WorldWideScience

Sample records for bakar oksida padat

  1. Bio-Oil dari Limbah Padat Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edy Saputra

    2007-12-01

    Full Text Available Bahan bakar minyak merupakan sumber energi terpenting untuk kehidupan manusia. Produksi bahan bakar minyak yang berasal dari bahan bakar fosil semakin hari semakin menurun. Untuk itu diperlukan suatu alternatif sumber energi yang dapat diperbaharui dalam menggantikan bahan bakar fosil, salah satunya adalah mengkonversikan biomas menjadi biooil. Dalam penelitian ini digunakan limbah padat sawit, yaitu batang dan tandan kosong sawit dengan ukuran partikel 2-6 dan 6-10 mesh. Proses yang digunakan untuk mengkonversikan limbah padat sawit pada penelitian ini yaitu slow pyrolysis. Proses ini dilakukan pada reaktor pipa stainless steel dengan diameter 3,81 cm dan panjang 60 cm, pada kisaran temperatur 450-600oC yang dialiri gas nitrogen. Hasil yield tertinggi dicapai pada suhu 500oC dengan diameter partikel 2-6 mesh. Produk bio-oil dilakukan analisa dengan menggunakan GC HP 5890 II. Pada produk bio-oil juga teridentifikasi adanya etanol, benzena, toluena dan xylen. Kata kunci: bio-oil, limbah padat sawit, pyrolysis

  2. Studi Pemanfaatan Limbah Padat dari Perkebunan Kelapa Sawit pada PLTU 6 MW di Bangka Belitung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harris Harris

    2013-03-01

    Full Text Available Limbah padat dari perkebunan kelapa sawit berupa cangkang dan fibre dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pada PLTU. Cangkang memiliki kandungan energi sebesar 4115 kkal/kg dan fibre sebesar 3500 kkal/kg. Cangkang dan fibre dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada PLTU 6 MW, yang digunakan untuk memanaskan air didalam boiler sehingga menghasilkan temperatur uap dan tekanan uap yang mampu memutar turbin uap. Turbin uap berfungsi sebagai prime mover untuk memutar generator sehingga menghasilkan output berupa daya listrik. Pada saat menggunakan bahan bakar cangkang PLTU 6 MW menghasilkan ouput rata – rata sebesar 4.8 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.02 ton cangkang dan pada saat menggunakan bahan bakar fibre PLTU 6 MW menghasilkan output rata – rata 2.3 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.83 ton fibre. Karena lebih optimal dalam pengoperasian serta maksimalnya output yang dihasilkan dari bahan bakar cangkang, maka efisiensinya pun lebih baik. Efisiensi PLTU 6 MW pada saat menggunakan bahan bakar cangkang sebesar 20.5 % dan efisiensi PLTU 6 MW dari bahan bakar fibre 13 %. Oleh karena itu bahan bakar cangkang merupakan bahan bakar utama yang digunakan pada PLTU 6 MW.

  3. SINTESIS PIGMEN BESI OKSIDA BERBAHAN BAKU LIMBAH INDUSTRI BAJA (MILL SCALE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tito Prastyo Rahman

    2013-05-01

    Full Text Available Limbah industri baja (mill scale digunakan sebagai alternatif bahan baku pigmen besi oksida. Kajian ilmiah ini menjelaskan proses pembuatan pigmen besi oksida melalui metode presipitasi dengan media air. Pigmen besi oksida yang menjadi target yaitu pigmen kuning goethit ( -FeOOH dan merah hematit ( -Fe2O3. Goethit diperoleh dengan presipitasi menggunakan amonia dari proses awal terbentuknya ferricssulfat hasil reaksi asam sulfat (H2SO4 dengan limbah mill scale, sedangkan hematit diperoleh dengan proses pemanasan goethit pada temperatur 5000C dan 9000C. Analisa XRD digunakan untuk mengetahui senyawa pigmen yang terkandung dan penggunaan DTA untuk mengetahui pola perubahan fasa akibat proses pemanasan fasa goethit. Analisa warna pigmen menggunakan collorimetri L*a*b System. Warna pigmen yang diperoleh mempunyai tinting strength yang masih kurang dibandingkan dengan pigmen impor.

  4. Unjuk Kerja Motor Bakar Bensin Dengan Turbojet Accelerator

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekadewi Anggraini Handoyo

    2002-01-01

    Full Text Available One of several devices attached in an ignition engine to improve its performance is turbojet accelerator. The manufacturer claims that it will improve the engine's performance. To verify this advertisement, a research is done in Motor Bakar Laboratory in Petra Christian University. From the research done, it is found out that the device, turbojet accelerator, makes the pressure of the air incoming to the carburetor decreases while its velocity increases. Meanwhile, the performances of the engine including Brake Horse Power (BHP, torque, Brake Mean Effective Pressure (BMEP and thermal efficiency are increasing. The engine equipped with turbojet accelerator will save its fuel consumption. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu alat yang ditambahkan pada motor bakar untuk menaikkan unjuk kerjanya adalah turbojet accelerator. Produsen alat ini mengatakan bahwa unjuk kerja motor bakar akan meningkat dengan pemasangan alat ini. Untuk membuktikan promosi ini dilakukan penelitian di laboratorium Motor Bakar, Universitas Kristen Petra. Hasil yang didapat dari percobaan yang dilakukan adalah bahwa turbojet accelerator menyebabkan aliran udara masuk karburator dengan lebih rendah dan kecepatan lebih tinggi. Sedang unjuk kerja yang meliputi daya BHP, Torsi, BMEP dan efisiensi termis motor bakar meningkat. Selain itu konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat jika motor bakar dilengkapi turbojet accelerator. Kata kunci: Turbojet accelerator, Motor bakar bensin, BHP, SFC, Torsi, Efisiensi termis.

  5. Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk Bahan Bakar Marine Diesel Engine.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Juhantoro

    2012-09-01

    Full Text Available Coal water mixture (CWM adalah bahan bakar campuran antara batubara dan air dengan peambahan zat aditif yang dapat membentuk suspensi cairan homogen dan stabil selama penyimpanan, pengangkutan, dan pembakaran. Tahap pertama pembuatan bahan bakar batubara cair adalah dengan teknologi Upgrading Brown Coal (UBC. Pada proses upgrading ini digunakan larutan kerosen dan aspal sebagai media upgradingnya, sedangkan rasio antara larutan kerosen-aspal dengan batubara adalah 1,25. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan slurry bahan bakar batubara cair dengan teknologi Coal Water Mixtures (CWM. Pada proses CWM ini diameter batubara maximum 38 um. Komposisi antara batubara dengan air adalah 40% : 60%. Untuk menstabilkan CWM digunakan  bahan aditif berupa CarboMextyl Cellulose (CMC dan sebagai dipersant digunakan Alkyl Benzene Sulfonic  (ABS.  Perbandingan masing-masing aditif pada  komposisi campuran adalah 0.01% CMC dan 0.07% ABS. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur pemanasan untuk mengetahui hasil fisik maupun karakteristik bahan bakar batubara cair. Dari hasil fisik dan karakteristik diperoleh keadaan batubara cair memiliki kemiripan dengan Heavy Fuel Oil (HFO pada temperatur pemanasan 15 0C dan 50 0C.

  6. Prediksi Ignition Delay Mesin Diesel Berbahan Bakar Ganda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arifin Siagian

    2013-01-01

    Full Text Available Pada mesin diesel ada tenggang waktu antara sejak dimulainya penginjeksian solar (periode injeksi ke dalam silinder bakar mesin, kemudian terbentuk campuran udara+embun solar sampai terjadi titik api yang mula-mula atau periode pengapian. Tenggang waktu atau keterlambatan pengapian ini disebut ignition delay. Ignition delay adalah suatu parameter yang sangat berpengaruh terhadap awal sampai akhir proses pembakaran di dalam silinder bakar mesin, oleh sebab itu sangat menentukan performa dan emisi gas buang mesin. Pada pengujian di sini, sebagai mesin berbahan bakar ganda.Bahan Bakar Gas (BBG, yaitu; propana, metana, dan hidrogen masing-masing dialirkan ke dalam silinder bakar mesin diesel konvensional, setelah bercampur dengan udara oleh sebuah mixer yang ditempatkan di dalam intake port. Kemudian bahan bakar solar disemprotkan langsung ke dalam silinder mesin dengan jumlah kecil (hanya sebagai pemicu api saja, dan ignition delay solar yang diinjeksikan tersebut dengan periode injeksi yang bervariasi dianalisis dan dievaluasi. Pada penelitian ini telah dilakukan dan ditemukan model perhitungan untuk memprediksi ignition delay, yaitu dengan menerapkan persyaratan autoignition Livengood-Wu (Livengood dan Wu, 1955. Dengan didapatkannya model perhitungan untuk memprediksi ignition delay ini maka diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan akurasi hasil yang didapat di dalam penelitian pada level simulasi khususnya pada bidang mesin diesel.

  7. Desain Motor Bakar Bensin Untuk Mencapai Persyaratan Standar Polusi Dan Penghematan Bahan Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendrata Suhada

    2002-01-01

    Full Text Available Fuel consumption of an engine is one of the most important factors for a car, the economy of a car is determined by the engine thirst. Every car driver expects to drive a car with less consumption. Differences in how a car is operated, make a different in result too, car used with maximum power and full speed for longer run is not the same as using it for city drive, which might have to make a lot of car stop. Such drive conditions will effect the fuel consumption. Control of the mixture and the timing to inject the fuel between full load and low running load or idle should be different. Because of the pollution which create more and more problem, especially from car's engine, government and environment controller have instructed designer and manufacturer of cars to commit the regulation regarding air pollution. Standard have been design to reach the condition where the components of pollutant should be minimized until it reach a zero level. To meet that expectation, a lot of changes have been made in the past until now, such as the use of light material, different type of fuel injection, using variable control of valve lift and valve timing. Abstract in Bahasa Indonesia : Ekonomis atau tidaknya suatu kendaraan bermotor dapat diukur dari banyaknya bahan bakar yang dipakai untuk mengoperasikan kendaraan tersebut. Setiap pemakai tentunya mengharapkan dapat memiliki kendaraan yang hemat bahan bakar. Pengoperasian kendaraan biasanya tidak akan mencapai hasil yang sama untuk segala kondisi operasi, misalnya operasi kendaraan pada kecepatan penuh sangat berbeda dengan kendaraan yang dioperasikan di dalam kota yang sering berhenti. Hal ini sangat menentukan pemakaian bahan bakar. Pengaturan pencampuran dan masuknya bahan bakar ke dalam silinder perlu dibedakan, antara operasi beban penuh dan operasi beban rendah atau menengah. Keadaan lingkungan yang makin menguatirkan, disebabkan oleh polusi udara dari kendaraan bermotor, mewajibkan para perencana dan

  8. FUEL CELL SEBAGAI PENGGANTI MOTOR BAKAR PADA KENDARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendrata Suhada

    2001-01-01

    Full Text Available Cars powered by engine is one of transport vehicle used in developed countries, which caused ecological problem to the environment, the effect of this problem is faced nowadays especially in big cities. Since medio of 20th century many researches and developments have been done, to cope with that problem, to have less emission in the environment. One of the equipment to replace engines, have been developed since the last decade of 20th century, give a lot of advantages called fuel cell, which can produce energy by electric-chemically process. Due to the differences of fuel cell compare with conventional engine, vehicles using fuel cell has to be redesign, some components have to be changed radically, like the fuel system, drive train and control system. The result of researches and developments which have been done, promise a lot of advantages, which conventional engines can not give, therefore it is probable that fuel cell will replace conventional engine. Abstract in Bahasa Indonesia : Kendaraan bermotor yang merupakan alat transportasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di negara-negara modern, menimbulkan masalah besar terhadap lingkungan dan akibat polusinya sudah sangat terasa, terutama di kota-kota besar. Untuk menanggulangi masalah ini, maka sejak pertengahan abad 20 telah banyak dilakukan tindakan-tindakan yang bertujuan mengurangi atau melenyapkan pengaruh gas yang ditimbulkan oleh motor bakar. Sejak akhir abad 20 telah mulai dikembangkan alat untuk menggantikan motor bakar yang ternyata mempunyai beberapa keuntungan yang sangat menonjol, yaitu fuel cell yang dapat menghasilkan energi melalui proses elektro kimiawi. Berhubung fuel cell sangat berbeda dari motor bakar, maka kendaraan yang menggunakannya mengalami perubahan komponen yang cukup radikal diantaranya sistem bahan bakar, sistem penerus energi dan sistem kontrol. Dari hasil pengembangan dan penelitian yang telah dilakukan ternyata jenis fuel cell ini sangat menjanjikan

  9. Sintesis Molibdenum Oksida Berpenyangga Silika sebagai Katalis pada Reaksi Oksidasi Etanol Menjadi Asetaldehida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achyar Rasyidi

    2015-06-01

    Full Text Available Oksidasi etanol membentuk asetaldehida dengan menggunakan katalis molibdenum oksida berpenyangga silika oksida telah dilakukan. Preparasi katalis dilakukan dengan metode impregnasi dengan rasio Mo : Si 1 : 1, 3 : 1, 6 : 1, 9 : 1. Karakterisasi katalis dilakukan menggunakan X-Ray Difractometer (XRD. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa komponen katalis yang telah dibuat mengandung kristal MoO3 dan SiO2. Uji kinerja katalis dilakukan terhadap reaksi oksidasi etanol menjadi asetaldehida. Reaksi oksidasi dilangsungkan dalam reaktor pipa lurus berunggun tetap yang beroperasi pada suhu 200oC, 225oC, 250oC, 275oC, 300oC, 325oC, dan 350oC pada tekanan atmosfir. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa konversi tertinggi diperoleh sebesar 91,99% pada temperatur 350oC menggunakan katalis dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Selektivitas tertinggi diperoleh sebesar 89,10% pada temperatur 200oC dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Yield tertinggi diperoleh sebesar 74,80% pada temperatur 350oC pada katalis dengan rasio Mo : Si = 9 : 1.

  10. Perkembangan Teater di Bali melalui Sosok Dramawan Abu Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Darma Putra

    2015-10-01

    Full Text Available AbstractA Western-style of theatre has developed in Bali since the turnof the twentieth century, but it has rarely attracted scholarly attention. Studies on the performing arts in Bali have mainly focused on Balinese (traditional dance and drama. This should come as no surprise given that Balinese dance and drama have developed as a broad and inseparable part of Balinese custom and religious practice. Against this phenomena, this article traces the development of Western-style theatre in Bali through the artistic activities of the prominent playwright, performer and director, Abu Bakar. From the 1960s until the present, Abu Bakar has been an active promoter of Westernsty letheatre in Bali as well as in the main cities of Java andeven in Singapore. He has also has helped students and theatre groups around Bali to study and perform theatre. Initially, Abu Bakar established his own theatre group, Poliklinik, which hascontinued to stage performances as well as collaborating with young people or student theatre study clubs. His extensiverecord of artistic activity has been recorded in newspaper reports and reviews and these form the main source of documentation in this article. By examining qualitative data collected from newspaper archives and interviews, including with Abu Bakar, this article proposes a contemporary historyof theatre or modern drama in Bali.

  11. Pengaruh Papain Getah Pepaya Terhadap Pembentukan Jaringan Granulasi pada Penyembuhan Luka Bakar Tikus Percobaan

    OpenAIRE

    Meishinta Fitria; Deddy Saputra; Gusti Revilla

    2014-01-01

    AbstrakLuka bakar merupakan masalah yang serius dalam kesehatan dunia, khususnya di negara berkembang. Di Indonesia belum ada laporan tertulis mengenai jumlah penderita luka bakar dan jumlah angka kematian yang diakibatkannya. Di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2010 ditemukan 84 kasus luka bakar dengan penyebab sengatan listrik, siraman air panas, kompor, dan minyak panas. Sejumlah studi menunjukkan bahwa tanaman tradisional potensial sebagai agen penyembuhan luka, salah satunya papain g...

  12. Analisa Penggunaan Bahan Bakar Bioethanol Dari Batang Padi Sebagai Campuran Pada Bensin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andre Dwiky Kurniawan

    2014-03-01

    Full Text Available Kandungan minyak bumi didunia semakin menipis, karena semakin bertambahnya kebutuhan manusia terhadap penggunaan  minyak bumi sebagai bahan bakar. Dengan kondisi yang semakin menipis ini, cadangan minyak diprediksi hanya cukup untuk beberapa tahun ke depan. Semakin menipisnya kandungan minyak bumi menyebabkan harga bahan bakar melambung tinggi. Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah.  Banyak kekayaan alam yang terdapat di Indonesia, dimana sektor pertanian merupakan salah satu urat nadi bangsa Indonesia.  Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Melimpahnya sumber daya alam dan semakin menipisnya kandungan minyak bumi di Indonesia mendorong manusia beralih menggunakan bahan bakar alternative yang ramah lingkungan dan mempunyai jumlah atau stok yang banyak.  Bahan bakar yang berasal dari alam disebut bioethanol.  Salah satu sumber daya alam yang bisa digunakan untuk dijadikan bahan bakar yaitu Batang padi.  Pada saat panen padi para petani hanya mengambil biji atau berasnya saja, sekam dan batang padi hasil panen dibuang begitu saja padahal sekam dan batang padi bisa digunakan untuk membuat bahan bakar alternative yaitu bioethanol. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pembuatan bioethanol dari batang padi, kandungan ethanol dalam batang padi, uji performa mesin otto dengan variasi konsentrasi bahan bakar bensin dengan etanol dengan variasi 100% Bensin, 75% Bensin + 25%Etanol, 50% Bensin + 50% Etanol, 25% Bensin + 75% Etanol dan 100% Etanol. Serta dengan variasi pembebanan yaitu dengan menggunakan beban 500, 1000, 1500, 2000,2500 watt. Selain itu juga dilakukan penelitian emisi yang dihasilkan oleh bahan bakar bioethanol. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan bahan bakar bioethanol memilki kandungan ethanol sebesar 95% dan hasil uji performa dari mesin otto dengan menggunakan variasi konsentrasi bahan bakar dan variasi

  13. Modifikasi Mesin Diesel Satu Silinder berbahan bakar Solar menjadi LPG dengan Menggunakan Sistem Gas Mixer

    OpenAIRE

    Sihombing, Roland

    2015-01-01

    Dalam penelitian ini dilakukan pengujian bahan bakar LPG sebagai bahan bakar alternatif pada mesin diesel yang dimodifikasi dengan mengadopsi sitem gas mixer. Mesin diesel yang digunakan adalah Mesin Diesel Kama YL170F satu silinder 4 langkah dengan pendinginan udara. Pengujian dilakukan pada beban stasioner 400 watt dan 800 watt, serta variasi putaran 2400-3400 rpm. Modifikasi yang dilakukan adalah dengan mengubah sistem pembakaran yang pada awalnya menggunakan sistem pengabutan bahan bakar...

  14. Pengaruh Rasio Mol Li/Mn Pada Proses Preparasi Lithium Mangan Oksida Terhadap Kemampuan Adsorbsi Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    OpenAIRE

    Gita Akbar Satriawangsa; Lukman Noerochim

    2014-01-01

    Fluida Geothermal merupakan salah satu sumber alternatif Lithium yang potensial, seperti yang terjadi pada Lumpur Sidoarjo (dengan kandungan Lithium sebesar 5,81 mg/liter). Proses recoveryLithium dari sumber berupa likuid dapat dilakukan dengan metode adsorbsi. Material absorben Lithium Mangan Oksida(LMO) dianggap menjanjikan karena sifatnya yang tidak beracun serta harganya yang murah. Pada penelitian ini dilakukan sintesa LMO dengan empat variasi rasio mol Li/Mn yaitu 2(LMO2), 1(LMO1), 0,8(...

  15. Introduction of an Emergency Response Plan for flood loading of Sultan Abu Bakar Dam in Malaysia

    Science.gov (United States)

    Said, N. F. Md; Sidek, L. M.; Basri, H.; Muda, R. S.; Razad, A. Z. Abdul

    2016-03-01

    Sultan Abu Bakar Dam Emergency Response Plan (ERP) is designed to assist employees for identifying, monitoring, responding and mitigation dam safety emergencies. This paper is outlined to identification of an organization chart, responsibility for emergency management team and triggering level in Sultan Abu Bakar Dam ERP. ERP is a plan that guides responsibilities for proper operation of Sultan Abu Bakar Dam in respond to emergency incidents affecting the dam. Based on this study four major responsibilities are needed for Abu Bakar Dam owing to protect any probable risk for downstream which they can be Incident Commander, Deputy Incident Commander, On-Scene Commander, Civil Engineer. In conclusion, having organization charts based on ERP studies can be helpful for decreasing the probable risks in any projects such as Abu Bakar Dam and it is a way to identify and suspected and actual dam safety emergencies.

  16. PENENTUAN ANGKA OKTANA BAHAN BAKAR KOMERSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KINETIKA OKSIDASI DAN PEMBAKARAN HIDROKARBON MULTIKOMPONEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuswan Muharam

    2012-11-01

    Full Text Available One of the characteristics of gasoline fuel is anti-knock property represented by its octanenumber. The determination of octane numbers in Indonesia is by using cooperative fuel researchengines. The usage of cooperative fuel research engines in Indonesia has constraints, i.e. the limitednumber of the units and the old age. This study aims to obtain the octane numbers of commercialfuels by using kinetic models. The kinetics models of the oxidation and combustion of primaryreference fuel and multi component hydrocarbons are used to calculate the ignition delay times ofprimary reference fuel and commercial fuels, respectively. The ignition delay times of primaryreference fuel and commercial fuels are calculated at the same initial pressure and temperature, aswell as the same equivalence ratio. The octane number of a commercial fuel is known if its ignitiondelay time agrees with that of PFR possessing a certain volume percentage of isooctane. The modelgenerates the octane numbers of commercial fuels BB-A being 92.5, BB-B being 94.5, BB-C being89, BB-D being 90.5 and BB-E being 91.5 with the good agreement with those claimed by the fuelproducers. Salah satu karakteristik bahan bakar bensin adalah sifat anti ketukan yang dinyatakan dengan angkaoktana. Penentuan angka oktana di Indonesia menggunakan mesin CFR (cooperative fuel research.Pemakaian mesin CFR di Indonesia memiliki kendala, yaitu jumlah unit terbatas dan usia tua.Penelitian ini bertujuan mendapatkan angka oktana bahan bakar komersial dengan menggunakanmodel kinetika. Model kinetika oksidasi dan pembakaran bahan bakar rujukan utama dan modelhidrokarbon multikomponen yang telah divalidasi masing-masing digunakan untuk menghitungwaktu tunda ignisi bahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial. Waktu tunda ignisibahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial dihitung pada tekanan dan temperatur awal,serta rasio ekuivalensi yang sama. Angka oktana suatu bahan bakar komersial

  17. Analisa Dinamik Gaya Goncang Motor Bakar Satu Silinder Dengan Bantuan Perangkat Lunak Matlab

    OpenAIRE

    Tugiman

    2009-01-01

    Makalah ini memaparkan analisa dinamik gaya goncang pada motor bakar satu silinder pada putaran konstan 10500 rpm dan daya 22,1 kW. Analisa dilakukan dengan bantuan perangkat lunak MATLAB 7.1 untuk menganalisa gaya-gaya inersia yang terjadi pada bantalan dan pena-pena yang terdapat pada mekanisme motor bakar (engkol peluncur). Gaya goncang yang terjadi akan direduksi dengan penambahan bobot pengimbang yang bervariasi massanya, sehingga diperoleh nilai massa yang optimal sesuai put...

  18. Pengaruh Waktu Hidrotermal Pada Proses Sintesis Lithium Mangan Oksida Spinel (Limn2o4 Nanopartikel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gede Panca Ady Sapputra

    2014-09-01

    Full Text Available Di Indonesia terdapat geothermal fluid yaitu Lumpur Sidoarjo, yang menurut ilmuwan dari Jepang, Prof. Wataru Tanikawa, Lumpur Sidoarjo mengandung unsur Lithium yang besar dan dapat dimanfaatkan sebagai baterai. Dari berbagai macam metode ekstraksi yang ada dipilih ialah metode adsorpsi dan desorpsi dengan Lithium Mangan Oksida Spinel sebagai adsorben. Proses sintesis lithium mangan oksida spinel menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 200oC dengan waktu 24, 48, dan 72 jam. Kemudian dilakukan acid treatment untuk proses adsorpsi dan desorpsi (ekstraksi. Karakterisasi pengujian menggunakan XRD, SEM, dan ICP. Morfologi yang terbentuk masih terdapat aglomerasi (penggumpalan, namun semakin bertambahnya waktu reaksi, adanya perubahan morfologi yaitu semakin tinggi tingkat homogenitasnya. Efisiensi adsorpsi dan desorpsi dari hasil sintesis dengan metode hidrotermal variasi waktu 24, 48 dan 72 jam pada temperatur 200°C, sebesar 41,76%, 42%, 42,76% untuk efisiensi adsorpsinya dan sebesar 1,21%, 1,06%, 0,94% untuk efisiensi desorpsinya.

  19. Pengaruh Variasi Temperatur Hidrotermal Pada Sintesis Lithium Mangan Oksida (Limn2o4) Spinel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    OpenAIRE

    Yusuf Kurniawan; Lukman Noerochim

    2014-01-01

    Perkembangan teknologi dalam bidang material menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.Salah satu material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aplikasi adalah lithium. Lithium sendiri bisa didapatkan dari air laut brines dan geothermal fluid. Salah satunya adalah Lumpur Sidoarjo. Lithium Mangan Oksida Spinel digunakan sebagai material absorben karena murah, tidak beracun dan mudah didapatkan. Pada penelitian ini metode hidrotermal digunakan sebagai metode sint...

  20. Penggunaan Minyak Nabati Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pada Motor Diesel Sistim Injeksi Langsung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ricky Winaya

    2002-01-01

    Full Text Available Vegetable oil as an example product of agricultural engineering, has potential to be developed to renewable energy called bio-diesel. This paper describes comparison study performance from a direct injection system diesel-engine fueled with composition 20%, 30% and 40% bio-diesel, with diesel engine fueled diesel oil (solar. The test results have shown that the engine fueled with 20%, 30%, and 40% bio-diesel produce slightly lower torque and power than the same engine fueled with solar. The other research before, the emission test results have shown a lower particulate matter, hydrocarbon and carbon monoxide from exhaust. Abstract in Bahasa Indonesia : Minyak nabati sebagai suatu contoh produk dalam bidang rekayasa pertanian, berpotensi untuk dikembangkan menjadi suatu bentuk energi bahan bakar yang terperbaharui yang disebut dengan bio-disel. Tulisan ini membahas tentang studi perbandingan performansi motor disel sistim injeksi langsung berbahan bakar dengan komposisi 20%, 30% dan 40% bio-disel, dengan yang berbahan bakar minyak diesel (solar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa motor disel yang menggunakan bahan bakar dengan komposisi 20%, 30% dan 40% biodisel menghasilkan torsi dan daya yang lebih rendah daripada motor yang sama berbahan bakar solar. Hasil penelitian sebelumnya, hasil uji emisi menujukkan adanya partikel, hidrokarbon dan karbon monoksida yang lebih rendah pada saluran buang. Kata kunci: Minyak nabati, Biodisel, Torsi, daya.

  1. SISTEM BISNIS WARALABA RESTORAN AYAM BAKAR WONG SOLO DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufiqur Rahman

    2015-08-01

    Full Text Available This article tries to analyze the franchise business system of Ayam Bakar Wong Solo Restaurant through the Islamic economics perspective. The franchise business system applied by the Ayam Bakar Wong Solo is a cooperation (shirkah with the type of shirkah mudârabah, where there is a cooperation between the Ayam Bakar Wong Solo as a manager (mudârib and investors as owners of capital (sahib al-mâl. Both parties allied in the venture capital and the advantage of the alliance is divided in accordance with the agreements that have been agreed between the two. The Ayam Bakar Wong Solo offers two forms of shirkah mudârabah, namely mudârabah mutlaqah and mudârabah muqayyadah. It is found that there is a correspondence between the execution of the Ayam Bakar Wong Solo franchise and shirkah mudârabah practices in Islamic economics because the franchise system which is run has been suitably qualified and has met the rukn of shirkah mudârabah. However, there is a concept of franchis-ing which is more in line with Islamic economics, namely the principle of sharing in mudârabah and mushârakah as a substitute for a franchise concept with franchise fee and royalty fee.

  2. PEMANFAATAN ENERGI ALTERNATIF GAS ALAM TERKOMPRESI SEBAGAI BAHAN BAKAR MESIN PENGGERAK KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ari Wibawa Budi S

    2013-04-01

    Full Text Available Mesin Diesel adalah mesin yang paling banyak di gunakan oleh para nelayan tradisional untukopersional penangkapan ikan. Kenikan harga dan tidak stabilnya pasokan BBM akan meresahkanmasyarakat nelayan. Untuk itu harus ada upaya pemanfaatan energi alternatif yang bersumber selain dariBBM dan juga ramah lingkungan. Salah satu energi alternatif adalah energi gas alam (natural gasdiantaranya bahan bakar gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas. Penggunaan bahan CNGpada mesin kapal adalah dengan sistem bahan bakar ganda/Dual Fuel system yaitu system bahan bakaryang menggunakan 2 (dua jenis bahan bakar sekaligus di dalam bekerjanya motor penggerak yaitu BBGCNGdan BBM-Solar melalui penggunaan CNG Conversion kit. Setelah dilakukan pengujianPerbandingan konsumsi bahan bakar pada operasional kapal, Penggunaan solar sebanyak 10 liter dengannilai Rp. 45 ribu, setelah dilakukan konversi pengunaan BBM setara dengan penggunaan 2 liter solar dan6 liter CNG sehingga nelayan dapat menghemat sebanyak Rp. 16.500 dengan asumsi harga CNG yangberlaku saat ini sebesar Rp. 3.250 per liter. Jika semakin tinggi harga minyak solar dan harga CNG tetapatau mengalami penurunan maka efisiensi dan penghematan biaya operasional semakin besar. Penelitianini diharapkan mampu memberikan solusi penggunaan bahan bakar alternatif yang bisa mengurangi biayaopersional nelayan sehingga pendapatan dan kesejahteraan nelayan bisa meningkat

  3. MODEL MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS GAYA BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K. Wiyono

    2012-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model multimedia interaktif berbasis gaya belajar dalam meningkatkan penguasaan konsep pendahuluan fisika zat padat mahasiswa calon guru. Metode eksperimen dengan desain control group pretest-posttest design dilaksanakan terhadap 37 mahasiswa kelas eks-perimen dan 36 mahasiswa kelas kontrol di LPTK Sumatera Selatan. Instrumen berupa kuesioner gaya belajar, tes pilihan ganda, angket dan lembar observasi. Uji t beda rerata digunakan melihat peningkatan penguasaan konsep mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tertinggi terjadi pada gaya belajar visual sebesar 83,0 (kategori tinggi dan terendah pada gaya belajar kinestetik sebesar 66,3 (ketegori sedang. Peningkatan penguasaan konsep kelas eksperimen 74 (kategori tinggi dan kelas kontrol 47 (ketegori sedang. Disimpulkan bahwa penggunaan  multimedia interaktif berbasis gaya belajar lebih efektif daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan penguasaan konsep pendahuluan fisika zat padat.This study aims to see the effect of interactive multimedia model based learning styles to improve the concept mastery introductory solid state physics prospective teachers. Experimental methods with pretest posttes control group design implemented of 37 students in the experimental class and 36 students in the control class LPTK South Sumatra. Instruments of learning styles questionnaires, multiple choice tests, questionnaires and observation sheets. The mean difference t test used to see an increase in student concepts of mastery. The results showed that the highest increase occurred in the visual learning style that is equal to 83.0 (high category and the lowest at 66.3 for kinesthetic learning styles (medium category. Increased concept of mastery class experiments 74 (high category and a control class 47 (medium category. Concluded that the use of interactive multimedia-based learning style is more effective than conventional learning in

  4. Pengaruh Rasio Mol Li/Mn Pada Proses Preparasi Lithium Mangan Oksida Terhadap Kemampuan Adsorbsi Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gita Akbar Satriawangsa

    2014-09-01

    Full Text Available Fluida Geothermal merupakan salah satu sumber alternatif Lithium yang potensial, seperti yang terjadi pada Lumpur Sidoarjo (dengan kandungan Lithium sebesar 5,81 mg/liter. Proses recoveryLithium dari sumber berupa likuid dapat dilakukan dengan metode adsorbsi. Material absorben Lithium Mangan Oksida(LMO dianggap menjanjikan karena sifatnya yang tidak beracun serta harganya yang murah. Pada penelitian ini dilakukan sintesa LMO dengan empat variasi rasio mol Li/Mn yaitu 2(LMO2, 1(LMO1, 0,8(LMO 0,8 dan 0,5(LMO 0,5. Li2CO3 dan MnO2 digunakan sebagai reaktan dan direaksikan dengan metode solid state reaction pada temperatur 500OC selama 5 jam. Proses acid treatment dilakukan dengan mencelupkan adsorben kedalam larutan HCl 0,5M. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui stabilitas struktur kristal dari adsorben LMO sebelum dan sesudah acid treatment. Proses adsorbs dilakukan dengan mencelupkan adsorben kedalam air Lumpur Sidoarjo (Lusi. Dari hasil XRD diketahui pada LMO 1; 0,8 dan 0,5 memiliki struktur kristal Spinel yang stabildengan tetap mempertahankan bentuknya setelah proses acid treatment, sedang pada LMO 2 terjadi perubahan yang signifikan pada struktur kristal yang dimiliki. Pengujian ICP dilakukan pada air Lusi sebelum dan sesudah proses adsorbs untuk mengetahui kemampuan adsorbsi Lithium dari masing-masing adsorben. Kemampuan adsorbsi Lithium yang paling tinggi dimiliki oleh LMO 1 sebesar 6.6 mg/g dan paling rendah dimiliki oleh LMO 0,5 sebesar 0.3 mg/g, sedang pada LMO 2 tidak terjadi proses adsorbs Lithium.

  5. THE ACOUSTICAL CHARACTERISTICS OF THE SAYYIDINA ABU BAKAR MOSQUE, UTeM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DG. H. KASSIM

    2015-01-01

    Full Text Available In the Muslim world, mosques are built with grandeur architectural design to depict an important house of worship in Islam. Unfortunately the acoustical performance in mosque is rarely considered at the design stage which eventually deteriorates the speech intelligibility. This includes the Sayyidina Abu Bakar Mosque in UTeM where poor subjective speech clarity is experienced during congregation. The objective of this paper is to discuss the acoustical characteristics of the mosque. The CATT indoor acoustic software was used to calculate important room acoustic parameters such as reverberation time (RT and clarity (C50. The measurement was conducted to validate the RT from the simulation where good agreement is obtained. This study finds that the Sayyidina Abu Bakar Mosque UTeM has poor acoustical performance at low frequencies below 1 kHz, i.e. the frequency range which is significantly responsible for the speech intelligibility

  6. PEMANFAATAN ENERGI ALTERNATIF GAS ALAM TERKOMPRESI SEBAGAI BAHAN BAKAR MESIN PENGGERAK KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    OpenAIRE

    Ari Wibawa Budi S; Reza Shah Alam

    2013-01-01

    Mesin Diesel adalah mesin yang paling banyak di gunakan oleh para nelayan tradisional untukopersional penangkapan ikan. Kenikan harga dan tidak stabilnya pasokan BBM akan meresahkanmasyarakat nelayan. Untuk itu harus ada upaya pemanfaatan energi alternatif yang bersumber selain dariBBM dan juga ramah lingkungan. Salah satu energi alternatif adalah energi gas alam (natural gas)diantaranya bahan bakar gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas. Penggunaan bahan CNGpada mesin kapal adalah ...

  7. THE ACOUSTICAL CHARACTERISTICS OF THE SAYYIDINA ABU BAKAR MOSQUE, UTeM

    OpenAIRE

    Dg. H. Kassim; A. Putra; M. J. M. NOR

    2015-01-01

    In the Muslim world, mosques are built with grandeur architectural design to depict an important house of worship in Islam. Unfortunately the acoustical performance in mosque is rarely considered at the design stage which eventually deteriorates the speech intelligibility. This includes the Sayyidina Abu Bakar Mosque in UTeM where poor subjective speech clarity is experienced during congregation. The objective of this paper is to discuss the acoustical characteristics of the mosque. The CATT ...

  8. Metal contamination recorded in the sediment of the semi-closed Bakar Bay (Croatia).

    Science.gov (United States)

    Cukrov, N; Frančišković-Bilinski, S; Bogner, D

    2014-04-01

    This study presents metal levels in the sediments of the Bakar Bay, with its main goal to evaluate recent anthropogenic influence, as well as over previous decades. Sediment profiles at 7 sampling points were taken. Chemical contents in bulk sediment were obtained using ICP, ICP-MS, and AAS methodologies, and 20 most significant elements were presented. Concentrations of selected elements were evaluated by factor statistical analyses to identify their source. Also, metal enrichment factor and geoaccumulation index were calculated, and spatial distribution maps for three sediment layers were constructed. Measured metal concentrations in sediment were compared with concentrations in other sediments from the Adriatic Sea. In addition, a set of sediment quality guidelines were also applied in order to predict the probability of adverse biological effects on the benthic community: This was found not to be very serious. Factor analysis clearly demonstrates the segregation between metals of natural origin resulted from soil and bedrock weathering (Li, Al, Cr, Sc), and with two anthropogenic sources originating from the city of Bakar and bulk cargo terminal (Hg, Pb, Zn, Ag, Sn, and Fe). Mercury (max 0.65 μg g(-1)) is found to be the heaviest contaminant, followed by lead (max 71.5 μg g(-1)), copper (89.3 μg g(-1)), and zinc (156 μg g(-1)). However, this study shows that Bakar Bay is considerably less polluted with toxic metals than it was believed.

  9. Analisa Efisiensi Water Tube Boiler Berbahan Bakar Fiber dan Cangkang di Palm Oil Mill Dengan Kapasitas 45 Ton TBS/Jam

    OpenAIRE

    Batubara, Pesulima

    2015-01-01

    Beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi boiler adalah tekanan superheater, temperatur air umpan, temperatur uap, jumlah uap yang dihasilkan, jumlah konsumsi bahan bakar, dan nilai kalor pembakaran bahan bakar. Penggunaan software chemicallogic steamtab companion untuk menghitung nilai enthalpy. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hubungan variasi tekanan superheater dengan efisiensi boiler, hubungan variasi suhu air umpan dengan efisiensi boiler, hubungan variasi jumlah uap yang...

  10. Pengaruh Variasi Temperatur Hidrotermal Pada Sintesis Lithium Mangan Oksida (Limn2o4 Spinel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Kurniawan

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dalam bidang material menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.Salah satu material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aplikasi adalah lithium. Lithium sendiri bisa didapatkan dari air laut brines dan geothermal fluid. Salah satunya adalah Lumpur Sidoarjo. Lithium Mangan Oksida Spinel digunakan sebagai material absorben karena murah, tidak beracun dan mudah didapatkan. Pada penelitian ini metode hidrotermal digunakan sebagai metode sintesis pada LiMn2O4 karena dapat dilakukan pada temperatur yang relatif rendah dan menghasilkan partikel yang lebih homogen. Metode hidrotermal dilakukan pada temperatur 160 oC, 180 oC dan 200 oC selama 24 jam. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui struktur kristal. Pengujian SEM dilakukan untuk mengetahui morfologi material setelah proses hidrotermal. Pengujian BET dilakukan untuk mengetahui surface area. Setelah itu metode acid treatment dilakukan untuk proses adsorpsi dan desorpsi. Adsorpsi dilakukan dengan mencelupkan Lithium Mangan Oksida Spinel yang telah disintesis kedalam Lumpur Sidoarjo.Pengujian ICP dilakukan untuk mengetahui kandungan lithium yang terdapat pada Lumpur Sidoarjo sebelum dan sesudah adsorpsi untuk mengetahui jumlah lithium yang terserap.Pengujian desorpsi dilakukan dengan mencelupkan LiMn2O4 kedalam larutan HCL. Pada uji XRD menunjukkan bahwa LiMn2O4 berstruktur kristal cubic. Dari hasil uji SEM terlihat bahwa tidak banyak perbedaan morfologi pada ketiga variasi.Partikel cenderung membentuk aglomerasi. Pada hasil uji ICP menunjukkan bahwa LiMn2O4 dengan temperatur hidrotermal 160oC memiliki efisiensi adsorpsi paling tinggi dengan 6,775 ppm. Sementara untuk desorpsi yang paling tinggi adalah 200oC sebesar 0.081 ppm

  11. The Emir: An Interview with Abu Bakar Ba'asyir, Alleged Leader of the Southeast Asian Jemaah Islamiyah Organization

    OpenAIRE

    Atran, Scott

    2005-01-01

    Press Release: Terrorism in Southeast Asia: An Interview with Abu Bakar Ba'asyir 10/03/2005 - In August, Dr. Scott Atran travelled to Southeast Asia and conducted extensive research on terrorist groups operating in the region. This interview with Abu Bakar Ba'asyir, alleged leader of the Jemaah Islamiyah organization, was conducted on August 13 and 15, 2005 from Cipinang Prison in Jakarta. Questions were formulated by Dr. Atran and posed for him in Behasa Indonesian by Taufiq Andrie. The inte...

  12. Kinerja Mesin Diesel Memakai Bahan Bakar Biodiesel Biji Karet dan Analisa Emisi Gas Buang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Susila

    2010-01-01

    reactor (BCR tekanan atmosfir telah dilaporkan. Spesifikasi B-100 tersebut dipergunakan sebagai bahan bakar dalam penelitian ini yaitu: densitas 882 g/ml; viskositas kinematik 5,19 cSt; calculated cetane index (CCI 47,5; titik tuang –6oC; flash point 200 oC; residu karbon mikro dalam sampel asli 0,126% massa dan dalam 10% ampas distilasi 2,87% massa; sedimen 0,01% volume; temperatur distilasi 347oC; kandungan sulfur 0,72 ppm; angka asam 0,01 mgKOH/g; serta nilai kalor rendah 9184,43 kkal/kg. Biodiesel dicampur dengan solar (B-0 pada tingkat perbandingan tertentu sehingga diperoleh B-5, B-10, B-15, dan B-20 (B-5 adalah campuran antara biodiesel 5% serta solar 95%, dst dipergunakan sebagai bahan bakar pada mesin diesel stasioner. Kinerja mesin diesel dan emisi gas buang dibandingkan dengan mesin yang memakai solar (B-0. Mesin dioperasikan pada putaran konstan 1350, 1750, 2150, 2550, dan 2950 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan bakar B-10 menghasilkan kinerja mesin terbaik pada putaran 2550 rpm. Pada putaran ini diperoleh daya maksimum sebesar 36,95 PS, konsumsi bahan bakar spesifik terendah sebesar 0,256 kg/(PS.jam, efisiensi termal 58,44%, kandungan CO terkecil sebesar 0,4%, dan opasitas gas buang 58,6% HSU memenuhi Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2006, dan tidak perlu memodifikasi mesin. Jika dibandingkan dengan solar murni (B-0, B-10 lebih baik dari pada B-0 karena pada kondisi optimum menghasilkan kenaikan daya sebesar 1,8%, konsumsi bahan bakar spesifik sama 0,256 kg/(PS.jam, efesiensi termal naik 2,4%, kadar CO gas buang turun 80%, serta CO2 turun 55%. Kata kunci: Biodiesel, RSO, non-katalis, mesin diesel.

  13. Water Pollution Studies on Baher El-Bakar Mouth Northeast Nile-Delta, Egypt

    International Nuclear Information System (INIS)

    Environmental assessments of petroleum contaminants in the surface water at the north nile delta (Baher El-Bakar mouth) were investigated. Quantitative determinations of oil content show that the studied areas have values high enough to cause lethal toxicity to the surrounding environment gas chromatographic (GC) studies reveal that the origin of pollutants is mainly petroleum origin (petrogenic) mixed with biogenic hydrocarbons. The studied samples are either highly or very highly weathered indicating that they suffered from chronic oil pollution. It is generally advisable to support gas chromatographic evidence by other methods of analysis. Ultraviolet spectrophotometric (UV) studies reflect the presence of aromatic compounds. Their detection is a good criterion of oil pollution. High performance liquid chromatography (HPLC) is used to investigate the distribution of individual pol cyclic aromatic hydrocarbons in water samples. Data indicate that all samples are characterized by the presence of Dibenzo (a,h) anthracene. Microscopic examination is used to investigate the characteristics of the particulate matter associated with the water samples

  14. COMPARING THE PROFITABILITY OF BAKAR AND OTHER VARIETIES OF WHEAT IN DISTRICT CHARSADDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Javed Habib Afridid

    2014-01-01

    Full Text Available This study was conducted to estimate the profitability of different varieties of wheat in two villages of District Charsadda, Khyber Pakhtunkhwa Province of Pakistan. A total of 100 respondents were interviewed to collect the data on cost and revenue in the target area. 27.2 percent of the area was under wheat cultivation. 38 percent of the respondents were literate while about 52 percent of the wheat growers were owners. Owner cum tenants and tenants were 15 and 33 percent respectively. Simple budgeting technique was used for estimation. The overall total cost of wheat production was Rs. 20760.2 per acre, while for Bakar variety and other varieties total cost of production were , Rs.1 21856 and Rs. 22309 per acre respectively. The overall net return was Rs. 13447.3 per acre; while from Baker variety and other varieties net return were Rs. 11825 and Rs. 12425 per acre respectively. OLS estimation technique was used to analyze contribution of major factors in the wheat yield. The sings of the explanatory variables were found according to our prior expectation of the economic theory. The estimated results of yield function indicated that seed rate, FYM (Farm Yard Manure, NPK (Nitrogen, Phospouras and Potassium and labor days have positive and significant effect on wheat yield, while number of tractor hours and educational level of the growers have positive but statistically insignificant effect. Finally, it is suggested that extension personal should transfer latest technology and diseases free seeds of wheat to the farmer’s for optimum yield.

