WorldWideScience

Sample records for beberapa sungai di

  1. KEANEKARAGAMAN JENIS KATAK DAN KODOK (ORDO ANURA DI SEPANJANG SUNGAI OPAK PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Donan Satria Yudha

    2015-12-01

    Full Text Available Anura sering disebut sebagai katak dan kodok (Iskandar, 1998. Penelitian mengenai keanekaragaman anggota Anura di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY telah banyak dilakukan. Penelitian tersebut sebagian besar difokuskan di lereng selatan Gunung Merapi, tetapi beberapa penelitian juga telah dilakukan di sekitar kampus UGM dan di Sungai Code (Eprilurahman, 2007; Eprilurahman & Kusuma, 2011; Yudha, dkk, 2013. Wilayah DIY dialiri oleh banyak sungai, beberapa diantaranya yang banyak dikenal, diurutkan dari barat ke timur adalah Sungai Progo,Sungai Winongo, Sungai Code, Sungai Gajah Wong dan Sungai Opak (Anonim, 2010; Brontowiyono, 2010; Siradz et al., 2008. Sungai Opak merupakan salah satu sungai besar di DIY yang berhulu di Gunung Merapi. Jalur utama Sungai Opak menjadi pertemuan beberapa sungai, hal tersebut dapat diasumsikan bahwa pada beberapa titik pertemuan merupakan area yang subur dan rimbun. Daerah yang rimbun tersebut merupakan habitat yang baik bagi herpetofauna, terutama anggota Anura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesiesAnura. Pengambilan sampel disepanjang Sungai Opak dari hulu hingga hilir menggunakan gabungan beberapa metode, yaitu VES (Visual Encounter Survey, River bank cruising dantransek. Sampling secara umum dibagi tiga bagian, bagian hulu, tengah dan hilir. Hasil yang diperoleh adalah 9 spesies anggota Ordo Anura dengan 2 spesies Anura arboreal, 3 spesies Anura terrestrial dan 4 spesies Anura akuatik dan semi-akuatik. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa Sungai Opak merupakan habitat bagi banyak spesies Anura.

  2. Pemanfaatan Citra Satelit Landsat-7 ETM Untuk Prediksi Kerusakan Morfologi Sungai Batanghari Akibat Penambangan Emas Ilegal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Marhendi

    2014-04-01

    Full Text Available Kondisi Sungai Batanghari saat ini telah banyak mengalami deformasi morfologi sungai akibat banyaknya praktek galian C dan penambangan ilagal di sepanjang tubuh sungai.  Deformasi morfologi Sungai Batanghari diprediksi dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh sungai Batanghari dan mengakibatkan penurunan potensi sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untk mengetahui perubahan morfologi Sungai Batanghari akibat kegiatan penambangan emas ilegal disepanjang sungai dan anak-anak sungainya. Pendekatan penelitian ini menggunakan model “stratified purpose sampling“ melalui teknik penginderaan jauh dengan wahana citra satelit Landsat-7 ETM. Berdasarkan hasil analisis, Sungai Batanghari mengalami perubahan fisik baik menyangkut badan sungai, lingkungan sungai maupun kualitas air. Perubahan badan sungai terkait kegiatan penambangan tanpa Ijin (PETI terjadi di beberapa lokasi baik pada sungai utama maupun pada anak-anak sungai Batanghari seperti di Dharmasyraya, Bungo, Batanghari dan Solok Selatan.

  3. Identifikasi Ketidaksesuaian Peruntukan Ruang Kawasan Lindung Sempadan Sungai Pedindang di Kota Pangkalpinang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Ferianda

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini tentang ketidaksesuaian area sungai pada kawasan lindung di Sungai Pedindang, Kota Pangkalpinang. Tujuan dari penelitian adalah (1 untuk mengindentifikasi ketidaksesuaian penggunaan kawasan lindung sempadan sungai; (2  untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian penggunaan kawasan lindung sempadan sungai; (3 untuk mengetahui distribusi ketidaksesuaian penggunaan kawasan lindung sempadan sungai di Sungai Pedindang, Kota Pangkalpinang. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus. Lokasi yang dipilih berkaitan dengan ketidaksesuaian penggunaan sempadan sungai yang ditemukan di Sungai Pedindang, Kota Pangkalpinang. Penelitian ini difokuskan pada ketidaksesuaian kawasan lindung sepanjang sungai. Survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 terdapat ketidaksesuaian penggunaan kawasan lindung di sempadan Sungai Pedindang, Kota Pangkalpinang. Penggunaan kawasan lindung yang tidak sesuai didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang RTRW dari Kota Pangkalpinang, untuk ruang terbuka hijau atau inspeksi jalan pada area terbangun. (2 Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian penggunaan kawasan lindung di sungai Pedindang diantaranya (a ketersediaan fasilitas di sekitar sempadan sungai, (b tingkat keamanan lokasi, (c tingginya tingkat pendapatan daerah perkotaan, (d jumlah kesempatan kerja besar, dan (e kedekatan dengan tempat bekerja. (3 Distribusi ketidaksesuaian di kawasan lindung sempadan sungai ditemukan di daerah tengah arus sungai yaitu daerah pusat Kota Pangkalpinang dengan populasi yang sangat padat.

  4. Perancangan Simulasi Operasi Angkutan Batubara Berbasis Web Programming (Studi Kasus: Pendangkalan di Sungai Barito)

    OpenAIRE

    Jauhari Alafi; Firmanto Hadi; Setyo Nugroho

    2012-01-01

    Batubara di PT. ZXC diangkut dari dermaga tambang melalui Sungai Barito menggunakan tongkang untuk kemudian di transitkan ke mother vessel. Kendala yang dialami oleh tongkang adalah ketika musim kemarau level air sungai Barito turun drastis, apalagi di daerah dekat hulu sungai. Pada saat hal itu terjadi, sungai yang biasanya bisa dilewati oleh tongkang hingga kapasitas 5.000 ton, hanya bisa dilewati tongkang tersebut apabila mengurangi muatannya hingga 2.000 ton saja. Bahkan ketika pada kondi...

  5. Perancangan Simulasi Operasi Angkutan Batubara Berbasis Web Programming (Studi Kasus: Pendangkalan Di Sungai Barito)

    OpenAIRE

    Alafi, Jauhari; Hadi, Firmanto; Nugroho, Setyo

    2012-01-01

    Batubara di PT. ZXC diangkut dari dermaga tambang melalui Sungai Barito menggunakan tongkang untuk kemudian di transitkan ke mother vessel. Kendala yang dialami oleh tongkang adalah ketika musim kemarau level air sungai Barito turun drastis, apalagi di daerah dekat hulu sungai. Pada saat hal itu terjadi, sungai yang biasanya bisa dilewati oleh tongkang hingga kapasitas 5.000 ton, hanya bisa dilewati tongkang tersebut apabila mengurangi muatannya hingga 2.000 ton saja. Bahkan ketika pada kondi...

  6. KERAGAMAN JENIS IKAN DAN KEBIASAAN MAKAN DI MUARA SUNGAI MUSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Prianto

    2016-03-01

    Full Text Available Populasi ikan di suatu perairan berkaitan erat dengan keragaman jenis dan makanan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kelimpahan sumberdaya ikan berdasarkan kebiasaan makannya di muara Sungai Musi Sumatera Selatan. Pengambilan sampel dengan menggunakan pukat hela dan belad dilakukan pada bulan Maret dan Juni 2008 masing-masing pada 4 stasiun pengambilan contoh yang mewakili perairan muara Sungai Musi. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 34 jenis ikan di bagian tepi sungai dan 63 jenis di bagian tengah sungai. Ditinjau dari kebiasaan makan pada bulan Maret untuk ikan yang berada di tepi sungai diperoleh kelimpahan ikan herbivora paling tinggi (49 % dan terendah ikan yang bersifat omnivora (1 %. Pada bulan Juni kelimpahan ikan carnivora paling tinggi (50 % dan terendah ikan omnivora (1 %. Untuk jenis ikan yang berada di tengah sungai, kelimpahan ikan yang tertinggi pada bulan Maret yaitu ikan herbivora (87 % dan terendah ikan omnivora (2 %. Pada bulan Juni kelimpahan yang tertinggi yaitu ikan carnivora (57 % dan terendah ikan omnivora (0,2 %.   Fish populations in the waters is closely related to species diversity and food available. The objective of this study is to determine of species composition and abundance of fish resources based on feeding habit in the estuarin water of Musi river. Sample was taken from 4 fishing stations by using trawl and towing net (belad in March and June 2008. The results showed that there were 34 species of fish in the riverside and 63 species of fish in the middle stream. Analysis of feeding habit in March for the fishes in found riverside showed that herbivorous fish was highest 49% of total catch and the lowest was omnivorous fish (1%. While in June the carnivorous fish was highest (50% and the lowest was omnivorous fish (1%. In the middlestream the highest abundance in March was herbivorous fish (87% and the lowest (57% was omnivorous fish (2%. In June, the highest

  7. ANALISIS KONSENTRASI MERKURI (Hg DAN CADMIUM (Cd DI MUARA SUNGAI PORONG SEBAGAI AREA BUANGAN LIMBAH LUMPUR LAPINDO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R Rachmawatie

    2009-10-01

    Full Text Available Tujuan riset ini adalah untuk meneliti konsentrasi Merkuri ( Hg dan Cadmium ( Cd di  muara Sungai Porong serta menentukan tingkat pencemaran logam berat di area tersebut. Analisa statistic yang digunakan adalah  ANOVA  dan analisis regresi yang digunakan untuk menguji hubungan logam berat yang terdeteksi dengan parameter penunjang. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Cd telah melewati batasan normal di area muara. Disamping itu, Merkuri (Hg tidak terdeteksi. Rata-Rata konsentrasi Cd dari 9 stasiun adalah 0,025 - 0,075 mg/liter. Hasil ANOVA menunjukkan rata-rata konsentrasi Cadmium (Cd dari seluruh stasiun pengamatan  adalah berbeda nyata (p < 0,05. Selanjutnya, analisis regresi menunjukkan bahwa model regresi dapat menjelaskan hubungan konsentrasi logam berat Cadmium (Cd dengan beberapa parameter kualitas air  ( R2 < 70%. Kata Kunci :  Cadmium, Merkuri, muara Sungai Porong

  8. KOMPOSISI JENIS DAN BIOMASA STOK IKAN DI SUNGAI BANYUASIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Prianto

    2016-05-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan pada Maret hingga Desember 2009 di muara sungai Musi Sumatera Selatan, dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan biomasa stok sumber daya ikan di Sungai Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan. Pengambilan sampel dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu pada Maret dan Juni 2009. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode observasi lapangan pada 6 stasiun pengambilan contoh yang mewakili perairan Sungai Banyuasin. Biomasa stok ikan diduga dari hasil percobaan penangkapan dengan pukat hela. Komposisi jenis ikan di Sungai Banyuasin pada Maret sebesar 72 jenis dan Juni sebesar 81 jenis,sedangkan secara keseluruhan jumlah jenis ikan yang dijumpai di Sungai Banyuasin sebanyak 92 jenis yang terdiri dari 72 jenis ikan, 1 coelenterata dan 19 jenis krustacea (udang dan kepiting. Hasil tangkapan dengan menggunakan pukat hela diperoleh data hasil tangkapan persatuan area pada Maret berkisar 10-119 kg/km2 dan Juni berkisar 4-45 kg/km2, sedangkan total biomassa ikan di perairan Sungai Banyuasin sekitar 6,1 ton pada Maret dan 17,6 ton pada Juni.    A Field study in order to investigate fish composition and biomass stock of fish resources of Banyuasin River was conducted from March to December 2009. Fish samples were collected in March and June 2009 at 6 sampling sites in Banyuasin river set up based on difference in micro habitat. Fish were collected by using mini trawl experiment and from daily record of fishermen using different fishing gears. Results indicate that fish catch in March and June was composed of 72 and 81 fish species respectively, and the total fish species record was 92 species consist 72 species of fish, 1 species of coelenterate and 19 species of crustacea. The total of biomass of fish resource in Banyuasin river was estimated about 17,6 ton in March and 6,1 ton in June.

  9. Strategi Penurunan Pencemaran Limbah Domestik di Sungai Code DIY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widodo Brontowiyono

    2015-08-01

    Full Text Available Kualitas air sungai terutama yang terletak di kawasan urban saat ini kondisinya semakin memprihatinkan. Upaya mengatasi permasalahan pencemaran air yang paling efektif adalah mencegah masuknya bahan pencemaran ke dalam badan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran limbah dometik, menganalisis potensi pencemar air yang masuk ke Sungai Code, serta menganalisis strategi pengelolaan Sungai Code untuk menurunkan beban pencemaran yang masuk dari sumber domestik. Pengambilan sampel air limbah untuk uji laboratorium dari sumber pencemar domestik untuk 12 IPAL komunal. Parameter yang dianalisis antara lain COD, TSS, dan NH 3 . Penentuan responden didasarkan pada pendekatan penentuan sampel secara acak pada wilayah tertentu (area random sampling. Analisis Data terdiri dari analisa pencemaran limbah domestik, analisis potensi sumber pencemar, serta analisis strategi penurunan bebab pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan kondisi yang baik, dimana konsentrasi outlet lebih rendah daripada inlet antara lain untuk COD di titik 2,3,4, dan 8, TSS di titik 2,3,4,5,6,11, dan 12 serta untuk NH 3 di titik 2,3,4,8, dan 9. Artinya, IPAL pada titik selain itu perlu dicek kembali optimalisasi fungsinya. Strategi sosial penurunan pencemaran limbah domestik antara lain dengan pemberdayaan masyarakat, penguatan komunitas lokal, serta optimalisasi kelembagaan formal. Kata Kunci : Limbah Domestik, Strategi Penurunan, Sungai Code, Yogyakarta.

  10. MENGENAL ARSITEKTUR LOKAL: KONSTRUKSI RUMAH KAYU DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS, PONTIANAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lestari .

    2016-12-01

    Full Text Available Keberadaan sungai Kapuas sebagai sumber kehidupan dan jalur transportasi air, memunculkan permukiman-permukiman di tepian sungai Kapuas.Rumah-rumah yang berada di pemukiman tepian sungai Kapuas umumnya didirikan langsung di tepian sungai Kapuas.Rumah tersebut sebagian besar berupa rumah kayu yang terhubung dengan gertak-gertak sebagai jalur penghubung antar rumah.Konstruksi rumah kayu ini menarik untuk diamati mengingat keadaan tepian sungai perlu diselesaikan oleh bangunan agar tetap bertahan.Tulisan ini memaparkan kontruksi rumah kayu pada salah satu kasus daerah tepian sungai kapuas. Daerah kasus yang diambil adalah Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.Dalam tulisan ini dipaparkan konstruksi kayu berdasarkan bagian-bagian rumah mulai dari pondasi, rangka, dinding, sampai atap.Terdapat beberapa tipe konstruksi pada kasus yang diteliti.Pertimbangan umum terletak pada kemudahan konstruksi, tampilan atau fasad dan lokasi keberadaan rumah   The existence of the Kapuas river as a source of life and water transportation, led to settlements growth on side the Kapuas river. The houses are located on side Kapuas river are generally directly constructed at the river. The houses  mostly made of wood which connected by wooden bridge as connecting lines between houses. Construction of wooden houseis interesting to be identifiedbecause the building must bedurable with the condition around the river. This paper describes the wooden houses construction in one case area of the Kapuas riverside. Case study is taken at Kelurahan Bansir Laut, South East Pontianak District. In this paper described the wooden construction : the foundation, frame, wall, and the roof. There are several types of construction in the cases studied. General considerations is the ease of construction, appearance or facade and location of the house. REFERENCES Abdurachman., Nurwati Hadjib. (2006. Pemanfaatan Kayu Hutan Rakyat Untuk Komponen Bangunan

  11. PENATAAN TEPIAN SUNGAI CENRANAE DENGAN PENDEKATAN EKOLOGIS DI KOTA SENGKANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Setianingsih

    2015-06-01

    Full Text Available Abstrak—Tepian Sungai adalah salah satu ruang kota yang sering dimanfaatkan sebagai wadah untuk beragam aktifitas masyarakat kota. Pemanfaatan tepian sungai sudah banyak mengalami perubahan fisik. Sehingga menyebabkan adanya perubahan nilai lingkungan yang semakin tidak teratur. Sekarang ini banyak kota-kota di Indonesia menerapkan aspek Ekologis sebagai salah satu aspek terpenting dalam sebuah perancangan sebuah ruang kota. Dengan pendekatan ekologis terhadap gagasan konsep perancangan kota yang di terapkan pada tepian Sungai Cenranae di harapkan mampu menjadi ruang kota yang berwawasan lingkungan dan memiliki nilai Eco-Sustainable pada kota Sengkang. Kata Kunci : Ruang Kota, Tepian Sungai, Ekologi Abstract— The banks of the river is one of spaces that is often used as a place for a variety of urban community activities. Utilization of the riverbank has undergone many physical changes. In order to cause a change in the environmental value increasing irregularly. Today many cities in Indonesia applying Ecological aspects as one of the most important aspects in designing of an urban space . With an ecological approach to the idea of urban design concept is applied to the banks of the River Cenranae expected to become environmentally sound urban space and has a value of Eco -Sustainable in Sengkang city Key Word : City Hall, River Bank, Ecology

  12. ANALISIS KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb DI MUARA SUNGAI PORONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Parawita

    2009-10-01

    Full Text Available Laut merupakan tempat bermuaranya semua sungai, baik sungai kecil maupun sungai besar. Pembuangan lumpur lapindo ke laut yang di alirkan melalui muara sungai Porong mengandung logam berat, salah satunya yaitu timbal. Konsentrasi timbal yang melebihi baku mutu akan berpengaruh pada efek negatif biota. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui konsentrasi timbal di muara sungai Porong. Metode yang digunakan adalah observasi, pengambila sampel dilakukan tiga kali tiap minggu pada waktu pagi hari. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa kondisi fisika kimia perairan antara lain : konsentrasi timbal di muara sungai Porong berada jauh di ambang batas dengan nilai konsentrasi timbal yaitu berkisar antara 0-0,490 mg/l, pH berkisar antara 7,6-7,7, suhu berkisar antara 30-32 0C, salinitas berkisar antara 11,3-12,3 ‰, DO berkisar antara 4,7-5,3 mg/l, dan TSS berkisar antara 482,6-926,6 mg/l. Kata Kunci : Konsentrasi, Timbal (Pb, Muara.  HEAVY METAL CONCENTRATION ANALYSIS OF LEAD (Pb IN PORONG RIVER DELTALapindo mud disposed into the sea which is piped through Porong river estuary contain heavy metals, one of which is lead. Lead concentrations that exceeded the quality standard will have the negative effects to biota. The aim of the study was to determine the concentration of lead in the Porong river estuary. The method used is observation, the samples was taken three times per week in the morning. Results of this research showed that the physical condition of the water chemistry, among others: the concentration of lead in the Porong river estuary was above the threshold value of lead concentrations ranging from 0 to 0.490 mg / l, pH ranging from 7.6 to 7.7, the temperature ranging from 30-32 oC, salinity ranged from 11.3 to 12.3 ‰, DO ranged from 4.7 to 5.3 mg / l and TSS ranged from 482.6 to 926.6 mg / l.Keywords: Heavy metals, Concentration, Lead (Pb, Delta

  13. Kandungan Beberapa Logam Berat Di Perairan Pesisir Timur Pulau Batam

    OpenAIRE

    Soetrisno, Yudhi

    2001-01-01

    Untuk mengetahui dan mengantisipati pungaruh peningkatan berbagai kegiatan di pulau Batam terhadap kandungan logam berat di perairan pesisir timur pulau Batam yang sebagiannya diperuntukan bagi pengembangan pariwisata dan rekreasi maka penelitian ini dilakukan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa berdasarkan beberapa paramater logam berat yang dikandungnya seperti Cr, Pb dan Cd, perairan pantai pesisir timur pulau Batam secara umum tidak memenuhi persyaratan untuk pengembangan pariwisata dan r...

  14. Keragaman Genetik Ganoderma Spp. dari Beberapa Tempat di Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Suryanto, Dwi; Andriani, Siskha; Nurtjahja, Kiki

    2010-01-01

    Sebanyak 12 isolat jamur Ganoderma spp. dari beberapa tempat di Sumatera Utara berhasil diisolasi. Berdasarkan ciri-ciri morfologi, 12 isolat tersebut termasuk dalam 5 spesies, yaitu Ganoderma applanatum, G. tsugae, G. lucidum, G. bonninense, dan Ganoderma sp. Analisis genetika semua isolat termasuk isolat G. lucidum DXN dengan amplifikasi rDNA menggunakan primer internal transcribed spacer, ITS1 dan ITS4 menghasilkan fragmen tunggal dengan ukuran sama besar sekitar 600 pb.

  15. Hotel Bisnis di Tepian Sungai Kapuas

    OpenAIRE

    Liunardy, Yulia

    2015-01-01

    Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan tempat tinggal juga meningkat, begitu pula dengan hotel. Hotel merupakan tempat tinggal sementara sejumlah orang yang memiliki kepentingan tertentu seperti berwisata, berbisnis maupun dengan tujuan lainnya di tempat tertentu. Saat ini banyak Perusahaan yang melakukan investasi dengan membangun hotel di Kota Pontianak, baik hotel berbintang maupun melati. Metode yang digunakan adalah pendataan dari literatur dan studi lapangan, didapatkan bahwa...

  16. Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh untuk Ekstraksi Parameter Laju Erosi-sedimentasi di Daerah Aliran Sungai Grindulu, Pacitan

    OpenAIRE

    Wijayanti, Dessy Ayu; Gunawan, Totok

    2017-01-01

    Sungai Grindulu merupakan sungai yang mengalami fenomena sedimentasi yang mana menyebabkan kapasitas sungai menurun dan dapat menyebabkan banjir di Kota Pacitan. Erosi permukaan dapat dihitung menggunakan rumus Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE). Erosi total diketahui berdasarkan hasil prediksi laju erosi permukaan ditambah dengan erosi yang terjadi di tebing dan dasar sungai. Metode yang digunakan untuk memprediksi jumlah hasil sedimen adalah metode Sediment Delivery Ratio (SDR). S...

  17. PENGARUH FLUKTUASI TINGGI MUKA AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DI SUNGAI DAN RAWA MAHAKAM HULU KALIMANTAN TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamaluddin Kasim

    2015-12-01

    Full Text Available Beberapa penelitian menyebutkan bahwa fluktuasi tinggi muka air (TMA dapat mempengaruhi hasil tangkapan ikan di perairan sungai dan rawa namun tidak terhadap semua jenis ikan.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil tangkapan jenis ikan sungai dan rawa sungai Mahakam yang mendapat pengaruh fluktuasi TMA dan jenis ikan yang tidak mendapatkan pengaruh langsung oleh fluktuasi TMA. Data mengenai hasil tangkapan ikan yang berasal dari alat tangkap pancing dan jaring diperoleh melalui enumerator di Tempat Pendaratan Ikan (TPI Selili Kota Samarinda pada periode 2007-2012, sedangkan nilai rata-rata Tinggi Muka Air (TMA DAS Mahakam secara bulanan diperlukan sebagai salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap hasil tangkapan beberapa jenis ikan sungai dan rawa. Data dianalisis dengan metode regresi linear sederhana dan penentuan perbedaan hasil tangkapan pada musim hujan, peralihan dan kemarau dilakukan dengan Analysis of Variance (ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah hasil tangkapan ikan berkorelasi kuat (r=0,7 terhadap Tinggi Muka air (TMA dengan arah hubungan negatif atau berkebalikan, yakni semakin tinggi nilai TMA maka hasil tangkapan semakin rendah. Jenis ikan sungai dan rawa seperti patin, nila, sepat siam (Trichogaster pectoralis, lais dan betok (Anabas testudineus merupakan jenis ikan yang hasil tangkapannya dipengaruhi secara signifikan (P0,05 oleh fluktuasi TMA.   Some studies have showed that water level fluctuation may have a significant correlation to the catch of several commercial fish target in inland fishery and does not influence directly the cath of some commercial fish. This study aimed to determine which species are directly influenced and such species not inluenced by water level fluctuation for its catches. Catch data obtained from hand line and gill net are recorded by enumerators at Fish Landing Sites of Selili, Samarinda during the period of 2007-2012, while the data of surface water

  18. BIODIVERSITAS IKTIOFAUNA DI MUARA SUNGAI KUMBE KABUPATEN MERAUKE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Norce Mote

    2017-04-01

    Full Text Available Abstrak Salah satu sumberdaya hayati perairan muara yang penting adalah jenis-jenis ikan. Muara sungai Kumbe adalah daerah estuari yang memainkan peran strategis bagi kelangsungan sumber daya ikan di Kabupaten Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis ikan di Muara Sungai Kumbe Kabupaten Merauke. Pengambilan sampel ikan dilakukan selama bulan Februari hingga Juli 2016 pada tiga stasiun pengamatan. Alat tangkap yang digunakan adalah jaring insang berukuran 1; 1,5; 2 inci dan pukat pantai. Sampel ikan yang diperoleh di lapangan diawetkan dengan formalin 10%. Parameter biologi yang diamati adalah kekayaan jenis, indeks keragaman (H’, indeks kemerataan (E dan indeks dominansi (C. Hasil penelitian diperoleh kekayaan jenis berkisar 24─38 jenis; H’= 2,993,51; E= 0,97─1,22. Indeks keragaman jenis dan kemeretaan cukup tinggi dan ikan yang mendominasi setiap stasiunnya bervariasi. Ikan penghuni perairan pesisir hingga muara sungai yang bersubstrat pasir, lumpur, berbatu dan tergolong memiliki distribusi yang luas adalah Nibea saldado, Pennahia macrocephalus, Hilsa kelee dan Mugil dussumieri, sedangkan ikan penghuni muara sungai dengan substrat pasir berbatu adalah Kurtus gulliveri. Abstract One of the important aquatic biological resources at estuarine is the various kind of fish. Estuarine of Kumbe River is an area which plays a strategic role for the survival of fish resources in Merauke. The aims of this study are to determine the diversity of fish species in the estuary of Kumbe River at Merauke regency. The fish sampling was carried out during six months i.e. between February and July 2016 at three observation stations. There were two fishing gears used in this research, which were gill-nets with mesh size 1; 1.5; 2 inches and beach seine. Fish samples obtained in the field were preserved by using 10% formalin. Biological parameters measured were species richness, diversity index (H', evenness index (E and dominance

  19. Kajian Kualitas Airtanah Bebas antara Sungai Kuning dan Sungai Tepus di Kecamatan Ngemplak, Yogyakata, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aris Sutardi

    2017-04-01

    Full Text Available Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sleman telah menempatkan banyak tekanan pada sumber daya air. Perkembangan ini berkembang pesat ke daerah pedesaan termasuk Ngaglik, Ngemplak dan Kalasan Kecamatan. Oleh karena itu, studi tentang kualitas air di daerah ini penting. Daerah antara Sungai Kuning dan Sungai  Tepus merupakan daerah yang ideal untuk melakukan penelitian ini saerah ini meliputi 3 kecamatan yaitu: Ngaglik, Ngemplak dan Kalasan. Dalam penelitian ini, parameter untuk menilai kualitas air terbatas pada 4 parameter: Nitrat, Nitrit, Amoniak dan Fosfat. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2015, pengambilan sampel purposive dipilih untuk mengumpulkan besar sampel air tanah. Penggunaan lahan dan kegiatan lain yang dianggap dapat menyebabkan polusi air seperti pertanian, catel, dan limbah domestik. Sampel dianalisis di laboratorium untuk menentukan konsentrasi Nitrat, Nitrit, amoniak dan fosfat. Secara total, 23 sampel dikumpulkan. Selama kerja lapangan, tabel air diukur untuk menghasilkan peta flownet. Peta flownet ini akan digunakan untuk menganalisis potensi pencemaran air tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nitrat, Nitrit, amoniak, dan fosfat yang bervariasi. Kontaminasi Nitrat dan Nitrit dalam air tanah masih di bawah standar sebesar 10 mg / L untuk Nitrat dan 0,06 mg / L untuk Nitrit sementara amoniak dan fosfat berada di atas standar sebesar 0,02 mg / L untuk amoniak dan 0,2 mg / L untuk fosfat. Tingginya jumlah amoniak ini disebabkan oleh kegiatan peternakan ayam sementara fosfat disebabkan oleh penggunaan pemupukan fosfat di daerah pertanian padi. Distribusi kualitas air tanah di daerah itu bervariasi berdasarkan penggunaan lahan, kegiatan orang dan aliran air tanah. Air tanah potensial pencemaran dilakukan berdasarkan aliran air tanah. Hasilnya menunjukkan bahwa daerah atas (utara memiliki konsentrasi yang lebih rendah dari Nitrat, Nitrit, amoniak dan fosfat. Daerah pertengahan, di mana sebagian besar peternakan ayam dan

  20. MOTIVASI PEKERJA PADA BEBERAPA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Andi

    2004-01-01

    Full Text Available The role of worker motivation is very important in improving construction productivity. In order to increase the motivation, it is essential for management to understand needs of the workers as well as factors motivating and demotivating. This paper aims to determine the needs level, motivators, and demotivators of construction workers in Surabaya based on Maslow and Herzberg’s theories. For the methodology, the study conducted a questionnaire survey, and 263 workers participated in the survey. It is found out that the workers are still at the physiological needs level. Good salary and safety programs are two most important motivators for workers, whereas two most important demotivators are bad treatment by supervisor and insufficient material availability. The paper discusses the findings and proposes solutions to increase workers motivation. Abstract in Bahasa Indonesia : Motivasi kerja memiliki peranan yang penting dalam peningkatan produktifitas dalam industri konstruksi. Untuk dapat meningkatkan motivasi kerja pekerja perlu diketahui kebutuhan pekerja pada saat ini, serta pemahaman motivator dan demotivator pekerja oleh supervisor. Berdasarkan latar belakang ini, penelitian ini ditujukan untuk menentukan tingkat kebutuhan, motivator dan demotivator pekerja konstruksi. Untuk tujuan tersebut digunakan dua teori motivasi, yaitu teori Maslow dan teori Herzberg, dan dilakukan survei di beberapa proyek konstruksi di Surabaya dengan menggunakan kuesioner. Secara keseluruhan, 263 orang pekerja berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja konstruksi di Surabaya masih berada pada level physiological needs. Upah yang baik dan program keselamatan kerja yang baik menempati posisi tertingi sebagai motivator bagi pekerja. Sedangkan demotivator terpenting bagi pekerja adalah perlakuan yang buruk oleh atasan dan ketersediaan material yang kurang baik. Makalah ini membahas hasil yang didapatkan dan memberikan beberapa

  1. UPAYA PEMBINAAN MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN BRIKET ARANG CANGKANG SAWIT SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR DI KECAMATAN SUNGAI BAHAR KABUPATEN MUARO JAMBI

    OpenAIRE

    Haryanto, .; Bakar, Abu; Muis, Lince

    2015-01-01

    Sungai Bahar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia. Secara ekonomi kecamatan Sungai Bahar mempunyai nilai strategis karena merupakan suplayer komoditi kelapa sawit. Di Sungai Bahar yang dikenal dengan perkebunan kelapa sawit menghasilkan minyak sawit. Kebun dan pabrik kelapa sawit menghasilkan limbah padat dan cair dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Serat dan sebagian cangkang sawit biasanya terpakai untuk bahan bakar boiler yang pemanfaata...

  2. Hubungan Ukuran dan Kemampuan Muat Kapal Pukat Cincin Kecil pada Beberapa Daerah di Sulawesi Utara

    OpenAIRE

    Pamikiran, Revols DCh

    2013-01-01

    Kapal pukat cincin kecil merupakan kapal ikan yang umum digunakan untuk menangkap ikan pelagis kecil pada beberapa lokasi perairan di Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sesama dimensi ukuran utama dan antara dimensi ukuran utama dengan kemampuan muat pada 41 sampel kapal pukat cincin yang tersebar di beberapa lokasi di Sulawesi Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara dimensi utama kapal pukat cincin memiliki model persamaan B=1,855+1,149L dengan...

  3. Pengaruh Arus Terhadap Muatan Padatan Tersuspensi Di Muara Sungai Kalimas, Surabaya

    OpenAIRE

    Togatorop, Ice Trisnawati; Atmodjo, Warsito; Widada, Sugeng

    2015-01-01

    Sedimentasi terjadi tiap tahun di perairan pelabuhan Muara Sungai Kalimas walaupun telah dilakukan pengerukan pada area dermaga, namun jumlah sedimentasi yang terjadi tiap tahun selalu lebih besar dari sebelumnyasehingga akan mengganggu transportasi laut dari Surabaya sampai Madura dan proses bongkar muat di dermaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi padatan tersuspensi dan pengaruh arus terhadap sebaran muatan padatan tersuspensi sehingga dapat memberikan informasi kep...

  4. TINGKAT KEMATANGAN MANAJEMEN PROYEK: SURVEI DI BEBERAPA TEMPAT DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Fuad Bay

    2005-01-01

    Full Text Available This paper presents the results of a pilot survey aimed at ascertaining the level of project management maturity in Indonesian companies. Kerzner’s Level 2 assessment tool was used, which basically assesses maturity levels throughout the various phases of an organization’s project management life cycle. This study compare maturity of current situation and expectation of 70 respondents working in 6 different types of organizations in Indonesia. Differences were identified between types of organisations, with the Financial Institutions, Consultants and Manufacturers belonging to a group with higher current maturity scores, while Consultants, Manufacturers and Service Providers belonging to a group with higher expected future maturity scores. There were no significant differences between the results for the various stages of the project life cycle. The results indirectly confirm that the organisations of the participants of the survey are less effective/excellent than they could be. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menyajikan hasil survei awal yang bertujuan untuk menentukan tingkat kematangan perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menggunakan metodologi manajemen proyek. Alat ukur yang digunakan adalah Kerzner Tingkat 2, yang mengukur tingkat kematangan melalui berbagai tahapan dari siklus manajemen proyek sebuah organisasi. Studi ini membandingkan tingkat kematangan saat ini dan harapan di masa mendatang terhadap 70 responden yang bekerja di enam jenis organisasi di Indonesia. Hasil survei menunjukkan adanya perbedaan antara berbagai jenis organisasi. Institusi financial, konsultan dan industri barang termasuk dalam kelompok yang nilai kematangannya lebih tinggi untuk kondisi saat ini, sedangkan konsultan, industri barang dan industri jasa termasuk kelompok yang mengharapkan kematangan lebih tinggi di masa mendatang. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kematangan pada berbagai tahapan pada siklus proyek. Hasil

  5. Perancangan Simulasi Operasi Angkutan Batubara Berbasis Web Programming (Studi Kasus: Pendangkalan di Sungai Barito

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jauhari Alafi

    2012-09-01

    Full Text Available Batubara di PT. ZXC diangkut dari dermaga tambang melalui Sungai Barito menggunakan tongkang untuk kemudian di transitkan ke mother vessel. Kendala yang dialami oleh tongkang adalah ketika musim kemarau level air sungai Barito turun drastis, apalagi di daerah dekat hulu sungai. Pada saat hal itu terjadi, sungai yang biasanya bisa dilewati oleh tongkang hingga kapasitas 5.000 ton, hanya bisa dilewati tongkang tersebut apabila mengurangi muatannya hingga 2.000 ton saja. Bahkan ketika pada kondisi level air terrendah, tongkang-tongkang tidak bisa melaluinya sama sekali. Berdasarkan hasil simulasi, skenario terbaik bagi PT. ZXC dalam mencapai target penjualan sebesar 2,5 juta ton adalah dengan tetap mengoperasikan seluruh tongkang yang ada pada saat terjadi pendangkalan, meskipun tongkang tidak dapat berlayar dengan muatan penuh. Karena total biaya untuk opsi 1 (tidak ada pengangkutan pada saat sungai dangkal adalah sebesar Rp 81.046.464.410, sedangkan total biaya untuk opsi 2 (ada pengangkutan pada saat terjadi pendangkalan adalah Rp 55.091.040.758.

  6. PREVALENSI TUMOR DAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Oemiati

    2012-07-01

    Dampak Penyakit Tidak Menular khususnya penyakit kanker terhadap ke-tahanan sumber daya manusia sangat besar karena selain merupakan penyebab kematian dan kesakitan juga menurunkan produktivitas. Angka kesakitan dan kematian tersebut sebagian besar terjadi pada penduduk dengan sosial ekonomi menengah ke bawah. Di Indonesia penyakit kanker merupakan urutan ke 6 dari pola penyakit nasional. Setiap tahunnya 100 kasus baru terjadi diantara 100.000 penduduk. (7 Meningkatnya pengguna rokok (57 juta orang, konsumsi alkohol, kegemukan atau 0 besitas dan kurangnya aktifitas fisik/olahraga juga berperan dalam peningkatan angka kejadian kanker di Indonesia. (8 Kanker merupakan penyakit dengan penyebab multifactor yang terbentuk dalam jangka waktu yang lama dan mengalami kemajuan melalui stadium yang berbeda-beda. (9 Faktor nutrisi merupakan salah satu aspek yang sangat penting, yang kompleks dan sangat dikaitkan dengan proses patologis kanker. Secara umum total asupan berbagai lemak (yaitu tipe yang berbeda-beda dari makanan yang berlemak bisa dihubung-kan dengan peningkatan insiden beberapa kanker utama misalnya kanker payudara, colon, pro stat, ovarium, endometrium dan pancreas. (10, 11 Disamping itu obesitas juga meningkatkan risiko untuk kanker dan aktivitas fisik merupakan determinan utama dari pengeluaran energi akan mengurangi risiko. (12 Faktor gaya hidup antara lain merokok, diet, konsumsi alcohol, reproduksi (hamil, menyusui, umur pertama menstruasi, menopause, obesitas dan kurangnya aktivitas fisik diduga sebagai kontributor utama per-tumbuhan kanker. Dari kajian literatur terlihat beberapa faktor risiko penyakit kanker antara lain; merokok dan faktor gaya hidup (khususnya konsumsi sayur dan buah serta aktivitas fisik merupakan faktor risiko kanker. (14 Hal ini diperjelas dengan per-nyataan Ray (2005 yang mengatakan bahwa asupan buah dan sayur yang tinggi akan menurunkan risiko kanker. (15. Alkohol adalah faktor risiko untuk tumor dan saluran pencemaan atas, kanker

  7. STRATEGI PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN SEMPADAN SUNGAI (Studi Kasus : Kali Surabaya di Kecamatan Driyorejo dan Wringinanom Kabupaten Gresik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suprapti Suprapti

    2014-11-01

    Full Text Available Menurut Ecoton (2014, di Kecamatan Driyorejo dan Wringinanom Kabupaten Gresik sepanjang kanan kiri Kali Surabaya terdapat lebih dari 1.000 bangunan permukiman, tempat usaha dan sarana umum yang dibangun secara permanen di atas sempadan Kali Surabaya. Sementara itu Dinas Pengairan Provinsi jawa Timur mengidentifikasikan di sepanjang Kali Surabaya yang melewati Kecamatan Wringinanom dan Driyorejo terdapat 1.191 bangunan yang dibangun di daerah sempadan sungai. Di antaranya adalah pembangunan gudang dan ruko City Nine di Desa Cangkir Kecamatan Driyorejo dan pembangunan perumahan yang menggunakan alat berat yang memakan sempadan Kali Surabaya di Desa Cangkir Kecamatan Driyorejo. Dalam Keppres Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 63.PRT/1992 tentang Garis Sempadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan bekas Sungai; serta Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 Tentang Sungai; dilarang membangun gedung di dalam daerah sempadan sungai, karena menyebabkan penyempitan sungai yang bisa berujung terjadinya bencana banjir. Pelanggaran terhadap pemanfaatan sempadan sungai terjadi karena lemahnya pengendalian dan pengawasan yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini sebagai pengelola sempadan sungai adalah Balai besar Wilayah Sungai (BBWS Brantas yang merupaan kepanjangan tangan dari Kementrian Pekerjaan Umum yang berwenang mengelola Kali Brantas dan Kali Surabaya. BBWS tidak aktif melakukan pemantauan terhadap pelanggaran dan tidak memiliki komitmen kuat dalam penegakan hukum secara tegas sehingga terjadi pelanggaran pemanfaatan sempadan sungai seperti sekarang. BBWS kurang koordinasi dan sosialisasi kepada Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Kota dan Pemerintah Desa yang dilalui Kali Surabaya sehingga seolah-olah Kali Surabaya menjadi kawasan tanpa pengelola. Pelanggaran terhadap pemanfaatan sempadan Kali Surabaya merupakan bentuk pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang. Dalam

  8. SITUS “KOTO RAYO” DAN KEARIFAN TRADISIONAL DI TEPI SUNGAI TABIR JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pahrudin -

    2013-04-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini, penulis  membahas  ‘Koto Rayo’, sebuah pemukiman kuno di sisi Sungai Tabir, Jambi sebagai sebuah budaya dan kearifan lokal. Penelitian difokuskan pada nilai kearifan lokal yang dimiliki masyarakat dalam kaitan dengan situs ini. Hasil penelitian dan pembahasan memunculkan fakta-fakta sebagai berikut. Pulau Sumatera memiliki peradaban tinggi di masa lalu, khususnya melalui Kerajaan Sriwijaya yang mengontrol dan mendominasi seluruh pulau ini dan sebagian besar wilayah Asia Tenggara. Salah satu wilayah Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatera adalah Jambi, yang dahulu memiliki banyak Kerajaan Melayu. ‘Koto Rayo’ yang terletak di sisi Sungai Tabir ‘mungkin’ salah satu peradaban yang berhubungan dengan sejarah Kerajaan Melayu Jambi dan atau Kerajaan Sriwijaya di masa lalu. Situs ini mempengaruhi beberapa perilaku kearifan lokal pada masyarakat sekitar dalam wujud perilaku yang tegas dalam melestarikan lingkungan dan menjaga warisan budaya. Kearifan lokal ini penting untuk meminimalisir efek negatif globalisasi.The objective of this study is to discuss ’Koto Rayo’, an ancient settlement on the side of Tabir river, Jambi as a culture and local wisdom. The study focused on the value of local knowledge in the communities in connection with this site. Data was collected through observation, interviews and document analysis. The results and discussion led to the following facts. The island of Sumatra has a high civilization in the past, particularly through the kingdom of Srivijaya that controls and dominates the entire island and most of the Southeast Asia region. One of the kingdom of Srivijaya in Sumatra is Jambi, which once had many Malay kingdom. ’Rayo Koto’ located on the side of Tabir river is ’probably’ one of civilization associated with the history of the Malay kingdom of Srivijaya kingdom of Jambi in the past. This site affects some local

  9. SEBARAN KANDUNGAN LOGAM BERAT Cd PADA SEDIMEN DI MUARA SUNGAI WAY KUALA BANDAR LAMPUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diky Hidayat

    2012-05-01

    Full Text Available Penelitian penentuan penyebaran konsentrasi logam berat Cd pada sedimen di muara sungai Way Kuala telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat penyebaran konsentrasi logam berat pada sedimen di muara tersebut. Konsentrasi Cd ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA, dengan menggunakan empat validasi metode yaitu batas deteksi, presisi, akurasi, dan linieritas. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat Cd dalam sampel sedimen di hulu, badan, dan hilir dari muara sungai Way Kuala berada dalam kisaran 20.73 ± 0.18 sampai 23.00 ± 0.81 ppm diatas kualitas standar sedimen (0.65 sampai 2.49 ppm yang telah ditetapkan oleh National Sediment Quality Survey USEPA pada tahun 2004. Validasi metode pada penentuan logam berat Cd dalam sedimen menunjukkan presisi dengan nilai simpangan baku relatif lebih kecil dari 5% (RSD <5%; akurasi 80-120%; batas deteksi dan koefisien korelasi pada logam Cd sebesar 0.01 dan 0.998.

  10. PENDEKATAN METODE SEDIMENT DELIVERY RATIO UNTUK MENGETAHUI TINGKAT KEKRITISAN BEBERAPA SUB DAS DI KALIMANTAN SELATAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KESESUAIAN PERIKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sumarni Sumarni

    2016-06-01

    Full Text Available Pendekatan Metode Sediment Delivery Ratio adalah salah satu metode untuk dapat menentukan tingkat kekritisan Sub DAS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran erosi yang terjadi, Sebaran tingkat kekritisan dan hubungan kadar muatan sedimen dengan kebutuhan perikanan di beberapa Sub DAS Kalimantan Selatan. Hasil analisis kualitas air terhadap total padatan tersuspensi (TSS menunjukkan bahwa laju sedimentasi (pengendapan tertinggi terletak pada daerah Sub DAS Sungai Kusan dengan kisaran sekitar 2918,22 ton/hari dan terendah terletak pada daerah Sub DAS Pelaihari dengan kisaran sekitar 0,64 ton/hari. Dengan demikian kandungan TSS yang tidak berpengaruh terhadap kepentingan perikanan terdapat pada Sub DAS Pelaihari dengan nilai TSS sebesar 16 mg/l. Sediment Delivery Ratio Method approach is one method to determine the degree of criticality subzone. The purpose of this study was to determine the amount of erosion that occurs, the critical level of distribution and relationship levels of sediment load to the needs of fisheries in some subzone South Kalimantan. The results of water quality analysis of total suspended solids (TSS showed that the rate of sedimentation (precipitation is the highest in Sub-watershed area Kusan with a range of about 2918.22 tons / day and the lowest is subject subzone Pelaihari with a range of about 0.64 tons /day. Thus the content of TSS that do not affect the interests of fisheries are at subzone Pelaihari with TSS value of 16 mg/l.

  11. UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR AKIBAT PENAMBANGAN EMAS DI SUNGAI KAHAYAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mrs. Heriamariaty

    2012-02-01

    Full Text Available The absence of Public Mining Area and continued use of mercury is responsible for the illegal gold mining and water pollution in Kahayan river. Efforts must be made to avoid and overcome environmental impact by strengthening coordination in central and regional level; empowering local community; and imposing sanction as law enforcement method. Belum adanya Wilayah Pertambangan Rakyat serta penggunaan merkuri mendorong terjadinya penambangan emas tanpa izin dan pencemaran air di Sungai Kahayan. Untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran ini diperlukan koordinasi di tingkat pusat dan daerah; penyuluhan dan pendekatan di bidang sosial, ekonomi, budaya, hukum, dan teknologi; serta penegakan hukum secara tegas melalui penerapan sanksi.

  12. Hubungan Pembangunan Industri Pelancongan Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Beberapa Negara Utama ASEAN.

    OpenAIRE

    Othman, Redzuan; Salleh, Norlida Hanim Mohd

    2008-01-01

    ABSTRAK Penulisan ini bertujuan mengkaji corak hubungan antara pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan industri pelancong di beberapa negara utama ASEAN iaitu Malaysia, Thailand, Singapura dan Indonesia. Khususnya kajian cuba menguji hipotesis sama ada perkembangan industri pelancongan sebagai perangsang kepada pertumbuhan ekonomi (tourism-led economic growth - (TLG) atau pertumbuhan ekonomi sebagai perangsang kepada perkembangan industri pelancongan (economic growth-led tourism – GLT). Un...

  13. GAMBARAN SWAMEDIKASI PENGGUNAAN TANAMAN OBAT DI DESA SUNGAI GAMPA ASAHI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratih Pratiwi Sari

    2016-10-01

    Full Text Available Medicinal plants, known as herbal remedies have been used since time immemorial for generations to self medication. Self medication is an attempt self-medication using drugs, traditional medicine, or the traditional way without the guidance of experts. One of the villages in Barito Kuala who still use medicinal plants to swamedikasi is Gampa Asahi River. The purpose of this study is to determine the public's knowledge about medicinal plants for self medication village Sungai Gampa Asahi District of Rantau Badauh Barito Kuala.. This research is a descriptive research with data retrieval methods using non-probability sampling with simple random sampling technique. The study involved 178 respondents to the time of data collection starts from May 10 to July 2 2016. Data collection was conducted in the form of interviews with respondents and fills observation sheet. The results of this study in the form of recap the data 12 kinds of medicinal plants used by the people of Sungai Gampa Asahi, while 12 plants it is jackfruit Dutch/soursop, hibiscus, ginger, turmeric, starfruit, guava, bamban, continued life , continued veins, aloe vera, tamarind and lime. Then the dose used was dose tradsional the piece/pieces, grain, serimpang and taste. The reason for the use of traditional medicine with medicinal plants based on the sequence that is: trust, cost, environment and past knowledge.

  14. AKUMULASI CADMIUM (CD PADA IKAN WADER MERAH (PUNTIUS BRAMOIDES C.V, DI SUNGAI KALIGARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R. Prabowo

    2016-11-01

    Full Text Available Kadmium merupakan bahan beracun yang menyebabkan keracunan kronik pada manusia, maka tingkat maksimun yang diperbolehkan di perairan adalah 0,01 mg/L (PP No 82 Th 2001 Tentang Kualitas Air. Penelitian ini bertujuan (1 mengidentifikasi gambaran umum kualitas air Sungai Kaligarang, (2 Mengidentifikasi konsentrasi logam berat Kadmium (Cd di Sungai Kaligarang, serta (3 mengidentifikasi akumulasi logam berat Cd pada ikan wader merah (Puntius bramoides C.V yang hidup di Sungai Kaligarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasi eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kandungan logam berat Cd pada air dan ikan wader merah di Sungai Kaligarang. Penentuan lokasi pengambilan sampel secara purposif sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan berupa Suhu, pH, BOD, DO di Sungai Kaligarang tidak melebihi baku mutu berdasarkan mutu air penggolongan kelas I. Parameter logam berat Cd dalam air tidak melebihi aturan yang ditetapkan PP Nomor 82 Th 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kadar logam berat yang terkandung pada ikan wader merah masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan baik dari FDR New Zealand, FAO, Serta SNI. 7387.2009, Tentang Batas Maksimum Cemaran logam Berat Dalam Pangan.Cadmium is a toxic substance that causes chronic poisoning in humans and the maximum permissible level in the water is 0.01 mg / L. (Th Government Regulation No. 82 of 2001 on water quality. This study aimes to (1 identify general description of Kaligarang water quality, (2 heavy metalconcentrations of Cadmium (Cd in Kaligarang river and (3 identifying Cd accumulation of heavy metal in red Wader fish. This research is an observational exploration with a quantitative approach that aims to describe the level of heavy metal Cd in water and wader in Kaligarang. The location is determined by sampling study with purposive sampling. The result shows that the environmental parameters

  15. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Berbasis Pesantren di Kabupaten Hulu Sungai Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surya Supi

    2015-11-01

    Full Text Available Pesantren are widely spread in Indonesia reaching to the most remote areas, hence have the potential to empower people’s economy. Pesantren are involved in fostering self sufficiency among its members as well as the general society, which makes them a potential capital for empowering people’s economy. Using the integrity and capacity to mobilize resources. Pesantren are an important source in effort to increase community production and productivity. The study focused on two Pesantren Nurul Fajri of pesantren and Kholidiyah of pesantren located in Hulu Sungai Utara Regency, as example to evaluate the interchange and interactive between Islamic institutes / school and society. Society benefit from the existence of pesantren through various services and products of its business unit which contribute to solving their economic problems, contribute to community capital through the nurturing and promoting of cooperatives and employment. In addition, in the context capacity development, pesantren education contributes to community rejuvenation and society development, instill values and norm of hardworking, diligence, commitment, which vital for harmonious human existence, self actualization, and development.

  16. BEBERAPA ASPEK PERILAKU NYAMUK Anopheles barbirostris DI KABUPATEN SUMBA TENGAH TAHUN 2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monika Noshirma

    2013-02-01

    Full Text Available Abstract Some aspects of Anopheles barbirostris behavior in Central Sumba Regency was conducted in July– October in District Umbu Ratu Nggai (Village Padira Tana which represents in mountain ecology and the district of Mamboro (Manu Wollu Village representing the coastal ecology. Both villages are selected to have high malaria cases during the past year. The objective of the study is to determine Some aspect of Anopheles barbirostris behavior in Central Sumba Regency. The result showed that the characteristics of  breeding habitats of Anopheles barbirostris in the padira tana village is in fields (both in use, not use or ready for planting and in kobakan. in Manu Wolu Village the breeding habitats are in former ponds, puddles an kobakan. The bitting activity of Anopheles barbirostris the in Padira Tana Village highest in July (MBR = 0.08 outside the house,  while in Manu Wolu Village bite out of the house in July and October (MBR = 0.04. in the Padira Tana Village and Manu Wollu village the Anopheles barbirostris is most prevalent in the cage with peak hours 11.00 pm to 04.00 am. Keyword: some aspect of vector behavior, Anopheles barbirostris Abstrak Studi beberapa aspek perilaku vektor malaria Anopheles barbirostris di Kabupaten Sumba Tengah dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Umbu Ratu (Desa Padira Tana yang mewakili ekologi pegunungan dan Kecamatan Mamboro (Desa Manu Wolu yang mewakili ekologi pantai. Kedua desa yang dipilih mempunyai kasus malaria tinggi selama satu tahun terakhir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui beberapa aspek perilaku vektor Anopheles barbirostris di Kabupaten Sumba Tengah. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik habitat perkembangbiakan Anopheles barbirostris di desa Padira Tana adalah sawah (baik yang terpakai, tidak dipakai maupun siap tanam dan di kobakan. Sedangkan di desa Manu Wolu ditemukan di bekas kolam, kubangan dan kobakan.    Kepadatan nyamuk An

  17. STATUS MORBIDITAS ANAK PASCA GEMPA DI KECAMATAN SUNGAI LIMAU KABUPATEN PADANG PARIAMAN SUMATERA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusri Dianne Jurnalis

    2009-09-01

    Full Text Available AbstrakGempa bumi yang terjadi di Provinsi Sumatera Barat, tanggal 30 September 2009 telah memporak porandakan wilayah Sumatera Barat terutama Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. Pasca gempa ini akan mempunyai efek terhadap status kesehatan masyarakat terutama anak-anak.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola penyakit pada anak pasca gempa di Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif, sampel adalah seluruh pasien anak yang berobat ke pos – pos pengobatan IDAI di Kecamatan Sungai Limau.selama 11 hari, mulai dari tanggal 6 sampai dengan 16 Oktober 2009.Sampel berjumlah 508 orang, anak perempuan (53,1% lebih banyak dari pada anak laki-laki (46,9%. Ada 5 penyakit terbanyak adalah penyakit saluran pernafasan (57,5%, penyakit kulit (13,6%, diare (12,6%, observasi demam (5,1% dan trauma (2%. Kelompok umur yang terbanyak adalah 5-10 thn (36,2% disusul oleh usia 1-5 thn (35,4%.Penyakit yang terbanyak adalah penyakit saluran pernafasan disusul dengan penyakit kulit dan diare. Ketiga penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan faktor sanitasi dan higienes, karena terbatasnya sumber air bersih, rusaknya sarana MCK.Kata kunci : morbiditas, anak, pasca gempaAbstractAn earthquake that occurred in West Sumatra on September 30th 2009 had been destroyed the city and caused so many victims, especially in Padang City and Padang Pariaman District. It will be impacted to the health state after disaster, especially in children.This study’s objective is to see the pattern of disease of the children after the earthquake in Sub-district of Sungai Limau, Padang Pariaman District, West Sumatra.A retrospective study was collected from medical record of all the children who went to “Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI” medical station in Sungai Limau sub-district during 11 days, starts from October 6th until October 16th 2009.ARTIKEL PENELITIAN121The number of sample is 508 children

  18. FAUNA IKAN SILURIFORMES DARI SUNGAI SERAYU, BANJARAN, DAN TAJUM DI KABUPATEN BANYUMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D Bhagawati

    2014-06-01

    Full Text Available Abstrak __________________________________________________________________________________________ Sebagian besar Ordo Siluriformes hidup di perairan sungai, dan kelompok ikan ini memiliki morfologi yang sangat beragam.  Suatu kajian telah dilakukan untuk mengetahui variasi morfologi, kekayaan spesies serta kelimpahan Ordo Siluriformes pada Sungai Serayu, Banjaran, dan Tajum yang melintas di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah survei eksploratif dan pengambilan sampel dilakukan secara acak kelompok, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Fauna ikan Siluriformes yang berhasil dikoleksi dari ketiga sungai adalah sebanyak tujuh spesies dan yang termasuk ke dalam familia Bagridae lima spesies, Clariidae satu spesies, serta  Sisoridae sebanyak satu spesies. Karakter morfologi yang dapat digunakan sebagai pembeda spesies pada anggota Siluriformes adalah adanya sirip lemak, perbandingan panjang sirip lemak dan sirip dubur, bentuk dan ukuran panjang sungut serta bentuk ujung sirip ekor. Secara umum keberadaan ikan Mystus nigriceps lebih melimpah dibandingkan keenam spesies lainnya.   Abstract __________________________________________________________________________________________ Most of the order Siluriformes live in river, this the fish has various morphology diversities. This study was conducted to determine the morphology variations, species richness, and abundance of the order Siluriformes in Serayu, Banjaran, and Tajum River in Banyumas. The research method used explorative survey while the sample drawing used random sampling method, then the data were analyzed descriptively. The species of Siluriformes that were collected from three rivers belong to family Bagridae (seven species; Clariidae (one species, and Sisoridae (one species.  The morphology characters that can be used to differentiate the Siluriformes member are the presence of adipose fin; the ratio of the length of adipose and anal fin; the shape

  19. HOSPES PERANTARA DAN HOSPES RESERVOIR FASCIOLOPSIS BUSKI DI INDONESIA Studi Epidemiologi F. buski di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan Tahun 2002 dan 2010

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anorital -

    2013-12-01

    Full Text Available ABSTRACT Buski intestinal worm disease (fasciolopsiosis is an endemic disease in some villages in the Hulu Sungai Utara district. Since the discovery of the case in 1982 until recently, the fasciolopsiosis prevalence has not showed a declining trend. Even in some periods it seems to rise, despite mitigation efforts continue to be implemented through various surveys, which ended with the drugs administration.Unidentified intermediate hosts and reservoir hosts is one constraint in the disease control.To determine the epidemiological cycle of F. buski, two studies were conducted by two research institutions under the Research and Development Agency in 2002 by Anorital, etal. and 2010 by Annida.Results from both studies showed that there were 3 kinds of water plants (second intermediate host consumed by communities; the lily (Nymphea alba, bird lotus(Nymphea lotus and water spinach (Ipomea aquatica which was positive of Metasercariae and Cercariae. Two of four types of freshwater snails (the first intermediate host specimens examined were positive of redia and cercariae; kalambuai snail (Lymnea sp. and flat snails (Indoplanorbis sp.. One of four animal manure specimens examined was positive of F. buski egg (found in buffalo dung. It was also found two egg specimens from chicken and alabio duck manure whichis resembled to F. buski. But in terms ofsize, it was much smaller than the egg of F. buski. Despite these positive findings, the confirmation from experienced research institutions is needed. It is expected that the Buski intestinal worm disease (fasciolopsiosis control can be conducted effectively. An in-depth study is also needed. Key words: Fasciolopsis buski, fasciolopsiosis. ABSTRAK Penyakit kecacingan buski (fasciolopsiosis merupakan penyakit yang endemis di beberapa desa di kabupaten Hulu Sungai Utara. Sejak ditemukan kasus penyakit ini pada tahun 1982 dan sampai saat ini, prevalensi fasciolopsiosis tidak menunjukkan kecenderungan menurun

  20. Kondisi habitat dan keragaman nekton di hulu Daerah Aliran Sungai Wampu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Muhtadi

    2017-04-01

    Full Text Available The study was conducted to determine the condition of the habitat and the diversity of fish in the watershed of Wampu. The habitat conditions was determined by measuring parameters of temperature, brightness, current velocity, depth, DO, pH, type of substrate, the width and the width of the river. Nekton was sampled using electrofishing units at voltage of 15 volt and 9 amperes. The characteristic of upstream watershed was large stones substrate, gravel, and sand with a fast flow and clear waters. Physical-chemical parameters of waters in the upper watersheds Wampu is still suitable for fish, crabs, and shrimp to live in good condition. A total of 15 species of fishes and one species of freshwater crab and one species of freshwater prawns were recorded during the study. There were two species of mahseer were recorded, namely; Tor soro and T. tambra. The higher diversity index (H ' was recorded in the Bahorok River with a value of 4.5 followed by Berkail River (3.45 and Landak River with a value of 2.46. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi habitat dan keragaman ikan di DAS Wampu. Pengukuran kondisi habitat dengan mengukur parameter suhu, kecerahan, kecepatan arus, kedalaman, DO, pH, jenis substrat, lebar dan lebar badan sungai. Jenis nekton ditangkap dengan alat backpack electrofishing units dimana arus listrik yang dihasilkan bersumber dari batere 15 volt dan 9 ampere. Kondisi habitat pada bagian hulu DAS  Wampu yaitu bertipe substrat batu besar, kerikil, dan pasir dengan arus yang sedang - besar serta perairan yang jernih. Parameter fisika-kimia perairan di hulu DAS Wampu masih layak dan cocok untuk habitat ikan, kepiting dan udang. Selama penelitian nekton yang terkoleksi sebanyak 15 jenis ikan dan 1 jenis kepiting air tawar serta 1 jenis udang air tawar. Pada survei ini ditemukan dua jenis ikan Tor  yakni  T. soro, dan T. Tambra. Keanekaragaman (H' tertinggi terdapat pada Sungai Bahorok dengan nilai 4,5 diikuti Sungai Berkail

  1. PENENTUAN LAPISAN AKUIFER AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI CHLUMBERGER DI DESA SUNGAI JATI KECAMATAN MATARAMAN KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinisa Hanifa

    2016-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk mencari lapisan akuifer air tanah di Desa Sungai Jati sebagai dasar dalam perencanaan dalam pembuatan sumur bor. Salah satu cara untuk mengetahui potensi keberadaan air tanah adalah melakukan pengukuran geolistrik dengan konfigurasi schlumberger. Hasil penelitian  geolistrik  konfigurasi  schlumberger  menunjukkan  struktur  lapisan batuan di Desa Sungai Jati pada titik pengukuran GL1, GL2, GL3, GL4, GL5 dan GL6  terdiri  dari  lapisan  lapuk,  batu  pasir,  lanau,  lempung,  dan  lempung gampingan karena Sungai Jati termasuk kedalam formasi Keramaian (Kak. Sebaran akuifer air tanah tersebar pada lapisan batu pasir dengan  kedalaman akuifer air tanahnya bervariasi. Hasil interpretasi diketahui tebal lapisan berkisar antara  2 – 11  meter  dengan kedalaman  sekitar  6  –  40  meter  dengan  nilai resistivitas 100 – 450 Ωm. Secara keseluruhan semakin ke bawah jenis batuanya semakin padat, lapisan ini kurang bersifat sebagai lapisan pembawa air (akuifer. Lapisan air tanah yang berpotensi untuk pembuatan sumur bor dengan kualitas dan kuantitas yang cukup baik terdapat lapisan impermeable pada bagian atas dan bawah sedangkan pada Desa Sungai Jati merupakan akuifer bebas dimana lapisan impermeable hanya terdapat pada lapisan di bawah lapisan akuifer.   Kata kunci : geolistrik, konfigurasi schlumberger, akuifer

  2. PENGELOLAAN SUNGAI BERBASIS MASYARAKAT LOKAL DI DAERAH LERENG SELATAN GUNUNGAPI MERAPI (River Management Based on Local Community in the Southern Slope of Marapi Volcano

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmakusuma Darmanto

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Dalam kehidupan manusia, ternyata ada hubungan yang saling terkait antara manusia dengan sungai. Manusia memerlukan sungai untuk mendukung keperluan dan aktivitasnya, sebaliknya keberadaan sungai juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Dalam memanfaatkan dan memelihara sungai tidak terlepas dari pemanfaatan air di dalam sungai dan alur sungainya. Dalam memgelola sungai tidak terpisahkan antara pengelolaan air sungai dan alur sungainya. Hal tersebut juga tergantung dari karakteristik sungai dan kondisi sosial budaya masyarakat. Penelitian yang dilakukan di lereng selatan Gunungapi Merapi dengan cara survei di lapangan. Data dikumpulkan dengan observasi lapangan dan wawancara dengan masyarakat. Selanjutnya dikuti dengan analisis data secara deskriptif kualitatif. Sungai sungai besar di daerah penelitian telah dikelola oleh pemerintah, sedangkan masyarakat lebih berperan kepada pemanfaatan dan pemeliharaan sungai kecil. Berbagai penggunaan dilakukan terhadap sungai-sungai kecil, untuk keperluan rumah tangga, irigasi dan perikanan. Teknik pengambilan dan pemanfaatan air dilakukan dengan cara sederhana dengan beaya yang relatif murah, tetapi tetap mengedepankan azas kebersamaan dan keadilan. Pemeliharaan terhadap alur sungai terhadap kerusakkan lingkungan dilakukan berdasarkan atas kesadaran untuk keberlangsungan lingkungan dengan yang dilakukan secara perorangan dan berkelompok. Dalam pemeliharaan dikedepankan asas kegotongroyongan tanpa mengabaikan budaya masyarakat setempat. ABSTRACT In human life, there was a relationship between human activities with rivers. Humans need rivers to support their need and their activities; otherwise the existence of rivers can also be affected by human activities. The management of river cannot be separated from managing water in the river and its channels. It also depends on rivers characteristics as well as social and culture of the community. This research was conducted in the southern slopes of

  3. Studi Angkutan Sedimen Sudetan Pelangwot-Sedayu Lawas Sungai Bengawan Solo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chandra Murprabowo Mudjib

    2013-12-01

    Full Text Available Sungai Bengawan Solo merupakan salah satu sungai terpanjang di Indonesia yang mengalir mulai dari area hulu di Kabupaten Wonogiri dan Ponorogo hingga ke area hilir di Kabupaten Gresik. Perubahan fungsi lahan di area hulu dan peningkatan debit yang melalui Sungai Bengawan Solo membuat banjir terjadi di area hilir sungai yakni di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Gresik. Sudetan Pelangwot sepanjang 13 km merupakan saluran yang dibuat untuk mengurangi debit banjir yang terjadi dengan mengalirkannya ke laut Jawa. Namun dikarenakan pendangkalan yang terjadi akibat sedimentasi, kapasitas Sudetan Pelangwot dalam mengalirkan debit menurun. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa sedimentasi yang terjadi pada sudetan Pelangwot dengan menggunakan program bantu HEC-RAS 4.1.0 Konsep yang digunakan dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah dengan memodelkan Sudetan Pelangwot menggunakan program HEC-RAS 4.1.0 kemudian melakukan simulasi aliran sudetan untuk mengetahui sedimentasi yang terjadi. Dari hasil simulasi yang dilakukan dengan menggunakan program HEC-RAS 4.1.0 diketahui perkiraan volume sedimentasi yang terjadi di sudetan selama musim penghujan dari tanggal 1 Desember 2010 hingga 21 Mei 2011 adalah sebesar 325.030,23 m3. Agradasi terjadi di sebagian besar penampang sudetan sedangkan degradasi hanya terjadi di beberapa titik. Kantong sedimen dapat dibuat sebagai upaya pengendalian sedimen pada dasar saluran sudetan di tiga titik yang berbeda dengan kapasitas total 175.875 m3.Pemeliharaan kantong sedimen dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan melakukan pengerukan pada kantong sedimen.

  4. Analisa Persediaan Material Pada Proyek Pembangunan Jembatan Sungai Brantas Di Ruas Tol Kertosono-Mojokerto

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titis Wahyu Pratiwi

    2014-09-01

    Full Text Available Proyek Pembangunan Jembatan Sungai Brantas merupakan tahap dari pelaksanaan proyek Jalan Tol Kertosono-Mojokerto dimana jalan tol ini akan terhubung dengan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto. Dalam pelaksanaannya, proyek ini dibangun diatas lahan yang sempit dengan luas lahan sisi utara 5.219 m2 dan sisi selatan 5.105 m2 sehingga tidak terdapat ruang yang cukup untuk menyimpan material dalam jumlah yang besar, selain itu terdapat material yang mengalami keterlambatan kedatangan sehingga berpengaruh pada biaya persediaan proyek. Oleh karena itu diperlukan suatu analisa persediaan material dengan menggunakan teknik lot sizing (penentuan jumlah pemesanan pada metode Material Requirement Planning (MRP. Dengan metode ini dilakukan pengolahan data berupa biaya pesan, biaya simpan dan jumlah kebutuhan material guna memperoleh jumlah pesanan yang optimal dengan biaya persediaan minimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik lot sizing dalam analisa persediaan material yang menghasilkan biaya persediaan material paling minimum pada Pembangunan Jalan Tol Kertosono – Mojokerto. Metode Material Requirement Planning (MRP yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan mendasar yaitu perhitungan kebutuhan kotor (explosion, perhitungan kebutuhan bersih (netting serta perhitungan jumlah pemesanan (lotting. Pada tahapan lotting digunakan empat teknik lot sizing yaitu Lot for Lot, Economic Order Quantity (EOQ, Period Order Quantity (POQ dan Part Period Balancing (PPB. Dari hasil analisa MRP yang dilakukan, didapat bahwa teknik lot sizing yang membentuk biaya persediaan minimum untuk semua material pada pekerjaan Pile Cap P2, P2’, P1 dan P1’ yang meliputi Bekisting, Besi D 16, Besi D 19 dan Besi D 32 serta Beton K 350 adalah teknik Lot for Lot.

  5. POLA PENGELOLAAN SANITASI DI PERKAMPUNGAN BANTARAN SUNGAI CODE, YOGYAKARTA (Pattern of Sanitation Management in Code Riverside Settlements, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atyanto Dharoko

    2005-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Bantaran Sungai Code merupakan wilayah pusat kota Yogyakarta yang dipenuhi oleh perkampungan padat penduduknya. Sistem kehidupan masyarakat kampung bantaran Sungai Code sudah terintegrasi dengan kehidupan sosial ekonomi masyarakat kota Yogyakarta. Permasalahan yang muncul adalah rendahnya kualitas intrastruktur terutama fasilitas sanitasi karena kendala terbatasnya kemampuan ekonomi masyarakat dan bentuk topograti yang terjal. Akhirnya sungai merupakan tujuan pembuangan akhir limbah sanitasi lingkungan tanpa proses terlebih dahulu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola sanitasi komunal lebih dapat diterima oleh masyarakat dari pertimbangan sosial, ekonomi dan kondisi lingkungan yang terjal. Di masa mendatang sistem ini perlu dijadikan dasar pengembangan teknis sistem sanitasi bantaran sungai untuk memperoleh sustainability yang tinggi.   ABSTRACT Code riverside is part of central business district in Yogyakarta composed by densely populated kampungs. Community way of life in the kampungs have been successfully integrated with social-economic of the urban community. The crusial problem faced by the community is lack of infrastructure facilities especially sanitation. This situation is very much related to social-economic constraints of the community and topographical situation as fisical constraints. Finally, sanitation disposals have to be discharged into Code River without pre processing. The study concludes that communal sanitation system becomes the most acceptable system based on socio-economic and topographical constraints. In the future communal sanitation system may become a basic technical considerations to develop sanitation system in the riverside settlements and to achieve sustainability.

  6. AKUMULASI KROMIUM (Cr PADA DAGING IKAN NILA MERAH (Oreochromis ssp. DALAM KARAMBA JARING APUNG DI SUNGAI WINONGO YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RI Handayani

    2015-07-01

    Full Text Available Sungai Winongo merupakan salah satu sungai penting di Yogyakarta, karena berperan dalam menunjang dan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan logam berat kromium (Cr pada air dan daging ikan nila merah di Sungai Winongo Yogyakarta serta mengetahui kelayakannya untuk dikonsumsi. Penelitian menggunakan rancangan eksplorasi dengan metode survai, dengan penetapan pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Random Sampling. Metode analisis uji kandungan logam berat Cr pada air dan ikan nila merah menggunakan AAS. Konsentrasi Cr pada air di Sungai Winongo Yogyakarta adalah 0,0213 mg/L, nilai ini masih berada di bawah ambang batas yang sudah ditetapkan PPRI No. 82 Tahun 2001 yakni  sebesar 0,05 mg/L. Pada ikan nila merah diketahui akumulasi tertinggi pada stasiun 1 sebesar 10,2265 mg/Kg; kemudian pada stasiun 3 dan 2 sebesar 9,81075 mg/Kg dan 9,2245 mg/Kg. Nilai ini melebihi baku mutu yang sudah ditetapkan oleh Dirjen POM 1989 yakni sebesar 2,5 mg/Kg. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan Cr dalam air masih di bawah ambang batas. Ikan nila merah di sungai Winongo sudah mengakumulasi Cr di atas ambang batas, sehingga tidak layak konsumsi.Winongo river is one of the important rivers in Yogyakarta because this supports and fulfils the people’s needs. The purpose of this study was to determine the heavy metal content of Cr in water and red tilapia fish meat captured in Winongo Yogyakarta and to know whether the meat is edible or not. The study design was used exploration design with survey method, in which the determination of sampling was using purposive random sampling. Method of test analysis of heavy metals Cr in water and red tilapia was using AAS. Chromium concentration in water of Winongo river was 0.0213 mg/l, this value remains below the threshold set by PPRI No. 82 year 2001 which was 0.05 mg/L, the highest accumulation of Cr in red tilapia meat was at station 1 i.e. 10

  7. BIOLOGI REPRODUKSI IKAN SUMPIT (Toxotes microlepis Gunther 1860 DI PERAIRAN SUNGAI MUSI SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Komang Suryati

    2015-12-01

    Full Text Available Kegiatan penangkapan ikan sumpit sebagai ikan hias secara terus menerus di SungaiMusi oleh para nelayan akan mengakibatkan penurunan populasi ikan tersebut. Ikan sumpit termasuk ikan yang bernilai ekonomis tinggi, harganya di pasaran Rp 150.000,-. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui aspek biologi reproduksi ikan sumpit sebagai salah satu informasi untuk mendukung pelestarian ikan sumpit agar populasi ikan sumpit tetap terjaga. Penelitian dilakukan pada setiap bulan sejak Juni hingga Oktober 2011. Pengambilan sampel Ikan sumpit dilaksanakan di Perairan Sungai Musi dari Borang sampai Sungsang. Hasil penelitianmenunjukkan rasio kelamin antara ikan jantan dan ikan betina terjadi ketidakseimbangan dimana rasio kelamin ikan jantan jauh lebih banyak dibandingkan rasio kelamin ikan betina (2:1. Rata-rata nilai Indeks Gonad Somatik ikan sumpit berkisar antara 4,27±1,27. Nilai dari fekunditas ikan sumpit betina secara keseluruhan berkisar 6.655-72.726 butir/individu. Kisaran diameter telurnya antara 0,27 – 0,95 mm. Ukuran pertama kali matang gonad pada panjang total 134,97 mm untuk ikan jantan dan 116,31 mm untuk ikan betina. Fishing activity of archer fish as ornamental fish continuously in Musiriver by fisher will decrease it population. The price is Rp 150.000,-/fish in market so that Archer fish has high economy value. Therefore it was necessary to study the reproductive biology of archerfish that may be used as a reference for better management in order to achieve stability of its population. The research was conducted every month from June to October 2011 in downstream ofMusiriver South Sumatera. Result of this research showed that proportion between male and female were not equal (2:1. Gonad Somatic Index of archer fish values ranged 4,27 ± 1,27 and the fecundity of the female is estimated between 6655 to 72726 eggs. The average diameter of mature egss ranged form 0.27 to 0.95 mm. Length of first

  8. KAJIAN GEOMORFOLOGI UNTUK PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI OYO, GUNUNGKIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karmono Mangunsukardjo

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan geomorfologi dalam perencanaan penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai Oyo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Arahan perencanaan penggunaan lahan didasarkan pada kelas kemampuan lahan dengan satuan medan sebagai satuan evaluasi dan acuan petanya. Satuan medan yang disusun atas satuan bentuklahan, lereng, dan tanah, sedangkan untuk penentuan kelas kemampuan lahannya ditambang dengan factor batu di permukaan, airtanah, dan genangan. Evaluasi kemampuan lahan dilakukan dengan cara matching antara karakteristik lahan dalam setiap satuan medan terhadap persyaratan kelas kemampuan lahan dengan menggunakan system informasi geografis (SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan medan yang disusun berdasarkan kerangka dasar geomorfologi mampu memberikan penilaian kemampuan lahan dan arahan penggunaan lahan. Satuan medan pegunungan structural-denudasional (SP, perbukitan structural-denudasional (SB, mempunyai kelas kemampuan lahan VI, sehingga tidak boleh dimanfaatkan dan seharusnya dijadikan lahan konservasi. Satuan medan lain yang mempunyai kelas kemampuan lahan IV seperti SBk, KD, KDt dapat dimanfaatkan untuk pertanian sangat terbatas. Satuan medan yang berkelas kemampuan lahan III adalah FT, SI, KDa, dan KLb yang memungkinkan untuk lahan pertanian terbatas. Erosi dan sifat tanah merupakan faktor kendala lahan pertanian pada satuan medan dengan kelas kemampuan lahan III.

  9. PELAKSANAAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR PT. VIZI UTAMA MANDIRI (VUM DI JORONG SUNGAI KUNYIT, KAB. SOLOK SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yesi Herlina

    2014-06-01

    masyarakat Jorong Koto Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Penentuan informan dilakukan secara Snowbolling Sampling. Cara mengumpulkan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan prorgam CSR yang dilakukan perusahaan ada dua;pertama, program fisik, dimana perusahaan memberi bantuan untuk pembukaan jalan baru, bantuan perbaikan jalan masyarakat, bantuan bencana, bantuan untuk sarana olahraga, bantuan tempat ibadah, dan bantuan rutin setiap bulan. Kedua, program non fisik yaitu: penyuluhan kesehatan dan pelatihan kewirausahaan. Bantuan pembukaan jalan baru, mempermudah akses transportasi masyarakat. Bantuan perbaikan jalan masyarakat, perbaikan jalan yang rusak di daerah perumahan warga Jorong Koto Sungai Kunyit dan jalan sekitar Nagari Sungai Kunyit, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang lancar. Bantuan bencana, PT. VUM memberi bantuan seperti: mengeluarkan alat berat, memberi uang, memberi alat perkakas dapur, dan lain-lain. Bantuan sarana olahraga, diberikan apabila tempat-tempat olahraga semestinya untuk direnovasi agar kesejahteraan masyarakat lebih baik. Bantuan tempat ibadah, memberikan sumbangan serta bantuan kepada rumah ibadah setempat, dengan tujuan meningkatkan ibadah dan pengetahuan agama masyarakat. Bantuan rutin setiap bulan, penerapan bantuan rutin setiap bulan ini diberikan kepada seluruh KK yang ada di Jorong Koto Sungai Kunyit dan Jorong Sungai Sungkai, untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat

  10. PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT YANG BERMUKIM DI KAWASAN BANTARAN SUNGAI TERHADAP PENURUNAN KUALITAS AIR SUNGAI KARANG ANYAR KOTA TARAKAN (Influence of The Behavior of Citizens Residing in Riverbanks to The Decrease of Water Quality in The River of Karang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Puspita

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Data Status Lingkungan Hidup Daerah Kota Tarakan menyatakan bahwa kualitas air Sungai Karang Anyar Kota Tarakan yaitu parameter COD, amoniak dan TSS tahun 2010-2013 melebihi baku mutu. Penurunan kualitas air tersebut disebabkan oleh perilaku masyarakat yang bermukim di kawasan bantaran sungai. Pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan gabungan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kuantitatif antara lain digunakan untuk teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan menghitung status mutu air Sungai Karang Anyar menggunakan metode Indeks Pencemaran. Metode kualitatif antara lain digunakan untuk observasi, wawancara mendalam kepada swasta dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian yaitu perilaku masyarakat yang membuang air limbah domestik langsung ke sungai mempengaruhi parameter COD melebihi baku mutu karena air limbah yang dibuang terdapat busa sabun berasal dari buangan air cucian. Air limbah domestik yang dibuang langsung ke sungai berasal dari sisa memasak sehingga diduga menyebabkan amoniak juga melebihi baku mutu. Perilaku masyarakat yang tidak mengolah kotoran ayam dapat mempengaruhi parameter amoniak melebihi baku mutu karena kotoran ayam membusuk dan mengalir ke sungai. Perilaku masyarakat yang mengambil tanah dari bukit/gunung tidak mempengaruhi parameter TSS karena dipengaruhi mengambil tanah dari bukit/gunung dilakukan pada curah hujan menurun/kemarau. Perilaku masyarakat yang menambang pasir di sungai mempengaruhi parameter amoniak melebihi baku mutu karena air limbah domestik yang organik dan kotoran ayam membusuk yang telah tertimbun lama di dasar sungai akan terangkat. Perilaku masyarakat yang menambang pasir di sungai tidak mempengaruhi parameter TSS karena kegiatan menambang pasir tidak dilakukan setiap hari dan bergantung pada curah hujan. Sebagai kesimpulan adalah tidak semua perilaku masyarakat yang bermukim dan berkegiatan di kawasan bantaran sungai mengakibatkan penurunan kualitas air sungai.   ABSTRACT

  11. KAJIAN TINGKAT ERODIBILITAS BEBERAPA JENIS TANAH DI PEGUNUNGAN BATURAGUNG DESA PUTAT DAN NGLANGGERAN KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Ashari

    2013-01-01

    Full Text Available Erosi sebagai salah satu proses dalam geomorfologi dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah kepekaan erosi tanah (erodibilitas tanah. Antara satu jenis tanah dengan jenis tanah lainnya memiliki kepekaan yang berbeda, hal ini dipengaruhi oleh kondisi masing-masing jenis tanah selama perkembangannya. Erodibilitas tanah dan laju erosi berkaitan erat dengan kondisi geomorfologi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1 mengetahui tingkat erodibilitas beberapa jenis tanah di lereng Pegunungan Baturagung, Desa Putat dan Nglanggeran, (2 membuat model prediksi besarnya erosi permukaan pada beberapa jenis tanah tersebut dengan menggunakan metode USLE, (3 menganalisis keterkaitan tingkat erodibilitas tanah dengan kondisi geomorfologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Pengumpulan data melalui survei dengan melakukan pengukuran dan pengamatan variabel erosi pada setiap satuan lahan. Selain data primer yang diperoleh dari survei juga digunakan data sekunder. Tingkat erodibilitas tanah dan prediksi erosi ditentukan dengan perhitungan formula USLE, selanjutnya hasil yang diperoleh dideskripsikan dengan sudut pandang geomorfologi-tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan (1 erodibilitas beberapa jenis tanah di di lereng Pegunungan Baturagung, Desa Putat dan Nglanggeran bervariasi dari tingkat rendah hingga sangat tinggi. Faktor utama yang mempengaruhi dan memberikan variasi keruangan erodibilitas tanah adalah tekstur tanah. (2 erodibilitas tanah berpengaruh signifikan terhadap laju erosi permukaan. Semakin tinggi nilai erodibilitas semakin besar erosi permukaan. Laju erosi di daerah penelitian juga dikendalikan oleh faktor lain terutama lereng dan metode konservasi lahan, (3 Keterkaitan antara kondisi geomorfologi dengan erodibilitas tanah dijumpai melalui peristiwa pembentukan dan perkembangan tanah.   Kata Kunci: erodibilitas, erosi, tanah

  12. Beberapa aspek perilaku Anopheles sundaicus di Desa Konda Maloba Kecamatan Katikutana Selatan Kabupaten Sumba Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Indriaty Paskalita Bule Sopi

    2015-01-01

    Full Text Available Abstract. Konda Maloba village is one of the areas of malaria risk is high enough. Research surveys conducted in the region with cross sectional data collection. The purpose of this paper is to investigate behavioral aspect of Anopheles sundaicus in Konda Maloba Village, Katikutana District, Central Sumba Regency includes breeding sites, density, characteristics of the environment, bitting and resting activity. Data collection was conducted by human-bait collection method and resting, the detention pra-matured mosquitos and propagation mullet observation. The result showed that the characteristics of breeding habitats of Anopheles sundaicus found in water flow with density 4.1, temperature 25ºC, pH 8.8, salinity 12%, cloudy, heliophilik and biota Cambarus virilis, Poa Annua, and Sphagnum sp. Of 681 An. sundaicus was captured through outdoor landing collection (30.90%, indoor landing collection (30.40%, resting on the wall (23.20% and in the cage (15.95%. Indoor bitting activity of An. sundaicus reached a peak in November (MBR=7,21. The highest indoor man-hour density was experienced in November (MHD=0,78 during 01.00-02.00 a.m. The environmental characteristics and An. sundaicus behavior were potentially maintained malaria transmission in Konda Maloba village, South Katikutana. Keywords: behavior, vector, malaria, Anopheles sundaicus Abstrak. Desa Konda Maloba merupakan salah satu wilayah risiko malaria cukup tinggi. Penelitian survey dilakukan di wilayah tersebut dengan pengumpulan data secara cross-sectional. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran beberapa aspek perilaku An .sundaicus meliputi jenis habitat perkembangbiakan, kepadatan, karakteristik lingkungannya, aktifitas menghisap darah dan istirahat. Pengumpulan data melalui metode koleksi umpan badan orang dan istirahat, pencidukan nyamuk pradewasa dan observasi habitat perkembangbiakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik habitat perkembangbiakan An.sundaicus pada

  13. Peran Perempuan dalam Perencanaan Keluarga Responsif Gender Berbasis Agama di Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Antasari

    2016-12-01

    Full Text Available Tulisan ini judul “Peran Perempuan Dalam Perencanaan Keluarga Responsif Gender Berbasis Agama Di Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin”. Diawali dari hasil observasi dan pemikiran tentang perlunya dilakukan pengkajian lebih mendalam tentang hukum keluarga dalam kaitannya dengan hubungan relasi gender dalam keluarga pada masyarakat Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin. Agar tujuan PAR tercapai yakni: (1 agar terwujudnya keluarga yang responsive gender yakni keluarga yang telah memperhatikan kebutuhan keluarga tanpa adanya diskriminasi, (2 adanya perubahan dan perilaku/tindakan sosial langsung yang bermula dari keluarga, (3 penambahan pengetahuan mengenai situasi keluarga yang responsif gender yang terencana dan penambahan kemampuan bagi dampingan untuk mengubah situasi mereka mewujudkan keluarga yang responsif gender berbasis agama, maka program aksi riset ini dilakukan dengan menggunakan strategi dan langkah-langkah PAR. Sebagaian kecil warga dampingan sudah mulai menerapkan pengetahuan mengenai perencanaan keluarga responsif gender berbasis agama dalam keluarga mereka terutama melalui peran isteri bersama suami. This paper entitled "The Role of Women in Responsive Gender of Family Planning Based on Religion in Mulyo Rejo Village Sungai Lilin Musi Banyuasin". Starting from the observation and thought about the need to do much broader about family law in relation to gender relationships within the family in society of Mulyo Rejo village in Sungai Lilin. For the purpose of PAR achieved as follows: (1 for the realization of the family that has responsive gender, i.e families who have noticed the family's needs without discrimination, (2 the changes and behavioral / social action directly originate from the family, (3 the addition of knowledge concerning the family situation on responsive gender planned and the addition of capabilities for assistance to change their situation embodies responsive gender in family based

  14. DISTRIBUSI KARBON DI BEBERAPA PERAIRAN SULAWESI UTARA (Carbon Distribution in North Sulawesi Waters

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nasprianto Nasprianto

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Provinsi Sulawesi Utara memiliki memiliki letak strategis di mana berada di jalur pelayaran kawasan pasifik serta kawasan segitiga terumbu karang dunia. Berbagai penelitian kelautan telah dilakukan di kawasan ini, namun demikian belum ada informasi ilmiah tentang karbon laut yang sangat penting untuk memahami dinamika fluks karbon dalam kerangka mitigasi perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini untuk menyediakan informasi awal mengenai sebaran karbon di perairan Sulawesi Utara dan menganalisis potensi penyerapan dan pelepasan karbon dioksida (CO2 di beberapa perairan Sulawesi Utara. Pengukuran dilakukan secara langsung di lapangan pada parameter pCO2. Pengukuran pCO2 dilakukan di perairan Teluk Buyat, Teluk Totok, Teluk Manado, Selat Lembeh dan perairan Tongkaina. Data-data pCO2 hasil pengukuran di perairan Teluk Buyat berkisar 414,17 – 608,29 µatm, perairan Teluk Ratatotok berkisar 428,18 – 516,97 µatm, perairan Teluk Manado berkisar 385,16 – 395,52 µatm, perairan Selat Lembeh berkisar 342,90 – 492,12 µatm dan perairan Tongkaina berkisar 394,54 – 568,32 µatm. Nilai pCO2 terendah terletak di perairan teluk Manado sedangkan yang tertinggi terletak di perairan Teluk Buyat. Kisaran hasil pengukuran masih dalam batas normal pengukuran di daerah pesisir yang berkisar antara 200 – 4.600 μatm. Hasil analisis ∆pCO2 Teluk Buyat, Teluk Totok, perairan Tongkaina dan perairan Selat Lembeh berperan sebagai pelepas karbon dan untuk Teluk Manado berperan sebagai penyerap karbon.    ABSTRACT North Sulawesi has strategically located in the shipping lanes of the Pacific region as well as in the Coral Reef Triangle. Various marine researches have been done in the area, however, there is no scientific information about the ocean carbon which is essential to understand the dynamics of carbon flux in terms of climate change mitigation. The purpose of this study is to provide preliminary scientific information on the distribution of

  15. SEBARAN JENIS-JENIS MANGIFERA DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruddy Polosakan

    2016-01-01

    Full Text Available Marga Mangifera merupakan salah satu marga dari suku Anacardiaceae yang cukup penting di Indonesia. Hal ini disebabkan beberapa jenisnya merupakan sumber buah-buahan tropis andalan. Di Indonesia terdapat 19 jenis dari marga Mangifera yang tersebar di seluruh kawasan Indonesia. Beberapa diantaranya merupakan jenis-jenis endemik. Sebaran jenis Mangifera yang terbanyak berada di Kalimantan (12 jenis,Sumatera (13 jenis dan Jawa (7 jenis sedangkan yang terendah di Papua (1 jenis. Mangifera umumnya tersebar di kawasan hutan dataran rendah (0‒1000 m dpl, baik hutan primer maupun sekunder. Berdasarkan habitatnya sebaran terbanyak berada di hutan pedataran lahan kering, namun beberapa jenis antara lain Mangifera quadrifida, M. gedebe, M. parvifolia, M. havilandii dan M. caesia mampu hidup di rawa-rawa dan tepi sungai.

