WorldWideScience

Sample records for bakar oksida padat

  1. Pengujian Alat Konversi Ban Bekas Menjadi Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Saputra, Imron Aryadi; Arijanto, Arijanto

    2017-01-01

    Pirolisis dapat didefinisikan sebagai dekomposisi thermal material organik pada suasana inert (tanpa kehadiran oksigen) dan suhu tinggi sehingga terurai menjadi molekul yang lebih kecil. Pirolisis merupakan bentuk penghematan energi karena dapat menyuling bahan bakar atau bahan kimia yang berguna dari limbah padat. Produk pirolisis berupa gas, cair dan padat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji alat konversi ban bekas menjadi bahan bakar, mengetahui jumlah minyak yang dihasilkan pada pr...

  2. Bio-Oil dari Limbah Padat Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edy Saputra

    2007-12-01

    Full Text Available Bahan bakar minyak merupakan sumber energi terpenting untuk kehidupan manusia. Produksi bahan bakar minyak yang berasal dari bahan bakar fosil semakin hari semakin menurun. Untuk itu diperlukan suatu alternatif sumber energi yang dapat diperbaharui dalam menggantikan bahan bakar fosil, salah satunya adalah mengkonversikan biomas menjadi biooil. Dalam penelitian ini digunakan limbah padat sawit, yaitu batang dan tandan kosong sawit dengan ukuran partikel 2-6 dan 6-10 mesh. Proses yang digunakan untuk mengkonversikan limbah padat sawit pada penelitian ini yaitu slow pyrolysis. Proses ini dilakukan pada reaktor pipa stainless steel dengan diameter 3,81 cm dan panjang 60 cm, pada kisaran temperatur 450-600oC yang dialiri gas nitrogen. Hasil yield tertinggi dicapai pada suhu 500oC dengan diameter partikel 2-6 mesh. Produk bio-oil dilakukan analisa dengan menggunakan GC HP 5890 II. Pada produk bio-oil juga teridentifikasi adanya etanol, benzena, toluena dan xylen. Kata kunci: bio-oil, limbah padat sawit, pyrolysis

  3. PENGARUH NILAI BAKAR TERHADAP INTEGRITAS KELONGSONG ELEMEN BAKAR TRIGA 2000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.A. Sudjatmi

    2015-04-01

    Full Text Available Bentuk elemen bakar reaktor TRIGA Bandung adalah silinder padat yang merupakan campuran homogen paduan uranium dan zirkonium hidrida. Pada saat reaktor beroperasi, suhu elemen bakar akan bertambah, akibatnya akan menaikan tekanan gas-gas yang ada di dalam kelongsong elemen bakar. Tekanan gas yang timbul dalam kelongsong elemen bakar merupakan penjumlahan tiga komponen tekanan yaitu tekanan akibat udara yang terperangkap antara kelongsong dengan bahan bakar, tekanan oleh gas hasil fisi yang terbentuk dari elemen bakar dan tekanan yang berasal dari pemisahan hidrogen dari paduan zirkonium hidrida. Gas hasil fisi yang terbentuk oleh bahan bakar sebanding dengan besarnya fraksi bakar oleh setiap elemen bakar dalam teras reaktor. Semakin besar fraksi bakar elemen bakar, semakin besar gas gas hasil fisi yang dihasilkannya, akibatnya semakin besar tekanan di dalam kelongsong yang disebabkan oleh gas gas hasil fisi tersebut. Perhitungan jumlah gas-gas hasil fisi dalam kelongsong yang merupakan fungsi dari nilai bakar dilakukan dengan menggunakan program ORIGEN-2. Program ORIGEN-2 adalah kode komputer yang banyak digunakan untuk menghitung hasil fisi, peluruhan dan pengolahan bahan radioaktif. Tampang lintang, presentase timbulnya hasil fisi, data peluruhan, dan data lainnya yang diperlukan disediakan dalam pustaka data selama eksekusi program. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa tekanan gas yang diakibatkan oleh gas hasil fisi adalah 4,13 10-3 psi dan tekanan gas yang diakibatkan udara yang terjebak di dalam kelongsong adalah 56,6 psi, yang mengakibatkan tegangan pada kelongsong sebesar 2080 psi dan nilai ini jauh lebih kecil dari setengah tegangan luluh bahan kelongsong sebesar 12.000 psi pada temperatur 750 oC atau sekitar 40.000 psi pada temperatur 138 oC. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa dilihat dari sisi nilai bakar, maka elemen bakar layak digunakan sampai mencapai nilai bakar maksimum. Kata kunci : TRIGA, nilai bakar, elemen bakar

  4. Studi Pemanfaatan Limbah Padat dari Perkebunan Kelapa Sawit pada PLTU 6 MW di Bangka Belitung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harris Harris

    2013-03-01

    Full Text Available Limbah padat dari perkebunan kelapa sawit berupa cangkang dan fibre dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pada PLTU. Cangkang memiliki kandungan energi sebesar 4115 kkal/kg dan fibre sebesar 3500 kkal/kg. Cangkang dan fibre dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada PLTU 6 MW, yang digunakan untuk memanaskan air didalam boiler sehingga menghasilkan temperatur uap dan tekanan uap yang mampu memutar turbin uap. Turbin uap berfungsi sebagai prime mover untuk memutar generator sehingga menghasilkan output berupa daya listrik. Pada saat menggunakan bahan bakar cangkang PLTU 6 MW menghasilkan ouput rata – rata sebesar 4.8 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.02 ton cangkang dan pada saat menggunakan bahan bakar fibre PLTU 6 MW menghasilkan output rata – rata 2.3 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.83 ton fibre. Karena lebih optimal dalam pengoperasian serta maksimalnya output yang dihasilkan dari bahan bakar cangkang, maka efisiensinya pun lebih baik. Efisiensi PLTU 6 MW pada saat menggunakan bahan bakar cangkang sebesar 20.5 % dan efisiensi PLTU 6 MW dari bahan bakar fibre 13 %. Oleh karena itu bahan bakar cangkang merupakan bahan bakar utama yang digunakan pada PLTU 6 MW.

  5. UPAYA PEMBINAAN MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN BRIKET ARANG CANGKANG SAWIT SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR DI KECAMATAN SUNGAI BAHAR KABUPATEN MUARO JAMBI

    OpenAIRE

    Haryanto, .; Bakar, Abu; Muis, Lince

    2015-01-01

    Sungai Bahar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia. Secara ekonomi kecamatan Sungai Bahar mempunyai nilai strategis karena merupakan suplayer komoditi kelapa sawit. Di Sungai Bahar yang dikenal dengan perkebunan kelapa sawit menghasilkan minyak sawit. Kebun dan pabrik kelapa sawit menghasilkan limbah padat dan cair dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Serat dan sebagian cangkang sawit biasanya terpakai untuk bahan bakar boiler yang pemanfaata...

  6. PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK PROSES STERILISASI JAMUR TIRAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2013-12-01

    Full Text Available Biomassa adalah suatu limbah benda padat yang bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber bahan bakar. Energi biomassa dapat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi karena beberapa sifatnya yang menguntungkan yaitu sumber energi ini dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaharui (renewable resources, sumber energi ini relatif tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara dan juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan pertanian. Salah satu biomassa yang sekarang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah jamur. Jenis jamur di Indonesia banyak macamnya contohnya: jamur tiram, jamur merang, jamur kuping dan lain-lain. Sementara ini masih banyak limbah jamur tiram hanya untuk pupuk tanaman bahkan banyak yang hanya di buang begitu saja, padahal dalam proses produksi jamur tiram yaitu sterilisasi baglog (bahan baku jamur dengan cara pengukusannya di atas tungku api selama 8 jam, masyarakat masih menggunakan LPG atau kayu bakar untuk mengukus baglog tersebut yang membutuhkan biaya lebih. Penelitian ini bertujuan membantu masyarakat dalam pengolahan limbah jamur tiram untuk Proses Pembuatan Briket Limbah Jamur Tiram Sebagai Bahan Bakar Alternatif, pembuatan briket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji dengan perbandingan 3:1, ukuran partikel 40 mesh (0,250mm , bentuk beriket silinder pejal. Hasil pengujian proksimasi menunjukkan bahwa kandungan kadar air 1,57 %, Kadar abu 28,53 %, nilai kalor 3306 kal/gram, kadar karbon 51,22 %, nilai rata-rata efisiesi pembakaran 60,88% . Berdasarkan uji pembakaran, briket limbah jamur tiram dapat digunakan sebagai bahan bakar.

  7. Alat Penghemat Bahan Bakar Berbasis Elektromagnet

    OpenAIRE

    Putra, Toni Dwi

    2010-01-01

    Alat penghemat bahan bakar premium yang berupa medan elektromagnet yang di beri kumparan di letakan setelah filter bahan bakar sebelum bahan bakar masuk ke karburator. Elektromagnet dapat memecah ion-ion yang mengumpal dalam bahan bakar. Percobaan dilakukan 4 kali dalam waktu 60 menit dengan interval pengukuran konsumsi bahan bakar setiap 5 menit. Setelah semua data diperoleh, dengan menggunakan uji F di peroleh hasil bahwa Alat dapat di pasang pada semua jenis kendaraan berbahan bakar premiu...

  8. DISKURSUS BAHAN BAKAR AIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Poempida Hidayatulloh

    2015-06-01

    Full Text Available Kebutuhan akan energi bagi manusia adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu pencarian manusia dalam menemukan suatu energi yang berkelanjutan (sustainable adalah suatu proses alamiah yang terjadi secara terus-menerus. Keterbatasan manusia dalam mendapatkan energi selalu berkutat pada paradigma keberadaan hukum kekekalan energi yang menjadi basis pemikiran fisika klasik. Air adalah suatu senyawa yang senantiasa ada di sekitar kita dan tersedia dalam berbagai wujud. Senyawa Air (H2O terdiri dari atom hidrogen (H2 dan oksigen (O2 yang keduanya dapat dibakar dan membantu proses pembakaran. Di mana dalam pembakaran akan tercipta energi yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi gerak seperti dalam mesin bakar (combustion engine. Proses penguraian senyawa air menjadi hidrogen dan Oksigen dapat dilakukan melalui proses elektrolisa. Proses elektrolisa secara langsung akan membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang tidak sedikit. Namun proses elektrolisa yang tepat dapat menghasilkan Brown Gas (HHO yang mempunyai daya bakar yang cukup besar. Tulisan ini membahas dilema pemakaian Brown Gas dalam konteks energi yang dihasilkan dengan perbandingan energi yang diperlukan untuk menghasilkannya. Komparasi energi ini ditujukan untuk menunjukkan apakah kemudian Brown Gas dapat lebih lanjut digunakan untuk menjadi energi penggerak mesin yang ekonomis. Pembahasan tentang terjadinya pelanggaran terhadap hukum kekekalan energi berbasis fisika klasik secara filosofis pun termaktub.

  9. Potensi Limbah Padat sebagai Benang Gintir Berbasis Sistem Interlacing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nisa Fardani

    2015-09-01

    Full Text Available Sistem pengelolaan sampah di tempat pembuangan sampah menjadi masalah lingkungan yang besar seiring dengan pertumbuhan industri pulp dan kertas di Indonesia. Konversi limbah padat menjadi bahan bakar pelengkap untuk industri kertas juga tidak memberikan hasil yang signifikan untuk memecahkan masalah pencemaran udara pada saat karbon aktif dibebaskan dari proses pembakaran. Masalah ini secara khusus menuntut sistem pengelolaan sampah yang maju dan efektif secara terus-menerus. Baru-baru ini, optimasi pemanfaatan serat-limbah menjadi alternatif khusus untuk mengurangi tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah. Namun, tidak semua dapat didaur ulang. Karakteristik limbah padat berserat dari industri kertas tisu cenderung menurun gramaturnya, sehingga sangat disayangkan pemanfaatannya akan berkurang bahkan setelah proses daur ulang. Di sisi lain, struktur kimianya yang telah rusak selama proses produksi tampaknya menjadi semangat baru bagi industri tekstil di masa depan dalam mengembangkan teknologi daur ulang limbah padat berserat, yang menghasilkan benang tekstil generasi baru. Fokus dalam penelitian ini ditekankan pada penemuan tas yang terbuat dari bahan serat-limbah menggunakan metode eksperimental. Identifikasi karakteristik serat-sampah berbasis padat dikembangkan melalui teknik eksplorasi multi-ply yarns berdasarkan sistem interlace. Hubungan antara penciptaan produk dan forecasting  tren pada tahun 2013 akan menjadi analisis berikutnya sebagai salah satu cara untuk memecahkan masalah sampah.Kata Kunci: limbah; multi-ply yarns; sistem interlacing.The Potential of Solid Waste as Multiply Yarn Based on Interlacing SystemsSolid-waste disposal in landfills is becoming a massive environmental problem as a result of the growth of the pulp and paper industry in Indonesia. The conversion of solid waste to complementary fuel for the paper industry is also not giving any significant results to solve air contamination, as active carbon is released

  10. PEMANFAATAN KOTORAN AYAM DENGAN CAMPURAN CANGKANG KARET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Irawan

    2013-12-01

    Full Text Available Berdasarkan Statistik Energi Indonesia (DESDM, 2004 cadangan minyak bumi di Indonesia hanya tersisa sekitar sembilan milyar barel. Apabila energi terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru diperkirakan cadangan yang dimiliki Indonesia akan habis dalam dua dekade mendatang. Mengenai hal ini pemerintah sudah membuat peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi dalam hal dapat mengembangkan sumber energi alternatif untuk pengganti bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut menekankan sumber daya yang dapat diperbaharui sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak. Berbagai solusi yang telah ditawarkan oleh para ilmuwan didunia untuk mengatasi ketergantungan terhadap minyak bumi, yaitu dengan menggunakan energi baru terbarukan. Biomasa adalah suatu limbah padat yang bisa di manfaatkan lagi sebagai bahan bakar. Biomasa meliputi limbah pertanian, perkebunan dan hutan, komponen dari indusri dan rumah tangga, salah satu pemanfaatan biomasa adalah dibuat briket. Briket adalah energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan perekat tepung tapioka 1 : 3 bahan baku dari briket ini mengunakan limbah - limbah sisa produksi, baik itu rumah tangga, pekebunan maupun sampah dari proses alam, seperti daun – daun yang gugur. Bahan baku pembuatan briket dalam penelitian ini adalah kotoran ayam dan cangkang karet. Hasil pengujian briket kotoran ayam dan cangkang karet adalah pembuatan briket dengan satu bentuk analisa proksimasi (nilai kalor, air, abu, fixed karbon dari pengujian pembakaran temperature yang baik yaitu 433 pada briket kotoran ayam dan cangkang karet pada perbandinganya yaitu 40 : 60 pada ke 16 efisiensi pembakaran perbandingan paling banyak adalah proksimasi.

  11. SINTESIS PIGMEN BESI OKSIDA BERBAHAN BAKU LIMBAH INDUSTRI BAJA (MILL SCALE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tito Prastyo Rahman

    2013-05-01

    Full Text Available Limbah industri baja (mill scale digunakan sebagai alternatif bahan baku pigmen besi oksida. Kajian ilmiah ini menjelaskan proses pembuatan pigmen besi oksida melalui metode presipitasi dengan media air. Pigmen besi oksida yang menjadi target yaitu pigmen kuning goethit ( -FeOOH dan merah hematit ( -Fe2O3. Goethit diperoleh dengan presipitasi menggunakan amonia dari proses awal terbentuknya ferricssulfat hasil reaksi asam sulfat (H2SO4 dengan limbah mill scale, sedangkan hematit diperoleh dengan proses pemanasan goethit pada temperatur 5000C dan 9000C. Analisa XRD digunakan untuk mengetahui senyawa pigmen yang terkandung dan penggunaan DTA untuk mengetahui pola perubahan fasa akibat proses pemanasan fasa goethit. Analisa warna pigmen menggunakan collorimetri L*a*b System. Warna pigmen yang diperoleh mempunyai tinting strength yang masih kurang dibandingkan dengan pigmen impor.

  12. Pemanfaatan Limbah Pecahan Genteng sebagai Katalis dalam Reaksi Pirolisis Plastik Polipropilena Menjadi Bahan Bakar Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Jaya Eka Syahputra

    2015-06-01

    Full Text Available Artikel ini mendiskusikan karakterisasi pecahan genteng dan pemanfaatannya untuk memproduksi katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pecahan genteng dan kemudian melakukan modifikasi untuk pembuatan katalis. Katalis dibuat dengan pilarisasi nikel ke dalam pecahan genteng, dan dikarakterisasi menggunakan x-ray diffractometer (XRD. Pirolisis dilakukan terhadap limbah plastik polipropilena hingga diperoleh cairan minyak. Minyak direforming menggunakan katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa pecahan genteng mempunyai kandungan logam oksida berdasarkan standar Fe2O3, NiO2, Al2O3, SiO2. Refinement dilakukan menggunakan program Rietica metode Le-Bail dan diperoleh hasil nilai keberterimaan Rp/Rwp <10. Setiap 1,3 kg sampel limbah polipropilena diperoleh hasil minyak sebanyak 1,7 L. Hasil reforming menunjukkan bahwa densitas minyak sebesar 745,919 kg/m3 dan viskositas 0,720 cp. Berdasarkan analisis GC-MS diperoleh fraksi pembentukan terbesar dari katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel adalah fraksi C10 - C12. Sehingga, pecahan genteng yang terpilarisasi nikel efektif dijadikan sebagai katalisator dalam proses pirolisis untuk mengubah limbah palstik polipropilena menjadi bahan bakar.

  13. Bahan Bakar Alternatif Biodesel (Bagian I. Pengenalan)

    OpenAIRE

    Haryanto, Bode

    2002-01-01

    Indonesia memiliki beragam sumberdaya energi. Sumberdaya energy berupa minyak, gas, batubara, panas bumi, air dan sebagainya digunakan dalam berbagai aktivitas pembangunan baik secara langsung ataupun diekspor untuk mendapatkan devisa. Sumberdaya energy minyak dan gas adalah penyumbang terbesar devisa hasil ekspor. Kebutuhan akan bahan bakar minyak dalam negeri juga meningkat seiring meningkatnya pembangunan. kimia-bode

  14. UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Tazi, Sulistiana

    2012-03-01

    Full Text Available Menurut  laporan  The  World  Energy  Council   tahun  1993,  menjelang   tahun  2020 kebutuhan energi  dunia  akan  meningkat  dari  8,8  Gtoe  (gigatons  of  oil  equivalent  menjadi  11,3 sampai  17,2  Gtoe  (IEA,  2006.  Kondisi  tersebut  akan  menguras  banyak  cadangan  minyak  bumi. Bietanol adalah salah satu sumber energi alternatif baru.  Tujuan khusus  dari penelitian ini adalah mengetahui besar kalor yang dihasilkan oleh  bahan bakar tersebut,mengetahui komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas  yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor bertekanan. Hasil dari penelitian uji kalor bakar bahan bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas untuk nilai kalornya adalah 76,86 J/kg – 27,52J/kg, sedangkan nilai viskositasnya 46,5 cSt – 22,5 cSt. Hasil dari  penelitian ini menunjukkan untuk nilai kalor yang tepat dijadikan sebagai bahan bakar  kompor bertekanan apabila campuran bioetanol lebih banyak dari pada minyak goreng bekas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa besar nilai kalor yang dihasilkan oleh bahan  bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas adalah 76,86 J/kg dengan  viskositasnya 46,2 cSt. Sedangkan nilai kalor bakar  terendah  adalah  27,52  J/kg  dengan  viskositasnya  22,5  cSt.  Bertambahnya  campuran  akan mempengaruhi penurunan nilai kalor bakar campuran bioetanol. Komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas yang  dapat digunakan sebagai bahan bakar pada kompor bertekanan apabila penambahan campuran bioetanol lebih banyak dari minyak goreng bekas.

  15. Pengaruh Campuran Bahan Bakar dengan Peralatan Elektromagnet terhadap Emisi Gas Buang pada Motor Bakar Bensin 3 Silinder

    OpenAIRE

    Lolo, Roni Tandi; Suyatno, Agus; S, Suriansyah

    2013-01-01

    Berbagai cara telah dilakukan untuk menciptakan alat yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna dan dapat menghasilkan emisi gas buang yang sangat baik sehingga tidak terlalu mencemari kondisi udara disekitar . Akan tetapi sekarang ini orang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakar sebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran. Metode yang dapat digunakan adalah aplikasi medan magnet (elektromagnet) kare...

  16. Variasi Campuran Bahan Bakar dengan Peralatan Elektromagnet terhadap Emisi Gas Buang pada Motor Bakar Bensin 3 Silinder

    OpenAIRE

    Suyatno, Agus

    2011-01-01

    Berbagai cara telah dilakukan untuk menciptakan alat mana yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna dan dapat menghasilkan emisi gas buang yang sangat baik sehingga tidak terlalu mencemari kondisi udara disekitar . Akan tetapi sekarang ini orang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakar sebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran. Metode yang dapat digunakan adalah aplikasi medan magnet (elektromagnet)...

  17. Gender and career Choice Differences on Bakare Vocational ...

    African Journals Online (AJOL)

    The study examined gender and aspired occupational differences on Bakare Vocational Interest Inventory (BVII). Two hundred and twenty (56 males and 164 females) undergraduate students participated in the study. Their ages ranged between 16-30 years with a M age of 21.79 and SD age of 2.61. The BVII by Bakare ...

  18. Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk Bahan Bakar Marine Diesel Engine.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Juhantoro

    2012-09-01

    Full Text Available Coal water mixture (CWM adalah bahan bakar campuran antara batubara dan air dengan peambahan zat aditif yang dapat membentuk suspensi cairan homogen dan stabil selama penyimpanan, pengangkutan, dan pembakaran. Tahap pertama pembuatan bahan bakar batubara cair adalah dengan teknologi Upgrading Brown Coal (UBC. Pada proses upgrading ini digunakan larutan kerosen dan aspal sebagai media upgradingnya, sedangkan rasio antara larutan kerosen-aspal dengan batubara adalah 1,25. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan slurry bahan bakar batubara cair dengan teknologi Coal Water Mixtures (CWM. Pada proses CWM ini diameter batubara maximum 38 um. Komposisi antara batubara dengan air adalah 40% : 60%. Untuk menstabilkan CWM digunakan  bahan aditif berupa CarboMextyl Cellulose (CMC dan sebagai dipersant digunakan Alkyl Benzene Sulfonic  (ABS.  Perbandingan masing-masing aditif pada  komposisi campuran adalah 0.01% CMC dan 0.07% ABS. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur pemanasan untuk mengetahui hasil fisik maupun karakteristik bahan bakar batubara cair. Dari hasil fisik dan karakteristik diperoleh keadaan batubara cair memiliki kemiripan dengan Heavy Fuel Oil (HFO pada temperatur pemanasan 15 0C dan 50 0C.

  19. Analisa Pengaruh Trim terhadap Konsumsi Bahan Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Salim Salim Aris

    2013-12-01

    Full Text Available Trim merupakan salah satu kondisi pada kapal dimana terdapat perbedaan draft pada bagian haluan dan buritan. Kapal bergerak dengan kecepatan dinasnya (Vs pada kondisi normal continuous rating.Pada tahap pendesainan kapal tahanan total kapal (Rt didapatkan pada kondisi kapal even keel. Namun pada pengoperasianya kapal jarang berada pada kondisi even keel tapi berada pada kondisi trim, baik trim by stern ataupun trim by bow. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan tahanan total yang minimum dengan variasi trim yang dibuat pada kondisi displasemen 100%, 95%, 90%, 75% dan 55%. Dan juga berapa konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan. Untuk dapat melakukan penelitian ini diperlukan pembuatan trim diagram untuk mengetahui variasi trim yang menghasilkan displasemen yang sama. Dan juga dibutuhkan software MAXSURF 11.12 untuk menganalisa tahanan dari variasi trim yang dibuat. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa variasi trim yang menghasilkan tahanan total paling minimal adalah trim by stern, namun terdapat satu kondisi dimana tahan total yang paling minimum adalah trim by bow yaitu pada saat kondisi 100% displasemen. Hal ini dikarenakan pada kondisi tersebut area transom pada kapal ketika trim by stern banyak tercelup di dalam air, sedangkan ketika trim by bow hanya sedikit area transom yang tercelup di dalam air. Sehingga menyebabkan tambahan tahanan total pada saat trim by stern. Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan berbanding lurus dengan besarnya daya yang dibutuhkan.

  20. PERENCANAAN PEMANFAATAN MARINE FUEL OIL (MFO SEBAGAI BAHAN BAKAR ENGINE DIESEL MaK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Poeswanto

    2015-06-01

    Full Text Available PT. PLN (Persero Area Bontang tengah berupaya melakukan penggantian jenis bahan bakar pada engine diesel merk MaK yang semula menggunakan High Speed Diesel (HSD menjadi Marine Fuel Oil (MFO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses treatment bahan bakar MFO untuk menurunkan viscositas dan penyeragaman ukuran partikel bahan bakar pada engine diesel merk MaK dan mengetahui perbandingan biaya penghematan dan evisiensi pemakaian bahan bakar HSD dengan bahan bakar MFO. Metode yang digunakan analisa perpindaahan panas pada oil heater dan viskositas bahan bakar yang digunakan untuk menentukan proses treatment bahan bakar MFO. Dari hasil perencanaan, proses treatment menggunakan oli heater dimana proses pemanasan oli dengan memanfaatkan panas dari gas buang hasil pembakaran. Dengan penggunaan bahan bakar MFO dapat menghemat biaya konsumsi bahan bakar sebesar Rp. 21.827.520,- per harinya.

  1. Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process dalam Memilih Bahan Bakar Minyak untuk Kendaraan Roda Dua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syaifur Rahmatullah Abdul Rojak

    2018-01-01

    Full Text Available - Bahan bakar minyak merupakan suatu kebutuhan sekunder yang sangat berperan penting dalam membantu prinsip kerja mesin pada kendaraan, salah satunya untuk kendaraan roda dua. Bagi para pengguna alat transportasi yang memilih kendaraan roda dua masih terbilang jarang dalam memperhatikan jenis bahan bakar yang sesuai, baik, dan tepat untuk kendaraanya, karena dalam memilih bahan bakar minyak pengguna kendaraan roda dua dihadapkan dengan beberapa pilihan jenis bahan bakar yang tersedia distasiun pengisian bahan bakar (pertamina. Hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan bahan bakar minyak adalah memperhatikan beberapa kriteria dari segi kualitas, harga, dampak polusi serta waktu antrian yang digunakan sebagai penilaian pertimbangan dalam menentukan bahan bakar minyak yang sesuai untuk masyarakat para pengendara roda dua, dengan menerapkan metode AHP (Analytical Hierarchy Process dapat membantu proses pengambilan keputusan dalam memilih bahan bakar minyak untuk kendaraan roda dua. Dan hasil perhitungan yang menggunakan AHP dapat menentukan prioritas pilihan bahan bakar minyak yang sesuai baik dan tepat untuk kendaraan roda dua.

  2. Penanganan Llmbah Radioaktif Padat Aktivitas Rendah Pasca Penggantian Hepa Filter Di Irm

    OpenAIRE

    Susanto, Susanto; Sunardi, Sunardi; Farawan, Bening

    2013-01-01

    PENANGANAN LlMBAH RADIOAKTIF PADAT AKTIVITAS RENDAH PASCA PENGGANTIAN HEPA FILTER DI IRM. Penanganan limbah radioaktif padat aktivitas rendah pasca penggantian hepa filter di IRM telah dilakukan. Proses penanganan limbah tersebut mengacu kepada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 27 Tahun 2002, tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif dan Keputusan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) nomor : 03/Ka-BAPETEN/V-99, Tentang Ketentuan Keselamatan Untuk Pengelolaan Limbah Radioaktif...

  3. Perkembangan Teater di Bali melalui Sosok Dramawan Abu Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Darma Putra

    2013-05-01

    Full Text Available Abstract A Western-style of theatre has developed in Bali since the turnof the twentieth century, but it has rarely attracted scholarly attention. Studies on the performing arts in Bali have mainly focused on Balinese (traditional dance and drama. This should come as no surprise given that Balinese dance and drama have developed as a broad and inseparable part of Balinese custom and religious practice. Against this phenomena, this article traces the development of Western-style theatre in Bali through the artistic activities of the prominent playwright, performer and director, Abu Bakar. From the 1960s until the present, Abu Bakar has been an active promoter of Westernsty letheatre in Bali as well as in the main cities of Java andeven in Singapore. He has also has helped students and theatre groups around Bali to study and perform theatre. Initially, Abu Bakar established his own theatre group, Poliklinik, which hascontinued to stage performances as well as collaborating with young people or student theatre study clubs. His extensiverecord of artistic activity has been recorded in newspaper reports and reviews and these form the main source of documentation in this article. By examining qualitative data collected from newspaper archives and interviews, including with Abu Bakar, this article proposes a contemporary historyof theatre or modern drama in Bali.

  4. ANALISA PEMANFAATAN EXCESS COKE OVEN GAS SEBAGAI BAHAN BAKAR GAS HEATER DI IRON MAKING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Suderajat

    2016-02-01

    Full Text Available Analisa pemanfaatan excess Coke Oven Gas Sebagai Bakar Bakar Gas Heater dilakukan untuk Memanfaatkan excess COG dari coke oven plant yang berjumlah 11.722 NCMH untuk dipakai sebagai bahan bakar di gas heater dan juga untuk meningkatkan ketersediaan gas bakar akibat makin menurunnya pasokan dan semakin mahalnya gas alam. Dari hasil perhitungan Coke oven gas (COG memiliki nilai kalor yang relatif tinggi, yaitu sekitar 4,373.56 kCal/Nm3 atau kira-kira setengah nilai kalor gas alam yang mencapai 8600 kCal/Nm3. Apabila digunakan sebagai bahan bakar di gas heater akan berdampak Heat Duty kecil, Namun hal ini bisa diantisipasi dengan menambah flow dari COG yang akan masuk ke gas heater, apabila COG digunakan sebagai bahan bakar maka dapat menggantikan hampir separuh dari kebutuhan gas alam untuk volume yang sama

  5. Karakteristik dan Aktivitas Antioksidan Sabun Padat Transparan yang Diperkaya dengan Ekstrak Kasar Karotenoid Chlorella pyrenoidosa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wayan Agustini

    2017-06-01

    Full Text Available Sabun berfungsi membersihkan kulit, tidak merusak kulit serta mampu melindungi kulit dari efek radikal bebas. Senyawa yang mampu menangkal radikal bebas adalah antioksidan yang antara lain bersumber dari Chlorella pyrenoidosa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak kasar karotenoid C. pyrenoidosa yang diformulasikan pada sabun padat transparan dan karakteristik sabun yang dihasilkan. Konsentrasi ekstrak kasar karotenoid yang digunakan adalah 5%, 10% dan 15%. Sabun padat transparan dibuat dengan metode setengah panas (semi-boiled. Evaluasi sediaan meliputi warna, kekerasan sabun, pH, kadar air, asam lemak bebas, lemak tidak tersabunkan, aktivitas antioksidan dan daya stabilitas sabun pada penyimpanan suhu 25-30 °C dan 60 °C selama 3 minggu. Hasil studi menunjukkan bahwa sabun padat transparan yang mengandung ekstrak kasar karotenoid sebanyak 5%, 10%, dan 15% memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 66,42 µg/ml,              59,18 µg/ml, dan 10,21 µg/ml. Sabun padat transparan dengan kandungan ekstrak kasar karotenoid sebanyak 5% berwarna kuning neon carrot, ekstrak 10% berwarna kuning pizzaz dan ekstrak 15% berwarna kuning pumpkin. Seluruh sabun beraroma lemongrass. Sabun padat transparan memiliki nilai pH sebesar 9,31-10,47, kadar air 14,45-16,28%, kekerasan sabun 1,40-1,81 mm/detik, jumlah asam lemak bebas 0,42-0,68% dan lemak tidak tersabunkan 1,79-1,84%. Berdasarkan hasil uji stabilitas, sabun tahan disimpan dalam suhu kamar selama 2 tahun, karena sabun relatif stabil pada penyimpanan suhu 60 °C selama 3 minggu.

  6. METODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION UNTUK PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK METODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION PADA PROSES PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al. Isotop 137Cs salah satu hasil fisi yang dapat digunakan sebagai monitor burn up untuk mempelajari kinerja bahan bakar selama iradiasi dalam reaktor. Untuk menganalisis isotop 137Cs dalam pelat elemen bakar (PEB U3Si2-Al pasca iradiasi diperlukan metode yang valid agar diperoleh data yang akurat. Beberapa metode dapat digunakan untuk pemisahan 137Cs dalam PEB U3Si2-Al, antara lain adalah metode pengendapan dalam bentuk garam CsClO4 sesuai dengan ASTM E 320-79 dan metode penukar kation menggunakan zeolit Lampung. Proses pengendapan dilakukan dengan menggunakan serbuk CsNO3 sebagai senyawa pembawa (carier dan pereaksi HClO4, sedangkan proses penukar kation dilakukan dengan penambahan zeolit Lampung. Tujuan penelitian adalah mendapatkan metode valid untuk pemisahan 137Cs dalam PEB U3Si2-Al pasca iradiasi, khususnya aspek pengaruh berat serbuk CsNO3 dan berat zeolit Lampung yang ditambahkan. Proses pengendapan isotop 137Cs dilakukan dengan memipet larutan PEB U3Si2-Al sebanyak 150 µL kemudian ditambahkan serbuk CsNO3 dengan variasi berat 500; 625; 700 ; dan 1000 mg serta 4 mL HClO4 dalam pengangas es selama 1 jam. Hasil proses pengendapan diperoleh endapan 137CsClO4yang terpisah dengan supernatan sebagai fasa cair.Sementara itu, proses penukar kation dilakukan dengan menambahkan zeolit Lampung variasi berat 700; 900; 1000 ; dan 1200 mg dengan pengadukan selama 1 jam. Hasil proses penukar kation diperoleh padatan 137Cs-zeolit dalam fasa padat dan isotop lainnya dalam fasa cair. Endapan 137CsClO4 dan padatan137Cs-zeolit serta supernatan diukur kandungan 137Cs menggunakan spektrometer-g. Hasil analisis menunjukkan bahwa berat CsNO3 yang paling banyak mengikat 137Cs terjadi pada penambahan CsNO3 seberat 700 mg yaitu sebesar 0,0472 µg, sedangkan penambahan zeolit Lampung yang optimal diperoleh pada berat 1000 mg hingga 1200 mg dengan kandungan isotop

  7. Performansi mesin berbahan bakar etanol hasil destilasi arak Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gusti Ketut Sukadana

    2016-12-01

    Full Text Available Abstrak: Perkembangan penelitian tentang proses pengolahan arak sampai saat ini sudah banyak mengalami kemajuan, terlihatdari hasil penelitian tentang energi alternatif berbahan dasar arak. Kemajuan yang dicapai sampai saat ini adalahkualitas arak sebesar 95%. Sudah memenuhi persyaratan sebagai bahan bakar alternativ. Metode yang dipakai dalamusaha mencapai tujuan dari penelitian ini adalah: pertama metode perancangan yaitu merancang alat kondensasipaksa tipe aliran melintang. Kedua, metode eksperimental dengan melaksanakan pengujian pada berbagai variableoperasional seperti variabel laju aliran fluida pendingin yang berpengaruh terhadap laju produksi. Ketiga dilakukanpengujian terhadap unjuk kerja mesin dengan menggunakan arak bali sebagai bahan bakar. Semakin besar bilanganReynolds aliran fluida pendingin mengakibatkan laju pendinginan semakin besar, berpengaruh terhadap lajukondensasi semakin besar sehingga laju produksi semakin besar. Berbanding terbalik dengan kualitas produksi.Pengujian arak bali sebagai bahan bakar pada mesin tipe carburator menghasilkan peningkatan konsentrasi arak baliberpengaruh terhadap semakin besarnya tingkat konsumsi bahan bakar spesifik mesin, torsi mesin mengalamipenurunan dan daya mesin juga mengalami penurunan.Kata kunci: Konveksi paksa, arak, kapasitas, kualitas, bahan bakar, unjuk kerja Abstract: The development of research on the processing of wine it's been a lot of progress, seen from the results of research onalternative energy from the basic ingredients of beer. The progress made today is the quality of the wine production hasabove 95%. So qualify as a fuel. The methods used in order to achieve the objectives of this study are: The first methodof designing is designing and making scientific instruments forced condensation transverse flow type. Second theexperimental method to carry out testing on a variety of operational variables such as the cooling fluid flow ratevariables that affect the rate of

  8. Evaluasi Keberadaan Teknologi Pengolahan Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit dengan Metode Fuzzy Delphi di PTPN IV Unit Pabatu

    OpenAIRE

    Lubro, Ibnu Harto

    2016-01-01

    Limbah padat berupa tandan kosong merupakan hasil dari pabrik pengolahan kelapa sawit yang cukup banyak dihasilkan selain limbah cair yaitu berkisar 22,5% dari tiap ton TBS. Pengolahan limbah padat di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Unit Pabatu belum optimal dikarenakan pembakaran tandan kosong yang dilakukan PTPN IV Unit menimbulkan permasalahan yaitu asap berbahaya yang mencemari lingkungan serta bau yang tidak sedap. Tujuan dari penelitian ini untuk membangun sebuah model evaluasi untuk mengat...

  9. Introduction of an Emergency Response Plan for flood loading of Sultan Abu Bakar Dam in Malaysia

    Science.gov (United States)

    Said, N. F. Md; Sidek, L. M.; Basri, H.; Muda, R. S.; Razad, A. Z. Abdul

    2016-03-01

    Sultan Abu Bakar Dam Emergency Response Plan (ERP) is designed to assist employees for identifying, monitoring, responding and mitigation dam safety emergencies. This paper is outlined to identification of an organization chart, responsibility for emergency management team and triggering level in Sultan Abu Bakar Dam ERP. ERP is a plan that guides responsibilities for proper operation of Sultan Abu Bakar Dam in respond to emergency incidents affecting the dam. Based on this study four major responsibilities are needed for Abu Bakar Dam owing to protect any probable risk for downstream which they can be Incident Commander, Deputy Incident Commander, On-Scene Commander, Civil Engineer. In conclusion, having organization charts based on ERP studies can be helpful for decreasing the probable risks in any projects such as Abu Bakar Dam and it is a way to identify and suspected and actual dam safety emergencies.

  10. PROSES BRAZING Cu-Ag BERBAHAN BAKAR BIOGAS TERMURNIKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Kusrijadi

    2015-01-01

    Full Text Available Pemanfaatan biogas sebagai salah satu alternatif bahan bakar  pada proses brazing merupakan langkah diversifikasi biogas, yang diharapkan dapat meningkatkan tingkat efisiensi dan keramahan teknologi. Permasalahan yang bersifat teknis dan menjadi kendala dalam pemanfaatan biogas ini adalah rendahnya konsentrasi CH4 dikarenakan adanya pengotor utama berupa air, karbondioksida dan asam disulfida. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu  tahap  pressureized storage process meliputi pemisahan komponen pengotor yang terdapat dalam biogas melalui teknik absorbsi sehingga dihasilkan biogas yang berkualitas gas alam terbarukan dan proses injeksi ke dalam suatu tangki penyimpanan, dan tahap selanjutnya adalah menggunakan biogas tersebut pada proses brazing logam Cu (tembaga dengan bahan tambah Ag (silver. Analisis hasil brazing dilakukan melalui analisis struktur mikro (metalografi untuk melihat kualitas tampak dari hasil brazing, serta analisis kekerasan mikro dan analisis parameter fisik standar terhadap hasil proses brazing. Penelitian ini telah menghasilkan perangkat alat pemurnian biogas yang dapat memurnikan biogas menjadi metana mendekati 100% dan sistem pengemasan (storage system  biogas bertekanan hingga 2 bar. Dari hasil analisis struktur mikro dan uji kekerasan mikro diketahui bahwa hasil proses brazing dengan biogas menghasilkan kualitas yang sama dengan hasil proses brazing dengan gas acetylene sehingga disimpulkan bahwa biogas dapat menjadi bahan bakar alternatif untuk proses brazing, khususnya untuk logam Cu dengan bahan tambah Ag.  Kata kunci : Biogas, Pressureized Storage, Brazing

  11. Modernisation or Westernisation of Johor under Abu Bakar: A Historical Analysis.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A Rahman Tang Abdullah

    2008-12-01

    Full Text Available Abstract: The transformation of Johor under Abu Bakar has been variously described as modernisation or westernisation. Westernisation argument is flawed because during the period under consideration, Johor was not yet fully under the control of the West. The archival records show that Johor’s transformation was self-initiated to promote the welfare of the people. The reforms Abu Bakar brought about in Johor affected more the Malay culture than Islamic rules and practices. Even then these reforms not simply modernised but elevated the position of certain aspects of Malay culture. It is, therefore, appropriate to describe Abu Bakar as the father of modern Johor.

  12. PENGATURAN TENTANG SURAT REKOMENDASI PEMBELIAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM BERSUBSIDI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Komang Darmiati

    2016-09-01

    oleh negara memegang peranan penting dalam penyediaan bahan bakar baik untuk transportasi dan energi, Minyak dan gas bumi tentunya haruslah dikelola secara profesional dan seoptimal mungkin. PT Pertamina (Persero sebagai pemegang kewenangan dalam pengelolaan dan Niaga Migas dalam pendistribusian BBM ke masyarakat, tentunya memberikan kesempatan hadirnya pihak ketiga sebagai mitra kerja yaitu SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Kompleksnya pengaturan mengenai BBM subsidi ini menimbulkan adanya kelangkaan pasokan minyak Solar (produk BBM Subsidi serta sulitnya masyarakat melakukan pembelian minyak Solar di SPBU. Permasalahan yang kemudian muncul adalah Bagaimanakah pengaturan hukum tentang Surat Rekomendasi Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM bersubsidi dan Lembaga- Lembaga mana sajakah yang berwenang mengeluarkan Surat Ijin/ Surat Rekomendasi Pembelian BBM Bersubsidi di SPBU. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dalam pembahasan permasalahannya menggunakan pendekatan Perundang- undangan (The Statute Approach dan Pendekatan Analisis Konsep Hukum (Analitical Conseptual Approach. Adapun sumber bahan hukum dalam penelitian ini adalah bahan hukum Primer, Sekunder dan Tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengaturan hukum tentang Surat Rekomendasi pembelian BBM Bersubsidi adalah diatur dalam Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pedoman penerbitan Surat Rekomendasi Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk Pembelian Bahan Bakar Minyak Jenis Tertentu. Selain itu dalam Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu disebutkan juga mengenai konsumen yang berhak menggunakan BBM jenis tertentu sehingga dapat dijadikan sebagai  dasar verifikasi pembuatan Surat Rekomendasi oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah. Lembaga yang berwenang dalam mengeluarkan Surat Rekomendasi pembelian BBM Jenis Tertentu adalah keseluruhan Satuan Kerja Perangkat Daerah

  13. KORELASI PADAT TEBAR DAN DEBIT AIR DALAM TEKNIK PENDEDERAN BENIH UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii SECARA INTENSIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wartono Hadie

    2008-12-01

    Full Text Available Riset ini dilaksanakan untuk mengetahui korelasi antara padat tebar dan debit air dalam teknik pendederan udang galah. Riset dilakukan dengan menggunakan bak ukuran 4 m x 2 m x 0,75 m yang mempunyai sistem air mengalir. Perlakuan yang diaplikasikan adalah padat tebar dalam tiga tingkatan yaitu 250, 500, dan 750 ekor/m2 yang dikombinasikan dengan tiga tingkat debit air yaitu 0,010; 0,020; dan 0,030 liter/detik/m2. Setiap perlakuan dilakukan dengan 3 ulangan. Udang galah dalam penelitian ini adalah PL-44 dengan ukuran 0,04 g. Pendederan udang galah dilaksanakan selama 40 hari. Hasil riset menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara variabel padat tebar dan debit air. Variabel debit air memberikan kontribusi sebesar 57% dan variabel padat tebar mempunyai kontribusi 18% dalam mendukung sintasan benih udang galah. Hasil terbaik dicapai oleh perlakuan padat tebar 500 ekor/m2 dan debit air 0,030 liter/detik/m2 dengan laju pertumbuhan harian udang mencapai rata-rata 2,84% dan sintasan sebesar 89,6% selama 40 hari masa pemeliharaan. The research aim was to evaluate the correlation between fry density and water flow rate in the nursery of giant prawn. The experiment was conducted in concrete tanks. The treatment consisted of three levels, 250, 500, and 750 fry/m2 and combination of three levels of water flow, i.e. 0.010, 0.020, and 0.030 litre/second/m2. Three replications were used in each treatments. The prawn fry were PL-14 with 0.04 g of average weight. The research was conducted for 40 days of post-larvae rearing. Result of this experiment showed that there was interaction between density and water flow. The data analysis indicated that there were 57% contribution of water flow and 18% of fry density to survival rate of giant prawn. The best result was showed by the density of 500 fry/m2 and water flow of 0.030 litre/second/m2. The specimen have specific growth rate of 2.84% and survival rate of 89.6% for 40 days of rearing.

  14. PENINGKATAN KELARUTAN KETOKONAZOL DENGAN TEKNIK DISPERSI PADAT MENGGUNAKAN EUDRAGIT® E 100

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angga Cipta Narsa

    2012-12-01

    Full Text Available Ketoconazole is an antifungal azole synthetic which derivatived from imidazole. Ketoconazole is practically insoluble in water and its bioavailability depend on pH condition of the gastrointestinal tract. The purpose of the research is to increase the solubility of ketoconazole by solid dispersion method using Eudragit® E 100, PEG 6000, and glycerol. Solid dispersion was evaluated with respect to solubility, cristalinity, complexation and morphology of solid dispersion. The optimum formulation with the highest solubility was resulted by solid dispersion with ratio ketoconazole - Eudragit® E 100 - glycerol of 1:8:0.5. X-ray diffraction test revealed the change of crystalline ketoconazole and similar to Eudragit® E 100. This result was also supported by spectrum of infrared and endothermic peak of differential scanning calorimetry. Based on scanning electron microscopy morphology of pure Eudragit® E 100 and solid dispersion was similar. Solid dispersion of ketoconazole with Eudragit® E 100 and glycerol improved solubilty. Keywords : ketoconazole, solid dispersion, Eudragit® E 100   ABSTRAK Ketokonazol merupakan zat antijamur sintetik golongan azol yang merupakan turunan imidazol.Ketokonazol praktis tidak larut dalam air dan ketersediaan hayati melalui rute oral sangat beragam tergantung dari kondisi pH saluran pencernaan.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan ketokonazol dengan cara pembuatan dispersi padat mengunakan Eudragit® E 100, PEG 6000, serta gliserol. Dispersi padat di evaluasi dengan uji kelarutan jenuh, kristalinitas, kompleksasi, dan morfologinya.Formula optimal dengan peningkatan kelarutan tertinggi dihasilkan oleh perbandingan dispersi padat ketokonazol - Eudragit® E 100 - gliserol 1:8:0,5. Pengujian difraksi sinar-X menunjukkan adanya perubahan kristalinitas ketokonazol yaitu sama seperti Eudragit® E 100.Hasil ini juga didukung oleh hasil pengujian spetkrofotometer infra merah dan puncak endotermik

  15. PENENTUAN ANGKA OKTANA BAHAN BAKAR KOMERSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KINETIKA OKSIDASI DAN PEMBAKARAN HIDROKARBON MULTIKOMPONEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuswan Muharam

    2012-11-01

    Full Text Available One of the characteristics of gasoline fuel is anti-knock property represented by its octanenumber. The determination of octane numbers in Indonesia is by using cooperative fuel researchengines. The usage of cooperative fuel research engines in Indonesia has constraints, i.e. the limitednumber of the units and the old age. This study aims to obtain the octane numbers of commercialfuels by using kinetic models. The kinetics models of the oxidation and combustion of primaryreference fuel and multi component hydrocarbons are used to calculate the ignition delay times ofprimary reference fuel and commercial fuels, respectively. The ignition delay times of primaryreference fuel and commercial fuels are calculated at the same initial pressure and temperature, aswell as the same equivalence ratio. The octane number of a commercial fuel is known if its ignitiondelay time agrees with that of PFR possessing a certain volume percentage of isooctane. The modelgenerates the octane numbers of commercial fuels BB-A being 92.5, BB-B being 94.5, BB-C being89, BB-D being 90.5 and BB-E being 91.5 with the good agreement with those claimed by the fuelproducers. Salah satu karakteristik bahan bakar bensin adalah sifat anti ketukan yang dinyatakan dengan angkaoktana. Penentuan angka oktana di Indonesia menggunakan mesin CFR (cooperative fuel research.Pemakaian mesin CFR di Indonesia memiliki kendala, yaitu jumlah unit terbatas dan usia tua.Penelitian ini bertujuan mendapatkan angka oktana bahan bakar komersial dengan menggunakanmodel kinetika. Model kinetika oksidasi dan pembakaran bahan bakar rujukan utama dan modelhidrokarbon multikomponen yang telah divalidasi masing-masing digunakan untuk menghitungwaktu tunda ignisi bahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial. Waktu tunda ignisibahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial dihitung pada tekanan dan temperatur awal,serta rasio ekuivalensi yang sama. Angka oktana suatu bahan bakar komersial

  16. Lpg sebagai Energi Alternatif untuk Bahan Bakar Dual-fuel Mesin Diesel Kapal Nelayan Tradisional

    OpenAIRE

    kuncoro, ari; Ma’muri, Ma’muri; Wasis W, S

    2016-01-01

    Penggunaan Liquified Petrolium Gas (LPG) sebagai bahan bakar alternatif pada mesin-mesin berbahan bakar minyak (BBM) di Indonesia sudah banyak dilakukan sebagai jawaban atas agenda penting pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pemakaian BBM, namun belum banyak digunakan oleh nelayan tradisional.Oleh maka itu, perlu untuk memasyarakatkan pemakaian LPG kepada nelayan tradisional, dimana untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan banyak menggunakan mesin sebagai alat penggerak kapal.Salah sa...

  17. Pengaruh Kitosan Secara Topikal Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Kimiawi Pada Kulit Rattus Norvegicus

    OpenAIRE

    Pramono, Barii Hafidh; Husein, Rizqi Afrian Jamaludin; Tasminatun, Sri

    2012-01-01

    Kontak antara kulit dengan zat kimia iritatif seperti asam sulfat dapat menyebabkan luka bakar kimiawi. Senyawa yang telah diteliti efektif mempunyai kemampuan mengakselerasi proliferasi sel, migrasi sel PMN, daya antiinfeksi, dan bersifat basa adalah kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kitosan secara topikal terhadap penyembuhan luka bakar kimiawi pada kulit tikus putih terinduksi asam sulfat. Penelitian eksperimental invivo, sebanyak 30 ekor tikus dibagi enam kelom...

  18. Modernisation or Westernisation of Johor under Abu Bakar: A Historical Analysis.

    OpenAIRE

    A Rahman Tang Abdullah

    2008-01-01

    Abstract: The transformation of Johor under Abu Bakar has been variously described as modernisation or westernisation. Westernisation argument is flawed because during the period under consideration, Johor was not yet fully under the control of the West. The archival records show that Johor’s transformation was self-initiated to promote the welfare of the people. The reforms Abu Bakar brought about in Johor affected more the Malay culture than Islamic rules and practices. Even then these refo...

  19. Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis sebagai Model Diabetes Melitus: Pengaruh Hiperglikemia pada Lipid Darah, Serum Oksida Nitrik, dan Tingkah Laku Klinis (THE LONG TAILED MACAQUE (MACACA FASCICULARIS AS A MODEL OF DIABETES MELITUS : EFFECT OF HYPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kayati Widyastuti

    2016-08-01

    Full Text Available Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis sebagai Model Diabetes Melitus: Pengaruh Hiperglikemia pada Lipid Darah, Serum Oksida Nitrik, dan Tingkah Laku Klinis   (THE LONG TAILED MACAQUE (MACACA FASCICULARIS AS A MODEL OF DIABETES MELITUS : EFFECT OF HYPERGLICEMIA ON BLOOD LIPID, SERUM NITRIC OXIDE, AND CLINICAL BEHAVIOUR

  20. Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Premium, Pertamax, Pertamax Plus Dan Spiritus Terhadap Unjuk Kerja Engine Genset 4 Langkah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rapotan Saragih

    2013-03-01

    Full Text Available Peningkatan penggunaan dari bahan bakar fosil untuk keperluan alat trasportasi terus  meningkat setiap harinya. Dimana bahan bakar yang digunakan berasal dari bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui, untuk itu diharapkan ada solusi mengatasi dari permasalah yang timbul akibat dari persediaan minyak bumi yang semakin lama semakin menipis. Salah satu solusi yang dapat diberikan adalah dengan menggunakan spiritus sebagai bahan bakar pengganti dari bahan bakar fosil. Penggunaan spiritus sebagai bahan bakar merupakan salah satu bahan bakar yang dapat diperbaharui. Uji coba dilakukan di laboratorium Motor Pembakaran Dalam Teknik Mesin ITS pada genset Yasuka 4 langkah dengan menggunakan bahan bakar premium, pertamax, pertamax Plus dan spiritus. Penelitian meliputi pengujian performa unjuk kerja pada engine genset 4 langkah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan electrical dynamometer test, dengan pembebanan yang diberikan menggunakan lampu pijar dari 100 watt sampai 700 watt dengan interval 100 watt. Dari penelitian didapatkan, dengan penggunaan jenis bahan bakar spiritus mampu menghasilkan unjuk kerja dan gas buang yang baik. Perbaikan yang diperoleh pada unjuk kerja mesin yaitu daya efektik mengalami kenaikan sebesar 6,62 %, torsi mengalami kenaikan sebesar 6,61 %, tekanan efektif rata-rata mengalami kenaikan sebesar 6,61 % dan efisiensi thermal mengalami kenaikan sebesar 25,39 %. Perbaikan yang diperoleh pada emisi CO turun sebesar 174,77 % dan HC turun sebesar 254,35 %.

  1. PERHITUNGAN SUHU ELEMEN BAKAR REAKTOR TRIGA 2000 DALAM TABUNG SIPPING TEST MENGGUNAKAN CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.A. Sudjatmi

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dihitung suhu elemen bakar pada perangkat sipping test reaktor TRIGA 2000 Bandung. Perhitungan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa suhu elemen bakar masih dibawah atau pada batas suhu elemen bakar yang diizinkan pada saat reaktor beroperasi, sehingga dapat dipastikan bahwa pada pelaksanaan pengujian dengan menggunakan perangkat ini, suhu masih dalam batas keselamatan. Perhitungan dilakukan dengan membuat model tabung sipping test berisi elemen bakar yang dikelilingi oleh 9 buah elemen bakar, sesuai dengan posisi tabung sipping test di teras reaktor, dengan menggunakan GAMBIT. Dimensi model disesuaikan dengan dimensi tabung dan elemen bakar dalam teras reaktor TRIGA 2000 Bandung. Pengoperasian sipping test untuk tiap elemen bakar dilakukan selama 30 menit pada daya 300 kW. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD dan sebagai inputan disesuaikan dengan parameter reaktor TRIGA 2000. Simulasi dilakukan pada pengoperasian dari 30, 60, 90, 120 150, 180 sampai 210 menit. Hasil perhitungan menunjukan bahwa suhu pusat bahan bakar dalam tabung sipping test sebesar 236,06 oC, sedangkan suhu dinding elemen bakar adalah sebesar 87,58 oC. Suhu maksimum pusat bahan bakar reaktor TRIGA 2000 pada operasi normal adalah 650 oC, dan tidak diizinkan terjadinya pendidihan di dalam teras reaktor. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengoperasian perangkat sipping test masih sangat aman karena suhu bahan bakar berada dibawah batasan suhu bahan bakar yang diizinkan pada kondisi operasi normal demikian juga suhu dinding elemen bakar masih dibawah suhu didih air. Kata kunci: sipping test, TRIGA, elemen bakar, CFD   It has been calculated the fuel element temperature in the sipping test of Bandung TRIGA 2000 reactor. The calculation needs to be done to ascertain that the fuel element temperatures are below or at the limit of the allowable temperature fuel elements during reactor operation, ensuring that the

  2. KARAKTERISASI RADIONUKLIDA PADA TIAP SUB-SISTEM KESELAMATAN REAKTOR DAYA BERBAHAN BAKAR MOX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pande Made Udiyani

    2015-04-01

    Full Text Available Pengganti Bahan bakar UO2, yang tergolong uranium pengkayaan rendah, adalah bahan bakar MOX yang mempunyai pengkayaan yang lebih tinggi. Bahan bakar MOX mempunyai kandungan plutonium dan nuklida dari golongan aktinida yang lebih tinggi dibandingkan bahan bakar UO2, yang akan menghasilkan karakteristik radionuklida yang berbeda untuk setiap sub-sistem reaktor daya. Analisis radionuklida untuk setiap sub-sistem keselamatan pada reaktor daya berbahan bakar MOX dilakukan untuk mengetahui karakteristik radionuklida khususnya plutonium dan aktinida yang akan menimbulkan dampak radiasi dari lepasan radionuklida tersebut. Analisis dilakukan dengan cara menghitung dan mengamati radionuklida untuk setiap sub-sistem keselamatan pada operasi normal dan kecelakaan (small LOCA, large LOCA, severe accident untuk reaktor PWR berkapasitas 1000 MWe. Disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar MOX dapat menambah konsekuensi radiologis ke lingkungan dan masyarakat, terutama karena inventori yang lebih besar termasuk dari radionuklida transuranic dan dari golongan aktinida, antara lain: Pu-239, Am-241, Cm-242, Pu-240, Pu-241 dan Pu-242. Kata kunci: karakteristik nuklida, reaktor daya, bahan bakar, MOX   Substitute UO2 fuel that low enrichment of uranium is that MOX fuel has a higher enrichment. MOX fuel has a content of plutonium and actinide nuclides a higher than UO2 fuel, which will produce different characteristics of radionuclides for each sub-system of power reactors. Analyzis of radionuclide for each safety sub-system at MOX power reactor aims to determine the characteristics of radionuclides, especially plutonium and actinides consequences. Analyzis has done by calculating and observing the radionuclide for each safety sub-system in normal operation and accident (small LOCA, large LOCA, and severe accident on PWR-1000 reactors. It can concluded that the use of MOX fuel can add to the radiological consequences to the environment and public, mainly because a

  3. EFEK DENSITAS BAHAN BAKAR TERHADAP PARAMETER KOEFISIEN REAKTIVITAS TERAS RRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rokhmadi Rokhmadi

    2015-03-01

    Full Text Available Manfaat yang luas penggunaan reaktor riset membuat banyak negara membangun reaktor riset baru. Kecenderungan saat ini adalah tipe reaktor serbaguna (MPR dengan teras yang kompak untuk mendapatkan fluks neutron yang tinggi dengan daya yang relatif rendah. Reaktor riset yang ada di Indonesia usianya sudah tua semuanya. Oleh karena itu diperlukan desain reaktor riset baru sebagai alternatif, disebut reaktor riset inovatif (RRI, kelak pengganti reaktor riset yang sudah ada. Tujuan dari riset ini untuk melengkapi data desain RRI sebagai salah satu persyaratan untuk perizinan desain. Perhitungan dilakukan untuk memperoleh nilai koefisien reaktivitas teras RRI dengan konfigurasi teras setimbang yang optimal dengan konfigurasi teras 5×5 dan daya 20 MW, memiliki panjang operasi satu siklus lebih dari 40 hari. Perhitungan koefisien reaktivitas teras RRI dilakukan untuk bahan bakar baru U-9Mo-Al dengan kerapatan bervariasi. Perhitungan dilakukan dengan paket program WIMSD-5B dan BATAN-FUEL. Hasil pehitungan digunakan untuk melengkapi data desain konseptual teras yang menunjukkan bahwa teras setimbang reaktor RRI dengan konfigurasi 5×5, tingkat muat 235U sebesar 450 g, 550 g dan 700 g memiliki nilai koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, temperatur moderator, densitas moderator dan void semuanya negatif dan nilainya sangat bervariasi. Hal ini sudah memenuhi kriteria keselamatan desain konseptual teras RRI. Kata kunci: desain konseptual, bahan bakar uranium-molibdenum, koefisien reaktivitas, WIMS, BATANFUEL   The multipurpose of research reactor utilization make many countries build the new reserach reactor. Trend of this reactor for this moment is multipurpose reactor type with a compact core to get high neutron flux at the low or medium level of power. The research reactor in Indonesia right now is already 25 year old. Therefor, it is needed to design a new research reactor as a alternative called it innovative research reactor (IRR and then as

  4. Sistem Pengelolaan Limbah Padat Dan Cair RSUP H. Adam Malik Dan RSU Tembakau Deli Di Medan Tahun 2004

    OpenAIRE

    Darwin

    2012-01-01

    Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan, keamanan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Untuk tercapainya pembangunan kesehatan haruslah dilakukan pembangunan lingkungan hidup yaitu meningkatkan mutu, merehabilitasi kerusakan, dan mengendalikan pencemaran lingkungan. Penelitian ini adalah penelitian survei bersifat deskriftip yaitu untuk mengetahui gambaran tentang sistem pengelolaan limbah padat dan cair di RSU...

  5. SISTEM BISNIS WARALABA RESTORAN AYAM BAKAR WONG SOLO DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufiqur Rahman

    2015-08-01

    Full Text Available This article tries to analyze the franchise business system of Ayam Bakar Wong Solo Restaurant through the Islamic economics perspective. The franchise business system applied by the Ayam Bakar Wong Solo is a cooperation (shirkah with the type of shirkah mudârabah, where there is a cooperation between the Ayam Bakar Wong Solo as a manager (mudârib and investors as owners of capital (sahib al-mâl. Both parties allied in the venture capital and the advantage of the alliance is divided in accordance with the agreements that have been agreed between the two. The Ayam Bakar Wong Solo offers two forms of shirkah mudârabah, namely mudârabah mutlaqah and mudârabah muqayyadah. It is found that there is a correspondence between the execution of the Ayam Bakar Wong Solo franchise and shirkah mudârabah practices in Islamic economics because the franchise system which is run has been suitably qualified and has met the rukn of shirkah mudârabah. However, there is a concept of franchis-ing which is more in line with Islamic economics, namely the principle of sharing in mudârabah and mushârakah as a substitute for a franchise concept with franchise fee and royalty fee.

  6. Pengaruh Variasi Temperatur Hidrotermal Pada Sintesis Lithium Mangan Oksida (Limn2o4 Spinel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Kurniawan

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dalam bidang material menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.Salah satu material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aplikasi adalah lithium. Lithium sendiri bisa didapatkan dari air laut brines dan geothermal fluid. Salah satunya adalah Lumpur Sidoarjo. Lithium Mangan Oksida Spinel digunakan sebagai material absorben karena murah, tidak beracun dan mudah didapatkan. Pada penelitian ini metode hidrotermal digunakan sebagai metode sintesis pada LiMn2O4 karena dapat dilakukan pada temperatur yang relatif rendah dan menghasilkan partikel yang lebih homogen. Metode hidrotermal dilakukan pada temperatur 160 oC, 180 oC dan 200 oC selama 24 jam. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui struktur kristal. Pengujian SEM dilakukan untuk mengetahui morfologi material setelah proses hidrotermal. Pengujian BET dilakukan untuk mengetahui surface area. Setelah itu metode acid treatment dilakukan untuk proses adsorpsi dan desorpsi. Adsorpsi dilakukan dengan mencelupkan Lithium Mangan Oksida Spinel yang telah disintesis kedalam Lumpur Sidoarjo.Pengujian ICP dilakukan untuk mengetahui kandungan lithium yang terdapat pada Lumpur Sidoarjo sebelum dan sesudah adsorpsi untuk mengetahui jumlah lithium yang terserap.Pengujian desorpsi dilakukan dengan mencelupkan LiMn2O4 kedalam larutan HCL. Pada uji XRD menunjukkan bahwa LiMn2O4 berstruktur kristal cubic. Dari hasil uji SEM terlihat bahwa tidak banyak perbedaan morfologi pada ketiga variasi.Partikel cenderung membentuk aglomerasi. Pada hasil uji ICP menunjukkan bahwa LiMn2O4 dengan temperatur hidrotermal 160oC memiliki efisiensi adsorpsi paling tinggi dengan 6,775 ppm. Sementara untuk desorpsi yang paling tinggi adalah 200oC sebesar 0.081 ppm

  7. Uji Unjuk Kerja dan Durability 5000 Km Mobil Bensin 1497 Cc Berbahan Bakar Campuran Bensin-Bioetanol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pasca Hariyadi Winanda

    2017-01-01

    Full Text Available Salah satu sumber energi terbarukan yang berpotensi dikembangkan di tanah air ialah etanol. Ethanol memiliki karakteristik yang mirip dengan Premium dengan nilai RON sebesar 108. Dalam penelitian ini, ingin diketahui karakteristik unjuk kerja serta emisi gas buang  mesin bensin menggunakan bahan bakar  campuran ethanol 99.5% dengan premium setelah uji durability selama 5000 KM. Dalam penelitian ini pula ingin diketahui pengaruh pemakaian campuran ethanol 99.5% dengan premium pada ruang bakar dan minyak pelumas setelah digunakan selama 5000 KM. Pengujian dilakukan dengan uji durability mobil sejauh 5000 km dengan bahan bakar campuran ethanol dan bensin dengan variasi campuran ethanol sebesar 5%, 10%, dan 15%, pengukuran meliputi kandungan minyak pelumas dan visualisasi ruang bakar. Selanjutnya dilakukan pengujian di Laboratorium Teknik  Pembakaran dan Bahan Bakar Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS dengan menggunakan mesin bensin empat langkah Toyota Vios dengan variasi campuran ethanol sebesar 5%, 10%, dan 15% dengan putaran mesin 3000 hingga 6000 rpm. Pengukuran meliputi torsi, daya, waktu konsumsi bahan bakar, T oli, T radiator, dan T exhaust serta emisi gas HC, CO dan CO2. Hasil uji eksperimental menunjukkan penambahan bioetanol pada bahan bakar bensin premium cenderung meningkatkan densitas dan viskositas tetapi menurunkan nilai kalor. Sedangkan unjuk kerja cenderung mengalami peningkatan performa dan terjadi penurunan emisi. Torsi, daya dan bmep tertinggi didapatkan oleh campuran E10 dengan kenaikan masing-masing sebesar 2,40%, 2,94% dan 2,72% dibandingkan dengan premium. Sedangkan konsumsi bahan bakar spesifik (sfc terendah didapatkan oleh campuran E10 dengan penurunan sebesar 4,14% dibandingkan dengan premium. Karakteristik minyak pelumas untuk bahan bakar E5, E10 dan E15 relatif stabil seperti bahan bakar premium. Pencampuran bioetanol pada premium cenderung menurunkan suhu operasional mesin, yaitu mencapai 3,02% pada campuaran 15%. Untuk

  8. Perancangan, Pembuatan dan Karakterisasi Tranduser Ultrasonik 3,5 MHz Untuk Pengujian Bahan Padat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mokhamad Halim Fathoni

    2013-09-01

    Full Text Available Dalam tugas akhir ini telah dibuat sepasang transduser ultrasonik untuk pengujian bahan padat. Konstruksi transduser ultrasonik yang dibuat terdiri dari holder berbahan akrilik dan kuningan, backing material berbahan styrofoam, epoxy dan busa karet, elemen aktif berbahan piezoelektrik dan matching layers menggunakan akrilik. Bahan penyusun konstruksi tersebut dilakukan pengujian untuk mengetahui  karakteristik transduser ultrasonik.Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh  karakteristik transduser ultrasonik dengan holder berbahan akrilik, backing material berbahan styrofoam, frekuensi resonansi sebesar 3.5 MHz, bandwith sebesar 2.04 MHz, respon impulse >10 siklus, delay sebesar 1,6 us ,Q (faktor kualitas mekanis getaran harmonis sebesar 1,667 dan impedansi sebesar 78,6 ohm. Untuk pengujian cacat bahan didapatkan hasil bahwa transduser ultrasonik bisa mendeteksi adanya cacat dan mengestimasi panjang ukuran cacat dengan error pengukuran sebesar 0.5 cm. Namun, kedalaman cacat tidak bisa ditentukan sehingga dibutuhkan pengukuran sistem echo untuk memperbaiki pengukuran tersebut.

  9. Pembuatan dan Karakterisasi Tinta Serbuk Printer Berbahan Baku Arang Aktif dari Limbah Padat Pengolahan Gambir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudo Purnomo

    2017-12-01

    Full Text Available Research on the utilization of tannins and catechins of gambier has been done a lot. There is no research report however that examines the utilization of gambier processing solid waste. The objective of the research was to utilize the solid waste of gambier processing as a raw material of printer toner. The research was done through pyrolysis process of solid waste with temperature variation 400, 500, 600oC and time variation 30, 60 minutes. The highest carbon content was obtained 42% with 400oC temperature and 60 minutes. The pyrolysis process of the gambier solid waste was further carried out at the optimum temperature and time. The charcoal was activated with H3PO4 at concentrations 0; 5; and 10% for 24 hours, cooled and washed to remove residual of H3PO4, then drying in the oven at temperature 115oC for 24 hours. Size reduction process used a ball milling for 2 hours with speed 500 rpm. Fixed carbon content was obtained between 43-51%. The results of morphological testing by scanning electron microscope showed that the produced carbon powder had not a uniform size yet. The average particle size was between 5-10 µm with polydispersity index 0.9. The most mineral elements of carbon powder analysis using XRF were Ca, Mg, K, Si, Fe, and P. Testing of print quality based on ISO/IEC 19752:2004 using laser jet printers had not provided optimal results yet.ABSTRAKPenelitian pemanfaatan tanin dan katekin gambir telah banyak dilakukan. Namun, belum dilaporkan penelitian yang mengkaji pemanfaatan limbah padat pengolahan gambir. Tujuan penelitian adalah memanfaatkan limbah padat pengolahan gambir sebagai bahan baku pembuatan tinta serbuk printer. Penelitian dilakukan melalui proses pirolisis limbah padat dengan variasi suhu 400, 500, 600oC dan variasi waktu 30, 60 menit. Kadar karbon terikat tertinggi diperoleh sebesar 42% dengan suhu pirolisis 400oC selama 60 menit. Proses pirolisis limbah padat gambir selanjutnya dilakukan pada suhu dan waktu optimal

  10. MODEL MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS GAYA BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K. Wiyono

    2012-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model multimedia interaktif berbasis gaya belajar dalam meningkatkan penguasaan konsep pendahuluan fisika zat padat mahasiswa calon guru. Metode eksperimen dengan desain control group pretest-posttest design dilaksanakan terhadap 37 mahasiswa kelas eks-perimen dan 36 mahasiswa kelas kontrol di LPTK Sumatera Selatan. Instrumen berupa kuesioner gaya belajar, tes pilihan ganda, angket dan lembar observasi. Uji t beda rerata digunakan melihat peningkatan penguasaan konsep mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tertinggi terjadi pada gaya belajar visual sebesar 83,0 (kategori tinggi dan terendah pada gaya belajar kinestetik sebesar 66,3 (ketegori sedang. Peningkatan penguasaan konsep kelas eksperimen 74 (kategori tinggi dan kelas kontrol 47 (ketegori sedang. Disimpulkan bahwa penggunaan  multimedia interaktif berbasis gaya belajar lebih efektif daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan penguasaan konsep pendahuluan fisika zat padat.This study aims to see the effect of interactive multimedia model based learning styles to improve the concept mastery introductory solid state physics prospective teachers. Experimental methods with pretest posttes control group design implemented of 37 students in the experimental class and 36 students in the control class LPTK South Sumatra. Instruments of learning styles questionnaires, multiple choice tests, questionnaires and observation sheets. The mean difference t test used to see an increase in student concepts of mastery. The results showed that the highest increase occurred in the visual learning style that is equal to 83.0 (high category and the lowest at 66.3 for kinesthetic learning styles (medium category. Increased concept of mastery class experiments 74 (high category and a control class 47 (medium category. Concluded that the use of interactive multimedia-based learning style is more effective than conventional learning in

  11. KAYU BAKAR DALAM INDUSTRY PEMBAKARAN GENTENG DIDUGA SEBAGAI PENYEBAB INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elmi Nuryati

    2018-01-01

    Full Text Available Asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu itu ternyata berbahaya bagi kesehatan seperti layaknya polutan dari pembakaran mineral dan mesin kendaraan bermotor. Polutan dari  kayu bakar dalam industry pembakaran genteng dapat menjadi salah satu penyebab infeksi saluran pernafasan akut (ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan kayu bakar dalam industry pembekaran genteng dengan kejadian ISPA pada daerah home industri  Desa Pandansari Selatan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Tahun 2017. Jenis penelitian adalah analitik komparatif dengan desain crosectional. Populasi dalam penelitian ini semua warga desa Pandansari Selatan kecamatan sukoharjo dengan jumlah sampel 80 responden. Teknik sampling yang digunakan consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan menggunaka uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan kayu bakar dalam industry pembakaran genteng dengan kejadian ispa dengan p value >  0,05, nilai OR 2,206. Hal tersebut menunjukkan bahwa kayu bakar yang menghasilkan asap sangat berbahaya dan berperan besar dalam menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut.

  12. PERKIRAAN PADAT PENEBARAN IKAN KERAPU MACAN (Epinephelus fuscoguttatus YANG OPTIMUM BERDASARKAN PADA KEBUTUHAN OKSIGEN TERLARUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arif Dwi Santoso

    2016-11-01

    Full Text Available Studi tentang perkiraan padat penebaran optimum pada ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus berdasarkan pada kebutuhan oksigen terlarut telah dilakukan pada areal Teluk Hurun, Lampung pada bulan Juli 2003. Rata-rata hasil pengukuran kualitas lingkungan keramba jaring apung 13,5 m3 yang berisi ikan kerapu macan meliputi oksigen terlarut 3,68—6,76 (5,35 ± 0,25 mg/L suhu air 28,64—29,72 (29,09 ± 0,09 oC. Salinitas 32,69—33,0 (32,94 ± 0,13 psu and turbiditas 0,27—13,62 (1,15 ± 0,41 NTU. Data tambahan meliputi laju pemasukan air sungai sekitar 0,02 m3/detik dan kecepatan arus 2,3—5,1 cm/detik. Dari analisis data laju respirasi ikan kerapu macan yang diukur dengan mengunakan fish chamber menghasilkan fungsi korelasi terhadap bobot badan ikan yaitu Y= 0,0038 + 0,6108 dengan R2= 0,7437 dan fungsi padat penebaran yang optimum yaitu Y= 1505,6 X -0.632; R2= 0,7419. Dari kedua fungsi tersebut didapatkan rekomendasi penentuan padat penebaran yang optimum berdasarkan kebutuhan oksigen terlarut dengan batasan sebagai berikut: stok ikan berukuran kurang dari 50 g disarankan ditebar dengan kepadatan 175 ekor/m3, ikan ukuran 100--200 g sekitar 63 ekor/m3 dan ikan ukuran lebih dari 1.200 g sekitar 17 ekor/m3. Study on the optimum stocking rate estimation on tiger grouper (Epinephelus fuscoguttatus base on dissolved oxygen budged was held in aquaculture area Hurun Bay Lampung in July 2003. Environmental parameters of Hurun Bay estuary were monitored at the site of 13.5 m3 floating net cages for E. fuscoguttatus in July 2003. Average dissolved oxygen inside cages was 3.68—6.76 (5.35 ± 0.25 mg/L with water temperature 28.64—29.72 (29.09 ± 0.09 oC. Salinity 32.69—33.0 (32.94 ± 0.13 psu and turbidity 0.27—13.62 (1.15 ± 0.41 NTU. Inflow rate of cages was 0.02 m3/sec with current velocity 2.3—5.1 cm/s. Results showed that the functions of respiration rate for correlation between respiration of E. fucoguttatus and their weight was Y= 0

  13. Studi Awal Desain Pebble Bed Reactor Berbasis Htr-pm Dengan Skema Resirkulasi Bahan Bakar Once-through-then-out

    OpenAIRE

    Setiadipura, Topan; Pane, Jupiter Sitorus; Zuhair, Zuhair

    2016-01-01

    STUDI AWAL DESAIN PEBBLE BED REACTOR BERBASIS HTR-PM DENGAN RESIRKULASI BAHAN BAKAR ONCE-THROUGH-THEN-OUT. Reaktor nuklir tipe pebble bed reactor (PBR) adalah salah satu reaktor canggih dengan fitur keselamatan pasif yang kuat. Pada desain tipe ini berpotensi untuk dilakukan kogenerasi yang bermanfaat untuk pengolahan berbagai mineral di berbagai pulau di Indonesia. Operasi PBR dapat lebih disederhanakan dengan menerapkan skema pengisian bahan bakar once-through-then-out (OTTO) dimana bahan b...

  14. ANALISIS KONVEKSI ALAM TERAS REAKTOR TRIGA BERBAHAN BAKAR TIPE PELAT MENGGUNAKAN COOLOD-N2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudjatmi K A

    2015-06-01

    Full Text Available ABSTRAK Analisis Konveksi Alam Teras Reaktor Triga Berbahan Bakar Tipe Pelat MENGGUNAKAN COOLOD-N2. Rencana penghentian produksi elemen bakar jenis TRIGA oleh produsen elemen bakar reaktor TRIGA, sudah seharusnya diantisipasi oleh badan pengoperasi reaktor TRIGA untuk menggantikan elemen bakar tipe silinder tersebut dengan tipe pelat yang tersedia di pasaran. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan untuk model teras reaktor dengan spesifikasi utama menggunakan bahan bakar U3Si2Al dengan pengayaan uranium  sebesar 19,75% dan tingkat muat 2,96 gU/cm3. Analisis dilakukan menggunakan program COOLOD-N2 yang tervalidasi pada konfigurasi teras TRIGA konversi berbahan bakar tipe pelat, yang tersusun atas 16 elemen bakar, 4 elemen kendali dan 1 fasilitas iradiasi yang terletak tepat di tengah teras. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan temperatur pendingin masuk ke teras sebesar 37oC, dan rasio faktor puncak daya radial ≤ 1,92 maka daya maksimum yang dapat dioperasikan pada moda operasi konveksi bebas adalah 600 kW. Karakteristik termohidrolika yang diperoleh antara lain adalah temperatur pendingin di sisi outlet, kelongsong dan meat masing-masing sebesar 82,39oC, 108,88oC, dan 109,02oC, pada ΔTONB (Temperature Onset of Nucleate Boiling =7,18oC dan nilai OFIR (Onset of flow instability ratio =1,03 Hasil yang diperoleh dari perhitungan ini diharapkan dapat dijadikan acuan untuk menentukan tingkat daya reaktor TRIGA berbahan bakar pelat. Kata kunci: TRIGA Konversi, COOLOD-N2, karakteristik termohidrolika, konveksi alam, elemen bakar tipe pelat.   ABSTRACT ANALYSIS OF NATURAL CONVECTION IN TRIGA REACTOR CORE PLATE TYPES FUELED USING COOLOD-N2. Any pretensions to stop the production of TRIGA fuel elements by TRIGA reactor fuel elements manufacturer should be anticipated by the operating agency of TRIGA reactor to replace the cylinder type fuel element with plate type fuel element that available on the market. In this study, the calculation of U3Si2

  15. Analisa Teknis Pemakaian Kombinasi Lampu Metal Halide Dan Led Sebagai Pemikat Ikan Pada Kapal Pukat Cincin (Purse Seine Dan Pengaruhnya Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Genset

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septian Ragil Wibisono

    2017-01-01

    Full Text Available Saat ini lampu Metal Halide dipakai sebagai pemikat ikan  oleh nelayan Purse Seine. Peggunaan lampu tersebut memerlukan daya Genset yang besar karena satu lampu Metal Halide berdaya 1500 Watt. Semakin banyak lampu Metal Halide yang digunakan semakin besar pula konsumsi bahan bakar Genset. Dalam upaya penghematan energi bahan bakar maka digunakan lampu LED sebagai alternatif pemikat ikan. Lampu LED dikenal sebagai lampu yang hemat energi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan membandingkan konsumsi bahan bakar Genset saat menggunakan kombinasi lampu Metal Halide dan LED. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data konsumsi bahan bakar Genset untuk menyalakan sejumlah lampu Metal Halide dan lampu LED, kemudian dilakukan analisa regresi untuk mendapatkan model persaamaan konsumsi bahan bakar Genset. Selanjutnya dilakukan ekstrapolasi untuk memprediksi konsumsi bahan bakar saat Genset dengan jumlah lampu tertentu. Hasilnya dengan besar fluks cahaya yang hampir sama, saat penggunaan 6 lampu Metal Halide konsumsi bahan bakar sebesar 13.606,03 liter, dan saat menggunakan kombinasi lampu 1 Metal Halide dan 25 lampu LED konsumsi bahan bakar sebesar 13.255,63 liter, yang artinya terjadi penghematan bahan bakar sebesar 2,58%.

  16. Reading teh Myth: Public Teaching of Abu Bakar Ba'asyir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Timothy Earl Behrend

    2003-12-01

    Full Text Available Abu Bakar Ba 'asyir, menurut media di luar Indonesia, dituduh sebagai penganjur terorisme dan revolusi melalui organisasi yang disebut Jamaah Islamiyah. Namanya sering dikaitkan dengan Al Qaidah, dan sejumlah peristiwa terorisme. Ia ditangkap karena desakan sejumlah negara atas Indonesia, melalui tuduhan sebagai aktor terorisme. Abu Bakar Ba'asyir sendiri merupakan seorang muslim taat, disiplin, tetapi juga absolutis dan simplistis. Ia memang, melalui pengajarannya, tampak berobsesi menegakkan syari'at Islam di negara Indonesia, untuk mengganti sistem kafir. Dalam hal ini, ia seorang radikalis. Tetapi, sesungguhnya ia bukan penganjur terorisme dan kekerasan dalam mencapai tujuannya, sebagaimana dituduhkan media. Sikap radikalnya, sesungguhnya, tak beda dengan sikap radikal kaum Kristen fundamentalis yang pernah terjadi di barat, terutama Amerika Serikat. Selain itu, ia juga sangat menentang Amerika yang dipandangnya telah melakukan hegemoni dan terorisme budaya.

  17. ANALISIS KRITIKALITAS BAHAN BAKAR NUKLIR BEKAS REAKTOR RSG-GAS PADA RAK BERBAHAN ALUMINIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pungky Ayu Artiani

    2017-08-01

    Full Text Available Penggunaan stainless steel sebagai material rak penyimpanan bahan bakar nuklir bekas (BBNB di fasilitas Kanal Hubung – Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas (KH-IPSB3 berpotensi menyebabkan terjadinya korosi galvanik pada BBNB sehingga penggantian material rak penyimpanan BBNB perlu dipertimbangkan. Potensi korosi galvanik terjadi karena aluminium sebagai material utama kelongsong Bahan Bakar Nuklir (BBN Reaktor Serba Guna - G. A. Siwabessy (reaktor RSG-GAS berinteraksi dengan stainless steel sebagai material rak penyimpan BBNB. Aluminium dapat digunakan sebagai material alternatif rak penyimpanan BBNB untuk mengurangi efek korosi galvanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kritikalitas rak penyimpanan BBNB dengan material aluminium. Jaminan kritikalitas diperlukan untuk menjaga keselamatan fasilitas KH-IPSB3. Rak penyimpanan aluminium yang optimum dikaji dengan melakukan simulasi ukuran pitch dan menghitung laju serapan neutron pada kondisi normal (tidak terjadi kecelakaan. Perhitungan nilai kritikalitas (keff dilakukan menggunakan program Monte Carlo N-Particle versi 6 (MCNP6. Model yang digunakan adalah model 3-dimensi satu rak utuh yang terisi penuh dengan BBNB di dalam kolam penyimpanan. Hasil perhitungan pada ukuran pitch 127 mm menunjukkan bahwa nilai keff rak penyimpanan BBNB dengan material aluminium (keff = 0,7709 lebih besar 13,20% dibandingkan material stainless steel (keff = 0,6810. Nilai keff rak penyimpanan BBNB dengan material aluminium pada ukuran tersebut masih berada dalam rentang yang disyaratkan yaitu keff kurang dari 0,95. Nilai keff dipengaruhi oleh ukuran pitch, dimana dengan berkurangnya ukuran pitch 1 mm dapat meningkatkan nilai keff sebesar 14,24%. Nilai laju serapan neutron juga mempengaruhi nilai keff, di mana laju serap neutron rak penyimpanan dengan material aluminium lebih kecil dibandingkan material stainless steel. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rak penyimpanan dengan material aluminium

  18. ANALISIS POLA MANAJEMEN BAHAN BAKAR DESAIN TERAS REAKTOR RISET TIPE MTR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lily Suparlina

    2015-03-01

    Full Text Available Parameter neutronik dibutuhkan dalam mendesain teras reaktor riset. Reaktor riset jenis MTR (Material Testing Reactor sangat diminati karena dapat digunakan baik untuk riset dan juga produksi radio isotop. Reaktor riset yang ada saat ini sudah tua sehingga dibutuhkan desain reaktor yang mempunyai teras kompak. Desain teras reaktor riset yang sudah ada saat ini belum cukup memadai untuk memenuhi persyaratan di dalam UCD yang telah ditetapkan yaitu fluks neutron termal di teras 1x1015 n/cm2s, oleh karena itu perlu dibuat desain teras reaktor baru sebagai alternatif yang kompak dan dapat menghasilkan fluks neutron tinggi. Telah dilakukan perhitungan dan analisis terhadap manajemen bahan bakar desain teras kompak dengan konfigurasi teras 5x5, berbahan bakar U9Mo-Al dan tinggi teras aktif 70 cm. Tujuan dari riset ini untuk memperoleh fluks neutron di teras memenuhi kebutuhan seperti yang telah ditetapkan di UCD dengan panjang siklus operasi minimum 20 hari pada daya 50 MW. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan paket program komputer WIMSD-5B untuk menggenerasi tampang lintang makroskopik bahan bakar dan Batan-FUEL untuk memperoleh nilai parameter neutronik serta Batan-3DIFF untuk perhitungan nilai reaktivitas batang kendali. Perhitungan parameter neutronik teras reaktor riset ini dilakukan untuk bahan bakar U-9Mo-Al dengan tingkat muat bervariasi dan 2 macam pola pergantian bahan bakar yaitu teras segar dan teras setimbang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada teras segar, tingkat muat 235U sebesar 360 gram, 390 gram dan 450 gram memenuhi kriteria keselamatan dan kriteria penerimaan di UCD dengan nilai fluks neutron termal di teras lebih dari 1x1015 n/cm2s dan panjang siklus >20 hari, sedangkan pada teras setimbang panjang siklus dapat terpenuhi hanya untuk tingkat muat 450 gram. Kata kunci: desain teras reaktor, bahan bakar UMo, pola bahan bakar, WIMS, BATAN-FUEL   Research reactor core design needs neutronics parameter calculation use computer

  19. DESAIN KONSEP TANGKI PENAMPUNG BAHAN BAKAR PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Hadiwinata

    2015-04-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari reaktor MSR. Desain reaktor PCMSR membutuhkan tempat khusus penampung sementara bahan bakar pada saat terjadi insiden, misalnya kecelakaan yang menyebabkan peningkatan suhu bahan bakar. Tangki penampung bahan bakar tersusun dari 3 bagian yang saling terhubung yaitu bagian penampung cairan bahan bakar, cerobong (chimney, dan penukar kalor. Dalam penelitian ini, tangki dimodelkan secara lump dan dilakukan variasi daya awal reaktor dan ketinggian cerobong. Syarat batas model ditetapkan suhu bahan bakar maksimum 1400 °C, yang didasarkan pada titik didih larutan garam LiF-BeF2-ThF4-UF4. Analisis dilakukan dengan cara menghitung rugi tekanan total dan transfer kalor untuk variasi daya awal antara 1800-3000 MWth dan ketinggian cerobong antara 1-10 m. Hasil penelitian menunjukan semakin besar daya reaktor, maka tinggi tangki penampung bahan bakar dan tinggi alat penukar kalor yang dibutuhkan akan semakin besar, tejadi kenaikan suhu fluida pendingin dan suhu udara pendingin, dan menyebabkan kenaikan laju aliran masa fluida pendingin, sedangkan laju aliran masa udara menurun. Peningkatan ketinggian cerobong menyebabkan ketinggian tangki penampung bahan bakar dan ketinggian alat penukar kalor semakin menurun, penurunan suhu fluida pendingin, tetapi suhu udara meningkat, dan menyebabkan peningkatan laju aliran masa fluida pendingin, tetapi laju aliran masa udara akan semakin menurun. Kata kunci: PCMSR, cerobong, alat penukar kalor, variasi daya.   The Passsive Compact Molten Salat Reactor (PCMSR reactor is developed from MSR reactor. The PCMSR reactor design requires special place to temporarily storage for reactor fuel when incident occurs, such as when there is an accident which caused the temperature of the fuel increases. The tank consist of three interconnected parts, the reservoir liquid fuel, chimney, and the heat exchanger. In this research, the tank system is modeled based on

  20. Perancangan, Pembuatan dan Karakterisasi Tranduser Ultrasonik 3,5 MHz Untuk Pengujian Bahan Padat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mokhamad Halim Fathoni

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini telah dibuat sepasang transduser ultrasonik untuk pengujian bahan padat. Konstruksi transduser ultrasonik yang dibuat terdiri dari holder berbahan akrilik dan kuningan, backing material berbahan styrofoam, epoxy dan busa karet, elemen aktif berbahan piezoelektrik dan matching layers menggunakan akrilik. Bahan penyusun konstruksi tersebut dilakukan pengujian terlebih dahulu untuk mengetahui pengaruhnya terhadap karakteristik transduser ultrasonik. Dan untuk menunjang pengujian, maka dibuat sebuah alat sederhana dengan metode transmisi pulsa untuk melakukan pengukuran Time of Flight(TOF gelombang ultrasonik. Karakterisasi bahan transduser dilakukan dengan melakukan beberapa tahap pengujian. Tahap pertama dilakukan  pengujian respon frekuensi pada piezoelektrik untuk mendapatkan frekuensi resonansi yang sesuai. Kemudian dilakukan pengujian bahan backing material untuk mengetahui respon impulse dari sinyal ultrasonik dan menguji bahan matching layers untuk mendapatkan faktor delay pada pengukuran. Setelah karakterisasi bahan didapatkan, maka dilanjutkan dengan implementasi transduser ultrasonik untuk pengujian cacat pada bahan. Pengujian ini menggunakan aluminium berdimensi (15x5x1cm dengan bentuk cacat yang telah ditentukan. Proses pengujian cacat ini dilakukan dengan cara scanning secara manual dengan perubahan jarak setiap 0.5 cm. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh  karakteristik transduser ultrasonik dengan holder berbahan akrilik, backing material berbahan styrofoam, frekuensi resonansi sebesar 3.5 MHz, bandwith sebesar 2.04 MHz, respon impulse >10 siklus, delay sebesar 1,6 us ,Q (faktor kualitas mekanis getaran harmonis sebesar 1,667 dan impedansi sebesar 78,6 ohm. Untuk pengujian cacat bahan didapatkan hasil bahwa transduser ultrasonik bisa mendeteksi adanya cacat dan mengestimasi panjang ukuran cacat dengan error pengukuran sebesar 0.5 cm. Namun, kedalaman cacat tidak bisa ditentukan sehingga

  1. Persepsi Masyarakat terhadap Pengelolaan Sampah Padat Perkotaan di Kecamatan Dom Aleixo Kabupaten Dili-Timor Leste

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    João Carlos Soares

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitiaan mengenai persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah padat perkotaan dilaksanakan di Kecamatan Dom Aleixo, Kabupaten Dili Timor Leste dengan sampel penelitiannya adalah rumah tangga yang ada di Desa Comoro dan Bairopite. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1 mengkaji persepsi masyarakat terhadap usaha pemerintah dalam memberdayakan, menguatkan serta bagaimana menfasilitasi peranserta masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangganya; (2 mengkaji kelemahan-kelemahan maupun permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kota Dili dalam hal:  (a merumuskan kebijakan dan peraturan daerah tentang pengelolaan sampah padat perkotaan di Kecamatan Dom Aleixo; (b bagaimana usaha pemerintah daerah menggerakkan masyarakat agar berperan serta secara aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah rumah tangganya; (3 mengkaji struktur kelembagaan Pemerintah Kota Dili guna mempertegas pendelegasian wewenang institusi pengelolaan sampah perkotaan; (4  membantu menfasilitasi keterlibatan stakeholder dalam mendukung program pemerintah mengenai pengelolaan sampah perkotaan di Kabupaten Dili. Penelitian ini merupakan penelitian yang merujuk pada kegiatan lapangan atau survei. Dari populasi yang ada dipilih sejumlah sampel mengunakan teknik sampling yaitu secara random sampling. Teknik ini dipilih karena populasi sudah diketahui memiliki karakteristik yang homogen sehingga setiap individu yang terpilih sebagai sampel diyakini mampu menggambarkan karakteristik dari populasi tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara mix method yaitu gabungan antara analisis kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis ini dipilih dengan pertimbangan bahwa data yang telah diolah secara kuantitatif yaitu dengan teknik scoring diharapkan dapat di interpretasi secara lebih luas dan mendalam dengan teknik kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2010 sampai dengan Agustus 2010.  Hasil dari penelitian ini : (a untuk kepentingan pemerintah daerah

  2. Perbandingan Analisis Framing Headline Harian Tribun Timur dan Fajar Terhadap Berita Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak pada Bulan Maret-April 2012

    OpenAIRE

    Yusuf, Muhammad

    2014-01-01

    Tujuan Penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan Framing headline Tribun Timur dan Fajar dari berita kenaikan harga bahan bakar minyak. (2) Untuk menggambarkan perbandingan framing headline Tribun Timur dan Fajar dari berita kenaikan harga bahan bakar minyak. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud di atas, maka metode penelitian yang digunakan meliputi : tipe penelitian deskriftif kualitatif. Penelitian ini didasarkan pada headline berita-ber...

