-urban, and rural subdistricts. The data were collected by using intelligence test, content-related test, questionnaire for pupils and parents, inventories, and open questionnaires. After controlling for the childs ability (intelligence, gender, parental occupation and education, family supports, self-concept, democratic atmosphere, and locus of control; no difference was found among urban, semi-urban, and rural schools. However, the most striking result was that the SSIP made a difference, the attainments of children at experimental schools were higher than those at the control schools.

  7. Penetapan Kadar Iodium Pada Garam Konsumsi Dengan Metode Iodometri Berdasarkan Standar Nasional Indonesia

    OpenAIRE

    Putri, Sri Armia Aditya

    2011-01-01

    Pembuatan garam di Indonesia adalah dengan sistem penguapan air laut menggunakan sinar matahari (solar energy) diatas lahan tanah, namun ada beberapa daerah yang memproduksi garam dengan cara memasak karena kondisi tanah yang poros yaitu Propinsi Aceh dan Bali. Produktifitas lahan garam tiap daerah tidaklah sama, hal ini sangat dipengaruhi oleh kualitas tanah tersedia, kelembaban udara, kecepatan angin dan sistem teknologi yang digunakan. Perkiraan produksi garam setiap tahun sulit diperk...

  8. PEMODELAN RESISTIVITAS BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN METODE MAGNETOTELLURIK (STUDI DAERAH GUNUNGMERAKSA-TASIM, SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endar Widi Sugiyo

    2013-11-01

    Full Text Available Geofisika merupakan ilmu yang mempelajari bumi dengan menggunakan prinsip-prinsip fisika, salah satu metode dalam geofisika adalah metode magnetotellurik yang memanfaatkan konsep elektromagnetik. Data magnetotellurik yang diperoleh dari akuisisi di lapangan tidak lepas dari gangguan noise sehingga perlu dilakukan pengolahan data. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengolahan data magnetotellurik sehingga diperoleh model penampang resistivitas secara 2-dimensi di daerah Gunung Meraksa-Tasim, Sumatera Selatan. Metode magnetotellurik merupakan metode eksplorasi geofisika pasif dimana dilakukan pengukuran medan listrik dan medan magnet alami yang berubah-ubah dalam fungsi waktu. Data akuisisi lapangan diolah dengan menggunakan software SSMT 2000 dan MT-Editor serta diinversi dengan menggunakan software WinGLink. Hasil pengolahan data berupa grafik apparent resistivity dan phase dalam fungsi frekuensi. Model resisitivitas terhadap kedalaman diperoleh dari hasil inversi yang menunjukan struktur berupa lipatan, pendugaan patahan dan struktur berlapis-lapis dari resisitivitas bawah permukaan daerah penelitian. Struktur berlapis-lapis disebabkan karena proses pembentukan daerah penelitian yang merupakan daerah cekungan sedimen.

  9. PROFIL KEMATIAN NEONATAL BERDASARKAN SOSIO DEMOGRAFI DAN KONDISI IBU SAAT HAMIL DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raharni Raharni

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Neonatal mortality is the death of an infant who is born alive within 7 days after birth (early neonatal mortality/perinatal, and the death of a baby born alive more than 7 days until approximately 29 days (advanced neonatal mortality. Neonatal deaths (infants aged 28 days is two thirds of infant mortality, whereas early neonatal mortality/perinatal (infant age of 7 days is two thirds of neonatal deaths. The purpose of this study was to determine neonatal mortality profiles based on socio demografic and the mother condition during pregnancy, and the data based on Riskesdas 2010. Methods: This study used cross sectional design, using data Riskesdas 2010. Result: From the analysis obtained the following results, 144 out of 163 neonatal deaths (88,6% were the early neonatal deaths (7 days of birth, the remain at 11.45% were advanced neonatal mortality. Most of neonatal deaths occur in fertil maternal age at delivery was mature enough that age group 18-34 years, but mostly with low and medium level of education that is 53% and 43% respectively. Mostly neonatal deaths occur when 2 continous birth delivery happens less than 12 months, total number is 100 (61 3%. Percentage of neonatal mortality is equal between working mothers and non working mothers. From the baby's weight with weight < 2500 grams and > 2500 grams, the percentage is nearly equal at 27-29%. Conclusion: The body weight most neonatal deaths were unknown was no significant difference between early neonatal and late neonatal. There demographic information according to both maternal, infant characteristics, or economic status. It is expected the results of this reseach can be used as reference related neonatal mortality profile and as an input in policy to improve the mother health during maternity and birth delivery and also to reduce the risk of neonatal death.   Keywords: early neonatal mortality/perinatal, neonatal mortality, pregnancy

  10. Penilaian Kinerja PT Bank X dalam Mengelola Asset dan Kewajiban Berdasarkan Analisis Resiko dan Analisis Return

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Yusuf

    2010-04-01

    Full Text Available Performance financial evaluation became a primary indicator for management, especially a bank. This research evaluated asset and liability management of PT Bank X to describe its risk and return, by using financial ratios. The results found that performance ratios of PT Bank X decreasingly, where interest margin and net margin decreased to negative. This because of interest expenses and other operational expenses increased. Risk evaluation based on liquidity ratio were also decreasing in 2006 2007, because of the most assets of the bank became illiquid assest and default credits. On the other hand, this conditions became worse because of Rush, many of their customers took their money out from the bank on the same period. In 2008, bank has reduced their default credits successively and made its liquidity better than previous year. Bad quality of credit management and control made the bank budgets their bad allowances for default credits higher and made banks capital risk higher too. Finally, all of banks capital was financed with their liabilities. The other hand, banks operating risk were recovered slowly, by organization rationalization to reduce number of employees, as efficiency also. But this effort, indeed, made employee expenses increasing because management must pay golden-shake hand costs to employees.

  11. Penilaian Kinerja PT Bank X dalam Mengelola Asset dan Kewajiban Berdasarkan Analisis Resiko dan Analisis Return

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Yusuf

    2010-05-01

    Full Text Available Performance financial evaluation became a primary indicator for management, especially a bank. This research evaluated asset and liability management of PT Bank X to describe its risk and return, by using financial ratios. The results found that performance ratios of PT Bank X decreasingly, where interest margin and net margin decreased to negative. This because of interest expenses and other operational expenses increased. Risk evaluation based on liquidity ratio were also decreasing in 2006 – 2007, because of the most assets of the bank became illiquid assest and default credits. On the other hand, this conditions became worse because of “Rush”, many of their customers took their money out from the bank on the same period. In 2008, bank has reduced their default credits succesively and made its liquiditiy better than previous year. Bad quality of credit management and control made the bank budgets their bad allowances for default credits higher and made bank’s capital risk higher too. Finally, all of bank’s capital was financed with their liabilities. The other hand, bank’s operating risk were recovered slowly, by organzation rationalization to reduce number of employees, as efficiency also. But this effort, indeed, made employee expenses increasing because management must pay golden-shake hand costs to employees. 

  12. Tinjauan Atas Penyajian Laporan Keuangan Pemerintahan Kabupaten Asahan Berdasarkan PP No.24 Tahun 2005.

    OpenAIRE

    Manurung, Dina Erika

    2011-01-01

    The goal of paper is to analyze suitability of financial report preparation of District Asahan Government with the law applies transparancy, accountability and participated in management of the local financial. The analyze method used is descriptive, that is to collect, arrange, interprete and analyze the data for giving description and clear answer and accurate from formulation of problem, and then to draw conclusion and suggestions considered to be important. The writer takes data such as f...

  13. Analisis keragaman genetik manggis (Garcinia mangostana diiradiasi dengan sinar gamma berdasarkan penanda ISSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ALFIN WIDIASTUTI

    2013-05-01

    Full Text Available Widiastuti A, Sobir, Suhartanto MR. 2013. Genetic variability analysis of mangosteen (Garcinia mangostana irradiated by gamma ray based on ISSR marker. Bioteknologi 10: 15-22. The aim of the research was to know the increasing of genetic variation within mangosteen based on banding pattern of ISSR marker as a response to some doses of irradiation gamma rays. Five dosages of irradiation gamma rays were 0 Gy, 20 Gy, 25 Gy, 30 Gy, 35 Gy and 40 Gy. The source of the seed that have been irradiated was from Cegal, Leuwiliang, Bogor. The results showed that gamma ray irradiation affecting mangosteen genetic changed. Because the randomize of gamma irradiation, it changed was individually. Gamma irradiation successfully increase genetic variability (5%.

  14. Analisis keragaman genetik manggis (Garcinia mangostana) diiradiasi dengan sinar gamma berdasarkan penanda ISSR

    OpenAIRE

    ALFIN WIDIASTUTI; SOBIR; MUH. R. SUHARTANTO

    2013-01-01

    Widiastuti A, Sobir, Suhartanto MR. 2013. Genetic variability analysis of mangosteen (Garcinia mangostana) irradiated by gamma ray based on ISSR marker. Bioteknologi 10: 15-22. The aim of the research was to know the increasing of genetic variation within mangosteen based on banding pattern of ISSR marker as a response to some doses of irradiation gamma rays. Five dosages of irradiation gamma rays were 0 Gy, 20 Gy, 25 Gy, 30 Gy, 35 Gy and 40 Gy. The source of the seed that have been irradiate...

  15. KUALITAS MIKROBIOLOGI NASI JINGGO BERDASARKAN ANGKA LEMPENG TOTAL, COLIFORM TOTAL DAN KANDUNGAN ESCHERICHIA COLI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Payastiti Yunita

    2010-06-01

    Full Text Available Inadequate quality of food products that do not meet standard quality may lead to food poisoning cases and become a concern in public health sector. Nasi Jinggo is a small amount of cooked rice with little bit fried tempe, shredded spicy chicken, traditional made chili sauce that is packed with banana leaves, and all the cooking process usually done traditionally. Nasi jinggo is sold at night by street vendor with price ranged from Rp. 1.500,- to Rp. 2.000,- per package. The study was a quantitative descriptive study with cross-sectional design that was aimed to identify the microbiology quality of nasi jinggo that were sold in Denpasar Selatan area. From 48 population of nasi jinggo street vendor, 23 vendor was taken as samples. The microbiology quality being assessed was Total Plate Count (TPC, Total Coliform with MPN method and Escherichia coli content with Eosin Methylene Blue Agar as medium. Laboratory analysis showed that only 21,7% sample that met TPC standard with average value of 2,3 x 107 CFU/gram sample, only 8,7% that met Total Coliform standard with average value of 1,4 x 105 MPN/100 gram sample and 52,2% sample that met E. coli content standard with average value is 2,6 x 102 MPN/100 gram sample. It is recommended to the government to do quality check towards nasi jinggo in a regular basis as well as to provide education and assistance to nasi jinggo street vendors in order to improve the microbiology quality of food product and ensure food safety to the consumer.

  16. KONSEP HAK SESEORANG ATAS TUBUH DALAM TRANSPLANTASI ORGAN BERDASARKAN NILAI KEMANUSIAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hwian Christianto

    2011-02-01

    Full Text Available The idea of right to body autonomy grows more important as people are able to donate their organs. However, the two conceptions of rights currently applicable, i.e. ‘ownership’ and ‘possession’, are highly inappropriate to be applied to this case because human body is not a property. In this light, humanity purposes constitute stronger concept of bodyautonomy. Pemahaman akan hak atas tubuh menjadi semakin penting ketika seseorang dapat mendonorkan organ tubuhnya. Kedua konsep hak yang selama ini berlaku, yaitu konsep “ownership” dan “possession” ternyata jika diterapkan ke hak atas tubuh sangat tidak sesuai karena tubuh manusia bukanlah barang. Dalam kondisi inilah konsep hak dengan tujuan kemanusiaan memberikan dasar yang kuat tentang hak atas tubuh.

  17. Penciptaan Naskah Drama Ambu Hawuk Berdasarkan Tradisi Lisan dan Perspektif Jender

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Darma

    2013-11-01

    Full Text Available Artikel ini membahas proses penciptaan naskah drama Ambu Hawuk . Naskah ini diadaptasi dari cerita lisandan mitologi lokal yang berkembang di daerah Sunda. Cerita lisan dikumpulkan melalui wawancara mendalamdengan para informan yang mewakili berbagai versi. Setidaknya terdapat enam versi tradisi lisan mengenai tokohini, yaitu versi Cikawungading, Manonjaya, Cianjur, Sukaraja, Parungponteng, dan Galunggung. Dari keenamversi tersebut terdapat variasi dan kesamaan. Naskah ini mencoba membangkitkan kembali semangat feminismedalam peristiwa-peristiwa yang dijalin dalam legenda Ambu Hawuk. Sistem patriarki masyarakat Sunda lebih seringmemandang perempuan sebagai sebuah kaum yang memiliki keterbatasan dibandingkan dengan kaum laki-laki.Cerita ini menggambarkan seorang perempuan yang dianggap berada di belakang laki-laki dan menjadi bayangbayangseorang laki-laki, muncul menjadi seorang pemimpin.Kata kunci: Ambu Hawuk, naskah drama, tradisi lisan.ABSTRACTThe Creating Process of Drama Script Ambu Hawuk Based on the Oral Tradition and the GenderPerspective. This article discusses about the creating process of the drama script Ambu Hawuk. This script was adaptedfrom the oral story and the local mythology developed in Sunda. This oral story was compiled through the intensive interviewwith some sources of information that represented many kinds of versions. There are six versions of the oral traditiontalking about this character, namely: the version of Cikawungading, Manonjaya, Cianjur, Sukaraja, Parungponteng, and Galunggung. Of those six versions, there are varieties and similarities. This script tries to develop feminism spirit on someinterrelated events in Ambu Hawuk legend. From the perspective of Sundanese’ point of view on the patriarchy system, women are regarded as God’s creature who have more basic physical and mental limitations than men. This story describes a woman who is regarded as a person behind the man’s existence and becomes the man’s shadow; but soon afterwards, she becomes a leader.Keywords: Ambu Hawuk, Drama Script, Oral Tradition

  18. PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH MATERI GEOMETRI NON EUCLIDES UNTUK MELATIHKAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF

    OpenAIRE

    Adamura, Fatriya; Masfingatin, Titin; Kirbiana, Elma Puspita

    2016-01-01

    Development and experiment research have been done because there is no learning tools ofproblem based learning. Development research was done by using modified 4-D model that consists of define, design, and develop. Research subject is student in Mathematics Education programme of IKIP PGRI Madiun even semester 2013/2014 that is learning Geometry System. Research instrument were validation sheet, reading validation sheet, learning management observation by lecturer sheet, student activity obs...

  19. STRUKTUR KONSEP MAHASISWA CALON GURU TENTANG MEDAN ELEKTROSTATIK BERDASARKAN ANALISIS FRAMING

    OpenAIRE

    S. E Nugroho; A. Setiawan; - Liliasari

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi struktur konsep mahasiswa calon guru tentang medan elektrostatik. Data diperolehdengan menggunakan metode thinks-aloud, didukung metode lain yaitu wawancara, diskusi, dan tes tertulis Responden penelitianterdiri atas delapan mahasiswa semester 2 yang telah menempuh fisika dasar sebagai kelompok I, dan sembilan mahasiswasemester 6 yang telah menempuh mata kuliah kelistrikan dan kemagnetan sebagai kelompok II. Mahasiswa tersebut diberipertanyaan rea...

  20. Perkiraan Fatigue Life pada Bracket Kapal Tanker Berdasarkan Common Structural Rules

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dita septiana

    2012-09-01

    Full Text Available Umur kelelahan (fatigue life dari struktur kapal dianalisis dengan menggunakan standar pada Common Structural Rules for Double Hull Oil Tanker. Kapal tanker single hull direncanakan akan dikonversi menjadi FPSO sehingga perlu diketahui sisa fatigue life konstruksinya. Dalam penelitian ini, fokus analisis dilakukan pada konstruksi bracket karena bracket sebagai salah satu penopang yang esensial pada kapal ini. Oleh karena itu, perlu diketahui letak bracket dengan tegangan paling besar dan besar fatigue lifenya. Kapal tersebut dimodelkan menggunakan softwareMSC Pastran sebagai pre-processor dan MSC Nastran sebagai processor. Bagian kapal yang dimodelkan adalah 3 ruang muat pada midship. Ruang muat pada bagian tengah dari ketiga ruang muat tersebut adalah ruang muat yang paling besar. Fatigue life yang dianalisa merupakan pengaruh dari beban lingkungan (beban gelombang air laut dan beban internal (beban tangki. Kondisi pembebanan yang dilakukan ada 6 macam load cases sesuai dengan ketentuan CSR. Tegangan pada bracket yang didapat dari pemodelan diambil tegangan yang paling besar untuk dianalisa fatigue lifenya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa bracket dengan tegangan paling besar terjadi pada web frame 7 pada ruang muat tengah dan pada kondisi pembebanan A2 didapat umur kapal yang paling rendah yaitu sebesar 26 tahun.

  1. Tingkat Kelelahan Pengemudi Bus Rapid Tranport (BRT Jakarta Berdasarkan Swedish Occupational Fatigue Index (SOFI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rida Zuraida

    2015-06-01

    Full Text Available Fatigue is a common situation experienced by everyone, but until now a simple measuring tools universally accepted is not exist. Fatigue measurement instrument most widely used is an instrument-based questionnaire. This study used the Swedish Occupational Fatigue Index (SOFI as one of the instrument to measure BRT drivers fatigue. The aim is to evaluate physical mental, and shift work fatigue and provide an overview of fatigue levels experienced by the driver BRT on two different shifts. Hopefully it can be used for driver fatigue management by a company. The study was conducted for two different shifts (morning and afternoon, with a total participants are 30 drivers. Results showed that motivation level of shift 2-driver is lower after they finish their work compared to shift1-driver. In shift 1, generally available time to rest, socializing and hanging out with family is longer than available time for shift 2-driver. Perception of loss of energy after work is also higher in shift 2 compared to shift 1, especially the perception of feeling exhausted. Similar results were obtained in the physical aspect and the physical exertion and physical discomfort. Therefore we can conclude the work shift has affected fatigue level experienced by the driver's BRT, and shift rotation is suggested to help the driver to recuperate.

  2. METODOLOGI APLIKASI AZIMUTH PROPELLER PADA KAPAL KMP.SULTAN MURHUM BERDASARKAN KEMAMPUAN MANUVER KAPAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Windyandari

    2014-05-01

    Full Text Available Sistem propulsi atau penggerak merupakan sistem yang sangat berperan dalam kemampuan gerak suatu kapal. Pada kasus tertentu seperti pada kapal-kapal pemecah es (icebreakers dan scientific ships, dibutuhkan alat penggerak yang mampu memberikan performance yang lebih, sehingga diperkenalkanlah sistem-sistem penggerak kapal jenis pod (azimuth podded propulsor yang juga merupakan propulsi jenis elektrik. Kondisi sarat kapal juga berpengaruh terhadap maneuvering kapal, dari data hasil pengujian menunjukkan bahwa pada dengan kondisi sarat yang lain menghasilkan manuver kapal berbeda. Strategi pengendalian maneuver merupakan hal yang sangat penting dalam sistem navigasi kapal untuk pencapaian target yang telah ditentukan menurut standar IMO. Simulasi perhitungan dan gerak kapal menggunakan Matlab dilakukan untuk mengetahui analisa kemampuan maneuver kapal yang diteliti. Artikel ini difokuskan pada metodologi kemampuan manuver kapal dengan menggunakan Azimuth Podded Propeller yang diaplikasikan pada kapal KMP. Sultan Murhum, khususnya akibat yang ditimbulkannya

  3. Analisis Komparatif Kinerja Keuangan antara Bank Syariah dan Bank Konvensional Berdasarkan Metode Camel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Armanto Witjaksono

    2011-04-01

    performance of Islamic banks and conventional banks (Hi. Researchers used a parametric statistical technique, which consists of test data normality using the Kolmogorov Smirnov test and QQ plots, test of homogeneity using the F test (Levene's Test, and Independent Sample T-Test with significant value 5% confidence level (1 - α = 95%. The results showed that the ratio of data CAMEL Islamic banks and conventional banks in normal distribution and homogeneous. Then it can be concluded that the variable CAR, NPL, and LDR between conventional banks and Islamic banks have significant differences, while the ROA and ROE of the two types of banking industry is not significantly different or relatively the same.

  4. Penggolongan Mangga Gedong Gincu Berdasarkan Rasio Kandungan Gula Asam Menggunakan Prediksi Near Infrared Spectroscopy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noneng Fahr

    2016-04-01

    Full Text Available The objective of this research was to classify the quality of ‘Gedong gincu’ mango based on its sugar acid ratio detected nondestructively using spectroscopy near infrared reflectance (NIR. The near infrared wavelength used was in 1000-2500 nm. Some NIR spectral processing and partial least square was selected to develop calibration and validation model of the correlation between NIR reflectance and destructive measurement data. The best model of calibration and validation in predicting sugar acid ratio was found for those model using combination of NIR data treatment of normalization and first derivative (N01, DG1 with 4 PLS factors. The accuracy of model was indicated by the value of r, SEC, CVc and RPDc i.e. 0.89, 29.81%, 24%, 2.23 for calibration model and 0.78, 34.92%, 30%, 1.61 for validation model. It could be concluded that the developed NIR method could classifying the quality of ‘Gedong gincu’ mango based on the sugar acid ratio content with accuracy of 77%.

  5. VARIASI GENETIK SOROH BRAHMANA BUDHA DI BALI BERDASARKAN PENANDA DNA MIKROSATELIT KROMOSOM-Y

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Ayu Manik Damayanti

    2015-12-01

    Full Text Available Perbedaan sifat-sifat indukatau orang tua dalam ilmu genetika akan diturunkan secara turun-temurun kepada keturunannya sehingga terdapat variasi genetik antar individu. Variasi genetik dapat dilihat dari ragam alel pada masing-masing lokus mikrosatelit kromosom Y (Y-spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik soroh Brahmana Budha di Bali. Pada penelitian ini digunakan empat lokus DNA mikrosatelit kromosom Y yaitu DYS19, DYS390, DYS393 dan DYS395. Amplifikasi DNA dilakukan dengan menggunakan reagen PCR master mix i-Taq dengan mesin PCR dan amplikon dielektroforesis pada gel poliakrilamid 6% serta pewarnaan dengan perak nitrat. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa tidak semua Kabupaten di Bali terdapat Griya pendeta Budha. Ditemukan sembilan ragam alel yaitu masing-masing dua pada lokus DYS19 (200 dan 204 pb, DYS390 (203 dan 207 pb, dan DYS393 (125 dan 137 pb dan lokus DYS395 ditemukan tiga ragam alel (123,127 131 pb. Padapenelitian ini ditemukan tiga haplotipe yaitu haplotipe A,Bdan C. Haplotipe A memiliki frekuensi paling tinggi (0,85 yang tersebar di lima daerah, haplotipe B ditemukan di daerah Karangasem sedangkan haplotipe C hanya ditemukan di Kabupaten Tabanan. Kombinasi alel pada haplotipe C yang sangat berbeda dengan haplotipe A dan B, menunjukkan bahwa individu dengan haplotipe C bukan keturunan soroh Brahmana Budha. Nilai keragaman rata-rata atau heterozigositas pada soroh Brahmana Budha di Bali rendah yaitu 0,15 ± 0,07. 

  6. Analisis Keanekaragaman Genetik dan Diferensiasi Jati Jawa dan Madura berdasarkan Marka Mikrosatelit untuk Mendukung Fingerprinting Jati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munisyatul Millah

    2010-09-01

    Full Text Available Analysis fingerprinting teak is supported by information about teak’s character molecularly. The information is gotten by analyzing 3 primary microsatellite in 46 teak samples that produce total 18 kinds of alel averagely 6 alel per locus. Genetics variety level is shown by Observed Heterozigosity (Ho, Expected Heterozygosity (He, Polimorfi sm Information Content (PIC and Genetics Differentiation Coeffi cient successively 0.5122; 0.6221; 0.5818; and 0.0629. Kinship connection through dendogram analysis produces coeffi cient resemblance 0.3-1.00 that form 2 groups. However it has not shown inclination of forming group based on origin grows yet. Genetics differentiation analysis indicates different genetics in a population is higher then it is between populations. Analysis result has not found specifi c alel yet but has found 12 specifi c genotipe that is potential for analyzing fi ngerprinting if it relates to important useful genes. Keywords: microsatellite teak, DNA fi ngerprinting

  7. PERENCANAAN TARIF IDEAL PENGIRIMAN BARANG BERDASARKAN METODE PERHITUNGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Mulyati

    2013-12-01

    Full Text Available PT Syncrum Logistics is a company engaged in the expedition of freight transportation services 3PL (Third Party Logistics, which delivery goods from one place to the destination area by land (On Road by using a fleet of wings box trucks. PT Syncrum Logistics has more than 80 wings box fleet which are owned by the box itself. One is a box type truck wings are often used for service delivery to Milkrun Cibitung. On the imposition of tariffs for one-time delivery of goods on the route there is a difference with Milkrun Cibitung previous rate calculation that originally was Rp 800.802, - to be decreased to Rp 522.700,-. Tariff of Rp 522.700 based solely on the price offer made by the customer on the marketing side. That price has not reached the ideal rate of the company. From the description above, the calculation for ideal freight rates by route Milkrun Cibitung uses the Vehicle Operating Costs. Calculating the Vehicle Operating Costs must first determine the fixed costs, variable costs and the determination of the basic rate and calculation of the costs incurred each year, month and day, and the benefits to be achieved by the company. Difference obtained is Rp 229.837,- from the initial rate off price minimum negotiable to do between Rp 800.802 to Rp. 707.612/28 pallets (Full Load.

  8. Keamanan Susu Fermentasi Yang Beredar Di Banda Aceh Berdasarkan Nilai Gizi dan Jumlah Bakteri Pathogen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusdar Zakaria

    2010-04-01

    Full Text Available Safety condition of commercial fermented milk that put on the market in banda aceh based on nutritive value and pathogenic bacteria ABSTRACT. Fermented milk has much value primarily for the health of digestive system. However without hygienically and sterilized treatment it can become toxic to consumers. This research was conducted to observe nutritive value, the present of pathogenic bacteria, and the safety condition of commercial fermented milk that put on the market in Banda Aceh. Samples of commercial fermented milk tested were obtained from recognized retailers in Banda Aceh. Factorial completely randomized design with six replications was applied in this research. Variety of fermented milk products (yoghurt and drink yoghurt was the first factor to be analyzed, and the second one was expired date of the products (the date of production and the date of by expired. The amount of crude protein and lipid, pH level, and the amount of lactic acid bacteria, Coliform and Staphilococcus aureus were the parameter determined. The variety and the expired date of the products influenced the amount of crude protein and lipid, the pH level, the amount of lactic acid bacteria, Coliform and Staphilococcus aureus in the level of highly significant different (P<0,01. There was also found in highly significant interaction (P<0,01 between factors that influenced the amount of lactic acid bacteria and Staphilococcus aureus. On the other hand, the amount of Coliform was not influenced by those factors. The study also results in decreasing of the amount of crude protein and lipid as well as lactic acid bacteria caused by the ongoing time of storing. The longer fermented milk was stored, the lower the level of crude protein, lipid and lactic acid bacteria presented. The lipid level of fermented milk products those put on the market in Banda Aceh have been complied with the requirement standard of SNI 01-2981-1992. However, crude protein level has not achieved the requirement standard yet. Due to the amount of Staphylococcus aureus present, the fermented milk products tested, in fact, were not saved to be consumed. On the contrary, although Coliform was also present, the products were in the category of saved to be consumed.

  9. Pengaruh Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care (ANC) terhadap Kejadian Anemia pada Kehamilan Usia Remaja di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat tahun 2012

    OpenAIRE

    Sitepu, Eva Sari Dewi

    2012-01-01

    Pregnancy in teenagers has an adequately high medical risk because during that time the reproductive organs are not yet mature enough for reproduction. One of the risks may occur during the teenagers pregnancy is anaemia. Many factors predicted to have influenced the incident of anaemia in teenagers and one of them is the low or inappropriate utilization of antenatal care service. The purpose of this observational study with cross-sectional design conducted in Hinai Subdistrict, Langkat Di...

  10. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN KAMPAR KIRI TENGAH, KABUPATEN KAMPAR, 2005/2006

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ririn Arminsih Wulandari

    2006-12-01

    Full Text Available Factors related to malaria prevalence in Kampar Kiri Tengah Sub District, Kampar District, Riau Province in 2005 – 2006. Kampar Kiri Tengah Sub-District has the highest number of malaria patients (AMI: 79,19 out of 18 sub-district in Kampar district. Malaria is caused by Plasmodium and transmitted out by anopheles sp mosquitoes. Until now, malaria is a major health problem in Indonesia and is one of the top ten high fatality diseases in Indonesia, and detrimental to socio-economic field. This study utilizes a case control research design and the objective was to find out the factors related to the occurrence of malaria disease in Kampar Kiri Tengah Sub-District, Kampar District. The case group consists of patients who visited health centre and showed clinical symptoms of malaria and whose blood examination result was positive. The control group consisted of patients who do not have clinical symptoms of malaria and the blood examination is negative. The number of case group and control group is 69 patients, respectively. Factors studied are mosquito breeding sites, living next to large cattle barns, the use of bed net, anti-mosquito chemical, wire netting, and repellent. The result of the study suggested that there are five variables related to occurrence of malaria, namely mosquito breeding sites with p value = 0,006 (OR 2,8 ; 95% CI 1,381-5,512, living next to large cattle with p value = 0,001 (OR 3,2 ; 95% CI 1,650-6,693, the use of bed net with p value = 0,017 (OR 2,4 ; 95% CI 1,226 – 4,845, the use of anti-mosquito chemicals with p value = 0,026 (OR 2,3; 95% CI 1,158 – 4,564 and the use of wire netting with p value = 0,027 (OR 2,3 ; 95% CI 1,153 – 4,513. Multivariate analysis showed that most dominant factors is living next to large cattle, followed by mosquito breeding sites and the use of anti-mosquito chemical.

  11. FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN LUAR BIASA CHIKUNGUNYA DI KELURAHAN CINERE, KECAMATAN LIMO, KOTA DEPOK 2006

    OpenAIRE

    I Made Djaja; Dewi Susanna; Fatmi Yumantini Oktikasari

    2008-01-01

    The impact of sosiodemographic and environmental factor on chikungunya outbreaks at Cinere, Limo Sub District, Depok City in 2006. On october 2005, in Depok occured chikungunya outbreaks that attack 200 citizen at Cinere, Limo Sub District, Depok City. This study purpose is to know the impact of sosidemographic and enviromental factor on chikungunya outbreaks at Cinere, Limo Sub District, Depok City. Research design is case control study. The number of case group and control group is 118 pa...

  12. Kejadian Hujan Asam di Kabupaten Bogor dan Retensi Timbal pada Domba Lokal yang Diberi Ransum Berkadar Timbal Tinggi

    OpenAIRE

    D. Diapari; H.M.H. Bintoro; J. Jachja; K. A. Notodiputro; M. S. Saeni

    2008-01-01

    The objectives of this research were: 1) to find out whether acid rain has taken place in Bogor Regency area and its effect on the lead (Pb) content in soil and roughage in the region, 2) to predict the correlation of Pb content in rain water and soil, and the content of Pb in roughage in the Bogor regency area, 3) to study the impact of acid and Pb content in the ration to sheep daily gain and measure Pb content in liver, kidney and meat. The results showed that in Bogor regency area the aci...

  13. Pengaruh Faktor Lingkungan Fisik dan Kebiasaan Keluarga terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai

    OpenAIRE

    Purba, Dahlia

    2012-01-01

    Dengue hemorrhage fever (DHF) caused by dengue virus is a disease which still becomes the public health problem in Indonesia. Sumatera Utara Province ranked third for DHF case in Indonesia. Dengue haemorrhagic fever morbidity in Binjai Timur Subdistrict until 2011 is still above the national target of ≤ 55/100 000 population. The purpose of this study with case control design was to analyze the influence of the factor of physical environment and family habit on the incident of ...

  14. Hubungan Stres dengan Kejadian Akne Vulgaris Di kalangan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2007-2009

    OpenAIRE

    Perumal, Nitya

    2011-01-01

    Background: Acne or acne vulgaris has always been well concerned among teenagers and adolescent age. Acne vulgaris is a common disorder of the follicle sebaceous unit that predominantly occurs in adolescence. Acne vulgaris which is suffered by 95 to 100 percent boys and 83 to 85 percent girls. This skin disease is caused by multifactoral of skin disease, which is stress. With the increased studying burden, packed time table and inadequate sleep has caused medical students in University of Nor...

  15. UPAYA PENURUNAN KEJADIAN KEHILANGAN GELAS BERUKURAN SEDANG MELALUI PENERAPAN METODE QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC DI UNIT GIZI, RS ABC, JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jonny

    2012-05-01

    Full Text Available Nutrition Department of ABC Hospital provides food and beverage for all inpatients based on nutrition standard from their practioners. Therefore, Nutrition Department needs several types of cutlery for serving them food and beverage as needed. The stock of these types of cutlery should be maintained by nutrionists. During August and September 2011, the stock of middle-sized glasses had been deficit. This condition made the Nutrition Department initiate a QCC group named Sushi to prevent the deficit by strengthening the control over the stock. After this improvement, they had successfully suppressed the deficit from 193 to 77 units or 60.10%. Due to hospital regulation that every lost should be redeemed by nutritionist, this improvement had also enable the department to suppreesed the cost of lost units (quality cost.

  16. PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO PADA KEJADIAN PUTUS BEROBAT PENDERITA TB PARU DI DKI JAKARTA TAHUN 2002

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herryanto Herryanto

    2012-10-01

    Full Text Available The treatment observers play an important role in the success of DOTS strategy. They have to ensure the patients taking the regiments completely heal and prevent new infections. During 2001-2002 could be recorded 240 defaulted tuberculosis patients and 226 treatment observers from 10 health centres in DKI Jakarta. Majority of the treatment observers were family members (95.6%. They had a lack of knowledge of tuberculosis, low education (52.3 %, and a lack of  knowledge about their tasks (only 42.4% observed routinely. The patients also had lack of knowledge about the disease and have low level of education. The main reason the patients stopped taking the medicines was that they feel healtier (65.6%. Special attention needs to be given for treatment observers by providing information and education either personally or in groups so they are well informed  about tuberculosis including prevention and treatment. The treatment observers understand their role in helping patiens to be healthy by observing the treatment everyday, and ensuring that the medicines are always available in the right combinations and appropriate duration. Keyword : Tuberculosis, defaulted, treatment observers.

