WorldWideScience

Sample records for bakar oksida padat

  1. PENGARUH NILAI BAKAR TERHADAP INTEGRITAS KELONGSONG ELEMEN BAKAR TRIGA 2000

    OpenAIRE

    K.A. Sudjatmi

    2015-01-01

    Bentuk elemen bakar reaktor TRIGA Bandung adalah silinder padat yang merupakan campuran homogen paduan uranium dan zirkonium hidrida. Pada saat reaktor beroperasi, suhu elemen bakar akan bertambah, akibatnya akan menaikan tekanan gas-gas yang ada di dalam kelongsong elemen bakar. Tekanan gas yang timbul dalam kelongsong elemen bakar merupakan penjumlahan tiga komponen tekanan yaitu tekanan akibat udara yang terperangkap antara kelongsong dengan bahan bakar, tekanan oleh gas hasil fisi yang te...

  2. PENGARUH NILAI BAKAR TERHADAP INTEGRITAS KELONGSONG ELEMEN BAKAR TRIGA 2000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.A. Sudjatmi

    2015-04-01

    Full Text Available Bentuk elemen bakar reaktor TRIGA Bandung adalah silinder padat yang merupakan campuran homogen paduan uranium dan zirkonium hidrida. Pada saat reaktor beroperasi, suhu elemen bakar akan bertambah, akibatnya akan menaikan tekanan gas-gas yang ada di dalam kelongsong elemen bakar. Tekanan gas yang timbul dalam kelongsong elemen bakar merupakan penjumlahan tiga komponen tekanan yaitu tekanan akibat udara yang terperangkap antara kelongsong dengan bahan bakar, tekanan oleh gas hasil fisi yang terbentuk dari elemen bakar dan tekanan yang berasal dari pemisahan hidrogen dari paduan zirkonium hidrida. Gas hasil fisi yang terbentuk oleh bahan bakar sebanding dengan besarnya fraksi bakar oleh setiap elemen bakar dalam teras reaktor. Semakin besar fraksi bakar elemen bakar, semakin besar gas gas hasil fisi yang dihasilkannya, akibatnya semakin besar tekanan di dalam kelongsong yang disebabkan oleh gas gas hasil fisi tersebut. Perhitungan jumlah gas-gas hasil fisi dalam kelongsong yang merupakan fungsi dari nilai bakar dilakukan dengan menggunakan program ORIGEN-2. Program ORIGEN-2 adalah kode komputer yang banyak digunakan untuk menghitung hasil fisi, peluruhan dan pengolahan bahan radioaktif. Tampang lintang, presentase timbulnya hasil fisi, data peluruhan, dan data lainnya yang diperlukan disediakan dalam pustaka data selama eksekusi program. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa tekanan gas yang diakibatkan oleh gas hasil fisi adalah 4,13 10-3 psi dan tekanan gas yang diakibatkan udara yang terjebak di dalam kelongsong adalah 56,6 psi, yang mengakibatkan tegangan pada kelongsong sebesar 2080 psi dan nilai ini jauh lebih kecil dari setengah tegangan luluh bahan kelongsong sebesar 12.000 psi pada temperatur 750 oC atau sekitar 40.000 psi pada temperatur 138 oC. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa dilihat dari sisi nilai bakar, maka elemen bakar layak digunakan sampai mencapai nilai bakar maksimum. Kata kunci : TRIGA, nilai bakar, elemen bakar

  3. Strategi Pelaksanaan Program Padat Karya Pangan Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Desa Di Kabupaten Timor Tengah Utara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefanus Bekun

    2013-11-01

    Full Text Available Pelaksanaan program Padat Karya Pangan untuk dapat menjawabi permasalahan kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat desa di kabupaten Timor Tengah Utara . Dengan Program Padat Karya Pangan pemerintah berusaha memenej strategi kegiatan tersebut dengan  sistem kerja yang inovatif dan kreatif, komitmen dan pendekatan pemberdayaan masyarakat desa, sebab  masyarakat Timor Tengah Utara memiliki banyak potensi seperti lahan yang cukup untuk mengolah kebun,  didukung dengan PenyuluhPertanian Lapangan/Pendamping Lapangan yang kreatif. Walaupun demikian, ada kendala seperti masyarakat masih mempertahankan sistem kerja yang tebas bakar, kualitas  pendampingan dilapangan yang belum optimal. Karena itu pemerintah perlu memenej strategi pelaksanaan program Padat karya Pangan dengan sistem kerja yang kompetitif, strategi pendekatan pemberdayaan yang intensif, membangun koordinasi yang baik diantara pelaksana program padat karya pangan dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa. Kata kunci: Manajemen, strategi,  pemberdayaan, masyarakat.

  4. Studi Pemanfaatan Limbah Padat dari Perkebunan Kelapa Sawit pada PLTU 6 MW di Bangka Belitung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harris Harris

    2013-03-01

    Full Text Available Limbah padat dari perkebunan kelapa sawit berupa cangkang dan fibre dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pada PLTU. Cangkang memiliki kandungan energi sebesar 4115 kkal/kg dan fibre sebesar 3500 kkal/kg. Cangkang dan fibre dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada PLTU 6 MW, yang digunakan untuk memanaskan air didalam boiler sehingga menghasilkan temperatur uap dan tekanan uap yang mampu memutar turbin uap. Turbin uap berfungsi sebagai prime mover untuk memutar generator sehingga menghasilkan output berupa daya listrik. Pada saat menggunakan bahan bakar cangkang PLTU 6 MW menghasilkan ouput rata – rata sebesar 4.8 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.02 ton cangkang dan pada saat menggunakan bahan bakar fibre PLTU 6 MW menghasilkan output rata – rata 2.3 MW/hr dan dalam 1 MW output membutuhkan 1.83 ton fibre. Karena lebih optimal dalam pengoperasian serta maksimalnya output yang dihasilkan dari bahan bakar cangkang, maka efisiensinya pun lebih baik. Efisiensi PLTU 6 MW pada saat menggunakan bahan bakar cangkang sebesar 20.5 % dan efisiensi PLTU 6 MW dari bahan bakar fibre 13 %. Oleh karena itu bahan bakar cangkang merupakan bahan bakar utama yang digunakan pada PLTU 6 MW.

  5. PENURUNAN NILAI COD PADA PESTISIDA SIPERMETRIN DENGAN FOTOKATALIS TITANIUM(IV OKSIDA-PLATINA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Rakhmawaty Eddy

    2014-11-01

    Full Text Available Pada penelitian ini telah dilakukan fotodegradasi pestisida jenis sipermetrin dengan adanya fotokatalis titanium (IV oksida-platina. Fotokatalis tersebut dibuat dengan merefluks larutan titanium(IV oksida tetraminplatina(II klorida selama 2 jam kemudian diuapkan pelarutnya dan dipanaskan selama 12 jam. Padatan fotokatalis kemudian dikalsinasi selama 3 jam pada 500 °C. Hasil sintesis titanium(IV oksida-platina 0,5% dan 1% dikarakterisasi dengan XRD, SEM, dan SEM-EDX. Kemampuan dalam mengkatalisis fotodegradasi diuji untuk pestisida sipermetrin yang dilakukan selama 4 jam. Hasil fotodegradasi dinyatakan sebagai COD (Chemical Oxygen Demand yang diukur setiap 1 jam. Penurunan COD terbesar untuk titanium(IV oksida platina 0,5% dan titanium(IV oksida-platina 1% masing-masing yaitu 77% dan 79%. Sementara TiO2 standar sebesar 68,42 %. Fotokatalis titanium(IV oksida-platina lebih baik dibanding titanium(IV oksida untuk degradasi sipermetrin.

  6. Pemanfaatan Limbah Pecahan Genteng sebagai Katalis dalam Reaksi Pirolisis Plastik Polipropilena Menjadi Bahan Bakar Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Jaya Eka Syahputra

    2015-06-01

    Full Text Available Artikel ini mendiskusikan karakterisasi pecahan genteng dan pemanfaatannya untuk memproduksi katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pecahan genteng dan kemudian melakukan modifikasi untuk pembuatan katalis. Katalis dibuat dengan pilarisasi nikel ke dalam pecahan genteng, dan dikarakterisasi menggunakan x-ray diffractometer (XRD. Pirolisis dilakukan terhadap limbah plastik polipropilena hingga diperoleh cairan minyak. Minyak direforming menggunakan katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa pecahan genteng mempunyai kandungan logam oksida berdasarkan standar Fe2O3, NiO2, Al2O3, SiO2. Refinement dilakukan menggunakan program Rietica metode Le-Bail dan diperoleh hasil nilai keberterimaan Rp/Rwp <10. Setiap 1,3 kg sampel limbah polipropilena diperoleh hasil minyak sebanyak 1,7 L. Hasil reforming menunjukkan bahwa densitas minyak sebesar 745,919 kg/m3 dan viskositas 0,720 cp. Berdasarkan analisis GC-MS diperoleh fraksi pembentukan terbesar dari katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel adalah fraksi C10 - C12. Sehingga, pecahan genteng yang terpilarisasi nikel efektif dijadikan sebagai katalisator dalam proses pirolisis untuk mengubah limbah palstik polipropilena menjadi bahan bakar.

  7. UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Tazi, Sulistiana

    2012-03-01

    Full Text Available Menurut  laporan  The  World  Energy  Council   tahun  1993,  menjelang   tahun  2020 kebutuhan energi  dunia  akan  meningkat  dari  8,8  Gtoe  (gigatons  of  oil  equivalent  menjadi  11,3 sampai  17,2  Gtoe  (IEA,  2006.  Kondisi  tersebut  akan  menguras  banyak  cadangan  minyak  bumi. Bietanol adalah salah satu sumber energi alternatif baru.  Tujuan khusus  dari penelitian ini adalah mengetahui besar kalor yang dihasilkan oleh  bahan bakar tersebut,mengetahui komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas  yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor bertekanan. Hasil dari penelitian uji kalor bakar bahan bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas untuk nilai kalornya adalah 76,86 J/kg – 27,52J/kg, sedangkan nilai viskositasnya 46,5 cSt – 22,5 cSt. Hasil dari  penelitian ini menunjukkan untuk nilai kalor yang tepat dijadikan sebagai bahan bakar  kompor bertekanan apabila campuran bioetanol lebih banyak dari pada minyak goreng bekas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa besar nilai kalor yang dihasilkan oleh bahan  bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas adalah 76,86 J/kg dengan  viskositasnya 46,2 cSt. Sedangkan nilai kalor bakar  terendah  adalah  27,52  J/kg  dengan  viskositasnya  22,5  cSt.  Bertambahnya  campuran  akan mempengaruhi penurunan nilai kalor bakar campuran bioetanol. Komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas yang  dapat digunakan sebagai bahan bakar pada kompor bertekanan apabila penambahan campuran bioetanol lebih banyak dari minyak goreng bekas.

  8. Unjuk Kerja Motor Bakar Bensin Dengan Turbojet Accelerator

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ekadewi Anggraini Handoyo

    2002-01-01

    Full Text Available One of several devices attached in an ignition engine to improve its performance is turbojet accelerator. The manufacturer claims that it will improve the engine's performance. To verify this advertisement, a research is done in Motor Bakar Laboratory in Petra Christian University. From the research done, it is found out that the device, turbojet accelerator, makes the pressure of the air incoming to the carburetor decreases while its velocity increases. Meanwhile, the performances of the engine including Brake Horse Power (BHP, torque, Brake Mean Effective Pressure (BMEP and thermal efficiency are increasing. The engine equipped with turbojet accelerator will save its fuel consumption. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu alat yang ditambahkan pada motor bakar untuk menaikkan unjuk kerjanya adalah turbojet accelerator. Produsen alat ini mengatakan bahwa unjuk kerja motor bakar akan meningkat dengan pemasangan alat ini. Untuk membuktikan promosi ini dilakukan penelitian di laboratorium Motor Bakar, Universitas Kristen Petra. Hasil yang didapat dari percobaan yang dilakukan adalah bahwa turbojet accelerator menyebabkan aliran udara masuk karburator dengan lebih rendah dan kecepatan lebih tinggi. Sedang unjuk kerja yang meliputi daya BHP, Torsi, BMEP dan efisiensi termis motor bakar meningkat. Selain itu konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat jika motor bakar dilengkapi turbojet accelerator. Kata kunci: Turbojet accelerator, Motor bakar bensin, BHP, SFC, Torsi, Efisiensi termis.

  9. SINTESIS PIGMEN BESI OKSIDA BERBAHAN BAKU LIMBAH INDUSTRI BAJA (MILL SCALE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tito Prastyo Rahman

    2013-05-01

    Full Text Available Limbah industri baja (mill scale digunakan sebagai alternatif bahan baku pigmen besi oksida. Kajian ilmiah ini menjelaskan proses pembuatan pigmen besi oksida melalui metode presipitasi dengan media air. Pigmen besi oksida yang menjadi target yaitu pigmen kuning goethit ( -FeOOH dan merah hematit ( -Fe2O3. Goethit diperoleh dengan presipitasi menggunakan amonia dari proses awal terbentuknya ferricssulfat hasil reaksi asam sulfat (H2SO4 dengan limbah mill scale, sedangkan hematit diperoleh dengan proses pemanasan goethit pada temperatur 5000C dan 9000C. Analisa XRD digunakan untuk mengetahui senyawa pigmen yang terkandung dan penggunaan DTA untuk mengetahui pola perubahan fasa akibat proses pemanasan fasa goethit. Analisa warna pigmen menggunakan collorimetri L*a*b System. Warna pigmen yang diperoleh mempunyai tinting strength yang masih kurang dibandingkan dengan pigmen impor.

  10. Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk Bahan Bakar Marine Diesel Engine.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Juhantoro

    2012-09-01

    Full Text Available Coal water mixture (CWM adalah bahan bakar campuran antara batubara dan air dengan peambahan zat aditif yang dapat membentuk suspensi cairan homogen dan stabil selama penyimpanan, pengangkutan, dan pembakaran. Tahap pertama pembuatan bahan bakar batubara cair adalah dengan teknologi Upgrading Brown Coal (UBC. Pada proses upgrading ini digunakan larutan kerosen dan aspal sebagai media upgradingnya, sedangkan rasio antara larutan kerosen-aspal dengan batubara adalah 1,25. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan slurry bahan bakar batubara cair dengan teknologi Coal Water Mixtures (CWM. Pada proses CWM ini diameter batubara maximum 38 um. Komposisi antara batubara dengan air adalah 40% : 60%. Untuk menstabilkan CWM digunakan  bahan aditif berupa CarboMextyl Cellulose (CMC dan sebagai dipersant digunakan Alkyl Benzene Sulfonic  (ABS.  Perbandingan masing-masing aditif pada  komposisi campuran adalah 0.01% CMC dan 0.07% ABS. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur pemanasan untuk mengetahui hasil fisik maupun karakteristik bahan bakar batubara cair. Dari hasil fisik dan karakteristik diperoleh keadaan batubara cair memiliki kemiripan dengan Heavy Fuel Oil (HFO pada temperatur pemanasan 15 0C dan 50 0C.

  11. Kontrola strukturnih i mikrostrukturnih karakteristika binarnih i ternarnih oksida titana za primenu u obnovljivim izvorima energije

    OpenAIRE

    Veljković, Ivana

    2012-01-01

    U disertaciji je dat pregled binarnih i ternarnih oksidi titana, počev od fundamen-talnih principa, preko sinteze, karakterizacije i procesiranja, do konkretne primene. Osnovni cilj istraživanja bilo je uspostavljanje zavisnosti između sinteze, svojstava i primene nestehiometrijskih binarnih oksida: titan-monoksida (TiOx) i Manjelijevih faza (TinO2n-1), kao i ternarnih oksida: Li4Ti5O12 spinela i α-Li2-xTiO3-x (OH)x · yH2O koji sadrže litijum. Dobijeni materijali su ispitivani za primenu kao ...

  12. FUEL CELL SEBAGAI PENGGANTI MOTOR BAKAR PADA KENDARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendrata Suhada

    2001-01-01

    Full Text Available Cars powered by engine is one of transport vehicle used in developed countries, which caused ecological problem to the environment, the effect of this problem is faced nowadays especially in big cities. Since medio of 20th century many researches and developments have been done, to cope with that problem, to have less emission in the environment. One of the equipment to replace engines, have been developed since the last decade of 20th century, give a lot of advantages called fuel cell, which can produce energy by electric-chemically process. Due to the differences of fuel cell compare with conventional engine, vehicles using fuel cell has to be redesign, some components have to be changed radically, like the fuel system, drive train and control system. The result of researches and developments which have been done, promise a lot of advantages, which conventional engines can not give, therefore it is probable that fuel cell will replace conventional engine. Abstract in Bahasa Indonesia : Kendaraan bermotor yang merupakan alat transportasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di negara-negara modern, menimbulkan masalah besar terhadap lingkungan dan akibat polusinya sudah sangat terasa, terutama di kota-kota besar. Untuk menanggulangi masalah ini, maka sejak pertengahan abad 20 telah banyak dilakukan tindakan-tindakan yang bertujuan mengurangi atau melenyapkan pengaruh gas yang ditimbulkan oleh motor bakar. Sejak akhir abad 20 telah mulai dikembangkan alat untuk menggantikan motor bakar yang ternyata mempunyai beberapa keuntungan yang sangat menonjol, yaitu fuel cell yang dapat menghasilkan energi melalui proses elektro kimiawi. Berhubung fuel cell sangat berbeda dari motor bakar, maka kendaraan yang menggunakannya mengalami perubahan komponen yang cukup radikal diantaranya sistem bahan bakar, sistem penerus energi dan sistem kontrol. Dari hasil pengembangan dan penelitian yang telah dilakukan ternyata jenis fuel cell ini sangat menjanjikan

  13. Respons Pertumbuhan Dan Produksi Jahe (Zingiber officinale Rosc.) Sistem Keranjang Terhadap Pemberian Pupuk Organik Padat Dan Komposisi Media Tanam

    OpenAIRE

    Yoga Lesmana

    2009-01-01

    Penelitian bertujuan untuk mengetahui respos pertumbuhan dan produksi jahe (Zingiber officinale Rosc.) sistem keranjang terhadap pemberian pupuk organik padat dan komposisi media tanam, dilaksanakan di lahan masyarakat Kecamatan Medan Johor, Medan, pada bulan Juni 2007 sampai dengan Maret 2008. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelmpok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pupuk organik padat (M) yang terdiri atas 2 taraf yaitu : M0 (tanpa pupuk organik padat) ...

  14. Perkembangan Teater di Bali melalui Sosok Dramawan Abu Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Darma Putra

    2015-10-01

    Full Text Available AbstractA Western-style of theatre has developed in Bali since the turnof the twentieth century, but it has rarely attracted scholarly attention. Studies on the performing arts in Bali have mainly focused on Balinese (traditional dance and drama. This should come as no surprise given that Balinese dance and drama have developed as a broad and inseparable part of Balinese custom and religious practice. Against this phenomena, this article traces the development of Western-style theatre in Bali through the artistic activities of the prominent playwright, performer and director, Abu Bakar. From the 1960s until the present, Abu Bakar has been an active promoter of Westernsty letheatre in Bali as well as in the main cities of Java andeven in Singapore. He has also has helped students and theatre groups around Bali to study and perform theatre. Initially, Abu Bakar established his own theatre group, Poliklinik, which hascontinued to stage performances as well as collaborating with young people or student theatre study clubs. His extensiverecord of artistic activity has been recorded in newspaper reports and reviews and these form the main source of documentation in this article. By examining qualitative data collected from newspaper archives and interviews, including with Abu Bakar, this article proposes a contemporary historyof theatre or modern drama in Bali.

  15. Analisa Penggunaan Bahan Bakar Bioethanol Dari Batang Padi Sebagai Campuran Pada Bensin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andre Dwiky Kurniawan

    2014-03-01

    Full Text Available Kandungan minyak bumi didunia semakin menipis, karena semakin bertambahnya kebutuhan manusia terhadap penggunaan  minyak bumi sebagai bahan bakar. Dengan kondisi yang semakin menipis ini, cadangan minyak diprediksi hanya cukup untuk beberapa tahun ke depan. Semakin menipisnya kandungan minyak bumi menyebabkan harga bahan bakar melambung tinggi. Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah.  Banyak kekayaan alam yang terdapat di Indonesia, dimana sektor pertanian merupakan salah satu urat nadi bangsa Indonesia.  Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Melimpahnya sumber daya alam dan semakin menipisnya kandungan minyak bumi di Indonesia mendorong manusia beralih menggunakan bahan bakar alternative yang ramah lingkungan dan mempunyai jumlah atau stok yang banyak.  Bahan bakar yang berasal dari alam disebut bioethanol.  Salah satu sumber daya alam yang bisa digunakan untuk dijadikan bahan bakar yaitu Batang padi.  Pada saat panen padi para petani hanya mengambil biji atau berasnya saja, sekam dan batang padi hasil panen dibuang begitu saja padahal sekam dan batang padi bisa digunakan untuk membuat bahan bakar alternative yaitu bioethanol. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pembuatan bioethanol dari batang padi, kandungan ethanol dalam batang padi, uji performa mesin otto dengan variasi konsentrasi bahan bakar bensin dengan etanol dengan variasi 100% Bensin, 75% Bensin + 25%Etanol, 50% Bensin + 50% Etanol, 25% Bensin + 75% Etanol dan 100% Etanol. Serta dengan variasi pembebanan yaitu dengan menggunakan beban 500, 1000, 1500, 2000,2500 watt. Selain itu juga dilakukan penelitian emisi yang dihasilkan oleh bahan bakar bioethanol. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan bahan bakar bioethanol memilki kandungan ethanol sebesar 95% dan hasil uji performa dari mesin otto dengan menggunakan variasi konsentrasi bahan bakar dan variasi

  16. Sintesis Molibdenum Oksida Berpenyangga Silika sebagai Katalis pada Reaksi Oksidasi Etanol Menjadi Asetaldehida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achyar Rasyidi

    2015-06-01

    Full Text Available Oksidasi etanol membentuk asetaldehida dengan menggunakan katalis molibdenum oksida berpenyangga silika oksida telah dilakukan. Preparasi katalis dilakukan dengan metode impregnasi dengan rasio Mo : Si 1 : 1, 3 : 1, 6 : 1, 9 : 1. Karakterisasi katalis dilakukan menggunakan X-Ray Difractometer (XRD. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa komponen katalis yang telah dibuat mengandung kristal MoO3 dan SiO2. Uji kinerja katalis dilakukan terhadap reaksi oksidasi etanol menjadi asetaldehida. Reaksi oksidasi dilangsungkan dalam reaktor pipa lurus berunggun tetap yang beroperasi pada suhu 200oC, 225oC, 250oC, 275oC, 300oC, 325oC, dan 350oC pada tekanan atmosfir. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa konversi tertinggi diperoleh sebesar 91,99% pada temperatur 350oC menggunakan katalis dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Selektivitas tertinggi diperoleh sebesar 89,10% pada temperatur 200oC dengan rasio Mo : Si = 9 : 1. Yield tertinggi diperoleh sebesar 74,80% pada temperatur 350oC pada katalis dengan rasio Mo : Si = 9 : 1.

  17. Introduction of an Emergency Response Plan for flood loading of Sultan Abu Bakar Dam in Malaysia

    Science.gov (United States)

    Said, N. F. Md; Sidek, L. M.; Basri, H.; Muda, R. S.; Razad, A. Z. Abdul

    2016-03-01

    Sultan Abu Bakar Dam Emergency Response Plan (ERP) is designed to assist employees for identifying, monitoring, responding and mitigation dam safety emergencies. This paper is outlined to identification of an organization chart, responsibility for emergency management team and triggering level in Sultan Abu Bakar Dam ERP. ERP is a plan that guides responsibilities for proper operation of Sultan Abu Bakar Dam in respond to emergency incidents affecting the dam. Based on this study four major responsibilities are needed for Abu Bakar Dam owing to protect any probable risk for downstream which they can be Incident Commander, Deputy Incident Commander, On-Scene Commander, Civil Engineer. In conclusion, having organization charts based on ERP studies can be helpful for decreasing the probable risks in any projects such as Abu Bakar Dam and it is a way to identify and suspected and actual dam safety emergencies.

  18. PENENTUAN ANGKA OKTANA BAHAN BAKAR KOMERSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KINETIKA OKSIDASI DAN PEMBAKARAN HIDROKARBON MULTIKOMPONEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuswan Muharam

    2012-11-01

    Full Text Available One of the characteristics of gasoline fuel is anti-knock property represented by its octanenumber. The determination of octane numbers in Indonesia is by using cooperative fuel researchengines. The usage of cooperative fuel research engines in Indonesia has constraints, i.e. the limitednumber of the units and the old age. This study aims to obtain the octane numbers of commercialfuels by using kinetic models. The kinetics models of the oxidation and combustion of primaryreference fuel and multi component hydrocarbons are used to calculate the ignition delay times ofprimary reference fuel and commercial fuels, respectively. The ignition delay times of primaryreference fuel and commercial fuels are calculated at the same initial pressure and temperature, aswell as the same equivalence ratio. The octane number of a commercial fuel is known if its ignitiondelay time agrees with that of PFR possessing a certain volume percentage of isooctane. The modelgenerates the octane numbers of commercial fuels BB-A being 92.5, BB-B being 94.5, BB-C being89, BB-D being 90.5 and BB-E being 91.5 with the good agreement with those claimed by the fuelproducers. Salah satu karakteristik bahan bakar bensin adalah sifat anti ketukan yang dinyatakan dengan angkaoktana. Penentuan angka oktana di Indonesia menggunakan mesin CFR (cooperative fuel research.Pemakaian mesin CFR di Indonesia memiliki kendala, yaitu jumlah unit terbatas dan usia tua.Penelitian ini bertujuan mendapatkan angka oktana bahan bakar komersial dengan menggunakanmodel kinetika. Model kinetika oksidasi dan pembakaran bahan bakar rujukan utama dan modelhidrokarbon multikomponen yang telah divalidasi masing-masing digunakan untuk menghitungwaktu tunda ignisi bahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial. Waktu tunda ignisibahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial dihitung pada tekanan dan temperatur awal,serta rasio ekuivalensi yang sama. Angka oktana suatu bahan bakar komersial

  19. KORELASI PADAT TEBAR DAN DEBIT AIR DALAM TEKNIK PENDEDERAN BENIH UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii SECARA INTENSIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wartono Hadie

    2008-12-01

    Full Text Available Riset ini dilaksanakan untuk mengetahui korelasi antara padat tebar dan debit air dalam teknik pendederan udang galah. Riset dilakukan dengan menggunakan bak ukuran 4 m x 2 m x 0,75 m yang mempunyai sistem air mengalir. Perlakuan yang diaplikasikan adalah padat tebar dalam tiga tingkatan yaitu 250, 500, dan 750 ekor/m2 yang dikombinasikan dengan tiga tingkat debit air yaitu 0,010; 0,020; dan 0,030 liter/detik/m2. Setiap perlakuan dilakukan dengan 3 ulangan. Udang galah dalam penelitian ini adalah PL-44 dengan ukuran 0,04 g. Pendederan udang galah dilaksanakan selama 40 hari. Hasil riset menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara variabel padat tebar dan debit air. Variabel debit air memberikan kontribusi sebesar 57% dan variabel padat tebar mempunyai kontribusi 18% dalam mendukung sintasan benih udang galah. Hasil terbaik dicapai oleh perlakuan padat tebar 500 ekor/m2 dan debit air 0,030 liter/detik/m2 dengan laju pertumbuhan harian udang mencapai rata-rata 2,84% dan sintasan sebesar 89,6% selama 40 hari masa pemeliharaan. The research aim was to evaluate the correlation between fry density and water flow rate in the nursery of giant prawn. The experiment was conducted in concrete tanks. The treatment consisted of three levels, 250, 500, and 750 fry/m2 and combination of three levels of water flow, i.e. 0.010, 0.020, and 0.030 litre/second/m2. Three replications were used in each treatments. The prawn fry were PL-14 with 0.04 g of average weight. The research was conducted for 40 days of post-larvae rearing. Result of this experiment showed that there was interaction between density and water flow. The data analysis indicated that there were 57% contribution of water flow and 18% of fry density to survival rate of giant prawn. The best result was showed by the density of 500 fry/m2 and water flow of 0.030 litre/second/m2. The specimen have specific growth rate of 2.84% and survival rate of 89.6% for 40 days of rearing.

  20. PERBEDAAAN PADAT TEBAR TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP POST PEURULUS LOBSTER PASIR (Panulirus homarus PADA BAK TERKONTROL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nunik Cokrowati

    2012-10-01

    Full Text Available Prospek budidaya Panulirus homarus menjanjikan dari segi ekonomi dan keadaan alam di wilayah NTB serta merupakan spesies komoditi ekspor utama di Indonesia.Potensi akuakultur lobster pasir tentunya membutuhkan teknik budidaya yang sesuai agar mendapatkan hasil yang optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan padat tebar terhadap pertumbuhan dan nilai Survival rate (SR serta untuk mengetahui padat tebar yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan nilai SR optimum post puerulus Panulirus homarus.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL dengan faktor tunggal yaitu padat tebar dengan densitas 20 ekor/m2, 40 ekor/m2, 60 ekor/m2, dan 80 ekor/m2. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup (SR post puerulus Panulirus homarus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan perbedaan padat tebar berpengaruh (P<0,05 terhadap pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup (SR post puerulus Panulirus homarus. Nilai SGR dan SR tertinggi terdapat pada kepadatan 20 ekor/m2 sebesar 2,15425% dengan nilai SR 75%, dengan kualitas air sebagai faktor pembatas dengan nilai rata-rata pH 7,2, suhu 26,930 C, salinitas 34,4 ppt dan DO 5,86 mg/l nilai tersebut dalam batas toleransi  sebagai kehidupan biota air khususnya  lobster pasir. Kata kunci : Panulirus homarus, padat tebar, survival rate

  1. PERHITUNGAN SUHU ELEMEN BAKAR REAKTOR TRIGA 2000 DALAM TABUNG SIPPING TEST MENGGUNAKAN CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K.A. Sudjatmi

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dihitung suhu elemen bakar pada perangkat sipping test reaktor TRIGA 2000 Bandung. Perhitungan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa suhu elemen bakar masih dibawah atau pada batas suhu elemen bakar yang diizinkan pada saat reaktor beroperasi, sehingga dapat dipastikan bahwa pada pelaksanaan pengujian dengan menggunakan perangkat ini, suhu masih dalam batas keselamatan. Perhitungan dilakukan dengan membuat model tabung sipping test berisi elemen bakar yang dikelilingi oleh 9 buah elemen bakar, sesuai dengan posisi tabung sipping test di teras reaktor, dengan menggunakan GAMBIT. Dimensi model disesuaikan dengan dimensi tabung dan elemen bakar dalam teras reaktor TRIGA 2000 Bandung. Pengoperasian sipping test untuk tiap elemen bakar dilakukan selama 30 menit pada daya 300 kW. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD dan sebagai inputan disesuaikan dengan parameter reaktor TRIGA 2000. Simulasi dilakukan pada pengoperasian dari 30, 60, 90, 120 150, 180 sampai 210 menit. Hasil perhitungan menunjukan bahwa suhu pusat bahan bakar dalam tabung sipping test sebesar 236,06 oC, sedangkan suhu dinding elemen bakar adalah sebesar 87,58 oC. Suhu maksimum pusat bahan bakar reaktor TRIGA 2000 pada operasi normal adalah 650 oC, dan tidak diizinkan terjadinya pendidihan di dalam teras reaktor. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengoperasian perangkat sipping test masih sangat aman karena suhu bahan bakar berada dibawah batasan suhu bahan bakar yang diizinkan pada kondisi operasi normal demikian juga suhu dinding elemen bakar masih dibawah suhu didih air. Kata kunci: sipping test, TRIGA, elemen bakar, CFD   It has been calculated the fuel element temperature in the sipping test of Bandung TRIGA 2000 reactor. The calculation needs to be done to ascertain that the fuel element temperatures are below or at the limit of the allowable temperature fuel elements during reactor operation, ensuring that the

  2. Penggunaan Minyak Nabati Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pada Motor Diesel Sistim Injeksi Langsung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ricky Winaya

    2002-01-01

    Full Text Available Vegetable oil as an example product of agricultural engineering, has potential to be developed to renewable energy called bio-diesel. This paper describes comparison study performance from a direct injection system diesel-engine fueled with composition 20%, 30% and 40% bio-diesel, with diesel engine fueled diesel oil (solar. The test results have shown that the engine fueled with 20%, 30%, and 40% bio-diesel produce slightly lower torque and power than the same engine fueled with solar. The other research before, the emission test results have shown a lower particulate matter, hydrocarbon and carbon monoxide from exhaust. Abstract in Bahasa Indonesia : Minyak nabati sebagai suatu contoh produk dalam bidang rekayasa pertanian, berpotensi untuk dikembangkan menjadi suatu bentuk energi bahan bakar yang terperbaharui yang disebut dengan bio-disel. Tulisan ini membahas tentang studi perbandingan performansi motor disel sistim injeksi langsung berbahan bakar dengan komposisi 20%, 30% dan 40% bio-disel, dengan yang berbahan bakar minyak diesel (solar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa motor disel yang menggunakan bahan bakar dengan komposisi 20%, 30% dan 40% biodisel menghasilkan torsi dan daya yang lebih rendah daripada motor yang sama berbahan bakar solar. Hasil penelitian sebelumnya, hasil uji emisi menujukkan adanya partikel, hidrokarbon dan karbon monoksida yang lebih rendah pada saluran buang. Kata kunci: Minyak nabati, Biodisel, Torsi, daya.

  3. SISTEM BISNIS WARALABA RESTORAN AYAM BAKAR WONG SOLO DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Taufiqur Rahman

    2015-08-01

    Full Text Available This article tries to analyze the franchise business system of Ayam Bakar Wong Solo Restaurant through the Islamic economics perspective. The franchise business system applied by the Ayam Bakar Wong Solo is a cooperation (shirkah with the type of shirkah mudârabah, where there is a cooperation between the Ayam Bakar Wong Solo as a manager (mudârib and investors as owners of capital (sahib al-mâl. Both parties allied in the venture capital and the advantage of the alliance is divided in accordance with the agreements that have been agreed between the two. The Ayam Bakar Wong Solo offers two forms of shirkah mudârabah, namely mudârabah mutlaqah and mudârabah muqayyadah. It is found that there is a correspondence between the execution of the Ayam Bakar Wong Solo franchise and shirkah mudârabah practices in Islamic economics because the franchise system which is run has been suitably qualified and has met the rukn of shirkah mudârabah. However, there is a concept of franchis-ing which is more in line with Islamic economics, namely the principle of sharing in mudârabah and mushârakah as a substitute for a franchise concept with franchise fee and royalty fee.

  4. Pengaruh Waktu Hidrotermal Pada Proses Sintesis Lithium Mangan Oksida Spinel (Limn2o4 Nanopartikel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gede Panca Ady Sapputra

    2014-09-01

    Full Text Available Di Indonesia terdapat geothermal fluid yaitu Lumpur Sidoarjo, yang menurut ilmuwan dari Jepang, Prof. Wataru Tanikawa, Lumpur Sidoarjo mengandung unsur Lithium yang besar dan dapat dimanfaatkan sebagai baterai. Dari berbagai macam metode ekstraksi yang ada dipilih ialah metode adsorpsi dan desorpsi dengan Lithium Mangan Oksida Spinel sebagai adsorben. Proses sintesis lithium mangan oksida spinel menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 200oC dengan waktu 24, 48, dan 72 jam. Kemudian dilakukan acid treatment untuk proses adsorpsi dan desorpsi (ekstraksi. Karakterisasi pengujian menggunakan XRD, SEM, dan ICP. Morfologi yang terbentuk masih terdapat aglomerasi (penggumpalan, namun semakin bertambahnya waktu reaksi, adanya perubahan morfologi yaitu semakin tinggi tingkat homogenitasnya. Efisiensi adsorpsi dan desorpsi dari hasil sintesis dengan metode hidrotermal variasi waktu 24, 48 dan 72 jam pada temperatur 200°C, sebesar 41,76%, 42%, 42,76% untuk efisiensi adsorpsinya dan sebesar 1,21%, 1,06%, 0,94% untuk efisiensi desorpsinya.