  3. DESAIN TERAS DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR (PBMR DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SRAC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkowo Wahyu Santoso

    2015-03-01

    Full Text Available Analisis desain down scale teras dan bahan bakar PBMR-HTR dengan menggunakan program SRAC bertujuan mengetahui pengaruh variasi pengayaan U235, burnable poison, laju aliran pendingin dan suhu pendingin masuk terhadap kekritisan teras serta aspek-aspek keselamatan reaktor nuklir dengan parameter nilai keff dan koefisien reaktivitas suhu bahan bakar, moderator dan pendingin. Teras PBMR-HTR berbentuk silinder finite dengan lubang ditengahnya yang berisi 334.000 bahan bakar pebble bed. Bahan bakar berupa UO2, moderator grafit dan pendingin helium. Model desain down scale dilakukan pada ½ teras yang mewakili keseluruhan teras. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan pengayaan bahan bakar sebesar 8%, 8,5%, 9%, 9,5% dan 10% sementara variasi konsentrasi burnable poison sebesar 5 ppm, 7 ppm, 9 ppm, 11 ppm, dan 15 ppm. Variasi laju aliran pendingin sebesar 60%, 80%, 100%, 120%, dan 140% sementara variasi suhu masukan pendingin sebesar 673,15K; 723,15K; 773,15K; 823,15K dan 873,15K. Pada penelitian ini keff pada BOL tanpa Gd2O3 sebesar 1.026213 dan EOL sebesar 0.995865 dengan excess reactivity sebesar 2,5 % dengan pengkayaan U235 9%. Sementara keff pada BOL dengan menggunakan Gd2O3 sebesar 1.0069680 dan EOL sebesar 0.9961928 dengan excess reactivity sebesar 0.69 % dengan konsentrasi Gd2O3 7 ppm. Koefisien reaktivitas suhu bahan bakar,moderator dan pendingin berturut-turut sebesar -9,074583E-05/K, -2,971833E-05/K dan 1,120700E-05/K. Koefisien reaktivitas bernilai negatif menunjukkan karakteristik keselamatan melekat (inherent safety telah terpenuhi. Peningkatan suhu masukan dan penurunan laju aliran pendingin berkontribusi menurunkan nilai keff teras sehingga koefisien reaktivitas bernilai negatif. Kata kunci : PBMR-HTR, kritikalitas, reaktivitas, down scale, burnable poison Core and fuel down scale analysis on PBMR-HTR using SRAC program aims to identify the influence of U235 enrichment, burnable poison, coolant flow rate and coolant temperature

  4. ANALISIS TERMAL-ALIRAN KISI BAHAN BAKAR BOLA TERAS RGTT200K DENGAN FLUENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Dhandhang Purwadi

    2015-03-01

    Full Text Available Sejalan dengan Perpres No.5/2010, PTRKN-BATAN mengembangkan dua varian desain konseptual reaktor daya maju kogenerasi, yaitu RGTT200K dan RGTT200KT. Energi termal pada kedua sistem reaktor ini dipasok oleh teras reaktor berbahan bakar bola dengan daya termal 200 MWt. Komposisi geometri dan struktur teras didesain agar dapat menghasilkan keluaran pendingin gas helium bertemperatur 950OC sehingga dapat digunakan untuk produksi hidrogen dan atau unit industri proses lainnya secara kogeneratif. Luaran gas helium bertemperatur sangat tinggi ini akan menimbulkan tegangan termal pada bola bahan bakar yang mengancam integritas sistem pengungkungan produk fisi di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis termal-aliran untuk mengetahui distribusi temperatur dan aliran pendingin gas helium dalam kisi bahan bakar bola. Salah satu cara terbaik untuk melakukan analisis termal-aliran adalah dengan pemodelan tiga dimensi menggunakan perangkat lunak komputasi dinamika fluida (computational fluid dynamics yang teruji. Dalam penelitian ini digunakan perangkat lunak FLUENT 6.3. Analisis termal aliran pada kisi bola bahan bakar dilakukan dengan memodelkan dinamika fluida pendingin dengan perpindahan panas kombinasi tiga moda, konduksi, konveksi dan radiasi, serta mempertimbangkan adanya turbulensi aliran gas. Model Discret Ordinate dan Reynolds-Averaged Navier-Stokes (RANS masing-masing digunakan dalam perhitungan perpindahan panas radiasi dan turbulensi. Dari distribusi temperatur bola bahan bakar hasil pemodelan CFD dengan aliran turbulen pada pendinginnya diketahui bahwa temperatur maksimum bahan bakar bola mencapai 1036,1OC. Temperatur setinggi ini masih jauh dari temperatur yang dapat menyebabkan kegagalan pengungkungan produksi fisi, yaitu 1600OC. Kata kunci: pemodelan pendinginan, model kisi kubus sederhana, reaktor kogenerasi, RGTT, komputasi dinamika fluida   In accordance to the Presidential Regulation No.5/2010, PTRKN-BATAN develops two variants

  5. STUDI DESAIN DOWN SCALE TERAS REAKTOR DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR – HTR 100 MWe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Parmanto

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian terhadap teras reaktor Pebble Bed Modular Reactor (PBMR dengan daya 100 Mwe berbahan bakar UO2. Reaktor ini menggunakan moderator grafit dan helium sebagai pendingin. Studi down scale dilakukan tanpa mengubah geometri teras maupun geometri bahan bakar. Parameter yang dianalisis adalah kritikalitas teras, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, moderator dan pendingin serta nilai ekonomis bahan bakar. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh desain bahan bakar yang bernilai ekonomis dan memiliki fitur keselamatan melekat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan program SRAC 2003. Hasil yang diperoleh adalah desain bahan bakar UO2 berbentuk pebble dengan pengkayaan 10% U235 dan 90 ppm racun dapat bakar Gd2O3. Nilai faktor multipilkasi effektif keff pada beginning of life (BOL adalah 1,01115 dan menjadi 1,00588 setelah 2658 hari operasi reaktor (EOL. Koefisien reaktivitas temperatur total diperoleh sebesar - 3,25900E-05 ∆k/k/K saat BOL dan -1,10615E-04 ∆k/k/K saat end of life (EOL. Reaktor ini memenuhi karakteristik keselamatan melekat ditandai dengan nilai koefisien reaktivitas temperatur yang negatif. Kata kunci: PBMR, desain bahan bakar, faktor multipilkasi effektif, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur.   Research of Pebble Bed Modular Reactor (PBMR 100 MWe which used UO2 fuel has been done. This reactor uses graphite as moderator and helium as coolant. Down scale studies performed without changing the core and fuel geometry. The parameter being analyzed were core criticality, excess reactivity, fuel, moderator, coolant temperature reactivity coefficient, and fuel economy. This research is expected to obtain the design that has fuel economy and inherent safety features. In this research, we have employed SRAC 2003 code. The calculation show that the UO2 pebble fuel design with 10% enrichment of U235 and 90 ppm burnable poison of Gd2O3 results in the effective multiplication

  6. MANAJEMEN KONVERSI TERAS RSG-GAS BERBAHAN BAKAR SILISIDA TINGKAT MUAT TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lily Suparlina

    2015-03-01

    Full Text Available Penggunaan bahan bakar tingkat muat tinggi dapat memperpanjang siklus operasi reaktor sampai 40 hari. Telah dilakukan perancangan konversi teras dari silisida tingkat muat rendah menuju tingkat muat tinggi. Manajemen konversi teras dari teras silisida tingkat muat 2,96 gU/cm3 menuju teras silisida 4,8 gU/cm3 dilakukan secara bertahap dengan melakukan perhitungan manajemen bahan bakar dalam teras yang menggunakan paket program perhitungan 2 dimensi Batan-FUEL. Penggantian bahan bakar di teras menggunakan pola pergeseran bahan bakar 5/1 yaitu setiap awal siklus terjadi penggantian 5 buah elemen bahan bakar standar dan 1 buah elemen bahan bakar kendali. Dengan mempertahankan konfigurasi teras yang sudah ada, konversi teras dapat dilakukan melalui simulasi teras campuran 2,96 gU/cm3 - 4,8 gU/cm3 dengan memperhatikan batasan keselamatan reaktor yang dipersyaratkan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang teras campuran yang akan menghasilkan parameter neutronik yang aman pada teras penuh pertama silisida tingkat muat tinggi. Dalam perancangan ini digunakan batang kendali pengaman untuk menambah margin padam yang berkurang akibat pemuatan bahan bakar tingkat muat tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa konversi teras silisida tingkat muat 2,96 gU/cm3 menuju 4,8 gU/cm3 dapat dilakukan melalui teras campuran tidak langsung dalam 2 tahap yaitu konversi teras silisida 2,96 gU/cm3 - 3,55 gU/cm3 dan konversi teras silisida 3,55 gU/cm3 - 4,8 gU/cm3 dengan performa yang baik. Keuntungan utama dari penggunaan bahan bakar silisida tingkat muat tinggi 4,8 gU/cm3 dibanding teras silisida tingkat muat rendah 2,96 gU/cm3 pada teras RSG-GAS ialah bahwa panjang siklus operasi dapat lebih panjang 18 hari sehingga dapat menghemat penggunaan bahan bakar. Kata kunci : silisida, BKP, teras campuran, pola 5/1, Batan-FUEL   The usage of high density fuel can extend the reactor operation up to 40 days. Designing of low to high density silicide

  7. PEMBUATAN SERBUK U-6Zr DENGAN PENGKAYAAN URANIUM 19,75 % UNTUK BAHAN BAKAR REAKTOR RISET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukan Masrukan

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN SERBUK PADUAN U-6Zr DENGAN PENGKAYAAN URANIUM 19,75 % UNTUK BAHAN BAKAR REAKTOR RISET. Telah dilakukan pembuatan serbuk paduan U-6Zr dengan pengkayaan 19,75 % untuk bahan bakar reaktor riset. Pembuatan bahan bakar U-6Zr ini dalam rangka mencari bahan bakar baru yang mempunyai densitas tinggi untuk mengganti bahan bakar yang sudah ada U3Si2-Al. Tujuan dari percobaan ini untuk mengetahui sifat-sifat serbuk paduan U- 6Zr yang diperoleh dari proses hydriding-dehydriding sebagai kandidat bahan bakar reaktor riset. Serbuk yang diperoleh dari proses hydriding-dehydriding dikenai pengujian, diantaranya pungujian komposisi kimia, densitas, kandungan hidrogen, fasa dan sifat termal. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan beberapa unsur seperti Al, Ca, Cu, dan Ni melebihi batas yang diijinkan dimana masing-masing unsur terdapat sebesar 202,21 ppm; 214,05 ppm; 61,25 ppm dan 134,53 ppm. Pada pengujian diperolah densitas serbuk U-6Zr sebesar 13,58 g/cm3 dan pada pengujian kandungan hidrogen sisa diperoleh kandungan hidrogen sebesar 0,16 %. Untuk pengujian fasa, diperoleh fasa αU dan δU, sedangkan pada pengujian sifat termal yakni transformasi temperatur terdapat dua puncak yakni puncak pertama terjadi pada temperatur 274 hingga 311 oC dan puncak kedua terjadi pada temperatur 493 hingga 527oC. Puncak pertama terjadi reaksi endotermik dengan menyerap panas sebesar ∆H = 6,23 cal/g tetapi tidak terbentuk fasa baru, sedangkan puncak kedua terjadi reaksi eksotermik dengan mengeluarkan panas sebesar ∆H = -9.34 cal/g dan terbentuk fasa αZr. Sementara itu, dari pengujian kapasitas panas pada temperatur 34 hingga 75 oC, terjadinya penurunan nilai kapasitas panas yang disertai dengan penyerapan panas. Pada temperatur yang lebih tinggi hingga temperatur 437oC nilai kapasitas panas menjadi lebih kecil disertai pengeluaran panas. Reaksi termokimia antara Zr dengan hidrogen sisa menunjukkan terbentuknya fasa αZr yang diindikasikan oleh reaksi

  8. Pengaruh Pemakaian Bahan Bakar, Putaran, dan Penyetelan Sudut Pengapian terhadap Produk Emisi Gas Buang pada Mesin Type 5K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paryono Paryono

    2009-02-01

    Full Text Available Semakin gencarnya program pemerintah mensosialisasikan program langit biru, diharapkan pemilik kendaraan bermotor mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya pengotoran udara yang ada di lingkungannya. Salah satu faktor penyebab terjadinya pencemaran udara di sekitar kita adalah gas buang yang dihasilkan oleh banyaknya populasi kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini untuk menguji perbedaan pemakaian bahan bakar premium dan bensin biru dalam hal produk emisi gas buang pada kendaraan bermotor pada saat putaran rendah. menengah, dan tinggi pada motor Toyota 5K. Pengambilan data dilakukan dengan mengetes emisi gas buang HC dalam ppm dan Co dalam % volume pada motor yang menggunakan bahan bakar premium dan bensin biru. Hasil pengujian menunjukkan bahwa putaran motor dan penggunaan jenis bahan bakar serta besar penyetelan saat pengapian ada perbedaan yang signifikan dengan F rasio = 144,42 dan P < 0,05 terhadap produk emisi gas buang pada Toyota 5K. Hal ini berarti dengan menggunakan bahan bakar bensin biru akan diperoleh emisi gas buang yang minimum jika penyetelan saat pengapian diperlambat.

  9. KARAKTERISASI LAPISAN PENYERAP DAPAT BAKAR PADA PERMUKAAN PELET UO2 + DOPAN TiO2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkono Sungkono

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK KARAKTERISASI LAPISAN PENYERAP DAPAT BAKAR PADA PERMUKAAN PELET UO2 + DOPAN TiO2. Lapisan penyerap dapat bakar pada permukaan pelet UO2 + dopan TiO2 telah berhasil dibuat dengan menggunakan mertoda RF sputtering. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakter mikrostruktur pelet UO2 + dopan, ketebalan, kekerasan mikro, komposisi kimia dan struktur kristal lapisan penyerap dapat bakar pada permukaan pelet UO2.  Penentuan mikrostruktur dan ketebalan lapisan dilakukan dengan menggunakan mikroskop optik, kekerasan lapisan dengan metode kekerasan mikro Vickers, komposisi kimia dengan spektrometri XRF dan struktur kristal dengan difraksi sinar-X. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar kandungan TiO2 dalam pelet maka semakin besar ukuran butir dalam mikrostruktur pelet dan semakin tebal lapisan yang terbentuk pada permukaan pelet UO2. Kekerasan lapisan permukaan pelet UO2 + dopan TiO2 sinter relatif sama dan tidak bergantung pada konsentrasi dopan TiO2. Lapisan permukaan pelet UO2 + 0,3 % TiO2, pelet UO2 + 0,5 % TiO2 dan pelet UO2 + 0,7 % TiO2 sinter mengandung unsur zirkonium masing-masing 1,97 mg, 2,47 mg dan 4,81 mg. Lapisan penyerap dapat bakar pada permukaan pelet UO2 + dopan TiO2 sinter mempunyai fasa ZrB2 dengan struktur kristal heksagonal. Kata Kunci: lapisan permukaan, penyerap dapat bakar, pelet UO2, mikrostruktur, kekerasan, komposisi kimia, struktur kristal. ABSTRACT CHARACTERIZATION OF BURNABLE ABSORBER LAYER ON THE SURFACE OF UO2 + DOPED TiO2 PELLETS. Burnable absorber layer on the surface of UO2 + doped TiO2 pellets have successfully created using RF sputtering methods. The objective of this research is to obtain of microstructure characters of UO2 + doped TiO2 pellets, thickness, micro hardness, chemical composition and crystal structure of burnable absorber layer on the surface of UO2 pellets. The methods used are the microstructure and layer thickness using optical microscopy, layer hardness with micro Vickers

  10. PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man PADA PENDEDERAN BERBASIS SISTEM HETEROTROF DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ikhsan Khasani

    2016-04-01

    Full Text Available Strategi untuk meningkatkan produksi udang galah dapat ditempuh melalui penyediaan benih unggul dalam jumlah memadai dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komponen teknologi pendederan udang galah yang lebih produktif. Teknologi bioflok pada sistem pendederan udang galah, dengan titik berat pada optimasi peran bakteri heterotrof untuk pengendalian senyawa toksik limbah budidaya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas melalui peningkatan padat tebar dan sintasan benih. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga tingkat kepadatan benih dan satu kontrol, yang terdiri dari: A kepadatan 1 ekor/L, tanpa sistem heterotrof (TSH; B kepadatan 1 ekor/L dengan sistem heterotrof (SH; C 2 ekor/L dengan SH; D 3 ekor/L dengan SH, masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Sistem heterotrof dijalankan dengan menambahkan molase sebagai sumber karbon dan bakteri Bacillus sp. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan padat tebar dan sistem pengelolaan air memberikan pengaruh nyata (P<0,05 baik terhadap sintasan maupun pertumbuhan benih. Nilai sintasan akhir benih yang diperoleh yaitu 63,3±13,6%; 78,0±22,0%; 88,7±8,1%; dan 89,6±3,7%, berturut-turut untuk perlakuan A, B, C, dan D. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa melalui penerapan teknologi bioflok pendederan udang galah dapat dilakukan tanpa pergantian air dengan kepadatan hingga 3 ekor/L.

  11. PERTUMBUHAN IKAN UCENG (Nemacheilus fasciatus DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA DALAM LINGKUNGAN EX SITU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vitas Atmadi Prakoso

    2017-01-01

    Full Text Available Ikan uceng (Nemacheilus fasciatus tergolong ke dalam famili Balitoridae dan genus Nemacheilus. Ikan uceng memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi. Namun, ketersediaan ikan ini masih mengandalkan penangkapan di alam. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian untuk memperoleh informasi tentang kemampuan beradaptasi dan keragaan pertumbuhannya sebagai kegiatan awal domestikasi. Koleksi ikan uceng ditangkap dari Sungai Progo, Temanggung, Jawa Tengah dengan ukuran panjang total 4,39 ± 0,35 cm dan bobot 0,66 ± 0,13 g. Ikan diangkut menggunakan sistem transportasi tertutup selama 12 jam menuju Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT, Bogor. Ikan dipelihara dan diadaptasikan di akuarium untuk mengetahui pengaruh transportasi terhadap sintasan pasca-transportasi. Selain itu, ikan uceng juga diadaptasikan dengan pemberian pakan alami berupa cacing sampai ikan tersebut dapat beradaptasi dengan pemberian pakan buatan (pellet. Uji keragaan pertumbuhan ikan uceng dilakukan dalam akuarium berukuran 40 cm x 25 cm x 25 cm dengan tiga perlakuan kepadatan, yaitu 1; 1,5; dan 2 ekor/L dengan tiga ulangan pada masing-masing perlakuan. Pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelet terapung dengan kandungan protein 30% sebanyak 5% dari biomassa dengan frekuensi dua kali sehari. Pengambilan data pertumbuhan dilakukan setiap 10 hari sekali selama 80 hari masa pemeliharaan. Kualitas air yang diamati meliputi: suhu air, pH, oksigen terlarut, nitrat, nitrit, CO2, dan TAN. Parameter yang diukur meliputi: pertambahan panjang, bobot, laju pertumbuhan spesifik (SGR, biomassa, dan sintasan (SR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar optimal untuk pertumbuhan ikan uceng adalah 1,5 ekor/L. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ikan uceng sangat mungkin didomestikasi dan selanjutnya dilakukan perbaikan mutu genetiknya. Barred loach (Nemacheillus fasciatus from Family of Balitoridae and Genus Nemacheilus has considerable economic

  12. PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAN PUREE PISANG TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU MAKANAN PADAT BERBASIS-PISANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riyanti Ekafitri

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTBanana is one of the leading fruits commodities in Indonesia, easy to find, has high economic value, high cultural and nutritional value. In general bananas are consumed as fresh fruits. While post-harvest for handling the banana is rarely used causing a lot of banana not be consumed. There is need to preserved banana to banana products, such as the banana flour. This banana flour can be used in manufacturing banana snack bar mixed with the fresh of banana puree. This study aimed to assess the charactericticsof banana snack bar for using different ratios of bananaflour and puree. Banana bar was baked with different ratios of banana flou rand banana puree of 2:1, 1:1 and 1:2. The snack bar then was analyzed for proximate analysis and physical characterietics. The data was analyzed using ANOVA with Duncan test. The result of study showed that the characteristic differ among three banana products. The banana snack bar contained 14 to 23 percent of water, 3.6 to 4.3 percent of protein, and 11.5 to 12.6 percent of fat, 35.7 to 46.0 percent carbohydrate. Physical analysis was 4677 to 20245 gf for hardness values, 0.44 to 0.66 for elasticity, and 33 gf to 42 for brightness (L value. High ratio of banana puree increased content of water, protein, and elasticity; but less fat, carbohydrates, hardness, and color brightness. The best banana snack bar was formulated from banana puree and banana flour with ratio of 2:1.Keywords: banana flour, banana puree, snack bar, characteristicABSTRAKPisang merupakan salah satu komoditas buah unggulan Indonesia yang mudah diperoleh, memiliki nilai ekonomi, budaya, serta nilai gizi yang tinggi. Pada umumnya pisang dikonsumsi dalam bentuk segar, sedangkan penanganan pasca panen masih kurang, sehingga banyak pisang menjadi cepat busuk. Oleh karena itu diperlukan pengolahan pisang, salah satunya adalah mengolah menjadi tepung pisang. Tepung pisang bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan padat berbentuk

  13. PEMISAHAN DAN ANALISIS 137Cs DARI LARUTAN PELAT ELEMEN BAKAR U-7%Mo/Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Anggraini

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMISAHAN DAN ANALISIS 137Cs DARI LARUTAN PELAT ELEMEN BAKAR U-7%Mo/Al. Pemisahan cesium dari larutan pelat elemen bakar (PEB U-7Mo/Al telah dilakukan dengan menggunakan metode pengendapan dan penukar kation. Tujuan penelitian adalah mendapatkan metode yang valid untuk pemisahan cesium dari larutan PEB U-7Mo/Al melalui penentuan parameter unjuk kerja metode yaitu akurasi, presisi dan rekoveri. Metode pengendapan dan metode penukar kation yang digunakan mengacu kepada metode ASTM 690-000 dan kepada hasil penelitian U3Si2/Al. Penentuan parameter unjuk kerja metode pengendapan dilakukan dengan menggunakan larutan sampel PEB U-7%Mo/Al sebanyak 150 μL, larutan standar 137Cs sebanyak 50 μL dalam 2 mL HCl 0,1N. Larutan dikenakan proses pengendapan dengan menggunakan pereaksi HClO4 pekat dan penambahan senyawa carrier CsNO3 seberat 225 mg pada temperatur 0oC selama 1 jam, sedangkan proses penukar kation dilakukan dengan menggunakan resin zeolit Lampung sebanyak 400 mg. Proses penukar kation dilakukan secara batch dengan pengocokan selama 1 jam. Hasil proses pengendapan diperoleh endapan CsClO4 dan penukar kation diperoleh berupa padatan cesium - zeolit serta supernatan. Pengukuran dan analisis radionuklida137Cs dalam endapan CsClO4 dan padatan 137Cs-zeolit dilakukan dengan spektrometer gamma. Hasil pengukuran diperoleh nilai cacahan radionuklida 137Cs per detik (cps. Perhitungan rekoveri metode dilakukan dengan perbandingan nilai cacahan radionuklida 137Cs sebelum dan sesudah proses pemisahan. Hasil pemisahan radionuklida 137Cs dari larutan PEB U-7Mo/Al menggunakan metode pengendapan diperoleh rekoveri sebesar 95,56 % dengan akurasi dan presisi pengukuran masing-masing sebesar 0,375 % dan 1,875 %, sedangkan rekoveri pemisahan radionuklida 137Cs dengan metode penukar kation diperoleh rekoveri sebesar 26,73 %. Hal ini menunjukkan bahwa metode pengendapan lebih baik dari pada metode penukar kation untuk pemisahan 137Cs dari larutan bahan bakar

  14. KORELASI KOMPOSISI UNSUR TERHADAP SIFAT TERMAL SERBUK BAHAN BAKAR U-ZrHX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukan Masrukan

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK KORELASI KOMPOSISI UNSUR TERHADAP SIFAT TERMAL SERBUK BAHAN BAKAR      U-ZrHx. Telah dilakukan analisis untuk menentukan korelasi komposisi terhadap sifat termal pada serbuk bahan bakar U-ZrHx. Serbuk U-ZrHx dibuat dari proses hidriding ingot U-Zr, dimana ingot U-Zr merupakan hasil peleburan logam U dan Zr. Dalam percobaan ini dibuat tiga variasi serbuk yaitu U-35ZrHx, U-45ZrHx, dan U-55ZrHx. Perlunya dilakukan penentuan kadar Zr terhadap sifat termal adalah untuk mengetahui pengaruh kadar Zr terhadap sifat transformasi panas dari bahan bakar tersebut. Mula –mula dilebur logam U dan Zr didalam tungku peleburan busur listrik hingga menghasilkan ingot U-Zr. Ingot U-Zr selanjutnya dibuat serbuk dengan teknik hidridring-milling hingga menghasilkan serbuk U-Zr. Serbuk U-Zr dianalisis komposisi dengan menggunakan teknik sepektroskopi serapan atom (SAA dan sepektroskopi UV-Vis. Hasil analisis komposisi menunjukkan bahwa pada analisis untuk menentukan kandungan U dan Zr hampir semua sampel uji yang dianalisis mempunyai perbedaan yang cukup besar antara kandungan U dan Zr yang ditentukan dengan hasil analisis U dan Zr terkecuali hasil analisis pada serbuk U-45Zr yang hanya berbeda 0,609 %. Dari hasil pengujian unsur pengotor diperoleh bahwa semua unsur pengotor yang ada masih memenuhi persyaratan untuk bahan. Pengujian kapasitas panas yang dilakukan pada rentang temperatur 35ºC hingga 437ºC memperlihatkan bahwa nilai kapasitas yang paling besar adalah serbuk U-35ZrHx dengan nilai kapasitas panas sebesar 0,13 J/g.oC. Sementara itu dari pengujian transisi perubahan fasa diperoleh bahwa pada U-45ZrHx mengalami dua tahapan reaksi disertai perubahan fasa. Dapat disimpulkan apabila dilihat dari kandungan U dan Zr  belum bisa digunakan untuk bahan bakar, sedangkan dari analisis kandungan unsur pengotor diperoleh bahwa semua unsur yang ada masih  memenuhi persyaratan untuk bahan bakar kecuali unsur Fe. Sementara itu hasil analisis sifat termal

  15. Analisis Hasil Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Sepeda Statis Di Fitness Center Terminal Transit Bahan Bakar Minyak Pertamina Wayame Ambon

    OpenAIRE

    Ashfahani, Andri; Fajar, Riezqi; Setiawan, Mauluddin Eko; Suhendar, Endang; Sinatrya, Wildan Hariz

    2017-01-01

    Nowadays, energy efficiency is an issue that is being faced by the industry. By increasing energy efficiency, production costs can be reduced to its lowest level. Terminal Transit Bahan Bakar Minyak Pertamina Wayame, Ambon as a part of the government committed to get actively involved in the implementation of the energy efficiency program. The innovation is done by converting the mechanical energy of the stationary bike to electrical energy by the generator mounted on the bike. Workers who do...

  16. EFEKTIVITAS KHASIAT PENGOBATAN LUKA BAKAR SEDIAAN GEL MENGANDUNG FRAKSI EKSTRAK PEGAGAN BERDASARKAN ANALISIS HIDROKSIPROLIN DAN HISTOPATOLOGI PADA KULIT KELINCI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eriawan Rismana

    2013-05-01

    Full Text Available Abstract : The effectiveness of wound healing by gel topical formulation with three various containing Centella asiatica fraction extract has been studied. Wound Healing  the wound was evaluated histopatologically by microscopy observation and histochemically by hydroxyprolin content on the tissues samples. The histochemical and histopatological results shown that the hydroxyprolin content and degree of regeneration of rabbit tissues samples after treatment by gel formulation with 1.5 % C. asiatica fraction extract were the highest as compared to the other gel formulations, respectively. The goal of the study was formulation, effectiveness and safety in promoting wound healing data of gel formulation. Keywords : Wound healing, histochemically, histopatologically, Centella asiatica fraction extract Abstrak :   Studi uji khasiat penyembuhan luka bakar dari formula sedian topikal bentuk gel yang mengandung fraksi ekstrak Centella asiatica (Pegagan telah dilakukan menggunakan tiga konsentrasi fraksi ekstrak yang berbeda. Khasiat penyembuhan luka bakar telah dievaluasi secara uji histopatologi melalui pengamatan miskroskopi dan histokimia dengan mengukur kandungan hidroksiprolin dalam jaringan kulit. Hasil uji histokimia dan histopatologi masing – masing menunjukan bahwa kandungan hidroksiprolin dan derajat regenerasi pada jaringan kulit kelinci yang diobati dengan formulasi gel mengandung fraksi ekstrak C. asiatica 1,5 % adalah tertinggi dibandingkan dengan pengobatan menggunakan 2 formula lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data formulasi, efektifitas khasiat dan keamanan dari formulasi sediaan gel luka bakar.   Kata Kunci : histochemically, histopatologically

  17. ANALISIS SENSITIVITAS TURBULENSI ALIRAN PADA KANAL BAHAN BAKAR PWR BERBASIS CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endiah Puji Hastuti

    2015-04-01

    Full Text Available Turbulensi aliran pendingin pada proses perpindahan panas berfungsi untuk meningkatkan nilai koefisien perpindahan panas, tidak terkecuali aliran dalam kanal bahan bakar. Program CFD (CFD=computational fluid dynamics, FLUENT adalah program komputasi berbasis elemen hingga (finite element yang mampu memprediksi dan menganalisis fenomena dinamika aliran fluida secara teliti. Program perhitungan CFD dipilih dalam penelitian ini karena selain akurat juga dapat memberikan visualisasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristika perpindahan panas, massa dan momentum dari dinding rod bahan bakar ke pendingin secara visual, pada medan temperatur, medan tekanan, dan medan energi kinetika pendingin, sebagai fungsi dinamika aliran di dalam kanal, pada kondisi tunak dan transien. Analisis dinamika aliran pada kanal bahan bakar PWR berbasis CFD dilakukan dengan menggunakan sampel data reaktor PWR dengan daya 1000 MWe dengan susunan bahan bakar 17x17. Untuk menguji sensitivitas persamaan aliran yang sesuai dengan model aliran turbulen pada kanal bahan bakar dilakukan pemodelan dengan menggunakan persamaan k-omega (Ƙ-ω, k-epsilon (Ƙ-ε, dan Reynold stress model (RSM. Pada analisis sensitivitas aliran turbulen di dalam kanal digunakan model mesh hexahedral dengan memilih tiga geometri sel yang masing masing berukuran 0,5 mm; 0,2 mm dan 0,15 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada analisis kondisi tunak (steady state, terdapat hasil yang mirip pada model turbulen Ƙ-ε standard dan Ƙ-ω standard. Pengujian terhadap kriteria Dittus Boelter untuk bilangan Nusselt menunjukkan bahwa model Reynold stress model (RSM direkomendasikan. Analisis sensitivitas terhadap geometri mesh antara sel yang berukuran 0,5 mm, 0,2 mm dan 0,15 mm, menunjukkan bahwa geometri sel sebesar 0,5 mm telah mencukupi. Aliran turbulen berkembang penuh telah tercapai pada model LES dan DES, meskipun hanya dalam waktu singkat (3 s, model LES memerlukan waktu komputasi

  18. DESAIN KONSEPTUAL TERAS REAKTOR RISET INOVATIF BERBAHAN BAKAR URANIUM MOLIBDENUM DARI ASPEK NEUTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2015-03-01

    Full Text Available Manfaat yang luas dari penggunaan reaktor riset membuat banyak negara membangun reaktor riset baru. Kecenderungan saat ini adalah reaktor tipe reaktor serbaguna (MPR dengan teras yang kompak untuk mendapatkan fluks neutron yang tinggi dengan daya yang relatif sedang atau rendah. Reaktor riset yang ada di Indonesia yang paling muda usianya sudah berumur 25 tahun. Oleh karena itu diperlukan desain reaktor riset baru sebagai alternatif, disebut reaktor riset inovatif (RRI, kelak pengganti reaktor riset yang sudah ada. Tujuan dari riset ini mendapatkan konfigurasi teras setimbang reaktor riset yang optimal dengan kriteria memiliki fluks neutron termal minimum sebesar 2,5x1014 n/cm2 s pada daya 20 MW (minimum, memiliki panjang operasi satu siklus lebih dari 40 hari dan penggunaan bahan bakar yang paling efisien. Desain neutronik dilakukan untuk bahan bakar baru U-9Mo-Al dengan kerapatan bervariasi dan jenis reflektor yang bervariasi. Desain dilakukan dengan paket program WIMSD-5B dan BATAN-FUEL. Hasil desain konseptual menyajikan 4 konfigurasi teras yaitu 5×5, 5×7, 6×5 dan 6×6. Hasil optimasi menunjukkan bahwa teras setimbang reaktor RRI dengan konfigurasi 5×5, tingkat muat 235U sebesar 450 g, reflektor berilium, fluks neutron termal maksimum di daerah reflektor sebesar 3,33×1014 neutron cm-2s-1 dan panjang siklus 57 hari merupakan desain teras reaktor riset inovatif yang paling optimal. Kata kunci: desain konseptual, bahan bakar uranium-molibdenum,berilium, D2O, WIMS, BATAN-FUEL   The multipurpose of research reactor utilization make many countries build the new research reactor. Trend of this reactor for this moment is multipurpose reactor type with a compact core to get high neutron flux at the low or medium level of power. The research newest reactor in Indonesia right now is already 25 year old. Therefore, it is needed to design a new research reactor, called innovative research reactor (IRR and then as an alternative to replace the old

  19. ANALISIS DISTRIBUSI KECEPATAN PENDINGIN DALAM ELEMEN BAKAR TIPE PELAT MENGGUNAKAN METODE CFD UNTUK REAKTOR RISET RSG-GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Subekti

    2015-03-01

    Full Text Available Eksperimen pengukuran distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal elemen bakar reaktor riset RSG-GAS sulit dilakukan karena lebar celah yang sangat kecil dan terletak di dalam elemen bakar. Oleh karena itu diperlukan perhitungan untuk memprediksi distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal untuk mengkonfirmasi bahwa keberadaan handle tidak merusak distribusi kecepatan pendingin masuk ke dalam setiap subkanal. Perhitungan ini memerlukan metode CFD yang memperhatikan interior 3 dimensi. Perhitungan distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal juga belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan investigasi distribusi kecepatan pendingin elemen bakar tipe pelat menggunakan metode CFD 3 dimensi untuk reaktor riset RSG-GAS. Penelitian ini juga sangat diperlukan sebagai bagian dari pengembangan desain termohidrolika elemen bakar untuk reaktor riset inovatif. Pemodelan menggunakan ½ model dalam perangkat lunak Gambit dan perhitungan menggunakan persamaan Turbulen dalam perangkat lunak FLUENT 6.3. Hasil perhitungan kecepatan pendingin tiga dimensi dalam subkanal menggunakan metode CFD lebih rendah sekitar 4,06% dari pada hasil perhitungan satu dimensi karena perhitungan satu dimensi mengabaikan keberadaan handle. Kata kunci: Aliran pendingin, elemen bakar, reaktor riset, kondisi tunak, CFD   The measurement experiment for coolant-velocity distribution in the subchannel of fuel element of RSG-GAS research reactor is difficult to be carried out due to too narrow channel and subchannel placed inside the fuel element. Hence, the calculation is required to predict the coolant-velocity distribution inside subchannel to confirm that the handle presence does not ruin the velocity distribution into every subchannel. This calculation utilizes CFD method, which respect to 3-dimension interior. Moreover, the calculation of coolant-velocity distribution inside subchannel was not ever carried out. The research object is to investigate the

  20. PERANCANGAN PENGERING KERUPUK RAMBAK DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI ENERGI SURYA DAN ENERGI BIOMASSA KAYU BAKAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Okka Adiyanto

    2017-10-01

    Full Text Available Kerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dan sering dijadikan sebagai pelengkap berbagai sajian makanan atau sebagai lauk pauk. Permasalahan mendasar dalam pengelolaan industri kerupuk terdapat pada proses pengeringan Salah satu bentuk pengering yang cocok untuk diterapkan dalam proses pengeringan pada kerupuk yaitu bentuk rak pengeringan yang mengkombinasikan kombinasi energi matahari dan tungku biomassa sebagai sumber energi untuk proses pengeringan. Penelitian ini dilakukan untuk membuat rancangan bangunan pengering yang hygienis dan juga untuk memanfaatkan energi matahari dan energi  biomassa kayu bakar. Dalam penelitian ini panas dari proses penggorengan dan pengukusan disalurkan pada pipa pemindah panas yang terbuat dari tanah liat dan bermuara pada sebuah cerobong asap. Bangunan pengeringan terbuat dari tembok yang dilengkapi dengan ventilator. Atap bangunan pengering menggunakan bahan polikarbonat yang dimaksudakan agar dapat menangkap gelombang panjang dari sinar matahari sehingga dapat memanfaatkan efek rumah kaca. Tahapan dalam penelitian ini yaitu menentukan kapasitas bangunan, merancangan ketinggian cerobong, ukuran tungku, jumlah pipa pemindah panas, ketebalan dinding, dan jumlah ventilator.Bangunan pengering ini memiliki ukuran 450 cm x 350 cm x 300 cm. Pipa pemindah panas yang dibutuhkan sebanyak 34 buah dan ketebalan plaster pada dinding yaitu 27,735 cm tiap sisi-sisinya. Ketebalan pintu yaitu 6 cm yang terbuat dari anyaman bambu. Jumlah ventilator yang dibutuhkan sebanyak 2 buah dengan ukuran 12 inch.

  1. ANALISIS PERFORMA SISTEM PENDINGIN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK KABIN MOBIL CITY CAR MENGGUNAKAN MODUL TERMO ELECTRIC COOLER TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirza Yusuf

    2017-12-01

    Full Text Available Ramah lingkungan menjadi isu yang gencar dalam penelitian. Cloro Fluoro Carbon (CFC yang digunakan dalam AC konvensional akan menguap ke udara bebas  berdampak kerusakan lapisan ozon. Ditinjau secara micro dalam penggunaan sitem pendingin dapat diterapkan pada pendingin kabin mobil. System pendingin mobil konfensional menimbulkan 2 kerugian yaitu lebih boros bahan bakar karena couple pulley compressor AC membebani putaran mesin dan penggunaan CFC yang tidak ramah lingkungan.   System pendingin ramah lingkunagan dan mampu menghemat bahan bakar mesin tersebut dapat kita temukan pada modul thermoelectric.  terobosan baru sistem pendingin tersebut menggunakan modul pendingin Thermo Electric Cooler (TEC yang memanfaatkan sisi dingin pada Thermo Electric Cooler (TEC dengan memanfaatkan seaback effect .  Thermo Electric Cooler (TEC ketika dialiri tegangan DC (arus searah pada kedua jalur kabel penghubungnya maka salah satu sisi akan menjadi panas, sementara sisi satunya akan menjadi dingin. Salahsatu cara yang dapat ditempuh untuk memaksimalkan proses pendinginan, maka sisi panas Thermo Electric Cooler (TEC harus diturunkan temperaturenya serendah mungkin mungkin dengan menggunakan alat penukar kalor heat sink serta dibantu kipas(fan. semakin lama proses pendinginan, maka semakin optimal suhu ruangan yang didinginkan. Dari data Hasil pengujian dapat diketahui perangkat pendingin tersebut mampu bekerja dengan rate penurunan temperature memadai. Selanjutnya dapat dapat diaplikasikan sebagai alat pendingin ruangan yang efektif, efisien dan ramah lingkungan.    Kata kunci:  Kabin mobil, Air Conditioner (AC konvensional, Cloro Fluoro Carbon (CFC, Thermo Electric Cooler (TEC, komponen sistem pendingin.

  2. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brillyano Agni Pradipta

    2013-09-01

    Full Text Available Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi Pulse Width Modulation (PWM sebagai alat pengontrol generator HHO dengan duty cycle 25%, 50%, dan 75%. Penggabungan bahan bakar dilakukan secara difusi menggunakan ejector. Hasil yang didapatkan bahwa efisiensi unjuk kerja generator HHO tertinggi pada duty cycle 25%, yaitu sebesar 54,32% dan efisiensi terendah pada generator HHO tanpa PWM, yaitu sebesar 13,2%. Temperatur api yang dihasilkan gabungan kerosin dan gas HHO lebih panas dari pembakaran kerosin saja. Gabungan daya bahan bakar yang dihasilkan gas HHO sebesar 16,5W dan daya yang dikeluarkan kerosin murni sebesar 25,77kW, menaikkan temperatur api lebih dari 100oC dari temperatur api hasil pembakaran kerosin murni .

  3. PEMANFAATAN BAHAN ORGANIK DARI SAMPAH PADAT PERKOTAAN DALAM INDUSTRI KOMPOS (Utilization of Organic Matter from Municipal Solid Wastes in Composit Industries

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harwin Saptoadi

    2001-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Dewasa ini sampah padat yang dihasilkan oleh kota besar sudah sangat banyak dan berpotensial untuk menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena sekitar tiga perempat dari sampah adalah biomassa maka terdapat kemungkinan untuk memproses sampah tersebut menjadi pupuk kompos. Dengan demikian berat dan volume sampah sisa yang terpaksa harus dibuang ke TPA dapat berkurang secara drastis. Proses fermentasi bahan organik ini dilakukan di pabrik kompos. Sebelum itu, harus terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan secara mekanis dan seksama untuk memperoleh bahan organik murni dari sampah padat. Pemisahan dilakukan oleh beberapa pasang thrower (pelempar dan fan (penghembus. Melalui contoh kasus sebuah pabrik kompos berkapasitas 50 ton per hari beberapa peralatan dan mesin penting yang lazim dijumpai pada pabrik kompos dijelaskan pada mekalah ini, demikian juga tipe dan ukurannya.   ABSTRACT Recently a huge amount of municipal solid wastes produced in big cities causes serious environmental and health problems. Since nearly three fourth of the wastes is biomass, there is a potential to process the organic matter into agricultural compost. In this way, the weight and volume of wastes which are finally disposed in sanitary landfills can be drastically reduced. The fermentation process of biomass occurs in compost plants. However, a thorough mechanical separation of the organic matter from municipal solid wastes must be carried out first by using pairs of a thrower and a fan. Some important equipments and machineries in a typical compost plant are delineated based on a case of 50 tons per day capacity. Their appropriate types and dimensions are discussed as well.

  4. TEKNIK AKTIVASI FOIL INDIUM UNTUK MENENTUKAN DISTRIBUSI NEUTRON TERMAL DALAM FANTOM PADAT DI BAWAH IRADIASI LINAC 15MV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risalatul Latifah

    2015-03-01

    Full Text Available Dewasa ini, penggunaan pesawat linear accelerator (linac untuk kegiatan terapi pada penyakit kanker mulai intensif digunakan.Keuntungan utama linac dibanding dengan pesawat teleterapi adalah tidak lagi menggunakan sumber radioaktif serta memiliki variasi energi sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Ketika sebuah pesawat linac dioperasikan di atas 10 MV, maka akan terjadi reaksi fotoneutron (γ,n hasil dari interaksi energi sinar-X tinggi yang menumbuk material-material penyusun komponen pesawat linac seperti target, kolimator dan filter. Reaksi fotoneutron ini akan menghasilkan neutron. Pengukuran fluks neutron sangat penting untuk dilakukan terkait dengan keselamatan pada tindakan radioterapi dikarenakan emisi neutron ini merupakan radiasi sekunder yang akan menaikkan resiko kanker sekunder pada pasien akibat bertambahnya dosis radiasi yang diterima. Studi ini mengevaluasi fluks neutron yang dihasilkan oleh pesawat linac 15 MV menggunakan teknik aktivasi foil. Sebanyak 45 foil disisipkan dalam fantom padat yang diradiasi oleh linac untuk mengetahui besarnya fluks neutron terhadap fungsi kedalaman.Nilai yang didapat dimaksudkan untuk mengestimasi dosis tambahan untuk pasien ketika menjalani treatment menggunakan linac pada operasi di atas 10 MV. Dengan menggunakan hasil analisa spektrometer gamma dari foil indium yang teraktivasi, nilai fluks mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya kedalaman sampai pada 7 cm di bawah permukaan dengan nilai 2,6 x 106 ncm-2s-1 kemudian terus menurun seiring bertambahnya jarak. Pola ini terjadi karena adanya proses termalisasi neutron. Dengan menggunakan metode faktor konversi dosis neutron termal, maka diketahui dosis tambahan dari fluks neutron maksimum yang diterima pasien adalah 0,86 mSv/menit. Kontribusi dosis ini relatif kecil yaitu sebesar 0,1% dari dosis terapi. Kata kunci: Fluks neutron termal, LINAC, indium, fantom, aktivasi foil.   Nowadays, using linear accelerator (LINAC for therapeutic

  5. DESAIN DAN PEMBUATAN MESIN PENGERING LADA DENGAN MENGGUNAKAN PEMANAS UAP BERBAHAN BAKAR KAYU LIMBAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Muhammad Idkhan

    2016-12-01

    Full Text Available Abstract. Design and Machine Dryer Lada Using Steam Heating Fuel Wood Waste. Pepper or pepper has the Latin name Piper nigrum and the family Piperaceae. Part pepper plant that is used is the fruit strung like wine. The drying process is carried pepper farmers today still take advantage of sunlight in a sense is still very dependent of weather and time. Pepper drying machine working system using hot steam from the kettle obtained from the fire / heat in the burning of waste wood, use was using the principle of heat transfer. Hot steam oven entered through the input pipe and then go into a hot radiator and circulates in the oven to dry pepper and lower water content. The research is a design research and experimentation in the form of theoretical study, the design of machines and dryers making machine pepper. Manufacture of machinery and laboratory trials conducted in the Laboratory of Mechanical Engineering Education FT UNM and field trials conducted in the village of the District Salassae Bulukumpa Enrekang. Drying is carried out for six hours to produce a water content of pepper eleven point nine, mustard seeds intact without shrunken shape with more or less uniform color. With the pepper drying machine is expected to benefit the preservation process yields so that people no longer rely on the weather for drying, speeding the drying process and improve the quality of dried pepper.Abstrak. Desain dan Pembuatan Mesin Pengering Lada dengan Menggunakan Pemanas Uap Berbahan Bakar Kayu Limbah Merica atau Lada memiliki nama latin Piper nigrum dan merupakan famili Piperaceae.. Bagian tanaman lada yang dimanfaatkan  adalah buahnya yang terangkai seperti anggur. Proses pengeringan yang dilakukan petani lada sekarang ini masih memanfaatkan sinar matahari dalam arti masih sangat bergantung cuaca dan waktu. Sistem kerja mesin pengering lada menggunakan panas uap dari ketel yang diperoleh dari api / panas pada pembakaran kayu limbah

  6. Evaluasi Aktivitas Antioksidan Daun Sirsak (Annona muricata L. pada Sistem Respirasi Mencit (Mus musculus Terpapar Asap Anti Nyamuk Bakar Sebagai Bahan Ajar Biologi SMA Kelas XI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfan Yunianto

    2014-12-01

    Full Text Available Tanaman sirsak (Annona muricata L. secara tradisional diketahui membawa banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan fitokimia yang tinggi menyebabkan sirsak sering digunakan untuk mengobati penyakit batu empedu, sembelit, asam urat bahkan kanker. Daun sirsak mengandung berbagai senyawa aktif yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun sirsak pada histopatologi organ trakea dan pulmo mencit terpapar asap anti nyamuk bakar sebagai bahan ajar biologi SMA kelas XI.Penelitian menggunakan 30 ekor mencit jantan berumur 12 minggu yang dibagi secara acak dalam 4 kelompok yaitu K (kontrol, tanpa perlakuan, P1, P2, dan P3 (terpapar asap anti nyamuk bakar dan diberi perlakuan ekstrak etanol daun sirsak dengan dosis masing-masing P1=100 mg/kg BB; P2=200 mg/kg BB; P3=400 mg/kg BB. Perlakuan diberikan selama 30 hari. Pada hari ke-31 mencit dibedah dan diambil organ trakea dan pulmo untuk dilakukan pembuatan preparat histologi. Kerusakan sel trakea dan pulmo dianalisis untuk mengetahui efek perlakuan dibandingkan dengan kontrol.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun sirsak dapat meminimalisir kerusakan sel trakea dan pulmo akibat paparan asap anti nyamuk bakar. Dosis yang paling efektif adalah 400 mg/kg BB (kelompok P3. Penelitian ini juga menunjukkan potensi materi pembelajaran biologi untuk kelas XI berupa pengetahuan, ketrampilan dan sikap bagi para peserta didik.

  7. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  8. Karakterisasi Paduan AlMgSi Untuk Kelongsong Bahan Bakar U3Si2/Al Dengan Densitas Uranium 5,2 gU/cm3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2018-03-01

    Full Text Available Meningkatnya densitas uranium dari 2,96 gU/cm3 menjadi 5,2 gU/cm3 bahan bakar U3Si2/Al harus diikuti dengan penggunaan kelongsong yang kompatibel. Bahan bakar berdensitas tinggi mempunyai kekerasan yang tinggi, sehingga bila menggunakan paduan AlMg2 sebagai kelongsong dapat menyebabkan terjadi dogbone pada saat perolan. Selain fenomena dogbone, pada saat bahan bakar tersebut digunakan di reaktor dapat terjadi swelling karena meningkatnya hasil fisi maupun burn up. Oleh karena itu, perlu dicari pengganti bahan kelongsong untuk bahan bakar U3Si2/Al densitas tinggi. Pada penelitian ini telah dilakukan karakterisasi paduan AlMgSi sebagai kandidat pengganti kelongsong AlMg2. Karakterisasi yang dilakukan meliputi analisis termal, kekerasan, mikrostruktur dan laju korosi. Analisis termal dilakukan menggunakan DTA (Differential Thermal Analysis dan DSC (Differential Scanning Calorimetry. Analisis kekerasan menggunakan alat uji kekerasan mikro, mikrostruktur menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope dan analisis laju korosi dilakukan dengan pemanasan pada temperatur 150 oC selama 77 jam di dalam autoclave. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelongsong AlMgSi maupun AlMg2 mempunyai kompatibilitas panas dengan bahan bakar U3Si2/Al cukup stabil hingga temperatur 650 oC. Kelongsong AlMgSi mempunyai kekerasan sebesar 115 HVN dan kelongsong AlMg2 sebesar 70,1 HVN. Sementara itu, analisis mikrostruktur menunjukkan bahwa morfologi ikatan antarmuka (interface bonding kelongsong AlMgSi lebih baik dari kelongsong AlMg2, demikian halnya dengan laju korosi bahwa kelongsong AlMgSi mempunyai laju korosi lebih kecil dibanding kelongsong AlMg2. Hasil karakterisasi termal, kekerasan, mikrostruktur dan laju korosi menunjukkan bahwa PEB U3Si2/Al densitas 5,2 gU/cm3 menggunakan kelongsong AlMgSi lebih baik dibanding PEB U3Si2/Al  densitas 5,2 gU/cm3  menggunakan kelongsong AlMg2. Kata kunci: U3Si2/Al, densitas 5,2 gU/cm3, kelongsong AlMgSi dan AlMg2.

  9. FORMULASI BISKUIT PADAT SIAP-SANTAP UNTUK MAKANAN DARURAT (READY-TO-EAT-BISCUIT BARS FORMULATION FOR DISASTER-RELATED EMERGENCY SITUATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Almasyhuri Almasyhuri

    2012-06-01

    bergizi selama keadaan darurat. Untuk makanan bayi telah ada di pasar berupa susu dan bubur susu yang dapat diberikan dalam situasi ini. Sementara makanan siap-santap untuk anak dan orang dewasa belum banyak tersedia di pasar. Beberapa survei pasca-bencana menunjukkan bahwa bantuan makanan dari donatur berupa makanan siap-santap umumnya hanya merupakan sumber enegi. Di samping itu makanan bantuan tersebut umumnya masih membutuhkan pengolahan terlebih dahulu sebelum disantap. Mengembangkan formula makanan siap-santap untuk usia anak sampai orang dewasa yang mengandung  tinggi energi dan dapat diberikan dalam situasi  kedaruratan. Makanan diproduksi dalam bentuk batangan padat, yang dapat diterima baik oleh panelis. Pada tahap awal dikembangkan enam jenis formula makanan, tiga berasa manis dan tiga lainnya berasa asin. Lalu dipilih satu formula yang terbaik, berdasarkan uji fisik dan sensori oleh panelis laboratorium. Makanan terpilih kemudian diuji porsi pada masyarakat di daerah rawan bencana. Formula yang dibuat dari tepung kedelai dan tepung wijen dengan rasa manis mempunyai nilai kesukaan paling baik dibandingkan dengan formula lainnya, dan dengan uji Duncan’s berbeda secara signifikan dari semua formula. Pada atribut rasa dan aroma formula ini tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan formula lainnya, tetapi memiliki kerenyahan paling baik. Setiap energi 2.100 kkal biskuit padat tersusun 11,5 persen berasal dari protein, 44,4 persen dari lemak dan sisanya 44 persen dari karbohidrat. [Penel Gizi Makan 2012, 35(1: 42-48]   Kata Kunci: makanan formula, biskuit siap-santap, makanan darurat, bencana alam

  10. ANALISIS FAKTOR PUNCAK DAYA TERAS RSG-GAS BERBAHAN BAKAR U3Si2-Al 4,8 gU/cc DENGAN KAWAT KADMIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jati Susilo

    2015-04-01

    Full Text Available Untuk meningkatkan kinerja teras RSG-GAS, maka telah dilakukan penelitian tentang penggunaan bahan bakar U3Si2-Al kerapatan 4,8 gU/cc. Penggunaan bahan bakar tersebut dapat meningkatkan panjang siklus operasi dari 20 menjadi 49 hari. Sehingga reaktor beroperasi lebih efisien. Selain itu juga akan menaikkan reaktivitas lebih teras yang berakibat pada nilai reaktivitas batang kendali saat one stuck rod menjadi positif. Hal tersebut dapat diantisipasi dengan cara penambahan kawat kadmium pada kedua sisi tiap-tiap pelat bahan bakar. Untuk teras RSG-GAS berbahan bakar U3Si2-Al kerapatan 4,8 gU/cc maka diperlukan kawat kadmium dengan minimal diameter 0,7 mm. Selain reaktivitas lebih, parameter neutronik lainnya yang perlu diketahui dalam mendesain suatu teras agar tidak terjadi kerusakan bahan bakar adalah nilai faktor puncak daya (power peaking faktor ppf. Untuk itu, dalam penelitian ini dilakukan perhitungan distribusi faktor daya teras RSG-GAS berbahan bakar U3Si2-Al kerapatan 4,8 gU/cc dengan kawat kadmium. Perhitungan tersebut dilakukan dengan paket program SRAC modul CITATION. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa teras RSG-GAS berbahan bakar U3Si2-Al kerapatan 4,8 gU/cc dengan kawat kadmium mempunyai ppf sebesar 1,2225 yang sedikit lebih besar dibandingkan dengan ppf teras RSG-GAS berbahan bakar U3Si2-Al kerapatan 2,96 gU/cc (1,1642. Dari analisis hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa nilai ppf untuk teras RSG-GAS berbahan bakar U3Si2-Al kerapatan 4,8 gU/cc dengan kawat kadmium masih dibawah nilai batas dalam LAK RSG-GAS. Kata kunci : faktor puncak daya, kawat kadmium, SRAC   To upgrade the ability of RSG-GAS core, research about utilization of U3Si2-Al fuel with 4.8 gU/cc density has been done. The using of U3Si2-Al fuel with 4.8 gU/cc density in the RSG-GAS core could increase the operation cycle length from 20 to 29 days. To the reactor can be operated more efficiently. In another side, the effect of high density fuel is the value of

  11. Pengaruh Penambahan Grafit terhadap Sifat Tarik, Stabilitas Termal dan Konduktivitas Listrik Komposit Vinil Ester/Grafit sebagai Pelat Bipolar Membran Penukar Proton Sel Bahan Bakar (PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galang Wisnu Wardana

    2014-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 80% dari volume, 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grafit terhadap sifat, stabilitas termal  dan konduktivitas listrik komposit vinil ester/grafit. Matriks yang digunakan adalah epoxy vinil ester (EVE dan novolac vinil ester (NVE. Filler yang digunakan adalah grafit dengan kadar grafit 20 dan 40%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur  50, 100,  150, 200, 250oC selama dua jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan grafit  dapat menurunkan Modulus Young, sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik  tertinggi EVE adalah 16.6 MPa sedangkan NVE 10.7 MPa, sedangkan 40% 3.0 MPa untuk EVE dan 2.95 MPa untuk NVE. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan grafit, data 40% grafit menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 47% untuk EVE maupun NVE. Penambahan grafit juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 40% grafit  yaitu 1,1 S.Cm-1 untuk EVE dan 0.93 untuk NVE.

  12. IMPLEMENTASI METODE BACKUP HYBRID PADA PROTOTYPE SISTEM PENGENDALI DAN PENGAWASAN REGULASI BAHAN BAKAR MINYAK (BBM BERSUBSIDI DENGAN TEKNOLOGI RFID PADA SURAT IJIN MENGEMUDI (SIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    De Rosal Ignatius Moses Setiadi

    2014-10-01

    Full Text Available Defisit Anggaran Belanja Negara (APBN saat ini sudah berada di level yang mengkawatirkan. Hal ini juga dipengaruhi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM yang mencapai 1,4 juta barel perhari sementara Indonesia hanya memproduksi 560 ribu barel perhari, sehingga harus mengimpor sekitar 900 ribu barel perhari. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat tiap tahunnya juga semakin memperparah keadaraan. Hal tersebut memaksa pemerintah untuk menaikan harga BBM subisidi per tanggal 22 Juni 2013 lalu. Akan tetapi kenaikan harga BBM subsidi akan kembali terjadi apabila tidak ada langkah riil untuk membatasi dan mengawasi regulasi BBM subsidi. Pada penelitian ini akan mengembangkan konsep sistem pengendali dan pengawasan regulasi BBM bersubsidi yang lebih praktis dan aman menggunakan Surat Ijin Mengemudi (SIM.  Pada hasil penelitian sebelumnya masih terdapat kekurangan fasilitas backup data. Karena semua data disimpan secara offline pada SIM maka dikhawatirkan jika SIM rusak atau hilang. Metode backup yang akan digunakan pada penelitian ini adalah dengan mengunakan metode hybrid (online/offline. Pada metode ini data disimpan pada SIM sekaligus pada database online terpusat yang akan dilakukan sinkronisasi pada jangka waktu tertentu dari beberapa database offline. Sehingga diharapkan data tidak hilang ketika SIM tersebut rusak atau hilang. Kata kunci : Bahan Bakar Minyak, subsidi, Radio Frequency Identification, Surat Ijin Mengemudi, backup hybrid.

  13. Diskursus Bahan Bakar Air

    OpenAIRE

    Hidayatulloh, Poempida

    2015-01-01

    Kebutuhan akan energi bagi manusia adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu pencarian manusia dalam menemukan suatu energi yang berkelanjutan (sustainable) adalah suatu proses alamiah yang terjadi secara terus-menerus. Keterbatasan manusia dalam mendapatkan energi selalu berkutat pada paradigma keberadaan hukum kekekalan energi yang menjadi basis pemikiran fisika klasik. Air adalah suatu senyawa yang senantiasa ada di sekitar kita dan tersedia dalam berbagai wujud. Senyawa Air (H2O) terdiri ...

  14. PENGARUH SERBUK U-Mo HASIL PROSES MEKANIK DAN HYDRIDE – DEHYDRIDE – GRINDING MILL TERHADAP KUALITAS PELAT ELEMEN BAKAR U-Mo/Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supardjo Supardjo

    2015-07-01

    Full Text Available PENGARUH SERBUK U-Mo HASIL PROSES MEKANIK DAN HYDRIDE – DEHYDRIDE – GRINDING MILL TERHADAP KUALITAS PELAT ELEMEN BAKAR U-Mo/Al. Penelitian bahan bakar U-7Mo/Al tipe pelat dilakukan dalam rangka pengembangan bahan bakar U3Si2/Al untuk mendapatkan bahan bakar baru yang memiliki densitas uranium lebih tinggi, stabil selama digunakan sebagai bahan bakar di dalam reaktor dan mudah dilakukan proses olah ulangnya. Lingkup penelitian meliputi pembuatan: paduan U-7Mo dengan teknik peleburan, pembuatan serbuk U-7Mo dengan dikikir dan hydride - dehydride - grinding mill, IEB U-7Mo/Al dengan teknik kompaksi pada tekanan 20 bar, dan PEB U-7Mo/Al dengan teknik pengerolan panas pada temperatur 425oC. Paduan U-7Mo hasil proses peleburan cukup homogen, berat jenis 16,34 g/cm3 dan bersifat ulet, kemudian dibuat menjadi serbuk dengan cara dikikir dan hydride - dehydride - grinding mill. Serbuk U-7Mo hasil proses kikir berbentuk pipih, kontaminan Fe cukup tinggi, sedangkan serbuk hasil proses hydride - dehydride - grinding mill, cenderung equiaxial dengan kontaminan yang rendah. Kedua jenis serbuk U-7Mo tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatan IEB U-7Mo/Al dan PEB U-7Mo/Al dengan densitas uranium 7 gU/cm3 dan diperoleh produk dengan kualitas yang hampir sama. Hasil uji IEB U-7Mo/Al berukuran 25 x 15 x 3,15±0,05 mm, tidak terdapat cacat/retak, distribusi U-7Mo di dalam matriks cukup homogen dan tidak terdapat pengelompokan/aglomerasi U-7Mo yang berdimensi >1 mm. PEB U-7Mo/Al hasil pengerolan dengan tebal akhir 1,45 mm, memiliki ketebalan meat rerata 0,60 mm dan tebal kelongsong 0,4 mm dan terdapat 1 titik pengukuran kelongsong dengan ketebalan 0,15 mm. Dengan membandingkan penggunaan kedua jenis serbuk U-7Mo tersebut, IEB U-7Mo/Al dan PEB U-7Mo/Al yang dihasilkan memiliki kualitas hampir sama. Namun demikian penggunaan serbuk U- 7Mo hasil proses hydride - dehydride - grinding mill lebih baik karena proses pengerjaannya lebih cepat dan impuritas dalam

  15. PERFORMA NEUTRONIK BAHAN BAKAR LiF-BeF2-ThF4-UF4 PADA SMALL MOBILE-MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. N. Rokhman

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis terhadap performa neutronik bahan bakar garam lebur LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Small Mobile-Molten Salt Reactor (SM-MSR. Penyesuaian konfigurasi teras dan temperatur operasi harus dilakukan untuk penggunaan bahan bakar baru tersebut agar mencapai keff > 1 dan CR (conversion ratio > 1 pada fraksi 0,5% 233U, 20% 232Th, 28% Li, 51,5% Be. Setelah didapat nilai keff ≈ 1 dan CR ≈ 1, dilakukan analisis pengaruh perubahan Th terhadap Be dan Be terhadap Li yang terlihat dalam perubahan parameter keff dan CR. Setelah itu fraksi 233U divariasi antara 0,5–0,46% untuk memperoleh keff > 1 dan CR > 1. Dalam perhitungan koefisien reaktifitas temperatur (αT, temperatur teras dinaikkan sebesar +25K dan +50K., dan untuk koefisien reaktifitas void (αV, densitas bahan bakar dikurangi hingga 90%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pengurangan Th terhadap Be menyebabkan penurunan nilai CR dan naiknya keff akibat berkurangnya material fertil. Sebaliknya penambahan Be terhadap Li mengakibatkan terjadi kenaikan nilai keff dan menurunkan CR, akibat laju serapan Li lebih besar dari Be. Pada 5 (lima fraksi 233U dalam rentang 0,5–0,49%, hasil perhitungan keff dan CR masing-masing bervariasi dalam rentang 1,00001 - 1,00327 dan 1,00016 - 1,00731. Untuk faktor puncak daya (PPF, hasil perhitungan memberikan nilai dalam rentang 2,4311 -2,4714. Sedangkan untuk parameter keselamatan, koefisien reaktivitas temperatur (αT dan reaktivitas void (αV masingmasing bernilai negatif dalam rentang 4,972×10-5 - 5,909×10-5 dan 2,596×10-2- 2,8287×10-2 ∆k/k/K. Dapat disimpulkan bahwa teras SM-MSR memberikan nilai negatif di kedua koefisien reaktivitas tersebut untuk setiap fraksi,, sehingga memenuhi kriteria keselamatan dan keselamatan melekat. Kata kunci: SM-MSR (small mobile-molten salt reactor, bahan bakar LiF-BeF2-ThF4-UF4, keselamatan melekat, koefisien reaktivitas temperatur, koefisien reaktivitas void   The analysis of neutronic performance has

  16. PEMANFAATAN LIMBAH BIOMASSA CANGKANG KAKAO DAN KEMIRI SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET (Utilization of Biomass Wastes from Cocoa and Candlenut Shells as Fuel Briquette

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harwin Saptoadi

    2007-11-01

    Full Text Available ABSTRAK  Biomassa adalah sumber energi utama jutaan manusia di dunia, akan tetapi penggunaannya menurun ketika batubara, minyak dan gas tersedia cukup melirnpah. Namun akhir-akhir ini perhatian muncul kembali karena terjadinya krisis energi dan isu-isu lingkungan. Pemanfaatan biomassa untuk menggantikan bahan bakar fosil dapat menurunkan persoalan emisi CO2 global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alternatif sumber energi terbarukan dengan pemanfaatan limbah biomassa cangkang kakao dan kemiri. Penelitian dilakukan dengan menghaluskan biomassa dengan ukuran partikel kurang dari I mm. Kemudian 5 gram campuran bahan baku dengan bahan pengikat gel tepung kanji dengan perbandingan 70:30 untuk kakao dan 80:20 untuk kemiri dibriket dalarn cetakan berdiarneter l6 mm. Setelah dibriket kemudian dikeringkan dengan oven pada suhu 50 oC selama 5 jam. Pembakaran dilakukan dalam ruang bakar pada temperatur dinding 350 oC dan laju aliran udara bervariasi antara 0,1 - 0,4 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang kakao dan kemiri mempunyai nilai kalor masing-masing 16.998 dan 21.960 kJ/kg. Emisi CO cukup signifikan pada tahap devolatilisasi. Cangkang kakao memberikan total emisi CO lebih tinggi dibandingkan dengan cangkang kemiri. Laju aliran udara juga berpengaruh terhadap emisi CO yang dihasilkan. Penambahan laju aliran udara akan mengurangi emisi CO, hal ini karena adanya penambahan suplai oksigen sehingga pemnbakaran dapat berlangsung lebih sempurna.   ABSTRACT  Biomass was the  primary source of energy for millions of people in the world, but when coal, oil, and gas became widely available, its use was declined. However, in recent years interest in biomass utilization increases because of energy crisis and environmental issues. Utilization of biomass for substituting fossil fuel can reduce global CO2 emission problem. The objective of this research is to study alternative energy sources that utilize biomass waste from cocoa and candlenut

  17. PROTOTIPE ALAT PENGEKSTRAK PATI SAGU TIPE MIXER ROTARY BLADE BERTENAGA MOTOR BAKAR Prototype of Mixer Rotary Blade of Sago Starch Extractor Powered by Internal Combustion Engine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darma Darma

    2012-05-01

    pengolahan tradisional ke pengolahan meka- nis. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat ekstraksi pati sagu tipe mixer rotary blade bertenaga motor bakar. Hasilnya adalah prototipe alat ekstraksi pati dengan performansi bagus. Kapasitas ekstraksi adalah 160 kg hancuran empulur per jam, atau setara dengan 33 kg pati segar per jam, jumlah pati yang dapat diekstrak lebih dari 99 % sedan- gkan kehilangan pati yang terikut ke ampas kurang dari 1%. Aplikasi alat ini ke masyarakat petani sagu diharapkan akan merubah sistim pertanian yang bersifat subsistence ke sistim komersial. Sebagai kesimpulan, alat ekstraksi pati sagu yang telah dihasilkan layak secara teknis maupun ekonomis.

  18. ANALISIS STRUKTUR KRISTAL LIMBAH MAGNET PERMANEN BERBASIS BESI OKSIDA

    OpenAIRE

    Sagita, Cynthia; Delina, Mutia; Handoko, Erfan

    2015-01-01

    Has performed the initial characterization of  BaFe12O19 wasted magnet (Barium Hexaferrite). Characterization has done by analyzing the crystal structure using X-Ray Difraction (XRD). The analysis showed that the sample is a single phase, namely BaFe12O19. Samples with a hexagonal crystal structure (space group P63 / mmc), lattice parameters a = b = 5.892 Å, c = 23.183 Å with   and . Samples also have the atomic density of 5.32  and the unit cell volume 693.608   &nb...

  19. Utjecaj ugljik (IV - oksida na promjene životne sredine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husein Džanić

    2012-10-01

    Full Text Available This paper deals with the impacts of carbon oxides (C02 from motor exhaust emissions upon changes in the environment, warming up of the Earth and changes of regional and global climate. It has been established that the average annual emission from natural sources is 700 to 1000 x J09 tons of carbon oxides in conjunction with additional 30 x 109 tons introduced by human activities in burning fossil fuels of which some 17. 9 draw origin from mo tor traffic. Global annual concentrations of C02 increases by approximately 0,2% because human beings obtain some 90% of their power needs from burning fossil fuels. It has been established that in the world road motor vehicles emit 7,62 x 109 tons of co2 out of the total emission which is about 42,57 x l 09 tons in the year 1988. Road motor vehicles in Yugoslavia pollute the atmosphere with 21,41% x 106 tons with the annual increase of l, 78% and share in global pollution of 0,28% C02. In this pol1ution Croatia participates with 5,65 x 1(6 tons with the annual increase of 4,19% and its share in global pollution of 0,074% co2 . The author recommends gradual decrease of co2-emission by 50% through reduction of concentrations of 400 ppm in the air to the maximum which may only be attained by substitution in the consumption of fossil fuels. In road traffic gasoline and diesel fuels can successfully be substituted by hydrogen and thus help avoiding inevitable catastrophic consequences in the Earth's biosphere.

  20. RANCANGBANGUN DAN PENGUJIAN TUNGKU BERBAHAN BAKAR GAS UNTUK INDUSTRI TAHU TRADISIONAL BERBASIS PRODUKSI BERSIH (Design, Construction and Test of Gas Stove for Traditional Tofu Industry Based on Cleaner Production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Taufan

    2014-02-01

    Full Text Available A model of gas stove for traditional tofu industry was designed and tested. one of the focuses of cleaner production is energy efficiency, so the stove was designed to have good thermal efficiency and low energy consumption. The stove was constructed with two kettles where the first kettle was used to cook soybean porridge from 5-8 kg soybean and the other to warm water. The test consist of water boiling test and soybean cooking test. Water Boiling Test (WBT was used to assessed stove performance by boiling the water. It takes 29,0 minutes to boil 20 lites of water in cold start condition and 18,7 minutes in hot start condition, moreover average specific fuel consumption is 0,041 kg/liter in cold start condition and 0,030 kg/liter in hot start condition. Gas consumption in cold start is 0,028 kg/min and in hot start is 0,032 kg/min, and the average thermal efficiency are 34,80% in cold start condition and 38,63% in hot start condition. Statistical test with 95% level of confidence, indicated a significant difference in the boiling time between cold start and hot start. The test showed that to cook soybean porridge from 5 kg/batch in cold start condition consumed 1,78 kg of fuel in 60 minutes. Keywords: Design construction, tofu stove, cleaner production, Water Boiling Test, thermal efficiency   ABSTRAK Telah dilakukan rancangbangun dan pengujian tungku berbahan bakar gas untuk industri tahu tradisional. Berdasarkan salah satu fokus penerapan produksi bersih yaitu efisiensi energi, maka tungku dirancang sedemikian rupa agar memiliki efisiensi termal dan konsumsi energi yang baik. Tungku yang dikonstruksi memiliki dua buah ketel, ketel pemasakan bubur kedelai dari 5-8 kg bahan baku kedelai dan ketel untuk menghangatkan air. Pengujian tungku terdiri dari pengujian untuk pemasakan air dan pengujian untuk pemasakan bubur tahu. Pengujian untuk pemasakan air menggunakan metoda Water Boiling Test (WBT. Dari pengujian ini dapat diketahui waktu untuk

  1. Analisis Kualitas Udara dan Keluhan Kesehatan yang Berkaitan dengan Saluran Pernafasan Pada Pekerja Batubara di PLTU Labuhan Angin Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2017

    OpenAIRE

    Hutagaol, Sari Puspita

    2017-01-01

    131000721 Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) merupakan suatu kegiatan yang memproduksi tenaga listrik dengan menggunakan bahan bakar padat, cair, dan/atau gas untuk memanaskan air dalam ketel uap (boiler) yang memproduksi uap untuk menggerakkan turbin yang seporos dengan generator sehingga membangkitkan tenaga listrik. Salah satu pembangkit listrik tenaga uap yang terdapat di sumatera utara adalah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Labuhan Angin di Kabupaten Tapanuli Tengah. Pembangkit...

  2. Pengaruh Ukuran Partikel Tempurung Sawit Dan Tekanan Kempa Terhadap Kualitas Biobriket

    OpenAIRE

    Purwanto, Djoko

    2015-01-01

    Industri kelapa sawit dalam kapasitas 100 ribu ton bahan baku per tahun akan menghasilkan sekitar 6 ribu ton limbah tempurung kelapa sawit. Limbah padat ini pemanfaatannya belum optimal yaitu sebagai bahan bakar boiler dan pengeras jalan disekitar pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel tempurung sawit dan tekanan kempa terhadap kadar air, kadar abu, zat terbang, kadar karbon, kalori, kerapatan dan kuat tekan. Prosedur penelitian meliputi: pengeringan seca...

  3. Analisa Pengaruh Trim terhadap Konsumsi Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Nur Salim Salim Aris; Indrajaya Gerianto Gerianto Gerianto; I Made Ariana

    2013-01-01

    Trim merupakan salah satu kondisi pada kapal dimana terdapat perbedaan draft pada bagian haluan dan buritan. Kapal bergerak dengan kecepatan dinasnya (Vs) pada kondisi normal continuous rating.Pada tahap pendesainan kapal tahanan total kapal (Rt) didapatkan pada kondisi kapal even keel. Namun pada pengoperasianya kapal jarang berada pada kondisi even keel tapi berada pada kondisi trim, baik trim by stern ataupun trim by bow. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan tahanan total yang minimu...

  4. Analisa Pengaruh Trim Terhadap Konsumsi Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Aris, Nur Salim Salim; Gerianto, Indrajaya Gerianto Gerianto; Ariana, I Made

    2013-01-01

    Trim merupakan salah satu kondisi pada kapal dimana terdapat perbedaan draft pada bagian haluan dan buritan. Kapal bergerak dengan kecepatan dinasnya (Vs) pada kondisi normal continuous rating.Pada tahap pendesainan kapal tahanan total kapal (Rt) didapatkan pada kondisi kapal even keel. Namun pada pengoperasianya kapal jarang berada pada kondisi even keel tapi berada pada kondisi trim, baik trim by stern ataupun trim by bow. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan tahanan total yang minimu...

  5. Penggunaan Bahan Bakar Alternatif dalam Industri Semen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefano Munir

    2009-06-01

    An applied research was accomplished successfully for use of bottom ash in form of clinker from the stoker boiler of utility plant at Sijantang village, Sawahlunto town, for making building brick from the coal ash and clay usually used by the people brick industry for purpose of developing local industry and other areas. The experimental programme for this research was designed in such a way that an optimum mix composition of clay and coal ash at a certain ratio can be achieved according to the quality requirement of building brick Indonesian standard. The product of coal ash building brick at the optimal mix composition was achieved at  a ratio of 80% Clay/20% Coal Ash.

  6. STUDI PEMODELAN DAN PERHITUNGAN TRANSPORT MONTE CARLO DALAM TERAS HTR PEBBLE BED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair .

    2013-01-01

    Full Text Available Konsep sistem energi VHTR baik yang berbahan bakar pebble (VHTR pebble bed maupun blok prismatik (VHTR prismatik menarik perhatian fisikawan reaktor nuklir. Salah satu kelebihan teknologi bahan bakar bola adalah menawarkan terobosan teknologi pengisian bahan bakar tanpa harus menghentikan produksi listrik. Selain itu, partikel bahan bakar pebble dengan kernel uranium oksida (UO2 atau uranium oksikarbida (UCO yang dibalut TRISO dan pelapisan silikon karbida (SiC dianggap sebagai opsi utama dengan pertimbangan performa tinggi pada burn-up bahan bakar dan temperatur tinggi. Makalah ini mendiskusikan pemodelan dan perhitungan transport Monte Carlo dalam teras HTR pebble bed. HTR pebble bed adalah reaktor berpendingin gas temperatur tinggi dan bermoderator grafit dengan kemampuan kogenerasi. Perhitungan dikerjakan dengan program MCNP5 pada temperatur 1200 K. Pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-V dan ENDF/B-VI dimanfaatkan untuk melengkapi analisis. Hasil perhitungan secara keseluruhan menunjukkan konsistensi dengan nilai keff yang hampir sama untuk pustaka data nuklir yang digunakan. Pustaka ENDF/B-VI (66c selalu memproduksi keff lebih besar dibandingkan ENDF/B-V (50c maupun ENDF/B-VI (60c dengan bias kurang dari 0,25%. Kisi BCC memprediksi keff hampir selalu lebih kecil daripada kisi lainnya, khususnya FCC. Nilai keff kisi BCC lebih dekat dengan kisi FCC dengan bias kurang dari 0,19% sedangkan dengan kisi SH bias perhitungannya kurang dari 0,22%. Fraksi packing yang sedikit berbeda (BCC= 61%, SH= 60,459% tidak membuat bias perhitungan menjadi berbeda jauh. Estimasi keff ketiga model kisi menyimpulkan bahwa model BCC lebih bisa diadopsi dalam perhitungan HTR pebble bed dibandingkan model FCC dan SH. Verifikasi hasil estimasi ini perlu dilakukan dengan simulasi Monte Carlo atau bahkan program deterministik lainnya guna optimisasi perhitungan teras reaktor temperatur tinggi.   Kata-kunci: kernel, TRISO, bahan bakar pebble, HTR pebble bed

  7. Pembuatan gas methane dari limbah padat penyamakan kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prayitno Prayitno

    1996-12-01

    Full Text Available Leather tanning industry is one of the industry which potentially causes environmental problem. For processing, a lot of water and chemical are used, generates a lot of liquid waste, which are powerful pollution in water an in soil. There will also be animal residues from such operation as cleaning, fleshing, splitting and trimming. Each of these generates solid waste which must be disposed. It is a big problem for handling the solid waste because of their volume and highly odours when they decompose in their solid form. Untanned solid waste and liquid waste generated in the tanning process have a high organic content (protein and fats and their humidity …. are such that they are readily degradated by methane fermentation.

  8. PERANGKAT LUNAK UNTUK SINTESIS SUARA GERAKAN BENDA PADAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanik Suciati

    2006-01-01

    Full Text Available Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Dalam grafika komputer, telah dikembangkan suatu teknik untuk membuat frame-frame animasi berdasarkan gerakan benda yang dihitung menggunakan rumus-rumus fisika, yang dikenal dengan istilah Physically Based Motion. Pada perkembangan selanjutnya, teknik ini juga dapat digunakan untuk mensintesis suara. Dalam Tugas Akhir ini, akan dibangun suatu aplikasi yang dapat membuat frame-frame animasi gerakan jatuh bebas benda dengan menggunakan teknik Physically Based Motion, sekaligus mensintesis suara yang sesuai dengan gerakan yang dihasilkan. Sistem akan melakukan penghitungan gerakan benda untuk menghasilkan frame-frame animasi. Disamping itu, data suara yang dihasilkan juga digunakan untuk mensintesis suara, sehingga suara yang dihasilkan sesuai dengan gerakan benda. Setelah dilakukan uji coba terhadap aplikasi yang telah dibuat, dapat diambil kesimpulan bahwa gerakan dan suara yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh material properties dan jumlah iterasi yang digunakan untuk melakukan penghitungan. Sedangkan jumlah titik, face dan element dari objek mempengaruhi waktu yang digunakan untuk melakukan penghitungan. Kata kunci: Physically Based Motion, Animasi, Suara Digital, Pemodelan Suara.

  9. Komponen Kimia Asap Cair Hasil Pirolisis Limbah Padat Kelapa Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Gani Haji

    2013-06-01

    Full Text Available Chemical components of liquid smoke which is produced via pyrolisis of palm oil solid waste have been analyzed by using gas chromatography mass spectroscopy (GC-MS. Solid waste consists of shell, empty fruit bunch, and palm fiber. Solid waste was obtained from palm oil manufactory in Tanjung Semantok,  Aceh province. The objective of this research was to investigate the chemical components in liquid smoke obtained from various palm oil solid waste. Sample was pyrolyzed at 500°C for 5 hours by using tube furnace reactor type 21100 which is equipped by thermolyne as temperature adjustment. The yield of pyrolysis from shell, empty fruit bunch and palm fiber are 52,02; 29,59; and 34,88%, respectively. The results showed that 27; 13 and 11 compounds of chemical were observed in liquid smoke obtained by pyrolysis of shell, empty fruit bunch, and palm fiber, respectively. Overall, acetic acid and phenol are the highest concentration of chemical obtained in this research. Keywords: palm oil solid waste, pyrolysis, liquid smoke, chemical compound

  10. Kajian Eksperimental Perbandingan Performansi Mesin Otto Bahan Bakar Premium dengan Bahan Bakar LPG

    OpenAIRE

    Sitorus, Jefferson

    2013-01-01

    The decreasing availability of fossil fuels led to a variety of ideas how to solve this problem. LPG (Liquefied petroleum gas) is one alternative fuel that can be used in trending engine, one of which is a gasoline engine generator sets in 4-stroke. By modifying the carburetor so the engine can work as when using gasoline. Although the performance of the machine tends to not give optimal results such as engine performance when using gasoline, but has the advantage of LPG fuel, the emissions p...

  11. Peranan kadar nitrit oksida (NO darah dan asupan lemak pada pasien hipertensi dan tidak hipertensi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pudji Astutik

    2013-10-01

    Full Text Available Background: Hypertension is closely related to impaired endothelial dependent vasodilation due to decreasing availability of blood nitric oxide (NO and high fat intake. Objective: To analyze blood NO and fat intake differences in patients with hypertension andnon hypertension. Method: The study was a cross-sectional design and sampling was carried out in Sidoarjo District Hospital. Subjects of the study were 24 patients aged between 40 to 65 years, which consist of 12 cases and 12 controls. Measurement of blood NO and recall of fat intake were performed. Results: Blood NO in hypertension andnon hypertension patients were 72.333 ± 40.511µM and 116.083 ± 46.962 µM respectively. Fat consumption in hypertension andnon hypertension were 51.52 ± 5.99 g and 41.65 ± 8.32 g respectively. Two independent samples t-test showed meaningful differences in the levels of blood NO (p=0.023 as well as fat intake (p=0.004 between the hypertension andnon hypertension patients. Conclusion: There is a difference in the levels of blood NO and fat intake in patients with hypertension andnon hypertension.

  12. Sintesis dan Karakterisasi Grafena dengan Metode Reduksi Grafit Oksida Menggunakan Pereduksi Zn

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudha Taufantri

    2016-05-01

    Full Text Available Graphene is a thin material, has a hexagonal two-dimentional lattice and is considered as an interesting material for adsorption process. Nowadays, graphene has been known as a potential material for diverse application, such as adsorbent. In this study graphene was synthesized from graphite. Furthermore, graphene was applied for adsorption of dichloro diphenyl trichloroethane (DDT. Graphene was synthesized by Hummer’s method using hydrothermal and reduced by Zn. The samples were characterized by Scanning Electron Microscope (SEM and X-Ray Diffraction (XRD methods. The results of the XRD showed graphene structure in the 2θ, appeared at 23.9369 with interlayer spacing was about 3.71763 Å, compared with graphite oxide structure in the 2θ appeared at 11.2055 with interlayer spacing was about 7.89649 Å. The results of SEM analysis showed graphene has one layer with planar hexagonal structure and seems transparent whose single layer and multi layers. The graphene adsorption was analyzed by using the UV-Visible spectrophotometer. The results indicated the surface area of graphene was shown as 46.8563 m2/g. The amount of DDT adsorbed by graphene during 15 minutes was 7.5859 mg/g. This adsorption mechanism of DDT and graphene might be due to π-π and hydrogen interactions.   Keywords: Adsorption, dichloro diphenyl trichloroethane (DDT, graphena. DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v2i1.2233

  13. ISOLASI DAN KARAKTERISASI CaO (KALSIUM OKSIDA) DARI CANGKANG KERANG DARAH (Anadara Granosa)

    OpenAIRE

    yahya, afdaliah

    2014-01-01

    Seashells from species Anadara Granosa were used as raw materials to isolate CaO by calcination at temperatures of 1000 ?? C for 5 hours to obtain the CaO content is 99.61%. This process can take place due to the conversion of CaCO3 into CaO

  14. OPTIMASI UNJUK KERJA FLUIDIZED BED GASIFIER DENGAN MEVARIASI TEMPERATURE UDARA AWAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karnowo Karnowo

    2011-02-01

    Full Text Available Gasifikasi merupakan metode mengkonversi secara termokimia bahan bakar padat menjadi bahan bakar gas (syngas dalam wadah gasifier dengan menyuplai agen gasifikasi seperti uap panas, udara dan lainnya. Metode gasifikasi dinilai lebih menguntungkan dan gas pembakaran lebih bersih dibanding pembakaran langsung. Namun demikian, tekonologi gasifikasi masih perlu dikembangkan mengingat masih rendahnya efisiensi gasifikasi. Hal ini karena karakteristik biomassa khususnya sekam padi memiliki kadar air yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur awal udara terhadap efisiensi gasifikasi sekam padi. Alat gasifikasi yang digunakan adalah updraft circulating fluidized bed gasifier. Penelitian dilakukan pada temperatur awal udara yang bervariasi yaitu 300C hingga 4000C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur awal udara gasifikasi, semakin meningkat efisiensi gasifikasi dan efisiensi karbon. Temperatur awal udara yang optimum didapatkan pada 3000C dengan efisiensi gasifikasi sebesar 65,78%.

  15. Variation in VIP latrine sludge contents | Bakare | Water SA

    African Journals Online (AJOL)

    ... in the organic contents, moisture content, non-biodegradable content and microbial population between different pits. This variation with increasing depth within a pit is expected, since fresh material is constantly being added to the pit overlaying older material which might have undergone a certain degree of stabilisation.

  16. Tinjauan Penilaian Siklus Hidup Bahan Bakar Biodiesel di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kiman Siregar

    2014-10-01

    Review of Life Cycle Assesment of Biodiesel in Indonesia Abstract. Currently, environmental consideration becomes the most important issue in biodiesel production. Eventhough source of energy is considered as carbon neutral, the production path may release various environmentally hazardous gasses. European and American countries claim that production of biodiesel from palm oil contributes carbon emission to the atmosphere along its production path. Furthermore, US EPA-NODA and EU RED stated that palm oil based biodiesel can only reduce emission of GWP by 17 % and 19 % compared to fossil-fuel based. Considering on the minimum requirement is 20 % for US and 35 % for EU, CPO from Indonesia experiences difficulties to enter the global market. Scientific approach should be undertaken by Indonesia to address this issue. Summary of the literature mentions that the sustainability of biodiesel from palm oil is better than Jatropha curcas, compared to other sources of raw materials, such as rapeseed. Summary of the literature mentions that the value of carbon that can be absorbed by primary forest is higher than secondary forest and palm oil plantation. This is the reason why world claims Indonesia on global warming issues although further research is still needed based on the latest data. From the real condition in Indonesia, in which GHG value before stable productivity is 2 575.47 kg-CO2eq./ton-Biodiesel fuel(BDF for oil palm and 3 057.74 kg-CO2eq./ton-BDF for Jatropha curcas. When the productivity has reached stability, the GHG value is  1 511.96 kg-CO2eq./ton-BDF for oil palm and 380.52 kg-CO2eq./ton-BDF for Jatropha curcas. If we compared to diesel fuel, CO2eq. emission is reduced up to 49.27 % and 88.45 % for BDF-CPO and BDF-CJCO, respectively.

  17. Costumes in Igogo Masquerade Theatre of the Ekiti People | Bakare ...

    African Journals Online (AJOL)

    ... heritage and sellable entertainment commodity by the younger generations of Igogo people, especially the formally educated elite. Deploying the key informant interview (KII), semiotic analysis and direct observation methods, the study highlights and discusses the socio-aesthetic attributes of Igogo masquerade theatre, ...

  18. ANALISA KEANDALAN SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR INDUK PADA KM. LEUSER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-04-01

    Full Text Available Fuel oil system is one of the vital main engine supporting systems of MV. Leuser because this system is directly influence the main engine performance. The failure of fuel system should be the main engine shut down. The bigger affect was the ship could not be operated so the financial lost would be occurred. The aim of the research is an analysis the fuel system by approximation on reliability based. An analysis of the system was using qualitative and quantitative approximation. Qualitative analysis could be achieved by the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA and the Fault Tree Analysis (FTA. The quantitative analysis could be achieved by the Monte Carlo simulation. The resulted of the research, severity components such as filter, separator, transfer pump and booster pump was obtained by the severity classification and failure probability. The simulation would be achieved the value availability at 0.97 and the value of MTTFF (Mean Time to First Failure is 2423.8363 hours. The simulation used some scenarios, the system availability would be more decrease if there were more stand by components occur the failure in the one of the components at 0,893.

  19. Perkembangan Proses Pembuatan Biodiesel sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joelianingsih

    2006-12-01

    Full Text Available As energy dernands increase and fossil fuel reservas are limited, research is directed towards alternative renewable fluls. A potential diesel fuel substitusi is biodiesel, obtained from fatty acids methyl esters (FAME and produced by the transesterfication reaction of triglyceride or free fatty acid (FFA of vegetable oils with short-chain alcohol, mainly methanol. Most of the currently of alcohol. Although the removal of the excess alcohol can be easily achieved by distillation, however the removal of catlyst and the by-product formed from its reaction with the reactants is complicated while several methode for glycerol purification have been reported. The disadvantages resulting from the use of a catalyst and itsremoval from theproducts can beeliminated if a non-catalytic reaction of the vegetable oils with alcohol can be realized and a simpler and cheaper process can be developed.indonesia has the opportunity to expand oil palm and other plantations such as jatropha curcas (jarak pagarin order to provide sufficient amount of crude oil for development of biodiesel industry.

  20. Autism spectrum disorders (ASD) in Africa: a perspective | Bakare ...

    African Journals Online (AJOL)

    Background: The universal occurrence of autism spectrum disorders (ASD) was queried about twenty-six years ago. It was thought to occur only in western industrialized countries with high technological development. Over the last decade, knowledge about ASD and its prevalence has been documented as being on the ...

  1. gender and career choice differences on bakare vocational interest

    African Journals Online (AJOL)

    the world of work were possibly internalized through socialization as sex role stereotypes. (Betz, 2005). A lot of Psychological theories including Gender Schema .... resource managers, nurses), financial/business occupations (like bankers, accountants,. Ucheagwu, et al: Gender and Career Choice Differences on BVII: ...