  15. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  16. FORMULASI BISKUIT PADAT SIAP-SANTAP UNTUK MAKANAN DARURAT (READY-TO-EAT-BISCUIT BARS FORMULATION FOR DISASTER-RELATED EMERGENCY SITUATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Almasyhuri Almasyhuri

    2012-06-01

    bergizi selama keadaan darurat. Untuk makanan bayi telah ada di pasar berupa susu dan bubur susu yang dapat diberikan dalam situasi ini. Sementara makanan siap-santap untuk anak dan orang dewasa belum banyak tersedia di pasar. Beberapa survei pasca-bencana menunjukkan bahwa bantuan makanan dari donatur berupa makanan siap-santap umumnya hanya merupakan sumber enegi. Di samping itu makanan bantuan tersebut umumnya masih membutuhkan pengolahan terlebih dahulu sebelum disantap. Mengembangkan formula makanan siap-santap untuk usia anak sampai orang dewasa yang mengandung  tinggi energi dan dapat diberikan dalam situasi  kedaruratan. Makanan diproduksi dalam bentuk batangan padat, yang dapat diterima baik oleh panelis. Pada tahap awal dikembangkan enam jenis formula makanan, tiga berasa manis dan tiga lainnya berasa asin. Lalu dipilih satu formula yang terbaik, berdasarkan uji fisik dan sensori oleh panelis laboratorium. Makanan terpilih kemudian diuji porsi pada masyarakat di daerah rawan bencana. Formula yang dibuat dari tepung kedelai dan tepung wijen dengan rasa manis mempunyai nilai kesukaan paling baik dibandingkan dengan formula lainnya, dan dengan uji Duncan’s berbeda secara signifikan dari semua formula. Pada atribut rasa dan aroma formula ini tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan formula lainnya, tetapi memiliki kerenyahan paling baik. Setiap energi 2.100 kkal biskuit padat tersusun 11,5 persen berasal dari protein, 44,4 persen dari lemak dan sisanya 44 persen dari karbohidrat. [Penel Gizi Makan 2012, 35(1: 42-48]   Kata Kunci: makanan formula, biskuit siap-santap, makanan darurat, bencana alam

  17. Pengaruh Penambahan Grafit terhadap Sifat Tarik, Stabilitas Termal dan Konduktivitas Listrik Komposit Vinil Ester/Grafit sebagai Pelat Bipolar Membran Penukar Proton Sel Bahan Bakar (PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galang Wisnu Wardana

    2014-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 80% dari volume, 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grafit terhadap sifat, stabilitas termal  dan konduktivitas listrik komposit vinil ester/grafit. Matriks yang digunakan adalah epoxy vinil ester (EVE dan novolac vinil ester (NVE. Filler yang digunakan adalah grafit dengan kadar grafit 20 dan 40%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur  50, 100,  150, 200, 250oC selama dua jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan grafit  dapat menurunkan Modulus Young, sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik  tertinggi EVE adalah 16.6 MPa sedangkan NVE 10.7 MPa, sedangkan 40% 3.0 MPa untuk EVE dan 2.95 MPa untuk NVE. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan grafit, data 40% grafit menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 47% untuk EVE maupun NVE. Penambahan grafit juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 40% grafit  yaitu 1,1 S.Cm-1 untuk EVE dan 0.93 untuk NVE.

  18. Pengaruh Variasi Perbandingan Udara-Bahan Bakar Terhadap Kualitas Api Pada Gasifikasi Reaktor Downdraft Dengan Suplai Biomass Serabut Kelapa Secara Kontinyu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sholehul Hadi

    2013-12-01

    Full Text Available Salah satu bentuk energy alternatif adalah gasifikasi biomassa. Biomas yang digunakan adalah serabut kelapa muda karena jumlahnya melipah dan belum maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Gasifikasi dari serabut kelapa dijadikan syn gas untuk bahan bakar terbarukan dan dapat diperbaharui. Dengan peralatan reactor gasifikasi dapat dihasilkan (Air Fuel Ratio terbaik untuk sistem pemasukan serabut kelapa kontinyu 0,5 kg/10 menit , melalui putaran dimmer pada sentrifugal blower diberikan 4 variabel yaitu 5, 7, 9, 10. Dan memvariasikan ukuran serabut kelapa 10-50 mm dan 50-100 mm. Hasil menunjukan untuk: zona pengeringan pada temperatur (T1 sampai 100ºC, zona pirolisispada temperatur (T2 sampai 350ºC, zona oksidasi parsialpada temperatur (T3 sampai 600ºC, zona reduksipada temperatur (T4 sampai 450ºC, indikator temperatur synthetic-gas pada temperatur (T5 sampai 120ºC dan Kandungan energi terbaik ditinjau dari LHV  syn-gas dihasilkan pada variasi AFR 1,06 untuk ukuran serabut kelapa 50-100 mm dengan efisiensireaktorgasifikasi sebesar 69,87 %. Pada variasi AFR tersebut dihasilkan komposisi flammable gas sebagai berikut : CO= 20,8%, H2 = 5,34%, dan CH4 = 4,5%.Untuk variasi ini prosentase kandungan syn-gas dan laju alir massa syn-gas selama proses memiliki komposisi yang tepat sehingga visualisasi nyala api yang dihasilkan terdapat warna biru dengan suhu 3530C.

  19. STUDI PEMODELAN DAN PERHITUNGAN TRANSPORT MONTE CARLO DALAM TERAS HTR PEBBLE BED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair .

    2013-01-01

    Full Text Available Konsep sistem energi VHTR baik yang berbahan bakar pebble (VHTR pebble bed maupun blok prismatik (VHTR prismatik menarik perhatian fisikawan reaktor nuklir. Salah satu kelebihan teknologi bahan bakar bola adalah menawarkan terobosan teknologi pengisian bahan bakar tanpa harus menghentikan produksi listrik. Selain itu, partikel bahan bakar pebble dengan kernel uranium oksida (UO2 atau uranium oksikarbida (UCO yang dibalut TRISO dan pelapisan silikon karbida (SiC dianggap sebagai opsi utama dengan pertimbangan performa tinggi pada burn-up bahan bakar dan temperatur tinggi. Makalah ini mendiskusikan pemodelan dan perhitungan transport Monte Carlo dalam teras HTR pebble bed. HTR pebble bed adalah reaktor berpendingin gas temperatur tinggi dan bermoderator grafit dengan kemampuan kogenerasi. Perhitungan dikerjakan dengan program MCNP5 pada temperatur 1200 K. Pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-V dan ENDF/B-VI dimanfaatkan untuk melengkapi analisis. Hasil perhitungan secara keseluruhan menunjukkan konsistensi dengan nilai keff yang hampir sama untuk pustaka data nuklir yang digunakan. Pustaka ENDF/B-VI (66c selalu memproduksi keff lebih besar dibandingkan ENDF/B-V (50c maupun ENDF/B-VI (60c dengan bias kurang dari 0,25%. Kisi BCC memprediksi keff hampir selalu lebih kecil daripada kisi lainnya, khususnya FCC. Nilai keff kisi BCC lebih dekat dengan kisi FCC dengan bias kurang dari 0,19% sedangkan dengan kisi SH bias perhitungannya kurang dari 0,22%. Fraksi packing yang sedikit berbeda (BCC= 61%, SH= 60,459% tidak membuat bias perhitungan menjadi berbeda jauh. Estimasi keff ketiga model kisi menyimpulkan bahwa model BCC lebih bisa diadopsi dalam perhitungan HTR pebble bed dibandingkan model FCC dan SH. Verifikasi hasil estimasi ini perlu dilakukan dengan simulasi Monte Carlo atau bahkan program deterministik lainnya guna optimisasi perhitungan teras reaktor temperatur tinggi.   Kata-kunci: kernel, TRISO, bahan bakar pebble, HTR pebble bed

  20. Komponen Kimia Asap Cair Hasil Pirolisis Limbah Padat Kelapa Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Gani Haji

    2013-06-01

    Full Text Available Chemical components of liquid smoke which is produced via pyrolisis of palm oil solid waste have been analyzed by using gas chromatography mass spectroscopy (GC-MS. Solid waste consists of shell, empty fruit bunch, and palm fiber. Solid waste was obtained from palm oil manufactory in Tanjung Semantok,  Aceh province. The objective of this research was to investigate the chemical components in liquid smoke obtained from various palm oil solid waste. Sample was pyrolyzed at 500°C for 5 hours by using tube furnace reactor type 21100 which is equipped by thermolyne as temperature adjustment. The yield of pyrolysis from shell, empty fruit bunch and palm fiber are 52,02; 29,59; and 34,88%, respectively. The results showed that 27; 13 and 11 compounds of chemical were observed in liquid smoke obtained by pyrolysis of shell, empty fruit bunch, and palm fiber, respectively. Overall, acetic acid and phenol are the highest concentration of chemical obtained in this research. Keywords: palm oil solid waste, pyrolysis, liquid smoke, chemical compound

  1. Komponen Kimia Asap Cair Hasil Pirolisis Limbah Padat Kelapa Sawit

    OpenAIRE

    Abdul Gani Haji

    2013-01-01

    Chemical components of liquid smoke which is produced via pyrolisis of palm oil solid waste have been analyzed by using gas chromatography mass spectroscopy (GC-MS). Solid waste consists of shell, empty fruit bunch, and palm fiber. Solid waste was obtained from palm oil manufactory in Tanjung Semantok,  Aceh province. The objective of this research was to investigate the chemical components in liquid smoke obtained from various palm oil solid waste. Sample was pyrolyzed at 500°C for 5 hours b...

  2. Potensi Limbah Padat sebagai Benang Gintir Berbasis Sistem Interlacing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nisa Fardani

    2015-09-01

    Full Text Available Solid-waste disposal in landfills is becoming a massive environmental problem as a result of the growth of the pulp and paper industry in Indonesia. The conversion of solid waste to complementary fuel for the paper industry is also not giving any significant results to solve air contamination, as active carbon is released into the atmosphere by the burning process. This particular problem demands an advanced and effective continuous waste management system. Recently, optimized waste-fiber utilization has come forward as a promising alternative to reduce the waste pile in landfills. However, not all of it can be recycled. Fibered solid waste from the tissue-paper industry tends to decrease its grammage, which unfortunately will eventually reduce its utilization after recycling. On the other hand, its chemical structure, which has already been damaged during the production process, appears to be giving inspiration for a future textile industry based on the development of fibered solid-waste recycling technology, resulting in a new generation of textile yarns. In this research, the focus is on the invention of a handbag made from fiber-waste material using experimental methods. Solid-based fiber waste characteristics identification was developed through a multi-ply yarn exploration technique based on an interlacing system. The relationship between product creation and the trend forecasting for 2013 will be our next goal as one way of solving Indonesia’s waste problem.

  3. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah Padat Rumah Sakit Martha Friska Tahun 2010

    OpenAIRE

    Suharty, Nova Sri

    2011-01-01

    Hospital as one of the health service institutions that has job to support the effort of healing and recovery of patient and avoid the health impact due to the waste of hospital service. Thus, the operation of solid waste treatment should be adjusted to the Kepmenkes RI No. 124 /MENKES/SK/X/2004. The present study is a descriptive survey with the object includes the operation of solid waste treatment of Martha Friska Hospital Medan and 42 persons of cleaning service as the r...

  4. VPLIV CINKOVEGA OKSIDA NA RAZVOJ KERAMIČNIH PIGMENTOV V TRANSPARENTNI GLAZURI

    OpenAIRE

    Glasenčnik, Marija

    2010-01-01

    V diplomskem delu opisujemo eksperimentalni postopek določanja vpliva vsebnosti ZnO na razvoj keramičnih pigmentov v transparentni glazuri. Proučevali smo, ali je z vidika barv, katera od vzorčnih transparentnih frit primerna alternativa za standardno transparentno frito FCE 692, katere vsebnost ZnO ni znana. Ugotovili smo, da rumeno, modro, zeleno in kobaltno modro obarvani keramični pigmenti z različnimi strukturami dajejo v transparentni glazuri z isto vsebnostjo ZnO enako ekstremno ba...

  5. Fotodegradasi Fenol dengan Katalis Titanium Oksida dan Tinanium Silikat Mesopori- Mesostruktur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    ARISWAN

    2006-11-01

    Full Text Available The objective of this research is to study the fotodegradation of phenol by titanium dioxide and titanium silicate mesoporous-mesostructure accelerated by hydrogen peroxide (H2O2. Photodegradations were carried out in stirred slurries of mesoporous-mesostructure titanium dioxide and titanium silicate: 0.15 g TiO2-layered macrostructure, 0.35 g TiO2/MCM-41 and 0,5 g Ti-MCM-41 in deionized water respectively. Phenol solution (0,5 g/L was illuminated by 160 W from mercury lamp at times various: 20, 40, 60 and 80 minute. The results show that TiO2-layered mesostructure followed by TiO2/MCM-41 are the two most active photocatalyst, while Ti- MCM-41 is not active photocatalyst. Organic substances produced from phenol fotodegradation include phenol → p-benzoquinon, hydroquinon → catecol → maleic acid → acetic acid and formic acid → water and carbon dioxide.

  6. BATCH INJECTION POTENTIOMETRY ASAM ASPARTAT, ASAM GLUTAMAT DAN ARGININ MENGGUNAKAN ELEKTRODA TUNGSTEN OKSIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeni Maulidah Muflihah

    2016-08-01

    Full Text Available The presence of aspartic acid, glutamic acid and arginine in solution can be detected by potentiometric method using tungsten oxide electrode in a batch system. Characterization of tungsten oxide electrode used include linear range, limit of detection, sensitivity and reproducibility. Buffer type and concentration effect also studied to optimize the measurement results. Optimum conditions for detecting arginine was at pH 6.0 with a phosphate buffer concentration of 0.5 x 10-3 M. Correlation coefficient was obtained for 0.9864, the detection limit of 5.24 x 10-6 M, sensitivity 16.1 mV/decade with reproducibility 0 –7 %. Glutamic acid has a correlation coefficient of 0.9789, the detection limit of 3.80 x 10-6 M, the sensitivity of 9.2 mV/decade and reproducibility of 0 – 6 %. Aspartic acid has a correlation coefficient of 0.9949, the detection limit of 7.76 x 10-6 M, sensitivity of 13.4 mV/decade and reproducibility of 0 – 5 %.

  7. Perkembangan Proses Pembuatan Biodiesel sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN)

    OpenAIRE

    Joelianingsih; Armansyah H. Tambunan; Hirosi NABETANI; Yasuyuki Sagara; Kamaruddin Abdullah

    2006-01-01

    As energy dernands increase and fossil fuel reservas are limited, research is directed towards alternative renewable fluls. A potential diesel fuel substitusi is biodiesel, obtained from fatty acids methyl esters (FAME) and produced by the transesterfication reaction of triglyceride or free fatty acid (FFA) of vegetable oils with short-chain alcohol, mainly methanol. Most of the currently of alcohol. Although the removal of the excess alcohol can be easily achieved by distillation, however th...

  8. ANALISA KEANDALAN SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR INDUK PADA KM. LEUSER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-04-01

    Full Text Available Fuel oil system is one of the vital main engine supporting systems of MV. Leuser because this system is directly influence the main engine performance. The failure of fuel system should be the main engine shut down. The bigger affect was the ship could not be operated so the financial lost would be occurred. The aim of the research is an analysis the fuel system by approximation on reliability based. An analysis of the system was using qualitative and quantitative approximation. Qualitative analysis could be achieved by the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA and the Fault Tree Analysis (FTA. The quantitative analysis could be achieved by the Monte Carlo simulation. The resulted of the research, severity components such as filter, separator, transfer pump and booster pump was obtained by the severity classification and failure probability. The simulation would be achieved the value availability at 0.97 and the value of MTTFF (Mean Time to First Failure is 2423.8363 hours. The simulation used some scenarios, the system availability would be more decrease if there were more stand by components occur the failure in the one of the components at 0,893.

  9. Perkembangan Proses Pembuatan Biodiesel sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joelianingsih

    2006-12-01

    Full Text Available As energy dernands increase and fossil fuel reservas are limited, research is directed towards alternative renewable fluls. A potential diesel fuel substitusi is biodiesel, obtained from fatty acids methyl esters (FAME and produced by the transesterfication reaction of triglyceride or free fatty acid (FFA of vegetable oils with short-chain alcohol, mainly methanol. Most of the currently of alcohol. Although the removal of the excess alcohol can be easily achieved by distillation, however the removal of catlyst and the by-product formed from its reaction with the reactants is complicated while several methode for glycerol purification have been reported. The disadvantages resulting from the use of a catalyst and itsremoval from theproducts can beeliminated if a non-catalytic reaction of the vegetable oils with alcohol can be realized and a simpler and cheaper process can be developed.indonesia has the opportunity to expand oil palm and other plantations such as jatropha curcas (jarak pagarin order to provide sufficient amount of crude oil for development of biodiesel industry.

  10. Analisis Error Pengukuran Konduktivitas Panas Mulsa Limbah Padat Organik: Sekam Padi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diswandi Nurba

    2007-06-01

    Full Text Available The objective of this paper is to analyze measurement error of heat conductivity of organic solid waste (paddy chaf. Error analyze is to obtain accuration of the measured result. Visual Basic Applications (VBA on excel was used in simulation. The result showed that heat conductivity of paddy chaf is 0,501 W/mK with error 0,00936 W/mK. Voltage tolerance value gives highest effect on total error.

  11. Analisis Error Pengukuran Konduktivitas Panas Mulsa Limbah Padat Organik: Sekam Padi

    OpenAIRE

    Diswandi Nurba; Wahyu Purnama; Warji

    2007-01-01

    The objective of this paper is to analyze measurement error of heat conductivity of organic solid waste (paddy chaf). Error analyze is to obtain accuration of the measured result. Visual Basic Applications (VBA) on excel was used in simulation. The result showed that heat conductivity of paddy chaf is 0,501 W/mK with error 0,00936 W/mK. Voltage tolerance value gives highest effect on total error.

  12. Dampak Pengolahan Limbah Padat Medis pada Petugas Incinerator di RSUP H. Adam Malik Tahun 2014

    OpenAIRE

    Darwin

    2016-01-01

    Adam Malik Central General Hospital causes some complaints from the incinerator operators such as wounded by spuit needles, wounded by broken glasses, and difficult to breathe because they inhale incinerator smoke or gas in the medical solid waste. Therefore, job safety and health in the hospital, especially in managing medical solid waste should be done. The research was qualitative which was aimed to analyze the effect of K3 (Job safety and health) n incinerator operators at H. Adam ...

  13. PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAN PUREE PISANG TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU MAKANAN PADAT BERBASIS-PISANG

    OpenAIRE

    Riyanti Ekafitri; Achmat Sarifudin; Diki Nanang Surahman

    2015-01-01

    ABSTRACTBanana is one of the leading fruits commodities in Indonesia, easy to find, has high economic value, high cultural and nutritional value. In general bananas are consumed as fresh fruits. While post-harvest for handling the banana is rarely used causing a lot of banana not be consumed. There is need to preserved banana to banana products, such as the banana flour. This banana flour can be used in manufacturing banana snack bar mixed with the fresh of banana puree. This study aimed to a...

  14. Analisa K, P, Cu Dan Mn Dalam Abu Limbah Padat Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS)

    OpenAIRE

    Wespan Simatupang, Wespan

    2010-01-01

    It has been analyzed the content of K, P, Cu and Mn in sludge ash of empty bunches, shells and pericarp fibres from palms processing.Each of sludge fraction was dried on moistureless air, then burned and the ashing purified with electric grafite furnace at 500-600oC temperature. The ash solution was made in acidify and then analized for K, Cu and Mn (with Atomic Adsorbtion Spectrophotometer method) and P was analized with Spectrophotometer Visible as blue ammonium fosfomolibdenum complexes c...

  15. Pengelolaan Limbah Padat Sabut Kelapa Sawit Sebagai Bahan Untuk Mengelola Limbah Cair

    OpenAIRE

    Alfius Manusawai, Herman

    2015-01-01

    ABSTRAK Kelapa sawit merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi karena merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Produksi minyak kelapa sawit Indonesia saat ini mencapai 6,5 juta ton pertahun dan diperkirakan pada tahun 2012 akan meningkat menjadi 15 juta ton pertahun, kerena terjadinya pengembangan lahan. Pemakaian sabut kelapa sawit dapat digunakan sebagai mediator pertumbuhan mikrobiologi, dimana mikrobiologi yang sangat berperan aktif dalam penurunan kadar BO...

  16. EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH PADAT B3 PT. INDOFARMA, TBK BEKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafrudin Syafrudin

    2012-02-01

    Full Text Available Besides yielding product, production process also will yield discard product that we called as waste. Thetype of the waste are depended on the raw materials and other process that happened during theproduction process. As a pharmacy industry, PT. Indofarma Tbk also generate waste from their productionprocess which have potency to contaminate the environment because the most material that use for theproduction are chemicals that need to be handled seriously. The waste can be categorize as HazardousWaste and needed furthermore management to control, so it will be secure for the environment. Forpharmacy industry, the hazardous waste is in the form of the chemicals, Waste Water Treatment’s sludge,residu production process like dust from dust collector, incinerator’s fly ash, and other materials which iscame from hazardous materials.

  17. PERBANDINGAN PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS INA99 PADA BERBAGAI MEDIA PERBENIHAN PADAT

    OpenAIRE

    Yayuk Yuliarsi; Takarsyah M. Putra; Boedi Oe. Roeslan

    2015-01-01

    Previous study shows that tryptone-yeast extract-cystine-sucrose is choice of the culture media for isolating and growing S. mutans serotype C, but the effectiveness in stepping up the recovery growth of the bacteria has never been compared with that of the blood agar added to yeast extract and sucrose. This study was come to find out the growth of S. mutans serotype-c with blood agar-yest extract-sucrose, S. mutans INA99 serotype-c is identified, sliced, and cultured into blood agar-yeast ex...

  18. Pembuatan Dan Karakterisasi Batako Ringan Dengan Memanfaatkan Limbah Padat Pulp Biosludge Dari PT. TPL Porsea

    OpenAIRE

    Hutasoit, Farto

    2011-01-01

    The research done with the title Preparation and Characterization of Lightweight Concrete blocks with Utilizing Solid Waste Pulp Biosludge of PT TPL Porsea. In this study solid waste pulp biosludge utilized in the manufacture of lightweight concrete blocks. Variations of solid waste composition of the sand is biosludge pulp (0%: 80%, 2.5%: 77.5%, 5%: 75%, 7.5%: 72.5%, 10%: 70%, and 12, 5%: 67.5) and a fixed percentage of cement is 20%. Tests conducted is composed of physical...

  19. Pengembangan Media Padat untuk Menumbuhkan Mycobacterium bovis (DEVELOPMENT OF SOLID MEDIUM FOR MYCOBACTERIUM BOVIS CULTIVATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mazdani Ulfah Daulay

    2016-01-01

    Full Text Available Mycobacterial culture provides definitive diagnosis of tuberculosis (TB, but commercially readyto-use culture media for Mycobacterium bovis are rarely available. The aims of this study were todevelop and to evaluate the ability of M. Bovis to grow in Modified Ogawa Agar (MOA in comparisonwith the available culture media, such as Löwenstein Jensen (LJ and Modified Ogawa (MO. Eachmedia were inculation with 0.1 ml suspension of 105 CFU/mL M. bovis and M. phlei in PhosphateBuffer Saline (PBS and each media was replicated in five tubes. Mycobacterium phlei grew in everymedium since day 4. M. bovis grew in media LJ and MO since day 17, but failed to grow in mediumMOA. The recovery rate of M. phlei in LJ and MOA were significantly different. The ability of MOA tocultivate M. phlei was different from LJ. Colonies of M. phlei in MOA were easier to be harvested, muchsimpler to prepare, and more feasible than medium LJ. The recovery rate of M. bovis in media LJ andMO were not significantly different, but medium MO were much simpler to prepare and more feasiblethan medium LJ. Media MOA were able to cultivate M. phlei, but proven unable to cultivate M. bovisin this research.

  20. Fermentasi Etanol dari Limbah Padat Tapioka (Onggok) oleh Aspergillus niger dan Zymomonas mobilis

    OpenAIRE

    RATNA SETYANINGSIH; ARI SUSILOWATI; SITI JUARIAH

    2004-01-01

    The aims of this research were to know the best concentration of onggokflour to produce maximum reduction sugar concentration by Aspergillus niger and efficiency of ethanol production from reduction sugar as the product of onggok flour saccharification by Zymomonas mobilis, and the ethanol concentration which produced. The framework of this research was cassava starch in onggok can be used as substance which yielded ethanol by fermentation. The ethanol yielded serves as an alternative substit...

  1. FERMENTASI LIMBAH PADAT INDUSTRI TEPUNG AREN SEBAGAI SUMBER SERAT UNTUK TERNAK RUMINANSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Mansyur

    2014-06-01

    Full Text Available The aim of research is to knows the effect of additive addition on solid waste from Arengan    pinnata    mills industry. A randomize complete design was used in this research. The treatments are addition of 5% molasses (P1, addition of 5% sludge of soy souce industry (P2, addition of 1% Urea (P3, addition of 5% molasses and 1% Urea (P4, and addition of 5% sludge of soy souce industry and 1% Urea (P5. Each treatment was replicated 4 times. The observe objects are degree of acidity, lactic acid dan ammonia content, contents of fiber fraction (Neutral Detergent Fiber, NDF; and Acid Detergent Fiber, ADF, crude protein content, ammonia production in rumen, and in vitro digestibility dry matter (IVDDM and in vitro digestibility organic matter (IVDOM. Data were analyzed by variant analyses, and followed by Duncan Multipel Range Test. The research result showed that the treatments significantly effected on degree of acidity, lactic acid dan ammonia content, contents of fiber fraction (Neutral Detergent Fiber, NDF; and Acid Detergent Fiber, ADF, crude protein content, ammonia production in rumen, and in vitro digestibility dry matter (IVDDM and in vitro digestibility organic matter (IVDOM. Addition 1% Urea and 5% Sludge of soy souce industry is the best result on nutrition quality of solid waste from arenga pinnata mills.

  2. EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH PADAT B3 PT. INDOFARMA, TBK BEKASI

    OpenAIRE

    Syafrudin Syafrudin

    2012-01-01

    Besides yielding product, production process also will yield discard product that we called as waste. Thetype of the waste are depended on the raw materials and other process that happened during theproduction process. As a pharmacy industry, PT. Indofarma Tbk also generate waste from their productionprocess which have potency to contaminate the environment because the most material that use for theproduction are chemicals that need to be handled seriously. The waste can be categorize as Haza...

  3. Uji Eksperimental Perbandingan Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Premium Dengan Campuran Zat Aditif-Premium (C1:80, C3:80, C5:80).

    OpenAIRE

    Adinata, Surya

    2011-01-01

    Octane number is a reference to measure quality of gasoline as the fuel of gasoline engine. Gasoline with higher octane number gives less tendency to knocking. Zat additive is a chemical solution that gives positive effect to rise the octane number. This paper describes comparison study performance from a gasolinel-engine fueled with composition C1:80, C3:80 and C5:80 additive with gasoline engine fueled gasoline oil. The test results have shown that the gasoline engine fuel...

  4. Kajian Studi Pengaruh Jarak Medan Magnet 2500 Gauss Dengan Ruang Bakar Terhadap Performansi Mesin Otto Satu Silinder Dengan Bahan Bakar Premium

    OpenAIRE

    Simatupang, Budi Ari Sasmito

    2016-01-01

    The current energy source are most widely used in the world is form of fossil fuelsfossil fuels are non renewable and will be exhausted in a few yearsbecause it will run out, fossil fuel also have a negative impact on the environment. fossil energy impact on global warming that causes climate change. inperfections combustion in the engine work and increased the rate of fuel consumption. one of the methods currently develoved is fuel magnetization. the way is works is to magnetize the premium ...

  5. Kajian Performansi Mesin Diesel Stasioner Satu Silinder Dengan Sistem Dua Bahan Bakar (Dual Fuel System)

    OpenAIRE

    Sinambela, Gunung A E

    2015-01-01

    The increasing human population on earth and the depletion of oil resources into a few thousandths of a lot of things that encourage us to do research and development on renewable energy sources , one of which has a great potential is the use of biogas is used as fuel for internal combustion engine with dual fuel system. This study aims to analyze the performance of the diesel engine R 175 AN using dual fuel systems diesel and biogas in which biogas flow entering the combustion chamber will b...

  6. Pengaruh Desain Sistem Pegas pada Olah Gerak Piston dari Motor Bakar Gerak Linier Bersilinder Tunggal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Setiono Prabowo

    2013-03-01

    Full Text Available Permasalahan pada linear engine adalah siklus kerja baliknya. Banyak cara untuk mengganti posisi piston dari chrankshaft pada conventional engine, saalah satunya menggunakan system pegas. Keunikan penggunaan pegas sebagai siklus kerja balik untuk linear engine ssatu silinder adalah defleksi dari pegas. Namun untuk daya yang kecil piston tidak dapat terdefleksi sempurna sampai titik mati bawah. Karena itu dibutuhkan kajian pada linear engine dengan menggunakan pegas sebagai siklus kerja baliknya,Terutama ketika piston tidak dapat terdefleksi sampai titik mati bawah. Solidwork cosmos motion dapat digunakan untuk menganalisa kajian ini. Model dari engine termasuk conventional dan linear engine sudah ada desain, perakitan dan disimulasikan pada piston dynamic. Beberapa data meliputi daya dan dimensi pegas sudah dilakukan sebelum simulasi. Pegas yang asli akan digantikan dengan pegas yang fleksibel dimana tersedia data base dari cosmos motion. Gesekan meliputi dalam kajian akan disimulasikan dengan dua body contact pada kondisi terlumasi. Hasilnya menunjukan olah gerak piston dari conventional engine dan linear engine seperti displacement, velocity dan acceleration sudah jelas berbeda. Pengaruh dari gesekan juga ada pada pada kajian ini. Namun, olah gerak piston pada linear engine berputar pada sumbu z.

  7. Pengaruh Desain Sistem Pegas pada Olah Gerak Piston dari Motor Bakar Gerak Linier Bersilinder Tunggal

    OpenAIRE

    Setiono Prabowo; Aguk Zuhdi Muhammad Fathallah

    2013-01-01

    Permasalahan pada linear engine adalah siklus kerja baliknya. Banyak cara untuk mengganti posisi piston dari chrankshaft pada conventional engine, saalah satunya menggunakan system pegas. Keunikan penggunaan pegas sebagai siklus kerja balik untuk linear engine ssatu silinder adalah defleksi dari pegas. Namun untuk daya yang kecil piston tidak dapat terdefleksi sempurna sampai titik mati bawah. Karena itu dibutuhkan kajian pada linear engine dengan menggunakan pegas sebagai siklus kerja balikn...

  8. Kajian Performansi Mesin Genset Diesel Satu Silinder Dengan Bahan Bakar Campuran Solar Dan Serbuk Kulit Padi

    OpenAIRE

    Situmorang, Riky Stepanus

    2016-01-01

    Society 's dependence on fuel is very high . Besides, the scarcity of fuel and its prices also worsen the situation. Utilization of biomass as an alternative energy fuel mix is the right thing to save the use of fuel . Therefore , the authors conducted a test using a mixture of diesel fuel and biomass bran powder on Dong Fa generator set models R 175 A. The purpose of this study is to compare the performance of a diesel engine using diesel fuel and a mixture of bran powder so it will look it...

  9. PENGARUH NILAI OKTAN BAHAN BAKAR DAN PUTARAN MESIN PADA KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP KARAKTERISTIK EMISI GAS BUANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I P Sastra Negara

    2012-11-01

    Full Text Available The air pollution that is occurring currently is main by caused by the use of motor vehicle that consequently it lead to the increasing fuel consumptions as the main source enrgy for transportation equipment. The fuel that is used in the vehicle comes in several types. In the market its differences show by the octane numbers that can contribute different effect to the environment due to their combustion processes. The road conditions through which the vehicles move are the major factors that can trigger the growth of pollution to the surrounding. It is predicted that about 70% of the air pollutions is caused by the motor vehicle emissions.This research was fully conducted in the laboratorium. Three types of fuel with different octane numbers were used in this research. Premium with octane number 88, Pertamax with octane number 92, and Biopertamax with octane number 91. The engine speeds were also varied from 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm, to 4000 rpm. For every type of fuel, the engine was run five times for every engine speed in order to obtain the exhausted gas characteristics from the vehicles to the environment.The result of the research shows that at engine speed of 2500 rpm the CO emission for each type of fuel : Premium with octane number 88 is 0,415%, Pertamax with octane number 92 is 0,556%, and Biopertamax with octane number 91 is 0,273%. The octane number also effects the CO2, HC, and NOx emissions in small quantities. Statistical analysis shows both the engine speed and the octane number contribute significant effects on the exhaust emissions, the CO and HC emissions provided negative effects, while the CO2 and NOx emissions get positive effects. In comparisan to with the vehicle speed on the road from secondary data to represent the engine speed in the laboratorium, and assuming that the traffic density is identical to a factor that determining engine speed, it can be concluded that the air pollution by CO emission due to the characteristics of the road has negative influence.The octane number of the fuel and the engine speed gives a significant effect. The traffic density and the road conditions can trigger the level of the concentration of CO gas as pollutants to the surrounding air.

  10. PENGARUH NILAI OKTAN BAHAN BAKAR DAN PUTARAN MESIN PADA KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP KARAKTERISTIK EMISI GAS BUANG

    OpenAIRE

    I P Sastra Negara; I W. BUDIARSA SUYASA; I.W. Suarna

    2012-01-01

    The air pollution that is occurring currently is main by caused by the use of motor vehicle that consequently it lead to the increasing fuel consumptions as the main source enrgy for transportation equipment. The fuel that is used in the vehicle comes in several types. In the market its differences show by the octane numbers that can contribute different effect to the environment due to their combustion processes. The road conditions through which the vehicles move are the major factors that ...

  11. PENENTUAN ANGKA OKTANA BAHAN BAKAR KOMERSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KINETIKA OKSIDASI DAN PEMBAKARAN HIDROKARBON MULTIKOMPONEN

    OpenAIRE

    Yuswan Muharam; Chandra Hadiwijaya; Jacquin Suryadi

    2012-01-01

    One of the characteristics of gasoline fuel is anti-knock property represented by its octanenumber. The determination of octane numbers in Indonesia is by using cooperative fuel researchengines. The usage of cooperative fuel research engines in Indonesia has constraints, i.e. the limitednumber of the units and the old age. This study aims to obtain the octane numbers of commercialfuels by using kinetic models. The kinetics models of the oxidation and combustion of primaryreference fuel and mu...

  12. Upaya Optimalisasi Penghematan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Agar Tepat Sasaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Janita Sembiring Meliala

    2014-07-01

    Full Text Available Subsidized fuel consumption continues to increase from year to year also put pressure on the state budget so that it becomes increasingly severe. This is caused by the government's energy policy tends to be adaptive and short-term oriented (myopic, so the government pays little attention to aspects of long-term autonomy of the Indonesian economy. Subsidy in the 2011 budget amounted to 33.42% of the total expenditure budget, 86% subsidy is used for energy subsidies and 64.6% the largest share of subsidies. The biggest users of fuel subsidy, is land transportation, with the classification of private vehicles, so it can be said that the subsidy is not received by the appropriate require. Related to this, the challenges that must be faced is the obligation to make a breakthrough in order to encourage domestic savings in fuel consumption and diversification in the use of non-fuel energy sources. There are three policy options as an effort to optimize the fuel subsidy savings. First, restrictions on the use of the fuel subsidy program, unfortunately the prospects of success of this policy is not good considering unprepared infrastructure and the emerging moral hazard. Second, the increase in fuel prices, the authors recommend the price increase to Rp 2000, - taking into account the effects of inflation, and financial savings, for the welfare of the people. Third, the use of CNG and new products from the fuel, this policy option can be run in the long run because it requires a longer preparation in building infrastructure.

  13. Upaya Optimalisasi Penghematan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Agar Tepat Sasaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Janita S. Meliala

    2014-05-01

    Full Text Available Subsidized fuel consumption continues to increase from year to year also put pressure on the state budget so that it becomes increasingly severe. This is caused by the government's energy policy tends to be adaptive and short-term oriented (myopic, so the government pays little attention to aspects of long-term autonomy of the Indonesian economy. Subsidy in the 2011 budget amounted to 33.42% of the total expenditure budget, 86% subsidy is used for energy subsidies and 64.6% the largest share of subsidies. The biggest users of fuel subsidy, is land transportation, with the classification of private vehicles, so it can be said that the subsidy is not received by the appropriate require. Related to this, the challenges that must be faced is the obligation to make a breakthrough in order to encourage domestic savings in fuel consumption and diversification in the use of non-fuel energy sources. There are three policy options as an effort to optimize the fuel subsidy savings. First, restrictions on the use of the fuel subsidy program, unfortunately the prospects of success of this policy is not good considering unprepared infrastructure and the emerging moral hazard. Second, the increase in fuel prices, the authors recommend the price increase to Rp 2000, - taking into account the effects of inflation, and financial savings, for the welfare of the people. Third, the use of CNG and new products from the fuel, this policy option can be run in the long run because it requires a longer preparation in building infrastructure.

  14. MODEL PERAMALAN KONSUMSI BAHAN BAKAR JENIS PREMIUM DI INDONESIA DENGAN REGRESI LINIER BERGANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farizal Farizal

    2014-12-01

    Full Text Available Energy consumption forecasting, especially premium, is an integral part of energy management. Premium is a type of energy that receives government subsidy. Unfortunately, premium forecastings being performed have considerable high error resulting difficulties on reaching planned subsidy target and exploding the amount. In this study forecasting was conducted using multilinear regression (MLR method with ten candidate predictor variables. The result shows that only four variables which are inflation, selling price disparity between pertamanx and premium, economic growth rate, and the number of car, dictate premium consumption. Analsys on the MLR model indicates that the model has a considerable low error with the mean absolute percentage error (MAPE of 5.18%. The model has been used to predict 2013 primium consumption with 1.05% of error. The model predicted that 2013 premium consumption was 29.56 million kiloliter, while the reality was 29.26 million kiloliter.

  15. Performa dan Karakteristik Emisi Gas Buang Mesin Diesel Berbahan Bakar Ganda

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arifin Siagian

    2011-01-01

    Full Text Available Today’s the global warming of the earth and atmospheric pollution caused by combustion engines has become a social problem. Further more, the dependence on fossil fuels is expected to be reduced, and therefore more expensive, because of dwindling availability. This paper discusses on a conventional diesel engine, i.e., compression ignition piston combustion engine (compression ignition that related to the polution and efficiency. A diesel engine is operated by injecting a bit of diesel as a trigger ignition only, Fuel Gas (CNG as fuel staple together the air flow through the mixer in the intake port into the cylinder combustion engine. In this case the engine performance test using each of the two types of fuel gas, ie propane (C3H8 and hydrogen (H2, with a percentage that varies. For comparison, the operation of the engine with standard fuel (diesel 100%, single-fuel were also performed. This performance test includes analysis of the pressure in the cylinder, exhaust gas emission characteristics, and thermal efficiency. Heat release rate (rate of heat release was calculated from the derivative of the pressure measurement results in the cylinder. As a result, it has been known that; exhaust emissions on operating conditions with both gas fuel (propane and hydrogen, each of which produce smoke (smoke or soot or Particulate Matter, PM, hydrocarbons (HC, carbon monoxide (CO, carbon dioxide (CO2 and nitrogen oxides (NOx, which decreased significantly, but the thermal efficiency slightly decreased.

  16. Evaluasi Kinerja Tarik Traktor Tangan dengan Bahan Bakar Minyak Kelapa Murni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desrial

    2010-04-01

    Full Text Available Past research shown that coconut oil can be used directly in Diesel engine by adding a heating element in the fuel delivery system. This study aims to evaluate the performance of a hand tractor pull using pure coconut oil fuel. The Diesel engine of the tractor was equipped with a fuel heater installed on the mufler. Traction performance parameters tested were wheel slippage, drawbar pull, forward speed and drawbar power on the path of concrete and soil. Besides, the tractor was also tested on plowing using a moldboard plow. The test results on the concrete track showed that the maximum drawbar pull was 1.21 kN generated at a speed of 0.92 m/s, with a maximum drawbar power of 1.21 kW at the wheel slip of 10.87%. While the drawbar pull on the soil track was 1.37 kN at a speed of 0.79 m/s, with a maximum value of 0.71 kW drawbar power when wheels slip 22.25%. The results of tillage test showed that field efficiency was 84.66%, which was not much different from the test result using Diesel fuel.

  17. Strategi Pengembangan Bisnis pada Usaha Rumah Makan Ikan Bakar Masto Jalan Ringroad Medan

    OpenAIRE

    Abdillah, M Andy

    2016-01-01

    Lately, the development of the restaurant business and culinary hawker center in Medan city grew very rapidly, resulting in a tight competition. To be eligible for this development then, we are required to be able to develop the business, in order to become a successful entrepreneur. For the success of a business, the business manager needs to hold strategies, to define and develop the strategies needed SWOTanalysis. Issues raised in this study is how the business developmen...

  18. Pengujian Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Kelapa Sawit(Elaeis guineensis Jacq.) Sebagai Obat Luka Bakar

    OpenAIRE

    Wahyudi

    2016-01-01

    Leaves of palm (Elaeis guineensis Jacq.) Contain alkaloids that have the ability as an antibacterial, astringent activity of flavonoids and saponins that can stimulate the formation of collagen, which plays a role in wound healing process and. This study aimed to test the effectiveness of the ethanol extract gel palm leaves for the healing of burns. Palm’ leaf powder macerated by ethanol 80% for 5 days, filtered, the residue has extraction by ethanol, then the filtrate leave for 2 day and ...

  19. Uji Berbagai Jenis Bahan Plastik Pada Alat Pengolahan Limbah Plastik Berbahan Bakar Tempurung Kelapa

    OpenAIRE

    Utama, Didy Hikmah

    2015-01-01

    DIDY HIKMAH UTAMA : Testing of Various Types of Plastic Materials in Plastic Waste Processing Device using Coconut Shell Fuel, supervised by SAIPUL BAHRI DAULAY and AINUN ROHANAH. The decrease of fossil resources and increase population are very contradictive to energy consume for human life and social economy activity. So, alternative energy is needed which environment friendly by the use of plastic waste as fuel. This research as aimed to compare fuel from plastic (Polyeth...

  20. Analisa Efisiensi Water Tube Boiler Berbahan Bakar Fiber, Cangkang Sawit dan Kulit Kayu Menggunakan Metode Langsung

    OpenAIRE

    Gaol, Dosma Putra Lumban

    2016-01-01

    Some of the factors that affect the efficiency of the boiler is a superheater pressure, water feed temperature, steam temperature, the amount of steam produced, the amount of fuel consumption and calorific value fuel combustion. Steamtab chemicallogic use companion software to calculate the value of enthalpy. The aim of this study is to get relations variations in pressure superheater with boiler efficiency, the relationship of variation of temperature feed water to the boiler efficiency, the...

  1. Modifikasi dan Uji Kinerja Kompos Spiral dengan Bahan Bakar Minyak Jarak Pagar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gatot S.A Fatah

    2013-01-01

    Full Text Available Energy crisis in Indonesia is still a problem that has not been fully resolved. Kerosene as the primary fuel for cooking, the price is very expensive (at Rp 8000.-/liter. Until now, the pressure cooker kerosene is still used by cake makers, bread, and noodle. By modifying the part of the cup rubbing alcohol and add a protective piping hot, the stove can be used with pressurized fuel Jatropha oil. Tobacco industry, ceramic and asphalt still use the stove. The purpose of this study is to obtain a prototype pressure cooker spiral type, fueled with jatropha oil by modifying the part of the reservoir cup rubbing alcohol, pipe and nozzle heat shield oil expenses. Modified pressure cooker and test performance using Jatropha oil is obtained as follows: the fuel consumption of 935 ml / hour; pre-heating 17 minutes; time required to boil 2 liters of water was 5 minutes; noise level of 83.3 dB and the reddish color of blue flame.

  2. Surat Elektronik sebagai Media Komunikasi Data pada Sistem Pemantauan Bahan Bakar pada Sistem Catu Daya BTS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Falconi Falconi

    2015-03-01

    Full Text Available Base Transceiver Station (BTS merupakan seperangkat radio komunikasi tetap yang digunakan dalam jaringan selular. Untuk mempertahankan kinerja perangkat BTS agar tetap dapat bekerja walaupun suplai catu daya dari PLN terhenti, pada beberapa lokasi BTS ditempatkan pembangkit listrik tenaga solar. Sehingga pada saat PLN mati, maka kebutuhan listrik BTS akan disuplai oleh pembangkit listrik tersebut. Karena lokasi BTS menyebar, diperlukan petugas yang banyak atau waktu yang lama untuk dapat melakukan pengecekan kondisi solar secara keseluruhan. Sehingga sewaktu-waktu pembangkit listrik tidak dapat bekerja saat  dibutuhkan  dikarenakan  solar  habis.  Sistem  pemantau kondisi solar pada sistem catu daya Base Transceiver Station (BTS merupakan sebuah sistem pemantau yang berfungsi melakukan pencatatan ketinggian level solar pada tangki secara periodik dan terus menerus. Ketinggian level solar dikonversi kedalam status normal, minor, mayor dan kritis. Status inilah yang akan disimpan ke dalam basis data yang ada pada computer server. Dengan adanya sistem pemantau ini, maka untuk mengetahui kondisi solar pada tangki sebuah stasiun BTS, seorang petugas pemeliharaana dapat melakukannya tanpa perlu lagi mendatangi lokasi BTS, tetapi cukup memantaunya dari aplikasi pada komputer klien. Sistem yang dibangun terdiri dari sensor ultrasonik PING yang bertugas mendeteksi level solar dan mengumpankan hasilnya ke mikrokontroler ATMEGA8535. Mikrokontroler bertugas untuk mengkonversi sinyal analog yang dihasilkan sensor kedalam bentuk sinyal digital untuk kemudian dikirim ke komputer server melalui komunikasi serial. Aplikasi yang ada pada komputer server akan menerima data tersebut dan menyimpannya pada basis data. Data-data tersebut sewaktu-waktu akan dipanggil kembali apabila ada permintaan dari komputer klien untuk kemudian di kirim melaui surat elektronik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada tangki solar yang dimiliki oleh PT. Berca Hardayaperkasa, diperoleh hasil bahwa keseluruhan sistem dapat berfungsi dengan baik sesuai rancangan.

  3. Surat Elektronik sebagai Media Komunikasi Data pada Sistem Pemantauan Bahan Bakar pada Sistem Catu Daya BTS

    OpenAIRE

    Falconi Falconi

    2015-01-01

    Base Transceiver Station (BTS) merupakan seperangkat radio komunikasi tetap yang digunakan dalam jaringan selular. Untuk mempertahankan kinerja perangkat BTS agar tetap dapat bekerja walaupun suplai catu daya dari PLN terhenti, pada beberapa lokasi BTS ditempatkan pembangkit listrik tenaga solar. Sehingga pada saat PLN mati, maka kebutuhan listrik BTS akan disuplai oleh pembangkit listrik tersebut. Karena lokasi BTS menyebar, diperlukan petugas yang banyak atau waktu yang lama untuk dapat mel...

