WorldWideScience

Sample records for berdasarkan kejadian pemicu

  1. Tinjauan Teologis: Allah Menyesal Berdasarkan Perspektif Kitab Kejadian Pasal 6:6-7

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yetris Elbaar

    2013-10-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah Pertama, untuk menjelaskan makna Allahmenyesal melalui pemaparan eksposisi nas di dalam kitab Kejadian 6:6-7, supayadapat menghasilkan kerangka pemahaman yang benar tentang Allah sebagaiPencipta. Kedua, untuk mendapatkan pemahaman yang benar mengenai Allahmenyesal berdasarkan penjelasan implikasi teologis. Ketiga, supaya orang percayadapat mengerti makna mengenai Allah menyesal dalam kitab Kejadian 6:6-7 yangdijabarkan dalam implikasi praktis.Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metodologi eksposisi, denganmenggunakan prinsip-prinsip hermeneutika, yaitu dengan kajian eksegesis Alkitabmengenai Allah menyesal berdasarkan Kejadian 6:6-7 dan melalui penelitiankualitatif, yaitu dengan penggunaan buku-buku di perpustakaan yang berkaitandengan konsep judul karya ilmiah.Kesimpulan karya ilmiah ini adalah: Pertama, Allah yang menyesal adalahAllah yang konsisten terhadap sifat dan karakter-Nya. Kedua, Allah yang menyesaladalah Allah yang harus dipahami melalui konteks firman Tuhan. Berdasarkankonteks Kejadian 6:6-7 Allah menyesal adalah Allah yang menyatakan pengakuan-Nya sebagai pencipta (6:6. Dan Mengungkapkan keputusan Allah (6:7. Ketiga,Allah menyesal adalah Allah yang tidak dapat menyangkal diri-Nya sebagai Allahyang ingin menyatakan bahwa Ia sangat berduka, tetapi harus menyatakankeadilannya sebagai Allah dan harus menghukum kejahatan manusia. Keempat,Allah menyesal adalah Allah yang menghendaki supaya manusia hidup dalamperaturan dan hukum-hukum yang Allah tetapkan dalam kehidupannya.

  2. ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN KEPADATAN PENDUDUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agcrista Permata Kusuma

    2016-01-01

    Full Text Available Abstrak Puskesmas Kedungmundu merupakan wilayah endemis DBD dengan kasus yang tinggi. Diperlukan upaya dalam menentukan kebijakan strategi pengendalian vektor secara efektif dan efisien. Analisis spasial dalam SIG dapat digunakan untuk mengetahui pola penyebaran dan daerah potensi penularan DBD. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel wilayah memperhatikan proporsi sampel dengan jumlah sampel 146 responden. Pengambilan titik koordinat menggunakan GPS. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Hasil perhitungan statistik spasial ANN diperoleh nilai Z-score = -11,054 terdapat pola spasial kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Nilai ANN = 0,52 < 1, artinya pola penyebaran kejadian DBD yang terjadi adalah berkerumun. Kesimpulan dalam penelitian ini sebaran kasus DBD memiliki keterkaitan secara spasial dengan kepadatan penduduk. Abstract Kedungmundu PHC is an endemich region with a high case. Be required to determine policy of vector control strategies effectively and efficiently. Spatial analsys in GIS can be used to determine the pattern of distribution and areas of DHF potential transmission. The type this research was analysis descriptive with cross sectional approach. The sampling technique used a sample area of attention to the proportion of the sample with 146 respondents of total sample. Capturing the coordinates used GPS. Data analisys used univariat and spatial analisys. Result of ANN obtained a Z-score= -11,054, there was a spatial pattern of dengue cases in Kedungmundu PHC. ANN value = 0,52 < 1, it meant that the pattern of DHF distribution was clustered. The conclution of this research was DHF distribution cases has spatial correlation with density population.

  3. Penanganan Teror Bom Thamrin Ditinjau Berdasarkan Skep Kapolri Nomor: 172 Tahun 2014 tentang Penanganan Tempat Kejadian Perkara (PTKP Bom

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedy Tabrani

    2016-11-01

    Full Text Available Abstrak Fenomena ISIS pasca Al-Qaeda telah memberikan harapan baru dan semangat baru kelompok radikal Islam di Indonesia. Salah satu aksi terorisme yang dilakukan oleh anggota ISIS di Indonesia adalah terror Bom Thamrin pada 14 Januari 2016 dengan pola dan modus berupa bom dan penembakan. Polri sebagai leading sector penanganan terorisme, telah merumuskan beberapa peraturan mengenai penanganan terorisme, misalnya, Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor: 172 Tahun 2014 tentang Penanganan Tempat Kejadian Perkara Bom (PTKP. Keputusan tersebut menjadi landasan kepolisian dalam penanganan kasus teror di lapangan. Untuk itu, penelitian ini akan mengungkap sejauh mana penanganan terror bom Thamrin ditinjau berdasarkan Skep Kapolri Nomor: 172 Tahun 2014 Tentang Penanganan Tempat Kejadian Perkara Bom (PTKP. Kata kunci: terorisme, Teror Thamrin, ISIS, Polri   ISIS phenomena after Al-Qaeda have given new hope and spirit of Islamic radicalism groups in Indonesia. One of terrorism action by ISIS members was Thamrin bombing terror on January 14, 2016 with pattern and modus of bombings and shootings. Indonesian National Police as a leading sector in handling terrorism has formulated rules regarding terrorism handling, such as the Decree of the Indonesian National Police Chief (Perkap No. 172, 2014 on the Handling of the Crime Scene (PTKP of bomb. This decree becomes the base of police on handling terror scene. Therefore, this research can reveal how far the handling of Thamrin terror bombing based on Skep No. 173, 2014. Keywords: Terrorism, Terror of Thamrin, ISIS, Indonesian National Police

  4. MODEL PREDIKSI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD BERDASARKAN FAKTOR IKLIM DI KOTA BOGOR, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jusniar Ariati

    2015-01-01

    Full Text Available AbstractDengue Hemorrhagic Fever (DHF presents a serious health problem in Indonesia. Dengue viruses are transmitted to human through the biting of infected mosquitoes, especially Aedes aegypti and Ae. albopictus.The occurrence of variation and climate change will Affect the growth areas of mosquitoes. This situation can influence on the emergence of dengue fever cases. In this paper will discuss the predictions of the mathematical model of considering the incidence of DHF with climatic factors. The research design was a retrospective study with the data collected is dengue incidence and climate include temperature, rainfall, humidity and rainy days since 2002-2010. Data analysis was performed using Minitab 16.0 software statistical time series. The results showed that R2 varied between 0.65 to 0.99. The highest R2 value of the regression equation obtained in August, September and October is 0.99 and the lowest in April with a R2 value of 0.65. The results of predictions based on 4 predictors (precipitation, rainy days, temperature and humidity with the incidence of DHF is actually not much different, except in April. It can be concluded that according to linear predictive models of dengue is influenced by climatic factors (precipitation, rainy days, temperature and humidity 2 months before and 1 month prior dengue incidence.Keywords : Dhf, Climate, Prediction ModelAbstrakDemam Berdarah Dengue (DBD merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Aedes aegyptisebagai vektor utama penyakit DD/DBD kehidupannya dipengaruhi oleh faktor iklim, diantaranya suhu, kelembaban udara, curah hujan dan hari hujan. Berbagai upaya pengendalian  telah   dilakukan  namun  belum   menurunkan  jumlah  kasus  secara  signifikan, sehingga diperlukan model untuk memprediksi kejadian DBD di suatu wilayah sehingga kejadiannya dapat diantisipasi. Dalam tulisan ini akan membahas model matematika prediksi kejadian DBD dengan mempertimbangkan faktor iklim

  5. ANALISIS KEJADIAN STEAM GENERATOR TUBE RUPTURE (SGTR BERDASARKAN SKENARIO MIHAMA UNIT 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Sofrany Ekariansyah

    2015-03-01

    Full Text Available Pada tanggal 9 Februari 1991, terjadi kecelakaan putusnya pipa pemanas pembangkit uap (Steam Generator Tube Rupture/SGTR pada PLTN Mihama Unit 2. Dari kejadian tersebut, diperoleh catatan sekuensi kecelakaan berupa aktuasi sistem proteksi dan fitur keselamatan terekayasa dalam memitigasi kebocoran dari sistem primer ke sistem sekunder. Urutan sekuensi tersebut kemudian diterapkan pada PWR standar Jepang untuk disimulasikan menggunakan program perhitungan RELAP5/SCDAP/Mod3.2. Tujuannya untuk mengevaluasi konsekuensi yang terjadi bila kecelakaan tersebut terjadi pada PWR standar Jepang. Parameter yang dibandingkan adalah laju alir kebocoran, perubahan tekanan primer dan sekunder dan perubahan level di dalam pressurizer. Hasil simulasi menunjukkan perbedaan lama waktu kejadian SGTR hingga berhentinya kebocoran yang berlangsung lebih pendek pada PWR standar Jepang. Selain itu jumlah pendingin primer yang bocor dan jumlah uap yang terlepas dari MSRV tercatat lebih besar daripada PWR Mihama unit 2. Karakter aliran kebocoran, fluktuasi tekanan primer, dan level pressurizer sedikit berbeda pada tahap-tahap awal kejadian, namun relatif sama pada tahap akhir ketika aliran kebocoran dapat dihentikan. Hasil simulasi juga menunjukkan perlunya tindakan operator secara manual yang ditunjukkan dari isolasi sistem air umpan bantu (AFW pada pembangkit uap yang bocor, aktuasi katup pelepas uap (MSRV pada pembangkit uap yang utuh dan aktuasi auxiliary spray dan power operated relief valve (PORV pada pressurizer untuk mengantisipasi kejadian sebagai bagian dari prosedur operasi darurat. Kata kunci: SGTR, PWR Mihama Unit 2, PWR standar Jepang   On February 9,1991, a Steam Generator Tube Rupture (SGTR took place at the Mihama Unit No. 2. From that event, the accident sequence representing the actuation of protection system and engineered safety feature to mitigate the leak from primary system to secondary system is recorded. That sequence is then applied on the

  6. Hubungan Kadar Ft4 Dengan Kejadian Tirotoksikosis berdasarkan Penilaian Indeks New Castle Padawanita Dewasa di Daerah Ekses Yodium

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harsa Rusda

    2013-05-01

    Full Text Available AbstrakTirotoksikosis merupakan manifestasi klinis yang terjadi akibat peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah. Kelebihan yodium merupakan salah satu penyebab terjadinya tirotoksikosis. Ini ditandai dengan hasil pemeriksaan kadar Ekskresi Yodium Urin (EYU > 199 μg/L. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar FT4 dengan kejadian tirotoksikosis berdasarkan penilaian indeks New Castle pada wanita dewasa di daerah ekses yodium. Metode: Penelitian dilakukan dengan menganalisis data yang dikumpulkan secara Cross Sectional Study terhadap 37 wanita dewasa menggunakan metoda total sampling di Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya yang merupakan daerah ekses yodium (median EYU 323,5 μg/L. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan penilaian Indeks New Castle dan pengambilan darah untuk dilakukan pemeriksaan kadar FT4 dalam serum. Hasil: Analisis univariat didapatkan jumlah penduduk wanita dewasa dengan kadar FT4 meningkat sebanyak 14 persen dan nilai rata-rata 1,71 ng/dl. Penilaian indeks New Castle dalam kategori doubtful 16 persen dan tidak ditemukan penduduk yang termasuk dalam kategori toxic. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-square, didapatkan p value=1. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar FT4 dalam serum dengan kejadian tirotoksikosis pada wanita dewasa di derah ekses yodium. Saran: Perlu dilakukan penyuluhan mengenai asupan yodium kepada masyarakat dan diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan kepada pemerintah dalam mengambil kebijakan terhadap pemberian kapsul yodium serta melakukan kontrol kadar EYU secara teratur dan berkala.Kata kunci: FT4, tirotoksikosis, indeks New Castle, wanita, ekses yodium, tiroidAbstractThyrotoxicosis is a clinical manifestation that occurs due to elevated levels of thyroid hormones in the blood. Iodine excess is one of the causes of thyrotoxicosis. This is indicated by the results of urine iodine excretion levels (EYU

  7. BUDAYA CARI UNTUNG SEBAGAI PEMICU TERJADINYA FRAUD: SEBUAH STUDI ETNOGRAFI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Syahrina

    2017-04-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya yang memicu terjadinya fraud pada realisasi keuangan negara. Penelitian dilakukan pada instansi pemerintah daerah di Provinsi ABC. Metode etnografi ala Spradley dipilih untuk menemukan budaya pemicu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya yang memicu terjadinya fraud adalah budaya cari untung, yang terlihat dari kebiasaan “memanfaatkan” kebutuhan instansi, kebiasaan menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki, dan kebiasaan menyiasati beberapa ketentuan keuangan negara pada PMK 113/PMK.05/2012 dan PMK 65/PMK.02/2015 untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Hasil penelitian ini memberikan informasi berupa bentuk-bentuk penyiasatan yang dilakukan, sehingga dapat dijadikan dasar sebagai bahan pertimbangan untuk perubahan atau perbaikan kebijakan dan peraturan yang disiasati tersebut

  8. PERSPEKTIF AL-QUR’AN TENTANG PEMICU KEKERASAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyayu Khodijah

    2011-12-01

    Full Text Available Astract: Analysis of Al-Qur’an on all facts on violence is related to the Qur’anic concept on human being, the concept of “Fitrah” and “behaviour”. Based on the interpretation of the Qur'an, the violence is not stated as a basic human nature as expressed by psychoanalysis, because all humans are born with the condition of “fitrah”. But during its developments, the fitrah is much influenced by the environment so that people do the violence. The factors are as follows: family, film, television including angriness—all make people aggressive and tend to do the violence—are claimed by Islam as something unaccepted. To avoid the harsh, people are asked to control their character and to do their religious obligation; such as praying and fasting.Abstrak:  Analisis Al-Qur’an tentang semua fakta kekerasan berkaitan dengan konsep Al-Qur’an tentang manusia, konsep “fitrah”, dan “perilaku”. Berdasarkan tafsir Al-Qur’an, kekerasan tidak dinyatakan sebagai watak dasar manusia seperti yang dinyatakan oleh aliran psikoanalisis, karena semua manusia terlahir dengan kondisi “fitrah”. Akan tetapi dalam perkembangannya, fitrah tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sehingga manusia melakukan kekerasan. Faktor-faktor seperti keluarga, film, dan televisi yang memuat kemarahan—semua yang membuat manusia bertindak agresif dan cenderung melakukan kekerasan—dinyatakan sebagai sesuatu yang tidak dibenarkan. Untuk menghindari terjadinya kekerasan, manusia dituntut untuk dapat mengontrol diri mereka dan melaksanakan kewajiban beragama mereka; seperti sholat dan puasa.

  9. FAKTOR LINGKUNGAN BIOTIK PADA KEJADIAN LEPTOSPIROSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asyhar Tunissea

    2012-11-01

    Full Text Available Beberapa penelitian tentang kejadian leptospirosis menunjukkan bahwa kejadian leptospirosis berkaitan dengan faktor lingkungan, baik lingkungan abiotik maupun biotik. Komponen lingkungan biotik yang diduga merupakan faktor risiko kejadian leptospirosis di Indonesia antara lain adalah vegetasi, keberhasilan penangkapan tikus (trap succes dan prevalensi leptospirosis pada tikus.

  10. Korelasi dan Penyebaran Kejadian Rabies pada Anjing dan Manusia di Kabupaten Klungkung Bali Tahun 2010-2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rendi Tegar Pratama

    2016-06-01

    Full Text Available Rabies atau penyakit anjing gila merupakan penyakit virus yang disebabkan oleh genus Lyssavirus dari famili Rhabdoviridae bersifat akut serta sangat berbahaya dan mengakibatkan kematian karena mampu menginfeksi sistem saraf pusat yakni otak dan sumsum tulang belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kawasan rabies, penyebaran rabies dan korelasi antara kejadian rabies pada anjing dan manusia di Kabupaten Klungkung tahun 2010-2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Untuk mengetahui hubungan kejadian rabies pada anjing dan manusia dilakukan uji korelasi Rank Spearman. Berdasarkan uji korelasi Spearman diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang searah antara kejadian rabies pada anjing dan manusia. Dari uji Spearman yang dilakukan nilai koefisiensi yang diperoleh adalah 0,468 dengan nilai signifikansi 0,037.

  11. KEJADIAN KEGUGURAN, KEHAMILAN TIDAK DIRENCANAKAN DAN PENGGUGURAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setia Pranata

    2013-03-01

    nasional tentang bagaimana kejadian keguguran, kehamilan yang tidak direncakan dan upaya pengguguran kandungan di lndonesia. Metode. Unit analisis dalam studi ini adalah sampel individu RISKESDAS 2010, yakni perempuan pernah kawin, usia 10-59 tahun, yang berada di seluruh provinsi se-Indonesia. Data yang digunakan adalah ahsil survei dengan menggunakan instrumen kuensioner RKD10RT dan RKD10.IND. Data tersebut dihubungkan dengan status demografi dan status sosial. Dari hasilnya, motif aborsi dapat diketahui. Temuan. Angka kejadian keguguran secara naisonal adalah 4%. Dari semua kejadian keguguran, ada 6,54% di antaranya aborsi. Aborsi lebih besar dilakukan oleh ibu berusia di atas 35 tahun, berpendidikan tamat SMA, tidak bekerja dan tinggal di perkotaan. Cara yang dominan digunakan untuk menghentkan kehamilan adalah kuret. Jamu, pil dan suntik merupakan tindakan alternatifnya. Terkait dengan kejadian kehamilan yang tidak direncanakan, kasus yang ditemukan berkisar antara 1,6% dan 5,8%. Dari semua kejadian kehamilan tidak direncakan, 6,71% di antaranya sengaja digugurkan. Berdasarkan karakteristik, aborsi banyak dilakukan oleh ibu berusia di atas 35 tahun, berpendidikan SD, tidak bekerja, dari status sosial ekonomi kuatil ke 2 dan tinggal di perkotaan. Aborsi. Dilakukan secara sendiri dengan jamu dan pil. Kata kunci: Keguguran, kehamilan tidak diinginkan, aborsi, lndonesia

  12. HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU PENCEGAHAN TERHADAP KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rensat Bastian Tino

    2016-10-01

    Full Text Available Infeksi malaria pada kehamilan merugikan ibu dan janin yang dikandungnya karena dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Data kematian ibu di Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2014, menunjukkan bahwa kematian ibu berdasarkan penyebab malaria berada pada urutan ke tiga. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh faktor perilaku pencegahan (pemakaian kelambu, pemasangan kawat kasa, penggunaan obat anti nyamuk dan kebiasaan berada di luar rumah pada malam hari terhadap kejadian malaria pada ibu hamil di Kabupaten TTS. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan penelitian case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan Multi Stage Sampling dengan besar sampel sebanyak 90 orang. Analisis data menggunakan analisis bivariabel. Hasil penelitian menunjukkan ibu hamil yang tidak menggunakan kelambu dan atau memiliki kebiasaan berada di luar rumah pada malam hari memiliki risiko yang lebih besar untuk terinfeksi malaria di Kabupaten TTS p=0,000 (OR 8,389, 95% CI : 3,152-22,292 dan p : 0,010 (OR : 3,143, 95% CI : 1,300-7,599. Dengan demikian maka perlu adanya pemerataan, monitoring pemanfaatan dan pemeliharaan kelambu berinsektisida dan perlu mengidentifikasi potensi-potensi lokal yang dapat dijadikan sebagai media pengusir nyamuk dan dapat juga memanfaatkan tanaman-tanaman pengusir nyamuk, seperti zodia, selasih, geranium, suren, lavender, serai dan mimba. Kata Kunci: Malaria, Ibu Hamil, Perilaku, Pencegahan

  13. Kejadian Demam Neutropenia pada Anak dengan Keganasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarah Rafika Nursyirwan

    2018-03-01

    Kesimpulan. kejadian demam neutropenia lebih sering terjadi pada pasien dengan keganasan darah. Patogen ditemukan pada sebagian pasien dengan demam neutropenia. Penyebab terbanyak bakteremia adalah bakteri Gram positif. Sensitivitas antibiotik tertinggi didapatkan pada vankomisin. Data mengenai pola sensitivitas antibiotik terbaru diperlukan untuk pedoman tata laksana pasien demam neutropenia.

  14. Hubungan Kadar Profil Lipid dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Etnik Minangkabau di Kota Padang Tahun 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Feryadi

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakHipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada masyarakat dan berkorelasi dengan penyakit lainnya. Banyak faktor penyebab terjadinya hipertensi, salah satunya adalah gangguan profil lipid. Profil lipid dapat memicu terjadinya hipertensi melalui berbagai mekanisme, baik secara langsung atau tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih lanjut tentang hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi. Penelitian dilakukan pada masyarakat Etnik Minangkabau di 8 kelurahan di kota Padang. Ini adalah studi komparatif menggunakan desain cross sectional study, dengan jumlah subjek 160 responden. Pengumpulan data responden dilakukan dengan wawancara. Pengukuran tekanan darah dilakukan berdasarkan cara yang direkomendasikan WHO dan penetapan nilainya berdasarkan JNC VII. Profil lipid diukur dilaboratorium dengan acuan penilaian berdasarkan NCEP ATP III. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar gangguan kadar kolesterol terdapat pada penderita hipertensi dari pada normotensi. Uji statistik chi square menunjukkan hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol dan trigliserida dengan kejadian hipertensi (total kolesterol p < 0,05; OR = 2,40, trigliserida p< 0,05; OR = 2,49. Kadar HDL dan LDL tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian hipertensi (p > 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian fraksi profil lipid mempengaruhi kejadian hipertensi pada etnik Minangkabau yang berada di kota Padang, yaitu kadar kolesterol total dan trigliserida.Kata kunci: Hipertensi, kolestertol total, HDL, LDL, Trigliserida, etnik Minangkabau.AbstractHypertension is a common disease in the community and have correlation with other diseases. Many factor can leads hypertension, such as disturbance of lipid profile. Lipid profile can lead hypertension through a variety of mechanism, either directly or indirectly. This study aims to investigate

  15. Angka Kejadian serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi GangguanTidur (InsomniaPada Lansia di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar Bali Tahun 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Arysta Dewi

    2014-10-01

    Full Text Available Latar belakang: Angka   kejadian insomnia akan meningkat seiringbertambahnya usia. Dengan kata lain, gejala insomnia sering terjadi pada oranglanjut usia (lansia, bahkan hampir setengah dari jumlah lansia dilaporkanmengalami kesulitan memulai tidur dan mempertahankan tidurnya.Tujuan: Untuk mengetahui angka  kejadian gangguan tidur  (insomnia padalansia serta faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan tidur (Insomniapadalansia di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya Denpasar.Materi dan metode: Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitiandeskriftif cross-sectional non-eksperimental, dengan menggunakan sampelsebanyak 15 orang setelah di inklusi dan eksklusi. Melalui wawancara langsungdengan menggunakan sarana kuesioner, di lingkungan Panti Sosial Tresna WerdaWana Seraya Denpasar Bali.Hasil: Terdapat 6 orang lansia (40%yang menderita insomnia dengan beberapafaktor yang mempengaruhi seperti berdasarkan usia, usia 60-70 tahun terdapat 4orang (66,6%, usia 71-80 tahun, terdapat 2 orang lansia (22,2%. Berdasarkanjenis kelamin terdapat 1 orang lansia laki-laki (25%dan terdapat 5 orang lansiaperempuan (45,5%.Berdasarkan kebiasaan tidur yang buruk, hanya terdapat 1orang lansia (16.6%yang memiliki kebiasaan atau pola tidur yang buruk.Berdasarkan penyakit yang mendasari terdapat 4 orang lansia (66,6%.Berdasarkan adanya penyakit gangguan jiwa seperti depresi mayor atau punkecemasan hanya  terdapat 3 orang atau hanya sekitar 50% yang mengalamidepresi maupun kecemasan.Simpulan : Berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya insomnia pada lansia,seperti usia, jenis kelamin, Kebiasaan tidur / pola tidur, penyakit lainnya yangmendasari, serta gangguan jiwa yang menyertai. Insomnia pada panti werdha inicenderung terjadi pada usia yang lebih muda dan jenis kelamin perempuan.

  16. Hubungan Kejadian Internet Addiction dengan Prestasi Belajar pada Mahasiswa FK Unand

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Erizka

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakTeknologi internet berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir dengan berbagai manfaat positif dan negatifnya. Internet addiction merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan. Dalam beberapa penelitian disebutkan pengaruh internet addiction terhadap beberapa aspek termasuk pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui angka kejadian internet addiction dan mempelajari hubungannya dengan prestasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unand. Metode studi cross sectional dilakukan terhadap mahasiswa FK Unand angkatan 2011. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan kejadian internet addiction mempengaruhi prestasi belajar pada mahasiswa FK Unand. Sebanyak 1,1% subjek mengalami internet addiction berat, 34,4% sedang dan 37,7% ringan. Berdasarkan jenis kelamin perempuan lebih banyak mengalami internet addiction daripada laki laki karena  perempuan yang lebih banyak. Klasifikasi yang terbanyak adalah cyber-relationship dan metode paling banyak yang digunakan untuk mengakses internet adalah dengan menggunakan smartphone. Hasil lain yang didapatkan adalah kebutuhan dasar dan ibadah adalah kegiatan paling dominan yang dapat menghentikan responden dari mengakses internet. Disimpulkan bahwa kejadian internet addiction mempengaruhi prestasi belajar pada mahasiswa FK Unand.Kata kunci: cyber-relationship, internet, internet addiction, prestasi belajar AbstractThe internet technology grow very fast in recent years bringing many positive and negative effects. Internet addiction is one of the negative effect. Several research confirm some negative effect of internet addiction including  academic problem. The objective of this study was to know frequency and it’s relation with academic achievement in Medical Faculty of Andalas university’s students. This was a cross-sectional study on Medical Faculty of Andalas University’s students. The result were analyzed by chi

  17. Gambaran Kejadian Persalinan Disfungsional pada Pasien Anemia dalam Kehamilan di RSUP Dr. M. Djamil Periode 2010–2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mega Redha Putri

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPersalinan disfungsional (distosia akibat kelainan tenaga merupakan masalah persalinan dunia dan merupakan salah satu indikasi dilakukannya intervensi selama persalinan dengan tingkat kekerapan kejadian sebesar 4-40%. Persalinan disfungsional dapat disebabkan oleh anemia dalam kehamilan. Kekuatan kontraksi uterus atau his ibu hamil dengan anemia kurang dari normal, lemah dan dalam durasi yang pendek sehingga tidak cukup kuat untuk melahirkan janin dan ibu hamil akan cepat lelah, akibatnya persalinan dapat mengalami perlambatan atau terhenti. Semakin berat anemia, semakin berat manifestasi klinis yang muncul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian persalinan disfungsional pada pasien anemia dalam kehamilan berdasarkan derajat anemia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data retrospektif bagian rekam medik RSUP. Dr. M. Djamil Padang periode 2010-2012. Data yang digunakan sebanyak 61 sampel. Hasil penelitian menunjukkan distribusi kejadian persalinan disfungsional paling tinggi pada anemia derajat ringan yaitu sebanyak 4 orang (8,7%, anemia derajat sedang sebanyak 1 orang (8,3% dan anemia derajat berat 0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat anemia dalam kehamilan tidak mempengaruhi angka kejadian persalinan disfungsional.Kata kunci: anemia dalam kehamilan, persalinan disfungsional, distosia, ibu hamil AbstractDysfunctional labor (dystocia due to abnormal labor is a worldwide labor problem and one of the indications for intervention during labor with prevalence rate 4-40%. Dysfunctional labor can be caused by anemia in pregnancy. The strength of uterine contractions or his in pregnant women with anemia is less than normal, weak and short in duration so it is not strong enough to bear the fetus and the pregnant women will get tired, causing a slow or stopped. The more severe anemia, the more severe clinical manifestations appear. The objective of this study was to know

  18. Intervensi Perilaku dan Lingkungan dalam Pencegahan Kejadian Penyakit Malaria di Indonesia Tahun 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fenny Etrawati

    2017-02-01

    Full Text Available Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia. Penyakit ini secara alami ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Infeksi ini dapat menyebabkan anemia dan penurunan produktivitas pada penderitanya bahkan menyebabkan kematian. Saat ini tercatat 18,6 juta kasus malaria per tahun. Berdasarkan konsep Blum, perilaku dan lingkungan merupakan faktor yang cukup dominan dalam mempengaruhi status kesehatan seseorang. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran intervensi perilaku dan lingkungan dalam menanggulangi kejadian malaria. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang didasarkan pada teori dan penelitian terdahulu.Angka kesakitan malaria yang tercatat dalam Indikator Annual Parasite Incidence (API tahun 2009 yakni 1,85 per 1000 penduduk. Guna menurunkan angka kesakitan tersebut diperlukan upaya penanggulangan vektor malaria yang efektif dan efisien diantaranya melalui intervensi perilaku dan lingkungan. Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS serta penyehatan lingkungan guna menghilangkan tempat perindukan vektor malaria harus dilakukan secara berkesinambungan dan melibatkan partisipasi masyarakat agar tercipta derajat kesehatan masyarakat Indonesia yang setingi-tingginya.

  19. Berat badan lahir rendah berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeyen Supriyanto

    2018-01-01

    yang rendah. Prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 37,2%, sementara di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY sebesar 27%, di Kabupaten Bantul sebesar 18,08%. Bayi BBLR memiliki kesempatan hidup dan ketika bertahan mereka mudah terkena penyakit, retardasi pertumbuhan dan gangguan perkembangan mental. Statistik menunjukan bahwa 90% dari kejadian BBLR didapatkan di negara berkembang dan angka kematian 35 kali lebih tinggi dibandingkan pada bayi dengan bayi berat badan lahir lebih dari 2.500 gram. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak yang berumur 6-23 bulan yang berjumlah 1217 responden. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 190 yang diambil dengan teknik proporsional probability to size yaitu prosedur penarikan sampel dimana peluang terpilihnya suatu unit sampel sebanding dengan ukuran. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square.Hasil: Berdasarkan analisis Chi-Square menunjukkan anak yang BBLR memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting (p value <0,000 dengan nilai OR 6,16 (95% Cl: 3,007-12,656, dengan kata lain anak yang lahir dengan berpeluang 6,16 kali lebih besar untuk mengalami stunting dari pada anak yang memiliki berat badan lahir normal. Kesimpulan: Ada hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul, Yogyakarta. KATA KUNCI: stunting, berat badan bayi lahir rendah (BBLR, anak usia 6-23 bulan 

  20. Kondisi Kesehatan Lingkungan Pesantren dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Siswa dengan Kejadian Hepatitis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ii Sumarni

    2014-12-01

    Full Text Available Kejadian luar biasa hepatitis A di Kabupaten Ciamis telah terjadi beberapa kali, satu di antaranya terjadi di Pondok Pesantren X. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesehatan lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian hepatitis A siswa/siswi di Pondok Pesantren X Kabupaten Ciamis. Rancangan penelitian menggunakan desain kasus kontrol dengan jumlah kasus 40 orang dan kontrol 80 orang, total sampel 120 orang. Populasi penelitian adalah siswa/siswi madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah negeri yang tinggal di asrama pondok pesantren. Data kasus merupakan data sekunder yang diperoleh dari Tim Surveilans Kabupaten Ciamis, dengan hasil pemeriksaan serologis positif. Sedangkan kontrol berdasarkan tidak adanya gejala klinis. Data kondisi kesehatan lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat diperoleh langsung dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil analisis bivariat menunjukan, usia, kebiasaan minum air masak, kebiasaan makan bersama antar teman, tukar menukar alat makan, dan kebiasaan jajan merupakan variabel yang berhubungan dengan kejadian hepatitis A. Hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda diperoleh tiga variabel yang berhubungan dengan kejadian hepatitis A, yaitu kebiasaan makan bersama dalam satu tempat (OR = 21,48, kebiasaan tukar menukar alat makan (OR = 6,15, dan status imunisasi sebagai faktor pencegah hepatitis A (OR = 0,056. Risiko responden apabila belum diimunisasi hepatitis A serta terbiasa tukar menukar alat dan makan bersama dalam satu tempat adalah 3, 36 kali untuk terjadinya hepatitis A. Boarding School Environment Health Conditions and Personal Hygiene Students with Hepatitis Incident Hepatitis A outbreaks in Ciamis District has occurred several times, one of them has occurred in X Islamic Boarding School in 2012. This research aimed to analyze environment health condition dan personal hygiene with incident of hepatitis A among students in X

  1. Analisis Kejadian Luar Biasa (KLB Demam Berdarah Dengue (DBD di Wilayah Puskesmas Rawasari Kota Jambi Bulan Agustus 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santoso Santoso

    2015-03-01

    Full Text Available Telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB DBD di Kota Jambi berdasarkan laporan wabah/KLB (W1 dari Dinas Kesehatan Propinsi Jambi Agustus tahun 2011. Jumlah kasus yang dilaporkan sebanyak 261 orang dan kematian sebanyak 8 orang dengan Case Fatality Rate (CFR sebesar 3,1%. Menindaklanjuti laporan dari Dinas Kesehatan Propinsi Jambi tersebut maka tim peneliti Loka Litbang P2B2 Baturaja melakukan survey dengan tujuan untuk mengidentifikasi  kepadatan jentik nyamuk Aedes sp., penyebaran kasus DBD,  dan efektifitas kegiatan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Puskesmas maupun masyarakat. Hasil survey jentik terhadap 107 rumah ditemukan sebanyak 13 rumah (12,1% ditemukan adanya jentik, 7,9% tempat penampungan air (kontainer ditemukan adanya jentik dan angka bebas jentik (ABJ sebesar 87,9.  Jentik Aedes sp. lebih banyak ditemukan pada kontainer yang berada di dalam rumah dibanding di luar rumah dan dalam kondisi terbuka dibanding yang tertutup. Kepadatan jentik berdasarkan parameter density figure di wilayah Kelurahan Mayang termasuk dalam kategori sedang. Jumlah rumah penderita yang diperiksa sebanyak 25 rumah dan 3 rumah diantaranya ditemukan jentik Aedes sp. Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan tim peneliti Loka Litbang P2B2 Baturaja maka disarankan agar kegiatan abatisasi massal sebaiknya disertai dengan kegiatan Pemberansan Sarang Nyamuk (PSN yang kegiatannya juga membersihkan tempat-tempat tersembunyi yang dapat dijadikan sebagai tempat untuk berkembangbiak bagi nyamuk Aedes sp. seperti membersihkan kulkas, dispenser, pot bunga dan tempat-tempat tersembunyi lainnya. Rumah penderita serta rumah di sekitar penderita perlu mendapat perhatian yang lebih intensif untuk menghilangkan jentik Aedes sp. di rumah penderita agar tidak terjadi penularan lebih lanjut.

  2. Biomarker Prediktor Kejadian Poliuria pada Resipien Pascatransplantasi Ginjal

    OpenAIRE

    Angling Yunanto; Arry Rodjani

    2016-01-01

    Poliuria pada resipien pascatransplantasi ginjal merupakan kondisi yang sering terjadi dan berpotensi menimbulkan komplikasi fatal apabila berlangsung secara masif, terus menerus, dan tanpa pengawasanyang ketat. Studi literatur ini dibuat agar dapat memberikan gambaran mengenai biomarker apa yang dapatdigunakan sebagai prediktor kejadian poliuria pada resipien pascatransplantasi ginjal dan apakah biomarkertersebut dapat dipergunakan di RS dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Studi literatur ini d...

  3. Analisis Spasial Kejadian Filariasi di Kabupaten Demak Jawa Tengah

    OpenAIRE

    Nurjazuli Nurjazuli; Hanan Lanang Dangiran; Asty Awiyatul Bari'ah

    2018-01-01

    Latar Belakang: Filariasis merupakan salah satu penyakit tular vektor yang kurang mendapatkan perhatian, termasuk kelompok Neglected Tropical Diseases (NTDs). Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah di Propinsi Jawa Tengah  yang merupakan daerah endemis filarisis (mf rate>1%). Kejadian filarisis di daerah ini diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan fisik dan biologis (nyamuk) yang mempunyai peran penting dalam penyebaran penyakit filarisis. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada...

  4. LAMA HAID DAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Febrianti Febrianti

    2015-04-01

    Full Text Available Latar belakang: Madrasah Aliyah Negeri (MAN 2 Bogor adalah sekolah dengan angka  prevalensi anemia tertinggi di kota Bogor. Dari pemeriksaan Puskesmas Bogor Timur pada tahun 2009, ada 65,8 persen  siswi sekolah tersebut yang menderita anemia. Tujuan:  Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan potong lintang. Variabel dependen adalah kejadian anemia. Variabel independen terdiri atas lama haid, frekuensi makan, kebiasaan makan buah-buahan, kebiasaan makan protein hewani, kebiasaan makan protein nabati, dan kebiasaan minum teh. Pengumpulan data dilakukan dua tahap yaitu pengisian kuesioner dan pengambilan sampel darah. Data dianalisis univariat dan bivariat. Hasil:  Ditemukan  hubungan  yang  bermakna  antara  lama  haid  dengan  kejadian  anemia remaja  putri  (p value=0.028. Variabel lain tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan anemia.  Kesimpulan: Prevalensi anemia di MAN 2 Bogor berhubungan dengan lama haid dan tidak berhubungan dengan variabel lain.  Kata kunci: anemia remaja putri, faktor-faktor anemia, lama haid.

  5. HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susiani Wulandari

    2012-07-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor lingkungan rumah dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan pendekatan kasus kontrol. Responden dalam penelitian ini adalah 30 orang penderita TB paru dan 30 orang bukan penderita TB paru yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah luxmeter, rollmeter, higrometer, dan kuesioner. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian TB paru adalah luas ventilasi ruang tamu (p=0,02, pencahayaan ruang tamu (p=0,02, pencahayaan ruang keluarga (0,001, pencahayaan ruang tidur (p=0,001, jenis dinding, kelembaban ruang tamu, kelembaban ruang keluarga, dan kelembaban ruang tidur (0,02. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian TB paru adalah jenis lantai(p=0,37, kepadatan hunian ruang tidur (p=0,05, ventilasi ruang keluarga (p=1, dan ventilasi ruang tidur (p=0,75. Kesimpulan yang dapat diambil adalahh kondisi lingkungan rumah yang berhubungan dengan kejadian TB paru adalah luas ventilasi ruang tamu, pencahayaan ruang tamu, pencahayaan ruang keluarga, pencahayaan ruang tidur, jenis dinding, kelembaban ruang tamu, kelembaban ruang keluarga, dan kelembaban ruang tidur. The purpose of this study was to determine the relationship of environmental factors with the incidence of pulmonary TB home in the working area of Bandarharjo clinic Semarang city. This type of research is a survey of analytic approaches to the design of the control cases. Respondents in this study were 30 people with pulmonary TB and 30 patients with pulmonary TB is not obtained by using purposive sampling techniques. Instruments used in this study is luxmeter, rollmeter, hygrometers, and questionnaires. From the result showed that the variables related to the incidence of pulmonary TB is the living area ventilation (p = 0

  6. FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2014

    OpenAIRE

    Dien Gusta Anggraini Nursal; Pratiwi Tamela; Fitrayeni Fitrayeni

    2017-01-01

    Preeklampsia merupakan penyakit yang disebabkan kehamilan dan penyebab kematian maternal. Angka kejadian preeklampsia di RSUP. DR. M. Djamil Padang Tahun 2014 adalah 20,14%. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUP DR. M. Djamil Padang tahun 2014. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Jumlah sampel 34 kasus dan 34 kontrol, perbandingan 1:1. Pengambilan sampel menggunakan teknik systema...

  7. Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di Rsup Dr. M. Djamil Padang Tahun 2014

    OpenAIRE

    Nursal, Dien Gusta Anggraini; Tamela, Pratiwi; Fitrayeni, Fitrayeni

    2015-01-01

    Preeklampsia merupakan penyakit yang disebabkan kehamilan dan penyebab kematian maternal. Angka kejadian preeklampsia di RSUP. DR. M. Djamil Padang Tahun 2014 adalah 20,14%. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUP DR. M. Djamil Padang tahun 2014. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Jumlah sampel 34 kasus dan 34 kontrol, perbandingan 1:1. Pengambilan sampel menggunakan teknik systema...

  8. RISIKO KEJADIAN MEDICATION ERROR DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN

    OpenAIRE

    Ningsih, Yunita; Maidin, Alimin; Kapalawi, Irwandy

    2015-01-01

    Kejadian medication error merupakan indikator penting keselamatan pasien. Medication error yang terjadi di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin tahun 2013 terdapat 4 kasus dan tahun 2014 terdapat 1 kasus. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran risiko kejadian medication error.Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik total sampling sebanyak 115 responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat. Hasil peneli...

  9. Perilaku sedentari sebagai faktor risiko kejadian obesitas pada anak sekolah dasar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Imam Arundhana

    2016-03-01

    rural area. KEYWORDS: physical activities, overweight, rural, urban, elementary school childrenABSTRAKLatar belakang: Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas tahun 2010, prevalensi obesitas di Yogyakarta adalah 78% pada tahun 2010. Peningkatan prevalensi obesitas pada anak sekolah sangat berkaitan dengan aktivitas sedentari dan berkurangnya aktivitas fi sik.Tujuan:  Untuk Mengetahui apakah perilaku sedentari merupakan faktor risiko terhadap obesitas anak sekolah dan mengidentifi kasi seberapa besar kontribusinya.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol. Populasi terdiri dari anak-anak sekolah dasar (baik negeri maupun swasta kelas 1-5 di Yogyakarta dan Bantul. Pemilihan sekolah selama fase skrining berdasarkan metode probability proportional to size (PPS. Kasus adalah anak-anak yang didiagnosis obesitas pada saat fase skrining, menggunakan simple random sampling didukung dengan tabel random dan dilakukan matching pada sekolah tersebut. Berdasarkan perhitungan sampel, terdapat 488 sampel yang terdiri dari 244 kasus dan 244 kontrol. Data aktivitas fisik diperoleh menggunakan formulir CPAQ. Data diproses menggunakan Epidata v 3.1 and STATA v.11.  Analisa data yang digunakan adalah univariat, bivariat, and analisa multivariat dengan t-test, anova, dan logistic regression.Hasil: Durasi perilaku sedentari pada siswa obesitas lebih lama dibandingkan mereka yang tidak obesitas dengan ratarata perbedaan 49,81 menit/hari (p<0,01. Hasil analisis Chi-square menunjukkan perilaku sedentari memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian obesitas dengan OR=6.93 (95%CI: 4,56-10,54. Berdasarkan jenis perilaku sedentari, terdapat hubungan yang signifikan untuk kategori screen based dan duduk-duduk (p <0,05.Kesimpulan:Perilaku sedentari merupakan faktor risiko terhadap kejadian obesitas pada anak-anak sekolah dasar. Rata-rata durasi perilaku sedentari pada anak yang obes lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak obes. Berdasarkan tempat tinggal, rata

  10. Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Ditinjau dari Paritas dan Usia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Willy Astriana

    2017-12-01

    Full Text Available Abstrak: Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok wanita usia reproduksi (WUS. Menurut WHO secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8 %. Salah satu penyebab anemia pada kehamilan yaitu paritas dan umur ibu. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten OKU  pada periode Agustus – Oktober 2017 didapatan sampel berjumlah 277 orang. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95%. Pada analisa univariat, Dari 277 responden yang mengalami kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 118 responden (42,6% dan 159 responden (57,4% yang tidak mengalami kejadian anemia pada ibu hamil, paritas beresiko sebanyak 226 responden (81,6% dan paritas tidak beresiko sebanyak 51 responden (18,4%, umur beresiko sebanyak 199 responden (71,8% dan umur tidak beresiko sebanyak 78 responden (28,2%. Analisa statistik menunjukkan adanya korelasi antara kejadian anemia pada ibu hamil dengan paritas (p value 0,023 dan usia (p value 0,028. Petugas kesehatan diharapkan dapat melakukan promosi kesehatan dengan memberikan informasi tentang pentingnya mengkonsumsi tablet zat besi yang tepat, makan makanan yang mengandung sumber zat besi, dan pentingnya vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh. Kata Kunci: kejadian anemia, ibu hamil, paritas, umur ibu THE OCCURRENCE OF ANEMIA IN PREGNANT WOMEN BASED ON PARITY AND AGE Abstract: Anemia is the largest public health problem in the world, especially for women of reproductive age. According to WHO globally the prevalence of anemia in pregnant women around the world is 41.8%. One of the causes of anemia in pregnancy is parity and maternal age.This research use analytical method with cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women

  11. Determinan Kejadian Cedera pada Kelompok Pekerja Usia Produktif di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusianawaty Tana

    2015-11-01

    Full Text Available AbstractInternational Labor Organization (ILO in 2008 estimated that 14 % of the 2.34 million people died as a result of work-related accidents. In Indonesia, work-related accidents data are still limited and only focus on the formal sector. The research purpose was to identify the determinant of the injury in Indonesia productive age (15-64 years old workers.This study was a further analysis of National Health Research (Riskesdas data in 2013. The data were analyzed by complex sample with significancelevel 0.05 and 95% confidence intervals. The workers who met the study criterias were 405,984 persons. The determinant of injury was age, gender, hypertension, region area, visual and hearing impairment, education, diabetes mellitus, marrital status, body mass index, occupation, economical status, subdistrict area (OR adjusted 1.1-2.17 p≤0.009. The injury of the 15-24 years old group was 2.17 times higher than55-64 years old group, males were injured 1.8 times higher than females, workers who had hypertension were 1.6 times than normotension. Workers stayed in Eastern Indonesia Region was injured 1.5 times higher than in Sumatra Region, and workers with hearing impairment in both ears were injured 1.5 times higher than normal hearing. The main determinant of injury in productive age workers was age, gender, hypertension, and hearing impairment. Efforts to prevent injury were required, especially foryoung workers.Keywords : workers, injury, productive age, Indonesia, Riskesdas 2013 AbstrakInternational Labor Organization (ILO memperkirakan 14% dari 2,34 juta orang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja (2008. Di Indonesia, data terkait kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan masih terbatas dan hanya fokus pada pekerja sektor formal. Penelitian ini bertujuan menentukan determinan kejadian cedera pada pekerja usia produktif (15-64 tahun di Indonesia, menggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas Tahun 2013. Data dianalisis dengan kompleks

  12. ASUPAN PROTEIN NABATI DAN KEJADIAN ANEMIA WANITA USIA SUBUR VEGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Ari Nugroho

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe purpose of this study was to determined the role of vegetable protein intake and anaemia incidence among vegan reproductive aged women. This study was observational research with cross-sectional study design. Sixty-five subjects were selected by simple random sampling method. Data collection for intake was done by 24-hours recall technique, and haemoglobin levels was measured by cyanmethemogloblin method. The results showed that 26.1% from 31-anaemia vegan subjects classified as less vegetable protein intake individuals, and 43% from 34-non anaemia vegan subjects known as enough vegetable protein intake individuals. Chi-square test authenticate that there was a significant relationship between the vegetable protein intakes with anaemia incidence among vegan reproductive aged women (p=0.002. The conclusion showed that vegetable protein intake has a role to the risk of anaemia incidence among vegan reproductive aged women.Keywords: anaemia, reproductive aged women, vegan, vegetable proteinABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui peran asupan protein nabati terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS vegan. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sebanyak 65 subjek WUS dipilih menggunakan metode simple random sampling. Pengambilan data asupan dilakukan menggunakan metode 24-hours recall, sedangkan kadar hemoglobin dianalisis menggunakan metode cyanmethemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan 31 WUS vegan yang anemia sebesar 26,1% diantaranya menunjukkan memiliki asupan protein kurang, sedangkan 34 WUS vegan yang tidak anemia (43%, memiliki asupan protein nabati cukup. Analisis chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein nabati dengan kejadian anemia (p=0,002. Kesimpulan penelitian ini adalah asupan protein nabati berperan terhadap risiko anemia pada WUS vegan.Kata kunci: anemia, protein nabati, vegan, WUS

  13. Biomarker Prediktor Kejadian Poliuria pada Resipien Pascatransplantasi Ginjal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angling Yunanto

    2016-03-01

    Full Text Available Poliuria pada resipien pascatransplantasi ginjal merupakan kondisi yang sering terjadi dan berpotensi menimbulkan komplikasi fatal apabila berlangsung secara masif, terus menerus, dan tanpa pengawasanyang ketat. Studi literatur ini dibuat agar dapat memberikan gambaran mengenai biomarker apa yang dapatdigunakan sebagai prediktor kejadian poliuria pada resipien pascatransplantasi ginjal dan apakah biomarkertersebut dapat dipergunakan di RS dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Studi literatur ini dibuat dari beberapasumber kepustakaan yang berkaitan dengan kejadian poliuria pascatransplantasi ginjal. Disimpulkan bahwaurodilatin memiliki potensi lebih besar dalam menyebabkan poliuria pascatransplantasi ginjal dibandingkandengan dan atrial natriuretic peptide (ANP, brain natriuretic peptide (BNP, maupun C-type natriuretic peptide(CNP. Meskipin demikian perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikannya hingga ke tingkat molekuler.Pemeriksaan radio immuno assay (RIA untuk peptida natriuretik dan urodilatin baru dilakukan untukkeperluan penelitian dan belum digunakan secara luas kepada pasien. Kata kunci: poliuria, transplantasi ginjal, urodilatin, peptida natriuretik   Biomarker Predictors of Incident Polyuriain Post Kidney Transplant  Recipients AbstractPolyuria post renal transplantation is a common situation that can be potentially dangerous if it continuous massively without any special consideration. This literature review is aimed to give descriptionabout biomarkers that can be used in Cipto Mangunkusumo Hospital to predict any possible polyuria postrenal transplantation surgery. This literature review compiles some studies and sources about polyuria postrenal transplantation surgery. It is concluded that urodilatin has bigger impact in producing polyuria postrenal transplantation compare to atrial natriuretic peptide (ANP, brain natriuretic peptide (BNP,  and C-typenatriuretic peptide (CNP, however further research is still needed. Radio immuno

  14. Perumusan Model Moneter Berdasarkan Perilaku Gas Ideal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmad Resmiyanto

    2014-04-01

    Full Text Available Telah disusun sebuah model moneter yang berdasarkan perilaku gas ideal. Model disusun dengan menggunakan metode kias/analogi. Model moneter gas ideal mengiaskan jumlah uang beredar dengan volume gas, daya beli dengan tekanan gas dan produksi barang dengan suhu gas. Model ini memiliki formulasi yang berbeda dengan Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory of Money yang dicetuskan oleh Irving Fisher, model moneter Marshal-Pigou dari Cambridge serta model moneter ala Keynes. Selama ini 3 model tersebut dianggap sebagai model yang mapan dalam teori moneter pada buku-buku teks ekonomi. Model moneter gas ideal dapat menjadi cara pandang baru terhadap sistem moneter.

  15. Peningkatan Determinan Sosial dalam Menurunkan Kejadian Tuberkulosis Paru

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani

    2014-08-01

    Full Text Available Upaya pengendalian tuberkulosis paru oleh World Health Organization telah meningkatkan angka kesembuhan dan menyelamatkan banyak jiwa, tetapi kurang berhasil dalam menurunkan insiden tuberkulosis. Oleh karena itu, pengendalian tuberkulosis akan lebih menekankan pada kebijakan determinan sosial karena determinan sosial secara langsung maupun melalui faktor risiko tuberkulosis berpengaruh terhadap tuberkulosis. Di Bandar Lampung, angka notifikasi tuberkulosis dari tahun 2009 – 2010 mengalami peningkatan walaupun angka kesembuhan sudah lebih dari 85%. Bandar Lampung juga merupakan bagian dari salah satu provinsi termiskin di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh determinan sosial (yang diukur melalui indikator pendidikan, pendapatan dan kelas sosial terhadap kejadian tuberkulosis. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – Oktober 2012 di seluruh pelayanan kesehatan di Bandar Lampung yang telah melaksanakan strategi Directly Observed Treatment Shortcourse. Responden penelitian ini adalah 238 penderita tuberkulosis basil tahan asam positif dan 238 suspek yang tidak menderita tuberkulosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan sosial yang rendah akan meningkatkan risiko untuk terkena tuberkulosis. Oleh karena itu, pengendalian tuberkulosis perlu disertai dengan peningkatan determinan sosial untuk menurunkan kejadian tuberkulosis. Tuberculosis control program conducted by World Health Organization, has increased tuberculosis cure rate and saved million people, but has less success in reducing tuberculosis incidence. Therefore, tuberculosis control program needs to put more emphasis on social determinants. It is obvious, since social determinants, directly or through its tuberculosis-risk factors, affect tuberculosis. In Bandar Lampung, notification rate during the period of 2009 - 2010 has increased although the cure rate of the period was more than 85%. Moreover, Bandar Lampung is located in Lampung, one of the

  16. ANALISIS SPASIAL PADA KEJADIAN LUAR BIASA (KLB MALARIA DI DESA PANUSUPAN KECAMATAN REMBANG DAN DESA SIDAREJA KECAMATAN KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiarti Widiarti

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakMalaria seringkali muncul pada kejadian luar biasa (KLB maupun peningkatan kasus baik di Jawa maupun di luar Jawa. Dilaporkannya peningkatan kasus atau KLB malaria di Kabupaten Purbalingga menimbulkan pemikiran faktor-faktor apa yang mempengaruhi terjadinya KLB malaria. Tujuan penelitian adalah analisis spasial kasus malaria, konfirmasi vektor yang berperan dalam penularan malaria dan bioekologi nyamuk tersangka vektor. Lokasi penelitian di Desa Panusupan Kecamatan Rembang dan Desa Sidareja Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Konfirmasi vektor dilakukan dengan elisa sporozoit dari semua nyamuk Anopheles sp yang diperoleh. Analisis kasus malaria digunakan metoda GIS dan dilanjutkan uji spatially weighted regression (spatial error model dengan GeoDa. Survei entomologi dilakukan sesuai standart penangkapan nyamuk oleh WHO. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa berdasarkan  elisa  sporozoit,  vektor  yang  berperan  di  Desa  Panusupan  Kecamatan  Rembang  adalah Anopheles maculatus hasil penangkapan hinggap pada manusia diluar rumah pada jam 18.00. Kejadian luar biasa malaria di Kabupaten Purbalingga, semula kasus import namun karena keberadaan vektor (daerah reseptif, sehingga terjadi penularan lokal. Analisis spasial kasus malaria di kedua desa mengelompok dan berdekatan dengan habitat perkembangbiakan An. maculatus yaitu ditepi aliran sungai. Mencermati vektor yang berperan di daerah KLB adalah An. maculatus dengan aktivitas sore sampai malam hari, maka perlu diinformasikan kepada masyarakat agar menjaga tidak kontak dengan nyamuk dan melindungi masyarakat dengan kelambu berinsektisida yang mempunyai daya lindung lama (LLIN sehingga dapat mengurangi terjadinya penularan.Kata Kunci : analisis spasial, KLB, Anopheles maculatus dan malariaAbstractMalaria outbreak or increase cases has came up very often inside or outside of Java Island. The increase malaria cases from Purbalingga Regency is reported

  17. FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dien Gusta Anggraini Nursal

    2017-08-01

    Full Text Available Preeklampsia merupakan penyakit yang disebabkan kehamilan dan penyebab kematian maternal. Angka kejadian preeklampsia di RSUP. DR. M. Djamil Padang Tahun 2014 adalah 20,14%. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUP DR. M. Djamil Padang tahun 2014. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Jumlah sampel 34 kasus dan 34 kontrol, perbandingan 1:1. Pengambilan sampel menggunakan teknik systematic random sampling. Pengolahan data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-Square dan multivariat dengan analisis Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan umur (p=0,006, dan obesitas (p=0,031 berisiko secara bermakna, sedangkan status gravida, riwayat diabetes mellitus dan tingkat pendidikan tidak terdapat hubungan yang bermakna dan bukan faktor risiko preeklampsia pada ibu hamil di RSUP DR. M. Djamil Padang tahun 2014. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor paling dominan terhadap kejadian preeklampsia adalah umur (p=0,001. Umur dan obesitas merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan promotif dan preventif dengan penyuluhan dan sosialisasi mengenai umur beresiko preeklampsia dan mengurangi berat badan. Kata Kunci: Preeklampsia, Ibu Hamil, Faktor Risiko, RSUP M Djamil Padang

  18. Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Tindakan 3M Plus Terhadap Kejadian DBD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    rara marisdayana

    2016-02-01

    Full Text Available Sejak tahun 1968 sampai tahun 2012 World Health Organization (WHO mencatat negara Indonesia sebagai negara dengan kasus demam berdarah dengue yang tertinggi di Asia Tenggara. Pada tahun 2015 kasus DBD terus meningkat di Wilayah kerja puskesmas Kenali Besar, hal ini menyebabkan beberapa kelurahan yang berada di wilayah kerja puskesmas kenali besar termasuk daerah endemis DBD.Jenis Penelitian yaitu Penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sesuai dengan kaedah proportional random sampling yaitu sebanyak 95 responden.Hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara tempat penampungan air bersih dengan kejadian demam berdarah dengue diwilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar (p value = 0,006 p≤ 0,05. terdapat hubungan yang signifikan antara Penyediaan tempat pembuangan sampah dengan kejadian demam berdarah dengue diwilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar (p value = 0,002 p≤ 0,05. Terdapat hubungan yang signifikan antara tindakan 3M Plus dengan kejadian demam berdarah dengue diwilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar (p value = 0,048 p≤ 0,05..           Ada hubungan antara sarana air bersih, penyediaan tempat sampah dan tindakan 3M Plus dengan kejadian DBD diwilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar.

  19. HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santoso Santoso

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRACTFilariasis is still a public health problem in Indonesia. Over 10 years (2000-2009 the spread of filariasis inIndonesia are increasing in all over Indonesia. The numbers of clinical cases found were 6,233 cases in 2000 and increased in 2009 to 11,914 cases scattered throughout 33 provinces. Some factors that led to thehigher number of filariasis cases in Indonesia were poor sanitation and limited access to health carefacilities. The data for this analysis was derived from Basic Health Research 2007. The results showedthere were statistically significant relationship between the characteristics of respondents, the type andcondition of the waste water reservoirs, sewerage conditions, the presence of medium and large livestock, classification of areas and the incidence of filariasis.Keywords: Filariasis, characteristics, waste water disposal ABSTRAKFilariasis masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Selama 10 tahun (2000-2009 penyebaranfilariasis di Indonesia terus meningkat yang meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia. Jumlah kasusklinis yang ditemukan tahun 2000 sebanyak 6.233 kasus dan meningkat pada tahun 2009 menjadi 11.914kasus yang tersebar di 33 provinsi. Beberapa faktor yang menyebabkan masih tingginya kasus filariasis diIndonesia diantaranya kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik dan sulitnya akses ke sarana pelayanankesehatan. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data hasil Riskesdas tahun 2007. Hasil analisismenunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara karekateristik responden, jenis dankondisi penampungan air limbah, kondisi saluran air limbah, keberadaan ternak sedang dan besar, dan klasifikasi daerah dengan kejadian filariasis.Kata kunci: Filariasis, karakteristik, pembuangan air limbah

  20. KONDISI CURAH HUJAN PADA KEJADIAN BANJIR JAKARTA DAN ANALISIS KONDISI UDARA ATAS WILAYAH JAKARTA BULAN JANUARI – FEBRUARI 2013

    OpenAIRE

    Syaifullah, M. Djazim

    2018-01-01

    IntisariKondisi curah hujan di wilayah Jakarta pada kejadian banjir besar tanggal 17 Januari 2013 telah dianalisis yang dihubungkan dengan kondisi atmosfer pada selang waktu tersebut. Data curah hujan menggunakan data TRMM sedangkan analisis kondisi atmosfer menggunakan data rawinsonde. Hasil analisis menunjukkan bahwa puncak kejadian banjir Jakarta musim hujan tahun 2013 terjadi pada tanggal 17 Januari 2013 disebabkan oleh faktor lokal yang sangat kuat ditambah dengan faktor global yang mend...

  1. PEMETAAN MODEL KERAWANAN LEPTOSPIROSIS BERDASARKAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DAN TRAP SUCCESS DI BANTUL, YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunaryo Sunaryo

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACTLeptospirosis is zoonotic disease, which is caused by leptospira bacteria and transmitted to human bycontact with contaminated animal urine. Bantul District is endemic area of leptospirosis, case fatality rateas much 11% in 2010. The aim of this research was to study distribution of spatial epidemiologyleptospirosis, and mapping of vulnerable leptospirosis model by using Geographical Information Systembased on environmental risk factor and trap success in Bantul.This research done in March until November2011, and applied spatial analysis by using cross sectional design. Result of this research• showedleptospirosis cases in 2011 reaching 135 cases, and group of adult men was dominant, mostly as farmer andveteriner worker. There were three claster with average distance between cases: 0 km and furthermost 30km. Leptospirosis pattern increased in March and April when high rainfall. Medium rainfall spatial,lowland, vegetation index medium, alluvial type of soil, existence of rat and landuse of ricefield wereenvironmental variable influence leptospirosis cases. High vulnerable leptospirosis zone located in Centerand West Bantul.Keyword : Mapping, leptospirosis, vulnerable model. ABSTRAK Leptospirosis merupakan penyakit bersumber rodensia, disebabkan oleh bakteri leptospira, menular melalui kulit luka atau mukosa dengan air/tanah tercemar leptospira dariurine binatang. Kabupaten Bantul merupakan daerah endemis leptospirosis,case fatality rate mencapai11% pada tahun2010. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui persebaran epidemiologi spasial leptospirosis, dan pemetaanmodel daerah rawan Leptospirosisdi Kabupaten Bantul berdasarkan faktor risiko lingkungan dan trap success tikus dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini dilakukanpada Bulan Maret sampaiNovember 2011, menggunakan metode analisis spasial deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Hasil: Kasus leptospirosispada tahun2011 mencapai135 kasusyang didominasi oleh

  2. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASCARIASIS PADA MURID SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atikah Mardhika Ihsan

    2015-09-01

    Full Text Available AbstrakKejadian Ascariasis masih tinggi di Kota Padang, terutama pada anak usia sekolah dasar. Banyak faktor yang mempengaruhi tingginya kejadian Ascariasis ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ascariasis pada murid Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode cross sectional study yang dilakukan pada 122 murid SDN 25 dan 28 Purus, Kota Padang pada bulan Desember 2013. Faktor-faktor yang diteliti antara lain higienitas perorangan, tingkat pengetahuan ibu, sanitasi lingkungan, tempat tinggal, dan tingkat penghasilan orang tua. Hubungan antar variabel dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid yang positif Ascariasis sebesar 34,4%. Kejadian Ascariasis ditemukan pada murid yang higienitas perorangan kurang baik sebesar 52%, tingkat pengetahuan ibu yang rendah sebesar 34,9%, sanitasi lingkungan yang kurang baik sebesar 29,3%, dan tingkat penghasilan orang tua yang rendah sebesar 37%. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara higienitas perorangan (p=0.06, pengetahuan ibu (p=1, sanitasi lingkungan (p=0,35, dan tingkat penghasilan orang tua (p=0,59 dengan kejadian Ascariasis. Kesimpulan: Kejadian Ascariasis pada pada murid SDN 25 dan 28 Purus, Kota Padang tahun 2013 tidak berkaitan dengan higienitas perorangan, pengetahuan ibu, sanitasi lingkungan, dan tingkat penghasilan orang tua.AbstractThe prevalence of Ascariasis is still high in Padang, especially at primary school age children. There are many factors contribute to the high incidence of this Ascariasis. The purpose of this study was to know the factors that associated with the incidence of Ascariasis in primary school. This study uses an analytical design method of cross -sectional study on 122 students in 25 and 28 primary school Purus, Padang in December 2013. The factors studied include personal hygiene, level of maternal knowledge, sanitary

  3. HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nila Eza Fitria

    2018-03-01

    Full Text Available Maternal Mortality Rate (MMR is one indicator of the success of health services in a country. Maternal deaths occur for several reasons, including anemia The purpose of this research is to know the relationship of knowledge of pregnant women with Fe tablet with anemia occurrence in jorong Koto Malintang Puskesmas Agam District 2014. This research is cross sectional research design conducted in Jorong Koto Malintang Puskesmas Kamih Agam on 23 s / d 29 August 2014. The sample in this study pregnant women in Jorong Koto Malintang 30 people. Univariate analysis has been done descriptive and bivariate analysis using chi-square test. The results showed 30 respondents classified as less knowledgeable (36.7% and more than half of pregnant women (63.3% suffered from anemia. The result of bivariate analysis with trust level 0,05 indicates a significant relationship between the existence of Knowledge about Tablet Fe Pregnancy with Genesis Anemia where value p = 0,002 (p = <0,05. Can be concluded in this research there is a significant relationship between mother's knowledge about Fe tablet with anemia. It is expected to improve the knowledge of pregnant women about the importance of Fe tablets consumed by pregnant women during pregnancy to prevent anemiaAngka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate / MMR merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu terjadi karena beberapa alasan, termasuk anemia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil dengan tablet Fe dengan kejadian anemia di jorong Koto Malintang Puskesmas Kabupaten Agam tahun 2014. Penelitian ini adalah rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan di Jorong Koto Malintang Puskesmas Kamih Agam pada 23 s/d 29Agustus 2014. Sampel dalam penelitian ini ibu hamil di Jorong Koto Malintang 30 orang. Analisis univariat telah dilakukan analisis deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasilnya menunjukkan 30 responden

  4. EVALUASI KEAMANAN INFORMASI PADA PTI PDAM TIRTA MOEDAL KOTA SEMARANG BERDASARKAN INDEKS KEAMANAN INFORMASI SNI ISO/IEC 27001:2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Restu Wardani

    2015-10-01

    Full Text Available Adanya rencana untuk meningkatkan keamanan informasi sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI. Selain rencana tersebut, ditemukan kurangnya kesadaran dari masing-masing staff PTI PDAM Tirta Moedal Kota Semarang terkait dengan keamanan informasi menyebabkan terjadinya berbagai masalah salah satunya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh staff PTI yaitu dengan mengubah sistem operasi yang telah ditetapkan oleh PTI PDAM dan kejadian tersebut berdampak pada proses bisnis. Ditemukan pula bahwa kurangnya pengamanan pada ruang server yang ada di divisi PTI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kelengkapan dan tingkat kematangan keamanan informasi pada divisi PTI serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan tingkat kelengkapan dan tingkat kematangan keamanan informasi. Dari hasil studi dokumen, wawancara, dan kuesioner berdasarkan Indeks Keamanan Informasi SNI ISO/IEC 27001:2009 dihasilkan tingkat kelengkapan keamanan informasi sebesar 325 dan tingkat kematangan berada pada tingkat I+ dimana sudah ada pemahaman mengenai perlunya pengelolaan kemanan informasi akan tetapi penerapan langkah pengamanan masih belum teratur. Untuk mencapai tingkat kematangan V dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI PTI PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dapat melakukan strategi perbaikan secara bertahap. Kata Kunci: Indeks Keamanan Informasi, SNI ISO/IEC 27001:2009, Evaluasi Keamanan Informasi, Tingkat Kelengkapan, Tingkat Kematangan

  5. ASUPAN SUPLEMEN BUKAN DETERMINAN KEJADIAN STUNTING ANAK BALITA (1-3 TAHUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Hariyadi

    2016-07-01

    Full Text Available Abstract: Supplement Intake Not Determinants Stunting Events Children (1-3 Years. This study aims relationship supplement intake with the incidence of stunting among Children aged 1-3 years who live in urban areas Kubu Raya. An observational study with the cross-sectional design. The research was conducted in Kubu Raya in August to November 2014. Measurement of nutritional status using indicators PB/U. Supplement intake asked to interview. Statistical analysis was performed using Chi-square test.The results showed the percentage of stunting in Children aged 1-3 years in the amount of 39.51%.The most consumed form of supplements which are of the type syrup as much as 34.6% of 82.7% respondents toddler supplements. No significant relationship exists between supplement intake with the incidence of stunting in Children aged 1-3 years in the urban area of Kubu Raya. Abstrak: Asupan Suplemen Bukan Determinan Kejadian Stunting Anak balita (1-3 Tahun. Penelitian ini bertujuan hubungan asupan suplemen dengan kejadian stunting pada anak balita usia 1-3 tahun yang tinggal di daerah urbanKubu Raya. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya pada bulan Agustus sampai November 2014. Pengukuran status gizi menggunakan indikator PB/U. Asupan suplemen ditanyakan dengan wawancara. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Chi square.Hasil penelitian menunjukan persentase kejadian stunting pada balita umur 1-3 tahun yaitu sebesar 39,51%. Sebanyak 82.7% balita responden mengonsumsi suplemen, dengan bentuk suplemen yang terbanyak dikonsumsi adalah dari jenis sirup sebanyak 34.6%.Tidak ada hubungan yang bemakna antara asupan suplemen dengan kejadian stunting pada balita umur 1-3 tahun di daerah urban Kubu Raya.

  6. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Insomnia di Poliklinik Saraf RS DR. M. Djamil Padang

    OpenAIRE

    Lydia Susanti

    2015-01-01

    Abstrak Faktor risiko seperti usia lanjut, jenis kelamin wanita, penyakit penyerta (depresi dan penyakit lain), status sosial ekonomi rendah menyebabkan insomnia. Penelitian mengenai prevalensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian insomnia di Poliklinik Saraf RS DR. M. Djamil Padang belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya insomnia di poliklinik saraf RS DR. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian cross se...

  7. Angka Kejadian Delirium dan Faktor Risiko di Intensive Care Unit Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rakhman Adiwinata

    2016-04-01

    Full Text Available Delirium ditandai dengan perubahan status mental, tingkat kesadaran, serta perhatian yang akut dan fluktuatif. Keadaan ini merupakan kelainan yang serius berhubungan dengan pemanjangan lama perawatan di Intensive Care Unit (ICU, biaya yang lebih tinggi, memperlambat pemulihan fungsional, serta peningkatan morbiditas dan mortalitas. Tujuan penelitian adalah mengetahui angka kejadian delirium dan faktor risiko terjadinya delirium di ICU Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS Bandung. Pengambilan sampel dilakukan selama tiga bulan (Januari–Maret 2015 di ICU RSHS Bandung. Metode penelitian ini deskriptif observasional secara kohort prospektif, menggunakan alat ukur Confusion Assessment Method-Intensive Care Unit (CAM-ICU, sebelumnya dilakukan penilaian dengan Richmond agitation-sedation scale (RASS pada pasien yang tersedasi. Hasil penelitian ini dari 105 pasien, 22 pasien dieksklusikan, dari 83 pasien didapatkan 31 pasien positif delirium, angka kejadian 37%. Faktor-faktor risiko pada pasien positif delirium terdiri atas geriatri 15 dari 31, pemakaian ventilator 12 dari 31, pemberian analgesik morfin 9 dari 31, sepsis atau infeksi 9 dari 31, kelainan jantung 8 dari 31, acute physiology and chronic health evaluation (APACHE II skor tinggi 8 dari 31, kelainan ginjal 7 dari 31 laboratorium abnormal 7 dari 31, pemberian sedasi midazolam 6 dari 31 kelainan endokrin 5 dari 31, pemberian analgesik fentanil 2 dari 31, dan strok 1 dari 31. Simpulan, angka kejadian delirium di ICU RSHS Bandung cukup tinggi sebesar 37% dengan faktor risiko terbesar adalah pasien geriatrik.

  8. HUBUNGAN USIA KEHAMILAN DAN PARITAS IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agatha Maria

    2016-01-01

    Full Text Available Abstract: The Correlation Between The Pregnancy Age And The Parity Of Childbirth Mothers With The Premature Rupture Of Membrane. The aims of this research are to find out the correlation between the pregnancy age and the parity of childbirth mothers with the premature rupture of a membrane in Public Hospital Dr. Rubini Mempawah. This research uses Observational Analytic design with Cross-sectional research scheme and retrospective approach. The population covers the childbirth mothers of 472 mothers. The systematic random sampling technique is applied to take 20%; a total of 94 mothers. The result shows that There is a significant correlation between the pregnancy age and the parity of childbirth mothers with the premature rupture of membrane, in which the correlation strength of those two factors refers to a strong positive correlation direction. Abstrak : Hubungan Usia Kehamilan Dan Paritas Ibu Bersalin Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan usia kehamilan dan paritas ibu bersalin dengan kejadian ketuban pecah dini di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Rubini Mempawah. Penelitian menggunakan desain Observasional analitik, dengan rancang penelitian Cross sectional dan menggunakan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah ibu bersalin yaitu sebanyak 472 orang. Pengambilan sampel 20% dengan teknik systematic random sampling sebanyak 94 orang. Hasil penelitian menunjukka ada hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini, dengan kekuatan korelasi kedua faktor tersebut menunjukkan bahwa arah korelasi positif yang sangat kuat.

  9. Berpikir Pseudo Penalaran Kovariasi dalam Mengkonstruksi Grafik Fungsi Kejadian Dinamik: Sebuah Analisis Berdasarkan Kerangka Kerja VL2P dan Implikasinya pada Pembelajaran Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Subanji Subanji

    2016-02-01

    Full Text Available This article discusses the thinking process of pseudo covariational reasoning in constructing graphs of dynamic events. The reasoning is examined using the VL2P framework (Vinner, Lithner, Leron, and Pape. The thinking process of one student taking Calculus II course was analysed, followed with interviews, revealing that at the low level, the pseudo covariational reasoning was close to Vinner’s pseudo analytic; that higher level of reasoning was equal to Lithner’s Establish Experience; that the reasoning was dominantly affected by the first process of Leron’s Dual Process Theory; and that it took place when direct translation was involved consistent with Pape’s Direct Translation Approach. These suggest that process view be emphasized in mathematics teaching and learning.

  10. Pengaruh Kadar Hb dan Paritas dengan Kejadian Intra Uterine Fetal Death (IUFD di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Triana

    2012-11-01

    Full Text Available Intra Uterine Fetal Death (IUFD adalah janin mati dalam rahim dengan berat badan ≥ 500 gram atau kematian janin dalam rahim pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Data yang diperoleh dari Rekam Medik RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dari tahun 2009 sampai 2011 untuk kejadian IUFD mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 proporsi kejadian IUFD 3,6 % dari 2929 persalinan. Pada tahun 2010 proporsi kejadian IUFD meningkat 4,2 % dari  2989 persalinan. Pada tahun 2011 proporsi meningkat 4,4 % dari  2856 persalinan. Tujuan penelitian adalah diketahuinya faktor resiko Kejadian IUFD di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2010-2011. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus kontrol (case control study. Kasus yaitu janin mati di dalam rahim yang dilahirkan oleh ibu di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2010-2011 periode Januari 2010-Desember 2011 dan kontrol yaitu bayi yang dilahirkan hidup oleh ibu di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2010-2011 periode Januari 2010-Desember 2011. Hasil penelitian ibu yang memiliki kadar Hb 4 lebih berisiko melahirkan dengan IUFD 1,5 kali (CI 95% 1-2,1 dibandingkan ibu yang memiliki paritas 1–4. Kesimpulan yaitu variabel independen yang memiliki hubungan sebab akibat dengan kejadian IUFD adalah kadar Hb dan paritas. Saran ditujukan bagi tenaga kesehatan yaitu aktif dalam memberikan penyuluhan, bagi RSUD Arifin Achmad Pekanbaru perlu keaktifan dalam melaksanakan AMP, dan bagi ibu hamil dan keluarga yaitu ikut serta dalam pemeriksaan kehamilan dan program KB.

  11. HUBUNGAN BBLR DAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS LIMA PULUH PEKANBARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lidia Fitri

    2018-03-01

    Full Text Available Stunting is one of the long-term indicators for malnutrition. Stunting prevalence in Indonesia about 37.2%. Babies born with low birth weight is 10.2% and the achievement of exclusive breastfeeding is 30.2%. Survey in Limapuluh Health Centre Pekanbaru, from 18 children who perform measurements, obtained 13 infants suffered stunting. The result of interviews showed that three of them were born with low birth weight (BBLR and five are not given exclusive breastfeeding. This research is to find-out the correlation between low birth weight (BBLR and exclusive breastfeeding with stunting in Limapuluh Health Centre Pekanbaru in 2017.  This study was a quantitative analysis study used cross sectional strategy. Population consists of 300 people, sample consists of 75 people by accidental sampling technique. Analysis using univariat and bivariate. The result were 25 infant (33,3% are stunting, 22 infant (29,3% with low birth weight (BBLR and  not given exclusive breastfeeding are 55 infant (73,3%. There was a significant association between low birth weight (BBLR with stunting was obtained p value 0.000 and association between exclusive breastfeeding with stunting was obtained p value 0.021 its mean p<0,05. There is a relationship between BBLR and exclusive breastfeeding with stunting events, the Ha accepted.Stunting merupakan salah satu indikasi buruknya status gizi pada anak. Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 37,2%. Angka kejadian bayi dengan BBLR sebanyak 10,2% dan pencapaian ASI ekslusif 30,2%. Survey di Puskesmas Lima Puluh kota Pekanbaru Provinsi Riau didapatkan dari 18 orang balita yang di ukur, 13 orang diantaranya mengalami stunting. Hasil wawancara memperlihatkan bahwa 3 orang diantaranya lahir dengan BBLR dan 5 orang tidak diberikan ASI ekslusif. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan berat badan lahir rendah (BBLR dan ASI ekslusif dengan kejadian stunting di Puskesmas Lima Puluh Pekanbaru. Jenis penelitian analitik kuantitatif

  12. Hubungan Obesitas Remaja dengan Hipertrofi Ventrikel Kanan berdasarkan Pemeriksaan Elektrokardiografi

    OpenAIRE

    Shinta Larasaty; Julistio Djais; Sri Endah Rahayuningsih

    2016-01-01

    Latar belakang.Perubahan distribusi lemak viseral dan subkutan menyebabkan remaja berisiko mengalami obesitas. Obesitas sering dikaitkan dengan hipoksia kronik akibat obesity hypoventilation syndrome, yang dapat menyebabkan hipertensi pulmonal dan hipertrofi ventrikel kanan. Tujuan. Mengetahui hubungan obesitas remaja dengan hipertrofi ventrikel kanan berdasarkan pemeriksaan EKG. Metode. Studi komparatif dengan rancangan potong lintang, dilakukan Juli–September 2010, pada re...

  13. Keragaman Genetik Plasma Nutfah Rambutan Di Indonesia Berdasarkan Karakter Morfologi

    OpenAIRE

    Kuswandi, Kuswandi; Sobir, Sobir; Suwarno, Willy Bayuardi

    2014-01-01

    Rambutan merupakan tanaman menyerbuk silang sehingga secara alami memiliki keragaman tinggi. Penelitian bertujuan mempelajari kemiripan genetik dan pengelompokan aksesi plasma nutfah rambutan (Nephelium lappaceum) dan kapulasan (Nephelium ramboutan-ake) di Indonesia berdasarkan karakteristik morfologi. Penelitian dilakukan di (1) Kebun Percobaan (KP) Aripan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, (2) KP Subang Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, (3) KP Cipaku Balai Pengkajian Teknologi Pert...

  14. Analisis Spasial Kejadian Filariasi di Kabupaten Demak Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjazuli Nurjazuli

    2018-04-01

    Full Text Available Latar Belakang: Filariasis merupakan salah satu penyakit tular vektor yang kurang mendapatkan perhatian, termasuk kelompok Neglected Tropical Diseases (NTDs. Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah di Propinsi Jawa Tengah  yang merupakan daerah endemis filarisis (mf rate>1%. Kejadian filarisis di daerah ini diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan fisik dan biologis (nyamuk yang mempunyai peran penting dalam penyebaran penyakit filarisis. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan adanya penderita baru,  mengidentifikasi kondisi lingkungan fisik dan biologi yang berkaitan dengan sebaran filarisis di Kabupaten Demak. Matede: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 30 kasus filariasis dijadikan indek kasus yang selanjutnya dipilih secara purposif sebanyak 140 yang tinggal di sekitar 30 kasus tersebut untuk dilakukan pengamblan darah jari. Observasi lingkungan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan (breeding places dan resting places dari yang diduga sebagai nyamuk vektor filariasis. Penangkapan nyamuk dilakukan di sekitar rumah penderita filariasis. Pengukuran koordinat kasus filariais dilakukan dengan pesawat Geographic Positioning System (GPS. Pemeriksaan darah jadi jari dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA Propinsi Jawa Tengah. Sedang bedah nyamuk dilakukan di Balai Penelitian Vektor Penyakit Banjarnegara. Analisis data dlakukan secara deskriptif, analisis spasial dilakukan dengan software ArcGis 9.3. Hasil: Penelitian ini tidak menemukan penderita baru filarisis (mf rate=0%. Sebanyak 129 ekor nyamuk telah dilakukan pembedahan dengan hasil semuanya negatip cacing filaria. Hasil identifikasi nyamuk menemukan spesies nyamuk Culex quinquefasciatus merupakan nyamuk yang dominan (72,86% di lokasi penelitian.Terdapat breeding places (40% berupa genangan air terbuka (SPAL dan resting places (83,3% berupa semak-semak di sekitar rumah penderita. Analisis spasial

  15. ANALISIS SPASIAL FAKTOR LINGKUNGAN PADA KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN GENUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kartika Kirana

    2017-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Kecamatan Genuk merupakan salah satu kecamatan yang endemis DBD di Kota Semarang. Secara berturut-turut sejak tahun 2012 hingga 2014, Kecamatan Genuk masuk sebagai tiga besar kasus DBD terbanyak. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian DBD adalah faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari hasil analisis spasial faktor lingkungan dengan kejadian DBD di Kecamatan Genuk. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Fokus penelitian ini adalah kondisi SPAL, penumpukan ban bekas dan sumur gali. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Genuk (Kelurahan Genuksari, Karangroto, Bangetayu Kulon dan Banjardowo pada bulan Maret 2016. Instrumen meliputi lembar observasi, peta lokasi, Global Positioning System (GPS, alat fotografi dan AcrGIS. Analisis data menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian DBD menggerombol pada beberapa RW yang berdekatan dengan keberadaan penumpukan ban bekas sekitar permukiman dan sumur gali terbuka.   Kata Kunci        : demam berdarah (DBD, lingkungan, analisis spasial     ABSTRACT Genukis one of dengue fever endemic district in Semarang city. Since 2012 until 2014, Genuk involve as the place that has high incidence of Dengue Fever. One of the factors in the incidence Dengue Fever areenvironmental factors.The goals of this research wasto analize spatial environmental factorsin the incidence Dengue Fever in Genukdistrict. This was a quantitative descriptive research with descriptive survey. The unit this research was water puddle on the pilling of the tire, the dug wells, and waste water pipeline that located in Genuk District (Subdistrict of Genuksari, Karangroto, Bangetayu Kulon and Banjardowo at March 2016. The instruments were paper of observation,the  map, GPS, camera and ArcGIS. Data was analyzed with GIS. The study showed that dengue fever transmission was inthe area with pilling of the tire, and the dug wells.   Keywords

  16. KEHAMILAN REMAJA TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DI WILAYAH PUSKESMAS CEMPAKA KOTA BANJARBARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hapisah Hapisah

    2015-07-01

    Full Text Available Abstract: The Correlation Of Teenage Pregnancy With Anemia In Region Cempaka Health Centers Banjarbaru. The purpose of research is to know the correlation of teenage pregnancy with anemia in regional Cempaka Health Centers Banjarbaru. The research is using the design of survey analyzing with the cross-sectional approach. The population is all of the pregnant women in working area of Cempaka Health Centers Banjarbaru from January to July in 2013 is 382 people with the sample is 80 people. The sampling uses Random sampling with (systematic sampling. The result of research showed 18 people (22.5% respondent with teenage pregnancy, respondent have anemia during pregnancy is 31 people (38.75% and there is a correlation between teenage pregnancy with anemia cases, the result of Chi-Square test showed the value of p = 0.013 < α = 0.05. Keywords: pregnancy, teenage, anemia Abstrak : Kehamilan Remaja Terhadap Kejadian Anemia Di Wilayah Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kehamilan remaja dengan kejadian anemia di wilayah Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian menggunakan rancangan Survei analitik dengan pendekatan adalah cross sectional. Populasi adalah semua ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Cempaka Banjarbaru dari bulan Januari sampai dengan Juli tahun 2013 sebanyak 382 orang dengan sampel sebanyak 80 orang. Pengambilan sampel dengan cara Random Sampling dengan sistematis (systematic sampling. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 18 orang (22,5% responden dengan kehamilan remaja, sebanyak 31 orang (38.75% responden mengalami anemia dalam kehamilan dan terdapat hubungan antara kehamilan remaja dengan kejadian anemia, hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,013<α = 0,05. Kata kunci: kehamilan, remaja, anemia

  17. FAKTOR RISIKO PAPARAN PESTISIDA SELAMA KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN BBLR PADA PETANI SAYUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftah Fatmawati

    2016-10-01

    Full Text Available Berat badan lahir rendah (BBLR menjadi salah satu penyebab utama mortalitas bayi. Permasalahan yang muncul adalah apakah ada hubungan antarapaparan pestisida pada masa kehamilan dengan kejadian BBLR di daerah pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian BBLR. Penelitian ini merupakanstudi case control. Subjek dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kasus sejumlah 25 petanidengan riwayat melahirkan BBLR dan kelompok kontrol yang merupakan tetangga dari subjek kasus tanpa riwayat melahirkan BBLR sejumlah 25 petani. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi square dan fisher sebagai alternatifnya. Faktor risiko yang terbukti berhubungan dengan kejadian BBLR antara lain: pekerjaan ibu hamil yang berkaitan dengan pestisida (OR = 6,769; kelengkapan alat pelindung diri (APD saat beraktivitas di ladang (OR= 18,857; dan penyimpanan pestisida (OR= 12,667. Saran yang direkomendasikan adalah menghindari pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pestisida selama masa kehamilan, jika memang harus ikut dalam kegiatan pertanian maka ibu hamil sebaiknya menggunakan APD lengkap.   Low birth weight becomes one problem that may cause infant mortality. This study aimed to find the relation between pesticide exposure during pregnancy and low birth weight. This was case control study. The subjects were divided into two groups: 25 farmers with low birth weight infants as case group, and subjects 25 farmers with normal birth weight infants wholived around the case group as control group. Data were collected with interview and observation. Data were analyzed by univariate and bivariate analysis (chi-square test and fisher test. Risk factors during pregnancy that associated with lowbirth weight were activities with pesticide during pregnancy (OR= 6,769; personal protective equipment completeness (OR= 18,857; and storage of pesticide

  18. Model Penilaian Kapabilitas Proses Optimasi Resiko Ti Berdasarkan Cobit 5

    OpenAIRE

    Putri, Rahmi Eka

    2015-01-01

    Teknologi informasi (TI) saat ini telah menjadi kebutuhan yang mendasar bagi setiap organisasi dan tidak jarang sebuah organisasi memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap TI. Resiko penggunaan TI di organisasi harus dikelola dengan baik, agar resiko penggunaan TI dapat diminimalisasi dan TI dapat membantu dalam pencapaian tujuan organisasi. Optimasi resiko penggunaan TI di organisasi merupakan salah satu domain dalam tata kelola TI berdasarkan COBIT 5. Proses ini bertujuan untuk memastika...