  2. BIOBRIKET ENCENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES SEBAGAI BAHAN BAKAR ENERGI TERBARUKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Ariyanto

    2014-05-01

    Full Text Available Menipisnya cadangan energi fosil sebagai akibat dari meningkatnya pertumbuhan penduduk dan sektor industri. Biomassa dapat dianggap sebagai pilihan terbaik untuk energy alternatif terbarukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati kemungkinan eceng gondok (Eichhornia crassipes untuk diolah menjadi bio-briket. Penelitian briket dilakukan dengan menggunakan tepung tapioka dan lem kayu sebagai perekat. Dengan persentase perekat adalah 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12%. Bio-briket yang dihasilkan diamati kadar air evalueted, kadar abu dan nilai kalor. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air dan kadar abu meningkat dengan meningkatnya presentasi perekat pada bio-briket. Namun, nilai kalor mencapai titik maksimum 10% dan 8% untuk masing-masing penambahan tapioka strach dan lem kayu perekat.

  3. VARIASI SUHU DEPOSISI PADA STRUKTUR, SIFAT OPTIK DAN LISTRIK FILM TIPIS SENG OKSIDA DENGAN DOPING GALIUM (ZNO:GA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Sulhadi

    2015-01-01

    Full Text Available Telah dilakukan deposisi film tipis ZnO:Ga di atas substrat kaca korning pada tekanan deposisi 500 mtorr dengan metode DC-magnetron sputtering. Film ditumbuhkan masing-masing pada suhu 325oC, 375oC, dan 425oC. Struktur, sifat optik dan sifat listrik film tipis yang dideposisikan telah dikarakterisasi dengan menggunakan EDX, XRD, SEM, spektrofotometer UV-Vis dan I-V Meter. Analisis EDX menunjukkan bahwa film yang terdeposisi merupakan film tipis ZnO:Ga. Hasil analisis struktur dengan XRD menunjukkan bahwa film tipis ZnO:Ga yang dideposisikan merupakan polikristalin dengan struktur heksagonal wurtzite. Film ZnO:Ga yang dideposisikan pada suhu 325o mempunyai kualitas kristal yang lebih baik dibandingkan dengan film yang dideposisikan pada suhu 375o dan 425oC. Hasil XRD juga terkonfirmasi dengan observasi SEM menunjukkan bahwa film ZnO:Ga yang dideposisikan pada suhu 325oC mempunyai ukuran butir yang lebih homogen dibandingkan dengan film yang ditumbuhkan pada suhu deposisi 375o dan 425oC. Film tipis ZnO:Ga yang ditumbuhkan pada suhu 325oC mencapai transmitansi optik ~ 89% dan energi bandgap ~3,33 eV. Sifat listrik dapat diketahui dengan menggunakan I-V Meter yang menunjukkan nilai  1,74 x10ˉ3 (Ωcmˉ1 pada suhu deposisi 325oC. Thin films ZnO:Ga were deposited on corning glass substrates with argon gas pressure 500 mtorr and variation temperature at 325oC,  375oC and 425oC by DC-Magnetron Sputtering. The structural studies, optical and electricity properties of the thin films have been investigated by means of EDX, XRD, SEM, Uv-Vis spectroscopy and I-V meter. The EDX result show that thin films were deposited is ZnO:Ga thin films. The structural studies result from XRD show the ZnO:Ga thin films deposited have polycrystalline with the hexagonal wurtzite structure. ZnO:Ga film were deposited at 325oC have the better quality crystal with the other. The XRD result also appropriate with SEM, it was shown at 325oC has grain size more homogeny with the other films. Thin films ZnO:Ga was deposited at 325oC has the optical transmittance ~89% and the bandgap ~3,33 eV. Electrical conductivity 1.74 x10ˉ3 (Ωcmˉ1 at deposited  325oC. 

  4. SIMULASI PERHITUNGAN REFLEKSI CAHAYA OLEH PERMUKAAN SEL SURYA SILIKON : STUDI PENGARUH PENAMBAHAN LAPISAN ANTI REFLEKSI ZINC OKSIDA (ZnO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Suhandi

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan simulasi perhitungan untuk mendapatkan gambaran pengaruh penambahan lapisan anti refleksi ZnO terhadap persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon. Proses perhitungan dilakukan dengan bantuan software Sigma Plot. Perhitungan menggunakan konsep-konsep dasar fisika terkait optika, diantaranya konsep refleksi dan transmisi gelombang cahaya ketika melewati bidang batas dua medium yang berbeda kerapatan optiknya, konsep polarisasi cahaya, dan konsep anti refleksi. Hasil simulasi perhitungan menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya bergantung pada panjang gelombang cahaya datang (. Persen refleksi turun dari dari 38% ketika permukaan sel surya Silikon tidak dilapisi lapisan antirefleksi ZnO menjadi sekitar 15 % setelah permukaan sel surya silikon dilapisi lapisan ZnO dengan ketebalan sekitar 110 nm. Hasil lainnya menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon yang telah dilapisi lapisan anti refleksi ZnO nilainya bervariasi bergantung pada ketebalan lapisan anti refleksi yang digunakan. Dalam rentang data simulasi, ketika tebal lapisan anti refleksi ZnO ditingkatkan, persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya turun, namun ketika ketebalan lapisan anti refleksi ditingkatkan lagi, ternyata persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya naik kembali. Keadaan ini menunjukkan adanya nilai ketebalan lapisan anti refleksi optimum yang menghasilkan persen refleksi cahaya oleh sel surya bernilai minimum. Penurunan persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya akan meningkatkan persen transmisi cahaya menuju lapisan aktif sel surya, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi konversi sel surya Silikon.

  5. KUALITAS LIMBAH PADAT MEDIS RUMAH SAKIT (Quality of Solid Medical Waste in Hospital

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riris Nainggolan

    2012-11-01

    Full Text Available Hospital is one of critical and important part of health care chain due to improvement of it. Hospital can cause nosocomial case for example cellulitis at Dr. Sutomo Hospital in Surabaya because the environment of it not fulfil the health requirements. Several studies reported that hospital environmental health not yet fulfil all the health requirements needed. Only 56.5% used incenerator with unperfect result in temperature which is only reached 200°C. The need of waste management recently have taken attention to improve its quality. Important factors such as volume and waste characteristics are major concern. According to measurement result held in Latin America showed that the hospital garbage and waste production every day per bed about 3.6 Kgs while in England approximately 3.3 Kgs. This research aimed to have characteristic information and the medical waste management of several hospital in Jakarta and Medan. The collection of data conducted through research and book reference, interview and laboratory test for 9 (nine parameters. Characteristic and solid medical waste volume in this research are 2.5-53 Kgs of infectious waste. 0.8-60 Kgs of solid material, 0.8-3 Kgs of unused human anatomy, 0.5-3.3 Kgs of chemical side products, 2-6.6 Kgs of plastic waste. Number of patients with one day care per year about 1228 people while for several days care about 4928 people. From the test results showed that Cu, Se, Zn and Cr value over the quality standard requirements based on Government Acts no 18, 1999.Keywords: Medical waste, Waste Quality, Hospital

  6. ANALISIS DAN MANAJEMEN RISIKO KESEHATAN PENCEMARAN UDARA: Studi Kasus di Sembilan Kota Besar Padat Transportasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atrisman Nukman

    2012-11-01

    Full Text Available To assess health risk of air pollution in heavy traffics big cities, a risk assessment has been conducted in Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin and Makassar by characterizing risk quotient (RQ and formulating risk management. A total of 1378 respondents consisting of household women, street vendors, and workers or employees living at surrounding of public transport stations, trade centers, heavy traffic residences, silent traffic residences, and monitoring stations of Ministry of Environment were subjected to anthropometric surveys for body weight and exposure time, frequency, and duration. However, reducing exposure time at existing ambient risk agent concentrations are not always realistic, as the calculated exposure times and frequencies are beyond the expected episodes of population segments. Thus, risk management scenarios are formulated by optimal combination of lowering concentrations of risk agents and reducing exposure times. Keywords: Environmental health risk assessment, risk management, reference concentration, risk quotien, air pollution, sulfur dioxide, nitrogen dioxide, total suspended particulate

  7. Energi Terbarukan Sisa Keluaran Limbah Padat Pengolahan Kelapa Sawit (Studi Kasus Perencanaan Pembangunan PLTBS PKS Blangkahan)

    OpenAIRE

    Sinaga, Ishak

    2011-01-01

    Pada beberapa tahun belakangan ini pemerintah Indonesia membuat kebijakan dengan memberikan prioritas yang tinggi pada pemanfaatan energi terbarukan seperti panas bumi dan biomassa. Salah satu bentuk biomassa adalah dengan pemanfaatan limbah kelapa sawit. Dari kebijakan tersebut tiap pabrik kelapa sawit diharapkan mempunyai sebuah pembangkit sendiri untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik pabrik tersebut dan dapat menghasilkan listrik hingga lebih besar dari 1 MW dan listrik yang dihasilkan o...

  8. Pengelolaan Limbah Padat Sabut Kelapa Sawit Sebagai Bahan Untuk Mengelola Limbah Cair

    OpenAIRE

    Alfius Manusawai, Herman

    2015-01-01

    ABSTRAK Kelapa sawit merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi karena merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Produksi minyak kelapa sawit Indonesia saat ini mencapai 6,5 juta ton pertahun dan diperkirakan pada tahun 2012 akan meningkat menjadi 15 juta ton pertahun, kerena terjadinya pengembangan lahan. Pemakaian sabut kelapa sawit dapat digunakan sebagai mediator pertumbuhan mikrobiologi, dimana mikrobiologi yang sangat berperan aktif dalam penurunan kadar BO...

  9. Rekayasa alat daur ulang limbah padat industri penyamakan kulit untuk pembuatan insol dan kertas karton

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Sunaryo

    2006-07-01

    Full Text Available The aim of engineering of equipment for tannery solid waste reuse to make insole and card board was to assist the problem coming from shavings wastes and sludge. This unit was designed and mainly consisted of three parts, those were raw materials destroying machine (beater type, insole/carton sheet printing machine and insole/carton sheet pressing machine. This was an eco-friendly machine, because it was able to recycle all of the excess raw materials. The product capacity of it was 600 kg of raw material to produce 1,200 sheet per day, with assumption that the rejects were varied from 10 – 15%. The specifications of the insole produced by this machine were that the weight was 416 gr/sheet; the length x wide was 78 cm x 66 cm. based on the economical analysis when the marketing price was Rp. 2.000,- per sheet, with the total production 360,000 sheets, the benefit after property was Rp. 33,650,200,- per year, with 2 years 1 month pay back of the investment.

  10. PERBANDINGAN PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS INA99 PADA BERBAGAI MEDIA PERBENIHAN PADAT

    OpenAIRE

    Yayuk Yuliarsi; Takarsyah M. Putra; Boedi Oe. Roeslan

    2015-01-01

    Previous study shows that tryptone-yeast extract-cystine-sucrose is choice of the culture media for isolating and growing S. mutans serotype C, but the effectiveness in stepping up the recovery growth of the bacteria has never been compared with that of the blood agar added to yeast extract and sucrose. This study was come to find out the growth of S. mutans serotype-c with blood agar-yest extract-sucrose, S. mutans INA99 serotype-c is identified, sliced, and cultured into blood agar-yeast ex...

  11. PERBANDINGAN PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS INA99 PADA BERBAGAI MEDIA PERBENIHAN PADAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yayuk Yuliarsi

    2015-07-01

    Full Text Available Previous study shows that tryptone-yeast extract-cystine-sucrose is choice of the culture media for isolating and growing S. mutans serotype C, but the effectiveness in stepping up the recovery growth of the bacteria has never been compared with that of the blood agar added to yeast extract and sucrose. This study was come to find out the growth of S. mutans serotype-c with blood agar-yest extract-sucrose, S. mutans INA99 serotype-c is identified, sliced, and cultured into blood agar-yeast extract-sucrose, brucella agar blood-yeast extract sucrose, blood agar and tryptone-yeast extract-cystine-sucrose, each 4 slices. The average amount of blood agar colonies that grows after an incubation of 2x24 hours in an anaerob conditionof 37 C, diluted by 40 time is 4.890. In blood agar-yeast extract-sucrose, the average colony is 145.600, diluted 1.600 time. In brucella agar blood-yeast extract-sucrose, the average colony is 103.50, diluted 40 times. In tryptone-yeast extract-cystine-sucrose the average colony is 2.430, diluted 40 times. Statistical result shows that, there are significant difference (p=0.000 between the total colonies of S. mutans INA99 serotype c which grows on the different types of culture media. The largest amount of colony is present on blood agar-yeast extract-sucrose, the followed by brucella agar blood-yeast extract-sucrose, blood agar and tryptone-yeast extract-cystine-sucrose. Conclusion : blood agar which added yeast extract and sucrose is the best culture media for S. mutans INA99 serotype c growth.

  12. Pemanfaatan limbah lumpur padat dari industri penyamakan kulit untuk pembuatan bata beton pejal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suliestyah Wiryodiningrat

    2010-06-01

    Full Text Available Abstract Solid sludge waste from the Tanning Industry is still a problem in exile, because it is considered as “B3” waste, and containing chromium. The objective of the research utilize solid sludge waste as a partial with two types of variable I,e : 1. Solid concrete block with coral 2. Solid concrete block without coral. Each variable has three variations in the composition of cement, sand and mud, that were 1 part cement : 5 part cement : 4 parts sand : 1 part sludge (without coral has met the physical requirements of solid concrete block concrete block classification standards, according to SNI-03-0348-1989 quality level IV, which has a minimum compressive strength of 30.25 kg/cm2 (standard 25 kg/cm2 and a maximum water absorption of 13.99% (standard - %. Solid concrete block can be used for buildings that do not bear the burden and protected from the weather. Having held the test of leachate from solid concrete block with TCLP method turned out to produce chromium content : 4.017 mg/ l is still below the threshold (5.00 mg/l, which means that concrete can be used for use outdoors (exposed to rain, because it will not pollute the soil and groundwater and can be transported/brought out the leather tanning factory environment.

  13. Analisa K, P, Cu Dan Mn Dalam Abu Limbah Padat Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS)

    OpenAIRE

    Wespan Simatupang, Wespan

    2010-01-01

    It has been analyzed the content of K, P, Cu and Mn in sludge ash of empty bunches, shells and pericarp fibres from palms processing.Each of sludge fraction was dried on moistureless air, then burned and the ashing purified with electric grafite furnace at 500-600oC temperature. The ash solution was made in acidify and then analized for K, Cu and Mn (with Atomic Adsorbtion Spectrophotometer method) and P was analized with Spectrophotometer Visible as blue ammonium fosfomolibdenum complexes c...

  14. CO-COMPOSTING LIMBAH PADAT BELTPRESS DAN JERAMI PADI DENGAN AERATED STATIC PILE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nastiti Siswi Indrasti

    2017-07-01

    Full Text Available Solid waste from beltpress machine in wastewater treatment plant is produced as much as 1,25 tons/day but hasnot been utilized, causing unpleasant odour and requires a high cost for disposal. Composting is one of alternative technology that can be applied to solve the problem. The objectives of this research were to examine the influence of the initial C/N value and aeration rate to the rate of co-composting process in reaching the C/N value that corresponds to SNI 19-7030-2004, and to characterize the compost produced. The research design used was factorial Complete Random Design (CRD with two factors and two repetitions. The first factor was C/N value, consisted of 25; 30; 35 and the second factor was aeration rate, consisted of 0; 0,4; 0,8 L/min.kg of dry material. Composting was done using 30 L reactor by giving active intermittent aeration for 1 hour/day during the first 7 days of composting. Effects of initial C/N value and aeration rate were significantly different (P0.05 on pH value. Lower initial C/N value and higher aeration rate attained standard C/N value fastest. The best treatment based on the conformity with SNI 19-7030-2004 was initial C/N25 with aeration rate 0,8 L/minute.kg dry matter. The compost produced met the SNI standards in macro elements, trace elements,and other elements, but didnot qualify the pH value and moisture content.

  15. PEMBIAKAN NEMATODA PATOGEN SERANGGA (Rhabditida: Heterorhabditis DAN Steinernema PADA MEDIA SEMI PADAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Chaerani

    2011-11-01

    Full Text Available Field application of entomopathogenic nematodes (EPN is still hampered by inefficient mass production. The aim of this study was to compare three published in vitro media (medium Wouts, Bedding and Han for mass propagation of three indigenous EPNs (Heterorhabditis indicus PLR2, H. indicus isolate 5, and Steinernema T96 and one commercial strain (S. carpocapsae #25. The media were impregnated in shredded polyurethane sponge, pre-inoculated with symbiotic bacteria of each nematode and inoculated with the respective infective juveniles (Ijs of the nematode. Nematode yields at three weeks after nematode inoculation were inconsistent accross replications and experiments and generally not significantly influenced by the kind of media tested. Average yields showed that the highest IJ productions were obtained on medium Han for  H. indicus PLR2 (0,4×105 Ijs/g medium and for S. carpocapsae #25  (2.2×105 IJs/g medium, and on  medium Wouts for H. indicus  isolate 5 (6.5×105 Ijs/g medium and Steinernema T96 (1.5×105 IJs/g medium. The Ijs’ body were significantly shorter than those of in vivo propagated, which may impair the nematode pathogenicity. Modifications of the propagation technique and media formulation are needed to improve the quantity and quality of Ijs.

  16. Pengaruh Pemberian Urea dan Sulfur pada Pembuatan Silase Limbah Padat Bioetanol yang Diberi Starter Em-4

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yani Suryani

    2017-04-01

    (Effect of urea and sulfur addition on silage from bioethanol solid waste using EM-4 starters  ABSTRACT. In the making of bioethanol made of cassava as basic component produce solid waste that has potential as livestock feed. However, this waste product is of low nutritional value when given directly to the livestocks due to the high crude fiber. Therefore, waste should be done with pretreatment, and one of the way was done by fermentation. The aim of this research was to observe the effect of urea and sulfur additive in the making of bioethanol solid waste silage by using EM-4 starters. This research used 3 x 3 Completely Randomized Design with 3 replicates. The first factor was urea additive with different dosage N1=0%, N2=1.5%, N3=3%, and the second factor was sulfur additive with dosage S1=0.00%, S2=0.02%, S3=0.04%. The measured variables were concentration of lactic acid, pH, dry matter loss, and crude fiber content. The results showed that there were no interactions between urea and sulfur. Addition of 3% urea and 0,04% sulfur in substrate showed the highest of lactic acid with the average value of 1.32% and the lowest pH and crude fiber with average value 3.33 and 9.02%. It was concluded that combination of 3% urea and 0,04% sulfur was the best treatment.

  17. PEMBUATAN PUPUK ORGANO-MINERAL FERTILIZER (OMF PADAT DARI LIMBAH INDUSTRI BIOETANOL (VINASSE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Dewi Kusumaningtyas

    2015-12-01

    Full Text Available Organo-mineral fertilizer solid was generated from liquid-waste vinasse with the addition of other materials as variations such as filter cake, boiler ash, urea, and NPK through the evaporation of water content in the material. Each solid OMF has a different mixture. OMF A made of evaporated vinasse or sticky vinasse, OMF B made of vinasse and urea, OMF C made from vinasse and filter cake, omf D made of vinasse and boiler ash 2 : 2, OMF E made of vinasse and boiler ash 2 : 4, OMF F made of vinasse, filter cake, and boiler ash, OMF A3 made of vinasse and 3% NPK, OMF made of A6 vinasse and 6% NPK, OMF A9 made of vinasse and 9% NPK. OMF analysis includes NPK and C/N ratio. Solid OMF which meet the SNI (Indonesian National Standard are OMF A3, OMF A6, OMF A9 based on the quantity of NPK and C/N ratio where NPK is a source of primer macro nutrients on the plant while the C/N ratio equilibrium will determine the equilibrium of the vegetative and generative stage. NPK content and C/N ratio of OMF A3 are 0,63%, 0,45% ,0,38%, and 10,30, respectively.OMF A6 was 0,59%, 0,52% ,0,41%, and 13,66, respectively as well as OMF A9 are 0,68%, 0,52% ,0,45% and 14,16, respectively. OMF that meet SNI applied to the watermelon plants. OMF that gives the best results in plants is OMF A9 compossed from vinasse and NPK 9% because the plants growth faster shown based on plant height and stem diameter, leaf shape, flower and fruit appearance time.

  18. Aplikasi Bioaktivator SuperDec dalam Pengomposan Limbah Padat Organik Tebu

    OpenAIRE

    Goenadi, Didiek Hadjar; Santi, Laksmita Prima

    2006-01-01

    The development of a suitable technology for handling sugar cane plantation's solid organic waste especially bagasse, filter mud, and trash is one of the most important concerns in the management system of sugar cane plantation. Solid organic waste of sugar cane is potentially suitable as a compost raw material processed by introducing lingocellulosic-degrading microbes, particularly Phanerochaete chrysosporium, Trichoderma pseudokoningii, and Trichoderma sp. The microbes were formulated in...

  19. Pengembangan Media Padat untuk Menumbuhkan Mycobacterium bovis (DEVELOPMENT OF SOLID MEDIUM FOR MYCOBACTERIUM BOVIS CULTIVATION)

    OpenAIRE

    Mazdani Ulfah Daulay; Mirnawati Sudarwanto; Widagdo Sri Nugroho; Etih Sudarnika

    2016-01-01

    Mycobacterial culture provides definitive diagnosis of tuberculosis (TB), but commercially readyto-use culture media for Mycobacterium bovis are rarely available. The aims of this study were todevelop and to evaluate the ability of M. Bovis to grow in Modified Ogawa Agar (MOA) in comparisonwith the available culture media, such as Löwenstein Jensen (LJ) and Modified Ogawa (MO). Eachmedia were inculation with 0.1 ml suspension of 105 CFU/mL M. bovis and M. phlei in PhosphateBuffer Saline (PBS)...

  20. Pengembangan Media Padat untuk Menumbuhkan Mycobacterium bovis (DEVELOPMENT OF SOLID MEDIUM FOR MYCOBACTERIUM BOVIS CULTIVATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mazdani Ulfah Daulay

    2016-01-01

    Full Text Available Mycobacterial culture provides definitive diagnosis of tuberculosis (TB, but commercially readyto-use culture media for Mycobacterium bovis are rarely available. The aims of this study were todevelop and to evaluate the ability of M. Bovis to grow in Modified Ogawa Agar (MOA in comparisonwith the available culture media, such as Löwenstein Jensen (LJ and Modified Ogawa (MO. Eachmedia were inculation with 0.1 ml suspension of 105 CFU/mL M. bovis and M. phlei in PhosphateBuffer Saline (PBS and each media was replicated in five tubes. Mycobacterium phlei grew in everymedium since day 4. M. bovis grew in media LJ and MO since day 17, but failed to grow in mediumMOA. The recovery rate of M. phlei in LJ and MOA were significantly different. The ability of MOA tocultivate M. phlei was different from LJ. Colonies of M. phlei in MOA were easier to be harvested, muchsimpler to prepare, and more feasible than medium LJ. The recovery rate of M. bovis in media LJ andMO were not significantly different, but medium MO were much simpler to prepare and more feasiblethan medium LJ. Media MOA were able to cultivate M. phlei, but proven unable to cultivate M. bovisin this research.

  1. Dampak Pengolahan Limbah Padat Medis pada Petugas Incinerator di RSUP H. Adam Malik Tahun 2014

    OpenAIRE

    Darwin

    2016-01-01

    Adam Malik Central General Hospital causes some complaints from the incinerator operators such as wounded by spuit needles, wounded by broken glasses, and difficult to breathe because they inhale incinerator smoke or gas in the medical solid waste. Therefore, job safety and health in the hospital, especially in managing medical solid waste should be done. The research was qualitative which was aimed to analyze the effect of K3 (Job safety and health) n incinerator operators at H. Adam ...

  2. Pengaruh pupuk organik limbah padat industri crumb rubber terhadap pertumbuhan tanaman cabe (Capsicum frutescens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supraptiningsih

    2010-06-01

    Full Text Available Abstract The research about the influence of organic fertilizer of crumb rubber solid waste industry on chili plants (capsicum frutescens growth had been done. The aim of the research was to evaluate the vegetative growth of chili plants treated with organic fertilizer that was made from crumb rubber solid waste industry and it was compared with chili plants treated was commercial organic fertilizer (SP -36. The organic fertilizer was made by mixing of soil, crumb rubber solid waste, cow fieces, talc, saw dust, and hull rices, using and aerab system. The variation of the amount of solid waste was 0%; 10%, 20%; 30%; and 40%, respectively. Fertilizing of chili plants was done by dasage variation i.e.1:1,5; and 2 kg/10m2 and control (without fertilizer respectively. The observation was done on fourth month on vegetative growth including high plants, leaf length, and leaf width. The results showed that crumb rubber solid waste could be used as organic fertilizer for chili plants. The best growth of plants especially high was treated with 20% crumb rubber solid waste at dosage of 2 kg /10m2 is 38.2 cm, while the best growth of leaf length and leaf width was chili plant treated with 40% crumb rubber solid waste at dosage of 2 kg/10m2 was 10.0 cm and 6.2 cm.

  3. Peningkatan Laju Disolusi Dispersi Padat Amorf Genistein dengan PVP K-30

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erizal Zaini

    2017-12-01

    Full Text Available Amorphous solid dispersions of a poorly water-soluble drug genistein in PVP K-30 were prepared by solvent co-evaporation technique using organic solvent methanol. Solid dispersions system was prepared with several variations of drug to polymer 2:1, 1:1 dan 1:2 w/w. Solid state properties of solid dispersion system were evaluated by powder X-ray diffraction, Fourier transform infrared spectroscopy, and differential scanning calorimetry, and microscopic SEM. Dissolution rate profile were conducted in distilled water medium by using dissolution tester apparatus type II USP. Base on X-ray diffractometry analysis, differential scanning calorimetry and microscopic SEM, crystalline phase of genistein decreased in crystallinity index and formation of amophous state. Dissolution rate profile showed that genistein in amorphous solid dispersion had a faster dissolution rate in comparison to intact genistein. This study proved that preparation of solid dispersion of genistein in PVP K-30 is an effective approach to improve dissolution rate of genistein.

  4. Pertumbuhan tiga spesies jangkrik lokal yang dibudidayakan pada padat penebaran dan jenis pakan berbeda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyantini Widiyaningrum

    2012-02-01

    Full Text Available In the development of cricket farming, important information in regard with cultivated method, type of crickets, feed stuff, density level, and it's productivity is essential. The aim of this study was to evaluate the effects of different density level and rations on growth performace of three species of local crickets, i.e Gryllus bimaculatus De Geer, Gryllus mitratus Burn and Gryllus testaceus Walk.Three levels of box square density (500, 750 and 1000 cricket/box and two levels of additional feed (mustard green and papaya leaveswere used as treatments. The results showed that the density level of approximately 1000 cricket/box had no significant influence on growth performance of the three species local crickets. Nevertheless, higher density level tended to increase mortality rate especially for G. bimaculatus (rate of mortality = 45.86%. The use of feed combination of formulated ration plus mustard green resulted in better growth performance and higher egg production compared to the combination of formulated ration plus papaya leaves.

  5. ANALISA THERMOGRAVIMETRY PADA PIROLISIS LIMBAH PERTANIAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bagus Setiawan

    2016-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakterisasi degradasi termal dari limbah pertanian untuk dijadikan suatu bahan bakar padat alternatif. Penelitian diawali dengan tahap pengumpulan bahan yang dilanjutkan penyeragaman ukuran sampel uji hingga berukuran 20 mesh. Setelah itu masing-masing sampel dikeringkan hingga kadar air maksimal 12 %. Sebelum Sampel seberat 20 gram diuji pirolisis dengan menempatkan sampel dalam reaktor yang telah dialiri nitrogen dengan laju 100 ml/menit. Sampel diuji dengan kondisi heating rate 15 oC/menit, temperatur akhir 600 oC dan holding time 10 menit. Data yang didapat berupa penurunan massa dan perubahan temperatur dicatat dalam laptop dengan menggunakan software RS-Key, Ms Excel dan Adam.NET Utility. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan campuran serbuk gergaji dan jerami memiliki temperatur pirolisis paling rendah, sementara campuran sekam padi dan kulit singkong memiliki massa arang paling banyak.

  6. ANALISIS KUAT SUMBER NEUTRON DAN PERHITUNGAN LAJU DOSIS NEUTRON TERAS AWAL RDE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwoto Suwoto

    2017-02-01

    Full Text Available Teras reaktor RDE (Reaktor Daya Eksperimental berbentuk silinder non anular, mengadopsi teknologi HTGR (High Temperature Gas-cooled Reactor berbahan bakar kernel partikel berlapis TRISO dalam bentuk bola (pebble dan berpendingin gas helium. Desain teras reaktor RDE ini mengadopsi teknologi reaktor temperatur tinggi HTGR dengan keselamatan inherent pasif yang sangat aman. Temperatur keluaran panas gas helium teras reaktor RDE dirancang pada kisaran 700°C dengan temperatur masukan sekitar 250°C. Di samping menghasilkan listrik, reaktor RDE didisain menghasilkan panas temperatur tinggi yang dapat digunakan untuk keperluan kogenerasi lainnya (penelitian panas proses lainnya. Bahan bakar pada RDE berbentuk bola yang berisikan kernel partikel berlapis TRISO yang berupa uranium oksida (UO2 berpengkayaan 17%. Lapisan TRISO terdiri 4 lapisan yaitu lapisan karbon penyangga berpori, lapisan karbon pirolitik bagian dalam (IPyC, Inner Pyrolitic Carbon, lapisan Silikon Karbida (SiC dan lapisan pirolitik karbon bagian luar (OPyC, OuterPyrolitic Carbon. Analisis kuat sumber dan perhitungan awal laju dosis neutron pada teras RDE dilakukan menggunakan program Monte Carlo MCNP5v1.2. Pemodelan heterogenitas ganda pada bahan bakar kernel partikel berlapis TRISO dan pada bahan bakar bola pada teras RDE. Dengan memanfaatkan program EGS99304, jumlah struktur group energi yaitu 640 (SAND-II group structure digunakan dalam perhitungan spektrum neutron pada reaktor RDE. Teras reaktor RDE dibagi dalam 100 zona (10 arah radial dan 10 arah aksial. Analisis hasil perhitungan menunjukkan bahwa kuat sumber neutron reaktor RDE sebesar 8,47027X1017 neutron/sekon. Distribusi laju dosis neutron ditentukan menggunakan faktor konversi fluks ke dosis neurton dari International Commission on Radiological Protection, ICRP dan NCRP. Hasil perhitungan awal laju dosis neutron dengan faktor konversi ICRP-21 dan NCRP-38 untuk pekerja radiasi pada arah radial di perisai biologis sudah

  7. ENERGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Made Astra

    2010-11-01

    Full Text Available Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang  lainnya, perubahannya sering mempengaruhi lingkungan dan udara yang kita hirup dengan berbagai cara. Energy kimia dalam bahan bakar fosil diubah menjadi energy panas, mekanik, atau listrik melalui pembakaran dan  ini sebagai penghasil polutan terbesar. Dan dengan demikian pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan kompor adalah penyebab utama terjadinya polusi udara.  Polutan yang dikeluarkan biasanya dikelompokan menjadi  hidrokarbon (HC, nitrogen oksida (NOx, dan  karbon monoksida (CO. Polutan yang dihasilkan pada pembakaran fosil merupakan faktor terbesar terjadinya asap, hujan asam,  pemanasan global dan perubahan iklim.   The conversion of energy from one form to another often affects the environment and the air we breath in many ways. Pollutants are emitted as the chemical energy in fossil fuels is converten to thermal, mechanical, or electrical energy via combustion, and thus power plants, motor vehicles, and even stoves take the blame for air pollution, and  the pollutants released by the vehicles are usually grouped as hydrocarbons (HC, nitrogen oxides (NOx, and carbon monoxide (CO. Pollutans emitted during the combustion of fossil fuels are responsible for smog, acid rain, and global warming and climate change.

  8. Studi Bahan Bakar Biodiesel Diperoleh Dari Reaksi Trigliserida Minyak Goreng Sawit / Etanol Dalam Katalis Basa

    OpenAIRE

    Br Bangun, Sofia

    2011-01-01

    Fossil fuel consumption are increasing rapidly and has increased, while fossil fuel reserves are limited, research is directed towards alternative renewable fuels. A potensial diesel fuel substitute is biodiesel. On this research cooking palm oil and ethanol are converted to biodiesel using base catalyst potassium hydroxide (KOH) with transesterification reaction scheme. Reaction take place during 4 hour at temperature 78oC,with comparison of ethanol : cooking palm oil molar ratio 6 ...

  9. EFISIENSI ENERGI BAHAN BAKAR SEKAM DAN KAYU PADA PROSES STERILISASI MEDIA TUMBUH JAMUR TIRAM PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Djamil Husin

    2012-08-01

    Full Text Available We have investigated the sterilization at media pleurotus otreatus using rice husk fuel and wood in various 6, 8 and 10 hours. We carried out efficiency energy for pleurotus otreatus medium sterilization at 8 hours using rice husk fuel is 14.28%, whereas efficiency energy for pleurotus otreatus medium sterilization using wood is 17.35%. The results show that cooking stove from rice husk are suitable for use as renewable energy technology applications to support E3i village (Energy, Economics and Environment.

  10. Analisis Konsumsi Bahan Bakar Motor Bensin Yang Terpasang Pada Sepeda Motor Suzuki Smash 110cc

    OpenAIRE

    Parende, Ferdywanto; Gunawan, Hardi; Gede, I Nyoman

    2012-01-01

    This research aims to determine the fuel consumption of gasoline engine mounted on a 110cc Suzuki Smash. The data taken on the motorcycle in different gear ratios and speed for a travel distance of 2.5 km.Analysis was conducted on gear ratios 2, 3 and 4 at speeds of 20, 25, 30, 35, and 40 km / h. Observations and calculations for the arrays of indicate that fuel consumption on gear ratio 2 is 359.2, 410.9, 439.0, 545.9, and 648.9 g / h respectively. At gear ratio 3 is 296.9, 295.8, 408.6, 494...

  11. MODEL PERAMALAN KONSUMSI BAHAN BAKAR JENIS PREMIUM DI INDONESIA DENGAN REGRESI LINIER BERGANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farizal

    2014-12-01

    Full Text Available Energy consumption forecasting, especially premium, is an integral part of energy management. Premium is a type of energy that receives government subsidy. Unfortunately, premium forecastings being performed have considerable high error resulting difficulties on reaching planned subsidy target and exploding the amount. In this study forecasting was conducted using multilinear regression (MLR method with ten candidate predictor variables. The result shows that only four variables which are inflation, selling price disparity between pertamanx and premium, economic growth rate, and the number of car, dictate premium consumption. Analsys on the MLR model indicates that the model has a considerable low error with the mean absolute percentage error (MAPE of 5.18%. The model has been used to predict 2013 primium consumption with 1.05% of error. The model predicted that 2013 premium consumption was 29.56 million kiloliter, while the reality was 29.26 million kiloliter.

  12. Modifikasi dan Uji Kinerja Kompos Spiral dengan Bahan Bakar Minyak Jarak Pagar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gatot S.A Fatah

    2013-01-01

    Full Text Available Energy crisis in Indonesia is still a problem that has not been fully resolved. Kerosene as the primary fuel for cooking, the price is very expensive (at Rp 8000.-/liter. Until now, the pressure cooker kerosene is still used by cake makers, bread, and noodle. By modifying the part of the cup rubbing alcohol and add a protective piping hot, the stove can be used with pressurized fuel Jatropha oil. Tobacco industry, ceramic and asphalt still use the stove. The purpose of this study is to obtain a prototype pressure cooker spiral type, fueled with jatropha oil by modifying the part of the reservoir cup rubbing alcohol, pipe and nozzle heat shield oil expenses. Modified pressure cooker and test performance using Jatropha oil is obtained as follows: the fuel consumption of 935 ml / hour; pre-heating 17 minutes; time required to boil 2 liters of water was 5 minutes; noise level of 83.3 dB and the reddish color of blue flame.

  13. Teknologi Pembuatan Cermet Du0¬2 - Steel Untuk Wadah Limbah Bahan Bakar Bekas Pwr

    OpenAIRE

    Alimah, Siti; Budiarto, Budiarto

    2005-01-01

    DUO­2-STEEL CERMET MANUFACTURING TECHNOLOGY FOR PWR Spent Nuclear Fuel (SNF) CASKS. Assessment of DU02 - Steel cermet manufacturing technology for PWR SNF casks has been done. DU02 - Steel cermet consisting of DU02 particulates and other particulates, embedded in a steel matrix. Cermet SNF casks have the potential for superior performance compared with casks constructed of other materials. The addition of DU02 ceramic particulates can increase SNF cask capacity, improve of repository performa...

  14. Uji Berbagai Jenis Bahan Plastik Pada Alat Pengolahan Limbah Plastik Berbahan Bakar Tempurung Kelapa

    OpenAIRE

    Utama, Didy Hikmah

    2015-01-01

    DIDY HIKMAH UTAMA : Testing of Various Types of Plastic Materials in Plastic Waste Processing Device using Coconut Shell Fuel, supervised by SAIPUL BAHRI DAULAY and AINUN ROHANAH. The decrease of fossil resources and increase population are very contradictive to energy consume for human life and social economy activity. So, alternative energy is needed which environment friendly by the use of plastic waste as fuel. This research as aimed to compare fuel from plastic (Polyeth...

  15. Kajian Terhadap Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Ari Mulyani

    2015-11-01

    Full Text Available This study aims to find out and to analyze the factors that affecting the fuel subsidy (BBM which written in the state budget. The data has been used in this study as follows secondary data obtained from the records and reports from various agencies such as statistic bureau (BPS, Ministry of Finance, Indonesia bank, the US. Energy Information Administration (EIA, the Ministry of Energy and Mineral Resources, Directorate General of oil and Gas, previous journals and the results of studies. Variables has been analyzed by using path analysis to find out direct and indirect effect as well as Sobel test to find out the level of significance of intervening variable as moderator variable. Test of model validity by using the coefficient of total determination and trimming theory to find out the variation of fuel subsidy (BBM in Indonesia that it can be explained by the exogen variable. Based on the regression results found the coefficient of total determination 0.998 its means 99.8 percent explained by the model while the remaining 0.2 percent explained by other variables outside of the model. Variable of dollar rate is the dominant variable which directly affects on the fuel subsidy. While the fuel subsidized consumption variable is the dominant variable which indirect effect on fuel subsidies through fuel import. To reduce the burden of fuel subsidy in the future state budget hence the government needs to increase oil lifting to reduce fuel imports by way of exploring new wells to replace the old wells which its lifting is declining and increasing investment in the construction of oil refineries in Indonesia to maintain national energy security as well as trying to develop renewable energy instead of oil as fuel because someday oil as a source of un-renewable energy surely be depleted in number while the man and all their needs would increase from year to year. The government should provide adequate public transportation, thereby reducing private vehicle mobility and most importantly is the government more serious in the implementation of the program of conversion fule to liquid gas for vehicles both in terms of conversion technology and security guarantees for each user of liquid gas.

  16. Efisiensi dan Kualitas Pembakaran Batu Bata Menggunakan Bahan Bakar Kayu dan Sekam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutrisno and Mujiyono

    2009-02-01

    Full Text Available The lack of wood-based burning materials becomes an obstacle in roof tile production processes. Sekam is an alternative burning material that needs to develop due to its burning capacity, large volume, and low price. The objective of this research is to reveal: (1 the difference of efficiency rate in burning process cost between wood-based burning materials and sekam, and (2 the difference of brick quality between those burnt by wood-based burning materials and sekam . Sampling area is determined by using purposive sampling method. It utilizes wood-based burning materials gathered from Dau and Mojosongo, and sekam gathered from Trowulan. Data are collected by using interviews, observation, documentation, and laboratory tests. Data are analyzed by using descriptive method, difference test (t-test, and covarian (F. The analyses results show that (1 there is no significant difference in cost efficiency between wood-based and ­ sekam -used burning processes, and (2 the sekam-used burning process tends to result better brick quality than those using wood-based burning materials.

  17. Evaluasi Kinerja Tarik Traktor Tangan dengan Bahan Bakar Minyak Kelapa Murni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desrial

    2010-04-01

    Full Text Available Past research shown that coconut oil can be used directly in Diesel engine by adding a heating element in the fuel delivery system. This study aims to evaluate the performance of a hand tractor pull using pure coconut oil fuel. The Diesel engine of the tractor was equipped with a fuel heater installed on the mufler. Traction performance parameters tested were wheel slippage, drawbar pull, forward speed and drawbar power on the path of concrete and soil. Besides, the tractor was also tested on plowing using a moldboard plow. The test results on the concrete track showed that the maximum drawbar pull was 1.21 kN generated at a speed of 0.92 m/s, with a maximum drawbar power of 1.21 kW at the wheel slip of 10.87%. While the drawbar pull on the soil track was 1.37 kN at a speed of 0.79 m/s, with a maximum value of 0.71 kW drawbar power when wheels slip 22.25%. The results of tillage test showed that field efficiency was 84.66%, which was not much different from the test result using Diesel fuel.

  18. Degradasi Hutan Bakau Akibat Pengambilan Kayu Bakar oleh Indutri Kecil Gula Kelapa di Cilacap

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    T Tumisem

    2008-12-01

    Full Text Available A study on degradations mangrove forest due to firewood exploitation by coconut palm sugar home industry in Cilacap. Information on social economic aspect and respons of coconut palm sugar home industry to using fuel substitutions were collected by using a questioner. The potential of mangrove as a firewood source was estimated by quadrat method. The study has been carried out on dry and rainy season. The wood production of available 8000 ha of mangrove from Cilacap primarily Rhizophora apiculata Linn and Rhizophora mucronata Lamk were 3.249.920 m³. The results showed that the declining of mangrove was about 19,250 m² in dry season and 26,551 m² in rainy season, this was correlated with the amount of nira to be processed that was 0,782 m³ in dry season and 1,079 m³ in rainy season. Deforestation of mangrove forest due to change of mangrove zonation. Rhizophora apiculata Linn and Rhizophora mucronata Lamk will be domination Nypa fruticans that is shown superficiality to continent form.

  19. Pemanfaatan Air Tanah Dangkal untuk Irigasi Padi Menggunakan Pompa Berbahan Bakar LPG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Haryanto

    2017-12-01

    Full Text Available The objective of this study was to evaluate performance of LPG-fueled single cylinder pump engine in utilizing shallow groundwater for rice field irrigation. Research was conducted in Baktirasa Village, Subdistrict of Sragi, Regency of South Lampung during planting session of September–December 2015 by observing and analyzing technical and economical performance of LPG-fueled pump engine. Observation was performed on the depth of groundwater before and after pumping, pumping duration, discharge, LPG consumption, and depth of standing water. Irrigation cost was evaluated using local prices for installation and manpower. Results of the research showed that shallow groundwater is potential to be explored as a source of paddy field irrigation. Depth of water table was substantially low at 3.41 m and decrease to 4.83 m after continuous pumping for about 6.5 hours. The LPG-fueled pump engine worked smoothly at an average gas consumption of 0.464 kg/h with a field capacity of 0.0190 ha/h and a discharge rate of 14.58 m3/h. The distribution uniformity of 92.28% was achieved with average depth of standing water of 4.12 cm. The cost of irrigation operation was IDR 226,875.23/ha, lower than leasing one (IDR 400,000.00 /ha.

  20. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE PROMETHEE (STUDI KASUS : STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendy Ayusta Yudha

    2015-04-01

    Full Text Available The research was conducted based on the need for assistive devices for people to determine the location of the establishment of public refueling stations. Aids in the form of decision support systems. There are six criteria for determining the location of the establishment of broad land, land prices, traffic density, many transportation routes, distance to other retail outlets and administration. While the location is also six. In this study has successfully built a decision support system to determine the location of the establishment of public refueling stations using the method promethee. Hasi of this system of ranking based on the size of the leaving flow, entering flow, and net flow.

  1. Analisa Performansi Mesin Diesel Dengan Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Pertadex dan Polipropilena Cair

    OpenAIRE

    Gultom, Korintus H

    2016-01-01

    This Research aims to determine the performance of diesel engines using the fuel mixture Pertadex with liquid polypropylene which will can help reducing plastic waste pollution and also get the solution of energy crisis in Indonesia. This research begins with used Plastic Waste (PBKG) into liquid polypropylene through a pyrolysis process, then mix them with Pertadex. After the fuel has been mixed it will be tested on TD-115 diesel engine to get some parameters that will be made in the data to...

  2. Profil Penjual Jagung Bakar (Studi Sektor Informal pada Malam Hari di Jalan Air Hitam Kota Pekanbaru)

    OpenAIRE

    Simbolon, Risky Martiana Br; Yusuf, Yusmar

    2016-01-01

    This research was conducted at Jalan Air Hitam Pekanbaru City with the aim of obtaining information about Corn Seller Profile . Problems to be studied is as follows (1) How does the outpouring of family labor in the sale of corn? (2) How does the social relationships in a corn merchant activity? The title of this research is "Seller Profile Corn (Study of Informal sector At Night In Pekanbaru Jalan Air Hitam)" the purpose of the research is as follows: To find out how the outpouring of family...

  3. Surat Elektronik sebagai Media Komunikasi Data pada Sistem Pemantauan Bahan Bakar pada Sistem Catu Daya BTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Falconi Falconi

    2015-03-01

    Full Text Available Base Transceiver Station (BTS merupakan seperangkat radio komunikasi tetap yang digunakan dalam jaringan selular. Untuk mempertahankan kinerja perangkat BTS agar tetap dapat bekerja walaupun suplai catu daya dari PLN terhenti, pada beberapa lokasi BTS ditempatkan pembangkit listrik tenaga solar. Sehingga pada saat PLN mati, maka kebutuhan listrik BTS akan disuplai oleh pembangkit listrik tersebut. Karena lokasi BTS menyebar, diperlukan petugas yang banyak atau waktu yang lama untuk dapat melakukan pengecekan kondisi solar secara keseluruhan. Sehingga sewaktu-waktu pembangkit listrik tidak dapat bekerja saat  dibutuhkan  dikarenakan  solar  habis.  Sistem  pemantau kondisi solar pada sistem catu daya Base Transceiver Station (BTS merupakan sebuah sistem pemantau yang berfungsi melakukan pencatatan ketinggian level solar pada tangki secara periodik dan terus menerus. Ketinggian level solar dikonversi kedalam status normal, minor, mayor dan kritis. Status inilah yang akan disimpan ke dalam basis data yang ada pada computer server. Dengan adanya sistem pemantau ini, maka untuk mengetahui kondisi solar pada tangki sebuah stasiun BTS, seorang petugas pemeliharaana dapat melakukannya tanpa perlu lagi mendatangi lokasi BTS, tetapi cukup memantaunya dari aplikasi pada komputer klien. Sistem yang dibangun terdiri dari sensor ultrasonik PING yang bertugas mendeteksi level solar dan mengumpankan hasilnya ke mikrokontroler ATMEGA8535. Mikrokontroler bertugas untuk mengkonversi sinyal analog yang dihasilkan sensor kedalam bentuk sinyal digital untuk kemudian dikirim ke komputer server melalui komunikasi serial. Aplikasi yang ada pada komputer server akan menerima data tersebut dan menyimpannya pada basis data. Data-data tersebut sewaktu-waktu akan dipanggil kembali apabila ada permintaan dari komputer klien untuk kemudian di kirim melaui surat elektronik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada tangki solar yang dimiliki oleh PT. Berca Hardayaperkasa, diperoleh hasil bahwa keseluruhan sistem dapat berfungsi dengan baik sesuai rancangan.

  4. Perbedaan Percepatan Penyembuhan Luka Bakar dari Ekstrak Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.)

    OpenAIRE

    Darwin

    2011-01-01

    Dog fruit (Pithecellobium lobatum Benth.) is one of the herbs are efficacious. Rind dog fruit including waste in traditional markets and provide less economic value. Leaf dog fruit efficacious as eczema, scabies, sores and ulcers medicine, the bark as lowering blood sugar and rind can be used as a skin ulcer medication, insect repellent, burn. One of the chemical compounds from dog fruit rind is tannin. Serves as an astringent tannins that cause shrinkage pores of the skin, ...

  5. PENGARUH NILAI OKTAN BAHAN BAKAR DAN PUTARAN MESIN PADA KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP KARAKTERISTIK EMISI GAS BUANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I P Sastra Negara

    2012-11-01

    Full Text Available The air pollution that is occurring currently is main by caused by the use of motor vehicle that consequently it lead to the increasing fuel consumptions as the main source enrgy for transportation equipment. The fuel that is used in the vehicle comes in several types. In the market its differences show by the octane numbers that can contribute different effect to the environment due to their combustion processes. The road conditions through which the vehicles move are the major factors that can trigger the growth of pollution to the surrounding. It is predicted that about 70% of the air pollutions is caused by the motor vehicle emissions.This research was fully conducted in the laboratorium. Three types of fuel with different octane numbers were used in this research. Premium with octane number 88, Pertamax with octane number 92, and Biopertamax with octane number 91. The engine speeds were also varied from 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm, to 4000 rpm. For every type of fuel, the engine was run five times for every engine speed in order to obtain the exhausted gas characteristics from the vehicles to the environment.The result of the research shows that at engine speed of 2500 rpm the CO emission for each type of fuel : Premium with octane number 88 is 0,415%, Pertamax with octane number 92 is 0,556%, and Biopertamax with octane number 91 is 0,273%. The octane number also effects the CO2, HC, and NOx emissions in small quantities. Statistical analysis shows both the engine speed and the octane number contribute significant effects on the exhaust emissions, the CO and HC emissions provided negative effects, while the CO2 and NOx emissions get positive effects. In comparisan to with the vehicle speed on the road from secondary data to represent the engine speed in the laboratorium, and assuming that the traffic density is identical to a factor that determining engine speed, it can be concluded that the air pollution by CO emission due to the characteristics of the road has negative influence.The octane number of the fuel and the engine speed gives a significant effect. The traffic density and the road conditions can trigger the level of the concentration of CO gas as pollutants to the surrounding air.

  6. Perekayasaan Heat Exchanger Sebagai Pemanas Umpan Uf 6 Dalam Pabrik Elemen Bakar Nuklir

    OpenAIRE

    Zacharias, Petrus; Pancoko, Marliyadi

    2011-01-01

    DESIGN OF HEAT EXCHANGER FOR HEATING UF6 FEED IN NUCLEAR FUEL ELEMENT PLANT. The process of conversion of UF6 to UO through Integrated Dry Route (IDR) i s done in a rotary kiln reactor. There are two stages of initi al treatment / conditioni ng before inserting the UF 6 in to the reactor : changing UF6 2 solid into the gas phase at a temperature of 60°C in an evaporator, and then, raising the temperature of UF C to 2900 C i n a Heat Exchanger (HE). Therefore it i s necessary to desi gn...

  7. Penggunaan Poliester Amida Pada Bioplastik Protein Kedelai Dari Limbah Padat Industri Tahu dengan Gliserol sebagai Bahan Pemlastis

    OpenAIRE

    Novayanty, Rena

    2015-01-01

    The objective of the research was to find out the characteristics bio-plastic film of soy protein – glycerol and bio-plastic film of soy protein– glycerol - polyester amide, and optimum comparison of soy protein – glycerol and polyester amide which are used in bio-plastic film from solid waste of tofu industry. The research includes the process of extraction of soy protein from tofu waste, the formation of bio-plastic film by using solution casting method with the variation of glycerol and ...

  8. Pengaruh Penambahan Limbah Padat Abu Terbang Batubara(fly Ash) Terhadap Kekuatan Tekan Dan Porositas Genteng Tanah Liat Kabupaten Pringsewu

    OpenAIRE

    Febriyansyah, Puji; Tarkono,; Zulhanif,

    2013-01-01

    Fly ash, chemicallyis analumino-silicamineral containing Ca, K, and Na elements, fly ash has amoderate to high bonding capacity characteristic , and has acement-forming properties. In this study the authors use the industrial fly ash coal waste as an alternative mixture of tile manufacture. The tiles manufactured by mixing clay, sand, water and fly ash. Then smoothed with ekstuder machine and forming kuweh then aerate for 3 days, before do the dieing process . Tile dried for 4 days, then do f...

  9. Formulasi Sabun Padat dengan Kombinasi Tepung Beras dan Eksrak Daun Kemuning (Murraya paniculata L. Jack) sebagai Anti Hiperpigmentasi pada Kulit

    OpenAIRE

    Lubis, Arga Abdi Rafiud Darajat

    2017-01-01

    Background: The intensity of sunlight is abundant in Indonesia that led to a high risk of skin damaged, it is hyperpigmentation. The availability of anti hyperpigmentation soap is less in market and it led to make new soap formula. Objective: To formulate a soap with the combination of rice powder and yellow jasmine leaves (Murraya paniculata L. Jack) and anti-hyperpigmentation test effect on volunteers arm. Method: Plant collecting, simplex making, extraction by maceration and soap for...

  10. KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIFUNGI SABUN PADAT TRANSPARAN DENGAN BAHAN AKTIF EKSTRAK DAUN BUAS-BUAS (Premna cordifolia, Linn)

    OpenAIRE

    Dian Fitriani

    2017-01-01

    Soap is a cleaning product made by a chemical reaction between the bases with fatty acids. one additional ingredient in the process of making soap is herbal ingredients such as leaves of buas-buas (Premna cordifolia, Linn). Leaves buas-buas contain substances flavonoid, saponins and essential oils that have antimicrobial activity. based on these compounds, the leaves of wild-wild has potential ly for use as an additional herbal ingredients for herbal soaps. The aims of this study are to make ...

  11. Studi Pemanfaatan Limbah Padat Industri Pengolahan Minyak Kelapa Sawit Spent Bleaching Earth sebagai Pengganti Agregat pada Campuran Beton

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Denny Dermawan

    2018-03-01

    Full Text Available Palm oil refinery factory has solid waste by product  called Spent Bleaching Earth (SBE. SBE consists of some chemical compounds and one of them  is SiO2 up to 83,05%. SiO2 or silica fume can cause silicosis if it is exposed to the atmosphere and frequently inhaled by the workers.  On the other hand,  SiO2  is one of the material  composition of Portland cement. Thus, it is necessary to conduct a research about the utilization of SBE. as a concrete mixture. SBE is utilized as fine aggregate substitution by the composition of 0%, 10%, 20%, 30%, and 40% of the total amount of fine aggregate. The conducted tests are fineness modulus calculation, compressive strength, setting time, and TCLP. The method used for mix  design is SNI 03-2834-2000 with f’c 28,5 MPa and slump 12 ± 2 cm. This research  shows  that concretes with SBE substitution which achieve the planned compressive strength are 10% SBE with 34,16 MPa and 20% SBE with 29,06 MPa. Based on the TCLP test, the concentration of heavy metal substances in 10% SBE are below the standard. Thus, it is  scientifically proven to conclude that concrete with 10% SBE is technically proper and safe for the environment.

  12. FORMULASI PADAT RHIZOBAKTERIA INDIGENUS BACILLUS THURINGIENSIS TS2 DAN WAKTU PENYIMPANAN UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT PUSTUL BAKTERI XANTHOMONAS AXONOPODIS PV. GLYCINES

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulmira Yanti

    2017-05-01

    Full Text Available Solid formulations of indigenous rhizobacteria Bacillus thuringiensis TS2 and storage time to control bacterial pustule disease Xanthomonas axonopodis pv. glycines. Bacterial pustule disease caused by Xanthomonas axonopodis pv. Glycines is a major constraint in soybean cultivation. Indigenous rhizobacteria Bacillus thuringiensis TS2 from soybean rhizosphere acquired from previous research is the best isolate which can control soybean bacterial pustule disease and increase growth rate of soybean. To increased its stability and interaction with soybean plants, Bacillus thuringiensis TS2 was urged to test furthermore especially its formulation with based formula tapioca powder, peat and bulk. The most effective storage time also need to test. Result showed that all rhizobacterial formula had ability to decrease incidence of bacterial pustule disease compared to control. Moreover, all the three formula could increase plant growth, total of leaves, total of branch and yields. Flowering time was also advanced by 1-8 days compared to control. Decreasing of disease rate and increasing of plant growth rate variated between different formulations.

  13. Pembuatan Bioetanol dari Limbah Padat Sagu Menggunakan Enzim Selulase dan Yeast Saccharomyces Cerevisiae dengan Proses Simultaneous Sacharificatian And Fermentation (SSF)

    OpenAIRE

    Nuryanti, Lidya; Muria, Sri Rezeki; Chairul, Chairul

    2014-01-01

    Bioethanol is one of alternative energy that more friendly to environment because has an ability to reduce carbon dioxide emissions. Biothehanol produced from fermentation process of glucose that comes from carbohydrate materials with the help of microorganism. The purposes of this research are to get the best operation condition that influenced by particle size and source of the nutrients to produce high level of biothanol and find the best time to do fermentation process. There are four st...

  14. KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIFUNGI SABUN PADAT TRANSPARAN DENGAN BAHAN AKTIF EKSTRAK DAUN BUAS-BUAS (Premna cordifolia, Linn

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dian Fitriani

    2017-05-01

    Full Text Available Soap is a cleaning product made by a chemical reaction between the bases with fatty acids. one additional ingredient in the process of making soap is herbal ingredients such as leaves of buas-buas (Premna cordifolia, Linn. Leaves buas-buas contain substances flavonoid, saponins and essential oils that have antimicrobial activity. based on these compounds, the leaves of wild-wild has potential ly for use as an additional herbal ingredients for herbal soaps. The aims of this study are to make transparent soap with leaf extract of buas-buas as additional ingredients, analyze the herb soap with standard quality parameters such as pH, water content, foam stability, hardness,  the number of free alkali test, and knowing soap antifungal activity against Candida albicans. This study was an experimental study using two herbal formulations 5% and 15%. the soap-making process carried out by the method of melting and pouring process. Test the quality of soap herb products includes pH, water content, foam stability, hardness,  the number of free alkali test, and knowing soap antifungal activity against Candida albicans. The results of the analysis were then compared to the quality standard SNI 06-3532-1994 for soap making. The results of the test the quality of herbal soap products with buas-buas leaf extract showed that the herbal soap with the addition of wild-wild leaf extract has the characteristics meet the quality standards of SNI 06-3532-1994. The concentration of wild-wild leaf extract used influence to decrease transparency properties of soap. The higher the concentration of leaf extract wild-wild, diminishing transparency of soap products. Based on the antifungal test showed that the soap products containing buas-buas leaf extract inhibited the growth of Candida albicans.

  15. KAJIAN PENGARUH PENGGUNAAN LUMPUR MINYAK TERHADAP KONSENTRASI TOTAL PARTIKULAT TERSUSPENSI (TSP DAN SULFUR DIOKSIDA (SO2 DARI EMISI TANUR PUTAR INDUSTRI SEMEN (Assessment of Oil Sludge Utilization Influence on Total Suspended Particulate

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rofie Fatimah

    2015-01-01

    Full Text Available ABSTRAK Industri semen merupakan industri padat energi dengan memanfaatkan bahan bakar fosil. Beberapa pabrik semen mencari sumber energi alternatif mengingat cadangan bahan bakar fosil terbatas dengan harga yang meningkat. Di sisi lain, pengelolaan limbah sangat dibutuhkan sebagai dampak dari aktivitas perindustrian. Co-processing merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memanfaatkan limbah industri sebagai sumber energi baru. Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan adalah lumpur minyak. Atas dasar deskripsi tersebut, tujuan penelitian ini untuk membandingkan konsentrasi Total Partikulat Tersuspensi (TSP dan sulfur dioksida (SO2 yang diemisikan dari tanur industri semen saat menggunakan bahan bakar utama (batu bara dan batu bara yang digabung dengan lumpur minyak, membandingkan konsentrasi setiap kondisi dengan nilai baku mutu yang berlaku, serta mengkaji karakteristik lumpur minyak sebagai bahan bakar alternatif. Pengambilan contoh uji dilakukan di salah satu industri semen yang telah memanfaatkan bahan bakar alternatif dengan mengacu pada  standar internasional EN 13284-1 dan  ISO 7934. Konsentrasi rata-rata TSP dan SO2 saat penggunaan batu bara masing-masing diperoleh sebesar 31,48 dan 19,67 mg/Nm3, sementara saat penggunaan batu bara dan lumpur minyak masing-masing adalah 19,60 dan 12,21 mg/Nm3. Kedua konsentrasi berada di bawah ambang batas baku mutu emisi masing-masing. Dari hasil beberapa penelitian, kandungan terbesar lumpur minyak berupa senyawa-senyawa organik terutama hidrokarbon. Kandungan abu dalam lumpur minyak berkisar 1,88-18,51% dan kandungan sulfur berkisar 2,06-2,26% dari total persen berat, sehingga emisi TSP dan SO2 yang dihasilkan relatif rendah. ABSTRACT Cement industry needs lots of energy, which fulfilled by fossil fuel. Therefore, finding alternative energy should be encouraged. On the other side, there is a need to manage the waste as the result of industrial activities. One of the

  16. Uji Eksperimental Konsumsi Bahan Bakar Mesin Berbahan Bakar Biodiesel Minyak Kelapa Hasil Metode Kering (Experimental Test on Engine Fuel Consumption Using Biodesel From Coconut Oil Produced by Dry Method)

    OpenAIRE

    Padang, Yesung Allo

    2011-01-01

    Experimental testing using coconut oil produced by dry method on engine has been conducted in the Laboratory of Energy Conversion, Mechanical Engineering, Mataram University. The purpose was to evaluate the effect of using this coconut oil on the engine performance. The oil was mixed with diesel oil in order to obtain biodiesel. There were four combinations of ratio diesel oil to coconut oil; namely 100% : 0% (mkp0%), 90%:10% (mkp10%), 80%:20% (mkp20%) and 70%:30% (mkp30%.). Mitsubishi L300 d...

  17. Pengimbuhan Kunyit dan Seng Oksida dalam Pakan Meningkatkan Kemampuan Ayam Pedaging dalam Mengeliminasi Tantangan Infeksi Escherichia coli (SUPPLEMENTATION CUCURMIN AND ZINC OXIDE INCREASE THE ABILITY OF BROILER CHICKENS IN ELIMINATING ESCHERICHIA COLI CH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sus Derthi Widhyari

    2014-10-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of the feed additive (zinc and herbs in leucocyte profiles,performance, and observe the ability of broiler on E. coli challenge. A total of 160 chickens were dividedinto four groups: Group K-control negativewere given basal diet; Group two were given fed basal, turmeric1.5% + ZnO 180 ppm; Group two were given fed basal, garlic powder 2.5% + Zn0 180 ppm; and group K+ weregiven basal diet and treatment with antibiotics. At the age of three weeks all groups were challenged orallyby inoculation with E.coli at dose of 108CFU/mL. Observed parameters include performance (weight gain,consumption and total leukocytes. Weight gain, consumption were observed at one to five weeks of age,whereas blood samplings for the examination of leukocytes were performed at week three (pre infection,week four and five (one week and two weeks after infection with E.coli. The results showed that thechicken body weight from age one to three weeks was increased sharply. One week after infection weightloss seemed to be decreased. The largest decrease was observed in the group given the combination ofgarlic-Zn, while providing a combination of curcumin-Zn shows that the weight tends to increase. Rationconsumption showed the same pattern as body weight. The highest consumption at the end of the studywas found in the group given the combination of curcumin - Zn, the lowest was in the garlic-Zn. Highleukocyte cells level at one week post infection, showing an animal in a state of infection and the leucocytedecreasing again at two weeks post infection. The conditions indicate the ability of chickens in eliminatinginfectious agents. These results explain the combination of curcumin-Zn showed the best results comparedwith other treatments. Providing supplementation of curcumin - Zn on chicken improved the ability toeliminate E.coli, leukocyte cell profile, and performance.

  18. Pengaruh Campuran Bahan Bakar Premium, Hidrogen, Dan Etanol 96% Terhadap Performansi Dan Emisi Gas Buang Esin Genset Otto

    OpenAIRE

    Tarigan, Martinus Idastanta

    2015-01-01

    The depletion of oil reserves and fuel consumption that is on the rise cause the onset of the threat of an energy crisis. It is necessary of renewable sources of energy as an alternative energy. Mixing fuel oil usage to save is one alternative. The availability of hydrogen fuel and bountiful from the purification of fermentation, placed hydrogen and ethanol become one of the highlights as an alternative fuel. In addition the use of hydrogen and ethanol can be used on different machines, one o...

  19. Pembuatan Bahan Bakar Biodisel dari Minyak Jarak; Pengaruh Suhu dan Konsentrasi KOH pada Reaksi Transesterifikasi Berbasis Katalis Basa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RAGIL SARYOSO

    2006-05-01

    Full Text Available Making biodiesel from jatropha oil have been made through transesteri-fication reaction. This study aims to determine the optimum catalyst temperature and KOH concentration on the transesterification reaction of castor oil to produce a product with maximum unsaturated fatty acid content; as well as to study the properties of jatropha oil ester based diesel fuel specifications. Transesterification was performed by reaction of jatropha oil and methanol in ratio of 1: 2 for 2 hours according to variations in temperature and KOH concentration. Temperature variations performed at room temperature, 55°C, and 65°C. KOH variations performed at concentration of 0.2 g, 0.3 g, 0.4 g, 0.5 g, 0.6 g, 0.7 g, 0.8 g and 0.9 g. The research indicated that jatropha oil saponification number was 180.455. Analysis by Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GC-MS were obtained oleic methyl ester (Rt 15.45 min and SI 88, linoleic acid methyl ester (Rt 13.250 min and SI 89, 11-octadecanoic methyl ester (Rt 13.333 min and 94 SI and risinoleic methyl ester (Rt 11.383 min and SI 91 as dominant unsaturated fatty acid ester in jatropha oil. Transesterification reaction of jatropha oil in methanol have maximum unsaturated fatty acid content at temperature of 65oC and optimum catalyst concentration of KOH at 0.178 M (0.4 g. Analysis using the American Society for Testing Materials (ASTM method generated pour point value was 8oF, kinematic viscosity was 16.324 cSt, water content was 0.015 %vol, conradson carbon residue was 0.204 %wt. The properties are very closely to diesel oil specifications that can be used as biodiesel.

  20. Potensi Kayu Perkakas dan Kayu Bakar Jenis Jati (Tectona grandis di Hutan Rakyat Desa Natah, Gunung Kidul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ris Hadi Purwanto

    2009-07-01

    Full Text Available Potentials  of Merchantable Timber and Firewod of Teak (Tectona grandis in Natah Village Community Forest , Gunungkidul The potential of merchantable timber and firewod of teak (Tectona grandis in Desa Natah community forest was estimated by developing allometric equations method. To establish the allometric equation 350 sample trees were measured to determine the relationships between tree height (H and diameter breast height (D. Thirty trees of various sizes were cut to measure the merchantable timber and firewood volume. The raw merchantable timber volume of teak in the community forest was defined as the ligneous material contained in the bole and branches which both with a diameter of at least 10cm. The result showed that D (taken at about 1.3m above the ground was a good predictor of H with r2 over 0.9672. When D was combined with H, r2 was improved somewhat for the merchantable timber volume, suggesting the growth patterns of tree dimensions were colesy interdependent. A standing stock of the merchantable timber and firewood volume of teak in the community forest was then estimated based on the allometric relations. Proportions of the merchantable timber and firewood volume were 66.91% and 33.09% of total wood volume per tree, respectively. The potential of merchantable timber and firewood volume in these community forest were 13.501 m3/ha and 8.686 m3/ha, respectively, with a basal area of 1.887 m2/ha. Based on the basal area, Desa Natah community forests of teak could be classified into extremely sparse of stands category.

  1. Perbedaan respon Aedes aegypti (Linnaeus) (Diptera: Culicidae), terhadap paparan anti nyamuk bakar dan bunga keluwih (Artocarpus camansi, Blanco)

    OpenAIRE

    Nur Endah Wahyuningsih; Ramauli Agustina Sihit

    2015-01-01

    The control of dengue hemorrhagic fever (DHF) it is important to control the vector, i.e. Aedes aegypti (Linnaeus) and Ae. albopictus (Skuse). Usually, controls of these vectors are done using chemical insecticides. Research on mosquito resistance has been done, but the impact of mosquitoes that survive after synthetic (chemical) insecticides application has not been studied. The aim of this research was to analyze the differences of fecundity, fertility and vitality rate of mosquitoes that w...

  2. Rule Based Reasoning Untuk Monitoring Distribusi Bahan Bakar Minyak Secara Online dan Realtime menggunakan Radio Frequency Identification

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mokhamad Iklil Mustofa

    2017-05-01

    Full Text Available The scarcity of fuel oil in Indonesia often occurs due to delays in delivery caused by natural factors or transportation constraints. Theaim of this  research is to develop systems of fuel distribution monitoring online and realtime using rule base reasoning method and radio frequency identification technology. The rule-based reasoning method is used as a rule-based reasoning model used for monitoring distribution and determine rule-based safety stock. The monitoring system program is run with a web-based computer application. Radio frequency identification technology is used by utilizing radio waves as an media identification. This technology is used as a system of tracking and gathering information from objects automatically. The research data uses data of delayed distribution of fuel from fuel terminal to consumer. The monitoring technique uses the time of departure, the estimated time to arrive, the route / route passed by a fuel tanker attached to the radio frequency Identification tag. This monitoring system is carried out by the radio frequency identification reader connected online at any gas station or specified position that has been designed with study case in Semarang. The results of the research covering  the status of rule based reasoning that sends status, that is timely and appropriate paths, timely and truncated pathways, late and on track, late and cut off, and tank lost. The monitoring system is also used in determining the safety stock warehouse, with the safety stock value determined based on the condition of the stock warehouse rules.

  3. KAJIAN POTENSI SUMBER ENERGI BIOGAS DARI KOTORAN TERNAK UNTUK BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI KECAMATAN KALIREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2014-12-01

    Full Text Available Biogas is a source of energy that is derived from the decomposition of organic matter by microorganisms in the absence of oxygen (anaerobic to produce a mixture of several gases are methane (CH 4 and carbon dioxide (CO 2.Biogas can be made from many types of waste material and the rest, a kind of garbage, livestock waste, agricultural waste and others.Things to consider in the development of biogas energy source so that the principle of availability of sustainable biogas as an alternative fuel can be met is a local or regional potential to produce biogas.Communities in the District Central Lampung regency Kalirejo many who maintain livestock.Waste from livestock manure is especially very disturbing and detrimental to health, it is encouraging to capitalize upon the waste as feedstock for biogas production.To assess the potential of biogas energy sources are needed data about the amount of livestock manure every day, in this study is the dung of cows, goats and chickens.Fermentation process for the three types of dirt inside the reactor each trial was conducted to determine the length / time effective and energy biogas produced.From the field data known total number of chickens are farmed as much as 176.264 , goat 12.345and cow  4.488 tail.Manure produced by 1 chicken, 1 goats and one cow in a row that is 0.055 kg / day, 0.98 kg / day and 19.5 kg / day.While the testing laboratory, known Biogas produced from each of 20 kg of dung that chicken manure yield of 2.04 m 3, cow dung yield of 0.56 m 3 and 0.76 m 3 cow dung.From field data and laboratory testing can be calculated local potential in providing sustainable biogas in District Kalirejo Kalirejo Central Lampung regency, namely the potential of biogas from chicken manure at 988.84 m 3 / day, goat manure at 338.75 m 3 / day and cow manure at 3325.61 m 3 / day.So the total potential of biogas that can be generated is equal to 4653.2 m 3 / day.

  4. Analisa Performansi Mesin Diesel Menggunakan Variasi Campuran Bahan Bakar Polipropilena Cair dan Solar Akra Sol (AKR) dengan Penambahan Alat Supercharger

    OpenAIRE

    Sihotang, Edgar

    2016-01-01

    Population in the world always increases day to day so that need of fossil fuel increases too. This problem makes us to look for others sources out of fossil. That we can say alternative fuel. The alternative fuels can be found from plastic waste propilene type (PP). Now a days the national plastic needs is already big and it continues to grow by the population growth. The per capita plastic consumption in Indonesia is about 10 kg/capita/year. One of the way to reuse the plastic waste is maki...

  5. Perbandingan Konsumsi Bahan Bakar Antara Bus Dan Travel Minibus Rute Semarang – Solo Sampai Tahun 2040 Menggunakan Software Leap

    OpenAIRE

    Zulem, Noviyanto Rahmat; Utomo, MSK. Tony Suryo

    2015-01-01

    The increasing number of vehicles with high fuel consumption and weak emission control policies negatively impact the environment. This research designed to projecting comparison of enery consumption of fuel and exaust emissions on bus and travel minibus route Semarang – Solo on 2013- 2040 using LEAP software with two scenarios, as for these scenarios is business as usual (BAU).Test results using LEAP shows the amount of fuel required bus in 2040 based on the BAU scenario amounted to 1.559.80...

  6. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  7. PENGARUH GEL EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fina Ulviani

    2016-10-01

    Full Text Available Research on Gel Formulation of red betel leaf extract (Piper crocatum Ruiz & Pav for the treatment of burn wounds in rabbits (Oryctolagus cuniculus has been conducted. This study aimed to determine variation’s effect of concentration in gel of red betel leaf extract for the treatment of burn wounds in rabbits which had been wounded using hot metal. In this study, the viscous extract was formulated into gel with concentrations of 1%, 2% and 3%. The Gel’s Physical quality evaluation included organoleptic, pH, homogeneity and dispersive ability tests on day 0 until day 28. The gel activity test was performed on 5 rabbits divided into five treatment groups. Each rabbit was burn-wounded using hot metal plate at diameter of 20 mm. Each group was given five wounds consisting of a negative control, 1%, 2%, 3% of extract formula and a positive control. The diameter measurement of the wounds was done on the 1st, 3rd, 5th, 7th, 9th and the 21st day. Data of wound healing percentage was statistically analyzed with Two-Way ANOVA. The results showed that the gel with 3% of red betel leaf extract of which percentage of healing as much as 85.81% compared to gel extract 1% and 2% with percentage 65,32% dan 76,58%.

  8. Pemanfaatan limbah abu terbang (fly ash) , abu dasar (bottom ash) batubara dan limbah padat (sludge) industri karet sebagai bahan campuran pada pembuatan batako

    OpenAIRE

    Faisal, Hendri

    2012-01-01

    Brick-making research has been conducted from a mixture of fly ash as a cement mixed with aggregate materials based bottom ash and sludge, and sand, where fly ash and cement used as an adhesive matrix. The percentage addition of fly ash is 10%, 20%, 30%, 40% and 50% of initial weight of cement. The percentage addition of bottom ash and sludge as an aggregate is 5%, 10%, 15%, 20% and 25% of initial weight of sand with the time of hardening for 28 days. Parameter tests performed include: metals...

  9. Analysis of luwak coffee volatile by using solid phase microextraction and gas chromatography (Analisa senyawa volatil kopi luwak dengan menggunakan mikroekstrasi fase padat dan kromatolgi gas.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ariza Budi Tunjung Sari

    2012-08-01

    Full Text Available The approach to authenticate Luwak coffee is made through analysis of volatile compounds of luwak coffee. Luwak coffee bean from type of arabica obtained from Andungsari Plantation in Bondowoso district, East Java Province Indonesia, was wet processed and sundried prior to roasting step. As many as 120 g green bean was roasted at 170-220°C for 8-12 minutes until reached light brown colour (Agtron scale 65 and was ground prior to extraction. Volatile compounds of roasted Luwak arabica coffee bean were extracted by using solid phase microextraction (SPME at 60°C for 30 minutes. The extracted analyte was subsequently transferred into GC-FID system by splitless injection at 260°C with five minutes sampling time, continued with separation through 50% phenyl 50% dimethylpolysiloxane capillary column and oven temperature programmed from 60°C to 180°C with rate of 5°C/min. Resulted chromatogram shows major peaks mainly in Rt 8.360-9.981, and Rt 9.705-14.778, and minor peaks identified before Rt 10 and after Rt 24. Varied sample quantity ranged within 0.5-2.5 g produced chromatograms which were not significantly different (p=0.08. This research also observed the use of γ-picoline (4-methylpyridine as internal standard. It was showed that γ-picoline appeared at Rt 8.6~ without overlaying other peaks originated from sample. Concentration of γ-picoline at 0.05 μL/g, resulted separable peaks. These findings showed that the use of solid phase microextraction and GC-FID is capable to be apply for identification and quantification of Luwak coffee

  10. Pra Desain Pabrik Substitute Natural Gas (SNG dari Low Rank Coal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asti Permatasari

    2014-09-01

    Full Text Available Substitute Natural Gas (SNG merupakan campuran gas hidrokarbon dengan sifat mirip seperti gas alam yang dapat diproduksi dari gasifikasi dengan bahan baku berupa batubara atau biomassa. Gasifikasi adalah proses perubahan bahan baku padat menjadi gas. Dengan mengubah bahan baku padat menjadi gas, maka material yang tidak diinginkan yang terkandung di dalam bahan baku tersebut seperti senyawa sulfur, karbon dioksida dan abu dapat dihilangkan dengan menggunakan metode tertentu sehingga dapat dihasilkan gas bersih yang disebut dengan syngas. Syngas yang memiliki kandungan utama CO dan H2 kemudian dikonfersi menjadi SNG yang berupa metana (CH4 melalui proses metanasi sehingga menghasilkan produk utama berupa CH4. SNG merupakan suatu bahan bakar baru yang dapat digunakan industri untuk menggantikan gas alam. Permintaan gas alam masa mendatang diperkirakan akan tumbuh cukup pesat terkait dengan upaya industri untuk beralih ke gas untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Gas alam dan minyak bumi sebagai salah satu sumber daya alam memiliki manfaat yang sangat banyak dalam menunjang berbagai sektor kehidupan manusia. Banyaknya manfaat dari sumber daya alam gas alam menyebabkan banyaknya kebutuhan akan gas alam di dunia, dimana kebutuhan tersebut terus bertambah setiap tahunnya. Padahal gas alam yang selama ini banyak dimanfaatkan berbagai sektor di Indonesia sifatnya tidak terbarukan (non renewable serta cadangannya diperkirakan akan menurun. Pemerintah harus menggalakkan pengembangan sumber energy alternative pengganti gas alam dan minyak bumi sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 5 tahun 2006. Salah satu energi potensial yang dapat menggantikannya adalah SNG dari batubara. Indonesia memiliki cadangan batubara dalam jumlah yang sangat banyak. Wilayah Indonesia diketahui memiliki potensi endapan batubara yang sangat luas. Data dari Pusat Sumber Daya Geologi (2006 menyebutkan bahwa wilayah Sumatera Selatan memiliki jumlah cadangan batubara kualitas

  11. Pembuatan Katalis Cu/ZnO/Al2O3 untuk Proses Steam Reforming Metanol menjadi Hidrogen sebagai Bahan Bakar Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husni Husin

    2010-06-01

    Full Text Available Study on the use of copper zinc oxide supported on alumina catalyst for steam reforming of methanol to hydrogen has been done. The aim of this work is to study the catalytic properties of copper based catalysts used in the steam reforming of methanol. This method is known as one of the most favorable catalytic processes for producing hydrogen on-board. The catalyst was prepared by impregnation method with Cu loading of 5%, 10%, and 15%,. The X-ray diffraction pattern shows that the catalyst compositions are Cu, CuO, ZnO, and Al2O3. The reactions were carried out in the fixed bed tubular reactor operating at temperatures of 150oC, 200oC, 250oC, 300oC, and 350oC and atmospheric pressure. The product was analyzed using Shimadzu Gas Chromatography GC 8A with mole sieve 5A and porapak-N column 80/100 mesh. The performance of the catalyst shows that the highest methanol conversion was 86% over Cu/ZnO/Al2O3 catalyst with 15% of Cu loading. The selectivity and yield of hydrogen was 66% and 57% respectively over Cu/ZnO/Al2O3 catalyst with 15% of Cu loading. Selectivity of carbon dioxide is 18% over Cu/ZnO/Al2O3 catalyst with 15% of Cu loading at 300oC. Keywords: alumina oxide catalyst, copper zinc oxide, hydrogen, impregnation

  12. ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL DARI INVESTASI PENGADAAN TRAY DRYER BERBAHAN BAKAR BIOMASSA PADA USAHA ARANG TEMPURUNG KELAPA BERBASIS EKSPOR (Studi Kasus di Tropica Nucifera Industry – Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fanny Widadie

    2013-11-01

    Full Text Available The purpose of the study is to assess the technical and financial feasibility of procurement investment Tray Dryer fueled biomass to operations of coconut shell charcoal briquette in PT. Tropica Nucifera Industry. The result showed that investment-Tray Dryer on cocnut shell charcoal briquette bussiness was highly feasibile both the technical and financial aspects. The technical aspect was seen that the quantity-production capabilities of coconut shell charcoal briquettes using a dryer-Tray Dryer could be increased 15 percent compared the previous consdition-used of solar energy. While the quality of the charcoal briquettes produced from Tray Dryer was a much butter quality, moisture content (6.39%; ash (2.65%; carbon-bound (85.83%, compared to using sunlight, water content (15.89; ash (2.57% and carbon-bound (77.32%.The financial aspects of procurement Tray Dryer investment that its value was more feasible than previous, nothing Tray Dryer. Coconut shell charcoal briquet enterprises without using Tray Dryer was feasible to be done with NPV 1,058,928.12, IRR 63%, Payback Period 1 year and 9 moths, Net B/C 2.25 and analysis of swicthcing value reached 20 percent. And after the business using Tray Drayer, the financial analysis was much more feasible with NPV 2,285,500,498.12, IRR 113%, Payback Period 11 months, Net B/C 3.5 and analysis of switching value reached 50 percent.

  13. RESIDU BAHAN AKTIF ASAP OBAT NYAMUK BAKAR YANG TERBUAT DARI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L. PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahjuni

    2014-04-01

    Mosquito coil made from the leaves legundi (Vitex trifolia L. was burned and the smoke is exposed to male mice (Mus muculus for 20 days (acute exposure. Mice that had been exposed to mosquito coil smoke legundi (Vitex trifolia L. anesthetized with cotton that has been moistened with chlorofom solution, then mice were dissected and their abdominal organs was taken transversely to the lungs. Lungs of mice was macerated with ethanol 96% for 1x24 hours. Then extracted lungs of mice were analyzed by GC-MS. A number of 15 compounds from legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke were identified using GC-MS, including: methenamine; 2-methoxy-4-vinylphenol; 2, 6-dimethoxyphenol; 4-hydroxy-3- methoxy-benzoic acid; 2-methoxy-4-(1-propenyl phenol-E; 5-tert-butylpyrogallol, 1, 3, 7, 7-tetra methylbicycloheptan-2-one, 2, 3, 5, 6-tetrafluoroanisol; diethyl pthalate, 2, 6 - dimethoxy-4-(2-propenyl phenol; N-N-dimethyl methanesulfonamide; 4-hydroxy-3-nitrocoumarin; citenamide; 1- methyl-anthraquinone; and hexamethyilcyclotrisiloxane. Lungs of mice analyzed using GC-MS found a compound of hexamethyilcyclotrisiloxane which was similar to compound observed in legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke.

  14. KARAKTERISTIK BRIKET DARI KOMPOSIT SAMPAH BUAH, SAMPAH PLASTIK HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE DAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yenni Ruslinda

    2017-03-01

    Full Text Available This study aims to examine the characteristics of briquettes from fruit waste, HDPE plastic waste, and coconut shell composite, as an alternative fuel. Characteristic tests include physical characteristics (density and compressive strength, chemical characteristics (moisture, volatile content, fixed carbon, ash content, calorific value, and cost calculation for making briquettes. Physical characteristics tests obtained that density is between 0.60 to 0.89 g/cm3 and compressive strength is between 0.88 to 6.87 kg/cm2. Chemical characteristics tests found that water content 5.73 - 9.06%; volatile content 70.02 - 79.92%; fixed carbon 12.39 - 18.41%; ash content of 1.47 - 4.86%, and calorific value 4549 - 7213 cal/g. Cost for making briquettes range between 0.56 to 0.86 rupiahs/kcal. Except for compressive strength parameter, other parameters are in the standard range of biobriquettes quality according to Permen ESDM No. 047 Tahun 2006. Optimum briquette found in this research is a mixture of 20% fruit waste, 20% of plastic waste HDPE, and 60% coconut shell. Briquettes made as a mixture of those three raw material with that composition is optimum as an alternative fuel, because it produces higher calorific value and lower cost.

  15. PHASE CHANGES ON 4H AND 6H SIC AT HIGH TEMPERATURE OXIDATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jan Setiawan

    2016-10-01

    -016-4971 card.  Diffraction pattern on 46S also showed lattice parameter, composition and crystallite size changes.  The lattice parameter changes not significant.  For 6S and 46S sam-ples at 1400 oC, the 6H-SiC phase changes into other phases more than 50 % from its original weight percentage. Keywords: silicon carbide, 4H-SiC, 6H-SiC, oxidation, high temperature. ABSTRAK PERUBAHAN FASA 4H DAN 6H SIC YANG TEROKSIDASI PADA TEMPERATUR TINGGI.  Telah dilakukan proses oksidasi pada silikon karbida yang mengadung fasa 6H dan silikon karbida yang mengandung fasa 4H dan 6H.  Silikon karbida merupakan keramik non oksida dengan sifat-sifat unggulnya yang sangat potensial digunakan dalam dunia industri.  Dalam industri nuklir silikon karbida digunakan sebagai bahan struktur kelongsong pada bahan bakar reaktor air ringan light water reactor (LWR dan sebagai pelapis pada kernel bahan bakar reaktor gas temperatur tinggi (RGTT.  Pada studi ini dilakukan simulasi oksidasi silikon karbida pada kernel apabila terjadi kegagalan pada pipa pendingin utamanya. Sampel dibentuk dari serbuk silikon karbida yang di pres hingga berbentuk pelet dengan diameter 12,7 mm dan ketebalan 1.0 mm kemudian dioksidasi pada temperatur 1000 oC, 1200 oC dan 1400 oC selama 1 jam.  Sampel sebelum dan setelah dioksidasi dilakukan penimbangan dan pengujian difraksi sinar-X menggunakan Difraktometer Panalytical Empyrean dengan Cu sebagai sumber sinar-X.  Analisis pola difraksi dilakukan menggunakan aplikasi General Structure Analysis System (GSAS, dengan hasil yang diperoleh adalah perubahan parameter kisi dan kandungan fasa SiC-nya.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua sampel yang teroksidasi mengalami peningkatan berat.  Oksidasi sampel 6S menyebabkan kenaikan berat tertinggi pada temperatur 1200 oC, sedangkan sampel 46S memiliki berat dengan kecenderungan meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur oksidasi.  Analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa fasa domi-nan yang terbentuk pada sampel

  16. Pengaruh Penggunaan Busi Terhadap Prestasi Genset Motor Bensin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ma'ruf Ma'ruf

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian busi terhadap prestasi genset mesin bensin yang meliputi konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar spesifik, efisiensi mesin bensin. Pembebanan menggunakan lampu 200 watt sampai 16000 watt dengan variasi berbagai busi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara ketiga variasi busi tersebut terhadap konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar spesfik dan effisiensi genset mesin bensin. Effisiensi tertinggi didapatkan pada beban 1600 Watt

  17. Pengaruh Pemanasan Awal dan Medan Elektromagnet pada Biodiesel terhadap Daya dan Kepekatan Gas Buang pada Motor Diesel 4 Tak 4 Silinder

    OpenAIRE

    soares, Jacinto; Sahbana, Muhammad Agus; Fuhaid, Naif

    2013-01-01

    Salah satu permasalahan di bidang otomotif adalah ketersediaan bahan bakar fosil minyak bumi. Bahan bakar Bio menjadi salah satu sumber alternatif untuk mesin diesel. Bahan bakar tersebut memerlukan perlakuan tertentu sebelum memasuki ruang bakar di mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pemanasan awal dan medan elektromagnet pada biodiesel terhadap daya dan kepekatan gas buang motor diesel 4 tak 4 silinder. Eksperimen dilakukan mengunakan mobil chevrolet/isuzu. Bahan baka...

  18. PEMBUATAN BIOBRIKET DARI LIMBAH BOTTOM ASH P L T U DENGAN BIOMASSA CANGKANG KOPI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Gunawan

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah membuat biobriket dari bottom ash limbah batu bara PLTU PT Pura Barutama dengan biomassa cangkang kopi. Pengujian yang akan dilakukan meliputi; kadar karbon, kandungan sulfur oksida, kadar abu dan airnya. Metode pembuatan dengan mencampur bottom ash dengan bomassa cangkang kopi menggunakan pengikat tetes tebu. Variasi perbandingan antara bottom ash dan biomassa adalah; 50:50, 60:40 dan 70:30. Pengujian kadar karbon dan kandungan sulfur oksida menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope. Hasil pengujian menggunakan menunjukkan pada komposisi bottom ash yang sedikit bisa menaikkan kadar karbon dan menurunkan kandungan sulfur oksida. Kadar karbon naik rata-rata 7.25%. Pada pengujian kadar air naik rata-rata 3.93%. Sedangkan pengujian kadar abu menunjukkan kenaikan rata-rata 11.09% Kata kunci: cangkang kopi, karbonisasi, biomassa, biobriket, bottom ash.

  19. Desain Pabrik Synthetic Gas (Syngas dari Gasifikasi Batu Bara Kualitas Rendah sebagai Pasokan Gas PT Pupuk Sriwidjaja

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toto Iswanto

    2015-12-01

    Full Text Available Menurut data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM tahun 2013, cadangan gas bumi Indonesia saat ini sebesar 170 TSCF dan akan habis dalam kurun waktu 59 tahun, dengan estimasi tidak ada peningkatan atau penurunan produksi. Di lain pihak, industri-industri kimia di Indonesia, semisal industri pupuk, sangat mengandalkan pasokan gas alam sebagai bahan baku pupuk maupun sumber energi. Permasalahan utama yang dihadapi industri pupuk dewasa ini adalah kurangnya pasokan gas alam untuk proses produksi. Di PT Pupuk Sriwidjaja misalnya, kebutuhan gas alam rata-rata untuk proses produksi amonia dan urea mencapai 225 MMSCFD. Namun, pasokan gas dari Pertamina selalu kurang dari jumlah tersebut. Karena selalu berulang, maka hal ini akan mengganggu kinerja PT Pupuk Sriwidjaja sebagai garda terdepan pertahanan pangan nasional bersama petani. Salah satu jenis sumber daya alam yang potensial mengganti dan atau mensubtitusi pemakaian gas alam adalah Synthetic Gas (Syngas. Syngas merupakan gas campuran yang komponen utamanya adalah gas karbon monoksida (CO dan hidrogen (H2 yang dapat digunakan sebagai bahan bakar dan juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan zat kimia baru seperti metana, amonia, dan urea. Syngas dapat diperoleh dari proses gasifikasi batu bara dimana batu bara diubah dari bentuk padat menjadi gas. Batu bara yang merupakan bahan baku pembuatan syngas jumlahnya sangat melimpah di Indonesia. Menurut data dari Kementrian ESDM tahun 2011, total sumber daya batu bara di Indonesia diperkirakan 119,4 miliar ton, dimana 48%-nya terletak di Sumatera Selatan dan 70% deposit batu bara di Sumatera Selatan tersebut adalah batu bara muda berkualitas rendah. Deposit batu bara terbesar di Sumatera Selatan terletak di Kab. Muara Enim yang letaknya tidak terlalu jauh dengan PT Pupuk Sriwidjaja. Ditambah lagi dengan adanya PT Bukit Asam sebagai produsen terbesar batu bara di Kab. Muara Enim tentu akan mempermudah pasokan batu bara

  20. Pengaruh Medan Elektromagnet terhadap Emisi Gas Buang pada Motor Bensin 4 Tak 1 Silinder

    OpenAIRE

    -, Suriansyah

    2011-01-01

    Semakin menipisnya persediaan bahan bakar serta mahalnya harga bahan bakar ini di Indonesia, maka para peneliti terus berusaha mencari sumber-sumber energi alternative, selain itu masalah bahan bakar dihadapkan dengan masalah Emisi gas buangi.Untuk mengatasi masalah emisi maka dilakukan penelitihan salah satunya adalah dengan menggunakan pengaruh medan elektromagnet terhadap emisi gas buang motor bensin merupakan penyumbang gas emisi yang berbahaya. Metodenya dilakukan dengan metode penelit...

  1. Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Sistem Ceratan pada Gasifikasi Biomassa Briket Municipal Solid Waste terhadap Performa Gasifier Tipe Downdraft

    OpenAIRE

    Hendra Bhakti; Bambang Sudarmanta

    2017-01-01

    Pemanfaatan syngas sebagai bahan bakar campuran bahan bakar mesin diesel dual fuel (DDF) menimbulkan permasalahan yaitu terbuangnya syn-gas karena kelebihan produksi. Penelitian dimaksudkan melakukan penambahan sistem ceratan untuk mengalirkan kembali syngas yang terbuang karena sisa pembakaran mesin DDF ke dalam reaktor. Syngas yang dipakai berasal dari proses gasifikasi yang dilakukan pada downdraft gasifier dengan bahan bakar briket MSW. Mekanisme ceratan gas hasil gasifikasi dilakukan den...