  17. PERILAKU MASYARAKAT DAN FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANTRAKS DI KECAMATAN KODI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruben Wadu Willa

    2012-09-01

    Full Text Available Anthrax is a disease Zoonotic diseases caused by Baccilus anthrakcis. In 2007, there Extraordinary incident (KLB anthrax in District Kodi West Sumba, with 18 people the number of cases and 5 fatalities. This study sursey research in areas that have experienced anthrax incident. Population and sample are heads of households and the environment in the region anthrax incident. The data collected is the data environment consisting of soil pH, organic matter content, and air temperature as well as knowledge, attitude and practice of community. Presentation of data was descriptive. The results showed that the environment consisting of soil pH, organic matter content and air temperature has the potential for survival of baccillus antrakcis, respondents' knowledge about anthrax, anthrax prevention and control is still low. Respondents generally have a pretty good attitude in the response to anthrax, but still there is the behavior of respondents who are at risk for contracting anthrax, such as custom cutting   and   eating   meat   of  dead   animals   and   dispose   of  dead livestockForestry.   Key words: Behavioral and local environment anthrax

  18. Lingkungan dalam rumah, mobilitas dan riwayat kontak sebagai determinan kejadian demam berdarah dengue di Denpasar tahun 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kenyem Subagia

    2013-10-01

    Full Text Available Bali Province is endemic for Dengue Hemorrhagic Fever (DHF. Denpasar is reported to have the highest cases withincidence rates of 143.2 per 100.000 persons in 2011. Vaccine has not been available until recently and efforts to control theendemic are only achieved modest result. This case control study was aimed to identify risk factors for high incidence rate ofDHF in Denpasar. Total cases were 80 and controls were 160 persons. The variables explored were characteristics of therespondents, indoor and outdoor environtment, respondent mobility, history of contact with the DHF patients and larvaepresence in public places with a maximum radius of 100 m from respondent’s residence. The data were collected fromdocuments, interviews and observations. The instruments used were questionnaires and check lists. Data analysis was carriedout using univariate, bivariate (chi-square and multivariate (logistic regression analysis. Bivariate analysis showed severalfactors which increase the risk of dengue incidence in Denpasar: age OR=1.88 [95%CI 1.09-3.23], indoor condition OR=8.27[95%CI 2.63-26.07], mobility OR=2.78 [95%CI 1.57-4.92] and contact history OR=2.85 [95%CI 1.62-5.03]. After multivariateanalysis, the variables that contributed to increase the risk of DHF incidence in Denpasar were age OR=1.09 [95%CI 1.06-1.11],indoor environment condition OR=10.74 [95%CI 2.94-39.32], respondent mobility OR=3.12 [95%CI 1.55-6.28] and history ofcontact OR=2.4 [95%CI 1.21-4.79]. Health promotion need to be improved to prevent DHF by increasing indoor environmentalquality including intervention to refregerator drainage and residual water tapping at dispenser

  19. FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN LUAR BIASA CHIKUNGUNYA DI KELURAHAN CINERE, KECAMATAN LIMO, KOTA DEPOK 2006

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Djaja

    2008-06-01

    Full Text Available The impact of sosiodemographic and environmental factor on chikungunya outbreaks at Cinere, Limo Sub District, Depok City in 2006. On october 2005, in Depok occured chikungunya outbreaks that attack 200 citizen at Cinere, Limo Sub District, Depok City. This study purpose is to know the impact of sosidemographic and enviromental factor on chikungunya outbreaks at Cinere, Limo Sub District, Depok City. Research design is case control study. The number of case group and control group is 118 patient. Factor studied are education, knowlwdge, house density, age, occupation, sex, mobility, anti-mosquito chemical, existance of mosquito-larva, container, and wire netting. The result of the study suggest that there are three variabels that involved in chikungunya outbreaks, namely education (OR=1,9: 1,12-3,23, age (OR= 2,1: 1,22-3,46, and house density (OR=2,2: 1,25-3,80. Multivariat analysis showed that the most dominant factors are house density, and followed by education. Probability of chikungunya outbreaks is 2,1 for low house density and low education

  20. Hubungan Usia Menarche, Lama Menstruasi, dan Riwayat Keluarga dengan Kejadian Dismenore pada Siswi SMK Negeri 8 Medan Tahun 2015

    OpenAIRE

    Nasution, Fadhilah Ulima

    2016-01-01

    Dysmenorrhea is a pain felt during menstruation, usually with cramp and concentrated in the lower abdomen. It was reported as the most common gynecological disorder found in woman of productive age, especially in adolescent. In Indonesia, dysmenorrhea prevalence insidence reach 65%, therefore there is a need to look at the factors associated with the incidence of dysmenorrhoea. This study aims to determine the Relationship between Menarche Age, Menstrual Period, and Family History with Dys...

  1. Kejadian Hujan Asam di Kabupaten Bogor dan Retensi Timbal pada Domba Lokal yang Diberi Ransum Berkadar Timbal Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Diapari

    2008-12-01

    Full Text Available The objectives of this research were: 1 to find out whether acid rain has taken place in Bogor Regency area and its effect on the lead (Pb content in soil and roughage in the region, 2 to predict the correlation of Pb content in rain water and soil, and the content of Pb in roughage in the Bogor regency area, 3 to study the impact of acid and Pb content in the ration to sheep daily gain and measure Pb content in liver, kidney and meat. The results showed that in Bogor regency area the acid rain occurred during the dry season but not in the wet season. The Pb content in the rainwater and soil were not affected by acid rain. There was no correlation of Pb content between soil and roughage. Acid containing ration decreased daily gain, but not for the ration of high Pb-content. Acid containing ration increased Pb content in the kidney but not in the liver and meat. However, high Pb content in the ration increased the Pb content in the liver and kidney but not in the meat.

  2. Pola Kejadian Hematoma Subdural Pada Bayi Yang dirawat di Ruang Rawat Intensif Anak Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enny Harliany Alwi

    2009-09-01

    Full Text Available Subdural hematoma (SDH is a common condition in infancy and young children with a poor prognostic. The more studies related SDH with nonaccidental injury. With the aim to identify the characteristics of SDH in infants below 1 year, a retrospective study of infants below 1 year diagnosed as subdural hematoma who were admitted to PICU Hasan Sadikin General Hospital from Januari 2000 to Desember 2003 has been conducted. Infants less than 1 month and SDH developed after neurosurgery intervention were excluded. Fourteen infants met the inclusion criteria's, consisted of 5 (36% girls and 9 (64% boys, most of them were on 1 month of age (57%. Anemia was found on all cases, thrombocyte normal except in 1 case thrombocytopenia (53,000/mm3. PT prolonged in 9 (100% cases and PTT in 5 (56% from 9 cases. Bilirubin total/direct elevated in 4 (80% from 5 cases, SGOT/SGPT elevated in 5 (83% from 6 cases. From 11 cases, 9 (82% cases were IgG anti-CMV positive and 6 (55% cases were IgM anti CMV positive. Conclusions, SDH can be caused by various etiologies, thus a comprehensive examinations to exclude child abuse are needed. The role of CMV infection should be considered as one of SDH etiology.

  3. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN TB PARU DEWASA DI INDONESIA (ANALISIS DATA RISET KESEHATAN DASAR TAHUN 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rukmini Rukmini

    2012-11-01

    Full Text Available Background: The statement of WHO, there were 22 countries classified as high burden of TB Pulmonary, including Indonesia. The detection of smear positive (BTA+ patients in Indonesia is still low and filtering suspect rate also decreased since 2007 until 2010. It is required to improve the detection patient of tuberculosis. Objective: This study aimed to assess the adult pulmonary TB risk factors that influence the disease's incidence in Indonesia. Methods: This observational analytic studies was conducted on March-June 2011. Data source from secondary data of basic health research 2010, that were individuals 15 years performed sputum examination. Data of cases were 183 people with smear positive and control of 366 people with negative smear. Those are household members and neighbors cases who had never been diagnosed of TB cases by health personnel. This was analyzed with logistic regression. Result: Multivariate analysis showed that risk factors associated with adult pulmonary tuberculosis were age (OR= 0.473, p = 0.018, gender (OR= 1.613, p = 0.027, lighting energy (OR= 1.804, p = 0.032, nutrition status (OR= 2.101, p = 0.009 and household contact with TB patients (OR= 4.355, p = 0.000. The TB risk factors that most influenced the disease's incidence is household contact with TB patients.  Keywords: tuberculosis of lung, BTA (+, risk factors

  4. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SISTISERKOSIS PADA PENDUDUK KECAMATAN WAMENA, KABUPATEN JAYAWIJAYA, PROPINSI PAPUA TAHUN 2002

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilfried H. Purba

    2003-12-01

    Full Text Available Cysticercosis is a disease caused by the larva of Taenia solium, the pig tapeworm, whereas taeniasis solium is caused by the adult worm, which lives in the small human intestines. The prevalence of taeniasis/cysticercosis in Indonesia varies from 1.0% to 42.7% and until now is found predominantly in three provinces i.e. Bali, North Sumatera and Papua. The highest prevalence was found in Papua during the year 1997 (42,7%. This case-control study was designed for finding factors in connection with the existing cysticercosis in Sub-district Wamena, District Jawawijaya. The number of cases consisted of all patients suffering from cysticercosis aged morethan 8 years, found by questionaires during a survey for Taeniasis, Cysticercosis and Neurocysticercosis, conducted by the team from January till February 2002 and the control group consisted of individuals without cysticercosis during the survey. The diagnosis of cysticercosis was determined with ELISA by antibody detection of the parasites in the serum of both groups. Among the total number of variables several factors were found significantly associated with the existence of cysticercosis after calculation as a whole i.e. washing hands (OR 4.9 95%CI:2.55-9.61, profession (OR 2.11 95%CI:1.14-3.91, frequency of bathing (OR 2.59 95%CI:1.31-5.13, source of clean water (OR 2.41 95%CI:1.31-4.44 and sanitation (OR 6.25 95%CI:3.14-12.44. Community health education is recommended on topics such as the habit of washing hands, bathing with clean water and using standard toilets. It is suggested that the local government provides clean water facilities and general sanitation facilities.

  5. Hubungan Diabetes Melitus dengan angka kejadian Stroke Fase Akut di RSUP. H. Adam Malik Medan tahun 2010

    OpenAIRE

    Batubara, Anggi Saktina Sari

    2012-01-01

    Diabetes is a risk factor for stroke, and high frequency of diabetes in patients with stroke. Stroke is one cause of death and major neurological disability in Indonesia with a comparison between disability and death from stroke patients is four to one. This study aims to look at the relationship of diabetes mellitus with an increased incidence of acute ischemic stroke. This study is analytic with a cross-sectional study with samples taken from medical records of 2010 by 85 ...

  6. Pengaruh Karakteristik dan Gaya Hidup Kelompok Dewasa Madya terhadap Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Matiti Kabupaten Humbanga Hasundutan

    OpenAIRE

    Simamora, Janner P

    2013-01-01

    Hypertension in the working area of the District Health Center Matiti Humbang Hasundutan disease is not contagious and one of the most sufferers are middle adulthood. Total prevalence of hypertension, and the prevalence in 2631 as a group of middle adulthood as much as 36%. This is related to the characteristics (education and occupation) and lifestyle (diet, rest habits, physical activity, and smoking history) middle adult groups. This study aimed to analyze the influence of education, o...

  7. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Filariasis di Wilayah Kerja Puskesmas Gambok Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat Tahun 2013

    OpenAIRE

    Glantika, Olyvia

    2015-01-01

    Filariasis disease is an infectious disease caused by a filarial worm infections, is transmitted by mosquito vectors intermediary Mansonia, Anopheles, Culex. Filariasis can lead to social stigma. Species of filaria worm that infect the human being is wucherexia bancrofii. Filariasis endemicity level in Indonesia in 1999 was still high by microfilaria (MF) rate of 3.1%. Sijunjung is endemic filariasis in 2010 up to 2012 there was an increase of cases of filariasis. With the case in 2010 there ...

  8. Lingkungan dalam rumah, mobilitas dan riwayat kontak sebagai determinan kejadian demam berdarah dengue di Denpasar tahun 2012

    OpenAIRE

    Kenyem Subagia

    2013-01-01

    Bali Province is endemic for Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Denpasar is reported to have the highest cases withincidence rates of 143.2 per 100.000 persons in 2011. Vaccine has not been available until recently and efforts to control theendemic are only achieved modest result. This case control study was aimed to identify risk factors for high incidence rate ofDHF in Denpasar. Total cases were 80 and controls were 160 persons. The variables explored were characteristics of therespondents, in...

  9. GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DAN ANAK TERHADAP KEJADIAN GIZI KURANG PADA ANAK BALITA DI DESA SUKAWATI GIANYAR TAHUN 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parivindaraj Sundaraj

    2015-09-01

    Full Text Available DISTRIBUTION CHARACTERISTICS OF MOTHER AND CHILD TOWARDS INCIDENCE OF MALNUTRITION IN CHILDREN UNDER 5 YEARS OLD AT SUKAWATI VILLAGE, GIANYAR 2014 ABSTRACT Background: Malnutrition is one of the leading health problems among Indonesians. The incidence of malnutrition and poor nutrition increases each year, especially in the province UPT Kesmas Sukawati I. Aim: This study aims to identify risk factors involved in the incidence of malnutrition in children under 5 years old in Sukawati Village, Gianyar. Method of Study: Study was conducted between November – December 2014 using descriptive cross sectional study method. Subject of study are children under 5 years old in Sukawati Village, Gianyar consisting of 50 samples. Data was obtained through direct anthropometry measurements of children under 5and interview of mothers with toddlers through questionnaire. Data analysis was done descriptively and presented in tables and narrative. Result: Malnutrition according to weight/age in children under 5 years in Sukawati Village is 12%. 96% of children under 5 years with normal birth weight, 62% of children under 5 years without Exclusive breastfeeding, 30% of children under 5 years with poor diet intake, 26% of children below 5 years with low educated mothers, 64% of children below 5 years with working mothers, 48% of children below 5 years with low income families, and 52% of children below 5 years with mothers lacking knowledge in nutrition. Conclusion: Risk factors in children under 5 years with malnourished state are due to absence of exclusive breastfeeding for 6 months, poor diet intake, low educated mothers, working mothers, and mothers lacking knowledge in nutrition. Keywords: malnutrition, risk factors, children under 5 years, exclusive breastfeeding

  10. GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DAN ANAK TERHADAP KEJADIAN GIZI KURANG PADA ANAK BALITA DI DESA SUKAWATI GIANYAR TAHUN 2014

    OpenAIRE

    Parivindaraj Sundaraj

    2015-01-01

    DISTRIBUTION CHARACTERISTICS OF MOTHER AND CHILD TOWARDS INCIDENCE OF MALNUTRITION IN CHILDREN UNDER 5 YEARS OLD AT SUKAWATI VILLAGE, GIANYAR 2014 ABSTRACT Background: Malnutrition is one of the leading health problems among Indonesians. The incidence of malnutrition and poor nutrition increases each year, especially in the province UPT Kesmas Sukawati I. Aim: This study aims to identify risk factors involved in the incidence of malnutrition in children under 5 years old in Sukawa...

  11. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hiperprolaktinemia Pada Penderita Sindroma Ovarium Polikistikdi Klinik Infertilitas Kota Medan

    OpenAIRE

    Adenin, Ichwanul; TM Ichsan; Lumbanraja, Sarma N; Nasution, Syamsul A.; Dina, Sarah; Yuri A

    2014-01-01

    Objective : To determine the hyperprolactinemia incidence related factors at PCOS patient in infertility clinics in Medan. Time and Location : The study took place in infertility clinics in Medan starting from August until the sample needed was fulfilled Methodology: This study is an observational analytic with cross – sectional design Result : 14 PCOS patients with hyperprolactinemia ( > 25 ng/ml ) ( 41,17 % ) was obtained from the whole 34 PCOS patients. From this study there was n...

  12. Hubungan ASI Eksklusif terhadapKejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Bayi di Puskesmas Padang Bulan, Medan

    OpenAIRE

    Sinaga, Suci Soraya

    2015-01-01

    Acute Respiratory Infection (ARI) is an infection disease caused by a virus or bacteria and lasts for 14 days that attacks the upper and the lower of respiratory tract. Infants often suffer by ARI because they have incomplete immunity. Exclusive breastfeeding has an important role to support the immune system for the infants that it can provide prevention from various infection diseases. This study aimed to analyze the relationship of exclusive breastfeeding with ARI in infants. This surve...

  13. Peran Orang Tua Tunggal Dalam Membimbing Anak Remaja Mencapai Kualitas Hidup Di Gereja Kibaid Klasis Makassar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuliana Banni

    2011-10-01

    Full Text Available Berdasarkan pokok masalah di atas, maka yang menjadi tujuan penulis sebagaisasaran dalam penulisan karya ilmiah ini, yaitu:Pertama, agar setiap orang tua tunggalmemahami peranan mereka dalam membimbing anak remaja.Kedua, agar anak-anakremaja dari orang tua tunggal termotivasi untuk mencapai kualitas hidup.Dalam karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitian sebagaiberikut:Pertama, metode kepustakaan yaitu penulis mencari dan mengumpulkaninformasi melalui buku-buku yang berkaitan dengan karya ilmiah ini. Menurut asalkatanya kepustakaan berasal dari kata dasar “pustaka”, yang berarti (1 buku-bukukesusastraan; (2 daftar kitab yang dipakai sebagai sumber acuan untuk mengarang, dansebagainya; atau (3 semua buku atau karangan dan tulisan mengenai suatu bidang ilmu,topik, gejala atau kejadian.1 Kedua, penulis menggunakan wawancara kepada orangorangyang dapat melengkapi data yang diperlukan dalam karya ilmiah ini. Wawancaraialah (1 tanya jawab dengan seseorang (pejabat dsb yang diperlukan untuk dimintaiketerangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dalam surat kabar,disiarkan melalui radio, atau ditayangkan pada layar televisi atau untuk kepentinganpenulisan karya ilmiah; (2 tanya jawab direksi (kepala personalia, kepala humasperusahaan dengan pelamar pekerjaan; (3 tanya jawab peneliti dengan narasumber.2Berdasarkan pembahasan penulis di atas, maka dapat dibuat kesimpulan sebagaiberikut: orang tua tunggal atau single parent Persekutuan Kaum Wanita KIBAID KlasisMakassar adalah mereka yang menyadari sepenuhnya tugas mereka sebagai orang tuayang berperan sebagai ayah dan juga ibu yang mengatur segala sesuatunya di rumah danbertanggung jawab sepenuhnya kepada anak-anak mereka. Orang Tua tunggal atausingle parent Persekutuan Kaum Wanita KIBAID Klasis Makassar sudah sangat baikdalam menjalankan fungsinya sebagai orang tua tunggal bagi anak-anaknya. Sehinggaanak-anak bertumbuh dengan baik dalam mencapai kualitas hidup mereka

  14. Penerapan Standarisasi Desain untuk Meningkatkan Kualitas dan Masa Pakai Mold Di PT. Takagi Sari Multi Utama

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Widodo

    2014-10-01

    Full Text Available PT. Takagi Sari Multi Utama adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang injeksi plastik untuk produk otomotif terutama pada kendaraan bermotor. Karena begitu banyaknya pelanggan yang mempercayakan produk plastik injectionnya, maka PT. Takagi Sari Multi Utama harus memperhatikan mold yang digunakan sebagai sarana atau alat produksi memiliki kualitas yang tinggi. Karena begitu pentingnya suatu kualitas mold dan daya tahan mold terhadap penjaminan kualitas produksi, maka penulis mencari masalah utama yang terjadi PT. takagi Sari Multi Utama dengan menggunakan diagram pareto. Berdasarkan diagram terebut diperoleh data penyebap kerusakan mold paling tinggi adalah Design and Mold Structur dengan 154 Kejadian. Masalah Design and Mold Structur dipetakan dalam fishbone diagram untuk mengetahui permasalahan apa saja yang menyebapkan. Permasalahan yang ditemukan dilakukan analisa menggunakan FMEA (Failure Mode and Efect Analisis sebagai landasan melakukan perbaikan. Dengan metoda FMEA (Failure Mode and Efect Analisis diperoleh kesimpulan bahwa buruknya desain dan kontruksi mold dikarenakan tidak adanya standar desain yang digunakan sebagai acuhan proses desain dan pemeriksaan mold saat proses manufacturing dengan nilai RPN 567. Oleh karena itu proses perbaikan dilakukan dengan membuat standar desain mold di PT. Takagi Sari Multi Utama kemudian mencoba menerapkannya pada desain mold Cover Side 3/4.

  15. EFIKASI DAN KEAMANAN DIHIDROARTEMISININ-PIPERAKUIN PADA PENDERITA PLASMODIUM VIVAX DI KALIMANTAN DAN SULAWESI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Armedy Ronny Hasugian

    2012-11-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian “Monitoring drug resistance in subject with P.falciparum and  P.vivax malaria in Kalimantan and Sulawesi, Indonesia” yang bertujuan untuk menilai efikasi dan keamanan Dihydroartemisinin – Piperaquine (DHP pada penderita malaria vivaks di Kalimantan dan Sulawesi. Disain penelitian adalah potong lintang dengan prospektif evaluasi terhadap 87 subyek penderita P. vivax. Efikasi dan keamanan DHP dinilai berdasarkan kriteria WHO. Hasil analisis menunjukkan bahwa efikasi DHP secara Intention To Treat (ITT pada Hari 28 (H28 setelah pengobatan DHP adalah 94,3% (95%CI: 87,2 – 97,5 dan H42 adalah 92% (95%CI: 87,2 – 97,5. Efikasi DHP secara Per Protokol (PP pada H28 adalah 100% dan H42 adalah 97,6% (95%CI:91,5 – 99,3. Bebas parasit 100% terjadi pada H2. Bebas gametosit 100% terjadi pada H7. Bebas demam 100% terjadi pada H7. Bebas gejala klinis tidak pernah mencapai 100% pasca pengobatan DHP. Kejadian sampingan yang ditemukan adalah berkeringat, tidak nafsu makan dan diare,  tetapi ringan dan dapat ditolerir.  Oleh karena itu dapat disimpulkan efikasi dan keamanan DHP sesuai dengan kriteria WHO dan dapat direkomendasikan untuk penggunaan secara luas.   Kata Kunci: Malaria, Efikasi, dihidroartemisinin, piperaquine, Kalimantan, Sulawesi 

  16. Gambaran Penyakit Malaria di Puskesmas Tarusan dan Puskesmas Balai Selasa Kabupaten Pesisir Selatan periode Januari - Maret 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuti Gusra

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakMalaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium Sp ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Penyakit ini masih menjadi masalah utama kesehatan di Indonesia karena menyebabkan kesakitan dan kematian. Provinsi sumatera barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang angka malarianya tinggi. Kabupaten Pesisir selatan merupakan salah satu daerah di sumatera barat yang angka kejadian malarianya juga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi malaria berdasarkan jumlah kasus, karakteristik pasien, dan jenis Plasmodium. Penelitian ini dibuat dalam cross sectional study dilakukan di Puskesmas Tarusan dan Puskesmas Balai Selasa pada bulan Januari s/d Maret tahun 2013. Data didapat dari salinan buku rekam medik laboratorium masing – masing puskesmas. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa, Puskesmas Tarusan dan Balai Selasa ditemukan 18 kasus malaria, terbanyak pada kelompok umur ≥ 15 (83,3%. Berdasarkan jenis kelamin, penduduk perempuan lebih banyak terinfeksi malaria, yaitu 16 orang (88,89%. Berdasarkan jenis Plasmodium yang ditemukan, jenis Plasmodium falcifarum lebih banyak menginfeksi penduduk, yaitu 11 orang (88,89%.Kata kunci: malaria, Plasmodium falcifarum, Plasmodium vivaxAbstractMalaria is a disease caused by Plasmodium sp. which is transmitted by the Anopheles mosquito. The disease is still being a major health problem in Indonesia because it can cause morbidity and mortality. West Sumatra province is one of the provinces in Indonesia that has high malaria rate. In west sumatera, Pesisir Selatan district has high incidence of malaria. The aims this reseach to determine the distribution of malaria based on its number of cases, patient characteristics, and types of Plasmodium. This research was made in a cross sectional study at the Tarusan Public Health Center and Balai Selasa Public Health Center in January–March, 2013. Data obtained from the medical record copies clinic laboratory. The result shows

  17. Kajian Pelapukan Pedokimia (A-*- B) Berdasarkan Mineral Liat Pada Tanah Inceptisol Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang

    OpenAIRE

    Sibuea, Gatot

    2012-01-01

    Pedokimia weathering process is stated in solum soil by oxidation-reduction, discharging Al from clay crystal become hidroxide through changing kation, removing K from mica, and forming Al vein on 2:1 clay mineral. This observation supposed to study pedokimia weathering in Inceptisol soil at Sampali, Deli Serdang municipality. Method of this observation was soil analysis that consisted of survey and laboratorium analysis on some important compound in pedokimia weathering. This observati...

  18. Peranan Bank Indonesia Terhadap Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 14 Tahun 2006

    OpenAIRE

    Federico O. Marbun

    2009-01-01

    Sejak peristiwa hantaman krisis multidimensi melanda Indonesia, Keterpurukan luar biasa yang disebabkan peristiwa tersebut telah membuka mata bangsa ini bahwa salah satu faktor paling fundamental yang menyebabkan krisis itu terjadi tidak lain dikarenakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance diabaikan.Dunia perbankan nasional tidak terlepas dari kealpaan di dalam menjalankan praktik Good Corporate Governance tersebut. Bank Indonesia (BI) telah bersusah payah untuk menggagas Arsitektur Per...

  19. Perbedaan Tingkat Kelelahan Kerja Berdasarkan Kebiasaan Sarapan pada Pekerja Kurir Pengiriman Barang JNE di Kota Medan Tahun 2015

    OpenAIRE

    Akbar, Muhammad Bayu

    2015-01-01

    Breakfast in the morning is an important activity before physical activities that beneficial to prevent energy deficiency that causes fatigue. The high demand of delivery of goods inversely to the workers who were not significant that caused fatigue in work. The purpose of this study was to see the difference in fatigue levels based on the breakfast habit JNE courier workers in the city of Medan in 2015. Analytic research methods survey with a cross-sectional design. The population in this...

  20. Interpretasi Mineralisasi Epitermal Berdasarkan Studi Ubahan Hidrotermal dan Tekstur Urat Kuarsa di Kawasan Hutan Lindung Taliwang, Nusa Tenggara Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Zulkifli Herman

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol2no3.20072Taliwang conservation forest, West Nusa Tenggara, is particularly covered by volcanic rocks consisting of alternated breccia and tuff. The breccia is composed of andesitic – dioritic clasts and matrix of fine-grained to lapilli tuff which had partially been hidrothermally altered and invaded by gold bearing quartz veins. Outcrops of quartz veins are commonly limonitized, trending nearly east-west and north-south with respectively dip of 70o and 85o. Identification of quartz veins originated from people mining’s waste leads to a prediction that there are quartz stockworks beneath the earth surface (50 – 100 m depth in the conservation forest area, from which quartz veins penetrated the illite-paragonite-calcite-siderite- nacrite altered country rock. Textures of quartz veins were identified such as comb with some coarse- grained euhedral crystals, sugary/saccharoidal/fine grained crystalline quartz and ghost-bladed. Veins and host rocks generally contain disseminated and spotted pyrites. Evaluation of quartz textures, altered rocks analysis (PIMA method, fluid inclusion studies and chemical analysis (AAS method of selective altered rocks/quartz vein samples exhibits that the alteration and mineralization processes might occur in an epithermal system, connecting with a change of hydrothermal fluids from near neutral into acid conditions at a temperature ranging from 231 to 185oC. Alteration of illite-paragonite-kalsit-siderite is suggested as a result of reaction between host rock and a near neutral fluid, whilst nacrite (kaolin group or argillic is a result of reaction between host rock and an acid fluid, within a mixing zone of meteoric fluid and condensed acid gas released during boiling process of hydrothermal fluid in the depth. On the basis of salinity ranging from 0.9 to 2.2 equivalent wt.% NaCl of fluid inclusion, it is predicted that the deposition of gold bearing quartz and associated ore minerals takes place in a depth ranging from 293 to 120 m beneath paleosurface.  

  1. SISTEM PENETAPAN GUBERNUR KEPALA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM SISTEM PEMILIHAN KEPALA DAERAH BERDASARKAN PASAL 18 AYAT (4 UUD 1945

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismu Gunadi Widodo

    2011-05-01

    Full Text Available The Yogyakarta Specialist Region, both historical and juridical have strong legitimacy as special regions. Historically, (1 privilege status of Yogyakarta is a conscious political choice taken by the ruler of Yogyakarta, namely Sultan HB IX and Paku Alam VIII, and not the granting of national political entity; (2 Yogyakarta provide space areas and concrete for the Indonesian population early. Third, Yogyakarta became the savior when Indonesian forces in crisis situations to preserve the Declaration of Independence August 17, 1945. While legally the First, the consistency at the level that recognizes the juridical existence of a region that is special. Second, the consistency of recognition of the status of a regional specialty is not followed by a comprehensive arrangement on the substance of the privilege of an area. Special of DIY also reflected in the mechanism of filling the vacancy Guvernor and the Deputy Governor, with the appointment/establishment of Sri Sultan and Sri Pakualam directly by the President. The constitutional system of decision Hamengkubuwono X and Sri Pakualam, as Governor and Deputy Governor of DIY is not contradictory with the Constitution (unconstitutional for determining the gain legitimacy from the community (community wishes.

  2. PROTOTIPE PENANGANAN BENCANA BIDANG KESEHATAN BERDASARKAN LESSON LEARNED DI PROVINSI NANGROE ACEH DARUSSALAM, KABUPATEN NIAS DAN KABUPATEN ALOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SK Poewarni

    2012-11-01

    Full Text Available A disaster is incident which can be avoided although it is naturally. But if it happenned, there are extra ordinary activities which should be managed as an emergency state. Disasters which happenned in Nangroe Aceh Darussalam, Nias and Alor is a lesson teamed process that in health mechanism of emergency response there are things that can be anticipated. Mobilization of sources included health personnels could be done by provinces, districts or municipalities which were nearest to the disaster areas. This mechanism is built with management and operational tasks which is clearly explained, what should be done in the emergency response. This is a case study which data were collected through interviews and secondary data. The respondents were purposively selected. Analysis was to answer the objectives of the study that is to develop a health mechanism prototype in disaster as lesson teamed on Nangroe Aceh Darussalam, Nias and Alor cases. The prototype of health mechanism in disaster was developed on lesson teamed from interviews and secondary data in Nangroe Aceh Darussalam, Nias and Alor. The prototype is developed with consideration on local specific disasters. The document of this prototype should be added with policies, including mapping and identification of local specific disasters. These all would be things that could be completed in preparedness, mitigation and prevention of disaster.   Keywords: Prototype, health mechanism, disaster

  3. Hubungan Jenis Kelamin dengan Proses Penyembuhan Abses Periapikal pada Perawatan Pulpa Nekrosis berdasarkan Pengukuran Densitas Arsip Foto Rontgen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Heni Puspitadewi

    2015-11-01

    Full Text Available The aim of this study was to observe the relationship between sex and the healing process of periapical abscess on necrotic pulp treatment, according to density measurement from X-ray photo files. The study particularly targeted the changes of the radiolucent density on maxillary anterior teeth that suffered periapical abscess. Retrospective survey study was done on 90 X-ray photo files of periapical abscess patients using stratified random sampling method which is taken from 15 male and 15 female patients. In each sample, the density value was measured from the diagnostic radiograph, filling radiograph and controlling radiograph, using densitometer. The result showed the average decrease of density was 0,513 in the female group and 0,297 in the patients group. The differeral between female and male groups has significant (p<0.05. Therefore, it could be concluded that there is a significant relationship between sex and periapical abscess healing process on necrotic pulp treatment, according to density measurement of the X-ray photo files.

  4. TINGKAT DISABILITAS FISIK BERDASARKAN PENYAKIT DEGENERATIF YANG DIDERITA MENURUT FAKTOR SOSIAL DAN DEMOGRAFI (Kajian Isu Publik dalam Formulasi Kebijakan Kesehatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Dwi Astuti

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Riskesdas 2007 showed that 18.4% had been death by stroke; 8.3% by Diabetes Mellitus and hipertension;6.7% by heart. Hipertension is main trigger of stroke attacked and it is caused physical disability. Methods: Therefore the research will know a risk of physical disability that assosiation with degeneratif disease and background characteristic. Sample size are 664.196 persons. As dependent variable was physical disability and independent variable were degenaratif disaese (rheumatic, astma, heart, diabetes mellitus, emotional mental, stroke, and hipertension, also as modifier and confounder variable are background characteristic (age, sex, urban/rural, quintil. Data analysis use multiple logistic regression. Results: The result show that heart, emotional mental, rheumatic and astma disease in rural area are more higher than urban area. But diabetes mellitus, hipertension, stroke, and tumor disease in urban are more higher than rural area. Physical disability that caused by degeneratif diseases had deferent risk in urban and rural area. In urban area, a victim of heart disease has risk to get physical disability 1,5 times than not a victim of heart disease (OR=1.518, a victim of diabetes mellitus 2.06 times (OR=2.06,  a victim of rheumatic 2.77 times (OR=2.77, Astma 1.65 times (OR=1,65, emotional mental 2.54 times (OR=2.541. In rural area, a victim of heart disease has risk to get physical disability 1,58 times than not a victim of heart disease (OR=1.584, a victim of diabetes mellitus 1.5 times (OR=1.524, a victim of rheumatic 2,55 times (OR=2.557, Astma 1.21 times (OR=1.217, emotional mental 1.9 times (OR=1.904. The conclusion, physical disability was more higher in rural than urban area. Rheumatic disease has biggest risk to get physical disability than other degeneratif disease. Key words: physical disability - degenartif diseases

  5. Analisis Hujan Pada Hutan Pinus di Taman Hutan Raya Bukit Barisan Tongkoh Kabupaten Karo Berdasarkan Model Keseimbangan Air

    OpenAIRE

    Pardede, Riauli Anggriani

    2015-01-01

    Analysis of rainfall in pine forest in Taman Hutan Raya Bukit Barisan Tongkoh Kabupaten Karo based on modeling of water balance, supervised by Sumono and Nazif Ichwan. Modeling of water balance is stacked to predict soil moisture storage. The balance is the appropriate both of the coming rainfall and the going water from pine forest. Modeling of water balance consists of rainfall, throughfall, stemflow, intercepsi, actual evapotranspiration, and run off. The result of research for 16 we...

  6. Tinjauan Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Koperasi Berdasarkan PSAK No. 27 pada Koperasi Serba Usaha Beringin Jaya Desa Perdamaian Kabupaten Langkat

    OpenAIRE

    Tarigan, Anita Apriyanti Br.

    2011-01-01

    Financial Statement is essential source of quantitative information for parties related to organization, including cooperative. A standard of financial accounting for cooperative in preparation of financial statement in Indonesia has been determined. The standard is contained in statement of Financial Accounting Standard No. 27 regarding the cooperative accounting. The objective of this research would be to know the procedure of Financial Statement preparation in cooperative of Beringin Jaya ...

  7. Tinjauan atas Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Koperasi Berdasarkan PSAK No.27 pada Koperasi Kredit (CU) Merdeka Desa Merdeka Kabupaten Karo

    OpenAIRE

    Ginting, Rika Arni B.r

    2010-01-01

    Financial statement is essential source of quantitative information for parties related to organization, including cooperative. A standard of financial accounting for cooperative in preparation of financial statement in Indonesia has been determined. The standard is contained in statement of Financial Accounting Standard No.27 regarding the cooperative accounting. The objective of this research would be to know the procedure of Financial Statement preparation in Credit Cooperative of Merdeka,...

  8. Integrasi dan Peranan Orang Melayu di Sulawesi Selatan Pada Abad XVI-XVII: Kajian Berdasarkan Naskhah Lontara

    OpenAIRE

    Muhlis Hadrawi, SS., M.Hum.

    2007-01-01

    Eksistensi orang Melayu sebagai salah satu kelompok pendatang yang bermukim di Sulawesi Selatan menduduki peringkat awal dan istimewa daripada kelompok atau etnik pendatang lainnya seperti Jawa, Ambon, Buton, orang asing (Portugis, Hollanda, dan Inggeris). Keberadaan di Sulawesi Selatan yang telah berlaku semenjak abad akhir abad XV memiliki makna penting sebagai teras bermastuatinnya orang Melayu pada kerajaan setempat yang kemudian berseterusan hingga pada abad XIX. Keberadaan orang Melayu...