  19. MODEL KESESUAIAN APLIKASI UNTUK GOVERNMENT BERDASARKAN BUDAYA ORGANISASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Handayaningsih

    2013-04-01

    Full Text Available Pengembangan E-Government pada sebuah Pemda ditopang oleh empat pilar yaitu kebijakan, kerangka peraturan, manajemen perubahan dan kebutuhan masyarakat. Proses bisnis pada dinas di pemda dan kebutuhan masyarakat terhadap dinas, memunculkan aplikasi yang dapat membantu proses bisnis dalam memberikan layanan pada masyarakat dan manajemen dalam internal dinas. Dalam banyak kasus pengembangan aplikasi pada Pemda tidak berdasarkan pada hal-hal seperti  proses bisnis yang dijalankan di dinas, budaya organisasi dan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen namun hanya berdasarkan pada kebutuhan personal dan pemberian dari pusat. Hal ini mengakibatkan aplikasi yang dibangun tidak dapat bertahan lama, tidak dapat membantu seluruh kegiatan bisnis utama dinas dan dijalankan tidak sesuai dengan budaya organisasi yang sedang berjalan saat ini di dinas tersebut. Aplikasi yang harus dibangun dan dijalankan adalah 70% untuk kegiatan pelayanan pada masyarakat dan 30% manajemen organisasi. Pembuatan model kesesuai aplikasi pada sebuah dinas berdasarkan pada budaya yang sedang berjalan di dinas. Budaya organisasi yang berjalan saat ini di pemerintah provinsi DIY adalah budaya clan. Dasar dari kesesuaian aplikasi yang berjalan di sebuah dinas adalah rencana strategis jangka menengah (tahun 2009 s.d 2014. Model akan diukur dengan key performance indicator menggunakan acuan pada COBIT 4.1. Harapannya model dapat digunakan pada dinas di Provinsi DIY

  20. Kepemimpinan di Perpustakaan Berdasarkan Emotional Intellegience dalam Menghadapi Globalisasi Informasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftahunnisa' Igiriza

    2017-06-01

    Full Text Available Pemimpin dalam sebuah kepemimpinan menjadi salah satu faktor maupun penghambat dari perkembangan organisasi dalam menghadapi fenomena perubahan yang kerap terjadi. Kemampuan kecerdasan emosional pemimpin memiliki peran yang penting bagi organisasi dan orang-orang yang bekerja pada organisasi tersebut. Tujuan penulisan ini yaitu untuk mengetahui bahwa kepemimpinan berdasarkan emotional intelligence dibutuhkan dalam gaya memimpin suatu organisasi seperti di perpustakaan yang menjadi pusat informasi. Artikel ini disusun berdasarkan studi literatur. Dapat diketahui, terjadinya globalisasi informasi, pola kepemimpinan yang baik di perpustakaan sangat dibutuhkan. Pola kepemimpinan berdasarkan emotional intelligence yang di dalamnya terdiri dari visioner, pembimbing, afiliatif, demokratis, penentu kecepatan, dan memerintah bisa menjadi pilihan pola kepemimpinan yang diterapkan di perpustakaan.  ABSTRACT Leader in a leadership became one of the factors as well as inhibiting the development of the organization in the face of the phenomenon of changes that often occur. Emotional intelligence abilities leaders have an important role for the organization and the people who work in these organizations. The purpose of this paper is to know that leadership is based on emotional intelligence needed to lead an organization like the style in which the library is a resource center. This article draws on literature studies. It can be seen, the globalization of information, a pattern of good leadership in the library is needed. The pattern of leadership based on the emotional intelligence of which consists of a visionary, coaching, affiliative, democratic, pacesetting, and commanding leadership style choice can be applied in the library.

  1. Kejadian Low Back Pain pada Mekanik Bagian UPT Mekanisasi di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kursiah Warti Ningsih

    2016-05-01

    Full Text Available Low Back Pain (LBP adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat merupakannyeri lokal (inflamasi, maupun nyeri radikuler atau keduanya. Low back pain merupakan penyakit yang paling banyak dialami pekerja, dimana kejadian nyeri punggung bawah tidak mengenal perbedaan umur, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, maupun tingkat pendidikan/pengetahuan, semua dapat terkena. Lebih dari 70% manusia dalam kehidupannya pernah mengalami nyeri punggung bawah, dengan rata-rata puncak kejadian berusia 35-55 tahun. Penelitian ini dilakukan di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau pada bulan Juli 2014.Desain Penelitian adalah cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 32 pekerja. Pengumpulan data low back pain  dilakukan dengan intrumen berupa body mapping checklist, dan intrumen pengumpulan variabel pengetahuan, masa bekerja dan umur pekerja dengan kuesionersebagai alat bantu dalam pengumpulan data. Analisis data yang  menggunakan uji regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur pekerja dan masa kerja dengan kejadian low back pain.Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan 1 poin umur pekerja maka akan terjadi peningkatan 0,084 poin low back pain pada pekerja dan peningkatan 1 poin masa kerja maka akan terjadi peningkatan 0,097 poin low back pain pada pekerja. Disarankan kepada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau untuk mengadakan senam pagi setiap minggunya guna memperkuat masa tulang, menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang, punggung dan lutut mengingat kejadian low back pain ini berhubungan dengan umur dan masa kerja.

  2. PENYEBAB KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SEBERANG PADANG KOTA PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mery Ramadani

    2012-03-01

    Full Text Available Penyebab langsung kematian ibu paling banyak disebabkan oleh perdarahan. Pengalaman membuktikan bahwa kematian ibu karena perdarahan lebih sering terjadi pada para ibu yang menderita anemia. Tahun 2010 prevalensi anemia ibu hamil di Puskesmas Seberang Padang Kota sebesar 28,6%, lebih tinggi dari target nasional (20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, paritas, aktivitas fisik dan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Seberang Padang Kota Padang. Desain penelitian menggunakan cross sectional study, dengan populasi seluruh ibu hamil trimester I s/d III. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mendapatkan 76,1% ibu hamil menderita anemia. Didapatkan hubungan antara tingkat pengetahuan, paritas dan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia. Diperlukan upaya peningkatan pengetahuan mengenai anemia melalui diskusi dengan petugas kesehatan maupun melalui pemanfaatan media cetak dan elektronik (membaca buku, koran dan majalah terkait kesehatan. Ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi tablet Fe secara lengkap (90 tablet selarna kehamilan, diminum bersamaan dengan vitamin C atau dengan air putih saja setelah makan malam menjelang tidur.

  3. HUBUNGAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN TANJUNGKARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mei Ahyanti

    2013-03-01

    Full Text Available Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah di Indonesia karena kasusnya masih cukup tinggi. Meski pada orang dewasa tidak menimbulkan kesakitan yang parah, namun para orang tertentu menimbulkan masalah kesehatan yang lebih besar. ISPA juga paling sering menjadi penyebab anak bolos sekolah atau orang dewasa bolos kantor, artinya mengganggu dan menurunkan produktifitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui proporsi merokok pada mahasiswa dan hubungan merokok dengan kejadian ISPA pada mahasiswa setelah mengontrol status gizi, jenis kelamin, olahraga, lingkungan fisik rumah, ada pencemar dalam rumah dan kepadatan hunian. Penelitian dengan jenis analitik menggunakan rancangan case control dilakukan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungkarang dengan populasi kasus mahasiswa yang menderita ISPA pada bulan Januari sampai April 2012, dan populasi control adalah mahasiswa yang berobat ke klinik terpadu pada bulan yang sama tetapi tidak menderita ISPA dan tidak menunjukkan gejala ISPA saat penelitian dilaksanakan. Sampel berjumlah 172 mahasiswa namun yang dapat diwawancarai hanya 162 mahasiswa terdiri dari 81 kasus dan 81 kontrol. Hasil penelitian diketahui proporsi mahasiswa merokok 29,6%, ada hubungan merokok dengan kejadian ISPA pada mahasiswa setelah mengontrol jenis kelamin, status gizi, pencemaran dalam rumah, lingkungan fisik rumah dan interaksi antara jenis kelamin dengan merokok. Perlu dilakukan upaya primary prevention oleh pihak Poltekkes dan Klinik Terpadu untuk memberikan penyuluhan kepada mahasiswa dan menjadi trendsetter dalam bidang kesehatan, dan spesifik protection oleh mahasiswa dengan tidak menyediakan asbak didalam rumah

  4. Identifiksi Sebaran Litologi berdasarkan Analisis Data Resistivitas di Gunung Wungkal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Dzakiya

    2017-05-01

    Full Text Available Analisis data untuk mengidentifikasi sebaran litologi yang memiliki potensi bahan galian industri di Daerah Gunung Wungkal Yogyakarta dengan menggunakan metode resistivitas dan survei geologi permukaan telah dilakukan. Hasil korelasi kedua data tersebut menunjukkan sebaran litologi merupakan pelapukan intrusi batuan beku yang kemudian menghasilkan material lempung (6,0-10 m, lempung pasiran (11-30 m dan lapukan batuan diorit (30-55 m yang berada di kedalaman berbeda. Ketebalan batuan di permukaan sekitar 225-231 meter berdasarkan penampang peta geologi dengan arah sebaran dari Barat Laut hingga Tenggara. Proses pelapukan dan alterasi di daerah ini intensif (alterasi argilik dengan jenis morfologi perbukitan intrusi terdenudasi dan dataran Alluvial.

  5. HUBUNGAN MASA KERJA DAN SIKAP KERJA DENGAN KEJADIAN SINDROM KARPAL PADA PEMBATIK CV. PUSAKA BERUANG LASEM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cris Purwandari Mulyawati Agustin

    2014-10-01

    Full Text Available Pembatik merupakan pekerja sektor informal, dimana pada saat membatik melakukan gerakan berulang, gerakan tangan dengan kekuatan, posisi fleksi dan ekstensi, sehingga menyebabkan stress pada jaringan disekitar terowongan karpal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan masa kerja dan sikap kerja dengan kejadian STK pada pembatik CV. Pusaka Beruang.Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 68 orang. Sampel penelitian berjumlah 22 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner dan pengukuran tes phalen. Data dianalisis dengan uji Chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan masa kerja p=0,029 dan sikap kerja p=0,031 dengan kejadian STK. Masa kerja > 4 tahun dan level sikap kerja yang tinggi mempunyai risiko STK karena terjadi stress disekitar jaringan terowongan karpal.Simpulan pada penelitian ini ada hubungan antara masa kerja dan sikap kerja dengan kejadian STK. Saran untuk pekerja diharapkan dapat melakukan istirahat secara teratur setiap 15-20 menit untuk mengurangi risiko STK. Batik is an informal sector workers describe or designed batik with the traditional way of working. Which time both do repetitive motion, hand movements with strength, position, position the extension and flexion, hand static, thus causing stress on the network around the carpal tunnel. The purpose of this research is to know the relation tenure and working attitude with STK batik meker in CV. Pusaka Beruang. This research uses the approach of cross sectional. The population in this research is totalling 68 peoples. Sample research amounted to 22 respondents. Research Instrument in the form of questionnaires and measurement test phalen. Data were analyzed by Chi square test. The results showed that there was a relationship tenure p = 0.029 and working attitude p = 0.031 with STK events. Tenure > 4 years and a high level of work attitudes have STK risk due to stress around the carpal tunnel syndrome

  6. Kepatuhan Nahkoda Melakukan Pemeriksaan Boat Berdasarkan Check- List Harian untuk Keselamatan Pelayaran di Perusahaan Pelayaran

    OpenAIRE

    B, Rinto; Shaluhiyah, Zahroh; Kurniawan, Bina

    2012-01-01

    Terdapat penyimpangan prosedur dalam pemeriksaan boat berdasarkan checklist inspeksiyang sudah ada dimana rata-rata nahkoda melakukan pencontrengan checklist tanpamelakukan uji coba alat-alat keselamatan dan mesin di dalam boat. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengeksplorasi gambaran tentang perilaku kepatuhan nahkoda di Perusahaanpelayaran ini dalam melakukan pemeriksaan boat berdasarkan checklist. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara yang menda...

  7. HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT ETNIK MINANGKABAU DI KOTA PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Delmi Sulastri

    2012-09-01

    Full Text Available AbstrakHipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan di tengahmasyarakat dan mengakibatkan angka kesakitan yang tinggi. Banyak faktor yangdapat memicu terjadinya hipertensi, salah satunya adalah obesitas.Penelitian dengan tujuan untuk melihat hubungan antara kejadian obesitas denganhipertensi ilakukan pada masyarakat etnik Minangkabau di 8 kelurahan di kotaPadang. Penelitian ini merupakan studi komparatif menggunakan desain crosssectional study, dengan jumlah sampel 204 orang. Pengumpulan data karakteritikdilakukan melalui wawancara dan pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggibadan, dan lingkar perut dilakukan dengan cara yang direkomendasikan WHO.Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square dan uji Independentsample T-test.Hasil penelitian menemukan bahwa lebih dari separuh penderita hipertensimengalami obesitas (56,6% dan obesitas sentral (54,9% terdapat hubunganbermakna antara obesitas dengan kejadian hipertensi (p<0,05; OR=1,82 danobesitas sentral dengan kejadian hipertensi (p<0,05; OR= 2,72. Uji Independentsample T-test menunjukkan hasil yang signifikan (p<0,05 dimana ada perbedaanrata-rata IMT (p= 0,025 antara responden hipertensi dan tidak hipertensi dan adaperbedaan rata-rata LP (p= 0,002 antara responden hipertensi dan tidakhipertensi.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubngan antara kejadian obesitasdan obesitas sentral dengan hipertensi pada masyarakat etnik Minangkabau dikota Padang.Kata kunci : Hipertensi, obesitas, obesitas sentralAbstractHypertension is a common health problem in the community and lead tohigh morbidity. Many factors can lead to hypertension, one of which is obesity.The Aim of this study was investigated the relationship of obesity with theincidence of hypertension, was conducted at the Minangkabau ethnic communitiesin 8 districts in the city of Padang. This research is a comparative study using across sectional study, with a sample of 204 people. Data collection was done

  8. KEJADIAN KOLONI JAMUR PADA PENDERITA OTORE DENGAN BERBAGAI PENYEBAB DI POLIKLINIK THT RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNHAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sedjawidada R

    2014-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian survey dengan pendekatan deskriptif tentang Kejadian Koloni Jamur pada Penderita Otore dengan Berbagai Penyebab di Poliklinik THT Rumah Sakit Pendidikan Unhas. Sampel yang diteliti adalah eksudat yang diambil dari liang telinga luar setiap telinga yang menderita Otitis eksterna superfisialis basah, Otitis media supuratif akut perforasi, Otitis media supuratif kronik benigna aktif. Dari total sampel sejumlah 103 yang dipilih secara consecutive sampling didapatkan adanya koloni jamur pada otitis eksterna superfisialis basah sebesar 57,8% dengan jenis jamur Aspergillus niger 17,9%, Candida albicans 13,3% dan Aspergillus fumigatus 8,9%. Koloni jamur pada OMSA perforasi sebesar 44,4% dengan jenis jamur Aspergillus fumigatus 11,1%, Candida albicans 11,1% dan Aspergillus niger 5,6%. Koloni jamur pada OMSK benigna aktif sebesar 25% dengan jenis jamur Apergillus fumigatus 17,5%, Aspergillus niger 2,5% dan Candida albicans 2,5%.[MEDICINA 2009;40:21-6].

  9. Hubungan Berbagai Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadma Yuliani

    2014-01-01

    Full Text Available AbstrakPenyebab mortalitas dan morbiditas utama pada pasien diabetes mellitus (DM tipe 2 adalah penyakit jantung koroner (PJK dimana penderitanya dua sampai empat kali lebih berisiko terkena penyakit jantung dari pada non DM. Mekanisme terjadinya PJK pada DM tipe 2 dikaitkan dengan adanya aterosklerosis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan berbagai faktor risiko terhadap kejadian PJK pada penderita DM tipe 2. Penelitian dilaksanakan di RSUP. Dr. M. Djamil Padang dan RS. Khusus Jantung Sumbar pada bulan Maret-Agustus 2013. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional comparative. Jumlah sampel 176 orang yang terdiri dari 88 orang penderita DM dengan PJK dan 88 orang DM tanpa PJK. Pengolahan data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan sistem komputerisasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2 adalah jenis kelamin (p=0,000, lama menderita DM (p=0,043, hipertensi (p=0,007, dislipidemia (p=0,000, obesitas (p=0,023, dan merokok (p=0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat bermakna (p<0,0001 antara jenis kelamin, dislipidemia, dan merokok dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2 dan terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05 antara lama menderita DM, hipertensi, obesitas dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2.Kata kunci: DM tipe 2, PJK, faktor risikoAbstractThe main causes of mortality and morbidity in type 2 diabetes mellitus (DM patients is coronary heart disease (CHD which adults who suffer from DM are two to four times have the risk of heart disease than people without DM. The mechanism of CHD in DM is associated with the presence of atherosclerosis that influenced by various factors. This research has aims to determine the relationship of risk factors for CHD incident in patients with DM. The study was conducted in the Dr. M. Djamil Padang and Cardiac Hospital of West Sumatra from March to August

  10. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian DBD di RSUD Kabupaten Rokan Hulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herlina Susmaneli

    2010-11-01

    Full Text Available Di Rokan Hulu terjadi peningkatan kasus DBD tiga tahun terakhir. Pada tahun 2008 tercatat 61 kasus (insiden 15,95 per 100.000 penduduk, tahun 2009 sebanyak 77 kasus (insiden 20,13 per 100.000 penduduk, dan tahun 2010 naik menjadi 79 kasus (insiden 20,65 per 100.000 penduduk. Angka insiden ini lebih besar dari angka insiden nasional yaitu 20 per 100.000 penduduk. Penelitian ini untuk mengetahui faktror-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di RSUD Rokan Hulu tahun 2011. Jenis penelitian Kuantitatif Analitik Observasional dengan disain Kasus Kontrol. Jumlah sampel 400 responden terdiri dari 200 Kasus (penderita DBD dan 200 Kontrol (bukan penderita DBD. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel berhubungan dengan kejadian DBD adalah tempat penampungan air OR=3,768 (95% CI:2,492-5,699, Ketersediaan tutup penampung air OR=2,452 (95% CI:1,640-3,668, Frekuensi pengurasan penampung air OR=2,452 (95% CI:1,778-3,989, kepadatan rumah OR=3,331 (95% CI:2,207-5,027 dan umur OR=2,824 (95% CI:1,877-4,251. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel berhubungan bermakna adalah tempat penampung air OR=3,849 (95% CI:2,399-6,175, ketersediaan tutup penampung air OR=2,248 (95% CI:1,403-3,603, frekuensi pengurasan penampung air OR=2,238 (95% CI:1,399-3,579, kepadatan rumah OR=4,049 (95% CI:2,486-6,596, umur OR=2,845 (95% CI:1,768-4,577, jenis kelamin OR=0,613 (95% CI:0,379-0,992. Faktor risiko paling dominan terjadinya DBD adalah kepadatan rumah. Diharapkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kegiatan 3M plus dan pelaksanaan PSN–DBD secara mandiri

  11. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Makrayu Kecamatan Ilir Barat II Palembang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Hasan Azhari

    2017-06-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Metode penelitian yang di gunakan deskriptif analitik dengan pendekatan study Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah 2816 pasien yang terdiagnosa Hipertensi di Puskesmas Makrayu dari bulan Januari - Desember 2010 dengan sampel penelitian sebanyak 112 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara umur (p value = 0,010, jenis kelamin p value = 0,026, keturunan (p value = 0,002, pekerjaan (p value = 0,006, olahraga (p value = 0,019 dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Makrayu Kecamatan Ilir Barat II Palembang. Petugas kesehatan di Puskesmas Makrayu diharapkan dapat lebih meningkatkan promosi kesehatan atau penyuluhan kesehatan khususnya pada penderita hipertensi yang datang berobat. Kata kunci : Hipertensi, Faktor Resiko   Abstract: This study aims to determine the factors associated with the incidence of hypertension. This research method used descriptive analytic with Cross Sectional study approach. The population of this study were 2816 patients diagnosed with hypertension at Makrayu Community Health Center from January to December 2010 with a sample of 112 respondents. The result showed that there was a relationship between age (p value = 0,010, gender (p value = 0,026, heredity (p value = 0,002, occupation (p value = 0,006, physical exercise (p value = 0,019 with hypertension At the Makrayu Community Health Center, District Ilir Barat II Palembang. Medical team are expected to increase health promotion or health counseling especially in hypertension patients who come for treatment at Makrayu Community Health Center.  Keywords: Hipertension, Risk Factor

  12. FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP SIDOMULYO KOTA PEKANBARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renny Fitriana

    2012-09-01

    Full Text Available Data WHO ( World Health Organization tahun 2000 menunjukkan sekitar 972 juta orang atau 26,4% penduduk dunia mengidap hipertensi. Pada remaja juga dijumpai hipertensi. Data Riskesdas 2007, terdapat prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 8,4% dan 14% di Riau. Dari data Dinkes Kota Pekanbaru tahun 2011 kasus hipertensi pada remaja sebesar 2,98% dan dari 19 Puskesmas, angka kasus hipertensi remaja tertinggi terjadi di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo yaitu 136 kasus atau 17,6%. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Kota Pekanbaru tahun 2012. Penelitian dengan desain case control study yang dilakukan pada 128 orang sampel, terdiri dari 64 kasus dan 64 kontrol. Instrumen penelitian adalah kuesioner, tensimeter, timbangan injak, microtoise, FFQ dan kuesioner baecke. Analisis yang dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara riwayat keturunan (OR=7,68, 95%C/=3,5- 16,82, obesitas (OR=12,32, 95%C7=5,27-28,75 dan aktivitas fisik (OR=7,86, 95%C7=3,33-18,58 dengan kejadian hipertensi sedangkan perilaku merokok dan asupan natrium tidak terdapat hubungan yang signifikan. Faktor risiko yang paling dominan adalah riwayat keturunan, obesitas dan aktivitas fisik. Kesimpulandari hasil penelitian adalah riwayat keturunan, obesitas dan aktivitas fisik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna. Disarankan kepada petugas puskesmas agar dapat meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat khususnya pada remaja tentang risiko hipertensi, terutama risiko riwayat keturunan, perilaku merokok, obesitas, aktivitas fisik dan asupan natrium sebagai penyebab hipertensi serta melakukan pencegahan penyakit hipertensi sedini mungkinbagi remaja.

  13. HUBUNGAN ANTARA POLA KONSUMSI PANGAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OSTEOPOROSIS PADA LANSIA DI PANTI WERDHA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Avliya Quratul Marjan

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this study was to analyze relationship between food consumption and physical activity with incidence of osteoporosis in elderly at nursing home in Bogor. The design of this study was cross sectional. Subjects were taken purposively with certain criteria and the number of subjects obtained were 37 elderly. Results showed that the adequacy level of energy and protein were normal, phosphor was in adequate category and calcium was in deficient category. There was no significant relationship between nutritional status, the adequacy level of energy, protein and phosphor with risk of osteoporosis (p>0.05. However, there was a significant relationship between the adequacy level of calcium and physical activity level with risk of osteoporosis (p<0.05. The deficit adequacy level of calcium and physical activity was a risk factor for the risk of osteoporosis.Keywords: elderly, food consumption, osteoporosis, physical activityABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi pangan dan aktivitas fisik dengan kejadian osteoporosis pada lansia di Panti Werdha Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek diambil secara purposive dengan kriteria tertentu dan jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 37 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupan energi dan protein adalah normal, fosfor pada kategori cukup dan kalsium diklasifikasikan pada kategori kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi, tingkat kecukupan energi, protein, dan fosfor dengan kejadian osteoporosis (p>0.05. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan kalsium dan aktivitas fisik dengan kejadian osteoporosis (p<0.05. Tingkat kecukupan kalsium dan tingkat aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor risiko terhadap kejadian osteoporosis.Kata kunci: aktivitas fisik, lansia, osteoporosis, pola konsumsi pangan

  14. Pengaruh Penyakit Penyerta Kehamilan dan Kehamilan Ganda dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Triana

    2014-11-01

    Full Text Available Data yang diperoleh dari Rekam Medik RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dari tahun 2011 sampai 2013 untuk kejadian BBLR yaitu pada tahun 2011 tercatat 46 kasus (1,62% dari 2833 persalinan, tahun 2012 tercatat 179 kasus (5,44% dari 3290 persalinan dan tahun 2013 tercatat 130 kasus (4,56% dari 2848 persalinan dan BBLR masih termasuk ke dalam 3 besar dari 15 penyakit penyebab kematian Neonatal. Tujuan  penelitian  adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Arifin Achmad Provinsi  Riau  Tahun 2011- 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus kontrol (case control study. Kasus yaitu bayi lahir dengan BBLR di RSUD Arifin Achmad Riau tahun 2011-2013 berjumlah 355 orang dan kontrol yaitu bayi lahir dengan berat lahir normal di RSUD Arifin Achmad Riau tahun 2011-2013 berjumlah 355 orang. Hasil penelitian ibu dengan penyakit penyerta kehamilan lebih berisiko melahirkan dengan BBLR 10 kali (CI 95% 6,2-16,6, ibu dengan kehamilan ganda lebih berisiko melahirkan dengan BBLR 15 kali (CI 95% 4,8-45,1. Kesimpulan yaitu variabel independen yang memiliki hubungan sebab akibat dengan kejadian BBLR adalah umur, penyakit penyerta kehamilan, preeklampsia/eklampsia, kehamilan ganda, KPD, hidramnion dan plasenta previa. Saran ditujukan bagi tenaga kesehatan yaitu aktif dalam memberikan konseling, bagi RSUD Arifin Achmad Riau perlu keaktifan dalam upaya pencegahan BBLR

  15. Faktor Risiko Kejadian HIV pada Komunitas LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki Mitra Yayasan Lantera Minangkabau Sumatera Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Said Firdaus

    2013-05-01

    Full Text Available HIV (Human Immunodeficiency Virus adalah virus penyebab AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan segala penyakit. Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL adalah lelaki heteroseks (tertarik pada perempuan, tetapi juga tertarik kepada lelaki. LSL yang terinfeksi HIV hingga tahun 2011 sebanyak 1.061 kasus dan diperkirakan akan terjadi peningkatan yang signifikan hingga tahun 2025. Di Yayasan Lantera Minangkabau Sumatera Barat tahun 2011, dari 621 LSL yang dibina ditemukan sebanyak 24 orang terinfeksi HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian HIV pada komunitas LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki Mitra Yayasan Lantera Minangkabau Sumatera Barat dengan menggunakan metode survei analitik dan case control. Sampel penelitian adalah 24 kasus dan 24 kontrol. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square dan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko kejadian HIV pada komunitas LSL adalah perilaku seksual (p=0.009, OR 5.898 dan CI 95% 1.609-20.479, sementara faktor penggunaan narkoba suntik bukan faktor risiko kejadian HIV pada komunitas LSL (p=1.000, OR 1.571 dan CI 95% 0.238-10.365. Diharapkan agar pihak Yayasan meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE kepada komunitas LSL yang dibina serta penemuan kasus HIV terutama pada populasi kunci.

  16. HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT DENGAN KEJADIAN STRES PADA KOASISTEN ANGKATAN TAHUN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Suprayoga Sukmana Putra

    2015-04-01

    Full Text Available Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang seringkali dijumpai di kalangan koasisten fakultas kedokteran. Sumber stres dapat bersifat internal maupun eksternal. Tipe kepribadian merupakan salah satu faktor yang memengaruhi munculnya stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebar pada 62 koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Jumlah responden yang memiliki kepribadian ekstrovert lebih banyak dibandingkan dengan yang introvert (56,5% vs 43,5% dan responden yang mengalami stres berjumlah 33 orang (53,2%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres (p = 0,000 [p < 0,05]. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.    

  17. BENTUK PERILAKU SIBLING RIVALRY PADA ANAK KEMBAR BERDASARKAN PENGASUHAN ORANGTUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herdian Herdian

    2014-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk perilaku sibling rivalry pada anak kembar berdasarkan pengasuhan orangtua yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang pengambilan datanya menggunakan wawancara serta observasi.Subjek penelitiannya adalah 4 pasang anak kembar dan 8 orang terdekat dengan subjek.Validitas data menggunakan teknik triangulasi data dengan sumber, yang berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat berbeda.Analisis data dilakukan dengan bentuk interaktif.Temuan penelitiannya adalah, perilaku sibling rivalry terjadi karena perlakuan orangtua yang berbeda pada masing-masing anak kembar, selain itu dikarenakan cara orangtua dalam memperlakukan anak dalam menangani konflik yang terjadi pada anak kembar. Terdapat dua subjek yang mendapatkan perlakuan yang berbeda ketika berkelahi yaitu dengan membela salah satu anak kembar dikarenakan posisinya sebagai adik.Perlakuan yang berbeda lainnya terlihat pada salah satu subjek yaitu dengan memberikan uang saku yang berbeda. Penyebab sibling rivalry pada anak kembar lainnya hanya disebabkan oleh rebutan barang, baju yang tertukar serta pemberian barang oleh lingkungan sosial yang masing-masing subjek tidak mendapatkan barang yang sama. Bentuk perilaku sibling rivalry yangterjadi terbagi menjadi tiga aspek yaitu fisik, psikis, dan sosial.Aspek fisik bentuk perilakunya yaitu memukul, menendang, mencakar, menjambak, mencubit, dan meninju tembok.Aspek psikis bentuk perilakunya yaitu menangis, cemburu, rewel, iri, sebal, marah, dan usaha mencari perhatian dengan bersandar ke ibu serta berhias.Aspek sosial bentuk perilakunya yaitu mengganggu, mengejek dan bertengkar.Dari hasil tersebut dapat dikategorikan berdasarkan jenis kelamin, laki-laki yaitu meninju tembok, sedangkan perempuan menjambak, mencubit, usaha untuk mencari perhatian dengan bersandar ke ibu serta berhias. Kata kunci : Sibling Rivalry

  18. HUBUNGAN ASUPAN DAN KADAR OMEGA-3 PLASMA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA ETNIK MINANGKABAU DI KOTA PADANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Delmi Sulastri

    2010-09-01

    Full Text Available AbstrakHipertensi merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia maupun di dunia Hampir 95% kasus hipertensi tidak diketahui penyebabnya atau disebut hipertensi esensial (HET. Pola konsumsi yang baik dan seimbang merupakan salah satu upaya pengendalikan tekanan darah. Omega-3 adalah salah satu zat gizi yang dapat menurunkan tekanan darah. Omega-3, terbukti berperan dalam mencegah beberapa penyakit kronis termasuk hipertensi.Telah dilakukan penelitian dengan desain cross sectional study untuk melihat hubungan omega-3 plasma dengan kejadian hipertensi. Penelitian dilakukan pada 130 orang yang terdiridari subjek hipertensi dan normotensi. Pengambilan sampel dengan cara sistematik random sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi. Asupan omega-3 dihitung menggunakan FFQ dan kadar omega-3 plasma diukur dengan teknik methylasi.Hasil penelitian ini adalah asupan omega-3 adalah 0,66±0,61 gram/hari, EPA 0,29 ± 0,23 gram/hari, DHA (22:6 0,85± 0,65 gram/hari dan kelompok normotensi ALA 0,64± 0,55 gram/hari, EPA 0,27±0,15 gram/hari, DHA 21,34 ± 174,14 gram/hari. Tidak terdapat perbedaan bermakna asupan omega-3 dengan kadar omega-3 plasma antara kelompok hipertensi dengan kelompok normotensi dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan omega-3 dan kadar omega-3 plasma dengan kejadian hipertensi.Hasil penelitian ini tidak mendukung hubungan antara omega-3 dengan kejadian hipertensiKata kunci : hipertensi, omega-3, EPA, ALA, DHAAbstractHypertension is the leading health problem in the community in Indonesia and even in certain countries all over the world. Almost 95% of hypertension cases are from unknown cause which is also known as essential hypertension (HET. Planned and balanced consumption pole is one of the efforts to control blood pressure. Omega-3 is one of the nutrients that reduce blood pressure. Omega-3 is proven to involve in preventing certain chronic disease including hypertension.A cross-sectional study carried

  19. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Insomnia di Poliklinik Saraf RS DR. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lydia Susanti

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak Faktor risiko seperti usia lanjut, jenis kelamin wanita, penyakit penyerta (depresi dan penyakit lain, status sosial ekonomi rendah menyebabkan insomnia. Penelitian mengenai prevalensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian insomnia di Poliklinik Saraf RS DR. M. Djamil Padang belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya insomnia di poliklinik saraf RS DR. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Snedecor & Cochran dan didapatkan jumlah sampel 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara acakdimana pasien yang memenuhi kriteria inklusi langsung menjadi sampel penelitian. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan beberapa skala, Insomnia Severity Index, dan Beck depression inventory scale. Data dikumpulkan dari t 1 Juli sampai 31 Agustus 2013. Data ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan dilakukan analisis bivariatdan multivariat.  Kejadian Insomnia dialami oleh 38% (38 orang pasien yang berkunjung ke poliklinik saraf RS DR. M.Djamil Padang dengan jenis kelamin terbanyak pada wanita 24(45,3% dan pada kelompok umur  61-70 tahun (3,3%. Insomnia berhubungan dengan depresi (p= 0,00 dan tidak berhubungan dengan umur (p=0,472, jenis kelamin (p=0,111, status ekonomi (p=0,075, riwayat insomnia di keluarga (p=0,197. Depresi (p=0,00; OR=9,20 dan nyeri  kronik (p=0,031; OR=4.253 merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan kejadian Insomnia. Kata Kunci: insomnia, tidur, insomnia severity index, beck depression inventory scaleAbstract A number of risk factors such as advanced age, female gender, co-morbidities (such as depression and other diseases, low socioeconomic status causes insomnia. Research on the frequency of insomnia in DR. M. Djamil hospital Padang has never been done. The objective of this study was to determine the factors that influence the incidence

  20. Hubungan Perilaku Anak Sekolah Dasar dengan Kejadian Schistosomiasis di Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Octaviani Octaviani

    2017-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Schistosomiasis merupakan penyakit parasitik yang disebabkan infeksi cacing Schistosoma japonicum, S. haematobium, S. mansoni, S. mekongi, dan S. intercalatum. Penyakit ini ditularkan melalui air tercemar cercaria ke hospes. Di Indonesia, schistosomiasis disebabkan oleh  S. japonicum ditemukan endemis di dataran tinggi Lindu, dataran tinggi Napu, dan dataran tinggi Bada. Penyakit schistosomiasis bisa menyerang semua orang termasuk anak-anak. Apabila tidak diberikan pengobatan bisa menjadi kronis. Anak yang terinfeksi akan mengalami gangguan pertumbuhan, gangguan kognitif, bahkan dapat menimbulkan kematian. Secara epidemiologi penularan schistosomiasis tidak terpisahkan dari faktor perilaku atau kebiasaan manusia. Penelitian bertujuan mengidentifikasi hubungan perilaku anak sekolah dasar dengan kejadian schistosomiasis. Penelitian dilakukan di Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, selama 8 bulan mulai bulan Maret sampai Oktober 2014. Penelitian observasional ini menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel tinja dan wawancara pada anak sekolah. Sampel tinja diperiksa dengan menggunakan metode Kato-Katz. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kebiasaan mandi, kebiasaan buang air besar, kebiasaan ke daerah fokus dan kebiasaan penggunaan sepatu boot dengan kejadian schistosomiasis. Kata kunci: schistosomiasis, perilaku, anak sekolah dasar ABSTRACT Schistosomiasis is a parasitic disease caused by infection of Schistosoma japonicum, S. haematobium, S. mansoni, S. mekongi, and S. intercalatum. It is transmitted to definitive host through cercaria contaminated water. In Indonesia, schistosomiasis was caused by S. japonicum which can be found in endemic areas at Lindu, Napu, and Bada highland. Schistosomiasis can infect all people regardless their age. If untreated, it leads to a chronic condition. Children who are infected will have a growth and cognitive

  1. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMBORAN SUMUR MINYAK BERDASARKAN PERHITUNGAN EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herry Sofyan

    2010-01-01

    Full Text Available Oil represent one of nature resource which is not new but represent the solid industry of capital, technological solid and have the high risk. This matter need system of decision supporter capable to give the economics analysis needed by taker of decision or decision maker to analyse the prospect of development economics well of oil drilling so that can be made by a decision base of whether the oil well competent developed or not. Intention of this system is to give the amenity for user in taking decision of whether an developed competent oil well or not. Hence from that felt important to be designed and develop by system of decision supporter for the drilling of oilwell pursuant to economic calculation. In this system economics parameter used in the form of Net Present Value ( NPV, Rate Of Return ( ROR, Profit To Investment Ratio ( PEAR, and Pay Out Time ( POT. Methodologies used in develop this system method of Water Fall and this system will be develop to use the software Delphi 7.0. This system will give the output in the form of decision base whether competent oil well drilling project to be developed or not pursuant to its economics calculation. Minyak merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak terbaharukan namun merupakan industri yang padat modal, padat teknologi dan mempunyai resiko yang tinggi. Hal ini memerlukan suatu sistem pendukung keputusan yang mampu memberikan analisa ekonomi yang diperlukan oleh pengambil keputusan atau decision maker untuk menganalisa prospek keekonomian pengembangan suatu sumur pemboran minyak sehingga dapat dijadikan dasar keputusan apakah sumur minyak tersebut layak dikembangkan atau tidak. Tujuan dari sistem ini adalah untuk memberikan kemudahan bagi user dalam mengambil keputusan apakah suatu sumur minyak layak dikembangkan atau tidak. Maka dari itu dirasa penting untuk dirancang dan dibangun sistem pendukung keputusan untuk pemboran sumur minyak berdasarkan perhitungan ekonomi. Dalam sistem ini

  2. PEMILIHAN KONTRASEPSI BERDASARKAN EFEK SAMPING PADA DUA KELOMPOK USIA REPRODUKSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Setiawati

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRACT Kelompok usia reproduksi terbagi dalam tiga fase yaitufase menunda kehamilan (30 tahun. Cara yang ditempuh yaitu dengan pemakaian kontrasepsi.baik  MKJPmaupunnon MKJP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan pemilihan kontrasepsi MKJP dan non MKJP berdasarkan efek samping pada dua kelompok usia reproduksi. Penelitin ini menggunakan desain cross sectional, pengambilan data dengan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah akseptor KB baik MKJP maupun non MKJP pada bulan april sampai juni sebanyak 200 responden, dimana tekhnik pengambilan datanya dengan random sampling dan kuota sampling. Hasil penelitian kemudian diuji dengan mann-whitney test.Hasil penelitian dengan uji mann whitney test diperoleh p = 0.662 dengan kata lain p > α (0.05 yang berarti tidak ada perbedaan pemilihan MKJP dan non MKJP berdasarkan efek samping di Wilayah Kabupaten Semarang.      ABSTRACT Reproductive-age category can be divided into three groups which are the group of delayed interval pregnancy (less than 20 years old, the group of intervalcontrol pregnancy (20 to 30 years old, and the group of high risk pregnancy (more than 30 years old. An alternative to avoid high risk pregnancy is by using contraception tool namely long-term contraception (MKJP and non long-term contraception (non MKJP.The purpose of this research is to analysedwhether there are differences in choosing MKJP and non –MKJP based on side effects in the two reproductive-age groups.This research was an explanatory research with cross-sectional design. The population were all women of contraception acceptors in Semarang Regency.The samples were 200 respondents, used simple random sampling and quota sampling. This research used quisionaire instrument and analyze used mann whitney test (α=0,05. Theresult showed thatP = 0,662 meaning P > α = 0.05 which means there is no difference in choosing MKJP and non-MKJP based on side effects in the two reproduction

  3. Kualitas Air Sumur Gali Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Berdasarkan Indeks Most Probable Number (MPN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Randa Novalino

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakDiare merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui air terkontaminasi oleh agen penyebab seperti bakteri Coliform.  Menurut data Dinas Kesehatan Kota (DKK Padang pada tahun 2011, kejadian diare di Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang merupakan kasus tertinggi di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kualitas air sumur gali di Kelurahan Lubuk Buaya berdasarkan Indeks Most Probable Number (MPN menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI No. 416 tahun 1990. Sampel penelitian ini adalah  air sumur gali yang digunakan di beberapa Rukun Tetangga (RT, yang diambil secara acak dari beberapa Rukun Warga (RW yang telah dipilih sebelumnya, sehingga didapatkan 15 sampel. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu pengambilan sampel air sumur gali sekaligus observasi faktor yang mempengaruhi kualitas air dan pemeriksaan mikrobiologi dengan metode Most Probable Number (MPN Test. Tes ini terdiri dari tes presumtif dan tes konfirmatif yang disesuaikan dengan Permenkes RI. Hasil penelitian ialah 73,33% dari jumlah sumur yang diperiksa tidak memenuhi standar Permenkes R.I. karena mengandung Coliform > 50 pada setiap 100 ml air. Hanya 26,6% sumur yang memenuhi standar yang telah ditetapkan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi yaitu lokasi sumber pencemaran, dinding parapet, drainase, tutup sumur dan sarana pengambilan air.Kata kunci: kualitas air sumur gali, MPN, coliform AbstractDiarrhea is one of the diseases that  transmitted through contaminated water by causative agent, one of which is coliform bacteria. According to data from City Health Department Padang in 2011, the incidence of diarrhea in Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah – Padang is the highest case in the city of Padang. The objective of this study was to determine the water quality of wells dug in Kelurahan Lubuk Buaya by Most Probable Number Index (MPN according regulation of Indonesian health

  4. SITUASI VEKTOR DEMAM BERDARAH SAAT KEJADIAN LUAR BIASA (KLB DI KECAMATAN PASARREBO, JAKARTA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Hasyimi

    2012-10-01

    Full Text Available Kejadian luar biasa (KLB penyakit Demam berdarah dengue (DBD sering terjadi sejak dilaporkan tahun 1968. Pemberantasannya dengan penemuan penderita, pengobatan dan pengendalian vektor. Karena obat dan vaksin belum ditemukan maka sampai saat ini pemberantasan dan pencegahannya masih mengandalkan pada pengendalian vektor. Tujuan dari penelitian vektor ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang habitat perkembangbiakan, kepadatan larva dan nyamuk penular DBD pada waktu terjadi KLB serta tipe virus yang dikandung vektornya. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur selama tiga bulan yaitu Juni sampai dengan Agustus 2003. Penelitian entomologi dilakukan merujuk kepada alamat penderita rawat inap yang bertempat tinggal di Kecamatan Pasar Rebo. Diagnosa penderita dilakukan dengan uji Hemagglutination inhibition (HI terhadap 24 akut konvalesen sera penderita yang diambil dari Rumah Sakit Pasar Rebo. Basil penelitian menunjukkan bahwa index larva sebagai berikut House index (HI 22,6%; Container index (Cl 11,4% dan Breuteau index (Bl 30,3. Kontainer yang positif larva yang berada di dalam rumah 12, 7% dari 387 kontainer. Sementara yang berada di luar rumah 3,1% dari 65 kontainer. Angka bebas jentik (ABJ di daerah KLB kurang dari 95%. Hasil uji HI sera penderita menunjukkan 70,8% dari pasangan sera yang diperiksa, terinfeksi oleh virus dengue.

  5. Pengaruh Pemijatan Perineum pada Primigravida terhadap Kejadian Ruptur Perineum saat Persalinan di Bidan Praktek Mandiri di Kota Bengkulu Tahun 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wewet Savitri

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakRuptur perineum merupakan salah satu komplikasi persalinan kala II yang dapat menyebabkan disfungsi organ reproduksi wanita, perdarahan dan laserasi. Sebanyak 85% wanita melahirkan pervaginam dapat mengalami ruptur perineum. Salah satu cara mengurangi ruptur perineum adalah dengan melakukan pemijatan perineum untuk meningkatkan kesehatan, aliran darah dan elastisitas perineum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pemijatan perineum pada primigravida terhadap kejadian ruptur perineum saat persalinan di Bidan Praktek Mandiri di Kota Bengkulu Tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan metode post test only control group design. Penelitian dilakukan di Bidan Praktek Mandiri (BPM kota Bengkulu dengan subjek 28 orang primigravida usia kehamilan 36 minggu yang terdiri dari 14 orang kelompok intervensi dan 14 orang kelompok kontrol. Penelitian dilakukan dari 10 Maret 2014 hingga 10 Mei 2014, kemudian data dianalisis dengan uji Chi Square. Kejadian ruptur perineum pada kelompok intervensi setelah dilakukan pemijatan perineum hanya 21,4% sementara pada kelompok kontrol 71,4%. Hasil penelitian membuktikan ada pengaruh pemijatan perineum pada primigravida terhadap kejadian ruptur perineum (p<0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemijatan perineum pada primigravida berpengaruh terhadap kejadian ruptur perineum pada saat persalinan.Kata kunci: pemijatan perineum, primigravida, ruptur perineumAbstractPerineal rupture is one of the second stage of labor complications that can lead to dysfunction of the female reproductive organs, bleeding and lacerations. As many as 85% of women give birth vaginally may experience rupture of the perineum. A method of reduce perineal rupture is a perineal massage to promote health, blood flow and elasticity of the perineum. The objekctive of this study was to determine the effect of perineal massage on the incidence of perineal rupture in primigravid during childbirth in

  6. Faktor sosiodemografi dan tinggi badan orang tua serta hubungannya dengan kejadian stunting pada balita usia 6-23 bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Afia Amin

    2016-08-01

    merupakan gangguan pertumbuhan linier yang ditunjukkan dengan nilai skor-z TB/U kurang dari -2SD. Terdapat berbagai macam faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Faktor sosial demografi , meliputi pendapatan yang rendah, pendidikan orang tua yang rendah, dan jumlah anggota dalam rumah tangga secara tidak langsung juga berhubungan dengan kejadian stunting. Tinggi badan orang tua juga berkaitan dengan kejadian stunting. Ibu yang pendek memiliki kemungkinan melahirkan bayi yang pendek pula. Hasil penelitian di Mesir menunjukkan bahwa anak yang lahir dari ibu dengan tinggi badan <150 cm memiliki risiko lebih tinggi untuk tumbuh menjadi stunting.Tujuan: Mengetahui faktor sosiodemografi dan tinggi badan orang tua sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta.Metode: Desain penelitian adalah case-control. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Kecamatan Sedayu. Besar sampel yang diambil sebesar 252 balita usia 6-23 bulan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui identitas balita, identitas responden, status gizi balita, dan data sosiodemografi. Infantometer digunakan untuk mengukur panjang badan balita dan microtoise untuk mengukur tinggi badan orang tua. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik.Hasil : Dalam penelitian ini diketahui prevalensi kejadian stunting di Kecamatan Sedayu sebesar 16,20%. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu tinggi badan ibu (p=0,01 menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting. Hasil uji multivariat membuktikan bahwa variabel yang paling berpengaruh dengan stunting yaitu tinggi badan ibu. Variabel pekerjaan, pendidikan, pendapatan dan pengeluaran, jumlah anggota keluarga, dan tinggi badan ayah tidak menunjukkan hasil yang bermakna terhadap kejadian stunting.Kesimpulan: Faktor sosioemografi bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting

  7. Skrining Sistematik terhadap Hiperkolesterolemia Familial pada Anak Berdasarkan Kriteria MedPed, Simon Brome Register Register dan Dutch Lipid Clinic

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titis Prawitasari

    2016-11-01

    Kesimpulan. Kriteria Dutch Lipid Clinicdapat lebih banyak mendeteksi kemungkinan anak yang mengalami HF berdasarkan riwayat orangtua mengalami penyakit jantung koroner dini dan hiperkolesterolemia dibandingkan kriteria lainnya.

  8. Analisis Karakter Media Pembelajaran Berdasarkan Gaya Belajar Peserta Didik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ragil Kurniawan

    2017-05-01

    Full Text Available Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter media pembelajaran berdasarkan gaya belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode studi kepustakaan digunakan untuk memetakan karakter media pembelajaran yang ditinjau dari gaya belajar peserta didik. Objek yang dianalisis dalam penelitian ini adalah 24 media pembelajaran yang banyak menjadi rujukan pembelajaran. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Gaya belajar visual dan verbal menjadi gaya belajar yang paling banyak terakomodasi dalam ke-24  media tersebut. Gaya belajar physical hanya terdapat dalam tiga media, yaitu benda nyata, tiruan (model serta pembelajaran berbantuan komputer. Gaya belajar sosial dan individual tidak banyak terakomodasi dalam ke-24 media tersebut. Hal ini karena apapun media pembelajarannya, maka metode, strategi atau model pembelajarnyalah yang memegang peran penting atas terakomodasinya gaya belajar sosial dan individual.   Kata Kunci: karakteristik media, media pembelajaran, gaya belajar, memletic learning style.  Abstrack: This study aims to analyze the character of learning media based on learning styles of learners. This type of research is qualitative research. Literature study method is used to analyze the character of instructional media in terms of learning styles of learners. The object analyzed in this research is 24 learning media which become the reference of learning. Research results show that: Physical learning style is only found in two media: real objects, imitations (models and computer-assisted learning. Social and individual learning styles are only slightly accommodated by those 24 media. This is because any type of learning media used, methods, strategies or learning models become an important role for accommodating of social and individual learning styles.   Keywords: media character, memletic learning styles, instructional media, learning styles

  9. Optimasi Kualitas Akustik Room to Room Berdasarkan Nilai Transmission Loss

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitri Rachmawati

    2013-09-01

    Full Text Available Kamar tidur merupakan salah satu fasilitas utama yang disediakan pada sebuah hotel. Fasilitas ini membutuhkan kenyamanan dan ruangan yang bersifat privasi dimana privasi berkaitan dengan aspek suara yaitu bising (noise. Tingkat kebisingan pada kamar harus diatur dengan adanya insulasi suara agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung saat beristirahat. Nilai insulasi ini dapat digambarkan dengan transmission loss dimana nilai ini dapat diubah menjadi suatu nilai tunggal yang disebut dengan weighted sound reduction index (Rw, DnTw yang mempunyai penambahan faktor koreksi suara frekuensi rendah (C, Ctr. Pada penelitian ini dilakukan insulasi suara pada kamar tidur hotel di Bandara Juanda dengan meninjau aspek dinding partisi untuk menahan kebisingan antar ruangan kamar tidur. Hotel pada penelitian ini merupakan hotel low budget dengan kamar yang minimalis dan ditujukan untuk awak pesawat atau penumpang pesawat yang sedang transit. Walaupun minimalis, tetap diperlukan insulasi suara pada kamar yang baik sehingga dilakukan optimasi dinding partisi dengan ketentuan nilai DnTw+Ctr > 51 dB. Pengukuran pada penelitian ini dilakukan di 5 titik dengan menggunakan SLM RION dan SOLO pada saat malam hari. Berdasarkan hasil pengukuran, diketahui bahwa dinding partisi existing belum memenuhi standar dengan nilai DnTw+Ctr sebesar 35,8 dB sehingga dilakukan perancangan ulang dinding partisi. Perancangan ini menggunakan material gypsum board dan cement board dengan variasi ketebalan material serta cavity yang berbeda. Hasil perancangan yang terbaik yaitu dinding dari material cement board 12,5 mm dengan spesifikasi double panels pada masing-masing sisi dan lebar cavity 70 mm dimana menghasilkan nilai DnTw+Ctr sebesar 52,9 dB. Dengan hasil tersebut, maka dinding partisi sudah memenuhi standar dan mempunyai kualitas insulasi suara yang baik.

  10. STATISTICAL DOWNSCALING DENGAN PERGESERAN WAKTU BERDASARKAN KORELASI SILANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aji Hamim Wigena

    2015-09-01

    Full Text Available Pergeseran waktu (time lag dalam analisis data deret waktu diperlukan terutama untuk analisis hubungan dua peubah (variable, seperti dalam statistical downscaling. Pergeseran waktu ini ditentukan berdasarkan korelasi silang tinggi yang setara dengan hubungan yang kuat antar kedua peubah tersebut sehingga dapat digunakan dalam pemodelan untuk prakiraan yang lebih akurat. Makalah ini mengenai statistical downscaling dengan memperhatikan korelasi silang antara data curah hujan dengan data presipitasi Global Circulation Model (GCM dari Climate Model Inter Comparison Project (CMIP5. Salah satu syarat dalam statistical downscaling adalah peubah  skala lokal dan global berkorelasi tinggi. Kedua tipe peubah tersebut berupa data deret waktu sehingga fungsi korelasi silang diterapkan untuk memperoleh pergeseran waktu. Korelasi silang yang tinggi menentukan pergeseran waktu pada luaran GCM yang menghasilkan hubungan fungsional lebih kuat antara kedua tipe peubah. Model regresi komponen utama dan regresi kuadrat terkecil parsial digunakan dalam makalah ini. Model-model dengan pergeseran waktu menduga curah hujan lebih baik daripada model-model tanpa pergeseran waktu.   Time lag in time series data analysis is required especially to analyze the relationship of two variables, such as in statistical downscaling. Time lag is determined based on high cross correlation which is equivalent to strong relationship between the two variables and can be used in modeling for a more accurate forecast. This paper is about  statistical downscaling by considering the cross correlation between rainfall data and precipitation data from Global Circulation Model (GCM of Climate Model Inter Comparison Project (CMIP5. One of the conditions in statistical downscaling is that local scale and global scale variables are highly correlated. Both types of variables are time series data, thus cross correlation function is applied to find time lags. High cross correlation determines

  11. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2010-2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhia Afra

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakFilariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh nyamuk Mansonia, Anopheles, Culex, Armigeres. Banyak faktor risiko yang mampu memicu timbulnya kejadian filariasis. Beberapa diantaranya adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan, faktor lingkungan, perilaku. Kabupaten Padang Pariaman bukan salah satu 5 kabupaten daerah endemis filariasis namun merupakan kabupaten yang banyak ditemukan kasus baru filariasis di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode studi case control yang merupakan penelitian epidemiologis analitik observasional yang bersifat retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 63 responden, terdiri dari 21 kasus dan 42 kontrol. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur dengan kejadian filariasis dengan nilai p= 0,013,tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, pekerjaan(nilai p= 0,071, OR=3,800, 95% CI=0,938-15,398, tempat perindukan, pengetahuan (nilai p= 1,000, OR=1,135, 95% CI=0,336-3,835, sikap dan tindakan. Mengingat umur sangat erat hubungannya dengan pekerjaan, maka perlu ada penyuluhan dari petugas kesehatan bagaimana melindungi diri saat bekerja seperti menggunakan baju berlengan panjang dan celana panjang, serta menggunakan obat anti nyamuk.Kata kunci: filariasis, umur, pekerjaan, tempat perindukan, perilaku AbstractFilariasis is a chronic communicable disease caused by filarial worms and transmitted by mosquitoes Mansonia, Anopheles, Culex, Armigeres. Many risk factors are able to prevalence of filariasis. Some of them are gender, age, occupation, environmental factors and behavioral. Pariaman District is not one of the 5 districts of filariasis endemic areas but a lot of new case have been identify in West Sumatra. This was a case control study which is an analytic observational epidemiological studies. The

  12. KEPATUHAN KONSUMSI SUPLEMEN BESI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KOTA TANGERANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuni Pradilla Fitri

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRACTThe objective of this cross sectional study was to analyze the iron supplementation compliance and its influences on anemia prevalence among pregnant women in Tangerang. Structured interviews with pregnant women (n=91 were conducted between February and June 2015 in Tangerang, Banten. Duration of pregnancy, frequency of antenatal care (ANC visits, and health worker’s practices on iron supplementation were correlated with women’s compliance to take the iron supplements (p<0.05. The prevalence of anemia was 42.9%. Poor compliance with iron supplementation was significantly associated with increased risk of anemia (OR=4.250; 95%CI: 1.425-12.671. This study implies the importance of enhancing the quality of ANC counselling to improve utilization of iron supplements and prevent anemia among pregnant women.Keywords: anemia, compliance, iron supplementation, pregnant womenABSTRAKPenelitian cross sectional study ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan konsumsi suplemen besi dan pengaruhnya terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Tangerang. Wawancara terstruktur kepada ibu hamil (n=91 dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2015 di Tangerang, Banten. Usia kehamilan, frekuensi kunjungan antenatal care (ANC, dan praktik petugas kesehatan dalam suplementasi besi berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam mengonsumsi suplemen (p<0,05. Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 42,9%. Ketidakpatuhan ibu dalam mengonsumsi suplemen besi meningkatkan risiko terjadinya anemia secara signifikan (OR=4,250; 95%CI: 1,425-12,671. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kualitas konseling saat ANC untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi suplemen besi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada ibu hamil.Kata kunci: anemia, ibu hamil, kepatuhan, suplementasi besi

  13. Hubungan Stres dengan Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Sari

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakDismenore primer merupakan nyeri menstruasi yang dijumpai tanpa kelainan yang nyata pada alat-alat genital. Lebih dari 50% wanita mengalami dismenore primer dan 15% diantaranya mengalami nyeri yang hebat.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan tingkat stres dengan derajat dismenore primer. Penelitian dilakukan pada mahasiswi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2009 dan 2010. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional study dengan jumlah subjek 165 orang. Pengumpulan data dari responden dilakukan dengan wawancara terpimpin (pengisian kuesioner. Analisa statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan uji koefisien korelasi sederhana. Uji chi-square menunjukan ada hubungan yang bermakna antara stres dengan kejadian dismenore primer dan uji statistik koefisien korelasi sederhana menunjukkan ada hubungan yang bermakna dengan korelasi agak lemah antara tingkat stres dengan derajat dismenore primer.Kata kunci: stres, dismenore primer, mahasiswi fakultas kedokteran AbstractPrimary dysmenorrhoea is menstrual pain founded without real abnormalities in genital organs. More than 50% woman experiance it and 15% had severe pain. The objective of this study was to determine relationship between stress and primary dysmenorrhoea. Research was executed to education medical female students medical faculty of Andalas University class of 2009 and 2010. This research use cross sectional study design with 165 subjects. Data was collected by guided interview. Statistic analysis use chi-square test and simple correlation test. Chi-square test show there is significant relationship between stress and primary dysmenorrhoea and simple coefficient test show there is weak correlation between stress levels and degree of primary dysmenorrhoea.Keywords: stress, primary dysmenorrhoea, female student of medical faculty

  14. Pola makan dan hubungannya dengan kejadian stroke di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Perawaty Perawaty

    2016-08-01

    , alcohol consumption, obesity and smoking are not statistically significant (p > 0.05.Conclusions: The presence of hypertension, less physical activity, more consumption of processes foods, less consumption of fruits and less consumption of fish a risk factor for the dominant influence on the incidence of stroke.KEYWORDS: stroke, eating pattern, case controlABSTRAKLatar belakang: Laporan World Health Organization (WHO, diperkirakan setiap tahun terdapat 15 juta orang di seluruh dunia yang mengalami stroke. Tingginya prevalensi stroke di Kalimantan Tengah dilihat dari penderita rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit yang jumlahnya meningkat setiap tahun. Terjadinya pergeseran pola makan di kota-kota besar dari pola makan tradisional ke pola makan barat yang komposisinya terlalu tinggi kalori, banyak protein, lemak, gula tetapi rendah serat menimbulkan ketidakseimbangan asupan zat gizi. Kondisi tersebut merupakan faktor risiko untuk terjadinya penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung koroner dan masalah kesehatan lainnya. Upaya pencegahan tingkat awal atau preventif primer pada stroke dapat dilakukan dengan intervensi pada gaya hidup yang tidak sehat termasuk pola makan.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian stroke di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan rancangan case control. Subjek terdiri dari kasus dan kontrol dengan perbandingan 1:1 yang telah dilakukan matching terhadap umur. Kasus adalah penderita stroke dan kontrol adalah penderita penyakit lainnya yang menjalanirawat inap di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Jumlah subjek adalah 76 orang yang ditentukan dengan metode consecutive sampling. Data yang dikumpulkan yaitu identitas sampel, lingkar pinggang, pola makan, hipertensi, aktifitas fisik dan merokok. Data pola makan dikumpulkan dengan formulir semi quantitatif food frequency. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Chi

  15. Arahan Pengembangan Desa Tertingga Kabupaten Bondowoso Berdasarkan Aspek Sosial, Ekonomi, dan Infrastruktur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amelia Puspasari

    2017-01-01

    Full Text Available Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu kabupaten tertinggal di Provinsi Jawa Timur berdasarkan RPJMN tahun 2015-2019. Selain itu, terdapat kesenjangan antara nasional dan kabupaten sehingga perlu dilakukan identifikasi dan pengembangan desa tertinggal di Kabupaten Bondowoso. Permasalahan rendahnya kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM, pelayanan infrastruktur dasar yang belum memadai antara desa satu dengan desa lainnya, dan permasalahan tingginya angka kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Bondowoso sehingga untuk mengatasi hal tersebut dilakukan arahan pengembangan desa tertinggal Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pegembangan desa tertinggal di Kabupaten Bondowoso berdasarkan aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan teori pegembangan wilayah, pengembangan daerah tertinggal, dan pembangunan perdesaan dengan menggunakan Analisis Faktor Eksplanatory untuk menentukan faktor yang berpengaruh terhadap ketertinggalan desa, Analisis Biplot digunakan untuk tipologi desa tertinggal berdasarkan aspek sosial, ekonomi, serta infrastruktur, dan Analisis Deskripsi digunakan untuk merumuskan arahan pengembangan desa tertinggal berdasarkan aspek-aspek yang diprioritaskan. Dari hasil penelitian terdapat empat faktor yang berpengaruh terhadap ketertinggalan desa di Kabupaten Bondowoso yaitu faktor kualitas SDM, perekonomian masyarakat, kondisi infrastruktur sosial, kondisi infrastruktur ekonomi. Berdasarkan hasil tipologi desa terdapat 95 desa tertinggal di Kabupaten Bondowoso yang terbagi menjadi 3 tipologi. Tipologi A sebanyak 9 desa, Tipologi B sebanyak 59 desa, dan Tipologi C sebanyak 27 desa. Arahan tipologi A peningkatan salah satu aspek SDM dan infrastruktur sosial atau perekonomian dan infrastruktur ekonomi. Arahan tipologi B peningkatan salah satu aspek SDM dan infrastruktur sosial dan atau perekonomian dan infrastruktur ekonomi. Arahan

  16. EKUITAS MEREK JASA GERAI BUAH-BUAHAN BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erdiasa Nursaman

    2015-02-01

    Full Text Available The need of fruits and the number of fruit outlets in Jakarta has been increasing, therefore the study on brand equity of fruit outlet services according to consumer’s perception is now required. In detail the purpose of this study is to analyze the demographic characteristics of  fruits outlets consumer in Jakarta, analyzing the factors that affect brand equity of fruits outlets services, analyze the level of contribution of brand equity variables fruits outlets service in Jakarta and analyze the managerial implications to  fruits outlets brand. Structured questionnaires instrument was used for data collection, while Structural Equation Modeling (SEM method was used in data analysis. The study results have shown that demographic profile of respondents who visited fruit outlet were female, aged 31-40 years, have an undergraduate educational background, private employment and married. Some factors which may influence brand equity are brand loyalty and brand awareness. The brand equity of fruit outlets services is influenced by brand loyalty with contribution of 0.71 and brand awareness with contribution of 0.58. Managerial implication that should be done is to increase promotional activities through advertising. Keywords: brand equity, brand awareness, brand association, brand perceived quality, brand loyaltyABSTRAKLatar belakang dilaksanakannya penelitian ini adalah kebutuhan akan buah-buahan yang semakin meningkat dan makin bertambahnya gerai buah-buahan di Jakarta. Oleh karena itu, diperlukan penelitian ekuitas merek gerai buah-buahan berdasarkan persepsi konsumen. Secara terperinci tujuan penelitian ini menganalisis karakteristik demografi konsumen jasa gerai buah-buahan di Jakarta, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ekuitas merek jasa layanan gerai buah-buahan, menganalisis tingkat kontribusi peubah-peubah ekuitas merek jasa gerai buah-buahan di Jakarta serta menganalisis implikasi manajerial untuk merek gerai buah-buahan yang

  17. IDENTIFIKASI IKAN SAPU-SAPU (Loricariidae BERDASARKAN KARAKTER POLA ABDOMENDI PERAIRAN CILIWUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatihah Dinul Qoyyimah

    2016-06-01

    Full Text Available Ikan sapu-sapu (Loricariidae merupakan invasive species yang terdapat pada beberapa negara, salah satunyaIndonesia. Ikan tersebut dapat ditemukan pada sungai Ciliwung. Bagian hilir dari sungai tersebut adalah Kota Jakarta.Ikan sapu-sapu yang terdapat di Indonesia termasuk pada Genus Pterygoplichthys. Genus Pterygoplichthys masihsulit dibedakan berdasarkan karakter morfologi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi ikantersebut adalah melihat pola abdomen. Sampel yang digunakan berjumlah 28 ekor. Identifikasi berdasarkan polaabdomen yang dapat dilakukan dengan melihat literatur yang ada. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkanterdapat 2 spesies ikan sapu-sapu pada sungai Ciliwung dan jenis inter-grade. Spesies tersebut adalah Pterygoplichthyspardalis dan Pterygoplichthys disjunctivus.

  18. IDENTIFIKASI IKAN SAPU-SAPU (Loricariidae BERDASARKAN KARAKTER POLA ABDOMENDI PERAIRAN CILIWUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatihah Dinul Qoyyimah

    2016-11-01

    Full Text Available Ikan sapu-sapu (Loricariidae merupakan invasive species yang terdapat pada beberapa negara, salah satunyaIndonesia. Ikan tersebut dapat ditemukan pada sungai Ciliwung. Bagian hilir dari sungai tersebut adalah Kota Jakarta.Ikan sapu-sapu yang terdapat di Indonesia termasuk pada Genus Pterygoplichthys. Genus Pterygoplichthys masihsulit dibedakan berdasarkan karakter morfologi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi ikantersebut adalah melihat pola abdomen. Sampel yang digunakan berjumlah 28 ekor. Identifikasi berdasarkan polaabdomen yang dapat dilakukan dengan melihat literatur yang ada. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkanterdapat 2 spesies ikan sapu-sapu pada sungai Ciliwung dan jenis inter-grade. Spesies tersebut adalah Pterygoplichthyspardalis dan Pterygoplichthys disjunctivus.

  19. Praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI bukan faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hildagardis M.E Nai

    2016-08-01

    status, complementary foods ABSTRAKLatar belakang: Stunting merefleksikan kegagalan proses mencapai potensi pertumbuhan linear sebagai akibat dari kondisi kesehatan dan gizi yang tidak optimal. Salah satu penyebab kejadian stunting adalah kuantitas dan kualitas MP-ASI yang rendah.Tujuan: Untuk mengidentifikasi risiko praktik pemberian MP-ASI seperti usia pengenalan MP-ASI, keragaman MP-ASI, dan frekuensi MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta.Metode: Rancangan penelitian ini adalah kasus-kontrol dengan perbandingan 1:1 dan menggunakan pendekatan kuantitatif-kualitatif model concurrent embedded. Kasus adalah anak usia 6-23 bulan yang memiliki skor-z PB/U <-2SD. Kontrol adalah anak usia 6-23 bulan yang memiliki skor-z PB/U ≥-2SD yang tinggal berdekatan dengan kelompok kasus. Analisis data menggunakan analisis univariat (deskriptif, bivariat (uji chi-square dan multivariat (uji regresi logistik berganda.Hasil: Analisis bivariat menunjukkan usia pengenalan MP-ASI (OR=1,07, keragaman MP-ASI (OR=1,17, dan frekuensi pemberian MP-ASI (OR=1,69 bukan faktor risiko kejadian stunting (p>0,05. Skor keragaman MP-ASI yang lebih rendah (kelompok makanan ≤2, 3, 4 berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian stunting berturut-turut OR=2,24, 95% CI:1,00-5,01; OR=1,82, 95% CI:0,96-3,45; OR=1,66, 95% CI:0,81-3,46. Analisis multivariat menunjukkan faktor risiko kejadian stunting adalah tinggi badan ibu (OR=1,86 dan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR (OR=3,23,.Kesimpulan: Praktik pemberian MP-ASI seperti usia pengenalan, keragaman, dan frekuensi pemberian MP-ASI bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan. Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan yang bermakna adalah tinggi badan ibu dan riwayat BBLR.KATA KUNCI: stunting, asupan makan, status gizi, MP-ASI

  20. Hubungan Faktor Risiko yang dapat Dimodifikasi dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner di RS Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suchi Ilmi Herman

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakSumatera Barat merupakan provinsi dengan prevalensi penyakit jantung tertinggi ke-4 di Indonesia. Prevalensi penyakit ini meningkat disebabkan karena faktor risiko yang dapat dimodifikasi yaitu dislipidemia, hipertensi, diabetes melitus, merokok, dan obesitas. Faktor risiko tersebut terkait dengan peningkatan kejadian PJK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko yang dapat dimodifikasi dengan kejadian PJK. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan di RS Dr. M. Djamil Padang dari Desember 2012 sampai Mei 2013. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien PJK yang dirawat inap dan telah dilakukan angiografi pada Januari 2012 sampai Desember 2012 dengan 68 orang sebagai subjek penelitian. Data pasien didapatkan dari rekam medik. Data dideskripsikan dengan tabel dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi terbanyak pasien PJK terdapat pada kadar kolesterol HDL rendah (64,6% dan hipertensi (72,5%, namun hasil uji bivariat tidak menunjukkan hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol HDL rendah dan hipertensi terhadap kejadian PJK. Kesimpulan hasil penelitian ini ialah kadar kolesterol HDL rendah dan hipertensi belum tentu menyebabkan PJK.Kata kunci: penyakit jantung koroner, faktor risiko, HDLAbstractWest Sumatra is a province with the highest prevalence of heart disease 4th in Indonesia. The prevalence of this disease increases due to modifiable risk factors, namely dyslipidemia, hypertension, diabetes mellitus, smoking, and obesity. The risk factors associate with an increased incidence of Coronary Heart Disease (CHD. The objective of this study was to determine the relationship of modifiable risk factors with CHD events. This study was a cross-sectional analytic design conducted at Hospital Dr. M. Djamil Padang from December 2012 until May 2013. The population in this study were all hospitalized CHD patients and

  1. Hubungan Anemia dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah pada Kehamilan Aterm di RSUD Achmad Darwis Suliki

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maryam Syifaurrahmah Syifaurrahmah

    2016-08-01

    Full Text Available AbstrakAnemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb dalam darah <11,0 g%. Masalah yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia adalah tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil yang merupakan masalah kesehatan utama yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR. Bayi berat lahir rendah memiliki efek jangka pendek maupun panjang terhadap bayi tersebut dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif observasional dengan mengumpulkan data rekam medis ibu hamil aterm yang melahirkan di RSUD Achmad Darwis Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota periode Januari – Desember 2013. Dari 73 sampel ibu hamil aterm anemia dan tidak anemia didapatkan nilai rerata berat bayi pada ibu hamil aterm anemia adalah 2722 gram dan rerata berat badan bayi pada ibu hamil aterm tanpa anemia adalah 2967 gram. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square didapatkan  nilai p:0,047 (p<0,05 dengan rasio prevalensi sebesar 1,7. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara anemia pada ibu hamil aterm dengan berat bayi lahir rendah di RSUD Suliki Kabupaten Lima Puluh KotaKata kunci: Anemia, hamil aterm, BBLR. AbstractAnaemia in pregnancy is a condition where hemoglobin concentration in blood <11.0 gr%. Indonesia government has an  issue about the high prevalence of anaemia in pregnancy which is the main issue correlates to the low birth baby weight. Low birth baby weight has a short and long term effects with high risk of morbidity and mortality. This analytic research with observational retrospective design obtaining datas from medical records of aterm pregnant mother who gave a birth in RSUD Achmad Darwis Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota in a period from January – Desember 2013. From 73 samples of aterm pregnant mother who had anaemia and non anaemia, known mean of baby weight in normal aterm pregnant mothers who had anaemia is 2722 gram and mean of baby weight from aterm pregnant

  2. Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wary Purnama

    2017-03-01

    Full Text Available Judul : Faktor Lingkungan dan Perilaku Yang Berhubungan Dengan Kejadian Filariasis di Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat Latar belakang: Tahun 2015, terdapat 79 kasus filariais di Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang dengan micrifilaria rate sebesar 2,5%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dan perilaku dengan kejadian filariasis, serta mengidentifikasi spesies nnyamuk yang diduga sebagai vektor filariasis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Subyek penelitian terdiri dari 32 kasus dan 32 kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan taraf signifikasi 0,05. Hasil: Dari 419 nyamuk yang ditangkap. Tidak ditemukan adanya larva cacing dalam tubuh nyamuk. Hasil identifikasi nyamuk menemukan 6 spesies yaitu Anopheles letifer, Mansonia uniformis, Culex tritaeniorhyncus, Culex vishnui, Culex cressipes, and Mansonia annulifera. Analisis statistik menunjukkan bahwa keberadaan breeding places, resting places, pengetahuan, dan kebiasaan keluar pada malam hari merupakan faktor risiko kejadian filariasis di Kecamatan Muara Pawan Kalimantan Barat. Simpulan: Faktor lingkungan dan perilaku masyarakat merupakan faktor risiko kejadian filariasis di Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang.   ABSTRACT Title: Enviromental and Community Behaviour Factors Associated with the incidence of Lymphatic Filariasis in Muara Pawan Distrct of Ketapang Regency, West Kalimantan Background: In the year of 2015, there were 79 cases of filariasis in Ketapang Regency and in Muara Pawan District, in particular, from 32 cases who contracted microfilariae resulted in Mf rate = 2,5% while for prevalence rate (PR = 2,18. The objectives of this research were to analyze correlation between evironmental and community behavioral factors associated with cases of filariasis as well as to identify the

  3. BIONOMIK NYAMUK Anopheles DAN KEBIASAAN PENDUDUK YANG MENUNJANG KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN PAGEDONGAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jarohman Raharjo

    2013-03-01

    Full Text Available Malaria masih merupakan masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai masalah malaria cukup serius. Sampai dengan tahun 2002 telah tercatat 86 desa endemis dari 276 desa yang ada, sedangkan 175 desa terancam menjadi daerah HCI (High Case lncidens, jumlah penderita malaria pada tahun 2001 sebanyak 6.793 orang (API: 7,47%o meningkat menjadi 13.401 orang (API: 15,33%o pada tahun 2002 dan 90,2% dari kasus penderita indigenous.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bionomik nyamuk anopheles dan kebiasaan penduduk yang menunjang kejadian malaria di lokasi penelitian.Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, karena menggambarkan bionomik nyamuk vektor dan kebiasaan penduduk. Penelitian ini bertempat di Kecamatan Pagedongan, KabupatenBanjarnegara, Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan pada bulan Februari Nopember 2005.Tempat berkembangbiak Anopheles spp positif adalah kobakan air (belik dan bekas galian pasir disungai dan mata air. Kebiasaan nyamuk Anopheles spp menggigit orang di dalam dan di luar rumah hampir sama banyaknya. Terjadi peningkatan jumlah nyamuk yang tajam pada bulan September. Aktivitas menggigit di dalam rumah dimulai pada pukul 18.00-19.00. Sedangkan aktivitas menggigit di luar rumah meningkat pada pukul 21. 00-22.00 dan mencapai puncaknya pada pukul 22. 00-23.00 dan 03.00-04.00.Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya nyamuk tersangka vektor, kondisi lingkungan dan pengetahuan masyarakat menjadi faktor yang menunjang kejadian malaria di desa wilayah Kecamatan Pagedongan. Saran yang diberikan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang malaria dan mengurangi keberadaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk. Kata Kunci : Malaria, Biomonik

  4. HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT DENGAN KEJADIAN STRES PADA KO-ASISTEN ANGKATAN TAHUN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Suprayoga Sukmana Putra

    2015-07-01

    Full Text Available Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang seringkali dijumpai di kalangan koasisten Fakultas Kedokteran. Sumber stres dapat bersifat internal maupun eksternal. Tipe kepribadian merupakan salah satu faktor yang memengaruhi munculnya stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebar pada 62 koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0. Jumlah responden yang memiliki kepribadian ekstrovert lebih banyak dibandingkan dengan yang introvert (56,5% vs 43,5% dan responden yang mengalami stres berjumlah 33 orang (53,2%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres (p = 0,000 (p < 0,05. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert dengan kejadian stres pada koasisten angkatan tahun 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.    

  5. Faktor-faktor pada kejadian GAKY ibu hamil di Tabunganen Barito Kuala, Kalimantan Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfi tri

    2016-03-01

    kekurangan yodium (GAKY merupakan masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. GAKY tidak hanya disebabkan oleh kekurangan yodium, tetapi juga dipengaruhi oleh zat goitrogen(tiosianat, logam berat Pb, dan kekurangan Fe yang menghambat biosintesis hormon dan berakibat pada pembesaran kelenjar gondok.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi yodium, goitrogen (golongan tiosianat, Fe, serta status anemia dan status Pb dalam darah dengan status GAKY pada ibu hamil di  Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Data pembesaran kelenjar tiroid diperiksa denganpalpasi di daerah kelenjar tiroid, kadar TSH dengan metode ELISA, tingkat konsumsi yodium dan tingkat konsumsi tiosianat dengan metode food recall 2 x 24 jam dan food frequency questionnaire  (FFQ, tingkat konsumsi Fe dengan FFQ, kadar Hb dalam darah dengan metode fotometrik, kadar Pb darah dengan metode AAS.Data dianalisis menggunakan chi-square dan logistic regression.Hasil: Ada hubungan signifi kan (p<0,05 antara tingkat konsumsi yodium (ikan laut berdasarkan FFQ dan status terhadap status GAKY (gondok dengan OR=3,44 dan status GAKY (TSH dengan OR=8,00.Tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi tiosianat dan Fe yang diukur dengan food recall, FFQ, dan status GAKY (gondok dan TSH. Antara status Pb dan status GAKY (TSH juga tidak ditemukan adanya hubungan dengan OR=9,35.Kesimpulan: Ada hubungan antara konsumsi yodium berdasarkan FFQ (ikan laut dan status GAKY (gondok dan antara konsumsi yodium (FFQ dengan status anemia dan prevalensi GAKY (TSH.KATA KUNCI: gangguan akibat kekurangan yodium, wanita hamil, yodium, tiosianat, Fe, anemia, Pb

  6. STATUS HUKUM PERALIHAN HAK ATAS TANAH YANG DIPEROLEH DARI LELANG BERDASARKAN HAK MENDAHULU NEGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurnia Martini Dwi Putri A.T.

    2017-04-01

    Abstrak Pajak merupakan salah satu pendukung sumber dana terbesar dalam kegiatan pembangunan Indonesia. Pembayaran pajak merupakan kewajiban bagi setiap Subyek Pajak. Mereka akan dikenal memiliki utang kepada Negara setelah mereka tidak membayar pajak. Kewajiban pajak adalah utang yang sangat timbul karena hukum, sehingga memiliki karakteristik didahulukan dari hutang lainnya. Apabila Wajib Pajak tidak membayar pajak mereka, Pemerintah dapat menjual hasil aset yang bernilai tinggi oleh yang berdasarkan Hak Mendahulu Negara. Di Kota Bandar Lampung, pendaftaran tanah judul transfer yang diperoleh dengan lelang berdasarkan Hak Mendahulu Negara terjadi tanah kepemilikan properti pribadi atas nama pribadi milik, yang menjadi pembayaran kewajiban pajak perusahaan, dan juga obyek sengketa warisan. Judul tanah validitas pendaftaran pengalihan kemudian menjadi hukum dipertanyakan, karena objek lelang dicatat atas nama kepemilikan individu, bukan perusahaan. Selain itu, di bawah sengketa warisan dan telah diblokade di Kantor Pertanahan Bandar Lampung.   Kata Kunci: Hak Mendahulu Negara, Lelang, Pemblokiran Sertifikat Tanah

  7. DATA MINING UNTUK MEMPREDIKSI PRESTASI SISWA BERDASARKAN SOSIAL EKONOMI, MOTIVASI, KEDISIPLINAN DAN PRESTASI MASA LALU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heri Susanto

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk membuat prediksi prestasi belajar siswa berdasarkan status sosial ekonomi orang tua, motivasi, kedisiplinan siswa dan prestasi masa lalu menggunakan metode data mining dengan algoritma J48.  Sebagai perbandingan, data penelitian dianalisis juga dengan CHAID (Chi Squared Automatic Interaction Detection dan regresi ganda. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa tingkat X SMK Negeri 4 Surakarta berjumlah 416 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis prediksi menggunakan decision tree algoritma J48 memiliki akurasi sebesar 95,7%, sedangkan analisis prediksi menggunakan CHAID memiliki tingat akurasi 82,1% dan analisis regresi ganda menghasilkan tingkat signifikansi sebesar 90,6%. Berdasarkan hasil tersebut bisa disimpulkan bahwa metode J48 lebih baik dibandingkan dengan metode CHAID dan regresi ganda.Kata kunci: data mining

  8. Klasifikasi Kecamatan Berdasarkan Nilai Akhir SMA/MA di Kabupaten Aceh Selatan Menggunakan Analisis Diskriminan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriana A.R.

    2015-11-01

    Full Text Available Analisis diskriminan merupakan bagian dari analisis peubah ganda. Analisis diskriminan digunakan untuk memodelkan variabel tak bebas yang bersifat kualitatif dengan variabel bebas yang bersifat kuantitatif. Pada penelitian ini, analisis diskriminan lebih dari dua kelompok diterapkan pada data nilai akhir SMA/MA di Kabupaten Aceh Selatan yang bertujuan untuk mendapatkan model untuk pengklasifikasian kecamatan. Pengklasifikasian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kualitas siswa SMA/MA yang berada di masing-masing kecamatan Kabupaten Aceh Selatan berdasarkan data nilai akhir. Variabel tak bebas yang digunakan berupa klasifikasi kecamatan berdasarkan rata-rata jumlah nilai akhir SMA/MA yang berada di masing-masing kecamatan yang dibentuk dengan K-Means Cluster. Sedangkan variabel bebas yang digunakan adalah data rata-rata nilai akhir SMA/MA untuk setiap mata pelajaran yang diujiankan pada masing-masing jurusan setiap kecamatan. Model yang didapatkan adalah dua model diskriminan untuk jurusan IPA dan IPS.