  2. Pemanfaatan Limbah Investment Menjadi Barang Kerajinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hastuti Kusreni

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan kembali limbah investment padat yang dihasilkan dengan menggunakan teknologi proses pembuatan barang kerajinan yang bisa  diterapkan untuk usaha kecil kerajinan. Pada pembuatan perhiasan dengan metode wax lost casting digunakan bahan investment powder yang menghasilkan limbah padat investment. Limbah padat investment bisa dibuat barang kerajinan dengan cara menambah resin katalist, gips, alkasit, sabut kelapa, semen putih, yang bertujuan untuk memperbaiki sifat plastisitas, meningkatkan kekuatan dan mempercepat pengeringan. Untuk menentukan kualitas sampel dilakukan uji terhadap sifat plastisitas, kekuatan, kekerasan dan waktu pengeringan yang dilakukan secara visual. Hasil olahan limbah investment dengan penambahan gips, alkasit, sabut kelapa dengan komposisi 10:2:1:4, pengeringan selama 3 hari menghasilkan barang kerajinan yang kurang keras, plastis dan kuat. Hasil olahan limbah investment dengan penambahan gips, semen putih dengan komposisi 10:2:4, pengeringan selama 3 jam menghasilkan barang kerajinan yang keras dan plastis. Kata kunci : limbah investment padat

  3. SIMULATOR PENGATUR LAMPU LALU LINTAS BERDASARKAN WAKTU DAN KEPADATAN KENDARAAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    IGAP. Raka Agung

    2009-12-01

    Full Text Available Sistem kontrol lampu lalu lintas sangat diperlukan untuk mengatur lalu lintas di persimpangan jalan. Agar sistem kontrol bekerja dengan baik untuk mengatasi kemacetan  salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur waktu dan lama nyala lampu lalulintas yang disesuaikan dengan waktu dan hari saat  kondisi lalulintas normal, padat maupun lengang. Dari data kepadatan lalulintas yang didapat di lapangan dilakukan perhitungan untuk mendapatkan waktu dan lama nyala lampu lalulintas yang disimulasikan dengan peralatan yang dikendalikan oleh mikrokontroler AT89S52. Mikrokontroler yang difungsikan sebagai sistem kontrol lampu lalu lintas dilengkapi dengan real time clock (RTC DS1307, dimana RTC ini akan digunakan sebagai acuan  waktu yang akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Data waktu yang didapat dari perhitungan dimasukan ke EEPROM eksternal AT24C04 melalui tombol edit waktu dan tanggal  yang nilainya bisa diubah-ubah sesuai dengan kondisi di lapangan dan juga ditampilkan pada display LCD 16x2. Display lampu lalulintas berupa 12 led dan  dilengkapi juga dengan tombol pengaturan darurat yang diatur secara manual. Dari data volume lalu lintas yang diperoleh dapat diklasifikasikan waktu dan kondisinya yaitu kondisi padat 1 (pukul 07.00-09.00, padat 2 (pukul 11.00-14.00, padat 3 (pukul 16.00-19.00, lengang (pukul 00.00-05.00 dan normal (selain waktu padat dan lengang. Hasil perhitungan nilai nyala lampu lalu lintas yang diperoleh dari persimpangan Jl Waribang-WR.Supratman Denpasar yaitu nyala lampu hijau masing-masing phase dan siklus optimum. Hasil perhitungan nilai nyala lampu lalu lintas yang diperoleh dari persimpangan Jl Waribang-WR.Supratman Denpasar yaitu siklus optimum dan nyala lampu hijau masing-masing phase. Untuk Hari Senin – Kamis untuk kondisi padat 1 didapat 45 detik, 15 detik dan 20 detik, kondisi padat 2 didapat 38 detik, 19 detik dan 9 detik, kondisi  padat 3 didapat 39 detik, 10 detik, 19 detik dan untuk kondisi

  4. Lanaren beso robotiko mugikor baten diseinu: programazioa eta muntaia

    OpenAIRE

    Aldekoa Madariaga, Itziar

    2015-01-01

    Proiektu honen helburua, beso robotiko mugikorra diseinatu, programatu eta muntatzea da. Beso robotiko mugikorra oso gailu interesgarria da, beso robotiko eta robot mugikorren gaitasunak robot bakar batean batzen dituelako. Alde batetik, beso robotikoek egiten duten bezala objektuak hartu eta maneiatzeko aukera izango du. Eta bestetik, robot mugikorren moduan sentsore eta eragingailuak erabiliz inguru desberdinetara moldatzeko gaitasuna izango du. Beraz, bi ezaugarri horiek dispositibo bakar ...

  5. Sadhana | Indian Academy of Sciences

    Indian Academy of Sciences (India)

    Home; Journals; Sadhana. A R Abu-Bakar. Articles written in Sadhana. Volume 37 Issue 6 December 2012 pp 637-655. Reducing friction-induced vibration using intelligent active force control (AFC) with piezoelectric actuators · S M Hashemi-Dehkordi A R Abu-Bakar M Mailah · More Details Abstract Fulltext PDF.

  6. TREND PRODUKTIFITAS INDUSTRI PRODUK ESKPOR INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ni putu wiwin setyari

    2017-05-01

    Full Text Available Teori perdagangan internasional yang berbicara mengenai keunggulan komparatif dari Heckscher-Ohlin (H-O model menunjukkan jika sebuah negara akan berspesialisasi dalam produk yang menggunakan sumber daya yang dimilikinya secara melimpah. Dengan kata lain, negara berkembang yang notebene relatif lebih kaya akan tenaga kerja daripada modal akan berspesialisasi dalam produk-produk yang bersifat padat karya dan akan menjadi net eksportir dari produk tersebut dalam transaksi internasional. Demikian sebaliknya terjadi di negara maju atau negara industri yang lebih kaya akan modal, akan menjadi net eksportir produk-produk yang bersifat padat modal.  Perdagangan internasional akan meningkatkan produktifitas rata-rata seluruh industri tapi industri dengan keunggulan komparatif akan menikmati peningkatan produktifitas yang lebih besar. Perubahan produktifitas merupakan penyebab sekaligus konsekuensi evolusi kekuatan dinamis dalam perekonomian, perkembangan teknik, akumulasi modal manusia dan modal fisik, perusahaan dan pengaturan institusi. Karena itu penting jika kemudian trend produktifitas industri diidentifikasi untuk melihat dinamisme tersebut. Paper ini mencoba menunjukkan trend produktifitas produk eskpor, baik yang bersifat padat modal dan padat karya dari Indonesia. Hasil estimasi dengan menguji perbedaan rata-rata, median dan varian kedua kelompok industri menunjukkan jika produktifitas industri padat karya memang lebih tinggi daripada industri padat modal. Namun, pertumbuhan beberapa indikator perkembangan industri menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan diantara keduanya.

  7. KAJI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN LIQUID GAS FOR VEHICLE (LGV DENGAN PERTAMAX TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG MOTOR BENSIN 2000 cc

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad As’adi

    2017-03-01

    Full Text Available APBN 2015 mengisyaratkan bahwa Pemerintah akan mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak dari 48 juta kilo liter menjadi 46 juta kilo liter, implikasi dari hal ini jelas akan berdampak pada kebijakan penggunaan BBM dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan sektor transportasi dan industri. Salah satu bahan bakar yang cadangannya masih cukup banyak dan pemanfaatannya masih terbatas pada kebutuhan rumah tangga serta usaha sector kuliner adalah Liquid Petrolium Gas (LPG. LPG mempunyai produk turunan dengan merk dagang Elpiji dan Liquid Gas for Vehicle (LGV atau sering disebut dengan Vigas. LGV mempunyai RON 98 setara dengan bahan bakar Pertamax dan mudah disimpan dalam tangki portabel karena tekanan nya relative rendah yaitu 8-15 bar, sedangakan tekanan bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG yang sering disebut dengan Bahan Bakar Gas (BBG sekitar 200 bar. Perkembangan penggunaan LGV di masyarakat cenderung lambat hal ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur yang ada dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan LGV untuk sektor transportasi masih kurang. Tujuan dan target penelitian ini adalah didapatkannya konstanta performa dari motor bensin yang berbahan bakar LGV dan Pertamax, sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa LGV bisa digunakan sebagai bahan bakar pada sector transportasi dan lebih ekonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen dengan mesin uji motor bensin 2000 cc yang berbahan bakar LGV dan Pertamax. Pengujian dilakukan dengan uji static diatas Dyno Test. Luaran data yang dihasilkan berupa performa mesin yang meliputi torsi, daya, konsumsi bahan bakar, selain uji static juga dilakukan uji emisi gas buang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa enggunaan Liquid Gas For Vehicle (LGV dengan merk dagang Vigas mampu menaikkan Daya mesin maksimum sebesar 20,86% dan daya rata-rata sebesar 14,1%, torsi maksimum yang dihasilkan oleh Motor berbahan bakar Vigas lebih kecil dari motor yang berbahan bakar

  8. Pendekatan Dengan Cuckoo Optimization Algorithm Untuk Solusi Permasalahan Economic Emission Dispatch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agil Dwijatmoko Rahmatullah

    2017-03-01

    Full Text Available Economic Dispatch adalah upaya untuk meminimalkan biaya operasi unit pembangkit dengan tetap memperhatikan batasan teknis dari masing-masing unit pembangkit, harga bahan bakar, biaya pemeliharaan dan lain sebagainya. Di sisi lain, unit pembangkit termal menggunakan bahan bakar fosil sebagai bahan bakar boiler untuk membangkitkan energi listrik, sehingga sisa hasil pembakaran dari unit pembangkit ini menghasilkan emisi gas buang yang menyebabkan polusi serta mencemari lingkungan. Melalui dua permasalahan tersebut metode optimasi algoritma cuckoo yang diadaptasi dari cara burung cuckoo dalam berkembang biak, sarang yang menghasilkan generasi baru cuckoo direpresentasikan sebagai solusi baru untuk permasalahan optimasi dalam meminimalkan biaya bahan bakar dan emisi gas buang. Hasil dari metode optimasi algoritma cuckoo, pada saat nilai pembobot seimbang yaitu 0,5, untuk fungsi biaya bahan bakar didapatkan 18940,40 dengan pengurangan biaya sebesar 1745,3 dan untuk fungsi emisi didapatka 839,94 dengan pengurangan emisi sebesar 187,35.

  9. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller Pada Mesin Mobil Mitsubishi Tipe 4G63 Untuk Meminimumkan Emisi Gas Buang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendre Angga Prasetya

    2012-09-01

    Full Text Available Seiring dengan adanya perkembangan sistem otomasi dalam dunia otomotif saat ini. dituntut untuk menghasilkan mesin dengan kadar emisi gas buang yang berada diambang batas kewajaran dan hemat bahan bakar sehingga diperlukan suatu sistem terhadap berbagai macam variabel yang mempengaruhi performansi mesin. Untuk menjaga supaya pemakaian bahan bakar pada kondisi optimal dapat diperoleh dengan cara mengatur waktu injeksi bahan bakar. Sistem waktu injeksi bahan bakar ini dipengaruhi oleh kecepatan mesin dan tekanan pada intake manifold. Dengan adanya pengaturan terhadap waktu injeksi bahan bakar akan meningkatkan efektifitas pembakaran yang secara tidak langsung juga mengurangi kadar emisi pada gas buang pada saat kondisi kecepatan stasioner. Pada tugas akhir ini, akan dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu pengapian dan waktu injeksi yang diterapkan pada sistem pengaturan injeksi bahan bakar yang diaplikasikan pada mesin Mitsubishi 4G63 untuk mengatur waktu injeksi bahan bakar dan waktu pengapian pada saat mesin dalam kecepatan stasioner. Penelitian ini diujikan pada mesin Mitsubshi 4G63 empat silinder sebagai plant dengan kondisi kecepatan stasioner. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller memberikan waktu injeksi  yang tepat pada saat kecepatan stasioner sehingga dapat menmaksimalkan perbandingan rasio udara sebesar 14,7 :1 standar performansi mesin .

  10. PEMBUATAN SUMBER RADIASI GAMMA 137Cs DENGAN AKTIVITAS 20 mCi DARI PEB U3Si2-Al PASCA IRADIASI DALAM CONTAINER STAINLESS STEEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN SUMBER RADIASI GAMMA ISOTOP 137Cs DENGAN AKTIVITAS 20 mCi DARI PEB U3Si2-Al PASCA IRADIASI DALAM CONTAINER STAINLESS STEEL. Kegiatan uji pasca iradiasi pelat elemen bakar (PEB U3Si2-Al banyak menghasilkan larutan dengan keaktifan yang sangat tinggi. Larutan tersebut mengandung isotop 137Cs, uranium serta transuranium yang mempunyai waktu paroh panjang dan berbahaya bagi lingkungan. Namun larutan tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan sumber radiasi sinar gamma isotop 137Cs. Hal ini dapat membantu bidang industri dalam memenuhi kebutuhan sumber radioaktif dalam negeri karena selama ini kebutuhan isotop 137Cs di Indonesia masih tergantung dari industri luar negeri. Selain itu, pengadaan dan transportasi isotop 137Cs dari luar negeri serta dalam penggunaannya memerlukan persyaratan yang cukup ketat dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (BAPETEN, sehingga menyebabkan harga isotop 137Cs menjadi mahal sampai di Indonesia. Dengan alasan tersebut, BATAN sebagai lembaga litbang nuklir di Indonesia perlu mempelajari pembuatan sumber radiasi gamma isotop 137Cs dari larutan hasil pengujian bahan bakar nuklir U3Si2-Al pasca iradiasi. Manfaat isotop 137Cs sangat luas antara lain digunakan dalam menganalisis sampel lingkungan, industri migas, konstruksi, radiografi, perikanan, rumah sakit dan pertambangan. Pembuatan sumber radiasi gamma isotop 137Cs dimulai dari pengumpulan larutan hasil pengujian PEB U3Si2-Al. Larutan larutan hasil pengujian mengandung isotop 137Cs dan isotop lainnya dikumpulkan menjadi satu dalam botol dengan volume 65 mL. Pemisahan isotop 137Cs dari hasil fisi lainnya dilakukan dengan metode penukar kation menggunakan zeolit Lampung dengan berat 45 gr. Hasil pemisahan diperoleh 137Cs-zeolit dalam fasa padat dan isotop lainnya berada dalam fasa cair. Padatan137Cs-zeolit kering kemudian kemudian ditimbang dan diukur aktivitasnya menggunakan spektrometer

  11. Prevalence and socioeconomic correlates of autism among children ...

    African Journals Online (AJOL)

    peds.2013-0763. 5. Bakare MO, Ebigbo PO, Ubochi VN. Prevalence of autism spectrum disorder among Nigerian children with intellectual disability: a stopgap assessment. J Health. Care Poor Underserved. 2012; 23:513-8; DOI: 10.1111/ dmcn.

  12. Ebonyi Medical Journal - Vol 11, No 1-2 (2012)

    African Journals Online (AJOL)

    Postpartum Depression Among Igbo Women In An Urban Mission Hospital, South East Nigeria · EMAIL FULL TEXT EMAIL FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT. CI Ukaegbe, OC Iteke, MO Bakare, AT Agbata, 29-36 ...

  13. 382 Effectiveness of Selected Communication Media on Tourism ...

    African Journals Online (AJOL)

    FIRST LADY

    2011-01-18

    ). Bakare ... communication media to tourism can be likened to extension services where it involves exchange of ideas, skills ... government to improve the potentials of our landscape, cultural heritage, diverse background, and ...

  14. Nigerian Journal of Clinical Medicine - Vol 7, No 1 (2015)

    African Journals Online (AJOL)

    Rehabilitation of temporomandibular pain dysfunction syndrome – A case report · EMAIL FULL TEXT EMAIL FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT. TI Bakare, AO Awotile, AO Loto, B Obisesan, A Oyapero, 56-62 ...

  15. KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN DUAL FUEL SYSTEM (LPG-SOLAR) PADA MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    OpenAIRE

    Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo; Dhimas Satriyan Panuntun

    2013-01-01

    Pengembangan bahan bakar alternatif dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), telah menjadi agenda penting  pemerintah. Penggunaan LPG (Liquefied Petrolium Gas) pada mesin diesel kapal nelayan tradisional didasarkan pada keberhasilan penggunaan LPG pada kendaraan-kendaraan darat. Penggunaan LPG pada mesin diesel dilakukan secara dual fuel. Penelitian dual fuel system pada mesin diesel kapal nelayan tradisional bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan baha...

  16. KONVERSI ENERGI BIOMASSA KOTORAN SAPI MELALUI RANCANGAN BIODIGESTER UNTUK RUMAH TANGGA

    OpenAIRE

    I Gede Bawa Susana; I Made Suartika

    2017-01-01

    Biomassa kotoran sapi mengandung energi berupa gas metan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Pengolahan biomassa kotoran sapi menjadi bahan bakar dilakukan melalui proses konversi energi dalam suatu biodigester. Biodigester dibuat untuk kebutuhan rumah tangga dengan kapasitas 0,5997 m3 untuk waktu penyimpanan 30 hari.  Masyarakat yang memelihara sapi 2-3 ekor dapat menggunakan biodigester tipe plastik dan fixed dome dengan kapasitas tong plastik 250 liter. Hasil pengujian menunjukkan ba...

  17. Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Permasalahan Inventory Routing Problem Pada Spbu Menggunakan Algoritma Ant Colony

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satria Nur Alam

    2012-09-01

    Full Text Available Seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan setiap tahun, akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan. Tingginya kebutuhan bahan bakar di Indonesia didominasi oleh jenis bahan bakar premium. Persentase konsumsi bahan bakar premium di daerah Jawa-Bali mencapai 59% dari kuota premium nasional. Besarnya persentase kebutuhan akan bahan bakar premium, menyebabkan manajemen distribusi menjadi hal krusial yang perlu ditingkatkan secara berkala. Depo yang berperan sebagai supplier terhadap retailer -yang dalam studi kasus ini adalah SPBU- diusulkan menerapkan model Vendor Managed Inventory (VMI, yaitu proses pengadaan barang dimana supplier mengelola inventori dari retailernya. VMI memiliki salah satu perencanaan yaitu Inventory Routing Problem (IRP, IRP merupakan suatu bentuk perencanaan berbasis vendor hasil perpaduan antara Inventory Management dengan Inventory Routing yang mengatur kuantitas pengiriman dan retailer mana yang harus dikunjungi dalam suatu waktu perencanaan dalam jangka waktu tertentu yang bersifat terbatas (finite planning horizon. Dengan hasil akhir berupa penjadwalan, perencanaan model IRP mempertimbangkan jarak supplier-retailer dan biaya stockout yang mungkin terjadi pada retailer, sehingga diharapkan pengiriman optimal dan tidak terjadi stockout pada pos-pos penjualan bahan bakar.

  18. NEUTRONICS ANALYSIS ON MINI TEST FUEL IN THE RSG-GAS CORE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract NEUTRONICS ANALYSIS ON MINI TEST FUEL IN THE RSG-GAS CORE. Research of UMo fuel for research reactor has been developing  right now. The fuel of  research reactor used is uranium low enrichment with high density. For supporting the development of fuel, an assessment of mini fuel in the RSG-GAS core was performed. The mini fuel are U7Mo-Al and U6Zr-Al with densitis of 7.0gU/cc and 5.2 gU/cc, respectively. The size of both fuel are the same namely 630x70.75x1.30 mm were inserted to the 3 plates of dummy fuel. Before being irradiated in the core, a calculation for safety analysis  from neutronics and thermohydrolics aspects were required. However, in this paper will discuss safety analysis of the U7Mo-Al and U6Zr-Al mini fuels from neutronic point of view.  The calculation was done using WIMSD-5B and Batan-3DIFF code. The result showed that both of the mini fuels could be irradiated in the RSG-GAS core with burn up less than 70 % within 12 cycles of operation without over limiting the safety margin. Power density of U7Mo-Al mini fuel bigger than U6Zr-Al fuel.   Key words: mini fuel, neutronics analysis, reactor core, safety analysis   Abstrak ANALISIS NEUTRONIK ELEMEN BAKAR UJI MINI DI TERAS RSG-GAS. Penelitian tentang bahan bakar UMo untuk reaktor riset terus berkembang saat ini. Bahan bakar reaktor riset yang digunakan adalah uranium pengkayaan rendah namun densitas tinggi.  Untuk mendukung pengembangan bahan bakar dilakukan uji elemen bakar mini di teras reakror RSG-GAS dengan tujuan menentukan jumlah siklus di dalam teras sehingga tercapai fraksi bakar maksimum. Bahan bakar yang diuji adalah U7Mo-Al dengan densitas 7,0 gU/cc dan U6Zr-Al densitas 5,2 gU/cc. Ukuran kedua bahan bakar uji tersebut adalah sama 630x70,75x1,30 mm dimasukkan masing masing kedalam 3 pelat dummy bahan bakar. Sebelum diiradiasi ke dalam teras reaktor maka perlu dilakukan perhitungan keselamatan baik secara neutronik maupun termohidrolik. Dalam makalah ini

  19. PERBANDINGAN PEMBAKARAN PIROLISIS DAN KARBONISASI PADA BIOMASSA KULIT DURIAN TERHADAP NILAI KALORI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kemas Ridhuan

    2016-08-01

    Full Text Available Kebutuhan energi yang terus meningkat dan ketersediaan bahan bakar yang menipis memaksa manusia untuk mencari sumber alternative bahan bakar. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu penelitian untuk memperoleh bahan bakar alternative yang dapat diperbarui seperti kulit durian, limbah kulit durian yang selama ini tidak termanfaatkan dengan baik, karena karakternya yang sukar terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karenanya diperlukan usaha untuk memanfaatkan sampah kulit durian sebagai bahan bakar alternative menggunakan metode pirolisis dan karbonisasi pada waktu penelitian ini dilakukan perlakuan yang sama untuk mengetahui perbedaanya. Pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas, sedangkan karbonisasi ialah proses pembakaran yang dilakukan  tanpa titik temperatur tertentu udara yang masuk tidak terbatas, tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh proses pirolisis dan karbonisasi pada sampah kulit durian terhadap nilai kalori yang dihasilkan. Penelitian dilakukan di Kampus II Universitas Muhammadiyah Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pirolisis dan karbonisasi, dalam proses pirolisis dengan menambahkan tabung pitot dan karbonisasi tanpa menggunakan tabung pitot. Hasil penelitian dengan metode pirolisis didapatkan temperatur tertinggi pada pitot sebesar 3980C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 3 kg bahan baku menghasilkan arang 1 kg ( 33,33% dan dari 12 kg bahan bakar menyisakan arang 4 kg ( 33,33% dihasilkan nilai kalor sebesar 5609,453 Cal/gr, sedangkan pada penelitian dengan metode karbonisasi dihasilkan temperatur pada api sebesar 4430C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 12 kg bahan baku menghasilkan arang 3,5 kg ( 29,16% pada proses karbonisasi menghasilkan nilai kalor sebesar 3418,9846 Cal/gr.

  20. ANALISIS KESELAMATAN TERMOHIDROLIK BULK SHIELDING REAKTOR KARTINI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azizul Khakim

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK ANALISIS KESELAMATAN TERMOHIDROLIK BULK SHIELDING REAKTOR KARTINI. Bulk shielding merupakan fasilitas yang terintegrasi dengan reaktor Kartini yang berfungsi sebagai penyimpanan sementara bahan bakar bekas. Fasilitas ini merupakan fasilitas yang termasuk dalam struktur, sistem dan komponen (SSK yang penting bagi keselamatan. Salah satu fungsi keselamatan dari sistem penanganan dan penyimpanan bahan bakar adalah mencegah kecelakaan kekritisan yang tak terkendali dan membatasi naiknya temperatur bahan bakar. Analisis keselamatan paling kurang harus mencakup analisis keselamatan dari sisi neutronik dan termo hidrolik Bulk shielding. Analisis termo hidrolik ditujukan untuk memastikan perpindahan panas dan proses pendinginan bahan bakar bekas berjalan baik dan tidak terjadi akumulasi panas yang mengancam integritas bahan bakar. Code tervalidasi PARET/ANL digunakan untuk analisis pendinginan dengan mode konveksi alam. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa mode pendinginan konvekasi alam cukup memadai dalam mendinginkan panas sisa tanpa mengakibatkan kenaikan temperatur bahan bakar yang signifikan. Kata kunci: Bulk shielding, bahan bakar bekas, konveksi alam, PARET.   ABSTRACT THERMAL HYDRAULIC SAFETY ANALYSIS OF BULK SHIELDING KARTINI REACTOR. Bulk shielding is an integrated facility to Kartini reactor which is used for temporary spent fuels storage. The facility is one of the structures, systems and components (SSCs important to safety. Among the safety functions of fuel handling and storage are to prevent any uncontrolable criticality accidents and to limit the fuel temperature increase. Safety analyses should, at least, cover neutronic and thermal hydraulic calculations of the bulk shielding. Thermal hydraulic analyses were intended to ensure that heat removal and the process of the spent fuels cooling takes place adequately and no heat accumulation that challenges the fuel integrity. Validated code, PARET/ANL was used for analysing the

  1. PENTOKOLAN UDANG WINDU, Penaeus monodon DENGAN KEPADATAN BERBEDA DALAM KERAMBA JARING APUNG (KJA DI LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syarifuddin Tonnek

    2016-11-01

    Full Text Available Produksi tokolan udang windu PL 54 menggunakan hapa pada unit keramba jaring apung (KJA di laut telah dilakukan di Teluk Labuange, Kabupaten Barru dari bulan Mei—Juli 2002. Penelitian ini bertujuan mendapatkan padat penebaran terbaik untuk pendederan benur udang windu dalam KJA di laut. Perlakuan yang dicobakan adalah padat penebaran benur PL 12 sebanyak padat tebar 2.000 ekor/m2 (A, 3.000 ekor/m2 (B, dan 4.000 ekor/m2 (C masing-masing 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tokolan pada perlakuan 2.000 dan 3.000 ekor/m2 tidak berbeda nyata (0,57—0,65 g/ekor (P>0,05, tetapi berbeda nyata pada padat penebaran 4.000 ekor/m2 (0,39 g/ekor (P0.05, but significantly different with stocking density of 4,000 pcs/m2 (P<0.05. Nevertheless average survival rate of juvenile shrimps was not significant on stocking density 2,000 pcs and 3,000 pcs/m2, but significant different with stocking density of 4,000 pcs/me.Therefore, for juvenill production in floating net cages, the best (maximum stocking density of potensial 12 is 3,000 pcs/m2.

  2. The Effect of Stocking Density on Nitrification Rate in a Closed Recirculating Culture System

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A.S. Sidik

    2007-08-01

    Full Text Available ABSTRACTNitrification rate in a closed recirculating water system with different stocking density of common carp (Cyprinus carpio L. had been observed in the Laboratory of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University.   Fish were cultivated  in rounded tanks with four level of stocking densities i.e. 10, 20, 30 and 40 fish/100 l in a closed recirculting water system, and fed on a commercial pellet given thrice a day at a quantity of 5% from the total body weight of fish per day.  The experiment was designed completely randomized with three replications. Nitrification rate was calculated stoichiometrically through the determination of  ammonia and nitrite oxidation rate. Results showed that in this experiment the ammonia and nitrite oxidation rate, and nitrification rate in a closed recirculating water system was increased with the increasing stocking density of fish.   On the contrary, the growth of fish was decreased with the increasing of stocking density.Key words :  Nitrification rate, stocking density, recirculation system, common carp (Cyprinus carpio L.. ABSTRAKLaju nitrifikasi dalam budidaya sistem resirkulasi air tertutup dengan padat penebaran ikan mas (Cyprinus carpio L. yang berbeda telah diamati di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman.  Ikan dipelihara dalam tong plastik dengan empat tingkat padat penebaran, yaitu 10, 20, 30 dan 40 ekor/100 l, dan diberi makan pelet komersial tiga kali sehari dengan jumlah 5 % dari berat badan ikan per hari.  Penelitian ini dirancang secara acak lengkap dengan tiga ulangan.  Laju nitrifikasi dihitung secara stoikiometrik melalui penentuan laju oksidasi amoniak dan nitrit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju oksidasi amoniak dan nitrit serta laju nitrifikasi dalam sistem resirkulasi air tertutup meningkat dengan meningkatnya padat penebaran.  Sebaliknya pertumbuhan ikan menurun dengan meningkatnya

  3. KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN DUAL FUEL SYSTEM (LPG-SOLAR PADA MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Pujo Mulyatno

    2013-06-01

    Full Text Available Pengembangan bahan bakar alternatif dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM, telah menjadi agenda penting  pemerintah. Penggunaan LPG (Liquefied Petrolium Gas pada mesin diesel kapal nelayan tradisional didasarkan pada keberhasilan penggunaan LPG pada kendaraan-kendaraan darat. Penggunaan LPG pada mesin diesel dilakukan secara dual fuel. Penelitian dual fuel system pada mesin diesel kapal nelayan tradisional bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar dual fuel terhadap kinerja mesin dan sistem penggeraknya, meliputi konsumsi bahan bakar, daya, kecepatan kapal, serta efisiensi pada sistem penggerak kapal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan DongFeng ZS-1100 dengan tiga putaran mesin yang berbeda yaitu 1000rpm, 1250 rpm dan 1500 rpm. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan LPG secara dual fuel mampu menggantikan konsumsi solar hingga 71% dari konsumsi solar seluruhnya selama satu jam. Komposisi LPG yang dihasilkan mencapai lebih dari 60%  dari total pemakaian bahan bakar saat dual fuel. Kecepatan dan jarak tempuh saat menggunakan solar seluruhnya mencapai 5% lebih tinggi dibandingkan dual fuel. Daya dan torsi saat menggunakan dual fuel mencapai 9,8 % lebih tinggi dibandingkan solar seluruhnya. Penggunaan dual fuel mampu mengurangi biaya operasional penangkapan ikan hingga 24,6%, namun dengan waktu tempuh 1,3% lebih lama dari solar seluruhnya. Efisiensi propulsi solar seluruhnya 6% lebih besar dibandingkan efisiensi propulsi dual fuel.

  4. PENGEMBANGAN ALAT DESTILATOR BIOETANOL MODEL REFLUK BERTINGKAT DENGAN BAHAN BAKU SINGKONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rochmad Winarso

    2014-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penyediaan energi di masa depan merupakan permasalahan yang senantiasa menjadi perhatian bagi semua pihak. Seiring dengan meningkatnya pembangunan, kebutuhan akan energi terus meningkat. Disisi lain cadangan minyak bumi sebagai bahan bakar yang paling banyak dipakai saat ini semakin menipis karena sifatnya yang non renewable, oleh karena itu diperlukan upaya untuk mencari bahan bakar alternatif yang renewable sekaligus ramah lingkungan. Bioetanol sebagai salah satu bahan bakar alternatif sampai saat ini belum banyak digunakan. Padahal di Indonesia, banyak sekali sumber daya alam hayati yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi bioetanol, salah satunya adalah ubi kayu. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar didasari oleh sifatnya yang mudah terbakar dan memiliki kalor-bakar netto besar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat destilator bioetanol dengan fokus pengembangan pada pengembangan menara refluk dengan sistem bertingkat sehingga diharapkan bisa lebih optimal menghasilkan bioetanol dengan kadar tinggi. Pengembangan alat distilator bioethanol ini dimulai dari proses observasi lapangan yang dilanjutkan dengan studi literatur. Tahapan selajutnya adalah proses perencanaan komponen-komponen dari peralatan tersebut dan dilanjutkan dengan proses pembuatan serta uji coba peralatan. Hasil penelitian ini telah dikembangkan alat destilator bioetanol dengan spesifikasi sebagai berikut: diameter tangki 400 mm, tinggi tangki 500 mm, terbuat dari bahan stainles steel A304 dengan ketebalan 2 mm. Kapasitas tangki yang diijinkan adalah dari volume tabung atau sebesar 40 liter. Dari hasil uji coba pada hasil proses distilasi fermentasi ketela pohon menghasilkan ethanol dengan kadar 92%. Kata kunci: bioetanol, destilator, refluk bertingkat.

  5. KARAKTERISTIK CAMPURAN CANGKANG DAN SERABUT BUAH KELAPA SAWIT TERHADAP NILAI KALOR DI PROPINSI BANGKA BELITUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yudi Setiawan

    2016-07-01

    Full Text Available Pada umumnya uap yang diperlukan untuk memutar turbin dan untuk keperluan perebusan pada suatu pabrik kelapa sawit adalah boiler dengan memanfaatkan kembali limbah hasil pengolahannya berupa campuran cangkang dan serabut buah kelapa sawit sebagai bahan bakar. Kualitas suatu bahan bakar tergantung pada nilai kalor, nilai kalor tergantung pada kadar air, kadar abu, kadar volatilematter dan kadar karbon tetap yang terkandung pada bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan bakar terhadap nilai kalor. Komposisi pengujian dalam penelitian ini adalah campuran cangkang dan serabut buah kelapa sawit dengan komposisi 80% serabut 20% cangkang, 75% serabut 25% cangkang, 50% serabut 50% cangkang, 25% serabut 75% cangkang, 20% serabut 80% cangkang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komposisi campuran yang memiliki nilai kalor tertinggi adalah campuran 80% serabut 20% cangkang dengan nilai kalor 16.584,233Kj/Kg, kadar air 14,099%, kadar abu 7,776%, kadar volatillematter 69,872%, karbon tetap 7,478%. dari penelitian ini juga disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar volatilematter dan kadar karbon tetap semakin tinggi nilai kalor yang dihasilkan dan sebaliknya semakin tinggi kadar air dan kadar abu maka nilai kalor yang dihasilkan semakin rendah pada bahan bakar cangkang, serabut buah kelapa sawit

  6. Uji kesetimbangan kalor proses sterilisasi kumbung jamur merang kapasitas 1.2 ton media tanam menggunakan tungku gasifikasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Maulana K

    2016-12-01

    Full Text Available Pada setiap budidaya jamur merang memerlukan proses sterilisasi dengan menggunakan uap panas yang dihasilkan dari boiler sederhana dengan tungku tradisional berbahan bakar kayu bakar. Penggunaan tungku tradisional pada aplikasi proses sterilisasi tersebut dinilai kurang efisien karena efisiensi pembakaran yang masih sangat rendah dan emisi gas buang yang mengganggu. Tungku gasifikasi memiliki kinerja yang lebih baik dari pada tungku tradisional karena memiliki efisiensi yang relatif lebih tinggi dan bebas dari asap pembakaran yang mengganggu. Untuk menggantikan tungku tradisional tersebut dengan tunggku gasifikasi, harus dilakukan uji kesetimbangan kalor terlebih dahulu agar dapat diketahui kebutuhan energi yang diperlukan pada proses sterilisasi tersebut. Dengan uji kesetimbangan kalor dapat diketahui perbandingan energi input pada sisi bahan bakar dengan energi yang termanfaatkan (energi output dan energi yang terbuang (heat losses selama proses sterilisasi tersebut berlangsung. Pengujian dilakukan dengan menggunakan kumbung jamur ukuran sebenarnya yang ada di lapangan dengan jumlah media tanam jamur merang sekitar 1.2 ton limbah kapas menggunakan tungku gasifikasi yang dibuat dari drum bekas oli. Pengujian dilakukan dengan dua variasi bahan bakar pada reactor gasifikasinya yaitu bahan bakar limbah kapas dan bahan bakar limbah sekam padi. Dari hasil uji yang didapat, limbah kapas memiliki jumlah energi output yang lebih besar daripada limbah sekam padi (energi output pada limbah kapas sebesar 8.4% dari energi inputnya dan limbah sekam padi memiliki 7.9% energi output. Namun jika dilihat dari efisiensi pembakarannya, limbah sekam padi memiliki efisiensi yang lebih tinggi daripada limbah kapas (28.0% untuk limbah sekam padi dan 27.2% untuk limbah kapas.

  7. Studi Pendirian Pabrik Dietil Karbonat dari CO2 dan Etanol Melalui Proses Direct Synthesis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fakhruzi Asrial Efransyah

    2017-01-01

    Full Text Available Salah satu penggerak utama perekonomian nasional merupakan energi. Bahan bakar minyak berbasis energi fosil merupakan salah satu energi yang kebutuhannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Kebutuhan bahan bakar minyak mengikuti perkembangan sektor pembangunan khususnya sektor transportasi dan industri yang saat ini semakin pesat. Tidak dipungkiri lagi bahwa konsumsi bahan bakar fosil mempunyai dampak kepada lingkungan akibat senyawa-senyawa organik yang terkandung didalamnya. Salah satu upaya untuk mengurangi emisi yang dihasilkan dari konsumsi bahan bakar tersebut adalah dengan penambahan zat aditif pada bahan bakar minyak. Dietil Karbonat (DEC merupakan salah satu senyawa oxygenate yang menjadi alternatif zat aditif pada bahan bakar. Berdasarkan penelitian, DEC sebanyak 5 wt % dapat mengurangi materi partikulat pada mesin diesel sebanyak 50%. Sehingga penggunaan DEC mempunyai potensi tinggi dalam aspek ekonomi dan lingkungan. Setelah melewati beberapa dekade, produksi/manufaktur DEC semakin variatif dan semakin banyak penelitian yang berfokus pada sintesis DEC maupun penggunaan katalis yang terbaik. Pada studi ini, DEC disintesis dari CO2 dan Etanol melalui proses Direct Synthesis. Secara garis besar Pabrik DEC ini terdiri dari Synthesis Unit, Separation Unit, Purification Unit dan Recycle Unit. Produk yang dihasilkan adalah Dietil Karbonat, sedangkan produk samping yang dihasilkan adalah 1,2 Butanediol. Dari studi yang dilakukan untuk Pabrik DEC dengan kapasitas 90.000 ton per tahun dibutuhkan investasi sebesar USD 63.582.413. Dari analisa ekonomi diperoleh: Internal Rate of Return : 46,7%; POT: 3,05 tahun; BEP : 41,5 %; dan NPV: USD 109.327. Dari hasil tersebut dan beberapa parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, kapasitas, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa keempatnya tidak memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR pabrik. Sehingga Pabrik DEC dari CO2 dan

  8. Pengaruh Temperatur, Massa Zink, Substrat Dan Waktu Tahan Terhadap Struktur Dan Morfologi Zno Hasil Sintesis Dengan Metode Chemical Vapour Transport (CVT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arisela Distyawan

    2013-09-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Material Zink Oksida (ZnO telah berhasil disintesis menggunakan metode Chemical Vapour Transport dengan bahan dasar prekursor berupa serbuk Zn yang dipanaskan hingga mencapai temperatur uap dalam furnace horisontal. Adapun variasi yang diberikan dalam penelitian adalah berupa temperatur pemanasan (850, 900, dan 950oC, massa prekursor Zn (0,15, 0,25, dan 0,35g, lama waktu sputtering substrat (90 dan 180 detik, dan waktu tahan khusus untuk mengetahui initial growth ZnO (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Pembentukan Zink Oksida (ZnO dikonfirmasi melalui data X-RD, dimana telah terbentuk material ZnO dengan struktur hexagonal wurtzite. Berdarsarkan data XRD juga diketahui ukuran kristal pada sampel sputtering 90 detik mengalami penurunan bersamaan penambahan massa Zn. Dari hasil pengamatan SEM didapatkan bahwa morfologi permukaan lapisan tipis ZnO terdiri dari berbagai macam bentuk berupa nanoparticle, nanowires, nanorods, dan nanotetrapod. Lapisan Zno paling tebal sebesar ±350 nm pada sampel 950oC-0,15g sputter 90 detik. Semakin tinggi temperatur operasi berdampak peningkatan ukuran partikel. Pengujian FTIR turut menguatkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan substrat Alumina. Hal ini didasarkan terjadinya penyerapan vibrasi yang membentuk lekukan pada kisaran area 509 cm-1 dari masing-masing sampel.

  9. Analisis Pengaruh Doping Nitrogen Terhadap Sifat Kapasitif Superkapasitor Berbahan Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Ayu Safitri

    2017-03-01

    Full Text Available Kebutuhan manusia akan barang elektronik semakin meningkat, sehingga meningkat pula kebutuhan akan media penyimpan listrik. Salah satu media penyimpan energy yaitu kapasitor. Electric Double Layer Capacitor (EDLC merupakan superkapasitor yang memiliki waktu hidup yang lebih lama, rapat daya dan kecepatan charging-discharging tinggi. Graphene telah banyak dieksplorasi sebagai material untuk EDLC, salah satunya yaitu dengan pendopingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh doping nitrogen terhadap struktur dan morfologi serta pengaruh doping nitrogen terhadap sifat kapasitif dari elektroda superkapasitor berbahan Graphene. Sintesis graphene diawali dari grafit yang dioksidasi menjadi grafit oksida dengan metode Hummer. Grafit oksida lalu direduksi dengan metode hydrotermal menjadi graphene. Penelitian ini memvariasikan doping nitrogen dengan penambahan NH4OH 0.1 ml, 0.3 ml dan 1 ml. Material yang disintesis ini dikarakterisasi menggunakan XRD(X-Ray Diffraction, SEM (Scanning Electron Microscopy , EDS (Energy Disspersive X-Ray analysis, FPP (Four Point Probe, dan FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopu. Dari hasil karakterisasi menunjukkan bahwa material yang disintesis adalah graphene. Sifat kapasitif Elektroda diukur dengan melakukan uji Cyclic Voltametry (CV dengan rentang scan rate 5, 10, 50 dan 100 mV/s. Dari hasil penelitian didapatkan doping nitrogen pada graphene yang paling optimal adalah dengan penambahan NH4OH 0.3 ml yaitu 5.2%at dengan nilai kapasitansi sebesar 208.47 F/g.

  10. PARAMETER DESIGN PROPELLER KAPAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ridwan

    2012-04-01

    Full Text Available   Designer propeller kapal harus mempertimbangkan berbagai parameter untuk menghasilkan bentuk, type dan ukuran propeller yang memiliki nilai  efektifitas dan effisiensi propulsi tinggi. Propulsi kapal merupakan faktor yang mendominasi  operasional kapal, karena pemakaian bahan bakar untuk operasional propulsi kapal merupakan 42% dari total cost operasional kapal dan merupakan added value yang akan diperoleh oleh perusahaan pelayaran. Pertimbangan parameter desain propeller argonomis dapat mendukung tujuan di atas sehingga dapat menurunkan pemakaian bahan bakar hingga 20 % saat kapal dioperaionalkan.

  11. KONVERSI ENERGI BIOMASSA KOTORAN SAPI MELALUI RANCANGAN BIODIGESTER UNTUK RUMAH TANGGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Bawa Susana

    2017-11-01

    Full Text Available Biomassa kotoran sapi mengandung energi berupa gas metan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Pengolahan biomassa kotoran sapi menjadi bahan bakar dilakukan melalui proses konversi energi dalam suatu biodigester. Biodigester dibuat untuk kebutuhan rumah tangga dengan kapasitas 0,5997 m3 untuk waktu penyimpanan 30 hari.  Masyarakat yang memelihara sapi 2-3 ekor dapat menggunakan biodigester tipe plastik dan fixed dome dengan kapasitas tong plastik 250 liter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konversi energi biomassa kotoran sapi dapat digunakan sebagai sumber energi pada kompor.

  12. Pemisahan Campuran Etanol-Oktanol-Air dengan Metode Distilasi dalam Structured Packing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adesya Abdullah

    2014-09-01

    Full Text Available Keberadaan bahan bakar minyak (BBM yang merupakan bahan bakar berbahan fosil sudah menjadi suatu kebutuhan utama masyarakat dunia, namun keberadaannya saat ini semakin menipis. Salah satu potensi yang relatif besar adalah pengembangan bioetanol menggunakan metode fermentasi ekstraktif. Hasil bioetanol dari metode fermentasi ekstraktif masih rendah, yaitu sekitar 15% sehingga diperlukan penelitian untuk pemurniannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kadar etanol tertinggi dengan metode distilasi dalam structured packing. Dari hasil penelitian didapatkan pada variabel suhu 80ᵒC pada porositas 20%, 40% dan 60% didapatkan kadar etanol sebesar 88,24% ; 91,95% dan 85,85%.

  13. Penilaian Teknologi Penolahan Limbah Cair dengan Metode ANP-TOPSIS di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Pabatu

    OpenAIRE

    Emila, Elfa

    2016-01-01

    Pertumbuhan produksi kelapa sawit di Indonesia semakin meningkat dari tahun ketahun. Bertambahnya lahan kelapa sawit maka makin bertambahnya juga pabrik pabrik yang bergerak dalam bidang pengolahan buah kelapa sawit. Dalam pengolahan kelapa sawit, tidak hanya Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO), pabrik kelapa sawit juga menghasilkan limbah yang terdiri dari limbah padat, limbah cair, dan limbah gas. Limbah ini dapat menyebabkan dampak buruk pada lingkungan jika tidak dikelola denga...

  14. Kajian Pengelolaan Limbah di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)

    OpenAIRE

    Astuti, Agustina

    2014-01-01

    Indonesia diperkirakan memproduksi limbah padat rumah sakit sebesar 376.089 ton/hari dan produksi limbah cair 48.985,70 ton/hari. Pengelolaan limbah medis dan non medis rumah sakit sangat dibutuhkan bagi Kenyamanan dan kebersihan rumah sakit karena dapat memutuskan mata rantai penyebaran penyakit menular, terutama infeksi nosokomial. Pengelolaan limbah cair juga perlu diperhatikan, pembuangan air limbah ke sungai ini dapat membuat sungai me...

  15. Teknologi Pengelolaan Limbah Industri Kelapa Sawit

    OpenAIRE

    Loekito, Henry

    2002-01-01

    Dalam kegiatan operasional di Pabrik Kelapa Sawit, disamping akan dihasilkan produk utama (Main Product) berupa CPO dan PKO, juga akan dihasilkan produk sampingan (By-Product), baik berupa limbah padat maupun limbah cair dan juga polutan ke udara bebas. Berdasarkan jenis dan komposisi limbah di atas diketahui bahwa limbah cair memiliki kontribusi yang besar, yaitu antara 55% sampai 67% dari total TBS yang diolah. Limbah Pabrik Kelapa Sawit memiliki potensi nutrisi yang tinggi sebagai sumber n...

  16. Kajian Kehidupan Masyarakat Kampung Lama sebagai Potensi Keberlanjutan Lingkungan Permukiman Kelurahan Gabahan Semarang

    OpenAIRE

    Azahro, Mustovia; Yuliastuti, Nany

    2013-01-01

    Kelurahan Gabahan merupakan kelurahan paling padat di Kecamatan Semarang Tengah, kepadatan mencapai 26.544 jiwa/km2 (BPS Kota Semarang, 2011). Kepadatan bangunan yang tinggi serta minimnya ruang terbuka hijau menyebabkan penurunan kualitas lingkungan. Dalam kaitannya dengan perkembangan Kota Semarang, Kelurahan Gabahan pernah menjadi pusat Pemerintahan pada tahun 1659. Lokasinya yang berada di pusat kota mengakibatkan Kelurahan Gabahan mengalami tantangan dalam menghadapi tekanan pembangunan...

  17. A new species of portunid crab of the genus Charybdis (De Haan, 1833) (Crustacea: Decapoda: Brachyura) from Goa, India

    Digital Repository Service at National Institute of Oceanography (India)

    Padate, V.P.; Rivonker, C.U.; Anil, A.C.; Sawant, S.S.; Venkat, K.

    within the sub-family Thalamitinae Paulson, 1875, with 63 species (Thalamita Latreille, 1829 comprises 89 species) (Ng et al., 2008) distributed among four sub-genera (Charybdis De Haan, 1833; Goniohellenus Alcock, 1899; Gonioneptunus Ortmann, 1893.... Biol. Res., vol.6(6); 2010; 579-590 A new species of portunid crab of the genus Charybdis (De Haan, 1833) (Crustacea: Decapoda: Brachyura) from Goa, India. VINAY P. PADATE Department of Marine Sciences, Goa University, Goa 403 206, India...

  18. Tipologi Permukiman Kumuh di Pinggiran Selatan Kota Surabaya

    OpenAIRE

    Leny Agustin Maharani; Ema Umilia

    2014-01-01

    Permukiman kumuh di Pinggiran Selatan Kota Surabaya merupakan salah satu permasalahan kota. Permukiman di daerah ini menjadi rentan karena banyak masuknya penduduk desa ke kota dan memilih bertempat tinggal. Perkembangan kota Surabaya yang begitu pesat tidak diimbangi dengan pemeliharaan dan peningkatan prasarana, sehingga menjadi padat dan kumuh. Maka perlunya suatu tipologi permukiman kumuh di Pinggiran Selatan Kota Surabaya. Untuk mencapai tujuan penelitian yaitu merumuskan tipologi permu...

  19. EFFECT OF PAINT-BAKE LIKE TREATMENT ON MECHANICAL ...

    African Journals Online (AJOL)

    HOD

    EFFECT OF PAINT-BAKE LIKE TREATMENT ON MECHANICAL PROPERTIES OF MG-ZN-CA ALLOY. F. Bakare, et al. Nigerian Journal of Technology,. Vol. 37, No. 1, January 2018 125 oxidation resistance [7-11]. ..... mechanical properties in Mg–6 mass %Zn alloys by combined addition of Ca and Ce," Materials. Science ...

  20. Browse Title Index

    African Journals Online (AJOL)

    Items 101 - 150 of 168 ... Vol 17, No 1 (2001), Social Research, Political Theory and the Ethics of Care, Details. Kari Wærness. Vol 16, No 2 (2000) ... Vol 26, No 1 (2010), The Influence of Tourism Activity on People's Livelihoods in Selected Tourist Centres in Ogun State, Nigeria, Abstract. KO Bakare. Vol 25, No 1 (2009), The ...

  1. All rights reserved

    African Journals Online (AJOL)

    ADOWIE PERE

    Relationship between Relative Humidity and the Dew Point Temperature in Benin City,. Nigeria. 1,3,*UKHUREBOR, KE; 2ABIODUN, IC; 3BAKARE, F. 1Department of Physics, Edo University, Iyamho, Edo State, Nigeria. 2Department of Physics, Federal University, Otuoke, Bayelsa State, Nigeria. 3Department of Physics ...

  2. African Journal of Psychiatry - Vol 14, No 3 (2011)

    African Journals Online (AJOL)

    Autism spectrum disorders (ASD) in Africa: a perspective · EMAIL FREE FULL TEXT EMAIL FREE FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT. MO Bakare, KM Munir, 208-210. http://dx.doi.org/10.4314/ajpsy.v14i3.3 ...

  3. South African Journal of Psychiatry - Vol 17, No 4 (2011)

    African Journals Online (AJOL)

    Excess of non-verbal cases of autism spectrum disorders presenting to orthodox clinical practice in Africa – a trend possibly resulting from late diagnosis and intervention · EMAIL FREE FULL TEXT EMAIL FREE FULL TEXT · DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT. MO Bakare, KM Munir, 118-120 ...

  4. Browse Title Index

    African Journals Online (AJOL)

    Items 101 - 150 of 261 ... Vol 17, No 4 (2011), Excess of non-verbal cases of autism spectrum disorders presenting to orthodox clinical practice in Africa – a trend possibly resulting from late diagnosis and intervention, Abstract PDF. MO Bakare, KM Munir. Vol 17, No 4 (2011), Excessive daytime sleepiness, nocturnal sleep ...

  5. Effect of surfactants in synthesis of CsH2PO4 as protonic conductive ...

    Indian Academy of Sciences (India)

    Soraya Hosseini1 Wan Ramli Wan Daud1 Marzieh Badiei2 Abdul Amir Hassan Kadhum1 Abu Bakar Mohammad1. Institute of Fuel Cell, University Kebangsaan Malaysia, 43600 Bangi, Selangor, Malaysia; Chemical Engineering Process, University Kebangsaan Malaysia, 43600 Bangi, Selangor, Malaysia ...

  6. The application of a hierarchical Bayesian spatiotemporal model for ...

    Indian Academy of Sciences (India)

    2005.09.070. Sahu S K and Bakar K S 2012 Hierarchical bayesian autore- gressive models for large space-time data with application to ozone concentration modeling; Appl. Stochastic Models. Bus. Ind. 28 395–415, doi: 10.1002/asmb.1951.

  7. Sadhana | Indian Academy of Sciences

    Indian Academy of Sciences (India)

    Home; Journals; Sadhana; Volume 37; Issue 6. Issue front cover thumbnail. Volume 37, Issue 6. December 2012, pages 637-775. pp 637-655. Reducing friction-induced vibration using intelligent active force control (AFC) with piezoelectric actuators · S M Hashemi-Dehkordi A R Abu-Bakar M Mailah · More Details Abstract ...

  8. Impact of Obstructive Sleep Apnea and Snoring on Left Ventricular ...

    African Journals Online (AJOL)

    Impact of Obstructive Sleep Apnea and Snoring on Left Ventricular Mass and Diastolic Function in. Hypertensive Nigerians. Akintunde AA1,2, Kareem L1, Bakare A1, Audu M1. 1Department of Medicine, Division of Cardiology, Ladoke Akintola University of Technology Teaching Hospital, Ogbomoso,. Nigeria, 2Goshen ...

  9. African Journal of Food, Agriculture, Nutrition and Development - Vol ...

    African Journals Online (AJOL)

    The effects of guava (Psidium guajava) consumption on total antioxidant and lipid profile in normal male youth · EMAIL FREE FULL TEXT EMAIL FREE FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT. A Rahmat, MFA Bakar, Z Hambali. http://dx.doi.org/10.4314/ajfand.v6i2.71751 ...

  10. Abundance and gill net selectivity of Pellonula leonensis in the ...

    African Journals Online (AJOL)

    SERVER

    2007-10-18

    Oct 18, 2007 ... Studies on the ecology of the clupeid (Pellonula leonensis Regan, 1917) in the River Warri (Niger Delta, Nigeria). Acta. Hydrobiol, 35: 381 - 398. Imevbore AMA, Bakare O (1974). A pre-impoundment study of swamps in the Kainji Lake basin. Afr. J. Trop. Hydrobiol. Fish 3: 79-93. Institute of poll0ution studies ...

  11. An investigation of the effect of pit latrine additives on VIP latrine ...

    African Journals Online (AJOL)

    2015-07-04

    Jul 4, 2015 ... trials nor field trials provided any evidence that the use of pit additives has any beneficial effect on pit contents. .... diagram showing how measurements were taken using the infrared laser meter (Bakare, 2014). Laser Tape Measure. Pedestal Top. Wall Support to the pit. Cylindrical rings / concrete walls. P1.

  12. PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF OCTANE BOOSTER X TERHADAP KINERJA DAN EMISI GAS BUANG KENDARAAN SEPEDA MOTOR TIPE ALL NEW CBR150R

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gusti Yuditia Rahmadian

    2017-11-01

    Full Text Available Proses pembakaran pada kendaraan bermotor sangat mempengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan dan efisiensi pembakaran pada mesin itu sendiri. Zat aditif merupakan bahan yang ditambahkan pada bahan bakar, baik mesin bensin maupun mesin diesel. Zat aditif digunakan sebagai anti knocking akibat pembakaran yang tidak sempurna dan meningkatakan angka oktan untuk bahan bakar bensin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi penggunaan zat aditif Octane Booster terhadap kinerja mesin motor CBR150R tahun 2014 menggunakan Dyno test, gas analyzer dan tes konsumsi bahan bakar. Berdasarkan eksperimen didapatkan bahwa campuran komposisi OB2 (1 liter pertamax ditambah 3 ml zat aditif Octane Booster membuat daya dan torsi meningkat menjadi 12.54 kW @10500 rpm dan 12.17 Nm @y500 rpm, serta menurunkan kadar CO menjadi 0.08 % Vol, HC menjadi 129 ppm Vol, O2 menjadi 2.68 % Vol dan menaikkan kadar CO2 menjadi 9.82 % Vol dan masih berada di bawah ambang batas dari ketentuan pemerintah. Komposisi tersebut juga menurunkan tingkat konsumsi bahan bakar menjadi 22.73 ,l/km yang membuat kendaraan menjadi lebih irit.

  13. 2018-04-20T05:10:42Z https://www.ajol.info/index.php/all/oai oai:ojs ...

    African Journals Online (AJOL)

    article/74731 2018-04-20T05:10:42Z sajpsyc:ART Excess of non-verbal cases of autism spectrum disorders presenting to orthodox clinical practice in Africa – a trend possibly resulting from late diagnosis and intervention Bakare, MO Munir, KM ...

  14. Isolation by the 5 anchored PCR technique and characterization of ...

    Indian Academy of Sciences (India)

    Isolation by the 5 anchored PCR technique and characterization of eighteen microsatellite loci in horseshoe crab (Tachypleus gigas). LIEW PUI LING, ABU BAKAR ADIBAH, SOON GUAN TAN. ∗. , ANNIE CHRISTIANUS and QAMARUZ ZAMAN FARIDAH. Universiti Putra Malaysia, UPM Serdang, Selangor, 43400, Malaysia.

  15. Sadhana | Indian Academy of Sciences

    Indian Academy of Sciences (India)

    Home; Journals; Sadhana. S M Hashemi-Dehkordi. Articles written in Sadhana. Volume 37 Issue 6 December 2012 pp 637-655. Reducing friction-induced vibration using intelligent active force control (AFC) with piezoelectric actuators · S M Hashemi-Dehkordi A R Abu-Bakar M Mailah · More Details Abstract Fulltext PDF.

  16. Untitled

    Indian Academy of Sciences (India)

    In vitro antimicrobial-activity studies on the. Imixed ligand complexes of Hg (II) with. 8-hydroxyquinoline and salicylic acids 157. Annuar Bookhari see Magee R J. Aravamuthan S. Determination of nitrobenzidines. Avijit Banerji. 491 ionisation constants of. 311. Reactions of indoles with meruury (II). Salts 247. Bakare P P.

  17. Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Sistem Ceratan pada Gasifikasi Biomassa Briket Municipal Solid Waste terhadap Performa Gasifier Tipe Downdraft

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Bhakti

    2017-01-01

    Full Text Available Pemanfaatan syngas sebagai bahan bakar campuran bahan bakar mesin diesel dual fuel (DDF menimbulkan permasalahan yaitu terbuangnya syn-gas karena kelebihan produksi. Penelitian dimaksudkan melakukan penambahan sistem ceratan untuk mengalirkan kembali syngas yang terbuang karena sisa pembakaran mesin DDF ke dalam reaktor. Syngas yang dipakai berasal dari proses gasifikasi yang dilakukan pada downdraft gasifier dengan bahan bakar briket MSW. Mekanisme ceratan gas hasil gasifikasi dilakukan dengan pemasangan katup pada pipa aliran syn-gas setelah induced fan menuju reaktor gasifikasi kembali. Syngas hasil ceratan di campur dengan udara sebagai gasifying agent dengan mixer sebelum masuk ke blower udara. Laju alir massa syn-gas yang dicerat divariasikan mulai 0%, 11%, 23%, dan 54%. Dari penelitian dan analisa yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai rasio udara-bahan bakar menurun seiring penambahan ceratan syn-gas yaitu dari 1,04 – 0,44 dan equivalence ratio dari 0,18 – 0,09. Dengan penambahan ceratan diketahui efisiensi terbaik terjadi saat penambahan prosentasi ceratan 11% dengan efisiensi sebesar 66,81%. LHV meningkat seiring penambahan ceratan dengan LHV terbaik terjadi pada ceratan syn-gas 55% sebesar 3912,37 kJ/kg. Temperatur kerja gasifikasi cenderung menurun dengan penambahan ceratan syn-gas. Temperatur kerja T1 – T5 berada pada kisaran 70, 250, 983, 589, dan 115 ᵒC. Kandungan combustible gas meningkat dan uncombustible gas menurun seiring dengan penambahan ceratan syn-gas. Nilai kalor briket MSW sebesar 4698 kJ/kg

  18. Download this PDF file

    African Journals Online (AJOL)

    Body Fat in Nigerian Women Using Bioelectrical. Impedance as Reference. 363. 371. 389. Jimoh, M.A., Saheed, S.A. and Botha, C.E.J.. Response of Barley Cultivars to Infestations of the Two. South African Biotypes of the Russian Wheat Aphid. Oluduro A. O., Bakare M. K., Omoboye O. O.,. Antibacterial Effect of Extracts of ...

  19. Lwati: A Journal of Contemporary Research - Vol 13, No 3 (2016)

    African Journals Online (AJOL)

    The development of dance art within the nation's pop culture: a study of selected trending dance moves in Nigeria · EMAIL FULL TEXT EMAIL FULL TEXT · DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT. Rasaki Ojo Bakare, Casmir E. Onyemuchara, 152-169 ...

  20. Pengolahan Biji Mahoni (Swietenia Macrophylla King) Sebagai Bahan Baku Alternatif Biodiesel

    OpenAIRE

    Damayanti, Astrilia; Bariroh, Siti

    2012-01-01

    Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang terus menerus akan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak. Sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Bahan baku potensial untuk memproduksi biodiesel yang tidak bersaing dengan bahan baku pangan contohnya adalah biji mahoni (swietenia macrophylla king). Tahapan yang diperlukan dalam percobaan biodiesel adalah proses pengambilan minyak biji mahoni dengan proses penyangraian, degumming, dan proses transesterifikas...

  1. 2018-02-25T05:16:20Z https://www.ajol.info/index.php/all/oai oai:ojs ...

    African Journals Online (AJOL)

    article/81823 2018-02-25T05:16:19Z ajpsy:ART Attention deficit hyperactivity symptoms and disorder (ADHD) among African children: a review of epidemiology and co-morbidities Bakare, MO Attention deficit; Hyperactivity; Symptoms; Disorders; ...

  2. Journal of Mining and Geology - Vol 40, No 2 (2004)

    African Journals Online (AJOL)

    Mineralogical, chemical and industrial characteristics of residual clay occurrences in Iwo and Ijebu districts, southwestern Nigeria · EMAIL FULL TEXT EMAIL FULL TEXT · DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT. Anthony A Elueze, Christopher A Bakare, Anthony T Bolarinwa, 119-126.

  3. African Journal of Biotechnology - Vol 11, No 97 (2012)

    African Journals Online (AJOL)

    Embryo implantation: Shedding light on the roles of ovarian hormones, cytokines and growth factors in the implantation process · EMAIL FREE FULL TEXT EMAIL FREE FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT. Huda Yahia Hamid, Md Zuki Abu Bakar Zakaria, 16297-16304 ...

  4. African Journal of Psychiatry - Vol 15, No 5 (2012)

    African Journals Online (AJOL)

    Attention deficit hyperactivity symptoms and disorder (ADHD) among African children: a review of epidemiology and co-morbidities · EMAIL FREE FULL TEXT EMAIL FREE FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT. MO Bakare, 358-361. http://dx.doi.org/10.4314/ajpsy.v15i5.45 ...

  5. Perencanaan Simulasi Pengaturan Pembangkitan Daya Pada Kapal Fast Patrol Boat 60 M dengan Propulsi Hybrid

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fikri Nuruddin Muzakki

    2017-01-01

    Full Text Available Sistem propulsi hybrid yang memberikan berbagai keuntungan untuk pengoperasian kapal, seperti pertimbangan konsumsi bahan bakar yang rendah, pengaturan kecepatan dengan penggunaan propulsi yang optimal ataupun khusus untuk jenis kapal tertentu. Tentunya sistem propulsi hybrid memiliki kelamahan pula, salah satunya adalah pengaturan pembangkitan daya yang kompleks dibandingkan dengan system propulsi lain. Setiap kecepatan membutuhkan daya yang berbeda dan bahan bakar yang berbeda pula. Keputusan yang kurang tepat dapat mengurangi keunggulan dari pemasangan sistem propulsi hybrid. Oleh karena itu dibutuhkan Decision Support System untuk membantu nahkoda menentukan pengaturan propulsi yang optimal pada kecepatan yang diinginkan dan pada kondisi yang ada pada perairan yang dilalui. Dalam makalah ini dibuat Decision Support System dengan input utama berupa kecepatan dalam knot, service margin, dan kebutuhan listrik. Kecepatan dan sevice margin digunakan untuk menentukan kebutuhan tenaga penggerak dan selanjutnya digunakan untuk analisa alat penggerak. Untuk digunakan referensi nahkoda dapat memilih propulsi yang optimal dengan konsumsi bahan bakar yang minimum, dan dengan jumlah daya yang diperlukan untuk pengoperaian tersebut. Berdasarkan hasil simulasi penggunaan Decision Support System pada kapal Fast Patrol Boat 60 m ini menujukkan pemakaian terbaik pada kecepatan 20 knot dengan menggunakan sistem Shaft Generator pada daya 1181 kW disertai pengoperasian genset pada daya 0 kW dan jumlah pemakaian bahan bakar 482,99 kg per jam.

  6. Pembuatan Gliserol Karbonat Dari Gliserol Dengan Katalis Berbasis Nikel

    OpenAIRE

    Oktarinda Damayanti; Yuanita Gustanti; Achmad Roesyadi

    2012-01-01

    Semakin berkembangnya penggunaan biodesel sebagai bahan bakar yang bersifat renewable mendorong bertambahnya jumlah gliserol di pasaran sebagai produk samping reaksi pembuatan biodesel. Upaya peningkatan nilai jual gliserol dilakukan dengan pengolahan gliserol menjadi produk turunannya, salah satunya gliserol karbonat. Gliserol karbonat memiliki fungsi sebagai bahan baku polimer, surfaktan, emulsifier dan sebagainya yang juga bersifat biodegradable. Gliserol karbonat dapat diperoleh melalui r...

  7. Studi Pengaruh Pencampuran Biodesel Jarak Pagar Dengan Solar Terhadap Perubahan Karakteristik Fisikanya

    OpenAIRE

    Siti Saleha Lubis

    2008-01-01

    Biodiesel adalah suatu sumber energi alternatif bahan bakar yang didapat dari minyak nabati setelah melalui proses esterifikasi - transesterifikasi. Biodiesel yang diteliti berasal dari tumbuhan jarak pagar (Jatropa curcas). Kemudian dilakukan pencampuran biodiesel dengan solar untuk mengetahui karakterisasi fisisnya seperti viskositas, densitas, flash point dan nilai kalor. Hasil yang diperoleh dianalisa dan dibandingkan pada hasil penelitian dari berbagai sumber. Diskusi/pembahasan juga dil...

  8. International Journal of Development and Management Review ...

    African Journals Online (AJOL)

    Gender and career Choice Differences on Bakare Vocational Interest Inventory: Implications for Vocational Counseling In Nigeria · EMAIL FREE FULL TEXT EMAIL FREE FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT. A Valentine Ucheagwu, CC Nweke, CO Anazonwu, RN Ugokwe-Ossai, Mathias Bentina ...

  9. African Journal of Food, Agriculture, Nutrition and Development - Vol ...

    African Journals Online (AJOL)

    Fast food consumption pattern and body weight status among students of Obafemi Awolowo University, Ile-Ife, Nigeria · EMAIL FREE FULL TEXT EMAIL FREE FULL TEXT · DOWNLOAD FULL TEXT DOWNLOAD FULL TEXT. Bakare K O, M F Olumakaiye, 11185-11198. http://dx.doi.org/10.18697/ajfand.76.15020 ...

  10. Author Details

    African Journals Online (AJOL)

    Bakar, Ainul Bahiyah Abu. Vol 16, No 1 (2017) - Articles LC-MS analysis and effects of Malaysian propolis on insulin, glucagon, pancreas and oxidative stress status in streptozotocin-induced diabetic rats. Abstract PDF. ISSN: 1596-6941. AJOL African Journals Online. HOW TO USE AJOL... for Researchers · for Librarians ...

  11. 2018-04-30T09:12:25Z https://www.ajol.info/index.php/all/oai oai:ojs ...

    African Journals Online (AJOL)

    article/83143 2018-04-30T09:12:25Z nifoj:ART Enrichment of Noodles with Soy Flour and Carrot Powder Adegunwa, MO Bakare, HA Akinola, OF Noodles, cassava, soy flour, carrot, carotenoids Noodles were produced from four flour blends of ...

  12. PLASTIC WASTE CONVERSION TO LIQUID FUELS OVER MODIFIED-RESIDUAL CATALYTIC CRACKING CATALYSTS: MODELING AND OPTIMIZATION USING HYBRID ARTIFICIAL NEURAL NETWORK – GENETIC ALGORITHM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istadi Istadi

    2012-04-01

    Full Text Available The plastic waste utilization can be addressed toward different valuable products. A promising technology for the utilization is by converting it to fuels. Simultaneous modeling and optimization representing effect of reactor temperature, catalyst calcinations temperature, and plastic/catalyst weight ratio toward performance of liquid fuel production was studied over modified catalyst waste. The optimization was performed to find optimal operating conditions (reactor temperature, catalyst calcination temperature, and plastic/catalyst weight ratio that maximize the liquid fuel product. A Hybrid Artificial Neural Network-Genetic Algorithm (ANN-GA method was used for the modeling and optimization, respectively. The variable interaction between the reactor temperature, catalyst calcination temperature, as well as plastic/catalyst ratio is presented in surface plots. From the GC-MS characterization, the liquid fuels product was mainly composed of C4 to C13 hydrocarbons.KONVERSI LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR CAIR DENGAN METODE PERENGKAHAN KATALITIK MENGGUNAKAN KATALIS BEKAS YANG TERMODIFIKASI: PEMODELAN DAN OPTIMASI MENGGUNAKAN GABUNGAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN GENETIC ALGORITHM. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai tinggi. Salah satu teknologi yang menjanjikan adalah dengan mengkonversikannya menjadi bahan bakar. Permodelan, simulasi dan optimisasi simultan yang menggambarkan efek dari suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis terhadap kinerja produksi bahan bakar cair telah dipelajari menggunakan katalis bekas termodifikasi Optimisasi ini ditujukan untuk mencari kondisi operasi optimum (suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis yang memaksimalkan produk bahan bakar cair. Metode Hybrid Artificial Neural Network-Genetic Algorithm (ANN-GA telah digunakan untuk permodelan dan optimisasi simultan tersebut. Inetraksi antar variabel

  13. Effect of Different Medium on Survival Rate and Growth of Chironomus sp. Larvae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Widanarni

    2007-07-01

    Full Text Available In the ornamental fish and fish for food culture, feeding by natural feed is very suitable since they are easy to digest and their size is suitable with  to larval mouth.  One of natural foods is blood worm Chironomus sp. larvae that has high protein content (till  65.2% of  protein. Until now, blood worm is obtained from nature and their stock depends on the weather.  That problem  may be overcome by culturing blood worm in appropriate culture medium.  Naturally, Chironomus sp. grows well in the water containing sago waste.  This study was carried out to examine the growth of Chironomus sp. reared in the medium containing mud, solid sago waste, solid tapioca wastes and water with no waste in depth of 0.5 cm. After 35-day rearing, survival rate of Chironomus sp was different among the treatments, while growth in length was similar. The best survival rate, 58.93% was obtained in the media containing solid sago waste.   Keywords: Chironomus, blood worm, sago waste, tapioca waste   ABSTRAK Dalam usaha budidaya ikan hias maupun ikan konsumsi, pemberian pakan alami sangat cocok karena mudah dicerna dan sesuai dengan bukaan mulut larva. Salah satu contoh pakan alami adalah Chironomus sp. (blood worm yang mempunyai kandungan protein mencapai 65,2%. Selama ini cacing darah diperoleh dari alam dan suplainya tergantung pada kondisi musim. Hal ini mungkin dapat diatasi dengan membudidayakan cacing darah dengan  media yang sesuai sebagai tempat hidupnya. Secara alami, Chironomus sp. dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada limbah sagu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan Chironomus sp. yang dipelihara pada media berupa lumpur, limbah sagu padat, limbah tapioka padat dan air tanpa limbah dengan ketebalan media 0,5 cm. Setelah 35 hari masa pemeliharaan, diketahui bahwa penggunaan media limbah padat sagu, limbah padat tapioka, lumpur dan air tanpa limbah pada pemeliharaan Chironomus sp. masing-masing menghasilkan tingkat

  14. Effect of Different Rearing Density on Survival Rate and Growth of Giant Gouramy Osphronemus gouramy Lac. Fry at Size of 2 cm in Length

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. Effendi

    2007-07-01

    Full Text Available Giant gouramy Osphronemus gouramy Lac is one of the fish for food that has high economic value, but its production is not  met with the market demand yet.  The effort is needed to be done in order to increase production of giant gouramy fry by an intensive hatchery system through high rearing density.  This study was performed to determine the effect of rearing density on survival rate and growth of fry.  Fry were reared in aquaria 60x29x33 cm filled with 35 liters water, and fed by Tubifex at satiation as much as  0.23-0.28 g/fry/day with feeding frequency  2 times a day.   Collected  data were survival rate, growth, feed consumption, feed efficiency, and water quality.  The result of study showed that survival rate and feed efficiency did not affected by rearing density, while growth and feed quantity were did.  Survival rate of fish was high; 90.14-99.52%.  Growth and feed consumption were decreased by increasing of  rearing density. Keywords: giant gouramy, Osphronemus gouramy, rearing density, growth   ABSTRAK Ikan gurame, Osphronemus gouramy Lac. merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, tetapi hasil produksinya masih belum dapat memenuhi permintaan pasar. Upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi benih ikan gurame dengan pembenihan secara intensif melalui peningkatan padat penebaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh padat penebaran terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan gurami. Benih ikan gurami dipelihara pada akuarium berukuran 60×29×33 cm3 yang diisi air sebanyak 35 liter. Pakan berupa cacing sutera diberikan secara at satiation sebanyak 0,23 - 0,28 g/ekor/hari dengan frekuensi 2 kali/hari. Data yang diambil meliputi kelangsungan hidup, pertumbuhan, jumlah pakan yang dikonsumsi, efisiensi pakan dan kualitas air.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat penebaran tidak mempengaruhi kelangsungan hidup dan efisiensi pakan, namun

  15. Pengaruh NiCrAlY, Ni/Cr2O3/CrxCy Sebagai Variasi Bond Coat Dengan Penambahan Lapisan Al2O3 dan YSZ Pada Inconel 625 Terhadap Struktur Mikro Lapisan Menggunakan Metode Flame Spraying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aprian Immanuel

    2017-01-01

    Full Text Available Thermal Barrier Coating (TBC berfungsi untuk mengurangi temperatur substrat serta meningkatkan daya tahannya terhadap korosi dan oksidasi. Pada penelitian ini, digunakan flame spraying dari variasi bond coat (Ni-Cr-Al-Y, (Ni/CrO3/CrXCY dan tanpa bond coat serta melapisi kembali lapisan bond coat dengan Al2O3 dan ZrO2 – 8%Y2O3 sebagai Thermal Barrier Coating untuk diteliti pengaruhnya terhadap struktur mikro lapisan yang terbentuk. Hasil flame spray diamati dengan SEM pada variasi bond coat NiCrAlY ditemukan beberapa serbuk dari material top coat dengan beberapa kondisi yaitu meleleh (melted, meleleh sebagian (semi melted, dan tidak meleleh (unmelted. Ditemukan poros yang merata hampir di seluruh permukaan sampel dan munculnya pengintian retak. Perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan ada pada persebaran setiap unsur di setiap spesimen, dan lapisan oksida yang terbentuk pada seluruh variasi bond coat

  16. ANALISIS TRANSIEN PADA PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR (PCMSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Makrus Imron

    2015-04-01

    Full Text Available Penggunaan bahan bakar cair berupa garam LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR meyebabkan pengendalian daya pada PCMSR dapat dilakukan dengan mengendalikan laju aliran bahan bakar dan pendingin. Sedangkan dari sistem keselamatan, penggunaan bahan bakar cair menjadikan PCMSR memiliki karakter keselamatan melekat (inherent safety yang baik. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis transien PCMSR pada tiga kondisi, yaitu: ketika terjadi perubahan laju aliran bahan bakar, ketika terjadi perubahan laju aliran pendingin dan ketika terdapat kegagalan pada sistem pelepasan panas (loss of heat sink. Penelitian dilakukan dengan memodelkan reaktor pada kondisi tunak menggunakan paket program. Standart Reactor Analysis Code (SRAC. Selanjutnya dari keluaran paket program SRAC diperoleh data data yang meliputi fluks netron,konstanta grup, kontanta peluran prekusor netron, fraksi netron kasip untuk perhitungan transien. Penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan laju aliran bahan bakar sebesar 50 % dari laju bahan bakar sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 78 % dari daya sebelumnya. Dan penurunan laju aliran pendingin sebesar 50 % dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 63 % dari daya sebelumnya. Sedangkan pada saat terjadi loss of heat sink daya PCMSR menunjukkan penurunan. Kata kunci: PCMSR, transien, daya, laju aliran.   The use of liquid fuels in the form of molten salts LiF-BeF2-ThF4-UF4 in Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR makes power control at PCMSR can be done by controlling the flow rate of fuel and coolant. In addition, from safety systems aspect, the use of liquid fuels makes PCMSR has good inherent safety characteristics. In this study transient analysis has been carried out on three conditions of PCMSR, namely when the fuel flow rate is changing, when the coolant flow rate is changing and when there is loss of heat sink condition. This research is

  17. Analisa Efisiensi Konsumsi Energi Listrik Pada Kapal Motor Penumpang Nusa Mulia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alimuddin Alimuddin

    2016-03-01

    Full Text Available Besarnya pemakaian energi listrik dipengaruhi oleh jenis beban yang dipakai. Beban memiliki sifat resistif, induktif, dan kapasitif. Sifat ini akan memiliki dampak pada sistem kelistrikan yaitu faktor daya. Semakin besar faktor daya (daya aktif besar maka sistem listrik tersebut akan semakin bagus dan sebaliknya. Oleh karena itu ketika sistem memiliki faktor daya yang rendah (daya reaktif besar maka akan berpengaruh pada konsumsi bahan bakar genset, sehingga dibutuhkan perbaikan faktor daya dengan menggunakan kapasitor. Sistem kelistrikan kapal Nusa Mulia memiliki faktor daya yang rendah sehingga membutuhkan kapasitor untuk perbaikan faktor daya. Pada Tugas Akhir ini dilakukan simulasi pemasangan kapasitor sebesar 80, 11 dan 215 KVAR pada masing-masing feeder panel untuk meningkatkan faktor daya dari 0,78 menjadi 0,95. Hasil perhitungan menunjukkan pengeluaran biaya energi bahan bakar perhari turun dari Rp10.985.000 menjadi Rp7.492.680.

  18. PEMANFAATAN SAMPAH SAYURAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deby Anisah

    2014-04-01

    Full Text Available Bahan bakar fosil termasuk dalam sumber energi tak terbarukan, sehingga cadangan sumber bahan bakar fosil di Indonesia semakin berkurang. Hal ini membuat pemerintah harus melakukan langkah-langkah penghematan energi serta mencari sumber-sumber energI baru dan terbarukan untuk menggantikan minyak bumi fosil. Salah satu sumber energy terbarukan dapat diperoleh dengan cara memproduksi bioetanol yang dapat dibuat dengan cara fermentasi menggunakan bahan baku sampah sayuran yang banyak tersedia di pasar tradisional. Penelitian ini ditujukan untuk melihat tingkat konversi sampah sayuran untuk menjadi bioetanol. Perubahan sampah sayuran menjadi bioetanol yang dilakukan pada penelitian ini melalui dua tahapan yaitu: perubahan sampah sayuran (polisakarida / selulosa menjadi monosakarida (gula melalui proses hidrolisis dilanjutkan dengan fermentasi gula menggunakan jamur saccaromices cerevisiae menjadi etanol. Produk hasil fermentasi dianalisa dengan menggunakan Gas Chromatography. Hasil analisa menunjukkan penambahan ragi untuk fermentasi sebanyak 8% (berat menghasilkan etanol sebanyak 68,17% (berat dengan kadar 122,95 ppm. . Kata Kunci : Bioetanol, hidrolisa, sampah, sayuran, saccaromices cerevisiae

  19. PEMBUATAN BOILER BERPAMPLET PADA PENYULINGAN MINYAK SERAI DI DUSUN NGERIMPAK, TEMANGGUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thomas Aquino Bambang Irawan

    2017-05-01

    Full Text Available Ngerimpak terletak di Desa Lowungu, Kabupaten Temanggung. Daerah ini memiliki potensi untuk pengembangan tanaman serai dan nilam. Secara umum, minyak sereh dan minyak nilam yang dihasilkan oleh distilasi uap (metode penyulingan uap menggunakan boiler, tungku, pendingin, dan peralatan penyulingan. Petani Argomartani membutuhkan sentuhan teknologi karena produksi sereh dan minyak nilamnya memiliki hasil yang kecil. Dengan sentuhan teknologi akan meningkatkan perekonomian desa dan mendorong semangat kewirausahaan. Boiler adalah alat yang sangat penting untuk menghasilkan minyak serai dan minyak nilam dengan kualitas yang baik sesuai dengan standar perdagangan. Boiler yang kami buat adalah jenis boiler tabung air dengan banyak pamflet di dalamnya dalam rangka meningkatkan efisiensi dan bahan bakar penghematan energi. Boiler juga dilengkapi dengan manometer, katup pengaman, dan tingkat kontrol untuk menjaga keamanan, dengan penggunaan bahan bakar kayu.

  20. PEMAMFAATAN LIMBAH PERTANIAN UNTUK PEMBUATAN ARANG DENGAN PROSES PIROLISA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2013-06-01

    Full Text Available Sumber energi yang berasal dari fosil ( migas merupakan sumber bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Dimasa sekarang kebutuhan energi sangat meningkat dikarenakan jumlah penduduk semakin banyak dan revolusi Industri yang menuntut sumber energi semakin tinggi. Hal tersebut merupakan permasalahan yang sangat komplek dikarenakan bahan bakar migas semakin menipis. Pemecahan masalah diatas dapat diatasi dengan cara mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah pertanian yang diubah menjadi arang dengan proses pirolisa kemudian dijadikan briket. Pada pengujian ini penulis hanya menggunakan daun mahoni dan sekam padi sebagai bahan baku briket. Hasil yang didapat menunjukkan penggunaan briket sekam padi lebih optimal dibandingkan daun mahoni. Pada pemakaian sekam padi membutuhkan waktu 15 menit untuk mendidihkan air sedangkan daun mahoni membutukkan waktu 20 menit. Hal ini disebabkan suhu yang dihasilkan sekam padi lebih tinggi sehingga air cepat mendidih. Sekam padi mengandung selulosa yang lebih tinggi dibanding daun mahoni sehingga proses pembakaran lebih cepat.

  1. Economic dan Emission Dispatch pada Sistem Kelistrikan 500 kV Jawa-Bali Menggunakan Composite Generation Cost Function dengan Metode Cuckoo Optimization Algorithm

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Daya Juang Mahaputra

    2017-03-01

    Full Text Available Permintaan daya listrik yang terus bertambah menyebabkan daya listrik yang disuplai oleh pembangkit menjadi lebih besar. Kondisi beban yang harus disuplai pembangkit selalu berubah-ubah tiap waktunya, maka penyaluran energi listrik haruslah sesuai antara energi yang terbangkitkan oleh pembangkit dengan jumlah beban yang harus disuplai untuk memperoleh biaya pembangkitan yang paling ekonomis. Pada Tugas Akhir ini untuk mendapatkan biaya yang ekonomis akan dilakukan optimasi pembangkit sehingga didapatkan nilai pembangkitan yang paling optimal. Pengoptimalan pembangkit bertujuan untuk mendapatkan biaya operasional yang minimum tetapi tetap dapat memenuhi permintaan beban yang ada. Penggunaan generator dengan bahan bakar fosil dapat memberikan efek pencemaran lingkungan akibat emisi sisa dari pembakaran. Proses optimasi akan membuat jumlah bahan bakar yang digunakan dapat diminimalisir sehingga akan mengurangi emisi yang dihasilkan oleh pembangkit.

  2. Analisa Penerapan Sistem Hybrid Pada Kapal KPC-28 Dengan Kombinasi Diesel Engine dan Motor Listrik Yang Disuplai Dengan Batterai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tangguh Tangguh Bimantoro

    2014-03-01

    Full Text Available Teknologi Hybrid System Vessel akhir-akhir ini sedang menjadi bahasan yang sering dibicarakan di dunia pendidikan dan teknologi permesinan. Teknologi Hybrid System Vessel yang dimaksud adalah kapal yang berjalan dengan dua sumber tenaga, mesin yang bekerja dengan sumber tenaga bahan bakar dan motor listrik yang bekerja dengan sumber tenaga listrik. Oleh karena adanya permasalahan tersebut maka dikembangkanlah konsep system hybrid pada kapal.Hybrid ini mengacu teknologi pada mobil hybrid yang sudah dikembangkan sekarang, tujuan dari hybrid ini adalah sebagai penghematan BBM dan juga sebagai pereduksi emisi di system permesinan kapal.Penelitian ini menggunakan simulasi dengan software Maxsurf, kemudian dilakukan dengan metode perhitungan manual yang nantinya digunakan untuk menentukan jumlah batterai yang dibutuhkan pada penggerak motor induksi. Hasil dari penelitian ini berupa desain  Hybrid System kapal KPC – 28, serta hasil analisa Hybrid System di kapal apakah memberikan effisiensi bahan bakar yang cukup hemat dengan tanpa menggunakan Hybrid System pada mesin kapal tersebut.

  3. Growth performance of African catfish Clarias gariepinus cultured in biofloc system at high stocking density

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Petrus Hary Tjahja Soedibya

    2017-07-01

    Full Text Available ABSTRACT This study was aimed to analyze the growth performance of African catfish Clarias gariepinus cultured in the biofloc system at high stocking density. African catfish with an average weight of 1.85±0.09 g were cultured in four units of tarpaulin tank at a diameter of 1.72 m and a height of 1.05 m with a volume of ±2,000 L at the different density of 1,000 fish/m3; 1,500 fish/m3; 2,000 fish/m3; 2,500 fish/m3. During rearing period, fish were given the artificial feed with protein contents of 28.75% with the frequency of twice a day, as much as 3% of the body weight. The results showed that different treatment of high stocking density in the biofloc system had a significant effect on the absolute growth rate, lipid retention and energy retention (P<0.05 but not significant effect on daily growth rate. The results showed that the highest lipid retention and energy retention were found in the group of fish treated at a stocking density of 2,500 fish/m3 but declining protein retention and growth in fish occurred. The highest absolute growth rate and daily growth rate were shown by treatment with a stocking density of 1,500 fish/m3. Keywords: growth, stocking density, biofloc   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa pertumbuhan ikan lele dumbo Clarias gariepinus yang dipelihara pada sistem bioflok dengan padat penebaran tinggi.  Ikan uji memiliki berat rata-rata 1,85±0,09 g yang dipelihara pada kolam terpolin berdiameter 1,72 m dan tinggi 1,05 m dengan volume air ±2.000 L sebanyak empat unit dengan kepadatan yang berbeda yaitu 1.000 ekor/m3, 1.500 ekor/m3, 2.000 ekor/m3, 2.500 ekor/m3. Selama 40 hari masa pemeliharaan, ikan diberi pakan buatan berkadar protein 28,75% dengan frekwensi dua kali sehari, sebanyak 3% dari berat tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan padat penebaran tinggi pada sistem bioflok memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan mutlak, retensi lemak dan retensi

  4. SOF/Convention Force Light Footprint Interdependence in Asia and Beyond

    Science.gov (United States)

    2013-04-01

    the region.24 Further, the Indonesian Muslim cleric Abu Bakar Bashir, known as the spiritual leader of JI who carried out the 2002 Bali bombings ...Embassy Bombings in Africa in 1998, and the attack on the USS Cole in 2000. The US 9 was still supporting Security and Stability Operations Iraq...10 the operations chief for the shadowy militant group Jemaah Islamiah (JI), and has been named as a key suspect in a string of bombings across

  5. PRELIMINARY ASSESSMENT OF CADMIUM MOBILITY IN ...

    African Journals Online (AJOL)

    Preferred Customer

    Dundar, M.S.; Altundag, H. Eyupoglu, V.; Keskin, S.C.; Tutunoglu, C. Environ. Monit. Assess. 2012, 184, 33. 20. Kalhori, A.A.; Jafari, H.R.; Yavari, A.R.; Prohié, E.; Kokya, A.T. Int. J. Environ. Res. 2012,. 6, 185. 21. Nemati, K.; Bakar, N.K.A.; Abas, M.R.; Sobhanzadeh, E. J. Hazard. Mat. 2011, 192, 402. 22. Jain, C.K. Wat. Res.

  6. Studi Pendirian Pabrik Dimetil Karbonat di Blok Tangguh

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fajar Premana Putra

    2017-01-01

    Full Text Available Sejak adanya revolusi industry emisi dari gas CO2 semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dampak dari peningkatan emisi CO2 adalah global warming yang menyebabkan suhu bumi yang semakin meningkat. Terjadinya global warming juga menyebabkan berbagai bencana dan perubahan iklim. Bahan bakar cair seperti gasoline adalah jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan dalam bidang transportasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir emisi CO2 dari kendaraan serta mengurangi penggunaan bahan bakar fosil ialah dengan penambahan zat aditif yang memiliki kandungan oksingen tinggi (oxygenated compound pada bahan bakar cair seperti gasoline. DMC (Dimethyl Carbonate merupakan salah satu zat aditif yang dianggap mampu untuk menggantikan zat aditif karena DMC lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan zat aditif lainnya karena dapat mengurangi emisi hidrokarbon, CO, NOx dan partikel lainya. DMC juga memiliki kadar oksigen yang relatif tinggi (53,3 wt.%, tekanan uap rendah, nilai oktan campuran yang tinggi.Indonesia sendiri belum memiliki plant untuk menghasilkan DMC. Sehingga untuk dijadikan zat aditif maka produksi DMC dalam negeri harus ditingkatkan terlebih dahulu. Secara garis besar Pabrik DMC terdiri dari Purifikasi Gas Bumi, Sintesa Metanol, Purifikasi Metanol, Sintesa DMC, Purifikasi DMC. Dari studi yang dilakukan untuk Pabrik DMC dengan kapasitas 132,2 MMSCFD Gas Bumi masuk dibutuhkan investasi sebesar MUSD 369,1. Dari analisa ekonomi diperoleh: Internal Rate of Return : 26,49%; POT: 4,1 tahun; BEP : 67,8 %; dan NPV 10 year : MUSD 928,8. Dari keempat parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, kapasitas, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa keempatnya tidak memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR kilang. Sehingga Pabrik Dimetil Karbonat ini layak untuk didirikan.

  7. KINETIKA REAKSI HIDROLISIS

    OpenAIRE

    Megawati Megawati; Wahyudi Budi Sediawan; Hary Sulistyo; Muslikhin Hidayat

    2012-01-01

    Bio-etanol merupakan salah satu bahan bakar organik yang dapat diproduksi dari pati dan selulosa. Bahan berbasis selulosa dapat ditemukan dalam limbah organik, diantaranya: grajen kayu, ranting kering, daun kering, tongkol jagung, sekam padi dan lain-lain. Langkah-langkah penting pada produksi etanol dari lignoselulosa ialah hidrolisis untuk mengkonversi hemiselulosa dan selulosa menjadi gula, fermentasi gula untuk memproduksi etanol, dan pemurnian etanol. Penelitian ini mempelajari reaksi hi...

  8. Produksi Biogas dari Limbah Makanan melalui Peningkatan Suhu Biodigester Anearob

    OpenAIRE

    Purnomo, Agus; Mahajoeno, Edwi

    2010-01-01

    Isu lingkungan seperti pencemaran udara, pemanasan global, dan zero waste telah mendorong peningkatan perhatian pada sumber-sumber energi terbarukan. Harga bahan bakar minyak (fosil) yang semakin mahal menjadi salah satu alasan untuk memenuhi kebutuhan energi, salah satu diantaranya berupa biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi biogas dari limbah makanan dengan peningkatan suhu dalam biodigester anaerob.Penelitian dilaksanakan di Sub Laboratorium Biologi, UPT Lab. Pusat MI...