  9. ANALISIS TERHADAP PERLUNYA PENYESUAIAN LAPORAN KEUANGAN HISTORIS (CONVENTIONAL ACCOUNTING) MENJADI BERDASARKAN TINGKAT HARGA UMUM (GENERAL PRICE LEVEL ACCOUNTING)

    OpenAIRE

    Pwee Leng

    2002-01-01

    Generally, in conventional accounting, financial statements are based on the historical cost principle that assumes that prices (monetery unit) are stable. Conventional accounting recognizes neither changes in the general price level nor changes in the specific price level. Consequently, if there are any changes in purchasing power such as in inflation period, the historical financial statement are not economically relevant and also income is usually overstated, and the fixed assets are usual...

  10. Inventarisasi Vegetasi Pakan Gajah dan Kelimpahannya Berdasarkan Pengetahuan Lokal Di Taman Nasional Gunung Leuser (Studi Kasus Di Resort Sei Lepan)

    OpenAIRE

    Sitorus, William

    2011-01-01

    Increasing need for land to be used as residential, agricultural land, plantation or encroachment can lead to changes in the condition of land into the opened area. Shrinkage or disappearance of forest land of wildlife habitat of Sumatran elephants in particular force them into residential areas of society, and trigger the human elephant conflict. Purpose of this study was to obtain data on the type of feed Sumatran elephants based on their knowledge of local communities as well as analyze ab...

  11. EFEKTIFITAS HARD DAN SOFT OCCLUSAL SPLINT PADA GANGGUAN SENDI TEMPOROMANDIBULA (Kajian klinis pada seri kasus berdasarkan keluhan nyeri sendi temporomandibula

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.A Donna Pratiwi

    2015-08-01

    Full Text Available Occlusal splint is commonly used for treatment of the temporomandibular joint disorder (TMD. It can be made of hard and soft material. Hard occlusal splint (HOS which was known earlier had been recognized more effective than soft occlusal splint (SOS which recently gained some popularity. This clinical study based on case series was to determined which type of occlusal splint was more effective for TMD. This study involved 20 subjects and they were divided into HOS and SOS group with 10 subjects in each group. HOS was processed with heat curing acrylic and SOS with vacuum former. Before and after 4 weeks of treatment, 5 TMD symptoms (impaired range of movement, impaired TMJ function, muscle pain, TMJ pain and pain on movement of mandible were measured using Helkimo diagnostic index. The results were analyzed with Kolmogorov-Smirnov Z's test. The findings showed statistically significant improvement in impaired range of movement and muscle pain in favor of HOS group (p<0.05. Although they were not statistically significant, HOS group showed better improvement than SOS group in TMJ pain and pain on movement of the mandible. In TMJ's function, no changes were found in both groups. IN general, HOS was more effective than SOS for treating TMD in relatively short period of time. Despite of the phenomena, the popularity of SOS was not followed with its effectiveness.

  12. STRATEGI PENENTUAN LOKASI DAN KEBUTUHAN LAHAN TPS (TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA SAMPAH BERDASARKAN FUNGSI KAWASAN DI KOTA DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismid Achmad

    2015-08-01

    Full Text Available The percentage of solid waste services Denpasar City in 2013 reached 51,8 percent, the limited number and capacity TPS in Denpasar not meet the needs of waste management services in denpasar. The study was to examine the relevant strategies appropriate to the criteria and requirements related to the determination of the location of TPS and the land need. The position of the study is Part Of The City (BWK Central in Denpasar. Analysis of technical aspects will evaluation garbage production in order to know the ideal needs of TPS, the evaluation of TPS placement based on the function of the area and the land needed. Environmental aspect will analyze the environmental risk due to the presence of a TPS. Analysis of public opinion and the behavior of people will use a questionnaire in the collection of data to be analyzed with qualitative methods as a consideration in determining the location and design of a TPS. Institutional aspect will be evaluated about the understanding DKP (Office of Cleaning and Gardening Services employees of the City of Denpasar in the management of garbage, especially in the TPS. As for determining the direction and strategy of the management of garbage SWOT analysis was used.Based on the analysis, the need for the addition of TPS to improve the capacity of TPS, the shape of TPS had comply standard of SNI and environmental safety factor. Additions and changes in the shape of TPS also effect land requirement, the total area of land that must be reserved for TPS is 0,40 hectares. Determining the location of TPS is based on the need of the type of TPS over the spatial pattern. Analysis of public opinion on the determination of the location of TPS, it is obtained that the distance of a TPS with the source must be relatively close and the land use is a vacant land. It is also suggested optimizing the role of the DKP of Denpasar by increasing socialization and community development programs in waste management.

  13. TINJAUAN YURIDIS BERDASARKAN KONVENSI PBB TENTANG HUKUM LAUT TAHUN 1982 TERHADAP OVERFISHING DI ZONA EKONOMI EKSKLUSIF INDONESIA

    OpenAIRE

    Widyaningrum, Tutut Tarida

    2014-01-01

    Condition of the fisheries in the exclusive economic zone of Indonesia are undergoing overfishing. This is caused by fisheries enterprises which use boats and fishing tools that are less selective, the presence of illegal, unreported, unregulated fishing so that the results of the fish catches in excess of that allowed. Indonesia in all laws and regulations in the field of marine and fisheries, have always tried to keep in line with the United Nations Convention on the law of t...

  14. Analisis Penerapan Program PKBL Berdasarkan Prinsip Umum Corporate Social Responsibility (CSR: Studi Kasus pada PT Waskita Karya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosinta Ria Panggabean

    2011-11-01

    Full Text Available This research aims to analyse whether the implementation of PKBL program at PT Waskita Karya comply with general principles of CSR and Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2007, and to know whether the implementation report of PKBL at PT Waskita Karya comply with those principles. The method used in this research is descriptive method with content analysis approach by analysing the implementation and reporting of social responsibility,. The results of this research show that PT Waskita Karya is already has done its PKBL. But the implementation did not comply with GRI Guidelines and PKBL Report is not a Social Responsibility Report mentioned in UU No. 40 Tahun 2007. The recommendations are PT Waskita Karya should fill its Working and Budget Plan in compliance with Permen BUMN No. PER-05/MBU/2007, do more various events on its Program Bina Lingkungan and learn more CSR issues in GRI Guidelines so that Program Bina Lingkungan PT Waskita Karya could be equal with CSR.

  15. Analisis Penerapan Program PKBL Berdasarkan Prinsip Umum Corporate Social Responsibility (CSR: Studi Kasus pada PT Waskita Karya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosinta Ria Panggabean

    2011-10-01

    Full Text Available This research aims to analyse whether the implementation of PKBL program at PT Waskita Karya comply with general principles of CSR and Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2007, and to know whether the implementation report of PKBL at PT Waskita Karya comply with those principles. The method used in this research is descriptive method with content analysis approach by analysing the implementation and reporting of social responsibility,. The results of this research show that PT Waskita Karya is already has done its PKBL. But the implementation did not comply with GRI Guidelines and PKBL Report is not a Social Responsibility Report mentioned in UU No. 40 Tahun 2007. The recommendations are PT Waskita Karya should fill its Working and Budget Plan in compliance with Permen BUMN No. PER-05/MBU/2007, do more various events on its Program Bina Lingkungan and learn more CSR issues in GRI Guidelines so that Program Bina Lingkungan PT Waskita Karya could be equal with CSR.

  16. Pembuatan Dashboard Berbasis Web Sebagai Sarana Evaluasi Diri Berkala Untuk Persiapan Penilaian Akreditasi Berdasarkan Standar Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fandi Cahyo Saputro

    2012-09-01

    Full Text Available Akreditasi perguruan tinggi oleh BAN-PT merupakan salah satu parameter dalam menentukan mutu  perguruan tinggi serta program studi di Indonesia. Keadaan saat ini menunjukkan bahwa untuk mencapai nilai akreditasi yang sesuai diinginkan maka perguruan tinggi serta program studi harus menyesuaikan kondisi internal mereka sesuai dengan standar yang telah diberikan oleh BAN-PT. Sebagai pertimbangan untuk mencapai standar yang ditentukan oleh BAN-PT, maka diperlukanlah proses evaluasi diri apakah program studi atau perguruan tinggi tersbut sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh BAN-PT. Dalam melaksanakan proses evaluasi diri, diperlukan sumber data yang digunakan sebagai dasar dalam menilai pada suatu kriteria. Pada kebanyakan program studi, semua data tersebar pada sistem informasi dan dokumen fisik yang berbeda sehingga membutuhkan waktu dan usaha yang lebih untuk mengintegrasikan hingga menilainya. Sehingga diperlukan sebuah sistem yang mampu mengambil dan menampilkan hasil evaluasi secara visual secara otomatis dengan lebih hemat waktu dan usaha. Salah satu bentuk visualisasi yang dapat menggambarkannya adalah dashboard.  Melalui dashboard, pihak internal program studi dapat mengetahui posisi penilaian mereka pada periode tertentu dan mampu memperbaikinya jika kurang dari target yang ditetapkan oleh standar.

  17. Hubungan Kadar Leptin Serum dengan Kompleksitas Lesi Koroner berdasarkan Skor SYNTAX pada Penderita Penyakit Arteri Koroner Stabil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Ashari

    2016-05-01

    Full Text Available Leptin has been shown to play a potential role in the atherosclerotic plaque formation by activating immune and inflammatory cells or directly acting on the vessel wall. Earlier reports of the correlation of serum leptin levels with the degree of coronary lesion stated are still controversial. This study determined the correlation between serum leptin levels and complexity of coronary artery lesion in patients with stable coronary artery disease (SCAD. This is an observational cross-sectional study. Data were collected from January to May 2014 in Dr. Hasan Sadikin Central General Hospital Bandung. Blood samples were collected before angiography procedures. The complexity of coronary artery lesion was assessed using SYNTAX score. There were 44 patients who met inclusion criteria, male 84%, median age 54.68 (+10.24 years. Mean body mass index 24.71 (+ 3.05 kg/m2. Dyslipidemia was the most common risk factor (84%, followed by smoking (72%, hypertension (38.4%, diabetes mellitus (22.7%, and obesity (4.5%. Median leptin level was 7,242 (780-36,929 pq/mL. Mean SYNTAX score was 19.52 (+9.93. Leptin level had no correlation with the complexity of coronary artery lesion (p=0.61, r=0.078. The difference between this study from prior studies might be caused by differences in subject selection and criteria used for complexity of coronary artery lesion. In conclusion, there is no correlation between serum leptin levels and complexity of coronary artery lesion in patients with stable coronary artery disease.

  18. Analisis Perubahan Tutupan Vegetasi Berdasarkan Nilai NDVI dan Faktor Biofisik Lahan di Cagar Alam Dolok Sibual-buali

    OpenAIRE

    PUTRA, ARDIANSYAH

    2015-01-01

    The absence of information about the level of change in vegetation index (NDVI) of forest land in the Nature Reserve Dolok Sibual-Buali so unclear that forest development and likely has damage. Forest damage will impact on the decrease of forest functions, especially its function as regulator of water management, flood prevention, erosion and carbon sequestration. This research was conducted in CADS in May-September 2009 using Geographic Information System (GIS), Remote Sensing (RS) and Globa...

  19. Prediksi Kebangkrutan Perusahaan Berdasarkan Analisa Model Z-Score Altman Studi Kasus pada PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel)

    OpenAIRE

    Andoko

    2014-01-01

    This study was conducted to determine whether the PT. Telkomsel Tbk. predicted to be bankrupt according to Z-score model analysis of the 2010-2012 annual report. Population of this research consists of 7 companies, namely: 6 companies listed on the Stock Exchange add up with PT. Telkomsel Tbk., with 6 companies taken as sample by purposive sampling method Data used in this study is secondary data in the form of financial statements of each sample, which is published in www.telkomsel.com ,...

  20. Prediksi Kebangkrutan Perusahaan Berdasarkan Analisa Model Z-Score Altman Pada Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

    OpenAIRE

    Saragih, Tommy D.

    2011-01-01

    The purpose of this research is to know the Altman Z-Score analysis to predicting the loss rate at pharmaceuticals company written at Indonesia Stock Exchange from 2005-2008. Sampling method that used is purposive sampling and the result are 9 firms as sample in this research. Data that used in this research is secondary data that is financial statements from each company from Indonesia Stock Exchange at Indonesia Capital Market Directory. Independent variable in this research are financi...

  1. SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK KLASIFIKASI CITRA JENIS DAGING BERDASARKAN TEKSTUR MENGGUNAKAN EKSTRAKSI CIRI GRAY LEVEL CO-OCCURRENCE MATRICES (GLCM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neneng Neneng

    2016-03-01

    Full Text Available Texture is one of the most important features for image analysis, which provides informations such as the composition of texture on the surface structure, changes of the intensity, or brightness. Gray level co-occurence matrix (GLCM is a method that can be used for statistical texture analysis. GLCM has proven to be the most powerful texture descriptors used in image analysis. This study uses the four-way GLCM 0o, 45o, 90o, and 135o. Support vector machine (SVM is a machine learning that can be used for image classification. SVM has a high generalization capability without any requirement of additional knowledge, even with the high dimension of the input space. The data used in this study are the image of goat meat, buffalo meat, horse meat, and beef with shooting distance 20 cm, 30 cm and 40 cm. The result of this study shows that the best recognition rate of 87.5% was taken at a distance of 20 cm with neighboring pixels distance d = 2 in the direction GLCM 135o.

  2. SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK KLASIFIKASI CITRA JENIS DAGING BERDASARKAN TEKSTUR MENGGUNAKAN EKSTRAKSI CIRI GRAY LEVEL CO-OCCURRENCE MATRICES (GLCM)

    OpenAIRE

    Neneng Neneng; Kusworo Adi; Rizal Isnanto

    2016-01-01

    Texture is one of the most important features for image analysis, which provides informations such as the composition of texture on the surface structure, changes of the intensity, or brightness. Gray level co-occurence matrix (GLCM) is a method that can be used for statistical texture analysis. GLCM has proven to be the most powerful texture descriptors used in image analysis. This study uses the four-way GLCM 0o, 45o, 90o, and 135o. Support vector machine (SVM) is a machine learning that ca...

  3. PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DAN DISTRESS EMOSIONAL SEBAGAI KONTRIBUTOR HIPERTENSI PEREMPUAN INDONESIA : TINJAUAN PERSPEKTIF JENDER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Isfandari

    2015-04-01

    hipertensi Riskesdas 2007 menunjukkan prevalensi hipertensi perempuan mulai menyusul lelaki pada usia 35 tahun. Artikel bertujuan membahas peningkatan prevalensi hipertensi perempuan menggunakan sudut pandang jender menekankan pada kebijakan program keluarga berencana yang menempatkan perempuan sebagai target serta ketimpangan sosial ekonomi yang dapat menyebabkan distress emosional berdampak pada kejadian hipertensi dini pada perempuan. Melakukan kajian teori tentang jender dan kesehatan, jender dan hipertensi, dan faktor risiko hipertensi. Selanjutnya melakukan analisis situasi berdasarkan laporan Riskesdas 2007, 2010 dan Sensus Penduduk (SP 2010. Kemudian dilakukan analisis situasiberdasarkan data menggunakan perspektif jender untuk menjelaskan kejadian hipertensi dini perempuan Indonesia. Selain faktor risiko utama, kejadian hipertensi dapat dipengaruhi oleh penggunaan kontrasepsi hormonal dan distress emosional. Tiga hingga empat dari sepuluh perempuan Indonesia usia 10 - 29 tahun menggunakan kontrasepsi hormonal. Pendidikan dan status pekerjaan perempuan sebagai proksikeadaan sosial ekonomi lebih rendah dibanding lelaki. Hal ini dapat menyebabkan distres emosional menuju hipertensi. Fenomena hipertensi perempuan Indonesia dapat disebabkan oleh kebijakan KB pemerintah yang mejadikan perempuan sebagai target utama dan ketimpangan perempuan terhadap akses sumberdaya yang menyebabkan distress emosional. Pemantauan teratur dilakukan terhadap penggunaan kontrasepsi hormonal dan memberikan intervensi non farmakologis untuk penanganan hipertensi sebagai pelengkap intervensi farmakologi.Kata kunci : kontrasepsi, hipertensi, distress emosional, jender, Indonesia

  4. Polimorfisme FokI, BsmI, ApaI, dan TaqI Gen Reseptor Vitamin D pada Kejadian Tuberkulosis Anak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Setiabudiawan

    2010-12-01

    Full Text Available Tuberculosis (TB is a infection disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Mycobacterium tuberculosis itself is not the only factor of TB. Polymorphism of vitamin D receptor (VDR gene is important on the susceptibility of TB. The aim was to find out the role of FokI, BsmI, ApaI, and TaqI VDR gene polymorphism on child TB. The observational analytic study with case control design was done in RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung and RSU Cibabat Cimahi, May 2008–March 2009. The subjects consisted of 42 children each for case (TB and control (non TB group, enrolled by consecutive sampling. The blood was analyzed for polymorphism of FokI, BsmI, ApaI, and TaqI VDR gene. Chi-square test, Mann-Whitney test, to calculate odds ratio (OR and 95% confidence interval (CI were used. The incidence of FokI VDR gene polymorphism in TB case group was 66.7% and 40.5% in control group (p=0.016, OR (95% CI: 2.94 (1.21–7.16. The FokI VDR gene polymorphism for TB group was 2.94 times greater than that for control group; while for BsmI, ApaI, and TaqI VDR gene polymorphism, there was no significant difference between TB case and control (p>0.05. It is concluded, FokI VDR gene polymorphism is a risk factor of child TB.

  5. POLA PENYAKIT PENYEBAB KEMATIAN BAYI DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN, KONDISI SOSIO EKONOMI PADA KEJADIAN KEMATIAN BAYI DI INDONESIA HASIL RISKE5DAS 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tety Rachmawati

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Infant health was an important health indicator because of its relationship with various factors, maternal health, the quality of access to health services, socioeconomic conditions and public health services. Many factors influenced the Infant Mortality Rate but it is difficult to determine dominant factors and less dominant factors. The availability of various facilities or access and health services from skilled health workers, and also changing of public mind set from traditional to modern norms in health services are factors that influence the Infant Mortality Rate. This study aimed to asses the pattern infant death cause at urban and rural, socioeconomic conditions and its relations to infant death. Methods: The study design is descriptive. Data were taken from Riskesdas 2007, conducted in all provinces 33 Provinces in Indonesia. The Unit of analysis was infant death (0-11 month in household, during 1 July 2006-February 2008. Results: Results showed that infant mortality the majority patterns of infant death cause in Urban were is Low Birth Weight; followed by digestive infection,Asphyxia/aspiration and meningitis. Meanwhile pattern of Infant death cause in rural the majority were digestive infection, Pneumonia, Asphyxia/aspiration and Low Birth Weight. There was differences in access to health services between urban and rural areas. In rural areas access to health services was more difficult compared to urban. Infant deaths were more common in rural. Suggests to enhance access to health services especially in rural areas such as by enhance Desa SiagaStrategy to shorthen the health services to community like Poskesdes, enhance pre hospital care of obstetric and neonatal emergency at Polindes and puskesmas, socialization of ASI exclusive program, socialization of "PHBS" program. Key words: Infant Death - Pattern of death Cause - access - socioeconomic- Riskesdas 2007

  6. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Keracunan Pestisida Pada Petani Penyemprot Jeruk Di Desa Cinta Rakyat Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo Tahun 2010

    OpenAIRE

    Ginting, Rapael

    2011-01-01

    Pesticide is a chemical compund of toxic and harmful material . If it’s not carried out well, it can induce negative impacts for human health and the environtment. Prevalance proportion of pesticide poisoning on citrus farmers spray in Perteguhen village, Simpang Empat sub-district is 57.13% . This research aims to know the factors related with the pesticides poisoning issues on citrus farmers spray in Cinta Rakyat village, Merdeka sub-district on 2010. This research is an analytic studi...

  7. Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Obesitas Anak Kelas V Dan VI Di Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amalyyah

    OpenAIRE

    Hutahaean, Grace Duma Mawarni

    2014-01-01

    The prevalence of obesity in children worldwide has been increasing rapidly. Obese children have higher risk to be obese in adulthood.Obesiy is associated with increased risk of diabetes, hypertension, dyslipidemia, obtructive sleep apnea, and osteoarthritis. In addition, childhood obesity can cause psychological stress which will lead poorly to the children’s self-esteem, academic, and social function in the future. The aim of this research was to determine the relationship of diet and ph...

  8. Pengaruh Perilaku Bahaya Kerja Terhadap Risiko Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja di PT Subur Sari Lastderich (SSL) Humbang Hasundutan Tahun 2015

    OpenAIRE

    Silaban, Jonri

    2015-01-01

    The objective of the study was to find out the influence of work hazard behavior on the risk for job accident in the workers at PT Subur Sari Lastderich (SSL), Humbang Hasundutan, in 2015. The study was an analytic survey with cross sectional design. The data were analyzed by using univatriate analysis, bivatriate analysis with chi square test, and multivatriate analysis with multiple linear regression analysis. The population was 52 construction and Asphalt Mixing Plant (AMP) workers a...

  9. Kejadian Preeklampsi Berat pada Ibu Hamil dan Bersalin Studi Kasus terhadap Pasien di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2012

    OpenAIRE

    Sihotang, Lisnawati

    2012-01-01

    Preeclampsia is a disease with the typical signs of high blood pressure, followed by proteinurine, with or without oedema caused by pregnancy. Preeclampsia can progress into a severe preeclampsia because of not knowing or not getting help on time, so that the maternal mortality rate cannot be reduced yet. The incidence of severe preeclampsia at dr. Pirngadi General Hospital, Medan was increased, from 43 cases of 531pregnancy (8.1 %) in 2010 into 73 cases of 644 pregnancy (11.3 %) in 2011...

  10. Hubungan Karakteristik Individu, Sanitasi Lingkungan Rumah dan Perilaku terhadap Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan Tahun 2014

    OpenAIRE

    Lubis, Nurmala Syari

    2015-01-01

    Tuberculosis is a transmitted infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis. In most cases, TB attacks the lungs; however, it also attacks organs. TB infection spread through the air, such as through droplet inhalation which contains bacil tubercle microbes derived from infectious person. This study purpose is to analyze relationship among individual characteristic, home environmental sanitation and behavior in the incidence of pulmonary TB at Padangmatinggi health center working...

  11. Angka Kejadian serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gangguan tidur (Insomnia) Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya 1 Denpasar Bali Tahun 2013

    OpenAIRE

    Putu Arysta Dewi; I Gusti Ayu Indah Ardani

    2015-01-01

    Background: the incidence Rate of insomnia will increase as you get older. In the other words, the symptoms of insomnia often occurs in the elderly even almosthalf of the number of elderly reported having difficulty starting and maintainingsleep.Objective: to know the numbers of elderly who experience sleep disorders(insomnia) and the factors that affect sleep disorders (Insomnia) in Panti TresnaWerda Wana Seraya Denpasar.Materials and methods: a method of this research using design descripti...

  12. HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH PUSKESMAS I DENPASAR SELATAN DAN PUSKESMAS I DENPASAR TIMUR

    OpenAIRE

    Dwi Jata; Nyoman Adi Putra; I.B.G. Pujaastawa

    2016-01-01

    Dengue hemorrhagic fever (DHF) is one of diseases that causes health problems in Indonesia and oftenly creates extraordinary events with great death. The purpose of this research is to discover relationship community behavior in mosquito nesting eradication and environmental factors with DHF incidence in 1st Public Health Center Denpasar Selatan and 1st Public Health Center Denpasar Timur. The research design used is observational, cross-sectional. Total sample of 82 households. Sampling was ...

  13. Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Keselamatan Kerja Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Tenaga Keperawatan Di Ruang Rawat Klas III RSUD Aceh Tamiang Tahun 2015

    OpenAIRE

    Junaidi, Didi

    2016-01-01

    Occupational accident is one of the problems that often occur in workers at work, namely hospitals. Rumah Sakit Umum Aceh Tamiang in 2014 had 1 case of occupational accidents resulting nurses needlestick while doing actions to patients causing nurse passed away. The objective of the research was to find out the correlation of knowledge, attitude and action of work safety with incidence of occupational accident at nursing staff in the inpatient wards of class III RSUD Aceh Tamiang in 2015. ...

  14. Perilaku Makan Siap Saji (Fast Food) dan Kejadian Obesitas pada Remaja Putri di SMAN 1Barumun Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas Tahun 2014

    OpenAIRE

    Hasibuan, Romaito

    2015-01-01

    Fast food is characterized by unbalanced nutrient content. mostly high in calories, fat, but very low in fiber. consumption of fast food will lead to excessive problems of nutrition.This research was conducted to study the behavior (knowledge and attitude) of female adolescent and the diet of fast food (frequency, type, and number of carbohydrate, protein, fat and fiber) to the female adolescent at SMAN 1 Barumun. This research is descriptive study by cross sectional study.sample amounted ...

  15. DAMPAK PEMBERIAN TABLET ZAT BESI (Fe PADA IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (Analisis Lanjut SDKI 1994

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Magdarina Destri Agtini

    2012-09-01

    Full Text Available The prevalence of low birth weight (LBW in Indonesia varied between 2.1 - 17.2%. At the end of Five years Development Plan V (Repelita V it was 15.0%, and is expected to decrease to 10.0% by the end of Repelita VI. Low Birth Weight infant (less than 2500 grm is an important issue, because of its relationship with the survival and health status of the infant in the future. The prevalence of anemia in pregnant women is 63.5%. The cause of anemia is mostly iron deficiency. The need of iron in pregnant women is quite high which is an average of 800 mg during pregnancy. Daily food contains 10 - 20 mg iron but the human body can absorb only less than 10.0%. To overcome the problem, iron pills distribution program is implemented. The iron pills contain 200 mg ferro sulfate and 0.25 mg folic acid, and are given to all pregnant women who visit Community Health Centres (Puskesmas and Integrated Health Service Posts (Posyandu. Each pregnant women is expected to have at least 90 iron pills during the pregnancy. The objective of further analysis of the Demographic and Health Survey 1994 is to obtain information on the impact of iron pills on low birth weight. Among the 1689 weighted children born in 1994, there were 6.7% (112 children with low birth weight. The percentage of low birth weight (10.6% in the mothers who did not take the iron pills is the highest, followed by mothers who took less than 90 pills (6.0% and the lowest percentage of low birth weight is found among mothers who took the least iron pills (5.9%, and statistically the difference is significant at p=0.0271. Among mothers who weighted their new born children, 14.6% did not take iron pills during pregnancy, only 26.1% mothers who took at least 90 iron pills during pregnancy. There is variation among the number of iron pills taken. Iron pill is useful for pregnant women. Based on the pills consumed by the pregnant women, the risk for having low birth weight infant for mother who did not take pills compared with those who take at least 90 pills is 3.5 times (95% CI: 1.41 - 9.09 in Java Bali, 10.3 times (95% CI: 1.11-14.29 for mothers with education Junior High School and 2.7 times (95% CI: 1.11 - 6.66 for mothers who give birth for the first child.Based on the number of pills taken by pregnant women, risk for Low Birth Weight in urban and rural area is not different, in Java Bali and as outer Java Bali. To reduce the Low Birth Weght, it is important to intensify monitoring, educating, informating on the importance of iron pills with balanced nutrition through health attendant and community key person and involvement of private company through mass media. It is important to have examination of women before she get pregnant and give proper treatment to the diseases which can worsen the anemia during pregnancy. It is also important to do special research on the high risk of anemia by considerating factors which determine low birth weight in the effort of promoting the health of pregnant women and the infants, so that specific and or appropriate methods of intervention can be developed and applied. 

  16. HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI MASA LALU ANAK DAN PARTISIPASI IBU DI POSYANDU DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA MURID TAMAN KANAK-KANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Madanijah

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 The Tuberculosis (TB was detected on kindergarten students is triggered by the poor past nutritional status. The best way to maintain health and nutritional status can be accomplished at posyandu. The objective of this study is to analyze the correlation between children past nutritional status and mother’s participation at posyandu with TB case on kindergarten students. The research was designed by cross sectional study with purposive method. This research had been conducted at Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, West Java from January to May 2006. The samples consisted of 30 kindergarten students suffered from TB and 30 healthy students that were selected randomly. The differences between the two groups were analyzed with the t-test and Mann Whitney test. The influenced variables were analyzed with multiple regression tests.  Related with past nutritional status, on the TB group, 16.6% of the samples had moderate and severe malnutrition, while severe malnutrition was not found on the other group. The participation of mothers were less categories on the TB group, as much as 56.7%, compared to the group with no TB (26.7%. There were significant correlation between children past nutritional status and mothers’ participation at posyandu with the TB case. Keywords: tuberculosis, nutritional status, Posyandu

  17. HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH PUSKESMAS I DENPASAR SELATAN DAN PUSKESMAS I DENPASAR TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Jata

    2016-07-01

    Full Text Available Dengue hemorrhagic fever (DHF is one of diseases that causes health problems in Indonesia and oftenly creates extraordinary events with great death. The purpose of this research is to discover relationship community behavior in mosquito nesting eradication and environmental factors with DHF incidence in 1st Public Health Center Denpasar Selatan and 1st Public Health Center Denpasar Timur. The research design used is observational, cross-sectional. Total sample of 82 households. Sampling was done in proportion sampling method. Results of the analysis of environmental variables associated with DHF incidence in 1st Public Health Center Denpasar Selatan: occupant density (p = 0.02, mobility (p = 0.01, the habit of hanging clothes (p = 0.04. 1st Public Health Center Denpasar Timur: mobility (p = 0.00, clogged water ditches (p = 0.00, containers water existance (p = 0.03, the habit of hanging clothes (p = 0.00. Knowledge, attitude and actions in 1st Public Health Center Denpasar Selatan and 1st Public Health Center Denpasar Timur statistically correlated with DHF incidence. As conclusion of the research results, in 1st Public Health Center Denpasar Selatan and 1st Public Health Center Denpasar Timur, that is mobility, the habit of hanging clothes, knowledge, attitude and actions strongly related with DHF incidence, while that is clogged water ditches, containers water existance and occupant density has no relation with DHF incidence. Public Health Center need to intensify health promotion, improves the quality of MNE (PSN, and the Provincial Health Service need to support Public Health Center on setting policies which necessary.

  18. HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, KEBUGARAN FISIK DAN IMEJ TUBUH DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA SMA DI KOTA BANDA ACEH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azhari Azhari

    2012-11-01

    Full Text Available Background: The prevalence of obesity is increasing globally, both in developed and developing countries including Indonesia. Obesity occurs due to imbalance between energy in take and energy release for a long time as indicated by Body Mass Index (BMI. Someone is categorized as obese if he/she has BMI 95% percentil based on National Center for Health Statistics-Center for Disease Control. Risk factors of obesity are declining physical activity, declining fitness and negative body image. Besides, there are other factors such as genetics, food consumption, knowledge on nutrition and socialeconomic factor. Objective: To identify relationship between physical activity, fitness and body image and obesity among senior high school students at Banda Aceh Municipality. Method: The study was commenced from students screening to find out those who were obese and non obese based on the calculation of BMI. There were 82 obese students as cases and 82 non obese students as controls. Both cases and control had similar characteristics in terms of age, grade and school. The measurement of physical activity was done using International Physical Activity Questionnaire. Fitness was measured through walking/running test as long as 1.609 km, and body image was measured with Body Shape Questionnaire (BSQ. Result: There was relationship between physical activity and obesity (OR = 2, 100, 95% Cl; 1,032-4,272. This indicated that inactive students had risk 2.100 times greater for being obese than active students. There was relationship between fitness and obesity (OR= 2,467, 95% Cl; 1,205-5,051, this showed that unfit students had risk 2.467 times greater forbeing obese than fit students. There was relationship between body image and obesity. Students with BSQ quarter 2 (Q2 to quarter 3 (Q3 (OR = 10,459, 95% Cl; 1,381- 12,552, this indicated students had risk 10.459 times for being obese whereas students with BSQ quarter 4(Q4 (OR= 4, 163, 95% Cl; 1,381-12,552, this indicated students had risk 4.163 greater for being obese. Conclusion: Physical activity, fitness and body image were factor associated with prevalence of obesity among Senior High School students at Banda Aceh Municipality. Key words: physical activity, fitness, body image, obesity

  19. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN UNDERWEIGHT PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (NAD: Analisis Data Surkesda NAD 2006

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Mulyati

    2012-11-01

    Full Text Available Determinant Factors of The Incidence of Underweight Children Ageg 24-59 Month In Nanggroe Aceh Darussalam (NAD.Background: Surkesda NAD 2006 as post tsunami household health survey and covering all 21 districts/cities had assessed child nutritional status (underweight for age 24-59 months, with cut-off point <-2.00 SD. A total sample of 1,437 children aged 0-59 months was included in the assessment.Objectives: The objective of this study is to analyze child nutritional status and factors related to the status in NAD after tsunami. The study revealed that the prevalence of underweight in NAD was 37.1% with ranges by districts from 15.8%-60.0%. The prevalence of underweight in NAD was higher than those of Indonesia.Methods: Multivariate analysis identified various factors that associated with the prevalence of underweight.Results: Children aged 24-59 months with higher risk of underweight were those suffering from infectious diseases other than upper respiratory tract infection or diarrhea (OR=1. 7 Cl; 1.028_2.792, those whose head of household had education less than senior high school (OR=1.45, Cl;1.088_1.946.Conclusions: Strategies to improve nutritional status of children should include accelerate nutrition intervention programs, improving accessibility for better basic health services, and other program related to health and nutrition which has to be part of community development.Keywords: children, underweight

  20. Hubungan Frekuensi Pemberantasan Sarang Nyamuk Dan Angka Bebas Jentik Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Periode Januari-Desember Tahun 2012 Di Kota Medan

    OpenAIRE

    Pasaribu, Sondang

    2016-01-01

    Dengue hemorrhagic fever (DHF) was a public health problem in Indonesia. Medan was dengue endemic area. DHF had not been able to be controlled optimally. Various ways of prevention and eradication done to tackle the occurrence of dengue fever, including Eradication of Mosquito Breeding Place and Larva Periodic Inspection. This study aims to know the relationship between the frequency of the eradication of mosquito breeding place and larvae-free index with the incidence of dengue hemorrha...

  1. Pengaruh Keberadaan Jentik, Pengetahuan dan Praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Siantar Timur Kota Pematang Siantar Tahun 2014

    OpenAIRE

    Purba, Iqbal Octari

    2015-01-01

    Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of Aedes aegypti mosquito. The existence of larva had high risk for DHF transmission. Eradication of mosquito nests was one of the efforts to control the vector of DHF by eliminating the larva as the main target. This was an observational analytic research with case control design aimed to determine theinfluence of the existence of larva, knowledge and the practice of eradi...

  2. Pengaruh Higiene dan Sanitasi Lingkungan terhadap Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru pada Warga Binaan Pemasyarakatan di Blok D Rumah Tahanan Negara Klas I Medan

    OpenAIRE

    Masdalena

    2012-01-01

    Cases of pulmonary tuberculosis in Medan City 2010 noted as 918 people with prevalence as 45,9/100,000 population. Based on preliminary surveys in the Class I State Penitentiary Medan in 2010, found 59 inmates suffering from lung tuberculosis and 14 of them suffering from lung tuberculosis after became inmates. The purpose of this study was to analyze the influence of environmental sanitation and hygiene on the incident of lung tuberculosis in the inmates of Block D at the Class I State ...