  9. SELEKSI BAKTERI METHANOTROF (PEREDUKSI EMISI GAS METAN DI LAHAN SAWAH BERDASARKAN AKTIVITAS ENZIM METHAN MONOOKSIGENASE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maimuna Nonci

    2016-03-01

    Full Text Available Kehadiran bakteri metanotrof pada daerah rhizosfer padi sangat dibutuhkan untuk mereduksi metan yang dihasilkan oleh bakteri metanogen, sehingga tidak terjadi emisi gas metan ke atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan koleksi dan seleksi bakteri methanotrof asal rhizosfer tanaman padi yang mampu menghasilkan enzim metan monooksigenase. Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada tiga fase pertumbuhan tanaman padi yaitu fase vegetatif, reproduktif dan pematangan. Koleksi isolat dilakukan dengan metode isolasi dan pemurnian. Seleksi isolat dilakukan dengan pengujian reaksi gram, motil, indol, aerob/anaerob dan aktivitas enzim monooksigenase dianalisis dengan metode kolorimetrik.  Hasil penelitian diperoleh 52 koleksi isolat bakteri. Berdasarkan reaksi gram terseleksi 22 isolat gram negatif, berdasarkan analisis kolorimetrik  diperoleh 10 isolat  menghasilkan enzim metan monooksigenase.

  10. SURVEI TEKNIK CLUSTERING ROUTING BERDASARKAN MOBILITAS PADA WIRELESS AD-HOC NETWORK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Trisna Wirawan

    2016-01-01

    Full Text Available Wireless ad-hoc merupakan sebuah skema jaringan yang didesain supaya mampu beroperasi tanpa membutuhkan infrastruktur tetap serta bersifat otonom. Teknik flooding pada proses path discovery dalam kasus wireless ad-hoc network dapat menimbulkan masalah beban jaringan yang berlebihan. Oleh karena itu, sebuah skema clustering diusulkan untuk mengurangi adanya flooding paket yang berlebihan dengan membagi node-node dalam jaringan menjadi beberapa bagian berdasarkan parameter tertentu. Teknik ini efektifuntuk mengurangi paket yang harus dilewatkan dalam jaringan. Namun masalah muncul ketika sebuah jaringan wireless ad-hoc harus membentuk sebuah cluster dengan mempertimbangkan beberapa parameter khusus. Parameter tersebut harus disesuaikan dengan kasus yang dihadapi. Pada tulisan ini akan dibahas secara khusus mengenai penerapan skema clustering dalam lingkungan wireless ad-hoc network, baik pada MANETdan penyesuaian skema clustering yang harus dilakukan pada VANET berdasarkan mobilitasnya.

  11. Analisis Hasil Filtering Karous-Hjelt Berdasarkan Beda Spasi Dalam Penggambaran Struktur Bawah Permukaan Tanah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Miftakhul Maulidina

    2017-04-01

    Full Text Available Struktur penyusun tanah di setiap wilayah dapat digambarkan melalui pemodelan berdasarkan nilai resistivitas material penyusunnya. Tujuan penelitian ini membuat penggambaran struktur bawah permukaan tanah melalui filtering Karous-Hjelt dengan variasi spasi. Adapun spasi dalam pengambilan data di lapangan adalah spasi 1 meter dan spasi 0,5 meter pada masing-masing line. Penelitian ini sekaligus melengkapi hasil penelitian sebelumnya tentang penentuan struktur bawah permukaan tanah di sekitar Candi Gambar Wetan (Maulidina, 2015. Data yang dimasukkan merupakan data hasil pengukuran Very Low Frequency Electromagnetic di area Candi Gambar Wetan. Metode yang digunakan yaitu pengolahan data menggunakan filtering Karous-Hjelt untuk penggambaran struktur bawah permukaan tanah pada kedalaman 0 – 6 meter untuk dua jenis data berdasarkan variasi spasi. Hasil pengolahan menunjukkan penggambaran struktur bawah permukaan tanah spasi 0,5 m memiliki rentang nilai resistivitas yang lebih mendetail dibandingkan spasi 1 m. Hasil ini dapat menambah informasi dan bisa digunakan sebagai acuan dalam penelitian berikutnya.

  12. ANALISIS SEGMENTASI PASAR PRODUK YOGHURT BERDASARKAN PERILAKU KONSUMEN PADA HYPERMART CABANG PANAKUKANG, MAKASSAR

    OpenAIRE

    -, ANDRIANI

    2014-01-01

    2014 v ABSTRAK Andriani. I311 04 049. Analisis Segmentasi Pasar Berdasarkan Perilaku Konsumen pada Hypermart Cabang Panakukang, Makassar. Dibawah Bimbingan Ir. Hastang, M.Si sebagai Pembimbing Utama dan Muh. Ridwan, S.Pt, M.Si. sebagai Pembimbing Anggota. Perkembangan dan peningkatan bisnis khususnya pada usaha peternakan akhir-akhir ini menunjukkan banyak peningkatan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam menunjang aktivitas pemasaran oleh perusahaan dalam memasarkan pr...

  13. KERAGAAN WARNA IKAN CLOWN BIAK (Amphiprion percula) POPULASI ALAM DAN BUDIDAYA BERDASARKAN ANALISIS GAMBAR DIGITAL

    OpenAIRE

    Ruby Vidia Kusumah; Sawung Cindelaras; Anjang Bangun Prasetio

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan warna ikan clown Biak (Amphiprion percula) populasi alam dan budidaya berdasarkan analisis gambar digital sebagai dasar upaya pemuliaannya. Gambar digital diambil dari koleksi ikan clown Biak Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali; serta pengumpul ikan hias di Denpasar, Bali menggunakan kamera digital Canon EOS 600D. Pola warna dikarakterisasi secara visual terhadap varias...

  14. IDENTIFIKASI IKAN SAPU-SAPU (Loricariidae) BERDASARKAN KARAKTER POLA ABDOMENDI PERAIRAN CILIWUNG

    OpenAIRE

    Fatihah Dinul Qoyyimah; Dewi Elfidasari; Melta Rini Fahmi

    2016-01-01

    Ikan sapu-sapu (Loricariidae) merupakan invasive species yang terdapat pada beberapa negara, salah satunyaIndonesia. Ikan tersebut dapat ditemukan pada sungai Ciliwung. Bagian hilir dari sungai tersebut adalah Kota Jakarta.Ikan sapu-sapu yang terdapat di Indonesia termasuk pada Genus Pterygoplichthys. Genus Pterygoplichthys masihsulit dibedakan berdasarkan karakter morfologi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi ikantersebut adalah melihat pola abdomen. Sampel yang digu...

  15. Arahan Pengembangan Desa Tertingga Kabupaten Bondowoso Berdasarkan Aspek Sosial, Ekonomi, dan Infrastruktur

    OpenAIRE

    Puspasari, Amelia; Koswara, Arwi Yudhi

    2016-01-01

    Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu kabupaten tertinggal di Provinsi Jawa Timur berdasarkan RPJMN tahun 2015-2019. Selain itu, terdapat kesenjangan antara nasional dan kabupaten sehingga perlu dilakukan identifikasi dan pengembangan desa tertinggal di Kabupaten Bondowoso. Permasalahan rendahnya kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM), pelayanan infrastruktur dasar yang belum memadai antara desa satu dengan desa lainnya, dan permasalahan tingginya angka kemiskinan yang terjadi di Kabupate...

  16. Faktor Risiko Lingkungan dengan Kejadian ISPA pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sofia Sofia

    2017-06-01

    Full Text Available Acute Respiratory Infection (ARI is still one public health problem that is important to note, because it is an acute illness and can even cause death in infants in developing countries, including Indonesia. In general, there are three the risk factors of ARI namely environmental factors, individual factors of children, and behavioral factors. The aim of research to find out the environmental risk factors with the incidence of  ARI  in Toddlers in Public Health Center of Ingin Jaya, Aceh Besar district. This type of research is an analytic survey with cross-sectional study approach. The sample size is calculated using the formula Lemeshow of 100 respondents, samples were taken randomly. Data analysis using Chi-Square test. The results showed that the level of humidity in the home (p= 0,039, smoking habits of family members in the home (p= 0,001, and the habit of using mosquito coils in the home (p= 0,003 as a risk factor for ISPA to children in Region Public Health Center of Ingin Jaya, Aceh Besar district. Conclusion, risk factor of ARI in the toddler that is a smoking habit, usage habit of mosquito coil and air humidity. Suggestions, the public in order to maintain air quality in the home environment to avoid various transmission of infectious diseases. Keywords: Air humidity, habits, environment, ARI Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting untuk diperhatikan, karena merupakan penyakit akut dan bahkan dapat menyebabkan kematian pada balita di berbagai negara berkembang termasuk  Indonesia. Secara umum ada 3 (tiga faktor risiko terjadinya ISPA yaitu faktor lingkungan, faktor individu anak, serta faktor perilaku. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko lingkungan dengan kejadian ISPA pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan Crossectional study. Besarnya sampel dihitung

  17. Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Gaya Hidup dengan Kejadian Obesitas pada Siswa SD Negeri 08 Alang Lawas Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cici Octari

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakObesitas di Indonesia mulai menjadi masalah gizi masyarakat walaupun gizi kurang masih tinggi. Obesitas disebabkan oleh banyak faktor/multifaktorial yang dapat dibagi menjadi genetik dan lingkungan yang diantaranya adalah status sosial ekonomi dan gaya hidup. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan populasi adalah seluruh siswa kelas I sampai V di SD N 08 Alang Lawas,Padang. Penelitian ini mendapatkan hasil 8,21% siswa mengalami obesitas, 11,79% overweight atau gemuk, 82,60% tingkat pendapatan orang tua siswa berada di atas garis kemiskinan, 71,30% ayah dan 71,80% ibu siswa memiliki tingkat pendidikan menengah, 58,50% siswa memiliki pola makan baik, dan 60% memiliki aktifitas fisik aktif. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara kejadian obesitas dengan tingkat pendidikan orang tua (ayah: p=0,205 ; ibu: p=1,00, tingkat pendapatan orang tua (p=0,396, dan pola makan anak (p=0,245. Didapatkan hubungan yang bermakna antara aktifitas fisik anak dengan kejadian obesitas (p=0,048.Kata kunci: obesitas, anak, sosial-ekonomi, gaya hidupAbstractIn Indonesia, obesity has became a public nutrition problem although frequence of undernutrition was still high. The obesity caused by many factor/multifactorial that asssigned to genetic factor and environment factor. Two of the environment factors are social-economy and life style. Cross sectional study was chosen as a method to conduct the study. The study population were all the students on 1st grade to 5th grade in SD Negeri 08 Alang Lawas, Padang. The result shows that 8.21% of the students suffered from obesity, 11.79% were overweight, 82.60% of the students have the parents that have income more then the poverty line, 71.30% of the fathers and 71.80% of the mothers were middle graduations, 58.50% have good consumptions pattern, and 60% have active physical activity. There are no association between the obesity among the children with parent’s graduation (father: p=0

  18. GAMBARAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDEMEN, KECAMATAN SIDEMEN, KABUPATEN KARANGASEM, PADA JUNI-JULI 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desak Made Dwi Ambari Ningsih

    2015-04-01

    Full Text Available Kesehatan gigi masih menjadi masalah di Indonesia dilihat dari prevalensi karies gigi yang mencapai 73% dari jumlah penduduk. Di Puskesmas Sidemen, penyakit gigi, gusi dan pulpa merupakan urutan keempat dari 10 besar penyakit yang paling sering terjadi. Adanya fakta bahwa ketersediaan air bersih, sikat gigi dan pasta gigi di daerah Sidemen tidak sulit diperoleh, menunjukkan adanya faktor lain yang mempengaruhi tingginya kejadian karies gigi, misalnya perilaku menggosok gigi dan juga pengetahuan  orang tua dan anak terhadap karies gigi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi karies gigi, perilaku menggosok gigi, dan gambaran perilaku menggosok gigi terhadap kejadian karies gigi pada siswa usia sekolah dasar di wilayah Puskesmas Sidemen, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif potong-lintang yang dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2013. Penelitian ini menggunakan 68 orang sampel yang ditentukan secara purposive random sampling pada siswa usia 7 hingga 12 tahun di SD Negeri 1 Telagatawang. Pada penelitian ini, didapatkan prevalensi karies gigi pada anak usia sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Sidemen  masih tinggi (58,8%. Sebanyak 58 orang (85,3% belum menerapkan perilaku menggosok gigi yang memenuhi standar dan hanya 10 orang (14,7% yang perilaku menggosok gigi sudah memenuhi standar. Karies gigi lebih banyak dialami oleh anak-anak yang tidak memenuhi standar dalam perilaku menggosok gigi, yaitu sebanyak 63,8% (37 orang dari total 58 orang yang perilaku menggosok gigi tidak memenuhi standar. Sedangkan dari 10 orang yang memenuhi standar perilaku menggosok ternyata didapatkan sebagian besar, yaitu 7 orang (70% tidak karies. Sehingga secara umum dari penelitian ini dapat ditarik simpulan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan presentase kejadian karies gigi pada anak dengan perilaku menggosok gigi yang salah dibandingkan yang benar.    

  19. FAKTOR RISIKO KEJADIAN CHIKUNGUNYA DI KABUPATEN BOYOLALI,PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lulus Susanti

    2014-05-01

    < 0.05.Keywords :knowledge, attitude, practice, chikungunya, risk factorAbstrakChikungunya adalah salah satu penyakit re-emerging disease di Indonesia. Gejala yang paling menonjol pada kasus ini adanya rasa nyeri yang hebat pada setiap persendian, terutama sendi lutut, pergelangan kaki dan tangan, serta sendi-sendi tulang punggung sehingga sendi susah untuk digerakkan. Penyakit ini diakibatkan oleh virus dari kelompok virus Chikungunya (CHIKV. Di Jawa Tengah terjadi peningkatan kasus Chikungunya, mulai tahun 2005 berjumlah 46 orang kemudian meningkat pada tahun 2006 menjadi 86 orang dan 2007 mencapai 2.801 kasus. Persebaran kasus mencapai beberapa kabupaten di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Boyolali, yang memberikan kontribusi dalam jumlah penderita Chikungunya yang cukup besar 5. Pada tahun 2007dan 2008 jumlah kasus Chikungunya di Kabupaten Boyolali mencapai 634 dan 517 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara karakteristik masyarakat, kondisi sosial ekonomi, pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat, data entomologi dan lingkungan sebagai faktor risiko terhadap kasus Chikungunya, di Boyolali. Penelitian ini merupakan studi epidemiologi analitik dengan rancangan case control study. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Chikungunya terjadi paling banyak pada kisaran umur 20 – 45 dan 46 – 64 tahun, masing-masing sebanyak 51 (39,23% dan 50 kasus (38,46%, dengan jenis kelamin perempuan 80 kasus (61,54%. Sedangkan pendidikan kasus Chikungunya tertinggi adalah tidak tamat SD sebesar 34 kasus (26,15% dan pekerjaan berupa petani sebanyak 41 kasus (31,54%. Dari karakteristik responden ini hanya jenis kelamin yang memiliki hubungan bermakna dengan kasus dengan nilai P< 0,05. Sedangan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang pencegahan penyakit Chikungunya tidak berhubungan dengan kasus dengan nilai P>0,05.Keberadaan pakaian tergantung tidak berhubungan dengan kasus Chikungunya, sedangkan keberadaan jentik nyamuk di TPA berhubungan dengan kasus

  20. RENDEMEN TEPUNG BUAH NIPAH (Nyfa fruticans WURMB BERDASARKAN JARAK TEMPAT TUMBUH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatriani Fatriani

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract.  This study aims to determine the magnitude of the yield of wheat grown fruit Nipah by site. Nipah fruit yield of flour was 27.69% submerged in water, slightly submerged in water is 25.00% and grown on land which is 24.73%, Based on the analysis of the growing diversity was no significant effect on the yield of the resulting flour. Factors that influence the magnitude of the yield of fruit flour Nipah is the raw material used, Nipah fruit size, equipment used in the production process, and rigor in the process of flour production Nipah fruit. Based on the results obtained it is necessary to study Nipah fruit yield of flour from various regions, with special techniques and tools in the fruit paring Nipah. Keywords: Nipah, starch, sucrose content ABSTRAK.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya rendemen  tepung buah Nipah berdasarkan tempat tumbuh. Rendemen tepung buah Nipah yang terendam air adalah 27,69% ,yang agak terendam air adalah 25,00% dan yang tumbuh di daratan  adalah 24,73%, Berdasarkan analisis keragaman ternyata tempat tumbuh tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap rendemen tepung yang dihasilkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya rendemen tepung buah Nipah adalah bahan baku yang digunakan, ukuran buah Nipah, peralatan yang digunakan dalam proses produksi, dan ketelitian dalam proses produksi tepung buah Nipah. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka perlu penelitian rendemen tepung buah Nipah dari berbagai daerah,  dengan teknik dan alat khusus dalam pengupasan buah Nipah. Katakunci : Nipah, tepung, rendemen

  1. PENYUSUNAN SKENARIO MASA TANAM BERDASARKAN PRAKIRAAN CURAH HUJAN DI SENTRA PRODUKSI PANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Woro Estiningtyas

    2008-11-01

    Penggunaan model deterministik untuk prediksi curah hujan di daerah tropik yang faktor determinannya sangat komplek, dinamis dan acak sangat rumit. Oleh karena itu diperlukan model statistik yang dapat diperbarui secara real time. Filter Kalman menggabungkan pendekatan model fisik dan statistik menjadi model stokastik yang dapat diperbarui setiap saat untuk tujuan peramalan segera (on line forecasting. Validasi model yang menghubungkan curah hujan dan suhu permukaan laut Nio 3.4 menghasilkan nilai koefisien korelasi lebih dari 75%. Artinya model prediksi dengan Filter Kalman ini dapat digunakan untuk memprakirakan curah hujan bulanan dan diaplikasikan untuk penyusunan masa tanam. Selama ini neraca air tanaman dihitung berdasarkan pola curah hujan setempat, namun dengan meningkatnya intensitas dan frekuensi anomali iklim akan menyebabkan hasil komputasi neraca air harus diperbarui setiap saat melalui penyusunan masa tanam yang memperhitungkan aspek prediksi. Prakiraan curah hujan dengan metode Filter Kalman menghasilkan nilai koefisien korelasi validasi 48-92%. Hasil skenario pola tanam berdasarkan data prediksi curah hujan memperlihatkan bahwa ditemukan periode-periode dengan persentase kehilangan hasil lebih dari 20%, terutama pada lokasi dengan distribusi curah hujan yang tidak merata sepanjang tahun. Dengan demikian tidak disarankan untuk melakukan penanaman pada periode tersebut. Lokasi Sukamandi memperlihatkan karakteristik model yang lebih bagus dibandingkan Tamanbogo, Batang, Wonosari. Tanggal tanam yang diperkirakan beresiko menurunkan hasil adalah 1 dan 11 November (di Tamanbogo, 1 November-1 Januari, dan 21 Februari (di Sukamandi, 1 November-1 Desember (di Batang dan  1 November, 11 dan 21 Februari (di Wonosari. Untuk aplikasi skenario masa tanam, model prakiraan hujan perlu di perbarui di setiap saat dan tempat berdasarkan data prakiraan curah hujan terbaru di dukung dengan data tanah dan tanaman. Selain itu perlu diperhatikan cakupan wilayah yang bisa

  2. PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENGEMBANGKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENELAAHAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermin Budiningarti

    2015-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sejumlah perangkat pembelajaran yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa. Melalui perkuliahan Teaching Learning Process 3 (TLP 3 yang berisi pengkajian tentang model-model pembelajaran selama ini disajikan secara teoritis melalui tatap muka, pemodelan, workshop, dan praktek pembelajaran dalam forum, perangkat tersebut dioptimalkan. Standar kompetensi mata kuliah tersebut adalah mahasiswa terampil merancang dan mengelola proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran diskusi kelas (class discussion,  penemuan terbimbing (guided discovery, dan pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning. Kompetensi ini akan lebih mudah tercapai bilamana mahasiswa sebelumnya dibekali dengan kemampuan menilai sebuah perangkat pembelajaran terkait kesesuaiannya dengan model pembelajaran yang diterapkan. Pada penelitian ini, perangkat pembelajaran berdasarkan masalah (PBI karya mahasiswa terdahulu dinilai oleh mahasiswa dan dosen dengan menggunakan instrumen yang sama (IPKG1 menghasilkan penilaian X1 dan X2. Setelah itu mahasiswa merancang perangkat pembelajaran model PBI dan dinilai oleh dosen menggunakan IPKG1 dan menghasilkan penilaian Y1. Perangkat pembelajaran PBI yang telah dihasilkan kemudian disimulasikan oleh mahasiswa dan dinilai oleh dosen dengan menggunakan IPKG2 menghasilkan penilaian Y2. Analisis data menggunakan analisis korelasi dan analisis jalur (path analysis. Hasil penelitian menghasilkan beberapa temuan: 1 Tingkat kesesuaian penilaian perangkat PBI oleh mahasiswa dan dosen cukup tinggi dengan korelasi yang tinggi, 2 Keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan perangkat pembelajaran model pembelajaran berdasarkan masalah untuk skala 0-100 berada pada kisaran 77,94-97,06 dengan rata-rata 87,04 yang berarti baik. Penilaian contoh perangkat oleh mahasiswa dan dosen tidak berkorelasi dan tidak memberikan dampak atas keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan perangkat pembelajaran model

  3. ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X DALAM PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERDASARKAN GAYA BELAJAR SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zeni Rofiqoh

    2016-04-01

    Full Text Available Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X berdasarkan gaya belajar siswa dalam pembelajaran discovery learning. Subjek penelitian deskriptif kualitatif ini adalah siswa kelas X MIA 3 MAN 2 Kudus. Pengumpulan data dilakukan melalui angket gaya belajar menurut Kolb, tes kemampuan pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Analisis seluruh data dilakukan dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data, verifikasi, triangulasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1 siswa converger paling banyak jumlahnya di kelas X MIA 3, 2 siswa converger, diverger, accommodator, dan assimilator memahami masalah dengan mengetahui apa yang diketahui dan ditanyakan serta menjelaskan masalah dengan kalimat sendiri. Mereka membuat rencana dengan menyederhanakan masalah, mencari subtujuan, membuat eksperimen dan simulasi, serta mengurutkan informasi. Mereka melaksanakan rencana dengan mengartikan masalah dalam bentuk matematika dan melaksanakan strategi selama penghitungan berlangsung. Siswa converger dan assimilator melihat kembali tanpa mengecek penghitungan yang terlibat, siswa diverger tidak melihat alternatif penyelesaian yang lain dan tidak mengecek penghitungan yang terlibat, siswa accommodator mempertimbangkan bahwa solusi yang diperoleh logis, bertanya kepada diri sendiri apakah pertanyaan sudah terjawab, mengecek penghitungan yang dilakukan, membaca kembali pertanyaan, dan menggunakan alternatif penyelesaian yang lain

  4. Pengembangan Ekonomi Lokal di Kawasan Perikanan Berdasarkan Preferensi Masyarakat Nelayan Nambangan Kedung Cowek

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rheza Firmantyo Pramono

    2013-09-01

    Full Text Available Wilayah nambangan memiliki prosentase 40% sebagai nelayan menggantungkan dengan kondisi pesisir, mengindikasikan bahwa wilayah nambangan memiliki potensi pesisir yang cukup besar. Namun masih mempunyai beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan seperti SDA, SDM, Pendanaan, Prasarana Sarana, Kelembagaan, dan teknologi di kawasan pesisir Nambangan Kedung Cowek. Tujuan penelitian ini untuk merumuskan arahan pengembangan ekonomi lokal wilayah nambangan berdasarkan preferensi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis pertama penentuan faktor kurang berkembangnya ekonomi lokal menggunakan teknik delphi, selanjutnya menentukan preferensi masyarakat dan faktor prioritas menggunakan teknik servqual. Melalui metode servqual ditemukan banyak faktor prioritas yang harus dikembangkan yaitu SDA, SDM , Pendanaan, Prasarana Sarana, Kelembagaan, Teknologi, dan Pemasaran. Selanjutnya menentukan arahan pengembangan ekonomi lokal beradasakan faktor prioritas menggunakan teknik triangulasi berdasarkan tujuh faktor priortas dengan menggabungkan studi literatur, studi kasus wilayah lain dan temuan fakta emipiri di lapangan. Hasil akhir berupa peningkatan prasarana sarana berupa penataan lingkungan sempadan pantai, pengelolahan limbah, peningkatan sumberdaya manusia berupa pelatihan mutu pendidikan dan wawasan ekonomi. Selanjutnya peningkatan upaya pemasaran dengan membangun mina store dan peningkatan fasilitas alat tangkap.

  5. PERANCANGAN KENDALI NAVIGASI ROBOT TANK SECARA NIRKABEL BERBASIS SENSOR ACCELEROMETER BERDASARKAN GERAKAN TANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Yusvin Mustar

    2018-04-01

    Full Text Available Sebuah sistem kendali berbeda pada navigasi robot tank diperkenalkan pada penelitian ini. Umumnya sistem kendali navigasi robot tank dikendalikan meggunakan remot kontrol atau joystick dan beberapa perangkat pengontrolan robot lainya. Pengontrolan navigasi robot tank bertujuan untuk dapat mengendalikan pergerakan robot agar dapat berjalan maju, mundur, berbelok ke kiri dan ke kanan. Pada penelitian ini, pengontrolan navigasi robot dilakukan berdasarkan gerakan tangan manusia. Sebuah sarung tangan yang dilengkapi sensor accelerometer ADXL335 didesain untuk dapat mendeteksi setiap bentuk gerakan tangan. Pendeteksian gerakan tangan didasarkan pada pembacaan orientasi axis X dan Y acceleometer. Gerakan tangan ini kemudian diinput pada mikrokontroler Arduino Nano dan ditransmisikan melalui nRF24L01 2.4GHz. Hasil pendeteksian gerak kemudian diterima dan diolah pada mikrokontroler Arduino Mega yang terdapat pada robot tank. Selanjutnya, hasil pendeteksian gerakan tangan ini dipetakan dalam beberapa bagian pengontrolan, agar sesuai dengan pola pengontrolan navigasi robot tank. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebuah sistem pengontrolan navigasi robot tank berdasarkan gerakan tangan dapat diimplementasikan dan diaplikasikan secara riil, sehingga dapat memberikan pengalaman baru dalam berinteraksi dengan robot. Kata kunci: navigasi, robot tank, deteksi gerakan, accelerometer ADXL335, arduino, nRF24L01.

  6. Pembuatan Perangkat Audit Berbasis Risiko Berdasarkan COBIT 5 dan Service Desk Standard pada Service Desk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarah Putri Ramadhani

    2017-03-01

    Full Text Available SubDirektorat Layanan Teknologi dan Sistem Informasi pada Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI sebagai penyedia layanan TI di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS tidak sedikit mengalami gangguan atau insiden yang mengakibatkan menurunnya kualitas pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu terdapat unit service desk yang bertugas menangani berbagai macam keluhan insiden dan memenuhi permintaan layanan TI. Namun DPTSI belum pernah mengadakan pengendalian internal terhadap prosesnya. Untuk memastikan pengelolaan telah diterapkan dalam kontrolnya maka perlu sebuah metode yaitu audit internal. Salah satu hal yang perlu disiapkan dalam melaksanakan audit adalah perangkat audit karena menyediakan serangkaian instruksi dari proses yang harus dilakukan service desk sehingga membantu seorang auditor dalam menjalankan audit sesuai dengan tujuan dan memastikan seluruh proses telah dilakukan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan perangkat audit pada service desk DPTSI yang dibuat berdasarkan control objective pada Service Desk Standard yang dipetakan dengan proses pada best practice COBIT 5 domain DSS02. Ruang lingkup perangkat audit juga ditetapkan melalui control objective yang dipetakan dengan risiko TI pada service desk yang dianalisis menggunakan pendekatan best practice COBIT 5 for Risk APO12 Manage Risk. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah dokumen perangkat audit beserta panduan penggunaannya, yang nantinya diharapkan dapat membantu DPTSI untuk melakukan audit pada service desk..

  7. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu tentang Diare dengan Frekuensi Kejadian Diare Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tamansari Bandung Oktober 2013–Maret 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hoirunisa Fathia

    2015-02-01

    Full Text Available Abstrak Penyakit diare di Indonesia semakin meningkat yang dapat menyebabkan kematian terutama balita. Salah satu faktor yang memengaruhi frekuensi kejadian diare adalah pengetahuan, sikap, dan perilaku orangtua tentang diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu tentang diare dengan frekuensi kejadian diare balita di wilayah kerja Puskesmas Tamansari Kota Bandung. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan desain potong lintang (cross sectional periode April–Juni 2014. Subjek penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Tamansari. Jumlah sampel penelitian sebanyak 97 orang. Data yang dikumpulkan berupa data primer menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 21 dan analisis statistik menggunakan uji chi-kuadrat. Hasil menunjukkan bahwa responden berpendidikan tinggi memiliki balita yang sebagian besar tidak pernah diare dan analisis statistik menunjukkan hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dan frekuensi kejadian diare balita (p=0,001. Responden dengan pengetahuan baik sebanyak 21 dari 36 subjek memiliki balita tidak pernah diare dan analisis statistik menunjukkan hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dan frekuensi kejadian diare balita (p=0,007. Simpulan, terdapat hubungan tingkat pendidikan ibu dan pengetahuan ibu tentang diare dengan frekuensi kejadian diare balita di wilayah kerja Puskesmas Tamansari. Kata kunci: Diare, frekuensi diare, pendidikan, pengetahuan   The Relationship Levels of Education and Mother's Knowledge about the Frequency of Occurence of Diarrhea in Infants of Tamansari Bandung in October 2013–March 2014 Abstract Diarrhea disease in Indonesia is increasing, can cause death, especially in infants. One of the factors that affect the frequency of occurrence of diarrhea is knowledge, attitudes, and behaviors of parents of diarrhea. This study aims was to determine

  8. PENERAPAN DATAMINING PADA POPULASI DAGING AYAM RAS PEDAGING DI INDONESIA BERDASARKAN PROVINSI MENGGUNAKAN K-MEANS CLUSTERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mhd Gading Sadewo

    2017-09-01

    Full Text Available Ayam bukanlah makanan yang asing bagi penduduk Indonesia. Makanan tersebut sangat mudah dijumpai dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun tingkat konsumsi daging ayam di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan Negara tetangga. Penelitian ini membahas tentang Penerapan Datamining Pada Populasi Daging Ayam Ras Pedaging di Indonesia Berdasarkan Provinsi Menggunakan K-Means Clustering. Sumber data penelitian ini dikumpulkan berdasarkan dokumen-dokumen keterangan populasi daging ayam yang dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik Nasional. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dari tahun 2009-2016 yang terdiri dari 34 provinsi. Variable yang digunakan (1 jumlah populasi dari tahun 2009-2016. Data akan diolah dengan melakukan clushtering dalam 3 clushter yaitu clusther tingkat populasi tinggi, clusther tingkat populasi sedang dan rendah. Centroid data untuk cluster tingkat populasi tinggi 4711403141, Centroid data untuk cluster tingkat populasi sedang 304240647, dan Centroid data untuk cluster tingkat populasi rendah 554200. Sehingga diperoleh penilaian berdasarkan indeks populasi daging ayam dengan 1 provinsi tingkat populasi tinggi yaitu Jawa Barat, 6 provinsi tingkat populasi sedang yaitu Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, dan 27 provinsi lainnya termasuk tingkat populasi rendah. Hal ini dapat menjadi masukan kepada pemerintah, provinsi yang menjadi perhatian lebih pada populasi daging ayam berdasarkan cluster yang telah dilakukan

  9. Faktor risiko kejadian stunting pada anak umur 6-36 bulan di Wilayah Pedalaman Kecamatan Silat Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Wahdah

    2016-08-01

    incidence of stunting were exclusivebreastfeeding, number of household members, maternal height, income, and father’s height.KEYWORDS: exclusive breastfeeding, height of father, height of mother, income, stuntingABSTRAKLatar belakang: Stunting pada anak balita merupakan indikator status gizi yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau. Stunting yang terjadi pada masa anak merupakan faktor risiko meningkatnya angka kematian, kemampuan kognitif dan perkembangan motorik yang rendah, dan fungsi tubuh yang tidak seimbang. Kejadian stunting berhubungan dengan berbagai macam faktor antara lain lingkungan keluarga (pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pola asuh, pola makan dan jumlah anggota rumah tangga, faktor gizi (ASI eksklusif danlama pemberian ASI, faktor genetik, penyakit infeksi, dan kejadian BBLR. Menurut hasil riset kesehatan dasar, prevalensi anak balita yang menderita stunting di Indonesia pada tahun 2010 masih tinggi sebesar 35,6%, dan 39,7% di Provinsi Kalimantan Barat.Tujuan: Mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak umur 6-36 bulan di pedalaman Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasinya adalah seluruh balita yang ada di wilayah pedalaman Kecamatan Silat Hulu Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Analisis data menggunakan uji chi-square dan untuk mengetahui variabel paling determinan terhadap stunting dilakukan analisis regresi logistik.Hasil: Kejadian stunting berhubungan signifi kan dengan pekerjaan ibu, tinggi badan ayah, tinggi badan ibu, pendapatan, jumlah anggota rumah tangga, pola asuh, dan pemberian ASI eksklusif (p<0,05. Kejadian stunting tidak berhubungan dengan, pekerjaan ayah, pola makan, lama pemberian ASI, penyakit infeksi, dan pendidikan ibu (p>0,05.Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kejadian

  10. Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Nepa Berdasarkan Preferensi Pengunjung Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tadaki Santoso Hasegawa

    2017-03-01

    Full Text Available Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, memiliki kawasan wisata pantai Nepa, yang terdiri dari 6 potensi wisata di 3 desa, yakni wisata alam pantai Nepa, wisata alam hutan kera Nepa, makam petilasan Raden Segoro, wisata arung laut, wisata budaya Rokat Tase’, dan wisata buatan waduk Nipah, di Desa Batioh, Desa Nepa, dan Desa Montor. Penelitian deskriptif ini menggunakan analisis deskriptif, yang digunakan untuk mencapai sasaran pertama analisis potensi wisata, sasaran kedua analisis preferensi pengunjung, hingga sasaran terakhir merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata pantai Nepa berdasarkan preferensi pengunjung. Rumusan arahan pengembangan kawasan tersebut menghasilkan arahan pengembangan berupa penyediaan, perbaikan, pemeliharaan, dan peningkatan akses prasarana dan sarana pariwisata, peningkatan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan dan sikap masyarakat terhadap pengunjung dengan nilai-nilai sapta pesona, penambahan jenis atraksi wisata, penyediaan akomodasi, peningkatan partisipasi masyarakat, dan promosi kawasan, untuk setiap potensi wisata.

  11. Deteksi Kematangan Buah Pisang Berdasarkan Fitur Warna Citra Kulit Pisang Menggunakan Metode Transformasi Ruang Warna HIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indarto

    2017-05-01

    Full Text Available Pengolahan citra mempunyai peranan penting di berbagai bidang. Aplikasi pengolahan citra berkaitan dengan pemrosesan citra berkaitan dengan transformasi warna. Dalam paper ini dijelaskan mengenai metode transformasi warna HSI untuk deteksi pisang dan mengklasifikasikan dalam fase kematangan. Data dalam penelitian ini menggunakan citra pisang ambon yang diambil dengan kamera yang nantinya akan diambil sebagian (cropping pada kulit, yang kemudian akan diekstrak ciri warnanya, dan dihitung tingkat kadar warna dari R (red, G (green, dan B (blue dan diubah ke HSI. Berdasarkan input pelatihan deteksi jenis warna kulit pisang ambon diperoleh dari pengolahan citra dengan metode transformasi warna HSI. Dari hasil penelitian 20 sampel buah dimana 10 buah pisang ambon mentah dan 10 buah pisang ambon matang dengan dihitung nilai rata-rata maksimal dan minimal H dan S diperoleh akurasi kesesuaian sebesar 85%.

  12. Kadar leptin saliva dan kejadian karies gigi anak obesitas (Salivary leptin levels and caries incidence in obese children

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elfrida Atzmaryanni

    2013-09-01

    Full Text Available Background: Children with obesity have a lower incidence of caries. Salivary leptin levels of obese children is higher than normal children. Leptin is protein hormone, contained in saliva. Salivary proteins maintain the balance of the ecosystem in the mouth. Purpose: The article was aimed to study the correlation of salivary leptin levels with caries incidence in obese children. Review: Mouth is reflection of the health status and so many changes occur as a weight gain. Child with obesity has a low incidence of caries than normal. This condition is associated with changes in oral cavity, especially the increase in salivary leptin. Caries is a disease of hard tissues cause by the activty of microorganisms, especially Streptococcus mutans. Salivary proteins maintain the balance of the ecosystem in the mouth. Leptin is a protein saliva, produced predominantly in adipose tissue and conduct active transport to saliva. Salivary leptin works in two ways: as an antimicrobial which prevents the attachment of bacteria on tooth surface or by inducing cytokine that affect the immune system in oral cavity. Conclusion: Salivary leptin is higher in obese children than in normal children. The low incidence of caries on obesity is associated with salivary leptin. Alteration in salivary composition and flow rate also decreased caries in obesity.Latar belakang: Anak yang mengalami obesitas memiliki insiden karies yang rendah. Kadar leptin saliva anak obesitas lebih tinggi dari anak normal. Leptin merupakan salah satu protein hormon yang terdapat di saliva. Protein saliva berfungsi untuk menjaga keseimbangan ekosistem di mulut. Tujuan: Artikel ini bertujuan mempelajari hubungan antara kadar leptin di dalam saliva dengan kejadian karies anak obesitas. Tinjauan pustaka: Rongga mulut merupakan cerminan dari status kesehatan dan banyak perubahan yang terjadi seiring peningkatan berat badan seseorang. Anak Obesitas memiliki insiden karies yang rendah jika dibandingkan

  13. Kejadian Leptospirosis pada Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta (CASE OF CANINE LEPTOSPIROSIS IN THE CITY OF YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Guntari Titik Mulyani

    2017-09-01

    Full Text Available Leptospirosis is a zoonotic disease, which is caused by Leptospira interrogans. The incidence of leptospirosis in dogs varies according to region and season, and is considered as emerging infectious diseases in humans. Clinical symptoms of leptospirosis in dogs vary greatly, some dogs are asymptomatic, with mild symptoms, and others progress to severe illness until death. The study aims to determine cases of canine leptospirosis in Yogyakarta, and identify the serovar that infect them. A total of 20 dogs without symptoms, with mild symptoms, to severe symptoms of leptospirosis were collected their serum and further tested using Microscopic Agglutination Test (MAT conducted at the Center for Veterinary Research (BBLitvet Bogor. History of vaccination is recorded as a consideration in interpreting the MAT results. The results showed that three out of the 20 samples were positive leptospirosis. Of the three positive samples, one was identified as serovar bataviae, another one as serovar bataviae and tarrasovi, and the last as serovar bataviae, tarrasovi, ichterohaemorrhagiae, canicola, celledoni, pyrogenes, cynopteri, and rachmati, respectively. The three dogs with leptospirosis showed similar clinical symptoms i.e. Anorexia, lethargy, and fever. It can be concluded that there are cases of canine leptospirosis in Yogyakarta which is predominantly caused by Leptospira interrogans serovar bataviae. ABSTRAK Leptospirosis adalah penyakit zoonosis, yang disebabkan oleh Leptospira interrogans. Kejadian leptospirosis pada anjing bervariasi menurut wilayah dan musim, dan dianggap sebagai penyakit menular yang muncul pada manusia. Gejala klinis leptospirosis pada anjing sangat bervariasi, beberapa anjing tanpa menunjukkan gejala, dengan gejala ringan, dan yang lain melanjut menjadi penyakit yang parah sampai kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kasus leptospirosis pada anjing di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan mengidentifikasi

  14. BEHAVIOR AND ENVIRONMENTAL RISK FACTOR ON CHIKUNGUNYA OUTBREAKS AT SALATIGA CITY IN 2012 = FAKTOR RISIKO PERILAKU DAN LINGKUNGAN RUMAH PADA KEJADIAN LUAR BIASA CHIKUNGUNYA DI KOTA SALATIGA TAHUN 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Andriyani Pratamawati

    2015-03-01

    Full Text Available EnglishABSTRACTOn February 9, 2012 date specified chikungunya outbreak in Salatiga. This study aimed to examine behavioral and environmental risk factors associated with the disease, vector, modes of transmission, treatment seeking, as well as ways to prevent chikungunya on people in the hamlet Sinoman and Rekesan during the chikungunya outbreak in 2012 . This type of research is used case-control study. This study was conducted in January through April of 2012. Interview and observations conducted on 134 respondents. There is no relationship between the incidence of chikungunya respondent behavior and the behavior of the respondent is not proven as a risk factor chikungunya. But  events, there is a relationship between the incidence of chikungunya lighting and home lighting proved to be a risk factor for chikungunya incidence and its risk by 2.8 times. In addition to lighting, there is a relationship between the incidence of chikungunya home humidity, although not statistically proven as a risk factor for chikungunya. There was a significant association between the presence of mosquitoes on the clothes hanging in the incidence of chikungunya, in harmony with it has been shown that the presence of mosquitoes at the clothes hanging heightens the risk by 4.19 times causing events are expected to cultivate back chikungunya. People must have eradication of mosquito breeding activity, do not hang clothes secondhand, using a wire gauze on the vent, and the use of anti-mosquito drugs to avoid contact with the mosquitoborne chikungunya .IndonesiaKejadian luar biasa (KLB penyakit chikungunya di Kota Salatiga pada tanggal 9 Februari 2012 Penelitian ini bertujuan menguji faktor risiko perilaku dan lingkungan rumah, yang berkaitan dengan penyakit, vektor, cara penularan, pencarian pengobatan, serta cara pencegahan chikungunya di Dusun Sinoman dan Rekesan ketika KLB Chikungunya tahun 2012. Rancangan penelitian adalah case control. Penelitian ini

  15. Sistem Pemilihan Mesin Cuci Berdasarkan Kebutuhan Konsumen Menggunakan Fuzzy Tahani dan Promethee

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Huzumah

    2018-04-01

    Full Text Available Abstrak Berdasarkan hasil survei terhadap kebutuhan mesin cuci pada tahun 2013 pertumbuhan mesin cuci nasional naik sebesar 28%, Menurut data Euro Monitor tahun 2017, penetrasi mesin cuci di Indonesia selama lima tahun terakhir terus meningkat. Sekitar 74% masyarakat di Kota besar seperti Jakarta telah mengandalkan mesin cuci untuk membantu membersihkan pakaian. Namun pada pembelian mesin cuci, sebagian besar masyarakat masih tertarik dengan harga yang murah tanpa mengetahui spesifikasi detail mengenai mesin cuci yang akan dibeli apakah sesuai kebutuhan atau tidak. Karena kurangnya kesadaran masyarakat, maka dibuat sebuah sistem pendukung keputusan menggunakan metode fuzzy tahani dan promethee untuk meningkatkan kualitas rekomendasi mesin cuci sesuai kebutuhan konsumen. Metode fuzzy tahani digunakan untuk melakukan pengurutan data mesin cuci berdasarkan kriteria yang menghasilkan nilai 0 sampai dengan 1. Setelah itu, metode promethee digunakan untuk mendapatkan bobot mesin cuci dan akan dilakukan pengurutan mesin cuci sesuai bobot yang didapat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya sistem pendukung keputusan yang dibangun, masyarakat yang ingin membeli mesin cuci dapat memilih dengan tepat, jelas dan objektif. Hasil akurasi yang dihasilkan adalah 90%. Kata Kunci: sistem pendukung keputusan, pemilihan mesin cuci, fuzzy tahani, promethee Abstract Based on results of survey about the needs of washing machines in 2013, the growth of national washing machines increased by 28%. According to Euro Monitor Data of 2017, penetration of washing machines in Indonesia over the last five years continues to increase. About 74 % of the people in big cities like Jakarta have relied on a washing machine to help clean clothes. However on the purchase of a washing machine, most of the people still interested in a cheap price without knowing detail specification of the washing machine which will be purchased whether as needed or not. Due the lack of public

  16. Profil Berpikir Geometri Siswa Tunagrahita Berdasarkan Tingkatan Van Hiele Di SMPLB Negeri Salatiga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Nova Hasti Yunianta

    2017-06-01

    Full Text Available Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana profil berpikir geometri siswa tunagrahita berdasarkan tingkatan berpikir van Hiele. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang siswa yang terdiri masing-masing satu siswa dari kelas VII, VIII dan IX SMPLB C Negeri Salatiga. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi terstrukur. Hasil dari penelitian yang dilakukan, ketiga siswa cenderung memiliki kemampuan yang sama dalam berpikir geometri. Ketiga siswa dapat mencapai tingkat 1 (visualisasi berdasarkan tingkat berpikir geometri van Hiele, namun terbatas pada bentuk-bentuk bangun geometri yang dipahami atau dikenalnya. Siswa belum dapat melakukan analisis pada tingkat 2 dan hanya sebatas mengetahui sebagian komponen pada bangun segiempat serta menamainya menggunakan bahasanya sendiri yang tidak baku. Selain itu siswa mengetahui beberapa istilah yang ada pada bangun segiempat, namun tidak mengetahui maksud dari istilah-istilah tersebut. Kendala dan masalah yang dihadapi ketiga siswa yaitu lebih cenderung memperhatikan pada bangun-bangun yang dikenalnya, kurang cermat dan teliti dalam menggambar, kesulitan dalam menjelaskan atau mendeskripsikan secara lisan suatu bangun segiempat dan hanya terbatas pada bangun yang diketahuinya, hal tesebut karena siswa tidak banyak mengenal macam-macam bangun.This research is a qualitative descriptive which aims to determine how the profile geometry students think retarded by van Hiele levels of thinking. Subjects in this study were three students who comprised each of the students of class VII, VIII and IX SMPLB C State Salatiga. This research was conducted through semi-structured interviews. The results of the research conducted, the three students tend to have the same ability to think geometry. All three students can reach level 1 (visualization based on the geometry of the van Hiele levels of thinking, but limited to the forms of geometry understood or known

  17. IDENTIFIKASI JENIS OBAT BERDASARKAN GAMBAR LOGO PADA KEMASAN MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surya Rahayuda

    2016-10-01

    Full Text Available There many types of drugs have been approved by the government and circulating in the community, but many people don’t know. In this study, I want to create an application that can identify the type of drug based on the logo on the packaging. I’m using 4 different types of modern medicine and 3 types of herbal medicine, total there will be as many as 7 different logo that will be used. Pictures will be entered into the application, then detected the edges of the image using the Edge Detection, to get the shape of the logo image, after it is extracted using methods GLCM, extraction will produce output in the form of numbers, the numeric data is then classified using Naïve Bayes classification and will get the results in the form of the type of drug. From the experiments it was found that the resulting level of accuracy is quite high, there are 3 categories of types of drugs that have a high accuracy on Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas and Obat Keras. From the results of these trials concluded that the Naïve Bayes method can be used to mengkalsifikasi types of drugs is based on the logo on the packaging of drugs. Keywords: logo, drug, image processing, edge detection, GLCM, naïve bayes Terdapat banyak jenis obat telah disetujui oleh pemerintah dan beredar di masyarakat, namun banyak masyarakat tidak mengetahuinya. Pada penelitian ini saya ingin membuat suatu aplikasi yang dapat mengindentifikasi jenis obat berdasarkan logo pada kemasan. Saya menggunakan 4 jenis obat moderen dan 3 jenis obat herbal, total akan terdapat sebanyak 7 macam logo yang akan digunakan. Gambar akan diinputkan ke dalam aplikasi, kemudian dideteksi tepian gambarnya menggunakan metode Edge Detection, untuk mendapatkan bentuk dari gambar logo, setelah itu diekstraksi menggunakan metode GLCM, hasil ekstraksi akan menghasilkan output berupa angka, data angka ini kemudian diklasifikasikan menggunakan metode Naïve Bayes dan akan mendapatkan hasil klasifikasi berupa jenis

  18. USULAN PERANCANGAN TATA LETAK PENYIMPANAN KOMPONEN BERDASARKAN KRITERIA KOMODITI KOMPONEN (Studi Kasus di PT Triangle Motorindo Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hartini

    2012-02-01

    Full Text Available Kurang lancarnya suplai komponen ke bagian produksi dapat menyebabkan menurunnya produktivitas dari bagian produksi. Untuk itu perlu dilakukan perancangan tata letak penyimpanan komponen yang lebih baik sehingga dapat mengurangi waktu mencari komponen, mengurangi jarak perjalanan operator dalam pengambilan dan pengiriman komponen, dan meningkatkan pemanfaatan kapasitas gudang.                 PT. Triangle Motorindo merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha perakitan sepeda motor. Secara garis besar, perusahaan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian gudang dan bagian produksi dimana bagian gudang menjadi pendukung dari bagian produksi. Bagian gudang terdiri dari gudang sortir, gudang rangka, dan gudang mesin. Dalam mengalokasikan komponen yang disimpan, perusahaan menggunakan kebijakan penyimpanan random/acak yang berakibat tidak standarnya waktu yang dibutuhkan untuk mencari komponen dan bertambahnya waktu perjalanan operator dalam menyuplai komponen. Penelitian ini memberikan alternatif perancangan tata letak penyimpanan komponen yang dilakukan dengan memperhatikan komponen itu sendiri, dalam hal ini disebut faktor komoditi yang terdiri atas popularity, similarity, characteristic, dan size. Selain berdasarkan komponen yang disimpan, perancangan tata letak penyimpanan ini juga memperhatikan kondisi ruangan yang tersedia. Hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa tata letak penyimpanan komponen yang terbaik adalah berdasarkan kriteria process similarity. Tata letak penyimpanan komponen berdasarkan kriteria process similarity ini merupakan tata letak penyimpanan komponen terbaik. Kata Kunci : komponen, faktor komoditi, lost time, waktu perjalanan

  19. KEEFEKTIFAN MODEL SHOW NOT TELL DAN MIND MAP PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI BERDASARKAN MINAT PESERTA DIDIK KELAS X SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wiwit Lili Sokhipah

    2015-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah (1 menentukan keefektifan penggunaan model show not tell pada pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi berdasarkan minat peserta didik SMK Kelas X, (2 menentukan keefektifan penggunaan model mind map pada pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi berdasarkan minat peserta didik SMK kelas X, (3 menentukan keefektifan interaksi show not tell dan mind map pada pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi berdasarkan minat peserta didik SMK kelas X. Penelitian ini adalah quasi experimental design (pretes-postes control group design. Dalam desain ini terdapat dua kelompok eksperimen yakni penerapan model show not tell dalam pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisipeserta didik dengan minat tinggi dan penerapan model mind map dalam pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi  peserta didik dengan minat rendah. Hasil penelitian adalah (1 model show not tell efektif digunakan  dalam membelajarkan menulis teks eksposisi bagi peserta didik yang memiliki minat tinggi, (2 model mind map efektif digunakan dalam membelajarkan menulis teks eksposisi bagi peserta didik yang memiliki minat rendah, dan (3 model show not tell lebih efektif digunakan dalam membelajarkan menulis teks eksposisi bagi peserta didik yang memiliki minat tinggi, sedangkan model mind map efektif digunakan dalam membelajarkan teks eksposisi pagi peserta didik yang memiliki minat rendah.

  20. PENENTUAN POSISI SUMBER PROSPEK PANAS BUMI BERDASARKAN DATA ANOMALI MAGNETDI DAERAH AKESAHU, PULAU TIDORE, MALUKU UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rohima Wahyu Ningrum

    2015-04-01

    Full Text Available Penelitian geofisika dengan menggunakan metode magnetik yaitu dengan alat Magnetometer Fluxgate. Luas daerah penyelidikan ± 1 km x 1 km, dibatasi oleh koordinat geografis antara 127° 27’ 42” s/d 127° 27’ 43” BT dan 0° 43’ 17” s/d 0° 43’ 19” LU . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi sumber prospek panas bumi di daerah Akesahu, Pulau Tidore berdasarkan data anomali medan magnet. Data medan magnet total yang terukur adalah medan utama, medan luar dan medan anomali. Untuk menghilangkan efek-efek anomali dari medan magnet luar dan anomali medan magnet utama dilakukan perhitungan koreksi variasi harian, koreksi drift (kesalahan alat, koreksi penyesuaian, koreksi IGRF, dan pemisahan anomali residual dan regional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, daerah Akesahu, Pulau Tidore memiliki potensi panas bumi yang masih cukup besar yang ditandai dengan adanya manifestasi panas bumi berupa mata air panas. Anomali medan magnet daerah Akesahu ditunjukkan dengan adanya anomali yang rendah (0.90 sampai dengan -2163.09 nT yang memanjang arah utara-selatan di bagian Timur Pulau Tidore. Disamping itu di sekitar mata air panas Akesahu secara geologis didukung dengan adanya empat buah sesar normal. Ini sebagai sistem pengontrol panas bumi yang lainnya di Pulau Tidore.

  1. Kesehatan Karang di Perairan Kessilampe Kota Kendari Berdasarkan Skor Kesehatan Karang dan Densitas Zooxanthellae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Palupi Diyah Ratna

    2017-04-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesehatan karang berdasarkan tutupan persentase karang hidup, skor kesehatan karang, dan densitas zooxanthellae sebagai simbion karang. Metode penentuan titik stasiun dengan menggunakan purposif sample. Metode pengukuran kondisi terumbu karang menggunakan Line Intersept Transect (LIT dengan 3 (tiga kali ulangan tiap stasiun, skor kesehatan karang menggunakan metode quadrat transect (1x1m, dan densitas zooxanthellae dihitung dengan pengambilan sampel jaringan karang. Pengambilan data di perairan menggunakan alat bantu selam SCUBA. Hasil penelitian ini didapat kondisi terumbu karang di lokasi penelitian dalam keadaan rusak dengan rata-rata tutupan karang hidup sebesar 19%. Secara umum biota karang yang mampu bertahan hidup di lokasi penelitian dalam kondisi cukup sehat (skor 4. Hal ini didukung dengan rata-rata jumlah zooxanthellae yang tidak begitu banyak yaitu 1,4 juta sel/cm2 dengan kisaran yang lebar (250ribu-2,5juta sel/cm2. Keberadaan terumbu karang di pantai Mayaria beradaptasi dalam bentuk spot-spot dan didominasi oleh karang foliose dan masive. Kata Kunci : kesehatan karang, Pantai Kessilampe, zooxanthellae

  2. Kompetisi Surat Kabar Lokal Berdasarkan Tingkat Kepuasan Biro Iklan pada Layanan Jasa Media Surat Kabar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Juni Andi Prasetiya

    2013-11-01

    Full Text Available Abstract: Business newspaper has eliciting competition over source life of supporting media industry, i.e. capital, types of content and types of audience. This research explains the newspaper’s competition based on advertiser satisfaction as a benchmark of media effectiveness. Adopting the theory of uses & gratification and using variables of gratification sought and gratification obtained, these studies examine 5 local newspapers in Yogyakarta. The instrument of competitive strategy is using for further analysis, consisting of superiority direction and superiority magnitude measurements. The results showed that advertising agencies haven’t felt the satisfaction of the services provided by the local newspaper. Key words: competition, gratification sought, gratification obtained, superiority direction, superiority magnitude . Abstrak: Bisnis surat kabar telah memunculkan kompetisi yang memperebutkan sumber penunjang hidup industri media, yakni modal, isi media, dan jenis audiens. Penelitian ini menjelaskan kompetisi tersebut berdasarkan kepuasan pengiklan sebagai tolok ukur efektivitas media. Mengadopsi teori uses & gratification dengan menggunakan variabel gratification sought dan gratification obtained, penelitian ini menguji lima surat kabar lokal di Yogyakara. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan instrumen competitive superiority, terdiri dari superiority direction dan superiority magnitude. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biro iklan belum merasakan kepuasan dari layanan yang diberikan oleh jasa surat kabar lokal.

  3. Tinjauan Teologis Tentang Takut Akan Tuhan Berdasarkan Kitab Amsal Dan Implementasinya Dalam Hidup Kekristenan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ril Tampasigi

    2012-04-01

    Full Text Available Sebagai tujuan penelitian adalah Untuk memaparkan konsep Takut akanTUHAN berdasarkan kitab Amsal, Untuk menjelaskan manfaat dari TakutakanTUHAN. Dan Untuk menjelaskan implementasinya dalam kehidupan Kekristenansetiap hari.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatifyaitu metode penelitian Kepustakaan (library research, terhadap berbagai sumberdata antara lain: Alkitab, tafsiran-tafsiran kitab Amsal dan buku-buku yangmembahas tentang Takut akan TUHAN serta penulis menggunakan metode eksegesis.Yang disusun secara deskriptif untuk mencapai sasaran dan tujuan penulisan.Dalam penelitian ini, ditemukan hasil bahwa Kekristenan seharusnya hidupberdasarkan takut akan TUHAN dengan menyadari akan kemahakuasaan-Nya,kekudusan-Nya, kemahahadiran-Nya dan kemahatahuanNya dalam setiap aspekkehidupan manusia lewat tindakan dan perilaku manusia. Banyak hal dalam duniaini yang akan membuat manusia merasa takut dan gentar, baik itu ketakutanterhadap sesamanya manusia maupun ketakutan terhadap hal-hal yang lainnya.Takutakan TUHAN merupakan suatu perasaan takut yang positif bukan negatif.Takutakan TUHAN bukan seperti perasaan takut yang dialami oleh manusiaterhadap hal-hal yang biasa, tetapi takutakan TUHAN merupakan penghormatanmanusia terhadap TUHAN.

  4. PENENTUAN WAKTU PERAWATAN UNTUK PENCEGAHANPADA KOMPONEN KRITIS CYCLONE FEED PUMP BERDASARKAN KRITERIA MINIMASI DOWN TIME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nandiroh

    2006-08-01

    Full Text Available Sistem perawatan mesin yang dilakukan di PT. Newmont Nusa Tenggara, selama ini masih bersifat korektif yaitu perawatan setelah terjadi kerusakan. Kerusakan komponen ini biasanya akan ditandai dengan ditemukannya produk yang dihasilkan tidak sedikit mengalami kecacatan. Peranan perawatan terhadap komponen-komponen Cyclone Feed Pump pada Process Departement - PT.Newmont Nusa Tenggara sangat penting artinya untuk mencegah terjadinya kecacatan produk masal dan mencegah terjadinya down time produksi. Dan perawatan yang paling baik digunakan adalah perawatan pencegahan sebelum terjadinya kerusakan (preventive maintenance. Mesin kritis adalah mesin yang mengalami frekwensi kerusakan terbesar dengan total downtime terbesar. Untuk penentuan mesin kritis ini, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengukur lamanya waktu downtime produksi dari tiap-tiap mesin yang ada. Perhitungan MTTR berdasarkan data downtime, yang sebelumnya juga dilakukan uji kecocokan distribusi dan hasilnya sesuai, Dengan melakukan perhitungan Mean Time To Repair dan Mean Time To Failure dapat diketahui rata-rata waktu berapa lama pompa beroperasi dan berapa lama pompa tersebut dapat dilakukan perbaikan serta dapat diketahui Reliability pada Cyclone Feed Pump 2.0.1. Setelah dilakukkan perhitungan, komponen kritis Discharge Pipe pada Cyclone Feed Pump 2.0.1 harus sudah dilakukan inspeksi preventif, karena telah beroperasi 664.8 jam, dan perbaikan yang harus lakukan maksimal 3.4997 jam setiap kali dilakukan shutdown.

  5. DETEKSI DIAMETER TUMOR PADA KULIT MENGGUNAKAN SEGMENTASI CITRA BERDASARKAN KARAKTERISTIK ABCDE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wuwanjie Septian

    2016-09-01

    ABSTRAK Kanker kulit merupakan pertumbuhan sel kulit abnormal yang tidak dapat dikendalikan dan pada stadium lanjut dapat mengakibatkan kematian. Menemukan penyakit ini sedini mungkin merupakan salah satu cara untuk menghindari kecacatan maupun kemungkinan terburuk. Karena letaknya dipermukaan kulit, akan mudah bagi siapa saja untuk mengenali sendiri kanker kulit. Deteksi dini kanker kulit dalam bidang dermatologi, dapat dideteksi berdasarkan karakteristik Asymmetrical Shape, Border, Color, Diameter, Evolution (ABCDE. Dalam penelitian ini, deteksi dini difokuskan pada identifikasi diameter pada 30 citra nevus. Metode penelitian berupa pengolahan citra nevus dengan melakukan konversi citra menjadi citra HSI lalu diubah menjadi citra biner, selanjutnya dilakukan tahap segmentasi menggunakan filter median, proses rekonstruksi morfologi dan pada tahap akhir dilakukan deteksi tepi dengan menggunakan operator sobel. Proses deteksi tepi akan mempermudah menghitung nilai luas diameter nevus. Hasil penelitian deteksi dini kanker kulit terhadap 30 citra nevus, diperoleh hasil bahwa metode pengolahan citra yang diusulkan dapat mendeteksi diameter nevus dan berhasil mengidentifikasi citra tersebut sebagai 26 citra memiliki luas diameter nevus yang diidentifikasi sebagai tumor jinak dan 4 citra nevus yang memiliki diameter > 6 mm dan dinyatakan sebagai tumor melanoma. Kata Kunci: Nevus, Melanoma, Segmentasi, Deteksi Diameter

  6. Kerangka Investigasi Forensik Pada Peladen Pertukaran Berkas Samba Berdasarkan SNI ISO/IEC 27037:2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedy Haryadi

    2017-07-01

    Full Text Available Network File System (NFS dan Common Internet File System (CIFS merupakan protokol yang biasa dipakai dalam melakukan pertukaran berkas di dalam sebuah jaringan komputer yang terhubung dengan Network Attached Storage. Mudahnya dalam bertukar berkas dalam sebuah jaringan tidak menutup kemungkinan adanya pertukaran berkas yang bersifat ilegal ataupun berkas yang mengandung tindak kejahatan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah model pendekatan investigasi forensik dalam proses pertukaran berkas di sebuah jaringan komputer. Proses akuisisi dalam penelitian ini dilakukan dengan 2 model, yaitu: akuisisi secara langsung pada mesin peladen file-sharing dan akuisisi secara langsung melalui jaringan. Akuisisi secata langsung pada mesin peladen berfokus pada proses akuisisi log dari mesin peladen yang dihasilkan dari layanan samba dan direktori pertukaran berkas. Akusisi secara langsung melalui jaringan berfokus pada direktori pertukaran berkas yang diakses oleh pengguna. Model akuisisi ini berdasarkan SNI ISO/IEC 27037:2014 tentang Pedoman Identifikasi, Pengumpulan, Akuisisi dan Preservasi Bukti Digital yang fokus pada barang bukti elektronik kritis dengan kondisi tidak diperkenankan mati atau shutdown.

  7. Tipologi Klaster Industri Pengolahan Jagung di Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban Berdasarkan Karakteristik Pengembangan Ekonomi Lokalnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusyidi Huda Prasetyo

    2014-09-01

    Full Text Available Pengembangan wilayah Kabupaten Tuban khususnya Kecamatan Merakurakurak masih berorientasi pada growth oriented semata. Pontensi jagung yang menjadi komoditas basis pada wilayah tersebut masih belum terkelola dengan optimal, karena tidak adanya arahan yang lebih spesifik terkait diversifikasi dan pengolahan jagung lebih lanjut. Oleh karena itu diperlukan perumusan arahan yang tepat guna dalam mengembangkan industri pengolahan jagung di Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tipologi klaster industri pengolahan jagung di Kecmatan Merakurak Kabupaten Tuban dengan pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL. Hal ini dikarenakan konsep PEL sejalan dengan fenomena yang terjadi di wilayah penelitian, yaitu trkait berkembanganya wirausahawan lokal (industri penglahan jagung dalam rangka mengembangkan ekonomi lokal yang mandiri. Terdapat tiga tahapan mencapai tujuan penelitian. Pertama, identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dengan menggunakan metode analisis faktor konfirmatori, selanjutnya mengelompokkan klaster industri berdasarkan faktor-faktor dengan analisis klaster ttersebut dan pada tahap terakhir menginterpretasi analisis klaster pada setiap tipologi yang muncul dengan analisis deskriptif. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah tipologi klaster industri yaitu industri intijagung yang berada pada Desa Tuwiri Kulon, Tlogowaru, Tobo, Sugihan. Kemudian industri pemasok yang berada pada Desa Kapu, Tuwiri Wetan, Pongpongan, Temandang, Tegalrejo dan Tahulu. Serta, industri pendukung yang berada pada Desa Mandirejo, Bogorejo, Sumberejo, Sendang Haji, Sambonggede, Sumber, Boreh Bangle, Senori dan Sembungrejo.

  8. PERKIRAAN PADAT PENEBARAN IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus YANG OPTIMUM BERDASARKAN PADA KEBUTUHAN OKSIGEN TERLARUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Dwi Santoso

    2016-11-01

    Full Text Available Studi tentang perkiraan padat penebaran optimum pada ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus berdasarkan pada kebutuhan oksigen terlarut telah dilakukan pada areal Teluk Hurun, Lampung pada bulan Juli 2003. Rata-rata hasil pengukuran kualitas lingkungan keramba jaring apung 13,5 m3 yang berisi ikan kerapu macan meliputi oksigen terlarut 3,68—6,76 (5,35 ± 0,25 mg/L suhu air 28,64—29,72 (29,09 ± 0,09 oC. Salinitas 32,69—33,0 (32,94 ± 0,13 psu and turbiditas 0,27—13,62 (1,15 ± 0,41 NTU. Data tambahan meliputi laju pemasukan air sungai sekitar 0,02 m3/detik dan kecepatan arus 2,3—5,1 cm/detik. Dari analisis data laju respirasi ikan kerapu macan yang diukur dengan mengunakan fish chamber menghasilkan fungsi korelasi terhadap bobot badan ikan yaitu Y= 0,0038 + 0,6108 dengan R2= 0,7437 dan fungsi padat penebaran yang optimum yaitu Y= 1505,6 X -0.632; R2= 0,7419. Dari kedua fungsi tersebut didapatkan rekomendasi penentuan padat penebaran yang optimum berdasarkan kebutuhan oksigen terlarut dengan batasan sebagai berikut: stok ikan berukuran kurang dari 50 g disarankan ditebar dengan kepadatan 175 ekor/m3, ikan ukuran 100--200 g sekitar 63 ekor/m3 dan ikan ukuran lebih dari 1.200 g sekitar 17 ekor/m3. Study on the optimum stocking rate estimation on tiger grouper (Epinephelus fuscoguttatus base on dissolved oxygen budged was held in aquaculture area Hurun Bay Lampung in July 2003. Environmental parameters of Hurun Bay estuary were monitored at the site of 13.5 m3 floating net cages for E. fuscoguttatus in July 2003. Average dissolved oxygen inside cages was 3.68—6.76 (5.35 ± 0.25 mg/L with water temperature 28.64—29.72 (29.09 ± 0.09 oC. Salinity 32.69—33.0 (32.94 ± 0.13 psu and turbidity 0.27—13.62 (1.15 ± 0.41 NTU. Inflow rate of cages was 0.02 m3/sec with current velocity 2.3—5.1 cm/s. Results showed that the functions of respiration rate for correlation between respiration of E. fucoguttatus and their weight was Y= 0

  9. Diversitas Genetik Anopheles balabacensis, Baisas di Berbagai Daerah Indonesia Berdasarkan Sekuen Gen ITS 2 DNA Ribosom

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiarti Widiarti

    2016-05-01

    dilaporkan sebagai spesies kompleks di berbagai negara, akan tetapi belum banyak dilaporkan di Indonesia. Penanggulangan malaria agar lebih efektif perlu adanya perbaikan dan pendekatan strategi dalam pengendalian vektor, termasuk sangat diperlukan adanya pemahaman terhadap spesies dan bioekologinya. Tujuan penelitian adalah untuk : a. Mengidentifikasi secara molekuler nyamuk An. balabacensis yang dicurigai sebagai spesies kompleks berdasarkan sekuen ITS2 DNA ribosom, b. Mengetahui diversitas genetik nyamuk An. balabacensis dari daerah endemis dan non endemis dengan jarak geografis yang berbeda, c. Mengetahui kekerabatan genetik (jarak taksonomi nyamuk An. balabacensis dari berbagai daerah di Indonesia dengan merekonstruksi pohon filogenetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa An. balabacensis di Indonesia merupakan spesies kompleks simpatrik dan allopatrik. Ada perbedaan kekerabatan genetikyang cukup jauh diantara populasi An. balabacensis di Pusuk Lestari, wilayah Puskesmas Meninting, Lombok Barat, NTB yang merupakan simpatrik kompleks. Berdasarkan hubungankekerabatan An. leucosphyrus group, An. balabacensis dari Berjoko, Kabupaten Nunukan menunjukkan kecenderungan terpisah cukup jauh dibandingkan dengan An. balabacensiskompleks lainnya yang berasal dari Jawa Tengah dan Lombok, NTB.Kata kunci : An. balabacensis, variasi genetik, ITS2 DNA ribosom

  10. KECEMASAN MATEMATIK SISWA KELAS XI SMK BERDASARKAN MAHMOOD DAN KHATOON DALAM SETTING PROBLEM BASED LEARNING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Kumalasari

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pembelajaran matematika dalam setting problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMK, mendeskripsikan tingkat kecemasan matematik siswa dalam mengikuti pelajaran matematika dalam setting problem based learning, dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tingkat kecemasan matematik. Metode penelitian ini adalah mixed methods. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKKB SMKN 10 Semarang. Selanjutnya dipilih 6 siswa dari masing-masing kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tingkat kecemasan matematik. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, tes, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kualitas pembelajaran, analisis tingkat kecemasan matematik, analisis kemampuan pemecahan masalah, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini diperoleh: kualitas pembelajaran dalam setting problem based learning dalam kategori baik, tingkat kecemasan matematik siswa kelas XI SMKN 10 Semarang sebelum pembelajaran matematika adalah rendah, pada saat kegiatan pembelajaran adalah tinggi, dan setelah kegiatan pembelajaran adalah rendah, untuk tingkat kecemasan sebelum tes kemampuan pemecahan masalah adalah rendah, dan setelah tes kemampuan pemecahan masalah adalah tinggi, dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang tingkat kecemasan matematik rendah lebih baik dari pada siswa yang tingkat kecemasan matematiknya tinggi.   This research aimed to describe the quality of  mathematics teaching in the setting of problem based learning to problem­solving ability of class XI student of SMK, the level of mathematics  anxiety  of   students  in  participating  in  the  setting  math  problem  based learning, and the problem­solving abilities by mathematics anxiety levels. This research method is mixed methods. Subjects in this

  11. METODE DATA MINING UNTUK KLASIFIKASI DATA SEL NUKLEUS DAN SEL RADANG BERDASARKAN ANALISA TEKSTUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toni Arifin

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRACT - The Pap Smear test is done to see the presence of infection or changes in cells that can turn into cancer cells. In this research is using data on analysis results of texture image processing on previous research that is using a nucleus cell and inflammation cell in the image Pap Smear cell. The purpose of this research is to find the best method for classifying the nucleus cell and inflammation cell based on texture analysis GLCM (Gray Level Co-occurrence Matrix in this research used of method Decision tree (C 4.5, Naive Bayes and k-Nearest Neighbour. The results of this research brings about the best methods for classification of the data nucleus cell and inflammation cell that is a method of Decision tree (C4.5 with accuracy 97,56% whereas results for Naive Bayes 90,89% and k-Nearest Neighbour 95,97%. Keywords: Data mining, classification, Pap Smear cell, Texture Analysis ABSTRAKSI - Tes Pap Smear dilakukan untuk melihat adanya infeksi atau perubahan sel-sel yang dapat berubah menjadi sel kanker. Pada penelitian ini menggunakan data analisis tekstur yang didapatkan dari hasil pengolahan citra pada penelitian sebelumnya yaitu menggunakan sel nukleus dan sel radang pada citra sel Pap Smear. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari metode terbaik untuk mengklasifikasikan sel nukleus dan sel radang berdasarkan analisa teksur GLCM (Gray Level Co-occurrence Matrix Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Decision tree (C4.5, Naive Bayes dan k-Nearest Neighbour. Hasil dari penelitian ini didapatkan metode terbaik untuk klasifikasi data sel nukleus dan sel radang yaitu metode Decision tree (C4.5 dengan akurasi 97,56% sedangkan hasil untuk Naive Bayes 90,89% dan k-Nearest Neighbour 95,97%. Kata Kunci: Data mining, Klasifikasi, Sel Pap Smear, Analisa Tekstur

  12. Analisis Keandalan Struktur Padeye Berdasarkan Konfigurasi Rigging pada Lifting Upper Deck Modul Modec dengan Pendekatan Dinamik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iqbal Gayuh Raharjaning Mukti Sumarsono

    2017-01-01

    Full Text Available Di dalam perusahaan yang bergerak dalam bidang fabrikasi, lifting merupakan salah satu tahapan terpenting dalam membangun bangunan lepas pantai sehingga diperlukan perhitungan dan analisis tambahan untuk memperhatikan apakah struktur tersebut aman ataupun tidak. Sekenario lifting berdasarkan konfigurasi rigging dapat dibuat untuk menentukan rigging equipment yang tepat. Pada kasus ini, struktur yang di-lifting adalah struktur upper deck dari modul MODEC yang dikerjakan oleh PT. GPS Batam. Deck ini memiliki panjang sekitar 19,5 m dan lebar 9 m. Berat total struktur dengan equipment sebesar 55 ton. Konfigurasi rigging yang akan digunakan ada tiga, yaitu Model A (tanpa spreader bar, Model B (satu spreader bar, dan Model C (dua spreader bar. Dari ketiga konfigurasi tersebut akan diperoleh dimensi padeye yang berbeda- beda. Model A, Model B, dan Model C memiliki diameter hole padeye masing-masing sebesar 74 mm, 65 mm, dan 52 mm. Tegangan dan UC tertinggi sama- sama terjadi pada Model A sebesar 17625,99 psi dan untuk UC sebesar 0,52. Tetapi hal ini berbanding terbalik apabila ditinjau dari daerah lubang. Tegangan ataupun UC yang lebih tinggi jatuh pada Model C yang menggunakan dua spreader bar sebesar 13936,58 psi dan nilai UC sebesar 0,45. Tegangan yang terjadi di attachments maupun sekitar hole dijadikan variabel dalam mencari keandalan yang terjadi pada tiap padeye dengan metode Mean value first order second moment (MVFOSM. Sehingga didapatkan Probality of Failure (PoF pada attachments padeye pada Model A, B, dan C masing- masing sebesar 0,126%, 0,064 %, dan 0,0001 %. Sedangkan PoF pada hole padeye sebesar 0,062% untuk Model A, 0,10 % untuk Model B, dan 0,23% untuk Model C.

  13. KERAGAAN WARNA IKAN CLOWN BIAK (Amphiprion percula POPULASI ALAM DAN BUDIDAYA BERDASARKAN ANALISIS GAMBAR DIGITAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruby Vidia Kusumah

    2015-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan warna ikan clown Biak (Amphiprion percula populasi alam dan budidaya berdasarkan analisis gambar digital sebagai dasar upaya pemuliaannya. Gambar digital diambil dari koleksi ikan clown Biak Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol, Bali; serta pengumpul ikan hias di Denpasar, Bali menggunakan kamera digital Canon EOS 600D. Pola warna dikarakterisasi secara visual terhadap variasi strip hitam dan putih pada dasar badan oranye, jenis warna dianalisis menggunakan ImageJ 1.49s, persentase penutupan warna dilakukan dengan Adobe Photoshop CS5. Pola warna dikarakterisasi oleh strip hitam tebal, tipis, gelap, pudar, terputus, bergabung, serta strip putih normal, pelana, spot, melebar, dan terputus. Warna hitam alam dikarakterisasi oleh hue (H: 300-60º, saturation (S: 8%-56%, brightness (B: 3%-19%, sedangkan budidaya H: 300-23º, S: 9%-71%, B: 4%-20%. Warna oranye alam H: 19-33º, S: 88%-98%, B: 47%-85%, dan budidaya H: 14-29º, S: 86%-99%, B: 38%-82%. Warna putih alam H: 36-270º; S: 1%-13%, B: 66%-88%, dan budidaya H: 0-229º, S: 0%-14%, B: 55%-87%. Persentase penutupan warna badan didominasi warna oranye dengan rata-rata 45% untuk populasi alam dan 57% untuk populasi budidaya. Keragaan warna ikan clown Biak dapat diarahkan pada pembentukan strain misbar, picasso, spot (domino, dan onyx. Metode analisis gambar digital sangat potensial digunakan untuk analisis keragaan warna ikan hias.

  14. Analisis Perbandingan KNN dengan SVM untuk Klasifikasi Penyakit Diabetes Retinopati berdasarkan Citra Eksudat dan Mikroaneurisma

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUCI AULIA

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian mengenai pengklasifikasian tingkat keparahan penyakit Diabetes Retinopati berbasis image processing masih hangat dibicarakan, citra yang biasa digunakan untuk mendeteksi jenis penyakit ini adalah citra optik disk, mikroaneurisma, eksudat, dan hemorrhages yang berasal dari citra fundus. Pada penelitian ini telah dilakukan perbandingan algoritma SVM dengan KNN untuk klasifikasi penyakit diabetes retinopati (mild, moderate, severe berdasarkan citra eksudat dan microaneurisma. Untuk proses ekstraksi ciri digunakan metode wavelet  pada masing-masing kedua metode tersebut. Pada penelitian ini digunakan 160 data uji, masing-masing 40 citra untuk kelas normal, kelas mild, kelas moderate, kelas saviere. Tingkat akurasi yang diperoleh dengan menggunakan metode KNN lebih tinggi dibandingkan SVM, yaitu 65 % dan 62%. Klasifikasi dengan algoritma KNN diperoleh hasil terbaik dengan parameter K=9 cityblock. Sedangkan klasifikasi dengan metode SVM diperoleh hasil terbaik dengan parameter One Agains All. Kata kunci: Diabetic Retinopathy, KNN , SVM, Wavelet.   ABSTRACT Research based on severity classification of the disease diabetic retinopathy by using image processing method is still hotly debated, the image is used to detect the type of this disease is an optical image of the disk, microaneurysm, exudates, and bleeding of the image of the fundus. This study was performed to compare SVM method with KNN method for classification of diabetic retinopathy disease (mild, moderate, severe based on exudate and microaneurysm image. For feature extraction uses wavelet method, and each of the two methods. This study made use of 160 test data, each of 40 images for normal class, mild class, moderate class, severe class. The accuracy obtained by KNN higher than SVM, with 65% and 62%. KNN classification method achieved the best results with the parameters K = 9, cityblock. While the classification with SVM method obtained the best results with

  15. REKONSTRUKSI KEWENANGAN PENYIDIKAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Sahid

    2016-02-01

    Full Text Available Abstract Authority to conduct criminal investigations of narcotic regulated under Law No. 35 of 2009 on Narcotics, namely article 81 of the law. Dibeikan investigative authority to the national drug agencies and the police of the republic of Indonesia. With the division of the investigative authority of overlap and multiple interpretations of article 81 of Law No 35 of 2009 on Narcotics. This paper aims to analyze the rules of authority narcotics investigation of criminal offenses. This paper is based on research using the normative approach to law (statute approach and the conceptual approach (conceptual approach. The results showed that the regulation of narcotic crime investigation authority should be clarified and given limit, so in practice the rule of law is not a clash of authority between the National Narcotics Agency to police the Republic of Indonesia. As well as law enforcement agencies in carrying out their duties effectively and goes in accordance with the criminal justice system. Key words: authority investigation, crime, narcotics   Abstrak Kewenangan melakukan penyidikan tindak pidana narkotika diatur didalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaitu Pasal 81 Undang-undang tersebut. Kewenangan penyidikan diberikan kepada Badan Narkotika Nasional dan Kepolisian Republik Indonesia. Dengan adanya pembagian kewenangan penyidikan tersebut terjadi tumpang tindih dan multi tafsir terhadap Pasal 81 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009tentang Narkotika. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis aturan tentang kewenangan penyidikan terhadap tindak pidana narkotika. Tulisan ini dibuat berdasarkan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach dan pendekatan konsep (Conceptual Approach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai kewenangan penyidikan tindak pidana narkotika harus diperjelas dan diberi batasan, sehingga dalam praktek penegakan hukum tidak terjadi benturan

  16. Perbedaan kadar glukosa darah puasa pasien diabetes melitus berdasarkan pengetahuan gizi, sikap dan tindakan di poli penyakit dalam rumah sakit islam jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Syauqy

    2016-03-01

    Full Text Available Latar belakang :Perilaku makan yang tidak tepat dapat menyebabkan meningkatnya kadar glukosa darah penderita diabetes. Perilaku dibagi menjadi tiga domain yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan. Tujuan penelitian :Melihat perbedaan kadar glukosa darah berdasarkan pengetahuan gizi, sikap dan tindakan pasien diabetes melitus tipe 2. Metode analisis : Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional. Sampel sebanyak 50 responden, dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang menjalani pemeriksaan kadar glukosa darah di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam Jakarta. Pengetahuan gizi diukur berdasarkan indikator pengertian penyakit diabetes, prinsip dan syarat diet, penukar bahan makanan dan aktivitas atau olahraga ; tingkat sikap diukur berdasarkan indicator pemeriksaan penyakit diabetes, aktifitas/olahraga, kesadaran diet, bahan makanan dan jumlah porsi ; tingkat tindakan diukur berdasarkan indikator pemilihan makanan/minuman, kebiasaan makan, jadwal makan, aktifitas/olahraga dan bahan makanan penukar. Pengujian One Way Anova digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil :Sebanyak 12 responden (24% memiliki pengetahuan gizi kurang, 14 responden (28% memiliki sikap yang kurang baik, 8 responden (16% memiliki tindakan kurang. Rata – rata glukosa darah berbeda menurut tingkat pengetahuan (F = 4,448 ; p = 0,017, sikap (F = 3,930 ; p = 0,026 dan tindakan (F = 3,427 ; p = 0,041. Simpulan :Ada perbedaan bermakna kadar glukosa darah berdasarkan pengetahuan gizi, sikap dan perilaku terhadap pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Islam Jakarta. Diperlukan  penelitian tentang pengaruh konseling gizi terhadap perilaku pasien agar dapat mengetahui keberhasilan Dietisien.

  17. Sensitifitas dan Spesifisitas Pertanyaan Gejala Saluran Pernapasan dan Faktor risiko untuk Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    lusianawaty Tana

    2016-12-01

    risiko PPOK. Diagnosis PPOK berdasarkan hasil spirometri dengan bronchodilator. Analisis untuk mendapatkan nilai sensitifitas dan spesitifitas dilakukan tabulasi silang dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil. Dari kombinasi antara pertanyaan gejala saluran pernapasan dan faktor risiko terhadap PPOK, didapatkan range sensitifitas antara 12,5%-94,3% dan spesifitas 2,2%- 94,4%. Sensitifitas dan spesifisitas tertinggi adalah adanya salah satu dari 7 pertanyaan saluran pernapasan dan faktor risiko merokok terhadap PPOK yaitu dengan sensitifitas 68,1% dan dengan spesifisitas 59,7%. Tujuh pertanyaan tersebut adalah batuk setiap hari satu bulan lebih, mengeluarkan dahak/reak hampir setiap hari, cepat lelah/sesak napas bila beraktivitas, keluhan sesak napas >3 bulan yang membatasi aktivitas sehari-hari, cepat lelah/sesak napas semakin memberat, mengi, dan merokok. Kesimpulan. Pertanyaan gejala saluran pernapasan kurang sensitif dan kurang spesifik untuk mendiagnosis PPOK.Kata kunci: penyakit paru obstruksi kronis, sensitifitas, spesifisitas.