  4. Studi Kelayakan Ekonomis Pltu Berbahan Bakar Fiber Dan Cangkang Sawit Sebagai Domestic Power

    OpenAIRE

    Napitupulu, Gideon Rewin

    2015-01-01

    PT. Perkebunan Minanga Ogan merupakan perusahaan perkebunan yang memiliki pabrik pengolahan sawit yang menggunakan pembangkit listrik sendiri sebagai sumber daya untuk menjalankan kegiatan pengolahan dan kehidupan domestic pada areal perkebunan itu sendiri dan mempunyai kebun sendiri serta kebun plasma, salah satunya adalah Sei Ogan Mill (SOGM). SOGM adalah pabrik yang mengolah sawit menjadi CPO dengan kapasitas 60 ton/jam. SOGM memakai dua alternatif sumber power, yaitu PLT...

  5. Pengaruh Pemberian Propolis Secara Topikal Terhadap Proses Reepitelisasi Epidermis pada Luka Bakar Mencit (Mus musculus)

    OpenAIRE

    Sari, Raudhah

    2016-01-01

    Burn injury is a public health problem with high morbidity and mortality rate in the world. Effective treatment is needed in accelerating wound healing process. Propolis is the bee product with high flavonoid content and act as an antimicrobial, anti-inflammatory, antioxidant, and improve tissues regeneration. Propolis can stimulate accumulation of vitronectin, laminin, and heparan sulfate/heparin, which play an important roles during reepithelization of epidermis. The ai...

  6. Pengaruh Impregnasi NaCl Terhadap Nilai Kalor Bakar Dan Kuat Tekan Briket Arang Tempurung Kelapa

    OpenAIRE

    Sibarani, Esther

    2010-01-01

    A materil such as charcoal briquet can be used as an alternative energy. This material has been regenerated from a coconut shell charcoal blended with organic glue. It has caloric value approximatly 5000 cal/gr with compressibility number is 2,64 kgf/cm2. To improve the quality both caloric value and compressibility number is an objective of this study. A coconut shell was carbonized at (600 - 700) 0C in limited air condition. The charcoal formed then was crushed, sized to (40 - 60) in mesh. ...

  7. Pemanfaatan Biogas Kotoran Ternak Sapi Sebagai Pengganti Bahan Bakar Minyak Dan Gas

    OpenAIRE

    Ramli Tarigan

    2009-01-01

    Gas bio merupakan gas hasil aktivitas biologi melalui proses fermentasi anaerob dan merupakan energi terbarukan, sebagai bahan pembuat gas bio adalah kotoran hewan dan sampah organik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua macam variasi pengenceran terhadap medium larutan (air PDAM ) yaitu 1 : 2 dan 1 : 4% volume. Pengamatan meliputi besarnya produksi gas bio, komposisi gas bio, tekanan, tempratur dan tingkat keasaman (pH). Temperatur yang bekerja pada bio degester berkisar 30 – 350C, ti...

  8. PERPADUAN ANTARA PROPELLER DAN DAUN KEMUDI GUNA MENGOPTIMALKAN PROLPULSI DAN MANUVER KAPAL SERTA EFFISIENSI BAHAN BAKAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd Ridwan

    2012-03-01

    Full Text Available Operational of ship influences the running cost. A old ship, day by day cash cost are higher with ageing machinery requiring constant maintenance, a rusty hull requiring regular steel replacement and high fuel oil consumption. Fuel cost are 30-45 % all of running cost. with integrated between propeller and rudder to optimum ship propulsion and manoeuvering to reduce 4-9% vessel’s fuel oil consumption and energy efficiency

  9. Performa dan Karakteristik Emisi Gas Buang Mesin Diesel Berbahan Bakar Ganda

    OpenAIRE

    Arifin Siagian; Mawardi Silaban

    2011-01-01

    Today’s the global warming of the earth and atmospheric pollution caused by combustion engines has become a social problem. Further more, the dependence on fossil fuels is expected to be reduced, and therefore more expensive, because of dwindling availability. This paper discusses on a conventional diesel engine, i.e., compression ignition piston combustion engine (compression ignition) that related to the polution and efficiency. A diesel engine is operated by injecting a bit of diesel as a ...

  10. Perbandingan Penyembuhan Luka Bakar Derajat Dua antara Rebusan Daun Sirih dan Moist Exposed Burn Ointment

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ihsan

    2012-06-01

    Full Text Available The use of topical agent is one of the main strategies in management of burn injury. At Dr. Hasan Sadikin Hospital, moist exposed burn ointment (MEBO is the first line topical agent for treating burn injury, not all places in Indonesia able to use it. Piper betle is one of the traditional agent to treat wound including that caused burn injury. Our experimental study was to compare the second grade burn injury healing process by using Wistar sp. for boiled piper betle leaves, MEBO and as control physiologic sodium chloride for fourteen days (August 25th–September 8th 2009 at Animal Pharmacology Laboratory of Faculty of Medicine Padjadjaran University. The variables which measured were diameter of injury, pus development, evidence of serous and erythematous skin, at 4th, 7th and 14th day of studied. Histopathologic examination was conducted at day 14 to determine the amount of fibroblast, collagen and epithelial. The results according to the measurement of diameter (piper betle leaves group 17.4 mm was smaller than other groups (p<0.001. In pus development control group was higher than other groups (p=0.043. In pathological findings, the control group was at inflammation phase, while in boiled piper betle leaves group was at proliferation phase and in MEBO group at remodeling phase (with epithel score 1.9 which higher than other groups (p<0.001. In conclusions, application of boiled piper betle leaves in treating second degree burn injury gives a better result than physiologic sodium chloride, although MEBO is better for second degree burn injury healing process.

  11. Pembuatan Paving Block Berbasis Semen Polimer Dengan Limbah Padat Grit Sebagai Substitusi Pasir Dan Perekat Polivinyl Alkohol (PVA)

    OpenAIRE

    Tiambun Roswati

    2009-01-01

    Paving block dalam penelitian ini adalah campuran dari material pasir, grit, semen, Polivinyl Alkohol dan air. Variabel pada paving block ini adalah komposisi grit terhadap pasir : 0 : 100; 10 : 90; 20 : 80; 30 : 70; 40 : 60; 50 : 50; 60 : 40; 70 : 30; 80 : 20; 90 : 10; 100 : 0 (%volume). Adapun tujuan penelitian adalah pemanfaatan limbah industri bubur kertas yaitu grit sebagai substitusi pasir dan penggunaan Polivinyl Alkohol sebagai perekat pada pembuatan paving block. Semen seba...

  12. PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR FISIKA ZAT PADAT MAHASISWA NON-REGULAR MELALUI PEMBELAJARAN STAD DENGAN STRATEGI SELF-EXPLANATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Parno .

    2014-09-01

    Full Text Available The aim of the study is to improve nonregular students’ achievement on Solid State Physics course through the STAD model with Self-Explanation learning strategy. The study uses quasi-experimental with nonequivalent control group design. The result shows that the STAD model with Self-Explanation learning strategy can improve students’ achievement. Experiment class attaines the normalized everage gain score of 0,567 (medium category, 0,783 (high category, and 0,465 (medium category respectively for I, II, and final test. While control class attaines the normalized everage gain score of 0,366 (medium category, 0,391 (medium category, and 0,340 (medium category respectively for I, II, and final test. In addition, experiment class students give higher positive response than control class for learning process.

  13. Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max L.) Terhadap Pemberian Bokashi Limbah Padat (Sludge) Kelapa Sawit dan Pupuk Posfat

    OpenAIRE

    Sam, Sudarmono

    2011-01-01

    The research was aimed to gain the information on bokashi sludge and phosphate fertilizer which is suitable for the growth and the yield of soybean. The research was conducted at Kwala Bekala, Medan Johor, Medan with the altitude + 25 m above the sea level, from July to October 2008. The research was used the Factorial Completely Randomized Block Design with 2 factors. The first factor was bokashi sludge of palm oil (B) with 4 degree e.g. 0 g/plant, 135 g/plant, 270 g/plant, 405 g/plant, and ...

  14. Pembuatan Katalis Padat ZrO2/Al2O3 untuk Produksi Biodiesel dari Minyak Jarak

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yanna Syamsuddin

    2010-06-01

    Full Text Available Biodiesel is one of the alternative energy to replace petroleum diesel. Biodiesel is produced by transesterification of vegetable oil into alkyl ester and glycerol as by-product. The vegetable oil based put biodiesel as a renewable and environmentally friend energy source. Research on making of solid catalyst ZrO2/Al2O3 for biodiesel production from jatropha oil has been done. The catalysts were prepared by impregnation method with different amount of Zr (2, 5, 15, and 20% and the components were characterized by using XRD. Transesterification reaction was done by reacting jatropha oil with methanol and catalyst with the ratio of oil to methanol of 1:6, reaction temperature of 60oC, and reaction time of 3 hours. Biodiesel produced were analyzed for their yield and composition using GC-MS. The biodiesel products were also characterized for their viscosity, density, acidic and saponification value. Characterization of catalysts showed that components of synthesized ZrO2/Al2O3 were ZrO, ZrO2, and Al2O3. The highest yield of biodiesel produced was resulted from transesterification reaction using catalyst with 2% Zr. GC-MS results showed that methyl esters of biodiesel produced confirmed with fatty acids in jatropha oil with methyl oleic is the highest. Characteristic of the biodiesel has met the quality standard of ASTM, prEN and SNI. Keywords: biodiesel, katalis, minyak jarak, ZrO2/Al2O3

  15. KARAKTERISASI SIFAT FISIS MEMBRAN PADAT SILIKA (SiO2 UNTUK FILTRASI AIR LAUT MENJADI AIR TAWAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ali Mufid

    2013-11-01

    Full Text Available Air laut merupakan salah satu sumber daya alam terbesar Indonesia, yang memiliki kandungan garam, partikel logam serta mikrobakteri. Teknologi alternatif diperlukan untuk mereduksi kadar garam, partikel logam serta mikrobakteri yang terkandung dalam air laut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh variasi penambahan silika pada membran. Matriks yang digunakan adalah campuran PEG, PVA, Na2SiO3, HNO3, Aquades dan filler serbuk silika (SiO2 yang berasal dari limbah tempurung kelapa. Hasil SEM menunjukkan bahwa dengan penambahan variasi silika 0 gram, 1 gram, 3 gram, 5 gram membuat membran berpori, dengan ukuran rata-rata pori-pori adalah 385.1 nm, 1.59 µm, 1.55 µm dan 375.6 nm. Dari hasil karakteristik sifat fisis membran (debit aliran, kerapatan serta porositas, penambahan variasi silika menjadikan membran lebih selektif. Filtrasi terbaik ditunjukkan membran dengan penambahan silika 5 gram dimana debit alir membran semakin menurun dengan nilai 0.058 (ml/menit, kerapatan membran semakin kecil 1.67 (gr/cm3 dengan porositas 6.67 % dan lebih baik dari penambahan silika 0 gram, 1 gram, 3 gram.

  16. Penggunaan Poliester Amida Pada Bioplastik Protein Kedelai Dari Limbah Padat Industri Tahu dengan Gliserol sebagai Bahan Pemlastis

    OpenAIRE

    Novayanty, Rena

    2015-01-01

    The objective of the research was to find out the characteristics bio-plastic film of soy protein – glycerol and bio-plastic film of soy protein– glycerol - polyester amide, and optimum comparison of soy protein – glycerol and polyester amide which are used in bio-plastic film from solid waste of tofu industry. The research includes the process of extraction of soy protein from tofu waste, the formation of bio-plastic film by using solution casting method with the variation of glycerol and ...

  17. Pembuatan Bahan Bakar Biodisel dari Minyak Jarak; Pengaruh Suhu dan Konsentrasi KOH pada Reaksi Transesterifikasi Berbasis Katalis Basa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RAGIL SARYOSO

    2006-05-01

    Full Text Available Making biodiesel from jatropha oil have been made through transesteri-fication reaction. This study aims to determine the optimum catalyst temperature and KOH concentration on the transesterification reaction of castor oil to produce a product with maximum unsaturated fatty acid content; as well as to study the properties of jatropha oil ester based diesel fuel specifications. Transesterification was performed by reaction of jatropha oil and methanol in ratio of 1: 2 for 2 hours according to variations in temperature and KOH concentration. Temperature variations performed at room temperature, 55°C, and 65°C. KOH variations performed at concentration of 0.2 g, 0.3 g, 0.4 g, 0.5 g, 0.6 g, 0.7 g, 0.8 g and 0.9 g. The research indicated that jatropha oil saponification number was 180.455. Analysis by Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GC-MS were obtained oleic methyl ester (Rt 15.45 min and SI 88, linoleic acid methyl ester (Rt 13.250 min and SI 89, 11-octadecanoic methyl ester (Rt 13.333 min and 94 SI and risinoleic methyl ester (Rt 11.383 min and SI 91 as dominant unsaturated fatty acid ester in jatropha oil. Transesterification reaction of jatropha oil in methanol have maximum unsaturated fatty acid content at temperature of 65oC and optimum catalyst concentration of KOH at 0.178 M (0.4 g. Analysis using the American Society for Testing Materials (ASTM method generated pour point value was 8oF, kinematic viscosity was 16.324 cSt, water content was 0.015 %vol, conradson carbon residue was 0.204 %wt. The properties are very closely to diesel oil specifications that can be used as biodiesel.

  18. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  19. Sistem Tebas Bakar dan Pengaruhnya Terhadap Komponen Fisik Kimia Tanah Serta Vegetasi pada Ladang dan Lahan Bera

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendrikus Darwin Beja

    2015-10-01

    Full Text Available Shifting cultivation by slash and burn system is an agricultural activity which is generally done farmers in dry land. Slash-and-burn is practiced by the farmers because it is easy and inexpensive, with aims to improve the content of nutrients in the soil, eradicate weeds, reduce costs, reduce the incidence of pests and diseases and to increase crop production. Land clearing by slash and burn system in a short period of time have a positive impact as the availability of N, P, K, Ca, Mg. However, long periods of slash and burn have negative impact there will be changes in physical and chemical components of soil and change the dominant vegetationin the fields and fallow land. These changes will affect the l evel of productivity of the soil, especially in the land which was done. To reduce the negative impacts, farm management system with slash and burn practices, should be considered with conservation activities, especially from the aspect of land management techniques. Those negative effect might be minimized by arious treatments such as time of burning tehnique, chosen of burned biomass, and time of digged biomass. All those should be supported by a basic information affect of burning to change of physical and chemical soil characteristic at various land cultivation and length of cultivation. Result of study that had been conducted at Pruda village, sub-district of Waiblama, district of Sikka, Propince of Nusa Tenggara Timur showed that total Nitrogen and C organic increased gradually when land has been 3 years fallow. Result of single factor showed that soil aggregation was a ffected significantly by fallow than cultivated land .

  20. Analisis Unjuk Kerja Mesin Diesel Satu Silinder Mengunakan Supercarjer Berbahan Bakar Pertadex dan Campuran Pertadex Biodiesel Biji Bunga Matahari

    OpenAIRE

    Purba, Riki Hendra

    2016-01-01

    Population in the world always increases day to day so that need of fossil fuel increases too. This problem makes us to look for others sources out of fossil. That we can say alternative fuel. The alternative fuels is not only handle about fossil’s crisis but also solves about air polution. The alternative fuels can be found from rubber’s seeds, tobacco’s seeds, palm’s seeds sunflower’s seeds, and etc for diesel engine. In this riset, biodiesel was taken from mixing of sunflowe...

  1. Analisa Performansi Pada Mobil Toyota Fortuner Mesin Diesel Tipe 2KD-FTV VN Turbo Intercooler

    OpenAIRE

    Ginting, Andi Setiawan

    2016-01-01

    Direct Four Stroke Turbo Commonrail Injection yang dikenal dengan D4D merupakan kemajuan teknologi pada industri otomotif khususnya dalam hal penyempurnaan performansi mesin. D4D adalah teknologi pengaturan laju tekanan bahan bakar dari sisi kuantitas dan waktu penyemprotan bahan bakar secara elektronik. Kelebihan yang dimiliki oleh mesin D4D adalah dengan penggunaan sistem commonrail dimana bahan bakar solar akan dihisap oleh pompa bahan bakar melalui saringan bahan bakar agar dapat menghasi...

  2. Analisa Performansi Pada Mobil Toyota Kijang Innova Mesin Diesel Tipe 2KD-FTV

    OpenAIRE

    Hutapea, Chandra M.

    2012-01-01

    Direct Four Stroke Turbo Commonrail Injection yang dikenal dengan D4D merupakan kemajuan teknologi pada industri otomotif khususnya dalam hal penyempurnaan performansi mesin. D4D adalah teknologi pengaturan laju tekanan bahan bakar dari sisi kuantitas dan waktu penyemprotan bahan bakar secara elektronik. Kelebihan yang dimiliki oleh mesin D4D adalah dengan penggunaan sistem commonrail dimana bahan bakar solar akan dihisap oleh pompa bahan bakar melalui saringan bahan bakar agar dapat men...

  3. Karakteristik dan Perilaku Petugas Cleaning Service Mengenai Pengelolaan Limbah Padat Medis Terhadap Risiko Kecelakaan Kerja di RSU Permata Bunda Medan Tahun 2014

    OpenAIRE

    Permata, Reni

    2014-01-01

    The service activities which are performed at RSU Permata Bunda usually prodece infecting waste. The management of medical solid waste done by cleaning service employees is still not in line with the regulation in Kepmenkes RI No. 1204/Menkes/SK/X/2004. The characteristics and behavior consist of age, education, length of service. Work shift, knowledge and attitude, bad action can cause the risk of getting job accidence. The research was analytic with cross sectional design. It was conduct...

  4. Sistem Pengelolaan Limbah Padat Dan Cair pada Pabrik Food Division PT. Charoen Pokphand Indonesia Kawasan Industri Medan (KIM) Mabar, Kecamatan Medan Deli - Sumatera Utara Tahun 2014.

    OpenAIRE

    Noviyanti, Eka

    2015-01-01

    Warning about negative effects that can cause environmental degradation, waste treatment is necessary and required for each industry. If there is no sewagage treatment there will be problems happen such as air pollution, water pollution and soil contamination. This research is conducted by descriptive survey. The purpose of this study was to analyze solid and liquid waste management in Food Division of PT. Charoen Pokphand Indonesia Medan at Industrial Estate Mabar (KIM). The object of res...

  5. Produksi Kompos Yang Dihasilkan Dari Limbah Padat Rumah Tangga Dan Kotoran Ternak Babi Dengan Menggunakan Dan Tidak Menggunakan EM4 Sebagai Aktivator.

    OpenAIRE

    Nainggolan, Juliana Elisabet

    2015-01-01

    Domestic solid waste of Hamlet IV Marindal Village II Deli Serdang Regency such are pig livestock and domestic waste can contaminate the surrounding environment. The animal feces is pungent smelled in this area. Domestic waste can be a vector breeding place. Dried leaves scattered aesthetically unappealing. This research aims to gain an description of the utilization domestic solid waste to be compost by using Effective Microorganisms 4(EM4) as an activator and without activator base on ph...

  6. Studi Perbandingan Campuran Minyak Palm Oil/Palm Stearine/Palm Kernel Oil (%b/%b) Terhadap Keretakan Sabun Mandi Padat

    OpenAIRE

    Taufik, Fauzan

    2012-01-01

    Chemical characteristics like as, Titer Point, Iodine Value, comparison of mixture from various fat or oil is keys parameter to be able to obtain soap with expected quality. Chemical characteristic like point titer is one from so much a lot influence from factors which obliged in making of soap. This study started with process of soap, that soap made through by saponification process between of oil and NaOH with comparison 3 : 1 in a reactor at temperature ± 1250C. Oil which reacted is mixtur...

  7. Pembuatan Paving Block Dengan Menggunakan Limbah Las Karbit Sebagai Bahan Additif Dengan Perekat Limbah Padat Abu Terbang Batubara (Fly Ash) Pltu Labuhan Angin Sibolga

    OpenAIRE

    Muliyasih, Sri

    2011-01-01

    Many kinds of analysis about the utilizing of fly ash and carbide waste for the making of concrete have been conducted. The analysis done here uses the two of waste they are; fly ash and carbide waste mixed with cement, sand, and water to result the product what is called paving block, with the comparison cement :sand :water = 1 : 4 : 0,6. for the use of fly ash 10 % and 20 % of the volume cement, percentage of carbide waste used is started from 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% . The sample of the...

  8. Pemanfaatan Abu Sekam Padi (Rice Husk Ash) Pada Pembuatan Batako Dengan Tambahan Perekat Limbah Padat Abu Terbang Batubara (Fly Ash) Sibolga

    OpenAIRE

    Fahruddin, Muhammad

    2010-01-01

    Many kinds of analysis about the utilizing of fly ash and Rice Husk Ash (RHA) for the making of concrete have been conducted. The analysis done here uses the two of wastes they are; fly ash and RHA mixed with cement, sand, and water to result the product what is called batako, with the comparison cement : sand : water = 1 : 4 : 0,6. For the use of fly ash 20% and 30% of the volume of cement, percentage of RHA used is started from 5%, 10%, 15%, 20% and 25% of the sand volume. The sample of t...

  9. Pengaruh Motivasi Kerja Perawat Outsourcing Terhadap Kualitas Pelayanan Keperawatan Instalasi Rawat Inap Di Rumah Sakit Tembakau Deli Medan Tahun 2009

    OpenAIRE

    Muhammad, Iman

    2011-01-01

    Rumah Sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan secara menyeluruh, merata, terjangkau dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat. Peran strategis ini didapat karena rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang padat modal, padat karya, dan padat teknologi. Selain itu juga harus menerapkan nilai sosial dan etika serta harus...

  10. Pengimbuhan Kunyit dan Seng Oksida dalam Pakan Meningkatkan Kemampuan Ayam Pedaging dalam Mengeliminasi Tantangan Infeksi Escherichia coli (SUPPLEMENTATION CUCURMIN AND ZINC OXIDE INCREASE THE ABILITY OF BROILER CHICKENS IN ELIMINATING ESCHERICHIA COLI CH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sus Derthi Widhyari

    2014-10-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of the feed additive (zinc and herbs in leucocyte profiles,performance, and observe the ability of broiler on E. coli challenge. A total of 160 chickens were dividedinto four groups: Group K-control negativewere given basal diet; Group two were given fed basal, turmeric1.5% + ZnO 180 ppm; Group two were given fed basal, garlic powder 2.5% + Zn0 180 ppm; and group K+ weregiven basal diet and treatment with antibiotics. At the age of three weeks all groups were challenged orallyby inoculation with E.coli at dose of 108CFU/mL. Observed parameters include performance (weight gain,consumption and total leukocytes. Weight gain, consumption were observed at one to five weeks of age,whereas blood samplings for the examination of leukocytes were performed at week three (pre infection,week four and five (one week and two weeks after infection with E.coli. The results showed that thechicken body weight from age one to three weeks was increased sharply. One week after infection weightloss seemed to be decreased. The largest decrease was observed in the group given the combination ofgarlic-Zn, while providing a combination of curcumin-Zn shows that the weight tends to increase. Rationconsumption showed the same pattern as body weight. The highest consumption at the end of the studywas found in the group given the combination of curcumin - Zn, the lowest was in the garlic-Zn. Highleukocyte cells level at one week post infection, showing an animal in a state of infection and the leucocytedecreasing again at two weeks post infection. The conditions indicate the ability of chickens in eliminatinginfectious agents. These results explain the combination of curcumin-Zn showed the best results comparedwith other treatments. Providing supplementation of curcumin - Zn on chicken improved the ability toeliminate E.coli, leukocyte cell profile, and performance.

  11. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Compressed Natural Gas (CNG) Dari Biogas Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 45 Ton Tbs /Jam

    OpenAIRE

    Siregar, Refina Sari

    2011-01-01

    Gas alam terkompresi (Compressed natural gas, CNG) adalah alternatif bahan bakar selain bensin atau solar. Di Indonesia, CNG dikenal sebagai bahan bakar gas (BBG). Bahan bakar ini dianggap lebih bersih bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak karena emisi gas buangnya yang ramah lingkungan. CNG dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4). Komposisi CNG yang terdiri dari metana (CH4) ini dapat diperoleh dari biogas. Biogas dapat dibuat dari limbah organik, salah satunya limbah cair ke...

  12. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Compressed Natural Gas (CNG) Dari Biogas Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 60 Ton TBS /Jam

    OpenAIRE

    Senafati

    2011-01-01

    Gas alam terkompresi (Compressed natural gas, CNG) adalah alternatif bahan bakar selain bensin atau solar. Di Indonesia, CNG dikenal sebagai bahan bakar gas (BBG). Bahan bakar ini dianggap lebih bersih bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak karena emisi gas buangnya yang ramah lingkungan. CNG dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4). Komposisi CNG yang terdiri dari metana (CH4) ini dapat diperoleh dari biogas. Biogas dapat dibuat dari limbah organik, salah satunya limbah cair ke...

  13. RESIDU BAHAN AKTIF ASAP OBAT NYAMUK BAKAR YANG TERBUAT DARI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L. PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahjuni

    2016-03-01

    Mosquito coil made from the leaves legundi (Vitex trifolia L. was burned and the smoke is exposed to male mice (Mus muculus for 20 days (acute exposure. Mice that had been exposed to mosquito coil smoke legundi (Vitex trifolia L. anesthetized with cotton that has been moistened with chlorofom solution, then mice were dissected and their abdominal organs was taken transversely to the lungs. Lungs of mice was macerated with ethanol 96% for 1x24 hours. Then extracted lungs of mice were analyzed by GC-MS. A number of 15 compounds from legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke were identified using GC-MS, including: methenamine; 2-methoxy-4-vinylphenol; 2, 6-dimethoxyphenol; 4-hydroxy-3- methoxy-benzoic acid; 2-methoxy-4-(1-propenyl phenol-E; 5-tert-butylpyrogallol, 1, 3, 7, 7-tetra methylbicycloheptan-2-one, 2, 3, 5, 6-tetrafluoroanisol; diethyl pthalate, 2, 6 - dimethoxy-4-(2-propenyl phenol; N-N-dimethyl methanesulfonamide; 4-hydroxy-3-nitrocoumarin; citenamide; 1- methyl-anthraquinone; and hexamethyilcyclotrisiloxane. Lungs of mice analyzed using GC-MS found a compound of hexamethyilcyclotrisiloxane which was similar to compound observed in legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke.  Keyword : Vitex trifolia L., Mus musculus, gas chromatography-mass spectroscopy (GC-MS

  14. Analisis Pengaruh Fluktuasi Kurs Valuta Asing dan Kebijakan Harga Bahan Bakar Minyak dalam Periode 2000-2008 terhadap Kinerja PT Astra Internasional di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Heykal

    2011-05-01

    Full Text Available The fourth quarter in 2008 is the peak of Global Monetary Crisis, which is the decreasing of liquidity in companies around the world. The crisis also affected towards fluctuation of world petroleum price. Automotive industry in Indonesia was also affected towards cost of foreign exchange fluctuation and petroleum price due to the crisis. PT Astra International, Tbk. is assumed to represent automotive industry in Indonesia. The research is done through literature research and financial and sales report analysis in 2000-2008. The performance reduction is directly connected by the decreasing of earnings, especially in motor vehicle and parts sale in those years and also the increasing of cost of production, due to the increasing of import fee and transportation cost. Foreign exchange fluctuation and petroleum price directly affects the work performance of PT Astra Internasional.

  15. Analisis Pengaruh Fluktuasi Kurs Valuta Asing dan Kebijakan Harga Bahan Bakar Minyak dalam Periode 2000-2008 terhadap Kinerja PT Astra Internasional di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Heykal

    2011-04-01

    reduction is directly connected by the decreasing of earnings, especially in motor vehicle and parts sale in those years and also the increasing of cost of production, due to the increasing of import fee and transportation cost. Foreign exchange fluctuation and petroleum price directly affects the work performance of PT Astra Internasional.

  16. Analisa Efisiensi Kipas dan Simulasi Kecepatan Hidrogen di Dalam Micro Channel Sel Bahan Bakar (Fuel Cell) Polymer Electrolyte Membrane Kapasitas 20W

    OpenAIRE

    Juwirianto

    2015-01-01

    Fossil fuels are resources that produce electricity, power cars, and another equipment. Because of massive usage by human in earth, by the time fossil fuels will completely run out. Before this fossil fuels run out, we shall look for another unlimited alternative fuels. One of those alternative fuels is hydrogen. This study concerned with the Polymer Electrolyte Membrane Fuel Cell. This study will become the first study so there shall be a continuous study of fuel cell. Fuel cell is one of a ...

  17. Penggunaan Arang Cangkang Kelapa Sawit dan MgO untuk Bahan Baku Pembuatan Keramik Berpori yang Digunakan sebagai Filter Gas Buang Kenderaan Berbahan Bakar Bensin

    OpenAIRE

    Hasibuan, Erwinsyah

    2015-01-01

    The fabrication of cordierite ceramic has been done by using the basic material of MgO and palm shell ash. The mixture of the raw material of ceramic (MgO, clay) is in mass percentage. The ingredients are arranged in the packages of the MgO and palm shell using the ratio of 0 : 70, 5 : 65, 10 : 60, 15 : 55, 20 : 50. Then 30% sample mass of clay is added to each sample. Each of the sample mixture is stirred in an adequate water by mixer. After the stirring is homogeneous, it is poured into the...

  18. Pengaruh Magnetasi Bahan Bakar dan Penggunaan Katalitik Terhadap Emisi Gas Buang, Temperatur Air Pendingin dan Oli Pada Mesin Diesel Satu Silinder

    OpenAIRE

    Sinaga, Adi Martuah

    2016-01-01

    The highly emissions produced by diesel engines that adversely impact to the environment is the background for the emergence of this testing. For that, magnetation before fuel enters the combustion chamber and the exhaust catalytic additions become important. The purpose of research to determine the effect magnetation of fuel and catalytic converters to decreased levels of exhaust emissions. Magnetation conducted on channel (hose) of fuel before the fuel enters the combustion chamber and moun...

  19. ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL DARI INVESTASI PENGADAAN TRAY DRYER BERBAHAN BAKAR BIOMASSA PADA USAHA ARANG TEMPURUNG KELAPA BERBASIS EKSPOR (Studi Kasus di Tropica Nucifera Industry – Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fanny Widadie

    2013-11-01

    Full Text Available The purpose of the study is to assess the technical and financial feasibility of procurement investment Tray Dryer fueled biomass to operations of coconut shell charcoal briquette in PT. Tropica Nucifera Industry. The result showed that investment-Tray Dryer on cocnut shell charcoal briquette bussiness was highly feasibile both the technical and financial aspects. The technical aspect was seen that the quantity-production capabilities of coconut shell charcoal briquettes using a dryer-Tray Dryer could be increased 15 percent compared the previous consdition-used of solar energy. While the quality of the charcoal briquettes produced from Tray Dryer was a much butter quality, moisture content (6.39%; ash (2.65%; carbon-bound (85.83%, compared to using sunlight, water content (15.89; ash (2.57% and carbon-bound (77.32%.The financial aspects of procurement Tray Dryer investment that its value was more feasible than previous, nothing Tray Dryer. Coconut shell charcoal briquet enterprises without using Tray Dryer was feasible to be done with NPV 1,058,928.12, IRR 63%, Payback Period 1 year and 9 moths, Net B/C 2.25 and analysis of swicthcing value reached 20 percent. And after the business using Tray Drayer, the financial analysis was much more feasible with NPV 2,285,500,498.12, IRR 113%, Payback Period 11 months, Net B/C 3.5 and analysis of switching value reached 50 percent.

  20. Pemanfaatan Biogas (Gas Methan) Dari Hasil Pengolahan Palm Oil Mill Effluent (Pome) Secara Anaerobic Sebagai Bahan Bakar Unit Oil Refinery Dan Pencegah Pencemaran Lingkungan Di Pt.Multimas Nabati Asahan, Batu Bara

    OpenAIRE

    sitorus, Syaiful bahri

    2016-01-01

    Palm oil production in Indonesia continues to increase, thereby increasing the amount of waste therefore to decimate environmental pollution load in the waste in the processing of palm oil in the palm oil mills in PT.Multimas Nabati Asahan, Batu Bara has made Palm Oil Mill Effluent (POME) by using Anaerobic technology to produce biogas which can be utilized as fuel for burning palm oil mills in the refinery unit Multimas 200 palm oil mills, once the reduced pollutant load will be processed b...

  1. PENGARUH SUHU DAN TEKANAN UDARA MASUK TERHADAP KINERJA MOTOR DIESEL TIPE 4 JA 1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahardjo Tirtoatmodjo

    2000-01-01

    Full Text Available One of the factor that influences optimation of performance of diesel engine is an imperfect combustion in the combustion chamber. To optimize performance of this engine it is necessary to do modification by increasing air temperature and air pressure into combustion chamber. A change of inlet air temperature in the combustion chamber will effect the air density, so will influence the amount of air in the combustion chamber. The increasing air pressure into the combustion chamber will help the mixture to reach its combustion condition faster. So that combustion deceleration, specially in the high rotation speed condition can be avoided. The result of the research showed that the optimal condition can be achieved at the temperature 50°C and the pressure 3 bars. Abstrak in Bahasa Indonesia : Salah satu faktor yang mempengaruhi optimalisasi kinerja pada motor diesel adalah pembakaran kurang sempurna di dalam ruang bakar. Untuk mengoptimalkan kinerja dari motor bakar tersebut dilakukan modifikasi dengan jalan meningkatkan suhu dan tekanan udara masuk ke ruang bakar. Perubahan suhu udara masuk ruang bakar akan berpengaruh terhadap kerapatan udara, sehingga akan mempengaruhi jumlah udara yang masuk ke ruang bakar. Penambahan tekanan pada udara yang masuk ke ruang bakar akan membantu campuran mencapai kondisi pembakaran dengan lebih cepat, sehingga keterlambatan pembakaran, terutama pada kondisi kecepatan putaran yang tinggi dapat dihindari. Hasil penelitian melalui percobaan menunjukkan bahwa kondisi optimal melalui peningkatan suhu dan udara masuk ruang bakar akan dicapai pada 50°C dan tekanan 3 bar. Kata kunci : Modifikasi Motor Diesel

  2. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller Pada Mesin Mobil Mitsubishi Tipe 4G63 Untuk Meminimumkan Emisi Gas Buang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendre Angga Prasetya

    2012-09-01

    Full Text Available Seiring dengan adanya perkembangan sistem otomasi dalam dunia otomotif saat ini. dituntut untuk menghasilkan mesin dengan kadar emisi gas buang yang berada diambang batas kewajaran dan hemat bahan bakar sehingga diperlukan suatu sistem terhadap berbagai macam variabel yang mempengaruhi performansi mesin. Untuk menjaga supaya pemakaian bahan bakar pada kondisi optimal dapat diperoleh dengan cara mengatur waktu injeksi bahan bakar. Sistem waktu injeksi bahan bakar ini dipengaruhi oleh kecepatan mesin dan tekanan pada intake manifold. Dengan adanya pengaturan terhadap waktu injeksi bahan bakar akan meningkatkan efektifitas pembakaran yang secara tidak langsung juga mengurangi kadar emisi pada gas buang pada saat kondisi kecepatan stasioner. Pada tugas akhir ini, akan dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu pengapian dan waktu injeksi yang diterapkan pada sistem pengaturan injeksi bahan bakar yang diaplikasikan pada mesin Mitsubishi 4G63 untuk mengatur waktu injeksi bahan bakar dan waktu pengapian pada saat mesin dalam kecepatan stasioner. Penelitian ini diujikan pada mesin Mitsubshi 4G63 empat silinder sebagai plant dengan kondisi kecepatan stasioner. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller memberikan waktu injeksi  yang tepat pada saat kecepatan stasioner sehingga dapat menmaksimalkan perbandingan rasio udara sebesar 14,7 :1 standar performansi mesin .

  3. MEKANISME PRODUKSI MINYAK SEL TUNGGAL DENGAN SISTEM FERMENTASI PADAT PADA MEDIA ONGGOK-AMPAS TAHU DENGAN MENGGUNAKAN KAPANG ASPERGILLUS TERREUS [The Production Mechanism of Single Cell Oil from Aspergillus terreus in a Solid Fermentation System Using a Mixture of Tapioca and Tofu Waste Media

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tati Sukarti

    2005-04-01

    Full Text Available Fat is an important nutrient for health. Considering the ever-increasing annual demand for cooking oil as a result of the rapid increase in population new sources of poly-unsaturated fats must be searched for.One potential source is the Single Cell Oil (SCO; production of SCO does not require vast areas of land, production time is relatively short and is not affected by enviromental conditions. Moreover, product synthesis and production volume can be easily controlled; Moreover, the tri-acyl-glyceral produced contain essential fatty acids, i.e linoleic and linolenic acid.The objectives of this research was to study the influence of two mold strains of A. terreus and the C/N ratio of the growth medium consisting of cassava atarch and tofu processing waste on SCO production.This research consisted of two parts. The first part was a study on keeping methods of pure cultures of A. terreus, preparation of starter cultures, isolation of mold from the starter culture and preparation of fermentation media. The second part of the research was fermentation of A. terreus strain FNOC 6039 and FNOC 6040 on solid media made of tapioca and tofu waste having C/N ratios of 25/1, 30/1, 35/1, 40/1 and 45/1. Post-fermentation observations on the growth medium slabs consisted of moisture, starch, total sugars and protein content and SCO production.Both strain of A. terreus and C/N ratio affected moisture, starch, total sugars and protein content of the growth media. The A. terreus FNOC 6040 strain growth on a medium with C/N ratio of 45/1 was the most potential oil producer, i.e. 14,63% crude SCO. The oil was brownish yellow in color and has a slightly fishy aroma.

  4. MEKANISME PRODUKSI MINYAK SEL TUNGGAL DENGAN SISTEM FERMENTASI PADAT PADA MEDIA ONGGOK-AMPAS TAHU DENGAN MENGGUNAKAN KAPANG ASPERGILLUS TERREUS [The Production Mechanism of Single Cell Oil from Aspergillus terreus in a Solid Fermentation System Using a Mixture of Tapioca and Tofu Waste Media

    OpenAIRE

    Tati Sukarti; Marleen Herudiyanto; Carmencita Tjahjadi; Debby M Sumanti

    2005-01-01

    Fat is an important nutrient for health. Considering the ever-increasing annual demand for cooking oil as a result of the rapid increase in population new sources of poly-unsaturated fats must be searched for.One potential source is the Single Cell Oil (SCO); production of SCO does not require vast areas of land, production time is relatively short and is not affected by enviromental conditions. Moreover, product synthesis and production volume can be easily controlled; Moreover, the tri-acyl...

  5. KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN DUAL FUEL SYSTEM (LPG-SOLAR) PADA MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    OpenAIRE

    Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo; Dhimas Satriyan Panuntun

    2013-01-01

    Pengembangan bahan bakar alternatif dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), telah menjadi agenda penting  pemerintah. Penggunaan LPG (Liquefied Petrolium Gas) pada mesin diesel kapal nelayan tradisional didasarkan pada keberhasilan penggunaan LPG pada kendaraan-kendaraan darat. Penggunaan LPG pada mesin diesel dilakukan secara dual fuel. Penelitian dual fuel system pada mesin diesel kapal nelayan tradisional bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan baha...

  6. KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN DUAL FUEL SYSTEM (LPG-SOLAR PADA MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Pujo Mulyatno

    2013-06-01

    Full Text Available Pengembangan bahan bakar alternatif dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM, telah menjadi agenda penting  pemerintah. Penggunaan LPG (Liquefied Petrolium Gas pada mesin diesel kapal nelayan tradisional didasarkan pada keberhasilan penggunaan LPG pada kendaraan-kendaraan darat. Penggunaan LPG pada mesin diesel dilakukan secara dual fuel. Penelitian dual fuel system pada mesin diesel kapal nelayan tradisional bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar dual fuel terhadap kinerja mesin dan sistem penggeraknya, meliputi konsumsi bahan bakar, daya, kecepatan kapal, serta efisiensi pada sistem penggerak kapal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan DongFeng ZS-1100 dengan tiga putaran mesin yang berbeda yaitu 1000rpm, 1250 rpm dan 1500 rpm. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan LPG secara dual fuel mampu menggantikan konsumsi solar hingga 71% dari konsumsi solar seluruhnya selama satu jam. Komposisi LPG yang dihasilkan mencapai lebih dari 60%  dari total pemakaian bahan bakar saat dual fuel. Kecepatan dan jarak tempuh saat menggunakan solar seluruhnya mencapai 5% lebih tinggi dibandingkan dual fuel. Daya dan torsi saat menggunakan dual fuel mencapai 9,8 % lebih tinggi dibandingkan solar seluruhnya. Penggunaan dual fuel mampu mengurangi biaya operasional penangkapan ikan hingga 24,6%, namun dengan waktu tempuh 1,3% lebih lama dari solar seluruhnya. Efisiensi propulsi solar seluruhnya 6% lebih besar dibandingkan efisiensi propulsi dual fuel.

  7. Modernitas dan Tragedi: Kritik dalam Sosiologi Humanistis Zygmunt Bauman

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Robertus Robet

    2016-06-01

    Full Text Available Bauman berpandangan bahwa modernitas memiliki dua gejala pokok yakni modernitas padat dan modernitas cair. Dalam modernitas padat masyarakat tumbuh dalam bimbingan ide dan tatanan, sementara dalam modernitas cair masyarakat dan manusia secara paradoksal didikte oleh ilusi mengenai kecepatan dan perubahan yang terus menerus hingga akhirnya kehilangan pendasaran. Dalam membentuk tatanan, modernitas mensyaratkan praktik kategorisasi dan pengadministrasian. Dengan itu modernitas memastikan siapa yang bagian tatanan dan siapa yang bukan bavian dari tatanan. Kategorisasi berimplikasi pada ambivalansi yakni munculnya aktor yang tak terdefinisikan sebagai bagian atau bukan bagian dari kategorisasi dan administrasi itu. Dalam sejarah, mereka yang didefinisikan sebagai bukan bagian adalah mereka yang rentan untuk diekslusikan. Ambivalensi modernitas inilah yang kemudian berujung pada holocaust. Berdasar pengalaman itu, Bauman kemudian mengajak kita untuk bukan hanya memahami sosiologi sebagai ilmu yang memiliki komitmen terhadap kebenaran , tetapi juga ilmu yang menghargai kekayaan dalam pengalaman manusia yang beragam.

  8. Penilaian Teknologi Penolahan Limbah Cair dengan Metode ANP-TOPSIS di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Pabatu

    OpenAIRE

    Emila, Elfa

    2016-01-01

    Pertumbuhan produksi kelapa sawit di Indonesia semakin meningkat dari tahun ketahun. Bertambahnya lahan kelapa sawit maka makin bertambahnya juga pabrik pabrik yang bergerak dalam bidang pengolahan buah kelapa sawit. Dalam pengolahan kelapa sawit, tidak hanya Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO), pabrik kelapa sawit juga menghasilkan limbah yang terdiri dari limbah padat, limbah cair, dan limbah gas. Limbah ini dapat menyebabkan dampak buruk pada lingkungan jika tidak dikelola denga...

  9. Aedes aegypti sebagai Vektor Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Pengamatan di Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Hasyimi

    2012-09-01

    Full Text Available Demam berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Terutama bagi kota-kota besar yang penduduknya padat dan mobilitas tinggi. Nyamuk Aedes aegypti merupakan penyebar utama penyakit ini, di samping Ae. albopictus. Berhubung sampai saat ini penyakit DBD belum ada obatnya dan vaksin untuk pencegahannya maka pemberantasan penyakit DBD ini dipusatkan kepada pengendalian nyamuk penularnya. Metode pengendalian telah dilakukan dengan bermacam-macam cara, baik secar kimiawi maupun bukan kimiawi.

  10. SIMULASI PENGARUH KONSENTRASI BIOMASSA PADA LUMPUR AKTIF TERHADAP PENYISIHAN COD DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

    OpenAIRE

    A. E. Palupi; Nurmuafix Nurmuafix; S. A. Hastono; M. A. Syukur; Widjaja, A; Ali Altway

    2012-01-01

    Proses pengolahan limbah cair dengan bioreaktor membran terendam (BRMt), mempunyai banyak keuntungan dibandingkan proses lumpur aktif konvensional, karena prosesnya lebih sederhana, tidak memerlukan bak sedimentasi sekunder dan kandungan solid dalam efluen (permeat) hampir tidak ada. Dalam proses ini melibatkan tiga fasa yaitu padat (biomassa dan komponen-komponen limbah), cair (air) dan gas (udara untuk aerasi), dimana degradasi biologis yang terjadi sangat dipengaruhi oleh transfer massa li...

  11. Kajian Potensi Kerugian Akibat Penggunaan BBM pada PLTG dan PLTGU di Sistem Jawa Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Nur Imansyah

    2014-03-01

    Full Text Available Dalam pengoperasian sistem tenaga lisrik perlu dilakukan peminimalan biaya operasi atau fuel cost. Tujuannya agar daya beban tetap terpenuhi, sedangkan biaya operasi dapat ditekan.  Faktor yang menjadi pertimbangan dalam meminimalkan biaya operasi adalah harga bahan bakar. Selama ini pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM dalam pengoperasian pembangkit listrik menimbulkan kerugian dari sisi biaya operasi. Hal tersebut dikarenakan potensi gas alam yang dalam penggunaannya lebih efisien dan murah oleh pemerintah Indonesia lebih dikhususkan untuk kebutuhan ekspor. Maka, kajian didalam tugas akhir ini ialah mengenai seberapa besar dampak kerugian penggunaan BBM pada pembangkit listrik. Alasan PLTG dan PLTGU dipilih yaitu karena pembangkit ini memiliki efisiensi thermal yang tinggi, sehingga dapat menggunakan bahan bakar dari berbagai jenis minyak. Dynamic Optimal Power Flow (DOPF dipakai untuk menghitung biaya operasi dengan menggunakan metode Quadratic Programming. DOPF dilakukan dengan menggunakan program Matpower dan software matlab. Sistem yang digunakan yaitu  PLTG dan PLTGU yang beroperasi pada sistem kelistrikan Jawa Bali 500 kV.