  3. HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN, MORBIDITAS DAN STATUS GIZI BALITA DI INDONESIA (RELATIONSHIP BETWEEN ENVIRONMENTAL SANITATION, MORBIDITY AND NUTRITIONAL STATUS OF UNDER-FIVE CHILDREN IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjetjep Syarif Hidayat

    2013-07-01

    terhadap air yang aman, sanitasi dan pelayanan kesehatan dasar, memengaruhi gizi anak. Tujuan: Menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan, morbiditas, dan status gizi anak di bawah usia lima tahun (balita. Metode: Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2007 digunakan untuk analisis. Sampel data sebesar 43.162 balita. Uji chi-square dilakukan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dan status gizi, hubungan antara morbiditas dan status gizi anak balita. Hasil: 43,3 persen sampel anak balita berusia 37-59 bulan. Tujuh puluh tiga persen orang tua balita berusia 26-45 tahun. Sebagian besar orang tua (72,1% berpendidikan di bawah SMA. Berdasarkan indikator antropometri, 18,4 persen anak balita mengalami gizi kurang, 36,8 persen pendek (stunting dan 14,1 persen kurus. Ada hubungan signifikan antara kejadian penyakit diare pada anak di bawah lima tahun dengan status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur, dan berat badan menurut tinggi badan (BB/U, TB/U dan BB/TB. Penyakit pernapasan secara bermakna berhubungan dengan indikator status gizi berdasarkan berat badan menurut umur dan tinggi badan menurut umur. Ada hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan yang sehat dengan status gizi anak balita dengan berat badan menurut umur. Kesimpulan: Status gizi anak balita paling umum yang berhubungan dengan sanitasi lingkungan dan morbiditas adalah indikator status gizi berdasarkan berat badan menurut umur. [Penel Gizi Makan 2011, 34(2: 104-113] Kata kunci: anak balita, sanitasi lingkungan, morbiditas, status gizi

  4. Hubungan Resistensi Insulin dengan Gambaran Klinis Sindrom Ovarium Polikistik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meliza Wahyuni

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK merupakan kelainan endokrin dan metabolik pada wanita usia reproduksi. SOPK merupakan kumpulan gejala dari amenore, oligomenore, infertilitas, obesitas, hirsutisme, acne, alopesia, dan akantosis nigrikan. Resistensi insulin diyakini sebagai salah satu penyebab tersering dari SOPK melalui berbagai mekanisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan resistensi insulindengan gambaran klinis SOPK. Penelitian ini dilakukan pada pasien SOPK dengan menggunakan studi cross sectional dengan pendekatan retrospektif, yaitu mengumpulkan kejadian masa lalu dari tahun 2009 - 2011, jumlah sampel 105 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 33,3% penderita SOPK mengalami resistensi insulin. Berdasarkan gambaran klinis 35,23% amenore, 64,77% oligomenore, 72,04% infertilitas, 50,5% obesitas, 0,95% hirsutisme, acne 20%, alopesia dan akantosis nigrikan0%. Dari 33,3% SOPK dengan resistensi insulin 40% amenore, 60% oligomenore, 71,9% infertilitas, 77,14% obesitas, dan 0% hirsutisme. Berdasarkan hasil uji statistik ditemukan hubungan bermakna antara resistensi insulin dengan obesitas (p<0,05 dan tidak ditemukan hubungan bermakna antara resistensi insulin dengan infertilitas, hirsutisme, dan acne (p>0,05.Kata Kunci: SOPK, resistensi insulin, gambaran klinisAbstract Polycystic Ovary Syndrome (PCOS is an endocrine and metabolic disorders that is common in reproductive-aged women. PCOS is a group of symptoms, such as amenorrhea, oligomenorrhea, infertility, obesity, hirsutism, acne, alopecia, and achanthosis nigricans. Insulin resistance is believed to be one of the most common causes of PCOS through a various mechanisms. The objective of this study was to find out the relationship between insulin resistance and clinical manifestation of PCOS. This research was done in patients with PCOS using cross sectional study with retrospective approach. Data was collected from

  5. SIFAT HIPOKOLESTEREMIK MINYAK KELAPA SAWIT, MINYAK KEDELAI DAN TEMPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mien KMS Mahmud

    2012-11-01

    Full Text Available Kadar kolesterol dan trigliserida darah merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mendiagnosa kemungkinan adanya gangguan jantung atherosklerosis. Kadar lipida darah mempunyai korelasi yang tinggi dengan jenis lemak atau minyak yang dikonsumsi setiap hari, karena komposisi asam lemak pada setiap jenis minyak berbeda. Tempe telah lama digemari masyarakat Indonesia dan telah diketahui bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian yang dilaporkan melalui makalah ini bertujuan mempelajari peluang kejadian penyakit atherosklerosis pada pada kelinci dengan pola konsumsi minyak makan asal kelapa sawit, minyak kedelai, minyak asal lemak babi atau minyak babi dicampur tempe. Kelinci percobaan dewasa yang sehat dikelompokkan berdasarkan kadar hemoglobin darah antara 8.2-13.6 g/dl menjadi lima kelompok percobaan. Satu kelompok sebagai kontrol diberi ronsum standar terdiri dari pelet, kangkung dan ubi merah secara adlibitum. Empat kelompok lainnya, disamping ransum standar juga diberi 2 ml minyak babi atau minyak kedelai atau minyak kelapa sawit atau minyak babi yang ditambahkan 5 gram tempe bubuk, sehari. Pengamatan dilakukan terhadap kadar kolesterol total,  LDL, HDL dan trigliserido darah. Dilakukan pula pemeriksaan histopatologi pada jaringan pembuluh darah jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak babi menyebabkan kenaikan kadar kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida didalam darah sebanyak masing-masing berturut-tuut 60%, 89%, 52% dan 42%. Minyak kelapa sawit menaikan kadar kolesterol total 15%, menurunkan kadar LDL 21%, menaikan kadar HDL 24% dan menurunkan kadar trigliserida 14%. Minyak kedelai menurunkan kolesterol total sebanyak 10%, LDL 30%, trigliserida 24% seraya menaikan kadar HDL sebanyak 3%. Penambahan tempe ke dalam minyak babi dapat menurunkan kadar kolesterol total 10%, LDL 44%, trigliserida 28% dan memelihara kadar HDL lebih tinggi dari sebelum perlakuan. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa pemberian

  6. Kajian Keselamatan Aktivitas Transportasi Laut terhadap Collision pada Bouy No. 15 Alur Pelayaran Barat Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bimo Wira Para

    2015-03-01

    Full Text Available Kajian keselamatan aktivitas transportasi laut terhadap tubrukan kapal merupakan hal yang penting dilakukan bukan hanya untuk mengetahui safety level pada sebuah alur pelayaran, namun juga untuk mengurangi potensi kejadian tubrukan. Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Gresik dan Pelabuhan Teluk Lamong, Jawa Timur, yang berada di Alur Pelayaran Barat Surabaya memiliki peranan yang besar dalam aktivitas ekspor impor dan perdagangan nasional jalur laut. Untuk lebih mengembangkan perekonomian nasional, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia akan mengembangkan Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Perak dan Sekitarnya Secara Terintegrasi, dimana salah satu pengembangannya adalah pembangunan dermaga yang akan dikelola oleh PT. Berlian Manyar Sejahtera, yang berada di sekitar Bouy No.15. Pada skripsi ini menyajikan kajian keselamatan terhadap tubrukan kapal di Bouy No.15 Alur Pelayaran Barat Surabaya dengan metode IWRAP dan  simulasi impak hasil tubrukan dilakukan dengan metode Finite Element Analysis. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui batas aman jumlah kapal yang diperbolehkan beroperasi di APBS setiap tahunnya. Data jumlah kapal yang berlayar di APBS didapatkan dari Pelindo sebagai Otoritas Pelabuhan di Indonesia. Hasil yang didapatkan berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap head on collision, drifting collision, overtaking collision, dan crossing collision adalah sebesar 0.420, 0.940, 0.940, dan 0.605 secara berurutan, yang berarti frekuensi dari masing-masing jenis tubrukan dapat diterima jika mengacu pada keadaan future condition dimana frekuensi tubrukan dapat diterima bila bernilai dibawah satu. Dari analisis perhitungan yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa jumlah maksimal kapal yang dapat berlayar di Alur Pelayaran Barat Surabaya pada future condition adalah sebanyak 49.640 kapal/tahun

  7. Oral hygiene and number of oral mucosal lesion correlate with oral health-related quality of life in elderly communities

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Agustina

    2014-03-01

    Full Text Available Background: Quality of life assessment mostly is based on general health. Deterioration of physiologic condition, polypharmacy and the high occurrence of chronic disease in elderly may manifest in oral cavity that can affect oral function, in turn it will affect quality of life of elderly. Purpose: This study was aimed to determine the correlation of oral health status and oral health-related quality of life (OHRQoL in elderly communities of Yogyakarta city. Method: Seventy three elders were subjects of this study. Data of OHRQoL and oral health status were obtained from modification of questionnaire of Dental Impact of Daily Living (DIDL Index and from intraoral examination, respectively. Intraoral examination comprised oral mucosal lesion amount, oral hygiene, DMFT index and periodontal tissue status. The data then were analyzed statistically using Pearson Product Moment Correlation. Result: The results showed that mean of DMFT index was 16.9 and 63% of subjects were found with gingivitis, most subject had moderate oral hygiene and each subject at least had two oral mucosal lesions. Mean score of quality of life was 27.2 and classified as satisfying. Oral hygiene and number of oral mucosal lesion had correlation with OHRQoL with r were -0.236 (Sig. : 0.045 and -0.288 (Sig. : 0.013, respectively. Conclusion: The study suggested that oral hygiene and number of oral mucosal lesion correlate with oral health related-quality of life in elderly communities of Yogyakarta city.Latar belakang: Penilaian kualitas hidup terutama didasarkan pada kesehatan umum. Memburuknya kondisi fisiologis, polifarmasi dan tingginya kejadian penyakit kronis pada lansia dapat termanifestasi di dalam rongga mulut sehingga dapat mempengaruhi fungsi mulut yang pada gilirannya akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara status kesehatan mulut dan kualitas hidup berdasarkan kesehatan mulut pada masyarakat lanjut

  8. SURVEI CEPAT CAKUPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Hargono

    2013-03-01

    , terdapat 186 desa (90,7% sudah tercapai UCI. Sisanya sebanyak 19 desa (9,3% belum mencapai UCI desa. Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang membutuhkan informasi tentang cakupan imunisasi dan proporsi anak yang mendapat imunisasi sebelum berusia 1 tahun atau valid dose untuk melakukan perencanaan dalam mencegah kejadian PD31. Perlu dilakukan penelitian berupa survei yang bertujuan untuk mendapatkan angka cakupan imunisasi dan valid dose cakupan imunisasi di kabupaten Lumajang. Penelitian berupa survei cepat cakupan imunisasi menggunakan teknik sampel klaster. Pada Kabupaten Lumajang dipilih 30 wilayah klaster atau desa secara acak. Pada setiap klaster terpilih dibutuhkan minimal 7 ibu dengan anak berumur 12-23 bulan. Tahapan survei dilakukan berdasarkan panduan survei cepat yang dikembangkan oleh WHO dengan tingkat kepercayaan survei ±10%. Cakupan imunisasi berdasarkan kartu lebih rendah dibandingkan berdasarkan riwayat. Perbedaan ini menunjukkan masih lemahnya sistem pencatatan hasil imunisasi. Hasil survei menyebutkan kelengkapan imunisasi rutin adalah 56,7% (50,00-63,40% yang menunjukkan bahwa dari 100 bayi di kabupaten Lumajang ada sekitar 57 bayi yang telah mendapatkan imunisasi rutin secara lengkap. Survei juga menyebutkan valid dose 41,4% (34,74-48,06% yang menunjukkan dari 100 anak yang di imunisasi ada sekitar 41 anak yang mendapatkan imunisasi sesuai dengan ketentuan. Perbaikan sistim pencatatan dan pelaporan terutama kelengkapan pengisian tanggal imunisasi pada kartu imunisasi. Selain itu perlu dilakukan perbaikan sistim pemberian vaksin dengan memperhatikan interval waktu pemberian antar satu jenis vaksin yang sama dan memperhatikan umur minimal pemberian vaksin. Kata kunci: survei, cakupan imunisasi, valid dose

  9. POTENSI Chromolaena odorata dan Tithonia diversifolia SEBAGAI SUMBER NUTRISI BAGI TANAMAN BERDASARKAN KECEPATAN DEKOMPOSISINYA (Studi Kasus di Desa Sobokerto Boyolali Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Pardono

    2011-09-01

    Full Text Available Penggunaan pupuk anorganik dalam sistem peningkatan produksi tanaman menimbulkan masalah antara lain menipisnya bahan baku pembuatan pupuk. Upaya mencari alternatif bahan baku yang bersifat terbarukan mendesak dilakukan antara lain penggunaan pupuk organik. Bahan alami berupa tumbuhan seperti Chromolaena odorata dan Tithonia diversifolia sudah mulai dilakukan peneliti namun informasinya masih terbatas. Pengayaan informasi terhadap tumbuhan tersebut diperlukan agar diperoleh ketuntasan sehingga dapat segera dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari potensi C. odorata dan T. diversifolia di suatu wilayah sehingga secara praktis dapat dimanfaatkan di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C.odorata dan T.diversifolia di Desa Sobokarto Boyolali ditengarai berlimpah, diyakini dapat dimanfaatkan untuk pupuk karena kandungan C/N bahan segar kategori rendah. Perubahan bentuk dari segar menjadi potongan basah atau kering serta serbuk mempercepat laju dekomposisi. Selama inkubasi C/N ratio mencapai <10. Laju dekomposisi tercepat dicapai C.odorata adalah bentuk serbuk, sedangkan T.diversifolia dalam bentuk potongan basah.

  10. POTENSI Chromolaena odorata dan Tithonia diversifolia SEBAGAI SUMBER NUTRISI BAGI TANAMAN BERDASARKAN KECEPATAN DEKOMPOSISINYA (Studi Kasus di Desa Sobokerto Boyolali Jawa Tengah)

    OpenAIRE

    - Pardono

    2011-01-01

    Penggunaan pupuk anorganik dalam sistem peningkatan produksi tanaman menimbulkan masalah antara lain menipisnya bahan baku pembuatan pupuk. Upaya mencari alternatif bahan baku yang bersifat terbarukan mendesak dilakukan antara lain penggunaan pupuk organik. Bahan alami berupa tumbuhan seperti Chromolaena odorata dan Tithonia diversifolia sudah mulai dilakukan peneliti namun informasinya masih terbatas. Pengayaan informasi terhadap tumbuhan tersebut diperlukan agar diperoleh ketuntasan sehingg...

  11. Kajian Pelapukan Pedokimia (C-> A) Berdasarkan Mineral Liat Pada Tanah Berbahan Induk Tuff Dasit Di Desa Juhar Kecamatan Juhar Kabupaten Karo

    OpenAIRE

    Simamora, Yunita

    2012-01-01

    Soil formation is begin from rock weathering become parent material until A/B horizons, followed by mixturing organic material process with mineral material on the soil surface. One of the soil formation is pedochemistry process, where it is the climate weathering process by formation of soil solum as the end product. To know how the process happening by studying of soil profil which arrange by some horizons. This research purpose to study pedochemical weathering of c horizon to A horizon ...

  12. Analisis Yuridis Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Menggunakan Produk Bank Berdasarkan Informasi Atas Iklan Produk Bank Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tengtang Perlindungan Konsumen

    OpenAIRE

    Sihombing, Martina Juliance P. B.

    2016-01-01

    In the world of banking, all business operations performed by a bank need to be introduced to the public by providing good and proper information services that can attract public customer’s attention to know more about the products offered and be interested in use them. But, with the market which is increasingly competitive, advertising them as interestingly as possible and offering certain facilities to the prospective customers without realizing that the advertisement leads t...

  13. Jenis Dan Tingkat Serangan Cacing Parasitik Berdasarkan Perbedaan Tingkatan Umur Pada Insang Dan Saluran Pencernaan Ikan Patin (Pangasius djambal) Pada Kolam Budidaya Di Tanjung Morawa

    OpenAIRE

    Buaton, Romida Feronika

    2016-01-01

    Research on the type and level of parasitic worm attacks based on the difference of age groups in the catfis’s (Pangasius djambal) gills and digestive tract at aquaculture ponds in Tanjung Morawa was conducted at March-April 2015 to determine the type and level of parasitic worm’s attacks based on different age levels in the gills and digestive of catfish (Pangasius djambal). The sample used in this research were seed aged catfish; 30 one-to-two-month catfish, 10 three -to-four-month catfi...

  14. Karakteristik Dan Pergerakan Sebaran Penderita DBD Berdasarkan Geographic Information System Sebagai Bagian Sistem Informasi Surveilans di Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doni Lasut

    2009-06-01

    Full Text Available West Karawang is a part of Karawang District that have high case incidence in three years later. This research uses cross sectional study method was conducted that aimed to gain information of mapping DHF endemic region use GIS (Geographic Information sys-tems as a part of surveillance informatics system 2008. The special goals are to know the spatial aspect of the movement pattern , sociodemographic, larvae index, vector control programs, land systems and precipitation. The results of study are movement pattern of DHF in West Karawang is local, the sociodemographic of sex and marital status there are no special different, group of class age 15 – 44 years old (53,70%, non-formal working (81,48% is the highest. The sociodemographic of education Senior High School (38,89% is the highest too. Almost of The housing type permanent (94,44% is the dominant and the average wide building 50-100 meters (66,67% is the highest. House index larvae is 55,10% and container larvae index is 15,51%. The vector control program of fogging in study area 70,37% is done and PSN program activity (81,48% this fact shown that there are many possibility for breeding place in this district. The Use of GIS helps to handle huge of data easily and much more information can be display clearly.

  15. Penentuan Kadar Minyak Dan Asam Lemak Bebas (ALB) Tandan Buah Segar (TBS) Berdasarkan Derajat Kematangan Buah Di PTP.Nusantara III PKS (Pabrik Kelapa Sawit) Sei Mangkei

    OpenAIRE

    Silitonga, Winda Wahyuni

    2011-01-01

    Oil Palm Factory Sei Mangkei cultivate FFB (Fresh Fruit Bunch) Tenera variety to produce Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO). The oil degree and FFA (Free Fatty Acid) of the palm fruit influenced by several factors such as plants variety, plants maintenance, fresh fruit bunch quality, plants age, the fruit maturity level, the fresh fruit bunch transportation to factory, and the processing condition at the oil palm factory. The limitation of this writing troubleshoot discussion is o...

  16. Karakteristik mineralisasi epitermal di Daerah Taran, Hulu Kahayan, Kalimantan Tengah berdasarkan studi mikroskopis, X-Ray Diffraction (XRD, dan inklusi fluida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Zulkifli Herman

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol1no3.20064Taran area is occupied predominantly by piroclastic rocks and locally intercalations of lenticular claystones and sandstones. The pyroclastic rocks are intruded by diorite, dacite and andesite, leading alteration and mineralization within the host rocks. Mineralization occurs as a vein type and is associated with a number of pervasive alteration types named respectively: quartz-illite- montmorillonite-kaolinite ± pyrite, quartz-illite ± pyrite, quartz-illite-chlorite ± pyrite and quartz- kaolinite-illite ± pyrite. On the other hand, a propylitic alteration also occurs within the andesite intrusion composed of calcite-epidote-chlorite-sericite-quartz ± pyrite. The mineralization is characterized by several zones of quartz stockwork containing gold and associated ore minerals of chalcopyrite, sphalerite, galena, pyrite and argentite. The quartz veins occurs as fi llings of structural openings in the form of milky quartz and amethyst with textures of sugary, comb, and dogteeth. Evaluation work on results of microscopic (petrography and mineragraphy, X-Ray Diffraction (XRD, and fl uid inclusion studies, and chemical analysis of entirely altered rock/quartz vein samples shows that the alteration and mineralization process were closely related to a change of hydrothermal fl uids, from near neutral into acid conditions at a temperature range of >290o – 100oC. The appearances of quartz variation indicate a relationship with repeated episodes of boiling in an epithermal system, as ground water mixed with hot vapor originated from a remained post-magmatic solution. Corresponding to a salinity of average 1,388 equiv.wt.% NaCl, it indicates that the ore minerals bearing quartz veins were deposited at a depth range of 640 – 1020 m beneath paleosurface.  

  17. PERSAMAAN (EQUATION TINGGI BADAN MANUSIA USIA LANJUT (MANULA BERDASARKAN USIA DAN ETNIS PADA 6 PANTI TERPILIH DI DKI JAKARTA DAN TANGERANG TAHUN 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatmah

    2006-06-01

    Full Text Available The Equation of Prediction Stature Based on Age and Ethnic in Six Institutionalized Elderly at DKI Jakarta and Tangerang, Year 2005. Height is an important clinical indicator to derive body mass index (BMI predicting the nutritional status. However, height measurement in the elderly may impose some difficulties and the reliability isdoubtful. Equations estimating height from knee height parameter to predict stature in elderly i.e. Chumlea have been developed, but no one study has developed an equation for Indonesian population according to variety of ethnics. Therefore, a cross sectional study was conducted to develop equations using two types of anthropometric measurements(knee height and arm span for estimating stature in Indonesian elderly. A total of 217 elderly (aged 60 to 92 years oldfrom three major ethnic groups Javanese (56.7%, Chinese (31.3%, and others (12.0% participated in this study. Anthropometric measurement included body weight, height, arm span, and knee height were carried out by trained nutritionist. Inter and intra observer errors was calculated for each anthropometric measurement of arm span and kneeheight of elderly. Main findings of this study were the mean of age of Chinese was the highest among other ethnics; the most elderly suffered from underweight (43%; the distribution of mean knee height and arm span was almost similar in each ethnic group; there was a significant difference between knee height with stature in elderly women, and the highest correlation indicated by knee height in elderly women and arm span in elderly men. Chumlea equation showedtend to be under-estimate in stature of elderly men and over-estimate in stature of elderly women. In conclusion, standing height is an ideal technique for estimating the stature of elderly. However, in cases where its measurement is not possible or reliable, height can be estimated from proxy indicators of stature. In this study, arm span showed the highest correlation with standing height in elderly men, and knee height in elderly women.

  18. Pelaksanaan Pengawasan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Terhadap Pemanfaatan Air Tanah Oleh Hotel Di Kota Yogyakarta Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2008

    OpenAIRE

    Udananto, Bonifacius Hugo

    2014-01-01

    The development of hotel in the city of Yogyakarta is undeniable, since the city of Yogyakarta is one of the cities of tourism in Indonesia, which has a distinctive attraction for domestic and foreign traveller. Nevertheless, with the increasing growth of hotels in the city of Yogyakarta, the need for ground water will be getting higher. If this issue is not properly controlled, could lead to the city of Yogyakarta on experiencing drought in the next few years.In conjunction wi...

  19. Analisis Cost Effectiveness Penggunaan Antidiabetes Berdasarkan Paket Ina-Cbgs Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe I Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

    OpenAIRE

    Benny

    2015-01-01

    Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by blood glucose levels exceeded the normal value (hyperglycemia) as a result of the inability of the body to produce normal amounts of insulin or the insulin does not work effectively. This condition will cause complications of the disease. Antidiabetics model therapy to treat DM varies from one patient to another which cause differences in cost and effectiveness of therapy. Therefore, cost effectiveness analysis is require...

  20. Fabrikasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC Berdasarkan Fraksi Volume TiO2 Anatase-Rutile dengan Garcinia mangostana dan Rhoeo Spathacea sebagai Dye Fotosensitizer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sustia Agustini

    2013-09-01

    Full Text Available Sejak pertama kali dikembangkan, usaha untuk meningkatkan efisiensi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC terus dilakukan. Mulai dari pemilihan bahan pewarna, jenis semikonduktor yang digunakan, desain counter elektroda, struktur sandwich atau yang lainnya. Anatase dan rutile adalah fase dari TiO2 yang sering digunakan untuk fabrikasi DSSC. Penelitian ini menggunakan kulit manggis dan Rhoeo spathacea yang diekstrak menggunakan ethanol sebagai pewarna alami yang mengandung antosianin. Pewarna tersebut dikarakterisasi menggunakan UV-Vis dan FTIR, dan menunjukkan absorpsi pada panjang gelombang 392 nm untuk kulit manggis dan 413 nm untuk Rhoeo spathacea. TiO2 disintesis menggunakan metode co-precipitation. Ukuran partikel yang dihasilkan adalah 11 nm untuk anatase and 54,5 nm untuk rutile dengan menggunakan persamaan Scherrer. DSSC difabrikasi dengan variasi fraksi volume TiO2 anatase dan rutile. DSSC diuji dibawah cahaya matahari dengan daya sebesar 17 mW/cm2. Kurva arus-tegangan (I-V DSSC yang dihasilkan fraksi volume 75%:25% memperlihatkan hasil terbaik dibanding yang lain. Efisiensi tertinggi adalah 0.037% dan 0.013% dihasilkan oleh DSSC dengan pewarna alami dari kulit manggis dan Rhoeo spathacea.

  1. PERUMUSAN STRATEGI PENGGUNAAN MODUL PCM–4 EXCHANGE UNIT BERDASARKAN MEREK DAGANG DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY (Studi Kasus : PT. TELKOM Tbk. Kandatel Lembong Bandung Dinyan Bandung Centrum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yossy Meidy Wijaya

    2003-01-01

    Full Text Available PT. TELKOM Tbk. is expected to have good service level, in turn will give satisfaction to their customer. In operational condition, if an equipment can not operate well, it will cause functional failure in providing communication services. The strategy to anticipate failure is strategy in using equipment that give good services. The reliability can be a reference to the equipment that's give good service level. Beside that, use of equipment must support by spare part stock. Determining strategy of using equipment is explained by using time interval that supported by some spare part. Abstract in Bahasa Indonesia : PT. TELKOM Tbk. diharapkan memiliki tingkat pelayanan yang baik, untuk memberi kepuasan kepada pelanggannya. Dalam kondisi operasional, jika sebuah peralatan tidak dapat beroperasi dengan baik, akan menyebabkan kegagalan fungsional dalam menyediakan jasa komunikasi. Strategi untuk mengantisipasi kegagalan adalah strategi penggunaan peralatan sehingga memberi pelayanan yang baik. Keandalan bisa menjadi acuan apakah peralatan itu memberikan tingkat pelayanan yang baik. Disamping itu, penggunaan peralatan harus didukung dengan persediaan suku cadang. Penentuan strategi penggunaan peralatan dijabarkan dengan penggunaan interval waktu yang didukung oleh sejumlah suku cadang. Kata kunci: Interval Waktu, Suku Cadang, Perawatan, Keandalan, Ketersediaan.

  2. PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN HUTAN KONSERVASI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 1999 TENTANG KEHUTANAN (Studi di Kabupaten Kuningan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwari Akhmaddhian

    2013-03-01

    Full Text Available Kuningan, local government districts declared as a conservation district. Kuningan district government coordination and cooperation with regard to conservation, namely: First, they Policy-makers need to understand how awareness of water conservation can help solve water shortage pro-blems while providing economic and social benefits, making environmental regulations that support conservation; Second, Water managers and the role of experts involved in the planning, develop-ment, and management of the water system, including managers and scientists working for the preservation of the environment is to create a reservoir as well as the urban forest in order to streng-then the conservation and Third . Mass Media and Educators, their knowledge of the water sector may be little but they are experts in public relations, communications, marketing, and education is to create programs that support conservation programs such as Seruling (Students are concerned about the environment, Apel (Apparatus care environment Pepeling (Bridal care for the environ-ment and the Car Free day car-free day program. Kuningan district invites the public to play a role in realizing kuningan participate as a conservation district that is the existence of programs that support the conservation of water resources.

  3. ANALISIS PENGARUH ANGGARAN BIAYA OPERASIONAL DAN ANGGARAN PENDAPATAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RASIO RETURN ON ASSET (ROA) PADA PT PLN (PERSERO) PUSAT

    OpenAIRE

    Mansyur, Anwar; Pahlevi, Cepi; Pakki, Erlina

    2011-01-01

    This research describes the influence of operational cost budgets and revenue budgets to the financial performance based on the ratio of return on assets (ROA) at Center of PT PLN (Persero). This research aims to find empirical evidence, which supports the conjecture that the operational cost budgets and revenue budgets significant effect on the financial performance of the company based on the value of ROA. In this research, samples taken were 11 years of financial statements and budget...

  4. Optimasi Proses Koagulasi Dalam Penjernihan Air Limbah Di Pt. Sinar Oleochemical International (Soci) Medan Berdasarkan Pengaruh Konsentrasi Penambahan Poli Aluminium Klorida Untuk Menurunkan Turbiditas Air Limbah

    OpenAIRE

    Yolven

    2011-01-01

    One of the wastewater treatments at PT. Sinar Oleochemical International (SOCI) is Coagulation and Flocculation. Coagulation process is conducted by adding Poly Aluminium Chloride (PAC) as coagulant which has to be added under certain circumstances. One of the factors affecting the work of PAC is pH-level of wastewater, and due to the fact of that, Natrium Hydroxide should be added to control the pH-level of wastewater. With the help of NaOH to keep the pH-level remain at 8, the concentration...

  5. Model Sistem Dinamis Ruang Terbuka Hijau Kota Medan Berdasarkan Faktor - Faktor Lingkungan (Studi Kasus Di Kecamatan Medan Polonia Dan Medan Area)

    OpenAIRE

    Faizah, Fitrina

    2011-01-01

    The research was conducted in 2 ( two ) subdistrict in Medan City, that were Medan Polonia and Medan Area subdistricts from October to November 2009. The aim of this research is to descript the dynamic system model of Green Open Space (GOS) which in Medan Polonia and Medan Area subdistricts. The model was used a dynamic system method of Powersim 2.5 program. The model was constructed there were sub system broad of region, population, to the amount of vehicle and plant (tree). Simulation resul...

  6. Penyelesaian Perselisihan Antara Pekerja dengan Pengusaha di Luar Pengadilan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial

    OpenAIRE

    Helwan, Kasra

    2010-01-01

    Dispute between employer and employee can also occur in the field of manpower and the settlement can be done in or out of court. Nowadays, the settlement of dispute through the court of industrial relation is still full of problems such as the place where the claim is field, the lenght of time and the cost needed to process the case, number of rejected cases, alternate decision of payment process that is never be met, and various problems usually found in the court of law. Based on the proble...

  7. Analisis Pengungkapan Corporate Social Responsibility Berdasarkan Global Reporting Initiatives (GRI:Studi Kasus Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam (Persero Tbk dan Timah (Persero Tbk.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuraini Sari

    2014-11-01

    Full Text Available This study aims to provide an overview of the disclosure of Corporate Social Responsibility (CSR in the mining company's corporate sustainability report. It is also to analyze the disclosure of Corporate Social Responsibility (CSR in corporate sustainability report with standard Global Reporting Initiatives (GRI 3.1. Research was conducted in Batubara Bukit Asam (Persero Tbk. and Timah (Persero Tbk. on their corporate sustainability report for the year of 2012. The analysis was conducted on the presentation of economic performance indicator, environmental performance indicator, performance indicators of employment and workplace practices, human rights performance indicator, public performance indicator and performance indicator reported products liability provisions established in the GRI 3.1. The result is the two companies have disclosed CSR in accordance with GRI3.1. Batubara Bukit Asam (Persero Tbk and Timah (Persero Tbk have disclosed their performance indicators; and the average has exceeded 75%. However, the disclosure of each indicator and its aspects are not comprehensive.

  8. UPAYA MENINGKATKAN PEMANFAATAN PELAYANAN PERAWATAN PENAMBALAN GIGI TETAP PADA 7 PUSKESMAS Dl KOTA SURABAYA BERDASARKAN ORAL HEALTH IMPACT PROFILE (OHI-P

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktarina Oktarina

    2012-11-01

    Full Text Available The target for ratio of dental filling to dental extraction by the Ministry of Health is 1 : 1. This ratio could be used to evaluate the performance of dental services at Public Health Centers (PHCs. Data from dental clinics in 7 (seven PHCsin Surabaya revealed the ratio between dental filling and dental extraction was 1 : 5.9 during January to August year 2003. The objective of this study was to develop dental filling service utilization improvement efforts at PHCs in Surabaya, with reference to Oral Health Impact Profile (OHI-P. This was an observational study with a cross sectional design. It was carried out during 18th August to 18th September year 2003. There were 183 respondents selected from patients of dental clinics of the 7 (seven Public Health Centers (PHCs in Surabaya. Result showed there were 4 (57.1% PHCs did not have clear and concise Standard Operating Procedures (SOP. Sixty three point three percents, 63.4% respondents said did not agree if had to visit several times for dental cares and almost all, 95.1% respondents mentioned that expenses for the dental cares was costly. There were 51.4% respondents who said that they experienced painfull at the time of dental cares for filling permanent dents. Furthermore, 98.9% respondents mentioned that caries dents had impact disturbing on chewing functions. The factors for dentist-patient interactions revealed to be 69.4% on favourable. It recommends to enhance dental filling service utilization improvement efforts for PHC. Key words: utilization, dental care, OHI-P

  9. Efektifitas Dance Movement Therapy Terhadap Penurunan Tingkat Stres Mahasiswa Matrikulasi Penyambutan Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 2012 berdasarkan Hassles Assesment Scale for Student in College

    OpenAIRE

    Lais, Deny

    2013-01-01

    Introduction: Every teenager will experience the transition into adulthood through a variety of ways, one of which is in his education as when they enter the world of lectures in which major changes occurred in a person's life from a senior in high school to be a freshman in college. Dance/Movement Therapy is an alternative therapy to deal with cases of stress in teenagers which invite a teenager, whether male or female, to engage in a development experience the interaction of body, mind and ...

  10. Sistem Usahatani Bunga Pot Berdasarkan Jenis Tanaman (Study Kasus : Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara)

    OpenAIRE

    Mariati, Rini

    2012-01-01

    Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2003 sampai bulan Agustus 2003. Adapun hal yang melatar belakangi penulis dalam pengambilan judul skripsi ini dikarenakan akhir-akhir ini penggemar tanaman hias semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya status sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dimana dalam hal ini bunga pot sangat identik dengan tanaman hias. Dengan demikian tanaman hias mempunyai prospek yang sangat baik bila dikembangkan sebagai usaha agrobisnis. Adapun kesimpulan yang d...

  11. INTEGRASI LEMBAGA PENYELESAIAN SENGKETA ALTERNATIF DALAM PROSES ACARA PERADILAN PERDATA: STUDI TENTANG PUTUSAN PENGADILAN YANG DI MEDIASI BERDASARKAN PERMA NOMOR 1 TAHUN 2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AAN Roy Sumardika

    2014-11-01

    Full Text Available Mediation process means dispute resolution through negotiation process for obtaining a peace agreement between the parties by using a third party in settling the dispute. Article 130 HIR/154 RBg determines peace efforts may use since the trial began before a judge hands down the dispute. Mediation as part of the Alternative Dispute Resolution is a process outside the court, but Indonesian Supreme Court Rules No. 1/2008 integrates it in the court proceedings and allows the mediation process at the level of legal remedy. So the problem investigated is the court decision re-mediated and the peace agreement mediation results. The method used normative legal research by Legislation Approach and to deepen the research study also use a Legal Concept Analysis Approach which is intended to establish a view and legal arguments in solving the problem at hand. Case that has been decided by the courts is not possible to re-mediated. The mediation process at the level of legal remedy is contrary to the law, especially the provisions of Article 130 HIR / 154 RBg. Indonesian Supreme Court Rules as rules are hierarchically under the law (HIR/RBg not justified material being regulated substance exceeding material are governed by higher laws. So Indonesian Supreme Court Rules No. 1/2008 can not be a legal basis to regulate the integration of mediation into the docket particularly about mediation at the level of legal remedy because the principle of lex superiori derogat legi inferiori and the principle of lex specialis derogat legi generali not met.