  18. HUBUNGAN DISTRES DAN KADAR KORTISOL DENGAN KEJADIAN OLIGO-AMENOREA PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA SESUMATERA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yaslinda Yaunin

    2010-09-01

    Full Text Available AbstrakBeberapa penelitian membuktikan bahwa wanita lebih banyak mengalami depresi dari pada pria. Stresor sebagai penyebab distres bisa datang sendiri-sendiri atau bersamaan. Sebagai respon terhadap distres beberapa hormon dan neurotransmitter dikeluarkan untuk mempersiapkan tubuh menahan stresor. Hiperaktivasi HPA-aksis menyebabkan korteks adrenal mengsekresi kortisol secara berlebihan ke dalam darah, juga menyebabkan pelepasan β-endorphin yang berlebihan sehingga terjadi penekanan GnRH dan menghambat LH sehingga terjadi oligomenorea dan amenorea. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik,dengan subjek narapidana wanita di LP wanita se-Sumatera Barat pada bulan Juni 2007 s/d Desember 2007. Kriteria Inklusi : wanita usia 20-40 tahun, tidak sedang menderita penyakit sistemik, haid teratur sebelum masuk penjara, mempuyai BMI normal, bersedia ikut penelitian. Depresi ditegakkan berdasarkan PPDGJ III, sedangkan kortisol diperiksa melalui darah yang diambil melalui vena mediana cubiti pagi dan sore hari melalui pemeriksaan dengan sistem ECLIA. Hasil penelitian menunjukan kadar kortisol pagi hari pada subjek yang mengalami depresi memiliki perbedaan yang bermakna dibanding subjek yang tidak depresi, kadar kortisol sore hari tidak ada perbedaan bermakana antara subjek yang mengalami depresi dibanding tidak depresi. Tidak ada perbedaan kortisol pagi hari pada subjek yang menngalami gangguan haid dengan subjek yang haidnya normal,juga tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan haid yang terjadi dengan depresi yang dialami subjek pada penelitian ini (P=0,209.Kata Kunci : Depresi, Kortisol, Oligo-amenoreaAbstractSome studies showed that women more have depression than men.In order as the respon to stressor body will scret some hormones and some neurotransmitters. Hiperactivation of HPA-axis induce adrenal cortex to secretion more cortisol to blood stream and also more β endhorphin that will be pressure GnRH & inhibit LH and the end by

  19. PERAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEJADIAN BALITA PENDEK DI INDONESIA (THE CONTEXTUAL ROLE OF OCCURRENCE STUNTED ON CHILDREN UNDER FIVE IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sihadi Suhadi

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Latar Belakang: Prevalensi anak balita pendek di Indonesia sebesar 36,8 persen. Anak yang balita pendek yang berat mempunyai IQ 11 point lebih rendah dibandingkan anak balita yang tidak pendek. Analisis ini mencari faktor penyebab anak balita pendek dari level individu, rumah tangga, dan provinsi terhadap terjadinya balita pendek. Tujuan: Diketahui faktor penyebab dari level individu, rumah tangga, dan provinsi terhadap kejadian balita pendek. Metodologi: Data yang digunakan bersumber data sekunder dari data Riskesdas 2010, data tersier dari BPS, IPKM, dan IPM. Jumlah sampel yang dianalisis sebesar 9 897 anak balita. Analisis statistik dengan menggunakan multilevel statistical model binary logistic regression.  Hasil:            Level provinsi mempunyai kontribusi 51,9 persen, individu 34,9 persen, dan rumah tangga 13,2 persen terhadap terjadinya anak balita pendek. Proporsi balita pendek 44,5 persen dapat diturunkan menjadi 42,5 persen bila konsumsi energi balita diperbaiki, menjadi 40,8 persen bila konsumsi energi rumah tangga diperbaiki, menjadi 43,2 persen bila ekonomi rumah tangga diperbaiki, menjadi 32,6 persen bila pola asuh diperbaiki, menjadi 35,8 persen bila ibu tidak pendek, menjadi 39,4 persen bila pendidikan ibu diperbaiki, dan menjadi 41,4 persen bila kemiskinan di tingkat provinsi diperbaiki. Simak Baca secara fonetik Kamus - Lihat kamus yang lebih detail Terjemahkan situs web mana pun NouvelObs-PrancisLa Información-SpanyolZamalek Fans-ArabSueddeutsche.de-JermanNews.de-JermanFocus Online-JermanNord-Cinema-PrancisTelegraph.co.uk-InggrisOneIndia-HindiMachu Picchu-SpanyolGuardian.co.uk-InggrisEl Confidencial-Spanyol Lakukan banyak hal dengan Google Terjemahan Cari resep sushi terbaik di dunia, tentunya dalam bahasa Jepang! Bebaskan kekuatan Penelusuran yang Diterjemahkan Google.Tetap berhubungan dengan sahabat pena Anda di Paris. Aktifkan terjemahan otomatis untuk email dan ngobrol di Gmail.Apa sih artinya

  20. Perjanjian Berbahasa Asing yang Dibuat Oleh Notaris Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aliya Sandra Dewi

    2016-04-01

    Full Text Available Perjanjian Berbahasa Asing yang Dibuat Notaris Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004. Posisi notaris sebagai fungsionaris dalam masyarakat dianggap sebagai tempat resmi yang dapat memperoleh saran. Segala sesuatu yang ditulis dan ditetapkan sudah benar dan pejabat produsen resmi dalam dokumen kekuatan hukum, khususnya dokumen yang berkaitan dengan kontrak yang terjadi di masyarakat. Dengan perkembangan hubungan antara subjek hukum warga negara yang berbeda untuk membuat perjanjian dalam bahasa asing selalu digunakan antara pihak-pihak yang memilikin perbedaan karena perbedaan bahasa kewarganegaraan.DOI:10.15408/jch.v1i1.2922

  1. Penerapan Algoritma Squeezer untuk Memberikan Rekomendasi Pilihan Lagu Berdasarkan Daftar Lagu yang Dimainkan pada Pemutar Mp3 Android

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Wahyu Wibowo

    2013-03-01

    Full Text Available Pada tulisan ini dibuat sebuah aplikasi pemutar mp3 pada perangkat Android dan juga layanan web yang terintegrasi menjadi sebuah sistem yang dapat memberikan rekomendasi lagu kepada penggunanya. Rekomendasi yang diberikan akan didasarkan pada  riwayat lagu yang sering didengarkan oleh pengguna. Untuk menghasilkan rekomendasi digunakan algoritma Squeezer. Algoritma Squeezer membantu dalam mengelompokkan riwayat lagu pengguna dan memberikan rekomendasi lagu baru yang mirip dengan kelompok riwayat lagu yang paling besar. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan tingkat akurasi rekomendasi yang diberikan mencapai 80% serta mendapat respon yang baik dari pengguna.

  2. PERFORMA FOTOSINTESIS Kappaphycus sp. (strain Sumba) YANG DIUKUR BERDASARKAN EVOLUSI OKSIGEN TERLARUT PADA BEBERAPA TINGKAT SUHU DAN CAHAYA

    OpenAIRE

    Lideman Lideman; Asda Laining

    2015-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan cahaya terhadap laju fotosintesis Kappaphycus sp. (strain Sumba) yang diukur berdasarkan perubahan oksigen terlarut. Pengukuran laju fotosintesis Kappaphycus sp. pertama-tama dilakukan pada suhu 20oC, 24oC, 28oC, dan 32oC pada tingkat cahaya 353 μmol photons m-2 s-1 untuk mendapatkan kurva fotosintesis versus suhu (kurva P-T). Selanjutnya, pengukuran laju fotosintesis dilakukan pada suhu 20oC, 24oC, dan 28oC dengan intensitas cahaya ...

  3. Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Melalui Pembelajaran Model 4K Berdasarkan Tipe Kepribadian Peserta Didik Kelas VII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Dian Pertiwi

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis  melalui pembelajaran model 4K berdasarkan tipe kepribadian Guardian, Artisan, Rational, dan Idealist. Subjek penelitian dalam penelitian ini terdiri dari 4 peserta didik kelas VII G SMP Negeri 2 Semarang. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah tes komunikasi matematis dan wawancara. Hasil tes dan wawancara dianalisis mengacu pada kriteria kemampuan komunikasi matematis yakni kemampuan: (1 menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan sesuai permasalahan (KKM 1; (2 menuliskan jawaban sesuai dengan maksud soal (KKM 2; (3 menuliskan alasan-alasan dalam menjawab soal (KKM 3; (4 membuat gambar yang relevan dengan soal (KKM 4; (5 menuliskan istilah-istilah dan simbol-simbol matematika (KKM 5; dan (6 membuat simpulan secara tertulis menggunakan bahasa sendiri. (KKM 6  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1 Guardian menguasai KKM 1, 2, 3, 4, dan 5, namun kurang menguasai KKM 6; (2 Artisan menguasai KKM 1, 2, 3, dan  4, namun kurang menguasai KKM 5 dan 6; (3 Rational menguasai keenam KKM; (4 Idealist menguasai KKM 1, 2, dan 4, namun kurang menguasai KKM 3, 5, dan 6.The purpose of this research is obtain a description of mathematical communication through 4K learning model based on personality types Guardian, Artisan, Rational, and Idealist. The subjects of this research consist of 4 students 7th grade in state junior high school 2 Semarang. The techniques to collect data of this research are mathematical communication test and interviews. Test result and interviews are analyzed based on the mathematical communication ability criteria, they are the ability of: (1 writing what are known and what are asked (MCA1; (2 writing an answer appropriate with the problem intention (MCA 2; (3 writing the reason in problem solving (MCA 3; (4 making a sketch related to problem (MCA 4; (5 writing the technical terms and mathematics symbols (MCA 5; and (6 writing a conclusion with own

  4. Pencarian Ruang Warna Kulit Manusia Berdasarkan Nilai Karakteristik (λ Matrik Window Citra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putra Pandu Adikara

    2014-07-01

    Full Text Available Abstrak Perkembangan transaksi dan distribusi data yang sangat besar, terutama saat teknologi informasi dan komunikasi melalui  web bisa dijangkau oleh siapa saja menggunakan perangkat yang semakin beragam, membuat pengguna memerlukan aplikasi yang serba mudah untuk digunakan. Diantaranya adalah identifikasi obyek yang berada dalam data multimedia berupa teks, gambar maupun suara. Deteksi warna, terutama deteksi warna kulit manusia adalah tahap awal identifikasi keberadaan manusia pada citra 2 dimensi. Terdapat sejumlah metode untuk menentukan apakah suatu pixel pada gambar tersebut merupakan warna kulit manusia. Penelitian sebelumnya telah membuat ruang warna berbasis pixel diantaranya adalah ruang warna RGB, normalisasi RGB, HIS/HSV, TSL, YCbCr dll. Suatu matrik bujur sangkar NxN mempunyai nilai karakteristik (λ sebanyak N dimana nilai masing-masing berupa bilangan real. Suatu citra dapat dipecah menjadi M matrik bujur sangkar dan kemudian dicari nilai λ  nya. Penelitian ini akan mencari ruang warna kulit manusia berdasarkan nilai karakteristik (ƛ matrik window citra. Dari hasil pengujian hamper semua warna kulit dapat dideteksi, namun image untuk warna kulit yang tidak mencolok beberapa obyek pada image dapat ditampilkan dengan baik meskipun bukan kulit. Kata kunci: Citra Kulit, Nilai Karakteristik (λ, Matrik Window Abstract The development of the transaction and distribution of huge data, especially when the information technology and communication via the web can be reached by anyone using the increasingly diverse, making the user requires an application that completely easy to use. Among them is the identification of objects that are in the multimedia data such as text, images and sound. Color detection, particularly the detection of human skin color is an early stage identification of human presence on the 2-dimensional image. There are a number of methods to determine whether a pixel in the image is the color of human skin

  5. Remedial Teaching untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa pada Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika berdasarkan Prosedur Newman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Hafid

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan kesulitan belajar siswa dalam belajar matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa dalam kemampuan pemecahan masalah berdasarkan prosedur Newman dan melaksanakan remedial teaching untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share diajarkan kepada siswa untuk memberikan kemampuan pemecahan masalah. Subjek penelitian adalah sembilan siswa kelas X Mipa 1 di SMA Negeri 1 Petarukan yang diambil 3 siswa pada kelompok atas, tengah, dan bawah. Hasil penelitian ini adalah: 1 kebanyakan letak kesulitan belajar siswa adalah pada tahap memahami (comprehension dan tranformasi. Untuk kesalahan process skill dan encoding terjadi karena siswa mengalami kesalahan pada tahap sebelumnya. Temuan faktor penyebab kesulitan belajar siswa yaitu 3 siswa mengalami kesulitan belajar bersifat fisiologis, 5 siswa bersifat  psikologis,  1  siswa  bersifat  pedagogis,  6  siswa  bersifat  sosiologis;  2 remedial teaching berhasil mengatasi kesulitan belajar sebanyak 8 dari 9 siswa atau 89% siswa. Sehingga dapat dikatakan remedial teaching efektif  dalam mengatasi kesulitan belajar. This research was motivated by findings of students' learning difficulties in learning mathematics. The purpose of this research was to diagnose students' learning difficulties in problem  solving  skill  based  Newman  procedures  and  implement  remedial  teaching  for eclipse students learning difficulties. Cooperative learning Think Pair Share was taught to students to give problem­solving skills. The subjects were nine students class of  X science 1 at SHS 1 Petarukan taken three students in the top group, middle, and bottom. The results of  this research are: 1 the most mistake of  student learning difficulty was at the stage of understanding (comprehension and transformation. For process skill and encoding errors occur because students had an error

  6. Analisis Perbandingan Kinerja Mach-Zehnder berdasarkan Ragam Format Modulasi pada Jaringan FTTH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ZULIA NURUL KARIMAH

    2018-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Pada jurnal ini dibuat pemodelan link FTTH pada software Optisystem 7.0 untuk mengetahui pengaruh dari Kerr effect dengan membandingkan performansi serat optik kaca dan serat optik plastik berdasarkan format modulasi berupa NRZ, RZ, RZ-DPSK, RZ-DQPSK dan CSRZ. Terdapat dua skenario, dengan skenario pertama, variabel input yang diubah adalah format modulasi pada Mach-zehnder, sedangkan pada skenario kedua, variabel yang diubah adalah pemakaian serat optik yang dipakai, yaitu serat optik bahan kaca, plastik dan hybrid kaca plastik. Hasil simulasi menunjukkan dengan efek linier dan non-linier pada kabel kaca yang menghasilkan performansi jaringan dari yang terbaik, dengan Q factor di atas 6 dan BER di bawah 10-9 adalah NRZ, RZ, RZ-DPSK, CSRZ dan RZ-DQPSK. Sedangkan dengan penggunaan kabel PMMA, yang menunjukkan performansi jaringan yang baik adalah dengan konfigurasi G652D-G652D-PMMA pada format modulasi NRZ, RZ, RZ-DPSK dan RZ-DQPSK. Efek non-linier yang terjadi pada jaringan ini hanya SPM dan XPM. Kata kunci: FTTH, mach-zehnder, format modulasi, efek non-linier, GOF, POF. ABSTRACT In this journal is creating a FTTH link on Optisystem software 7.0 to determine the effect of Kerr effect by comparing the performance of fiber optic glass and plastic optical fiber based on modulation formats such as NRZ, RZ, RZ-DPSK, RZ-DQPSK and CSRZ. There are two scenarios, first, input variables are changed based on format in Mach-zehnder modulator, while in the second scenario, the changed variable is the material of optical fiber, the materials are optical fiber glass, plastic and hybrid plastic and glass. The simulation results based on comparison with linear and nonlinear effects on glass optical fiber, which produce Q factor above 6 and BER below 10-9 are NRZ, RZ, RZ-DPSK, CSRZ and RZ-DQPSK. While the use of PMMA cable, which indicates good network performance is the configuration G652D-G652D-PMMA on the modulation format NRZ, RZ, RZ-DPSK and RZ

  7. Analisis Kepuasan Pelanggan Pembuatan Sertifikat Tanah Dengan Menggunakan Servqual Dan Kansei Engineering Berdasarkan Twitter BPN Salatiga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juwita Artanti Kusumaningtyas

    2017-08-01

    Full Text Available Abstrak BPN (Badan Pertanahan Nasional merupakan instansi pemerintah dengan tugas di bidang pertanahan sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2015. Salah satu tugas BPN yaitu melaksanakan kebijakan penetapan hak tanah, pendaftaran tanah, dan pemberdayaan masyarakat. Fungsi tugas pendaftaran dan penetapan hak tanah tertuang dalam salah satunya pelayanan BPN yaitu pembuatan sertifikat tanah. Pemberdayaan masyarakat sendiri dilakukan BPN Salatiga dengan memanfaatkan media sosial twitter untuk berbagi informasi kepada masyarakat terkait program kerja dan pelayanan. Melalui twitter BPN Salatiga, masyarakat dapat mengetahui pelayanan BPN Salatiga dan menjadi forum diskusi masyakarat dengan pihak BPN, sehingga dapat mengetahui keluhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan BPN Salatiga khususnya mengenai sertifikat tanah. Berdasarkan tweet BPN Salatiga ada 20 atribut layanan yang akan diolah dengan metode Servqual dan menggunakan metode Kansei Engineering untuk melakukan perbaikan. Analisis ini diharapkan dapat memberi pandangan kepada BPN untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan dan mengetahui kepuasan pelanggan terhadap pelayanan sertifikat tanah melalui twitter BPN Salatiga. Hasilnya tingkat harapan tertinggi ada pada dimensi Tangible (4,50 dan persepsi tertinggi pada dimensi Reliability (4,49 dengan 12 kansei words. Kata kunci: Kepuasan Pelanggan, Servqual, Kansei Engineering, Twitter Abstract BPN (National Land Agency is a government agency with a task in the field of land in accordance with the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia No. 20 of 2015. One of the duties of BPN is implementing the policy of land titling, land registration, and community empowerment. The function of registration and assignment of land rights is contained in one of the BPN services namely the making of land certificate. Community empowerment itself is done by BPN Salatiga by utilizing social media

  8. ANALISIS PENERIMAAN PENGGUNAAN OTOMASI PERPUSTAKAAN UNNES BERDASARKAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mia Winda Anzaeni

    2017-06-01

    Full Text Available Otomasi Perpustakaan merupakan sistem informasi perpustakaan berbasis web di Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan penggunaan Otomasi Perpustakaan. Pendekatan yang digunakan adalah Technology Acceotance Model (TAM. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan akuntansi di Universitas Negeri Semarang. Jumlah sampel sebanyak 127 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probablity sampling dengan sampling kuota. Metode pengumpulan data menggunakan kuesiioner. Data dianalisis menggunakan teknik path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan manfaat (PU terhadap penerimaan (ACC sebesar 24,5%, kemudahan (PEOU terhadap ACC sebesar 24,8%, ATU terhadap ACC sebesar 40,7%, PU terhadap ATU sebesar 25,1%, PEOU terhadap ATU sebesar 24,5%, PU melalui ATU terhadap ACC sebesar 10,2% dan PEOU melalui ATU terhadap ACC sebesar 10%. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perceived usefulness dan perceived ease of use terhadap acceptance baik secara langsung maupun tidak langsung dan pengarung langsung attitude terhadap acceptance. Disarankan kepada pengelola website Otomasi Perpustakaan agar dapat meningkatkan fungsi dari web sehingga pengguna dapat merasakan manfaat dan kemudahan web. Disarankan juga kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti dengan objek yang berbeda, serta menambahkan variabel eksternal yang sesuai dengan penelitiannya. Library Automation is a web-based library information systems at the State University of Semarang. This study aims to determine the effect and analyze the factors that affect the acceptance of the use of Library Automation. The population in this research were students of accounting education at State University of Semarang. The total sample of 127 respondents. The sampling technique used is non-probability sampling with quota sampling

  9. Analisis Perbandingan Kinerja Mach-Zehnder berdasarkan Ragam Format Modulasi pada Jaringan FTTH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ZULIA NURUL KARIMAH

    2017-06-01

    Full Text Available ABSTRAKPada jurnal ini dibuat pemodelan link FTTH pada software Optisystem 7.0 untuk mengetahui pengaruh dari Kerr effect dengan membandingkan performansi serat optik kaca dan serat optik plastik berdasarkan format modulasi berupa NRZ, RZ, RZ-DPSK, RZ-DQPSK dan CSRZ. Terdapat dua skenario, dengan skenario pertama, variabel input yang diubah adalah format modulasi pada Mach-zehnder, sedangkan pada skenario kedua, variabel yang diubah adalah pemakaian serat optik yang dipakai, yaitu serat optik bahan kaca, plastik dan hybrid kaca plastik. Hasil simulasi menunjukkan dengan efek linier dan non-linier pada kabel kaca yang menghasilkan performansi jaringan dari yang terbaik, dengan Q factor di atas 6 dan BER di bawah 10-9 adalah NRZ, RZ, RZ-DPSK, CSRZ dan RZ-DQPSK. Sedangkan dengan penggunaan kabel PMMA, yang menunjukkan performansi jaringan yang baik adalah dengan konfigurasi G652D-G652D-PMMA pada format modulasi NRZ, RZ, RZ-DPSK dan RZ-DQPSK. Efek non-linier yang terjadi pada jaringan ini hanya SPM dan XPM.Kata kunci: FTTH, mach-zehnder, format modulasi, efek non-linier, GOF, POF.ABSTRACTIn this journal is creating a FTTH link on Optisystem software 7.0 to determine the effect of Kerr effect by comparing the performance of fiber optic glass and plastic optical fiber based on modulation formats such as NRZ, RZ, RZ-DPSK, RZ-DQPSK and CSRZ. There are two scenarios, first, input variables are changed based on format in Mach-zehnder modulator, while in the second scenario, the changed variable is the material of optical fiber, the materials are optical fiber glass, plastic and hybrid plastic and glass. The simulation results based on comparison with linear and nonlinear effects on glass optical fiber, which produce Q factor above 6 and BER below 10-9 are NRZ, RZ, RZ-DPSK, CSRZ and RZ-DQPSK. While the use of PMMA cable, which indicates good network performance is the configuration G652D-G652D-PMMA on the modulation format NRZ, RZ, RZ-DPSK and RZ

  10. STUDI RESPON SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosyida Ekawati

    2013-12-01

    Full Text Available Salah satu kerangka yang digunakan sebagai rujukan menganalisis respon siswa yaitu taksonomi SOLO. Tujuan penelitian adalah (1 menemukan pola  tingkat respon siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah berdasarkan taksonomi SOLO dan (2 menemukan hambatan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika. Metode penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian  ini adalah 24 siswa putri dan 18 siswa putra kelas VIII SMP IT Darul Fikri Bawen. Hasil penelitian ini adalah respon siswa putri pada level prestructural sebanyak 25, 42%, unistructural sebanyak 10, 83%, multistructural sebanyak   32, 92%, relational sebanyak 20, 83% dan extended abstract sebanyak 10%. Untuk hasil respon siswa putra pada level prestructural sebanyak 16, 67%, unistructural sebanyak 9, 44%, multistructural sebanyak 32, 22%, relational sebanyak 38, 33% dan extended abstract sebanyak 3, 33 %.  Rekomendasi dari penelitian ini yaitu  guru perlu memberi banyak latihan keterampilan memahami masalah, mengaplikasikan rumus, dan meninjau kembali jawaban.One of frameworks used as a reference to analyze students’ responses is SOLO taxonomy. The purposes of the study were to find out the pattern of students’ responses levels in doing problem solving items based on SOLO taxonomy and to find out the students’ obstacles in doing mathematical problem solving items. The research method used in this study was a qualitative research. The data sources of this study were 24 female students and 18 male students of the eight grade of SMP IT Darul Fikri Bawen. The results of the study showed that for female students, 25,42% of them belonged to prestructural level, 10,83% of them belonged to unistructural response level, 32,92 % of them belonged to multistructural response level, 20,83% of them belonged to relational response level, and 10% of them belonged to extended abstract response level. Meanwhile, for male students, 16,67% of them belonged to

  11. STRATEGI DAN PROSES BERPIKIR DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH BERDASARKAN TINGKAT KECEMASAN MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Ismawati

    2015-03-01

    Full Text Available Strategi dan proses berpikir memiliki peran sangat penting dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah siswa kelas VII dengan tingkat kecemasan matematika tinggi, sedang, maupun rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah 3 siswa dengan kecemasan matematika tinggi (KMT, 3 siswa dengan kecemasan matematika sedang (KMS, dan 3 siswa dengan kecemasan matematika rendah (KMR kelas VII MTs NU Nurul Huda Kudus. Penetapan subyek berdasarkan hasil tes skala kecemasan matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan proses berpikir diketahui sebagai berikut (1 tiga subyek KMT tidak dapat menggunakan sebagian besar tahapan strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dengan tepat sehingga jawaban tidak tepat, (2 tiga subyek KMS dapat menggunakan sebagian besar tahapan strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dengan tepat terhadap beberapa soal yang diberikan, dan (3 tiga subyek KMR dapat menggunakan sebagian besar tahapan strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah dengan tepat dan memperoleh jawaban tepat.Strategy and thinking process have a very important role in the process of problem solving. This study aimed to obtain a description of the strategies and thought processes in solving problem solving seventh grade students with mathematics anxiety levels. This research is a descriptive qualitative approach. Subjects in this study were three students with high math anxiety (KMT, 3 students with math anxiety medium (KMS, and 3 students with low math anxiety (KMR class VII MTs. NU NU Nurul Huda. Determination of the subject based on the results of tests of mathematics anxiety scale. The results showed that the strategies and thought processes KMT three subjects can not

  12. Konsep Persatuan Dengan Kematian Dan Kebangkitan Kristus Berdasarkan Roma 6:1-14

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hanny Frederik

    2015-09-01

    Full Text Available Persatuan orang percaya dengan Kristus adalah doktrin yang merupakan pemikiran kunci dalam ajaran Tuhan bahkan sangat penting bagi teologi Paulus sehingga seorang penafsir, James S. Stewart menyebutnya sebagai “inti dari agama Paulus.” Menurut hasil uraian tentang konsep persatuan dengan kematian dan kebangkitan Kristus berdasarkan Roma 6:1-14, maka penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pertama, orang percaya telah dipersatukan dengan kematian dan kebangkitan Kristus melalui baptisan, yang berarti ia turut serta mengalami peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Kristus dalam sejarah, yakni penyaliban, kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus. Kedua, persatuan dengan kematian dan kebangkitan Kristus mengakibatkan berlalunya ciptaan lama, yaitu kematian manusia lama sebagai status atau kedudukan seseorang dalam persekutuannya dengan Adam. Kematian Kristus adalah kematian bagi dosa, karena itu dalam persatuan dengan kematian Kristus, orang percaya juga telah mati bagi dosa. Ketiga, persatuan dengan kematian dan kebangkitan Kristus menghasilkan ciptaan baru, yaitu kehidupan baru sebagai status atau kedudukan orang percaya dalam persekutuan dengan Kristus. Keempat, kehidupan yang berpadanan dengan status baru orang percaya dalam Kristus adalah kehidupan dalam pengudusan yang meliputi hidup dalam pertobatan dan hidup untuk melayani Allah.The unity of the believer with Christ is a doctrine which is a key thought in the teaching of Jesus, moreover it is very important for Paul’s theology such that one commentator, James S. Stewart, delineates it as the “Man in Christ: The Vital Elements of St. Paul’s Religion.” Based upon the results of an analysis about the concept of unity in the death and resurrection of Christ based upon Romans 6: 1-14, the author draws several conclusions as follows: First, believers have been made one with the death and resurrection of Christ through baptism, which means the believer participates in

  13. KETERKAITAN KETAHANAN PANGAN DENGAN KEMISKINAN BERDASARKAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suprianto Damanik

    2017-06-01

    Full Text Available Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan data time series  berdasarkan tahun periode 1983-2013. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Litbang, Bulog dan world bank. Metode analisis yang digunakan adalah Regresi linier berganda dan Granger casuality. Pengujian untuk melihat pengaruh antar variabel dan menguji keterkaitan antara ketahanan pangan dengan kemiskinan. Hasil penelitian regresi linier berganda menunjukkan bahwa luas panen berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan nasional yaitu sebesar 0,0357, harga beras berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketahanan pangan nasional yakni sebesar 0,0020, Impor beras berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ketahanan pangan nasional yakni sebesar 0,0725. Dan hasil uji granger causality menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan kausal antara ketahanan pangan dengan kemiskinan di Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Luas panen padi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan nasional di Indonesia, harga beras berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketahanan pangan nasional di Indonesia, Impor beras berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap ketahanan pangan nasional di Indonesia, dan tidak terjadi hubungan casusal antara ketahanan pangan dengan kemiskinan di Indonesia.  This research is a quantitative time series data based on the period 1983-2013. Data obtained from the Central Bureau of Statistics, Research and Development, Bulog and the World Bank. The analytical method used is multiple linear regression and Granger casuality. Testing to see the influence between variables and examine the linkages between food security and poverty. Multiple linear regression results indicate that the area harvested positive and significant impact on national food security is equal to 0.0357, the price of rice a significant negative effect on the national food security which is equal to 0.0020, imports of rice and no significant

  14. Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muh. Rizal

    2013-01-01

    Full Text Available Abstract: The Thinking Process of Primary-school Students of Different Sexes in Estimating Arithmetic Problems. This case study is intended to explore the thinking process of the fifth-year students of different sexes in estimating arithmetic problems. Two students, one male and one female, belonging to the high achievers in a mathematics test were selected for the study and then interviewed, assigned to solve arithmetic problems, and finally asked to think aloud their thinking process. The study reveals that the thinking process of both the male and female subjects is in the form of accommodation as they ap­proached the arithmetic problems by repeatedly reading the tasks. Though employing the same thinking process, in the planning stage, the male subject made use of rounding and compatible number strategies, whereas the female one used only rounding strategy. In implementing the plan, the male subject em­ployed mental counting through assimilation, but the female one used algorithm through accommoda­tion. In the evaluating stage, the male subject traced back his work through mental counting, while the female one utilized reverse operations. Abstrak: Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin. Penelitian ini ingin mendeskripsikan proses berpikir siswa laki-laki dan perempuan yang berkemampuan matematika tinggi dalam melakukan estimasi. Penelitian dilakukan di kelas V SD, dengan subjek satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang memiliki skor 75 ke atas dalam tes kemampuan matematika. Data dikumpulkan dengan wawancara, pemberian tes dan think aloud. Analisis dilakukan dengan menelaah seluruh data, reduksi data, pengolompokan data, kategorisasi, pengkodean, dan pemeriksaan kredibilitas data dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir keduanya adalah akomodasi. Dalam membuat rencana, laki-laki menggunakan rounding dan compatible number strategy, sedangkan

  15. IMPLEMENTASI PENGISIAN JABATAN KEPALA DAN WAKIL KEPALA DAERAH BERDASARKAN UUD 1945 DI TENGAH KEBERAGAMAN DAERAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ridwan Mukti

    2016-01-01

    Full Text Available The amandement of Article 18 UUD 1945, has brought significant changes in the regional administration. One of the changes associated with  the position of head region, which previously  for this position and for the vice of head region  elected by the Legislative Council, Now it is elected trough election.  Article 18 paragraph (4 UUD 1945 states as follows : " Governor, Regent, and Mayor respectively as head of the provincial government, district, and city elected democratically. " Term " democratically elected " under Article 18 paragraph (4 UUD 1945 is implemented through the provisions of Article 56 paragraph (1 of Law No. 32 of 2004 on Regional Government, which stipulates that all regional heads both governors, regents and mayors elected as a pair of candidates directly by the people. In fact, the provisions of the law apply to all areas without considering the fact different areas , so it has attracted a wide range of issues. Though the constitution does not definitively establish that such electoral procedures. Similarly uniformity to diversity in terms of uniformity of areas including recruitment system or filling the post of regional head felt at odds with the fact of diversity in Indonesia. Keywords : Regional Head; Regional Diversity ABSTRAK Adanya perubahan ketentuan Pasal 18 UUD 1945, telah membawa perubahan yang cukup besar pada penyelenggaraan pemerintahan daerah. Salah satu perubahan itu terkait dengan pengisian jabatan kepala daerah, yang sebelumnya kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, saat ini telah diubah dengan cara pemilihan secara demokratis. Pasal 18 ayat (4 UUD 1945 menyatakan sebagai berikut : “Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis.“ Istilah  “dipilih secara demokratis “ berdasarkan Pasal 18 ayat (4 UUD 1945 tersebut  diimplementasikan melalui ketentuan Pasal 56 ayat

  16. Analisis Kesalahan Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematika Pada Materi Peluang Berdasarkan High Order Thinking Dan Pemberian Scaffolding

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komarudin Komarudin

    2017-09-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini penulis menganalisis tentang kesulitan siswa dalam proses pemecahan masalah. Berdasarkan analisis, kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah matematika materi peluang berdasarkan langkah Polya dihasilkan dalam proses memahami masalah sebesar 100%, menyusun rencana 81%, melaksanakan rencana 81% dan memeriksa kembali solusi sebesar 100%. Tipe kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah matematika materi peluang antara lain, dalam proses memahami masalah yaitu kesalahan dalam menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan, dalam proses menyusun rencana yaitu tidak menuliskan langkah-langkah yang digunakan dalam menyelesaikan masalah serta siswa menuliskan langkah yang digunakan dalam menyelesaikan masalah tetapi tidak sesuai dengan permasalahan, kesalahan dalam melaksanakan rencana yaitu tidak menuliskan rumus yang digunakan, kesalahan dalam menentukan kesimpulan yaitu tidak menuliskan kesimpulan yang diberikan, kesalahan dalam memeriksa kembali solusi yaitu tidak melakukan perhitungan ketika memeriksa kembali solusi. Cara mengatasi masalah siswa dalam menyelesaikan soal peluang dengan pemberian Scaffolding yaitu memberikan lembar kerja siswa yang berisi langkah- langkah pemecahan masalah Polya serta arahan dan tanya jawab yang berkaitan dengan proses pemecahan langkah Polya. Kegiatan scaffolding yang dilakukan antara lain environmental provisions 25%, explaining 25%, restructing 17%,  reviewing 17%, developing conceptual thinking 16%. Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi peluang. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil tes kedua siswa yang menunjukkan peningkatan serta respon positif siswa setelah kegiatan scaffolding. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan scaffolding yang dilakukan dapat memberikan dampak positif kepada siswa.

  17. Pengajaran Tentang Ibadah Berdasarkan Surat Ibrani 10:19-25 Dan Implimentasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya Pada Masa Kini

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tison Tison

    2013-04-01

    Full Text Available Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, Untuk menganalisis dan menafsirkan pengajaran tentang ibadahmenurut Ibrani 10:19-25. Kedua, Untuk membahas bagaimana mengimplementasikanpengajaran tentang ibadah dalam kehidupan orang percaya pada masa kini.Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitiannaskah Alkitab yaitu: Pertama, Metode analisis kitab, dalam hal ini menggunakanmetode penelitian yang mencakup teologi eksegesis dan kajian Alkitab untukmemahami teks yang sesuai dengan konsep yang ada dalam surat Ibrani 10:19-25. Danmenggunakan metode penelitian literatur. Kedua, Komparasi, yaitu mengadakanperbandingan-perbandingan untuk melihat kesamaan atau perbedaan pengajarantentang ibadah.Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah mengenai pengajarantentang ibadah berdasarkan surat Ibrani 10:19-25 dan implimentasinya dalamkehidupan orang percaya pada masa kini, maka penulis dapat menarik kesimpulansebagai berikut: Pertama, setiap orang percaya harus mengerti dasar-dasar ibadahorang percaya yaitu darah Yesus yang telah dicurahkan bagi umat manusia yang jugatelah menjadi pengganti korban persembahan untuk datang menghampiri Allah danYesus sebagai Imam Besar. Kedua, dalam ibadah setiap orang percaya harusmemiliki sikap hati yang tulus iklhas, keyakinan iman, hati yang sudah dibasuh danberpegang pada pengakuan pengharapan pada Yesus. Ketiga, dalam ibadah, setiaporang percaya harus memiliki hati yang menyembah karena penyembahan adalah halyang paling utama untuk menyatakan hormat dan tunduk kepada Allah atas karya-Nya bagi hidup orang percaya. Keempat, dalam ibadah, setiap orang percaya harushidup dalam kekudusan, karena dalam kekudusanlah orang percaya layak dihadapanAllah.

  18. Perancangan Kamus Kompetensi Manajer Biro Pengadaan dan Manajer Bidang Komersial Pada Perusahaan PT. Barata Indonesia (Persero Berdasarkan Kamus Kompetensi Spencer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andina Primadini Isnainia

    2017-01-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa Biro Pengadaaan dan Bidang Komersial memiliki peranan penting dalam perusahaan yang berfungsi dalam mengatur logistik dan rantai pasok untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Selain itu perusahaan belum memiliki kamus kompetensi karenakan baru saja melakukan restrukturisasi. Untuk meningkatkan performa dari Manajer Biro Pengadaaan dan Manajer Bidang Komersial pada perusahaan penelitian bertujuan menyusun sebuah kamus kompetensi untuk pemangku jabatan pada Manajer Biro Pengadaaan dan Manajer  Bidang  Komersial dan mengidentifikasi kompetensi untuk pemangku jabatan tersebut. Kompetensi yang dibutuhkan didapatkan dari studi literatur yang kemudian dilakukan penyesuaian melalui kuisinoer dan wawancara. Mulanya terdapat 125 kompetensi yang dibutuhkan, setelah divalidasi   ditemukan   terdapat   49   kompetensi.   Kemudian penulis  membuat  kamus  kompetensi  dengan  metode wawancara dan Focus Group Discussion (FGD dengan melihat pola Kamus Kompetensi Spencer. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi tingkat kacakapan / level dari pemangku jabatan berdasarkan kamus kompetensi yang sudah dibuat yang disajikan dalam bentuk matriks Job Competency Level. Dari penelitian ini menghasilkan Kamus Kompetensi dan matriks  Job  Competency  Level untuk jabatan Manajer  Biro Pengadaaan dan Manajer Bidang Komersial PT Barata Indonesia (Persero.

  19. PROSES BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Yani

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan proses berpikir dan menganalisis kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan pengukuran Polya ditinjau dari Adversity Quotient (AQ. Penelitian ini merupakan penelitian deskirptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah siswa dari kelas IX SMP N 1 Banda Aceh tediri dari tiga siswa. Pemilihan subjek penelitian menggunakan metode purposive sampling dan berdasarkan tingkatan AQ (climber, camper, dan quitter dan komunikasi (lisan dan tertulis. Pengumpulan data menggunakan wawancara berbasis tugas, dan triangulasi untuk mengecek validitas data. Data dianalisis menggunakan konsep dari Miles dan Huberman: yaitu tahap pengurangan data, presentasi data, dan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa: (1 Proses berpikir dari subjek climber yaitu secara asimilasi dalam memahami, merencanakan penyelesaian, .serta mengecek kembali; (2 Subjek camper juga berpikir secara asimilasi pada tahap memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan mengecek kembali; (3 subjek quitter berpikir secara akomodasi dalam memahami masalah dan menyelesaikan masalah. Kata kunci: Proses Berpikir, Pemecahan Masalah, Tahap Polya, Adversity Quotient (AQ DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jpm.10.1.3278.42-57

  20. Analisis Zona Permeabel Fluida Sistem Panas Bumi Gunungapi Slamet Berdasarkan Analisis Kerapatan Kelurusan Citra SRTM Dan Struktur Geologi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sachrul Iswahyudi

    2016-03-01

    Full Text Available Keberadaan manifestasi panasbumi di sekitar Gunungapi Slamet tidak dapat dipisahkan dari zona-zona permeabilitas yang berkembang. Lokasi-lokasi lulus air tersebut (zona permeabel yang memungkinkan terbentuknya sirkulasi fluida tempat air masuk untuk mengisi reservoir panas bumi dan air keluar ke permukaan bumi sebagai manifesatasi mata air panasbumi di sekitar Gunungapi Slamet. Publikasi yang berupa hasil penelitian ini mencoba mengidentifikasi zona-zona permeabel tersebut berdasarkan anaslisis kerapatan kelurusan yang terekam dalam citra SRTM. Identifikasi kelurusan-kelurusan pada citra berdasarkan komponen-komponen interpretasi citra, yaitu tona, tekstur, pola, bentuk dan relief. Hasil analisis tersebut dikompilasi dengan data struktur geologi regional yang sebelumnya telah diidentifikasi dan data lapangan berupa manifestasi mata air panas. Lokasi-lokasi dengan kerapatan kelurusan yang tinggi pada citra SRTM umumnya bersesuaian dengan zona struktur geologi regional keberadaan manifestasi mata air panas. Daerah tersebut memanjang relatif utara-selatan di bagian barat dan timur-barat di bagian selatan peta. Daerah-daerah inilah yang merupakan daerah lulus air tempat fluida bersirkulasi membentuk sistem panasbumi Gunungapi Slamet.

  1. PERANCANGAN TATA LETAK DAN FASILITAS HUNIAN RUKOST BERDASARKAN KEBUTUHAN KONSUMEN UNTUK MENINGKATKAN PANGSA PASAR DENGAN MENGGUNAKAN ASPEK ERGONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leola Dewiyani

    2018-04-01

    Full Text Available Saat ini Karawang dikenal sebagai daerah industri yang paling berpotensi di wilayah Jawa Barat. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pabrik yang didirikan di tanah Pasundan ini. Dengan banyaknya usaha baik berupa pabrik maupun yang lainnya, Karawang menjanjikan aneka macam peluang di berbagai bidang usaha yang bisa mendatangkan keuntungan. Perusahaan ini tentu membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak, tidak hanya buruh lebih dari itu tenaga kerja yang dibutuhkan juga berasal dari level menengah ke atas hingga staf profesional, hal ini yang menjadi daya tarik bagi pengembang untuk membangun bisnis properti di Karawang yaitu RuKost (rumah kos. Akan tetapi Tata Letak interior kamar yang ada di RuKost saat ini berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan peneliti belum memenuhi standar dan juga belum memperhatikan kenyamanan, kepuasan, keselamatan dan kesehatan karena desain layout interior yang ada pada kamar RuKost saat ini kurang memperhatikan prinsip-prinsip ergonomik. Berdasarkan kondisi di atas maka akan dilakukan suatu redesign terhadap tata letak interior kamar RuKost. Metode perancangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah antropometri dan physiological performance.

  2. Risk Factors of Premature Rupture of Membrane

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maryuni Maryuni

    2017-02-01

    ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Sampel terdiri dari 114 orang kasus ibu yang mengalami KPD dan kontrol sebanyak 228 ibu bersalin yang tidak mengalami KPD. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko terhadap kejadian KPD yaitu usia, paritas, pendidikan. Berdasarkan analisis multivariat, didapatkan faktor yang paling dominan berisiko terhadap kejadian KPD yaitu pendidikan.

  3. Profil Penalaran Proporsional Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif Sistematis dan Intuitif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Faisal Hidayat

    2017-12-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil penalaran proporsional siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan gaya kognitif sistematis dan intuitif. Penelitian ini dilakukan di kelas IX SMP Al-Muslim Sidoarjo pada tahun ajaran 2016/2017. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa bergaya kognitif sistematis dan seorang siswa bergaya kognitif sistematis. Alat pengumpul data berupa Tes Gaya Kognitif (TGK, Tugas Pemecahan Masalah (TPM, Pedoman wawancara, dan alat rekam audio visual. Data penelitian diperoleh dari pemberian tugas pemecahan masalah dan wawancara  sebanyak dua kali. Wawancara dilakukan untuk mengungkapkan profil penalaran proporsional dalam memecahkan masalah matematika terkait materi perbandingan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan kedua subjek gagal membedakan masalah proporsional dan bukan proporsional pada tahap memahami masalah. Pada tahap menyusun rencana, Siswa bergaya kognitif sistematis mengelompokkan bagian-bagian yang sebanding untuk membuat persamaan. Sedangkan siswa bergaya kognitif intuitif membandingkan luas lahan pertama dan kedua, kemudian menyederhanakan perbandingannya. Pada tahap melaksanakan rencana, siswa bergaya kognitif sistematis menggunakan strategi cross product algorithm untuk menemukan solusi. Sedangkan siswa bergaya kognitif intuitif menggunakan strategi build-up method dan factor of change untuk menemukan solusi. Pada tahap memeriksa kembali, Siswa bergaya konitif sistematis dan intuitif mengecek solusi yang mereka peroleh dengan mensubtitusi masing-masing solusi ke persamaan, kemudian melihat nilai perbandingan yang dihasilkan. Jawaban benar jika nilai perbandingan dalam persaamaan tersebut sama.   This research uses descriptive qualitative approach. The purpose of this study was to describe proportional reasoning profile of junior high school student in

  4. ANALISIS TERHADAP PERLUNYA PENYESUAIAN LAPORAN KEUANGAN HISTORIS (CONVENTIONAL ACCOUNTING MENJADI BERDASARKAN TINGKAT HARGA UMUM (GENERAL PRICE LEVEL ACCOUNTING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pwee Leng

    2002-01-01

    Full Text Available Generally, in conventional accounting, financial statements are based on the historical cost principle that assumes that prices (monetery unit are stable. Conventional accounting recognizes neither changes in the general price level nor changes in the specific price level. Consequently, if there are any changes in purchasing power such as in inflation period, the historical financial statement are not economically relevant and also income is usually overstated, and the fixed assets are usually understated. Actually, there are several methods on accounting for the effect of changing prices, such as constant accounting, current value accounting, and general price level accounting. General price level accounting will do restatement the components of financial statement to be a rupiah on a similar level of purchasing power, but without changes in accounting principles which using on conventional accounting. In practice, the controversy concerning the relevance of general price level accounting has been continuing. Pros and cons general price level accounting will be presented on this paper. Also the result of two researches concerning the influence of applied general price level accounting on the financial statement will be compared as considerations whether the general price level adjustment is necessary needed. Abstract in Bahasa Indonesia : Secara umum, dalam akuntansi konvensional, laporan keuangan disajikan berdasarkan nilai historis yang mengasumsikan bahwa harga-harga (unit moneter adalah stabil. Akuntansi konvensional tidak mengakui adanya perubahan tingkat harga umum maupun perubahan tingkat harga khusus. Sebagai konsekuensinya, jika terjadi perubahan daya beli seperti pada periode inflasi, maka laporan keuangan historis secara ekonomis tidaklah relevan. Pada periode ini pendapatan umumnya dinilai lebih tinggi sedangkan aktiva tetap dinilai lebih rendah. Sebenarnya, terdapat beberapa metode akuntansi mengenai pengaruh perubahan harga

  5. Analisis Deskriptif Soal Geometri dalam Buku Matematika Bilingual untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII Berdasarkan Kriteria International Assessment TIMSS 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Etik Rahayu

    2012-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  domain kognitif dan aspek kognitif (required behavior soal matematika dalam Buku Matematika Bilingual untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP Kelas VIII berdasarkan kriteria International Assessment TIMSS 2007 dan proporsinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian adalah soal geometri dalam Buku Matematika Bilingual SMP. yang berjudul “Mathematics for Junior High School Grade VIII 1st Semester” dan “Mathematics for Junior High School Grade VIII 2nd Semester” karangan karangan M. Cholik Adinawan dan Sugijono. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara tentang penggunaan buku matematika bilingual yang paling banyak digunakan di kota semarang. Pedoman analisis soal berdasarkan kriteria International Assessment TIMSS 2007, dengan validasi hasil oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal yang dianalisis memuat satu hingga tujuh aspek kognitif. Sebagian besar soal memuat 4 aspek kognitif yaitu 44.04 %, diikuti soal dengan 3 aspek kognitif  yaitu 36, 42%,  soal dengan 2 aspek kognitif yaitu 14, 90%, kemudian 1,99% untuk soal dengan 1 atau 5 aspek kognitif, dan 0,33% untuk soal dengan 6 atau 7 aspek kognitif. Proporsi tinggi pada recall (28.26% dan compute (26.57%, diikuti dengan SRP (10.85%, implement (10.65%, retrieve (8.36%, recognize (6.17%, analyze (1.99%, measure (1.59%, generalize (1.09%, SNRP (1.00%, classify (0.80%, represent (0.80%, justify (0.80%, select (0.60%, model (0.30%, synthesis (0.20%. Secara keseluruhan berdasarkan International Assessment TIMSS 2007 soal yang termasuk domain knowing memiliki persentase paling tinggi (52.28%, domain knowing-applying (24.83%, domain knowing- reasoning (12.91%, dan hanya sedikit yang termasuk domain knowing-apllying-reasoning (3.97%. Serta terdapat 4 soal (1.32% yang mempunyai ketidaksesuaian penggunaan mathematics terms serta 1 soal (0

  6. IMPLIKASI YURIDIS PENETAPAN DIREKSI BPR BERBENTUK PT BERDASARKAN POJK NOMOR 20/POJK.03/2014 TENTANG BPR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evina Dhana Hermansyah

    2016-04-01

    .  Dalam hal salah satu anggota Direksi BPR tidak terisi, maka BPR menetapkan pengganti anggota Direksi penggantinya kepada OJK berdasarkan POJK.POJK menetapkan jangka waktu 120 (seratus dua puluh hari kepada BPR untuk menetapkan Direksi pengganti. Nama calon anggota Direksi yang diajukan BPR kepada OJK tidak serta merta diterima oleh OJK. Calon anggota Direksi yang diajukan tersebut harus memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan oleh OJK. Jurnal ini ditulis untukmenganalisis implikasi yang timbul terhadap BPR sehubungan dengan penetapan anggota Direksi berdasarkan POJK. Selain itu, penulisan jurnal ini juga untuk mengetahui bagaimana bentuk perbuatan hukum yang dilakukan selama susunan anggota Direksinya belum memenuhi ketentuan POJK.Dalam beberapa kasus, BPR dapat berkali-kali mengajukan permohonan calon anggota Direksinya sehingga BPR melewati batas waktu yang ditentukan dalam POJK untuk memenuhi jumlah minimum anggota Direksi. Secara normatif berdasarkan POJK, BPR dapat dikenai sanksi atas tidak terpenuhinya jumlah minimum anggota Direksi walaupun hal tersebut bukanlah mutlak kesalahan BPR.Jurnal ini disusun dengan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian, ketentuan dalam POJK ini sehubungan dengan penetapan anggota Direksi BPR masih belum memberikan kepastian hukum bagi BPR. Ketentuan di dalam POJK terkait dengan pelaksanaan peneteapan anggota Direksi BPR  dapat menyebabkan BPR tidak memenuhi jumlah minimum anggota Direksi untuk jangka waktu yang relatif lama. BPR yang tidak memenuhi jumlah minimal anggota Direksi menyebabkan BPR tersebut tidak memiliki organ yang utuh sebagai suatu badan hukum. Kata kunci: peraturan OJK, BPR, penetapan direksi

  7. Analisis Isi SMS Iklan Layanan Telekomunikasi Operator Telkomsel, Indosat dan Xl berdasarkan Etika Pariwara Indonesia Periode 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danang Trijayanto

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi komunikasi merevolusi aktivitas pemasaran ke mobile marketing, salah satunya adalah dengan SMS advertising. Badan usaha yang cenderung menggunakan cara pemasaran tersebut adalah operator selular dengan iklan produk layanan telekomunikasinya. Permasalahannya adalah strategi pemasaran produk telekomunikasi yang cenderung banyak merugikan pelanggan karena ketidaksesuaian antara isi iklan dan produk yang diperoleh, yang dipengaruhi oleh kelengkapan dan kejelasan informasi produk. Salah satu aturan yang menjadi dasar dalam aktivitas SMS advertising adalah berdasarkan Etika Pariwara Indonesia.  Penelitian  ini   meneliti  bagaimanakah  Penerapan aturan tersebut terhadap isi SMS iklan produk telekomunikasi yang dikirimkan oleh provider selular GSM prabayar pada bulan Juli hingga Nopember 2013.  Hasil  Penelitian menunjukkan bahwa dalam mengiklankan produk telekomunikasi melalui SMS advertising, para operator selular belum menerapkan regulasi dan etika pemasaran dengan baik. Kekurangan informasi yang belum lengkap terdapat pada informasi syarat kontrak yang menjadi informasi dasar hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pelanggan.

  8. KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN MODEL INVESTIGASI KELOMPOK DAN MODEL STAD BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK KELAS VII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Pujianto

    2015-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan pembelajaran keterampilan menulis cerpen dengan model investigasi kelompok dan model STAD berdasarkan tipe kepribadian peserta didik kelas VII. Keterampilan menulis cerpen membutuhkan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran. Melalui keterampilan menulis cerpen siswa dapat berkreasi untuk mengemukakan ide atau gagasan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Ide atau gagasan juga berpengaruh terhadap hasil dalam menulis cerpen. Selain itu, pengetahuan tentang cerpen juga penting dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen. Siswa perlu berpikir kritis untuk memunculkan ide atau gagasan yang menarik dan untuk pemahaman mengenai unsur-unsur cerpen. Tipe kepribadian yang berbeda juga perlu membutuhkan cara pengajaran yang berbeda. Oleh karena itu, dibutuhkan model pembelajaran yang cocok. Model pembelajaran yang dipilih adalah model investigasi kelompok dan model STAD.

  9. Klasifikasi Topik Keluhan Pelanggan Berdasarkan Tweet dengan Menggunakan Penggabungan Feature Hasil Ekstraksi pada Metode Support Vector Machine (SVM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enda Esyudha Pratama

    2015-12-01

    Full Text Available Pemanfaatan twitter sebagai layanan customer serevice perusahaan sudah mulai banyak digunakan, tak terkecuali Speedy. Mekanisme yang ada saat ini untuk proses klasifikasi bentuk dan jenis keluhan serta informasi tentang jumlah keluhan lewat twitter masih dilakukan secara manual. Belum lagi data twitter yang bersifat tidak terstruktur tentunya akan menyulitkan untuk dilakukan analisa dan penggalian informasi dari data tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memproses data teks dari tweet pengguna twitteryang masuk ke akun @TelkomSpeedy untuk diolah menjadi informasi. Informasi tersebut nantinya digunakan untuk klasifikasi bentuk dan jenis keluhan. Merujuk pada beberapa penelitian terkait, salah satu metode klasifikasi yang paling baik untuk digunakan adalah metode Support Vector Machine (SVM. Konsep dari SVM dapat dijelaskan secara sederhana sebagai usaha mencari hyperplane yang dapat memisahkan dataset sesuai dengan kelasnya. Kelas yang digunakan dalam penelitian kali ini berdasarkan topik keluhan pelanggan yaitu billing, pemasangan/instalasi, putus (disconnect, dan lambat. Faktor penting lainnya dalam hal klasifikasi adalah penentuan feature atau atribut kata yang akan digunakan. Metode feature selection yang digunakan pada penlitian ini adalah term frequency (TF, document frequency (DF, information gain, dan chi-square. Pada penelitian ini juga dilakukan metode penggabungan feature yang telah dihasilkan dari beberapa metode feature selection sebelumnya. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa SVM mampu melakukan klasifikasi keluhan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan akurasi 82,50% untuk klasifikasi bentuk keluhan dan 86,67% untuk klasifikasi jenis keluhan. Sedangkan untuk kombinasi penggunaan feature dapat meningkatkan akurasi menjadi 83,33% untuk bentuk keluhan dan 89,17% untuk jenis keluhan.   Kata Kunci—customer service, klasifikasi topik keluhan, penggabungan feature, support vector machine

  10. Rancang Bangun Alat Uji Komposisi Massa Pada Logam Paduan Berdasarkan Prinsip Gaya Angkat Fluida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Slamet

    2012-02-01

    Full Text Available Spectro Analyser merupakan alat uji komposisi yang sangat presisi dan harganya sangat mahal, maka diperlukan alat uji komposisi yang lebih sederhana dan murah tapi dapat berfungsi sebagai alat uji komposisi logam paduan yang terdiri dua unsur saja.                 Prinsip kerja dari rancang bangun Alat Uji Komposisi Massa ini adalah berdasarkan benda terbenam atau terapung pada permukaan fluida cair maka gaya yang bekerja pada benda tersebut terjadi karena tekanan fluida cair atau disebut sebagai gaya angkat (bouyancy.,                 Pengujian ini akan mendapatkan data dari alat uji adalah volume air yang dipindahkan atau volume bahan uji dan massa bahan uji saat di dalam fluida sebagai representasi dari resultan gaya..                 Metode penelitian yang dilakukan dimulai dari perancangan dan pembuatan alat ,kemudian dilanjutkan dengan pengujian, pengambilan data dengan cara mencelupkan bahan uji ke dalam fluida pada gelas ukur. Bahan uji yang digunakan mengandung dua unsur yaitu alumunium (Al dan zink (Zn dengan komposisi massa Bahan uji A :76,35% Al ;23,65% Zn, bahan uji B : 73,42% Al ;26,58% Zn dan bahan uji C: 83,38% Al ; 16,62% Zn. Dari hasil pengukuran dihitung ketidakpastian hasil pengukuran dari alat uji.                 Hasil pengujian dan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa Alat uji komposisi massa dapat berfungsi untuk mengukur logam dengan paduan dua unsur dengan luaran massa bahan uji sebelum maupun saat di dalam fluida (air dan volume air yang dipindahkan atau volume bahan uji. Dari ketiga bahan uji menghasilkan perbedaan nilai komposisi massa dibandingkan dengan nilai yang sudah ditentukan. Nilai perbedaan untuk bahan uji A,B dan C berturut-turut 3.31%, 5,10% dan 4,96%, sedangkan alat uji ini mempunyai ketidakpastian hasil pengukurannya sebesar 3,33%. Kata kunci : komposisi, massa,volume     The Spectro Analyzer is a very accurate and expensive test device

  11. PERBANDINGAN IMT DAN INDIKATOR OBESITAS SENTRAL TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 (DMT2 (Analisis data sekunder baseline studi kohor PTM di kelurahan Kebon Kalapa Bogor tahun 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Dewi Susilawati

    2015-04-01

    Full Text Available AbstractBackground: Several studies show that obesity is associated with risk of type 2 diabetes mellitus (T2DM. However, the most appropriate indicator of obesity measurement to predict the occurrence of T2DM is still varies.The purpose of the study is to identify whether indicator of general obesity or central obesity which has a more strong relationship to T2DM. Methods: Design of the study was a cross sectional using secondary data of the raw data of cohort study on non-communicable diseases risk factors, NIHRD 2011. The multivariate logistic regression is applied for analysis. Result:Statistical models show that there is no strength of correlations of BMI, WC and WHtR ratio with the occurrence of T2DM were not different. The Odds ratio values of BMI, LP, and LP/TB are 2.83, 2.70 and 2.49 respectively; with 95% CI value is coincided.Conclusion: The strength of association of the three indicators of obesity with T2DM after controlled by age, family history, hypertension, and physical activity are not much different. The use of appropriate indicators depends on the healthpractitioner’s decision based on the available resources.Keywords : T2DM, BMI, WC, WHtRAbstrakLatar belakang: Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa obesitas berkaitan dengan risiko terjadinya DM tipe 2 (DMT2. Namun indikator pengukuran obesitas yang paling tepat dalam memprediksi terjadinya DMT2 masih berbeda-beda. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasiindikator pengukuran obesitas umum atau obesitas sentral yang lebih kuat hubungannya dengan kejadian DMT2. Metode : Desain penelitian ini potong lintang dengan menggunakan data sekunder dari data dasar studi kohor faktor risiko penyakit tidak menular (PTM Badan Litbangkes RI tahun 2011. Analisis menggunakan regresi logistik ganda. Hasil : Kekuatan hubungan ketiga indikator obesitas yaitu IMT, LP dan rasio LP/TB terhadap terjadinya DMT2 tidak berbeda. Odds Ratio IMT 2,83 OR LP 2,70 dan OR LP/TB 2,49 dengan nilai 95 % CI

  12. Kejadian Gangguan Depresi pada Penderita HIV/AIDS yang Mengunjungi Poli VCT RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari - September 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yaslinda Yaunin

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakInfeksi HIV/AIDS sangat erat hubungannya dengan gangguan depresi. Penyebabnya bisa dikarenakan faktor psikologisnya ataupun efek dari agen HIV yang sudah menginfeksi sistem saraf pusat. Salah satu metode pencegahan gangguan depresi yang dapat diberikan adalah pemanfaatan poli VCT (Voluntary Counseling and Testing dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian gangguan depresi pada penderita HIV/AIDS yang mengunjungi poli VCT RSUP DR. M. Djamil Padang periode Januari-September 2013. Metode penelitian adalah deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 43 orang. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner Hamilton Depression Rating Scale dan hasil yang didapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita HIV/AIDS yang mengunjungi poli VCT RSUP DR. M. Djamil Padang periode Januari - September 2013 didapatkan tidak mengalami depresi sebanyak 44,2% sedangkan untuk depresi sebanyak 55,8% dengan pembagian depresi ringan hanya 25,6%, depresi sedang 11,6%, depresi berat 4,7%, dan depresi sangat berat 14%. Depresi terbanyak ditemukan pada usia 20 – 39 tahun (83,3%.Kata kunci: penderita HIV/AIDS, gangguan depresi, poli VCTAbstractHIV/AIDS infection is associated with depression disorders. Etiology may be cause of psychososcial factor or the effect of HIV agent that infected central nervous system. In order to prevent depression disorders is by the utilization VCT (Voluntary Counseling and Testing Clinic This study aims to describe the incident rate of depressive disorder among people living with HIV/AIDS visited VCT clinic at RSUP DR. M. Djamil Padang in January-September 2013. The research method was descriptive and made up by 43 HIV/AIDS-infected patients. Data were collected through filling Hamilton Depression Rating Scale and the results are presented in the form of a frequency distribution table. The results obtained that people living with HIV/AIDS visited VCT

  13. Identifikasi Carrier Bakteri Streptococcus β hemolyticus Group A pada Murid SD Negeri 13 Padang Berdasarkan Perbedaan Umur dan Jenis Kelamin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadhila Aini

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakStreptococcus β hemolyticus Grup A atau yang disebut juga Streptococcus pyogenes merupakan salah satu bakteri patogen yang banyak menginfeksi manusia.Bakteri ini dapat ditemukan sebagai carrier di saluran pernafasan terutama pada anak-anak, tidak menimbulkan penyakit tetapi berisiko untuk menyebarkan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jumlah carrier  bakteri Streptococcus β hemolyticus Grup A pada murid berdasarkan perbedaan umur dan jenis kelamin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif cross-sectional dengan menggunakan sampel seluruh murid SD Negeri 13 Padang. Hasil penelitian adalah didapatkan 2 orang murid yang menderita carrier, yaitu pada kelompok usia>8-9 tahun dan >11 tahun. Berdasarkan jenis kelamin yang terdiri dari 54 orang laki-laki dan 50 orang perempuan, didapatkan 2 orang carrier yaitu hanya pada anak laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carrier bakteri Streptococcus β hemolyticus Group  A terdapat pada anak usia tersebut karena masih kurangnya pengetahuan tentang kebersihan. Carrier yang ditemukan hanya pada anak laki-laki kemungkinan disebabkan mereka lebih sering bermain di luar rumah dan terpapar dengan berbagai bakteri patogen dan kurang memperhatikan kebersihan diri.Kata kunci: carrier, streptococcus β hemolyticus grup A, umur, jenis kelamin AbstractGroup A Streptococcus β hemolyticus or also called Streptococcus pyogenes is one of many pathogenic bacteria that infect humans. These bacteria can be found as a carrier in the respiratory tract especially in children, do not cause disease but can be a risk for spreading the disease. This objective of this study was to determine the amount of the carrier of bacteria group A Streptococcus β hemolyticus based on age and gender differences. This research is a descriptive cross - sectional study using a sample of all students of SD Negeri 13 Padang. Based on the age of 104 students found that students who suffer 2 carrier, which is in the age

  14. Hubungan Keteraturan Penggunaan Kortikosteroid Inhalasi dengan Tingkat Kontrol Asma Pasien Berdasarkan ACT di Poliklinik Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wulan Prisilla Prisilla

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakAsma merupakan penyakit yang didasari oleh reaksi inflamasi pada saluran napas yang dapat dicegah dengan kortikosteroid inhalasi. Asma sukar disembuhkan, sehingga tujuan penatalaksanaan asma adalah asma terkontrol. Penilaian tingkat kontrol asma dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner Asthma Control Test  (ACT yang bersifat subjektif tetapi validitasnya telah diuji. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan keteraturan penggunaan kortikosteroid inhalasi dengan tingkat kontrol asma pasien berdasarkan ACT di Poliklinik Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian cross sectional analytic ini telah dilakukan dari September hingga Desember 2013. Populasi adalah pasien berusia ≥14 tahun yang didiagnosis asma oleh dokter. Jumlah subjek penelitian sebanyak 96 orang. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Insiden terbanyak asma berada pada kelompok usia lanjut (60,4%. Sebagian besar pasien tidak teratur menggunakan kortikosteroid inhalasi (63,5% dan pasien dengan asma tidak terkontrol memiliki proporsi tertinggi (59,4% . Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara keteraturan penggunaan kortikosteroid inhalasi dengan tingkat kontrol asma pasien berdasarkan ACT di Poliklinik Paru RSUP Dr. M. Djamil (p=0,002.Kata kunci: kortikosteroid inhalasi, ACT, tingkat control asma AbstractAsthma is a disease caused by an inflammatory reaction in the patient airways that can be prevented with inhaled corticosteroids. It is known that there is no cure for asthma, so the goal of asthma management is to obtain controlled asthma. The level of asthma control can be assessed by  using Asthma Control Test  (ACT questionnaire, this method is subjective but its validity has been tested. The objective of this study  was to determine the association between regularity of inhaled corticosteroids application and patient’s level of asthma control based on ACT in the Lung Clinic of Dr

  15. Segmentasi Citra menggunakan Support Vector Machine (SVM dan Ellipsoid Region Search Strategy (ERSS Arimoto Entropy berdasarkan Ciri Warna dan Tekstur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Hakim

    2016-02-01

    Full Text Available Abstrak Segmentasi citra merupakan suatu metode penting dalam pengolahan citra digital yang bertujuan membagi citra menjadi beberapa region yang homogen berdasarkan kriteria kemiripan tertentu. Salah satu syarat utama yang harus dimiliki suatu metode segmentasi citra yaitu menghasilkan citra boundary yang optimal.Untuk memenuhi syarat tersebut suatu metode segmentasi membutuhkan suatu klasifikasi piksel citra yang dapat memisahkan piksel secara linier dan non-linear. Pada penelitian ini, penulis mengusulkan metode segmentasi citra menggunakan SVM dan entropi Arimoto berbasis ERSS sehingga tahan terhadap derau dan mempunyai kompleksitas yang rendah untuk menghasilkan citra boundary yang optimal. Pertama, ekstraksi ciri warna dengan local homogeneity dan ciri tekstur dengan menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM yang menghasilkan beberapa fitur. Kedua, pelabelan dengan Arimoto berbasis ERSS yang digunakan sebagai kelas dalam klasifikasi. Ketiga, hasil ekstraksi fitur dan training kemudian diklasifikasi berdasarkan label dengan SVM yang telah di-training. Dari percobaan yang dilakukan menunjukkan hasil segmentasi kurang optimal dengan akurasi 69 %. Reduksi fitur perlu dilakukan untuk menghasilkan citra yang tersegmentasi dengan baik. Kata kunci: segmentasi citra, support vector machine, ERSS Arimoto Entropy, ekstraksi ciri. Abstract Image segmentation is an important tool in image processing that divides an image into homogeneous regions based on certain similarity criteria, which ideally should be meaning-full for a certain purpose. Optimal boundary is one of the main criteria that an image segmentation method should has. A classification method that can partitions pixel linearly or non-linearly is needed by an image segmentation method. We propose a color image segmentation using Support Vector Machine (SVM classification and ERSS Arimoto entropy thresholding to get optimal boundary of segmented image that noise-free and low complexity

  16. ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SOAL SETIPE TIMSS BERDASARKAN GAYA KOGNITIF SISWA PADA PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lia Vendiagrys

    2015-08-01

    Full Text Available Gaya kognitif memiliki peran yang sangat penting dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi profil kemampuan pemecahan masalah  matematika soal setipe TIMSS pada siswa SMP kelas VIII dengan gaya kognitif FI dan FD. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa FI dan tiga siswa FD kelas VIII SMP 3 Kudus. Teknik pengumpulan data adalah dokumen, tes, dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi, penyajian data,dan  penarikan kesimpulan. Hasil penelitian sebagai berikut (1 untuk subjek FI dalam  menyelesaikan masalah memiliki profil:  dapat memahami pernyataan verbal dari masalah dan mengubahnya ke dalam kalimat matematika, lebih analitis dalam menerima informasi,  dapat memperluas hasil pemecahan masalah dan pemikiran matematis, memberikan suatu pembenaran berdasarkan pada hasil,dan memecahkan masalah dalam konteks kehidupan nyata,  memperoleh jawaban yang benar, (2  Untuk subjek FD dalam menyelesaikan masalah memiliki profil: dapat memahami pernyataan verbal dari masalah,tetapi tidak dapat mengubahnya ke dalam kalimat matematika,  lebih global dalam menerima informasi, mudah terpengaruh manipulasi unsur pengecoh karena memandang secara global, tidak dapat memperluas hasil pemecahan masalah, memberikan suatu pembenaran berdasarkan pada hasil,dan memecahkan masalah dalam konteks kehidupan nyata, sering tidak dapat memperoleh jawaban yang benar.Cognitive style has a very important role in the process of problem solving. This study aimed to obtain a profile of mathematical problem solving ability student with FI and FD cognitive style. This research is a descriptive qualitative approach. Subjects in this study were students of class VIII SMP 3 Kudus, ie three students FI and FD. Data collection techniques is a document, test, interview. Data analysis included reduction, presentation, and conclusion. The results of the study show that subject FI in resolving

  17. Perancangan SMKI Berdasarkan SNI ISO/IEC27001:2013 dan SNI ISO/IEC27005:2013 (Studi Kasus DPTSI-ITS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Furqon Mauladani

    2018-03-01

    Full Text Available Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS adalah salah satu universitas di Surabaya. ITS telah menggunakan TIK untuk keperluan operasional bisnisnya (contohnya isi kartu program studi, proses absensi, pembaharuan informasi, dan lainnya. Penggunaan TIK tidak dapat dipisahkan dari ancaman yang dapat mengganggu operasional TIK. Ancaman terdiri dari ancaman yang berasal dari luar (penyebaran malware, aktifitas social engineering, orang dalam (sengaja, tidak sengaja, kegagalan teknis (kesalahan penggunaan, kegagalan perangkat keras/lunak ataupun bencana alam (kebakaran, gempa, banjir. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah melakukan manajemen resiko keamanan informasi berdasarkan SNI ISO/IEC 27005 dan perancangan dokumen SMKI berdasarkan SNI ISO/IEC 27001. Hasil penelitian ini adalah 60 resiko yang tidak diterima dari total 228 resiko yang telah teridentifikasi. Dari 60 resiko tersebut, terdapat 58 risk modification, 1 risk avoidance, dan 1 risk sharing. Tata kelola keamanan informasi yang dirancang berdasarkan SNI ISO/IEC 27001 adalah ruang lingkup SMKI, kebijakan SMKI, proses penilaian resiko, proses penanganan resiko, statement of applicability, dan sasaran keamanan informasi.

  18. Rendahnya asupan zat besi dan kepatuhan mengonsumsi tablet besi berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran, Banyumas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Purwoko Widji Utomo

    2016-08-01

    iron tablets, and the role of husband in encouraging pregnant women to consume iron tablets.KEYWORDS: anemia, compliance in consuming iron tablets, nutrient intakeABSTRAKLatar belakang: Salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia gizi, yang merupakan masalah gizi mikro terbesar dan tersulit diatasi di seluruh dunia. Hasil Riskesdas tahun 2010 menunjukkan 80,7% wanita usia subur (WUS yang hamil mendapat/membeli tablet besi, namun sebagianbesar diketahui tidak patuh mengonsumsinya. Kekurangan besi dalam tubuh disebabkan kurangnya konsumsi makanan sumber zat besi dan ketidakpatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet besi. Suplementasi tablet besi dan perbaikan asupan zat gizi terutama sumber zat besi merupakan upaya penanggulangananemia yang banyak dilakukan.Tujuan: Mengetahui hubungan asupan zat gizi dan tingkat kepatuhan mengonsumsi tablet besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional (survey dengan rancangan cross sectional dengan subjek penelitian 50 ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.Hasil: Persentase anemia pada ibu hamil sebesar 56,0%. Hasil analisis multivariat hanya kepatuhan mengonsumsi tablet besi yang berhubungan bermakna (p=0,001, RP=3,7; 95% CI:2,06-6,82 dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Harga sumber makanan hewani yang mahal, keanekaragaman sumber makanan hewani yang terbatas, dan ketidaksukaan mengonsumsi sumber makanan hewani menyebabkan ibu hamil memilih sumber makanan nabati yang murah dan mudah didapat.Kesimpulan: Asupan zat gizi terutama zat besi dan kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet besi masih menjadi penyebab anemia pada ibu hamil. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya penanggulangan dan pencegahan anemia ibu hamil dengan cara peningkatan keanekaragaman konsumsi bahan makanan sumber zat besi, kesadaran ibu hamil untuk mengonsumsi tablet besi

  19. PENGAWASAN, EVALUASI, DAN PENILAIAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERKAIT BILLING SYSTEM PADA RSUD UNGARAN BERDASARKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 (MEA02

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marthania Firmadita

    2016-10-01

    Full Text Available RSUD Ungaran Kabupaten Semarang ini memiliki sejumlah layanan kesehatan yang melayani masyarakat umum, layanan kesehatan dinamakan dengan Billing System yang dibuat dengan tujuan mempercepat pelayanan kesehatan terhadap pelanggan. Melihat banyaknya kebutuhan setiap bagian yang terkait sehingga semakin besar pengelolaan data yang ada menyebabkan keterlambatan sistem dan kesalahan dalam pengelolaan data. Berbagai upaya dilakukan untuk memberikan layanan operasional terbaik dan meminimalisasi kesalahan. Salah satunya dilakukan penilaian kinerja pengelolaan layanan yang diberikan, penilaian kinerja ini merupakan pengendalian kontrol internal secara sistematik, untuk melihat tingkat kesesuaian dan keefektifan implementasi layanan. Dari hasil observasi, wawancara, dan kuesioner berdasarkan COBIT 5 dihasilkan level kapabilitas tata kelola proses pengawasan, evaluasi, dan penilaian pengendalian internal terkait billing system (MEA02 pada RSUD Ungaran saat ini adalah Level 2 dengan status Largely Achieved sebesar 71,56% setara 2,71 dimana Level 1 dan Level 0 tercapai Fully Achieved.Hal ini menunjukan sudah dilakukan komunikasi perencanaan kedepan dari hasil penilaian kinerja tetapi belum diimplementasikan. Dan untuk mencapai level kapabilitas, RSUD Ungaran dapat melakukan strategi perbaikan yang dilakukan secara bertahap dari proses atribut level 1 sampai 3. Kata Kunci: Analisis Tata Kelola TI, Sistem Informasi Kesehatan, COBIT 5, Analisis Tingkat Kapabilitas, Analisis Kesenjangan

  20. GAMBARAN RISIKO TROMBOSIS VENA PROFUNDA (TVP PADA SALES PROMOTION GIRL (SPG BERDASARKAN KRITERIA WELLS DI KOTA DENPASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shelly Silvia Bintang

    2015-01-01

    Full Text Available Pekerjaan sebagai sales promotion girl (SPG menuntut berdiri dalam posisi statis dalam waktu kerja yang cukup lama. Dalam sebuah jurnal kesehatan masyarakat tahun 2013 mendapatkan hasil semakin lama SPG bekerja maka semakin lama juga durasi mereka memakai sepatu hak tinggi semakin besar risiko untuk mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan sepatu hak tinggi. Gangguan dari aliran darah atau trombosis vena profunda (TVP merupakan dampak yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui angka tinggi pemakaian sepatu hak tinggi, angka pemakaian stocking dan gambaran SPG di Kota Denpasar yang memiliki risiko rendah, menengah dan tinggi mengalami TVP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif potong lintang. Subyek penelitian ini adalah 62 pegawai SPG yang bekerja di swalayan di Kota Denpasar. Skor kriteria Wells didapatkan untuk mengetahui gambaran risiko probabilitas TVP. Hasil gambaran risiko TVP pada SPG di Kota Denpasar berdasarkan kriteria Wells didapatkan 30 orang pekerja (48,38% menunjukan risiko ringan, dan 30 orang pekerja lainnya (48,38% menunjukan risiko menengah menderita TVP, sedangkan 2 orang pekerja (3,24% menunjukan risiko tinggi. Sebagian besar pegawai SPG di kota Denpasar memiliki risiko rendah dan sedang probabilitas TVP.

  1. Identifikasi Tumbuhan Obat Herbal Berdasarkan Citra Daun Menggunakan Algoritma Gray Level Co-occurence Matrix dan K-Nearest Neighbor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fittria Shofrotun Ni'mah

    2018-03-01

    Full Text Available Medicinal plants can be used as an alternative natural treatment, instead of chemical drugs. But because of too many types of plants and lack of knowledge, it will be difficult to identify these herbs. Computer assistance can be used to facilitate the identification of these herbs. This research proposes the identification of herbal plants based on leaf image using texture analysis. There are 10 types of herbal medicinal plants used in this study. The texture analysis used was GLCM by extracting contrast, correlation, energy, and homogeneity. Classification is done by KNN. The result of the experiment showed that the accuracy of identification using 9-fold cross-cross validation method was 83.33% using 9 subsets. Tumbuhan obat herbal bisa dijadikan sebagai alternatif pengobatan yang alami, selain obat-obatan kimia. Namun karena terlalu banyak jenis tumbuhan dan kurangnya pengetahuan, identifikasi tumbuhan berkhasiat akan sulit. Bantuan komputer dapat digunakan untuk memudahkan mengidentifikasi tumbuhan herbal tersebut. Penelitian ini mengusulkan identifikasi tumbuhan herbal berdasarkan citra daun menggunakan analisis tekstur. Ada 10 spesies tumbuhan obat herbal yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis tekstur yang digunakan adalah GLCM dengan mengekstrak nilai kontras, korelasi, energi dan homogenitas. Klasifikasi dilakukan dengan KNN. Hasil percobaan menunjukkan akurasi identifikasi menggunakan metode 9-fold cross validation mencapai 83.33% dengan menggunakan 9 subset.

  2. PEMODELAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK BARANG JADI TEKSTIL BERDASARKAN PENDEKATAN SIMULASI SISTEM DINAMIK PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KOTA BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunung Nurhasanah

    2012-10-01

    Full Text Available Pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM hingga saat ini terus meningkat, berdasarkan data dari Departemen Perindustrian (2004 dinyatakan jumlah IKM pada tahun 2002 adalah 2,55 juta unit usaha dan pada tahun 2003 meningkat menjadi 3 juta unit usaha. Berarti telah terjadi laju pertumbuhan IKM sebesar 15% pertahun. Sehingga hal ini menunjukkan tingginya persaingan yang terjadi di antara IKM. Kemampuan IKM dalam persaingan di dunia industri tidak terlepas dari  kemampuan penerapan strategi pemasaran yang digunakan. Strategi pemasaran  merupakan salah satu kunci keberhasilan IKM dalam meningkatkan jumlah penjualan produknya. Berdasarkan data dari Departemen Perindustrian (2004 diketahui bahwa IKM produk  barang jadi tekstil memiliki laju pertumbuhan  ekspor tertinggi, yaitu sebesar 23,49% pertahun. Hal ini menunjukkan bahwa IKM  produk barang jadi tekstil merupakan suatu industri yang potensial untuk terus dijaga keberlangsungan hidupnya. Akan tetapi yang menjadi permasalahan IKM produk  barang jadi tekstil adalah lemahnya kekontinyuan keberadaan industri tersebut.  Beberapa industri yang muncul tidak mempunyai siklus hidup bisnis yang lama, salah satu faktor penyebabnya adalah ketidak mampuan IKM dalam meningkatkan  penjualan karena lemahnya strategi pemasaran. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka penelitian tentang pemodelan strategi pemasaran untuk IKM sangat penting untuk dilakukan. Penelitian  ini bertujuan untuk  menentukan kebijakan  strategi  pemasaran produk barang jadi tekstil Industri Kecil Menengah di Kota Bogor  berdasarkan  pendekatan simulasi sistem dinamik yang dibantu oleh perangkat lunak Power Simulation. Pengolahan data dilakukan dengan memetakan posisi IKM  dengan menggunakan pendekatan Matriks BCG (Boston Consulting Group dimana posisi IKM sebagai obyek penelitian tersebut akan terpetakan kedalam posisi   Bintang (Star, Sapi Perah (Cash  Cow, Tanda tanya (Question Mark dan Anjing  (Dogs. Sebelumnya

  3. Keragaman suweg (Amorphophallus campanulatus di wilayah eks karesidenan Surakarta berdasarkan karakter morfologi, anatomi dan pola pita isozim

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MONARITA PERMATASARI

    2014-05-01

    Full Text Available Permatasari, Pitoyo A, Suratman. 2014. Keragaman suweg (Amorphophallus campanulatus di wilayah eks karesidenan Surakarta berdasarkan karakter morfologi, anatomi dan pola pita isozim. Bioteknologi 11: 11-18. The aims of this research were to find out the diversity and relationship among elephant yam in Surakarta region based on variation of morphological, anatomical and isozyme banding patterns characters. Total 20 samples were taken using random purposive sampling technique in different altitude of 7 districts. Morphological, anatomical and isozyme banding pattern data were analyzed descriptively. The steady data of quantitative characteristic from morphological, anatomical and isozyme banding pattern of binary data was analyzed using an Index of Similarity (IS and computed by the program Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (NTSYS version 2.10. The result showed that the elephant yam in Surakarta region were diverse based on morphological, anatomical and isozyme banding pattern, especially in ratio and color of petiolus; tuber ratio; index of stomatal; thick epidermis; thick mesophyll; term and ratio of palisade; term rafida; 4 peroxidase and 5 esterase isozyme banding pattern. Analysis of relationship of elephant yam based on morphological, anatomical and isozyme band pattern characters showed the similarity coefficient of 64,85% contained two major group. The first group consist of Boyolali 1, Boyolali 3, Boyolali 4, Wonogiri 4, Wonogiri 2, Karanganyar 1, Karanganyar 2, Karanganyar 3, Sragen 2, while the other samples were separated from this group.

  4. Kajian Investasi Pembangunan Jalan Tol di Indonesia Berdasarkan Sistem Syariah: Studi Kasus Jalan Tol Cikampek-Palimanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rudy Hermawan Karsaman

    2015-05-01

    Full Text Available Abstrak. Sebagai alternatif investasi pembangunan jalan tol di Indonesia yang biasanya  menggunakan metode konvensional berupa penanaman modal biasa, studi ini menunjukkan bahwa investasi tersebut dapat juga dilakukan menggunakan metode syariah yang berdasarkan prinsip bagi hasil dari marjin keuntungan. Dengan menggunakan studi kasus  proyek pembangunan jalan tol Cikampek – Palimanan, studi ini menemukan bahwa secara finansial keuntungan atau kerugian metode syariah dibandingkan dengan metode konvensional tergantung pada besarnya margin keuntungan/bagi hasil dibanding dengan bunga bank yang diterapkan. Selain itu pembiayaan metode syariah  mensyaratkan adanya pembagian risiko bersama dan merupakan salah satu perbedaan antara metode syariah dan metode konvensional. Kata kunci. Investasi, sistem pembiayaan syariah, analisis kelayakan dan risiko, jalan tol Abstract. As an alternative of toll road development investment in Indonesia, which generally uses conventional methods,  this study shows that the investment can also uses sharia method of financing which was based on sharing principle. Using a case study of Cikampek – Palimanan toll road development project, it  revealed that financially the advantages or disadvantages of sharia method  compared with the conventional ones depend on the amount of profit margin or share profit compared with applied bank interest. Furthermore, the sharia method of financing involves risk sharing, which was one of the differences between the sharia method of financing and the conventional one.Keywords. Investment, sharia financing system, viability and risk analysis, toll road

  5. HUBUNGAN KEKERABATAN BEBERAPA POPULASI KERANG HIJAU (Perna viridis DI INDONESIA BERDASARKAN SEKUEN CYTROCROME B mtDNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Sudradjat

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kekerabatan stok kerang hijau (Perna viridis di beberapa perairan Indonesia sebagai informasi dasar bagi program pemuliaan. Sampel kerang hijau yang berasal dari populasi alam perairan Tanjung Kait, Kamal, Panimbang, Cirebon, Pasuruan, Kenjeran, dan Pangkep diambil secara acak. Amplifikasi PCR dan sekuensing mitokondria daerah cytochrome B adalah HCO (F: 5’-TAA ACT TCA GGG TGA CCA AAA AAT CA-3’ (26 bp dan LCO (R: 5’-GGT CAA CAA ATC ATA AAG ATA TTG G-3’ (25 bp. Sekuen DNA yang diperoleh digunakan untuk analisis homologi, analisis genetic distance dan analisis kekerabatan. Hasil analisis homologi susunan nukleotida berdasarkan BLAST-N terhadap sekuen mtDNA Perna viridis yang tersimpan di Genebank menunjukkan similaritas 97%. Hasil analisis didapatkan jarak genetik yang terdekat adalah populasi Tanjung Kait dengan Kenjeran sedangkan jarak genetik terjauh adalah populasi Cirebon dengan Kamal. Hubungan kekerabatan yang ditunjukkan dengan dendrogram diperoleh 2 kelompok yaitu 6 populasi membentuk satu kelompok dan populasi Cirebon membentuk kluster tersendiri. Sekuens tersebut mungkin dapat digunakan sebagai penanda dalam program breeding kerang hijau di Indonesia

  6. Gambaran Peningkatan Angka Kejadian Gangguan Afektif dengan Gejala Psikotik pada Pasien Rawat Inap di RSJ Prof. Dr. HB. Sa’anin Padang pada Tahun 2010 - 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aisyah Fithri Syafwan

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakGangguan suasana perasaan (gangguan afektif atau mood merupakan sekelompok gambaran klinis yang ditandai dengan berkurang atau hilangnya kontrol emosi dan pengendalian diri. Gangguan afektif dapat berupa depresi, manik atau campuran keduanya (bipolar. Pada beberapa pasien gejala-gejalanya dapat disertai dengan ciri psikotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peningkatan angka kejadian gangguan afektif dengan gejala psikotik pada pasien rawat inap di RSJ Prof. Dr. HB. Sa’anin Padang dari tahun 2010 - 2011. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2013 - Agustus 2013. Metode penelitian adalah deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 199 orang pada tahun 2010 dan 205 orang pada tahun 2011. Data dikumpulkan melalui bagian rekam medik RSJ Prof. Dr. HB. Sa’anin Padang dan hasil yang didapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah pasien gangguan afektif dengan gejala psikotik pada pasien rawat inap dari segi umur, jenis kelamin, pasien dari kota Padang dan luar kota Padang. Total pasien rawat inap gangguan afektif dengan gejala psikotik terhadap seluruh pasien rawat inap di RSJ Prof. Dr. HB. Sa’anin Padang adalah 31,7% (2010 dan 30% (2011 dengan usia terbanyak 20-29 tahun dan laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Status perkawinan ditemukan kasus terbanyak pada pasien yang belum menikah dan berasal dari luar kota Padang, pekerjaan terbanyak ditemukan pada pasien yang tidak bekerja, dari segi pendidikan kasus terbanyak adalah pada SLTA-sederajat.Kata kunci: gangguan manik, gejala psikotik, gangguan depresi berat, gangguan afektif tipe campuranAbstractAffective disorder (mood disorder is group of clinical picture is characterized by reduced or loss of emotional control and self-control. Affective disorders may include depression, manic or mixture of both. In some patients the symptoms may be accompanied by psychotic featured. This study aims

  7. PERFORMA FOTOSINTESIS Kappaphycus sp. (strain Sumba YANG DIUKUR BERDASARKAN EVOLUSI OKSIGEN TERLARUT PADA BEBERAPA TINGKAT SUHU DAN CAHAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lideman Lideman

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan cahaya terhadap laju fotosintesis Kappaphycus sp. (strain Sumba yang diukur berdasarkan perubahan oksigen terlarut. Pengukuran laju fotosintesis Kappaphycus sp. pertama-tama dilakukan pada suhu 20oC, 24oC, 28oC, dan 32oC pada tingkat cahaya 353 μmol photons m-2 s-1 untuk mendapatkan kurva fotosintesis versus suhu (kurva P-T. Selanjutnya, pengukuran laju fotosintesis dilakukan pada suhu 20oC, 24oC, dan 28oC dengan intensitas cahaya 9, 22, 46, 58, 87, 137, 245, 353, 487, 608, dan 789 μmol photons m-2 s-1 dan juga pengukuran laju respirasi pada tingkat cahaya 0 μmol photons m-2 s-1 untuk menghasilkan kurva fotosintesis versus cahaya (kurva P-I. Beberapa parameter fotosintesis yaitu: laju fotosintesis maksimum (Pmax, koefisien fotosintesis (α, intensitas cahaya jenuh (Ek, dan intensitas cahaya kompensasi (Ec dihitung dengan cara memplotkan kurva P-I terhadap model persamaan regresi non linear P = {Pmax x tanh (α / Pmax x I} + Rd. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa laju fotosintesis tertinggi sebesar 6,92 μg O2 gww-1 min-1 dicapai pada suhu 28oC dengan tingkat cahaya 353 μmol photons m-2 s-1. Pada suhu 20oC, 24oC, dan 28oC, laju fotosintesis mencapai tingkat maksimum (Pmax pada intensitas cahaya (Ek 86,1; 154,2; dan 162,4 μmol photons m-2 s-1. Suhu yang optimum untuk aktivitas fotosintesis berkorelasi erat dengan suhu pada lingkungan budidaya di alam.