  5. THE ACOUSTICAL CHARACTERISTICS OF THE SAYYIDINA ABU BAKAR MOSQUE, UTeM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DG. H. KASSIM

    2015-01-01

    Full Text Available In the Muslim world, mosques are built with grandeur architectural design to depict an important house of worship in Islam. Unfortunately the acoustical performance in mosque is rarely considered at the design stage which eventually deteriorates the speech intelligibility. This includes the Sayyidina Abu Bakar Mosque in UTeM where poor subjective speech clarity is experienced during congregation. The objective of this paper is to discuss the acoustical characteristics of the mosque. The CATT indoor acoustic software was used to calculate important room acoustic parameters such as reverberation time (RT and clarity (C50. The measurement was conducted to validate the RT from the simulation where good agreement is obtained. This study finds that the Sayyidina Abu Bakar Mosque UTeM has poor acoustical performance at low frequencies below 1 kHz, i.e. the frequency range which is significantly responsible for the speech intelligibility

  6. BUDI DAYA UDANG VANAMEI (Litopenaeus vannamei DI TAMBAK DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA MENGGUNAKAN SISTEM PEMUPUKAN SUSULAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunarto Gunarto

    2016-11-01

    Full Text Available Budi daya udang putih, Litopenaeus vannamei dengan sistem teknologi intensif sulit dikembangkan oleh masyarakat petani kecil. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan biaya produksi yang sangat tinggi. Untuk itu, teknologi budi daya udang pola tradisional dengan sistem pemupukan susulan perlu dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui padat tebar yang optimal pada budi daya udang vanamei pola tradisional plus dengan sistem pemupukan susulan. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan tambak ukuran 500 m2/petak sebanyak 12 petak. Sebelum penebaran dilakukan persiapan tambak meliputi: pemberantasan hama, pengeringan, dan pengapuran. Hewan uji yang digunakan adalah udang vanamei PL 22 dengan padat tebar yang diuji yaitu 1 ekor/m2 (A, 3 ekor/m2 (B, 5 ekor/m2 (C, dan 7 ekor/m2 (D. Masing-masing perlakuan dengan tiga kali ulangan. Dosis pemupukan susulan menggunakan urea dan TSP, sebanyak 750 g urea dan 375 g SP-36/petak, yang diaplikasikan setiap minggu sekali pada bulan pertama pemeliharaan dan setiap dua minggu sekali pada bulan kedua dan ketiga selama pemeliharaan udang dalam tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ukuran udang hingga umur pemeliharaan 76 hari di tambak telah mencapai ukuran konsumsi (rata-rata 20—21g. Sintasan udang paling tinggi diperoleh pada perlakuan A dan menunjukkan berbeda nyata (P0,05, tetapi ketiga-tiganya menunjukkan perbedaan yang nyata dengan perlakuan C (P0,05 dengan perlakuan B, tetapi berbeda nyata dengan perlakuan C dan A. Pertumbuhan udang di semua perlakuan sangat nyata (P0.05, but there were significantly different (P0.05 with treatment B, but both of them were significantly different (P<0.05 with treatment C and A. Shrimp growth in all treatments most significantly (P<0.01 influenced by salinity, nitrate, ammonium, Total Organic Matter (TOM, and klekap production, while nitrite, nitrate, phosphate, and klekap production are also most  dominant factors (P<0.01 influences to the shrimp

  7. DESAIN KONSEP TANGKI PENAMPUNG BAHAN BAKAR PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Hadiwinata

    2015-04-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari reaktor MSR. Desain reaktor PCMSR membutuhkan tempat khusus penampung sementara bahan bakar pada saat terjadi insiden, misalnya kecelakaan yang menyebabkan peningkatan suhu bahan bakar. Tangki penampung bahan bakar tersusun dari 3 bagian yang saling terhubung yaitu bagian penampung cairan bahan bakar, cerobong (chimney, dan penukar kalor. Dalam penelitian ini, tangki dimodelkan secara lump dan dilakukan variasi daya awal reaktor dan ketinggian cerobong. Syarat batas model ditetapkan suhu bahan bakar maksimum 1400 °C, yang didasarkan pada titik didih larutan garam LiF-BeF2-ThF4-UF4. Analisis dilakukan dengan cara menghitung rugi tekanan total dan transfer kalor untuk variasi daya awal antara 1800-3000 MWth dan ketinggian cerobong antara 1-10 m. Hasil penelitian menunjukan semakin besar daya reaktor, maka tinggi tangki penampung bahan bakar dan tinggi alat penukar kalor yang dibutuhkan akan semakin besar, tejadi kenaikan suhu fluida pendingin dan suhu udara pendingin, dan menyebabkan kenaikan laju aliran masa fluida pendingin, sedangkan laju aliran masa udara menurun. Peningkatan ketinggian cerobong menyebabkan ketinggian tangki penampung bahan bakar dan ketinggian alat penukar kalor semakin menurun, penurunan suhu fluida pendingin, tetapi suhu udara meningkat, dan menyebabkan peningkatan laju aliran masa fluida pendingin, tetapi laju aliran masa udara akan semakin menurun. Kata kunci: PCMSR, cerobong, alat penukar kalor, variasi daya.   The Passsive Compact Molten Salat Reactor (PCMSR reactor is developed from MSR reactor. The PCMSR reactor design requires special place to temporarily storage for reactor fuel when incident occurs, such as when there is an accident which caused the temperature of the fuel increases. The tank consist of three interconnected parts, the reservoir liquid fuel, chimney, and the heat exchanger. In this research, the tank system is modeled based on

  8. Sistemos “Sunkiųjų metalų jonai - geležies (III) oksidas/hidroksidas“ cheminė analizė ir sorbcijos procesų tyrimas

    OpenAIRE

    Zubrytė, Edita

    2016-01-01

    Sistemos “Sunkiųjų metalų jonai - geležies (III) oksidas/hidroksidas“ cheminė analizė ir sorbcijos procesų tyrimas Chemical Analysis of the System „Heavy Metal Ions – an Iron (III) Oxide/Hydroxide and Investigation of the Sorption Processes

  9. STUDI DESAIN DOWN SCALE TERAS REAKTOR DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR – HTR 100 MWe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Parmanto

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian terhadap teras reaktor Pebble Bed Modular Reactor (PBMR dengan daya 100 Mwe berbahan bakar UO2. Reaktor ini menggunakan moderator grafit dan helium sebagai pendingin. Studi down scale dilakukan tanpa mengubah geometri teras maupun geometri bahan bakar. Parameter yang dianalisis adalah kritikalitas teras, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, moderator dan pendingin serta nilai ekonomis bahan bakar. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh desain bahan bakar yang bernilai ekonomis dan memiliki fitur keselamatan melekat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan program SRAC 2003. Hasil yang diperoleh adalah desain bahan bakar UO2 berbentuk pebble dengan pengkayaan 10% U235 dan 90 ppm racun dapat bakar Gd2O3. Nilai faktor multipilkasi effektif keff pada beginning of life (BOL adalah 1,01115 dan menjadi 1,00588 setelah 2658 hari operasi reaktor (EOL. Koefisien reaktivitas temperatur total diperoleh sebesar - 3,25900E-05 ∆k/k/K saat BOL dan -1,10615E-04 ∆k/k/K saat end of life (EOL. Reaktor ini memenuhi karakteristik keselamatan melekat ditandai dengan nilai koefisien reaktivitas temperatur yang negatif. Kata kunci: PBMR, desain bahan bakar, faktor multipilkasi effektif, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur.   Research of Pebble Bed Modular Reactor (PBMR 100 MWe which used UO2 fuel has been done. This reactor uses graphite as moderator and helium as coolant. Down scale studies performed without changing the core and fuel geometry. The parameter being analyzed were core criticality, excess reactivity, fuel, moderator, coolant temperature reactivity coefficient, and fuel economy. This research is expected to obtain the design that has fuel economy and inherent safety features. In this research, we have employed SRAC 2003 code. The calculation show that the UO2 pebble fuel design with 10% enrichment of U235 and 90 ppm burnable poison of Gd2O3 results in the effective multiplication

  10. DESAIN TERAS DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR (PBMR DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SRAC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkowo Wahyu Santoso

    2015-03-01

    Full Text Available Analisis desain down scale teras dan bahan bakar PBMR-HTR dengan menggunakan program SRAC bertujuan mengetahui pengaruh variasi pengayaan U235, burnable poison, laju aliran pendingin dan suhu pendingin masuk terhadap kekritisan teras serta aspek-aspek keselamatan reaktor nuklir dengan parameter nilai keff dan koefisien reaktivitas suhu bahan bakar, moderator dan pendingin. Teras PBMR-HTR berbentuk silinder finite dengan lubang ditengahnya yang berisi 334.000 bahan bakar pebble bed. Bahan bakar berupa UO2, moderator grafit dan pendingin helium. Model desain down scale dilakukan pada ½ teras yang mewakili keseluruhan teras. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan pengayaan bahan bakar sebesar 8%, 8,5%, 9%, 9,5% dan 10% sementara variasi konsentrasi burnable poison sebesar 5 ppm, 7 ppm, 9 ppm, 11 ppm, dan 15 ppm. Variasi laju aliran pendingin sebesar 60%, 80%, 100%, 120%, dan 140% sementara variasi suhu masukan pendingin sebesar 673,15K; 723,15K; 773,15K; 823,15K dan 873,15K. Pada penelitian ini keff pada BOL tanpa Gd2O3 sebesar 1.026213 dan EOL sebesar 0.995865 dengan excess reactivity sebesar 2,5 % dengan pengkayaan U235 9%. Sementara keff pada BOL dengan menggunakan Gd2O3 sebesar 1.0069680 dan EOL sebesar 0.9961928 dengan excess reactivity sebesar 0.69 % dengan konsentrasi Gd2O3 7 ppm. Koefisien reaktivitas suhu bahan bakar,moderator dan pendingin berturut-turut sebesar -9,074583E-05/K, -2,971833E-05/K dan 1,120700E-05/K. Koefisien reaktivitas bernilai negatif menunjukkan karakteristik keselamatan melekat (inherent safety telah terpenuhi. Peningkatan suhu masukan dan penurunan laju aliran pendingin berkontribusi menurunkan nilai keff teras sehingga koefisien reaktivitas bernilai negatif. Kata kunci : PBMR-HTR, kritikalitas, reaktivitas, down scale, burnable poison Core and fuel down scale analysis on PBMR-HTR using SRAC program aims to identify the influence of U235 enrichment, burnable poison, coolant flow rate and coolant temperature

  11. ANALISIS TERMAL-ALIRAN KISI BAHAN BAKAR BOLA TERAS RGTT200K DENGAN FLUENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Dhandhang Purwadi

    2015-03-01

    Full Text Available Sejalan dengan Perpres No.5/2010, PTRKN-BATAN mengembangkan dua varian desain konseptual reaktor daya maju kogenerasi, yaitu RGTT200K dan RGTT200KT. Energi termal pada kedua sistem reaktor ini dipasok oleh teras reaktor berbahan bakar bola dengan daya termal 200 MWt. Komposisi geometri dan struktur teras didesain agar dapat menghasilkan keluaran pendingin gas helium bertemperatur 950OC sehingga dapat digunakan untuk produksi hidrogen dan atau unit industri proses lainnya secara kogeneratif. Luaran gas helium bertemperatur sangat tinggi ini akan menimbulkan tegangan termal pada bola bahan bakar yang mengancam integritas sistem pengungkungan produk fisi di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis termal-aliran untuk mengetahui distribusi temperatur dan aliran pendingin gas helium dalam kisi bahan bakar bola. Salah satu cara terbaik untuk melakukan analisis termal-aliran adalah dengan pemodelan tiga dimensi menggunakan perangkat lunak komputasi dinamika fluida (computational fluid dynamics yang teruji. Dalam penelitian ini digunakan perangkat lunak FLUENT 6.3. Analisis termal aliran pada kisi bola bahan bakar dilakukan dengan memodelkan dinamika fluida pendingin dengan perpindahan panas kombinasi tiga moda, konduksi, konveksi dan radiasi, serta mempertimbangkan adanya turbulensi aliran gas. Model Discret Ordinate dan Reynolds-Averaged Navier-Stokes (RANS masing-masing digunakan dalam perhitungan perpindahan panas radiasi dan turbulensi. Dari distribusi temperatur bola bahan bakar hasil pemodelan CFD dengan aliran turbulen pada pendinginnya diketahui bahwa temperatur maksimum bahan bakar bola mencapai 1036,1OC. Temperatur setinggi ini masih jauh dari temperatur yang dapat menyebabkan kegagalan pengungkungan produksi fisi, yaitu 1600OC. Kata kunci: pemodelan pendinginan, model kisi kubus sederhana, reaktor kogenerasi, RGTT, komputasi dinamika fluida   In accordance to the Presidential Regulation No.5/2010, PTRKN-BATAN develops two variants

  12. Pengolahan Lumpur Tinja Pada Sludge Drying Bed IPLT Keputih Menjadi bahan Bakar Alternatif Dengan Metode Biodrying

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desy Rizkiyah Lestari

    2013-09-01

    Full Text Available Lumpur tinja memiliki kandungan kadar organik yang tinggi, sehingga lumpr tinja berpotensi dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Dalam penelitian ini, lumpur tinja diolah dengan proses biodrying. Pada pengolahan lumpur tinja akan dianalisis pengaruh variasi air flow rate dan waktu tinggal terhadap perubahan suhu, penurunan kadar air, serta potensi lumpur tinja sebagai bahan bakar alternatif. Variasi pemberian air flow rate sebesar 25 liter/menit dan 15 liter/menit. Pada tiap variasi pemberian air flow rate akan dikenakan variasi waktu detensi selama 7, 14 dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukan air flow rate 25 liter/menit, kadar air dan nilai karbon akhirnya mencapai 80,9% dan 40,40% selama 7 hari; 13,65% dan 39,76% selama 14 hari; 10,53% dan 38,90% selama 21 hari. Pada reaktor dengan pemberian air flow rate 15 liter/menit kadar air dan nilai karbon akhirnya  mencapai 86,19% dan 39,41% selama 7 hari; 81,29% dan 38,41% selama 14 hari; 67,90% dan 35,77% selama 21 hari. Berdasarkan nilai kalor aktual, waktu detensi optimum diperoleh selama 18 hari dengan air flow rate 25 liter/menit tiap 0,23 kg berat kering atau setara dengan 6,52 m3 jam-1 kg-1. Pada kondisi tersebut nilai kalor aktual sebesar 3767,28 cal/gram.

  13. Pengaruh Variasi Temperatur Hidrotermal Pada Sintesis Lithium Mangan Oksida (Limn2o4 Spinel Terhadap Efisiensi Adsorpsi Dan Desorpsi Ion Lithium Dari Lumpur Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Kurniawan

    2014-09-01

    Full Text Available Perkembangan teknologi dalam bidang material menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.Salah satu material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aplikasi adalah lithium. Lithium sendiri bisa didapatkan dari air laut brines dan geothermal fluid. Salah satunya adalah Lumpur Sidoarjo. Lithium Mangan Oksida Spinel digunakan sebagai material absorben karena murah, tidak beracun dan mudah didapatkan. Pada penelitian ini metode hidrotermal digunakan sebagai metode sintesis pada LiMn2O4 karena dapat dilakukan pada temperatur yang relatif rendah dan menghasilkan partikel yang lebih homogen. Metode hidrotermal dilakukan pada temperatur 160 oC, 180 oC dan 200 oC selama 24 jam. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui struktur kristal. Pengujian SEM dilakukan untuk mengetahui morfologi material setelah proses hidrotermal. Pengujian BET dilakukan untuk mengetahui surface area. Setelah itu metode acid treatment dilakukan untuk proses adsorpsi dan desorpsi. Adsorpsi dilakukan dengan mencelupkan Lithium Mangan Oksida Spinel yang telah disintesis kedalam Lumpur Sidoarjo.Pengujian ICP dilakukan untuk mengetahui kandungan lithium yang terdapat pada Lumpur Sidoarjo sebelum dan sesudah adsorpsi untuk mengetahui jumlah lithium yang terserap.Pengujian desorpsi dilakukan dengan mencelupkan LiMn2O4 kedalam larutan HCL. Pada uji XRD menunjukkan bahwa LiMn2O4 berstruktur kristal cubic. Dari hasil uji SEM terlihat bahwa tidak banyak perbedaan morfologi pada ketiga variasi.Partikel cenderung membentuk aglomerasi. Pada hasil uji ICP menunjukkan bahwa LiMn2O4 dengan temperatur hidrotermal 160oC memiliki efisiensi adsorpsi paling tinggi dengan 6,775 ppm. Sementara untuk desorpsi yang paling tinggi adalah 200oC sebesar 0.081 ppm

  14. PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man PADA PENDEDERAN BERBASIS SISTEM HETEROTROF DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ikhsan Khasani

    2016-04-01

    Full Text Available Strategi untuk meningkatkan produksi udang galah dapat ditempuh melalui penyediaan benih unggul dalam jumlah memadai dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komponen teknologi pendederan udang galah yang lebih produktif. Teknologi bioflok pada sistem pendederan udang galah, dengan titik berat pada optimasi peran bakteri heterotrof untuk pengendalian senyawa toksik limbah budidaya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas melalui peningkatan padat tebar dan sintasan benih. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga tingkat kepadatan benih dan satu kontrol, yang terdiri dari: A kepadatan 1 ekor/L, tanpa sistem heterotrof (TSH; B kepadatan 1 ekor/L dengan sistem heterotrof (SH; C 2 ekor/L dengan SH; D 3 ekor/L dengan SH, masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Sistem heterotrof dijalankan dengan menambahkan molase sebagai sumber karbon dan bakteri Bacillus sp. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan padat tebar dan sistem pengelolaan air memberikan pengaruh nyata (P<0,05 baik terhadap sintasan maupun pertumbuhan benih. Nilai sintasan akhir benih yang diperoleh yaitu 63,3±13,6%; 78,0±22,0%; 88,7±8,1%; dan 89,6±3,7%, berturut-turut untuk perlakuan A, B, C, dan D. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa melalui penerapan teknologi bioflok pendederan udang galah dapat dilakukan tanpa pergantian air dengan kepadatan hingga 3 ekor/L.

  15. PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAN PUREE PISANG TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU MAKANAN PADAT BERBASIS-PISANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riyanti Ekafitri

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRACTBanana is one of the leading fruits commodities in Indonesia, easy to find, has high economic value, high cultural and nutritional value. In general bananas are consumed as fresh fruits. While post-harvest for handling the banana is rarely used causing a lot of banana not be consumed. There is need to preserved banana to banana products, such as the banana flour. This banana flour can be used in manufacturing banana snack bar mixed with the fresh of banana puree. This study aimed to assess the charactericticsof banana snack bar for using different ratios of bananaflour and puree. Banana bar was baked with different ratios of banana flou rand banana puree of 2:1, 1:1 and 1:2. The snack bar then was analyzed for proximate analysis and physical characterietics. The data was analyzed using ANOVA with Duncan test. The result of study showed that the characteristic differ among three banana products. The banana snack bar contained 14 to 23 percent of water, 3.6 to 4.3 percent of protein, and 11.5 to 12.6 percent of fat, 35.7 to 46.0 percent carbohydrate. Physical analysis was 4677 to 20245 gf for hardness values, 0.44 to 0.66 for elasticity, and 33 gf to 42 for brightness (L value. High ratio of banana puree increased content of water, protein, and elasticity; but less fat, carbohydrates, hardness, and color brightness. The best banana snack bar was formulated from banana puree and banana flour with ratio of 2:1.Keywords: banana flour, banana puree, snack bar, characteristicABSTRAKPisang merupakan salah satu komoditas buah unggulan Indonesia yang mudah diperoleh, memiliki nilai ekonomi, budaya, serta nilai gizi yang tinggi. Pada umumnya pisang dikonsumsi dalam bentuk segar, sedangkan penanganan pasca panen masih kurang, sehingga banyak pisang menjadi cepat busuk. Oleh karena itu diperlukan pengolahan pisang, salah satunya adalah mengolah menjadi tepung pisang. Tepung pisang bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan padat berbentuk

  16. EFEKTIVITAS KHASIAT PENGOBATAN LUKA BAKAR SEDIAAN GEL MENGANDUNG FRAKSI EKSTRAK PEGAGAN BERDASARKAN ANALISIS HIDROKSIPROLIN DAN HISTOPATOLOGI PADA KULIT KELINCI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eriawan Rismana

    2013-05-01

    Full Text Available Abstract : The effectiveness of wound healing by gel topical formulation with three various containing Centella asiatica fraction extract has been studied. Wound Healing  the wound was evaluated histopatologically by microscopy observation and histochemically by hydroxyprolin content on the tissues samples. The histochemical and histopatological results shown that the hydroxyprolin content and degree of regeneration of rabbit tissues samples after treatment by gel formulation with 1.5 % C. asiatica fraction extract were the highest as compared to the other gel formulations, respectively. The goal of the study was formulation, effectiveness and safety in promoting wound healing data of gel formulation. Keywords : Wound healing, histochemically, histopatologically, Centella asiatica fraction extract Abstrak :   Studi uji khasiat penyembuhan luka bakar dari formula sedian topikal bentuk gel yang mengandung fraksi ekstrak Centella asiatica (Pegagan telah dilakukan menggunakan tiga konsentrasi fraksi ekstrak yang berbeda. Khasiat penyembuhan luka bakar telah dievaluasi secara uji histopatologi melalui pengamatan miskroskopi dan histokimia dengan mengukur kandungan hidroksiprolin dalam jaringan kulit. Hasil uji histokimia dan histopatologi masing – masing menunjukan bahwa kandungan hidroksiprolin dan derajat regenerasi pada jaringan kulit kelinci yang diobati dengan formulasi gel mengandung fraksi ekstrak C. asiatica 1,5 % adalah tertinggi dibandingkan dengan pengobatan menggunakan 2 formula lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data formulasi, efektifitas khasiat dan keamanan dari formulasi sediaan gel luka bakar.   Kata Kunci : histochemically, histopatologically

  17. Kinerja Mesin Diesel Memakai Bahan Bakar Biodiesel Biji Karet dan Analisa Emisi Gas Buang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Susila

    2010-01-01

    reactor (BCR tekanan atmosfir telah dilaporkan. Spesifikasi B-100 tersebut dipergunakan sebagai bahan bakar dalam penelitian ini yaitu: densitas 882 g/ml; viskositas kinematik 5,19 cSt; calculated cetane index (CCI 47,5; titik tuang –6oC; flash point 200 oC; residu karbon mikro dalam sampel asli 0,126% massa dan dalam 10% ampas distilasi 2,87% massa; sedimen 0,01% volume; temperatur distilasi 347oC; kandungan sulfur 0,72 ppm; angka asam 0,01 mgKOH/g; serta nilai kalor rendah 9184,43 kkal/kg. Biodiesel dicampur dengan solar (B-0 pada tingkat perbandingan tertentu sehingga diperoleh B-5, B-10, B-15, dan B-20 (B-5 adalah campuran antara biodiesel 5% serta solar 95%, dst dipergunakan sebagai bahan bakar pada mesin diesel stasioner. Kinerja mesin diesel dan emisi gas buang dibandingkan dengan mesin yang memakai solar (B-0. Mesin dioperasikan pada putaran konstan 1350, 1750, 2150, 2550, dan 2950 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan bakar B-10 menghasilkan kinerja mesin terbaik pada putaran 2550 rpm. Pada putaran ini diperoleh daya maksimum sebesar 36,95 PS, konsumsi bahan bakar spesifik terendah sebesar 0,256 kg/(PS.jam, efisiensi termal 58,44%, kandungan CO terkecil sebesar 0,4%, dan opasitas gas buang 58,6% HSU memenuhi Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 tahun 2006, dan tidak perlu memodifikasi mesin. Jika dibandingkan dengan solar murni (B-0, B-10 lebih baik dari pada B-0 karena pada kondisi optimum menghasilkan kenaikan daya sebesar 1,8%, konsumsi bahan bakar spesifik sama 0,256 kg/(PS.jam, efesiensi termal naik 2,4%, kadar CO gas buang turun 80%, serta CO2 turun 55%. Kata kunci: Biodiesel, RSO, non-katalis, mesin diesel.

  18. ANALISIS SENSITIVITAS TURBULENSI ALIRAN PADA KANAL BAHAN BAKAR PWR BERBASIS CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endiah Puji Hastuti

    2015-04-01

    Full Text Available Turbulensi aliran pendingin pada proses perpindahan panas berfungsi untuk meningkatkan nilai koefisien perpindahan panas, tidak terkecuali aliran dalam kanal bahan bakar. Program CFD (CFD=computational fluid dynamics, FLUENT adalah program komputasi berbasis elemen hingga (finite element yang mampu memprediksi dan menganalisis fenomena dinamika aliran fluida secara teliti. Program perhitungan CFD dipilih dalam penelitian ini karena selain akurat juga dapat memberikan visualisasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristika perpindahan panas, massa dan momentum dari dinding rod bahan bakar ke pendingin secara visual, pada medan temperatur, medan tekanan, dan medan energi kinetika pendingin, sebagai fungsi dinamika aliran di dalam kanal, pada kondisi tunak dan transien. Analisis dinamika aliran pada kanal bahan bakar PWR berbasis CFD dilakukan dengan menggunakan sampel data reaktor PWR dengan daya 1000 MWe dengan susunan bahan bakar 17x17. Untuk menguji sensitivitas persamaan aliran yang sesuai dengan model aliran turbulen pada kanal bahan bakar dilakukan pemodelan dengan menggunakan persamaan k-omega (Ƙ-ω, k-epsilon (Ƙ-ε, dan Reynold stress model (RSM. Pada analisis sensitivitas aliran turbulen di dalam kanal digunakan model mesh hexahedral dengan memilih tiga geometri sel yang masing masing berukuran 0,5 mm; 0,2 mm dan 0,15 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada analisis kondisi tunak (steady state, terdapat hasil yang mirip pada model turbulen Ƙ-ε standard dan Ƙ-ω standard. Pengujian terhadap kriteria Dittus Boelter untuk bilangan Nusselt menunjukkan bahwa model Reynold stress model (RSM direkomendasikan. Analisis sensitivitas terhadap geometri mesh antara sel yang berukuran 0,5 mm, 0,2 mm dan 0,15 mm, menunjukkan bahwa geometri sel sebesar 0,5 mm telah mencukupi. Aliran turbulen berkembang penuh telah tercapai pada model LES dan DES, meskipun hanya dalam waktu singkat (3 s, model LES memerlukan waktu komputasi

  19. ANALISIS DISTRIBUSI KECEPATAN PENDINGIN DALAM ELEMEN BAKAR TIPE PELAT MENGGUNAKAN METODE CFD UNTUK REAKTOR RISET RSG-GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Subekti

    2015-03-01

    Full Text Available Eksperimen pengukuran distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal elemen bakar reaktor riset RSG-GAS sulit dilakukan karena lebar celah yang sangat kecil dan terletak di dalam elemen bakar. Oleh karena itu diperlukan perhitungan untuk memprediksi distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal untuk mengkonfirmasi bahwa keberadaan handle tidak merusak distribusi kecepatan pendingin masuk ke dalam setiap subkanal. Perhitungan ini memerlukan metode CFD yang memperhatikan interior 3 dimensi. Perhitungan distribusi kecepatan pendingin dalam subkanal juga belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan investigasi distribusi kecepatan pendingin elemen bakar tipe pelat menggunakan metode CFD 3 dimensi untuk reaktor riset RSG-GAS. Penelitian ini juga sangat diperlukan sebagai bagian dari pengembangan desain termohidrolika elemen bakar untuk reaktor riset inovatif. Pemodelan menggunakan ½ model dalam perangkat lunak Gambit dan perhitungan menggunakan persamaan Turbulen dalam perangkat lunak FLUENT 6.3. Hasil perhitungan kecepatan pendingin tiga dimensi dalam subkanal menggunakan metode CFD lebih rendah sekitar 4,06% dari pada hasil perhitungan satu dimensi karena perhitungan satu dimensi mengabaikan keberadaan handle. Kata kunci: Aliran pendingin, elemen bakar, reaktor riset, kondisi tunak, CFD   The measurement experiment for coolant-velocity distribution in the subchannel of fuel element of RSG-GAS research reactor is difficult to be carried out due to too narrow channel and subchannel placed inside the fuel element. Hence, the calculation is required to predict the coolant-velocity distribution inside subchannel to confirm that the handle presence does not ruin the velocity distribution into every subchannel. This calculation utilizes CFD method, which respect to 3-dimension interior. Moreover, the calculation of coolant-velocity distribution inside subchannel was not ever carried out. The research object is to investigate the

  20. DESAIN KONSEPTUAL TERAS REAKTOR RISET INOVATIF BERBAHAN BAKAR URANIUM MOLIBDENUM DARI ASPEK NEUTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2015-03-01

    Full Text Available Manfaat yang luas dari penggunaan reaktor riset membuat banyak negara membangun reaktor riset baru. Kecenderungan saat ini adalah reaktor tipe reaktor serbaguna (MPR dengan teras yang kompak untuk mendapatkan fluks neutron yang tinggi dengan daya yang relatif sedang atau rendah. Reaktor riset yang ada di Indonesia yang paling muda usianya sudah berumur 25 tahun. Oleh karena itu diperlukan desain reaktor riset baru sebagai alternatif, disebut reaktor riset inovatif (RRI, kelak pengganti reaktor riset yang sudah ada. Tujuan dari riset ini mendapatkan konfigurasi teras setimbang reaktor riset yang optimal dengan kriteria memiliki fluks neutron termal minimum sebesar 2,5x1014 n/cm2 s pada daya 20 MW (minimum, memiliki panjang operasi satu siklus lebih dari 40 hari dan penggunaan bahan bakar yang paling efisien. Desain neutronik dilakukan untuk bahan bakar baru U-9Mo-Al dengan kerapatan bervariasi dan jenis reflektor yang bervariasi. Desain dilakukan dengan paket program WIMSD-5B dan BATAN-FUEL. Hasil desain konseptual menyajikan 4 konfigurasi teras yaitu 5×5, 5×7, 6×5 dan 6×6. Hasil optimasi menunjukkan bahwa teras setimbang reaktor RRI dengan konfigurasi 5×5, tingkat muat 235U sebesar 450 g, reflektor berilium, fluks neutron termal maksimum di daerah reflektor sebesar 3,33×1014 neutron cm-2s-1 dan panjang siklus 57 hari merupakan desain teras reaktor riset inovatif yang paling optimal. Kata kunci: desain konseptual, bahan bakar uranium-molibdenum,berilium, D2O, WIMS, BATAN-FUEL   The multipurpose of research reactor utilization make many countries build the new research reactor. Trend of this reactor for this moment is multipurpose reactor type with a compact core to get high neutron flux at the low or medium level of power. The research newest reactor in Indonesia right now is already 25 year old. Therefore, it is needed to design a new research reactor, called innovative research reactor (IRR and then as an alternative to replace the old

  1. OPTIMASI GEOMETRI TERAS REAKTOR DAN KOMPOSISI BAHAN BAKAR BERBENTUK BOLA PADA DESAIN HIGH TEMPERATURE FAST REACTOR (HTFR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agustina Mega

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan desain High Temperature Fast Reactor (HTFR tipe pebble dengan bahan bakar uranium plutonium nitrida berpendingin Pb-Bi. Parameter yang dianalisis adalah kritikalitas teras, koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, koefisien reaktivitas void pendingin dan kemampuan breeding reaktor. Perhitungan dilakukan dengan paket program SRAC2K3. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh desain teras berumur lama dan memiliki fitur keselamatan melekat. Dari penelitian ini diperoleh desain reaktor dengan diameter 520 cm dan tinggi 480 cm. Bahan bakar berbentuk pebble dengan 63 % UN-37 % PuN pada zona core dan 95,5 % UN-4,5 % PuN pada zona blanket. Reaktor tidak kritis setelah kurang lebih 800 hari dan keff pada BoL 1,078223 dan keff setelah 800 hari adalah 0,986379. Dari penelitian ini diperoleh koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar sebesar -2,190014E-05 pada saat BoL dan -1,390773E-05 setelah 800 hari serta koefisien reaktivitas void pendingin sebesar -2,160402E-04/% void pada saat BoL dan setelah 800 hari sebesar -2,942364E-03/% void. Reaktor merupakan jenis fast breeder ditandai dengan naiknya densitas plutonium 239. Kata kunci : desain, teras, HTFR, keselamatan, umur, koefisien reaktivitas.   Design of pebble bed type High Temperature Fast Reactor (HTFR with uranium plutonium nitride fuel and Pb-Bi cooled has been done. The parameters being analyzed were core criticality, fuel temperature coefficient, void coefficient and reactor breeding ability. Calculation was done by using SRAC2K3 computer code. This research is expected to obtaine the design with long life core and inherent safety features. This research obtained core design with a diameter of 520 cm and 480 cm core high. Shaped pebble fuel bed with the 63 % UN-37 % PUN on core zone and 95.5 % UN-4.5 % Pu on blanket zone and keff value is 1.078223 with approximately 800 day of core life. The fuel temperature coefficient is -2.190014E-05 at BOL and is 1.390773E-05 at EOL and

  2. COMPARING THE PROFITABILITY OF BAKAR AND OTHER VARIETIES OF WHEAT IN DISTRICT CHARSADDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Javed Habib Afridid

    2014-01-01

    Full Text Available This study was conducted to estimate the profitability of different varieties of wheat in two villages of District Charsadda, Khyber Pakhtunkhwa Province of Pakistan. A total of 100 respondents were interviewed to collect the data on cost and revenue in the target area. 27.2 percent of the area was under wheat cultivation. 38 percent of the respondents were literate while about 52 percent of the wheat growers were owners. Owner cum tenants and tenants were 15 and 33 percent respectively. Simple budgeting technique was used for estimation. The overall total cost of wheat production was Rs. 20760.2 per acre, while for Bakar variety and other varieties total cost of production were , Rs.1 21856 and Rs. 22309 per acre respectively. The overall net return was Rs. 13447.3 per acre; while from Baker variety and other varieties net return were Rs. 11825 and Rs. 12425 per acre respectively. OLS estimation technique was used to analyze contribution of major factors in the wheat yield. The sings of the explanatory variables were found according to our prior expectation of the economic theory. The estimated results of yield function indicated that seed rate, FYM (Farm Yard Manure, NPK (Nitrogen, Phospouras and Potassium and labor days have positive and significant effect on wheat yield, while number of tractor hours and educational level of the growers have positive but statistically insignificant effect. Finally, it is suggested that extension personal should transfer latest technology and diseases free seeds of wheat to the farmer’s for optimum yield.

  3. TEKNIK AKTIVASI FOIL INDIUM UNTUK MENENTUKAN DISTRIBUSI NEUTRON TERMAL DALAM FANTOM PADAT DI BAWAH IRADIASI LINAC 15MV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risalatul Latifah

    2015-03-01

    Full Text Available Dewasa ini, penggunaan pesawat linear accelerator (linac untuk kegiatan terapi pada penyakit kanker mulai intensif digunakan.Keuntungan utama linac dibanding dengan pesawat teleterapi adalah tidak lagi menggunakan sumber radioaktif serta memiliki variasi energi sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Ketika sebuah pesawat linac dioperasikan di atas 10 MV, maka akan terjadi reaksi fotoneutron (γ,n hasil dari interaksi energi sinar-X tinggi yang menumbuk material-material penyusun komponen pesawat linac seperti target, kolimator dan filter. Reaksi fotoneutron ini akan menghasilkan neutron. Pengukuran fluks neutron sangat penting untuk dilakukan terkait dengan keselamatan pada tindakan radioterapi dikarenakan emisi neutron ini merupakan radiasi sekunder yang akan menaikkan resiko kanker sekunder pada pasien akibat bertambahnya dosis radiasi yang diterima. Studi ini mengevaluasi fluks neutron yang dihasilkan oleh pesawat linac 15 MV menggunakan teknik aktivasi foil. Sebanyak 45 foil disisipkan dalam fantom padat yang diradiasi oleh linac untuk mengetahui besarnya fluks neutron terhadap fungsi kedalaman.Nilai yang didapat dimaksudkan untuk mengestimasi dosis tambahan untuk pasien ketika menjalani treatment menggunakan linac pada operasi di atas 10 MV. Dengan menggunakan hasil analisa spektrometer gamma dari foil indium yang teraktivasi, nilai fluks mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya kedalaman sampai pada 7 cm di bawah permukaan dengan nilai 2,6 x 106 ncm-2s-1 kemudian terus menurun seiring bertambahnya jarak. Pola ini terjadi karena adanya proses termalisasi neutron. Dengan menggunakan metode faktor konversi dosis neutron termal, maka diketahui dosis tambahan dari fluks neutron maksimum yang diterima pasien adalah 0,86 mSv/menit. Kontribusi dosis ini relatif kecil yaitu sebesar 0,1% dari dosis terapi. Kata kunci: Fluks neutron termal, LINAC, indium, fantom, aktivasi foil.   Nowadays, using linear accelerator (LINAC for therapeutic

  4. PEMANFAATAN LIMBAH BIOMASSA CANGKANG KAKAO DAN KEMIRI SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET (Utilization of Biomass Wastes from Cocoa and Candlenut Shells as Fuel Briquette)

    OpenAIRE

    Saptoadi, Harwin; Syamsiro, Moch.; Tambunan, Bisrul Hapis

    2014-01-01

    ABSTRAK Biomassa adalah sumber energi utama jutaan manusia di dunia, akan tetapi penggunaannya menurun ketika batubara, minyak dan gas tersedia cukup melirnpah. Namun akhir-akhir ini perhatian muncul kembali karena terjadinya krisis energi dan isu-isu lingkungan. Pemanfaatan biomassa untuk menggantikan bahan bakar fosil dapat menurunkan persoalan emisi CO2 global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alternatif sumber energi terbarukan dengan pemanfaatan limbah biomassa cangkang kakao dan ...