  12. Perlindungan Hukum Hak Keperdataan Warga Masyarakat Di Atas Tanah Yang Berada Dalam Kawasan Hutan Berdasarkan SK Menteri Kehutanan RI No. 463/Menhut-II/2013 di Kota Batam.

    OpenAIRE

    Nuraini, Lia

    2015-01-01

    Appointment forests of Riau Islands Province was first carried out on the basis of Forestry Ministerial Decree No. 173 / Kpts-II / 1986 dated June 6, 1986 on the appointment of the Provincial Forest Area In Riau As provincial, Forest Area. The ministerial decision based on the result of an agreement among the various agencies dealing with space management. As a result of agreements between institutions, the Minister of Forestry is better known by the term forest Forest Land Use Agreement (TGH...

  13. Analisis Tingkat Kognitif Uji Kompetensi pada Buku Sekolah Elektronik (BSE) Matematika SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 Berdasarkan Taksonomi Bloom

    OpenAIRE

    Nancy Yunita Susanti; Dinawati Trapsilasiwi; Dian Kurniati

    2015-01-01

    Buku teks pelajaran berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. Buku teks dilengkapi dengan soal-soal latihan yang belum terklasifikasi tingkat kognitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kognitif soal uji kompetensi beserta persentase masing-masing tingkat kognitif soal uji kompetensi pada BSE Matematika SMP Kelas VII kurikulum 2013 semester 1 maupun semester 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif den...

  14. Analisis Tingkat Kognitif Uji Kompetensi pada Buku Sekolah Elektronik (BSE Matematika SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 Berdasarkan Taksonomi Bloom

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nancy Yunita Susanti

    2015-06-01

    Full Text Available Buku teks pelajaran berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. Buku teks dilengkapi dengan soal-soal latihan yang belum terklasifikasi tingkat kognitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kognitif soal uji kompetensi beserta persentase masing-masing tingkat kognitif soal uji kompetensi pada BSE Matematika SMP Kelas VII kurikulum 2013 semester 1 maupun semester 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa soal uji kompetensi BSE Matematika semester 1 mencakup 9 variasi soal dari 24 variasi soal menurut tingkat kognitif Revisi Taksonomi Bloom. Dari 166 pertanyaan, terdapat 6.6% tingkat C2-faktual; 17% tingkat C2-konseptual; 22% tingkat C2-prosedural; 3% tingkat C3-faktual; 6.6% tingkat C3-konseptual; 28% tingkat C3-prosedural; 1.8% tingkat C4-konseptual; 14% tingkat C4-prosedural; 0.6% tingkat C6-konseptual; dan 0% pertanyaan tingkat yang lainnya. Sedangkan pada BSE Matematika semester 2 mencakup 11 variasi soal. Dari 170 pertanyaan terdapat 0.6% tingkat C1-faktual; 0.6% tingkat C1-konseptual; 2.9% tingkat C2-faktual; 15% tingkat C2-konseptual; 15% tingkat C2-prosedural; 8.2% tingkat C3-konseptual; 30% tingkat C3-prosedural; 4.7% tingkat C4-konseptual; 5.3% tingkat C4-prosedural; 14% tingkat C5-konseptual; 4.1% tingkat C6 konseptual; dan 0% tingkat yang lain.Textbooks have an important and strategic role in improving the quality of primary and secondary education. Textbook comes with practice questions are not yet classified the cognitive level. The aims of this study are determining the level of cognitive matter competency test along with the percentage of each level of cognitive matter competency test on BSE Class VII SMP Math curriculum 2013 1st half and 2nd semester. Type of research is descriptive research with a qualitative approach. It can be concluded that about half of the competency test BSE Mathematics 1 includes 9 variations of about 24 variations of matter according to the degree of cognitive Revised Bloom's Taxonomy. Of the 166 questions, there is a 6.6% rate of C2-factual; 17% C2-conceptual level; 22% C2-procedural level; 3% level C3-factual; 6.6% C3-conceptual level; 28% level of C3-procedural; 1.8% C4-conceptual level; 14% of C4-procedural level; 0.6% C6-conceptual level; and 0% of the questions that other level. While in the second half of BSE Mathematics includes 11 variations matter. Of the 170 questions contained 0.6% level of C1-factual; 0.6% C1-conceptual level; 2.9% rate of C2-factual; 15% C2-conceptual level; 15% C2-procedural level; 8.2% C3-conceptual level; 30% level of C3-procedural; 4.7% C4-conceptual level; 5.3% rate of C4-procedural; 14% of the C5-conceptual level; 4.1% C6 conceptual level; and the 0% level to another.

  15. Analisis Pengungkapan Corporate Social Responsibility Berdasarkan Global Reporting Initiatives (GRI):Studi Kasus Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk dan Timah (Persero) Tbk.

    OpenAIRE

    Nuraini Sari

    2014-01-01

    This study aims to provide an overview of the disclosure of Corporate Social Responsibility (CSR) in the mining company's corporate sustainability report. It is also to analyze the disclosure of Corporate Social Responsibility (CSR) in corporate sustainability report with standard Global Reporting Initiatives (GRI) 3.1. Research was conducted in Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. and Timah (Persero) Tbk. on their corporate sustainability report for the year of 2012. The analysis was conducted...

  16. Faktor Risiko Terjadinya Ulkus Diabetikum pada Pasien Diabetes Mellitus yang Dirawat Jalan dan Inap di RSUP Dr. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Loviana Roza

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakUlkus diabetikum adalah keadaan ditemukannya infeksi, tukak dan atau destruksi ke jaringan kulit yang paling dalam di kaki pada pasien Diabetes Mellitus (DM akibat abnormalitas saraf dan gangguan pembuluh darah arteri perifer. Ulkus diabetikum dapat dicegah dengan melakukan intervensi sederhana sehingga kejadian angka amputasi dapat diturunkan hingga 80%. Amputasi memberikan pengaruh besar terhadap seorang individu, tidak hanya dari segi kosmetik tapi juga kehilangan produktivitas, meningkatkan ketergantungan terhadap orang lain serta biaya mahal yang dikeluarkan untuk penyembuhan. Penelitian ini memberikan pengetahuan tentang faktor risiko terjadinya ulkus diabetikum agar angka mortalitas dan morbiditas dapat di kurangi. Jenis penelitian ini adalah retrospektif observasional dengan mengumpulkan data menggunakan wawancara, kuisoner, dan pemeriksaan fisik pada pasien diabetes mellitus yang di rawat jalan dan inap di RSUP DR. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang periode Januari-Maret 2014. Analisis data terhadap 6 variabel di dapatkan Jenis kelamin (p =0,595; OR=0,654 lama DM (p=1,000; OR = 1,158, neuropati (p=0,411; OR=1,833, PAD (p=0,004; OR, trauma (p=0, 02; OR= 4, dan perawatan kaki (p=1,000; OR=1,158. Berdasarkan uji statistik Chi-Square didapatkan 2 variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian ulkus diabetikum yaitu PAD dan trauma. Sedangkan, hasil uji statistik regresi logistik ganda menyatakan bahwa lama DM, neuropati, PAD, riwayat trauma, dan perawatn kaki merupakan faktor risiko terjadinya ulkus diabetikum. PAD dan trauma adalah faktor yang paling berpengaruh.Kata kunci: faktor risiko, DM, ulkus diabetikumAbstractDiabetic foot ulcer is defined as the presence of infection, ulceration and/or destruction of deep tissues associated with neurologic abnormalities and various degrees of peripheral arterial disease (PAD in the lower limb on patients with diabetes. Foot ulceration is preventable, and relatively simple

  17. Molecular detection of interleukin-1A +4845 G→T gene in aggresive periodontitis patients

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chiquita Prahasanti

    2012-12-01

    Full Text Available Background: Abundant researches had been conducted based on the clinical and histopathological pathogenesis of aggresive periodontitis. Nevertheless, there were still few researches which based on molecular biology, and especially related to gene polymorphism. This study was done based on IL-1A +4845G→T gene polymorphism in aggressive periodontitis patients. Purpose: The purpose of this tudy was to characterized the generic variation of IL-1A +4845G→T as a risk factor aggressive periodontitis and chronic periodontitis. Methods: DNA from patients with aggressive periodontitis and chronic periodontitis was taken determination of IL-1A +4845 G→T polimorphism was conducted with PCR-RFLP technique. Results: Homozygous allele TT polymorphism was not found in all samples, only allele GG (wild type and allele GT (heterozygous mutant were not affect aggressive periodontitis and chronic periodontitis. Conclusion: The study showed there was no significant association between IL-1A +4845G→T gene polymorphism and aggressive periodontitis and chronic periodontitis. Latar belakang: Penelitian tentang patogenesa periodontitis agresif berdasar klinis dan histopatologi telah banyak dilakukan, akan tetapi penelitian berdasar biologimolekuler terutama polimorfisme gen masih sangat jarang dilakukan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada polimorfisme gen IL-1A +4845G→T pada penderita periodontitis agresif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi genetik dari IL-1A +4845G→T yang merupakan faktor risiko periodontitis agresif dan periodontitis kronis. Metode: DNA dari penderita periodontitis agresif dan periodontitis kronis diisolasi, selanjutnya dilakukan determinasi dari polimorfisme gen IL-1A +4845G→T dengan menggunakan teknik PCR-RFLP. Hasil: Pada seluruh sampel penelitian ini tidak dijumpai polimorfisme allel TT (homosigot mutan, yang didapat adalah jenis allel GG (wild type dan allel GT (heterosigot mutan yang tidak

  18. SPATIAL DISTRIBUTION OF DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER CASES IN BANYUMAS DISTRICT, CENTRAL JAVA PROVINCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunaryo Sunaryo

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKDemam Berdarah Dengue (DBD masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian seriuskarena di beberapa daerah masih sering terjadi kejadian luar biasa. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerahdengan kasus DBD selalu tinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi spasial DBD diKabupaten Banyumas berdasarkan lokasi, ketinggian, tata guna lahan dan kepadatan penduduk serta pola kasusberdasarkan curah hujan. Kajian ini dilakukan dengan penelusuran data sekunder kasus DBD di Dinas KesehatanKabupaten Banyumas. Data peta topografi skala 1: 25000 diperoleh dari Bakosurtanal dan Bappeda Kabupaten Banyumas.Proses pengolahan data dan analisis spasial DBD secara tumpang susun menggunakan aplikasi Arc Gis.10. Hasilpenelitian menunjukkan jumlah kasus DBD tahun 2012 sebanyak 200 kasus, tersebar hampir di setiap kecamatan (75%.Kluster kasus DBD terdapat di wilayah Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan dan Purwokerto Utara yang merupakandaerah dataran rendah (12 -250 mdpl, lingkungan permukiman dekat persawahan, area perkotaan dengan permukimanpadat penduduk. Secara spasial kasus DBD terzonasi di wilayah dataran rendah dengan pemukiman padat penduduk dekatpersawahan. Kasus DBD meningkat pada saat musim hujan tinggi antara Januari –Mei.Kata kunci : distribusi spasial, DBD, BanyumasABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF is the most important public health problem in Indonesia, that needs serious attention.DHF cases in Banyumas regency always high in every year, and decrease in 2011.This research aimed to describe spatialdistribution of DHF in Banyumas district based on location, altitude, landuse and population density and pattern of casesbased on rainfall. DHF cases data obtained from Banyumas District Health Office. Topography map scale 1:25.000obtained from Bakosurtanal and Bappeda of Banyumas regency. Processing data and DHF spatial analize by overlay usingArc Gis.10 software. This research

  19. Fertilitas Remaja di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mugia Bayu Raharja

    2014-08-01

    Full Text Available Fertilitas remaja merupakan isu penting dari segi kesehatan dan sosial karena berhubungan dengan tingkat morbiditas serta mortalitas ibu dan anak. Tujuan penelitian adalah mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi fertilitas remaja di Indonesia. Data yang digunakan adalah hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012 dengan unit analisis wanita usia subur yang termasuk dalam kategori usia remaja (15 - 19 tahun. Jumlah sampel sebanyak 6.927 responden. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif dan inferensial menggunakan model regresi logistik biner. Hasil analisis menunjukkan bahwa satu dari sepuluh remaja wanita tersebut pernah melahirkan dan atau sedang hamil saat survei dilakukan; sebesar 95,2% dari remaja yang sudah pernah melahirkan, memiliki satu anak sisanya sebesar 4,8% memiliki dua atau tiga anak; sebesar 11,1% dari remaja wanita yang pernah kawin, pertama kali kawin pada usia 10 - 14 tahun. Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian fertilitas remaja dengan daerah tempat tinggal, pendidikan, status bekerja, serta tingkat kesejahteraan keluarga. Wanita berisiko tinggi mengalami fertilitas pada usia remaja adalah mereka yang tinggal di perdesaan, berpendidikan rendah, tidak bekerja dan berstatus ekonomi rendah. Rekomendasi berdasarkan hasil penelitian adalah akses ke tingkat pendidikan formal yang lebih tinggi bagi remaja wanita, penyediaan pelatihan usaha ekonomi kreatif terutama pada daerah perdesaan, peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi bagi remaja melalui pendidikan. Adolescent fertility is an important issue in terms of health and social care as it relates to the morbidity and mortality of mothers and children. This study aimed to know the factors that influence adolescent fertility in Indonesia. The data used was the result of Indonesian Demography and Health Survey in 2012 with units of analysis included women of childbearing age in the adolescent age group (15 - 19 years. Total

  20. MOLECULAR APPROACH ON JAPANESE ENCEPHALITIS (JE VECTOR CONFIRMATION IN SURABAYA EAST JAVA = PENDEKATAN MOLEKULER KONFIRMASI VEKTOR JAPANESE ENCEPHALITIS (JE DI KOTA SURABAYA JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiarti Widiarti

    2014-10-01

    Full Text Available ENGLISHAbstractThe suspect cases of Japanese Encephalitis (JE from Surabaya City and Jombang regency was reported remain high with 39 people died, 30 defects, 39 sick and 66 healthy. Due to the reason, it is important to conduct a confirmation of JE vectors that take an important role in Surabaya. A study on the confirmation of Culex sp mosquito as the vector of JE have been conducted in Surabaya by the aim to reveal the specific species of JE vectors. The confirmation of JE vectors was carried out using (a molecular methods Reverse Transcryption-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR in Molecular Biology Laboratory Eijkman Institute Jakarta. The sampling of mosquitoes and larva survey were conducted in the area where suspected JE cases stayed which were Sidotopo Wetan, Kenjeran Subdistrict and Kedurus Village, Karang Pilang District Surabaya. The Culex sp species that have been collected were Culex tritaeniorhynchus, Culex quinquefasciatus, Culex bitaeniorhynchus, Culex gelidus and Culex vishnui. All the mosquitoes suspected as JE vectors were tested using RT-PCR method. By this method, the result showed only Cx. tritaeniorhynchus was positive JE virus. Based on these results we conclude that Cx. tritaeniorhynchus is the vector of JE in those areas, so that it can be useful as information for the program to perform a control or prevention further spread of JE in both areas.INDONESIANDilaporkannya kejadian kasus Japanese B Enchepalitis (JE dari Kota Surabaya dan Kabupaten Jombang yang cukup tinggi yaitu 39 orang meninggal, 30 cacat, 39 sakit dan 66 sehat, maka penting dilakukan suatu konfirmasi tentang vektor JE yang berperan di Kota Surabaya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui vektor JE di Kota Surabaya. Konfirmasi vektor JE digunakan metode secara molekuler yaitu Reverse Transcryption-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR di Laboratorium Biologi Molekuler Lembaga Eijkman Jakarta. Pengambilan sampel nyamuk dilakukan di lingkungan dekat tersangka

  1. FAKTOR RISIKO FILARIASIS DI KABUPATEN MUARO JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santoso Santoso

    2013-11-01

    . Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko filariasis. Desain penelitian adalah cross sectional dengan melakukan wawancara terhadap 412 orang responden yang meliputi 128 kasus dan 248 bukan kasus. Analisis data dilakukan secara multivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa determinan faktor risiko kejadian filariasis di Kabupaten Muaro Jambi adalah adanya genangan air di sekitar rumah, waktu tempuh ke sarana kesehatan, perilaku pencegahan gigitan nyamuk di dalam rumah, lama tinggal, tingkat pendidikan dan jenis kelamin. Probabilitas orang dengan seluruh faktor risiko tersebut sebesar 95.9% untuk terinfeksi filariasis dengan OR 23,5 kali.Kata kunci: Filariasis, Faktor risiko, Muaro Jambi

  2. KEJADIAN OTITIS EKSTERNA PADA MASYARAKAT PENEBEL TABANAN DAN YANGAPI BANGLI YANG BERKUNJUNG KE BAKTI SOSIAL STAF MEDIS FUNGSIONAL TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA - RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH PADA TAHUN 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Teguh Aryanugraha

    2016-03-01

    Full Text Available INCIDENCE RATE OF OTITIS EXTERNA IN SOCIETY OF PENEBEL AND YANGAPI BANGLI WHO VISITED THE SOCIAL ACTIVITY EAR NOSE THROAT DIVISION FACULTY OF MEDICINE UDAYANA UNIVERSITY– SANGLAH GENERAL HOSPITAL IN 2012 ABSTRACT Indonesia is a tropical country which in some places have there own temperature and humidity criteria factors predisposing to otitis externa is usually triggered by the growth of fungi that are responsible for the onset of otitis externa. The research was conducted in two places, namely in the village of Penebel Tabanan and the village of Yangapi Bangli. The aim to determine the prevalence of otitis externa, especially in people who follow social events in the village Penebel and Yangapi. This research was carried out by quantitative descriptive design with a population that is affordable and Yangapi Penebel villagers who come to charity ENT Division Sanglah Hospital. The incidence of OE in the village Penebel was 6 of 66 patients and in the village Yangapi was 3 of 96 patients. Variants OE in the village of the same Penebel lot of male patients men and women with a lifespan of 41 years and above, whereas the incidence in the village OE Yangapi more on men with an age range 21-30 years. At this research showed otitis externa patients who come to social event in both villages were 9 people from 162 patients who came to the social event ENT Division Sanglah Hospital. Keywords : Otitis externa, Gender, Age, people of Penebel and Yangapi village.

  3. Gambaran Higiene Sanitasi Pengolahan Makanan dan Kejadian Diare Serta Status Gizi Narapidana Laki-Laki Usia 18-20 Tahun di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Anak Tanjung Gusta Medan Tahun 2015

    OpenAIRE

    Alfia, Retno Galuh

    2016-01-01

    The safety food for consumption basically is a meal which is processing with concern on the principles of food hygiene and sanitation. If the food hygiene and sanitation come from bad food processing, so it will produce a source of disease transmission for those who consume and if health disfunction, it will eventually cause problems on nutritional status. The objective of this research is to describe the hygiene and sanitation of food processing, incidence of diarrhea and nutritional status ...

  4. Hubungan Pemberian Mp-Asi Dini Dengan Kejadian Penyakit Infeksi Pada Bayi 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sindar Raya Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun Tahun 2012

    OpenAIRE

    Harahap, Dewi Sri Nauli

    2013-01-01

    Infancy is a critical period in human life. Infants of age 0-6 months can grow optimally by using breast milk for the first six months. However, in reality, before six months many babies have been given complementary breastfeeding. The purpose of this research is to know the relationship of early complementary breastfeeding with the infection incidence of infants 0-6 months in working area of Sindar Raya Health Center. This type of research was the descriptive study with cross-sectional...

  5. Analisis SWOT Dalam Upaya Meningkatkan Keunggulan Bersaing Pada Salon Cleopatra

    OpenAIRE

    Syafitri, Yudhi

    2010-01-01

    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis peranan analisis SWOT dalam upaya meningkatkan keunggulan bersaing pada Salon Cleopatra. Kesimpulan yang diperoleh penulis berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT dan Matriks SPACE dengan strategi agresif yang dilakukan oleh Salon Cleopatra sudah cukup baik, akan tetapi Salon Cleopatra melakukan strategi berdasarkan pengalaman, insting dan keadaan pasar, bukan dilakukan berdasarkan strategi a...

  6. Abses Periodontal

    OpenAIRE

    Siregar, Dameria Fitriani

    2011-01-01

    Abses periodontal adalah suatu inflamasi purulen yang terlokalisir pada jaringan periodonsium. Abses periodontal ini dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi abses (abses gingiva, abses periodontal dan abses perikoronal), berdasarkan jalannya lesi (abses periodontal akut dan abses periodontal kronis) dan berdasarkan jumlah abses (abses periodontal tunggal dan abses periodontal kronis). Abses periodontal merupakan kasus darurat penyakit periodontal ketiga yang paling sering ...

  7. PENERAPAN TIME DRIVEN ACTIVITY BASED COSTING DALAM PERHITUNGAN BIAYA INSTALASI RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT YAKKUM PURWODADI

    OpenAIRE

    Vidya Adata Naraswari, Francisca

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perhitungan biaya pemeriksaan berdasarkan perhitungan rumah sakit dan perhitungan dengan Time Driven Activity Based Costing. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dengan wawancara, sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan analisis deskriptif yang dilakukan, penelitian ini memberikan bukti perhitungan biaya : pemeriksaan setiap jasa pelayanan instalasi radiologi berdasarkan Time Driven Activi...

  8. Kebutuhan Frekuensi untuk Public Protection and Disaster Relief (PPDR) Pita Lebar di Indonesia [Frequency Requirement for Broadband Public Protection and Disaster Relief (PPDR)in Indonesia

    OpenAIRE

    Diah Yuniarti

    2015-01-01

    Permintaan akan pengembangan aplikasi Public Protection and Disaster Relief (PPDR) pita lebar terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan kebutuhan untuk tanggap bencana yang lebih efisien dan efektif.  Penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan frekuensi PPDR pita lebar di Indonesia yang meliputi kejadian harian (PP1) dan kejadian  darurat besar (PP2) pada pita frekuensi 400 MHz dan 800 MHz. Teknik pemodelan dan simulasi digunakan untuk menghitung kebutuhan frekuensi berdasar...

  9. Gambaran Learned Helplessness Pada Supir Angkutan Di Kota Medan Ditinjau Dari Explanatory Style

    OpenAIRE

    Sitompul, Eva Anggi

    2009-01-01

    Supir angkutan umum adalah salah satu jenis pekerjaan yang memiliki muatan stres yang besar. Pekerjaan ini memiliki peraturan, sistem yang tidak efisien, serta tuntutan kerja yang besar, yang mana tidak sebanding dengan apa yang individu peroleh dari pekerjaan itu. Kondisi yang sangat menekan ini membuat para supir angkutan umum merasa frustasi dan tidak berdaya. Ketidakberdayaan yang dialami supir tergantung pada bagaimana cara supir menjelaskan dan menginterpretasi kejadian-kejadian yang di...

  10. Efektifitas Dance/Movement Therapy terhadap Penurunan Tingkat Stres Mahasiswa Matrikulasi Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 2012 Berdasarkan Perceived Stress Scale dan Rosenberg’s Self-Esteem Scale

    OpenAIRE

    Arista, Vera

    2013-01-01

    Introduction. Enter the world of College is a major change in one's life including the transition from high school senior to be a freshman in college. Dance/Movement Therapy is an alternative strategy to deal with the case of stress in teenagers. Dance/Movement Therapy invites a teenager, whether male or female, to engage in a development experience of interaction aimed at defining sense of self. Methods. The purpose of this research is to determine the effectiveness of Dance/Movement The...

  11. Tinjauan Yuridis Perjanjian Perceraian Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Studi Kasus Perjanjian Perceraian antara Misno-Ny. Eko Saryuningtyas dan Sudarman Soh-Dewi)

    OpenAIRE

    Gunadi, Kiki Annivia Pravita

    2015-01-01

    Every human being has a desire to get married, only once and forever. However, maintaining a married life which unites two individuals with different personality and different interest is difficult; therefore, many marriages end with divorces. The divorce itself frequently causes new problem so that many people attempt to make Divorce Contracts in order to prevent from the problem. The objective of the research was to know the provisions in the Civil Code and Law no. 1/1974 ...

  12. Peranan Badan Amil Zakat Berdasarkan Undang - Undang Nomor 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Sumatera Utara (Studi Pada Badan Amil Zakat Daerah Sumatera Utara)

    OpenAIRE

    Saifuddin

    2011-01-01

    Zakat is part of property with certain terms and condition whose owner is obliged by Allah Subhanawataala to give it to those who have the right to receive it under certain condition. Articles 6 and 7 of Law No.38/1999 on Zakat Management say that the organization implementing the zakat management is grouped into two such as Zakat Collecting Board and Zakat Collecting Institute. Zakat Collecting Board is established by the government so it is under the Department of Religious Affairs, while Z...

  13. Deteksi Umur Pubertas Muncak (Muntiacus muntjak muntjak Betina Berdasarkan Analisis Metabolit Estrogen dan Progesteron pada Feses (THE AGE OF PUBERTY DETECTION IN FEMALE BARKING DEER (MUNTIACUS MUNTJAC MUNTJAC BASED ON FAECAL ESTROGEN AND PROGESTERONE A

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asri Pudjirahaju

    2015-05-01

    Full Text Available Knowledge and information about the age of puberty in muntjac (Muntiacus muntjac muntjac isindispensable to the interests of females breeding in conservation efforts. The aims of this study were todetermine the age of puberty and age at first mated females muntjac kept in captivity through the analysisof estrogen and progesterone metabolites in feces. This study used 155 fecal samples that were collectedfrom three female muntjacs. Sample collection was began when muntjac aged three months, four monthsand six months. Total of 10-20 g fecal samples were collected every 2-4 days. Analysis of steroid hormonemetabolites was performed by using enzyme immunoassay (EIA method with specific antibodies.Determination of the age of puberty was based on the appearance of the first time estrus and ovulation,which was indicated by the appearance of the highest estrogens secretion, on hormone metabolites profile.Hormone metabolites data then were tabulated in the average and standard deviations were presentedwith graphs and analyzed descriptively. The results showed that the age of puberty detection based onanalysis of the estrogens and progesterone metabolite in the feces can be applied in muntjac. Muntjacfemales kept in captivity flats reached puberty at age 5±1 month or 4-6 months range. It is recommendedthe first mated in the muntjac is at least after the female experienced two period of oestrous or has reachedat age of six months.

  14. Estimasi Nilai VaR Dinamis Indeks Saham Menggunakan Peak-Over Threshold dan Block Maxima

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komang Dharmawan

    2013-10-01

    Full Text Available Kejadian ekstrim pada bidang finansial pada periode 2008/2009  telah menyadarkan para praktisi maupun peneliti di bidang finansial untuk mengevaluasi kembali teknik-teknik pemodelan risiko finansial.  Ini menegaskan bahwa diperlukan model-model matematika atau teknik pemodelan yang lebih baik di bidang manajemen risiko finansial yang dapat mengatisipasi adanya kejadian-kejadian yang jarang muncul seperti pada periode tahun tersebut di atas. Metode yang paling sesuai dalam menangani kejadian kejadian ekstrim seperti ini adalah Extreme Value Theory (EVT. Dalam pemodelan Value at Risk(VaR, tingkat pengembalian (return suatu data finansial biasanya ditaksir menggunakan suatu pendekatan yang mengasumsikan bahwa data tersebut terdistrubusi secara normal. Namun asumsi ini tidak merefleksikan perilaku nilai return yang sesungguhnya, sebab distribusi data finansial menunjukkan adanya ekor distribusi yang lebih gemuk (heavy-tail, yaitu ekor distribusi turun lebih pelan dibandingkan dengan ekor distribusi normal.  Ini berarti peluang munculnya nilai ekstrim lebih besar. Sehingga pendekatan secara konvensional dianggap mengabaikan nilai-nilai ekstrim ini. Paper ini membahas penerapkan EVT pada data finansial. Kemudian menghitung nilai VaR dinamis dari nilai indeks IHSG (Jakarta Stock Exchange periode 28 Desember 2007-28 Desembar 2012. EVT dipakai untuk memprediksi VaR statis dan EVT-GARCH(1,1 dipakai untuk memprediksi VaR dinamis.

  15. Pemanfaatan Frekuensi Untuk Public Protection and Disaster Relief (PPDR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Yuniarti

    2014-03-01

    Full Text Available Penanganan kejadian yang terkait dengan Public Protection and Disaster Relief (PPDR di Indonesia yang merupakan negara yang rawan terhadap bencana dan permasalahan sosial membutuhkan komunikasi yang intensif. Penelitian ini mengkaji mengenai kondisi pemanfaatan frekuensi PPDR di Indonesia dan strategi pengembangan ke depannya dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem komunikasi pada instansi PPDR di Indonesia tidak mendukung interoperabilitas dalam penanganan kejadian PPDR yang terkoordinasi. Selain itu, pita frekuensi yang digunakan merupakan pita sempit yang tidak mendukung aplikasi video dan data kecepatan tinggi yang dibutuhkan dalam penanganan kejadian PPDR yang lebih efektif. Oleh karena itu, dalam perencanaan alokasi frekuensi ke depannya, pemerintah perlu mengintegrasikan pita lebar ke dalam perencanaan sistem Government Radio Network (GRN.

  16. FORMULASI BISKUIT PADAT SIAP-SANTAP UNTUK MAKANAN DARURAT (READY-TO-EAT-BISCUIT BARS FORMULATION FOR DISASTER-RELATED EMERGENCY SITUATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Almasyhuri Almasyhuri

    2012-06-01

    Full Text Available ABSTRACT In situation when the disaster occurres, people can be panic and can not manage appropriate food for the whole family. Therefore, it is required food supply from the authority to fulfill the nutrition need during emergency. For infants, there were milk and food products available in the market that can be given in such situation. However, for children and adults, there are no emergency food available in the market. Some post-disaster surveys indicates that food aid distributed during emergency situation only provides energy source rather than a complete nutrition. Furthermore, these foods still require processing before consumption. The aim of the study is to develop formulated ready-to-eat foods for children and adults that have a dense calories and protein that can be given in disaster-related emergency situation. The foods are produced in solid form, and has good acceptance by both panelist in laboratory and people in the field. In the early stages of research, six formulas in solid form are developed, three have savory taste and three are sweet. One formula that the most preferred by the panelist in the laboratory are chosen. The best formula is then given to field panelists in area of disaster to know their preference. Formula made from soy and sesame with sweet taste has the highest value compared with other types of formulas, and significantly different by Duncan's test from all formulas. In flavor and aroma attributes, this formula is not significantly different from others, however in crispiness; this formula has the best acceptance. The biscuits has energy 2.100 kcal per portion that 11.5 percent of the energy is from protein, 44.4 percent is from fat and the remaining 44 percent is from carbohydrates. Keywords: food formulation, ready-to-eat-biscuit, emergency food, disaster   Abstrak Dalam kejadian bencana alam masyarakat dapat menjadi panik dan tidak dapat menyediakan makanan keluarga, sehingga memerlukan bantuan makanan

  17. ANALISIS SITUASI DAN UPAYA PERBAIKAN GIZI BALITA DI TINGKAT KABUPATEN: STUDI KASUS KABUPATEN GARUT TAHUN 2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Ketut Aryastami

    2013-03-01

    intervention, nutrition state at the under-five years old ABSTRAK Latar Belakang: Kurang gizi merupakan masalah utama kesehatan pada anak usia di bawah lima tahun (Balita sebagai predisposing faktor penyebab kematian di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kurang gizi dan penyakit adalah dua faktor yang saling berpengaruh dalam kejadian kurang gizi dan kematian. Studi ini dilakukan untuk menganalisa masalah kesehatan masyarakat dengan mempelajari determinan terkait kesehatan ibu dan anak. Metode: Disain studi adalah studi eksploratif melalui wawancara dan analisis data sekunder, pemecahan masalah dan analisa terhadap implementasi kebijakan. Hasil: Studi menunjukkan bahwa prevalensi gizi buruk cukup tinggi, yairu 5,7 bila dibandingkan dengan prevalensi untuk Jawa Barat (3,7 dan lndonesia (5,4 per 100 Balita. Berdasarkan indicator gizi BB/U, TB/U dan BB/TU, kabupaten Garut menghadapi masalah gizi akut (BB/U di atas 10% standar UNHCR dan masalah gizi kronis (TB/U di atas prevalensi nasional. Faktor terkait penyebab kematian Balita dan masalah gizi di kabupaten Garut antara lain: 1 faktor lingkungan dan sanitasi (termasuk kelahiran BBLR dan penyakit infeksi, 2 perilaku (kebersihan individu dan imunisasi anak, 3 pelayanan kesehatan (deteksi dini, management kasus, monitoring status gizi Balita, alokasi anggaran untuk program kesehatan ibu dan anak. Kesimpulan: Pemecahan masalah dalam program gizi harus dikembangkan secara inovatif di tingkat kabupaten dengan mengacu kepada goals dan strategi nasional. Intervensi gizi pada anak saja tidak cukup, tetapi ibu hamil yang mengalami masalah gizi kronik harus sejak awal dideteksi dan diintervensi dalam upaya mencegah terjadinya bayi lahir dengan berat badan rendah. Rekomendasi studi adalah intervensi tidak langsung ditingkat kabupaten, melalui penguatan system kesehatan dan gizi dengan melibatkan masyarakat, pemerintah lokal dan sector terkait, sebab seperti telah diketahui akar daripada masalah gizi adalah pada tingkat kemiskinan dan terkait

  18. Gambaran Obesitas pada Siswa Sekolah Dasar di SD Pertiwi dan SD Negeri 03 Alai Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizqa Fiorendita Hadi

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakObesitas merupakan permasalahan serius yang mulai menjadi perhatian di seluruh dunia. Pada beberapa dekade terakhir prevalensi obesitas pada anak mulai mengalami peningkatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran obesitas yang terjadi pada siswa sekolah dasar di SD Pertiwi dan SD Negeri 03 Alai Padang serta hubungan usia dan jenis kelamin dengan obesitas pada siswa di SD Pertiwi dan SD Negeri 03 Alai Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2013. Populasi dari penelitian ini adalah semua murid kelas I sampai VI SD Pertiwi dan SD Negeri 03 Alai Padang. Sampel untuk pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan IMT yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi berjumlah 93 anak. Data diperoleh dengan melakukan pemeriksaan tinggi badan, berat badan, dan IMT dengan menggunakan kurva BMI-CDC 2000. Siswa yang terpilih secara acak di SD Pertiwi dan SD Negeri 03 Alai dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan IMT, didapatkan frekuensi obesitas pada anak adalah sebesar 10,8%. Frekuensi obesitas lebih tinggi pada siswa laki-laki (13%. Kejadian obesitas banyak ditemukan pada anak berusia >9 tahun yaitu 14,7%. Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan dengan metode chi square, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan jenis kelamin dengan obesitas pada siswa sekolah dasar (p>0,05.Kata kunci: obesitas, usia, jenis kelaminAbstractObesity is a serious problem that is starting to become a worldwide concern. In recent decades the prevalence of obesity in children began to increase around the world. The purpose of this study is to see an overview of obesity that occurs in primary school students in SD Pertiwi and SD Negeri 03 Alai Padang and the relationship of age and gender to obesity in SD Pertiwi and SD Negeri 03 Alai Padang. This study is a descriptive cross- sectional design and the study was conducted in August-September 2013

  19. ANALISIS MODEL FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI INFEKSI KECACINGAN YANG DITULARKAN MELALUI TANAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DISTRIK ARSO KABUPATEN KEEROM, PAPUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Semuel Sandy

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah masih merupakan masalah kesehatan di daerah pedesaan. Parasit cacing yang paling banyak menginfeksi adalah Ascaris lumbricoides, Cacing tambang (hookworm dan Trichuris trichiura. Penyakit ini umumnya terkait dengan faktor sosial-ekonomi, perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian bertujuan mengetahui prevalensi infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah pada siswa sekolah dasar (SD di Distrik Arso Kabupaten Keerom dan mengetahui hubungan infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah terhadap status gizi, status anemia, sosial ekonomi orang tua murid, sanitasi lingkungan dan higiene perorangan. Penelitian menggunakan metode potong lintang (cross sectional dengan melakukan pengukuran antropometri tinggi badan, berat badan, pengukuran kadar Hb untuk melihat status anemia pada 224 murid SD di Distrik Arso Kabupaten Keerom. Pengumpulan data sosial-ekonomi, sanitasi, higiene perorangan mengunakan kuesioner. Pemeriksaan infeksi kecacingan menggunakan metode Kato-Katz dan pengukuran variable intensitas infeksi berdasarkan metode WHO. Analisis statistik bivariat dan multivariat digunakan untuk melihat variabel faktor risiko yang berperan dalam penularan infeksi kecacingan yang ditularkan melalui tanah. Hasil penelitian menunjukkan infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar didapatkan sebesar 29,9% dari 224 murid SD. Jumlah murid sekolah dasar yang terinfeksi ascariasis 23,2%, terinfeksi cacing tambang 7,6% dan terinfeksi trikhuriasis 4,9%. Sedangkan murid SD yang mengalami anemia 12,5% dan indeks massa tubuh (IMT kurang 79,5%. Hasil analisis multivariat menggunakan regresi logistik diperoleh variabel faktor risiko yang berkaitan dengan infeksi kecacingan STH yaitu: kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dengan air dan sabun (OR = 0,33; 95% CI 0, 14-0, 78 dan nilai p = 0,012. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian infeksi kecacingan yang

  20. PELAPORAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERBANKAN SYARIAH DALAM PERSPEKTIF SYARIAH ENTERPRISE THEORY (Studi Kasus pada Laporan Tahunan PT Bank Syariah Mandiri)

    OpenAIRE

    MANSUR, SYUHADA

    2012-01-01

    ABSTRAK SYUHADA MANSUR, A311 08 281. Pelaporan Corporate Social Responsibility (CSR) Perbankan Syariah Berdasarkan Perspektif Syariah Enterprise Theory, dibimbing oleh Dr. H. Abd. Hamid Habbe, SE., M.Si. (Pembimbing I) dan Drs. M. Achyar Ibrahim, M.Si., Ak. (Pembimbing II). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaporan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) pada perbankan syariah berdasarkan...