  8. PENENTUAN LOKASI BUDI DAYA RUMPUT LAUT (Euchema spp. BERDASARKAN PARAMETER LINGKUNGAN DI PERAIRAN KECAMATAN MORO, PROVINSI KEPULAUAN RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Radiarta

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kelayakan perairan untuk budi daya rumput laut dengan menggunakan metode long line berdasarkan parameter lingkungan di perairan Kecamatan Moro Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak 87 stasiun telah dikumpulkan selama survai lapangan pada bulan Agustus dan Oktober 2004. Data parameter lingkungan dan data penginderaan jauh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan sistem informasi geografis dan multi kriteria analisis. Dari total potensial lokasi penelitian seluas 417 km2 (jarak 1 km dari garis pantai, kategori sangat layak di temukan di perairan sekitar Pulau Sugie dan Pulau Combol seluas 110 km2. Hasil verifikasi dari klasifikasi tingkat kelayakan menunjukkan bahwa sekitar 44% dari budi daya yang ada menempati kategori sangat layak. Terdapat sekitar 6% yang menempati perairan dengan kategori tidak layak. This study was conducted to identify suitability site for seaweed culture using long line method based on environmental parameters in adjacent water of Moro Sub District, Riau Island Province. Field observation was primary data sources used in this study that was conducted on August and October 2000. Total of 87 sampling stations were collected during the field survey. Environmental data together with remote sensing data were analyzed using geographic information system and multi criteria analysis. The final result showed that from the total potential site of about 417 km2 (1 km buffer from coastline, area around Sugie Island and Combol Island (about 110 km2 were classified as highly suitable. The result has been verified with the existing seaweed aquaculture. About 44% of existing seaweed culture matched with highly suitable site and about 6% was located in unsuitable site.

  9. Kejadian mikropenis pada anak obes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siswanto Basuki

    2009-07-01

    Full Text Available Background : Obese children are more likely to have less testosterone, which may lead to disorder of penile development. Objectives : To assess the association between obesity in children and the occurrence of micropenis.  Methods : TA cross sectional study was carried out in 36 obese and 28 non- obese pubertal male children (10-13 years old and 49 obese and 36 non-obese prepubertal male children (4-7 years old. Obesity was defined as body mass index (BMI equivalent to or above the 95th percentile of the CDC 2000 growth reference standard. Length of the penis was measured perpendicular to the surface of the os symphysis pubis to the tip of the glans penis. Skinfold thickness was measured on the area of mons pubis using a caliper. Volume of the testis was measured using an orchidometer.  Results : The mean (SD of penis length in 36 pubertal obese and 28 non-obese children were 5.56 (1.14 cm and 6.05 (1.37 cm, respectively; whereas the mean (SD of penis length in 49 pre-pubertal obese and 39 non-obese children were 5.09 (0.76 cm and 5.36 (0.56 cm, respectively. There was significant difference in the mean (95% CI length of penis in pubertal obese and non-obese children (p = 0.04. Fisher's exact test showed that the occurrence of micropenis was not associated with obesity, age, fat thickness on mons pubis, and volume of the testicles. Conclusion : There was no significant difference in the occurrence of micropenis, but there was significant difference in the mean length of penis in obese children and children with normal age-related body mass index.

  10. KLASIFIKASI INTI SEL PAP SMEAR BERDASARKAN ANALISIS TEKSTUR MENGGUNAKAN CORRELATION-BASED FEATURE SELECTION BERBASIS ALGORITMA C4.5

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toni Arifin

    2014-09-01

    Full Text Available Abstract - Pap Smear is an early examination to diagnose whether there’s indication cervical cancer or not, the process of observations were done by observing pap smear cell under the microscope. There’s so many research has been done to differentiate between normal and abnormal cell. In this research presents a classification of pap smear cell based on texture analysis. This research is using the Harlev image which amounts to 280 images, 140 images are used as training data and 140 images other are used as testing. On the texture analysis used Gray level Co-occurance Matrix (GLCM method with 5 parameters that is correlation, energy, homogeneity and entropy added by counting the value of brightness. For choose which the best attribute used correlation-based feature selection method and than used C45 algorithm for produce classification rule. The result accuracy of the classification normal and abnormal used decision tree C45 is 96,43% and errors in predicting is 3,57%. Keywords : Classification, Pap Smear cell image, texture analysis, Correlation-based feature selection, C45 algorithm. Abstrak - Pap Smear merupakan pemeriksaan dini untuk mendiagnosa apakah ada indikasi kanker serviks atau tidak, proses pengamatan dilakukan dengan mengamati sel pap smear dibawah mikroskop. Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk membedakan antara sel normal dan abnormal. Dalam penelitian ini menyajikan klasifikasi inti sel pap smear berdasarkan analisis tektur. Citra yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra Harlev yang berjumlah 280 citra, 140 citra digunakan sebagai data training dan 140 citra lain digunakan sebagai testing. Pada analisis tekstur mengunakan metode Gray level Co-occurrence Matrix (GLCM menggunakan 5 parameter yaitu korelasi, energi, homogenitas dan entropi ditambah dengan menghitung nilai brightness. Untuk memilih mana atribut terbaik digunakan metode correlation-based feature selection lalu digunakan algoritma C45 untuk

  11. Analisis Isi Daya Tarik Pesan Iklan Berdasarkan Elemen Print Ad pada Iklan Sabun Mandi di Majalah Femina

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nadya Istighfarina

    2017-07-01

    Full Text Available One of mass media in Indonesia that used for advertising is Femina magazine. The target audience of Femina is women and because of its target audience, so Femina being potential magazine for cosmetics and toiletries product to advertise. One of toiletries product is soap. In copywriting, print ad has an element that consist of headline, subheadline, body copy and ilustration. An advertisement has an appealing point that consist of informational, emotional and combination to attract the readers. The aim of this research is to identify domination of appealing point by print ad element in soap advertisement on Femina magazine period of Jauari 2014- August 2016. Method of this research using quantitative descriptive content analysis. Total object of this research are 27 advertisement. The result of this research showing that domination of using headline in advertisement is provocative headline with percentage 44,44%, advertisement tend to not using subheadline with percentage 51,85%, domination of body copy in advertisement is use picture- caption copy with percentage 48,15%, advertisement tend to using photography ilustration technique with percentage 96,29% and domination of appealing point is using informational appealing point with percentage 48,15%. Salah satu media massa yang terdapat di Indonesia yang digunakan untuk sarana beriklan adalah majalah wanita Femina. Karena target pembaca Femina adalah untuk wanita, maka Femina adalah majalah berpotensial bagi para produk kecantikan dan toiletries untuk beriklan. Salah satu produk toiletries adalah sabun mandi. Dalam penulisan iklan (print ad memiliki elemen yang terdiri dari headline, subheadline, body copy dan ilustrasi serta mengandung suatu daya tarik agar menarik perhatian pembaca yang terdiri dari daya tarik rasional, emosional dan kombinasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dominasi daya tarik pesan berdasarkan elemen print ad pada iklan produk sabun mandi di majalah Femina periode

  12. PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS PROVINSI SUMATERA SELATAN BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tevi Leviany

    2016-04-01

    Pengecualian (Qualified Opinion. Tulisan ini bermaksud melakukan kajian yang lebih mendalam terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP atas Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah  Kabupaten Musi Rawas dengan menggunakan analisis isi untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi akuntabilitas keuangan pemerintah Kabupaten Musi Rawas, khususnya dilihat dari sisi efektivitas sistem pengendalian intern. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa permasalahan efektivitas sistem pengendalian intern pemerintah kabupaten Musi Rawas paling banyak dijukmpai terkait kelemahan komponen Lingkungan Pengendalian serta pada komponen Penilaian Resiko dan Pemantauan. Hasil uji F Statistik sebesar 135,06 menunjukan bahwa secara keseluruhan perencanaan pajak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sehingga hipotesis awal Ho penelitian ini. Kata Kunci: Akuntabilitas Keuangan; Hasil Pemeriksaan; Sistem Pengendalian Intern.

  13. Deteksi Dini Kasus Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Faktor Cuaca di DKI Jakarta Menggunakan Metode Zero Truncated Negative Binomial

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Robert Kurniawan

    2017-11-01

    Full Text Available AbstractThe incidence rates of DHF in Jakarta in 2010 to 2014 are always higher than that of the national rates. Therefore, this study aims to find the effect of weather parameter on DHF cases. Weather is chosen because it can be observed daily and can be predicted so that it can be used as earlydetection in estimating the number of DHF cases. Data use includes DHF cases which is collected daily and weather data including lowest and highest temperatures and rainfall. Data analysis used is zero-truncated negative binomial analysis at 10% significance level. Based on the periodic dataof selected variables from January 1st 2015 until May 31st 2015, the study revealed that weather factors consisting of highest temperature, lowest temperature, and rainfall rate were significant enough to predict the number of DHF patients in DKI Jakarta. The three variables had positiveeffects in influencing the number of DHF patients in the same period. However, the weather factors cannot be controlled by humans, so that appropriate preventions are required whenever weather’s predictions indicate the increasing number of DHF cases in DKI Jakarta.Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, zero truncated negative binomial, early warning.AbstrakAngka kesakitan DBD pada tahun 2010 hingga 2014 selalu lebih tinggi dibandingkan dengan angka kesakitan DBD nasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh faktor cuaca terhadap kasus DBD. Faktor cuaca dipilih karena dapat diamati setiap harinya dan dapat diprediksi sehingga dapat dijadikan deteksi dini dalam perkiraan jumlah penderita DBD. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data jumlah penderita DBD di DKI Jakarta per hari dan data cuaca yang meliputi suhu terendah, suhu tertinggi dan curah hujan. Untuk mengetahui pengaruh faktor cuaca tersebut terhadap jumlah penderita DBD di DKI Jakarta digunakan metode analisis zero-truncated negative binomial. Berdasarkan data periode 1 Januari 2015 hingga

  14. Hubungan Kadar FT4 dengan Gejala Klinis yang Terkait Efek Simpatis berdasarkan Indek Wayne pada Nagari Koto Salak Kabupaten Dharmasraya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nining Kurniawati

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakPeningkatan aktivitas saraf simpatis dapat terjadi pada keadaan hipertiroid dan sebaliknya pada hipotiroid. Pengukuran kadar hormon tiroid dilakukan dengan mengukur kadar FT4, FT3, TSH, dll. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan kadar FT4 dengan gejala klinis yang terkait efek simpatis di Nagari Koto Salak Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study. Hasil penelitian didapatkan subjek dengan peningkatan kadar FT4 12,96%. Subjek dengan gejala klinis palpitasi, penurunan berat badan, nervous, berkeringat lebih dan tremor jari halus dengan persentase berturut-turut adalah 42,59%, 38,89%, 46,30%, 25,93% dan 44,44%. Analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square diperoleh hasil tidak ada hubungan hubungan kadar FT4 dengan 5 gejala klinis yang terkait efek simpatis berdasarkan indeks Wayne (p > 0.05. Penelitian ini masih sederhana dan belum bisa menunjukkan adanya hubungan antara kadar FT4 dengan gejala klinis yang terkait efek simpatis. Sebaiknya untuk penelitian yang akan datang diharapkan dapat memiliki jumlah sampel yang banyak dan cakupan gejala klinis lain yang terlibat dalam aktivitas saraf simpatis yang lebih luas sehingga dapat lebih lengkap dan spesifik.Kata kunci: Kadar FT4, efek simpatis, gejala klinis AbstractIncreased sympathetic nerve activity may occur in the state of hyperthyroidism and conversely in hypothyroidism. Measurement of thyroid hormone levels is done by measuring the levels of FT4, FT3, TSH, etc. The objective of this study was to identify the relation between FT4 levels and the clinical symptoms of sympathetic effects in Nagari Koto Salak Kabupaten Dharmasraya. This research used cross sectional study design. According to the research found that subjects with elevated levels of FT4 12.96%. There are subjects with clinical symptoms of palpitations, weight loss, nervousness, sweating more and fine finger tremor by the following

  15. KETERSEDIAAN HAYATI ZAT BESI, KANDUNGAN ZAT PEMICU DAN PENGHAMBAT PENYERAPAN ZAT BESI DALAM MAKANAN IBU HAMIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Saidin

    2012-11-01

    Full Text Available The iron content, iron bioavailability (in vitro method, enhancers and inhibitors of iron absorption were investigated in three different staple foods of diets in the district of Boyolali, Central Java. The results revealed that the average iron content of the diets based on rice, corn and cassava were 18.8 mg, 17.8 mg and 19.9 mg, respectively or equal to 34.3%, 32.0% and 35.0% of Recommended Dietary Allowances (RDA for Indonesia. The average vitamin C content of the diets based on rice, corn and cassava were 21.9 mg (31.3% RDA, 21.1 mg (30.1% RDA and 17.3 mg (24.7% RDA, respectively. The average of protein content of the diets based on rice, corn and cassava were 47.1 g (78.5% RDA, 50.0 g (83.3% RDA and 31.1 g (51.8% RDA, respectively. The average content of tannic acid and phytic acid as inhibitors of iron absorption in the diets based on rice, corn and cassava were (1154 mg and 261.5 mg; (980 mg and 342.7 mg and (838 mg and 341.5 mg, respectively. An addition of 100 mg of vitamin C or papaya fruit (250 mg into the diets, increased iron bioavailability up to 54.2%. Keywords: iron bioavailability, enhancer agent, inhibitor agent, in vitro.

  16. Studi Karakteristik Hujan Pemicu Longsoran Pada Ruas Jalan Tawaeli-toboli Sulawesi Tengah

    OpenAIRE

    Martini, Martini

    2005-01-01

    Landslide is one of the most types of slope movements of soil\\rock often occur in Indonesia and resulting in damages such as in agriculture land, highways, structures and even casualties. From the researches landslides often take place on the rainy season,as well as when the rain is falling or after the rain stopped. This research will be done in two phases. First phase is a numerical modeling to simulate and predict slope hidrological behavior in respon to rainfall. The rainfalls applied for...

  17. Klasifikasi Dokumen Karya Akhir Mahasiswa Menggunakan Naïve Bayes Classifier (NBC Berdasarkan Abstrak Karya Akhir Di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Indah Pratiwi

    2017-06-01

    Full Text Available Dokumen karya akhir di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta setiap tahunnya bertambah, pengklasifikasian dokumen menjadi hal yang sangat penting untuk mengorganisasikan dokumen sehingga dapat memudahkan pencarian. Pengembangan Sistem klasifikasi dokumen bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem yang dapat mengklasifikasikan dokumen karya akhir mahasiswa berdasarkan abstrak karya akhir menggunakan algoritma Naïve Bayes Classifier (NBC. Sehingga, dapat memudahkan pengklasifikasian dokumen karya akhir di Jurusan Teknik Elektro. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan menggunakan 100 dokumen abstrak, 90 dokumen sebagai data train dan 10 dokumen sebagai data test. Data diambil dari skripsi mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta dari 14 Maret 2014 sampai dengan 27 Maret 2014. Setelah melakukan proses pengembangan perangkat lunak, dihasilkan sebuah sistem klasifikasi yang bernama Sistem Klasifikasi Dokumen Skripsi. Sistem di implementasi menggunakan PHP dan MySQL, dan diuji menggunakan K-Fold Cross Validation (10 Fold. Berdasarkan pada hasil uji Sistem didapatkan hasil tingkat akurasi sebesar 81%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Sistem Klasifikasi Dokumen Abstrak Karya Akhir Menggunakan Algoritma Naïve Bayes di Jurusan Teknik Elektro telah berhasil dikembangkan.

  18. Kajian Pemilihan Sumber Mikroorganisme Solid Phase Microbial Fuel Cell (SMFC Berdasarkan Jenis dan Volume Sampah, Power Density dan Efisiensi Penurunan COD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ganjar Samudro

    2017-06-01

    Full Text Available Mikroorganisme merupakan salah satu komponen penting dalam proses Solid Phase Microbial Fuel Cell (SMFC untuk degradasi bahan organik dan transfer elektron. Pemilihan sumber mikroorganisme menjadi metode yang paling sederhana untuk dikaji sebagai informasi awal ketersediaan dan identifikasi jenis mikroorganisme yang mendukung proses SMFC. Tujuan kajian ini adalah untuk memilih sumber mikroorganisme tanah, septic tank dan sedimen sungai yang tepat digunakan dalam proses SMFC berdasarkan jenis dan volume sampah, power density, dan efisiensi penurunan COD. Kajian ini didasarkan pada hasil penelitian menggunakan reaktor SMFC tipe single chamber microbial fuel cell dengan variabel jenis dan volume sampah , serta sumber mikroorganisme. Metode perbandingan secara kuantitatif dilakukan berdasarkan kecenderungan nilai power density dan efisiensi penurunan COD tertinggi di antara jenis dan volume sampah kantin, dedaunan dan komposit kantin-dedaunan. Hasil yang didapatkan adalah sumber mikroorganisme tanah dan sedimen sungai tepat digunakan untuk volume sampah 1/3 dan 2/3 dari volume reaktor, sedangkan sumber mikroorganisme septic tank tepat digunakan untuk volume sampah 1/3 dan 1/2 dari volume reaktor. Sumber mikroorganisme dari septic tank menunjukkan kinerja power density dan efisiensi penurunan COD yang lebih rendah dibandingkan sumber mikroorganisme tanah dan sedimen sungai.

  19. Evaluasi Manajemen Keamanan Informasi Menggunakan Indeks Keamanan Informasi (KAMI Berdasarkan ISO/IEC 27001:2013 pada Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI ITS Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firzah Abdullah Basyarahil

    2017-03-01

    Full Text Available DPTSI merupakan sebuah direktorat untuk menangani permasalahan teknologi informasi dan sistem informasi yang dimiliki oleh ITS. Menurut UU. No. 12 Tahun 12 Ttg. Perguruan Tinggi, misi mencari, menemukan, dan menyebarluaskan kebenaran ilmiah tersebut dapat diwujudkan apabila perguruan tinggi di kelola berdasarkan suatu Tata kelola perguruan tinggi yang baik (Good University Governance. Pengelolaan Informasi merupakan salah satu aspek dalam Good University Governance, termasuk kualitas dan keamanan pengelolaan informasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari keamanan informasi, kementrian Kominfo membuat alat bantu untuk mengukur tingkat kematangan dan kelengkapan dalam keamanan informasi yang disebut dengan Indeks Keamanan Informasi (KAMI. Penggunaan Indeks KAMI ini juga diikuti dengan penerapan ISO 27001 sebagai standar keamanan internasional yang dapat membantu sebuah organisasi memastikan bahwa keamanan informasi yang diterapkan sudah efektif. Hasil dari penggunaan Indeks KAMI versi 3.1 di DPTSI ITS ini adalah tingkat ketergantungan penggunaan sistem elektronik sebesar 26 dari total skor 50 dan masuk kedalam kategori Tinggi dimana sistem elektronik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses kerja yang berjalan. Hasil penilaian kelima area yang telah dilakukan adalah sebesar 249 dari 645 dan berada pada kategori tidak layak. Dari hasil tersebut maka dibuat rekomendasi berdasarkan kontrol ISO 27002:2013 untuk pertanyaan-pertanyaan yang mendapat nilai kurang. Kemudian rekomendasi dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi bagi pihak DPTSI ITS Surabaya dalam melakukan perbaikan yang berkaitan dengan mitigasi atau pencegahan kerentanan keamanan informasi, serta memastikan regulasi dapat dicapai dengan baik dan kebijakan keamanan institusi di masa yang akan datang.

  20. Hasil skrining berdasarkan metode MNA (mini nutritional assestment tidak berpengaruh terhadap lama rawat inap dan status pulang pasien lanjut usia di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Hardi Prasetyo

    2016-08-01

    of result screening during initial hospitalization to discharge status of eldery patients based on MNA method was RR 1.29. This indicated that malnourished patient were at risk for uncovered discharged as much as 1.29 greater than those not malnourhized.Conclusions: There was no impact of screening result in admission to length of stay. There was impact of nutritional status to length of discharged status.KEYWORDS: discharge home, length of stay, nutritional status in initial admission.ABSTRAKLatar belakang: Pertumbuhan penduduk lanjut usia (umur ≥60 tahun meningkat secara cepat pada abad 21 ini, yang pada 2000 di seluruh dunia telah mencapai 425 juta jiwa (± 6,8%. Jumlah ini diperkirakan akan mengalami peningkatan hampir dua kali lipat pada 2025. Di Indonesia, persentase lanjut usia pada 1995 mencapai 7,5%. Dengan meningkatnya angka harapan hidup, jumlah lanjut usia pun akan bertambah banyak. Hal ini terkait dengan perlunya peningkatan pelayanan kesehatan lanjut usia. Pada lanjut usia, masalah gizi erat kaitannya dengan penyakit. Salah satu faktor yang menyebabkan lanjut usia menjadi rawan gizi yaitu peningkatan morbiditas penyakit. Dengan meningkatnya risiko penyakit dan disertai gangguan nutrisi pada lanjut usia, perlu dilakukan identifikasi risiko malnutrisi pada lanjut usia sedini mungkin. Penilaian status gizi awal pasien masuk rumah sakit sangat penting dilakukan secara rutin karena dapat menggambarkan status gizi pasien saat itu, mendeteksi pasien-pasien yang berisiko tinggi, dan membantu mengidentifikasi perawatan gizi secara spesifik pada masing-masing pasien sehingga dukungan nutrisi yang tepat dapat diterapkan untuk meningkatan status gizi pasien.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh hasil skrining awal berdasarkan metode MNA (mini nutritional assessment terhadap lama rawat inap dan status pulang pasien lanjut pada ruang rawat inap penyakit dalam dan saraf di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional

  1. Prediksi Risiko Karies Baru Berdasarkan Konsumsi Pempek pada Anak Usia 1112 Tahun Di Palembang (Tinjauan dengan Cariogram

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marlindayanti Marlindayanti

    2014-12-01

    Full Text Available Penyakit rongga mulut yang sering diderita anak adalah karies gigi. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan prevalensi karies gigi anak di Palembang sebesar 92,43%. Pempek makanan khas jenis karbohidrat lengket yang dimakan bersama kuahnya (cuko, kebiasaan anak di Palembang mengkonsumsi pempek lebih dari 2 kali sehari. Frekuensi konsumsi karbohidrat yang sering berakibat karies gigi. Kebiasaan anak di Palembang mengkonsumsi pempek merupakan faktor risiko terjadinya karies gigi. Risiko karies gigi perlu diketahui untuk melihat kisaran karies baru yang dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan memprediksi risiko terjadinya karies baru berdasarkan frekuensi konsumsi pempek di Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik cluster, subjek penelitian sebanyak 305 anak dari 52 SD di Palembang. Pengukuran prediksi risiko karies menggunakan cariogram dengan cara mengumpulkan data survei diet frekuensi konsumsi secara keseluruhan dan frekuensi konsumsi pempek, DMF-T, kapasitas buffer, sekresi saliva, plak skor, program fluor dan penyakit umum. Hasil penelitian menunjukkan prediksi risiko karies anak usia 11-12 tahun di Palembang 65,72% (kategori tinggi kontribusi pempek 45,83% dari total konsumsi makan keseluruhan. Peluang menghindari karies sebesar 34,28%. Urutan penyebab risiko karies adalah kerentanan (31,0%, pola makan (17,36%, bakteri (8,91% dan keadaan lain yang berpengaruh (5,35%. Kesimpulan penelitian, prediksi risiko terjadinya karies baru pada anak usia 11-12 tahun di Palembang termasuk kategori tinggi, pempek menyumbang 45,83% dari total konsumsi keseluruhan. Urutan prediksi risiko karies anak usia 11-12 tahun di Palembang, kerentanan, pola makan, bakteri dan faktor lain yang berpengaruh.    Prediction of The Risk Of New Caries Base on Pempek Consumption on Children Age 11-12 Years Old In Palembang. The oral cavity disease often suffered by children is dental

  2. JARINGAN SARAF TIRUAN DALAM MEMPREDIKSI SUKUK NEGARA RITEL BERDASARKAN KELOMPOK PROFESI DENGAN BACKPROPOGATION DALAM MENDORONG LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Perdana Windarto

    2017-09-01

    , yaitu Departemen Keuangan (depkeu. Dimana pemerintah akan memilih agen penjual dan konsultasi hukum sukuk ritel. Agen penjual haruslah wajib memiliki komitmen terhadap pemerintah dalam pengembangan pasar sukuk dan berpengalaman dalam menjual produk keuangan syariah. Penerbitan instrumen ini diibaratkan sebuah “simbiosis mutualis” antara Pemerintah dan Masyarakat, dimana keduanya sama-sama memperoleh keuntungan. Pemerintah selaku penerbit memperoleh keuntungan berupa  penggunaan dana dari masyarakat, sedangkan masyarakat memperoleh keuntungan dari investasi yang dilakukan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemerintah dan Bank untuk dapat melakukan promosi secara maksimal untuk penerbitat sukuk berikutnya. Data yang digunakan adalah data dari kemenkeu melalui website www.djppr.kemenkeu.go.id. Data tersebut adalah data penjualan sukuk dengan seri 001 – 007 yang dikelompokkan dalam beberapa kategori yakni geografis, profesi dan kategori umur. Algoritma yang digunakan pada penelitian ini adalah Jaringan Saraf Tiruan dengan metode Backpropogation. Variabel masukan (input yang digunakan adalah PNS (X1, Pegawai Swasta (X2, IRT (X3, Wiraswasta (X4, TNI/Polri (X5 dan Lainnya (X6 dengan model arsitektur pelatihan dan pengujian sebanyak 6 arsitektur yakni 6-2-1, 6-5-1, 6-2-5-1 dan 6-5-2-1. Keluaran (output yang dihasilkan adalah pola terbaik dari arsitektur JST. Model arsitektur terbaik adalah 6-5-2-1 dengan epoch 37535, MSE 0,0009997295 dan tingkat akurasi 100%. Dari model ini akan dilakukan analisis sensivitas untuk melihat variabel yang memiliki performa terbaik dan diperoleh variabel Pegawai Swasta (X2 dengan skor 0,3268. Sehingga didapat hasil prediksi investor terbanyak pada pembelian sukuk untuk seri 008 berikutnya berdasarkan kategori profesi adalah Pegawai Swasta. Kata Kunci: Sukuk, JST, Backpropogation, Analisis Sensivitas dan Prediksi

  3. Desain Pembelajaran Student’s Conceptual Construction Guider Berdasarkan Kesulitan Mahasiswa Calon Guru Fisika pada Konsep Gerak Parabola

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Duden Saepuzaman

    2016-12-01

      dan y (vertikal. Kedua, membedakan vektor kecepatan, vektor komponen kecepatan, komponen vektor kecepatan dalam arah x dan y. Ketiga, terfokus pada hapalan rumus waktu yang ditempuh peluru untuk lintasan setengah parabola, tinggi maksimum,jarak terjauh maksimum. Keempat, selalu beranggapan kecepatan akhir benda yang bergerak parabola ketika menyentuh tanah selalu nol. Kelima, kecepatan benda nol di puncak (padahal hanya kecepatan dalam arah vertikal yang nol. Keenam, percepatan dimiliki oleh benda dalam arah x maupun y. Ketujuh, ditemukan beberapa mahasiswa menggunakan aturan sinus cosinus segitiga pada penentuan jarak/ ketinggian dan sebaliknya (padahal penentuan jarak/ketinggian berdasarkan informasi kecepatan. Diduga kuat, proses pembelajaran yang terjadi kurang  memfasilitasi  pengembangan kemampuan berpikir mahasiswa untuk membangun konsepnya sendiri (konstruktivisme. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah rancangan pembelajaran yang disebut  Student’s Conceptual Construction Guider. Metode yang digunakan adalah  metode analisis deskriftif. Pemahaman konseptual mahasiswa dievaluasi melalui tes konseptual yang berbentuk  uraian. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa pembelajaran Student’s Conceptual Construction Guider dapat memfasilitasi  memfasilitasi  pengembangan kemampuan berpikir mahasiswa untuk membangun konsepnya sendiri  dalam memahami konsep gerak parabola. Kata-kata kunci: Student’s Conceptual Construction Guider , kesulitan mahasiswa , Gerak Parabola

  4. PENILAIAN KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG BERDASARKAN MODEL SPASIAL PROPAGASI OMBAK MENDEKATI PANTAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tarunamulia Tarunamulia

    2016-11-01

    Full Text Available Keberhasilan dan keberlanjutan usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA tidak terlepas dari tingkat keterlindungan lokasi dari aksi fisik peubah oseanografi fisik. Peubah oseanografi fisik yang paling utama menentukan tingkat keterlindungan lokasi adalah besar dan arah ombak yang datang ke pantai, karena selain berhubungan dengan tingkat kesesuaian lahan pada saat awal penyeleksian lokasi, juga dapat mempengaruhi aspek pengelolaan lebih lanjut setelah pelaksanaan dan pengembangan kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk hubungan spasial antara perubahan iklim dengan kondisi oseanografi fisik khususnya peubah ombak dalam penilaian kesesuaian lahan untuk budidaya ikan dalam KJA. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis spasial ombak untuk berbagai perubahan arah dan kecepatan angin yang mungkin terjadi pada lokasi penelitian. Model spasial tersebut dianalisis dengan memadukan metode analisis spasial dalam SIG dan metode penyelesaian mild-slope untuk model ombak permukaan di perairan pantai (CGWAVE. Evaluasi tingkat kesesuaian lahan dilakukan dengan melihat pengaruh ombak terhadap kondisi perairan yang sedang dan kemungkinan akan diperuntukkan untuk kegiatan budidaya ikan dalam KJA di wilayah pesisir Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Model spasial ombak yang dikembangkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim yang mempengaruhi kondisi ombak akan secara signifikan langsung maupun tidak langsung mempengaruhi status tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya ikan dalam KJA di lokasi penelitian. Dari 9.939,0 ha total luas perairan yang layak menurut kriteria kedalaman di Kabupaten Barru, hanya tersisa sekitar 2,9% (296,8 ha yang layak setelah aspek keterlindungan berdasarkan ketinggian ombak diintegrasikan dalam analisis. Hasil penelitian ini pada akhirnya menyarankan perlunya pemahaman yang mendalam mengenai perubahan pola propagasi spasial ombak yang datang ke pantai akibat

  5. ANALISIS KELAYAKAN ISI BUKU TEKS MATA PELAJARAN EKONOMI SMA KELAS X BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATAUAN PENDIDIKAN ( KTSP DI KABUPATEN SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Koeri Ulinuha

    2016-02-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah buku teks ekonomi SMA kelas X yang digunakan di Kabupaten Semarang sudah memenuhi standar kelayakan isi buku teks ekonomi menurut BSNP. Dan manfaat penelitian ini dapat memilih dan mempertimbankan dalam memilih buku teks pelajaran untuk refrensi belajar baik pihak siswa, guru dan pihak sekolahPenelitian ini dilakuakan terhadap isi buku teks pelajaran yang dianalisis secara kualitatif. Sehingga penelitian ini disebut penelitian deskriptif kualitatif. Teknik penelitian yang di gunakan adalah adalah teknik triangulasi. Analisis buku teks ekonomi untuk SMA kelas X melibatkan 5 orang penilai, yaitu 5 guru ekonomi. Dari 5 SMAN yang mengunakan buku teks pelajaran ekonomi dengan pengarang Alam S. dan penerbit Esis. Teknik pengumpulan data dengan lembar penilaian buku teks ekonomi dari BSNP dan menggunakan teknik wawancara terhadap dua guru ekonomi untuk memperkuat hasil dari penilaian dari buku teks ekonomi kelas X.Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa hasil penilaian yang berupa skor penilian dan hasil wawancara. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa buku ekonomi SMA Kelas X karangan Alam S. yang digunakan di Kabupaten Semarang sudah memenuhi standar kelayakan isi menurut BSNP. Buku teks ekonomi untuk SMA Kelas X karangan Alam S. dapat digunakan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran ekonomi di SMA kelas X. Selain itu, perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis buku teks ekonomi lain yang digunakan di Kabupaten Semarang.. The purpose of this research was to know whether textbooks high school economics class X used in Semarang Regancy already meet the standards of eligibility of the contents of the textbook economics according to BSNP. Analysis of economic text books for high school classes X involves 5 persons appraisers, i.e. 5 economics teacher. From 5 SMAN using textbook economics lessons with author and Publisher Alam S. Esis.. Data collection techniques

  6. Penentuan Prioritas Pengembangan Infrastruktur Kawasan Wisata Bahari Di Desa Sumberejo, Desa Lojejer, Dan Desa Puger Kulon, Kabupaten Jember Berdasarkan Preferensi Pengunjung Dan Masyarakat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rr. Ajeng Gita Astami

    2015-03-01

    Full Text Available Kabupaten Jember memiliki kawasan wisata bahari dengan lima pantai yang berkarakteristik berbeda-beda pada ODTW yang dimiliki. Pantai Watu Ulo, Pantai Papuma, dan Pantai Puger memiliki jumlah pengunjung yang mengalami peningkatan setiap tahunnya dan merupakan penyumbang kontribusi terbesar pada jumlah wisatawan di Kabupaten Jember. Akan tetapi hal tersebut tidak diimbangi dengan adanya infrastruktur kawasan wisata yang memadai untuk mendukung kegiatan wisata di dalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa prioritas pengembangan infrastruktur berdasarkan preferensi pengunjung dan masyarakat melalui tingkat kepentingan dan kinerja infrastruktur kawasan wisata bahari dengan teknik IPA (Importance-Performance Analysis. Hasil dari penelitian ini adalah berupa prioritas pengembangan infrastruktur dalam mendukung kegiatan wisata bahari di Kabupaten Jember. Infrastruktur yang menjadi prioritas pengembangan di kawasan wisata bahari Kabupaten Jember adalah kondisi jalan, moda transportasi, fasilitas pendukung transportasi, sarana rekreasi, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

  7. ANALISIS TATA KELOLA OPTIMALISASI SUMBER DAYA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN JEMBATAN TIMBANG (EDM04 BERDASARKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 PADA DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudistira Dian Hastiti

    2016-06-01

    Full Text Available Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo Provinsi Jawa tengah sebagai perumus dan pelaksana kebijakan teknis, fasilitator, dan evaluator terkait penyelengaraan kegiatan penimbangan kendaraan bermotor melalui 16 jembatan timbang yang tersebar di wilayah provinsi jawa tengah telah mengimplementasikan sebuah system yang dipergunakan untuk kemudahan dalam menimbang kendaraan dengan mendata setiap kendaraan pada suatu system yang disebut Sistem Informasi Manajemen Jembatan Timbang (SIM JT. Masalah yang ditemukan saat ini yaitu, melihat padatnya antrian panjang kendaraan yang akan ditimbang disebabkan karena SIM JT yang belum memiliki database identitas kendaraan dan tidak dapat terpantau secara real time yang terjadi saat local server dalam keadaan down. Berdasarkan hal tersebut Dinhubkominfo berupaya mengoptimalkan kinerja SIM JT baik dari segi sumber daya manajemen manusia, TI, serta keuangan untuk meminimalkan kesalahan serta meningkatkan efektifitas pelayanan. Dari hasil studi dokumen, wawancara, dan kuesioner  berdasarkan COBIT 5 menghasilkan tingkat kapabilitas tata kelola proses optimalisasi sumer daya (EDM04 pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah saat ini berada di level 3 dengan status pencapaian Largely Achieved sebesar 80,18% setara dengan 3,80 dimana level 0, 1, dan 2 mencapai status Fully Achieved. Hal ini menunjukan telah mengelola dengan baik proses optimalisasi sumber daya dan diimplementasikan untuk mendukung pengerjaan proses standar dan efektif. Untuk mencapai tingkat target, Dinhubkominfo dapat melakukan strategi perbaikan dengan memperhatikan secara bertahap dari proses atribut level 1 sampai 4 Kata Kunci: Analisis Tata Kelola TI, COBIT 5, Sistem Informasi Manajemen Jembatan Timbang, Analisis Tingkat Kapabilitas, Analisis Kesenjangan.

  8. Hubungan Kadar Iodium dalam Garam Beriodium di Rumah Tangga dengan Kecukupan Iodium Berdasarkan Nilai Ekskresi Iodium Urin (EIU pada Wanita Usia Subur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Donny Kristanto Mulyantoro

    2015-01-01

    tanah dan air setempat kurang mengandung iodium. Pada daerah tersebut Wanita Usia Subur (WUS adalah segmen penduduk yang rawan mengalami GAKI. Sebagai upaya penanggulangan, saat ini dilakukan fortifikasi iodium pada garam. Tujuan penelitian ini untuk mengukur hubungan antara kadar iodium dalam garam beriodium di rumah tangga dengan kecukupan iodium berdasarkan nilai ekskresi iodium urin (EIU. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong lintang. Lokasi penelitian di Desa Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Sebanyak 68 wanita usia 18 – 45 tahun terlibat dalam penelitian ini, yang diukur kadar iodium dalam garam yang digunakan di rumah tangga, kecukupan iodium berdasarkan kadar iodium urin (EIU, konsumsi garam beriodium dan makanan sumber iodium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median EIU sebesar 124,6 μg/L, proporsi subyek penelitian mengalami defisiensi iodium sebesar 41,1%, dan mengalami excess sebesar 5,9%. Rata-rata kadar iodium dalam garam beriodium di rumah tangga sebesar 19,6 ppm dan proporsi garam beriodium memenuhi syarat (≥ 30 ppm KIO3 sebesar 52,9%. Hasil analisis korelasi pearson menunjukkan ada hubungan bermakna antara kadar iodium dalam garam beriodium di rumah tangga dengan kecukupan iodium berdasarkan nilai EIU (rho = 0,5, p < 0,01. Hasil analisis multi variabel diperoleh persamaan Y = 22,199 + 6,076 X1. Dengan persamaan tersebut, untuk memenuhi kebutuhan iodium, kadar iodium dalam garam beriodium berkisar antara 13 – 29 ppm iodium atau 22 – 49 ppm KIO3. Kata kunci: iodium, garam beriodium, kecukupan iodium, EIU, wanita.

  9. PENERAPAN K-OPTIMAL PADA ALGORITMA KNN UNTUK PREDIKSI KELULUSAN TEPAT WAKTU MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER FMIPA UNLAM BERDASARKAN IP SAMPAI DENGAN SEMESTER 4

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mutiara Ayu Banjarsari

    2016-04-01

    Full Text Available The data pile on a database of academic information systems at Computer Science Program of Mathematic and Natural Science Faculty of Lambung Mangkurat University is not fully utilized, although it can provide new information that has not been known before. Data mining techniques can be used to predict the timely graduation of students. The k-Nearest Nieghbor, a method to classify objects based on training data located closest to the object, was used in this study. Selection of the value of k in kNN algorithm became important because it would affect the performance of the algorithm kNN, therefore it was necessary to know how the value of k and the level of accuracy. The k-Fold Cross Validation method and Accuracy Test was used to determine the value of k-Optimal. The result showed that the value of k = 5 was defined as k-Optimal which was then be applied in the kNN algorithm for prediction of timely graduation of students based on the Grade Point Average up to 4th semester. Keywords: kNN, k-Optimal, Classification, Data mining, k-Fold Cross Validation method Tumpukan data pada database sistem informasi akademik Program Studi Ilmu Komputer FMIPA Unlam belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal dari data tersebut dapat memberikan sebuah informasi baru yang belum diketahui sebelumnya. Teknik data mining dapat digunakan untuk memprediksi kelulusan tepat waktu mahasiswa. Penelitian menggunakan metode k-Nearest Nieghbor yang merupakan sebuah metode untuk melakukan klasifikasi terhadap objek berdasarkan data training yang jaraknya paling dekat dengan objek tersebut. Pemilihan nilai k pada algoritma kNN menjadi hal yang penting karena akan mempengaruhi kinerja dari algoritma kNN, oleh karena itu perlu diketahui berapa nilai k dan tingkat akurasinya. Metode k-Fold Cross Validation dan Uji Akurasi digunakan untuk mengetahui nilai k-Optimal. Hasil yang didapat adalah nilai k=5 dengan tingkat akurasi sebesar 80.00% yang ditetapkan sebagai k-Optimal. Nilai k

  10. PENGENALAN PENY AKIT NODA PADA CITRA DAUN TEBU BERDASARKAN CIRI TEKSTUR FRACTAL DIMENSION CO-OCCURRENCE MATRIX DAN L*a*b* COLOR MOMENTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Evy Kamilah Ratnasari

    2014-07-01

    Full Text Available Penyakit yang menyerang tebu dapat disebabkan oleh bakteri, jamur maupun virus. Penyakit noda merupakan penyakit pada tanaman tebu yang disebabkan oleh jamur dengan menampakkan lesi atau bercak pada permukaan daun. Penyakit noda tersebut dapat menghambat proses fotosintesis yang akan berakibat menurunkan produksi gula karena mempengaruhi pertumbuhan tebu. Upaya pengendalian dini dapat dilakukan dengan mengenali jenis penyakit melalui lesinya yang bermanfaat dalam menentukan tindakan penanganan yang tepat. Lesi yang disebabkan oleh penyakit noda masing-masing dapat dikenali secara visual karena memiliki ciri warna dan tekstur yang unik. Tetapi pengamatan secara visual memiliki beberapa kekurangan seperti subjektifitas dan kurang akurat. Penelitian ini mengusulkan pengenalan penyakit noda tanaman tebu yang terdiri dari noda cincin, noda karat, dan noda kuning berdasarkan fitur tekstur yang merupakan kombinasi dari konsep Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM dan dimensi fraktal yang dinamakan Fractal Dimension Co-Occurrence Matrix (FDCM. Sedangkan fitur warna didapatkan dari perhitungan statistik col or moments pada citra L*a*b*. Kombinasi fitur tersebut menghasilkan 12 fitur warna dan 6 fitur tekstur yang kemudian digunakan sebagai masukan klasifikasi k-Nearest Neighbor (KNN. Pengenalan penyakit noda pada tanaman tebu menggunakan metode tersebut dapat menghasilkan akurasi tertinggi 90%.

  11. Pembuatan Service Level Requirement, Service Level Agreement dan Operational Level Agreement pada layanan help desk SAP berdasarkan kerangka kerja ITIL versi 2011 (Studi Kasus : Pupuk Indonesia Holding Company

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Shabrina Prameswari

    2017-01-01

    Full Text Available PT. Pupuk Indonesia Holding Company baru saja melakukan implementasi SAP pada tahun 2014. Dalam penerapannya, perusahaan merasa perlu membuat help desk SAP sebagai pusat penanganan masalah bagi perusahaan dan 7 anak perusahaannya yang kemudian dapat berfungsi juga sebagai knowledge base yang berguna apabila ada masalah yang berulang diwaktu selanjutnya. Untuk merancang layanan help desk yang baik, perlu didefinisikannya target layanan dalam sebuah kontrak perjanjian antara pengguna layanan dan penyedia layanan. Selain itu,Perjanjian layanan tersebut diperlukan juga sebagai jaminan kualitas help desk yang dapat disepakati oleh penyedia layanan dan pengguna layanan yang merupakan pengguna SAP pada PT. Pupuk Indonesia dan anak perusahaannya. Hal tersebut bertujuan untuk menyelaraskan bisnis dengan kualitas layanan serta menentukan kebutuhan dan harapan pelanggan dalam sebuah perjanjian antara penyedia layanan dan pengguna layanan. Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan pembuatan dokumen Service Level Requirement, Service Level Agreement dan juga Operational Level Agreement pada help desk SAP, dengan dilakukan observasi dokumen dan wawancara pada pihak pengguna layanan dan penyedia layanan, maka setelah itu dibuatlah dokumen Service Level management tersebut berdasarkan ITIL Versi 2011.

  12. Pembuatan Standard Operating Procedure (SOP Service Desk Berdasarkan Kerangka Kerja Itil V3 dengan Menggunakan Metode Analisis Gap Layanan (Studi Kasus: PT. XYZ , Tangerang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annisa Rachmi

    2014-09-01

    Full Text Available Penggunaan Teknologi Informasi di banyak perusahaan telah menjadi satu hal penting dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional bisnis yang mendukung tercapainya tujuan perusahaan, termasuk juga PT XYZ. Unit fungsional service desk sangat dibutuhkan oleh PT XYZ dalam mendukung operasional TI dan menangani permasalahan yang muncul serta memonitor terkait penggunaan TI yang ada di dalam perusahaan. Adanya kebutuhan PT XYZ untuk menjadikan service desk menjadi unit yang dapat berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya, menunjukkan bahwa perlunya penerapan tata kelola TI untuk mengatur dan mengelola aktivitas service desk. Salah satu tata kelola TI yang dimaksud adalah berupa prosedur kerja. Kerangka kerja Information Technology Infrastructure Library (ITIL merupakan suatu best practice yang bertujuan secara berkelanjutan meningkatkan efisiensi operasional TI. Perancangan dan implementasi service desk berdasarkan kerangka kerja ITIL V3 di PT XYZ diperlukan dalam upaya meningkatkan layanan TI dan mengatasi masalah yang ada saat ini. Pembuatan SOP ini diinisialisasi dengan menggunakan metode analisis gap, proses-proses yang dimuat ke dalam SOP merupakan hasil analisis kesenjangan antara kondisi kekinian service desk PT XYZ dengan kondisi ideal service desk framework ITIL.

  13. APLIKASI SISTEM INFORMASI PERTANAHAN BERDASARKAN JENIS-JENIS HAK ATAS TANAH DI KANTOR PERTANAHAN KOTA SURABAYA II (STUDI KASUS KELURAHAN GENTENG, KECAMATAN GENTENG, SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ery Abdul Baary

    2015-02-01

    Full Text Available Di Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, sistem informasi pertanahan belum diterapkan, jadi untuk melaksanakan tugasnya hanya menggunakan sebatas peta digital, maka dari itu perlu adanya sistem informasi pertanahan yang terpadu dan mutakhir untuk mendukung dan mengoptimalkan pengelolaan sistem informasi pertanahan di Kota Surabaya II.Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan sistem informasi pertanahan berdasarkan jenis hak atas tanah dengan menggunakan peta digital Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya skala 1:1000, citra Quickbird 2010, database mengenai bidang tanah dan data hasil survey. Pengolahan data menggunakan software utama Autodesk Land Dekstop 2009, ArcGIS 9.3. Pembuatan program aplikasi menggunakan software Visual Basic 6.0 yang dilengkapi dengan software tambahan MapObject 2.2.Dari hasil pembuatan Sistem informasi pertanahan di Kelurahan Genteng, Program ini mampu mengidentifikasi informasi bidang tanah mengenai jenis hak atas tanah yang meliputi 224 bidang tanah yang terdiri dari 132 bidang tanah atas hak guna bangunan, 89 bidang tanah atas hak milik, dan 3 bidang tanah atas hak pakai, serta dilengkapi dengan buku panduan sehingga dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan kebijakan dalam rencana pelaksanaan program inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah.

  14. Perencanaan Penerapan Konsep Zero run-off dan Agroforestri Berdasarkan Kajian Debit Sungai di Sub DAS Belik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arnellya Fitri

    2015-09-01

    Full Text Available Daerah Aliran Sungai (DAS Belik merupakan salah satu Daerah Tampungan Air (DTA yang berada di daerah perkotaan Kabupaten Sleman. Akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman yang padat menyebabkan semakin berkurangnya area resapan air hujan. Kurangnya area resapan air hujan menyebabkan kapasitas saluran drainase Sub Daerah Aliran Sungai (DAS Belik pada saat hujan  tidak mampu menampung air sehingga banjir di sekitar saluran drainase terjadi. Tujuan penelitian ini untuk memberikan solusi dengan menggunakan konsep zero run-off  dalam upaya  mencegah genangan banjir di perkotaan yang kurang memiliki ruang terbuka hijau dan area resapan air hujan. Kajian debit banjir yang dilakukan pada sungai Belik menggunakan metode rasional dan metode SCS CN yaitu metode yang digunakan dalam penentuan debit puncak pada satu kejadian hujan. Perhitungan debit diperlukan untuk mengetahui besar limpasan maksimum pada drainase saluran DAS Belik. Metode hidrograf  SCS CN  menggunakan parameter tekstur tanah, tebal hujan, CN wilayah, retensi potensial maksimum air oleh tanah, dan kedalaman hujan efektif. Sedangkan metode rasional menggunakan parameter koefesien aliran, intensitas hujan, dan luas daerah pengaliran dalam menghitung debit limpasan. Keseluruhan hasil perhitungan kedua metode melebihi besar debit pengukuran langsung menggunakan Metode Slope Area, artinya keseluruhan hasil menunjukkan banjir atau limpasan permukaan yang melebihi kapasitas drainase.Kata kunci. Limpasan permukaan, metode SCS CN, metode rasional, zero run-off Belik Watershed is one of the Water Catchment Areas  located in urban areas of Sleman District. Land conversion from agricultural to residential area cause the descending of rain water catchment area. Lack of rain water catchment area can cause drainage channel capacity of Belik sub zone cannot hold rain water, so that flooding occurred around the drainage channel. The aim of this research is to give a way out to

  15. Penentuan Batas Pengelolaan Wilayah Laut Antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rainhard Sumarto Simatupang

    2017-01-01

    pengelolaan wilayah laut daerah sesuai lokasi penelitian ini yang sudah berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 

  16. Hubungan Derajat Insomnia Dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Di YOGYAKARTA (Correlation Between Insomnia with Learning Concentration Among Nursing Students in YOGYAKARTA)

    OpenAIRE

    Waliyanti, Ema; Pratiwi, Wisni

    2017-01-01

    Intisari Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang dapat disebabkan oleh stres, masalah sekolah maupun pekerjaan, kesehatan, merokok, ataupun efek samping dari pengobatan. Insomnia berdampak pada kualitas hidup seseorang seperti penurunan konsentrasi. Berdasarkan Statistic by Country for Insomnia terdapat 10% kejadian insomnia yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat insomnia dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa keperawatan di Yogya...

  17. PENGUKURAN TINGKAT DAYA SAING DAERAH BERDASARKAN VARIABEL PEREKONOMIAN DAERAH, VARIABEL INFRASTRUKTUR DAN SUMBER DAYA ALAM, SERTA VARIABEL SUMBER DAYA MANUSIA DI WILAYAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Irawati

    2012-10-01

    Full Text Available Daya saing wilayah menunjukkan kemampuan suatu wilayah menciptakan nilai tambah untuk mencapai kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan domestik dan  internasional. Pengembangan wilayah di kota-kota dan kabupaten-kabupaten di Provinsi Sulawesi  Tenggara merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing tersebut, walaupun  dalam pengembangannya  menghadapi permasalahan-permasalahan yang antara lain disebabkan oleh kurang berkembangnya sumber  daya manusia yang diakibatkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan rendahnya kualitas hidup  masyarakat serta kurangnya prasarana dan sarana untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.  Perbandingan relatif tingkat daya saing antar kota kabupaten tersebut; berdasarkan 3 (tiga variabel yaitu  tingkat  perekonomian daerah,  ketersediaan  infrastruktur  dan  sumber  daya  alam,  serta  ketersediaan  dan kualitas sumber daya manusia; dilakukan untuk melihat sejauh mana daerah-daerah tersebut memiliki  keunggulan  untuk  mengatasi  persamalahan-permasalahan  dalam pengembangan wilayahnya. Kata kunci: Pengembangan Wilayah, Daya Saing. Abstract The competitiveness of the region demonstrated the ability of an area to create added value to achieve a high and sustainable prosperity to remain open to domestic and international competition. Development areas in the cities and districts in Southeast Sulawesi is an effort to enhance the competitiveness, even in the face of development issues among others caused by the lack of development of human resources caused by low levels of education and poor quality of life and the lack of infrastructure and facilities to support the welfare of the community. Comparison of the relative level of competitiveness between the city districts; based on 3 (three variables, namely the level of the regional economy, the availability of infrastructure and natural resources, as well as the availability and quality of human resources

  18. PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG SAHAM DALAM PENJUALAN ASET PERSEROAN BERDASARKAN PASAL 102 AYAT (4 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Musriansyah Musriansyah

    2017-12-01

    Full Text Available Abstract: this study aims to discribe forms of legal protection of shareholders in the company's asset sales in excess of 50% (fifty percent of the amount of the net worth of the company without the approval of the General Meeting Of Shareholders under article 102 paragraph 4 of Act No. 40 of 2007 concerning limited liability companies as well as to know what kind of Board of Directors  responsibility. The study method uses normative juridical with legislation approach. Law No. 40 of 2007 concerning Limited Liability Company provides legal protection by freeing shareholders from personal responsibility for commitments made on behalf of the Company and is not liable for losses of the Company in excess of its shares. Then the responsibility of the board of directors in running its stewardship must be based on in good faith and full of responsibility because the directors hold the fiduciary duty of the company. If the board of directors is negligent in their duties, directors may be subject to piercing the corporate viel of personal liability to personal property of the board of directors for loss received by the company, shareholders or third parties. It is used to protect the interests of the holder or the offending third party for the arbitrary or improper conduct of the board of directors conducted on behalf of the company Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perlindungan hukum terhadap pemegang saham dalam penjualan aset perseroan yang melebihi 50 % (lima puluh persen jumlah kekayaan bersih perseroan tanpa persetujuan RUPS berdasarkan pasal 102 ayat 4 undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta untuk mengetahui bentuk tanggung Jawab direksi terhadap penjualan aset tersebut. Metode kajian menggunakan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas memberikan perlindungan hukum dengan membebaskan pemegang saham dari tanggung jawab

  19. Perkosaan anak perempuan: Pelaku dan pola kejadian

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karnaji Karnaji

    2017-03-01

    Full Text Available Rape to girls is categorized as violence that continuously happened. This research looks at the sexual harrasement phenomena from the perpetrator’s point of view. Many cases indicate that the subject often has close connection with the victims such as neighbour, relative, teacher, grandfather, father, or even young underage male surrounding the victims. It means that both victims and the subjects are psychologically immature but for several reasons they have to involve in a situation which destruct their future. Therefore, there is a need to frame various factors that drive the subject for doing sexual harrasement. By using materials on the newspaper, this research employs qualitative-descriptive method that purposively uses Jawa Pos news as single resource of the data. The result shows that particular places affect the subject in conducting their action. There are four places that are usually used as a site of sexual harrasement. First is in the area that is hidden and safe from observations of the surrounding environment, especially in the victim's home. Second, other areas prone to the occurrence of acts of rape are zones completely open and away from the reach of community control, such as on the streets, in public places, in a quiet courtyard, at the cemetery, and so on. Third, the place is usually chosen to rape, one of them is in school. Fourth, in the region in the eyes of the public is viewed as an area of "gray" and was common permissive life, such as in a hotel or inn.

  20. Interaksi Geminivirus pada Kejadian Inokulasi Ganda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hendrastuti Hidayat

    2005-07-01

    Full Text Available Incidence of geminivirus infection has been caused severe losses on various economically important crops. This losses may cause by single infection or mix infection of several strain of geminiviruses. In this experiment we used two strain of geminiviruses, geminivirus infecting chillipepper from Segunung, West Java and geminivirus infecting tomato from Lembang, West Java (GVToL, to study the effect of geminivirus mix infection on the symptom expression and the capability of each strain to multiply in the host cell. Coefficient of dissimilarity between this two strain of geminiviruses is 7.5. When the two strain of geminiviruses was inoculated together to tomato plants by insect vector; Bemisia tabaci, the symptoms on infected plants is slightly different but less severe than those on plants inoculated with each strain separately. Detection with polymerase chain reaction (PCR followed by restriction enzyme digest of PCR product revealed that GVToL multiply better in the infected host cell.

  1. POLA SEBARAN SEDIMEN DASAR BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN HIDRO-OSEANOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL INTERPOLASI DAN SIMULASI NUMERIK DI PERAIRAN UTARA PULAU SIMEULUECUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulung Jantama Wisha

    2017-05-01

    Full Text Available Pulau Simeulue Cut merupakan kawasan Konservasi yang nantinya akan diarahkan untuk Daerah Perlindungan Laut (DPL dan Taman Wisata Bahari (TWB, sehingga diperlukan Managemen Plan Kawasan Konservasi Laut Daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sedimen cross-shore di pesisir Pulau Simeulue cut berdasarkan kajian batimetri dan arus pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus untuk mengetahui kedalaman, pola sebaran sedimen permukaan dasar laut dan kondisi oseanografi fisika di perairan Simeuluecut secara kualitatif. Hasil pemeruman dianalisis secara spasial dengan menggunakan software Surfer 10 dan ArcGIS 10, Pengukuran arus dan pasang surut dengan menggunakan alat ADCP dan simulasi numerik hidrodinamika dengan menggunakan software MIKE 21 dan pengolahan data pasang surut dengan metode admiralty. Kedalaman perairan berkisar antara 0 - 26 meter dan kelerengan berkisar antara 10% - 15%, sedimen permukaan dasar diperoleh tiga satuan sedimen yaitu pasir kasar, satuan pasir sedang dan satuan pasir halus lanauan (silty sand, verifikasi hasil permodelan didapatkan RMSE sebesar 11,7 %. Kecepatan arus berkisar antara 0 - 0,02 m.s-1pada saat surut menuju pasang dan berkisar antara 0-0,006 m.s-1 pada saat pasang menuju surut, untuk kecepatan arus longshore berkisar antara 0,006 - 0,027 m.s-1 pada kondisi surut menuju pasang dan berkisar antara 0,001 - 0,006 m.s-1 pada kondisi pasang menuju surut, hasil pasang surut didapatkan nilai MSL sebesar 12,53 meter dan tidal range sebesar 2,2 meter, Kondisi oseanografi mempengaruhi distribusi sedimen cross-shore di bibir pantai dan secara langsung mempengaruhi kondisi batimetri di perairan Simeuluecut.Kata Kunci: Batimetri, hidrodinamika, sedimen, Simeuluecut, spatial analisis DISTRIBUTION PATTERNS OF BOTTOM SEDIMENT BASED FROM MORPHOLOGICAL AND HYDRO-OCEANOGRAPHY CHARACTERISTICS USING INTERPOLATION AND NUMERICAL SIMULATION MODEL IN SIMEULUECUT ISLAND NORTHERN

  2. Deteksi Fraud Menggunakan Metode Model Markov Tersembunyi Pada Proses Bisnis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrean Hutama Koosasi

    2017-03-01

    Full Text Available Model Markov Tersembunyi merupakan sebuah metode statistik berdasarkan Model Markov sederhana yang memodelkan sistem serta membaginya dalam 2 (dua state, state tersembunyi dan state observasi. Dalam pengerjaan tugas akhir ini, penulis mengusulkan penggunaan metode Model Markov Tersembunyi untuk menemukan fraud didalam sebuah pelaksanaan proses bisnis. Dengan penggunaan metode Model Markov Tersembunyi ini, maka pengamatan terhadap elemen penyusun sebuah kasus/kejadian, yakni beberapa aktivitas, akan diperoleh sebuah nilai peluang, yang sekaligus memberikan prediksi terhadap kasus/kejadian tersebut, sebuah fraud atau tidak. Hasil ekpserimen ini menunjukkan bahwa metode yang diusulkan mampu memberikan prediksi akhir dengan evaluasi TPR sebesar 87,5% dan TNR sebesar 99,4%.

  3. ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN PERAIRAN BERDASARKAN KOMUNITAS MEIOBENTOS DAN KUALITAS SEDIMEN DI PANTAI DAN AREA PERTAMBAKAN, PESISIR SRIWULAN KABUPATEN DEMAK (The Quality Analysis of Aquatic Environment based on Meiobentos Community and Sediment Quality

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhandis Sidqi

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK  Tujuan studi ini meliputi (1 menentukan kualitas lingkungan daerah pesisir dan tambak ikan, kualitas sedimen, dan komunitas meiobentos, (2 menemukan hubungan antara kualitas sedimen dan meiobentos, dan (3 menentukan tingkat produktivitas peikampungan tambak ikan berdasarkan jarak, tingkat polusi dan destruksi. Parameter kualitas air dianalisis menggunakan metode deskriptif-komparatif, sedangkan parameter sedimen dianalisis menggunakan PCA (Principal Component Analisys untuk menentukan distribusi spasial pada setiap stasiun pemantauan dan lapisan kedalaman sedimen. Komunitas meiobentos diperiksa dengan menggunakan CA (Factorial Correspondence Analysis untuk mendeteksi tingkat distribusi spasial yang juga berdasarkan stasiun pemantauan dan lapisan kedalaman sedimen. Data tersebut dianalisis menggunakan korelasi dan regresi untuk memahami pengaruh parameter bebas terhadap produktivitas tambak ikan. Kemudian tes statistik non parametric dari Kruskall Wallis digunakan untuk membedakan produktivitas pada 3 desa berdasarkan jarak terhadap sumber pencemaran dan tingkat destruksi tambak ikan. Penelitian ini menemukan bahwa nilai parameter kualitas air (muddy, TSS NH3, NO2, beyond threshold level, negative redox potential (Eh sediment value/reduction zone, and IMLP adalah moderat. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi air di daerah penelitian tidak stabil. Penelitian juga menunjukkan nilai indeks diversitas yang rendah, dominasi organisme meiobentos tertentu, dan konformitas antar komunitas bentos. Hasil tes statistik Kruskall Wallis menunjukkan adanya signifikansi antara produktivitas tambak ikan dengan factor jarak dan tingkat destruksi diantara 3 desa dalam daerah penelitian yaitu Bedono, Sriwulan. Purwosari yaitu dengan nilai produktivitas 0.65,0.56, 0.41 ton/hektar/tahun.   ABSTRACT The objective of this study area to determine the environmental quality of coastal area and fish ponds which are on water quality, sediment quality, and Meiobentos

  4. Variasi Genetik Trenggiling Sitaan di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan Berdasarkan Control Region DNA Mitokndria (GENETIC VARIATION ON CONFISCATED PANGOLIN OF SUMATRA, JAWA, AND KALIMANTAN BASED ON CONTROL REGION MITOCHONDRIAL DNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wirdateti Wirdateti

    2017-06-01

    Full Text Available High levels of illegal trading on Java pangolin (Manis javanica, Desmarest. 1822 for the basic ingredient of Traditional Chinese Medicine have caused sharp decline in its wild population. The purposes of this study were to assess the level of quality and genetic diversity, and to identify the origin of the confiscated individuals by molecular analysis. The original species used as a control were obtained from known areas in Java, Kalimantan, and Sumatera. Molecular analysis was carried out using non-coding region control region (D-loop of mitochondrial DNA (mtDNA. The results of phylogenic tree analysis showed that 44 confiscated pangolins were from Kalimantan (24 individuals, from Sumatra (seven individuals, and from Java (13 individuals. As many as 19 haplotypes were found on the basis of their base substitutions consisting of nine from Kalimantan, seven from Java and three from Sumatra. Average genetic distance (d between those from Kalimantan-Java was d = 0.0121 ± 0.0031; those from Borneo-Sumatra was d =0.0123 ± 0.0038 and those from Sumatra-Java was d = 0.0075 ± 0.038, respectively. Overall genetic distance between populations was d = 0.0148 ± 0.0035, with the nucleotide diversity (ð of 0.0146. These results indicate that over 50% of pangolins seized came from Kaimantan, and Kalimantan populations show a separate group with Java and Sumatra with boostrap 98%. ABSTRAK Tingginya tingkat perburuan trenggiling (Manis javanica; Desmarest 1822 Indonesia untuk diperdagangkan secara illegal sebagai bahan dasar obat terutama di China, menyebabkan terjadinya penurunan populasi di alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat kualitas dan keragaman genetik trenggiling serta mengetahui asal usul satwa sitaan berdasarkan analisis molekuler. Sebagai kontrol asal usul trenggiling sitaan digunakan sampel alam berdasarkan sebaran populasi yang diketahui pasti yang berasal dari Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Analisis molekuler menggunakan

  5. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Penderita Diabetes Melitus (DM) dengan Pemanfaatan Klinik Diabetes Melitus di Puskesmas Sering Kecamatan Medan Tembung Tahun 2010

    OpenAIRE

    Harahap, Erwina Rafni

    2010-01-01

    Diabetes melitus dikenal sebagai non communicable disease adalah penyakit yang sering diderita di Indonesia saat ini. Penyakit diabetes melitus semakin hari semakin meningkat, dapat dilihat dari meningkatnya frekuensi kejadian penyakit tersebut. Berdasarkan data dari Puskesmas Sering ada 105 pasien diabetes melitus. Dari data tersebut terlihat bahwa penderita diabetes melitus di Sumatera Utara masih sangat tinggi. Untuk menanggulangi masalah tersebut, sejak tahun 2007 Puskesmas Sering telah m...

  6. Ketahanan hidup 5 tahun pada pasien kanker payudara

    OpenAIRE

    Sinaga, Evi Susanti; Ahmad, Riris Andono; Hutajulu, Susanna Hilda

    2017-01-01

    Latar belakang: Berdasarkan data Globocan tahun 2012, insidensi kanker yang tertinggi di Indonesia adalah kanker payudara. Kejadian kanker payudara di Indonesia menduduki peringkat tertinggi diderita oleh perempuan. Masih banyak kematian yang disebabkan oleh kanker payudara. Ketahanan hidup pasien tergantung beberapa faktor yang sangat penting untuk diidentifikasi.Metode: penelitian ini mengunakan rancangan kohort rertrospektif. Sampel pada penelitian ini adalah pasien kanker payudara yang pe...

  7. PENURUNAN TINGKAT INTRUSI AIR LAUT BERDASARKAN "CHLORIDE BICARBONATE RATIO" MENGGUNAKAN LUBANG RESAPAN BIOPORI : STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG (Decreased of Sea Water Intrusion Based On “Chloride-Bicarbonater Ratio”Using the Biopore Absorption Hole

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sundari Miswadi

    2010-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Banjir menjadi agenda tahunan bagi warga yang tinggal di daerah pinggiran pantai di Kota Semarang. Namun sekarang, wilayah yang jauh dari pantaipun kini sudah tidak luput dari banjir dan intrusi air laut. Hal ini terjadi karena airtanah sudah melebihi besarnya pengisian kembali (recharge, dan tanah sudah kehilangan fungsinya dalam menyerap air akibat maraknya pembangunan gedung dan perumahan yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat intrusi air laut di sumur-sumur gali berdasarkan "Chloride-Bicarbonate Ratio", dan daya hantar listrik (DHL serta salinitas di Kota Semarang. Penelitian dilakukan terhadap 30 sumur gali milik penduduk dengan jarak dari pantai antara 0,5-5 (lima kilometer. Tingkat intrusi air laut dihitung berdasarkan rasio klorida terhadap karbonat dan bikarbonat, dan hasilnya diplotkan pada peta dasar. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat intrusi air laut dan nilai DHL di Kota Semarang bagian timur jauh lebih jelek dibandingkan dengan wilayah pantai sebelah barat Kota Semarang, sedangkan kadar salinitas di sebagian besar daerah penelitian rata-rata kadarnya sedang. Hasil penelitian menggunakan lubang resapan biopori (LRB sebagai adsorben menunjukkan, pada minggu ketiga setelah pembuatan LRB didapatkan tingkat intrusi air laut naik sebesar 66,64 % sumur, dan sebanyak 33,33% sumur turun tingkat intrusinya, sedangkan pada mingggu keenam terjadi penurunan tingkat intrusi sebesar 66,64% sumur, dan 33,33% sumur naik. Kadar salinitas pada minggu ketiga turun sebanyak 83,30 %sumur, dan 16,66% tetap, sedangkan pada minggu keenam 49,90 % sumur salinitasnya naik, 33,33% turun, dan 16,66% tetap. Nilai daya hantar tistrik (DHL pada minggu ketiga terdeteksi 16,66% sumur naik, dan 83,30% sumur turun, sedangkan pada minggu keenam 49,98 % sumur DHL-nya naik, dan 49,98% turun. Nilai pH pada minggu ketiga terdeteksi 100% sumur turun, sedangkan minggu kelima 66,64 % turun dan 33,33 % sumur p

  8. KAJIAN SPASIAL KUALITAS AIR TANAH BEBAS BERDASARKAN KEDALAM MUKA AIR TANAH: STUDI KASUS DI DATARAN ALUVIAL DAS PEMALI KABUPATEN BREBES (Spatial Study of the Quality of Free Groundwater Based on the Surface Depth of Groundwater at an Alluvial Land

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sundari Miswadi

    2009-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Sebagian besar dataran aluvial DAS Pemali Kabupaten Brebes adalah sentra produksi pertanian bawang merah, kedelai, ubi kayu dan cabai. Selain itu, daerah ini terkenal pula dengna usaha peternakan itik yang menghasilkan telur dan berkembang pesat. Kegiatan pertanian dan usaha peternakan itik banyak dijumpai di lingkungan permukiman, padahal kegiatan tersebut menggunakan pupuk dan pestisida serta menghasilkan kotoran ternak yang tentunya akan mencemari sumur-sumur penduduk. Oleh karena layanan air bersih oleh PDAM belum menjangkau semua wilayah DAS Pemali, terutama di permukiman DAS Pemali, maka untuk keperluan masak, minum, mandi, cuci dan keperluan lainnya, penduduk membuat sumur gali dengan kedalaman yang bervariasi, dan tanpa memperhatikan syarat-syarat kesehtan dan syarat pembuatan sumur gali yang benar.  Tujuan penelitian adalah memetakan kualitas air tanah bebas berdasarkan kedalaman muka air tanah di dataran aluvial DAS Pemali. Metode yang digunakan adalah menganalisis kualitas air tanah bebas secara laboratoris dan hasilnya diplotkan pada peta kedalaman muka air tanah yang dibagi menjadi 11 kelas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 parameter kualitas air yang kadarnya melebihi Nilai Ambang Batas (NAB, yaitu  TDS, DHL, alaklinitas, COD, BOD, total coliform, coliform tinja, pH, karbamat dan organoklorin, sedangkan parameter-paramater NO3-, NO2-, SO4=, Ca2+, fosfat dan kekeruhan umumnya mempunyai kadar di bawah NAB. Dilihat dari beberapa titik sampel yang jumlah parameternya mempunyai kadar melebihi NAB, maka kedalaman muka air tanah 0,37-3,98 meter mempunyai delapan parameter yang melebihi NAB, kemudian kedalaman muka air tanah 0,10-0,36 meter dengan lima parameter, dan kedalaman 3,99-8,50 meter dengan empat parameter yang melebihi NAB.  Berdasarkan jumlah parameter setiap titik sampel, maka pada kedalam MAT 0,37-1,27 meter terdapat tujuh titik sampel yang masing-masing sampel mempunyai lima parameter kualitas air yang

  9. KEKERABATAN Hoya (ASCLEPIADACEAE SUMATERA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Rahayu

    2011-01-01

    Full Text Available Morphological relationships analysis of Hoya species from Sumatra was carried out. The study was taken both from the living collections at Bogor Botanic Garden and the herbarium specimens at Herbarium Bogoriense. There are 25 Hoya species in Sumatra resulted from the total of 129 samples number. Cluster analysis was run by Clique of Phylip software based on morphological diagnostic characters. Five paraphiletic groups were resulted from the phylogenic analyses. The groups constructed from this analysis were tending to be identical with the Schlecter's section classification.

  10. Tinjauan Atas 'Fungsi' Berdasarkan Filsafat Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwin Gideon Manalaksak

    2007-12-01

    Full Text Available Definition of "Function" is mapping from domain to range. "Function" can be divided on logical function, mathematical function, and propotional function. Through the detectable functions man can find a systematic way to construct good reasoning. That "Function" can be resulted from a qualitative progress in which human get her/his knowledge. The systematization of that human action in acquiring knowledge will from the "function"

  11. Keberhasilan Implementasi Elektronik Government Berdasarkan Persepsi Pengguna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuni Rimawati

    2012-08-01

    Full Text Available This research verifies the success of e-Government that is implemented by directorate general of taxes as state institution based on user satisfaction. Seven variables investigated in this research are the usability of e-Government, information quality of e-Government, service quality of e-Government, trust of the government institution, trust of the internet, and Intention to Use Frequently e-Government. The measurement of independent variables that used in this research is based on Barnes and Vidgen (2006 and Bélangerdan Carter (2008. The measurement of dependent variable (user satisfaction based on Xiao dan Dasgupta (2002 which modified with Verdegem and Verleye (2009.

  12. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan Pendekatan Komunikatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khaerudin Kurniawan

    2016-02-01

    Full Text Available This study aims at improving the teacher's capability in arranging and implementing the strategy of learning Bahasa Indonesia at SLTP 8 Yogyakarta. The research was conducted at class I.3 from July to November 2000 in three cycles. Based on the analysis, it could be concluded that the teacher's comprehension about the communicative approach increased. It was also found in arranging the lesson plan. It was proved by the increase of student's score, activity, and motivation in learning process. The average score on listening was 0.85, speaking was 1.16, reading was 0.4, and writing was 0.78

  13. Penciptaan Naskah Drama Narcissus Berdasarkan Mitologi Yunani

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titis Rahayuningtiar

    2013-11-01

    The Creation of the Drama Script of Narcissus Based on the Greek Mythology. The script of Narcissus drama is a script of drama with a classical genre which carries the tragic rhythm on it. Narcissus is a character in the story of the Greek Mythology. He is an arrogant young man who really likes to glorify himself on the beauty of what he has. Unfortunatelly, one day he was cursed to fall in love with his own reflection. The creation of drama script of Narcissus is aimed to fill the scarcity of drama scripts in which the basic sources of idea come from narcissistic phenomena in a society and the concept of the tragic rhythm in the Greek mythology. The method of creation brings a creative method comprising the steps of exploration, creation, and improvisation. The result of this script creation is a classical genre script which has a moral message in which a person who considers himself perfectly will give a bad impact to himself. Nevertheles, perfection belongs to God only. Key words: Narcissius, Greek , mythology

  14. Klasifikasi Lagu Berdasarkan Genre pada Format WAV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurmiyati Tamatjita

    2014-07-01

    Abstract             Music genre is getting complex from time to time. As the size of digital media grows along with amount of data, manual search of digital audio files according to its genre is considered impractical and inefficient; therefore a classification mechanism is needed to improve searching.             Zero Crossing Rate (ZCR, Average Energy (E and Silent Ratio (SR are a few of features that can be extracted from digital audio files to classify its genre. This research conducted to classify digital audio (songs into 12 genres: Ballad, Blues, Classic, Harmony, Hip Hop, Jazz, Keroncong, Latin, Pop, Electronic, Reggae and Rock using above mentioned features, extracted from WAV audio files. Classification is performed several times using selected 3, 6, 9 and 12 genres respectively.             The result shows that classification of 3 music genres (Ballad, Blues, Classic has the highest accuracy (96.67%, followed by 6 genres (Ballad, Blues, Classic, Harmony, Hip Hop, Jazz with 70%, and 9 genres (Ballad, Blues, Classic, Harmony, Hip Hop, Jazz, Keroncong, Latin, Pop with 53.33% accuracy. Classification of all 12 music genres yields the lowest accuracy of 33.33%.    Keywords— Zero Crossing Rate (ZCR, Average Energy (E, Silent Ratio (SR, Euclidean Distance

  15. PERUMUSAN STRATEGI PERUSAHAAN BERDASARKAN COMPETITIVE ADVANTAGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endah Utami

    2012-12-01

    Full Text Available Perusahaan Tenun Ikat Lestari Indah adalah perusahaan pembuatan kain dengan alat tenun bukan mesin. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan menghadapi berbagai kendala, diantaranya daya beli masyarakat menurun akibat situasi perekonomian yang tidak menentu serta persaingan harga yang tidak sehat antar pengrajin. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi perusahaan sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT, I-E (Internal-External, dan QSPM (Quantitative Strategy Planning Matrix. Hasil penelitian menunjukkan posisi bisnis perusahaan berada pada posisi pertumbuhan, sehingga strategi yang dirumuskan adalah menghindari kehilangan profit dan penjualan. Dari hasil analisis QSPM (Quantitative Strategy Planning Matrix diketahui strategi yang terpilih untuk strategi jangka pendek adalah menjalin hubungan baik dengan konsumen tetap , strategi jangka pendek-menengah adalah menjalin kerjasama dengan biro-biro perjalanan wisata, strategi jangka menengah adalah menetapkan tingkatan harga sesuai kualitas dan desain, dan strategi jangka panjang adalah memperluas jaringan pemasaran di dalam dan luar negeri.

  16. Model Perancangan Organisasi Berdasarkan Dorongan Pasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cecep Hidayat

    2012-05-01

    Full Text Available Designing Market-Driven Organizations reflects the needs of the customer in the design, roles, and organizational activities. This paper has objectives to review the definitions, concepts, and models relating to the organization based on market needs. The research method used is based on the study of literature references are used as discussion material. The main theories used are the marketing concept, customer value, and design organizations. Conclusion the results of the analysis indicate that the philosophy or concept of marketing is used as the basic design of the organization based on market forces are still relevant to today's conditions.

  17. Video Retrieval Berdasarkan Teks dan Gambar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmi Hidayati

    2013-01-01

    Abstract Retrieval video has been used to search a video based on the query entered by user which were text and image. This system could increase the searching ability on video browsing and expected to reduce the video’s retrieval time. The research purposes were designing and creating a software application of retrieval video based on the text and image on the video. The index process for the text is tokenizing, filtering (stopword, stemming. The results of stemming to saved in the text index table. Index process for the image is to create an image color histogram and compute the mean and standard deviation at each primary color red, green and blue (RGB of each image. The results of feature extraction is stored in the image table The process of video retrieval using the query text, images or both. To text query system to process the text query by looking at the text index tables. If there is a text query on the index table system will display information of the video according to the text query. To image query system to process the image query by finding the value of the feature extraction means red, green means, means blue, red standard deviation, standard deviation and standard deviation of blue green. If the value of the six features extracted query image on the index table image will display the video information system according to the query image. To query text and query images, the system will display the video information if the query text and query images have a relationship that is query text and query image has the same film title.   Keywords—  video, index, retrieval, text, image

  18. PENGHAPUSAN PENDAFTARAN MEREK BERDASARKAN GUGATAN PIHAK KETIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Mardianto

    2010-01-01

    Full Text Available The right of a trademark is an exclusive right granted by government. A registered trademark can be cancelled from the General List of Trademark. Cancellation of registration of a trademark can be claimed by a third party through a dispute to a Commercial Court based on article 61 paragraph (2 letter b of Trademark Law 2001. This research is aimed at studying the use of article 61 paragraph (2 letter b of Trademark Law 2001 as the base of dispute for cancelation of the registration of a trademark by a third party, and studying the legal consequences of a trademark cancelation. A qualitative juridicial normative method with descriptive analyses approaches was used to analyze secondary data derived from documents of decisions of Commercial Court of Central Jakarta Number 06/Merek/205/PN.Niaga.JKT.PST and documents of decisions of Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 031K/N/HaKI2005. The result of the research showed that the application of article 61 paragraph (2 letter b of Trademark Law 2001 for the base of decision of the judges of Commercial Court of Central Jakarta was inappropritate. In judging at the use of a trademark, the judges only looked at the inconsistency of writtting styles or fonts or colours, but not taking into considerations of the purpose and intention of the parties that claimed the dispute. Cancelation of regitration of a trademark based on the dispute of a third party automatically resulted in the termination of legal protection of the related trademark.

  19. PENGHAPUSAN PENDAFTARAN MEREK BERDASARKAN GUGATAN PIHAK KETIGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Mardianto

    2010-01-01

    Full Text Available The right of a trademark is an exclusive right granted by government. A registered trademark can be cancelled from the General List of Trademark. Cancellation of registration of a trademark can be claimed by a third party through a dispute to a Commercial Court based on article 61 paragraph (2 letter b of Trademark Law 2001. This research is aimed at studying the use of article 61 paragraph (2 letter b of Trademark Law 2001 as the base of dispute for cancelation of the registration of a trademark by a third party, and studying the legal consequences of a trademark cancelation. A qualitative juridicial normative method with descriptive analyses approaches was used to analyze secondary data derived from documents of decisions of Commercial Court of Central Jakarta Number 06/Merek/205/PN.Niaga.JKT.PST and documents of decisions of Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 031K/N/HaKI2005. The result of the research showed that the application of article 61 paragraph (2 letter b of Trademark Law 2001 for the base of decision of the judges of Commercial Court of Central Jakarta was inappropritate. In judging at the use of a trademark, the judges only looked at the inconsistency of writtting styles or fonts or colours, but not taking into considerations of the purpose and intention of the parties that claimed the dispute. Cancelation of regitration of a trademark based on the dispute of a third party automatically resulted in the termination of legal protection of the related trademark. Keywords: trademark, cancelation of a trademark, third party, good intention, Commercial Court

  20. DETERMINAN EFISIENSI USAHA BERDASARKAN TATA KELOLA KORPORAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Lifinda Ayuning Putri

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract: Business Efficiency Determinant Constructed by Corporate Governance and Business. This study aims to examine the effect of corporate governance on the technical efficiency moderated by ownership structure and capital structure used tobit regression model and hierarchical regression analysis. This research in measured by DEA, around 30% manufacturing companies are efficient in 2013-2015. The result shows that there is positive effect of corporate governance on the technical efficiency indentified by proportion of independent board of commissioner. It is not found that another proxy has an influence. The result also shows that ownership structure has effected on the relationship between corporate governace and technical efficiency while capital structure has no influence.

  1. Pengelompokan Plasma Nutfah Rambutan Berdasarkan Karakter Morfologi

    OpenAIRE

    Nfn, Kuswandi

    2016-01-01

    Rambutan is a fruit native to Indonesia, which has a high diversity. Indonesian Tropical Fruit Research Institute has a rambutan germplasm collection. The objectives of the research were to identify and classify rambutan germplasm accessions based on morphological characteristics, in order to identify the specific characteristics important for the development of future varieties of rambutan. Collecting data on the 32 accession was conducted in Aripan Experimental Field, Indonesian Tropical Fr...