  5. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  6. Pengaruh Penambahan Grafit terhadap Sifat Tarik, Stabilitas Termal dan Konduktivitas Listrik Komposit Vinil Ester/Grafit sebagai Pelat Bipolar Membran Penukar Proton Sel Bahan Bakar (PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galang Wisnu Wardana

    2014-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 80% dari volume, 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grafit terhadap sifat, stabilitas termal  dan konduktivitas listrik komposit vinil ester/grafit. Matriks yang digunakan adalah epoxy vinil ester (EVE dan novolac vinil ester (NVE. Filler yang digunakan adalah grafit dengan kadar grafit 20 dan 40%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur  50, 100,  150, 200, 250oC selama dua jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan grafit  dapat menurunkan Modulus Young, sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik  tertinggi EVE adalah 16.6 MPa sedangkan NVE 10.7 MPa, sedangkan 40% 3.0 MPa untuk EVE dan 2.95 MPa untuk NVE. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan grafit, data 40% grafit menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 47% untuk EVE maupun NVE. Penambahan grafit juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 40% grafit  yaitu 1,1 S.Cm-1 untuk EVE dan 0.93 untuk NVE.

  7. FORMULASI BISKUIT PADAT SIAP-SANTAP UNTUK MAKANAN DARURAT (READY-TO-EAT-BISCUIT BARS FORMULATION FOR DISASTER-RELATED EMERGENCY SITUATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Almasyhuri Almasyhuri

    2012-06-01

    bergizi selama keadaan darurat. Untuk makanan bayi telah ada di pasar berupa susu dan bubur susu yang dapat diberikan dalam situasi ini. Sementara makanan siap-santap untuk anak dan orang dewasa belum banyak tersedia di pasar. Beberapa survei pasca-bencana menunjukkan bahwa bantuan makanan dari donatur berupa makanan siap-santap umumnya hanya merupakan sumber enegi. Di samping itu makanan bantuan tersebut umumnya masih membutuhkan pengolahan terlebih dahulu sebelum disantap. Mengembangkan formula makanan siap-santap untuk usia anak sampai orang dewasa yang mengandung  tinggi energi dan dapat diberikan dalam situasi  kedaruratan. Makanan diproduksi dalam bentuk batangan padat, yang dapat diterima baik oleh panelis. Pada tahap awal dikembangkan enam jenis formula makanan, tiga berasa manis dan tiga lainnya berasa asin. Lalu dipilih satu formula yang terbaik, berdasarkan uji fisik dan sensori oleh panelis laboratorium. Makanan terpilih kemudian diuji porsi pada masyarakat di daerah rawan bencana. Formula yang dibuat dari tepung kedelai dan tepung wijen dengan rasa manis mempunyai nilai kesukaan paling baik dibandingkan dengan formula lainnya, dan dengan uji Duncan’s berbeda secara signifikan dari semua formula. Pada atribut rasa dan aroma formula ini tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan formula lainnya, tetapi memiliki kerenyahan paling baik. Setiap energi 2.100 kkal biskuit padat tersusun 11,5 persen berasal dari protein, 44,4 persen dari lemak dan sisanya 44 persen dari karbohidrat. [Penel Gizi Makan 2012, 35(1: 42-48]   Kata Kunci: makanan formula, biskuit siap-santap, makanan darurat, bencana alam

  8. PERFORMA NEUTRONIK BAHAN BAKAR LiF-BeF2-ThF4-UF4 PADA SMALL MOBILE-MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. N. Rokhman

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis terhadap performa neutronik bahan bakar garam lebur LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Small Mobile-Molten Salt Reactor (SM-MSR. Penyesuaian konfigurasi teras dan temperatur operasi harus dilakukan untuk penggunaan bahan bakar baru tersebut agar mencapai keff > 1 dan CR (conversion ratio > 1 pada fraksi 0,5% 233U, 20% 232Th, 28% Li, 51,5% Be. Setelah didapat nilai keff ≈ 1 dan CR ≈ 1, dilakukan analisis pengaruh perubahan Th terhadap Be dan Be terhadap Li yang terlihat dalam perubahan parameter keff dan CR. Setelah itu fraksi 233U divariasi antara 0,5–0,46% untuk memperoleh keff > 1 dan CR > 1. Dalam perhitungan koefisien reaktifitas temperatur (αT, temperatur teras dinaikkan sebesar +25K dan +50K., dan untuk koefisien reaktifitas void (αV, densitas bahan bakar dikurangi hingga 90%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pengurangan Th terhadap Be menyebabkan penurunan nilai CR dan naiknya keff akibat berkurangnya material fertil. Sebaliknya penambahan Be terhadap Li mengakibatkan terjadi kenaikan nilai keff dan menurunkan CR, akibat laju serapan Li lebih besar dari Be. Pada 5 (lima fraksi 233U dalam rentang 0,5–0,49%, hasil perhitungan keff dan CR masing-masing bervariasi dalam rentang 1,00001 - 1,00327 dan 1,00016 - 1,00731. Untuk faktor puncak daya (PPF, hasil perhitungan memberikan nilai dalam rentang 2,4311 -2,4714. Sedangkan untuk parameter keselamatan, koefisien reaktivitas temperatur (αT dan reaktivitas void (αV masingmasing bernilai negatif dalam rentang 4,972×10-5 - 5,909×10-5 dan 2,596×10-2- 2,8287×10-2 ∆k/k/K. Dapat disimpulkan bahwa teras SM-MSR memberikan nilai negatif di kedua koefisien reaktivitas tersebut untuk setiap fraksi,, sehingga memenuhi kriteria keselamatan dan keselamatan melekat. Kata kunci: SM-MSR (small mobile-molten salt reactor, bahan bakar LiF-BeF2-ThF4-UF4, keselamatan melekat, koefisien reaktivitas temperatur, koefisien reaktivitas void   The analysis of neutronic performance has

  9. PROTOTIPE ALAT PENGEKSTRAK PATI SAGU TIPE MIXER ROTARY BLADE BERTENAGA MOTOR BAKAR Prototype of Mixer Rotary Blade of Sago Starch Extractor Powered by Internal Combustion Engine

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darma Darma

    2012-05-01

    pengolahan tradisional ke pengolahan meka- nis. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat ekstraksi pati sagu tipe mixer rotary blade bertenaga motor bakar. Hasilnya adalah prototipe alat ekstraksi pati dengan performansi bagus. Kapasitas ekstraksi adalah 160 kg hancuran empulur per jam, atau setara dengan 33 kg pati segar per jam, jumlah pati yang dapat diekstrak lebih dari 99 % sedan- gkan kehilangan pati yang terikut ke ampas kurang dari 1%. Aplikasi alat ini ke masyarakat petani sagu diharapkan akan merubah sistim pertanian yang bersifat subsistence ke sistim komersial. Sebagai kesimpulan, alat ekstraksi pati sagu yang telah dihasilkan layak secara teknis maupun ekonomis.

  10. EFEKTIFITAS MINYAK ATSIRI LENGKUAS TERHADAP PRODUKSI NITRIT OKSIDA MAKROFAG MENCIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Regina T. C. Tandelilin

    2015-07-01

    Full Text Available Based on the content of the galangal's essential oil which can be used as antimicroorganism, analgesic, and antiseptic characterize with inhibiting and estructing microorgnism life process, it is predicted that there is a possibility of essential oil can be use for anti-inflammatory agent. Nitric-oxie (NO is an unstable gas produced by cell such as macrophage and has the function as antimicroorganism. The aim of this study was to investigate whther essential oil of galangal components has an effect to the macrophage NO production, which stimulated by LPS E. coli.The both curative and preventive analysis using ANOVA showed that the NO productions differences were significant (p<0,01. The study showed that the NO levels produced by marine macrophages induced by LPS E. coli were suppressed by essential oil in a dose dependent fashion, suggesting antiinflammatory activities. Curatively, increased doses of the essential oil resulted in increased its anti-inflammatory functions. Five micro liter of the essential oil was preventively the most concentration as anti inflammation.

  11. PREPARASI KATALIS ABU KULIT KERANG UNTUK TRANSESTERIFIKASI MINYAK NYAMPLUNG MENJADI BIODIESEL (Preparation of Cockle Shell Powder Catalyst for Transesterificationof Calophyllumi inophyllum L. Oil to Biodiesel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhra Zuhra

    2015-05-01

    menggunakan katalis padat dari kulit kerang. Dari pola XRD mengindikasikan bahwa CaCO3 terkonversi dari kulit kerang sempurna menjadi CaO ketika kulit kerang dikalsinasi pada suhu 900 oC. Hasil rekaman SEM diperoleh ukuran partikel katalis setelah dipijar menjadi kecil. Aktivitas katalis tertinggi diperoleh pada penggunaan abu kulit kerang yang dikalsinasi pada suhu 900 oC. Rendemenmetil ester tertinggi mencapai 87,4% setelah 3 jam reaksi. Katalis abu kulit kerang telah terbukti dapat digunakan untuk reaksi transesterifikasi minyak nabati menjadi biodiesel. Kata kunci: Kulit kerang, biodiesel, katalis heterogen, kalsium oksida, minyak nyamplung, transesterikasi

  12. Ispitivanje antimikrobnih aktivnosti materijala na bazi kalcijum hidroksiapatita

    OpenAIRE

    2011-01-01

    Antimikrobni materijali na bazi hidroksiapatita su potencijalno atraktivni za širok spektar primena u medicini. Monofazni srebro-, bakar- i cink-dopirani hidroksiapati (MxCa10-x(PO4)6(OH)2, M = Ag, Cu ili Zn, 0,002 ≤ x ≤ 0,04) su sintetizovani korišćenjem metode neutralizacije. Ova metoda se sastoji od rastvaranja oksida metala (Ag2O, CuO ili ZnO) u rastvoru H3PO4, i sporog dodavanja rastvora u suspenziju Ca(OH)2 radi homogene raspodele dopantnog jona. Kvantitativna elementala analiza je p...

  13. Kajian Eksperimental Perbandingan Performansi Mesin Otto Bahan Bakar Premium dengan Bahan Bakar LPG

    OpenAIRE

    Sitorus, Jefferson

    2013-01-01

    The decreasing availability of fossil fuels led to a variety of ideas how to solve this problem. LPG (Liquefied petroleum gas) is one alternative fuel that can be used in trending engine, one of which is a gasoline engine generator sets in 4-stroke. By modifying the carburetor so the engine can work as when using gasoline. Although the performance of the machine tends to not give optimal results such as engine performance when using gasoline, but has the advantage of LPG fuel, the emissions p...

  14. STUDI PEMODELAN DAN PERHITUNGAN TRANSPORT MONTE CARLO DALAM TERAS HTR PEBBLE BED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair .

    2013-01-01

    Full Text Available Konsep sistem energi VHTR baik yang berbahan bakar pebble (VHTR pebble bed maupun blok prismatik (VHTR prismatik menarik perhatian fisikawan reaktor nuklir. Salah satu kelebihan teknologi bahan bakar bola adalah menawarkan terobosan teknologi pengisian bahan bakar tanpa harus menghentikan produksi listrik. Selain itu, partikel bahan bakar pebble dengan kernel uranium oksida (UO2 atau uranium oksikarbida (UCO yang dibalut TRISO dan pelapisan silikon karbida (SiC dianggap sebagai opsi utama dengan pertimbangan performa tinggi pada burn-up bahan bakar dan temperatur tinggi. Makalah ini mendiskusikan pemodelan dan perhitungan transport Monte Carlo dalam teras HTR pebble bed. HTR pebble bed adalah reaktor berpendingin gas temperatur tinggi dan bermoderator grafit dengan kemampuan kogenerasi. Perhitungan dikerjakan dengan program MCNP5 pada temperatur 1200 K. Pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-V dan ENDF/B-VI dimanfaatkan untuk melengkapi analisis. Hasil perhitungan secara keseluruhan menunjukkan konsistensi dengan nilai keff yang hampir sama untuk pustaka data nuklir yang digunakan. Pustaka ENDF/B-VI (66c selalu memproduksi keff lebih besar dibandingkan ENDF/B-V (50c maupun ENDF/B-VI (60c dengan bias kurang dari 0,25%. Kisi BCC memprediksi keff hampir selalu lebih kecil daripada kisi lainnya, khususnya FCC. Nilai keff kisi BCC lebih dekat dengan kisi FCC dengan bias kurang dari 0,19% sedangkan dengan kisi SH bias perhitungannya kurang dari 0,22%. Fraksi packing yang sedikit berbeda (BCC= 61%, SH= 60,459% tidak membuat bias perhitungan menjadi berbeda jauh. Estimasi keff ketiga model kisi menyimpulkan bahwa model BCC lebih bisa diadopsi dalam perhitungan HTR pebble bed dibandingkan model FCC dan SH. Verifikasi hasil estimasi ini perlu dilakukan dengan simulasi Monte Carlo atau bahkan program deterministik lainnya guna optimisasi perhitungan teras reaktor temperatur tinggi.   Kata-kunci: kernel, TRISO, bahan bakar pebble, HTR pebble bed

  15. Pelaksanaan Pengelolaan Limbah Padat Rumah Sakit Martha Friska Tahun 2010

    OpenAIRE

    Suharty, Nova Sri

    2011-01-01

    Hospital as one of the health service institutions that has job to support the effort of healing and recovery of patient and avoid the health impact due to the waste of hospital service. Thus, the operation of solid waste treatment should be adjusted to the Kepmenkes RI No. 124 /MENKES/SK/X/2004. The present study is a descriptive survey with the object includes the operation of solid waste treatment of Martha Friska Hospital Medan and 42 persons of cleaning service as the r...

  16. Pembuatan gas methane dari limbah padat penyamakan kulit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prayitno Prayitno

    1996-12-01

    Full Text Available Leather tanning industry is one of the industry which potentially causes environmental problem. For processing, a lot of water and chemical are used, generates a lot of liquid waste, which are powerful pollution in water an in soil. There will also be animal residues from such operation as cleaning, fleshing, splitting and trimming. Each of these generates solid waste which must be disposed. It is a big problem for handling the solid waste because of their volume and highly odours when they decompose in their solid form. Untanned solid waste and liquid waste generated in the tanning process have a high organic content (protein and fats and their humidity …. are such that they are readily degradated by methane fermentation.

  17. Komponen Kimia Asap Cair Hasil Pirolisis Limbah Padat Kelapa Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Gani Haji

    2013-06-01

    Full Text Available Chemical components of liquid smoke which is produced via pyrolisis of palm oil solid waste have been analyzed by using gas chromatography mass spectroscopy (GC-MS. Solid waste consists of shell, empty fruit bunch, and palm fiber. Solid waste was obtained from palm oil manufactory in Tanjung Semantok,  Aceh province. The objective of this research was to investigate the chemical components in liquid smoke obtained from various palm oil solid waste. Sample was pyrolyzed at 500°C for 5 hours by using tube furnace reactor type 21100 which is equipped by thermolyne as temperature adjustment. The yield of pyrolysis from shell, empty fruit bunch and palm fiber are 52,02; 29,59; and 34,88%, respectively. The results showed that 27; 13 and 11 compounds of chemical were observed in liquid smoke obtained by pyrolysis of shell, empty fruit bunch, and palm fiber, respectively. Overall, acetic acid and phenol are the highest concentration of chemical obtained in this research. Keywords: palm oil solid waste, pyrolysis, liquid smoke, chemical compound

  18. Potensi Limbah Padat sebagai Benang Gintir Berbasis Sistem Interlacing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nisa Fardani

    2015-09-01

    Full Text Available Solid-waste disposal in landfills is becoming a massive environmental problem as a result of the growth of the pulp and paper industry in Indonesia. The conversion of solid waste to complementary fuel for the paper industry is also not giving any significant results to solve air contamination, as active carbon is released into the atmosphere by the burning process. This particular problem demands an advanced and effective continuous waste management system. Recently, optimized waste-fiber utilization has come forward as a promising alternative to reduce the waste pile in landfills. However, not all of it can be recycled. Fibered solid waste from the tissue-paper industry tends to decrease its grammage, which unfortunately will eventually reduce its utilization after recycling. On the other hand, its chemical structure, which has already been damaged during the production process, appears to be giving inspiration for a future textile industry based on the development of fibered solid-waste recycling technology, resulting in a new generation of textile yarns. In this research, the focus is on the invention of a handbag made from fiber-waste material using experimental methods. Solid-based fiber waste characteristics identification was developed through a multi-ply yarn exploration technique based on an interlacing system. The relationship between product creation and the trend forecasting for 2013 will be our next goal as one way of solving Indonesia’s waste problem.

  19. Perkembangan Teater di Bali melalui Sosok Dramawan Abu Bakar

    OpenAIRE

    I Nyoman Darma Putra

    2015-01-01

    AbstractA Western-style of theatre has developed in Bali since the turnof the twentieth century, but it has rarely attracted scholarly attention. Studies on the performing arts in Bali have mainly focused on Balinese (traditional) dance and drama. This should come as no surprise given that Balinese dance and drama have developed as a broad and inseparable part of Balinese custom and religious practice. Against this phenomena, this article traces the development of Western-style theatre in Bal...

  20. RISIKO KESEHATAN SISTEM PERNAFASAN AKIBAT PEMANFAATAN BAHAN BAKAR BRIKET BATUBARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukar Sukar

    2016-09-01

    Full Text Available Abstract. A Study was conducted during 1997-1998 inPedan, Klaten,  Central Java for collectinginformation on health effects of using coal briquet fuel. The odds ratios (OR for 95% confident intervals(CI were analysed by comparing the risk of the respiratory disease between people who use coal briquet fuel in their houses and similar households not using such fuels for cooking. Result of analysis show: OR95%CI of mother for: whooping cough 5.07(0.61-42.35,chronical sputum 4.05(0.46-35.43, air way resistance 0.17 (  0.02-1.37, while asthma, chest pain, and tuberculosis were not detected. The analysis ofOR among children under five years old for: whooping cough 1.27(0.64-2.52,chronical sputum 0.51(0.13.68,asthma 4.05(0.46-35.43, air way resistance 1.35(0.35-5.83, whereas wheezing, chest pain, andtuberculosiswere not detected. Less significant OR was shown for mother (whooping cough andchronicalsputum,and for children under five years old (whooping cough, asthma, and air way resistance. The studysuggeststhat coal briquet fuel should be used with precautions and care. Used carefully, it can be used for long-term heating.

  1. ANALISA KEANDALAN SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR INDUK PADA KM. LEUSER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Sasmito Hadi

    2012-04-01

    Full Text Available Fuel oil system is one of the vital main engine supporting systems of MV. Leuser because this system is directly influence the main engine performance. The failure of fuel system should be the main engine shut down. The bigger affect was the ship could not be operated so the financial lost would be occurred. The aim of the research is an analysis the fuel system by approximation on reliability based. An analysis of the system was using qualitative and quantitative approximation. Qualitative analysis could be achieved by the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA and the Fault Tree Analysis (FTA. The quantitative analysis could be achieved by the Monte Carlo simulation. The resulted of the research, severity components such as filter, separator, transfer pump and booster pump was obtained by the severity classification and failure probability. The simulation would be achieved the value availability at 0.97 and the value of MTTFF (Mean Time to First Failure is 2423.8363 hours. The simulation used some scenarios, the system availability would be more decrease if there were more stand by components occur the failure in the one of the components at 0,893.

  2. Perkembangan Proses Pembuatan Biodiesel sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joelianingsih

    2006-12-01

    Full Text Available As energy dernands increase and fossil fuel reservas are limited, research is directed towards alternative renewable fluls. A potential diesel fuel substitusi is biodiesel, obtained from fatty acids methyl esters (FAME and produced by the transesterfication reaction of triglyceride or free fatty acid (FFA of vegetable oils with short-chain alcohol, mainly methanol. Most of the currently of alcohol. Although the removal of the excess alcohol can be easily achieved by distillation, however the removal of catlyst and the by-product formed from its reaction with the reactants is complicated while several methode for glycerol purification have been reported. The disadvantages resulting from the use of a catalyst and itsremoval from theproducts can beeliminated if a non-catalytic reaction of the vegetable oils with alcohol can be realized and a simpler and cheaper process can be developed.indonesia has the opportunity to expand oil palm and other plantations such as jatropha curcas (jarak pagarin order to provide sufficient amount of crude oil for development of biodiesel industry.

  3. BATCH INJECTION POTENTIOMETRY ASAM ASPARTAT, ASAM GLUTAMAT DAN ARGININ MENGGUNAKAN ELEKTRODA TUNGSTEN OKSIDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yeni Maulidah Muflihah

    2016-08-01

    Full Text Available The presence of aspartic acid, glutamic acid and arginine in solution can be detected by potentiometric method using tungsten oxide electrode in a batch system. Characterization of tungsten oxide electrode used include linear range, limit of detection, sensitivity and reproducibility. Buffer type and concentration effect also studied to optimize the measurement results. Optimum conditions for detecting arginine was at pH 6.0 with a phosphate buffer concentration of 0.5 x 10-3 M. Correlation coefficient was obtained for 0.9864, the detection limit of 5.24 x 10-6 M, sensitivity 16.1 mV/decade with reproducibility 0 –7 %. Glutamic acid has a correlation coefficient of 0.9789, the detection limit of 3.80 x 10-6 M, the sensitivity of 9.2 mV/decade and reproducibility of 0 – 6 %. Aspartic acid has a correlation coefficient of 0.9949, the detection limit of 7.76 x 10-6 M, sensitivity of 13.4 mV/decade and reproducibility of 0 – 5 %.

  4. Fotokatalitička aktivnost dopovanog titan(IV)-oksida u razgradnji nekih pesticida

    OpenAIRE

    Šojić, Daniela

    2009-01-01

    Kao što je poznato, RS-2-(4-hlor-o-toliloksi)propionska kiselina (MCPP), (4-hlor-2-metilfenoksi)sirćetna kiselina (MCPA) i 3,6-dihlorpiridin-2-karboksilna kiselina  (klopiralid) su herbicidi sa veoma širokim spektrom dejstva, a pored toga su rastvorljivi u vodi, teško biorazgradljivi i prema literaturnim podacima su, nažalost, veoma često prisutni herbicidi u pijaćoj vodi. Proces heterogene fotokatalize uz primenu TiO2i UV zračenja se pokazao kao ...

  5. Rekayasa alat daur ulang limbah padat industri penyamakan kulit untuk pembuatan insol dan kertas karton

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ignatius Sunaryo

    2006-07-01

    Full Text Available The aim of engineering of equipment for tannery solid waste reuse to make insole and card board was to assist the problem coming from shavings wastes and sludge. This unit was designed and mainly consisted of three parts, those were raw materials destroying machine (beater type, insole/carton sheet printing machine and insole/carton sheet pressing machine. This was an eco-friendly machine, because it was able to recycle all of the excess raw materials. The product capacity of it was 600 kg of raw material to produce 1,200 sheet per day, with assumption that the rejects were varied from 10 – 15%. The specifications of the insole produced by this machine were that the weight was 416 gr/sheet; the length x wide was 78 cm x 66 cm. based on the economical analysis when the marketing price was Rp. 2.000,- per sheet, with the total production 360,000 sheets, the benefit after property was Rp. 33,650,200,- per year, with 2 years 1 month pay back of the investment.

  6. PENGELOLAAN LIMBAH PADAT RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT (Pengamatan di wilayah Kota Madya Makassar)

    OpenAIRE

    Eka Putri, Hasmil

    2012-01-01

    2012 The unfavorable management of dental hospital solid waste will impact the health functionary, society, and the environment. These research aims are to find out the management of dental hospital solid waste in Macassar city. Kind of research is descriptive observation research. Research design used in this research is cross sectional. The subject of the research are all institution of dental hospital in Macassar city (Central of dental health care Sul-Sel, Kandea dental hospital dan Ta...

  7. Dampak Pengolahan Limbah Padat Medis pada Petugas Incinerator di RSUP H. Adam Malik Tahun 2014

    OpenAIRE

    Darwin

    2016-01-01

    Adam Malik Central General Hospital causes some complaints from the incinerator operators such as wounded by spuit needles, wounded by broken glasses, and difficult to breathe because they inhale incinerator smoke or gas in the medical solid waste. Therefore, job safety and health in the hospital, especially in managing medical solid waste should be done. The research was qualitative which was aimed to analyze the effect of K3 (Job safety and health) n incinerator operators at H. Adam ...

  8. Pengelolaan Limbah Medis Padat di Rumah Sakit Umum Daerah Gunungtua Kabupaten Padang lawas Utara Tahun 2014.

    OpenAIRE

    Rambe, Annisa Mei Rina

    2015-01-01

    Hospitas has potential to pollute the invironment, cause injury and disease infection. This could be avoided by carrying out the medical waste management of the hospital. Hospital waste generated 80% in form of non medical waste and 20% in form of medical waste. The objective of this study was to get description the implementation of medical solid waste management at Regional Public Hospital Gunungtua Padang Lawas Utara District was not eligible under the Decision Health Minister of Republ...

  9. PENGARUH WAKTU PENAHANAN TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PADA PROSES PENGKARBONAN PADAT BAJA MILD STEEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pramuko Ilmu Purboputro

    2017-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari waktu penahanan terhadap perubahan sifat fisis dan mekanis  pada proses pengarbonan baja mild steel. Temperatur yang digunakan selama proses pengarbonan berlangsung adalah 925°C dengan vareasi waktu tahan masing-masing 3 jam; 4 jam; 7 jam; 8 jam. Dalam proses pengarbonan sumber karbon didapat dari arang cangkang kelapa yang telah dibuat serbuk halus dan dicampur dengan Na2 CO3 ( soda abu sebagai katalisnya. Kandungan karbon material dasarnya adalah 0,19%C. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian struktur mikro, pengujian kekerasan, pengujian kedalaman difusi dan pengujian komposisi kimia .Pengujian kekerasan yang telah dilakukan terhadap material pengarbonan menghasilkan distribusi kekerasan dari permukaan menuju inti, untuk masing-masing waktu penahanan yang berbeda. Untuk waktu penahanan 3 jam mulai HVN 735,7 Kg/mm²  sampai 440,9 Kg/mm² menuju inti ; 4 jam mulai HVN 762,9 Kg/mm² sampai 462,8 Kg/mm² menuju inti ; 7 jam mulai HVN 781,9 Kg/mm²  sampai 478,4 Kg/mm² menuju inti ; 8 jam mulai HVN  801,5 Kg/mm² sampai 479,3 Kg/mm² menuju inti. Untuk pengujian kedalaman difusi didapat suatu persamaan Y= 0,0046X² + 0,0226 X +0,0013 dimana persamaaan tersebut menunjukkan kenaikan difusi karbon kedalam material pengujian. Sedangkan dalam pengujian komposisi kimia didapatkan kenaikan kandungan unsur karbon untuk masing-masing waktu penahanan. Untuk waktu penahanan 3 jam  kandungan unsur karbon 0,259 %  ; 4 jam kandungan unsur karbon 0,352 %;  7 jam kandungan unsur karbon 0,505 % ; 8 jam kandungan unsur karbon 0,808 %.

  10. Formulasi dan Evaluasi Pemakaian Cangkang Kapsul Alginat untuk Pembuatan Sediaan Floating dari Dispersi Padat Aspirin

    OpenAIRE

    Anggono, Jeriko

    2015-01-01

    Background: Aspirin is the group of non steroid anti-inflamatory drug besides that is used as antiplatelet drug. Aspirin is poorly soluble in water and can cause the irritation in the stomach in oral route. Therefore, it is necessary to modify solid dispersion dosage form that can remain in the stomach, as the example is floating dosage form by using alginate as capsule shell. Purpose: The aim of this study was to prepare floating dosage form of aspirin solid dispersion that can remain in ...

  11. Pengelolaan Limbah Padat Sabut Kelapa Sawit Sebagai Bahan Untuk Mengelola Limbah Cair

    OpenAIRE

    Alfius Manusawai, Herman

    2015-01-01

    ABSTRAK Kelapa sawit merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi karena merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati. Produksi minyak kelapa sawit Indonesia saat ini mencapai 6,5 juta ton pertahun dan diperkirakan pada tahun 2012 akan meningkat menjadi 15 juta ton pertahun, kerena terjadinya pengembangan lahan. Pemakaian sabut kelapa sawit dapat digunakan sebagai mediator pertumbuhan mikrobiologi, dimana mikrobiologi yang sangat berperan aktif dalam penurunan kadar BO...

  12. STABILITAS FISIKA DAN KIMIA REKRISTAL DAN DISPERSI PADAT PIROKSIKAM-PEG 6000

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Annas Binarjo

    2015-05-01

    Full Text Available It is hoped that solid dispersion and recrystalization can solve the problem of low solubility of piroxicam. Metastable polymorph or amorph state can be formed in solid dispersion and recrystalization preparation, leading to a better dissolution. During storage, the metastable polymorph or amorph will be changed to stable crystal, so that the dissolution will be decreased (physical instability, beside that the increasing of solubility also trigger the higher rate of decomposition (chemical instability. This research was purposed to reveal these two instability. The research was began by preparing recrystal of piroxicam (R and solid dispersion piroxicam-PEG 6000 (DP by solvent method using aseton. These preparate were stored in room temperature (25oC. The dissolution was tested after 1, 2, 3, and 4 month of storage, using dissolution efficiency for 60 minutes (DE60 as parameter, and also the drug content in bulk preparate was determined. The result showed that recrystalization and solid dispersion preparation did not decrease the piroxicam content. During storage, the DE60 and piroxicam content in R and DP were not changed (p>0.05. It could be concluded that R and DP prepared had a stable dissolution and purity.

  13. Pemanfaatan limbah lumpur padat dari industri penyamakan kulit untuk pembuatan bata beton pejal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suliestyah Wiryodiningrat

    2010-06-01

    Full Text Available Abstract Solid sludge waste from the Tanning Industry is still a problem in exile, because it is considered as “B3” waste, and containing chromium. The objective of the research utilize solid sludge waste as a partial with two types of variable I,e : 1. Solid concrete block with coral 2. Solid concrete block without coral. Each variable has three variations in the composition of cement, sand and mud, that were 1 part cement : 5 part cement : 4 parts sand : 1 part sludge (without coral has met the physical requirements of solid concrete block concrete block classification standards, according to SNI-03-0348-1989 quality level IV, which has a minimum compressive strength of 30.25 kg/cm2 (standard 25 kg/cm2 and a maximum water absorption of 13.99% (standard - %. Solid concrete block can be used for buildings that do not bear the burden and protected from the weather. Having held the test of leachate from solid concrete block with TCLP method turned out to produce chromium content : 4.017 mg/ l is still below the threshold (5.00 mg/l, which means that concrete can be used for use outdoors (exposed to rain, because it will not pollute the soil and groundwater and can be transported/brought out the leather tanning factory environment.

  14. EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH PADAT B3 PT. INDOFARMA, TBK BEKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafrudin Syafrudin

    2012-02-01

    Full Text Available Besides yielding product, production process also will yield discard product that we called as waste. Thetype of the waste are depended on the raw materials and other process that happened during theproduction process. As a pharmacy industry, PT. Indofarma Tbk also generate waste from their productionprocess which have potency to contaminate the environment because the most material that use for theproduction are chemicals that need to be handled seriously. The waste can be categorize as HazardousWaste and needed furthermore management to control, so it will be secure for the environment. Forpharmacy industry, the hazardous waste is in the form of the chemicals, Waste Water Treatment’s sludge,residu production process like dust from dust collector, incinerator’s fly ash, and other materials which iscame from hazardous materials.

  15. Analisis Error Pengukuran Konduktivitas Panas Mulsa Limbah Padat Organik: Sekam Padi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diswandi Nurba

    2007-06-01

    Full Text Available The objective of this paper is to analyze measurement error of heat conductivity of organic solid waste (paddy chaf. Error analyze is to obtain accuration of the measured result. Visual Basic Applications (VBA on excel was used in simulation. The result showed that heat conductivity of paddy chaf is 0,501 W/mK with error 0,00936 W/mK. Voltage tolerance value gives highest effect on total error.

  16. FERMENTASI LIMBAH PADAT INDUSTRI TEPUNG AREN SEBAGAI SUMBER SERAT UNTUK TERNAK RUMINANSIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Mansyur

    2014-06-01

    Full Text Available The aim of research is to knows the effect of additive addition on solid waste from Arengan    pinnata    mills industry. A randomize complete design was used in this research. The treatments are addition of 5% molasses (P1, addition of 5% sludge of soy souce industry (P2, addition of 1% Urea (P3, addition of 5% molasses and 1% Urea (P4, and addition of 5% sludge of soy souce industry and 1% Urea (P5. Each treatment was replicated 4 times. The observe objects are degree of acidity, lactic acid dan ammonia content, contents of fiber fraction (Neutral Detergent Fiber, NDF; and Acid Detergent Fiber, ADF, crude protein content, ammonia production in rumen, and in vitro digestibility dry matter (IVDDM and in vitro digestibility organic matter (IVDOM. Data were analyzed by variant analyses, and followed by Duncan Multipel Range Test. The research result showed that the treatments significantly effected on degree of acidity, lactic acid dan ammonia content, contents of fiber fraction (Neutral Detergent Fiber, NDF; and Acid Detergent Fiber, ADF, crude protein content, ammonia production in rumen, and in vitro digestibility dry matter (IVDDM and in vitro digestibility organic matter (IVDOM. Addition 1% Urea and 5% Sludge of soy souce industry is the best result on nutrition quality of solid waste from arenga pinnata mills.

  17. KUALITAS LIMBAH PADAT MEDIS RUMAH SAKIT (Quality of Solid Medical Waste in Hospital

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Riris Nainggolan

    2012-11-01

    Full Text Available Hospital is one of critical and important part of health care chain due to improvement of it. Hospital can cause nosocomial case for example cellulitis at Dr. Sutomo Hospital in Surabaya because the environment of it not fulfil the health requirements. Several studies reported that hospital environmental health not yet fulfil all the health requirements needed. Only 56.5% used incenerator with unperfect result in temperature which is only reached 200°C. The need of waste management recently have taken attention to improve its quality. Important factors such as volume and waste characteristics are major concern. According to measurement result held in Latin America showed that the hospital garbage and waste production every day per bed about 3.6 Kgs while in England approximately 3.3 Kgs. This research aimed to have characteristic information and the medical waste management of several hospital in Jakarta and Medan. The collection of data conducted through research and book reference, interview and laboratory test for 9 (nine parameters. Characteristic and solid medical waste volume in this research are 2.5-53 Kgs of infectious waste. 0.8-60 Kgs of solid material, 0.8-3 Kgs of unused human anatomy, 0.5-3.3 Kgs of chemical side products, 2-6.6 Kgs of plastic waste. Number of patients with one day care per year about 1228 people while for several days care about 4928 people. From the test results showed that Cu, Se, Zn and Cr value over the quality standard requirements based on Government Acts no 18, 1999.Keywords: Medical waste, Waste Quality, Hospital

  18. SIMULASI PERHITUNGAN REFLEKSI CAHAYA OLEH PERMUKAAN SEL SURYA SILIKON : STUDI PENGARUH PENAMBAHAN LAPISAN ANTI REFLEKSI ZINC OKSIDA (ZnO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Suhandi

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan simulasi perhitungan untuk mendapatkan gambaran pengaruh penambahan lapisan anti refleksi ZnO terhadap persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon. Proses perhitungan dilakukan dengan bantuan software Sigma Plot. Perhitungan menggunakan konsep-konsep dasar fisika terkait optika, diantaranya konsep refleksi dan transmisi gelombang cahaya ketika melewati bidang batas dua medium yang berbeda kerapatan optiknya, konsep polarisasi cahaya, dan konsep anti refleksi. Hasil simulasi perhitungan menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya bergantung pada panjang gelombang cahaya datang (. Persen refleksi turun dari dari 38% ketika permukaan sel surya Silikon tidak dilapisi lapisan antirefleksi ZnO menjadi sekitar 15 % setelah permukaan sel surya silikon dilapisi lapisan ZnO dengan ketebalan sekitar 110 nm. Hasil lainnya menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon yang telah dilapisi lapisan anti refleksi ZnO nilainya bervariasi bergantung pada ketebalan lapisan anti refleksi yang digunakan. Dalam rentang data simulasi, ketika tebal lapisan anti refleksi ZnO ditingkatkan, persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya turun, namun ketika ketebalan lapisan anti refleksi ditingkatkan lagi, ternyata persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya naik kembali. Keadaan ini menunjukkan adanya nilai ketebalan lapisan anti refleksi optimum yang menghasilkan persen refleksi cahaya oleh sel surya bernilai minimum. Penurunan persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya akan meningkatkan persen transmisi cahaya menuju lapisan aktif sel surya, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi konversi sel surya Silikon.