  9. ANALISIS SISTEM PENETAPAN FRANCHISE FEE DAN ROYALTY FEE PADA FRANCHISE BRC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Walid Darmawan

    2016-02-01

    Full Text Available Pada saat ini bisnis franchise atau waralaba di indonesia, semakin menjamur dan banyak diminati oleh masyarakat untuk mencari peluang baru, dari mulai waralaba lokal seperti Ayam bakar Wong Solo, Es Teller 77, Burger Mr.Edam,Alfa Mart, Indomart dan lain-lain. Sampai waralaba mancanegarapun semakin banyak diminati seperti KFC, Mc.Donalds, Hoka-Hoka Bento, Starbuck Coffiee dan lain sebagainya.DOI: 10.15408/aiq.v2i1.2472

  10. Pemanfaatan Emisi Gas Co2 Untuk Budidaya Spirulina Platensis Dalam Upaya Penurunan Gas Rumah Kaca (Grk)

    OpenAIRE

    Setiawan, Yusup; Surachman, Aep; Asthary, Prima Besty; Saepulloh

    2014-01-01

    Gas CO2 emisi boiler merupakan salahsatu Gas Rumah Kaca (GRK) harus diminimisasi emisinya ke atmosfir. Pada saat ini emisi boiler dibuang ke atmosfir belum termanfaatkan. Percobaan budi daya Spirulina platensis skala laboratorium dengan penambahan gas CO2 emisi boiler telah dilakukan. Emisi CO2 boiler berbahan bakar batubara industri kertas berbahan baku kertas bekas digunakan dalam percobaan ini. Gas CO2 emisi boiler ditambahkan ke dalam media tumbuh Spirulina platensis dengan laju alir 250 ...

  11. POTENSI PEKTIN KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca forma typica) UNTUK MENYERAP LOGAM BERAT KADMIUM (Cd)

    OpenAIRE

    Bana, Vera Stianita Sarce

    2015-01-01

    Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang sangat berbahaya dalam sistem lingkungan hidup. Kadmium biasanya dihasilkan melalui pabrik pupuk fosfat dan buangan dari industri yang menggunakan bahan bakar batu bara dan minyak. Penggunaan bahan biologis sebagai penyerap logam berat menjadi salah satu alternatif pengolahan limbah cair logam berat. Bahan biologis yang digunakan adalah pektin yang diekstrak dari kulit pisang kepok (Musa paradisiaca forma typica). Pektin mer...

  12. KEMAMPUAN PENYERAPAN TIMBAL (PB PADA BEBERAPA KULTIVAR TANAMAN PURING (CODIAEUM VARIEGATUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susi Sulistiana

    2015-04-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb yang terakumulasi pada pucuk, daun, dan batang tanaman puring, dan kemampuan 18 kultivar tanaman jalan puring dalam mengakumulasi Pb dari udara di lingkungan Perumahan Batan Indah, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Pengambilan sampel bersifat purposive sampling pada 2 titik lokasi pada jalan F, G, H, I, J, K, L, M, dan N (9 jalan. Masing-masing terdiri atas titik pertama, yaitu lokasi yang padat lalu lintas (sekitar 50 m dari jalan raya dan titik ke-dua, yaitu lokasi yang relatif sepi lalu lintas (sekitar 250 m dari jalan raya. Sehingga terdapat 18 sampel yang masing-masing terdiri atas pucuk, daun, dan batang tanaman puring. Penetapan kadar Pb dilakukan dengan menggunakan metode spektrometri pendar Sinar-X, dan dilanjutkan penentuan kandungan Pb dengan teknik kurva kalibrasi. Hasil penelitian menunjukkan penyerapan Pb tanaman puring pada lokasi padat lalu lintas lebih tinggi (pucuk: 18.78 µg/gr; daun: 26.89 µg/gr; dan batang: 102.15 µg/gr dibandingkan dengan lokasi yang sepi lalu lintas (pucuk: 13.93 µg/gr; daun: 21.07 µg/gr; dan batang: 68.43 µg/gr. Jumlah kultivar puring yang ditemukan berdasarkan identifikasi adalah13 kultivar. Bagian tanaman penyerap Pb paling baik adalah batang (220.67µg/gr, yaitu dari kultivar Pictum Spot yang berada di lokasi yang padat lalu lintas. Penyerap Pb yang terbaik pada pucuk (26 µg/gr dan daun (44.33µg/gr adalah dari kultivar Apel Malang.

  13. KONVERSI KATALITIK MINYAK SAWIT UNTUK MENGHASILKAN BIOFUEL MENGGUNAKAN SILIKA ALUMINA DAN HZSM-5 SINTESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjannah Nurjannah

    2012-02-01

    Full Text Available Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi terbarukan yang berasal dari alam dan dapat diperbaharui. Penggunaan bahan bakar minyak bumi, baik dari penggunaan berupa alat transportasi maupun dari penggunaan oleh industri sangat mencemari lingkungan karena tingkat polusi yang ditimbulkan sangat tinggi sehingga perlu mencari bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar gasoline, solar, dan kerosene dari minyak nabati. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu sintesa katalis dan proses katalitik cracking. Silika alumina disintesa menggunakan metode Latourette dan HZSM-5 disintesa menggunakan metode Plank. Hasil sintesa dikarakterisasi dengan Penyerapan Spektroskopi Atomis (AAS menunjukkan bahwa silika alumina dan HZSM-5 mempunyai Si/Al 198 dan 243. Luas permukaan  silika alumina dan HZSM-5 diperoleh dari analisa Brunauer Emmet Teller (BET yaitu 149,91-213,35 m2.g-1 dan ukuran pori rata-rata adalah 13oA. Perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed pada temperatur 350-500°C dan laju alir gas N2 100-160 ml.min-1 selama 120 min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang diperoleh untuk katalis HZSM-5 fraksi gasoline dengan yield tertinggi 28,87%, kerosene 16,70%, dan diesel 12,20%  pada suhu reaktor 4500C dan laju gas N2 100 ml/menit.

  14. PENGARUH PENGGUNAAN ENERGY SAVING DEVICE PADA PROPELLER B4 55 DENGAN METODE CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Trimulyono

    2013-10-01

    Full Text Available Tingginya harga bahan bakar semakin mendorong pelaku industri khususnya pemilik kapal melakukan penghematan konsumsi bahan bakar dan cara yang cukup efektif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar tersebut adalah dengan menambah instalasi alat yang disebut Energy Saving Device (ESD pada propeller dengan tujuan meningkatkan efisiensi propulsi.   Beberapa desain  ESD propeller yang telah dikembangkan yakni Ducted Propellers (Kort Nozzel propeller, dan Propeller Boss Cap Fins (PBCF. Perbedaan jenis Energy Saving Device (ESD mengindikasikan perubahan gaya torque dan thrust yang berbeda sehingga penulis disini ingin menganalisa pengaruh instalasi Energy Saving Device (ESD  pada propeller terhadap torque dan thrust yang dihasilkan sehingga dapat diketahui jenis ESD dengan performa paling optimal dengan bantuan paket program CAD (Computer Aided Design serta CFD (Computational Fluid Dynamics. Hasil analisa dengan menggunakan RANS software CFD menunjukkan akibat penambahan instalasi Energy Saving Device (ESD  pada propeller, terjadi perubahan bentuk aliran fluida, yang berpengaruh pula terhadap nilai thrust dan torque yang dihasilkan. Gaya thrust yang terjadi pada pada PBCF Propeller adalah sebesar 8.70E+05 N, dengan Torque 7.18E+05, sedangkan thrust pada Nozzle Propeller adalah sebesar 1.18E+06 dengan Torque 9.86E+05

  15. RANCANG BANGUN ALAT DEHYDRATOR BIOETANOL UNTUK MENGHASILKAN FUEL GRADE ETHANOL (FGE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rochmad Winarso

    2015-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Bioethanol merupakan salah satu bahan bakar alternatif dengan sumber bahan baru yang dapat diperbarui. Bioethanol dapat menjadi bahan bakar alternatif bila mempunyai konsentrasi lebih dari 99% yang dikenal dengan nama Fuel Grade Ethanol. Proses pembuatan Fuel Grade Ethanol menggunakan metode pemisahan lanjut diantaranya adalah dengan metode distilasi azeotrop, pervorasi membran, dan adsorbsi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengujian mesin dehydrator bioethanol yang bekerja dengan metode absorbsi. Mesin dehydrator ini menggunakan zeolit syntetis dengan ukuran 3 A yang sebelumnya telah dikembangkan. Pengembangan ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: (1 Tahap perancangan (desain alat dehydrator biorthanol; (2 Tahap pembuatan alat dehydrator berdasarkan spesifikasi yang telah ditetapkan ; (3 Pengujian alat dehydrator yang berorientasi hasil yaitu bioetanol minimal berkadar sekitar 99%. Mesin destilator bioetanol yang telah dikembangkan mempunya spesifikasi sebagai berikut: dimensi tangki bahan baku tingginya adalah 250 mm dengan diameter 300 mm, Bagian tabung I terbuat dari pipa stainless steel dengan diameter 100 mm dan tinggi 600 mm. Tebal dari pipa tersebut adalah 2 mm. Tabung II terbuat dari stainless steel yang mempunyai diamater 100 mm dan tinggi 300 mm dengan ketebalan 2 mm. Kondensor berdiameter 100 mm dan tinggi 600 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mesin yang sudah dikembangkan ini mampu menghasilkan Fuel Grade Ethanol dengan kadar lebih dari 99%. Kata kunci: dehydrator, bioethanol, fuel grade ethanol, bahan bakar alternatif.

  16. Kontribusi Perempuan Parengge-Rengge dalam Ekonomi Keluarga

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fatimah Depi Susanti

    2013-06-01

    Full Text Available Kontribusi perempuan dalam usaha kecil tidak dapat diabaikan. Selain ulet, perempuan juga sangat disiplin dalam menjalankan usaha. Tingginya tingkat kebutuhan ekonomi dan rendahnya tingkat pendapatan keluarga menyebabkan perempuan yang seharusnya menjadi ibu dan mengurus rumahtangga, harus terjun yang sifatnya sederhana, padat karya, dan umumnya merupakan perluasan dari pekerjaan rumahtangga, dapat memberikan peluang usaha bagi perempuan, yang sesuai dengan peran domestiknya sehari-hari. Di samping itu, usaha kecil juga dapat menyerap tenaga kerja perempuan, memacu perkembangan ekonomi dan pada akhirnya dapat berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.

  17. INVENTARISASI JENIS ARTHROPODA DAN ECHINODERMATA DI ZONA PASANG SURUT TIPE SUBSTRAT BERBATU PANTAI GATRA KABUPATEN MALANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arindra Trisna Widiansyah

    2016-07-01

    Pantai Gatra merupakan salah satu ekowisata pantai di Kabupaten Malang yang memiliki zona pasang surut dengan substrat dominan batu. Substrat berbatu merupakan daerah yang paling padat makroorganismenya. Arthropoda dan Echinodermata mempunyai peranan penting dari segi sumber makanan maupun ekologi. Mengingat belum adanya pelaporan jenis Arthropoda dan Echinodermata di zona pasang surut Pantai Gatra, maka dilakukan penelitian inventarisasi di daerah ini. Tujuan penelitian ini adalah invetarisasi jenis Arthropoda dan Echinodermata. Hasil penelitian tentang inventarisasi jenis Arthropoda dan Echinodermata di zona pasang surut pantai Gatra Kabupaten Malang, secara keseluruhan ditemukan 14 jenis, 13 genus, dan 11 famili dari filum Arthropoda dan Echinodermata.

  18. REAKTOR INNOVATIVE MOLTEN SALT (IMSR DENGAN SISTEM KESELAMATAN PASIF MENYELURUH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-04-01

    Full Text Available Pengembangan Teknologi Reaktor Nuklir pada masa mendatang mengarah pada peningkatan aspek keselamatan, peningkatan pendayagunaan bahan bakar, reduksi limbah radioaktif, ketahanan terhadap proliferasi bahan-bakar nuklir dan peningkatan aspek ekonomi. reaktor Innovative Molten Salt (IMSR adalah reaktor nuklir yang menggunakan bahan bakar cair berupa garam lebur fluoride (7LiF-ThF4-UF4-MaFx. Reaktor IMSR didesain sebagai reaktor pembiak termal, yaitu membiakkan U-233 dari Th-232. Hal ini untuk menjawab permasalahan sustainabilitas ketersedian sumber daya bahan bakar nuklir dan reduksi limbah radioaktif. Dalam aspek keselamatan, desain reaktor IMSR memiliki sifat inherent safe, yaitu koefisien umpan balik daya yang negatif serta memiliki fitur-fitur keselamatan pasif. Fitur-fitur keselamatan pasif terdiri dari sistem shutdown pasif, sistem pendinginan pasif pasca shutdown serta sistem pendinginan pasif untuk produk fisi. Kecelakaan yang berpotensi terjadi pada IMSR, yaitu kecelakaan kehilangan aliran bahan bakar, kecelakaan kehilangan aliran pendingin, kecelakaan kehilangan kemampuan pengambilan kalor serta kecelakaan kerusakan integritas sistem reaktor, dapat ditangani sepenuhnya secara pasif hingga mencapai kondisi shutdown selamat. Kata kunci: keselamatan pasif, inherent safe, IMSR   The next Nuclear Reactor Technology developments are directed to the increasing of the aspects of safety, fuel utility, radioactive waste reduction, proliferation retention and economy. Innovative Molten Salt Reactor (IMSR is a nuclear reactor design that uses fluoride molten salt (7LiF-ThF4-UF4-MaFx. IMSR is designed as a thermal breeder reactor, i.e. to produce U-233 from Th-232. This is the answer of natural nuclear fuel sustainability and radioactive waste problems. In term of safety aspect, IMSR design has inherent safe characteristics, i.e. negative power feedback coefficient, and passive safety features. The passive safety features are passive shutdown

  19. PENGELOLAAN LIMBAH PETERNAKAN SAPI UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI PADA KELOMPOK TERNAK PATRA SUTERA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danang Dwi Saputro

    2014-02-01

    Full Text Available Kelompok ternak Patra Sutera di Desa Ledok Kecamatan Sambong Kabupaten Blora yang berdiri pada tahun 2013 telah mempunyai sapi 8 ekor yang berada di kandang komunal yang dikelola oleh 6 anggota kelompok. Dalam satu hari setiap ekor sapi dapat menghasilkan limbah padat sebanyak 20-30 kg dan limbah cair sebanyak 100-150 liter yang selama ini belum dikelola dengan baik. Limbah dari kegiatan ternak belum terolah dengan baik dan dibuang ke lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat sekitar kandang. Salah satu cara untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan memberikan pelatihan keterampilan atau pendampingan bagaimanakah teknik pembuatan pupuk organic dan reaktor biogas sederhana, mengoperasikan, serta memanfaatkan gas yang dihasilkan. Dalam kegiatan ini akan diberikan pelatihan keterampilan bagaimana cara mengolah limbah ternah untuk dijadikan pupuk dan pestisida organik,serta pengelolaan biodigester. Dari kegiatan ini Anggota kelompok ternak Patra Sutera mendapat pengetahuan dan mengolah limbah kotoran ternak (padat dan cair yang keliar dari biodigester menjadi pupuk yang lebih bermanfaat.

  20. THE INSECT GROWTH REGULATOR, TRIFLUMURON (OMS-2015 AGAINST AEDES AEGYPTI IN JAKARTA, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Soekirno

    2012-09-01

    Full Text Available Uji laboratorium dan lapangan dengan IGR Triflumuron (OMS-2015 terhadap larva nyamuk Aedes aegypti telah dilakukan di Jakarta. Uji laboratorium dilakukan dengan 6 variasi dosis, yaitu 0,004; 0,011; 0,034; 0,10; 0,33 dan 1,0 ppm Triflumuron terhadap perkembangan larva nyamuk Ae. aegypti di dalam tempayan. Dari uji laboratorium dapat diketahui bahwa Triflumuron dengan dosis 0,004 ppm dapat menekan perkembangan pupa untuk menjadi dewasa dalam waktu 2 minggu, sedangkan dosis 0,10 ppm menekan padat populasi nyamuk Ae. aegypti selama 4 minggu dan dosis 1,0 ppm menekan padat populasi nyamuk Ae. aegypti selama 8 minggu. Uji lapangan dengan menggunakan Triflumuron di daerah pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, seluas 27 hektar dengan dua kali perlakuan, dengan dosis 0,042 dan 0,075 ppm, terjadi penurunan populasi nyamuk Ae. aegypti dewasa dan indeks pupa menjadi 0 dalam 4 hari setelah perlakuan. Penurunan populasi nyamuk Ae. aegypti dewasa terlihat setelah 2 minggu se­sudah perlakuan dengan tidak berhasilnya larva/pupa menjadi nyamuk dewasa. 

  1. PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK VISUALISASI HASIL PEMINDAIAN OPTIS TRIANGULAR DENGAN PEMANGKASAN OBJEK TIGA DIMENSI BERBASIS PARTISI OCTREE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rully A. Hendrawan

    2006-01-01

    Full Text Available Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 Perkembangan mesin pemindai tiga dimensi memungkinkan perngarsipan substansi fisik dari dokumen tiga dimensi. Tentunya agar data hasil pengarsipan ini dapat dinikmati oleh banyak orang, maka diperlukan sebuah media untuk mempublikasikan arsip-arsip tersebut. Komputer personal yang ada saat ini adalah salah satu alternatif yang memungkinkan. Arsip-arsip digital tersebut pada saat ini umumnya adalah sebuah model 3-D dalam bentuk kumpulan mesh (permukaan yang dibangun dari poligon yang padat poligon, bentuk geometri ini disimpan dalam suatu file berformat PLY. File ini nantinya akan dibaca dan divisualisasikan dengan bantuan OpenGL. Untuk memperlancar pengontrolan model dilakukan pemisakan antara proses visualisasi ketika sebuah model sedang dikontrol dan setelah selesai. Bentuk sederhana dari model tersebut ditampilkan ketika model sedang dikontrol, setelah selesai baru digambar bentuk asli dari model tersebut. Selain itu dilakukan juga pemangkasan bagian-bagian yang berada diluar batas pandang berbasis sel dengan menggunakan struktur data Octree untuk mempartisi ruang. Perangkat lunak ini dapat memvisualisasikan struktur geometri dari sebuah model tanpa mempedulikan substansi permukaannya. Ketika model hanya tampak sebagian saja, proses visualisasi akan lebih cepat karena dilakukan pemangkasan pada bagian yang tidak tampak. Partisi ruang dengan menggunakan struktur data Octree mengurangi kompleksitas pada saat proses pemangkasan karena pengecekan terhadap batas pandang bukan dilakukan per poligon namun per partisi secara hirarki. Kata Kunci : Visualisasi 3D, Mesh Padat Poligon, Render, Octree.

  2. Rearing of Milkfish, Chanos Chanos, in Net Cages at Sea at Various Stocking Densities

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusman Sumawidjaja

    2007-08-01

    Full Text Available ABSTRACTStocking rate of milkfish, Chanos chanos, from 75 to 225 fish/m3  or from 1,33 to 3,98 kg/m3  did not affect the growth rate, survival rate, feeding efficiency, and final length and weight of fish, each at 2,32%/day, 81,8%, 63,8%, and 185,2 mm and 64,0 g respectively. Final biomass (Y increased from 3,66 to 12,05 kg/m3 with the increase of stocking rate (X with Y = 0,056 X-0,45 (p<0,05.Key words :   Milkfish, Chanos chanos, floating net cage, stocking density. ABSTRAKPadat penebaran ikan bandeng, Chanos chanos, dari 75 hingga 225 ekor/m3 atau dari 1,33 hingga 3,98 kg/m3 tidak mempengaruhi laju pertumbuhan, kelangsungan hidup, efisiensi pemberian pakan serta panjang dan bobot ikan akhir, masing-masing dengan rata-rata 2,32%/hari, 81,8%, 63,8%, 185,2 mm dan 64,0 g. Biomasa akhir (Y meningkat dari 3,66 hingga 12,05 kg/m3 dengan meningkatnya padat penebaran (X dengan persamaan Y = 0,056 X -0,45 (p<0,05.Kata kunci :  Ikan bandeng, Chanos chanos, keramba jaring apung, padat penebaran

  3. ANALISIS PERUBAHAN MASSA BAHAN FISIL DAN NON FISIL DALAM TERAS PWR 1000 MWe DENGAN ORIGEN-ARP 5.1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anis Rohanda

    2015-03-01

    Full Text Available Teras reaktor merupakan tempat terjadinya reaksi pembelahan (fisi yang terkendali. Komponen reaktor seperti bahan bakar, kelongsong (cladding dan air pendingin memiliki peranan penting dalam keberlangsungan reaksi fisi. Reaksi fisi mengakibatkan terbentuknya sejumlah nuklida hasil fisi dan hasil aktivasi. Hasil fisi berasal dari reaksi tangkapan neutron termal dengan bahan fisil sedangkan hasil aktivasi berasal dari interaksi bahan non fisil seperti material kelongsong dan pendingin oleh neutron dan gamma. Pada setiap pengoperasian suatu reaktor, informasi perubahan massa bahan fisil dan non fisil sangat berguna untuk manajemen bahan bakar dalam teras, seperti pengaturan reaktivitas, optimasi dan pemuatan bahan bakar. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai perubahan bahan fisil dan non fisil tersebut dalam teras reaktor. Hal ini dapat dilakukan dengan mengamati perubahan massa dari material dalam teras reaktor. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan massa unsur penyusun material dalam teras, seperti massa dari unsur penyusun elemen bahan bakar nuklir, kelongsong dan air pendingin setelah digunakan dalam teras. Dari perubahan massa tersebut dapat diketahui fraksi bakar atau tingkat konsumsi bahan bakar yang digunakan. Penelitian dilakukan pada basis reaktor PLTN tipe PWR buatan pabrikan asal Amerika Serikat berdaya 1000 MWe dengan menggunakan code penghitung inventori hasil fisi ORIGEN-ARP 5.1, yaitu versi terbaru dari ORIGEN dengan library khusus reaktor daya. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahan fisil U-235 mengalami pengurangan massa hingga 58% atau lebih dari separuhnya dari massa U-235 awal untuk tiap kali siklus operasi. Bahan fertil U-238 hanya mengalami pengurangan massa sekitar 2% dari massa awalnya tiap kali siklus operasi. Lain halnya dengan bahan non fisil yang mengalami perubahan massa yang berbeda-beda untuk tiap kali siklus operasinya yang tergantung pada tampang lintang aktivasi serta laju peluruhan dan

  4. Pembuatan Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit melalui Proses Hydrocracking dengan Katalis Ni-Mg/γ-Al2O3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anindita Pramesti Putri Nugroho

    2014-09-01

    Full Text Available Keterbatasan bahan bakar fosil sebagai salah satu sumber energi yang tidak dapat diperbarui di Indonesia menjadikan wacana untuk menciptakan sumber energi alternatif dari bahan baku lain yang jumlahnya masih melimpah dan dapat diperbarui. Salah satu sumber energi alternatif tersebut adalah bahan bakar nabati. Biofuel atau bahan bakar nabati sering disebut energi hijau karena asal-usul dan emisinya bersifat ramah lingkungan dan tidak menyebabkan peningkatan pemanasan global secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan biofuel melalui proses hydrocracking minyak kelapa sawit dengan katalis Ni-Mg/γ-Al2O3, mempelajari pengaruh komposisi katalis, waktu, dan suhu terhadap yield biofuel serta mempelajari kondisi operasi terbaik pembuatan biofuel. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu sintesis katalis, karakterisasi katalis, dan proses hydrocracking. Penentuan katalis terbaik melalui proses hydrocracking pada suhu 330oC waktu 60 menit untuk % loading Ni 1%, 5%, 10%, 15%, dan 20% diperoleh katalis Ni-Mg/γ-Al2O3 15% yang menghasilkan yield gasoline tertinggu yaitu 44,819%. Katalis terbaik dikarakterisasi dengan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS dan titrimetri menghasilkan rasio Ni/Mg sebesar 13,5/4,71. Luas permukaan katalis terbaik berdasarkan analisis Brunaur Emmet Teller (BET yaitu 77.746 m2/g. Katalis Ni-Mg/γ-Al2O3 15% yang menghasilkan yield gasoline tertinggi digunakan untuk proses hydrocracking dengan variasi waktu dan temperatur. Hasil yang diperoleh untuk katalis Ni-Mg/γ-Al2O3 15% yield terbaik fraksi gasoline 46,333% pada suhu 360oC waktu 120 menit, yield terbaik kerosene 39,177% pada suhu 300oC waktu 120 menit, dan yield terbaik solar 63,213% pada suhu 300oC waktu 30 menit.

  5. PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA UNTUK AMPAS TEBU (Studi Kasus di Pabrik Gula Madukismo, Yogyakarta The Development of Life Cycle Assessment (LCA Software for Bagasse (A Case Study at Madukismo Sugar Mill, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosmeika Rosmeika

    2012-05-01

    Full Text Available This study was conducted to develop software which can process data to be information of bagasse life cycle assess- ment (LCA. This study was done by collecting data of sugarcane process production and the utilization of bagasse as a boiler fuel at Madukismo Sugar Mill, Yogyakarta. Data analysis utilized the LCA standard analysis based on ISO14040 series. LCA software which has been developed can be applied in a simulating for condition of energy input, energy output, emission and its impact of bagasse life cycle in the sugarcane industry. The analysis results using LCA software showed that the energy input at the mill and boiler station in Madukismo Sugar Mill was higher than energy output, and bagasse utilization as a boiler fuel was more environmental friendly than fossil fuel. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu perangkat lunak yang dapat mengolah data menjadi informasi mengenai Life Cycle Assessment (LCA dari ampas tebu. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data pada proses produksi gula tebu dan pemanfaatan ampasnya untuk bahan bakar ketel uap di Pabrik Gula Madukismo, Yog- yakarta. Analisis data menggunakan standar analisis LCA berdasarkan ISO seri 14040. Perangkat Lunak LCA yang dikembangkan dapat digunakan untuk melakukan simulasi kondisi dalam input dan output energi, serta emisi dan dampak yang mungkin ditimbulkan dalam proses daur hidup ampas tebu pada industri gula. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak LCA menunjukan bahwa input energi di stasiun gilingan dan stasiun ketel PG Madukismo lebih besar dibandingkan output energinya, dan pemanfaatan ampas tebu sebagai bahan bakar lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.

  6. Karakterisasi Unjuk Kerja Diesel Engine Generator Set Sistem Dual Fuel Solar-Syngas Hasil Gasifikasi Briket Municipal Solid Waste (MSW Secara Langsung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Rizkal

    2017-01-01

    Full Text Available Sejalan dengan semakin banyaknya kebutuhan energi untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar maka perlu adanya pengembangan gas biomassa sebagai bahan bakar alternatif pada motor pembakaran dalam maka akan dilakukan penelitian mengenai aplikasi sistem dual fuel gas hasil gasifikasi biomassa municipal solid waste (msw pada sistem downdraft dengan minyak solar pada motor diesel stasioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar solar yang tersibtitusi dengan adanya penambahan syngas yang disalurkan secara langsung. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan proses pemasukan aliran syngas yang dihasilkan downdraft municipal solid waste (MSW kedalam saluran udara mesin diesel generator set secara langsung menggunakan sistem mixer. Pengujian dilakukan dengan putaran konstan 2000 rpm dengan pembebanan bervariasi dari 200 watt sampai dengan 2000 watt dengan interval 200 watt. Bahwa produksi syngas dari reaktor gasifikasi ditambahkan sistem bypass untuk mengetahui kesesuaian antara reaktor gasifikasi dan mesin generatorset data ṁ syngas yang dibutuhkan mesin diesel, ṁ syngas yang di bypass untuk mendapatkan kesesuaian antara produksi syngas dan yang di bypass.  Data-data yang diukur dari penelitian ini menunjukkan bahwa besar nilai mass flowrate gas syngas yang dibutuhkan mesin diesel pada AFR reaktor gasifier 1,39 sebesar 0,0003748 kg/s. Mass flowrate gas syngas yang di bypass menunjukkan nilai 0 pada saat sistem dijalankan karena seluruh gas syngas masuk kedalam ruang bakar. AFR rata-rata sebesar 14,54 ,Nilai Spesifik fuel consumption (sfc mengalami peningkatan 68% dari kondisi standar single fuel , Nilai efesiensi thermal mengalami kenaikan sebesar 7% dari kondisi single fuel, Nilai daya rata-rata sebesar 2,28kW, Nilai torsi rata-rata sebesar 10,94 N.m. Solar yang tersibtitusi sebesar 48%. Nilai temperatur (coolant, mesin, oil, dan gas buang pada setiap pembebanan mengalami kenaikan.

  7. Desain Rantai Pasok Gas Alam Cair (LNG untuk Kebutuhan Pembangkit Listrik di Indonesia Bagian Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Made Arya Satya Dharma Putra

    2017-01-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara yang memiliki gas alam yang melimpah, namun kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan gas tersebut untuk kebutuhan listrik di Indonesia yang sekarang sedang dalam krisis terutama di Indonesia Timur. Salah satu penyebab krisis tenaga listrik yang terjadi di Indonesia adalah tingginya nilai harga bahan bakar minyak, dimana High Speed Diesel Oil merupakan bahan bakar utama bagi pembangkit listrik di Indonesia. Gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG dapat menjadi solusi alternatif bahan bakar bagi pembangkit listrik di Indonesia.Studi kali ini bertujuan untuk pemanfaatan gas alam cair (LNG untuk kebutuhan pembangkit listrik di Indonesia Timur dengan menentukan pola distribusi LNG dengan menggunakan Blok Masela sebagai sumber LNG dan menggunakan kapal untuk mendistribusikannya. Terdapat 39 pembangkit yang tersebar di 4 pulau yaitu Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Kapal yang digunakan untuk mendistribusikan terdapat 5 kapal dengan ukuran 2500 m3, 7500 m3, 10000 m3, 19500 m3, 23000 m3. Untuk mendapatkan rute distribusi, studi ini menggunakan metode Linear Programing dan dalam Vehicle Routing Problem. Hasil optimasi pada distribusi ini adalah rute dan kapal yang optimal / terbaik dengan biaya ekonomi yang minimal.Dari hasil penelitian ini pembangkit akan dibagi menjadi 5 cluster dimana terdapat 5 rute yang terpilih dengan menggunakan 6 kapal yaitu 5 kapal ukuran 2500 m3 dan 1 kapal dengan ukuran 7500m3. Biaya total yang diperlukan dalam mendistribusikan LNG sebesar US$ 111,863,119.15 untuk Opex dan US$ 283,967,000.00 untuk Capex. Hasil dari kajian ekonomi menunjukan bahwa margin penjualan yang terpilih adalah antara US$ 3.5 sampai US$ 3.9 dengan payback period selama 6.8 – 4.7 tahun tahun dari waktu operasi 20 tahun.

  8. ANALISA LAJU KOROSI PADA PUMP IMPELLER DI INDUSTRI PERTAMBANGAN BATU BARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Puguh Ogi Nur Rachman

    2016-02-01

    Full Text Available Korosi merupakan kerusakan material logam yang disebabkan reaksi antara logam dengan lingkungannya yang menghasilkan oksida logam dan sulfida logam atau hasil reaksi lainnya yang lebih dikenal sebagai pengkaratan. Stainless steel merupakan jenis baja yang tahan terhadap korosi karena memiliki unsur paduan minimal 18% chrom (Cr dan 8% nikel (Ni.Penelitian ini menggunakan tahanan polarisasi dengan menggunakan software 342 Sotcorr Corrosion Meansurement software yang dilengkapi dengan Potensiostat/Galvanostat 273, lalu dilakukan uji foto optik dengan pembesaran 50 kali, untuk mengetahui permukaan spesimen dengan perbesaran struktur pada stainless steel 304 tersebut. Objek penelitian menggunakan stainless steel 304 dengan ukuran spesimen 10 mm sebanyak 3 kali pengujian. Stainless steel AISI 304 mempunyai nilai masa jenis 7,94 gr/cm² dan berat ekuivalen 25,12 gr.Hasil dari metode tahanan polarisasi pada sample pertama didapatkan potensial korosi -336,54 mV dan laju korosi 0,0201 mpy, pada sample kedua potensial korosi -359,25 mV dan laju korosi 0,0266 mpy, selanjutnya pada sample terakhir didapatkan potensial korosi -353 mV dan laju korosi 0,0221 mpy

  9. ANALISIS KEBERADAAN BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK 2D DI LOKASI X KABUPATEN LAMANDAU KALIMANTAN TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Hasan Basri

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak. Bijih besi adalah salah satu bahan tambang yang sangat dicari karena bernilai ekonomis tinggi. Lamandau merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dengan potensi Bijih besi yang besar. Penelitian dengan menggunakan metode Geolistrik 2D konfigurasi dipole-dipole dimaksudkan untuk mengetahui batuan yang berasosiasi dengan Bijih besi. Pemboran dimaksudkan untuk mengetahui jenis litologi di lokasi penelitian secara detail dan analisis laboratorium menggunakan AAS dimaksudkan untuk mengetahu kadar Fe yang terdapat pada Bijih besi di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil Geolistrik dan pemboran ditemukan adanya endapan Bijih besi sekunder pada daerah penelitian berupa lempung laterit yang mengandung fragmen batuan beku dan kerikil oksida besi. Bijih besi di lokasi X Kabupaten Lamandau termasuk golongan Bijih besi laterit dengan resisitivitas 1698–5500 Ohm meter dan kadar Fe sebesar 38,37%. Secara umum Bijih besi laterit berada pada kedalaman 0-10 meter dari permukaan dan tersebar di tengah daerah penelitian dengan orientasi Barat daya-Timur laut. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui volume Bijih besi pada daerah penelitian sebesar 151.151 m3.   Kata Kunci : Bijih besi, Geolistrik,  Lamandau

  10. Perusakan Hutan Mangrove dan Penularan Malaria

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh. Sudomo

    2012-09-01

    Full Text Available Hutan mangrove di Indonesia mempunyai luas sekitar 4,25 juta hektar, yang tersebar di sepanjang pantai pulau-pulau besar. Kurang lebih 70% dari hutan mangrove yang ada di Indonesia tertetak di Irian Jaya dan masih dalam keadaan bagus, belum dijamah manusia. Sedangkan di Jawa, Sumatera dan Sulawesi Selatan hutan mangrove telah rusak dan dalam keadaan kritis.Hutan mangrove mempunyai berbagai macam fungsi yang semuanya sangat menguntungkan manusia, antara lain sebagai penahan erosi pantai, penahan angin, sumber bahan bakar dan bangunan, tempat pemijahan ikan, udang dan tempat besarangnya berbagai biota laut lainnya seperti kerang dan kepiting.

  11. ANALISIS PARAMETER KINETIK DAN TRANSIEN TERAS KOMPAK REAKTOR RSG-GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Kuntoro

    2015-04-01

    Full Text Available Dalam rangka meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar reaktor RSG-GAS telah dilakukan studi penentuan teras kompak. Hasil perhitungan parameter neutronik menunjukkan bahwa teras kompak dengan menutup empat fasilitas iradiasi (IP dengan elemen bakar dapat meningkatkan siklus operasi 23,6 %. Selanjutnya perlu dilakukan penentuan parameter kinetik dan analisis transien teras kompak untuk mengetahui keselamatan operasi reaktor. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program WIMS/D4 untuk generasi konstanta difusi sel elemen bakar dan MTRDYN untuk menentukan parameter kinetik dan analisis transien. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa harga fraksi neutron kasip total teras kompak naik 2 % dan umur neutron serempak turun 8,3 % dibandingkan dengan teras setimbang. Temperatur maksimum bahan bakar saat transien pada daya awal 1 W adalah 71,64 0C dan pada daya 1 MW adalah 129,60 0C. Hasil ini menunjukkan bahwa teras kompak RSG-GAS aman digunakan sebagai teras alternatif. Kata kunci: parameter kinetik, transien, reaktor   For increasing the efficiency of fuel element of the RSG-GAS reactor, some alternative configuration has been searched to obtain a compact core configuration. Calculation result of the neutronics parameters that the compact core with insertion fuel element to all irradiation facility (IP can increase operation cycle length to about 23.6 %. Then, it is necessary to calculate the kinetic parameters and transient analysis of the compact core to verify the reactor operation safety. Calculations were performed by means of WIMS/D4 and MTRDYN code for generation of cell diffusion constants and for kinetic parameters and transient analysis respectively. The result showed that the total delayed neutron fraction of compact core increases by 2 % and the prompt neutron lifetime decreases 8.3 % compared to the equilibrium core. Maximum temperature of the fuel element at transient at initial power of 1 W is 71.64 0C and at the power 1 MW is 126

  12. REAKSI KATALITIS ESTERIFIKASI ASAM OLEAT DAN METANOL MENJADI BIODIESEL DENGAN METODE DISTILASI REAKTIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-01-01

    Full Text Available Biodiesel is an alternative diesel fuel that is produced from vegetable oils and animal fats. Generally, it is formed by trans etherification reaction of triglycerides in the vegetable oil or animal fat with an alcohol. In this work, etherification reaction was carried out using oleic acid, methanol and sulphuric acid as a catalyst by reactive distillation method. In order to determine the best conditions for biodiesel production by reactive distillation, the experiments were carried out at different temperature (1000C, 1200C, 1500C and 1800C using methanol/oleic acid molar ratios (1:1, 5:1, 6:1, 7:1, 8:1, catalyst/ oleic acid molar ratios (0.5%wt, 1%wt, 1.5%wt and 2%wt and reaction times (15, 30, 45, 60, 75 and 90 minutes. Result show that at temperature 1800C, methanol/oleic acid molar ratio of 8:1, amount of catalyst 1% for 90 minute reaction time gives the highest conversion of oleic acid above 0.9581. Biodiesel product from oleic acid was analyzed by ASTM (American Standard for Testing Material. The results show that the biodiesel produced has the quality required to be a diesel substitute. Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil yang diproduksi dari bahan baku minyak nabati dan lemak hewan. Secara umum biodiesel diproduksi melalui reaksi transesterifikasi minyak nabati atau lemak hewan dan alkohol. Pada penelitian ini proses esterifikasi pada pembuatan biodiesel menggunakan bahan baku asam oleat murni (99%, metanol dan katalis asam sulfat dengan metode distilasi reaktif. Distilasi reaktif merupakan penggabungan antara proses reaksi dan proses pemisahan dalam satu unit proses sehingga memungkinkan diperoleh biodiesel dengan kemurnian yang tinggi. Variabel yang dipelajari pada penelitian ini adalah temperatur (1000C, 1200C, 1500C, 1800C, jumlah katalis H2SO4 (0,5% berat, 1% berat, 1,5% berat, 2% berat, rasio metanol : asam oleat dinyatakan 1:1, 5:1, 6:1, 7:1, 8:1 (dalam % berat terhadap konversi

  13. KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ANTIBAKTERI HASIL PURIFIKASI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. Physicochemical and Antibacterial Properties of Degummed Calophyllum inophyllum L. Seed Oil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sawarni Hasibuan

    2013-11-01

    Full Text Available The high solid fraction in Calophyllum seed oil causes Calophyllum biodiesel-oil produced has a high viscosity, high acid value, high cloud point, and other negative influences that is difficult to meet the biodiesel standard SNI 04-7182-2006. This underlies the need to increase the added value of solid fraction Calophyllum seed oil, such as healthy soap. This research was aimed to purification, fractionation, and characterization of fatty acid component as well as the antibacterial and antioxidant owned. So that Calophyllum seed oil may be considered for healthy soap application. The design used in the purification process is factorial completely randomized design, consisting of three factors, namely acid phosphate concentration, temperature and heating time. Based on the research, it resulted in the best treatment for Calophyllum seed oil’s purification was reached by using 0,2% H3PO4  20% at 80  C for 15 minutes. Major fatty acid component in Calophyllum seed oil purification results are palmitic acid, stearic acid, oleic acid and linoleic acid that reached 98,19 percent of the total fatty acids. The results showed that the Calophyllum oil contains components steroids, flavonoids, saponins, and triterpenoids and has an antibacterial effect against Staphylococcus aureus but instead to Escherichia coli. Keywords: Calophyllum inophyllum,  purification, solid fraction, antibacterial, antioxidant Tingginya fraksi padat pada minyak biji nyamplung menyebabkan biodiesel nyamplung yang dihasilkan memiliki viskositas tinggi, bilangan asam tinggi, titik kabut tinggi, dan pengaruh buruk lainnya sehingga sulit memenuhi standar biodiesel SNI 04-7182-2006. Hal ini mendasari perlunya peningkatan nilai tambah fraksi padat minyak biji nyamplung. Tujuan penelitian adalah melakukan purifikasi, fraksinasi, dan karakterisasi minyak biji nyamplung. Karakterisasi dilakukan terhadap komponen asam lemak serta uji pengenalan bioantibakteri dan bioantioksidan

  14. KEPERCAYAAN KONSUMEN PADA PRODUK ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doni Purnama Alamsyah

    2016-10-01

      Indonesia merupakan salah satu negara di ASEAN yang memiliki populasi manusia cukup padat, salah satu provinsinya adalah Jawa Barat dengan Ibu Kota Bandung. Namun demikian jumlah populasi yang tinggi tidak diimbangi dengan pola hidup sehat, terlihat dari rendahnya konsumsi pada produk organik. Tujuan penelitian ini mengkaji faktor yang membentuk kepercayaan konsumen pada produk organik. Confirmatory Factor Analisys digunakan sebagai teknik analisis data, dengan survey pada konsumen yang ada di Kota Bandung sebanyak 351 reponden. Hasil penelitian ditemukan bahwa kepercayaan konsumen pada produk organik belum optimal. Penelitian ini menyempurnakan penelitian sebelumnya dimana terdapat faktor yang mampu membentuk kepercayaan konsumen pada produk organik diantaranya adalah  reliable, dependable, trustworthy, expectation, enviromental protection, dan safer.   Kata Kunci: Kepercayaan, Produk Organik, Confirmatory Factor Analisys

  15. EFEK EKSTRAK DAUN KEMBANG BULAN (Tithonia diversifolia A. Gray. TERHADAP Candida albicans SERTA PROFIL KROMATOGRAFINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asri Sulistijowati S.

    2012-10-01

    Full Text Available Uji mikrobiologi dilakukan terhadap ekstrak petroleum eter, fraksi etil asetat, fraksi air, dan ekstrak air pada media pertumbuhan C. Albicans (Sabouraud dengan metode dilusi padat. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 40% dan 80%. Pengamatan dilakukan 24 jam setelah penanaman. Secara kualitatif, pada konsentrasi 80% ekstrak petroleum eter dan fraksi etil asetat menghambat secara nyata, sedangkan pada konsentrasi 40% terjadi pengurangan kepadatan pertumbuhan (dibandingkan dengan kontrol. Fraksi air dan ekstrak air tidak menghambat pertumbuhan C. albicans. Pemeriksaan golongan kimia tanaman dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis yang menggunakan berbagai variasi komposisi pelarut dan pereaksi wama. Hasil pemeriksaan golongan kimia tanaman menunjukan bahwa Kembang Bulan mengandung sedikitnya 12 senyawa terpenoid, 14 senyawa flavonoid, dan gula. Daun dengan metode kromatografi lapis tipis, tak terdeteksi adanya alkaloid dan triterpenoid.

  16. Residential Density, Parents’ Sexual Activity and Teenage Sexual Behavior in Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luluk Rosida

    2016-02-01

    dengan aktivitas seksual sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepadatan hunian, aktivitas seksual orangtua, dan efeknya terhadap perilaku seksual remaja di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan mewawancarai 268 keluarga yang memiliki anak remaja yang dipilih secara acak di daerah kumuh perkotaan dan daerah pedesaan pada bulan Maret – Mei 2015. Analisis data dilakukan menggunakan uji kai kuadrat dan regresi-cox multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua yang tinggal di hunian padat memiliki risiko dua kali lebih besar untuk melakukan aktivitas seksual yang berdampak negatif bagi anaknya. Aktivitas seksual orangtua tidak berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja. Faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku seksual berisiko pada remaja adalah jenis kelamin laki-laki, sikap negatif, dan pengaruh teman sebaya. Dinas kesehatan dan puskesmas agar terus meningkatkan program penyuluhan remaja dan melatih konselor teman sebaya. Kegiatan yang selama ini telah dilakukan di sekolah sebaiknya diperluas pada daerah berisiko seperti daerah kumuh perkotaan dengan kepadatan hunian yang tinggi.

  17. Pengaruh Fermentasi Fungi, Bakteri Asam Laktat dan Khamir terhadap Kualitas Nutrisi Tepung Sorgum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raden Haryo Bimo Setiarto

    2017-02-01

    beras, terigu, dan belum luasnya pemanfaatan sumber karbohidrat lokal seperti umbi-umbian dan serealia. Sorgum adalah salah satu serealia lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber karbohidrat dan protein. Namun, salah satu kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan sorgum sebagai bahan pangan adalah rendahnya daya cerna protein sorgum. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fermentasi Rhizopus oligosporus, Lactobacillus plantarum, dan Saccharomyces cerevisiae terhadap kualitas nutrisi dan daya cerna protein tepung sorgum. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu pra-perlakuan biji sorgum, penyiapan inokulum, fermentasi padat, fermentasi cair, fermentasi campuran padat dan cair terhadap biji sorgum, penepungan (pengeringan dan penggilingan, analisis mikrobiologi (total koloni mikroba dan analisis kimia (kadar proksimat, asam amino, dan daya cerna protein. Pembuatan tepung sorgum dilakukan dengan empat perlakuan secara triplo yaitu kontrol (tanpa fermentasi, fermentasi cair (dengan Lactobacillus plantarum dan Saccharomyces cerevisiae, fermentasi padat (dengan Rhizopus oligosporus, dan fermentasi campuran padat dan cair (dengan Rhizopus oligosporus, Lactobacillus plantarum dan Saccharomyces cerevisiae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah mikrobia pada tepung sorgum fermentasi masih dalam batas aman sesuai dengan SNI. Proses fermentasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar protein, karbohidrat, dan lemak pada tepung sorgum. Selama fermentasi sorgum, kadar asam amino sistein dan lisin mengalami peningkatan sedangkan beberapa asam amino lainnya menurun. Proses fermentasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan daya cerna protein sorgum sebesar 3,5-5 kali lipat dibandingkan dengan kontrol tanpa fermentasi.

  18. Pengaruh Penambahan 10at.%Ni dan Waktu Milling pada Paduan MgAl Hasil Mechanical Alloying dan Sintering

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardi Kurniawan

    2013-03-01

    Full Text Available Paduan magnesium banyak dikembangkan sebagai Hydrogen Storage Materials. Penambahan unsur Al dan Ni dalam paduan magnesium berguna untuk mengurangi energi ketika proses hidrogenasi berlangsung. Sintesa paduan magnesium dilakukan dengan metode mechanical alloying menggunakan Modification Horizontal Ball Mill. Paduan Mg-Al akan didoping dengan menambahkan 10at.% Ni menggunakan variasi waktu milling selama 2, 5, 10, dan 20 jam. Paduan yang terbentuk hasil milling akan dilakukan proses sintering pada temperatur 6000C. Pengujian BET, Sieving, XRD, SEM/EDX, dan DSC/TGA dilakukan untuk menganalisa paduan yang terbentuk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi waktu milling selama 10 jam dengan temperatur sintering 6000C mampu membentuk paduan Mg-Al-Ni berupa larutan padat Mg, AlNi dan Mg3AlNi2.

  19. Efektifitas Al2(SO43 dan FeCl3 Dalam Pengolahan Air Menggunakan Gravel Bed Flocculator Ditinjau Dari Parameter Kekeruhan dan Total Coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mega Puspitasari

    2014-09-01

    Full Text Available Air permukaan yang ada di bumi ini tidak selamanya dapat dimanfaatkan menjadi air bersih, karena kondisinya masih jauh dari standar kualitas baku mutu air. Air permukaan tersebut masih banyak mengandung zat padat tersuspensi maupun koloid. Pada pengolahan air bersih, proses yang dapat meremoval zat-zat padat tersebut adalah koagulasi dan flokulasi. Pada proses koagulasi dan flokulasi dilakukan penambahan koagulan yang berfungsi untuk membentuk flok yang kemudian diendapkan. Gravel Bed Flocculator adalah salah satu alat flokulasi yang menggunakan pengadukan secara hidrolis. Pengadukan hidrolis adalah pengadukan dengan memanfaatkan gerakan air sebagai energi pengaduk seperti energi gesek media butiran. Keuntungan dari gravel bed flocculator adalah mampu mengendapkan flok dalam waktu singkat berkisar 3-5 menit yang setara dengan waktu 15 menit uji jar test atau sekitar 25 menit waktu proses flokulasi yang berlangsung secara konvensional. Pada penelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu variasi jenis koagulan (Al2(SO43 dan FeCl3 dan variasi waktu tinggal (waktu tinggal 3 menit dan waktu tinggal 4 menit dengan jenis aliran pada penelitian ini adalah aliran upflow. Hasil penelitian menunjukan efektifitas removal tertinggi pada koagulan Al2(SO43 terhadap parameter kekeruhan terjadi pada waktu tinggal 4 menit yaitu sebesar 93,28% sedangkan untuk koagulan FeCl3 terjadi pada waktu tinggal 4 menit juga yaitu sebesar 93,50% dan efektifitas removal tertinggi pada koagulan Al2(SO43 terhadap parameter coliform terjadi pada waktu tinggal 4 menit yaitu sebesar 99,74% sedangakan untuk koagulan FeCl3 terjadi pada waktu tinggal 4 menit juga yaitu sebesar 99,99%.

  20. PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI SUSU (Liquid Waste Management in Milk Factory

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wagini Wagini

    2002-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui kondisi limbah cair industri susu. hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair industri susu mengandung zat-zat pencemar dalam tingkat yang membahayakan lingkungan, sehingga limbah cair tersebut perlu didaur ulang. Untuk itu diperlukan suatu instalasi peralatan yang mampu mengolah limbah tersebut. Pada penelitian ini proses pengolahan dilakukan dengan mengkombinasikan proses-proses pengolahan secara Fisika, Kimia dan Biologi. Dengan tahapan proses pengolahan yang dipilih meliputi; Proses equalisasi, proses anaerob, proses aerasi, lumpur aktif, proses sedimentasi, proses koagulasi-flokulasi, proses sedimentasi, proses flotasi, proses pengendapan partikel ringan, proses penyaringan dengan pasir dan arang aktif.    Kualitas air hasil pengolahan dianalisa secara Fisika, Kimia dan Biologi melalui parameter-parameter: suhu, kekeruhan, zat padat tersuspensi, zat padat terlarut, daya hantar listrik, PH, BOD, COD dan jumlah bakteri. Penelitian ini menunjukkan air hasil pengolahan aman untuk dibuang ke lingkungan.   ABSTRACT A research to identify the condition of milk industry liquid waste was conducted. The result showed that the waste contained pollutants at the level the endangered the environment. Therefore, the waste had to be recycled in which a liquid waste treatment installation is needed. In this research, the process of milk industry liquid waste was done by combining processing techniques of physics, chemistry and biology. The processing steps include the processes of equalization, anaerobe, aeration, sedimentation, coagulation-flocculation, sedimentation, flotation, sedimentation, filtering with sand and activated carbon. The water resulted from the processes was analyzed in terms of physical, chemical and biological characteristics e.g. temperature, turbidity, suspended solid, solutes solid, conductivity, pH, BOD, COD and amount of bacteria. This research, shows that the water

  1. Evaluasi Fungsi Insinerator Dalam Memusnahkan Limbah B3 Di Rumah Sakit NI Dr.Ramelan Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jahn Leonard Saragih

    2013-09-01

    Full Text Available Pengelolaan limbah padat B3 di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan sangat penting diperhatikan karena dapat berdampak buruk apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu diperlukan adanya penelitian untuk mengidentifikasi jumlah timbulan dan penanganan limbah padat B3, mengevaluasi manajemen, penyimpanan sementara serta mengevaluasi proses insinerasi. Evaluasi fungsi incinerator di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan dilakukan dengan meneliti jumlah timbulan limbah B3, kapasitas pembakaran insinerator, suhu pembakaran insinerator, densitas limbah dan abu pembakaran, dan tes TCLP residu pembakaran incinerator Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan. Dalam penelitian ini, Rumkital Dr. Ramelan memusnahkan limbah dengan incinerator. Limbah B3 yang dihasilkan Rumkital Dr. Ramelan dimusnakan dengan satu incinerator dengan type KAMINE TYPE BDR-INC 10. Limbah yang dimusnahkan di Rumkital Dr. Ramelan berasal dari Rumkital Dr. Ramelan dan Lantamal Perak. Setelah dilakukan penelitian langsung selama 14 hari berturut-turut, didapatkan bahwa rata-rata timbulan limbah B3 di Rumkital Dr. Ramelan adalah 89.98 Kg/hari dan dengan densitas rata-rata limbah ialah 166,67 kg/m3. Tinggat removal dari pembakaran limbah dengan incinerator di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan ialah 82,63%. Pengelolaan abu sisa incinerator Rumkital Dr. Ramelan belum sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dari penelitian yang dilakukan yaitu pengujian kandungan abu incinerator, solidifikasi abu incinerator dengan perbandingan semen:abu adalah 1:3 dan uji TCLP, didapatkan bahwa limbah abu sisa insinerator Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya, dapat ditimbun pada landfill kategori I sesuai dengan Keputusan Kepala Bapedal No.4 Tahun 1995.

  2. Application of game theory in decision making strategy: Does gas fuel industry need to kill oil based fuel industry?

    Science.gov (United States)

    Azmi, Abdul Luky Shofi'ul; Prabandari, Dyah Lusiana; Hakim, Muhammad Lintang Islami

    2017-03-01

    Even though conversion of oil based fuel (Bahan Bakar Minyak) into gas fuel (Bahan Bakar Gas) for transportation (both land and sea) is one of the priority programs of the government of Indonesia, rules that have been established merely basic rules of gas fuel usage license for transportation, without discussing position of gas fuel related to oil based fuel in detail. This paper focus on possible strategic behavior of the key players in the oil-gas fuel conversion game, who will be impacted by the position of gas fuel as complement or substitution of oil based fuel. These players include industry of oil based fuel, industry of gas fuel, and the government. Modeling is made based on two different conditions: government plays a passive role and government plays an active role in legislating additional rules that may benefit industry of gas fuel. Results obtained under a passive government is that industry of oil based fuel need to accommodate the presence of industry of gas fuel, and industry of gas fuel does not kill/ eliminate the oil based fuel, or gas fuel serves as a complement. While in an active government, the industry of oil based fuel need to increase its negotiation spending in the first phase so that the additional rule that benefitting industry of gas fuel would not be legislated, while industry of gas fuel chooses to indifferent; however, in the last stage, gas fuel turned to be competitive or choose its role to be substitution.

  3. Tipe Dry Cell dan Wet Cell berdimensi 80 x 80 mm dengan Penambahan PWM E-3 FF (1 kHz

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanur Arzaqa Ghiffari

    2013-09-01

    Full Text Available Ketersediaan bahan bakar minyak semakin terbatas dan hasil pembakarannya berdampak pada pencemaran lingkungan, salah satu solusinya dengan memanfaatkan gas HHO pada kendaraan bermotor. Penelitian dengan sistem direct connection, temperatur mencapai lebih dari 90oC menyebabkan  generator HHO menjadi rusak dan meleleh, maka penelitian ini menambahan alat untuk mengkontrol besarnya arus, frekuensi, dan duty cycle. Pengembangan generator HHO menggunakan tipe kering (dry cell dan tipe basah (wet cell dengan penambahan PWM (Pulse Width Modulation E-3 Fixed Frequency 1 kHz divariasikan berupa duty cycle: 20%, 40%, 60%, 80%  dan direct connection. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Pembakaran dan Bahan Bakar - Teknik Mesin ITS.  Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik unjuk kerja terbaik pada kedua tipe generator HHO dengan penambahan PWM. Nilai arus dan tegangan lebih stabil dibandingkan dengan tanpa penambahan PWM (direct connection, namun arus cenderung meningkat seiring dengan kenaikan temperatur mencapai 70oC. Efisiensi terbaik pada generator tipe wet dengan duty cycle 80%,  yaitu 27,7 %.

  4. MODEL SIMULATION OF GEOMETRY AND STRESS-STRAIN VARIATION OF BATAN FUEL PIN PROTOTYPE DURING IRRADIATION TEST IN RSG-GAS REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suwardi Suwardi

    2015-03-01

    Full Text Available MODEL SIMULATION OF GEOMETRY AND STRESS-STRAIN VARIATION OF BATAN FUEL PIN PROTOTYPE DURING IRRADIATION TEST IN RSG-GAS REACTOR*. The first short fuel pin containing natural UO2 pellet in Zry4 cladding has been prepared at the CNFT (Center for Nuclear Fuel Technology then a ramp test will be performed. The present work is part of designing first irradiation experiments in the PRTF (Power Ramp Test Facility of RSG-GAS 30 MW reactor. The thermal mechanic of the pin during irradiation has simulated. The geometry variation of pellet and cladding is modeled by taking into account different phenomena such as thermal expansion, densification, swelling by fission product, thermal creep and radiation growth. The cladding variation is modeled by thermal expansion, thermal and irradiation creeps. The material properties are modeled by MATPRO and standard numerical parameter of TRANSURANUS code. Results of irradiation simulation with 9 kW/m LHR indicates that pellet-clad contacts onset from 0.090 mm initial gaps after 806 d, when pellet radius expansion attain 0.015 mm while inner cladding creep-down 0.075 mm. A newer computation data show that the maximum measured LHR of n-UO2 pin in the PRTF 12.4 kW/m. The next simulation will be done with a higher LHR, up to ~ 25 kW/m. MODEL SIMULASI VARIASI GEOMETRI DAN STRESS-STRAIN DARI PROTOTIP BAHAN BAKAR PIN BATAN SELAMA UJI IRADIASI DI REAKTOR RSG-GAS. Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN telah menyiapkan tangkai (pin bahan bakar pendek perdana yang berisi pelet UO2 alam dalam kelongsong paduan zircaloy untuk dilakukan uji iradiasi daya naik. Penelitian ini merupakan bagian dari perancangan percobaan iradiasi pertama di PRTF (Power Ramp Test Fasility yang terpasang di reaktor serbaguna RSG-GAS berdaya 30 MW. Telah dilakukan pemodelan dan simulasi kinerja termal mekanikal pin selama iradiasi. Variasi geometri pelet dan kelongsong selama pengujian dimodelkan dengan memperhatikan fenomena ekspansi termal

  5. Bonding agensi za kompozitna raketna goriva / Bonding agents for composite rocket propellants

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirjana Petrić

    2003-01-01

    Full Text Available U radu je analiziran uticaj bonding agensd na mehaničke karakteristike i viskozitet kompozitnih raketnih goriva na bazi hidroksiterminiranog polibutadiena i toluendiizocijanata, odnosno izoforondiizocijanata. Komparirana je efikasnost bonding agensd (BA različite strukture trietilentetramina (TET, tris-(2-metil aziridinil fosfin oksida (MAPO i N,N-di (2-hidroksietil-4,4-dimetilhidantoina (DHE. Efikasnost delovanja bonding agensa utvrdenaje na osnovu parametara dobijenih iz testa jednoosnog zatezanja uzoraka (σm - zatezna čvrstoća pri maksimalnoj sili, εm relativno izduženje pri maksimalnoj sili i εp - relativno izduženje pri prekidu. Mehaničke karakteristike merene su u temperaturskom području od -50°C do 50°C. Analiziran je uticaj BA na brzinu promene viskoziteta goriva. / The paper analyzes the effects of bonding agents on mechanical properties and viscosity of composite rocket propellants based on hydroxiterminated polybutadiene and toluendiizocyanate, i.e. izophorondiizocyanate. The efficiency of bonding agents (BA of different structure has been compared including triethylentetramine (TET, tris-(2-methyl azyrinidile phosphine oxide (MAPO and N, N-di (2-hydroxiethyl-4,4-dimethylhydantoine (DHE. The BA efficiency has been determined on the basis of parameters obtained by uniaxial tensile tests (σm - tensile strength at maximum force, εm - relative allongation at maximum force and εp - relative allongation at fracture. The mechanical properties have been measured at the temperature range from -50°C to 50°C. The BA effects on propellant viscosity change rates have been analyzed.

  6. ISOLASI, IDENTIFIKASI KOMPONEN DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI RIMPANG LEMPUYANG WANGI (Zingiber aromaticum Val.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nestri Handayani

    2012-11-01

    Full Text Available Isolasi, identifikasi dan uji aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val. telah dilakukan. Minyak atsiri diisolasi dengan metode destilasi Stahl dan dianalisis dengan GC-MS. Kadar minyak atsiri yang dihasilkan 0,6% (v/b. Identifikasi komponen dilakukan dengan membandingkan spektrum massa masing-masing senyawa dengan spektrum massa senyawa standar dari literatur Wiley 7. LIB. Hasil analisis menunjukkan 27 senyawa teridentifikasi yaitu α – pinen (0.36%, Z – β ocimen (2.70%, Champhen (10.91%, Sabinen (0.07%, β – pinen (0.18%, β – myrcen (0.29%,(Z-α-osimen (0.51%, allo-osimen (0.08%, p – cimen (0.50%, 1,8 cineol (2.75%, β – trans ocimen (0.05%, γ – terpinen (0.14%, α – terpinolen (27.19%, champor (2.71%, Isobornyl alcohol (1.51%, Terpinen 4-ol (1.11%, 3-cycloheksan 1 metanol (0.25%, Isobornyl acetat (0.29%, Trans caryophilen (0.47%, α-humulen (7.53%, α-kurkumen (0.13%, farnesol (0.11%, (--kariofilen oksida (2.07%, patchulana (0.25%, Zerumbon (31.05%. Uji aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val. telah dilakukan terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Salmonella typhi dengan metode difusi agar menggunakan metode difusi dengan membuat sumuran. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val memiliki aktivitas antibakteri terhadap semua bakteri uji dengan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM 0,25% untuk Pseudomonas aeruginosa, dan 0,075% untuk Salmonella typhi. Dibandingkan dengan amoksisilin, potensi antibakteri minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val pada kedua bakteri uji adalah 0,001% dari potensi amoksisilin.

  7. PRODUKSI BIODIESEL MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa HASIL DEKOMPOSISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldes Lesbani

    2013-11-01

    Full Text Available Biodisel telah diproduksi dari minyak jelantah melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis hasil dekomposisi kerang darah. Kerang darah didekomposisi pada berbagai temperatur dimulai dari 600-1100oC pada kondisi udara terbuka menggunakan furnace.Produk dekomposisi dianalisa menggunakan difraktometer X-Ray.Hasil penelitian menunjukkan temperatur optimum dekomposisi kerang darah terjadi pada temperatur 900oC.Pola XRD produk dekomposisi pada 900 oC mirip dengan pola XRD kalsium oksida standar. Penggunaan katalis hasil dekomposisi untuk produksi biodiesel menghasilkan viskositas dan densitas biodiesel sebesar 5,81 mm2/s dan 0,87 g/cm3. Hasil ini sesuai dengan standar biodiesel dari SNI yakni viskositas dan densitas yang disyaratkan SNI sebesar 2,3-6,0 mm2/s dan 0,85-0,89 g/cm3.   Biodiesel was produced from waste cooking oil by transestrification reaction using decomposed cockle shell as catalyst. Cockle shell was decomposed at various temperatures ranging from 600-1100oC in open air condition using furnace. The decomposed product was analyzed using X-Ray diffractometer. The results showed that the optimum temperature for decomposition of cockle shell was at 900 oC. The XRD pattern of decomposed product at 900oC was similar with XRD pattern of calcium oxide standard. The use of decomposed shell to produce biodiesel resulted viscosity and density of biodiesel 5.81 mm2/s and 0.87 g/cm3, respectively. These results are appropriate with biodiesel standard form SNI where the viscosity and density of biodiesel from SNI value were 0.85-0.89 g/cm3 and 2.3-6.0 mm2/s.

  8. FUEL BURN-UP DISTRIBUTION AND TRANSURANIC NUCLIDE CONTENTS PRODUCED AT THE FIRST CYCLE OPERATION OF AP1000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jati Susilo

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRACT FUEL BURN-UP DISTRIBUTION AND TRANSURANIC NUCLIDE CONTENTS PRODUCED AT THE FIRST CYCLE OPERATION OF AP1000. AP1000 reactor core was designed with nominal power of 1154 MWe (3415 MWth, operated within life time of 60 years and cycle length of 18 months. For the first cycle, the AP1000 core uses three kinds of UO2 enrichment, they are 2.35 w/o, 3.40 w/o and 4.45 w/o. Absorber materials such as ZrB2, Pyrex and Boron solution are used to compensate the excess reactivity at the beginning of cycle. In the core, U-235 fuels are burned by fission reaction and  produce energy, fission products and new neutron. Because of the U-238 neutron absoption reaction, the high level radioactive waste of heavy nuclide transuranic such as Pu, Am, Cm and Np are also generated. They have a very long half life. The purpose of this study is to evaluate the result of fuel burn-up distribution and heavy nuclide transuranic contents produced by AP1000 at the end of first cycle operation (EOFC. Calculation of ¼ part of the AP1000 core in the 2 dimensional model has been done using SRAC2006 code with the module of COREBN/HIST. The input data called the table of macroscopic crossection, is calculated using module of PIJ. The result shows that the maximum fuel assembly (FA burn-up is 27.04 GWD/MTU, that is still lower than allowed maximum burn-up of 62 GWD/MTU.  Fuel loading position at the center/middle of the core will produce bigger burn-up and transuranic nuclide than one at the edges the of the core. The use of IFBA fuel just give a small effect to lessen the fuel burn-up and transuranic nuclide production. Keywords: Fuel Burn-Up, Transuranic, AP1000, EOC, SRAC2006   ABSTRAK DISTRIBUSI BURN-UP DAN KANDUNGAN NUKLIDA TRANSURANIUM YANG DIHASILKAN BAHAN BAKAR PADA SIKLUS OPERASI PERTAMA TERAS AP1000. Reaktor AP1000 didesain dengan daya nominal 1154 MWe (3415 MWth, mampu beroperasi selama umur reaktor sekitar 60 tahun dan memiliki panjang tiap siklus sekitar 18

  9. INVESTIGATION ON THERMAL-FLOW CHARACTERISTICS OF HTGR CORE USING THERMIX-KONVEK MODULE AND VSOP'94 CODE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarmono Sudarmono

    2015-03-01

      Kegagalan sistem pembuangan panas pada reaktor berpendingin air jenis PWR, Three Mile Islands dan reaktor BWR Fukushima Daiichi, menyebabkan masyarakat nuklir mulai memikirkan penggunaan reaktor pembangkit daya jenis temperatur tinggi berpendingin gas (HTGR. Bidang Fisika dan Teknologi Reaktor di Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN mempunyai tugas melaksanakan kegiatan litbang desain konseptual reaktor kogenerasi dengan tingkat daya menengah yang berpendingin gas helium dengan daya 200 MWt. Desain HTGR200K merupakan salah satu sistem pembangkit energi yang memiliki efisiensi energi paling besar, dan tingkat keselamatan inheren yang tinggi dan bersih. Komposisi geometri dan struktur teras didesain agar dapat menghasilkan keluaran pendingin gas helium bertemperatur 950 0C sehingga dapat digunakan untuk produksi hidrogen dan atau unit industri proses lainnya secara kogeneratif. Luaran gas helium bertemperatur sangat tinggi ini akan menimbulkan tegangan termal pada bola bahan bakar yang mengancam integritas sistem pengungkungan produk fisi di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi karakteristika termal flow untuk menentukan distribusi temperatur bahan bakar bola dan outlet temperatur pendingin gas helium teras HTGR. Hal ini dilakukan dengan menggunakan modul Thermix-Konvek yang terintegrasi dalam program VSOP’94. Geometri teras HTGR dikerjakan dalam modul BIRGIT untuk model teras 2-D (R-Z dengan 5 kanal aliran pebble dalam teras aktif arah radial. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai tertinggi dan terendah temperatur yang terdapat pada teras   adalah sebesar 999.3 °C dan 886,5 °C. Demikian pula hasil temperatur tertinggi bahan bakar TRISO dan bahan bakar pebble di dalam teras, yaitu diperoleh sebesar  1510,20°C yang terletak pada lapisan bahan bakar inti UO2, di posisi z= 335.51 cm dan  r=0 cm. Analysis di lakukan pada laju massa aliran pendingin, tekanan dan daya masing-masing sebesar 120 kg/s, 7 Mpa dan 200MWth. Hasil

  10. Pembuatan Biobriket dari Limbah Cangkang Kakao

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Munas Martynis

    2012-06-01

    Full Text Available Biobriquette is an alternative energy as fuel substitute which is produced from organic materials or underutilized agricultural waste (biomass. Some types of biomass waste has considerable potential as wood waste, rice husks, straw, bagasse, palm shells, and municipal solid waste. Another untapped potential is the cocoa shell waste. These wastes are not used if it will cause a bad odor and may damage ecosystems. This study aims to see the effect of particle size variations and biobriquette shape to the biobriquette compressive strength produced, quality analysis, and combustion rate of biobriquette. The making of biobriquette used starch as adhesive as much as 50% of the biobriquette weight, variations of biobriquette particle size were 30 mesh and 60 mesh, the shape of biobriquette were hollow cylinder and solid cylinder. The results showed that biobriquette generated met the fuel standards for households. The best biobriquette was hollow cylinder biobriquette with the size of 30 mesh and the resulting calorific value was more than 4000 cal/g. Based on burning test, biobriquette obtained could be used as fuel.ABSTRAKBiobriket merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar yang dihasilkan dari bahan-bahan organik atau limbah pertanian (biomassa yang kurang termanfaatkan. Beberapa jenis limbah biomassa memiliki potensi yang cukup besar seperti limbah kayu, sekam padi, jerami, ampas tebu, cangkang sawit, dan sampah kota. Potensi lain yang belum tergarap adalah limbah cangkang kakao. Limbah-limbah tersebut apabila tidak dimanfaatkan maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat merusak ekosistem lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi ukuran partikel dan bentuk biobriket terhadap kuat tekan biobriket yang dihasilkan, menganalisa mutu dan laju pembakaran bioriket. Pembuatan biobriket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji sebanyak 50 % dari berat biobriket, variasi ukuran partikel biobriket adalah 30 mesh

  11. Elemental analysis and plant samples at el-Manzala lake by neutron activation analysis technique

    International Nuclear Information System (INIS)

    Eissa, E.A.; Rofail, N.B.; Abdel-Haleem, A.S.; El-Abbady, W.H.; Hassan, A.M.

    1995-01-01

    A soil and a plant samples were taken from two locations, Bahr el-Bakar and Bahr Kados at the Manzala lake, where a high pollution is expected. The samples were especially treated and prepared for investigation by thermal neutron activation analysis (NAA). The irradiation facilities of the first egyptian research reactor (ET-R R-1) and the hyper pure germanium (HPGe) detection system were used for such a type of analysis. Among the 34 identified elements Fe, Co, As, Ru, Cd, Te, La, Sm, Eu, Tb, Hg, Th, and U are of a special significance because of their toxic deleterious impact to organisms. This work is a part of a research project concerning pollution studies on the river nile and some lakes of egypt. The data obtained in the present work stand as a reference basic record for any future follow up of the contamination level. 1 tab

  12. PENGARUH CHILLER PENDINGIN PADA KEKERASAN PRODUK COR PROPELER ALUMUNIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hera Setiawan

    2014-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini merupakan pengembangkan proses pembekuan searah (unidirectional solidifications sehingga dihasilkan struktur columnar dendrite pada pengecoran alumunium propeler kapal nelayan untuk meningkatkan sifat mekanis material. Pengecoran dilakukan dengan pasir cetak (sand casting dan proses peleburan logam dilakukan pada dapur crusible dengan bahan bakar minyak. Teknik pengecoran dilakukan dengan pendinginan logam cor dengan chiller pendingin yang dialiri air dengan dorongan pompa. Pengujian spectrometer digunakan untuk mengetahui komposisi kimia material alumunium. Pengujian kekerasan digunakan metode Rockwell dengan indentor bola baja diameter 1/16 inchi dengan beban mayor 100 kg (HRB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pembekuan searah dengan chiller pendingin dapat meningkatkan kekerasan material alumunium propeler sebesar 3,99% dari 60,5 HRB menjadi 62,9 HRB. Kata kunci: alumunium, propeler, chiller, kekerasan, pembekuan searah.

  13. Perancangan dan Implementasi Kontroler PID Untuk Pengendalian Tegangan Pada Generator Set Kapasitas 1 KVA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shandy Hanggar Teja Sukmana

    2012-09-01

    Full Text Available Penelitian ini membahas masalah pengaturan tegangan keluaran sebuah pembangkit generator set (genset yang memiliki penggerak utama mesin bensin 4-tak dengan sistem bahan bakar menggunakan karburator dan kapasitas 1KVA. Genset direpresentasikan dengan model matematis yang diperoleh dari hasil identifikasi. Kontroler PID digunakan untuk mengendalikan agar tegangan keluaran generator selalu berada di nilai tertentu pada beban yang berubah - ubah. Kontroler hasil desain diaplikasikan pada sistem pembangkit genset. Hasil simulasi serta implementasi kontroler PID pada sistem pembangkit genset menunjukkan bahwa tegangan keluaran dapat mengikuti tegangan yang diinginkan dengan baik. Dengan parameter Kp = 0,026; τ_i=1,001dan τ_d=0,012 tegangan dapat bekerja stabil pada tegangan 150 Volt.

  14. POTENSI EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN WISATA TELUK YOUTEFA KOTA JAYAPURA PAPUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunus P Paulangan

    2013-04-01

    Full Text Available Ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman hayati baik dari manfaat  ekologi maupun sosial. Ekosistem ini berperan dalam siklus ekologi di wilayah pesisir dengan ketergantungan biota perairan dan manusia terhadap keberadaannya. Kawasan ekosistem mangrove Taman Wisata Teluk Youtefa yang berada dekat dengan perkotaan, menjadikan kawasan tersebut berkaitan langsung dengan keberagaman aktivitas tersebut, seperti pemanfaatan kayu mangrove sebagai kayu bakar, bahan bangunan dan sebagainya yang mengakibatkan penurunan kualitas ekosistem mangrove. Selain itu terdapat aktivitas, seperti konversi lahan menjadi tambak, pemukiman dan industri, serta tingginya pencemaran dan sedimentasi dari lahan perkotaan. Sebagai upaya pengelolaannya berdasarkan konsep dan prinsip terpadu, maka perlu disusun rencana strategis pengelolaanya agar dapat berkelanjutan. Dari proses penyusunan tersebut, terlihat bahwa peranan stakeholder sangat dibutuhkan dalam setiap langkah penyusunan program. Selain itu, dimensi pengelolaan, yaitu ekologi, sosial ekonomi maupun kelembagaan menjadi pertimbangan utama sebagai satu kesatuan tahapan. Kata Kunci : Mangrove, Pengelolaan Terpadu, Teluk Youtefa

  15. ANALISIS PENGENDALIAN DAYA REAKTOR PCMSR DENGAN LAJU ALIR PENDINGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iqbal Syafin Noha

    2015-03-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari Molten Salt Reactor (MSR yang memiliki karakter berbeda dengan lima reaktor generasi IV lainnya, yaitu menggunakan bahan bakar leburan garam. Pada reaktor MSR, garam lebur tidak digunakan sebagai pendingin tetapi digunakan sebagai medium pembawa bahan bakar. Dengan fase bahan bakar yang berupa garam lebur LiF-BeF2-ThF4-UF4, maka dapat dilakukan pengendalian daya dengan mengatur laju aliran bahan bakar dan pendingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan laju alir pendingin terhadap daya reaktor PCMSR. Analisis dilakukan dengan empat jenis masukan untuk perubahan laju alir pendingin, yaitu masukan step, ramp, eksponensial, dan sinusoidal. Untuk masukan step, laju alir pendingin dibuat berubah secara mendadak. Selanjutnya untuk masukan ramp dan eksponensal, perubahan laju alir masing-masing dibuat perlahan secara linear dan mengikuti fungsi eksponensial. Kemudian untuk masukan sinusoidal, laju alir berubah naik turun secara periodik dengan memvariasikan frekuensi dari perubahan laju alir tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan laju alir pendingin sebesar 50% dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada reaktor PCMSR turun sebesar 63% dari daya sebelumnya. Jika terjadi fluktuasi laju aliran pendingin, maka semakin cepat perubahan tersebut, maka respon daya yang diberikan semakin kecil. Pada frekuensi yang sangat cepat, daya reaktor menjadi konstan dan cenderung tidak memiliki respon terhadap laju aliran. Hal ini merupakan salah satu aspek keselamatan reaktor, karena reaktor tidak merespon perubahan yang terlalu cepat. Kemampuan reaktor mengatur daya menyesuaikan laju aliran pendingin merupakan aspek keselamatan lainnya. Kata kunci : PCMSR, pengendalian daya, laju alir pendingin, uji respon   Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR is the development of Molten Salt Reactor (MSR which has different character from other five

  16. Analisa Pengaruh Ukuran Partikel terhadap Patahan Gritcone pada Vertical Roller Mill Dengan Simulasi Explicit Dynamic (Ls-Dyna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Arsyad Putra Pratama

    2017-03-01

    Full Text Available Polysius vertical roller mill (Polysius VRM adalah alat penggiling yang digunakan di PT Holcim Indonesia Tuban Plant untuk menggiling batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar kiln pada tahap produksi semen. Pada pengoperasiannya sering terjadi kegegalan pada bagian Gritcone. Komponen ini mengarahkan batu bara yang ukurannya tidak sesuai lolos penyaringan oleh separator kembali ke grinding table untuk digiling kembali. Dengan menggunakan simulasi Explicit Dynamuc Ls- Dyna melalui software ANSYS dapat diketahui ketebalan Gritcone setelah satu siklus. Pada simulasi kali ini diperoleh ketebalan gritcone setelah satu kali siklus dengan hasil sebagai Ketebalan gritcone minimum pada Persebaran 75 % dan 100 % adalah 0.00998403 m dan 0.00999324 m. Ketebalan gritcone maksimum pada Persebaran 75 % dan 100 % adalah 0.00998715 m dan 0.0099775 m.

  17. Maximum Power Point Tracking menggunakan Buck Converter dengan Algoritma P & O untuk Turbin Angin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erik Tridianto

    2016-12-01

    Full Text Available Energi terbarukan adalah salah satu energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar untuk pembangkit listrik. Dari berbagai energi terbarukan,yang ada energi angin adalah yang paling mudah dicari. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ratusan pantai dan dengan kecepatan angin yang besar dan berfluktuasi 3-5 m / s. Dan solusi dari masalah angin yang berfluktuasi ini adalah dengan menggunakan kontrol MPPT (Maximum Power Point Tracking dengan lm2596 dc-dc buck converter. Ketika daya yang dihasilkan kurang dari yang diharapkan, maka kontrol MPPT akan menurunkan tegangan untuk mendapatkan daya maksimum. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lm2596 buck dc-dc converter menggunakan kontrol MPPT dengan tujuan mendapatkan daya maksimum pada kondisi kecepatan angin yang bervariasi, dan jenis MPPT yang digunakan adalah Perturb and Observation (P & O. Untuk membaca daya yang dihasilkan menggunakan Voltage dan Current sensor. Hasil tes menunjukkan bahwa, dengan penambahan kontrol MPPT dapat meningkatkan output daya dari generator sebesar 23%-49%.

  18. Analisa Pengaruh Desain Gritcone terhadap Pola Patahan Gritcone pada Vertical Roller Mill dengan simulasi Explicit Dynamic (LS-DYNA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andika Rizaldy

    2017-03-01

    Full Text Available Polysius Vertical Roller Mill adalah coal mill yang digunakan PT Holcim Indonesia untuk menggiling batubara bituminous untuk bahan bakar rotary kiln. Dalam pengoperasiannya, salah satu komponen dari Vertical Roller Mill mengalami kegagalan aus yaitu gritcone. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa perseberan ketebalan dari komponen gritcone dengan disimulasikan secara dinamis eksplisit dan berdasarkan kondisi operasional. Ketebalan dinding dipetakan karena permukaan yang terkena abrasi terdapat patahan mikro di permukaannya. Penelitian dilakukan dengan variasi ketebalan 0.01 m, dan 0.02 m serta variasi desain gritcone dengan radius bawah sebesar 0.165 m, 0.215 m, 0.265 m, 0.315 m, dan 0.365 m. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan ketebalan paling besar terjadi pada desain gritcone dengan radius 0.165 m dengan ketebalan 0.01 m dan 0.02 m, dengan pengurangan sebesar 1.423x10-5 m dan 2.45x10-5 m.

  19. ANALYSIS OF GAMMA HEATING AT TRIGA MARK REACTOR CORE BANDUNG USING PLATE TYPE FUEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setiyanto Setiyanto

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRACT In accordance with the discontinuation of TRIGA fuel element production by its producer, the operation of all TRIGA type reactor of at all over the word will be disturbed, as well as TRIGA reactor in Bandung. In order to support the continuous operation of Bandung TRIGA reactor, a study on utilization of fuel plate mode, as used at RSG-GAS reactor, to replace the cylindrical model has been done. Various assessments have been done, including core design calculation and its safety aspects. Based on the neutronic calculation, utilization of fuel plate shows that Bandung TRIGA reactor can be operated by 20 fuel elements only. Compared with the original core, the new reactor core configuration is smaller and it results in some empty space that can be used for in-core irradiation facilities. Due to the existing of in-core irradiation facilities, the gamma heating value became a new factor that should be evaluated for safety analysis. For this reason, the gamma heating for TRIGA Bandung reactor using fuel plate was calculated by Gamset computer code. The calculations based on linear attenuation equations, line sources and gamma propagation on space. Calculations were also done for reflector positions (Lazy Susan irradiation facilities and central irradiation position (CIP, especially for any material samples. The calculation results show that gamma heating for CIP is significantly important (0,87 W/g, but very low value for Lazy Susan position (lest then 0,11 W/g. Based on this results, it can be concluded that the utilization of CIP as irradiation facilities need to consider of gamma heating as data for safety analysis report. Keywords: gamma heating, nuclear reactor, research reactor, reactor safety.   ABSTRAK Dengan dihentikannya produksi elemen bakar reaktor jenis Triga oleh produsen, maka semua reaktor TRIGA di dunia terganggu operasinya, termasuk juga reaktor TRIGA 2000 di Bandung. Untuk mendukung pengoperasian reaktor TRIGA Bandung

  20. Ba’asyir dalam Pertarungan Wacana

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Khotimah

    2003-06-01

    Full Text Available Situasi internasional pascatragedi WTC sangat sensitif terhadap gerakan dan kelompok yang dipandang radikal, ekstrem, apalagi yang “berbau” terorisme. Ironisnya, semua keonaran ini telah ditudingkan kepada kelompok Islam garis keras sebagai pelakunya. Media massa secara simultan mem-blow-up relasi Islam dan terorisme dari waktu ke waktu. Bahkan, Indonesia terkena getahnya, negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam ini pun dikukuhkan oleh media Barat dan didukung oleh media massa nasional sebagai sarang teroris, lalu Abu bakar Ba’asyir dicap sebagai pemimpin teroris di kawasan Asia Tenggara. Meski sampai saat ini tim penyidik belum menemukan bukti keterlibatan Ba’asyir dalam aksi terorisme, Ba’asyir masih mendekam di penjara sampai 1 Maret 2002 sesuai BAP Polri . Di media massa, Ba’asyir dan kelompok Islam cenderung telah terpinggirkan dalam pertarungan wacana.

  1. Efek Perbedaan Jumlah dan Material Tube pada Distribusi Temperatur Tube Heat Exchanger dalam Kompor (Studi Kasus Di Industri Tempe Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Angga Kristyawan

    2013-09-01

    Full Text Available Pemakaian heat exchanger pada kompor industri tempe di kelurahan Tenggilis Mejoyo Surabaya mengaplikasikan tube heat exchanger dengan jumlah tube 4 dan material tembaga. Pada pemakaian awal mampu memperlama penggunaan bahan bakar hingga 3 hari. Proses produksi heat exchanger memerlukan biaya hingga 2,5 juta rupiah. Untuk dapat mengatasi masalah tersebut maka dilakukan penelitian tentang performansi heat exchanger dengan memvariasikan material dan jumlah tube. Masalah ini disimulasikan dengan computational fluid dynamics. Simulasi dilakukan pada jumlah grid 388149 dan model turbulensi dengan nilai deviasi terhadap temperatur ukur sebesar 1,0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi dengan jumlah tube 6 dan material besi memiliki performansi yang hanya berbeda sebesar 2395,188 Watt dan nilai temperatur keluaran hanya berbeda 2,338 K dengan 4 tube tembaga. Nilai investasi 6 tube besi juga lebih rendah dibandingkan dengan 4 tube tembaga senilai Rp 4.335.866,00 dan perbedaan nilai payback period hingga 4,22 bulan.

  2. Pengaruh Jenis Bahan pada Proses Pirolisis Sampah Organik menjadi Bio-Oil sebagai Sumber Energi Terbarukan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Sigit Cahyono

    2013-06-01

    Full Text Available Sampah organik merupakan potensi sumber energi yang melimpah di Indonesia. Sampah organik berupa daun dan ranting kering bisa dikonversi menjadi bahan bakar berupa bio-oil melalui proses fast pirolisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis bahan terhadap rendemen dan nilai kalor bio-oil yang dihasilkan dari proses pirolisis sampah organik. Bahan baku berupa daun dan ranting kering campuran tanaman angsana, mahoni dan mangga dengan komposisi daun bervariasi 0%, 50%, dan 100%, dipotong-potong dengan ukuran maksimal 10 cm. Kemudian bahan baku tersebut dipanaskan di dalam reaktor pirolisis pada suhu 500 C selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi (5175,35 J/g dan rendemen tertinggi (24,5% didapatkan pada bio-oil yang dihasilkan dari pirolisis ranting 100%. Kata kunci: Sampah Organik, Bio-oil, Pirolisis, Rendemen, Nilai Kalor

  3. Daya Angkat dan Tarik Kapal Barang Menggunakan Turbosail Dengan Model Simulasi K-Omega Two Scale

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eka Sari Wijiaanti

    2013-06-01

    Full Text Available Seiring dengan ramainya arus keluar masuk penduduk dan pengiriman barang pribadi melalui paket-paket jasa pengiriman menambah ramainya arus transportasi darat dan laut. Namun, kondisi tersebut tidak dibarengi dengan pengelolaan sumber energi bahan bakar khususnya transportasi laut. Aerodinamis kapal laut harus didukung oleh kecepatan angin yang bertiup di sekitar kapal tersebut. Dengan mendesain sebuah turbosail pada kapal barang, kita dapat mengkolaborasikan sumber energi fosil dan energi angin. Desain Turbosail yang tepat untuk digunakan pada kapal barang.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aliran turbulen di sekitar turbosail serta mendapatkan simulasi terbaik. Profil turbovoile dirancang dengan bentuk bulat telur untuk meningkatkan kinerja aerodinamis dengan mengurangi hambatan dengan mengamati koefisien lift dan drag yang dihasilkan dengan Model Simulasi K-Omega Two Scale. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa nilai koefisien angkat dan tarik meningkat sesuai dengan kenaikan bilangan Reynolds.

  4. POMPA AIR BERTENAGA HIBRID UNTUK IRIGASI TANAMAN BUAH NAGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danar Susilo Wijayanto

    2016-12-01

    Full Text Available Pemanfaatan angin dan radiasi matahari sebagai sumber energi bisa mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar fosil, mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang, dan mendukung konservasi sumber daya alam. Pengabdian ini menerapkan penggunaan sumber energi terbarukan untuk pompa air yang digunakan sebagai sumber irigasi tanaman buah dan sayuran pada pertanian organik di Balai Percontohan Pertanian (BPP Ngasinan, Kelurahan Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Teknologi hibrid menggabungkan turbin tenaga angin dan sel surya untuk memberikan pasokan listrik kepada pompa yang mengangkat air dengan Total Dynamic Head (TDH 12 meter. Sistem hibrid turbin angin dan solar sel mampu menghidupkan pompa air, sehingga pompa bisa mengalirkan air dari sumur ke tandon air. Sistem irigasi tetes dari tandon ke tanaman buah naga menyebabkan tanaman selalu lembab, sehingga mengurangi resiko kekeringan dan penyakit tanaman.

  5. DESAIN TERAS ALTERNATIF UNTUK REAKTOR RISET INOVATIF (RRI DARI ASPEK NEUTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Kuntoro

    2015-03-01

    Full Text Available Berdasarkan dokumen kriteria pengguna dan fungsi utamanya, Reaktor Riset Inovatif (RRI dipersyaratkan dapat menghasilkan fluks neutron termal maksimum 1×1015 neutron cm-2s-1. Hal ini diperlukan agar reaktor RRI dapat digunakan untuk target yang membutuhkan fluks neutron tinggi. Dalam penelitian sebelumnya diperoleh bahwa desain reaktor RRI tidak mungkin menghasilkan fluks neutron tersebut jika menggunakan bahan bakar seperti yang digunakan reaktor RSG-GAS. Hal ini diduga karena dimensinya terlalu besar, mengingat fluks neutron berbanding terbalik dengan volume teras. Tujuan penelitaian ini adalah untuk mendapatkan desain teras alternatif reaktor RRI yang memenuhi persyaratan fluks neutron termal tersebut. Alternatif bahan bakar yang dipilih adalah yang dipakai di reaktor JMTR (Japan Material Testing Reactor yang berdimensi lebih kecil dibanding reaktor RSG-GAS. Disamping itu tinggi aktif teras divariasi 70 cm dan 75 cm. Desain teras dilakukan dengan perangkat analaitik WIMS-D5B, Batan-FUEL dan Batan-3DIFF. Teras alternatif menggunakan konsep konfigurasi teras kompak 5×5 dengan 4 elemen kendali jenis follower. Berdasarkan hasil perhitungan ada 3 (tiga teras alternatif yang dapat memenuhi persyaratan tersebut, termasuk teras menggunakan bahan bakar reaktor RSG-GAS dengan menambah tinggi aktifnya menjadi 70 cm dari 60 cm. Dengan menganalisis seluruh aspek, keselamatan serta efisiensi dan efektivitas reaktor, maka teras alternatif dengan bahan bakar tipe JMTR dengan tinggi aktif 70 cm merupakan teras alternatif yang terbaik. Kata kunci: neutronik, teras kompak, reaktor riset inovatif, fluks neutron termal tinggi   Based on its User Requirement Document and main function, RRI shall be able to provide a maximum thermal neutron flux of 1×1015 neutron cm-2s-1. The reason is that the RRI reactor can serve targets requiring a high neutron flux. From the previous results it was obtained that RRI design using fuel of RSG-GAS type was not possible to

  6. POTENSI ANTIMIKROBA FRAKSI AKTIF EKSTRAK n-HEKSAN DAUN RAMI (B.virgata F. Guill TERHADAP BEBERAPA MIKROBA UJI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arsyik Ibrahim

    2012-06-01

    Full Text Available This study aims to determine the potential antimicrobial activity of extracts soluble, insoluble n-hexane and fractions of n-hexane extract of leaves of B. virgata, some microbial testing with solid dilution method. Test material used was n-hexane-soluble extract (A and hexane-insoluble (B, two extract was monitored by Thin Layer Chromatography method (TLC chemical components, then tested its activity by solid dilution method. Test results of the antimicrobial activity of both types of extracts showed better activity than the methanol extract of soluble fraction of n-hexane and methanol extract of insoluble, because it can inhibit the growth of the bacterium E. coli, V. cholerae and S. thyposa, while the methanol extract of n-hexane soluble not only able to inhibit the bacteria V. cholerae, at a concentration of 1000 μg/ml medium. Fraction of methanol extract of n-hexane soluble (A is then fractionated by the method of three funel system using eluent hexane: methanol: water (20: 6: 0.5, obtained three kinds of fractions ie fraction A, fraction B and fraction C. The antibacterial activity tes result of fraction A is active against bacteria V. chilerae, B fraction active against bacteria V.cholerae, S. thyposa and E. coli, and the active fractions of the yeast C.albicans C respectively each active at a concentration of 750 μg/ml medium. Key word:  leaf B. virgata, antimicrobial, fraction soluble extracts of n-hexane, solid dilution   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan menguji aktivitas antimikroba ekstrak larut dan tidak larut n-heksan dan fraksi-fraksi ekstrak n-heksan daun B. virgata, dengan metode dilusi padat terhadap beberapa mikroba uji. Bahan uji yang digunakan adalah ekstrak larut n-heksan (A dan tidak larut heksan (B, kedua ekstrak ini dimonitoring komponen kimianya dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT, kemudian diuji aktivitasnya dengan metode dilusi padat. Hasil uji aktivitas antimikroba dari kedua

  7. KAJIAN TEKNIS PROPELLER -ENGINE MATCHING PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK HYBRID DARI SOLAR CELL DAN GENSET SEBAGAI MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL DI KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-03-01

    Full Text Available Ketersediaan energi tak terbarukan yang kian menipis akan menjadi permasalahan besar bagi kehidupan manusia, banyak pemikiran sudah dicurahkan oleh para ilmuan guna mengantisipasi adanya kemungkinan krisis energi di masa yang akan datang. Selain dari permasalahan keterbatasan energi yang ada juga timbul masalah baru dari penggunaan energi tak terbarukan tersebut yaitu berupa polusi dan pencemaran lingkungan yang berdampak pada perubahan iklim di dunia. Para pemimpin dari berbagai negara menggelar konferensi tentang perubahan iklim di Bali (UNFCCC, sebagai tindak lanjut dari Protokol Kyoto yang diselenggarakan di Jepang sebelumnya, sehubungan dengan perubahan iklim dunia, beberapa negara sepakat untuk mengurangi emisi gas buang pada mesin berbahan bakar mineral, yang dianggap sebagai penyumbang polusi udara terbanyak, dengan membuat kebijakan yang diharapkan dapat menjadi suatu solusi untuk mengurangi polusi udara, salah satu solusi yang dibahas penulis adalah penggunaan motor listrik sebagai pengganti mesin berbahan bakar mineral, tujuan dari penelitian ini adalah menghitung parameter pendukung propeller engine matching (putaran mesin, BHP mesin, dan hambatan kapal , pada kapal ikan tradisional KM Brandal, dan penentuan ukuran propeller yang sesuai dengan kapal ikan KM Brandal dengan menggunakan sistem hybrid. Dalam penelitian ini penulis melakukan pengukuran dan perhitungan pada sistem penggerak kapal baik di lapangan maupun simulasi hybrid, rangkaian hybrid ini terdiri dari beberapa komponen antara lain 2 buah solar cell 100 WP, genset 800 VA, 2 buah baterai 70 Ah, dan motor listrik 12 volt 80 ampere, sedangkan untuk mendapatkan tegangan listrik yang sama pada rangkaian hybrid beberapa komponen seperti baterai, genset, dan solar cell disusun secara paralel. Penelitian tentang Propeller-Engine Matching pada rangkaian hybrid kapal ikan KM Brandal menghasilkan beberapa parameter optimasi propeller antara lain hambatan kapal 1,04 kN, daya efektif

  8. Analisa Heat Balance Thermal Oxidizer dengan Waste Heat Recovery Unit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfian Bani Susiloputra

    2017-03-01

    Full Text Available Central Processing Plant (CPP merupakan plant yang memproses feed gas hingga menjadi natural gas siap pakai. Pengolahan feed gas di CPP menimbulkan dampak limbah berupa waste gas. Thermal Oxidizer (TOX memiliki peran penting dalam mengatasi waste gas. Energi panas gas buang (flue gas dimanfaatkan pada Waste Heat Recovery Unit (WHRU yang berada diatas chamber, digunakan untuk memanaskan hot oil. Kondisi operasional pembakaran TOX di CPP saat ini, jumlah input sangat berbeda dengan desain awal. Suhu pembakaran juga sangat tinggi, yaitu diatas 1.144 K. Sementara itu WHRU belum berjalan secara normal, suhu hot oil pada outlet WHRU masih 438-444 K. Analisa pembakaran TOX dilakukan dengan analisa termodinamika pada jumlah bahan bakar serta jumlah excess air untuk mendapatkan pembakaran sempurna pada suhu ideal chamber, yaitu 1.088-1.144 K. Bahan bakar yang digunakan sejumlah 60%-100% dari fuel gas operasional, sedangkan excess air yang digunakan 10%-35%. Selain itu pemanfaatan energi panas flue gas pada WHRU dilakukan analisa supaya suhu hot oil keluar WHRU mencapai 449 K. Analisa WHRU dilakukan dengan analisa perpindahan panas, untuk mendapatkan flowrate dari hot oil dari suhu dan laju aliran massa flue gas hasil variasi pembakaran TOX tersebut. Dari penelitian ini, suhu TOX hasil pembakaran operasional yang sesuai dengan desain awal yaitu pada 60% fuel gas dengan excess air (EA antara 30% hingga 35%. Pada 60% fuel gas dengan EA antara 30% hingga 35% didapatkan suhu antara 1.095 K hingga 1.138 K. Pada hasil analisa WHRU, untuk mencapai suhu hot oil sebesar 449,817 K pada variasi TOX tersebut diperlukan laju aliran massa hot oil sebesar 1.257.720 kg/jam dan 1.481.420 kg/jam.