  12. Peningkatan Unjuk Kerja Motor Diesel dengan Penambahan Pemanas Solar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Willyanto Anggono

    1999-01-01

    Full Text Available The imperfect combustion process will be a problem in the development effort of diesel engine's performance. Nonhomogen air-fuel mixing process is one of the factors which cause the imperfect combustion. By heating up the diesel fuel up to a certain temperature before it goes through the high pressure injection pump will lower its density and viscosity. Therefore, when injected in the combustion chamber, it will formed smaller droplets of fuel spray which result in a more homogenious air-fuel mixture. Also by using higher temperature will make the diesel fuel easier to ignite in order to compensate the limited time which is available in high speed operating conditions. Diesel fuel heating can improve the combustion process to increase the power and decrease the fuel consumption optimally. Abstract in Bahasa Indonesia : Tidak sempurnanya proses pembakaran merupakan masalah yang akan dijumpai dalam usaha peningkatan kinerja motor diesel. Proses pencampuran udara dan bahan bakar yang kurang baik menjadi salah satu faktor penyebab ketidak sempurnaan tersebut. Dengan melakukan pemanasan terhadap solar sampai temperatur tertentu sebelum masuk ke dalam pompa tekanan tinggi akan menyebabkan penurunan density dan viskositas solar, sehingga bila diinjeksikan ke dalam ruang bakar akan membentuk butiran kabut bahan bakar yang lebih halus yang akan menyebabkan proses pencampuran bahan bakar dan udara menjadi lebih homogen. Disamping itu, dengan temperatur yang lebih tinggi akan membuat solar menjadi lebih mudah terbakar sehingga dapat mengimbangi singkatnya waktu yang tersedia untuk pembakaran pada putaran tinggi. Pemanasan solar dapat dipergunakan sebagai salah satu cara untuk menyempurnakan proses pembakaran sehingga dihasilkan peningkatan daya dan penurunan konsumsi bahan bakar yang optimal. Kata kunci : peningkatan daya, penurunan konsumsi bahan bakar, motor diesel, proses pembakaran

  13. PARAMETER DESIGN PROPELLER KAPAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Ridwan

    2012-04-01

    Full Text Available   Designer propeller kapal harus mempertimbangkan berbagai parameter untuk menghasilkan bentuk, type dan ukuran propeller yang memiliki nilai  efektifitas dan effisiensi propulsi tinggi. Propulsi kapal merupakan faktor yang mendominasi  operasional kapal, karena pemakaian bahan bakar untuk operasional propulsi kapal merupakan 42% dari total cost operasional kapal dan merupakan added value yang akan diperoleh oleh perusahaan pelayaran. Pertimbangan parameter desain propeller argonomis dapat mendukung tujuan di atas sehingga dapat menurunkan pemakaian bahan bakar hingga 20 % saat kapal dioperaionalkan.

  14. STATISTIČKA INTERPRETACIJA SIROVINA ZA CEMENTNU INDUSTRIJU U SPLITU

    OpenAIRE

    Matijaca, Miroslav; Vujec, Slavko

    1990-01-01

    Sve do posljednjih dva desetljeća se cement proizvodio od lapora zvanog tupina s oko 76% CaCOj, koji je idealna smjesa za proizvodnju cementa. Smanjenjem količina ove sirovine, cement se je nastavio proizvoditi miješanjem ostalih članova fliške serije: vapnenaca, lapora, gline, lesa, pješčenjaka i dr. Pri analizi prirodnih materijala utvrđuje se najčešće sadržaj CaCOj, te je stoga od izuzetne važnosti poznavanje korelacijske veze oksida u mineralnoj sirovini. U članku prikazani su rezultati i...

  15. Obrada otpadnih voda od pranja brodova kombinacijom fizičko-kemijskih metoda

    OpenAIRE

    Oreščanin, Višnja; Kollar, Robert; Nađ, Karlo; Lovrenčić Mikelić, Ivanka; Mikulić, Nenad

    2012-01-01

    Radi smanjenja toksičnosti otpadnih voda koje nastaju pranjem brodova premazanih bojama protiv obraštaja primijenjene su tri metode obrade: (1) kemijsko taloženje s pomoću kalcijeva oksida, koagulacija/flokulacija s pomoću željezova klorida (FC) i (3) kombinacija ovih dviju metoda. Sve tri metode dale su zadovoljavajuće rezultate u uklanjanju boje, mutnoće, kroma, željeza, bakra, cinka i olova. Koncentracije teških metala niže od graničnih vrijednosti postignute su nakon tretmana s 1 g CaO il...

  16. Analiza mogućnosti smanjenja emisija čađe i NOx na suvremenim sporohodnim dizelskim dvotaktnim motorima

    OpenAIRE

    SENČIĆ, Tomislav

    2010-01-01

    Smanjenje emisija dušikovih oksida i čađe uz povećanje stupnja djelovanja glavni su ciljevi kod razvoja suvremenih dizelskih motora. Proizvođači velikih brodskih motora razvijaju sustave koji omogućuju veliku fleksibilnost u radu i različite strategije koje omogućuju postizanje spomenutih ciljeva. U tu svrhu se osim mjerenja koriste kompjutorske simulacije. Za proračun tvorbe štetnih tvari najprikladnije su 3D numeričke simulacije. Veliki brodski motor specifičan je zbog svo...

  17. Cirkonijeva keramika u stomatološkoj protetici

    OpenAIRE

    Živko-Babić, Jasenka; Carek, Andreja; Jakovac, Marko

    2005-01-01

    Keramički materijali opravdavaju sve češću uporabu u restauraciji oštećenoga žvačnog sustava. »isti keramički sustavi rabe se u izradbi inleja, krunica i mostova manjih raspona. Cirkonijev dioksid je poznat polimorf. Dodatkom magnezijeva ili itrijeva oksida u određenom postotku, ZrO2 je potpuno ili djelomično stabiliziran i time je omogućena njegova uporaba u stomatološkoj protetici. Tetragonski cirkonski polikristal (TZP) stabiliziran s 3mol% itrija ima izvanredna mehanička i estetska svojst...

  18. Produksi Bioetanol dari Bahan Baku Singkong, Jagung dan Iles-iles :Pengaruh Suhu Fermentasi dan Berat Yeast Saccharomyces cerevisiae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K. Kusmiyati

    2014-12-01

    Full Text Available Kebutuhan bahan bakar di masa sekarang semakin bertambah besar sehingga berdampak pada menipisnya sumber bahan bakar dan meningkatnya polusi udara di lingkungan. Penggunaan bahan bakar alternatif dari sumber non fosil merupakan pilihan terbaik sebagai pengganti bahan bakar fosil. Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif yang tepat digunakan baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang. Bahan baku etanol yang digunakan pada penelitian ini adalah singkong, dan iles-iles.Variabel penelitian yang diamati temperatur fermentasi (30°C; 40°C;­­ 50°C dan komposisi Saccharomyces cerevisiae (2,5 g; 5 g; 10 g; 15 g Proses pembuatan bioetanol terdiri dari hidrolisis enzim yaitun likuifikasi menggunakan a-amylase1,6% v/w (t = 1 jam; T = 95-100°C; pH 6 dan sakarifikasi menggunakan b-amylase 3,2% v/w (t = 4 jam; T = 60°C; pH 5 serta proses fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae ( t = 120 jam; pH 4,5; yeast 5 g. Kadar etanol tertinggi dihasilkan pada temperatur fermentasi 30°C untuk semua bahan baku dengan kadar etanol masing-masing 83,43 g/L untuk singkong,80,77 g/L untuk jagung,dan 79,94 g/L untuk iles-iles. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

  19. Penambahan Urea sebagai Co-Substrat pada Sistem High Rate Algae Reactor (HRAR) untuk Pengolahan Air Limbah Tercemar Minyak Solar

    OpenAIRE

    Ayu Syarifa Darwinastwantya; Agus Slamet; Joni Hermana

    2014-01-01

    Kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia semakin meningkat. Peningkatan tersebut mengakibatkan eksplorasi dan pengolahan secara berlebihan. Eksplorasi dan pengolahan berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan, yaitu limbah. Limbah minyak bumi biasanya langsung dibuang ke lingkungan yang dapat menyebakan pencemaran lingkungan, misalnya air. Pengolahan limbah menggunakan alga dapat digunakan sebagai pengolahan lanjutan tanpa menimbulkan polusi tambahan. Penelitian ini bertujuan u...

  20. Pengaruh Temperatur, Massa Zink, Substrat Dan Waktu Tahan Terhadap Struktur Dan Morfologi Zno Hasil Sintesis Dengan Metode Chemical Vapour Transport (CVT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arisela Distyawan

    2013-09-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Material Zink Oksida (ZnO telah berhasil disintesis menggunakan metode Chemical Vapour Transport dengan bahan dasar prekursor berupa serbuk Zn yang dipanaskan hingga mencapai temperatur uap dalam furnace horisontal. Adapun variasi yang diberikan dalam penelitian adalah berupa temperatur pemanasan (850, 900, dan 950oC, massa prekursor Zn (0,15, 0,25, dan 0,35g, lama waktu sputtering substrat (90 dan 180 detik, dan waktu tahan khusus untuk mengetahui initial growth ZnO (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Pembentukan Zink Oksida (ZnO dikonfirmasi melalui data X-RD, dimana telah terbentuk material ZnO dengan struktur hexagonal wurtzite. Berdarsarkan data XRD juga diketahui ukuran kristal pada sampel sputtering 90 detik mengalami penurunan bersamaan penambahan massa Zn. Dari hasil pengamatan SEM didapatkan bahwa morfologi permukaan lapisan tipis ZnO terdiri dari berbagai macam bentuk berupa nanoparticle, nanowires, nanorods, dan nanotetrapod. Lapisan Zno paling tebal sebesar ±350 nm pada sampel 950oC-0,15g sputter 90 detik. Semakin tinggi temperatur operasi berdampak peningkatan ukuran partikel. Pengujian FTIR turut menguatkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan substrat Alumina. Hal ini didasarkan terjadinya penyerapan vibrasi yang membentuk lekukan pada kisaran area 509 cm-1 dari masing-masing sampel.

  1. SEASONAL ABUNDANCE OF ADULT AND IMMATURE AEDES AEGYPTI (L.) IN JAKARTA

    OpenAIRE

    M. J. Nelson; Salim Usman; C. P. Pant; Self, L. S.

    2012-01-01

    Dari bulan Mei 1973 sampai bulan Juni 1974 telah dilakukan pengamatan nyamuk Aedes aegypti stadium dewasa dan larva di keempat daerah kota yang berpenduduk padat di Jakarta Raya. Pengamatan dikerjakan 2 kali dalam satu bulan Daya tarik nyamuk terhadap manusia rata-rata 1.2 induk betina dan 1.6 untuk nyamuk jantan tiap orang tiap jam. Dalam 100 rumah diketemukan rata-rata 180 buah bejana berisi air, dimana 58 buah positif; Container index (persentasi bejana yang tositif) 32 persen House index ...

  2. Analisa Penerapan Sistem Hybrid Pada Kapal KPC-28 Dengan Kombinasi Diesel Engine dan Motor Listrik Yang Disuplai Dengan Batterai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tangguh Tangguh Bimantoro

    2014-03-01

    Full Text Available Teknologi Hybrid System Vessel akhir-akhir ini sedang menjadi bahasan yang sering dibicarakan di dunia pendidikan dan teknologi permesinan. Teknologi Hybrid System Vessel yang dimaksud adalah kapal yang berjalan dengan dua sumber tenaga, mesin yang bekerja dengan sumber tenaga bahan bakar dan motor listrik yang bekerja dengan sumber tenaga listrik. Oleh karena adanya permasalahan tersebut maka dikembangkanlah konsep system hybrid pada kapal.Hybrid ini mengacu teknologi pada mobil hybrid yang sudah dikembangkan sekarang, tujuan dari hybrid ini adalah sebagai penghematan BBM dan juga sebagai pereduksi emisi di system permesinan kapal.Penelitian ini menggunakan simulasi dengan software Maxsurf, kemudian dilakukan dengan metode perhitungan manual yang nantinya digunakan untuk menentukan jumlah batterai yang dibutuhkan pada penggerak motor induksi. Hasil dari penelitian ini berupa desain  Hybrid System kapal KPC – 28, serta hasil analisa Hybrid System di kapal apakah memberikan effisiensi bahan bakar yang cukup hemat dengan tanpa menggunakan Hybrid System pada mesin kapal tersebut.

  3. APLIKASI GEOLISTRIK 3-DIMENSI UNTUK MENGETAHUI SEBARAN LIMBAH RCO (RUBBER COMPOUND OILS DI KABUPATEN KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    FV Daraninggar

    2014-11-01

    Full Text Available Teknologi pengolahan limbah ban karet bekas hingga menghasilkan minyak bakar RCO (Rubber Compound Oils merupakan solusi menumpuknya ban bekas tidak terpakai. Namun limbah pembuatan minyak bakar RCO yang dibuang langsung berakibat pada pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai resistivitas dan pola sebaran 3-dimensi limbah industri RCO di daerah pabrik pengolahan ban bekas Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Pengambilan data menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner dengan spasi antar elektroda lima meter. Data nilai resistivitas limbah industri minyak bakar RCO diolah menggunakan software IPI2Win, kemudian distribusi resistivitas digambarkan dalam bentuk 3-dimensi menggunakan software Res2dinv, Res3dinv, Slicer Dicer. Hasil interpretasi 3-dimensi menyimpulkan bahwa limbah industri minyak bakar RCO telah menyebar lebih dari 43,75 meter ke arah timur pabrik, lebih dari 20 meter ke arah utara dan kedalaman lebih dari 12 meter dengan nilai resistivitas 11-20 ohm.m. Limbah diduga tersebar pada lapisan tanah dengan struktur batuan lempung dan pasir. {0>Teknologi pengolahan limbah ban karet bekas hingga menghasilkan minyak bakar RCO (Rubber Compound Oils merupakan solusi menumpuknya ban bekas tidak terpakai.<}0{>Waste treatment technology of used rubber tires to produce RCO (Rubber Compound Oils fuel oil is a solution of the accumulatoin of abandoned used tires.<0} {0>Namun limbah pembuatan minyak bakar RCO yang dibuang langsung berakibat pada pencemaran lingkungan.<}0{>However, the oil conversion of dumped RCO wastes might cause environmental pollution.<0} {0>Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai resistivitas dan pola sebaran 3-dimensi limbah industri RCO di daerah pabrik pengolahan ban bekas Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.<}0{>The purpose of this study was to determine the resistivity value and the pattern of 3D distribution of industrial RCO wastes in a treatment plant, subdistrict

  4. THE INSECT GROWTH REGULATOR, TRIFLUMURON (OMS-2015 AGAINST AEDES AEGYPTI IN JAKARTA, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Soekirno

    2012-09-01

    Full Text Available Uji laboratorium dan lapangan dengan IGR Triflumuron (OMS-2015 terhadap larva nyamuk Aedes aegypti telah dilakukan di Jakarta. Uji laboratorium dilakukan dengan 6 variasi dosis, yaitu 0,004; 0,011; 0,034; 0,10; 0,33 dan 1,0 ppm Triflumuron terhadap perkembangan larva nyamuk Ae. aegypti di dalam tempayan. Dari uji laboratorium dapat diketahui bahwa Triflumuron dengan dosis 0,004 ppm dapat menekan perkembangan pupa untuk menjadi dewasa dalam waktu 2 minggu, sedangkan dosis 0,10 ppm menekan padat populasi nyamuk Ae. aegypti selama 4 minggu dan dosis 1,0 ppm menekan padat populasi nyamuk Ae. aegypti selama 8 minggu. Uji lapangan dengan menggunakan Triflumuron di daerah pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, seluas 27 hektar dengan dua kali perlakuan, dengan dosis 0,042 dan 0,075 ppm, terjadi penurunan populasi nyamuk Ae. aegypti dewasa dan indeks pupa menjadi 0 dalam 4 hari setelah perlakuan. Penurunan populasi nyamuk Ae. aegypti dewasa terlihat setelah 2 minggu se­sudah perlakuan dengan tidak berhasilnya larva/pupa menjadi nyamuk dewasa. 

  5. KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI GLISEROL DAN ASAM ASETAT MENJADI TRIACETIN MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT

    OpenAIRE

    Hantoro Satriadi

    2015-01-01

    Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar diesel. Gliserol merupakan produk dengan produksi biodiesel dari reaksi transesterifikasi. Gliserol saat diesterifikasi dengan asam asetat untuk membentuk triacetin. Kegunaan triacetin sangat baik untuk makanan dan non makanan. Untuk bahan makanan, triacetin dapat digunakan sebagai bahan aroma dalam permen, minuman dari susu, minuman ringan dan permen karet. Adapun non-makanan dapat digunakan untuk...

  6. Pengujian Performansi Motor Diesel Dengan Biodiesel Dari Minyak Jarak Pagar

    OpenAIRE

    Hutagalung, Adrian Bismarck

    2009-01-01

    Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang dapat diperbaharui dan ramah terhadap lingkungan. Pengolahan biodiesel dapat dilakukan dengan proses esterifikasi dan transterifikasi. Pengujian prestasi dan emisi gas buang dilakukan pada motor diesel 4-langkah 4-silinder ( TecQuipment type. TD4A 001 ) tanpa melakukan modifikasi. Campuran bahan bakar antara solar dan biodiesel divariasikan pada kandungan biodiesel 20% dan 10%. Perubahan putaran poros dari 1000, 1400, 1800, 2200, 2600 dan ...

  7. The Myth and Reality of Rukiye Hanim in the Context of Turkish Malay Relations (1864-1904)

    OpenAIRE

    Mehmet Ozay; Ekrem Saltık

    2015-01-01

    The present article investigates the identity, partial biography, and relations of Rukiye Hanim. She is recognized as the grandmother of three significant families who have been playing distinguished roles in politics and academics in Malaysia. Rukiye Hanim with her sister Hatice Hanim are believed to have been presented as concubines by Babussaade, the Palace in Constantinople, to Sultan Abu Bakar of Johor in the closing decades of the 19th century. It is significant here to pin down that th...

  8. SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK MIKROALGA Chlorella vulgaris DENGAN REAKSI TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS KOH

    OpenAIRE

    Catur Rini Widyastuti; Ayu Candra Dewi

    2014-01-01

    Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang dianggap mampu menjawab permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak. Biodiesel dapat disintesis dari minyak nabati melalui reaksi transesterifikasi. Sumber minyak nabati yang potensial adalah mikroalga yang memiliki produktifitas minyak yang lebih tinggi per satuan luas lahan yang digunakan jika dibandingkan dengan tanaman darat. Mikroalga jenis Chlorella sp diketahui mengandung komponen lipid cukup tinggi yaitu sebesar 14-22%. Langkah-lang...

  9. Pra-Rancangan Pabrik Pembuatan dan Pencairan Biogas dari Limbah Cair Kelapa Sawit dengan Kapasitas 6.187,5 m3/Tahun

    OpenAIRE

    Rahmadani, Apriana

    2010-01-01

    Biogas cair sebagai alternatif pengganti bahan bakar, terutama liquidified natural gas, sangat menjanjikan dalam mengatasi krisis energi yang terjadi saat ini. Dalam skala perdagangan nasional dan internasional biogas cair merupakan salah satu komoditas ekonomi yang meningkat jumlah permintaannya dari tahun ke tahun. Pembuatan biogas cair menggunakan bahan baku limbah cair kelapa sawit karena selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan juga dapat bernilai ekonomis. Biogas cair berbahan b...

  10. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas dan Pupuk Cair dari Pengolahan Limbah Cair Kelapa Menggunakan Konsep Zero Emisi dengan Kapasitas 60 ton TBS/jam

    OpenAIRE

    Vincent, Michael

    2013-01-01

    Palm Oill Mill Effluent (POME) merupakan hasil buangan limbah cair kelapa sawit yang mempunyai kandungan senyawa glukosa, protein dan karbohidrat tinggi dan apabila diolah dengan baik maka dapat menghasilkan biogas dan pupuk cair. Biogas ini selanjutnya akan mengalami proses purifikasi sebelum disintesa menjadi senyawa kimia baru yang secara luas dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Selama ini biogas dikenal hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar keperluan rumah tangga khususnya untuk memasak ...

  11. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas Dari Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sistem Recycle Menjadi Energi Listrik Untuk Kapasitas 45 Ton TBS/Jam

    OpenAIRE

    Rosdi, Febriansyah Ansari

    2011-01-01

    Palm Oill Mill Effluent (POME) merupakan hasil buangan limbah cair kelapa sawit yang mempunyai kandungan senyawa glukosa, protein dan karbohidrat tinggi dan apabila diolah dengan baik maka dapat menghasilkan Biogas. Biogas ini selanjutnya akan mengalami proses purifikasi sebelum disintesa menjadi senyawa kimia baru yang secara luas dibutuhkan dalam kehidupan manusia, Selama ini biogas dikenal hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar keperluan rumah tangga khususnya untuk memasak saja, padahal b...

  12. Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Biogas Dari Hasil Fermentasi Thermofilik Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Sistem Recycle Menjadi Energi Listrik Untuk Kapasitas 60 Ton TBS/Jam

    OpenAIRE

    Desriandy, Vandi

    2011-01-01

    Palm Oill Mill Effluent (POME) merupakan hasil buangan limbah cair kelapa sawit yang mempunyai kandungan senyawa glukosa, protein dan karbohidrat tinggi dan apabila diolah dengan baik maka dapat menghasilkan Biogas. Biogas ini selanjutnya akan mengalami proses purifikasi sebelum disintesa menjadi senyawa kimia baru yang secara luas dibutuhkan dalam kehidupan manusia, Selama ini biogas dikenal hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar keperluan rumah tangga khususnya untuk memasak saja, padahal b...

  13. Views of Teachers, Administrators and Supervisors Regarding the Technological Leadership Standards for Administrators

    OpenAIRE

    Hacıfazlıoğlu, Özge; Karadeniz, Şirin; Dalgıç, Gülay

    2010-01-01

    Background. As the demand for building more effective and efficient learning communities is growing, the need for the school administrators who are aware of their instrumental roles in using and implementing technology has increased considerably (Afshari, Bakar, Luan, Samah & Fooi, 2009; Akbaba-Altun & Gürer, 2008; Yalın, Karadeniz & Şahin, 2007; Anderson & Dexter, 2005). Moreover, with the integration of technology into education, the administrators have been ...

  14. Analiza bronce voltametrijom mikrokristala i tankoslojnom kromatografijom

    OpenAIRE

    Komorsky-Lovrić, Šebojka; Horvat, Alka J.M.; Ivanković, Danijela

    2006-01-01

    Određeni su korozijski potencijali pet uzoraka bronci različitoga sastava i potencijali oksidacije njihovih glavnih sastojaka. Kromatografskom je analizom dokazano da su produkti elektrokemijske oksidacije bronce ioni kositra, bakra, olova i nikla. Pokazano je da se kod malog napona u dvoelektrodnoj elektrokemijskoj ćeliji pretežito oksidira kositar, dok se bakar znatnije oksidira tek kod napona većih od 8 V.

  15. Sección Lecturas

    OpenAIRE

    Stanganelli, Isabel Cecilia; Fraquelli, María Agustina; Cárdenas, Emilio J.; Morgante, Martín Adolfo; Simonoff, Alejandro César

    2001-01-01

    Esta sección contiene reseñas de los siguientes libros: * Clemens, Jr., Walter. Dynamics of International Relations: conflict and mutual gain in an era of global independence. Boston, Rowman & Littlefield Publishers, 1999. * Dahl, Robert. La democracia. Una guía para los ciudadanos. Buenos Aires, Taurus, 1999. * Silva Ilha, Adair da y Ventura, Deisy. O Mercosul em movimiento II. Santa María, Livraria do Advogado, 1999. * Bakar, Osman. Islam and civilizational dialogue. The qu...

  16. STUDI PERANCANGAN KAPAL WISATA TRIMARAN HYBRID UNTUK PERAIRAN KEPULAUAN KARIMUNJAWA

    OpenAIRE

    Untung Budiarto; Eko Sasmito Hadi; Natanael Martian Dwi Sunarto

    2014-01-01

    Kegiatan pariwisata di Karimunjawa yang mulai meningkat harus didukung dengan fasilitas transportasi laut yang memadai. Sedangkan  ketersediaan energi fosil yang kian menipis, membuat harga bahan bakar fosil terus merangkak naik. Karena itu muncul ide untuk merancang  kapal yang dapat menggabungkan dua sumber energi yang berbeda, yaitu mesin diesel dan solar cell. Kapal yang seperti ini disebut dengan kapal hybrid. Dalam penilitian ini, fungsi utama kapal yang akan dirancang harus memperhitun...

  17. Characterization of rice bran wax policosanol and its nanoemulsion formulation

    OpenAIRE

    Ishaka A; Umar Imam M; Mahamud R; Zuki ABZ; Maznah I

    2014-01-01

    Aminu Ishaka,1,2 Mustapha Umar Imam,1 Rozi Mahamud,3 Abu Bakar Zakaria Zuki,4 Ismail Maznah1 1Laboratory of Molecular Biomedicine, Institute of Bioscience, University Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia; 2Department of Medical Biochemistry, College of Health Sciences, Usmanu Danfodiyo University, Sokoto, Nigeria; 3Faculty of Medicine and Health Sciences, 4Faculty of Veterinary Medicine, University Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia Abstract: Policosanol, a mixture of long-ch...

  18. PARAMETER DESIGN PROPELLER KAPAL

    OpenAIRE

    Muhammad Ridwan; - Sulaiman

    2012-01-01

      Designer propeller kapal harus mempertimbangkan berbagai parameter untuk menghasilkan bentuk, type dan ukuran propeller yang memiliki nilai  efektifitas dan effisiensi propulsi tinggi. Propulsi kapal merupakan faktor yang mendominasi  operasional kapal, karena pemakaian bahan bakar untuk operasional propulsi kapal merupakan 42% dari total cost operasional kapal dan merupakan added value yang akan diperoleh oleh perusahaan pelayaran. Pertimbangan parameter desain propeller arg...

  19. Traction Control pada Parallel Hybrid Electric Vehicle (HEV dengan Menggunakan Metode Kontrol Neuro-Fuzzy Prediktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Prasetyo Wibowo

    2014-03-01

    Full Text Available Penggunaan bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor yang semakin meningkat menyebabkan semakin menurunnya stok bahan bakar minyak di dunia. Hal ini menyebabkan terjadinya krisis energi di dunia.Selainitu, semakin banyaknya penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor menyebabkan semakin meningkatnya polusi udara. Polusi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor akan menyebabkan global warming sehingga suhu di atmosfer bumi akan meningkat. Dalam upaya menanggulangi krisis energi dan bahaya global warming yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, maka diciptakan suatu kendaraan alternatif yang hemat energi dan ramah lingkungan yang disebut Hybrid Electric Vehicle (HEV. HEV merupakan suatu kendaraan yang menggunakan Internal Combustion Engine (ICE dan motor listrik sebagai motor penggeraknya. Salah satu permasalahan yang masih terjadi pada HEV yaitu akselerasi. Kontroler Neuro-Fuzzy Prediktif digunakan untuk mengatur kecepatan motor DC ketika proses akselerasi HEV. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan respon kecepatan HEV dapat mencapai model referensi yang diberikan pada t = 0,051 s sehingga dapat disimpulkan kontroler Neuro-Fuzzy Prediktif dapat mempercepat akselerasi pada HEV.

  20. KONVERSI KATALITIK MINYAK SAWIT UNTUK MENGHASILKAN BIOFUEL MENGGUNAKAN SILIKA ALUMINA DAN HZSM-5 SINTESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjannah Nurjannah

    2012-02-01

    Full Text Available Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi terbarukan yang berasal dari alam dan dapat diperbaharui. Penggunaan bahan bakar minyak bumi, baik dari penggunaan berupa alat transportasi maupun dari penggunaan oleh industri sangat mencemari lingkungan karena tingkat polusi yang ditimbulkan sangat tinggi sehingga perlu mencari bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar gasoline, solar, dan kerosene dari minyak nabati. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu sintesa katalis dan proses katalitik cracking. Silika alumina disintesa menggunakan metode Latourette dan HZSM-5 disintesa menggunakan metode Plank. Hasil sintesa dikarakterisasi dengan Penyerapan Spektroskopi Atomis (AAS menunjukkan bahwa silika alumina dan HZSM-5 mempunyai Si/Al 198 dan 243. Luas permukaan  silika alumina dan HZSM-5 diperoleh dari analisa Brunauer Emmet Teller (BET yaitu 149,91-213,35 m2.g-1 dan ukuran pori rata-rata adalah 13oA. Perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed pada temperatur 350-500°C dan laju alir gas N2 100-160 ml.min-1 selama 120 min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang diperoleh untuk katalis HZSM-5 fraksi gasoline dengan yield tertinggi 28,87%, kerosene 16,70%, dan diesel 12,20%  pada suhu reaktor 4500C dan laju gas N2 100 ml/menit.

  1. PENGARUH PENGGUNAAN ENERGY SAVING DEVICE PADA PROPELLER B4 55 DENGAN METODE CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Trimulyono

    2013-10-01

    Full Text Available Tingginya harga bahan bakar semakin mendorong pelaku industri khususnya pemilik kapal melakukan penghematan konsumsi bahan bakar dan cara yang cukup efektif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar tersebut adalah dengan menambah instalasi alat yang disebut Energy Saving Device (ESD pada propeller dengan tujuan meningkatkan efisiensi propulsi.   Beberapa desain  ESD propeller yang telah dikembangkan yakni Ducted Propellers (Kort Nozzel propeller, dan Propeller Boss Cap Fins (PBCF. Perbedaan jenis Energy Saving Device (ESD mengindikasikan perubahan gaya torque dan thrust yang berbeda sehingga penulis disini ingin menganalisa pengaruh instalasi Energy Saving Device (ESD  pada propeller terhadap torque dan thrust yang dihasilkan sehingga dapat diketahui jenis ESD dengan performa paling optimal dengan bantuan paket program CAD (Computer Aided Design serta CFD (Computational Fluid Dynamics. Hasil analisa dengan menggunakan RANS software CFD menunjukkan akibat penambahan instalasi Energy Saving Device (ESD  pada propeller, terjadi perubahan bentuk aliran fluida, yang berpengaruh pula terhadap nilai thrust dan torque yang dihasilkan. Gaya thrust yang terjadi pada pada PBCF Propeller adalah sebesar 8.70E+05 N, dengan Torque 7.18E+05, sedangkan thrust pada Nozzle Propeller adalah sebesar 1.18E+06 dengan Torque 9.86E+05

  2. Sol-gel sinteza i magnetne osobine nanočestičnog hematita / Sol-gel synthesis and magnetic properties of hematite (α-Fe2O3 nanoparticles

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Marin M. Tadić

    2010-07-01

    Full Text Available U radu je prikazano istraživanje magnetnih karakteristika nanočestičnog feri-oksida, α-Fe2O3 (hematita, koji ispoljava superparamagnetne karakteristike tj. superparamagnetizam. Prikazano je nanočestično ponašanje uzoraka, upoređene su karakteristike nanočestičnog materijala sa materijalom visokog kristaliniteta i prikazan je uticaj veličine nanočestica na magnetne karakteristike. / In this work the results of an investigation on hematite (α-Fe2O3 nanoparticles magnetic properties, which show superparamagnetic behavior i. e. superparamagnetism, have been presented. Hematite nanoparticles behavior and nanoparticles size influence on magnetic properties have been presented. Hematite nanoparticles properties have been compared with a high cristallinity hematite sample.

  3. Residential Density, Parents’ Sexual Activity and Teenage Sexual Behavior in Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luluk Rosida

    2016-02-01

    dengan aktivitas seksual sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepadatan hunian, aktivitas seksual orangtua, dan efeknya terhadap perilaku seksual remaja di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan mewawancarai 268 keluarga yang memiliki anak remaja yang dipilih secara acak di daerah kumuh perkotaan dan daerah pedesaan pada bulan Maret – Mei 2015. Analisis data dilakukan menggunakan uji kai kuadrat dan regresi-cox multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua yang tinggal di hunian padat memiliki risiko dua kali lebih besar untuk melakukan aktivitas seksual yang berdampak negatif bagi anaknya. Aktivitas seksual orangtua tidak berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja. Faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku seksual berisiko pada remaja adalah jenis kelamin laki-laki, sikap negatif, dan pengaruh teman sebaya. Dinas kesehatan dan puskesmas agar terus meningkatkan program penyuluhan remaja dan melatih konselor teman sebaya. Kegiatan yang selama ini telah dilakukan di sekolah sebaiknya diperluas pada daerah berisiko seperti daerah kumuh perkotaan dengan kepadatan hunian yang tinggi.

  4. SEASONAL ABUNDANCE OF ADULT AND IMMATURE AEDES AEGYPTI (L. IN JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. J. Nelson

    2012-09-01

    Full Text Available Dari bulan Mei 1973 sampai bulan Juni 1974 telah dilakukan pengamatan nyamuk Aedes aegypti stadium dewasa dan larva di keempat daerah kota yang berpenduduk padat di Jakarta Raya. Pengamatan dikerjakan 2 kali dalam satu bulan Daya tarik nyamuk terhadap manusia rata-rata 1.2 induk betina dan 1.6 untuk nyamuk jantan tiap orang tiap jam. Dalam 100 rumah diketemukan rata-rata 180 buah bejana berisi air, dimana 58 buah positif; Container index (persentasi bejana yang tositif 32 persen House index (persentasi rumah yang positif adalah 47 persen dan Breteau index jumlah bejana positif dalam 100 rumah adalah 58. Kepadatan nyamuk baik larva maupun dewasa rata-rata hampir sama sepanjang tahun, (tidak ada perbedaan pada musim hujan dan musim panas, temperatur dan kelembaban juga rata-rata hampir sama sepanjang tahun. hampir semua tempat perindukan terdapat didalam rumah, hingga sedikit sekali bejana diluar rumah yang terisi oleh air hujan dalam musim hujan.

  5. A GROUND COLD AEROSOL TRIAL OF OMS- 33 AND OMS - 1197 AGAINST AEDES AEGYPTI IN JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. G. Seregeg

    2012-09-01

    Full Text Available Suatu uji coba lapangan penggunaan dua macam insektisida pekat, yaitu OMS—33 (propoxur dan OMS—1197 (chlorphoxim, menggunakan Fontan R—12, telah dilakukan dalam suatu permukiman yang padat penduduknya di Kampung Ambon, Jakarta Timur. Rata-rata penggunaan OMS—33 sebanyak 16,5 ml per rumah atau 677 ml per ha. Rata-rata penggunaan OMS—1197 sebanyak 17,8 ml per rumah atau 600 ml per ha. Di daerah yang disemprot dengan OMS—33, kerapatan Aedes aegypti kembali seperti keadaan sebelum disemprot setelah 7 hari sejak saat penyemprotan. Di daerah yang disemprot dengan OMS—1197, nyamuk tidak berhasil ditemukan dalam waktu 10 hari sesudah penyemprotan dan kera­patan yang rendah berlangsung terus selama sebulan , saat diakhirinya penelitian ini.

  6. EFEK EKSTRAK DAUN KEMBANG BULAN (Tithonia diversifolia A. Gray. TERHADAP Candida albicans SERTA PROFIL KROMATOGRAFINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asri Sulistijowati S.

    2012-10-01

    Full Text Available Uji mikrobiologi dilakukan terhadap ekstrak petroleum eter, fraksi etil asetat, fraksi air, dan ekstrak air pada media pertumbuhan C. Albicans (Sabouraud dengan metode dilusi padat. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 40% dan 80%. Pengamatan dilakukan 24 jam setelah penanaman. Secara kualitatif, pada konsentrasi 80% ekstrak petroleum eter dan fraksi etil asetat menghambat secara nyata, sedangkan pada konsentrasi 40% terjadi pengurangan kepadatan pertumbuhan (dibandingkan dengan kontrol. Fraksi air dan ekstrak air tidak menghambat pertumbuhan C. albicans. Pemeriksaan golongan kimia tanaman dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis yang menggunakan berbagai variasi komposisi pelarut dan pereaksi wama. Hasil pemeriksaan golongan kimia tanaman menunjukan bahwa Kembang Bulan mengandung sedikitnya 12 senyawa terpenoid, 14 senyawa flavonoid, dan gula. Daun dengan metode kromatografi lapis tipis, tak terdeteksi adanya alkaloid dan triterpenoid.

  7. Pemanfaatan Bentonit Dan Karbon Sebagai Support Katalis NiO-MgO Pada Hidrogenasi Gliserol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferlyna Sari

    2014-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya produksi biodiesel maka gliserol kasar yang merupakan produk samping dari reaksi transesterifikasi dari minyak nabati juga semakin besar. Salah satu cara yang dikembangkan untuk memanfaatkan gliserol adalah dengan mengubahnya menjadi propilen glikol (1,2-propanadiol melalui proses hidrogenasi menggunakan katalis heterogen (padat. Dalam penelitian ini digunakan katalis padat NiO-MgO dengan support bentonit dan karbn aktif dalam hidrogenasi gliserol untuk mengetahui pengaruh jumlah katalis, berat promote terhadap bentonit atau karbon, suhu, serta waktu reaksi terhadap besarnya konversi gliserol dan yield propilen glikol yang dihasilkan. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan, yaitu preparasi katalis dan pembuatan propilen glikol. Preparasi katalis dilakukan melalui proses impregnasi dan kalsinasi. Kemudian dilakukan proses pembuatan propilen glikol di dalam reaktor batch berpengaduk dengan berat katalis, berat promoter terhadap bentonit dan karbon aktif, suhu, serta waktu reaksi sesuai variabel. Produk hasil proses hidrogenasi dipisahkan dari katalis, lalu menganalisa kadar gliserol sisa dengan menggunakan metode titrimetri dan propilen glikol terbentuk menggunakan analisa gas chromatography (GC. Konversi gliserol terbaik pada proses hidrogenasi gliserol menjadi propylene glycol dengan katalis NiO-MgO/Bentonit dan NiO-MgO/Karbon masing-masing sebesar 50,419% dan 52,882% pada kondisi suhu 200°C, tekanan 200 psi dengan 20% berat promote terhadap katalis dan 7%berat katalis selama 2 jam. Yield propylene glycol terbaik dengan menggunakan katalis NiO-MgO/Bentonit sebesar 8,1848% pada kondisi suhu 220°C dengan 10% berat promote terhadap katalis dan 7%berat katalis selama 3 jam, sedangkan pada katalis NiO-MgO/Karbon diperoleh yield terbaik sebesar 7,2607% pada kondisi suhu 200°C dengan 5% berat promote terhadap katalis dan 7%berat katalis selama 3 jam.

  8. SEPARACIJA OTPADNIH TISKANIH PLOČICA U ELEKTROSTATIČKOM SEPARATORU

    OpenAIRE

    Fuk, Branimir

    2012-01-01

    Tiskane pločice iz elektroničkog otpada važan su izvor plemenitih metala u recikliranju. Najveći izazov je osloboditi i odvojiti korisnu komponentu; tanki film koji sadrži bakar, cink, kositar, olovo i plemenite metale poput srebra, zlata i paladija od nekorisne komponente; polimera, keramike i staklenih vlakana. U radu su prikazani rezultati separiranja usitnjenih tiskanih pločica iz TV aparati u elektrostatičkom separatoru. Testiranje je provedeno sa materijalom klasa 2/1 i 1/0.5 mm u labor...

  9. Kesalahan Berbahasa Sunda pada Siswa Dwibahasawan di SLTP Taruna Bakti Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juanda

    2010-06-01

    Full Text Available The aim of this research is to investigate written Sundanese errors made by pupils of SLTP Taruna Bakti Bandung. The results show that four types of errors were detected: phonological, morphological, syntactic, and lexical. The phonological errors are close related to such phonemes as /a/ and /u/, /d/ and /y/, /d/ and /r/, /e/, and /a/, /o/ and /u/. The morphological errors include types of lexical errors include the use of loan words or borrowing sich as antusias, bakar, cermin, dalam, gorok, hilang, jatuh, kupas, lestari, madu, pecah, runcing, serius, tinggi, untuk, and wajah.

  10. Katalitička oksidacija fenola uz zeolitni katalizator Cu/Y-5: 2. dio: Utjecaj postsintetske termičke i kemijske obrade

    OpenAIRE

    Maduna Valkaj, K.; Mandić, V.; Katovic, A.

    2015-01-01

    Katalitička oksidacija zagađivala organskog podrijetla vodikovim peroksidom u vodenom mediju, poznata kao metoda CWPO (eng. Catalytic Wet Peroxide Oxidation), jedan je od postupaka kojim je moguće postići smanjenje organskog opterećenja otpadnih voda u praksi. U ovom radu zeolit Y-5 izabran je za nosač u koji je kao katalitički aktivna tvar ugrađen bakar. U radu je istražen utjecaj reakcijskih parametara te postsintetske kemijske i termičke obrade katalizatora na njegove katalitičke značajke:...

  11. Analisa Kegagalan pada Fuel Intake Manifold Pesawat Terbang Boeing 737-500

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jeffri Malau

    2013-03-01

    Full Text Available Fuel intake manifold merupakan komponen yang sangat penting di pesawat terbang dimana fuel intake manifold berfungsi sebagai penyalur bahan bakar yang akan dibawa ke engine. Pada tanggal 3 Agustus 2011 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditemukan crack sehingga terjadi kebocoran fuel pada saat refueling pesawat terbang Boeing 737-500 maskapai Garuda Indonesia. Pesawat terbang ini telah bekerja selama 27937 flight hours dan 25992  flight cycle. Maka dilakukan  penelitian untuk menganalisa kegagalan fuel intake manifold yang bertujuan untuk mengetahui penyebab, mekanisme, dan meminimalisir kegagalan yang sama. Penelitian dimulai dengan analisa material dengan uji komposisi kimia, pengujian makroskopik dan mikroskopik, uji fraktografi, uji SEM-EDX, metalografi dan uji micro vickers hardness serta analisa data pendukung. Setelah melakukan pengujian dan analisa data, komponen yang terbuat dari die aloy casting A 360 dengan yield sebesar 170 MPa dan UTS 350 MPa. Hasil fractography dari analisis permukaan retakan didapat kegagalan dari fuel intake manifold adalah kegagalan fatigue fracture (kelelahan. Kegagalan fatigue dengan ciri-ciri retakan melewati batas butir , adanya striasi dan dimple (cekungan. Inisiasi retak terjadi saat refueling bahan bakar terjadi dipermukaan fuel intake manifold kemudian perambatan retaknya menjalar ke bawah.

  12. PENGARUH VARIASI TEKANAN PENGEPRESAN DAN KOMPOSISI BAHAN TERHADAP SIFAT FISIS BRIKET ARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reni Setiowati

    2014-10-01

    Full Text Available Bahan bakar alternatif diperlukan untuk pengganti sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.Salah satu bahan bakar alternatif tersebut yang dikembangkan adalah briket arang dengan memanfaatkan limbah biomassa.Pada penelitian ini dibuat briket arang dengan mengkaji pengaruh variasi tekanan pengepresan dan komposisi bahan terhadap sifat fisis briket arang. Proses karbonisasi pada tempurung kelapa 450ºC selama 15 menit. Serbuk kayu dikarbonisasi menggunakan klin drum selama 4-5 jam. Perbandingan komposisi bahan tempurung kelapa dengan serbuk kayu adalah sebagai berikut 75%:25%, 25%:75%, 50%:50%, 100%:0%, 0%: 100% dengan tekanan pengepresan 50 N/cm2, 100 N/cm2,150N/cm2. Pengeringan briket dilakukan di dalam oven dengan suhu 60°C selama 24 jam. Briket berbentuk silinder dengan diameter 5 cm.Hasil penelitian menunjukkan briket paling optimum dengan perbandingan komposisi bahan 100% tempurung kelapa menggunakan tekanan antara 100-150 N/cm2 dengan nilai parameter uji sebagai berikut densitas 0.634 gr/cm3, kekuatan mekanik 43.167 N/cm2 dan lama pembakaran 64,39 menit.

  13. Pengaruh Variasi Waktu Ultrasonikasi dan Waktu Tahan Hydrothermal terhadap Struktur dan Konduktivitas Listrik Material Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Junaidi

    2014-03-01

    Full Text Available Graphene merupakan satu lapis atom karbon yang mengalami hibridisasi sp2 membentuk struktur heksagonal 2D. Graphene memiliki potensi besar untuk aplikasi nanoelectronic materials. Penelitian ini bertujuan menganalisis waktu ultrasonikasi dan hidrothermal terbaik untuk mensintesis Graphene. Graphene disintesis dengan metode reduksi Grafit Oksida (GO. Grafit dioksidasi membentuk GO dengan modifikasi metode Hummer. GO diultrasonikasi dengan variasi waktu 60, 90 dan 120 menit. Kemudian proses reduksi GO dilakukan secara kimia dengan penambahan serbuk Zn dan teknik hidrothermal 200 oC dengan variasi waktu tahan 12, 18 dan 24 jam. Analisis morfologi dan struktur graphene dilakukan dengan pengujian SEM dan XRD. Pengujian Iodine Number untuk mengetahui kemampuan graphene menyerap Iodin. Pengujian FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang terbentuk  pada GO dan Graphene. Pengujian Four Point Probe Test (FPP untuk mengukur konduktivitas listrik Graphene. Hasil analsis menunjukkan bahwa graphene hasil ultrasonikasi 120 menit dan Holding 12 jam memiliki struktur Single Layer Graphene (SLG dengan konduktivitas listrik terbaik 0.0105 S/m

  14. Odstranjivanje olova iz industrijske i sintetičke Cu-Pb-Fe legure argonskim pročišćavanjem

    OpenAIRE

    B. Oleksiak; G. Siwiec

    2012-01-01

    Daju se rezultati istraživanja odstranjivanja olova iz sintetičke i industrijske Cu-Pb-Fe legure argonskim pročišćavanjem. Za ispitiva nje odabrana je sintetička industrijska legura iz tvrtke za bakar “Glogow II”. Osnovni uređaj za istraživanje je cje vasta peć sa mogućnošću zagrijavanja uzoraka iznad 1 473 K. Ispitivanja su provedena u 2 serije. Prva serija je provedena na sintetičkoj leguri, a druga serija na industrijskim legurama. Sve serije su izvedene na 1 473 K sa strujom plina 5,55•10...