  19. VARIASI SUHU DEPOSISI PADA STRUKTUR, SIFAT OPTIK DAN LISTRIK FILM TIPIS SENG OKSIDA DENGAN DOPING GALIUM (ZNO:GA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Sulhadi

    2015-09-01

    Full Text Available Telah dilakukan deposisi film tipis ZnO:Ga di atas substrat kaca korning pada tekanan deposisi 500 mtorr dengan metode DC-magnetron sputtering. Film ditumbuhkan masing-masing pada suhu 325oC, 375oC, dan 425oC. Struktur, sifat optik dan sifat listrik film tipis yang dideposisikan telah dikarakterisasi dengan menggunakan EDX, XRD, SEM, spektrofotometer UV-Vis dan I-V Meter. Analisis EDX menunjukkan bahwa film yang terdeposisi merupakan film tipis ZnO:Ga. Hasil analisis struktur dengan XRD menunjukkan bahwa film tipis ZnO:Ga yang dideposisikan merupakan polikristalin dengan struktur heksagonal wurtzite. Film ZnO:Ga yang dideposisikan pada suhu 325o mempunyai kualitas kristal yang lebih baik dibandingkan dengan film yang dideposisikan pada suhu 375o dan 425oC. Hasil XRD juga terkonfirmasi dengan observasi SEM menunjukkan bahwa film ZnO:Ga yang dideposisikan pada suhu 325oC mempunyai ukuran butir yang lebih homogen dibandingkan dengan film yang ditumbuhkan pada suhu deposisi 375o dan 425oC. Film tipis ZnO:Ga yang ditumbuhkan pada suhu 325oC mencapai transmitansi optik ~ 89% dan energi bandgap ~3,33 eV. Sifat listrik dapat diketahui dengan menggunakan I-V Meter yang menunjukkan nilai  1,74 x10ˉ3 (Ωcmˉ1 pada suhu deposisi 325oC. Thin films ZnO:Ga were deposited on corning glass substrates with argon gas pressure 500 mtorr and variation temperature at 325oC,  375oC and 425oC by DC-Magnetron Sputtering. The structural studies, optical and electricity properties of the thin films have been investigated by means of EDX, XRD, SEM, Uv-Vis spectroscopy and I-V meter. The EDX result show that thin films were deposited is ZnO:Ga thin films. The structural studies result from XRD show the ZnO:Ga thin films deposited have polycrystalline with the hexagonal wurtzite structure. ZnO:Ga film were deposited at 325oC have the better quality crystal with the other. The XRD result also appropriate with SEM, it was shown at 325oC has grain size more homogeny with the other films. Thin films ZnO:Ga was deposited at 325oC has the optical transmittance ~89% and the bandgap ~3,33 eV. Electrical conductivity 1.74 x10ˉ3 (Ωcmˉ1 at deposited  325oC. 

  20. VARIASI SUHU DEPOSISI PADA STRUKTUR, SIFAT OPTIK DAN LISTRIK FILM TIPIS SENG OKSIDA DENGAN DOPING GALIUM (ZNO:GA)

    OpenAIRE

    S. Sulhadi; F. Fatiatun; P. Marwoto; S. Sugianto; E. Wibowo

    2015-01-01

    Telah dilakukan deposisi film tipis ZnO:Ga di atas substrat kaca korning pada tekanan deposisi 500 mtorr dengan metode DC-magnetron sputtering. Film ditumbuhkan masing-masing pada suhu 325oC, 375oC, dan 425oC. Struktur, sifat optik dan sifat listrik film tipis yang dideposisikan telah dikarakterisasi dengan menggunakan EDX, XRD, SEM, spektrofotometer UV-Vis dan I-V Meter. Analisis EDX menunjukkan bahwa film yang terdeposisi merupakan film tipis ZnO:Ga. Hasil analisis struktur dengan XRD menun...

  1. Uji Eksperimental Perbandingan Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Premium Dengan Campuran Zat Aditif-Premium (C1:80, C3:80, C5:80).

    OpenAIRE

    Adinata, Surya

    2011-01-01

    Octane number is a reference to measure quality of gasoline as the fuel of gasoline engine. Gasoline with higher octane number gives less tendency to knocking. Zat additive is a chemical solution that gives positive effect to rise the octane number. This paper describes comparison study performance from a gasolinel-engine fueled with composition C1:80, C3:80 and C5:80 additive with gasoline engine fueled gasoline oil. The test results have shown that the gasoline engine fuel...

  2. MODEL PERAMALAN KONSUMSI BAHAN BAKAR JENIS PREMIUM DI INDONESIA DENGAN REGRESI LINIER BERGANDA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farizal

    2014-12-01

    Full Text Available Energy consumption forecasting, especially premium, is an integral part of energy management. Premium is a type of energy that receives government subsidy. Unfortunately, premium forecastings being performed have considerable high error resulting difficulties on reaching planned subsidy target and exploding the amount. In this study forecasting was conducted using multilinear regression (MLR method with ten candidate predictor variables. The result shows that only four variables which are inflation, selling price disparity between pertamanx and premium, economic growth rate, and the number of car, dictate premium consumption. Analsys on the MLR model indicates that the model has a considerable low error with the mean absolute percentage error (MAPE of 5.18%. The model has been used to predict 2013 primium consumption with 1.05% of error. The model predicted that 2013 premium consumption was 29.56 million kiloliter, while the reality was 29.26 million kiloliter.

  3. PERPADUAN ANTARA PROPELLER DAN DAUN KEMUDI GUNA MENGOPTIMALKAN PROLPULSI DAN MANUVER KAPAL SERTA EFFISIENSI BAHAN BAKAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohd Ridwan

    2012-03-01

    Full Text Available Operational of ship influences the running cost. A old ship, day by day cash cost are higher with ageing machinery requiring constant maintenance, a rusty hull requiring regular steel replacement and high fuel oil consumption. Fuel cost are 30-45 % all of running cost. with integrated between propeller and rudder to optimum ship propulsion and manoeuvering to reduce 4-9% vessel’s fuel oil consumption and energy efficiency

  4. PENGARUH NILAI OKTAN BAHAN BAKAR DAN PUTARAN MESIN PADA KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP KARAKTERISTIK EMISI GAS BUANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I P Sastra Negara

    2012-11-01

    Full Text Available The air pollution that is occurring currently is main by caused by the use of motor vehicle that consequently it lead to the increasing fuel consumptions as the main source enrgy for transportation equipment. The fuel that is used in the vehicle comes in several types. In the market its differences show by the octane numbers that can contribute different effect to the environment due to their combustion processes. The road conditions through which the vehicles move are the major factors that can trigger the growth of pollution to the surrounding. It is predicted that about 70% of the air pollutions is caused by the motor vehicle emissions.This research was fully conducted in the laboratorium. Three types of fuel with different octane numbers were used in this research. Premium with octane number 88, Pertamax with octane number 92, and Biopertamax with octane number 91. The engine speeds were also varied from 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm, to 4000 rpm. For every type of fuel, the engine was run five times for every engine speed in order to obtain the exhausted gas characteristics from the vehicles to the environment.The result of the research shows that at engine speed of 2500 rpm the CO emission for each type of fuel : Premium with octane number 88 is 0,415%, Pertamax with octane number 92 is 0,556%, and Biopertamax with octane number 91 is 0,273%. The octane number also effects the CO2, HC, and NOx emissions in small quantities. Statistical analysis shows both the engine speed and the octane number contribute significant effects on the exhaust emissions, the CO and HC emissions provided negative effects, while the CO2 and NOx emissions get positive effects. In comparisan to with the vehicle speed on the road from secondary data to represent the engine speed in the laboratorium, and assuming that the traffic density is identical to a factor that determining engine speed, it can be concluded that the air pollution by CO emission due to the characteristics of the road has negative influence.The octane number of the fuel and the engine speed gives a significant effect. The traffic density and the road conditions can trigger the level of the concentration of CO gas as pollutants to the surrounding air.

  5. Kajian Terhadap Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putu Ari Mulyani

    2015-11-01

    Full Text Available This study aims to find out and to analyze the factors that affecting the fuel subsidy (BBM which written in the state budget. The data has been used in this study as follows secondary data obtained from the records and reports from various agencies such as statistic bureau (BPS, Ministry of Finance, Indonesia bank, the US. Energy Information Administration (EIA, the Ministry of Energy and Mineral Resources, Directorate General of oil and Gas, previous journals and the results of studies. Variables has been analyzed by using path analysis to find out direct and indirect effect as well as Sobel test to find out the level of significance of intervening variable as moderator variable. Test of model validity by using the coefficient of total determination and trimming theory to find out the variation of fuel subsidy (BBM in Indonesia that it can be explained by the exogen variable. Based on the regression results found the coefficient of total determination 0.998 its means 99.8 percent explained by the model while the remaining 0.2 percent explained by other variables outside of the model. Variable of dollar rate is the dominant variable which directly affects on the fuel subsidy. While the fuel subsidized consumption variable is the dominant variable which indirect effect on fuel subsidies through fuel import. To reduce the burden of fuel subsidy in the future state budget hence the government needs to increase oil lifting to reduce fuel imports by way of exploring new wells to replace the old wells which its lifting is declining and increasing investment in the construction of oil refineries in Indonesia to maintain national energy security as well as trying to develop renewable energy instead of oil as fuel because someday oil as a source of un-renewable energy surely be depleted in number while the man and all their needs would increase from year to year. The government should provide adequate public transportation, thereby reducing private vehicle mobility and most importantly is the government more serious in the implementation of the program of conversion fule to liquid gas for vehicles both in terms of conversion technology and security guarantees for each user of liquid gas.

  6. Evaluasi Kinerja Tarik Traktor Tangan dengan Bahan Bakar Minyak Kelapa Murni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Desrial

    2010-04-01

    Full Text Available Past research shown that coconut oil can be used directly in Diesel engine by adding a heating element in the fuel delivery system. This study aims to evaluate the performance of a hand tractor pull using pure coconut oil fuel. The Diesel engine of the tractor was equipped with a fuel heater installed on the mufler. Traction performance parameters tested were wheel slippage, drawbar pull, forward speed and drawbar power on the path of concrete and soil. Besides, the tractor was also tested on plowing using a moldboard plow. The test results on the concrete track showed that the maximum drawbar pull was 1.21 kN generated at a speed of 0.92 m/s, with a maximum drawbar power of 1.21 kW at the wheel slip of 10.87%. While the drawbar pull on the soil track was 1.37 kN at a speed of 0.79 m/s, with a maximum value of 0.71 kW drawbar power when wheels slip 22.25%. The results of tillage test showed that field efficiency was 84.66%, which was not much different from the test result using Diesel fuel.

  7. Perbandingan Penyembuhan Luka Bakar Derajat Dua antara Rebusan Daun Sirih dan Moist Exposed Burn Ointment

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ihsan

    2012-06-01

    Full Text Available The use of topical agent is one of the main strategies in management of burn injury. At Dr. Hasan Sadikin Hospital, moist exposed burn ointment (MEBO is the first line topical agent for treating burn injury, not all places in Indonesia able to use it. Piper betle is one of the traditional agent to treat wound including that caused burn injury. Our experimental study was to compare the second grade burn injury healing process by using Wistar sp. for boiled piper betle leaves, MEBO and as control physiologic sodium chloride for fourteen days (August 25th–September 8th 2009 at Animal Pharmacology Laboratory of Faculty of Medicine Padjadjaran University. The variables which measured were diameter of injury, pus development, evidence of serous and erythematous skin, at 4th, 7th and 14th day of studied. Histopathologic examination was conducted at day 14 to determine the amount of fibroblast, collagen and epithelial. The results according to the measurement of diameter (piper betle leaves group 17.4 mm was smaller than other groups (p<0.001. In pus development control group was higher than other groups (p=0.043. In pathological findings, the control group was at inflammation phase, while in boiled piper betle leaves group was at proliferation phase and in MEBO group at remodeling phase (with epithel score 1.9 which higher than other groups (p<0.001. In conclusions, application of boiled piper betle leaves in treating second degree burn injury gives a better result than physiologic sodium chloride, although MEBO is better for second degree burn injury healing process.

  8. Modifikasi dan Uji Kinerja Kompos Spiral dengan Bahan Bakar Minyak Jarak Pagar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gatot S.A Fatah

    2013-01-01

    Full Text Available Energy crisis in Indonesia is still a problem that has not been fully resolved. Kerosene as the primary fuel for cooking, the price is very expensive (at Rp 8000.-/liter. Until now, the pressure cooker kerosene is still used by cake makers, bread, and noodle. By modifying the part of the cup rubbing alcohol and add a protective piping hot, the stove can be used with pressurized fuel Jatropha oil. Tobacco industry, ceramic and asphalt still use the stove. The purpose of this study is to obtain a prototype pressure cooker spiral type, fueled with jatropha oil by modifying the part of the reservoir cup rubbing alcohol, pipe and nozzle heat shield oil expenses. Modified pressure cooker and test performance using Jatropha oil is obtained as follows: the fuel consumption of 935 ml / hour; pre-heating 17 minutes; time required to boil 2 liters of water was 5 minutes; noise level of 83.3 dB and the reddish color of blue flame.

  9. SINTESA DAN KARAKTERISASI PADUAN ZrNbMoGe UNTUK MATERIAL KELONGSONG BAHAN BAKAR NUKLIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Kuntoro

    2015-04-01

    Full Text Available Sintesa paduan ZrNbMoGe untuk material kelongsong dilakukan dengan proses peleburan dan pengerolan panas untuk menghasilkan pelat tipis dengan ketebalan 1,4 mm. Proses peleburan dilakukan dengan melebur unsur pemadu ZrNbMoGe dalam dapur busur listrik dengan komposisi (prosen berat 97,5% Zr, 1% Nb, 1% Mo dan 0,5% Ge. Proses pengerolan panas dilakukan pada temperatur 800 oC dan 850 oC dengan rasio reduksi 5 % untuk tiap langkah. Hasil karakterisasi menunjukkan kekerasan ingot dan pelat paduan ZrNbMoGe masing-masing sebesar 199 VHR dan 188 VHR, lebih tinggi dibandingkan kekerasan bahan kelongsong Zirkaloi-4. Peningkatan kekerasan diperkirakan terjadi akibat terbentuknya presipitat keras Zr3Ge dalam ingot selama proses peleburan, yang telah diamati dari hasil uji presipitat dengan SEM-EDX dan uji XRD. Hasil uji korosi dalam lingkungan air aqua bidistillate menunjukkan laju korosi yang cukup rendah sebesar 0,0457 MPY, sedangkan hasil uji oksidasi suhu tinggi pada temperatur 800 oC selama 36 jam memberikan pertambahan berat sebesar 0,0959 mg/cm2, mendekati harga pertambahan berat untuk bahan Zirkaloi-4 sebesar 0,1105 mg/cm2. Kata kunci : sintesa, zirkonium, kelongsong, rol.   Synthesis of ZrNbMoGe alloy used for nuclear fuel cladding material was performed by melting and hot rolling processes to produce thin plates of 1.4 mm thickness. The melting process was done by melting the elements of ZrNbMoGe alloy using an arc melting furnace with compositions (weight percentage of 97.5% Zr, 1% Nb, 1% Mo and 0.5% Ge. The hot rolling process was done at temperatures of 800 oC and 850 oC with reduction ratios of 5% for each step. Result of the characterizations showed that the hardness of ingot and plate of ZrNbMoGe alloy were 199 VHR and 188 VHR respectively. These are higher than the hardness of the cladding material of Zircaloi-4. Increasing of hardness was believed due to the formation of hard precipitates of Zr3Ge in the ingot during the melting process which was observed by precipitate analysis using SEM-EDX and XRD tests. The corrosion tests in deminwater environment showed relatively low corrosion rate of 0.0457 MPY, while the high temperature oxidation test at 800 oC for 36 hours gave additional weight of 0.0959 mg/cm2, similar to that of zirkaloi-4 at 0.1105 mg/cm2. Keywords : synthesis, zirconium, cladding , roll.

  10. Upaya Optimalisasi Penghematan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Agar Tepat Sasaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Janita Sembiring Meliala

    2014-07-01

    Full Text Available Subsidized fuel consumption continues to increase from year to year also put pressure on the state budget so that it becomes increasingly severe. This is caused by the government's energy policy tends to be adaptive and short-term oriented (myopic, so the government pays little attention to aspects of long-term autonomy of the Indonesian economy. Subsidy in the 2011 budget amounted to 33.42% of the total expenditure budget, 86% subsidy is used for energy subsidies and 64.6% the largest share of subsidies. The biggest users of fuel subsidy, is land transportation, with the classification of private vehicles, so it can be said that the subsidy is not received by the appropriate require. Related to this, the challenges that must be faced is the obligation to make a breakthrough in order to encourage domestic savings in fuel consumption and diversification in the use of non-fuel energy sources. There are three policy options as an effort to optimize the fuel subsidy savings. First, restrictions on the use of the fuel subsidy program, unfortunately the prospects of success of this policy is not good considering unprepared infrastructure and the emerging moral hazard. Second, the increase in fuel prices, the authors recommend the price increase to Rp 2000, - taking into account the effects of inflation, and financial savings, for the welfare of the people. Third, the use of CNG and new products from the fuel, this policy option can be run in the long run because it requires a longer preparation in building infrastructure.

  11. Upaya Optimalisasi Penghematan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM Agar Tepat Sasaran

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Janita S. Meliala

    2014-05-01

    Full Text Available Subsidized fuel consumption continues to increase from year to year also put pressure on the state budget so that it becomes increasingly severe. This is caused by the government's energy policy tends to be adaptive and short-term oriented (myopic, so the government pays little attention to aspects of long-term autonomy of the Indonesian economy. Subsidy in the 2011 budget amounted to 33.42% of the total expenditure budget, 86% subsidy is used for energy subsidies and 64.6% the largest share of subsidies. The biggest users of fuel subsidy, is land transportation, with the classification of private vehicles, so it can be said that the subsidy is not received by the appropriate require. Related to this, the challenges that must be faced is the obligation to make a breakthrough in order to encourage domestic savings in fuel consumption and diversification in the use of non-fuel energy sources. There are three policy options as an effort to optimize the fuel subsidy savings. First, restrictions on the use of the fuel subsidy program, unfortunately the prospects of success of this policy is not good considering unprepared infrastructure and the emerging moral hazard. Second, the increase in fuel prices, the authors recommend the price increase to Rp 2000, - taking into account the effects of inflation, and financial savings, for the welfare of the people. Third, the use of CNG and new products from the fuel, this policy option can be run in the long run because it requires a longer preparation in building infrastructure.

  12. PERPADUAN ANTARA PROPELLER DAN DAUN KEMUDI GUNA MENGOPTIMALKAN PROLPULSI DAN MANUVER KAPAL SERTA EFFISIENSI BAHAN BAKAR

    OpenAIRE

    Mohd Ridwan

    2012-01-01

    Operational of ship influences the running cost. A old ship, day by day cash cost are higher with ageing machinery requiring constant maintenance, a rusty hull requiring regular steel replacement and high fuel oil consumption. Fuel cost are 30-45 % all of running cost. with integrated between propeller and rudder to optimum ship propulsion and manoeuvering to reduce 4-9% vessel’s fuel oil consumption and energy efficiency

  13. Analisa Efisiensi Water Tube Boiler Berbahan Bakar Fiber, Cangkang Sawit dan Kulit Kayu Menggunakan Metode Langsung

    OpenAIRE

    Gaol, Dosma Putra Lumban

    2016-01-01

    Some of the factors that affect the efficiency of the boiler is a superheater pressure, water feed temperature, steam temperature, the amount of steam produced, the amount of fuel consumption and calorific value fuel combustion. Steamtab chemicallogic use companion software to calculate the value of enthalpy. The aim of this study is to get relations variations in pressure superheater with boiler efficiency, the relationship of variation of temperature feed water to the boiler efficiency, the...

  14. Perbedaan Percepatan Penyembuhan Luka Bakar dari Ekstrak Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.)

    OpenAIRE

    Darwin

    2011-01-01

    Dog fruit (Pithecellobium lobatum Benth.) is one of the herbs are efficacious. Rind dog fruit including waste in traditional markets and provide less economic value. Leaf dog fruit efficacious as eczema, scabies, sores and ulcers medicine, the bark as lowering blood sugar and rind can be used as a skin ulcer medication, insect repellent, burn. One of the chemical compounds from dog fruit rind is tannin. Serves as an astringent tannins that cause shrinkage pores of the skin, ...

  15. EFISIENSI ENERGI BAHAN BAKAR SEKAM DAN KAYU PADA PROSES STERILISASI MEDIA TUMBUH JAMUR TIRAM PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Djamil Husin

    2012-08-01

    Full Text Available We have investigated the sterilization at media pleurotus otreatus using rice husk fuel and wood in various 6, 8 and 10 hours. We carried out efficiency energy for pleurotus otreatus medium sterilization at 8 hours using rice husk fuel is 14.28%, whereas efficiency energy for pleurotus otreatus medium sterilization using wood is 17.35%. The results show that cooking stove from rice husk are suitable for use as renewable energy technology applications to support E3i village (Energy, Economics and Environment.

  16. Determinan Tindakan Perawat Dalam Membuang Limbah Medis Padat Di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2008

    OpenAIRE

    Tarigan, Ika Yuniati

    2011-01-01

    Solid medical waste at RSU dr. Pirngadi Hospital Medan as a consequence of hospital’s input, process and output is included to toxic and hazardous type of waste which bring disadvantages to patients, nurses, staff, visitors, surrounding community and management of hospital medical waste. Whether solid medical waste is put in a secure place or not is related to nurses behavior disposing solid medical waste. This observasional study with cross sectional design is aimed to analyze the influe...

  17. Penggunaan Poliester Amida Pada Bioplastik Protein Kedelai Dari Limbah Padat Industri Tahu dengan Gliserol sebagai Bahan Pemlastis

    OpenAIRE

    Novayanty, Rena

    2015-01-01

    The objective of the research was to find out the characteristics bio-plastic film of soy protein – glycerol and bio-plastic film of soy protein– glycerol - polyester amide, and optimum comparison of soy protein – glycerol and polyester amide which are used in bio-plastic film from solid waste of tofu industry. The research includes the process of extraction of soy protein from tofu waste, the formation of bio-plastic film by using solution casting method with the variation of glycerol and ...

  18. Pembuatan Bahan Bakar Biodisel dari Minyak Jarak; Pengaruh Suhu dan Konsentrasi KOH pada Reaksi Transesterifikasi Berbasis Katalis Basa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    RAGIL SARYOSO

    2006-05-01

    Full Text Available Making biodiesel from jatropha oil have been made through transesteri-fication reaction. This study aims to determine the optimum catalyst temperature and KOH concentration on the transesterification reaction of castor oil to produce a product with maximum unsaturated fatty acid content; as well as to study the properties of jatropha oil ester based diesel fuel specifications. Transesterification was performed by reaction of jatropha oil and methanol in ratio of 1: 2 for 2 hours according to variations in temperature and KOH concentration. Temperature variations performed at room temperature, 55°C, and 65°C. KOH variations performed at concentration of 0.2 g, 0.3 g, 0.4 g, 0.5 g, 0.6 g, 0.7 g, 0.8 g and 0.9 g. The research indicated that jatropha oil saponification number was 180.455. Analysis by Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GC-MS were obtained oleic methyl ester (Rt 15.45 min and SI 88, linoleic acid methyl ester (Rt 13.250 min and SI 89, 11-octadecanoic methyl ester (Rt 13.333 min and 94 SI and risinoleic methyl ester (Rt 11.383 min and SI 91 as dominant unsaturated fatty acid ester in jatropha oil. Transesterification reaction of jatropha oil in methanol have maximum unsaturated fatty acid content at temperature of 65oC and optimum catalyst concentration of KOH at 0.178 M (0.4 g. Analysis using the American Society for Testing Materials (ASTM method generated pour point value was 8oF, kinematic viscosity was 16.324 cSt, water content was 0.015 %vol, conradson carbon residue was 0.204 %wt. The properties are very closely to diesel oil specifications that can be used as biodiesel.

  19. Analisis Sifat Mekanik Tulangan Beton Pasca Bakar (Sebagai Bahan Pengayaan Mata Kuliah Bahan Bangunan dan Struktur Beton

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Santoso

    2009-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya tegangan leleh tulangan beton bertulang  yang dibakar pada suhu 6000 Celcius dan 9000 Celcius  dengan tebal lindungan beton  2 cm dan 4 cm. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pengayaan pada mata kuliah  Bahan Bangunan dan Struktur Beton. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dan pelaksanaannya dilakukan di Laboratorium Bahan Bangunan Fakultas Teknik UNY, Laboratorium Struktur dan Laboratorium Teknik Mesin Universitas Gajah Mada. Jumlah sampel  sebanyak 15 buah. Bentuk konstruksi beton berupa balok, dengan ukuran 15 x 20 cm dengan  panjang 45 cm. Tulangan yang digunakan adalah tulangan baja polos berdiameter 10 mm dan begel diameter 6 mm sebagai bahan untuk merangkai tulangan. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan mencari harga reratanya. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain besarnya tegangan leleh tulangan sebelum dilakukan pembakaran= 385,12 MPa, setelah dibakar pada suhu 6000 Celcius dengan tebal lindungan beton 2 cm  sebesar 385,25 MPa, sedangkan untuk tebal lindungan beton 4 cm sebesar 382,50 MPa. Besarnya tegangan leleh tulangan  beton setelah dilakukan pembakaran pada suhu 9000 Celcius dengan tebal lindungan beton 2 cm sebesar 374,97 MPa, sedangkan untuk tebal lindungan beton 4 cm sebesar  377,48 MPa.  Secara umum beton yang dibakar sampai dengan suhu sampai 9000 Celcius, tegangan lelehnya  masih memenuhi persyaratan, yaitu masih dalam satu kelas (SII 0136-80dan penurunan tegangan  lelehnya sebesar 2,63%.

  20. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  1. EFEKTIVITAS KHASIAT PENGOBATAN LUKA BAKAR SEDIAAN GEL MENGANDUNG FRAKSI EKSTRAK PEGAGAN BERDASARKAN ANALISIS HIDROKSIPROLIN DAN HISTOPATOLOGI PADA KULIT KELINCI

    OpenAIRE

    Eriawan Rismana; Idah Rosidah; Prasetyawan Y; Olivia Bunga; Erna Y

    2013-01-01

    Abstract : The effectiveness of wound healing by gel topical formulation with three various containing Centella asiatica fraction extract has been studied. Wound Healing  the wound was evaluated histopatologically by microscopy observation and histochemically by hydroxyprolin content on the tissues samples. The histochemical and histopatological results shown that the hydroxyprolin content and degree of regeneration of rabbit tissues samples after treatment by gel formulation with 1.5 % C. ...

  2. Potensi Kayu Perkakas dan Kayu Bakar Jenis Jati (Tectona grandis di Hutan Rakyat Desa Natah, Gunung Kidul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ris Hadi Purwanto

    2009-07-01

    Full Text Available Potentials  of Merchantable Timber and Firewod of Teak (Tectona grandis in Natah Village Community Forest , Gunungkidul The potential of merchantable timber and firewod of teak (Tectona grandis in Desa Natah community forest was estimated by developing allometric equations method. To establish the allometric equation 350 sample trees were measured to determine the relationships between tree height (H and diameter breast height (D. Thirty trees of various sizes were cut to measure the merchantable timber and firewood volume. The raw merchantable timber volume of teak in the community forest was defined as the ligneous material contained in the bole and branches which both with a diameter of at least 10cm. The result showed that D (taken at about 1.3m above the ground was a good predictor of H with r2 over 0.9672. When D was combined with H, r2 was improved somewhat for the merchantable timber volume, suggesting the growth patterns of tree dimensions were colesy interdependent. A standing stock of the merchantable timber and firewood volume of teak in the community forest was then estimated based on the allometric relations. Proportions of the merchantable timber and firewood volume were 66.91% and 33.09% of total wood volume per tree, respectively. The potential of merchantable timber and firewood volume in these community forest were 13.501 m3/ha and 8.686 m3/ha, respectively, with a basal area of 1.887 m2/ha. Based on the basal area, Desa Natah community forests of teak could be classified into extremely sparse of stands category.

  3. Perbandingan Angka Positivitas Dan Waktu Deteksi Pertumbuhan Mycobacterium Tuberculosis Antara Media Biakan Cair Kolorometrik dan Media Padat Ogawa Pada Spesimen Sputum,Cairan Pleura, dan Cairan Serebrospinal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indahwaty

    2009-06-01

    Full Text Available Cultivation is the gold standard in diagnosing tuberculosis (TB. M. tuberculosis needs 3-4 weeks to growth in solid media, but it is growing faster in liquid media. The aim of this study was to compare the positivity rate and detection time of M. tuberculosis growth using colorimetric liquid and Ogawa solid media. This study did in Laboratory of Clinical Pathology Hasan Sadikin Hospital during June-Desember 2007. The subject was pulmonary, pleuritis or meningitis TB patients. The statistic analyzed using chi square and independent t test. The specimens were 71 sputums, 24 pleural fluids, 20 cerebrospinal fluids (CSF. The positivity rate of liquid media for sputums were 69%, pleural fluids 41.7%, CSF 60%. The positivity rate of solid media for sputums were 52.1%, pleural fluids 25%, CSF 20%. The positivity rate in liquid media was significant for sputum and CSF (p=0..05. The mean detection time in liquid media for sputums were 15.2 (±8.7 days, pleural fluids 8 (±12.7 days, CSF 13.5 (±19.5 days. The mean detection time in solid media for sputums 23 (±9 days, pleural fluids 36 (±18.3 days, CSF 32 (±11.4 days. The mean detection time in liquid media was significant for sputum and pleural fluid (p=0.05. The positivity rate and detection time of M. tuberculosis growth in colorimetric liquid media are higher and faster than in Ogawa solid media, so it is better for diagnosing TB.

  4. Analysis of luwak coffee volatile by using solid phase microextraction and gas chromatography (Analisa senyawa volatil kopi luwak dengan menggunakan mikroekstrasi fase padat dan kromatolgi gas.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ariza Budi Tunjung Sari

    2012-08-01

    Full Text Available The approach to authenticate Luwak coffee is made through analysis of volatile compounds of luwak coffee. Luwak coffee bean from type of arabica obtained from Andungsari Plantation in Bondowoso district, East Java Province Indonesia, was wet processed and sundried prior to roasting step. As many as 120 g green bean was roasted at 170-220°C for 8-12 minutes until reached light brown colour (Agtron scale 65 and was ground prior to extraction. Volatile compounds of roasted Luwak arabica coffee bean were extracted by using solid phase microextraction (SPME at 60°C for 30 minutes. The extracted analyte was subsequently transferred into GC-FID system by splitless injection at 260°C with five minutes sampling time, continued with separation through 50% phenyl 50% dimethylpolysiloxane capillary column and oven temperature programmed from 60°C to 180°C with rate of 5°C/min. Resulted chromatogram shows major peaks mainly in Rt 8.360-9.981, and Rt 9.705-14.778, and minor peaks identified before Rt 10 and after Rt 24. Varied sample quantity ranged within 0.5-2.5 g produced chromatograms which were not significantly different (p=0.08. This research also observed the use of γ-picoline (4-methylpyridine as internal standard. It was showed that γ-picoline appeared at Rt 8.6~ without overlaying other peaks originated from sample. Concentration of γ-picoline at 0.05 μL/g, resulted separable peaks. These findings showed that the use of solid phase microextraction and GC-FID is capable to be apply for identification and quantification of Luwak coffee

  5. Pra Desain Pabrik Substitute Natural Gas (SNG dari Low Rank Coal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asti Permatasari

    2014-09-01

    Full Text Available Substitute Natural Gas (SNG merupakan campuran gas hidrokarbon dengan sifat mirip seperti gas alam yang dapat diproduksi dari gasifikasi dengan bahan baku berupa batubara atau biomassa. Gasifikasi adalah proses perubahan bahan baku padat menjadi gas. Dengan mengubah bahan baku padat menjadi gas, maka material yang tidak diinginkan yang terkandung di dalam bahan baku tersebut seperti senyawa sulfur, karbon dioksida dan abu dapat dihilangkan dengan menggunakan metode tertentu sehingga dapat dihasilkan gas bersih yang disebut dengan syngas. Syngas yang memiliki kandungan utama CO dan H2 kemudian dikonfersi menjadi SNG yang berupa metana (CH4 melalui proses metanasi sehingga menghasilkan produk utama berupa CH4. SNG merupakan suatu bahan bakar baru yang dapat digunakan industri untuk menggantikan gas alam. Permintaan gas alam masa mendatang diperkirakan akan tumbuh cukup pesat terkait dengan upaya industri untuk beralih ke gas untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Gas alam dan minyak bumi sebagai salah satu sumber daya alam memiliki manfaat yang sangat banyak dalam menunjang berbagai sektor kehidupan manusia. Banyaknya manfaat dari sumber daya alam gas alam menyebabkan banyaknya kebutuhan akan gas alam di dunia, dimana kebutuhan tersebut terus bertambah setiap tahunnya. Padahal gas alam yang selama ini banyak dimanfaatkan berbagai sektor di Indonesia sifatnya tidak terbarukan (non renewable serta cadangannya diperkirakan akan menurun. Pemerintah harus menggalakkan pengembangan sumber energy alternative pengganti gas alam dan minyak bumi sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 5 tahun 2006. Salah satu energi potensial yang dapat menggantikannya adalah SNG dari batubara. Indonesia memiliki cadangan batubara dalam jumlah yang sangat banyak. Wilayah Indonesia diketahui memiliki potensi endapan batubara yang sangat luas. Data dari Pusat Sumber Daya Geologi (2006 menyebutkan bahwa wilayah Sumatera Selatan memiliki jumlah cadangan batubara kualitas

  6. Pengimbuhan Kunyit dan Seng Oksida dalam Pakan Meningkatkan Kemampuan Ayam Pedaging dalam Mengeliminasi Tantangan Infeksi Escherichia coli (SUPPLEMENTATION CUCURMIN AND ZINC OXIDE INCREASE THE ABILITY OF BROILER CHICKENS IN ELIMINATING ESCHERICHIA COLI CH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sus Derthi Widhyari

    2014-10-01

    Full Text Available This study aims to determine the effect of the feed additive (zinc and herbs in leucocyte profiles,performance, and observe the ability of broiler on E. coli challenge. A total of 160 chickens were dividedinto four groups: Group K-control negativewere given basal diet; Group two were given fed basal, turmeric1.5% + ZnO 180 ppm; Group two were given fed basal, garlic powder 2.5% + Zn0 180 ppm; and group K+ weregiven basal diet and treatment with antibiotics. At the age of three weeks all groups were challenged orallyby inoculation with E.coli at dose of 108CFU/mL. Observed parameters include performance (weight gain,consumption and total leukocytes. Weight gain, consumption were observed at one to five weeks of age,whereas blood samplings for the examination of leukocytes were performed at week three (pre infection,week four and five (one week and two weeks after infection with E.coli. The results showed that thechicken body weight from age one to three weeks was increased sharply. One week after infection weightloss seemed to be decreased. The largest decrease was observed in the group given the combination ofgarlic-Zn, while providing a combination of curcumin-Zn shows that the weight tends to increase. Rationconsumption showed the same pattern as body weight. The highest consumption at the end of the studywas found in the group given the combination of curcumin - Zn, the lowest was in the garlic-Zn. Highleukocyte cells level at one week post infection, showing an animal in a state of infection and the leucocytedecreasing again at two weeks post infection. The conditions indicate the ability of chickens in eliminatinginfectious agents. These results explain the combination of curcumin-Zn showed the best results comparedwith other treatments. Providing supplementation of curcumin - Zn on chicken improved the ability toeliminate E.coli, leukocyte cell profile, and performance.

  7. RESIDU BAHAN AKTIF ASAP OBAT NYAMUK BAKAR YANG TERBUAT DARI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L. PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahjuni

    2014-04-01

    Mosquito coil made from the leaves legundi (Vitex trifolia L. was burned and the smoke is exposed to male mice (Mus muculus for 20 days (acute exposure. Mice that had been exposed to mosquito coil smoke legundi (Vitex trifolia L. anesthetized with cotton that has been moistened with chlorofom solution, then mice were dissected and their abdominal organs was taken transversely to the lungs. Lungs of mice was macerated with ethanol 96% for 1x24 hours. Then extracted lungs of mice were analyzed by GC-MS. A number of 15 compounds from legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke were identified using GC-MS, including: methenamine; 2-methoxy-4-vinylphenol; 2, 6-dimethoxyphenol; 4-hydroxy-3- methoxy-benzoic acid; 2-methoxy-4-(1-propenyl phenol-E; 5-tert-butylpyrogallol, 1, 3, 7, 7-tetra methylbicycloheptan-2-one, 2, 3, 5, 6-tetrafluoroanisol; diethyl pthalate, 2, 6 - dimethoxy-4-(2-propenyl phenol; N-N-dimethyl methanesulfonamide; 4-hydroxy-3-nitrocoumarin; citenamide; 1- methyl-anthraquinone; and hexamethyilcyclotrisiloxane. Lungs of mice analyzed using GC-MS found a compound of hexamethyilcyclotrisiloxane which was similar to compound observed in legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke.

  8. ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL DARI INVESTASI PENGADAAN TRAY DRYER BERBAHAN BAKAR BIOMASSA PADA USAHA ARANG TEMPURUNG KELAPA BERBASIS EKSPOR (Studi Kasus di Tropica Nucifera Industry – Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fanny Widadie

    2013-11-01

    Full Text Available The purpose of the study is to assess the technical and financial feasibility of procurement investment Tray Dryer fueled biomass to operations of coconut shell charcoal briquette in PT. Tropica Nucifera Industry. The result showed that investment-Tray Dryer on cocnut shell charcoal briquette bussiness was highly feasibile both the technical and financial aspects. The technical aspect was seen that the quantity-production capabilities of coconut shell charcoal briquettes using a dryer-Tray Dryer could be increased 15 percent compared the previous consdition-used of solar energy. While the quality of the charcoal briquettes produced from Tray Dryer was a much butter quality, moisture content (6.39%; ash (2.65%; carbon-bound (85.83%, compared to using sunlight, water content (15.89; ash (2.57% and carbon-bound (77.32%.The financial aspects of procurement Tray Dryer investment that its value was more feasible than previous, nothing Tray Dryer. Coconut shell charcoal briquet enterprises without using Tray Dryer was feasible to be done with NPV 1,058,928.12, IRR 63%, Payback Period 1 year and 9 moths, Net B/C 2.25 and analysis of swicthcing value reached 20 percent. And after the business using Tray Drayer, the financial analysis was much more feasible with NPV 2,285,500,498.12, IRR 113%, Payback Period 11 months, Net B/C 3.5 and analysis of switching value reached 50 percent.