  1. Analisis Pengaruh Aktivitas Harian dan Usia Terhadap Pola Berjalan Orang Indonesia (Studi Kasus Kota Makassar)

    OpenAIRE

    Mulyadi; Ilham Bakri; Retnari Dian Mudiastuti; Nilda

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan parameter dasar pola berjalan orang Indonesia serta aktivitas harian dan usia terhadap parameter-parameter tersebut. Terdapat 270 partisipan yang dikelompokkan ke dalam enam kelompok berdasarkan usia untuk dan lima kelompok berdasarkan aktivitas harian, untuk dibandingkan pola berjalannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengukuran langsung dengan mengukur antropometri, merekam, serta menghitung pola berjalan (gait analysis) dari kelompok-kelo...

  2. Pemanfaatan Frekuensi Untuk Public Protection and Disaster Relief (PPDR)

    OpenAIRE

    Diah Yuniarti

    2014-01-01

    Penanganan kejadian yang terkait dengan Public Protection and Disaster Relief (PPDR) di Indonesia yang merupakan negara yang rawan terhadap bencana dan permasalahan sosial membutuhkan komunikasi yang intensif. Penelitian ini mengkaji mengenai kondisi pemanfaatan frekuensi PPDR di Indonesia dan strategi pengembangan ke depannya dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem komunikasi pada instansi PPDR di Indonesia tidak mendukung interoperabilitas dalam penangana...

  3. Analisis Mitigasi Risiko pada Supply Chain Pembuatan Sterilizier

    OpenAIRE

    Silalahi, Ezrilona

    2016-01-01

    Penanganan risiko supply chain dalam meminimalisasi waktu dan kinerja dapat dilakukan dengan pendekatan komprehensif untuk menangani semua kejadian yang menimbulkan kerugian atau disebut dengan manajemen risiko. PT. Pancakarsa Bangun Reksa merupakan perusahaan produsen sterilizer yang mengalami berbagai risiko dalam kegiatan supply chain, seperti keterlambatan tibanya bahan baku, salah tafsir pemesanan bahan baku, perjanjian terhadap supplier yang otoriter, kondisi atau jumlah bahan baku yang...

  4. Study on Spatial and Temporal Changes of Forest Cover Due to Canal Establishment in Peat Land Area, Central Kalimantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nengah Surati Jaya

    2011-01-01

    Full Text Available Artikel ini membahas tentang dampak dari pembangunan saluran irigasi terhadap distribusi spasial hutan dun lahan terbuka di eks pengembangan lahan gambut, Kalimantan Tengah. Untuk mengetahui kondisi penutupan hutan sebelum dun sesudah pembangunan saluran, digunakan citra Landrat TM rekaman tahun 1996 (sebelum pembangunan, 1998 dun 1999 (sesudah pembangunan. Hipotesis yang digunakan adalah penurunan air tanah sebagai akibat dari pembuatan saluran telah menjadi "driving force" perusakan lahan. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalahpersentase distribusi lateral dari penutupan hutan serta terbukanya lahan-lahan kosong basah maupun kering di sekitar kanal. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sistematis antara penurunan persentase penutupan hutan dun peningkatan persentase luas lahan terbuka dengan jarak dari saluran-saluran air yang dibangun, khususnya pada areal A. B dan C dimana satuan lahannya didominasi oleh lahan gambut. Penelitian ini sekaligus menggambarkan tentang peranan CIS dalam evaluasi gejala pemicu terjadinya kerusakan lingkungan.

  5. PREFERENSI PEMBIAYAAN USAHA MIKRO DAN KECIL : PERSPEKTIF GENDER DAN ENTREPRENEURABILITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khaira Amalia Fachrudin

    2013-06-01

    Full Text Available Preferensi pembiayaan dalam perusahaan besar lebih didasarkan pada karakteristik perusahaan tersebut.  Namun dalam usaha mikro dan kecil hal ini mungkin berbeda dan bergantung pada karakteristik pemiliknya seperti gender dan entrepreneurability.   Perbedaan gender mungkin juga membedakan entrepreneurability dan dukungan yang diterima.  Penelitian ini akan menguji apakah terdapat perbedaan preferensi pembiayaan berdasarkan gender, entrepreneurability berdasarkan gender dan berdasarkan preferensi pembiayaan, serta perbedaan dukungan berdasarkan gender.  Sampel dari usaha mikro dan kecil yang bergerak dalam bidang kuliner  diuji dengan uji beda Independent Sample t Test dan kemudian dengan Crosstabulation untuk lebih memperinci hasilnya.  Hasil uji menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan preferensi pembiayaan berdasarkan gender dan berdasarkan  entrepreneurability, namun entrepreneurability berbeda signifikan berdasarkan gender dan juga ditemukan bahwa dukungan moral, tenaga, dan modal yang diterima pemilik usaha pria dan wanita tidak berbeda signifikan (p value lebih kecil dari 0.05.   Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat kesetaraan gender dalam pembiayaan usaha dan entrepreneurability lebih tinggi pada pria.  Pria pemilik usaha juga mendapatkan dukungan tenaga kerja yang lebih banyak daripada wanita.  Dukungan tenaga ini adalah salah satu bentuk  financial bootstrapping karena dapat mengurangi pembiayaan usaha

  6. Penentuan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketertinggalan Kawasan Kabupaten Pamekasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riezky Ayudia Trinanda

    2013-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mngetahui faktor-faktor penyebab ketertinggalan kawasan di Kabupaten Pamekasan. Dalam Penelitian ini, menggunakan alat analisis yaitu analisis Delphi yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi ketertinggalan kawasan di Kabupaten Pamekasan berdasarkan opini/pendapat para pakar/ stakeholders dengan menggunakan variabel yang diperoleh dari hasil tinjauan pustaka tinjauan teori. Penerapan teknik Delphi ini sesuai dengan tujuan dari proses identifikasi faktor yang mempengaruhi ketertinggalan kawasan di Kabupaten Pamekasan. Responden yang digunakan dalam identifikasi faktor ini merupakan responden dari hasil analisa stakeholder berdasarkan kepentingan dan pengaruhnya. Terhadap pengembangan kawasan tertinggal di Kabupaten Pamekasan.. Berdasarkan hasil analisis, diproleh faktor-faktor yang mempengaruhi ketertinggalan kawasan

  7. Diagnosis Molekuler Virus Flu Burung-A Subtipe H5 Berdasarkan Amplifikasi Gen M dan H5 dengan Metode Onestep Simplex RT-PCR (MOLECULAR DIAGNOSIS OF AVIAN INFLUENZA VIRUS TYPE A AND SUBTYPE H5 BY AMPLIFICATION OF ITS M AND H5 GENES USING ONE STEP SIMPLEX R

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Haryanto

    2014-08-01

    Full Text Available Influenza A viruses which belong to the Family of Orthomyxoviridae are a group of viruses withsegmented ssRNA genome. The viruses can be subgroupped into many subtypes on the basis of theirsurface glycoproteins, hemagglutinin (HA and neuraminidase (NA proteins. Among the HA subtypes, H5and H7 have been found to be the most pathogenic. Conventional diagnosis of the viruses is usuallyperformed by isolation of the viruses in embryonated eggs, and hemagglutination (HA and hemagglutinationinhibition test. Although those methods are sensitive and accurate, they are time consuming and requirelaboratory facilities with high biosafety level. Commercial methods such as emzyme-linked immonosorbentassay (ELISA and immunoflurescense assay also provide a rapid result but less sensitive and specificthan conventional methods. Molecular diagnosis by amplification of M and H5 genes using one strepsimplex reverse transcriptase-polymerase chain eraction (RT-PCR provices a rapid and accurate diagnosisfor the viruses. A study was therefore conducted to evaluate the accurate and rapidity of such the moleculartests for diagnosis of avian influenza A virus, subtype H5. As many as 10 sample of the virus isolateswhich were available at the Animal Desease investigation Center in Wates, Yogyakarta, were uses in thisstudy. The virus isolates were firstly propagated in specific antigen negative (SAN chicken embryos andtested by HA/HI test. The viruses were then subjected for the RT-PCR test with varying annealingtemperatures of 500C and 520C. The result showed that all 10 isolates were type A influenza virus and 8out of 10 were influenza A subtype H5 influenza virus. RT-PCR used in this study appears to be moresensitive, rapid and accurate as compared to those by serological and isolation of the virus in embryonatedeggs.

  8. Perbedaan Kreativitas Antara Siswa Homeschooling Dengan Siswa Sekolah Reguler

    OpenAIRE

    Mardianti, Tio Enny

    2011-01-01

    Dikatakan bahwa kreativitas kurang mendapat perhatian dalam pendidikan formal, karena dalam kenyataanya masih sering dijumpai sekolah-sekolah yang cenderung hanya melatih factor ingatan, pengetahuan atau penalaran berdasarkan suatu informasi yang telah tersedia. 031301072

  9. KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP IMPLEMENTASI E-CRM PADA BINUS UNIVERSITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meyliana

    2012-05-01

    Full Text Available Industri pendidikan merupakan perusahaan jasa yang tidak sama dengan karakteristik perusahaan jasa pada umumnya karena memiliki keunikan tersendiri. Hal ini yang menyebabkan penerapan e-CRM dalam institusi pendidikan berbeda dengan perusahaan jasa lainnya. Metode penelitian menggunakan variabel Pre-Purchase, At-Purchase, Post-Purchase, e-Trust, e-Satisfaction dan e-Loyalty di mana hipotesisnya diuji berdasarkan anlisis korelasi dan anlisis regresi serta menggunakan IPA (Importance Performance Analysis untuk melihat hal-hal yang perlu ditingkatkan dengan menghitung gap analisisnya. Dari hasil pengujian didapat bahwa berdasarkan anlisis korelasi, semua hipotesis H1 (ada hubungan diterima dan berdasarkan anlisis regresi, semua hipotesis H1 (berpengaruh diterima. Berdasarkan IPA, baik untuk peningkatan prioritas pertama dan kedua, semua variabel perlu ditingkatkan.

  10. An Analysis Of Experiential Functions In Reader’s Digest Magazine’s Selected Articles

    OpenAIRE

    Duma Sari Lubis

    2009-01-01

    Skripsi ini berjudul “An Analysis of Experiential Functions in Reader’s Digest Magazine’s Selected Articles” yaitu suatu analisis mengenai enam fungsi eksperiensial yang dikaji berdasarkan Teori Halliday (Teori Linguistik Fungsional). Teori ini memiliki perhatian yang besar melalui hubungan antara bahasa dengan konteks. Berdasarkan Teori Linguistik Fungsional seperti Kress, Halliday, Stillar menyebutkan bahwa wacana merupakan domein sosial dan teks termasuk domein linguistik. Keduanya tentu s...

  11. PEMERIAN TENTANG DEIKSIS DALAM BAHASA INDONESIA (RUMUSAN TENTANG TIPE BAHASA INDONESIA)

    OpenAIRE

    Sulistyowati, Rahayu

    2010-01-01

    Tulisan ini membahas tentang rumusan tipe-tipe deiksis dalam bahasa Indonesia. Pemerian tentang deiksis dalam tulisan ini  berkaitan dengan tipologi bahasa berdasarkan pengertian tipologi struktural. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mendeskripsi bahasa, yaitu (a) bagaimana cara dan strategi menemukan tipe dan semestaan bahasa; dan      (b) temuannya (tipe dan semestaan bahasa apa saja yang diperoleh dalam pemerian itu). Berdasarkan kerangka kerja ini, dalam memerikan tentang “Deiksis...

  12. KESESUAIAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN TERHADAP ESTIMASI BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN PADA ETNIS MANDAR

    OpenAIRE

    Nurfadilla; Citrakesumasari; Syam, Aminuddin

    2015-01-01

    Data berat badan dan tinggi badan sangat diperlukan dalam penilaian status gizi dan penentuan kebutuhan zat gizi pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian (koefisien korelasi) antara BBA dengan estimasi BB berdasarkan LiLA dan TBA dengan estimasi TB berdasarkan tinggi lutut, dan rentang lengan pada usia dewasa etnis mandar. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif numerik dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan systematic random sampling, sebanyak 111 oran...

  13. KESESUAIAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN TERHADAP ESTIMASI BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN PADA USIA DEWASA ETNIS MAKASSAR KABUPATEN JENEPONTO

    OpenAIRE

    Hamid, Nursiami; Jafar, Nurhaedar; Citrakesumasari

    2015-01-01

    Data berat badan dan tinggi badan sangat diperlukan dalam penilaian status gizi, penentuan kebutuhan zat gizi pasien dan pemberian terapi seperti obat atau obat terapi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian (kofesien korelasi) antara BB dengan estimasi BB berdasarkan LiLA dan TBA dengan estimasi TB berdasarkan TILUT dan RL pada usia dewasa etnis Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif numeric dengan desain penelitian cross sectional.Teknik sampling m...

  14. Perilaku Ibu Hamil Terhadap Anemia Gizi Di Kelurahan Pasar Sungai Penuh, Kecamatan Sungai Penuh Kabupaten Dati II Kerinci Tahun 2000

    OpenAIRE

    Panjaitan, Taufik

    2012-01-01

    Pemerintah telah melaksanakan penanggulangan anemia gizi dari tahun 1980 dan diharapkan penurunan angka prevalensi anemia gizi pada ibu hamil berkisar antara 50 - 70 %, tahun 1987 terjadi penurunan prevalensi anemia gizi pada ibu hamil dari 70% menjadi 55%. Berdasarkan data SKRT 1992, terjadi peningkatan prevalensi anemia gizi pada ibu hamil dari 55% menjadi 61%. Akhir Repelita VI angka prevalensi anemia gizi pada ibu hamil menurun menjadi 40%. Berdasarkan Profit Kesehatan Propinsi Jambi t...

  15. Sistem Informasi Akademik DI SMP Swasta YAPENDAK Air Batu

    OpenAIRE

    Yudhistira, Rizky

    2010-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk membangun satu prototype sistem dan alat inventori berdasarkan sistem pendukung keputusan. Sistem ini dikembangkan menggunakan perangkat lunak Visual Basic 6 dan Microsoft Access 2003. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan adalah berdasarkan siklus hidup pengembangan sistem dengan pendekatan air terjun dan iterasinya. Sistem ini meliputi modul – modul masukan data berkaitan dengan guru, pegawai, siswa, jadwal. Objek utama dari sistem ini ad...

  16. Sistem Informasi Data Guru Dan Siswa Pada SMA Negeri 1 Tanjung Balai

    OpenAIRE

    Sabrina, Ade Eka

    2009-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk membangun suatu sistem informasi berdasarkan database manajemen sistem (DBMS). Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Visual Basic 6.0. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan adalah berdasarkan DFD. Sistem ini meliputi modul-modul masukan data berkaitan dengan data guru dan data siswa serta modul password. Objek utama sistem ini adalah untuk melihat arsitektur cara kerja sistem informasi tersebut agar kinerja pe...

  17. Sistem Informasi Pada Sekolah Menengah Pertama SMP Primbana Medan

    OpenAIRE

    Dicky Azhari Harahap

    2009-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk membangun suatu sistem informasi berdasarkan database manajemen sistem (DBMS). Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Visual Basic 6.0. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan adalah berdasarkan DFD. Sistem ini meliputi modul-modul masukan data berkaitan dengan data guru dan data siswa serta modul password. Objek utama sistem ini adalah untuk melihat arsitektur cara kerja sistem informasi tersebut agar kinerja pe...

  18. Analisis Variasi Genetik Varian Jati Arboretum dengan Penanda Mikrosatelit

    OpenAIRE

    Imas Cintamulya

    2014-01-01

    Seleksi tanaman jati untuk memperoleh sifat unggul tidak cukup melalui penanda morfologi, tetapi juga perlu digunakan penanda molekuler berdasarkan polimorfisme DNA. Berdasarkan hal ter-sebut perlu dilakukan kajian tanaman jati dari segi genetik pada level DNA, untuk melihat variasi ge-netik. Informasi variasi genetik jati diperlukan dalam pengadaan bibit untuk pembangunan hutan ta-naman industri, dengan tujuan mencegah terjadinya inbreeding dan untuk keperluan konservasi. Tujuan penelitian i...

  19. PENERAPAN BALANCE SCORECARD SEBAGAI TOLAK UKUR KINERJA PADA KPRI DI JAWA TENGAH

    OpenAIRE

    Sukardi Ikhsan

    2012-01-01

    Tujuan penelitian ini adalah menerapkan penilaian kinerja berdasarkan balanced scorecard pada badan usaha Koperasi Pegawai Republik Indonesia di Jawa Tengah, mengidentifikasi kinerja secara keseluruhan badan usaha Koperasi Pegawai Republik Indonesia di Jawa Tengah berdasarkan perspektif balanced scorecard. Responden yang yang digunakan adalah pengurus dan pengawas pada 74 KPRI di 30 Kabupaten di Jawa Tengah. Hasil penelitian ini adalah perbaikan terhadap kegiatan manajemen difokuskan pada ind...

  20. OMEGA 6

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fivi Melva Diana

    2012-09-01

    Full Text Available Kejadian gizi kurang di Indonesia dari tahun ke tahun masihtinggi Penyebab tingginya angka kejadian gizi kurang di Indonesia salah satunya diduga karena kurangnya konsumsi makanan sumber omega 6, secara alami terdapat pada minyak biji-bijian, minyakjagung dan kacang kedelai. Omega 6 merupakan asam lemak tak jenuh ganda yang mempunyai banyak manfaat terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan balita. Tulisan ini membahas tentang defenisi omega 6, sumber, klasifikasi, manfaat dan kerugian bila mengkonsumsi omega 6. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan konsumsi omega 6 dengan tumbuh-kembang anak, selain itu bagi ibu-ibu disarankan untuk memperhatikan konsumsi makanan dari sumber omega 6 guna pengoptimalan tumbuh-kembang anak. Hal ini jika terlaksana dapat memberikan dukungan terhadap program pemerintah di bidang promosi kesehatan.

  1. Karakterisasi talas (Colocasia esculenta berdasarkkan penanda morfologi dan pola pita isozim

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SAJIDAN

    2011-05-01

    Full Text Available Trimanto, Sajidan, Sugiyarto. 2011. Karakterisasi talas (Colocasia esculenta berdasarkan penanda morfologi dan pola pita isozim. Bioteknologi 8: 32-41. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (i keragaman Colocasia esculenta berdasarkan karakter morfologi; (ii keragaman C. esculenta berdasarkan pola pita isozim, dan (iiii hubungan jarak genetik berdasarkan karakter morfologi dan pola pita isozim. Survei penelitian dilakukan di Kabupaten Karanganyar, di ketinggian tinggi, sedang dan rendah. Sampel diambil menggunakan teknik random sampling purposif, mencakup 9 titik cuplikan. Data morfologi diuraikan secara deskriptif dan kemudian dibuat dendogram kekerabatan. Data pola pita isozim dianalisis secara kuantitatif berdasarkan ada atau tidaknya pita di gel, kemudian dibuat dendogramnya. Korelasi berdasarkan karakter morfologi dan pola pita isozim dianalisis berd asarkan korelasi koefisien momen-produk kriteria goodness of fit. Hasil penelitian menunjukan: (i di Karanganyar terdapat 10 varietas C. esculenta; (ii karakter morfologi tidak terpengaruh oleh ketinggian; (iii peroksidase membentuk 14 pola pita isozim, esterase membentuk 11 pola pita dan shikimate dehidrogenase membentuk 15 pola pita; (iv data morfologi dengan isozim peroksidase memiliki korelasi yang baik ( 0,893542288, sementara data morfologi dengan isozim esterase dan shikimate dehidrogenase memiliki korelasi yang sangat baik (0,917557716 dan 0,9121985446; (v data pola pita isozim mendukung data karakter morfologi.

  2. Kajian Awal tentang b Value Gempa Bumi di Sumatra Tahun 1964-2013

    OpenAIRE

    Madlazim .

    2013-01-01

    Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis tren gempa bumi di Sumatra dan kemungkinan implikasinya terhadap gempa bumi yang akan datang dengan menggunakan b value sebagai precursor. Data statistik gempa bumi yang digunakan adalah gempa bumi dengan magnitudo mulai dari 4 sampai 8,5 dan dengan kedalaman 0 sampai 70 km. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan metode statistik dengan formula empirik dari Gutenberg and Richter. Kecenderungan kejadian gempa bumi semakin menin...

  3. Pemantauan Daerah Rawan Banjir Berbasis Spasial

    OpenAIRE

    Fachri, Ridzqa

    2015-01-01

    Banjir merupakan salah satu peristiwa bencana alam yang sering melanda sejumlah negara termasuk Indonesia.Hingga saat ini kejadian banjir pun masih sulit dideteksi kemunculannya dan sulit dihindari atau dicegah kejadiannya.Oleh karena itu, untuk mengurangi kerugian-kerugian akibat banjir diperlukan suatu sistem penanggulangan banjir yang yang dapat melibatkan berbagai komponen sistem.Salah satu komponen sistem yang dapat digunakan adalah Sistem Informasi Geografis (SIG).SIG dapat dimanfaatkan...

  4. ANALISIS POLA MAKAN DAN ANEMIA GIZI BESI PADA REMAJA PUTRI KOTA BENGKULU

    OpenAIRE

    Desri Suryani; Riska Hafiani; Rinsesti Junita

    2016-01-01

    Anemia merupakan masalah gizi  yang paling utama di Indonesia. Anemia dapat disebabkan oleh penyakit infeksi, asupan zat gizi yang kurang, kehilangan darah (menstruasi) dan pengetahuan yang dimiliki. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola makan dan  kejadian anemia gizi besi pada remaja putri di Kota Bengkulu. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross cectional. Populasi seluruh remaja putri SMP dan SMA di Ko...

  5. Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Remaja Puteri Tentang Dismenorhea di SMU Negeri 3 Medan Tahun 2010

    OpenAIRE

    Nita, Hasria

    2010-01-01

    Menstruasi merupakan peristiwa yang wajar dan alami, walaupun begitu pada kenyataannya banyak wanita yang mengalami masalah menstruasi di antaranya yang sering terjadi adalah dismenorhea (nyeri selama siklus haid). Angka kejadian nyeri haid di dunia sangat besar, hampir 50% dari kaum wanita pernah mengeluh karena sakit waktu haid pada masa remaja. Biasanya gangguan ini mencapai puncaknya pada umur 17-25 tahun. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan dengan tingka...

  6. Pemodelan Numerik untuk Identifikasi Daerah Upwelling sebagai kriteria Lokasi Penangkapan Ikan di Selat Makassar

    OpenAIRE

    Mahie, Andi Galsan

    2013-01-01

    Abstrak Penelitian ini mengkaji dinamika upwelling di perairan Selat Makassar yang akan dijadikan pedoman dalam menentukan lokasi penangkapan ikan (fishing ground). Kajian ini menggunakan model hidrodinamika tiga-dimensi (3D), dengan gaya pembangkit arus: angin 6 jam-an dari National Center Environmental Prediction (NCEP) tahun 1997. Model hidrodinamika yang akan digunakan adalah model POM (Princeton Ocean Model). Dari penelitian ini diperoleh informasi yang detil tentang kejadian upwelli...

  7. HUBUNGAN PARITAS DAN USIA PERKAWINAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO LESI PRAKANKER SERVIKS PADA IBU PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKASADA II

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A.A. Gde Raka Arista Mas Putra

    2015-01-01

    Full Text Available Kanker serviks merupakan suatu proses neoplasma atau keganasan pada leher rahim. Diperkirakan 200.000 - 300.000 wanita meninggal setiap tahunnya karena penyakit tersebut terutama di negara-negara miskin. Permasalahan kanker serviks di Indonesia sangat khas yaitu banyak dan lebih dari 70% kasus ditemukan pada stadium lanjut pada saat datang ke rumah sakit. Salah satu alat skrining adanya kanker serviks adalah dengan metode IVA. Uji IVA dengan hasil positif diduga sebagai lesi prakanker. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan paritas dan usia perkawinan terhadap kejadian lesi prakanker serviks (uji IVA positif pada Ibu PUS di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional dengan pemakaian data sekunder hasil pemeriksaan IVA yang dilakukan di Puskesmas Sukasada II. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua data pada tahun 2010 – tahun 2012. Didapatkan sampel sebanyak 163 sampel dengan 31 data yang tereksklusi. Alat analisis menggunakan tabulasi silang dan untuk mengetahui hubungan variabel yang diuji menggunakan chi-square. Hasil dalam penelitian ini menunjukan: (1 Tidak terdapat hubungan paritas terhadap kejadian lesi prakanker serviks pada Ibu PUS dengan kerja Puskesmas Sukasada II (sig.  p = 0,263, (2Terdapat hubungan usia perkawinan terhadap kejadian lesi prakanker serviks pada Ibu PUS di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II (sig.  p = 0,034 dengan rasio prevalensi  = 2,11.  

  8. RANCANG BANGUN WEB SERVICE PEMBERITAHUAN DINI TERINTEGRASI VOICE OVER INTERNET PROTOCOL DAN KOMUNIKASI SELULER UNTUK KEAMANAN LINGKUNGAN PERUMAHAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Agung Ayu Putri

    2009-12-01

    Full Text Available Kejahatan, khususnya perampokan di rumah tangga di Bali akhir-akhir ini menunjukkan kecenderungan yang meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas. Secara kualitas kejahatan yang terjadi bukan hanya terbatas pada pencurian, akan tetapi sampai pembunuhan. Pengakuan seorang penjahat yang melakukan pembunuhan menunjukkan bahwa pembunuhan dilakukan bila korban melihat dan karenanya dapat mengidentifikasi penjahat. Jika dalam rumah tangga tertimpa kejadian darurat seperti perampokan atau kecelakaan, permintaan bantuan cepat bisa dilakukan dengan menekan nomor telepon tertentu yang berbeda untuk setiap kejadian dengan menggunakan telepon seluler. Melalui pengintegrasian Web Service dengan perangkat jaringan komunikasi seluler dan Voice of Over Internet Protocol (VOIP, maka pesan sms cepat bisa dikirimkan ke tetangga atau instansi terkait. Selain itu suatu perangkat lunak Open Source Software (OSS dapat menjadi solusi alternative pemakaian properiaty software. Pengembangan aplikasi menjadi sangat relevan dan penting karena adanya dukungan pemerintah Indonesia bagi pemanfaatan OSS melalui program Indonesia Goes Open Source (IGOS sejak tahun 2004. Dengan demikian diharapkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan komunikasi ini melalui permintaan bantuan cepat terhadap kejadian darurat dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan rumah tangga . Lebih jauh aplikasi system ini diharapkan bermanfaat lebih luas seperti di obyek pariwisata dan masyarakat luas umumnya.

  9. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP RISIKO KEHAMILAN “4 TERLALU (4-T” PADA WANITA USIA 10-59 TAHUN (ANALISIS RISKESDAS 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puti Sari H

    2015-01-01

    Full Text Available Abstrak Tujuan penulisan ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor tidak langsung yang dapat mempengaruhi risiko kehamilan. Desain penelitian cross sectional. Data yang dianalisis merupakan data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas tahun 2010 yang telah dilaksanakan oleh Badan Litbangkes. Unit analisis adalah ibu atau wanita usia subur (WUS yang pernah melahirkan minimal 1 anak dalam kurun waktu 5 tahun terakhir sampai dengan saat wawancara. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode logistik regresi untuk mengetahui faktor yang paling dominan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa variabel yang paling dominan dalam hubungan antara faktor tidak langsung dengan kejadian fisiko kehamilan 4-T (terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak dan terlalu dekat adalah variabel tempat tinggal  (desa/kota,  tingkat  pendidikan,  status  ekonomi,  dan  keinginan  hamil.  Ibu  yang  tinggal  di perdesaan berpeluang 1,1 kali berisiko kehamilan 4T, sementara ibu yang berpendidikan rendah (SD ke bawah berpeluang 1,4 kali untuk mengalami risiko kehamilan. Ibu dari keluarga miskin berpeluang 1,3 kali mengalami risiko kehamilan, sedangkan ibu yang sulit akses ke pelayanan kesehatan berpeluang 1,9 kali berisiko hamil dengan kondisi 4-T, dan ibu yang tidak/belum ingin hamil berpeluang 4,9 kali mengalami risiko kehamilan. Masalah risiko kehamilan lebih mungkin terjadi pada kelompok ibu yang tinggal di perdesaan, dengan tingkat pendidikan dan ekonomi rendah, dan kesulitan akses ke fasilitas kesehatan serta belum atau tidak menginginkan kehamilannya. Oleh sebab itu diperlukan pemerataan program jamkesmas agar keluarga tidak mampu dan yang tinggal di perdesaan semakin mudah untuk mendapat  pelayanan  kesehatan.  Selain  itu  memprioritaskan  pembangunan  fasilitas  kesehatan  dan penyediaan tenaga kesehatan di perdesaan, dan juga penyuluhan tentang cara mengatur kehamilan yang sehat.Kata kunci : risiko kehamilan, WUS, 4-TAbstract The purpose

  10. Henoch-Schönlein purpura in children: its relation to oral and to oral and oral and dental health

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arlette Suzy Puspa Pertiwi

    2012-09-01

    Full Text Available > Background: Henoch-Schönlein purpura (HSP is a rare systemic small vessel vasculitis, which commonly occur in childrenbetween 2 and 10 years of age. The course of the disease is often self-limiting, although may manifest long-term renal morbidity. Theseverity of renal involvement decides about the prognosis of this disease. Many factors can trigger the disease attack, which is the mostcommon is bacterial invasion. Since the oral cavity is often refer as infectious foci to other part of the body, it seemed rationally tobe part that contribute the course of disease, thus management of these infectious foci, if possible, gives rise to an astoundingly goodprognosis. Purpose: This paper will describe a review on HSP and the possible association with oral and dental health since it mightbe related to the prognosis of HSP. reviews: Rashes in children are common; they may develop a rash after prescription of antibiotics.Nevertheless there are some childhood diseases that may manifest a rash presentation, such as HSP. It is important for pediatric dentistto have knowledge about HSP and consider the possibility of dental treatment or disease as potential triggers. Conclusion: Oral anddental condition may be the trigger cause of HSP attack. Therefore, it is important for pediatric dental practitioner to be aware of thecourse of the disease in order to limit the expanding complications.> latar belakang: Henoch-Schönlein purpura (HSP merupakan vaskulitis pembuluh darah kecil sistemik yang jarang terjadi danbiasanya menyerang anak usia 2 hingga 10 tahun. Penyakit tersebut seringkali dapat sembuh sendiri, tetapi pada jangka panjangdapat bermanifestasi dengan morbiditas ginjal. Keparahan keterlibatan ginjal menentukan prognosis penyakit. Banyak faktor yangdapat memicu serangan penyakit, tersering adalah invasi bakteri. Karena rongga mulut sering kali merupakan fokus infeksi terhadapbagian lain dari tubuh, maka mempunyai peluang sebagai faktor pemicu

  11. Analisis Safety System dan Manajemen Risiko pada Steam Boiler PLTU di Unit 5 Pembangkitan Paiton, PT. YTL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luluk Kristianingsih

    2013-09-01

    Full Text Available Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU merupakan pembangkit listrik yang banyak digunakan di Indonesia. Salah satu bagian dari sistem PLTU yang memiliki risiko bahaya tinggi adalah boiler, oleh karena itu diperlukan adanya analisis bahaya dan safety system sebagai langkah pencegahan bahaya pada boiler. Analisis bahaya dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode HAZOP. Node yang dipakai adalah economizer, steam drum, superheater, dan reheater yang merupakan komponen utama penyusun boiler. Guide word dan deviasi ditentukan berdasarkan control chart yang dibentuk oleh data proses masing-masing komponen selama bulan Maret 2013. Estimasi likelihood dilakukan berdasarkan data maintenance dari work order PT YTL selama 5 tahun, sedangkan estimasi consequences dilakukan berdasarkan kriteria risiko yang ditimbulkan serta berdasarkan control chart. Hasil perkalian likelihood dan consequences dengan risk matrix menghasilkan kriteria risiko dari komponen. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil bahwa komponen yang memiliki risiko bahaya paling besar adalah level transmitter steam drum dengan deviasi berupa less level, yaitu dengan kriteria likelihood adalah A dan consequences 4, sehingga risiko bernilai extreme. Selain itu, risiko extreme juga terdapat pada pressure transmitter outlet superheater, dengan likelihood B dan consequences 4. Untuk menurunkan risiko, maka dilakukan perawatan dan kalibrasi secara rutin, serta penambahan redundant transmitter. Bahaya paling besar pada seluruh node adalah adanya kebakaran. Oleh karena itu, dilakukan analisis emergency response plan untuk kebakaran yang mencakup peta evakuasi, tugas dan tanggungjawab tiap personel, langkah pencegahan, serta langkah penanganan.