  15. Pengaruh Proyek Kelistrikan 10.000 MW pada Biaya Listrik Lokal di Sistem Jawa Bali 500 kV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Fasich

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik, pemerintah meluncurkan program proyek kelistrikan 10.000 MW. Dengan adanya penambahan unit pembangkit baru khususnya di sistem Jawa Bali 500 kV akan berpengaruh terhadap biaya listrik lokal pada setiap bus. Oleh karena itu, Optimal Power Flow(OPF dilakukan untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar dari pembangkit pada keseluruhan sistem dengan melihat batasan daya output setiap unit pembangkit serta pembagian pembebanan secara ekonomis. Pada tugas akhir ini, biaya pembangkitan dihitung menggunakan optimal power flow. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program Matpower 4.0. Hal ini ditunjukkan oleh hasil simulasi bahwa sesudah proyek kelistrikan 10.000 MW beroperasi biaya listrik lokal pada setiap bus lebih murah dibandingkan biaya listrik sebelum proyek kelistrikan beroperasi. Biaya listrik dari bus satu ke bus yang lain berbeda  tergantung dari lokasi pembangkit dan jaringan transmisi yang ada pada sebuah sistem. Berdasarkan wilayah(propinsi biaya listrik di propinsi Jawa Timur lebih murah dibandingkan propinsi lainnya.

  16. Perawatan Pulpektomi Secara Singkat Pada Gigi Sulung Nekrotik (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarworini Bagio Budiardjo

    2015-10-01

    Full Text Available Perawatan pulpektomi gigi sulung nekrotik akibat atrisi, trauma atau karies yakni pembuangan seluruh jaringan pulpa nekrotik dan menggantikannya dengan bahan pengisi yang padat, dapat diresorbsi serta tampak secara radiografis. Tujuannya antara lain untuk mempertahankan gigi sulung sampai saatnya digantikan dengan gigi tetap pengganti. Perkembangan, anatomi dan histologi gigi sulung membedakan teknik perawatan pulpektomi gigi sulung dan gigi tetap.Indikasinya adalah gigi sulung nekrotik tanpa peradangan periapikal, mahkota mendukung sterilisasi dan dapat direstorasi serta resorbsi akar fisiologis kurang dari sepertiga akar.Kesulitan perawatan terutama karena bentuk saluran akar yang sangat bervariasi dan resorbsi akar yang tidak beraturan. Tahap perawatan terdiri dari persiapan gigi, sterilisasi, pengisian dan restorasi.Keempat tahap dapat diselesaikan dalam satu kali kunjungan.Pada keadaan dimana terjadi kesulitan persiapan gigi, maka tindakan pengisian saluran akar dan restorasi ditunda 1 minggu kemudian, sehingga perawatan pulpektomi diselesaikan dalam 2 kali kunjungan.Dalam laporan kasus, perawatan pulpektomi dilakukan pada gigi insisif dan molar sulung dengan teknik 1-2 kali kunjungan.Sebagai bahan sterilisasi saluran akar digunakan formokresol dan bahan pengisi campuran zinkoksid-eugenol.  

  17. ADENOKARSINOMA DUKTAL PANKREAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Widityasari

    2015-07-01

    Full Text Available Kanker pankreas merupakan penyebab tersering keempat dari kematian akibat kanker dan mengenaiusia  dekade  enam  sampai  delapan  di negara maju,  tetapi  jarang  terjadi  di  Indonesia. Kasus  inidibahas karena mengenai usia lebih muda. Penderita laki-laki usia 37 tahun datang dengan keluhanmata berwarna kuning dan gatal-gatal seluruh tubuh. Pemeriksaan laboratorium didapatkan kadarbilirubin direct 12,51 mg/dL, bilirubin indirect 9,74 mg/dL, bilirubin total 22,25 mg/dL, SGOT 77,10 U/L, SGPT 115,40 U/L dan CA19-9 > 500.00 u/L. Ultrasonography dan computerized tomography scanningmenunjukkan pembesaran kaput pankreas, obstruksi intra dan ekstrahepatik. Pemeriksaan makros-kopis, berupa tumor kaput pankreas ukuran 3x2,5x1 cm, putih kekuningan, padat kenyal, batas tidaktegas, meluas ke duodenum. Mikroskopis, tumor terdiri dari struktur kelenjar dan glandular irregularinfiltratif di antara parenkim pankreas, produksi musin berkurang, inti pleomorfik sedang, anak intiprominen, mitosis  9/10LPB. Tampak  stroma  desmoplastik  dan  invasi  perineural. Pemeriksaanhistokimia PAS  dan  imunohistokimia CK7  dan CK19  positif. Pasien  didiagnosis  adenokarsinomaduktal grade II berdasarkan temuan klinis, laboratorium, radiologis, makroskopis, mikroskopis yangkhas serta pemeriksaan histokimia dan imunohistokimia. [MEDICINA 2014;45:188-192].

  18. MAT FOR LEPTOSPIROSIS DIAGNOSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Esti Rahardianingtyas.

    2014-06-01

    Full Text Available Leptospirosis is a disease caused by bacterial infection leptospira interrogans.Leptospira bacteria is a spiral bacterium with solid strands with two flagella periplasmik.Septicaemic phase patient samples taken from the blood and cerebrospinal fluid, whereassamples taken at phase immune extracted from urine. The diagnosis of leptospirosis occurdirectly or indirectly. Diagnosis is done by directly isolate and identify the causative agents ofthe agent. Diagnosis is done indirectly by detecting specific antibodies from the patient's body.Gold Standard of the diagnosis of leptospirosis is MAT. Mat made by reacting antibodies toleptospira antigen. Positive results seen with clump formed.Key words: Leptospirosis, Leptospirosis Diagnostic, MAT (Microscopic Agglutination Test Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri leptospirainterrogans. Bakteri leptospira merupakan bakteri spiral dengan untaian yang padat dengan duaflagella periplasmik. Sampel pasien pada fase septicaemic diambil dari darah dan cairanserebrospinal, sedangkan sampel yang diambil pada fase immune diambil dari urine. Diagnosisleptospirosis dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Diagnosis secara langsungdilakukan dengan cara mengisolasi agen penyebab dan mengidentifikasi agen tersebut. Diagnosissecara tidak langsung dilakukan dengan cara mendeteksi antibodi spesiflk dari dalam tubuhpasien. Gold Standart dari diagnosis leptospirosis adalah MAT. Mat dilakukan dengan caramereaksikan antibodi dengan antigen leptospira. Hasil positif dilihat dengan terbentuk gumpalanagglutinasiKata kunci: Leptospirosis, Leptospira, Leptospirosis Diagnosis.

  19. Analysis of Pyrazine and Volatile Compounds in Cocoa Beans Using Solid Phase Microextraction

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Misnawi Jati

    2011-05-01

    Full Text Available Analisis pirazin dan senyawa volatil pada biji kakao dilakukan dengan perangkat mikroekstraksi fase padat (solid phase micro extraction, SPME, untuk mengembangkan metode ekstraksi tanpa pelarut yang efisien. Perangkat SPME dilengkapi fiber stableflex dengan polimer DVB/Carboxen/PDMS yang menjerap senyawa volatil di area headspace. Biji kakao terfermentasi disangrai dan diambil lemaknya untuk ditempatkan dalam botol bertutup septa. Sampel dipanaskan pada suhu 70OC dan serat SPME ditusukkan menembus septa untuk mengekstrak senyawa volatil dari lemak kakao selama 30 menit. Senyawa volatil lemak kakao akan dijerap oleh serat SPME dan dilepaskan kembali untuk analisis kromatografi gas. Penelitian menunjukkan pirazin dan senyawa volatil yang diekstrak oleh serat SPME dapat terdeteksi dengan baik oleh kromatografi gas. Area puncak yang dihasilkan SPME meliputi 2,83–5,35% dari area puncak yang dihasilkan syringe, kendati demikian kemampuan ekstraksi SPME dapat disetarakan dengan syringe. Lima jenis pirazin yang sering terdapat di biji kakao telah diidentifikasi, meliputi metil pirazin (2MP; 2,3 dan 2,5-dimetilpirazin (DMP; dan 2,3,5 trimetilpirazin (TrMP dan tetrametil pirazin (TMP. Senyawa lainnya juga terdeteksi meliputi alkohol, asam karboksilat, aldehida, keton, ester, pirazin, amin dan senyawa volatil lainnya, dan diketahui erat kaitannya dengan aroma khas cokelat. Keberhasilan SPME dalam ekstraksi pirazin dan senyawa volatilsemi volatil yang berperan penting dalam pembentukan aroma cokelat menandakan SPME dapat digunakan lebih lanjut untuk analisis citarasa.

  20. SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS DI PERAIRAN SEPANJANG JEMBATAN SURAMADU KABUPATEN BANGKALAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kurratul Ainy

    2011-10-01

    Full Text Available Pembangunan Jembatan Suramadu di sepanjang Selat Madura diduga menyebabkan adanya perubahan pola arus di sepanjang tiang pancang Jembatan Suramadu. Perubahan pola arus ini diperkirakan akan menyebabkan parameter kualitas perairan di sepanjang Jembatan Suramadu akan berbeda. Salah satu parameter kualitas perairan yang didugaberubah adalahTotal Suspended Solid (TSS. Total Suspended Solid (TSS merupakan zat padat (pasir, lumpur, dan tanah liat atau partikel tersuspensi dalam air dan dapat berupa komponen hidup (biotik seperti fitoplankton, zooplankton, bakteri, fungi, ataupun komponen mati (abiotik seperti detritus dan partikelanorganik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi dan penyebaran Total Suspended Solid (TSS di sepanjangJembatan Suramadu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pengambilan contoh air dan pengambilan sedimen serta pengukuran parameter kualitas perairan pada 5 stasiun di sepanjang jembatan Suramadu sebagai data pendukung. Contoh air dianalisa menggunakan SK SNI 06-6989.3-2004. Hasil penelitian menunjukkan Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS di sepanjang tiang pancang jembatan Suramadu bervariasi tiap minggunya dengan karakteristik parameter oseanografi yang berbeda. Kata Kunci : Total Suspended Solid, Jembatan Suramadu, Distribusi Sedimen. 

  1. SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA OKSOTRINUKLIR [Cr3O(OOCC6H56(H2O3](NO3×nH2O

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldes Lesbani

    2013-11-01

    Full Text Available Senyawa oksotrinuklir telah disintesis menggunakan kromium nitrat dan asam benzoat dalam etanol pada temperatur 80 oC selama 1 jam.Kristal senyawa oksotrinuklir hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FTIR, 1H NMR padat, X-Ray Difraktometer, TGA, dan MS dengan teknik ionisasi dingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa oksotrinuklir mempunyai vibrasi yang khas pada bilangan gelombang 671 cm-1(ν Cr3-O. Identifikasi dengan spektrometer massa dalam asetonitril sebagai pelarut menunjukkan fragmentasi pada m/z: 1021.83 [Cr3O(OOCC6H56(MeCN3]+, 998,80 [Cr3O(OOCC6H56(MeCN2(H2O]+, 980,79 [Cr3O(OOCC6H56(MeCN2]+, 939,73 [Cr3O(OOCC6H56(MeCN]+. Puncak yang lebar dan besar pada spektrum 1H NMR menunjukkan bahwa kromium yang bersifat paramagnetic di dalam senyawa. Pola XRD menunjukkan bahwa senyawa oksotrinuklir adalah kristalin dan hasil termogravimetri menunjukkan senyawa oksotrinuklir stabil sampai suhu 174 oC dan mempunyai 5 mol air kristal. Dari hasil karakterisasi FTIR,1H NMR, XRD, TGA, dan MS dapat disimpulkan bahwa senyawa yang terbentuk adalah [Cr3O(OOCC6H56(H2O3](NO3×5H2O.

  2. Perencanaan Disain Deep Dig Arm pada Kapal Water Witch Untuk Pengerukan Sampah di Kali Mas Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tony Bambang Musriyadi

    2014-03-01

    Full Text Available Kali Mas merupaka salah satu Sungai di Surabaya yang bermanfaat bagi hajat hidup penduduk Surabaya,Namun seiring berjalan waktu Kali Mas mengalami pendangkalan dan polusi sampah padat akibat pembuangan sampah sembarangan.Oleh karena itu penting untuk melakuakan pengerukan sendimen dan sampah yang efektif dan tepat agar tidak menggangu fungsi utama dari Kali Mas,maka perlu suatu alat untuk pengerukan,Backhoe dreger merupak alat yang tepat untuk pengerukan, akan tetapi harus disesuaikan lengan penerukannya agar efektif dalam beroperasi.Dalam pembuatan Tugas Akhir ini akan di disain Boom dan Arm dari Backhoe dreger untuk pengerukan di Kali mas di Surabaya.Sesuai dengan Kebutuhan dan aspek pertimbangan ukuran kapal telah ditentukan disain Boom dengan panjang 4.6m dan arm 2.1m dengan kapasitas Bucket 0.56 m3 .Dengan pemilihan matrial   Carbon Stell Sheet (SS 1023 dan ketebalan plat 10  mm,metode yang digunakan untuk analisa pembebanan adalah stress analisis pada Program Solid work,dan sebagai pertimbangan kelayakan

  3. CISADANE RIVER WATER POLLUTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kumoro Palupi

    2012-09-01

    Full Text Available Sungai Cisadane berfungsi sebagai sumber air baku untuk sistem penyediaan air bersih wilayah Serpong dan Tangerang, Kabupaten Tangerang. Meskipun demikian, sungai Cisadane berfungsi pula sebagai tempat pembuangan limbah bagi rumah tangga dan industri yang berlokasi di sepanjang sungai tersebut. Untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat pencemaran airnya, pada bulan September 1992 telah dilakukan pengambilan sampel air sungai Cisadane. Sampel air diambil di sebelah hulu intake instalasi pengolahan air di Cikokol (Tangerang dan Serpong, masing-masing sebanyak lima dan tiga lokasi. Sebanyak 21 parameter dianalisis, kemudian dihitung Individual Index (II dan Pollution Index (PI - nya. Hasil yang diperoleh, yang menggambarkan kualitas pencemaran air sungai Cisadane pada saat itu, adalah sebagai berikut : Tangerang PI=1891. Pencemar utama adalah fenol, dengan II- 110 dan lemak & minyak, dengan II = 2670.Serpong, PI=574. Pencemar utama adalah fenol, dengan 11 = 810 Parameter lain yang mempunyai II > 1 adalah oksigen terlarut, fosfat, zat besi, fecal coli, nitrat, COD dan zat padat tersuspensi. Hasil tersebut menggambarkan baliwa sungai Cisadane telah tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga, serta mungkin pula telah tercemar oleh limbah pertanian, peternakan dan perbengkelan.

  4. Pengembangan Buku Ajar Matematika Tematik Integratif Materi Pengukuran Berat Benda untuk Kelas I SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    G. Kurbaita

    2013-06-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan buku ajar matematika tematik integratif materi pengukuran berat benda. Subjek penelitian adalah siswa kelas I Abu Bakar Ash Siddiq SD IT Al Furqon Palembang yang berjumlah 27 orang. Metode yang digunakan pengembangan atau development research. Kevalidan tergambar dari hasil penilaian validator, dimana hampir semua validator menyatakan baik berdasarkan content (sesuai kurikulum dan materi, konstruk (sesuai dengan karakteristik/indikator yang ada dan bahasa (sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku/EYD. Sedangkan kepraktisan tergambar dari buku ajar matematika tematik integratif yang telah dikembangkan dapat digunakan oleh siswa untuk belajar dan juga bisa dipakai guru dalam menyampaikan materi dalam proses pembelajaran. Hasil tes siswa menunjukkan 9 orang siswa (33,3% termasuk kategori sangat baik, 11 orang siswa (40,7% termasuk kategori baik, 4 orang siswa (14,8% termasuk kategori cukup, dan 3 orang siswa (11,1% termasuk kategori kurang.The purpose of this research is to produce math textbook integrative thematic material objects weight measurements. The subjects were first graders Abu Bakar Siddiq Al Furqan SD IT Palembang totaling 27 people. The method used development or research development. Illustrated the validity of the assessment results validator, where almost all the validators declared either by content (appropriate curriculum and materials , construct (according to the characteristics/indicators exist and language (in accordance with the applicable rules of language/EYD . While practicality is reflected in the thematic integrative math textbook that has been developed can be used by students to learn and teachers can also be used in presenting the material in the learning process. The test results showed students 9 students (33.3% including the excellent category , 11 students (40.7% categorized as good , 4 students (14.8% categorized as adequate, and 3 students (11,1% less category.

  5. Pengetahuan Tentang Tumbuhan Masyarakat Tengger di Bromo Tengger Semeru Jawa Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jati Batoro

    2013-06-01

    Full Text Available Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sistem pengetahuan botani tradisional masyarakat Tengger di Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, meliputi pemanfaatan tumbuhan untuk pemenuhan berbagai kebutuhan hidup mereka. Mereka mengandalkan pertanian dalam memenuhi kebutuhan pangan, tempat tinggal,kayu bakar, obat-obatan, barang dagangan dan keperluan ritualnya. Penelitian dilakukan di sebelas lokasi yaitu di desa Ngadas, Gubuklakah kecamatan Poncokusumo kabupaten Malang, desa Wonokitri, Mororejo kecamatan Tosari, desa Ngadirejo kecamatan Tutur, desa Keduwung kecamatan Puspo kabupaten Pasuruan, desa Ngadisari dan Ngadas kecamatan Sukapura,  kabupaten Probolinggo dan desa Ranupani, desa Argosari kecamatan Senduro  kabupaten Lumajang Propinsi Jawa Timur. Metoda penelitian dilakukan wawancara terstruktur dan wawancara bebas untuk pengamatan langsung kemudian dianalisis dengan ICS (index cultural significance dan UVS (nilai guna jenis tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tengger dalam kehidupannya mengandalkan sumber alam tumbuhan untuk berbagai keperluan dan memiliki pengetahuan cukup baik tentang keanekaragaman jenis tumbuhan di sekitar mereka. Berbagai pemanfaatan jenis tumbuhan digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk bahan pangan (67 jenis, obat-obatan dan racun (120 jenis, bahan bangunan, tali-temali, bahan kayu bakar, teknologi lokal (52 jenis, konservasi dan liar (144 species, bumbu, pewarna, rokok, kecantikan (40 jenis, buah dan biji (50 jenis pakan ternak (44 jenis, hias (138 jenis dan bahan ritual (91 jenis, Selanjutnya hasil perhitungan indeks kepentingan budaya  menunjukan 1 jenis memiliki nilai tinggi  yaitu padi dan 10 jenis memiliki nilai manfaat jenis tinggi dan UVs terdiri 2 jenis memiliki nilai paling tinggi. Kata kunci: Pengetahuan tumbuhan, masyarakat Tengger, Bromo Tengger Semeru (TNBTS.

  6. KAJIAN TEKNIS PROPELLER -ENGINE MATCHING PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK HYBRID DARI SOLAR CELL DAN GENSET SEBAGAI MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL DI KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-03-01

    Full Text Available Ketersediaan energi tak terbarukan yang kian menipis akan menjadi permasalahan besar bagi kehidupan manusia, banyak pemikiran sudah dicurahkan oleh para ilmuan guna mengantisipasi adanya kemungkinan krisis energi di masa yang akan datang. Selain dari permasalahan keterbatasan energi yang ada juga timbul masalah baru dari penggunaan energi tak terbarukan tersebut yaitu berupa polusi dan pencemaran lingkungan yang berdampak pada perubahan iklim di dunia. Para pemimpin dari berbagai negara menggelar konferensi tentang perubahan iklim di Bali (UNFCCC, sebagai tindak lanjut dari Protokol Kyoto yang diselenggarakan di Jepang sebelumnya, sehubungan dengan perubahan iklim dunia, beberapa negara sepakat untuk mengurangi emisi gas buang pada mesin berbahan bakar mineral, yang dianggap sebagai penyumbang polusi udara terbanyak, dengan membuat kebijakan yang diharapkan dapat menjadi suatu solusi untuk mengurangi polusi udara, salah satu solusi yang dibahas penulis adalah penggunaan motor listrik sebagai pengganti mesin berbahan bakar mineral, tujuan dari penelitian ini adalah menghitung parameter pendukung propeller engine matching (putaran mesin, BHP mesin, dan hambatan kapal , pada kapal ikan tradisional KM Brandal, dan penentuan ukuran propeller yang sesuai dengan kapal ikan KM Brandal dengan menggunakan sistem hybrid. Dalam penelitian ini penulis melakukan pengukuran dan perhitungan pada sistem penggerak kapal baik di lapangan maupun simulasi hybrid, rangkaian hybrid ini terdiri dari beberapa komponen antara lain 2 buah solar cell 100 WP, genset 800 VA, 2 buah baterai 70 Ah, dan motor listrik 12 volt 80 ampere, sedangkan untuk mendapatkan tegangan listrik yang sama pada rangkaian hybrid beberapa komponen seperti baterai, genset, dan solar cell disusun secara paralel. Penelitian tentang Propeller-Engine Matching pada rangkaian hybrid kapal ikan KM Brandal menghasilkan beberapa parameter optimasi propeller antara lain hambatan kapal 1,04 kN, daya efektif

  7. Hubungan Konsumsi Makanan Sumber Antioksidan dan Omega-3 Terhadap Tekanan Darah Masyarakat di Sumatera Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harris Putra Reza

    2016-08-01

    Full Text Available Abstrak             Pengaturan tekanan darah melibatkan banyak sistem seperti endotelium melalui aktifitas nitrit oksida. Produksi dan aktivitas nitrit oksida dapat dipengaruhi oleh pola makan, terutama asupan makanan sumber antioksidan dan omega-3. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara makanan sumber antioksidan dan omega-3 terhadap tekanan darah masyarakat di Sumatera barat. Penelitian ini merupakan penelitian dengan data sekunder yang berasal dari penelitian Lipoeto et al (2008 yaitu “Faktor Determinan Hipertensi di Sumatera Barat”. Subyek penelitian berjumlah 400 orang yang diwawancarai menggunakan formulir Food Frequency Questioner (FFQ dan pemeriksaan tekanan darah dengan sphygmomanometer air raksa. Penelitian ini dilaksanakan dari Maret sampai Mei 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata konsumsi sayur dan buah masyarakat di Sumatera Barat lebih tinggi dari rerata Internasional, tapi lebih rendah dari rerata nasional dengan rerata 200.7 ± 128.11 gram/orang/hari, rerata konsumsi ikan masyarakat di Sumatera Barat lebih tinggi dari rerata nasional dan internasional yakni 101.26 ± 62.18 gram/orang/hari. Prevalensi hipertensi di Sumatera Barat mengalami kenaikan menjadi sebesar 41.76%. Tingkat konsumsi makanan sumber antioksidan dan omega-3 masyarakat Sumatera Barat lebih tinggi daripada rerata internasional. Terjadi peningkatan prevalensi hipertensi di Sumatera Barat. Kesimpulan hasil studi ini adalah tidak terdapat hubungan antara konsumsi makanan sumber antioksidan dan omega-3 terhadap tekanan darah.Kata kunci: antioksidan, omega-3, tekanan darah Abstract             Blood pressure regulation involves many systems, one of the most important is endothelial system through nitric oxide activity. Nitric oxide is also known to be affected by diet, especially dietary intake of antioxidants and omega-3. The objective of this study was to determine the correlation between consumption of food

  8. PRODUKSI BIODIESEL MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa HASIL DEKOMPOSISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldes Lesbani

    2013-11-01

    Full Text Available Biodisel telah diproduksi dari minyak jelantah melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis hasil dekomposisi kerang darah. Kerang darah didekomposisi pada berbagai temperatur dimulai dari 600-1100oC pada kondisi udara terbuka menggunakan furnace.Produk dekomposisi dianalisa menggunakan difraktometer X-Ray.Hasil penelitian menunjukkan temperatur optimum dekomposisi kerang darah terjadi pada temperatur 900oC.Pola XRD produk dekomposisi pada 900 oC mirip dengan pola XRD kalsium oksida standar. Penggunaan katalis hasil dekomposisi untuk produksi biodiesel menghasilkan viskositas dan densitas biodiesel sebesar 5,81 mm2/s dan 0,87 g/cm3. Hasil ini sesuai dengan standar biodiesel dari SNI yakni viskositas dan densitas yang disyaratkan SNI sebesar 2,3-6,0 mm2/s dan 0,85-0,89 g/cm3. Biodiesel was produced from waste cooking oil by transestrification reaction using decomposed cockle shell as catalyst. Cockle shell was decomposed at various temperatures ranging from 600-1100oC in open air condition using furnace. The decomposed product was analyzed using X-Ray diffractometer. The results showed that the optimum temperature for decomposition of cockle shell was at 900 oC. The XRD pattern of decomposed product at 900oC was similar with XRD pattern of calcium oxide standard. The use of decomposed shell to produce biodiesel resulted viscosity and density of biodiesel 5.81 mm2/s and 0.87 g/cm3, respectively. These results are appropriate with biodiesel standard form SNI where the viscosity and density of biodiesel from SNI value were 0.85-0.89 g/cm3 and 2.3-6.0 mm2/s.

  9. PENYEBARAN KEKUATAN DARI KOLOM YANG TERBUAT DARI LIMBAH KARBIT DAN KAPUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gogot Setyo Budi

    2003-01-01

    Full Text Available A method commonly used to stabilize expansive soils is mixing the soil with foreign materials. The main obstacle raised from soil stabilization in the field is the difficulty in mixing process. This paper presents the strength distribution in soft soil due to the addition of single columns of quicklime and carbide waste- product from gas industry that contains Calcium Oxide (CaO up to 60%. The results show that the addition of columns filled with carbide waste product and quicklime increase the shear strength of surrounding soil. The spreading of the strength tends to follow a unique pattern, that the increase of soil shear strength at a certain normalized-distance, S (in column diameter D from the column axis is constant. A significant increase of strength occurs in the area closer to the column, and it decreases with the distance from the column. Abstract in Bahasa Indonesia : Metode yang umum dipakai untuk menstabilisasi tanah adalah mencampur tanah asli dengan material lain. Kendala utama yang timbul pada stabilisasi tanah di lapangan adalah kesulitan pada proses pencampuran. Makalah ini mempresentasikan penyebaran kekuatan tanah akibat kolom tunggal yang terbuat masing-masing dari kapur aktif dan limbah karbit, yang mengandung unsur Calsium Oksida (CaO sampai 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kolom limbah karbit dan kolom kapur dapat meningkatkan kekuatan tanah di sekitarnya. Penyebaran kekuatan tanah di sekitar kolom kapur dan limbah karbit cenderung mengikuti suatu pola yang unik, yaitu bahwa peningkatan kekuatan tanah pada jarak (yang dinormalisasikan dengan diameter kolom D adalah tetap. Peningkatan kekuatan geser tanah yang signifikan terjadi di daerah dekat kolom dan peningkatan ini mengecil seiring dengan jarak dari kolom.

  10. MODEL PERPINDAHAN MASSA PADA EKSTRAKSI SAPONIN BIJI TEH DENGAN PELARUT ISOPROPIL ALKHOHOL 50% DENGAN PENGONTAKAN SECARA DISPERSI MENGGUNAKAN ANALISIS DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susiana Prasetyo

    2012-11-01

    Full Text Available Indonesia merupakan salah satu penghasil teh terbesar di dunia. Menurut data dari Deptan 2010, dengan luas lahan sebesar 127712 ha, Indonesia dapat menghasilkan produktivitas teh sebesar 153971 ton/tahun. Namun sayangnya, selama ini pemanfaatan tanaman teh di Indonesia masih terbatas pada pucuk daunnya saja. Bagian tanaman teh yang memiliki kandungan potensial namun belum dimanfaatkan adalah  biji teh, mengandung 26% saponin, 20-60% minyak dan 11% protein. Saponin merupakan salah satu komponen bioaktif yang telah dimanfaatkan sebagai insektisida pembasmi hama pada tambak udang, bahan baku industri deterjen, shampoo, minuman bir, pembentuk busa pada pemadam kebakaran, dan dapat dimanfaatkan pula sebagai pupuk organik. Pada penelitian ini, saponin biji teh diperoleh melalui ekstraksi biji teh pasca pengepresan menggunakan pelarut IPA 50% secara batch di dalam sebuah ekstraktor berkapasitas 2 L. Pengontakan solvent dengan biji teh dilakukan secara dispersi. Pada penelitian ini, rasio massa pelarut terhadap massa umpan diset 20:1; temperatur divariasikan 25-60 oC, kecepatan pengadukan 100-400 rpm, serta ukuran biji teh divariasikan -40+50 mesh s.d -100+200 mesh. Ekstraksi dilakukan hingga tercapai kesetimbangan. Ekstrak yang diperoleh dipekatkan menggunakan rotavapor vakum pada temperatur di bawah 40oC. Ekstrak pekat saponin kasar yang didapat dimurnikan dengan penambahan eter, etanol dan petroleum eter secara bertahap sehingga diperoleh endapan saponin murni yang kemudian dikeringkan menggunakan tray drier pada temperatur 40oC. Pada penelitian ini, model perpindahan massa sederhana dikembangkan untuk menggambarkan proses ekstraksi padat-cair saponin biji teh. Berdasarkan hasil analisis dimensi diperoleh hubungan antara koefisien perpindahan massa volumetrik (kLa pada lapisan antar fasa padat-cair dengan variabel-variabel ekstraksi yang dinyatakan dalam persamaan bilangan tak berdimensi dengan ralat rata-rata 3,7904 %.DIMENSIONAL ANALYSIS FOR MASS

  11. KARAKTERISTIK INTERAKSI MEMBRAN-FOULANT DAN FOULANT-FOULANT SEBAGAI DASAR PENGENDALIAN FOULING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Susanto

    2012-05-01

    Full Text Available THE CHARACTERISTICS OF MEMBRANE-FOULANT AND FOULANT-FOULANT INTERACTIONS AS THE BASIS FOR CONTROL OF FOULING. Industrial membrane applications for solid liquid and liquid-liquid filtration are limited by fouling and concentration polarization. Because fouling significantly reduces the membrane performance and often changes the membrane selectivity, efforts to overcome the fouling problem are very important from practical applications point of view. This paper presents the basic knowledge required to control fouling and recent development in fouling control including the method developed by the author. Control of fouling can be done by (i commercial membrane modification (post modification by photo-graft polymerization, (ii modification by polymer blending during membrane manufacturing and (iii integration of a pretreatment into membrane processes. The results showed that all the developed methods can significantly reduce the resulting fouling; however, none of the method could totally remove the occurring fouling. The understanding of the membrane-foulant and foulant-foulant interactions is the key to success in control of fouling.Aplikasi teknologi membran untuk pemisahan padat cair di  berbagai industri dibatasi oleh peristiwa fouling yang menyebabkan penurunan laju produk dan perubahan selektifitas membran. Oleh karena itu, pengendalian fouling merupakan upaya yang mutlak harus dilakukan. Makalah ini mempresentasikan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk pengendalian fouling dan perkembangan terkini dalam pengendalian fouling termasuk hasil-hasil yang telah dikembangkan oleh penulis. Pengendalian fouling dilakukan dengan (i modifikasi membran komersial (post modification menggunakan metode photo-grafting, (ii modifikasi dengan pencampuran polimer selama proses pembuatan (polymer blend dan (iii integrasi unit perlakuan awal (pre-treatment dengan proses membran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesemua metode yang dikembangkan dapat

  12. Arguments for the Existence of God / Ishvara in Indian Philosophy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Elena Anikeeva

    2014-08-01

    Full Text Available Indian culture, like other polytheistic religions and philosophies, does not exclude a certain acceptance of a relative theism, which naturally differs from the absolute type of Christian theism or from monotheism. Indian philosophy seems to use the notion Ishvara for the concept of a personal deity and the teaching about this deity or Indian theism is known as Ishvara - vada. The proofs for the existence of God in the Indian philosophical tradition according to the rules of logical argumentation (Ishvaranumana are best studied in the traditional Hindu darshana nyaes and in the vaysheshika (nyaya-vaysheshika. These contain the proofs for the essential attributes of Ishvara (the source of the movement of the universe, of the rationality and the purpose of the world together with his personal attributes (the benevolent Guardian and Guide of all that lives. Usually, the work known as the Nyaya-kusmanjali written in the tenth century by Udayana are considered to contain the most complete formulation of the doctrine of Ishvaranumana. After refuting the arguments of the Indian anti-theists or Nirishvaravadins, Udayana proceeds to define the celebrated eight arguments for the existence of God: 1 as the active cause (karya; 2 as the originator of the bringing together of the atoms (ayojana; 3 as the conserver (dhrti and the destroyer (samhara of the world: 4 on the basis of words (padat; and 5 sentences (vacyat; 6 because of authority (pratyaya; 7 revelation (shruti; and 8 number, or the numerical structure of the universe (samkhya. Certain proofs (1, 2, 3 and 8 are cosmological in character; others (4, 5, 6 and 7 are ethical or pragmatic.

  13. SIMULASI PENGARUH KONSENTRASI BIOMASSA PADA LUMPUR AKTIF TERHADAP PENYISIHAN COD DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. E. Palupi

    2012-02-01

    Full Text Available Proses pengolahan limbah cair dengan bioreaktor membran terendam (BRMt, mempunyai banyak keuntungan dibandingkan proses lumpur aktif konvensional, karena prosesnya lebih sederhana, tidak memerlukan bak sedimentasi sekunder dan kandungan solid dalam efluen (permeat hampir tidak ada. Dalam proses ini melibatkan tiga fasa yaitu padat (biomassa dan komponen-komponen limbah, cair (air dan gas (udara untuk aerasi, dimana degradasi biologis yang terjadi sangat dipengaruhi oleh transfer massa lintas membran, sehingga diperlukan analisa teoritis terhadap proses degradasi limbah pada BRMt dengan model matematis yang dapat menjelaskan fenomena sistemnya, yaitu laju degradasi limbah (SS dan XS, laju pertumbuhan biomassa heterotrop (XBH, laju pembentukan SMP (soluble microbial product, kelarutan oksigen (SO, dan jumlah senyawa organik inert (SI dan XI. Penelitian ini bersifat simulasi yang menggabungkan antara model matematis aktivitas biologis dan performance membran menjadi satu model yang dapat digunakan untuk menghitung COD total pada setiap waktu. Hasil simulasi divalidasi dengan hasil analisa laboratorium dengan limbah cair domestik sintetis sebagai umpan. Secara teoritis, proses degradasi limbah BRMt terdiri dari tujuh komponen yang saling terkait yaitu Ss, Xs, XBH, SSMP, SO, SI dan XI. Model matematis yang diperoleh dapat menjelaskan fenomena terjadinya degradasi limbah domestik sintesis dan akumulasi partikulat inert. Simulasi menunjukkan hasil yang cukup bagus untuk memprediksikan pengolahan limbah cair dengan lumpur aktif dan separasi membran dalam satu reaktor. Dibandingkan dengan hasil percobaan, ditemukan nilai parameter baru untuk pengolahan limbah domestik sintesis dengan lumpur aktif, yaitu YH  = 0,46; μH = 1,5 hari-1; bH = 10,5 hari-1; KS = 1000 g COD/m3; KOH =0,5 g O2/m3; KSMP =15 g COD/m3.

  14. Committee for International Conference on Mechanical Engineering Research (ICMER 2011)

    Science.gov (United States)

    Yusoff, Ahmad Razlan Bin

    2012-09-01

    Scientific Advisory Committee: 1) Prof. Dr. Ahmad Kamal Ariffin (UKM) 2) Prof. Dr. Hj. Rosli Abu Bakar (UMP) 3) Prof. Dr. Hanafi Ismail (USM) 4) Prof. Ir. Dr. Mohd Jailani Mohd Nor (MoHE) 5) Prof. Dr. Zahari Taha (UMP) 6) Prof. Dr. Masjuki Haji Hassan 7) Prof. Ir. Dr. Ramesh Singh (UNITEN) 8) Prof. Dr. Razali Ayob (UTEM) 9) Prof. Dr. Wan Khairuddin (UTM) 10) Prof. Dr. Sulaiman Hj. Hasan (UTHM) 11) Prof. Dr. Zuraidah Mohd. Zain (UniMAP) 12) Prof. Dr. Horizon Gitano (USM) 13) Prof. Dr. K.V Sharma (UMP) 14) Prof. Dr. Shahrani Anuar (UMP) 15) Assoc. Prof. Dr. Abd Rashid Abd. Aziz (UTP) 16) Assoc. Prof. Dr. Aidy Ali (UPM) 17) Assoc. Prof. Dr. Saidur Rahman (UM) 18) Assoc. Prof. Dr. Md Abdul Maleque (UIA) Organizing Committee Chairman: Prof. Dr. Hj. Rosli Abu Bakar Co-Chair: Prof. Dr. Zahari Taha Co-Chair: Prof. Ir. Dr. Jailani Salihon Secretary: Dr. Rizalman Mamat Committee on Keynote Speaker 1) Kumaran Kadirgama (Chair) 2) Prof. Dr. K.V. Sharma 3) Haji Amirruddin Abdul Kadir 4) Miminorazeansuhaila Loman 5) Mohd Akramin Mohd Romlay Technical Committee (Peer Review & Proceedings) 1) Dr. Abdul Adam Abdullah (Chair) 2) Dr. Ahmad Razlan Yusoff 3) Mohd Yusof Taib 4) Dr. Md. Mustafizur Rahman 5) Dr. Hjh. Yusnita Rahayu 6) Dr. Gigih Priyandoko 7) Dr. Agung Sudrajad 8) Muhammad Hatifi Mansor 9) Mohd Fadzil Abdul Rahim Technical Committee (Panels & Session Chairs) 1) Dr. Mahadzir Ishak (Chair) 2) Prof. Dr. Shahrani Anuar 3) Dr. Maisara Mohyeldin Gasim Mohamed 4) Muhammad Ammar Nik Mu'tasim 5) Ahmad Basirul Subha bin Alias Technical Committee (Journal Publication) 1) Dr. Ahmad Razlan bin Yusoff (Chair) 2) Mohd Yusof Taib 3) Dr. Mahadzir Ishak 4) Dr. Abdul Adam Abdullah 5) Hj. Amirruddin Abdul Kadir 6) Hadi Abdul Salaam Bureau of Publicity & Website 1) Dr. Muhamad Arifpin Mansor (Chair) 2) Amir Abdul Razak 3) Idris Mat Sahat 4) Prof. Dr. Hj. Rosli Abu Bakar 5) Muhamad Zuhairi Sulaiman 6) Dr. Sugeng Ariyono 7) Asnul Hadi Ahmad 8) Mohd Tarmizy Che Kar 9) Mohd Padzly Radzi Bureau of

  15. Produksi Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Au/HZSM-5 dan Kompositnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tillotama Anindita Sari

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak menyebabkan cadangan minyak bumi semakin menipis sehingga perlu adanya pengembangan bahan lain sebagai sumber bahan bakar alternatif yang dapat menggantikannya. Salah satu produk energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui adalah biofuel. Perubahan minyak sawit menjadi biofuel salah satunya adalah dengan proses perengkahan katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dimana dalam penelitian ini akan dipelajari kondisi operasi dan  unjuk kerja katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada reaksi perengkahan minyak sawit menjadi biofuel. Penelitian ini diharapakan mampu menghasilkan teknologi pembuatan katalis baru dan teknologi proses baru dalam proses produksi biofuel pada proses perengkahan katalitik asam palmitat dari minyak sawit. Pada penelitian ini biofuel telah berhasil diperoleh pada proses perengkahan minyak sawit menggunakan katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada berbagai temperatur dan laju alir gas N2. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu sintesa katalis, karakterisasi katalis dan proses perengkahan katalitik. Au/HZSM-5 disintesa dengan metode Plank dan katalis komposit disentesa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Qjang Tang et all. Hasil yang telah berhasil disintesa dikarakterisasi dengan Energy Difraction X-Ray (EDX, X-Ray Difraction (XRD dan Brunaur Emmet Teller (BET. Dari hasil karakterisasi dapat disimpulkan bahwa katalis yang telah disintetis telah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai katalis pada proses perengkahan. Proses perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed dengan berat katalis yang digunakan sebanyak 2 gram dan proses perengkahan dimulai saat gas N2 dialirkan selama 60 menit. Proses perengkahan dilakukan pada variasi temperatur 350-550 °C dan laju alir gas N2 90-400 ml/min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang

  16. SINTESIS BIODISEL DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KOH UNTUK TAHAPAN TRANSESTERIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Dewi Kusumaningtyas

    2013-05-01

    Full Text Available Bahan bakar yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel atau fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel berasal dari minyak nabati yang dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik, dan mudah diperoleh. Pada penelitian ini digunakan minyak biji karet untuk sintesis FAME. Proses utama dalam pembuatan FAME adalah transesterifikasi. Penelitian ini mengkaji hasil optimum dari variasi konsentrasi katalis KOH dan suhu reaksi pada reaksi transesterifikasi. Preparasi minyak biji karet dengan menggunakan arang aktif granular diikuti dengan degumming. Reaksi esterifikasi dilaksanakan pada kondisi operasi 500 C selama 1 jam, katalis asam sulfat (98% sebesar 0,5% volume minyak, dan metanol sebesar 20% volume minyak. Reaksi transesterifikasi dilaksanakan selama 1 jam, serta perbandingan volume minyak dan metanol sebesar 4:1. Analisis kadar metil ester yang terbentuk, jumlah komponen, dan komposisinya yang terdapat pada senyawa hasil dilakukan dengan menggunakan alat GC. Kondisi operasi terbaik pada transesterifikasi minyak biji karet menjadi metil ester adalah pada katalis KOH 1% dan suhu 60 0C. Berdasarkan uji sifat-sifat fisis, metil ester yang dihasilkan belum semua memenuhi mutu sifat fisis biodiesel yang disyaratkan. The most widely used fuel is diesel fuel or fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel is derived from vegetable oil that can be renewed, can be produced periodically, and easy to obtain. In this research, the rubber seed was used for synthesizing the FAME. The main process in the production of FAME is transesterification. This study examined the optimum result from variations of the concentration of KOH catalyst and the reaction temperature on the transesterification reaction. Preparation of the rubber seed oil using granular activated charcoal was followed by degumming. Esterification reaction was carried out at 50 oC for 1 h with the sulfuric acid catalyst of 0.5% by volume of oil and methanol of 20% by the volume of

  17. POTENSI EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN WISATA TELUK YOUTEFA KOTA JAYAPURA PAPUA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunus P Paulangan

    2014-10-01

    Full Text Available Ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman hayati baik dari manfaat  ekologi maupun sosialnya. Ekosistem ini berperan dalam siklus ekologi di wilayah pesisir dengan ketergantungan biota perairan dan manusia terhadap keberadaannya. Manfaat ekonomi langsung dari ekosistem mangrove adalah kayu mangrove sebagai bahan bakar maupun sebagai bahan bangunan dan kawasan hutan yang dialih fungsikan sebagai area tambak. Kawasan ekosistem mangrove Taman Wisata Teluk Youtefa yang berada dekat dengan perkotaan, menjadikan kawasan tersebut berkaitan langsung dengan keberagaman aktivitas tersebut, seperti pemanfaatan kayu mangrove sebagai kayu bakar, bahan bangunan dan sebagainya yang mengakibatkan penurunan kualitas ekosistem mangrove. Selain itu terdapat aktivitas, seperti konversi lahan menjadi tambak, pemukiman dan industri, serta tingginya pencemaran dan sedimentasi dari lahan perkotaan. Sebagai upaya pengelolaannya berdasarkan konsep dan prinsip terpadu, maka perlu disusun rencana strategis pengelolaanya agar dapat berkelanjutan. Dari proses penyusunan tersebut, terlihat bahwa peranan stakeholder sangat dibutuhkan dalam setiap langkah penyusunan program. Selain itu, dimensi pengelolaan, yaitu ekologi, sosial ekonomi maupun kelembagaan menjadi pertimbangan utama sebagai satu kesatuan tahapan.Kata Kunci: Mangrove, Pengelolaan terpadu, Teluk YoutefaPOTENTIAL MANGROVE ECOSYSTEM IN YOUTEFA BAY TOURIST PARK, JAYAPURA CITY, PAPUAABSTRACTMangrove ecosystem has biodiversity, either in ecology or social use. This ecosystem plays a role in ecology cycle in coastal area with the reliance of aquatic biota and humans upon its existence. The location of mangrove ecosystem of Youtefa Bay Tourist Park that is near to the city placed it in direct contact with a variety of activities, such as the utilization of mangrove wood as a firewood, building material and others that threat the quality of the mangrove ecosystem to experience a decrease. Besides, there were activities

  18. KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI GLISEROL DAN ASAM ASETAT MENJADI TRIACETIN MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hantoro Satriadi

    2015-12-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar diesel. Gliserol merupakan produk dengan produksi biodiesel dari reaksi transesterifikasi. Gliserol saat diesterifikasi dengan asam asetat untuk membentuk triacetin. Kegunaan triacetin sangat baik untuk makanan dan non makanan. Untuk bahan makanan, triacetin dapat digunakan sebagai bahan aroma dalam permen, minuman dari susu, minuman ringan dan permen karet. Adapun non-makanan dapat digunakan untuk pelarut pada parfum, tinta cetak, pelarut dalam rasa, plasticizer untuk resin selulosa, polimer dan co-polimer, bahkan dapat digunakan sebagai bahan aditif bahan bakar untuk mengurangi knocking di mesin mobil. Dalam penelitian ini akan diperoleh kondisi optimum pembuatan triacetin. Volume total gliserol dan asam asetat 600 ml, kecepatan pengadukan 100 rpm dan berat katalis adalah 5% berat gliserol. Dalam penelitian ini proses analisis kualitatif dengan menggunakan instrumen FTIR telah mendeteksi adanya produk triacetin. Hasil analisis kuantitatif diperoleh persamaan kecepatan reaksi esterifikasi dan kondisi optimum yang dihasilkan pada rasio mol reagen gliserol dan asam asetat 1:7 dengan temperatur 120 oC pada menit ke-5 dengan nilai konversi sebesar 67,63%. [Title: Kinetics of Esterification Reaction of Triacetin Formation from Glycerol and Acetic Acid Using Sulfuric Acid Catalyst] Biodiesel, as one of alternative energy, is expected to replace diesel fuel. Glycerol is a by product of biodiesel production from transesterification reaction. The glycerol was esterified with acetic acid to form triacetin. The triacetin was useful for food and non- food application. For food application, the triacetin can be used as a fragrance ingredient in candy, beverages from milk, soft drinks and chewing gum. Meanwhile, for non-food materials, it can be used for solvent triacetin on perfumes, printing ink, solvent in flavor, plasticizer for cellulose resin, polymer and co

  19. KAJIAN DAN TERAPAN KONSEP FISIKA DALAM DESAIN TUNGKU SEKAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Suhandi

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKTelah dilakukan kajian dan penerapan konsep Fisika dalam menyempurnakan desain tungku sekam. Konsep-konsep Fisika yang dikaji meliputi konsep pembakaran dan transfer panas. Hasil kajian mengindikasikan bahwa konsentrasi udara dalam badan tungku sekam mengendalikan pembakaran sekam, proses transfer panas dan pelepasan gas buang yang dihasilkan. Pengaturan konsentrasi udara dalam ruang bakar tungku direalisasikan dengan cara memasang sirip saluran udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh jumlah sirip saluran udara terhadap efisiensi tungku. Proses penelitian dilakukan dengan cara menguji penggunaan tungku sekam dalam proses memasak 20 liter air. Berdasarkan data-data massa sekam yang digunakan, massa air, energi spesifik air, kalor yang dibutuhkan untuk memasak tiap satuan waktu, dan kandungan energi dalam bahan bakar sekam, efisiensi tungku sekam dapat dihitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai efisiensi tungku sekam bergantung pada jumlah sirip lubang udara yang dipasang. Untuk ukuran tungku sekam yang digunakan dalam penelitian, efisiensi optimum  terjadi ketika jumlah sirip lubang udara berjumlah empat buah, dengan capaian efisiensi sebesar 20,25 %. ABSTRACTA study and an application of physics concepts in refining husk stove design have been done. The examined physicsconcepts include the concept of combustion and heat transfer. Results of the study indicated that the concentration of air in the stove combustion chamber could control husk burning processes, heat transfer and release of exhaust gasses produced.The management of air concentration in the stovecombustion chamber was realized by installing the fin air inlets.This research was conducted to investigate the effect of the number of fins air inlets to stove efficiency.The research process was done by testing the use of rice husk stove in the cooking of 20 liters of water. Based on the data of husk mass, water mass, the specific energy of water, the

  20. Desain Pabrik ETHYLENE dari Gas Alam Di Teluk Bintuni Papua Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Randhi Ramdhani

    2015-03-01

    Full Text Available Indonesia adalah salah satu dari sedikit Negara dengan keanekaragaman sumber daya alam yang melimpah sebagai bahan baku utama industri petrokimia berupa minyak bumi, gas alam, batu bara dan biomassa. Ketersediaan bahan baku tersebut dapat mendorong perkembangan industri petrokimia yang merupakan penopang industri nasional dalam upaya pemenuhan kebutuhan manusia terhadap pangan, sandang, papan dan energi. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam gas, sehingga sumberdaya alam tersebut merupakan penopang utama pembangunan di Indonesia. Berdasarkan data Departemen ESDM pada januari 2012, total cadangan gas alam Indonesia tercatat mencapai 150,70 Trillion Standard Cubic Feet (TSCF. Dari jumlah tersebut, sebanyak 103,35 TSCF merupakan gas alam terbukti, sementara 47.35 TSCF sisanya belum terbukti atau potensial. Memasuki era perdagangan, Indonesia dituntut untuk mampu bersaing dengan Negara lain dalam bidang industri. Inovasi yang berorientasi pada pengurangan ketergantungan kita pada produk luar negeri mampu untuk menambah devisa negara sangat diperlukan. Salah satu industri manufaktur strategis yang memiliki peranan penting dalam struktur industri nasional adalah industri petrokimia. Salah satu produk yang dihasilkan dari industri petrokimia adalah ethylene. Etena (Ethylene adalah senyawa kimia yang memiliki rumus C2H4 yang memiliki sifat-sifat : olefin paling ringan, tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah terbakar. Adapun penggunaan etena dalam dunia industri cukup luas antara lain : sebagai bahan baku industri kimia ethylene oksida, polyethylene, ethylene benzene, PVC, dan ethylene glikol. Ethylene dapat diproduksi dari beberapa sumber yaitu naptha dan gas alam. Dimana beberapa pabrik yang memproduksi ethylene antara lain Siemens Oil dan Gas Industri yang memproduksi sekitar 800.000 ton/tahun, Toyo Engineering Corporation yang mendirikan pabrik di Jepang pada tahun 1966 memproduksi ethylene sebesar 200.000 ton

  1. INVESTIGATION OF THERMAL PERFORMANCE OF AIR TO WATER HEAT EXCHANGER USING NANO-FLUIDS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nawaf Hazim Saeid

    2011-12-01

    : nombor Reynolds, jenis dan isipadu pecahan bendalir nano. Kesan parameter pengawal imbang ini dikaji dan keputusannya dibentangkan.  Keputusan menunjukkan peningkatan pemindahan haba yang ketara dengan penggunaan zarah bersaiz nano seperti serbuk titanium oksida (TiO2, berbanding dengan bendalir tulen.  Ketepatan keputusan kajian ini bergantung kepada ketepatan sifat-sifat efektif bendalir nano yang dirujuk daripada sumber maklumat terdahulu.