  16. Identifikasi Formalin pada Bakso yang Dijual pada Beberapa Tempat di Kota Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Faradila .

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakKonsumsi makanan cepat saji saat ini telah menjadi kebiasaan makan bagi masyarakat Indonesia. Salah satu makanan cepat saji yang popular adalah bakso, namun saat ini sering dijumpai penggunaan bahan tambahan non pangan di dalam bakso yaitu formalin. Penggunaan formalin sudah dilarang dalam makanan berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 1168 tahun 1999, tetapi pada kenyataannya masih ada produsen makanan yang memproduksi makanan mengandung formalin. Salah satu makanan yang sering ditemukan berformalin adalah bakso. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah terdapat formalin pada bakso yang dijual di Kota Padang. 42 sampel yang diidentifikasi diambil dari pedagang bakso gerobak, warung bakso, serta rumah makan franchise di beberapa lokasi dengan jumlah pedagang bakso terbanyak. Pemeriksaan kualitatif dilakukan dengan menggunakan Test Kit Formalin yang terdiri atas cairan pereaksi I dan serbuk pereaksi II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 sampel dari 42 sampel yang diidentifikasi dilaboratorium positif mengandung formalin (47,6%. Bedasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa hampir separuh bakso yang dijual di Kota Padang mengandung formalin.Kata kunci: Bakso, FormalinAbstractNow a days, the consumption of fast food has become an eating pattern for Indonesian. One of the most popular fast food is meatball, but today, we often found that the producents add a non food addition ingredient in the meatball that we call formalin. The use of formalin actually has been prohibited used in food based on the Peraturan Menteri Kesehatan No.1168 tahun 1999, but in fact, there are food producent that produce food with formalin. One of the food is meat ball. The objective of this research is to identifying whether there are formalin in meatballs that sold in padang. 42 samples that identified taken from mobile vendor, meatball restaurant and franchise restaurant in several locations with the greatest numbers of

  17. STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PETERNAKAN KERBAU RAWA DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alpianor Alpianor

    2017-05-01

    Full Text Available This study aims to: 1 analyze the management of swamp buffalo husbandry in Hulu Sungai Selatan, and 2 formulate the strategies for developing swamp-buffalo husbandry in Kabupaten Hulu Sungai Selatan Regency. The research was conducted in four villages, namely: Desa Bajayau Tengah in Kecamatan of Western Daha, Desa Pandak Daun, Desa Hakurung and Desa Hamayung in Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, South Kalimantan province from April to July 2016. To investigate the management of swamp-buffalo husbandry in Kabupaten Hulu Sungai Selatan, a descriptive analysis is used by interviewing the farmers and the government concerning the capacity of farmers, the capacity of facilities, and the capacity of management. To find out the strategies needed in developing swamp-buffalo husbandry in Kabupaten Hulu Sungai Selatan, the combination of strengths, weaknesses, opportunities, threats (SWOT analysis with analytical hierarchy process (AHP was applied. The management of swamp buffalo husbandry in Kabupaten Hulu Sungai Selatan in relation to the existing management capacity has not been implemented properly. The management capacity could be developed through non-formal education, such as training and counseling to farmers through the group of farmers because they were supported by a the capacity of farmers. such as age, experience and business scale which were quite good as well as the improvement of education and the farmer responsibilities; and b the capacity of facilities such as the buffalo grass feed, marketing, pretty good institutions as well as the improved buffalo seeds and the swamp- buffalo stall/latch. The strategies for swamp-buffalo husbandry in Kabupaten Hulu Sungai Selatan recommended the strategy of strengths - opportunities (SO. The strategies that can be done are to increase the population of swamp buffaloes supported by technologies for breeding, feeding, management and marketing and agro-tourism development by empowering

  18. PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP KONDISI PERAIRAN DAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI ESTUARI SUNGAI BARITO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aroef Hukmanan Rais

    2015-09-01

    Full Text Available Curah hujan mempengaruhi aktifitas penangkapan dan juga lingkungan perairanan di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh curah hujan terhadap produksi tangkapan dan lingkungan perairan estuari sungai Barito. Pengambilan sampel hasil tangkapan dilakukan oleh bantuan enumerator alat tangkap lampara, tuguk dan rawai selama 7 bulan dari bulan Maret hingga September 2012. Parameter kondisi perairan yang diambil adalah nitrit, amoniak, total fosfat, kesadahan, turbiditas, daya hantar listrik (DHL , kecerahan, oksigen, suhu, salinitas dan pH. Produksi hasil tangkap dihitung dalam nilai catch per unit effort (CPUE. Uji masing-masing parameter terhadap curah hujan menggunakan uji t, sedangkan model persamaan CPUE terhadap curah hujan dan kondisi perairan diperoleh melalui regresi berganda motode backward. Puncak musim penghujan pada saat penelitian terjadi pada bulan Maret dan pucak musim kemarau terjadi pada bulan September. Hasil uji – t pengaruh curah hujan dan parameter kondisi perairan menunjukan nilai signifikan pada parameter daya hantar listrik (DHL. Hubungan antara curah hujan dan nilai CPUE menunjukan nilai yang signifikan berbeda nyata, dimana nilai CPUE cenderung meningkat pada musim kemarau. Model regresi berganda CPUE yang terbentuk menunjukan persamaan yang signifikan terhadap parameter curah hujan dan oksigen terlarut. The influences of rainfall rate on fishing activities and the waters environment condition. This research has purpose to saw rainfall rate effect on fishing production and waters environment of Barito river estuary. Sampel of fishing result has collected by enumerator of lampara, tuguk, and rawai for 7 months, from March until September 2012. Parameters of water condition have collected are nitric, ammoniac, fosfat total, hardness, turbidity, conductivity, transparence, oxygen, temperature, salinity and pH. Fish production is showed by catch per unit effort (CPUE. Test for each water parameters and

  19. DAMPAK LINGKUNGAN PEMANFAATAN ALUR SUNGAI DI KALI BOYONG, KALI KUNING DAN KALI GENDOL (Environmental Impact of Utulization River Courses in Boyong River, Kuning River and Gendol River

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmakusuma Darmanto

    2011-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini merupakan sebagian dari hasil studi Program Doktor (S3 pada lokasi penelitian di Kali Boyong, Kali Kuning dan Kali Gendol yang merupakan sungai yang secara periodik merupakan jalur limpahan material sedimen yang berasal dari aktivitas Gunungapi Merapi. Sehingga muncul permasalahan: (a dampak erupsi terhadap fungsi alur sungai sebagai tempat menyimpan, mengalirkan dan memanfaatkan air pada wilayah yang padat penduduk dan (b pemanfaatan alur sungai untuk kegiatan penambangan sirtu dan pertanian, sehingga perlu dikembangkan model pengelolaan lingkungan alur yang dapat meminimalkan dampak yang terjadi, sehingga fungsi alur sungai tetap optimal. Metodologi yang digunakan adalah metoda survei dengan cara melakukan pengamatan lingkungan dan pengukuran profil penampang sungai, pengambilan sampel material sedimen yang kemudian dianalisis di laboratorium mengenai diameter butir, berat jenis dan warna, wawancara kepada masyarakat penambang di sekitar wilayah penelitian pada setiap penggal sungai, pengambilan gambar dengan menggunakan foto-digital dan pengumpulan data sekunder. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif pada setiap sungai dan antar sungai dengan pendekatan ekologis dan spasial. Berdasarkan kajian hasil dan pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini dan sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (a Mendasarkan pada pendekatan ekologis subDas antara hulu-tengah-hilir dan antar subDas kondisi geometrik dari faktor-faktor fisik maupun biotik relatif sama antara Kali Boyong dan Kali Gendol/ Opak sedangkan untuk Kali Kuning agak berbeda karena merupakan “lokasi antara” perpindahan waktu aktivitas Gunungapi Merapi; dan (b Pemanfaatan alur sungai oleh masyarakat sekitar lokasi maupun usaha pemerintah daerah menimbulkan gangguan kelancaran penyimpanan dan penyaluran air sungai pada alurnya dari hulu ke hilir, kegiatan tersebut adalah

  20. Analisis Karakteristik Hujan untuk Pendugaan Debit Aliran Rencana Sungai Anafri di Kota Jayapura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurfaijin Nurfaijin

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik hujan wilayah DAS Anafri, menghitung debit aliran rencana, dan mengkaji kapasitas Sungai Anafri dalam merespon pengalihragaman hujan menjadi aliran permukaan. Kajian karakteristik hujan yakni ketebalan, intensitas, dan durasi hujan dilakukan dengan analisis statistik data hujan. Analisis distribusi data hujan diasumsikan sesuai dengan Metode Gumbel, sehingga untuk menentukan hujan periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 25 tahun menggunakan persamaan Gumbel. Hujan periode ulang digunakan untuk menghitung debit aliran rencana Metode Rasional. Analisis kapasitas sungai dilakukan dengan membandingkan debit aliran rencana dalam periode ulang T dengan kapasitas sungai. Penghitungan kapasitas sungai dilakukan pada penampang PI (bagian hulu, P2,dan P3 (bagian hilir. Debit aliran rencana yang digunakan dalam analisis kapasitas sungai adalah debit aliran Q25tahun (107,478 m³/detikdan 163,726 m³/detik. Hasil analisis menunjukan bahawa, terjadinya limpasan pada penampang sungai PI dan P2 pada saat menampung debit banjir yang diketahui penyebab utamanya adalah bank full capacity kecil, maka alternat! ( penanganan yang direkomendasikan adalah peninggian tanggul sungai. Analisis kapasitas sungai menggunakan debit banjir periode ulang 25 tahun menunjukan bahwa, terjadi limpasan pada lokasi penampang PI sampai P2 dengan panjang ruas 400 m yang terjadi pada tanggul sisi kanan dan tanggul sisi kiri dengan panjang ruas 40 meter. Limpasan terjadi setinggi 0,1 m hingga 1,6 m pada tanggul sisi kanan dan 0,1 m hingga 0,3 m pada tanggul sisi kiri, sehingga peninggian tanggul yang direkomendasikan adalah setinggi 1,6 mpada sisi kanan dan 0,3 m pada tanggul sisi kiri. ABSTRACT This study aims to examine the characteristics of rainfall watershed of Anafri calculate the flow rate plan, and assess the river capacity to respond diversion of rain to be surface runoff. In this study, the analysis of rainfall

  1. KERENTANAN AIRTANAH TERHADAP PENCEMARAN DAERAH IMBUHAN PONOR DI KARST GUNUNG SEWU (STUDI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BAWAH TANAH BRIBIN) (Ground Water Vulnerability to Contamination of Swallow Holes Recharge Area at Gunung Sewu Karst (Study in Bribin)

    OpenAIRE

    Widyastuti, M.; Sudarmadji, Sudarmadji; Sutikno, Sutikno; Hendrayana, Heru

    2014-01-01

    ABSTRAK Airtanah karst merupakan salah satu sumbedaya alam yang potensial di kawasan karst Gunung Sewu. Di sisi lain, akuifer karst sangat rentan terhadap pencemaran. Sungai Bawah Tanah Bribin menjadi sumber air utama untuk masyarakat khususnya untuk mendukung kebutuhan air di musim kemarau. Tujuan pene1itian ini adalah: 1) mengetahui karakteristik daerah imbuhan ponor me1alui identifikasi variabel kerentanan (kondisi ponor, lereng, vegetasi, tanah dan batuan); dan 2) mengetahui tingkat k...

  2. ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR PADA KAPAL WISATA SUNGAI KALIMAS

    OpenAIRE

    Budianto Budianto

    2015-01-01

    Dalam mengembangkan sektor pariwisata di sungai Kalimas Surabaya, salah satu diantaranya adalah pembuatan perahu wisata sungai Kalimas. Dalam perancangan kapal wisata kalimas dengan menggunakan bahan komposit FRP (Fiber Reinforcement Plastic) yang menggunakan serat buatan alam yang tidak merusak ekosistem di sungai Kalimas dan memiliki kekuatan struktur kapal yang baik. Analisis perancangan struktur dalam perahu wisata sungai Kalimas yang menggunakan bahan FRP yang diterapkan pada analisis st...

  3. Analisis Kekuatan Struktur Pada Kapal Wisata Sungai Kalimas

    OpenAIRE

    Budianto, Budianto

    2015-01-01

    Dalam mengembangkan sektor pariwisata di sungai Kalimas Surabaya, salah satu diantaranya adalah pembuatan perahu wisata sungai Kalimas. Dalam perancangan kapal wisata kalimas dengan menggunakan bahan komposit FRP (Fiber Reinforcement Plastic) yang menggunakan serat buatan alam yang tidak merusak ekosistem di sungai Kalimas dan memiliki kekuatan struktur kapal yang baik. Analisis perancangan struktur dalam perahu wisata sungai Kalimas yang menggunakan bahan FRP yang diterapkan pada analisis st...

  4. Penaksiran Kontaminasi Logam Berat Dan Kualitas Sedimen Sungai Cimadur, Banten

    OpenAIRE

    Mulyaningsih, Th Rina; Suprapti, Siti

    2015-01-01

    Asesmen kualitas sedimen sungai dapat dilakukan melalui perhitungan indek polusi. Adanya kegiatan penambangan emas di Cikotok, ditengarai berdampak terhadap penurunan kualitas sungai Cimadur. Telah dilakukan perhitungan indeks polusi oleh logam berat Hg, As, Cr, Co dan Zn terkandung dalam sedimen Sungai Cimadur Cikotok Banten. Sampling sedimen dilakukan di 9 lokasi sampling sepanjang sungai Cimadur. Kuantifikasi logam berat dalam sampel dilakukan dengan menggunakan teknik analisis akt...

  5. INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS KECAMATAN NGORO MOJOKERTO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA KELAS X

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iin Ratih

    2015-07-01

    Full Text Available Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan untuk memperoleh fakta atau data tentang keanekaragaman jenis Makrozoobentos di DAS Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto. Pengambilan sampel dilakukan tiga stasiun dengan tiga kali ulangan untuk masing-masing stasiun. Parameter fisika yang diamati adalah kedalaman, kecerahan air, suhu air dan kecepatan arus. Parameter kimia yang diamati adalah pH, DO, BOD5, dan COD. Sedangkan parameter biologi yang diamati adalah kepadatan (D, kepadatan relatif (RD, kelimpahan (K, kelimpahan relatif (KR dan indeks keanekaragaman (H’. Keanekaragaman makrozoobentos yang ditemukan di daerah aliran sungai Brantas terdiri dari Terdapat 11 spesies yakni Anentome Helena, Hydrophilus ovatus, Berosus sp, Lumbricus sp, Macromia magnifica , Sulcospira schmidti, Parathelphusa convexa, Melanoides torulosa, Melanoides tuberculata, Corbicula fluminea, Corbicula largillierti. Indeks keanekaragaman tertinggi adalah Melanoides torulosa dan terendah adalah Berosus sp. Famili Buccinidae dengan kedalaman memiliki hubungan yang sangat kuat. Sedangkan famili Macromiidae dengan DO memiliki hubungan lemah. Hasil penelitian ini digunakan sebagai sumber belajar berupa handout materi invertebrata pada kelas X SMA IPA. Materi tersebut sesuai dengan penelitian yang memanfaatkan keanekaragaman invertebrata air di DAS Brantas untuk diidentifikasi dan dianalisis kegunaannya.

  6. KAJIAN KERENTANAN BEBERAPA JENIS IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setya Triharyuni

    2015-09-01

    Full Text Available Laut Jawa merupakan salah satu perairan dengan tingkat pemanfaatan ikan yang tinggi sehingga menjadikan stok ikan pelagis kecil di Laut Jawa telah melampaui angka potensi lestarinya. Tingginya pemanfaatan ikan ini juga berpengaruh pada keberlanjutan sumberdaya ikan. Analisis kerentanan dengan melihat nilai produktivitas dan suseptabilitas merupakan metode yang berguna untuk menentukan kerentanan karena memungkinkan adanya evaluasi baik produktivitas dan suseptabilitas stok ikan. Penilaian produktivitas dilakukan dengan melihat delapan indikator sedangkan untuk atribut susseptibilitas dengan melihat empat indikator. Kesemua indikator diberi nilai 1-3, dengan nilai 1 adalah produktivitas rendah dan Saseptibilitas rendah, nilai 2 adalah produktivitas sedang dan Saseptibilitas sedang serta nilai 3 adalah produktivitas tinggi dan Saseptibilitas tinggi. Kajian dilakukan pada beberapa ikan dominan hasil tangkapan pukat cincin. Sumber daya ikan tersebut adalah ikan siro (Ambligaster sirm, layang deles (Decapterus macrosoma, layang (Decapterus ruselli, kembung (Rastrelliger branchysoma, banyar (Rastrelliger kanagurta dan selar bentong (Selar crumenopthalmus. Index kerentanan yang didapatkan menunjukkan nilai yang lebih besar dari 1,8 untuk jenis ikan ikan siro, layang deles, layang dan kembung sedangkan ikan banyar dan selar bentong memiliki nilai 1,59 dan 1,75. Nilai kerentanan yang telah melebihi 1,8 ini mengindikasikan bahwa sumber daya tersebut merupakan sumberdaya yang tergolong rentan, sehingga diperlukan adanya pengelolaan yang tepat guna menjamin keberlanjutannya. Java sea is one of marine water with high levels of utilization of fish making small pelagic fish stocks in the Java Sea has exceeded the potential for sustainability. The high utilization of these fish also affects the sustainability of fishery resources. PSA is a particularly useful method for determining vulnerability because it permits an evaluation of both the

  7. ANALISIS EROSI DAN SEDIMEN SEBAGAI DAMPAK PERUBAHAN LAHAN DI CATCHMENT AREA SUNGAI HAURAN MENGGUNAKAN MODEL AGNPS (AGRICULTURALNON POINT SOURCE POLLUTION MODEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Astuti

    2016-02-01

    Full Text Available Sedimen yang adapada suatu aliran sungai umumnya terjadi akibat proses erosi yang berkaitan erat dengan siklus hidrologi. Beberapa parameter erosi dan sedimen adalah curah hujan, vegetasi tutupan lahan, jenis tanah dan kemiringan tanah. Catchment Area Sungai Hauran memiliki kondisi vegetasi tutupan lahan berbeda pada tahun 2005 dan 2014. Oleh karena itu perlu dilakukan penentuan nilai erosi dan sedimen terkini serta menganalisa dampak perubahan tutupan lahan tahun 2005 dan 2014 terhadap besarnya erosi dan sedimen pada satu kejadian hujan dengan data hujan yang sama. Agricultural Non Point Source Pollution Model (AGNPS adalah salah satu model terdistribusi yang dapat digunakan untuk menganalisa erosi dan sedimen dengan kejadian hujan tunggal. Pengolahan data menggunakan model AGNPS diperoleh besar erosi persatuan luas yang terjadi pada tahun 2014 sebesar 256,43 ton/ha/tahun menunjukkan tingkat erosi berat dan total sedimen sebesar 17947,79 ton/tahun (17,60 ton/ha/tahun termasuk klasifikasi tingkat sedimen tinggi. Perbandingan tingkat erosi dan sedimen karena adanya perubahan tutupan lahan tahun 2005 dan 2014 dengan input hujan 18,2 mm mengalami peningkatan total erosi persatuan luas dari 1,93 ton/ha menjadi 11,46 ton/ha dan mengalami penurunan total sedimen pada tahun 2014 dari 50,7 ton menjadi 26,15 ton.

  8. HUBUNGAN KEKERABATAN BEBERAPA POPULASI KERANG HIJAU (Perna viridis DI INDONESIA BERDASARKAN SEKUEN CYTROCROME B mtDNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Sudradjat

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kekerabatan stok kerang hijau (Perna viridis di beberapa perairan Indonesia sebagai informasi dasar bagi program pemuliaan. Sampel kerang hijau yang berasal dari populasi alam perairan Tanjung Kait, Kamal, Panimbang, Cirebon, Pasuruan, Kenjeran, dan Pangkep diambil secara acak. Amplifikasi PCR dan sekuensing mitokondria daerah cytochrome B adalah HCO (F: 5’-TAA ACT TCA GGG TGA CCA AAA AAT CA-3’ (26 bp dan LCO (R: 5’-GGT CAA CAA ATC ATA AAG ATA TTG G-3’ (25 bp. Sekuen DNA yang diperoleh digunakan untuk analisis homologi, analisis genetic distance dan analisis kekerabatan. Hasil analisis homologi susunan nukleotida berdasarkan BLAST-N terhadap sekuen mtDNA Perna viridis yang tersimpan di Genebank menunjukkan similaritas 97%. Hasil analisis didapatkan jarak genetik yang terdekat adalah populasi Tanjung Kait dengan Kenjeran sedangkan jarak genetik terjauh adalah populasi Cirebon dengan Kamal. Hubungan kekerabatan yang ditunjukkan dengan dendrogram diperoleh 2 kelompok yaitu 6 populasi membentuk satu kelompok dan populasi Cirebon membentuk kluster tersendiri. Sekuens tersebut mungkin dapat digunakan sebagai penanda dalam program breeding kerang hijau di Indonesia

  9. DISTRIBUSI PARASIT USUS PROTOZOA DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anorital Anorital

    2012-07-01

    Full Text Available The intestinal infection disease caused by protozoa: amoeba is one of the public health problem with high incidence in the community. From the research activity conducted in Hulu Sungai Utara Regency in the year 2002, to obtain of prevalence of protozoa infection from stool examination from resident in 6 villages at 3 subdistrict in Hulu Sungai Utara Regency. The research has conducted to be carry out survey parasite to the community. Sample size will be examination are 230 persons per village, so that to 6 villages will be examed as 1.600 persons. The examination directly by using lugol 2% and checked on the microscope with magnification 10x10 and 10x40. For resident which its sample stool is positive the protozoa to be given a treatment by metronidazol. From stool examination result obtained prevalence resident which are positive the amoeba intestine protozoa is Entamoeba coli 19,8%, Endolimax nana 15,8%, and Entamoeba histolityca 15,4%. While prevalence resident which are positive the intestine flagellata/B. hominis is Blastocystis hominis 25,5% and Giardia lamblia 11,6%. From 5 micro-organism on the intestine. Entamoeba histolityca, Blastocystis hominis and Giardia lamblia are cause diarrhoea because having the pathogenic. From survey ot socio-cultural, known also the resident percentage which drinking no safe water 43,3%, source of drinking water obtained from river or swamp is 67,7%, human waste disposal in river and swamp is 79,5%, and take a bath and brush the teeth with water of river and swamp is 78,6%; showing bad condition of environmental sanitation, personal hygiene, and life behavior. Good personal hygiene and environmental sanitation practices are the major factors of this disease prevention. The main principle to prevent the spreading of protozoa infection is to cut off the link of infection sources to human beings. Personal hygiene is focused on the management of individual behaviour, meanwhile environmental sanitation

  10. PENGELOLAAN TEMBAWANG SUKU DAYAK IBAN DI DESA SUNGAI MAWANG, PURING KENCANA, KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yasri Syarifatul Aini

    2017-04-01

    Full Text Available Dayak Iban Ethnic cannot be separated of interaction with the forest (tembawang as a place to fulfill of variety needs such as food source, building material, traditional medicine, traditional ceremonies, craft and so on. It is important to know all aspect about tembawang and existence. The data were collected by in depth interviews to the village officials, officials and indigenous community representative, analyze with descriptive qualitative and SWOT. Sungai Mawang Village has 15 tembawang, spacious 12.52 ha and 147 types of plants with complete stratification such as natural forests. Tembawang management is governed by customary law. Access unlimited use but require a permit customs officials. Tembawang has the function and value is very important because it is part of the tradition, culture and customs of the people, economic needs and conservation. The Dayak Iban manage tembawang in good condition, with the result that maximizing managemen and potential for achieve maximum progress. Sustainability of tembawang management needs the support of the government as the policy holder and indigenous peoples itself, besides strengthening traditional values/culture in various aspects. Keywords: Dayak Iban ethnic, management, sustainability, SWOT, tembawang 

  11. PENGARUH AKTIVITAS ANTROPOGENIK DI SUNGAI CILIWUNG TERHADAP KOMUNITAS LARVA TRICHOPTERA (Effect of Anthropogenic Activities on Trichoptera Larvae Community in Ciliwung River

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jojok Sudarso

    2013-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai besar di Propinsi Jawa Barat yang sekarang telah mengalami pencemaran organik dan kontaminasi oleh logam merkuri. Adanya pencemaran di Sungai Ciliwung dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan ekologi dari larva serangga Trichoptera. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap pengaruh aktivitas antropogenik pada Sungai Ciliwung terhadap komunitas larva Trichoptera. Pengambilan larva dilakukan dengan menggunakan jala surber dengan limakali ulangan setiap lokasi. Analisis korelasi pearson-product moment menunjukkan adanya korelasi yang kuat (r > 0,5 antara metrik biologi jumlah taksa, jumlah skor Stream Invertebrate Grade Number-Average level SIGNAL, % kelimpahan dominansi 3, dan indeks SIGNAL dengan variabel lingkungan: suhu air, coarse particulate organic matter (CPOM, kandungan oksigen terlarut (DO, konduktivitas, total padatan tersuspensi (TDS, C dan N dalam partikulat, nitrat, amonium, ortofosfat, COD, logam merkuri di air dan sedimen, indeks habitat, distribusi partikel, turbiditas, indeks kimia Kirchoff, dan indeks pencemaran logam merkuri di sedimen. Larva Trichoptera Helicopsyche, Apsilochorema, Caenota, Ulmerochorema, Chimarra, Antipodoecia, Diplectrona, Anisocentropus, Lepidostoma, Genus Hel.C cenderung dicirikan oleh tingkat pencemaran organik yang rendah, tingginya komposisi % kerikil dan CPOM, dan kondisi habitat yang minim mengalami gangguan. Sebaliknya Glososomatidae genus 1, Cheumatopsyche, Setodes, dan Tinodes cenderung lebih toleran terhadap polutan organik, rendahnya CPOM, tingginya variabel turbiditas, konsentrasi merkuri di sedimen, TDS, dan % clay.     ABSTRACT Ciliwung River is one of the major rivers in the area of West Java which is influenced by organic pollution and mercury contamination. The contamination may disrupt the ecological balance of Trichoptera insect larvae. Therefore, the aim of this study is to reveal the influence of anthropogenic

  12. Kandungan Komponen Fenolat, Kadar Fenolat Total, dan Aktivitas Antioksidan Madu dari Beberapa Daerah di Jawa dan Sumatera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ichda Chayati

    2015-03-01

    Full Text Available KANDUNGAN KOMPONEN FENOLAT, KADAR FENOLAT TOTAL, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MADU DARI BEBERAPA DAERAH DI JAWA DAN SUMATERA Study of Phenolic Compounts, Total Phenolic, and Antioxidant Activities of Monofloral Honeys from Some Areas in Java and Sumatera ABSTRACT Background. Many diseases resulted from degenerative processess which can be inhibited by antioxidant systems. Honey is one of food with antioxidant activity. Objective. This study aims to investigate antioxidant activities of several types of monofloral honey from Java and Sumatera. Method. A laboratory experimental study, conducted on 4 types of floral honeys: coffee, palm trees, cottonwoods and rambutan. Determination of phenolic compounds was performed with High Performance Liquid Chromatography (HPLC and measurement of total phenolic contents performed with Folin-Ciocalteu’s reagent. Antioxidant activity was conducted in two ways, those were by 2.2-diphenyl-1-picrylhydrasyl (DPPH free radical scavenging method and linoleic acid peroxidation method using butylated hydroxytoluene(BHT as a standard. Data were analyzed using Analysis of varian (Anova and continued with Duncan’s multiple range test (DMRT. Result. Four types of Javanese and Sumateranese honeys contained some phenolic compounds. Those are chlorogenic acid, cafeic acid, ρ-coumaric acid, ferulic acid, pinobanksin, quercetin, luteolin, pinocembrin and chrysin while the dominant fenolic compound varies between honeys. Total phenolic contents from four types of honey were between 2.000 to 4.400 ppm. The highest phenolic content was in honey from cottonwoods, but the best antioxidant activity was found in honey from coffee. Antioxidant activities were found in honey which come from the following order: coffee, cottonwoods, palm trees, and rambutan honey. Antioxidant activities did not correlated with total phenolic content. Conclusion. Javanese and Sumateranese honey contained nine active substances that varies in total

  13. Pemeriksaan Biofilm Pada Alat Pengolahan Makanan Laut Di Beberapa Tahap Pemrosesan

    OpenAIRE

    Jamilah, I.T.; Priyani, Nunuk; Nurcahya, Kiki

    2004-01-01

    biologi-jamilah Bakteri yang hidup bebas (planktonik) dalam perairan di alam akan cenderung untuk melekat ( sesil ) ke berbagai macam permukaan baik abiotik maupun biotik. Oleh IT JAMILAH ;NUNUK PRIYANI; KIKI NURCAHYA

  14. PENGUATAN INFORMASI EKOWISATA MELALUI FILM DOKUMENTER DI KELURAHAN SEI MEMPURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd. Fauzi

    2016-10-01

    Full Text Available AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mensinergikan kegiatan tri darma perguruan tinggi dengan ekowisata di kelurahan Sei Mempura dengan memberikan wawasan baru tentang penguatan informasi ekowisata melalui film dokumenter di kelurahan Sei Mempura serta menerapkan pendekatan partisipatif bagi masyarakat lokal dalam rangka penguatan informasi ekowisata melalui film dokumenter di kelurahan Sei Mempura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan beberapa tahapan. tahap pertama membuat film dokumenter di kelurahan Sungai Mempura dan mewawancarai dinas terkait. Tahap kedua membuat laporan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi ekowisata yang ada di kelurahan Sungai Mempura sangat potensial untuk dikembangkan terutama. Promosi yang terus menerus harus dilakukan, salah satunya adalah dengan pembuatan film dokumenter.Kata kunci: Ekowisata, film, penelitian AbstractThis research aimed to sinchronize the university services to the society by producing documenter film about Sungai Mempura village. This research used descriptive-qualitative by using two steps. Firstly, we produced the documenter film of Sungai Mempura village. Secondly, we made a report about the research. The result of the reasearch shown that the ecotourist in Sungai Mempura village was very potential and exotic and needed to be developed. The continuous promotion should be made and this film will give useful contribution to promote this natural richness which giving benefits to people. Keywords: ecotouris, film, research

  15. Pemberian Biochar Dari Beberapa Bahan Baku Untuk Mengurangi Pencemaran Logam Berat Cd Di Tanah

    OpenAIRE

    Sinaga, Elfride

    2017-01-01

    120301076 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis bahan baku biochar yang terbaik dalam mengurangi pencemaran logam berat Cd di tanah. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan kontrol, 3 jenis biochar dari bahan baku yang berbeda meliputi brangkasan jagung, jerami padi dan TKKS, sebanyak 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah pH H2O, pH KCl, Cd ekstrak DTPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis biochar...

  16. AKTIVITAS PENGENDALIAN MUTU JASA AUDIT LAPORAN KEUANGAN HISTORIS (Studi Kasus pada Beberapa Kantor Akuntan Publik di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulius Jogi Christiawan

    2005-01-01

    Full Text Available The objective of this study was to get the descriptive in depth and holistic the quality control activities in several CPAs%2C in Surabaya in order to answer the audit quality questioned by the audit report user. This study was a qualitative research with multiple case studies and multiple unit analysis approach. The study was focused on the competence and independence standards as well as the control procedures and its activities by partners and managers in CPA firms. There were%3A 1%29 the CPA firms face difficult in establishing independence in fact standards and objectives%2C 2%29 the CPA firms applied the professional standard to establish independence in appearance standards and objectives%2C 3%29 the CPA firms applied human resources management function to secure personnel educational competence%2C 4%29 the CPA firms applied planning%2C supervising and performance evaluating in order to obtain experience personnel%2C and 5%29 the CPA firms give strict punishment for violation of independence and competence. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan mengetahui secara mendalam %28in depth%29 dan menyeluruh tentang aktivitas pengendalian mutu audit yang terjadi di beberapa Kantor Akuntan Publik di Surabaya%2C sehingga diharapkan bisa menjawab keraguan pengguna jasa audit terhadap mutu audit yang ada di kantor akuntan publik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan multiple case study dengan multiple unit analysis. Penelitian diarahkan pada standar independensi dan kompetensi di Kantor Akuntan Publik serta aktivitas dan prosedur pengendalian oleh partner dan manajer Kantor Akuntan Publik. Penelitian dilakukan terhadap empat dari lima puluh satu Kantor Akuntan Publik di Surabaya. Hasil penelitian ini sedikitnya menunjukkan lima fenomena terkait dengan aktivitas pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. Lima fenomena tersebut adalah%3A 1%29 Kantor Akuntan Publik sulit menetapkan suatu standar%2

  17. Distribution And Metal Adsorption of Lead (Pb In Estuary Banyuasin, South Sumatra (Distribusi dan Adsorpsi Logam Timbal (Pb di Muara Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anna Ida Sunaryo Purwiyanto

    2015-09-01

    Full Text Available Muara Sungai Banyuasin merupakan wilayah penting bagi masyarakat Sumatera Selatan. Tingginya aktivitas yang terjadi, mengakibatkan muara ini menjadi rentan pencemaran, terutama logam Pb, baik pada biota maupun perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Pb dan memprediksi terjadinya adsorpsi logam Pb pada kolom perairan dan sedimen seluruh sisi dan bagian Muara Sungai Banyuasin menggunakan pendekatan pemodelan. Penelitian ini menggunakan 3 stasiun yang mewakili 3 daerah muara, yaitu bagian luar muara, tengah muara, dan bagian dalam muara, dimana pada tiap stasiun diambil 3 sampel air (permukaan air, kolom air, dan dasar perairan dan 1 sampel sedimen. Logam Pb pada sampel air dan sedimen dianalisis menggunakan AAS. Data divisualisasikan dalam bentuk peta distribusi persebaran dengan bantuan software ODV, sedangkan adsorpsi logam Pb pada perairan dimodelkan dengan menggunakan model partisi, Freundlich dan Langmuir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam Pb di Muara Sungai Banyuasin merupakan akumulasi dari aktivitas manusia pada hulu sungai dengan konsentrasi yang telah melebihi ambang batas yang ditetapkan Menteri Lingkungan Hidup. Konsentrasi logam Pb lebih tinggi pada bagian sedimen sehingga mengindikasikan bahwa memang terjadi adsorpsi logam Pb oleh sedimen. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa proses adsorpsi logam Pb tersebut berlangsung sesuai dengan asumsi Langmuir dengan dominasi fisiosorpsi. Kata kunci: distribusi, logam Pb, adsorpsi, pemodelan, Muara Sungai Banyuasin   Banyuasin River estuary is an important area for the people of South Sumatra. The high activity that occurs in this estuary resulted susceptible of pollution, especially Pb, both on water and aquatic organism. This research aims to analyze the content of heavy metals Pb and predict the occurrence of adsorption of Pb in the water column and sediments around the sides and the estuary Banyuasin using modeling approaches. This study used three

  18. Eksplorasi Beberapa Jalur Potensi Wisata Birdwatching di Bandealit, Taman Nasional Meru Betiri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung S. Kurnianto

    2013-07-01

    Full Text Available Indonesia adalah salah satu dari negara tropis dunia yang memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat tinggi. Salah satu kawasan yang memiliki biodiversitas tinggi dan dijadikan cagar alam adalah Meru Betiri. Kawasan ini tidak hanya terkenal dengan perlindungan terhadap Harimau Jawa, tetapi juga berbagai keindahan panorama alam dan lokasi hutan  hujan tropis yang masih terlindung, salah satunya adalah wilayah Bandealit. Penelitian ini bertujuan menentukan jalur strategis yang dapat disarankan sebagai jalur birdwatching di Bandealit. Pengamatan dilakukan selama dua hari, yaitu pada tanggal 16-17 Nopember 2012. Pengamatan dilakukan dengan menjelajahi jalur-jalur yang dinilai berpotensi sebagai lokasi pengembangan birdwatching. Selain itu, juga dilakukan wawancara terhadap orang-orang kunci untuk mengetahui fluktuasi jumlah spesies di kawasan, konfirmasi jenis, serta mencari informasi terkait spesies yang belum dapat ditemukan. Kami telah menentukan tiga jalur yang berpotensi sebagai jalur birdwatching, yaitu Muara Timur (jalur 1, Savana (jalur 2, dan Lintasan Satwa (jalur 3. Jalur 1 tidak direkomendasikan karena kuantitas dan kualitas spesies yang ditemukan tidak terlalu baik. Jalur 2 dan jalur 3 direkomendasikan untuk pengembangan wisata birdwatching di Bandealit. Kata kunci: Bandealit, birdwatching, jalur birdwatching

  19. STOK DAN KONDISI HABITAT DAERAH ASUHAN BEBERAPA JENIS KRUSTASEA DI SEGARAANAKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karsono Wagiyo

    2015-06-01

    Full Text Available Produksi krustasea di Cilacap menurun seiring dengan penurunan kualitas habitat. Fenomena ini dapat diungkap dengan penelitian stok krutasea dan kondisi habitatnya, untuk mengetahui; kelimpahan, laju tangkap, komposisi dan hubungannya dengan kondisi habitat. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 dengan sampling pada area dan musim yang berbeda. Hasil penelitian mendapatkan kelimpahan krustasea di Area Timur (6.865 ekor/104m3 lebih tinggi dari Area Tengah (1.023 ekor/104m3 dan Area Barat (441 ekor/104m3, Musim Timur (4.378 ekor/104m3 lebih tinggi dari Musim Peralihan II (1.174 ekor/104m3. Laju tangkap krustasea di Area Timur (1.910 gr/jam lebih tinggi dari Area Tengah (1.104 gr/jam dan Area Barat (389 gr/jam, Musim Timur (1.222 gr/ jam lebih tinggi dari Musim Peralihan II (1.046 gr/jam. Komposisi krustasea di Area Barat (71,50 % lebih tinggi dari Area Tengah (67,66 % dan Area Timur (50,68 %, Musim Timur (56,84 % lebih rendah dari Musim Peralihan II (69,72 %. Kelimpahan larva udang di Area Tengah (70.313 ekor/ 103m3 lebih tinggi dari Area Barat (13.357 ekor/103m3 dan Area Timur (18.400 ekor/103m3, Musim Peralihan I (56.861 ekor/103m3 lebih tinggi dari Musim Timur (11.186 ekor/103m3. Kondisi perairan antar wilayah dan musim menunjukan kualitas yang berbeda. Oksigen dan karbondioksida terlarut lebih baik di Area Timur dibandingkan Area Barat dan Area Tengah. Kecerahan, salinitas dan kecepatan arus di Area Timur lebih tinggi dibandingkan area lainnya. Musim Peralihan I memiliki kandungan oksigen dan pH lebih baik dari Musim Timur, salinitas dan kecepatan arus lebih rendah dari Musim Timur. Larva udang lebih menyukai tutupan mangrove tinggi sedangkan juvenil lebih menyukai jenis mangrove Rhizopora spp. Crustaceans production in Cilacap decreases with habitat degradation. This phenomenon can be revealed by crutaceans stock krutasea and its habitat conditions, to know; abundance, catch rate, composition, and its relationship with

  20. KONSUMSI MINYAK GORENG DAN VITAMIN A PADA BEBERAPA KELOMPOK UMUR DI DUA KABUPATEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sandjaja Sandjaja

    2015-12-01

    pada kelompok 12-23 bulan. Tulisan ini bertujuan mengetahui tingkat konsumsi minyak goreng dan vitamin A dari makanan yang merupakan faktor penyebab naik atau tidak naiknya status vitamin A pada enam kelompok. Studi potong lintang dilakukan di Tasikmalaya dan Ciamis mencakup total 1.594 subjek anak 6 bulan - 9 tahun, wanita usia subur, dan ibu menyusui dari keluarga miskin. Konsumsi minyak goreng dikumpulkan di tingkat rumah tangga dengan recall frekuensi pembelian dan volume yang dibeli sedangkan tingkat individu dengan recall konsumsi makanan 2x24 jam termasuk makanan yang dimasak dengan minyak goreng. Hasil penelitian sebagian besar (96,2% membeli minyak goreng curah dalam plastik, dibeli setiap 1-3 hari (70,6%, dengan volume < 250 mL (73,9%. Rerata konsumsi minyak goreng di rumah tangga 27,5+1,0 mL/kapita/hari lebih tinggi dibanding rerata konsumsi di tingkat individu 22,3+0,5 mL/kapita/hari. Konsumsi minyak goreng menurut kelompok umur berbeda signifikan dengan konsumsi untuk anak 6-11 bulan, 12-23 bulan, 24-59 bulan, 5-9 tahun, WUS, dan ibu menyusui masing-masing 2,4+0,4, 13,3+0,8, 23,0+1,0, 30,5+1,3, 33,5+1,2, 33,1+1,3 mL/hari. Kesimpulan penelitian konsumsi minyak goreng paling rendah pada anak 6-11 dan 12-23 bulan dibanding kelompoklainnya, yang memberi kontribusi tidak naiknya serum vitamin A pada kelompok 12-23 bulan, dibanding anak 6-11 bulan yang masih mendapat vitamin A dari ASI ataupun kelompok lainnya karena konsumsi minyak goreng yang jauh lebih tinggi. [Penel Gizi Makan 2015, 38(1: 1-10]Kata kunci: minyak goreng, konsumsi makanan

  1. PENGOLAHAN GULA AREN (Arrenga Pinnata Merr DI DESA BANUA HANYAR KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosidah R Radam

    2016-11-01

    Full Text Available Gula aren salah satu pemanis yang telah diproduksi oleh bangsa Indonesia sejak lama. Gula aren sebagai alternatif bahan pemanis makanan dan merupakan mata pencaharian sampingan bagi kebanyakan masyarakat di Desa Banua Hanyar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui produktivitas dan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat. Objek penelitian ini adalah pembuat gula aren. Data yang dikumpulkan terdiri dari  karakteristik responden, proses pembuatan gula aren, perhitungan produktivitas dan kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat. Produktivitas gula aren (Arenga pinnata Merr berkisar antara 0,465 Kg/hari hingga 1,137 kg/hari. Kontribusi dari pengolahan gula aren sebesar 60,48% dari pendapatan masyarakat. Tingkat kesejahteraan masyarakat termasuk dalam golongan termiskin dengan pendapatan tahunan per kapita Rp.962 919,- atau setara dengan 148 kg beras. Disarankan perlu pembentukan kelompok tani dengan tujuan keseragaman dalam harga pasar gula aren. Peningkatan kualitas dengan peningkatan bentuk cetakan, kemasan dan aneka  rasa. Sehingga produk gula aren dapat dijual di pasar modern. Palm sugar is a sweetener that has been produced by the nation of Indonesia since long ago.  Palm sugar as an alternative sweetener foodstuffs as well as an second job for most people in the Banua Hanyar village.  The purpose of this research to know the productivity and contribution to community income. The object of this research is the maker of palm sugar. Data collected as data characteristics, the process of making palm sugar, calculation of productivity and its contribution to household income. Productivity sugar palm (Arenga pinnata Merr ranged from 0.465 Kg / day up to 1,137 kg / day. Contributions from processing palm sugar by 60.48% of household income. The level of welfare including in the poorest of the poor with annual income  per capita of IDR 962 919, - or the equivalent of 148 kg of rice.  Need formation of farmer groups with the goal of

  2. PEMERIKSAAN CEMARAN PESTISIDA DALAM KOMODITI CABAl MERAH BESAR DAN CABAI MERAH KERITING DI BEBERAPA KOTA DALAM UPAYA PENETAPAN BMR (BATAS MAKSIMUM RESIDU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Mutiatikum

    2012-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian terhadap residu pestisida dalam komoditi cabai merah besar dan cabai merah keriting yang berasal dari pasar di kota Cianjur, Semarang dan Surabaya. Pengujian dilakukan menggunakan alat KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Hasil pengujian terhadap beberapa golongan pestisida kemudian dikaji kembali berdasarkan pola konsumsi cabai orang Indonesia dan dihitung BMR-nya dan dibandingkan terhadap BMR pustaka. Dari hasil pemeriksaan terdeteksi pestisida golongan organoklorin seperti lindon, aldrin, heptaklor, endosulfon. Golongan organofosfat yang terdeteksi adalah paration, klorpirifos, dimethoat, profenofos, protiofos. Golongan karbamat yang terdeteksi adalah karbofuran, sedangkan golongan piretrin tidak terdeteksi, hasil perhitungan lebih kecil dari BMR pustaka.   Kata kunci : Pestisida, cabai

  3. Pemetaan Hutan Mangrove di Estuari Sungai Andai, Manokwari Papua Barat Berdasarkan Metode Density Slicing Berbasis Citra Alos Avnir-2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christian S. Imburi

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Secara umum julat nilai spektral objek diperoleh melalui perpustakaan spektral (spectral library atau melalui pengukuran langsung di lapangan dengan alat ukur spectroradiometer, spectrometer, dan spectrophotometer, atau alat-alat sejenis yang mahal serta jarang, sehingga sulit untuk memperoleh julat nilai spektral objek tertentu. Studi tentang Metode Density Slicing Berbasis Citra ALOS AVNIR-2 Untuk Pemetaan Hutan Mangrove di Estuari Sungai Andai, Manokwari Papua Barat dilakukan dengan tujuan menghasilkan prosedur analisis perolehan julat nilai spektral melalui analis histogram band inframerah dekat ALOS AVNIR-2.  Penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan metode analisis, yakni: 1 Analisis utama untuk menghasilkan julat nilai spektral, yakni analisis histogram band inframerah dekat ALOS AVNIR-2, dan 2 Analisis tambahan untuk menjelaskan tingkat akurasi julat nilai spektral melalui: (a survei lapangan yang menghasilkan data untuk proses uji akurasi reklasifikasi metode density slicing, serta (b melakukan uji akurasi terhadap peta zonasi mangrove berbasis density slicing. Analisis tersebut dijabarkan melalui pendekatan penginderaan jauh multitingkat, dimana citra QuickBird digunakan sebagai referensi untuk masking citra ALOS AVNIR-2, dan juga untuk validasi peta hasil metode density slicing. Hasil dari penelitian ini adalah prosedur analisis perolehan julat nilai spektral dan julat nilai spektral zonasi genus mangrove.  Akurasi pemetan hutan mangrove untuk metode density slicingmenghasilkan nilai 40%. Nilai tersebut masih belum memenuhi standar ketelitian yang diharapkan. Namun demikian, penelitian ini secara keseluruhan dapat menghasilkan julat nilai spektral, dan hal ini memberikan implikasi terhadap pengembangan prosedur untuk menghasilkan julat nilai spektral objek.   ABSTRACT Generally the range of spectral value objects can be obtained through spectral library or through direct measurement in the field with measuring instrument

  4. LAJU TANGKAP, KEPADATAN STOK DAN BEBERAPA ASPEK BIOLOGI UDANG JERBUNG (Penaeus merguiensis DI PERAIRAN DOLAK, LAUT ARAFURA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Tri Hargiyanto

    2016-03-01

    Full Text Available Udang jerbung (Penaeus merguiensis merupakan salah satu komuditas ekspor dari Indonesia dan menjadi target penangkapan kapal pukat udang yang beroperasi di Laut Arafura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa laju tangkap, kepadatan stok dan beberapa aspek biologi udang jerbung yang berada di Laut Arafura khususnya di perairan Dolak. Dari 229 kali towing jumlah hasil tangkapan udang jerbung adalah 6.705 kg. Rata-rata laju tangkap udang jerbung adalah 32,2 kg/haul atau 13,4 kg/jam. Dengan menggunakan metode luas sapuan trawl diduga kepadatan udang jerbung adalah 0,19 kg tiap km2. Panjang karapas dari 630 ekor udang jerbung berkisar antara 17-53 mm dengan nilai rata-rata 29,97 mm dan bobot rata-rata 26,13 kg. Hubungan bobot dan panjang karapas udang dapat dinyatakan dalam persamaan W = 0,006L2,448, r= 0,95 dengan nilai b = 2,448. Distribusi kelamin didominasi oleh udang betina dengan perbandingan antara jantan dan betina adalah 1,00:2,08. Lima puluh persen dari udang jerbung yang pertama kali tertangkap (Lc berukuran 27,8 mm, sedangkan ukuran pertama kali matang gonad (Lm adalah 38,7 mm. Hal ini mengidikasikan udang berukuran kecil mendominasi hasil tangkapan, dimana terbukti bahwa dari total 426 sampel udang betina 75,4 % dalam kondisi tidak matang gonad. Jika penangkapan terus berlanjut tanpa kontrol maka akan terjadi penurunan populasi sumberdaya udang, sehingga perlu pengelolaan yang berkelanjutan dengan menerapkan penutupan musim dan daerah pemijahan sumberdaya udang jerbung. Banana prawn (P. merguiensis is one of the important Indonesian export commodities and the target of shirmp trawl catching in Arafura Seas. The objectives of this research were: 1. To analyze catch rate 2. estimate the stock density and3.  to study some biological aspect of Penaeus merguiensis in Arafura Seas. From a total of 229 trawl towing, amount of 6.705 kg of banana prawn was caught with an average of catch rate of 32,2 kg/houl or 13.43 kg / hr. By using swept

  5. Karakteristik Sponge Cake Berbahan Dasar Tepung Beras Merah, Hitam, dan Putih dari Beberapa Daerah di Sumatera Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuty Anggraini

    2017-12-01

    Full Text Available Pigmented rice such as red and black rice contains bioactive compound including flavonoids that can act as antioxidants. However, the use of red and black rice has not been as popular as white rice thus need to improve the utilization of these type of rice. The alternative is conducted by increasing the fiber and antioxidant intake. Red and black rice can be utilized as the main material to make sponge cake. West Sumatera had many cultivars of black, red, and white rice. The research was aimed to know the antioxidant activity, polyphenols, anthocyanin and the physical characteristics of the sponge cake from different varieties of red, black, and white rice from some areas in West Sumatra. The results showed that the sponge cake of black rice had the highest value of antioxidants, polyphenols, and anthocyanin as well as the physical characteristics compared to sponge cake of red and white rice. Sponge cake of black rice from Solok Selatan was the best product with antioxidant activity 44.94%, at a concentration 1000 ppm, total polyphenols 13.79%, and anthocyanin content 10.31 mg/l.ABSTRAKBeras berpigmen seperti beras merah dan beras hitam mengandung sejumlah komponen bioaktif, seperti senyawa flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Namun, penggunaan beras merah dan hitam belum sepopuler beras putih sehingga perlu dilakukan suatu alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan jenis beras tersebut guna meningkatkan asupan serat dan antioksidan. Beras merah dan beras hitam dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan sponge cake. Sumatera Barat memiliki banyak kultivar beras hitam, merah dan putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kadar polifenol, antosianin serta karakteristik fisik sponge cake dari berbagai varietas beras merah, hitam dan putih dari beberapa daerah di Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sponge cake beras hitam memberikan nilai antioksidan, kadar polifenol dan

  6. Konsep Pengakuan Bersalah Terdakwa Pada “Jalur Khusus” Menurut Ruu Kuhap dan Perbandingannya Dengan Praktek Plea Bargaining di Beberapa Negara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ABY MAULANA

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract: Defendant Guilty In recognition of the concept of "Special Line" According to the Criminal Procedure Code bill and Comparison With Plea Bargaining Practice in Several Countries. The concept of "Jalur Khusus" is one of the criminal justice reform substances contained in the Draft of Indonesian Criminal Procedure Code. The concept of "Jalur Khusus" is the result of the adoption of the idea/concept of plea bargaining on practices that have been popularized in the United States criminal justice system, which may encourage criminal justice to be more efficient and can avoid stacking cases (case load in court. This paper wants to explore comparisons between the theory and practice of "Jalur Khusus" in the Draft of Indonesian Criminal Procedure Code with the practice of plea bargaining are applied several countries.  Abstrak: Konsep Pengakuan Bersalah Terdakwa Pada “Jalur Khusus” Menurut RUU KUHAP dan Perbandingannya Dengan Praktek Plea Bargaining di Beberapa Negara. Konsep “Jalur Khusus” adalah salah satu substansi pembaruan peradilan pidana yang terkandung dalam RUU KUHAP. Konsep “Jalur Khusus” merupakan hasil pengadopsian ide/konsep atas praktek plea bargaining yang telah dipopulerkan dalam peradilan pidana Amerika Serikat, yang dipahami dapat mendorong peradilan pidana menjadi lebih efisien dan dapat terhindar dari menumpuknya kasus (case load di pengadilan. Tulisan ini ingin mengupas perbandingan secara teori dan praktek antara “Jalur Khusus” dalam RUU KUHAP dengan praktek plea bargaining yang diterapkan beberapa Negara. DOI: 10.15408/jch.v2i1.1840

  7. Identifikasi Serkaria Fasciolopsis buski dengan PCR untuk Konfirmasi Hospes Perantara di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Hairani

    2016-07-01

    Full Text Available Fasciolopsiasis in Indonesia is endemic in Hulu Sungai Utara District, South Kalimantan. Problems in controlling this disease is to identify the snail that acts as an first intermediate host. Fasciolopsis buski intermediate host is determined by the presence of F. buski cercariae on the conch. Identification of cercariae using microscopic method can not ensure that was F. buski cercariae, so it is necessary to use a more accurate method. Therefore, the research aimed to identify F. buski cercariae using Polymerase Chain Reaction ( PCR to confirm the cercariae species and the first intermediate host snails of F. buski. Observational studies in the field and laboratory are conducted in March-December 2014. Snail samplings were taken place at Sungai Papuyu and Kalumpang Dalam villages. Cercariae PCR analysis was done at Molecular Biology Laboratory, Faculty of Science-Lambung Mangkurat University, Banjarbaru. Our field collections found 6 snail genus: Pomacea, Bellamya, Indoplanorbis, Lymnaea, Gyraulus, and Melanoides. Three species of cercariae obtained by microscopic examination consisted of Echinostome cercariae in Lymnaea and Indoplanorbis snail, Brevifurcate-pharyngeate cercariae in Lymnaea snail, and Sulcatomicrocercous cercariae in Bellamya snail. PCR analysis showed positive result of F. buski on Echinostome cercariae samples found from Lymnaea and Indoplanorbis snail. This finding have confirmed that both snails were the first intermediate host of F. buski at our sampling sites.

  8. KAJIAN STRATEGI PROMOSI KESEHATAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM DI KELURAHAN TIRTO KECAMATAN PEKALONGAN BARAT KOTA PEKALONGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulis Indriyani

    2016-07-01

    Full Text Available Latar Belakang: Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Fenomena yang terjadi di Kelurahan Tirto masih terdapat perilaku BABS sebanyak 84 KK, perilaku buang sampah secara sembarangan (di lahan kosong dan sungai, dan mengalirkan limbah cair rumah tangga (limbah deterjen dan air bekas mandi ke sungai. Tujuan penelitian: Mengkaji secara mendalam strategi promosi kesehatan (advokasi, bina suasana, dan pemberdayaan masyarakat STBM di Kelurahan Tirto Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan. Rancangan penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan desain eksploratoris kualitatif. Hasil penelitian: Pencapaian lima pilar  STBM di Kelurahan Tirto belum maksimal yaitu pada pilar stop BABS dan pilar pengelolaan limbah cair rumah tangga secara aman. Terdapat beberapa hambatan yang mempengaruhi hasil capaian tersebut diantaranya konsistensi komitmen yang tegas belum diterapkan bagi pelaku yang mengalirkan pembuangan feses ke sungai, belum adanya pelatihan teknis STBM bagi tokoh masyarakat, metode CLTS bersifat terbatas di satu RW, dan masyarakat Kelurahan Tirto belum mengoptimalkan swadaya atau iuran secara kolektif untuk menyediakan penambahan sarana sanitasi berupa septic tank dan bak penampungan. Saran: Pertama, penerapan punishment dari Kelurahan Tirto untuk mencapai Kelurahan ODF bagi pelaku yang mengalirkan pembuangan feses ke sungai. Kedua, pertemuan untuk menjalin koordinasi antara Pemerintah Kota Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk bersama mengelola limbah cair rumah tangga secara aman. Ketiga,  pelatihan teknis STBM bagi tokoh masyarakat untuk mencapai perilaku buang air besar secara sehat di Kelurahan Tirto. Keempat, penambahan bak penampungan limbah cair rumah tangga melalui swadaya masyarakat.

  9. AKUMULASI MERKURI PADA IKAN BAUNG (Mytus nemurus DI SUNGAI KAHAYAN KALIMANTAN TENGAH (The Accumulation of Mercure on Baung Fish (Mytus nemurus in The Kahayan Rice of Central Kalimantan, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adventus Panda

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Sungai Kahayan di Kalimantan Tengah mengalami tekanan lingkungan karena adanya limbah merkuri yang berasal dari aktivitas penambangan emas tradisional. Di tempat tersebut terdapat 10a4 tempat penambangan emas sepanjang sungai dari hulu sampai hilir. Merkuri dalam sedimen sungai secara berturut-turut mengalami metilasi (methylation oleh reduksi sulfat bakteri. Riset ini merupakan studi akumulasi merkuri (FIg dalam Mytus nemurus, sedimen dan air, dari hulu ke hilir di sungai Kahayan. Total jarak dari hulu sekitar 296 km. Data dikumpulkan dari 3 lokasi sepanjang sungai. Dalam tiap lokasi tapak sampling berada di dataran baniir (floodplain. Penelitian dilaksanakan selama musim hujan. lkan ditangkap menggunakan rengge (gillnet. Penentuan metil merkuri digunakan metode modified CV-AAS (cold vapor atomic absorption spectrophotometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara sample yang diukur, akumulasi tertinggi masing-masing berada dalam sedimen sungai (0,336 mg. dikutip dengan daging M. numerus (0,303 mg.g-1 + 0.342. dan air (0.058 mg-1. Merkuri memiliki tendensi meninggi menuju hilir. Hal ini disebabkan oleh tekstur sedimen yang didominasi oleh silt. Kondisi ini berpotensi untuk metilasi. Turbiditas, arus, dan pH menyumbangkan kenaikan tingkat merkuri di hilir. Asupan merkuri mingguan yang dapat ditoleransi menurut WHO adalah 171,42 mg adalah sama dengan 24,4 mg sehari jika seseorang mengkonsumsi 100 g daging M. numerus sehari. dimungkinkan bahwa akan ada 30,3 mg.g-1 yang masuk ke tubuh. Hal ini berarti bahwa merkuri disepanjang sungai Kahayan mengancam penduduk yang mengkonsumsi ikan dari sungai tersebut.   ABSTRACT The Kahayan River of Central Kalimantan had environmental stress due to mercury waste. This waste came from the traditional gold mining activities. There were 1014 gold mining sites along the river from upstream to downstream. Mercury in river sediment was subsequently methylated by sulfated reduction bacteria. This

  10. KAJIAN KUALITAS AIR DAN SEDIMEN DASAR SUNGAI KUTAI LAMA-KAB. KUTAI KARTANEGARA SEBAGAI PERTIMBANGAN AWAL RENCANA PENGERUKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mardi Wibowo

    2017-03-01

    Full Text Available Rona lingkungan awal kualitas air sungai dan sedimen dasar sangat diperlukan sebelum dilakukan pengerukan sebagai bahan untuk memperkirakan dampak lingkungan yang muncul akibat kegiatan pengerukan. Pengambilan sampel air dilakukan dengan mengikuti Standard Method dari APHA-AWWA (1995 dan dianalisis di laboratorium dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Berdasarkan hasil analisis dan kajian ini diketahui bahwa kualitas air sungai di Kutai Lama masih tergolong baik (berdasarkan baku mutu air Kelas I PeraturanPemerintah No. 82 Tahun 2001. Beberapa parameter yang melebihi baku mutu air Kelas I PP No. 82 Tahun 2001 adalah BOD, COD, DO, Besi (Fe, deterjen sebagai MBAS. Khusus untuk kandungan logam berat semuanya masih memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan. Kualitas sedimen dasar: konsentrasi logam mangan (Mn sangat tinggi jika dibandingkan dengan konsentrasi logam-logam lainnya. Konsentrasi logam berat yang ditemukan dalam jumlah besar berikutnya adalah besi (Fe, seng (Zn, tembaga (Cu dan yang terkecil adalah timbal (Pb.Berdasarkan standar baku mutu sedimen yang dibuat oleh United State Environmental Protection Agency (USEPA dan Kementerian Lingkungan Kanada, semua konsentrasi logam-logam berat di daerah kajian termasuk dalam kategori tercemar berat.

  11. PENGARUH KONTAMINASI LOGAM BERAT DI SEDIMEN PADA KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI BEBERAPA SITU DAN WADUK DI JAWA BARAT (Effect of Heavy Metals Contamination in Sediments on The Macrozoobenthos Community in Some Small Lakes and Reservoirs

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jojok Sudarso

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK Keberadaan logam berat di ekosistem akuatik telah sering dilaporkan menimbulkan masalah ke biota perairan. Salah satu biota perairan yang memiliki resiko untuk terpapar logam berat dari sedimen adalah organisme makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh kontaminasi logam berat di sedimen pada struktur komunitas makrozoobentos yang berada di ekosistem lentik (situ dan waduk. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juni 2009 - September 2011 di beberapa situ dan waduk yang berada di Provinsi Jawa Barat dan Jakarta. Sampel makrozoobentos dikumpulkan dengan menggunakan alat Ekman grab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara indeks keanekaragaman makrozoobentos dengan kontaminasi logam arsen yang tinggi. Kontribusi logam Pb dan Cd dalam memberikan pengaruh pada indeks keanekaragaman relatif masih kecil. Keberadaan makrozoobentos Coleoptera (Simsonia sp., lintah (Placobdella sp., larva chironomid (Ablabesmyia sp., dan (Tanytarsus sp. relatif toleran dengan kontaminasi logam arsen di sedimen yang tinggi, pH dan suhu yang rendah. Penggunaan indeks keanekaragaman pada penelitian ini masih relatif sensitif dalam mencerminkan gangguan akibat kontaminasi logam berat di sedimen.   ABSTRACT Presence of heavy metals in aquatic ecosystems have been reported to cause problems in aquatic organisms. One of the aquatic organisms that have risk for exposure by heavy metals from sediments is macrozoobenthos. This paper aims to describe the influence of heavy metal contamination in sediments to the structure of macrozoobenthos communities in lentic ecosystem (small lakes and reservoirs. This study was conducted in June 2009 to September 2011 in some small lakes and reservoirs which are in West Java and Jakarta provinces. Macrozoobenthos samples were collected by using Ekman grab. The results showed that there is a low correlation index with a high diversity of macrozoobenthos contamination by arsenic. The

  12. ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR PADA KAPAL WISATA SUNGAI KALIMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Budianto

    2015-02-01

    Full Text Available Dalam mengembangkan sektor pariwisata di sungai Kalimas Surabaya, salah satu diantaranya adalah pembuatan perahu wisata sungai Kalimas. Dalam perancangan kapal wisata kalimas dengan menggunakan bahan komposit FRP (Fiber Reinforcement Plastic yang menggunakan serat buatan alam yang tidak merusak ekosistem di sungai Kalimas dan memiliki kekuatan struktur kapal yang baik. Analisis perancangan struktur dalam perahu wisata sungai Kalimas yang menggunakan bahan FRP yang diterapkan pada analisis struktur konstruksi dengan menggunakan metode elemen hingga. Dimana diterapkan dengan mampu menerima beban baik dari dalam maupun luar pada perahu wisata sungai Kalimas FRP tersebut. Kemampuan kekuatan struktur yang cukup aman diijinkan, dengan nilai tengangan bending yang masih dalam nilai dibawah 67 mPa. Dimana dalam keadaan kondisi hogging maupun sagging telah dianalisis cukup aman kekuatan pada struktur perahu wisata sungai Kalimas FRP yang dapat timbul pembebanan akibat adanya manouvering tersebut, baik secara global memanjang kapal maupun struktur lokal didudukan mesin yang merupakan fokus konsentarsi utama. Untuk Struktur lokal di dudukan mesin dimana menerima beban statis dari mesin outboard maupun beban dinamis yang ditimbulkan akibat pergerakan perahu wisata Kalimas FRP tersebut. Perhitungan dengan mekanisme pembebanan distribusi merata ataupun beban terpusat merupakan faktor utama hasil analisis perancangan struktur perahu wisata sungai Kalimas yang effisien dan efektif.

  13. PERSEPSI DAN MAKNA PERUBAHAN IKLIM TERHADAP USAHA PERTANIAN: STUDI KASUS DI DESA SUNGAI RANGAS TENGAH KABUPATEN BANJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Rozami Syahru Alam

    2016-10-01

    Full Text Available This research was aimed to explore the society perception to climate change impacts which related to agricultural activities, rice productivity and farmers’ income; to do in-depth study about farmers’ definition related with climate change; and to absorb ideas and identification to agricultural alternatives. Survey method, interview and questionnaires were conducted to samples (respondent which purposively chosen. This research was divided into three terms. At the first term, we use perceptional value test, chi square and contingentional coefficient. Second term, we applied the marker (sign test. At the final term we applied focus group discussion technique. The result showed that: perception of farmer society was climate change have impacts to their agricultural activities, so that decrease rice productivity and income, but it have small effect to farmers’ innovation effort. Climate change was already realized by farmer society in Sungai Rangas Tengah Village Banjar Regency. Agricultural alternatives for farmer society to overcome these problems, were: poultries (42.65%, non-rice agriculture (26.47%, others (marketing, handcrafter, labor (20.59%, fisheries (17.65%.

  14. KEBIJAKAN POLITIK DAN EKONOMI PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA YANG BERPENGARUH PADA MORPOLOGI BENTUK DAN STRUKTUR BEBERAPA KOTA DI JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Handinoto Handinoto

    2004-01-01

    Full Text Available Political, economic and security situation after the end of War of Java (1825 - 1830 greatly influenced the morphology (shape and structure of towns in Java. The overruling power, which grew stronger and stronger on the remote towns after the war, had caused the colonial government to appoint Bandung with a garrison in Cimahi as the 'garrison town' for the hinterland of West Java, Magelang for Central Java, and Malang for East Java. Economically, the political decision to run 'Cultuurstelsel' (Enforced Cultivation, 1830 - 1870, and the published 'Law of Land Ownership' (1870 had caused the occurrence of 'central cities of production, distribution and trade' in several regions in Java. Besides this, the increase of prosperity level due to economic development especially at the beginning of the 20th century has created resort towns in the mountainous areas in West Java, Central Java and East Java. Traces of the formation process of these towns are still visible up to now. Abstract in Bahasa Indonesia : Situasi politik, ekonomi dan keamanan sesudah selesainya Perang Jawa (1825-1830 , berpengaruh sangat besar terhadap morpologi (bentuk dan struktur kota-kota di P. Jawa. Cengkeraman kekuasaan yang makin kuat terhadap kota-kota pedalaman sesudah Perang Jawa mengakibatkan pemerintah kolonial menentukan kota Bandung dengan garnizun di Cimahi sebagai 'kota garnizun' untuk pedalaman Jawa Barat, Magelang untuk pedalaman Jawa Tengah dan Malang untuk pedalaman Jawa Timur. Sedangkan dalam bidang ekonomi keputusan politik untuk menjalankan sistim Tanam Paksa (Cultuurstelsel, th. 1830-1870, serta dikeluarkannya 'undang-undang agraria' (th.1870 mengakibatkan timbulnya 'kota sentra produksi, distribusi dan perdagangan' di berbagai tempat di Jawa. Sedangkan naiknya tingkat kemakmuran akibat kemajuan ekonomi terutama pada awal abad ke 20, mengakibatkan timbulnya 'kota peristirahatan' di daerah pegunungan di Jawa Barat, Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Jejak

  15. Beberapa Piranti Lunak Untuk Statistik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarudji Naseh

    2012-09-01

    Full Text Available Dibandingkan dengan piranti lunak untuk pengolahan kata (word processor", "spreadsheets" ataupun "database", piranti lunak untuk statistik kelihatannya kurang populer. Ketidak populerannya antara lain disebabkan oleh karena dari sekian banyak lembaga pendidikan komputer yang tersebar di seluruh pelosok negeri, kebanyakan hanya menyelenggarakan kursus DOS, Workstar, Lotus 123 dan dBase.Tulisan ini mencoba memperkenalkan beberapa paket statistik yang sering digunakan. Piranti lunak tersebut antara lain Microstat, Minitab, SPSS/PC dan BMDP.

  16. Analisis Kandungan Bakteri Fecal Coliform pada Sungai Kuin Kota Banjarmasin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deasy Ari Santy

    2017-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Sungai Kuin merupakan anak Sungai Martapura yang yang bermuara di Sungai Barito. Sungai ini terdapat di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kejadian diare tertinggi di Kota Banjarmasin terjadi di bantaran Sungai Kuin, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai kandungan bakteri fecal coliform pada sungai ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis jumlah kandungan bakteri fecal coliform di Sungai Kuin dan menganalisis cara mengatasi penurunan kualitas air Sungai Kuin akibat keberadaan bakteri fecal coliform. Data diambil sepanjang Sungai Kuin dengan panjang 3.909,00 m yang terbagi menjadi 20 segmen (10 segmen berada di bagian kanan sungai dan 10 segmen berada di bagian kiri sungai. Pembagian segmen berdasarkan panjang sungai per 390 meter, dengan sampel sebanyak 5 segmen yang mewakili segmen lainnya. Teknik analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan hasil uji laboratorium, perbandingan terhadap Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No 5 tahun 2007 dan referensi dari katalog informasi pilihan jamban sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Kuin adalah berwarna kecoklatan, dan terkadang tercium bau terutama pada saat hujan turun. Jumlah rerata kandungan bakteri fecal coliform di Sungai Kuin adalah 210/100 ml pada saat pasang naik dan 780/100 ml pada saat pasang surut. Kualitas air Sungai Kuin tidak tidak memenuhi baku mutu air minum karena kandungan bakteri fecal coliform berada di atas baku mutu 100/100 ml.  Penurunan kualitas air Sungai Kuin dapat dilakukan dengan pembangunan jamban yang sesuai dengan lingkungan perairan pasang surut. ABSTRACT Kuin River is a tributary of Martapura River, which flows into Barito River. It traverses Banjarmasin City, South Kalimantan Province. The highest diarrhea incidence in this city was found in the banks of Kuin River. Therefore, this research, focusing on fecal coliform bacteria in Kuin River, becomes necessary. Aside from analyzing the concentration of fecal coliform

  17. PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MONITORING PERKEMBANGAN MORFOLOGI DELTA SUNGAI JENEBERANG MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT MULTI TEMPORAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nursyamsi Junus

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan citra Landsat TM dan ETM+ untuk memantau perkembangan morfologi dan perubahan bentuk lahan kepesisiran yang terjadi pada delta Sungai Jeneberang selama rentang waktu 1989-2006 serta mengkaji kemampuan citra penginderaan jauh terutama citra Landsat dalam mendeteksi perubahan geomorfologi yang terjadi pada daerah delta Sungai Jeneberang. Daerah penelitian meliputi kawasan delta Sungai Jeneberang Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan. Metode perolehan data primer adalah dengan menggunakan citra penginderaan jauh time series dan diolah dengan Sistem Informasi Geografis (SIG, pengukuran di lapangan (gelombang, arus, pasang surut dan analisis sampel sedimen tersuspensi di laboratorium.  Data sekunder dikumpulkan dari Badan Meteorologi dan Geofisika berupa peta, gambar, data statistik, data meteorologi serta laporan tertulis. Analisis data dilakukan dengan integrasi antara analisis kuantitatif dan analisis deskriptif dimana data-data hasil pengukuran lapangan digunakan untuk mendukung analisis deskriptif yang didapatkan melalui interpretasi citra penginderan jauh. Pengolahan SIG akan menghasilkan peta-peta perubahan garis pantai yang terjadi pada delta Sungai Jeneberang selama rentang waktu 1989-2006. Hasil penelitian diperoleh adanya fluktuasi panjang garis pantai dan luasan delta, bentuk daratan delta secara umum tidak mengalami perubahan yakni dari tahun 1989 ke tahun 2006 yakni berbentuk multi lobate kemudian berbentuk lobate. Delta mengalami perluasan rata-rata sebesar 8,84 ha/tahun namun pada tahun 2001-2005 mengalami pengurangan luas sebesar 2,38 ha/tahun. Panjang garis pantai bertambah rata-rata 23,10 km/tahun, namun pada tahun 1999-2001 garis pantai berkurang karena abrasi sebesar 37,02 km/tahun. Pengaruh fluvial dan pengaruh marin memainkan peranan yang hampir sama pada muara sungai Jeneberang sehingga proses abrasi dan sedimentasi terjadi bergantian pada beberapa bagian delta. Perubahan

  18. ANALISIS PERMIBILITAS KERUANGAN DAN DINAMIKA FLUIDA ANGIN DAN SUHU KAWASAN PERMUKIMAN TROPIS SUNGAI DI BANJARMASIN, INDONESIA (An Analysis on Spatial Permeability and Fluid Dynamics of Wind and Thermal in Tropical Riverside Residential Areas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Prayitno

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Permukiman tepian sungai di Banjarmasin secara alami merupakan permukiman berbasis pada alam dan budaya huni sungai, saat ini mengalami degradasi kualitas kehidupan dan alamnya. Hal ini diakibatkan oleh bencana kebakaran, banjir dan tinggi resiko terjadinya urban heat island. Secara konfigurasi keruangan tidak terjadi hubungan dan keterpaduan antara ruang arsitektur dan infrastruktur kawasan yang berbasis daratan dan perairan. Fenomena yang terjadi adalah kepadatan, hubungan kawasan darat dan sungai yang lemah serta degradasi kualitas lingkungan. Selain itu kenyamanan termal kawasan pun sangat rendah, yaitu: aliran angin yang tidak lancar, kelembaban cukup tinggi dan suhu yang tidak nyaman. Penelitian ini mencoba melakukan eksperimen melalui pendekatan simulasi permibilitas ruang dan kenyamanan termal dengan menggunakan metode analisis ruang dengan program Space Syntax dan metode analisis kenyamanan termal dengan program Envimet. Penelitian ini membandingkan kondisi eksisiting dan usulan model arsitektur permukiman kampung beringkat yang berbasis arsitektur permukiman vernakular tepi sungai Banjarmasin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui pendekatan permibilitas keruangan yang mensimbiosiskan konfigurasi antara ruang darat dan air serta arsitektur kawasan dapat ditingkatkan kinerja kejelasan keruangannya tetapi secara kenyamanan termal tidak menunjukkan peningkatan kinerja secara signifikan karena morfologi kawasan yang relatif datar dan dengan proporsi ketinggian rata-rata bangunan yang rendah sehingga tidak terbentuk jalur pergerakan angin sebagai sarana ventilasi dan kenyamanan termal kawasan. ABSTRACT Riverside settlements in Banjarmasin that were initially based on their river culture and nature are currently experiencing degradation of life quality and nature. This is caused by fires, floods, and a high risk of urban heat island. In terms of spatial configuration there are no interrelation and integration between regional

  19. MAKNA PENATAAN PELETAKAN MAKAM KUNA DI TEPI SUNGAI CIRENDE KECAMATAN SUKADANA-CIAMIS MEANING OF STRUCTURING OF LAYING ON KUNA TOMB ON THE BANKS OF CIRENDE DISTRICT RIVER IN SUKADANA SUB DISTRICT IN CIAMIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Effie Latifundia

    2016-06-01

    ABSTRAK Makam mengandung berbagai data penting yang dapat menggambarkan masyarakat pendukungnya di masa lalu. Banyak pemahaman dan makna yang ada pada wujud makam sebagai warisan budaya. Hasil penelitian di Desa Margaharja dan Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, menunjukkan bahwa  makam-makam kuna di tepi Sungai Cirende ada hubungannya dengan status sosial atau stratifikasi sosial. Hal ini dapat dilihat dari penataan peletakan makam, yaitu  di perbukitan atau pedataran yang ditinggikan serta ditempatkan pada bagian yang paling utama dalam kompleks makam. Selain itu, posisi makam tokoh utama terletak di barisan paling timur, paling utara, atau barisan terdepan dari makam-makam lain disekitarnya. Ada kalanya makam tokoh utama diletakkan pada satu ruangan atau dalam bangunan cungkup tersendiri yang diberi pagar atau ditembok keliling yang terpisah dengan makam lainnya. Nilai budaya yang terkandung dari perilaku masyarakat tersebut merupakan pemberian rasa hormat terhadap tokoh yang dimakamkan. yang dipandang masyarakat termasuk pada golongan ber status sosial.   Kata Kunci: makam. tata letak, stratifikasi sosial

  20. KERENTANAN AIRTANAH TERHADAP PENCEMARAN DAERAH IMBUHAN PONOR DI KARST GUNUNG SEWU (STUDI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BAWAH TANAH BRIBIN (Ground Water Vulnerability to Contamination of Swallow Holes Recharge Area at Gunung Sewu Karst (Study in Bribin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Widyastuti

    2012-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Airtanah karst merupakan salah satu sumbedaya alam yang potensial di kawasan karst Gunung Sewu. Di sisi lain, akuifer karst sangat rentan terhadap pencemaran. Sungai Bawah Tanah Bribin menjadi sumber air utama untuk masyarakat khususnya untuk mendukung kebutuhan air di musim kemarau. Tujuan pene1itian ini adalah: 1 mengetahui karakteristik daerah imbuhan ponor me1alui identifikasi variabel kerentanan (kondisi ponor, lereng, vegetasi, tanah dan batuan; dan 2 mengetahui tingkat kerentanan airtanah terhadap pencemaran dengan metode COP. Ponor, gua, dan dolin diidentifikasi melalui sensus, sedangkan pengambilan sampel tanah secara purposive berdasarkan unit seri tanah. Proses pengolahan data mendasarkan metode COP, yang merupakan akronim C (concentration offlowkonsentrasi aliran, 0 (overlaying layerllapisan pelindung and P (precipitation/curah hujan. Setiap variabel dan sub variabel mempunyai nilai di setiap ke1as dan dihitung melalui operasi perkalian dan penjumlahan. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik daerah imbuhan ponor bervariasi menurut aspekjumlah, ukuran, lokasi dan kondisi ponor; lereng dan vegetasi, jenis tanah dan batuan serta ketebalannya. Tingkat kerentanan airtanah terhadap pencemaran sebagain besar sangat rentan. Faktor yang mempunyai pengaruh besar adalah konsentrasi aliran. Jumlah ponor sebagai imbuhan terkonsentrasi (titik dari aliran permukaan menyebabkan sangat rentan. ABSTRACT Karst groundwater is one of the potential natural resources in the Gunung Sewu karst area. On the other hand, karst aquifers are highly vulnerable to contamination. Bribin underground river become the main water source for the community, especially to support the water demand in the dry season. The purposes of this study are: 1 to know the characteristics of the swallow holes recharge area through identifiying vulnerability variables (swallow hole condition, slope, vegetation, soil and rock, and 2 to assess the level of groundwater vulnerability

  1. GEO-ARKEOLOGI TERAS PURBA BENGAWAN SOLO DI SEKITAR KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR The Geo-archaeology of Ancient Terrace of Bengawan Solo in Bojonegoro Surrounding Regency, East Java

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johan Arif

    2016-07-01

    Abstrak Pemetaan teras purba Bengawan Solo merupakan kajian geo-arkeologi tahap awal yang dilakukan di beberapa lokasi di wilayah kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Permasalahannya adalah ditemukannya indikasi keberadaan peralatan batu paleolitik dan fosil-fosil vertebrata di beberapa teras purba di wilayah ini. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan ini adalah mendapatkan gambaran sebaran teras purba Bengawan Solo berumur Kuarter serta memberikan usulan kepada para ahli arkeologi dalam merancang kegiatan pencarian sisa-sisa budaya manusia antara lain peralatan batu paleolitik maupun sisa-sisa fosil rangka manusia dan hewan pada suatu teras purba. Metode yang dipakai di dalam penelitian ini adalah metode pemetaan geologi, deskripsi profil sedimen, pengambilan contoh-contoh sedimen (termasuk fosil hewan untuk keperluan analisa sedimentologi dan analisa kimia. Di daerah penelitian yang terletak di kabupaten Bojonegoro dijumpai tiga teras yaitu Teras Menden (berumur sub-Resen, Jipangulu (berumur Holosen Awal dan Ngandong (berumur Plestosen Atas. Teras Menden dijumpai di Payaman, Teras Jipangulu di Prangi dan Wotangare dan Teras Ngandong dijumpai di Prangi dan di desa Kedung. Berdasarkan bukti stratigrafinya ketiga teras tersebut disusun oleh lapisan pasir ukuran kasar hingga kerikilan di bagian bawah dan berubah menjadi pasir lempungan dan lempung pasiran di bagian atas. Fenomena ini menunjukkan bahwa ketiga teras tersebut dibentuk oleh sungai yang berkelok-kelok yaitu Bengawan Solo purba. Kedudukan masing-masing teras purba di daerah penelitian yang diukur dari Bengawan Solo adalah 2-3 m (Teras Menden, 5-7 m (Teras Jipangulu dan >8 m (Teras Ngandong. Berdasarkan hasil kajian teras purba ini diusulkan agar para ahli arkeologi lebih memfokuskan kepada perlapisan sedimen yang berukuran kasar dalam sistem endapan sungai purba berumur Kuarter untuk mencari sisa-sisa budaya manusia paleolitikum seperti peralatan batu maupun sisa-sisa fosil rangka manusia dan hewan.   Kata

  2. Pemodelan Beban Pencemar Non-Point Source Sungai Premulung Segmen Kota Surakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arya Rezagama

    2018-03-01

    Full Text Available Sungai Premulung Kota Surakarta mendapatkan beban pencemaran dari sumber pencemaran tidak terpusat seperti limbah domestik dan limbah UKM limbah batik. Kualitas air sangat di pengaruhi oleh kondisi daerah aliran sungai di mana penelitian hubungan antara tata guna lahan dan kualitas sungai masih jarang di aplikasikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalisa besaran beban pencemaran serta membandingkan secara spasial antara wilayah DAS premulung segmen Kota Surakarta. Survei kualitas air dilakukan dengan melakukan sampling 10 titik sepanjang sungai. Analisa spasial penggunaan lahan hasil dijitasi GIS citra Surakarta diolah dalam model BASIN-PLOAD. Berdasarkan hasil uji laboratorium nilai COD, Nitart, Fosfat maupun tembaga, hampir keseluruhan segmen sungai masih dibawah baku mutu Kelas IV menurut  PP no. 82 tahun 2001. Hasil model munjukkan penataan ruang memiliki korelasi yang sangat erat terhadap jumlah beban pencemaran yang masuk menuju sungai. Beban pencemar sumber bukan terpusat akan berhubungan lurus dengan luas wilayah dan area terbagun. Kelurahan Pajang Kecamatan Laweyan memempati urutan teratas dalam jumlah sumber pencemar dengan nilai 95 kg/tahun untuk CU, 1.097 kg/tahun untuk phosphat, 534 kg/tahun untuk nitrat dan 2.042 kg/tahun untuk COD kemudian diikuti Kelurahan Sondakan, Karangasem, dan Purwosari. Prioritas pengelolaan lingkungan Kota Surakarta dapat dibuat berdasarkan nilai beban pencemarannya.