  12. PENGEMBANGAN DESAIN KAPAL LNG DENGAN CARGO CONTAINMENT SYSTEM TIPE MEMBRAN BENTUK PRISMATIK SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF KEBUTUHAN ALAT TRANSPORTASI GAS ALAM CAIR DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Fauzan Zakki

    2014-10-01

    Full Text Available Distribusi dengan menggunakan jaringan pipa memiliki beberapa kelemahan yaitu biaya investasi yang sangat tinggi dan bersifat tetap (Fixed Distribution System, sehingga apabila terjadi menurunnya kapasitas produksi LNG atau habisnya cadangan LNG, maka instalasi pipa menjadi sampah konstruksi yang memerlukan biaya pembongkaran instalasi. Berdasarkan kondisi ini penelitian difokuskan pada pengembangan desain hullform kapal LNG tipe membran prismatik dalam menunjang pengembangan desain kapal LNG yang sesuai dengan karakteristik potensi gas alam cair. Linear regression method, geosim procedure method dan cube root format method, digunakan untuk menentukan besarnya ukuran utama. Analisis hidrostatik, perhitungan hambatan, stabilitas dan olah gerak kapal dilakukan untuk mengetahui kinerja dari hullform yang telah dikembangkan. Berdasarkan hasil evaluasi dari kinerja hullform yang diusulkan, hullform bulbous bow memiliki kinerja yang lebih baik dibanding hullform non bulbous bow. Namun berdasarkan kriteria regulasi, kedua desain yang diusulkan layak dan aman untuk digunakan sebagai alternatif hullform pada kapal LNG tipe membran prismatik.

  13. The frequency of bottle feeding as the main factor of baby bottle tooth decay syndrome

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Fahlevi Rizal

    2010-03-01

    . Beberapa faktor menjadi resiko kejadian SKB dan belum diketahui faktor resiko utama kejadian karies khususnya di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini dilakukan guna mendapatkan data yang berhubungan dengan kebiasaan minum susu botol pada anak usia 3-5 tahun di Indonesia serta resiko kejadian karies yang ditimbulkannya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan dengan metode pemeriksaan klinis melalui pencatatan status karies (deft setiap anak oleh dokter gigi anak serta pengisian kuesioner yang dilakukan oleh orang tua untuk menentukan faktor resiko kejadian SKB. Pengamatan dilakukan pada 62 orang anak usia 3-5 tahun yang mempunyai kebiasaan minum susu botol sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Hasil pemeriksaan klinis dan kuesioner memberikan gambaran status karies yang bervariasi. Data yang didapat dari penelitian ini menjelaskan, bahwa frekuensi minum susu botol lebih dari dua kali menyebabkan SKB 2.27 kali lebih besar dibandingkan dengan beberapa faktor lain, seperti menjadikannya pengantar tidur, lamanya mengonsumsi, dan riwayat minum ASI. Kesimpulan: Susu sebagai subtrat mungkin dapat dijadikan alasan kejadian karies akan tetapi yang menjadi resiko utama kejadian adalah frekuensi konsumsi susu botol itu sendiri. Kondisi ini dapat dihubungkan dengan modulasi substrat terhadap perkembangan kolonisasi bakteri di permukaan gigi, sehingga secara tidak langsung juga mempengaruhi virulensinya.

  14. Prediksi Ignition Delay Mesin Diesel Berbahan Bakar Ganda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arifin Siagian

    2013-01-01

    Full Text Available Pada mesin diesel ada tenggang waktu antara sejak dimulainya penginjeksian solar (periode injeksi ke dalam silinder bakar mesin, kemudian terbentuk campuran udara+embun solar sampai terjadi titik api yang mula-mula atau periode pengapian. Tenggang waktu atau keterlambatan pengapian ini disebut ignition delay. Ignition delay adalah suatu parameter yang sangat berpengaruh terhadap awal sampai akhir proses pembakaran di dalam silinder bakar mesin, oleh sebab itu sangat menentukan performa dan emisi gas buang mesin. Pada pengujian di sini, sebagai mesin berbahan bakar ganda.Bahan Bakar Gas (BBG, yaitu; propana, metana, dan hidrogen masing-masing dialirkan ke dalam silinder bakar mesin diesel konvensional, setelah bercampur dengan udara oleh sebuah mixer yang ditempatkan di dalam intake port. Kemudian bahan bakar solar disemprotkan langsung ke dalam silinder mesin dengan jumlah kecil (hanya sebagai pemicu api saja, dan ignition delay solar yang diinjeksikan tersebut dengan periode injeksi yang bervariasi dianalisis dan dievaluasi. Pada penelitian ini telah dilakukan dan ditemukan model perhitungan untuk memprediksi ignition delay, yaitu dengan menerapkan persyaratan autoignition Livengood-Wu (Livengood dan Wu, 1955. Dengan didapatkannya model perhitungan untuk memprediksi ignition delay ini maka diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan akurasi hasil yang didapat di dalam penelitian pada level simulasi khususnya pada bidang mesin diesel.

  15. TINJAUAN KEADILAN SOSIAL TERHADAP HUKUM TATA PANGAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulhani Hermawan Hermawan

    2013-02-01

    Full Text Available This paper tries to explore the perspectives of social justice concepts for food laws in Indonesia, especially food and farm. The analysis begin with critical study about positive Laws in Indonesia on food and farm. This is followed by critical study for Regulation of Government on food and farm. Philosophical study of justice and injustice, the facts of injustice for majority of Indonesian farmers, are used to look critically how the positive laws on food and farm become the trigger of the injustice. Tulisan ini mengungkap perspektif keadilan sosial terhadap Hukum Tata Pangan di Indonesia, terutama pangan dan pertanian. Analisis dimulai dengan studi kritis terhadap Undang-Undang di Indonesia tentang tata pangan dan pertanian lalu diikuti dengan studi kritis terhadap beberapa Peraturan Pemerintah yang terkait dengan UU tersebut. Kajian filosofis soal keadilan dan ketidakadilan serta beberapa fakta tentang ketidakadilan yang diderita oleh mayoritas petani Indonesia, dipakai untuk menyoroti secara kritis bagaimana hukum positif tentang tata pangan dan pertanian justru menjadi pemicu ketidakadilan tersebut.

  16. INFOGRAFIS SEBAGAI BAHASA VISUAL PADA SURAT KABAR TEMPO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Taufik

    2012-11-01

    Full Text Available Infografis merupakan sebuah bahasa visual yang sering kita jumpai pada surat kabar.  Komunikasi dengan menggunakan gambar, membuat seseorang dapat memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya. Penyampaian informasi yang berkembang melalui sebuah gambar, membuat pesan yang disampaikan, akan lebih bersifat kronologis seperti kejadian di lapangan, dan gambar bisa membuat pembaca seolah-olah hadir pada peristiwa itu, sehingga kabar peristiwa tersebut mudah untuk disampaikan kepada orang lain. Selain itu infografis pada surat kabar memiliki daya tarik tersendiri tanpa mengurangi kredibilitas berita tersebut. Kata kunci : Infografis,  Surat Kabar, berita.

  17. INFEKSI LEPTOSPIROSIS DENGAN GEJALA JAUNDICE DAN ACUTE KIDNEY INJURY: SEBUAH LAPORAN KASUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Ade Sukma Gautama

    2015-01-01

    Full Text Available Infeksi leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh mikro organisme dari genus Leptospira. Penularan penyakit ini melalui kontak langsung ataupun tidak langsung dari urin hewan yang terinfeksi. Angka perkiraan kejadian infeksi leptospirosis di dunia antara 100 per 100.000 populasi pada grup yang berisiko tinggi, dengan proporsi angka kematian mencapai 22%, tepatnya penanganan yang diberikan akan menurunkan angka kematian akibat infeksi ini dan komplikasi yang lebih berat yang dapat terjadi seperti Weil disease. Laporan kasus ini membahas tentang infeksi leptospirosis pada seorang laki-laki berusia 21 tahun disertai pemeriksaan serologi antibodi leptospira menunjukkan hasil positif. Pada pasien ini dilakukan penanganan berupa hemodialisa cito dan pemberian antibiotik ceftriaxone.

  18. Penerapan E-Learning Moodle untuk Pembelajran Siswa yang Melaksanakan Prakerin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zyainuri Zyainuri

    2013-01-01

    Full Text Available Abstrak: Penerapan E-Learning Moodle untuk Pembelajran Siswa yang Melaksanakan Prakerin. Penelitian ini bertujuan untuk : (1 mengembangkan e-learning memperbaiki alat reproduksi sinyal audio video CD (2 mengetahui kelayakan e-learning yang dihasilkan sebagai sumber belajar siswa, dan (3 mengungkap keefektifan e-learning terhadap pencapaian hasil belajar siswa kelas XI teknik elektronika SMK Negeri 5 Banjarmasin yang melaksanakan Prakerin.Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1 e-learning yang dikembangkan dengan LMS Moodle melalui tiga tahapan, yaitu : perencanaan, desain, dan pengembangan. E-learning menyajikan materi standar kompetensi memperbaiki alat reproduksi sinyal audio video CD untuk siswa kelas XI Teknik Elektronika yang sedang melaksanakan Prakerin, (2 e-learning tersebut layak digunakan pada siswa kelas XI Teknik Elektronika SMK N 5 Banjarmasin yang melaksanakan Prakerin. Kelayakan e-learning berdasarkan ahli materi termasuk katogori baik dengan skor rerata 3,98, berdasarkan ahli media termasuk katogori baik dengan skor rerata 3,90  berdasarkan uji beta termasuk kategori sangat baik dengan skor rerata 4,15, dan berdasarkan uji produk  termasuk kategori baik dengan skor rerata 3,90, (3 Penggunaan e-learning untuk siswa kelas XI Teknik Elektronika SMK Negeri 5 Banjarmasin yang melaksanakan Prakerin efektif meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Hal ini terbukti dengan perbedaan skor peningkatan pretest  ke posttest untuk kedua kelas tersebut sebesar 13,24. Kata kunci : pengembangan e-learning, prakerin

  19. Reuse dan Reduce dalam Penciptaan Aksesoris Multifungsi Berbahan Tekstil

    OpenAIRE

    Alfi Luviani

    2014-01-01

    Penciptaan aksesoris multifungsi dipandang penting di tengah gempuran produkaksesoris mass production dari China yang menyerbu konsumen Indonesia. Aksesorismultifungsi berbahan tekstil dengan konsep reuse dan reduce berdasarkan ide ecofriendly ini mencoba menawarkan sebuah alternatif dalam suatu produk aksesoris,serta turut serta berpartisipasi dalam ide karya seni yang ramah lingkungan.Metode yang dipakai dalam pembuatannya adalah eksplorasi, eksperimen, danmelalui proses perwujudan. Pencipt...

  20. Pengaruh Citra Merek dan Reputasi Perusahaan Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Samsung pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Tarigan, Roy Marthin

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh citra merek dan reputasi perusahaan terhadap pengambilan keputusan pembelian smartphone Samsung pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan yakni dengan metode observasi, kuesioner dan studi kepustakaan yang dilakukan secara sistematik berdasarkan tujuan penelit...

  1. Analisis Kinerja Supplier Bahan Baku Menggunakan Integrasi Supply Chain Operations Refrence dan Analytic Hierarchy Process PT. Asia Raya Foundry

    OpenAIRE

    Jati, Wahyu Listyo

    2015-01-01

    Persaingan bisnis yang semakin cepat menuntut PT. Asia Raya Foundry sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur pengecoran logam untuk produksi spare part mesin pabrik perkebunan dan alat berat harus memperhatikan keinginan konsumen terhadap produk. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat keluhan dari pabrik terhadap pasokan bahan baku langsung yang diperoleh dari supplier sehingga menyebabkan adanya keterlambatan dalam penyelesaian produk. Gangguan yang disebabkan ...

  2. PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE PADA SUB POKOK BAHASAN KALOR UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP

    OpenAIRE

    U. Kulsum; N. Hindarto

    2012-01-01

    Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di salah satu SMP, menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Untukmengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model Learning Cycle. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikanbagaimana penerapan model Learning Cycle dalam melatih keaktifan siswa dan mengetahui dampak penerapan model LearningCycle pada sub pokok bahasan kalor terhadap keaktifan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang berhasildilaksana...

  3. Asuhan Keperawatan pada Ny. O dengan Prioritas Masalah Kebutuhan Dasar Mobilisasi di RS dr. Pirngadi Medan

    OpenAIRE

    Yulita S, Herti Tri

    2016-01-01

    Manusia mempunyai kebutuhan tertentu yang harus dipenuhi secara memuaskan melalui proses homeostasis, baik fisiologis maupun psikologis. Adapun kebutuhan merupakan suatu hal yang sangat penting, bermanfaat atau diperhatikan untuk menjaga homeostasis dan kehidupan itu sendiri(Mubarak dan Chayatin, 2007). Berdasarkan teori Abraham Maslow (1950) tentang kebutuhan dasar manusia dan membagi menjadi lima kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan dan rasa aman, kebutu...

  4. MODEL PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DI SMAN 1 BAMBANGLIPURO KABUPATEN BANTUL DIY

    OpenAIRE

    Lantip Diat Prasojo; Udik Budi Wibowo

    2014-01-01

    Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pada studi awal peneliti yang menemukan permasalahan yang terkait dengan minimnya model pengelolaan pembelajaran berbasis web pada SMAN 1 Bambanglipuro Kabupaten Bantul DIY. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pembelajaran berbasis web pada SMAN 1 Bambanglipuro Kabupaten Bantul DIY. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan model pembelajaran berbasis web dan mu...

  5. PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI BERBASIS INFORMATION AND COMMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) PADA SEKOLAH UNGGULAN DI KOTA SEMARANG

    OpenAIRE

    Agus Wahyudin; Kiswanto -

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi akuntansi pada sekolah unggulan di wilayah kota Semarang yang berdasarkan pada kebutuhan user, mengakomodir kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta mengacu pada ISO 9001. Metode penyusunan sistem informasi akuntansi menggunakan model information sistem development methods. Analisis identifikasi kebutuhan informasi akuntansi menggunakan mix method, dengan mengkolaborai persepsi stakeholder sekolah...

  6. Resin adhesif Sebagai Bahan Kaping Pulpa Secara Langsung

    OpenAIRE

    Julitha Dewi

    2008-01-01

    Penggunaan Kalsium Hidroksida sebagai bahan kaping pulpa secara langsung telah terbukti dapat menyebabkan timbulnya celah mikro sehingga mengakibatkan kegagalan perawalan. Berdasarkan beberapa penelitian, bahan resin adhesi yang dapat digunakan sebagai bahan kaping pulpa secara langsung adalah yang terdiri dari kombinasi Polyethylene Glycidyl Methacrylate (PEGDMA), Glutaraldehid 5% dan Bisphenol-Glycidyl Methacrylate (13is-GMA), kombinasi 4-Methacryloxyethyl Trimelliatate Anhydride (4-META),...

  7. Pengaruh Current Industry Relative Performance, Future Industry Relative Performance Dan Leverage Terhadap Praktik Manajemen Laba (Studi Komparasi Tiga Bank Konvensional Dan Tiga Bank Syariah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surya Wahyudi

    2014-03-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif qualitative yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari Current Industry Relative Performance (CRP, Future Industry Relative Performance (FRP dan Leverage (DEBT terhadap praktik manajemen laba pada Perbankan Indonesia. CRP, FRP dan DEBT diukur dengan mengggunakan rasio keuangan. Manajemen laba diukur dengan menggunakan total akrual. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan karakteristik data time series yang berupa laporan keuangan triwulan bank (BM, BRI, BSM, BMI, dan BSMI tahun 2004 sampai dengan 2008. Dengan menggunakan regresi berganda dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bank konvensional berdasarkan Uji Simultan, peubah CRP, FRP dan DEBT mempengaruhi praktik manajemen laba (AD, sedangkan berdasarkan Uji Parsial, hanya peubah CRP dan DEBT yang mempengaruhi praktik manajemen laba. Pada bank syariah, berdasarkan uji Simultan, peubah CRP, FRP, dan DEBT tidak ada yang mempengaruhi praktik manajemen laba (AD, sedangkan berdasarkan Uji Parsial, peubah CRP, FRP dan DEBT tidak mempengaruhi praktik manajemen laba.JEL Classification : G21, M12, M40Kata kunci : Current Industry Relative Performance (CRP, Future Industry Relative Performance (FRP, Leverage (DEBT, Manajemen Laba (Accrual Discretionary

  8. SIMULASI GROUP TECHNOLOGY SYSTEM UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA MATERIAL HANDLING DENGAN METODE HEURISTIC

    OpenAIRE

    Much Djunaidi; Munajat Tri Nugroho; Johan Anton

    2006-01-01

    Group Technology System merupakan metode pengaturan fasilitas produksi (machine groups) yang dibutuhkan untuk memproses suatu part family tertentu ke dalam sel-sel manufaktur. Pengaturan tata letak di CV. Sonytex yang berdasarkan process layout mengakibatkan perusahaan menghadapi permasalahan berupa tingginya kebutuhan material handling. Salah satu kriteria kinerja dalam pembentukan sel manufaktur pada GTS adalah meminimasi total jarak material handling, sehingga dapat mengurangi biaya materi...

  9. Pemberian Remisi (Pengurangan Hukuman)Dalam Pelaksanaan Pembinaan Narapidana (Penelitian Di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II-A Tanjung Gusta Medan)

    OpenAIRE

    Lisken Pangaribuan

    2008-01-01

    Remisi sebagai salah satu motivasi dalam melaksanakan program pembinaan bagi narapidana yang juga sekaligus merupakan hak dari narapidana. Konsepsi ini terwujud sebagai pembaharuan dari pidana penjara ke dalam system pemasyarakatan. Sistem pembinaan narapidana yang dikenal dengan nama pemasyarakatan yang mulai dikenal pada tahun 1964, mengalami perubahan dari sistem kepenjaraan berdasarkan Reglemen Penjara 1917 Nomor 708, kepada sistem pemasyarakatan dan diimplementasikan dengan keduanya Unda...

  10. DETERMINAN TRUE DISCOUNT DAN MARKET REACTIONS PENAWARAN SAHAM

    OpenAIRE

    Muniya Alteza

    2013-01-01

    Abstrak: Determinan True Discount dan Market Reactions Penawaran Saham. Penelitian ini bertujuan menguji beberapa variabel sebagai determinan initial return penawaran saham perdana. Initial return dihitung dalam dua komponen, true discount dan market reaction. Determinan true discount dan market reactions dipilih berdasarkan hipotesis asimetri informasi dan hipotesis aftermarket liquidity. Total sampel yang dikumpulkan mencakup 40 penawaran saham perdana periode 2005-2008. Teknik analisis dat...

  11. MEMBANGUN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DALAM BISNIS

    OpenAIRE

    Suparto Darudiato; Chiko Novianto; Hendra; Reynaldo; Selvi

    2011-01-01

    Customer relationship management dapat dijadikan alat oleh perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya agar mendapat perhatian dari customer dan pasar. Paper ini disusun berdasarkan penelitian yang menggambarkan hubungan bisnis dan pengaruh pelanggan terhadap perusahaan, serta bagaimana sebuah customer relationship management dapat membantu perusahaan dalam meraih pangsa pasar. Data dan informasi dalam studi ini didapatkan dari studi pustaka yang mengacu pada buku referensi dan jurnal yang berhu...

  12. Studi Implementasi Lean Six Sigma dengan Pendekatan Value Stream Mapping untuk Mereduksi Idle Time Material pada Gudang Pelat dan Profil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wawan Widiatmoko

    2013-03-01

    Full Text Available Peningkatan volume kegiatan industri maritim di Indonesia menuntut industri perkapalan di daerah Surabaya untuk lebih meningkatkan pelayanan baik berupa bangunan baru maupun reparasi kapal. Berdasarkan hal tersebut galangan harus mampu mengelola proses produksi dengan baik sehingga menghasilkan keuntungan yang maksimum. Salah satunya adalah proses inventory dan transport of materials yang efektif. Tugas akhir bertujuan untuk mengetahui sistem inventori yang diterapkan oleh perusahaan yang dijadikan sampel serta idle time material pelat dan profil yang ada di gudang bahan baku dengan menggunakan metode lean six sigma dengan pendekatan value stream mapping. Dari hasil perhitungan menggunakan diperoleh nilai sigma perhitungan idle time sebesar 0.1976 sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan nilai sigma pengadaan material itu sendiri. Berdasarkan hasil analisa penyebab adanya idle time dengan menggunakan RCA diperoleh beberapa faktor yaitu : rendahnya nilai sigma penggunaan material, tidak tercapainya target pengerjaan pada proses fabrikasi, proses pengadaan material yang tidak mempertimbangkan strategi proses pembangunan kapal. Dengan penerapan lean six sigma dengan pendekatan value stream mapping dihasilkan usulan perbaikan proses inventori di perusahaan antara lain : meningkatkan nilai sigma penggunaan material, melakukan strategi pembelian material sesuai strategi pembangunan kapal berdasarkan zona, memperbaiki kerjasama dengan supplier material pelat dan profil. Pembuatan future state mapping mendapatkan usulan perbaikan dengan pembuatan perencanaan pengadaan material dengan mempertimbangkan strategi pembangunan kapal berdasarkan zona pembangunannya. Diperoleh strategi pengadaan material yang dilakukan sebanyak 4 kali order.

  13. Sistem Pengolahan Data Penduduk Pada Kelurahan Wek I Padang Sidempuan

    OpenAIRE

    Munandar, Haris

    2014-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan serta memperbarui sistem pemrosesan data berdasarkan sistem informasi. Sistem ini dikembangkan menggunakan perangkat lunak Visual Studio 2008. Dengan demikian, perancangan suatu sistem informasi memerlukan data dan informasi yang akurat agar sistem informasi yang dirancang dapat memenuhi kebutuhan sesuai yang diinginkan. Untuk itu penulis akan membahas Sistem Informasi Kependudukan Di Kelurahan Wek I Padang Sidempuan. 102406268

  14. Sistem Informasi Kepegawaian Di Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia Menggunakan Visual Basic 6.0

    OpenAIRE

    Ramadhani, Rina

    2010-01-01

    Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan serta memperbaharui sistem pemrosesan data berdasarkan sistem informasi. Sistem ini dikembangkan menggunakan perangkat lunak Microsoft Visual Basic 6.0. Dengan demikian, perancangan suatu sistem informasi memerlukan data dan informasi yang akurat agar sistem informasi yang dirancang dapat memenuhi kebutuhan sesuai yang diinginkan. Untuk itu penulis akan membahas Sistem Informasi Kepegawaian Di Kelurahan Sari Rejo Kacamatan Medan Polonia Mengguna...

  15. Perbandingan Efektivitas Penelusuran Bidang Ilmu Perpustakaan Menggunakan Search Engine Google Dengan Search Engine Yahoo

    OpenAIRE

    Nasution, M. Syafii

    2011-01-01

    Penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi pada Search Engine Google dengan Yahoo pada bulan Agustus sampai bulan Desember 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hasil temuan bidang Ilmu Perpustakaan dengan subjek yang diambil dari Library Of Congress Subject Heading (LCSH) 2009. Berdasarkan analisis penelitian yang telah dilakukan terhadap penelusuran informasi ilmiah bidang ilmu perpustakaan dengan menggunakan pencarian bebas pada Search Engine Google deng...

  16. Analisis Transformasi Ekonomi Di Propinsi Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Abdiyanto

    2007-01-01

    Transformasi ekonomi adalah proses perubahan struktur ekonomi, ditandai dengan pergeseran dari satu sektor ekonomi kepada sektor ekonomi lainnya yang dapat mempengaruhi perubahan Product Domestic Regional Bruto pada suatu negara atau suatu daerah, berdasarkan ken,yataan pada saat ini perlu melihat proses transformasi ekonomi di Propinsi Sumatera Utara, oleh Abdiyanto D0300615

  17. Dhenggung Asmarandana dan Dhegung Banten: Sebuah Komparasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh -

    2013-11-01

    Full Text Available The Comparation of Dhenggung Asmarandana and Dhegung Banten. Penelitian ini membahas perbandinganantara gending Dhenggung Asmaradana gaya Surakarta dengan gending Dhegung Banten gaya Yogyakarta.Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua gending memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaankeduanya terletak pada laras, pathet, bentuk gendhing, struktur gendhing, serta balungan gending. Sedangkanperbedaannya hanya pada nama dan garap tabuhan bonang.

  18. DETERMINAN KESIAPAN GURU EKONOMI SMA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN PURBALINGGA

    OpenAIRE

    Arina Tri Astuti; Heri Yanto

    2015-01-01

    Berdasarkan observasi awal, diketahui bahwa 75% guru ekonomi SMA belum siap dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Selain itu, terdapat kendala dalam implementasi kurikulum 2013 yakni kurangnya fasilitas yang mendukung dan kurangnya pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kompetensi guru, pelatihan, fasilitas sekolah, kepemimpinan kepala sekolah dan peran pengawas sekolah terhadap kesiapan guru ekonomi SMA dalam implementasi kurikulum 2013 di Kab...

  19. IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA AUDITORIK

    OpenAIRE

    S. R. Yunus; I. G. M. Sanjaya; B. Jatmiko

    2013-01-01

    Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa auditorik dengan mengimplemetasikan pembelajaran fisika berbasis guided inquiry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik sesuai dengan RPP, (2) peningkatan hasil belajar kognitif baik produk maupun proses siswa meningkat dengan baik, dan (3) respons siswa terhadap pembelajaran positif. Berdasarkan hasil temuan dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran fisika berbasis guid...

  20. Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Perpustakaan dengan Menggunakan Metode LibQual (Studi Kasus pada Perpustakaan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh)

    OpenAIRE

    Siahaan, Fajar Alam

    2011-01-01

    Siahaan, Fajar Alam. 2010. Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Perpustakaan dengan Menggunakan Metode LibQual (Studi Kasus pada Perpustakaan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh). Penelitian ini dilakukan di perpustakaan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada bulan Juni 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan perpustakaan pada perpustakaan Universitas Syiah Kuala berdasarkan harapan dan persepsi pengguna. Metode yang digun...

  1. Evaluasi Kualitas Layanan Perpustakaan dengan Menggunakan LibQual (Studi Kasus pada Perpustakaan Universitas Negeri Padang)

    OpenAIRE

    Manita, Rika Jufriazia

    2011-01-01

    Penelitian ini dilakukan di perpustakaan Universitas Negeri Padang pada bulan Februari 2011. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan yang diberikan perpustakaan Universitas Negeri Padang yang di berikan kepada mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan karakteristik dari kualitas layanan perpustakaan. Metode LibQual+™ digunakan untuk mengukur kualitas layanan perpustakaan berdasarkan tiga dim...

  2. Secondary infection and Den-3 serotype most common among dengue patients: a preliminary study

    OpenAIRE

    Mara Ipa; Endang P Astuti

    2012-01-01

    Latar belakang: Faktor risiko keparahan penyakit DBD meliputi virulensi virus, genetik, jenis infeksi, usia, status gizi, dan riwayat penyakit penyerta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui beberapa karakteristik yang dominan penderita infeksi virus dengue berdasarkan derajat keparahannya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data derajat keparahan infeksi virus dengue, jenis infeksi dan pen...

  3. EKSPLORASI ESENSI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY UNTUK MENGAPLIKASIKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL MASYARAKAT DALAM BINGKAI SOCIAL COGNITIVE THEORY DAN SOCIETAL WEALTH CONCEPT

    OpenAIRE

    Darwis Said; Alimuddin; Pontoh, Grace T; Sri Sundari

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan esensi Corporate Social Resposibility (CSR) untuk mengaplikasikannya dalam bentuk tanggung jawab sosial masyarakat. Aplikasi esensi CSR dalam bentuk tanggung jawab sosial masyarakat diharapkan sebagai sarana efektif dan humanistik dalam menginternalisasi sosial costs, meningkatkan social income, dan mendorong terjadinya transfer kesejahteraan masyarakat. Eksplorasi didasarkan pada teori kognitif sosial berdasarkan asumsi bahwa manusi...

  4. SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN DAN TUJUAN PERUSAHAAN (SEBUAH TINJAUAN TEORI KONTINJENSI)

    OpenAIRE

    Ifah Lathifah

    2014-01-01

    Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara teori kontinjensi dengan sistem pengendalian manajemen. Berdasarkan pengembangan dan isi teori ini memiliki argumen bahwa teori kontingensi mengandalkan materi dicey dan dengan sedikit model menafsirkan. Sistem akuntansi manajemen tergantung pada faktor situasional yang ada di masing-masing situasi. Dalam penelitian akuntansi manajemen, pendekatan kontingensi diperlukan untuk mengevaluasi faktor-faktor kondisional yang menyebabkan sistem...

  5. KEEFEKTIFAN METODE SCHOOLYARD INQUIRY TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SCIENCE VOCABULARY

    OpenAIRE

    S. D. Pamelasari; M. Khusniati

    2014-01-01

    Tantangan yang harus dihadapi dalam mengajar Bahasa Inggris di pada mahasiswa selain jurusan Bahasa Inggris adalah tingkat pemahaman kosakata yang rendah. Hal tersebut berpengaruh pada pemahaman materi mereka, berdasarkan permasalahan tersebut metode schoolyard inquiry digagas untuk membantu meningkatkan pemahaman mereka dalam memahami science vocabulary sebagai metode alternative untuk membantu mereka belajar. Schoolyard inquiry adalah metode belajar kosakata secara mandiri di luar kelas. Ha...

  6. Penjadwalan Produksi dengan Algoritma Genetik untuk Meminimisasi Makespan di PT. Sumatera Timberindo Industry

    OpenAIRE

    Simamora, Recky Yohany Pantra

    2016-01-01

    PT. Sumatera Timberindo Industry bergerak di bidang manufaktur kayu olahan yang berfokus pada pembuatan daun pintu. Perusahaan berproduksi secara flow shop berdasarkan pesanan yang masuk (make to-order). PT. Sumatera Timberindo Industry mengalami keterlambatan dalam penyampaian pesanan kepada konsumen. Penjadwalan produksi selama ini menggunakan aturan First Come First Served (FCFS). Penjadwalan dengan pendekatan Algoritma Genetik diajukan dalam penelitian ini untuk memperoleh urutan penjadw...

  7. PERAN STRES KERJA DAN KEPUASAN KERJA UNTUK MENGURANGI TURNOVER INTENTION

    OpenAIRE

    Syarifah Nazenin; Palupiningdyah Palupiningdyah

    2014-01-01

    Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh variabel stres kerja dan kepuasan kerja pada turnover intention karyawan tetap bagian produksi. Sampel penelitian ini adalah 86 responden, menggunakan metode Slovin dengan teknik probability sampling dengan jenis proportionate random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh positif signifikan pada turnover intention. Kemudian, kepuasan kerja berpengaruh negatif signifikan. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa ...

  8. STUDI BANDING PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN METODE HISTORICAL COST ACCOUNTING DAN GENERAL PRICE LEVEL ACCOUNTING PADA MASA INFLASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    David Sukardi Kodrat

    2006-01-01

    Full Text Available Generally, Financial Statements are based on Historical Cost Accounting (HCA that assumes that prices are stable. Actually, there are several methods on accounting for the effect of changing prices, such as Current Cost Accounting (Replacement Cost Accounting and Constant Dollar Accounting or General Price Level Accounting (GPLA. GPLA will do restatement the components of financial statement to be a rupiah on a similar level of purchasing power, but without changes in accounting principles which using on conventional accounting. Financial statements made by GPLA are comparing to financial statements made by HCA. Both of financial statements are analysis with NOD (Number of Dollar attribute to know that financial statements are interpretative and analysis with COG (Command of Good attribute to know that financial statements are relevant. Abstract in Bahasa Indonesia : Laporan keuangan disusun berdasarkan metode Historical Cost Accounting (HCA yang menggunakan asumsi nilai tukar stabil. Beberapa metode akuntansi yang memperhitungkan perubahan nilai tukar seperti Current Cost Accounting (Replacement Cost Accounting dan Constant Dollar Accounting atau General Price Level Accounting (GPLA. GPLA menyajikan komponen laporan keuangan berdasarkan penyesuaian rupiah dengan daya beli tanpa mengubah prinsip-prinsip akuntasi konvensional. Laporan keuangan yang disusun dengan GPLA dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan berdasarkan HCA. Dengan analisa NOD (Number of Dollar dan COG (Command Over Good attribute menunjukkan bahwa laporan keuangan berdasarkan GPLA lebih interpretatif dan lebih relevan. Kata Kunci: Laporan Keuangan, Historical Cost Accounting, General Price Level Accounting, NOD attribute, COG attribute.

  9. Membangun Sistem Pakar Untuk Melakukan Diagnosis Kecanduan Internet (Internet Addiction) Dengan Metode Forward Chaining

    OpenAIRE

    Elfa, Fatina Fachraini

    2011-01-01

    Internet addiction merupakan sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam meggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat online. Pada umumnya di Indonesia tingkat penyalahgunaan internet semakin meningkat dimana penggunaan internet tersebut memiliki kecenderungan membuat penggunanya asyik di depan komputer hingga melupakan waktu. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa pengguna internet dapat beresik...