  2. PENGEMBANGAN ROBOT HEXAPOD UNTUK MELACAK SUMBER GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hani Avrilyantama

    2015-03-01

    Full Text Available Saat ini untuk mengevaluasi kebocoran pipa gas atau minyak bahan bakar dilakukan oleh manusia. Robot dapat diimplementasikan untuk mengganti tugas manusia dalam hal pencarian lokasi kebocoran gas. Pada dasarnya tiap robot memiliki implementasi yang berbeda, seperti robot yang mampu bergerak di jalan yang licin dan ada pula robot yang mampu bergerak di jalan yang kasar. Robot beroda mampu berjalan di tempat yang licin tetapi tidak bisa berjalan di tempat yang kasar dan berlumpur. Untuk keperluan investigasi kebocoran pipa gas tersebut maka diperlukan sistem robot berkaki hexapod. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat robot berkaki hexapod dilengkapi dengan sensor gas yang digunakan untuk mendeteksi adanya titik bocor gas dengan menggunakan garis hitam sebagai garis panduan dan sistem jalan robot dengan  menggunakan  metode inverse kinematics. Sensor gas yang digunakan adalah TGS 2620 dan pergerakkan  robot mengikuti garis hitam, ketika ada sumber gas maka robot akan berhenti. Dari hasil percobaan pada pencarian gas alkohol sebanyak 20 kali, robot dapat mendeteksi gas dengan  keberhasilan  90% . Kesalahan dalam  pencarian gas dipengaruhi oleh ketidakstabilan robot dalam berjalan dikarenakan torsi  motor  servo  lebih  kecil  dibandingkan  torsi  beban  pada  robot.

  3. The Myth and Reality of Rukiye Hanim in the Context of Turkish Malay Relations (1864-1904

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mehmet Ozay

    2015-06-01

    Full Text Available The present article investigates the identity, partial biography, and relations of Rukiye Hanim. She is recognized as the grandmother of three significant families who have been playing distinguished roles in politics and academics in Malaysia. Rukiye Hanim with her sister Hatice Hanim are believed to have been presented as concubines by Babussaade, the Palace in Constantinople, to Sultan Abu Bakar of Johor in the closing decades of the 19th century. It is significant here to pin down that this article grew out of some concerns upon the discourse argued by circles around the relations of Rukiye Hanim. The present writers urge that the established discourse creates an imagined memory, explicitly or implicitly, borrowing the concept from Benedict Anderson, related to this lady. This article will provide some details on the concubine, Rukiye Hanim who seems to be the main actor to set aright imagined misconceptions. This research relies on primary data particularly from oral information of the living descendants of Rukiye Hanim. Besides, the present writers conduct comparative understanding of the secondary sources to re-examine the mainstream discourse upon Rukiye Hanim written in Turkish, Malay and English languages. This research found that the concubines are not connected organically with the Ottoman Palace family, they are instead commoners and members of other nations. This sensational imagination has turned out to be a sort of historical fact structured by certain groups, both in Turkey and Malaysia, and it has been functionalized to establish historically the relations between modern Turkey and Malaysia.

  4. Melioidosis in acute cholangitis of diabetic patient: a forgotten diagnosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad N

    2012-08-01

    Full Text Available Nasir Mohamad,1 Suresh Ponnusamy,2 Sunita Devi,3 Rishya Manikam,4 Ilya Irinaz Idrus,1 Nor Hidayah Abu Bakar51Department of Emergency Medicine, School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia, Kubang Kerian, Malaysia; 2AIMST University, Bedong, Malaysia; 3Hospital Sultan Abdul Halim, Sungai Petani, Malaysia; 4University Malaya Medical Centre, Kuala Lumpur, Malaysia; 5Department of Pathology, Hospital Raja Perempuan Zainab II, Kota Bharu, MalaysiaAbstract: Melioidosis presents with a wide range of clinical presentations, which include severe community-acquired pneumonia, septicemia, central nervous system infection, and less severe soft tissue infection. Hence, its diagnosis depends heavily on the clinical microbiology laboratory for culture. In this case report, we describe an atypical presentation of melioidosis in a 52-year-old man who had fever, right upper-abdominal pain, and jaundice for 15 days. Melioidosis caused by Burkholderia pseudomallei was subsequently diagnosed from blood culture. As a primary care physician, high suspicion index is of great importance. High suspicion index of melioidosis in a high-risk group patient, such as the patient with diabetes mellitus and diabetic foot, is crucial in view of atypical presentations of pseudomonas sepsis. A correct combination of antibiotic administration in the early phase of therapy will determine its successful outcome.Keywords: Burkholderia pseudomallei, atypical, high suspicion, primary care

  5. CROATIAN AND INTERNATIONAL COPPER AND SALT ROUTES IN THE PART OF EUROPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Berislav Šebečić

    2001-12-01

    Full Text Available Middle Ages as well as in modern times. Those were caravan and cart routes and navigable river routes adapted to the possibilities of the then traffic. The iinportance of the copper and salt trade has been fin pointed out. From ancient times up until the mid-nineteenth century copper was pro-duced from copper ores in Rude near Samobor and from the mid-nine-teenth century until the beginning of the World War I mostly in Trgovi and Bešinac in Trgovska gora. The main copper trade was carried out from Rude over Dubovac (Karlovac, later on and Vrbovsko to Bakar and later on to Rijeka. I have named that the most important Croatian copper route. Intense intenational trade through Croatia that took place at the late fifteenth and in the course of the sixteenth centuries was a combination of river and cart traffic from the former foundries iu Bans-ka Bistrica (in Slovakia todayover Budim, Zagreb, Dubovac and Mod-ruš to Senj from where cargo was loaded on the ships sailing to Venice and all over the world. That route I have named the intenational copper route. Sea-salt was transported from the Adriatic saltvorks towards inland areas (Croatia salts routes; rock-salt was imported from Hungarian salt-works (todaj in ihe western Roumania and from the Tuzla salts works to the northern part of Croatia (International salt routes (the paper is published in Croatian.

  6. West Java Snack Mapping based on Snack Types, Main Ingredients, and Processing Techniques

    Science.gov (United States)

    Nurani, A. S.; Subekti, S.; Ana

    2016-04-01

    The research was motivated by lack of literature on archipelago snack especially from West Java. It aims to explore the snack types, the processing techniques, and the main ingredients by planning a learning material on archipelago cake especially from West Java. The research methods used are descriptive observations and interviews. The samples were randomly chosen from all regions in West Java. The findings show the identification of traditional snack from West java including: 1. snack types which are similar in all regions as research sample namely: opak, rangginang, nagasari, aliagrem, cuhcur, keripik, semprong, wajit, dodol, kecimpring, combro, tape ketan, and surabi. The typical snack types involve burayot (Garut), simping kaum (Purwakarta), surabi hejo (Karawang), papais cisaat (Subang), Papais moyong, opak bakar (Kuningan), opak oded, ranggesing (Sumedang), gapit, tapel (Cirebon), gulampo, kue aci (Tasikmalaya), wajit cililin, gurilem (West Bandung), and borondong (Bandung District); 2. various processing techniques namely: steaming, boiling, frying, caramelizing, baking, grilling, roaster, sugaring; 3. various main ingredients namely rice, local glutinous rice, rice flour, glutinous rice flour, starch, wheat flour, hunkue flour, cassava, sweet potato, banana, nuts, and corn; 4. snack classification in West Java namely (1) traditional snack, (2) creation-snack, (3) modification-snack, (4) outside influence-snack.

  7. Probable Maximum Precipitation (PMP) over mountainous region of Cameron Highlands- Batang Padang Catchment of Malaysia

    Science.gov (United States)

    Sidek, L. M.; Mohd Nor, M. D.; Rakhecha, P. R.; Basri, H.; Jayothisa, W.; Muda, R. S.; Ahmad, M. N.; Razad, A. Z. Abdul

    2013-06-01

    The Cameron Highland Batang Padang (CHBP) catchment situated on the main mountain range of Peninsular Malaysia is of large economical importance where currently a series of three dams (Sultan Abu Bakar, Jor and Mahang) exist in the development of water resources and hydropower. The prediction of the design storm rainfall values for different return periods including PMP values can be useful to review the adequacy of the current spillway capacities of these dams. In this paper estimates of the design storm rainfalls for various return periods and also the PMP values for rainfall stations in the CHBP catchment have been computed for the three different durations of 1, 3 & 5 days. The maximum values for 1 day, 3 days and 5 days PMP values are found to be 730.08mm, 966.17mm and 969.0mm respectively at Station number 4513033 Gunung Brinchang. The PMP values obtained were compared with previous study results undertaken by NAHRIM. However, the highest ratio of 1 day, 3 day and 5 day PMP to highest observed rainfall are found to be 2.30, 1.94 and 1.82 respectively. This shows that the ratio tend to decrease as the duration increase. Finally, the temporal pattern for 1 day, 3day and 5 days have been developed based on observed extreme rainfall at station 4513033 Gunung Brinchang for the generation of Probable Maximum Flood (PMF) in dam break analysis.

  8. ANALISA TURBOCHARGER PADA MOTOR BENSIN DAIHATSU TIPE CB-23

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rully Hartadi

    2001-01-01

    Full Text Available Turbocharger is one of component that used to improve performance of vehicle by increasing density of air. Turbocharger consists of turbin and compressor. Many people hope that their vehicle has better performance and faster acceleration by applaying some component. In this case turbocharger can do that. By applaying turbocharger, air and fuel will homogeneously mixed that can give a better combustion. Turbocharger has many advantages. Turbocharger powered by pressure of exhaust gas. Abstract in Bahasa Indonesia : Turbocharger adalah suatu komponen yang dipasang pada kendaraan bermotor yang bertujuan untuk meningkatkan daya dari motor dengan melakukan penambahan rapat massa udara yang lebih banyak dibandingkan dengan cara pengisian biasa. Turbocharger terdiri dari sebuah turbin dan sebuah kompresor. Banyak yang mengharapkan daya dari kendaraannya dapat meningkat dengan memasang perangkat. Diharapkan dengan memasang perangkat tersebut, daya dari motor akan meningkat dan juga akselerasinya. perangkat yang dipakai dalam hal ini adalah turbocharger. Dengan penambahan turbocharger, akan membuat campuran udara dengan bahan bakar semakin sempurna atau semakin homogen sehingga pembakaran akan semakin sempurna. Perangkat turbocharger ini mempunyai kelebihan dariperangkat lain yang bertujuan untuk meningkatkan daya. Turbocharger ini digerakkan oleh tekanan gas buang, yang pada umumnya tekanan gas buang dan panas dari gas buang ini tidak dimanfaatkan atau langsung dibuang begitu saja. Kata kunci: turbocharger, turbin, kompresor dan knocking.

  9. EVALUASI PENGGUNAAN METILEN BIRU SEBAGAI MEDIATOR ELEKTRON PADA MICROBIAL FUEL CELL DENGAN BIOKATALIS ACETOBACTER ACETI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dani Permana

    2013-05-01

    Full Text Available Microbial fuel cell (MFC merupakan salah satu teknologi sel bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui. MFC memanfaatkan proses oksidasi senyawa kimia oleh biokatalis untuk menghasilkan energi listrik daya rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja MFC dengan dan tanpa mediator elektron metilen biru (MB menggunakan biokatalis Acetobacter aceti dan substrat glukosa agar diperoleh energi listrik. Metode yang dilakukan adalah peremajaan kultur A. aceti, persiapan inokulum, persiapan reaktor MFC, persiapan media MFC dengan substrat glukosa 2% dengan dan tanpa mediator MB, pencuplikan secara periodik, penentuan kurva pertumbuhan, arus, potensial, kerapatan daya, energi, kadar glukosa dan tingkat keasaman (pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFC dengan mediator menghasilkan kuat arus sebesar 0,040 mA, potensial 878 mV, kerapatan daya 0,395 mW/cm2, energi maksimum 3,685 kJ, pemanfaatan glukosa 93,02% dan pH akhir 3,33, sedangkan MFC tanpa mediator menghasilkan kuat arus 0,035 mA, potensial 773 mV, kerapatan daya 0,290 mW/cm2, energi maksimum 2,434 kJ, pemanfaatan glukosa 90,16% dan pH akhir 3,24. Perolehan kerapatan daya pada kedua jenis MFC masih tergolong kecil dan tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan mediator MB hanya berpengaruh terhadap perolehan potensial pada MFC dengan kondisi perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini.

  10. ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU dan WAKTU PADA PROSES HIDROLISIS TERHADAP KADAR GLUKOSA DALAM PEMANFAATAN Lemna minor SEBAGAI BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Mayangsari

    2014-10-01

    Full Text Available Energi terbarukan sangatlah diperlukan karena semakin meluasnya krisis energi sehingga memerlukan alternatif selain penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan bioethanol merupakan alternatif yang baik karena banyak kelebihanya. Lemna minor merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai bioethanol, hal ini dapat dilihat dari kandungan glukosanya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu dan suhu pada proses hidrolisis terhadap nilai kadar glukosa serta mengetahui hubungan densitas terhadap kadar etanol. Proses ekstrasi glukosa menggunakan perbandingan volume HCl dengan kosentrasi 0,1 N, berat serbuk Lemna minor dan volume aquades yaitu 1:10:100 dengan variasi waktu ekstrasi 60, 90, dan 120 menit pada variasi suhu 60, 70, 80 °C dengan ukuran serbuk 60 mesh. Hasil penelitian ekstrasi hidrolisis terbaik pada menit ke-90 didapatkan panjang gelombang tertinggi 415 nm. Semua glukosa pada ekstrasi 90 menit difermentasi menggunakan bakteri Saccharomiches cerevisiae sebanyak 10% dari volume glukosa dengan waktu 144 jam, setelah fermentasi selesai sampel didestilasi untuk menghilangkan kadar air dan dihasilkan kadar ethanol terbaik 0,47% dengan densitas 0,9345 gr/ml3pada panjang gelombang larutan glukosa 316 nm.

  11. Perencanaan Transportasi Sapi Ternak Dengan Menggunakan Kapal Tradisional Untuk Wilayah Pulau Madura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Moerdianto Wahid

    2013-09-01

    Full Text Available Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan akan daging sapi juga semakin meningkat. Sampai saat ini, Indonesia memenuhi kebutuhan dagingnya sebesar 30% dari impor dimana terjadi kenaikan harga karena adanya peningkatan harga bahan bakar dan pakan ternak. Potensi sapi di Madura yang besar menjadikan wilayah ini menjadi salah satu sentra produksi sapi di Indonesia. Saat ini pengiriman sapi dari Madura melalui laut melayani untuk tujuan Kalimantan Selatan (Banjarmasin. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui potensi supply dan demand sapi di Madura ke Kalimantan serta menganalisa pola pengangkutan sapi ternak untuk mengetahui biaya total transportasi. Dari hasil penelitian diketahui potensi supply sapi pada tahun 2013 di kabupaten Bangkalan saat ini sebesar 10% dari jumlah populasi sapi atau sebesar 22.345 ekor, dan demand sapi di provinsi Kalimantan Selatan sebesar 12,6% dari jumlah populasi sapi atau sebesar 18.769 ekor. Pola pengangkutan sapi ternak menggunakan tiga kapal jenis KLM (Kapal Layar Motor, dengan lama RTD (Round Trip Days kapal yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan sapi di Kalimantan Selatan adalah dengan menggunakan KLM Purnama Indah selama 7 hari, KLM Karya Utama dan KLM Karya Utama II selama 14 hari. Skenario ini memberikan keuntungan yang lebih besar terhadap pemilik kapal sebesar Rp.1.449.380.873 tiap tahun atau tiga kali lebih besar dari keuntungan saat ini.

  12. Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Temperatur dan Kecepatan Udara Pengering Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara Pada Coal Dryer Dengan Tube Heater Tersusun Staggered

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferianto Ferianto

    2013-12-01

    Full Text Available Batubara bernilai kalor tinggi sangat efisien apabila dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Di Indonesia, masih banyak batubara yang tergolong dalam batubara bernilai kalor rendah. Nilai kalor yang rendah disebabkan karena kandungan moisture content yang besar. Pengurangan moisture content batubara dari 37,5% menjadi 31,4% mampu meningkatkan effisiensi boiler hingga 2,6%, sehingga diperlukan suatu proses pengeringan untuk pengurangan moisture content pada batubara. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan alat coal dryer dengan tube heater yang tersusun staggered. Pengujian dilakukan dengan menggunakan variasi temperatur udara pengering, yakni sebesar 40oC, 50oC, dan 60oC serta kecepatan udara pengering, yakni sebesar 1,52 m/s; 1,71 m/s; dan 1,9 m/s. Hasil yang diperoleh dari eksperimen ini adalah penurunan moisture content batubara terbesar terjadi pada variasi kecepatan 1,9 m/s dan temperatur udara pengering 600C, yaitu dari 19,433% menjadi 5,554%. Drying rate batubara terbesar terjadi pada variasi kecepatan 1,9 m/s dan temperatur udara pengering 600C, yaitu sebesar 0,00017 kg/s. Sementara nilai effisiensi pengeringan terbesar terjadi pada variasi kecepatan 1,9 m/s dan temperatur udara pengering 400C, yaitu sebesar 24,99%. Semakin besar kecepatan dan temperatur udara pengering semakin besar nilai drying rate dan perubahan moisture content. Namun pada pengeringan selama 35 menit, semakin besar temperatur udara pengering effisiensi pengeringan semakin turun.

  13. Penambahan Urea sebagai Co-Substrat pada Sistem High Rate Algae Reactor (HRAR untuk Pengolahan Air Limbah Tercemar Minyak Solar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Syarifa Darwinastwantya

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia semakin meningkat. Peningkatan tersebut mengakibatkan eksplorasi dan pengolahan secara berlebihan. Eksplorasi dan pengolahan berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan, yaitu limbah. Limbah minyak bumi biasanya langsung dibuang ke lingkungan yang dapat menyebakan pencemaran lingkungan, misalnya air. Pengolahan limbah menggunakan alga dapat digunakan sebagai pengolahan lanjutan tanpa menimbulkan polusi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan urea sebagai co-substrat terhadap kinerja High Rate Algae Reactor (HRAR dalam menurunkan kandungan minyak dalam air limbah minyak bumi. Variabel penelitian adalah konsentrasi minyak solar dalam air limbah dan konsentrasi urea yang digunakan. Konsentrasi minyak solar yang dipakai berasal penelitian pendahuluan sebesar 346 ppm dan 692 ppm untuk 18 L alga. Penelitian utama dilakukan dengan menambahkan 3 konsentrasi urea yang berbeda. Penelitian dilakukan selama 14 hari setiap dua hari sekali untuk semua parameter. Parameter yang digunakan dalam penelitian adalah kandungan Oil and Grease, Chemical Oxygen Demand (COD, klorofil a, Dissolved Oxygen (DO, pH, nitrogen-amonia, temperatur, dan Mixed Liquor Suspended Solid (MLSS. Dalam penelitian utama, menunjukkan bahwa sistem HRAR dapat mengolah air limbah mengandung minyak solar. Efisiensi penyisihan minyak solar paling optimal oleh sistem HRAR untuk variasi penambahan minyak solar 346 ppm adalah dengan penambahan urea 0,1 gr/L sebesar 83,33% sedangkan untuk variasi penambahan minyak solar 692 ppm menggunakan penambahan urea sebesar 0,3 gr/L sebesar 85,05%.

  14. STUDI PERANCANGAN KAPAL WISATA TRIMARAN HYBRID UNTUK PERAIRAN KEPULAUAN KARIMUNJAWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Budiarto

    2014-05-01

    Full Text Available Kegiatan pariwisata di Karimunjawa yang mulai meningkat harus didukung dengan fasilitas transportasi laut yang memadai. Sedangkan  ketersediaan energi fosil yang kian menipis, membuat harga bahan bakar fosil terus merangkak naik. Karena itu muncul ide untuk merancang  kapal yang dapat menggabungkan dua sumber energi yang berbeda, yaitu mesin diesel dan solar cell. Kapal yang seperti ini disebut dengan kapal hybrid. Dalam penilitian ini, fungsi utama kapal yang akan dirancang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal, serta pemilihan peralatan yang sesuai dengan mode hybrid yang akan dirancang. Setelah ukuran utama didapatkan maka analisa kelayakan lambung bisa didapatkan dari software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah LOA =14 m, B= 7,94 m, H= 1,64 m, T= 0,75 m. Kapal ini menggunakan motor listrik 75 kW, dengan sumber generator 55 kW, solar cell 2 kW, dan baterai 12,6 kW. Dalam sistem hybrid, ada tujuh mode yaitu mode solar cell, baterai, generator, solar cell + baterai, solar cell + generator, baterai + generator, dan gabungan solar cell + baterai + generator.  Dalam proses analisa, mode hybrid dapat menggerakan kapal dengan kecepatan maksimal 10,86 knot dengan hambatan 6,24 kN dan membutuhkan daya sebesar 69,6 kW.

  15. Pembuatan Biodiesel Secara Batch Dengan Memanfaatkan Gelombang Mikro (Microwave

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rhesa Purnama Putra

    2012-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, baik minyak baru atau bekas penggorengan melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat biodiesel dari minyak goreng secara batch melalui proses transesterifikasi dengan menggunakan radiasi mikrowave serta mempelajari berapa daya dan waktu optimal yang diperlukan untuk proses pembuatan biodiesel dengan radiasi microwave dengan katalis CaO, H2SO4, dan tanpa katalis. Dalam penelitian ini digunakan tiga variabel, yaitu daya (Watt;100,200,300,400, waktu (menit; 5,10,15,20 dan jenis katalis; CaO, H2SO4, dan tanpa katalis. Pada tahap persiapan menghitung volume minyak dan metanol yang akan dicampur. Kemudian mencampurnya didalam reaktor. Lalu mendinginkan campuran hingga terbentuk dua lapisan atas dan bawah dilanjutkan dengan melakukan pemisahan lapisan atas (biodiesel dari lapisan bawah (gliserol. Adapun pada tahap analisis, biodiesel hasil reaksi transesterfikasi dianalisa untuk mendapatkan data yield metil ester, densitas, viskositas, dan flash point. Dari penelitian diketahui bahwa hasil yang didapatkan masih belum dapat memenuhi standar biodiesel yang ditetapkan. Katalis CaO dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan katalis H2SO4 dan tanpa katalis. Kondisi operasi untuk menghasilkan kualitas yield biodiesel terbaik yaitu pada daya 200 Watt selama 20 menit dengan menggunakan katalis CaO. Yield biodiesel terbesar didapatkan yield sebesar 60,11 %.

  16. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit RBD Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga γ-Alumina (CaO/MgO/ γ-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niar Kurnia Julianti

    2014-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan katalis heterogen. Penelitian ini mengembangkan katalis berpromotor ganda berpenyangga y-alumina (CaO/MgO/y-Al2O3 dalam reaktor fluidized bed. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO dan MgO pada y-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor. Kemudian, katalis dioven selama 12 jam pada suhu 110C dan dikalsinasi pada suhu 700 C selama 5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk proses transesterifikasi dengan ratio molar minyak metanol 1:36; variabel massa katalis 4, 7, 10, 13, 16 gram; laju alir reaktan 4, 7, 10, 13, 16 ml/menit; dan suhu 125, 150, 175, 200, 225 C. Dimana yield dan % konversi terbaik dari penelitian diperoleh sebesar 0,642 gr biodiesel/gr minyak dan 63,975% pada massa katalis 16 gram, suhu 225 C dan laju alir reaktan 4 ml/menit.

  17. ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN LOGAM BERAT IKAN BELANAK (Mugil sp.DI SEKITARDI PERAIRAN SOCAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H Hafiludin

    2012-10-01

    Full Text Available Meningkatnya aktivitas manusia di sekitar perairan Kecamatan Socah seperti limbah industri dan rumah tangga dari Bangkalan, tumpahan bahan bakar kapal yang langsung terbuang ke laut, tumpukan sampah yang sengaja dibuang ke laut dan aktivitas lewatnya kapal laut memungkinkan berpengaruh terhadap biota perairan.Ikan belanak sudah banyak dan ditangkap di perairan Socah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan gizi dan kadungan logam berat ikan belanak (Mugil sp. yang berada di sekitar perairan Socah.Penelitian dimulai dengan pengambilan dan preparasi sampel, pengujian kandungan proksimat dan logam berat dengan perlakuan ukuran ikan (12 cm dan 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ikan belanak ukuran 12 cm sebesar 37,79% dan 38,87% untuk ikan belanak ukuran 25%. Kandungan kadar air berkisar 75,96-76,70%, kandungan protein berkisar 17,64-19,57%, kandungan lemak berkisar 2,83-3,33%, asam lemak bebas berkisar 1,43-1,47%, kandungan abu berkisar 1,14-2,94% dan kandungan karbohidrat berkisar 0,29-0,49%. Tidak terindikasi adanya logam berat Pb dan Hg pada perairan Socah dan pada daging ikan belanak.Kata kunci : belanak(Mugil sp, gizi, logam berat, perairan Socah

  18. Pengaruh Variasi Mikroorganisme dan Pelarut Dalam Produksi Etanol Dari Nira Tebu (Sachharum officinarum Dengan Proses Fermentasi Ekstraktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusfa Anugrah Baihaki

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak bumi (BBM didunia semakin tahun mengalami peningkatan tajam. Salah satu energi alternatif yang didorong pemerintah Indonesia adalah dengan memproduksi bioetanol. Salah satu bahan yang sangat berpotensial sebagai bahan baku utama dalam pembuatan bioetanol adalah nira batang tebu. Upaya peningkatan produktivitas etanol dilakukan secara kontinyu dikarenakan pada fermentasi konvensional terdapat kendala pada produktivitas dan konsentrasi etanol yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk produksi etanol dengan keunggulan keterpaduan proses dan rendah energi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar desain untuk rancang bangun skala industri kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa terbaik dari variasi mikroorganisme dan pelarut yang digunakan dalam memproduksi etanol dengan proses fermentasi ekstraktif dan untuk mengetahui karakteristik kinerja sistem fermentasi kontinyu dalam bioreaktor packed bed dengan variasi mikroorganisme. Dalam penelitian ini digunakan macam variasi mikroorganisme Zymomonasmobilis A3 termutasi dan campuran Saccharomyces cerevisiae dan Pichiastipitis dengan sistem tanpa recycle dan pelarut n-Amyl Alcohol. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa proses fermentasi kontinyu dan ekstraksi tanpa recycle menggunakan Zymomonas mobilis A3 dan pelarut n-Amyl Alkohol memberikan hasil produktivitas dan yield yang terbaik, yaitu sebesar 133,417 g/l.jam dan 35,049%.

  19. PERFORMANCE EVALUATION OF EXTERNAL MIXTURE FORMATION STRATEGY IN HYDROGEN-FUELED ENGINE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammed Kamil

    2011-12-01

    Full Text Available Mohammed Kamil1, M. M. Rahman2 and Rosli A. Bakar2Hydrogen induction strategy in an internal combustion engine plays a vital role in increasing the power density and prohibiting combustion anomalies. This paper inspects the performance characteristics of cylinder hydrogen-fueled engine with port injection feeding strategy. To that end, a one-dimensional gas dynamic model has been built to represent the flow and heat transfer in the components of the engine. The governing equations are introduced followed by the performance parameters and model description. Air-fuel ratio was varied from a stoichiometric limit to a lean limit. The rotational speed of the engine was also changed from 1000 to 4500 RPM. The injector location was fixed in the mid-point of the intake port. The general behavior of the hydrogen engine was similar to that of a gasoline engine, apart from a reduction in the power density, which was due to a decrease in the volumetric efficiency. This emphasizes the ability of retrofitting traditional engines for hydrogen fuel with minor modifications. The decrease in the volumetric efficiency needs to be rectified.

  20. Simulasi MCNP5 dalam Eksperimen Kritikalitas Larutan Plutonium Uranium Nitrat Dengan Reflektor Air dan Polyethelene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinan A.

    2011-12-01

    Full Text Available Banyak perangkat kritik dibangun untuk memenuhi kebutuhan studi fenomena kecelakaan kritikalitas pada larutan fisil di fasilitas daur bahan bakar nuklir. Salah satu diantaranya adalah perangkat kritik SCAMP. Di perangkat ini dikerjakan eksperimen kritikalitas menggunakan bejana silindris stainless steel berisi larutan plutonium uranium nitrat (Pu ditambah U nitrat. Sebanyak 7 eksperimen didemonstrasikan dengan reflektor air di semua sisi permukaan bejana larutan kecuali di bagian atas bejana. Makalah ini membahas simulasi transport Monte Carlo MCNP5 dalam eksperimen kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat dengan reflektor air dan polyethylene. Simulasi MCNP5 dengan pustaka ENDF/BVI memberikan hasil yang paling dekat dengan data eksperimen terutama pada kasus A untuk varian geometri 4. Dibandingkan pustaka ENDF/BV, perhitungan kritikalitas dengan pustaka ENDF/B-VI memberikan hasil lebih dekat dengan perhitungan MONK dimana bias perhitungannya kurang dari 0,44%, khususnya pada kasus A namun pada kasus B dan C simulasi MCNP5dengan pustaka ENDF/BV memberikan hasil dengan kecenderungan lebih baik dibandingkan pustaka ENDFB/VI dengan bias perhitungan kurang dari 2,67% dan kurang dari 1,13%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa MCNP5 telah menunjukkan reliabilitasnya dalam simulasi kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat.

  1. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUNARTO

    2012-05-01

    Full Text Available Pamungkas GS, Sutarno, Mahajoeno E. 2012. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam. Bioteknologi 9: 18-25. Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternative sumbernya. Dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan ayam dengan penambahan limbah organik lain dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy. Tujuan penelitian ini adalah (i menguji produksi biogas dari pencerna anaerob limbah peternakan ayam dengan perlakuan pengenceran, dan penambahan berbagai substrat sampah organik skala laboratorium, (ii mengetahui produksi biogas dari pencerna anaerob sistem curah limbah peternakan ayam dengan frekuensi agitasi berbeda pada skala semi pilot. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu penelitian skala laboratorium dan skala semi pilot. Rancangan percobaan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 2 faktor yaitu, rasio pengenceran, dan penambahan substrat. Hasil dari produksi biogas terbaik direkomendasikan pada penelitian skala semi pilot sistem curah. Perlakuan dalam tahapan semi pilot dengan interval waktu pengadukan, yaitu 4 jam/hari dan 8 jam/hari. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari penyampuran kotoran ayam dengan eceng gondok pengenceran 1:1 sebesar 0,60 L dalam 6 minggu dan efisiensi perombakan COD, TSS, VS adalah 63,80%; 14,79%; 75,14%. Pada sekala semi pilot sistem curah dengan frekuensi pengadukan 8 jam/hari, diperoleh hasil biogas tertinggi sebesar 624,99 L dalam 6 minggu.

  2. Efek Pemberian Suntikan Subkutan Vitamin C Terhadap Luka Insisi Dermal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surya Darma

    2014-09-01

    Full Text Available Abstrak Vitamin C berfungsi sebagai kofaktor enzyme prolil dan lysil hydroxilase. Enzym tersebut berfungsi dalam proses hidroksilasi yang membentuk ikatan hidroksiprolin dan hidroksilisin pada fibroblast dalam membentuk kolagen. Selain itu Vitaimin C juga berfungsi meregulasi dan menstabilkan trankripsi gen mRNA prokolagen pada proses pembentukan kolagen di dermis. Berdasarkan hal tersebut diatas, peneliti tertarik untuk membuktikan apakah pemberian vitamin C subkutan disekitar luka insisi dermal berefek pada pembentukan kolagen yang lebih padat dalam proses penyembuhan luka. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan tikus Wistar sebanyak 32 ekor, yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 16 ekor sebagai kontrol dan 16 ekor lagi sebagai perlakuan. Pada kedua kelompok dilakukan insisi di punggung sepanjang 2 cm. Kelompok perlakuan diberi suntikan vitamin C subkutan disekitar luka insisi dermal sebanyak 9 mg (0,09ml, sedangkan kelompokkontrol tidak diberikan.Pada hari kelima dilakukan pengambilan jaringan luka pada kedua sampel untuk pemeriksaan kepadatan kolagen secara mikroskopik. Hasil:Kepadatan kolagen pada hari kelimamenunjukkan perbedaan yang bermakna dari efek penyuntikan vitamin C subkutan terhadap kepadatan kolagen (χ2 = 5,833; P<0,05. Kesimpulan: Penyuntikan vitamin C subkutan disekitar luka insisi dermal efektif dalam meeningkatan kepadatan kolagen. Kata kunci: suntikan vitamin C subkutan, kepadatan kolagen.Abstract Vitamin C functions as enzyme co-factor for prolyl and hidroxylase lysil. The enzyme functions in hydroxylase process that builds hydroxyproline and hydroxylysine bondsin fibroblast in the synthesis of collagen. Besides that, vitamin C also functions in regulating and stabilizing procollagen mRNA gen transcription in dermal collagen synthesis. Based on the facts above, researchers are interested to prove whether subcutaneous injection of vitamin C around dermal insisional wound would result in more compact collagen

  3. ADSORPSI Pb2+ DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL MENGGUNAKAN SISTEM ADSORPSI KOLOM DENGAN BAHAN ISIAN ABU LAYANG BATUBARA SERBUK DAN GRANULAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2015-07-01

    Full Text Available Batubara  merupakan  salah  satu  sumber energi  alternatif  yang murah. Oleh karena itu,  penggunaan  batubara  di  Indonesia meningkat pesat  setiap  tahunnya. Penggunaan batubara  ini  menghasilkan  limbah  yang  dapat mencemari lingkungan baik limbah gas  seperti   CO2, NOX,  CO,  SO2,  hidrokarbon  maupun  limbah  padat  yang berupa abu  layang dan  abu  dasar. Abu  layang  mengandung SiO2, Al2O3,  dan sisa karbon yang tidak terbakar sehingga potensial digunakan sebagai adsorben. Pada penelitian ini, kemampuan adsorpsi abu layang ditingkatkan melalui aktivasi termal dan diuji untuk menjerap ion Pb2+ dalam limbah cair artifisial. Adsorpsi dilakukan pada sistem kolom yang berlangsung kontinyu menggunakan bahan isian abu layang teraktivasi, dalam bentuk serbuk dan granular, pada laju alir influen yang bervariasi. Hasilnya, laju alir mempengaruhi nilai kapasitas (qo, konstanta thomas (KtH dan waktu breakthrough.Kata Kunci : Pb2+ , adsorpsi, abu layang, breakthrough Coal is one of the inexpensive alternative energy. Therefore, the usage of coal in indonesia has been increased every year. It produces waste that can pollute the environment including gases waste such as CO2, NOX, CO, SO2, hydrocarbons and solid waste including fly ash and bottom ash. Coal fly ash is composed of  SiO2, Al2O3 and unburned carbon that enables it to act as a potential adsorbent. In this research, the adsorption capasity has increased by thermal activation and used to adsorp Pb2+ ion in wastewater.  The adsorption was carried out in packed column contains powder and granular activated fly ash. In the system, flow rate was varied.  The results show that flow rate influences adsorption capacity, Thomas constant and breakthrough time.Keywords: Pb2+, adsorption, coal fly ash, breakthrough

  4. ANALISIS KEROPOS PADA PENGELASAN LASER MIKRO KAPSUL TERAPI KANKER LAJU DOSIS RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DK Yoga

    2014-06-01

    Full Text Available Salah satu terapi pengobatan kanker adalah dengan menggunakan radioaktif yang dimasukkan ke dalam mikrokapsul untuk diimplan ke dalam jaringan tubuh pasien yang terkena kanker.  Mikrokapsul terbuat dari bahan Ti6Al4V ditutup menggunakan las laser. Pada saat pengelasan terjadi proses perubahan fase padat ke cair dan sebaliknya. Proses pendinginan dalam pengelasan yang terlalu cepat dapat menyebabkan keropos karena adanya gas yang terjebak pada saat pemadatan.  Waktu pencairan dan pemadatan pada pengelasan laser dipengaruhi oleh pulsa berkas laser dan aliran gas selubung .  Pada penelitian ini digunakan las laser Nd-YAG dengan bentuk pulsa trapezium pada frekuensi 5 Hz ,pada daya 300 W dan 400 W serta variasi aliran gas selubung 20,18,15 dan 12 l/min. Hasil pengelasan setelah dibelah dan diamati menggunakan mikroskop stereo ditemukan adanya lobang keropos pada sampel las dengan aliran gas 20 l/min dan efisiensi energy laser turun dengan penambahan panjang durasi pulsa laser pada fase pendinginan.  Untuk mencegah adanya keropos, pengelasan efektif menggunakan aliran gas 15 l/min.  Microcapsules containing radioisotope is one of methods used for cancer treatment. It is put in the microcapsule to be implanted to the body tissues of patient who is affected by cancer. The microcapsule was made of Ti6Al4V and sealed by using laser welding. A phase change from solid to liquid or vice versa occurred during the welding process. A fast cooling time in welding process can cause a loss of porosity due to a gas entrapment during solidification. The melting and solidification time of laser welding were affected by laser beam pulse and the flow of sealed gas. In this study, Nd-YAG laser was used in a shape of trapezium pulse. The study was carried out with a frequency, power and sealed gas flow of 5Hz, 300 and 400 W, and 20, 18, 15, 12 l/min, respectively. The welding product after splitting was further observed using a stereo microscope. The result

  5. SPATIAL DISTRIBUTION OF DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER CASES IN BANYUMAS DISTRICT, CENTRAL JAVA PROVINCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunaryo Sunaryo

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKDemam Berdarah Dengue (DBD masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian seriuskarena di beberapa daerah masih sering terjadi kejadian luar biasa. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerahdengan kasus DBD selalu tinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi spasial DBD diKabupaten Banyumas berdasarkan lokasi, ketinggian, tata guna lahan dan kepadatan penduduk serta pola kasusberdasarkan curah hujan. Kajian ini dilakukan dengan penelusuran data sekunder kasus DBD di Dinas KesehatanKabupaten Banyumas. Data peta topografi skala 1: 25000 diperoleh dari Bakosurtanal dan Bappeda Kabupaten Banyumas.Proses pengolahan data dan analisis spasial DBD secara tumpang susun menggunakan aplikasi Arc Gis.10. Hasilpenelitian menunjukkan jumlah kasus DBD tahun 2012 sebanyak 200 kasus, tersebar hampir di setiap kecamatan (75%.Kluster kasus DBD terdapat di wilayah Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan dan Purwokerto Utara yang merupakandaerah dataran rendah (12 -250 mdpl, lingkungan permukiman dekat persawahan, area perkotaan dengan permukimanpadat penduduk. Secara spasial kasus DBD terzonasi di wilayah dataran rendah dengan pemukiman padat penduduk dekatpersawahan. Kasus DBD meningkat pada saat musim hujan tinggi antara Januari –Mei.Kata kunci : distribusi spasial, DBD, BanyumasABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF is the most important public health problem in Indonesia, that needs serious attention.DHF cases in Banyumas regency always high in every year, and decrease in 2011.This research aimed to describe spatialdistribution of DHF in Banyumas district based on location, altitude, landuse and population density and pattern of casesbased on rainfall. DHF cases data obtained from Banyumas District Health Office. Topography map scale 1:25.000obtained from Bakosurtanal and Bappeda of Banyumas regency. Processing data and DHF spatial analize by overlay usingArc Gis.10 software. This research

  6. ROLE OF SOIL AS A RESERVOIR OF DISEASE = PERAN TANAH SEBAGAI RESERVOIR PENYAKIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Nugroho

    2015-03-01

    Full Text Available ENGLISHAbstractSoil is home to biodiversity where 25% of the Earth’s species live in the soil. Soil can provide ecosystem function through complex interactions between organisms in the soil and the soil itself as soil formation, water filtration, as well as providing useful compounds. However, the soil can be a reservoir of disease in humans. This is because the soil is the recipient of the solid waste that causes contamination of soil that may contain hazardous organic and inorganic materials as well as pathogenic microorganisms. The spread of disease-causing agents through the soil can occur as a result of floods, strong winds or transporting soil from endemic areas to other regions. Pathogens that have caused the role of soil-borne diseases are divided into two groups: Euedaphic Pathogenic Organisms (EPOs and Soil Transmitted Pathogens (STP. Prevention efforts need to avoid the spread of disease from soil to human beings as to conduct remediation of soils contaminated with hazardous chemicals as well as efforts to provide a disinfectant, and sanitary environment to prevent contamination of pathogenic microorganisms in the soil.INDONESIANAbstrakTanah merupakan tempat tinggal bagi keragaman hayati dimana 25% dari spesies bumi tinggal di tanah. Tanah dapat berfungsi menyediakan ekosistem melalui berbagai interaksi yang kompleks antara organisme dalam tanah dan tanah itu sendiri seperti pembentukan tanah, penyaringan air, maupun penyediaan senyawa yang bermanfaat. Namun, tanah dapat menjadi reservoir penyakit pada manusia. Hal ini karena tanah adalah penerima limbah padat sehingga menyebabkan kontaminasi tanah yang dapat mengandung bahan organik dan anorganik berbahaya serta mikroorganisme patogen. Penyebaran agen penyebab penyakit melalui tanah dapat terjadi akibat banjir, tiupan angin kencang atau pengangkutan tanah dari daerah endemik ke daerah lainnya. Patogen yang mempunyai peran menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui tanah di bagi

  7. High Discharge Rate Electrodeposited Zinc Electrode for Use in Alkaline Microbattery

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. L. Nor Hairin

    2012-01-01

    saduran zink. Saduran zink kemudiannya dijadikan elektrod bagi bateri mikro zink-udara beralkali dengan saiz 1 cm2 luas x ca. 305 µm tebal. Penggunaan membran tak organik MCM-41 membolehkan pembuatan sel dengan rekabentuk padat. Kualiti elektrod saduran zink telah dinilai secara lansung daraipada prestasi elektrokimia sel zink-udara. Saduran zink yang disediakan daripada takungan elektrolit 2 M NH4Cl menghasilkan kapasiti discas tertinggi.KEY WORDS (keyword:  Zinc electrodeposition, High discharge rate electrode, MCM-41 separator, Zinc-air cell and Alkaline microbattery.