  3. ANALISIS KETERSEDIAAN AIR SUNGAI BAWAH TANAH DAN PEMANFAATAN BERKELANJUTAN DI KAWASAN KARST MAROS SULAWESI SELATAN (Analysis of Underground River Water Availability and Its Sustainable uses at Karst Maros Area in South Sulawesi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Arsyad

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Kawasan Karst Maros mempunyai tata air yang kondusif, baik yang berada di bawah gua maupun yang muncul sebagai sungai permukaan, seperti DAS Bantimurung. DAS Bantimurung bahagian hulunya dipergunakan sebagai tempat pariwisata, air irigasi bagi pertanian dan air baku PDAM Kabupaten Maros. Untuk itu, perlu dilakukan valuasi ekonomi terhadap sumberdaya air tersebut, berupa nilai total ekonomi. Besarnya debit air yang terdapat di Kawasan Karst Maros selama 20 tahun (1990-2010 cenderung berada pada angka 7,00 m3/s, dengan debit air terendah terjadi bulan September, sekitar 1,00 m3/s dan tertinggi pada bulan Januari mencapai 20 m3/s. Perhitungan nilai guna langsung  (direct use value sebesar Rp.385.479.052.214, nilai guna tidak langsung (indirect use value sebesar Rp.13.251.588.000,  dan nilai bukan guna (non  use value sebesar Rp.20.016.148.000, sehingga nilai ekonomi total (Total Economic Value, TEV dari setiap tahunnya sebesar Rp.418.746.788.214. Untuk keberlanjutan pemanfaatan air sungai bawah tanah Kawasan Karst Maros diperoleh kebutuhan air seluruh irigasi pertanian di Kabupaten Maros adalah 5,32 m3/s dan PDAM sebesar 2.037.943 m3 setiap tahun.  Sedangkan air yang tersedia di Kawasan Karst Maros adalah 220,8 juta m3 setiap tahun, sehingga masih ada surplus air sebesar 15,10 juta m3 setiap tahun.   ABSTRACT The karst region of Maros has water system that is conducive both under the cave and emerge as the river surface, such as watershed Bantimurung. The upstream of DAS Bantimurung is used as a place of tourism , agriculture and irrigation for raw water in Maros PDAM. To that end, economic valuation needed to be done to water resource, in the form of total economic value. The amount of discharge water contained in Maros Karst area for 20 years (1990-2010 tended stands at 7,00 m3/s, with the lowest water discharge occurred in September, approximately 1,00 m3/s and the highest in January at 20 m3/s. Direct use value amounted to Rp 385

  4. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM MEMILIH PENOLONG PERSALINAN DI NAGARI SUNGAI BULUH WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASAR USANG KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2007

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatmi Arma

    2008-09-01

    Full Text Available Mortality and morbidity of woman in pregnancy and delivery time is still becoming a big problem in development country. Death due to delivery was a common factor of young woman death in her top reproduction cycle. 75,6% delivery process in Padang Pariaman 2006 was helped by midwife. This number is still lower than national target (85%. Pasar Usang Health Centre is a Health Center in Padang Pariaman which has the lowest number of birth aid by nonprofessional medicine officer (27,9%. There is 7 traditional practitioner in Pasar Usang Health Center Region who still active helping delivery process. 6 traditional practitioner live in Sungai Buluh. It is a descriptive analytic research with cross sectional design. Population included all mother who had delivery process from January till June 2007 (n=116. Data were collected from August 6th till 13'h using questionnaire. There were no significant relationship on educational grade with mother option of delivery assistant. But there were significant relationship on mother’s knowledge and medicine officer service with mother option of delivery assistant.

  5. RESPON MASYARAKAT DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN DARI PROGRAM SL-PTT PADI NON HIBRIDA DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ria Normanita

    2016-10-01

    Full Text Available Increasing the productivity of rice through the approach of Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT is one of the strategies that is expected to provide a greater contribution to the national rice production. Based on the results of research, the public response to the program of SL-PTT Non Hybrid Rice in Hulu Sungai Selatan was in the high category (85.71%. Factors affecting the public response to the program were the information, the field guides, the assistance component whereas those having no effects to the public response were the education, the practice, and the application of PTT. The environmental impact of the program of SLPTT Non Hybrid Rice was positive in the economic aspect, which could create welfare for farmers implementing the program. The Social aspect giving a positve impact was  through the transmission of technology adoption that could be applied to non-rice farmers who lived around the area of SL-PTT. The negative impact was the social jealousy among the people who could all not get involved in the program of SL-PTT Non Hybrid Rice.

  6. Peningkatan Partisipasi Belajar Siswa Kelas IV Dalam Pembelajaran PAI Dengan Strategi True or False Di SDN 38 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasnibar Hasnibar

    2016-10-01

    Full Text Available This research is based on the lack of student’s participacion in learning religion subject, including do discussion, propose the ideas, or conclude the material. It is caused by “speech method” that teacher used to do in learning, so that students got the low score for this subject. This research is aimed to improve student’s participation in learning religion subject by implementing True of False method. This is classroom action research with subject are students grade IV in SDN 38 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman. Data were obtained through observation on student’s participation in learning, observation on teacher’s activities, and final test for students. Data were analyzed quantitatively and qualitatively. Based on the result of this research, student’s participation in learning: (1 percentage of students in doing discussion is 60% for cycle I and 85% for cycle II; (2  percentage of students in proposing ideas is 50% for cycle I and 75% for cycle II; and (3 percentage of students in concluding the lesson is 30% for cycle I and 72.5% for cycle II. Thus, learning of religion subject that implement the True or False strategy can improve student’s participation in learning.

  7. STUDI KEANEKARAGAMAN CAPUNG (ODONATA SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR SUNGAI BRANTAS BATU-MALANG DAN SUMBER BELAJAR BIOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Candra Virgiawan

    2015-07-01

    Full Text Available Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu peristiwa dan kejadian yang terjadi, penelitian kuantitatif bertujuan untuk menjelaskan angka-angka data analisis mengunakan statistik. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25 Juli-16 Agustus 2014 pagi hari dengan metode jelajah (visual day flying. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi atau pengamatan langsung terhadap populasi yang diselidiki. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sepuluh jenis spesies capung (Odonata, delapan jenis termasuk dalam sub ordo Anisoptera, Famili Libellulidae yaitu Diplacodes trivalis, Neurothemis ramburii, Orthetrum glaucum, Orthetrum pruinosum, Orthetrum sabina, Pantela flavescens, Trithemis festiva, Zyxomma obtusum, dan dua jenis termasuk dalam subordo Zygoptera, Famili Chlorocyphidae yaitu. Libellago lineate dan famili Coenagrionidae yaitu Ischnura sinegalensis. Odonata yang memiliki indeks nilai penting tertinggi yaitu 1.80% dari famili Libelludae, Genus Orthetrum, dan jenis Orthetrum Sabina. Nilai keanekaragaman tertinggi terdapat pada lokasi A yaitu 1.62. Nilai indeks kemerataan disemua lokasi mendekati 1 menunjukkan bahwa kondisi habitat pada semua stasiun penelitian adalah heterogen. Berdasarkan hasil analisis korelasi terdapat beberapa faktor abiotik yang memiliki korelasi yang kuat dengan jumlah jenis capung yang di temukan, faktor abiotik tersebut diantaranya adalah intensitas cahaya, DO, dan BOD. Hasil analisis FBI (Famili Biotik Indeks diperoleh nilai 7,00, hal ini menunjukan bahwa kualitas air sungai Brantas Batu-Malang tergolong dalam kategori buruk dengan tingkat pencemaran terpolusi sangat banyak.

  8. Fasilitas Edukasi dan Rekreasi Kalimas di Surabaya

    OpenAIRE

    Harsono, Meiliana Sutanto

    2013-01-01

    Fasilitas Edukasi dan Rekreasi Kalimas di Surabaya” merupakan fasilitas yang bertujuan mengenalkan dan mengedukasi masyarakat mengenai manfaat, permasalahan, dan sejarah Kalimas secara interaktif dengan memanfaatkan air olahan sungai Kalimas. Fasilitas ini diharapkan mampu mengangkat keberadaan sungai Kalimas di kawasan Dinoyo yang juga merupakan salah satu titik rencana revitalisasi Kalimas oleh Pemerintah kota. Karya desain arsitektur dan pendalaman ruang yang didesain diharapkan mampu meny...

  9. Beberapa Sifat Bambu Lamina Yang Terbuat Dari Tiga Jenis Bambu

    OpenAIRE

    Sulastiningsih, l. M

    2008-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan penggunaan bambu lamina sebagai bahan substitusi kayu, khususnya mengetahui pengaruh jenis bambu terhadap sifat bambu lamina yang direkat dengan urea formaldehida. Bambu yang digunakan dalam penelitian ini adalah bambu andong (Gigantochloa pseudoarandinacea), bambu mayan (Gigantochloa robusta) dan bambu tali (Gigantochloa apus) yang berasal dari tanaman rakyat di Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa sifat bambu lamina d...

  10. Sungai sebagai Transmisi Ritual Urban Kesuburan melalui Pertunjukan Wayang Topeng

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Robby Hidajat

    2015-04-01

    Full Text Available Sungai pada saat ini sudah mulai tidak mendapatkan perhatian masyarakat terutamadalam masyarakat urban, kebersihannya sudah tidak ada yang bersedia menjaga.Sampah dan cairan deterjen menjadi bahan yang mengotori kebersihan. Akibatnyaair menjadi tidak lagi bersih, membawa bibit penyakit, dan mengakibatkan bencanabanjir. Sungai bagi masyarakat desa di Malang pada waktu yang lampau memilikiarti penting, seperti tempat tertentu di antara bilik-bilik mandi yang disebutbelik terdapat pundhen desa tempat roh nenek moyang bersemayam. Keyakinanmasyarakat desa di Malang itu dikaji dengan teori strukturalisme-simbolis denganmenggunakan data wawancara dan observasi partisipatoris. Teknik analisismenggunakan interpretasi. Penemuannya adalah relasi yang kuat antara sungai,gunung, dan desa: (1 sungai adalah transmisi pemujaan kesuburan dari dewagunung, (2 sungai menjadi manifestasi sih langgeng (cinta abadi, anugerah singnguripi (yang menghidupi, dan (3 sungai diyakini sebagai wujud tirta pawitrasari; air kehidupan. Ritual urban pemujaan terhadap kesuburan adalah anugerahkehidupan yang diekspresikan melalui media seni pertunjukan Wayang Topeng. The River as a Transmission of Fertility Ritual through the Performing ArtsMedia of Wayang Topeng. Nowadays, the rivers are starting not to get any intentionfrom our society; nobody is willing to keep them clean. Garbage and detergent liquidhave become the contaminated materials for them. As a result for that matter, waterhas not been clean anymore, has carried germs, and has lead to floods. Long time ago,rivers for villagers in Malang had its significant value, like a certain place in the showercubicles called ‘belik’, there was a ‘pundhen desa’ where ancestral spirits dwelled. The villagers’ belief in Malang is analyzed with a symbolic - structuralism theory using the data of interviews and participatory observation. The interpretation is used as theanalysis technique. The finding of the research is that

  11. COMMUNITY ENGAGEMENT WITH URBAN RIVER IMPROVEMENT: THE CASE OF YOGYAKARTA CITY (Melibatkan Masyarakat dalam Memperbaiki Lingkungan Sungai Perkotaan : Kasus Kota Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hari Kusnanto

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRACT The restoration of urban rivers has shifted from predominantly physical and ecological to community oriented social and economic improvement. Community engagement is needed in the people approach of development. Information sharing and public consultation are not enough. A case study among the riverside communities living in Yogyakarta city indicated that these communities need to move out of poverty and destitution through coaching and mentoring by various experts, and at the same time they would assure the ecosystem functioning of urban rivers.   ABSTRACT Restorasi sungai-sungai perkotaan telah bergeser dari peningkatan fisik dan ekologis menjadi lebih berorientasi pada sosial dan ekonomi. Keterlibatan masyarakat dibutuhkan dalam pendekatan manusiawi pembangunan. Pemberian informasi dan konsultasi public tidak cukup studi kasus pada komunitas-komunitas yang hidup di pinggir sungai di kota Yogyakarta menunjukkan bahwa komunitas tersebut perlu mengentaskan diri dari kemiskinan dan keterbelaknagn dengan bantuan ahli, dan pada saat yang sama menjaga fungsi ekosistem sungai-sungai perkotaan.

  12. SEBARAN ASPEK KERUANGAN TIPE LONGSORAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI ALO PROVINSI GORONTALO (Spread of Spatial Aspect of Landslide Types at Alo Watershed in Gorontalo Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitryane Lihawa

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Sebaran aspek keruangan tipe longsoran di DAS Alo Provinsi Gorontalo telah dikaji dan dievaluasi menggunakan bentuk Peta Sebaran Tipe Longsoran Skala 1 : 50.000. Lokasi penelitian ini meliputi seluruh wilayah DAS Alo Provinsi Gorontalo dengan luas 7.588 Ha. Penentuan sampel penelitian dilakukan secara Accidental Sampling yaitu dengan melakukan penelusuran di seluruh wilayah yang rawan longsor di DAS Alo untuk menemukan titik-titik kejadian longsoran. Dalam pengkajian tipe dan sebaran longsoran, dilakukan pengamatan dan pengukuran terhadap kejadian longsoran yang terjadi pada seluruh wilayah DAS Alo yaitu sejumlah 15 (lima belas titik kejadian longsoran.  Tipe longsoran ditentukan melalui pengukuran dan pengamatan morfometri longsoran untuk menentukan indeks klasifikasi longsoran dan hasil analisis tersebut di plot ke dalam Peta Lokasi Sebaran Tipe Longsoran Skala 1 : 50.000 untuk mengetahui sebaran keruangan dari kejadian longsoran di DAS Alo Provinsi Gorontalo. Berdasarkan analisis morfometri dan indeks klasifikasi longsoran menunjukkan bahwa tipe longsoran yang terjadi adalah rotational slide, planar slide, slide flow dan rock block slide. Kejadian longsoran yang terjadi di DAS Alo Provinsi Gorontalo tersebar pada wilayah dengan kemiringan lereng curam dan sangat curam dengan bentuk permukaan lereng cembung dan cenderung lurus. Kejadian longsoran juga terjadi pada wilayah dengan tekstur tanah lempung dan lempung berlanau, serta jenis batuan vulkanik dan batuan beku yang mengandung silika tinggi dan telah mengalami pelapukan. Berdasarkan wilayah  administrasi, kejadian longsoran tersebar di wilayah Kecamatan Tibawa, Kecamatan Pulubala dan Kecamatan Isimu Utara.    ABSTRACT Distribution of spatial aspect of landslide at ALO Watershed of Gorontalo Province has been studied by providing it through form of spread landslide maps at scale of 1 : 50.000. Research site involved all areas of ALO Watershed in Gorontalo Province as having an

  13. BIOAKUMULASI MERKURI DAN STRUKTUR HEPATOPANKREAS PADA TEREBRALIA SULCATA DAN NERITA ARGUS (MOLUSKA: GASTROPODA DI KAWASAN BEKAS PENGGELONDONGAN EMAS, MUARA SUNGAI LAMPON, BANYUWANGI, JAWA TIMUR(Bioaccumulation of mercury and the hepatopancreas structure

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susintowati Susintowati

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Amalgamasi pada proses penggelondongan emas tradisional di muara sungai Lampon menggunakan Merkuri (Hg. Limbah dibuang langsung ke muara dan lingkungan sekitar. Walaupun aktivitas penggelondongan emas telah dihentikan, efek cemar Merkuri terhadap lingkungan termasuk biota terus berlangsung. Bioakumulasi Merkuri dapat ditelusuri menggunakan bioindikator anggota Gastropoda. Penelusuran bioakumulasi Merkuri menggunakan spesimen Terebralia sulcata yang hidup di hutan mangrove sekitar lokasi penggelondongan, dan Nerita argus yang hidup di muara pantai. Analisis Merkuri berdasar metode SNI 06-6992.2-2004 menggunakan perangkat Mercury Analyzer. Hepatopankreas sebagai organ detoksifikasi Merkuri digunakan sebagai parameter patologis. Hepatopankreas masing-masing spesimen dipreparasi dengan metode parafin, diwarnai dengan Hematoksilin Ehrlich’s-Eosin untuk pengamatan struktur mikroskopis. Bioakumulasi Merkuri dalam tubuh T. sulcata hingga 3,10 ppm, sedangkan dalam tubuh N. argus hingga 3,03 ppm. Tampak banyak vesikula residu diduga berisi inklusi pemadatan elektron dan metalotionin sebagai dampak detoksifikasi ion logam Merkuri dalam hepatopankreas. Tubulus hepatopankreas N. argus mengalami disintegrasi dan atropi cukup parah. Walaupun tambang emas di Lampon berskala kecil dan telah ditutup, efek patologis pencemaran Merkuri terhadap biota terutama Gastropoda sangat signifikan.   ABSTRACT Traditional gold mining at Lampon Banyuwangi district was used mercury amalgamation. Tailings are discharged to waters, that caused mercury pollution. Mercury accumulation can be trace in sediments and benthic organisms such as Gastropods. Although the gold mining has been ceased, the impact of mercury pollution can be traced. The purposes of this study are to know the mercury accumulation in sediments, to know mercury bioaccumulation in the soft body of Gastropod bioindicators, to know mercury pathological effect in hepatopancreas. Terebralia sulcata and

  14. kajian kontaminan sedimen di muara sungai jeneberang

    OpenAIRE

    Sriwahyuni, Andi

    2015-01-01

    - ABSTRACT The availability of heavy metals in aquatic environments have a tendency to bind to the particulate material and be the largest constituent of the process of the formation of sediment as a potential source of secondary pollution to the water column. The presence of heavy metals have been found to adversely affect human health and aquatic biota. The purpose of this study was to analyze the levels of heavy metals Hg, Zn, Cu, Cd in the sediment at the estuary Jeneberang River ...

  15. PROTOTIPE SISTEM KONTROL JARAK JAUH BEBERAPA ALAT PENDINGIN RUANGAN BERBASIS RASPBERRY PI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    mochamad subianto

    2016-11-01

    Full Text Available Saat ini pengendalian on/off berbagai piranti listrik kebanyakan masih dikendalikan dengan menekan tombol saklar atau remote yang penggunaannya dengan jarak yang dekat. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat tentang sistem kontrol yang cepat dan dinamis diperlukan suatu teknologi sistem kontrol jarak jauh yang memungkinkan proses secara cepat agar dapat menghemat waktu dan tenaga khususnya pengendalian beberapa alat pendingin ruangan yang berada di beberapa ruangan. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari peneliti terdahulu dan menggunakan perangkat yang mempunyai teknolgi terbaru yaitu Raspberry Pi sebagai pengendali untuk membuat suatu sistem kontrol beberapa AC (Air Conditioning pada ruangan yang berbeda secara jarak jauh. Diharapkan dapat sebagai salah satu solusi untuk perkembangan gaya hidup dan dinamika sosial saat ini yang semakin mementingkan kepraktisan dan efisiensi. Metodologi penelitian yang akan digunakan menggunakan metodologi waterfall dengan tahap-tahapannya yaitu tinjauan pustaka, analisa kebutuhan pengguna, analisis sistem, perancangan sistem, implementasi dan pengujian. Hasil akhir dari penelitian adalah prototipe pengendali jarak jauh beberapa perangkat AC Raspberry Pi.

  16. Perbaikan Metode Penghitungan Debit Sungai Menggunakan Cubic Spline Interpolation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi I. Setiawan

    2007-09-01

    Full Text Available Makalah ini menyajikan perbaikan metode pengukuran debit sungai menggunakan fungsi cubic spline interpolation. Fungi ini digunakan untuk menggambarkan profil sungai secara kontinyu yang terbentuk atas hasil pengukuran jarak dan kedalaman sungai. Dengan metoda baru ini, luas dan perimeter sungai lebih mudah, cepat dan tepat dihitung. Demikian pula, fungsi kebalikannnya (inverse function tersedia menggunakan metode. Newton-Raphson sehingga memudahkan dalam perhitungan luas dan perimeter bila tinggi air sungai diketahui. Metode baru ini dapat langsung menghitung debit sungaimenggunakan formula Manning, dan menghasilkan kurva debit (rating curve. Dalam makalah ini dikemukaan satu canton pengukuran debit sungai Rudeng Aceh. Sungai ini mempunyai lebar sekitar 120 m dan kedalaman 7 m, dan pada saat pengukuran mempunyai debit 41 .3 m3/s, serta kurva debitnya mengikuti formula: Q= 0.1649 x H 2.884 , dimana Q debit (m3/s dan H tinggi air dari dasar sungai (m.

  17. STUDI PERSEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS MENGGUNAKAN CITRA AQUA MODIS DI LAUT SENUNU, NUSA TENGGARA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vera Maya Andini

    2015-06-01

    Full Text Available Laut Senunu adalah wilayah perairan laut yang masuk ke dalam kawasan Coral Triangle (Segitiga Terumbu Karang yang  terletak di Kepulauan Nusa Tenggara Barat. Kawasan Segitiga Terumbu Karang ini merupakan kawasan terkaya akan kehidupan laut di antara semua laut di Planet Bumi. Perairan laut Indonesia selalu berada dalam pengaruh berat baik dari aktifitas, perusahaan, minyak, transportasi laut serta aktifitas warga di daerah pesisir maupun daerah aliran sungai yang bermuara ke laut tersebut. Aktifitas tersebut membawa banyak penyebab resiko terjadinya kerusakan alam dan dapat berakibat merusak sumber daya laut.Data yang digunakan untuk mendapatkan persebaran TSS adalah data ground truth, hasil pengolahan citra Aqua MODIS. Data ground truth merupakan hasil pengambilan sampel berupa air laut yang selanjutnya dilakukan pengolahan di laboratorium. Proses pengolahan citra satelit menggunakan prinsip remote sensing, dimana citra menggunakan algoritma Ocean Color 4 (OC4 – V4Hasil dalam penelitian ini adalah peta persebaran TSS di Laut Senunu, Nusa Tenggara Barat dan analisa beberapa data diantaranya data citra terhadap ground truth, analisa data lapangan, analisa konsentrasi klorofil-a secara temporal, dan analisa parameter yang dapat mempengaruhi nilai dan sebaran TSS. Berdasarkan pada proses analisa dapat disimpulkan bahwa Aqua MODIS memiliki korelasi yang lemah terhadap data ground truth dengan nilai koefisien korelasi sebesar R² = 81,3%. Secara temporal, konsentrasi TSS di laut Senunu berada pada rentang konsentrasi rendah yaitu sekitar 0,5 – 38 mg/l (tahun 2003 dan 2009, 0,06 – 0,1 (tahun 2013, sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas air di laut Senunu tergolong bersih. Persebaran konsentrasi TSS di laut Senunu pada setiap stasiun tidak merata dan cenderung berubah-ubah. Hal ini dikarenakan faktor-faktor yang mempengaruhi seperti arus perairan, angin, waktu pengambilan data dan kondisi fisik perairan.

  18. AKUMULASI LOGAM BERAT Cr DAN Pb PADA TUMBUHAN MANGROVE AVICENNIA MARINA DI MUARA SUNGAI BABON PERBATASAN KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH (Accumulation of Heavy Metals Cr and Pb in Mangrove Plant Avicennia marina On Babon River’s Estuari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vita Kartikasari

    2002-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Ekosistem mangrove cenderung dapat mengakumulasi unsur-unsur logam berat yang berada dalam perairan sekitar tumbuhan mengrove. Kajian ini dilakukan di muara sungai Babon, Semarang, Jawa Tengah. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan tumbuhan mangrove, Avicennia murina, dalam mengakumulasi unsur logam berat Cr dan Pb; mengetahui organ (akar, cabang, dan daun yang paling banyak mengakumulasi unsur logam berat dan mengetahui peran tumbuhan mangrove dalam mengurangi kandungan logam berat (Cr dan Pb yang ada di perairan muara sungai Babon. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap observasi pendahuluan ditujukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang hidup di ekosistem mangrove dan menentukan keberadaan unsur logam berat dalam organ tumbuhan mangrove. Setelah observasi pendahuluan dapat ditentukan lokasi sampling yang ada tumbuhan mangrove A. marina dan lokasi yang tidak ada tumbuhan tersebut. Penelitian utama ditujukan untuk memperoleh data primer konsentrasi Cr dan Pb dengan cara mencuplik dari organ tumbuhan (akar, cabang dan daun, sedimen dan air. Cuplikan dibawa ke laboratorium untuk dikeringkan dengan Microwave Digestion MLS-1200 MEGA dan ditentukan kadar Cr dan Pbnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik Uji Non Parametric Kruskal Wallis dan Uji Two Test Kolmogorov Smimov. Hasil penelitian menampakkian Cr terakumulasi lebih banyak daripada Pb di tumbuhan mlangrove. Kecepatan faktor biokonsentrasi untuk Cr adalah 1052.66 dan Pb adalah 349.54. Tempat konsentrasi tertinggi Cr dan Pb dalam organ tumbuhan berturut-turut: akar, cabang dan dedaunan. Daun menyerap unsur Pb lebih besar daripada cabang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsentrasi Cr dan Pb di sedimen yang perairannya ditumbuhi mangrove lebilr besar dari pada di sedimen yang perairannya tanpa ditumbuhi mangrove. Konsentrasi unsur logam berat dalam perairan yang ditumbuhi magrove.   ABSTRACT Mangrove have a tendency to accumulate

  19. ANALISA PERUBAHAN POLA HIDROLOGI DI DAERAH MUARA KALI PORONG PASCA PERISTIWA LAPINDO DENGAN CITRA SATELIT SPOT 4 DAN ALOS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mochamad Machfud

    2015-02-01

    Full Text Available Pesisir merupakan salah satu tempat untuk muara sungai dimana hilir dari suatu sungai itu berakhir sebelum menuju lepas laut. Di kabupaten Sidoarjo tedapat kali yaitu Kali Porong yang merupakan ujung dari sungai Brantas yang semenjak tahun 2006 digunakan sebagai tempat untuk mengalirkan lumpur Lapindo ke laut. Hal ini menyebabkan perubahan dari ekologi dari Kali Porong. Salah satunya adalah mengganggu pola hidrologi yang ada di Kali Porong.  Oleh karena itu diperlukan analisa untuk penentuan pola hidrologi secara multitemporal setelah Kali Porong digunakan sebagai tempat mengalirkannya lumpur untuk menuju laut timur Jawa yang dimana akan mempercepat terbentuk sedimentasi yang dapat menggagu pola hidrologi Kali Porong. Pengamatan dilakukan dengan metode penginderaan jauh dengan menganalisa citra ALOS dan SPOT 4 dari tahun 2010 sampai 2011. Klasifikasi yang digunakan dalam analisa ini adalah klasifikasi Terselia atau klasifikasi beracuan yang menggunakan Maximum Likehood Standard dan menganalisa DEM SRTM dengan menggunakan menu spatial analyst tools untuk menentukan arah aliran sungai (flow direction dan akumulasi aliran sungai (flow accumulation.Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa dalam peta aliran sungai terlihat gradasi warna dari biru tua menuju ke biru muda menjelaskan bahwa arah aliran sungai yang menunjukan semakin besar akumulasi pencampuran antara air sungai dengan lumpur dititik tersebut. Daerah pesisir Sidoarjo lebih di dominasi oleh pola aliran sungai dendritik. Pola aliran sungai daerah muara Kali Porong relatif tetap.

  20. JENIS PINJAL DAN INANG DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adil Ustiawan

    2013-09-01

    Full Text Available Pinjal (ordo Siphonaptera serangga sangatpenting dalam bidang kesehatan karenakemampuannya menularkan berbagai jenispenyakit. Beberapa hasil penelitian tentang pinjalini menggambarkan keaneragaman pinjal diIndonesia dan tidak menutup kemungkinan spesiesyang akan ditemukan bertambah karena masihluasnya daerah dan sedikitnya tenaga yangmendalami bidang ini. Beberapa spesies pinjal daninang yang terdapat di Indonesia

  1. INDEKS BIOTIK TINGKAT FAMILY: UPAYA AWAL PENYUSUNAN INDEKS BIOTIK UNTUK SUNGAI TROPIS INDONESIA (Famely Biotic Index : Prelimenary Establishment of Biotic Index for Indoensian Tropical Stream

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Puji Saraswati

    2009-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Suatu indeks biotik dicoba dikembangkan untuk sungai tropik di Indonesia, dengan menggunakan uji penelitian di sungai Gajahwong di Yogyakarta. Variabel lingkungan yang diperoleh pada musim kemarau dan musim hujan diklasifikasikan berdasarkan lokasi sampel menurut "penurunan gradien" di sumbu I dan sumbu 2 dariAnalisis Komponen Utama (Principle Component Analysis. Tiga metode analisis digunakan untuk menghasilkan indeks biotik makroinvertebrata/ makrobenthos yang ada di sungai yang dipengaruhi oleh limbah rumah tangga dan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks biotik yang disusun dapat digunakan sebagai indikator yang baik untuk merefleksikan kondisi habitat di sungai yang diteliti dan memberikan nilai korelasi yang baik dengan indeks lain yang menggunakan identifikasi tingkat famili.   ABSTRACT A biotic index was tried to be developed for Indonesian tropical stream, taking as a test case Gajahwong Stream in Yogyakarta. Environmental variables investigated in dry season and rainy season are classified based on the sampling sites according to decreasing gradient in axis 1 and axis 2 of Principal Component Analysis. Three metrics were used to derive the tolerance value of macroinvertebrates assemblages in stream affected by municipal and industrial waste.  The result showed that the tolerance values derived is a good indicator in reflecting the habitat condition in the study stream and have good relationship to the other index of family level identification.

  2. Pengaruh Aktivitas Penambangan Timah Putih (SN terhadap Kerusakan Lingkungan Perairan Sungai Jelitik Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bintoro Saputro

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas penambangan timah putih (Sn terhadap kerusakan lingkungan perairan Sungai Jelitik yang diindikasikan oleh penurunan kualitas air Sungai Jelitik dan kerusakan sempadan Sungai Jelitik.Metode penelitian ini adalah survey dengan sampel diambil secara purposive sampling terhadap air sungai pada bagian hulu, tengah, dan hilir Sungai Jelitik, serta Air Limbah aktivitas penambangan timah sebelum masuk ke perairan Sungai Jelitik dengan parameter meliputi Kekeruhan, pH, logam berat meliputi Besi (Fe, Seng (Zn, Tembaga (Cu, Timbal (Pb, dan Kadmium (Cd. Untuk Kekeruhan, dan pH pengukuran dilakukan secara langsung menggunakan water quality chekeer.Berdasarkan hasil analisis laboratorium terhadap kualitas air Sungai Jelitik menunjukan bahwa 4 parameter kualitas air yang diukur telah melampaui baku mutu yang dipersyaratkan sesuai dengan PPRI Nomor 82 Tahun 2001 dan PerMenkes Nomor 416 Tahun 1990 tentang Syarat–syarat dan Pengawasan Kualitas Air yaitu pH dengan nilai rata-rata 5.39, logam Besi (Fe pada Hulu sungai (P1 0,053 mg/l, bagian Tengah (P2 0,458 mg/l, dan Hilir (P4 0,380 mg/l dengan baku mutu 0 mg/l dan kekeruhan pada bagian tengah (P2 dan Hilir (P4 >999 NTU dengan baku mutu lingkungan 25 NTU serta logam Zn pada Hilir Sungai (P4 0,082 mg/l dengan baku mutu lingkungan 0,05mg/l, sehingga kualitas air Sungai Jelitik telah mengalami penurunan akibat aktivitas penambangan disekitarnya. Aktivitas penambangan juga berdampak terhadap kerusakan sempadan sungai di bagian tengah dan hilir Sungai Jelitik dengan luasan kerusakan masing-masing 1.983 Hektar di bagian tengah dan 1.663 hektar di bagian hilir.   ABSTRACT This study aimed to determine the effect of tin mining (Sn for environmental damage at Jelitik river that indicated by the decline in river water quality and damage to riparian Jelitik river.This research method is a survey with a sample taken by purposive sampling of river water at

  3. Penerapan Sistem Pembelajaran Bahasa Mandarin Di Beberapa Sekolah Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Haryanti

    2011-11-01

    Full Text Available Since Mandarin Language is started to be implemented at schools, many schools begin the learning process of this language. Unfortunately, they do not consider the teacher’s ability in delivering the knowledge. There are a lot of teachers without the basic knowledge of Mandarin but they do the learning activity of this language so that it is undeniable that they found a lot of difficulties in class. Those teachers are not able to transfer the knowledge totally as well as they actually can do. This situation describes negative side to the students related to their studies. In implementing Mandarin class, schools must have specific purpose, nevertheless, it will be much better if the schools consider as well the benefit for the students after they have the class. In accordance to the writer’s experiences since 2006 until now, she tries to describe several facts happening at schools which provide the Mandarin class. The writer use process standard as the reference in writing this paper. She hopes the experiences she writes will be able to give valuable contribution in order to the improvement of teaching and learning process of Mandarin language in the future.

  4. Analisis Kualitas Air Sungai Guna Menentukan Peruntukan Ditinjau Dari Aspek Lingkungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedy Anwar Saleh Pohan

    2017-04-01

    ., Budiyono, Syafrudin. (2016. Analisis Kualitas Air Sungai Guna Menentukan Peruntukan Ditinjau dari Aspek Lingkungan di Sungai Kupang Kota Pekalongan. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(2,63-71, doi:10.14710/jil.14.2.63-71

  5. Wabah Difteri di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia

    OpenAIRE

    Kusnandi Rusmil; Alex Chairulfatah; Eddy Fadlyana; Meita Dhamayanti

    2016-01-01

    Latar belakang.Sejak tahun 1986 tidak ditemukan lagi kasus difteri yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Namun, wabah difteri selalu terjadi di beberapa kabupaten di Jawa Barat seperti yang dilaporkan sejak tahun 1993 sampai tahun 2010. Kementerian Kesehatan juga melaporkan peningkatan kasus difteri di beberapa provinsi di Indonesia tahun 2010. Suatu penelitian saat wabah di Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Cianjur tahun 2001 sebagai gambaran kejadian...

  6. KANDUNGAN VITAMIN B6, B9, B12 DAN E BEBERAPA JENIS DAGING, TELUR, IKAN DAN UDANG LAUT DI BOGOR DAN SEKITARNYA (VITAMIN B6, B9, B12 AND E CONTENT OF SEVERAL TYPES OF MEATS, EGGS, FISHES AND MARINE SHRIMPS IN BOGOR AND SURROUNDING AREAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Yuniati

    2012-06-01

    Full Text Available ABSTRACT Food Composition Table (DKBM in Indonesia has not mentioned all types of nutrients available in the food, particularly vitamin B6, B9 (folic acid, B12, and vitamin E. Therefore this study aimed to analyze the content of vitamin B6, B9 (folic acid, B12, and vitamin E in several types of meat, eggs, fish and marine shrimps consumed in Bogor and surrounding areas. Vitamin B6, B9, B12, and vitamin E from three kinds of meat (chicken, beef, lamb, two types of eggs (chicken, duck, and four species of fish (snapper, bloating, carp and tuna and crayfish are analyzed using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC. The samples used are raw and taken from three locations in Bogor and surrounding areas. Fishes, meats and eggs contain high levels of folic acid, however the amount of folic acid content in meat varies depending on which part of meat the samples are taken, types of organ, and the fat content of the meat. The folic acid content in chicken wings is different with those in thigh. In fatty mutton the folic acid is higher than in those lean meat, and in yolk is higher than those in egg white. Vitamin E content of snapper is the highest amongs other types of fishes (6.54 µg/100 g.Chicken eggs contain a higher amount of vitamin E than duck eggs, while the yolk contains ahigher amount of vitamin E than those egg white. Keywords: animal foods, vitamin B6, vitamin B9 (folic Acid, vitamin B12, vitamin E   ABSTRAK Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM yang ada di Indonesia belum memuat semua jenis zat gizi dalam makanan, khususnya vitamin B6, B9 (asam folat, B12 dan vitamin E. Menganalisis kandungan vitamin B6, B9 (asam folat, B12, dan vitamin E dalam beberapa jenis daging, telur, ikan dan udang laut yang dikonsumsi masyarakat di Bogor dan sekitarnya. Kandungan vitamin B6, B9, B12 dan vitamin E dari tiga jenis daging (ayam, sapi, kambing, dua jenis telur (ayam, itik, serta empat jenis ikan (kakap, kembung, mas, tongkol dan udang laut

  7. KEANEKARAGAMAN JENIS DAN SEBARAN FAGACEAE DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwaningsih Purwaningsih

    2016-01-01

    Full Text Available Fagaceae umumnya pohon, salah satu suku dengan jumlah jenis yang cukup besar ± 700 jenis di dunia tetapi sebagian besar tumbuh di belahan bumi utara. Di wilayah Malesia, ada lima marga yaitu Nothofagus, Castanopsis, Lithocarpus, Quercus dan Trigonobalanus dan jumlah jenis ± 180 dan sebagian besar di Indonesia tercatat 112 jenis. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur untuk menentukan keanekaragaman jenis Fagaceae di Indonesia serta distribusi dan pemanfaatannya. Fagaceae paling banyak tumbuh di Indonesia adalah marga Lithocarpus (60 jenis dan Castanopsis (24 jenis, sementara Nothofagus (11 jenis sebarannya hanya di Papua. Distribusi jenis Lithocarpus paling di Sumatera (29 jenis dan Kalimantan (26 jenis, sementara Castanopsis paling banyak di Kalimantan (15 jenis. Untuk Nusa Tenggara tidak ditemukan jenis-jenis Fagaceae dan ke arah timur Indonesia semakin sedikit jumlah jenisnya, di Sulawesi dan Maluku hanya diketemukan satu jenis. Sebaran Fagaceae dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama tanah, iklim, dan ketinggian. Di Indonesia habitat tumbuh Fagaceae di hutan yang masih alami, tetapi ada beberapa yang mampu tumbuh di rawa seperti Nothofagus womersleyi. Berdasarkan ketinggian tempat (altitude umumnya Fagaceae di hutan submontane dengan ketinggian 600-1500 m namun ada beberapa spesies yang mampu tumbuh hingga ketinggian >3000 m. Fagaceae yang memiliki sebaran luas (ditemukan di beberapa pulau ada dua jenis yaitu Castanopsis acuminatissima dan Lithocarpus elegans. Pada umumnya pemanfaatan Fagaceae adalah kayunya untuk bahan bangunan dan furniture tetapi ada jenis Castanopsis yang dapat dimakan bijinya dan selain itu kulit kayu mengandung tanin bisa untuk pewarna.

  8. Komposisi jenis dan struktur komunitas ikan yang bermigrasi melewati tangga ikan pada Bendung Perjaya, Sungai Komering, Sumatera Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nizar

    2014-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komposisi spesies dan struktur komunitas ikan yang dapat bermigrasi melewati tangga ikan pada Bendung Perjaya, Sungai Komering, Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan pada 2013 dengan tiga kali sampling yaitu pada Maret, Mei, dan Juli mengikuti musim. Pengambilan sampel ikan menggunakan alat tangkap yang tidak selektif, yaitu langgian (hand operated scoop net. Hasil penelitian didapatkan 5 famili yang meliputi 21 spesies, dengan jumlah spesies terbesar berasal dari famili Cyprinidae (15 spesies. Beberapa spesies yang dominan adalah Labeobarbus leptocheilus dan Crossocheilus sp. Kondisi musim berpengaruh terhadap struktur komunitas ikan, dimana keanekaragaman dan kemerataan cukup tinggi terjadi pada musim hujan (Maret dan peralihan (Mei tetapi rendah pada musim kemarau (Juli. Dominansi tinggi terjadi pada musim kemarau (Juli tetapi rendah pada musim hujan (Maret dan peralihan (Mei.

  9. PENCEMARAN KADMIUM DI SEDIMEN WADUK SAGULING PROVINSI JAWA BARAT (Cadmium Pollution in Saguling DAM Sediment West Java Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Wardhani

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Sungai Citarum Hulu merupakan sumber air utama Waduk Saguling. Kualitas air sungai ini telah mengalami penurunan bahkan terpantau beberapa logam berat terkandung dalam air Sungai Citarum. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pencemaran Cd di sedimen Waduk Saguling pada dua musim yang berbeda. Lokasi penelitian dilakukan di 10 titik di Waduk Saguling. Penelitian mengkaji perbedaan konsentrasi Cd pada Bulan Juli 2015 mewakili musim kemarau dan Bulan November 2015 mewakili musim hujan. Sedimen yang diperiksa merupakan sedimen permukaan pada kedalaman 0-10 cm pada dasar waduk. Konsentrasi Cd di sedimen dianalisis menggunakan ICP-MS. Tingkat pencemaran sedimen akibat Cd dinilai dengan menggunakan dua metode yaitu: faktor contaminasi/contamination factor, CF dan indeks pencemaran logam/Metal Pollution Index, MPI. Berdasarkan hasil penelitian konsentrasi Cd dalam air selama satu dekade mulai tahun 2008-2014 cenderung mengalami peningkatan, dengan konsentrasi berkisar antara 0 mg/L-0,14 mg/L. Konsentrasi rata-rata Cd di sedimen Waduk Saguling pada Bulan Juli 2015 mewakili musim kemarau sebesar 13,54 mg/kg, sedangkan pada Bulan November 2015 mewakili musim hujan sebesar 21,08 mg/kg. Konsentrasi Cd di sedimen Waduk Saguling tidak memenuhi baku mutu kualitas sedimen berdasarkan baku mutu yang berlaku di Australian dan New Zaeland mengingat Indonesia belum memiliki baku mutu kualitas sedimen yaitu sebesar 1,5 mg/kg. Hasil penilaian kualitas sedimen dengan menggunakan metode CF di semua titik penelitian di Waduk Saguling termasuk kategori terkontaminasi sangat tinggi sedangkan berdasarkan hasil penilaian dengan MPI kualitas sedimen Waduk Saguling termasuk kategori tercemar oleh logam berat Cd. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pengelolaan Waduk Saguling mengenai kondisi pencemaran logam berat yang telah terjadi di waduk tersebut. ABSTRACT Citarum river is the main water source for Saguling Dam. The river waters quality

  10. Iktiofauna Sungai Sangkir Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau (Ichthyofauna of Sangkir River, Rokan Hulu District Riau Province

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunuk Dian Pranata

    2016-12-01

    Full Text Available This study was conducted in Sangkir river branch of Rokan Kiri river Sangkir village, Rokan Hulu district, Riau Province from May of July 2016. The aim of this study was to inventory the fish species in Sangkir river branch of Rokan Kiri River with direct observation (survey. Five sampling locations were determined purposely based on the environmental condition that could be represented by the river condition. A total of 288 individuals of fish belonging to 3 orders, 7 families, 13 genera and 16 species were recorded in this study, namely Barbodes balleroides, Barbodes gonionotus, Barbichthys leavis, Channa striata, Cyclocheilichthys apogon, Labiobarbus fasciatus, Mystus nigriceps, Ompok eugeneiatus, Osteochilus hasseltii, Osteochilus mycrocephalus, Pangio semicincta, Pristolepis grooti, Thynnichthys polylepis, Trichogaster leerii, Trichogaster trichopterus and Trichopsis vittata. Cyprinidae was the most abundance fish in this study. Penelitian ini telah dilaksanakan di sungai Sangkir, anak sungai Rokan Kiri, desa Sangkir, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau pada bulan Mei sampai Juli 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ikan di sungai Sangkir anak Sungai Rokan Kiri dengan metode pengamatan langsung (survei dengan penetapan stasiun pengambilan sampel secara purposive sampling. Penetapan stasiun berdasarkan kondisi lingkungan yang terdiri dari 5 stasiun penelitian. Hasil penelitian  didapatkan sebanyak 288 individu ikan yang terdiri dari 3 ordo, 7 famili 13 genus dan 16 spesies. Spesies yang didapatkan yaitu Barbodes balleroides, Barbodes gonionotus, Barbichthys leavis, Channa striata, Cyclocheilichthys apogon, Labiobarbus fasciatus, Mystus nigriceps, Ompok eugeneiatus, Osteochilus hasseltii, Osteochilus mycrocephalus, Pangio semicincta, Pristolepis grooti, Thynnichthys polylepis Trichogaster leerii, Trichogaster trichopterus dan Trichopsis vittata. Cyprinidae merupakan kelompok ikan yang paling banyak dalam penelitian ini.

  11. Potensi Penggunaan Parasitoid Dalam Pengendalian Lalat Buah Bactrocera Di Pulau Lombok

    OpenAIRE

    Sukri, Akhmad; Prayitno, Gito Hadi

    2013-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi penggunaan parasitoid dalam pengendalian lalat buah Bactrocera di Pulau Lombok. Data atau informasi diperoleh melalui kajian pustaka (studi referensi). Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa di Pulau Lombok telah ditemukan beberapa spesies lalat buah dari genus Bactrocera yang menyerang beberapa jenis buah yaitu mangga, jambu air dan belimbing. Ditemukannya beberapa jenis parasitoid dari lalat buah yaitu Biosteres vandenboschi Fullaway, O...

  12. Beberapa Penggunaan Zirconia Dalam Bidang Kedokteran Gigi

    OpenAIRE

    Afifuddin

    2008-01-01

    Salah satu bentuk kemajuan dalam bidang kedokteran gigi adalah penggunaan zirconia sebagai dental material. Zirconia berasal dari unsur zirconium (Zr) yang memiliki nomor atom 40 dan berat atom 91,22. Zirconia merupakan keramik bioinert. Ada beberapa tipe dari zirconia, yaitu ; tetragonal zirconia polycrystals (TZP), fully stabilized zirconia (FSZ), partially stabilized zirconia (PSZ), zirconia toughened alumina (ZTA), dan transformation toughened zirconia (TTZ). Tetapi yang dipakai sebagai d...

  13. KELIMPAHAN FITOPLANKTON DAN KONSENTRASI TSS SEBAGAI INDIKATOR PENENTU KONDISI PERAIRAN MUARA SUNGAI PORONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ulung Jantama Wisha

    2016-11-01

    Full Text Available Pembuangan limbah dan lumpur ke Sungai Porong diduga akan berdampak bagi lingkungan sekitarnya, khususnya meningkatnya konsentrasi padatan tersuspensi (TSS dan mempengaruhi sebaran fitoplankton di wilayah tersebut. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi muatan padatan tersuspensi, kekeruhan dan kelimpahan fitoplankton di perairan muara Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Data yang dikumpulkan sebagai variabel ukur adalah muatan padatan tersuspensi, kekeruhan, kelimpahan fitoplankton dan kecepatan serta arah arus. Variabel pendukung meliputi data pasang surut dan peta bathimetri wilayah muara Sungai Porong. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan program Arc GIS 10, sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial. Konsentrasi muatan padatan tersuspensi 542-885 mg/l. konsentrasi kekeruhan 3.7-20.5 NTU. Kelimpahan fitoplankton 153-238 ind/l. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa sebaran muatan padatan tersuspensi dan kekeruhan memiliki kaitan dengan kelimpahan fitoplankton pada saat surut, meskipun pada kuantitas yang tidak selalu sama. Arah sebaran bergerak ke arah Timur atau menjauhi muara sungai. ABUNDANCE OF PHYTOPLANKTON AND TSS VALUE AS AN INDICATOR FOR PORONG RIVER ESTUARY WATER CONDITIONSDisposal of waste and mud into Porong River is expected to have an impact to the surrounding environment, particularly the increasing concentration of suspended solids (TSS and affect the distribution of phytoplankton in the region. The purpose of this study was to determine the correlation between the concentration of TSS and abundance of phytoplankton as an indicator for determinate condition of Porong River Estuary. Determining the location of sampling by purposive sampling method. The data were then analyzed with statistical methods and spatially using ArcGIS 10 program. The concentration of suspended solids charge 542-885 mg

  14. Status Pencemaran Lingkungan Sungai Badung dan Sungai Mati di Provinsi Bali Berdasarkan Bioindikator Phylum Annelida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mawardi Labbaik

    2017-11-01

    Full Text Available Water pollution is the entry or inclusion of substances, energy and other components into the water by human activities, so that water quality decrease to a certain level. This study a timed to monitor the pollution of aquatic environment in the Badung River and Mati River by using Annelida phylum as bioindicator, the study was conducted from February to March 2017. The data obtained were analyzed by the structure of the community, and also used ABC (Abudance-Biomass Comparison method. The result of the research showed that the most abundance of Annelida and dominant from all stations of Badung River and Mati River was Lumbriculus variegatus. Is showed that it contamination status was categorized as mild contamination because it was dominant by facultative organism. The structure of the Annelida community in the Badung River and Mati River with the value of the diversity index was categorized as low Annelida (H '<1.0. The uniformity index was categorized as depressed Annelida community (0.00

  15. Environmental Flow for Sungai Johor Estuary

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adilah A.Kadir

    2018-01-01

    Full Text Available Sungai Johor estuary is a vital water body in the south of Johor and greatly affects the water quality in the Johor Straits. In the development of the hydrodynamic and water quality models for Sungai Johor estuary, the Environmental Fluid Dynamics Code (EFDC model was selected. In this application, the EFDC hydrodynamic model was configured to simulate time varying surface elevation, velocity, salinity, and water temperature. The EFDC water quality model was configured to simulate dissolved oxygen (DO, dissolved organic carbon (DOC, chemical oxygen demand (COD, ammoniacal nitrogen (NH3-N, nitrate nitrogen (NO3-N, phosphate (PO4, and Chlorophyll a. The hydrodynamic and water quality model calibration was performed utilizing a set of site specific data acquired in January 2008. The simulated water temperature, salinity and DO showed good and fairly good agreement with observations. The calculated correlation coefficients between computed and observed temperature and salinity were lower compared with the water level. Sensitivity analysis was performed on hydrodynamic and water quality models input parameters to quantify their impact on modeling results such as water surface elevation, salinity and dissolved oxygen concentration. It is anticipated and recommended that the development of this model be continued to synthesize additional field data into the modeling process.

  16. Environmental Flow for Sungai Johor Estuary

    Science.gov (United States)

    Adilah, A. Kadir; Zulkifli, Yusop; Zainura, Z. Noor; Bakhiah, Baharim N.

    2018-03-01

    Sungai Johor estuary is a vital water body in the south of Johor and greatly affects the water quality in the Johor Straits. In the development of the hydrodynamic and water quality models for Sungai Johor estuary, the Environmental Fluid Dynamics Code (EFDC) model was selected. In this application, the EFDC hydrodynamic model was configured to simulate time varying surface elevation, velocity, salinity, and water temperature. The EFDC water quality model was configured to simulate dissolved oxygen (DO), dissolved organic carbon (DOC), chemical oxygen demand (COD), ammoniacal nitrogen (NH3-N), nitrate nitrogen (NO3-N), phosphate (PO4), and Chlorophyll a. The hydrodynamic and water quality model calibration was performed utilizing a set of site specific data acquired in January 2008. The simulated water temperature, salinity and DO showed good and fairly good agreement with observations. The calculated correlation coefficients between computed and observed temperature and salinity were lower compared with the water level. Sensitivity analysis was performed on hydrodynamic and water quality models input parameters to quantify their impact on modeling results such as water surface elevation, salinity and dissolved oxygen concentration. It is anticipated and recommended that the development of this model be continued to synthesize additional field data into the modeling process.

  17. Penanganan Masalah Erosi Dan Sedimentasi Di Kawasan Kelurahan Perkamil

    OpenAIRE

    Fitriyah, Fifi Nur Fitriyah Nur; Halim, Fuad; Jasin, Muhammad I

    2014-01-01

    Erosi tanah dapat menyebabkan sedimentasi di sungai maupun di saluran drainase sehingga dapat mengurangi daya tampung saluran, seperti yang terjadi di Kawasan Kelurahan Perkamil, Kecamatan Tikala, Kota Manado. Seiring dengan berjalannya waktu maka pertumbuhan penduduk semakin pesat, sehingga mengakibatkan terjadinya Perubahan tata guna lahan di daerah lereng bukit kawasan Kelurahan Perkamil yang menimbulkan masalah erosi dan sedimentasi. Oleh karena itu dilakukan kajian terhadap “Penanganan M...

  18. KANDUNGAN CADMIUM DAN TIMBAL BUAH MANGROVE Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia alba DAN Sonneratia caseolaris DARI MUARA SUNGAI MATI DAN DAERAH PEMOGAN, BADUNG, BALI-INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luh Pt Widya Kalifika Devi

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK: Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai hutan mangrove terbesar di dunia.Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I Bali telah memberikan penyuluhan untuk mengolah bahan makanan dari buah mangrove yang mengambil bahan dasar dari buah mangrove Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia alba dan Sonneratia caseolaris yang tumbuh di muara Sungai Mati yang berpotensi mengalami penurunan kualitas karena terkontaminasi limbah logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kandungan logam berat buah bakau apakah layak untuk dikonsumsi berdasarkan baku mutu SK Dirjen POM No. 03725/B/SK/VII/1989 ditinjau dari kandungan logam Pb dan Cd. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel di kawasan muara Sungai Mati dan daerah Pemogan, daging buahnya didestruksi dengan metode destruksi basah dan diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS pada  283,30 nm untuk logam Pb dan 228,8 nm untuk logam Cd. Hasil penelitian menunjukkan kandungan total logam Pb dan Cd buah mangrove Bruguiera gymnorrhiza, Sonneratia caseolaris, Avicennia albadi daerah Sungai Mati dan di daerah Pemogan telah melebihi ambang batas baku mutu SK Dirjen POM No. 03725/B/SK/VII/1989.   ABSTRACT: Indonesia is one of the countries with the largest mangrove forest. Balai Pengelolaan Mangrove Area I Bali has provided counseling in food processing from mangrove fruits of Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia alba and Sonneratia caseolaris that grow in the estuary of Sungai Mati. Sungai Mati is a river potentially contaminated by heavy metals waste derived from activities along the river banks. This research aims to study the heavy metal content of mangrove fruits and to determine if they are suitable for consumption according to the guideline by the Director General of Food and Drug Monitoring in terms of lead and cadmium contents. The study was conducted by collecting samples in the area of ??the Sungai Mati estuary and Pemogan area. Samples were prepared by wet

  19. APLIKASI MODEL QUAL2Kw UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR SUNGAI GAJAHWONG YANG DISEBABKAN OLEH BAHAN ORGANIK (Aplication of Qual2Kw Model to Determine the Strategy in Solving Gajahwong River Water Pollution Caused by Organic Matter

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agnes Dyah Novitasari Lestari

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan pemodelan kualitas air terhadap Sungai Gajahwong menggunakan model QUAL2Kw untuk parameter DO-BOD. Diselidiki dinamika DO-BOD sungai tersebut pada kondisi eksisting tahun 2011. Oleh karena beban pencemar pada kondisi hujan dan tanpa hujan berbeda, maka prediksi dilakukan pada kedua kondisi tersebut. Hasil pemodelan QUAL2Kw untuk kondisi eksisting Sungai Gajahwong tahun 2011 menunjukkan bahwa pada kondisi hujan dan tanpa hujan, konsentrasi BOD sungai telah melebihi bakumutu air kelas II. Hasil simulasi menunjukkan bahwa (1 Pembangunan perumahan yang membuang limbah cairnya ke Sungai Gajahwong pada debit total 0,1 m3/s dengan konsentrasi BOD 10 mg/L dapat meningkatkan BOD serta menurunkan DO Sungai Gajahwong, dan (2 Pengelolaan kualitas air dan penanggulangan pencemaran air oleh bahan organik pada Sungai Gajahwong dapat dilakukan dengan strategi pembuatan IPAL komunal di setiap kabupaten dengan penurunan konsentrasi BOD hulu hingga 2 mg/L.   ABSTRACT Water quality modelling of Gajahwong River has been done using QUAL2Kw model for DO-BOD parameters. The dynamics of DO-BOD of the river on the existing conditions in 2011 has been investigated. Because of  the load of pollutants in the rainy condition and no rain condition was different, then the predictions made on both conditions. QUAL2Kw modelling results for Gajahwong River in year 2011 showed that the BOD concentration of the river on both conditions has exceeded water quality standards class II. The simulation results showed that: (1 Housing construction that discharge its liquid waste into Gajahwong River on total discharge 0,1 m3/s with concentration of BOD 10 mg/L, increased the BOD and decreased the DO of Gajahwong River, and (2 Water quality management and organic pollution control of Gajahwong River can be done by a strategy of making communal WWTP in each district with reduction of the upstream BOD concentration to 2 mg /L.

  20. Beberapa Strategi Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudibia I Ketut

    2013-07-01

    Full Text Available Karangasem is one of Bali’s regency that has relatively high level of poverty. In year of 2007 and 2009 the proportion of poor people in the regency was 8.95 and 6.37 percent respectively, while in Bali Province the numbers were only 6.63 and 4.88 percent in the same periods. Poverty problem in Karangasem is also indicated by Human Development Index of 66.06 in 2009, which was the lowest index in Bali Province. Based on these facts, the problem of this research would be: what are the appropriate development policy strategies to alleviate poverty level in Karangasem Regency? Karangasem is purposively selected as the research location because it has the lowest human development index in Bali. Samples are taken by accidental sampling with poor households as the respondents. Ninety respondents are distributed evenly to three sub-districts namely Karangasem, Manggis, and Abang. The three sub-districts have fulfilled requirements to become development corridor in Bali Province, which consists of tourism, agriculture, animal husbandry, and fishery. Next, data are collected through a structured interview and observation, while analysis is done descriptively by using frequency distribution and cross tabulation. Based on data analysis and discussion of the results, there are two strategies of poverty alleviation that could be done. Firstly, cluster one is strategy for the really poor households with low level of education. With the limitation in economic and social ability, job opportunities through putting out system should be provided to these kinds of households. They are given opportunities to produce goods for certain companies. Thus, three parties are involved: the poor people, the company, and the government (in this case, is Ministry of Industry and Trade, and Ministry of Labor. Secondly, cluster two is strategy for poor people that enforce labor to become self-entrepreneur to increase their income. For entrepreneur households, it is suggested to develop their business into micro, small, and medium enterprises in order to increase sales. This strategy uses quality improvement approach in production, marketing, and funding process. The cluster 2 strategy is a partner-based model of rural community empowerment.

  1. Identifikasi Cendawan Penyebab Penyakit Pascapanen pada Beberapa Buah di Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Widiastuti

    2015-06-01

    Full Text Available In Indonesia, high yield losses due to post-harvest diseases are often difficult to measure because research focusing on such matter are still limited. This study aimed to determine the genera of fungi that cause rot on postharvest fruit, which can be used as a basis to determine the important pathogens in the current post-harvest commodities and for further disease management. The method used is sample collection, single spore isolation, microscopic observation and identification of fungal genera. Colletotrichum sp. was sucessfuly isolated from antrachnose of papaya. Pestalotia sp. was found in the fruit rot of avocado and star fruit. Lasiodiplodia sp. was found in mango, while Pestalotia sp. and Lasiodiplodia sp. was found in both sapodilla and banana. Alternaria sp. was found in the fruit rot of pears and apples. Aspergillus sp. was found in grapes, and Fusarium sp. was isolated from pineapple fruit rot.

  2. EFISIENSI PENANGKAPAN PUKAT CINCIN DI BEBERAPA DAERAH PENANGKAPAN WATAMPONE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hufiadi Hufiadi

    2016-04-01

     Fisheries management based on fishing capacity is an alternative approach to control inefficient input factors used in fishing business. Input efficiency is closely related to the concept of fishing capacity. The objective of this study is to measure the level of technical efficiency and utilization capacity of purse seines in Watampone. Utilization capacity level of purse seines were examined based on fishing grounds and the fishing efficiency measurement was mathematical approach by using data envelopment analysis (DEA. Results showed that generally fishing capacity of purse seines in Watampone was optimum. Increasing the efficiency of purse seine can be done by reducing the input (effort of inefficiency or increasing dominated catch output for scad mackarel (Decapterus sp and skipjack (Katsuwonus pelamis catches.

  3. ISU-ISU PEMBAHARUAN ISLAM DI BEBERAPA NEGARA PERSPEKTIF SEJARAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rusmala Dewi

    2016-07-01

    Full Text Available The collapse of the Abbasid sovereignty at the end of the period 635 H / 1258 AD political Islam has caused the loss of influence in the world. Even after the fall of the Abbasid caliphate was established in the form of several dynasties and kingdoms, such as; Mughal empire in India, Safavid empire in Persia and the Ottoman Empire in Turkey. However, the establishment of the dynasty and the government is not much help because it only operates in the field of internal development of science. In fact even the emergence of dynasties that only widen the political disintegration of the Muslim world. No doubt in the last phase of the decline of the Islamic caliphate, the Ottoman Caliphate since turned into a secular country that pioneered by Mustafa Kemal. The chronic backwardness of Islam, on the other hand Europe (Western World revolutionized civilization as aukflarung renaissance, and rationalism that gives excesses of the industrial revolution in Europe. This article will discuss about the issues of reform in the Islamic world historical perspective. تسبب انهيار لسيادة العباسية في نهاية الفترة 635 ه / 1258 م الإسلام السياسي فقدان نفوذها في العالم. حتى بعد قيام سقوط الخلافة العباسية في شكل عدة السلالات والممالك، مثل: إمبراطورية المغول في الهند، الإمبراطورية الصفوية في بلاد فارس والإمبراطورية العثمانية في تركيا. ومع ذلك، وإنشاء أسرة والحكومة لا تساعد كثيرا لأنها تعمل فقط في مجال التنمية الداخلية من العلم.في الواقع حتى ظهور السلالات التي توسع فقط التفكك السياسي للعالم الإسلامي.لا شك في المرحلة الأخيرة من ضعف الخلافة الاسلامية، الخلافة العثمانية منذ تحولت إلى دولة علمانية التي كانت رائدة على يد مصطفى كمال.التخلف المزمن من الإسلام، من ناحية أخرى أوروبا (العالم الغربي ثورة الحضارة مثل النهضة، والعقلانية التي تعطي تجاوزات الثورة الصناعية في أوروبا.هذه المادة سوف يناقش حول قضايا الإصلاح في منظور تاريخي العالم الإسلامي.

  4. Penanganan Cyber Crime di Sektor Perbankan di Indonesia

    OpenAIRE

    Putra, Prima Agusdani

    2011-01-01

    Di dalam dunia perbankan perkembangan cyber crime cukup mengejutkan dengan terjadi beberapa kasus yang merugikan pihak perbankan seperti; kasus pembobolan BNI New York oleh mantan karyawannya sendiri, mutasi kredit fiktif melalui komputer di BDN Cabang Bintaro Jaya, pencurian dana di Bank Danamon Pusat. Sementara itu sejumlah nasabah pemegang credit card juga mengeluh, karena nomor kartu kreditnya telah dipakai pihak lain untuk melakukan transaksi e-commerce sehingga menimbu...

  5. BEBERAPA TUMBUHAN OBAT ASAL KALIMANTAN TIMUR SEBAGAI SUMBER SAPONIN POTENSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laode Rijai

    2012-06-01

    Full Text Available Saponin is a class of natural compounds that have activity that is strongly associated with utilization in pharmacy. Exploration has been carried out against a number of secondary metabolite content of medicinal plants in East Kalimantan and some of them found to contain saponins. Plants were found to contain saponins and are considered potential Kokang leaf (Lepisanthes amoena, Kesumbakeling leaf (Bixa orellana, L, Belimbing Wuluh leaf (Averrhoa bilimbi L., Sugi Gadjah leaf (Hyptis capitata, Karamunting leaf (Melastoma malabathricum L, Cempedak bark (Artocarpus champeden, Wijaya Kusuma leaf (Epiphyllum oxipetalum, Langsat seeds (Lansium domesticum, ekor kucing leaf (Acalypha hispida, Kelor bark (Moringa oleifera, Jarong leaf (Stachytarpheta mutabilis, Miana leaf (Coleus atropureus, Jengger Ayam leaf (Celosia cristata, and fruit of Libo (Ficus vargelata. Key words : East borneo medicinal plants, saponins   Abstrak Saponin adalah golongan senyawa alami yang memiliki aktivitas yang sangat terkait dengan pemanfaatan dalam bidang farmasi. Telah dilakukan eksplorasi kandungan metabolit sekunder  terhadap sejumlah tumbuhan obat yang ada di Kalimantan Timur dan beberapa diantaranya terbukti mengandung saponin. Tumbuhan-tumbuhan yang terbukti mengandung sponin dan dianggap potensial adalah daun Kokang (Lepisanthes amoena, daun Kesumbakeling (Bixa orellana, L, daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L., daun Sugi Gadjah (Hyptis capitata, daun Karamunting (Melastoma malabathricum L, kulit batang Cempedak (Artocarpus champeden, daun Wijaya Kusuma (Epiphyllum oxipetalum, biji Langsat (Lansium domesticum, daun ekor kucing (Acalypha hispida, Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera, daun Jarong (Stachytarpheta mutabilis, daun Miana (Coleus atropureus, daun Jengger Ayam (Celosia cristata, buah Libo (Ficus vargelata. Kata Kunci: Tumbuhan Obat Kaltim; Saponin

  6. Efektifitas Riverbank Filtration Trhadap Parameter Fisik (TDS di Sungai Cihideung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roh Santoso Budi Waspodo

    2013-01-01

    Full Text Available Water is a natural resource that is necessary for the livelihood of many people, even by all living things. Data Ministry of Public Works in 2006 mentions the availability of water in Indonesia amounted to 15,500 cubic meters per capita per year, far higher than the global availability averaged only 600 m3. If drawn, the amount of water covers 21% of Indonesia Pacific Ocean. However, the overflow Indonesia does not necessarily solve the problem of water crisis which is also predicted to fall on two major islands in 2015. The general objective of this research is to develop and implement technological innovations RBF (Riverbank Filtration to support the needs of irrigation water Watershed Cisadane, making RBF (Riverbank Filtration as a natural water treatment in Cisadane River area, and water quality data information through RBF (Riverbank Filtration Cisadane Watershed.

  7. TINGKAT KANDUNGAN UNSUR RADIOAKTIF AIR SUNGAI AYUNG DI DENPASAR BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Nyoman Alit Ardana

    2012-11-01

    Full Text Available Ayung river is one of the longest rivers in Bali. The upstream of the river is in regency of Bangli, Badung, Buleleng, Tabananand downstream is located in Padang Galak beach, East Denpasar Sub-regency. As the sample of the study, the water of the river wastaken from the stream entering the city of Denpasar. The sample was taken in five different points and for each point was taken twice. Thefirst was taken at 5 p.m, and the second was at 6 a.m. This study aims at finding out the rate of radioactive content of Ayung river water inthe city of Denpasar.The water sample was analyzed in Radiometry Analysis Group of Radiation Physics and environmental research centre andNuclear Technique Development, Jalan Taman Sari 71 Bandung – 40132. The process of counting was conducted in this place in order toknow the rate of the element activities and then identification of elements contens in the sample. The result of the counting and identifyingwas compered with standard grade of radioactivity in the area.The element of identification result and the amount of activity rate found showed that the element were natural radioactiveelements, the content: 40K (Kalium-40, 234Th (Thorium-234, 233Th (Thorium-233, 228Ac (Actinium-288, 114mIn (Indium-114m. Thehighest activity of radioactive elements in each sample point: in E2 point content element 40K with the activity 2.08 Bq/lt, in point A1 234Thwith the activity 16.34 Bq/lt, in point E1 containts 233Th with activity 598.29 Bq/lt, in point E1 and E2 contain 228Ac with the activity939.63 Bq/lt. The height of activity value of the counting and identifying elements was still under the rate of the highest level.The result of the study showed that radioactive elements 40K had the tendency of increasing radioactivity. The same thinghappened to 233Th at the peak of energi 185.00 keV. The content of its radioactive tends to exist in each point of sample point and theactivity tends to increase. Though the rate of radioactivity content was still under the highest permitted level (1x104 Bq/lt for 40K and7x102 for 233Th bu the case needs to be watched out that the dangerus grade pollution would take place.

  8. Keanekaragaman Ikan di Sungai Luk Ulo Kabupaten Kebumen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titik Tri Wahyuni

    2018-01-01

    Full Text Available Freshwater fish is one of the biodiversity that build river ecosystem structure. Many human activities are carried out in the river as well as in the surrounding areas, such as removal of household waste, excessive fish exploitation and land use activities. This might changes river characteristics and lead to population and biodiversity decline.This research aim to 1 analyzethe diversity and species composition of fishin Luk Ulo River of Kebumen Regency,and 2 analyze the interaction among environmental factors with fish abundance in Luk Ulo River of Kebumen Regency. This research used survey method with cluster random sampling. The river was divided into three different region; upper-stream, middle-stream, and down-stream. Fish collected from 9 stations, i.e. 3 stations in the upper-stream, 3 stations in the middle-stream, and 3 stations in the down-stream. Morphology data were analyzed descriptively in order to make species description. The influences of environmental factor to species abundance were analyzed using Principal Component Analysis (PCA.The results showed that the number of fish obtained in this study were 72 individuals classified into 7 families and 13 species. The diversity and abundance of fish are influenced by physical and chemical factors ie temperature, TSS, pH, BOD5, COD, turbidity, DO, conductivity, salinity, current and substrate. BOD5 concentration was correlated positively with fish abundance with a correlation value of 0.540. In contrast, the effect of temperature and pH has a negative correlation to fish abundance with correlation values of -0.731 and -0.024. Dissolved oxygen (DO and conductivity no effect on fish abundance.

  9. EVALUASI PROGRAM PENATAAN DAN REHABILITASI PERMUKIMAN KUMUH STUDI KASUS KAWASAN BANTARAN SUNGAI CODE BAGIAN UTARA, YOGYAKARTA (The Evaluation of Slum Area Rehabilitation and Improvement Programs Case Study in Nothern Banks Area of Rivers Code Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Rahayu

    2003-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Meskipun Pemerintah telah rnelaksanakan penanganan daerah kumuh untuk waktu yang cukup lama, infrastruktur yang dibangun telah diabaikan den ditinggalkan. Hal ini terkait dengan kebijakan pemerintah pada waktu yang lalu dinrana banyak program yang dilaksanakan tanpa melibatkan masyarakat. Belajar dari kegagalan ini, pemerintah mengubah pola pengembangan menuju aktivitas pemberdayaan masyarakat yang disebut Konsep TRIDAYA. Konsep ini memiliki 3 komponen pemberdayaan: (1 pemberdayaan komunitas sosial, (2 pemanfaatan lingkungan fisik, dan (3 peningkatan usaha kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian pengembangan infrastruktur di daerah Sungai Code bagian utara dalam program penataan dan rehabilitasi permukiman kumuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-eksploratif, dengan melakukan interview tidak terstruktur dengan masyarakat yang terlibat dalam program. Hasilnya di analisis dengan metode deskriptif kualitatif. Program tersebut merniliki 3 komponen: (1 penyediaan air, (2 jalan setapak, (3 limbah padat. Dari setiap komponen program dapat dikembangkan 3 tema yaitu masalah sebelum adanya program, benefit dan dampak dari program, serta tanggapan terhadap program. Tema-tema ini dikelompokkan ke dalam beberapa konsep. Terdapat 2 katagori: 2 program berisikan penyediaan air, jalan setapak dapat dicapai, tetapi program limbah padat tidak dapat dikembangkan lagi.   ABSTRACT Even though the government has been taking care of slum area improvement for a long time, the infrastructures that have been built have been neglected and abandoned. It is related with the government policy in the past that conceived many programs without involving the community learning from this failure, the government turned the development pattern into community empowering activities called Tridaya concept. It has three empowering components: (1 empowering social community, (2 taking advantage of physical environment, and (3 improving small

  10. Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Sikap Pencegahan Hand, Foot and Mouth Disease (Hfmd) Pada Ibu Balita Di Perengdawe Desa Balaicatur Gamping Sleman

    OpenAIRE

    Handayani, Sri

    2017-01-01

    Latar Belakang:Menurut data WHO,2012 penyebaran HFMD (hand, foot and mouth disease) pada Balita terjadi di beberapa negara,penyakit ini menginfeksi 104 anak-anak dalam 3,5 bulan. Di Indonesia beberapa kasus Balita yang teridentifikasi HFMD) belum didata secara lengkap oleh kementrian kesehatan Indonesia.Beberapa pasien yang mengalami HFMD, berakhir dengan fatal (meninggal).Peran seorang ibu sangat penting, dalam upaya pencegahan HFMD pada Balita.Oleh karena itu pengetahuan tentang HFMD sangat...

  11. Pengembangan Transportasi Sungai Kota Semarang Sebagai Transportasi Perintis Tujuan Wisata Air (Studi Kasus Kanal Banjir Barat Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismiyati Ismiyati

    2016-12-01

    Full Text Available Perkembangan pariwisata di kota Semarang ditandai dengan tersedianya fasilitas shuttle bus gratis. Rute shuttle bus tersebut melewati rute Kuliner Pekunden, Pusat oleh-oleh Pandanaran, Gedung Lawang Sewu dan Daerah Kota Lama Semarang.Sejak tahun 2012, wisata di tepi Sungai Kanal Banjir Barat mulai dikembangkan pemerintah Kota Semarang. Namun, sampai saat ini Kanal Banjir Barat hanya difungsikan sebagai sungai pengendali banjir, sehingga fungsi pariwisatanya belum optimal seperti objek wisata lain di Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan transportasi wisata air, khususnya di Kanal Banjir Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan kuesioner dan observasi lapangan. Metode kuantitatif penentuan alur pelayaran menggunakan analisis hidrologi dan simulasi hidrolika sungai dengan program HEC-RAS. Penelitian ini merekomendasikan bahwa lokasi pengembangan transportasi untuk wisata air di Kanal Banjir Barat akan efektif jika berada diantara Bendung Simongan hingga muara Kanal Banjir Barat. Tipe angkutan wisata yang ideal adalah menggunakan 2 kapal speedboat terbuka dengan dimensi panjang 8 m, lebar 2,2 m, dan draft 0,4 m. Biaya Operasional Kapal per tahun untuk 8 trip per hari dan biaya pengelolaannya adalah sebesar Rp 901,2 juta dengan estimasi tarif per orang sebesar untuk Rp 17.070,- per trip.  [Title: River Transportation Development of Semarang City for Water Tourism: A Case Study West Flood Canal] Tourism development of Semarang city is identified by the facilities of free shuttle bus. The shuttle bus service passes through Pekunden culinary route, a central souvenir of Pandanaran, Lawang Sewu and Old City of Semarang. Since 2012, local government has developed riverside tourism object of the West Flood Canal Semarang. However, until then the West Flood Canal only was functioned as flood control. Thus, the tourism function is not optimum as other tourism attractions in Semarang city. This research aims

  12. Stochastic modeling for river pollution of Sungai Perlis

    International Nuclear Information System (INIS)

    Yunus, Nurul Izzaty Mohd.; Rahman, Haliza Abd.; Bahar, Arifah

    2015-01-01

    River pollution has been recognized as a contributor to a wide range of health problems and disorders in human. It can pose health dangers to humans who come into contact with it, either directly or indirectly. Therefore, it is most important to measure the concentration of Biochemical Oxygen Demand (BOD) as a water quality parameter since the parameter has long been the basic means for determining the degree of water pollution in rivers. In this study, BOD is used as a parameter to estimate the water quality at Sungai Perlis. It has been observed that Sungai Perlis is polluted due to lack of management and improper use of resources. Therefore, it is of importance to model the Sungai Perlis water quality in order to describe and predict the water quality systems. The BOD concentration secondary data set is used which was extracted from the Drainage and Irrigation Department Perlis State website. The first order differential equation from Streeter – Phelps model was utilized as a deterministic model. Then, the model was developed into a stochastic model. Results from this study shows that the stochastic model is more adequate to describe and predict the BOD concentration and the water quality systems in Sungai Perlis by having smaller value of mean squared error (MSE)

  13. Stochastic modeling for river pollution of Sungai Perlis

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Yunus, Nurul Izzaty Mohd.; Rahman, Haliza Abd. [Department of Mathematical Sciences, Faculty of Science, Universiti Teknologi Malaysia,81310 Johor Bahru, Johor (Malaysia); Bahar, Arifah [UTM-Centre of Industrial and Applied Mathematics (UTM-CIAM) Universiti Teknologi Malaysia, 81310 Johor Bahru, Johor (Malaysia)

    2015-02-03

    River pollution has been recognized as a contributor to a wide range of health problems and disorders in human. It can pose health dangers to humans who come into contact with it, either directly or indirectly. Therefore, it is most important to measure the concentration of Biochemical Oxygen Demand (BOD) as a water quality parameter since the parameter has long been the basic means for determining the degree of water pollution in rivers. In this study, BOD is used as a parameter to estimate the water quality at Sungai Perlis. It has been observed that Sungai Perlis is polluted due to lack of management and improper use of resources. Therefore, it is of importance to model the Sungai Perlis water quality in order to describe and predict the water quality systems. The BOD concentration secondary data set is used which was extracted from the Drainage and Irrigation Department Perlis State website. The first order differential equation from Streeter – Phelps model was utilized as a deterministic model. Then, the model was developed into a stochastic model. Results from this study shows that the stochastic model is more adequate to describe and predict the BOD concentration and the water quality systems in Sungai Perlis by having smaller value of mean squared error (MSE)

  14. Stochastic modeling for river pollution of Sungai Perlis

    Science.gov (United States)

    Yunus, Nurul Izzaty Mohd.; Rahman, Haliza Abd.; Bahar, Arifah

    2015-02-01

    River pollution has been recognized as a contributor to a wide range of health problems and disorders in human. It can pose health dangers to humans who come into contact with it, either directly or indirectly. Therefore, it is most important to measure the concentration of Biochemical Oxygen Demand (BOD) as a water quality parameter since the parameter has long been the basic means for determining the degree of water pollution in rivers. In this study, BOD is used as a parameter to estimate the water quality at Sungai Perlis. It has been observed that Sungai Perlis is polluted due to lack of management and improper use of resources. Therefore, it is of importance to model the Sungai Perlis water quality in order to describe and predict the water quality systems. The BOD concentration secondary data set is used which was extracted from the Drainage and Irrigation Department Perlis State website. The first order differential equation from Streeter - Phelps model was utilized as a deterministic model. Then, the model was developed into a stochastic model. Results from this study shows that the stochastic model is more adequate to describe and predict the BOD concentration and the water quality systems in Sungai Perlis by having smaller value of mean squared error (MSE).

  15. KETAHANAN IKAN TAMBAKAN (Helostoma temminkii TERHADAP BEBERAPA PARAMETER KUALITAS AIR DALAM LINGKUNGAN BUDIDAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Otong Zenal Arifin

    2018-01-01

    Full Text Available Ikan tambakan (Helostoma temminkii adalah satu dari beberapa jenis spesies ikan air tawar yang ekonomis di Indonesia. Komoditas ini cukup digemari di beberapa wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Oleh karena itu, prospek pengembangan budidaya ikan tambakan merupakan hal yang penting. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui respons ketahanan ikan tambakan terhadap paparan beberapa parameter kualitas air. Seluruh kegiatan pengujian dilakukan di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan, Bogor. Ikan yang digunakan pada percobaan ini adalah ikan tambakan generasi kedua hasil domestikasi (panjang standar: 7,5 ± 0,28 cm; bobot: 15,2 ± 2,11 g. Uji toleransi yang dilakukan meliputi ketahanan terhadap salinitas, pH, suhu, dan oksigen terlarut. Jumlah ikan yang diuji untuk masing-masing parameter kualitas air yaitu 30 ekor pada perlakuan salinitas, pH, dan suhu, serta 40 ekor untuk pengujian toleransi terhadap oksigen terlarut dengan tiga kali ulangan pada masing-masing perlakuan. Berdasarkan data penelitian, ikan tambakan dapat bertahan hidup dan beraktivitas secara normal pada kisaran salinitas £ 10 ppt, pH 5-9, suhu 20-35oC, dan kandungan oksigen terlarut > 3 mg/L. Kisaran nilai pada parameter kualitas air di luar batas toleransi dapat berpengaruh negatif pada pertumbuhan dan sintasan ikan tambakan. Kissing gouramy (Helostoma temminkii is one of valued freshwater fish in Indonesia. This species is quite popular in some areas of Java, Sumatra, and Kalimantan. Therefore, the development of aquaculture for this species is essential. This paper was intended to determine the response of fish resistance to the exposure of several water quality parameters. All of the experiments were carried out at the Institute for Freshwater Aquaculture Research and Fisheries Extension, Bogor. The experimental fish used in the experiment were domesticated kissing gouramy (2nd generation with standard length of 7.5 ± 0.28 cm and total weight of

  16. Karakter Geoarkeologis dan Proses Budaya Prasejarah Zona Poros Ponjong – Rongkop di Blok Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jarwo Susetyo Edy Yuwono

    2016-09-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Zona Poros Ponjong - Rongkop, yaitu bagian dari Blok Tengah Gunungsewu di Pegunungan Selatan Jawa, yang posisinya diapit oleh dua depresi bekas danau purba, yaitu Ledok Wonosari dan Ledok Baturetno. Morfologinya berupa punggungan perbukitan karst berarah utara-selatan antara daerah Ponjong dan Rong-kop, membentuk semacam poros hampir tegak lurus terhadap bentangan umum Gunungsewu. Bagian paling utara ber-batasan dengan pegunungan non-karst dan memiliki topografi tertinggi di Blok Tengah Gunungsewu, sehingga menjadi wilayah hulu bagi sungai-sungai bawahtanah di Gunungkidul. Melalui beberapa survei ditemukan sejumlah 56 gua yang memiliki potensi arkeologis, tujuh di antaranya sudah diekskavasi dan terbukti menyimpan jejak-jejak hunian prase-jarah dari Kala Pleistosen Akhir - Holosen Awal. Pendekatan geoarkeologis sebagai studi gabungan antara arkeologi dan geomorfologi, dilakukan untuk membangun model-model integral mengenai hubungan sistematik antara manusia dengan bentanglahan karst Gunungsewu di area penelitian. Dua hal yang menjadi tujuan utama penelitian ini adalah: Pertama, menjelaskan karakter geoarkeologis Zona Poros Ponjong - Rongkop sebagai perpaduan antara aspek-aspek geomorfologis (morfologi, morfogenesis, morfokronologi, dan morfoaransemen dan aspek-aspek arkeologis (distri-busi gua dan potensi arkeologisnya. Tujuan ini dicapai melalui penilaian dan pemetaan distribusi potensi gua sebagai situs arkeologis, kemudian menganalisis hubungannya dengan aspek-aspek geomorfologis setempat. Kedua, menjelas-kan proses budaya prasejarah, yaitu bentuk dinamis dari budaya penghunian gua beserta faktor-faktor yang mempen-garuhinya. Metode untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menganalisis konteks data arkeologis dan stratigrafi lantai gua yang pernah diekskavasi. Sintesis kajian atas kedua capaian tujuan ini memberikan penjelasan integral atas karakter geoarkeologis dan proses budaya prasejarah di area

  17. Pengaruh Tanaman Pada Dataran Banjir Terhadap Kekasaran Hidrolik Sungai Barabai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriani Hayati

    2017-04-01

    model fisik di laboratorium. Penelitian dilakukan dengan melakukan percobaan dan pengamatan di laboratorium pada sebuah model fisik yang mewakili kondisi penampang pada Sungai Barabai di Kalimantan Selatan. Model dirancang dengan skala 1:110, pada dataran banjirnya ditanam tanaman bambu dengan jarak 1.82 x 1.82 cm. Diameter tanaman 0.1 dan panjang 8 cm. Model dibuat dalam dua jenis yaitu model dengan tanaman tunggal dan model dengan tanaman rumpun. Model dipadukan dengan saluran terbuka beserta perangkatnya. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh tanaman terhadap nilai kekasaran hidrolik. Nilai ini ditunjukkan oleh nilai n4 yang meningkat sebesar 69 – 70% apabila tanaman diubah dari tanaman tunggal menjadi tanaman rumpun. Peningkatan ini disebabkan meningkatnya kerapatan tanaman. Selain itu diketahui kecepatan aliran menurun sebesar 2.3 – 1.7% apabila tanaman diubah dari tanaman tunggal menjadi tanaman rumpun.