  9. Pengaruh Fraksi Al2o3-Y2o3/Sio2dan Feed Rate Serbuk Terhadap Kekuatan Lekat Danketahanan Termal Lapisan Pada Substrat Hastelloy Dengan Metode Flame Spray Untuk Aplikasi Nosel Roket

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Gafur

    2014-03-01

    Full Text Available Nosel roket merupakan bagian roket yang mengatur laju, masa, arah dan tekanan fluida yang keluar dari ruang bakar. Nosel harus dapat menahan energi kinetik dan panas dari  fluida yang berasal dari ruang bakar.Material yang digunakan pada penelitian ini adalah serbuk Al2O3-Y2O3/SiO2 yang memiliki nilai konduktifitas panas rendah. Material tersebut dilapiskan kepada substrat hastelloy® x menggunakan metode flame spray dengan memvariasikan feed rate 6, 12 dan 18 gram/menit. Dengan memvariasikan jumlah komposisi ittria 3, 5 dan 7 % pada Al2O3-Y2O3/SiO2. Lalu dilakukan torch termal pada temperatur 1400 oC dengan waktu maksimal 30 detik agar dapat dilihat ketahanan termal. Dilakukan pengujian termo gravimetrik (TGA untuk mengalisa  kestabilan material pelapis setelah pemanasan dan dilakukan termal ekspos untuk mengetahui perubahan struktur mikro pada lapisan setelah diberi pembebanan termal secara kontinyu. Untuk  menunjang penelitian ini dilakukan beberapa pengujian yang meliputi pengujian SEM, pengujian XRD, dan pengujian Pull off.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua   spesimen yang paling stabil pada temperatur tinggi terjadi pada komposisi 80%Al2O3, 13%SiO2, 7%Y2O3 dan feed rate 18 gram/menit. Nilai kekuatan lekat yang paling optimal adalah 8 MPa didapatkan pada komposisi 80%Al2O3, 13%SiO2, 7%Y2O3 dan feed rate 6 gram/menit. Fasa yang stabil pada saat sebelum dan setelah pemanasan adalah kyanite dan γ-Al2O3 .

  10. THERMAL-HYDRAULIC ANALYSIS OF SMR WITH NATURALLY CIRCULATING PRIMARY SYSTEM DURING LOSS OF FEED WATER ACCIDENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-09-01

    ABSTRAK Reaktor daya kecil modular (SMR memiliki beberapa keunggulan dibanding reaktor daya besar konvensional. Dengan disain yang lebih sederhana dan terintegrasi, penerapan hukum alamiah untuk sistem keselamatannya dan biaya modal yang rendah, reaktor ini sangat cocok untuk dibangun di Indonesia. Salah satunya disain SMR yang sedang dikembangkan menerapkan gaya penggerak alami untuk sistim pendingin primernya. Dengan disain seperti itu, adalah sangat penting untuk memahami implikasinya terhadap aspek keselamatan pada seluruh kondisi operasi. Salah satu yang perlu diinvestigasi adalah kecelakaan kehilangan air umpan (LoFW. Pada studi ini, dilakukan analisis kinerja thermal hidrolik SMR yang menggunakan sistim pendinginan primer sirkulasi alam saat kecelakaan LoFW. Tujuannya adalah untuk menginvestigasi karakteristik aliran sistem primer saat kecelakaan LoFW dan untuk memastikan apakah aliran sirkulasi alam cukup untuk memindahkan panas dari teras guna menjaga kondisi tetap aman selama kecelakaan tersebut. Metoda yang digunakan adalah dengan merepresentasikan sistem reaktor ke dalam model-model generik program RELAP5 dan melakukan simulasi numerik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setelah kejadian pemicu dan trip reaktor, pada sisi primer laju alirnya berfluktuasi secara signifikan dan temperatur pendinginnya menurun secara bertahap sedangkan  pada sisi sekunder kondisi uap berubah menjadi uap jenuh. Laju alir turun dari ~711 kg/detik menjadi ~263 kg/detik sebelum kembali naik lagi pada t=~46 detik. Saat laju alir di titik terendah, temperatur pusat bahan bakar dan fluida pendingin adalah sekitar  ~565 K dan  ~554 K, yang menujukkan bahwa temperatur bahan bakar masih jauh di bawah batas disain dan temperatur fluidanya juga berada di bawah titik saturasi. Keadaan ini menunjukkan bahwa saat transien kedua parameter utama termohidrolik reaktor tetap dalam kondisi yang dapat diterima sehingga dapat disimpulkan  bahwa saat  kecelakaan kehilangan air umpan, SMR

  11. Studi Awal Pra Desain Pabrik Bioetanol dari Nira Siwalan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Novarian Budisetyowati

    2017-01-01

    Full Text Available Bioetanol kini banyak dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil. Bioetanol untuk campuran bensin harus memiliki kemurnian sebesar 99,5-100%. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari nira siwalan ini menggunakan proses fermentasi. Bahan baku berupa nira siwalan diasamkan dengan menggunakan H2SO4, kemudian disterilisasi sebelum difermentasi di fermentor selama 36 jam. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Bakteri ini mampu mengurai gula tanpa kehadiran oksigen dan menghasilkan etanol dan karbondioksida. Bioetanol dapat diperoleh dengan proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pra desain pabrik bioetanol dari nira siwalan ini menggunakan proses fermentasi. Bahan baku berupa nira siwalan diasamkan dengan menggunakan H2SO4, kemudian disterilisasi sebelum difermentasi di fermentor selama 36 jam. Adapun mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cereviceae. Setelah dari fermentor nira yang sudah difermentasi dinetralkan pH nya menggunakan NH4OH di tangki netralisasi. Dari tangki netralisasi nira dipompakan melewati preheater sebelum masuk ke kolom distilasi. Pemurnian dilakukan dengan menggunakan kolom distilasi sebanyak 2 buah. Pada distilasi yang pertama diperoleh kadar etanol sebesar 60% dan pada distilasi yang kedua diperoleh kadar 96%. Dari kolom distilasi 2 larutan didinginkan menggunakan cooler untuk didapatkan suhu 32oC agar sesuai dengan suhu proses dehidrasi dengan menggunakan Molecular Sieve yang diinginkan. Proses dehidrasi dilakukan untuk mendapat kadar etanol 99,5%. Etanol 99,5% yang dihasilkan kemudian disimpan dalam tangki penampung. Kebutuhan bioetanol dalam negeri pada tahun 2018 diperkirakan 3.166.015,13 kL/tahun. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut internal rate of return 26,53 % per tahun, pay out time 4,73 tahun, dan BEP 34,62 % Ditinjau

  12. ANALISIS EFEK KECELAKAAN WATER INGRESS TERHADAP REAKTIVITAS DOPPLER TERAS RGTT200K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair Zuhair

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam high temperature reactor, koefisien reaktivitas temperatur yang didesain negatif menjamin reaksi fisi dalam teras tetap berada di bawah kendali dan panas peluruhan tidak akan pernah melelehkan bahan bakar yang menyebabkan terlepasnya zat radioaktif ke lingkungan. Namun masuknya air (water ingress ke dalam teras reaktor akibat pecahnya tabung penukar panas generator uap, yang dikenal sebagai salah satu kecelakaan dasar desain, dapat mengintroduksi reaktivitas positif dengan potensi bahaya lainnya seperti korosi grafit dan kerusakan material struktur reflektor. Makalah ini akan menganalisis efek kecelakaan water ingress terhadap reaktivitas Doppler teras RGTT200K. Kapabilitas koefisien reaktivitas Doppler untuk mengkompensasi reaktivitas positif yang timbul selama kecelakaan water ingress akan diuji melalui serangkaian perhitungan dengan program MCNPX dan pustaka ENDF/B-VII untuk perubahan temperatur bahan bakar dari 800K hingga 1800K. Tiga opsi kernel bahan bakar UO2, ThO2/UO2 dan PuO2 dengan tiga model kisi bahan bakar pebble di teras reaktor diterapkan untuk kondisi water ingress dengan densitas air dari 0 hingga 1.000 kg/m3. Hasil perhitungan memperlihatkan koefisien reaktivitas Doppler tetap negatif untuk seluruh opsi bahan bakar yang dipertimbangkan bahkan untuk posibilitas water ingress yang besar. Efek water ingress lebih kuat pada model kisi dengan fraksi packing lebih rendah karena lebih banyak volume yang tersedia untuk air yang memasuki teras reaktor. Efek water ingress juga lebih kuat di teras uranium dibandingkan teras thorium dan plutonium sebagai konsekuensi dari fenomena Doppler dimana absorpsi neutron di daerah resonansi 238U lebih besar daripada 232Th dan 240Pu. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa, koefisien Doppler teras RGTT200K mampu mengkompensasi insersi reaktivitas yang diintroduksi oleh kecelakaan water ingress. Teras RGTT200K dengan bahan bakar UO2, ThO2/UO2 dan PuO2 dapat mempertahankan fitur keselamatan

  13. PELAPISAN PERMUKAAN PELET UO2 DENGAN ZIRKONIUM DIBORIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkono Sungkono

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAK PELAPISAN PERMUKAAN PELET UO2 DENGAN ZIRKONIUM DIBORIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING. Pengembangan teknologi bahan bakar nuklir bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN. Salah satu solusi yang diajukan adalah penggunaan bahan bakar dengan fraksi bakar (burn up tinggi. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan gas hasil fisi dan reaktivitas teras reaktor nuklir. Untuk mengendalikan kelebihan reaktivitas teras reaktor digunakan bahan bakar terintegrasi penyerap mampu bakar. Sehubungan dengan hal tersebut telah dibuat pelet UO2 berlapis tipis penyerap mampu bakar. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan karakter lapisan zirkonium diborida pada permukaan pelet UO2 yaitu mikrostruktur, struktur kristal dan komposisi kimia. Pelapisan permukaan pelet UO2 dilakukan dengan bahan pelapis ZrB2 menggunakan metoda sputtering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikrostruktur pelet UO2 + 0,4% Cr2O3 berupa butir-butir campuran ekuiaksial dan acicular dengan diameter 2,44 mm, sedangkan pelet UO2 + 0,3% Nb2O5 mempunyai struktur butir berupa ekuiaksial dan batang pipih dengan diameter 2,47 mm. Lapisan zirkonium diborida pada permukaan pelet UO2 + 0,4% Cr2O3 dan pelet UO2 + 0,3% Nb2O5 serupa yaitu tipis dan kompak dengan ketebalan 2,71 mm dan 2,82 mm. Identifikasi terhadap pola difraksi sinar-X pada pelet UO2 + 0,4% Cr2O3 dan pelet UO2 + 0,3% Nb2O5 menunjukkan adanya fasa UO2 dengan struktur kristal kubus dan fasa ZrB2 dengan struktur kristal heksagonal. Sementara itu, konsentrasi zirconium dalam lapisan pelet UO2 + 0,4% Cr2O3 dan pelet UO2 + 0,3%Nb2O5 diperoleh masing-masing sebesar 1,82 mg dan 1,90 mg. Adanya unsur zirkonium membuktikan bahwa lapisan ZrB2 terbentuk pada permukaan pelet UO2. Kata kunci: Pelet UO2, lapisan ZrB2, sputtering, mikrostruktur, ketebalan, struktur kristal, komposisi kimia. ABSTRACT COATING ON SURFACE OF UO2 PELLET WITH ZIRCONIUM DIBORIDE USING THE METHOD OF SPUTTERING

  14. Penerapan Sistem Remunerasi dan Kinerja Pelayanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Wisesa Soetisna

    2015-08-01

    Full Text Available Remunerasi dapat memengaruhi motivasi pegawai sekaligus meningkatkan kinerjanya. Demikian halnya di rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang padat modal, sumber daya manusia serta padat ilmu dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pegawai terhadap implementasi sistem remunerasi dan kinerja unit pelayanan bedah jantung dewasa (UPBJD di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif. Desain penelitian kuantitatif adalah potong lintang menggunakan instrumen kuesioner self-assessment. Sedangkan desain penelitian kualitatif adalah deskriptif, dilakukan melalui focus group discussion dan telaah dokumen pada data berupa buku jadwal, buku registrasi, catatan keperawatan, dan rekam medis. Pengambilan data dilakukan pada tahun 2013 di salah satu rumah sakit di Jakarta. Responden/informan adalah staf medis fungsional, perawat, dan petugas administrasi berjumlah 29 orang. Data dianalisis secara univariat (metode kuantitatif, dan content analysis (metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar staf medis fungsional dan perawat tidak puas (71,2% dengan beberapa hal dalam penerapan sistem remunerasi, seperti pada sistem penggajian dan penentuan grading. Terlihat kinerja unit pelayanan bedah jantung dewasa mengalami kenaikan setiap tahun sebelum dan setelah penerapan sistem remunerasi. Diharapkan agar rumah sakit ini dapat memperbaiki sistem remunerasi yang sesuai ketentuan kebijakan dan menyusun formulasi insentif dan bonus yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini serta perlu dilakukan sosialisasi yang tepat dan evaluasi secara berkala. Implementation of Remuneration System and Service Performance Remuneration can influence worker`s motivation, and improve their performance. Likewise in hospital as capital-intensive, human resources-intensive as well as knowledge and technology-intensive health care institution. This study aimed to analyze employee

  15. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMBORAN SUMUR MINYAK BERDASARKAN PERHITUNGAN EKONOMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Herry Sofyan

    2010-01-01

    Full Text Available Oil represent one of nature resource which is not new but represent the solid industry of capital, technological solid and have the high risk. This matter need system of decision supporter capable to give the economics analysis needed by taker of decision or decision maker to analyse the prospect of development economics well of oil drilling so that can be made by a decision base of whether the oil well competent developed or not. Intention of this system is to give the amenity for user in taking decision of whether an developed competent oil well or not. Hence from that felt important to be designed and develop by system of decision supporter for the drilling of oilwell pursuant to economic calculation. In this system economics parameter used in the form of Net Present Value ( NPV, Rate Of Return ( ROR, Profit To Investment Ratio ( PEAR, and Pay Out Time ( POT. Methodologies used in develop this system method of Water Fall and this system will be develop to use the software Delphi 7.0. This system will give the output in the form of decision base whether competent oil well drilling project to be developed or not pursuant to its economics calculation. Minyak merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak terbaharukan namun merupakan industri yang padat modal, padat teknologi dan mempunyai resiko yang tinggi. Hal ini memerlukan suatu sistem pendukung keputusan yang mampu memberikan analisa ekonomi yang diperlukan oleh pengambil keputusan atau decision maker untuk menganalisa prospek keekonomian pengembangan suatu sumur pemboran minyak sehingga dapat dijadikan dasar keputusan apakah sumur minyak tersebut layak dikembangkan atau tidak. Tujuan dari sistem ini adalah untuk memberikan kemudahan bagi user dalam mengambil keputusan apakah suatu sumur minyak layak dikembangkan atau tidak. Maka dari itu dirasa penting untuk dirancang dan dibangun sistem pendukung keputusan untuk pemboran sumur minyak berdasarkan perhitungan ekonomi. Dalam sistem ini

  16. KATALIS HETEROGEN DARI ABU VULKANIK UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA 1,2 CHLORELLA Sp

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catur Rini Widyastuti

    2015-02-01

    Full Text Available Proses produksi biodiesel secara konvensional menggunakan bahan baku yang terbatas jumlahnya, proses yang rumit, dan banyaknya limbah yang dihasilkan menyebabkan produksi biodiesel dalam skala besar tidak dapat direalisasikan dengan mudah. Mikroalga merupakan sumber bahan alam terbarukan yang sangat potensial untuk produksi biodiesel karena kandungan minyaknya yang tinggi, kecepatannya tumbuh pada lahan yang terbatas, serta merupakan produk non-pangan. Salah satu jenis mikroalga dengan kandungan minyak yang relatif besar (28-32% berat kering adalah mikroalga Chlorella sp. Selain bahan baku, pemilihan proses yang lebih sederhana dan ekonomis perlu dikembangkan. Selama ini, proses produksi biodiesel konvensioanal banyak menghasilkan air limbah pada tahap pemisahan produk dari katalis yang larut dan produk samping yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk mengurangi limbah yang dihasilkan selama proses pemisahan tersebut, jenis katalis heterogen dapat digunakan untuk menggantikan katalis homogen alkali yang biasa digunakan. Katalis padat tersebut dapat disintesis dari abu vulkanik yang mengandung unsur-unsur seperti SiO2, Al2O3, Fe2O3, TiO2, MnO, CaO, MgO, Na2O, K2O, P2O5, serta beberapa elemen minor seperti Zr, Sr, dan V. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis katalis dan aktivitasnya dalam reaksi transesterifikasi minyak mikroalga Chlorella sp menjadi biodiesel. Tahap awal penelitian yang dilakukan adalah preparasi minyak mikroalga yang akan digunakan untuk uji aktivitas katalis. Minyak mikroalga diperoleh dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Rendemen minyak yang diperoleh sebesar 12,26%. Dari hasil uji GC-MS diketahui dua kandungan asam lemak terbesar dalam minyak mikroalga, yaitu Dodecanoic acid sebesar 59.52% dan n-Decanoic acid sebesar 12.64%. Selanjutnya minyak mikroalga direaksikan dengan metanol dengan rasio molar 1:6 menggunakan jenis katalis yang disintesis dari abu vulkanik. Preparasi katalis

  17. Karakteristik Es Krim Bengkuang Dengan Menggunakan Beberapa Jenis Susu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Failisnur Failisnur

    2013-06-01

    Full Text Available Ice cream is a frozen dairy solid product with the addition of other materials that are made through the process of freezing and agitation. The principle of its making to form a cavity of air in the mixture of ice cream ingredients to produce a volume that made the development of the ice cream into a lighter, less dense and has a soft texture. The purposed of the research to see influence the use of a variety of milk to the physical properties, chemical properties and organoleptic to the bengkoang ice cream produced. Research carried out by treatment type of milk used that were fullcream milk, sweetened condensed milk, soy milk powder, green bean powder, and soy milk liquid. The ice cream produced was tested the physics of overrun and melting speed, chemical analysis of protein content, fat and organoleptic of taste and texture. Research results showed that the best treatment was the use of soy milk powder where the value of overrun 37.2%, melting speed 10.1 minutes, protein content 6.9%, fat 13.08%, and organoleptic of  taste and texture was preferred.ABSTRAKEs krim merupakan produk olahan susu beku berbentuk padat dengan penambahan  bahan lain yang dibuat melalui proses pembekuan dan agitasi.  Prinsip pembuatan es krim adalah membentuk suatu rongga udara pada campuran bahan-bahan es krim sehingga dihasilkan pengembangan volume yang membuat es krim menjadi lebih ringan, tidak terlalu padat dan mempunyai tekstur yang lembut. Tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh dari penggunaan beberapa jenis susu terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik es krim bengkuang yang dihasilkan.  Penelitian dilakukan dengan perlakuan  penggunaan susu fullcream, susu kental manis, susu kedelai bubuk, kacang hijau bubuk, dan susu kedelai cair.  Es krim yang dihasilkan dilakukan uji fisika overrun dan kecepatan meleleh, analisis kimia kadar protein, lemak dan uji organoleptik rasa dan tekstur. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penggunaan susu kedelai

  18. IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SUNGKAI (Peronema canescens JACK. TERHADAP BEBERAPA BAKTERI PATOGEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arsyik Ibrahim

    2012-12-01

    Staphylococcus aureus. Bahan uji diperoleh dengan maserasi daun sungkai dengan metanol, selanjutnya diuji aktivitasnya. Nilai Kadar Hambat Minumum (KHM ekstrak ditentukan dengan metode dilusi cair dan dilanjutkan dengan metode goresan pada media padat. Nilai Kadar Bunuh Minimum (KBM ekstrak ditentukan dengan metode difusi agar padat menggunakan paper disk. Hasil penelitian identifikasi metabolit sekunder ekstrak P. canencens diperoleh golongan senyawa alkaloid, terpenoid - steroid, flavanoid, dan tanin. Ekstrak metanol daun P. canencens Jack. memiliki aktifitas sebagai antibakteri. Nilai KHM ekstrak P. canencens untuk bakteri S..mutans, S.thiposa dan S.aureus adalah konsentrasi 20%, sedangkan untuk bakteri B. subtilis adalah 15%. Nilai KBM ekstrak metanol P. canencens pada konsentrasi 5% efektif membunuh bakteri S.. mutans dan S. thyposa,  sedangkan konsentrasi 1 % efektif membunuh bakteri B.subtilis dan S.aureus. Kata kunci : P. canencens Jack,  Aktivitas  antibakteri, S. mutans, S. thyposa, B. subtillis, S. aureus

  19. EVALUASI PROGRAM PENATAAN DAN REHABILITASI PERMUKIMAN KUMUH STUDI KASUS KAWASAN BANTARAN SUNGAI CODE BAGIAN UTARA, YOGYAKARTA (The Evaluation of Slum Area Rehabilitation and Improvement Programs Case Study in Nothern Banks Area of Rivers Code Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Rahayu

    2003-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Meskipun Pemerintah telah rnelaksanakan penanganan daerah kumuh untuk waktu yang cukup lama, infrastruktur yang dibangun telah diabaikan den ditinggalkan. Hal ini terkait dengan kebijakan pemerintah pada waktu yang lalu dinrana banyak program yang dilaksanakan tanpa melibatkan masyarakat. Belajar dari kegagalan ini, pemerintah mengubah pola pengembangan menuju aktivitas pemberdayaan masyarakat yang disebut Konsep TRIDAYA. Konsep ini memiliki 3 komponen pemberdayaan: (1 pemberdayaan komunitas sosial, (2 pemanfaatan lingkungan fisik, dan (3 peningkatan usaha kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian pengembangan infrastruktur di daerah Sungai Code bagian utara dalam program penataan dan rehabilitasi permukiman kumuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-eksploratif, dengan melakukan interview tidak terstruktur dengan masyarakat yang terlibat dalam program. Hasilnya di analisis dengan metode deskriptif kualitatif. Program tersebut merniliki 3 komponen: (1 penyediaan air, (2 jalan setapak, (3 limbah padat. Dari setiap komponen program dapat dikembangkan 3 tema yaitu masalah sebelum adanya program, benefit dan dampak dari program, serta tanggapan terhadap program. Tema-tema ini dikelompokkan ke dalam beberapa konsep. Terdapat 2 katagori: 2 program berisikan penyediaan air, jalan setapak dapat dicapai, tetapi program limbah padat tidak dapat dikembangkan lagi.   ABSTRACT Even though the government has been taking care of slum area improvement for a long time, the infrastructures that have been built have been neglected and abandoned. It is related with the government policy in the past that conceived many programs without involving the community learning from this failure, the government turned the development pattern into community empowering activities called Tridaya concept. It has three empowering components: (1 empowering social community, (2 taking advantage of physical environment, and (3 improving small

  20. EFEK PERLAKUAN KIMIAWI DAN HIDROTERMOLISIS PADA BIOMAS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L. SEBAGAI SUBSTRAT PRODUKSI BIOETANOL The Effects of Chemical and Hydrothermolysis Pretreatment of Corn Stover Biomass (Zea mays L. as The Bioethanol Production Substrate

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wagiman Wagiman

    2012-05-01

    . Setelah hidrotermolisis, 52,40 % selulosa dan 31,84 % hemise­lulosa terlarut ke dalam air, sedangkan substrat fraksi padat memiliki komposisi selulosa 42,68 %, hemisellulosa 34,68%. Penurunan kristalinitas selulosa terjadi pada substrat dari daun, tongkol, dan kelobot. Hasil SEM mengindikasikanterbentuknya pori­pori pada substrat padat yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas hidrolisis enzimatik.

  1. EFISIENSI PRODUKSI PAKAN ALAMI SECARA INTENSIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gede S. Sumiarsa

    2011-12-01

    Full Text Available Rotifer Brachionus rotundiformis merupakan pakan alami utama yang dipergunakan dalam perbenihan ikan-ikan laut. Produksi rotifer pada percobaan ini dilakukan dalam wadah kecil (0,5 m3 dengan padat penebaran awal 100-150 ekor/mL, diberikan fitoplankton Nannochloropsis oculata kepadatan tinggi (1,0-2,0x108 sel/mL didalam dan di luar ruangan.  Oksigen murni dialirkan ke dalam bak-bak budidaya rotifer dengan laju 0,05-0,1 L/menit sedangkan penghitungan kepadatan fitoplankton, rotifer, dan pemeriksaan kualitas air dilakukan setiap hari. Rata-rata kepadatan akhir rotifer budidaya didalam ruangan pada hari hari ke 7-9 adalah 525±6,1 ekor/mL sedangkan budidaya rotifer di luar ruangan hanya mampu berlangsung selama 2-4 hari dengan kepadatan yang terus menurun setelah penebaran awal. Kandungan lemak rotifer adalah 14,0%, dengan kandungan asam lemak DHA: 1,4 mg/g DW, EPA 57,2 mg/g DW, dan HUFA: 61,5 mg/g DW dengan rasio DHA/EPA 0,02. Suhu air, pH, dan total amonium berturut-turut berkisar pada nilai 26,1oC-34,1oC, 8,3-8,8 dan 0,48-2,20 mg/L.

  2. POLA PENGELOLAAN SANITASI DI PERKAMPUNGAN BANTARAN SUNGAI CODE, YOGYAKARTA (Pattern of Sanitation Management in Code Riverside Settlements, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atyanto Dharoko

    2005-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Bantaran Sungai Code merupakan wilayah pusat kota Yogyakarta yang dipenuhi oleh perkampungan padat penduduknya. Sistem kehidupan masyarakat kampung bantaran Sungai Code sudah terintegrasi dengan kehidupan sosial ekonomi masyarakat kota Yogyakarta. Permasalahan yang muncul adalah rendahnya kualitas intrastruktur terutama fasilitas sanitasi karena kendala terbatasnya kemampuan ekonomi masyarakat dan bentuk topograti yang terjal. Akhirnya sungai merupakan tujuan pembuangan akhir limbah sanitasi lingkungan tanpa proses terlebih dahulu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola sanitasi komunal lebih dapat diterima oleh masyarakat dari pertimbangan sosial, ekonomi dan kondisi lingkungan yang terjal. Di masa mendatang sistem ini perlu dijadikan dasar pengembangan teknis sistem sanitasi bantaran sungai untuk memperoleh sustainability yang tinggi.   ABSTRACT Code riverside is part of central business district in Yogyakarta composed by densely populated kampungs. Community way of life in the kampungs have been successfully integrated with social-economic of the urban community. The crusial problem faced by the community is lack of infrastructure facilities especially sanitation. This situation is very much related to social-economic constraints of the community and topographical situation as fisical constraints. Finally, sanitation disposals have to be discharged into Code River without pre processing. The study concludes that communal sanitation system becomes the most acceptable system based on socio-economic and topographical constraints. In the future communal sanitation system may become a basic technical considerations to develop sanitation system in the riverside settlements and to achieve sustainability.

  3. BUDI DAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei POLA TRADISIONAL PLUS DI KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erfan A. Hendarajat

    2007-12-01

    Full Text Available Udang merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan dalam program revitalisasi perikanan, di samping rumput laut dan tuna. Pada awalnya, jenis udang yang dibudidayakan di air payau adalah udang windu, namun setelah mewabahnya penyakit terutama WSSV yang mengakibatkan menurunnya usaha budi daya udang windu, pemerintah kemudian mengintroduksi udang vannamei pada tahun 2001 untuk membangkitkan kembali usaha perudangan di Indonesia dan dalam rangka diversifikasi komoditas perikanan. Untuk mengembangkan budi daya udang kedepan, upaya-upaya yang dilakukan pemerintah antara lain: (i Revitalisasi tambak intensif dengan udang vannamei seluas 7.000 ha dengan produktivitas 30 ton/ha/tahun, (ii revitalisasi tambak tradisional seluas 140.000 ha (40% dari tambak tradisional dengan produktivitas 600--700 kg/ha/tahun, (iii impor vannamei SPF/SPR, (iv pengembangan induk SPF vannamei dalam negeri, (v revitalisasi backyard hatchery  (HSRT, (vi penerapan sertifikasi, (vii pengembangan laboratorium, dan (viii pengembangan sarana/prasarana (Nurjana, 2005. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam usaha budi daya udang vannamei pola tradisional plus antara lain: persiapan tambak, kualitas benih, teknik penebaran, padat penebaran, manajemen pakan, pemeliharaan kualitas air, dan teknik panen. Tulisan ini menjelaskan secara ringkas mengenai teknologi budi daya udang vannamei pola tradisional plus di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang dapat dilakukan oleh pembudi daya udang.

  4. CISADANE RIVER WATER POLLUTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kumoro Palupi

    2012-09-01

    Full Text Available Sungai Cisadane berfungsi sebagai sumber air baku untuk sistem penyediaan air bersih wilayah Serpong dan Tangerang, Kabupaten Tangerang. Meskipun demikian, sungai Cisadane berfungsi pula sebagai tempat pembuangan limbah bagi rumah tangga dan industri yang berlokasi di sepanjang sungai tersebut. Untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat pencemaran airnya, pada bulan September 1992 telah dilakukan pengambilan sampel air sungai Cisadane. Sampel air diambil di sebelah hulu intake instalasi pengolahan air di Cikokol (Tangerang dan Serpong, masing-masing sebanyak lima dan tiga lokasi. Sebanyak 21 parameter dianalisis, kemudian dihitung Individual Index (II dan Pollution Index (PI - nya. Hasil yang diperoleh, yang menggambarkan kualitas pencemaran air sungai Cisadane pada saat itu, adalah sebagai berikut : Tangerang PI=1891. Pencemar utama adalah fenol, dengan II- 110 dan lemak & minyak, dengan II = 2670.Serpong, PI=574. Pencemar utama adalah fenol, dengan 11 = 810 Parameter lain yang mempunyai II > 1 adalah oksigen terlarut, fosfat, zat besi, fecal coli, nitrat, COD dan zat padat tersuspensi. Hasil tersebut menggambarkan baliwa sungai Cisadane telah tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga, serta mungkin pula telah tercemar oleh limbah pertanian, peternakan dan perbengkelan.

  5. GEDUNG PARKIR VERTIKAL DENGAN PENDEKATAN BANGUNAN PINTAR DI MAKASSAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    St. Aisyah Rahman

    2016-06-01

    Full Text Available Salah satu penyebab kemacetan di kota Makassar adalah kurangnya lahan parkir di pusat-pusat perkantoran atau bangunan publik. Banyaknya mobil yang parkir di pinggir jalan menyebabkan luas jalan yang berkurang berdampak pada kemacetan yang parah. Kepala Dispenda Sulsel Azikin Sulthan dalam kutipan jpnn.com diakses pada tanggal 26 Maret 2015 mengatakan, “pertumbuhan pengguna kendaraan di Sulawesi-Selatan, khususnya Makassar di atas 12-15 persen per tahunnya. Pada 2014 peningkatan kendaraan mencapai 10- 15 persen”. Tujuan Laporan ini adalah merancang sistem gedung parkir dengan kapasitas yang dapat mewadahi beberapa bangunan sekitar. Metode perancangan yang digunakan ialah studi lapangan dengan cara survey lansung dengan mengamati penggunan jalan Ahmad Yani yang sangat padat dengan sasaran pengguna utama ialah pegawai Balai Kota Makassar dan pegawai perkantoran yang berada di sekitar balai kota Makassar. Desain tapak dibuat dengan jalan masuk langsuk ke basemant agar tidak mengganggu aktifitas pada jalan Ahmad Yani. Bentuk bangunan mengadopsi bentuk dari sebuah komponen computer yang terlihat dari double facade. Sistem bangunan pintar menggunakan sistem parkir mobil otomatis dengan mengguakan lift. Sistem utilitas bangunan juga menggunakan sistem bangunan pintar.

  6. PENENTUAN LAPISAN AKUIFER AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI CHLUMBERGER DI DESA SUNGAI JATI KECAMATAN MATARAMAN KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinisa Hanifa

    2016-10-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian untuk mencari lapisan akuifer air tanah di Desa Sungai Jati sebagai dasar dalam perencanaan dalam pembuatan sumur bor. Salah satu cara untuk mengetahui potensi keberadaan air tanah adalah melakukan pengukuran geolistrik dengan konfigurasi schlumberger. Hasil penelitian  geolistrik  konfigurasi  schlumberger  menunjukkan  struktur  lapisan batuan di Desa Sungai Jati pada titik pengukuran GL1, GL2, GL3, GL4, GL5 dan GL6  terdiri  dari  lapisan  lapuk,  batu  pasir,  lanau,  lempung,  dan  lempung gampingan karena Sungai Jati termasuk kedalam formasi Keramaian (Kak. Sebaran akuifer air tanah tersebar pada lapisan batu pasir dengan  kedalaman akuifer air tanahnya bervariasi. Hasil interpretasi diketahui tebal lapisan berkisar antara  2 – 11  meter  dengan kedalaman  sekitar  6  –  40  meter  dengan  nilai resistivitas 100 – 450 Ωm. Secara keseluruhan semakin ke bawah jenis batuanya semakin padat, lapisan ini kurang bersifat sebagai lapisan pembawa air (akuifer. Lapisan air tanah yang berpotensi untuk pembuatan sumur bor dengan kualitas dan kuantitas yang cukup baik terdapat lapisan impermeable pada bagian atas dan bawah sedangkan pada Desa Sungai Jati merupakan akuifer bebas dimana lapisan impermeable hanya terdapat pada lapisan di bawah lapisan akuifer.   Kata kunci : geolistrik, konfigurasi schlumberger, akuifer

  7. MAT FOR LEPTOSPIROSIS DIAGNOSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Esti Rahardianingtyas.

    2014-06-01

    Full Text Available Leptospirosis is a disease caused by bacterial infection leptospira interrogans.Leptospira bacteria is a spiral bacterium with solid strands with two flagella periplasmik.Septicaemic phase patient samples taken from the blood and cerebrospinal fluid, whereassamples taken at phase immune extracted from urine. The diagnosis of leptospirosis occurdirectly or indirectly. Diagnosis is done by directly isolate and identify the causative agents ofthe agent. Diagnosis is done indirectly by detecting specific antibodies from the patient's body.Gold Standard of the diagnosis of leptospirosis is MAT. Mat made by reacting antibodies toleptospira antigen. Positive results seen with clump formed.Key words: Leptospirosis, Leptospirosis Diagnostic, MAT (Microscopic Agglutination Test Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri leptospirainterrogans. Bakteri leptospira merupakan bakteri spiral dengan untaian yang padat dengan duaflagella periplasmik. Sampel pasien pada fase septicaemic diambil dari darah dan cairanserebrospinal, sedangkan sampel yang diambil pada fase immune diambil dari urine. Diagnosisleptospirosis dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Diagnosis secara langsungdilakukan dengan cara mengisolasi agen penyebab dan mengidentifikasi agen tersebut. Diagnosissecara tidak langsung dilakukan dengan cara mendeteksi antibodi spesiflk dari dalam tubuhpasien. Gold Standart dari diagnosis leptospirosis adalah MAT. Mat dilakukan dengan caramereaksikan antibodi dengan antigen leptospira. Hasil positif dilihat dengan terbentuk gumpalanagglutinasiKata kunci: Leptospirosis, Leptospira, Leptospirosis Diagnosis.

  8. KATALIS HETEROGEN DARI ABU VULKANIK UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA CHLORELLA SP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Catur Rini Widyastuti

    2014-02-01

    Full Text Available Selama ini, proses produksi biodiesel konvensioanal banyak menghasilkan air limbah pada tahap pemisahan produk dari katalis yang larut dan produk samping yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk mengurangi limbah yang dihasilkan selama proses pemisahan tersebut, jenis katalis heterogen dapat digunakan untuk menggantikan katalis homogen alkali yang biasa digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis katalis dan aktivitasnya dalam reaksi transesterifikasi minyak mikroalga Chlorella sp menjadi biodiesel. Tahap awal penelitian yang dilakukan adalah preparasi minyak mikroalga yang akan digunakan untuk uji aktivitas katalis. Minyak mikroalga diperoleh dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksana. Rendemen minyak yang diperoleh sebesar 12,26%. Dari hasil uji GC-MS diketahui dua kandungan asam lemak terbesar dalam minyak mikroalga, yaitu Dodecanoic acid sebesar 59.52% dan n-Decanoic acid sebesar 12.64%. Selanjutnya minyak mikroalga direaksikan dengan metanol dengan rasio molar 1:6 menggunakan katalis yang disintesis dari abu vulkanik. Preparasi katalis dilakukan dengan dua metode yang berbeda, yaitu refluks dengan larutan H 2 SO 2 M dan secara alkali hidrotermal menggunakan larutan NaOH 2M. Reaksi transesterifikasi berlangsung pada suhu 60 o 4 C dengan penambahan katalis padat sebanyak 5% selama 60 menit. Yield biodiesel yang diperoleh dari reaksi menggunakan katalis yang dipreparasi dengan larutan H 2 SO adalah 28,27% dengan densitas 0,684 g/ mL. Sedangkan reaksi dengan katalis yang dipreparasi secara alkali hidrotermal menghasilkan biodiesel sebanyak 23% dengan densitas 0,69 g/mL.

  9. PENENTUAN HARGA JUAL HUNIAN PADA APARTEMEN DI SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI SPASIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siana Halim

    2008-01-01

    Full Text Available In the modern society, apartments are one of the answers to the need of residential for the citizens due to limited area for landed housing and over crowded city for businesses. Therefore, it will be very interested to investigate the price of appartements, since they are not only influenced by, e.g., physical factors, location, external factor and distance to the central business district, but also they have dependency to the price of other appartements in the neighborhoods. This dependency is called the spatial dependency; to accommodate this dependency to model the price of apartemen by ordinary least square is not enough. Therefore, in this research we used the spatial regresion to model the price of appartements, particularly in Surabaya. Abstract in Bahasa Indonesia: Dalam masyarakat modern, apartemen merupakan salah satu jawaban akan kebutuhan tempat tinggal bagi warga kota, karena adanya keterbatasan lahan untuk perumahan dan kota yang padat dengan daerah bisnis. Oleh karena itu sangatlah menarik untuk menginvestigasi harga apartemen, karena mereka tidak hanya tergantung pada, misalnya, faktor fisik, lokasi, faktor eksternal dan jarak ke pusat bisnis, tetapi juga tergantung pada harga apartemen di daerah sekitarnya. Ketergantungan ini disebut dengan ketergantungan spasial. Untuk mengakomodasi ketergatungan ini memodelkan harga jual apartemen dengan menggunakan metode regresi linear biasa tidaklah cukup. Pada penelitian ini, akan digunakan model regresi spasial untuk memodelkan harga apartemen khususnya di Surabaya. Kata kunci: Ordinary Least Square (OLS, Spatial Regresion, Spatial Auto Regresion (SAR.

  10. PERTUMBUHAN SPORA RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN HORMON PENGATUR PERTUMBUHAN PADA TANAMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2016-11-01

    Full Text Available Perbaikan mutu genetik rumput laut Gracilaria verrucosa dapat dilakukan melalui perkawinan silang dari spora atau melalui fusi protoplas. Perkembangan spora rumput laut sangat tergantung pada media tumbuh dan kondisi lingkungan dimana spora tersebut berada. Untuk memacu perkembangan spora pada kondisi laboratorium, diperlukan perlakuan khusus agar spora dapat tumbuh dan bertahan hidup. Pemberian kinetin yang berfungsi sebagai hormon perangsang tumbuh pada tanaman dapat mempercepat pertumbuhan dari spora membentuk anakan baru. Konsentrasi kinetin yang digunakan berkisar antara 0,5–2 mg/L. Sintasan spora dan pertumbuhan yang optimum diperoleh pada pemberian kinetin 1 mg/L baik pada media padat maupun pada media cair. Pemeliharaan anakan rumput laut secara in vitro dipertahankan hingga mencapai ukuran 2 cm. Genetic improvement of seaweed, G. verrucosa can be done through spore cross breeding or protoplast fusion. Seaweed spore development is very dependent on the medium and environment where the spore grows. To stimulate the development of the spore in laboratory, special treatment is needed in order to foster spore growth and survival. Kinetin treatment as a plant growth regulator can stimulate the growth of seaweed from spore to bud. Applied kinetin range was 0.5–2 mg/L. Optimum survival rate and growth of spore achieved by the addition of 1 ppm kinetin concentration both in solid and liquid media. In vitro nursery of buds was continued until the buds reached 2–3 cm in size.

  11. Identifikasi Ketidaksesuaian Peruntukan Ruang Kawasan Lindung Sempadan Sungai Pedindang di Kota Pangkalpinang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Ferianda

    2016-10-01

    Full Text Available Penelitian ini tentang ketidaksesuaian area sungai pada kawasan lindung di Sungai Pedindang, Kota Pangkalpinang. Tujuan dari penelitian adalah (1 untuk mengindentifikasi ketidaksesuaian penggunaan kawasan lindung sempadan sungai; (2  untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian penggunaan kawasan lindung sempadan sungai; (3 untuk mengetahui distribusi ketidaksesuaian penggunaan kawasan lindung sempadan sungai di Sungai Pedindang, Kota Pangkalpinang. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus. Lokasi yang dipilih berkaitan dengan ketidaksesuaian penggunaan sempadan sungai yang ditemukan di Sungai Pedindang, Kota Pangkalpinang. Penelitian ini difokuskan pada ketidaksesuaian kawasan lindung sepanjang sungai. Survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1 terdapat ketidaksesuaian penggunaan kawasan lindung di sempadan Sungai Pedindang, Kota Pangkalpinang. Penggunaan kawasan lindung yang tidak sesuai didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang RTRW dari Kota Pangkalpinang, untuk ruang terbuka hijau atau inspeksi jalan pada area terbangun. (2 Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian penggunaan kawasan lindung di sungai Pedindang diantaranya (a ketersediaan fasilitas di sekitar sempadan sungai, (b tingkat keamanan lokasi, (c tingginya tingkat pendapatan daerah perkotaan, (d jumlah kesempatan kerja besar, dan (e kedekatan dengan tempat bekerja. (3 Distribusi ketidaksesuaian di kawasan lindung sempadan sungai ditemukan di daerah tengah arus sungai yaitu daerah pusat Kota Pangkalpinang dengan populasi yang sangat padat.

  12. Pengaruh komposisi komposit al2o3/ysz dan variasi feed rate terhadap ketahanan termal dan kekuatan lekat pada Ysz-al2o3/ysz double layer tbc

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parindra Kusriantoko

    2014-03-01

    Full Text Available TBC (Thermal Barrier Coating dengan YSZ-Al2O3/YSZ top coat (TCdan MCrAlY sebagai bond coat (BC yang selanjutnya disebut sebagai YSZ-Al2O3/YSZ double layer TBC dibuat dengan menggunakan metode flame spray.Hasil pelapisan sebelum dan sesudah diuji termal dikarakterisasi menggunakan SEM, EDX dan XRD.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa semakin tinggi powder feed rate akan berpengaruh pada morfologi permukaan lapisan. Feed rate makin rendah menyebabkan struktur yang cenderung kasar dan tidak padat dan cenderung berporos. Lapisan komposit Al2O3/YSZ juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan TGO (Thermally Grown Oxide setelah dilakukan uji termal, dimana komposisi paling bagus dengan pertumbuhan TGO paling rendah adalah 15%Al2O3/8YSZ. Hasil pengujian TGA menunjukkan semua sampel mulai teroksidasi pada temperatur 1000-1030oC dan didapatkan sampel paling stabil adalah 15% Al2O3/8YSZ 14 dan 20 gr/min. Dari pengujian XRD sampel yang memiliki fasa yang paling stabil adalah 15%Al2O3/8YSZ dengan fasa t-ZrO2 dan m-ZrO2. Dari pengujian Thermal Torch dan Pull Off komposisi 15%Al2O3/8YSZjuga memiliki ketahanan terhadap pengerusakan yang paling baik dan kelekatan yang baik sebesar 10 MPa.

  13. Perawatan Pulpektomi Secara Singkat Pada Gigi Sulung Nekrotik (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarworini Bagio Budiardjo

    2015-10-01

    Full Text Available Perawatan pulpektomi gigi sulung nekrotik akibat atrisi, trauma atau karies yakni pembuangan seluruh jaringan pulpa nekrotik dan menggantikannya dengan bahan pengisi yang padat, dapat diresorbsi serta tampak secara radiografis. Tujuannya antara lain untuk mempertahankan gigi sulung sampai saatnya digantikan dengan gigi tetap pengganti. Perkembangan, anatomi dan histologi gigi sulung membedakan teknik perawatan pulpektomi gigi sulung dan gigi tetap.Indikasinya adalah gigi sulung nekrotik tanpa peradangan periapikal, mahkota mendukung sterilisasi dan dapat direstorasi serta resorbsi akar fisiologis kurang dari sepertiga akar.Kesulitan perawatan terutama karena bentuk saluran akar yang sangat bervariasi dan resorbsi akar yang tidak beraturan. Tahap perawatan terdiri dari persiapan gigi, sterilisasi, pengisian dan restorasi.Keempat tahap dapat diselesaikan dalam satu kali kunjungan.Pada keadaan dimana terjadi kesulitan persiapan gigi, maka tindakan pengisian saluran akar dan restorasi ditunda 1 minggu kemudian, sehingga perawatan pulpektomi diselesaikan dalam 2 kali kunjungan.Dalam laporan kasus, perawatan pulpektomi dilakukan pada gigi insisif dan molar sulung dengan teknik 1-2 kali kunjungan.Sebagai bahan sterilisasi saluran akar digunakan formokresol dan bahan pengisi campuran zinkoksid-eugenol.  

  14. Tipologi Permukiman Kumuh di Pinggiran Selatan Kota Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Leny Agustin Maharani

    2014-09-01

    Full Text Available Permukiman kumuh di Pinggiran Selatan Kota Surabaya merupakan salah satu permasalahan kota. Permukiman di daerah ini menjadi rentan karena banyak masuknya penduduk desa ke kota dan memilih bertempat tinggal. Perkembangan kota Surabaya yang begitu pesat tidak diimbangi dengan pemeliharaan dan peningkatan prasarana, sehingga menjadi padat dan kumuh. Maka perlunya suatu tipologi permukiman kumuh di Pinggiran Selatan Kota Surabaya. Untuk mencapai tujuan penelitian yaitu merumuskan tipologi permukiman kumuh di Pinggiran Selatan Kota Surabaya, dilakukan tiga tahapan analisis yaitu pertama mengidentifikasi kondisi eksisting permukiman kumuh menggunakan metode statistik deskripsi, kedua untuk menentukan kriteria tipologi permukiman kumuh menggunakan analisa triangulasi dan delphi serta terakhir merumuskan tipologi permukiman kumuh dengan skoring, analisis cluster dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian terbentuk 4 tipologi, yaitu tipologi 1 terdiri dari area Karangpilang dan Waru Gunung dengan kategori di semua aspek buruk. Tipologi 2 terdiri dari area Kebraon, Gayungan, Rungkut Menaggal dan Gunung Anyar dengan ciri yaitu aspek fisik kategori sedang, aspek sosial dan hukum kategori baik, serta aspek ekonomi kategori buruk. Tipologi 3 terdiri dari area Pagesangan, Kebonsari, Dukuh Menanggal, Panjang Jiwo dan Gunung Anyar Tambak dengan ciri semua aspek baik, kecuali aspek ekonomi kategori buruk. Sedangkan tipologi 4 terdiri dari area Kutisari dan Kendangsari, yang memiliki ciri yaitu aspek fisik kategori sedang, aspek sosial dan aspek ekonomi kategori buruk dan aspek hukum kategori baik.

  15. INVESTIGATION OF THERMAL PERFORMANCE OF AIR TO WATER HEAT EXCHANGER USING NANO-FLUIDS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nawaf Hazim Saeid

    2011-12-01

    : nombor Reynolds, jenis dan isipadu pecahan bendalir nano. Kesan parameter pengawal imbang ini dikaji dan keputusannya dibentangkan.  Keputusan menunjukkan peningkatan pemindahan haba yang ketara dengan penggunaan zarah bersaiz nano seperti serbuk titanium oksida (TiO2, berbanding dengan bendalir tulen.  Ketepatan keputusan kajian ini bergantung kepada ketepatan sifat-sifat efektif bendalir nano yang dirujuk daripada sumber maklumat terdahulu.

  16. Desain Pabrik ETHYLENE dari Gas Alam Di Teluk Bintuni Papua Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Randhi Ramdhani

    2015-03-01

    Full Text Available Indonesia adalah salah satu dari sedikit Negara dengan keanekaragaman sumber daya alam yang melimpah sebagai bahan baku utama industri petrokimia berupa minyak bumi, gas alam, batu bara dan biomassa. Ketersediaan bahan baku tersebut dapat mendorong perkembangan industri petrokimia yang merupakan penopang industri nasional dalam upaya pemenuhan kebutuhan manusia terhadap pangan, sandang, papan dan energi. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam gas, sehingga sumberdaya alam tersebut merupakan penopang utama pembangunan di Indonesia. Berdasarkan data Departemen ESDM pada januari 2012, total cadangan gas alam Indonesia tercatat mencapai 150,70 Trillion Standard Cubic Feet (TSCF. Dari jumlah tersebut, sebanyak 103,35 TSCF merupakan gas alam terbukti, sementara 47.35 TSCF sisanya belum terbukti atau potensial. Memasuki era perdagangan, Indonesia dituntut untuk mampu bersaing dengan Negara lain dalam bidang industri. Inovasi yang berorientasi pada pengurangan ketergantungan kita pada produk luar negeri mampu untuk menambah devisa negara sangat diperlukan. Salah satu industri manufaktur strategis yang memiliki peranan penting dalam struktur industri nasional adalah industri petrokimia. Salah satu produk yang dihasilkan dari industri petrokimia adalah ethylene. Etena (Ethylene adalah senyawa kimia yang memiliki rumus C2H4 yang memiliki sifat-sifat : olefin paling ringan, tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah terbakar. Adapun penggunaan etena dalam dunia industri cukup luas antara lain : sebagai bahan baku industri kimia ethylene oksida, polyethylene, ethylene benzene, PVC, dan ethylene glikol. Ethylene dapat diproduksi dari beberapa sumber yaitu naptha dan gas alam. Dimana beberapa pabrik yang memproduksi ethylene antara lain Siemens Oil dan Gas Industri yang memproduksi sekitar 800.000 ton/tahun, Toyo Engineering Corporation yang mendirikan pabrik di Jepang pada tahun 1966 memproduksi ethylene sebesar 200.000 ton

  17. STUDY ON DISCHARGE HEAT UTILIZATION OF 250 MWe PCMSR TURBINE SYSTEM FOR DESALINATION USING MODIFIED MED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-03-01

    Full Text Available PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor is one type of Advanced Nuclear Reactors. The PCMSR has benefit charasteristics of very efficient fuel use, high safety charecteristic as well as high thermodinamics efficiency. This is due to its breeding capability, inherently safe characteristic and totally passive safety system. The PCMSR design consists of three module, i.e. reactor module, turbine module and fuel management module. Analysis in performed by parametric calculation of the turbine system to calculate the turbine system efficiency and the hat available for desalination. After that the mass and energi balance of desalination process are calculated to calculate the amount of distillate produced and the amount of feed sea water needed. The turbine module is designed to be operated at maximum temperature cycle of 1373 K (1200 0C and minimum temperature cycle of 333 K (60 0K. The parametric calculation shows that the optimum turbine pressure ratio is 4.3 that gives the conversion efficiency of 56 % for 4 stages turbine and 4 stages compressor and equiped with recuperator. In this optimum condition, the 250 MWe PCMSR turbine system produces 196 MWth of waste heat with the temperature of cooling fluid in the range from 327 K (54 0C to 368 K (92 0C. This waste heat can be utilized for desalination. By using MMED desalination system, this waste heat can be used to produce fresh water (distillate from sea water feed. The amount of the destillate produced is 48663 ton per day by using 15 distillation effects. The performance ratio value is 2.8727 kg/MJ by using 15 distillation effects. Keywords: PCMSR, discharged heat, MMED desalination   PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor merupakan salah satu tipe dari Reaktor Nuklir Maju. PCMSR memiliki keuntungan berupa penggunaan bahan bakar yang sangat efisisien, sifat keselamatan tinggi dan sekaligus efisiensi termodinamika yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan pembiakan bahan bakar, sifat

  18. Developing a Model Using Homer for a Hybrid Hydrogen Fuel Cell System

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fera Annisa

    2013-04-01

    Full Text Available ABSTRACT. Hydrogen is widely considered be the fuel of the near future. Combined wind/PV energy hybrid systems can be used to sources energy to hydrogen production. This paper describes design, simulation and feasibility study of a hybrid energy system for a household in Malaysia. One year recorded wind speed and solar radiation are used for the design of a hybrid energy system. In 2000 was average annual wind speed in Johor Bahru is 3.76 m/s and annual average solar energy resource available is 5.08 kWh/m2/day. National Renewable Energy Laboratory’s HOMER software was used to select an optimum hybrid energy system. In the optimization process, HOMER simulates every system configuration in the search space and displays the feasible ones in a table, sorted by total net present cost (TNPC. The optimization study indicates that sensitivity analysis of the HOMER is shown in the overall winner which shows that the most least cost and optimize hybrid system is combination of 10 kW of PV array, 1 unit of wind turbine, 2 kW of fuel cell, 120 units of batteries and 6 kW converter as well as 1 kW of electrolyzer so as to generate the minimum COE, $2.423 kWh- 1. Although renewable sources (wind and PV involved in the power generation, 1 kg of hydrogen was produced in this system. Pengembangan Model Dengan Menggunakan Homer Untuk Sistem Sel Berbahan bakar Hidrogen Hibrida ABSTRAK. Hidrogen secara luas dianggap sebagai bahan bakar masa depan. Gabungan sistem hibrida energi angin/fotovoltaik dapat digunakan untuk sumber energi produksi hidrogen. Makalah ini menjelaskan desain, simulasi dan studi kelayakan dari sistem energi hibrida untuk rumah tangga di Malaysia. Satu tahun kecepatan angin tercatat dan radiasi matahari digunakan untuk desain sistem energi hibrida. Pada tahun 2000 adalah kecepatan angin rata-rata tahunan di Johor Bahru 3.76 m/det dan rata-rata sumber daya energi surya tahunan yang tersedia adalah 5.08 kWjam/m2/ hari. Software HOMER digunakan

  19. Kombinasi Boraks dan Asam Borat sebagai Bahan Penghambat Api dan Antirayap Pada Kayu Meranti Merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahdi Santoso

    2015-01-01

    Full Text Available Kayu mempunyai sifat yang mudah terbakar dan sebagian besar mempunyai keawetan alami yang rendah. Perbaikan kualitas kayu dilakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut, salah satunya dengan mengimpregnasikan bahan kimia yang bersifat menghambat api dan beracun terhadap organisme perusak kayu. Tujuan penelitian ini adalah melihat kemampuan boraks:asam borat (1:1 untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering dan mengetahui proses pengawetan yang efektif. Penelitian ini menggunakan kayu meranti merah (Shorea spp berukuran 6 x 15 x 500 cm. Waktu pengawetan adalah 1, 2, dan 3 jam serta konsentrasi bahan pengawet 7% dalam 5 ulangan. Metode pengawetan menggunakan metode sel kosong dengan tekanan 12 kg/cm2 . Pengujian ketahanan terhadap api mengacu pada ASTM E 69-02 prosedur B, pengujian ketahanan terhadap rayap kayu kering mengacu pada metode rayap makan tanpa pilihan. Parameter yang diamati ialah absorpsi, retensi aktual, intensitas bakar, suhu pembakaran maksimal, lama pembaraan, mortalitas rayap kayu kering, pengurangan berat contoh uji, derajat kerusakan dan kondisi fisik sampel setelah uji bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi boraks:asam borat (1:1 memiliki efektivitas yang tinggi untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering. Proses pengawetan yang paling efektif adalah lama penekanan 2 jam dengan absorpsi 331 kg/m3 ; retensi aktual 28,8 kg/m3 ; intensitas bakar 10,9%; suhu pembakaran maksimal 140ºC; lama pembaraan 1,03 menit; mortalitas rayap kayu kering 100%; pengurangan berat contoh uji 0,002%; serta derajat kerusakan kategori ringan. Katakunci: penghambat api, anti rayap, boraks, Shorea spp, Cryptotermes cynocephalus   Borax and Boric Acid Combination As Fire Retardant and Anti-termite Agents on Red Meranti Wood Abstract Woods have properties which are easy to be ignited by fire and most of them have a low natural durability. Therefore, it is required to

  20. Committee for International Conference on Mechanical Engineering Research (ICMER 2011)

    Science.gov (United States)

    Yusoff, Ahmad Razlan Bin

    2012-09-01

    Scientific Advisory Committee: 1) Prof. Dr. Ahmad Kamal Ariffin (UKM) 2) Prof. Dr. Hj. Rosli Abu Bakar (UMP) 3) Prof. Dr. Hanafi Ismail (USM) 4) Prof. Ir. Dr. Mohd Jailani Mohd Nor (MoHE) 5) Prof. Dr. Zahari Taha (UMP) 6) Prof. Dr. Masjuki Haji Hassan 7) Prof. Ir. Dr. Ramesh Singh (UNITEN) 8) Prof. Dr. Razali Ayob (UTEM) 9) Prof. Dr. Wan Khairuddin (UTM) 10) Prof. Dr. Sulaiman Hj. Hasan (UTHM) 11) Prof. Dr. Zuraidah Mohd. Zain (UniMAP) 12) Prof. Dr. Horizon Gitano (USM) 13) Prof. Dr. K.V Sharma (UMP) 14) Prof. Dr. Shahrani Anuar (UMP) 15) Assoc. Prof. Dr. Abd Rashid Abd. Aziz (UTP) 16) Assoc. Prof. Dr. Aidy Ali (UPM) 17) Assoc. Prof. Dr. Saidur Rahman (UM) 18) Assoc. Prof. Dr. Md Abdul Maleque (UIA) Organizing Committee Chairman: Prof. Dr. Hj. Rosli Abu Bakar Co-Chair: Prof. Dr. Zahari Taha Co-Chair: Prof. Ir. Dr. Jailani Salihon Secretary: Dr. Rizalman Mamat Committee on Keynote Speaker 1) Kumaran Kadirgama (Chair) 2) Prof. Dr. K.V. Sharma 3) Haji Amirruddin Abdul Kadir 4) Miminorazeansuhaila Loman 5) Mohd Akramin Mohd Romlay Technical Committee (Peer Review & Proceedings) 1) Dr. Abdul Adam Abdullah (Chair) 2) Dr. Ahmad Razlan Yusoff 3) Mohd Yusof Taib 4) Dr. Md. Mustafizur Rahman 5) Dr. Hjh. Yusnita Rahayu 6) Dr. Gigih Priyandoko 7) Dr. Agung Sudrajad 8) Muhammad Hatifi Mansor 9) Mohd Fadzil Abdul Rahim Technical Committee (Panels & Session Chairs) 1) Dr. Mahadzir Ishak (Chair) 2) Prof. Dr. Shahrani Anuar 3) Dr. Maisara Mohyeldin Gasim Mohamed 4) Muhammad Ammar Nik Mu'tasim 5) Ahmad Basirul Subha bin Alias Technical Committee (Journal Publication) 1) Dr. Ahmad Razlan bin Yusoff (Chair) 2) Mohd Yusof Taib 3) Dr. Mahadzir Ishak 4) Dr. Abdul Adam Abdullah 5) Hj. Amirruddin Abdul Kadir 6) Hadi Abdul Salaam Bureau of Publicity & Website 1) Dr. Muhamad Arifpin Mansor (Chair) 2) Amir Abdul Razak 3) Idris Mat Sahat 4) Prof. Dr. Hj. Rosli Abu Bakar 5) Muhamad Zuhairi Sulaiman 6) Dr. Sugeng Ariyono 7) Asnul Hadi Ahmad 8) Mohd Tarmizy Che Kar 9) Mohd Padzly Radzi Bureau of

  1. Faktor Risiko Lingkungan dengan Kejadian ISPA pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sofia Sofia

    2017-06-01

    dengan menggunakan rumus lameshow yaitu 100 responden, sampel diambil secara acak sederhana. Analisa data dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelembaban udara dalam rumah (p=0,039, kebiasaan merokok anggota keluarga dalam rumah (p=0,001, dan kebiasaan menggunakan obat nyamuk bakar di dalam rumah (p=0,003 sebagai faktor risiko kejadian ISPA pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Kesimpulan, faktor risiko ISPA pada balita yaitu kebiasaan merokok, kebiasaan penggunaan obat nyamuk bakar dan kelembaban udara. Saran, masyarakat agar dapat menjaga kualitas udara dilingkungan rumah agar terhindar dari berbagai penularan penyakit infeksi. Kata kunci: Kelembaban udara, kebiasaan, lingkungan, ISPA

  2. PENINGKATAN KADAR GERANIOL DALAM MINYAK SEREH WANGI DAN APLIKASINYA SEBAGAI BIO ADDITIVE GASOLINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2014-10-01

    Full Text Available Sereh wangi merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak mengandung geraniol. Geraniol merupakan senyawa penyedia oksigen sehingga minyak sereh wangi dimungkinkan dapat digunakan sebagai bio additive gasoline. Penelitian ini bertujuan  meningkatkan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi dan menggunakannya sebagai bio additive gasoline.Penelitian dilakukan dalam  tiga tahap, yaitu  pemungutan minyak sereh wangi dari daun sereh wangi, peningkatan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi dan aplikasi minyak sereh wangi yang mengandung geraniol tinggi sebagai bio aditive gasoline.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemungutan minyak sereh wangi yang dilakukan dengan metode distilasi uap menghasilkan rendemen sebesar 0,76% dengan kadar geraniol 5,36%.Kadar geraniol dapat ditingkatkan menjadi 21,78% melalui proses distilasi vakum pada suhu 120oC. Pengujian minyak sereh wangi dengan kadar geraniol tinggi sebagai bio additive gasoline meliputi uji performa dan efisiensi konsumsi bahan bakar dengan variasi perbandingan volume gasoline dengan bio additive. Hasilnya, penambahan minyak sereh wangi dengan perbandingan volume gasoline ; minyak sereh wangi = 1000:2 mampu meningkatkan power mesin dari 7,8HP menjadi 8,6HP. Sementara, pada pengujian efisiensi bahan bakar, penambahan minyak sereh wangi dengan perbandingan volume gasoline : minyak sereh wangi = 1000:2 dapat meningkatkan efisiensi mesin sebesar 10,8%. Citronella contains geraniol which is an oxygen provider substances, so it may be used as bio additive. The purpose of this research  is to increase geraniol content in citronella oil and use it as a gasoline bio additive. This research is conducted  in three steps including take the citronella oil from citronella leaf, increase geraniol content in citronella oil and use citronella oil as a gasoline bio additive. The result show that citronella oil produced from citronella leaf using vapor distillation method contains geraniol

  3. Produksi Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Au/HZSM-5 dan Kompositnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tillotama Anindita Sari

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak menyebabkan cadangan minyak bumi semakin menipis sehingga perlu adanya pengembangan bahan lain sebagai sumber bahan bakar alternatif yang dapat menggantikannya. Salah satu produk energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui adalah biofuel. Perubahan minyak sawit menjadi biofuel salah satunya adalah dengan proses perengkahan katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dimana dalam penelitian ini akan dipelajari kondisi operasi dan  unjuk kerja katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada reaksi perengkahan minyak sawit menjadi biofuel. Penelitian ini diharapakan mampu menghasilkan teknologi pembuatan katalis baru dan teknologi proses baru dalam proses produksi biofuel pada proses perengkahan katalitik asam palmitat dari minyak sawit. Pada penelitian ini biofuel telah berhasil diperoleh pada proses perengkahan minyak sawit menggunakan katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada berbagai temperatur dan laju alir gas N2. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu sintesa katalis, karakterisasi katalis dan proses perengkahan katalitik. Au/HZSM-5 disintesa dengan metode Plank dan katalis komposit disentesa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Qjang Tang et all. Hasil yang telah berhasil disintesa dikarakterisasi dengan Energy Difraction X-Ray (EDX, X-Ray Difraction (XRD dan Brunaur Emmet Teller (BET. Dari hasil karakterisasi dapat disimpulkan bahwa katalis yang telah disintetis telah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai katalis pada proses perengkahan. Proses perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed dengan berat katalis yang digunakan sebanyak 2 gram dan proses perengkahan dimulai saat gas N2 dialirkan selama 60 menit. Proses perengkahan dilakukan pada variasi temperatur 350-550 °C dan laju alir gas N2 90-400 ml/min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang

  4. STUDI EMISI TUNGKU MASAK RUMAH TANGGA (Study for Emission Characteristic of Household Stoves

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Haryanto

    2013-03-01

    menghasilkan NO2 lebih banyak (99 μg/m3 dibandingkan kompor minyak tanah (25 μg/m3. Emisi partikulat meningkat menurut jenis bahan bakar yang digunakan dengan urutan dari yang paling rendah adalah LPG, minyak tanah, batubara, dan biomassa. Kata kunci: emisi, tungku, biomassa, bahan bakar fosil

  5. KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI GLISEROL DAN ASAM ASETAT MENJADI TRIACETIN MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hantoro Satriadi

    2015-12-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar diesel. Gliserol merupakan produk dengan produksi biodiesel dari reaksi transesterifikasi. Gliserol saat diesterifikasi dengan asam asetat untuk membentuk triacetin. Kegunaan triacetin sangat baik untuk makanan dan non makanan. Untuk bahan makanan, triacetin dapat digunakan sebagai bahan aroma dalam permen, minuman dari susu, minuman ringan dan permen karet. Adapun non-makanan dapat digunakan untuk pelarut pada parfum, tinta cetak, pelarut dalam rasa, plasticizer untuk resin selulosa, polimer dan co-polimer, bahkan dapat digunakan sebagai bahan aditif bahan bakar untuk mengurangi knocking di mesin mobil. Dalam penelitian ini akan diperoleh kondisi optimum pembuatan triacetin. Volume total gliserol dan asam asetat 600 ml, kecepatan pengadukan 100 rpm dan berat katalis adalah 5% berat gliserol. Dalam penelitian ini proses analisis kualitatif dengan menggunakan instrumen FTIR telah mendeteksi adanya produk triacetin. Hasil analisis kuantitatif diperoleh persamaan kecepatan reaksi esterifikasi dan kondisi optimum yang dihasilkan pada rasio mol reagen gliserol dan asam asetat 1:7 dengan temperatur 120 oC pada menit ke-5 dengan nilai konversi sebesar 67,63%. [Title: Kinetics of Esterification Reaction of Triacetin Formation from Glycerol and Acetic Acid Using Sulfuric Acid Catalyst] Biodiesel, as one of alternative energy, is expected to replace diesel fuel. Glycerol is a by product of biodiesel production from transesterification reaction. The glycerol was esterified with acetic acid to form triacetin. The triacetin was useful for food and non- food application. For food application, the triacetin can be used as a fragrance ingredient in candy, beverages from milk, soft drinks and chewing gum. Meanwhile, for non-food materials, it can be used for solvent triacetin on perfumes, printing ink, solvent in flavor, plasticizer for cellulose resin, polymer and co

  6. PENGEMBANGAN TUNGKU BRIKET BATUBARA SKALA RUMAH TANGGA Improvement of a Coal Briquette Stove for Household Scale

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tamrin Tamrin

    2012-05-01

    Full Text Available Improving of a coal briquette stove is required in the context of energy diversification for strengthening national energy security. The policy of kerosene conversion to LPG is a short term policy and needs other source of energy alternative.  In idealized sense, all potentials should be used for household cooking, not always depending on a particular energy source. Purpose of this research was to improve a household coal briquette stove to increase stove efficiency and ease in ceasing the ember. Design criteria of the coal briquette stove were based on heat transfer from the burning coal to the heated object, ease in ceasing the ember, and facilitating the exhausting smoke from the kitchen room. Performance test to the designed stove was conducted on analyses of temperature at the bottom of a pan versus time during the firing, heat efficiency, and the time of ceasing ember. The results showed that the cooking temperature (>180 oC was reached after 35-65 minutes. The cooking temperature lasted for 4 hours, heat efficiency of 25.5 % was about optimum, and the time of ember ceasing was 19-33 minutes. ABSTRAK Pengembangan tungku briket batubara sangat diperlukan dalam diversifikasi pemakaian energi bahan bakar agar ketahanan energi nasional  menjadi kuat.  Kebijakan pengalihan bahan bakar minyak tanah ke elpiji merupakan ke- bijakan jangka pendek dan perlu energi alternatif lainnya  Idealnya  semua potensi yang ada dapat digunakan untuk memasak, tidak harus bergantung pada energi tertentu.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan tungku briket batubara skala rumah tangga untuk meningkatkan efiseinsi dan memudahkan pematian bara api. Tungku briket batubara dibuat didasarkan pada sistem pindah panas dari bara briket ke objek yang dipanaskan, memudahkan pe- matian bara api briket batubara dan menyalurkan asap dari ruang pembakaran keluar dari ruang dapur. Pengujian dilakukan untuk mengetahui perubahan suhu dasar panci selama pembakaran

  7. SINTESIS BIODISEL DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KOH UNTUK TAHAPAN TRANSESTERIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Dewi Kusumaningtyas

    2013-05-01

    Full Text Available Bahan bakar yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel atau fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel berasal dari minyak nabati yang dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik, dan mudah diperoleh. Pada penelitian ini digunakan minyak biji karet untuk sintesis FAME. Proses utama dalam pembuatan FAME adalah transesterifikasi. Penelitian ini mengkaji hasil optimum dari variasi konsentrasi katalis KOH dan suhu reaksi pada reaksi transesterifikasi. Preparasi minyak biji karet dengan menggunakan arang aktif granular diikuti dengan degumming. Reaksi esterifikasi dilaksanakan pada kondisi operasi 500 C selama 1 jam, katalis asam sulfat (98% sebesar 0,5% volume minyak, dan metanol sebesar 20% volume minyak. Reaksi transesterifikasi dilaksanakan selama 1 jam, serta perbandingan volume minyak dan metanol sebesar 4:1. Analisis kadar metil ester yang terbentuk, jumlah komponen, dan komposisinya yang terdapat pada senyawa hasil dilakukan dengan menggunakan alat GC. Kondisi operasi terbaik pada transesterifikasi minyak biji karet menjadi metil ester adalah pada katalis KOH 1% dan suhu 60 0C. Berdasarkan uji sifat-sifat fisis, metil ester yang dihasilkan belum semua memenuhi mutu sifat fisis biodiesel yang disyaratkan. The most widely used fuel is diesel fuel or fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel is derived from vegetable oil that can be renewed, can be produced periodically, and easy to obtain. In this research, the rubber seed was used for synthesizing the FAME. The main process in the production of FAME is transesterification. This study examined the optimum result from variations of the concentration of KOH catalyst and the reaction temperature on the transesterification reaction. Preparation of the rubber seed oil using granular activated charcoal was followed by degumming. Esterification reaction was carried out at 50 oC for 1 h with the sulfuric acid catalyst of 0.5% by volume of oil and methanol of 20% by the volume of

  8. KAJIAN DAN TERAPAN KONSEP FISIKA DALAM DESAIN TUNGKU SEKAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Suhandi

    2013-07-01

    Full Text Available ABSTRAKTelah dilakukan kajian dan penerapan konsep Fisika dalam menyempurnakan desain tungku sekam. Konsep-konsep Fisika yang dikaji meliputi konsep pembakaran dan transfer panas. Hasil kajian mengindikasikan bahwa konsentrasi udara dalam badan tungku sekam mengendalikan pembakaran sekam, proses transfer panas dan pelepasan gas buang yang dihasilkan. Pengaturan konsentrasi udara dalam ruang bakar tungku direalisasikan dengan cara memasang sirip saluran udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh jumlah sirip saluran udara terhadap efisiensi tungku. Proses penelitian dilakukan dengan cara menguji penggunaan tungku sekam dalam proses memasak 20 liter air. Berdasarkan data-data massa sekam yang digunakan, massa air, energi spesifik air, kalor yang dibutuhkan untuk memasak tiap satuan waktu, dan kandungan energi dalam bahan bakar sekam, efisiensi tungku sekam dapat dihitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi tungku sekam bergantung pada jumlah sirip lubang udara yang dipasang. Untuk ukuran tungku sekam yang digunakan dalam penelitian, efisiensi optimum  terjadi ketika jumlah sirip lubang udara berjumlah empat buah, dengan capaian efisiensi sebesar 20,25 %. ABSTRACTA study and an application of physics concepts in refining husk stove design have been done. The examined physicsconcepts include the concept of combustion and heat transfer. Results of the study indicated that the concentration of air in the stove combustion chamber could control husk burning processes, heat transfer and release of exhaust gasses produced.The management of air concentration in the stovecombustion chamber was realized by installing the fin air inlets.This research was conducted to investigate the effect of the number of fins air inlets to stove efficiency.The research process was done by testing the use of rice husk stove in the cooking of 20 liters of water. Based on the data of husk mass, water mass, the specific energy of water, the

  9. Struktura i svojstva plazma sprej Aps - Nikal - Aluminid prevlake

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mihailo Rade Mrdak

    2013-06-01

    temperaturi pri brzini od 1 mm/min. Mikrostrukturna analiza slojeva prevlaka urađena je na svetlosnom mikroskopu. Morfologija površine deponovane prevlake i morfologija loma najboljih slojeva ispitana je na SEM-u (skening elektronskom mikroskopu. Rezultati i diskusija Vrednosti mikrotvrdoće slojeva prevlaka u direktnoj su vezi sa plazma sprej odstojanjem. Plazma sprej odstojanja bitno utiču na vrednosti mikrotvrdoće i čvrstoće spoja deponovanih slojeva. Slojevi Ni20Al prevlake deponovane sa najmanjim odstojanjem od 80 mm imaju vrednost mikrotvrdoće od  220HV0.3 koja je u granicama koju propisuje proizvođač praha (190–230HV0.3 (Material Product Data Sheet, 2011. Najveću vrednost mikrotvrdoće od 273 HV0.3 imali su slojevi sa najvećim udelom oksida koji su deponovani sa plazma sprej odstojanjem od 100 mm. Slojevi prevlaka deponovanih sa većim odstojanjem imali su vrednosti mikrotvrdoće iznad propisanih vrednosti. Vrednosti mikrotvrdoća prevlaka bile su u skladu sa udelima oksida u deponovanim slojevima. Merenjem vrednosti zatezne čvrstoće spoja ustanovljeno je da su se za sva tri plazma sprej odstojanja dobile vrednosti više od 20.7MPa, koju propisuje proizvođač praha (Material Product Data Sheet, 2011. Sve deponovane prevlake imale su dobre vrednosti zatezne čvrstoće spoja koje proizilaze iz egzotermne reakcije Al i Ni koja se dešava za vreme depozicije praha (McPherson, Cheang, 1989, (Deevi, et al., 1997, pp.335-344, (Material Product Data Sheet, 2011. Najveću vrednost čvrstoće spoja od 39MPa pokazali su slojevi koji su deponovani sa najmanjim plazma sprej odstojanjem. Ti slojevi imali su najmanji udeo oksida NiO i Υ- Al2O3 i pora. Na slikama 3 i 4. su prikazane mikrostrukture slojeva deponovanih sa plazma sprej odstojanjem 80 mm, koji su imali najbolju mikrostrukturu i mehaničke karakteristike. Struktura prevlake je lamelarna. Slojevi prevlake deponovani su kontinualno bez prisustva mikropukotina i makropukotina. U slojevima nisu prisutne

  10. The Prevalence of Skin Diseases and its Association with Hygiene Behavior and Level of Education in a Pesantren, Jakarta Selatan 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad A. Sahala

    2016-09-01

    Full Text Available Skin diseases are very common in places where the society lives in a crowded area. Pesantren is anIslamic school with a dormitory for its students, thus making the spread of skin infection easier to occur. Theobjective of this research was to identify the association between the prevalence of skin diseases with the hygienebehavior and level of education of santris (students of pesantren. This cross-sectional study was conducted in apesantren in South Jakarta. Data collection was carried out through a questionnaire consisting of ten questionsabout hygienic behaviors and history of previous dermatological examinations from July until September 2013.Results showed that out of 98 santris, 88 of them had skin diseases (89.7%. The most frequent skin infectionwas scabies with 67 cases (49.3%. Furthermore, 78 (88.6% out of all santris who had skin diseases, werecategorized to have poor hygienic behaviors. There were only 10 santris that did not have any skin disease, 3of them had good hygienic behaviors. There was no significant difference between hygienic behaviors of santrisand the prevalence of skin disease (p=0.350. Associated with the level of education, ibtidaiyah had the highestnumber of santris (51.2% affected by skin diseases. There was a significant difference between the level ofeducation and the prevalence of skin diseases (p<0.001. In coclusion, the prevalence of skin diseases in thepesantren was 89.7%; there was no association between skin diseases and hygienic behaviors. However, therewas an association between skin diseases and level of education. Keywords: skin diseases, prevalence, personal behavior, level of education   Prevalensi Penyakit Kulit dan Hubungannya dengan Perilaku Kebersihandan Tingkat Pendidikan di Pesantren, Jakarta Selatan 2013 Abstrak Penyakit kulit sering terjadi pada masyarakat yang hidup di lingkungan padat penghuni. Pesantrenadalah asrama sekolah Islam yang biasanya padat penghuni sehingga mudah terjadi penularan

  11. PERANSERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN 5 ULU PALEMBANG (The Community Participation in Settlement Environment Management at Kelurahan 5 Ulu Palembang, Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Korlena Korlena

    2003-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Kebutuhan untuk permukiman yang baik dan memaciai merupakan salah satu masalah perkotaan yang harus diatasi oleh pemerintah. Kampung lrnprovement Progran (KIP yang berisikan pengembangan infrastruktur pemukiman merupakan jawaban untuk masalah tersebut. Kegunaan KIP adalah untuk memotivasi masyarakat agar dapat menolong dirinya sendiri dalam bentuk partisipasi dalam mengelola lingkungan sekitarnya. Penelitian ini berfokus pada partisipasi masyarakat di Kelurahan 5 Ulu Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat partisipasi masyarakat dalam KIP di sepanjang sungai, dan mengidentifikasi faktor determinan yang mempengaruhi partisipasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksplanasi, dengan menggunakan proporsional random sampling dengan unit analisis rumah tangga di 2 wilayah yaitu daerah KIP dan sepanjang sungai. Data dikurnpulkan rnenggunakan kuesioner, interview pengamatan lapangan dan data sekunder. Metode statistik multiple regression digunakan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial-demografi dan sosio-ekonomik terhadap tingkat partisipasi, Uji T-test independent sample dan Mann-Withey-test digunakan untuk membedakan partisipasi di 2 wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1 partisipasi di daerah KIP untuk jalan dan drainase cenderung berupa kontribusi tenaga dan uang, sedangkan pengelolaan sampah padat cenderung dalam bentuk uang, sementara di daerah sepanjang sungai hal tersebut cenderung tenaga saja; (2 tingkat partisipasi masyarakat yang tinggal di daerah KIP lebih tinggi dari pada yang ada di sepanjang sungai; (3 faktor sosial-demografi dan sosio-ekonomi menentukan tingkat partisipasi dalam pengelolaan jalan dan drainase, sedangkan faktor kepemilikan rumah dan faktor pendapatan menentukan tingkat partisipasi dalam pengelolaan limbah padat; (4 faktor determinan yang mempengaruhi tingkat partisipasi adalah kepemimpinan formal dan informal, kondisi geografis, infrastruktur KIP, rasa keterasingan, kebutuhan

  12. MODEL PERPINDAHAN MASSA PADA EKSTRAKSI SAPONIN BIJI TEH DENGAN PELARUT ISOPROPIL ALKHOHOL 50% DENGAN PENGONTAKAN SECARA DISPERSI MENGGUNAKAN ANALISIS DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susiana Prasetyo

    2012-11-01

    Full Text Available Indonesia merupakan salah satu penghasil teh terbesar di dunia. Menurut data dari Deptan 2010, dengan luas lahan sebesar 127712 ha, Indonesia dapat menghasilkan produktivitas teh sebesar 153971 ton/tahun. Namun sayangnya, selama ini pemanfaatan tanaman teh di Indonesia masih terbatas pada pucuk daunnya saja. Bagian tanaman teh yang memiliki kandungan potensial namun belum dimanfaatkan adalah  biji teh, mengandung 26% saponin, 20-60% minyak dan 11% protein. Saponin merupakan salah satu komponen bioaktif yang telah dimanfaatkan sebagai insektisida pembasmi hama pada tambak udang, bahan baku industri deterjen, shampoo, minuman bir, pembentuk busa pada pemadam kebakaran, dan dapat dimanfaatkan pula sebagai pupuk organik. Pada penelitian ini, saponin biji teh diperoleh melalui ekstraksi biji teh pasca pengepresan menggunakan pelarut IPA 50% secara batch di dalam sebuah ekstraktor berkapasitas 2 L. Pengontakan solvent dengan biji teh dilakukan secara dispersi. Pada penelitian ini, rasio massa pelarut terhadap massa umpan diset 20:1; temperatur divariasikan 25-60 oC, kecepatan pengadukan 100-400 rpm, serta ukuran biji teh divariasikan -40+50 mesh s.d -100+200 mesh. Ekstraksi dilakukan hingga tercapai kesetimbangan. Ekstrak yang diperoleh dipekatkan menggunakan rotavapor vakum pada temperatur di bawah 40oC. Ekstrak pekat saponin kasar yang didapat dimurnikan dengan penambahan eter, etanol dan petroleum eter secara bertahap sehingga diperoleh endapan saponin murni yang kemudian dikeringkan menggunakan tray drier pada temperatur 40oC. Pada penelitian ini, model perpindahan massa sederhana dikembangkan untuk menggambarkan proses ekstraksi padat-cair saponin biji teh. Berdasarkan hasil analisis dimensi diperoleh hubungan antara koefisien perpindahan massa volumetrik (kLa pada lapisan antar fasa padat-cair dengan variabel-variabel ekstraksi yang dinyatakan dalam persamaan bilangan tak berdimensi dengan ralat rata-rata 3,7904 %.DIMENSIONAL ANALYSIS FOR MASS

  13. Penentuan bobot kayu apu Pistia stratiotes L. sebagai fitoremediator dalam pendederan ikan gurami Lac. ukuran 3 cm

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kukuh Nirmala

    2016-12-01

    Full Text Available ABSTRACT The use of high stocking density in nursery causes a decrease of  water quality. Technology that can be used to solvethe low water quality in nursery of giant goramy was phytoremediation using Pistia stratiotes L. Purpose of this research was to determine the best weight ratio between P. stratiotes L. and 33 L water in nursery giant goramy size 3 cm. Giant goramy size 3 cm was maintained in an aquarium and was treated with different weight of P. stratiotes L. consisted of 45 g, 90 g, 135 g, and controls P. stratiotes L. 0 g. Cleaning and water change was done once a week. This research showed that the treatment of P. startiotes L. 45g/33 L water gave the best result in survival rate, absolute length of the growth, specific growth rate, feed efficiency and economically profitable. Keywords: phytoremediation, water lettuce, Osphronemus goramy L., nursery  ABSTRAK Penggunaan padat tebar tinggi pada pendederan ikan gurami mengakibatkan kualitas air menjadi buruk. Salah satu teknologi yang bisa digunakan untuk mengatasi kualitas air yang buruk pada pendederan ikan gurami adalah fitoremediasi menggunakan tanaman kayu apu. Tujuan penelitian ini adalah menentukan bobot kayu apu dengan volume air 33 L pada pendederan ikan gurami ukuran 3 cm. Ikan gurami ukuran 3 cm dipelihara di dalam akuarium dan diberi perlakuan bobot tanaman kayu apu berbeda yaitu 45 g, 90 g, dan 135 g, serta kontrol  (kayu apu 0 g. Penyiponan dan pergantian air dilakukan setiap satu minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kayu apu 45 g/33 L air menunjukkan hasil tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan bobot harian, efisiensi pakan yang paling baik, serta lebih menguntungkan dibandingkan dengan perlakuan kontrol (kayu apu 0 g. Kata kunci: fitoremediasi, kayu apu, Oshpronemus goramy L., pendederan 

  14. SIMULASI PENGARUH KONSENTRASI BIOMASSA PADA LUMPUR AKTIF TERHADAP PENYISIHAN COD DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. E. Palupi

    2012-02-01

    Full Text Available Proses pengolahan limbah cair dengan bioreaktor membran terendam (BRMt, mempunyai banyak keuntungan dibandingkan proses lumpur aktif konvensional, karena prosesnya lebih sederhana, tidak memerlukan bak sedimentasi sekunder dan kandungan solid dalam efluen (permeat hampir tidak ada. Dalam proses ini melibatkan tiga fasa yaitu padat (biomassa dan komponen-komponen limbah, cair (air dan gas (udara untuk aerasi, dimana degradasi biologis yang terjadi sangat dipengaruhi oleh transfer massa lintas membran, sehingga diperlukan analisa teoritis terhadap proses degradasi limbah pada BRMt dengan model matematis yang dapat menjelaskan fenomena sistemnya, yaitu laju degradasi limbah (SS dan XS, laju pertumbuhan biomassa heterotrop (XBH, laju pembentukan SMP (soluble microbial product, kelarutan oksigen (SO, dan jumlah senyawa organik inert (SI dan XI. Penelitian ini bersifat simulasi yang menggabungkan antara model matematis aktivitas biologis dan performance membran menjadi satu model yang dapat digunakan untuk menghitung COD total pada setiap waktu. Hasil simulasi divalidasi dengan hasil analisa laboratorium dengan limbah cair domestik sintetis sebagai umpan. Secara teoritis, proses degradasi limbah BRMt terdiri dari tujuh komponen yang saling terkait yaitu Ss, Xs, XBH, SSMP, SO, SI dan XI. Model matematis yang diperoleh dapat menjelaskan fenomena terjadinya degradasi limbah domestik sintesis dan akumulasi partikulat inert. Simulasi menunjukkan hasil yang cukup bagus untuk memprediksikan pengolahan limbah cair dengan lumpur aktif dan separasi membran dalam satu reaktor. Dibandingkan dengan hasil percobaan, ditemukan nilai parameter baru untuk pengolahan limbah domestik sintesis dengan lumpur aktif, yaitu YH  = 0,46; μH = 1,5 hari-1; bH = 10,5 hari-1; KS = 1000 g COD/m3; KOH =0,5 g O2/m3; KSMP =15 g COD/m3.

  15. Analisa Biomassa dan Kandungan Logam Berat Pada Beras Merah Hasil Pemupukan Kompos Sludge dari Pabrik Kertas dan Pulp

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Thamzil Las

    2017-03-01

    Full Text Available Pabrik kertas dan pulp menghasilkan limbah cair dan limbah padat (sludge. Limbah cair dikelolamelalui instalansi pengelolaan air limbah (IPAL, sedangkan sludge hanya di timbun dalam tanah.Upaya yang dilakukan untuk mengelola sludge adalah diubah menjadi pupuk melaluipengomposan, karena sludge mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian inibertujuan menguji kandungan logam berat yang terdapat pada sampel padi merah hasil pemupukankompos sludge yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Dari tanaman padi merah terlebihdahulu dilakukan uji biomassa, selanjutnya dilakukan pengujian kadar protein dan kadar logam,terhadap beras merah. Analisis kandungan protein dengan metode Kjedahl dan pengukurankonsentrasi logam dan logam berat dengan metode spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa padi merah hasil pemupukan kompos sludge memiliki biomassa yang lebihtinggi dari pada kontrol (yang tidak dilakukan pemupukan kompos sludge. Peningkatan optimalbiomassa dan kadar protein pada pemupukan kompos sludge 3 kg/m2 yaitu 78 gram dan 11,1%.Biomassa tanaman padi meningkat sebanyak 20 gram (dari 58 gram menjadi 78 gram ketika padapemupukan kompos sludge 0 kg/m2 menjadi 3 kg/m2. Kandungan protein beras merah meningkatsebanyak 2,8% (dari 8,3% menjadi 11% ketika pada pemupukan kompos sludge 0 kg/m2 menjadi3 kg/m2. Hasil analisis logam pada beras merah menunjukkan penambahan dosis kompos sludgetidak menaikkan kandungan logam (α = 0,05. Kandungan logam Cu, Zn, Mn dan Fe berturut-turut2,41 ppm; 7,77 ppm; 32,7 ppm dan 37,71 ppm. Kandungan logam Cu dan Zn yang teranalisismasih aman untuk beras. Logam berat seperti Pb, Cd dan Cr tidak terdeteksi walaupun pada sampelyang pemupukannya 4,5 kg/m2.