  2. PENATAAN RUANG LAUT BERDASARKAN INTEGRATED COASTAL MANAGEMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Sunyowati

    2008-10-01

    Full Text Available The planning of coastal spatial arrangement must be put in the valid spatial planning system. Law Number 26 of 2007 on Spatial Planning and it is in fact related with land spatial planning, although that ocean and air spatial management will be arranged in separate law. The legal for coastal zone management is determined by using the principles of integrated coastal management by focusing on area or zone authority system. The integrated of coastal zones management regulations should be followed by the planning of coastal spatial arrange­ment. Therefore, certain synchronization at coastal zones governance is very important issue since by integrating and coordinating other related regulations and therefore conflict of norm can be minimized in the spatial planning coastal zone.

  3. Garis dan Titik Berdasarkan Riset Visual

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devi Kurniawati Homan

    2015-01-01

    Full Text Available A design may not be created instantly, without going through a process of creation. At the beginning it all starts from nothing, blank. It requires a visual research to make a visual communication. Without a visual research, the design will not have a strong meaning to be communicated. When an idea is created, the next step is to generate the idea to become a design. The first thing a designer to do is drawing a line. Line is one of the design basic elements. In the journey to make a good design, a designer requires a visual record to assist her/him in remembering what is important. A visual record contains not only visual things seen by eyes, but also the perceived things. What is felt at the moment is important because it is easier to forget than visual memory. Sense is an important element in design. A good work will easily be communicated not only by visuals but also from senses. The study was conducted as an insight into the process of making a visual record of nirmana using visual recording method in the exploration of dots and dashes. This method was used to sharpen the sensitivity of students to dots and lines. Initially, the students visited a traditional market to do the visual research. After that, they created a visual record in the form of the composition of dots and lines in nirmana to remember the taste, smell, and visual experiences. 

  4. Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik Berdasarkan Analisis Cross-sectional Data Awal Studi Kohort Penyakit Tidak Menular Penduduk Usia 25-65 Tahun di Kelurahan Kebon Kalapa, Kota Bogor Tahun 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eva Sulistiowati

    2015-11-01

    Full Text Available AbstractGlomerular Filtration Rate (GFR is associated with renal function and used to diagnose Chronic Kidney Disease (CKD. CKD is considered a serious worldwide public health problem, and the prevalence is increasing dramatically. The aim of the analisis is to explore of the factors associated with estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR. This analysis used subset baseline data Cohort Study Non-Communicable Diseases (NCD 2011 with a cross-sectional design. CKD was defined as those withan estimated glomerular filtration rate (eGFR <60 mL/min/1.73 m2. We analyzed of 1932 subjects (820 males and 1112 females aged 25-65 years old. GFR was estimated by using calibrated serum creatinine level with a formula CKD-epi, devided into ≥60 mL/min/1.73 m2 and <60 mL/min/1.73 m2. Subject with e-GFR <60 mL/min/1.73 m2 was 2,3%, and increased remarkably with age. Multivariate logistic regression analysis demonstrated that age of 49-65 years (OR=13.57; 95% CI: 4.73-38.97,economic status quintile 1 (OR=4.44; 95% CI: 1.14-17.39, hipertension (OR=3.71;95% CI: 1.82-7.59, male gender (OR=2.97; 95% CI: 1.49-5.92, diabetes mellitus (OR=2.54; 95% CI=1.24-5.20, obesity(OR=2.51; 95% CI: 1.20-5.25, were significant factors that were independently associated with CKD.Keywords : risk factors; glomerular filtration rate; CKDAbstrakLaju filtrasi glomerulus (LFG berhubungan dengan kondisi fungsi ginjal dan digunakan sebagai penentu diagnosis Penyakit Ginjal Kronik (PGK. PGK merupakan masalah kesehatan yang serius dan prevalensinya meningkat secara drastis. Tujuan analisis ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan PGK. Data diambil dari subset data Studi Kohor Penyakit Tidak Menular (PTM di Kota Bogor Tahun 2011, menggunakan disain analisis potong lintang. Subjek yang dianalis berjumlah 1932 orang(1112 perempuan dan 820 laki-laki berumur 25-65 tahun. LFG diklasifikasikan menurut estimasi LFG (e-LFG berdasarkan kriteria CKD-epi, dengan kategori ≥60 mL/min/1,73 m2

  5. PENDUGAAN UMUR SIMPAN JAGUNG MANIS BERDASARKAN KANDUNGAN TOTAL PADATAN TERLARUT DENGAN MODEL ARRHENIUS (Shelf Life Estimation of Sweet Corn Based on Its Total Soluble Solid by Using Arrhenius Model

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Khatir

    2015-09-01

    Full Text Available Sweet corn has short shelf life at room temperature storage in the tropical countries (28-33°C. The quality deterioration of sweet corn can be determined by the decrease of its sugar content. The study aimed to estimate the shelf life of sweet corn based on the reduction of its total soluble solid (TSS by using Arrhenius model. The samples were prepared from fresh harvested corn stored for 10 days at 3 different temperatures of 5, 15 and 28 °C. Total soluble solid (TSS were analyzed every day by using abbe refractrometer. Organoleptic analysis was used by using hedonic scales from 1 to 7. The analysis was conducted until respondents had graded the samples at score 5 (dislike slightly, 6 (dislike and approaches can be used to calculate the shelf life of sweet corn. The acceleration factor for the TSS degradation at null approach, it was estimated that if the sweet corn were stored at temperature of 30, 25, 20, 15, 10 and 5°C, the shelf temperatures, the shelf life of sweet corn would be 3.7, 4.5, 5.6, 6.8, 8.4, and 10.3 days. In conclusion, the shelf life predictions of sweet corn were valid well with the experimental results. Keywords: Sweet corn, shelf life, total soluble solid   ABSTRAK Umur simpan jagung manis relatif singkat apalagi kalau disimpan pada suhu ruang di negara-negara tropis (28-32°C. Kerusakan jagung manis dapat diindikasikan dengan penurunan kandungan gulanya. Penelitian ini bertujuan untuk menduga umur simpan jagung manis berdasarkan reaksi penurunan kandungan total padatan terlarutnya (TPT dengan pendekatan model Arrhenius. Jagung manis segar yang baru siap panen segera disimpan selama 10 hari pada 3 kombinasi suhu yaitu 5, 15 dan 28°C. Setiap hari dilakukan analisis kandungan TPT dengan . Uji organoleptik dilakukan dengan skala hedonik 1-7. Proses pengamatan dihentikan apabila responden telah memberikan nilai 5 (agak tidak suka, 6 (tidak suka dan 7 (sangat tidak suka. Pendekatan model Arrhenius dilakukan dengan dua

  6. Jumlah konsumsi dan metode memasak ikan terhadap kejadian dislipidemia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Nailufar

    2013-07-01

    Full Text Available Background: Some studies state that fish consumption of at least 200-400 g/week can reduce the risk of coronary heart disease. Omega 3 polyunsaturated fatty acids in fish have cardioprotective effects. However, the cardiac effect of fish consumption are not primarily related to the amount of fish consumed but also its cooking method. The cooking method (eg, frying may alter the fatty acid content of a fish meal by absorbing fatty acids from cooking oils and adding trans fatty acids. Non-fried fish consumption (eg, boiled/steamed was associated with lower risk of coronary heart disease but fried fish was not. Objective: To identify the quantity of fish consumed and the cooking method with the incidence of dyslipidemia. Method: The study was observational with case control design in patients that checked themselves at Prodia laboratory of Samarinda. Respondents consisted of 152 patients, comprising 76 cases and 76 control. Cases were patients with dyslipidemia and control were those without dyslipidemia matched according to gender and age. Analysis used Chi-Square statistical test at confidence interval 95%. Results: There was significant difference in average of fish consumed between case and control group (164.86±63.61 g vs 218.55±62.21 g; p0,05, but the influence is in the cooking method process (OR=10,84; p<0,05. Conclusion: There was no influence between quantity of fish consumption. Risk for the prevalence of dyslipidemia was 10,84 times greater in the subject who the cooking method does not suitable the recommendation.

  7. HUBUNGAN JARAK SUMBER PENCEMARAN DAN KEJADIAN DIARE DI SUMATERA UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riris Nainggolan

    2016-09-01

    Full Text Available Environmental pollution occurs in many countries even in Indonesia. Pollution may as risk factorfor human life. It can as disturbance on health such as skin irritation and digestive infection includingdiarrhea. Diarrhea is still the leading cause of childhood death worldwide with 4.6 to 6 million childrendying from diarrheal disease in Asia,Africa, and Latin America. Diarrhea is one of mayor causes ofcommunicable diseases in Indonesia. Furthermore, diarrhea is the second cause of death among childrenaged under 5 years. This analysis used the Riskesdas data collected from household in 2007. The purposeof this analysis is to detect the correlation between source and distance of pollution and diarrhoeal cases.The samples was a cross sectional data. The result showed that the sinificant variable were water sourceless than 10 meters, and the distance of house to pollution source.Keywords: Pollution, Diarrhea, Distance, Sumatera Utara

  8. KEJADIAN PNEUMONIA BALITA DI MAUMERE FLORES NUSA TENGGARA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivian Nanny Lia Dewi

    2016-08-01

    Full Text Available Background: Pneumonia is the most significant disease to cause death in children compared to any other respiratoy infections, particularly in babies and children under five years old. Objective: This study aimed to investigate several risk factors for pneumonia in children under five years old in Maumere, Flores, NTT. Methods: This sudy employed collaborative qualitative-quantitative design. Data on the occurrence of pneumonia were drawn from the medical record of TC Hillers Maumere hospital, gathering information from January to July 2015. Research also involved direct observation to residents housing and interviews with health care providers and locals. Research population was children under five with a history of pneumonia, consisted of 152 children. Data were alayzed with a univariate method. Results: The majority of respondents with pneumonia were male (53.3%, co-morbid with iron deficiency anemia (20.4%, aged under 12 months (69.1%, well-nourished (56.6%, and waiting for 1-3 days at home before going to the hospital (47.5%. Direct observation suggested that Maumere was a dry and dusty area. The majority of housing roof was zinc, with topsoil floor, house ventilation were not properly adjusted, houses were over-populated, and residents still used wood and gasoline to cook. Residents had strong belief on supernatural powers. Conclusion: Risk factors that increased the occurrence of pneumonia in children under five in Maumere were age, sex, nutritional status, and environment characteristics.

  9. Hubungan Dermatitis Atopik dengan Kejadian Dermatitis Kontak Alergi

    OpenAIRE

    Nelly

    2015-01-01

    Background :Allergic contact dermatitis is an acquired sensitivity to various sub-stances that produce inflammatory reactions in those, and only those, who have been previously sensitized to the allergen. Atopic dermatitis is known as risk factor in the development of allergic contact dermatitis. Some studies in association between atopic dermatitis and allergic contact dermatitis incidence have found variety results. Objective :To investigate the association between atopic dermatitis and ...

  10. Analisis Kejadian Gempa Bumi Tektonik di Wilayah Pulau Sumatera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jose Rizal

    2016-06-01

    Full Text Available The purpose of this study to get an overview of the earthquakes in Sumatra. The method used is descriptive statistics and models Autoregressive Fractionally Integrated Moving Average (ARFIMA. The result from analysis data yielded a mathematical model to predict the amount of tectonic earthquakes that occur every month in Sumatra is ARFIMA (4,0.350,3 with a value of RMSE is 0,040??. While the best model for the average magnitude of the many tectonic earthquakes that occur every month in Sumatra is ARFIMA (1,0.310,3 with a value of RMSE is 0.013. Based on the model results obtained forecast frequency earthquake and the average magnitude for the three periods ahead, namely the first period 21 times with an average magnitude is 4,91 SR , the second period will occur 14 times with an average magnitude is 4.94 SR and the third period will occur 20 times with an average magnitude is 4,96 SR.

  11. CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN MENURUNKAN RISIKO KEJADIAN HEPATITIS AKUT KLINIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umar Firdous

    2012-09-01

    Full Text Available In the area of Hepatitis A outbreak, washing hand before handling food is very important, because most of the cases do not wash their hand before breakfast, lunch or dinner and they eat without spoon. This study is to find out relation between washing hand before handling food with clinical acute hepatitis cases in the area of Hepatitis A outbreak. This study used a case control design, analysing secondary data of Hepatitis A outbreak investigation from November 2001 to January 2002. The population is a the community which living in Calincing housing in Cogreg Village, Parungsub district of Bogor, aged between 15 to 55 years old. Sixty cases and 120 controls have been analysed. Result of this study found that there is a significant relation (p=0.000 between washing hand before handling food with clinical acute hepatitis case, OR=3.442 (95% CI: 1.638- 7.235. Education is a confounding variable to this relation.

  12. Hubungan Kebersihan Pribadi dan Riwayat Luka dengan Kejadian Leptospirosis

    OpenAIRE

    Cahyati, Widya Hary; Lestari, Feriyanti

    2009-01-01

    There were 65 cases of  leptospirosis with four deaths in Sunan Kalijaga Hospital during January to April, 2008.The research aims to determine the relationship bet-ween personal hygiene and a history of injury with the incidence of leptospirosis. The research design was observational analytic with case control approach. Their population are the case of public hospital inpatients who suffer leptospirosis and control populations hospital inpatients who do not. The 45 samples consist of 15 samp...

  13. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismarwati Ismarwati

    2017-09-01

    Full Text Available Abstract: The objective of this study was to determine the factors influencing the incidence of unwanted pregnancy in adolescents in Puskesmas Pakem that occurred in 2014-2016. The research method used descriptive qualitative with case study approach. The data collection technique was in-depth interview. The data were analyzed using Open Code. The results show that the influencing factors of unwanted pregnancy incidence in adolescents are the low knowledge of reproductive health, social permissiveness, easy access to pornographic media, the influence of close friends in the association and the parents’ parenting that tend to apply Permissive-indifferent.Keywords: unwanted pregnancy, adolescents, open code

  14. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahmut Jaelani

    2017-11-01

    Full Text Available Teenage girls are one of the groups who are prone to anemia. Anemia in teenage girls is still a big public health problem because the prevalence is still ≥20% that is equal to 21,7%. This study aimed to examine the dominant factors associated with the incidence of anemia and determinants in teenage girls in MTsN 02 Kota Bengkulu with a cross-sectional design. The population was all female adolescents in MTsN 02 Kota Bengkulu and the sample was taken by using simple random sampling as much as 100 respondents taken from class VII and class VIII. The results showed that the anemia was 33.0% and there was a relationship between menstrual period (p=0,028, nutritional status (p=0,000, breakfast habits (p=0,000, iron intake (p=0,000, intake protein (p=0,017, consumption pattern of iron absorption inhibitor (p=0,045 and there was no significant correlation between maternal education level (p=0,265 with incidence of anemia in Young women at MTsN 02 Kota Bengkulu. Variable nutritional status is the most dominant associated anemia in young women.

  15. FAKTOR RISIKO KEJADIAN FILARIASIS DI KELURAHAN JATI SAMPURNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Susanna

    2010-06-01

    Full Text Available Risk Factors of Filariasis in Jati Sampurna Village. The subdistrict Jati Sampurna is the most endemic area of filariasis in Bekasi City. This study was undertaken to get a picture of the situation and find the dominant risk factors associated with the occurrence of filariasis in the subdistrict. The research design encompasses case-study control with a total of 93 respondents. The variables studied were the physical environment in a house with six risk factors, characteristics of individuals with three risk factors, the physical environment outside the home, behavior, and the source transmitters, each of which with one risk factor. The risk factors associated with the incidence of the disease are the ceiling construction of the house, objects hanging in the house, the presence of wire screens, gender and the habit of going out at night. These four risk factors, in addition to the use of mosquito nets, is considered as the most dominant risk factors in the occurrence of filariasis in Kelurahan Jati Sampurna.

  16. PENANGANAN ORAL HIDRASI DAN KEJADIAN DEHIDRASI ANAK DIARE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fera Dwi Purwanti

    2013-08-01

    Full Text Available Background: Many deaths due to diarrheal dehydration. While the primary treatment of diarrhea itself is overcome the dehydration. Rehydration therapy is highly effective for reducing mortality due to diarrheal dehydration. One factors that may affect the status of the child's diarrhea is rehidration of the parents in the treatment of oral hydration. There are 4 old men in rehydration in children with diarrhea is to provide a liquid, but with the amount, frequency and type of fluid that is not in accordance with the fluids the body needs. Research Objectives: To determine the relationship behavior parents in handling with oral hydration with events dehydration in children with diarrhea in RSUD Saras Husada Purworejo. Research Methods: This research uses method descriptive analytical using design cross sectional. Engineering samples are used by non-probability sampling using technique Accidental Sampling. Data collection by questionnaire. The number of samples is 24 parents of children with diarrhea. Analysis of test data used was the Kendall Tau. Results: The behavior of parents in the treatment of oral hydration of children suffering from diarrhea for lack of a majority of as many as 58,3%. Dehydration status of child diarrhea with dehydration diarrhea mostly mild / moderate as many as 45,8%. Results analysis Kendall Tau of -0,443 with level a significance of 0,020. The results showed a p-value less than 0,05 (0,020 < 0,05 which means there is a relationship between behavior parents' in the treatment of oral hydration with the incidence of dehydration in children with diarrhea in RSUD Saras Husada Purworejo. Conclusion: There is a relationship between behavior parents' in the treatment of oral hydration with the incidence of dehydration in children with diarrhea in RSUD Saras Husada Purworejo.

  17. LATAR BELAKANG KEJADIAN KEMATIAN IBU DI NUSA TENGGARA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anwar Musadad

    2012-11-01

    Full Text Available Nowadays, maternal mortality rate (MMR in Indonesia is still high. In the period 1992-1997 the MMR was 390 per 100.000 live births. This rate was about 3-6 folds higher than that in South East Asian countries. The primary causes of the MMR were bleeding, gravidarum tocsemia and infection, which infact, could be promptly detected by adequate health-care facilities. The purpose of the study was to explore the background of the high MMR in East Nusa Tenggara province (Kupang and Belu districts. Data were collected through in-depth interview towards the closest persons of the cases including husbands, parents, sisters. brothers. neighbors, traditional birth attendants and midwives. The study revealed that there were difference perceptions about the causes of maternal mortality between health professionals and the community. According to the health professionals the causes of the maternal mortality were bleeding, infection and eclampsia due to delayed health-seeking behavior. Conversely, the community believed that the maternal mortality were due to suspicious matters and faith of God. The study concluded that the background of the perception's differences was social and cultural aspects within the community and the ignorance of the pregnant women and her families about the high risk symptoms of pregnancies. Keywords: maternal mortality, health seeking behaviour, safe motherhood

  18. HUBUNGAN PENGGUNAAN JENIS MEDIA MASSA DENGAN KEJADIAN DATING VIOLENCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yekti Satriyandari

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrack: The study aimed to determine the correlation between the use of mass media and dating violence occurrence at State Senior High School 1 Pajangan Bantul Yogyakarta. The correlation study used cross sectional approach. Samples were 108 students (total sampling. The measuring instruments were checklists and questionnaires. The data were analyzed using Chi Square. That was indicated by the value x 2 (12.531 with the significant value (p = 0.002 <0.05, and the contingency coefficient (0,322. There was a correlation between the use of mass media and dating violence occurrence at State Senior High School 1 Pajangan Bantul Yogyakarta. It is expected that teenagers do not date in order to avoid the incidence of dating violence and are able to use information technology properly and appropriately.Keywords: the use of mass media, dating violence

  19. HUBUNGAN FAKTOR DETERMINAN DENGAN KEJADIAN TIFOID DI INDONESIA TAHUN 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Holly Herawati

    2012-09-01

    Full Text Available Typhoid is an abdominal infectious diseases caused by Salmonella typhii. The Typhus more popular name called Typhus Abdominalis, Typhoid fever or Enteric fever. The Profile of disease control and healthy environment in 2006 reported that typhoid was to be publich health's problem. The cases of morbidity and mortality rate from typhoid was 500 per 100.000 people, and fatality rate was 65%. The objective of this study is to find prevalence of typhoid and the relatied with several determinants in Indonesia. This study used cross-sectional design with descriptive analysis on relation of determinant factors to typhoid prevalence in Indonesia in 2007. The research sample is all sample who answered quesioner about Typhus. Collected data with direct quesioner. Determinant factor in analisis are individual karacteristic, demografi status, economy status, and environment. The result shown prevalency of clinical Typhoid about 1,5%, with range prevalence (0,4% - 2,6%. Dominant factor in Typhoid morbidity has 13 variable, which are sex variable with OR = 1,142 on male group, in age group The highest OR higher was on 1-14 years that was 1,449 (1,164-1,804. The education variable who unfinishes from elementary school have OR =1,746 , responden who have child under five 5 years more than five child in their home have OR = 3,368, variable area according to island in Indonesia, NTT and NTB were OR = 1,052, Variable area according to administration area have OR = 1,283 (1,169-1,410 on rural side. The length of time to acces proffesional health service have OR = 1,420 on group who have time to acces was long, and the length of time to acces community health service have OR =1,226 for time long to acces, and water sufficienty OR= 1,273 for responden have not water sufficient, variable of the soil source around drinking water resource OR = 1,097, and the variable of the water quality bad have OR = 1,401, variable of having a garbage place have OR= 1,180 on responden didn't have a garbage place, and the last was variable of having the waste pipeline in responden home, group responden didn't have waste pipeline in home have OR = 1,098 . The result shown prevalency of clinical typhoid about 1,5%, with range prevalency (0,4% -2,6%. Dominan factors on the typhoid morbidity there were 13 factors which are 1. sex variable, 2. age variable, 3. consist of Child under five years in family 4. education variable, 5. area's according island 6. administration area variable 7. length of time to acces to profesional health service 8. length of time to acces to profesional health inter grated health care post, 9. variable with water sufficiency, 10. variable of soil source paround drinking water source, 11. variable of water quality, 12. variable with having a garbage place, 13. variable of having the waste pipeline in responden home.   Key words : Factor Determinant, Typhus, Basic Health Research

  20. Faktor-Faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Weni Kurdanti

    2015-04-01

    Objective: To determine the factors that affect the incidence of obesity in adolescents. Method: A case-control study with a total of 144 subjects, cases are obese adolescents (BMI/U> + 2SD and controls were non-obese adolescents. The independent variable is the macronutrient intake, fiber intake, the pattern of consumption of fast food, the consumption patterns of food / sugary beverages, physical activity, psychological factors (self-esteem, genetic factors, and intake of breakfast, while the dependent variable was the incidence of obesity. Data analysis using chi-square test and logistic regression. Results: Factors significantly associated (p<0.05 and a risk factor for obesity in adolescent is energy intake (OR=4.69; CI 95%=2.12-10.35; fat (OR=2.34; CI 95%=1.19-4.57; carbohydrates (OR=2.64; CI 95%=1.34-5.20; the frequency of fast food (OR=2.47; CI 95%=1.26-4.83; and the morning breakfast intake (OR=5.24; CI 95%=2.56-10.71. Conclusion: Teens who have excessive macronutrient intake, the frequency of consumption of fast food often, physical activity is not active, has a mom and dad with obesity status, and no breakfast, greater risk of obesity.

  1. ALOKASI PASOKAN BERDASARKAN PRODUK UNGGULAN UNTUK RANTAI PASOK SAYURAN SEGAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marimin Marimin

    2007-01-01

    Full Text Available Application of artificial inteligent by using fuzzy logic can be one of way to handle supply chain situation in uncertainty environment. It was widely concern to study a supply chain using fuzzy logic that most needed. Ain of the study was apply fuzzy logic in determination of supply allocation for superior product in vegetables supply chain. Models was developed in three sub models. First was determination vegetables types that superior by using pareto technique and exponential compaarison method (MPE. Second was expert system to determine supply needed and finally was optimizing supply allocation using fuzzy multi-objective linear programming. The model was applied in a vegetables agroindustry that superior product selected was red paprica. Analysis againts model behaviour is conducted for pesimistic and optimistic scenarios. Abstract in Bahasa Indonesia : Penerapan kecerdasan buatan dengan logika fuzzy bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi situasi rantai pasok dalam lingkungan ketidakpastian. Perhatian yang lebih luas untuk pembahasan rantai pasok menggunakan teknik fuzzy masih sangat dibutuhkan. Studi ini bertujuan menerapkan logika fuzzy dalam penentuan alokasi pasokan untuk produk unggulan pada rantai pasok agroindustri sayuran. Model yang terdiri dari tiga sub model. Sub model pertama adalah penentuan jenis sayuran yang diunggulkan menggunakan kombinasi teknik pareto dan metode perbandingan eksponensial (MPE. Sub model kedua adalah sistem pakar untuk menentukan kebutuhan pasokan menggunakan logika fuzzy. Sub model ketiga adalah optimasi alokasi pasokan menggunakan programa linear obyektif majemuk fuzzy. Model yang dibangun kemudian diterapkan pada sebuah perusahaan agroindustri sayuran dengan produk unggulan terpilih adalah paprika merah. Analisis terhadap prilaku model juga dilakukan untuk skenario pesimis dan optimis. Kata kunci: fuzzy, sistem pakar, MPE, obyektif majemuk, sayuran

  2. Image Retrieval Berdasarkan Fitur Warna, Bentuk, dan Tekstur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Layona

    2014-12-01

    Full Text Available Along with the times, information retrieval is no longer just on textual data, but also the visual data. The technique was originally used is Text-Based Image Retrieval (TBIR, but the technique still has some shortcomings such as the relevance of the picture successfully retrieved, and the specific space required to store meta-data in the image. Seeing the shortage of Text-Based Image Retrieval techniques, then other techniques were developed, namely Image Retrieval based on content or commonly called Content Based Image Retrieval (CBIR. In this research, CBIR will be discussed based on color, shape and texture using a color histogram, Gabor and SIFT. This study aimed to compare the results of image retrieval with some of these techniques. The results obtained are by combining color, shape and texture features, the performance of the system can be improved.

  3. Model Matematis Prediksi Produk Sukses Berdasarkan Orientasi Fungsional Emosional Produk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niko Siameva Uletika

    2013-06-01

    Full Text Available The risk of product loss can be minimized by mathematical model of predictive success or failure of a product at the early design stage. Model is build from 30 graphics of strategy canvas industries.Canvas strategy contains success factors product overview. This research starts with standardise canvas intervaland factor successdescription. Next step is factors succesclasification, based on functionalemotional product orientation. The result of it are 66 data sets. Data set are constructed based on value innovation concept. Every data set consist ofone price factor, one innovation factor and one factor of succes indicator. The Mathematical model from desimal data obtained by Ordinary LeastSquare (OLS estimation parameter method. Binary data obtained by Maximum Likelihood Estimator (MLE. Mathematical model selection base onmodel and coeficient significant (α=0.05. While model significances decimal data are then validated by One Way Analysis of Variance (ANOVA, binary data validated by Hosmer and Lemeshow analysis to testgoodness of fit of the model. Coefficient of significances are tested with t and wald statistic. Finally, mathematical model required is derived from prediction capability relied on R squareAdjusted for decimal data and R square Nagelkerke analysis for binary data. The result of this research is model with prediction capability up to 70%. Thereare three models developed, new emotional model with 74.1% predictioncapability, functional velocity model (73.1%, and functional capability (70.8%.

  4. Khazana Warna Berdasarkan Hasana Alam dan Budaya Nusantara (1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mita Purbasari

    2011-04-01

    Full Text Available Using colors for designing purpose is become an important part of designer, such as graphic designer, interior, product, least but not last for architect and artist. Like humans, color need to have a name to identify according to its character, psychology and emotional effect. This research applied the qualitative and quantitative method to give a brief description about color’s name and propose new color naming which based on character, nature, and imagery it evokes. This research will use quantitative and qualitative methods to describe the color names and color names of the new proposed based on the audience choice. Data collected will be used as a proposal of naming colors in Indonesian language that uses the unique natural and cultural riches of Indonesia itself.  

  5. ANALISIS PORTOFOLIO RESAMPLED EFFICIENT FRONTIER BERDASARKAN OPTIMASI MEAN-VARIANCE

    OpenAIRE

    Abdurakhman, Abdurakhman

    2008-01-01

    Keputusan alokasi asset yang tepat pada investasi portofolio dapat memaksimalkan keuntungan dan atau meminimalkan risiko. Metode yang sering dipakai dalam optimasi portofolio adalah metode Mean-Variance Markowitz. Dalam prakteknya, metode ini mempunyai kelemahan tidak terlalu stabil. Sedikit perubahan dalam estimasi parameter input menyebabkan perubahan besar pada komposisi portofolio. Untuk itu dikembangkan metode optimasi portofolio yang dapat mengatasi ketidakstabilan metode Mean-Variance ...

  6. Identifiksi Sebaran Litologi berdasarkan Analisis Data Resistivitas di Gunung Wungkal

    OpenAIRE

    Nurul Dzakiya; MGS. Dwiki Nugraha; Nenden L. Sidik; Trias Galena

    2017-01-01

    Analisis data untuk mengidentifikasi sebaran litologi yang memiliki potensi bahan galian industri di Daerah Gunung Wungkal Yogyakarta dengan menggunakan metode resistivitas dan survei geologi permukaan telah dilakukan. Hasil korelasi kedua data tersebut menunjukkan sebaran litologi merupakan pelapukan intrusi batuan beku yang kemudian menghasilkan material lempung (6,0-10 m), lempung pasiran (11-30 m) dan lapukan batuan diorit (30-55 m) yang berada di kedalaman berbeda. Ketebalan batuan di pe...

  7. KINERJA PEGAWAI BERDASARKAN KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuyinah Lutfa

    2012-01-01

    Full Text Available Top of Form, Goals to be achieved in this study was to determine the effect of leadership, motivation and environment affect the performance of employees in Malang Regency Community Empowerment Board and the dominant variables affecting the performance of employees in Malang Regency Community Empowerment Board is motivation. Therefore, based on the results of the analysis in this study, then the suggestions can be given is the Community Empowerment Board should leader Malang more attention to issues of leadership and motivation to employees, because it can improve performance. Guidance, supervision and education of employees should be synergized with the interests of the institution, so as to support the motion dynamics of performance measures and work environment needs to be improved to enhance the performance of employees.

  8. Perbedaan Post Purchase Regret Berdasarkan Perilaku Pada Konsumen Wanita

    OpenAIRE

    Fardhani, Diah

    2014-01-01

    Post purchase regret is a negative emotion of consumer after evaluating the purchase decision has been made, the evaluation is conducted based on the outcome and process of consumer decision making. This study was a comparative quantitative study aimed to determine differences on post purchase regret based on unplanned and substitute purchasing behavior. The research hypothesis was the differences in post purchase regret based on unplanned behavior and substitute purchasing. The study involve...

  9. Pengambilan Sampel Berdasarkan Peringkat Pada Analisis Regresi Linier Sederhana

    OpenAIRE

    Wijayanti, Pritha Sekar; Ispriyanti, Dwi; Wuryandari, Triastuti

    2013-01-01

    Ranked Set Sampling and Ranked Set Sampling concomitant are more efficient than Simple Random Sampling. This can be determined by calculating the Relative Precision which is a ratio value from the variance of the mean from each sampling technique. From the research of Ranked Set Sampling, obtained , and so Ranked Set Sampling is more efficient than Simple Random Sampling. For the research of Ranked Set Sampling concomitant, obtained , and so Ranked Set Sampling concomitant is more efficie...

  10. PENILAIAN KINERJA BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN BERDASARKAN BALANCED SCORECARD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NI KETUT RASMINI

    2011-07-01

    Based on the analysis carried out, the performance of Tabanan General Hospital from 2004 to 2007 was classified as being economical. However, its performance in 2008 was classified as being not economical. With regard to its efficiency, it was not efficient yet; however, it was classified as being effective. In the perspective of customers, the numbers of customers increased and viewed from their satisfaction, its performance was good enough. Viewed from the perspective of the process of internal business, the increased capacity of the infrastructure and the improved quality of the services, it can be stated that its performance was good enough. In the perspective of learning and growth, which was evaluated with reference to the increased productivity of the staff from 2004 to 2007, its performance fell; however, in 2008 its performance was good which can be seen from the increased productivity of the staff and their improved satisfaction.

  11. Perbedaan Emosi Musikal berdasarkan Preferensi Musik dan Genre Musik

    OpenAIRE

    Lubis, Berliana Mega Sari

    2016-01-01

    Musical emotion is a term used to describe the affective reactions felt by listeners while listening to the music. This study aims to look at the differences of musical emotion in individuals with jazz and rock music preferences when those music played to them. This is a quantitative research which used experimental method with 2x2 factorial design. The sampling technique used is cluster random sampling with 59 people as a sample, divided into 4 groups. Musical emotion will ...

  12. Interpretasi Vulkanostratigrafi Daerah Mamuju Berdasarkan Analisis Citra Landsat-8

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frederikus Dian Indrastomo

    2015-11-01

    Full Text Available Mamuju and its surrounding area are constructed mainly by volcanic rocks. Volcanoclastic sedimentary rocks and limestones are laid above the volcanic rocks. Volcanic activities create some unique morphologies such as craters, lava domes, and pyroclastic flow paths as their volcanic products. These products are identified from their circular features characters on Landsat-8 imagery. After geometric and atmospheric corrections had been done, a visual interpretation on Landsat-8 imagery was conducted to identify structure, geomorphology, and geological condition of the area. Regional geological structures show trend to southeast – northwest direction which is affects the formation of Adang volcano. Geomorphology of the area are classified into 16 geomorphology units based on their genetic aspects, i.e Sumare fault block ridge, Mamuju cuesta ridge, Adang eruption crater, Labuhan Ranau eruption crater, Sumare eruption crater, Ampalas volcanic cone, Adang lava dome, Labuhan Ranau intrusion hill, Adang pyroclastic flow ridge, Sumare pyroclastic flow ridge, Adang volcanic remnant hills, Malunda volcanic remnant hills, Talaya volcanic remnant hills, Tapalang karst hills, Mamuju alluvium plains, and Karampuang reef terrace plains. Based on the Landsat-8 imagery interpretation result and field confirmation, the geology of Mamuju area is divided into volcanic rocks and sedimentary rocks. There are two groups of volcanic rocks; Talaya complex and Mamuju complex. The Talaya complex consists of Mambi, Malunda, and Kalukku volcanic rocks with andesitic composition, while Mamuju complex consist of Botteng, Ahu, Tapalang, Adang, Ampalas, Sumare, danLabuhanRanau volcanic rocks with andesite to leucitic basalt composition. The volcanostratigraphy of Mamuju area was constructed based on its structure, geomorphology and lithology distribution analysis. Volcanostratigraphy of Mamuju area is classified into Khuluk Talaya and Khuluk Mamuju. The Khuluk Talaya consists of Gumuk Mambi, Gumuk Malunda, and Gumuk Kalukku, while Khuluk Mamuju consists of Gumuk Botteng, Gumuk Ahu, Gumuk Tapalang, Gumuk Adang, Gumuk Ampalas, Gumuk Sumare, and Gumuk Labuhan Ranau.

  13. Khazana Warna berdasarkan Alam dan Budaya Nusantara (2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mita Purbasari

    2011-10-01

    Full Text Available More than any other element of design, color has the ability to makes us aware of what we see, for nothing has meaning without color. Color naming tries to describe color of objects surrounding us. The physiology of the eye and how light imparts color to objects, as well as the psychological and cultural factors involved in perception. These factors in turn affect whether an artist chooses to use local, optical, or arbitrary color. The color defines our world. Just like the previous paper, this research uses quantitative and qualitative methods to describe the color names and color names of the new proposed based on the audience choice. Data collected will be used as a proposal of naming colors in Indonesian language that uses the unique natural and cultural riches of Indonesia itself.  

  14. KUALITAS AIR WADUK PENJALIN BERDASARKAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROBENTHOS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Junika Widjaja Putri

    2017-03-01

    Full Text Available Macrobenthos is one of the biotic water constituent and can be used as bioindicator in determining water quality conditions. Water quality can be seen in terms of community structure of macrobenthos. The present study aimed to determine the physical and chemical water qualities in Penjalin Reservoir and to know the community structure of macrobenthos contained in the waters of Penjalin Reservoir. Community structure includes Density (organism/m2, Relative Density, Dominance Index (C and Diversity Index (H ' as well as to determine the relationship between the water quality (physical and chemical and the macrobenthos density. The physical and chemical qualities of Penjalin Reservoir water was good based on class III water quality standard according to PP No. 82 Ttahun 2001. Based on observation, 11 macrobenthos were obtained. Diversity Index (H' based on the criteria of Lee  et al. (1978 showed moderate values (2.07 to 1.66 suggesting a low contamination level. The relationship of macrobenthos density and its chemical and physical quality of water pH, temperature, light penetration, depth, DO, BOD was weak, but had strong relationship with TSS. The results showed a linear regression equation Y = 898.76 X - 236.946 (Y = density and X = TSS which could be interpreted that the more value of macrobenthos density the higher value of TSS contained in the water.

  15. Komodifikasi Tari Barong di Pulau Bali (Seni Berdasarkan Karakter Pariwisata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggraeni Purnama Dewi

    2016-08-01

    Full Text Available ABSTRAK           Artikel ini berjudul “Komodifikasi Tari Barong di Pulau Bali”, yang mengungkap bagaimana keterkaitan antara seni tradisional yang bersifat religius yang pada awalnya hanya dipersembahkan untuk upacara ritual keagamaan, namun kini  menjadi industri pariwisata yang bernilai komersial. Pulau Bali atau yang terkenal dengan sebutan Pulau Dewata atau Pulau Seribu Pura kerap kali menjadi tujuan utama dari para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara sebagai tempat berlibur. Selain pesona alam yang indah, Bali memang sangat kaya akan adat istiadat dan budayanya.             Seiring dengan tuntutan pemasaran produk pariwisata, maka kenyataan yang ada di Bali saat ini terkait dengan seni pertunjukan adalah, bagaimana mengemas seni tradisional yang bernilai religius menjadi seni pariwisata yang bernilai komersial yang dapat dipertontonkan secara bebas kepada para wisatawan. Salah satu seni pertunjukan yang telah dikomodifikasi menjadi seni pariwisata adalah tari tradisional Barong.             Kata Kunci: Komodifikasi Tari Barong, Seni Pertunjukan, Industri, Pariwisata ABSTRACT                The title of this article is "The Commodification of Barong Dance in Bali". This article reveals how the relationship between the traditional art of a religious nature that was originally only offered for religious rituals, but now becoming commercially valuable tourism industry. The Bali island or which is known as the island of the gods, or island of thousand temples, often becomes the main purpose of the tourists, both local and foreign tourists as a vacation destination. Besides of natural charm and beautiful beaches, Bali is very rich in tradition and culture.               Along with the demands of the tourism product marketing, Bali islandthat currently associated with the performing arts is, how to package the valuable traditional religious art becomes art tourism commercial value that can be displayed freely to the tourists. One of the performing arts that has become commodified touristic art is traditional Barong dance. Keywords: Commodification of Barong Dance, Performing Arts, Industry, Tourism

  16. Klasifikasi Varietas Cabai Berdasarkan Morfologi Daun Menggunakan Backpropagation Neural Network

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kharis Syaban

    2016-07-01

    Full Text Available Compared with other methods of classifiers such as cellular and molecular biological methods, using the image of the leaves become the first choice in the classification of plants. The leaves can be characterized by shape, color, and texture; The leaves can have a color that varies depending on the season and geographical location. In addition, the same plant species also can have different leaf shapes. In this study, the morphological features of leaves used to identify varieties of pepper plants. The method used to perform feature extraction is a moment invariant and basic geometric features. For the process of recognition based on the features that have been extracted, used neural network methods with backpropagation learning algorithm. From the neural-network training, the best accuracy in classifying varieties of chili with minimum error 0.001 by providing learning rate 0.1, momentum of 0.7, and 15 neurons in the hidden layer foreach of various feature. To conduct cross-validation testing with k-fold tehcnique, obtained classification accuracy to be range of 80.75%±0.09% with k=4.

  17. PERAMALAN BISNIS BERDASARKAN PERILAKU KONSUMEN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aryanti Aryanti

    2014-02-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi informasi sekarang ini telah melahirkan sistem cerdas. Aplikasi dari sistem cerdas dapat digunakan untuk peramalan. Salah satu metode dalam sistem cerdas yang dapat digunakan untuk melakukan peramalan adalah menggunakan logika fuzzy. Penelitian dilakukan dengan memprediksi seberapa jauh keberhasilan bisnis yang akan atau sedang dikerjakan. Sebuah bisnis akan dapat dijalankan dan mampu bertahan dalam era persaingan yang ketat jika perusahaan mampu memperhatikan kepuasan pelanggan atau konsumennya. Perilaku konsumen tidak terlepas dari karakteristik produk baik mengenai penampilan, gaya, mutu dan harga dari produk tersebut. Pada penelitian ini dibangun model regresi menggunakan logika fuzzy antara tingkat pendidikan, pendapatan dan kemampuan membeli seseorang. Model regresi ini diharapkan akan mampu melakukan peramalan tentang bisnis yang akan dijalankan. Pada penelitian ini diperoleh bahwa jika sebagian besar suatu wilayah berpenduduk dengan tingkat pendidikan mahasiswa dan pendapatan sekitar Rp.1 juta maka dapat diduga bahwa keputusan akan pembelian produk sebesar 76.3 atau konsumen akan mampu untuk mengeluarkan dana sebesar 7.63% dari pendapatannya untuk membeli produk. Kata Kunci: Peramalan, Perilaku Konsumen, Logika Fuzzy 

  18. EVALUASI PERAN APOTEKER BERDASARKAN PEDOMAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudibyo Supardi

    2013-02-01

    Full Text Available Abstract The Government Regulation Number 51 on Pharmacy Practice states that dispensing prescriptions in a health facility, including the community health center, must be done by a pharmacist. In 2010 only ten percents of community health centers have a pharmacist. A cross sectional qualitative study has been done to obtain information on the role of pharmacist themselves in practicing in a community health center, and to obtain information on problem and barrier of the role of pharmacist. The study was carried out in Java, namely in cities of Tangerang, Bandung, Surabaya and Bantul District. Informants for in-depth interviews are District/City Health Office staff involved in the pharmacist assignment in a community health center and head of community health center, whereas for focus group discussion we invited pharmacists from District/City Health Office, community health center, school of pharmacy and regional pharmacists association. Descriptive data were analyzed qualitatively using triangulation method and temporary results were reviewed in a round table discussion in Jakarta with DG of Pharmaceutical Services and Medical Devices, Indonesian Pharmacist Association and Provincial Health Office of DKI Jakarta. Results of the study show that: 1. A. pharmacist is not available at all community health centers, as well as non-care community health centers, there are many prescription services performed by non-professional personnel. 2. The role of pharmacist in a community health center covers good drug management just like their job description, especially in prescription dispensing and drug use report. 3. The role of the pharmacist in pharmaceutical services: (a information carried on the delivery of drugs prescription drugs to the patient, prior to clinic services began, and during a visit to posyandu posyandu toddlers and the elderly, (b drug counseling is limited given the availability of time and there is no room , (c visite the patient was done, either with the patient's own doctor or maternity hospitalization, (d home care have not been going well. 4. Issues related to pharmacists in community health centers is the availability and the number does not match to the workload, so that pharmaceutical care have not been going well due to limitations of time and effort. Also there are pharmacists feel less capable in providing drug information to other health professionals, especially medical specialist several health centers, so it is still necessary coaching and training. Keywords: pharmacist, Guideline of pharmaceutical care, community health center, drug management Abstrak Dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 51 tahun 2009 disebutkan pelayanan resep dokter di pelayanan kefarmasian (salah satunya puskesmas harus dilakukan oleh apoteker. Data tahun 2010 menunjukkan hanya 10% puskesmas yang memiliki apoteker. Tujuan penelitian adalah mendapatkan informasi tentang peran apoteker di puskesmas dan permasalahan dalam pelayanan kefarmasian di puskesmas. Hasil penelitian diharapkan sebagai masukan bagi pihak yang terkait untuk meningkatkan ketersediaan apoteker dalam pelayanan kefarmasian di puskesmas. Penelitian potong lintang (cross sectional dengan pendekatan kualitatif dilakukan terhadap instansi yang terkait dengan peran apoteker di puskesmas pada tahun 2011. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Provinsi Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Dari masing-masing provinsi diambil satu kota, yaitu Kota Tangerang, Kota Bandung, Kabupaten Bantul dan Kota Surabaya. Informan penelitian untuk wawancara mendalam adalah Dinkes Kabupaten/Kota dan Kepala Puskesmas, sedangkan peserta diskusi kelompok terarah adalah 12 apoteker yang mewakili Dinkes Kabupaten/Kota, puskesmas perawatan, Perguruan Tinggi Farmasi (PTF dan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI. Analisis data secara deskriptif kualitatif dengan metoda triangulasi sumber data dan triangulasi metoda pengumpulan data. Hasil sementara disempurnakan dengan Round Table Discussion di Jakarta dengan mengundang nara sumber. Hasil studi adalah sebagai berikut : 1.  Apoteker belum tersedia di semua puskesmas perawatan, apalagi puskesmas non perawatan, sehingga pelayanan resep dikerjakan oleh tenaga non profesional. 2.  Peran apoteker dalam pengelolaan obat umumnya sudah berjalan, khususnya dalam pelayanan obat resep dan pembuatan LP-LPO bulanan. 3.  Peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian: (a informasi obat dilakukan pada saat penyerahan obat resep kepada pasien, sebelum pelayanan puskesmas dimulai, dan pada saat kunjungan ke posyandu balita dan posyandu lansia, (b konseling obat dilakukan terbatas mengingat ketersediaan waktu dan belum ada ruangan, (c visite pasien sudah dilakukan, baik dengan dokter maupun sendiri kepada pasien bersalin rawat inap, (d home care belum berjalan dengan baik. 4.  Permasalahan yang terkait dengan apoteker di puskesmas adalah ketersediaan dan jumlah tidak sesuai dengan beban kerjanya, sehingga pelayanan kefarmasian belum berjalan baik akibat keterbatasan waktu dan tenaga. Juga ada apoteker merasa kurang mampu dalam memberikan informasi obat kepada tenaga kesehatan lain, khususnya dokter spesialis di beberapa puskesmas perawatan, sehingga masih diperlukan pembinaan dan pelatihan.   Kata kunci: apoteker, pelayanan kefarmasian, pengelolaan obat, puskesmas

  19. Alternatif Pengembangan Pendidikan Berdasarkan “Nilai” Kebutuhan Khusus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silverius CJM Lake

    2015-01-01

    Full Text Available The Community College is a kind of higher education. It focuses on diploma degree (the Two Year College. The objectives of Community College are to educate and to train students for getting working skills for jobs. The Community College has competencies that are suitable with the working area and the local needs. To run the Community College goodly and truly, values is needed. Those values influence the mission of Community College. The question was why Indonesian Higher Education accepts the Community College as a model of higher education. The problem was related to some models of higher education that do not fulfill the demands of companies yet. Therefore the Community College becomes a choice to answer the demands of industries and etrepreneurship. The right references to learn about Community College are American Community Colleges such as Highline Community College (Seattle, WA and Kapi’olani Community Collere (Honolulu, HI. Each of those Community Colleges has the best program for example Highline Community College in Business Management, then Kapi’olani Community College in Culinary Arts. This article used descriptive and argumentative method to show the importance of Commuity College in Indonesia. 

  20. Karakter Ideal Konselor Multibudaya Berdasarkan Nilai Luhur Semar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nora Yuniar Setyaputri

    2017-06-01

    Full Text Available Abstract: Nowadays a lot of counselor labeling their counselee which caused counselor’s lack of multicultural insights. Labeling may have a poor impact on the counselor’s decision in selecting counseling intervention strategies. The multicultural insights of counselors must be enhanced by building an ideal character in themselves. This ideal character is concerned with the understanding and behavior of counselors to respond the condition of heterogeneous counselees and how high the curiosity, interest and motivation of counselors to constantly add multicultural insights that they have. The noble values contained within Semar can be attributed to how the ideal character of multicultural counselors. This study aims to explain the ideal character of multicultural counselor taken from the noble value of Semar as well as linking the character with multicultural competence of counselor. This research uses qualitative approach of library research type. The ideal characteristics of multicultural counselors that can be formulated include: (1 religious; (2 neutral; (3 tolerance; (4 sincere; (5 discipline; (6 social care; (7 friendly; (8 fair; (9 honest; (10 supple; (11 democratic; and (12 curiosity. Abstrak: Saat ini banyak konselor yang melakukan pelabelan karena kurangnya wawasan multibudaya konselor tersebut. Pelabelan yang dilakukan oleh konselor ini dapat berdampak kurang baik terhadap pemilihan strategi intervensi konselor terhadap konselinya. Wawasan multibudaya yang dimiliki konselor harus ditingkatkan dengan cara membangun karakter yang ideal pada diri mereka. Karakter ideal ini berkaitan dengan pemahaman dan perilaku konselor untuk menyikapi kondisi konseli yang heterogen serta seberapa tinggi rasa ingin tahu, minat maupun motivasi konselor untuk senantiasa menambah wawasan multibudaya yang mereka miliki. Nilai-nilai luhur yang terdapat di dalam diri Semar dapat dikaitkan dengan bagaimana karakter ideal konselor multibudaya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakter ideal konselor multibudaya yang diambil dari nilai luhur Semar serta mengkaitkan karakter tersebut dengan kompetensi multibudaya konselor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe library research. Karakter ideal konselor multibudaya yang dapat dirumuskan antara lain: (1 religius; (2 netral; (3 toleransi; (4 tulus; (5 disiplin; (6 peduli sosial; (7 bersahabat; (8 adil; (9 jujur; (10 luwes; (11 demokratis; dan (12 rasa ingin tahu. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v2i22017p058

  1. Klasifikasi Penyakit Paru Berdasarkan Citra Rontgen dengan Metoda Segmentasi Sobel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reni Rahmadewi

    2016-03-01

    Full Text Available Lung disease is one of the diseases that are prevalent in society. Often there is a delay in the treatment of this lung disease. These delays are often caused by ignorance of the community in the proper handling and lack of clear information about lung disease. One way to detect lung disease is by reading the X-ray images are correct and are usually carried out by experts who are experts on the X-ray results. But to get the diagnosis depends on the schedule of expert practice and takes a long time. To ease the difficulties of this society, so in this study built applications that can analyze X-ray images based on image processing. The data is processed there are 41 (forty-one X-ray image of the segmentation of the lung region. Then the lung region performed edge detection based on Sobel operator . The test results obtained from the comparison of pixels between the results of edge detection on the lung region, which classifies six (6 types of lung disease with a percentage interval for bronchitis of 1.43% - 1.59%, pleurisy 1.43% - 1.59 %, pneumonia 2.00% - 2.50%, tuberculosis 2.86% - 3.79%, emphysema 4.16% - 4.76% and lung cancer 76.72% - 94.85%.

  2. PETA PERKEMBANGAN BIDANG ENERGI BERDASARKAN LITERATUR KELABU DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hartinah

    2012-07-01

    Full Text Available The Objective of this study is to analyze the subject research in order to construct a map of energy research conducted by R & D Institutions and university student in Indonesia. The method of the study uses Bibliometrics by collecting the data from 1998-2008. The data analyze throughout document mapping in co-word. The data result in energy sector that carried out by the R & D Institutions and the university is: 328 titles of thesis and 345 titles of research reports. Based on the collected data, there is a significant increasing in the research development from 1998 until 2008, except in 1999 which decrease from 1998 and 2004 decrease from 2003. The title numbers of university thesis from the highest are ITB, ITS, UGM, UNIBRAW, UI, UNSRI, USU, and another collections from other university are from PDII-LIPI. The title numbers of research institute are: Department of ESDM, LIPI, BATAN, KRT, and LAPAN. The research are focused on: biofuel, electricity energy, solar energy, coals, fuel energy, nuclear energy, wind energy, petroleum and natural gas, geothermal energy, bio mass and biogas, sea current and sea wave, steam energy, and hydrogen/fuel cell, whereas under the 10 research titles there are a lot of kinds of energy such as gas, earth gas, steam, and alternative energies, and others focuses. This study concludes that there are 46 topics which conducted research by university as well as R & D Institutions. The output of this study is database, containing of 960 records of energy research. The result shows the differences of mapping for energy research. This research recommends the need of documentation system policy on grey literature especially on energy research.

  3. PENGELOMPOKKAN KABUPATEN DI PROVINSI BALI BERDASARKAN PERKEMBANGAN FASILITAS PARIWISATA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NOVA SARI BARUS

    2013-11-01

    Full Text Available The development of tourism facilities in each district/city between districts with each district is different. The purpose of this study was to determine the grouping of several districts in the province of Bali is based on the number of tourism facilities as well as what the variable identifier of each group. The analysis used in this study is the analysis of clusters and Biplot. The data used is secondary data obtained from the Bali Tourism Office in 2011. Variables used are classified hotel, non-classified hotels, home stays, restaurants, bars, tourist destination, the area of ??tourism, water tourism and business. The results of this study formed three groups: group 1 Bangli, Buleleng, Jembrana District, Klungkung, Karangasem district and Denpasar City. Group 2 and group 3 Badung district of Gianyar district. Variable identifier is a restaurant for all variables.

  4. Audit Keamanan SIMAK Berdasarkan ISO 27002 (Studi Kasus: FE UNUD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulius C. N. Bless

    2016-01-01

    Full Text Available Keamanan sistem informasi merupakan sebuah bagian vital yang menjadi perhatian khusus bagi setiap orang yang aktif menggunakan teknologi internet sebagai alat komunikasi dan informasi. Institusi pendidikan seperti universitas, yang menggunakan sistem informasi sebagai salah satu cara dalam manajemen informasi terkait administrasi pegawai dan mahasiswa, maupun informasi lainnya guna menunjang proses pengambilan keputusan. Sistem Informasi Manajemen Akademik (SIMAK di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana berfungsi untuk manajemen data akademik mahasiswa. Informasi yang diolah dalam SIMAK haruslah memenuhi CIA (Confidentiality, Integrity, dan Availability. Audit dilakukan agar dapat diketahui tingkat kematangan sistem informasi saat ini. Standar dalam proses audit SIMAK menggunakan ISO/IEC 27002:2005 dan COBIT 4.1 untuk proses pemetaan dan penyusunan rekomendasi. Tingkat kematangan SIMAK saat ini adalah 3 atau Well Defined. Secara umum, tingkat kematangan ini dimaksudkan bahwa sudah terdapat prosedur yang standar dan telah didefinisikan secara baik, namun pelaksanaannya masih belum dilakukan secara rutin dan terstruktur.   Kata kunci: audit, COBIT 4.1, ISO/IEC 27002:2005, tingkat kematangan.

  5. TEORI SURPLUS BERSIH: VALUASI PERUSAHAAN BERDASARKAN DATA AKUNTANSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DEWA GEDE WIRAMA

    2008-07-01

    Full Text Available Fundamental accounting research under measurement perspective regained researchers’ consideration following the publications of Ohlson (1995 and Feltham and Ohlson (1995 valuation models. While fundamental researches before Ball and Brown (1968 were mostly focusing on the determination of the “correct” income number in economic sense, current fundamental researches are more about firm valuation based on accounting numbers.Ohlson (1995 and Feltham and Ohlson (1995 valuation models are based on clean surplus theory. The theory considers accounting as a wealth creation and distribution recording system, and thus provides the base of the relation between firm value and accounting numbers. Based on neoclassical concept of value, clean surplus theory states that a firm value is equal to its book value plus the present value of expected abnormal earnings, termed as goodwill. Based on that relation, Ohlson (1995 formulated a closed-form valuation model that explain firm value based only on current and one period ahead book value and earnings. Feltham and Ohlson (1995 is an attempt to generalized Ohlson (1995 for accounting conservatism and growth.Clean surplus theory is now used as an alternative to CAPM in estimating cost of capital and risk. While Feltham and Ohlson (1995 model seems to have a misspecification for conservatism, the empirical validity of Ohslon (1995 model has been tested with relatively satisfactory results. The model is deemed to be valid as it explains stock prices. The test results, however, also suggest that there is plenty of room to make further contribution in refining the theory. Further research suggestion includes, among others, examination of factors affecting abnormal earnings and the validity of the theory in general, more accurate specification of LID, and enhancement of Feltham and Ohlson (1995 model in dealing with accounting conservatism and growth.

  6. Menuju Keluarga Sakinah (Membentuk Keluarga Sakinah Berdasarkan Perspektif Islam

    OpenAIRE

    Zainuddin, Muhadi

    2005-01-01

    Marriage, in Islamic teaching is one important aspect to lead a life in accordance with the religion. Beginning from marriage, a Muslim family can build their life foundation. An Islamic family has unique characteristics such as: it function as a place to cultivate love, mutual respect and a plce to perform religious practices, which in turn will bring to the family a sence of happines, peace, security and safety (sakinah mawaddah wa rahmah). “Sakinah” (meaning happines) is the terminal value...

  7. Penentuan Konsentrasi Tanah dalam Air Sungai Berdasarkan Perbedaan Warna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Sofi'i

    2008-08-01

    Full Text Available Information of soil erosion is very useful related with prevention action and planning in the future. The objective of this research is to determine soil concentration in water river based on colour differences using image processing and artificial neural network (ANN. Soil and water mixture image was taken using a digital camera then was processed by an image processing program. Two ANN Models were developed. The first model had 3 input parameters while the second model had 6 input parameters. Both models had altogether one output parameters of the soil concentration. The accuracy of the first model was 38% while the second one was 36%.

  8. BATAS USIA NAFKAH ANAK BERDASARKAN MAQASID AL-SYARI‘AH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marwan Marwan

    2014-02-01

    Full Text Available The stipulation of the age limit of child’s livelihood based on to the number of year is important to do, because standard of age maturity (not child authonomy that has been used can lead to the harm to the child who has been in age maturity but she or he is not authonomous yet. On the other hand, the lack of independent age limit can be burden to the parents, because granting a living become limitless. The age limit is not available through the texts of the Shari‘a, therefore, it should be studied by using uṣūl al-fiqh approach (maqāṣid al-syarī‘ah. This study use mixed method; deductive and inductive. The findings were analyzed by using istiṣlāḥiyyah reasoning patterns. Based on this study, it was concluded that the limit of liability of parents for their children is until the child reaches the age of 23 years. Because at the age of 22 years, children in Indonesia generally have completed undergraduate. So at least it takes a year to prepare for finding a job to pay for his life before actually independent living. In addition, there are companies in Indonesia generally limits the prospective new employee at the age of 25 years.

  9. STUDI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN BERDASARKAN KULTUR MASYARAKAT LOKAL PADA KELOMPOK NELAYAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ermayanti Ermayanti

    2015-03-01

    Full Text Available This article is the result of research on the social institutions that can provide a positive force for the fishermen in their daily lives. Social institutions fishery in this case is able to provide answers to social problems such as poverty. Strengthening social group of fishermen through social institutions is an urgent need and absolutely necessary by fishermen, so they can compete in a conducting fisheries and to improve the welfare of her life.  The results showed that traditional institutions are still living in Nagari Tiku Selatan is a ‘kelompok sosial pengajian’, ‘arisan and ‘yasinan’, still running well. Participation of households on social groups is also very good. Almost all of the mothers involved in the routine activities of the group. ‘Pengajian’ and ‘yasinan’ conducted each week in rotation from house to house. While gathering held every two weeks. Social strategy is done by utilizing the social ties that exist in rural areas in the form of local welfare agencies, production relationship to kinship-based social networking or friendship

  10. PETA PERSAINGAN PRODUK KARTU SELULER BERDASARKAN SEGMEN KONSUMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Indrianti

    2013-04-01

    Full Text Available One cannot deny the fact that cellular phones happen to be one of the most sought after and popular gadgets all over the world including Indonesia. With the quick development in technology, cellular phones are surely becoming more and more popular with each passing day. Subscriber Identity Module (SIM Cards are used with carriers that operate on the Global System for Mobile Communication (GSM network. The rapidly increasing demand for cellular phones indeed drives demand for SIM cards, resulting in the competitiveness of SIM card providers. This competition drives innovation in product development as well as in customer services. With regards to the increasing competitiveness of SIM card market, this study deals with market analysis of SIM cards. The analysis was based on the sample of cellular phone customers from Yogyakarta Special Region. The objective of the study is to identify market share of each SIM card and the factors to be considered by consumer when purchasing a SIM card. We use segmentation approach to analyse the competition among SIM card products. The result of the study shows that there is tight competition between Simpati and IM3 SIM cards in almost all segmens. Based on the analysis, we suggest Simpati to compete in segmen 1 that prioritizes a wide range of signal, while IM3 in segmen 3 that prioritizes strong signal.

  11. Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Perdagangan Jasa Berdasarkan Peluang Telecommuting

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ariyaningsih Ariyaningsih

    2012-09-01

    Full Text Available Pergerakan bekerja dari kawasan perumahan menuju pusat kota yang umumnya didominasi kegiatan perdagangan jasa, menyebabkan arus kendaraan meningkat pada jam-jam puncak. Sementara perkembangan dunia teknologi dan informasi memberikan peluang bagi para pekerja di bidang jasa untuk mengurangi pergerakannya dengan menerapkan telecommuting, di mana para pekerja menggantikan pergerakannya dengan bekerja dari rumah atau tempat lain dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi. Analisis yang digunakan adalah analisis crosstab dan chi-square untuk menguji variabel-variabel yang mempengaruhi preferensi pekerja dalam melakukan telecommuting. Sedangkan untuk mendapatkan peluang telecommuting mengunakan metode peramalan telecommuting yang ditemukan oleh Mokhtarian (1996 [2]. Hasil dari peluang tersebut nantinya akan direpresentasikan dalam jumlah penurunan pergerakan bekerja yang secara langsung mengurangi volume kendaraan di Mayjen Sungkono. Penelitian ini menghasilkan peluang telecommuting sebesar 9,9% - 42,95% dari total pergerakan pekerja. Dari simulasi telecommuting tersebut didapatkan peningkatan DS dari 0,96 menjadi 0,87. Namun ini belum memenuhi kriteria jalan arteri sekunder. Maka dibuatlah dua skenario. Skenario pertama dengan DS 0,7 menghasilkan trip ceiling 529,1 smp/hari. Skenario kedua dengan DS 0,79 menghasilkan trip ceiling 1437,92 smp/jam. Untuk arahan pemanfaatan ruang dapat digunakan penerapan corridor system building untuk masing-masing luas lantai. Jika luas eksisting melebihi dari trip ceiling, maka arahan diberlakukan untuk bangunan baru atau alih fungsi lahan.

  12. Safety Performance Index Industri Batik Tulis Berdasarkan Kriteria Majemuk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nachnul Ansori

    2015-12-01

    Full Text Available Accident generally occurs due to the activities which is done in unsafe conditions or even unsafe behavior. These conditions can influence workers productivity. In batik industries, those workers use toxic material and work in non ergonomic atmosphere. Moreover, they also do not take care of the environment and do not use personal protective equipments (PPE. Workers at Madura batik SMEs have not fully realized the significance of occupational health and safety (OHS in their working areas. The aims of this research is to evaluate OHS performance based on the indicators of safety performance index (SPI, which is multicriteria, in that industri. The safety performance attributes were obtained from factor analysis from the previous study. The index is calculated based on the weighted evaluation results of critical behavior checklist (CBC, integrated with analytical hierarchy process (AHP. As the results, we should give priority to improve the knowledge and experience toward OHS of the workers and also improve the working environment of the Madura’s batik industries. Additionally, the performance of OHS in coloring process is also on the threshold of unsafe condition, further development on the coloring process is needed.

  13. Analisa Kemampuan Saluran Berdasarkan Metode Contingency N-1 Analysis

    OpenAIRE

    Syukriyadin,; Susanti, Rahmi

    2010-01-01

    Sistem transmisi memegang peranan yang sangatpenting dalam proses penyaluran daya. Oleh karena itupengamanan pada saluran transmisi perlu mendapatperhatian yang serius dalam perencanaannya. Analisakemampuan saluran merupakan aplikasi untuk mempelajarikestabilan sistem. Analisa kemampuan saluran dalampenelitian ini menggunakan metode contingency N-1 analysis.Contingency N-1 analysis merupakan sebuah program untukmemperhitungkan berbagi kondisi yang mungkin terjadidalam sistem dimasa yang akan ...

  14. Analisis Kesalahan Siswa dalam Pemecahan Masalah Berdasarkan Kecemasan Belajar Matematika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Irfan

    2017-12-01

    Full Text Available Dalam memecahkan masalah, siswa yang mengalami kecemasan belajar matematika mungkin mengalami kesalahan-kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa yang mengalami kecemasan belajar matematika dalam pemecahan masalaha matematika. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami kecemasan matematika tinggi mampu menyelesaikan permasalahan matematika sesuai langkah-langkah Polya. Namun, ia  mengalami kesalahan dalam tiga hal, yaitu: (1 kesalahan penulisan simbol-simbol matematika, (2 pemaknaan model matematika, dan (3 ketidakkonsitenan dalam penggunaan simbol.In the problem solving, students learn math anxiety may have errors. This study aimed to analyze the errors that students learn math anxiety in mathematical problem solving. This type of study is a qualitative research with case study method. Sampling was done by using purposive sampling technique. The results showed that students who have high math anxiety was able to solve the problems of mathematics according to the steps Polya. However, he encountered an error in three ways, namely: (1 error in writing mathematical symbols, (2 the meaning of a mathematical model, and (3 inconsistent  in the use of symbols.

  15. Studi Perbedaan Niat Beli Green Electricity Product Berdasarkan Gender

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tias Andarini Indarwati

    2017-04-01

    Full Text Available Consumers adapt to this situation by considering environmental issue when shopping and  by their purchase behavior. The aims of this paper are examines of differences of environment awareness and purchase intentions between male and female of students of Surabaya State University. Secondly, examines also role linearly of environment awareness on purchase intentions. Examines role linearly of environment awareness on purchase intentions of green electricity product using simple linier regression analysis. The results indicate that there are no differences of environment awareness and purchase intentions at the students of Surabaya State University by gender. And finally, environmental awareness has also positive effect on purchase intentions. The results of this study have implications for marketers in identifying, designing, and managing marketing mix with consider discrepancy of purchase intentions in the green electricity product by gender.

  16. ANALISIS KUALITAS LULUSAN BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA LULUSAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Setyaningsih

    2013-06-01

    Full Text Available In education, the students are the products to be input and the output are graduates. Users of graduates are consumers who need to know the level of satisfaction to provide a self-evaluation in improving the institutions. It is also stated in the accreditation forms BAN PT. However, a grain questions that sought to know is very little. The research was conducted at a university in Yogyakarta. Research trying to describe in detail the attributes of quality of graduates based on the user satisfaction level graduates. Object of study is alumni and also alumni users. The study was conducted during the months of August to November 2012. Attributes used are Communication Skills, Organizational Skills, Leadership, Logic, Effort, Ethics, Group and Other Skills. Other attributes are attributes about the ability of areas of expertise. From the results obtained, the attributes that need attention are Organizational Skills and Leadership with the highest gap -0.82. Overall, users of alumni do not feel satisfied, because all negative attributes.

  17. Tipologi Kecamatan Berdasarkan Beberapa Aspek Ketenagakerjaan Kasus Propinsi Jawa Timur

    OpenAIRE

    Taryoto, Andin H

    1982-01-01

    IndonesianKonsep Unit Daerah Kerja Pembangunan (UDKP) merupakan salah satu bentuk nyata dari USAha untuk menjadikan desa sebagai subyek pembangunan. Dengan UDKP, pembangunan di tingkat kecamatan dapat dianggap sebagai suatu sistem yang efektif dan efisien untuk mengembangkan seluruh desa dalam UDKP yang bersangkutan secara komprehensif dan terkoordinir. Kajian secara lebih mendalam tentang keadaan dan potensi kecamatan dengan demikian dianggap perlu untuk dilakukan. Tulisan ini mencoba mengga...

  18. DETERMINAN NON PERFORMING FINANCING BERDASARKAN VARIABEL EKONOMI DAN NON EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Furqon

    2017-05-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variabel ekonomi yaitu Financing to Deposit Ratio (FDR dan variabel non ekonomi yaitu efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dewan direksi dan kepatuhan syariah terhadap Non Performing Financing (NPF. Populasi penelitian ini adalah 11 Bank Umum Syariah (BUS dan 23 Unit Usaha Syariah (UUS di Indonesia tahun 2010 sampai 2013. Sampel yang digunakan berjumlah 12 terdiri dari 6 BUS dan 6 UUS dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 48 unit analisis. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan path analysis. Hasil penelitian menunjukan FDR tidak berpengaruh terhadap NPF, pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dewan direksi berpengaruh terhadap NPF namun pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dewan direksi tidak berpengaruh terhadap kepatuhan syariah begitu juga kepatuhan syariah tidak berpengaruh terhadap NPF. Selain itu, kepatuhan syariah tidak bisa dijadikan sebagai variabel intervening. Saran untuk BUS dan UUS diharapkan dapat meningkatkan kinerja dewan direksi terutama dalam pemenuhan prinsip syariah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah sehingga eksistensinya tetap terjaga. The purpose of this study is to analyze the effect of financial variable consist of Financing to Deposit Ratio (FDR and non financial variables consist of the effectiveness of the duties and responsibilities of board of directors and sharia compliance toward Non Performing Financing (NPF. The population in this study are 11 of Islamic Banks (IB and 23 of Sharia Business Unit (SBU in Indonesia from 2010 until 2013. The 12 samples are composed of 6 IB and 6 SBU by using purposive sampling technique and obtained 48 unit analyses. The analytical method used is multiple linear regression analysis and path analysis. The study results showed that the FDR has no effect on the NPF, the performance of duties and responsibilities of the board of directors has effect on the NPF, but the performance of duties and responsibilities of the board of directors has no effect against sharia compliance as well as compliance with sharia does not affect toward the NPF. In addition, sharia compliance can not be used as an intervening variable. The suggestions to all of IB and SBU are should to improve the performance of board of directors especially adherence to Islamic principles. It aims to increase public confidence in the Islamic banking so that the existence of IB will remain intac.

  19. Portofolio Optimal dan Pengelompokan Perusahaan Berdasarkan Pengaruh Komoditas Dunia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Berry Yuliandra

    2017-05-01

    Full Text Available The awarding of investment grade to Indonesian Stock Exchange marked an excellent development in national capital market. This could be the key to attracting foreign investors that will further integrate the Indonesia capital market with international markets. Increasingly integrated capital market will also be more vulnerable to international issues such as the volatility of global stock indices as well as the volatility of world commodity prices (crude oil, CPO, gold etc. as indicated by IHSG response to these issues. To minimize risk and maximize the return are the main goal of investment. Both of these two objectives can be achieved through stocks diversification and the portfolio development. Optimal portfolio require the right stocks diversification. Therefore, investor need to have information about which stocks are affected and unaffected by world commodity prices prior to diversify. The goal of this research is to examine way to form optimal portfolio from group of companies listed in Indonesian Stock Exchange and affected by world commodity prices. Augmented Dickey Fuller (ADF method used for stationary test of time series data and residual regression models. Regression Analysis conducted for co-integration test between commodity prices and IHSG. Error Correction Model used for correcting short term errors. Optimal portfolio formed with Single Index Model and Treynor Index used to measure the optimal portfolio performance. Result of the study showed that gold, crude oil, platinum, rubber, corn, cotton, and Arabica coffee are the global commodities that can be used to predict the direction of IHSG movement.

  20. Keanekaragaman Mirabilis jalapa L. Berdasarkan Pola Pita Isozim Peroksidase

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AHMAD DWI SETYAWAN

    2007-05-01

    Full Text Available Mirabilis jalapa L. is a gardening plant which growth easily planted because their beautiful color and flower’s ornaments. The aims of the research were to find out the variation of isozyme band of peroxidase (PER and their close relationship of M. jalapa cultivated based on their different flower’s color. The method used in this study was polyacrilamide gel electrophoresis. The collecting data were analyzed using calculation of association coefficient (Gower’s coefficient with cluster analysis used for similarities of their arithmetic. The results showed that in M. jalapa were found 21 variation of isozyme bands of peroxidase (PER from 8 Rf of 0.04; 0.08; 0.20; 0.28; 0.36; 0.48; 0,60; and 0.64. M. jalapa with white and red nodes flower’s (BIN and white and red line flower’s (GAR have the nearest genetic relationship with similarity index of 0.76. M. jalapa with white and red nodes flower’s (BIN and white and red line flower’s (GAR joined with red flower’s (MER on 0.73 of similarity index then joined with white flower’s (PUT on 0.64 of similarity index and yellow flower’s (KUN on0.49 of similarity index. At least, M. jalapa with orange flower’s (ORA joined with M. jalapa cultivars on 0.41 of similarity index.

  1. Analisis Keseimbangan Jumlah Armada Angkutan Umum Berdasarkan Kebutuhan Penumpang

    OpenAIRE

    Adris A. Putra

    2014-01-01

    Urban area developing marked by there is in height of people activities/mobility in the effort to meet their need. The direct implication from the condition trigger to arise main problem, which is in term of transportation means supply. Increasing of transportation service demand is supporting people activities of Makassar City, therefore public transportation from time to time continually increase without the limitation of fleet amount that operating, so causing total fleet are incommensurat...

  2. Analisis Keseimbangan Jumlah Armada Angkutan Umum Berdasarkan Kebutuhan Penumpang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adris A. Putra

    2014-11-01

    Full Text Available Urban area developing marked by there is in height of people activities/mobility in the effort to meet their need. The direct implication from the condition trigger to arise main problem, which is in term of transportation means supply. Increasing of transportation service demand is supporting people activities of Makassar City, therefore public transportation from time to time continually increase without the limitation of fleet amount that operating, so causing total fleet are incommensurate to people recruitments, and condition of public transport service by following activity broadcast pattern and city area using with radial causes several road internodes are passed of city transport route will overlap on one another because total operating fleet are incommensurate to passenger requirement (over supply. From the analysis result by using pick up and drop off data of public transport passengers (load factor average only 0.33 percent on operating route in makassar city, that percentage show that publics transport fleet amount which necessarily be of service according to passenger requirement outgrow in Makassar City are 2.283 vehicle unit public or 51.5 % of 4.511 stock vehicle unit public transport.

  3. PERILAKU PROSOSIAL PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR BERDASARKAN PERBEDAAN JENIS KELAMIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustiana Amini

    2016-10-01

    Full Text Available The aim of this research is to provide an overview of empirical research to the student prosocial behavior in elementary school. The approach used to examine the student prosocial behavior is a quantitative approach with descriptive methods. The population is 84 high-grade student's SD Miftahul Iman Year 2015/2016. Results show that the overall level of prosocial behavior is the adequate category with average value of 1.89, which indicates that students are already quite capable of showing their prosocial behavior but still require the guidance of a counselor or teacher. Based on sex, there is difference but not significant in the average value of prosocial behavior among girl and boy students. Keywords: prosocial behavior, elementary student, sex difference.

  4. ANALISIS KONDISI TERAS REAKTOR DAYA MAJU AP1000 PADA KECELAKAAN SMALL BREAK LOCA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Sofrany Ekariansyah

    2015-06-01

    Full Text Available ABSTRAK ANALISIS KONDISI TERAS REAKTOR DAYA MAJU AP1000 PADA KECELAKAAN SMALL BREAK LOCA. Kecelakaan yang diakibatkan oleh kehilangan pendingin (loss of coolant accident / LOCA dari sistem reaktor merupakan kejadian dasar desain yang tetap diantisipasi dalam desain reaktor daya yang mengadopsi teknologi Generasi II hingga IV. LOCA ukuran kecil (small break LOCA memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap keselamatan dibandingkan LOCA ukuran besar (large break LOCA seperti terlihat pada kejadian Three-Mile Island (TMI. Fokus makalah adalah pada analisis small break LOCA pada reaktor daya maju Generasi III+ yaitu AP1000 dengan mensimulasikan tiga kejadian pemicu yaitu membukanya katup Automatic Depressurization System (ADS secara tak disengaja, putusnya salah satu pipa Direct Vessel Injection (DVI secara double-ended, dan putusnya pipa lengan dingin dengan diameter bocoran 10 inci. Metode yang digunakan adalah simulasi kejadian pada model AP1000 yang dikembangkan secara mandiri menggunakan program perhitungan RELAP5/SCDAP/Mod3.4. Dampak yang ingin dilihat adalah kondisi teras selama terjadinya small break LOCA yang terdiri dari pembentukan mixture level dan transien temperatur kelongsong bahan bakar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa mixture level untuk semua kejadian small break LOCA berada di atas tinggi teras aktif yang menunjukkan tidak terjadinya core uncovery. Adanya mixture level berpengaruh pada transien temperatur kelongsong yang menurun dan menunjukkan pendinginan bahan bakar yang efektif. Hasil di atas juga identik dengan hasil perhitungan program lain yaitu NOTRUMP. Keefektifan pendinginan teras juga disebabkan oleh berfungsinya injeksi pendingin melalui fitur keselamatan pasif yang menjadi ciri reaktor daya AP1000. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan model AP1000 yang telah dikembangkan dengan RELAP5 dapat digunakan untuk keperluan analisis kecelakaan dasar desain pada reaktor daya maju AP1000. Kata kunci: analisis

  5. SEBARAN ASPEK KERUANGAN TIPE LONGSORAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI ALO PROVINSI GORONTALO (Spread of Spatial Aspect of Landslide Types at Alo Watershed in Gorontalo Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitryane Lihawa

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Sebaran aspek keruangan tipe longsoran di DAS Alo Provinsi Gorontalo telah dikaji dan dievaluasi menggunakan bentuk Peta Sebaran Tipe Longsoran Skala 1 : 50.000. Lokasi penelitian ini meliputi seluruh wilayah DAS Alo Provinsi Gorontalo dengan luas 7.588 Ha. Penentuan sampel penelitian dilakukan secara Accidental Sampling yaitu dengan melakukan penelusuran di seluruh wilayah yang rawan longsor di DAS Alo untuk menemukan titik-titik kejadian longsoran. Dalam pengkajian tipe dan sebaran longsoran, dilakukan pengamatan dan pengukuran terhadap kejadian longsoran yang terjadi pada seluruh wilayah DAS Alo yaitu sejumlah 15 (lima belas titik kejadian longsoran.  Tipe longsoran ditentukan melalui pengukuran dan pengamatan morfometri longsoran untuk menentukan indeks klasifikasi longsoran dan hasil analisis tersebut di plot ke dalam Peta Lokasi Sebaran Tipe Longsoran Skala 1 : 50.000 untuk mengetahui sebaran keruangan dari kejadian longsoran di DAS Alo Provinsi Gorontalo. Berdasarkan analisis morfometri dan indeks klasifikasi longsoran menunjukkan bahwa tipe longsoran yang terjadi adalah rotational slide, planar slide, slide flow dan rock block slide. Kejadian longsoran yang terjadi di DAS Alo Provinsi Gorontalo tersebar pada wilayah dengan kemiringan lereng curam dan sangat curam dengan bentuk permukaan lereng cembung dan cenderung lurus. Kejadian longsoran juga terjadi pada wilayah dengan tekstur tanah lempung dan lempung berlanau, serta jenis batuan vulkanik dan batuan beku yang mengandung silika tinggi dan telah mengalami pelapukan. Berdasarkan wilayah  administrasi, kejadian longsoran tersebar di wilayah Kecamatan Tibawa, Kecamatan Pulubala dan Kecamatan Isimu Utara.    ABSTRACT Distribution of spatial aspect of landslide at ALO Watershed of Gorontalo Province has been studied by providing it through form of spread landslide maps at scale of 1 : 50.000. Research site involved all areas of ALO Watershed in Gorontalo Province as having an

  6. Analisis Bahaya dengan Metode Hazop dan Manajemen Risiko pada Steam Turbine PLTU di Unit 5 Pembangkitan Listrik Paiton (PT. YTL Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Zulfiana

    2013-09-01

    Full Text Available Steam turbine beroperasi pada temperatur dan tekanan uap yang tinggi sehingga keamanan proses harus dijaga agar tidak terjadi bahaya yang menimbulkan risiko. Untuk analisis dan identifikasi bahaya digunakan metode HAZOP yang selanjutnya melakukan manajemen resiko berupa emergency respon plan berdasarkan bahaya yang mungkin terjadi pada PLTU. Identifikasi bahaya dengan metode HAZOP dilakukan dengan penentuan 4 node pada steam turbine yaitu HP Turbine, IP Turbine, LP Turbine 1 dan LP Turbine 2, penentuan guideword dan deviasi berdasarkan control chart data proses transmitter di setiap node, dan untuk estimasi likelihood berdasarkan nilai MTTF tiap transmitter. ERP pada steam turbine dibuat untuk kejadian kebakaran karena berisiko tinggi dan kemungkinan besar terjadi serta dapat menyebabkan bahaya lain seperti ledakan dsb. Dari penelitian ini diketahui kondisi yang paling berbahaya pada steam turbine adalah kondisi high pressure yang diketahui dari risk matrix pressure trasnmitter pada 4 node yang bernilai high dan ekstrim yang dapat menyebabkan turbin mengalami overspeed. Rekomendasi untuk menanggulangi bahaya tersebut antara lain pemasangan pressure alarm, simulasi automatic turbine test, pemeriksaan turbine overspeed protection serta kalibrasi maupun pengecekan pada pressure trasnmitter tersebut.

  7. Faktor-Faktor Lingkungan dan Perilaku Yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Bangka Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasrin Nasrin

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Background : West Bangka district is one of the endemic areas of filariasis in Indonesia. In  2007, It was found about 36 chronic cases of filariasis. The high incidence of  filariasis cases in West Bangka Regency  was caused by many factors in  the environment,  such as swamp and ponds or  hole in tin mining area which was flooded when raining or in rainy seasons.  The aim of this research was to find out  factors related to the filariasis incidence in West Bangk Regency. Method : It was an observational research using case control design. The subjects of this research was devided in  two groups: cases and controls with 37 subjects of each group. The variables assessed in this research including  physical factors (swamp / pool, Biological (water plants, fish/animal predators for  the environmental factors and education, job and income as socioecomic factor Behavioural  factors were  consisted of  hanging out habit  at night, wearing clothes to protect mosquitoes bite that might influenced the filariasis incidence in West Bangk Regency. The data were analyzed using multiple logistic regression  at 5%  level of significance. Result : The result of this research showed that there were seven variabels asrisk factors of  filariasis incidence in West Bangka Regency,including: respondent’s job  with OR = 3,695, respondent’s income level  with OR = 4,2,  the existence of swamp OR = 3,151, habit of using mosquito repellent with OR = 5,063, respondent’s knowledge about filariasis OR = 4,259, respondent’s knowledge about filariasis infection with OR =3,571 and respondent’s knowledge about filariasis prevention OR= 3,73. Conclusion : Environmental and behavioural factor were related to filariasis incidence in West Bangka District. It was recommended to improve those factors by implementing health promotion intensively. Keyword   : Filariasis, enviromental and behavioral factors, West Barat District.

  8. Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Perilaku Keluarga dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kabupaten Aceh Besar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sofia Sofia

    2016-01-01

    Full Text Available Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF is a communicable disease caused by dengue virus known as the most spread disease in the world. In Aceh Besar district, DHF cases were found annually, 156 cases was recorded in 2013 (IR=42,0 per100.000 people, 1 case of death was reported (CFR=0,88%. It was seen that almost household had breeding places and used materials which can trun into breading places of Aedes aegypti. This research was to analyze the relationship of household environmental condition and family behavior to the incidence of DHF. Methods: This research was observational analytic study using case control design with total samples of 150 respondents, consisted of 75 cases and 75 control. Data analysis were using Chi-Square and Logistic Regression. Results: The result was that there was significant relationship between breeding place in household (p=0,000 and OR = 5,5, temperature in house (p=0,000 and OR= 4,0 and habits of cleaning up water container (p=0,000 and OR= 4,7 to the incidence of DHF. Conclusion: Community can prevent the cycle of DHF transmission by doing activities such as egg, larva, pupa eradication in its breading places, cleaning up water container at least, once in less then 7 days and actively perform 3 M Plus activities. Coordination between various stake holders is needed to observe sanitation of environment so then breeding places will not exist for Aedes aegypti. Keywords: Residence environment, family behavior, DHF

  9. Hubungan Kualitas Air Sumur dengan Kejadian Diare di Daerah Aliran Sungai (DAS Bengawan Solo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saudin Yuniarno

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Water has a role as media of many infectious diseases. One of disease whisch is often transmitted through water is diarrhea. The quality of water consumed by the community must be fillfull for health. So, It becomes the important thing in preventing the incidence of diarrhea.  The aim of this research was to determine the relationship between the quality of well water and the incidence of diarrhea on the community living along the riverside area of Bengawan Solo. Method: This was an observational research using cross sectional design. The subjects of this research were 66 persons staying for each upstream and downstream of Bengawan Solo.The quality of well water was assessed based on the parameters for temperature, pH, Biochemical Oxygen Demand (BOD, total dissolved solid (TDS, and E. coli.  The occurrence of diarrhea was determined by interviewing. Data would be analyzed using chi-square test at 0,05 level of significance. Result: The result of this research showed that variables which had relationship (p-value<0,05 to the incidence of diarrhea were: education, income, distance of well to septictank and to river,  knowledge, attitude, practice, pH, BOD, TDS, and E. coli content.  Well water located on upstream area of Bengawan Solo containing E. coli. Person who had well water containing  E. coli  over standard had 0,17 of probability to suffer diarrhea.  The other one, well water located on downstream area of Bengawan Solo containing total dissolved solid.  Person who had well water containing E. coli and TDS over standard had 0,13 of probability to suffer diarrhea. Conclusion: well water containing E. coli is the main variable associated to the occurrence of diarrhea on upstream area of Bengawan. The content of E. coli and TDS are two variables associated to the occurrence of diarrhea on downstream area of Bengawan. Key words :   Quality of well water, Diarrhea  Incidence, community living on the riverside of Bengawan Solo.