  18. AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BEBERAPA TUMBUHAN OBAT KALIMANTAN TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herman Herman

    2013-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelititan dengan judul analisis aktivitas antioksidan terhadap beberapa tumbuhan Kalimantan Timur yang dianggap sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak dan menguji aktivitas antioksidan. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi golongan metabiolit sekunder dilakukan dengan penambahan reagen kimia sedangkan untuk menetahui aktivitas antioksidan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH terhadap ekstrak dan fraksi menggunakan spektofotometer UV-Visible  dengan panjang gelombang 517 nm. Hasil identifikasi golongan metabolit sekunder menunjukkan bahwa dari keempat jenis tumbuhan teridentifikasi mengandung golongan senyawa alkaloid, fenol, saponin, dan tanin serta aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 dari ekstrak kasar maupun fraksi terbaiknya dibawah 100 ppm. Kata Kunci: Antioksidan, Ageratum conyzoides L., Captosapelta Tomentosa V., Lepisanthes amoena, Acanthus ilicifolius L., DPPH   ABSTRACT Study with the title analysis of antioxidant activity against several plants east Kalimantan are considered as a drug. Study aims to identify the class of secondary metabolites contained in extracts and tested the antioxidant activity. The method used to identify the class of secondary metabolites made by the addition of chemical reagents and to determine the antioxidant activity by the DPPH free radical reduction method to extract and fractions using UV-Visible spectrophotometer with a wavelength of 517 nm. The identification results showed that the class of secondary metabolites from plants identified four classes of compounds contains alkaloids, phenols, saponins and tannins and antioxidant activity with the best IC50 values of crude extract and fractions below 100 ppm. Key Words: Antioxidant, Ageratum conyzoides L., Captosapelta Tomentosa V., Lepisanthes amoena, Acanthus ilicifolius L., DPPH

  19. Kandungan merkuri pada substrat dasar di kawasan muara Krueng Sabee, Krueng Panga, dan Krueng Teunom, Kabupaten Aceh Jaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syahrul Purnawan

    2017-12-01

    Full Text Available The objective of this study was to determine the mercury content in sediment in the waters of Aceh Jaya coastal. The research was carried out in the Estuary of Krueng Sabee, Panga, and Teunom River on October 2015. Samples were analyzed using the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS at the Laboratory of Chemistry, Mathematics and Natural Sciences Faculty, Syiah Kuala University. It was found that the Hg content in sediment of Krueng Sabee, Panga, and Teunom were 0.76, 0.68, and 1.03 mg/kg, respectively. Hg metal content in the sediment at all stations remained below the threshold. Despite,  the correlation between Hg content and sediment size in this study was weak, but there was a tendency the finer sediment size the higher Hg content found in sediment. However, heavy metal from water was easier to be deposed and embedded in fine sediment. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran logam berat merkuri (Hg yang terkandung pada substrat dasar di beberapa muara sungai Kabupaten Aceh Jaya. Pengambilan data dilakukan pada Bulan Oktober 2015 di Krueng Sabee, Krueng Panga, dan Krueng Teunom. Sampel substrat diambil berdasarkan metode coring menggunakan pipa paralon, Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS atau Spektrofotometer Serapan Atom digunakan untuk mendapatkan data kandungan logam berat Hg pada substrat, sementara metode ayak basah digunakan untuk mendapatkan data ukuran butiran. Kandungan merkuri (Hg dalam substrat Krueng Sabee, Krueng Panga, dan Krueng Teunom masing-masing adalah 0,76; 0,68 dan 1,03 mg/kg. Terlihat kecenderungan substrat dengan butiran yang halus mengandung kadar merkuri yang lebih tinggi, dimana sifat merkuri yang mudah berikatan dengan zat organik mempermudah pengendapan pada bentuk butiran yang halus.

  20. Perancangan Promosi Amelia Cake & Bakery Di Surabaya

    OpenAIRE

    Cahyono, Susanti Aprillia; Bramantya, Bramantya; Sutanto, Ryan

    2015-01-01

    Amelia Cake & Bakery meupakan sebuah bakery di Surabaya yang sudah berdiri sejak tahun 1984. Amelia Cake& Bakery memiliki beberapa produk andalan di antaranya Spikoe Resep Kuno, Walnut Cake, Pandan Kukus, danMascovis Cake. Tidak adanya promosi yang dilakukan oleh Amelia Cake & Bakery membuat bakery ini kurangdi kenal di kota Surabaya. Dengan adanya perancangan promosi ini diharapkan dapat membuat Amelia Cake &Bakery dikenal dan mampu bersaing dengan kompetitor-kompetitornya.

  1. PENGARUH MATERIALISM HAPPINESS, MATERIALISM CENTRALITY DAN MATERIALISM SUCCESS TERHADAP IMPULSIVE BUYING DAN EFEKNYA PADA COMPULSIVE BUYING BEHAVIOR (Studi empiris pada mahasiswa yang berbelanja pakaian di department store di Yogyakarta)

    OpenAIRE

    DITASARI, VALENTINA

    2014-01-01

    Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh dimensi materialisme (materialism happiness, centrality, dan success) terhadap impulsive buying dan efeknya pada compulsive buying behavior. Penelitian ini menggunakan responden mahasiswa dan mahasiswi yang berada di beberapa Universitas di Yogyakarta sebagai obyek penelitian. Sampel pada penelitian ini adalah responden yang pernah dan cenderung sering melakukan pembelian atau berbelanja pakaian di Departement Store yang ada di Yogyakarta. ...

  2. Karakteristik Beberapa Jenis Antibiotik Berdasarkan Pola Difraksi Sinar-X (XRD Dan Spektrum FTIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirzan T Razzak

    2017-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan pengukuran karakteristik difraksi sinar-x (XRD terhadap beberapa jenisantibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik difraksi sinar-x suatuantibiotik sebagai upaya untuk identifikasi antibiotik secara cepat. Dalam penelitian ini diamatikarakteristik difraksi sinar-x dari 15 (lima belas antibiotik yang tersedia di pasaran. SpektrumXRD diukur pada sudut 2 antara 5 – 75 untuk dibandingkan dan dievaluasi mengenai bentukkristalnya. Selanjutnya diukur pula spektrum XRD dari pencampuran antibiotik dengan tepungtapioka. Pengukuran spektrum infrared dengan FTIR juga dilakukan untuk menguji konsistensihasil evaluasi spektrum XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amoxicillin dan ampicillinmempunyai struktur kristal yang sama, yaitu orthorombic primitif. Sayangnya baik XRDmaupun FTIR, tidak memberikan nilai kuantitatif pada antibiotik. Oleh sebab itu, perbedaankonsentrasi dengan pencampuran tepung tapioka tidak dapat dideteksi. Walaupun demikian,metode ini terbukti dapat digunakan untuk membedakan komposisi zat penyusun antibiotiksecara cepat dan akurat.

  3. KARAKTERISTIK PRAMUWISATA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA AGRO DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

    OpenAIRE

    Encang Saepudin; Agung Budiono; Agus Rusmana

    2017-01-01

    Abstrak Berdasarkan pada data RPJMD Kab. Bandung Barat Tahun 2013-2018, Bandung Barat memiliki potensi wisata alam yang sangat besar. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan beberapa desa menjadi desa wisata. Selain potensi daerah di sektor agro baik pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan, Kabupaten Bandung Barat juga memiliki beberapa potensi di bidang pariwisata baik wisata alam, wisata minat khusus maupun jenis wisata lainnya. Kawasan wisata KBB dibagi dalam 3 zona w...

  4. Tuhan di antara Desakan dan Kerumunan: Komodifikasi Spiritualitas Makkah di Era Kapitalisasi

    OpenAIRE

    Makin, Al

    2017-01-01

    Artikel ini ditulis berdasarkan data etnografi berupa catatan, observasi, pengalaman langsung penulis dan beberapa wawancara ritual umrah di Makkah tang gal 12-20 Maret, 2016. Tulisan ini berusaha memotret kota Makkah modern dari relasi antara perkembangan kota ini dan bagaimana pelaksanaan ritual umrah meliputi: tawaf, sai, dan kehidupan para peziarah di sana ketika penulis melaksanakan ibadah itu. Lebih jelasnya, penulis coba menilik pencarian Tuhan di tengah kerumuman manusia dalam kehidup...

  5. Karakteristik Dan perawatan Anomali Ortodonsia Pada Beberapa Penderita Achondroplasia

    OpenAIRE

    Agustina, Nova

    2010-01-01

    Karakteristik dan Perawatan Anomali Ortodonsia pada Beberapa Penderita Achondroplasia xii + 56 halaman Kelainan genetik dapat berpengaruh terhadap gangguan dentofasial. Achondroplasia adalah salah satu kelainan genetik yang mempunyai manifestasi timbulnya gangguan dentofasial. Achondroplasia adalah salah satu bentuk dwarfisme yang sering dijumpai. Achondroplasia disebabkan oleh gangguan osifikasi endokondral akibat mutasi gen FGFR 3 (fibroblast growth factor receptor 3) pada lengan p...

  6. Kontribusi Ekonomi Perempuan Penjual Ayam Goreng Gerobak di Beberapa Pasar Satelit di Kota Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Yuzaria

    2011-10-01

    Full Text Available Economical contribution of women in merchant-chart-fried chicken business in satellite market in padang city ABSTRACT. As social-economic demands increased, the complexity of family needs grew higher. To fulfill them, woman has to take part in making a living. This research aims to see economical performance of women in running merchant-cart-fried-chicken, identifying the obstacles faced and giving alternatives of solution. This research was conducted by survey method, with respondents of merchant-cart-fried-chicken seller in several markets in Padang city. Sample was taken with proportional allocation of 15 people. Data was analyzed by descriptive analysis method. The research showed that economical performance of women merchant-cart-fried-chicken seller is low with working hour o5 5.07 hours/day. Percentage of women that take part in all activities start from planning to marketing is 32.5%. This is a potential business to develop, with average income 92.259,58 IDR/day and average R/C ratio 1.29. Internal constraints were family relation pattern that scoped women’s part in fulfilling family need, meanwhile the external constraints were the difficulties in acquiring more capital to develop the business and the price fluctuation of chicken as a main raw material. Alternative solution that can be offered was opening the business at home so that women can spare more time to work the business and accessing soft loan with light requirements. The conclusion of the research was that women took part in making a living for the family, however the contribution is low due to patriarchy value as an internal constraint and capital problem as external constraint. The solution offered was taking soft loan and building relation with raw material supplier.

  7. FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA INFEKSI H5N1 DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Noer Endah Pracoyo

    2012-08-01

    Full Text Available Abstract. Avian Influenza A H5N1 is an acute respiratory disease caused by a virus. In Indonesia known as "Flu Burung". This virus is very dangerous that can cause death, and it is most infectious. This disease had spread all over the world as well as in Indonesia. The spread of Avian Influenza virus started when an out break occurred in poultry in August 2003. The first case human were occurred in July 2005 in Tangerang municipality and then followed by another 8 provinces. Until December 2008 the cases amount up to 139 people with 113 people of them were die. The purpose of this research was to understand risk factors connected with Avian Influenza A H5N1 occurrence in Indonesia. The research was take place in Referral Hospitals and in about 100 m radius around the place of cases. The study design is case control method with 60 respondents of cases and 120 respondents of controls and then their age were matched into group with ages <12 year and > 12 year. Measuring instruments was used questionares and the result was rechecked with the result of laboratory tests with Elissa test and RT- PCR. All respondents must fill a questionares which contains questions which deal with the occurrence of Avian Influenza A H5N1. Statistically, the result shows that is environments variables are not significantly different occurrence of cases, the risk factors P Value 0.057 and the Odd ratio 2.357. While respondents on contacts with sudden death of poultry had significant different with their risk factors to the occurrence of cases, P value < 0.001 and Odd Ratio 72.61. From this research can assumed contact with sudden death poultry have risk factors of occurrence of Avian influenza A H5N1 72.61 times, compared to the controls. This research result was expected to give on input to the Health Program in making policy to execute control of Avian Influenza disease A H5N1 in Indonesia. Furthermore, for medical workers they are can be use to take quick anticipation if there is a patient having symptoms of Avian Influenza A H5N1 infection. With other research sudden death of poultry in a community is a risk factor to Avian Influenza A H5N1 disease.Key word: Avian Influenza A H5N1, Flu burung

  8. BEBERAPA ASPEK ENTOMOLOGI PENDUKUNG MENINGKATNYA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI DAERAH ENDEMIS DI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiarti Widiarti

    2016-03-01

    Full Text Available Dengue fever (DF and dengue hemorrhagic fever (DHF are caused by the four serotypes of dengue virus, type 1 to 4 belonging to the flavivirus family. Dengue viruses are transmitted principally by Aedes aegypti that breeds in water containers. This diseases are endemic and cause periodic or annual outbreaks in Indonesia. The occurrence of DHF outbreaks is linked to a number of factor including the density of mosquito vectors. Another entomological aspect such as vector resistance and trans-ovarian transmission phenomenon will be discused in this manuscript. This entomological survey was base on previous and concurrent with dengue vector resistance studies in endemic area in Central Java Province. The aim of this study were to explore the entomology data such as larval-free index, Containers Index, House Index, and Breteau Index. The entomological data was collected using resting mosquito colection technique in the morning and larval survey according to WHO guideline. The study was conducted in 8 endemic areas  in Central Java i.e : Jepara District, Blora District, Semarang City, Surakarta City, Tegal City, Magelang City, PurwokertoCity and Salatiga City. The study revealed that the larval-free index in eighth areas ranged between 24,13% to 88,52%, lower than the national standard of 95%. The result of Container Index, House Index and Breteau Index ranged from 11,84 % to 75,16% ; 11,48 % to 75,86 %  and  14,73% to 100 % respectively. The population of Ae. aegypti collected from 8 endemic area in Central Java eleven municipalities, regencies/cities in Central Java Province were resistant to Malathion 0,8 %, Bendiocarb 0,1 %, Lambdasihalotrin 0,05 % and Permethrin 0,75 %, including Deltamethrin 0,05 % and Etofenprox 0,5 %. However, in several location of this study were found the population of Ae. aegypti remain susceptible to Cypermethrin 0,05 % and Bendiocarb 0,1 %. The population of Ae. aegypti from Salatiga and endemic area from Central Java have shown the  trans-ovarian transmission of dengue virus. The trans-ovarian transmission phenomenon was occured in several DHF endemic areas in Central Java Province.

  9. KOLEKSI REFERENSI NYAMUK Anopheles DI BEBERAPA KABUPATEN DENGAN MASALAH MALARIA DI PULAU JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Ika Hariastuti

    2012-10-01

    Full Text Available Malaria has continued to be the health problem in Central Java, East Java and Special Region Yogyakarta (DIY provinces. Various efforts of prevention and control have been carried out, but the results were still not promising. One of the causes is the lack of understanding  about the species and various aspects of vector bionomics. Reference collection were conducted to identify the Anopheles species in the district where malaria was endemic (Central Java, East Java and DIY Province. Samples were collected with purposive sampling method. The results indicated that in Central Java Province there were 8 Anopheles species; An. indefinitus. An. barbirostris, An. vagus, An. subpictus in Cilacap District, An. aconitus, An. maculatus, An. kochi, An. barbirostris, An. vagus, An. annularis in Pemalang District. An. maculatus, An.barbirostris, An. vagus in Kendal District. In East Java there was six Anopheles species;  An. aconitus, An. maculatus, An.barbirostris, An. kochi in Trenggalek District, An. aconitus, An. maculatus, An. barbirostris, An. vagus, An. annularis in Pacitan District. In DIY, Sleman District there was six Anopheles species; An. aconitus, An. barbirostris, An. vagus in Mlati SubDistrict and An. aconitus, An. maculatus, An. balabacensis,  An. barbirostris, An. vagus, An. annularis in Turi SubDistrict.   Keyword: Anopheles, malaria,Central Java, East Java, Daerah lstimewa Yogyakarta

  10. KOMPETENSI INTERNASIONAL AKUNTANSI FORENSIK MAHASISWA AKUNTANSI DI BEBERAPA UNIVERSITAS DI SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rizky Garuda Nusantara Bachrul Zakir Hamzah

    2015-12-01

    Full Text Available In the era of globalization accounting graduates equipped with international competencies would have better access to find jobs in other countries. The roles of universities in preparing their accounting graduates are pivotal. The objectives of the study is to identify the contributions of univesities in preparing their graduates to master international competencies of forensic accounting (KIAF. The population of the study are final-year accounting students of all universities in Semarang. By employing multi-stage smpling technique, the study collected 218 data. Moreover, the study used a five-point-Likert-type scale for both variables of accounting course enggagement (KMPA and KIAF. KMPA was the proxy for measuring the process of accounting education at the university.Descriptive, correlation, and regression analyses were employed to analyze data. Almost all factors of KMPA significantly correlate with factors of KIAF. Canonical analysis shows that covariates of KMPA factors mostly correlate with canonical variable. Almost all factors of KMPA have significant contributions in building students’ competencies of forensic accounting Universities should improve the education processes of accounting to increase the KIAF. Since, the KIAF was measured using students’ perceptions, future research should focus on the impacts of KMPA on real competency of forensic accounting.

  11. STUDI EVALUASI PELATIHAN PENATALAKSANAAN PMS DENGAN PENDEKATAN SINDROM DI BEBERAPA KABUPATEN DI JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang R. Sedyaningsih-Mamahit

    2012-11-01

    Full Text Available Sexually Transmitted Diseases (STD continue to become major public health problems. Most of STD patients present with urethral or vaginal discharge, even though the causes may be of different micro-organisms. The Syndromic Approach (SA is an algorithm for STD management currently recommended by the WHO. Diagnosis are made based on clinical signs and symptoms using a certain flowchard-without laboratory confirmation, and all possible causes will be treated. IEC are also given and the patients' partners are notified. The East Java Provincial health office has trained Puskesmas' and hospitals' doctors and paramedics on this new STD management approach.The objecttive of this  study is to evaluate the implementation of SA in some Puskesmas and  private clinics which personnels have been trained before. Using direct observation, document research, interviews and focus group discussions, data and information on the benefit of SA, the obstacles in implementing SA, and recommendations to improve the health providers' performance in STD management are collected. Results are hopefully used as inpc;ts in improving the STD control program, provincially as well as nationally.

  12. TAENIASIS/SISTISERKOSIS DI ANTARA ANGGOTA KELUARGA DI BEBERAPA DESA, KABUPATEN JAYAWIJAYA, PAPUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akira Ito

    2005-06-01

    Full Text Available Taeniasis/cysticercosis among family members in villages of Jayawijaya District, Papua. The area of Jayawijaya, including the Subdistricts of Wamena and Assologaima, is a hyperendemic area of taeniasis/cysticercosis. The disease is considered as a household disease because often if one family member is infected with the disease we can also expect other family members with the same disease. The aim of this study is to obtain data on the condition oftaeniasis/cysticercosis in families living in a complex of houses (silimo and to know the distribution of cysticercosis patients living together with taeniasis patients (adult worm carriers. A limited study was conducted using a test on the detection of antibodies against antigen Taenia solium and the ELISA-coproantigen test. The immunoblot test used purified glycoproteins (GP as a Taenia solium antigen. Antibodies anti-cysticercosis were detected in 51.7% of 89 human sera samples. The seroprevalence of families in Wamena (68.4%, 26/38 was higher in comparison with that in Assologaima (35.3%, 18/51, men (61.2%, 30/49 were more infected than women (40.0, 16/40. In addition positive ELISA-coproantigen was found in 2.4% (3/42 of the families in Assologaima, whereas in 5 families in Wamena as well as in Assologaima family members were found seropositive without an individu with coproantigen positive in their families living in their respectively silimo’s. In hyperendemic areas of taeniasis/cysticercosis one can be infected by hisfamily living in the same complex of houses as well as by other families. All adult worm carriers are contaminating the whole environment.

  13. BASIC DESIGN KAPAL PENGANGKUT BATUBARA 200 TON SEBAGAI JALUR ALTERNATIF RUTE SUNGAI LEMATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Budianto

    2016-10-01

    Full Text Available Sebagai jalur alternatif jalan khusus,  melalui transportasi sungai Lematang dengan perancangan kapal pengangkut hasil tambang dalam  distribusi batubara merupakan salah satu solusi untuk jalur darat provinsi tetap terjaga dengan baik dan tidak terjadi kemacetan akibat konvoi dump truk pengangkut batubara. Bentuk geografis, perpindahan aliran sungai, dan pendangkalan sungai Lematang berpengaruh terhadap sulitnya membuat kapal angkut batubara melalui sistem tranportasi sungai tersebut. Jika menggunakan kapal angkut batubara jenis Tug and Barge, maka akan menyebabkan kesulitan dalam proses manouvering kapal bahkan sering terjadi kapal kandas karena pendangkalan sungai, serta bisa juga kapal tersangkut bagian barge karena sudut olah belok kapal terlalu melebar. Disamping itu juga, perlu diperhatikan bentuk aliran sungai Lematang yang melengkung dan berkelok, adanya masalah sosial, serta hambatan lain seperti adanya kabel slink, jembatan, kedalaman sungai, sampah kayu d.l.l. Salah satu teknologi yang bisa digunakan adalah kapal SPB (Self Propeller Barge. Dimana kapal SPB pengangkut batubara memiliki kelebihan dapat manouvering yang baik ketika melintasi wilayah sungai. Kapal SPB pengangkut batubara memiliki geladak angkut yang terletak dibelakang akomodasi, hal ini akan mempermudah jarak pandang dan proses manouvering kapal, akan tetapi terbatas dengan kapasitas yang diangkut karena terbatas dengan kedalaman draft kapal yang dimiliki. Dalam perancangan harus diperhatikan faktor geografis, kedalaman sungai, faktor sosial dan faktor ekonomis kapal. Sehingga akan memberikan hasil teknologi kapal SPB pengangkut batubara dengan kondisi sellow draft yang efektif dan efisien. Dimana kapal SPB yang dirancang dengan kaasitas 200 ton setara dengan 20 dump truk, kapal  yang difungsikan untuk mengangkut batubara dengan memiliki kecepatan sebesar 12 knot (dengan mesin 2x250HP dan konsumsi bahan bakar sebesar 1.77 ton dengan mngunakan SFOC sebesar 160 gram

  14. ANALISIS TINGKAT KERAWANAN DAN MITIGASI BENCANA BANJIR DI KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurlina Nurlina

    2017-01-01

    Full Text Available Ditinjau dari aspek geologis, geografis, dan morfologis, Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang rawan terhadap bencana banjir. Hampir setiap tahun bencana banjir terjadi, khususnya di wilayah Kabupaten Banjar. Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Riam Kiwa, Sungai Riam Kanan dan Sungai Martapura. Sedikitnya 64 desa pada bulan Januari 2012 di enam wilayah kecamatan yang berada di sepanjang Sungai Riam Kiwa dan Martapura terendam banjir. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kabupaten Banjar menyebutkan, banjir yang melanda di Kecamatan Astambul merendam 17 desa dari 22 desa yang ada, dihuni oleh 1.985 Kepala Keluarga atau 6.000 jiwa. Salah satu penyebab timbulnya korban jiwa dan kerusakan/kerugian yang sering terjadi akibat bencana alam adalah karena masyarakat lalai dan tidak mengetahui bahwa daerah tempat tinggal mereka termasuk daerah yang rawan bencana banjir, serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang mitigasi dan kesiapsiagaan termasuk aparat/pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana. Untuk itu melalui kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat merupakan upaya nyata kepada Masyarakat Kecamatan Astambul untuk mengurangi resiko bencana banjir antara lain dalam bentuk pelatihan dan pembinaan penanggulangan banjir. Kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang daerah rawan banjir. Oleh karena itu dilakukan analisis daerah rawan banjir dengan sistem bobot menggunakan parameter curah hujan, bentuk lahan, gradient sungai, kerapatan drainase, kemiringan lereng dan penggunaan lahan. Dari hasil analisa tingkat kerawanan di Kecamatan Astambul, luas daerah yang masuk kategori sangat rawan sebesar 81.501,76 ha atau 17,94 % dari luas wilayah dan kategori rawan 62.506,37 ha atau 13,76 %

  15. Aplikasi Robot Penentu Koordinat pada Perubahan Permukaan Dasar Sungai sebagai Media Pembelajaran Mata Kuliah Hidrolika

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyitno Hadi Putro

    2009-05-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah membuat robot untuk mengetahui koordinat pada perubahan permukaan dasar sungai. Penelitian ini menggabungkan berbagai disiplin ilmu seperti mekanik, elektronik, informatika dan disiplin ilmu lainnya. Salah satu aplikasi robot pada bidang teknologi adalah sebagai penentu koordinat pada perubahan permukaan dasar sungai sebagai media pembelajaran mata kuliah hidrolika. Dengan mengetahui perubahan dasar sungai setiap saat, maka dapat digunakan untuk memprediksi berbagai macam perubahan pada sungai tersebut seperti terjadinya erosi, pendangkalan, perubahan aliran dan lain sebagainya. Penelitian yang disampaikan adalah eksperimen yang dimulai dengan merancang sebuah aplikasi robot penentu koordinat pada perubahan permukaan dasar sungai yang selanjutnya hasil rancangan tersebut digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah hidrolika.Hasil penelitian yang dilakukan adalah bahwa model media yang dirancang dapat bekerja dengan baik dan dapat menentukan koordinat X,Y dan Z yang diatur melalui keypad dan komputer PC yang dikomunikasikan melalui Bluetooth. Waktu yang digunakan untuk mengukur satu kali lebar permukaan sungai 78 cm adalah  85,25 detik dengan prosedur operasi yang sangat mudah.

  16. UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR KAPAS (Gossypium hirsutum HASIL RADIASI TERHADAP SERANGGA HAMA PENGGEREK BUAH Helicoverpa armigera(Hǖbner

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Sunarto

    2015-09-01

    Full Text Available Uji  ketahanan beberapa galur kapas (Gossypium hirsutum terhadap  penggerek buah Helicoverpa armigera (Hǖbner dilaksanakan di laboratorium Entomologi Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat Malang pada bulan Januari sampai dengan Mei 2011. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan beberapa galur kapas hasil radiasi terhadap penggerek buah H. armigera.  Perlakuan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK yang terdiri atas empat galur hasil radiasi yaitu galur IA, 2A, 4A, dan 2C, dua varietas hasil radiasi yaitu Karisma, NIAB, dan dua varietas hasil pemuliaan konvensional yaitu Kanesia 10 dan Kanesia 15.  Setiap perlakuan diulang 3 kali.  Pengujian dilakukan dengan cara uji pakan (feeding assay daun, kuncup daun, dan buah muda sesuai dengan perkembangan larva H. armigera.  Larva instar I, instar II-III, dan instar IV-V berturut-turut diberikan daun muda, kuncup bunga, dan buah muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur kapas nomor 1A, 2A, 4A, dan 4C merupakan galur yang toleran terhadap H. armigera.  Kata kunci : Gossypium hirsutum, Helicoverpa armigera,   ketahanan  varietas.

  17. Penerapan Teknologi Cloud Computing Di Universitas Studi Kasus: Fakultas Teknologi Informasi Ukdw

    OpenAIRE

    Kurniawan, Erick

    2015-01-01

    Teknologi Cloud Computing adalah paradigma baru dalam penyampaian layanan komputasi. Cloud Computing memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan sistem konvensional. Artikel ini membahas tentang arsitektur cloud computing secara umum dan beberapa contoh penerapan layanan cloud computing beserta manfaatnya di lingkungan universitas. Studi kasus yang diambil adalah penerapan layanan cloud computing di Fakultas Teknologi Informasi UKDW.

  18. POLA KELETAKAN SITUS-SITUS NEOLITIK DI KAWASAN CINEAM, TASIKMALAYA Pattern Placement Neolithic Sites In The Area Cineam, Tasikmalaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurul Laili

    2016-07-01

    Abstrak Kawasan Cineam berada di wilayah timur Kabupaten Tasikmalaya. Situs neolitik di kawasan ini merupakan situs dengan tinggalan artefak berupa jejak aktivitas bengkel beliung persegi. Tinggalan artefak aktivitas bengkel beliung di antaranya adalah  beliung jadi, calon beliung, tatal, dan serpih. Situs neolitik  di kawasan ini berjumlah enam situs. Permasalahan yang dikemukakan adalah bagaimana pola keletakan situs-situs neolitik di kawasan Cineam dan faktor apa saja yang melatarbelakangi pola keletakan situs-situs neolitik di kawasan Cineam. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui pola peletakan dan faktor-faktor yang melatarbelakangi. Pengetahuan tentang pola peletakan tersebut  diharapkan dapat memberi petunjuk tentang pola perilaku manusia dalam memanfaatkan ruang (alam lingkungan bagi kegiatannya. Tulisan ini menggunakan pendekatan geografi terpadu berupa analisis keruangan dan analisa ekologi. Analisis keruangan untuk mengetahui pola peletakan situs dan analisa ekologi/lingkungan untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi.Adapun metode yang digunakan adalah metode induktif. Simpulan dalam makalah ini menunjukkan bahwa pola peletakan situs neolitik di kawasan Cineam mengikuti pola aliran sungai. Potensi sungai sangat besar untuk aktivitas manusia pendukung situs neolitik. Pemilihan lokasi sebagai tempat aktivitas juga memperhitungkan potensi lahan didasarkan kondisi lingkungan yang sesuai, baik ketinggian, kemiringan lahan/kelerengan, vegetasi, serta ketersediaan air dan bahan baku yang disediakan oleh sungai.   Kata kunci: pola, keletakan, situs neolitik, lingkungan

  19. STUDI HIDROLOGI BERDASARKAN CLIMATE CHANGES MENGGUNAKAN MODEL SWAT DI DAERAH TANGKAPAN AIR WADUK JATILUHUR

    OpenAIRE

    Supatmanto, Budi Darmawan; Yusuf, Sri Malahayati

    2015-01-01

    Daerah Tangkapan waduk Jatiluhur berada diantara 107011'36” - 107032'36" BT and 6029'50" - 6040'45" LS di Jawa Barat, Indonesia. Area dengan luas 380 km2 merupakan 8% dari seluruh total area Hulu Sungai Citarum seluas 4500 km2. Fungsi dari daerah ini untuk memenuhi kebutuhan air untuk pertanian di Karawang dan Bekasi dan memenuhi kebutuhan air di Jakarta. Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti dampak dari perubahan ik (Climate Changes) terhadap hasil hidrologi di daerah tangkapan. Perubaha...

  20. KERAGAMAN PERTUMBUHAN BIBIT GEMPOL(Nauclea orientalis L. DARI BEBERAPA POHON INDUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurniawati Purwaka Putri

    2017-02-01

    Full Text Available Gempol (Nauclea orientalis L. is one of the fast growing species that potential to be developed in agroforestry system. These species used as wood production and also Jabon, which is the alternative for sengon wood. Gempol adapted growth at wet and drylands such as at riverbanks, rice fields and yards. The constrained of the development of community forests of gempol for high productivity is the availability of good quality seed sources. Seeds and seedlings are largely determined by the quality of the parent tree, hence the diversity of the mother plant will affect the seeds it produces. The purpose of this study was to determine the diversity of the growth of seedlings in the nursery gempol of 64 parent trees from Majalengka and Banten. The study design used was completely randomized design consisting of 64 trees parent gempol, with three replications and each replication consisted of six seedlings. The variables measured were the diameter and height of seedlings. The results showed that significantly affected the parent tree diameter and height of seedlings gempol. Growth in diameter is the best demonstrated by the parent tree 16 at 5.4 cm. The high growth (32.88 cm produced by seeds from the parent tree 10. Gempol (Nauclea orientalis L. merupakan salah satu tanaman cepat tumbuh yang potensial untuk dikembangkan dengan pola agroforestry.. Jenis tanaman ini dimanfaatkan khususnya masyarakat Jawa Barat sebagai pohon penghasil kayu pertukangan selain sengon dan jabon.Gempol mampu beradaptasi pada lahan basah maupun kering seperti di bantaran sungai, pematang sawah, tegalan dan pekarangan.  Pengembangan hutan rakyat gempol yang produktifitas tinggi terkendala ketersediaan sumber benih yang berkualitas. Benih dan bibit yang berkualitas sangat ditentukan oleh pohon induknya, oleh karena itu keragaman pada pohon induk akan berpengaruh terhadap bibit yang dihasilkannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaman pertumbuhan bibit gempol di

  1. EVALUASI HELMINTIASIS PADA ANJING PENDERITA DIARE DI KLINIK HEWAN MAKASSAR

    OpenAIRE

    RAHMADANI, SUCI

    2015-01-01

    Kasus diare pada anjing di Klinik Hewan Makassar banyak dilaporkan. Helmintiasis merupakan salah satu diagnosis yang cukup sering dialporkan dalam pemeriksaan disamping diagnosis lainnya seperti : perubahan diet, food intolerance, infeksi bakteri dan virus. Kasus helmintiasis pada anjing yang sampai saat ini banyak dilaporkan diantaranya adalah ancylostomiasis dan toxocariasis. Selain itu, beberapa kasus lain yang kurang namun tetap dilapo...

  2. Evaluasi Kualitas Air Sungai-sungai Di Kawasan DAS Brantas Hulu Malang Dalam Kaitannya Dengan Tata Guna Lahan Dan Aktivitas Masyarakat Di Sekitarnya

    OpenAIRE

    Yetti, Elvi; Soedharma, Dedi; Hariyadi, Sigid

    2011-01-01

    Brantas River that is located at Upper Brantas River Basin Area has been polluting that is noted by poluttion that taking place at Karangkates and Sengguruh Reservoir. Development of people and industries around Malang Upper Brantas River Basin Area since 2000, leading to increasing of river water using and pollution, particularly organic pollution. This research evaluated river water quality at Malang Upper Brantas River Basin Area, refered to water quality standard inserted on Governmental ...

  3. Efek Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val.) sebagai Larvasida Aedes Aegypti Vektor Penyakit Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue di Kota Banjarbaru

    OpenAIRE

    Panghiyangani, Roselina; Marlinae, Leni

    2012-01-01

    Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan bagian dari masalah kesehatan di Indonesia. Case Fatality Rate (CFR) di kota Banjarbaru sebesar 1,9% (2006), 1,8% (2007), 0,00% (2008) dan 5,11% (2009) dengan vektor nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak rimpang kunyit sebagai larvasida Ae.aegypti di lingkungan Perumahan untuk membantu mengatasi permasalahan kasus DD dan DBD serta menerapkannya di beberapa kecamatan di K...

  4. HULU SUNGAI PERAK BED SEDIMENT MAPPING USING UNDERWATER ACOUSTIC SONAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N. Arriafdi

    2016-09-01

    Full Text Available Development in acoustic survey techniques in particular side scan sonar have revolutionized the way we are able to image, map and understand the riverbed environment. It is now cost effective to image large areas of the riverbed using these techniques and the backscatter image created from surveys provides base line data from which thematic maps of the riverbed environment including maps of morphological geology, can be derived when interpreted in conjunction with in situ sampling data. This article focuses on investigation characteristics of sediments and correlation of side scan backscatter image with signal strength. The interpretation of acoustic backscatter rely on experienced interpretation by eye of grey scale images produced from the data. A 990F Starfish Side Scan Sonar was used to collect and develop a series of sonar images along 6 km of Hulu Sungai Perak. Background sediments could be delineated accurately and the image textures could be linked to the actual river floor appearance through grab sampling. A major difference was found in the acoustic returns from the two research area studies: the upstream area shows much rougher textures. This is due to an actual differences in riverbed roughness, caused by a difference in bottom currents and sediment dynamics in the two areas. The highest backscatter correlates with coarsest and roughness sediment. Result suggest that image based backscatter classification shows considerable promise for interpretation of side scan sonar data for the production of geological maps.

  5. Distribusi patogen dan kualitas lingkungan pada budidaya perikanan laut di Provinsi Kepulauan Riau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Romi Novriadi

    2014-04-01

    Full Text Available Peningkatan laju produksi perikanan budidaya secara umum berperan penting dalam peningkatan masalah lingkungan dan patogen di beberapa unit produksi budidaya. Oleh karena itu, pencegahan dan pengendalian penyakit saat ini menjadi prioritas untuk menjamin keberlanjutan industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan menilai distribusi patogen pada beberapa sentra produksi perikanan laut di Provinsi Kepulauan Riau. Monitoing dilakukan mulai Februari 2011 sampai Desember 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nodavirus dan Iridovirus merupakan agen penyebab penyakit virus yang umum ditemukan di budidaya ikan laut. Sementara Vibrio spp., Aeromonas spp. dan Edwardsiella spp. merupakan mikroorganisme patogen yang umum ditemukan di sentra budidaya ikan laut dan ikan air tawar. Hasil kajian monitoring juga menunjukkan bahwa Diplectanum sp., Gyrodactilus sp., Caligus sp., Trichodina sp., Rhexanella sp., Hirudinae sp., Benedenia sp. dan Cylodonela sp. merupakan parasit yang memiliki distribusi tinggi di berbagai sentra produksi ikan air laut dan tawar di Kepulauan Riau.

  6. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA KONSUMSI MAHASISWA INDEKOS DI KOTA MAKASSAR

    OpenAIRE

    KAROMA, AGUSTINA RESI

    2013-01-01

    2013 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi mahasiswa indekos di Kota Makassar. Data penelitian ini diperoleh dari kuisioner (primer) dan beberapa observasi serta wawancara langsung dengan pihak yang terkait yaitu kepada mahasiswa yang tinggal di rumah kos di wilayah Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai R square adalah sebesar 0,827 yang berarti bahwa 82,7 % konsumsi mahasis...

  7. Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Difteri Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Difteri di Dusun Ngrame Kasihan Bantul

    OpenAIRE

    Muryani Muryani; Ircham Machfoedz; Muhamad Nur Hasan

    2013-01-01

    Perilaku memiliki peran hingga 30-35% terhadap derajat kesehatan, termasuk perilaku pencegahan penyakit difteri. Hasil beberapa penelitian di DIY pernah terjadi kejadian luar biasa (KLB) difteri. Berdasarkan survey, di Dusun Ngrame pernah ada kejadian penyakit difteri dan diduga erat hubungannya dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang difteri dengan perilaku pencegahan penyakit difteri di RT 01, 02, dan 04 Dusun Ngram...

  8. RASISME DALAM FILM 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA PART 1 (ANALISIS SEMIOTIKA DALAM FILM 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA PART 1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vallen Nur Rita

    2016-09-01

    Full Text Available Stereotip merupakan pernyataan negatif dari prasangka. Prasangka inilah yang kemudian dijadikan alasan untuk melakukan diskriminasi terhadap kelompok rasial tertentu. Stereotip dan prasangka kemudian merujuk pada suatu paham yang mempercayai adanya superioritas yang menolak adanya kesetaraan manusia yaitu rasisme. Perilaku maupun tindakan rasisme tersebut banyak muncul dalam beberapa scene film 99 Cahaya Di Langit Eropa Part 1. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana simbol-simbol digunakan untuk menggambarkan rasisme di dalam film 99 Cahaya Di Langit Eropa Part 1. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah semiotika Roland Barthes. Model Roland Barthes terdiri dari tiga tahap analisis yaitu denotasi, konotasi, mitos. Peneliti melakukan analisis menggunakan tanda verbal dan nonverbal yang terdapat dalam film “99 Cahaya di Langit Eropa Part 1”. Dalam menganalisis film 99 Cahaya di Langit Eropa Part 1, dikelompokkan menjadi beberapa kategori yang berhubungan dengan perilaku rasisme, antara lain : stereotip, prasangka, diskriminasi

  9. UJI REPELEN (DAYA TOLAK BEBERAPA EKSTRAK TUMBUHAN TERHADAP GIGITAN NYAMUK Aedes aegypti VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Boesri Boesri

    2015-10-01

    Full Text Available AbstrakPenyakit­ Demam ­Berdarah ­Dengue,­Malaria,­filaria­sejauh­ini­masih­menjadi­masalah­kesehatan­masyarakat.Penggunaan insektisida nabati banyak memberikan keuntungan diantaranya ramah lingkungan, tidak memberikan dampak buruk pada kesehatan dan bahan dasar ada di sekitar pemukiman. Berdasarkan banyaknya keuntungan yang didapatkan, maka dipandang perlu untuk mencari insektisida nabati sebagai repelen untuk  menolak gigitan nyamuk  penular penyakit. Penelitian ini merupakan eksperimen murni, tentang pembuatan ekstrak dari berbagai­bahan­tanaman­serta­uji­efektifitas­daya­tolak­nyamuknya­dan­dilakukan­di­laboratorium.­Pembuatanekstrak dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Gajah Mada Yogyakarta, sedangkan  untuk pengujian ekstrak terhadap nyamuk Aedes aegypti dilakukan di laboratorium uji insektisida Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit. Hasil penelitian uji  repelen beberapa ekstrak tumbuhan adalah pada dosis 100%  yang mampu menolak gigitan nyamuk di atas 80% per jam  antara lain ekstrak daun Zodia mampu menolak sampai 2 jam sebanyak 88,2%. Ekstrak daun tembakau  mampu menolak  selama 3 jam sebanyak  84,9%, ekstrak daun gondopuro mampu menolak selama 1 jam sebanyak  83,3%,  ekstrak daun Serai Wangi mampu menolak selama 2 jam sebanyak 85,1%. Ekstrak daun cengkeh mampu menolak selama 4 jam sebanyak, 81,7%. Ekstrak bunga krisan mampu menolak selama 1 jam sebanyak 89,6%, Sedangkan ekstrak daun suren, akar tuba dan lavender hanya mampu menolak gigitan nyamuk Aedes aegypti di bawah 80%.Kata kunci : ekstrak, repelen, Aedes aegyptiAbstractDengue­Haemorrhagic­Fever,­malaria,­filaria­so­far­are­public­health­problem.­The­use­of­plant-based­­insecticidesare­many­eco-friendly­benefits,­do­not­give­bad­impact­on­­health­and­basic­materials­are­all­around­settlements.­Itis necessary to look for botanical insecticides as repellent to resist bites mosquito

  10. Benthic macroinvertebrates diversity and water quality assessment at Sungai Congkak recreational area, Hulu Langat, Selangor

    Science.gov (United States)

    Mustaqim-Alias, M.; Ahmad, A. K.

    2013-11-01

    A study on benthic macroinvertebrates diversity and water quality assessment was conducted at Sungai Congkak recreational area in Hulu Langat, Selangor. Sums of eight sampling stations were selected with a distance of 100-200 m interval between each station. Benthic macroinvertebrates was sampled using a Surber net, while water sampling and analysis were undertaken according to HACH standard methods. A total of 3754 individuals from 40 families of benthic macroinvertebrates were recorded at this river. Ecological indices namely Shannon diversity index (2.49), Pielou evenness index (0.77) and Margalef richness index (4.06) demonstrate that Sungai Congkak is at good condition and benthic macroinvertebrates has homogeneous distribution along the sampling sites. Elmidae, Hydrophilidae, Baetidae and Perlidae were most dominant families present in that area and adapted progressively with excellent water quality (> 300 individuals). As regards to Malaysian's Water Quality Index (WQI), the study area at Sungai Congkak is classified in class I which has good water quality conditions. The Pearson correlation test indicates that ecological indices have strong correlation toward WQI at all sampling stations. As a conclusion, the benthic macroinvertebrates and WQI data demonstrated that Sungai Congkak is clean and suitable as recreational stream based on this study.

  11. Hydrological assessment for mini hydropower potential at Sungai Pahang @ Temerloh

    Science.gov (United States)

    Sidek, L. M.; Zaki, A. Z. A.; Mustaffa, Z.; Ibrahim, M. I. H.; Muda, Z. C.; Thiruchelvam, S.; Basri, H.

    2013-06-01

    Sg Pahang at Temerloh was considered for assessment of hydropower potential using hydrological analysis method and hydrological model. The available data related to topography, soil, land use, weather and discharge pertaining to the study catchment were used to characterize the catchment. The characterization was required for water resources hence hydropower assessment. The hydrology of the study catchment was simulated through the model. This hydrological study is required due to the proposed mini hydroelectric power plant at Pulau Temerloh. It is essential to evaluate the existing river flow characteristic and to model the environmental flow assessment of the river. Two rainfalll stations, JPS Temerloh and Pintu Kawalan Paya Kertam Station are selected to develop the Rainfall Intensity Duration frequency (RIDF) Curve to determine the rainfall intensity of the area. Daily river flow were recorded at Sg Pahang at Temerloh and Sg Pahang at Lubok Paku were used to develop the Flow Duration Curve (FDC) to study the characteristic of Sungai Pahang flow. The 7 days low flow with 10 years return period (7Q10 low flow) was obtained using both Gumbel Method and Log Pearson Type III Method. The results from FDC shows that 50% percentage of time the Sg Pahang @ Temerloh is exceeded over a historical period is 400 m3/s and 50% percentage of time the Sg Pahang @ Lubok Paku is exceeded over a historical period is 650 m3/s. The required environmental flow are set to be 7Q10 low flow which is 64.215 m3/s for Sg Pahang at Temerloh and 79.24 m3/s for Sg Pahang at Lubok Paku. The results show the water resources are abundant and hence boost the mini hydropower potentiality at Sg Pahang.

  12. Profil RAPD Tanaman Kantung Semar Beberapa Koleksi Kebun Raya Baturraden

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Mayangsari

    2017-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian tentang profil RAPD beberapa tanaman kantung semar (Nepenthes spp. koleksi Kebun Raya Baturraden. Tujuh individu yang dipelajari merupakan spesies semiendemik Gunung Slamet dan endemik Jawa, yaitu N. adrianii dan N. gymnampora. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara acak. DNA genomik sampel diekstraksi untuk kemudian digunakan sebagai templat dalam amplifikasi marka RAPD menggunakan teknik PCR dengan 10 primer acak, yaitu ES10G23, ES10A26, ES10C24, ES10G33, OPA-2, OPA-9, OPA-13, OPB-3, OPB-5, dan OPB-7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke-10 primer tersebut menghasilkan 43 (67,2% pita polimorfik dan 21 (32,8% pita monomorfik dengan ukuran berkisar dari 130 hingga 1.500 bp. OPA-2 and OPB-3 menghasilkan polimorfisme tertinggi, sedangkan ES10G23 dan OPA-13 menghasilkan pita monomorfik terbanyak. Dendogram yang dikonstruksi menggunakan  UPGMA dalam MEGA 6.06 memperlihatkan bahwa dua klaster terbentuk pada jarak genetik 18%. Kedua klaster tersebut cenderung dipisahkan oleh lokasi geografi.

  13. ASPEK ADAPTASI DAN AKULTURASI BUDAYA DI SITUS BUMI RONGSOK, TASIKMALAYA Aspects Of Adaption And Cultural Acculturation In Bumi Rongsok Sites, Tasikmalaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarti Prijono

    2016-07-01

    Abstrak Keberadaan Situs Bumi Rongsok di Desa Papayan, Kecamatan Jatiwaras, Tasikmalaya serta beberapa bentuk tinggalan budayanya, memunculkan beberapa permasalahan yang perlu dikaji aspek arkeologisnya. Tinggalan arkeologis yang terdapat di situs tersebut di antaranya lahan berbentuk perbukitan berundak, kubur batu,  lumpang batu, jirat kubur bercorak Islam, dan berbatasan langsung dengan hutan dan saluran air. Berlatar temuan tersebut maka dibahas mengenai aspek adaptasi dan akulturasi budayanya. Untuk menjelaskan kedua aspek tersebut digunakan metode studi komparatif. Studi dilaksanakan dengan membandingkan terhadap obyek serupa dengan di situs yang berbeda, masa yang berbeda, atau dari kebudayaan yang berbeda untuk menjawab permasalahan tersebut di atas. Di akhir artikel diperoleh simpulan bahwa keberadaan situs Bumi Rongsok berkaitan dengan aspek adaptasi terhadap lingkungan alam. Bangunan kubur berundak di situs ini menggambarkan adanya akulturasi budaya yang pernah berlangsung di situs tersebut.   Kata Kunci: bukit, kubur, punden berundak, akulturasi

  14. Uji Efektivitas Beberapa Minyak Atsiri terhadap Pertumbuhan Microsporum canis secara in Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bunga Saridewi Nurmansyah

    2016-01-01

    Full Text Available AbstrakDermatofitosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di daerah tropis. Minyak atsiri merupakan salah satu potensi alam Indonesia yang diketahui memiliki daya antifungi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas beberapa minyak atsiri (serai wangi, kayu manis dan cengkeh sebagai antijamur dalam mengendalikan pertumbuhan Microsporum canis penyebab dermatofitosis secara in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fitopatologi KP Balittro Laing Solok dari  Februari sampai April 2014. Studi eksperimental ini dilakukan dengan metode pengenceran disusun  dalam Desain Rancang Acak Lengkap dalam Faktorial. Faktor pertama adalah jenis minyak atsiri (daun serai wangi, daun kayu manis, daun cengkeh. Faktor kedua adalah tingkat konsentrasi minyak atsiri (100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm dan 2000 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun serai wangi, daun kayu manis dan daun sarasah cengkeh efektif dalam menekan pertumbuhan M. canis secara in vitro. Ketiga minyak atsiri pada konsentrasi 500 ppm telah mampu menghambat pertumbuhan M. canis hingga 100%. Minyak atsiri daun sarasah cengkeh memiliki efek antifungi paling tinggi (89,17%, diikuti minyak atsiri daun serai wangi (80,98% dan kayu manis (77,07%.                Kata kunci: minyak atsiri, serai wangi, cengkeh, kayumanis, microsporum canis AbstractDermatophytosis is an important public health problem in tropical areas. Essential oil is one of natural potential from Indonesia has been predicted as antifungal. The objective of this study was to detect effectivity some essential oils such as citronella, cinnamon and clove as antifungal to control the growth of dermatophyte infections caused by Microsporum canis by in vitro . The study was done  in the Laboratory of Phytopathology KP Balitro of Laing Solok from February until April 2014. This is an experimental study with dilution method arranged in Complete Randomized Design in

  15. Kontestasi Kekuasaan dan Keteladanan Semu di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Michael HB Raditya

    2016-04-01

    Full Text Available Kepemimpinan di Indonesia merupakan persoalan yang menarik untuk ditelaah. Jika bertolak dari tataran diakronis, secara kronologis Indonesia telah mengalami pelbagai macam fase kepemimpinan dan rezim. Ihwal ini dapat menjadi stimulan positif jika masyarakat dapat mengartikulasikan pengalaman bernegaranya dengan tepat. Kontestasi kekuasaan pun tidak dapat terhindarkan, terlebih setiap pemimpin melakukan persaingan dalam memperebutkan kekuasaan. Kontestasi ini tidak hanya merujuk pada tingkat lokal, namun hingga tingkat nasional. Berbagai aspek pun turut menjadi faktor utama dari kontestasi tersebut, seperti tipe kepemimpinan aristokrasi dan demokrasi, hingga perbedaan gender pemimpinnya. Ihwal tersebut turut mengejewantah kan bahwa keteladanan yang didasarkan atas beberapa kontekstual, bersifat pseudo, atau semu. Dalam mengupas ihwal tersebut, telaah yang digunakan merujuk pada pemahaman Barkerakan agen, dan Gramsci akan hegemoni. Tidak hanya itu, Kouzes dan Posner digunakan untuk menilik parameter keteladanan. Asumsi penulis, keteladanan merupakan unsur yang tercipta untuk menghegomoni agen di dalamnya. Bertolak dari mempertanyakan keteladanan, maka pembahasan akan lebih mempertimbangkan aspek agen, hegemoni dan kuasa. Penulis menyadari bahwa tidak mungkin meneliti semua pola kepemimpinan yang ada di Indonesia, maka rujukan contoh kepemimpinan didasarkan pada beberapa contoh di era kolonial, orde lama, orde baru,dan pemerintahan kini. Penelitian ini mencoba untuk mengupas persoalan keteladanan dalam kepemimpinan yang kerap diunggulkan kepemimpinan yang ada di Indonesia.

  16. KEADAAN GIZI KURANG DAN BEBERAPA ASPEK FUNGSI OTAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darwin Karyadi

    2012-11-01

    Full Text Available Keadaan gizi kurang dan beberapa aspek fungsi otak. (Under­nutrition and some aspects of brain function. Presented at the Second National Pediatric Congress. Bandung, 1971. A group of 31 Indonesian children aged 9 to 15 years whose nutritional status had been studied over a two-year period from 1957 to 1959 were reexamined in 1969. According to their earlier classification which was made in the first examination. 10 chil­dren had been undernourished and 21 children were regarded as healthy mostly during their second and third year of life. The undernourished and healthy groups were significantly smaller than the reference Djakarta standard. Between the ori­ginal undernourished and healthy groups they showed also a significant difference both in height and weight. On the basis of the clinical aspects, the healthy group remained in better physical condition. The dietary study showed low calorie and nutrient intakes particularly protein which were deficient in both groups. The parents of the children of both groups had a low income, were unskilled laborers and were illiterate. Educational place­ment showed that most of the children lag much behind the average for Indonesian school children. The I.Q. values were found significantly lower in the under­nourished group. The large number of cases detected as abnor­mal, recorded as generalized or focal slow activity of the brain waves, was 64.5%. Our observations indicated that early undernutrition during the second and third year of life, also presumably earlier, resulted in retardation of both physical and intellectual developments.

  17. Eksplorasi Beberapa Jalur Potensi Wisata Birdwatching di Bandealit, Taman Nasional Meru Betiri

    OpenAIRE

    Rahardi, Brian; Prasetyo, Hamdani D.; Alifianto, Faldy; Kurnianto, Agung S.

    2013-01-01

    Indonesia adalah salah satu dari negara tropis dunia yang memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat tinggi. Salah satu kawasan yang memiliki biodiversitas tinggi dan dijadikan cagar alam adalah Meru Betiri. Kawasan ini tidak hanya terkenal dengan perlindungan terhadap Harimau Jawa, tetapi juga berbagai keindahan panorama alam dan lokasi hutan  hujan tropis yang masih terlindung, salah satunya adalah wilayah Bandealit. Penelitian ini bertujuan menentukan jalur strategis yang dapat disarankan...

  18. BEBERAPA MARGA ALGA BENANG DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEBERADAAN VEKTOR MALARIA DI BALI UTARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. G. Seregeg

    2012-09-01

    Full Text Available A study of filamentous algae and its relation to malaria vector control was conducted during the dry season in several lagoons at the north coast of Bali. Floating masses of these algae under the sunshine barricated the spread of solar-triton larvicide, reducing tremendously the effectiveness of the larvicide. Identification of the genera of these algae under the subphyllum of CYANOPHYTA (Blue Algae in the family of Cyanophyceae were Oscillatoria, Spirulina, Phormidium, Rivularia, Nostoc, and Anabaena; under the subphyllum of CHLOROPHYTA (Green Algae in the family of Chlorophyceae were Enteromorpha, Spirogyra, Mougeotia, Zygnema, and Oedogonium. The surface of water in between the floating masses of algae were an exellent breeding place of mosquitoes mainly Anopheles sundaicus. The density of Enteromorpha, the main attractant of An sundaicus compared to other filamantous algae, has no direct relation on the density of An. sundaicus larva. Hence Enteromorpha could only be considered as the indicator of the presence of larvae and not as the indicator of population densities of larvae Lagoons surrounded with mangrove plantations did not harbour filamentous algae and larvae of An. sundaicus were not found.

  19. Beberapa Marga Alga Benang dan Hubungannya dengan Keberadaan Vektor Malaria di Bali Utara

    OpenAIRE

    Seregeg, I. G

    1988-01-01

    A study of filamentous algae and its relation to malaria vector control was conducted during the dry season in several lagoons at the north coast of Bali. Floating masses of these algae under the sunshine barricated the spread of solar-triton larvicide, reducing tremendously the effectiveness of the larvicide. Identification of the genera of these algae under the subphyllum of CYANOPHYTA (Blue Algae) in the family of Cyanophyceae were Oscillatoria, Spirulina, Phormidium, Rivularia, Nostoc, an...

  20. PERLINDUNGAN INVESTOR PASAR MODAL DALAM PERSPEKTIF LEGAL, DISCLOSURE DAN DIVIDEN DI BEBERAPA NEGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wahyu Manuhara Putra

    2016-02-01

    Full Text Available Corporate governance gives certainty protection to shareholder and parties of creditor in investing at its company. Mechanism of corporate governance consisted of transparancy, disclosure and fairness. Corporate governance is key determinant and develope of  stock market, capital and ownership structure, dividend policy and control gain of privat. Purpose of this article is to explain protection of investor through mechanism disclosure, law and dividend in some countries. Result of some researches indicate that United States, English and Japan has high law level of protection for investor while indonesia still weakening. The disclosure  level broadness of financial information there is at United States, English and Japan. On The Contrary, Indonesia still less in disclosing its financial statements. The other result states that dividend payment policy indirectly relates to protection of investor, but influenced by law enforcement system and investment opportunitis.

  1. TINJAUAN HASIL UJI COBA PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN MALARIA DI BEBERAPA TEMPAT INDONESIA, 1986- 1995

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emiliana Tjitra

    2012-09-01

    Full Text Available In Indonesia, only antimalarials chloroquine, sulfadoxine/ sulfalene-pyrimethamine, quinine, and primaquine are available. The development of chloroquine and multidrug resistance poses a therapeutic challenge. In order to obtain alternative antimalarial drugs, trials were conducted of malaria treatment and prophylaxis in several chloroquine or multidrug resistance areas. The objective of these trials was to assess the efficacy and safety of the alternative antimalarial drugs. All the trials were mostly open studies in the fields and hospitals. These were collaboration studies between Communicable Disease Research Center, Communicable Disease Control and Environmental Health, Faculty of Medicine of the University of Indonesia, NAMRU-2, and local health staff. The patients were selected according to the WHO criteria for in-vivo antimalarial drug sensitivity testing. They should sign the informed consent form and they were followed up during the study, for 2 weeks - 4 months. In chloroquine and multidrug resistance areas, mefloquine, halofantrine, and artemether are effective and safe for treatment of uncomplicated falciparum malaria. While artesunate was noted effective and safe only in the first 14 days. Halofantrine was also documented effective and safe for vivax malaria treatment. Intramuscular artemether was effective and safe for treatment of severe and complicated falciparum malaria, particularly in remote areas lacking hospitals and the capability for intravenous infusion. Primaquine, doxycycline and mefloquine are effective and safe for malaria prophylaxis. Since the new antimalarials are not yet available in Indonesia, the improvement of efficacy of antimalarial drugs currently available should be studied. Prophylactic drugs which are effective and safe for children, pregnant and lactating women should also be studied.

  2. BEBERAPA PARAMETER POPULASI IKAN LEMURU (Sardinella lemuru Bleeker, 1853 DI PERAIRAN SELAT BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Wujdi

    2016-03-01

    Bali sardinella (Sardinella lemuru was mostly exploited by fisher in Bali Strait waters since the purse seine introduced in this area in 1972. The purpose of this study to estimate population parameters of Bali sardinella that caught by purse seine in Bali strait. Estimation of population parameters of Bali Sardinella based on length frequency data were collected from Muncar fishing port from August 2010 until December 2011, Banyuwangi. Data were analyzed using software FISAT II (version 1.1.3. The results showed that growth parameters as followed L∞ = 20,75 cmFL; K=1,20 year -1 and t0=0,1456 year. Estimation of total mortality (Z=6,39 year -1; natural mortality (M=2,23 year -1; fishing mortality (F=4,16 year -1 and exploitation rate (E=0,65. The exploitation rate was greater than optimum exploitation (Eopt, it can be presumed that the Bali Sardinella fishery has been overfishing. The recruitment pattern of Bali sardinella have two peaks a year, predicted on February and July, where the recruitment on July was greater than February.

  3. KAJIAN SUMBER CEMARAN MIKROBIOLOGIS PANGAN PADA BEBERAPA RUMAH MAKAN DI LINGKAR KAMPUS IPB DARMAGA, BOGOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nurjanah

    2006-12-01

    Full Text Available Food borne diseases by microganism was still happened as a lot of cases per annum. Sources of food microbiological contamination were raw materials, personal hygiene, sanitary of equipment and airborne and water sources. The goal of this research was to sources of food microbiological contamination in five restaurant around IPB campus which sould “pecel ayam”. Microbiological testing was conducted by total plate count, most probable number of coliform and biochemical identification of salmonella sp. And escherhicia colli. Personal hygiene and sanitaryof water and equipment testing have been done to detect sources of microbiological contamination. Food without heat teratment (cucumber has a large amount of microganism (2.9-6.8 log CFU/g and coliform (2.5-3.7 log MPN/g. smoked and fried chicken have total microoganism under 1.4 log CFU/g and total coliform under 0.3 log MPN/g. Sambal have total microoganism between 1.4-4.1 log CFU/g and total 0.3-4.1 log MPN/g. Neither Entorocbater aerogenes, nor Escherichia coli, the bacterium cold occasionally cause gastroenteritis, was identified from all of the smoked and fried chicken. E. coli has been isolated from cucumber of RM3, and the best possibility source of this bacterium was water source. Source of Entrobacter aerogenesis which identified from cucumber and sambal were personal handed, talenan and water source. Salmonella has not been identified from the entire sample.

  4. Kualitas Udara Beberapa Ruang Perpustakaan Di Universitas Sam Ratulangi Manado Berdasarkan Uji Kualitas Fisika

    OpenAIRE

    Sahilatua, Josefine D

    2014-01-01

    : Air pollution not only comes from the outdoors but also indoors. Library is indoors that could potentially by polluted. Level of air quality that not complies the standard will cause symptoms such as sneezing, coughing, skin irritation, shortness of breathing, eye irritation and headache on library users. This research conducted on the five libraries at the Sam Ratulangi University using observational methods. Data collected was content of physical air quality. The variables were air temper...

  5. PERHITUNGAN NILAI BETA DARI BEBERAPA SAHAM UNGGULAN DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE GARCH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NI KADEK PUSPITAYANTI

    2016-05-01

    Full Text Available The objective of investment in the capital market is to acquire dividends and capital gain. The fact proves that the advantage of investation risky assets is uncertain . This is because of the difficulty in analyzing and predicting Return and stock losses due to factors that affect the movement of the stock price , such as economic factors , political , social , and security. The model can be used by investors in predicting stock returns expected that Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedaticity (GARCH. In this study calculations beta value of some leading stocks in Indonesia by using Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedaticity (GARCH are presented . The data used this search is secondary data covering daily data sampled 5 shares of PT Unilever Indonesia Tbk , PT Indosat Tbk , PT Indofood Sukses Makmur Tbk , PT Telkom Indonesia Tbk , PT Holcim Indonesia Tbk. From the results described fifth beta value of these shares using the method GARCH beta greater than the market in the period from 23 September 2013 until 24 September 2014.

  6. Beberapa Isu Haraki di dalam Karya-karya Hadis Sayyid Muhammad Nuh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    MUHAMMAD ARIF YAHYA

    2014-06-01

    Full Text Available Sayyid Muhammad Nuh is a prominent ‘haraki’ figure and has produced a number of works in the field of hadith studies. He has been involved in the dakwa movement of the Muslim Brotherhood which influenced his approach in the production of his works, in terms of the ‘haraki manhaj’ and methods. Almost all the works of Sayyid Muhammad Nuh emphasized issues of dakwa and tarbiyah, whether in the field of tafsir, hadith, history and issues of the Muslims’ society. Moreover, the issues that he highlighted were practical and the application of ‘haraki’ approach in production of writings brought about significant lesson to the dakwa movement, including the ones in the field of hadith. The author presents three of his works in the field of hadith which have been among the most referred and widely read in the dakwa circle, including the dakwa movement in Malaysia. His selected works in the field of hadith are ‘Tawjihat of the Prophet `ala al-Tariq’ (Hadiths of Guidance on the Dakwa Path, ‘Manhaj al -Rasul fi Ghars Ruh al-Jihad fi Nufus Ashabih’ (The Messenger’s Approach in Inspiring Spirit of al-Jihad in the Companions, and ‘Min Akhlaq al-Nasr fi Jiyl al-Sahabah’ (Winning Attitudes in the Generation of the Companions. Through this article, the authors highlights a number of ‘haraki’ issues based on the works of Sayyid Muhammad Nuh and the important lessons that he has highlighted for the people of dakwa in facing the dakwa path, based on the hadith of the Messenger.

  7. Komunitas Kelelawar (Ordo Chiroptera di Beberapa Gua Karst Gunung Kendeng Kabupaten Pati Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamal Tamasuki

    2016-03-01

    Full Text Available The existance of bats in cave type with diverge managerial system are influenced abundance and species bats. This research was conducted from January to June 2012 that counting abundance and to identify bats at Gunung Kendeng Karst Area Pati Central Java. The bats were collected by using mist net and stalk net at flying track surrounding cave’s mouth of Pancur Cave, Serut Cave, Bandung Cave, Pawon Cave, Larangan Cave and Gantung Cave. Bats abundance at Pancur Cave amount  ±  484 bats, Serut Cave amount ± 1233 bats, Bandung Cave amount ± 715 bats, Pawon Cave amount ± 392 bats, Larangan Cave ± 23 bats and Gantung Cave ± 5 bats. The six species were collected from this research, such as Cyanopterus horsfieldii, Hipposederos larvatus, Hipposideros bicolor, Rhinolophus affinis, Murina suilla dan Miniopterus australis. The analyst result is used Diversity Index of Shannon-Wiennner showed the highest diversity at Pancur Cave (H=0,35054 and the lowest at Gantung Cave (H=0,13633. Similarity index of shannon Evenness is showed the highest similarity at Pancur Cave (E=0,50572 and the lowest at Larangan Cave (E=0. Domination index of simpson is showed the highest domination at Pancur Cave (C=0,06805  and the lowest at Gantung Cave (C=0,00189. Hipposederos larvatus and Miniopterus australis are species that common and often founded during this research.

  8. Sensitivitas Salmonella Sp. Penyebab Demam Tifoid Terhadap Beberapa Antibiotik di Rumah Sakit Immanuel Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanti Mulyana

    2009-09-01

    Full Text Available Typhoid fever is an enteric fever caused by Salmonella sp. especially Salmonella typhi and Salmonella paratyphi. Various antibiotics used for therapy beside chloramphenicol as drug of choice. Non rational use of antibiotics may result increasing of resistence in bacteria. The aim of the research is to know the sensitivity of Salmonella typhi and Salmonella paratyphi to some antibiotics. The purpose is to gather information about antibiotics which are still effective for typhoid fever and enteric therapy. Salmonella typhi and Salmonella paratyphi strain from positive cultures diagnose typhoid fever patients at Immanuel Hospital Bandung during 2004-2007. The method of resistance is Kirby Bauer's disk diffusion assay with NCCLS standard. The disk antibiotics used are amoxicillin, amoxicillinclavulanic acid, chloramphenicol, ciprofloxacin, ceftriaxone, trimethoprim, and trimethoprim-sulfamethoxazole. The result showed penicillin group, amoxicillin and amoxicillin-clavulanic acid had 96.3–99.68% sensitive against Salmonella sp. Sensitivity of chloramphenicol as drug of choice of typhoid fever still 99.05%. Since the sensitivity less than 100%, it means there was about 8% resistence. Thats why eventhough this data can be used as empiric therapy, the writer suggest to do sensitivity test to Salmonella sp. that caused typhoid to get rationally dan effective treatment. From the result, it's concluded that Salmonella typhi and Salmonella paratyphi are still sensitive to all that antibiotics.

  9. Konsumsi Minyak Goreng dan Vitamin A pada Beberapa Kelompok Umur di Dua Kabupaten

    OpenAIRE

    Sandjaja, Sandjaja; Sudikno, Sudikno; Jus’at, Idrus

    2015-01-01

    Indonesia plans to implement mandatory vitamin A fortification of cooking oil. A pilot study of voluntary vitamin A fortification in unbranded cooking oil showed that vitamin A status improved significantly a year afterfortification for five age groups except for children 12-23 months of age. The objective of the study was to measure cooking oil consumption and dietary consumption of vitamin A in children, women of reproductive age(WRA), and lactating mothers. The study was a cross-sectional ...

  10. KONSUMSI MINYAK GORENG DAN VITAMIN A PADA BEBERAPA KELOMPOK UMUR DI DUA KABUPATEN

    OpenAIRE

    Sandjaja Sandjaja; Sudikno Sudikno; Idrus Jus’at

    2015-01-01

    ABSTRACTIndonesia plans to implement mandatory vitamin A fortification of cooking oil. A pilot study of voluntary vitamin A fortification in unbranded cooking oil showed that vitamin A status improved significantly a year afterfortification for five age groups except for children 12-23 months of age. The objective of the study was to measure cooking oil consumption and dietary consumption of vitamin A in children, women of reproductive age(WRA), and lactating mothers. The study was a cross-se...

  11. PERTUMBUHAN SEMAI CENDANA (Santalum album Linn. PADA BEBERAPA UKURAN KANTUNG PLASTIK DI DAERAH SEMIARID

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Komang Surata

    2013-12-01

    Full Text Available Mortality of sandalwood plantings in the semiarid region is high (less than 50 %, due to poor quality. One of seedling of the alternatives to reduce this mortality is using optimal container size. The method is hoped to increase the growth and survival rate of sandalwood seedlings in the field. The objective of this study was to determine the effects of various sizes of seedling container on growth and to recommend the best polybag size for sandalwood nursery. The study was conducted in Complete Randomized Design method using container size of polybag (wide x length as main treatment i.e.: 7 x 20 cm2, 8 x 20 cm2, 9 x 20 cm, 10 x 21 cm2, 11 x 22 cm2, 12 x 23 cm2, 13 x 23 cm2, 14 x 24 cm2, and 15 x 252 cm. Experiment consisted of 30 replications. The polybag was filled with the potting medium consisting soil, sand, and compost in volume ratio of 4:1:1 and sown with Alternanthera sp. as a primary host plant in all treatment. The results of the experiment proved that application of polybag size (7 cm x20 cm to 15 cm x 25 cm had significant effects on height, diameter, dry weight total, top root ratio, quality index and survival of sandalwood seedling at six months old. The application of polybag size 15 x 25 cm2 (1080 mL produced the best growth i.e. height (24.53 cm , diameter (4.27 mm, dry weight total (1.86 g, top root ratio (0.54, quality index (0.28 and survival (92 %.Keywords: seedling growth, polybag size, Sandalwood

  12. Identifikasi Lalat Buah (Bactrocera Spp.) Pada Tanaman Buah Di Beberapa Kabupaten Provinsi Riau

    OpenAIRE

    Siregar, M. Fahmi A; Sutikno, Agus

    2015-01-01

    The research objective is to identify the type of fruit flies that attack fruit plan in some regencies in Riau. Fruits used in this research are: mango, orange, Chili, guava, brown, leatherback and jackfruit. The research was conducted in laboratory of Agricultural Quarantine Class I Pekanbaru. This type of research is an exploratory description that describes data was collected in the field by using the method of trap. Once the fruit fly was trapping in trap, then it is collected and finally...

  13. BEBERAPA ASPEK BIONOMIK ANOPHELES SP DI KABUPATEN SUMBA TENGAH, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Wayan Dewi Adyana

    2012-07-01

    Full Text Available Research Some Aspects of Anopheles sp Bionomik in Central Sumba Regency, Province of East Nusa Tenggara. Committed in the territory Maradesa Health Center. Data were collected by catching adult mosquitoes by using bait People inside and outside the home, a collection of breaks in the wall and at home, continued with larval surveys in all potential breeding places.  The results showed that the biting behavior tends eksofagik found on An. kochi, An. aconitus and An.barbirostris with bite density peaks in An. aconitus (0.6 persons/hour with a biting peak at 20:00 to 21:00. Behavior tends eksofilik break in An. kochi, An. aconitus, An. tesselatus, An. barbirostris, An. vagus, An.flavirostris, An. maculatus and An. indefinitus with the highest density in An.aconitus (0.9 persons/hour at 1:00 a.m. to 2:00 a.m. Anopheles larvae breeding places found in the small hole in the ground, creek, wetland, non-permanent irrigation, water reservoirs in the vegetable garden, ditches, puddles, swamps, springs, with species that are found as An.kochi, An.aconitus, An. tesselatus, An. barbirostris, An. vagus, An. flavirostris, An. maculatus, An. indefinitus and An. annullaris

  14. KEPAILITAN LINTAS BATAS PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL DAN PERBANDINGANNYA DENGAN INSTRUMEN NASIONAL DI BEBERAPA NEGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Loura Hardjaloka

    2015-11-01

    Full Text Available Currently cross-border insolvency is not a new thing since free trade requires loan agreement with foreign parties. The issues with debtor's assets confiscation in other countries are the recognition and implementation of the domestic’s court decision in other countries and vice versa. Based on normative juridical research, Indonesia, Thailand, and Singapore do not recognize bankruptcy decision from other states domestic court due to the application of territoriality principle that debtor's assets in these countries cannot be confiscated by foreign creditors and the bankruptcy decision by those courts will not be recognized and implemented in other countries. With cross-border insolvency bilateral agreements such as between Singapore and Malaysia, the bankruptcy decision of each country can be recognized and implemented in countries which enter into agreements. Different to Japan and South Korea which apply the universality principle so that domestic bankruptcy decision may apply to the debtor's assets abroad and vice versa.

  15. Peningkatan Kualitas Permukiman Dengan Pendekatan Disain Pada Bantaran Sungai di Kelurahan Kebonsari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktavi Elok Hapsari

    2017-03-01

    Full Text Available Housing and settlement are basic human needs and welfare in the merits of life. Other than serves as a residence, house has a strategic function in its role as the center of family education, cultural conformity and improving the future generations quality. Settlement as a life supported environment to do the activities and livelihood has a close connection with the setting of human behaviour varieties and social environment prevailing. Housing and residential development is not only based on phsyical development but should be linked to the social, economic and cultural life that supporting sustainable community. Settlement should provide the needs for its society that consists of five elements such as nature, man, society, shells, and network. Kebonsari Village which located on the south border of Malang became the object of this study. This is a qualitative descriptive research with participatory observational techniques. Kebonsari has a quite interesting topography because it is traversed by two streams, Mergan River and the Sukun River, flowing from north to south and located in the eastern region of Kebonsari. Existing problem that occurred in Kebonsari is related to the uncleanliness of Mergan river. In addition, supporting public facility in the settlement needs improvement, such as unkempt and barren footpath along the riverside, as well as the lack of communal space for the society. The result of this study is a concept design for the river-side area arrangement including footpath and communal space for the society in order to improving the quality of the settlement in Kebonsari.

  16. ESTIMASI BEBAN PENCEMARAN POINT SOURCE DAN LIMBAH DOMESTIK DI SUNGAI KALIBARU TIMUR PROVINSI DKI JAKARTA, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Pangestu

    2017-12-01

    Full Text Available East Kalibaru River is one of the thirteen rivers flowing through Jakarta. East Kalibaru River has an important role in development of the region. Considering the increasing activities of people, settlements and number of industries along the East Kalibaru River, it is necessary to calculate contaminants load that discharged into the water body East Kalibaru. This study conducted to determine the point source and domestic waste pollution loads, using parameters of BOD, COD and TSS. The analysis showed that the total pollution loads such are calculated as 43.714 kg/day for BOD, 60.107 kg/day for COD and total 41.529 kg/day for TSS. Total pollution load discharged into river from point source effluent is amounted of 249 kg/day for BOD, 1.505 kg/day for COD and total 411 kg/day for TSS. Effect of domestic waste is very insignificant compared to the effect of point source that went into the river. The result suggest that approach that need to be done to reduce the burden of domestic waste water pollutants is by performing additional production or communal Wastewater Treatment Plant (WWTP in densely populated areas.

  17. Keanekaragaman Dan Distribusi Ikan Dikaitkan Dengan Faktor Fisik Dan Kimia Air Di Muara Sungai Asahan

    OpenAIRE

    Gultom, Lumongga

    2011-01-01

    A study of the diversity and distribution of fishes with connection with physical and chemical factors at Estuary of Asahan River was established on August 2009 in Estuary of Asahan River region fishes sample was taken from three stations, and in each station performed three times sample identification. The determination of sample location point established by using Purposive random sampling. Fishes samples were taken by net with long 57 meters and wide 1,5 meters, 4 mm diameter, and then...

  18. ANALISIS KADAR LOGAM BERAT AIR SUNGAI SEKONYER DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria T. Indarwati

    2012-11-01

    Full Text Available Sekonyer river as west border of Tanjung Puting National Park, is the main flora and fauna preservation areasespecially for orangutan conservation. Part of Sekonyer river upper course around year 1990 to 2002, there was anillegal gold mining (IGM activity, and in 2002 this IGM was forbidden to be operated because of the use of mercuryfor extracting the gold. In former IGM location, up to this research has been done, the location is still used for silikapuya (sand mining that is extracted from the sands by using water from the river, as a result, the waste water wasinundated in the mining area and flows into Sekonyer river. The objectives of this research are first of all, to identifythe heavy metal degree of the water, such as mercury, copper, cadmium, zinc, lead, arsenic, and chrome. The secondone is to identify the source of pollution, and the last one is to identify the potential heavy metal that pollute the water.Composite method was used in collecting the water samples, i.e. in Sekonyer river and the mining location.Water and puya samples were analyzed in Analytical Laboratory of University of Udayana, and then its pollutionindexes were counted, and the quality of the water was fixed based on Third Degree of quality standardized criteria,Government Rule Number 82 Year 2001.The results of the research show that along the Sekonyer river, from upper to lower courses of the river sideswith the following conditions: from the lower course of mining area it was found light pollution with pollution index of 2,51, after puya mine it was found heavy pollution with pollution index of 17,84, up to mid of Rimba Orangutan Eco-Lodge with Sekonyer river estuary there were found light pollution with pollution indexes of 3,71; 4,59; and 2,88respectively, but in the junction of Sekonyer river and Ulin river it was found moderate pollution with pollution indexof 5,13, and in Sekonyer river estuary it was found heavy pollution with pollution index of 16,35.It was also found heavy pollution with pollution index of 16,26 in the inundated water in the puya mininglocation . It was also happened to puya in the mining location that was contaminated by heavy metal of mercury in0,1168 ppm and zinc in 0,195 ppm degrees, whilst in Kumai river, upper side of Kumai quay it was found heavypollution with pollution index of 17,42.From the results of the analysis, it can be concluded that the heavy metals was derived from mining area(Aspai, from the sea and also from upper course of Kumai river. The potential metals as the pollutant were cadmium,zinc, lead, and mercury.

  19. ANALISIS BEBAN PENCEMAR DAN KAPASITAS ASIMILASI DI MUARA SUNGAI TONDANO TELUK MANADO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irman Rumengan

    2017-12-01

    Full Text Available The Tondano river estuary waters is located in the Manado city, North Sulawesi Province. Receiving inputs from rural, urban, hydropower, agriculture, plantation, livestock, and industrial activities is high enough to cause a decrease in the quality of Tondano river estuary waters. The aim of this research is to analyze the pollutant load from Tondano river and the assimilation capacity of Tondano river estuary waters. The study was conducted in December 2016 - January 2017 in the waters of the Tondano river estuary. The research method refers to the approach of measuring pollution load of river estuary. Multiplication of concentration of pollution variables with river flow discharge, calculation of assimilation capacity by making a graph of the relationship between pollutant concentration and pollutant load at river estuary, which then analyzed with water quality standard value for marine life based on Decree of State Minister of Environment Number 51 of 2004. The measurement results showed that the pollution load value of BOD5 was 261,473 mg/s, nitrate (NO3-N of 0,747 mg/s, lead (Pb of 0,747 mg/s, and phosphate (PO4-P of 0,311 mg/s. The pollution load variable that has passed the assimilation capacity is NO3-N, PO4-P, and Pb, while the variable that has not passed the assimilation capacity is BOD5. From the results, it can be concluded that the waters of the Tondano river estuary have been polluted by NO3-N, PO4-P, and Pb contaminants. Water pollution control of Tondano river estuary needs to be done more tightly so that the potential of coastal and marine resources remain sustainable.

  20. Motivasi Siswa Mengikuti Bimbingan Belajar di SMA Negeri 1 Kota Sungai Penuh

    OpenAIRE

    Fengki Andrita Putra; Yusri Yusri; Nurfahanah Nurfahanah

    2016-01-01

    Learning is process to give student that helpfrom learning difficulties, that maybe comes during learning process, so that student can get their optimal score. In study processing, the motivation is very important. The motivation is indispensable, because an individu didn’t have encouragement or desire in study,is imposible can do study activity well. It mean there was motivation in student self indirectly will grow up the spirit and passion in study. As a matter in fact, there are many stude...

  1. ANALISIS KADAR LOGAM BERAT AIR SUNGAI SEKONYER DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH.

    OpenAIRE

    Maria T. Indarwati; M.S. Mahendra; I W. Arthana

    2012-01-01

    Sekonyer river as west border of Tanjung Puting National Park, is the main flora and fauna preservation areasespecially for orangutan conservation. Part of Sekonyer river upper course around year 1990 to 2002, there was anillegal gold mining (IGM) activity, and in 2002 this IGM was forbidden to be operated because of the use of mercuryfor extracting the gold. In former IGM location, up to this research has been done, the location is still used for silikapuya (sand) mining that is extracted fr...

  2. Produksi Dan Laju Dekomposisi Serasah Mangrove Berdasarkan Tingkat Kerapatannya Di Delta Sungai Wulan, Demak, Jawa Tengah

    OpenAIRE

    Widhitama, Sena; Purnomo, Pujiono Wahyu; Suryanto, Agung

    2016-01-01

    One of the processes at mangrove ecosystem which contributes greatly to the fertility waters is the process of decomposition or destruction of mangrove manure. Destruction of Manure is a part of the decomposition process, can produce an important nutrient in the food chain, by means of productivity of the surroundings waters, as happened in Delta Wulan. The purpose of this study was to find out the mangrove manure production and the rate of decomposition is based on the density of mangrove. ...

  3. Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro Di Sungai Logawa, Kabupaten Banyumas

    OpenAIRE

    Ramadhan, Apriadi Ali; Asyari, Arie Al; Suharyanto, Suharyanto; Kadir, Abdul

    2013-01-01

    Electricity is a basic human need. Human activity will be disrupted if the availability of electrical energy is also affected. This condition is also currently being experienced by the people of Indonesia. There has been an energy crisis in some regions of Indonesia, particularly in Java - Bali where the area is the center of activity in Indonesia. This is indicated by the frequent occurrence of blackouts in rotation as in most cities in Indonesia. The crisis caused by an imbalance between s...

  4. Strategi Pengendalian Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak di Kabupaten Siak

    OpenAIRE

    RUSLI, ZAILI; GUSRIANI, YESI

    2014-01-01

    Pollution control strategies Watershed (DAS) in Siak regency Siak. This study aims to determine the pollution control strategy Watershed Siak . This study used a qualitative descriptive approach in which data collection was done by using snowball sampling . The results showed pollution control strategies Watershed ( DAS ) Siak Siak not run at max . Due to the environmental pollution control activities undertaken Environment Agency ( BLH ) Siak still exist problems that are still high rates of...