  8. PENERAPAN ELEKTROOSMOSIS UNTUK PENGERINGAN SLUDGE DARI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmawan Darmawan

    2013-11-01

    Full Text Available APPLICATION OF ELECTROOSMOSIS FOR DEWATERING OF SLUDGE FROM WASTE WATER TREATMENT. Wastewater treatment produces semi-solid residue (sludge that must be handled carefully during dumping and discharge to avoid polluting the environment. A low cost and easy treatment of dewatering is needed. This research aimed to apply electroosmosis technique for dewatering sludge in order to seek for parameters that can efficiently reduce water content of sludge, including range of voltage, type of electrodes, and distance between electrodes; and to determine the effect of electroosmosis processes on changes of chemical characteristics of sludge. The results showed that: (1 electroosmosis dewatering occurred on the sludge taken from waste water treatment of landfill but not on sludge from water purification plant (PDAM, (2 direct current voltage of 30 volts was the optimum voltage, (3 copper rod cathode provided electroosmosis process as good as stainless steel cathode and both were better than the woven stainless steel cathode, (4 the dewatering time to reduce 1200% (w/w water content to about 400% was about 40 hours for sludge of 2500 cm3 in volume (laboratory bench scale, (5 the anode need to reinserted gradually approaching the cathode due to current lost when the water content at the anode point reached 400% and sludge at the point shrink, and (6 some chemical elements in the sludge decreased significantly after treatment. Pengolahan limbah cair menghasilkan residu berupa bahan semi padat yang dikenal sebagai sludge. Sludge tersebut juga perlu dikelola penyimpanan dan pembuangannya agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu pengelolaan sludge yang perlu dilakukan adalah pengeringan (dewatering. Salahsatu teknik dewatering yang mungkin diterapkan ialah teknik elektroosmosis, yaitu teknik yang memanfaatkan adanya pergerakan air pada media poros di dalam medan istrik searah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari parameter sistem dewatering secara

  9. Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI dengan Status Gizi Anak Usia 1-3 Tahun di Kota Padang Tahun 2012

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahaputri Ulva Lestari

    2014-05-01

    Full Text Available AbstrakMakanan pendamping ASI (MP-ASI adalah makanan padat yang mengandung nutrien lengkap yang diberikan kepada bayi mulai usia 6 bulan disamping ASI eksklusif untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara usia pemberian MP-ASI dan jenis MP-ASI dengan status gizi. Penelitian ini merupakan studi cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Mei-November 2012 pada anak usia 1-3 tahun yang berdomisili di Kota Padang. Pengumpulan data karakteristik responden, usia pemberian MP-ASI, dan jenis MP-ASI dilakukan dengan wawancara terpimpin. Pengukuran status gizi dilakukan berdasarkan BB/TB Z-score. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukan dari 200 anak, 51% anak diberi diberi MP-ASI sesuai jadwal dengan jenis MP-ASI buatan pabrik. Status gizi kurang, lebih banyak didapatkan pada anak yang diberi MP-ASI dini (33%. Tidak ditemukan anak dengan status gizi buruk.Terdapat hubungan antara usia pemberian MP-ASI dengan status gizi p= 0,001 (P < 0,05 dan tidak ada hubungan antara jenis MP-ASI dengan status gizi p= 0,456 (p > 0,05.Kata kunci: MP-ASI, Status gizi, Anak usia 1-3 tahunAbstractComplementary feeding is a solid and nutrient dense foods that contain complete given to infants from 6 months of age are exclusively breastfed in addition to achieve optimal growth and development. The research objective was to determine the relationship between the age of complementary feeding and provision of complementary feeding types with nutritional status. This study is a cross-sectional study that was conducted in May-November 2012 on children aged 1-3 years who live in Padang. The characteristics of the respondents, aged giving complementary feeding, and the type of complementary feeding by the guided interview. Measurement of nutritional status is based on weight / height Z-score.The statistical analysis used was chi square test. The results showed that of 200 children

  10. Change and Continuity in Indonesian Islamist Ideology and Terrorist Strategies

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adam James Fenton

    2015-04-01

    Full Text Available The “Islamisation” of Indonesia has exerted a transformative force on every aspect of Indonesian society. That process continues today. It has created streams of change and continuity in thoughts, ideologies and practices, of enormous complexity. Strict doctrinal interpretation of Koranic text is not a new phenomenon, contrary to what some reports in the mass media might suggest. Its roots stretch back at least as far as the 1800s with the outbreak of violent conflicts between those urging a stricter, scripturalist application of Islam, and those adhering to traditionalist and colonialist ideologies --culminating in the Padri war of West Sumatra of 1821-38. Indicating an ostensible continuity of ideology, modern extremist ideologues, such as Abu Bakar Bashir, urge their followers toward violent conflict and terrorist actions based on an ideology of strict “Middle Eastern” interpretation of fundamental Islamic tenets. This paper argues that the strategies of those carrying out radical and violent ideologies are undergoing change, as are the strategies of the authorities tasked with combating them. Radical groups have displayed a shift away from large-scale, attacks on symbolic foreign targets towards low-level violence primarily aimed at law enforcement authorities. Authorities, on the other hand, have shown a greater tendency to shoot dead those suspected of involvement with violent radical groups. This paper will examine the changing strategies of violent radical groups and the continuity, and evolution, of the underlying Islamic ideology that provides religious justification for their violent acts. The paper will argue that engaging Indonesia’s politically active youth in an ideological dialogue on Islamism and democracy provides the best prospect for disengagement from, and breaking the cycle of recruitment for, radical violence and terrorism.[Proses panjang Islamisasi di Indonesia telah menghasilkan kekuatan transformatif di

  11. Hubungan Lingkungan Fisik dan Tindakan Penduduk dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Suryani

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakAngka kematian akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA di negara berkembang sebanyak 20% dimana 1/3 - 1/2 merupakan kematian pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan fisik berupa ventilasi, pencahayaan alami, kelembaban rumah, kepadatan hunian rumah dan tindakan penduduk yang meliputi kebiasaan merokok dalam rumah, kebiasaan buka jendela dan penggunaan bahan bakar rumah tangga dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross sectional, yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang pada bulan Desember 2013 dengan jumlah sampel 106 ibu yang mempunyai balita. Sampel diambil secara simple random sampling. Pengumpulan data dari responden dilakukan menggunakan kuesioner dan lembaran observasi. Analisis data menggunakan uji chi square dengan p<0.05 dan 0.0bakar rumah tangga (p=0.027, Cc=0.210 dengan kejadian ISPA pada balita, sedangkan kelembaban rumah tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA pada balita.Kata kunci: ISPA balita, lingkungan fisik, tindakan pendudukAbstractThe mortality rate due to Acute Respiratory Infections (ARI in developing countries is about 20% which is 1/3-1/2 is the death of the children under five years old. The objective of this research was to determined the correlation between the physical environment which include the ventilation, the natural lighting, the house humidity, the density of residential house, and community behavior which include the habitual of smoking at house, the habitual of window open and household fuel use with the incidence of ARI on children under five years old. This research is an analytical study with cross

  12. Simulasi CFD Pembakaran Non-Premixed Serbuk Biomass Kayu Jati

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyitno Suyitno

    2005-01-01

    Full Text Available Energy crisis in Indonesia for the long time is very dangerous for human live. Therefore, diversifications of the energy resources and the energy conversions are urgently required. One of the sources of energy which is very interesting and very competitive is biomass. The objective of this research is to analyse the combustion characteristics of the Tectona Grandis wood by using CFD (Computational Fluid Dynamics simulation. The diameter of combusting reactor is 0.5 m and the length is 10 m. The biomass is pulverized and sieved to 40 mesh. Several parameters are varied i.e, wall temperature from 800 K to 1000 K, the mass flow rate of biomass from 0.1 kg/s to 1 kg/s and the moisture content from 0% to 20% d.b. From this model can be simulated combusting gas temperature profile, devolatilization rate, burning rate and concentration of the combusting gas (CO2, H2O and CO. From the simulation can be concluded that higher gas temperature and lower CO pollution can be attained by using higher wall temperature, lower moisture content and lower ratio of air-biomass. The peak temperature of combustion gas can reach 1200K to 1500K. The source of CO pollution is not only from devolatilization process, but also from the reaction between remaining char and H2O. Abstract in Bahasa Indonesia : Krisis energi di Indonesia dalam jangka waktu yang lama sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu penganeka-ragaman sumber-sumber energi dan metoda untuk mengubahnya menjadi sangat mendesak untuk dilakukan. Salah satu sumber energi yang sangat menarik dan sangat kompetitif adalah biomas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengalisis karakteristik pembakaran pada kayu jati dengan menggunakan simulasi CFD. Diameter dari ruang bakar adalah 0,5 m dan panjangnya 10 m. Biomas dibuat serbuk dan diayak sampai ukuran 40 mesh. Beberapa parameter yang divariasikan dalam simulasi yaitu temperatur dinding ruang bakar dari 800 K sampai 1000 K, laju aliran massa

  13. STUDI MODEL ALIRAN FLUIDA DAN PERPINDAHAN PANAS PADA PBMR.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Fatich Al-Qodri

    2013-11-01

    Full Text Available Reaktor tipe Pebble bed merupakan opsi yang menjanjikan untuk teknologi reaktor generasi mendatang dan memiliki potensi untuk memberikan pembangkitan listrik dengan efisiensi tinggi dan murah.Perpindahan panas reaktor ini menghadapi kendala akibat kompleksitas yang berkaitan dengan desain aliran panas.Dengan demikian, untuk mensimulasikan secara baik aliran dan perpindahan panas reaktor modular pebble bed ini memerlukan suatu model perpindahan panas yang berhubungan dengan radiasi serta konveksi dan konduksi panas.Dalam studi ini, suatu model dengan kemampuan untuk mensimulasikan aliran fluida dan perpindahan panas dalam teras reaktor modular pebble bed telah dikembangkan.Model ini diterapkan pada suatu personal computer (PC yang menggunakan program komputer Matlab r2008a Versi 7.1.Beberapa parameter penting aliran fluida dan perpindahan panas telah dipelajari, termasuk penurunan tekanan (pressure drop di teras reaktor, koefisien perpindahan panas, bilangan Nusselt, dan konduktivitas panas efektif pebble bahan bakar. Hasil yang diperoleh dari percobaan simulasi menunjukkan adanya suatu tekanan yang merata pada arah radial untuk suatu rasio diameter teras terhadap elemen bakar (D/d > 20 dan koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan peningkatan temperatur dan laju alir massa pendingin. Model ini dapat menjelaskan secara memadai fenomena aliran panas dan perpindahan panas dan kehilangan tekanan melalui friksi dalam PBMR tipe pebble bed.Kata kunci: Aliran fluida, perpindahan panas, PBMR, packed bed, penurunan tekananAbstractThe pebble bed type high temperature gas cooled nuclear reactor is a promising option for next generation reactor technology and has the potential to provide high efficiency and cost effective electricity generation. The reactor unit heat transfer poses a challenge due to the complexity associated with the thermalflow design. Therefore to reliably simulate the flow and heat transport of the pebble bed modular reactor

  14. Reka patching the city, international architecture workshop

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajda Primožič

    2012-01-01

    Full Text Available The INA oil refinery, having a significant impact on the quality of life in Rijeka, is just about to complete the transfer of its oil production from the city to the southern penninsula of Bakar. Rijeka is thus acquiring great potential for developing new kinds of activity almost in the centre of the city.What is the quality of this newly acquired area? While the land is steep and hard to build on, the 50 ha of land and 2 km of waterfront being liberated from industry is priceless. An additional value lies in its rich industrial heritage and specific industrial building legacy. What happens to this land in the near future is therefore a very important issue.An international student workshop called PATCHING UP RIJEKA was organised by the City Council of Rijeka to generate some initial ideas about what Rijeka needs, and what the most suitable programme for the location would be. Firstly, we were introduced to the site and INA’s role in the everyday life of Rijeka in October 2009. At that time, we made an analysis which served us later when we were developing our projects. We gave a preliminary presentation of our developing ideas in Ljubljana in order to establish the direction of different groups and their progress. The final review was in Rijeka, in December 2009, where all the projects were publicly compared and critically discussed. There were no winners, but a wide range of different ideas that the City Council can now use for the future management of the newly-acquired area.

  15. TENAGA SURYA DAN ARSITEKTUR: SUATU ANALISIS LINGKUNGAN DAN PERANCANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Harso Karyono

    2003-01-01

    Full Text Available This paper discusses the potential use of solar energy in building as an alternative solution of energy resources to reduce the negative impact in burning fossil fuels to the environment. It higlights the positive aspects in environment by generating solar energy and also discusses the aesthetical values in employing solar panels on buildings. Abstract in Bahasa Indonesia : Isue mengenai pemanasan bumi yang diakibatkan oleh produksi gas karbon dioksida sebagai akibat pembakaran bahan bakar minyak (minyak bumi, batu bara, gas alam memaksa ilmuwan, pakar energi, akhli lingkungan, serta pihak-pihak lain yang terkait untuk ikut memikirkan penggunaan energi alternatif yang aman. Tenaga nuklir yang tidak menghasilkan gas buang semacam karbon dioksida, ternyata bukan merupakan solusi energi alternatif yang baik karena meninggalkan sampah radioaktif yang belum ada solusi pembuangan yang diangap aman untuk masa yang akan datang. Tenaga surya, yang umumnya sudah digunakan secara tradisional sejak ratusan abad yang silam, perlu mendapat perhatian. Pemanfaatan tenaga surya baik secara pasif maupun aktif bagi bangunan perlu mendapat perhatian dari para arsitek. Pemanfaatan tenaga surya secara aktif, dimana tenaga surya dikonversikan terlebih dahulu menjadi tenaga listrik dengan solar sel, seyogyanya tidak berdiri sendiri, perlu diintegrasikan dengan aplikasi perancangan secara pasif. Perancangan secara aktif bertujuan untuk mengurangi beban listrik yang berasal dari minyak bumi - secara langsung mengurangi jumlah gas karbon dioksida yang dibuang ke udara, sedangkan perancangan pasif bertujuan untuk mengurangi beban penggunaan energi listrik - yang berasal dari sumber listrik apapun - di dalam bangunan. Makalah ini membahas isue yang diutarakan diatas, dimana pada akhirnya memberikan contoh dari suatu karya arsitektur yang dianggap berhasil dalam mengaplikasikan strategi perancangan secara aktif (menggunakan solar sel serta tidak meninggalkan sterategi

  16. KARAKTERISTIK PASIEN KARSINOMA NASOFARING DI POLIKLINIK TELINGA HIDUNG TENGGOROKKAN-KEPALA LEHER RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PADA BULAN NOVEMBER-DESEMBER 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferdinand Maubere

    2015-06-01

    Full Text Available Karsinoma nasofaring (KNF merupakan tumor ganas kepala leher yang paling banyak di Indonesia.Prognosis pasien KNF sangat bergantung pada diagnosis dan terapi pada stadium dini.Namun demikian, perhatian dan pengetahuan dokter umum di Indonesia mengenaiKNFmasih kurang memadai untuk mendukung penapisan dan pendeteksian sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan meninjau karakteristik khusus pada pasien KNF yang nantinya dapat dijadikan dasar penelitian selanjutnya sebagai salah satu alat bantu penapisan dan deteksi dini. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan dilaksanakan di poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar pada bulan November hingga Desember 2014.Jumlah sampel 68 pasien dengan diagnosis karsinoma nasofaring yang sudah ditentukan stadiumnya, baik pasien yang baru terdaftar ataupun pasien lama. Hasil penelitian ini menunjukkan rasio pasien KNF laki-laki berbanding perempuan adalah 2,78 : 1. Rerata umur responden adalah 50,01 ± 10,10tahun dan sebanyak 51,5% responden berusia 30-50 tahun.Sebanyak 63,3%responden mulai berobat pada stadium IV dan 20,6% pada stadium III. Pada variabel host, sebanyak 13,2% memiliki riwayat penyakit kanker pada keluarga, 22,1% memiliki riwayat penyakit THT kronik selama lebih dari 3 minggu,dan 67,6% memiliki ?1 gigi yang bermasalah. Pada variabel perilaku, 57,4% mengkonsumsi ikan asin ?3kali per bulan, 47.1% adalah perokok, dan 10,3% jarang menyikat gigi. Pada variabel lingkungan, 75,0% terpapar asap kayu bakar selama >10 tahun, 42,6%terpapar zat kimia inhalasi, dan 30,9% terpapar debu kayu.    

  17. BCL-XL regulates TNF-α-mediated cell death independently of NF-кB,FLIP and IAPs

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    Raffaella Gozzelino; Nahuai Badiola; Daniel Sanchis; Jose Rodriguez-Alvarez; Ramon Trullas; Victor J Yuste; Joan X Comella; Carme Sole; Nuria Llecha; Miguel F Segura; Rana S Moubarak; Victoria Iglesias-Guima-rais; M Jose Perez-Garcia; Stephanie Reix; Jisheng Zhang

    2008-01-01

    Upon activation,tumor necrosis factor alpha (TNF-α) receptor can engage apoptotic or survival pathways.Inhibition of macromolecular synthesis is known to sensitize cells to TNF-α-induced cell death.It is believed that this sensitization is due to the transcriptional blockade of genes regulated by NF-κB.Nevertheless,such evidence has remained elusive in the nervous system.Here,we show that TNF-α cannot normally induce apoptosis in PC12 cells or cortical neurons.However,cells treated with Actinomycin D (ActD) become susceptible to TNF-α-induced cell death through the activation of caspase-8,generation of tBid and activation of caspase-9 and -3.Analysis of several proteins involved in TNF-α receptor signaling showed no significant downregulation of NF-κB target genes,such as IAPs or FLIP,under such conditions.However,Bcl-xL protein levels,but not those of Bcl-2,Bax and Bak,are reduced by ActD or TNF-α/ActD treatments.Moreover,Bcl-xL overexpression fully protects cells against TNF-α/ActD-induced cell death.When endogenous levels of Bcl-XL are specifically downregulated by ientiviral-based RNAi,cells no longer require ActD to be sensitive to TNF-α-triggered apoptosis.Furthermore,Bcl-xL downregulation does not affect TNF-α-mediated NF-κB activation.Altogether,our results demonstrate that Bcl-xL,and not Bcl-2,FLIP or IAPs,acts as the endogenous regulator of neuronal resistance/sensitivity to TNF-α-induced apoptosis in an NF-KB-independent manner.

  18. Targeted delivery of brain-derived neurotrophic factor for the treatment of blindness and deafness

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khalin I

    2015-04-01

    Full Text Available Igor Khalin,1 Renad Alyautdin,2 Ganna Kocherga,3 Muhamad Abu Bakar1 1Faculty of Medicine and Defence Health, National Defence University of Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia; 2Scientific Centre for Expertise of Medical Application Products, Moscow, Russia; 3Ophthalmic Microsurgery Department, International Medical Center Oftalmika, Kharkiv, UkraineAbstract: Neurodegenerative causes of blindness and deafness possess a major challenge in their clinical management as proper treatment guidelines have not yet been found. Brain-derived neurotrophic factor (BDNF has been established as a promising therapy against neurodegenerative disorders including hearing and visual loss. Unfortunately, the blood–retinal barrier and blood–cochlear barrier, which have a comparable structure to the blood–brain barrier prevent molecules of larger sizes (such as BDNF from exiting the circulation and reaching the targeted cells. Anatomical features of the eye and ear allow use of local administration, bypassing histo-hematic barriers. This paper focuses on highlighting a variety of strategies proposed for the local administration of the BDNF, like direct delivery, viral gene therapy, and cell-based therapy, which have been shown to successfully improve development, survival, and function of spiral and retinal ganglion cells. The similarities and controversies for BDNF treatment of posterior eye diseases and inner ear diseases have been analyzed and compared. In this review, we also focus on the possibility of translation of this knowledge into clinical practice. And finally, we suggest that using nanoparticulate drug-delivery systems may substantially contribute to the development of clinically viable techniques for BDNF delivery into the cochlea or posterior eye segment, which, ultimately, can lead to a long-term or permanent rescue of auditory and optic neurons from degeneration. Keywords: brain-derived neurotrophic factor, neurodegeneration, posterior eye segment

  19. KINETIKA REAKSI HIDROLISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Megawati Megawati

    2012-02-01

    Full Text Available Bio-etanol merupakan salah satu bahan bakar organik yang dapat diproduksi dari pati dan selulosa. Bahan berbasis selulosa dapat ditemukan dalam limbah organik, diantaranya: grajen kayu, ranting kering, daun kering, tongkol jagung, sekam padi dan lain-lain. Langkah-langkah penting pada produksi etanol dari lignoselulosa ialah hidrolisis untuk mengkonversi hemiselulosa dan selulosa menjadi gula, fermentasi gula untuk memproduksi etanol, dan pemurnian etanol. Penelitian ini mempelajari reaksi hidrolisis ranting kering dengan asam encer pada kondisi non-isotermis. Dua ratus gram ranting kering dicampur dengan 1200 cm3 larutan asam sulfat 0,18 N dan dipanaskan di dalam autoklaf. Selama proses hidrolisis ini, suhu akan terus naik (non-isotermis, kemudian setelah mencapai suhu tertentu dijaga tetap (suhu akhir. Hasil hidrolisis pertama diambil pada suhu 413 K dan seterusnya diambil setiap interval 5 menit. Suhu akhir divariasi pada 433 K, 453 K, 473 K dan 493 K. Metode Fehling dipilih untuk menganalisis kandungan gula di dalam sampel. Persamaan kinetika reaksi diperoleh dengan mengolah data dengan pendekatan model shrinking-core dengan ukuran partikel tetap. Nilai tetapan kecepatan reaksi meningkat sedangkan nilai tetapan transfer massa relatif tidak berubah pada berbagai suhu. Tetapan kecepatan reaksi dapat didekati dengan persamaan Arrhenius, dengan frekuensi tumbukan Ar = 0,083 l/(mol.menit dan energi aktivasi Er = 20.000 J/mol. Untuk menyelidiki langkah mana yang mengontrol laju proses, dibandingkan tetapan kecepatan reaksi dan tetapan transfer massa pada 493 K, diperoleh nilai tetapan transfer massa berkisar 0,06 l/(mol.menit, dan nilai tetapan kecepatan reaksi berkisar 0,00051 l/(mol.menit, sehingga diperoleh bilangan Hatta 0,00933. Karena bilangan Hatta < 0,02 maka dapat disimpulkan bahwa reaksi kimia lebih mengontrol daripada transfer massa.

  20. STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN DALAM MENGHADAPI KEMISKINAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Widodo

    2009-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempetakan strategi nafkah yang dilakukan oleh rumah tangga nelayan miskin berdasarkan dua basis nafkah, yaitu sektor perikanan dan sektor non perikanan. Strategi nafkah yang merupakan kombinasi antara modal dan sumberdaya manusia tersebut dipengaruhi oleh sistem sosial masyarakat yang berlaku. Penelitian ini juga ditujukan untuk menganalisis sistem sosial yang mempengaruhi rumah tangga nelayan miskin dalam mengkombinasikan modal dan sumberdaya manusia yang dimilikinya. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive yaitu di wilayah Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Penentuan lokasi penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa di Kecamatan Kwanyar terdapat beberapa desa yang termasuk wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama penduduknya adalah nelayan. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Persepsi dan kondisi kemiskinan di perdesaan (rural ditunjukkan dengan ciri atau indikator yakni kepemilikan aset baik natura, rumah, ternak, emas maupun simpanan uang. Selain itu kemiskinan ditandai oleh ketiadaan akses terhadap  pendidikan dan kesehatan yang layak. Strategi nafkah yang dilakukan selama ini dapat dibedakan menjadi strategi ekonomi dan strategi sosial. Strategi ekonomi meliputi sektor perikanan dan sektor non perikanan. Pada sektor perikanan, nelayan miskin berusaha meningkatkan jumlah tangkapan dengan cara memperpanjang waktu tangkap dan memperluas wilayah tangkapan. Sedangkan upayah penghematan biaya dilakukan dengan mengoplos bahan bakar mesin yang seharusnya solar menjadi solar dan minyak tanah. Pola perpindahan ke sektor non perikanan juga mulai menggejala terutama pada generasi muda. Sedangkan strategi sosial yang dilakukan adalah dengan berhutang, menabung dan menggadaikan perhiasan. Kata kunci : rumah tangga, kemiskinan,nelayan, pesisir, strategi nafkah. 

  1. ANALISIS KECELAKAAN REAKTOR AKIBAT KEGAGALAN SISTEM PEMBUANG PANAS PADA REAKTOR NUKLIR GENERASI IV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. G. Abdullah

    2012-05-01

    Full Text Available Salah satu aspek terpenting dalam proses desain reaktor nuklir adalah aspek keselamatan reaktor. Sebelum membangun reaktor secara fisik, terlebih dahulu dibuat perencaaan perhitungan yang matang termasuk melakukan simulasi kinerja keselamatannya dalam menghadapi kemungkinan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model simulasi kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN yang disebabkan  gagalnya sistem pembuang panas. Kecelakaan akibat gagalnya sistem pembuang panas dipicu oleh hilangnya kemampuan pendinginan dari pembangkit uap. Urutan kecelakaan ini diawali dengan hilangnya kemampuan reaktor untuk membuang panas dari loop pendingin sekunder. Selama kecelakaan, laju pembuangan panas mengalami penurunan sedangkan temperatur masukan pendingin mengalami peningkatan. Hasil simulasi memberikan gambaran bahwa reaktor dapat bertahan dari kecelakaan. Hasil analisis kecelakaan menunjukkan bahwa temperatur maksimum bahan bakar, selongsong dan pendingin memiliki batas keselamatan yang sangat besar.One of the most important aspects in nuclear reactor design process is the safety aspect. Advanced and accurate safety simulation must be performed before it can be built.  This research aims to develop a simulation model of Nuclear Power Plant (NPP accidents due to the loss of  heat sink system. Loss of heat sink accident was triggered by the loss of cooling capability of steam generators.  This  accident  sequence  began with the loss of the reactor’s ability to remove heat from the secondary cooling loop. During the accident, the heat dissipation rate decreased whereas the coolant inlet temperatures increased till a new equilibrium level. The analysis results of the accident showed that there are large safety margin to the maximum temperature of the fuel, cladding, and coolant.

  2. DESCRIPTIVE ANALYSIS OF HOUSEHOLD INSECTICIDE IN COMMUNITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aram Sih Joharina

    2014-06-01

    Full Text Available The most popular and effective vector control is the use of insecticides. Surveywas done in the houses and some supermarket to know many kind of insecticides usedby people. The formulation, active ingredients, and concentration were recorded andanalyzed. Based on the results of the survey, household insecticides formulated invarious formulations such as liquid, mosquito coils, aerosol, mat and liquid vaporizer,chalk and paper burn. In addition to formulation, active ingredients and concentrationalso vary. Almost all household insecticide products on the market using the syntheticpyrethroid. Selection of household insecticides should be adapted to the type of insectpests because each type of active ingredients and formulations have advantages anddisadvantages. Efficacy of various active ingredients in various formulations has beenstudied and the results vary widely. Insecticide efficacy is influenced by the type ofactive ingredient, dosage, concentration, formulation, and the susceptibility of insectspecies, temperature, sunlight, wind, and application method.Key word: household insecticide, insecticides formulation, active ingredientsABSTRAKPengendalian serangga vektor penyakit yang paling efektif dan populer adalahpenggunaan insektisida. Survei dilakukan di masyarakat dan supermarket untuk mengetahuijcnis-jenis insektisida yang digunakan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil survei, insektisidarumah tangga terkemas dalam berbagai formulasi antara lain liquid, mosquito coil, aerosol, mat& liquid vaporizer, kapur serangga dan kertas bakar. Disamping formulasi, bahan aktif dankonsentrasi yang digunakan juga bermacam-macam. Hampir semua produk insektisida rumahtangga di pasaran menggunakan bahan aktif golongan piretroid sintetik. Pemilihan insektisidarumah tangga hendaknya disesuaikan dengan jenis serangga sasaran karena tiap jenis bahan aktifdan formulasi memiliki kelcbihan dan kekurangan. Efikasi berbagai bahan aktif dalam berbagaiformulasi telah

  3. Pembuatan Gliserol Karbonat Dari Gliserol Dengan Katalis Berbasis Nikel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktarinda Damayanti

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin berkembangnya penggunaan biodesel sebagai bahan bakar yang bersifat renewable mendorong bertambahnya jumlah gliserol di pasaran sebagai produk samping reaksi pembuatan biodesel. Upaya peningkatan nilai jual gliserol dilakukan dengan pengolahan gliserol menjadi produk turunannya, salah satunya gliserol karbonat. Gliserol karbonat memiliki fungsi sebagai bahan baku polimer, surfaktan, emulsifier dan sebagainya yang juga bersifat biodegradable. Gliserol karbonat dapat diperoleh melalui reaksi karboksilasi katalitik antara gliserol dengan urea. Reaksi ini dilakukan dalam reactor batch dilengkapi yang dilengkapi dengan pompa. Gliserol, urea dan katalis dimasukkan dalam reaktor, kemudian dipanaskan. Saat suhu operasi tercapai, pompa vakum dinyalakan vakum untuk mengeliminasi gas ammonia yang terbentuk sebagai produk samping. Penelitian ini diawali dengan seleksi 3 jenis katalis yakni Ni powder, Ni yang diambil dari NiCl2.6H2O dan Ni/γAl2O3, jumlah katalis yang digunakan dalam seleksi sebesar 3%  dengan suhu proses 150oC selama 4 jam. Hasil yang terbaik adalah katalis Ni/γAl2O3 dengan konversi gliserol 38,88% dan yield gliserol karbonat 23,56%. Kemudian dilakukan uji pengaruh jumlah katalis 1%, 3% & 5% dari berat gliserol dengan menggunakan Ni/γAl2O3. Hasil terbaik pada berat katalis 5% dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat 27,83%. Penelitian dilanjutkan dengan seleksi suhu proses antara 100oC, 125oC, 150oC, 175oC & 200oC. Pada seleksi ini terpilih suhu 150oC yang menghasilkan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%. Berikutnya adalah mengetahui pengaruh waktu terhadap konversi gliserol dan yield gliserol karbonat dengan variable 0 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Hasil terbaik diperoleh pada 4 jam proses dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%.

  4. Characterization of rice bran wax policosanol and its nanoemulsion formulation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ishaka A

    2014-05-01

    Full Text Available Aminu Ishaka,1,2 Mustapha Umar Imam,1 Rozi Mahamud,3 Abu Bakar Zakaria Zuki,4 Ismail Maznah1 1Laboratory of Molecular Biomedicine, Institute of Bioscience, University Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia; 2Department of Medical Biochemistry, College of Health Sciences, Usmanu Danfodiyo University, Sokoto, Nigeria; 3Faculty of Medicine and Health Sciences, 4Faculty of Veterinary Medicine, University Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia Abstract: Policosanol, a mixture of long-chain alcohols found in animal and plant waxes, has several biological effects; however, it has a bioavailability of less than 10%. Therefore, there is a need to improve its bioavailability, and one of the ways of doing this is by nanoemulsion formulation. Different droplet size distributions are usually achieved when emulsions are formed, which solely depends on the preparation method used. Mostly, emulsions are intended for better delivery with maintenance of the characteristics and properties of the leading components. In this study, policosanol was extracted from rice bran wax, its composition was determined by gas chromatography mass spectrophotometry, nanoemulsion was made, and the physical stability characteristics were determined. The results showed that policosanol nanoemulsion has a nanosize particle distribution below 100 nm (92.56–94.52 nm, with optimum charge distribution (-55.8 to -45.12 mV, pH (6.79–6.92 and refractive index (1.50; these were monitored and found to be stable for 8 weeks. The stability of policosanol nanoemulsion confers the potential to withstand long storage times. Keywords: rice bran wax, policosanol, nanoemulsion, characterization

  5. Studi Eksperimen Pengaruh Ukuran Partikel Batubara Pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Fanani

    2014-03-01

    Full Text Available Desain suatu PLTU salah satunya dibuat berdasarkan kualitas batubara yang akan digunakan sebagai bahan bakar. Pada PLTU batubara dibakar didalam boiler, didalam boiler terdapat pulverizer yang berfungsi untuk menghaluskan batubara dan menambah pasokan batubara kedalam boiler jika batubara didalam boiler memiliki nilai heating value rendah. Dengan menggunakan batubara dengan kualitas rendah maka suplai batubara yang dibutuhkan untuk memanaskan boiler  akan semakin banyak, hal ini bisa mengakibatkan kerja dari pulverizer akan semakin berat. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil batubara terbersa didunia. Namun hampir 80% batubara yang dihasilkan tergolong batubara rendah dan sedang [1] . Untuk meningkatkan nilai kalor batubara perlu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air dalam batubara. Eksperimen dilakukan dengan mengeringkan batubara didalam chamber dengan temperature udara 550C, sudut blade 200 dan massa pengeringan sebanyak 600gram, variasi ukuran partikel batubara 5mm, 10mm, 15mm. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang berat batubara setiap satu menit sebanyak 5 kali  , dua menit sebanyak 3 kali, dan lima menit sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh berupa relative humidity udara, temperature udara, berat sampel basah dan berat sampel kering. Pengambilan data berat sampel kering dilakukan berdasarkan standart ASTM D5142 dengan pengeringan pada temperatur 1050C selama 3 jam. Dari hasil eksperimen didapat bahwa proses pelepasan massa uap air paling banyak terjadi pada lima menit pertama yang ditandai dengan penurunan moisture content paling besar. Pada partikel batubara ukuran 5mm,10mm,15mm didapat moisture content terendah berturut-turut sebesar  6,48 %, 7,66 %, 7,47 %. Untuk laju pengeringan didapat nilai terendah berturut-turut sebesar 0,062 gram/menit, 0,104 gram/menit, 0,023 gram/menit,  sedangkan selisih humidity ratio ( ɷ2-ɷ1 didapat nilai terendah berturut turut sebesar 0,0072gram/kg dry air, 0

  6. Pengaruh Penggunaan Frekuensi Listrik Terhadap Performa Generator HHO Dan Unjuk Kerja Engine Honda Kharisma 125CC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Akbar Pratama

    2013-09-01

    Full Text Available Energi yang dihasilkan oleh engine merupakan hasil dari proses pembakaran campuran bahan bakar dengan udara (oksigen. Secara praktis  pembakaran  menghasilkan gas yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Salah satu perkembangan teknologi adalah dengan brown gas, atau sering disebut Generator HHO, dimana alat ini akan  menghasilkan gas HHO (2 unsur gas hydrogen dan 1 unsur gas oksigen dari proses elektrolisa air murni yang di hubungkan dengan arus listrik. Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Generator HHO pada engine Honda Kharisma  berkapasitas 125cc. Generator HHO tersebut menggunakan Elektroda jenis pipa Stainless steel AISI 316L dengan ukuran Ø21mm x 101mm, Ø34mm x 101mm, Ø48mm x 101mm dan Ø61mm x 101mm dengan tebal 3mm, larutan elektrolit 2liter aquades dan 1,4 KOH. Variasi yang diberikan pada generator HHO adalah besar frekuensi listriknya. Untuk pengujian, perubahan kecepatan dilakukan dengan full open throttle menggunakan chasis water brake dynamometer. Pengujian dilakukan pada putaran engine dengan kelipatan 500 rpm, dimulai dari 3500 rpm sampai dengan 8500 rpm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah frekuensi untuk generator dengan effisiensi thermal terbaik adalah pada 10Hz sebesar 20,06%. Dengan daya generator 118,74 Watt, debit 13,13 L/jam, kenaikan temperature 0.7°C/menit, torsi maksimal pada engine 27.09 Nm, daya efektif  6114,651 Watt, bmep 860,627 Pa, SFC 9.608E-08 kg/watt.s, effisiensi thermal engine 23,22% serta pengurangan emisi CO 1,17% dan HC 83ppm.

  7. Faktor Risiko Non Viral Pada Karsinoma Nasofaring

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukri Rahman

    2015-09-01

    Full Text Available Abstrak           Latar belakang: Karsinoma nasofaring adalah tumor ganas epitel nasofaring yang sampai saat ini penyebabnya belum diketahui, infeksi virus Epstein Barr dilaporkan sebagai faktor dominan terjadinya karsinoma nasofaring tetapi faktor non viral juga berperan untuk timbulnya keganasan nasofaring. Tujuan: Untuk mengetahui faktor non viral  yang dapat meningkatkan kejadian karsinoma nasofaring sehingga dapat mencegah dan menghindari faktor-faktor non viral tersebut. Tinjauan Pustaka: Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas epitel nasofaring yang penyebabnya berhubungan dengan faktor viral dan non viral diantaranya asap rokok, ikan asin, formaldehid, genetik, asap kayu bakar , debu kayu, infeksi kronik telinga hidung tenggorok, alkohol dan obat tradisional. Kesimpulan: Pembuktian secara klinis dan ilmiah terhadap faktor non viral sebagai penyebab timbulnya karsinoma nasofaring masih belum dapat dijelaskan secara pasti. Faktor non viral merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan angka kejadian timbulnya keganasan nasofaring Kata kunci: karsinoma nasofaring, faktor risiko, non viral AbstractBackground: Nasopharyngeal carcinoma is a malignant epithelial nasopharyngeal tumor that until now the cause still unknown, Epstein barr virus infection had reported as predominant occurance of nasopharyngeal carcinoma but non viral factors may also contribute to the onset of the incidence of nasopharyngeal malignancy. Purpose: To find non viral factors that may increase the incidence of nasopharyngel carcinoma in order to prevent and avoid non-viral factors Literature: Nasopharyngeal carcinoma is a malignant tumor that causes nasopharyngeal epithelium associated with viral and non-viral factors such as cigarette smoke, salt fish, formaldehyde, genetic, wood smoke ,wood dust, ear nose throat chronic infections, alcohol, and traditional medicine. Conclusion: Clinically and scientifically proving the non-viral factors as

  8. SINTESA GULA DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Irawan

    2012-11-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SUGAR FROM ORGANIC WASTES VIA ACID CATALYSTHYDROLYSIS. Hydrolysis process is an important step from every process to produce biofuel withorganic wastes as raw material. Hydrolysis process with chemical uses hydrochloride acid as catalystin which will transform holocellulose to glucose. Raw material of 100 grams is put into hydrolysisreactor with batch system equipped with pressure control and ratio hydrochloride of 1 : 6 w/v. Thevariables studied were temperature of 110-140oC, HCl concentration of 0.5-1%, time of hydrolysis of15-60 minutes. The sugar concentration was taken and then be analyzed by Nelson-Somogy method.The hydrolysis, which was carried out with the temperature of 120oC, time of 30 minutes, HClconcentration of 0.75%, and the pressure of 6 bar, produced sugar reduction of 27.3 mg/mL and yieldof 15.07%. Proses hidrolisis merupakan satu tahap penting dari rangkaian tahapan proses produksi bahan bakarnabati menggunakan bahan baku sampah organik. Proses hidrolisis secara kimiawi menggunakanHCl sebagai katalis akan mengubah holoselulosa yang terdapat pada sampah organik menjadi gula.Gula yang dihasilkan inilah yang dapat difermentasi menjadi bahan bakar nabati. Bahanbaku sebanyak 100 g dimasukkan dalam reaktor hidrolisis sistem batch yang dilengkapi denganpengukur tekanan dan ditambahkan larutan HCl pada perbandingan 1:6 b/v. Hidrolisis dilakukandengan memvariasikan suhu operasi 100-140oC, waktu proses 15-60 menit, serta konsentrasi HCl 0,5-1%. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar gula menggunakan metode Nelson-somogy. Hasilhidrolisis yang dilakukan pada suhu 120oC selama 30 menit serta konsentrasi HCl 0,75% dan tekananterukur 6 bar menghasilkan gula 27,30 mg/mL dan yield gula sebesar 15,07%.

  9. PENGARUH PERBEDAAN SIFAT PENYANGGA ALUMINA TERHADAP SIFAT KATALIS HYDROTREATING BERBASIS NIKEL-MOLIBDENUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Ulfah

    2012-11-01

    mengkarakterisasi penyangga dan katalis. Hasil penelitian menunjukan bahwa luas permukaan alumina mempengaruhi pembentukan kristalin MoO3 dalam katalis NiMo. Pada penyangga alumina-3 yang memiliki luas permukaan yang paling tinggi (sekitar 195 m2/g di banding dua jenis alumina lainnya (>195 m2/g tidak memiliki kristalin MoO3. Pembentukan kristalin MoO3 tidak dipengaruhi oleh sifat keasaman alumina. Berdasarkan hasil XRD ditunjukan bahwa pada katalis NiMo berpenyangga alumina-3 (memiliki kekuatan asam yang paling tinggi tidak terdapat adanya kristalin MoO3. Distribusi ukuran pori peyangga tidak berubah signifikan setelah deposisi oksida Ni dan Mo. Kekuatan mekanik penyangga mempengaruhi pula kekuatan katalis NiMo. Penyangga γ Al2O3-3 yang memiliki kekuatan mekanik yang paling tinggi memberikan kekuatan mekanik katalis NiMo yang tertinggi.

  10. In vivo characterization of polymer based dental cements

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiyanti P

    2011-12-01

    semen gigi. Beberapa studi in vitro di bidang ini telah dilakukan. Beberapa riset di bidang material gigi telah menghasilkan semen gigi yang memenuhi standart sifat fisik dan mekanik seperti regangan dan kekuatan secara in vitro, sedangkan uji in vivo dan uji klinis dari semen gigi dari laboratorium belum dilakukan. Penelitian ini menguji karakteristik fisik dan mekanik semen gigi menggunakan hewan coba kelinci dengan membuat karies kelas III di gigi anterior terutama di permukaan mesial atau distal insisif, mengisi kavitas dengan semen gigi dan menganalisa kekuatan tekan, kekuatan tarik dan struktur mikronya dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM. Tujuan: Studi ini bertujuan memberikan gambaran karakterisasi in vivo semen gigi berbahan dasar polimer (semen seng fosfat, polikarboksilat, ionomer kaca dan seng oksida eugenol. Metode: Pertama, kami melakukan preparasi pada gigi hewan coba (6 kelinci, jantan, usia 5 bulan. Kemudian kita membuat kavitas yang melibatkan dentin. Lalu kami menumpat kavitas dengan semen gigi. Setelah prosedur penumpatan, hewan coba dipelihara selama 21 hari dan dikarakterisasi kekuatan tekan, kekuatan tarik dan struktur mikronya. Kekuatan tekan dan kekuatan tarik dianalisa dari sampel uji gigi hewan coba yang diekstraksi dan diukur dengan autograf. Struktur mikronya diuji dengan SEM. Hasil: Hasil nilai kuat tekan terbaik diperoleh oleh semen seng fosfat (zinc phosphate cement sebesar 101,888 Mpa dan nilai kuat tarik semen gigi terbaik adalah semen gelas ionomer (glass ionomer cement sebesar 6,555 Mpa. Kesimpulan: Dapat disimpulkan, dari ketiga jenis bahan semen yaitu seng fosfat, polikarboksilat, dan ionomer kaca, yang mempunyai sifat fisik dan mekanikal terburuk adalah semen ionomer kaca.