  10. POLA PEMBERIAN KORTIKOSTEROID PADA PASIEN ISPA BAGIAN ATAS DI PUSKESMAS SUKASADA II PADA BULAN MEI – JUNI 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adi Yulianto

    2015-06-01

    Full Text Available ISPA merupakan penyakit yang umum dan global di masyarakat. Pada pusat layanan primer seperti di Puskesmas Sukasada II, angka kunjungan pasien ISPA tercatat sebanyak 3,091 pasien pada tahun 2013 dan tercatat sebanyak 1,452 pasien di periode Januari - Juni 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemberian kortikosteroid pada pasien ISPA bagian atas dan indikasi pemberiannya. Kriteria pasien dalam penelitian adalah pasien rawat jalan yang terdiagnosis ISPA bagian atas yang tercatat di Puskesmas Sukasada II pada Mei – Juni 2014. Penelitian menggunakan metode studi deskriprif cross-sectional menggunakan pengumpulan data sekunder yang berasal dari register dan rekam medis pasien ISPA bagian atas yang berobat di Puskesmas Sukasada II. Karakteristik berdasarkan umur pasien ISPA di Puskesmas Sukasada II adalah balita (46,5%. Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi tertinggi terdapat pada jenis kelamin laki-laki (52,8% dan berdasarkan letak desa, tertinggi di Desa Pancasari (54,2%. Berdasarkan tanda dan gejala keluhan demam (21,4%, batuk (20,4%, pilek (14,8%, bersin (14,8%, sekret hidung (14,8%, sakit tenggorok (7,1%, dan sakit kepala (6,7%. Diagnosis ISPA bagian atas dibagi menjadi sinusitis (8,3%, common cold (11,1%, rinitis (13,9%, tonsilitis (25,0%, dan faringitis (41,7%. Pemberian kortikosteroid pada pasien ISPA mencapai 27,1% dengan kortikosteroid yang digunakan adalah prednison (15,3% dan deksametason (11,8%. Pemberian kortikosteroid berdasarkan gejala dan tanda klinis pada pasien ISPA sudah sesuai berdasarkan penelitian yang telah dilakukan akan tetapi belum ada pedoman indikasi pemberian kortikosteroid yang pasti pada pasien ISPA. Pemberian kortikosteroid pada pasien ISPA berdasarkan diagnosis meliputi, tonsillitis (41,6%, faringitis (26,7%, rinitis (25%, common cold (18,9%, dan sinusitis (0%. Pemberian kortikosteroid pada pasien infeksi, termasuk ISPA adalah kontraindikasi kecuali pada pasien sepsis bakteri gram negatif dan

  11. ROUTING OTOMATIS BERBASIS ALGORITMA GENETIK UNTUK PENGELOLAAN TANGGAP DARURAT BENCANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Tofa Nurzaki

    2015-07-01

    Full Text Available Penanganan situasi darurat yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk meminimalisir resiko yang terjadi. Keterlambatan penanganan situasi darurat yang terjadi menyebabkan banyak kerugian materi bahkan jiwa. Tindakan penanganan situasi darurat dapat dilakukan setelah adanya laporan. Kecepatan, ketepatan, dan keakuratan informasi laporan sangat dibutuhkan untuk menentukan tindak penanganan yang tepat. Petugas yang menangani situasi darurat yang terjadi seringkali disulitkan dalam menemukan lokasi tepat tempat kejadian dan menentukan rute tercepat menuju tempat kejadian. Dengan demikian, diperlukan sistem yang mampu digunakan untuk melaporkan dan merespon situasi darurat yang terjadi. Hal inilah yang menjadi dasar penelitian. Penelitian dilakukan dengan mengembangkan sistem berbasis teknologi GIS, GPS, GSM dan Android. Proses pencarian rute menggunakan Algoritma Genetika untuk mendapatkan rute yang optimal. Melalui sistem ini proses pelaporan dan penanganan situasi darurat dapat lebih mudah dan lebih cepat dilakukan. Algoritma Genetika dapat menghasilkan rute yang efektif menuju titik tujuan. Namun, rute yang dihasilkan tidak selalu rute yang terpendek. Dengan demikian, diperlukan peningkatan optimasi pada Algoritma Genetika ini agar dapat menghasilkan rute yang lebih optimal. Kata Kunci: Otomatisasi, Algoritma Genetik, Tanggap Darurat, Bencana

  12. KOMPONEN AKTIF DALAM TEMPE UNTUK PENCEGAHAN DIARE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mien KMS Mahmud

    2012-11-01

    Full Text Available Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa tempe mempunyai khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan yaitu kemampuan menegah terjadinya kenaikan kadar kolesterol darah dan diare akibat infeksi bakteri enteropatogenik Eserichia coli (E.coli. Komponen atau zak aktif dalam tempe yang berperan pada pencegahan diare belum diketahui. Komponen tersebut dapat ditentukan melalui dua tahap penelitian yaitu pertama menguji jenis ekstrak tempe yang mampu mencegah diare, dan kedua menentukan komponen atau senyawa yang terkandung dalam ekstrak tersebut. Penelitian ini bertujuan menentukan jenis ekstrak tempe yang mampu mencegah/menghambat terjadinya diare akibat infeksi bakteri enteropatogenik E.coli. Penelitia dialkukan secara biologi menggunakan kelinci sebagai hewan percobaan. kelinci sapihan yang sehat dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing kelompok disampinng ransum basal diberi ekstrak tempe dengan pelarut etanol atau pelarut etanol-hexan (1:1 atau pelarut hexan, satu kelompok diberi residu dan satu kelompok lagi hanya diberi ransum basal (kelompok kontrol. Setelah 30 hari pemberian ransum, kelinci diinfeksi dengan E.coli. Pengamatan dilakukan terhadap kenaikan berat badan, kejadian diare, jangka waktu diare, reaksi imun, patologi-anatomi dan histopatologi saluran pencernaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen dalam tempe yang berpengaruh terhadap pertumbuhan terdapat di dalam residu. Komponen yang berpengaruh mengurangi resiko diare terdapat di dalam ekstrak etanol. Komponen yang menghambat kejadian diare terdapat di dalam residu dan ekstrak etanol. Komponen yang bersifat sebagai antigen yang dapat menimbulkan reaksi imunitas terhadap bakteri E.coli terdapat di dalam ekstrak hexan.

  13. KARAKTERISTIK PEMERIKSAAN IMUNOHISTOKIMIA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUP SANGLAH PERIODE 2003-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Intan Permatahati Wiguna

    2015-01-01

    Full Text Available Kanker payudara masih menempati insiden tertinggi dari seluruh jenis keganasan pada wanita. Berdasarkan data yang tercatat di RSUP Sanglah Denpasar, sebanyak 200 kasus baru ditemukan setiap tahunnya. Pemeriksaan profil imunohistokimia telah digunakan secara luas sebagai dasar dalam mengklasifikasikan kanker payudara secara molekuler. Ekspresi reseptor hormon (ER,PR dan HER-2 yang ditemukan pada pemeriksaan imunohistokimia berguna untuk menentukan pilihan terapi yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Tujuan dari studi deskriptif ini adalah untuk mengetahui karakteristik profil imunohistokimia pasien kanker payudara di RSUP Sanglah Denpasar periode 2003-2012 berdasarkan ekspresi reseptor hormon, HER-2 dan subtipe kanker. Selanjutnya dijabarkan kembali mengenai karakteristik dari masing-masing subtipe berdasarkan umur, grading histopatologi dan stadium kankernya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif retrospektif dengan megambil data sekunder pasien kanker payudara yang telah melakukan pemeriksaan imunohistokimia di RSUP Sanglah tahun 2003-2012. Dari 1014 pasien kanker payudara yang datang ke RSUP Sanglah Denpasar, hanya 147 (14,49% pasien bersedia melakukan pemeriksaan imunohistokimia. Reseptor hormon negatif ganda (ER-,PR- serta ekspresi HER-2 negatif ditemukan terbanyak dengan 80 (54,4% dan 110 (74,8%. Berdasarkan subtipenya luminal A dan basal-like/triple negatif merupakan subtipe dominan dengan masing-masing 55 kasus (37,4% diikuti dengan HER-2 positif sebanyak 23 (15,6%, dan luminal B sebanyak 14 (9,5%. Dapat disimpulkan bahwa proporsi pemeriksaan imunohistokimia pasien kanker payudara di RSUP Sanglah sangat sedikit yaitu 147 (14,49% selama periode 2003-2012. Reseptor hormon negatif ganda dan HER-2 negatif terbanyak dengan 80 kasus (54,4% dan 110 kasus (74,8%. Berdasarkan subtipe, luminal A dan basal-like/triple negatif merupakan kasus dominan dengan masing-masing 55 (37,4% kasus.    

  14. BIAYA KLAIM INA CBGS DAN BIAYA RIIL PENYAKIT KATASTROPIK RAWAT INAP PESERTA JAMKESMAS DI RUMAH SAKIT STUDI DI 10 RUMAH SAKIT MILIK KEMENTERIAN KESEHATAN JANUARI–MARET 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wasis Budiarto

    2013-08-01

    Full Text Available Latar belakang: Implementasi sistem INA-CBGs bagi pasien penyakit katastropik (jantung, kanker, stroke peserta Jamkesmas di rumah sakit, memberikan konsekuensi di satu pihak bahwa penyakit katastropik merupakan ancaman terhadap membengkaknya pembiayaan Jamkesmas di masa datang, sedangkan di pihak lain, rumah sakit merasakan bahwa biaya penggantian klaim INA CBGs lebih rendah dari tarif yang berlaku dirumah sakit. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran biaya pengobatan penyakit katastropik dan perbandingan pembiayaan klaim berdasarkan INA-DRGs dengan biaya pengobatan riil penyakit katastropik dirumah sakit. Jenis penelitian adalah deskriptif menurut perspektif rumah sakit. Metode: Metode pengambilan data dilakukan secara retrospektif yang diambil dari penelusuran dokumen catatan medik pasien penyakit katastropik di 10 rumah sakit selama 3 bulan (Januari–Maret 2012. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien Jamkesmas yang dirawat dengan kasus katastropik terdiri dari penyakit jantung sebesar37,11%, penyakit kanker 23,54% dan sisanya sebesar 39,35% pasien penyakit stroke. Kesimpulan: Biaya pengobatan rawat inap berdasarkan tarif rumah sakit kelas A jauh lebih besar dibandingkan kelas B dan RS Khusus, biaya klaim berdasarkan INA-CBGs jauh lebih besar di rumah sakit kelas A dibanding kelas B dan RS Khusus. Komponen biaya yang banyak peruntukannya adalah biaya akomodasi, tindakan ruangan, pemeriksaan laboratorium, tindakan intervensi nonbedah untuk jantung, tindakan operasi untuk kanker serta biaya obat-obatan. Biaya penggantian klaim penyakit katastropik berdasarkan INA CBGs lebih besar dibandingkan dengan biaya riil berdasarkan tarif rumah sakit, sehingga untuk penyakit katastropik rumah sakit tidak merugi. Untuk itu pelaksanaan kebijakan rujukan berjenjang bagi peserta Jamkesmas harus diawasi secara ketat sehingga pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin menjadi lebih terjamin

  15. KARAKTERISTIK PEMERIKSAAN IMUNOHISTOKIMIA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUP SANGLAH PERIODE 2003-2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Intan Permatahati Wiguna

    2014-09-01

    Full Text Available Pendahuluan: Kanker payudara masih menempati insiden tertinggi dari seluruh jenis keganasan pada wanita. Berdasarkan data yang tercatat di RSUP Sanglah Denpasar, sebanyak 200 kasus baru ditemukan setiap tahunnya. Pemeriksaan profil imunohistokimia telah digunakan secara luas sebagai dasar dalam mengklasifikasikan kanker payudara secara molekuler. Ekspresi reseptor hormon (ER,PR dan HER-2 yang ditemukan pada pemeriksaan imunohistokimia berguna untuk menentukan pilihan terapi yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Tujuan dari studi deskriptif ini adalah untuk mengetahui karakteristik profil imunohistokimia pasien kanker payudara di RSUP Sanglah Denpasar periode 2003-2012 berdasarkan ekspresi reseptor hormon, HER-2 dan subtipe kanker. Selanjutnya dijabarkan kembali mengenai karakteristik dari masing-masing subtipe berdasarkan umur, grading histopatologi dan stadium kankernya. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif retrospektif dengan megambil data sekunder pasien kanker payudara yang telah melakukan pemeriksaan imunohistokimia di RSUP Sanglah tahun 2003-2012. Hasil: Dari 1014 pasien kanker payudara yang datang ke RSUP Sanglah Denpasar, hanya 147 (14,49% pasien bersedia melakukan pemeriksaan imunohistokimia. Reseptor hormon negatif ganda (ER-,PR- serta ekspresi HER-2 negatif ditemukan terbanyak dengan 80 (54,4% dan 110 (74,8%. Berdasarkan subtipenya luminal A dan basal-like/triple negatif merupakan subtipe dominan dengan masing-masing 55 kasus (37,4% diikuti dengan HER-2 positif sebanyak 23 (15,6%, dan luminal B sebanyak 14 (9,5%. Kesimpulan: Proporsi pemeriksaan imunohistokimia pasien kanker payudara di RSUP Sanglah sangat sedikit yaitu 147 (14,49% selama periode 2003-2012. Reseptor hormon negatif ganda dan HER-2 negatif terbanyak dengan 80 kasus (54,4% dan 110 kasus (74,8%. Berdasarkan subtipe, luminal A dan basal-like/triple negatif merupakan kasus dominan dengan masing-masing 55 (37,4% kasus.  

  16. Kontribusi Penggunaan Kontrasepsi Hormonal terhadap Perbedaan Prevalensi Hipertensi Perempuan dan Lelaki di Indonesia : Perspektif Jender Riskesdas 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Isfandari

    2016-05-01

    norma dan peran dalam masyarakat. Proporsi penggunaan kontrasepsi pada perempuan jauh lebih tinggi dibandingkan lelaki. Penggunaan kontrasepsi hormonal dapat mempengaruhi kesehatan perempuan. Salah satunya adalah kejadian hipertensi dini. Analisis riskesdas 2007 menunjukkan terjadi penyusulan prevalensi hipertensi lelaki oleh perempuan pada usia pre menopause 35 tahun1. Diduga salah satu kontributor kejadian hipertensi dini perempuan pre menopause adalah penggunaan kontrasepsi hormonal2. Analisa lanjut data Riskesdas 2013 bertujuan mengetahui kontribusi penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap kejadian perbedaan hipertensi pada perempuan pre menopause dan lelaki. Menggunakan data Riskesdas 2013, dilakukan analisa membandingkan berbagai status penggunaan kontrasepsi terhadap kejadian hipertensi pada perempuan pre menopause dengan lelaki sebagai kelompok referensi. Perspektif jender digunakan fakdalam pembahasan.Hasil menunjukkan penggunaan kontrasepsi berkontribusi terhadap perbedaan hipertensi perempuan pre menopause dan lelaki pada kelompok usia muda. Tidak terdapat perbedaan status risiko hipertensi antara lelaki dan perempuan pre menopause yang tidak pernah menggunakan kontrasepsi. Perempuan pengguna kontrasepsi hormonal memiliki risiko hipertensi sedikit lebih tinggi dibanding perempuan pengguna kontrasepsi non hormonal. Penggunaan kontrasepsi hormonal memiliki kontribusi terhadap kejadian hipertensi dini perempuan usia pre menopause. Risiko hipertensi pengguna kontrasepsi hormonal lebih tinggi dibandingkan pengguna kontrasepsi non-hormonal. perlu dilakukan pemantauan pemakaian sesuai aturan pada pengguna kontrasepsi, terutama pada pengguna kontrasepsi hormonal. Kebijakan pengendalian penduduk sebaiknya lebih memperkuat penggunaan kontrasepsi lelaki untuk mendukung keberhasilan program pengendalian penduduk.Kata kunci : jender, tekanan darah, contraceptive, survey kesehatan 

  17. HARMONI KEHIDUPAN SOSIAL BEDA AGAMA DAN ALIRAN DI KUDUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Rosyid

    2015-11-01

    Full Text Available Terjadinya konflik antar dan intern umat beragama menghiasi pemberitaan media massa cetak dan elektronik setiap jengkal detik di negeri ini. Konflik tersebut dipicu oleh hal-hal yang sangat sederhana hingga persoalan besar di tengah masyarakat. Bahkan, sudah menjadi kelaziman jika sebuah desa terdapat multi-pemeluk agama atau aliran dalam agama, sudah hampir dipastikan yang terjadi konflik, baik konflik terbuka, semi terbuka, maupun konflik tertutup. Hal tersebut bukan berarti terjadi pukul rata bahwa selalu terjadi konflik jika terdapat sebuah komunitas yang terdapat multi-pemeluk agama. Sebagaimana terjadi di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus pada 2012, warga berjumlah 4.327 jiwa, mayoritas muslim, umat Kristiani 16 orang , Buddhis 40 orang , dan pemeluk aliran Ahmadiyah 14 KK yang berada di satu kelurahan dan masing-masing memiliki tempat ibadah yang saling berdekatan, tetapi penuh dengan kedamaian. Interaksi yang positif terwujud di Desa Colo karena terciptanya harmoni interaksi sosial, terwujudnya empati sosial, dan terantisipasinya perilaku agresif. Semua itu terwujud karena kesamaan kepentingan untuk menjunjung tinggi kesederajatan sebagai sesama umat manusia. Faktor pendukung kerukunan terwujud karena antar pemeluk agama dan atau intern agama yang berbeda aliran terdapat hubungan persaudaraan (genealogis, terjadi simbiosis mutualisme di bidang perekonomian, pemahaman dalam batin antar pemeluk agama dan atau intern agama yang berbeda aliran diwujudkan dalam kehidupan dengan mengedepankan persamaan kebutuhan dan menafikan konflik yang dipicu oleh perbedaan keyakinan dan agama, pola pikir antar pemeluk agama dan atau intern agama yang berbeda aliran terjauhkan dari sikap negatif. Tidak terjadi konflik antar pemeluk agama dan aliran karena tidak adanya loko dan pemicu konflik, sumber konflik tertangani, perilaku agresif yang terantisipasi, dan faktor pemicu kekerasan teredam. Kerukunan sebagai kebutuhan bersama yang difasilitasi

  18. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2013-01-01

    Full Text Available Belakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan. Lately, the divorce rates both nationally and regionally East Java continues to increase. Similarly, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aimed to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in the year 2012. Analysis and interpretation of data referring to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings showed that most of the research informants do not understand the

  19. RENDAHNYA KOMITMEN DALAM PERKAWINAN SEBAGAI SEBAB PERCERAIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budhy Prianto

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakBelakangan ini angka perceraian baik tingkat nasional, regional Jawa Timur, maupun lokal Kota Malang sangat tinggi. Di wilayah Kota Malang, angka perceraian tertinggi terdapat di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman akan makna dan tujuan perkawinan, sebab-sebab terjadinya perceraian, dan komitmen pasangan suami istri dalam mencapai tujuan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik dengan wawancara (depth interview sebagai metode pengumpulan data. Informan penelitian ditentukan secara snow ball di antara para janda dan duda di wilayah Kecamatan Kedungkandang yang bercerai pada sepanjang tahun 2012. Analisis dan intepretasi data merujuk pada enam langkah analisis sebagaimana dikemukakan Creswell. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan penelitian kurang memahami makna dan tujuan perkawinan. Berbagai hal yang dikemukakan sebagai penyebab perceraian, seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT, perselingkuhan, dan sebagainya, sejatinya hanya merupakan pemicu, namun yang paling mendasar sebagai penyebab perceraian adalah tidak adanya komitmen antar masing-masing pasangan dalam mencapai tujuan perkawinan.AbstractLately, the divorce rates both nationally and regionally continues to increase. This is, what happened in the municipality of Malang, where the highest divorce rate is in the district Kedungkandang. This study aims to describe the causes of divorce, and the couple’s commitment to achieve the goal of marriage. This study uses naturalistic approach with depth interviews as a method of data collection. The research informants were determined through snow ball methods among the widows and widowers in the district Kedungkandang who were divorced in 2012. Analysis and interpretation of data refers to the six-step analysis as presented by Creswell. The findings show that most of the research informants do not understand the meaning and

  20. Memilah Fakta dan Fiksi dalam Kitab Suci : Sebuah Usaha Hermeneutis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ioanes Rakhmat

    2012-12-01

    tempat bagi terjadinya mukjizat. Tentu saja, jika menurut mereka mukjizat telah terjadi, pendapat mereka ini adalah sebuah interpretasi mitologis atas fakta-fakta yang seluruhnya normal dan kodrati saja. Umumnya berbagai macam interpretasi mitologis ini diajukan para penulis kitab-kitab suci pada masa jauh sesudah kejadian-kejadian yang sebenarnya, yang normal dan kodrati semata. Semua kisah mukjizat dalam kitab-kitab suci adalah kisah-kisah imajiner yang disusun post actum atau post eventum, jauh sesudah kejadian sebenarnya yang tidak sensasional, dengan tujuan-tujuan apologetik atau demi propaganda keagamaan, bukannya melaporkan fakta-fakta sejarah apa adanya. Di tangan mereka, sejarah ditaklukkan seluruhnya pada apologetika dan propaganda religio-politik.Kata kunci : Kitab suci, historiografi, fakta/sejarah, fiksi, mitologi, subjektivisme ilmiah,  objektivisme, interaktivisme, sensus  plenior

  1. SIMULASI GROUP TECHNOLOGY SYSTEM UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA MATERIAL HANDLING DENGAN METODE HEURISTIC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Much. Djunaidi

    2006-04-01

    Full Text Available Group Technology System merupakan metode pengaturan fasilitas produksi (machine groups yang dibutuhkan untuk memproses suatu part family tertentu ke dalam sel-sel manufaktur. Pengaturan tata letak di CV. Sonytex yang berdasarkan process layout mengakibatkan perusahaan menghadapi permasalahan berupa tingginya kebutuhan material handling. Salah satu kriteria kinerja dalam pembentukan sel manufaktur pada GTS adalah meminimasi total jarak material handling, sehingga dapat mengurangi biaya material handling dan meningkatkan produktivitas. Dalam penelitian ini digunakan tiga metode, yaitu Bond Energy Algorithm (BEA, Rank Order Clustering (ROC dan Rank Order Clustering 2 (ROC2. Hasil dari penelitian ini adalah dengan menerapkan group technology systems diperoleh total pengurangan jarak material handling sebesar 70 m dan penghematan biaya material handling sebesar Rp 1.534.978,-. Berdasarkan model simulasi, relayout dengan metode BEA meningkatkan jumlah produksi sebesar 1 unit produk/hari dan penurunan waktu tunggu sebesar 0,575 menit.

  2. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN BERBASIS KOMPUTER UNTUK SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suci Cahyati

    2014-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa CD pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan berbasis komputer untuk SMA yang valid dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D. Media yang dikembangkan memuat materi tentang HIV/AIDS. Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan software Adobe Flash Cs3 Professional. Media yang telah dikembangkan melalui dua tahap penelitiannya itu validasi ahli dan uji coba lapangan. Berdasarkan validasi ahli dan uji coba lapangan hasil penelitian menunjukkan produk termasuk kriteria “Sangat baik” dengan rerata skor 4,25. Hasil tes siswa mengalami peningkatan dari rerata skor pretest 5,53 dan rerata skor posttest 7,56. Berdasarkan hasil tes tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan efektif digunakan dalam pembelajaran di SMA. Kata kunci: Pengembangan media, penjasorkes, SMA

  3. INTRODUKSI HIJAUAN MAKANAN TERNAK SAPI DI MINAHASA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Femi H. Elly

    2015-06-01

    Full Text Available Peranan ternak sapi sebagai sumber pangan berupa daging bagi masyarakat. Permasalahannya populasi ternak sapi di Sulawesi Utara cenderung mengalami penurunan. Lambatnya pertumbuhan populasi ternak sapi ditentukan oleh faktor eksternal diantaranya pakan. Berdasarkan pemikiran tersebut maka telah dilakukan pengkajian tentang introduksi hijauan makanan ternak sapi di Minahasa Selatan. Dasar pemikiran bahwa ternak sapi merupakan komoditas andalan sehingga pemerintah perlu mengupayakan kebijakan berkaitan dengan ketersediaan hijauan pakan ternak secara kontinyu. Hijauan Makanan Ternak (forages merupakan bahan makanan atau pakan utama bagi kehidupan ternak serta merupakan dasar dalam usaha pengembangan peternakan. Untuk meningkatkan produktivitas ternak, salah satu faktor penting yang harus diperhatikan adalah penyediaan pakan sepanjang tahun baik kualitas dan kuantitas yang cukup. Dalam merespon kebijakan pemerintah maka di Minahasa Selatan telah dilakukan pengembangan hijauan makanan ternak sapi. Kesimpulannya, introduksi hijauan makanan ternak sangat bermanfaat bagi petani peternak dalam pengembangan ternak sapi. Berdasarkan introduksi hijauan maka perlu pendampingan bagi petani peternak untuk manajemen hijauan.

  4. Analisis Klaster K-Means dari Data Luas Grup Sunspot dan Data Grup Sunspot Klasifikasi Mc.Intosh yang membangkitkan Flare Soft X-Ray dan H-alpha

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Jumaroh

    2015-12-01

    Full Text Available Analisis klaster merupakan teknik interpendensi yang mengelompokkan suatu objek berdasarkan kemiripan dan kedekatan jarak antar objek. Pengelompokan objek dengan jumlah banyak membutuhkan waktu yang lama. Salah satu analisis klaster yang dapat digunakan dalam situasi ini adalah analisis klaster non hierarki, yaitu K-means. Pada artikel ini mengelompokkan data luas grup sunspot dan data grup sunspot klasifikasi Mc.Intosh yang membangkitkan flare soft X-Ray dan Hα. Untuk mengetahui luas grup sunspot dan grup sunspot klasifikasi Mc.Intosh yang berpeluang membangkitkan flare soft X-Ray dan Hα dengan intensitas ledakan yang tinggi dan rendah. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh dua klaster yaitu klaster pertama yang tergolong mampu membangkitkan flare Soft X-Ray dan Hα dengan intensitas yang tinggi. Sedangkan klaster kedua yang tergolong mampu membangkitkan flare Soft X-Ray dan Hα dengan intensitas yang rendah

  5. Asesmen Kebutuhan Pengembangan Profesionalisme Guru SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Canni Loren Sianturi

    2014-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan profesionalisme guru SMK RSBI. Penelitian ini dilakukan di SMKN 3 Malang dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan rancangan studi kasus. Instrumen kunci penelitian adalah peneliti sendiri dan informannya adalah guru, siswa, dan orangtua siswa. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Peneliti menggunakan triangulasi, member check, dan expert judgement, untuk menjamin keabsahan temuan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan karakteristik kompetensi guru, kebutuhan primer pengembangan profesionalisme guru adalah diklat tentang konsep dasar dan penerapan pembelajaran berbasis character building, bilingual, ICT, dan cara melaksanakan PTK, kebutuhan sekundernya adalah workshop strategi peningkatan kinerja dan keterampilan guru dalam berkomunikasi dan bekerja sama dengan stakeholders; berdasarkan bentuk, lokasi, dan waktu pelaksanaan kegiatan pengembangan profesionalismenya dibuat dalam bentuk belajar secara teori dan praktik, dilaksanakan di lokasi yang mudah dijangkau tanpa harus meninggalkan tugas di sekolah dan keluarga, dan intensitasnya ditingkatkan.Kata kunci: asesmen kebutuhan, pengembangan profesionalisme, profesionalisme guru

  6. Analisis Kesiapan Industri Manufaktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK Dalam Negeri Untuk Mendukung Implementasi Green-ICT Pada Sektor Telekomunikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Yuniarti

    2012-09-01

    Full Text Available Industri TIK merupakan bagian dari industri masa depan yang terdiri atas industri perangkat, infrastruktur/jaringan dan aplikasi/konten. Akhir-akhir ini, aspek lingkungan menjadi pertimbangan dalam menciptakan kesinambungan industri, termasuk industri TIK atau yang dikenal dengan istilah TIK hijau. Implementasi TIK Hijau pada penyelenggara telekomunikasi masih menemui beberapa kendala yaitu efisiensi rendah dan investasi tinggi pada penggunaan perangkat TIK berbasis energi alternatif. Selain itu, rencana implementasi TIK Hijau di lembaga pemerintah maupun swasta masih dibayangi isu terkait kekuatan industri dalam negeri. Penelitian ini bertujuan mengukur kesiapan industri manufatur TIK dalam negeri untuk mendukung implementasi TIK Hijau pada sektor telekomunikasi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan indikator attitude, policy, practice, technology dan governance yang dimodifikasi pada Green IT Readiness Model oleh Molla, Alemayehu, et.al. Berdasarkan analisis LSR, secara umum lima responden industri manufaktur dikategorikan memiliki sikap positif. Indikator yang perlu mendapatkan perhatian dari responden yang tergolong memiliki sikap negatif adalah indikator policy dan governance.

  7. Perancangan Web pada SMK Negeri 9 Medan

    OpenAIRE

    Jundi, Imam Fakhri

    2015-01-01

    Website SMK Negeri 9 MEDAN bertujuan sebagai jembatan antara pihak sekolah dengan masyarakat umum. Sistem informasi ini dikembangkan menggunakan Macromedia Dreamweaver sebagai PHP Editor, Apache sebagai web server dan MySQL sebagai database. Metodologi pengembangan sistem adalah berdasarkan algoritma pemrogramannya. Sistem ini meliputi input data yang berkaitan dengan pegawai,murid kemudian sistem login untuk administrator. Objektif utama sistem informasi ini adalah untuk mempermudah publikas...

  8. Pengaruh Atribut Produk terhadap Kepuasan Konsumen Pengguna Smartphone Samsung Galaxy Series

    OpenAIRE

    Raharja

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh atribut produk terhadap kepuasan konsumen pengguna smartphone Samsung Galaxy Series. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 195 subjek yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala atribut produk (rxx’ = 0,733) dan skala kepuasan konsumen (rxx’ = 0,731), masing-masing skala dikembangkan berdasarkan teori Kotler dan Wilkie. Metode analisis data yang digunakan adalah an...

  9. Love As Motivation Of Life For The Main Characters As Reflected In The Nathaniel Hawthorne’s Selected Short Stories

    OpenAIRE

    Manik, Ayaki Enda S.

    2011-01-01

    Skripsi ini berjudul Love as Motivation of Life for the Main Characters as Reflected In the Nathaniel Hawthorne’s Selected Short Stories yang merupakan suatu pembahasan mengenai dua cerita pendek yang mengusung tema cinta sebagai motivasi kehidupan. Dalam meneliti dua cerita pendek ini, saya menitikberatkan pembahasan pada metode yaitu terhadap unsur-unsur yang terdapat dalam teks cerita pendek itu sendiri.Dalam hal ini saya menganalisa cinta sebagai motivasi hidup berdasarkan teori Harry Har...

  10. Pengukuran Dan Peningkatan Kinerja Rantai Pasokan Dengan Pendekatan Scor (Supply Chain Operations Reference) Dan Lean Six Sigma Di PT. XYZ

    OpenAIRE

    Siagian, Dea Dara Dafika

    2014-01-01

    PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha produksi cigarette paper. Data pemenuhan order pelanggan menunjukkan adanya permasalahan pada PT. XYZ yang berkaitan dengan rantai pasokan perusahaan, dimana selalu terjadi keterlambatan pemenuhan order pada pelanggan. Berdasarkan data perusahaan, diketahui selama bulan Januari hingga Juni 2013 terjadi 43 kali keterlambatan pemenuhan order dari total 327 order dengan rata-rata persentase on time delivery sebesar 86,78%. Hal ini men...

  11. SIKAP DAN PEMERTAHANAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X SMA INTERNASIONAL BUDI MULIA DUA YOGYAKARTA

    OpenAIRE

    Rizki Amalia Sholihah; Suharti Suharti

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap dan pemertahanan terhadap bahasa Indonesia pada siswa kelas X kelas internasional dan non-internasional di SMA Budi Mulia Dua. Sikap dan pemertahanan bahasa tersebut ditinjau dari tes menulis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan gabungan antata pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian berdasarkan kuesioner menunjukkan bahwa di kelas X GAC terdapat 9 siswa yang memiliki pemerta-hanan bahasa negati...

  12. Asuhan Keperawatan pada An. A dengan Prioritas Masalah Kebutuhan Dasar Istirahat dan Tidur di RS. dr. Pirngadi Medan

    OpenAIRE

    Saragih, Siska Oktavia

    2015-01-01

    Kebutuhan dasar manusia merupakan sesuatu yang harus dipenuhi untuk meningkatkan derajat kesehatan. Menurut Abraham Maslow, manusia mempunyai lima kebutuhan yang membentuk tingkatan yang dikenal dengan “Hierarki Maslow” yang disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial, adapun kebutuhan yang dimaksud meliputi fisiologis, kebutuhan keamanan dan keselamatan, kebutuhan cinta dan memiliki,kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri (Alimul, 2012).

  13. Perbandingan Daya Hambat Madu Alami dengan Madu Kemasan secara In Vitro terhadap Streptococcus beta hemoliticus Group A sebagai Penyebab Faringitis

    OpenAIRE

    Elsi Wineri; Roslaili Rasyid; Yustini Alioes

    2014-01-01

    AbstrakMadu merupakan substansi alam yang dihasilkan oleh lebah yang diketahui memiliki manfaat, salah satunya untuk mengobati faringitis yang disebabkan Streptococcus beta hemoliticus Group A. Efek antibakteri dari madu dapat menghambat pertumbuhan  Streptococcus beta hemoliticus Group A. Berdasarkan cara pembuatannya madu terdiri dari madu alami dan madu kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya hambat madu alami dengan madu kemasan secara in vitro terhadap Streptoco...

  14. Pengaruh Aktivator Sistein Dan Natrium Klorida Terhadap Aktivitas Papain

    OpenAIRE

    Daniel S Dongoran

    2009-01-01

    Papain adalah salah satu enzim proteolitik yang terdapat dalam getah pepaya dan dapat digunakan sebagai bahan pengempuk daging.Papain termasuk golongan enzim protease sulfhidril yaitu enzim yang mempunyai residu sulfhidril pada lokasi aktifnya. Aktivitas papain dapat ditingkatkan dengan penambahan aktivator sistein maupun NaCl. Penentuan aktivitas proteolitik papain dilakukan secara spektrofotometri menurut AOAC – 1984 dan dinyatakan berdasarkan banyaknya kadar tirosin yang dibebaskan dari...

  15. Pengaruh Ketebalan Media Geotextile dan Arah Aliran Slow Sand Filter Rangkaian Seri untuk Menyisihkan P Total dan N Total

    OpenAIRE

    Ayuningtyas Ayuningtyas Ayuningtyas; Nurina Nurina Fitriani; Wahyono Wahyono Hadi

    2014-01-01

    Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap parameter-parameter yang berkaitan dengan standar kualitas air minum berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010 pada air baku Kali Surabaya yang terlebih dahulu diolah pada unit pretreatment di IPAM Ngagel 1 Surabaya dan air yang akan diolah berasal dari outlet prasedimentasi. Air outlet prasedimentasi diolah terlebih dahulu menggunakan 4 unit roughing filter yang disusun secara seri kemudian diolah leb...

  16. Penggunaan Dan Sifat-Sifat Aloi Emas Tipe III

    OpenAIRE

    Rini Wahyuni

    2008-01-01

    Menurut American Dental Association (ADA) specification no. 5 aloi emas diklasifikasikan berdasarkan kekuatan dan kandungan emasnya ke dalam 4 ripe. Tipe I (lunak) digunakan pada daerah yang tidak terdapat beban yang besar, seperti pada pembuatan inlay tambalan kavitas klas III dan klas IV. Tipe II (sedang) digunakan untuk segala tipe inlay. Tipe III (keras) digunakan untuk keperluan mahkota dan jembatan biasanya dipakai pada keadaan dimana dapat menerima beban yang sangat besar. Tipe IV (san...

  17. Peranan Emas Dalam Logam Campur Emas Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    Sivam, Satthva

    2011-01-01

    Emas murni adalah emas yang bersifat sangat lunak sehingga tidak dapat dipergunakan dalam bidang kedokteran gigi. Pengalloyan emas murni dilakukan dengan beberapa logam lain seperti tembaga, palladium, seng, platina dan perak untuk mendapatkan sifat mekanis yang baik. Menurut American Dental Association (ADA) specification No. 5 logam emas diklasifikasikan berdasarkan kekuatan dan kandungan emasnya ke dalam 4 tipe yaitu Tipe I (lunak), Tipe II (Sedang), Tipe III (keras), Tipe IV (sangat keras...

  18. KERJASAMA INDIA DAN PAKISTAN DALAM PENGELOLAAN SUNGAI INDUS

    OpenAIRE

    ANUGRAH, RARA

    2015-01-01

    Rara Anugrah E131 11 261, Kerjasama India dan Pakistan Dalam Pengelolaan Sungai Indus, dibawah bimbingan Bapak Muh.Nasir Badu, Ph.D sebagai pembimbing I dan Ibu Nur Isdah, S.IP, MA sebagai pembimbing II, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerjasama India dan Pakistan dalam mengelola Sungai Indus berdasarkan pada per...

  19. Masalah Kependudukan di Negara Indonesia

    OpenAIRE

    Sri Rahayu Sanusi

    2003-01-01

    Dari hasil sensus penduduk tahun 1990 jumlah penduduk Indonesia adalah 179,4 juta. Berarti Indonesia termasuk negara terbesar ke tiga di antara negaranegara yang sedang berkembang setelah Gina dan India.Dibanding dengan jumlah sensus tahun 1980 maka akan terlihat peningkatan penduduk Indonesia rata-rata 1,98% pertahun. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 1995 sebanyak 195,3 juta jiwa. fkm-sri rahayu

  20. Pembuatan Wiki Legenda Indonesia dengan Menggunakan CMS Mediawiki

    OpenAIRE

    Adityo Roosdiono; Mudjahidin Mudjahidin

    2013-01-01

    Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan budaya. Salah satu bentuk kekayaan suku bangsa di Indonesia dapat dilihat dari banyaknya legenda yang tersebar di Indonesia. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki cerita rakyat yang kental dengan suasana mistik, budaya dan tradisi di daerah masing-masing.Sayangnya cerita rakyat ini jarang sekali diekspos sehingga tidak jarang warga negara Indonesia tidak tahu cerita sejarah yang ada di Indonesia.  Berdasarkan pemikiran it...