  5. Hubungan Kualitas Air Sumur dengan Kejadian Diare di Daerah Aliran Sungai (DAS Bengawan Solo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saudin Yuniarno

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRACT Background: Water has a role as media of many infectious diseases. One of disease whisch is often transmitted through water is diarrhea. The quality of water consumed by the community must be fillfull for health. So, It becomes the important thing in preventing the incidence of diarrhea.  The aim of this research was to determine the relationship between the quality of well water and the incidence of diarrhea on the community living along the riverside area of Bengawan Solo. Method: This was an observational research using cross sectional design. The subjects of this research were 66 persons staying for each upstream and downstream of Bengawan Solo.The quality of well water was assessed based on the parameters for temperature, pH, Biochemical Oxygen Demand (BOD, total dissolved solid (TDS, and E. coli.  The occurrence of diarrhea was determined by interviewing. Data would be analyzed using chi-square test at 0,05 level of significance. Result: The result of this research showed that variables which had relationship (p-value<0,05 to the incidence of diarrhea were: education, income, distance of well to septictank and to river,  knowledge, attitude, practice, pH, BOD, TDS, and E. coli content.  Well water located on upstream area of Bengawan Solo containing E. coli. Person who had well water containing  E. coli  over standard had 0,17 of probability to suffer diarrhea.  The other one, well water located on downstream area of Bengawan Solo containing total dissolved solid.  Person who had well water containing E. coli and TDS over standard had 0,13 of probability to suffer diarrhea. Conclusion: well water containing E. coli is the main variable associated to the occurrence of diarrhea on upstream area of Bengawan. The content of E. coli and TDS are two variables associated to the occurrence of diarrhea on downstream area of Bengawan. Key words :   Quality of well water, Diarrhea  Incidence, community living on the riverside of Bengawan Solo.

  6. Pembangunan Berbasis Waterfront dan Transformasi Konflik di Bantaran Sungai: Sebuah Pemikiran Awal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cahyo Seftyono

    2012-12-01

    Full Text Available Water resources development at this time led to the front view policy known as waterfront term. This policy is to make water resources as the main area for regional development. The concept of ‘front view’ was developed originally to give understanding to people of the water resources as not only functional but also interesting to look at. On the other side, front view-based development has become the means of developing active interaction among people aroung the site. With regard to the construction of waterfront along the river, the social interaction of community members has become more meaningful, because apparently this is the cause of the unity of the community in the development of their area. As the most communities along the river are lower middle class people who are prone to conflict, this idea of front view-based river bank construction has united the people on one side of the river with another.

  7. Adaptasi Ikan Timpakul (Perioptholmodon schlosseri di Habitat terganggu Muara Sungai Barito, Kalimantan Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamat MUHAMAT

    2017-07-01

    Full Text Available Timpakul fish (Periophthalmodon schlosseri is a kind of fish which able to live long in the land. One of the habitats of the fish is Barito river estuary. The development of land conversion which high enough at Barito river estuary into the area of fishponds and rice fields cause P. schlosseri must adapt to the environment disturbed. The research aimed to determine the adaptation of P. schlosseri in fishponds and rice fields habitats in Barito river estuary. The research is conducted by using the method of line transect, that is by walking in the area of rice fields and fishponds in Barito river estuary with the object of observation consisted of nest and activity of P. schlosseri. The results of observation showed that the density of P. schlosseri was relatively small at 0.54 individual/hectare in paddy fields areal and 0.84 individual/hectare the area of aquaculture. The relatively low density of fish was caused by nature solitary and carnivorous fish. The adaptation of P. schlosseri in the areas of fishponds and paddy fields could be successful because it was supported by adequate food source, that were crab, shrimp, frog and small fish and predators were relatively few. Keywords: Adaptation, Barito river estuary, disturbed habitat, Periophthalmodon schlosseri

  8. DISTRIBUSI LONGITUDINAL DAN STRUKTUR POPULASI Rasbora spp. DI SUNGAI BANJARAN KABUPATEN BANYUMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titis Amelia

    2014-06-01

    Full Text Available Rasbora is a genus of freshwater fish of the family Cyprinidae. Three species belonging to this genus were found in Java Island; R. aprotaenia, R. lateristriata, and R. argyrotaenia. Rasbora inhabits clear running water with sandy and gravel bottom. This study aimed to determine the longitudinal distribution of Rasbora spp. based on their species richness and abundance at Banjaran River; to determine the population structure of Rasbora spp based on their body weight, standard and total length; and to identify interactions between physical-chemical factors with species richness and abundance of Rasbora spp. This research was a survey, with purposive random sampling technique applied to collect samples. The research divided the study sites into five stations based on their altitude and topography. The Cluster Analysis was calculated based on species richness and relative abundance of Rasbora spp., while the longitudinal distribution and the population structure were presented descriptively. The interaction between the physical-chemical factors and the species richness and abundance of Rasbora were analyzed using Principal Component Analysis (PCA. Thi study found two species of Rasbora, namely Rasbora argyrotaenia and Rasbora lateristriata with 80 and 2 individuals respectively. R. argyrotaenia was distributed longitudinally along Banjaran River. Meanwhile, R. latestriata was only found at the upstream. Based on the body weight, the population of R. argyrotaenia at the station three were found highest by the average body weight of 1–6 gr of a total 31 individuals. The maximum measurements of the standard length were observed at the station 3 with a range of diameter 4.0–5.9 cm of 30 individuals. The total length were also found at the station 3 with a range of measuremtnt 5.0–7.9 cm of 33 individuals. R. latestriata was found only two individual with body weights measured were 9 gr and 10 gr, the standard lengths were 7.6 and 8.5 cm, and the total lengths were 9.5 and 10.5 cm. The distribution of R. argyrotaenia was influenced mostly by pH, the speed of the water, and DO. The presence of R. lateristriata was influenced primarily by BOD and depth.

  9. Biologi reproduksi ikan juaro (Pangasius polyuranodon di daerah aliran Sungai Musi Sumatra Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunizar Ernawati

    2012-02-01

    Full Text Available Study on biology reproduction was expected to give basic information for management, such as for aquaculture, capture fisheriesand conservation of P. polyuranodon in Musi river. Sampling were conducted on June 2006, August 2006, January 2007, and July 2007in Musi river by using gillnet. Data analysis included length-weight relationship, sex ratio, condition factor, gonad maturity stage,Gonadosomatic Index (GSI, fecundity, and spawning type. Total number of collected P. polyuranodon was 51, consisted of 23 maleand 28 female. Total length of fish was ranged in 85–511 mm. Length-weight relationship of male and female was W = 0.00002L2.8062and W = 0.0002L2.8215 respectively. The result from t-test analysis showed that both of sexes have allometric negative growth. Sex ratiothoroughly was balance (1:1. Mean of factor condition relatively increased by the increasing of gonad maturity stage. At that timeP. polyuranodon was entering spawning time. June and August was predicted as the spawning time of this species. Gonadosomaticindex of female was much higher than the male. Fecundity of female was ranged between 616 and 7,059. Based on distribution of eggdiameter, this species was total spawner.Key words: juaro fish, IKG, spawning pattern, TKG.

  10. KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DAN AKUMULASI KROMIUM DI SUNGAI CIMANUK LAMA, JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arbi Mei Gitarama

    2016-04-01

    Full Text Available The residue of human activities and batik industrial waste water surrounding the river will be able to increase the accumulation of chromium and to disrupt macrozoobenthic communities in the river. The aims of this study was to assess the impact of human activities surrounding the river to the macrozoobenthic communities and the accumulation of chromium in Cimanuk Lama River, Indramayu District, West Java. The study has been conducted from AprilMay 2015 based on three times sampling at three different sampling stations. The result of this study shows that the chromium accumulated in the waters of all station still meet the standard quality ranging from 0,010-0,016 mg/l, but only station 1 fulfills the standard quality for chromium accumulated in the river sediment with the range of all stations was about 11,72-46,63 mg/kg. The results also show that the community index analysis describes the change of macrozoobenthic community at all stations caused by environmental pressure, especially at the station 2 which is indicated by the highest score of Family Biotic Index. The accumulation of the chromium in the waters and the change of macrozoobenthic community structure are mostly influenced by the use of the Cimanuk Lama river long for agricultural and fisheries activities, and also batik home industry.

  11. Evaluasi Ekonomi Kawasan Tambak dan Mangrove Pasca Bencana Lumpur di Muara Sungai Porongkabupaten Sidoarjo Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufik Hidayatullah

    2016-11-01

      ABSTRACT Mangrove ecosystem and aquaculture in estuaries Delta Porong Jabon sub-district are at risk for experiencing pollution brought by the flooding caused by the disposal Sidoarjo Mud-vulcano. This study aim to identify coastal flooding of  contaminated Sidoarjo Mud-vulcano around the mouth of the River Porong and estimate the economic value of fish-ponds and mangrove areas in the district of Sidoarjo regency Jabon. The method used to identify the inundation flooding using flood models using elevation data RBI converted into DEM data and information obtained from the highest tides in the community to apply in the flood inundation model. Land cover information was extracted from Landsat and Geoeye image through on-screen digitizing. Estimated farm economy is based on the business value of aquaculture, especially shrimp and milkfish, while the economic value of mangrove based on benefit transfer method. The results based on the model showed a decrease of productive fish-pond from 5,010.49 Ha to 4,473.05 Ha (60 cm inundation scenario and 1,630.82 Ha (80 cm inundation scenario. The effect will decrease the estimated economic value of the fish pond, from Rp 299,126,432,100,- to Rp 126,139,981,800 and Rp 45,989,124,000,-. Meanwhile the mangrove forests area have increased from 374,58 ha to 571.30 Ha based on the interpretation of land cover and it will increase the estimated economic value of mangrove from Rp 35,769,530,456.28,- to Rp 54,554,597,711.07,-

  12. STUDI KUALITAS UDARA DI SEKITAR SUNGAI TELAGAWAJA, DESA MUNCAN, KABUPATEN KARANGASEM BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I WAYAN ARTHANA

    2012-11-01

    Full Text Available The research was done in surrounding Telagawaja River at Muncan Village, Karangasem Regency, Bali at October2008. The aim of the research was to know the air quality condition in that area. There were six air quality parametersmeasured at three different sites. The content of NO2 at the air varied 24,29-31,87 ?g/m3 was higher than that in GunaksaBeach where there are no activities at all but it was lower than that in Sawangan Nusa Dua where full of tourismactivities. The level of SO2 at the range of 34,44-44,97 ?g/m3 was lower than that in Padangbai Harbour where full ofhuman activities and transportations. The content of dust at the range of 105,82 ?g/m3, CO at the range of 497,78-568,89?g/m3, Pb at the range of 0,250-0,792 ?g/m3. The level of noise at the range of 40,33-53,79 dB(A was lower than that invillage community at Kubu, Karangasem Regency and also lower than that in Sawangan Beach of Nusa Dua. All the airquality parameters are not yet over than standard of safe air quality level.

  13. Respon Bioakumulator Eceng Gondok (Eichhornia crassipes Terhadap Logam Berat Pb dan Cd di Sungai Pegangsaan Dua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Teguh Rahayu

    2014-04-01

    Full Text Available Eichhornia crassipes is one of Indonesia’s wild plant considered as weed. Its presence can disrupt ecosystems in the river. However, it is proven to absorb Pb and Fe. It is also believed that E. crassipescan absorb other metals such as Hg, Zn, Cu and Cd which were belong to the same group as Pb and Fe. In addition to heavy metal sequestration, Eichhornia crassipes can also absorb pesticide residues. This descriptive research was done to determine the bioaccumulator response to Pb and Cd in Pegangsaan Dua river using Inductively Coupled Plasma method. Bioaccumulator response of Eichhornia crassipes were analyzed from the stem. The results of the study also showed that the Eichhornia crassipes plants were able to accumulate heavy metals of Pb and Cd. The organs most potential to absorb Cd and Pb were stem organ with average point 1 of Cd: 0,056 ppm and Pb: 0,5002 ppm, then the average point 2 of Cd: 0,0328 ppm and Pb: 0,0215 ppm, and the average point 3 of Cd: 0.0143 ppm and Pb: 1,293 ppm. In the end, it is suggested that the stem organ could be developed as bioaccumulation agent.

  14. OPTIMALISASI PENGGUNAAN LAHAN UNTUKAGROFORESTRI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CIMANUK PROPINSI JAWA BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Caya, Totok Gunawan, Suratman Woro Suprodjo, dan Lutfi Muta’ali

    2015-11-01

    Full Text Available Watershed-based management in areas at the boundary of water sheds until now has not been realized. Basicadministrative process is still practiced in management, and sectoral ego is still high. Though watershed area is asystem, when an error occurs in the upper management, it will have an impact on down stream are as. Watershedmanagement is still focused on the economic benefits compared to environmental aspects. This research aims todevelop land evaluation models and economic evaluation to support the optimization of the use of land-based agroforestry. This study uses the physicall and evaluation with Ver.1.0 SPKL land evaluation model, which aims todetermine the level of suitability of the land for agro forestry crops and the economic valuation of environmentalservices approach. The results of this study are in the form of land use optimization appropriate tothe physicaland economic aspects of the approach, for the development of sustainable agriculture(agro forestry. The resultsobtained from this research can bring an idea about the amount(dollars that can be produced by a plant agroforestry.

  15. HUBUNGAN ANTARA KANDUNGAN SILIKA DENGAN KELIMPAHAN DIATOM BENTHIK DI SEPANJANG SUNGAI PELUS KABUPATEN BANYUMAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Umiatun

    2017-03-01

    Full Text Available Silica is an element that is useful to the organism especially Diatoms (Chrysophyta: Bacillariophyceae. The sources of Silica in waters derive from weathering rock-containing silica. Diatoms are a phytoplankton that able to live as a phytobenthos distributed globally in all types of waters. The purpose of this study was to determine; the silica content, the abundance of diatoms, and the relationship between the content of silica and the abundance of diatoms in the Pelus River Banyumas. This research was conducted as a survey and samples were collected using composite sampling technique at 5 stations. Samples were collected three times with 2 weeks intervals. Two main parameters (diatoms abundance and silica content and ten supporting parameters (temperature, current velocity, pH, DO, BOD, COD, TSS, TDS, nitrate, and ortofosfat of waters were measured. Data of analysis calculated in this study including regression correlation analysis to determine the relationship of the silica content and the abundance of diatoms. The silica concentration in the Pelus River waters varies between 112.48-175.00 mg.l-1 with an average of 146 mg.l-1. The total abundance of benthic diatoms was 44,442 ind.cm-2. The highest diatoms abundance was at station II (11,128 ind.cm-2, the lowest was at Station IV (6,828 ind.cm-2. The relationship between silica contained in the waters and abundance of diatoms indicated by the value of R2 (coefficient of determination by 0.38 or 38%. The abundance of Diatoms are affected 62% by the available silica in the environment, and the rest 38% e rest are determined by other factors.

  16. Pencemaran air raksa (Hg sebagai dampak pengolahan bijih emas di Sungai Ciliunggunung, Waluran, Kabupaten Sukabumi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widodo Widodo

    2014-06-01

    Full Text Available http://dx.doi.org/10.17014/ijog.vol3no3.20083Gold ore mining at Waluran Subregency, Sukabumi Regency was carried out by an underground mining method, and only rock that contains high enough gold ore would be taken (selective mining. The gold ore from the mining was processed with a direct amalgamation method, so it produced low gold concentrate, but the concentrate of mercury discarded to the river was high enough. Monitoring result of water and sedimentation in Ciliunggunung River in 2004, showed that the river was contamined by mercury (Hg, and the contamination was above the value limit. This happened especially in August 2005 where the Hg content was about 0.218 mg/l on the Ciliunggunung River in CLG.07. The chemical analysis result of heavy metals for the water of the Ciliunggunung River in CLG.07 was known to contain Fe above the standard drinking water criteria, meanwhile Mn, Cu, Pb, and As were still under the maximum drinking water criteria value. To decrease the mercury contamination, it is suggested the process of gold ore from the amalgamation direct method to be changed to the amalgamation indirect method. The indirect gold ore amalgamation process consists of: removing fine particles by washing, grinding ore, and the amalgamation phase. The total impact of the indirect amalgamation method will increase the tying of gold by mercury, so the losing of mercury will be decreased and the gain of gold will be optimum.  

  17. MODEL INTERPOLASI GEOSTATISTIK LOGAM BERAT DAN BIOTA DI PERAIRAN MUARA SUNGAI KUIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdur Rahman

    2016-10-01

    Full Text Available This study aimed to model the spatial content of heavy metals in water bodies and biota in the waters of the River Estuary Kuin. Data analysis methods are used to determine water quality status with spatial interpolation models Semivariogram (kriging and Inverse Distance weighting (IDW is integrated with  Geographic Information System (GIS. Based on calculations using the Ordinary Kriging method with Semivariogram/covariance modeling to model the heavy metals in water bodies Average Standard Error values average of 0.01641 (RMS = 0.01430 at the station Kuin River Estuary. Results of calculations using the Inverse Distance weighting method (IDW for models of heavy metals in biota obtained Root Mean Square value (RMS-error average of 0.29787 on Kuin River Estuary, and the mean value of the average station of 0.0138.

  18. Evaluasi Perubahan Penggunaan Lahan Kecamatan di Daerah Aliran Sungai Cisadane Kabupaten Bogor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tessie Krisnaningtyas Endang Trimarmanti

    2014-04-01

    Full Text Available Bogor Regency is part of the National Strategic Area Jabodetabekpunjur, serves as the buffer area. However, it is not denied, accessibility making the Bogor Regency as one of the development center urban settlement and other economic activities. There are two Nature Conservation Area and seven Watershed, the greatest area is Cisadane Watershed, rich biodiversity, daily needs, but susceptible of land use change, especially high population area. The purpose study is to find out land use change and its influence factors on sub-district located in Cisadane Watershed, Bogor Regency. This study used mixed methodes research with series/multiply research, the first is spatial approach and quantitative analysis and the second is qualitative approach. Based on the discussion and findings research, the expansion development settlement in the suburban areas and productive lands convertion (Rustiadi et.al, 2003 happens in Cisadane watershed, urban activities have an impact transformation land use, agricultural into housing/settlement land was truly indeed. It had been occured before the provision of wetland agricultural area. Economic-social factors trigger developers the function of agricultural into housing with value added, no exception resident with the right ownership. Another factor is institutional factors, lack of commitment service from government to presence infrastructure and sustainability irrigation flow. The application of space utilization control has been conducted by sub- district and district officials through supervision and control accordance with the provisions of RTRW/IMB regulation, but this has offset by socialization to the public so a lot of society and officials government have yet know and understand the rules, so tendency land use change is quite high.

  19. Komposisi kimia substrat asosiasi Sonneratia alba Avicennia marina di Muara Sungai Lekok Kabupaten Pasuruan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hani Sudarmanto

    1997-12-01

    Full Text Available The mangrove forest occurred in the north coast of Pasuruan Regency have not been reported about the vegetational and substrate compositions. The researches purpose were to analysis the vegetational composition and the chemical properties of the substrate. The result showed that this mangrove forest were dominated by association of Sonneratia alba-Avicennia marina. The result showed that soils had the natural reaction (pH 7.01-7.65, low in organic matter (2.18-4.27% and total nitrogen (0.48-0.51%, but high in total phosphorus (15.19-29.22 ppm and in exchangeable cation (Ca2+: 389.855-504.065 mg/100 gr, Mg2+: 409.522-441.400 mg/100 gr, K+: 228.900-390-435 mg/100 gr.

  20. Karakteristik Es Krim Bengkuang Dengan Menggunakan Beberapa Jenis Susu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Failisnur Failisnur

    2013-06-01

    Full Text Available Ice cream is a frozen dairy solid product with the addition of other materials that are made through the process of freezing and agitation. The principle of its making to form a cavity of air in the mixture of ice cream ingredients to produce a volume that made the development of the ice cream into a lighter, less dense and has a soft texture. The purposed of the research to see influence the use of a variety of milk to the physical properties, chemical properties and organoleptic to the bengkoang ice cream produced. Research carried out by treatment type of milk used that were fullcream milk, sweetened condensed milk, soy milk powder, green bean powder, and soy milk liquid. The ice cream produced was tested the physics of overrun and melting speed, chemical analysis of protein content, fat and organoleptic of taste and texture. Research results showed that the best treatment was the use of soy milk powder where the value of overrun 37.2%, melting speed 10.1 minutes, protein content 6.9%, fat 13.08%, and organoleptic of  taste and texture was preferred.ABSTRAKEs krim merupakan produk olahan susu beku berbentuk padat dengan penambahan  bahan lain yang dibuat melalui proses pembekuan dan agitasi.  Prinsip pembuatan es krim adalah membentuk suatu rongga udara pada campuran bahan-bahan es krim sehingga dihasilkan pengembangan volume yang membuat es krim menjadi lebih ringan, tidak terlalu padat dan mempunyai tekstur yang lembut. Tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh dari penggunaan beberapa jenis susu terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik es krim bengkuang yang dihasilkan.  Penelitian dilakukan dengan perlakuan  penggunaan susu fullcream, susu kental manis, susu kedelai bubuk, kacang hijau bubuk, dan susu kedelai cair.  Es krim yang dihasilkan dilakukan uji fisika overrun dan kecepatan meleleh, analisis kimia kadar protein, lemak dan uji organoleptik rasa dan tekstur. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penggunaan susu kedelai

  1. Penanganan Kanker Prostat Saat Ini Dan Beberapa Perkembangan Baru

    OpenAIRE

    Umbas, Rainy

    2008-01-01

    Dalam sepuluh tahun terakhir terdapat peningkatan insidens kanker prostat secara global termasuk juga di Asia. Untuk mendapat hasil terbaik, seharusnya pengobatan dilakukan pada stadium dini. Diagnosis dini dapat dikerjakan dengan melakukan pemeriksaan colok dubur, prostate specific antigen darah, dan biopsi prostat pada penderita dengan kecurigaan kanker prostat. Penentuan stadium dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan bone scan, dan bila perlu CT-scan atau magnetic resonance imaging.Pemilih...

  2. Tipologi Kecamatan Berdasarkan Beberapa Aspek Ketenagakerjaan Kasus Propinsi Jawa Timur

    OpenAIRE

    Taryoto, Andin H

    1982-01-01

    IndonesianKonsep Unit Daerah Kerja Pembangunan (UDKP) merupakan salah satu bentuk nyata dari USAha untuk menjadikan desa sebagai subyek pembangunan. Dengan UDKP, pembangunan di tingkat kecamatan dapat dianggap sebagai suatu sistem yang efektif dan efisien untuk mengembangkan seluruh desa dalam UDKP yang bersangkutan secara komprehensif dan terkoordinir. Kajian secara lebih mendalam tentang keadaan dan potensi kecamatan dengan demikian dianggap perlu untuk dilakukan. Tulisan ini mencoba mengga...

  3. Identifying Resistivity Anomalies of Sungai Batu Ancient River using 3D Contour Map

    Science.gov (United States)

    Yusoh, R.; Saad, R.; Saidin, M.; Muhammad, S. B.; Anda, S. T.; Ismail, M. A. M.; Hazreek, Z. A. M.

    2018-04-01

    Electrical resistivity method was undertaken at archeological site at Sungai Batu in Lembah Bujang, located at Sungai Merbok in northwestern of Malaysia. The survey was implemented near the excavation site. This paper shows the results of 5 ground resistivity survey line was carry out using SAS4000 equipment. The wenner-schlumberger array was applied for measurement. Resistivity data are used to obtain valuable information to identify the remain buried archeology. The ground resistivity data were presented in contour map for various depth by using Surfer 13 software visualized clearly the anomalies evidenced for every single depth section. The results from the survey has found the appearance of sedimentation formation that believe happen long time ago after ancient river was buried by sediment from weathering process due to increasing sea level. Otherwise, another anomaly was found in the middle of the survey area which shows high resistivity value about 1000 – 2000 ohm.m

  4. Modelling the Solid Waste Flow into Sungai Ikan Landfill Sites by Material Flow Analysis Method

    Science.gov (United States)

    Ghani, Latifah A.; Ali, Nora'aini; Hassan, Nur Syafiqah A.

    2017-12-01

    The purpose of this paper is to model the material flow of solid waste flows at Kuala Terengganu by using Material Flow Analysis (MFA) method, generated by STAN Software Analysis. Sungai Ikan Landfill has been operated for about 10 years. Average, Sungai Ikan Landfill receive an amount around 260 tons per day of solid waste. As for the variety source of the solid waste coming from, leachates that accumulated has been tested and measured. Highest reading of pH of the leachate is 8.29 which is still in the standard level before discharging the leachate to open water which pH in between 8.0-9.0. The percentages of the solid waste has been calculated and seven different types of solid waste has been segregated. That is, plastics, organic waste, paper, polystyrene, wood, fabric and can. The estimation of the solid waste that will be end as a residue are around 244 tons per day.

  5. Measuring a Level of Water Pollution in Sungai Pinang Using a Mathematical Model

    OpenAIRE

    Mahamud, Mohd Amirul; Ramasamy, Rajasegeran

    2013-01-01

    Mathematical models are now a popular tool in many applications such as physics, economics and engineering; and provide useful information for decision making and planning. Water pollution in Malaysia has reached a level that needs attention and intervention from environmental department and government. In order to make a strong case, this paper has done a study on measuring the pollution level of Sungai Pinang which is located in Penang Island, Malaysia. Advection-Dispersion equation is one ...

  6. Benthic macroinvertebrate as biological indicator for water quality in Sungai Penchala

    Science.gov (United States)

    Mahazar, Akmal; Shuhaimi-Othman, Mohammad; Kutty, Ahmad Abas

    2013-11-01

    Sungai Penchala is one of the main tributaries for Sungai Klang which flows through the urban area of Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur before merging with Sungai Klang in the Petaling Jaya district. As urban river, Sungai Penchala is polluted because of anthropogenic activities and this include direct garbage load, untreated drainage system from nearby residential area and also runoff from frequent heavy rain as the country located in tropical area. Currently, there are efforts from government and educational sectors to monitor and rehabilitate the river with vision to return it into its former natural function and not as a sink for urban population. Unlike pristine or recreational river, the water quality of urban river changes drastically over day even hours. Thus there is need for a procedure that can be used for water quality inspection in time of sampling but also provides reliable information that can resemble past event. Therefore, to do that the river monitoring was carried out by employing the traditional physical-chemical parameter by using Hydrolab Quanta® multi parameter reader. The benthic macroinvertebrate was collected using Surber's sampler and preserved in 95% ethanol for identification purposes. The data collected was analyzed for Water Quality Index (WQI) and Biological Monitoring Working Party (BMWP) to determine the river condition. The system used has its own strength and weakness but when employed together, it is expected to give better knowledge in evaluating river condition. Thus, increase the accuracy of evaluation process. In this study, the biological monitoring shows that changes in water quality influence the diversity of benthic macroinvertebrate. This study prove that biological monitoring by utilizing benthic macroinvertebrate can also be used in determining water quality of urban type river. It is also produced result that more readily interprets as it reveal past event disturbance which sometimes missed by physical

  7. 3-D Resistivity Imaging on Archaeology Characterization at Sungai Batu area in Kedah, Malaysia

    Science.gov (United States)

    Jinmin, M.; Rosli, S.; Nordiana, M. M.; Muhammad, S. B.; Mokhtar, S.

    2017-08-01

    Electrical Resistivity Imaging (ERI) was conducted at the archaeological site of Sungai Batu, Lembah Bujang in Kedah, Malaysia and it is located between Gunung Jerai in the North and Muda River in the South, Kuala Muda, Kedah. This paper presents the geophysical results that aimed to identify the characterization at Sungai Batu, Kedah. ERI survey was performed at plot SB2ZZ, Sungai Batu with total of 15 survey lines using pole-dipole array with electrode spacing of 0.75 m. The ERI results were then processed with Res2DInv and Res3Dinv softwares. Resistivity contrast shows good variation to correlate well with lithology of the earth materials. To enhance the results, data were visualized using isosurface resistivity surface. The ERI shows interesting anomaly with resistivity of 400 - 500 Ωm varies from 0.34 - 1.17 m and few spotted anomalies detected at deeper depth which varies from 2 m - 4 m. Based on-site calibration at partly exhumed sites, anomalies were interpreted as baked clay bricks. The results obtained in this study area gives reliable interpretation for archaeological interest.

  8. Fatty Alcohol Variations in Surface Sediments of Sungai Sepang Besar, Sepang, Selangor

    International Nuclear Information System (INIS)

    Masni Mohd Ali; Norfariza Humrawali; Ying, P.Q.; Mohd Talib Latif; Mohamad Pauzi Zakaria

    2011-01-01

    Composition of fatty alcohols from 19 surface sediment samples collected along Sungai Sepang Besar, Sepang, Selangor were determined. The sediments were extracted and analysed using the Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) technique. A total of 19 fatty alcohols from C 12 to C 30 including 4 branched compounds were identified with concentrations in the range 0.02 μg/ g - 9.01 μg/ g dry weight. C 26 fatty alcohols dominated most sampling stations with concentrations ranging from 0.29 to 5.43 μg/ g dry weight and constituted 15.5 % of total fatty alcohols. According to individual compounds of fatty alcohols and the [Σ(C 12 - C 20 )/ Σ(C 22 - C 30 )] ratio, Sungai Sepang Besar has a high composition of short-chain fatty alcohols (C 12 - C 20 ) which mainly originate from marine organisms. However, the Alcohol Sources Index (ASI) showed that terrestrial derived fatty alcohols dominated the area due to high concentration of C 26 compounds in most sampling stations. The value of (odd chain length)/ (even chain length) ratios were high for almost all the sampling stations due to high bacterial activities. It can be concluded that the surface sediments of Sungai Sepang Besar contained organic materials from marine, terrestrial and bacterial sources. (author)

  9. Diferensi Makna Kurikulum Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ismail Muhammad

    2017-09-01

    Full Text Available In Indonesia, the curriculum is understood in accordance with the Act mentioned in the National Education System in the top ie, a set of plans and arrangements regarding the purpose, content, and teaching materials, as well as the methods used to guide the organization of learning activities to achieve specific educational goals. Here explicitly can be observed that the anatomy curriculum in Indonesia contains three aspects, namely: learning objectives, learning materials, and methods. Then some of the experts whom Hilda Taba, Nana Syaodih Sukmadinata and Oemar Hamalik add evaluation component as an important component of the curriculum, because the evaluation is considered as an inseparable part of the curriculum. Di Indonesia kurikulum dipahami sesuai dengan yang disebutkan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional di atas yaitu, seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Di sini secara eksplisit dapat diamati bahwa anatomi kurikulum di Indonesia mengandung tiga aspek, yaitu: tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, dan metode. Kemudian beberapa para ahli di antaranya Hilda Taba, Nana Syaodih Sukmadinata dan Oemar Hamalik menambah komponen evaluasi sebagai komponen penting kurikulum, karena evaluasi dianggap sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kurikulum.

  10. KEMAMPUAN GENTENG PLASTIK BERGELOMBANG (CORRUGATED PLASTIC SEBAGAI BIOFILTER PARTIKEL AMONIAK DAN BAHAN ORGANIK DI MEDIA BUDIDAYA DAN LIMBAH CAIR BUDIDAYA IKAN (Performance of Corrugated Plastic as Biofilter of Ammonia Particle and Organic Material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muslim Muslim

    2010-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pertumbuhan budidaya ikan dalam beberapa dekade ini berkembang sangat pesat, hal ini karena permintaan akan ikan meningkat. Meningkatnya kegiatan budidaya ikan selalu diiringi dengan meningkatnya limbah yang dihasilkan. Hal ini akan sangat cepat berpengaruh bila sistem budidaya yang dipakai adalah semi intesif atau intensif. Limbah tersebut harus segera dihilangkan atau dikurangi, karena akan berdampak pada ikan yang dibudidaya dan lingkungan seperti sungai dan laut. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kemampuan genteng plastik bergelombang mengurangi limbah yang dihasilkan budidaya ikan yaitu Total Suspended Sediment (TSS, Suspended Sediment (SS, amoniak dan bahan organik (COD. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa air limbah budidaya ikan yang mengandung TSS, SS, amoniak dan bahan organik setelah dilewatkan dengan genteng plastik bergelombang konsentrasinya menurun dengan tingkat efisiensi pengurangan yang terjadi di dalam kolam ikan dan di luar kolam ikan adalah sebagai berikut: 74,51% dan 54,42% (TSS; 39,20% dan 49,12% (SS; 19,82% dan 14,2% (amoniak; dan 24,82% dan 22,47% (COD. Ternyata genteng plastik bergelombang mempunyai tingkat pengurangan (g/m3/hr dan tingkat pengurangan spesifik (mg/m2/hr terhadap kandungan amoniak lebih efektif bila dibandingkan dengan material lain seperti plastic rolls, scrub pads, pipa PVC dan lain sebagainya.   ABSTRACT Aquaculture has been developing rapidly during the last few decades; it is due to the increase of fish demand. Increasing aquaculture activities especially with semi-intensive and intensive system have significant effect on waste production, which has to be removed or to be reduced quickly because will effect on fish in rearing tank and environment when through away to environment such as river and sea. The objectives of this study were to know the capability of corrugated plastic to remove or to reduce wastes content produced by aquaculture activities, i.e, Total Suspended

  11. Studi Arus Dan Sebaran Sedimen Dasar Di Perairan Teluk Ujungbatu Kabupaten Jepara

    OpenAIRE

    Priherdika, Genda; Satriadi, Alfi; Setiyono, Heryoso

    2014-01-01

    Perairan Teluk Ujungbatu Kabupaten Jepara merupakan pantai yang rentan terhadap proses erosi dan sedimentasi yang disebabkan karena faktor fisik ataupun sifat dari material sedimen. Untuk mengetahui kecepatan dan arah arus yang selalu berlawanan arah setiap tahun sehingga dapat mempengaruhi sebaran sedimen dasar di sekitar pantai, diperlukan beberapa analisa mengenai kondisi arus dan pola sebaran sedimen dasar di perairan Teluk Unjung Batu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui k...

  12. ANALISIS PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN AIR SUNGAI PADA RUMAH TANGGA DI PEKON ULU KRUI DAN DI PEKON LAAY KABUPATEN LAMPUNG BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Onnie Violetta Saragi

    2012-03-01

    Full Text Available 800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} The objectives of this research were: 1 to analyze household characteristics in Village Ulu Krui and Village Laay; 2 to analyze knowledge, attitude and pratices of household in water using; 3 to analyze the chemical charactistic of water; and 4 to analyze relation between knowledge and river water usage. The research design is cross sectional. Data was collected by interviewing respondents. Data was analyzed using descriptive and inference statistics. Twenty nine housewife in Village Ulu Krui and twenty housewife in Village Laay were participated as respondents. Results of this research found that the average of family member was four people. Husband age was ranged from twentyfive to seventy three years old. The average of the husband age was fourty four years old. The wife age were range from twenty one to seventy three years old. The average of the wife age was fourty years old. The modus of education of husband was elementry school. The modus of occupation of husband was farmer and farmworker. The level of knowledge in river water usage was low, the level of attitude was moderate, the level of pratices using the river water was good. Keywords: knowledge, attitude, practice, river water

  13. PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN DAN PELESTARIAN AIR DI LINGKUNGANNYA (STUDI KASUS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI GARANG, SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Purwadi Suhandini

    2011-12-01

    Full Text Available One of external factors which contribute to the occurrence of floods and flash floods at Garangwatersheds is socio hidraulic character (water culture. The inhabitants water culture of the Garangwatersheds belongs to the low category. It is reflected from several behaviors: they channels velocity thesurface runoff to the river, lack to act on environment and small river conservation, garbage disposal tothe river and they are not making every effort infiltrated the surface runoff.Keywords : Water culture, watersheds, infiltration, surface runoff, flash flood

  14. X-ray fluorescent analysis on Indo-Pacific glass beads from Sungai Mas archaeological sites, Kedah, Malaysia

    International Nuclear Information System (INIS)

    Zuliskandar Ramli; Nik Hassan Shuhaimi; Nik Abdul Rahman; Abdul Latif Samian

    2011-01-01

    Sungai Mas was an ancient port-kingdom located on West Coast of Peninsula Malaysia in a district of Kota Kuala Muda, Kedah, Malaysia. The port-kingdom evolved as an entrepot since fifth century AD and continuously visited by international trader from India, China, Middle East and Europe until eighteenth century AD. Sungai Mas was also one of the Indo-Pacific beads making centers in Southeast Asia since sixth to thirteenth century AD and also produced pottery and brick. X-ray fluorescent analysis (XRF) on Sungai Mas Indo-Pacific beads is carried out to determine whether the glass beads originated from Arikamedu, India or locally made by community in Sungai Mas. Totally, twenty-two samples of beads and beads materials assayed by XRF were chosen. Contents of nine major elements and nine trace elements, which might be present of flux, stabilizer, colorants or opacifier were examined. The elements Si, Na, K, Ca, Fe, Al, Ti, Mn, Mg, Cu, Pb, Zr, Sr, Ba, La, U, Ni and Cr were detectable in all samples. The concentration of elements found are discussed in terms of flux, silica or lead base glass, color and/or opacity of the glass beads and glass samples. The result showed that Sungai Mas produced their own Indo-Pacific beads from sixth to thirteenth century AD. (author)

  15. Analisis Kualitas Air Sungai Akibat Pencemaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah Batu Bola dan Karakteristik Sertakeluhan Kesehatan Pengguna Air Sungai Batang Ayumi di Kota Padangsidimpuan Tahun 2012

    OpenAIRE

    Harahap, Alprida; Naria, evi; Santi, Devi Nuraini

    2013-01-01

    Analysis of river water quality due to Batu Bola landfill pollution and characteristics with health of Batang Ayumi river users in Padangsidimpuan city. Batang Ayumi river which located in Batunadua village, district Batunadua, Padangsidimpuan city, has been polluted by Batu Bola landfills, according to government regulation No.82 of 2001 concerning about the Management of Water Quality and Water Pollution Control. This study is a descriptive survey, which is to know about the physical pol...

  16. Reformasi di Kementerian Pertahanan RI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Beni Sukadis

    2016-11-01

    Full Text Available Abstrak Reformasi bidang pertahanan yang dialami Indonesia sejak disahkan UU Pertahanan Negara dan UU TNI hingga kini belum selesai karena beberapa faktor yang cukup menghambat reformasi ini. Beberapa faktor yang menghambat, yaitu masih ada budaya paternalistik dalam birokrasi, masih ada ketidakjelasan kedudukan antara menteri pertahanan dan panglima TNI dalam pembagian wewenang khususnya terkait hubungan sipil-militer dan kepemimpinan sipil yang lemah dalam mengelola reformasi di Kementerian Pertahanan. Hingga saat ini implementasi supremasi sipil masih samar di Kementerian Pertahanan, walaupun secara faktual menteri pertahanan berasal dari sipil, tapi di sisi lain dominasi militer dalam jabatan pengambilan keputusan masih terjadi. Padahal supremasi sipil seharusnya direpresentasikan dalam wujud nyata bukan hanya dari hanya dari satu posisi pimpinan, yakni bagaimana otoritas sipil secara dominan dapat mengambil keputusan politik yang otonom sesuai dengan kebijakan negara yang dimandatkan oleh UU dan aturan yang ada. Kata kunci: reformasi pertahanan, hubungan sipil militer, supremasi sipil.   Defense reform still underway since Indonesia passed the Law on State Defense and the TNI the reform law has not completed yet, because there are many factors that impede the reform process. Some of the factors are the paternalistic culture still exist in the bureaucracy, there is also ambiguity on the relations between the Defense Minister and the Commander of TNI in the division of labor especially to civil-military relations and weak civilian leadership in managing the reform at the Ministry of Defense. Until now, the implementation of civil supremacy within the Ministry is vague, although the ministers are civilian, but in fact the military domination in decision making process remains strong. Whereas, civil supremacy should not be exemplified on the top position, but the civilians authority take the lead in the decision making in accordance to the

  17. Pengawasan Terhadap Bisnis Syariah di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Atiqah Mahmudah

    2012-09-01

    Full Text Available Dalam Islam, bisnis memiliki posisi yang sangat mulia dan strategis (bukan sekedar diperbolehkan dalam Islam melainkan justru diperintahkan oleh Allah SWT. Bisnis yang dijalankan dengan governance yang baik akan lebih memungkinkan untuk tetap sustainable / berlangsung secara baik. Keberlangsungan bisnis syariah harus dijaga untuk kemanfaatan semua pihak, sekaligus manfaat dunia dan akhirat. Artikel ini berusaha menjelaskan pola pengawasan terhadap bisnis syariah yang memiliki karakteristik tersendiri dan tentunya sangat berbeda dengan jenis bisnis lainnya baik secara konsep maupun praktis. Dalam artikel ini pula akan dijelaskan bagaimana prinsip dasar etika dalam bisnis syariah disertai beberapa contoh bisnis syariah yang berkembang di Indonesia dan Malaysia. Dalam bisnis syariah tak dapat terlepaskan dari syariah compliance, yakni salah satu elemen kunci yang berfungsi sebagai regulator dalam mengeluarkan kebijakan, aturan, tata kerja yang di jalankan dalam prakteknya. Instrumen tersebut adalah Dewan Pengawas Syariah yang memiliki peranan penting dalam menegakkan syariah compliance di bisnis syariah.

  18. KAJIAN YURIDIS TERHADAP CONTEMPT OF COURT DI DEPAN PENGADILAN (STUDI DI DEPAN PENGADILAN NEGERI MEDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifah Masthura

    2011-11-01

    Full Text Available Pengertian Contempt Of Court adalah segala tindakan berbuat aktif atau tidak melakukan (fasif dilakuan oleh mereka yang berperkara atau pihak lain yang tidak terlibat yang cenderung mengganggu, mencampuri proses penyelenggaraan peradilan sehingga merendahkan martabat peradilan.Pengaturan mengenai tindak pidana terhadap peradilan Contempt Of Court di Indonesia dapat dilihat dari diundangkannya UU No 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung dan juga tersebar dalam beberapa pasal dalam KUHP. Fenomena dalam peradilan kita menunjukan Contempt Of Court terjadi hampir di setiap lembaga pengadilan. Kewibaan peradilan mengalami penurunan akibat perilaku tidak baik yang dilakukan oleh para pihak yang berperkara maupun juga dilakukan oleh aparat penegak hukum. Dalam penelitian ini akan mmengkaji pengaturan bentuk-bentuk Contempt Of Court di Indonesia, selanjutnya akan di teliti sebab-sebab terjadi Contempt Of Court di depan pengadilan dan bagaimana seharusnya penanggulan tindak pidana Contempt Of Court.Contempt Of Court terjadi di depan pengadilan disebabkan belum bekerjanya sistem hukum dengan  baik. Perilaku hukum dan budaya hukum yang dipengaruhi oleh sistem hukum yang diterapkan di Indonesia. Hukum modern di Indonesia diterima dan dijalankan sebagai suatu instansi baru yang yang didatangkan atau dipaksakan dari luar, yakni melalui kebijakan colonial Hindia Belanda. Aparat penegak hukum belum bekerja dengan baik untuk dapat menegakan hukum, terutama ketika sidang di pengadilan maka fungsi dan peran jaksa, advokat, dan hakim belum mencerminkan upaya  hukum yang maksimal. Budaya hukum masyarakat dalam euphoria reformasi menunjukan kurangnya penghargaan terhadap kewibawaan hukum. Hal ini diperparah dengan kekecewaan praktek pengadilan dan mafia peradilan.

  19. IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM DI PENDIDIKAN TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iin Asikin

    2018-01-01

    Full Text Available Perguruan Tinggi harus sadar tentang kualitas dan keunggulan, tidak hanya, itu agar kualitas menjadi efektif mereka harus bekerja sama dan membina hubungan baik dengan siswa, guru, sistem, dan pemangku kepentingan. Di banyak negara dan banyak budaya isu manajemen mutu telah tegas dimasukkan dalam agenda institusi pendidikan tinggi  untuk beberapa waktu. Meningkatkan kinerja institusi pendidikan tinggi merupakan masalah global di semua negara di dunia. Di antara karakteristik yang paling penting yang membedakan komunitas yang satu dari komunitas lain, adalah kemampuannya untuk mengelola lembaga dan program penting, tidak hanya efektif, tapi cukup inovatif. Setiap keberhasilan pendirinya adalah sukses dalam pengelolaannya, maka pentingnya komitmen manajemen untuk lembaga pendidikan tinggi untuk meningkatkan filosofi perbaikan terus-menerus melalui TQM di universitas yang membutuhkan partisipasi semua untuk menjamin kelangsungan hidup dan kelangsungan perguruan tinggi.

  20. PENGEMBANGAN AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENGENALAN KOMPONEN PNEUMATIK DI SMK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ilmawan Mustaqim

    2017-07-01

    Full Text Available Guru kesulitan menyampaikan materi apabila sekolah tidak memiliki benda sesungguhnya yang digunakan sebagai praktikum. Pneumatik menjadi pelajaran wajib di SMK jurusan teknik mekatronika dan teknik otomasi. Pneumatik sering digunakan dalam industri manufaktur. Tujuan dari penelitian adalah menghasilkan rancang bangun dan unjuk kerja augmented reality sebagai media pembelajaran. Metode pengembangan yang digunakan adalah ADDIE adaptasi  dari William W. Lee dan Diana L. Owens yang meliputi 1  analisis, 2 perencanaan, 3 pengembangan dan implementasi, dan 4 evaluasi. Hasil dari rancang bangun berupa aplikasi Pneumatik AR dan Marker AR. Layout disusun menggunakan software CorelDraw X7, sedangkan model 3D dibuat menggunakan bantuan software Blender 3D. seluruh bahan disatukan menggunakan software Unity 3D dengan bahasa pemrograman C#. Hasil unjuk kerja diperoleh bahwa aplikasi dapat berjalan dengan baik pada beberapa merk dan type smartphone yang digunakan untuk pengujian. Terdapat beberapa kesalahan penampilan gambar 3d pada beberapa marker dengan perbedaan yang kurang spesifik.

  1. PERAN BEBERAPA ZAT GIZI MIKRO DALAM SISTEM IMUNITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siswanto .

    2014-08-01

    Demikian  pula  dengan  vitamin  C  sebagai  donor  elektron  sehingga  cepat  memutus  rantai  reaksi  SOR (Spesies Oksigen Reaktif dan SNR (Spesies Nitrogen Reaktif. Selenium merupakan mineral kelumit yang penting untuk sintesis protein dan aktivitas enzim glutation peroksidase (GSH-PX. Selenium mempunyai peranan  sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida yang terbentuk di dalam tubuh menjadi ikatan yang  tidak  bersifat  toksik.  Maka  karena  itu  kecukupan  zat  gizi  terutama  vitamin  dan  mineral  sangat diperlukan  dalam  mempertahankan  sistem  kekebalan  tubuh  yang  optimal  sebagai  upaya  preventif  agar selalu sehat. Kata kunci: zat gizi mikro, antioksidan, sistem kekebalan tubuh

  2. PENGUKURAN LAJU PENGENDAPAN DALAM PENENTUAN TOLERANSI PENAMBANGAN PASIR DAN BATU (sirtu (Studi Kasus di DAS Lukulo Hulu Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saifudin Saifudin

    2016-10-01

    mengalami degradasi lingkungan, sedimentasi sungai Luk Ulo dimanfaatkan dan menghasilkan ketidakseimbangan DAS. Indikasi kerusakan DAS Likely ditonton dari tingkat ketinggian sedimentasi dan erosi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pertambangan pasir, sehingga keseimbangan ketersediaan pasir dan maksimalpertambangan pasir (sirtu dapat mengamati. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah survei dan pengukuran sedimen, yaitu dengan asupan sampel airmempertimbangkan beban ditangguhkan dan juga pengukuran debit sungai setiap sub DAS. Parameter pengukuran sedimentasi adalah konsentrasi sedimen tersuspensi Cs (mg /l, debit Q (m3 / detik dan keluarnya Qs sedimen tersuspensi (gr / detik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan pengukuran sedimentasi, yaitu dengan asupan sampel air mempertimbangkan beban ditangguhkan dan juga pengukuran debit sungai setiap sub DAS. Parameter pengukuran sedimentasi adalah konsentrasi sedimen tersuspensi Cs (mg / l, debit Q (m3 / detik dan keluarnya Qs sedimen tersuspensi (gr /detik. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa beban sedimen harian di Luk Ulo hulu wathersed di hujan Oktober-November sebesar 1.438,36 ton / hari, sedangkan beban sedimen dalam satu tahun sebesar 194,43 ton / Hektar / tahun.

  3. PETA KONDISI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR DI PEKANBARU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fiqru Mafar

    2017-04-01

    Full Text Available AbstractSchool Accreditation has demanded a complete learning tool, one of which is the library. The demands made several educational institutions managers juggle a room to be used as a library. As a result of the magic-juggling, many schools which then have seadaya library. This attracted the attention of researchers to see how the condition of the school library, especially primary schools in the city of Pekanbaru. The method used in this study is a questionnaire and survey methods. Through the method is expected to obtain a picture of the condition of the existing elementary school library in the city of Pekanbaru. The results of the study will be used as the basis of the guidelines of cooperation between the University of Lancang Kuning, especially Studies Program Library with the library manager Elementary School in the city of Pekanbaru. The results showed that there are several aspects such as library staff, library staff education, minimum area, completeness of the type of collection, and application of information technology is still not being met by some primary schools in Pekanbaru. These conditions provide opportunities for cooperation between Unilak with SD in Pekanbaru. Therefore, it is expected Unilak can immediately seized the opportunity to enter into an agreement in the form of training or distribution of graduates with a primary manager in Peknbaru.Keywords: Map Library,  Elementary School, Pekanbaru.AbstrakAkreditasi sekolah telah menuntut adanya sebuah sarana belajar yang lengkap, salah satunya adalah perpustakaan. Tuntutan tersebut membuat beberapa pengelola lembaga pendidikan menyulap sebuah ruangan untuk dijadikan sebagai ruang perpustakaan. Sebagaimana hasil dari sulap-menyulap, banyak sekolah yang kemudian memiliki perpustakaan yang seadaya. Hal ini menarik perhatian peneliti untuk melihat bagaimana kondisi perpustakaan sekolah, terutama sekolah dasar di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah

  4. Penilaian Kerentanan Habitat Mangrove di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang terhadap Variabel Oseanografi Berdasarkan Metode Cvi (Coastal Vulnerability Index)

    OpenAIRE

    Wahyudi, Agus; Hendrarto, Boedi; Hartoko, Agus

    2014-01-01

    Mangrove merupakan tumbuhan atau vegetasi pantai tropis yang hidup di wilayah pesisir yang luas dan terbuka. Hutan mangrove disebut juga sabuk hijau karena mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai dari hantaman gelombang laut. Habitat mangrove memiliki beberapa sifat atau karakteristik yang khusus diantaranya salinitas, pasang surut, angin, dan substrat yang berlumpur. Kerentanan variabel oseanografi di habitat mangrove dan pembukaan lahan kawasan hutan mangrove menjadi lahan tambak budida...

  5. Analisa Kandungan Escherichia Coli, Salmonella, Danstaphylococcus Aureus Pada Daging Sapi Beku Dan Tidak Beku Di Pasar Modern Medan Tahun 2016

    OpenAIRE

    Nazara, Tia

    2017-01-01

    121000086 Daging merupakan bahan pangan yang penting dalam memenuhi kebutuhan gizi. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Tahun 2014, konsumsi daging sapi di Indonesia sebesar 2,08 kg/kapita/tahun dan menurut Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Utara di kota Medan produksi daging sapi sebesar 5778,28 ton pada tahun 2014. Daging sapi adalah salah satu bahan makanan yang sering dipakai sebagai media perkembangbiakan berbagai penyakit, khususnya bakteri. Beberapa bakteri ya...

  6. Pelaksanaan Perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pekerja Wanita Berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama (Pkb) di PT. Apac Inti Corpora

    OpenAIRE

    Suradi, Solechan, Soraedha Liestia Harini*

    2016-01-01

    PT. Apac Inti Corpora merupakan merupakan Perusahaan yang bergerak dalam bidang USAha pemintalan dan penenunan dengan jumlah pekerja 6.757 terdiri dari laki – laki sejumlah 2.659 dan wanita sejumlah 4.098. Pengusaha dan pekerja membuat Perjanjian Kerja Bersama agar tercipta hubungan yang harmonis antara pengusaha dengan pekerja. Di dalam Perjanjian Kerja Bersama telah diatur mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja namun dalam pelaksanaan di lapangan masih ada beberapa pekerja wanita yang ti...

  7. Sikap Masyarakat Surabaya terhadap Iklan AirAsia “We'll Take You There” di Televisi

    OpenAIRE

    Mahesthi, Athanasia Placidia

    2017-01-01

    Selama tahun 2015, AirAsia mengeluarkan sebanyak 8 iklan komersial di televisi, 2 diantaranya merupakan iklan yang memiliki tema berbeda daripada iklan televisi Low Cost Carier pada umumnya. Salah satu iklan televisi AirAsia adalah iklan “We'll Take You There” yang dirilis pada tanggal 1 November 2015 di berbagai stasiun televisi. Iklan ini terdiri dari beberapa penggalan cerita yang diperagakan oleh talent dari berbagai kalangan usia. Iklan ini memiliki pesan iklan bahwa AirAsia akan mengant...

  8. Kemampuan Daya Hambat Bahan Aktif Beberapa Merek Dagang Hand sanitizer terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Srikartika

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakHand sanitizer sebagai pembersih tangan antiseptik inovatif saat ini, sering menjadi alternatif pengganti cuci tangan dengan sabun dan air. Mencuci tangan dengan hand sanitizer merupakan salah satu cara memelihara kebersihan tangan agar terhindar dari penyakit  yang disebabkan oleh flora normal di kulit yang berpotensi patogenik seperti bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan daya hambat beberapa merek dagang hand sanitizer terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap pada empat macam hand sanitizer dengan tiga kali pengulangan. Data diolah secara manual dan menggunakan analisis varians (ANOVA dilanjutkan dengan uji pos-hoc dengan Tukey HSD dan independent t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan aktif hand sanitizer mampu mengurangi pertumbuhan Staphylococcus aureus secara signifikan. Perbedaan prosentase rerata pengurangan jumlah koloni pada waktu 30 detik berkisar antara 57,65%-72,45%, sedangkan pada waktu 1 menit berkisar 67,88%-82,65%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna terhadap perlakuan, antar perlakuan dan waktu yang diujikan dengan nilai signifikasi p <0,05. Didapatkan hand sanitizer lebih efektif menghambat pertumbuhan pada waktu 1 menit daripada 30 detik. Hand sanitizer yang mengandung alkohol 70% dan triklosan 0,05% memiliki kemampuan daya hambat lebih baik terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.Kata kunci: bahan aktif, hand sanitizer, Staphylococcus aureus AbstractHand sanitizer is one of the ways for maintaining the hand hygiene. Hand sanitizer as an innovative antiseptic product at this time, becomes an alternative hand washing with soap and water. It prevents  the disease that can be caused by normal flora that potentially pathogenic bacterium such as Staphylococcus aureus. The objective of this study was to evaluate the inhibition ability of several trademarks hand sanitizer on the growth of

  9. Aktivitas Beberapa Atraktan Pada Perangkap Telur Berperekat Terhadap Aedes aegypti

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Milana Salim

    2017-02-01

    Full Text Available AbstractControl of Aedes aegypti mosquito as dengue haemorrhagic fever/DHF vector can be conducted using the ovitrap modified into a sticky ovitrap. The addition of attractant substances to the ovitrap can attract more mosquitoes comes to the trap, and prevent mosquitoes laying eggs in other places. The aim of this research was to compare hay infusion water and larva rearing water as attractant which combined with sugar-apple (Annona squamosa seed extract by counting the mosquitoes and eggs trapped. This research used six types medium: hay infusion water, larva rearing water, hay infusion water + sugar-apple seed extract, larva rearing water + sugar-apple seed extract, aquadest + sugar-apple seed extract, and aquadest only as a control. Sample used were 25 gravid female of Ae. aegypti mosquitoes with five replications. Mosquitoes and eggs which trapped were counted. This research showed that the number of mosquito trapped and eggs hatched more found in sticky ovitrap with hay infusion water. Statistic analyzed by ANOVA showed that there is no significant difference towards number off mosquito trapped in sticky ovitrap (p>0,05 whereas the medium material has significant difference towards number off egg hatched than others (p<0,05.Keywords: Sticky ovitrap, attractant, Aedes aegypti AbstrakPengendalian nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor demam berdarah dengue/DBD dapat dilakukan menggunakan ovitrap yang dimodifikasi dengan perekat menjadi sticky ovitrap. Penambahan atraktan pada ovitrap dapat menarik lebih banyak nyamuk datang ke perangkap yang dipasang dan mencegah nyamuk bertelur di tempat lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas atraktan air rendaman jerami dan air bekas kolonisasi yang dikombinasikan dengan ekstrak biji srikaya pada sticky ovitrap terhadap jumlah nyamuk dan telur yang ditemukan. Enam jenis media uji digunakan dalam penelitian ini yaitu air rendaman jerami, air bekas kolonisasi nyamuk, air rendaman jerami

  10. PERFORMA FOTOSINTESIS Kappaphycus sp. (strain Sumba YANG DIUKUR BERDASARKAN EVOLUSI OKSIGEN TERLARUT PADA BEBERAPA TINGKAT SUHU DAN CAHAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lideman Lideman

    2015-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan cahaya terhadap laju fotosintesis Kappaphycus sp. (strain Sumba yang diukur berdasarkan perubahan oksigen terlarut. Pengukuran laju fotosintesis Kappaphycus sp. pertama-tama dilakukan pada suhu 20oC, 24oC, 28oC, dan 32oC pada tingkat cahaya 353 μmol photons m-2 s-1 untuk mendapatkan kurva fotosintesis versus suhu (kurva P-T. Selanjutnya, pengukuran laju fotosintesis dilakukan pada suhu 20oC, 24oC, dan 28oC dengan intensitas cahaya 9, 22, 46, 58, 87, 137, 245, 353, 487, 608, dan 789 μmol photons m-2 s-1 dan juga pengukuran laju respirasi pada tingkat cahaya 0 μmol photons m-2 s-1 untuk menghasilkan kurva fotosintesis versus cahaya (kurva P-I. Beberapa parameter fotosintesis yaitu: laju fotosintesis maksimum (Pmax, koefisien fotosintesis (α, intensitas cahaya jenuh (Ek, dan intensitas cahaya kompensasi (Ec dihitung dengan cara memplotkan kurva P-I terhadap model persamaan regresi non linear P = {Pmax x tanh (α / Pmax x I} + Rd. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa laju fotosintesis tertinggi sebesar 6,92 μg O2 gww-1 min-1 dicapai pada suhu 28oC dengan tingkat cahaya 353 μmol photons m-2 s-1. Pada suhu 20oC, 24oC, dan 28oC, laju fotosintesis mencapai tingkat maksimum (Pmax pada intensitas cahaya (Ek 86,1; 154,2; dan 162,4 μmol photons m-2 s-1. Suhu yang optimum untuk aktivitas fotosintesis berkorelasi erat dengan suhu pada lingkungan budidaya di alam.

  11. Analisis Kadar Khlorida Pada Air Dan Air Limbah Dengan Metode Argentometri

    OpenAIRE

    Titis Utami Agung

    2009-01-01

    Limbah cair adalah air yang tak terpakai lagi dan merupakan hasil dari suatu produksi atau kegiatan manusia. Limbah cair yang di buang ke dalam tanah,sungai,danau,laut yang jika berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Salah satu zat kimia yang terkandung di dalam air dan air limbah adalah khlorida. Khlorida merupakan suatu senyawa kimia yang bersifat toksik terhadap lingkungan. Untuk itu perlu dilakukannya analisa klorida dengan menggunakan beberapa metode. Dengan pemilihan metode ...

  12. Strategic Planning of small and medium industries. Case study: Hulu Sungai Selatan Regency, South Borneo Province

    Science.gov (United States)

    Elya, N.; Shoimah, F.; Kartika, A. P.; Sukanto, A. B.

    2017-06-01

    Hulu Sungai Selatan Regency has a potential of SMI (Small and Medium Industries) sectors can be developed as economic development. Based on RTRW of Hulu Sungai Selatan Regency, the region has 14 SMI are a propeller, pottery, blacksmith, dried fish, purun webbing, pastries, dodol, crackers, imitation jewelry, woven water hyacinth, bamboo, syrup, brown sugar, and saber. There are several issues related to SMI development such as low quality and quantity of human resources, local raw material, limited capital, low competitiveness, conventional production equipment, and lack of media for marketing the product. The purpose of this study is to develop the leading sectors of SMI and improve the economy and quality of the resident. The research method is descriptive qualitative, leading sectors analysis and force field analysis. Data were obtained from primary and secondary survey of relevant institutions and interview to the community. Based on leading sectors analysis, there is six leading sector is a propeller, blacksmith, dodol, dried fish, pottery, and crackers. Based on force field analysis, determined the strategy for using operational excellence’s concept, so that we can develop the industrial sector by minimizing productions cost so SMI’s product can compete by the price and efficient production process.

  13. Macrobenthos composition, distribution and abundance within Sungai Pulai estuary, Johor, Malaysia

    Science.gov (United States)

    Shi, Guan Wan; Min, Lee Di; Ghaffar, Mazlan Abd; Ali, Masni Md; Cob, Zaidi Che

    2014-09-01

    Macrobenthos are very useful organisms for monitoring marine environmental and widely use in marine ecology research. They are able to monitor the difference phase in the recovery stage of disturbed sites by appear different species macrobenthos after the cessation of the impact. Univariate and multivariate methods were use to study the macrobenthos community within Sungai Pulai estuary, Johor, Malaysia. Five sub-samples were taken at each sampling sites by using 10 cm diameter corer. Crustaceans were the most abundant at Tanjung Adang (St. 1) and the station of non-seagrass area (St. 2) while polychaetes were the most abundant at Merambong Shoal (St. 3). Higher density of macrobenthos was found at St.3 followed by St. 1 and St. 2. The commonly used population indices such as diversity, richness, evenness and dominance were employed to determine the differences in diversity and abundance of macrobenthos. The diversity, richness and evenness index values showed slight increment from Station 1 to Station 3, while the dominance index decreasing trend from Station 1 to Station 3. A total 21 polychaete families were collected in Sungai Pulai estuary, which was dominated by the Spionidae, Capitellidae and Glyceridae. Cluster (Bray-Curtis similarities) analyses revealed that the Tanjung Adang and Merambong Shoal population were clearly separated from the station non-seagrass. For the time being factors that influence the pattern of distribution of the macrobenthos cannot be determined and subjected to further studies.

  14. Sedimentation rate in the Sungai Linggi estuary using excess 210Pb and 137Cs

    International Nuclear Information System (INIS)

    Zal U'yun Wan Mahmood; Mei Wo Yii

    2013-01-01

    The purpose of this study was to estimate the sedimentation rate in the Sungai Linggi estuary using the constant initial concentration of unsupported or excess 210 Pb model and verified with 137 Cs method. Five sediment cores were collected on 25 January 2011 using gravity corer with the inner tube of 50 cm length and 7.5 cm diameter. The total 210 Pb activities in the sediment cores profile at all sampling stations were varied and upper than those obtained for supported 210 Pb i.e. 226 Ra, indicated disequilibrium among 210 Pb and its grandparents in the 238 U decay series. Meanwhile, the lower 137 Cs activities were observed at all sampling stations due to no significant sources of 137 Cs releases were transferred into Malaysian marine. The estimation of sedimentation rate indicated the agreement of 210 Pb and 137 Cs method with a general presence of deep mixing in the Sungai Linggi estuary. Therefore, the apparent sedimentation rates calculated from 210 Pb profiles generally reflect the true value with the range from 0.70 to 1.97 cmyr -1 . High sedimentation rate was observed at some sampling stations which are located in river channel, estuary and closer to mainland. This suggested that land-use development, agriculture activities, channelization etc. introduced a large amount of sediment loaded into those areas. (author)

  15. Composition and Sources of Fatty Alcohols in Estuarine Sediments of Sungai Kapar, Selangor

    International Nuclear Information System (INIS)

    Norfariza Humrawali; Kwan, Y.L.; Mohd Talib Latif; Masni Mohd Ali; Mohamad Pauzi Zakaria

    2010-01-01

    A total of 13 fatty alcohols (C 12 - C 24 ) including six branched compounds have been identified in seven surface sediment samples taken from Sungai Kapar, Selangor using computerized gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Generally 65 % of total fatty alcohols determined were short chain compounds (C 12 - C 20 ) derived from marine organisms, 14 % were long chained compounds (C 21 - C 24 ) input of terrestrial plants and the rest were branched compounds from bacterial activity. C 16 compound dominated all the sampling stations with concentrations ranged from 29.69 to 164.35 μgg -1 dry weight which constitute 32 % of total fatty alcohols. Short chain/long chain fatty alcohols ratio [Σ(C 12 - C 20 )/ Σ(C 21 - C 22 )] of each sampling stations had the value >1; indicating high content of short chain compounds from marine sources. Meanwhile, Alcohol Source Index (ASI) calculated using C 22 / C 14 and C 22 / C 16 ratios. C 22 / C 14 ratio showed that stations Kp1, Kp2, Kp5 and Kp6 had a value >1 indicating the amount of C 22 was higher than C 14 . Ratio of C 22 / C 16 showed that all the sampling stations dominated by C 16 compared to C 22 . The estuary of Sungai Kapar, Selangor was dominated by short chain fatty alcohols (C 12 - C 20 ) especially C 16 compound rather than long chain fatty alcohol (C 21 - C 24 ). (author)

  16. PENELITIAN INTRUSI AIR LAUT DI KAWASAN SEMARANG UTARA DENGAN METODE GAYA BERAT MIKRO ANTAR WAKTU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Supriyadi

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian intrusi air laut dengan menggunakan metode Gaya berat mikro antar waktu di Semarang Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa fenomena yang selama beberapa tahun terakhir ini terajadi di lokasi penelitian, yaitu amblesan, rob, banjir dan air sumur gali penduduk berasa asin yang disebabkan oleh intrusi air laut. Pengukuran gaya berat menggunakan gravimeter tipe Scintrex Autograv CG-5. Periode pengukuran gaya berat adalah Oktober di 120 titik yang tersebar merata di daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai anomali gayaberat mikro antar waktu selang periode tersebut menunjukkan bahwa ada berberapa daerah yang mempunyai nilai anomali positip yang berkorelasi dengan kenaikan muka air tanah, anomali negatip berkorelasi dengan penurunan muka air tanah, dan nol tidak terjadi perubahan apapun. Selanjutnya untuk memperoleh gambaran tentang dinamika muka air tanah, maka digunakan data gradien vertikal gayaberatmikro antar waktu dan anomalinya menunjukkan hasil sebagai berikut anomali gradien vertikal gayaberat mikro antar waktu bernilai negatip berarti terjadi penurunan muka air tanah, dan sebaliknya jika positip terjadi kenaikan muka air tanah. Hasil interpretasi 3D gaya berat mikro antar waktu dengan menggunakan perangkat lunak Gravblok menunjukkan beberapa daerah seperti Widoharjo dan sekitarnya, perumahan Semarang sekitarnya, dan perumahan Tlogosari sekitarnya telah mengalami intrusi air laut.

  17. Pengaruh Perceived Stress Terhadap Perceived of Enjoyment Dan Dampaknya Terhadap Intention for Gaming Pada Perilaku Gamer Dalam Bermain Game Online Dota 2 Di Indonesia

    OpenAIRE

    Setiawan, William

    2017-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Perceived Stress terhadap Perceived of Enjoyment dan dampaknya terhadap Intention for Gaming. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode purposive sampling dengan software PLS. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 150 sampel yang tersebar pada beberapa kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan Makassar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Perceived Stress berpeng...

  18. KETERAMPILAN SOSIAL SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR INKLUSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Diahwati

    2016-08-01

    Full Text Available Based on preliminary study, obtained some facts related to the social skills of students with special needs in inclusion elementary school. The problems include how the fifth grade students with special needs in inclusion elementary school tend to be less able to respond to others, show less acceptable behaviors by others, and have less adaptive behavior. The purpose of this study is to describe the social skills of students with special needs in inclusion elementary school. In general, research result shows that social skills of students with special needs is varied. Students with autism tend to have low social skills. Students with ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder is likely to have some aspects of low social skills. Students with intellectual disability tend to have moderate social skills. Berdasarkan studi pendahuluan diperoleh beberapa fakta terkait keterampilan sosial siswa berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusi. Permasalahan tersebut di antaranya siswa berkebutuhan khusus kelas V di SDN inklusi cenderung kurang mampu merespon orang lain, cenderung memiliki perilaku yang kurang dapat diterima oleh orang lain, dan cenderung memiliki perilaku yang kurang adaptif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang keterampilan sosial siswa berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusi. Hasil penelitian ini secara umum yaitu keterampilan sosial siswa berkebutuhan khusus berbeda-beda. Siswa autis cenderung memiliki keterampilan sosial yang rendah. Siswa ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder cenderung memiliki beberapa aspek keterampilan sosial yang rendah. Siswa tunagrahita cenderung memiliki keterampilan sosial yang sedang.

  19. Pendugaan Model Sumber Anomali Magnetik Bawah Permukaan Di Area Pertambangan Emas Rakyat Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas (Halaman 38 S.d. 42)

    OpenAIRE

    -, Sehah; Anom Raharjo, Sukmaji; Wibowo, Okky

    2014-01-01

    Telah dilakukan survei magnetik dan pendugaan model sebaran sumber anomali magnetik bawah permukaan di kawasan pertambangan emas rakyat Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Data awal yang diperoleh dalam survei magnetik adalah kuat medan magnetik total. Setelah dilakukan beberapa koreksi dan reduksi diperoleh data anomali magnetik residual. Berdasarkan hasil pemodelan terhadap data anomali magnetik residual menggunakan perangkat lunak Mag2DC for Window pada lintasan AB, di...

  20. Pendugaan Model Sumber Anomali Magnetik Bawah Permukaan di Area Pertambangan Emas Rakyat Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas (Halaman 38 s.d. 42)

    OpenAIRE

    -, Sehah; Anom Raharjo, Sukmaji; Wibowo, Okky

    2015-01-01

    Telah dilakukan survei magnetik dan pendugaan model sebaran sumber anomali magnetik bawah permukaan di kawasan pertambangan emas rakyat Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Data awal yang diperoleh dalam survei magnetik adalah kuat medan magnetik total. Setelah dilakukan beberapa koreksi dan reduksi diperoleh data anomali magnetik residual. Berdasarkan hasil pemodelan terhadap data anomali magnetik residual menggunakan perangkat lunak Mag2DC for Window pada lintasan AB, di...

  1. Analyzing soil electrical and strength parameters using geophysical and geotechnical methods in Sungai Batu, Kedah

    Science.gov (United States)

    Sulaiman, Nabila; Nordiana, M. M.; Azwin, I. N.; Saidin, Mokhtar

    2017-07-01

    Engineering structures require strong foundations to prevent hazards occur due to lack of understanding the subsurface soil. Geophysical and geotechnical surveys were conducted in Sungai Batu, Kedah to determine the effectiveness of correlating electrical parameters for vertical resolution and to evaluate soil strength by integrating Electrical Resistivity Tomography (ERT), Ground Penetrating Radar (GPR) and Standard Penetration Test (SPT). Results from ERT and GPR showed heterogeneity in the subsurface stratigraphy from surface to 8.6 m depth. The inversion model showed two zones of saturated (150 Ωm). The integration of ERT, GPR and SPT is applied at the borehole position which is at distance of 9.5 m of the survey line. The resistivity values at distance of 9.5 m range from 7 - 30 Ωm due to soil formed by sedimentation originated from fluvial system (sandy clay and clay). Calculated electrical conductivity values from GPR radargram coincide and in range with values from ERT. At distance of 9.5 m, the electrical conductivity range from 32 - 148 mS/m. The N-value from SPT showed low value with range of 12 - 20. The correlation of electrical parameters from ERT and GPR showed good agreement which is effective for vertical resolution. Low resistivity (high conductivity), low N-value and heterogeneity of the soil denote unstable subsurface. Sandy clay/clay in Sungai Batu are detrimental for shallow foundation as the soil material is susceptible to subsidence and has irregular characteristics influenced by the weather. Hence, the soils up to 8 m depth were u nstable, weak and may cause harm to building structure.

  2. Hubungan Motivasi Perawat Dengan Tingkat Kepatuhan Melakukan Cuci Tangan Di Rsi Klaten

    OpenAIRE

    Sani, Fakhrudin Nasrul; Pratiwi, Muthiah Rissa

    2017-01-01

    Salah satu strategi keselamatan pasien adalah pengurangan risiko berbagai infeksi dengan cara mencuci tangan. Cuci tangan dilakukan dengan prosedur yang benar yaitu 6 teknik secara berurutan pada waktu/momen yang tepat.Tingkat kepatuhan mencuci tangan perawat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan motivasi perawat rawat inap dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan 6 langkah cuci tangan yang benar di RSI Kl...

  3. PERBAIKAN WORKSTATION DI PT. YUSHIRO INDONESIA UNTUK MENGURANGI RESIKO KELUHAN MUSKULOSKELETAL

    OpenAIRE

    Dene Herwanto; Acep Purnama; Adi Prianto; Kristian Adi

    2016-01-01

    Salah satu pekerjaan yang masih dilakukan secara manual di PT. Yushiro Indonesia adalah penuangan bahan baku berupa cairan kimia pada saat proses pencampuran bahan. Pada saat penuangan cairan kimia tersebut, operator banyak melakukan aktivitas manual material handling yang tidak tepat dan tidak alami, sehingga timbul beberapa keluhan muskuloskeletal, seperti sakit pinggang, sakit punggung, sakit leher, dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RWL dan LI yang terjadi dalam pros...

  4. Kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari, Sulawesi Tenggara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edward

    2014-08-01

    Full Text Available Pengamatan kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari telah dilakukan pada bulan Juni 2011. Contoh sedimen diambil dengan menggunakan gravity core pada 5 stasiun penelitian. Kandungan logam berat diukur dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat dalam sedimen serta memprediksi kualitas sedimen berdasarkan pendekatan analisis indeks (Indeks geoakumulasi dan Indeks Beban Pencemaran. Hasilnya menunjukkan, kandungan Pb berkisar 3,704-21,892 ppm, Cd 0,784-1,385 ppm, Cu 3,451-12,193 ppm, Zn 24,838-69,973 ppm, dan Ni 37,289-72,329 ppm. Kandungan ke lima logam tersebut masih lebih rendah dari nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup 2010 dan baku mutu sedimen Ontario (Ontario Sediment Guideline 2008. Kandungan logam berat dalam sedimen di Stasiun 4 lebih tinggi dibandingkan dengan Stasiun lainnya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tekstur sedimen di masing-masing stasiun. Stasiun 4 berada di muara sungai dan mempunyai sedimen dengan tekstur berupa lumpur berwarna hitam. Kandungan logam Ni lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain, hal ini menunjukkan adanya masukan sedimen dari Teluk Kendari dan Teluk Lasolo yang terbawa oleh arus, disamping yang berasal dari darat yang masuk melalui aliran sungai. Berdasarkan nilai indeks geoakumulasi (I-geo sedimen di perairan ini termasuk kategori tidak tercemar oleh Pb, Cu, Zn, dan Ni (I_geo<0, dan tercemar sedang oleh Cd (1di perairan ini belum tercemar oleh logam berat Pb, Cd, Cu, Zn, dan Ni.

  5. DISTRIBUSI HUTAN BAKAU DI LAGUNA PANTAI SELATAN YOGYAKARTA (Mangrove Distribution at the Lagoons in the Southern Coast of Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjut Sugandawaty Djohan

    2007-03-01

    Full Text Available ABSTRAK  Kehadiran sisa hutan bakau di laguna Bogowonto, pantai selatan Yogyakarta menunjukkan bahwa pada masa lalu laguna tersebut didominasi oleh hutan bakau, sehingga penelitian ini bertujuan mempelajari kehadiran vegetasi bakau di laguna-laguna dan muara sungai di pantai selatan tersebut. Ada empat laguna di pantai Selatan Yogyakarta, laguna Bogowonto, Serang, Progo, Opak, dan satu muara sungai, Kali Baron. Laguna tersebut merupakan laguna internitten, artinya pada musim kemarau, mulut sungainya tertutup gumuk pasir dan laguna didominasi oleh perairan tawar dan merupakan ekosistem tergenang. Sebaliknya di musim hujan mulut sungai terbuka, laguna bersifat sebagai ekosistem pasang surut. Data vegetasi dicuplik dengan menggunakan kuadrat plot berukuran 10m x 20m dengan ulangan dua kali. Kuadrat plot ditempatkan pada pusat distribusi mangrovenya, yang dipilih mulai dari rawa burit ke arah muara sungai. Tekstur tanah, hara tanah, salinitas air dan hara air juga dikaji. Kehadiran hutan bakau di laguna dibatasi oleh tekstur tanah. Tekstur pasir, 60-99 %, mendominasi laguna Serang, Progo, Opak dan muara kali Baron. Komunitas bakau hanya ditemukan di laguna Bogowonto, yang tersusun atas 5 jenis bakau, Sonneratia alba, Nypa fruticans, Acanthus ilicifolius, Acrosticum sp., dan Derris heterophylla, dan dua jenis spesies peralihan, Pandanus sp. dan Cynodon dactylon. Pola distribusi komunitasnya mengelompok (clump, mempunyai tipe riverine mangrove,dan tidak membentuk zonasi. Sonneratia hadir mulai dari muara sungai sampai di rawa burit. Ketika air surut salinitas berkisar antara 0-6,5 %. Nypa hanya ditemukan satu kelompok di kaki gumuk. Distribusi Sonneratia tidak ditentukan oleh tinggi genangan, akan tetapi tinggi pneumatophor mengikuti pola tinggi genangan air. Di laguna Bogowonto, spesies bakau tidak mempunyai zonasi dan beradaptasi pada sistem ekologinya.   ABSTRACT  The presence of mangrove remnant at the lagoon of Bogowonto River in the southern

  6. KONTRIBUSI SUPERVISI PENGAWAS MADRASAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU MTS SEKECAMATAN SUNGAI TARAB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Marita

    2016-12-01

    Full Text Available Contributions Supervision of Trustees Madrasah and Work Motivation to Teachers Performance MTs se-Kecamatan Sungai Tarab. On the basis preliminary field observation, the researcher noticed that the Kecamatan Sungai Tarab Islamic Junior High School Teacher’s performance was relatively low. It was presumed that the teacher’s low performance was caused by of the school supervision and low motivation of the teacher’s. This research was intended to find out the contribution of the school supervision and motivation to ward the teacher’s performance. There is hypotheses to be tested: Supervision contributed significantly toward the teacher’s performance. Research population were all teacher’s of Islamic junior high school consisting of 58 teacher’s were selected as a research sample by means of stratified random sampling technique. The result of data analyses show that The supervision of the school contributed significantly (50,9% to ward the teacher’s performance.. It is then concluded that the supervision is important factors that may influence the performance of Kecamatan Sungai Tarab Islamic Junior High School teacher’s, yet not to ignore other factors which are not treated in this research. Based on the research findings it is recommended that the two researched factors be paid more attention in order to improve and increase the teacher’s performance. Kata Kunci : Supervisi pengawas, kinerja guru

  7. Spatial Analysis in Determination Of Flood Prone Areas Using Geographic Information System and Analytical Hierarchy Process at Sungai Sembrong's Catchment

    Science.gov (United States)

    Bukari, S. M.; Ahmad, M. A.; Wai, T. L.; Kaamin, M.; Alimin, N.

    2016-07-01

    Floods that struck Johor state in 2006 and 2007 and the East Coastal in 2014 have triggered a greatly impact to the flood management here in Malaysia. Accordingly, this study conducted to determine potential areas of flooding, especially in Batu Pahat district since it faces terrifying experienced with heavy flood. This objective is archived by using the application of Geographic Information Systems (GIS) on study area of flood risk location at the watershed area of Sungai Sembrong. GIS functions as spatial analysis is capable to produce new information based on analysis of data stored in the system. Meanwhile the Analytical Hierarchy Process (AHP) was used as a method for setting up in decision making concerning the existing data. By using AHP method, preparation and position of the criteria and parameters required in GIS are neater and easier to analyze. Through this study, a flood prone area in the watershed of Sungai Sembrong was identified with the help of GIS and AHP. Analysis was conducted to test two different cell sizes, which are 30 and 5. The analysis of flood prone areas were tested on both cell sizes with two different water levels and the results of the analysis were displayed by GIS. Therefore, the use of AHP and GIS are effective and able to determine the potential flood plain areas in the watershed area of Sungai Sembrong.

  8. Revivalisme Kekuatan Familisme dalam Demokrasi: Dinasti Politik di Aras Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wasisto Raharjo Djati

    2015-10-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi dinasti politik yang berkembang dalam arena politik lokal. Kemunculan dinasti politik dapat terindikasi dalam beberapa penjelasan. Pertama, kegagalan fungsi partai politik lokal untuk melakukan regenerasi politik. Kedua, biaya demokrasi yang tinggi menghalangi masyarakat untuk berpartisipasi dalam suksesi kekuasaan. Ketiga, perimbangan kekuasaan antar elit lokal tidak tercipta sehingga menghasilkan sentralisasi politik di kalangan elit tertentu yang berkembang menjadi dinasti. Patrimonialisme tidaklah selalu menjadi perspektif utama dalam menganalisis dinasti politik. Tulisan ini menggunakan pendekatan budaya politik familisme dalam menganalisis dinasti politik di aras lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan gejala familisme sebagai preferensi politik yang didasari atas penguasa yang mengangkat saudara sebagai upaya menutupi aib kekuasaannya. Familisme sendiri turut dipengaruhi berbagai sumber politik seperti halnya populisme, tribalisme, dan feodalisme yang membedakan karakter dinasti politik di Indonesia.

  9. MENENTANG SEKULARISME: Upaya Membentuk Kesalehan Subjek Muslim di Banten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Hudaeri

    2016-12-01

    Gerakan Islam kontemporer banyak mengalami perubahan visi dan orientasi sosial dan politik. Gerakan tersebut bukan diarahkan untuk mendirikan negara Islam atau mendukung penggunaan militer dan kekerasan untuk me­wujudkan program menciptakan individu dan masyarakat “Muslim yang baik”. Tetapi proyek tersebut diarahkan untuk transformasi-diri melalui penanaman moral dan etika sebagai landasan untuk bisa tampil di ruang publik. Gerakan tersebut lebih diarahkan kepada proses re-Islamisasi yang berkaitan dengan praktek sosial dan praktek disiplin untuk membentuk subjek Muslim yang baik. Tulisan ini mengeksplorasi tentang Islamisasi ruang publik yang ada di Provinsi Banten. Yakni terkait dengan konstruksi identitas Keislaman terhadap tubuh dan tempat publik. Konstruksi identitas Islam terhadap tubuh ditekankan melalui keharusan untuk berjilbab bagi wanita Muslimah. Sedangkan Islamisasi tempat publik adalah pemasangan nama-nama Allah (Asmā’ al-Ḥusnā dan pesan-pesan Islam lainnya di beberapa jalan raya utama.

  10. RANCANG BANGUN WEBSITE SEBAGAI SARANA PROMOSI PROPERTI DI PURWOKERTO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prayoga Pribadi

    2011-08-01

    Full Text Available Informasi sekarang sering di cari lewat internet begitu pula informasi yang ada pada website dalam kegiatan pemasaran properti di Purwokerto. Dalam pembuatan web ini digunakan metode pengembangan sistem waterfall dimana ada beberapa tahapan didalamnya. Analisis sistem yaitu melakukan analisis mengenai kelemahan sistem, kebutuhan sistem, kelayakan sistem, serta biaya dan manfaat. Perencanaan desain dalam tahap ini dilakukan pembuatan desain sistem, desain database, dasain tabel dan relasi, serta desain antar muka. Implementasi yaitu proses instalasi hardware dan software serta pembuatan database dan aplikasi website. Integrasi dan uji coba sistem disinilah proses uji coba sistem yang dibangun termasuk didalamnya fasilitas – fasilitas website. Operasi dan pemeliharaan ini merupakan tahapan terakhir yang digunakan untuk pemeliharaan serta backup website dan database. Sehingga dapat di buat sebuah website yang dapat memberikan informasi yang lengkap dan akurat mengenai properti baik itu rumah yang akan dikontrak, rumah yang akan dijual maupun tanah yang akan dijual.

  11. Perencanaan Jetski Ampibi Untuk Kebutuhan Militer ( Penggerak Di Darat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Prasetyo

    2014-03-01

    Full Text Available Kelebihan yang dimiliki All Terrain Vehicle dibandingkan kendaraan lain membuat kendaraan ini banyak digunakan pada bidang militer.Kemampuannya berjalan pada segala medan yang sulit dilewati oleh kendaraan biasa merupakan kelebihannya yang paling utama.Namun ada sedikit kekurangan pada kendaraan ini yaitu tidak bisa berjalan di air.Oleh karena itu diperlukan modifikasi pada beberapa bagian All Terrain Vehicle agar kendaraan ini dapat berjalan di air.Bagian yang akan dimodifikasi adalah lambung serta sistem transmisinya.Saat berjalan di air, keempat roda pada kendaraan ini akan menekuk diatas sarat air maksimal menggunakan sistem hidrolis sebagai penariknya untuk mengurangi tahanan.Proses mendesain amphibian jetsky ini menggunakan software SolidWorks 2012.Daya yang dapat didistribusikan mesin pada roda sebesar 129,4 Hp dari daya awal 160 Hp pada engine.Kecepatan maksimal kendaraan ini adalah sekitar 145,1 Km/Jam.