  9. RESIDU BAHAN AKTIF ASAP OBAT NYAMUK BAKAR YANG TERBUAT DARI DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L. PADA ORGAN PARU-PARU MENCIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Wahjuni

    2016-03-01

    Mosquito coil made from the leaves legundi (Vitex trifolia L. was burned and the smoke is exposed to male mice (Mus muculus for 20 days (acute exposure. Mice that had been exposed to mosquito coil smoke legundi (Vitex trifolia L. anesthetized with cotton that has been moistened with chlorofom solution, then mice were dissected and their abdominal organs was taken transversely to the lungs. Lungs of mice was macerated with ethanol 96% for 1x24 hours. Then extracted lungs of mice were analyzed by GC-MS. A number of 15 compounds from legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke were identified using GC-MS, including: methenamine; 2-methoxy-4-vinylphenol; 2, 6-dimethoxyphenol; 4-hydroxy-3- methoxy-benzoic acid; 2-methoxy-4-(1-propenyl phenol-E; 5-tert-butylpyrogallol, 1, 3, 7, 7-tetra methylbicycloheptan-2-one, 2, 3, 5, 6-tetrafluoroanisol; diethyl pthalate, 2, 6 - dimethoxy-4-(2-propenyl phenol; N-N-dimethyl methanesulfonamide; 4-hydroxy-3-nitrocoumarin; citenamide; 1- methyl-anthraquinone; and hexamethyilcyclotrisiloxane. Lungs of mice analyzed using GC-MS found a compound of hexamethyilcyclotrisiloxane which was similar to compound observed in legundi (Vitex trifolia L. mosquito coil smoke.  Keyword : Vitex trifolia L., Mus musculus, gas chromatography-mass spectroscopy (GC-MS

  10. Analisis Pengaruh Fluktuasi Kurs Valuta Asing dan Kebijakan Harga Bahan Bakar Minyak dalam Periode 2000-2008 terhadap Kinerja PT Astra Internasional di Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad Heykal

    2011-05-01

    Full Text Available The fourth quarter in 2008 is the peak of Global Monetary Crisis, which is the decreasing of liquidity in companies around the world. The crisis also affected towards fluctuation of world petroleum price. Automotive industry in Indonesia was also affected towards cost of foreign exchange fluctuation and petroleum price due to the crisis. PT Astra International, Tbk. is assumed to represent automotive industry in Indonesia. The research is done through literature research and financial and sales report analysis in 2000-2008. The performance reduction is directly connected by the decreasing of earnings, especially in motor vehicle and parts sale in those years and also the increasing of cost of production, due to the increasing of import fee and transportation cost. Foreign exchange fluctuation and petroleum price directly affects the work performance of PT Astra Internasional.

  11. Istraživanje efekta ojačavanja žarenjem kod sinterovanih i livenih legura sistema bakar-zlato

    OpenAIRE

    Marković, Ivana I.

    2014-01-01

    Istrаţivаnjа u okviru ove doktorske disertаcije obuhvаtila su eksperimentаlnа ispitivаnjа sinterovаnih i livenih bakarnih legurа nominalnog sastava Cu-4аt.%Au, kao i sinterovanog i livenog bаkrа radi uporeĎenja poboljšanja svojstava legura. Na sinterovanom i livenom bakru kao i na Cu-Au legurama je sprovedena kompleksna termomehanička obrada po istoj proceduri, koja je u Cu-Au legurama stvorila uslove za pojavu originalnog mehanizma ojačavanja - efekta ojačavanja ţarenjem. Sint...

  12. PEMANFAATAN KULlT BUAH KAKAO SEBAGAI MEDIA PADAT UNTUK MEMPRODUKSI ENZIM AMILASE OLEH Aspergillus niger dan Aspergillus oryzae (Utilization of Cocoa Shell as Solid State Fermentation (SSF) to Produce Amylase Enzyme by Aspergillus niger and Aspergillus oryzae)

    OpenAIRE

    2013-01-01

    2013 The Cocoa shell is produced a lot in South Sulawesi. It is still less in usage. However, it has some chemical components that are useful as substrate in producing enzyme, such as amylase. One of methods in producing enzyme was solid state fermentation. This research aimed to know the temperature and heated of substrates (Cocoa shell and rice brand), as well as the incubation periods which was optimum in producing enzyme. Enzyme produced by inoculated spores suspensio...

  13. Pemanfaatan Biogas (Gas Methan) Dari Hasil Pengolahan Palm Oil Mill Effluent (Pome) Secara Anaerobic Sebagai Bahan Bakar Unit Oil Refinery Dan Pencegah Pencemaran Lingkungan Di Pt.Multimas Nabati Asahan, Batu Bara

    OpenAIRE

    sitorus, Syaiful bahri

    2016-01-01

    Palm oil production in Indonesia continues to increase, thereby increasing the amount of waste therefore to decimate environmental pollution load in the waste in the processing of palm oil in the palm oil mills in PT.Multimas Nabati Asahan, Batu Bara has made Palm Oil Mill Effluent (POME) by using Anaerobic technology to produce biogas which can be utilized as fuel for burning palm oil mills in the refinery unit Multimas 200 palm oil mills, once the reduced pollutant load will be processed b...

  14. Sistem Tebas Bakar Dan Pengaruhnya Terhadap Komponen Fisik Kimia Tanah Serta Vegetasi Pada Ladang Dan Lahan Bera ( Studi Kasus di Desa Pruda Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Henderikus Darwin Beja

    2015-10-01

    Full Text Available Shifting cultivation by slash and burn system is an agricultural activity which is generally done farmers in dry land. Slash-and-burn is practiced by the farmers because it is easy and inexpensive, with aims to improve the content of nutrients in the soil, eradicate weeds, reduce costs, reduce the incidence of pests and diseases and to increase crop production. Land clearing by slash and burn system in a short period of time have a positive impact as the availability of N, P, K, Ca, Mg. However, long periods of slash and burn have negative impact there will be changes in physical and chemical components of soil and change the dominant vegetation in the fields and fallow land. These changes will affect the l evel of productivity of the soil, especially in the land which was done. To reduce the negative impacts, farm management system with slash and burn practices, should be considered with conservation activities, especially from the aspect of land management techniques. Those negative effect might be minimized by arious treatments such as time of burning tehnique, chosen of burned biomass, and time of digged biomass. All those should be supported by a basic information affect of burning to change of physical and chemical soil characteristic at various land cultivation and length of cultivation. Result of study that had been conducted at Pruda village, sub-district of Waiblama, district of Sikka, Propince of Nusa Tenggara Timur showed that total Nitrogen and C organic increased gradually when land has been 3 years fallow. Result of single factor showed that soil aggregation was a ffected significantly by fallow than cultivated land .

  15. Lanaren beso robotiko mugikor baten diseinu: programazioa eta muntaia

    OpenAIRE

    Aldekoa Madariaga, Itziar

    2015-01-01

    Proiektu honen helburua, beso robotiko mugikorra diseinatu, programatu eta muntatzea da. Beso robotiko mugikorra oso gailu interesgarria da, beso robotiko eta robot mugikorren gaitasunak robot bakar batean batzen dituelako. Alde batetik, beso robotikoek egiten duten bezala objektuak hartu eta maneiatzeko aukera izango du. Eta bestetik, robot mugikorren moduan sentsore eta eragingailuak erabiliz inguru desberdinetara moldatzeko gaitasuna izango du. Beraz, bi ezaugarri horiek dispositibo bakar ...

  16. Pengaruh Bahan Organik Terhadap Ketersediaan Hara P Dari Beberapa Jenis Pupuk Fosfat Pada Tanah Ultisol

    OpenAIRE

    Zega, Radius Oranizatulo

    2012-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Bahan Organik Limbah Padat Sawit dan Beberapa Jenis Pupuk Fosfat dalam meningkatkan ketersediaan hara P - Tanah Ultisol. Model rancangan menggunakan Rancangan Petak Terpisah ( RPT ) dengan perlakuan sebagai berikut : Pemberian Bahan Organik Limbah Padat Sawit sebagai Petak Utama terdiri dari 3 (tiga) taraf : BO ( Bahan Organik 0.00 g/polybag ) BI ( Bahan Organik 18.75 g/polybag ) dan B3 ( Bahan Organik 37.5 g/polybag ). Pemberian...

  17. Analisa Tekanan Pada Bantalan Luncur yang menggunakan Minyak pelumas Enduro SAE 20W/50 dan Federal SAE 20W/50 dengan Variasi Putaran

    OpenAIRE

    2015-01-01

    Pelumasan adalah suatu cara untuk mengurangi dan memperkecil gesekan dan keausan diantara permukaan-permukaan yang bergerak relatif satu sama lain dengan menempatkan bahan pelumas diantara kedua permukaan yang bergerak tersebut.Bahan pelumas yang umum digunakan adalah berupa cairan (liquids) dan semi-liquid, tapi dapat juga berupa padat atau gas, atau kombinasi cair padat dan gas. Bahan pelumas dalam wujud cairan sering disebut dengan minyak pelumas. Minyak pelumas banyak digunakan pada m...

  18. Spaljivanje otpadnih procesnih plinova u proizvodnji uljno-pećne čađe

    OpenAIRE

    Zečević, N.; Barta, D.; Bosak, Z.; Avirović, G.; S. Šiklušić

    2009-01-01

    U radu je prikazana tehnologija proizvodnje uljno-pećne čađe i odabrano tehnološko rješenje u funkciji zaštite zraka. Prilikom industrijskog procesa proizvodnje uljno-pećne čađe osim glavnog proizvoda, kao sporedni proizvodi nastaju i otpadni procesni plinovi. Otpadni procesni plinovi nastali prilikom industrijskog procesa proizvodnje uljno-pećne čađe po kvalitativnom sastavu sastoje se od: ugljikovog (IV) oksida, ugljikovog(II) oksida, vodika, metana, sumporovodika, dušika, kisika i voden...

  19. Observation On Void Formed In Oxide Scale Of Fe-Cr-Ni Alloy At 1073k In Dry And Humid Environments

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akbar Kaderi

    2012-01-01

    Full Text Available Void formation in oxide scale during high temperature oxidation is a common phenomenon. Over a long period of time voids will affect the mechanical property of scales by influencing the cracking and spalling. Voids formed in dry environment are different than that of formed in humid environment. With the presence of water vapor in humid environment the formation of void will increase, thus greater number of void compared to that in dry environment. Fe-Cr-Ni alloy samples were exposed isothermally at 1073 K in air (P_(O_2 = 0.21atm = 2.1×?10?^(5 Pa and  humid (air + steam environments. XRD analysis done to all samples confirms that Fe2O3, Fe3O4, NiCr2O4, FeCr2O4, Cr2O3 and NiO phases exist in the scale. EDX analysis done shows varying compositions of Fe,Cr,Ni and O in outer and inner oxide scale, oxide scale/metal interface and metal. Field emission scanning electron microscope (FE-SEM was used to investigate voids formed in the cross sections of the oxidized samples. Volume fraction of voids in the oxide scale was calculated in accordance to the cross sectional area fraction of voids in the scale. It shows that Fe-Cr-Ni alloy samples exposed in humid environment has as high as 71% more voids than that exposed in dry environment. It is concluded that the humid environment increased the number of void formed in the oxide scale, thus facilitates the exfoliation of protective scale during the high temperature oxidation. ABSTRAK: Pembentukan gelembung udara di dalam lapisan oksida ketika proses pengoksidaan di suhu tinggi merupakan satu fenomena biasa. Pada satu jangka masa yang panjang gelembung-gelembung ini akan memberi kesan kepada sifat mekanikal oksida dengan mempengaruhi pembentukan keretakan dan pengelupasan oksida. Gelembung udara yang terbentuk di dalam persekitaran kering berbeza daripada yang terbentuk di dalam persekitaran lembap. Dengan adanya wap air, pembentukan gelembung akan bertambah berbanding yang terbentuk di dalam

  20. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller Pada Mesin Mobil Mitsubishi Tipe 4G63 Untuk Meminimumkan Emisi Gas Buang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendre Angga Prasetya

    2012-09-01

    Full Text Available Seiring dengan adanya perkembangan sistem otomasi dalam dunia otomotif saat ini. dituntut untuk menghasilkan mesin dengan kadar emisi gas buang yang berada diambang batas kewajaran dan hemat bahan bakar sehingga diperlukan suatu sistem terhadap berbagai macam variabel yang mempengaruhi performansi mesin. Untuk menjaga supaya pemakaian bahan bakar pada kondisi optimal dapat diperoleh dengan cara mengatur waktu injeksi bahan bakar. Sistem waktu injeksi bahan bakar ini dipengaruhi oleh kecepatan mesin dan tekanan pada intake manifold. Dengan adanya pengaturan terhadap waktu injeksi bahan bakar akan meningkatkan efektifitas pembakaran yang secara tidak langsung juga mengurangi kadar emisi pada gas buang pada saat kondisi kecepatan stasioner. Pada tugas akhir ini, akan dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu pengapian dan waktu injeksi yang diterapkan pada sistem pengaturan injeksi bahan bakar yang diaplikasikan pada mesin Mitsubishi 4G63 untuk mengatur waktu injeksi bahan bakar dan waktu pengapian pada saat mesin dalam kecepatan stasioner. Penelitian ini diujikan pada mesin Mitsubshi 4G63 empat silinder sebagai plant dengan kondisi kecepatan stasioner. Penerapan PID Predictive Air-Ratio Controller memberikan waktu injeksi  yang tepat pada saat kecepatan stasioner sehingga dapat menmaksimalkan perbandingan rasio udara sebesar 14,7 :1 standar performansi mesin .

  1. Analisis Pengaruh Massa Reduktor Zinc Terhadap Sifat Kapasitif Superkapasitor Material Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahman Faiz Suwandana

    2015-03-01

    Full Text Available Material graphene merupakan material inovatif yang memiliki kristal berupa lapisan dua dimensi. Kristal terdiri dari hibridisasi sp2 atom karbon dan membentuk struktur heksagonal serta memiliki luas permukaan spesifik sangat tinggi, mencapai 1500 m2/gram. Dengan luas permukaan tersebut, graphene sangat cocok digunakan sebagai bahan elektroda pada kapasitor elektrokimia karena alat tersebut bekerja berdasarkan luas permukaan untuk proses charging-discharging. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi massa reduktor zinc agar didapat graphene dengan kapasitansi listrik terbaik. Grafit dioksidasi menjadi grafit oksida melalui metode Hummer. Grafit oksida yang diperoleh dilarutkan dalam aquades dan diultrasonikasi selama 90 menit sehingga diperoleh graphene oksida (GO. GO kemudian direduksi dengan menambahkan Zinc (Zn sebanyak 0,8 gram, 1,6 gram, dan 2,4 gram. Proses selanjutnya hydrothermal selama 12 jam pada temperatur 160 oC. X-Ray Diffraction (XRD untuk mengetahui perbandingan jarak antar layer dan kristalinasi grafit, graphene oksida dan graphene. Scanning Electron Microscope (SEM untuk menganalisis morfologi graphene.  Four Point Probe (FPP untuk mengukur konduktivitas listrik graphene, dan Cyclic Voltametry (CV untuk mengukur kapasitansi elektroda nickel foam-graphene

  2. Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Permasalahan Inventory Routing Problem Pada Spbu Menggunakan Algoritma Ant Colony

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satria Nur Alam

    2012-09-01

    Full Text Available Seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan setiap tahun, akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan. Tingginya kebutuhan bahan bakar di Indonesia didominasi oleh jenis bahan bakar premium. Persentase konsumsi bahan bakar premium di daerah Jawa-Bali mencapai 59% dari kuota premium nasional. Besarnya persentase kebutuhan akan bahan bakar premium, menyebabkan manajemen distribusi menjadi hal krusial yang perlu ditingkatkan secara berkala. Depo yang berperan sebagai supplier terhadap retailer -yang dalam studi kasus ini adalah SPBU- diusulkan menerapkan model Vendor Managed Inventory (VMI, yaitu proses pengadaan barang dimana supplier mengelola inventori dari retailernya. VMI memiliki salah satu perencanaan yaitu Inventory Routing Problem (IRP, IRP merupakan suatu bentuk perencanaan berbasis vendor hasil perpaduan antara Inventory Management dengan Inventory Routing yang mengatur kuantitas pengiriman dan retailer mana yang harus dikunjungi dalam suatu waktu perencanaan dalam jangka waktu tertentu yang bersifat terbatas (finite planning horizon. Dengan hasil akhir berupa penjadwalan, perencanaan model IRP mempertimbangkan jarak supplier-retailer dan biaya stockout yang mungkin terjadi pada retailer, sehingga diharapkan pengiriman optimal dan tidak terjadi stockout pada pos-pos penjualan bahan bakar.

  3. NEUTRONICS ANALYSIS ON MINI TEST FUEL IN THE RSG-GAS CORE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tukiran Surbakti

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract NEUTRONICS ANALYSIS ON MINI TEST FUEL IN THE RSG-GAS CORE. Research of UMo fuel for research reactor has been developing  right now. The fuel of  research reactor used is uranium low enrichment with high density. For supporting the development of fuel, an assessment of mini fuel in the RSG-GAS core was performed. The mini fuel are U7Mo-Al and U6Zr-Al with densitis of 7.0gU/cc and 5.2 gU/cc, respectively. The size of both fuel are the same namely 630x70.75x1.30 mm were inserted to the 3 plates of dummy fuel. Before being irradiated in the core, a calculation for safety analysis  from neutronics and thermohydrolics aspects were required. However, in this paper will discuss safety analysis of the U7Mo-Al and U6Zr-Al mini fuels from neutronic point of view.  The calculation was done using WIMSD-5B and Batan-3DIFF code. The result showed that both of the mini fuels could be irradiated in the RSG-GAS core with burn up less than 70 % within 12 cycles of operation without over limiting the safety margin. Power density of U7Mo-Al mini fuel bigger than U6Zr-Al fuel.   Key words: mini fuel, neutronics analysis, reactor core, safety analysis   Abstrak ANALISIS NEUTRONIK ELEMEN BAKAR UJI MINI DI TERAS RSG-GAS. Penelitian tentang bahan bakar UMo untuk reaktor riset terus berkembang saat ini. Bahan bakar reaktor riset yang digunakan adalah uranium pengkayaan rendah namun densitas tinggi.  Untuk mendukung pengembangan bahan bakar dilakukan uji elemen bakar mini di teras reakror RSG-GAS dengan tujuan menentukan jumlah siklus di dalam teras sehingga tercapai fraksi bakar maksimum. Bahan bakar yang diuji adalah U7Mo-Al dengan densitas 7,0 gU/cc dan U6Zr-Al densitas 5,2 gU/cc. Ukuran kedua bahan bakar uji tersebut adalah sama 630x70,75x1,30 mm dimasukkan masing masing kedalam 3 pelat dummy bahan bakar. Sebelum diiradiasi ke dalam teras reaktor maka perlu dilakukan perhitungan keselamatan baik secara neutronik maupun termohidrolik. Dalam makalah ini

  4. PENGARUH BENTUK RUNNER INTAKE MANIFOLD TERHADAP POLA ALIRAN FLUIDA DENGAN MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Aklis

    2015-01-01

    Full Text Available Intake manifold merupakan salah satu komponen yang sangat penting. Fungsi intake manifold adalah untuk menghantar udara ke silinder atau ruang bakar, posisi dan sudut belokan pada runner sangat berpengaruh terhadap kesempurnaan pencampuran bahan bakar didalam silinder atau ruang bakar. Tujuan penelitian dalam tugas akhir ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik aliran fluida, keseragaman pendistribusian aliran fluida dimasing-masing runner dan untuk mengetahui tingkat turbulensi aliran fluida pada silinder atau ruang bakar pada intake manifold standar dan setelah dimodifikasi.                Penelitian dilakukan dengan merubah geometri sudut runner intake manifold standar yang memiliki sudut 80o menjadi 65o. Desain pembuatan intake manifold dengan menggunakan software solidworks 2013.                Dari hasil simulasi CFD didapat nilai-nilai kecepatan dan penurunan tekanan pada outlet dimasing-masing runner yang menunjukkan perbedaan antara intake manifold standar dan setelah dimodifikasi. Berdasarkan hasil simulasi menunjukkan perbedaan pusaran (vortex yang terjadi didalam silinder atau ruang bakar antara intake manifold standar dan setelah dimodifikasi.

  5. Kajian Potensi Kerugian Akibat Penggunaan BBM pada PLTG dan PLTGU di Sistem Jawa Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Nur Imansyah

    2014-03-01

    Full Text Available Dalam pengoperasian sistem tenaga lisrik perlu dilakukan peminimalan biaya operasi atau fuel cost. Tujuannya agar daya beban tetap terpenuhi, sedangkan biaya operasi dapat ditekan.  Faktor yang menjadi pertimbangan dalam meminimalkan biaya operasi adalah harga bahan bakar. Selama ini pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM dalam pengoperasian pembangkit listrik menimbulkan kerugian dari sisi biaya operasi. Hal tersebut dikarenakan potensi gas alam yang dalam penggunaannya lebih efisien dan murah oleh pemerintah Indonesia lebih dikhususkan untuk kebutuhan ekspor. Maka, kajian didalam tugas akhir ini ialah mengenai seberapa besar dampak kerugian penggunaan BBM pada pembangkit listrik. Alasan PLTG dan PLTGU dipilih yaitu karena pembangkit ini memiliki efisiensi thermal yang tinggi, sehingga dapat menggunakan bahan bakar dari berbagai jenis minyak. Dynamic Optimal Power Flow (DOPF dipakai untuk menghitung biaya operasi dengan menggunakan metode Quadratic Programming. DOPF dilakukan dengan menggunakan program Matpower dan software matlab. Sistem yang digunakan yaitu  PLTG dan PLTGU yang beroperasi pada sistem kelistrikan Jawa Bali 500 kV.

  6. Pemisahan Campuran Etanol-Oktanol-Air dengan Metode Distilasi dalam Structured Packing

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adesya Abdullah

    2014-09-01

    Full Text Available Keberadaan bahan bakar minyak (BBM yang merupakan bahan bakar berbahan fosil sudah menjadi suatu kebutuhan utama masyarakat dunia, namun keberadaannya saat ini semakin menipis. Salah satu potensi yang relatif besar adalah pengembangan bioetanol menggunakan metode fermentasi ekstraktif. Hasil bioetanol dari metode fermentasi ekstraktif masih rendah, yaitu sekitar 15% sehingga diperlukan penelitian untuk pemurniannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kadar etanol tertinggi dengan metode distilasi dalam structured packing. Dari hasil penelitian didapatkan pada variabel suhu 80ᵒC pada porositas 20%, 40% dan 60% didapatkan kadar etanol sebesar 88,24% ; 91,95% dan 85,85%.

  7. Breaching the Fortress Wall. Understanding Terrorist Efforts to Overcome Defensive Technologies

    Science.gov (United States)

    2007-01-01

    pines, and perhaps in Australia as well (Abuza, 2003b; Almonte , 2004; Gunaratna, 2004; Rabasa, 2003). The most notable of these, Camp Abu Bakar...of July 1, 2005: http://www.jcpa.org/brief/brief004-12.htm Almonte , Jose T., “Enhancing State Capacity and Legitimacy in the Counter- Terror War,” in

  8. Produksi Bioetanol dari Bahan Baku Singkong, Jagung dan Iles-iles :Pengaruh Suhu Fermentasi dan Berat Yeast Saccharomyces cerevisiae

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    K. Kusmiyati

    2014-12-01

    Full Text Available Kebutuhan bahan bakar di masa sekarang semakin bertambah besar sehingga berdampak pada menipisnya sumber bahan bakar dan meningkatnya polusi udara di lingkungan. Penggunaan bahan bakar alternatif dari sumber non fosil merupakan pilihan terbaik sebagai pengganti bahan bakar fosil. Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif yang tepat digunakan baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang. Bahan baku etanol yang digunakan pada penelitian ini adalah singkong, dan iles-iles.Variabel penelitian yang diamati temperatur fermentasi (30°C; 40°C;­­ 50°C dan komposisi Saccharomyces cerevisiae (2,5 g; 5 g; 10 g; 15 g Proses pembuatan bioetanol terdiri dari hidrolisis enzim yaitun likuifikasi menggunakan a-amylase1,6% v/w (t = 1 jam; T = 95-100°C; pH 6 dan sakarifikasi menggunakan b-amylase 3,2% v/w (t = 4 jam; T = 60°C; pH 5 serta proses fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae ( t = 120 jam; pH 4,5; yeast 5 g. Kadar etanol tertinggi dihasilkan pada temperatur fermentasi 30°C untuk semua bahan baku dengan kadar etanol masing-masing 83,43 g/L untuk singkong,80,77 g/L untuk jagung,dan 79,94 g/L untuk iles-iles. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

  9. ANALISIS PENERAPAN PRODUKSI BERSIH MENUJU INDUSTI NATA DE COCO RAMAH LINGKUNGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Melia Ariyanti

    2014-12-01

    Full Text Available Penerapan produksi bersih pada industri nata de coco dapat mengurangi dampak negatif ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan produksi bersih di salah satu industri nata de coco.Metode yang digunakan adalah observasi, perhitungan dan wawancara.Hasil menunjukkan bahwa penerapan produksi bersih yang dilakukan dapat memberikan manfaat positif dari sisi lingkungan dan ekonomi.Manfaat ekonomi berupa penghematan biaya produksi dan peningkatan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 55.406.830,- per tahun. Sedangkan manfaat lingkungan berupa pengurangan timbulan limbah cair sebesar 919.341,5 liter/ tahun (pengurangan limbah cair sebesar 72,8% dan pengurangan timbulan limbah padat sebanyak 127.246 kg/ tahun (terjadi pengurangan timbulan limbah padat sebesar 98,2%.Penerapan produksi bersih akan menurunkan persentase Keluaran Bukan Produk (NPO sebesar 6,95 %. Langkah penerapan produksi bersih akan mengurangi dampak terhadap lingkungan menuju industri nata de cocoyang lebih ramah lingkungan.

  10. Penetapan Kadar Cimetidin Pada Omekur Tablet Secara Spektrofotometri Di. PT Mutiara Mukti Farama Medan

    OpenAIRE

    Joshua Alexander G.

    2011-01-01

    Tablet adalah sediaan padat, dibuat secara kempa-cetak berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bulat, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan (Anief, 1999). Obat adalah semua bahan tunggal atau campuran yang digunakan oleh semua makhluk untuk bagian dalam maupun bagian luar, guna mencegah, meringankan, maupun menyembuhkan penyakit. Menurut undang-undang kesehatan, yang dimaksud dengan obat adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dimaksudkan untuk digu...

  11. Penilaian Teknologi Penolahan Limbah Cair dengan Metode ANP-TOPSIS di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Pabatu

    OpenAIRE

    Emila, Elfa

    2016-01-01

    Pertumbuhan produksi kelapa sawit di Indonesia semakin meningkat dari tahun ketahun. Bertambahnya lahan kelapa sawit maka makin bertambahnya juga pabrik pabrik yang bergerak dalam bidang pengolahan buah kelapa sawit. Dalam pengolahan kelapa sawit, tidak hanya Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO), pabrik kelapa sawit juga menghasilkan limbah yang terdiri dari limbah padat, limbah cair, dan limbah gas. Limbah ini dapat menyebabkan dampak buruk pada lingkungan jika tidak dikelola denga...

  12. Lipa Sabbe??? Sengkang: Identitas dan Tantangan Teknologi Sarung Sutera Bugis

    OpenAIRE

    Tahara, Tasrifin

    2013-01-01

    Makalah ini menguraikan teknologi sarung sutera Bugis yang sudah terkenal sejak lama bagi masyarakat Bugis sejak tahun 1785 dan menjadi identitas budaya lokal yang terkenal hingga ke manca negara. Namun pada perkembangannya industri sarung sutera Bugis mendapat tantangan dalam proses produksi dan teknologi industri yang lebih maju dengan padat modal. Kondisi inilah menjadi dilematis bagi industri sarung sutera bugis lokal sebagai upaya ???melestarikan budaya??? dan melawan kekuatan global (in...

  13. Aedes aegypti sebagai Vektor Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Pengamatan di Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Hasyimi

    2012-09-01

    Full Text Available Demam berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Terutama bagi kota-kota besar yang penduduknya padat dan mobilitas tinggi. Nyamuk Aedes aegypti merupakan penyebar utama penyakit ini, di samping Ae. albopictus. Berhubung sampai saat ini penyakit DBD belum ada obatnya dan vaksin untuk pencegahannya maka pemberantasan penyakit DBD ini dipusatkan kepada pengendalian nyamuk penularnya. Metode pengendalian telah dilakukan dengan bermacam-macam cara, baik secar kimiawi maupun bukan kimiawi.

  14. Penetapan Bilangan Asam Dalam Mie Instant Produk PT. Indofood Medan

    OpenAIRE

    Harahap, Rahmidawati

    2010-01-01

    Bilangan asam merupakan salah satu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kualitas minyak atau lemak, bilangan asam juga dapat dilakukan untuk pengujian minyak atau lemak yang berasal dari hasil ekstraksi produk makanan seperti mie. Lemak diartikan sebagai suatu bahan makanan yang pada temperatur biasa terdapat dalam bentuk padat, sedangkan minyak adalah suatu bahan makanan yang dalam temperatur biasa terdapat dalam bentuk cair. Pengukuran bilangan asam pada mie maksimal 1 mg/g. Jika bilan...

  15. BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) TEKNOLOGI INTENSIF MENGGUNAKAN BENIH TOKOLAN

    OpenAIRE

    Markus Mangampa; Hidayat Suryanto Suwoyo

    2016-01-01

    Salah satu jenis udang yang cukup potensial untuk dikembangkan adalah udang vaname (Litopenaeus vannamei). Budidaya ini berkembang dengan teknologi intensif, namun terbatas pada golongan masyarakat menengah ke atas (padat modal). Riset ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi pengaruh penggunaan tokolan terhadap produksi, Rasio Konversi Pakan (RKP) pada pembesaran udang vaname teknologi intensif. Riset ini dilaksanakan di tambak Punaga, Takalar, Instalasi Balai Riset Perikanan Budid...

  16. SIMULASI PENGARUH KONSENTRASI BIOMASSA PADA LUMPUR AKTIF TERHADAP PENYISIHAN COD DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

    OpenAIRE

    A. E. Palupi; Nurmuafix Nurmuafix; S. A. Hastono; M. A. Syukur; Widjaja, A; Ali Altway

    2012-01-01

    Proses pengolahan limbah cair dengan bioreaktor membran terendam (BRMt), mempunyai banyak keuntungan dibandingkan proses lumpur aktif konvensional, karena prosesnya lebih sederhana, tidak memerlukan bak sedimentasi sekunder dan kandungan solid dalam efluen (permeat) hampir tidak ada. Dalam proses ini melibatkan tiga fasa yaitu padat (biomassa dan komponen-komponen limbah), cair (air) dan gas (udara untuk aerasi), dimana degradasi biologis yang terjadi sangat dipengaruhi oleh transfer massa li...

  17. PLASTIC WASTE CONVERSION TO LIQUID FUELS OVER MODIFIED-RESIDUAL CATALYTIC CRACKING CATALYSTS: MODELING AND OPTIMIZATION USING HYBRID ARTIFICIAL NEURAL NETWORK – GENETIC ALGORITHM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Istadi Istadi

    2012-04-01

    Full Text Available The plastic waste utilization can be addressed toward different valuable products. A promising technology for the utilization is by converting it to fuels. Simultaneous modeling and optimization representing effect of reactor temperature, catalyst calcinations temperature, and plastic/catalyst weight ratio toward performance of liquid fuel production was studied over modified catalyst waste. The optimization was performed to find optimal operating conditions (reactor temperature, catalyst calcination temperature, and plastic/catalyst weight ratio that maximize the liquid fuel product. A Hybrid Artificial Neural Network-Genetic Algorithm (ANN-GA method was used for the modeling and optimization, respectively. The variable interaction between the reactor temperature, catalyst calcination temperature, as well as plastic/catalyst ratio is presented in surface plots. From the GC-MS characterization, the liquid fuels product was mainly composed of C4 to C13 hydrocarbons.KONVERSI LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR CAIR DENGAN METODE PERENGKAHAN KATALITIK MENGGUNAKAN KATALIS BEKAS YANG TERMODIFIKASI: PEMODELAN DAN OPTIMASI MENGGUNAKAN GABUNGAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN GENETIC ALGORITHM. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai tinggi. Salah satu teknologi yang menjanjikan adalah dengan mengkonversikannya menjadi bahan bakar. Permodelan, simulasi dan optimisasi simultan yang menggambarkan efek dari suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis terhadap kinerja produksi bahan bakar cair telah dipelajari menggunakan katalis bekas termodifikasi Optimisasi ini ditujukan untuk mencari kondisi operasi optimum (suhu reaktor, suhu kalsinasi katalis, dan rasio berat plastik/katalis yang memaksimalkan produk bahan bakar cair. Metode Hybrid Artificial Neural Network-Genetic Algorithm (ANN-GA telah digunakan untuk permodelan dan optimisasi simultan tersebut. Inetraksi antar variabel

  18. Uklanjanje jona olova iz vodenih rastvora upotrebom prirodnog i Fe(III)-modifikovanog zeolita

    OpenAIRE

    Kragović, Milan M.

    2014-01-01

    Gvožđe oksidi i prirodni zeoliti su efikasni adsorbenti jona teških metala iz vodenih rastvora. Međutim, kako bi se unapredile adsorpcione osobine i gvožđe oksida i prirodnih zeolita prema različitim zagađivačima, gvožđe oksidi se često impregniraju na površine poroznih zeolitskih minerala. Kako bi se dobio efikasniji adsorbent jona olova iz vodenih rastvora, u ovoj doktorskoj disertaciji je urađena modifikacija prirodnog zeolita-klinoptilolita iz ležišta Zlatokop, Vranjska Banja u Srbiji kom...

  19. Adsorpcija pesticida na zeolitima, polianilinu i njihovim kompozitima

    OpenAIRE

    Milojević-Rakić, Maja

    2014-01-01

    Katalitička svojstva Fe-modifikovanih zeolita zavise od formiranja dimernih i oligomernih vrsta gvožđa, kao i čestica gvožđe-oksida. U ovoj doktorskoj disertaciji je sinteza Femodifikovanih ZSM-5 zeolita izvedena metodom jonske izmene iz razblaženih rastvora različitih soli (Fe(III)citrata, Fe(II)oksalata i Fe(III)nitrata). Pokazano je da aktivnost Femodifikovanih zeolita kao katalizatora zavisi od soli gvožđa u čijem prisustvu se vrši izmena, što ukazuje da je moguće, iz razbl...

  20. Analiza mogućnosti smanjenja emisija čađe i NOx na suvremenim sporohodnim dizelskim dvotaktnim motorima

    OpenAIRE

    Senčić, Tomislav

    2010-01-01

    Smanjenje emisija dušikovih oksida i čađe uz povećanje stupnja djelovanja glavni su ciljevi kod razvoja suvremenih dizelskih motora. Proizvođači velikih brodskih motora razvijaju sustave koji omogućuju veliku fleksibilnost u radu i različite strategije koje omogućuju postizanje spomenutih ciljeva. U tu svrhu se osim mjerenja koriste kompjutorske simulacije. Za proračun tvorbe štetnih tvari najprikladnije su 3D numeričke simulacije. Veliki brodski motor specifičan je zbog svo...

  1. Ispitivanja uticaja srednjeg masenog udela azota u nitrocelulozii veličine čestica modifikatora na brzine sagorevanja dvobaznih raketnih goriva

    OpenAIRE

    Maslak Panto; Tot Lajoš

    2002-01-01

    Istraživana je katalitička aktivnost balističkih modifikatora: baznog olovo-stearata, kalcijum-karbonata, kobalt (IH)-oksida i čadi, za različite masene udele azota u nitrocelulozi, kao komponenti dvobaznog raketnog goriva, kao i uticaj veličine čestica balističkih modifikatora na brzinu sagorevanja dvobaznih raketnih goriva. Kao mera katalitičke aktivnosti korišćen je koeficijent katalitičke aktivnosti, koji predstavlja odnos brzine sagorevanja referentnog modela dvobaznog raketnog goriva sa...