  10. Faktor Risiko Kejadian Luar Biasa (KLB Leptospirosis Paska Banjir di Kabupaten Pati Tahun 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nova Pramestuti

    2015-09-01

    Full Text Available Leptospirosis is a disease caused by Leptospira which transmitted by reservoir. Flood can increase risk of the transmission. There had been flood in Pati District in January 2014 and then outbreaks occured afterwards. The objective of this study was to identify risk factors for leptospirosis outbreaks after flood in Pati district 2014. The research was conducted in Pati in March 2014, with cross sectional design. Data were collected by interviews of 35 persons using a structured questionnaire. The results showed that cases of leptospirosis mostly in flood areas (75.7%, dominant in male sex (74.4% and 15-44 years age group (41.9%. The most significant risk factor were contact with water/irrigation canal in rice fields (RP = 4.81 and cuts and abrasions in the skin (RP = 4.57. Another risk factor were cleaning drains/sewers which stagnant, contact with stagnant water around the house/ floodwater, contact with rats, and job at risk such as farmers, cattleman, fishermen, fishpond workers, looking for stone in river. The risk factors were important epidemiological in transmission of leptospirosis outbreaks which associated with flood in Pati District.Key words: risk factor, outbreak, leptospirosis, flood

  11. Pengembangan Model Pengendalian Kejadian Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kota Sibolga Tahun 2005

    OpenAIRE

    Sempakata Kaban

    2008-01-01

    Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit degeneratif yang banyak di derita penduduk dunia dan belum ditemukan pengobatan yang efektif. Penelitian epidemiologi di Indonesia prevalensi diabetes melitus tipe 2 sebesar 1,5-2,3% pada usia lebih dari 15 tahun. Di Provinsi Sumatera Utara kunjungan rawat jalan diabetes melitus tipe 2 tahun 2000 urutan kelima. Laporan rumah sakit umum Dr. Ferdinan Lumbantobing proporsi kunjungan penderita diabetes melitus tipe 2 dari tahun 2002 ke 2003 meningkat ...

  12. FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI KELUARGA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GONDOK PADA MURID SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Madanijah

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 The objective of this study is to identify the factors that affect the high prevalence of goiter among elementary school students in goiter endemic area.  The specific objective are to identify the socio-economic characteristics of the sample family, to analyze food consump­tion related to goiter, to identify the variety of food contains of goitrogenic sub­stances, to measure the iodium salt concentration, to analyze the correlation between mother knowledge about IDD, food consumption and the quality of salt with the goiter status. This research was designed with cross sectional study with purposive method.  This research was conducted at Kabupaten Tasikmalaya, West Java from April to May 2005. The respon­dent consisted of 60 elementary school students, which 30 of them classified as normal group and the rest of them belong to the goiter group. The two sample groups were analyzing by the t-test and Mann Whitney test. The correlation variables were analyzed by the Spearman test. There were significant difference between the income on the normal group and the goiter group; the normal group had higher income than the rest. There were significant difference between the adequacy level of energy on the normal group (73.5% and the goiter group (55.8% and the average of the variety of goitrogenic food consumption. The Mann Whitney test showed there were also significant differences for the quality of salt. There were significant correlations between mother knowledge about IDD with the adequacy of iodium, and between the cases of goiter with the quality of salt consumed by the family. Intensive nutrition education of IDD is needed to improve the nutrition knowledge of the mothers, as well as the availability of the accessible iodized salt. Keywords: goiter, iodium, mother knowledge

  13. Studi Deskriptif Penyebab Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD pada Ibu Bersalin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Rahayu

    2017-11-01

    Full Text Available Premature Rupture Membranes is a rupture of the membranes prematurely. KPD Cause not known with certainty, but nothing to do with uterine hypermotility, thin membranes, infections, multiparous, maternal age, location of the fetus, and previous history of premature rupture of membranes. Impact of the KPD can cause maternal or neonatal infection, hypoxia or compression of the umbilical cord, fetal deformity syndrome, increased Caesarean labour or normal delivery failure, and increased morbidity and maternal perinatal mortality. This study was to identify the cause of the incident picture premature rupture in women giving birth in hospitals in Yogyakarta. This study uses descriptive design quantitative used retrospective time approach. The population in this study are all mothers who have premature rupture of membranes in hospitals in Yogyakarta in obtained from medical records. Premature rupture of membrane in Yogyakarta Hospital there are 427 cases. A sampling technique that with a total sampling with 427 respondents. Analysis of the data used univariate analysis. The results that most respondents are multipara many as 245 people (57.4%, aged 20-35 years as many as 265 people (62.1%, gestational age ≥37 weeks as many as 343 people (80.3%, over distensi uteri as many as 410 people (96.1%, where the fetus head presentation many as 396 people (92.7. In conclusion, an overview of the causes of premature rupture events on maternal includes multipara, 20-35 years of age, gestational age ≥37 weeks, normal uterine enlargement, and the location of the fetus normal presentation.

  14. GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN PREEKLAMPSIA/EKLAMPSIA DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2007–2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sitti Nur Djannah

    2012-12-01

    Full Text Available Background: Preeclampsia and eclampsia is a complication in pregnancies and deliveries which increased mother and fetal morbidity and motality rate. The high incidence and large amount of risk factors caused poor prognostic. Early diagnosis and treatment is very important to be done mother and fetal mortality rate. The purpose of this research was to investigate epidemiology description of preeclampsia/eclampsia in PKU Muhammadiyah Hospital in Yogyakarta from 2007–2009 years. Methods: This research used qualitatif method trough cross sextional approach. Secondery data of 118 were drawn as the sample. Result: During 2007–2009 there were 118 cases (3.9% of preeclampsia/eclampsia from total deliveries (3036 deliveries, patient of eclampsia were more (83.9% than low preeclampsia, most of age group that was in the group 20–30 years old (64.4%, had primigravida parity ( 69.5%, frequency of antenatal care < 4 kali (76.3%, did not have hipertension history (83.9%, mount the education which is many (39.8% is public high school, unemployed (63.5%. Conclusion: Cases of preeclampsia/eclampsia from 2007–2009 years is 3.9%, age of mother 20–30 years old 64.4%, had primigravida parity 69.5%, frequency of antenatal care < 4 kali 76.3%, the education is public high school 39.8% and unemployed 63.5%. Key word: epidemiology, preeclampsia/eclampsia, descriptive analysis

  15. Kejadian Buta Warna pada Siswa/i SMPN 1 Medan Tahun 2014

    OpenAIRE

    RS, Annisa Nidya

    2015-01-01

    Color blindness is the inability to distinguish the perception of some colors or all colors, which a normal person can do. Color blindness is a condition that generally is inherited genetically, but can also be obtained due to damage of the eye, nerves, or brain. Color blindness is genetically determined by X chromosome in females, and passed on to their children. This study was aimed to determine the incidence of color blindness among students of SMPN1 Medan in 2014, according to their ge...

  16. ASPEK SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT BERKAITAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA SIDOAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG SULAWESI TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ningsi Ningsi

    2012-07-01

    Full Text Available Village Sidoan district Tinombo, Parigi Moutong is a malaria endemic area. Based on the residís of MBS (Mass Blood Survey there were patients with Falciparum 85 people, patients vivax 235. Generally, residential community located near the area of rice fields, beaches, swamps, rivers and livelihoods, and mostly are farmers and fishermen. Aimed This study sofare to identify socio-cultural aspects of society includes the knowledge, attitude and behavior of the community related with malaria. The research method is qualitative method with narrative analysis. The results showed that communities knowledge about malaria particular of the causes, prevention, modes of transmission, treatment are still based on traditional knowledge. Some people still have beliefs about the causes and cures whit based on traditions. The indeep interviewed result showed that some of the informants said that caused of illness heat like malaria, fever etc caused by the four elements that is fire, earth, water and air. Communities behavior/ during the night are watching television, defecate, bathing in the river, working the fields, chatting with neighbors while playing chess and cards.   Keywords: Malaria, knowledge, attitude, behaviour, Sidoan

  17. FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP SIDOMULYO KOTA PEKANBARU

    OpenAIRE

    Renny Fitriana; Nur Indrawati Lipoeto; Vivi Triana

    2012-01-01

    Data WHO ( World Health Organization) tahun 2000 menunjukkan sekitar 972 juta orang atau 26,4% penduduk dunia mengidap hipertensi. Pada remaja juga dijumpai hipertensi. Data Riskesdas 2007, terdapat prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 8,4% dan 14% di Riau. Dari data Dinkes Kota Pekanbaru tahun 2011 kasus hipertensi pada remaja sebesar 2,98% dan dari 19 Puskesmas, angka kasus hipertensi remaja tertinggi terjadi di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo yaitu 136 kasus atau 17,6%. ...

  18. POLA KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA DI INDONESIA TAHUN 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochammad Setyo Pramono

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Low Birth Weight (LBW is still a public health problem in many countries because it is considered to be one of the causes of infant mortality. LBW can also seriously  affected the quality of future generations because it can slow the growth and development of children, and therefore contributes to a decrease of intelligence. Methods: This was a secondary data analysis, where data sources are result of Basic Health Research (Riskesdas in 2010 with coverage of all provinces in Indonesia. Data were analyzed using descriptive analysis and multivariate analysis using binary logistic regression. Results: The data of children aged 5 years and under (born in the period 2006-2010 and filled with infant birth weight is equal to 14,428 children. Of these as many as 824 children of low birth weight (5.7%. Based on descriptive data analysis provinces LBW was high among the Riau Islands (8.3%, Bali (8.9%, NTT (10%, Central Kalimantan (10.8%, South Kalimantan (9.1% North Sulawesi (9.3%, South (9.6% and North Maluku (11.3% and West Papua (8.9%. Based on multivariate analysis method concluded that the incidence of LBW was influenced by maternal use of ferrous sulfate, area residence and incidence of complications during pregnancy. Mothers who are taking ferrous sulfate tablets is less than 90 LBW infants have 1.7 times the risk compared to mothers who took iron tablets 90 and above. Location of residence in the rural areas had 0.68 times the risk for LBW than women  who happen  to live in urban. Mothers who experience complications during pregnancy have 2.3 times the risk for LBW than women who happen not experience complications during pregnancy. Suggestion: The need for policies to improve the coverage  of ferrous sulfate and reduce the risk of complications in addition to education and health promotion on the risk factors of LBW in the community.   Key words: Low birth weight babies (LBW, ferrous sulfate, pregnancy  complications

  19. KAJIAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN DEMAK TAHUN 2008

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Yuniarto

    2013-09-01

    Full Text Available Leptospirosis is one of rodent borne neglected diseases, but health problem in day. Transmision of Leptospirosis occurs by contact with water or humid soil contaminated with urine from rodent infected with Leptospira. The aim of this research was to know epidemiology Leptospirosis in Semarang City and Demak District, in April-November 2008. The design of this research was cross sectional. The activity included Leptospirosis diagnosis with Rapid Diagostic Test (Leptotek Dri Dot and rat trappings. Data were analysed descriptively by using tables, graphics and maps. The result showed that in 2008, Leptospirosis incidence in the both areas was higher compared to the previous year. The Leptospirosis cases tended to increase in the rainy season. In Semarang City, Leptospirosis cases were mostly found in the age group of 0-19 years (44,1% and 51% of the total cases were female. In Demak District, the cases were mostly found in the age group of 40-49 years (25,7% and 75,7% from the total cases were male. The spesies rats found in this research were Rattus tanezumi, R.norvegicus, B.indica, Mus musculus, R.exculan and Suncus murinus. Kidney test of the rats caught in Semarang City showed Rattus tanezumi, R.norwegicus, B.indica, and R.exculan were infected with Leptospira sp.

  20. Kajian Manajemen Lingkungan Terhadap Kejadian Malaria di Daerah Endemis, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Antonius Tae Asa

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRACT Background : Malaria is still endemic disease  in Indonesia, especially in Belu district. Many measures had been implemented to reduce malaria cases , but its rate is still quite high in any areas . The fluctuation of malaria cases were influenced by epidemiological and environmental factors. Prevention of malaria had been conducted simultaneously through clinical and environmental intervention. However, such intervention had no more impact, especially the environmental intervention. Such failure may be associated with the location of this area closed to the highest malaria rate (AMI area in Belu District for four years later, namely : AMI 416/1000 population for year 2000, 527/1000 population for year 2001, 418/1000 population for year 2002, 468/1000 population for year 2003, and  it rose tobe  493/1000 population for the year of 2004. Based on this fact, this study was conducted to study  the environmental management related to the occurrence of malaria  in endemic areas in working area of  Atapupu Health Centre, Belu District. Furthermore, the study would  also analyze the impact  of vector and its larva. Method : This was a qualitative research using secondary data of the environmental management measure. The subject of this research was the malaria programmer and health worker who responsible for malaria program.  They were the Head of Public Health Centre, laboratory technician, Co-assistant of entomologist. The program measures would be studied in this research focusing on planning of malaria program, the malaria control measure, collecting and reporting of data, and monitoring – evaluation. Result : Measures had been conducted for reducing malaria cases in Atapupu Health Center through fogging,  mosquito netting by medical officials without involving related sector. Monitoring and evaluating have been conducted just through data collection and reporting the rate of cases which was found  in Passive Case Detection activities, while monitoring and evaluation for the change of environmental condition that caused the growth of vector density had not  been conducted  yet. In implementing malaria program, the health center had not organized in integrated way yet, not so focus and systematic. Conclusion: Environmental management in malaria control program has not implemented well yet. So that malaria cases is still increase in the working area of Atapupu Health Center, Belu District.   Key Words : Environmental management, malaria incidence, malaria program.

  1. Berat badan lahir rendah (BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darwin Nasution

    2014-07-01

    Full Text Available Background: Stunting is one of the main problems of malnutrition often found in under-five children. The impacts include a delay in child’s growth, low endurance, lack of intelligence and productivity. The direct factors that influence the incidence of stunting are low birth weight (LBW while the indirect factors are socioeconomic factors such as maternal education, low family income and a large number of family members. Objective: To analyze the relationship between LBW and the incidence of stunting in children aged 6-24 months in Yogyakarta Municipality. Method: This was a case-control study. The subjects were children aged 6-24 months with a group of cases comprising stunted children based on the indicator of height/age with a cut-off < -2 SD Z-score and the control group comprising normal children. The number of subjects for the study was 242 with the under-five children’s mothers as the research respondents. The sample selection used non-probability sampling with a consecutive sampling method. The data were analyzed by Chi-Square and multiple logistic regression. Results: The proportion of children 6-24 months who had low birth weight was 15.7 %. There was a significant relationship between LBW and the incidence of stunting in children aged 6-24 months (OR=5.60; 95%CI:2.27 to 15.70. There was a relationship between maternal height and the incidence of stunting in children aged 6-24 months (OR=2.14; 95%CI:1.08 to 4.33. Socioeconomic factors (maternal education, family income and a number of family members did not have a significant relationship with the incidence of stunting. Conclusion: LBW had a relationship with the incidence of stunting in children aged 6-24 months in Yogyakarta Municipality.

  2. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS PADA KARYAWATI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yekti Satriyandari

    2017-07-01

    Full Text Available Abstract: This research aims to see a model of the provision ofbreastfeeding exclusively on an employee in Institute of Health Science‘aisyiyah. A method of research is qualitative approach (in-depthinterview that stress to non numerical analysis and analysis on theinterpretative social phenomena ..The validity of the data with the techniqueof triangulation .Processing and analysis of data using a method of colaizzi.The results of research shows a model of granting exclusive breastfeedingemployee stikes aisyiyah in by squeezing breastfeeding and the provisionof breastfeeding when abandoned by working with using a spoon orteat. The benefits of granting exclusive breastfeeding is the baby immune.Suggested that Stikes Aisyiyah can improve facilities and infrastructureand providing a special room breastfeeding corner.Keyword: abortus, causing abortion, jobs

  3. Hubungan Antara Faktor Risiko Individual Dan Komputer Terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome

    OpenAIRE

    Azkadina, Amira; Julianti, Hari Peni; Pramono, Dodik

    2012-01-01

    Background : Computer USAge could cause health complaints called Computer Vision Syndrome (CVS). This syndrome was influenced by individual and computer risk factors. The objective of the study is to identify and to analyze individual and computer factors of Computer Vision Syndrome (CVS).Method : The study was an observational study by using case control method, which was held on May-June 2012 in RSI Sultan Agung, RSUP dr.Kariadi, and Bank Jateng. The samples were 60 people who were chosen b...

  4. FAKTOR — FAKTOR PENCEMARAN UDARA DALAM RUMAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptini Supraptini

    2016-09-01

    Full Text Available Basic Health Research (Riskesdas 2007 is a research base on communitas, using Susenas KorSample. The data were collected all of health indicators as regards : health status, environment health,health behavior, many aspects of health service and Biomedic. The data would represent for district,province and national. The resultas as follow: prevalence of ISPA in Indonesia in the last month was 25,5%which the higher was Balita, more than 35%. This analysis used Riskesdas 2007 data. The total of Balita88.579 children, who is we get ISPA 42,18 at Balita in Indonesia. From Bivariat analysis we found theconnected Balita factors with ISPA which significants are : age, gender, and gizi status. If we look frommother factors there are three : education, work / occupation and economic status. The significantsconnected environment factors with ISPA on Balita are : materials for cooking, smoker in the house, kindof roof, kind of wall, kind of floor, outdoor pollution, and domisili. From the model, 15 factors tosuspect significants with ISPA on Balita, we found 8 factors which significants there are: age, gizi status,mother education, mother occupation, materials for cooking, smoker in the house, kind of floor, andoutdoor pollution. The best factors which significant with ISPA BALITA there are three factors : age,materials for cooking, and mother education. From the last model we found Indoor Air Pollution WhichSignificant connected with ISPA BALITA there are : kind of materials for cooking, smoker in the houseand kind of floor.Keywords: Indoor pollution, outdoor pollution, ISPA, Balita

  5. Analisis Karakteristik Lingkungan Pada Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Demak Jawa Tengah Tahun 2009

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bina Ikawati

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Leptospirosis is a zoonosis disease caused by Leptospira bacteria and transmitted to human by contact with contaminated animal urin or contaminated environment. Leptospirosis cases in Demak district increased for 4 year later. Until April 15th 2008, there were 62 leptospirosis cases with CFR=9,67%. The aim of this research was to determine environmental characteristic related to leptospirosis incidence in Demak district. Method: It was an observational research using a case control design with 44 cases and 44 controls. Cases were leptospirosis diagnosed by leptotek dri dot in Demak Health District Agency. Controls were neighbour of leptospirosis cases who didn’t have clinically symptom of leptospirosis, with age and sex appropiate to inclusion criteria. Laboratory diagnosis with leptotek dri dot had done for controls who agreed to sign inform consent. Data were analyzed using chi square test at α=5%. Variable with p value<0,25 would be continued with multivariat test using Regressi Logistic - Backward Likehood Ratio method. Result: The result of this research showed that there were 10 controls with no clinical diagnosis but positive at leptotek dri dot diagnosis. At statistical analysis 10 cases and 10 controls dropped. Univariat analysis showed controls and cases have environmental risk factor and knowledge, attitude, practice about leptospirosis similarly. Bivariat analysis showed there was no relationship between environmental characteristic and knowledge, attitude, practice with leptospirosis. Test of  water sample had been done at 8 location. One of them of creek showed positif contain Leptospira sp. Rat trapped had been done at four location, showed trap succes about 8,7%-29,8%. Eventhough environment factor and knowledge, attitude, practice showed there were no but water from ditch that positif Leptospira sp, significant association and highly succes at rat trapped were concidered to be the risk of  leptospirosis transmission. Keywords : environment, leptospirosis, Demak

  6. Pengaruh teat dipping menggunakan dekok daun kersen (Muntingia calabura L. terhadap tingkat kejadian mastitis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indra Kurniawan

    2014-02-01

    Full Text Available ABSTRACT: The study was carried out in Sidomulyo Village, Jabung, Malang Regen-cy from April 6th to May 6th, 2013. The objective of the study was to evaluate the influ-ence of Kersen leaf (Muntingia calabura L extract to reduce mastitis incidents. The materials used in this study were 15 Friesian Holstein crossbreed lactating dairy cows, chemical antiseptic, and Kersen leaf extract. The study used experiment Randomized Block Design with 3 treatments and 5 replications. The result shows that Kersen leaf extract was significantly (p>0.05 able to reduce mastitis incidents particularly 20% of Kersen leaf extract composition. The study suggests that Kersen leaf extract can be used as an effective substance in dipping solution for dairy cows Mastitis control program. Keywords: Kersen leaf extract, mastitis, teat dipping, dairy cows

  7. Hubungan Antara Perilaku Ibu dan Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Anak di Kota Pekalongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mudiyono Mudiyono

    2016-01-01

    Full Text Available Background: Children’s Tuberculosis (TB in Indonesia at 2013 was fourth ranks in the world. The cases of children’s pulmonary tuberculosis in Pekalongan at 2013 be amounted 88 (32% of the total cases of TB (271, greater than 8% of national cases. Children’s pulmonary tuberculosis is a disease that can be cured and are not duly claimed the lives of children. The purpose of this study is analyze the relationship between the mother's behavior and physical environment house of children with the incidence of children’s pulmonary tuberculosis in Pekalongan City. Methods: The study was observational with case control design. The cases are pulmonary tuberculosis patients and control are child is not a child’s pulmonary tuberculosis. The subjects were 50 cases and 50 controls. Results: The results of the bivariate analysis are associated with incidence population density with children’s pulmonary tuberculosis (p = <0.001, ventilation (p = 0.004, temperature of room (p = 0.036, density occupancy (p = <0.001 and natural lighting (p = 0.016. The results of multivariate analysis are risk factor for the incidence of children’s pulmonary tuberculosis with mother’s knowledge (p = 0.049; OR = 2.918; 95% CI = 1.005 to 8.472, density occupancy (p = 0.020; OR = 3.379; 95% CI = 1.212 to 9.417, humidity (p = 0.025; OR = 3.236; 95% CI = 1.156 to 9.058 and ventilation (p = 0.022; OR = 3.224; 95% CI = 1.182 to 8.797. Conclusion: The density occupancy, humidity, ventilation, mother’s knowledge are a risk factor pulmonary TB incidence of children in Pekalongan City. Keywords: Behavior Mother, the physical environment house, children’s pulmonary tuberculosis, Pekalongan City.

  8. Peningkatan Ketahanan Keluarga melalui Optimalisasi Pola Asuh Maternalistik dalam Pencegahan Kejadian Pedofilia

    OpenAIRE

    Trini Handayani

    2016-01-01

    Abstrak Peningkatan kasus kekerasan seksual pada anak (pedofilia) merupakan permasalahan dalam perlindungan anak. Pada beberapa kasus pedofilia yang terungkap, pelaku pedofilia mengalami pola asuh keluarga yang menyimpang. Artikel ini mengungkap fakta-fakta kasus pedofilia di Indonesia, dampak dan persoalan hukumnya, serta peran keluarga melalui pola asuh sebagai upaya pencegahan. Pengetahuan tentang ragam kekerasan pada anak menjadi penting bagi masyarakat dan penegak hukum. Pola asuh ma...

  9. Peningkatan Ketahanan Keluarga melalui Optimalisasi Pola Asuh Maternalistik dalam Pencegahan Kejadian Pedofilia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trini Handayani

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak Peningkatan kasus kekerasan seksual pada anak (pedofilia merupakan permasalahan dalam perlindungan anak. Pada beberapa kasus pedofilia yang terungkap, pelaku pedofilia mengalami pola asuh keluarga yang menyimpang. Artikel ini mengungkap fakta-fakta kasus pedofilia di Indonesia, dampak dan persoalan hukumnya, serta peran keluarga melalui pola asuh sebagai upaya pencegahan. Pengetahuan tentang ragam kekerasan pada anak menjadi penting bagi masyarakat dan penegak hukum. Pola asuh maternalistik diharapkan juga dapat membantu mengurangi kasus pedofilia dan mencegah munculnya pedofil baru. Pencegahan terhadap kasus pedofilia dimulai dari keluarga dengan mengoptimalkan pola asuh oleh ibu atau pengganti ibu dalam keluarga sehingga anak mengetahui dan dapat menolong dirinya sendiri apabila ada kasus yang menimpa dirinya. Abstract The increased numbers in sexual abuse to the children (pedophilia has become a problems in child protection. In several convicted cases, it turned out that pedophiles experienced deviated parenting system. This article uncovers the facts of pedophilia cases in Indonesia, its impact, legal matters, and parents role in parenting system as an effort to prevent pedophilia. The general knowledge regarding the types of child abuse has also become important for both the society and law enforcement officers. In other hand, maternalistic parenting system is expected to help prevent any new pedophilia cases as well as preventing new pedophilia. The prevention of pedophilia cases began from the family by optimizing the role of mother or mother figure in a family to make sure that children have the knowledge on pedophilia and how to protect themselves from such cases.

  10. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA (Analisis Lanjut Data SDKI, 1994

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Irianto

    2012-09-01

    Full Text Available The risk of diarrhoea for children under five years of age is higher than in adults. Indonesia Demographic and Health Survey 1994 (1DHS-1994 data were analysed to know the risk of sociodemographic and environmental factors on diarrhoea among children under five years of age. The sociodemographic factors which were analysed included area, education and occupation of the parents, age, while the environmental factors were main source of drinking water, type of latrine, kind of floor, distance between the well and septic tank. The results showed that the risk of having diarrhoea in rural areas was higher than in urban areas. Incidence of diarrhoea among children aged 12-24 months was higher than those of 25-59 months. Incidence diarrhoea was lower among the households which have sources of clean water or households which have toilet facilities with septic tanks. Bivariate analysis of parent's education and age of children as sociodemographic factors show that these factors have influence on diarrhoea. The diarrhoeal risk among children age of 12-24 months was 2.23 times higher than those children age of 25-59 months. Source of drinking water, type of latrine, distance between the well and septic tank, overcrowding as environmental factors all have influence on the incidence of diarrhoea. The highest risk occurred among household which have toilet facility without septic tank. Multivariate analysis show that mother's education, overcrowding and age of children as dominant factors have influenced the incidence of diarhoea among children under five years of age. The highest risk was the age of the children.

  11. HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ORANG DEWASA DI INDONESIA (Analisis Data Riskesdas 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudikno .

    2014-09-01

    Full Text Available ASSOCIATION BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY AND ADULT OBESITY IN INDONESIA (Secondary Data Analysis of the Basic Health Research 2007 The enhancement of social economy status and the life style changes, including changes in eating habits and reduction of physical activities, increased overweight and obesity revalence. This paper aims to study the association between physical activity and adult obesity in Indonesia. This research used Basic Health Research (Riset Kesehatan Dasar 2007 data with cross-sectional design. The populations were all household members aged ≥ 18 years, whereas the samples were all household members aged ≥ 18, physically and mentally healthy, non-pregnant, and their BMI were at least 18.5 kg/m 2. The respondent was obese if his/her BMI was at least 18.5 kg/m2. Physical activity was assessed with questions about its type (vigorous and moderate and its duration per week. Logistic regression was used to study the relationship between physical activity and adult obesity. The result showed that Obesity prevalence (BMI>27kg/m2 in adult was 12.47% (CI 95%: 12.28 – 12.66. The result showed tthere was a relationship between physical activity and adult obesity, controlled by confounder variable (area, age, sex, marital status, education, occupation, and smoking habits. People who had low level of physical activity had more risk to be obese than those who had high level physical activity. It has been recommended that to reduce the risk of being obese, it is advisable to have sufficient physical activity such as alking, jogging, running, and biking. It is also necessary for the Ministry of Health to develop guidance of sufficient physical activity. Keywords: obesity, adult, physical activity

  12. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN FILARIASIS DI INDONESIA (DATA RISKESDAS 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardiana Mardiana

    2012-11-01

    Full Text Available Filariasis or elephantiasis diseases which caused by filaria worm and contagious through mosquito bite, still the major community health problem in Indonesia. There are several type of filaria worm in Indonesia, i.e. Wuchereria bancrofti, Brugia malayi and Brugia timori. The vectors of filariasis are Culex quinquefasciatus in the urban area, Anopheles spp, Aedes spp and Mansonia spp in the rural area. The infection risk in some area of filariasis related to the situation of local area. Various factor of environmental area which area physical, biological and also cultural social to be influence to development of transmitted filariasis by mosquito. The analysis of data Riskesdas 2007 has been done to perform of factor influence filariasis case in Indonesia. Same parameters was analyzed to case of filariasis in last 12 months; gender, ages, educations, work, mosquito net usage, sources of water, effluent dismissal, residences, water dismissal channel, existence of livestock in house. From analysis inferential, show there is no relation between genders, age, education, work, and mosquito net usage, sources of water, water dismissal channel, and existence of livestock in house to case filariasis. Statistically indicates that there is significantly difference between residences in rural and in urban to case of filariasis in last 12 months. Responder who live in rural areas (0,05% have 2,4 times risk higher than responder who live in urban (0,03%. The same as condition of water dismissal channel shows to existence of significantly differences. Responder who have water dismissal channel without cover have high risk infections of filariasis in the last 12 months were 0,05%, while the responder have water dismissal channel with cover have high risk in last 12 months were 0,03%. Keywords: Filariasis, endemic area, factors

  13. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Gizi Seimbang Selama Hamil Dengan Kejadian Bblr

    OpenAIRE

    Woro Tri Utami, Woro Tri Utami; Waqidil Hidayah, Waqidil Hidayah; Ika Junita, Ika Junita

    2013-01-01

    Knowledge of mothers on nutrition is crucial to the future of children and families. The purpose of the study to analyze the relationship of knowledge maternal 3rd trimester about balanced diet for pregnant with BBLR incident . Survey design used analytic approaches Prospective ( Cohort ) , sampling techniques using simple random sampling . Independent Variable knowledge maternal 3rd trimester about balanced nutrition and dependent variable BBLR incident . Instrument research questionnaires a...

  14. Hubungan Paparan Pestisida Dengan Kejadian Goiter Pada Petani Hortikultura Di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Budi Sungkawa

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Pesticides are toxic material  or a substance or mixture of substances used to kill a pest or  intended for preventing, destroying, repelling or mitigating any pest.[2] A pesticide may be a chemical substance, biological agent (such as a virus or bacterium, antimicrobial, disinfectant or device used against any pest. Pests in agriculture  include insects, plant pathogens, weeds, molluscs, birds, mammals, fish, nematodes (roundworms.  Although there are benefits to the use of pesticides, there are also drawbacks, such as potential toxicity to humans and environment. Usage pesticide which do not well  managed  may  generate negative impact. Chronic poisoning of pesticides may produce adverse effect on health, including, cancer, genetic mutation, thyroid diasease, reproductive disorders and neurodegenerative disases. Preliminary researh showed that farmer in district of Ngablak   98 %  have experience of pesticide exposure. Result of study indicate that 16,5 % farmer of horticulture that have pesticide exposure  district of Ngablak  have a disorder of  thyroid and manifest as goiter. This research objective was to find out the relation between pesticides exposure and the incidence of goitre on farmer exposed to pesticides. Method: this research used a case control design with  68 case and 68 control. The variable of the research include age, education, work duration, time of activity per day, pesticide type, pesticide dose, spraying frequency, time of  spraying, farmer position to wind direction while spraying and using of personal protective equipment. Result: Research result indicated  that variables that related to the incidence of endemic goitre were age (OR = 3,83; CI 95%= 1,88 – 7,81, work duration (OR = 12, 79; CI 95% = 2,85 – 57,53, time of activity per day (OR = 2,47; CI 95% = 1,16 – 5,23, pesticide type (OR = 5,86; CI 95% = 2,73 – 12,56, pesticide dose (OR = 2,96; CI 95% = 1,37 – 6,42, spraying frequency (OR = 4,69; CI 95% = 2,28 – 9,69, farmer position to wind direction while spraying (OR = 3,07; CI 95% = 1,39 – 6,77, using of personal protective equipment (OR = 3,18; CI 95% = 1,57 – 6,41. Conclusion: Farmer’s risk factor to the incidence of endemic goitre is  working  time time of activity per day, pesticide type, spraying frequency, farmer position to wind direction while spraying  and  the use of personal protective equipmetn, in its  contribute 33,78%. Probability to the incidence of goitre on farmer exposed to pesticides. Keyword : pesticide exposure,  pesticides type, work duration, incidence of goitre, farmer

  15. SURVIVAL RATE PENYANDANG HIPERTENSI DENGAN KONSUMSI NATRIUM RENDAH TERHADAP KEJADIAN STROKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekowati Rahajeng

    2017-01-01

    Full Text Available Stroke is the leading cause of death and disability in the world. Several studies have shown that stroke can be prevented through modifiable risk factors. The adequate treatment of hypertension may reduce the risk of stroke. Lifestyle modification such as reducing salt intake in hypertension management have demonstrated lowering blood pressure, enhancing the effectiveness of antihypertension drugs and also reducing stroke risk. This study aims to verify the survival rate of hypertension with lower sodium intake (<2000 mg per day on the incidence of stroke. The study was conducted through a prospective cohort study (4 years of follow-up in 1082 people with confirmed hypertension. Stroke were confirmed by neurologist. The consumption of sodium, sugar and fat were collected through 24-hour dietary recall. Hypertension survival rate was calculated using Life Table Survival analysis. This study has demonstrated evidence of the higher survival rate of hypertension with low sodium intake on the incidence of stroke, with the difference 2-year survival rate is 3 percent higher and 4-year survival rate is 5 percent higher. Sodium consumption of <2000 mg per day in people with hypertension has prevented a 78 percent incidence of stroke. Therefore, the intervention programs to reduce of the consumption of salt or sodium in Indonesia should be prioritized.

  16. Hubungan Bermain Video Game Terhadap Kejadian Insomnia Pada Kalangan Remaja Di Sma Negeri 12 Medan

    OpenAIRE

    Pangaribuan, Hotman Parasian

    2015-01-01

    The number of adolescent who played video game was increased now days. This can cause many problems in social relationship, behavioral, and their sleep pattern like insomnia. This cross sectional study aimed to evaluate the relationship between playing video game with insomnia among the adolescent. Our total sample was 100 students in SMA Negeri 12 Medan. The sample was chosen by consequtive sampling. The data was taken by interview using questionnaire. From our result, the major...

  17. Hubungan Merokok Dengan Kejadian Insomnia Pada Remaja Di SMA Negeri 1 Remboken Kabupaten Minahasa

    OpenAIRE

    Kairupan, Juwinda Meini Ayu; Rottie, Julia; Malara, Reginus

    2016-01-01

    : Insomnia is difficulty initiating and maintaining sleep so can not meet the need for adequate sleep , both quantity and quality. Smoking is one of the causes of insomnia. Smoking is an act of burning a tabacco which inhaled the smoke from the burning process in a form of cigarette or a pipe. The purpose of this study was to analyze the relationship of smoking with the incidence of insomnia in adolescents at SMA N 1 Remboken Minahasa District. The research method is used observational analy...

  18. Kebersihan Organ Kewanitaan dan Kejadian Keputihan Patologi pada Santriwati di Pondok Pesantren Al Munawwir Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Indah Setiani

    2015-03-01

    Full Text Available Asia in 2013 showed prosentase reproductive health problems of the pathological vaginal discharge were 76%. The incidence of vaginal discharge in the regions Yogyakarta about 68%, in district Bantul about 45% higher than Pondok Pesantren Al Munawwir (59.6%. The purpose of this study was to know relationship between healthy reproductive organ and the incidence of pathology vaginal discgarge on santriwati in Pondok Pesantren Al Munawwir Yogyakarta. The study used survey analytic with cross sectional design. The population of santriwati that experienced vaginal discharge were 164 santriwati. Samples was obtaine by purposive sampling which consisted of 89 respondents, analysis the data was used chi-square. The results of study showed that healthy reproductive organ on santriwati at Pondok Pesantren Al Munawwir Yogyakarta included was 62.9% in less category, incidence of pathology vaginal discharge on santriwati at the cabin al munawwir yogyakarta were 59.6% and the result of χ2 were 8.881 (>8.760. In conclusion, there was a correlation between healthy reproductive organ and the incidence of pathology vaginal discgarge on santriwati in Pondok Pesantren Al Munawwir Yogyakarta.

  19. Hubungan Paparan Merkuri (Hg Dengan Kejadian Gangguan Fungsi HatiPada Pekerja Tambang Emas di Wonogiri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nikie Astorina Yunita Dewanti

    2013-12-01

    Full Text Available Background: Traditional gold mining activities that using WOA/ amalgamation can cause Hg emissions to the environment. The emissions could raise mercury poisoning in the environment and human. Liver as a major part of the metabolism and accumulation of Hg in the human body, so that Hg could lead to liver damage. In the previous research, Hg exposure in male rats caused hepatotoxicosis. Average blood mercury levels of workers was 53.5 μg/m3. Objective: To determine the association between mercury (Hg exposure and theoccurance of liver dysfunction on gold mine workers at Jendi Village, sub-district Selogiri, Wonogiri District. Methods: It was a cross-sectional study, total sample were 41 workers. The data obtained from the results of laboratory tests of blood samples and the results of the interview respondents.Data would be analyzed using biavariate and multivariate statstic test. Results:There was 41.16% of respondents were miners, processors as well as grates, the average of working period was 10 years, work duration 6 hours a  day and 6 days a week. 97.56% of respondents have blood mercury levels above normal (U.S. EPA: 5.8 ppb. Elevated levels of SGOT experienced by 24.4% of respondents , SGPT 17.1% of  respondents and ALP 58.8% of  respondents or as much as 68.3% of respondents having liver disfunction. There was no difference incidence of liver dysfunction seen from the type of work (p value = 0.459, There was no assossiation between  work duration, work period and blood mercury  levels with the incidence of liver disfunction in workers (p value = 0.148; 0.408 and 0.608. There was a relationship between blood mercury levels with SGPT as an indicator of liver dysfunction (p value = 0.042 Conclusion: Overall, the data did not provide strong evidence that mercury exposure associated with incidence of liver disfunction.   Keywords: mercury exposure, liver disfunction, SGOT, SGPT, ALP

  20. Hubungan Kejadian Penyakit Autistik pada Anak dengan Usia Maternal dan Paternal di Kota Medan

    OpenAIRE

    Stefani

    2012-01-01

    Autism is a developmental disorder characterized by serious impairments in social interaction and language development. In Indonesia, cases of autism are approximately 7000 cases. In Medan, estimated there are 250 kids with autism born per year and has increased dramatically in recent years. One of the factors that could cause this disorder is paternal and maternal age. The purpose of this study is to determine the relationship between paternal and maternal age with Autism in children. Th...

  1. ANALISIS PENGGUNAAN AIR BERSIH, MENCUCI TANGAN, MEMBUANG TINJA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tina Yuli Fatmawati

    2017-10-01

    Full Text Available Diarrhea is a major cause of morbidity and mortality in children in developing countries, with an estimated 1.3 billion episodes and 3.2 million deaths annually in infants. One effort to prevent the case of diarrhea is to behave Clean and Healthy Life (PHBS. The purpose of this study to determine the relationship of cleaning water use, washing hands and dispose of the correct stool with the incidence of diarrhea in infants. The method of this research is quantitative analytic with cross sectional design, the number of samples of mothers who have children 1-5 years old in RT 01 and 39 Subdistrict Kenali Asam Bawah total 56, sampling using total sampling. Data collection techniques using questionnaires, technique of data analysis using univariate and bivariate. The result of this research showed that the respondents had PHBS based on good water usage of 47 people (83.9%. Respondents had PHBS based on hand washing with 32 persons (57.1%. Respondents had PHBS based on Disposing of feces well 17 people (30.4% . There was no correlation between clean water use and diarrhea occurrence with p-value  = 0,907, hand washing relationship with diarrhea occurrence at under five years with p-value = 0,006, there was correlation of feces disposal correctly with diarrhea incidence in under fives with p- Value = 0,000.

  2. INTERAKSI SOSIAL MERUPAKAN FAKTOR YANG PALING BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rinna Yulianty

    2014-08-01

    Full Text Available Background:The number of elderly population in Indonesia ispredicted to be increasing from9.77% in2010 to 11.34% in 2020.Special Region of Yogyakarta has the highest life expectancy in Indonesia(74compared to72 years old in Indonesia.Bantul has the highest number of elderly in Yogyakarta,withthetotal of 113,094 elderlypeople.Elderly people often suffer from mental health problems, one of the mostfrequent disorder isdepression. Depression in elderly is often undetected becausephysical problemsaremore as focusand depression symptoms varyamong elderly.Objective:To investigate the characteristics of respondents andtodescribe factors related tothe incidenceof depression in the elderly.Methods:This study wasnon-experimental with descriptive analytic research design using cross sectionalapproach. Total respondent was49 elderly, 22 male and 27 female. Samples werecollectedwithasimplerandom sampling. Datawere analysed withproportion test, correlation test, and logistic regression.Results:Age and sexwere weakly correlated with the incidence of depression in elderly (0.217 and-0.243,respectively.Social interaction and caregiver support had very strong correlations with the incidence ofdepression (0,952and0,788, respectively. Themultivariate statistics test showed that social interaction wasthe strongestfactor which influencedthe incidence of depression in the elderly(0,898.Conclusion:Sex and agehadweak relationshipswith the incidence of depression, while social interactionand caregiver support had verystrong relationships. Social interactionwas thestrongest factorrelated to theincidence of depression in the elderly.

  3. Hubungan Pemberian Susu Formula dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 0-6 Bulan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iskandar Iskandar

    2016-11-01

    Full Text Available There are many factors effects on giving formulation milk, such as income, behavior pattern, the baby find not colostrum and ASI exclusive, behaviour giving of formulation milk, MP ASI, safety and healthy equipment, contamination microbe. The aim of this research is to known the factors that effect on giving formulation milk about diarhea for baby at Teupin Raya Public healt centre regency Pidie.Research Method: This method is analitical descriptive by using design based on study case control that already done on 08th-23rd of february 2014 by samples 72. The research was quota simple samples that’s consists of 36 samples as case and 36 samples control. Variables are the effect of giving formulation milk about diarhea. Data was collected by interview that using questionare, then analyzed it by proving based on chi square test in stage of accurancy (0,05 and Odd Ratio.Result of  research: This research show that thereis influance the way of given powder milk to baby with diarhea that ages 0-6 bulan month with value P ; 0,009 (p < 0,05 and the result analysis got by score OR:4,09 ( CI : 1,52 – 11,00. Conclution and suggestion : The baby  that given formulation milk it does not give protection effect while diarhea happening than the baby that given powder milk to baby. The writen expected to medical employed at Publik Healt Centre to know the influences of the way of given formulation milk to baby with diarhea

  4. Hubungan Antara Kualitas Perawatan Kateter Dengan Kejadian Infeksi Nosokomial Saluran Kemih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kasmad Kasmad

    2007-07-01

    Full Text Available Nosocomial infection refer to occurrence the often happen in hospital and can causes import to patient, family and hospital of self. Once of infection that often happened is infection of urinary tract at the patient with dower chateter. Factors that caused nosocomial infection of urinary tractare hospes, agent, installation procedure, old of installed chateter and quality of chateter treatment. This research ago to know the quality chateter treatment with the occurrence of nosocomial infection urinary tract. The research method is observation and the instrument used observation sheet. Independent variable in this research is the quality of chateter treatment and for the dependent variable is occurrence as nosocomial infection of urinay tract. The research subject is cause who had Diploma degree and Graduate of nursing, male patient that treated in Roemani’s Hospital, wear installed dower chateter, age of respondent between 18 – 55 years old, medic diagnose was not tractus urinarius infection, not consume antibiotic and agree to be respondent. Amount of sample are 30 respondents. Result of this research showed that the must quality of treatment chateter is enough (50%, good (30% and less (20%. Number of occurrence of nosocomial infection of urinary tract that got chateter treatment with good quality was 22.22%, enough 26.67% and less 83.33%. To decrease the occurrence of nosocomial infection of urinary tract that cause by installing of chateter was need the increasing the quality of chateter treatment that appropriate to the nursing procedure standart and the pressed of infection prevention. Statistic test used Chi Square test to examine the relation between the quality of chateter treatment with the occurrence of nosocomial infection of urinary tract. Chi Square analisis result t count (7.081 > t table (5.99 and p value (0.029 < 0.05. Which means that there is relation between quality of chateter treatment with the occurrence nosocomial infection of urinary tract.

  5. Prevalensi Kejadian Insomnia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Univesitas Sematera Utara Tahun 2015

    OpenAIRE

    Pamungkas, Anugrah Octa

    2016-01-01

    Insomnia is defined as difficulty to initiate sleep complaints. Difficulty maintaining sleep or experiencing non-restorative sleep, and usually associated with problems in the daytime activity. Insomnia is a sleep disorder that is most commonly found and experienced by many college students. The purpose of this study was to determine the prevalence of insomnia in medical student at University of North Sumatra in 2015, used a descriptive study with cross sectional approach. This research using...

  6. Perbandingan Kejadian Post Partum Blues pada Ibu Post Partum dengan Persalinan Normal dan Sectio Caesarea

    OpenAIRE

    Miyansaski, Andrew Umaya; -, Misrawati -; Sabrian, Febriana -

    2014-01-01

    Childbirth and section caesarea. This research used comparative study design with cross sectional. Research has been done in outpatient of obstetric of mother and child hospital Andini in Pekanbaru on 56 post partum mothers which was chosen by using purposive sampling technique by considering inclusion criteria. Measurement tools that has been used is questionnaire of Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) that has been tested with validity and reliability test. Analysis that was used is...

  7. Aktivitas Olahraga dengan Kejadian Sindrom Premenstruasi pada Anggota Perempuan UKM INKAI UNS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arantika Meidya Pratiwi

    2016-03-01

    Full Text Available The purpose of this study is to determine the relationship between sport activies with premenstrual syndrome. Observational research methods using analytic techniques with cross sectional approach. This research was conducted at UKM (Unit of Student Activity INKAI (Institute Karate Indonesia UNS, on June 2012. The 36 sample of population from 40 of woman member was taken by simple random sampling. Analysis test with alpha= 0,05 obtained of Spearman rank correlation value at -0,821 that indicated strengthen correlation in negative direction. The signifi cance value are 0,000 smaller than 0,05 that indicated Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion are any negative relationship between sports activities with the premenstrual syndrome, if the value of sports activity was higher the value of premenstrual syndrome was lower.

  8. SURVEI CEPAT PENANGGULANGAN MASALAH KESEHATAN LINGKUNGAN KEJADIAN TSUNAMI DI KABUPATEN CIAMIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sukarna

    2012-11-01

    Full Text Available Tsunami in the District of Ciamis had brought about the damage of some infrastructures and19,130 housings, and caused 368 fatalities in the area. There was 30,300 refugees scattered in 21 points ofrefugee camps. If the tsunami aftermath does not rapidly mitigate will result in public health problem. Inline with the effort of dealing with the problem, it had been performed a rapid survey on the control of environmental health problem in the district. The survey objective was to collect data concerning the needof environmental health services in the tsunami affected areas. It had been done in the most severe subdistrict affected by the calamity, namely in the sub-districts of: Pangandaran (6 refugee posts, Sidamulih (3 refugee posts, and Kalipuncang (1 refugee post. The rapid survey results showed that as much as 70.0% out of refugees used dug well as the source of their clean water need, the clean water physical quality including the levels its turbidity, taste and odor was complied with health standards. As much as 70.0% outof the refugees used latrine, then, all of domestic sewage and solid waste were disposed in surrounding the refugee posts, there was no garbage can available in the sites. The most noticeable disease vektor was fly, especially on solid waste disposal dump situated surrounding the posts. Environmental health services had not been performed, because the health effort was still focused on medical health services for the refugees.The most detectable diseases among the refugees were non-pneumonia acute respiratory infection (17.9% out of the refugees, and diarrhea (4.3 %. Keywords: Environmental health, rapid survey, tsunami.

  9. Kontribusi agen dan faktor penyebab kejadian luar biasa keracunan pangan di Indonesia: kajian sistematis

    OpenAIRE

    Arisanti, Risalia Reni; Indriani, Citra; Wilopo, Siswanto Agus

    2018-01-01

    Contribution of agents and factors causing foodborne outbreak in Indonesia: a systematic review PurposeThe purpose of this study is to understand burden of foodborne outbreak in Indonesia during 2000 -2015. MethodSystematic review conducted based on publish and unpublished (grey literature) data during 2000 -2015. Publish data from search engine such as Google scholar, open access, repository online university in Indonesia. Grey literature collected from investigation report from selected uni...

  10. PEMODELAN DALAM SISTEM MANAJEMEN OBAT DI PUSKESMAS (Untuk Meminimalkan Kejadian Stagnant Oralit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dini Kristiningtyas Mamelas

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Drug stagnation is an effect of poor logistics systems in the health services industry, particularly at the Public Health Centre. This was evident as drug stagnation at the "Puskesmas Mentikan Kola Mojokerto" for the 2005 year is stated at 15.44%. Objective: Of this research is to applicated the logistic regression in making formulation of drug management that able to use to know the risk factor of drug stagnant prediction. Methods: This research was a cross sectional study with quantitative approach. The independent variables that observed in this research were planning, receiving, storaging, distributing, using and also recording. Drug stagnation as the dependent variable. Interviews and questioners were conducted to the chief of drug storage in 32 public health centres in Mojokerto. Observation was conducted to drug storage and monthly recording form. All of independent variables affected the drug stagnation, except recording. Results: The factor which had least signification value was using (p=0.488. The most affected variable was using.Key words: drugs management, drug stagnant, risk factor

  11. THERMAL-HYDRAULIC ANALYSIS OF SMR WITH NATURALLY CIRCULATING PRIMARY SYSTEM DURING LOSS OF FEED WATER ACCIDENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-09-01

    ABSTRAK Reaktor daya kecil modular (SMR memiliki beberapa keunggulan dibanding reaktor daya besar konvensional. Dengan disain yang lebih sederhana dan terintegrasi, penerapan hukum alamiah untuk sistem keselamatannya dan biaya modal yang rendah, reaktor ini sangat cocok untuk dibangun di Indonesia. Salah satunya disain SMR yang sedang dikembangkan menerapkan gaya penggerak alami untuk sistim pendingin primernya. Dengan disain seperti itu, adalah sangat penting untuk memahami implikasinya terhadap aspek keselamatan pada seluruh kondisi operasi. Salah satu yang perlu diinvestigasi adalah kecelakaan kehilangan air umpan (LoFW. Pada studi ini, dilakukan analisis kinerja thermal hidrolik SMR yang menggunakan sistim pendinginan primer sirkulasi alam saat kecelakaan LoFW. Tujuannya adalah untuk menginvestigasi karakteristik aliran sistem primer saat kecelakaan LoFW dan untuk memastikan apakah aliran sirkulasi alam cukup untuk memindahkan panas dari teras guna menjaga kondisi tetap aman selama kecelakaan tersebut. Metoda yang digunakan adalah dengan merepresentasikan sistem reaktor ke dalam model-model generik program RELAP5 dan melakukan simulasi numerik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setelah kejadian pemicu dan trip reaktor, pada sisi primer laju alirnya berfluktuasi secara signifikan dan temperatur pendinginnya menurun secara bertahap sedangkan  pada sisi sekunder kondisi uap berubah menjadi uap jenuh. Laju alir turun dari ~711 kg/detik menjadi ~263 kg/detik sebelum kembali naik lagi pada t=~46 detik. Saat laju alir di titik terendah, temperatur pusat bahan bakar dan fluida pendingin adalah sekitar  ~565 K dan  ~554 K, yang menujukkan bahwa temperatur bahan bakar masih jauh di bawah batas disain dan temperatur fluidanya juga berada di bawah titik saturasi. Keadaan ini menunjukkan bahwa saat transien kedua parameter utama termohidrolik reaktor tetap dalam kondisi yang dapat diterima sehingga dapat disimpulkan  bahwa saat  kecelakaan kehilangan air umpan, SMR

  12. The Correlation between Junk Food Consumption and Age of Menarche of Elementary School Student In Gedung Johor Medan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surya Anita

    2018-01-01

    Full Text Available ABSTRACT Acceleration age of menarche, can increase the chances of endometrial hyperplasia. The incidence of uterine and breast cancer are associated with early menarche. Junk food is indicated as one of the triggers of early menarche. With observational-analytic research and case-control research design, it was conducted to determine the effect of junk food in early menarche at elementary school student. The population of the study was the 6th grade elementary school students who had been menstruated, yet the sample was chosen randomly. Data collected using questionnaires, also measuring weight and height, then analysed using chi-square. The results shows a relationship between junk food consumption with early menarche incidence (p = 0.021 and OR 1.889. This is due to the high consumption patterns of junk food/fast food in teenages. Affected by behavioral patterns of people who tend to choose practical food, easy to get and ready to eat.   ABSTRAK Percepatan usia menarche dapat memperbesar peluang terjadI hyperplasia endometrium. Insiden kanker uterus dan kanker payudara dihubungkan dengan menarche dini.  Junk food diindikasi sebagai salah satu pemicu menarche dini. Dengan penelitian observasional-analitik dan desain penelitian case-control, dilakukan untuk mengetahui pengaruh junk food pada menarche dini di usia SD. Populasi penelitian adalah siswi SD kelas VI yang sudah haid /belum, sampel dipilih secara random. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada siswi, menimbang berat badan serta  mengukur tinggi badan. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian bahwa ada hubungan konsumsi junk food dengan kejadian menarche dini (p=0,021 dan OR 1,889. Hal ini disebabkan Tingginya pola konsumsi junk food/fast food  pada remaja dipengaruhi oleh pola perilaku masyarakat yang cenderung memilih makanan praktis, mudah didapat dan siap saji.

  13. Feature Selection pada Dataset Faktor Kesiapan Bencana pada Provinsi di Indonesia Menggunakan Metode PCA (Principal Component Analysis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septa Firmansyah Putra

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut apa yang akan digunakan untuk klasterisasi provinsi di Indonesia berdasarkan faktor kesiapan dalam menghadapi bencana. Data yang digunakan terdiri dari tiga kelompok data yaitu data jumlah kejadian bencana yang terdiri dari 19 sub-atribut, data jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari 14 sub-atribut dan data jumlah tenaga kesehatan yang terdiri dari 11 sub atribut. Penelitian ini dapat menjadi gambaran tentang bagaimana melakukan pembersihan dan pemilihan data sebelum digunakan dalam proses klasterisasi. Data-data ini akan dibersihkan dan dipilih sebelum nantinya digunakan pada proses klasterisasi. Proses pembersihan dan pemilihan data dilakukan dengan bantuan PCA (Principal Component Analysis namun sebelumnya dibersihkan telebih dahulu dengan cara manual. Penelitian dibagi menjadi 3 percobaan. Pada percobaan pertama didapatkan 31 sub-atribut yang siap digunakan, percobaan kedua didapatkan 29 sub-atribut yang siap digunakan dan pada percobaan ketiga didapatkan 24 sub-atribut yang siap digunakan.

  14. MANAJEMEN RISIKO KEAMANAN SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN ISO 27001 PADA ORGANISASI XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raden Budiarto

    2017-07-01

    Full Text Available Sekalipun sudah populer di bidang teknik industri, metode Failure Mode & Effect Analysis FMEA masih sangat jarang dilaporkan penelitiannya terhadap objek sistem informasi. Hal ini menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut pemanfaatannya pada sistem informasi. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah occurrence (frekuensi kejadian, severity (dampak dan detection (pencegahan. Data penelitian diambil terutama berdasarkan dari hasil pengamatan langsung. Penelitian ini mencakup perlindungan terhadap aset informasi di lingkungan Organisasi XYZ dengan melakukan penilaian risiko keamanan informasi. Penilaian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode (FMEA. Pada penelitian ini juga menggunakan kerangka kerja ISO 27001 untuk melengkapi daftar rekomendasi aksi penanggulangan mode kegagalan. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa laporan hasil pengelolaan manajemen risiko yang berisikan daftar prioritas analisis risiko yang disertai akar sebab permasalahan dan pengendalian risiko sesuai dengan standar ISO 27001. Hasil dari studi kasus telah membuktikan penerapan standar ISO 27001 berimbas terhadap penurunan tingkat kerawanan sebesar 30%.

  15. THE CHANGE OF PREVALENCE OF XEROPHTHALMIA ON LOMBOK, SEPTEMBER 1977 - SEPTEMBER 1983

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Tarwotjo

    2012-11-01

    Full Text Available Berdasarkan data "Survei Prevalensi Kebutaan Gizi" tahun 1977, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dinyatakan sebagai wilayah tinggi prevalensi xeroftalmia. Sebagai suatu wilayah dengan prevalensi xeroftalmia paling tinggi di Indonesia, banyak faktor risiko yang diidentifikasi bagi daerah ini, termasuk kejadian kecacingan, kekurangan frekuensi pemberian ASI pada anak yang masih menyusu; kekurangan "kamar cuci" di dalam rumah; variasi diet yang terbatas, tidak ada variasi konsumsi bahan pokok selain beras; dan kecilnya konsumsi sumber-sumber protein. Faktor risiko khusus xeroftalmi-korneal berkaitan dengan riwayat penyakit yang baru diderita si anak (campak dan infestasi berat kecacingan dan kurang kalori protein berat. Sejak tahun 1978, Pemerintah Indonesia telah mengembangkan berbagai macam pendekatan untuk mengawasi (kontrol xeroftalmia; sampai tahun 1982 telah mencapai 80% sasaran (anak Balita dan telah menghasilkan penurunan prevalensi xeroftalmia di wilayah ini. Penurunan prevalensi ini dicapai tanpa penurunan secara proporsional faktor-faktor risiko terkait.

  16. Penerapan Kartu Elektronis Berbasis Near Field Communication (NFC Pada Sistem Keamanan Pintu Rumah Cerdas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Kurnianto

    2017-02-01

    Full Text Available Berdasarkan data laporan Badan Pusat Statistik (BPS tahun 2015  bahwa angka kejadian tindak pencurian di Indonesia sampai tahun 2014 masih tergolong tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini adalah kurangnya penerapan sistem keamanan pintu elektronis di rumah-rumah penduduk. Penggunaan kartu elektronis berbasis Near Field Communication (NFC menjadi pilihan yang sesuai karena teknologi NFC memberikan jaminan keamanan yang lebih baik untuk teknologi yang sejenis dengan konsumsi daya yang rendah. Proses otentifikasi sistem keamanan pintu elektronis dilakukan dengan membaca kode unik dari kartu NFC Tag yang akan dicocokkan dengan kode unik kartu NFC di basis data sistem. Jika hasil otentifikasi telah benar, Arduino sebagai pusat pengendali akan mengaktifkan solenoid lock door sehingga pintu akan terbuka. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa jarak pembacaan sesungguhnya dari kartu NFC Tag sebesar 7 cm dengan jangkauan sudut pembacaan antara 0o - 85o. Tingkat keberhasilan sistem dalam melakukan proses otentifikasi sebesar 100%.

  17. FACTORS INFLUENCING HUMAN RELIABILITY OF HIGH TEMPERATURE GAS COOLED REACTOR OPERATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sigit Santoso

    2016-10-01

    ABSTRAK Peran dan tindakan operator pada reaktor berpendingin gas akan berbeda dengan peran operator pada operasi tipe reaktor lain. Analisis unjuk kerja operator dan faktor yang berpengaruh dapat dilakukan secara komprehensif melalui analisis keandalan manusia(HRA. Melalui HRA dampak dari kesalahan manusia pada sistem maupun cara untuk mengurangi dampak dan frekuensi kesalahan dapat diketahui. Makalah membahas faktor yang berpengaruh pada tindakan operator, yaitu pada kejadian kecelakaan pendingin reaktor gas bersuhu tinggi-HTGR. Analisis untuk kualifikasi faktor pembentuk kinerja(PSF dilakukan berdasarkan kurva keandalan fungsi waktu, dan metode keandalan manusia yang dikembangkan berdasar pada aspek kognitif yaitu Cognitive Reliability and Error Analysis Method (CREAM. Hasil analisis berdasar kurva keandalan fungsi waktu menunjukkan komponen waktu berkontribusi positif pada peningkatan keandalan operator (PSF<1 pada kondisi semua fitur keselamatan berfungsi sesuai rancangan. Sedangkan pada metoda analisis dengan pendekatan kognitif CREAM diketahui selain faktor ketersediaan waktu, faktor pelatihan dan rancangan HMI juga berkontribusi meningkatkan keandalan operator. Faktor pembentuk kinerja keseluruhan diketahui sebesar 0,25 dengan faktor kontribusi positif dominan atau berpengaruh pada penurunan kesalahan manusia adalah ketersediaan waktu (PSF=0,01, dan faktor kontribusi negatif dominan adalah prosedur dan siklus kerja (PSF=5. Nilai PSF tersebut sebagai faktor pengali dalam perhitungan probabilitas kesalahan manusia. Analisis faktor pembentuk kinerja perlu dikembangkan pada skenario kejadian lain untuk selanjutnya digunakan untuk perhitungan dan analisis keandalan manusia yang komprehensif dan perancangan sistem interaksi manusia mesin di ruang kendali. Kata kunci: PSF, HTGR, operator, ruang kendali, keandalan manusia

  18. Hubungan Mitos Pencegahan Infeksi Menular Seksual dengan Suspect Infeksi Menular Seksual pada Wanita Pekerja di Panti Pijat Kota Dumai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hastuti Marlina

    2014-05-01

    Full Text Available Infeksi Menular Seksual (IMS adalah infeksi yang penyebarannya melalui kontak seksual maupun non seksual yang disebabkan berbagai bakteri, virus, parasait, jamur dan kutu. Berdasarkan data World Health Organitation (WHO setiap tahun terdapat kurang lebih 350 juta penderita baru IMS di negara berkembang termasuk Indonesia dimana 15,4% terjadi pada Wanita Pekerja Seks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan perilaku mitos pencegahan IMS terhadap kejadian IMS pada wanita pekerja di Panti Pijat Kota Dumai. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 40 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan 67,5% responden suspect terinfeksi IMS. Terdapat hubungan perilaku mitos pencegahan IMS dengan kejadian IMS pada wanita pekerja panti pijat. Variabel mitos mencuci alat kelamin dengan menggunakan sabun, alcohol, air soda, air rebusan daun sirih, air jahe sebelum atau sesudah berhubungan seks dengan suspect Infeksi Menular Seksual pada wanita Pekerja di Panti Pijat memiliki nilai POR (95% CI yang paling besar yaitu 6,08 (1,540 – 23,992. Diharapkan tenaga kesehatan dan LSM khususnya Kota Dumai lebih meningkatkan kerja sama dalam meningkatkan pengetahuan wanita pekerja di panti pijat agar tidak salah persepsi tentang mitos pencegahan IMS

  19. Penetapan Harga Barang Yang Tidak Berdasarkan Nilai Mata Uang Yang Berlaku Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen (Studi di Carrefour dan Maju Bersama Medan)

    OpenAIRE

    Harahap, Sari Banun

    2013-01-01

    Pricing of goods that are not based on valid currency by businesses, contrary to Section 4 letter b Law No. 8 Year 1999 on consumer protection, the right of consumers to choose goods and/or services and obtain goods and/or services in accordance with exchange rate and the conditions and guarantees the rights promised to every consumer is guaranteed by law. However, entrepreneurs set prices of goods amounting to Rp. 1210,- (one thousand two hundred and ten dollars), while the banknotes with no...

  20. Perancangan Sistem Pemeliharaan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM Pada Pulverizer (Studi Kasus: PLTU Paiton Unit 3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RATNA BHAKTI PUSPITA SARI

    2017-03-01

    Full Text Available PLTU Paiton Unit 3 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi listrik menggunakan bahan baku batubara yang terletak di Paiton, Probolinggo. Untuk mencapai target, proses produksi dilakukan 24 jam selama 1 tahun tanpa henti. Program pemeliharaan mesin sangat penting untuk kelancaran proses produksi. Dalam rangka mencapai target tersebut dituntut adanya kelancaran batubara dari silo hingga surface burner menggunakan pulverizer. Data dari Departemen Engineering menunjukkan bahwa beberapa subsistem pulverizer sering mengalami kerusakan yang dapat menimbulkan kegagalan pada sistem tersebut. Penelitian tugas akhir ini menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM untuk menurunkan tingkat breakdown mesin dan downtime produksi. Data historis kerusakan pulverizer dianalisa. Kemudian kegagalan dari suatu komponen yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi dari sistem diidentifikasi menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA. Selanjutnya menggunakan RCM Decision Worksheet untuk mengetahui bagian dari sistem yang gagal dan perlu dilakukan tindakan perbaikan dan pencegahan berdasarkan kegagalan yang ada agar kejadian yang sama tidak terulang dan menentukan kegiatan perancang perawatan yang tepat pada setiap komponen Berdasarkan analisis data secara Reliability Centered Maintenance (RCM terdapat 12 failure mode yang terjadi pada pulverizer. 3 failure mode dapat dicegah dengan scheduled restoration task, 8 failure mode dapat dicegah dengan scheduled discard task, dan 1 failure mode dapat dicegah dengan redesign. Analisis kuantitatif menggunakan distribusi kegagalan dengan perangkat lunak Weibull++6 didapatkan MTBF grinding roller 2880,66 jam, MTBF hydraulic pump 5075,06 jam, MTBF gearbox 5381,65 jam dan MTBF coal feeder 525,17 jam.

  1. Hubungan Praktik Cuci Tangan, Kriteria Pemilihan Warung Makan Langganan dan Sanitasi Warung dengan Kejadian Diare pada Mahasiswa Universitas Negeri Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Trikora

    2015-01-01

    Full Text Available Diarrhea is an endemic disease in Indonesia and also can cause Extraordinary Occurance (KLB which often lead to death. This study has a purpose to determine the relationship of hand-washing practices, food stall choosing criteria and sanitation of food stall with diarrhea on students of Semarang State University. This research was an analytical observational study with cross-sectional design. The population in this study were 28,827 active students of the Semarang State University. The samples were 320 students. The instruments were questionnaire and check list. Data analysis was performed using univariate and bivariate (chi square test with α = 0.05. The results of this study were variables related to the incidence of diarrhea in students of Semarang State University were food stall choosing criteria (p = 0.028, and there was no relationship between students hand washing practices (p = 0,705, sanitation of food stall (p = 0,978 with the incidence of diarrhea in students of Semarang State University. The suggestion can be given to UNNES health care centerand medical center were giving health education about good criteria to choose food stall for student. Moreover, medical center can educate the owner of food stall to improve sanitation by the conseling

  2. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Obesitas Di Sd Harapan 3 Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang Tahun 2014

    OpenAIRE

    Saragih, Izzah Dienillah

    2016-01-01

    Obesity is a state of excess weight that can occur among all age groups. Obesity among primary school children become a health problem because its prevalence is increasing. Based on the Health Research report in 2013 the prevalence of overweight and obesity in children aged 5-18 years increased from 9.2% in 2010 to 18.8% in 2013. Obesity in children is continuing into adulthood and become a risk factor for degenerative disease. This study aims to determine the prevalence and factors associ...

  3. Pola Kejadian Hematoma Subdural Pada Bayi Yang dirawat di Ruang Rawat Intensif Anak Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Enny Harliany Alwi

    2009-09-01

    Full Text Available Subdural hematoma (SDH is a common condition in infancy and young children with a poor prognostic. The more studies related SDH with nonaccidental injury. With the aim to identify the characteristics of SDH in infants below 1 year, a retrospective study of infants below 1 year diagnosed as subdural hematoma who were admitted to PICU Hasan Sadikin General Hospital from Januari 2000 to Desember 2003 has been conducted. Infants less than 1 month and SDH developed after neurosurgery intervention were excluded. Fourteen infants met the inclusion criteria's, consisted of 5 (36% girls and 9 (64% boys, most of them were on 1 month of age (57%. Anemia was found on all cases, thrombocyte normal except in 1 case thrombocytopenia (53,000/mm3. PT prolonged in 9 (100% cases and PTT in 5 (56% from 9 cases. Bilirubin total/direct elevated in 4 (80% from 5 cases, SGOT/SGPT elevated in 5 (83% from 6 cases. From 11 cases, 9 (82% cases were IgG anti-CMV positive and 6 (55% cases were IgM anti CMV positive. Conclusions, SDH can be caused by various etiologies, thus a comprehensive examinations to exclude child abuse are needed. The role of CMV infection should be considered as one of SDH etiology.

  4. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian GAKY pada anak sekolah dasar di pinggiran pantai Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Normawaty Patuti

    2010-07-01

    Full Text Available Background: Iodine deficiency disorder (IDD is one of serious health problems considering that it has great impact to survival and quality of human resources. The core problem of IDD is initially caused by lack of iodine in water and soil, then heightened by goitrogenic substances in the food consumed, more pollutants as side effects of industrial waste, the blocking agent which naturally exists in water and soil in the surrounding dwelling places. Objective: The study aimed to identify factors affecting the prevalence of IDD among elementary school children at coastal region. Method: The study was analytic observational with cross sectional design. Population and samples of the study were elementary school children of grade 4-6 proportionally chosen that fulfiled inclusion criteria. Variables observed were consumption pattern, environment (drinking water plumbum, and children’s hemoglobin. Data analysis used computer software at signifiance level p0.05, drinking water plumbum level to the prevalence of IDD (p>0.05. Conclusion: There was signifiant effect of consumption pattern of protein, iodine and hemoglobin level to the prevalence of IDD among elementary school children at coastal region of Palu Municipality. There was no effect of drinking water plumbum level to the prevalence of IDD among elementary school children at coastal region of Palu Municipality.

  5. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SISTISERKOSIS PADA PENDUDUK KECAMATAN WAMENA, KABUPATEN JAYAWIJAYA, PROPINSI PAPUA TAHUN 2002

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilfried H. Purba

    2003-12-01

    Full Text Available Cysticercosis is a disease caused by the larva of Taenia solium, the pig tapeworm, whereas taeniasis solium is caused by the adult worm, which lives in the small human intestines. The prevalence of taeniasis/cysticercosis in Indonesia varies from 1.0% to 42.7% and until now is found predominantly in three provinces i.e. Bali, North Sumatera and Papua. The highest prevalence was found in Papua during the year 1997 (42,7%. This case-control study was designed for finding factors in connection with the existing cysticercosis in Sub-district Wamena, District Jawawijaya. The number of cases consisted of all patients suffering from cysticercosis aged morethan 8 years, found by questionaires during a survey for Taeniasis, Cysticercosis and Neurocysticercosis, conducted by the team from January till February 2002 and the control group consisted of individuals without cysticercosis during the survey. The diagnosis of cysticercosis was determined with ELISA by antibody detection of the parasites in the serum of both groups. Among the total number of variables several factors were found significantly associated with the existence of cysticercosis after calculation as a whole i.e. washing hands (OR 4.9 95%CI:2.55-9.61, profession (OR 2.11 95%CI:1.14-3.91, frequency of bathing (OR 2.59 95%CI:1.31-5.13, source of clean water (OR 2.41 95%CI:1.31-4.44 and sanitation (OR 6.25 95%CI:3.14-12.44. Community health education is recommended on topics such as the habit of washing hands, bathing with clean water and using standard toilets. It is suggested that the local government provides clean water facilities and general sanitation facilities.

  6. Analisis Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Dan Perilaku Keluarga Dengan Kejadian Serangan Asma Anak Di Kota Semarang 2005

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Dwi Kurniawati

    2015-12-01

    Full Text Available Background : Total asthma patient in Telogorejo Hospital in the year 2004 had increased 63.20% from year ago. While the number of child asthma in patient by the year of 2004 also had increased by 15.83%. United State Environmental Protection Agency (US EPA stated that environmental can caused asthma attack. Indoor house environment can give contribution to factors that cause asthma more than outdoor environment. This research was conducted to know the relation of environmental condition in housing and family behavior with the incidence of child asthma attack. Methods : This study was an observational research with a  cross sectional approaches. Total sample in this research were 50 respondents child who had asthma. The variable divided into dependent variable of environmental condition in housing and family behaviors. Independent variable were air humidity, lights intensity, household furniture facility which was potential as allergen sources,  dust,  ventilation window¸ family behavior of AC usage, volatile organic compound,, animal keeping, insecticide and family members who smoke cigarettes. The dependent variable was child asthma attack. Results : The Result of this study showed that air humidity (RP=2,588; 95% CI 1,069-6,267; p=0,02, dust (RP=1,889; 95% CI 1,049-3,400; p=0,048 and the use of air conditioner (RP=1,889; 95% CI 1,099-3,226; p=0,040 related to the child asthma attack. Multiple logistics regression analysis showed that AC (OR=5,100; 95% CI 1,107 – 23,489; p=0,037 and dust (OR = 6,360;  95% CI 1,435 – 28,192; p=0,015 were potential risk factors of child asthma attack. Conclusions:It was concluded that environmental house condition and family behavior related to child asthma attack.   Keywords : Child asthma attack, environmental condition of housing,  family behavior.

  7. Perbandingan Pengaruh Pemberian Granisetron 1 mg Intravena dengan Plasebo (Salin untuk Mencegah Kejadian Menggigil Pascaanestesi Spinal pada Seksio Sesarea

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Wishnu Manunggal

    2014-08-01

    Full Text Available Post anesthesia shivering is one of the complications that often occur in anesthetic action. The purpose of this study was to assess the administration of intravenous granisetron 1 mg in reducing the incidence of shivering in patients undergoing caesarean section with spinal anesthesia. Clinical research methods in double-blind randomized controlled 38 patients who underwent seksios esarea at Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung during April–September 2011, aged 20–35 years overall status American Society of Anesthesia (ASA II physical and random into two groups: the group that received granisetron 1 mg intravenously or saline prior to spinal anesthesia with bupivacaine 12.5 mg. Incidence of shivering recorded by degrees 0–4. The results showed statistically significant patient characteristic data and core body temperature did not differ between the two groups. Shivering less in granisetron group (21.1% than the placebo group (52.6% with statistically significant results (p<0.05.The conclusions of this study indicate that administration of granisetron 1 mg intravenously before spinal anesthesia in Caesarean section reduces the incidence of shivering postanesthesia

  8. Hubungan antara Riwayat Paparan Asap Rokok dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Hamil di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muntoha Muntoha

    2013-12-01

    Full Text Available Background : The incidence of maternal mortality were caused by bleeding, eclampsia, bleeding before labor and infection. One of the triggering factors caused the onset of infection was premature rupture (PR. It defined as the rupture of amniotic membrane without uterus contractions and labor signs. The strength of amniotic membrane could also be disrupted due to the effect of nicotine of cigarette. The nicotine contained in cigarette was harmful to the pregnancies. The premature rupture rate in Indonesia was quite high. In Kendal regency the number of pregnant women who experienced in premature rupture in the year 2011 was approximately 445 patients. Meanwhile, in January up to September 2012 the premature rupture cases reached about 542 patients. Based on the preliminary survey conducted on 7 premature rupture patients in dr.H.Soewondo hospital Kendal in October 2012 the data obtained 5 (71,4% patients had a history of smoking husbands. Methode : This study purposed to know the most influential variable to the incidents of premature rupture in pregnant women in dr.H.Soewondo Kendal, Central Java Province. The design of the study used case control. The case population was pregnant women with premature rupture. Meanwhile, the control population of normal pregnant women and the sampling technique used accidental sampling. The collecting data used questionnaire, checklist and tool, rapid diagnostic cotinine test. The data analysis used chi square test. Result : The result of the study showed the most influential variable to the incidents of premature rupture was the history of cigarette smoke exposure with value p = 0,00 and OR 23,188. Thus, it could be concluded that the history of cigarette smoke exposure was the most influential variable to the incidents of the premature rupture than parity and polyhidramnion history. Keywords  : the cigarette smoke exposure, premature rupture, cotinine, polyhidramnion.

  9. Surveillance Kejadian Phlebitis pada Pemasangan Kateter Intravena pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Ar. Bunda Prabumulih

    OpenAIRE

    Wahyu Rizky; Supriyatiningsih Supriyatiningsih

    2016-01-01

    Incidence of phlebitis is an indicator of the quality of hospital services with minimal rate of ≤1.5% standard. The incidence of phlebitis in Hospital AR. Bunda Prabumulih is still high ranging from 10% to 16%. Highest incidence of phlebitis is in April amounted to 16%. Surveillance is an important activity for the planning, implementation, evaluation and infection control practices. This was an observational study with a descriptive analytic approach, while for non-experimental research desi...

  10. Surveillance Kejadian Phlebitis pada Pemasangan Kateter Intravena pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Ar. Bunda Prabumulih

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Rizky

    2016-03-01

    Full Text Available Incidence of phlebitis is an indicator of the quality of hospital services with minimal rate of ≤1.5% standard. The incidence of phlebitis in Hospital AR. Bunda Prabumulih is still high ranging from 10% to 16%. Highest incidence of phlebitis is in April amounted to 16%. Surveillance is an important activity for the planning, implementation, evaluation and infection control practices. This was an observational study with a descriptive analytic approach, while for non-experimental research design was a prospective cohort quantitative approach. The aim was to know the incidence of intravenous catheter phlebitis, knowing the factors supporting the cause of intravenous catheter phlebitis, and to understand what kind of germs that cause the occurrence of phlebitis in patients hospitalized in AR. Bunda Prabumulih Hospital. Large samples obtained were 17 people who had phlebitis. From the results, the percentage of incidence of phlebitis in Hospital AR. Bunda Prabmulih in June 2013 amounted to 333.33‰. The incidence of phlebitis was happeningmostly in age of 31-50 years at 41.2%. The phlebitis occured in women at 64.7%. Types of microorganisms found in phlebitis patients, namely: staphylococcus, E.coli and staphylococcus aureus. Factors which may cause the occurrence of phlebitis were the type of fl uid used, types of bacteria, especially species of gram-positive bacteria, and the principle of sterilization during intravenous procedures by health workers. Additionaly, The incidence of phlebitis in Hospital AR. Bunda Prabumulih in June 2013 amounted to 333.33‰ much larger than the standard set by the Depkes RI is ≤1.5%.

  11. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN TB PARU DEWASA DI INDONESIA (ANALISIS DATA RISET KESEHATAN DASAR TAHUN 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rukmini Rukmini

    2012-11-01

    Full Text Available Background: The statement of WHO, there were 22 countries classified as high burden of TB Pulmonary, including Indonesia. The detection of smear positive (BTA+ patients in Indonesia is still low and filtering suspect rate also decreased since 2007 until 2010. It is required to improve the detection patient of tuberculosis. Objective: This study aimed to assess the adult pulmonary TB risk factors that influence the disease's incidence in Indonesia. Methods: This observational analytic studies was conducted on March-June 2011. Data source from secondary data of basic health research 2010, that were individuals 15 years performed sputum examination. Data of cases were 183 people with smear positive and control of 366 people with negative smear. Those are household members and neighbors cases who had never been diagnosed of TB cases by health personnel. This was analyzed with logistic regression. Result: Multivariate analysis showed that risk factors associated with adult pulmonary tuberculosis were age (OR= 0.473, p = 0.018, gender (OR= 1.613, p = 0.027, lighting energy (OR= 1.804, p = 0.032, nutrition status (OR= 2.101, p = 0.009 and household contact with TB patients (OR= 4.355, p = 0.000. The TB risk factors that most influenced the disease's incidence is household contact with TB patients.  Keywords: tuberculosis of lung, BTA (+, risk factors

  12. Periode Konsepsi Awal Kejadian Manusia (Pertemuan Sperma dan Ovum dan Nilai-Nilai Pendidikan Yang Terkandung di Dalamnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erjati Abas

    2015-05-01

    Full Text Available Children's education in Islam is not just beginning when the child was born, even in the early days will be the establishment of the child, Islam has taught to educate children. The preparation needs to be done is to start and conduct biological relationships legally and properly, and pray to Allah that his actions are not the demon and futile. In addition, the petition relies solely on Allah blessed with a child so pious. The values of the child's education conception period can also be implemented in Islamic religious education began in the formulation of objectives, materials, methods, evaluation, and the role of educators, so that the objectives of Islamic education for the birth of human morality are achieved with optimal.

  13. Kejadian Hujan Asam di Kabupaten Bogor dan Retensi Timbal pada Domba Lokal yang Diberi Ransum Berkadar Timbal Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Diapari

    2008-12-01

    Full Text Available The objectives of this research were: 1 to find out whether acid rain has taken place in Bogor Regency area and its effect on the lead (Pb content in soil and roughage in the region, 2 to predict the correlation of Pb content in rain water and soil, and the content of Pb in roughage in the Bogor regency area, 3 to study the impact of acid and Pb content in the ration to sheep daily gain and measure Pb content in liver, kidney and meat. The results showed that in Bogor regency area the acid rain occurred during the dry season but not in the wet season. The Pb content in the rainwater and soil were not affected by acid rain. There was no correlation of Pb content between soil and roughage. Acid containing ration decreased daily gain, but not for the ration of high Pb-content. Acid containing ration increased Pb content in the kidney but not in the liver and meat. However, high Pb content in the ration increased the Pb content in the liver and kidney but not in the meat.

  14. Beberapa Faktor Risiko Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kecamatan Nanga Ella Hilir Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Ristadeli

    2013-12-01

    Full Text Available Background : Malaria is an infectious disease caused by a Plasmodium parasite. This disease is transmitted by biting of infected female Anopheles sp mosquitos. Inside human body, the parasite lives in a heart and infects red blood cells. Melawi District is an endemic area of Malaria. Annual Malaria Incidence (AMI is an indicator to describe all occurrences of clinical Malaria at a region. At Sub district of Nanga Ella Hillir in District of Melawi, AMI in 2008 was 67.31 per 1000 citizens, in 2009 was 50.01 per 1000 citizens, and in 2010 was 73.99 per 1000 citizens. It means AMI increased from 2008 to 2010. The objective of this research was to analyze some environmental risk factors related to the occurrence of Malaria at Nanga Ella Hilir Sub District, Melawi District, Province of West Kalimantan. Methods : This was an observational research with a case control approach. Number of samples was 68 respondents for case group and 68 respondents for control group. Data were analyzed using the methods of univariate, bivariate (Chi-Square test and Odds Ratio, and multivariate (Logistic Regression test. Result : The result of bivariate analysis showed that the variables as risk factors to the occurrence of Malaria were: unvailability of wire netting at ventilation (p:0.001; OR: 10.5 (95% CI: 3.4 – 32.3, availability of pond (p: 0.016; OR: 2.5 (95% CI : 1.3 – 4.9, availability of bush at surrounding a house (p: 0.026 ; OR: 5.4 (95% CI: 2.5-11.4, availability of livestock (p:0.001; OR: 4.0 (95%CI: 2.0-8.3, availability of stagnant water (p=0.009; OR: 2.7 (95% CI: 1.3-5.4, habit of installing mosquito net (p: 0.017; OR: 2.6 (95%CI: 1.2-5.5, and custom to go outdoors at night (p:0.001; OR: 5.2 (95%CI: 2.4 – 11.1. In addition, multivariate analysis showed that probability of a person to suffer from Malaria at the conditions: no wire netting at ventilation, any pond around a house, any livestock, any stagnant water, no mosquito net, and any habit to go outdoors at night is approximately equal to 71%. Key Words : Malaria, Environmental Risk Factors, Nanga Ella Hilir, Melawi District

  15. PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO PADA KEJADIAN PUTUS BEROBAT PENDERITA TB PARU DI DKI JAKARTA TAHUN 2002

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herryanto Herryanto

    2012-10-01

    Full Text Available The treatment observers play an important role in the success of DOTS strategy. They have to ensure the patients taking the regiments completely heal and prevent new infections. During 2001-2002 could be recorded 240 defaulted tuberculosis patients and 226 treatment observers from 10 health centres in DKI Jakarta. Majority of the treatment observers were family members (95.6%. They had a lack of knowledge of tuberculosis, low education (52.3 %, and a lack of  knowledge about their tasks (only 42.4% observed routinely. The patients also had lack of knowledge about the disease and have low level of education. The main reason the patients stopped taking the medicines was that they feel healtier (65.6%. Special attention needs to be given for treatment observers by providing information and education either personally or in groups so they are well informed  about tuberculosis including prevention and treatment. The treatment observers understand their role in helping patiens to be healthy by observing the treatment everyday, and ensuring that the medicines are always available in the right combinations and appropriate duration. Keyword : Tuberculosis, defaulted, treatment observers.