  12. Awareness Penggunaan dan Pemanfaatan Public Cloud Storage di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    David Sundoro

    2015-12-01

    Full Text Available Semakin besarnya tingkat urgensi dari data serta tingginya mobilitas pengguna internet pada masa sekarang menuntut dukungan dari tempat penyimpanan data atau storage. Teknologi informasi pada perkembangannya menawarkan layanan cloud storage yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna internet sebagai tempat penyimpanan data yang fleksibel untuk diakses dari mana saja oleh pengguna, selama akses ke internet tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat awareness dari pengguna internet di Indonesia, didalam menggunakan dan memanfaatkan public cloud storage tidak berbayar (gratis yang disediakan oleh beberapa penyedia jasa cloud storage.

  13. Faktor - Faktor Keberhasilan Proses Virtualisasi Dalam Perspektif E-Commerce Di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Rustam Sandegi

    2017-05-01

    Full Text Available Perkembangan dunia IT di Indonesia yang semakin pesat sehingga semakin menggantikan berbagai kegiatan yang dilakukan secara tradisional mulai perlahan berpindah ke arah virtual, termasuk salah satunya adalah di bidang perdagangan yang sekarang dikenal dengan e-commerce, perkembangan dan animo masyarakat dalam menggunakan e-commerce bisa dilihat dari mulai banyaknya perusahaan besar baik lokal maupun internasional berusaha masuk dan menguasai pasar online di Indonesia, kucuran dana yang tidak sedikit kerap kali diberitakan oleh media nasional untuk perusahaan-perusahaan e-commerce tanah air. Tentu dengan harapan dapat menguasai atau minimal bertahan di persaingan bisnis e-commerce di Indonesia, untuk itu harus memperhatikan beberapa faktor apa saja mengapa orang memiliki minat untuk melakukan transaksi online. Hasil dari penelitian ini memberikan model keberhasilan proses virtualisasi dilihat dari perspektif e-commerce dengan memperhatikan minat belanja online.

  14. Studi Perbandingan Komposisi Asam Lemak Daging Ikan Sidat (Anguilla marmorata (Q. Gaimard Fase Yellow Eel Dari Sungai Palu Dan Danau Poso

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jamaluddin Jamaluddin

    2018-04-01

    Full Text Available Ikan sidat (Anguilla marmorata (Q. Gaimard memiliki keunggulan gizi atau nutrisi yang tinggi seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, protein, mineral, dan asam lemak yang baik bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asam lemak, dan membandingkan komposisi asam lemak dari ikan sidat fase yellow eel asal sungai Palu dan danau Poso. Penelitian ini menggunakan metode kromatografi gas dengan mengubah ekstrak lemak menjadi metil ester asam lemak. Hasil analisis komposisi asam lemak daging ikan sidat (Anguilla marmorata (Q. Gaimard fase yellow eel asal sungai Palu dan Danau Poso menunjukan kadar asam lemak jenuh masing-masing 2,766g/100g dan 0,275g/100g; asam lemak tak jenuh tunggal 4,029g/100g dan 0,276g/100g; dan asam lemak tak jenuh ganda 0,541g/100g dan 0,102g/100g. Terdapat perbedaan secara statistik (p<0.05 komposisi dan kadar asam lemak antara daging ikan sidat fase yellow eel asal sungai Palu dan danau Poso. Komposisi asam lemak ikan sidat fase yellow eel asal sungai Palu dan danau Poso masing-masing adalah 23 dan 18 jenis. Asam lemak yang ditemukan pada daging ikan sidat sungai Palu dan tidak ditemukan pada ikan sidat danau Poso adalah asam heneikosenoat, asam miristoleat, Cis-10-pentadekanoat, asam gamma linoleat, dan Cis-11,14,17-eikosatrinoat.

  15. DIALEKTIKA RADIKALISME DAN ANTI RADIKALISME DI PESANTREN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thohir Yuli Kusmanto

    2015-06-01

    Upaya menentang segala bentuk radikalisme merupakan bagian dari reaksi anti radikalisme. Semangat anti radikalisme muncul sebagai bagian dari resistensi masyarakat. Radikalisme dan anti radikalisme saling berkaitan secara dialektis. Meski­pun keduanya merupakan sesuatu yang paradoks, namun selalu menyatu. Dialektika radikalisme dan anti radikalisme menarik ketika dilihat dalam kehidupan pesantren. Fenomena radikalisme Islam seringkali dihubungkan dengan masya­ra­kat pesantren di Indonesia. Beberapa kelompok masyarakat memahami radikal­isme tumbuh dari pesantren. Pandangan tersebut didasari oleh banyaknya pelaku radikalisme Islam dalam bentuk kekerasan alumni pesantren. Realitas tersebut bisa jadi benar dalam kasus tertentu, tetapi tidak bisa digeneralisasi. Penelitian ini ber­upaya menggali data pandangan pesantren tentang wacana dan praksis radikalisme dan anti radikalisme serta pola resistensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesantren menolak, menentang dan aktif membangun spirit anti radikalisme yang diwujud­kan dalam beberapa pola. Temuan penelitian tersebut merupakan sintesis dari tesis yang selama ini menjadi wacana masyarakat tentang radikalisme dan pesantren.

  16. EFEKTIFITAS PENCEGAHAN KARIES DENGAN A TRAUMATIC RESTORATIVE TREATMENT DAN TUMPATAN GLASS IONOMER CEMENT DALAM PENGENDALIAN KARIES DI BEBERAPA NEGARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Magdarina Destri Agtini

    2012-12-01

    Full Text Available Worldwide caries is still mainly problem in oral and dental diseases. In developing countries 30%-90% of 12-years old children do not get oral and dental treatment. In Indonesia, several programs have been implemented to improve oral and dental health status for all age groups. How over, a few reports/National dental health profile showed that mean DMF-T tend to increase, year 1970 DMF-T=0,70, 1980 DMF-T= 2,30, 1990 DMF-T=2,70, and National Health Research (Riskesdas 2007 DMFT=4,8. In National Health Research 2007, it was revealed 29,8% of active caries found in 12-years old children. If the active caries are not managed further complication will occure that may cause teeth extraction. An early teeth extraction can influence mastication and general health. Atraumatic Restorative Treatment (ART is a preventive and restorative approach for managing carious lesions ofthe teeth. It constitutes of hand instruments only (no electric drills used for widening cavity openings and for excavating soft decayed tissue from within the cavity, followed by the application of an adhesive dental material, usually a high-viscosity glass-ionomer (GIC filling material, into the cavity and over the adjacent pits and fissures. ART-GIC consepts are minimally invasive, inhibit further progression ofdental caries., preventive, as well as curative. Effectiveness of ART-GIC can be determined by successrate of ART-GIC fillings (F and effect of ART-GIC on both Decayed (D and Performance Treatment Index (PTI. Several studies showed that success rate ART-GIC are varies, around 71%-85%. There is no significant difference of success rate ART-GIC between dentis and dental nurses. The highest rate of Fluor release occurred on the first day after ART-GIC filling. Further more ART-GIC also inhibit new caries, as well as inhibit increased DMF-T. The increasing of F, may influence improvement of PTI (PTI around 50%-52%. Additional can improve dental health services. It is suggested that implementation of ART-GIC is needed in outreach areas with limited facilities; in all primary schools,all health services, under-5 years children, geriatric groups (Panti Wreda. As an alternative way to conduct ART-GIC development through dental nurses. More over suggested, although it is a simple method, a careful implementation of ART-GIC are need to be concern. Thus sustainability of continuing ART-GIC education and training is needed. Key words: Atraumatic Restorative Treatment (ART, Glass lonomer Cement (GiC, Efektifitas ART dan GIC

  17. Produksi Manggis pada Beberapa Kelompok Umur Tanaman dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Manggis di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utami Nuraniputri

    2017-03-01

    Full Text Available Mangosteen is one of the prospective horticultural commodities in Indonesia. Mangosteen has been set as national commodities in RUSNAS Buah  (Fruit of the National Strategic Research since 2000. Mangosteen production in Indonesia has increased rapidly. In 1997 the production of mangosteen in Indonesia amounted to 17 475 tonnes and increased to 114 755 tonnes in 2014. However, mangosteen production in Indonesia is not optimal, because the productivity  is still low. The average Indonesian mangosteen tree can produce 30-50 kg of fruit per tree, lower than in Malaysia, Thailand and India were able to reach the 200-300 kg of fruit per tree. Mangosteen production centers in Indonesia are in the province of West Java, with a contribution of 41% of the total production of mangosteen in Indonesia in 2012. In West Java , mangosteen production centers scattered in Five Districts, namely Tasikmalaya, Subang, Sukabumi, Bogor and Ciamis Districts. Therefore, the purpose of this study was to analyze the level of production and the factors that affect the production of mangosteen in Sukabumi. The results showed that the production of mangosteen in Sukabumi is still low and has not reached the production target set by Direktorat Tanaman Buah. Factors that influence the production of mangosteen in Sukabumi are the number and ages of productive plants owned by farmers.

  18. Pengaruh Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular (Fma) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Varietas Tembakau (Nicotiana Tabaccum L.) Di Lapangan

    OpenAIRE

    Sinaga, Parulian; Purba, Edison; Ginting, Jonis

    2014-01-01

    The growth and yield of a selected tobacco varieties (Nicotiana tabaccum L) treated withmycorhiza fungi arbuskular were evaluated in a field experiment. The aimed of the research was todetermine the effect of mycorhiza fungi on the growth and yield of several varieties of tobacco. Theresearch was conducted outdoor in the field at Balai Benih Penelitian Tembakau Deli Medan withaltitude of about 25 meters above sea level at the beginning of February until May 2012, with twotreatment factors. Th...

  19. Pengaruh Employee Communication Terhadap Organizational Citizenship Behavior Yang Dimediasi Oleh Employee Engagement Pada Karyawan Di Beberapa Fakultas Universitas Trisakti Jakarta

    OpenAIRE

    Amanda, Agustiani Rifania

    2014-01-01

    This research is about “The Effect of Emoloyee Communication On Organizational Citizenship Behavior Mediated by Emmployee Engagement Employees On Faculty of Economics, Faculty of Dentistry, and Faculty of Art and Design Trisakti University Jakarta”. The background of this study is to analyze the factors that can influence the Organizational Citizenship Behavior OfEmployees Faculty of Economics, Faculty of Dentistry, and Faculty of Art and Design Trisakti University Jakarta. Several factors ca...

  20. BIOLOGI DAN TRANSFORMASI BELALANG KEMBARA LOCUSTA MIGRATORIA MANILENSIS MEYEN (ORTHOPTERA: ACRIDIDAE PADA BEBERAPA TINGKAT KEPADATAN POPULASI DI LABORATORIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hamim Sudarsono , Rosma Hasibuan, dan Damayanti Buchori .

    2012-02-01

    Full Text Available Biology and Transformation of the Migratory Locust Locusta migratoria manilensis Meyen (Orthoptera: Acrididae at Several Laboratory Population Density Levels.  The migratory locust, Locusta migratoria manilensis Meyen (Orthoptera: Acrididae is one of insect pests in Indonesia that undergoes a unique polymorphic biology.  The locust develops a transformation phase which is triggered mainly by high population density.  Its recent outbreaks in several regions of Indonesia cause major concern and control strategies must be developed to strengthen control efforts in the future. Its unique polymorphic phenomenon, therefore, must be investigated thoroughly for the basis of management of the outbreak.  Due to its agility and its long range flying ability, the most realistic technique to study behavioral and morphological change of the locust is in controlled condition at a laboratory or a green house facility. The experiment was aimed to study effects of colony densities on the biology and transformation process of the migratory locust.  More specifically, the experiment was to study effects of population density on the feeding activity, mortality rate, and the ratio of F/C and E/F of the migratory locust L. migratoria manilensis.  The population densities were simulated in colonies at 2, 5, 10, 20, dan 30 couples per cage (cage size: 45x45x90 cm reared in a green house. Results of the experiment show that, in general, higher densities of the migratory locust colonies tended to feed more rigorously than those of the less dense colonies.  The locust remained in solitary phase at the density of 2-5 couples per cage whereas the transient phase occured at the density of 10-20 couples per cage.  The colonies transformed to gregarious stage when their densities were 30 couples per cage or higher.  Mortality percentage tended to be higher at colonies with higher density, especially for the third instar of the migratory locust.

  1. PENGAMATAN SERO—VIROLOGI BEBERAPA JENIS ANTIGEN VIRUS PADA SERUM TALIPUSAT BAYI DI RS. CIPTO MANGUNKUSUMO, JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoko Yuwono

    2012-09-01

    Full Text Available Perinatal infection due to viral agents from mother to neonate is still a major cause of viral transmis­sion in developing countries. Several type of viruses which are known to be transmitted vertieally or perinatally from mother to neonates are: Hepatitis B virus, Herpes simplex, Rubella and Cytomegalovi­rus. In attempt to estimate the real problem of viral diseases which are vertically or perinatally transmis­sible among infants, a survey on sero-virology of several type viral antigens among neonates who were borned in Dr. Cipto Mangunkusumo hospital, was carried out. A total of 227 blood samples of umbillical cord were examined for the presence of their viral anti­gens such as: Hepatitis B surface antigen (HBsAg, Herpes simplex type 1 and type 2, and anti-rubella IgM as an indicator of early infection due to rubella virus in the fetus. The detection of antigens and anti-rubella IgM in the serum.were done by ELISA methode using reagents which are commercially available. The result of the study indicated that there was a possibility of perinatal infection due to related viruses, i.e.: 2.2%; 1.9% and 14.3% due to HBsAg; Herpes simplex type 1 and type 2 respectivelly, however none of the serum indicated seropositive IgM against rubella virus: infection.

  2. Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemakaian Bahan Tambahan Pangan (BTP Pada Produk Kerupuk Di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zeta Rina Pujiastuti

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRACT Background : The food is a primary human necessity. In Semarang there is sold many chips, which contain a prohibited additive substances (Rhodamin B, Auramin, Metanil Yellow and Borax. Method : This is observational research using survey method. Beside that, this research also conduct laboratory examination to chips that is produced by respondent. The number of population is 50 person. They are chips producers in Kaliwungu, Kendal. The number of sample 44 persons. Result : This research showed that 43.2% chip's producers are low economic level, 65.9% chip's producer had finished elementary school / not finished elementary school / no school, 38.6% chip's producer have a low knowledge about using food additive substances. The number of respondent who have a good attitude using the food additive substance 50%. The number of respondent who have no good practice 54.5%. The result of observation to consumer showed that 40% consumers choose the colored chips. The number of chip's producer who produce the colored chips are 30 person from 44 respondents. Based on the result of questioners for the goverment (Kendal Distric Health Office, Drug and Food Control Agency in Semarang, it is known that the founding to chip's producers specifically in Kaliwungu sub district is not effectif. Key word: Food Additive Substances, Chips and Kendal

  3. KAJIAN SIFAT FISIK, KIMIA DAN FISIOLOGI TERHADAP BEBERAPA TINGKAT KEMATANGAN BUAH RAMBUTAN VARIETAS SI MACAN DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Nurhayati

    2016-10-01

    Full Text Available The aim of this research was to determine theee effect of physical, chemical and physiological characteristic of several stages maturity of rambutan cultivar Simacan in Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. This experimental research was conducted from March to May 2004 used a single factorial Randomized Complete Design (RCD, consisted of six levels, i.e.: A (Rambutan fruit with red stages of maturity, B (Rambutan fruit with yellowness red stages of  maturity, C (Rambutan fruit with yellow  stages of  maturity,  D (Rambutan fruit with greennes  yellow stages of  maturity, E (Rambutan fruit with green  stages of  maturity.  The treatment was done in three replications. The research result showed that (i According to the physical characteristics (weight of whole fruit, fruit flesh and flesh thickness, rambutan in red stages of maturity (84,340%, the highest sugar content was in the red stages of maturity (86,20%, the highest vitamin C content was in the red stages of maturity (29,151% and the highest total solution soluble was in the yellow stages of maturity (15,104% (iii. According to the physiological characteristics, the highest respiration rate was in the greenness yellow fruits stage of maturity ( 0,0495%. Based on the research, it is better for  farmers to harvest rambutan Simacan once they are in red stage. In this stage the rambutan will have its highest sugar, and vitamin C contents.

  4. Pengaruh Aerasi Injeksi Udara terhadap Beberapa Parameter Kualitas Air di Lokasi Budidaya Ikan Waduk Ir. H. Djuanda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lismining Pujiyani Astuti

    2017-04-01

    Full Text Available Waste of fish farming in floating net are fish feces, urine and undigested feed which is one source of organic matter inputs in Ir. H. Djuanda. Waste organic materials can cause eutrophication of waters. Air injection is one way aeration to increase oxygen to help the process of organic matter decomposition. The purpose of this study was to assess the effect of air injection on some parameters of water quality in fish farming side. This research was conducted at the location of fish farming Ir. H. Djuanda in June-September 2013. Injection of air using a compressor with a pressure of 3 atm as a source of air and perforated pipe at a depth of 3.6 m. Air injection carried out for 8 hours. Observation point vertically at a depth of 3.6 m and horizontally at a distance of -1.5 m (behind the diffuser pipe; 0 (the diffuser pipe; 1.5 m (right and left pipe; +1.5; +3 And +6 m (in front of the pipe diffuser and a distance of 17 m of pipe which is control. After eight hours of aeration showed that the concentration of organic matter, free carbondioxide, N-NO2 tend to belower in cages aerated but N-NO3 concentration was higher in locations aeration cage than controls cage Keywords: air injection aeration, water quality, fish cage culture, Ir. H. Djuanda Reservoir

  5. POTENSI PARASITOID TELUR PENGGEREK BATANG PADI KUNING Scirpophaga incertulas Walker PADA BEBERAPA TIPOLOGI LAHAN DI PROVINSI JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Wilyus

    2013-09-01

    Full Text Available The research was conducted to analyze the diversity, dispersal and domination of the egg parasitoid species of the yellow rice stem borer Scirpophaga incertulas Walker on several land typologies in Jambi Province.  The study was conducted by survey method, from December 2010 until June 2011.  Samples of egg parasitoids of S. incertulas were collected by baiting parasitoids with eggs of S. incertulas.  The results of the research showed that there were three spesies of the egg parasitoids of S. incertulas found in Jambi Province, the most dominant was Telenomus rowani Gahan, followed by Trichogramma japonicum Ashmead and Tetrastichus schoenobii Ferriere. T. rowani and T. japonicum were found in all wetland ecosystems in Jambi Province (tidal swamp, swampy area, rainfed lowland, lowland technical irrigation, and upland technical irrigation, while T. schoenobii was found only in tidal swamp, swampy area, and lowland technical irrigation.  The highest species diversity of egg parasitoid of S. incertulas was found on tidal swamp (Shannon index 1.047, followed by swampy area, lowland technical irrigation, rainfed and upland technical irrigation area.  The average of proportion of egg masses parasitized by T. rowani, T. japonicum and T. Schoenobii were 22.58, 6.18 and 2.68% respectively. The average of individual eggs parasitized by T. rowani, T. schoenobii, and T. japnicum were 8.41, 1.67 and 1.47%   respectively.

  6. HUBUNGAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR MELALUI ORGANIZATIONAL COMMITMENT PADA BEBERAPA PUSKESMAS DI DKI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catalia Rafsiah Sari Sari

    2015-03-01

    relationship Perceived Organizational Support on Organizational Citizenship Behavior through Organizational Commitment. Keywords: Perceived Organizational Support, Organizational Citizenship Behavior,Organizational Commitment

  7. Beberapa Faktor Risiko Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kecamatan Nanga Ella Hilir Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Theresia Ristadeli

    2013-12-01

    Full Text Available Background : Malaria is an infectious disease caused by a Plasmodium parasite. This disease is transmitted by biting of infected female Anopheles sp mosquitos. Inside human body, the parasite lives in a heart and infects red blood cells. Melawi District is an endemic area of Malaria. Annual Malaria Incidence (AMI is an indicator to describe all occurrences of clinical Malaria at a region. At Sub district of Nanga Ella Hillir in District of Melawi, AMI in 2008 was 67.31 per 1000 citizens, in 2009 was 50.01 per 1000 citizens, and in 2010 was 73.99 per 1000 citizens. It means AMI increased from 2008 to 2010. The objective of this research was to analyze some environmental risk factors related to the occurrence of Malaria at Nanga Ella Hilir Sub District, Melawi District, Province of West Kalimantan. Methods : This was an observational research with a case control approach. Number of samples was 68 respondents for case group and 68 respondents for control group. Data were analyzed using the methods of univariate, bivariate (Chi-Square test and Odds Ratio, and multivariate (Logistic Regression test. Result : The result of bivariate analysis showed that the variables as risk factors to the occurrence of Malaria were: unvailability of wire netting at ventilation (p:0.001; OR: 10.5 (95% CI: 3.4 – 32.3, availability of pond (p: 0.016; OR: 2.5 (95% CI : 1.3 – 4.9, availability of bush at surrounding a house (p: 0.026 ; OR: 5.4 (95% CI: 2.5-11.4, availability of livestock (p:0.001; OR: 4.0 (95%CI: 2.0-8.3, availability of stagnant water (p=0.009; OR: 2.7 (95% CI: 1.3-5.4, habit of installing mosquito net (p: 0.017; OR: 2.6 (95%CI: 1.2-5.5, and custom to go outdoors at night (p:0.001; OR: 5.2 (95%CI: 2.4 – 11.1. In addition, multivariate analysis showed that probability of a person to suffer from Malaria at the conditions: no wire netting at ventilation, any pond around a house, any livestock, any stagnant water, no mosquito net, and any habit to go outdoors at night is approximately equal to 71%. Key Words : Malaria, Environmental Risk Factors, Nanga Ella Hilir, Melawi District

  8. STUDI MUKA AIR TANAH GAMBUT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP DEGRADASI LAHAN PADA BEBERAPA KUBAH GAMBUT DI KABUPATEN SIAK

    OpenAIRE

    Soewandita, Hasmana

    2018-01-01

    Overdrainaged phenomena on peat land after reclamated for agriculture area is indicated water management/water table control failure.  Water table depth of peat land on virgin forest that has been  reclamated is low (0.15 m) and this condition on Zamrud peat dome.  Water table dept on old reclamated peat land has better condition than peat land after new reclamated as plantation area. Peatland degradation showed overdrainage phenomena has potential happened on land clearing and  canal constru...

  9. Uji Preferensi Beberapa Limbah Sebagai Atraktan Dalam Mengendalikan Hama Lalat Buah ( Bactrocera sp. ) (Diptera: Tephtritidae) Pada Tanaman Jeruk di Laboratorium

    OpenAIRE

    Panjaitan, Irayanti

    2017-01-01

    The objective of the research was to know the preferences test of some waste as attractant to control fruit flies in Pest Laboratory. This research was conducted in Pest Laboratory of the Agriculture Faculty, University of Sumatera Utara (± 25 m asl) from April until Juny 2016. This research was using non-factorial Randomized Block Design with 5 treatments and 4 replications, which are : A0 (water), A1 (waste of tahu), A2 (waste of tempe), A3 (waste of cocoa) and A4 (waste of orange peel). ...

  10. Kajian Karakteristik Fisik Tanah di Lahan Perkebunan Kelapa Sawit (Elaies guinensis Jacq. Kebun Adolina PTPN IV pada Beberapa Generasi Tanam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juliana Epesus Simarmata

    2017-12-01

    Full Text Available Soil management on some plantation land uses, such as fertilizing, clearing, the use of heavy equipment will affect, and the soil properties of the land use. This study aims to determine changes in physical properties of soil in the plantation oil palm plantations Adolina PTPN IV on 3 generations of planting. It was conducted at Adolina Estate of PTPN IV, Serdang Bedagai, Sumatera Utara in JulyDecember 2016. The method used in this research is survey method with descriptive analysis. Soil samples taken are controls are the land has never planted oil palm (K0, palm oil 1st generation (G1, 3rd generation (G3, and 4th generation (G4. The results showed that planting of oil palm in the Adolina Garden increased soil pore space, soil structure, increased humidity (temperature, soil texture, the ability of roots to penetrate the soil (solum, and increased organic material. But it does not give a noticeable change to the parameters of soil density, permeability, and carbon storage in the soil.

  11. Karakteristik Sponge Cake Berbahan Dasar Tepung Beras Merah, Hitam, dan Putih dari Beberapa Daerah di Sumatera Barat

    OpenAIRE

    Tuty Anggraini; Yossie Kharisma Dewi; Kesuma Sayuti

    2017-01-01

    Pigmented rice such as red and black rice contains bioactive compound including flavonoids that can act as antioxidants. However, the use of red and black rice has not been as popular as white rice thus need to improve the utilization of these type of rice. The alternative is conducted by increasing the fiber and antioxidant intake. Red and black rice can be utilized as the main material to make sponge cake. West Sumatera had many cultivars of black, red, and white rice. The research was aime...

  12. Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Fungsi Tiroid Pada Pasangan Usia Subur (PUS di Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratnasari Kusumawati

    2012-11-01

    Full Text Available Background  : Pesticide exposure on women who live in agricultural areas can cause health problems such as disruption of thyroid function. Pesticides can inhibit the binding of iodine by the body. Hypothyroidism can cause disturbances in female reproductive system, including disorders of puberty and menstruation, pre menstrual syndrome, sexual disfunction, birth defects and low birth weight infant. Goiter are usually be found in mountainous or highland areas but now mostly found in the lowlands. This is probably due to the exposure to heavy metals such as Pb, the use of hormonal contraceptives, and consumption of thiocyanate.  The purpose of this study was to identify some factors associated with thyroid function on child bearing age woman in  Kersana Subdistrict,  district of Brebes Method  : It was an observational research using cross-sectional design. Research was conducted in 4 villages namely Kemukten, Limbangan, Sutamaja and Kubangpari Kersana Brebes District. The subjects were 87 women. Data obtained from TSH, FT4 serum, Pb in blood, kholinesterase in blood, urinary iodine excretion, thiocyanate, measurement of nutritional status, the interview to find out the type of contraception used by couples. Data were analyzed using chi square test. Result  : The results showed that there was no correlation between levels of kholinesterase, Pb in blood, urinary iodine excretion, urinary thiocyanate, the type of contraception, age and BMI with thyroid function on child bearing age woman in Sub district of Kersana. There was no association between exposure of pesticides and Hypothyroid cases occured in Kersana Sub district. It was recomended that women of childbearing need to reduce the adverse impacts of pesticides by using personal protective equipment in agricultural activities and improve health and clean living, and  health department should monitor and regular inspection for kholinesterase levels in women of childbearing age who live in agricultural areas. Keywords : Pesticides expose, thyroid disfunction, child bearing age woman.

  13. SIMPANAN KARBON DAN KANDUNGAN NUTRISI BEBERAPA SPESIES RUMPUT TROPIS ASAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI KABUPATEN SAROLANGUN PROPINSI JAMBI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. Martaguri

    2015-06-01

    Full Text Available Grasses are known as part of palm plantation ecology and has benefits as source of ruminant feed. Besides, it is believed to have ability as Carbon Storage. However, to what extent the grass can be capable as Carbon Storage and what are the species that can be best fitted as Carbon Storage are still questionable especially for those that are grown on plantation. Thus, investigation was carried out to identify tropical grasses grown under palm plantation coverage that can be functioned as Carbon Storage as well as to determine its nutrition contents. Due to having many traditional plantations, Pauh District of Sarolangon Jambi was opted as observation area. From there, samples were taken randomly from plots and sub-plots that were pre-created. Grass samples are grouped into three groups; leave, stem and root, and taken to laboratory for analysis. Among those that were observed, Panicum brevifolium, Axonopus compressus, Centotheca longilamina, Centotheca longilamina ohwi and Schleria sumatrensis were shown their capability as carbon storage. However, those are carbon storage capable have slightly different in carbon and nitrogen contents, Acid Detergent Fiber (ADF and Neutral Detergent Fiber (NDF analysis and almost the same in fiber fractions.

  14. PENGARUH BEBERAPA DOSIS BACILLUS THURINGIENSIS VAR ISRAELENSIS SEROTYPE H14 TERHADAP LARVA AEDES AEGYPTI DI KALIMANTAN BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Perwitasari

    2016-03-01

    Full Text Available One of the dengue control efforts is the use  of Bacillus thuringiensis in order to reduce the dengue vector of Aedes aegypti through its larvas. This was an experimental research using gram-positive bacteria B. thuringiensis var israelensis (Bactivec serotype H-14 which was applied with several concentrations (0.02 ml, 0.01 ml and 0.007 ml in 246 ml of water that has been filled with 25 larvas of the 3rd or 4th instars. Larvas were taken from the area of ​​West Kalimantan. Data were analyzed using a completely randomized design to examine the percentage of larval mortality within 3 hours, 9 hours and over 12 hours. The results showed that the concentration of 0,02 bactivec caused 89%  larval mortality, and  concentrations of 0,01 and 0,007 caused 88% and 87% larval mortality, respectively within the 9 hours exposure time. It can be concluded that the use of 0,07 ml of bactivec  is still effective to  control  Aedes aegypti larvae. To determine  the negative of  the use of bactivec,  further studies  are needed.  

  15. ANALISIS FAKTOR KEBERHASILAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI TEMPAT KERJA PADA BURUH INDUSTRI TEKSTIL DI JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anissa Rizkianti

    2015-01-01

    Full Text Available AbstractExclusive breastfeeding is related to several potential factors, such as mother working status. Mothers who are worker, particularly in industrial sector are more likely not to exclusively breastfeed their child. Non-availability of breastfeeding facility in the workplace, types of work, working condition and implementation of reproductive rights were a number of factors that increase the risk of breastfeeding disorders among labor workers.This study aim ed to explore factors towards successful practices of exclusive breastfeeding in the workplace among textile industry workers in Jakarta, related to availability of breastfeeding right and facility. A qualitative study was conducted towards 27 informants working at a textile industry in Jakarta and having a baby older than 6 months to 12 months. Data was collected by Focus Group Discussion (FGD. Triangulation of data was obtained by in-depth interview to several resources such as midwife at the clinic company and the company supervisor. Only a few informants who successful exclusively breastfeed their children (n=2, while others failed. Knowledge of how to store breast milk and breastfeed in the workplace, availability of breastfeeding facility, as well as support from company supervisor are a number of predisposing, enabling, and reinforcing factors to the successful practice of exclusive breastfeeding. Role of health attendant and supervisor at the workplace through counseling, entitlements to breastfeeding and provision of adequate breastfeeding facilities are very important in order to support exclusive breastfeeding among labor workers.Keywords : Exclusive Breastfeeding, Workers, Textile IndustryAbstrakPemberian ASI eksklusif berhubungan dengan beberapa faktor, salah satunya status pekerjaan ibu. Ibu yang sehari-harinya bekerja, terutama sebagai pekerja buruh pabrik cenderung untuk tidak memberikan ASI kepada bayinya secara eksklusif. Kurangnya ketersediaan fasilitas ASI di tempat

  16. AKTIVITAS MIKROBA PADA BEBERAPA LAGUN ANAEROBIK PENGOLAHAN LIMBAH PETERNAKAN BABI (MICROBIAL ACTIVITY ALONG A SPECTRUM OF ANAEROBIC SWINE LAGOONS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Cynthia Henny

    2007-07-01

    Full Text Available ABSTRAK   Laguna anaerobik pengolahan limbah peternakan babi bergantung pada keseimbangan pada aktivitas mikroba dari fermentasi sampai metanogenesis. Keseimbangan produksi dan konsumsi produk intermediate, seperti hidrogen dan asam lemak selama perombakan limbah organik kompleks, merupakan kunci utamaberfungsinya lagun anaerobik. Ketidakseimbangan aktivitas mikroba akan menyebabkan timbulnya bau yang berasal dari kelebihan produksi asam lemak dan asam lemak serta hidrogen sulfide yang dihasilkan dari aktivitas bakteri pereduksi sulfat. Pada penelitian ini aktivitas mikroba di beberapa lagun dari yang berfungsi baik sampai yang tidak berfungsi diteliti untuk mendeterminasi faktor0faktor yang mempengaruhi kinerja lagun anaerobic agar berfungsi baik. Konsentrasi hidrogen lebih rendah pada lagun dengan rasio metan/COD dan MPN bakteri penghasil metan yang tinggi, dibandingkan konsentrasi hidrogen pada lagun dengan rasio metan/COD yang rendah. Bakteri pereduksi sulfat cukup tinggi pada lagun yang menerima beban masukan yang mengandung sulfat yang tinggi. bakteri fototrofik ungu dapat mengkonsumsi hidrogen sulfide dan asam lemak. MPN bakteri fototrofik tinggi pada lagun dengan konduktivitas kandungan COD, sulfat, ammonia dan padatan yang rendah. Selain mengontrol bau, bakteri fototrofik pada lagun yang berfungsi baik juga meningkatkan kerja lagun. Kandungan sulfat, COD dan padatan merupakan faktor yang menyebabkan aktivitas bakteri sangat bervariasi di lagun anaerobik peternakan babi dan yng menentukan lagun berfungsi baik.     ABSTRACT   Anaerobic lagoons treating swine waste rely upon balanced microbial activity from fermentation to methanogenesis. A balance of production and consumption of intermediate products, such as hydrogen and volatile fatty acids (VFAs, during the degradation of complex organic wastes is crucial for proper functioning of anaerobic lagoons. If activity is not balanced, odors can result from VFAs and ammonia accumulation

  17. KARAKTERISTIK DAN PROFIL INULIN BEBERAPA JENIS UWI (Dioscorea spp. Characteristic and Inulin Profil of Wild Yam (Dioscorea spp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Winarti

    2012-05-01

    adalah mengetahui kharakteristik fisik dan kimia jenis-jenis umbi uwi (Dioscorea spp., serta profil inulin yang terkandung dalam masing-masing umbi.Beberapa jenis uwi diperoleh dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Pacet Mojokerto, Karang Ploso dan Pegunungan Kawi Malang, Nganjuk, dan pasar tradisional Surabaya. Karakteristik fisik yang diamati meliputi , bentuk dan ukuran umbi, warna kulit dan daging umbi, berat rata-rata dan tekstur umbi. Karakteristik kimia yang diamati meliputi kadar air, kadar abu dan kadar inulin. Karakteristik organoleptik pada uwi kukus yang diamati adalah tekstur dan rasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANOVA dan uji lanjut Duncan’t Multiple Range Test (DMRT.Dari hasil karakterisasi diperoleh 10 jenis uwi yaitu D1 (Dioscororea alata/uwi putih, D2 (Dioscorea pinthaphylla/ uwi katak, D3 (Dioscorea hispida/uwi gadung, D4 (Dioscorea alata/uwi kuning kulit ungu, D5 (Dioscorea alata/ uwi ungu, D6 (Dioscorea esculenta/gembili, D7 (Dioscorea alata/uwi kuning, D8 (Dioscorea opposita/uwi putih kulit kuning, D9 (Dioscorea bulbifera/gembolo, dan D10 (Dioscororea rotundata/uwi putih kulit coklat.Kadar inulin tertinggi diperoleh pada Dioscororea esculenta (gembili yaitu 14,77 % (db. Kadar air berkisar antara71,89-85,07 % (wb, kadar abu 0,59-1,83 % dan tekstur   antara 0,012-0,055 (mm/g.dt. Skor organoleptik tekstur adalah 2,75-4,55 dan rasa adalah 3,20-5,00.

  18. Gambaran Kasus Dan Tersangka Vektor Malaria Di Daerah Pedalaman Malinau

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liestiana Indriyati

    2017-02-01

    Full Text Available Abstract Malaria is a re-emerging disease that still become a global problem because it attacks the productive age and causes the death of infants, toddlers and women. In Indonesia, there were 374 malaria endemic districts in 2011 with the number of cases as many as 256.592 people out of 1.322.451 cases of suspected malaria were examined with an incidence rate of 1,75/1000 population/year. The result of a health survey in South Malinau district in 2007 shows SPR malaria (13.33%. The report of Malinau District Health Office in 2008 there were 9 mortality because of malaria in Long Loreh Health Center. The research objective was to determine the situation of malaria (update cases during the course of the research activities. Descriptive study was conducted with a cross sectional method in Sungai Uli South Malinau District of Long Loreh Health Center in August 2012. In 2010 and 2011 there were no malaria cases in Long Loreh Health Center. The results of the examination of 103 people, 24 people suffering malaria (SPR 23,3% consisted of 7 malaria falciparum, 15 malaria vivax and 2 mix infection malaria falciparum and vivax, 11 of them are children aged 3-11 years that showed local transmission (indigenous. The discovery of malaria cases in this study indicate the occurrence of re-emerging diseases malaria in Long Loreh Health Center or the formation of population immunity in that area so people with malaria do not go to health services and not recorded in the health center data. Based on the mosquitoes species were found, age and density, the potential mosquito vectors are Anopheles nigerrimus (Hyrcanus group, Anopheles barbirostris and Anopheles umbrosus group. Keywords : Malaria, vector, Plasmodium, Anopheles Abstrak Malaria merupakan re-emerging diseases yang masih menjadi masalah global karena selain menyerang usia produktif juga banyak menyebabkan kematian pada bayi, anak balita dan wanita. Di Indonesia, pada tahun 2011 terdapat 374 kabupaten

  19. BIOAKUMULASI KADMIUM PADA IKAN BANDENG DI TAMBAK DUKUH TAPAK SEMARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NKT Martuti

    2017-03-01

    Full Text Available Dukuh Tapak merupakan muara dari Sungai Tapak yang sebagian besar wilayahnya berupa pertambakan ikan bandeng. Berkembangnya industri di daerah aliran sungai (DAS Tapak, mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas perairan Tapak akibat adanya pencemaran limbah yang mengandung logam berat. Penurunan kualitas perairan tersebut akan mempengaruhi kualitas ikan bandeng yang dipelihara pada tambak-tambak di Dukuh Tapak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Cd dalam air dan ikan bandeng di tambak Dukuh Tapak Semarang. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan analisis komparatif. Analisis kadar Cd menggunakan AAS. Kandungan Cd pada air Sungai Tapak 0,004mg/l, nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan PPRI No.82 Tahun 2001 yaitu sebesar 0,01mg/l. Rerata kandungan Cd pada air tambak Tapak 0,0045mg/l, melebihi ambang batas yang ditetapkan KepMen LH No.51 Tahun 2004 yaitu sebesar 0,001mg/l. Rerata kandungan Cd pada daging ikan bandeng di ketiga stasiun adalah 0,01mg/l, masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan SNI 7287:2009 yakni sebesar 0,1 mg/kg. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan Cd pada air tambak Tapak melebihi ambang batas yang sudah ditentukan, namun kandungan Cd pada ikan bandeng masih berada di bawah ambang batas. Meskipun demikian, perlu diwaspadai keberadaan logam berat Cd karena logam berat bersifat toksik dan akumulatif.District Tapak is an estuary of Tapak river which most of the area is formed of milk fish aqua farming region. Tapak watershed industry growth has affected in Tapak water degradation quality. Due to waste contamination containing heavy metals. It affects the quality of breeding milk fish. This research aims to discover Cadmium (Cd content both in watershed and milk fish in district Tapak, Semarang. This observational analytic research using comparative analysis, purposive random sampling method. Data analysis method using AAS. Cadmium (Cd content in Tapak

  20. Hubungan Kualitas Air dengan Struktur Komunitas Ikan di Sungai Buaya Kabupaten Sergai dan Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara

    OpenAIRE

    Gultom, Jesica T. D.

    2016-01-01

    The relationship between of water quality with structure of fish community in Buaya river, Sergai and Deli Serdang regency of North Sumatera was conducted on April to June 2013. The determination of sample location point is using “Purposive Random Sampling”. Fishes samples were taken by net and identified in the Laboratory of Natural and Environmental Resources Management, Mathematics and Nature Science Faculty of North Sumatera University. The result showed that fishes had been found 3 ordo,...

  1. PROSPEK PUBLIC SPACE PADA KAMPUNG SUSUN SEBAGAI RUANG INTERAKSI SOSIAL, EKONOMI DAN PENGEMBANGAN ILMU DI AREA BANTARAN SUNGAI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hestin Mulyandari

    2015-07-01

    Full Text Available Commercial buildings in the city of Yogyakarta is growing rapidly and removing settlements outside the city of Yogyakarta. Some settlements reject commercial buildings, besides there is a plan of Ministry of public housing about the proposed location of settlements in the city of Yogyakarta to serve flats to maintain residential land and provide homes for low-income people. This study aims to explore the needs of the needs of the public space for children, adults, and the elderly. This study uses research methods - explorative search were the findings of the survey location, land use policy along the riverbank, and the use of public spaces in the building. RW 07 Jetis Harjo has become one of the targeted land for flats. Components of flats should enter "public space" that is used for public facilities together, and has designed the research team include: corridors, workshops, parking areas (motorcycles, bicycles, tricycles and angkringan, banquet facilities, warehouses, open space, post of Code information that comes with this famous hawker centers and entertainment stage, children's playground (out door, where gardening and farming, planting space, business space, drying rooms, creative space including space of music (band. The expectations of the public space of flats can strengthen the social structure of society, by institutional structures and solidarity in society, and understanding the values of a new life in solving the problems of life.

  2. MODEL SWAT (SOIL AND WATER ASSESSMENT TOOL UNTUK ANALISIS EROSI DAN SEDIMENTASI DI CATCHMENT AREA SUNGAI BESAR KABUPATEN BANJAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Febrianti

    2018-03-01

    Full Text Available Erosion is a natural process that occurs naturally causing sedimentation in a stream. The transported sediment material can reduce channel capacity and increase the risk of flooding, as happened in the Big River Fishing Area, Karang Intan Subdistrict, Banjar District. Therefore it is necessary to determine the value of erosion and the latest sediment in order to be the basis of consideration of management actions. Watershed management analysis using hydrological model. Soil And Water Assessment Tool (SWAT is one of the hydrological models that can be used to analyze erosion and sedimentation with parameters such as rainfall data, temperature, land cover, soil and slope. SWAT model simulation using land use data, soil, rainfall and climate data of 2016, the amount of sedimentation and erosion in Catchment Area of large river is 58,48 ton/ha/year and 4,82 ton/ha/year. The level of sedimency in the Catchment Area of the Great River which belongs to very low class is 1635,38 ha, low grade 57,31 ha, middle class 385,21 ha and very high class that is 3.221,48 ha. While the level of erosion that includes very light class of 2334,24 ha, lightweight 2.692.31 ha and middle class area of 272.83 ha.

  3. PRODUKSI DAN JUMLAH JENIS IKAN YANG TERTANGKAP OLEH NELAYAN DI SUNGAI KAHAYAN KECAMATAN PAHANDUT KOTA PALANGKARAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sweking Sweking

    2016-05-01

    Full Text Available The purpose of the research is to analyze fish production that the fishermen  got from kahayan river, during 10 years  (1998-2007, also to inventory kinds of fish that could be catch during 10 year, and the fishermen’s income from it.  The research is concluded that fish production is always on decrease : in 1998 the sum of production is 5.272 kg / soak  and in 2007 it was 1.840 kg/ soak.  During 10 years fish production happened on decrease which was 3.432 kg / soak or 9.52 % from the sum of production completely which was 36.021 kg/soak.  There were 29 kinds of fish that consists of 23 genus , 17 species and 6 ordo some of kinds of rare fish that were Botia/ Tangkari (Chormobotia maerants, Tembubuk (Nandus nebulusus and Arwana / Tangkalasa ( Sekleropagus  fomosus.  The fishermen’s income during 5 years ago in year 2003 until 2007 was about between Rp. 15.000.000; -   Rp 19.000.000; .  The decrease of production is followed by fishermen’s income.

  4. KONDISI KUALITAS AIR SUNGAI CILIWUNG DI WILAYAH DKI JAKARTA DITINJAU DARI PARAMATER ORGANIK, AMONIAK, FOSFAT, DETERJEN DAN BAKTERI COLI

    OpenAIRE

    Yudo, Satmoko

    2018-01-01

    Jakarta city has 13 rivers one of which is Ciliwung river. It flows across the city amid a lot of dense housing, slums and villages. As a result the river is experiencing the most severe pollution compared to other rivers that flow in Jakarta. To find out how much pollution in the Ciliwung river, this paper will discuss several pollutant parameters such as, BOD, COD, ammonia, phosphates, detergent and coli bacteria. Overall, that the concentrations of these parameters continue to increase ann...

  5. PENENTUAN KANDUNGAN LOGAM Pb DAN Cr PADA AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI AO DESA SAM SAM KABUPATEN TABANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NI PUTU DIANTARIANI

    2012-11-01

    Full Text Available Research on the heavy metal content, Pb and Cr in water and sediment of Ao River in Sam SamVillage, Tabanan Regency have been carried out. Sample of water taken at 8 location per week during 4weeks, while sample of sediment only taken once at 8 location. Determination of metal content of Pb and Crconducted using destruction method with mixture of HNO3 dan HCl (3:1 and analysed with AbsorptionAtomic Spectrophotometer.The result showed that mean metal content of Pb and Cr in water of Ao river at the location aftertextile industry (location 5 until 8 from four times intake of samples have passed enabled boundarythreshold that is 0,03 mg/L for Pb and 0,05 mg/L for Cr. Mean Pb content in sediment at location 1, 2, 3, 4and 5 still under natural content while location 6, 7 and 8 over the natural boundary threshold. Meanwhile forthe Cr metal only at location 8 over the natural boundary threshold. The highest metal content of Pb and Cr insediment and water found at location 8 that is each of 0,496 mg/L and 0,213 mg/L for Pb and Cr in water and141,844 mg/Kg and 33,489 mg/Kg for Pb and Cr in sediment respectively.

  6. KAJIAN BISNIS FRANCHISE MAKANAN DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Astuti

    2005-01-01

    Full Text Available Food franchising business in Indonesia is growing up very fast. Factors that urge the growth are the specific characteristics of franchise inself, the rise of market demand, the availability of skilled labor, the high of return on investment and the internal factors such as the motivation, personality and the changing life style. Abstract in Bahasa Indonesia : Bisnis franchise makanan di Indonesia berkembang dengan cepat. Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhannya adalah ciri-ciri dari franchise itu sendiri , meningkatnya daya beli, tersedianya sumber daya dengan keahlian yang dibutuhkan, return on investment yang tinggi serta faktor internal seperti motivasi, kepribadian yang terbuka serta perubahan gaya hidup Kata kunci: franchise, studi pemasaran, studi keuangan.

  7. SEBARAN INFEKSI TAURA SYNDROME, INFECTIOUS MYONECROSIS, DAN Penaeus vannamei NERVOUS VIRUS (TSV, IMNV, DAN PvNV) PADA BUDIDAYA UDANG Litopenaeus vannamei DI JAWA BARAT, JAWA TIMUR, DAN BALI

    OpenAIRE

    Isti Koesharyani; Lila Gardenia; Tatik Mufidah

    2015-01-01

    Pada budidaya udang introduksi Litopenaeus vannamei, virus merupakan penyakit yang memberi dampak cukup merugikan dan menimbulkan kematian massal budidaya udang vaname. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran adanya infeksi virus di beberapa daerah budidaya udang L. vannamei, di Jawa Timur (Bangil, Banyuwangi, Situbondo), Bali, dan Jawa Barat (Karawang dan Mauk-Tangerang). Jenis virus yang dianalisis adalah Taura Syndrome (TSV), Infectious Myonecrosis (IMNV), dan Penaeus vanname...

  8. Identification of Dynamic Characteristics of Bridge Crossing Sungai Simpang Kiri Using Free Vibration Analysis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mat Yusoff Siti Mas Ayu

    2016-01-01

    Full Text Available This paper presents a free vibration analysis (FVA of a reinforced concrete bridge crossing Sungai Simpang Kiri, located at Batu Pahat. The bridge consists of three simple spans with a total length of 70meter (20 m + 30 m + 20 m. The concrete deck of the bridge is supported by concrete tensioned pre-stressed T-beam. The girders are sitting on two abutments at both ends and two piers as internal supports. The base of the piers is considered as fixed base and the abutments were free to move. The structural dynamic characteristics of the bridge in terms of fundamental frequency and mode shapes were obtained analytically using SAP2000 three-dimensional finite element modeling software. It is very important to evaluate the dynamic characteristics of reinforced concrete bridges that can lead to the detection of stiffness reduction or damage of the structure. From the analysis, the fundamental frequency of the bridge was 1.94 Hz with fundamental mode shape is critical in transverse bending mode.

  9. Health status of Orang Asli (aborigine) community in Pos Piah, Sungai Siput, Perak, Malaysia.

    Science.gov (United States)

    Norhayati binti Moktar, M; Noor Hayati, M I; Nor Fariza, N; Rohani, A K; Halimah, A S; Sharom, M Y; Zainal Abidin, A H

    1998-03-01

    A study of health status of Orang Asli population (based on physical examination findings) was conducted in 4 villages in Pos Piah, Sungai Siput Perak, Malaysia. In all 356 individuals between 4 months-72 years old (178 males and 178 females) participated in this study. Poor general health status, physical and mental handicaps were seen in 7.8%, 0.3% and 0.3% of the population, respectively. About one-fifth of the population had dental caries. Splenomegaly, hepatomegaly and hepatosplenomegaly were among the commonest abnormalities with the occurrence rates of 19.8%, 13.7% and 6.7%, respectively, being detected in the population. About one-fifth of the population showed signs suggestive of protein-energy deficiency; whilst less than 5% showed signs indicative of riboflavin, iodine and iron deficiencies. Vitamin A deficiency was the commonest nutritional deficiency identified in this community with almost 38.4% of them showing signs of the deficiency. The commonest skin infection was scabies.

  10. Utilizing of 2-D resistivity with geotechnical method for sediment mapping in Sungai Batu, Kedah

    Science.gov (United States)

    Taqiuddin, Z. M.; Rosli, S.; Nordiana, M. M.; Azwin, I. N.; Mokhtar, S.

    2017-07-01

    Sungai Batu is Lembah Bujang subdistrict, located at northern region of Peninsular Malaysia, recognized as an international cultural and commercial crossroad for 2000 years ago, and recorded as the oldest archaeological site in southeast Asia. The discovering of iron smelting area (1st-4th century) shows the evidence of important iron industry in Malay Peninsular to others civilization. Nowadays, a lot of interdisciplinary research was conducted in this area including geophysical prospect to understand the subsurface profile for this locality. Geophysical approach such as 2-D resistivity was performed with the main objective is to identify sediment deposit for this area. Three 2-D resistivity survey lines were design across borehole and data acquired using ABEM SAS4000 system with Pole-dipole array using 2.5 m minimum electrode spacing. The data obtained was process using Res2Dinv software to produce inversion model and Surfer10 software used for interpretation and correlation with respective borehole record. The 2-D resistivity inversion model shows that, the area dominated by clay soil with resistivity values of 500 Ωm interpreted as hard layer. The saturated zone (25 m which consider large volume of soil deposit during sedimentation process. The correlation with the borehole record shows that clay profile distributed at depth of >20 m. The present of shale in certain borehole record indicate that the environment deposit is clam/stagnant water condition during the formation process which suspected controlled by the deposition process from the land deposit.

  11. Penanganan Kanker Prostat Stadium II Pada Penderita Berusia 70 Tahun Atau Lebih: Pengalaman Dua Rumah Sakit Tersier Di Jakarta

    OpenAIRE

    Umbas, Rainy

    2009-01-01

    Saat ini, terdapat beberapa cara pengobatan kanker prostat dan usia penderita merupakan salah satu faktor untuk menentukan pilihan pengobatan selain derajat dan stadium penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara dan hasil pengobatan penderita kanker prostat stadium II yang berusia 70 tahun atau lebih di rumah sakit Cipto Mangunkusumo dan rumah sakit kanker Dharmais, Jakarta. Selama periode Januari 1995 sampai dengan Desember 2007, terdapat 74 penderita kanker prostat sesuai ...

  12. Hubungan Konsumsi Junk Food Dengan Obesitas Pada Siswa Di Sma Dharma Pancasila Kelurahan Selayang Medan Tahun 2014

    OpenAIRE

    Siregar, Dessi Harvaningsih

    2015-01-01

    Latar belakang : obesitas adalah kegemukan atau berat badan yang berlebih akibat penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Diperkirakan sebanyak 1,7 milyar orang di bumi ini mengalami kelebihan berat badan. Salah satu kelompok umur yang beresiko adalah kelompok umur remaja. Hal ini perlu mendapat perhatian, sebab cenderung berlanjut hingga dewasa dan lansia yang dapat menimbulkan faktor risiko penyakit degeneratif, seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, beberapa jenis kanker, dan s...

  13. KELIMPAHAN DAN KOMPOSISI FITOPLANKTON DI WADUK SELOREJO KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asus Maizar Suryanto

    2011-10-01

    Full Text Available Penelitian dilakukan di waduk Selorejo pada bulan April-Mei 2008. Tujuannya adalah untuk mengetahui kelimpahan dan komposisi fitoplankton di waduk Selorejo. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pengambilan data primer dan sekunder. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali setiap minggu pada 4 stasiun. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 120 – 930 ind/ml. Data kualitas air diperoleh suhu perairan yaitu berkisar antara 24 – 260C, kecerahan 32 – 55 cm, warna air warna hijau dan coklat keruh, pH 8 – 9, nitrat 0,33 – 1,04 mg/l, dan fosfat 0,9 – 0,55 mg/l. Sebagai usaha untuk menjaga kondisi perairan waduk Selorejo disarankan perlunya penanganan dan upaya manajemen bagi masyarakat sekitar tentang pemanfaatan dan pelestarian perairan sungai dan juga waduk Selorejo bagi kehidupan manusia. Kata Kunci : Fitoplankton, Waduk Selorejo, Kualitas Air 

  14. Model Pengambilan Keputusan Untuk Mengembalikan Fungsi Hutan Pasca Reklamasi Lahan Bekas Timah dengan Analytical Hierarchy Process

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hilyah Magdalena

    2017-07-01

    Full Text Available Setelah masa kejayaan timah berlalu dari Pulau Bangka, maka saat ini Pulau Bangka harus berusaha membenahi peninggalan penambangan timah yang telah berlangsung lama. Masalah besarnya adalah rusaknya ekosistem baik itu di darat, sungai, maupun di pesisir pantai. Selain itu areal bekas tambang timah ternyata cukup luas dan seharusnya dapat dimanfaatkan kembali untuk kesejahteraan masyarakat Pulau Bangka. Direktorat Kehutanan mempunyai beberapa strategi untuk memanfaatkan kembali lahan bekas tambang timah tersebut. Penelitian ini menganalisa beberapa kriteria untuk meenentukan model pengambilan keputusan terbaik yang akan dilaksanakan di Pulau Bangka. Kriteria–kriteria yang dianalisa adalah lokasi tambang terdiri dari lokasi daratan, sungai, dan pesisir pantai. Kriteria lainnya adalah dampak lingkungan yang terdiri dari rusaknya ekosistem pesisir, cemarnya sumber air bersih, perubahan topografi garis pantai, limbah tailing, padang pasir, dan erosi. Kriteria terakhir yang dianalisa adalah teknologi perbaikan lahan yang terdiri dari, teknologi pertanian dengan amelioran pupuk organik dan menggunakan kompos untuk menurunkan kadar timbal dalam air kolong sebagai media budidaya ikan. Sedangkan alternatif – alternatif yang akan dipilih untuk mengembalikan fungsi hutan di Pulau Bangka adalah agroforestri, ekowisata, silvopastura, dan silvofishery. Penelitian ini menggunakan metodologi Analytical Hierarchy Process (AHP yang menyusun beberapa criteria untuk memilih beberapa alternatif dengan membandingkan tingkat kepentingannya. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kriteria paling penting adalah teknologi perbaikan lahan dengan bobot mencapai 48,9% dan alternatif yang terpilih adalah agroforestri dengan bobot mencapai 33,1%.

  15. PEMBONCENGAN REPUTASI (PASSING OFF TERHADAP PEMILIK MEREK TERDAFTAR DI INDONESIA DITINJAU DARI SEGI PERLINDUNGAN HUKUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aurora Quintina

    2017-08-01

    Full Text Available Pada era globalisasi seperti saat ini, setiap individu pastinya tidak luput dari penggunaan merek.  Sejauh ini, banyak sekali definisi mengenai merek, tergantung pada pola pikir dan latar belakang pendidikan pendefinisi merek tersebut. Definisi sederhana mengenai merek, bahwa merek dihubungkan dengan identifikasi sebuah produk dan yang membedakan merek tersebut adalah bentuk pemakaiannya, logo spesifik, desain khusus, tanda, dan simbol visual lainnya.  Derfinisi.  Di Indonesia, definisi merek dapat kita lihat dari Undang-Undang Merek Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, yang mengatakan bahwa “tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya beda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa”. Selain telah memproduk Undang-Undang yang berkaitan dengan merek, Indonesiajuga sadar akan perlindungan atas Merek secara khusus dan Hak Kekayaan Intelektual secara umum.  Kesadaran ini dilihat dari partisipasi Indonesiadalam meratifikasi beberapa konvensi internasional mengenai Hak Kekayaan Intelektual, antara lain Paris Convention, WTO dengan TRIPs nya dan Trade Mark Law Treaty. Namun walau telah aktif berpartisipasi dalam beberapa konvensi internasional dalam Hak Kekayaan Intelektual dan sudah beberapa kali memperbaharui Undang-Undang yang berkaitan dengan merek, masih saja banyak terjadi pelanggaran Merek di Indonesia.

  16. STUDI KOLEKSI REFERENSI RESERVOIR PENYAKIT DI DAERAH ENZOOTIK PES DI JAWA BARAT DAN JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ristiyanto -

    2011-12-01

    Full Text Available ENGLISHReservoir Reference Study Collection Disease, particularly rats have been conducted in several areas such as the enzootic plague area in the district of Nongkojajar, Pasuruan, East Java and Ciwidey district, Bandung regency, West Java. These were organized in May-October 2007. The method used for the collection and reference reservoir of disease is rodentia survey methods. Result of the reference collection reservoir of disease is the house rat Rattus tanezumi Nongkojajar found either in the of Pasuruan, East Java (3 rats and the District of Ciwidey (4 rats. Polynesian rat R. exulans, three rats were only found in the District Nongkojajar, whereas three rats R. tiomanicus, three rats were found in Ciwidey. In addition another types of mice were also found 1 Insectivora mice Suncus murinus in the District Ciwidey. Type of rats captured in habitat homes in the District Ciwidey Bandung regency, West Java and Pasuruan, East Java is the same type, namely house rat Rattus tanezumi. Types of mice caught in the habitat garden in the District Ciwidey Bandung regency, West Java (tiomanicus R. tree rats were different from mice found in Pasuruan, East Java (Polynesian rat R. exulans. Local environment in plague enzootic area in Pasuruan, East Java is mountainous and forest conservation area Bromo-Tengger, while District Ciwidey, Bandung is the highland tourism areas / mountainous and agricultural areas.INDONESIAKoleksi referensi reservoir penyakit khususnya tikus telah dilakukan di beberapa daerah enzootik pes seperti di Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dan Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober 2007. Metode yang digunakan untuk koleksi dan referensi reservoir penyakit adalah metode survei rodensia. Hasil koleksi referensi reservoir penyakit adalah tikus rumah Rattus tanezumi ditemukan baik di Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (3 ekor maupun

  17. GEDUNG PARKIR VERTIKAL DENGAN PENDEKATAN BANGUNAN PINTAR DI MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    St. Aisyah Rahman

    2016-06-01

    Full Text Available Salah satu penyebab kemacetan di kota Makassar adalah kurangnya lahan parkir di pusat-pusat perkantoran atau bangunan publik. Banyaknya mobil yang parkir di pinggir jalan menyebabkan luas jalan yang berkurang berdampak pada kemacetan yang parah. Kepala Dispenda Sulsel Azikin Sulthan dalam kutipan jpnn.com diakses pada tanggal 26 Maret 2015 mengatakan, “pertumbuhan pengguna kendaraan di Sulawesi-Selatan, khususnya Makassar di atas 12-15 persen per tahunnya. Pada 2014 peningkatan kendaraan mencapai 10- 15 persen”. Tujuan Laporan ini adalah merancang sistem gedung parkir dengan kapasitas yang dapat mewadahi beberapa bangunan sekitar. Metode perancangan yang digunakan ialah studi lapangan dengan cara survey lansung dengan mengamati penggunan jalan Ahmad Yani yang sangat padat dengan sasaran pengguna utama ialah pegawai Balai Kota Makassar dan pegawai perkantoran yang berada di sekitar balai kota Makassar. Desain tapak dibuat dengan jalan masuk langsuk ke basemant agar tidak mengganggu aktifitas pada jalan Ahmad Yani. Bentuk bangunan mengadopsi bentuk dari sebuah komponen computer yang terlihat dari double facade. Sistem bangunan pintar menggunakan sistem parkir mobil otomatis dengan mengguakan lift. Sistem utilitas bangunan juga menggunakan sistem bangunan pintar.

  18. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDATAAN PENYAKIT MENULAR DI KABUPATEN JEMBRANA BERBASIS WEB

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ida Bagus Putu Sudarma Putra

    2015-10-01

    Full Text Available Pendataan penyakit pada masing-masing instansi kesehatan di Kabupaten Jembrana masih besifat manual sehingga hasil pendataan tidak langsung diterima pihak Dinas Kesehatan. Masyarakat umum yang berada di Kabupaten Jembrana belum bisa memperoleh informasi tentang data penyakit menular yang terdata di Kabupaten Jembrana. Penelitian ini akan merancang Sistem informasi Geografis (SIG dengan melakukan pendataan penyakit yang terdata di Kabupaten Jembrana. Metode pembangunan sistem menggunakan model waterfall dengan beberapa tahapan yaitu Analisa Kebutuhan, Design Sistem, Coding & Testing dan Penerapan Program. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP, Javascript dengan dukungan web mapping Google Map API dan Fusion Table Layer. Hasil dari penelitian adalah sebuah sistem yang dapat melakukan pendataan penyakit pada masing-masing Instansi Kesehatan serta informasi pemetaan penyakit menular dengan menampilkan intensitas warna yang berbeda sesuai dengan besarnya penyakit yang terdata. Informasi yang diterima juga dalam bentuk report dan grafik jumlah pendataan penyakit secara berkala sesuai dengan kebutuhan Dinas Kesehatan.

  19. KAJIAN ETNOGRAFI KOMUNIKASI PADA GAYA BERKOMUNIKASI KOMUNITAS HANSAMO MODERN DANCE BOYS DI KOTA BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lucy Pujasari Supratman

    2016-06-01

    Full Text Available Salah satu komunitas yang cukup terkenal di kalangan anak muda pecinta grup musik boyband asal korea adalah komunitas Hansamo Modern Dance Boys di kota Bandung. Para anggota Hansamo Modern Dance Boys telah banyak menampilkan aksi panggung mereka di beberapa mall Bandung. Aksi panggung mereka terinspirasi oleh grup musik boyband korea Ze:A yang sangat diidolakan oleh seluruh anggota komunitas Hansamo Modern Dance Boys tersebut. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengenai bagaimana gaya berkomunikasi komunitas Hansamo Modern Dance Boys di kota Bandung dengan menggunakan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat gaya komunikasi verbal yang unik pada komunitas ini dimana mereka menggunakan bahasa pangggilan serta ungkapan bahasa korea dalam komunitas mereka saja. Selain itu, mereka menggunakan gaya komunikasi nonverbal yang berfungsi sebagai simbol kekompakan, pengikat mereka dengan komunitas, dan identitas pembeda mereka dengan komunitas pecinta musik korea lainnya.   DOI: 10.24198/jkk.vol4n1.1

  20. Analisis Kematangan Implementasi Internet Protocol versi 6 (IPv6 di Indonesia dengan Interim Maturity Level (IML

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riza Azmi

    2012-12-01

    Full Text Available Cepat atau lambat, IPv6 akan menggantikan IPv4 dalam penomoran internet. Hal ini dikarenakan IANA telah mengalokasikan blok IPv4 terakhirnya pada Januari 2011 lalu. Pesatnya permintaan terhadap IP ini dikarenakan boomingnya .com sejak tahun 2000. Dengan habisnya IPv4, terdapat beberapa metode untuk melakukan migrasi ke peenomoran baru IPv6. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini mencoba mengukur tingkat kematangan beberapa penyelenggara jasa internet di Indonesia dalam hal implementasi IPv6 dengan menggunakan konsep Capability Maturity Model for IPv6 Implementation. Metode assesmen yang dilakukan dengan Interim Maturity Level, yaitu dengan memberikan seperangkat pertanyaan yang diisi sendiri oleh penyelenggara jasa internet. Hasil yang didapat adalah, sebagian besar penyelenggara internet masih berada pada Level 2 – Savvy.

  1. Transparansi Birokrasi dalam Pengelolaan APBD di Kota Kupang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Yoga Bumi Pradana

    2014-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan Pemerintah Kota Kupang kurang transparan atas informasi Pengelolaan APBD miliknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus Instrumental dan prosedur pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat sekresi/kerahasiaan informasi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD Pemerintah Kota Kupang tergolong cukup tinggi, sehingga sulit diakses oleh publik (over secrecy. Alasannya, dokumen keuangan seperti dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA, Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA dan Laporan Realisasi Ang- garan (LRA merupakan dokumen rahasia negara sehingga perlu mendapatkan persetujuan/rekomendasi dari kepala daerah atau sekretaris daerah jika akan diakses oleh publik. Hal ini disebabkan beberapa hal, di antaranya permasalahan sosialisasi, ketiadaan perangkat hukum yang mengatur mengenai infrastruktur di bidang keterbukaan informasi publik, dan ketiadaan sumber daya serta adanya persepsi yang dimiliki oleh sebagian besar birokrat Pemerintah Kota Kupang mengenai kerahasiaan dokumen pengelolaan APBD.

  2. Kajian Beberapa Tumbuhan Obat Yang Digunakan Dalam Pengobatan Malaria Secara Tradisional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Indriaty Paskalita Bule Sopi

    2017-02-01

    Full Text Available AbstractMalaria is one of community health problems that can cause death especially to high risk group. Malaria treatment using some antimalarial drugs have been resistance so that there is using medicinal plants into traditional antimalarial treatment that have been tested scientific. There are lots of people that use traditional treatment for healing the diseases. This case shows there’s still strong of community tradition about looking for treatment. One of the diseases whose treatment using traditional and modern medicine is malaria. Malaria is one of acute or chronic often be caused by plasmodium parasites. This review aimed is to describe medicinal plants that used on traditional antimalarial treatment. Review of the literature with search and date collection from various references about medicinal plants which used in traditional antimalarial treatment. Method has been done by reviewing literature with search and the data has been collection then described to be an information that shows about kind of medicinal plants and result testing about them. There are some plants that is those are lime tree (Harmsiopanax aculeatus Harms, red fruit (Pandanus conoideus Lam., bark of jack fruit (Artocarpus champedem, fruit betel (Piper betle (L. R. Br., bark of mundu (Garcinia dulcis Kurz, benalu of mango (Dendrophthoe pentandra, mangosteen (Garcinia mangostana Linn., fruit of Morinda citrifolia L, and sunflower (Helianthus annuus L.. From the result that has been accepted shows active compound content that contained in some kind of medicinal plants which have been tested in traditional antimalarial treatment. Keywords: Plant, medicinal, traditional, malariaAbstrakMalaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok berisiko tinggi. Pengobatan malaria dengan penggunaan beberapa obat anti malaria sudah mengalami resistensi sehingga perlu adanya pemanfaatan tumbuhan obat dalam pengobatan

  3. Kinerja Pembangunan Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raina Damarsari

    2015-03-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1 menganalisis peringkat kinerja pembangunan antar kabupaten/kota di Provinsi Jambi, dan (2 mengkategorikan kabupaten/kota di Provinsi Jambi berdasarkan kinerja pembangunan ekonomi, sumber daya manusia, dan infrastruktur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari 2009-2012 dari Badan Pusat Statistik, terdiri dari delapan indikator untuk menilai kinerja pembangunan ekonomi, lima indikator untuk menilai kinerja pembangunan sumber daya manusia, dan delapan indikator untuk menilai kinerja pembangunan infrastruktur. Metode analisis untuk mencapai tujuan pertama adalah analisis komponen utama (PCA dan analisis faktor serta untuk tujuan ketiga adalah analisis kluster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 Kota Jambi menempati peringkat pertama dalam kinerja pembangunan secara keseluruhan, diikuti oleh dari Tanjab Barat dan Kabupaten Batang Hari, (2 Empat kelompok kabupaten/kota di Provinsi Jambi terbentuk berdasarkan kinerja pembangunan, yaitu: cluster I (Kerinci, Merangin, dan Tebo memiliki kinerja yang pembangunan daerah paling rendah, klaster II (Tanjab Timur memiliki kinerja pembangunan di atas rata-rata, klaster III (Sarolangun, Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjab Barat, Bungo Kabupaten, dan Kota Sungai Penuh memiliki kinerja pembangunan rata-rata (menengah, dan kelompok IV ( Kota Jambi memiliki kinerja pembangunan paling tinggi. Kata kunci : Analisis Faktor, Analisis Klaster, Pembangunan Ekonomi, Sumberdaya Manusia, Infrastruktur.   Abstract This study aims (1 to analyze the performances among regencies/ cities in Jambi Province, and (2 to categorize the regencies/ cities in Jambi Province based on economic, human resources, and infrastructure development performances. Datas used in this study are secondary data of 2009-2012 from Statistics Indonesia, consists of eight component indicators to assess the performance of economic development, the five component indicators to assess the

  4. Habitat-use and conservation of two elusive ground birds (Carpococcyx radiatus and Polyplectron schleiermacheri) in Sungai Wain protection forest, East Kalimantan, Indonesian Borneo

    NARCIS (Netherlands)

    Fredriksson, G.M.; Nijman, V.

    2004-01-01

    We studied the distribution and habitat-use of two endemic ground birds, the Borneon groundcuckoo Carpococcyx radiatus and the Bornean peacockpheasant Polyplectron schleiermacheri in the Sungai Wain protection Forest, East Kalimantan. Both species are highly elusive and neither has been subject to

  5. Screening of Thermophilic Bacteria Produce Xylanase from Sapan Sungai Aro Hot Spring South Solok

    Science.gov (United States)

    Irdawati, I.; Syamsuardi, S.; Agustien, A.; Rilda, Y.

    2018-04-01

    xylanase is one of the enzymes with great prospects as hemicellulose hydrolyzing enzyme. Global annual market demand for this enzyme reach US 200 million. This enzyme catalyzes the xylan (hemicellulose) reactions breaking into xilooligosakarida and xylose. Xylanase can be applied to various industrial sectors such as bread, sugar xylose, biofuels, especially in bleaching paper (bleaching) pulp. Xylanase Isable to replace conventional chemical bleaching using chlorine that is not friendly for the environment. Currently xylanase production is extracted from the thermophilic bacteria for enzyme stability at high temperatures that are suitable for industrial applications. Thermophilic bacteria can be isolated from a hot spring, one of the which is a source of Sapan Sungai Aro Hot Spring, located in the district South Solok. The aim of this study was to select and identification of thermophilic bacteria can produce xylanase.This roomates is a descriptive study, which was Carried out in the Laboratory of Microbiology, Mathematic and Science Faculty of Padang State University, and Laboratory of Bacteriology, BasoVeterinary Research Center. The research procedure consisted of the preparation and sterilization of materials and tools, medium manufacturing, regeneration, selection and identification. Selection is performed by using a semiquantitative screening plate that contains xylan substrate. Identification is based on microscopic and biochemical characteristics until the genus level.Selection results Showed 12 out of 16 isolates had xilanolitik activity, with the highest activity is SSA2 with xilanolitik index of 0.74. The top five index producehigestxilanolitik isolates that are SSA2, SSA3 and SSA4 identified as Bacillus sp. 1., and SSAS6 and SSA7 is Bacillus sp. 2.

  6. Slope monitoring by using 2-D resistivity method at Sungai Batu, Pulau Pinang, Malaysia

    Science.gov (United States)

    Azman, Muhamad Iqbal Mubarak Faharul; Yusof, Azim Hilmy Mohd; Ismail, Nur Azwin; Ismail, Noer El Hidayah

    2017-07-01

    Slope is a dynamic system of geo-environmental phenomena that related to the movement of the soil and rock masses. In Pulau Pinang, the occurrence of slope related phenomena such as landslide and rock fall has become a huge issue especially during rainy season as the government would have to invest more for the people safety. 2-D resistivity method is one of the geophysical methods that can be applied to overcome this issue thus prepare countermeasure actions. Monitoring is one of the common acquisition technique that has been used in solving such issue. This technique was applied to identify and monitor changes at the suspected area and thus, countermeasure steps can be taken accordingly and not blindfolded. Starting from August until November 2016, a 200 m survey line of 2-D resistivity survey had been conducted monthly at Sungai Batu, Pulau Pinang slope for monitoring purpose. Three resistivity ranges were able to detect within the subsurface. Resistivity value of 250 - 400 Ωm indicated the low resistivity value and interpreted as the weak zone located at distance of 90 - 120 m with depth of 10 m. Intermediate resistivity value was interpreted as weathered granite zone with resistivity value of 400 - 1500 Ωm was found at almost along survey line. High resistivity value was > 5000 Ωm and interpreted as granitic bedrock located at depth of > 20 m. Aside from weathered granite zone and weak zone, a fracture was found develop over time at distance of 130 - 140 m. The features found have the potential to be the cause for slope failure phenomena to occur. As a conclusion, monitoring slope using 2-D resistivity method is a success and indeed helpful in overcome landslide and rock fall issue as a pre-countermeasure action.

  7. PENGARUH SUPLEMENTASI BEBERAPA SUMBER MINERAL DALAM KONSENTRAT TERHADAP SERAPAN, RETENSI, UTILISASI NITROGEN, DAN PROTEIN DARAH KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN DASAR RUMPUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. PUTRA

    2012-09-01

    Full Text Available RINGKASAN Suatu penelitian tingkat stasiun telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh suplementasi beberapa sumber mineral dalam ransum terhadap serapan semu nitrogen (N, protein darah, retensi N, dan jumlah bersih N yang dimanfaatkan ternak kambing PE (NNU yang diberi pakan dasar rumput alami. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah bujur sangkar latin yang terdiri atas 4 perlakuan ransum, 4 ekor kambing PE, dan 4 periode (minggu. Keempat perlakuan ransum tersebut adalah ransum A rumput alami + konsentrat tanpa suplemen-tasi sumber mineral; ransum B rumput alami + konsentrat yang disuplementasi MINERAL 10; ransum C adalah ransum B disuplementasi amonium sulfat; dan ransum D adalah ransum C disuplementasi PIGNOX. Nisbah antara rumput alami dengan konsentrat adalah 68% : 32%. Keempat ekor kambing tersebut mempunyai berat badan (? SD rata-rata 18,2 ? 1,8 kg. Setiap periode dialokasikan waktu selama 3 minggu dengan 2 minggu pertama untuk periode pengamatan dan satu minggu terakhir untuk periode koleksi total. Namun, di antara periode diberikan waktu selama 7 hari sebagai waktu adaptasi atau istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi sumber mineral berpengaruh tidak nyata (P>0,05 terhadap konsumsi N, serapan N, kadar protein darah, retensi N, nilai hayati protein ransum (BV, dan NNU, tetapi berpengaruh nyata (P0,05 setelah perlakuan C. Ini berarti bahwa sumber N tersebut dapat dimanfaatkan kambing D secara lebih efisien. Dapat disimpulkan bahwa secara kuantitatif suplementasi MINERAL 10, amonium sulfat, dan PIGNOX pada perlakuan D adalah kombinasi terbaik dalam upaya meningkatkan N terserap, teretensi dan terutilisasi serta kadar protein darah ternak.

  8. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) Pada Beberapa Komposisi Lumpur Kering Limbah Domestik Sebagai Media Tanam

    OpenAIRE

    Liza Khairani

    2009-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi kacang hijau pada beberapa komposisi lumpur kering limbah domestik sebagai media tanam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 9 perlakuan komposisi media yaitu : P1 (Top soil + Pasir + Sludge = 100% + 0 + 0), P2 (Top soil + Pasir + Sludge = 50% + 50% + 0), P3 (Top soil + Pasir + Sludge = 50% + 0 + 50%), P4 (Top soil + Pasir + Sludge = 50% + 25% +25%), P5 (Top soil + Pas...

  9. EKONOMI PEKARANGAN DI PEDESAAN JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dede Mulyanto

    2013-04-01

    Full Text Available Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisa peran pekarangan sebagai sumber ketersediaan pangan, energi rumahtangga, dan uang tunai bagi rumahtangga petani. Bagi orang Jawa lahan tidak hanya tempat bekerja mereka tetapi sebagai sebuah status sosial, ekoncomi dan politik di masyarakat. Disinilah pekarangan, sebuah lahan kecil di rumah, mengambil peran ketika petani menghadapai kesulitan ekonomi yang dikarenakan lahan garapannya tidak menguntungkan. Rumusan masalahnya adalah bagaimana karakteristik desa Wetankali dan bagaimana bentuk pemanfaatan ekonomi pekarangan yang terjadi di sana. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografis disertai survei dengan kuisioner dan analisis data sekunder. Penelitian ini dilakukan di Desa Wetankali Kecamatan Kutocilik Kabupaten Banyumas. Pekarangan bagi masyarakat Jawa merupakan benteng yang dengannya mereka dapat bertahan hidup. Pekarangan ditanami beberapa jenis tanaman ynag dapat dijual untuk menambah pendapatan rumahtangga petani. Bersaamaan dengan pertumbuhan penduduk yang naik, pekarangan berubah bentuk menjadi semakin sempit karena masyarakat lebih memilih menggunakan lahannya untuk hunian. Akibatnya, untuk rumahtangga miskin, sumber makanan pendukung dan energi murah mulai menghilang. The objective of this article is to analyse the role played by house yards or home garden as source of food storage, household energy, and cash for peasant household. For Javanese peasant, yard was not only a  place for work, but also a space to represent economy and social status. The importance of house yards is felt in difficult situation such as economic crises and corpse failure. Research questions in this anysisis are how about the characteristics of Wetankali village and how about the pattern of using home garden or home yard there. Research method used is etnography with survey using questionaire and secondary data analysis. The research was conducted in Watankali, Kutocilik Banyumas. For Javanese, yards

  10. “Arsitektur Panggung” Di Kawasan Tugu Nasional

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuke Ardhiati

    2014-12-01

    ABSTRAK   Beberapa karya arsitektur Soekarno seputar tahun 1960-an merupakan ekspresi Nation Pride melalui eksplorasi budaya Indonesia sebagai basis perancangan bangunan Arsitektur Modern. Tulisan merupakan narasi pengalaman spasial pada karya masterpiece Soekarno, di kawasan Tugu Nasional berdasar penelitian kualitatif yang menerapkan strategi Grounded Theory meru- juk Glaser dan Strauss. Melalui pengamatan keruangan secara fenomenologi di kawasan Tugu Nasional telah ditemukan arsitektur drama analogy melalui cara mengadopsi sekuen ruang yang menyerupai pertunjukan drama, terutama melalui pandangan udara di kabin pesawat yang mengudara di atas kawasan Tugu Nasional, bagaikan  pertunjukan drama yang disak- sikan dari sebuah balkon. Teori baru yang dinamai “Arsitektur Panggung” disertai  pengung- kapan khora, sebagai konsep bentuk/’form’ arsitektur Tugu Nasional yang ditelusur sebagai ide Soekarno. Ia telah menggubah arsitektur drama sebagai pengetahuan tacit semasa menggelar drama tonil di pembuangan Ende dan Bengkulu. Soekarno mengekspresikan budaya Jawa Kuno sebagai basis perancangan Arsitektur Modern, yang kini dinamai ‘Arsitektur-Peristiwa’.   Kata kunci: “Arsitektur Panggung”, fenomenologi, drama tonil, pengalaman keruangan, Tugu Nasional

  11. MODEL PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KEMANDIRIAN UNTUK MEWUJUDKAN KETAHANAN EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN (Strategi Pemberdayaan Ekonomi Pada Masyarakat Dieng Di Propinsi Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nano Prawoto

    2013-11-01

    Penelitian mengenai pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis kemandirian untuk peningkatan ketahanan pangan masyarakat Dieng di provinsi Jawa Tengah merupakan penelitian deskriptif investigatif untuk memperoleh gambaran tentang permasalahan pembangunan ekonomi masyarakat khususnya menyangkut ketahanan pangan. Output dari kegiatan penelitian ini yaitu tersusunnya program dan kegiatan strategik (strategic plan secara integral dan komprehensif dalam rangka meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat Dieng. Metode penelitian ini menerapkan beberapa metode analisis (multi-methods analysis yaitu dengan mengaplikasikan beberapa metode yaitu metode Loqation Quotion (LQ, analisis SWOT, analisis Trend, dan analisis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat pada sub-sektor pertanian. Penelitian ini memiliki nilai dan tujuan strategis disamping memberikan informasi penting untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Dieng khususnya dan masyarakat tertinggal di Indonesia pada umumnya.

  12. NILAI VERNAKULAR DALAM PENATAAN LINGKUNGAN PADA PERMUKIMAN LERENG GUNUNG (Studi di Desa Kapencar, Lereng Gunung Sindoro, Wonosobo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    VG Sri Rejeki

    2007-01-01

    Full Text Available The plateau settlement is one typology of settlement in Java. Some theory about the it have been presented the problem solving of contour or sloping land, but not discuss about the strategy of climatic solution yet. At Kapencar Village we founded some phenomenas of problem solving naturally. Some strategies are 1 the building typologies have the jogan as strategy to multy activities and the pogo as strategy to suport the tobacco and corn own activities. 2 The cut and fill construstion as the strategy of sloping land. 3 The pebble became the building material locally, that it put from yard themselves. 4 The little ventilation and the zink material as the strategy of the too cold and high humidity climate. Abstract in Bahasa Indonesia : Permukiman di dataran tingi merupakan salah satu tipe permukiman di Jawa. Selama ini teori dan konsep permukiman lerengan yang berkembang sebatas membahas tentang bentuk kontur/ kelerengan. Tetapi belum mendiskusikan tentang strategi menyelesailan masalah iklim secara vernakular. Di Desa Kapencar ditemukan beberapa fenomena strategi penyelesaian masalah secara natural oleh masyarakat. Beberapa temuan yang dapat dijadikan pembahasan antara lain 1 adanya tipologi rumah dengan prioritas ruang jogan multi fungsi dan pogo, sebagai strategi mendukung kegiatan berladang tembakau dan jagung. 2 penyelesaian kontur diselesaikan dengan cut – fill,. 3 penggunaan batu alam sebagai bahan lokal, diambil dalam pekarangan sendiri, 4 sesedikit mungkin lubang di rumah dan pemilihan bahan seng , sebagai strategi mengarasi suhu dingin dan kelembaban tinggi di lokasi tersebut. Kata kunci: Permukiman, lereng gunung, bahan bangunan, iklim, tipologi.

  13. Kandungan Logam Berat (Hg, Pb, Cd, dan Cu Pada Ikan, Air, dan Sedimen Di Waduk Cirata, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nandang Priyanto

    2008-06-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian evaluasi kandungan logam berat pada ikan, air, dan sedimen serta evaluasi kualitas perairan dilakukan di Waduk Cirata, Jawa Barat. Pengambilan sampel dilakukan secara discrete pada 6 stasiun yang mewakili daerah inlet, outlet, dan sentra budidaya ikan (KJA. Waktu pengambilan sampel dilakukan tiga kali yaitu pada bulan Mei, Agustus, dan Nopember 2005. Parameter yang diamati meliputi logam berat (Hg, Pb, Cd, dan Cu, kualitas air (suhu, kecerahan, pH, DO, BOD, dan COD, serta unsur hara (amonia, nitrit, nitrat, sulfida, dan fosfat. Kandungan logam berat diamati dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kandungan Hg, Pb, Cd, dan Cu pada berbagai jenis ikan yang ditangkap dari waduk lebih tinggi dibandingkan dalam air, tetapi lebih rendah dibandingkan pada sedimen. Kandungan Hg, Pb, Cd, dan Cu pada ikan masih di bawah ambang batas yang diijinkan. Sementara itu kandungan Hg, Cd, dan Cu dalam air di beberapa stasiun sudah ada yang melebihi ambang batas. Kandungan Hg, Pb, Cd, dan Cu pada sedimen umumnya juga masih di bawah ambang batas yang ditetapkan, kecuali kandungan Hg yang diambil pada bulan Mei di beberapa stasiun melebihi ambang batas yang diijinkan. Hasil pengamatan kualitas air yaitu suhu, pH, kecerahan, DO, BOD, COD, nitrat, dan fosfat umumnya masih dalam kisaran yang dipersyaratkan untuk kegiatan budidaya perikanan sesuai PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, meskipun COD pada beberapa stasiun yang diamati melebihi ambang batas. Sementara itu, kandungan nitrit, amonia, dan sulfida umumnya sudah melebihi ambang batas yang ditetapkan.