  16. Perencanaan Modifikasi Rangka Busur Baja pada Jembatan Pemali disertai Damper sebagai Longitudinal Stopper

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bintang Mahardhika

    2017-03-01

    Full Text Available Jembatan Pemali merupakan jembatan yang terletak di Kota Brebes. Jembatan ini menjadi akses penting yang menghubungkan antara Kota Semarang dan Kota Jakarta. Jembatan Pemali sering mengalami perbaikan dalam segi struktural setiap bulannya, hal ini diakibatkan oleh semakin padat volume kendaraan terutama truk dengan muatan berat. Permasalahan ini yang melatarbelakangi pembangunan Jembatan Pemali yang baru agar menunjang dalam sarana transportasi. Penelitian ini memodifikasi Jembatan Pemali menjadi sistem busur rangka baja. Jembatan didesain dengan tinggi 18 meter, bentang 100 meter dan lebar 9 meter. Penelitian ini menggunakan kombinasi pembebanan sesuai SNI T-02-2005 dan SNI 1725-2016. Dengan menggunakan progam bantu SAP2000, kombinasi KUAT 1 (SNI-1725-2016 menghasilkan output gaya yang lebih besar daripada kombinasi lainnya sehingga kombinasi tersebut digunakan untuk menentukan profil rangka atas jembatan. Analisis pengaruh damper dengan tipe Lock-Up Device menggunakan progam bantu SAP2000 dengan kombinasi beban yang menentukan dalam perencanaan damper sebagai longitudinal stopper adalah kombinasi EKSTREM I (SNI-1725-2016. Hasil dari analisis dengan progam bantu SAP2000 profil utama yang terbesar pada jembatan busur menggunakan BOX 500x500x25 serta dengan adanya damper struktur utama jembatan mampu mengurangi deformasi sebesar 16%. Dalam merencanakan bangunan bawah jembatan, dilakukan kontrol guling dan geser pada abutment jembatan serta untuk tiang pancang jembatan dilakukan kontrol berdasarkan daya dukung tanah dan tipe material yang digunakan. Dari perencanaan tersebut, didapatkan dimensi abutment 11x11x10 meter serta kebutuhan tiang pancang jembatan 36 buah. Hasil seluruh perhitungan Penelitian ini dituangkan dalam gambar teknik standar.

  17. Growth and immune response of Litopenaeus vannamei fed on β-(1, 3 glucan and poly-β hydroxybutyrate

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    , Sarmin

    2015-05-01

    Full Text Available ABSTRACT This research was aimed to examine the growth performance and non-specific immune response of Pacific white shrimp (Litopenaeus vannamei fed on the diet supplemented with β-(1,3 glucan (BG and poly-β-hydroxybutyrate (PHB as feed additives. Shrimp juvenile at an initial body weight of 2.06±0.03 g was randomly distributed into 12 units of aquaria at a density of 20 shrimps/tank and reared for 42 days. The treatments applied in this study were control (without feed additives, 1.5 g/kg BG, 10 g/kg PHB and 1,5 g/kg BG+10 g/kg PHB. Results showed that shrimp fed on 1.5 /kg BG-supplemented feed had significantly higher growth performance and non-specific immune response. Keywords: growth, shrimp, non-specific immune response, Litopenaeus vannamei  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja pertumbuhan dan respons imun nonspesifik udang vaname Litopenaeus vannamei yang diberi pakan dengan penambahan feed additive berupa β-(1,3 glukan (BG dan poli-β-hidroksibutirat (PHB. Juvenil udang 2,06±0,03 g dipelihara pada 12 unit akuarium dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, serta padat tebar 20 ekor/tank selama 42 hari pemeliharaan. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini yaitu penambahan BG (1,5 g/kg, PHB (10 g/kg, dan BG (1,5 g/kg+PHB (10 g/kg, serta kontrol (tanpa penambahan feed additive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang yang diberi 1,5 g/kg BG memiliki kinerja pertumbuhan dan respons imun nonspesifik yang terbaik. Kata kunci: pertumbuhan, udang, respons imun nonspesifik, Litopenaeus vannamei

  18. POTENSI DARI KAPANG Aspergilus niger, Rhizophus oryzae DAN Neurospora sitophila SEBAGAI PENGHASIL EZIM FITASE DAN AMILASE PADA SUBSTRATE AMPAS TAHU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atit - Kanti

    2017-02-01

    Full Text Available Penambahan enzim hidrolisis untuk pakan ternak dapat meningkatkan nilai nutrisi pakan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal untuk produksi enzim amilase dan fitase pada media ampas tahu menggunakan Aspergilus niger, Rhizophus oryzae dan Neurospora sitophila. Uji kemampuan produksi enzim fitase dan amilase oleh Aspergilus niger, Rhizophus oryzae dan Neurospora sitophila dilakukan menggunakan media ampas tahu yang disterilisasi. Pemilihan ketiga isolat ini diawali dengan uji produksi enzim amilase pada kultur cair yang mengandung 2 % pati, dan uji fitase dilakukan pada media yang mengandung 0.5 % sodium fitat. Hasil uji pada medium cair selanjutnya digunakan untuk uji produksi enzim fitase dan fitase pada sistem fermentasi padat (SSF menggunakan ampas tahu sebagai media fermentasi. Untuk mendapatkan produksi enzim yang tinggi dilakukan melalui optimasi waktu inkubasi, suhu inkubasi dan pH media. Fitase dan amilase dapat diproduksi dengan media ampas tahu oleh R. oryzae, A. niger dan N. sitophila. Kondisi optimum untuk produksi fitase, yaitu waktu inkubasi pada hari keempat untuk ketiga kapang, suhu 25 °C untuk R. oryzae dan A. niger, suhu 30°C untuk N. sitophila, pH 8 untuk R. oryzae, pH 6 untuk Aspergillus niger dan N. Sitophila. Neurospora sitophila menghasilkan amilase optimum pada suhu 35°C, sedangkan Aspergillus niger dan Rhizopus oryzae optimum pada suhu 30°C. Penurunan aktivitas produksi amilase menurun oleh R. oryzae pada suhu 40°C. Amilase diproduksi optimal pada pH 6-7. Pakan ternak yang mengandung asam fitat mampu dihidrolisis oleh fitase pada kondisi optimum. Ketiga kapang juga menghasilkan enzim amilase pada media ampas tahu mengindikasikan bahwa ampas tahu merupakan susbtrat yang baik untuk produksi enzim hidrolisis yang berguna untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan ternak. (Kata kunci: Amilase, Aspergilus niger, Neurospora sitophila, phytase, Rhizophus oryzae

  19. THE INFLUENCE OF WASHING PRACTICES ON THE EFFICACY OF DELTAMETHRIN LONG LASTING INSECTICIDE TREATED MOSQUITO NETS (ITNs USING GLASS TUNNEL TEST METHOD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Damar Tri Boewono

    2012-10-01

    Full Text Available Suatu penelitian untuk mengetahui aktivitas residu dan respon iritabilitas PermaNet® long lasting-insecticide-treated mosquito nets (ITNs deltamethrin 55 mg/m2 setelah pencucian, dilakukan di BPVRP Salatiga, bulan Oktober-November 2004 dengan metoda uji glass tunnel. Kelambu PermaNet® dicuci dengan sabun padat (0, 6, 9, 12, 18, 21 dan 24 kali sebagai perlakuan. Pencucian kelambu dilakukan tiga kali (secara individual di dalam blue cap bottle (volume 1 liter, diisi air 500 ml dan digoyang pada shaker selama 20 menit, dibilas 2 kali dan dikeringkan di tempat terlindung cahaya matahari, pada posisi datar. Evaluasi dilakukan  terhadap kematian nyamuk uji (Anopheles maculatus serta respon iritabilitas (jumlah nyamuk uji dapat melewati lubang pada kelambu berinsektisida dan jumlah nyamuk uji kenyang darah marmot yang dipasang sebagai umpan. Hasil uji menunjukkan bahwa penurunan aktivitas residu insektisida deltamethrin sejalan dengan frekuensi pencucian ITNs. Rata-rata kandungan deltamethrin setelah dicuci 24 kali adalah 8,78 mg/m2 (berkurang 84,24% atau 1,93 mg/m2 setiap pencucian dan kematian nyamuk uji 80,0%, dari jumlah 100 ekor. Uji glass tunnel menunjukkan bahwa, kematian An. maculatus pada kelambu (0 dan 6 kali pencucian tidak berbeda secara bermakna, akan tetapi berbeda nyata setelah 12, 18, 21 dan 24 kali pencucian. Kematian nyamuk uji pada kelambu yang telah dicuci 21 dan 24 kali, menurun menjadi 67,97% dan 55,15% (tidak efektif menurut standar WHO 70% dan tidak berbeda nyata dengan kelambu dicuci 18 kali. Respon iritabilitas tidak berbeda nyata berdasarkan jumlah pencucian. Efek repelen PermaNet® tidak cukup besar, nampak dari jumlah nyamuk melewati lubang pada kelambu uji 14,17-30,91% (±1,63% ditemukan kenyang darah.

  20. PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK PASANG SURUT AIR LAUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferry Johnny Sangari

    2014-05-01

    Full Text Available Designing a Tidal Power Plant in Mangatasik Minahasa. This research aims to de­sign a tidal powerplant in Mangatasik Minahasa. Data is collected through observations and measurements using GPS, and analyzed using a computer program. Then, the analysis of data is used to design a tidal power plant. The results show that the potential tidal wave in North Sulawesi has a maximum height of 207.68 cm. This tidal wave has a potential electrical energy of 85.57 kilo Joule and potential electrical power of 30.38 kilo Watt. The dam is designed using con­crete buis filled with gravel and covered with a mixture of concrete and equipped with a three water gate. The water turbin is designed using a propeller turbine model type of undershot and made from fiberglass or stainless steel material.   Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan rancangan pembangkit listrik pasang surut air laut di Mangatasik Minahasa. Data didapat melalui pengamatan dan pengukuran meng­gu­na­kan GPS, serta dianalisis menggunakan program komputer. Selanjutnya, hasil analisis di­gu­na­kan untuk merancang pembangkit listrik. Hasil penelitian menunjukkan potensi gelombang pa­sang surut di Sulawesi Utara mem­punyai tinggi maksimum 207,68 cm. Gelombang pasang surut ini memiliki potensi energi listrik mencapai 85,57 kilo Joule dan daya listrik 30,38 kilo Watt. Ran­cangan dam/bendungan menggunakan buis beton yang diisi dengan sirtu padat dan ditutup de­ngan campuran beton dan dilengkapi dengan 3 pintu air. Rancangan turbin air menggunakan mo­del turbin propeller tipe undershot dan terbuat dari bahan fiberglass atau baja tahan karat.

  1. PENGARUH KOMBINASI JENIS BAKTERI PROBIOTIK BERBEDA TERHADAP SINTASAN DAN PRODUKSI UDANG WINDU DI TAMBAK SEMI-INTENSIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Susianingsih

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian dilaksanakan selama 16 minggu bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi bakteri probiotik berbeda terhadap sintasan dan produksi udang windu di tambak semi-intensif dengan padat penebaran tokolan 10 ekor/m2. Tiga kombinasi bakteri probiotik yang diuji adalah: A Kombinasi bakteri probiotik A (BL542+ MR55+BT951; B Pergiliran bakteri probiotik BL542 pada bulan I, MR55 bulan II, BT951 bulan III, dan BL542 bulan IV; dan (C Pergiliran bakteri probiotik BT951 pada bulan I, MY1112 bulan II, BL542 bulan III, dan BT951 bulan IV. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL. Penelitian menggunakan 9 petak tambak di Instalasi Tambak Percobaan (ITP Marana, Maros yang berukuran 25 m x 10 m, yang masing-masing diaerasi dengan blower supercharge. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sintasan dan produksi udang windu tertinggi dicapai pada perlakuan probiotik C (76,6% dan 484,5 kg/ha, diikuti perlakuan probiotik B (56,2% dan 440,0 kg/ha, dan probiotik A (58,8% dan 320,8 kg/ha, namun secara statistik ketiga perlakuan ini berbeda tidak nyata (P>0,05. Relatif tingginya sintasan udang windu pada penelitian ini terkait dengan kemampuan bakteri probiotik dalam menekan jumlah bakteri Vibrio spp., kandungan Total Ammonium Nitrogen (TAN dan nitrit-nitrogen air tambak.

  2. Analisis Penerapan Metode Transmitter Receiver Unit (TRU Upgrading Untuk Mengatasi Traffic Congestion Jaringan GSM Pada BTS Area Purwokerto Kota

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfin Hikmaturokhman

    2011-05-01

    Full Text Available Semakin banyaknya pengguna selular maka akan semakin banyak trafik yang akan tertampung. Trafik yang melebihi kapasitas kanal yang disediakan dapat menyebabkan kondisi Traffic Congestion. Untuk menanganinya diperlukan metode penambahan kapasitas kanal agar semua trafik dapat tertampung dengan baik. Metode ini disebut dengan TRU Upgrading. Transmitter Receiver Unit (TRU adalah hardware yang terletak pada Radio Base Station dalam BTS yang berisi slot-slot kanal sedangkan metode TRU Upgrading adalah metode dengan menambahkan/upgrade kapasitas kanal yang tersedia dari konfigurasi TRU yang telah ada sebelumnya, misalkan pada BTS Pabuaran memiliki konfigurasi 3x2x3 karena terjadi kejenuhan pelanggan maka konfigurasi TRU diupgrade menjadi 3x4x3. Perubahan konfigurasi TRU maka merubah konfigurasi BTS-nya serta menambah kapasitas kanalnya. Key Performance Indicator (KPI yang baik pada Indosat adalah menggunakan batas GoS 2%. Nilai GoS ini dikaitkan dengan tabel Erlang untuk mendapatkan sebuah nilai intensitas trafik. Jika nilai intensitas trafik konfigurasi TRU yang digunakan kurang dari nilai intensitas trafik pelanggan maka disebut traffic congestion. Sebagai akibat dari traffic congestion adalah kondisi blocking. TRU Upgrading ini dilakukan dengan harapan nilai blocking panggilan menjadi 0 %. Pada Purwokerto kota, diterapkan  TRU Upgrading untuk cell Grendeng 3, Pabuaran 2, dan Unsoed 1 karena trafik pelanggan yang terjadi melebihi nilai intensitas trafik dari konfigurasi TRU yang digunakan.   Untuk cell Unsoed 1 dan Grendeng 3 meski telah dilakukan TRU Upgrading menjadi 4 buah TRU tetap terjadi traffic congestion sebesar 8 sampai dengan 15 Erlang dikarenakan pada cell-cell ini mengcover area yang padat penduduk. Sedang untuk Pabuaran 2 penerapan TRU upgrading mencapai keefektifan sebesar 100%.

  3. The growth performance of Osphronemus goramy reared in saline water with electrical field exposure

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kukuh Nirmala

    2010-01-01

    Full Text Available The aim of this study was to know the optimal salinity level on growth rates of giant gouramy Osphronemus goramy  reared in different salinity with electrical field exposure. Four different salinities tested were 0; 3; 6 and 9‰ with the electrical field exposure of 10 Volt. The experiment design was arranged in completely randoumizes design with four treatments and three replications. Stock density was 3 fish/l with mean initial total body length of 7.18±0.30 cm and initial body weight of 5.68±0.67 g. Result of study showed that the treatment of 3‰ shows the best growth performance with specific growth rates of 1.02±0.10% and growth of absolute length of 0.56±0.18 cm. Key words: Salinity, electrical field, growth rate, Osphronemus goramy   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui salinitas optimal untuk pertumbuhan ikan gurame Osphronemus goramy yang dipelihara pada media bersalinitas berbeda dengan paparan medan listrik. Perlakuan meliputi empat salinitas media yang berbeda: 0, 3, 6, dan 9‰ dengan paparan medan listrik 10 Volt. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Padat penebaran ikan adalah 3 ekor/l dengan rata-rata panjang total 7,18±0,30 cm dan bobot rata-rata awal 5,68±0,67 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan gurame terbaik pada penelitian ini dicapai pada salinitas 3‰ dengan pertumbuhan bobot 1,02±0,10% dan pertumbuhan panjang mutlak 0,56±0,18 cm.   Kata-kata kunci: Salinitas, medan listrik, laju pertumbuhan, Osphronemus goramy

  4. SELEKSI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ENDOFIT POTENSIAL PENGHASIL ENZIM PROTEASE DARI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN - (The Selection and Identification of Potential Endophyte Bacteria as Protease Enzyme Producer from Halimun Mount National Park

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ruth Melliawati

    2016-12-01

    Full Text Available Endophytic bacteria have an equal chance to bacteria that live outside the plant tissue as potential bacteria. The selection has done towards 326 bacterial endophyte isolates. This research aimed to find and identify proteolytic potential isolates. The proteolytic selection of endophytic bacteria had done using solid skim milk. The capability of endophytic bacteria to agglomerate milk was tested using liquid skim milk which incubated for 7 days at room temperature. Enzyme production of four selected isolates was made through fermentation in GYS medium. The results showed that 86 isolates have proteolytic potential. Isolate HL.29B.63 had highest protease enzymes activity (65.918 U/mL. Medium optimization was able to increase the enzyme activity into 89.94% (125.04 U/mL. The analysis used 16s rDNA showed that isolate HL.29B.63 was Bacillus amyloliquefacient subs. plantarum strain FZB42.Keywords: endophytic bacteria, fermentation, identification, protease, selection ABSTRAKBakteri endofit mempunyai peluang yang sama dengan bakteri yang hidup diluar jaringan tanaman sebagai bakteri potensial. Seleksi dilakukan terhadap 326 isolat bakteri endofit. Tujuan penelitian ini adalah mencari isolat yang berpotensi proteolitik dan mengidentifikasinya. Seleksi proteolitik terhadap bakteri endofitik menggunakan skim milk padat. Uji kemampuan bakteri endofitik dalam menggumpalkan susu menggunakan medium skim milk cair yang diinkubasi selama 7 hari pada suhu ruang. Produksi enzim terhadap empat isolat terseleksi dilakukan melalui fermentasi dalam medium GYS. Hasilnya menunjukkan bahwa 86 isolat mempunyai potensi proteolitik. Isolat HL.29B.63 mempunyai aktif enzim protease tertinggi (65,918 U/mL. Optimasi medium dapat meningkatkan aktivitas enzim sebesar 89,94% (125,04 U/mL. Analisis menggunakan 16s rDNA menunjukkan bahwa isolat HL.29B.63 adalah Bacillus amyloliquefaciens subs. plantarum strain FZB42.Kata kunci: bakteri endofit, fermentasi, identifikasi, protease

  5. Spermatogenesis of male catfish Clarias sp. fed diet supplemeted with purwoceng extract

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Poppy Dea Bertha

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRACT Purwoceng Pimpinella alpina Molk has been a commercial medicinal plant that their root could be used as aphrodisiac, diuretic, and body fit enhancer. This research was performed to evaluated the effect of purwoceng on spermatogenesis of the male catfish Clarias sp. consisted of testis weight, gonado somatic index (GSI, and spermatocrite levels. The treatment comprised administering purwoceng extract through the feed at a dose of 0; 2.5; 5; 7.5 g/kg of feed. Experimental fish used were male catfish Clarias sp. with initial body weight of 200–300 g at the density of 10 fish/tank. Male catfish were maintained in tank sized 2×1,5×1 m3, filled with water at 60–70 cm deep. The result showed that purwoceng extract at a dose of 5 g/kg mixed in the feed increased testis weight, GSI values, and spermatocrite levels in adult male catfish. Keywords: purwoceng extract, spermatogenesis, catfish  ABSTRAK Purwoceng Pimpinella alpina Molk merupakan tanaman herbal komersial yang akarnya dilaporkan berkhasiat sebagai obat afrodisiak, diuretik, dan tonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak purwoceng terhadap perkembangan testis ikan lele Clarias sp. yang meliputi peningkatan bobot testis, nilai GSI, serta nilai spermatokrit. Perlakuan terdiri atas pemberian ekstrak purwoceng melalui pakan dengan dosis 0; 2,5; 5 dan 7,5 g/kg pakan. Adapun ikan yang diujicobakan pada penelitian adalah ikan lele jantan dengan bobot awal 200–300 g dan padat tebar 10 ekor/bak. Pemeliharaan ikan dilakukan pada bak berukuran 2×1,5×1 m3 yang diisi air dengan ketinggian  60–70 cm. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak purwoceng dengan dosis 5 g/kg yang dicampur dalam pakan meningkatkan nilai bobot testis, nilai GSI dan kadar spermatokrit  pada lele jantan dewasa. Kata kunci: ekstrak purwoceng, spermatogenesis, ikan lele

  6. PENGARUH SISTEM PERGANTIAN AIR YANG BERBEDA PADA PEMELIHARAAN BENIH IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata Blkr.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Taufik

    2016-12-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui sistem pergantian air yang paling baik pada pemeliharaan benih ikan betutu. Wadah penelitian: 12 unit bak kayu berlapis plastik (1,9m x 0,8m x 0,5m diisi air 500 L, ditempatkan dalam ruang terlindung dan dilengkapi dengan aerasi. Hewan uji: benih ikan betutu ukuran bobot 0,96±0,08 g/ekor, padat tebar 1 ekor/5 liter air, diberi pakan alami secara berlebih dengan waktu pemeliharaan selama 12 minggu. Perlakuan berupa perbedaan sistem pergantian air: (a resirkulasi, (b semi-statis, dan (c continous flow. Parameter yang diukur: sintasan, pertumbuhan, dan produktivitas benih ikan betutu serta sifat fisika-kimia air pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergantian air dengan sistem resirkulasi memberikan sintasan yang paling baik terhadap benih ikan betutu (33,0% dibanding continous flow (28,3% dan berbeda nyata (P0,05 dengan nilai secara berturut-turut sebesar: 1,41%; 1,31%; dan 1,50%. The aim of this experiment is to obtain the information on survival rate and growth of sand goby fries. The experiment was conducted at research station CibalagungBogor. Twelve container of 1.9m x 0.8m x 0.5m were used in this experiment, each container was stocked with 1 fish/5L of sand goby fry with 0.96±0.08 gram weight. Three different water exchange were aplied i.e (a recirculation, (b semi static, and (c continous flow. Each treatment was done in three replicates. The result showed that the recirculation gave the best result on survival rate (33.0% compared with continous flow (28.3% and significantly different from semi static (21.3%.

  7. KARAKTERISASI CANGKANG KERANG MENGGUNAKAN XRD DAN X RAY PHYSICS BASIC UNIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Menik Sri Wahyuni, Erna Hastuti

    2012-03-01

    Full Text Available Cangkang kerang jenis Anadara Granosa merupakan bahan keramik yang  termasuk ke dalam jenis zat padat kristal. Sebagai langkah awal dilakukan penelitian dengan sampel cangkang kerang (CaCO3  yaitu melakukan karakterisasi menggunakan dua  alat yang berbeda yaitu X Ray Diffraction (XRD dan X Ray Physics Basic Unit, ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara kedua alat tersebut. Dalam karakterisasi cangkang kerang (CaCO3 menggunakan X–Ray Diffraction dan X – Ray Physics Basic  Unit  tahapan – tahapannya antara lain: (1 cangkang kerang dicuci dengan alkohol  dan  gelombang ultrasonik, (2  penghalusan secara  manual  dan  ball  milling,  (3 Karakterisasi menggunakan XRD dan X-Ray Physics Basic Unit, (4 Pengamatan serbuk cangkang kerang  menggunakan Transmission Electron Microscopy (TEM dan mikroskop inverted, (5 analisa.Dari hasil karakterisasi menggunakan XRD diketahui strukturnya adalah ortorombik, dengan nilai parameter kisi a 4.96630,  b 7.95950, c 5.75030, sedangkan untuk nilai Rp, Rwp, Rexp, RB   dan GOF masih  belum  didapatkan  hasil  yang  baik,  hal  ini disebabkan  cangkang kerang  merupakan bahan alam yangbersifat heterogen. ini dapat dilihat dari hasil foto TEM yang masih kurang jelas. Sedangkan hasil difraksi sinar x menggunakan X-Ray Physics Basic Unit tidak didapatkan puncak yang jelas, namun dapat dihitung energi tertinggi pada sudut 18o    yaitu 2,006.10-6    d -1  dan  energi terendah pada sudut 58o   sebesar 1,171.10-6   d -1. Dan dari pengamatan dengan mikroskop inverted didapatkan ukuran butir sampel antara 1.28 sampai 0.85  µF .

  8. KARAKTERISTIK CEROBONG BOILER INDUSTRI DI PROPINSI JAWA TENGAH SEBAGAI BENTUK UPAYA PENTAATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ikha Rasti Juliasari

    2014-11-01

    Full Text Available Industri dalam proses produksinya tidak lepas dari pemakaian bahan bakar baik minyak, batubara, maupun gas untuk menjalankan unit proses yang ada, dari mulai heater, boiler, oven, generator set (genset sampai incenerator dimana dalam pembakaran menghasilkan emisi. Emisi ini dikeluarkan ke lingkungan melalui cerobong udara, dimana pembangunannya mengacu dalam Keputusan Kepala Bapedal Nomor Kep. 205/ Bapedal/ 07/ 1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran cerobong di wilayah Propinsi Jawa Tengah dalam 4 level keterlaksanaan pemantauan kualitas udara sebagai bagian kriteria aspek pentaatan dalam PROPER. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lingkup penelitian dibatasi pada 30 cerobong boiler industri di Propinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik cerobong boiler industri di Propinsi Jawa Tengah 66,67% telah memenuhi persyaratan dasar pengambilan contoh udara emisi sebagai salah satu prasyarat pentaaatan lingkungan; 20% industri sudah memiliki lubang sampling tanpa adanya platform atau kelengkapan tambahan; 6,67% sudah lengkap dengan fasilitas tambahan dan hanya 6,67% dari populasi sampel yang belum mempunyai persyaratan dasar pengambilan contoh.

  9. KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN OBAT DARI HUTAN KERANGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kissinger Kissinger

    2016-08-01

    Full Text Available Identifikasi tumbuhan obat dari hutan kerangas dalam penelitian ini dilaksanakan dengan metode wawancara semi terstruktur.  Penduduk desa yang tinggal di sekitar hutan kerangas diwawancarai menyangkut pengetahuan etnobotani. Penelitian dilakukan di satu lokasi utama hutan kerangas, yaitu Desa Guntung Ujung Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Tiga lokasi penelitian dipilih sebagai lokasi referensi penelitian:  i Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, ii Nyaru Menteng Kalimantan Tengah, iii Tanjung-Kelanis Kalimantan Selatan-Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan kerangas kerangas memiliki 36 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan. Beberapa potensi bioaktivitas yang dapat dikembangkan berdasarkan pengetahuan tradisional di antaranya adalah sebagai antibakteri, antioksidan, antimalaria, antihipertensi, dan andiabetes. Di samping itu, terdapat manfaat lain dari penggunaan atau keberadaan jenis tumbuhan hutan kerangas. Penduduk desa menggunakan berbagai jenis tumbuhan untuk bahan perabotan, pangan, penggunaan spiritual, tanaman hias, bahan pewarna, bahan kerajinan dan kayu bakar. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman jenis tumbuhan di hutan kerangas mempunyai fungsi potensial sebagai sumber penghasil tumbuhan bermanfaat. Kata kunci: keanekaragaman jenis, tumbuhan obat, manfaat, hutan kerangas

  10. Perencanaan Transportasi Sapi Ternak Dengan Menggunakan Kapal Tradisional Untuk Wilayah Pulau Madura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Moerdianto Wahid

    2013-09-01

    Full Text Available Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan akan daging sapi juga semakin meningkat. Sampai saat ini, Indonesia memenuhi kebutuhan dagingnya sebesar 30% dari impor dimana terjadi kenaikan harga karena adanya peningkatan harga bahan bakar dan pakan ternak. Potensi sapi di Madura yang besar menjadikan wilayah ini menjadi salah satu sentra produksi sapi di Indonesia. Saat ini pengiriman sapi dari Madura melalui laut melayani untuk tujuan Kalimantan Selatan (Banjarmasin. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui potensi supply dan demand sapi di Madura ke Kalimantan serta menganalisa pola pengangkutan sapi ternak untuk mengetahui biaya total transportasi. Dari hasil penelitian diketahui potensi supply sapi pada tahun 2013 di kabupaten Bangkalan saat ini sebesar 10% dari jumlah populasi sapi atau sebesar 22.345 ekor, dan demand sapi di provinsi Kalimantan Selatan sebesar 12,6% dari jumlah populasi sapi atau sebesar 18.769 ekor. Pola pengangkutan sapi ternak menggunakan tiga kapal jenis KLM (Kapal Layar Motor, dengan lama RTD (Round Trip Days kapal yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan sapi di Kalimantan Selatan adalah dengan menggunakan KLM Purnama Indah selama 7 hari, KLM Karya Utama dan KLM Karya Utama II selama 14 hari. Skenario ini memberikan keuntungan yang lebih besar terhadap pemilik kapal sebesar Rp.1.449.380.873 tiap tahun atau tiga kali lebih besar dari keuntungan saat ini.

  11. POTENSI DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN LONTAR UNTUK MENAMBAH PENDAPATAN PENDUDUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parlindungan Tambunan

    2014-08-01

    Full Text Available Lontar (Borassus flabellifer Linn. adalah salah satu jenis palma atau Arecaceae yang tumbuh terutama di daerah kering. Penyebaran lontar adalah sangat luas; dari Arab Saudi sampai Indonesia. Di Indonesia, lontar banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Hampir semua bagian tumbuhan lontar dapat digunakan, dan lontar disebut dengan pohon 800 kegunaan. Produk utama lontar adalah nira didapat dari sadapan bunga, yang bisa diminum langsung atau diolah jadi gula atau diberi ragi dalam waktu singkat menjadi tuak. Anggur putih lontar dapat diubah melalui penyulingan menjadi etanol. Etanol cocok untuk campuran bahan bakar dalam mesin bensin, dan juga untuk industri farmasi. Produk samping lontar digunakan untuk bahan kerajinan, misalnya keranjang, sikat, ember, topi, dan kesetan. Batangnya mempunyai kayu yang keras dan kuat, baik untuk kontruksi bangunan dan jembatan. Berdasarkan banyaknya produk lontar yang mempunyai keuntungan kompetitif, lontar sangat berguna oleh penduduk setempat dan peluang meningkatkan pendapatan. Oleh karena itu, produk sumberdaya unggulan daerah yang berdaya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional perlu digali dan dikembangkan, karena memberi nilai tambah yang besar terhadap pendapatan perkapita dan kesejahteraan.

  12. ANALISIS ENERGI MASUKAN-KELUARAN PADA PROSES PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaesis guineensis jacq. Input-Output Energy Analyisis in Oil Palm Production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Haryanto

    2012-03-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis energi masukan-keluaran dan mengidentifikasi kemungkinan penghematan energi pada proses budidaya kelapa sawit. Penelitian dilakukan di PTPN VII Unit Usaha Rejosari, Lampung Selatan dengan mengamati semua energi yang digunakan dan dihasilkan. Energi masukan terdiri dari tenaga manusia, bahan bakar, energi tidak langsung dari pupuk, pestisida, dan alat-mesin pertanian. Energi keluaran berasal dari tandan buah segar (TBS dengan komponen minyak sawit, minyak inti sawit, serat, cangkang, dan tandan kosong, serta pelepah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya kelapa sawit memerlukan energi masukan sebesar 57,63 GJ.ha-1  dan menghasilkan energi 339,14 GJ.ha-1. Sebagian besar energi masukan adalah penggunaan pupuk yang mencapai 31,22 GJ.ha-1  (54,18 % dari total energi masukan. Berdasarkan tahapan budidaya, maka pemeliharaan tanaman produktif memerlukan energi yang paling besar yaitu 33,06 GJ.ha-1  (57,37 %. Budidaya kelapa sawit menghasilkan energi neto 281,51 GJ.ha-1 dengan rasio energi 5,88, produktivitas energi 0,258 kg TBS/MJ, dan intensitas energi 3,87 MJ/kg TBS.   Kata kunci: Analisis energi, energi masukan, energi keluaran, indikator energi

  13. IMPLEMENTASI POPULATION RESIZING ON FITNESS IMPROVEMENT GENETIC ALGORITHM (PROFIGA UNTUK OPTIMASI RUTE KUNJUNGAN PROMOSI UNIVERSITAS MURIA KUDUS BERBASIS ANDROID DAN GOOGLE MAPS API

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Listyorini

    2016-04-01

    Full Text Available Tim Promosi Universitas Muria Kudus (UMK melakukan kunjungan promosi ke sekolah menengah atas pada setiap tahun. Kunjungan tersebut dilakukan ke sekolah-sekolah menengah atas di wilayah Kudus, Jepara, Pati, Demak, Rembang dan Purwodadi. Untuk memudahkan kunjungan, setiap kunjungan dibatasi sekitar 15 (lima belas sekolah. Namun pada saat melakukan kunjungan, tim tersebut mengalami kesulitan dalam menentukan rute kunjungan sekolah. Hal ini dikarenakan jarak sekolah yang dikunjungi cukup jauh atau memiliki rute yang rumit sehingga menyebabkan waktu kunjungan yang molor dan biaya pengeluaran bahan bakar yang cukup boros. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, dikembangkan suatu aplikasi menggunakan metode heuristik algoritma genetika dengan dinamisasi ukuran populasi atau Population Resizing on Fitness Improvement Genetic Algorithm (PRoFIGA. Aplikasi dikembangkan dengan basis android digunakan untuk memudahkan mencari rute kunjungan terpendek bagi tim promosi UMK sehingga waktu kunjungan menjadi efektif dan efisien. Hasil dari penelitian adalah aplikasi berbasis android untuk penentuan rute kunjungan sekolah terpendek menggunakan metode heuristik yang efisien dan efektif yang dikombinasikan dengan Google Maps Application Programming Interface (API untuk display rute kunjungan sehingga lebih memudahkan bagi tim promosi UMK. Kata kunci: optimasi rute kunjungan, algoritma fuzzy evolusi, optimasi rute android.

  14. Melioidosis in acute cholangitis of diabetic patient: a forgotten diagnosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad N

    2012-08-01

    Full Text Available Nasir Mohamad,1 Suresh Ponnusamy,2 Sunita Devi,3 Rishya Manikam,4 Ilya Irinaz Idrus,1 Nor Hidayah Abu Bakar51Department of Emergency Medicine, School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia, Kubang Kerian, Malaysia; 2AIMST University, Bedong, Malaysia; 3Hospital Sultan Abdul Halim, Sungai Petani, Malaysia; 4University Malaya Medical Centre, Kuala Lumpur, Malaysia; 5Department of Pathology, Hospital Raja Perempuan Zainab II, Kota Bharu, MalaysiaAbstract: Melioidosis presents with a wide range of clinical presentations, which include severe community-acquired pneumonia, septicemia, central nervous system infection, and less severe soft tissue infection. Hence, its diagnosis depends heavily on the clinical microbiology laboratory for culture. In this case report, we describe an atypical presentation of melioidosis in a 52-year-old man who had fever, right upper-abdominal pain, and jaundice for 15 days. Melioidosis caused by Burkholderia pseudomallei was subsequently diagnosed from blood culture. As a primary care physician, high suspicion index is of great importance. High suspicion index of melioidosis in a high-risk group patient, such as the patient with diabetes mellitus and diabetic foot, is crucial in view of atypical presentations of pseudomonas sepsis. A correct combination of antibiotic administration in the early phase of therapy will determine its successful outcome.Keywords: Burkholderia pseudomallei, atypical, high suspicion, primary care

  15. KADAR LOGAM TIMBAL (Pb DALAM DARAH PENJUAL KLEPON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yayuk Kustiningsih

    2017-12-01

    Full Text Available Penjual kelepon merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap pencemaran logam timbal yang berasal dari buangan gas kendaraan bermotor dari hasil samping pembakaran tetraetil-Pb dan tetrametil-Pb yang selalu ditambahkan dalam bahan bakar kendaraan bermotor. Logam timbal memiliki dampak negatif terhadap lingkungan hidup termasuk kesehatan manusia. Efek pertama keracunan timbal kronis sebelum mencapai target organ adalah adanya gangguan sintesis hemoglobin sehingga kadar hemoglobin menurun. Efek keracunan timbal dalam darah dapat terjadi apabila kandungan Pb lebih 70 ug/dl atau 0,7 ppm yang akan mengakibatkan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam timbal dalam darah penjual kelepon yang melebihi ambang batas. Metode penelitian survei deskriptif dengan rancangan cross sectional pada sampel yang berjumlah 15 responden. Logam timbal (Pb dalam darah diukur menggunakan alat Spektrofototometer Serapan Atom (SSA. Hasil penelitian menunjukkan dari 15 responden yang diperiksa terdapat 13 responden (86,7% yang kandungan logam timbalnya melebihi ambang batas timbal dalam darah yaitu 20 ug/dL atau 0,20 ppm. Kadar timbal dalam darah responden yang paling tinggi adalah 0,73 ppm dan terendah 0,10 ppm. Dua responden yang kandungan timbal dalam darahnya kurang dari 0,20 ppm tersebut diketahui selalu menggunakan alat pelindung diri saat bekerja, meskipun waktu kerjanya 6-10 jam/hari. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan memeriksa kadar Hb dan kelainan eritrosit dalam darah penjual kelepon dan dilakukan penelitian serupa dengan objek yang berbeda.

  16. West Java Snack Mapping based on Snack Types, Main Ingredients, and Processing Techniques

    Science.gov (United States)

    Nurani, A. S.; Subekti, S.; Ana

    2016-04-01

    The research was motivated by lack of literature on archipelago snack especially from West Java. It aims to explore the snack types, the processing techniques, and the main ingredients by planning a learning material on archipelago cake especially from West Java. The research methods used are descriptive observations and interviews. The samples were randomly chosen from all regions in West Java. The findings show the identification of traditional snack from West java including: 1. snack types which are similar in all regions as research sample namely: opak, rangginang, nagasari, aliagrem, cuhcur, keripik, semprong, wajit, dodol, kecimpring, combro, tape ketan, and surabi. The typical snack types involve burayot (Garut), simping kaum (Purwakarta), surabi hejo (Karawang), papais cisaat (Subang), Papais moyong, opak bakar (Kuningan), opak oded, ranggesing (Sumedang), gapit, tapel (Cirebon), gulampo, kue aci (Tasikmalaya), wajit cililin, gurilem (West Bandung), and borondong (Bandung District); 2. various processing techniques namely: steaming, boiling, frying, caramelizing, baking, grilling, roaster, sugaring; 3. various main ingredients namely rice, local glutinous rice, rice flour, glutinous rice flour, starch, wheat flour, hunkue flour, cassava, sweet potato, banana, nuts, and corn; 4. snack classification in West Java namely (1) traditional snack, (2) creation-snack, (3) modification-snack, (4) outside influence-snack.

  17. ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU dan WAKTU PADA PROSES HIDROLISIS TERHADAP KADAR GLUKOSA DALAM PEMANFAATAN Lemna minor SEBAGAI BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Mayangsari

    2014-10-01

    Full Text Available Energi terbarukan sangatlah diperlukan karena semakin meluasnya krisis energi sehingga memerlukan alternatif selain penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan bioethanol merupakan alternatif yang baik karena banyak kelebihanya. Lemna minor merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai bioethanol, hal ini dapat dilihat dari kandungan glukosanya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu dan suhu pada proses hidrolisis terhadap nilai kadar glukosa serta mengetahui hubungan densitas terhadap kadar etanol. Proses ekstrasi glukosa menggunakan perbandingan volume HCl dengan kosentrasi 0,1 N, berat serbuk Lemna minor dan volume aquades yaitu 1:10:100 dengan variasi waktu ekstrasi 60, 90, dan 120 menit pada variasi suhu 60, 70, 80 °C dengan ukuran serbuk 60 mesh. Hasil penelitian ekstrasi hidrolisis terbaik pada menit ke-90 didapatkan panjang gelombang tertinggi 415 nm. Semua glukosa pada ekstrasi 90 menit difermentasi menggunakan bakteri Saccharomiches cerevisiae sebanyak 10% dari volume glukosa dengan waktu 144 jam, setelah fermentasi selesai sampel didestilasi untuk menghilangkan kadar air dan dihasilkan kadar ethanol terbaik 0,47% dengan densitas 0,9345 gr/ml3pada panjang gelombang larutan glukosa 316 nm.

  18. PERFORMANCE EVALUATION OF EXTERNAL MIXTURE FORMATION STRATEGY IN HYDROGEN-FUELED ENGINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammed Kamil

    2011-12-01

    Full Text Available Mohammed Kamil1, M. M. Rahman2 and Rosli A. Bakar2Hydrogen induction strategy in an internal combustion engine plays a vital role in increasing the power density and prohibiting combustion anomalies. This paper inspects the performance characteristics of cylinder hydrogen-fueled engine with port injection feeding strategy. To that end, a one-dimensional gas dynamic model has been built to represent the flow and heat transfer in the components of the engine. The governing equations are introduced followed by the performance parameters and model description. Air-fuel ratio was varied from a stoichiometric limit to a lean limit. The rotational speed of the engine was also changed from 1000 to 4500 RPM. The injector location was fixed in the mid-point of the intake port. The general behavior of the hydrogen engine was similar to that of a gasoline engine, apart from a reduction in the power density, which was due to a decrease in the volumetric efficiency. This emphasizes the ability of retrofitting traditional engines for hydrogen fuel with minor modifications. The decrease in the volumetric efficiency needs to be rectified.

  19. EVALUASI PENGGUNAAN METILEN BIRU SEBAGAI MEDIATOR ELEKTRON PADA MICROBIAL FUEL CELL DENGAN BIOKATALIS ACETOBACTER ACETI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dani Permana

    2013-05-01

    Full Text Available Microbial fuel cell (MFC merupakan salah satu teknologi sel bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui. MFC memanfaatkan proses oksidasi senyawa kimia oleh biokatalis untuk menghasilkan energi listrik daya rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja MFC dengan dan tanpa mediator elektron metilen biru (MB menggunakan biokatalis Acetobacter aceti dan substrat glukosa agar diperoleh energi listrik. Metode yang dilakukan adalah peremajaan kultur A. aceti, persiapan inokulum, persiapan reaktor MFC, persiapan media MFC dengan substrat glukosa 2% dengan dan tanpa mediator MB, pencuplikan secara periodik, penentuan kurva pertumbuhan, arus, potensial, kerapatan daya, energi, kadar glukosa dan tingkat keasaman (pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFC dengan mediator menghasilkan kuat arus sebesar 0,040 mA, potensial 878 mV, kerapatan daya 0,395 mW/cm2, energi maksimum 3,685 kJ, pemanfaatan glukosa 93,02% dan pH akhir 3,33, sedangkan MFC tanpa mediator menghasilkan kuat arus 0,035 mA, potensial 773 mV, kerapatan daya 0,290 mW/cm2, energi maksimum 2,434 kJ, pemanfaatan glukosa 90,16% dan pH akhir 3,24. Perolehan kerapatan daya pada kedua jenis MFC masih tergolong kecil dan tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan mediator MB hanya berpengaruh terhadap perolehan potensial pada MFC dengan kondisi perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini.

  20. Probable Maximum Precipitation (PMP) over mountainous region of Cameron Highlands- Batang Padang Catchment of Malaysia

    International Nuclear Information System (INIS)

    Sidek, L M; Basri, H; Jayothisa, W; Nor, M D Mohd; Rakhecha, P R; Muda, R S; Ahmad, M N; Razad, A Z Abdul

    2013-01-01

    The Cameron Highland Batang Padang (CHBP) catchment situated on the main mountain range of Peninsular Malaysia is of large economical importance where currently a series of three dams (Sultan Abu Bakar, Jor and Mahang) exist in the development of water resources and hydropower. The prediction of the design storm rainfall values for different return periods including PMP values can be useful to review the adequacy of the current spillway capacities of these dams. In this paper estimates of the design storm rainfalls for various return periods and also the PMP values for rainfall stations in the CHBP catchment have been computed for the three different durations of 1, 3 and 5 days. The maximum values for 1 day, 3 days and 5 days PMP values are found to be 730.08mm, 966.17mm and 969.0mm respectively at Station number 4513033 Gunung Brinchang. The PMP values obtained were compared with previous study results undertaken by NAHRIM. However, the highest ratio of 1 day, 3 day and 5 day PMP to highest observed rainfall are found to be 2.30, 1.94 and 1.82 respectively. This shows that the ratio tend to decrease as the duration increase. Finally, the temporal pattern for 1 day, 3day and 5 days have been developed based on observed extreme rainfall at station 4513033 Gunung Brinchang for the generation of Probable Maximum Flood (PMF) in dam break analysis.

  1. OPTIMASI PEMISAHAN LIGNIN AMPAS TEBU DENGAN MENGGUNAKAN NATRIUM HIDROKSIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Setiati

    2016-09-01

    Full Text Available Lignin atau zat kayu adalah salah satu zat komponen penyusun tumbuhan. Komposisi bahan penyusun ini berbeda-beda bergantung jenisnya. Lignin terutama terakumulasi pada batang tumbuhan berbentuk pohon dan semak. Pada batang, lignin berfungsi sebagai bahan pengikat komponen penyusun lainnya, sehingga suatu pohon bisa berdiri tegak (seperti semen pada sebuah batang beton. Lignin merupakan bahan baku pembentuk Lignosulfonat. Lignosulfonat adalah salah satu jenis surfaktan anionik yang dapat digunakan sebagai bahan baku injeksi dalam metoda Injeksi Surfaktan untuk meningkatkan perolehan produksi minyak pada industri perminyakan. Ampas tebu adalah salah satu bahan limbah yang di dalamnya masih terdapat lignin. Ampas tebu  adalah hasil samping dari proses ekstraksi cairan tebu. Ampas tebu yang dipergunakan adalah ampas tebu yang telah mengalami proses penggilingan ke lima kali dari proses pembuatan gula. Selama ini ampas tebu digunakan sebagai bahan bakar pabrik gula dan  pakan ternak. Dengan proses pemisahan lignin dari ampas tebu ini dapat memberi nilai tambah pemanfaatan ampas tebu sekaligus sebagai alternatif pengolahan ampas tebu sebagai limbah pabrik gula. Salah satu metoda yang digunakan untuk memisahkan lignin dari ampas tebu adalah dengan menggunakan reagen Natrium Hidroksida. Dalam penelitian ini proses hidrolisis lignoselulosa dari ampas tebu menjadi lignin menggunakan variasi konsentrasi natrium hidroksida (NaOH dan variasi ukuran serbuk ampas tebu. Hasil lignin yang terbentuk dikarakterisasi dengan metode spektroskopi FTIR untuk menentukan gugus-gugus fungsi khas yang terdapat pada struktur lignin dan dibandingkan dengan spektrum FTIR lignin komersial standar sehingga dapat diketahui optimasi pemisahan lignin tersebut.

  2. FABRIKASI MIKROSFIR UO2 MENGGUNAKAN TEKNIK AERASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meniek Rachmawati

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK FABRIKASI MIKROSFIR UO2 MENGGUNAKAN TEKNIK AERASI. Telah dikembangkan proses fabrikasi mikrosfir UO2 berdensitas rendah untuk umpan langsung proses peletisasi bahan bakar reaktor PHWR maju. Fabrikasi mikrosfir UO2 berdensitas rendah dilakukan dengan cara sol-gel menggunakan teknik aerasi pada sol/broth dengan metode eksternal dan tiga variasi cara gelasi. Pada teknik aerasi, broth disiapkan langsung digelasi tanpa didiamkan selama satu malam. Teknik aerasi merupakan kebalikan dari teknik deaerasi yang digunakan pada fabrikasi mikrosfir bahan bakar HTGR. Broth yang telah disiapkan dengan perbandingan mol NO3−/U antara 1,5 hingga 1,7 dengan pH larutan 1,6 dan viskositas antara 630-660cP langsung digelasi dengan tiga cara gelasi. Proses gelasi cara 1 dan cara 2 dilakukan dengan melewatkan broth pada dispersion nozzle berdiameter 1mm yang digetarkan dengan electromagnetic vibrator pada 150 Hz dengan media untuk droplet jatuh bebas yang berbeda sebelum masuk ke dalam larutan NH4OH, sedangkan gelasi dengan cara 3 dilakukan secara manual. Mikrosfir UO2 basah yang diperoleh dari ketiga cara gelasi di atas mendapat perlakuan panas yang sama yaitu dikeringkan pada temperatur 85 ºC dan 220 ºC masing-masing selama selama 1jam, dilanjutkan dengan proses kalsinasi mikrosfir UO2 selama 1 jam pada temperatur 500 ºC dalam media gas O2 dan direduksi pada temperatur 600 ºC dalam media campuran gas N2 dan H2 selama 1 jam. Mikrosfir UO2 hasil gelasi dengan cara 3 dipilih untuk disortir dan dikarakterisasi. Hasil karakterisasi memberikan data karakteristik mikrosfir UO2 berupa data diameter mikrosfir sebesar 900 µm, tap density 1,90 g/cm3 dan luas muka spesifik sebesar 6 m2/g. Hasil analisis dan hasil karakterisasi kemudian dibandingkan dengan data penelitian lain sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik aerasi pada broth menghasilkan mikrosfir UO2 berdensitas rendah yang memenuhi kriteria sebagai umpan langsung proses peletisasi bahan

  3. ANALISIS TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DAN FUZZY FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Supriyadi Supriyadi

    2017-11-01

    Full Text Available Ash Handling System merupakan suatu bagian dari pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan bakar batu bara yang berfungsi untuk menyalurkan limbah pembuangan sisa hasil proses pembakaran batu bara pada boiler. Sisa pembakaran terbagi menjadi fly ash dan bottom ash. Untuk sisa pembakaran fly ash akan disalurkan menuju ke Electrostatic Precipitator untuk ditangkap  dengan metode corona dan ditransfer menuju penampungan fly ash dengan cara dimampatkan bersama udara dari kompresor yang melalui pipa-pipa dan tabung transporter. Sedangkan untuk sisa pembakaran bottom ash akan disalurkan dengan alat yang disebut SSC (Submerged Scraper Conveyor. Gangguan pada SSC dapat terjadi mulai dari belt putus, masalah pada penggerak, hingga masalah pada kelistrikan dan instrumennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai OEE, mengetahui dampak gangguan belt sobek, mengetahui penyebab terjadinya belt conveyor sobek dan melakukan estimasi hasil perbaikan dari sisi biaya. Penelitian ini menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE dan Fuzzy Failure Mode and Effects Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai OEE pada tahun 2015 sekitar 52,05%, masih di bawah standar nilai OEE sebesar 85%. Penyebab utamanya adalah adanya gangguan belt sobek karena gesekan belt dengan support return ketika belt conveyor mengalami jogging yang berdampak pada terganggunya penyaluran abu. Modifikasi dapat menghindari kerugian perusahaan sebesar Rp. 582.548.800,00.

  4. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUNARTO

    2012-05-01

    Full Text Available Pamungkas GS, Sutarno, Mahajoeno E. 2012. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam. Bioteknologi 9: 18-25. Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternative sumbernya. Dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan ayam dengan penambahan limbah organik lain dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy. Tujuan penelitian ini adalah (i menguji produksi biogas dari pencerna anaerob limbah peternakan ayam dengan perlakuan pengenceran, dan penambahan berbagai substrat sampah organik skala laboratorium, (ii mengetahui produksi biogas dari pencerna anaerob sistem curah limbah peternakan ayam dengan frekuensi agitasi berbeda pada skala semi pilot. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu penelitian skala laboratorium dan skala semi pilot. Rancangan percobaan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 2 faktor yaitu, rasio pengenceran, dan penambahan substrat. Hasil dari produksi biogas terbaik direkomendasikan pada penelitian skala semi pilot sistem curah. Perlakuan dalam tahapan semi pilot dengan interval waktu pengadukan, yaitu 4 jam/hari dan 8 jam/hari. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari penyampuran kotoran ayam dengan eceng gondok pengenceran 1:1 sebesar 0,60 L dalam 6 minggu dan efisiensi perombakan COD, TSS, VS adalah 63,80%; 14,79%; 75,14%. Pada sekala semi pilot sistem curah dengan frekuensi pengadukan 8 jam/hari, diperoleh hasil biogas tertinggi sebesar 624,99 L dalam 6 minggu.

  5. PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH ORGANIK ZERO WASTE DI KABUPATEN TEGAL (STUDI KASUS DI TPA PENUJAH KABUPATEN TEGAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Muiz Liddinillah Sanfiyan

    2017-12-01

    Full Text Available Permasalahan sistem pengolahan sampah yang ada di Kabupaten Tegal adalah masih menggunakan sistem Open Dumping. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS Kabupaten Tegal pada tahun 2016, komposisi sampah organik adalah yang terbesar kedua setelah sampah plastik dan sangat berpotensi mengalami penambahan setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat perancangan pembangkit listrik tenaga sampah organik zero waste di Kabupaten Tegal, dengan studi kasus di Tempat Pembuangan Akhir (TPA sampah Penujah. Objek dalam penelitian ini adalah sistem pengolahan sampah organik yang ada di Kabupaten Tegal dengan menggunakan sistem pengolahan sampah zero waste. Sistem pengolahan sampah organik zero waste adalah sistem pengolahan sampah yang tidak menghasilkan sampah kembali. Jadi, diharapkan jumlah sampah organik akan berkurang secara bertahap. Sampah organik dapat dirubah menjadi biogas melalui proses fermentasi yang dibantu oleh bakteri secara anaerob di dalam reaktor biodigester. Biogas tersebut ditampung di dalam tempat penampungan untuk kemudian didistribusikan ke dalam genset biogas sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Sisa pengolahan biogas dapat dirubah menjadi pupuk cair dan pupuk kompos yang bernilai ekonomis.

  6. Pengaruh Variasi Mikroorganisme dan Pelarut Dalam Produksi Etanol Dari Nira Tebu (Sachharum officinarum Dengan Proses Fermentasi Ekstraktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusfa Anugrah Baihaki

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak bumi (BBM didunia semakin tahun mengalami peningkatan tajam. Salah satu energi alternatif yang didorong pemerintah Indonesia adalah dengan memproduksi bioetanol. Salah satu bahan yang sangat berpotensial sebagai bahan baku utama dalam pembuatan bioetanol adalah nira batang tebu. Upaya peningkatan produktivitas etanol dilakukan secara kontinyu dikarenakan pada fermentasi konvensional terdapat kendala pada produktivitas dan konsentrasi etanol yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk produksi etanol dengan keunggulan keterpaduan proses dan rendah energi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar desain untuk rancang bangun skala industri kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa terbaik dari variasi mikroorganisme dan pelarut yang digunakan dalam memproduksi etanol dengan proses fermentasi ekstraktif dan untuk mengetahui karakteristik kinerja sistem fermentasi kontinyu dalam bioreaktor packed bed dengan variasi mikroorganisme. Dalam penelitian ini digunakan macam variasi mikroorganisme Zymomonasmobilis A3 termutasi dan campuran Saccharomyces cerevisiae dan Pichiastipitis dengan sistem tanpa recycle dan pelarut n-Amyl Alcohol. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa proses fermentasi kontinyu dan ekstraksi tanpa recycle menggunakan Zymomonas mobilis A3 dan pelarut n-Amyl Alkohol memberikan hasil produktivitas dan yield yang terbaik, yaitu sebesar 133,417 g/l.jam dan 35,049%.

  7. ANALISA KARAKTERISTIK MINYAK PLASTIK HASIL DUA KALI PROSES PIROLISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2015-06-01

    Full Text Available Limbah plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak plastik dengan menggunakan proses pirolisis. Minyak plastik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai zat aditif atau campuran bahan bakar pada mesin. Pada Penelitian ini, proses pembuatan minyak plastik menggunakan dua kali proses pirolisis. Suhu reaktor pada proses pirolisis yang pertama dan kedua berbeda berturut-turut yaitu 200 oC dan 150 oC. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pada proses pirolisis pertama dengan suhu reaktor 200 oC, dari 25 kg bahan baku menghasilkan 15,5 liter minyak plastik dalam waktu 80 jam. Sedangkan pada proses pirolisis kedua dengan suhu reaktor 150 oC, dari 15 liter minyak plastik dari hasil proses pirolisis pertama menghasilkan 11,6 liter minyak plastik dalam waktu 3,33 Jam. Adapun karakter minyak plastik yang dihasilkan adalah massa jenis 771,4 kg/m3, Viskositas 0,501 m2/s dan Nilai kalor 10518 kJ/kg

  8. Pirolisis Campuran Sampah Plastik Polistirena Dengan Sampah Plastik Berlapisan Aluminium Foil (Multilayer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yebi Yuriandala

    2016-04-01

    Full Text Available Sampah plastik yang dulunya merupakan masalah lingkungan, saat ini dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif dengan menggunakan proses daur ulang yang memanfaatkan energi panas yaitu pirolisis. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis terhadap minyak (liquid yang dihasilkan dari pirolisis sampah plastik Polistitren (PS, plastik berlapisan aluminium foil (kemasan/ multilayer (AL dan campuran plastik tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kuantitas produk dan senyawa kimia yang dihasilkan dari pirolisis sampah plastic PS, kemasan dan campuran keduanya. Penelitian dilakukan dengan menempatkan 50 gram PS (PS, 50 gram plastik berlapisan aluminium foil (AL (multi layer,dan PS dengan campuran 10%, 20%, 30%, 40% AL didalam reaktor pirolisis yang terbuat dari stainless steel berbentuk silinder dengan volume 0,96 m3 dengan temperatur akhir 450oC. hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan Plastik berlapisan aluminium foil maka semakin cepat naiknya temperatur mencapai titik optimum yang ditetapkan (450oC. Sedangkan senyawa kimia yang dihasilkan pada pirolisis yang mengandung PS sebagian besar berupa senyawa aromatic, sedangkan pada pirolisis AL sebagian besar berupa senyawa olefin.

  9. ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN LOGAM BERAT IKAN BELANAK (Mugil sp.DI SEKITARDI PERAIRAN SOCAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H Hafiludin

    2012-10-01

    Full Text Available Meningkatnya aktivitas manusia di sekitar perairan Kecamatan Socah seperti limbah industri dan rumah tangga dari Bangkalan, tumpahan bahan bakar kapal yang langsung terbuang ke laut, tumpukan sampah yang sengaja dibuang ke laut dan aktivitas lewatnya kapal laut memungkinkan berpengaruh terhadap biota perairan.Ikan belanak sudah banyak dan ditangkap di perairan Socah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan gizi dan kadungan logam berat ikan belanak (Mugil sp. yang berada di sekitar perairan Socah.Penelitian dimulai dengan pengambilan dan preparasi sampel, pengujian kandungan proksimat dan logam berat dengan perlakuan ukuran ikan (12 cm dan 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ikan belanak ukuran 12 cm sebesar 37,79% dan 38,87% untuk ikan belanak ukuran 25%. Kandungan kadar air berkisar 75,96-76,70%, kandungan protein berkisar 17,64-19,57%, kandungan lemak berkisar 2,83-3,33%, asam lemak bebas berkisar 1,43-1,47%, kandungan abu berkisar 1,14-2,94% dan kandungan karbohidrat berkisar 0,29-0,49%. Tidak terindikasi adanya logam berat Pb dan Hg pada perairan Socah dan pada daging ikan belanak.Kata kunci : belanak(Mugil sp, gizi, logam berat, perairan Socah

  10. Kajian Tentang Kontribusi Jawa Timur Terhadap Emisi CO2 Melalui Transportasi dan Penggunaan Energi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chrissantya M. Kadmaerubun

    2014-09-01

    Full Text Available Emisi CO2 yang dihasilkan Provinsi Jawa Timur dari sektor transportasi dan penggunaan energi di industri sebesar 8.999.000 ton CO2 pada tahun 2007 dan 4.098.760 ton CO2 pada tahun 2005. Jumlah emisi CO2 ini akan bertambah seiring peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan penggunaan energi di industri. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis kontribusi Jawa Timur terhadap emisi CO2 dari sektor transportasi dan penggunaan energi di industri sedang dan besar. Pada kajian kontribusi, emisi CO2 dilakukan perhitungan emisi untuk sektor transportasi dan penggunaan energi di industri dengan menggunakan metode IPCC. Data masing-masing sektor didapatkan dari tahun 2012 dan diproyeksikan hingga tahun 2025. Perhitungan emisi dilakukan terhadap penggunaan bahan bakar fosil dan sesuai dengan tiga skenario yang telah disusun. Emisi CO2 yang dihasilkan pada tahun 2025 dari sektor transportasi sebesar 41.550.009,80 ton CO2 dan sektor industri sebesar 1.063.646,64 ton CO2. Penurunan emisi CO2 berdasarkan skenario yang paling baik adalah skenario kedua sebesar 5.657,08 ton CO2. Emisi yang dihasilkan sektor transportasi dan industri untuk skenario kedua sebesar 41.545.660,30 ton CO2 dan 1.062.339,05 ton CO2.

  11. OPTIMASI PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PENGKONDISI UDARA MELALUI SISTEM KENDALI ON-OFF BERBASIS MIKROKONTROLER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triyanto Pangaribowo

    2015-10-01

    Full Text Available Penghematan energi listrik merupakan langkah yang strategis, mengingat sebagian besar energi listrik yang dikonsumsi oleh objek-objek tersebut dihasilkan dari pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar fosil. Salah satu komponen yang mengkonsumsi energi listrik terbesar pada objek-objek tersebut di atas adalah mesin-mesin pengkondisi udara ruangan. Pengaturan pengoperasian mesin pengkondisi udara ruangan kebanyakan dilakukan secara manual menggunakan alat remote control. Namun sistem tersebut tidaklah efektif dan efisien  karena kendali bergantung kepada seorang atau beberapa operator untuk menghidupkan atau mematikannya. Penelitian ini bermaksud melakukan analisa penghematan energi listrik melalui sistem kendali on - off Air Conditioner (AC menggunakan microcontroller pada ruang dosen Universitas Mercu Buana yang berukuran 9 meter x 14 meter. Sistem pengendali yang dirancang menggunakan interaksi antara sinyal informasi yang diperoleh dari sensor suhu. Diperoleh hasil setingan program yang optimum untuk menghemat energi listrik yaitu pada suhu 220 C - 240 C. AC nomor 1 dan AC nomor 2 bekerja secara On – Off bergantian selama 3 jam dengan konsumsi daya sebesar 27,8 KWH perhari.

  12. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit RBD Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga γ-Alumina (CaO/MgO/ γ-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niar Kurnia Julianti

    2014-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan katalis heterogen. Penelitian ini mengembangkan katalis berpromotor ganda berpenyangga y-alumina (CaO/MgO/y-Al2O3 dalam reaktor fluidized bed. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO dan MgO pada y-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor. Kemudian, katalis dioven selama 12 jam pada suhu 110C dan dikalsinasi pada suhu 700 C selama 5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk proses transesterifikasi dengan ratio molar minyak metanol 1:36; variabel massa katalis 4, 7, 10, 13, 16 gram; laju alir reaktan 4, 7, 10, 13, 16 ml/menit; dan suhu 125, 150, 175, 200, 225 C. Dimana yield dan % konversi terbaik dari penelitian diperoleh sebesar 0,642 gr biodiesel/gr minyak dan 63,975% pada massa katalis 16 gram, suhu 225 C dan laju alir reaktan 4 ml/menit.

  13. Pengaruh Ukuran Arang Aktif Ampas Tebu sebagai Biomaterial Pretreatment terhadap Karakteristik Biodiesel Minyak Jelantah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatik Farihah

    2013-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi yang saat ini semakin terbatas jumlahnya. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, biodiesel lebih ramah lingkungan, dapat diperbaharui karena berasal dari minyak nabati, serta memiliki titik nyala yang tinggi sehingga aman dari bahaya kebakaran. Proses pembuatan biodiesel dalam penelitian ini dilakukan secara transesterifikasi yakni dengan mencampurkan minyak jelantah dengan methanol serta KOH sebagai katalisnya. Untuk meningkatkan kualitas biodiesel, untuk menurunkan kandungan Free Fatty Acid (FFA pada minyak jelantah dengan menambahkan arang aktif ampas tebu sebagai biomaterial yang mampu menyerap FFA pada minyak jelantah. Aktivasi arang aktif ampas tebu dilakukan secara kimia dengan aktivator H3PO4 12,5 % serta aktivasi fisika dengan pemanasan 800oC selama 2 jam. Variasi ukuran arang aktif yang digunakan adalah 100 mesh (149 µm, 200 mesh (74µm, 325 mesh (44µm, dan 400 mesh (37µm. Pretreatment tersebut telah menunjukkan bahwa terjadi penurunan FFA minyak jelantah. Hasil pengukuran FFA menunjukkan bahwa pretreatment dengan ukuran arang aktif 325 mesh cukup efektif menurunkan nilai FFA sebesar 0,03% dari FFA semula 0,1%. Densitas, titik nyala, titik kabut, dan titik tuang biodiesel yang dihasilkan telah memenuhi standar SNI yaitu 862-870 kg/m3 untuk densitas, titik nyala > 171oC, titik kabut 15 oC, dan titik tuang 10,7 oC, sedangkan viskositas yang diperoleh belum memenuhi standar dengan nilai di atas 7,665 cSt.

  14. DYNAMIC OPTIMAL POWER FLOW MEMPERTIMBANGKAN CARBON CAPTURE AND STORAGE PLANTS MENGGUNAKAN METODE MULTI-OBJECTIVE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yauri Mahaputra

    2017-01-01

    Full Text Available Pembangkit tenaga listrik yang beroperasi saat ini masih didominasi oleh pembangkit-pembangkit yang tidak terbarukan. Pembangkit tidak terbarukan tersebut menggunakan bahan bakar fosil sehingga menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2 ketika beroperasi. Selain itu permintaan terhadap energi listrik selalu berubah tiap waktu, sedangkan generator memiliki batas untuk kedinamisan dalam pembangkitannya. Saat ini, minimalisasi biaya pembangkitan tidak hanya menjadi satu kriteria dalam operasi sistem tenaga listrik, tetapi juga mempertimbangkan aspek lingkungan dan teknis. Tugas akhir ini membahas permasalahan Dynamic Optimal Power Flow (DOPF dengan penambahan sistem carbon capture and storage (CCS pada pembangkit. Proses Carbon Capture and Storage (CCS adalah rangkaian proses mulai dari pemisahan dan penangkapan CO2 hingga menyimpannya ke dalam tempat penampungan (formasi geologi untuk jangka waktu yang sangat lama. Metode optimasi yang digunakan pada tugas akhir ini adalah Multi-Objective Particle Swarm Optimization (MOPSO. Fungsi tujuan yang akan dioptimasi adalah biaya pembangkitan dan emisi karbon dioksida (CO2. Plan yang digunakan pada optimasi ini adalah sistem IEEE 30 bus dengan modifikasi beban dinamik dan penambahan Carbon Capture and Storage Plants. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode MOPSO mampu melakukan perhitungan DOPF mempertimbangkan Carbon Capture and Storage Plants.

  15. STUDI EMISI KARBON SISTEM PEMBANGKITAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I W A WINARTA

    2014-12-01

    Full Text Available Industri kelistrikan merupakan salah satu penyumbang emisi karbon untuk udara di Indonesia. Gas buang dari pembangkitpembangkitlistrik berbahan bakar fosil turut serta memberi dampak pada kerusakan lingkungan. Indonesia telah melakukanberbagai upaya untuk mengurangi emisi karbon. Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik PT. PLN (Persero tahun2011-2020 untuk penguatan pasokan sistem Bali memberikan peluang untuk mengurangi emisi karbon untuk daerah Bali, denganbeberapa skenario operasi sistem pembangkitan Bali. Pemerintah Indonesia juga berencana untuk memberlakukan pajak karbonpada tahun 2014 untuk mengurangi emisi karbon Indonesia. Tujuan dari studi ini adalah untuk mendapatkan total emisi karbonsistem pembangkitan Bali dengan diterapkan beberapa skenario operasi yang berbeda serta pajak karbon yang seharusnya dibayarsistem pembangkit Bali. Enam buah skenario pola operasi disusun dengan kombinasi pengoperasian pembangkit yang tersediadalam sistem pembangkitan Bali. Perhitungan emisi masing-masing skenario dilakukan sehingga mampu memberikanpengetahuan tentang emisi karbon sistem Bali, pemilihan pola operasi pembangkitan yang tepat untuk sistem pembangkit Balidengan emisi karbon minimum serta memberikan gambaran yang dapat digunakan untuk perencanaan sistem pembangkit yangmampu mengurangi polusi karbon. Dari hasil analisis dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa pola operasi skenario 6 denganpembebanan maksimum pada kabel laut dan Jawa Bali Crossing memiliki emisi karbon terendah daripada pola operasi skenariolainnya. Pengoperasian kabel laut, PLTU Celukan Bawang serta Jawa Bali Crossing akan menghasilkan emisi karbon yang lebihrendah dari pembangkit yang beroperasi di Bali, sehingga untuk mendapatkan emisi karbon yang lebih rendah pembangkit Baliharus dibebankan setelah pembebanan kabel laut, PLTU Celukan Bawang serta Jawa Bali Crossing untuk menyuplai kebutuhanenergi listrik Bali.

  16. PENGUJIAN KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, DAN STRUKTUR MIKRO PRODUK COR PROPELER KUNINGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hera Setiawan

    2013-06-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan tarik, kekerasan, dan struktur mikro propeler kapal nelayan tiga sudu dengan material kuningan (brass produk dari UKM logam di Juana Pati. Proses peleburan logam kuningan dengan dapur crucible menggunakan bahan bakar minyak dan pengecoran dilakukan dengan teknik pasir cetak (sand casting. Pengujian spectrometer digunakan untuk mengetahui komposisi kimia material kuningan. Untuk melihat struktur mikro digunakan mikroskop optik logam dengan perbesaran 200 kali. Pengujian kekerasan digunakan metode Rockwell dengan indentor bola baja diameter 1/16 inchi dengan beban mayor 100 kg (HRB. Mesin servopulser digunakan untuk pengujian kekuatan tarik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material merupakan kuningan atau paduan Cu-Zn tipe ?+? dengan kandungan Zn sebesar 46,95% dan titik cair (melting point sekitar 900o C. Kekerasan material adalah 35,4 HRB dengan tegangan tarik maksimum smax=342 MPa dan regangan e =4,8%. Bentuk dari struktur mikro belum menunjukkan struktur columnar dendrite. Kata kunci: kuningan, propeler, pasir cetak, struktur mikro, kekerasan, tarik.

  17. Perancangan dan Implementasi Sistem Pengaturan Kecepatan Motor BLDC Menggunakan Kontroler PI Berbasiskan Neural-Fuzzy Hibrida Adaptif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Setyadi Wicaksono

    2017-01-01

    Full Text Available Mobil listrik menjadi inovasi terbaru dengan tujuan utama untuk melepaskan ketergantungan pada bahan bakar minyak. Penelitian yang telah ada memaparkan bahwa motor listrik yang sesuai untuk menggerakkan mobil listrik adalah motor Brushless Direct Current (BLDC. Beberapa keunggulan motor BLDC antara lain adalah suara halus, ukuran kompak, torsi besar, efisiensi tinggi, memiliki umur pakai yang panjang, dan mudah dikontrol. Performa dan kecepatan motor BLDC dapat terganggu apabila bekerja pada kondisi berbeban. Oleh karena itu, dibutuhkan pengaturan kecepatan menggunakan sebuah kontroler yang dapat menjaga kecepatan motor BLDC sesuai ­set-point meskipun sedang beroperasi pada kondisi berbeban. Kontroler yang digunakan untuk mengatur kecepatan motor BLDC adalah kontroler Proposional Integral (PI berbasiskan Neural-Fuzzy Hibrida Adaptif. Kontroler PI dipilih karena dapat mengeliminasi steady-state error. Sedangkan Neural-Fuzzy Hibrida Adaptif merupakan kombinasi antara Fuzzy dan Neural-Network. Fuzzy digunakan untuk penentuan parameter kontroler PI. Parameter kontroler PI didapatkan dari Neural-Network. Karakteristik respon terhadap hasil implementasi memiliki settling time 20 detik, overshoot sebesar 1,1%, dan time constant 7,7 detik.

  18. Pembuatan Biodiesel Secara Batch Dengan Memanfaatkan Gelombang Mikro (Microwave

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rhesa Purnama Putra

    2012-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, baik minyak baru atau bekas penggorengan melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat biodiesel dari minyak goreng secara batch melalui proses transesterifikasi dengan menggunakan radiasi mikrowave serta mempelajari berapa daya dan waktu optimal yang diperlukan untuk proses pembuatan biodiesel dengan radiasi microwave dengan katalis CaO, H2SO4, dan tanpa katalis. Dalam penelitian ini digunakan tiga variabel, yaitu daya (Watt;100,200,300,400, waktu (menit; 5,10,15,20 dan jenis katalis; CaO, H2SO4, dan tanpa katalis. Pada tahap persiapan menghitung volume minyak dan metanol yang akan dicampur. Kemudian mencampurnya didalam reaktor. Lalu mendinginkan campuran hingga terbentuk dua lapisan atas dan bawah dilanjutkan dengan melakukan pemisahan lapisan atas (biodiesel dari lapisan bawah (gliserol. Adapun pada tahap analisis, biodiesel hasil reaksi transesterfikasi dianalisa untuk mendapatkan data yield metil ester, densitas, viskositas, dan flash point. Dari penelitian diketahui bahwa hasil yang didapatkan masih belum dapat memenuhi standar biodiesel yang ditetapkan. Katalis CaO dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan katalis H2SO4 dan tanpa katalis. Kondisi operasi untuk menghasilkan kualitas yield biodiesel terbaik yaitu pada daya 200 Watt selama 20 menit dengan menggunakan katalis CaO. Yield biodiesel terbesar didapatkan yield sebesar 60,11 %.

  19. KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Mustika

    2015-03-01

    Full Text Available KARAKTERISTIK PERMUKAAN SERAT SILIKON KARBIDA HASIL PEMINTALAN LISTRIK DARI POLYCARBOSILANE DALAM N,N-DIMETILFORMAMIDA (DMF/ TOLUENA. Silikon karbida (SiC merupakan keramik non oksida yang memiliki sifat unik seperti ketahanan mekanik, kimia dan stabilitas termal sehingga digunakan dalam berbagai aplikasi. Hasil pemodelan SiC dari beberapa studi yang menunjukkan stabilitas yang baik terhadap radiasi netron dan permeabilitas yang rendah terhadap produk fisi. Hal ini meningkatkan ketertarikan penggunaan SiC dalam industri nuklir. Untuk meningkatkan sifat mekanik SiC, umumnya dibentuk berupa komposit. Komposit dengan penguat serat menunjukkan karakteristik mekanik yang lebih baik dibandingkan penguat partikel ataupun whisker. Pada komposit SiC, sifat mekanik komposit dominan dipengaruhi oleh sifat antar fasa dan atau karakteristik dari permukaan SiC. Electrospinning merupakan metode yang menjanjikan untuk menghasilkan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik permukaan serat silikon karbida hasil pemintalan listrik dari polycarbosilane dalam N,N-dimetilformamida (DMF/ toluena. Perbedaan persentase DMF dan polycarbosilane dalam toluene mempengaruhi elektrospinnabilitas dan karakteristik permukaan serat yang dihasilkan. Serat SiC yang dihasilkan dari prekursor polycarbosilane dengan pelarut toluena dan kopelarut     N-N, dimetilformamida (DMF diperoleh serat kontinu, dengan berbentuk sedikit cekungan menyerupai pita. Adanya titik-titik hitam di permukaan serat hasil pirolisis dimungkinkan akibat adanya karbon bebas dan atau kontaminasi dari grafit material tungku. Serat hasil pirolisis memiliki luas muka sebesar 3,321 – 46,14 m2/g dan pori berukuran mikro, dengan distribusi radius pada rentang 1-3 nm, dengan jumlah pori terbanyak memiliki ukuran kurang dari 2 nm. Suhu pirolisis dan sintering yang lebih tinggi diharapkan menghasilkan serat yang minim pori dan densitasnya mampu mendekati densitas teori.   SiC SURFACE

  20. In vivo characterization of polymer based dental cements

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiyanti P

    2011-12-01

    semen gigi. Beberapa studi in vitro di bidang ini telah dilakukan. Beberapa riset di bidang material gigi telah menghasilkan semen gigi yang memenuhi standart sifat fisik dan mekanik seperti regangan dan kekuatan secara in vitro, sedangkan uji in vivo dan uji klinis dari semen gigi dari laboratorium belum dilakukan. Penelitian ini menguji karakteristik fisik dan mekanik semen gigi menggunakan hewan coba kelinci dengan membuat karies kelas III di gigi anterior terutama di permukaan mesial atau distal insisif, mengisi kavitas dengan semen gigi dan menganalisa kekuatan tekan, kekuatan tarik dan struktur mikronya dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM. Tujuan: Studi ini bertujuan memberikan gambaran karakterisasi in vivo semen gigi berbahan dasar polimer (semen seng fosfat, polikarboksilat, ionomer kaca dan seng oksida eugenol. Metode: Pertama, kami melakukan preparasi pada gigi hewan coba (6 kelinci, jantan, usia 5 bulan. Kemudian kita membuat kavitas yang melibatkan dentin. Lalu kami menumpat kavitas dengan semen gigi. Setelah prosedur penumpatan, hewan coba dipelihara selama 21 hari dan dikarakterisasi kekuatan tekan, kekuatan tarik dan struktur mikronya. Kekuatan tekan dan kekuatan tarik dianalisa dari sampel uji gigi hewan coba yang diekstraksi dan diukur dengan autograf. Struktur mikronya diuji dengan SEM. Hasil: Hasil nilai kuat tekan terbaik diperoleh oleh semen seng fosfat (zinc phosphate cement sebesar 101,888 Mpa dan nilai kuat tarik semen gigi terbaik adalah semen gelas ionomer (glass ionomer cement sebesar 6,555 Mpa. Kesimpulan: Dapat disimpulkan, dari ketiga jenis bahan semen yaitu seng fosfat, polikarboksilat, dan ionomer kaca, yang mempunyai sifat fisik dan mekanikal terburuk adalah semen ionomer kaca.

  1. Karakterizacija vakuum plazma naprskane kobalt-nikal-hrom-aluminijum-itrijum prevlake

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mihailo R. Mrdak

    2013-12-01

    -217. Aluminijum u legurama CoNiCrAlY formira β(Co,NiAl fazu koja služi kao rezervoar za obnavljanje zaštitnog oksida α - Al2O3. Legure na bazi Co sa aluminijumom proizvode β - CoAl fazu koja poboljšava otpornost legure na  sulfidizaciju i β - NiAl fazu koja poboljšava otpornost legure na visoko temperaturnu oksidacionu. Prevlake CoNiCrAlY često se deponuju plazma sprej postupkom u vakuumu (VPS. Glavna razlika je što se proces izvodi u vakuumu bez prisustva vazduha uz nizak pritisak u veoma čistim uslovima i uz primenu transferovanog luka za čišćenje površine substrata.  U deponovanom stanju mikrostruktura CoNiCrAlY prevlake se sastoji od dve faze γ i β. γ faza je čvrst rastvor Co, Ni i Cr.  β (Co,NiAl faza je formirana od β - CoAl faze i β - NiAl faze. Prisutna β faza i njen udeo u strukturi je od suštinskog značaja za zaštitu CoNiCrAlY prevlake. Radni vek CoNiCrAlY prevlake u uslovima oksidacije je u direktnoj vezi sa količinom β faze. Stabilnost β(Co,NiAl faze se smanjuje na visokim temperaturama zbog difuzije Al. Cheruvu i Mobarra sa saradnicima (Cheruvu, et al., 2000, pp.50 - 54, (Mobarra, et al., 2006, pp.2202-2207 su ustanovili da na visokim temperaturama Al iz β faze popunjava oksidni sloj na površini prevlake i siromaši β fazu sa Al. Izlaganjem CoNiCrAlY legure na 1100°C se na površini formira TGO zona sa zaštitnim oksidnim slojem α - Al2O3. U zoni blizu zaštitnog oksidnog sloja α - Al2O3 nije prisutna β-(Ni,CoAl faza jer je površinski sloj osiromašio sa Al (Nicholls, Bennett, 2000, pp.413-428. Samo mala količina Al ostaje u regionima bogatim (Ni,Co (Leea, 2005, pp,239 - 242. U ovom području egzistira β - zona iscrpljena sa Al, koja se nalazi ispod gornjeg oksidnog TGO sloja. Debljina β - iscrpljene zone se povećava dužim izlaganjem legure na visokoj temperaturi zbog potrošnje aluminijuma i rasta TGO sloja (Nicholls, Bennett, 2000, pp.413-428. U TGO zoni, pored oksida α - Al2O3, su prisutna i spinel jedinjenja kao

  2. PENGARUH SUPLEMENTASI MADU KELENGKENG TERHADAP KADAR TSA DAN MDA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI TIMBAL (Pb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamilatussaniah Kamilatussaniah

    2016-04-01

    Full Text Available Timbal (Pb merupakan salah satu logam berat yang berasal dari emisi pembakaran bahan bakar. Peningkatan penggunaan bahan bakar pada mesin industri dan kendaraan bermotor menyebabkan peningkatan kadar Pb di udara. Masuknya Pb ke dalam tubuh akan mengganggu keseimbangan molekul lain sehingga menjadi radikal bebas. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan menyebabkan stres oksidatif yang ditandai dengan menurunnya total satus antioksidan (TSA dan meningkatnya malondialdehid (MDA. Madu kelengkeng adalah suplemen kesehatan yang mengandung flavonoid, vitamin C, vitamin E dan beta karoten yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu kelengkeng terhadap kadar TSA dan MDA darah tikus putih yang diinduksi Pb. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok A (tikus normal, B (tikus dengan induksi Pb 10 mg/kgBB dan C, D, E merupakan kelompok perlakuan suplementasi madu secara berturut-turut 0,45, 0,9, 1,8 ml/200 gramBB dan induksi Pb 10 mg/kgBB selama 14 hari. Data TSA dan MDA dianalisis menggunakan one way anova dan uji LSD untuk mengetahui perbedaan setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan madu dengan dosis 1,8 ml/200 gramBB dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA secara signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah madu dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA pada tikus putih yang diinduksi Pb. Lead (Pb is heavy metal which comes from waste fuel emissions. Increased use of fuel in industrial machinery and vehicles causes increased levels of lead in the air. The entry of Pb into the body will disturb the ballance other molecules and became a free radicals. The imbalance between free radicals and antioxidants cause oxidative stress which characterized by decreased total antioxidant statue (TAS and increased malondialdehid (MDA. Longan honey is health suplement which

  3. ANALISIS KONDISI TERAS REAKTOR DAYA MAJU AP1000 PADA KECELAKAAN SMALL BREAK LOCA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Sofrany Ekariansyah

    2015-06-01

    Full Text Available ABSTRAK ANALISIS KONDISI TERAS REAKTOR DAYA MAJU AP1000 PADA KECELAKAAN SMALL BREAK LOCA. Kecelakaan yang diakibatkan oleh kehilangan pendingin (loss of coolant accident / LOCA dari sistem reaktor merupakan kejadian dasar desain yang tetap diantisipasi dalam desain reaktor daya yang mengadopsi teknologi Generasi II hingga IV. LOCA ukuran kecil (small break LOCA memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap keselamatan dibandingkan LOCA ukuran besar (large break LOCA seperti terlihat pada kejadian Three-Mile Island (TMI. Fokus makalah adalah pada analisis small break LOCA pada reaktor daya maju Generasi III+ yaitu AP1000 dengan mensimulasikan tiga kejadian pemicu yaitu membukanya katup Automatic Depressurization System (ADS secara tak disengaja, putusnya salah satu pipa Direct Vessel Injection (DVI secara double-ended, dan putusnya pipa lengan dingin dengan diameter bocoran 10 inci. Metode yang digunakan adalah simulasi kejadian pada model AP1000 yang dikembangkan secara mandiri menggunakan program perhitungan RELAP5/SCDAP/Mod3.4. Dampak yang ingin dilihat adalah kondisi teras selama terjadinya small break LOCA yang terdiri dari pembentukan mixture level dan transien temperatur kelongsong bahan bakar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa mixture level untuk semua kejadian small break LOCA berada di atas tinggi teras aktif yang menunjukkan tidak terjadinya core uncovery. Adanya mixture level berpengaruh pada transien temperatur kelongsong yang menurun dan menunjukkan pendinginan bahan bakar yang efektif. Hasil di atas juga identik dengan hasil perhitungan program lain yaitu NOTRUMP. Keefektifan pendinginan teras juga disebabkan oleh berfungsinya injeksi pendingin melalui fitur keselamatan pasif yang menjadi ciri reaktor daya AP1000. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan model AP1000 yang telah dikembangkan dengan RELAP5 dapat digunakan untuk keperluan analisis kecelakaan dasar desain pada reaktor daya maju AP1000. Kata kunci: analisis

  4. OPTIMASI DESAIN TERMOHIDROLIKA TERAS DAN SISTEM PENDINGIN REAKTOR RISET INOVATIF DAYA TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endiah Puji Hastuti

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK OPTIMASI DESAIN TERMOHIDROLIKA TERAS DAN SISTEM PENDINGIN REAKTOR RISET INOVATIF DAYA TINGGI. Implementasi reaktor inovasi telah diterapkan pada berbagai reaktor riset baru yang saat ini sedang dibangun.  Pada saat ini BATAN sedang merancang desain konseptual reaktor riset daya tinggi yang telah masuk pada tahap optimasi desain. Spesifikasi desain konseptual reaktor riset inovatif adalah reaktor tipe kolam berpendingin air dan reflektor D2O. Teras reaktor memiliki kisi 5x5 dengan 16 bahan bakar dan 4 batang kendali. Teras reaktor berada di dalam tabung berisi D2O yang berfungsi sebagai posisi iradiasi. Daya reaktor 50 MW didesain untuk membangkitkan fluks neutron termal sebesar 5x1014 n/cm2s. Teras reaktor berbentuk kompak dan menggunakan bahan bakar U9Mo-Al dengan tingkat muat uranium 7-9 gU/cm3. Desain termohidrolika yang mencakup pemodelan, perhitungan dan analisis kecukupan pendingin dibuat sinergi dengan desain fisika teras agar keselamatan reaktor terjamin. Makalah ini bertujuan menyampaikan hasil analisis perhitungan termohidrolika teras dan sistem reaktor riset inovatif pada kondisi tunak. Analisis dilakukan menggunakan program perhitungan yang telah tervalidasi, masing-masing adalah Caudvap, PARET-ANL, Fluent dan ChemCad 6.4.1. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pembangkitan panas yang tinggi dapat dipindahkan tanpa menyebabkan pendidihan dengan menerapkan desain teras reaktor bertekanan, di samping itu desain awal komponen utama sistem pembuangan panas yang terintegrasi telah dilakukan, sehingga konseptual desain termohidrolika RRI-50 dapat diselesaikan. Kata kunci : reaktor riset inovatif, Caudvap, PARET-ANL, Fluent, ChemCad 6.4.1.   ABSTRACT THERMALHYDRAULIC DESIGN AND COOLING SYSTEM OPTIMIZATION OF THE HIGH POWER INOVATIVE RESEARCH REACTOR. Reactor innovation has been implemented in a variety of new research reactors that currently are being built. At this time BATAN is designing a conceptual design of the high power

  5. KARAKTERISTIK MIKROSTRUKTUR DAN FASA PADUAN Zr- 0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr PASCA PERLAKUAN PANAS DAN PENGEROLAN DINGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkono Sungkono

    2015-07-01

    Full Text Available KARAKTERISTIK MIKROSTRUKTUR DAN FASA PADUAN Zr-0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr PASCA PERLAKUAN PANAS DAN PENGEROLAN DINGIN. Logam paduan Zr-Nb-Fe-Cr dikembangkan sebagai material kelongsong elemen bakar dengan fraksi bakar tinggi untuk reaktor daya maju. Dalam penelitian ini telah dibuat paduan Zr-0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr yang mendapat perlakuan panas pada temperatur 650 dan 750°C dengan waktu penahanan 1–2 jam. Tujuan penelitian adalah mendapatkan karakter paduan Zr-0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr pasca perlakuan panas dan pengerolan dingin yaitu mikrostruktur, struktur kristal dan fasa-fasa yang ada dalam paduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paduan Zr-0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr pasca perlakuan panas (650ºC, 1-2 jam mempunyai struktur butir ekuiaksial dengan ukuran butir bertambah besar seiring dengan bertambahnya waktu penahanan. Sementara itu, pasca perlakuan panas (750ºC, 1-2 jam terjadi perubahan mikrostruktur paduan dari butir ekuiaksial dan kolumnar menjadi butir ekuiaksial lebih besar. Paduan Zr-0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr pasca perlakuan panas (650°C, 1 jam dan (750°C, 1 jam tidak dapat dirol dingin dengan reduksi tebal 5 – 10%, sedangkan pasca perlakuan panas (650ºC, 2 jam dan (750°C, 1.5-2 jam mampu menerima deformasi dingin dengan reduksi ketebalan 5-10% tanpa mengalami keretakan. Senyawa Zr2Fe, ZrCr2 dan FeCr teridentifikai dari hasil uji kristalografi paduan Zr-0,3%Nb-0,5%Fe-0,5%Cr.   MICROSTRUCTURE AND PHASE CHARACTERISTICSOF Zr-0.3%Nb-0.5%Fe-0.5%Cr ALLOY POST HEAT TREATMENT AND COLD ROLLING. Zr-Nb-Fe-Cr alloys was developed as fuel elements cladding with high burn up for advanced power reactors. In this research has been made of Zr-0.3% Nb-0.5% Fe-0.5% Cr alloy were heat treated with varying temperatures at650 and 750°C for 1 until 2 hours. The objectives of this research was to obtain the character of Zr-0.3% Nb-0.5% Fe-0.5% Cr alloy post heat treatment and cold rolling, microstructure nomenclature, crystal structure and phases that presents in the

  6. STUDI MODEL ALIRAN FLUIDA DAN PERPINDAHAN PANAS PADA PBMR.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Fatich Al-Qodri

    2013-11-01

    Full Text Available Reaktor tipe Pebble bed merupakan opsi yang menjanjikan untuk teknologi reaktor generasi mendatang dan memiliki potensi untuk memberikan pembangkitan listrik dengan efisiensi tinggi dan murah.Perpindahan panas reaktor ini menghadapi kendala akibat kompleksitas yang berkaitan dengan desain aliran panas.Dengan demikian, untuk mensimulasikan secara baik aliran dan perpindahan panas reaktor modular pebble bed ini memerlukan suatu model perpindahan panas yang berhubungan dengan radiasi serta konveksi dan konduksi panas.Dalam studi ini, suatu model dengan kemampuan untuk mensimulasikan aliran fluida dan perpindahan panas dalam teras reaktor modular pebble bed telah dikembangkan.Model ini diterapkan pada suatu personal computer (PC yang menggunakan program komputer Matlab r2008a Versi 7.1.Beberapa parameter penting aliran fluida dan perpindahan panas telah dipelajari, termasuk penurunan tekanan (pressure drop di teras reaktor, koefisien perpindahan panas, bilangan Nusselt, dan konduktivitas panas efektif pebble bahan bakar. Hasil yang diperoleh dari percobaan simulasi menunjukkan adanya suatu tekanan yang merata pada arah radial untuk suatu rasio diameter teras terhadap elemen bakar (D/d > 20 dan koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan peningkatan temperatur dan laju alir massa pendingin. Model ini dapat menjelaskan secara memadai fenomena aliran panas dan perpindahan panas dan kehilangan tekanan melalui friksi dalam PBMR tipe pebble bed.Kata kunci: Aliran fluida, perpindahan panas, PBMR, packed bed, penurunan tekananAbstractThe pebble bed type high temperature gas cooled nuclear reactor is a promising option for next generation reactor technology and has the potential to provide high efficiency and cost effective electricity generation. The reactor unit heat transfer poses a challenge due to the complexity associated with the thermalflow design. Therefore to reliably simulate the flow and heat transport of the pebble bed modular reactor

  7. PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK COMPRESSED NATURAL GAS DARI LANDFILL GAS SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PADA TPST BANTAR GEBANG, BEKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Srilarakasuri P Ardiagarini

    2013-06-01

    Full Text Available Pergeseran konsumsi bahan bakar minyak ke bahan bakar berbasis gas, sebagai alternatif energi untuk sektor transportasi di Indonesia diperlukan. Salah satu renewable energy yang saat ini populer adalah biogas. Landfill gas (LFG yaitu biogas yang dihasilkan dari timbunan sampah domestik dalam jumlah yang besar pada suatu lahan. Penelitian ini dibuat dengan tujuan menghitung harga pokok untuk memproduksi CNG yang terbuat dari LFG yang dihasilkan oleh TPST Bantar Gebang. CNG dapat digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin industri dan juga kendaraan mobil. TPST Bantar Gebang termasuk sebagai salah satu institusi yang dapat mengelola sampah dengan baik memiliki 95 area aktif Ha yang dapat menghasilkan gas TPA (LFG dengan kapasitas 5.971 Nm3/hour. Kandungan utama dari gas yang terbentuk adalah metana (CH4 dan karbondioksida (CO2 diikuti dengan gas-gas lainnya dengan komposisi yang relatif kecil. LFG dapat dikonversi ke CNG menggunakan Acrion CO2 WASH yang melepaskan CH4 dari gas lainnya. Hasil penelitian menggunakan 2 skenario jangka waktu, yaitu selama 5 tahun dan 10 tahun, didapatkan kapasitas LFG yang digunakan saat ini untuk memproduksi CNG hanya 5% dari kapasitas LFG, yaitu sebesar 7,500 Nm3/hari, dan menghasilkan CNG sebanyak 3,570 Nm3/hari. Harga pokok produksi produk CNG yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah Rp 160,00/ liter dengan perhitungan jangka waktu selama 5 tahun dan Rp 150,00 /liter dengan perhitungan jangka waktu selama 10 tahun. Kata kunci: renewable energy, biogas, TPST bantar gebang, LFG, CNG, harga pokok produksi Abstract In light of shifting fuel consumption from oil-based to gas-based fuel, researches on renewable energy as an alternative energy for trasportation sector in Indonesia are needed. Meanwhile, TPST Bantar Gebang has 95 Ha active area which can produce landfill gas (LFG with the capacity of 5,971 Nm3/hour. Landfill gas is biogas produced as a result of anaerob decomposition on organic material from piled

  8. LABORATORY-SCALE PRODUCTION OF ADU GELS BY EXTERNAL GELATION FOR AN INTERMEDIATE HTGR NUCLEAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S Simbolon

    2015-03-01

    Full Text Available LABORATORY-SCALE PRODUCTION OF ADU GELS BY EXTERNAL GELATION FOR AN INTERMEDIATE HTGR NUCLEAR. The The aim of this research is to produce thousands of microsphere ADU (Ammonium Diuranate gels by using external gelation for an intermediate HTGR (High Temperature Gas-cooled Reactor nuclear fuel in laboratory-scale. Microsphere ADU gels were based on sol-solution which was made from a homogeneous mixture of ADUN (Acid Deficient Uranyl Nitrate which was containing uranyl ion in high concentration, a water soluble organic compound PVA (Polyvinyl Alcohol and THFA (Tetrahydrofurfuryl Alcohol. The simple unified home made laboratory experimental machine was developed to replace test tube experiment method which was once used due to a tiny amount of microsphere ADU gels produced. It consists of four main parts: tank filled sol-solution connecting to peristaltic pump and vibrating nozzle, preliminary gelation and gelation column. The machine has successfully converted 150 mL sol-solution into thousands of drops which produced 120 - 130 drops in each minute in steady state in ammonia gas free sector. Preliminary gelation reaction was carried out in ammonia gas sector where drops react with ammonia gas in a bat an eye followed by gelation reaction in column containing ammonia solution 7 M. In ageing process, ADU gels were collected and submerged into a vessel containing ammonia solution which was shaken for 1 hour in a shaker device. Isopropyl alcohol (90% solution was used to wash ADU gels and a digital camera was used to measured spherical form of ADU gels. Diameters in spherical spheroid form were found between 1.8 mm until 2.2 mm. The spherical purity of ADU gels were 10% - 20% others were oblate, prolate spheroid and microsphere which have hugetiny of dimples on the surface.   PRODUKSI GEL ADU SKALA LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN GELASI EKSTERNAL UNTUK BAHAN BAKAR ANTARA HTGR. Penelitian ini bertujuan untuk membuat ribuan gel bulat ADU (Ammonium

  9. Change and Continuity in Indonesian Islamist Ideology and Terrorist Strategies

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adam James Fenton

    2015-04-01

    Full Text Available The “Islamisation” of Indonesia has exerted a transformative force on every aspect of Indonesian society. That process continues today. It has created streams of change and continuity in thoughts, ideologies and practices, of enormous complexity. Strict doctrinal interpretation of Koranic text is not a new phenomenon, contrary to what some reports in the mass media might suggest. Its roots stretch back at least as far as the 1800s with the outbreak of violent conflicts between those urging a stricter, scripturalist application of Islam, and those adhering to traditionalist and colonialist ideologies --culminating in the Padri war of West Sumatra of 1821-38. Indicating an ostensible continuity of ideology, modern extremist ideologues, such as Abu Bakar Bashir, urge their followers toward violent conflict and terrorist actions based on an ideology of strict “Middle Eastern” interpretation of fundamental Islamic tenets. This paper argues that the strategies of those carrying out radical and violent ideologies are undergoing change, as are the strategies of the authorities tasked with combating them. Radical groups have displayed a shift away from large-scale, attacks on symbolic foreign targets towards low-level violence primarily aimed at law enforcement authorities. Authorities, on the other hand, have shown a greater tendency to shoot dead those suspected of involvement with violent radical groups. This paper will examine the changing strategies of violent radical groups and the continuity, and evolution, of the underlying Islamic ideology that provides religious justification for their violent acts. The paper will argue that engaging Indonesia’s politically active youth in an ideological dialogue on Islamism and democracy provides the best prospect for disengagement from, and breaking the cycle of recruitment for, radical violence and terrorism.[Proses panjang Islamisasi di Indonesia telah menghasilkan kekuatan transformatif di

  10. Reka patching the city, international architecture workshop

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajda Primožič

    2012-01-01

    Full Text Available The INA oil refinery, having a significant impact on the quality of life in Rijeka, is just about to complete the transfer of its oil production from the city to the southern penninsula of Bakar. Rijeka is thus acquiring great potential for developing new kinds of activity almost in the centre of the city.What is the quality of this newly acquired area? While the land is steep and hard to build on, the 50 ha of land and 2 km of waterfront being liberated from industry is priceless. An additional value lies in its rich industrial heritage and specific industrial building legacy. What happens to this land in the near future is therefore a very important issue.An international student workshop called PATCHING UP RIJEKA was organised by the City Council of Rijeka to generate some initial ideas about what Rijeka needs, and what the most suitable programme for the location would be. Firstly, we were introduced to the site and INA’s role in the everyday life of Rijeka in October 2009. At that time, we made an analysis which served us later when we were developing our projects. We gave a preliminary presentation of our developing ideas in Ljubljana in order to establish the direction of different groups and their progress. The final review was in Rijeka, in December 2009, where all the projects were publicly compared and critically discussed. There were no winners, but a wide range of different ideas that the City Council can now use for the future management of the newly-acquired area.