  2. ANALISIS TRANSIEN PADA PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR (PCMSR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Makrus Imron

    2015-04-01

    Full Text Available Penggunaan bahan bakar cair berupa garam LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR meyebabkan pengendalian daya pada PCMSR dapat dilakukan dengan mengendalikan laju aliran bahan bakar dan pendingin. Sedangkan dari sistem keselamatan, penggunaan bahan bakar cair menjadikan PCMSR memiliki karakter keselamatan melekat (inherent safety yang baik. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis transien PCMSR pada tiga kondisi, yaitu: ketika terjadi perubahan laju aliran bahan bakar, ketika terjadi perubahan laju aliran pendingin dan ketika terdapat kegagalan pada sistem pelepasan panas (loss of heat sink. Penelitian dilakukan dengan memodelkan reaktor pada kondisi tunak menggunakan paket program. Standart Reactor Analysis Code (SRAC. Selanjutnya dari keluaran paket program SRAC diperoleh data data yang meliputi fluks netron,konstanta grup, kontanta peluran prekusor netron, fraksi netron kasip untuk perhitungan transien. Penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan laju aliran bahan bakar sebesar 50 % dari laju bahan bakar sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 78 % dari daya sebelumnya. Dan penurunan laju aliran pendingin sebesar 50 % dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada PCMSR turun menjadi 63 % dari daya sebelumnya. Sedangkan pada saat terjadi loss of heat sink daya PCMSR menunjukkan penurunan. Kata kunci: PCMSR, transien, daya, laju aliran.   The use of liquid fuels in the form of molten salts LiF-BeF2-ThF4-UF4 in Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR makes power control at PCMSR can be done by controlling the flow rate of fuel and coolant. In addition, from safety systems aspect, the use of liquid fuels makes PCMSR has good inherent safety characteristics. In this study transient analysis has been carried out on three conditions of PCMSR, namely when the fuel flow rate is changing, when the coolant flow rate is changing and when there is loss of heat sink condition. This research is

  3. Analisis Struktur Mikro Dan Perubahan Fasa γ-TiAl Sebagai Material Paduan Tahan Temperatur Tinggi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dyka Rahayu Meyla Sari

    2013-03-01

    Full Text Available Kebutuhan material paduan tahan temperatur tinggi semakin meningkat salah satunya pada industri pesawat terbang. Paduan intermetalik γ-TiAl dijadikan kandidat sebagai konstruksi aplikasi temperatur tinggi karena lebih ringan dan memiliki ketahanan pembakaran yang baik. Sintesa substrat dilakukan melalui proses mechanical alloying menggunakan Modification Horizontal Ball Mill selama 10 jam dengan kecepatan 400 rpm dilanjutkan annealing pada 900oC selama 30 menit. Sintesa paduan γ-TiAl melibatkan serbuk titanium dan aluminium dengan komposisi Ti64wt%-Al. Pengujian thermal cyclic dilakukan pada temperatur 8000C selama satu jam kemudian didinginkan sampai temperatur kamar dan dibiarkan selama 30 menit untuk setiap siklusnya dengan menggunakan burner oxygen acetelene sebagai simulasi aplikasi paduan g-TiAl pada temperatur tinggi. Pengujian XRD dilakukan untuk mengidentifikasi transformasi fasa dari senyawa yang terbentuk, SEM-EDAX dilakukan untuk mengamati morfologi dan komposisi unsur dari mikrostruktur. Fasa intermealik γ-TiAl terbentuk sebagai hasil sintesa paduan setelah mechanical alloying dan annealing. Perlakuan thermal cyclic hingga  siklus kelima terbentuk oksida Al2O3, TiO2 dan Al2TiO5 sebagai produk oksidasi dari paduan γ-TiAl. Oksida SiO2 dan Mg(SiO3 muncul akibat kereaktifan unsur yang berada pada batu tahan api yang digunakan sebagai tempat spesimen saat dilakukan pemanasan sehingga kedepannya disarankan untuk tidak menggunakan batu tahan api.

  4. Pengaruh Temperatur, Massa Zink, Substrat Dan Waktu Tahan Terhadap Struktur Dan Morfologi Zno Hasil Sintesis Dengan Metode Chemical Vapour Transport (CVT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arisela Distyawan

    2013-09-01

    Full Text Available Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Material Zink Oksida (ZnO telah berhasil disintesis menggunakan metode Chemical Vapour Transport dengan bahan dasar prekursor berupa serbuk Zn yang dipanaskan hingga mencapai temperatur uap dalam furnace horisontal. Adapun variasi yang diberikan dalam penelitian adalah berupa temperatur pemanasan (850, 900, dan 950oC, massa prekursor Zn (0,15, 0,25, dan 0,35g, lama waktu sputtering substrat (90 dan 180 detik, dan waktu tahan khusus untuk mengetahui initial growth ZnO (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Pembentukan Zink Oksida (ZnO dikonfirmasi melalui data X-RD, dimana telah terbentuk material ZnO dengan struktur hexagonal wurtzite. Berdarsarkan data XRD juga diketahui ukuran kristal pada sampel sputtering 90 detik mengalami penurunan bersamaan penambahan massa Zn. Dari hasil pengamatan SEM didapatkan bahwa morfologi permukaan lapisan tipis ZnO terdiri dari berbagai macam bentuk berupa nanoparticle, nanowires, nanorods, dan nanotetrapod. Lapisan Zno paling tebal sebesar ±350 nm pada sampel 950oC-0,15g sputter 90 detik. Semakin tinggi temperatur operasi berdampak peningkatan ukuran partikel. Pengujian FTIR turut menguatkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan substrat Alumina. Hal ini didasarkan terjadinya penyerapan vibrasi yang membentuk lekukan pada kisaran area 509 cm-1 dari masing-masing sampel.

  5. Analisa Penerapan Sistem Hybrid Pada Kapal KPC-28 Dengan Kombinasi Diesel Engine dan Motor Listrik Yang Disuplai Dengan Batterai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tangguh Tangguh Bimantoro

    2014-03-01

    Full Text Available Teknologi Hybrid System Vessel akhir-akhir ini sedang menjadi bahasan yang sering dibicarakan di dunia pendidikan dan teknologi permesinan. Teknologi Hybrid System Vessel yang dimaksud adalah kapal yang berjalan dengan dua sumber tenaga, mesin yang bekerja dengan sumber tenaga bahan bakar dan motor listrik yang bekerja dengan sumber tenaga listrik. Oleh karena adanya permasalahan tersebut maka dikembangkanlah konsep system hybrid pada kapal.Hybrid ini mengacu teknologi pada mobil hybrid yang sudah dikembangkan sekarang, tujuan dari hybrid ini adalah sebagai penghematan BBM dan juga sebagai pereduksi emisi di system permesinan kapal.Penelitian ini menggunakan simulasi dengan software Maxsurf, kemudian dilakukan dengan metode perhitungan manual yang nantinya digunakan untuk menentukan jumlah batterai yang dibutuhkan pada penggerak motor induksi. Hasil dari penelitian ini berupa desain  Hybrid System kapal KPC – 28, serta hasil analisa Hybrid System di kapal apakah memberikan effisiensi bahan bakar yang cukup hemat dengan tanpa menggunakan Hybrid System pada mesin kapal tersebut.

  6. KONTROL ROBUST IDLE SPEED MITSUBISHI 4G63 DENGAN METODE MULTI INPUT MULTI OUTPUT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Nur

    2016-06-01

    Full Text Available Salah satu kerja mesin otomotif adalah kinerja idle speed yang secara signifikan dipengaruhi oleh parameter kontrol pada electronic control unit (ECU. Pada mesin, idle speed merupakan kompromi antara kecepatan mesin rendah untuk menghemat bahan bakar dan kemampuan untuk menolak gangguan dengan baik. Gangguan putaran mesin terjadi karena permintaan listrik pada alternator, yang mana dengan cepat akan menyebabkan naiknya kecepatan mesin sehingga bahan bakar yang di injeksi akan lebih banyak. Idle speed pada penelitian ini akan dikontrol menggunakan metode pengaturan robust multi input multi output (MIMO yang mana sistem akan lebih kuat atau robust terhadap gangguan yang diberikan, kemudian menghasilkan perpaduan performance kecepatan optimal dengan emisi gas buang yang dihasilkan dalam seperti yang diinginkan serta waktu yang digunakan untuk kembali pada kecepatan idle speed yang diingikan lebih cepat. 

  7. APLIKASI GEOLISTRIK 3-DIMENSI UNTUK MENGETAHUI SEBARAN LIMBAH RCO (RUBBER COMPOUND OILS DI KABUPATEN KENDAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    FV Daraninggar

    2014-11-01

    Full Text Available Teknologi pengolahan limbah ban karet bekas hingga menghasilkan minyak bakar RCO (Rubber Compound Oils merupakan solusi menumpuknya ban bekas tidak terpakai. Namun limbah pembuatan minyak bakar RCO yang dibuang langsung berakibat pada pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai resistivitas dan pola sebaran 3-dimensi limbah industri RCO di daerah pabrik pengolahan ban bekas Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Pengambilan data menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner dengan spasi antar elektroda lima meter. Data nilai resistivitas limbah industri minyak bakar RCO diolah menggunakan software IPI2Win, kemudian distribusi resistivitas digambarkan dalam bentuk 3-dimensi menggunakan software Res2dinv, Res3dinv, Slicer Dicer. Hasil interpretasi 3-dimensi menyimpulkan bahwa limbah industri minyak bakar RCO telah menyebar lebih dari 43,75 meter ke arah timur pabrik, lebih dari 20 meter ke arah utara dan kedalaman lebih dari 12 meter dengan nilai resistivitas 11-20 ohm.m. Limbah diduga tersebar pada lapisan tanah dengan struktur batuan lempung dan pasir. {0>Teknologi pengolahan limbah ban karet bekas hingga menghasilkan minyak bakar RCO (Rubber Compound Oils merupakan solusi menumpuknya ban bekas tidak terpakai.<}0{>Waste treatment technology of used rubber tires to produce RCO (Rubber Compound Oils fuel oil is a solution of the accumulatoin of abandoned used tires.<0} {0>Namun limbah pembuatan minyak bakar RCO yang dibuang langsung berakibat pada pencemaran lingkungan.<}0{>However, the oil conversion of dumped RCO wastes might cause environmental pollution.<0} {0>Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai resistivitas dan pola sebaran 3-dimensi limbah industri RCO di daerah pabrik pengolahan ban bekas Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.<}0{>The purpose of this study was to determine the resistivity value and the pattern of 3D distribution of industrial RCO wastes in a treatment plant, subdistrict

  8. STUDI KAPASITAS DAN KEAMANAN PENGINJEKSIAN CO2 KE DALAM FORMASI BATUAN SEDIMEN PADA CEKUNGAN KUTAI KALIMANTAN TIMUR

    OpenAIRE

    2013-01-01

    Teknologi Carbon Capture and Geological Storage (CCGS) merupakan salahsatu upaya mitigasi pemanasan global. Teknologi ini dapat mengurangi emisi CO2 yang dihasilkan oleh emitter besar seperti pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan industri semen, dengan cara menyaring emisi CO2 dari industry tersebut lalu menyalurkannya ke suatu tempat untuk kemudian diinjeksi ke kedalaman bumi. CCGS telah mulai dikembangkan melalui pilot project pada negara maju seperti Sleipner North Sea Project dan Sn...

  9. ANALISIS SISTEM PENETAPAN FRANCHISE FEE DAN ROYALTY FEE PADA FRANCHISE BRC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Walid Darmawan

    2016-02-01

    Full Text Available Pada saat ini bisnis franchise atau waralaba di indonesia, semakin menjamur dan banyak diminati oleh masyarakat untuk mencari peluang baru, dari mulai waralaba lokal seperti Ayam bakar Wong Solo, Es Teller 77, Burger Mr.Edam,Alfa Mart, Indomart dan lain-lain. Sampai waralaba mancanegarapun semakin banyak diminati seperti KFC, Mc.Donalds, Hoka-Hoka Bento, Starbuck Coffiee dan lain sebagainya.DOI: 10.15408/aiq.v2i1.2472

  10. Utilization of Carbonized Wood from Tropical Fast-Growing Trees for Functional Materials

    OpenAIRE

    Joko Sulistyo; Toshimitsu Hata; Sri Nugroho Marsoem

    2015-01-01

    Pembangunan hutan tanaman dari jenis-jenis cepat tumbuh di kawasan tropis menimbulkan limbah biomassa kayu yang sebagian saat ini digunakan untuk kayu bakar dan sebagian lain digunakan untuk produksi arang dengan tujuan penggunaan yang terbatas. Pengembangan material-material fungsional untuk berbagai aplikasi teknik dengan memanfaatkan arang kayu dari jenis pohon cepat tumbuh harus mempertimbangkan struktur mikro dan struktur pori dalam arang kayu yang berhubungan dengan kondisi karbonisasi....

  11. OPTIMASI PEMBUATAN DIETIL ETER DENGAN PROSES REAKTIF DISTILASI

    OpenAIRE

    Widayat Widayat; Hantoro Satriadi

    2011-01-01

    DiEtil Eter banyak digunakan sebagai bahan pelarut untuk reaksi organik dan pemisahan senyawa organik dari sumber alamnya, sebagai bahan bakar. DiEtil Eter umumnya diproduksi dengan proses dehidrasi etanol dengan katalis asam sulfat pada suhu 125­­­0C – 1400C (proses barbet). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi optimum pada pembuatan dietil eter dengan katalis asam sulfat dan proses reaktif distilasi. Variabel yang dioptimasi adalah konsentrasi asam sulfat awal...

  12. SOF/Convention Force Light Footprint Interdependence in Asia and Beyond

    Science.gov (United States)

    2013-04-01

    the region.24 Further, the Indonesian Muslim cleric Abu Bakar Bashir, known as the spiritual leader of JI who carried out the 2002 Bali bombings...to teach men how to fish, and you can stop a famine”. Applied from a security perspective , “Give a man a gun and he will fight for his family...terrorist, and criminal organizations. The 2001 war in Afghanistan toppled a government that rose to power when their brand of extremism went

  13. Pengaruh Kadar Bioetanol 50% sampai dengan 95% pada Unjuk Kerja Kompor Etanol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ririn Ririn

    2013-03-01

    Full Text Available Persediaan bahan bakar fosil semakin hari semakin menipis, hal ini tidak sebanding dengan penggunaan yang semakin meningkat, terutama di sektor industri dan rumah tangga. Oleh karena itu sangat diperlukan energi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah dengan penggunaan bioetanol pada kompor dalam bidang rumah tangga. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui tentang performa kompor bioetanol berbahan bakar bioetanol kadar rendah. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen untuk mendapatkan unjuk kerja kompor berbahan bakar  bioetanol dengan  variasi kadar bioetanol yaitu 50% sampai dengan 95% dengan interval 5%, yang didapatkan dari hasil pencampuran 99% bioetanol dan air suling. Kompor uji yang digunakan berdinding api ganda, lubang udara sebaris untuk diameter dinding api 3 inch dan  lubang udara  susun untuk diameter dinding api 1,5 inch. Pengujian kompor berdasarkan uji kompor kerosene yaitu metode air mendidih (Water Boiling Test version 3.0 revised January 2007 sesuai Provisional International Standards for Testing Woodstove (VITA 1982 & revised May 1985. Dari penelitian ini kadar bioetanol yang baik digunakan adalah kadar 95% sampai dengan 75%, sedangkan untuk 70% sampai 60% dihasilkan nyala api yang tidak stabil. Kadar 55% sampai dengan 50% tidak dihasilkan nyala api.

  14. KONVERSI KATALITIK MINYAK SAWIT UNTUK MENGHASILKAN BIOFUEL MENGGUNAKAN SILIKA ALUMINA DAN HZSM-5 SINTESIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurjannah Nurjannah

    2012-02-01

    Full Text Available Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi terbarukan yang berasal dari alam dan dapat diperbaharui. Penggunaan bahan bakar minyak bumi, baik dari penggunaan berupa alat transportasi maupun dari penggunaan oleh industri sangat mencemari lingkungan karena tingkat polusi yang ditimbulkan sangat tinggi sehingga perlu mencari bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar gasoline, solar, dan kerosene dari minyak nabati. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu sintesa katalis dan proses katalitik cracking. Silika alumina disintesa menggunakan metode Latourette dan HZSM-5 disintesa menggunakan metode Plank. Hasil sintesa dikarakterisasi dengan Penyerapan Spektroskopi Atomis (AAS menunjukkan bahwa silika alumina dan HZSM-5 mempunyai Si/Al 198 dan 243. Luas permukaan  silika alumina dan HZSM-5 diperoleh dari analisa Brunauer Emmet Teller (BET yaitu 149,91-213,35 m2.g-1 dan ukuran pori rata-rata adalah 13oA. Perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed pada temperatur 350-500°C dan laju alir gas N2 100-160 ml.min-1 selama 120 min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang diperoleh untuk katalis HZSM-5 fraksi gasoline dengan yield tertinggi 28,87%, kerosene 16,70%, dan diesel 12,20%  pada suhu reaktor 4500C dan laju gas N2 100 ml/menit.

  15. KONDILOMA AKUMINATA PADA ANUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Wahyu Toya Pratama

    2015-01-01

    Full Text Available Kondiloma Akuminata di sebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV.HPV6dan11yangberisiko rendahuntuk menyebabkankanker, tetapimenyebabkan90% dariKondiloma akuminata. Kondiloma Akuminata di tularkan melalui hubungan sexual yang berganti-ganti pasangan.Dilaporkan kasus seorang laki-laki berumur 19 tahun dengan diagnosis Kondiloma Akuminata pada anus. Gambaran klinis di temukan papul multipel dengan batas tegas dan berbentuk bulat seperti jengger ayam . Ukuran servariasi 3cm-2x3 cm dengan konsistensi padat dan permukaan verukosa.Penatalaksanaan yang di lakukan adalah Tutul TCA (TRICHLORACETIC ACID 80%. Prognosis pasien ini baik.

  16. KARAKTERISASI CANGKANG KERANG MENGGUNAKAN XRD DAN X RAY PHYSICS BASIC UNIT

    OpenAIRE

    2012-01-01

    Cangkang kerang jenis Anadara Granosa merupakan bahan keramik yang  termasuk ke dalam jenis zat padat kristal. Sebagai langkah awal dilakukan penelitian dengan sampel cangkang kerang (CaCO3)  yaitu melakukan karakterisasi menggunakan dua  alat yang berbeda yaitu X Ray Diffraction (XRD) dan X Ray Physics Basic Unit, ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara kedua alat tersebut. Dalam karakterisasi cangkang kerang (CaCO3) menggunakan X–Ray Diffraction dan X – Ray Physics Basic  Unit  taha...

  17. Alloying of titanium by oxygen during chamber electroslag remelting/Legiranje titanijuma kiseonikom u peći za elektropretapanje pod troskom

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anatoliy D. Ryabtsev

    2014-10-01

    Full Text Available The paper presents the results of alloying titanium by oxygen in the process of chamber electroslag remelting. As an oxygen-containing ligature, we used the electrodes-satellite from the reaction mass residues mixture from the retort lid for magnesium thermal reduction of a titanium sponge, a specially prepared gaseous argon oxygen mixture containing 30% oxygen applied directly to the melting space, microsize (10-15 mm powder particles of titanium oxide and titanium oxide nanopowder with a particle size of 21 ± 5 nm. The structure and the properties of titanium alloyed by oxygen from the oxygen-containing ligature, gas phase and titanium oxide powder during chamber electroslag remelting of the titanium sponge are investigated. It was found that at the oxygen content of 0.053%mas. to 0.22%mas. in the metal formed a homogeneous single-phase structure typical for commercial titanium formed by polyhedral grains of the α-phase. The increase of the oxygen concentration in titanium for more than 0.22%mas. leads to the formation of the microstructure with a typical needle structure, which allows it to be classified as the α ׳-phase. / U radu su prikazani rezultati legiranja titanijuma kiseonikom u procesu elektropretapanja pod troskom u peći. Za vezivo, koje sadrzi kiseonik, korišćene su satelit elektrode iz reakcije masenih ostataka mešavine iz poklopca retorte za termalnu redukciju magnezijumtitanijumskog sunđera, specijalno pripremljena mešavina gasa argona i kiseonika sa 30% kiseonika primenjena direktno na mesto topljenja, čestice praha titanijum-oksida mikroveličine 10-15mm i nanoprah titanijum-oksida veličine čestica od 21± 5 nm. Ispitane su struktura i karakteristike titanijuma legiranog kiseonikom iz veziva , gasne faze i praha titanijum-oksida tokom elektropretapanja titanijumovog sunđera pod troskom u peći. Utvrđeno je da se pri sadržaju kiseonika od 0.053%mas.do 0.22%mas. u metalu formira homogena jednofazna struktura tipi

  18. REAKTOR INNOVATIVE MOLTEN SALT (IMSR DENGAN SISTEM KESELAMATAN PASIF MENYELURUH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-04-01

    Full Text Available Pengembangan Teknologi Reaktor Nuklir pada masa mendatang mengarah pada peningkatan aspek keselamatan, peningkatan pendayagunaan bahan bakar, reduksi limbah radioaktif, ketahanan terhadap proliferasi bahan-bakar nuklir dan peningkatan aspek ekonomi. reaktor Innovative Molten Salt (IMSR adalah reaktor nuklir yang menggunakan bahan bakar cair berupa garam lebur fluoride (7LiF-ThF4-UF4-MaFx. Reaktor IMSR didesain sebagai reaktor pembiak termal, yaitu membiakkan U-233 dari Th-232. Hal ini untuk menjawab permasalahan sustainabilitas ketersedian sumber daya bahan bakar nuklir dan reduksi limbah radioaktif. Dalam aspek keselamatan, desain reaktor IMSR memiliki sifat inherent safe, yaitu koefisien umpan balik daya yang negatif serta memiliki fitur-fitur keselamatan pasif. Fitur-fitur keselamatan pasif terdiri dari sistem shutdown pasif, sistem pendinginan pasif pasca shutdown serta sistem pendinginan pasif untuk produk fisi. Kecelakaan yang berpotensi terjadi pada IMSR, yaitu kecelakaan kehilangan aliran bahan bakar, kecelakaan kehilangan aliran pendingin, kecelakaan kehilangan kemampuan pengambilan kalor serta kecelakaan kerusakan integritas sistem reaktor, dapat ditangani sepenuhnya secara pasif hingga mencapai kondisi shutdown selamat. Kata kunci: keselamatan pasif, inherent safe, IMSR   The next Nuclear Reactor Technology developments are directed to the increasing of the aspects of safety, fuel utility, radioactive waste reduction, proliferation retention and economy. Innovative Molten Salt Reactor (IMSR is a nuclear reactor design that uses fluoride molten salt (7LiF-ThF4-UF4-MaFx. IMSR is designed as a thermal breeder reactor, i.e. to produce U-233 from Th-232. This is the answer of natural nuclear fuel sustainability and radioactive waste problems. In term of safety aspect, IMSR design has inherent safe characteristics, i.e. negative power feedback coefficient, and passive safety features. The passive safety features are passive shutdown

  19. THE INSECT GROWTH REGULATOR, TRIFLUMURON (OMS-2015 AGAINST AEDES AEGYPTI IN JAKARTA, INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Soekirno

    2012-09-01

    Full Text Available Uji laboratorium dan lapangan dengan IGR Triflumuron (OMS-2015 terhadap larva nyamuk Aedes aegypti telah dilakukan di Jakarta. Uji laboratorium dilakukan dengan 6 variasi dosis, yaitu 0,004; 0,011; 0,034; 0,10; 0,33 dan 1,0 ppm Triflumuron terhadap perkembangan larva nyamuk Ae. aegypti di dalam tempayan. Dari uji laboratorium dapat diketahui bahwa Triflumuron dengan dosis 0,004 ppm dapat menekan perkembangan pupa untuk menjadi dewasa dalam waktu 2 minggu, sedangkan dosis 0,10 ppm menekan padat populasi nyamuk Ae. aegypti selama 4 minggu dan dosis 1,0 ppm menekan padat populasi nyamuk Ae. aegypti selama 8 minggu. Uji lapangan dengan menggunakan Triflumuron di daerah pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, seluas 27 hektar dengan dua kali perlakuan, dengan dosis 0,042 dan 0,075 ppm, terjadi penurunan populasi nyamuk Ae. aegypti dewasa dan indeks pupa menjadi 0 dalam 4 hari setelah perlakuan. Penurunan populasi nyamuk Ae. aegypti dewasa terlihat setelah 2 minggu se­sudah perlakuan dengan tidak berhasilnya larva/pupa menjadi nyamuk dewasa. 

  20. ANALISIS KASUS DBD BERDASARKAN UNSUR IKLIM DAN KEPADATAN PENDUDUK MELALUI PENDEKATAN GIS DI TANAH DATAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrizal Dt Mangguang

    2016-09-01

    Full Text Available Demam Berdarah Dengue (DBD merupakan satu penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian. Salah satu faktor yang berhubungan dengan DBD adalah unsur iklim dan kepadatan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan unsur iklim dan kepadatan penduduk dengan kasus DBD di Kabupaten Tanah Datar tahun 2008-2014. Penelitian ini menggunakan desain ekologi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kasus DBD yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar tahun 2008-2014. Sumber data menggunakan data sekunder berupa data kasus DBD, data iklim, dan data kepadatan penduduk. Pengolahan data menggunakan analisis spasial menggunakan Arc Gis dan analisis korelasi regresi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kasus DBD di Kabupaten Tanah Datar tahun 2008-2014 adalah 16,86 kasus, rata-rata suhu 26,930C, kelembaban 88,06%,curah hujan 332,59 mm, kecepatan angin 5,34 Knot. Hasil analisis kasus DBD dengan unsur iklim yaitu suhu (p =0,655 , curah hujan (p=0,465, kelembaban udara (p=0,20, kecepatan angin (p= 0,001. Hasil analisis kasus DBD de­ngan kepadatan penduduk (p=0,001. Secara spasial distribusi kasus terbanyak terdapat di kecamatan padat penduduk. Variabel faktor risiko dalam kasus DBD yaitu kecepatan angin dan kepadatan penduduk, diharapkan pemberantasan penyakit DBD dapat difokuskan kepada kecamatan padat penduduk. Kata Kunci: DBD, Kepadatan penduduk, suhu

  1. Kajian Perencanaan Gas Handling System dan Transportation System : Studi Kasus Distribusi di Bali

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Adam Iqro

    2012-09-01

    Full Text Available Pulau Bali terdapat 1.765.372 unit kendaraan bermotor dengan luas wilayah 5.636.660 km2. Hal ini membuat emisi di Pulau Bali cukup besar sehingga penggunaan bahan bakar gas sebagai bahan bakar kendaraan pada masa akan datang akan lebih efektif. Diperkirakan tahun 2012  kebutuhan gas untuk Jawa-Bali adalah sebesar 32,8 MMSCFD sehingga membuat Pulau Bali memerlukan suplai LNG untuk memenuhi kebutuhan gas di Bali. Cluster LNG sebagai teknologi baru penyimpanan LNG sangat cocok untuk diterapkan di Pulau Bali. Konsep Cluster LNG akan efektif untuk digunakan pada jarak dekat karena suplai gas alam untuk Bali berasal dari Pagerungan. Di Pulau Bali pemerintah akan segera membangun 5 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG. Pada penelitian ini membahas perencanaan gas handling system di terminal LNG dan di SPBG serta masalah transportation system untuk distribusi di Bali. Gas handling system di terminal penerima LNG dan di SPBG menggunakan konsep Cluster LNG. Pola transportasi didesain berdasarkan metode menggunakan Vehicle Routing Problem (VRP dengan tujuan masalahnya adalah untuk mencari rute optimal dengan meminimalkan biaya rute. Rute yang optimal ini bisa berupa single route dan multiple route. Batasan dalam menentukan rute yang optimal ini adalah kapasitas truk LNG serta batasan waktu pengiriman. Total Biaya investasi yang diperlukan untuk merancang gas handling system di terminal penerima LNG dan di SPBG serta biaya route cost yang diperlukan untuk distribusi LNG dari terminal LNG ke SPBG adalah sebesar US$ 29.001.485. Pola transportasi diperoleh hasil yaitu diperlukan 6 truk LNG yang diperlukan untuk distribusi LNG dari terminal penerima LNG ke SPBG.  

  2. PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA UNTUK AMPAS TEBU (Studi Kasus di Pabrik Gula Madukismo, Yogyakarta The Development of Life Cycle Assessment (LCA Software for Bagasse (A Case Study at Madukismo Sugar Mill, Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rosmeika Rosmeika

    2012-05-01

    Full Text Available This study was conducted to develop software which can process data to be information of bagasse life cycle assess- ment (LCA. This study was done by collecting data of sugarcane process production and the utilization of bagasse as a boiler fuel at Madukismo Sugar Mill, Yogyakarta. Data analysis utilized the LCA standard analysis based on ISO14040 series. LCA software which has been developed can be applied in a simulating for condition of energy input, energy output, emission and its impact of bagasse life cycle in the sugarcane industry. The analysis results using LCA software showed that the energy input at the mill and boiler station in Madukismo Sugar Mill was higher than energy output, and bagasse utilization as a boiler fuel was more environmental friendly than fossil fuel. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu perangkat lunak yang dapat mengolah data menjadi informasi mengenai Life Cycle Assessment (LCA dari ampas tebu. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data pada proses produksi gula tebu dan pemanfaatan ampasnya untuk bahan bakar ketel uap di Pabrik Gula Madukismo, Yog- yakarta. Analisis data menggunakan standar analisis LCA berdasarkan ISO seri 14040. Perangkat Lunak LCA yang dikembangkan dapat digunakan untuk melakukan simulasi kondisi dalam input dan output energi, serta emisi dan dampak yang mungkin ditimbulkan dalam proses daur hidup ampas tebu pada industri gula. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak LCA menunjukan bahwa input energi di stasiun gilingan dan stasiun ketel PG Madukismo lebih besar dibandingkan output energinya, dan pemanfaatan ampas tebu sebagai bahan bakar lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.

  3. Kesalahan Berbahasa Sunda pada Siswa Dwibahasawan di SLTP Taruna Bakti Bandung

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Juanda

    2010-06-01

    Full Text Available The aim of this research is to investigate written Sundanese errors made by pupils of SLTP Taruna Bakti Bandung. The results show that four types of errors were detected: phonological, morphological, syntactic, and lexical. The phonological errors are close related to such phonemes as /a/ and /u/, /d/ and /y/, /d/ and /r/, /e/, and /a/, /o/ and /u/. The morphological errors include types of lexical errors include the use of loan words or borrowing sich as antusias, bakar, cermin, dalam, gorok, hilang, jatuh, kupas, lestari, madu, pecah, runcing, serius, tinggi, untuk, and wajah.

  4. KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ANTIBAKTERI HASIL PURIFIKASI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L. Physicochemical and Antibacterial Properties of Degummed Calophyllum inophyllum L. Seed Oil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sawarni Hasibuan

    2013-11-01

    Full Text Available The high solid fraction in Calophyllum seed oil causes Calophyllum biodiesel-oil produced has a high viscosity, high acid value, high cloud point, and other negative influences that is difficult to meet the biodiesel standard SNI 04-7182-2006. This underlies the need to increase the added value of solid fraction Calophyllum seed oil, such as healthy soap. This research was aimed to purification, fractionation, and characterization of fatty acid component as well as the antibacterial and antioxidant owned. So that Calophyllum seed oil may be considered for healthy soap application. The design used in the purification process is factorial completely randomized design, consisting of three factors, namely acid phosphate concentration, temperature and heating time. Based on the research, it resulted in the best treatment for Calophyllum seed oil’s purification was reached by using 0,2% H3PO4  20% at 80  C for 15 minutes. Major fatty acid component in Calophyllum seed oil purification results are palmitic acid, stearic acid, oleic acid and linoleic acid that reached 98,19 percent of the total fatty acids. The results showed that the Calophyllum oil contains components steroids, flavonoids, saponins, and triterpenoids and has an antibacterial effect against Staphylococcus aureus but instead to Escherichia coli. Keywords: Calophyllum inophyllum,  purification, solid fraction, antibacterial, antioxidant Tingginya fraksi padat pada minyak biji nyamplung menyebabkan biodiesel nyamplung yang dihasilkan memiliki viskositas tinggi, bilangan asam tinggi, titik kabut tinggi, dan pengaruh buruk lainnya sehingga sulit memenuhi standar biodiesel SNI 04-7182-2006. Hal ini mendasari perlunya peningkatan nilai tambah fraksi padat minyak biji nyamplung. Tujuan penelitian adalah melakukan purifikasi, fraksinasi, dan karakterisasi minyak biji nyamplung. Karakterisasi dilakukan terhadap komponen asam lemak serta uji pengenalan bioantibakteri dan bioantioksidan

  5. PENGARUH VARIASI TEKANAN PENGEPRESAN DAN KOMPOSISI BAHAN TERHADAP SIFAT FISIS BRIKET ARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reni Setiowati

    2014-10-01

    Full Text Available Bahan bakar alternatif diperlukan untuk pengganti sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.Salah satu bahan bakar alternatif tersebut yang dikembangkan adalah briket arang dengan memanfaatkan limbah biomassa.Pada penelitian ini dibuat briket arang dengan mengkaji pengaruh variasi tekanan pengepresan dan komposisi bahan terhadap sifat fisis briket arang. Proses karbonisasi pada tempurung kelapa 450ºC selama 15 menit. Serbuk kayu dikarbonisasi menggunakan klin drum selama 4-5 jam. Perbandingan komposisi bahan tempurung kelapa dengan serbuk kayu adalah sebagai berikut 75%:25%, 25%:75%, 50%:50%, 100%:0%, 0%: 100% dengan tekanan pengepresan 50 N/cm2, 100 N/cm2,150N/cm2. Pengeringan briket dilakukan di dalam oven dengan suhu 60°C selama 24 jam. Briket berbentuk silinder dengan diameter 5 cm.Hasil penelitian menunjukkan briket paling optimum dengan perbandingan komposisi bahan 100% tempurung kelapa menggunakan tekanan antara 100-150 N/cm2 dengan nilai parameter uji sebagai berikut densitas 0.634 gr/cm3, kekuatan mekanik 43.167 N/cm2 dan lama pembakaran 64,39 menit.

  6. EFEK EKSTRAK DAUN KEMBANG BULAN (Tithonia diversifolia A. Gray. TERHADAP Candida albicans SERTA PROFIL KROMATOGRAFINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Asri Sulistijowati S.

    2012-10-01

    Full Text Available Uji mikrobiologi dilakukan terhadap ekstrak petroleum eter, fraksi etil asetat, fraksi air, dan ekstrak air pada media pertumbuhan C. Albicans (Sabouraud dengan metode dilusi padat. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 40% dan 80%. Pengamatan dilakukan 24 jam setelah penanaman. Secara kualitatif, pada konsentrasi 80% ekstrak petroleum eter dan fraksi etil asetat menghambat secara nyata, sedangkan pada konsentrasi 40% terjadi pengurangan kepadatan pertumbuhan (dibandingkan dengan kontrol. Fraksi air dan ekstrak air tidak menghambat pertumbuhan C. albicans. Pemeriksaan golongan kimia tanaman dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis yang menggunakan berbagai variasi komposisi pelarut dan pereaksi wama. Hasil pemeriksaan golongan kimia tanaman menunjukan bahwa Kembang Bulan mengandung sedikitnya 12 senyawa terpenoid, 14 senyawa flavonoid, dan gula. Daun dengan metode kromatografi lapis tipis, tak terdeteksi adanya alkaloid dan triterpenoid.

  7. KEPERCAYAAN KONSUMEN PADA PRODUK ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Doni Purnama Alamsyah

    2016-10-01

      Indonesia merupakan salah satu negara di ASEAN yang memiliki populasi manusia cukup padat, salah satu provinsinya adalah Jawa Barat dengan Ibu Kota Bandung. Namun demikian jumlah populasi yang tinggi tidak diimbangi dengan pola hidup sehat, terlihat dari rendahnya konsumsi pada produk organik. Tujuan penelitian ini mengkaji faktor yang membentuk kepercayaan konsumen pada produk organik. Confirmatory Factor Analisys digunakan sebagai teknik analisis data, dengan survey pada konsumen yang ada di Kota Bandung sebanyak 351 reponden. Hasil penelitian ditemukan bahwa kepercayaan konsumen pada produk organik belum optimal. Penelitian ini menyempurnakan penelitian sebelumnya dimana terdapat faktor yang mampu membentuk kepercayaan konsumen pada produk organik diantaranya adalah  reliable, dependable, trustworthy, expectation, enviromental protection, dan safer.   Kata Kunci: Kepercayaan, Produk Organik, Confirmatory Factor Analisys

  8. Residential Density, Parents’ Sexual Activity and Teenage Sexual Behavior in Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luluk Rosida

    2016-02-01

    dengan aktivitas seksual sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepadatan hunian, aktivitas seksual orangtua, dan efeknya terhadap perilaku seksual remaja di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan mewawancarai 268 keluarga yang memiliki anak remaja yang dipilih secara acak di daerah kumuh perkotaan dan daerah pedesaan pada bulan Maret – Mei 2015. Analisis data dilakukan menggunakan uji kai kuadrat dan regresi-cox multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua yang tinggal di hunian padat memiliki risiko dua kali lebih besar untuk melakukan aktivitas seksual yang berdampak negatif bagi anaknya. Aktivitas seksual orangtua tidak berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja. Faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku seksual berisiko pada remaja adalah jenis kelamin laki-laki, sikap negatif, dan pengaruh teman sebaya. Dinas kesehatan dan puskesmas agar terus meningkatkan program penyuluhan remaja dan melatih konselor teman sebaya. Kegiatan yang selama ini telah dilakukan di sekolah sebaiknya diperluas pada daerah berisiko seperti daerah kumuh perkotaan dengan kepadatan hunian yang tinggi.