  14. Nilai-Nilai Sosial dan Religi dalam Tradisi Megalitik di Sulawesi Selatan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    nfn Hasanuddin

    2016-12-01

    Full Text Available South Sulawesi is a region which has a several culture and megalith tradition that spread in various locations. Of those various forms and kinds of that megalith monument, there are important values that can be reinvented for the society. The purpose is to determine the social dan religious value of megalithic culture in South Sulawesi. In order to recognize those values, a research with an ethnoarchaeological approach has been done through direct observations and surveys in the society which still have megalith tradition, and focused to identify its values and functions in society. This research found that this tradition was developed since the 2nd AD until the 10th to 13th AD. During that period, the settlement system was composed of small communities that occupying highland and lowland. That small community was called wanua which spread across South Sulawesi peninsula. At the present time, that megalith tradition is still found in Torajan community, and in several ritual practices among communities in Enrekang and Soppeng regency, South Sulawesi. Generally, that megalith tradition is endorsing several values such like cooperation and spiritual. Sulawesi Selatan merupakan suatu daerah yang memiliki beberapa bentuk budaya dan tradisi megalitik (kebudayaan batu besar yang tersebar di berbagai wilayah. Dari berbagai bentuk dan jenis megalitik itu tentunya memiliki nilai-nilai  yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengetahui nilai sosial dan religi dari kebudayaan megalitik di Sulawesi selatan. Dalam pencapaiannya digunakan pendekatan etnoarkeologi dengan cara melakukan survei di beberapa daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki peninggalan megalitik. Selanjutnya dilakukan wawancara dan pengamatan langsung di masyarakat yang masih menggunakan kebudayaan megalitik untuk mengetahui fungsi dalam masyarakat. Penelitian selama ini menunjukkan bahwa kebudayaan ini berawal sekitar abad ke-2 Masehi dan terus berlanjut pada abad

  15. Kandungan Logam Berat Pada Ikan, Air Dan Sedimen Di Waduk Saguling Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jovita Tri Murtini

    2007-12-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian kandungan logam berat pada ikan, air dan sedimen di Waduk Saguling, Jawa Barat pada bulan Mei, Agustus dan Nopember 2005. Pengambilan contoh dilakukan pada enam lokasi, yaitu satu lokasi di aliran air masuk, 4 lokasi di daerah Karamba Jaring Apung dan 1 lokasi di aliran air keluar dari waduk. Contoh yang diambil meliputi ikan, air dan sedimen, sedang analisis logam berat yang dilakukan meliputi Hg, Cd, Cu dan Pb. Disamping itu juga dilakukan analisis terhadap kondisi fisik air yaitu pH, suhu dan kecerahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat pada ikan di Waduk Saguling adalah, Hg antara 0,35‑48,44 ppb, Cd antara 1,89‑66,57 ppb, Cu antara 0,29‑247,40 ppb dan Pb sekitar 1,60­40,32 ppb. Nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas maksimum yang diijinkan. Akan tetapi kandungan logam berat Hg dan Cd dalam air pada beberapa titik telah melebihi ambang batas, sedangkan Pb dan Cu masih di bawah ambang batas. Kandungan logam berat dalam semua contoh sedimen secara keseluruhan masih di bawah ambang batas yang diijinkan.

  16. Peran Mukti Ali dalam Pengembangan Toleransi Antar Agama di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairah Husin

    2014-06-01

    Full Text Available Agama sebagai sasaran kajian penelitian sudah banyak dilakukan oleh para sarjana disiplin ilmu. Mereka melakukan penelitian terhadap berbagai aspek dari agama, baik aspek ide maupun aspek perwujudan dalam kenyataan. Dimulai dari keyakinan dan ajaran yang dimiliki oleh suatu agama hingga pengaruh agama pada kehidupan masyarakat pemeluk agama tersebut. Kalau yang dimaksud metode dalam ilmu perbandingan agama adalah cara untuk memperoleh dan mamahami kebenaran agama dari realitas empiris, atau lebih tepatnya “kebenaran ilmiah agamis”, maka pendekatan tiada lain adalah suatu sikap ilmiah (persepsi dari seorang yang harus ditunjukkan untuk menemukan kebenaran ilmiah yang hendak diperoleh. Dengan demikian pendekatan sifatnya umum. Dalan suatu pendekatan tertentu dapat digunakan bermacammacam metode, umpamanya seorang Sosiolog akan mengkaji agama pasti akan menerapkan pendekatan metode-metode sosiologis. Begitu pula Sejarawan, Antropolog, Fenomenolog, dan lain-lain akan menerapkan pendekatan dan metode sesuai dengan latar belakang keahliannya. Maka sasaran ideal dari beberapa pendekatan adalah memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta agama, dan bertujuan untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta tersebut dengan menggunakan kesangsian sistematis. Pendekatan keilmuan dalam meneliti agama mencoba mendeskripsikan dunia pemeluk agama secara apa adanya (das sein, bukan didasarkan semestinya secara normatif (das sollen. Dengan demikian, pendekatan keilmuan yang empiris ini menggunakan dan mengadaptasi pendekatanpendekatan ilmu-ilmu sosial dan budaya. Dari sekian tokoh ilmu Perbandingan Agama, kebanyakan dari mereka merupakan ilmuwan Barat. Namun demikian ada juga beberapa tokoh perbandingan agama dari duni Islam, antara lain adalah Prof. Dr. H.A. Mukti Ali, Ibnu Hazm dan As-Syahrastani. Sementara Ibnu Hazm Al Andalusy dan As-Syahrastani merupakan tokoh-tokoh Perbaga Muslim dari zaman klasik – zaman ketika Perbaga belum terbentuk sebagai

  17. PEMBERDAYAAN PENGRAJIN KAPAL KAYU DI KABUPATEN BATANG DENGAN KKN-PPM TEMATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilma Amiruddin

    2016-02-01

    Full Text Available Kabupaten Batang terletak di pantai utara Jawa Tengah dimana wilayah pesisir kabupaten ini terdapat potensi yang dapat dikembangkan menjadi aset yang berharga bagi bangsa yaitu para pembuat kapal tradisional namun pembuatan desain kapal yang ada memiliki keunggulan dari segi stabilitas dan kamar mesin yang didalam/engine in board. Perlunya pendampingan pada proses produksi agar desain tetap terjaga namun tidak kalah dalam teknologi. Untuk menyelesaikan permalahan tersebut maka tim pengabdian dari Jurusan Teknik Perkapalan akan melakukan kegiatan KKN-PPM tematik. Berdasarkan permasalahan yang ada pada mitra maka pelaksanaan KKN-PPM tematik ini akan dilakukan sosialisasi serta pelatihan penggunaan program Fishipro untuk desain kapal dan konstruksi kapal kayu serta menggunakan program desain kapal Delftship, Maxsurf dan ProCAD untuk desain Propeller. KKN-PPM tematik telah berhasil dilaksanakan di galangan kapal kayu di Karangasem Utara dengan beberapa luaran telah tercapai, baik dalam program kerja mahasiswa KKN-PPM monodisiplin maupun multidisiplin

  18. POLA DAN FAKTOR PERKEMBANGAN PEMANFAATAN LAHAN DI KECAMATAN MRANGGEN, KABUPATEN DEMAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewa Raditya Putra

    2016-10-01

    Full Text Available Sebagai wilayah pinggiran, Kecamatan Mranggen mengalami perkembangan penggunaan lahan yang intensif sejak tahun 90-an, hal ini disebabkan adanya ekspansi pembangunan perkotaan ke wilayah pinggiran, seperti pembangunan Perumnas Pucang Gading dan peningkatan kawasan pemukiman akibat tingginya urbanisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola dan faktor yang mempengaruhi perkembangan pemanfaatan lahan terbangun di Kecamatan Mranggen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data baik primer maupun sekunder. Penelitian dilakukan dalam beberapa analisis, yaitu analisis spasial overlay melalui analisis perbandingan citra 1994 dan 2015 menggunakan GIS, analisis deskriptif, dan analisis crosstabs menggunakan SPSS. Hasilnya pola pemanfaatan lahan di Kecamatan Mranggen sejak tahun 1994-2015 membentuk pola yang menyebar dengan mengalami perkembangan wilayah yang berbeda-beda (cepat, sedang, dan lambat dan faktor yang mempengaruhi pamanfaatan lahan terbangun di Kecamatan Mranggen adalah faktor lokasi, harga, lingkungan, aksesibilitas, dan fasilitas.

  19. SARANA PENGUJIAAN MUTU MAKANAN PADA BEBERAPA PABRIK MAKANAN YANG MEMPRODUKSI PRODUK OLAHAN HASIL PETERNAKAN DAN PERIKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ani Isnawati

    2012-10-01

    Full Text Available Seiring dengan berkembangnya industri makanan dan minuman maka berbagai jenis produk makanan instan/siap saji banyak membanjiri pasar. Di satu sisi konsumen diuntungkan dengan kemudahan pengadaan dan penyajian namun di sisi lain dapat menimbulkan kerugian berupa kemungkinan terjadinya penurunan atau penyimpangan mutu keamanan produk, terutama makanan yang berisiko tinggi sebagai penyebab penyakit dan keracunan. Yaitu produk : sapi, ayam, kambing dll. Penelitian ini merupakan survei eksplorasi yang dilakukan di pabrik makanan yang mengolah makanan dengan resiko tinggi yaitu pabrik produk olahan hasil peternakan dan perikanan. Pengambilan sampel ditentukan secara purposif, berdasarkan data dari Ditjen POM tahun 1997 ada 26 pabrik yang tersebar di 4 wilayah yaitu : Jakarta 5 pabrik, Botabek (Bogor, Tangerang dan Bekasi 10 pabrik, Bandung 6 pabrik serta Surabaya dan sekitarnya 5 pabrik Pengamatan dilakukan dengan mendatangi tiap pabrik untuk mendapatkan data berupa jenis pengujian yang dilakukan, yang meliputi jenis pengujian yang dilakukan sendiri, jenis pengujian yang dilakukan di tempat lain serta sarana yang dipunyai pabrik untuk melakukan uji mutu produk. Hasil penelitian menunjukkan 18 pabrik ( 78,3 % mempunyai sertifikat analisis bahan baku. Pengujian mutu terhadap bahan baku secara fisika umumnya dilakukan semua pabrik. Jenis pengujian bahan baku yang dilakukan sendiri, di luar dan yang tidak melakukan yaitu meliputi: pengujian kimia dilakukan oleh 2 pabrik (8,7%, 8 pabrik (34,8% dan 13 pabrik (56,5%; mikrobiologi 9 pabrik (39,13%, 10 pabrik (43,48% dan 13 pabrik (17,3%. Untuk pengujian produk jadi yang dilakukan sendiri, di luar dan yang tidak melakukan yaitu meliputi: pengujian kimia   dilakukan pada 3 pabrik (13,04%, 17 pabrik (73,91% dan 3 pabrik (13,04%; pengujian mikrobiologi dilakukan pada 9 pabrik (39,13 %, 10 pabrik (43,48% dan 13 pabrik (17,39%. Peralatan uji kimia yang dimiliki oleh pabrik yaitu : Spektrofotometer UV dimiliki

  20. Studi Kasus; “Koreksi terhadap Pengukuran Polutan di Udara Unit Perajin Logam dan Dampaknya terhadap Kesehatan”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husaini Husaini

    2016-09-01

    Full Text Available AbstractUnderstanding on the reaction of various air pollutants until today continues to grow, even it is hard to find information about the results of the reaction of various air pollutants standard. The aim of the research was to analyze and to correct of the the various air pollutants as well as to determine the health impact of blacksmith in 2014. The samples consisted of 38 blacksmith from 38 working units in Hulu Sungai Selatan of South Kalimantan. Analytical approach of the examination of air pollutants, blood samples and pulmonary functions of selected workers was applied in this study. The results showed a decrease in lung function and abnormalization workers immune response, as a result of exposure to various air pollutants. It is very difficult to determine and predict the causality of air pollution and health impact since there must be various factors contributing to the the health impact. because it is caused by pollutants singly or may be caused from the various reactions of these pollutants, for that, the correction need on the measurement and analysis of air pollutants that made so far, including its impact on the human body. The benefit of this research as a form of correction to use the Threshold Limit Value (TLV and measurement of air pollutants, including the impact of the target organ in the human body.Keywords : Measurements correction, pollutants, lung function, immune response.AbstrakPemahaman reaksi berbagai polutan di udara sampai saat ini terus berkembang, bahkan hampir tidak ditemukan informasi tentang standar hasil reaksi berbagai polutan di udara. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan koreksi pengukuran berbagai polutan di udara serta dampaknya terhadap kesehatan perajin logam. Studi kasus dilakukan pada 38 perajin logam serta 38 unit kerjanya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan tahun 2013 dengan pendekatan observational analitik beserta pengambilan contoh polutan di udara dan pengambilan sampel

  1. PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK PEMETAAN LOKASI PASAR DAN PUSAT PERBELANJAAN DI KOTA SOLO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Murinto

    2012-04-01

    Full Text Available Kota Solo merupakan salah satu kota terbesar di Jawa Tengah selain kota Semarang yang dijadikan sebagai ibukota propinsi. Dalam hal perekonomian kota Solo memiliki peranan penting terutama dalam bidang industri dan perdagangan. Sebagai penunjang perekonomian di bidang industri dan perdagangan, di kota Solo terdapat pasar (pasar tradisional dan pasar modern (pusat perbelanjaan. Pasar – pasar tersebut dikelola oleh Dinas Pasar yang merupakan instansi pemerintahan yang ada di kota Solo. Pasar – pasar tersebut banyak tersebar di beberapa kecamatan di kota Solo. Karena banyaknya pasar yang tersebar di wilayah kecamatan yang ada di kota Solo maka dinas pasar khususnya dan masyarakat umumnya tidak dapat secara pasti mendapatkan informasi tentang keberadaan lokasi dan fasilitas – fasilitas yang ada di pasar seperti barang yang dijual, dan jumlah kios. Tujuan penelitian ini adalah membuat Sistem Informasi Geografis berbasis web untuk mengetahui lokasi pasar tradisional dan pasar modern (pusat perbelanjaan, barang yang dijual, dan jumlah kios. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan cara observasi, dokumentasi, wawancara dan pencarian di Internet. Metode yang dilakukan dalam merancang sistem informasi geografis pasar tradisional dan pasar modern (pusat perbelanjaan di kota Solo berbasis web adalah dengan menganalisa kebutuhan sistem, merancang sistem, melakukan digitasi peta dengan perangkat lunak ArcView 3.3, mengimplementasikan program dengan PHP dan MySQL, dan menguji program. Untuk melakukan evaluasi terhadap aplikasi ini dilakukan dengan metode black box test dan alpha test. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Lokasi Pasar Tradisional dan Pasar Modern (Pusat Perbelanjaan di Kota Solo Berbasis Web yang dapat digunakan dinas pasar dan masyarakat untuk mengetahui lokasi pasar, barang yang dijual dipasar, dan jumlah kios.

  2. KAJIAN TEKNIS PROPELLER -ENGINE MATCHING PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK HYBRID DARI SOLAR CELL DAN GENSET SEBAGAI MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL DI KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-03-01

    Full Text Available Ketersediaan energi tak terbarukan yang kian menipis akan menjadi permasalahan besar bagi kehidupan manusia, banyak pemikiran sudah dicurahkan oleh para ilmuan guna mengantisipasi adanya kemungkinan krisis energi di masa yang akan datang. Selain dari permasalahan keterbatasan energi yang ada juga timbul masalah baru dari penggunaan energi tak terbarukan tersebut yaitu berupa polusi dan pencemaran lingkungan yang berdampak pada perubahan iklim di dunia. Para pemimpin dari berbagai negara menggelar konferensi tentang perubahan iklim di Bali (UNFCCC, sebagai tindak lanjut dari Protokol Kyoto yang diselenggarakan di Jepang sebelumnya, sehubungan dengan perubahan iklim dunia, beberapa negara sepakat untuk mengurangi emisi gas buang pada mesin berbahan bakar mineral, yang dianggap sebagai penyumbang polusi udara terbanyak, dengan membuat kebijakan yang diharapkan dapat menjadi suatu solusi untuk mengurangi polusi udara, salah satu solusi yang dibahas penulis adalah penggunaan motor listrik sebagai pengganti mesin berbahan bakar mineral, tujuan dari penelitian ini adalah menghitung parameter pendukung propeller engine matching (putaran mesin, BHP mesin, dan hambatan kapal , pada kapal ikan tradisional KM Brandal, dan penentuan ukuran propeller yang sesuai dengan kapal ikan KM Brandal dengan menggunakan sistem hybrid. Dalam penelitian ini penulis melakukan pengukuran dan perhitungan pada sistem penggerak kapal baik di lapangan maupun simulasi hybrid, rangkaian hybrid ini terdiri dari beberapa komponen antara lain 2 buah solar cell 100 WP, genset 800 VA, 2 buah baterai 70 Ah, dan motor listrik 12 volt 80 ampere, sedangkan untuk mendapatkan tegangan listrik yang sama pada rangkaian hybrid beberapa komponen seperti baterai, genset, dan solar cell disusun secara paralel. Penelitian tentang Propeller-Engine Matching pada rangkaian hybrid kapal ikan KM Brandal menghasilkan beberapa parameter optimasi propeller antara lain hambatan kapal 1,04 kN, daya efektif

  3. Faktor Risiko Kejadian Penyakit Filariasis pada Masyarakat di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santoso Santoso

    2017-02-01

    Full Text Available Malaria adalah masalah kesehatan yang berkaitan dengan kemiskinan. Di beberapa tempat, hutan merupakan sumber mata pencaharian bagi masyarakat miskin. Desa Pagar Desa merupakan salah satu pemukiman Suku Anak Dalam di Propinsi Sumatera Selatan. Penelitian PSP masyarakat bertujuan mengetahui seberapa jauh pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang penyakit malaria. Penelitian dilakukan tahun 2006 dengan disain penelitian cross- sectional study. Penelitian menunjukkan bahwa semua masyarakat tahu tentang penyakit malaria dan 85% mengakui pernah mengalami gejala-gejala malaria. Gejala malaria yang dialami adalah demam, mengigil dan berkeringat (83,9%. Seluruh responden tidak tahu penyebab penyakit malaria dan 79,6% tahu bahwa malaria merupakan penyakit berbahaya. Mayoritas responden tahu bahwa malaria penyebab kematian (77,4% dan 54,8% tidak tahu bahwa malaria merupakan penyakit menular, 23,7% mengatakan tahu cara menghindarkan diri dari penyakit malaria yaitu menghindari gigitan nyamuk. Sikap masyarakat pada umumnya positif terhadap pencegahan dan pengobatan malaria. Pengobatan yang dilakukan sebagian besar masyarakat (41,9% adalah membeli obat di warung. Kebiasaan keluar rumah pada malam hari dilakukan oleh sebagian besar masyarakat (66,7% untuk mengobrol di warung-warung, menonton TV di rumah tetangga dan melakukan kegiatan Mandi, Cuci, Kakus. Sebesar 95,7% masyarakat tidak memakai perlindungan khusus untuk menghindari gigitan nyamuk selama di luar rumah pada malam hari, namun bila di dalam rumah menggunakan kelambu dilakukan oleh sebanyak 41,9% responden dan menggunakan obat nyamuk bakar sebanyak 24,7% responden. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan malaria demi peningkatan perilaku positif pencegahan malaria dengan mengadakan penyuluhan, selain itu perlu disediakan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.

  4. PEREMPUAN SAMIN DALAM TANTANGAN POLITIK LOKAL DI KUDUS JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Rosyid

    2016-03-01

    Full Text Available Penelitian ini mencakup bagaimana kehidupan politik perempuan Samin. Tulisan ini mencoba untuk menjawab apa faktor yang mempengaruhi mereka untuk melaksanakan kepercayaan tradisional dalam kehidupan politik mereka. peneliti menggunakan beberapa model alternatif untuk melakukan penelitian ini, seperti ethnomethodology, etnografi, membumi, dan fenomenologi. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami kegiatan sosial perempuan Samin di Kudus dalam hal pemilihan umum.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa wanita Saminsangat aktif dalam kehidupan politik mereka. Keaktifanmereka dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: daridiri mereka sendiri, dari suami mereka dan dari para pemimpin Samin. kata kunci: Tindakan Politik, Perempuan Samin, Pemilu.   This research covers how is the political life of Saminwomen. It tries to answer what are factors which influence them to implement the traditional beliefs in theirpolitical life. The researcher uses some alternative modelsto undertake this research, such as ethnomethodology,ethnography, grounded, and phenomenology. The data are analyzed by using qualitative approach to understandthe social activities of Samin women in Kudus in terms ofgeneral election. It is found that Samin women are veryactive in their political life. Their activeness are influencedby some factors such as: from theirselves, from their husbands and from the Samin leaders .Keywords: Political act, Samin’s women, Election.

  5. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PAPERLESS OFFICE BERBASIS WORDPRESS DI ITTC UAD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kartika Firdausy

    2012-04-01

    Full Text Available Perlu dilakukan satu upaya untuk mengurangi limbah kertas yang dihasilkan oleh perkantoran. Era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memiliki peluang dikembangkannya komunikasi secara online melalui jaringan komputer, sehingga dapat mengurangi penggunaan kertas untuk surat menyurat dan pembuatan dokumen. Untuk keperluan administrasi perkantoran dapat dilakukan dengan cara menerapkan paperless office system. Tujuan penelitian ini adalah merancang suatu sistem paperless office berbasis WordPress yang dapat diterapkan dalam lingkup perkantoran, khususnya di ITTC UAD. Penelitian ini mengambil subjek tentang sistem pengelolaan dokumen elektronik berbasis WordPress yang menyediakan sarana pengelolaan dokumen dalam format digital, sehingga diharapkan dapat mengurangi pemakaian kertas. Beberapa plug in ditambahkan seperti themes, bookmark, dan pengamanan pada situs, yaitu: Post Protect Quiet, dan Password Protect WordPress Blog. Selain admin, ada beberapa level user yang memiliki wewenang yang berbeda-beda pada sistem ini, yaitu: author, editor, dan contributor. Dokumen digital yang dikelola dalam sistem ini adalah surat-menyurat, informasi pelatihan, tutorial, dan Surat Keputusan (SK, yang dapat didistribusikan melalui media e-mail maupun jejaring sosial. Sistem diuji untuk setiap level user. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua fitur/menu pada sistem dapat berjalan dengan baik. Hasil rata-rata persentase dari pengujian diperoleh responden yang menyatakan sangat setuju = 26,5%, setuju = 71%, kurang setuju = 2,5%, dan tidak setuju = 0%.

  6. EVALUASI ARAHAN PEMANFAATAN LAHAN TAMBAK DI KABUPATEN SAMPANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Firman Farid Muhsoni

    2013-04-01

    Full Text Available Pemanfaatan lahan sering tidak mengindahkan pemeliharaan keamanan tata air, pencegahan banjir dan erosi dan keawetan kesuburan tanah.Tujuan penelitian untuk mengevaluasi arahan pemanfaatan lahan tambak yang sudah ada di Kabupaten Sampang apakah sesuai dengan arahan pemanfaatan lahan yang sesuai.Metode yang digunakan dengan pemodelan spasial menggunakan model indeks. Dasar yang dipergunakan adalah  Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 837/Kpts/Um/11/1980 dan Kepres  nomor 32 tahun 1990 Tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. Hasilnya menunjukkan bahwa daerah yang arahan pemanfaatan untuk kawasan budidaya tanaman semusim dan permukiman dimanfaatkan sebagai tambak seluas 5.1119 ha (4,19%. Wilayah yang seharusnya sebagai sempadan sungai/pantai tapi dimanfaatkan untuk tambak mencapai 577,8 ha.  Kata kunci : Arahan Pemanfaatan lahan, SIG, Tambak

  7. PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI DI PASTRY HOTEL HILTON BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Verena Widya Pertiwi

    2016-05-01

    Full Text Available Abstract - Application of hygiene and sanitation in Hilton Hotel Bandung is important thing to note in the process of implementation. This is done to prevent food contamination of food that cab be caused by several factors such as, human, work area, kitchen utensil, material strorage systems and product. Because of this determination of standarts personal hygiene, area and utensil must be done correcly so that each product is safe for consumption. Authors on the basis of these issues are very keen to examine and make a final project with the title “application of hygiene and sanitation in the Hilton Hotel Bandung”. Research carried out by several methode of observation, interview and the latter is the study of documents. The research was conducted at the Hilton Hotel Bandung, for 6 months. The study was conducted as one of the requiremants for the final session of college exams Bina Sarana Informatika university Bandung. Based on the result of research and discussion conducted, authors concluded that the presence of load application staandard of hygiene and sanitation in hotel can improve the standard of health, hygiene and quality of a product when it is done in accordance with existing procedures. Key word : Hygiene and sanitation pastry hotel. Abstraksi - Penerapan hygiene dan sanitasi di Hotel Hilton Bandung merupakan upaya penting yang harus diperhatikan dalam proses pelaksanannya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi makanan yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti manusia, area kerja, peralatan, sistem penyimpanan bahan dan produk. Penentuan standar kebersihan personal, area kerja maupun peralatan harus dilakukan dengan tepat dan benar agar setiap produk yang dihasilkan oleh bagian pastry hotel aman untuk dikonsumsi. Atas dasar persoalan di atas penulis sangat tertarik untuk menelitinya dan membuat tugas akhir dengan judul “ Penerapan Hygiene dan Sanitasi di Hotel Hilton Bandung ”. Metode penelitian

  8. Pengaruh Stomata dan Klorofil pada Ketahanan Beberapa Varietas Jagung terhadap Penyakit Bulai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Christine Agustamia

    2016-12-01

    Full Text Available Resistant varieties are more advisable for controlling maize downy mildew compared with fungicides which is not effective and not environmentally friendly. This study is aimed to determine resistance of some varieties of maize against downy mildew. The maize varieties used were BS 0114, BS 0214, BS 0314, PAC 105, Sweet Corn and BISI 2. The parameters measured were disease incidence and intensity, chlorophyll content of leaves, stomatal density and plants dry weight. Data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA and Duncan's Multiple Range Test (DMRT. The results indicated that PAC 105, BS 0214 and BS 0314 were resistant varieties, while BS 0114, Sweet Corn and BISI 2 were susceptible. PAC 105 variety has the lowest stomatal density (65.353/mm2, and Sweet Corn variety has the highest stomatal density (110.79/mm2. Stomatal density was positively correlated with the disease intensity. Higher disease intensity has lower chlorophyll content compared with the lower intensity. PAC 105 variety has the highest chlorophyll content and plant dry weight, while Sweet Corn variety has the lowest chlorophyll content and plant dry weight.   INTISARI   Penggunaan varietas tahan bulai lebih dianjurkan digunakan dalam pengendalian penyakit bulai pada jagung dibandingkan dengan penggunaan fungisida karena tidak efektif dan tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan beberapa varietas jagung terhadap penyakit bulai. Varietas yang digunakan meliputi BS 0114, BS 0214, BS 0314, PAC 105, jagung manis, dan BISI 2. Parameter yang diamati adalah insidensi dan intensitas penyakit, kandungan klorofil setelah inokulasi, kerapatan stomata dan berat kering tanaman. Data yang diperoleh diuji dengan analisis varians (ANOVA dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT. Hasil penelitian rumah kaca menunjukkan bahwa varietas PAC 105, BS 0214 dan BS 0314 merupakan varietas tahan, sedangkan varietas BS 0114, jagung manis dan

  9. IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SUNGKAI (Peronema canescens JACK. TERHADAP BEBERAPA BAKTERI PATOGEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arsyik Ibrahim

    2012-12-01

    Full Text Available A research which identification of secondary metabolites and antibacterial activity test from methanol exstract of leaf Sungkai (Peronema canencens Jack to several pathogens bacterial, which aims to identification of secondary methabolites and determine the antibacterial activity from crude methanol extract of leaf Sungkai (P. canencens Jack. against Streptococcus mutans, Salmonella thyposa, Bacillus subtilis and Staphylococcus aureus bacteria. Material test obtained by maceration with methanol, then tested for activity. Minimum Inhibition Concentration (MIC value extract was determined by liquid dilution and the followed by scratches on solid media method.  Minimum Kill Concentration (KBM value extracts was determined by agar diffusion method with using paper disks.The results secondary metabolite identify form extracts of leaves P. canencens obtainable derived alkaloid, terpenoids - steroids, flavonoids, and tannin compounds. Methanol extract have the antibacterial activity. Minimum Inhibition Concentration (MIC value of extract is concentration of 20% for bacteria S. mutans, S.thiposa and S.aureus, while for the B. subtilis is konsentration of 15%. Minimum Kill Concentration (KBM values exstract at a concentration of 5% effective at killing S. mutans and S. thyposa bacteria, while the concentration of 1% effective to bacteria B.subtilis and S.aureus. Key words: P. canencens Jack,  antibacteria activity, S. mutans, S. thiposa, B. subtillis, S. aureus   ABSTRAK   Telah dilakukan penelitian identifikasi metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun Sungkai (P.canencens Jack terhadap beberapa bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder dan mengetahui aktifitas antibakteri dan Kadar Hambat Minimum (KHM dan Nilai Kadar Bunuh Minimum (KBM ekstrak kasar metanol daun Sungkai (P.canencens Jack. terhadap bakteri  Streptococcus mutans, Salmonella thyposa, Bacillus subtilis dan

  10. IDENTIFIKASI TIPOLOGI DAN DINAMIKA, POTENSI DAN PERMASALAHAN, DAN STRATEGI PENGELOLAAN WILAYAH KEPESISIRAN DI WILAYAH KEPESISIRAN DEMAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eni Yuniastuti

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan di zona kepesisiran Demak, Provinsi Jawa Tengah. Tujuanpembuatan artikel ini adalah mengidentifikasi tipologi dan dinamika wilayah kepesisirDemak, mengidentifikasi potensi dan permasalahan wilayah kepesisiran Demak, danmengetahui strategi pengelolaan wilayah kepesisiran Demak.Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengumpulan data dengan samplingdan metode analisisnya secara kualitatif. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan dariwilayah kepesisiran Demak. Metode pengumpulan data dengan cara sampling. Teknikpengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Teknik penggumpulan datadengan analisis data sekunder dan observasi lapangan, dan analisis hasilnya secaradeskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi pesisir Demak ini termasuk dalam tipologipesisir primer akibat deposisional sub-arial (Sub-areal deposition coast, yaitu pesisir yangterbentuk akibat akumulasi secara langsung bahan-bahan sedimen sungai, glasial, angin,atau akibat longsor lahan ke arah laut. Dinamika kawasan Pesisir yang terjadi di Demak ada2 dinamika yang terjadi yaitu terjadi proses akresi dan proses abrasi. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat lima potensi utama yang dapat dikembangkan di wilayah kepesisiranDemak, sedangkan hasil identifikasi permasalahannya terdapat delapan permasalahan utamayang mampu teridentifikasi. Strategi pengelolaan pesisir secara terpadu di pesisir Demakyang difokuskan pemanfaatan ruang adalah sebagai berikut, (1 identifikasi pengguna ruangdan kebutuhannya, (2 penyusunan rencana tata ruang, (3 penetapan sempadan pantai danpenanaman mangrove, (4 pengendalian reklamasi pantai, (5 pengetatan baku mutu limba,(6 penataan permukiman kumuh, (7 perbaikan sistem drainase, dan (8 penegakan hukumsecara konsisten. Kata kunci: wilayah kepesisiran, strategi pengelolaan, tipologi dan dinamika pesisir

  11. Penerapan Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Think-Pair-Share Dalam Materi Usaha Dan Energi Ditinjau Dari Gender Siswa Kelas Xi Ipa Sma Negeri 1 Sungai Ambawang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Nofita Sari

    2016-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran model kooperatif tipe think-pair-share dalam materi usaha dan energi ditinjau dari gender siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungai Ambawang. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa laki-laki dan hasil belajar siswa perempuan. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode eksperimen dan bentuk penelitian eksperimen yang digunakan adalah Pre-Eksperimental Designs dengan rancangan penelitian The One-Shot Case Study.Sampel yang digunakan ialah kelas XI IPA 1 yang diambil secara purposive sampling.. Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengukuran dengan alat pengumpul data berupa tes yang berbentuk essay. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh kesimpulan: (1 Rata-rata hasil belajar siswa laki-laki yang diajarkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dalam materi usaha dan energi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungai Ambawang mencapai KKM (72 dengan nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,715 > 0,05. (2 Rata-rata hasil belajar siswa perempuan yang diajarkan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dalam materi usaha dan energi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungai Ambawang mencapai KKM (72 dengan nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,185 > 0,05. (3 Terdapat perbedaan antara rata-rata hasil belajar siswa laki-laki dengan rata-rata hasil belajar siswa perempuan yang diajarkan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dalam materi usaha dan energi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sungai Ambawang dengan nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0,101 > 0,05.

  12. TOKSISITAS BEBERAPA HASIL EKSTRAK DAUN TEMBAKAU TERHADAP Myzus persicae (Homoptera;Aphididae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Sudjak

    2015-09-01

    Full Text Available Penggunaan pestisida kimia sintetik yang tidak rasional dapat menyebabkan pencemaran air, tanah, udara, produk pertanian, keracunan manusia/pekerja, resistensi/resurgensi hama, terbunuhnya hewan bermanfaat, perubahan status hama, dan ledakan hama. Untuk itu dirasa perlu mencari pestisida alternatif untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan . Melalui kegiatan penelitian yang bertahap telah diperoleh produk pestisida yang diesktrak dari sisa-sisa tanaman tembakau rakyat di lapang yaitu ekstrak 1, ekstrak 2, ekstrak 3, dan ekstrak 4.Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Entomologi Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Malang mulai bulan Januari sampai dengan Desember 2011.Tujuan penelitian untuk memanfaatkan tembakau sebagai bahan aktif pembuatan pestisida nabati.Untuk tiap-tiap ekstrak di buat lima macam konsentrasi, yaitu 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, dan 0 (kontrol. Serangga uji yang digunakan adalah hama pengisap daun tembakau Myzus persicae. Masing-masing ulangan dengan 20 serangga uji.Data yang diperoleh dari setiap pengamatan dianalisis menggunakan Analisis Probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat ekstrak daun tembakau yang diuji terbukti menyebabkan toksisitas pada kutu daun tembakau M. persicae. Ekstrak 3 merupakan ekstrak yang paling toksit dibanding 3 ekstrak yang lain.  LC50 ekstrak 1, ekstrak 2, ekstrak 3, dan ekstrak 4 berturut-turut 35,53%, 26,93%, 5,08%, dan 5,2%. Kata kunci: Ekstrak tembakau, pestisida botani, M. persicae.

  13. PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uray Fery Andi

    2017-06-01

    Full Text Available Lokasi pusat-pusat pemerintahan kesultanan Melayu di Kalimantan Barat berada di sepanjang tepian sungai. Sungai menjadi faktor yang sangat penting dalam kehidupan kesultanan, yaitu terkait dengan fungsinya sebagai sumber kehidupan dengan beragan jenis flora dan fauna, sebagai aksesibilitas dan jalur transportasi serta komunikasi. Keterbatasan wilayah tepian sungai menyebabkan perkembangan pusat kesultanan melebar sepanjang tepian sungai karena wilayah daratan masih berupa hutan dan kurang aman. Perkembangan aktivitas perdagangan global pada masa pemerintahan kesultanan yang semakin pesat menyebabkan jalur sungai semakin ramai dilalui oleh pedagang lokal, regional dan internasional. Keberadaan kongsi dagang Belanda (VOC hingga menjadi pemerintahan Hindia Belanda turut mempengaruhi perkembangan pusat-pusat pemerintahan kesultanan Melayu di Kalimantan Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jaringan perdagangan global terhadap struktur wilayah Borneo Barat dan konfigurasi spasialpusat pemerintahankesultanan-kesultanan Melayu di Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode sejarah yaitu dengan mengetahui perkembangan sistem jaringan perdagangan global dan korelasinya dengan sejarah pembentukan wilayah kesultanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dan jaringan perdagangan mempengaruhi struktur wilayah Borneo Barat dengan sistem hulu-hilir dan konfigurasi spasial wilayah pusat pemerintahan kesultanan Melayu yang terbatas dan melebar sepanjang tepian sungai. Kata-kata kunci: jaringan perdagangan, struktur wilayah, konfigurasi spasial, kesultanan Melayu, Kalimantan Barat   THE INFLUENCE OF GLOBAL TRADING NETWORK ON THE MALAY SULTANATES CENTRAL OF GOVERNMENT STRUCTURE AND SPATIAL CONFIGURATION IN WEST KALIMANTAN Malay sultanates central government in West Kalimantan were located along the banks of the river. The river became very important factor in the life of sultanates, which was related to its

  14. Lezioni di fisica teorica

    CERN Document Server

    Caldirola, Piero

    Richiami di meccanica analitica ; richiami di termodinamica ; richiami di elettromagnetismo ; appunti sulla teoria della relatività ; la non validità delle teorie classiche nel mondo microscopico ; la meccanica atomica di Bohr e Sommerfeld ; I fondamenti della meccanica quantistica ; applicazioni nell'equazione di Schroedinger ; meccanica quantistica dei sistemi l'atomo di idrogeno ; particella in un campo elettrico e magnetico ; il calcolo delle perturbazioni nella teoria quantistica ; teoria dell'emissione e dell'assorbimento della luce ; sistemi di particelle identiche ; il legame chimico omopolare nella molecola di idrogeno ; la teoria di Dirac.

  15. Substrate characteristics and its impact on distributionn of mangrove species: a case study in Sungai Barong Kecil in the Sembilang National Park at Banyuasih South Sumatra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuanita Windusari

    2015-02-01

    Full Text Available The composition and density of vegetation in the mangrove areas affected soil conditions. Areas with a smooth distribution of substrat particles contain higher organic matter, and is characterized by the growth of mangrove better and more diverse. How environmental conditions affect the distribution of mangrove substrats observed in this study. The study was conducted in the area of Sungai Barong Kecil and Sungai Barong Besar which is part of the Sembilang National Park, Banyuasin District, South Sumatra. The study was conducted in May and June 2014. Location determined substrats by purposive sampling with particular consideration, and samples were taken using a modified PVC pipe at a depth of 10-30 cm, while the checkered line method with parallel lines used for observation shoreline mangrove distribution. Physical parameters such as salinity environmental chemistry, pH, and moisture. Analysis was performed on substrat particle size, substrat organic matter content, as well as the condition and type of mangrove. The results showed that the Sungai Barong Kecil area tend to have a much smoother distribution of substrat particles (clay content and higher dust. This leads to more easily grow mangroves and mangrove species were found to be more diverse (Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora mucronata and Avicennia officianalis. Avicennia marina is the dominant species that indicates that the species is highly adaptable to various environmental conditions.

  16. GROUND WATER ASSESSMENT IN AGRICULTURAL AREA, CASE STUDY FROM MACHANG-MALAYSIA (Penilaian Air Tanah di Daerah Pertanian, Studi Kasus di Machang Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Islami

    2010-11-01

    Full Text Available ABSTRACT The study area is located in Machang, North Kelantan - Malaysia. The North Kelantan plain is covered with Quaternary sediments overlying granite bedrock. The drainage system is dendritic with the main river flowing into the South China Sea. Hydrogeochemical method was used to study groundwater of shallow aquifer characters within the area. Based on water samples analysis collected from the study area, it can be deduced that the cations and anions concentration are good for domestic use except in the southern region which the nitrate concentration is higher (more than 20 mg/l compared to the northern region (relatively zero. The areas that possibly possess nitrate-contaminated groundwater have been mapped along with groundwater flow patterns. The southern and middle part of the study area has an east to west groundwater flow pattern, making it impossible for contaminated water from the southern region to enter the northern area, despite in the northern area has lower elevation. ABSTRAK Lokasi area studi adalah berada di Machang, Kelantan Utara – Malaysia. Dataran tanah wilayah Kelantan Utara dilapisi oleh batuan Sedimen Kuarter yang mana batuan granit sebagai batuan dasar. Sistem pengairan adalah berbentuk jaringan dendritik dengan sungai utama mengalir ke Laut Cina Selatan. Metoda hydrogeochemical digunakan untuk mempelajari karakter air tanah dari akuifer dangkal untuk keseluruhan area studi. Berdasarkan pada analisa air yang diperoleh dari area studi, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi kation dan anion baik digunakan untuk kehidupan sehari hari kecuali air tanah di area sebelah selatan yang mana kandungan nitratnya tinggi (lebih dari 20 mg/l dibandingkan di area sebelah utara (hampir tidak ada kandungan nitrat. Area yang memungkinkan memiliki konsentrasi nitrat pada air tanah dipetakan dengan kombinasi pola aliran air tanah. Pola aliran air tanah di area belahan selatan dan bagian tengah adalah dari timur ke barat yang mana tidak

  17. ANALISIS WILAYAH KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS KURANJI DENGAN APLIKASI SWAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fadli Irsyad

    2015-12-01

    Full Text Available Degradasi lahan merupakan penyebab utama tingginya runoff dibandingkan dengan faktor lainnya. Perubahan tata guna lahan yang terjadi pada suatu kawasan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi catchment area dan dapat menyebabkan perubahan aliran permukaan (runoff.  Jika limpasan yang terjadi saat hujan kecil dan infiltrasi air ke dalam tanah besar, maka air terlebih dahulu disimpan di dalam tanah sehingga akan meningkatkan ketersediaan air tanah. DAS Kuanji merupakan salah satu DAS di Kota Padang yang memiliki luas 202,7 km2 dan terdiri dari 5 sub-DAS. Penelitian ini dilakukan pada kawasan DAS Kuranji yang secara geografis terletak pada 100o20’31,20” – 100o33’50.40” BT dan 00o55’59.88” - 00o47’24” LS. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2013. Penelitian ini menggunakan aplikasi open sources software MapWindows GIS 4.8 RC1 (4.8.1 dari www.mapwindow.org.  Tahapan awal dalam penelitian ini yakni pengumpuan data, analisis SWAT di DAS Kuranji, dan penentuan wilayah konservasi DAS Kuranji. Hasil peneltian yang menggunakan MWSWAT untuk DAS Kuranji didapatkan HRU DAS sebanyak 2.034 HRU. Limpasan terbesar yang terjadi yakni 84 mm dengan luasan 75,195 ha, dan tersebar di empat kecamatan (Pauh, Padang Utara, Nanggalo, dan Kototengah. Wilayah konservasi yang direkomendasikan yakni  Limau Manih (81,56 ha, Lambung Bukit (42,27 ha, Gunung Sarik (86,32 ha, Kuranji (60,20 ha, dan Lubuk Minturun (64,45 ha. Kata kunci: Alih Fungsi Lahan,  DAS Kuranji, Konservasi, Limpasan, MWSWAT.

  18. Pemanfaatan Cloud Computing untuk Enterprise Resources Planning di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asniar Asniar

    2015-05-01

    Full Text Available Cloud Computing adalah sebuah topik yang telah mendapatkan momentum dalam beberapa tahun terakhir. ERP (Enterprise Resource Planning adalah struktur sistem informasi yang digunakan untuk mengintegrasikan proses bisnis dalam perusahaan manufaktur/jasa yang meliputi operasional dan distribusi produk yang dihasilkan. Selama ini, aplikasi ERP dan cloud computing berjalan sendiri-sendiri, belum pernah ada yang menyatukannya untuk kepentingan bisnis perusahaan. Aplikasi ERP untuk Cloud Computing (ERP Cloud akan menguntungkan perusahaan kecil karena dapat menurunkan hambatan umum terutama berkaitan dengan biaya investasi yang besar untuk penggunaan Sistem ERP pada umumnya. Usaha Kecil Menengah (UKM dapat memiliki akses penuh atas sistem ERP yang sesuai dengan proses bisnis perusahaan tanpa perlu membeli keseluruhan aplikasi ERP atau menyewa konsultan TI yang mahal. Dengan kondisi Indonesia yang masih didominasi oleh perusahaan dengan skala kecil menengah maka di Indonesia sangat diperlukan pemanfaatan jasa could computing untuk ERP perusahaan sehingga semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan aplikasi ERP dengan biaya yang lebih ringan.

  19. Jejak Budaya Paleolitik di Pulau Seram: Kajian Migrasi Manusia Awal di Wilayah Indonesia Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    nfn Jatmiko

    2016-12-01

    Full Text Available The province of Maluku is consists of number of islands (including Seram island  is served  as of the areas in the eastern part of Indonesia that have a key role for study of life in the past. Geographically position as the bordered area between Australia and Irian island has played a strategic role as the routes for human and faunal migration. An indication for ancient human occupation in this areas has been shwoed by the presence of cultural remains of Palaeolithic tools. Palaeolithic culture (palaeo=ancient; lithic/lithos=stone is stone tools used by Homo erectus from the Pleistocene period. The Palaeolithic cultural remains from Seram island is very limitedly known; and the results of archaeological researches by Puslit Arkenas (National Research Centre for Archaeology in 2012 has been found of Palaeolithic tools on this areas. This fact proves that Seram island has interesting for migration routes of human ancient occupation and their culture in the eastern part of Indonesia. Study of palaeolithic culture used by comparative-exsplorative methods (contextual and technologic overview.  Provinsi Maluku yang terdiri beberapa kepulauan (salah satunya Pulau Seram merupakan salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mempunyai peranan penting dalam mengungkap sejarah kehidupan masa lalu. Secara geografis, posisi keletakannya yang sangat strategis di antara Pulau Irian dan benua Australia merupakan jalur lintasan migrasi bagi manusia dan fauna. Salah satu tujuan untuk mengetahui proses kedatangan awal manusia di wilayah ini adalah melalui tinggalan budayanya, yaitu alat-alat Paleolitik. Budaya Paleolitik (paleo = tua; litik/lithos = batu adalah perkakas dari batu yang diduga digunakan oleh manusia awal (Homo erectus sejak munculnya di muka bumi pada Kala Pleistosen. Tinggalan budaya Paleolitik di Pulau Seram selama ini sangat jarang sekali informasinya, namun hasil penelitian yang dilakukan oleh Puslit Arkenas pada tahun 2012 telah membuktikan

  20. MODEL KESESUAIAN LOKASI PENGEMBANGAN BUDIDAYA TAMBAK DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Utojo Utojo

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG untuk menentukan lokasi yang sesuai bagi pengembangan budidaya tambak di Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Data sekunder yang diperoleh berupa data iklim, peta Rupabumi Indonesia kawasan Pontianak skala 1:50.000, citra digital ALOS AVNIR-2 dan peta batimetri skala 1:200.000. Data primer diperoleh dengan metode survai di lokasi penelitian yaitu kualitas air dan tanah serta pasang surut. Penentuan stasiun pengamatan dilakukan secara acak dan sistematik. Setiap lokasi pengambilan contoh ditentukan posisi koordinatnya dengan alat Global Positioning System (GPS. Data lapangan (fisika-kimia air dan tanah, data sekunder, dan data citra satelit digital, dianalisis secara spasial dengan metode PATTERN menggunakan SIG. Berdasarkan hasil survai dan evaluasi kesesuaian lokasi budidaya tambak di wilayah pesisir Kabupaten Pontianak seluas 497,077 ha. Pada umumnya yang tergolong sangat sesuai (114,986 ha, cukup sesuai (168,819 ha, tersebar di wilayah pesisir Kecamatan Sungai Pinyuh, Sungai Kunyit, Mempawah Hilir, dan Mempawah Timur, sedangkan yang kurang sesuai (213,272 ha, terdapat di Kecamatan Segedong dan Siantan.  This research used GIS technique to find location suitable to develop sustainable brackhiswater pond in Pontianak Regency, West Kalimantan. Secondary data such as wheather data, Indonesia earth surface map of Pontianak area scale of 1:50,000, ALOS satellite imagery digital data, and navigation map scale 1:200,000 were collected and used. The primary data (water and soil quality and tidal variation were determined during the field survey. Simple systematic random sampling was used to allocate sampling points. Digital Remote Sensing (ALOS data, secondary data, and field data (water quality were analyzed using PATTERN method and Geographical Information System (GIS. Thematic map of the area suitability as the main expected output of the study was created using spatial

  1. Fondamenti di fisica dei plasmi

    CERN Document Server

    Golant, V E; Sacharov, I E

    1983-01-01

    Introduzione ; collisioni del plasma ; equazioni cinetiche per particelle cariche ; plasmi in equilibrio termodinamico ; funzione di distribuzione di particelle cariche in un campo elettrico ; equazioni dei momenti della funzione di distribuzione ; processi di trasporto nel plasma in assenza di campi magnetici ; moto di particelle cariche nel plasma in presenza di campi magnetici ; processi di trasporto in campo magnetico ; confinamento del plasma mediante campi magnetici.

  2. PROBLEMATIKA FUNDRAISING ZAKAT: Studi Kasus BAZNAS di Sumatera Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saparuddin Siregar

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak: Penghimpunan zakat di Indonesia telah memiliki payung hukum yang jelas. Akan tetapi, data penghimpunan (fundraising zakat dan infak Badan Amil Zakat Nasional di Sumatera Utara periode 2015 menunjukkan perolehan zakat yang masih rendah yaitu hanya Rp. 14,55 milyar, dan infak sedekah Rp. 4,82 milyar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi amil dalam penghimpunan zakat untuk menemukan rekomendasi solusi pemecahannya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan mengambil sampel secara purposive beberapa cabang Badan Amil Zakat Nasional se-Sumatera Utara yang memiliki penghimpunan zakat terbesar. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan teknik wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah dengan melakukan kristalisasi terhadap beberapa permasalahan pokok, sehingga didapati permasalahan yang paling mendasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa undang-undang dan peraturan zakat belum terlaksana secara efektif, pemerintah kurang memberi perhatian terhadap pengelolaan zakat, dan tidak dimilikinya sumber daya manusia profesional. Abstract: The Problems of Zakat Fundraising: A Case Study of BAZNAS in North Sumatra. Alms’ (zakat fundraising in Indonesia has had comprehensive regulations. However, the collection amount of Alms and charity expenditure (infaq by BAZNAS in North Sumatera in 2015 still low, it is only Rp 14.55 billion of Alms and Rp 4.82 billion of charity expenditure. This study aimed to analyze the problems faced by the alms collector (Amil and to find the solutions. This study was descriptive research that took a purposive sample in some of BAZNAS’s Branches in North Sumatera which have big amount of alms collection. The data were obtained using a questionnaire and interview techniques. The analytical method used to perform crystallization of some main issues, so that the most fundamental problem was found. The results showed that the laws and regulations of alms is not implemented

  3. PERANSERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN 5 ULU PALEMBANG (The Community Participation in Settlement Environment Management at Kelurahan 5 Ulu Palembang, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Korlena Korlena

    2003-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Kebutuhan untuk permukiman yang baik dan memaciai merupakan salah satu masalah perkotaan yang harus diatasi oleh pemerintah. Kampung lrnprovement Progran (KIP yang berisikan pengembangan infrastruktur pemukiman merupakan jawaban untuk masalah tersebut. Kegunaan KIP adalah untuk memotivasi masyarakat agar dapat menolong dirinya sendiri dalam bentuk partisipasi dalam mengelola lingkungan sekitarnya. Penelitian ini berfokus pada partisipasi masyarakat di Kelurahan 5 Ulu Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat partisipasi masyarakat dalam KIP di sepanjang sungai, dan mengidentifikasi faktor determinan yang mempengaruhi partisipasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksplanasi, dengan menggunakan proporsional random sampling dengan unit analisis rumah tangga di 2 wilayah yaitu daerah KIP dan sepanjang sungai. Data dikurnpulkan rnenggunakan kuesioner, interview pengamatan lapangan dan data sekunder. Metode statistik multiple regression digunakan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial-demografi dan sosio-ekonomik terhadap tingkat partisipasi, Uji T-test independent sample dan Mann-Withey-test digunakan untuk membedakan partisipasi di 2 wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1 partisipasi di daerah KIP untuk jalan dan drainase cenderung berupa kontribusi tenaga dan uang, sedangkan pengelolaan sampah padat cenderung dalam bentuk uang, sementara di daerah sepanjang sungai hal tersebut cenderung tenaga saja; (2 tingkat partisipasi masyarakat yang tinggal di daerah KIP lebih tinggi dari pada yang ada di sepanjang sungai; (3 faktor sosial-demografi dan sosio-ekonomi menentukan tingkat partisipasi dalam pengelolaan jalan dan drainase, sedangkan faktor kepemilikan rumah dan faktor pendapatan menentukan tingkat partisipasi dalam pengelolaan limbah padat; (4 faktor determinan yang mempengaruhi tingkat partisipasi adalah kepemimpinan formal dan informal, kondisi geografis, infrastruktur KIP, rasa keterasingan, kebutuhan

  4. REVIEW ON WATER POLLUTION STUDIES IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Hartono

    2012-09-01

    Full Text Available Tulisan ini merupakan tinjauan terhadap lebih dari 60 penelitian yang pernah dilakukan di Indonesia yang berkaitan dengan masalah pencemaran air. Dalam tinjauan ini terungkap bahwa hampir semua jenis sumber air, yaitu sungai, danau, tambak, laut maupun air tanah (misalnya sumur yang pernah diteliti, telah mengalami pencemaran. Pencemarnya terdiri dari semua jenis pencemar, baik bakteriologis, fisis maupun kimiawi. Pencemar bakteriologis terutama datang dari pembuangan tinja manusia. Bukan hanya karena letak sumber air yang berdekatan dengan pembuangan tinja yang menyebabkan pencemaian, melainkan juga karena perilaku masyarakat. Namun dicatat pula bahwa penelitian dalam bidang ini masih terlalu sedikit. Khususnya yang berkaitan dengan besarnya masalah. Pencemar fisis dan kimiawi terutama berasal dari pabrik-pabrik. Yang banyak mendapat perhatian tampaknya adalah logam-logam berat. Walaupun dijumpai kandungan beberapa logam berat dalam air ma­sih di bawah standar, tetapi beberapa yang lain cukup potensial atau telah melewati batas-batas standar dan bahkan telah menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Hal ini terutama dikarena­kan banyaknya pabrik-pabrik yang membuang limbah industrinya langsung ke sungai dan badan-badan air lain tanpa pengolahan terlebih dulu atau dengan pengolahan yang tidak sempurna. Selain deterjen, sampah rumah tangga, pestisida dan pupuk sebagai pencemar, yang masih kurang mendapat perhatian peneliti, akhir-akhir ini muncul masalah baru yang tampaknya lebih menarik minat para peneliti, yaitu intrusi air laut. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan terungkap bahwa masalah ini pun sudah cukup serius, khususnya di daerah dekat pantai.

  5. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Nilai Emisi Co2 Di Kawasan Industri Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indri Hastuti

    2012-09-01

    Full Text Available Aktivitas industri di Surabaya berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara kota Surabaya melalui emisi pembakaran bahan bakar fosil. Sektor industri di kota Surabaya merupakan penyumbang nilai emisi CO2 tertinggi di antara sektor rumah tangga dan sektor transportasi. Besar kontribusi nilai emisi CO2 sektor industri pada tahun 2011 mencapai 51,74%.  Industri Margomulyo dan SIER merupakan industri dengan luas terbesar di antara kawasan industri kota Surabaya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penting untuk dilakukan penelitian terkait substansi di atas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan konsep penyediaan ruang terbuka hijau berdasarkan nilai emisi CO2  di kawasan Industri Surabaya. Penelitian ini melalui beberapa proses input, yaitu mengidentifikasi karakteristik ruang terbuka hijau industri, analisis nilai emisi CO2, analisis tingkat emisi CO2, dan analisis kebutuhan RTH.. Hasil nilai emisi CO2 industri berdasarkan komoditas dan golongan industri kemudian dikelompokan ke dalam 3 tingkatan, yaitu emisi rendah, sedang, dan tinggi. Kemampuan serapan eksisting RTH dan besar sisa emisi di masing-masing kawasan dianalisis agar dapat diketahui besar luasan RTH maksimum yang yang akan diakomodasi ke dalam konsep penyediaan ruang terbuka hijau berdasarkan nilai emisi CO2 di kawasan industri Surabaya. Hasil yang diperoleh adalah total nilai emisi CO2 kawasan SIER sebesar  21.225,6  ton CO2/tahun,  sedangkan  kawasan  Margomulyo  mengeluarkan 17.047,2  ton  CO2/tahun. Berdasarkan eksisting ruang terbuka hijau, kemampuan serapan RTH di SIER dan Margomulyo sebesar 7,8% dan 3,5%. Konsep penyediaan RTH di kedua kawasan adalah pengoptimalan proporsi RTH sebesar 18,31% untuk kawasan industri SIER dan 8,38% untuk kawasan industri Margomulyo. Selain itu, konsep penyediaan RTH melalui pemaksimalan lahan kosong mampu mengurangi total nilai emisi menjadi 18.322,16 ton CO2/tahun dan 8.074,42 ton CO2/tahun.

  6. BIOLOGI REPRODUKSI DAN DUGAAN PEMIJAHAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger brachysoma DI PANTAI UTARA JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwarso Suwarso

    2016-02-01

    Full Text Available Sumberdaya ikan kembung (Rastrelliger brachysoma merupakan ikan ekonomis penting, umumnya hidup di perairan pantai (zona neritic dan menjadi komoditi utama bagi perikanan rakyat di perairan utara Jawa. Jenis ini ditangkap secara intensif menggunakan pukat cincin mini dan populasinya akhir-akhir ini semakin menurun. Kondisi tersebut sangat rawan apalagi stok yang dieksploitasi berasal dari unit stok sama. Penelitian ikan kembung dilakukan berdasarkan pengambilan contoh biologi di beberapa tempat pendaratan ikan (Jakarta, Indramayu, Blanakan dan Tegal untuk memperoleh karakter biologi reproduksi dan dugaan pemijahan ikan kembung di pantai utara Jawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan November 2010. Rata-rata ukuran ikan yang tertangkap di Teluk Jakarta lebih besar dibanding perairan Blanakan dan Indramayu. Ikan betina yang tertangkap umumnya belum matang gonad. Ikan dengan kondisi matang gonad (TKG IV sekitar 7% dari keseluruhan contoh betina. Ikan dalam kondisi matang dengan ukuran gonadmaksimumdan telur transparent/ translucent sekitar 2% dan kondisi mijah (spent sebanyak 5%. Ikan betina mencapai kematangan pertama (length-at-first-maturity, Lm pada ukuran 16,4 cmFL. Ikan betina matang (fullymature female ditandai dengan berat gonad 24 gram dengan jumlah telur (batch fecundity sekitar 5.930 butir. Berdasarkan fluktuasi GSI musim pemijahan diduga berlangsung mulai bulan Oktober, khususnya perairan di Teluk Jakarta.

  7. EKSISTENSI DAN MOTIVASI PRAMUWISATA LOKAL PEREMPUAN DI DAYA TARIK WISATA ALAS KEDATON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Ayu Putu Putri Indira Suari

    2017-01-01

    Full Text Available Keberadaan pramuwisata lokal yang seluruhnya berjenis kelamin perempuan menjadi keunikan tersendiri bagi Alas Kedaton sebagai suatu daya tarik wisata. Bertujuan untuk mengetahui eksistensi pramuwisata lokal perempuan di daya tarik wisata Alas Kedaton serta untuk mengetahui motivasi mereka bekerja sebagai pramuwisata lokal perempuan di daya tarik wisata Alas Kedaton. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Sedangkan sumber data yakni data primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive sampling. Terdapat 45 responden yang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan metode simple random sampling. Dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa eksistensi pramuwisata lokal perempuan di daya tarik wisata Alas Kedaton dari awal terbentuknya sampai saat ini dapat dikatakan masih eksis. Meskipun jumlah pramuwisata lokal perempuan di daya tarik wisata Alas Kedaton berkurang dibandingkan ketika awal terbentuknya. Sedangkan motivasi mereka bekerja sebagai pramuwisata lokal di daya tarik wisata Alas Kedaton adalah untuk memenuhi beberapa kebutuhan seperti physiological needs, safety and security needs, affiliation or acceptance needs, esteem needs, dan self actualization. Dan rata-rata responden menjawab motivasi mereka bekerja sebagai pramuwisata lokal perempuan di daya tarik wisata Alas Kedaton adalah untuk memenuhi kebutuhan afiliasi atau affiliation or acceptance needs.

  8. Application of Cs-137 techniques to problems of sediment redistribution in Sungai Lui representative basin, Selangor, Malaysia (Part 1)

    International Nuclear Information System (INIS)

    Daud bin Mohamad.

    1982-11-01

    Since the beginning of the nuclear age, Cesium-137 has become a part of the world's ecosystems. Cs-137 is carried from the atmosphere to the ground by rainfall. On reaching the earth's surface, 137 Cs becomes strongly adsorbed to soil profiles and is concentrated predominantly in the surface layer, particularly in clayey soils. Systematic measurements of Cs-137 levels will therefore permit estimates to be made of the cumulative effects of soil redistribution over the past 25 years. Sediment movement in river catchments and coastal areas is a very old problem in Malaysia. In view of rapid development of urban and agricultural areas in Malaysia it was realised tha soil loss problems are particularly serious. The Sungai Lui catchment was chosen to be the investigational site. Geologically, the area comprises of granite and granitic schist. The area is mostly covered by forest (approx. 83%) and rubber (13%), padi (2%) and others (2%). The climate is considered to be typical of Peninsular Malaysia (equatorial) characterised by uniform temperature, high humidity and high rainfall. The area is mainly drained by the Lui River. Soil samples were collected from the catchment area at 4 sampling points in April 1981. The results of analyses of Cs-137 in soil samples from Sungai Lui catchment area ranged from 1.3 to 6.8 M Bq g -1 of sample and they could still be detected even up to 20 cm depth. A general pattern of Cs-137 distribution was observed in the soil profile at each site. The highest activity being in the top 3 cm layer and then decreasing up to about 6 cm. The activity increases again up to about 9 cm layer. From there onwards, it decreases. Based on these results, the estimated rate of sediment accumulation in the area was found to be about 0.47 cm/year. Since the samples were only collected from the depositional sites, further sampling especially from erosional site should therefore be carried out in order to obtain more complete data

  9. Sediment Vertical Profile of 210Po, 210Pb and Its Activity Ratio in Surrounding Sungai Linggi Estuary

    International Nuclear Information System (INIS)

    Zal U'yun Wan Mahmood; Mei-Woo, Yii; Abdul Kadir Ishak

    2014-01-01

    This study was performed to observe the variation in the distribution of 210 Po, 210 Pb and 210 Po/ 210 Pb activity ratio through their vertical profile of the sediment cores taken at surrounding Sungai Linggi estuary. Five sediment cores were taken in February 2011 and were cut to interval of 2 cm layer. Activity concentrations of 210 Po and 210 Pb were determined using alpha radiochemical analysis and gamma direct measurement, respectively. Generally, the measured activity of 210 Po, 210 Pb and 210 Po/ 210 Pb were in the ranges of 22.73 - 139.06 Bqkg -1 dw., 37.88 - 176.24 Bqkg -1 dw. and 0.23 - 1.34, respectively. It was found that the distribution profile of those radionuclide in the sediment cores varied depending on sampling location and One-way ANOVA analysis proved that there has significant difference at 95 % confidence level for activities of 210 Po (p=0.000), 210 Pb (p = 0.000) and 210 Po/ 210 Pb (p = 0.000) at all study locations. The variation in the distribution profile for the radionuclides are believed to be influenced by human activities such as agriculture, fertilizer, vehicles, burned fuel fossil and forest, industrial and others via river input from land-base. Other factor is due to organic matter content played important role as geochemical carrier to transport those radionuclides at study area. It was proved that has strong correlation between the radionuclide distribution and the sediment composition of organic matter. Furthermore, in those ranges reflected that 210 Pb activities were higher than 210 Po with an activity ratio average of 0.79. This is probably due to dramatic increase of excess 210 Pb supplied from atmospheric deposition, in situ decay of 226 Ra and as a result of diagenetic remobilization of 210 Pb in deeper layer of the sediment column. Thus, those factors are major contributions on the variation of 210 Po and 210 Pb in the sediment core at surrounding Sungai Linggi estuary. (author)

  10. ANALISA INVESTASI RASIONALISASI GALANGAN KAPAL REPARASI DI PROVINSI RIAU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ikhsan

    2016-10-01

    Full Text Available Galangan Reparasi PT.WIrastuti adalah sebuah perusahaan galangan kapal nasional yang bergerak dalam bidang reparasi dan perawatan kapal yang ada di Provinsi Riau. PT.Wirastuti saat ini tidak mampu melayani banyaknya permintaan reparasi. Dengan kondisi dan kapasitas galangan kapal PT. Wirastuti saat ini, menyebabkan banyak kapal-kapal yang beroperasi di Riau dan sekitarnya melakukan reparasi atau pengedokan berpindah ke galangan-galangan di luar Propinsi Riau seperti: Batam, Palembang, Jakarta dan daerah-daerah lainnya.  Rasionalisasi dalam industri galangan kapal dapat dilakukan dengan cara re-layout galangan, renovasi fasilitas galangan, penambahan fasilitas galangan dan peningkatan sistem material handling. Dengan merasionalisasikan galangan PT.Wirastuti tersebut, didapatkan dua alternatif layout galangan, alternatif pertama tata letak galangan masih mengacu pada tata letak galangan saat ini, alternatif tata letak galangan kedua dilakukan perubahan secara keseluruhan. Alternatif pertama dan kedua dilakukan penambahan gudang plat, bengkel plat, bengkel mesin dan listrik, bengkel pipa, dan juga dilakukan beberapa renovasi bagunan kantor, dan mess karyawan serta penambahan dua peralatan material handling, forklift dan crane, dari alternatif yang dapat maka didapatkan investasi dari masing-masing alternatif. Evaluasi ekonomis tata letak petama dan kedua dengan metode Discount Cash Flow (DFC dan Net Present Value (NPV dan perhitungan Payback Period dinyatakan bahwa investasi  rasionalisasi galangan reparasi PT.Wirastuti layak secara ekonomis.

  11. Gaya Desain pada Visualisasi Undangan Pernikahan di Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Nala Damayanti

    2009-01-01

    Full Text Available Wedding invitation is one of many visual languages which is designed for communicating a massage and an image to the invited guest. Wedding invitation development in Surabaya indicates several uniformity in design, which tends to use the same design style and applicate recent printing technologies. These condition shows an increasing common understanding in the urgency of visualization of invitations. This research topic is to explain the background of the phenomenon from design style as known in visual communication design and the development of visual culture. Design style which is used by the people is eclectic design. This phenomenon contributes to the characteristics of visual culture in Surabaya. Abstract in Bahasa Indonesia: Undangan pernikahan adalah salah satu bahasa visual yang senantiasa dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menyampaikan pesan dan kesan tertentu kepada pihak yang diundang. Perkembangan undangan pernikahan di Surabaya menunjukkan adanya beberapa keseragaman desain kecenderungan kesukaan akan gaya desain tertentu, dan digunakannya teknologi cetak terkini. Kondisi ini menunjukkan adanya perkembangan di masyarakat terhadap pentingnya visualisasi undangan. Tulisan ini membahas latar belakang fenomena ini dari sisi gaya desain yang dikenal dalam bidang desain komunikasi visual dan perkembangan budaya visual.Gaya desain yang banyak digunakan masyarakat adalah ekletik desain. Fenomena ini memberi ciri budaya visual di Surabaya, Kata kunci: budaya visual, elemen desain, gaya desain, tipografi, undangan pernikahan.

  12. Perilaku Pengendalian Tikus di Daerah Berisiko Penularan Leptospirosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Isnani

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak Tikus merupakan binatang yang mempunyai daya adaptasi dan daya kembang biak yang tinggi sehingga bisa hidup di semua tempat.  Dampak tikus bagi manusia antara lain tikus sebagai hama pertanian dan menularkan penyakit seperti pes dan leptospirosis.  Berbagai pengendalian tikus telah dilakukan baik secara tradisional yang telah ada sejak nenek moyang maupun cara-cara modern.  Tulisan ini mengeksplorasi perilaku masyarakat dalam usaha pengendalian serta faktor-faktor yang mempengaruhi dilakukannya cara-cara tersebut.  Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif desain deskriptif.  Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah pada 5 informan dan 2 kelompok Diskusi Kelompok Terarah (DKT.  Lokasi penelitian di sebuah desa di Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa cara dalam pengendalian tikus yaitu gropyokan, burung hantu, lem, racun tikus, pengemposan, menggunakan pewangi pakaian, dengan makanan umpan, kucing, dan dengan slametan.  Ada pengendalian tikus dengan mengusirnya saja atau tidak membunuhnya, dan ada pengendalian dengan membunuhnya.  Terdapat mitos dan kepercayaan terhadap tikus.  Kesimpulan penelitian bahwa perilaku dalam pengendalian tikus dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan dan kepercayaan.   kata kunci :  perilaku; pengendalian tikus; mitos dan kepercayaan

  13. ANALISIS VARIABILITAS CURAH HUJAN DAN SUHU DI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ogi Setiawan

    2017-01-01

    Full Text Available Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil menjadi sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Salah satu pulau yang juga rentan terhadap perubahan iklim adalah pulau Bali. Dampak potensial adanya perubahan iklim adalah perubahan pola hujan, peningkatan suhuudaradankenaikanpermukaanlaut. Sektoryangakanmenerimadampakperubahaniklimdengan serius adalah sektor kehutanan dan pertanian. Untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi maka diperlukan informasi perubahan iklim yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabilitas iklim di Bali. Metode yang digunakan adalah analisis kecenderungan curah hujan, analisis perubahan suhu udara, analisis perubahan tipe iklim dan analisis pergeseran bulan basah, lembab dan kering. Data hujan yang digunakan adalah data hujan dari GPCC (1961-1998 dan BMKG Bali (19992008, sedangkan data suhu berasal dari BMKG Bali (2004-2008. Hasil analisis menunjukkan bahwa di pulau Bali secara umum sudah mengalami perubahan iklim. Tipe iklim berdasarkan Schmidt-Ferguson mengalami perubahan dari relatif basah menjadi agak kering. Suhu udara rata-rata bulanan serta curah hujan bulanan dan tahunan memiliki kecenderungan yang semakin meningkat. Bulan basah dan bulan kering telah mengalami pergeseran dan perubahan jumlahnya. Dampak perubahan iklim terhadap ekosistem hutan di Bali belum diketahui dengan pasti, namun terdapat beberapa implikasi perubahan iklim terhadap sektor kehutanan diantaranya kebakaran hutan dan perubahan jadwal penanaman.

  14. Pembiayaan Bagi hasil Sektor Usaha Mikro di BMT Hasanah Ponorogo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arlinta Prasetian Dewi

    2016-05-01

    Abstrak: Pembiayaan merupakan salah satu produk lembaga keuangan yang banyak diminati. BMT sebagai lembaga keuangan mikro yang menjalankan operasional kerjanya dengan prinsip syariah, identik dengan pembiayaan bagi hasil. Meskipun demikian, tingkat pembiayaan bagi hasil pada sebagian lembaga keuangan masih rendah. Hal ini dikarenakan pembiayaan bagi hasil masuk dalam kategorihigh risk, karena keuntungan maupun kerugian akan ditanggung oleh kedua belah pihak. Pembiayaan bermasalah di BMT Hasanah saat ini mecapai 10%, jika tidak segera diambil tindakan kemungkinan bertambah akan tinggi. Maka, penelitian memfokuskan bagaimana kesesuaian pembiayaan bagi hasil di BMT Hasanah dengan fatwa DSN MUI sekaligus manajemen resikonya terhadap pembiayaan yang bermasalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, mekanisme pembiayaan bagi hasil di BMT Hasanah dibagi menjadi beberapa tahapan, tahap pemeriksaan, tahap analisa dan tahap pencairan dana. Siklus manajemen resiko diawali dengan Identifikasi resiko, pengukuran resiko dan pengelolaan resiko. Pengelolaan resiko BMT Hasanah melalui tindakan prefentif, revitalisasi dan kuratif/ pengambil alihan agunan. Untuk meminimalisir resiko, BMT mengelompokkan strategi kedalam tiga kelompok, yaitu: strategi penyaluran pembiayaan, strategi pengumpulan piutang dan strategi jaminan.

  15. Eksistensi Gula Gending di dalam Dinamika Budaya Lombok

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Triyanuartha

    2015-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap eksistensi gula gending di dalam dinamika budaya yang terjadi di Lombok. Gula gending merupakan sebuah pertunjukan musik yang dimainkan ketika pedagang harum manis mepromosikan barang dagangannya untuk menarik perhatian calon pembeli. Seiring dengan perjalanan waktu, pertunjukan musik ini menjadi langka dan jarang ditemukan di dalam masyarakat. Kini gula gending muncul kembali dengan beberapa perkembangan yang menyertainya. Analisis dilakukan terhadap fakta musikal yang meliputi dimensi sonorik, dimensi visual dan dimensi kinestetik. Untuk membahas mengenai penyebab dan hasil dari perkembangan akan digunakan konsep music and cutural dynamic.   This research aims to gasp the exsistence of gula gending in cultural dynamic which occurs in Lombok. Gula gending was a music performance played when the arbanat seller was promoting their goods to attract the customers’ attention. As the time goes by, this music performance becomes rare, so we seldom find its existence in society. In spite of the fact, nowdays gula gending reappears along with few following developments. An analysis has been done to the musical facts which may include among athers are sonoric dimention, visual dimention, and kinesthetic dimention. To gain the explanation about the causes and results of the development, music and cultural dynamic concepts are conducted.

  16. RANCANG BANGUN JARINGAN MENGGUNAKAN MODE PPOE CLIENT MIKROTIK DAN METODE PCQ DI JARINGAN INTERNET SMA NEGERI 20 MEDAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    dian kurnia

    2018-01-01

    Full Text Available Penelitian ini akan menggunakan modem ADSL yang disetting bridge agar dapat memanfaatkan mikrotik sebagai PPoe client yang dapat terkoneksi langsung ke IP Public dengan username dan password yang diberikan oleh ISP pada setiap modem. Kemudian akan dilanjutkan dengan pembagian bandwidth dengan metode PCQ pada routerboard mikrotik di jaringan wifi lingkungan sekolah SMAN 20 Medan. Pada jaringan wifi tersebut akan terkoneksi beberapa user kemudian akan dimonitoring antrian queue tree yang aktif dengan batasan IP Address yang telah ditentukan pada list firewall dan pengukuran dilakukan dengan berdasarkan parameter kualitas jaringan berupa ukuran data download, delay dan loss bandwidth. Pengumpulan data akan dibantu dengan aplikasi Wireshark. Penelitian ini diharapkan dapat analisis QoS pada trafik sibuk dengan memodelkan persamaan yang cocok untuk performansi jaringan wifi di lingkungan SMAN 20 Medan pada metode management bandwitdth PCQ, sehingga dapat meningkatkan kualitas jaringan internet di SMAN 20 Medan. Apalagi dipermudah dengan trouble shooting jarak jauh.

  17. Pola Pemberian ASI Tiga Hari Pertama dan Faktor yang Berhubungan dengan Keluarnya ASI Pertama di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta 1998

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Roostiati Sutrisno Wanda

    2016-12-01

    Full Text Available Hampir semua ibu di Indonesia memberikan air susu ibu (ASI kepada bayinya, namun hanya sebagian kecil saja yang memberikan ASI segera setelah lahir. Beberapa peneliti melaporkan bahwa di Indonesia proporsi ASI eksklusif selama 4 bulan pertama kelahiran sangat rendah. Salah satu penyebabnya adalah pemberian makanan tambahan (pre-lacteal food yang terlalu cepat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pola menyusui ibu kepada bayinya selama 3 hari pertama di RS Fatmawati Jakarta. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, telah dilakukan wawancara kepada 100 orang ibu yang baru melahirkan, pada dua hari pertama setelah melahirkan atau sebelum pulang dari rumah sakit. Hasil wawancara menunjukkan 25,6% responden mulai memberikan ASI pada satu jam setelah melahirkan dan 79,5% memberikan kolostrum kepada bayinya. Saat kapan pertama kali ibu menyusui bayinya tergantung dari perawatan payudara saat hamil dan saat kapan kunjungan pertama dari penyuluh kesehatan

  18. PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH PADA BEBERAPA BAHAN MEDIA PEMBIBITAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titik Suryani

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media pembibitan yang mampu mendukung peningkatan kualitas bibit jamur tiram putih lebih baik, dan mengetahui pengaruh macam media bibit terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan di Ngemplak, Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta dengan ketinggian tempat 300 m dpl. Rancangan yang digunakan adalah faktor tunggal macam media pembibitan, dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL, terdiri atas 4 perlakuan, yaitu : media bibit dengan serbuk kayu sengon, biji sorghum, biji jagung, dan biji padi dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media bibit biji sorghum dan biji jagung mampu mendukung peningkatan kualitas bibit jamur tiram putih yang lebih baik dibandingkan dari media biji padi dan serbuk gergaji sengon. Bibit pada media substrat biji sorghum, jagung, padi dan serbuk gergaji sengon memberikan pertumbuhan jamur tiram putih yang sama. Hasil jamur tiram putih lebih baik pada bibit dengan media substrat biji sorghum, jagung, padi berturut – turut.

  19. KEMAMPUAN PENYERAPAN TIMBAL (PB PADA BEBERAPA KULTIVAR TANAMAN PURING (CODIAEUM VARIEGATUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susi Sulistiana

    2015-04-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb yang terakumulasi pada pucuk, daun, dan batang tanaman puring, dan kemampuan 18 kultivar tanaman jalan puring dalam mengakumulasi Pb dari udara di lingkungan Perumahan Batan Indah, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Pengambilan sampel bersifat purposive sampling pada 2 titik lokasi pada jalan F, G, H, I, J, K, L, M, dan N (9 jalan. Masing-masing terdiri atas titik pertama, yaitu lokasi yang padat lalu lintas (sekitar 50 m dari jalan raya dan titik ke-dua, yaitu lokasi yang relatif sepi lalu lintas (sekitar 250 m dari jalan raya. Sehingga terdapat 18 sampel yang masing-masing terdiri atas pucuk, daun, dan batang tanaman puring. Penetapan kadar Pb dilakukan dengan menggunakan metode spektrometri pendar Sinar-X, dan dilanjutkan penentuan kandungan Pb dengan teknik kurva kalibrasi. Hasil penelitian menunjukkan penyerapan Pb tanaman puring pada lokasi padat lalu lintas lebih tinggi (pucuk: 18.78 µg/gr; daun: 26.89 µg/gr; dan batang: 102.15 µg/gr dibandingkan dengan lokasi yang sepi lalu lintas (pucuk: 13.93 µg/gr; daun: 21.07 µg/gr; dan batang: 68.43 µg/gr. Jumlah kultivar puring yang ditemukan berdasarkan identifikasi adalah13 kultivar. Bagian tanaman penyerap Pb paling baik adalah batang (220.67µg/gr, yaitu dari kultivar Pictum Spot yang berada di lokasi yang padat lalu lintas. Penyerap Pb yang terbaik pada pucuk (26 µg/gr dan daun (44.33µg/gr adalah dari kultivar Apel Malang.

  20. Tecniche di indagine in materia di mafia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Giovanni Falcone

    2015-07-01

    Full Text Available Si ripubblica qui il testo della Relazione che Giovanni Falcone e Giuliano Turone, uno giudice palermitano, l’altro giudice milanese, entrambi impegnati contro la criminalità mafiosa, tennero in un convegno a Castel Gandolfo nel giugno del 1982, tra l’assassinio di Pio La Torre e quello di Carlo Alberto dalla Chiesa. Si tratta di una relazione storica, che ha orientato più generazione di studiosi, soprattutto per la distinzione proposta sui tre livelli dei delitti di mafia.

  1. Esercizi di analisi infinitesimale

    CERN Document Server

    Sbrana, Francesco

    1948-01-01

    Esercizi di ricapitolazione ; integrali delle funzioni di una variabile ; derivate e differenziali delle funzioni di più variabili ; integrali dipendenti da un parametro ; integrali curvilinei ; integrali doppi ; integrali multipli ; applicazioni geometriche varie ; equazioni differenziali ; alcuni esercizi sulle serie di Fourier ; cenni sul calcolo delle variazioni ; alcune funzioni analitiche.

  2. APLIKASI DECISSION SUPPORT SYSTEM UNTUK TROUBLESHOOTING PADA OPERASIONAL GENSET DI KAPAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Budiarto

    2012-04-01

    Full Text Available Studi ini merupakan langkah awal untuk membantu dalam memperbaiki genset tanpa perlu bantuan teknisi profesional. Dengan metode Decision Support System (DSS dalam pemilihan jenis kerusakan, sebagai operator mesin kapal mampu menemukan dan menganalisa serta menghasilkan solusi yang sesuai dengan kerusakan yang terjadi. DSS ini menggunakan software via web yang di integrasikan dengan database My SQL dan dimaksudkan agar lebih mudah menjangkau dalam mengakses berbagai macam solusi kerusakan pada genset di kapal, sehingga mempermudah pengerjaan. Beberapa jenis kerusakan pada genset terbagi menjadi 2(dua bagian, yaitu pada bagian mesin penggerak generator serta generator itu sendiri. Dalam prakteknya, generator lebih jarang mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan genset digerakkan oleh mesin penggerak berupa diesel motor, yang diketahui lebih sering mengalami kerusakan . Sehingga  fokus pengerjaan web diutamakan pada mesin penggerak generator. Hasil penelitian ini menghasilkan web dengan integrasi database My SQL menunjukkan jumlah kerusakan sebanyak 305 (tiga ratus lima jenis kerusakan dengan 423 (empat ratus dua puluh tiga jenis gejala.

  3. Analisis Framing Pemberitaan Media Online mengenai Kasus Pedofilia di Akun Facebook

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rieka Mustika

    2017-12-01

    Full Text Available Kasus terhadap anak yang sering terjadi membuat banyak pihak sadar betapa rentannya anak menjadi korban kejahatan asusila. Kekerasan seksual terhadap anak akan memberikan dampak atau efek yang berat kepada anak sebagai korban. Di media sosial terdapat grup Facebook (FB bernama Loli Candy's yang mengumpulkan foto porno anak-anak. Pada kasus terungkapnya jaringan pedofilia di Facebook, beberapa media memiliki gaya masing-masing dalam penulisan beritanya. Setiap media sesungguhnya memiliki ideologi yang berbeda mengingat bahwa media bukanlah saluran yang bebas tetapi telah mengonstruksi berita sedemikian rupa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana dua media online yaitu Kompas.com dan Republika Online membingkai pemberitaan tentang pedofilia melalui akun Facebook. Model analisis framing yang digunakan adalah model Robert N. Entman. Perbedaan pembingkaian dalam berita yang dimunculkan oleh Kompas.com dan Republika Online yang paling sering terlihat adalah terletak pada  pemilihan narasumber. Republika Online sebagai media bernuansa Islam selalu memilih narasumber yang memiliki pemikiran Islam.

  4. Pengawasan Penyelenggaraan Dana Bantuan Operasional Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sukarame.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    NURMAYANI NURMAYANI

    2014-03-01

    Full Text Available Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaturan tentang pengawasan penyelenggaraan bantuan operasional sekolah (BOS, dan menganalisis pengawasan penyelenggaraan dana bantuan operasional sekolah (BOS di MIN  Sukarame. Pendekatan masalah dilakukan dengan pendekatan normatif dan socio-legal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Pengawasannya dilakukan dengan pengawasan internal dan eksternal. Pengawasan dana BOS di MIN 1 Sukarame dilakukan oleh beberapa pihak yaitu: 1. Pengawasan oleh inspektorat jenderal departemen agama pusat bersama tim monitoring dari kantor wilayah departemen agama dan kantor departemen agama Bandar Lampung. ikut serta tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK. 2. Pengawasan yang dilakukan tim monitoring dari kantor wilayah departemen agama dan kantor departemen agama Bandar Lampung. 3. Pengawasan yang dilakukan oleh pihak Komite sekolah 

  5. KKN Posdaya MDGs Universitas PGRI Semarang sebagai Model Penanggulangan Kemiskinan di Kota Semarang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudargo Sudargo

    2018-03-01

    Full Text Available Pemerintah Kota Semarang sudah bersusah payah untuk membantu masyarakatnya dalam menanggulangi kemiskinan. Dengan menerbitkan beberapa program pengentasan kemiskinan diharapakan masyarakat bisa terentaskan dari lubang kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model KKN Posdaya MDGs untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Semarang yang dilakukan oleh institusi perguruan tinggi Universitas PGRI Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi R and D (Research and Development dengan sample adalah 5 kecamatan di Kota Semarang yaitu; Genuk, Gayamsari, Tembalang, Banyumanik dan Pedurungan. Subject dari penelitian ini adalah mahasiswa, DPL, Perangkat Lurah, Perangkat Kecamatan, Pejabat SKPD/Institusi pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitan ini adalah bahwa Model KKN Posdaya MDGs Universitas PGRI Semarang memuat program-program dalam rangka mengentaskan kemiskinan seperti; membuat dan memajukan koperasi, membantu meningkatkan usaha peningkatan penghasilan keluarga prasejahtera, membantu usaha peningkatan penghasilan keluarga, dan membangun kelompok usaha bersama, serta mendirikan usaha ekonomi produktif.