  16. PERILAKU MASYARAKAT DAN FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANTRAKS DI KECAMATAN KODI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruben Wadu Willa

    2012-09-01

    Full Text Available Anthrax is a disease Zoonotic diseases caused by Baccilus anthrakcis. In 2007, there Extraordinary incident (KLB anthrax in District Kodi West Sumba, with 18 people the number of cases and 5 fatalities. This study sursey research in areas that have experienced anthrax incident. Population and sample are heads of households and the environment in the region anthrax incident. The data collected is the data environment consisting of soil pH, organic matter content, and air temperature as well as knowledge, attitude and practice of community. Presentation of data was descriptive. The results showed that the environment consisting of soil pH, organic matter content and air temperature has the potential for survival of baccillus antrakcis, respondents' knowledge about anthrax, anthrax prevention and control is still low. Respondents generally have a pretty good attitude in the response to anthrax, but still there is the behavior of respondents who are at risk for contracting anthrax, such as custom cutting   and   eating   meat   of  dead   animals   and   dispose   of  dead livestockForestry.   Key words: Behavioral and local environment anthrax

  17. Faktor Risiko Lingkungan Kejadian Leptospirosis di Jawa Tengah (Studi Kasus di Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Pati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riyaningsih Riyaningsih

    2012-11-01

    Full Text Available Background : Leptospirosis is zoonotic disease caused by Leptospira bacteria and transmitted to human through contact with animal urine and contaminated environment.The number of cases increased since 2005, particulary Semarang, Demak, and Pati regency. The purpose of this study is to analyze environmental risk factors related to leptospirosis incidence in Central Java. Method : This research was an explanatory research with  observational method using  case control design. The subjects were 60 cases and 60 controls recruted with  inclusion criteria. Diagnosis  of control was based on  clinical diagnosis and examination of blood sample with  Leptotek Lateral Flow. The data was analyzed in univariate, bivariate and multivariate tests using logistic regression. Result : The results of this research found that  physical environmental factors that influenced the incidence of leptospirosis were stagnant water of the ditch (OR = 3.5; 95% CI: 1,282-9,301; p = 0.014 and habit of taking bath  or washing in the river (OR = 7.5; 95% CI: 1.534- 36.185; p = 0.014. Recomendation: It was sugested for Health Departement to control the risk factors of physical environment by cooperating with relevant agencies, especially PROKASIH (Clean River Program. People need to keep cleaning the house and the neighborhood, especially the existence of  pools of water around the house and do not get a shower and take out the trash / dead mouse in a river. Keywords : Leptospirosis, Environment, Risk Factors

  18. Hubungan Antara Pajanan Pestisida dengan Kejadian Dislipidemi pada Wanita Usia Subur (WUS di Desa Gombong Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Budiono

    2015-12-01

    Full Text Available Background: One of the impact of pesticide exposure to women of childbearing age is dislipidemia. Dislipidemiaon women can cause reproductive disorder such as infertility, spontaneous abostion, fetal growth disordere andpremature birth. This research aimed is to prove that pesticide exposure is the risk factor for dislipidemi on WCA.Method: It was a cross-sectional study on 38 subjects Pesticide exposure was measured by asking WCA’s involvementin agricultural activities using structured questionnaire and by checking their level of cholinesterase. Incidenceof dislipidemi measured using blood lipid profile parameters (total cholesterol, HDL, LDL and triglycerides.Confounding variables included in this research were age, level of education, nutritional status, hormonalparticipation KB, cigarette smoke exposure history.Result: The prevalence of dislipidemi on WCA was 44.7%. Subjects with cholinesterase levels below the averagewere 20 people (52.6% with a mean ± SD was 8.9395+1.37556. Pesticide exposure is a risk factor dislipidemi (p= 0.024, 95% CI = 1.167 to 6.094.Conclusion: The higher the degree of exposure to pesticides, the greater the risk of dislipidemia. Based on dataand theory study, the pathogenesis of dislipidemi allegedly through the barriers of lipase function, thyroid hormoneresistance and the accumulation of pollutants in fatty tissue. Keywords: Exposure to Pesticides, lipid profile, dislipidemi.

  19. Upaya Penurunan Kejadian Kehilangan Gelas Berukuran Sedang Melalui Penerapan Metode Quality Control Circle (QCC di Unit Gizi, RS ABC, Jakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jonny Jonny

    2012-06-01

    Full Text Available Nutrition Department of ABC Hospital provides food and beverage for all inpatients based on nutrition standard from their practioners. Therefore, Nutrition Department needs several types of cutlery for serving them food and beverage as needed. The stock of these types of cutlery should be maintained by nutrionists. During August and September 2011, the stock of middle-sized glasses had been deficit. This condition made the Nutrition Department initiate a QCC group named Sushi to prevent the deficit by strengthening the control over the stock. After this improvement, they had successfully suppressed the deficit from 193 to 77 units or 60.10%. Due to hospital regulation that every lost should be redeemed by nutritionist, this improvement had also enable the department to suppreesed the cost of lost units (quality cost.

  20. Asupan seng dan status seng yang rendah sebagai faktor risiko kejadian infeksi filariasis (studi kasus di kota pekalongan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Nugraheni Restu Mastuti

    2016-12-01

    Full Text Available Background: Microfilariae infections in the human body does not always cause symptoms. filaria infected humans would induce a Th2 response by increasing the production of IL-4, IL-5, IL-13 and increased serum levels of IgE. Zinc deficiency is directly related to the regulation of immune response that is reduced due to decline in lymphopoesis as well as the effect on the immune response and the production of antibodies in people with normal nutritional status.Objective: This research is analytic survey with case control approach. Samples were selected with a total engineering sample of 42 people infected with filariasis of the samples taken by Comparing the number of 1 : 1. The subjects of the study were obtained when only 30 cases and 30 controls chosen. Zinc intake assessment is done by using a food frequency ( FFQ and food recall 3 x 24 hours later treated with Nutrisoft program. Assessment of serum zinc performed with venous blood sampling as much as 3 cc made 1 time. Statistical analysis was performed with chi square test.Results: Group infected and not infected with filariasis less zinc intake was 54.7 % and 45.3 % , zinc status is lacking in both infected and uninfected group was 50.0 % and 50.0 %. Thus intake of zinc and zinc status were less does not constitute a risk factor in the study group ( zinc intake : Value- p = 0.103 ; OR = 7.250 with a value 95 % CI = 0.815 to 64.45 and zinc status : p - value = 1.000 ; OR = 1,000 with a value 95 % CI = 0.131 to 7.605 .Conclusion: The intake of zinc and low zinc status is not a risk factor incidence of filariasis infection in areas of research.

  1. Angka Kejadian Mukositis Oral pada Anak Menderita Leukemia Limfoblastik Akut yang Menjalani Kemoterapi di RSUP Haji Adam Malik Medan

    OpenAIRE

    Azmi, Rommanah binti

    2015-01-01

    Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) accounts for 70-80% of childhood leukemias. One of the main treatments for ALL is chemotherapy. One of the most common side effects of chemotherapy is oral mucositis. Oral mucositis is an inflammation of the oral mucosa which leads to erythematous and ulcerative lesions. This study describes the incidence of oral mucositis in children with ALL undergoing chemotherapy in Haji Adam Malik Hospital during 2008-2012. This is a descriptive study with cross- sec...

  2. Identifikasi dan Prevalensi Kejadian Ringworm pada Sapi Bali (IDENTIFICATION AND PREVALENCE OF RINGWORM CASE ON BALI CATTLE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Ayu Sisyawati Putriningsih

    2016-03-01

    Full Text Available Ringworm is an infectious skin disease caused by dermatophytes and can infected various of animals,including cattle. This disease is not only able to cause high economic losses in the farm but also zoonotic.The aims of this study were to conduct a preliminary study of ringworm in Bali cattle of especieally toidentify the causes and clinical lesion and also its prevalence. Samples which suspected ringworm werecollected from Badung and Buleleng Regency, Bali Province. Skin lesion of suspected infected by ringwormwere observed, recorded, and documented. Skin scrapings and hair was taken for direct microscopicexamination for the presence of fungal element (hyphae or arthrospora. Skin scrapings and hair sampleswere dropped with KOH 10% and China ink (Parker® then were left at room temperature for 10-15minutes. Samples were observed by microscope with a magnification of 100X and 400X gradually. Thedata were analyzed descriptively. In skin scraping and hair samples were found fungal elements, butcannot identify the species. Clinical lesions are seen in Bali cattle infected with ringworm include white,gray, or black (hyperpigmentation circular alopecia accompanied by hyperkeratosis, scale, and crusting.Ringworm prevalence on Bali cattle in Bali is about 1.48%.. The prevalence rates associated with weatherfactors and maintenance system.

  3. PEMANFAATAN REBUSAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum DALAM MENURUNKAN TINGKAT KEJADIAN MASTITIS BERDASARKANN UJI CMT DAN SCC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Razan Harastha Sjuhada

    2017-11-01

    Full Text Available The red betel leaves (Piper crocatum known as herbal antiseptic that contain many substances like essential oil, flavonoid, saponin, and tannin. The red betel leaves can be use to replace chemical antiseptic and more safe to use for teat dipping for dairy cow. The purpose of this research was to determine the effect of teat dipping with red betel leaves decoction to decrease subclinical mastitis level and somatic cell based on CMT and SCC. The method in this research was experiment with Randomize Block Design with 3 treatments and 5 replications. The data analyzed with Analysis of Variance (ANOVA, if there were significant effects it would be continue by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT. The results showed that teat dipping with red betel leaves decoction had a significant different (P<0.05 to decrease mastitis level. Teat dipping with red betel leaves decoction 20% concentration could decrease mastitis level up to 30%. Teat dipping with red betel leaves decoction had a significant difference (P<0.05 to decrease the amount of somatic cell too. Teat dipping with red betel leaves stew 20% concentration could decrease the amount of somatic cell up to 1.98% or 0.12CFU/ml. The conclusion that teat dipping with red betel leaves decoction 20% was the best concentration and gave the best results to decrease mastitis level and somatic cell.

  4. Faktor-Faktor yang Memengaruhi terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Medan Johor tahun 2012

    OpenAIRE

    Ismayadi

    2016-01-01

    The outpatients data of Medan Johor Public Health Services yield that there are 10communicable and incommunicable illness is found. Hipertension is the second illness from the ten rank. In case of hipertension, the statistical data is concluded from January till Desember 2012. There are 126 eldery suffered from hypertension from January - April, 238 cases on May to August, 361 cases on Septermber to December 2012. The factors related to this illness such as smoking, insufficient exercises...

  5. Risiko Kejadian Pnemonia pada Balita Kaitannya dengan Tipe Rumah di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Lor dan Cebongan Kota Salatiga.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Zuraidah

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRACT Background : In Indonesia, pneumonia is quantitatively the biggest problem among infectious diseases of infants. Based on the World Health Organization data, incidence of pneumonia among children under five years old in Indonesia is 10%.. Pneumonia detection rate in Salatiga in the year of 2001 is still low (6%. The causes of this low detection rate are lack of trained health workers in the management of Acute Respiratory Infection (ARI in the primary health center level and lack of “ari timer” usage by the health workers to classify pneumonia patients. Objectives of this study are to know the risk of getting pneumonia among children under five year old who live in the non permanent house. Methods : this was a cohort study, independent variable of interest was house type. Other independent variables was nutritional status, immunization status, sex, duration of breast feeding, infant age, ventilation, type of energy for cooking, house occupant density, mother’s education, mother’s age and type of the floor. Samples consisted  of 208 children under five year old who were suffering from ARI. Of those samples, 104 children were living in the permanent houses (unexposed group and other 104 children were living in the non permanent houses (exposed group. Analysis were conducted by calculating Relative Risk (RR and by applying multiple logistic regression. Result : the study shows that pneumonia occur in 31,25%  of the samples. Crude Relative Risk (c-RR for the exposed group compared to the unexposed group is 4. This RR varies between 5,440 and 7,8248 after stratifying association between house type and the occurrence of pneumonia with other independent variables. Risk factor of pneumonia among children under five year old are non permanent house (p=0,001; OR=5,0341; bad ventilation (p=0,0001; OR=21,108 and wood of energy for cooking (p=0,0066; OR=3,115. Conclusion : : Non permanent house, bad ventilation and stick of energy for cooking, are to be risk factors of pneumonia among children under five year old in the working area of Sidorejo Lor and Cebongan Primary Health Centers. It is suggested primary health centers and the linked institution do together for health education, house improvement and not use wood of energy for cooking. Key Word : pneumonia, children under five year old, house type.

  6. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN KABOLA, KABUPATEN ALOR, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT TAHUN 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktofina Sir

    2016-03-01

    Full Text Available In last three years, Malaria cases in District Kabola was fluctuating. There was 414 Malaria cases in 2011, decreased into 107 in 2012, and increased into 327 in 2013. The aim of this study is to determine the relationship of people's behavior, socio-economic factors and the use of netting with the incidence of malaria in Kabola Village. This is an analytical research  with cross - sectional design and 180 people were taken as a sample of 327 people. This  research use probability sampling with Stratified Random Sampling method. Result showed that there is a relationship between education (p = 0,017, income (p = 0,007, knowledge (p = 0,016, attitude (p = 0,000, action (p = 0,012, and the use of mosquito nets (p = 0,021 with Malaria incidence. Meanwhile, occupation (p = 0,063 has nothing to do with Malaria incidence. In conclusion, Malaria incidence has relationship with education, income, knowledge, attitudes, actions, and the use of mosquito nets, while occupation has nothing to do with malaria incidence. It is recommended that health care providers (health centers, Pustu, Polindes, and Posyandu have to give more information/ counseling about prevention, eradication, and malaria handling.

  7. Kejadian dan Terapi Babesiosis dengan Clindamycin pada Kucing (THE INCIDENCE AND TREATMENT OF BABESIOSIS WITH CLINDAMYCIN IN CAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Wulansari

    2014-10-01

    Full Text Available The patients : 5 cats, came to “Klinik Hewan Cimanggu”, complains from the clients were includinglistlessness, anorexia, diarrhea, and constipation. From the Physical examination they showed a palemucous membrane, hyperaemic on sclera, larger of cranial abdominal . Laboratory finding on bloodssmear showed blood parasites in red cells that suspected as Babesia sp. One of them concurrently withhaemobartonella sp infections. The general result of blood laboratory test showed anemia andthrombocytopenia. Its treated by clindamycin (10 mg/Kg BW and multivitamin twice a day for 3 weeksand parasitemia level in 1000 red cell was count before treated. Reexamination of smear red cell wasdone during and after treatment. In general they had demonstrated the decrease of parasitemia level.Some of them didn’t showed any changes of parasitemia level, however they showed morphological changesthat indicate inactive condition of parasites. The decrease of parasitemia level or the morphologicalchanges of parasites indicates that the development of parasitemia level has been depressed, so theclinical signs decreased and the animal’s condition improved. It believed that clindamycin inhibits proteinsynthesization in ribosome causing the damage to the parasite, but it will not eliminate the parasitesrapidly from peripheral blood. The Clindamycin treatment on cats with babesiosis will not induct the sideeffects .

  8. Hubungan Pajanan Pestisida Dengan Kejadian Hipotiroid Pada Wanita Usia Subur di Daerah Pertanian Hortikultura Desa Gombong Kecamatan Belik Pemalang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dias Aji Bantarwati

    2015-12-01

    Full Text Available Background : Thousands of farmers and farm workers were poisoned by pesticides each year. Risk of exposure topesticides in agriculture as well as to women who are involved in agricultural activities, one of them washypothyroidism. Hypothyroidism in the group of women of childbearing age (WCA can cause reproductivedisorders such as infertility, spontaneous abortion, fetal growth disorders, and premature birth. The researchobjective was to prove that exposure to pesticides is a risk factor for hypothyroidism on WCA in highlandagricultural area Gombong village, Belik subdistrict Pemalang regency.Methods : Cross-sectional study on 34 subjects research at highland agricultural Gombong District Pemalang Regency.Samples were taken by using a systematic Sampling method. Pesticide exposure was measured by asking WCA’s(17-35 years involved in agricultural activities using structured questionnaire and by checking their level ofcholinesterase. Incidence of hypothyroidism measured using TSH (Thyroid Stimulating Hormone rate parameter.Confounding variables were also measured. These variables were level of education, BMI, participation in hormonalcontraception, iodine intake, and exposure to cigarette smoke. Data would be analyzed using Chi-Square test at 0,05level of significancy.Result : The prevalence of hypothyroidism among WCA was 2.,4 %.. Pesticide exposure is a risk factor forhypothyroidism; PR 95 % CI = 4.278 ( 1.347-13.581 and p-value=0.015. The higher the degree of exposure, the greaterthe risk of having hypothyroidism. The results showed that there was no correlation between age, level of education,BMI, participation in hormonal contraception, iodine intake, and exposure to cigarette smoke with hypothyroidismon childbearing age woman in highland agricultural area Gombong village, Belik subdistrict Pemalang regency.Conclusion: Pesticide exposure is a risk factor for thyroid dysfunction among WCA in agricultural areas.   Keywords: Pesticide exposure, thyroid dysfunction, hypothyroidism.

  9. Hubungan Riwayat Paparan Pestisida dengan Kejadian Gangguan Fungsi Hati (Studi Pada Wanita Usia Subur di Daerah Pertanian Kota Batu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ashanur Jenni

    2016-01-01

    Full Text Available Background: The woman of childbearing-age is one of the population at risk for pesticide poisoning with long term negative effects. Negative effects of pesticides exposure  in woman of childbearing-age can cause liver disfunction. The objective of this research was to analize the assosiation between pesticides exposure and liver disfunction on women childbearing-age at Kota Batu. Methods: This research is an analytical study using cross-sectional approach. The research took sample 165 women in childbearing-age from four villages which were chosen purposively. Data obtained from research data specific environmental pollutionin agricultura lregions Kota Batu conducted by the Agency for Health Research and Development of the Ministry of Healthin 2012. Results:The results showed that the average at childbearing-age women in the agricultural zone in Batu was 37.41± 8.704 years, with the number of women of childbearing-age who had detect able pesticide exposure were 55 people (33.3%. Further more, by multivariate analysis using the test Structural Equation Modeling (SEM found a significant relationship betweena history of exposure to pesticides with the incidence of liver dysfunction with a coefficient value of 0.242 and the value of the T-Statistic test of 2,615 women of childbearing-age in Kota Batu. Conclusion: women of childbearing-age who experiencedliver dysfunction was 70.9% of the 55 people had pesticides exposure. To avoidliver dysfunction, It is suggested to better knowledge of storage, formulation of pesticide and washing the families farmers clothes Keywords: women of childbearing-age, pesticides exsposure, liver dysfunction

  10. FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN LUAR BIASA CHIKUNGUNYA DI KELURAHAN CINERE, KECAMATAN LIMO, KOTA DEPOK 2006

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Djaja

    2008-06-01

    Full Text Available The impact of sosiodemographic and environmental factor on chikungunya outbreaks at Cinere, Limo Sub District, Depok City in 2006. On october 2005, in Depok occured chikungunya outbreaks that attack 200 citizen at Cinere, Limo Sub District, Depok City. This study purpose is to know the impact of sosidemographic and enviromental factor on chikungunya outbreaks at Cinere, Limo Sub District, Depok City. Research design is case control study. The number of case group and control group is 118 patient. Factor studied are education, knowlwdge, house density, age, occupation, sex, mobility, anti-mosquito chemical, existance of mosquito-larva, container, and wire netting. The result of the study suggest that there are three variabels that involved in chikungunya outbreaks, namely education (OR=1,9: 1,12-3,23, age (OR= 2,1: 1,22-3,46, and house density (OR=2,2: 1,25-3,80. Multivariat analysis showed that the most dominant factors are house density, and followed by education. Probability of chikungunya outbreaks is 2,1 for low house density and low education

  11. Hubungan antara Riwayat Paparan Asap Rokok dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Hamil di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal

    OpenAIRE

    Muntoha, Muntoha; Suhartono, Suhartono; Wahyuningsih, Nur Endah

    2013-01-01

    Background : The incidence of maternal mortality were caused by bleeding, eclampsia, bleeding before labor and infection. One of the triggering factors caused the onset of infection was premature rupture (PR). It defined as the rupture of amniotic membrane without uterus contractions and labor signs. The strength of amniotic membrane could also be disrupted due to the effect of nicotine of cigarette. The nicotine contained in cigarette was harmful to the pregnancies. The premature rupture rat...

  12. Sistem Informasi Ekstensibilitas E-Commerce Berdasarkan Data Trafik Menggunakan Statistik Proses Kontrol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Gunawan

    2014-01-01

    Full Text Available The concept of quality control has been widely used in companies for the fulfillment of customer satisfaction on products produced. Loss of customers due to in appropriate quality standards are important avoided by the company. This study aims to establish quality control information system e-Commerce in the diagram view map control. In this study, it is used Statistic Process Control (SPC method. In the early stages, e-Commerce is assumed to have  met  with quality variable of EWAM  method. Transaction visitation opportunities at a certain period used as a parameter of quality, and is called extensibility. The visitation data were collected by web traffic and applications and transaction data that occur in e-Commerce. Waterfall model approach was used in the prototype development process. The results of this  study  was  the  extensibility  of  e-Commerce  information  system.  Automation  of  data  collection  occurs  in  real  time  information system, so  that the e-Commerce extensibility statements can be  continuously  monitored. Analysis of results displayed by the  control chart suggested that a sustain effort in the control of extensibility can provide benefits in an effort to retain customers while management can  use  number  of  extensibility  variable  in  increasing  profitability  of  the  company  or  the  consideration  of  using  e -Commerce. Completion  of  e-Commerce  extensibility  can  gradually  be  increased  through  the  reduction  of  extensibility  variation,  while  the improvement of extensibility relies on the reparation of e-Commerce systems associated with EWAM variable.Keywords : E-Commerce; Web traffic; Extensibility;  Quality control; Automation

  13. PENGELOMPOKAN BERBAGAI MERK MI INSTAN BERDASARKAN KEMIRIPAN KANDUNGAN GIZI DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BIPLOT

    OpenAIRE

    AGUSTINUS ANGELAUS ETE; NI LUH PUTU SUCIPTAWATI; DESAK PUTU EKA NILAKUSMAWATI

    2014-01-01

    At this time, almost everyone once to consume instant noodles. The high interest of public on the instant noodles should be balanced with enough knowledge about the noodles and its nutritional content, either on it’s instant noodles which have similar nutrient content and nutrient content that become identifier of each this group of noodles. The method can be used to obtain information on several brands of instant noodles that have similar nutrient content and nutrient content type that becom...

  14. PENGELOMPOKAN BERBAGAI MERK MI INSTAN BERDASARKAN KEMIRIPAN KANDUNGAN GIZI DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BIPLOT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AGUSTINUS ANGELAUS ETE

    2014-08-01

    Full Text Available At this time, almost everyone once to consume instant noodles. The high interest of public on the instant noodles should be balanced with enough knowledge about the noodles and its nutritional content, either on it’s instant noodles which have similar nutrient content and nutrient content that become identifier of each this group of noodles. The method can be used to obtain information on several brands of instant noodles that have similar nutrient content and nutrient content type that become identifier of each group of instant noodles is biplot analysis. Biplot analysis can show mie and nutrient content types simultaneously in a two-dimension plot. So that from a plot shows noodles and nutritional content types simultaneously, so that obtain information about the instant noodle that have similar nutrient content and nutrient content types into identifier of each group of instant noodles. This study was used 33 brands of instant noodles as observed objects with the type of nutrient content were observed there were nine. This study aims to find out some instant noodles that have similar nutrient content and nutrient content type that become identifier of each group of instant noodles. From the biplot analysis, obtained six groups of instant noodles with different identifier variables.

  15. PENGELOMPOKAN BERBAGAI MERK MI INSTAN BERDASARKAN KEMIRIPAN KANDUNGAN GIZI DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BIPLOT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    AGUSTINUS ANGELAUS ETE

    2014-05-01

    Full Text Available At this time, almost everyone once to consume instant noodles. The high interest of public on the instant noodles should be balanced with enough knowledge about the noodles and its nutritional content, either on it’s instant noodles which have similar nutrient content and nutrient content that become identifier of each this group of noodles. The method can be used to obtain information on several brands of instant noodles that have similar nutrient content and nutrient content type that become identifier of each group of instant noodles is biplot analysis. Biplot analysis can show mie and nutrient content types simultaneously in a two-dimension plot. So that from a plot shows noodles and nutritional content types simultaneously, so that obtain information about the instant noodle that have similar nutrient content and nutrient content types into identifier of each group of instant noodles. This study was used 33 brands of instant noodles as observed objects with the type of nutrient content were observed there were nine. This study aims to find out some instant noodles that have similar nutrient content and nutrient content type that become identifier of each group of instant noodles. From the biplot analysis, obtained six groups of instant noodles with different identifier variables.

  16. Desain Didaktis Tahapan Kemampuan dan Disposisi Berpikir Reflektif Matematis Berdasarkan Gaya Belajar

    OpenAIRE

    Nindiasari, Hepsi; Novaliyosi, Novaliyosi; Subhan, Aan

    2016-01-01

    This research was aimmed at developing a didactic design based on the learning style namely visual, auditory, or kinesthetic to enhance the ability of the stages of mathematic reflective thinking and disposition of mathematic reflective thinking of high school students. Developing the didactic design was done through three phases namely a needs analysis, product development, and testing. Needs analysis was conducted with the literature study and survey. The survey results show the importance ...

  17. KARAKTERISTIK HABITAT TARSIUS (Tarsius Sp. BERDASARKAN SARANG TIDUR DI HUTAN LAMBUSANGO PULAU BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadhilah Iqra Mansyur

    2017-04-01

    Full Text Available Tarsier is a nocturnal insectivore primates endemic to Sulawesi including Buton Island. Buton tarsier is only occurrence on the island and its likely status as a distinct species make it more threatened than the other species on the mainland. Moreover, the habitat of this species has been suffering from forest clearance through illegal logging and mining. The aims of this study are to identify the sleeping site of the tarsier and the habitat characteristics surround its sleeping sites. The research were carried out from June to August 2014 at Lambsango Forest, Buton Island, Southeast Sulawesi. The data collected consisting locations and types of sleeping sites, habitat component including abiotic and biotic in each site where the tarsier sleeping site found. The study showed that mostly tarsier lived in the in strangler fig trees (Ficus sp., rock crevices and sometimes in trees with hollow crevices or trees with vine tangles. Moreover, the study also showed that the sleeping sites mostly found near to the street, seetlement, and forest edge. Vegetation composition and insect’s abundance also influenced the existence of the sleeping location.  Keywords: Buton Island, habitat, Lambusango Forest, nest, tarsier

  18. Analisis Fitur E-commerce Berdasarkan Conceptual Model of Customer Knowledge Management (Ckm)

    OpenAIRE

    Wijaya, Sidiq Wahyu Surya; Utami, Ema; Arief, M. Rudyanto

    2012-01-01

    Pesatnya persaingan e-commerce di dunia maya, membuat Perusahaan harus mulai memikirkan strategi agar bisa memenangkan persaingan. Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah dengan mengoptimalkan fitur yang tersedia pada e-commerce. Konsep Customer Knowledge Management (CKM) bisa dijadikan sebagai solusi alternatif untuk mengoptimalkan fitur e-commerce, karena CKM merupakan gabungan antara konsep Customer Relationship Management (CRM) dan Knowledge Management (KM). Makalah ini memaparkan...

  19. ANALISIS FITUR E-COMMERCE BERDASARKAN CONCEPTUAL MODEL OF CUSTOMER KNOWLEDGE MANAGEMENT (CKM)

    OpenAIRE

    Wijaya, Sidiq Wahyu Surya; Utami, Ema; Arief, M. Rudyanto

    2013-01-01

    Pesatnya persaingan e-commerce di dunia maya, membuat perusahaan harus mulai memikirkan strategi agar bisa memenangkan persaingan. Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah dengan mengoptimalkan fitur yang tersedia pada e-commerce. Konsep Customer Knowledge Management (CKM) bisa dijadikan sebagai solusi alternatif untuk mengoptimalkan fitur e-commerce, karena CKM merupakan gabungan antara konsep Customer Relationship Management (CRM) dan Knowledge Management (KM). Makalah ini memaparkan...

  20. Penentuan Interval Waktu Penggantian Optimal Komponen Berdasarkan Model Opportunity Based-Age Replacement

    OpenAIRE

    Giatman, Muhammad

    2008-01-01

    Maintenance system, especially replacement that is not good, can cause much lose out for the company. The lose out is caused production process disturbing bay unexpectadly or unscheduled replacement. This will lose out for factory that have continue flow shop type, because replacement of the component that is need shut down machine will cause all machine in the process production stop. To anticipate of lose out that cause by replacement activity, so in this research will search interval of op...

  1. Dendrogram Zonasi Pertumbuhan Mangrove Berdasarkan Habitatnya di Kawasan Rehabilitasi Pantai Utara Jawa Tengah Bagian Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erny Poedjirahajoe

    2013-01-01

    Full Text Available Dendrogram Zoning of Mangrove Growth Based on Its Habitat in the Rehabilitation Area on the North Coasts, West Region of Central Java The growth of rehabilitated mangrove, although planted at the same time, shows differences in terms of density and height growth. Such condition is visible in the North Shore of Brebes, Tegal and Pemalang Regency. The research result shows that mangrove growth planted in 2001 on the North Shore of Brebes, Tegal and Pemalang Regency is not apart from several factors, among others are its habitat physical-chemical factors. The result of regression correlation analysis shows that the habitat factors which play an important role in the vegetation density are salinity, temperature and plankton population. Meanwhile, the most dominant factor which determines the vegetation height growth is salinity and phosphor. The combination role based on its habitat shows that mangrove growth in Brebes Regency on proximal (1P and medial (1M zone and the one in Pemalang Regency on proximal zone (3P has the shortest cluster, so that those research locations have similarity on vegetation growth and its habitat factors. Meanwhile, the proximal (2P zone in Tegal Regency is similar with the medial (2M zone. Mangrove growth on distal zone in Tegal Regency has less good growth parameter and habitat factors compared to that of in Brebes and Pemalang for containing more sand. From the research result, it can be concluded that the existence of habitat factors salinity, plankton population and phosphor have to be taken into consideration if a mangrove area will be rehabilitated/planted especially using Rhizophora mucronata seedlings. In order to reach the maximum achievement, one thing which has to be taken into consideration is the habitat clustering of the planted area, especially in Brebes, Tegal and Pemalang Regency area.

  2. TATA CARA PELAKSANAAN PENANGGUHAN PENAHANAN TERHADAP TERSANGKA DI LEMBAGA KEPOLISIAN BERDASARKAN KUHAP DAN PERATURAN PELAKSANAANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Umi Enggarsasi

    2005-10-01

    Full Text Available Detention pursuant to KUHAP is location or certain defendant in place by Investigator or public prosecutor or Judge with its stipulating, while reason to source the detention as arranged in Section 21 KUHAP mentioned that detention can be with the consideration for example, defendant felt concerned about to break away defendant felt concerned about will destroy eliminating evidence goods, and, defendant felt concerned about will again doing an injustice. Defendant can ask the detention deferment based on Section 31 KUHAP to police detention with the guarantee of money or people or on trust pursuant to condition determined, while such condition determined that is obliged to report, do not go out the house or town, and a period to detention deferment from defendant do not the inclusive of a period to prisoner status as arranged in KUHAP.

  3. Manajemen Montir dalam Perbaikan Mesin berdasarkan Simulasi Discrete-Event (Studi Kasus: PT. ISTW Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Singgih Saptadi

    2012-03-01

    Full Text Available Untuk meningkatkan performansi sistem produksi, diperlukan adanya sistem perawatan mesin-mesin produksi yang baik. Perawatan dikelompokkan menjadi preventive maintenance dan corrctive maintenance. Perawatan preventive dilakukan secara berkala untuk memperpanjang umur mesin dan juga untuk mencegah terjadinya kerusakan mesin produksi ketika digunakan. Sedangkan perawatan korektif dilakukan hanya pada saat mesin produksi mengalami kerusakan. Dalam kenyataan, mesin produksi mengalami kerusakan pada saat proses produksi berlangsung meski telah dilakukan perawatan preventive pada mesin tersebut. Untuk kerusakan seperti itu diperlukan corrective maintenance agar proses produksi tidak terhenti terlalu lama. Peran montir sangat penting untuk menangani kerusakan mesin dalam corretive maintenance. Penelitian ini menyajikan suatu model simulasi yang menggambarkan beberapa cara mengelola montir, yatu dalam penugasan montir. Cara yang pertama adalah penugasan montir tanpa memperhatikan prioritas kerusakan dan banyaknya montir yang dialokasikan sama untuk setiap kerusakan. Cara kedua adalah penugasan montir dengan memperhatikan prioritas kerusakan dan banyaknya montir sama untuk setiap kerusakan. Cara ketiga adalah penugasan montir dengan memperhatikan prioritas kerusakan dan alokasi montir yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang akan diperbaiki. Dari analisa output, cara pertama penugasan  montir memberikan hasil banyaknya pipa baja yang dihasilkan adalah 343.308 batang pipa. Cara penugasan kedua memberikan hasil sebanyak 345.614 batang pipa. Cara penugasan ketiga hasil memberikan hasil sebanyak 353.263 batang pipa baja. Kata Kunci : Kerusakan, Pengugasa Montir, Preventive Maintenance, Corrective Maintenance, Simulasi

  4. Prototipe Sistem Parkir Otomatis Berdasarkan Topologi Kampus Syahdan, Universitas Bina Nusantara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryadiputra Liawatimena

    2008-05-01

    Full Text Available Article clarified a source of learning and research on the design of Automatic Parking System. That was implementedat Syahdan Campus, Bina Nusantara University. The research methods done were library. Literature study was done bystudying and looking for articles about matters related and laboratory research method the development of existing parkinglots. Meanwhile, the laboratory study was done by creating algorithm designs will be used to detect the parking lot, designingof physical design, and simulation system which will be created. This system used sensors to detect whether there were the carsor not. Then it will be sent via RS-485 for the farthest distance. The results of sensor reading will be displayed on PC. It canbe concluded that by using this system, the park users will be more efficient and flexible in the service.Keywords: automatic parking system, sensor, RS-485, campus topology

  5. Analisis Keterampilan Geometri Siswa Dalam Memecahkan Masalah Geometri Berdasarkan Tingkat Berpikir Van Hiele

    OpenAIRE

    Muhassanah, Nuraini; Sujadi, Imam; Riyadi, Riyadi

    2014-01-01

    The objective of this research was to describe the VIII grade students geometry skills atSMP N 16 Surakarta in the level 0 (visualization), level 1 (analysis), and level 2 (informaldeduction) van Hiele level of thinking in solving the geometry problem. This research was aqualitative research in the form of case study analyzing deeply the students geometry skill insolving the geometry problem based on van Hiele level of thingking. The subject of this researchwas nine students of VIII grade at ...

  6. PENENTUAN GARIS BATAS LAUT ANTARA INDONESIA DAN MALAYSIA DI PULAU SENTUT BERDASARKAN UNCLOS 1982

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ma’arif

    2012-11-01

    Full Text Available Indonesia sebagai Negara kepulauan ( Archipelagic State terbesar di dunia dengan luas wilayah 5.193.252 km² dimana dua pertiga dari keseluruhan wilayah Indonesia merupakan lautan yang diperkirakan seluas 3.288.683 km² . Jumlah 17.504 pulau-pulau yang tersebar di seluruh perairan Indonesia, ditambah dengan panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah kanada yaitu lebih kurang 81.791 km. ¹Selain Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI yang menduduki urutan pertama di kawasan Asia seluas 1.577.300 mil. Dengan luas wilayah perairan yang dimiliki Indonesia tentunya ini tidak terlepas dari permasalahan dengan Negara tetangga. Permasalahan yang sangat krusial dan hingga sekarang belum mendapatkan penyelesaian yang tegas berkaitan dengan batas laut dengan beberapa Negara diantaranya adalah penyelesaian sengketa batas wilayah antara Indonesia dengan Malaysia di Pulau Sentut. Penelitian hukum yang dilakukan merupakan penelitian yuridis normatif. penelitian ini dilakukan dengan menganalisis teori-teori hukum internasional yang berkaitan dengan pengaturan subjek hukum internasional dan kedaulatan suatu negara. Data yang telah terkumpul dikategorisasi sesuai dengan tujuan penulisan hukum ini kemudian dianalisa dengan metode deduktif dan disajikan dalam uraian yang bersifat deskriptif analitis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teori, dan pendekatan perundangundangan. Kesimpulan yang dapat diberikan untuk saat ini adalah tidak adanya perhatian dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap kondisi keberadaan Pulau sentut yang dinyatakan sebagai garis pangkal pengukuran batas laut antara Indonesia dan Malaysia berupa langkah nyata yaitu rekonstruksi dan pemeliharaan Titik Referensi dan Titik Dasar, pengawasan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta rekonstruksi pelindung pantai.

  7. Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Guru Terbaik Berdasarkan Kinerja dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aulia Paramita

    2017-04-01

    Full Text Available Abstract— Teacher is professional educator who have the duty, function, and important role in educating the nation. In order for the functions and duties inherent in the functional position of teacher conducted in accordance with the applicable rules, it is necessary to assess the performance of teacher who guarantee a quality learning process. Determine the performance of teacher can encourage an increase in the quality of education and increase motivation and professionalism of teacher in performing the tasks. The headmaster made 15 criteria to determine the best teacher, namely: attendance, discipline rules, responsibility and productivity, social interaction, motivation and self-development, innovative, responsive and initiative, flexibility in other tasks, communication, teamwork, honesty, friendly and polite, aesthetic dress, effective in using the gadget, cleanliness and tidiness class. To determine the performance of the teacher, then one decision that can be done using the Analytical Hierarchy Process (AHP. With the decision making is expected to choose an effective teacher performance. Determination of the teacher's performance is further processed by the criterium Decision Plus (CDP. The results of this study are the order of 4 of the best teachers at Yayasan Lentera Insan.

  8. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA PEMAHAMAN BERDASARKAN STRATEGI PLAN (PREDICT, LOCATE, ADD, NOTE) UNTUK SISWA KELAS VII

    OpenAIRE

    Sudiati Sudiati; Nurhidayah Nurhidayah

    2017-01-01

    Abstract This study aims to produce reading comprehension learning materials based on the PLAN strategy and to find out the appropriateness for Grade VII students. This was a design and development study. The stages were taken from those of Borg and Gall. The data were qualitative and quantitative in nature. The data trustworthiness was assessed in terms of credibility, transferability, dependability, and confirmability. The research instruments were an interview guide and ...

  9. Prevalensi Sarkopenia pada Lansia di Komunitas (Community Dwelling berdasarkan Dua Nilai Cut-off Parameter Diagnosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vitriana

    2016-09-01

    Full Text Available Sarcopenia, aging muscle mass loss, and function syndromes can lead to decreased quality of life and increased elderly mortality. The availability of various screening methods and operational definitions in different studies has produced different findings of sarcopenia prevalence. The purpose of this study was to discover the prevalence of sarcopenia in Indonesian community-dwelling elderly based on muscle mass measured by bioimpedance analysis, handgrip strength using hand dynamometer, and physical performance based on six minutes walking test with two different cut-off point parameters of sarcopenia, i.e. the cut-off point recommended by Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS and the cut-off point based on the reference used in Taiwan elderly population reference due to the lack of references for Indonesian elderly population. A cross-sectional study was conducted to 229 participants (71 men and 158 women from the community-dwelling elderly population between August and December 2014 in Bandung and Jatinangor. The results of the study showed that the sarcopenia prevalence in this study based on AWGS was 9.1% (7.4% in men and 1.7% in women while the prevalence based on the Taiwan reference revealed a prevalence of 40.6% (20.1% in men and 20.5% in women. This highly different prevalences shows the importance of defining a specific cut-off point for elderly population in community-dwelling Indonesia to get a more accurate sarcopenia prevalence.

  10. Pola dan Prilaku Konsumsi Masyarakat Muslim di Provinsi Jambi (Telaah Berdasarkan Tingkat Pendapatan dan Keimanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amri Amir

    2017-04-01

    Full Text Available This research aims to: 1 determine the characteristics and patterns of consumption of the Muslim community in Jambi Province is based on the type of work, education, income and the level of Iman; 2 relationship between type of work, education, income and level of Iman towards food consumption and for religious.The data used are primary data. The number of samples as 150 Muslim households by the "purposive random sampling", taking into account the allocation of the sample based on the status and social organization that followed. Data analysis using cross table and Chi-Square test. The results of this research: 1 The proportion of food consumption Muslim community for food at 43.48%, while for non-food needs reached 56.52%. 2. The proportion of spending on religious amounted to 28.08% of non-food expenditure, or 15.87% of the total expenditure. 3 There is a close link between type of work, education, income and level of religiosity with food and non food expenditure. The higher the education, income and Iman, then the food expenditure is lower. 4. The link between this type of work, education, income and the level of Iman related closely with the expenses of the religious. The higher the level of education, income and Iman, then the expenditure for the religious tend to be higher.

  11. Tinjauan Pencahayaan Buatan pada Restoran Nelayan di Kota Medan Berdasarkan Pada Pendapat Pengunjung

    OpenAIRE

    Oktiva, Melia

    2015-01-01

    Artificial lighting is one of the interior design important aspect because without it, the architecture itself can’t be seen and enjoyed. Artificial lighting functionates in fulfilling the needs of light and increasing aesthetic value to a certain room. A well designed artificial lighting in a restaurant can affect the psychological feelings of people who are in it such as attracting visitors to the restaurant, generating the comfortable atmosphere, increasing aesthetic value, ...

  12. Bioprospektif Perairan Berdasarkan Produktivitas : Studi Kasus Estuari Sungai Serayu Cilacap, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Laila Rahayu

    2017-08-01

    Full Text Available The high changes of Serayu River land use is resulting the high of load particle sedimentation into the body of water. Turbidity will accumulate in the downstream or estuaries which would have an impact on biota, especially plankton as primary productivity and secondary productivity. This research is conducted with a survey method and purposive sampling technique. Estuary Serayu River is divided into 5 stations, starts from the nearest to the sea (1 with 26 ‰ salinity and the furthest stations from the sea (5 with 8 ‰ salinity. Samples of water and plankton are taken at the time of high tide and low tide every month, for 4 months (August, September, October, and November 2016. The obtained data is analyzed by PCA to study the environmental factors towards primary productivity and secondary productivity. Based on the research result environmental factors has relation waters estuary productivity of Serayu river on the highest and lowest tide those are lightness, level TSS and pH.

  13. KARAKTERISASI ENAM VARIETAS BUNCIS (Phaseolus vulgaris L. BERDASARKAN PANDUAN PENGUJIAN INDIVIDUAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vina Eka Aristya

    2016-02-01

    Full Text Available Beans (Phaseolus vulgaris L. is a plant that has the potential for mainstream consumers, have a large enough market opportunity and a source of vegetable protein. “Perancis” varieties are local Central Java bean varieties are widely grown in the Bandungan area. “Perancis” varieties not currently provide enough characters clear and complete. Test objectives were (1 to characterize the “Perancis” varieties in order to have a complete character information varieties and (2 to determine distinctness, uniformity and stability of the “Perancis” varieties compared with varieties Gypsie, Spectacular, Balitsa 1, Balitsa 2 and PV 072 using guidelines for the conduct of test for distinctness, uniformity and stability reference beans. Implemented on the Garden Seed Testing Bandungan Horticulture, Central Java with an altitude of 560-800 meters above sea level the place. Materials testing consists of six varieties of beans are “Perancis” varieties and the varieties used for comparison Gypsie, Spectacular, Balitsa 1, Balitsa 2 and PV 072. This research used a randomized block design six varieties of beans are planted side by side on three experimental plots as replications. Parameters observed include 49 characters corresponding guidelines bean plants are divided into the plant character, leaves character, flower character, pods character and seed character. Test results based guidelines, “Perancis” varieties showed eight unique characters compared to varieties of Gypsie, Spectacular, Balitsa 1, Balitsa 2 and PV 072 ie. plant height, leaf color, leaf rugosity, long (including beak pods, the degree of the pods curvature, the shape of distal part (excluding beak pods, length of beak pods and curvature of beak pods and “Perancis” varieties have uniformity and stability.

  14. Konsentrasi Aman Kurkumin dan PGV-0 terhadap Sel Vero Berdasarkan Hasil Uji Sitotoksik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Marbawati

    2015-08-01

    Full Text Available Curcumin (1,7-bis(3-methoxyphenyl 4'hidroksi -1.6 heptadien, 3,5-dione is the yellow pigment of Curcuma longa. Curcumin has various biological activities such as antioxidant, antibacterial, antifungal, antiprotozoal and antivirus. Various benefits of curcumin can not be separated from the weakness which is not stable to pH and light. Pentagamavunon-0 (PGV-0 were made by changing the β diketone group on cluster analog of curcumin into monoketon while eliminating active methylene group so it is more stable to pH and light. PGV-0 also has potential as a stronger antioxidant and antiinflammatory agent than other curcumin analogues. The objective of this research was to determine the safe concentrations of curcumin and PGV-0 on vero cells due to the increased use of the two compounds through the cytotoxic test. This research includes experimental research. Cytotoxic test performed with microculture tetrazolium technique (MTT method. Use of MTT to evaluate the cytotoxic is based on changes of tetrazolium salt into formazan crystals by mitochondrial enzyme succinate dehydrogenase with the help of cellular NADH. The results showed that the safe concentrations of curcumin and PGV-0 on vero cells respectively are 6.25 and 1.5625 ppm. Based on the cytotoxic test the secure concentration of curcumin was higher than PGV-0.

  15. Konstruksi Realitas Pengguna Ponsel Cerdas Berdasarkan Pesan Penempatan Merek dalam Film James Bond: Spectre

    OpenAIRE

    Hafiz, M. Faisal

    2016-01-01

    This study entitled "Construction of Reality of Smartphone User Based on Branding Placement Message in James Bond: Spectre Film". The research is going to examine the relations between the process of branding placement of Sony Xperia Z5 to the movie-viewer who use smartphone from a variety of backgrounds. Researcher focus on how smartphone users adapt to their social needs, how subjective meaning of Sony Xperia Z5 upon the branding placement message in James Bond: Spectre, a...

  16. ANALISIS PENETAPAN HARGA JUAL BERDASARKAN TARGET COSTING PADA PT VARIA USAHA BETON PLANT BM MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ASHAR MUNTA

    2017-05-01

    The Results showed there are differences in the price of Paving Blocks namely (1 in 2012 the difference between the price of Rp 25.70. (2 In 2013 the price difference Rp 3,31. And (3 In 2014 the difference between the price of Rp 1,37. Which means that the Target Costing Method is better than the Conventional Method in PT Varia Usaha Beton Plant BM Makassar.

  17. Pencarian Lowongan Pekerjaan Berbasis Agen Berdasarkan Profil Pencari Kerja dengan Pendekatan Semantic Web Service

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Susyanto

    2016-01-01

    The designing of the prototype used a multiagent technology whose capability was to call job service provider and run matching process of the job vacancy appropriate with the job seeker’s profile automatically. Algorithm of the service selection used service matching and Simple Additive Weighting. The similary between the job offer and the job seeker’s profile was calculated by using semantic algorithm. Based on the testing carried out to the respondents, it’s stated that this prototype has been able to give recommendation of job appropriate with the job seeker’s.

  18. Efektivitas Terapi Kortikosteroid Intranasal pada Hipertrofi Adenoid Usia Dewasa berdasarkan Pemeriksaan Narrow Band Imaging

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sinta Sari Ratunanda

    2016-12-01

    Full Text Available Adenoid hypertrophy is a process in which adenoid size becomes enlarged and causes clinical symptoms, especially nasal obstruction. Adenoid hypertrophy can be due to physiological, inflammatory, or malignancy processes. Adenoid inflammatory process can be assessed using a flexible fiberoptic nasoendoscopy with narrow band imaging (NBI. Intranasal corticosteroid is one of the choices to treat adenoid hypertrophy in children; however, more experiments are needed to use it in adults. This study was performed in the period of November 2012 to January 2013 at the outpatient clinic of the Otorhinolaryngology-Head and Neck Surgery Department of Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung, using pre- and post-test open-labeled quasiexperimental design. Sample was selected through consecutive sampling, involving 11 subjects. Diagnosis was based on research subject’s anamnesis, ear nose and throat (ENT physical examination, NBI-equipped fiberoptic nasoendocopy examination, and adenoid mucosal biopsy. Subjects were given intranasal corticosteroid therapy for four weeks. NBI-equipped fiberoptic nasoendocopy examination and biopsy examination were performed after therapy. Data were analyzed using Wilcoxon test, showing significant improvement of the adenoid inflammation after intranasal corticosteroids therapy (p<0.05. McNemar test results showed a significant reduction in adenoid size (p<0.05. Spearman rank test showed a significant correlation between histopathologic findings and NBI examination result (p<0.05. In conclusion, intranasal corticosteroids are effective for adult adenoid hypertrophy treatment based on NBI examination. [MKB. 2016;48(4:228–33

  19. KAJIAN KONSEP PENATAAN KAWASAN KOTA LAMA KENDARI BERDASARKAN IDENTITAS DAN CITRA KOTANYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Nurjannah

    2017-12-01

    Riski, C., Antariksa., Surjono., (2009. Pelestarian Kampung Kemasan Kota Lama Gresik. Arsitektur e-Journal, Vol. 2 No. 2. Universitas Brawijaya. Malang. Shirvani, Hamid (1985. The  Urban Design Process.  Van Nostrand Reinhold, New York. Lynch, Kevin (1960. The Image of The City. MIT Press. Cambridge. MA

  20. ALGORITMA PENGATURAN KINEMATIKA ROBOT REDUNDANT UNTUK MENGHINDARI TERJADINYA TUMBUKAN BERDASARKAN SKEMA PRIORITAS TUGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    GEDE SANTI ASTAWA

    2012-11-01

    Full Text Available A redundant manipulator has more degree of freedom than minimal needed to do its job. Inthis condition the manipulator can easily do the job, and can say become not optimal. To makethe manipulator more optimal, we try to add some obstacles that must be avoided by themanipulator. in calculation process we use inverse kinematics method in task priority scheme.From the simulation result, it is looked that by adding some jobs do not annoy the main job ofmanipulator, and those prove that the priority of the job can help manipulator do that job moreoptimal.

  1. PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN BERDASARKAN KUALITAS HIDUP PADA REMAJA (GAMBARAN DESKRIPTIF DATA RISKESDAS 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Isfandari

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Not many studies explored the quality of life (QOL of adolescence as one of the health status indicators. Their Morbidity and behavior problems received more attention. Furthermore, most health variables were treated as dependent variable, influenced by other condition, such as economic status, education or employment status. This analysis used different approach which treated the QOL of adolescence as factor that influences other factors, such as education and employment. Objective of the analysis was to explore the contribution of the QOL for schooling and employment for Indonesia youth. Methodology: Respondents for the analysis were 73,646 adolescence aged 15-19, sub-sample of Riskesdas 2007 respondents. Good QOL is defined as not having any problem in audio visual, functioning, mobility, self care, communication, participation and psychological & interaction. There was 7% of adolescence with QOL problem, defined as having at least one problem of the above categories. This analysis had been exploring how the education and employment status of adolescence with problem in their QOL as compared to those with good QOL using table descriptive analysis. Result: There was apparent difference of education and employment status between the adolescence with good QOL and those withQOL problem. Proportion of no schooling and not finished elementary school, as well as unemployed washigher for those with QOL problems (14-39.8% vs. 8% & (27-45% vs. 22%, while education level was higher for those with good QOL (68% vs. 37.4-61%. QOL problem in audio visual and functioning had worsened the adolescence's participation in schooling. Disadvantageous was experienced more by adolescence living in rural area. Conclusion: This analysis showed that the QOL had influenced the education and employment status of adolescence. But without controlling socio economic status, the strongest factors influencing education status was economic factor, represented by living in urban or rural area. This analysis showed the importance of collaboration between health sectors and other sectors to improve the quality of life of the Indonesian adolescence. Keywords: QOL, disability, adolescent, education, occupation

  2. KUALITAS DATA IMUNISASI RUTIN BERDASARKAN METODE DATA QUALITY SELF ASSESSMENT (DQS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ingan Tarigan

    2012-09-01

    Full Text Available Reporting and Recording System on immunization in Indonesia have been faced with many difficulties. Data quality and accuracy are the main problem that can be found in Puskesmas, District Health Office and also in Provincial Health Office. Usually, Health information system is limited on data collecting activity but not following by analyzing it. Therefore, this current system can't support/provide valuable (immunization information as needed by the stakeholders. This research was conducted in 3 provinces in Indonesia. Selected study areas were Lampung province (Metro city and Lampung Selatan district; West Java Province (Bogor city and Garut district, East Nusa Tenggara Province (Kupang city and Belu district. The objectives of this study were to assess the quality of recording and reporting system of immunization based on the DQS method Study design was cross-sectional. Assessment was carried out with Data Quality Self-Assessment (DQS method, using qualitative design by conducting interview and observation. Data quality of Immunization program was divided into 5 groups: recording, reporting, demography/denominator, availability of form, and data utilization. The assessment on DQS method showed that not all immunization services was reported by heath providers; data processed manually; archiving system was not well managed; lack of provided forms for recording and reporting forms; data was not reported in time; set up the immunization target was not standardized among areas (for every administrative levels; monitoring was  not conducted optimum to evaluate the performance of immunization program; and capacity building on human resources was urgently needed to improve the quality of immunization program.  Keywords: Immunization, Quality, DQS Method

  3. ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PADA BAGIAN TATA USAHA BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muzakiyah Muzakiyah

    2011-12-01

    Full Text Available Kepuasan pelanggan merupakan hasil (outcome yang dirasakan atas penggunanya produk atau jasa, sama atau melebihi harapan yang diinginkan. Pelayanan di bagian Tata Usaha idealnya lebih bersahabat, cepat dan akurat. Ini berarti orientasi layanan di bagian Tata Usaha harus didasarkan pada kebutuhan mahasiswa. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dengan menggunakan Pendekatan Lean ServPerf (Lean Service dan Service Performance. Service Performance digunakan untuk menganalisis tingkat instrumen kinerja pelayanan bagian Tata Usaha. Lean Service digunakan untuk menghilangkan waste aktivitas yang tidak bernilai tambah. Hasil dari penelitian ini, terdapat 14 atribut pelayanan yang perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bagian Tata Usaha Fakultas.

  4. Kompetisi Surat Kabar Lokal Berdasarkan Tingkat Kepuasan Biro Iklan Pada Layanan Jasa Media Surat Kabar

    OpenAIRE

    Andi Prasetiya, L. Juni

    2012-01-01

    : Business newspaper has eliciting competition over source life of supporting media industry, i.e. capital, types of content and types of audience. This research explains the newspaper’s competition based on advertiser satisfaction as a benchmark of media effectiveness. Adopting the theory of uses & gratification and using variables of gratification sought and gratification obtained, these studies examine 5 local newspapers in Yogyakarta. The instrument of competitive strategy is using for ...

  5. Kompetisi Surat Kabar Lokal Berdasarkan Tingkat Kepuasan Biro Iklan pada Layanan Jasa Media Surat Kabar

    OpenAIRE

    L. Juni Andi Prasetiya

    2013-01-01

    Abstract: Business newspaper has eliciting competition over source life of supporting media industry, i.e. capital, types of content and types of audience. This research explains the newspaper’s competition based on advertiser satisfaction as a benchmark of media effectiveness. Adopting the theory of uses & gratification and using variables of gratification sought and gratification obtained, these studies examine 5 local newspapers in Yogyakarta. The instrument of competitive strategy is us...

  6. IMPAK PENGGUNAAN BAHASA DALAM IKLAN KHIDMAT MASYARAKAT PETRONAS BERDASARKAN TEORI LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL (TLSF)

    OpenAIRE

    Abdullah, Nur Izzati; Sarudin, Anida

    2017-01-01

    Iklan Khidmat Masyarakat (IKM) adalah suatu pengumuman atau pemberitahuan yang bersifat non komersial yang mempromosikan program-program, kegiatan, perkhidmatan kerajaan, perkhidmatan  organisasi bukan perniagaan dan pemberitahuan-pemberitahuan lainnya tentang keperluan perkhidmatan masyarakat dan pemberitahuan yang bersifat komersial (Crompton dan Lamb, 1986).  Iklan Khidmat Masyarakat merupakan projek video multimedia yang merangkumi kepelbagaian modaliti seperti elemen grafik, teks, audio ...

  7. Keragaman Beberapa Aksesi Temu Hitam (Curcuma Aeruginosa Roxb.) Berdasarkan Karakter Morfologi

    OpenAIRE

    Setiadi, Adi; Khumaida, Nurul; Wahyuning Ardie, dan Sintho

    2017-01-01

    Curcuma aeruginosa Roxb. or black turmeric belongs to the family Zingiberaceae is one of the important medicinal plant that is widely distributed in Southeast Asia, including in Indonesia. This plant has been used by the people especially as raw material for medicine and cosmetics industries. However, the development of black turmeric is still constrained by the availability of germplasm collection and improved varieties. The objective of this study was to determine the vegetative morphologic...

  8. Klasifikasi Belimbing Menggunakan Naïve Bayes Berdasarkan Fitur Warna RGB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fuzy Yustika Manik

    2017-01-01

    Full Text Available Post harvest issues on star fruit are produced on a large scale or industry is sorting. Currently, star fruit classified by rind color analysis visually human eye. This method does not effective and inefficient. The research aims to classify the starfruit sweetness level by using image processing techniques. Features extraction used is the value of Red, Green and Blue (RGB to obtain the characteristics of the color image. Then the feature extraction results used to classify the star fruit with Naïve Bayes method. Starfruit image data used 120 consisting of 90 training data and 30 testing data. The results showed the classification accuracy using RGB feature extraction by 80%. The use of RGB as the color feature extraction can not be used entirely as a feature of the image extraction of star fruit.

  9. Pengembangan Ruang Terbuka Hijau berdasarkan Distribusi Suhu Permukaan di Kabupaten Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Badriyah Rushayati

    2011-07-01

    Full Text Available Bandung Regency is experiencing increased of air temperature, particularly in the urban area. High air temperature in urban areas is caused by increasing built-up areas and declining green open space. Green open space should be built to lower air temperature and to create a comfortable micro climate. Green open space should be developed at locations with high air temperature to reach its efficacy. This research used spatial analysis to generate air temperature distribution map. The map was used as the basis in developing green open space. The map showed that green open spaces should be developed at several sub-districts, namely Margahayu, Margaasih, Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, Rancaekek, Cileunyi, Pameungpeuk, and Majalaya sub-districts.

  10. PROFIL LANSIA DI BALI DAN KAITANNYA DENGAN PEMBANGUNAN (Deskripsi berdasarkan hasil Supas 2005 dan Sakernas 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman Dayuh Rimbawan

    2012-11-01

    Full Text Available Discussions about lansia have been increasingly important due to the increasingnumbers of them. This is enabled by the improvement of economic and socialcondition of the society. Lansia is different from other group of people mainly in terms ofhealth and needs aspects.During 1990-2000, lansia has grown 1,8% averagely and during 2000-2005 thegrowth has increased to 2,4% to form more than 311.000 people (9,2 % of population.Description of lansia in Bali is done based on data of Population Census, Supas,and Sakernas. The result shows that most of them are not cost of development, in fact,they are development assets. This can be seen from several indicators, like (1 morethan 80% of lansia has “good” and “fair” health condition; (2 almost 80% of lansia donot need assistance in doing activities; (3 unemployment rate of lansia is very low(<1,0%. Sixty percent of working lansia are employed in agriculture sector, and the restare in trading, hotel& restaurant, and manufacturing industry respectively.

  11. STUDI HIDROLOGI BERDASARKAN CLIMATE CHANGES MENGGUNAKAN MODEL SWAT DI DAERAH TANGKAPAN AIR WADUK JATILUHUR

    OpenAIRE

    Supatmanto, Budi Darmawan; Yusuf, Sri Malahayati

    2015-01-01

    Daerah Tangkapan waduk Jatiluhur berada diantara 107011'36” - 107032'36" BT and 6029'50" - 6040'45" LS di Jawa Barat, Indonesia. Area dengan luas 380 km2 merupakan 8% dari seluruh total area Hulu Sungai Citarum seluas 4500 km2. Fungsi dari daerah ini untuk memenuhi kebutuhan air untuk pertanian di Karawang dan Bekasi dan memenuhi kebutuhan air di Jakarta. Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti dampak dari perubahan ik (Climate Changes) terhadap hasil hidrologi di daerah tangkapan. Perubaha...

  12. ANALISA KADAR KAFEIN PADA KOPI HITAM YANG DISAJIKAN BERDASARKAN LAMA PENYEDUHANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Mardiyah

    2015-11-01

    Abstract   Coffee drinking is a favorite of many that can be enjoyed at home, at the office, at home, eat and shop - food stalls. Black coffee is one of the popular types of coffee community. Coffee consumption can cause addiction. Case is due to the caffeine content of alkaloid compounds xantin. Caffeine content of its size accepted by the body hanging from the means of treatment before drinking coffee. The   longer time  submertion Coffee will make the caffeine content in the drink gets higher. Therefore, the problem formulation in this study is will the old submertion of caffeine in black coffee? The purpose of this study is to find out the influence of long penyeduhan of caffeine in black coffee. This type of research is experimental. The sample in this study is that black coffee is often consumed by people who sold at the Market Prohibition of Sidoarjo. With black coffee sample criteria are branded or not branded. Variable in this study is the independent variable while the dependent variable brewing long the caffeine content. Data collection techniques of caffeine in black coffee served by long submertion by indirect observation using a set of laboratory experiments. Inspection rate this caffeine use spectrophotometry method. And data analysis techniques used ANOVA test to find out the influence of long submertion of caffeine in black coffee with α = 0.05. Once the proceeds of caffeine in black coffee in a statistical analysis shows the value of P = 0.000 (<0.05, the obtained conclusions that received behold Ha long submertion influence on the rate of caffeine in black coffee. Was proven that there was an increase in the rate of caffeine every submertion long time has been determined.   Keyword : kafein, coffee,

  13. KERAGAMAN DAN ANALISIS KEKERABATAN Hoya spp. BERTIPE DAUN NON SUKULEN BERDASARKAN KARAKTER ANATOMI DAUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldi Rahman Hakim

    2013-01-01

    Full Text Available Hoya spp. (Apocynaceae: Asclepiadoideae has differences in leaf type, there are succulent and non succulent leaf types.  Anatomical structure of Hoya spp. leaf has not been widely studied, especially for the non succulent type. The aims of this research were to explore the diversity and relationship of non succulent Hoya, based on leaf anatomical characters represented by eight species i.e. H. bandaensis, H. campanulata, H. chlorantha, H. cilliata, H. coriacea, H. coronaria, H. densifolia and H. multiflora. Hoya leaf anatomical characters were observed on the paradermal and transversal section and analyzed by using IBM SPSS version 19 sotfware for cluster analysis. According to the paradermal observation, stomata were present at lower surface (hypostomatic for all species, and amphistomatic (both surface for H. densifolia.  The type of stomata is cyclocytic for all species. Clustered stomata were found in H. coriacea.  Observation on transversal section showed that all of species has the normal structure i.e cuticula, upper and lower epidermis, palisade parenchyma and spongy parenchyma with the variation in the layer thickness.  The cluster analysis resulted four groups at distance scale 19. Each group has specific characters. The first group has trichomes on both sides of the leaf surface. The second group has amphistomatic stomatal. The third group has thin leaves. The fourth group has the widest stomata.

  14. PRINSIP-PRINSIP KONSTITUSIONALITAS KOPERASI BERDASARKAN UUD NEGARA RI TAHUN 1945

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Kusnadi

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract Cooperative identity is at risk with the Act 17 of 2012 on Cooperatives, which relies on the values of capitalism. Capitalism is characterized through the economic activities and financial control by the efforts of large private properies in the sense of the individual and groups, profit oriented, the market economy competition dominant supported by consumerism, and the pricing of labor that follows the market mechanism. As a result, it is importance to make purification of cooperative base on UUD 1945 as set in Art. 33 par. (1, to make clear the principles of constitutionality of cooperatives in Indonesia. The principle of the constitutionality of the cooperative include brotherhood, man as main actors, social welfare oriented, synergy, market driven, shared interests, and mutual interest . Key words: cooperative, constitutionality, brotherhood   Abstrak Jati diri koperasi terancam hilang dengan adanya UU 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian yang menyandarkan pada nilai-nilai kapitalisme. Kapitalisme dicirikan adanya kegiatan ekonomi dan kontrol keuangan oleh usaha-usaha besar milik privat dalam arti orang seorang maupun keluarga, akumulasi laba sebesar-besarnya dalam motif profit (profit oriented, ekonomi pasar persaingan dominan yang ditopang dengan konsumerisme, dan penentuan harga tenaga kerja yang mengikuti mekanisme pasar. Akibatnya diperlukan pemurnian bangun usaha koperasi sebagaimana UUD 1945 mengaturnya dalam Pasal 33 ayat (1 sehingga jelas prinsip-prinsip konstitusionalitas koperasi di Indonesia. Prinsip konstitusionalitas koperasi meliputi berasaskan kekeluargaan, manusia sebagai penentu, berorientasi pada kesejahteraan sosial, kerjasama/sinergi, pasar dikendalikan, kepentingan bersama, dan mutual interest. Kata kunci: koperasi, konstitusionalitas, kekeluargaan

  15. Transparansi Pengelolaan Masjid Dengan Laporan Keuangan Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK 45)

    OpenAIRE

    Kurniasari, Wiwin

    2011-01-01

    This article describes about the financial management of the mosque, which is one major factor in maintaining the survival and prosperity of the mosque. Good financial management of the mosque, also requires accurate financial reporting systems, especially relating to: 1) the circumstances and conditions of pilgrims, 2) the circumstances and financial condition of the property and the mosque and, 3) other information required in connection with the interests of the mosque. It aims to accounta...

  16. PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD BERDASARKAN FILOSOFI TRI HITA KARANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I G.A. EKA DAMAYANTHI

    2011-07-01

    Full Text Available The philosophy of Tri Hita Karana has been implemented in the social system of Hindu and nonHindu Balinese society. This philosophy emphasize on harmonizing relationship of human to the God (Parhyangan, human to human (Pawongan, and human to the environment (Palemahan. LPD as the custom village financial institution has a social responsibility to the society. This article explains that as a financial institution raising capital from the society has social and economic responsibility to them. According to Regional Act of Bali Province No.8 Year 2002, twenty percent of LPD’s net income shall be provided for the village development plan, and 5 percent for social fund of the village. This shows the role of LPD in increasing the society welfare. This article also describes several implementations of social responsibilities of LPD with Tri Hita Karana philosophy. To be able to show the responsibility, it is suggested for LPD to prepare social responsibility report periodically.

  17. POLA MIGRASI DAN KARAKTERISTIK MIGRAN BERDASARKAN HASIL SENSUS PENDUDUK 2010 DI PROVINSI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ketut Sudibia

    2012-12-01

    Full Text Available The population of Bali tends to increase from one period to another period. It’s shown from the result of population census, namely volkstelling that conducted in 1930 in the era of Dutch colonial until the latest population census in 2010. During the New Order era the government succeeded to control the population growth  which had been decreased from 1.71 percent per year during the period of 1971 to 1980 became 1.18 percent per year during the period of 1980 to 1990. This success was also supported by the decrease of fertility and mortality rates, and it’s still continuing until the regional autonomy era today. On the other hand the migration stream to Bali tends to increase, making this as determinating the high population growth achieving 2.15 percent per year along the period of the year 2000 to 2010. The objectives of this study are (1 to analyze population migration in Bali Province based on the population census in 2010; and (2 to analyze the characteristics of in-migration to Bali Province based on the population census the year 2010. The benefits of this study are (1 to provide inputs for the policy makers in the population field, especially in population migration and development aspects; and (2 to enhance the treasury of science, especially that closely related to migration study in Bali. The data sources that are used in this study are available from secondary data, especially from recent migration data that were collected in population census in 2010. Moreover, data are analyzed descriptively, by using frequency tables and cross tabulation. Findings of this study include (1 the recent in-migrant to Bali Province based on the result of population census in 2010 tended to compared to the data of population census in 2000; (2  the pattern of recent in-migration to Bali in 2010, is not significantly different compared to the data of population census in 2000; (3 the patterns of recent out-migration from the result of population census in 2000 was the same as those of 2010; (4 the highest proportion recent in-migration stream to Bali came from East Java; (5 the selectivity factors of recent in-migrants are characterized in majority by people in productive ages, better educated people, and male; and (6 the majority of recent in-migrant are absorbed in the formal sector, however the majority of non-migrant are absorbed in the informal sector.

  18. PEMETAAN BAHAYA GEMPA BUMI DAN POTENSI TSU-NAMI DI BALI BERDASARKAN NILAI SEISMISITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Baskara

    2017-02-01

    Full Text Available Bali is one of the areas prone to earthquake and tsunami as being at the junction of two plates, namely the Eurasian plate and the Indo-Australian plate is located in the south of Bali and back arc trust zones are located in the North of Bali. We need research on the potential dangers of earthquakes and tsunami in Bali are based on the value of seismicity which is interpreted by the value of b and a. This study uses earthquake data on the coordinates 6?-11? SLand 114?-116? EL with 339 data that was processed using Zmap in order to obtain the value of b at 1.57 ± 0.008 and the value of a is 10.6 and maximum magnitude of 7.1 Mw. From mapping the values ??of b and a known area that has the highest value of b and a lies in the sea area to the south of Bali, Karangasem and Buleleng to the northern region of Bali. Furthermore, for mapping the tsunami in Bali using the TOAST application obtained tsunami prone areas of Bali, Kuta Beach, East Buleleng and Karangasem.

  19. Analisis Kualitas Perairan Pada Wilayah Perairan Pulau Serangan Bagian Utara Berdasarkan Baku Mutu Air Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Gede Rai Ayu Saraswati

    2017-06-01

    Full Text Available Water quality monitoring is one of important activity, especially in coastal water, which susceptive with pollution. Water area of Serangan Island is a tidal flat area, influenced by fresh water and sea water inputs. The existence activities, such as cage aquaculture and tourism, and input from river, are threatened to decrease the water quality in north of Serangan water. This research was conducted to the condition of water quality based on water quality standard for aquatic organisms and its spatial distribution. The parameters measured were temperature, salinity, pH, DO, turbidity, and BOD5, in 8 sample points. Some parameters measured directly on water surface (temperature, salinity, pH and DO and the others were analyzed in laboratory (turbidity, and BOD5. BOD5 was analyzed by standard method of Delzer & McKenzie. Based on research, the result of temperature values ranged from 28,9°C-30,5°C; salinity 29,6 ppt-32,7 ppt; pH 7,7-7,9; DO 3 mg/L-4,4 mg/L; turbidity 1,9 ntu-7,6 ntu; and BOD5 2,8 mg/L-5,4 mg/L. The water quality in Serangan had a different spatial distribution in each parameters. Overall, based on research result, the water quality condition in the body water of Serangan island was good and suitable to support aquatic organisms living.

  20. PEMETAAN BAHAYA GEMPA BUMI DAN POTENSI TSU-NAMI DI BALI BERDASARKAN NILAI SEISMISITAS

    OpenAIRE

    Bayu Baskara; I Ketut Sukarasa; Ardhianto Septiadhi

    2017-01-01

    Bali is one of the areas prone to earthquake and tsunami as being at the junction of two plates, namely the Eurasian plate and the Indo-Australian plate is located in the south of Bali and back arc trust zones are located in the North of Bali. We need research on the potential dangers of earthquakes and tsunami in Bali are based on the value of seismicity which is interpreted by the value of b and a. This study uses earthquake data on the coordinates 6?-11? SLand 114?-116? EL with 339 data th...

  1. Pengembangan Model Otonomi Neara dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Berdasarkan Sistem Sosiobudaya Lokal di Sumaterabarat dan Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asrinaldi A

    2015-12-01

    Full Text Available This is paper aims to describe the completion of local autonomy based on local culture system in West Sumatera and Bali Province. Beside that, this paper also tries to find out the role of state which depicts state autonomy in implementation of government functions at lowest level, such as nagari in West Sumatera and Desa Pakraman in Bali. Although the local culture system could be applied in local autonomy, yet the modern government system which is introduced by state has affected local culture system at the lowest level. In this context, state autonomy has been involved in fusing local culture system into modern government system so that performing of local democracy declines.

  2. PERENCANAAN TARIF IDEAL PENGIRIMAN BARANG BERDASARKAN METODE PERHITUNGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Mulyati

    2013-12-01

    Full Text Available PT Syncrum Logistics is a company engaged in the expedition of freight transportation services 3PL (Third Party Logistics, which delivery goods from one place to the destination area by land (On Road by using a fleet of wings box trucks. PT Syncrum Logistics has more than 80 wings box fleet which are owned by the box itself. One is a box type truck wings are often used for service delivery to Milkrun Cibitung. On the imposition of tariffs for one-time delivery of goods on the route there is a difference with Milkrun Cibitung previous rate calculation that originally was Rp 800.802, - to be decreased to Rp 522.700,-. Tariff of Rp 522.700 based solely on the price offer made by the customer on the marketing side. That price has not reached the ideal rate of the company. From the description above, the calculation for ideal freight rates by route Milkrun Cibitung uses the Vehicle Operating Costs. Calculating the Vehicle Operating Costs must first determine the fixed costs, variable costs and the determination of the basic rate and calculation of the costs incurred each year, month and day, and the benefits to be achieved by the company. Difference obtained is Rp 229.837,- from the initial rate off price minimum negotiable to do between Rp 800.802 to Rp. 707.612/28 pallets (Full Load.

  3. PENGARUH ANTAR PERSPEKTIF NON KEUANGAN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PERSPEKTIF KEUANGAN BERDASARKAN BALANCED SCORECARD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfira Sofia

    2015-08-01

    In this research note that there is significant influence between non financial perspective at PT PLN (Persero and there is significant influence from non-financial perspective to financial perspective.

  4. Gambaran Efektivitas Kepemimpinan Bina Nusantara Computer Club Kepengurusan ke-22 Berdasarkan Fiedler’s Contingency Model

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eleonora Francisca Maria Sumual

    2011-04-01

    Full Text Available Fiedler has theory which is called “contingency model”. According to him, if an organization attempts to achieve group effectiveness through leadership, then there is a need to assess the leader according to an underlying trait, assess the situation faced by the leader, and construct a proper match between the two. With Fiedler model, researchers were doing assessment to one of the student organization in Bina Nusantara University, which is BNCC 22nd student committee. The result of the research is that student organization in this case two committees from BNCC show two different results. The first one does not fit with Fiedler model, which is the “people oriented” leader can make an effective leadership, and the second one with “people oriented” leader seems not effective to lead the committee with more old member of the organization.  

  5. Perencanaan Tata Kelola Teknologi Informasi Berdasarkan Framework CobiT (Studi Kasus Pada Direktorat Metrologi)

    OpenAIRE

    Falahah, Falahah

    2006-01-01

    Tatakelola Teknologi Informasi (TI) merupakan salah satu aspek penting dari tatakelola Perusahaan secara keseluruhan. Pengelolaan TI yang baik akan menjamin efisiensi dan pencapaian kualitas layanan yang baik bagi tujuan bisnis Perusahaan. Penerapan tata kelola ini harus direncanakan dengan baik agar dapat diimplementasikan sesuai dengan kondisi dan kemampuan Perusahaan.Salah satu kerangka kerja tatakelola TI adalah CobiT. Dalam dokumentasi resminya CobiT juga disertai dengan serangkaian pedo...

  6. ANALISIS TINGKAT KAPABILITAS SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT BERDASARKAN COBIT 5 (MEA01 PADA RSUD TUGUREJO SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ariel Bagus Nugroho

    2015-11-01

    Full Text Available RSUD Tugurejo Semarang merupakan Rumah Sakit kelas B milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menyediakan pelayanan jasa untuk masyarakat. Dalam manajemen pengolahan data, RSUD Tugurejo Semarang telah menggunakan sistem informasi rumah sakit. Untuk mengetahui apakah sistem informasi telah berjalan seperti yang diharapkan, maka perlu dilakukan analisis tatakelola teknologi informasi. Pada penelitian ini analisis tatakelola teknologi informasi berfokus pada proses pengawasan, evaluasi dan penilaian kinerja, dan kesesuaian kinerja teknologi informasi, yaitu domain MEA01 pada framework COBIT 5.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kapabilitas dan strategi perbaikan untuk proses pengawasan, evaluasi dan penilaian kinerja dan kesesuaian TI. Metode pengumpulan  data penelitian ini dengan menggunakan studi dokumen, kuesioner dan wawancara kemudian dianalisis tingkat kapabilitas dan kesenjangan. Tingkat kapabilitas yang didapat dari hasil penelitian yaitu berada level 2 (managed. Untuk menaikkan tingkat kapabilitas pada level 3 maka maka perlu dilakukan secara bertahap strategi perbaikan pada PA 2.1, PA2.2, PA 3.1, dan 3.2. Kata kunci: Analisis Tata Kelola TI, COBIT 5, MEA01, Tingkat Kapabilitas, Rumah Sakit.

  7. ANALISIS HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT FDC/KOMBIPAK PADA PENDERITA YANG DI DIAGNOSIS TB PARU BERDASARKAN KARAKTERISTIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharmiati Suharmiati

    2012-11-01

    Full Text Available Background: Tuberculosis was an infectious disease and remains a public health problem in the world, including Indonesia. Based on the WHO report in 2009, Indonesia was included into the group of high-burden countries, ranks third after India and China. Indonesia in 1993/1994 began using alloys Anti Tuberculosis (TB called Kombipak. Although this alloy has a high effectiveness in the treatment of pulmonary TB smear positive but low recovery rates for allegedly due to low adherence to medical treatment regularly and the number of drugs taken too much. Therefore created a new drug which has basically the same alloy with Kombipak/the FOG (Fixed Dose Combination which can reduce the risk of compliance in treatment and Multi Drug Resistance. Due to the TB treatment. Methods: this study analyzed the use of drugs Kombipak/FDC in patients diagnosed with pulmonary tuberculosis based on the characteristics. This research is a secondary data analysis of Health Survey Research Association (Riskesdas in 2010 in the form of a structured questionnaire is a questionnaire for households and a questionnaire to individuals aged 15 years and over. Data analyzed by univariate and bivariate analysis using chi square and biner logistic regression. Results: This study found 1278 TB patients who TB diagnosis in the past 12 months from total sample of 177.926 people. The results showed pulmonary tuberculosis patients who get Kombipak/FDC was 83, 1% and most of the respondents treated in the health centers. TB patient who got treatment completed for 6 months or more was 55,8% and mostly treated in government hospitals or health centers. The results showed that low education TB patients had a tendency to use kombipak/FDC for > 6 months 0.659 times compared to those having higher education (p < 0.05. In conclusion, there was a significant correlation between the use Kombipak/FDC for > 6 months with the education level of respondents. It is suggested the active roleof health provider should educate TB patients who were low education patients. Key words: tuberculosis, Kombipak/FDC drugs, health facilities, characteristics

  8. DAYA SAING PT BENAR FLORA UTAMA BERDASARKAN AKTIVITAS RANTAI NILAI FLORIKULTURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Marina Kurniaty

    2012-11-01

    Full Text Available ABSTRACTThe aims of this research were (1 to identify of the value chain that has been applied by the company, (2 to describe projections from internal and external condition as input in the company’s success factor analysis, (3 to determine the company’s strategic position, and (4 to formulate alternative strategies to increase the company’s competitiveness in  floriculture industry.  This research used SWOT analysis method by considering company’s position and value chain approach which was started with chain mapping to describe actors involved, what business issues in this company face and which activity has the greatest contribution. The value chain approach were also used to determine the prominent product based on the annual sales report. The research results indicated that the issues in the value chain include: expensive input prices, uncertainty in seed supply and higher transportation cost especially for Euro Country and America. Based on internal and external matrix, the company’s position is in the strategic growth quadrant, so the company can apply some alternative strategies such as  (1 maintaining good relationships with customers and suppliers, (2 expanding market to Asia, (3 upgrading the types of tree, (4 attending big exhibitions, (5 develop products by creating plants trendcentre, (6 enhancing the knowledge management for the company’s human resource, (7 production maximizing for the domestic market, (8 establishing distribution channels in each city, (9 setting a clear target market, (10 maintaining the quality of the plants, (11 restructuring the company in order to clarify the specialization of work, and (12 designing documents to better provide the seeds according to customers’ need.Keywords: competitiveness, floriculture industry, chain mapping, value chain economic analysis, SWOT analysisABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1 identifikasi rantai nilai yang telah diterapkan oleh perusahaan, (2 menggambarkan dari kondisi internal dan eksternal sebagai analisis faktor keberhasilan perusahaan, (3 posisi strategis perusahaan, dan (4 merumuskan strategi alternatif untuk meningkatkan daya saing dalam industri florikultura. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT dengan mempertimbangkan posisi perusahaan dan pendekatan value chain dimulai dengan pemetaan rantai untuk menggambarkan siapa aktor yang terlibat, apa masalah bisnis di perusahaan ini dan aktivitas mana memiliki kontribusi terbesar. Pendekatan rantai nilai juga digunakan untuk menentukan produk terkemuka dari laporan penjualan tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu-isu dalam rantai nilai meliputi: harga input yang mahal, pasokan benih tidak menentu dan biaya transportasi terutama untuk Negara Eropa dan Amerika lebih tinggi. Hasil matriks internal dan eksternal, posisi perusahaan pada pertumbuhan strategis sehingga perusahaan menerapkan beberapa strategi. Strategi alternatif yang dapat ditingkatkan oleh perusahaan, seperti: (1 maintaning hubungan baik dengan pelanggan dan pemasok, (2 memperluas pasar ekspor ke Asia, (3 meningkatkan jenis pohon, (4 mengikuti pameran besar, (5 berinovasi produk ke membuat trendcentre tanaman, (6 peningkatan manajemen pengetahuan untuk sumber daya manusia di perusahaan, dan (7 memaksimalkan produksi untuk pasar domestik, (8 saluran distribusi yang didirikan di setiap kota, (9 membuat target pasar yang jelas, (10 mempertahankan kualitas tanaman, (11 merestrukturisasi perusahaan dalam rangka untuk memperjelas spesialisasi pekerjaan, (12 membuat dokumen menyediakan benih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.Kata kunci: daya saing, industri florikultura, rantai pemetaan, analisis rantai nilai ekonomi, analisis SWOT

  9. Interpretasi Deposit Uranium Berdasarkan Data Tahanan Jenis dan Polarisasi Terinduksi di Sektor Rabau Hulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Haryanto

    2015-11-01

    Full Text Available Rabau Hulu area, Kalan, Kalimantan Barat is a potential area of uranium that has been explored in detail by various methods. Methods of resistivity and induced polarization can be applied in the exploration of uranium deposits in which its mineralization associated with sulphide minerals. Processing, analysis, and interpretation of resistivity and induced polarization data conducted in order to identify the distribution of uranium deposits and lithology of the rocks in the study area. Uranium deposits in the area Rabau Hulu is generally associated with sulphides, tourmaline and contained in favorable rocks. Symptoms of uranium mineralization encountered in other forms of irregular and uneven consists of uraninite, pyrite, chalcopyrite, pyrrhotite, molybdenite, and ilmenite minerals. Data acquisition using dipole-dipole configuration in an area of ​​approximately 36 hectares, 46 lines along + 425 m. Acquisition of induced polarization frequency domain data which the same points and lines with resistivity data. Data processing produces resistivity and metal factor values and subsequently made two-dimensional section. Determination of resistivity and induced polarization are done by correlated boreholes data with the results of data processing. Resistivity of uranium deposits zone worth less than 2,000 Ωm and the value of metal factor greater than 90 mho/m. Uranium deposit zone is expanding along with the depth. Uranium deposits distribution trending Southwestern-Northeast and shaped lens.

  10. TEKNIK AUDIT INVESTIGATIF DALAM PENGUNGKAPAN MONEY LAUNDERING BERDASARKAN PERSPEKTIF AKUNTAN FORENSIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rozmita Dewi Yuniarti Rozali

    2015-04-01

    The research method used is qualitative descriptive method. Determination of respondents using key person techniques are people who work as forensic accountants. The data used is the primary data obtained from interviews with respondents. This study uses the technique of triangulation of sources in the test data. Based on the results of his analysis, the results of the investigative aduit stages are predication, hypothesis formulation, data gathering, data reliability test, data analysis, interview and interrogation call, loss calculation, and reporting. It was also concluded that in theory and practice there is no investigative audit technique selected as the most effective technique. Because previously forensic accountants need to consider the things and characteristics of the money laundering case, only then determine which investigative audit techniques to use.

  11. Evaluasi Shift Kerja dan Penentuan Waktu Standar PT X Berdasarkan Beban Kerja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Trisna Mesra

    2016-04-01

    Full Text Available PT. X is one of the companies located in Dumai Industrial Region, produces fertilizer. This company has three production plants. The production capacity of the first plant is 450 tons/day, the second plant produces 750 tons/day and the third plant produces 700 tons/day.  PT. X is supported by 2 sub companies, they are PT. A and PT. B. PT. A operates 5 bagging lines and PT. B operates 3 bagging lines. The fertilizer bagging process has three steps where each step has its own work station: putting the labeled sack to the hook fol