  11. Pengetahuan Sikap Perilaku Masyarakat Desa Pagar Desa terhadap Malaria (Pemukiman Suku Anak Dalam Kabupaten Musi Banyuasin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hotnida Sitorus

    2017-02-01

    Full Text Available Malaria adalah masalah kesehatan yang berkaitan dengan kemiskinan. Di beberapa tempat, hutan merupakan sumber mata pencaharian bagi masyarakat miskin. Desa Pagar Desa merupakan salah satu pemukiman Suku Anak Dalam di Propinsi Sumatera Selatan. Penelitian PSP masyarakat bertujuan mengetahui seberapa jauh pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang penyakit malaria. Penelitian dilakukan tahun 2006 dengan disain penelitian cross- sectional study. Penelitian menunjukkan bahwa semua masyarakat tahu tentang penyakit malaria dan 85% mengakui pernah mengalami gejala-gejala malaria. Gejala malaria yang dialami adalah demam, mengigil dan berkeringat (83,9%. Seluruh responden tidak tahu penyebab penyakit malaria dan 79,6% tahu bahwa malaria merupakan penyakit berbahaya. Mayoritas responden tahu bahwa malaria penyebab kematian (77,4% dan 54,8% tidak tahu bahwa malaria merupakan penyakit menular, 23,7% mengatakan tahu cara menghindarkan diri dari penyakit malaria yaitu menghindari gigitan nyamuk. Sikap masyarakat pada umumnya positif terhadap pencegahan dan pengobatan malaria. Pengobatan yang dilakukan sebagian besar masyarakat (41,9% adalah membeli obat di warung. Kebiasaan keluar rumah pada malam hari dilakukan oleh sebagian besar masyarakat (66,7% untuk mengobrol di warung-warung, menonton TV di rumah tetangga dan melakukan kegiatan Mandi, Cuci, Kakus. Sebesar 95,7% masyarakat tidak memakai perlindungan khusus untuk menghindari gigitan nyamuk selama di luar rumah pada malam hari, namun bila di dalam rumah menggunakan kelambu dilakukan oleh sebanyak 41,9% responden dan menggunakan obat nyamuk bakar sebanyak 24,7% responden. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan malaria demi peningkatan perilaku positif pencegahan malaria dengan mengadakan penyuluhan, selain itu perlu disediakan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.

  12. PRODUKSI OPTIMAL PUKAT CINCIN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT, KALIMANTAN BARAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Wahyu Budiarti

    2015-03-01

    Full Text Available Secara umum nelayan penangkap ikan mengharapkan produksi/hasil tangkapan secara ideal dengan penggunaan input yang efisien. Penentuan efisiensi teknis dan produktivitas dapat dijadikan indikator pengukuran kinerja alat penangkapan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai produksi optimal pukat cincin yang mendaratkan hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN Pemangkat, Kalimantan Barat pada periode Februari sampai November 2014. Pengukuran efisiensi teknis dilakukan terhadap 30 unit kapal pukat cincin di Pemangkat dengan menggunakan pendekatan DEA (Data Envelopment Analysis, dan model produksi dianalisis berdasarkan persamaan Cobb-Douglass. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kelebihan tangkap sebesar 2,35% dari nilai produksi optimal. Hal ini disebabkan karena adanya kelebihan input (excess capacity pada tiga jenis faktor produksi yang mempengaruhinya (lama waktu trip, bahan bakar, dan ransum. Generally, every fishing activity expected ideal production/catches by using an efficient input. Technical efficiency and productivity can be used as an indicator of performance measurement of fishing gear. The purpose of this study was to determine the optimal production of purse seine in PPN Pemangkat, West Kalimantan within period from February to November 2014. Measurement of technical efficiency was carried out on 30 number of purse seine vessels in Pemangkat by using DEA (Data Envelopment Analysis approach, and the production model is analyzed based on the Cobb-Douglass equation. The result showed that there is an excess catch of 2.35% of the value of the optimal production. This is due to the presence of excess input (excess capacity in three factors that influence production (duration of trip, fuel, and ransom.

  13. Studi Eksperimen Pengaruh Ukuran Partikel Batubara Pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Fanani

    2014-03-01

    Full Text Available Desain suatu PLTU salah satunya dibuat berdasarkan kualitas batubara yang akan digunakan sebagai bahan bakar. Pada PLTU batubara dibakar didalam boiler, didalam boiler terdapat pulverizer yang berfungsi untuk menghaluskan batubara dan menambah pasokan batubara kedalam boiler jika batubara didalam boiler memiliki nilai heating value rendah. Dengan menggunakan batubara dengan kualitas rendah maka suplai batubara yang dibutuhkan untuk memanaskan boiler  akan semakin banyak, hal ini bisa mengakibatkan kerja dari pulverizer akan semakin berat. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil batubara terbersa didunia. Namun hampir 80% batubara yang dihasilkan tergolong batubara rendah dan sedang [1] . Untuk meningkatkan nilai kalor batubara perlu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air dalam batubara. Eksperimen dilakukan dengan mengeringkan batubara didalam chamber dengan temperature udara 550C, sudut blade 200 dan massa pengeringan sebanyak 600gram, variasi ukuran partikel batubara 5mm, 10mm, 15mm. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang berat batubara setiap satu menit sebanyak 5 kali  , dua menit sebanyak 3 kali, dan lima menit sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh berupa relative humidity udara, temperature udara, berat sampel basah dan berat sampel kering. Pengambilan data berat sampel kering dilakukan berdasarkan standart ASTM D5142 dengan pengeringan pada temperatur 1050C selama 3 jam. Dari hasil eksperimen didapat bahwa proses pelepasan massa uap air paling banyak terjadi pada lima menit pertama yang ditandai dengan penurunan moisture content paling besar. Pada partikel batubara ukuran 5mm,10mm,15mm didapat moisture content terendah berturut-turut sebesar  6,48 %, 7,66 %, 7,47 %. Untuk laju pengeringan didapat nilai terendah berturut-turut sebesar 0,062 gram/menit, 0,104 gram/menit, 0,023 gram/menit,  sedangkan selisih humidity ratio ( ɷ2-ɷ1 didapat nilai terendah berturut turut sebesar 0,0072gram/kg dry air, 0

  14. Pengaruh Simultan Parameter Suhu dan Konsentrasi Larutan NaOH Terhadap Kuantitas dan Kualitas Hasil Cellulose Powder pada Proses Delignifikasi Tongkol Jagung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suprianto Suprianto

    2015-08-01

    Full Text Available Jagung merupakan sumber karbohidrat ketiga di Indonesia setelah padi dan ketela. Produksi jagung Indonesia meningkat terus menerus selama 10 tahun terakhir, yang diikuti dengan konsekuensi meningkatnya tongkol jagung sebagai produk ikutan pertanian jagung. Jumlah tongkol jagung dapat mencapai 40% dari produksi jagung. Fakta ini menunjukkan semakin tinggi potensi tongkol jagung untuk dapat dimanfaatkan bagi penunjang kehidupan manusia. Pemanfaatan tongkol jagung secara langsung sebagai bahan bakar maupun tidak langsung, yaitu melalui tahapan proses fisika dan kimia, sebelum dimanfaatkan langsung, telah mulai banyak menarik perhatian. Penelitian ini dimaksudkan untuk menambah informasi pengolahan tongkol jagung menghasilkan selulosa powder yang dapat digunakan sebagai cellulose gel, selulose membrane filter penjernihan air maupun sebagai bahan baku turunan senyawa selulosa, seperti selulosa asetat, carboxy methyl cellulose dan nitro selulosa.Proses pengolahan tongkol jagung menjadi cellulose prowder dilakukan dalam tiga tahapan proses, masing-masing untuk menghilangkan komponen hemiseluola, lignin dan warna dalam tongkol jagung. Proses tahap pertama menggunakan larutan asam nitrat 7,5% pada suhu 80 o C selama 2 jam, dilanjutkan dengan proses tahap kedua menggunakan larutan NaOH selama 2 jam dengan variasi suhu 80 sampai 100 o C dan variasi konsentrasi NaOH dari 1 N sampai 3 N dan selanjutnya proses tahap ketiga menggunakan hydrogen peroksida dengan konsentrasi 4%, suhu 80 o C dan waktu 2 Jam. Keberhasilan proses diidentifikasi dengan kuantitas dan kualitas hasil cellulose powder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses yang baik dalam tahap proses delignifikasi adalah suhu antara 85 sampai 95 o C dan konsentrasi NaOH antara 1,25 N sampai 2 N. Produk pengolahan dari tongkol jagung, dengan proses tiga tahap ini diperoleh hasil cellulose powder warna putih dengan kadar   selulosa sekitar 88 sampai 90%, dengan yield investor sekitar 30

  15. KINETIKA REAKSI HIDROLISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Megawati Megawati

    2012-02-01

    Full Text Available Bio-etanol merupakan salah satu bahan bakar organik yang dapat diproduksi dari pati dan selulosa. Bahan berbasis selulosa dapat ditemukan dalam limbah organik, diantaranya: grajen kayu, ranting kering, daun kering, tongkol jagung, sekam padi dan lain-lain. Langkah-langkah penting pada produksi etanol dari lignoselulosa ialah hidrolisis untuk mengkonversi hemiselulosa dan selulosa menjadi gula, fermentasi gula untuk memproduksi etanol, dan pemurnian etanol. Penelitian ini mempelajari reaksi hidrolisis ranting kering dengan asam encer pada kondisi non-isotermis. Dua ratus gram ranting kering dicampur dengan 1200 cm3 larutan asam sulfat 0,18 N dan dipanaskan di dalam autoklaf. Selama proses hidrolisis ini, suhu akan terus naik (non-isotermis, kemudian setelah mencapai suhu tertentu dijaga tetap (suhu akhir. Hasil hidrolisis pertama diambil pada suhu 413 K dan seterusnya diambil setiap interval 5 menit. Suhu akhir divariasi pada 433 K, 453 K, 473 K dan 493 K. Metode Fehling dipilih untuk menganalisis kandungan gula di dalam sampel. Persamaan kinetika reaksi diperoleh dengan mengolah data dengan pendekatan model shrinking-core dengan ukuran partikel tetap. Nilai tetapan kecepatan reaksi meningkat sedangkan nilai tetapan transfer massa relatif tidak berubah pada berbagai suhu. Tetapan kecepatan reaksi dapat didekati dengan persamaan Arrhenius, dengan frekuensi tumbukan Ar = 0,083 l/(mol.menit dan energi aktivasi Er = 20.000 J/mol. Untuk menyelidiki langkah mana yang mengontrol laju proses, dibandingkan tetapan kecepatan reaksi dan tetapan transfer massa pada 493 K, diperoleh nilai tetapan transfer massa berkisar 0,06 l/(mol.menit, dan nilai tetapan kecepatan reaksi berkisar 0,00051 l/(mol.menit, sehingga diperoleh bilangan Hatta 0,00933. Karena bilangan Hatta < 0,02 maka dapat disimpulkan bahwa reaksi kimia lebih mengontrol daripada transfer massa.

  16. Disain Sistem Pemantauan Lingkungan Untuk Evaluasi Lepasan Radionuklida dari Subsistem pada Kecelakaan Reaktor Daya PWR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2013-03-01

    Full Text Available PLTN. (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebagai sumber energi baru dipilih sebagai alternatif, karena memiliki berbagai kelebihan yaitu ramah lingkungan, pasokan bahan bakar yang tidak bergantung musim, serta harganya yang dapat bersaing dengan pembangkit listrik yang lain. Namun demikian, adanya keraguan sebagian masyarakat tentang keselamatan radiasi PLTN, maka pemerintah harus bisa meyakinkan tentang operasi PLTN yang aman dan selamat. Penelitian tentang disain sistem pemantauan lingkungan untuk evaluasi lepasan radionuklida dari subsistem reaktor dan lingkungan akibat terjadinya kecelakaan pada reaktor daya telah dilakukan. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan sebaran radionuklida ke subsistem dan lingkungan serta membuat sistim monitoring radiasi di lingkungan. Sistem monitoring lingkungan terdiri dari system pencacah radiasi, sistem peringatan dini, sistem pengukuran meteorologi, sistem GPS dan system GIS. Sistem pencacah radiasi digunakan untuk mencatat data radiasi, sistem pengukuran meteorologi digunakan untuk mencatat data arah dan kecepatan angin, sedangkan sistem GPS digunakan untuk menentukan data posisi pengukuran. Data tersebut kemudian dikirimkan ke system akuisisi data untuk ditransmisikan ke pusat kendali. Pengumpulan dan pengiriman data dilakukan melalui SMS menggunakan perangkat modem yang ditempatkan di ruang kendali. Ruang kendali menerima data dari berbagai tempat pengukuran. Dalam hal ini ruang kendali memiliki fungsi sebagai SMS gateway. Sistem ini dapat memvisualisasi untuk lokasi pengukuran yang berbeda. Selanjutnya, data posisi dan data radiasi diintegrasikan dengan peta digital. Integrasi sistem tersebut kemudian divisualisasikan dalam personal komputer. Untuk posisi pengukuran terlihat langsung di peta dan untuk data radiasi ditampilkan di monitor dengan tanda lingkaran merah atau hijau yang digunakan sebagai pemonitor batas aman radiasi. Bila tanda lingkaran berwarna merah maka akan menyalakan alarm di

  17. BASIC DESIGN KAPAL PENGANGKUT BATUBARA 200 TON SEBAGAI JALUR ALTERNATIF RUTE SUNGAI LEMATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Budianto

    2016-10-01

    Full Text Available Sebagai jalur alternatif jalan khusus,  melalui transportasi sungai Lematang dengan perancangan kapal pengangkut hasil tambang dalam  distribusi batubara merupakan salah satu solusi untuk jalur darat provinsi tetap terjaga dengan baik dan tidak terjadi kemacetan akibat konvoi dump truk pengangkut batubara. Bentuk geografis, perpindahan aliran sungai, dan pendangkalan sungai Lematang berpengaruh terhadap sulitnya membuat kapal angkut batubara melalui sistem tranportasi sungai tersebut. Jika menggunakan kapal angkut batubara jenis Tug and Barge, maka akan menyebabkan kesulitan dalam proses manouvering kapal bahkan sering terjadi kapal kandas karena pendangkalan sungai, serta bisa juga kapal tersangkut bagian barge karena sudut olah belok kapal terlalu melebar. Disamping itu juga, perlu diperhatikan bentuk aliran sungai Lematang yang melengkung dan berkelok, adanya masalah sosial, serta hambatan lain seperti adanya kabel slink, jembatan, kedalaman sungai, sampah kayu d.l.l. Salah satu teknologi yang bisa digunakan adalah kapal SPB (Self Propeller Barge. Dimana kapal SPB pengangkut batubara memiliki kelebihan dapat manouvering yang baik ketika melintasi wilayah sungai. Kapal SPB pengangkut batubara memiliki geladak angkut yang terletak dibelakang akomodasi, hal ini akan mempermudah jarak pandang dan proses manouvering kapal, akan tetapi terbatas dengan kapasitas yang diangkut karena terbatas dengan kedalaman draft kapal yang dimiliki. Dalam perancangan harus diperhatikan faktor geografis, kedalaman sungai, faktor sosial dan faktor ekonomis kapal. Sehingga akan memberikan hasil teknologi kapal SPB pengangkut batubara dengan kondisi sellow draft yang efektif dan efisien. Dimana kapal SPB yang dirancang dengan kaasitas 200 ton setara dengan 20 dump truk, kapal  yang difungsikan untuk mengangkut batubara dengan memiliki kecepatan sebesar 12 knot (dengan mesin 2x250HP dan konsumsi bahan bakar sebesar 1.77 ton dengan mngunakan SFOC sebesar 160 gram

  18. SINTESA GULA DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Irawan

    2012-11-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SUGAR FROM ORGANIC WASTES VIA ACID CATALYSTHYDROLYSIS. Hydrolysis process is an important step from every process to produce biofuel withorganic wastes as raw material. Hydrolysis process with chemical uses hydrochloride acid as catalystin which will transform holocellulose to glucose. Raw material of 100 grams is put into hydrolysisreactor with batch system equipped with pressure control and ratio hydrochloride of 1 : 6 w/v. Thevariables studied were temperature of 110-140oC, HCl concentration of 0.5-1%, time of hydrolysis of15-60 minutes. The sugar concentration was taken and then be analyzed by Nelson-Somogy method.The hydrolysis, which was carried out with the temperature of 120oC, time of 30 minutes, HClconcentration of 0.75%, and the pressure of 6 bar, produced sugar reduction of 27.3 mg/mL and yieldof 15.07%. Proses hidrolisis merupakan satu tahap penting dari rangkaian tahapan proses produksi bahan bakarnabati menggunakan bahan baku sampah organik. Proses hidrolisis secara kimiawi menggunakanHCl sebagai katalis akan mengubah holoselulosa yang terdapat pada sampah organik menjadi gula.Gula yang dihasilkan inilah yang dapat difermentasi menjadi bahan bakar nabati. Bahanbaku sebanyak 100 g dimasukkan dalam reaktor hidrolisis sistem batch yang dilengkapi denganpengukur tekanan dan ditambahkan larutan HCl pada perbandingan 1:6 b/v. Hidrolisis dilakukandengan memvariasikan suhu operasi 100-140oC, waktu proses 15-60 menit, serta konsentrasi HCl 0,5-1%. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar gula menggunakan metode Nelson-somogy. Hasilhidrolisis yang dilakukan pada suhu 120oC selama 30 menit serta konsentrasi HCl 0,75% dan tekananterukur 6 bar menghasilkan gula 27,30 mg/mL dan yield gula sebesar 15,07%.

  19. الأفكار المشبوهة حول دراسة النسخ في علوم القرآن: التعليقات والتعقيبات

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Husni Mubarrak

    2016-11-01

    Full Text Available This article discusses naskh in the studies of the Qur’an (‘Ulûm al-Qur’ân. The research focus begins on different understandings and interpretations on stoning punishment for adulterers who had married, based on the story of a Prophet’s companion, Umar ibn Khattab, who said that it was a part of the Qur’an until it then removed from the Qur’an, even though the law is still in force. This story is often used as an example of a naskh criteria that the script had been removed from the Qur’an, even though the law remains in force which were frequently targeted as a form of negligence and mistakes that (probably there are parts of the Qur’an forgotten, missed or even disappeared when the collecting and codifying the Qur’an in the S{ah}âbah (Companions period since the era of Abu Bakar up to Utsman ibn ‘Affan. These diverse understandings and various thinking related to naskh in al-Qur’an are awkward things which are strongly influenced by orientalism mind and thinking that then come to the surface until, in turn, led to doubt on the validity of the Qur’an that exist today until arousing some efforts to reconstruct and reorder the Qur’an based on corresponding period. This article is quietly concerned to criticize and straighten naskh understanding of the Qur’an with reference to the main reference (mother books in the tradition of ‘Ulûm al-Qur’ân (Turâts which are valid and can be justified scientifically.

  20. ANALISIS INFLASI PRA DAN PASCA KRISIS MONETER DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deni Sri Haryati

    2014-10-01

    Full Text Available Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini menganalisis fluktuasi inflasi yang terjadi pada masa pra, saat, dan pasca krisis moneter. Terdapat 5 variabel yang berkorelasi dengan inflasi di Indonesia. Variabel-variabel tersebut adalah jumlah uang beredar (JUB, nilai tukar nominal (NTN, pertumbuhan ekonomi, pengeluaran pemerintah (PeP,dan  bahan bakar minyak (BBM. Sebenarnya variabel tersebut memiliki hubungan dengan inflasi pada seluruh era. Namun, variabel tesebut memiliki dominasi yang berbeda pada masing-masing eranya. Era prakrisis didominasi oleh 3 variabel, yakni; pertumbuhan ekonomi, NTN, dan JUB, era krisis didominasi oleh seluruh variabel yang ada, dan era pasca krisis didominasi oleh 3 variabel, yakni; PeP, NTN, dan JUB. Variabel-variabel ini akan dijelaskan pengaruhnya terhadap inflasi pada era yang didominasi dimana apakah memiliki hubungan sebanding atau berbanding terbalik. Abstract ___________________________________________________________________ This study analyzes the fluctuations in inflation that occurred in the pre, during and post the financial crisis. There are 5 variables that correlated with inflation in Indonesia. These variables are the money supply (MS, the nominal exchange rate (NER, economic growth, government expenditure (GE, and fuel oil (BBM. Actually, these variables have a relationship with inflation on the whole era. However, the variable has a predominance of different proficiency level in each era. Pre-crisis era dominated by three variables, namely; economic growth, NER, and MS, crisis era dominated by all the variables that exist, and the post-crisis era dominated by three variables, namely; GE, NER, and MS. These variables will be explained influence on inflation in an era dominated where or whether proportional or inversely proportional relationship. © 2014 Universitas Negeri Semarang

  1. STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN DALAM MENGHADAPI KEMISKINAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Widodo

    2009-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempetakan strategi nafkah yang dilakukan oleh rumah tangga nelayan miskin berdasarkan dua basis nafkah, yaitu sektor perikanan dan sektor non perikanan. Strategi nafkah yang merupakan kombinasi antara modal dan sumberdaya manusia tersebut dipengaruhi oleh sistem sosial masyarakat yang berlaku. Penelitian ini juga ditujukan untuk menganalisis sistem sosial yang mempengaruhi rumah tangga nelayan miskin dalam mengkombinasikan modal dan sumberdaya manusia yang dimilikinya. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive yaitu di wilayah Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Penentuan lokasi penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa di Kecamatan Kwanyar terdapat beberapa desa yang termasuk wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama penduduknya adalah nelayan. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Persepsi dan kondisi kemiskinan di perdesaan (rural ditunjukkan dengan ciri atau indikator yakni kepemilikan aset baik natura, rumah, ternak, emas maupun simpanan uang. Selain itu kemiskinan ditandai oleh ketiadaan akses terhadap  pendidikan dan kesehatan yang layak. Strategi nafkah yang dilakukan selama ini dapat dibedakan menjadi strategi ekonomi dan strategi sosial. Strategi ekonomi meliputi sektor perikanan dan sektor non perikanan. Pada sektor perikanan, nelayan miskin berusaha meningkatkan jumlah tangkapan dengan cara memperpanjang waktu tangkap dan memperluas wilayah tangkapan. Sedangkan upayah penghematan biaya dilakukan dengan mengoplos bahan bakar mesin yang seharusnya solar menjadi solar dan minyak tanah. Pola perpindahan ke sektor non perikanan juga mulai menggejala terutama pada generasi muda. Sedangkan strategi sosial yang dilakukan adalah dengan berhutang, menabung dan menggadaikan perhiasan. Kata kunci : rumah tangga, kemiskinan,nelayan, pesisir, strategi nafkah. 

  2. TENAGA SURYA DAN ARSITEKTUR: SUATU ANALISIS LINGKUNGAN DAN PERANCANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Harso Karyono

    2003-01-01

    Full Text Available This paper discusses the potential use of solar energy in building as an alternative solution of energy resources to reduce the negative impact in burning fossil fuels to the environment. It higlights the positive aspects in environment by generating solar energy and also discusses the aesthetical values in employing solar panels on buildings. Abstract in Bahasa Indonesia : Isue mengenai pemanasan bumi yang diakibatkan oleh produksi gas karbon dioksida sebagai akibat pembakaran bahan bakar minyak (minyak bumi, batu bara, gas alam memaksa ilmuwan, pakar energi, akhli lingkungan, serta pihak-pihak lain yang terkait untuk ikut memikirkan penggunaan energi alternatif yang aman. Tenaga nuklir yang tidak menghasilkan gas buang semacam karbon dioksida, ternyata bukan merupakan solusi energi alternatif yang baik karena meninggalkan sampah radioaktif yang belum ada solusi pembuangan yang diangap aman untuk masa yang akan datang. Tenaga surya, yang umumnya sudah digunakan secara tradisional sejak ratusan abad yang silam, perlu mendapat perhatian. Pemanfaatan tenaga surya baik secara pasif maupun aktif bagi bangunan perlu mendapat perhatian dari para arsitek. Pemanfaatan tenaga surya secara aktif, dimana tenaga surya dikonversikan terlebih dahulu menjadi tenaga listrik dengan solar sel, seyogyanya tidak berdiri sendiri, perlu diintegrasikan dengan aplikasi perancangan secara pasif. Perancangan secara aktif bertujuan untuk mengurangi beban listrik yang berasal dari minyak bumi - secara langsung mengurangi jumlah gas karbon dioksida yang dibuang ke udara, sedangkan perancangan pasif bertujuan untuk mengurangi beban penggunaan energi listrik - yang berasal dari sumber listrik apapun - di dalam bangunan. Makalah ini membahas isue yang diutarakan diatas, dimana pada akhirnya memberikan contoh dari suatu karya arsitektur yang dianggap berhasil dalam mengaplikasikan strategi perancangan secara aktif (menggunakan solar sel serta tidak meninggalkan sterategi

  3. Pengaruh Penggunaan Frekuensi Listrik Terhadap Performa Generator HHO Dan Unjuk Kerja Engine Honda Kharisma 125CC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Akbar Pratama

    2013-09-01

    Full Text Available Energi yang dihasilkan oleh engine merupakan hasil dari proses pembakaran campuran bahan bakar dengan udara (oksigen. Secara praktis  pembakaran  menghasilkan gas yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Salah satu perkembangan teknologi adalah dengan brown gas, atau sering disebut Generator HHO, dimana alat ini akan  menghasilkan gas HHO (2 unsur gas hydrogen dan 1 unsur gas oksigen dari proses elektrolisa air murni yang di hubungkan dengan arus listrik. Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Generator HHO pada engine Honda Kharisma  berkapasitas 125cc. Generator HHO tersebut menggunakan Elektroda jenis pipa Stainless steel AISI 316L dengan ukuran Ø21mm x 101mm, Ø34mm x 101mm, Ø48mm x 101mm dan Ø61mm x 101mm dengan tebal 3mm, larutan elektrolit 2liter aquades dan 1,4 KOH. Variasi yang diberikan pada generator HHO adalah besar frekuensi listriknya. Untuk pengujian, perubahan kecepatan dilakukan dengan full open throttle menggunakan chasis water brake dynamometer. Pengujian dilakukan pada putaran engine dengan kelipatan 500 rpm, dimulai dari 3500 rpm sampai dengan 8500 rpm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah frekuensi untuk generator dengan effisiensi thermal terbaik adalah pada 10Hz sebesar 20,06%. Dengan daya generator 118,74 Watt, debit 13,13 L/jam, kenaikan temperature 0.7°C/menit, torsi maksimal pada engine 27.09 Nm, daya efektif  6114,651 Watt, bmep 860,627 Pa, SFC 9.608E-08 kg/watt.s, effisiensi thermal engine 23,22% serta pengurangan emisi CO 1,17% dan HC 83ppm.

  4. Pembuatan Gliserol Karbonat Dari Gliserol Dengan Katalis Berbasis Nikel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktarinda Damayanti

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin berkembangnya penggunaan biodesel sebagai bahan bakar yang bersifat renewable mendorong bertambahnya jumlah gliserol di pasaran sebagai produk samping reaksi pembuatan biodesel. Upaya peningkatan nilai jual gliserol dilakukan dengan pengolahan gliserol menjadi produk turunannya, salah satunya gliserol karbonat. Gliserol karbonat memiliki fungsi sebagai bahan baku polimer, surfaktan, emulsifier dan sebagainya yang juga bersifat biodegradable. Gliserol karbonat dapat diperoleh melalui reaksi karboksilasi katalitik antara gliserol dengan urea. Reaksi ini dilakukan dalam reactor batch dilengkapi yang dilengkapi dengan pompa. Gliserol, urea dan katalis dimasukkan dalam reaktor, kemudian dipanaskan. Saat suhu operasi tercapai, pompa vakum dinyalakan vakum untuk mengeliminasi gas ammonia yang terbentuk sebagai produk samping. Penelitian ini diawali dengan seleksi 3 jenis katalis yakni Ni powder, Ni yang diambil dari NiCl2.6H2O dan Ni/γAl2O3, jumlah katalis yang digunakan dalam seleksi sebesar 3%  dengan suhu proses 150oC selama 4 jam. Hasil yang terbaik adalah katalis Ni/γAl2O3 dengan konversi gliserol 38,88% dan yield gliserol karbonat 23,56%. Kemudian dilakukan uji pengaruh jumlah katalis 1%, 3% & 5% dari berat gliserol dengan menggunakan Ni/γAl2O3. Hasil terbaik pada berat katalis 5% dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat 27,83%. Penelitian dilanjutkan dengan seleksi suhu proses antara 100oC, 125oC, 150oC, 175oC & 200oC. Pada seleksi ini terpilih suhu 150oC yang menghasilkan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%. Berikutnya adalah mengetahui pengaruh waktu terhadap konversi gliserol dan yield gliserol karbonat dengan variable 0 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Hasil terbaik diperoleh pada 4 jam proses dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%.

  5. Faktor Risiko Kejadian Penyakit Filariasis pada Masyarakat di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Santoso Santoso

    2017-02-01

    Full Text Available Malaria adalah masalah kesehatan yang berkaitan dengan kemiskinan. Di beberapa tempat, hutan merupakan sumber mata pencaharian bagi masyarakat miskin. Desa Pagar Desa merupakan salah satu pemukiman Suku Anak Dalam di Propinsi Sumatera Selatan. Penelitian PSP masyarakat bertujuan mengetahui seberapa jauh pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang penyakit malaria. Penelitian dilakukan tahun 2006 dengan disain penelitian cross- sectional study. Penelitian menunjukkan bahwa semua masyarakat tahu tentang penyakit malaria dan 85% mengakui pernah mengalami gejala-gejala malaria. Gejala malaria yang dialami adalah demam, mengigil dan berkeringat (83,9%. Seluruh responden tidak tahu penyebab penyakit malaria dan 79,6% tahu bahwa malaria merupakan penyakit berbahaya. Mayoritas responden tahu bahwa malaria penyebab kematian (77,4% dan 54,8% tidak tahu bahwa malaria merupakan penyakit menular, 23,7% mengatakan tahu cara menghindarkan diri dari penyakit malaria yaitu menghindari gigitan nyamuk. Sikap masyarakat pada umumnya positif terhadap pencegahan dan pengobatan malaria. Pengobatan yang dilakukan sebagian besar masyarakat (41,9% adalah membeli obat di warung. Kebiasaan keluar rumah pada malam hari dilakukan oleh sebagian besar masyarakat (66,7% untuk mengobrol di warung-warung, menonton TV di rumah tetangga dan melakukan kegiatan Mandi, Cuci, Kakus. Sebesar 95,7% masyarakat tidak memakai perlindungan khusus untuk menghindari gigitan nyamuk selama di luar rumah pada malam hari, namun bila di dalam rumah menggunakan kelambu dilakukan oleh sebanyak 41,9% responden dan menggunakan obat nyamuk bakar sebanyak 24,7% responden. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan malaria demi peningkatan perilaku positif pencegahan malaria dengan mengadakan penyuluhan, selain itu perlu disediakan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.

  6. Characterization of rice bran wax policosanol and its nanoemulsion formulation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ishaka A

    2014-05-01

    Full Text Available Aminu Ishaka,1,2 Mustapha Umar Imam,1 Rozi Mahamud,3 Abu Bakar Zakaria Zuki,4 Ismail Maznah1 1Laboratory of Molecular Biomedicine, Institute of Bioscience, University Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia; 2Department of Medical Biochemistry, College of Health Sciences, Usmanu Danfodiyo University, Sokoto, Nigeria; 3Faculty of Medicine and Health Sciences, 4Faculty of Veterinary Medicine, University Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia Abstract: Policosanol, a mixture of long-chain alcohols found in animal and plant waxes, has several biological effects; however, it has a bioavailability of less than 10%. Therefore, there is a need to improve its bioavailability, and one of the ways of doing this is by nanoemulsion formulation. Different droplet size distributions are usually achieved when emulsions are formed, which solely depends on the preparation method used. Mostly, emulsions are intended for better delivery with maintenance of the characteristics and properties of the leading components. In this study, policosanol was extracted from rice bran wax, its composition was determined by gas chromatography mass spectrophotometry, nanoemulsion was made, and the physical stability characteristics were determined. The results showed that policosanol nanoemulsion has a nanosize particle distribution below 100 nm (92.56–94.52 nm, with optimum charge distribution (-55.8 to -45.12 mV, pH (6.79–6.92 and refractive index (1.50; these were monitored and found to be stable for 8 weeks. The stability of policosanol nanoemulsion confers the potential to withstand long storage times. Keywords: rice bran wax, policosanol, nanoemulsion, characterization

  7. Pemikiran Suksesi Dalam Politik Islam Masa Pra Modern

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mazro'atus Sa'adah

    2016-12-01

    Abstrak: Pemikiran politik Islam muncul setelah Islam melalui Nabi Muhammad SAW berhasil membentuk sebuah ummat baru, dari peralihan kekuasaan kerajaan/kesukuan kepada Nabi yang kemudian kepada umat. Nabi Muhammad dinilai berhasil dalam mengatur komunitas barunya yang dikendalikan oleh ajarannya dalam seluruh lini kehidupan. Persoalan muncul kemudian setelah beliau wafat, yang akhirnya memunculkan pemikiran tentang suksesi. Artikel ini akan membahas tentang mengapa terjadi suksesi setelah Nabi Muhammad SAW wafat, bagaimana pemikiran para tokoh politik Islam masa pra modern terkait dengan suksesi, dan apa kontribusi pemikiran suksesi ini terhadap politik Islam di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan sejarah, ditemukan bahwa Nabi Muhammad tidak menetapkan siapa yang akan menggantikannya, dan ketika beliau wafat (632 M, para sahabat memilih seorang pemimpin (imam/khalifah. Masa pemerintahan Abu Bakar, Umar dan Usman banyak terjadi perselisihan yang awalnya terkait kepentingan agama namun berkembang menjadi kepentingan politik. Ketika Ali bin Abi Talib diangkat sebagai khalifah, konflik politik berkepanjangan berkaitan dengan pembunuhan Usman, menjadikan timbulnya perang jamal antara Aisyah dan Ali. Pada masa ini perbedaan kepentingan aqidah dipolitisir lebih jauh menjadi sebuah kepentingan politik. Dinamika politik ini kemudian melahirkan mazhab politik Islam klasik yang terbagi dalam tiga mazhab besar yaitu Sunni, Syi'ah dan Khawarij, yang darinya muncul istilah-istilah khilafah, imamah, ahlul halli wal aqdi, bay’ah, walayah dan lain-lain. Dari ketiga mazhab politik ini, kemudian muncul ide pemikiran politik Islam yang sangat kompleks dan berkepanjangan dari para tokoh politik Islam pra modern yang banyak dipengaruhi oleh filosof Yunani. Di Indonesia, pemikiran suksesi dalam politik Islam masa pra modern ini pernah diwacanakan. Namun untuk pemilihan kepala Negara belum terealisasi mengingat Indonesia bukan Negara Islam.

  8. PENGARUH SUHU ANAEROBIK TERHADAP HASIL BIOGAS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LIMBAH KOLAM IKAN GURAME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Irawan

    2015-06-01

    Full Text Available ­­Semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil sebagai sumber energi bertolak belakang terhadap peningkatan kebutuhan energi seiring pertumbuhan populasi manusia, khususnya di Indonesia. Hal ini merupakan dasar perlunya pengembangan energi terbarukan sebagai upaya mengatasi berbagai permasalahan terhadap penggunaan energi fosil dan dampaknya pada lingkungan. Biogas sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan dapat menjadi salah satu solusi terhadap permasalah energi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan pengaruh suhu Anaerobik terhadap produksi biogas dengan menggunakan bahan baku limbah kolam ikan gurame. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah subtrat tanpa perlakuan suhu (T1, subtrat pada kondisi suhu mesofilik 350C (T2 dan subtrat kondisi suhu termofilik 550C (T3 pada 8 liter subtrat dalam digester. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan T1 mendapatkan volume akumulasi biogas 11.210 ml, laju aliran 448,4 ml/hari dan potensi biogas 1.401,25 ml/liter bahan baku, sedangkan untuk perlakuan T2 volume akumulasi biogas sebesar 19.370 ml, laju aliran 774,8 ml/hari dan potensi biogas 2.421,25 ml/liter bahan baku serta perlakuan T3 mendapatkan volume akumulasi biogas 4.210 ml, laju aliran 168,4 ml/hari dan potensi biogas 520 ml/liter bahan baku dengan tekanan yang sama pada semua perlakuan yaitu 101.570,25 N/m2. Uji nyala menunjukkan hasil nyala api biru biogas yang dihasilkan dari semua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan suhu Anaerobik berpengaruh terhadap hasil biogas. Dari hasil semua perlakuan kondisi yang paling baik adalah pada kondisi suhu mesofilik dengan penggunaan suhu 350C.

  9. PEMANAS FLUIDA MENGGUNAKAN ENERGI MATAHARI DENGAN KOLEKTOR SEPERTIGA SILINDER PADA SISTEM KOMPOR DUAL SYSTEM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Tjahjono

    2016-08-01

    Full Text Available Sebagian besar masyarakat Indonesia yang sehari-harinya menggunakan energi fosil, seperi minyak tanah, gas dan batubara, serta bahan bakar kayu. Dengan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat, hal ini dikhawatirkan cadangan ketersediaan energi akan menipis dan bahkan habis sama sekali. Untuk mengantisipasi hal tersebut dicari energi alternatif yaitu energi matahari yang dianggap tidak pernah habis.               Pemanas ini menggunakan energi matahari, dengan kolektor sepertiga silinder yang merupakan bagian dari sistem kompor dual system. Hal ini adalah upaya pemanfaatan energi yang tersedia banyak dan murah serta pengembangan teknologi penangkapan energi matahari. Cahaya matahari yang dipancarkan akan dipantulkan oleh kolektor sepertiga silinder untuk memanaskan fluida yang ada dalam pipa pada kolektor. Fluida tersebut akan menyerap kalor yang akan diberikan pada kompor dual system. Pemberian energi pada kompor masih perlu proses peningkatan energi lebih lanjut sebelum masuk kompor. Untuk air dapat memberikan energi dengan melepaskan kalor dari uap air panas lanjut, sedangkan pada udara-panas dengan memberikan kalor dengan melepas kalor yang dikandungnya atau secara bersama-sama dalam proses pembakaran biogas atau gas alam (LPG. Untuk minyak solar dapat memberikan kalornya dengan proseas pembakaran dari uap panas minyak solar tersebut.               Hasilnya menunjukkan bahwa penangkapan energi matahari yang tinggi pada saat kisaran jam 11.00 sampai jam 14.30 WIB. Pada pemanasan fluida air, udara dan minyak solar ternyata penyerapan energi yang paling tinggi dihasilkan oleh pemanas air sebesar 381,345 kJ. Hali ini menunjukkan bahwa air merupakan media penyerap kalor yang baik demikian pula pelepasannya.

  10. Perancangan Termal Heat Recovery Steam Generator Sistem Tekanan Dua Tingkat Dengan Variasi Beban Gas Turbin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anson Elian

    2017-03-01

    Full Text Available Seiring dengan meningkatnya perkembangan ekonomi suatu negara, maka akan meningkat juga kebutuhan terhadap energi terkhusus pada energi listrik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan produksi tenaga listrik dengan penggunaan energi bahan bakar fosil seefisien mungkin adalah menggunakan siklus kombinasi PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap. Pada sistem PLTGU tersebut terdapat komponen Heat Recovery Steam Generator (HRSG yang bekerja dengan cara menggunakan sisa panas dari gas buang (exhaust gas turbin yang kemudian digunakan untuk memproduksi uap (steam. Studi perancangan termal ini dilakukan dengan menganalisa data input berupa laju alir massa keluaran gas turbin, temperatur keluaran gas turbin, kandungan keluaran gas turbin, temperatur uap keluar HRSG, dan tekanan uap keluar HRSG. Langkah awal adalah menentukan beban kalor pada setiap modul agar dapat menentukan distribusi temperatur pada HRSG. Kemudian masing-masing dari modul HRSG ditentukan luas permukaan perpindahan panas. Lalu, pressure drop dan efisiensi pada sistem HRSG diukur. Terdapat 4 variasi beban turbin gas yaitu saat 100 %, 90%, 80%, dan 70%. Dari variasi tersebut, dapat ditinjau perbedaan laju alir massa uap/air yang dibutuhkan dari masing-masing beban gas turbin. Hasil yang diperoleh dari perancangan ini adalah untuk mengubah air dari 70oC menjadi uap 401oC menggunakan gas buang turbin bertemperatur 437oC, dibutuhkan luas perpindahan panas total sebesar 25.966 m2. Dari analisa variasi beban gas turbin, didapat bahwa semakin tinggi beban gas turbin maka akan semakin tinggi laju alir massa air/uap yang dapat dihasilkan, yaitu pada beban gas turbin 70% didapat 15 kg/s, pada beban gas turbin 80% didapat 15,3 kg/s, pada beban gas turbin 90% didapat 17,37 kg/s, dan pada beban gas turbin 100% didapat 18,59 kg/s.

  11. Produksi Hidrogen dari Gliserol dengan metode Pemanasan Konvensional Berbasis γ-Alumina

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitria Fatmawati

    2014-09-01

    Full Text Available Sumber energi alternatif diperlukan karena menipisnya cadangan bahan bakar fosil. Salah satu sumber energi alternatif adalah biodiesel. Penggunaan biodiesel dalam skala besar akan menghasilkan gliserol yang melimpah sebagai produk samping yang juga menghasilkan harga yang lebih rendah dan biodiesel dengan harga jual yang tinggi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah untuk mengkonversi gliserol menjadi produk yang bernilai ekonomis, salah satunya adalah hidrogen. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu persiapan katalis dan reaksi katalitik. Ada 2 jenis katalis yang digunakan yaitu γ-Al2O3 dan Ni/γ-Al2O3.Tahapan pada proses reaksi katalitik, yaitu memasukkan reaktan berupa larutan gliserol P.A. 85% berat sebanyak 20 ml ke dalam tangki pemanas. Kemudian memanaskan reaktan tersebut pada suhu 290oC. Larutan gliserol akan menguap dan mengalir melalui pipa menuju reaktor yang berisi 2 gram katalis dengan variabel suhu 200, 225, 250, 275, dan 300oC. Selanjutnya vapor akan dikondensasi sehingga diperoleh destilat dan non condensable gas. Data yang diperoleh adalah konsentrasi gliserol sisa dan konsentrasi hidrogen yang dianalisis menggunakan GC. Dari hasil penelitian didapatkan pengaruh suhu reaksi dan jenis katalis terhadap konversi dan yield produk. Pengaruh jenis katalis terhadap konversi gliserol dan yield menunjukkan bahwa katalis Ni/γ-Al2O3 menghasilkan lebih besar daripada γ-Al2O3. Konversi gliserol tertinggi dicapai pada suhu 225oC sebesar 96,799% menggunakan 2 gram katalis Ni/γ-Al2O3. Yield hidrogen tertinggi diperoleh pada suhu 250oC menggunakan 2 gram katalis γ-Al2O3, yaitu sebesar 0,000214 gram H2/gram gliserol.

  12. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Nilai Emisi Co2 Di Kawasan Industri Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indri Hastuti

    2012-09-01

    Full Text Available Aktivitas industri di Surabaya berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara kota Surabaya melalui emisi pembakaran bahan bakar fosil. Sektor industri di kota Surabaya merupakan penyumbang nilai emisi CO2 tertinggi di antara sektor rumah tangga dan sektor transportasi. Besar kontribusi nilai emisi CO2 sektor industri pada tahun 2011 mencapai 51,74%.  Industri Margomulyo dan SIER merupakan industri dengan luas terbesar di antara kawasan industri kota Surabaya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penting untuk dilakukan penelitian terkait substansi di atas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan konsep penyediaan ruang terbuka hijau berdasarkan nilai emisi CO2  di kawasan Industri Surabaya. Penelitian ini melalui beberapa proses input, yaitu mengidentifikasi karakteristik ruang terbuka hijau industri, analisis nilai emisi CO2, analisis tingkat emisi CO2, dan analisis kebutuhan RTH.. Hasil nilai emisi CO2 industri berdasarkan komoditas dan golongan industri kemudian dikelompokan ke dalam 3 tingkatan, yaitu emisi rendah, sedang, dan tinggi. Kemampuan serapan eksisting RTH dan besar sisa emisi di masing-masing kawasan dianalisis agar dapat diketahui besar luasan RTH maksimum yang yang akan diakomodasi ke dalam konsep penyediaan ruang terbuka hijau berdasarkan nilai emisi CO2 di kawasan industri Surabaya. Hasil yang diperoleh adalah total nilai emisi CO2 kawasan SIER sebesar  21.225,6  ton CO2/tahun,  sedangkan  kawasan  Margomulyo  mengeluarkan 17.047,2  ton  CO2/tahun. Berdasarkan eksisting ruang terbuka hijau, kemampuan serapan RTH di SIER dan Margomulyo sebesar 7,8% dan 3,5%. Konsep penyediaan RTH di kedua kawasan adalah pengoptimalan proporsi RTH sebesar 18,31% untuk kawasan industri SIER dan 8,38% untuk kawasan industri Margomulyo. Selain itu, konsep penyediaan RTH melalui pemaksimalan lahan kosong mampu mengurangi total nilai emisi menjadi 18.322,16 ton CO2/tahun dan 8.074,42 ton CO2/tahun.

  13. KAJIAN PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA SEKTOR KEHUTANAN UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN PERPRES NO. 61/2011

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Wibowo

    2014-08-01

    Full Text Available Perpres 61 tentang tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK telah dikeluarkan dan menjadi peraturan umum dalam penurunan emisi. Meskipun demikian Perpres ini perlu didukung oleh informasi teknis yang lebih rinci yang menjadi arahan dalam pelaksanaan kegiatan penurunan emisi di sektor kehutanan. Di lapangan, pelaksanaan penurunan emisi perlu didasarkan kepada kegiatan-kegiatan yang secara langsung dan tidak langsung menghasilkan penurunan emisi. Kajian ini bertujuan untuk mendukung kegiatan penurunan emisi melalui pemahaman terhadap sumber emisi di Indonesia dan mengidentifikasi kegiatan yang secara langsung dapat dikuantifikasi penurunan emisinya melalui konservasi karbon serta peningkatan sumber serapan dengan pertumbuhan hutan dan penanaman seperti Hutan Tanaman Industri (HTI, Hutan Tanaman Rakyat (HTR, Hutan Rakyat (HR, Gerakan Nasional rehabilitasi hutan dan Lahan (GN RHL, serta kegiatan penanaman lain. Kegiatan sektor kehutanan yang terkait dengan mitigasi perubahan iklim untuk menurunkan emisi GRKpada prinsipnya dapat dikelompokkan kedalam tiga kategori utama yaitu, konservasi karbon hutan, menambah serapan karbon melalui kegiatan aforestasi, reforestasi dan praktek pengelolaan lainnya dan memanfaatkan biomas sebagai pengganti bahan bakar fosil. Potensi penurunan emisi dari pencegahan deforestasi masih cukup besar dengan laju deforestasi rata-rata sebesar 1,1 juta ha per tahun pada tahun 2000-2005 dan 0,83 juta ha pada tahun 2006-2009. Penurunan emisi dari pencegahan deforestasi dapat dilihat dari potensi hutan alam di Indonesia yang dapat mencapai 600 ton Carbon/Ha. Sedangkan potensi penanaman dapat dilihat dari stok hutan tanaman yang mencapai 177 ton Karbon/Ha. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan pada lampiran Perpres 61/2011 masih didominasi oleh kegiatan penunjang. Hasil kajian memberikan informasi tentang kegiatan yang langsung dapat menurunkan emisi sebagai masukan pada penyusunan rencana aksi daerah

  14. DESAIN KONSEPTUAL PERISAI RADIASI REAKTOR RRI-50

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amir Hamzah

    2015-06-01

    Full Text Available ABSTRAK DESAIN KONSEPTUAL PERISAI RADIASI REAKTOR RRI-50. Salah satu parameter yang harus dipenuhi dalam mendesain reaktor nuklir adalah desain perisai radiasi yang dapat menjamin keamanan dan keselamatan radiasi bagi pekerja dan masyarakat sekitar. Pada penelitian ini dilakukan desain perisai radiasi RRI-50 dengan elemen bakar berjenis U9Mo-Al berkerapatan tinggi dengan tipe pelat sebanyak 21 buah dan berdimensi seperti elemen bakar RSG-GAS tapi panjang aktifnya 70 cm. Konfigurasi teras terdiri dari 16 elemen bakar dan 4 elemen kendali serta 5 posisi iradiasi sehingga membentuk matriks 5 x 5. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain perisai radiasi dan menentukan distribusi laju dosis di daerah kerja dan di lingkungan reaktor RRI-50. Tahapan awal penelitian adalah perhitungan kuat sumber dan inventori bahan radioaktif teras reaktor dengan mensimulasikan operasi 50 MW selama 20 hari tiap siklus menggunakan program ORGEN2.1. Berdasarkan kuat sumber tersebut dan model yang dibuat menggunakan program VisEd, maka dilakukan analisis penentuan parameter perisai radiasi secara iteratif menggunakan program MCNPX. Pada tahap akhir, dilakukan analisis distribusi laju dosis di seluruh ruang di dalam dan di luar gedung reaktor juga menggunakan program MCNPX. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ketinggian permukaan air adalah 1000 cm dan kombinasi 90 cm beton berat dan 60 cm beton biasa dapat digunakan sebagai perisai biologi. Desain perisai tersebut mereduksi laju dosis menjadi 0,05 µSv/jam di Balai Operasi sementara di Balai Eksperimen dan di luar gedung reaktor menjadi 4,2 µSv/jam dan 0,03 µSv/jam pada saat reaktor beroperasi. Hasil penelitian juga menunjukkan pemasagan perisai tambahan setebal 280 cm berjarak 300 cm di depan tabung berkas neutron radial yang terbuka mereduksi laju dosis gamma dan neutron menjadi 3,3 µSv/jam dan 3,1x10-11 µSv/jam. Hasil-hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain perisai radiasi yang dibuat membuat reaktor

  15. FAKTOR STATUS PEMBUDIDAYA, KONDISI, DAN PENGELOLAAN TAMBAK YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM KABUPATEN LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Ratnawati

    2016-11-01

    Full Text Available Tambak di Kabupaten Luwu Utara umumnya tergolong tanah sulfat masam dan banyak digunakan untuk budidaya rumput laut (Gracilaria verrucosa dengan produksi yang tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor status pembudidaya, kondisi, dan pengelolaan tambak yang mempengaruhi produksi rumput laut. Metode penelitian yang diaplikasikan adalah metode survai untuk mendapatkan data primer dari produksi, status pembudidaya, dan pengelolaan tambak yang dilakukan melalui pengajuan kuisioner kepada responden secara terstruktur, sedangkan kondisi tambak ditentukan melalui pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan. Sebagai peubah tidak bebas adalah produksi dan peubah bebas adalah faktor status pembudidaya yang terdiri atas 10 peubah, kondisi tambak yang terdiri atas 12 peubah, dan pengelolaan tambak yang terdiri atas 26 peubah. Analisis regresi berganda dengan peubah boneka digunakan untuk memprediksi produksi rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi aktual rata-rata rumput laut di tambak tanah sulfat masam sebesar 7.821 kg/ha/tahun dengan prediksi produksi sebesar 23.563 kg kering/ha/tahun. Produksi rumput laut dapat ditingkatkan melalui: peningkatan pengalaman pembudidaya tambak, penambahan jumlah pintu air, tambak dibuat dengan bentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang dengan luasan tambak tidak terlalu luas serta peningkatan lama pengeringan tanah dasar tambak, padat penebaran ikan bandeng, dosis kapur dan dosis pupuk Urea, SP-36, KCl, dan Za sebagai pupuk dasar. Brackishwater pond in North Luwu Regency, generally as classified as acid sulfate soils and most of them was used for culturing seaweed (Gracilaria verrucosa with high productivity. Hence, it was conduct research that aim to know the effect of farmer status, condition, and management of pond on the seaweed production. Survey method was applied to find primary data of seaweed production, farmer status and pond management, while

  16. Karakteristik Permukiman pada Wilayah Rawan Tanah Longsor di Desa Cibanteng, Cianjur, Jawa Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Puspita

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK Tanah longsor sering terjadi di Desa Cibanteng yang dapat memperhatikan bukan hanya desa tetapi manusianya. Sebagai desa yang rawan longsor, Desa Cibanteng dicirikan oleh wilayah padat penduduk yang tersebar pada lereng-lereng yang berpotensi mengalami longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ruang wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, sedang, dan rendah sehingga dapat diketahui sebaran permukiman yang berada di masing-masing tingkat kerawanan. Penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan pengumpulan data dari beberapa instansi. Data yang terkumpul diolah menggunakan Ms. Excel dan ArcGIS 10.1 dengan metode pengharkatan, pembobotan, dan overlay untuk menghasilkan peta wilayah rawan tanah longsor. Parameter yang digunakan antara lain lereng, penggunaan lahan, dan riwayat longsor, serta peta karakteristik permukiman. Hasil yang diperoleh yaitu masih adanya permukiman yang dapat membahayakan keselamatan hidup penduduk di Desa Cibanteng, khususnya pada wilayah rawan longsor tingkat tinggi, dengan karakteristik berupa kerapatan rumah tinggi, serta jumlah rumah non panggung dan berdinding tembok yang relatif besar. Kondisi yang demikian menunjukkan mitigasi tingkat 1 dan 2, yang berarti bahwa daerah tersebut prioritas utama dalam proses mitigasi sebagai upaya pengurangan risiko bencana. Daerah yang termasuk dalam kategori tersebut adalah Kampung Gulingmunding dan Kampung Sukamulya.   ABSTRACT Landslides often occur in the village Cibanteng which to be attention not only the village but humans. As  the village has prone of the landslide, Cibanteng village was characterized by densely populated areas spread on slopes that have potential to come through landslides. The aim of this study determine characteristics of region has impact in high, medium, and low so that it can be seen distribution of settlements in each level of vulnerability. This research method is field observations

  17. PEMANFAATAN MAGGOT SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG IKAN DALAM PAKAN BUATAN UNTUK BENIH IKAN BALASHARK (Balanthiocheilus melanopterus Bleeker

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Priyadi

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi sumber protein tepung ikan dengan tepung maggot telah diteliti terhadap ikan hias balashark. Sebanyak 1.500 ekor benih ikan balashark dengan bobot awal rata-rata 2,26 ± 0,08 g dan panjang 5,18 ± 0,06 cm ditebar dalam 15 unit bak tembok berukuran 1,2 m x 0,7 m x 0,5 m, sistem resirkulasi dan dilengkapi aerasi dengan padat penebaran 100 ekor/bak dan dipelihara selama 60 hari. Pakan buatan dengan perbedaan substitusi maggot terhadap tepung ikan sebagai pengganti protein diberikan sebagai perlakuan yaitu (a 0%; (b 10%; (c 20%; (d 30%; dan (e 40% maggot substitusi. Perlakuan substitusi maggot nyata mempengaruhi (P<0,05 pertambahan bobot, panjang total, pertumbuhan spesifik, retensi protein, dan rasio efisiensi protein. Substitusi maggot hingga level 16,47% memberikan respons terbaik terhadap penampilan tumbuh benih ikan balashark. The objective of this research was to study the effect of maggot meal as an alternative protein source to partially substitute fish meal in artificial feed for balashark fry. This research was conducted at the Research Institute for Ornamental Fish in Depok, West Java. Fifteen concrete tanks each of 1.2 m x 0.7 m x 0.5 m, provided with aerated recirculation water system, were used as culture tanks. Balashark fry averaging 2.26±0.08 g in body weight and 5.18±0.06 cm in body length were stocked into the tanks at a density of 100 fries per tank. The dietary treatments tested were five different levels of maggot meal, namely: (a 0% substitution; (b 10% substitution; (c 20% substitution; 30% substitution, and e 40% substitution. Feeding of the fries lasted for 60 days. Results of the research showed that, based on body weight gain, total body length, specific growth rate, protein retention, protein efficiency ratio, and lipid retention, the effect of maggot meal to substitute for fish meal was significant (P<0.05. The best growth performance of the balashark fries

  18. ANALISIS POLA DISPERSI PARTIKULAT DAN SULFURDIOKSIDA MENGGUNAKAN MODEL WRFCHEM DI SEKITAR WILAYAH INDUSTRI TANGERANG DAN JAKARTA (Analysis of Particulate and Sulfurdioxide Pattern Dispersion using WRFChem Model over Industrial Area In Tangerang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ana Turyanti

    2016-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Peningkatan aktivitas industri dan transportasi menjadi pemicu timbulnya potensi pencemaran udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama di sekitar wilayah industri dan kota-kota besar. Pengenalan daerah yang rawan terhadap pemaparan konsentrasi pencemar udara maksimum perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis sebaran pencemar udara di sekitar wilayah industri dan menentukan lokasi yang berpotensi terpapar pencemar udara dengan konsentrasi maksimum, khususnya partikulat (dalam hal ini PM10 dan sulfurdioksida (SO2. Lokasi studi adalah wilayah Jakarta dan Tangerang, yang merupakan daerah padat transportasi juga industri. Analisis dispersi menggunakan model Weather Research Forecasting / Chemistry (WRFChem dengan ukuran grid 4 x 4 km, selama periode 5 hari (120 jam masing-masing pada bulan Agustus dan Desember. Hasil analisis model menunjukkan lokasi yang rawan terpapar pencemar PM10 maupun SO2 dengan konsentrasi maksimum adalah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, secara umum terjadi pada tengah malam hingga pagi hari. Pada siang hari konsentrasi maksimum cenderung terjadi di sekitar Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, serta Kabupaten Tangerang. Secara temporal terjadi fluktuasi konsentrasi pencemar udara, konsentrasi siang hari rendah dan meningkat menjelang malam hari hingga dini hari. Faktor meteorologi terutama pola angin sangat mempengaruhi pola sebaran pencemar di wilayah studi, dan keberadaan garis pantai juga mempengaruhi terakumulasinya pencemar di sekitar wilayah Jakarta. ABSTRACT Increasing industrial and transportation activity were associated with air pollution, especially in urban and industrial area. The air pollution is associated with significant adverse health effects. Understanding the potential implications of the air pollution to human health, developing strategies to mitigate the pollution should be seen as a serious

  19. Posisi Perempuan dalam Tempurung dan Ayu Manda: Dua Novel Karya Perempuan dan Laki­Laki Pengarang Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anang Santosa

    2013-12-01

    Full Text Available Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan posisi tokoh­tokoh perempuan dalam dua novel karya pengarang Bali-Tempurung dan Ayu Manda dengan pendekatan feminis. Tempurung karya perempuan pengarang, Oka Rusmini, dan Ayu Manda garapan I Made Iwan Darmawan. Kedua novel tersebut sama­sama diterbitkan pada tahun 2010. Kedua novel tersebut dipilih karena sangat kental menyajikan beragam persoalan perempuan. Eksploitasi gender sebagai sebuah konstruk sosial budaya, mengakibatkan timbulnya ketidakadilan­ketidakadilan. Ironisnya, ketidakadilan tersebut mengalami pembiaran akibat ketatnya hegemoni adat dan tatanan dalam masyarakat. Masalah tersebut dimunculkan secara padat dan cepat dalam novel Tempurung dan Ayu Manda. Novel Tempurung menampilkan gambaran perempuan­perempuan yang dihegemoni oleh budaya dan masyarakatnya. Pada novel Ayu Manda yang mengambil latar waktu 1960­an, geliat penolakan terhadap ketidakadilan mulai ditampilkan. Akan tetapi, ketika perempuan mulai berbicara tentang dan terlibat cinta, perempuan akan berhadapan dengan kuasa adat istiadat dan tradisi yang siap memarginalkan tubuhnya jika tidak bersepaham dengannya. Temuan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah perempuan­perempuan dalam kedua novel tersebut diposisikan sebagai manusia yang berjenis kelamin berbeda sehingga harus diperlakukan berbeda pula. Abstract: This article aims to describe the position of female characters in two novels written by Balinese writers, Tempurung and Ayu Manda, using feminist approach. Tempurung was written by a female writer, Oka Rusmini, whereas Ayu Manda is a work of I Made Iwan Darmawan. Both novels were published in 2010. The two novels were chosen for strongly presenting various woman issues. Gender exploitation as a sociocultural construction brings about discriminations. Ironically, ironically, those discriminations have been allowed because of a firm hegemony of tradition and social order of society. The issue is solidly and fast

  20. Desain dan Uji Kinerja Fungsional Sistem Penggerak dan Kendali ROVERGARD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Fikri Pomalingo

    2017-04-01

    Full Text Available Abstract The high population rate has an impact on increasing of land function change from agricultural land become housing and commercial building. As a result, it is difficult to get land for planting in the urban area. Therefore, this research is aimed to design equipment that can be used for planting in the narrow land using vertical gardening. This paper will report about design and functional testing of drive and control system on ROVERGARD. Drive system is based on water pump with additional gear train and chainsprocket mechanism. Control system use was on open loop type based on timer. The performance test of drive system was focused on electrical energy consumption and rotational speed of the system that was measured by multifunctional mini ammeter and tachometer. The control system was tested during 4 days, to evaluate their performances between set point and actual timing while filling water tank and rotate the system at maximal load condition. Electrical power consumption was 208 W at average rotational speed 2703 rpm. Increasing load caused an increase of energy consumption but made the drive rotation decline. The position control performance had on position error around 50 cm. Consequently, setting time on timer must be adjusted. Abstrak Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, mengakibatkan tingginya alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan perumahan dan komersial. Masalah ini mengakibatkan sulitnya mencari lahan pertanian di daerah padat penduduk khususnya perkotaan. Oleh karena itu perlu dirancang sebuah alat yang dapat digunakan untuk bercocok tanam di lahan sempit. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan menguji sistem penggerak dan kendali pada ROVERGARD. Sistem penggerak berasal dari pompa air yang dimodifikasi. Sedangkan sistem kendali menggunakan tipe open loop berbasis waktu dimana timer sebagai komponen utamanya. Pengujian kinerja penggerak difokuskan pada konsumsi listrik dan rpm yang diukur menggunakan

  1. Model Penilaian Risiko Kebakaran Perkotaan dengan Sistem Pakar berbasis GIS Grid-Based

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sabrillah Taridala

    2017-12-01

    Full Text Available Abstrak Kota Kendari merupakan suatu kawasan perkotaan dengan luas wilayah terkecil dan jumlah penduduk terpadat di Provinsi Sulawesi Tenggara. Bencana kebakaran di Kota Kendari sering terjadi dan telah menimbulkan kerugian yang cukup banyak, hingga menelan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap tingkat risiko bencana kebakaran di Kota Kendari dengan menggunakan pendekatan Sistem Pakar (Expert System berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG. Hasil penelitian menujukkan bahwa tingkat risiko kebakaran di Kota Kendari terklasifikasi dalam empat kelas, yaitu tingkat risiko kebakaran sangat tinggi sebanyak 206 grid, tingkat risiko kebakaran tinggi sebanyak 6.815 grid, tingkat risiko kebakaran rendah sebanyak 46.175 grid, dan tingkat risiko kebakaran sangat rendah sebanyak 54.640 grid. Tingkat risiko kebakaran sangat tinggi di Kota Kendari merupakan kawasan terbangun yang berpenduduk padat dengan dominasi jenis material bangunan kayu dan campuran, terletak pada daerah dengan morfologi berbukit, dan aksesibilitas hanya dilalui oleh jalan umum yang memiliki lebar jalur lalu lintas <4 meter. Wilayah dengan tingkat risiko sangat rendah merupakan kawasan non-terbangun yang didominasi oleh badan air (sungai dan rawa, hutan dan sebagian kawasan pertanian (kebun. Kawasan tersebut bermorfologi datar, berbukit dan bergunung. Abstract Kendari city is an urban area with the smallest area and the densest population in Southeast Sulawesi Province. Fire disaster in the city of Kendari often occurs and has caused considerable losses, to claim casualties. This study aims to assess the risk degree of fire disaster in Kendari City using Expert System Approach based on Geographic Information System (GIS. The results showed that the degrees of fire risk in Kendari City were classified into four classes, ie very high fire risk degree, 206 grid, high fire risk degree, 6,815 grid, low fire risk degree, 46.175 grid, and very low fire risk, as

  2. The Knowledge on Scabies among Students in a Pesantren in East Jakarta, Before and After Health Education

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monica E.T. Rosandi

    2015-06-01

    Full Text Available AbstractScabies is a skin disease commonly found in overcrowded and poor hygiene environment. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of students in pesantren X, East Jakarta, before and after conducting health education on scabies. The study design was a pre-post study and the data were taken on March 8, 2014. All students who came during the data collectionare the research subjects. Data was collected through a questionnaire consisting of 25 questions about the etiology, clinical symptoms, treatment, transmission, and prevention of scabies. The data were processed with SPSS version 20 and was tested with marginal homogeneity. The results showed that of 104 respondents, prior to health education, most students have a poor level of knowledge on the topic of etiology (68.3%, clinical symptoms (64.2%, treatment (51.9%, prevention (39,4%, and transmission (27.9%. After a health eduvation lecture, more than 50% of students showed a good level of knowledge on every topic on scabies (ranging from 65.4% and the highest 82.7% while the students with poor level of knowledge on every topic ranged from 4.8%9.6%. Marginal homogeneity test showed significant differences in knowledge before and after health education (p<0.01. In conclusion, health education is effective in increasing knowledge about scabies.Keywords: scabies, knowledge, pesantren students, health education AbstrakSkabies adalah penyakit kulit yang banyak terdapat di lingkungan padat penduduk dan kebersihan yang buruk.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa pesantren X, Jakarta Timur, sebelum dan sesudah penyuluhan skabies. Desain penelitian adalah pre-post study dan data diambil pada 8 Maret 2014. Semua siswa yang datang saat pengumpulan data dijadikan subyek penelitian. Data dikumpulkan dengan kuesioner berisi 25 pertanyaantentang etiologi, gejala klinis, pengobatan, penularan, dan pencegahan skabies. Data diolah dengan SPSS versi 20 dan

  3. SPATIAL DISTRIBUTION OF DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER CASES IN BANYUMAS DISTRICT, CENTRAL JAVA PROVINCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunaryo Sunaryo

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKDemam Berdarah Dengue (DBD masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian seriuskarena di beberapa daerah masih sering terjadi kejadian luar biasa. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerahdengan kasus DBD selalu tinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi spasial DBD diKabupaten Banyumas berdasarkan lokasi, ketinggian, tata guna lahan dan kepadatan penduduk serta pola kasusberdasarkan curah hujan. Kajian ini dilakukan dengan penelusuran data sekunder kasus DBD di Dinas KesehatanKabupaten Banyumas. Data peta topografi skala 1: 25000 diperoleh dari Bakosurtanal dan Bappeda Kabupaten Banyumas.Proses pengolahan data dan analisis spasial DBD secara tumpang susun menggunakan aplikasi Arc Gis.10. Hasilpenelitian menunjukkan jumlah kasus DBD tahun 2012 sebanyak 200 kasus, tersebar hampir di setiap kecamatan (75%.Kluster kasus DBD terdapat di wilayah Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan dan Purwokerto Utara yang merupakandaerah dataran rendah (12 -250 mdpl, lingkungan permukiman dekat persawahan, area perkotaan dengan permukimanpadat penduduk. Secara spasial kasus DBD terzonasi di wilayah dataran rendah dengan pemukiman padat penduduk dekatpersawahan. Kasus DBD meningkat pada saat musim hujan tinggi antara Januari –Mei.Kata kunci : distribusi spasial, DBD, BanyumasABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF is the most important public health problem in Indonesia, that needs serious attention.DHF cases in Banyumas regency always high in every year, and decrease in 2011.This research aimed to describe spatialdistribution of DHF in Banyumas district based on location, altitude, landuse and population density and pattern of casesbased on rainfall. DHF cases data obtained from Banyumas District Health Office. Topography map scale 1:25.000obtained from Bakosurtanal and Bappeda of Banyumas regency. Processing data and DHF spatial analize by overlay usingArc Gis.10 software. This research

  4. ROLE OF SOIL AS A RESERVOIR OF DISEASE = PERAN TANAH SEBAGAI RESERVOIR PENYAKIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Nugroho

    2015-03-01

    Full Text Available ENGLISHAbstractSoil is home to biodiversity where 25% of the Earth’s species live in the soil. Soil can provide ecosystem function through complex interactions between organisms in the soil and the soil itself as soil formation, water filtration, as well as providing useful compounds. However, the soil can be a reservoir of disease in humans. This is because the soil is the recipient of the solid waste that causes contamination of soil that may contain hazardous organic and inorganic materials as well as pathogenic microorganisms. The spread of disease-causing agents through the soil can occur as a result of floods, strong winds or transporting soil from endemic areas to other regions. Pathogens that have caused the role of soil-borne diseases are divided into two groups: Euedaphic Pathogenic Organisms (EPOs and Soil Transmitted Pathogens (STP. Prevention efforts need to avoid the spread of disease from soil to human beings as to conduct remediation of soils contaminated with hazardous chemicals as well as efforts to provide a disinfectant, and sanitary environment to prevent contamination of pathogenic microorganisms in the soil.INDONESIANAbstrakTanah merupakan tempat tinggal bagi keragaman hayati dimana 25% dari spesies bumi tinggal di tanah. Tanah dapat berfungsi menyediakan ekosistem melalui berbagai interaksi yang kompleks antara organisme dalam tanah dan tanah itu sendiri seperti pembentukan tanah, penyaringan air, maupun penyediaan senyawa yang bermanfaat. Namun, tanah dapat menjadi reservoir penyakit pada manusia. Hal ini karena tanah adalah penerima limbah padat sehingga menyebabkan kontaminasi tanah yang dapat mengandung bahan organik dan anorganik berbahaya serta mikroorganisme patogen. Penyebaran agen penyebab penyakit melalui tanah dapat terjadi akibat banjir, tiupan angin kencang atau pengangkutan tanah dari daerah endemik ke daerah lainnya. Patogen yang mempunyai peran menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui tanah di bagi

  5. PENGGUNAAN MAGGOT SEBAGAI SUBSTITUSI IKAN RUCAH DALAM BUDIDAYA IKAN TOMAN (Channa micropeltes CV.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ediwarman Ediwarman

    2008-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui substitusi larva black soldier fly (Hermetia illuscens, fresh maggot sebagai pengganti ikan rucah terhadap keragaan pertumbuhan ikan toman (Channa micropeltes CV. Sebanyak 450 ekor ikan toman dengan bobot rata-rata 6,03 ± 0,69 g dipelihara dalam 15 unit hapa (1 m x 1 m x 1,2 m dengan padat tebar 30 ekor/hapa. Ada 5 tingkatan kombinasi substitusi yaitu: 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% maggot segar dihitung dari bobot kering. Selama 56 hari, pemberian maggot hidup tidak berpengaruh terhadap sintasan. Hasil penelitian memberikan rataan bobot akhir ikan menurun dengan meningkatnya persentase pemberian maggot (27,1 g,  0%; 19,6 g, 25%; 22,1 g, 50%; 14,1 g, 75%; 10,5 g, 100%. Sedangkan pertumbuhan (SGR berkisar antara 0,49%—2,61% hari-1, dengan konversi pakan (FCR, 3,24—14,1. Dari hasil analisis ANOVA dapat disimpulkan bahwa untuk mandapatkan laju pertumbuhan spesifik (SGR yang terbaik, maggot dapat menggantikan ikan rucah sampai 50%, dengan rasio konversi pakan (FCR sebesar 3,31. The aim of this research was to evaluate the effect of fresh black soldier fly (Hermetia illuscens larvae, or fresh maggot, as substitute to trash fish on growth by feeding giant snakehead (Channa micropeltes. Giant snakehead (6.03 ± 0.69 g, mean mass ± SD were reared in 15 hapas (1 m x 1 m x 1.2 m with 30 fish per unit. Five substitution levels were tested: 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% fresh maggot on dry mass basis. After 65 days, the utilization of fresh maggot did not affect fish survival rate. Average fish mass at the end of experiment was negatively correlated to the level of substitution of trash fish by fresh maggot (27.1 g, 0%; 19.6 g, 25%; 22.1 g, 50%; 14.1 g, 75%; 10.5 g, 100% while specific growth rate (SGR ranged from 2.61% to 0.49 % day-1 and feed conversion ratio (FCR on dry mass basis ranged from 3.24 to 14.1. Using ANOVA tools, results indicated that fresh maggot can substitute as much as 50% trash fish without

  6. KAJIAN PENGELOLAAN KUALITAS LIMBAH RUMAH TANGGA DI KOTA MAKASSAR (Study of the Household Waste Quality Management in Makassar City

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Siri Dangnga

    2002-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Tujuan kajian ini adalah: (1. Untuk mengetahui kebijakan Pemerintah Daerah Kota Makassar mengnai sistm dan pengembangan prasarana serta langkah-langkah yang ditempuh dalam pembuangan limbah rumah tangga, dan (2. Untuk mengetahui konsentrasi sat pencemar pada limbah rumah tangga yang terdapat di saluran pembuangan yang akan dilepas ke lingkungan. Pengelolaan limbah rumah tangga yang diterapkan di Kota Makassar adalah: (1 meningkatkan sistem setempat dari lubang peresapan menjadi tangki septik yang dilengkapi lubang resapan, (2 mengembangkan organisasi pengelola sistem terpusat, (3 mengembangkan sistem jaringan pelayanan air limbah untuk bagian kota yang padat penduduknya, (4 membangun sebuah instalasi pengolahan air limbah (IPAL, (5 memotivasi partisipasi masyarakat dan swasta dalam sistem pengelolaan air limbah, dan (6 mengembangkan sistm interceptor di luar daerah yang dilayani oleh sistem pengelolaan air limbah.     Hasil pengukuran menunjukkan bahwa beberapa parameter kandungan limbah rumah tangga telah melampaui baku mutu atau nilai ambang batas untuk limbah Golongan I. Parameter tersebut adalah Oksigen terlarut (DO, fosfat, BOD, dan deterjen.   ABSTRACT The objectives of the study are: (1 to know the government policies in Makassar city about system and infrastructure developing and efforts condacted in household waste disposal. (2 to understand the concentration of pollutant on household waste content which exists in disposal system discharge to the environment. The household waste management applied in Makassar City were to: (1 increase the spot system from infiltrate hole to septic tank equipped with absorption level. (2 develop the central system management organization, (3 develop the waste network system in densely populated city; (4 build the waste management installation, (5 motivate the participation of the general public and private in the waste management system; (6 develop the interceptor system outside territory

  7. ANALISIS KAWASAN POTENSIAL UNTUK TAMBAK SUPER-INTENSIF DI PESISIR KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasnawi Hasnawi

    2016-12-01

    Full Text Available Tambak teknologi super-intensif tidak memerlukan lahan budidaya yang luas, produksi yang tinggi dimungkinkan dengan padat tebar tinggi dan input teknologi. Keberhasilan teknologi ini sangat ditentukan oleh lokasi budidaya yang tepat, infrastruktur yang memadai dan memenuhi standar, dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL, serta dukungan faktor sosial yang menjadi penentu penerapan dan keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi potensial pengembangan tambak super-intensif di kawasan pesisir Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Pada tahap awal, kawasan pesisir yang potensial diidentifikasi melalui analisis elevasi lahan dari citra satelit Aster GDEM dan penggunaan lahan dari data Google Earth. Selanjutnya faktor sosial berupa potensi konflik dengan penggunaan lahan saat ini menjadi data awal yang dikumpulkan sebelum dilakukan pengukuran variabel lain. Variabel yang diobservasi langsung antara lain; elevasi lahan, tekstur tanah, ketersediaan infrastruktur pendukung, pasang surut, penggunaan lahan saat ini, dan kualitas perairan dilakukan di sekitar lokasi potensial terpilih. Analisis data dilakukan dengan mengaplikasikan sistem informasi geografis (SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi potensial dijumpai di Desa Pancana Kecamatan Tanete Rilau dengan luas kawasan sekitar 17,5 ha. Variabel yang diidentifikasi menjadi pembatas utama untuk pengembangan tambak super-intensif di kawasan tersebut adalah elevasi lahan dan keberadaan potensi konflik dengan penggunaan lahan saat ini. A super-intensive pond technology does not require extensive land cultivation, however the high production is expected from its ability to increase stocking density particularly for vannamei species. The success of this technology is highly depend upon proper site selection, availability of supporting infrastructure, the availability of wastewater treatment plant (WWTP, and supporting of social factor determining the implementation

  8. ANALISIS DIAZINON SECARA DIFERENSIAL PULSA VOLTAMETRI DIBANDINGKAN DENGAN KROMATOGRAFI (Diazinon Analysis with Differential Pulse Voltametry Compared to Chromatography

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pirim Setiarso

    2011-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan penelitian penentuan diazinon dari sampel tanah pertanian di beberapa kecamatan Kabupaten Nganjuk Jawa Timur menggunakan elektroda kerja tembaga amalgam padat (CuSAE secara diferensial pulsa voltametri (DPV dibandingkan dengan metode kromatografi. 100 g sampel tanah pertanian yang dihaluskan dengan ukuran 100 mesh diekstraksi menggunakan aseton. Ekstraksi dilakukan menggunakan ekstraktror soxhlet dengan 10 kali sirkulasi. Hasil ekstraksi sebagian ditambahkan surfaktan SDS untuk dianalisis secara voltametri menggunakan elektroda CuSAE dan sebagian dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC. Analisis voltametri dilakukan pada pH 3 dengan elektrolit pendukung CaCl 2 menggunakan standar adisi, sedangkan analisis dengan HPLC menggunakan grafik standar. Berdasarkan data voltamogram dan kromatogram yang telah diolah dengan program origin 7.0 menghasilkan perolehan kembali rata-rata diazinon (97.40 ± 1.02 % pada voltametri dan (100.98 ± 7.10 % pada HPLC. Analisis diazinon kedua metode dibandingkan dengan uji t (t hitung = 0.4785 < t tabel = 2.31 sehingga tidak ada perbedaan hasil antara metode voltametri dan HPLC. ABSTRACT The research has been done for determination of diazinon in agricultural soil samples from several districts n Nganjuk, East Java . Solid copper amalgam (CuSAE used  as a working electrode using differential ulse voltammetry (DPV compared with chromatographic method. Around 100 g sample of agricultural soil ith a size 100 mesh was extracted using 100 ml acetone. The extraction was done using extractor oxhlet with 10 times the circulation. A part of the extraction  yield  was  added SDS surfactant for analysis by DPV,  and another part analyzed  by using high performance liquid chromatography (HPLC. Voltammetric analysis carried out at pH 3 with CaCl2 as a supporting electrolyte   using standard addition method, while the analysis by HPLC using calibration curve (standard

  9. KAJIAN INPUT ENERGI PADA BUDIDAYA PADI METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION Studies on Energy Input in System of Rice Intensification Method of Rice Cultivation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Purwantana

    2012-05-01

    penelitian menunjuk- kan bahwa budidaya padi metode SRI menggunakan input energi 35 % lebih kecil daripada input energi pada budidaya padi konvensional. Input energi dari benih, pupuk dan pestisida kimia serta air irigasi berkurang sangat signifikan, meskipun terdapat kenaikan input energi manusia untuk pekerjaan pembuatan kompos, penyiapan lahan dan penyian- gan. Metode SRI termasuk kategori budidaya kurang padat energi dengan energi spesifik 1,96 MJ kg-1, lebih rendah dari metode konvensional yaitu 4,43 MJ kg-1. Berdasar klasifikasi energinya, metode SRI menggunakan 56,2 % jenis energi langsung dan 43,8 % sumber energi tak langsung, 61,9 % energi terbarukan dan 38,1 % energi tak terbarukan. Efisiensi penggunaan alat dan mesin pada pekerjaan pembuatan kompos dan obat serta pemeliharaan tanaman perlu dikembangkan untuk mengurangi kebutuhan tenaga manusia.

  10. ADSORPSI Pb2+ DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL MENGGUNAKAN SISTEM ADSORPSI KOLOM DENGAN BAHAN ISIAN ABU LAYANG BATUBARA SERBUK DAN GRANULAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2015-07-01

    Full Text Available Batubara  merupakan  salah  satu  sumber energi  alternatif  yang murah. Oleh karena itu,  penggunaan  batubara  di  Indonesia meningkat pesat  setiap  tahunnya. Penggunaan batubara  ini  menghasilkan  limbah  yang  dapat mencemari lingkungan baik limbah gas  seperti   CO2, NOX,  CO,  SO2,  hidrokarbon  maupun  limbah  padat  yang berupa abu  layang dan  abu  dasar. Abu  layang  mengandung SiO2, Al2O3,  dan sisa karbon yang tidak terbakar sehingga potensial digunakan sebagai adsorben. Pada penelitian ini, kemampuan adsorpsi abu layang ditingkatkan melalui aktivasi termal dan diuji untuk menjerap ion Pb2+ dalam limbah cair artifisial. Adsorpsi dilakukan pada sistem kolom yang berlangsung kontinyu menggunakan bahan isian abu layang teraktivasi, dalam bentuk serbuk dan granular, pada laju alir influen yang bervariasi. Hasilnya, laju alir mempengaruhi nilai kapasitas (qo, konstanta thomas (KtH dan waktu breakthrough.Kata Kunci : Pb2+ , adsorpsi, abu layang, breakthrough Coal is one of the inexpensive alternative energy. Therefore, the usage of coal in indonesia has been increased every year. It produces waste that can pollute the environment including gases waste such as CO2, NOX, CO, SO2, hydrocarbons and solid waste including fly ash and bottom ash. Coal fly ash is composed of  SiO2, Al2O3 and unburned carbon that enables it to act as a potential adsorbent. In this research, the adsorption capasity has increased by thermal activation and used to adsorp Pb2+ ion in wastewater.  The adsorption was carried out in packed column contains powder and granular activated fly ash. In the system, flow rate was varied.  The results show that flow rate influences adsorption capacity, Thomas constant and breakthrough time.Keywords: Pb2+, adsorption, coal fly ash, breakthrough

  11. Efek Pemberian Suntikan Subkutan Vitamin C Terhadap Luka Insisi Dermal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surya Darma

    2014-09-01

    Full Text Available Abstrak Vitamin C berfungsi sebagai kofaktor enzyme prolil dan lysil hydroxilase. Enzym tersebut berfungsi dalam proses hidroksilasi yang membentuk ikatan hidroksiprolin dan hidroksilisin pada fibroblast dalam membentuk kolagen. Selain itu Vitaimin C juga berfungsi meregulasi dan menstabilkan trankripsi gen mRNA prokolagen pada proses pembentukan kolagen di dermis. Berdasarkan hal tersebut diatas, peneliti tertarik untuk membuktikan apakah pemberian vitamin C subkutan disekitar luka insisi dermal berefek pada pembentukan kolagen yang lebih padat dalam proses penyembuhan luka. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan tikus Wistar sebanyak 32 ekor, yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 16 ekor sebagai kontrol dan 16 ekor lagi sebagai perlakuan. Pada kedua kelompok dilakukan insisi di punggung sepanjang 2 cm. Kelompok perlakuan diberi suntikan vitamin C subkutan disekitar luka insisi dermal sebanyak 9 mg (0,09ml, sedangkan kelompokkontrol tidak diberikan.Pada hari kelima dilakukan pengambilan jaringan luka pada kedua sampel untuk pemeriksaan kepadatan kolagen secara mikroskopik. Hasil:Kepadatan kolagen pada hari kelimamenunjukkan perbedaan yang bermakna dari efek penyuntikan vitamin C subkutan terhadap kepadatan kolagen (χ2 = 5,833; P<0,05. Kesimpulan: Penyuntikan vitamin C subkutan disekitar luka insisi dermal efektif dalam meeningkatan kepadatan kolagen. Kata kunci: suntikan vitamin C subkutan, kepadatan kolagen.Abstract Vitamin C functions as enzyme co-factor for prolyl and hidroxylase lysil. The enzyme functions in hydroxylase process that builds hydroxyproline and hydroxylysine bondsin fibroblast in the synthesis of collagen. Besides that, vitamin C also functions in regulating and stabilizing procollagen mRNA gen transcription in dermal collagen synthesis. Based on the facts above, researchers are interested to prove whether subcutaneous injection of vitamin C around dermal insisional wound would result in more compact collagen

  12. UJI PERBANDINGAN SKALA LAPANG APLIKASI VAKSIN MONOVALEN DAN BIVALEN UNTUK MENCEGAH PENYAKIT MOTILE AEROMONADS SEPTICEMIA DAN MYCOBACTERIOSIS PADA IKAN GURAMI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Sugiani

    2017-01-01

    Full Text Available Pencegahan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS dan Mycobacteriosis pada ikan gurami (Osphronemus goramy melalui pencegahan menggunakan vaksin monovalen maupun vaksin bivalen telah berhasil dilakukan. Setiap jenis vaksin memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang terbaik dari kedua jenis vaksin tersebut (bivalen dan monovalen pada ikan gurami di kolam budidaya. Penelitian dilakukan menggunakan tiga jenis vaksin yaitu bivalen HydrofortiVac, monovalen HydroVac, dan monovalen MycofortyVac, serta kontrol (tanpa vaksin. Uji lapang dilakukan di kolam budidaya di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Ikan gurami yang digunakan adalah benih gurami hibrid dengan bobot 4,33 ± 1,76 g; padat tebar benih adalah 40 ekor/m2; dan masa pemeliharaan sekitar enam bulan. Hasil uji lapang menunjukkan rata-rata sintasan ikan gurami yang divaksin dengan vaksin bivalen HydrofortiVac adalah 52,3%; vaksin monovalen HydroVac sebesar 32,5%; dan monovalen MycofortyVac sebesar 28,5%; sedangkan kontrol tanpa vaksinasi adalah 25,8%. Vaksin bivalen dapat meningkatkan sintasan ikan 19,8%-26,5% lebih tinggi dibanding dengan kelompok ikan yang divaksin menggunakan vaksin monovalen maupun tanpa divaksinasi. Disease prevention of Motile Aeromonas Septicemia (MAS and Mycobacteriosis in giant gouramy (Osphronemus goramy use monovalent or bivalent vaccine has been successfully developed. Each type of vaccine has the advantages and disadvantages. This study aims to determine the best potential from both types of vaccines (bivalent and monovalent for giant gouramy in the field. The study was conducted using three types of vaccines namely bivalent HydrofortiVac, monovalent HydroVac, and monovalent My