  6. PEMBATALAN MEREK DI PENGADILAN NIAGA MEDAN (Studi Putusan No. 03/Merek/2008/PN.Niaga/Medan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mandras Mandras

    2013-12-01

    Full Text Available Filosofi perlindungan atas kekayaan intelektual yang bermanfaat bagi pengembangan ekonomi dan teknologi bagi mayarakat lokal yang pertama A Normative Justification dan Kedua A Nationalistic Justification. Adapun manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat, yaitu mereka mendapatkan barang yang asli, bukan tiruan. Akan tumbuh juga di dalam masyarakat semangat untuk terus berkreasi karena telah merasakan manfaat positifnya. Adanya kreativitas yang tinggi di antara sesama produsen diharapkan bisa meningkatkan daya saing produk karena selalu ada inovasi. Merek diatur dalam Undang-Undang No. 15 Tahun 2001, dimana merek sendiri merupakan bagian salah satu Hak Kekayaan Intelektual, yang merupakan ”hak milik” seseorang/beberapa orang secara bersama-sama bersifat mutlak, eksklusif serta mempunyai jangka waktu yang terbatas. Sebagai kekayaan bagi pemiliknya, merek mempunyai manfaat dan berguna bagi kehidupan manusia serta bernilai ekonomis. Sebagai hak kekayaan intelektual merek juga memiliki aspek sengketa, dimana dalam kajian ini akan dibahas tentang pembatalan merek dengan menganalisis Putusan No. 03/Merek/2008/PN.Niaga/Medan.

  7. Sistem Informasi Pemberian Beasiswa Dana APBD Kota di SMP PGRI 3 Pangkalpinang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuyi - Andrika

    2017-06-01

    Full Text Available SMP PGRI 3 Pangkalpinang merupakan instansi pendidikan menengah pertama, beralamatkan di Jalan Mustika II – Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam penelitian sistem informasi proses pemberian beasiswa ini, ada beberapa sub bagian yaitu terdiri dari: Data Siswa, Daftar Pengajuan Beasiswa, Data Pemberitahuan Beasiswa, serta Laporan Beasiswa yang berhubungan dengan pengolahan data proses pemberian beasiswa. Metode menganalisa dan merancang sistem informasi menggunakan  Unified Modelling Languange (UML dan metode yang digunakan adalah metode berorientasi objek. Untuk implementasinya menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 2008 dan Database Management Sistem menggunakan MySql. Penelitian ini juga bertujuan untuk pengelolaan pemberian beasiswa yang ada di SMP PGRI 3 dapat terorganisir dengan baik untuk penyimpanan datanya serta mempermudah dalam membuat surat pengajuan beasiswa, SK pemberian beasiswa dan laporan pemberian beasiswa. Kata Kunci : SMP PGRI 3 Pangkalpinang , Sistem Informasi Proses Pemberian Beasiswa.

  8. Triangolo di pensieri

    CERN Document Server

    Connes, Alain; Schützenberger, Marcel Paul

    2001-01-01

    Le grandi scoperte scientifiche del XX secolo, come la relatività generale, la meccanica quantistica o il teorema di Godel, modificano profondamente la nostra percezione della realtà. Questo libro intende offrire a un pubblico largo, ma colto, la possibilità di superare il divario crescente fra le sottigliezze di queste modificazioni, apprezzate dai soli specialisti, e l'immagine spesso deformata che ne danno i media o le opere di divulgazione. Il libro cerca di dare delle risposte attraverso uno scambio di idee fra tre studiosi, ciascuno dei quali rappresenta un vertice del 'triangolo di pensieri'.

  9. Lezioni di Cosmologia Teorica

    CERN Document Server

    Gasperini, Maurizio

    2012-01-01

    Il libro è basato sulle lezioni attualmente tenute dall'autore presso l’Università di Bari, ed è progettato in modo da rappresentare un testo di riferimento il più possibile moderno, completo e autosufficiente per i corsi semestrale di Cosmologia, Astrofisica o Fisica Astroparticellare che compaiono nel piano di studi della Laurea Magistrale in Fisica e in Astronomia. Contiene gli elementi di base della cosmologia relativistica, del modello cosmologico standard e del suo completamento inflazionario. E' organizzato per servire da traccia ad un corso di cosmologia di stampo teorico, ma cerca di non perdere mai di vista il confronto con i principali risultati osservativi: molta attenzione viene infatti dedicata alla fenomenologia dei fondi cosmici, e in particolare alla  radiazione gravitazionale fossile perché la sua rivelazione, diretta o indiretta, potrebbe dare indicazioni  cruciali sulla scelta del corretto modello per l'Universo primordiale. Non mancano infine alcuni accenni ad argomenti di inter...

  10. Sebaran Nyamuk Vektor Di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanelza Supranelfy

    2017-02-01

    Full Text Available AbstractMosquito-borne disease still a public health problem, both in urban and rural areas, such as: dengue hemorrhagic fever (DHF, malaria, lymphatic filariasis (elephantiasis, chikungunya and japanese encephalitis. Muaro Jambi is one of regencies in Jambi Province were found to vector borne diseases. The aim of this study is to get more information about the mosquito diversity in Muaro Jambi Regency for comprehensive data. The activities carried out are catching mosquitoes at night using human landing and resting collection methods. There were a total of 1.722 mosquitoes of four genera were collected (Aedes, Anopheles, Culex and Mansonia that consists of 24 species. The results of this study give additional information on the diversity of mosquitoes found in Muaro Jambi Regency.Keywords: Mosquito, vector, Muaro Jambi RegencyAbstrakPenyakit yang ditularkan oleh nyamuk masih merupakan masalah kesehatan bagi masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan, seperti demam berdarah dengue (DBD, malaria, filariasis (kaki gajah, chikungunya dan japanese encephalitis. Muaro Jambi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang ditemukan beberapa penyakit tular vektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menambah informasi mengenai fauna nyamuk di Kabupaten Muaro Jambi untuk mendapatkan data yang komprehensif. Kegiatan yang dilakukan yaitu penangkapan nyamuk pada malam hari dengan metode human landing collection dan nyamuk istirahat (resting collection. Sebanyak 1.722 ekor nyamuk berhasil diangkap yang terdiri dari empat genera (Aedes, Anopheles, Culex dan Mansonia meliputi 24 spesies. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi mengenai keragaman nyamuk yang ditemukan di Kabupaten Muaro Jambi.Kata Kunci: Nyamuk, vektor, Kabupaten Muaro Jambi

  11. RESIKO PENULARAN INFEKSI DI RUANG AUTOPSI DAN PENERAPAN KEWASPADAAN UNIVERSAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Citra Manela

    2015-12-01

    Full Text Available AbstrakPeningkatan resiko penularan infeksi di ruang autopsi semakin meningkat. Hal ini terjadi karena peningkatan jumlah kasus korban meninggal yang terinfeksi penyakit terutama di negara berkembang. Beberapa studi menyatakan terjadinya peningkatan prevalensi HIV, hepatitis B, C, D dan G, tuberkulosis, penyakit Prion, Hantavirus, campak, infeksi bakteri atau HTCV pada pekerja di ruang autopsi. Penerapan kewaspadaan universal, termasuk standar OSHA, pemilihan disinfektan dan pengolahan limbah medis sangat penting diperhatikan untuk mencegah resiko terjadinya penularan infeksi. Tujuan penulisan tinjauan pustaka ini adalah mengetahui risiko penularan infeksi pada pekerja di ruang autopsi dan penerapan kewaspadaan universal. Penulisan ini berdasarkan studi kepustakaan yang terkait dengan dua topik ini. Penerapan kewaspadaan universal sangat diperlukan dalam pencegahan penularan penyakit infeksi pada pekerja di ruang autopsi yaitu meliputi penggunaan alat pelindung diri yang tepat, perilaku, tindakan mencegah infeksi, disinfeksi dan penanganan sampah medis yang sesuai aturan.AbstractThe risk of infection transmissions in autopsy room is increasing. This happens because the increase of the number of cases died affected by infectious disease, especially in developing countries. Several studies found an increase on the prevalence of HIV , Hepatitis B , C , D and G, Tuberculosis , Prion Disease , Hantavirus , Measles , Bacterial Infection or HTCV on workers in autopsy room .The application of universal precaution , including OSHA standards , the selection of disinfectant, medical waste management is very important to prevent the risk of the infection transmission. The aim of this review was to explain the risks of infection transmissions on workers in autopsy room and the application of universal precaution. Literatures on these two topics were evaluated. Application of universal precautions are very necessary in the prevention of transmission of

  12. Structural Component Defects of Low Cost Housing: A Case Study at Taman Bandar Perdana, Sungai Petani, Kedah, Malaysia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sulieman M.Z.

    2014-03-01

    Full Text Available Building defects are defined as building or house flaws, or design mistakes, that reduce value and cause dangerous conditions to their occupants. According to the National Building Agency, defect occurrences are caused by poor design, low quality workmanship, and quality of materials. The purpose of this paper is to identify the types of building defect that frequently occur in low cost housing. In order to do so, this paper looks into the major causes of these defects. The case study selected is at Taman Bandar Perdana, Sungai Petani, Kedah. The methodology used in this paper utilizes a literature review, interviews, and visual inspections involving both public and private sectors, in decreasing defects in buildings. The findings show that most low cost housing defects are caused by cracking, peeling paint, damp, leaking pipes, timber decay, sagging, fungi, termites, broken tiles, and electrical faults. It is widely accepted that the contributing causes of these defects include weak designs, poor workmanship, and quality of materials.

  13. Optimization of Archeological Anomalies using GIS method for Magnetic and Resistivity Study at Sungai Batu, Lembah Bujang, Kedah (Malaysia)

    Science.gov (United States)

    Yusoh, R.; Saad, R.; Saidin, M.; Anda, S. T.; Muhammad, S. B.; Ashraf, M. I. M.; Hazreek, Z. A. M.

    2018-04-01

    Magnetic and resistivity method has become a reliable option in archeological exploration. The use of both method has become popular these day. However, both method gives different type of sensing in detecting anomalies and direct interpret from the anomalies will result large coverage area for excavation. Therefore, to overcome this issue, both anomalies can be extracted using ArcGIS software to reduce excavated coverage area. The case study located at Sungai Batu, Lembah Bujang near SB2ZZ lot expected buried clay brick monument which will be a perfect case to apply this technique. Magnetic and resistivity method was implemented at the study area where the anomalies coverage area for magnetic and resistivity is 531.5 m2 and 636 m2 respectively which total area of both anomalies was 764 m2. By applying combine technique, the anomalies area reduce to 403.7 m2 which reduce the suspected anomalies by 47.16 %. The unsuspected clay brick monument area was increase from 15.86% to 55.54% which improve the cost and labor work for excavation.

  14. Testa di Pinocchio

    OpenAIRE

    Moro, Liliana

    2017-01-01

    Testa di Pinocchio è il progetto proposto da Liliana Moro in occasione della mostra itinerante Playgrounds and Toys, organizzata dall’associazione con sede a Ginevra Art for the World e curata da Adelina von Fürstenberg, con l’intento di sensibilizzare il pubblico sul gioco come diritto fondamentale, spesso negato, di ogni bambino. In particolare la rassegna invitava artisti, architetti e designer di tutto il mondo a proporre progetti di parchi giochi e giocattoli destinati a bambini costrett...

  15. Sintesi stereoselettiva di piridilammine

    OpenAIRE

    Chelucci, Giorgio Adolfo; Baldino, Salvatore; Pinna, Gérard Aimé; Soccolini, Francesco

    2006-01-01

    Ammino piridine chirali hanno dimostrato la loro validità come leganti per la formazione di complessi metallici utilizzati nella catalisi asimmetrica. Tra i possibili approcci alla sintesi di questi composti noi abbiamo investigato la riduzione diastereoselettiva di N-sostituite (p-totil e tert-butil) piridil chetimmine con una serie di agenti riducenti (NaBH4, L-Selectride, DIBAL, 9-BBN) in diverse condizioni di reazione.

  16. PENGENDALIAN BANJIR BERDASARKAN KELAS KEMAMPUAN LAHAN DI SUB DAS MARTAPURA KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifuddin Kadir

    2017-10-01

    Full Text Available Land use conducted in accordance with its ability to protected areas or farm area in a watershed will provide benefits for the benefit of the water system and the welfare of society. Land use do not match the capabilities and purposes may increase the risk of floods. Balitbangda South Kalimantan (2010 states that the period from 2007 to 2010, flood in Banjar regency as many as 10 districts and 65 villages. The purpose of this research is to know the land ability class become the reference for determining the direction of the use and the utilization of the land, While the expected benefits to be a reference for flood control measures for the short and long term. The determination of land capability class is done through spatial approach method by utilizing Geographic information system. The study results obtained: 1 domination of the land capability class parameters:  a slope, > 65% area of 31.46%; b drainage, either 94.2%; c The volume of surface rocks, lots of 36.5%; d the erosion was 49.7%; e the soil depth in 66.6%; f soil texture, subtle bit; sandy clay, clay 57.95%. 2 land capability class sub-watershed Riam Kiwa sub watershed Martapura III to VIII. 3 Flood control optimally through forest rehabilitation based on land capability class in the sub watershed Martapura. Banjir merupakan suatu kondisi aliran air sungai pada suatu DAS yang tingginya melebihi muka air sungai normal, sehingga melimpas dari palung sungai yang menyebabkan adanya genangan pada lahan rendah disisi kiri kanan sungai. Penggunaan lahanyang dilaksanakan sesuai dengan kemampuannya pada kawasan lindung dan atau kawasan budidaya pertanian pada suatu DAS akan memberikankeuntungan untuk kepentingan tata air  dan kesejahteraan masyarakat. Penggunaan lahan yang dilakukan tidak sesuai dengan kemampuan dan peruntukannya dapat meningkatkan risiko bencana banjir. Balitbangda Provinsi Kalimantan Selatan (2010 menyatakan bahwa periode 2007-2010 terjadi bencana banjir di Kabupaten

  17. EKSPLORASI DENAH RUMAH TINGGAL DI LAHAN MAGERSARI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ronim Azizah

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRAK. Dengan semakin tingginya harga lahan di perkotaan serta tingkat pendapatan penduduk yang berbeda-beda maka membangun rumah dengan cara magersari menjadi sebuah pilihan. Rumah magersari menggunakan lahan secara bersama oleh keluarga ataupun orang lain dimana lahan terbagi menjadi beberapa petak untuk dibangun beberapa rumah tinggal. Rumah magersari juga memiliki fasilitas umum yang digunakan secara komunal berupa MCK (mandi, cuci, kakus, infrastruktur dan akses jalan. Kondisi ini menjadi lebih efektif jika dibandingkan dengan membeli lahan baru dengan harga yang sangat tinggi. Pengembangan atau perubahan desain rumah mungkin saja terjadi sehingga perlu digali sejauhmana pengembangan desain rumah tinggal yang dibangun pada lahan magersari dengan mempertimbangkan keberadaan fasilitas komunal. Pencarian data menggunakan metode survei dan pembahasan dilakukan dengan studi pustaka yaitu: (1 sumber-sumber dari dokumen tekstual; (2 sumber-sumber dari dokumen gambar; dan (3 sumber-sumber dari dokumen artefaknya. Pada akhir pembahasan, menghasilkan simpulan yang menjelaskan bahwa tata ruang desain rumah magersari mampu mengintegrasikan zona ruang-ruang privat (rumah inti dan zona ruang publik (fasilitas komunal. Kata kunci: rumah, magersari, pengembangan rumah ABSTRAK. Recently, to build a house by using "magersari" method has became an appropriate choice because of the economic condition of the community and refer to the high price of the land. Magersari house is a method by using the land together within family or other people. The method is by dividing the land into some blocks of land which will contain a small house for each block. This magersari house will provide public facilities which will be used communally such as MCK (Mandi, Cuci, Kakus, infrastructure and access for pedestrians and vehicles. This condition become effectively if compare by buying new land with high price. The development and transformation of the house design could be

  18. A baseline measure of tree and gastropod biodiversity in replanted and natural mangrove stands in malaysia: langkawi island and sungai merbok.

    Science.gov (United States)

    Hookham, Brenda; Shau-Hwai, Aileen Tan; Dayrat, Benoit; Hintz, William

    2014-08-01

    THE DIVERSITIES OF MANGROVE TREES AND OF THEIR ASSOCIATED GASTROPODS WERE ASSESSED FOR TWO MANGROVE REGIONS ON THE WEST COAST OF PENINSULAR MALAYSIA: Langkawi Island and Sungai Merbok. The mangrove area sampled on Langkawi Island was recently logged and replanted, whereas the area sampled in Sungai Merbok was part of a protected nature reserve. Mangrove and gastropod diversity were assessed in four 50 m(2) (10 × 5 m) sites per region. The species richness (S), Shannon Index (H') and Evenness Index (J') were calculated for each site, and the mean S, H' and J' values were calculated for each region. We report low tree and gastropod S, H' and J' values in all sites from both regions. For Langkawi Island, the mean S, H' and J' values for mangrove trees were S = 2.00±0, H' = 0.44±0.17 and J' = 0.44±0.17; the mean S, H' and J' values for gastropods were S = 4.00±1.63, H' = 0.96±0.41 and J' = 0.49±0.06. In Sungai Merbok, the mean S, H' and J' values for mangrove trees were S = 1.33±0.58, H' = 0.22±0.39 and J' = 0.22 ±0.39; the mean S, H' and J' values for gastropods were S = 4.75±2.22, H' = 1.23±0.63 and J' = 0.55±0.12. This study emphasises the need for baseline biodiversity measures to be established in mangrove ecosystems to track the impacts of anthropogenic disturbances and to inform management and restoration efforts.

  19. PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT MODAL KERJA DI BANK MANDIRI (PERSERO Tbk. CABANG BINJAI DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rendra Yozar Dharmaputra

    2010-12-01

    Full Text Available Pelaksanaan perjanjian kredit perbankan sebagai kontrak baku di mana ada suatu fenomena ketidakseimbangan kedudukan antara pihak bank dan calon debitur pada saat akan dilakukannya perjanjian kredit tersebut. Hal ini dikarenakan kedudukan bank sebagai surplus spending unit berhadapan dengan calon debitur sebagai defisit spending unit, sehingga dalam pelaksanaan perjanjian kredit sebagai kontrak baku akan meniadakan posisi tawar debitur. Untuk meninjau perlindungan hukum bagi nasabah dalam pelaksanakan perjanjian kredit perbankan sebagai kontrak baku, maka perlu dikaji kekuatan mengikat perjanjian kredit perbankan sebagai kontrak baku tersebut dengan menekankan kepada analisis klausula-klausula yang melemahkan kedudukan debitur untuk menentukan potensi terjadinya kerugian bagi debitur. Kehadiran Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen khususnya ketentuan Pasal 18 mengenai ketentuan pencantuman klausula baku akan berpengaruh terhadap pelaksanakan perjanjian kredit perbankan sebagai kontrak baku, sehingga akan dikaji mengenai pelaksanaan perjanjian kredit modal kerja di Bank Mandiri (Persero Tbk. Cabang Binjai sebagai salah satu jenis kredit yang dilaksanakan sebagai kontrak baku ditinjau dari ketentuan Pasal 18 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pelaksanakan perjanjian kredit modal kerja di Bank Mandiri (Persero Tbk. Cabang Binjai sebagai kontrak baku, berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap beberapa klausulanya dapatlah diketahui bahwa tidaklah semua masuk dalam rumusan pembatasan yang ditentukan dalam Pasal 18 ayat (1 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Walaupun terdapat beberapa Pasal yang diindikasikan melanggar ketentuan Pasal 19 ayat (1 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen tersebut, maka tetaplah harus memperhatikan tujuan Pasal 18 tersebut untuk menciptakan asas kebebasan berkontrak yang seimbang, selain itu juga harus memperhatikan

  20. Studi keanekaragaman reptil dan amfibi di kawasan ekowisata Linggo Asri, Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rury Eprilurahman

    2012-02-01

    Full Text Available Penelitian keanekaragaman dan kemelimpahan herpetofauna telah dilakukan dalam upaya mendukung kelestarian herpetofauna di kawasan ekowisata Linggo Asri. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10–23 Juli 2009 secara aktif nokturnal dan diurnal dengan menggunakan metode purpossive sampling yang terpusat di empat lokasi kajian. Selanjutnya hasil yang diperoleh dianalaisis menggunakan indeks keanekaragaman Shanon & Wiener dan indeks kemerataan Simpson. Total telah ditemukan sebanyak 20 jenis herpetofauna terdiri atas 10 jenis amfibia, 7 jenis lasertilia dan 3 jenis ophidia. Jenis tersebut antara lain yaitu: Fejervarya limnocharis,Fejervarya cancrivora, Occydozyga sumatrana, Occydozyga lima, Hylarana chalconota, Huia masonii, Limnonectes macrodon,Microhyla achatina, Phrynoidis aspera, Polypedates leucomystax, Bronchocela jubata, Eutropis multifasciata, Dasia olivacea,Hemidactylus platyurus, Hemidactylus frenatus, Hemidactylus garnoti, Cyrtodactylus marmoratus, Ahaetula prasina, Oligodonpurpurascens, dan Rhabdophis chrysargos. Diketahui dari jenis-jenis tersebut dua jenis yaitu Huia masonii dan Microhyla achatina merupakan endemik Jawa. Hasil analisis didapatkan nilai indeks keanekeragaman sebesar 2,93 di mana tergolong tinggi. Sedangkan indeks kemerataan sebesar 0,43 yang menandakan persebaran herpetofauna di kawasan ekowisata Linggo Asri tidak merata dan terkonsentrasi beberapa titik. Tipe vegetasi dan ketinggian tempat merupakan faktor ekologi utama yang mempengaruhi penyebaran herpetofauna di kawasan ekowisata Linggo Asri.

  1. DETERMINAN KEPUTUSAN PENDANAAN PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA (Pengujian Pecking Order Theory dan Trade Off Theory

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Putu Ayu Darmayanti

    2017-12-01

    Full Text Available Kebijakan mengenai struktur modal melibatkan tradeoff antara risiko dengan tingkat pengembalian dimana peningkatan hutang dapat menyebabkan peningkatan risiko perusahaan namun di sisi lain juga meningkatkan tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pemegang saham. Pengelolaan hutang yang kurang optimal bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan perusahaan. Penelitian terdahulu yang dilakukan di pasar modal Indonesia menemukan hasil yang berbeda-beda terkait pengaruh beberapa variabel yang mempengaruhi keputusan pendanaan perusahaan. Hasil penelitian empiris membuktikan adanya penerapan pecking order theory (POT dan trade off theory (TOT pada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kembali apakah variabel kebijakan dividen (diproksikan dengan dividend payout ratio, profitabilitas (diproksikan dengan return on assets, struktur aktiva (diproksikan dengan komposisi aktiva tetap, dan variabilitas tingkat keuntungan (diproksikan dengan variablity of EBIT berpengaruh signifikan terhadap keputusan pendanaan (diprosikan dengan debt ratio pada perusahaan publik di Indonesia periode 2012-2014. Dari hasil analisis regresi linier berganda terhadap data 48 sampel perusahaan yang diteliti, diperoleh kesimpulan bahwa kebijakan dividen dan struktur aktiva berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pendanaan perusahaan publik di Indonesia periode 2012-2014. Pengaruh variabel profitabilitas dan variabilitas tingkat keuntungan terhadap keputusan pendanaan dalam penelitian ini ditemukan negatif tetapi tidak signifikan.

  2. SOSIALISASI SCHOOL BULLYING SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERJADINYA TINDAK PIDANA KEKERASAN DI SMPN 3 BOJA KABUPATEN KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anis Widyawati

    2014-12-01

    Full Text Available Perilaku bullying sebenarnya sudah sangat meluas di dunia pendidikan kita tanpa terlalu kita sadari bentuk dan akibatnya. Dalam bagian kedua, penulis akan menulusuri beberapa sumber lebih jauh lagi untuk melihat karakteristik pelaku bullying, mitos dan fakta tentang bullying, serta bagaimana menghadapi bullying, baik bagi korban, siswa lain yang menonton, maupun bagi pihak sekolah atau orang tua. Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan yaitu Bagaimana bentuk-bentuk perbuatan school bullying yang terjadi di SMP 3 Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal dan Bagaimana pendekatan Restorative Justice dalam menyelesaikan kasus school bullying. Dalam kegiatan pengabdian ini, metode yang digunakan adalah dengan model penyuluhan dan dialog interaktif sehingga selain memberikan informasi tentang pemahaman sosialisasi school bullying sebagai upaya preventif terjadinya tindak pidana kekerasan di smpn 3 boja kabupaten kendal, masyarakat juga ikut aktif dalam dialog agar tidak merasa bosan sehingga terjalinnya komunikasi yang baik. Berdasarkan pengamatan selama melakukan pengabdian tim melihat keseriusan dan antusias peserta dalam mengikuti penjelasan mengenai sosialisasi school bullying sebagai upaya preventif terjadinya tindak pidana kekerasan di SMPN 3 boja kabupaten kendal. Peserta juga aktif dalam menanggapi dan merespon penjelasan pemateri. Tim pengabdian memberikan saran agar kegiatan sosialisasi mengenai sosialisasi school bullying sebagai upaya preventif terjadinya tindak pidana kekerasan di smpn 3 boja kabupaten kendal dilaksanakan secara terus menerus dan konsisten serta melibatkan stake holders yang terkait yaitu Dinas Pendidikan Kendal dan SMPN 3 Boja, karena jarang sosialisasi tentang tema tersebut.

  3. Pengaruh Perbedaan Persentase Penambahan Gliserin dan Konsentrasi Larutan Ekstrak Gambir Terhadap Beberapa Sifat Fisika dan Kadar Tanin Tinta Stempel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silfia Silfia

    2015-06-01

    Full Text Available Gambier extract derived from leaves of Uncaria Gambier Roxb contain catechin and tannin which belonged to polyphenolic compounds. Gambier extract when added with ferosulfat salt will form a complex compound that can give a green color to black and can be used as a dye in the stamp ink. This study aims was to see how far the effect of adding glycerin and concentration of the Gambier extract solution against some physical properties and levels of tannin stamp ink. The ink manufacturing was done through a washing process of gambier, filtering, cube black manufacture, dissolution and formulation. The making of the stamp ink was done by a non factorial completely randomized design with a variation of the concentration of glycerin Ao = Without the addition of glycerin, A1 = 15% = 20% A2, A3 and A4 = 25% = 30% and the concentration of the extract gambier B1 = 20%, B2 = 25% = 30% B3, B4 and B5 = 35% = 45%. Results of the research showed that the addition of glycerin could increase some physical properties, especially against the homogenity of the ink. The best treatment was obtained on the use of gambier extracts 35% (B3 with pH 3.27, total solids 41.33%, tannin content 2.5788%, visual observation of color strength was clear and flat, viscosity was medium, not expand and not sticky, and homogeneous.ABSTRAKGambir berasal dari ekstrak daun tanaman Uncaria Gambier Roxb, mengandung senyawa katechin dan tanin yang termasuk golongan senyawa polifenol. Ekstrak gambir jika ditambahkan dengan garam ferosulfat akan membentuk senyawa komplek yang dapat memberikan warna hijau sampai hitam dan dapat digunakan sebagai pewarna pada tinta stempel. Penelitian ini bertujuan untukmelihat sejauh mana pengaruh penambahan gliserin dan konsentrasi larutan ekstrak gambir terhadap beberapa sifat fisika dan kadar tanin tinta stempel. Pembuatan tinta dilakukan melalui proses pencucian gambir, penyaringan, pembuatan cube black, pelarutan dan formulasi. Pembuatan tinta stempel

  4. Elementi di teoria delle funzioni e di analisi funzionale

    CERN Document Server

    Kolmogorov, Andrej N

    1980-01-01

    Elementi di teoria degli insiemi ; spazi metrici e topologici ; spazi lineari topologici e normati ; funzionali e operatori lineari ; misura, funzioni misurabili, integrale ; integrale indefinito di Lesbegue, teoria della derivazione ; spazi di funzioni sommabili ; serie trigonometriche, trasformata di Fourier ; equazioni integrali lineari ; elementi di calcolo differenziale negli spazi lineari ; algebre di Banach.

  5. Sistem Pemantauan Kadar pH, Suhu dan Warna pada Air Sungai Melalui Web Berbasis Wireless Sensor Network

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Sabiq

    2017-07-01

    Full Text Available Water is a very important natural resource for human life and other living things. Water pollution, especially in river water, should be controlled because of the rapid development. One technology to monitor multiple physical quantities scattered in a region is the Wireless Sensor Network (WSN. WSN technology has the ability to transmit data from sensor readings and forward data received from other nodes. In this study, prototype monitoring system of pH level, temperature, and color based on WSN that can be monitored through the developed web. The sensors at each node are connected to Arduino Uno as a processing unit, data read from the sensor is sent to the sync node via XBee wireless device. In the sink, the PC also serves as a database server and a web server is used. Test results with two different dispersion indicate that sensor readings can be read by all nodes and received by the sync node and can be displayed on web pages that have been built. Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Pencemaran air khususnya air sungai perlu dikendalikan seiring makin cepatnya pembangunan. Salah satu teknologi untuk melakukan pemantauan besaran fisik dalam wilayah yang tersebar adalah Wireless Sensor Network (WSN, yang memiliki kemampuan untuk mengirimkan data hasil pembacaan sensor serta meneruskan data yang diterima dari node lain. Pada penelitian ini dikembangkan purwarupa sistem pemantauan kadar pH, suhu dan warna berbasis WSN yang dapat dipantau melalui web. Sensor pada setiap node dihubungkan ke Arduino Uno sebagai unit pemroses, data yang dibaca dari sensor dikirimkan ke node sink melalui perangkat XBee nirkabel. Pada sink digunakan PC yang berfungsi juga sebagai database server dan web server. Hasil dari pengujian dengan dua penyebaran yang berbeda didapatkan hasil bahwa pembacaan sensor dapat dibaca oleh seluruh node dan diterima oleh sink serta dapat ditampilkan melalui laman web yang

  6. Isolasi dan Karakterisasi Sifat Pati Kacang Hijau (Vigna radiata L. Beberapa Varietas Lokal Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyanto Triwitono

    2017-09-01

    Full Text Available Mung beans is a kind of legumes that possesses a potential  amylose to produce low calories RS-3. Studies on the characteristics of the starch will be useful for the treatment of obesity in the future. Isolation and characterization of the properties of mung bean starch of 4 local Indonesian varieties (Walet, Sriti, Murai, and Vima-1 have done. Isolation of starch using a modified method of Hoover. The analyzed properties of starch consist of starch content, amylose content, granular shape, color, swelling power, WHC, the blue value, amylograph and crystallinity properties. The results indicated that the mung bean varieties Walet have the highest amylose content (55.39%, that’s potential as source of  RS-3. Mung beans Walet have the 42.11% of starch content; 35.33% of yield starch; 99.63%  of starch purity; 17.11 g/g of highest swelling power; 65.26 g/g of WHC; 59.36 g/g  of OHC; 8.92% of blue value; Oval granular shape; white  color (88.09 of  Lightness; 78.7 °C of gelatinization temperature; tipe C of X-ray diffraction pattern, and 1430 Cp of the fastest retrograded starch viscosity. ABSTRAK Kacang hijau merupakan jenis kacang-kacangan sumber pati beramilosa tinggi yang potensial menghasilkan RS-3 tinggi dan rendah kalori. Kajian tentang karakteristik patinya akan membuka peluang pemanfaatannya untuk penanganan obesitas di masa datang. Telah dilakukan isolasi dan karakterisasi sifat-sifat pati kacang hijau dari 4 varietas lokal Indonesia (Walet, Sriti, Murai, dan Vima-1. Isolasi pati menggunakan metode Hoover yang dimodifikasi dan sifat-sifat pati yang dianalisis meliputi kadar pati, amilosa, bentuk granula, warna pati, swelling power, WHC, blue value, viskositas, dan sifat kristalinitas pati. Hasil isolasi dan analisis menunjukkan bahwa kacang hijau varietas Walet memiliki kadar amilosa paling tinggi (55,39%, sehingga potensial sebagai bahan dasar RS-3. Kacang hijau Walet menghasilkan kadar pati 42,11%; rendemen pati 35

  7. HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santoso Santoso

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRACTFilariasis is still a public health problem in Indonesia. Over 10 years (2000-2009 the spread of filariasis inIndonesia are increasing in all over Indonesia. The numbers of clinical cases found were 6,233 cases in 2000 and increased in 2009 to 11,914 cases scattered throughout 33 provinces. Some factors that led to thehigher number of filariasis cases in Indonesia were poor sanitation and limited access to health carefacilities. The data for this analysis was derived from Basic Health Research 2007. The results showedthere were statistically significant relationship between the characteristics of respondents, the type andcondition of the waste water reservoirs, sewerage conditions, the presence of medium and large livestock, classification of areas and the incidence of filariasis.Keywords: Filariasis, characteristics, waste water disposal ABSTRAKFilariasis masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Selama 10 tahun (2000-2009 penyebaranfilariasis di Indonesia terus meningkat yang meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia. Jumlah kasusklinis yang ditemukan tahun 2000 sebanyak 6.233 kasus dan meningkat pada tahun 2009 menjadi 11.914kasus yang tersebar di 33 provinsi. Beberapa faktor yang menyebabkan masih tingginya kasus filariasis diIndonesia diantaranya kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik dan sulitnya akses ke sarana pelayanankesehatan. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data hasil Riskesdas tahun 2007. Hasil analisismenunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara karekateristik responden, jenis dankondisi penampungan air limbah, kondisi saluran air limbah, keberadaan ternak sedang dan besar, dan klasifikasi daerah dengan kejadian filariasis.Kata kunci: Filariasis, karakteristik, pembuangan air limbah

  8. ALTERNATIF CARA DETEKSI KANDUNGAN IODIUM PADA GARAM BERIODIUM DI PASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuniar Rosmalina

    2012-11-01

    Full Text Available Mengingat tingginya biaya yang diperlukan dalam menganalisa kandungan iodium pada garam secara laboratorium, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam penanggulangan masalah gangguan akibat kekurangan iodium, maka diperlukan teknologi sederhana untuk mendeteksi iodium pada garam iodium yang diperjualbelikan di pasar. Untuk itu telah dilakukan penelitian mengenai beberapa cara mendeteksi iodium pada garam menggunakan sumber karbohidrat dan sumber zat pereduksi, seperti Dioscorea Hispida Dennst (gadung, Manihot utilissima (singkong, atau Rubber seed (biji karet. Berdasarkan jenis dan jumlah campuran yang digunakan ada 6 formula yang diuji pada penelitian pendahuluan yaitu formula ICo, IICo, IC1, IIC1, ISo, dan IISo. Pada penelitian lanjutan, formula yang terpilih diuji menggunakan garam iodium yang dibeli dari pasar di Kodya Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula IICo dan IIC1 menggunakan perasan singkong atau gadung, serta formula IISo menggunakan parutan biji karet, dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi kadar iodium pada garam beriodium. Formula IICo terdiri dari 4 ml perasan gadung atau singkong, dicampur dengan 45 g garam beriodium dan 8 ml asam cuka 25 persen. Formula IIC1 sama seperti formula IICo, tapi menggunakan gadung yang telah disimpan tiga minggu, dan singkong yang telah disimpan dua minggu. Formula IISo terdiri dari 7 gr parutan biji karet, ditambah dengan 45 g garam iodium dan 16 ml asam sitrat. Hasil penelitian lanjutan menunjukkan hanya 11.1 persen garam beriodium di Kodya Bogor mempunyai kandungan diatas 30 ppm, dan 88.9 persen dibawah 30 ppm. Garam beriodium yang mempunyai kandungan di atas 30 ppm akan menunjukkan warna biru atau ungu, dan yang mempunyai kandungan dibawah 30 ppm akan menunjukkan warna cokelat, warna biru yang tidak stabil atau tidak menunjukkan perubahan warna.

  9. Il maxiprocesso di Palermo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A cura di Sarah Mazzenzana

    2016-04-01

    La Torre. La “Rivista” ripubblica qui alcuni stralci dell’ordinanza di rinvio a giudizio, alla quale Giovanni Falcone e Paolo Borsellino attesero, per ragioni di sicurezza, rifugiati nell’isola dell’Asinara. Viene ricostruita la realtà disvelata dai racconti di Leonardo Vitale, di Giuseppe Di Cristina e soprattutto di Tommaso Buscetta e Salvatore Contorno. Sono brani che, anche riletti oggi, mantengono una propria potenza narrativa, perfino una certa solennità. Il Maxiprocesso si sarebbe chiuso dopo alterne vicende, il 30 gennaio del 1992, con la condanna all’ergastolo in Cassazione della cosiddetta Cupola di Cosa nostra. Per la prima volta in centotrent’anni di storia nazionale i boss mafiosi avrebbero conosciuto la condanna a vita in via definitiva. Dopo pochi mesi avrebbero risposto con le stragi, uccidendo platealmente i due principali estensori dell’ordinanza.

  10. SINTESA KAJIAN STOK IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Sadhotomo

    2016-05-01

    Full Text Available Sintesa status dan tren perikanan pukat cincin pelagis kecil di perairan Jawa Laut dan sekitarnya yang dilakukan berdasarkan kumpulan sejumlah hasil penelitian yang tersedia. Beberapa kajian dinamika populasi pada ikan pelagis kecil menunjukkan bahwa spesies ikan mempunyai laju pertumbuhan cepat dan mortalitas alami tinggi.  Dari analisis kohor diperoleh estimasi total biomassa yang cenderung lebih rendah dari hasil tangkapan yang dihasilkan oleh aktivitas perikanan pukat cincin, dan memberikan indikasi tidak adanya hubungan langsung antara struktur biomassa dan kelimpahan hasil tangkapan pada perikanan pelagis kecil. Perkiraan besarnya biomassa yang lebih rendah dari hasil tangkapan menunjukkan hasil yang tidak realistis, terutama pada kelompok ukuran ikan yang telah memasuki perikanan (recruitment.  Sementara, perhitungan surplus produksi dapat dilakukan setelah produksi mencapai kestabilan jangka panjang, dimana tren penurunan CPUE dibarengi oleh penurunan produksi secara bertahap dan terjadinya lebih tangkap atau telah melebihi tingkat MSY serta telah berlangsung selama beberapa tahun. Pendekatan interaksi upaya penangkapan dengan biomassa menunjukkan selama periode pemulihan stok ikan, banyak nelayan telah keluar dari perikanan tersebut.   A synthesis on small pelagic purse seine fisheries in the Java Sea and its adjacent waters based on several previous research results has been conducted.  Study on population dynamics of small pelagic fish species indicated that the small pelagic species has a rapid growth and high natural mortality rates.  Cohort analysis indicated that  estimation on total biomass tend to indicate a lower value than the landing data of small pelagic fishery, with no indication on clear  relationship between the structure of biomass and abundance in catches.  The abundance estimation based on surplus production applied when production has reached a long-term stability, and downward trend in CPUE followed by a

  11. Testimonianze di vittime degli anni di piombo

    DEFF Research Database (Denmark)

    Cecchini, Leonardo

    Testimonianze di vittime degli anni di piombo In un articolo pubblicato nel 2008 sulla webzine Nazione indiana Christian Raimo criticava quello che poi Giovanni De Luna qualche anno dopo nel suo libro La Repubblica del dolore (2011) ha chiamato “paradigma vittimario”; cioè la presenza predominante...

  12. Nella stanza di Asperger...

    OpenAIRE

    Alessandra Gilardini

    2011-01-01

    Gli studi sulla struttura del cervello di persone con Asperger avrebbero mostrato una diversa conformazione del lobo parietale (deputato all’elaborazione di soluzioni ai problemi), del lobo temporale mediale (sede della memoria a lungo termine) e del cervelletto (coordinatore del movimento corporeo). Queste differenze possono spiegare le capacità a volte geniali di questi bambini e di questi adulti, oltre alla caratteristica ritualità nei gesti che li accompagna nel quotidiano.

  13. Cakupan Imunisasi Dasar Anak Usia 1-5 tahun dan Beberapa Faktor yang berhubungan di Poliklinik Anak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA Banda Aceh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    TM Thaib

    2016-11-01

    Hasil.Seratus tiga anak diikutsertakan dalam penelitian. Cakupan imunisasi dasar pada anak usia 1-5 tahun 86 (83,5% lengkap, 16 (15,5% tidak lengkap, dan 1 (1% tidak pernah diimunisasi. Alasan tidak pernah diimunisasi atau tidak melengkapi imunisasi adalah ibu cemas akan efek samping 12 (70,6%, 4 (23,5% sering sakit, dan 1 (5,9% orangtua beralasan imunisasi haram. Terdapat hubungan yang bermakna antara sebaran pendidikan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar (p<0,05. Kesimpulan.Cakupan imunisasi dasar pada subjek penelitian 83,5%. Terdapat hubungan yang bermakna antara sebaran pendidikan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar (p<0,05.

  14. Beberapa Faktor yang Berkaitan dengan Praktek Kepala Keluarga Dalam Membuang Limbah Rumah Tangga di Kelurahan Bendanduwur Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusyogo Cahyo

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRACT Background : The poluted river is still a problem in a big city, for example Kali Garang, which is used by Water Drinking District Company in producing portable water in Semarang City. The stream zone of Kali Garang trought the crowded people areas/houses, where people still use water from Kali Garang for daily need, include domestic waste, It caused the quality of water in Kali Garang trend to decrese. The aims of this research is to know some faktors related to the practise of the head of family (house wife in disposing domestic waste. The factors are education, knowledge, attitude, waste domestic tools and family environment. Methods : This was an explanatory research, using survey method with cross-sectional design. The data would be analized using Chi-Square method at 0,05 level of significant. Results : This research show that the relationship between education, knowledge, attitude, waste domestic tools and family environment with the practise of the head of family in disposing domestic waste are significant. Key Words : Domestic Waste Diposal, The Head of Family, Semarang

  15. PROFIL AROMA DAN MUTU SENSORI CITARASA PASTA KAKAO UNGGULAN DARI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA [Aroma and Flavor Sensory Profiles of Superior Cocoa Liquors from Different Regions in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Kusumaningrum*

    2014-06-01

    Full Text Available The objective of this research was to compare the aroma profiles and flavor sensory qualities of three cocoa liquors obtained from different regions in Indonesia, namely East Java, South Sulawesi and Bali. The Ghanaian cocoa liquor was used as the reference. The aroma of cocoa liquors was extracted by using a Solid Phase Microextraction (SPME, followed by detection with Gas Chromatography-Mass Spectrometry/Olfactometry (GC-MS/O with the Nassal Impact Frequency (NIF method. A total of 28 aroma active compounds in the cocoa liquors were identified, where in 21, 19, 22 and 18 compounds were detected in East Java, Bali, South Sulawesi and Ghana liquors, respectively. The profiles of these three liquors were not only different from one another but were also different from the reference. East Java liquor had a specific aroma of strong chocolate, enriched with creamy, caramel and coffee bean aroma, whileBali liquor was dominated by creamy, caramel and sweet, and South Sulawesi liquor was specified by its sweet green aroma. The aroma sensory characteristic was evaluated by descriptive test, presenting the aroma of nutty, acid, caramel, earthy and chocolate, while the taste sensory attributes included astringency, bitterness and acidity. The sensory profile analysis was carried out by applying a Quantitative Descriptive Analysis (QDA method. Accompired with preference and ranking tests were also conducted. Among the three cocoa liquors, the sensory profile of South Sulawesi was the most similar to that of Ghanaian cocoa liquor. However, the cocoa liquor from Bali and East Java cocoa were more preferred comparing to the liquor from South Sulawesi.

  16. Studi Penetapan Kadar Kandungan Vitamin C Pada Beberapa Macam Buah Mangga (Mangifera Indica L.) Yang Beredar Di Kota Medan Secara Volumetri Dengan 2,6-Diklorofenol Indofenol

    OpenAIRE

    Lubis, Suci Rahmalia

    2013-01-01

    Vitamin C is that the one of vitamin that needed by the body to increase of the immune system. To complement the necessary of vitamin C, as a source of vitamin C is fresh fruits. Mango fruit is one of the very popular and liked by the public that contain vitamin C. The purpose of this research was to compare the contain of vitamin C in the of Arumanis mango, Golek mango and Shrimp mango that circulating in the city of Medan by the volumetric method with a solution of 2,6-Dic...

  17. PEMENUHAN ASUMSI KLASIK PADA DATA BEBERAPA JENIS OBAT ANTI MALARIA TERHADAP KASUS MALARIA BULAN JANUARI-MARET 2011 DI KABUPATEN BELU-NUSA TENGGARA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Revi Rosavika Kinansi

    2015-01-01

    Full Text Available AbstractThe good results of hypothesis testing is testing that does not violate the four assumptions underlying the classical linear regression model. These assumptions include the assumption of normality of the error must be fulfilled, the assumption of freedom of error , error assumption and assuming a uniform spread of freedom between variables X. If all the assumptions are met then the classical estimators for parameters or variables OLS (Ordinary Least Squares are BLUE (Best Linear Unbiassed Estimator or in other words estimators obtained efficiently. Reports on the results of data analysis Stock Usage Logistics Malaria in the district of Belu-East Nusa Tenggara in January until March 2011 declared the fulfillment of error normality assumption, and the assumption of error independence assumption of independence among variables X. But the uniform spread assumption that errors are not met . This causes the OLS estimators remain unbiased and consistent but there is no longer efficient in both small and large samples. Because the manifold is no longer a minimum, even if the sample is increased indefinitely.Keywords : Classical Assumptions, Linear Regression Analysis, The Regression Equation ModelsAbstrakHasil pengujian hipotesis yang baik adalah pengujian yang tidak melanggar empat asumsi klasik yang mendasari model regresi linier. Asumsi tersebut antara lain harus terpenuhinya asumsi kenormalan galat, asumsi kebebasan galat, asumsi galat menyebar seragam dan asumsi kebebasan antar variabel X. Jika semua asumsi klasik terpenuhi maka penduga bagi parameter atau variabel MKT (model kuadrat terkecil bersifat BLUE (Best Linear Unbiassed Estimator atau dengan kata lain penduga yang didapatkan efisien. Hasil pada analisis data Laporan Stok Pemakaian Logistik Malaria Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Bulan Januari – Maret 2011 menyatakan terpenuhinya asumsi kenormalan galat, asumsi kebebasan galat dan asumsi kebebasan antar variabel X. Namun asumsi galat yang menyebar seragam tidak terpenuhi. Hal ini menyebabkan penduga OLS tetap bersifat tak bias dan konsisten tetapi tidak lagi efisien baik dalam sampel kecil maupun besar. Karena ragamnya tidak lagi minimum, bahkan jika sampelnya meningkat secara tak terbatas.Kata kunci : Asumsi Klasik, Analisis Regresi Linear, Persamaan Regresit

  18. Beberapa sifat fisika kimia tanah yang berpengaruh terhadap model kecepatan infiltrasi pada tegakan mahoni jabon dan trembesi di Kebun Raya Purwodadi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Sri Darmayanti

    2013-03-01

    Full Text Available The research was conducted at the Purwodadi Botanical Gardens in three areas covered by the dominant vegetation Mahoni(Swietenia macrophylla, Jabon (Anthocephalus cadamba and trembesi (Samanea saman in January to May 2012. The purpose of thisstudy was to obtain a model infi ltration rate (cm/h that was infl ued by physical and chemical properties of the soil that exist under thevegetation. Physical and chemicalparameters of soil chemical properties is observed macropore (%, organic matter (%, percentage ofthe fraction silt (%, sand(%, and clay(%, and bulk density (BD (g/cm3. The six factors are thought to differ indirectly because of thespecifi cation and morphology of the dominant plant species shelter. Data infi ltration was collected by using the ring infi ltrometer, whilemacroporosity tested with metylen blue method, the properties of the other physical chemical factortested by laboratory of Departmentof Soil, Brawijaya University. The model derived from the analysis of the regression equation using SPSS software version 17.0. Thestudy produced three different models of infi ltration rate on each plot different, they were Y = - 15,8 + 17,3 X1 - 1,09 X2 + 1,53 X3 +0,001 X4 - 21,3 X6 (Mahoni's plot;Y = - 108 + 53,0 X1 - 0,68 X2 + 5,27 X3 - 0,470 X4 + 59,7 X6 (Jabon's plot; Y = - 20,1 + 17,4X1 - 1,06 X2 + 1,57 X3 + 0,082 X4 - 21,6 X6 (Trembesi's plot. Y= Infi ltration rate (cm/h, X1= macropore (%, X2= organic matter(%, percentage of the fraction silt (% (X3, sand (% (X4, and X6= bulk density (g/cm3. In the equation not found factor X5 (clayfraction helped form a model because of multicollinearity analysis obtained by assuming that the clay fraction still contains a linearrelationship (correlated with other variables.

  19. STUDI PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PERANAN MAMALIA KECIL DALAM PENULARAN BEBERAPA ZOONOSIS DI TAMALABBA MAMPU, UJUNG TANAH, MAKASAR DAN TIBAN LAMA, BATAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Isfandari

    2012-11-01

    Full Text Available Since Hemorrhagic Fever Renal Syndrome (HFRS already identified in 5 harbours in Indonesia, including Makasar and Batam, it is necessary to study whether Hantavirus existed in Makasar and Batam. In addition to the laboratory findings, study on knowledge and practice of the people is important for developing appropriate intervention program. Using structured questionnaire, the knowledge and practicestudy was employed towards 191 and 200 respondents in Makasar and Batam respectively. Results showed that the knowledge on zoonotic disease of Makassar people was better than that of Batam people. But withthe better education level of Batam people, appropriate intervention will have promising result in the area. Key words : Zoonotic, Practice, Hantaan

  20. Pengelolaan Sanitasi Toilet Umum Dan Analisa Kandungan Candida Albicans Pada Air Bak Toilet Umum Di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2012

    OpenAIRE

    Hendlyana, Yeni; Naria, Evi; Hasan, wirsal

    2013-01-01

    Sanitation management of public toilet and analysis the content of Candida albicans in the tub water of public toilet in some traditional market of Medan city in 2012. Many merchant and visitors influence the need for public toilets. public toilets in Indonesia is inadequate, especially sanitation of public toilet is still far from expected. The bacteria most commonly found in all places in the toilet is a bacteria that normally exist in human skin. Poor sanitation in the toilet will facilita...

  1. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Perilaku Menabung Di Kalangan Mahasiswa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hani Sirine

    2016-08-01

      Tingkat pertumbuhan tabungan yang tinggi akan meningkatkan laju investasi di Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK, menunjukkan orang masih memiliki pemahaman yang rendah mengenai penggunaan produk keuangan termasuk tabungan. Hal ini juga ditunjukkan oleh posisi tabungan yang mengalami pertumbuhan menurun dari 2009-2013, terutama di Provinsi Jawa Tengah. Mahasiswa sebagai civitas akademika diharapkan memiliki pemahaman yang baik pada pilihan investasi dan konsumsi sehingga mahasiswa dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa melek finansial, sosialisasi orang tua, pengaruh rekan-rekan, dan kontrol diri memiliki efek positif yang signifikan terhadap perilaku tabungan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji kembali hasil penelitian sebelumnya dengan menggunakan sampel sebanyak 221 mahasiswa FEB Universitas Kristen Satya Wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melek finansial, sosialisasi dari orang tua, pengaruh rekan-rekan, dan kontrol diri secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku tabungan. Secara parsial, melek finansial, sosialisasi dari orang tua, dan kontrol diri memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap perilaku tabungan mahasiswa, tetapi pengaruh rekan-rekan tidak berpengaruh secara signifikan.

  2. Manajemen Lalu Lintas Akibat Trem Di Jalan Raya Darmo Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhri Muhis

    2014-03-01

    Full Text Available Permasalahan transportasi di kota Surabaya salah satunya adalah kemacetan, sarana transportasi massal (trem dengan kualitas baik, aman dan nyaman bagi pengguna adalah solusi yang bisa dikembangkan. Akibat adanya trem kinerja lalu lintas mengalami perubahan dan perlu dianalisis serta dilakukan manajemen lalu lintas. Kondisi lalu lintas setelah adanya trem dapat dilakukan dengan mengurangi arus lalu-lintas pada kondisi puncak yang dikalikan dengan probabilitas perpindahan angkutan pribadi ke trem sebagai demand trem sebesar 20 % masing-masing untuk mobil dan sepeda motor serta pengurangan lajur untuk trem sedangkan manajemen lalu lintas menggunakan teori Traffic Demand Management (TDM dengan beberapa syarat sehingga  akan terjadi pengurangan volume lalu lintas sebesar 35%. Derajat Kejenuhan (DS di Jalan Raya Darmo pada simpang, ruas dan jalinan sebelum dan sesudah adanya trem nilainya rata-rata diatas 0,75 dan setelah dilakukan manajemen lalu lintas nilainya DS<0,75 sedangkan untuk manajemen u-turn diperlukan rambu lampu lalu lintas menggunakan detector agar tidak terjadi konflik dengan trem dengan indikator nilai waktu tunggu serta headway trem.

  3. Problemi di Fisica

    CERN Document Server

    Fazio, Michelangelo

    2008-01-01

    L’introduzione delle lauree triennali ha in molti casi costretto i docenti a ridurre drasticamente il numero di ore di insegnamento e quindi l’estensione dei programmi dei corsi di Fisica. In questo volumetto l'autore si è proposto di esporre sinteticamente ma con il massimo rigore possibile il corso di Fisica Generale I evitando le dimostrazioni delle leggi fisiche, ma dando la priorità alle applicazioni di tali leggi e allo svolgimento di esercizi che in genere viene trascurato in molti corsi. Ha cercato pertanto di presentare i fenomeni fisici sottolineando, dove possibile, la loro presenza nella vita quotidiana e le loro più semplici e immediate applicazioni, consentendo in tal modo agli studenti di vedere la Fisica non più come una interminabile serie di formule ma come un nuovo modo di interpretare e di capire i fenomeni naturali inanimati (del resto non dobbiamo dimenticare che il termine greco da cui deriva il suo nome è fisis, fisis, ovvero natura). Il contenuto è completo, comprendendo anc...

  4. Il Cratilo di Platone

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Chiara Pievatolo

    2015-06-01

    Full Text Available La guida ipertestuale alla lettura del Cratilo di Platone composta per gli studenti della facoltà di Scienze politiche dell’università di Pisa è ora visibile a tutti qui. L’ipertesto ha tratto vantaggio dall’Introduzione alla linguistica generale del professor Manuel Barbera dell’università...

  5. Sistem Pengurusan Kualiti Menurut Perspektif Islam MS 1900 di Institusi Pengajian Tinggi Malaysia: Suatu Cabaran Masa Kini

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasan Al-Banna, M.

    2014-12-01

    Full Text Available Malaysia telah terkehadapan kerana berjaya memperkenalkan satu piawaian bagi Sistem Pengurusan Kualiti Islam (SPKI yang pertama kalinya di dunia pada tahun 2005. Piawaian ini dikenali sebagai MS 1900:2005 (Sistem Pengurusan Kualiti – Keperluan Menurut Perspektif Islam. Kajian ini dijalankan bertujuan meneroka tentang cabaran-cabaran yang dihadapi dalam pelaksanaan MS 1900 di Institusi Pengajian Tinggi (IPT di Malaysia yang melibatkan Institusi Pengajian Tinggi Awam (IPTA dan Institusi Pengajian Tinggi Swasta (IPTS. Kajian kualitatif ini menggunakan kaedah temu bual separa berstruktur sebagai kaedah utama pengumpulan data yang kemudiannya disokong oleh data dari beberapa dokumen berkaitan dan menerusi pemerhatian. Data dianalisis dengan bantuan perisian NVivo versi 10 bagi membina kodkod dan tema-tema isu yang dikaji. Informan kajian yang terlibat adalah dipilih secara kaedah persampelan bertujuan iaitu membabitkan pelbagai golongan warga kerja terlibat secara aktif dengan pelaksanaan SPK MS 1900 di IPT terlibat. Hasil kajian mendapati bahawa terdapat perbezaan keutamaan antara cabaran yang dihadapi bagi kedua-dua IPT terbabit. Merujuk kepada hasil kajian di IPTA, cabarannya bermula dengan aspek berkaitan dengan sikap pekerjanya sendiri, bebanan tugas, kekurangan latihan dan aspek kemanusiaan. Manakala cabaran IPTS lebih banyak tertumpu kepada aspek bebanan, latihan, kemanusiaan, pemantauan, kewangan dan sikap individu sendiri. Kajian ini merupakan antara kajian terawal mengenai pelaksanaan MS 1900 di Malaysia, maka hasil daripada kajian ini memberi sumbangan yang besar dalam pembangunan ilmu dan teori berkenaan dengan bidang pengurusan kualiti Islam.

  6. MENUMBUHKAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN KEBUDAYAAN DAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN WISATA DUSUN CETO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emy Wuryani

    2012-12-01

    Full Text Available Hasil kebudayaan dan benda cagar budaya sebagai atraksi wisata telah banyak menarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat itu. Benda Cagar Budaya yang banyak dikunjungi wisatawan antara lain berupa candi dan situs sejarah. Di kawasan wisata dusun Ceto, candi dan situs sejarah menjadi tujuan utama wisatawan berkunjung ke Dusun Ceto. Namun ada kekhawatiran, dari beberapa warga apabila kawasan ini nanti “dijajah” dan tergerus arus modernisasi yang dibawa wisatawan sehingga masyarakat tidak lagi melestarikan peninggalan sejarah dan budaya yang menjadi warisan leluhurnya. Untuk itu perlu ada peranserta dari warga masyarakat dalam melaksanakan program konservasi di kawasan wisata Dusun Ceto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk peran serta masyarakat di kawasan wisata Dusun Ceto dalam upaya melestarikan kebudayaan dan BCB di dusun Ceto. Adapun manfaat dari penelitian ini berfungsi sebagai pemberdayaan masyarakat yang memiliki kepedulian atas peninggalan sejarah dan warisan budaya yang harus dilestarikan. Metode penelitian dengan menggunakan teknik wawancara, observasi – partisipasi, survei untuk wisatawan, studi banding ke desa wisata, dan pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranserta masyarakat di kawasan wisata Dusun Ceto memiliki kepedulian yang tinggi dan berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah dan budayanya. Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan kerja bakti setiap hari Minggu di situs sejarah, pertemuan rutin, menghidupkan kesenian karawitan, dan mengadakan pasraman.

  7. Analisi di un campione significativo di Learning Objects.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luigi Guerra

    2006-01-01

    Full Text Available Il lavoro analizza sul piano pedagogico e didattico il concetto di Learning Object (LO a partire dalla rilevazione diretta dei modelli formativi sottostanti, in forma esplicita o implicita, un campione significativo di Learning Objects identificato all’interno di rilevanti esperienze di e-learning universitarie e non universitarie prodotte in diverse nazioni, allo scopo di giungere alla messa a punto di una modellistica problematica di tipo didattico dei Learning Objects, funzionale alla costruzione di algoritmi differenziati di progettazione, realizzazione, erogazione e valutazione di LO, anche nella prospettiva dei Learning Artifacts.

  8. Kendala dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Jawa Tengah dan Strategi Penanganannya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurkolis Siri Kastawi

    2018-01-01

    Full Text Available Artikel ini menggambarkan implementasi Kurikulum 2013 di wilayah Jawa Tengah, terutama di Kota Semarang, Kabupaten Pati, Batang, Sragen, Banjarnegara, dan Kebumen dilihat dari sisi kesiapan guru, dukungan sekolah dan Pemerintah Daerah, faktor-faktor pendukung dan penghambat, dan langkah-langkah untuk mengatasi kendala. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum 2013 pada beberapa daerah tersebut belum berjalan secara efektif. Di sekolah-sekolah yang telah mengimplementasikan Kurikulum 2013 guru yang melaksanakan pembelajaran tematik, saintifik, dan penilaian otentik tak lebih dari 50%. Hal tersebut diidentifikasi karena (1 guru belum siap mengimplementasikannya, (2 dukungan sekolah masih rendah, (3 walau Pemerintah Daerah sudah mengalokasikan anggaran, namun belum optimal penggunaannya, (4 ditemukan beberapa faktor pendukung dan penghambat pada diri guru, pimpinan sekolah, dan Dinas Pendidikan, termasuk koordinasi yang masih lemah antarpihak terkait. This article describes the implementation of Curriculum 2013 in Central Java, focusing on Semarang City, Pati, Batang, Sragen, Banjarnegara, and Kebumen districts in terms of teacher readiness, the school and local district support, its supportive and barrier factors, and the strategies to handle those problems. This research using mixed method and the result indicated that the implementation of Curriculum 2013 in several districts in Central Java is not effective yet. Half of teachers in schools that implemented Curriculum 2013 cannot implement thematic and scientific learning approach and authentic assessment. This problem happens because (1 most of teacher are not ready to implement the new curriculum, (2 low school support, (3 even the local district allocate the financial support, but still not optimal in use, and (4 there are several supportive and barrier factors from the teacher itself, school managerial

  9. IDENTIFIKASI KESULITAN GURU BIOLOGI DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 1 SUSUKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usfatul Aeni

    2016-12-01

    Full Text Available Identifikasi bertujuan untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai landasan dalam menyusun program intervensi yang diharapkan dapat mencegah masalah di sekolah. Proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Pembelajaran biologi berdasarkan kurikulum 2013 harus mencapai 5 ranah pembelajaran diantaranya mengamati, menanya, mengumpulkan, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (1 kesulitan guru biologi dalam tahapan perencanaan, (2 kesulitan guru biologi dalam tahapan pelaksanaan proses pembelajaran, (3 respon siswa terhadap proses pembelajaran biologi yang diterapkan oleh guru biologi di SMA Negeri 1 Susukan.Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 1 Susukan dengan objek penelitian Guru Biologi dikelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi, observasi, wawancara dan angket, adapun teknik analisis data diantaranya transkripsi, organisasi data, tahapan interprestasi, temuan, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, ada beberapa beberapa kesulitan diantaranya: 1 kesulitan pada tahap perencanaan yaitu guru biologi, kesulitan yang terdapat pada penyusunan RPP yaitu apek Perangkat awal, alokasi waktu, metode, sumber belajar, dan penilaian (Rubrik, 2 Kesulitan pada tahap proses pembelajaran, pada aspek kegiatan pendahuluan Guru sulit membuat peserta didik untuk berkonsentrasi dalam proses pembelajaran, Guru sulit untuk menyampaikan tujuan pembelajaran. Aspek kegiatan inti diantaranya guru sulit untuk menerapan pendekatan scientific, Guru masih mengalami kesulitan dalam pendekatan berbasis sainstifik (5M, Guru masih kesulitan menggunakan metode pembelajaran, Guru kurang aktif dalam proses pembelajaran. Aspek kegiatan penutup meliputi Guru sulit untuk membimbing siswa untuk menyimpulkan pembelajaran, Guru jarang

  10. TRANSPARANSI PENGELOLAAN ANGGARAN INFRASTRUKTUR PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN ULUMANDA KABUPATEN MAJENE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurniadi Kurniadi

    2014-10-01

    Full Text Available This study aims to determine the budget management infrastructure independent national community empowerment program in District Ulumanda countryside. This type of research is qualitative descriptive study and the use of instruments such as: observation and documentation developed by interviewing informants. The results showed that the Transparency Budget management infrastructure national community empowerment program independently rural (PNPM MP in District Ulumanda less effective because some indicators of transparency has not been fully implemented, such as the involvement of society in terms of deliberations between the village of proposed development and discussion of the budget managed by PNPM MP in every village. and the lack of information received by the public regarding the amount of budgets managed implementation team (TPK in every village. with some indicators that make authors conclude baahwa budget management infrastructure independent community empowerment national program of rural (PNPM MP less effective in this case the lack of transparency.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan anggaran infrastruktur program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan di Kecamatan Ulumanda. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakan instrumen berupa: observasi dan dokumentasi serta dikembangkan dengan wawancara terhadap informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Transparansi Pengelolaan anggaran infrastruktur program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM MP di Kecamatan Ulumanda kurang efektif karena beberapa indikator transparansi belum sepenuhnya terlaksana, seperti keterlibatannya masyarakat dalam hal musyawarah antar desa penetapan usulan dan pembahasan tentang anggaran yang dikelola oleh PNPM MP di setiap Desa. dan kurangnya informasi yang diterima oleh masyarakat mengenai besaran anggaran yang dikelola tim pengelola kegiatan (TPK disetiap Desa. dengan beberapa

  11. Fenomena Cyberbullying di Kalangan Pelajar

    OpenAIRE

    Maya, Nur

    2015-01-01

    Mengakses internet sudah menjadi rutinitas kebanyakan masyarakat. Berbagai macam situs jejaring sosial yang menarikpun menjadi pilihan penikmat media, salah satunya yaitu jejaring sosial Facebook. Keberadaan facebook tentu saja memiliki dampak positif dan negatif. Sebagai salah satu dampak negatif dalam penggunaan facebook yaitu menggunakannya sebagai media tempat melakukan cyberbullying. Tindakan cyberbullying biasanya terjadi pada kalangan remaja. Beberapa alasannya yakni karena pengaruh li...

  12. KERUGIAN FINANSIAL AKIBAT KECACINGAN: STUDI DI KABUPATEN NUNUKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liestiana Indriyati

    2015-04-01

    kecacingan dengan contoh Kabupaten Nunukan sebagai model. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain rancangan potong lintang (cross sectional. Populasi adalah seluruh anak sekolah dasar di Kabupaten Nunukan. Sampel adalah 1126 anak sekolah dasar terpilih di 9 wilayah kerja puskesmas (Nunukan, Sedadap, Setabu, Sungai Nyamuk, Aji Kuning, Sembakung, Pembeliangan, Mansalong dan Sanur pada bulan Maret-Desember 2010. Hasil pemeriksaan mendapatkan bahwa persentase penderita ascariasis 10,3 persen, trichuriasis 8,97 persen dan penderita hookworm 2,93 persen. Ascaris lumbricoides merampas karbohidrat sebanyak 0,14 gram/ekor/hari dan protein 0,035 gram/ekor/hari. Sedangkan Trichuris trichiura menghisap darah sebanyak 0,005 cc/ekor/hari dan cacing Hookworm menghisap darah sebanyak 0,2 cc/ekor/hari. Perhitungan dalam rupiah, karbohidrat di asumsikan seharga beras Rp. 7.199,49/kg, protein seharga daging sapi Rp. 62.894,25/kg dan darah seharga Rp. 250.000/kantong isi 250cc (Rp.1000/cc. Berdasarkan perhitungan maka didapatkan kerugian nutrisi dan finansial yang dialami oleh Kabupaten Nunukan selama tahun 2010 adalah kerugian karbohidrat sebesar 2.068,9 kg/tahun senilai Rp. 14.895.075,- kerugian protein sebesar 517,23 kg/tahun senilai Rp. Rp 32.530.588,-, kerugian darah sebesar 1.220.241,17 cc /tahun senilai Rp.1.220.241.100,- maka total kerugian financial akibat kecacingan adalah sebesar Rp.1.276.666.763,-. [Penel Gizi Makan 2014, 37(2: 155-160]Kata kunci : kecacingan, nutrisi, kerugian finansial

  13. Telaah Kritis terhadap Pemikiran Psikologi Islam di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zaharuddin Zaharuddin

    2016-03-01

    Full Text Available Islam adalah hal yang baru dalam psikologi perkembangan. Judul penelitian ini adalah Telaah Kitis terhadap Pemikiran Psikologi Islam di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana psikologi Islam di Indonesia. Penelitian ini disebut penelitian kepustakaan. Subyek diambil berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan interpretasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa psikologi Islam di Indonesia pada dasarnya diprakarsai oleh intelektual muslim terkemuka yang sebagian besar memiliki pendidikan dasar Psikologi Kontemporer (Konvensional dan beberapa orang lain memiliki pendidikan Islam dasar ilmiah. Psikologi Perkembangan Islam tidak begitu luas karena kurangnya Sumber Daya Manusia di bidang Psikologi Islam yang memiliki pengetahuan dasar di bidang Islam psikologi dan memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dan al-Hadits (psikolog Islam sekali komentator. Kesimpulan dari penelitian ini menggambarkan bahwa Psikologi Islam adalah kelimuan studi yang telah dikembangkan oleh para intelektual Muslim di abad ke-8 yang dikenal psikologi Islam klasik. Selain Psikologi Pemikiran Umat Islam di Indonesia pada dasarnya membandingkan atau mengintegrasikan teori psikologi konevensional dengan ajaran agama Islam dan sanggahan atau kritik dari teori konvensional psikologi. Islam is a new sect of psychology in developmental psychology. The title of this research is a critical examination of the Psychology of Islamic thought in Indonesia. The purpose of this study to investigation psychology of Islam in Indonesia. This research is literature. Subjects were taken based on predetermined criteria. Methods of data analysis using descriptive analysis and interpretation. The results of this study stated that thinking about the psychology of Islam in Indonesia is basically initiated by prominent Muslim intellectuals who mostly have the basic education of

  14. Pemanfaatan Citra Landsat 8 OLI dan Sistem Informasi Geografi untuk Estimasi Total Erosi Daerah Aliran Sungai Jragung

    OpenAIRE

    Setyawan, Angga; Susilo, Bowo

    2017-01-01

    Erosi merupakan salah satu indikator untuk mengetahui baik buruknya ekosistem DAS. Tinggi rendahnya tingkat erosi pada suatu DAS dipengaruhi oleh faktor fisik dan faktor sosial DAS tersebut. DAS Jragung yang mempunyai hulu di Gunung Ungaran, mempunyai kondisi penutup lahan sangat buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai total erosi yang terjadi di DAS Jragung. Identifikasi nilai total erosi yang dimaksud merupakan akumulasi dari nilai erosi permukaan, erosi parit dan erosi...

  15. Studi Keanekaragaman Jenis Kantong Semar (Nepenthes Spp) di Kawasan Konservasi Rumah Pelangi Dusun Gunung Benuah Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya

    OpenAIRE

    Idham, Muhammad; rizal, Fah; Gultom, Revain Junata

    2015-01-01

    The purpose of this study was to determine the diversity and level of dominance of Kantong Semar in conservation area of Rumah Pelangi. The research used systematic sampling methods in swamp forest area and dry forest area. The sampling line was 200 meter, distance between sampling line was 50 meter and the amount of sampling line was 4 in each vegetation area. Result of research showed that four Kantorng Semar was found i.e. Nepenthes ampullaria Jack, Nepenthes rafflesiana Jack, Nepenthes bi...

  16. STUDI PENGARUH AIR LIMBAH PEMOTONGAN HEWAN DAN UNGGAS TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI SUBAK PAKEL I DI DESA DARMASABA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    N Widya

    2012-11-01

    Full Text Available The research was to know the type of pollution which contaminates the waste water of Animals and birds slaughterand to know the level of contamination of river water of Subak Pakel I river from the waste water of animals and birdsslaughter at Darmasaba Village.The research was held in February-March 2008. The sample of waste water was taken at location of cow, pig andchicken slaughter house which was repeated three times. Meanwhile, the sample of river water was taken at the upper course,middle and at the end part of the river with six times repetition. The results of analysis on 12 parameter of the waste water isused to determine typical of pollution and 13 parameter of river water was used to determine pollution index of river waterreferred to Bali Governor Act no. 8 year 2007.The result of the research shows that the typical pollution of waste water from the pig slaughter house was characterizedby high content of ammonia (NH3, and typical pollution of the waste water of chicken slaughter was characterized by highcontent of hydrogen Sulfida (H2S. Intentional or unintentional disposal of the waste water from the animal and poultryslaughter house, had polluted the middle part and the end part of the water river. The level of water pollution in the middle part,was contegorized heavy for first class, second class and third class, but still in slight pollution for fourth class water. Meanwhile,the level of pollution at upper course of water river was still on good category for fourth class water, and still in slight pollutionfor first class and second class of water.

  17. STRATEGI ADAPTASI NELAYAN LANJUT USIA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KETAHANAN SOSIAL. STUDI KASUS DI NAGARI AIR BANGIS, KECAMATAN SUNGAI BEREMAS, KABUPATEN PASAMAN BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ermayanti .

    2014-09-01

    Full Text Available Human existence as living beings will keep trying to make ends meet, despite his advanced age. Reality that they are not engaged by the employer group requiring them to implement various strategies in order to fulfill the necessities of life for yourself and family is maintained. This is possible as an option strategy adaptation in the elderly fishermen anticipate the changes that occur in the life of the fishing community. This study aims to describe the fishing community adaptation strategies in the face of the elderly. Future elderly fishing communities are determined based on the socio-cultural level of productivity that is generated, are still actively searching for fish on the high seas or just along the coast. Productive age limit directly affects the revenue lost fishermen. This fact led to the emergence of a variety of problems experienced by elderly fishermen, both from the economic, psychological, social and cultural. The families of elderly fisherman as the unit of analysis in this study have similar characteristics with elderly fishermen in general. A qualitative approach is emphasized in the process of collecting and analyzing the data. For that, although using the analysis in several families of elderly fishermen, but the problems are representative of elderly fisherman can span the 'hierarchy. The results showed that the main strategy applied elderly fisherman is still maintaining fishermen job, considering the social and cultural environment sulir fishing communities offer alternatives for another job. In addition, elderly family strategy in fulfilling its economy is the income earned, usually in debt to the tauke or indebted to anyone who would give him a loan debt. Aside from the elderly fisherman fishermen borrow another boat and look for alternative livelihoods outside between fishermen, such as gathering firewood to be sold to people in need. In addition, the results showed that elderly fisherman efforts to realize social security is to improve safety in these villages with mutual respect, tolerance and collaboration, because the villagers' Air Bangis already feel safe. In Nagari Air Bangis rarely finds conflicts between fishermen here, even if there was only a small problem, which can be directly solved maslaah. Usually the elderly fisherman to keep track of security among citizens just always maintain good relations between people, mutual help for anyone who needs and mutually saluted each other. Not distinguish economic status or the status of their fishermen. The main problem in this village is still the economic problems of society, because there are many people here who are in the poverty level.

  18. Pengawasan Badan Lingkungan Hidup Terhadap Limbah Industri Sagu Di Kabupaten Kepulauan Meranti (Studi Kasus Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur)

    OpenAIRE

    Mukarromi, Al; ", Ishak

    2017-01-01

    Industrial waste pollution sago which is still going on until now caused Responsible Business does not do waste management corresponding environmental quality standards, industries sago which have yet to Installation Wastewater Management (WWTP) so that the waste material waste dumped directly into rivers and seas, a phenomenon the other is still a lot of sago industry do not yet have permission Environmental Management and Environmental Monitoring effort (UKL-UPL). Based on the phenomenon th...

  19. STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS PADA TIGA MUARA SUNGAI SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN DI PESISIR PANTAI AMPENAN DAN PANTAI TANJUNG KARANG KOTA MATARAM LOMBOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    HUSNAYATI HARTINI

    2015-06-01

    Full Text Available Increasing the human activity may lead to decrease utilization of river waters quality. The purpose of this study were to find out structure of macrozoobenthos community as bioindicator of waters quality in three estuaries of Ampenan district; find out the chemical and physical conditions of waters; determine the relationship of physical chemical of waters and macrozoobenthos diversity indices. The study was conducted by dividing of each estuary into 10 stations. Community structure and physical chemical waters parameters was analyzed descriptively. The relationship of physical and chemical waters quality parameters with macrozoobenthos diversity indices was analyzed by regression. The results showed that 8 species found in the estuary of Berenyok, 11 species in the estuary of Ancar and 12 species in the estuary of Jangkok. Conditions of community structure in three estuaries balanced enough up to unstable. Physical and chemistry waters quality in three estuaries are still below the quality standard except for Hg. In Berenyok and J angkok estuaries Hg values obtained in excess of standard quality. Pollution levels in the three estuaries ranging from moderate to heavily polluted. There is a linear correlation between macrozoobenthos diversity indices and DO parameter in each estuary.

  20. Dampak Pencemaran Air terhadap Kesehatan Lingkungan dalam Perspektif Hukum Lingkungan (Studi Kasus Sungai Code di Kelurahan Wirogunan Kecamatan Mergangsan dan Kelurahan Prawirodirjan Kecamatan Gondomanan Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinarjati Eka Puspitasari

    2012-02-01

    Full Text Available This research is aimed to know the contribution government and societies in Yogyakarta for maintaining the water pollution on Code River. Code River is a river in Yogyakarta which has crowded area on its river flow region. The research location is in Code’s river flow region, especially in Kelurahan Prawirodirjan Kecamatan Gondomanan dan Kelurahan Wirogunan Kecamatan Mergangsan Yogyakarta.Data in this research were obtained through field research and library research. The field research was carried out by using interview guidance and sample waste data testing from Balai Besar Teknik Lingkungan (BBTKL Yogyakarta, whereas the library research was done by documentary study by collecting and analyzing selected laws and regulation which were relevant to the research.The result showed that the environmental data to maintain environment health and social condition in the field research has not been served. Beside that, the result of laboratory testing BBTKL showed that water condition on field research has contained pollutant. However, the government and societies just give less contribution to decrease the effect of water pollution on Code River. In this case, the contribution of laws and regulation has been needed to decrease the water pollution.

  1. Eksternalitas Model Eco-settlements di Daerah Aliran Sungai (DAS) Hulu Cimanuk (Studi Kasus Kampung Muara, Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan,kabupaten Garut, Jawa Barat)

    OpenAIRE

    ., Deddy Ma’mun dan Noresya Ezmira

    2012-01-01

    Kampung Muara which is the upstream of Cimanuk watershed is oneof the areas experiencing environmental degradation caused by land use.In response to these problems, the Research Institute for HumanSettlements devised a model of eco-settlements as an upstream ofwatershed development. This research aims to determine the externalitiesrised from the implementation of eco-settlements model. The techniqueused for this research is case study, while design used is a descriptivemethod that is supporte...

  2. Analisis Pembuangan Limbah Cair Industri Tahu Terhadap Kualitas Air Sungai Melati Seberang di Kelurahan Ujung Padang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Tahun 2015

    OpenAIRE

    Pradiba, Hilda

    2016-01-01

    Melati Seberang River is a river that flows through the Padangsidimpuan City, in Ujung Padang village are people living on the river banks and Industri of Tofu. Industry of tofu is one of the industries that generate large amounts of liquid waste and liquid waste is generally disposed of the river. The aims of this study are to analyse the tofu liquid waste quality, to analyze the water quality of river which caused by industrial waste water, and to analyze the effect of liquid waste that ...

  3. Analisa Highest and Best Use Pada Lahan Gedung Serbaguna Purnama di Jl R.A Kartini Bangkalan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chairun Nisya Aziz

    2015-03-01

    Full Text Available Era pembangunan pasca jembatan Suramadu diharapkan menjadi tonggak kebangkitan daerah, sehingga kesejahteraan masyarakat yang merupakan cita-cita pembangunan akan terwujud. Akan tetapi fakta yang terjadi di lapangan, beberapa pembangunan mengalami kondisi yang kurang layak secara finansial. Dalam penelitian ini menggunakan analisa HBU pada sebuah lahan gedung serbaguna Purnama Bangkalan. Analisis legal, fisik, keuangan, dan produktivitas maksimum adalah proses dan metodologi yang digunakan pada penelitian ini. Objek studi sebuah lahan gedung yang dianggap kosong seluas 600 m2 terletak di kawasan komersial alun-alun kota Bangkalan. Hasil yang diperoleh yaitu hotel merupakan alternatif penggunaan yang memberikan nilai tertinggi dengan nilai lahan menjadi sebesar Rp 4,086,635/m2 dan memiliki produktifitas maksimum sebesar 253%

  4. Perancangan Sistem Pakar Pendiagnosis Kerusakan Laptop di "Dinar Comp" Berbasis Web dengan PHP dan MySQL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wandri Okki Saputra

    2014-01-01

    Full Text Available Saat sekarang ini laptop sudah menjadi kebutuhan di kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan dan profesi lainya. Suatu saat laptop tersebut akan mengalami kerusakan dan diperlukan seorang pakar untuk mendiagnosis kerusakan tersebut. Aplikasi sistem pakar merupakan salah satu aplikasi untuk diagnosis kerusakan laptop seperti kemampuan seorang pakar. Dengan adanya sistem pakar, dapat membantu pengguna untuk bisa mendiagnosis kerusakan laptop tanpa harus di diagnosis oleh pakar. Dalam perancangan aplikasi, metode yang digunakan adalah metode waterfall. Metode ini sangat tepat dalam pembuatan aplikasi seperti ini karena mempunyai alur yang memungkinkan perancang untuk mengevaluasi aplikasi tanpa harus mengubah dari dasar. Sedangkan tahapan dalam pembuatan aplikasi ini menggunakan beberapa tahap yaitu studi pustaka dan bimbingan, pengambilan data dan analisa (wawancara, pengamatan dan berkas informasi, perancangan, pembuatan sistem dan terakhir implementasi. Berdasarkan hasil pengujian alpha dan betha, aplikasi yang dibangun sudah berjalan cukup maksimal, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi kesalahan dan kekurangan pada saat aplikasi digunakan.

  5. SEBARAN INFEKSI TAURA SYNDROME, INFECTIOUS MYONECROSIS, DAN Penaeus vannamei NERVOUS VIRUS (TSV, IMNV, DAN PvNV PADA BUDIDAYA UDANG Litopenaeus vannamei DI JAWA BARAT, JAWA TIMUR, DAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isti Koesharyani

    2015-09-01

    Full Text Available Pada budidaya udang introduksi Litopenaeus vannamei, virus merupakan penyakit yang memberi dampak cukup merugikan dan menimbulkan kematian massal budidaya udang vaname. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran adanya infeksi virus di beberapa daerah budidaya udang L. vannamei, di Jawa Timur (Bangil, Banyuwangi, Situbondo, Bali, dan Jawa Barat (Karawang dan Mauk-Tangerang. Jenis virus yang dianalisis adalah Taura Syndrome (TSV, Infectious Myonecrosis (IMNV, dan Penaeus vannamei Nervous Virus (PvNV dan merupakan golongan RNA virus. Sebanyak 5-10 ekor sampel diambil dari setiap daerah secara individu berupa jaringan insang, pleopod, dan daging, disimpan dalam RNAlater. Selanjutnya sampel sampel tersebut dianalisis di Laboratorium Kesehatan Ikan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya, Jakarta. Metode analisis menggunakan Reverse-Transcription Polymerase Chain Reaction (RTPCR dengan spesifik primer: TSV (230 bp, IMNV-1 (600 bp, PvNV-1 (339 bp. Hasil analisis RT-PCR, menunjukkan bahwa dari 56 sampel, ternyata infeksi TSV diperoleh di lokasi budidaya udang di Bangil, Banyuwangi, dan Bali. Sementara, kasus infeksi IMNV terdapat di Banyuwangi dan Bali, sedangkan infeksi PvNV yang merupakan penyakit baru tidak diperoleh dari semua sampel yang ada. Beberapa sampel uji  menunjukkan multi infeksi secara alami antara TSV-IMNV yang berasal dari budidaya di Banyuwangi. Mengingat, kasus infeksi PvNV belum pernah ada di Indonesia, maka perlu aturan tata cara impor atau pengawasan tentang udang vaname agar tidak terjadi introduksi penyakit virus baru ke Indonesia.

  6. Model Perkembangan Perumahan di Wilayah Peri Urban Kota Surabaya (Studi Kasus : Kabupaten Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Dewa Made Frendika Septanaya

    2012-09-01

    Full Text Available Saat ini perkembangan wilayah peri urban di berbagai kawasan metropolitan menunjukkan adanya pertambahan luas permukiman dalam jumlah banyak (real estate atau yang biasa di kategorikan sebagai proses formatif yang bersifat invasif. Kecenderungan beberapa wilayah peri urban yang menunjukkan pesatnya pertumbuhan perumahan ternyata tidak sepenuhnya terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Fenomena  penurunan pengadaan perumahan yang terjadi pada periode  2006 – 2010 menyebabkan ketidakseimbangan antara rendahnya pengadaan (supply rumah dengan kebutuhan (demand atas perumahan yang semakin meningkat. Hasil akhir penelitian ini  menunjukkan bahwa faktor geografis (spasial dalam pemodelan GWR yang menyebabkan penuruan jumlah pengadaan perumahan di masing-masing kecamatan berbeda-beda, namun secara holistik disebabkan oleh pengaruh harga lahan, keterbatasan ketersediaan lahan kosong untuk peruntukan perumahan dan jarak dari lumpur Lapindo Kecamatan Porong. Sedangkan faktor aspasial yang mempengaruhi adalah stabilitas kondisi ekonomi, besarnya biaya taktis (transaction cost dan biaya dampak pembangunan (development impact fees, kendala perizinan serta aturan atau regulasi untuk pembebasan lahan yang tidak mengikat.

  7. KOORDINASI ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH DALAM PELAYANAN E-KTP DI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhidayat M

    2013-10-01

      Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Koordinasi Antar Lembaga Pemerintahan Dalam Pelayanan E- KTP serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat Koordinasi Antar Lembaga Pemerintah Dalam Pelayanan E-KTP di Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Penelitian ini adalah Deskriptif-Kualitatif, Populasi dalam penelitian sekaligus merupakan sampel sebanyak 31 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik berupa observasi, kuesioner serta dikembangkan dengan wawancara kepada responden. Data tersebut dianalisis secara Deskriptip kualitatif yaitu menganalisis semua data yang berhasil dikumpulkan penulis, d