  9. Pengaruh Fermentasi Fungi, Bakteri Asam Laktat dan Khamir terhadap Kualitas Nutrisi Tepung Sorgum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raden Haryo Bimo Setiarto

    2017-02-01

    beras, terigu, dan belum luasnya pemanfaatan sumber karbohidrat lokal seperti umbi-umbian dan serealia. Sorgum adalah salah satu serealia lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber karbohidrat dan protein. Namun, salah satu kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan sorgum sebagai bahan pangan adalah rendahnya daya cerna protein sorgum. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fermentasi Rhizopus oligosporus, Lactobacillus plantarum, dan Saccharomyces cerevisiae terhadap kualitas nutrisi dan daya cerna protein tepung sorgum. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu pra-perlakuan biji sorgum, penyiapan inokulum, fermentasi padat, fermentasi cair, fermentasi campuran padat dan cair terhadap biji sorgum, penepungan (pengeringan dan penggilingan, analisis mikrobiologi (total koloni mikroba dan analisis kimia (kadar proksimat, asam amino, dan daya cerna protein. Pembuatan tepung sorgum dilakukan dengan empat perlakuan secara triplo yaitu kontrol (tanpa fermentasi, fermentasi cair (dengan Lactobacillus plantarum dan Saccharomyces cerevisiae, fermentasi padat (dengan Rhizopus oligosporus, dan fermentasi campuran padat dan cair (dengan Rhizopus oligosporus, Lactobacillus plantarum dan Saccharomyces cerevisiae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah mikrobia pada tepung sorgum fermentasi masih dalam batas aman sesuai dengan SNI. Proses fermentasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar protein, karbohidrat, dan lemak pada tepung sorgum. Selama fermentasi sorgum, kadar asam amino sistein dan lisin mengalami peningkatan sedangkan beberapa asam amino lainnya menurun. Proses fermentasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan daya cerna protein sorgum sebesar 3,5-5 kali lipat dibandingkan dengan kontrol tanpa fermentasi.

  10. A GROUND COLD AEROSOL TRIAL OF OMS- 33 AND OMS - 1197 AGAINST AEDES AEGYPTI IN JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I. G. Seregeg

    2012-09-01

    Full Text Available Suatu uji coba lapangan penggunaan dua macam insektisida pekat, yaitu OMS—33 (propoxur dan OMS—1197 (chlorphoxim, menggunakan Fontan R—12, telah dilakukan dalam suatu permukiman yang padat penduduknya di Kampung Ambon, Jakarta Timur. Rata-rata penggunaan OMS—33 sebanyak 16,5 ml per rumah atau 677 ml per ha. Rata-rata penggunaan OMS—1197 sebanyak 17,8 ml per rumah atau 600 ml per ha. Di daerah yang disemprot dengan OMS—33, kerapatan Aedes aegypti kembali seperti keadaan sebelum disemprot setelah 7 hari sejak saat penyemprotan. Di daerah yang disemprot dengan OMS—1197, nyamuk tidak berhasil ditemukan dalam waktu 10 hari sesudah penyemprotan dan kera­patan yang rendah berlangsung terus selama sebulan , saat diakhirinya penelitian ini.

  11. REGENERASIRUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (Doty MELALUI INDUKSI KALUS DAN EMBRIO DENGAN PENAMBAHAN HORMON PERANGSANG TUMBUH SECARA IN VITRO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2009-04-01

    Full Text Available Regenerasi rumput laut Kappaphycus alvarezii dilakukan dalam rangka penyediaan benih yang bermutu dan mempunyai keunggulan melalui induksi kalus dan embrio dengan penambahan hormon pertumbuhan yang diintroduksi ke dalam media kultur yang dapat memacu induksi kalus dan penebalan pigmen rumput laut. Media kultur yang digunakan adalah media Conwy padat dengan penambahan agar 0,8%-1,6%. Hormon perangsang tumbuh yang digunakan untuk memacu pertumbuhan kalus dan filamen embrio yaitu IAA (Indol acetic acid, kinetin, dan auxilin dengan konsentrasi berkisar 0,4-1 mg/L. Embrio yang dihasilkan merupakan anakan yang mempunyai sifat yang sama dengan induknya. Sintasan dan perkembangan embrio yang paling baik yaitu dengan penambahan IAA dengan konsentrasi 0,4 mg/L pada media padat. Pembentukan anakan dilakukan dengan mengiris embrio dan menumbuhkan pada media cair yang diperkaya dengan hormon yang sama. Pemeliharaan anakan pada media kultur dilakukan hingga mencapai ukuran 2-3 cm. Regeneration of seaweed Kappaphycus alvarezii was done to provide high quality seed through callus and embryo induction using plant growth regulator which was introducted to the culture medium. This growth regulator can stimulate the callus induction procces and thickening the seaweed pigment. Applied medium culture was agar medium with 0.8%-1.6% concentration enriched with Conwy and the applied growth regulators were IAA (Indol acetic acid, kinetin dan auxilin with 0.4-1 mg/L concentration range. Resulted embryo has the same characteristics with the stock. The best survival rate and embryo growth was IAA treatment with 0.4 mg/L concentration. Formation of embryo was done by transferring them from solid medium to the liquid one with the same growth regulator treatment. The nursery of the seed in culture medium was carried out until it has reached 2-3 cm in size.

  12. Pemanfaatan Bentonit Dan Karbon Sebagai Support Katalis NiO-MgO Pada Hidrogenasi Gliserol

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferlyna Sari

    2014-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya produksi biodiesel maka gliserol kasar yang merupakan produk samping dari reaksi transesterifikasi dari minyak nabati juga semakin besar. Salah satu cara yang dikembangkan untuk memanfaatkan gliserol adalah dengan mengubahnya menjadi propilen glikol (1,2-propanadiol melalui proses hidrogenasi menggunakan katalis heterogen (padat. Dalam penelitian ini digunakan katalis padat NiO-MgO dengan support bentonit dan karbn aktif dalam hidrogenasi gliserol untuk mengetahui pengaruh jumlah katalis, berat promote terhadap bentonit atau karbon, suhu, serta waktu reaksi terhadap besarnya konversi gliserol dan yield propilen glikol yang dihasilkan. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan, yaitu preparasi katalis dan pembuatan propilen glikol. Preparasi katalis dilakukan melalui proses impregnasi dan kalsinasi. Kemudian dilakukan proses pembuatan propilen glikol di dalam reaktor batch berpengaduk dengan berat katalis, berat promoter terhadap bentonit dan karbon aktif, suhu, serta waktu reaksi sesuai variabel. Produk hasil proses hidrogenasi dipisahkan dari katalis, lalu menganalisa kadar gliserol sisa dengan menggunakan metode titrimetri dan propilen glikol terbentuk menggunakan analisa gas chromatography (GC. Konversi gliserol terbaik pada proses hidrogenasi gliserol menjadi propylene glycol dengan katalis NiO-MgO/Bentonit dan NiO-MgO/Karbon masing-masing sebesar 50,419% dan 52,882% pada kondisi suhu 200°C, tekanan 200 psi dengan 20% berat promote terhadap katalis dan 7%berat katalis selama 2 jam. Yield propylene glycol terbaik dengan menggunakan katalis NiO-MgO/Bentonit sebesar 8,1848% pada kondisi suhu 220°C dengan 10% berat promote terhadap katalis dan 7%berat katalis selama 3 jam, sedangkan pada katalis NiO-MgO/Karbon diperoleh yield terbaik sebesar 7,2607% pada kondisi suhu 200°C dengan 5% berat promote terhadap katalis dan 7%berat katalis selama 3 jam.

  13. INVESTIGATION ON THERMAL-FLOW CHARACTERISTICS OF HTGR CORE USING THERMIX-KONVEK MODULE AND VSOP'94 CODE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudarmono Sudarmono

    2015-03-01

      Kegagalan sistem pembuangan panas pada reaktor berpendingin air jenis PWR, Three Mile Islands dan reaktor BWR Fukushima Daiichi, menyebabkan masyarakat nuklir mulai memikirkan penggunaan reaktor pembangkit daya jenis temperatur tinggi berpendingin gas (HTGR. Bidang Fisika dan Teknologi Reaktor di Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN mempunyai tugas melaksanakan kegiatan litbang desain konseptual reaktor kogenerasi dengan tingkat daya menengah yang berpendingin gas helium dengan daya 200 MWt. Desain HTGR200K merupakan salah satu sistem pembangkit energi yang memiliki efisiensi energi paling besar, dan tingkat keselamatan inheren yang tinggi dan bersih. Komposisi geometri dan struktur teras didesain agar dapat menghasilkan keluaran pendingin gas helium bertemperatur 950 0C sehingga dapat digunakan untuk produksi hidrogen dan atau unit industri proses lainnya secara kogeneratif. Luaran gas helium bertemperatur sangat tinggi ini akan menimbulkan tegangan termal pada bola bahan bakar yang mengancam integritas sistem pengungkungan produk fisi di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi karakteristika termal flow untuk menentukan distribusi temperatur bahan bakar bola dan outlet temperatur pendingin gas helium teras HTGR. Hal ini dilakukan dengan menggunakan modul Thermix-Konvek yang terintegrasi dalam program VSOP’94. Geometri teras HTGR dikerjakan dalam modul BIRGIT untuk model teras 2-D (R-Z dengan 5 kanal aliran pebble dalam teras aktif arah radial. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai tertinggi dan terendah temperatur yang terdapat pada teras   adalah sebesar 999.3 °C dan 886,5 °C. Demikian pula hasil temperatur tertinggi bahan bakar TRISO dan bahan bakar pebble di dalam teras, yaitu diperoleh sebesar  1510,20°C yang terletak pada lapisan bahan bakar inti UO2, di posisi z= 335.51 cm dan  r=0 cm. Analysis di lakukan pada laju massa aliran pendingin, tekanan dan daya masing-masing sebesar 120 kg/s, 7 Mpa dan 200MWth. Hasil

  14. Pengaruh Variasi Waktu Ultrasonikasi dan Waktu Tahan Hydrothermal terhadap Struktur dan Konduktivitas Listrik Material Graphene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Junaidi

    2014-03-01

    Full Text Available Graphene merupakan satu lapis atom karbon yang mengalami hibridisasi sp2 membentuk struktur heksagonal 2D. Graphene memiliki potensi besar untuk aplikasi nanoelectronic materials. Penelitian ini bertujuan menganalisis waktu ultrasonikasi dan hidrothermal terbaik untuk mensintesis Graphene. Graphene disintesis dengan metode reduksi Grafit Oksida (GO. Grafit dioksidasi membentuk GO dengan modifikasi metode Hummer. GO diultrasonikasi dengan variasi waktu 60, 90 dan 120 menit. Kemudian proses reduksi GO dilakukan secara kimia dengan penambahan serbuk Zn dan teknik hidrothermal 200 oC dengan variasi waktu tahan 12, 18 dan 24 jam. Analisis morfologi dan struktur graphene dilakukan dengan pengujian SEM dan XRD. Pengujian Iodine Number untuk mengetahui kemampuan graphene menyerap Iodin. Pengujian FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang terbentuk  pada GO dan Graphene. Pengujian Four Point Probe Test (FPP untuk mengukur konduktivitas listrik Graphene. Hasil analsis menunjukkan bahwa graphene hasil ultrasonikasi 120 menit dan Holding 12 jam memiliki struktur Single Layer Graphene (SLG dengan konduktivitas listrik terbaik 0.0105 S/m

  15. Pengaruh Variasi pH dan Temperatur Sintering Terhadap Nilai Sensitivitas Material TiO2 Sebagai Sensor Gas CO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ika Silviana Widianti

    2015-03-01

    Full Text Available Telah dilakukan berbagai macam pengupayaan untuk mengoptimalkan potensi Titanium dioksida (TiO2 sebagai sensor gas, mengingat TiO2 merupakan semikonduktor metal oksida. Pada penelitian ini digunakan TiO2 dalam bentuk serbuk, dengan pelarutnya H2SO4 yang diencerkan dengan air distilasi sehingga terbentuk variasi pH 1, 3, dan 5. Metode sol-gel dilakukan dengan perendaman dan dilanjutkan stiring selama 2,5 jam, kecepatan 700 rpm, dan temperatur 200ºC . Drying dilakukan selama 2 jam pada temperatur 350ºC, selanjutnya serbuk dikompaksi pada tekanan 200 bar agar terbentuk pellet. Pelet kemudian disintering pada temperatur 700,800, dan 900ºC selama 1 jam. Karakterisasi material dilakukan dengan Scanning Electron Microscope (SEM dan X-Ray Diffraction (XRD. Sedangkan untuk luas permukaan spesifik sampel TiO2 diuji dengan BET Analyser. Morfologi TiO2 yang dihasilkan dari proses sol-gel berbentuk bulat (spherical dan memiliki fase stabil anatase. Nilai sensitivitas didapatkan dari pengujian pada temperatur operasi 100ºC dan variasi volume gas CO 5L, 12,5L, 25L. Respon tercepat adalah material TiO2 pH 3 yang disinter dengan temperatur 900ºC, serta memiliki ukuran pori 50,83 nm

  16. TINJAUAN PERKEMBANGAN KENDARAAN LISTRIK DUNIA HINGGA SEKARANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman S Kumara

    2009-06-01

    Full Text Available Kendaraan listrik merupakan salah satu solusi yang penting untuk mengurangi polusi dan emisi gas buang akibat penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor. Kendaraan listrik menggunakan motor listrik sebagai tenaga penggerak dimana ia berfungsi sebagai pengubah energi listrik yang tersimpan dalam baterai menjadi energi mekanik untuk memutar roda kendaraan. Bidang-bidang yang secara langsung mendukung perkembangan kendaraan listrik antara lain bidang pengemudian elektrik yang meliputi teknologi motor listrik, konverter daya, sistem pengaturan berbasis prosesor digital, serta teknologi baterai sebagai penyimpan energi listrik. Sekarang ini, keterbatasan cadangan sumber energi berbasis fosil, serta tuntutan agar kendaraan bermotor lebih ramah lingkungan dan dukungan teknologi telah mendorong hampir semua produsen kendaraan bermotor dunia kembali memusatkan perhatian pada kendaraan bermotor listrik. Tulisan ini mencoba memaparkan perkembangan kendaraan listrik dunia mulai dari sejarah hingga kondisinya saat ini. Database kendaraan listrik yang sudah diproduksi akan disajikan dalam bentuk tabel sehingga memudahkan dalam memahami perkembangan bidang kendaraan listrik..

  17. ANALISIS PENGENDALIAN DAYA REAKTOR PCMSR DENGAN LAJU ALIR PENDINGIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iqbal Syafin Noha

    2015-03-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari Molten Salt Reactor (MSR yang memiliki karakter berbeda dengan lima reaktor generasi IV lainnya, yaitu menggunakan bahan bakar leburan garam. Pada reaktor MSR, garam lebur tidak digunakan sebagai pendingin tetapi digunakan sebagai medium pembawa bahan bakar. Dengan fase bahan bakar yang berupa garam lebur LiF-BeF2-ThF4-UF4, maka dapat dilakukan pengendalian daya dengan mengatur laju aliran bahan bakar dan pendingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan laju alir pendingin terhadap daya reaktor PCMSR. Analisis dilakukan dengan empat jenis masukan untuk perubahan laju alir pendingin, yaitu masukan step, ramp, eksponensial, dan sinusoidal. Untuk masukan step, laju alir pendingin dibuat berubah secara mendadak. Selanjutnya untuk masukan ramp dan eksponensal, perubahan laju alir masing-masing dibuat perlahan secara linear dan mengikuti fungsi eksponensial. Kemudian untuk masukan sinusoidal, laju alir berubah naik turun secara periodik dengan memvariasikan frekuensi dari perubahan laju alir tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan laju alir pendingin sebesar 50% dari laju pendingin sebelumnya, menyebabkan daya pada reaktor PCMSR turun sebesar 63% dari daya sebelumnya. Jika terjadi fluktuasi laju aliran pendingin, maka semakin cepat perubahan tersebut, maka respon daya yang diberikan semakin kecil. Pada frekuensi yang sangat cepat, daya reaktor menjadi konstan dan cenderung tidak memiliki respon terhadap laju aliran. Hal ini merupakan salah satu aspek keselamatan reaktor, karena reaktor tidak merespon perubahan yang terlalu cepat. Kemampuan reaktor mengatur daya menyesuaikan laju aliran pendingin merupakan aspek keselamatan lainnya. Kata kunci : PCMSR, pengendalian daya, laju alir pendingin, uji respon   Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR is the development of Molten Salt Reactor (MSR which has different character from other five

  18. Pengaruh Proyek Kelistrikan 10.000 MW pada Biaya Listrik Lokal di Sistem Jawa Bali 500 kV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Moh Fasich

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik, pemerintah meluncurkan program proyek kelistrikan 10.000 MW. Dengan adanya penambahan unit pembangkit baru khususnya di sistem Jawa Bali 500 kV akan berpengaruh terhadap biaya listrik lokal pada setiap bus. Oleh karena itu, Optimal Power Flow(OPF dilakukan untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar dari pembangkit pada keseluruhan sistem dengan melihat batasan daya output setiap unit pembangkit serta pembagian pembebanan secara ekonomis. Pada tugas akhir ini, biaya pembangkitan dihitung menggunakan optimal power flow. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program Matpower 4.0. Hal ini ditunjukkan oleh hasil simulasi bahwa sesudah proyek kelistrikan 10.000 MW beroperasi biaya listrik lokal pada setiap bus lebih murah dibandingkan biaya listrik sebelum proyek kelistrikan beroperasi. Biaya listrik dari bus satu ke bus yang lain berbeda  tergantung dari lokasi pembangkit dan jaringan transmisi yang ada pada sebuah sistem. Berdasarkan wilayah(propinsi biaya listrik di propinsi Jawa Timur lebih murah dibandingkan propinsi lainnya.

  19. Pengaruh Lama Penyinaran Gelombang Mikro Terhadap Pembentukan Struktur dan Sifat Thermal Karbon Hitam dari Bambu Ori (Bambusa arundinacea dan Bambu Petung (Dendrocalamus asper

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahma Rei Sakura

    2013-03-01

    Full Text Available Bambu merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki bentuk batang tinggi, berongga, berbentuk bulat dan memiliki kekuatan yang baik. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh proses penyinaran gelombang mikro terhadap pembentukan struktur dan sifat thermal karbon hitam dari bambu ori (Bambusa arundinacea dan bambu petung (Dendrocalamus asper. Metode sintesis karbon hitam yaitu dengan melakukan penyinaran gelombang mikro dengan variasi lama penyinaran selama 1, 2, 3, 4, dan 5 menit, serta variasi daya 400, 600, dan 800 watt. Pengujian nilai kalor terhadap karbon hitam untuk mengetahui potensi bahan bakar. Perubahan gugus fungsi diuji dengan Fourier Transforms Infrared Spectrometer. Untuk mengidentifikasi senyawa atau fasa, dilakukan pengujian X-Ray Difraction. Struktur mikro akan dipelajari menggunakan uji Scanning Electron Microscope. Hasil dari pengujian tersebut yaitu semakin lama pemanasan gelombang mikro, maka berat sisa yang dihasilkan semakin sedikit. Semakin tinggi daya, maka karbon yang dihasilkan semakin homogen. Waktu pemanasan yang semakin lama, mengakibatkan karbon yang terbentuk semakin baik dan homogen.

  20. DESAIN TERAS ALTERNATIF UNTUK REAKTOR RISET INOVATIF (RRI DARI ASPEK NEUTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iman Kuntoro

    2015-03-01

    Full Text Available Berdasarkan dokumen kriteria pengguna dan fungsi utamanya, Reaktor Riset Inovatif (RRI dipersyaratkan dapat menghasilkan fluks neutron termal maksimum 1×1015 neutron cm-2s-1. Hal ini diperlukan agar reaktor RRI dapat digunakan untuk target yang membutuhkan fluks neutron tinggi. Dalam penelitian sebelumnya diperoleh bahwa desain reaktor RRI tidak mungkin menghasilkan fluks neutron tersebut jika menggunakan bahan bakar seperti yang digunakan reaktor RSG-GAS. Hal ini diduga karena dimensinya terlalu besar, mengingat fluks neutron berbanding terbalik dengan volume teras. Tujuan penelitaian ini adalah untuk mendapatkan desain teras alternatif reaktor RRI yang memenuhi persyaratan fluks neutron termal tersebut. Alternatif bahan bakar yang dipilih adalah yang dipakai di reaktor JMTR (Japan Material Testing Reactor yang berdimensi lebih kecil dibanding reaktor RSG-GAS. Disamping itu tinggi aktif teras divariasi 70 cm dan 75 cm. Desain teras dilakukan dengan perangkat analaitik WIMS-D5B, Batan-FUEL dan Batan-3DIFF. Teras alternatif menggunakan konsep konfigurasi teras kompak 5×5 dengan 4 elemen kendali jenis follower. Berdasarkan hasil perhitungan ada 3 (tiga teras alternatif yang dapat memenuhi persyaratan tersebut, termasuk teras menggunakan bahan bakar reaktor RSG-GAS dengan menambah tinggi aktifnya menjadi 70 cm dari 60 cm. Dengan menganalisis seluruh aspek, keselamatan serta efisiensi dan efektivitas reaktor, maka teras alternatif dengan bahan bakar tipe JMTR dengan tinggi aktif 70 cm merupakan teras alternatif yang terbaik. Kata kunci: neutronik, teras kompak, reaktor riset inovatif, fluks neutron termal tinggi   Based on its User Requirement Document and main function, RRI shall be able to provide a maximum thermal neutron flux of 1×1015 neutron cm-2s-1. The reason is that the RRI reactor can serve targets requiring a high neutron flux. From the previous results it was obtained that RRI design using fuel of RSG-GAS type was not possible to

  1. THERMAL-HYDRAULIC ANALYSIS OF SMR WITH NATURALLY CIRCULATING PRIMARY SYSTEM DURING LOSS OF FEED WATER ACCIDENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-09-01

    ABSTRAK Reaktor daya kecil modular (SMR memiliki beberapa keunggulan dibanding reaktor daya besar konvensional. Dengan disain yang lebih sederhana dan terintegrasi, penerapan hukum alamiah untuk sistem keselamatannya dan biaya modal yang rendah, reaktor ini sangat cocok untuk dibangun di Indonesia. Salah satunya disain SMR yang sedang dikembangkan menerapkan gaya penggerak alami untuk sistim pendingin primernya. Dengan disain seperti itu, adalah sangat penting untuk memahami implikasinya terhadap aspek keselamatan pada seluruh kondisi operasi. Salah satu yang perlu diinvestigasi adalah kecelakaan kehilangan air umpan (LoFW. Pada studi ini, dilakukan analisis kinerja thermal hidrolik SMR yang menggunakan sistim pendinginan primer sirkulasi alam saat kecelakaan LoFW. Tujuannya adalah untuk menginvestigasi karakteristik aliran sistem primer saat kecelakaan LoFW dan untuk memastikan apakah aliran sirkulasi alam cukup untuk memindahkan panas dari teras guna menjaga kondisi tetap aman selama kecelakaan tersebut. Metoda yang digunakan adalah dengan merepresentasikan sistem reaktor ke dalam model-model generik program RELAP5 dan melakukan simulasi numerik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setelah kejadian pemicu dan trip reaktor, pada sisi primer laju alirnya berfluktuasi secara signifikan dan temperatur pendinginnya menurun secara bertahap sedangkan  pada sisi sekunder kondisi uap berubah menjadi uap jenuh. Laju alir turun dari ~711 kg/detik menjadi ~263 kg/detik sebelum kembali naik lagi pada t=~46 detik. Saat laju alir di titik terendah, temperatur pusat bahan bakar dan fluida pendingin adalah sekitar  ~565 K dan  ~554 K, yang menujukkan bahwa temperatur bahan bakar masih jauh di bawah batas disain dan temperatur fluidanya juga berada di bawah titik saturasi. Keadaan ini menunjukkan bahwa saat transien kedua parameter utama termohidrolik reaktor tetap dalam kondisi yang dapat diterima sehingga dapat disimpulkan  bahwa saat  kecelakaan kehilangan air umpan, SMR

  2. Sea-level changes and crustal movements recorded along the east Adriatic coast

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Orlic, M.; Pasaric, M. [Zagreb Univ., Zagreb (Croatia). Andrija Mohorovicic Geophysical institute

    2000-08-01

    Sea-level changes in the Adriatic are investigated on the basis of monthly mean sea levels registered at Croatian tide-gauge stations Rovinj, Bakar, Split and Dubrovnik since the beginning of the 1950s. A comparison of sea-level anomalies with air-pressure anomalies recorded simultaneously at Pula, Rijeka, Split and Dubrovnik reveals a statistically significant relationship: a 1 mbar air-pressure change corresponds to a 1.8-2.0 cm sea-level change. The relationship enables sea-level anomalies to be corrected and, consequently, long term sea-level changes to be determined more reliably. A 20-year cycle observed in both the uncorrected and corrected anomalies is interpreted in terms of the global bidecadal signal and its regional manifestation in the Mediterranean. In order to minimize the effects of the bidecadal cycle, trends are analysed over a 30-year sliding window. The procedure reveals that the trends very along the Croatian coast from ca. 1mm/a in the North to zero to the South, with deceleration being visible at all the stations during the early 1970s. The finding is interpreted in terms of (a) global sea-level rise; (b) regional multidecadal sea-level variability, and (c) local tectonic movements. Multidecadal atmosphere above Europe and/or to the anthropogenic changes of the Mediterranean freshwater budget. Tectonic movements bring about a rising of the middle and south Adriatic budget. Tectonic movements bring about a rising of the middle and south Adriatic coast relatively to the north Adriatic coast at a 1 mm/a speed, with the Bakar area being characterized by anomalous crustal motions.

  3. ANALISIS EFEK KECELAKAAN WATER INGRESS TERHADAP REAKTIVITAS DOPPLER TERAS RGTT200K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zuhair Zuhair

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam high temperature reactor, koefisien reaktivitas temperatur yang didesain negatif menjamin reaksi fisi dalam teras tetap berada di bawah kendali dan panas peluruhan tidak akan pernah melelehkan bahan bakar yang menyebabkan terlepasnya zat radioaktif ke lingkungan. Namun masuknya air (water ingress ke dalam teras reaktor akibat pecahnya tabung penukar panas generator uap, yang dikenal sebagai salah satu kecelakaan dasar desain, dapat mengintroduksi reaktivitas positif dengan potensi bahaya lainnya seperti korosi grafit dan kerusakan material struktur reflektor. Makalah ini akan menganalisis efek kecelakaan water ingress terhadap reaktivitas Doppler teras RGTT200K. Kapabilitas koefisien reaktivitas Doppler untuk mengkompensasi reaktivitas positif yang timbul selama kecelakaan water ingress akan diuji melalui serangkaian perhitungan dengan program MCNPX dan pustaka ENDF/B-VII untuk perubahan temperatur bahan bakar dari 800K hingga 1800K. Tiga opsi kernel bahan bakar UO2, ThO2/UO2 dan PuO2 dengan tiga model kisi bahan bakar pebble di teras reaktor diterapkan untuk kondisi water ingress dengan densitas air dari 0 hingga 1.000 kg/m3. Hasil perhitungan memperlihatkan koefisien reaktivitas Doppler tetap negatif untuk seluruh opsi bahan bakar yang dipertimbangkan bahkan untuk posibilitas water ingress yang besar. Efek water ingress lebih kuat pada model kisi dengan fraksi packing lebih rendah karena lebih banyak volume yang tersedia untuk air yang memasuki teras reaktor. Efek water ingress juga lebih kuat di teras uranium dibandingkan teras thorium dan plutonium sebagai konsekuensi dari fenomena Doppler dimana absorpsi neutron di daerah resonansi 238U lebih besar daripada 232Th dan 240Pu. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa, koefisien Doppler teras RGTT200K mampu mengkompensasi insersi reaktivitas yang diintroduksi oleh kecelakaan water ingress. Teras RGTT200K dengan bahan bakar UO2, ThO2/UO2 dan PuO2 dapat mempertahankan fitur keselamatan

  4. EFEK PERLAKUAN KIMIAWI DAN HIDROTERMOLISIS PADA BIOMAS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L. SEBAGAI SUBSTRAT PRODUKSI BIOETANOL The Effects of Chemical and Hydrothermolysis Pretreatment of Corn Stover Biomass (Zea mays L. as The Bioethanol Production Substrate

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wagiman Wagiman

    2012-05-01

    . Setelah hidrotermolisis, 52,40 % selulosa dan 31,84 % hemise­lulosa terlarut ke dalam air, sedangkan substrat fraksi padat memiliki komposisi selulosa 42,68 %, hemisellulosa 34,68%. Penurunan kristalinitas selulosa terjadi pada substrat dari daun, tongkol, dan kelobot. Hasil SEM mengindikasikanterbentuknya pori­pori pada substrat padat yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas hidrolisis enzimatik.

  5. Penerapan Sistem Remunerasi dan Kinerja Pelayanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Wisesa Soetisna

    2015-08-01

    Full Text Available Remunerasi dapat memengaruhi motivasi pegawai sekaligus meningkatkan kinerjanya. Demikian halnya di rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang padat modal, sumber daya manusia serta padat ilmu dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pegawai terhadap implementasi sistem remunerasi dan kinerja unit pelayanan bedah jantung dewasa (UPBJD di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif. Desain penelitian kuantitatif adalah potong lintang menggunakan instrumen kuesioner self-assessment. Sedangkan desain penelitian kualitatif adalah deskriptif, dilakukan melalui focus group discussion dan telaah dokumen pada data berupa buku jadwal, buku registrasi, catatan keperawatan, dan rekam medis. Pengambilan data dilakukan pada tahun 2013 di salah satu rumah sakit di Jakarta. Responden/informan adalah staf medis fungsional, perawat, dan petugas administrasi berjumlah 29 orang. Data dianalisis secara univariat (metode kuantitatif, dan content analysis (metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar staf medis fungsional dan perawat tidak puas (71,2% dengan beberapa hal dalam penerapan sistem remunerasi, seperti pada sistem penggajian dan penentuan grading. Terlihat kinerja unit pelayanan bedah jantung dewasa mengalami kenaikan setiap tahun sebelum dan setelah penerapan sistem remunerasi. Diharapkan agar rumah sakit ini dapat memperbaiki sistem remunerasi yang sesuai ketentuan kebijakan dan menyusun formulasi insentif dan bonus yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini serta perlu dilakukan sosialisasi yang tepat dan evaluasi secara berkala. Implementation of Remuneration System and Service Performance Remuneration can influence worker`s motivation, and improve their performance. Likewise in hospital as capital-intensive, human resources-intensive as well as knowledge and technology-intensive health care institution. This study aimed to analyze employee

  6. PERBAIKAN MUTU BUNGKIL KOPRA MELALUI BIOPROCESSING UNTUK BAHAN PAKAN IKAN BANDENG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2014-12-01

    Full Text Available Bungkil kopra adalah hasil ikutan dari ekstraksi minyak dari daging buah kelapa kering yang masih mengandung protein sekitar 16%-18% dan berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ikan. Faktor pembatas penggunaan bungkil kopra adalah kualitas nutrisi yang rendah antara lain karena kandungan lemak kasarnya agak tinggi dan mudah tengik sehingga perlu peningkatan ketersediaan biologisnya melalui fermentasi menggunakan mikroorganisme. Mikroba yang digunakan terdiri atas (A Aspergillus niger, (B Saccharomyces cereviceae, (C Rhizopus sp., dan (D Bacillus subtilis. Bungkil kopra yang sudah difermentasi kemudian dikeringkan dan ditepungkan, lalu dilakukan analisis proksimat, uji ketengikan dengan menentukan bilangan peroksidanya, dan komposisi asam aminonya. Juga dilakukan analisis kecernaannya untuk ikan bandeng ukuran sekitar 50 g dengan metode marker menggunakan krom oksida (Cr2O3. Dari hasil penelitian ini diperoleh fermentasi dapat meningkatkan kandungan protein bungkil kopra 21%-42% dan menurunkan kandungan lemak dan serat kasarnya masing-masing 50% dan 27% pada fermentasi menggunakan Rhizophus sp., serta menurunkan bilangan peroksida 10%-47%. Nilai koefisien kecernaan protein dan lemak bungkil kopra yang difermentasi dengan Rhizopus sp., A. niger, dan S. cereviceae lebih tinggi masing-masing 10%-11% dan 9%-13% dibanding bungkil kopra yang difermentasi dengan B. subtilis dan tanpa fermentasi. Bungkil kopra hasil fermentasi dengan Rhizopus  sp. mengalami peningkatan kualitas nutrisi yang terbaik untuk bahan pakan ikan bandeng.

  7. PRODUKSI BIODIESEL MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa HASIL DEKOMPOSISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldes Lesbani

    2013-11-01

    Full Text Available Biodisel telah diproduksi dari minyak jelantah melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis hasil dekomposisi kerang darah. Kerang darah didekomposisi pada berbagai temperatur dimulai dari 600-1100oC pada kondisi udara terbuka menggunakan furnace.Produk dekomposisi dianalisa menggunakan difraktometer X-Ray.Hasil penelitian menunjukkan temperatur optimum dekomposisi kerang darah terjadi pada temperatur 900oC.Pola XRD produk dekomposisi pada 900 oC mirip dengan pola XRD kalsium oksida standar. Penggunaan katalis hasil dekomposisi untuk produksi biodiesel menghasilkan viskositas dan densitas biodiesel sebesar 5,81 mm2/s dan 0,87 g/cm3. Hasil ini sesuai dengan standar biodiesel dari SNI yakni viskositas dan densitas yang disyaratkan SNI sebesar 2,3-6,0 mm2/s dan 0,85-0,89 g/cm3. Biodiesel was produced from waste cooking oil by transestrification reaction using decomposed cockle shell as catalyst. Cockle shell was decomposed at various temperatures ranging from 600-1100oC in open air condition using furnace. The decomposed product was analyzed using X-Ray diffractometer. The results showed that the optimum temperature for decomposition of cockle shell was at 900 oC. The XRD pattern of decomposed product at 900oC was similar with XRD pattern of calcium oxide standard. The use of decomposed shell to produce biodiesel resulted viscosity and density of biodiesel 5.81 mm2/s and 0.87 g/cm3, respectively. These results are appropriate with biodiesel standard form SNI where the viscosity and density of biodiesel from SNI value were 0.85-0.89 g/cm3 and 2.3-6.0 mm2/s.

  8. PENYEBARAN KEKUATAN DARI KOLOM YANG TERBUAT DARI LIMBAH KARBIT DAN KAPUR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gogot Setyo Budi

    2003-01-01

    Full Text Available A method commonly used to stabilize expansive soils is mixing the soil with foreign materials. The main obstacle raised from soil stabilization in the field is the difficulty in mixing process. This paper presents the strength distribution in soft soil due to the addition of single columns of quicklime and carbide waste- product from gas industry that contains Calcium Oxide (CaO up to 60%. The results show that the addition of columns filled with carbide waste product and quicklime increase the shear strength of surrounding soil. The spreading of the strength tends to follow a unique pattern, that the increase of soil shear strength at a certain normalized-distance, S (in column diameter D from the column axis is constant. A significant increase of strength occurs in the area closer to the column, and it decreases with the distance from the column. Abstract in Bahasa Indonesia : Metode yang umum dipakai untuk menstabilisasi tanah adalah mencampur tanah asli dengan material lain. Kendala utama yang timbul pada stabilisasi tanah di lapangan adalah kesulitan pada proses pencampuran. Makalah ini mempresentasikan penyebaran kekuatan tanah akibat kolom tunggal yang terbuat masing-masing dari kapur aktif dan limbah karbit, yang mengandung unsur Calsium Oksida (CaO sampai 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kolom limbah karbit dan kolom kapur dapat meningkatkan kekuatan tanah di sekitarnya. Penyebaran kekuatan tanah di sekitar kolom kapur dan limbah karbit cenderung mengikuti suatu pola yang unik, yaitu bahwa peningkatan kekuatan tanah pada jarak (yang dinormalisasikan dengan diameter kolom D adalah tetap. Peningkatan kekuatan geser tanah yang signifikan terjadi di daerah dekat kolom dan peningkatan ini mengecil seiring dengan jarak dari kolom.

  9. PERTUMBUHAN SPORA RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN HORMON PENGATUR PERTUMBUHAN PADA TANAMAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Emma Suryati

    2016-11-01

    Full Text Available Perbaikan mutu genetik rumput laut Gracilaria verrucosa dapat dilakukan melalui perkawinan silang dari spora atau melalui fusi protoplas. Perkembangan spora rumput laut sangat tergantung pada media tumbuh dan kondisi lingkungan dimana spora tersebut berada. Untuk memacu perkembangan spora pada kondisi laboratorium, diperlukan perlakuan khusus agar spora dapat tumbuh dan bertahan hidup. Pemberian kinetin yang berfungsi sebagai hormon perangsang tumbuh pada tanaman dapat mempercepat pertumbuhan dari spora membentuk anakan baru. Konsentrasi kinetin yang digunakan berkisar antara 0,5–2 mg/L. Sintasan spora dan pertumbuhan yang optimum diperoleh pada pemberian kinetin 1 mg/L baik pada media padat maupun pada media cair. Pemeliharaan anakan rumput laut secara in vitro dipertahankan hingga mencapai ukuran 2 cm. Genetic improvement of seaweed, G. verrucosa can be done through spore cross breeding or protoplast fusion. Seaweed spore development is very dependent on the medium and environment where the spore grows. To stimulate the development of the spore in laboratory, special treatment is needed in order to foster spore growth and survival. Kinetin treatment as a plant growth regulator can stimulate the growth of seaweed from spore to bud. Applied kinetin range was 0.5–2 mg/L. Optimum survival rate and growth of spore achieved by the addition of 1 ppm kinetin concentration both in solid and liquid media. In vitro nursery of buds was continued until the buds reached 2–3 cm in size.