  11. Perencanaan Penerapan Konsep Zero run-off dan Agroforestri Berdasarkan Kajian Debit Sungai di Sub DAS Belik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arnellya Fitri

    2015-09-01

    Full Text Available Daerah Aliran Sungai (DAS Belik merupakan salah satu Daerah Tampungan Air (DTA yang berada di daerah perkotaan Kabupaten Sleman. Akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman yang padat menyebabkan semakin berkurangnya area resapan air hujan. Kurangnya area resapan air hujan menyebabkan kapasitas saluran drainase Sub Daerah Aliran Sungai (DAS Belik pada saat hujan  tidak mampu menampung air sehingga banjir di sekitar saluran drainase terjadi. Tujuan penelitian ini untuk memberikan solusi dengan menggunakan konsep zero run-off  dalam upaya  mencegah genangan banjir di perkotaan yang kurang memiliki ruang terbuka hijau dan area resapan air hujan. Kajian debit banjir yang dilakukan pada sungai Belik menggunakan metode rasional dan metode SCS CN yaitu metode yang digunakan dalam penentuan debit puncak pada satu kejadian hujan. Perhitungan debit diperlukan untuk mengetahui besar limpasan maksimum pada drainase saluran DAS Belik. Metode hidrograf  SCS CN  menggunakan parameter tekstur tanah, tebal hujan, CN wilayah, retensi potensial maksimum air oleh tanah, dan kedalaman hujan efektif. Sedangkan metode rasional menggunakan parameter koefesien aliran, intensitas hujan, dan luas daerah pengaliran dalam menghitung debit limpasan. Keseluruhan hasil perhitungan kedua metode melebihi besar debit pengukuran langsung menggunakan Metode Slope Area, artinya keseluruhan hasil menunjukkan banjir atau limpasan permukaan yang melebihi kapasitas drainase.Kata kunci. Limpasan permukaan, metode SCS CN, metode rasional, zero run-off Belik Watershed is one of the Water Catchment Areas  located in urban areas of Sleman District. Land conversion from agricultural to residential area cause the descending of rain water catchment area. Lack of rain water catchment area can cause drainage channel capacity of Belik sub zone cannot hold rain water, so that flooding occurred around the drainage channel. The aim of this research is to give a way out to

  12. PREFACE: 1st International Conference on Mechanical Engineering Research 2011 (ICMER2011)

    Science.gov (United States)

    Abu Bakar, Rosli

    2012-09-01

    thanks to the expert reviewers who have spared their time reviewing the papers. We also highly appreciate the assistance offered by many volunteers in the preparation of the conference proceedings. All papers in ICMER 2011 have the opportunity to be published in IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, (indexed by Scopus, Ei Compendex, Inspec), International Journal of Automotive and Mechanical Engineering (IJAME) and Journal of Mechanical Engineering and Sciences (JMES). Professor Dr Hj Rosli Abu Bakar Chairman ICMER 2011

  13. Prominent diseases among internally displaced persons after Mt. Merapi eruption in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Fuady

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Letusan gunung berapi menyebabkan dampak kesehatan yang luas. Selain menyebabkan kematian dan luka bakar, paparan terhadap material vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, kulit dan mata. Studi ini bertujuan menilai penyakit yang menonjol pada pengungsi setelah letusan Merapi di Indonesia. Metode:Studi ini merupakan studi potong lintang, bersamaan dengan pemberian bantuan kesehatan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pada pekan pertama dan kedua setelah letusan kedua Merapi, di 12 lokasi pengungsian dalam area kecamatan Muntilan dan Mertayudan. Analisis pola penyakit dilakukan setelah mengelompokkan diagnosis kerja sesuai Klasifikasi Penyakit Internasional versi 10 (ICD-10. Hasil:Dengan rentang 1-4 diagnosis per orang, sejumlah 804 penyakit atau kelainan dianalisis. Lima penyakit terbanyak pada pekan pertama setelah letusan Merapi kedua adalah (1 penyakit saluran pernapasan, (2 penyakit jaringan lunak lainnya yang tidak terklasifikasi, (3 hipertensi, dan (4 kelainan episodik dan paroksismal. Proporsi penyakit saluran pernapasan, hipertensi, dan penyakit jaringan kulit dan subkutan meningkat pada pekan kedua. Kesimpulan:Penyakit saluran pernapasan, hipertensi, dan penyakit jaringan kulit dan subkutan meningkat pada pekan kedua setelah letusan kedua Merapi dibandingkan dengan pekan pertama. (Health Science Indones 2013;2:59-63Kata kunci: Merapi, pengungsi, perubahan penyakit yang menonjolAbstractBackground:Volcano eruptions may result in a wide range of health impacts. Exposure to volcanic materials may irritate respiratory tract, eyes, and skin, in addition to death and heat injury. Mount Merapi had two consecutive eruptions on 2010 and resulted in high number of mortality and morbidity. This study aimed at assessing prominent diseases among internally displaced persons after Merapi eruption in Indonesia. Methods:It is a cross sectional study, attached on delivery of medical aids by Faculty of Medicine

  14. IDENTIFICATION OF RATS AND SHREW IN ARGASOKA AND KUTABANJAR VILLAGE BANJARNEGARA SUB DISTRICT BANJARNEGARA DISTRICT 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Anggi Widayani

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKTikus (Ordo Rodentia merupakan hewan yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia baik bersifatmenguntungkan maupun merugikan. Spesies tikus mempunyai habitat masing-masing untuk berkembangbiak. Pemukimanmerupakan habitat tikus untuk memperoleh makanan. Tujuan penelitian untuk menggambarkan keberhasilan penangkapantikus dan mengidentifikasi tikus yang tertangkap di Kelurahan Argasoka dan Kutabanjarnegara. Metode penelitianmenggunakan survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah tikus yang berada di Kelurahan Argasoka danKelurahan Kutabanjarnegara. Sampel adalah tikus yang tertangkap menggunakan perangkap sebanyak 100 perangkapyang dipasang di lokasi penelitian selama 2 malam,dengan menggunakan umpan kelapa bakar dan ikan asin. Analisis datasecara deskriptif disajikan dalam bentuk narasi dan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilanpenangkapan tikus di Kelurahan Argasoka sebesar 10,5% dan di Kelurahan Kutabanjarnegara sebesar 6%. Tikus yangtertangkap 25 ekor Rattus tanezumi (75,76%, 1ekor R. tiomanicus (3,03%, dan 7 ekor Suncus murinus (21,21%. Tikus dancecurut berjenis kelamin jantan lebih banyak ditemukan (54,54 % daripada betina (45,45 %.Kata kunci: tikus, keberhasilan penangkapan, identifikasiABSTRACTRat is an animal that have important role to human being, even its profitable or adverse. This species have their own habitatto each depression. The community settlement is one of rat habitat to get food. The research purpose is to measure the trapsuccess of rat and to identify rat species in Argasoka and Kutabanjar Village, Banjarnegara. The research used surveymethod with cross sectional approach. Population were rats those lived in Argasoka and Kutabanjar Village. The samplewere rats those caught using single live traps in Argasoka and Kutabanjar Village, Banjarnegara. Rat trapping wasconducted for 2 nights using 100 single live traps with the roasted coconut and salted fish. Technical

  15. Social Inclusion and Local Development through European Voluntourism: A Case Study of the Project Realized in a Neighborhood of Morocco

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isabel N. Corti

    2010-01-01

    Full Text Available Problem statement: Tourism is an important activity in the global economy that drives thousands of people each year through all continents of the world and generates employment and income. Its economic impacts affect on agents that are directly involved in the sector, transferring to other sectors and destinations on an indirect way, characterizing it as a transverse activity that affects and is affected by many different sectors and areas of the economy. Tourists, in turn, travel for different reasons and motivations. Those might be for leisure, business, health reasons, religious or any other reason. Considering the usual travel for leisure, there is an increase in the number of tourists seeking to escape traditional tourism, enjoy new experiences and have a change in their routine. Just as tourism, voluntary work also moves thousands of people around the world with the purpose of changing the reality of disadvantaged societies. Volunteers are submitted to the most diverse forms of unpaid work in various areas of action. Approach: The purpose of this study was to present European tourism as an instrument for local development and social inclusion through the practice of Voluntourism. For this are presented the results of the analysis of the project carried out by European tourists in Abi Bakar Sidik School, Youssofia in the district of Rabat, capital of Morocco during the month of July 2009. Departing from these results, the profile and motivations of the participants were established, their experiences along this month, as well as contributions from such activity for local development and social inclusion. The data were obtained as a direct survey. Results: Are shown in two ways: from the perception of voluntuourists and from the point of view of local population, both of them evaluate as a very positive contribution this kind of tourism for local population social inclusion and for the country development. Conclusion: The voluntourism is

  16. Pengaruh Timbal (Pb Terhadap Kadar MDA Serum Tikus Putih Jantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endrinaldi .

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakTimbal (Pb merupakan logam berat bersifat toksik yang konsentrasinya di lingkungan saat ini dipandang sebagai zat berbahaya. Pb dalam bentuk senyawa berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, emisi industry dan dari penggunaan cat bangunan yang mengandung Pb. Toksisitas Pb menghambat enzim yang berperan sebagai antioksidan dan merusak sel hati.Tujuan studi ini adalah untuk melihat pengaruh timbal (Pb terhadap kadar malondialdehid (MDA tikus putih jantan. Desain penelitian ini adalah eksperimental menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan dengan pemberian Pb asetat dengan dosis konsentrasi 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB selama 26 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan rerata kadar MDA serum secara bermakna (p < 0,05, setelah pemberian Pb asetat selama 26 hari. Peningkatan kadar MDA secara bermakna terjadi antara kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberi dosis 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB.Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah bahwa pemberian Pb asetat meningkatkan kadar MDA serum tikus.Kata kunci: Pb asetat, MDAAbstractLead (Pb is atoxi cheavy metal concentrationsin the environment are now seenas a dangerous substance. Pb in the form of compounds derived from burningmotor vehicle fuel. Pb toxicityinhibitsan enzyme that acts as an antioxidant and liver cell damage.The purpose of this study was to observe the effect of lead (Pb on levels of malondialdehyde (MDA male whiterats. Experimental research design was used 25 white male rats were divided into five groups, namely the control group and the group treated with the administration of Pb acetate at a dose concentration of 5, 10, 20, and 40 mg / kg body weight for 26 days.The results showed an average increase in level of MDA, after administration of Pb acetate for 26 days were significantly (p <0.05. Increase in level of MDA of serum were significantly (p

  17. Seasonal variations of arsenic in mussels Mytilus galloprovincialis

    Science.gov (United States)

    Klarić, Sanja; Pavičić-Hamer, Dijana; Lucu, Čedomil

    2004-10-01

    Total arsenic concentration in the edible part of mussels Mytilus galloprovincialis was evaluated seasonally in the coastal area of Rijeka Bay (North Adriatic Sea, Croatia). Sampling stations were located close to the City of Bakar with no industrial facilities (site 1), in the vicinity of the oil refinery and oil thermoelectric power plant (Urinj, site 2), and 4 miles away from the Plomin coal thermoelectric power plant (Brseč village, site 3). Additionally, the concentration of arsenic in the tail muscle of the lobster Nephrops norvegicus, collected in Rijeka Bay, was studied. During winter at sites 2 and 3, the total arsenic in the edible part of the mussels was 16.4 mg As/kg FW (FW=fresh weight) and 4.38 mg As/kg FW, respectively, and increased during springtime at site 2 (6.5 mg As/kg FW) compared to the rest of the year, when individual total arsenic concentration at all sites ranged from 1.7 to 3.7 mg As/kg FW. In the winter (sites 2 and 3) and springtime (site 2) there was no correlation between the length of the mussel shell and the arsenic concentration in the edible part of the mussels. In the other seasons, at sites 1, 2 and 3, there was a correlation between arsenic in the edible part of mussels and shell length in most cases (correlation coefficients r varied from 0.64 to 0.85; P <0.05 to P <0.01). Correlation between shell length (in the narrow range of shell lengths from 3.4 to 5.0 cm) and arsenic in the edible part of the mussels shows linearity with a high regression coefficient (r =0.914; P <0.001). The increase of arsenic in the mussels during winter and spring was suggested at least partially as a result of a low nutritional status, i.e. reduced weight of the mussels' edible part during winter. In addition, a linear relationship was found between body length and arsenic concentration in the tail muscle (mean 17.11±4.48 mg As/kg FW) of the Norway lobster.

  18. Metabolism of bilirubin by human cytochrome P450 2A6

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Abu-Bakar, A' edah, E-mail: a.abubakar@uq.edu.au [The University of Queensland, National Research Centre for Environmental Toxicology (Entox), 4072 Brisbane, Queensland (Australia); Arthur, Dionne M. [The University of Queensland, National Research Centre for Environmental Toxicology (Entox), 4072 Brisbane, Queensland (Australia); Cooperative Research Centre for Contamination Assessment and Remediation of the Environment, Adelaide (Australia); Wikman, Anna S. [The University of Queensland, National Research Centre for Environmental Toxicology (Entox), 4072 Brisbane, Queensland (Australia); Department of Pharmaceutical Biosciences, Uppsala University, SE-75123 Uppsala (Sweden); Rahnasto, Minna; Juvonen, Risto O.; Vepsäläinen, Jouko; Raunio, Hannu [School of Pharmacy, Faculty of Health Sciences, University of Eastern Finland, POB 1627, 70211 Kuopio (Finland); Ng, Jack C. [The University of Queensland, National Research Centre for Environmental Toxicology (Entox), 4072 Brisbane, Queensland (Australia); Cooperative Research Centre for Contamination Assessment and Remediation of the Environment, Adelaide (Australia); Lang, Matti A. [The University of Queensland, National Research Centre for Environmental Toxicology (Entox), 4072 Brisbane, Queensland (Australia)

    2012-05-15

    The mouse cytochrome P450 (CYP) 2A5 has recently been shown to function as hepatic “Bilirubin Oxidase” (Abu-Bakar, A., et al., 2011. Toxicol. Appl. Pharmacol. 257, 14–22). To date, no information is available on human CYP isoforms involvement in bilirubin metabolism. In this paper we provide novel evidence for human CYP2A6 metabolising the tetrapyrrole bilirubin. Incubation of bilirubin with recombinant yeast microsomes expressing the CYP2A6 showed that bilirubin inhibited CYP2A6-dependent coumarin 7-hydroxylase activity to almost 100% with an estimated K{sub i} of 2.23 μM. Metabolite screening by a high-performance liquid chromatography/electrospray ionisation mass spectrometry indicated that CYP2A6 oxidised bilirubin to biliverdin and to three other smaller products with m/z values of 301, 315 and 333. Molecular docking analyses indicated that bilirubin and its positively charged intermediate interacted with key amino acid residues at the enzyme's active site. They were stabilised at the site in a conformation favouring biliverdin formation. By contrast, the end product, biliverdin was less fitting to the active site with the critical central methylene bridge distanced from the CYP2A6 haem iron facilitating its release. Furthermore, bilirubin treatment of HepG2 cells increased the CYP2A6 protein and activity levels with no effect on the corresponding mRNA. Co-treatment with cycloheximide (CHX), a protein synthesis inhibitor, resulted in increased half-life of the CYP2A6 compared to cells treated only with CHX. Collectively, the observations indicate that the CYP2A6 may function as human “Bilirubin Oxidase” where bilirubin is potentially a substrate and a regulator of the enzyme. -- Highlights: ► Human CYP2A6 interacts with bilirubin with a high affinity. ► Bilirubin docking to the CYP2A6 active site is more stable than biliverdin docking. ► Recombinant CYP2A6 microsomes metabolised bilirubin to biliverdin. ► Bilirubin increased the hepatic

  19. Peningkatan Nilai Kalor Biomassa Kotoran Kuda dengan Metode Densifikasi dan Thermolisis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Bawa Susana

    2009-01-01

    Full Text Available Direct combustion of horse dung as an alternative fuel has caused a lot of smoke and dust. Its efficiency and heating value were low. To improve its properties, the conversion method (densification and thermolysis can be applied to increase the biomass heating value of the horse dung. The densification process was done using a mixture of starch and horse dung with the following ratio 1:3; 1:5; 1:7; 1:10. The results of the horse dung biomass then being processed by thermolysis (pyrolysis using an oven with constant heating temperature and holding time, and with the addition of inert gas. Heating temperature and holding time are 300oC and 2 hours respectively. The results of testing conducted on the samples showed that the conversion of biomass horse dung in densification and thermolisis/pyrolysis were able to increase their heating value. The biomass briquettes with the ratio 1:10, were produce the highest heating value (dry heating value i.e. 4708,775 kcal/kg. While bio-charcoal briquettes with ratio1:10 (thermolysis/pyrolysis results with the addition of inert gas, their highest heating value was 5002,791 kcal/kg. Abstract in Bahasa Indonesia: Proses pembakaran langsung kotoran kuda yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif memiliki kekurangan seperti asap yang banyak, debunya yang dapat mengganggu pernapasan, efisiensi dan nilai kalor yang cukup rendah. Oleh karena itu diterapkan metode konversi, yaitu densifikasi dan thermolisis untuk meningkatkan nilai kalor biomassa kotoran kuda. Untuk proses densifikasi digunakan campuran kanji dan kotoran kuda dengan komposisi 1:3, 1:5, 1:7, 1:10. Hasil densifikasi biomassa kotoran kuda kemudian diproses secara thermolisis (pirolisis menggunakan oven pemanas dengan suhu pemanasan dan waktu penahanan (holding time yang konstan, yaitu 300oC dan 2 jam, serta perlakuan dengan gas inert. Hasil pengujian yang dilakukan pada sampel, didapatkan bahwa konversi biomassa kotoran kuda secara densifikasi dan

  20. Development of nanoantibiotic delivery system using cockle shell-derived aragonite nanoparticles for treatment of osteomyelitis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saidykhan L

    2016-02-01

    Full Text Available Lamin Saidykhan,1 Md Zuki Bin Abu Bakar,2 Yaya Rukayadi,1,3 Aminu Umar Kura,4 Saiful Yazan Latifah5 1Microbiology Unit, Laboratory of Natural Products, Institute of Bioscience, 2Laboratory of Anatomy and Histology, Department of Veterinary Preclinical Sciences, Faculty of Veterinary Medicine, 3Department of Food Science, Faculty of Food Science and Technology, 4Vaccine and Immunotherapeutics Laboratory Unit, Institute of Bioscience, 5Department of Biomedical Science, Faculty of Medicine and Health Sciences, Universiti Putra Malaysia, Serdang, Selangor Darul Ehsan, Malaysia Abstract: A local antibiotic delivery system (LADS with biodegradable drug vehicles is recognized as the most effective therapeutic approach for the treatment of osteomyelitis. However, the design of a biodegradable LADS with high therapeutic efficacy is too costly and demanding. In this research, a low-cost, facile method was used to design vancomycin-loaded aragonite nanoparticles (VANPs with the aim of understanding its potency in developing a nanoantibiotic bone implant for the treatment of osteomyelitis. The aragonite nanoparticles (ANPs were synthesized from cockle shells by a hydrothermal approach using a zwitterionic surfactant. VANPs were prepared using antibiotic ratios of several nanoparticles, and the formulation (1:4 with the highest drug-loading efficiency (54.05% was used for physicochemical, in vitro drug release, and biological evaluation. Physiochemical characterization of VANP was performed by using transmission electron microscopy, Fourier transform infrared spectroscopy, X-ray powder diffraction, and Zetasizer. No significant differences were observed between VANP and ANP in terms of size and morphology as both samples were cubic shaped with sizes of approximately 35 nm. The Fourier transform infrared spectroscopy of VANP indicated a weak noncovalent interaction between ANP and vancomycin, while the zeta potential values were slightly increased from -19

  1. PENGOLAHAN BIJI MAHONI (Swietenia Macrophylla King SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF BIODIESEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astrilia Damayanti

    2013-05-01

    Full Text Available Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang terus menerus akan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak. Sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Bahan baku potensial untuk memproduksi biodiesel yang tidak bersaing dengan bahan baku pangan contohnya adalah biji mahoni (swietenia macrophylla king. Tahapan yang diperlukan dalam percobaan biodiesel adalah proses pengambilan minyak biji mahoni dengan proses penyangraian, degumming, dan proses transesterifikasi. Alat yang diperlukan dalam pembuatan biodiesel yaitu: labu alas bulat dilengkapi kondensor, gelas ukur, pengaduk magnetik, alat-alat gelas lab, dan lain sebagainya. Proses pengambilan minyak dilakukan dengan penyangraian yang hasilnya di degumming dengan asam fosfat 5% b/b pada suhu 80ºC selama 15 menit. Degumming bertujuan untuk menghilangkan getah, lendir, protein, resin dan gum. Proses kedua yaitu transesterifikasi dengan metanol 1:6 (minyak dan mtanol dengan KOH 0,1 N pada suhu 60ºC selama 1 jam. Setelah diperoleh metil ester, dilakukan proses pencucian atau penetralan metil ester pada suhu pemanasan 104ºC untuk menghilangkan kadar airnya. Dari hasil percobaan diperoleh rendemen minyak sebesar 86,92%, uji densitas 874,08 kg/m³, viskositas 3,07 mm2/s, dan bilangan asam 0,5601 mg KOH/g. Metil ester yang dihasilkan telah sesuai dengan SNI-04-7182-2006. An increased demand of the fossil fuel would lead to scarcity of the fossil fuel in the future. An alternative of environmentally friendly energy sources is biodiesel. It is accounted that the resources for producing biodiesel should not compete with food raw materials, such as mahogany grain, (swietenia macrophylla king. The necessary steps in the experiment of producing biodiesel are process of taking the mahogany seed-oil by using roasting method, degumming, and transesterification process. The required equipments for producing biodiesel were round-bottom flask equipped with condenser

  2. UPAYA PENINGKATAN MUTU DAN EFISIENSI PROSES PENGERINGAN JAGUNG DENGAN MIXED-ADSORPTION DRYER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Buchori

    2013-11-01

    produk sehingga beban biaya operasi besar untuk konsumsi bahan bakar. Pengering adsorpsi dengan zeolite berpotensi untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh komposisi jagung-zeolite dan suhu terhadap kecepatan pengeringan dan kandungan protein dan lemak di dalam jagung. Penelitian dilakukan dengan variabel berubah yaitu rasio antara jagung dan zeolit (1:0, 1:3, 1:1, 3:1 dan suhu udara masuk (suhu kamar, 30oC, 40oC, 50oC. Pengambilan sampel untuk pengujian kadar air dilakukan setiap 15 menit. Untuk keperluan energi dihitung pula efisiensi energi (h berdasarkan jumlah panas yang digunakan untuk menguapkan air dari jagung (Qevap dibagi dengan kebutuhan panas total untuk meregenerasi zeolit dan menaikkan suhu udara (Qintr. Profil temperatur dan air di dalam mixed adsorption dryer juga dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah zeolit yang digunakan, kadar air hasil akhir pengeringan makin sedikit, kadar protein dan lemak hasil akhir pengeringan relatif konstan. Semakin besar suhu udara masuk pengering, kadar air hasil pengeringan makin sedikit, kadar protein semakin menurun, dan kadar lemak tidak berubah/relatif konstan. Variabel yang terbaik adalah variabel dengan rasio jagung:zeolit yaitu 1:3 dan menggunakan suhu udara pengering 50oC. Sedangkan variabel yang cocok dan sesuai dengan standar SNI untuk makanan kering (14% adalah variabel dengan menggunakan suhu udara pengering antara 40oC dan 50oC dengan rasio berat jagung : zeolit adalah 1:3. Efisiensi energi diperoleh sebesar 81,23%. Pemodelan yang dilakukan dengan Femlab (COMSOL dapat menggambarkan profil kandungan air dan suhu di dalam jagung dan zeolit. Kata kunci : jagung; pengeringan; efisiensi energi; mixed adsorption dryer; zeolit

  3. HUBUNGAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN, DAN SIKAP, DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN ANTI NYAMUK DI KELURAHAN KUTOWINANGUN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    R.A. Wigati

    2013-02-01

    tersebut maka masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perilaku masyarakat dalam penggunaan insektisida rumah tangga (anti nyamuk. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan perilaku masyarakat meliputi pengetahuan, sikap dan praktek mereka dalam penggunaan insektisida rumah tangga. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Metode untuk mengidentifikasi perilaku masyarakat dilakukan melalui kuesioner tertutup. Populasi penelitian adalah masyarakat Kelurahan Kutowinangun, Kota Salatiga sedangkan sampel diambil dengan teknik quota sampling. Informasi tentang perilaku masyarakat diperoleh secara kuantitatif dan kualitatif. Dari 100 responden, hanya 72 responden yang menggunakan anti nyamuk. Pengguna insektisida (anti nyamuk aerosol adalah sejumlah 28%, repellent sejumlah 8%, anti nyamuk bakar sebanyak 36% dan insektisida elektrik adalah sebanyak 42%. Pengetahuan responden sebagian besar (62% adalah cukup, tetapi hanya 36% dari responden yang memiliki sikap mendukung terhadap pemanfaatan anti nyamuk. Praktik perilaku masyarakat dalam membaca label kemasan anti nyamuk sebagian besar (58% menyatakan kadang-kadang saja, sedangkan frekuensi penggunaan anti nyamuk semprot sebagian besar (36,3% adalah sekali dalam sehari. Kebanyakan dari masyarakat tidak mencuci tangan mereka setelah menggunakan insektisida rumah tangga (54%, dan mereka meletakkan insektisida di lantai (> 40%. Pengetahuan dan Sikap berpengaruh terhadap perilaku masyarakat dengan p value < 0.05. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Praktik, insektisida rumah tangga

  4. 7th IGRSM International Remote Sensing & GIS Conference and Exhibition

    Science.gov (United States)

    Shariff, Abdul Rashid Mohamed

    2014-06-01

    IGRSM This proceedings consists of the peer-reviewed papers from the 7th IGRSM International Conference and Exhibition on Remote Sensing & GIS (IGRSM 2014), which was held on 21-22 April 2014 at Berjaya Times Square Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia. The conference, with the theme Geospatial Innovation for Nation Building was aimed at disseminating knowledge, and sharing expertise and experiences in geospatial sciences in all aspects of applications. It also aimed to build linkages between local and international professionals in this field with industries. Highlights of the conference included: Officiation by Y B Datuk Dr Abu Bakar bin Mohamad Diah, Deputy Minister of Minister of Science, Technology & Innovation Keynote presentations by: Associate Professor Dr Francis Harvey, Chair of the Geographic Information Science Commission at the International Geographical Union (IGU) and Director of U-Spatial, University of Minnesota, US: The Next Age of Discovery and a Future in a Post-GIS World. Professor Dr Naoshi Kondo, Bio-Sensing Engineering, University of Kyoto, Japan: Mobile Fruit Grading Machine for Precision Agriculture. Datuk Ir Hj Ahmad Jamalluddin bin Shaaban, Director-General, National Hydraulic Research Institute of Malaysia (NAHRIM), Malaysia: Remote Sensing & GIS in Climate Change Analyses. Oral and poster presentations from 69 speakers, from both Malaysia (35) and abroad (34), covering areas of water resources management, urban sprawl & social mobility, agriculture, land use/cover mapping, infrastructure planning, disaster management, technology trends, environmental monitoring, atmospheric/temperature monitoring, and space applications for the environment. Post-conference workshops on: Space Applications for Environment (SAFE), which was be organised by the Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) Global Positioning System (GPS) Receiver Evaluation Using GPS Simulation, which was be organised by the Science & Technology Research Institute for Defence

  5. PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG MALARIA DI DAERAH ENDEMIS KALIMANTAN SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suharjo Suharjo

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakMalaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan upaya pencegahan masih terus diupayakan oleh pemerintah. Di Kalimantan Selatan yaitu kecamatan Mantewe merupakan daerah terpencil dan endemis malaria, dan pernah dilaporkan ada kasus meninggal karena malaria pada 2006.Penduduk di Mantewe adalah suku Dayak dan transmigran asal Jawa yang bekerja sebagai petani dan pendulang emas serta berpendidikan rendah. Penelitian dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui karakteristik, pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang pencegahan malaria. Jumlah sampelsebanyak 200 responden ditentukan dengan rumus secara statistik. Pemilihan responden dilakukan secara acak sederhana dari populasi yang telah ditentukan. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 200 responden berhasil diwawancarai. Dari jumlah tersebut 98,0% responden pernah tahu atau mendengar tentang malaria, dan sisanya hanya 2,0% responden yang menyatakan tidak tahu atau belum pernah mendengar tentang malaria. Mengenai gejala malaria 50,3% responden menyebut demam menggigil, 39,3% responden mengaku sakit kepala dan 5,2% responden menjawab muka pucat dan kurang nafsu makan. Sikap responden dalam upaya pencegahan malaria sudah cukup positif. Perilaku pencegahan gigitan malaria 77,0% responden memakai kelambu, dan 23,0% responden menggunakan obat nyamuk bakar/disemprot. Kesimpulan, secara umum pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terhadap malaria sudah baik. Perilaku mereka masih sebatas akan melakukan dan belum diwujudkan dalam tindakan nyata, sehingga keberadaan nyamuk malaria masih tetap tinggi. Disarankan kepada Dinas Kesehatan setempat untuk meningkatkan surveilance malaria dan dilakukan penelitian yang lebih komprehensif.Kata kunci : pengetahuan, sikap, perilaku, masyarakat, endemis, malaria.AbstractMalaria remains a public health problem in Indonesia and prevention efforts continue to be pursued by the government. In South Kalimantan, subdistrict Mantewe is a

  6. SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIODIESEL DARI MINYAK KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma DENGAN VARIASI KONSENTRASI KATALIS NAOH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Holilah -

    2014-06-01

    Full Text Available Sintesis biodiesel dari minyak Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (RTO menggunakan NaOH sebagai katalis dengan variasi konsentrasi katalis yaitu 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 wt% telah diteliti. Minyak kemiri sunan (Reutealis trisperma adalah bahan baku yang menarik untuk produksi biodiesel. Biodiesel disintesis dengan dua tahap reaksi yaitu esterifikasi menggunakan katalis H2SO4 dan transesterifikasi dengan menggunakan katalis NaOH. Dalam penelitian ini, diteliti pengaruh konsentrasi katalis terhadap produk biodisel serta dan karakteristiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield biodiesel meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi katalis dari 0,5-1,0 wt%, selanjutnya dengan meningkatnya konsentrasi katalis dari 1,5-2,0 wt% membuat yield menurun. Yield optimum dicapai pada 84,7%. FAME (fatty  acid  methyl  ester diperoleh dengan konsentrasi katalis 1 wt% pada kondisi reaksi 65°C, waktu reaksi 1 jam dan rasio metanol minyak 1:2 (wt/wt. Karakteristik biodiesel diamati dengan uji standart bahan bakar dan hasilnya dibandingkan dengan standart ASTM D6751-02. Karakteristik biodiesel yang disintesis dengan konsentrasi katalis NaOH 1% adalah angka asam (0,55 mg KOH/g, densitas (0,90 gr/cm3, viskositas pada 40°C (9,2 cSt, angka setana (54,5 dan residu karbon (0,24 wt%/wt. This research was investigated bio diesel synthesis of Reutealis trisperma oil (RTO by using NaOH as a catalist with variation of catalyst concentration as follow 0.5; 1.0; 1.5 and 2,0 wt% . Reutealis trisperma oil is an attractive raw material for  bio diesel production. It was produced by two steps of reactions, they are esterification by using H2SO4 catalyst and transesterification by using NaOH catalyst. This study examined the effect of catalyst concentration on the yield of biodiesel and their selected properties. The result showed, that the bio diesel yield  with catalyst concentration increasing from 0,5-1,0 wt%, increased, while increasing the concentration from 1

  7. Bone mass density estimation: Archimede’s principle versus automatic X-ray histogram and edge detection technique in ovariectomized rats treated with germinated brown rice bioactives

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad SI

    2013-10-01

    Full Text Available Sani Ismaila Muhammad,1,2 Ismail Maznah,1,3 Rozi Binti Mahmud,4 Maher Faik Esmaile,5 Zuki Abu Bakar Zakaria6 1Laboratory of Molecular Biomedicine, Institute of Bioscience, 2Department of Pharmacology and Toxicology, Faculty of Veterinary Medicine, Usmanu Danfodiyo University, Sokoto, Nigeria; 3Department of Nutrition and Dietetics, Faculty of Medicine and Health Sciences, 4Department of Radiology, Faculty of Medicine and Health Sciences, 5Department of Electrical and Electronic Engineering, Faculty of Engineering, 6Department of Pre-clinical Studies, Faculty of Veterinary Medicine, University Putra Malaysia, Selangor, Malaysia Background: Bone mass density is an important parameter used in the estimation of the severity and depth of lesions in osteoporosis. Estimation of bone density using existing methods in experimental models has its advantages as well as drawbacks. Materials and methods: In this study, the X-ray histogram edge detection technique was used to estimate the bone mass density in ovariectomized rats treated orally with germinated brown rice (GBR bioactives, and the results were compared with estimated results obtained using Archimede’s principle. New bone cell proliferation was assessed by histology and immunohistochemical reaction using polyclonal nuclear antigen. Additionally, serum alkaline phosphatase activity, serum and bone calcium and zinc concentrations were detected using a chemistry analyzer and atomic absorption spectroscopy. Rats were divided into groups of six as follows: sham (nonovariectomized, nontreated; ovariectomized, nontreated; and ovariectomized and treated with estrogen, or Remifemin®, GBR-phenolics, acylated steryl glucosides, gamma oryzanol, and gamma amino-butyric acid extracted from GBR at different doses. Results: Our results indicate a significant increase in alkaline phosphatase activity, serum and bone calcium, and zinc and ash content in the treated groups compared with the ovariectomized

  8. Poboljšanje efikasnosti prenosnih protivavionskih raketnih sistema i raketa "vazduh-vazduh" i novi načini borbene upotrebe ovih raketa (Повышение эффективности ракет переносных зенитных комплексов и ракет «воздух- воздух» и новые средства борьбы с э

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alexander I. Golodyaev

    2014-06-01

    Full Text Available U ovom radu opisan je novi način borbe sa ciljevima koji su izvori IC zračenja, kao i novi način borbe sa IC glavama za samonavođenje. Analizirana su i sredstva za V i PVO borbu. Predstavljena je mogućnost modernizacije IC glava za samonavođenje, radi odbrane od IC smetnji. Takođe, opisan je originalni metod postavljanja lažnih izvora toplote korišćenjem bakar-aluminijumske legure.(В статье показывается новый способ борьбы с генераторами пульсирующих инфракрасных помех, новый вид борьбы с инфракрасными головками самонаведения, и анализ средств борьбы с ВВС и средств противодействия. Описание модернизации инфракрасных головок самонаведения, для преодоления генераторов пульсирующих инфракрасных помех. Также описывается оригинальный способ постановки ложных тепловых целей с применением медно -алюминиевого термита и сплава «электрон».

  9. Reseñas de Libros

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diego Iturriaga Barco

    2009-11-01

    , 2003, 241 pp.Páginas 198-200Alejandro Román AntequeraUceda, Ricardo, Muerte en el Pentagonito. Los cementerios secretos del Ejército Peruano. Bogotá, Planeta Colombiana, 2004, 477 pp.Páginas 200-202Magdalena ChocanoVeiga, Francisco, Slobo. Una biografía no autorizada de Milosevic. Madrid, Debate, 2004, 579 pp.Páginas 202-204Joseba Louzao VillarZebiri, Kate, Mahmud Shaltut and Islamic Modernism. Oxford, Clarebdon Press, 1993, 200 pp.Páginas 204-206Ibrahim Abu Bakar

  10. 列车着火后停留在隧道内的火焰烟气逆流临界风速%The critical velocity of the flame smoke backflow due to the on-fire train in tunnel

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    毛军; 郗艳红; 李炎锋

    2011-01-01

    防止烟气逆流的临界风速是隧道火灾通风排烟系统设计的主要指标.国内外对纯烟气逆流的临界风速研究较多,对阻塞明显且夹带火焰的烟气逆流问题研究得则很少.通过模型试验和数值模拟,对列车着火阻塞在隧道内形成的夹带火焰的烟气逆流及其临界风速进行分析.考虑列车对隧道的阻塞比和火焰热辐射作用的影响,利用能量方程推导出计算临界风速的新公式,并与Oka-Atkinson公式、Wu-Bakar公式等计算纯烟气逆流的临界风速公式进行比较.结果表明新公式更适用于夹带火焰的烟气逆流的情况.同时还发现,列车中部着火和头部着火情况下的临界风速相近,但与列车尾部着火的临界风速不同;隧道内有列车着火和隧道内着火但无列车情况下的临界风速也有所不同.%The critical velocity for preventing the smoke backflow in fire is the key index for design of ventilation and smoke extraction systems, and it is also one of the focuses of studies on tunnel fire. Researches on the critical velocity have obtained some results about the backflow of pure smoke, but the critical velocity of the smoke backflow with flame has not been paid enough attention to in such underground space with large slenderness ratio. Taking the Beijing subway tunnel as an example, the critical velocity of backflow with flame with the on-fire train remaining in the tunnel was analyzed through small-scale model experiments and numerical simulation. Considering the train-tunnel dimension ratio and the role of thermal radiation impact on the critical velocity, a new formula for calculating critical velocity is deduced through the energy equation. The formula is compared with the existing formulas for calculating the critical velocity of the pure smoke backflow, such as Oka-Atkinson formula, Wu-Bakar formula, etc. , and the results show that the new formula is more suitable than the others for calculating the

  11. PEMANFAATAN KARBON AKTIF ARANG BATUBARA (KAAB UNTUK MENURUNKAN KADAR ION LOGAM BERAT Cu2+ DAN Ag+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-05-01

    0.994 for Cu2+ metals ion and 0.984 for the Ag+ metals ion at acidic solution, whereas 0.986 for Cu2+ metals ion and 9.69 for the Ag+ metals ion at neutral pH. Kinetic model of second order rate describe the adsorption process well at acidic and neutral conditions. At the optimum conditions, the correlation coefficient (R2 of 0.998 for Cu2+ and 0.999 for the Ag+ at acidic solution, whereas 0.993 for Cu2+ and 9.998 for the Ag+ at neutral pH were obtained.  Limbah cair industri bisa mengandung ion logam berat seperti Cu2+ dan Ag+ yang berbahaya bagi lingkungan jika dibuang tanpa melalui pengolahan dahulu. Metode yang digunakan untuk mengurangi ion logam berat dalam limbah cair sudah banyak dilakukan, salah satu diantaranya adalah adsorpsi, yaitu memisahkan komponen tertentu dari fluida ke permukaan zat padat. Adsorpsi merupakan metode yang mudah, akan tetapi kebanyakan adsorben yang digunakan harganya mahal, sehingga perlu adanya alternatif adsorben yang murah. Penelitian ini memanfaatkan karbon aktif arang batubara (KAAB sebagai adsorbennya. Arang batubara merupakan limbah hasil pembakaran batubara pada industri, yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi adsorben, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pengaktifan arang batubara dilakukan dengan merendamnya dalam peroxide kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter proses (konsentrasi, pH dan waktu proses terhadap persentase ion logam berat teradsorpsi dalam KAAB, mempelajari persamaan kesetimbangan adsorpsi dengan menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich, dan menghitung konstanta kinetika adsorpsi dengan pendekatan model kinetika pseudo-first-order dan pseudo-second-order. Pelaksanaan penelitian dengan batch, yaitu mengkontakkan 10 gram KAAB dengan 400 ml limbah sintetis. Pengujian kadar ion logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAAB dapat digunakan untuk

  12. FERMENTASI CAIR AMPAS KELAPA SAWIT DAN KAPANG RHIZOPUS OLIGOSPORUS UNTUK MENGHASILKAN ASAM LEMAK OMEGA-3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Affandi

    2012-11-01

    :1, linoleic acid (18:2 and linolenic (18:3 increased. However, all fatty acid in low-carbon treatment decreased, except the linolenic-acid. The conclusion: The fermentation of palm-oil waste with Rhizopus oligosporus mold could increase the content of fat and produce fatty acid omega-3.   In addition, the high-carbon substrat could increase the production of unsaturated-fatty acid.  Submit : 19-12-2011  Review : 08-03-2012 Review : 12 -03-2012 revisi : 17–4-2012 56 Keywords: liquefied-fermentation, waste product of palm oil, R.oligosporus, fatty acid 0mega-3 Abstrak Latar belakang: Pemanfaatan kapang Rhizopus. oligosporus untuk menghasilkan asam lemak omega-3 pada substrat cair telah banyak dilakukan. Kandungan lemak ampas kelapa sawit 5,56 gram/100 gram masih berpotensi untuk menghasilkan asam lemak omega-3. Fermentasi padat pada substrat ampas tahu dan ampas kelapa sawit dengan kapang Rhizopus. oligosporus dapat meningkatkan kadar lemak: ampas tahu 34,4%, sedangkan pada substrat ampas kelapa sawit dengan formula tinggi karbon, kadar lemak meningkat 61,57%. Metoda: Sampel ampas sawit diambil dari pabrik industri minyak sawit. Pada penelitian ini ampas sawit dipakai sebagai substrat fermentasi dan kapang yang digunakan adalah R.oligosporus. Untuk bahan suplemen digunakan urea dan sukrosa Kontrol adalah ampas-sawit tanpa suplemen, sedangkan perlakuan ampas sawit ditambahkan urea sebagai sumber Nitrogen(N dan ampas sawit ditambah sukrosa sebagai sumber Karbon(C. Penambahan sumber N sebagai substrat rendah karbon dan sumber C sebagai substrat tinggi karbon. Fermentasi dilakukan selama 7 hari diatas shaker pada suhu ruang.  Produk hasil fermentasi dilakukan analisis: kadar air; abu, lemak, dan asam lemak omega-3. Hasil penelitian: Hasil menunjukkan bahwa kadar air  produk hasil fermentasi menurun pada kontrol dan semua perlakuan. Kadar abu meningkat untuk semua perlakuan. Kandungan lemak pada ampas kontrol dan ampas-sukrosa  meningkat 6,43% dan 31,67%, sedang substrat

  13. Reseñas de Libros

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diego Iturriaga Barco

    2009-04-01

    énez BautistaMansurnoor, Iik Arifin, Islam in an Indonesian World Ulama of Madura. Yogyakarta, Gadjah Mada University Press, 1990, 471 pp.Páginas 225-226Ibrahim Abu BakarMoradiellos, Enrique, 1936. Los mitos de la Guerra Civil. Barcelona, Península, 2004, 249 pp.Páginas 226-228José Luis Rodríguez JiménezPedrol Robira, Xabier; Pisarello Prados, Gerardo, La Constitución furtiva. Por una construcción social y democrática de Europa. Barcelona, Icaria, 2004, 112 pp.Páginas 228-230Andrés Herrera FeligrerasSagan, Carl et al., Murmurs of Earth. The Voyager interstellar record. New York, Random House, 1992, 2nd ed., 275 pp.Páginas 230-232Rafael Gómez SánchezSchirrmacher, Frank, El complot de Matusalem. Madrid, Taurus, 2004, 253 pp.Páginas 232-234José Francisco Tinao Martín-PeñaStiglitz, Joseph E., Los felices 90. La semilla de la destrucción. Madrid, Santillana, 2003, 415 pp.Páginas 234-237Alfonso Galindo LucasViejo Fernández, José Antonio, Modernización demográfica y transformaciones económicas en Sanlúcar de Barrameda (1900-1936. Cádiz, Servicio de Publicaciones de la Universidad de Cádiz; Fundación de Cultura de Sanlúcar de Barrameda, 2004, 176 pp.Páginas 237-239Alejandro Román Antequera

  14. Sezai Karakoç’un Şiir Poetikasında Çocuk Halleri In Sezai Karakoç’s Poetry Reflection Of Child

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hüseyin YAŞAR

    2013-03-01

    iirinin en önemli şairlerindendir. Toplumun üzerindeki karamsar atmosferi dağıtmak için iç dinamikleri harekete geçirmeyi önemser. Bu bağlamda Karakoç, geleneği ve dinsel öğeleri önceler. Şiire ve yaşama dinsel bir perspektifle bakar. Gelenek, geçmiş ve din bir imge kaynağı olarak şiire büyük bir potansiyel oluşturur. Bu potansiyeli imge sağanağına dönüştüren şair, çocukluğu bu çerçevede değerlendirir. Toplum adına konuşan şair, çocuktan beklenti çetelesini oldukça yüksek tutar.Bu çalışma Sezai Karakoç şiirinde çocukluğu ve ilişkilendirildiği kavramları irdelemek amacındadır. Birinci bölümde çocuk ile diriliş arasında bağlantı kurulmuştur. Şairde, “çocuk” diriliş eri olarak tasarlanmıştır. Karakoç, çocuğu, Diriliş projesinin önemli sacayaklarından biri olarak görür ve diriliş eri olarak tanımlar. Çocuğun hem ahlaksal hem de bilimsel anlamda iyi yetiştirilmesi gerektiğini duyumsatır. Öz annenin çocuğun ruhsal ve bedensel gelişmesinde önemini vurgulayan Karakoç, Avrupalı eğitimdeki anneyi ikinci plana atma anlayışını şiddetle k��nar. İkinci bölümde çocuğun tarihi şahsiyetlerde işlenişi ele alınmıştır. Çocukluğu imgeleştirmek için gül, şarap, menekşe gibi divan edebiyatının unsurlarından yararlanan Karakoç, Hz. İsa, Hz. Musa gibi dinsel değerleri yazınsal söyleme katar. Şair, bütün bu değerlerin işleyişini çocukla ilişkilendirir. Çocuktan aldığı güçle geleceğe büyük bir ümit besler. Genelde insanlığın özelde ise Müslüman coğrafyasının başına gelen felaketlerden ve fırtınalardan o kurtaracaktır. Üçüncü bölümde ise saflığın sembolü olan çocuğun masumiyet biçimiyle yansıması ele alınmıştır. Çocuk, yontuldukça çocuklaşan insanlığın özü olarak tasarlanmıştır.

  15. Pengembangan Proses Produksi Biodiesel Biji Karet Metode Non-Katalis Superheated Methanol pada Tekanan Atmosfir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Susila

    2009-01-01

    point, and the acid number of non-catalyst method is better than the catalyst method.The disadvantage is that micro carbon residue contained by biodiesel of rubber seed oils (B-100 are still high enough above the allowable standard. The optimum methyl ester content was obtained at molar ratio of 160 and the reaction temperature 290 oC because it produces the largest biodiesel and the smallest glycerol. Abstract in Bahasa Indonesia: Proses produksi biodiesel dari biji karet (Hevea brasiliensis yang dilaksanakan di Indonesia pada umumnya memakai metode katalis (asam atau alkil dan metode pencucian basah atau metode pencucian kering. Metode katalis membawa banyak kerugian antara lain: waktu produksi lama, biaya produksi tinggi karena menggunakan magnesol sebagai absorban, terutama jika pemurniannya menggunakan air (sistem pencucian basah karena akan dapat merusak komponen mesin seperti misalnya: seal cepat bocor, mudah timbul jamur, karat / korosi pada silinder head, pompa dan saringan bahan bakar sering buntu, dan sebagainya. Proses produksi biodiesel dengan metode non-katalis dapat mengatasi kelemahan seperti disebutkan di atas. Pada studi ini, minyak biji karet diperoleh dengan metode pengepresan. Spesifikasi minyak adalah sebagai berikut: viskositas 5,19 cSt, densitas 0,9209 g/ml, kandungan air 0,2%, asam lemak bebas (FFA 6,66%, dan titik didih 305oC. Metodelogi yang digunakan adalah pemrosesan biji karet menjadi biodiesel metode non-katalis superheated methanol. Tranesterifikasi berlangsung di dalam sebuah Bubble Column Reactor (BCR pada temperatur reaksi 270oC, 275oC, 280oC, 285oC, dan 290oC serta pada tekanan atmosfir. Rasio molar antara methanol dan minyak biji karet adalah: 140, 150, dan 160. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pembuatan biodiesel dari minyak nabati metode katalis biasanya melalui berbagai tahapan proses yaitu: proses degumming untuk melepaskan getah atau lendir yang dikandungnya, esterifikasi untuk menurunkan kadar FFA sampai di bawah

  16. FILARIASIS DAN BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENULARANNYA DI DESA PANGKU-TOLOLE, KECAMATAN AMPIBABO, KABUPATEN PARIGI-MOUTONG, PROVINSI SULAWESI TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triwibowo Ambar Garjito

    2014-06-01

    menunjukkan    hubungan    dengan    kejadian    filariasis.    Hasil    analisis    juga    menunjukkan    adanyaperbedaan    signifikan    antara    warga    yang    menggunakan    kelambu    dan    obat    nyamuk    bakar    dalam    hubungannyadengan    infeksi    filariasis    (r=0,199;    p=0,038.    Pengetahuan,    sikap    masyarakat    mengenai    perlindungan    diriterhadap    infeksi    filariasis    dalam    hubungannya    perilaku    masyarakat    tidak    menunjukkan    adanya    hubunganyang    signifikan    (r=0,231;    p=0,585.    Kebiasaan    menginap    di    kebun    yang    dilakukan    oleh    38,75%    respondennampaknya    tidak    menunjukkan    hubungan    terhadap    kejadian    filariasis.    Namun    berbeda    dengan    perilakuyang    sering    dilakukan    oleh    63,75%    responden     pada    malam    hari,    yaitu    mencari    hiburan    pada    hampir    setiapmalam    di    luar    rumah,    yang    menunjukkan    bahwa    perilaku    tersebut    signifikan    berhubungan    dengan    kejadianfilariasis(r=0,208;    p=0,033.Kata    Kunci    :    Filariasis,    Faktor    penularan,    Desa    Pangku-tolole