  10. Analysis of Pyrazine and Volatile Compounds in Cocoa Beans Using Solid Phase Microextraction

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Misnawi Jati

    2011-05-01

    Full Text Available Analisis pirazin dan senyawa volatil pada biji kakao dilakukan dengan perangkat mikroekstraksi fase padat (solid phase micro extraction, SPME, untuk mengembangkan metode ekstraksi tanpa pelarut yang efisien. Perangkat SPME dilengkapi fiber stableflex dengan polimer DVB/Carboxen/PDMS yang menjerap senyawa volatil di area headspace. Biji kakao terfermentasi disangrai dan diambil lemaknya untuk ditempatkan dalam botol bertutup septa. Sampel dipanaskan pada suhu 70OC dan serat SPME ditusukkan menembus septa untuk mengekstrak senyawa volatil dari lemak kakao selama 30 menit. Senyawa volatil lemak kakao akan dijerap oleh serat SPME dan dilepaskan kembali untuk analisis kromatografi gas. Penelitian menunjukkan pirazin dan senyawa volatil yang diekstrak oleh serat SPME dapat terdeteksi dengan baik oleh kromatografi gas. Area puncak yang dihasilkan SPME meliputi 2,83–5,35% dari area puncak yang dihasilkan syringe, kendati demikian kemampuan ekstraksi SPME dapat disetarakan dengan syringe. Lima jenis pirazin yang sering terdapat di biji kakao telah diidentifikasi, meliputi metil pirazin (2MP; 2,3 dan 2,5-dimetilpirazin (DMP; dan 2,3,5 trimetilpirazin (TrMP dan tetrametil pirazin (TMP. Senyawa lainnya juga terdeteksi meliputi alkohol, asam karboksilat, aldehida, keton, ester, pirazin, amin dan senyawa volatil lainnya, dan diketahui erat kaitannya dengan aroma khas cokelat. Keberhasilan SPME dalam ekstraksi pirazin dan senyawa volatilsemi volatil yang berperan penting dalam pembentukan aroma cokelat menandakan SPME dapat digunakan lebih lanjut untuk analisis citarasa.

  11. Analisis Perpindahan Moda dari Taksi dan Mobil Pribadi ke Bus Damri di Bandar Udara Juanda Surabaya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Devina Octavianti

    2012-09-01

    Full Text Available Pesatnya pertumbuhan penumpang di Bandar Udara Juanda yang terjadi pada setiap tahunnya, menyebabkan meningkatnya jumlah pengguna taksi dan mobil pribadi. Semakin bertambah pengguna taksi dan mobil pribadi tersebut, maka semakin padat kendaraan yang memenuhi ruas jalan akses ke dan dari Bandar Udara Juanda Surabaya. Dalam tugas akhir ini dilakukan analisa untuk mengetahui jumlah penumpang yang bersedia untuk berpindah moda dari taksi dan mobil pribadi ke bus Damri di Bandar Udara Juanda Surabaya. Data primer diperoleh dari hasil survey kuisioner penumpang taksi dan mobil pribadi dengan teknik stated preference. Metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah metode logit biner. Dari hasil analisa, terlihat bahwa penumpang dengan penghasilan Rp. 2 juta – Rp. 5 juta dan berasal tujuan dari kota luar Surabaya lebih dominan menggunakan mobil pribadi daripada taksi. Probabilitas perpindahan moda dari taksi ke bus Damri adalah 22%  untuk bus dengan tarif Rp. 20.000 dan waktu tempuh 35 menit. Sedangkan probabilitas perpindahan moda dari mobil pribadi ke bus Damri adalah 66% untuk bus dengan tarif Rp. 15.000 dan waktu tempuh 35 menit.

  12. SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA OKSOTRINUKLIR [Cr3O(OOCC6H56(H2O3](NO3×nH2O

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aldes Lesbani

    2013-11-01

    Full Text Available Senyawa oksotrinuklir telah disintesis menggunakan kromium nitrat dan asam benzoat dalam etanol pada temperatur 80 oC selama 1 jam.Kristal senyawa oksotrinuklir hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FTIR, 1H NMR padat, X-Ray Difraktometer, TGA, dan MS dengan teknik ionisasi dingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa oksotrinuklir mempunyai vibrasi yang khas pada bilangan gelombang 671 cm-1(ν Cr3-O. Identifikasi dengan spektrometer massa dalam asetonitril sebagai pelarut menunjukkan fragmentasi pada m/z: 1021.83 [Cr3O(OOCC6H56(MeCN3]+, 998,80 [Cr3O(OOCC6H56(MeCN2(H2O]+, 980,79 [Cr3O(OOCC6H56(MeCN2]+, 939,73 [Cr3O(OOCC6H56(MeCN]+. Puncak yang lebar dan besar pada spektrum 1H NMR menunjukkan bahwa kromium yang bersifat paramagnetic di dalam senyawa. Pola XRD menunjukkan bahwa senyawa oksotrinuklir adalah kristalin dan hasil termogravimetri menunjukkan senyawa oksotrinuklir stabil sampai suhu 174 oC dan mempunyai 5 mol air kristal. Dari hasil karakterisasi FTIR,1H NMR, XRD, TGA, dan MS dapat disimpulkan bahwa senyawa yang terbentuk adalah [Cr3O(OOCC6H56(H2O3](NO3×5H2O.

  13. MAT FOR LEPTOSPIROSIS DIAGNOSIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Esti Rahardianingtyas.

    2014-06-01

    Full Text Available Leptospirosis is a disease caused by bacterial infection leptospira interrogans.Leptospira bacteria is a spiral bacterium with solid strands with two flagella periplasmik.Septicaemic phase patient samples taken from the blood and cerebrospinal fluid, whereassamples taken at phase immune extracted from urine. The diagnosis of leptospirosis occurdirectly or indirectly. Diagnosis is done by directly isolate and identify the causative agents ofthe agent. Diagnosis is done indirectly by detecting specific antibodies from the patient's body.Gold Standard of the diagnosis of leptospirosis is MAT. Mat made by reacting antibodies toleptospira antigen. Positive results seen with clump formed.Key words: Leptospirosis, Leptospirosis Diagnostic, MAT (Microscopic Agglutination Test Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri leptospirainterrogans. Bakteri leptospira merupakan bakteri spiral dengan untaian yang padat dengan duaflagella periplasmik. Sampel pasien pada fase septicaemic diambil dari darah dan cairanserebrospinal, sedangkan sampel yang diambil pada fase immune diambil dari urine. Diagnosisleptospirosis dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Diagnosis secara langsungdilakukan dengan cara mengisolasi agen penyebab dan mengidentifikasi agen tersebut. Diagnosissecara tidak langsung dilakukan dengan cara mendeteksi antibodi spesiflk dari dalam tubuhpasien. Gold Standart dari diagnosis leptospirosis adalah MAT. Mat dilakukan dengan caramereaksikan antibodi dengan antigen leptospira. Hasil positif dilihat dengan terbentuk gumpalanagglutinasiKata kunci: Leptospirosis, Leptospira, Leptospirosis Diagnosis.

  14. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mengurangi Angka Pengangguran Di Kabupaten Sampang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rina Nur Azizah

    2015-07-01

    Full Text Available Pengangguran di negara Indonesia merupakan permasahan yang sulit dihilangkan dari kehidupan manusia, akan tetapi permasalahan pengangguran tidak dibiarkan begitu saja. Tingginya tingkat pengangguran disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya besarnya angkatan kerja yang tidak seimbang dengan kesempatan kerja serta tingkat pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki masyarakat Indonesia sangat rendah. Penelitian ini memberikan gambaran tentang pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sampang sekaligus menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat. Berdasarkan hasil pembahasan dari penelitian dapat disimpulkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui pelayanan publik dengan anggaran APBN dimana jenis kegiatan meliputi Teknologi Tepat Guna (TTG, Padat Karya dan Tenaga Kerja Mandiri(TKM yang bertujuan untuk mengupayakan ketersediaan kesempatan kerja disektor informal bagi para pencari kerja melalui pembentukan kelompok usaha kecil dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia. Fokus kegiatan ini adalah memfasilitasi pelayanan program kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu tahap seleksi lokasi, sosialisasi pemberdayaan masyarakat, proses pemberdayaan masyarakat, pemandirian masyarakat, monitoring dan evaluasi. Hasil yang dicapai dari keseluruhan program kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasimampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sampang lebih kurang 3%. Faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi angka pengangguran adalah : faktor pendukung meliputi ketersediaan anggaran APBN, adanya komitmen Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, adanya semangat kebersamaan dan gotong royong, adanya pihak lain seperti UPT BLK Kabupaten Sumenep. Sedangkan faktor penghambat meliputi lemahnya koordinasii kerja, kurang optimalnya

  15. UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TAMBAK DI TANAH SULFAT MASAM DENGAN MENGURANGI UNSUR TOKSIK DARI PEMATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brata Pantjara

    2016-11-01

    Full Text Available Kegagalan budi daya udang windu di tambak tanah sulfat masam disebabkan adanya kelarutan unsur toksik dalam tambak yang diduga berasal dari pematang terutama pada saat hujan lebat. Oleh karena itu, dalam pemanfaatan untuk tambak di lahan semacam ini diperlukan upaya mencegah terjadinya kelarutan senyawa toksik tersebut melalui perbaikan pematang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pematang tambak yang baik di tanah sulfat masam terhadap peningkatan kualitas air dan pertumbuhan serta sintasan udang windu. Penelitian dilakukan di Instalasi Tambak Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros. Sebanyak 9 tambak berukuran luasan 800 m2 dan padat penebaran tokolan udang windu 5 ekor/m2. Pemeliharaan terhadap hewan uji dilakukan selama 12 minggu. Perlakuan kondisi pematang adalah pematang yang dilapisi kapur (A; Pematang yang permukaannya ditambah dolomit (B; Pematang yang permukaannya dilapisi plastik (C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tambak dengan kondisi pematang pada A dan C menghasilkan kualitas air yang lebih baik dibandingkan B. Semua perlakuan kondisi pematang menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05 terhadap pertumbuhan udang windu. Kondisi pematang pada perlakuan A dan C di tambak tanah sulfat masam berpengaruh nyata (P0.05. The pond dyke condition to A and C treatments in acid sulphate soil was significantly (P<0.15 to compare with B treatment to survival rate. The survival rate was obtained by the end of research each to the A and C treatments were 29.86% and 28.82% and B treatment was 6.1%.

  16. Perawatan Pulpektomi Secara Singkat Pada Gigi Sulung Nekrotik (Laporan Kasus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sarworini Bagio Budiardjo

    2015-10-01

    Full Text Available Perawatan pulpektomi gigi sulung nekrotik akibat atrisi, trauma atau karies yakni pembuangan seluruh jaringan pulpa nekrotik dan menggantikannya dengan bahan pengisi yang padat, dapat diresorbsi serta tampak secara radiografis. Tujuannya antara lain untuk mempertahankan gigi sulung sampai saatnya digantikan dengan gigi tetap pengganti. Perkembangan, anatomi dan histologi gigi sulung membedakan teknik perawatan pulpektomi gigi sulung dan gigi tetap.Indikasinya adalah gigi sulung nekrotik tanpa peradangan periapikal, mahkota mendukung sterilisasi dan dapat direstorasi serta resorbsi akar fisiologis kurang dari sepertiga akar.Kesulitan perawatan terutama karena bentuk saluran akar yang sangat bervariasi dan resorbsi akar yang tidak beraturan. Tahap perawatan terdiri dari persiapan gigi, sterilisasi, pengisian dan restorasi.Keempat tahap dapat diselesaikan dalam satu kali kunjungan.Pada keadaan dimana terjadi kesulitan persiapan gigi, maka tindakan pengisian saluran akar dan restorasi ditunda 1 minggu kemudian, sehingga perawatan pulpektomi diselesaikan dalam 2 kali kunjungan.Dalam laporan kasus, perawatan pulpektomi dilakukan pada gigi insisif dan molar sulung dengan teknik 1-2 kali kunjungan.Sebagai bahan sterilisasi saluran akar digunakan formokresol dan bahan pengisi campuran zinkoksid-eugenol.  

  17. ADENOKARSINOMA DUKTAL PANKREAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diah Widityasari

    2015-07-01

    Full Text Available Kanker pankreas merupakan penyebab tersering keempat dari kematian akibat kanker dan mengenaiusia  dekade  enam  sampai  delapan  di negara maju,  tetapi  jarang  terjadi  di  Indonesia. Kasus  inidibahas karena mengenai usia lebih muda. Penderita laki-laki usia 37 tahun datang dengan keluhanmata berwarna kuning dan gatal-gatal seluruh tubuh. Pemeriksaan laboratorium didapatkan kadarbilirubin direct 12,51 mg/dL, bilirubin indirect 9,74 mg/dL, bilirubin total 22,25 mg/dL, SGOT 77,10 U/L, SGPT 115,40 U/L dan CA19-9 > 500.00 u/L. Ultrasonography dan computerized tomography scanningmenunjukkan pembesaran kaput pankreas, obstruksi intra dan ekstrahepatik. Pemeriksaan makros-kopis, berupa tumor kaput pankreas ukuran 3x2,5x1 cm, putih kekuningan, padat kenyal, batas tidaktegas, meluas ke duodenum. Mikroskopis, tumor terdiri dari struktur kelenjar dan glandular irregularinfiltratif di antara parenkim pankreas, produksi musin berkurang, inti pleomorfik sedang, anak intiprominen, mitosis  9/10LPB. Tampak  stroma  desmoplastik  dan  invasi  perineural. Pemeriksaanhistokimia PAS  dan  imunohistokimia CK7  dan CK19  positif. Pasien  didiagnosis  adenokarsinomaduktal grade II berdasarkan temuan klinis, laboratorium, radiologis, makroskopis, mikroskopis yangkhas serta pemeriksaan histokimia dan imunohistokimia. [MEDICINA 2014;45:188-192].

  18. PEMANFAATAN BIOFLOK PADA BUDIDAYA UDANG VANAME ( Litopenaeus vannamei INTENSIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brata Pantjara

    2012-04-01

    Full Text Available Masalah utama pada budidaya udang intensif adalah menurunnya kualitas air di tambak yang layak selama pemeliharaan dan munculnya penyakit. Upaya mengurangi permasalahan tersebut adalah pemanfaatan bioflok di tambak. Bioflok merupakan campuran dari berbagai mikroba (fitoplankton, zooplankton, protozoa, detritus, dan partikel organik. Teknologi bioflok dapat meningkatkan kualitas air, meminimalkan pergantian air, efisiensi pakan, dan menghambat berkembangnya penyakit selama budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bioflok terhadap produksi udang vaname intensif. Penelitian dilakukan pada tambak beton ukuran 2.000 m2 milik masyarakat di Desa Hanura Kecamatan Pasawaran, Lampung. Padat penebaran udang vaname adalah 100 ekor/m2. Perlakuan yang dicoba adalah (A budidaya udang vaname intensif sistem bioflok dan (B budidaya udang vaname intensif tanpa bioflok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi tertinggi diperoleh pada perlakuan bioflok yaitu 10.375 kg/ha dengan bobot udang rata-rata 13,8 g/ekor, sintasan 75%, dan RKP 1,3. Sedangkan tanpa bioflok memperoleh produksi 9.176 kg/ha dengan bobot udang rata-rata 12,0 g/ekor, sintasan 76%, dan RKP 1,6.

  19. BUDI DAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei POLA TRADISIONAL PLUS DI KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erfan A. Hendarajat

    2007-12-01

    Full Text Available Udang merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan dalam program revitalisasi perikanan, di samping rumput laut dan tuna. Pada awalnya, jenis udang yang dibudidayakan di air payau adalah udang windu, namun setelah mewabahnya penyakit terutama WSSV yang mengakibatkan menurunnya usaha budi daya udang windu, pemerintah kemudian mengintroduksi udang vannamei pada tahun 2001 untuk membangkitkan kembali usaha perudangan di Indonesia dan dalam rangka diversifikasi komoditas perikanan. Untuk mengembangkan budi daya udang kedepan, upaya-upaya yang dilakukan pemerintah antara lain: (i Revitalisasi tambak intensif dengan udang vannamei seluas 7.000 ha dengan produktivitas 30 ton/ha/tahun, (ii revitalisasi tambak tradisional seluas 140.000 ha (40% dari tambak tradisional dengan produktivitas 600--700 kg/ha/tahun, (iii impor vannamei SPF/SPR, (iv pengembangan induk SPF vannamei dalam negeri, (v revitalisasi backyard hatchery  (HSRT, (vi penerapan sertifikasi, (vii pengembangan laboratorium, dan (viii pengembangan sarana/prasarana (Nurjana, 2005. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam usaha budi daya udang vannamei pola tradisional plus antara lain: persiapan tambak, kualitas benih, teknik penebaran, padat penebaran, manajemen pakan, pemeliharaan kualitas air, dan teknik panen. Tulisan ini menjelaskan secara ringkas mengenai teknologi budi daya udang vannamei pola tradisional plus di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang dapat dilakukan oleh pembudi daya udang.

  20. CISADANE RIVER WATER POLLUTION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kumoro Palupi

    2012-09-01

    Full Text Available Sungai Cisadane berfungsi sebagai sumber air baku untuk sistem penyediaan air bersih wilayah Serpong dan Tangerang, Kabupaten Tangerang. Meskipun demikian, sungai Cisadane berfungsi pula sebagai tempat pembuangan limbah bagi rumah tangga dan industri yang berlokasi di sepanjang sungai tersebut. Untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat pencemaran airnya, pada bulan September 1992 telah dilakukan pengambilan sampel air sungai Cisadane. Sampel air diambil di sebelah hulu intake instalasi pengolahan air di Cikokol (Tangerang dan Serpong, masing-masing sebanyak lima dan tiga lokasi. Sebanyak 21 parameter dianalisis, kemudian dihitung Individual Index (II dan Pollution Index (PI - nya. Hasil yang diperoleh, yang menggambarkan kualitas pencemaran air sungai Cisadane pada saat itu, adalah sebagai berikut : Tangerang PI=1891. Pencemar utama adalah fenol, dengan II- 110 dan lemak & minyak, dengan II = 2670.Serpong, PI=574. Pencemar utama adalah fenol, dengan 11 = 810 Parameter lain yang mempunyai II > 1 adalah oksigen terlarut, fosfat, zat besi, fecal coli, nitrat, COD dan zat padat tersuspensi. Hasil tersebut menggambarkan baliwa sungai Cisadane telah tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga, serta mungkin pula telah tercemar oleh limbah pertanian, peternakan dan perbengkelan.

  1. STUDY ON DISCHARGE HEAT UTILIZATION OF 250 MWe PCMSR TURBINE SYSTEM FOR DESALINATION USING MODIFIED MED

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andang Widiharto

    2015-03-01

    Full Text Available PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor is one type of Advanced Nuclear Reactors. The PCMSR has benefit charasteristics of very efficient fuel use, high safety charecteristic as well as high thermodinamics efficiency. This is due to its breeding capability, inherently safe characteristic and totally passive safety system. The PCMSR design consists of three module, i.e. reactor module, turbine module and fuel management module. Analysis in performed by parametric calculation of the turbine system to calculate the turbine system efficiency and the hat available for desalination. After that the mass and energi balance of desalination process are calculated to calculate the amount of distillate produced and the amount of feed sea water needed. The turbine module is designed to be operated at maximum temperature cycle of 1373 K (1200 0C and minimum temperature cycle of 333 K (60 0K. The parametric calculation shows that the optimum turbine pressure ratio is 4.3 that gives the conversion efficiency of 56 % for 4 stages turbine and 4 stages compressor and equiped with recuperator. In this optimum condition, the 250 MWe PCMSR turbine system produces 196 MWth of waste heat with the temperature of cooling fluid in the range from 327 K (54 0C to 368 K (92 0C. This waste heat can be utilized for desalination. By using MMED desalination system, this waste heat can be used to produce fresh water (distillate from sea water feed. The amount of the destillate produced is 48663 ton per day by using 15 distillation effects. The performance ratio value is 2.8727 kg/MJ by using 15 distillation effects. Keywords: PCMSR, discharged heat, MMED desalination   PCMSR (Passive Compact Molten Salt Reactor merupakan salah satu tipe dari Reaktor Nuklir Maju. PCMSR memiliki keuntungan berupa penggunaan bahan bakar yang sangat efisisien, sifat keselamatan tinggi dan sekaligus efisiensi termodinamika yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan pembiakan bahan bakar, sifat

  2. Kombinasi Boraks dan Asam Borat sebagai Bahan Penghambat Api dan Antirayap Pada Kayu Meranti Merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahdi Santoso

    2015-01-01

    Full Text Available Kayu mempunyai sifat yang mudah terbakar dan sebagian besar mempunyai keawetan alami yang rendah. Perbaikan kualitas kayu dilakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut, salah satunya dengan mengimpregnasikan bahan kimia yang bersifat menghambat api dan beracun terhadap organisme perusak kayu. Tujuan penelitian ini adalah melihat kemampuan boraks:asam borat (1:1 untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering dan mengetahui proses pengawetan yang efektif. Penelitian ini menggunakan kayu meranti merah (Shorea spp berukuran 6 x 15 x 500 cm. Waktu pengawetan adalah 1, 2, dan 3 jam serta konsentrasi bahan pengawet 7% dalam 5 ulangan. Metode pengawetan menggunakan metode sel kosong dengan tekanan 12 kg/cm2 . Pengujian ketahanan terhadap api mengacu pada ASTM E 69-02 prosedur B, pengujian ketahanan terhadap rayap kayu kering mengacu pada metode rayap makan tanpa pilihan. Parameter yang diamati ialah absorpsi, retensi aktual, intensitas bakar, suhu pembakaran maksimal, lama pembaraan, mortalitas rayap kayu kering, pengurangan berat contoh uji, derajat kerusakan dan kondisi fisik sampel setelah uji bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi boraks:asam borat (1:1 memiliki efektivitas yang tinggi untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering. Proses pengawetan yang paling efektif adalah lama penekanan 2 jam dengan absorpsi 331 kg/m3 ; retensi aktual 28,8 kg/m3 ; intensitas bakar 10,9%; suhu pembakaran maksimal 140ºC; lama pembaraan 1,03 menit; mortalitas rayap kayu kering 100%; pengurangan berat contoh uji 0,002%; serta derajat kerusakan kategori ringan. Katakunci: penghambat api, anti rayap, boraks, Shorea spp, Cryptotermes cynocephalus   Borax and Boric Acid Combination As Fire Retardant and Anti-termite Agents on Red Meranti Wood Abstract Woods have properties which are easy to be ignited by fire and most of them have a low natural durability. Therefore, it is required to

  3. SINTESIS BIODISEL DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KOH UNTUK TAHAPAN TRANSESTERIFIKASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Dewi Kusumaningtyas

    2013-05-01

    Full Text Available Bahan bakar yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel atau fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel berasal dari minyak nabati yang dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik, dan mudah diperoleh. Pada penelitian ini digunakan minyak biji karet untuk sintesis FAME. Proses utama dalam pembuatan FAME adalah transesterifikasi. Penelitian ini mengkaji hasil optimum dari variasi konsentrasi katalis KOH dan suhu reaksi pada reaksi transesterifikasi. Preparasi minyak biji karet dengan menggunakan arang aktif granular diikuti dengan degumming. Reaksi esterifikasi dilaksanakan pada kondisi operasi 500 C selama 1 jam, katalis asam sulfat (98% sebesar 0,5% volume minyak, dan metanol sebesar 20% volume minyak. Reaksi transesterifikasi dilaksanakan selama 1 jam, serta perbandingan volume minyak dan metanol sebesar 4:1. Analisis kadar metil ester yang terbentuk, jumlah komponen, dan komposisinya yang terdapat pada senyawa hasil dilakukan dengan menggunakan alat GC. Kondisi operasi terbaik pada transesterifikasi minyak biji karet menjadi metil ester adalah pada katalis KOH 1% dan suhu 60 0C. Berdasarkan uji sifat-sifat fisis, metil ester yang dihasilkan belum semua memenuhi mutu sifat fisis biodiesel yang disyaratkan. The most widely used fuel is diesel fuel or fatty acid methyl ester (FAME. Biodiesel is derived from vegetable oil that can be renewed, can be produced periodically, and easy to obtain. In this research, the rubber seed was used for synthesizing the FAME. The main process in the production of FAME is transesterification. This study examined the optimum result from variations of the concentration of KOH catalyst and the reaction temperature on the transesterification reaction. Preparation of the rubber seed oil using granular activated charcoal was followed by degumming. Esterification reaction was carried out at 50 oC for 1 h with the sulfuric acid catalyst of 0.5% by volume of oil and methanol of 20% by the volume of

  4. KINETIKA REAKSI ESTERIFIKASI GLISEROL DAN ASAM ASETAT MENJADI TRIACETIN MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hantoro Satriadi

    2015-12-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif yang diharapkan dapat menggantikan bahan bakar diesel. Gliserol merupakan produk dengan produksi biodiesel dari reaksi transesterifikasi. Gliserol saat diesterifikasi dengan asam asetat untuk membentuk triacetin. Kegunaan triacetin sangat baik untuk makanan dan non makanan. Untuk bahan makanan, triacetin dapat digunakan sebagai bahan aroma dalam permen, minuman dari susu, minuman ringan dan permen karet. Adapun non-makanan dapat digunakan untuk pelarut pada parfum, tinta cetak, pelarut dalam rasa, plasticizer untuk resin selulosa, polimer dan co-polimer, bahkan dapat digunakan sebagai bahan aditif bahan bakar untuk mengurangi knocking di mesin mobil. Dalam penelitian ini akan diperoleh kondisi optimum pembuatan triacetin. Volume total gliserol dan asam asetat 600 ml, kecepatan pengadukan 100 rpm dan berat katalis adalah 5% berat gliserol. Dalam penelitian ini proses analisis kualitatif dengan menggunakan instrumen FTIR telah mendeteksi adanya produk triacetin. Hasil analisis kuantitatif diperoleh persamaan kecepatan reaksi esterifikasi dan kondisi optimum yang dihasilkan pada rasio mol reagen gliserol dan asam asetat 1:7 dengan temperatur 120 oC pada menit ke-5 dengan nilai konversi sebesar 67,63%. [Title: Kinetics of Esterification Reaction of Triacetin Formation from Glycerol and Acetic Acid Using Sulfuric Acid Catalyst] Biodiesel, as one of alternative energy, is expected to replace diesel fuel. Glycerol is a by product of biodiesel production from transesterification reaction. The glycerol was esterified with acetic acid to form triacetin. The triacetin was useful for food and non- food application. For food application, the triacetin can be used as a fragrance ingredient in candy, beverages from milk, soft drinks and chewing gum. Meanwhile, for non-food materials, it can be used for solvent triacetin on perfumes, printing ink, solvent in flavor, plasticizer for cellulose resin, polymer and co

  5. Produksi Biofuel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Au/HZSM-5 dan Kompositnya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tillotama Anindita Sari

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin meningkatnya kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak menyebabkan cadangan minyak bumi semakin menipis sehingga perlu adanya pengembangan bahan lain sebagai sumber bahan bakar alternatif yang dapat menggantikannya. Salah satu produk energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui adalah biofuel. Perubahan minyak sawit menjadi biofuel salah satunya adalah dengan proses perengkahan katalitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dimana dalam penelitian ini akan dipelajari kondisi operasi dan  unjuk kerja katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada reaksi perengkahan minyak sawit menjadi biofuel. Penelitian ini diharapakan mampu menghasilkan teknologi pembuatan katalis baru dan teknologi proses baru dalam proses produksi biofuel pada proses perengkahan katalitik asam palmitat dari minyak sawit. Pada penelitian ini biofuel telah berhasil diperoleh pada proses perengkahan minyak sawit menggunakan katalis Au/HZSM-5 sintetis dan kompositnya pada berbagai temperatur dan laju alir gas N2. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu sintesa katalis, karakterisasi katalis dan proses perengkahan katalitik. Au/HZSM-5 disintesa dengan metode Plank dan katalis komposit disentesa berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Qjang Tang et all. Hasil yang telah berhasil disintesa dikarakterisasi dengan Energy Difraction X-Ray (EDX, X-Ray Difraction (XRD dan Brunaur Emmet Teller (BET. Dari hasil karakterisasi dapat disimpulkan bahwa katalis yang telah disintetis telah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai katalis pada proses perengkahan. Proses perengkahan katalitik dilakukan dalam suatu mikroreaktor fixed bed dengan berat katalis yang digunakan sebanyak 2 gram dan proses perengkahan dimulai saat gas N2 dialirkan selama 60 menit. Proses perengkahan dilakukan pada variasi temperatur 350-550 °C dan laju alir gas N2 90-400 ml/min. Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi. Hasil yang

  6. TELAAH TERHADAP PROGRAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN LISTRIK MELALUI PEMBANGUNAN PLTU BATUBARA 10.000 MW

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nyoman S Kumara

    2009-06-01

    Full Text Available Indonesia berada di peringkat enam dunia dalam jumlah penduduk dengan populasi lebih dari 220 juta orang yang merupakan sumber daya pembangunan yang sangat potensial. Tetapi sampai sekarang, hampir 35% dari populasi tersebut masih belum mendapat aliran listrik. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kapasitas pembangkit listrik yang tersedia dan/atau wilayah-wilayah tersebut belum terjangkau oleh jaringan distribusi listrik karena hambatan geografis. Sejak bangkitnya Indonesia pasca krisis keuangan 1997, pembangunan ekonomi telah berkembang dengan pertumbuhan yang lebih cepat dari pertumbuhan kapasitas energi listrik nasional. Dan sejak beberapa tahun terakhir, keterbatasan pasokan tenaga listrik telah mencapai keadaan yang mempengaruhi tingkat keandalan tenaga listrik yang didistribusikan kepada pelanggan dan bahkan harus diambil langkah drastis seperti  pemadaman bergilir karena adanya defisit pasokan. Dua hal di atas, yaitu peningkatan akses energi listrik bagi seluruh rakyat dan perbaikan keandalan distribusi tenaga listrik menuntut peningkatan kapasitas daya listrik nasional. Salah satu program yang sedang dilakukan pemerintah dalam upaya meningkatkan kapasitas sistem ketenagalistrikan nasional adalah dengan membangun 10.000 MW pembangkit listrik berbahan bakar batubara. Tulisan ini mencoba memaparkan program percepatan penyediaan tenaga listrik tersebut dan juga mencoba mereview ketersediaan teknologi pengendalian polusi dan gas rumah kaca dari proses konversi batubara menjadi energi listrik.

  7. PENGARUH NAPHTALENE TERHADAP PERUBAHAN ANGKA OKTAN BENSIN UNJUK KERJA MOTOR DAN GAS BUANGNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahardjo Tirtoatmodjo

    2000-01-01

    Full Text Available Octane number is a reference to measure quality of gasoline as the fuel of gasoline engine. Gasoline with higher octane number gives less tendency to knocking. Naphtalene is a chemical solution that gives positive effect to rise the octane number. Octane number of gasoline can be measured by CFR engine. Using a motor Daihatsu CB-23, the best power obtained by using a grain of naphtalene (3,75 grams for 3 litres of gasoline and ignition timing is 12° before TDC. Using this ratio, CO & CO2 that are produced in the exhaust gas is nearly the ame with pure gasoline usge but less HC and O2 are produced. Abstract in Bahasa Indonesia : Angka oktan merupakan acuan untuk mengukur kualitas dari bensin yang digunakan sebagai bahan bakar motor bensin. Makin tinggi angka oktan maka makin rendah kecenderungan bensin untuk terjadi knocking. Naphtalene merupakan suatu larutan kimia yang memberikan pengaruh positif untuk meningkatkan angka oktan dari bensin. Besarnya angka oktan ini dapat diukur dengan mesin CFR. Dari hasil percobaan dengan motor Daihatsu CB-23 diperoleh bahwa dengan penambahan naphtalene sebesar 1 butir (3,75 gram untuk 3 liter bensin dan sudut pengapian 12° sebelum TMA diperoleh daya yang dihasilkan motor paling optimal. Untuk perbandingan tersebut kadar CO maupun CO2 yang terbentuk hampir sama dengan penggunaan bensin premium murni tetapi terjadi penurunan HC dan O2 pada gas buangnya. Kata kunci: angka oktan, naphtalene, motor bensin

  8. Perencanaan Transportasi Sapi Ternak Dengan Menggunakan Kapal Tradisional Untuk Wilayah Pulau Madura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Moerdianto Wahid

    2013-09-01

    Full Text Available Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan akan daging sapi juga semakin meningkat. Sampai saat ini, Indonesia memenuhi kebutuhan dagingnya sebesar 30% dari impor dimana terjadi kenaikan harga karena adanya peningkatan harga bahan bakar dan pakan ternak. Potensi sapi di Madura yang besar menjadikan wilayah ini menjadi salah satu sentra produksi sapi di Indonesia. Saat ini pengiriman sapi dari Madura melalui laut melayani untuk tujuan Kalimantan Selatan (Banjarmasin. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui potensi supply dan demand sapi di Madura ke Kalimantan serta menganalisa pola pengangkutan sapi ternak untuk mengetahui biaya total transportasi. Dari hasil penelitian diketahui potensi supply sapi pada tahun 2013 di kabupaten Bangkalan saat ini sebesar 10% dari jumlah populasi sapi atau sebesar 22.345 ekor, dan demand sapi di provinsi Kalimantan Selatan sebesar 12,6% dari jumlah populasi sapi atau sebesar 18.769 ekor. Pola pengangkutan sapi ternak menggunakan tiga kapal jenis KLM (Kapal Layar Motor, dengan lama RTD (Round Trip Days kapal yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan sapi di Kalimantan Selatan adalah dengan menggunakan KLM Purnama Indah selama 7 hari, KLM Karya Utama dan KLM Karya Utama II selama 14 hari. Skenario ini memberikan keuntungan yang lebih besar terhadap pemilik kapal sebesar Rp.1.449.380.873 tiap tahun atau tiga kali lebih besar dari keuntungan saat ini.

  9. Melioidosis in acute cholangitis of diabetic patient: a forgotten diagnosis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohamad N

    2012-08-01

    Full Text Available Nasir Mohamad,1 Suresh Ponnusamy,2 Sunita Devi,3 Rishya Manikam,4 Ilya Irinaz Idrus,1 Nor Hidayah Abu Bakar51Department of Emergency Medicine, School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia, Kubang Kerian, Malaysia; 2AIMST University, Bedong, Malaysia; 3Hospital Sultan Abdul Halim, Sungai Petani, Malaysia; 4University Malaya Medical Centre, Kuala Lumpur, Malaysia; 5Department of Pathology, Hospital Raja Perempuan Zainab II, Kota Bharu, MalaysiaAbstract: Melioidosis presents with a wide range of clinical presentations, which include severe community-acquired pneumonia, septicemia, central nervous system infection, and less severe soft tissue infection. Hence, its diagnosis depends heavily on the clinical microbiology laboratory for culture. In this case report, we describe an atypical presentation of melioidosis in a 52-year-old man who had fever, right upper-abdominal pain, and jaundice for 15 days. Melioidosis caused by Burkholderia pseudomallei was subsequently diagnosed from blood culture. As a primary care physician, high suspicion index is of great importance. High suspicion index of melioidosis in a high-risk group patient, such as the patient with diabetes mellitus and diabetic foot, is crucial in view of atypical presentations of pseudomonas sepsis. A correct combination of antibiotic administration in the early phase of therapy will determine its successful outcome.Keywords: Burkholderia pseudomallei, atypical, high suspicion, primary care

  10. Simulasi MCNP5 dalam Eksperimen Kritikalitas Larutan Plutonium Uranium Nitrat Dengan Reflektor Air dan Polyethelene

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dinan A.

    2011-12-01

    Full Text Available Banyak perangkat kritik dibangun untuk memenuhi kebutuhan studi fenomena kecelakaan kritikalitas pada larutan fisil di fasilitas daur bahan bakar nuklir. Salah satu diantaranya adalah perangkat kritik SCAMP. Di perangkat ini dikerjakan eksperimen kritikalitas menggunakan bejana silindris stainless steel berisi larutan plutonium uranium nitrat (Pu ditambah U nitrat. Sebanyak 7 eksperimen didemonstrasikan dengan reflektor air di semua sisi permukaan bejana larutan kecuali di bagian atas bejana. Makalah ini membahas simulasi transport Monte Carlo MCNP5 dalam eksperimen kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat dengan reflektor air dan polyethylene. Simulasi MCNP5 dengan pustaka ENDF/BVI memberikan hasil yang paling dekat dengan data eksperimen terutama pada kasus A untuk varian geometri 4. Dibandingkan pustaka ENDF/BV, perhitungan kritikalitas dengan pustaka ENDF/B-VI memberikan hasil lebih dekat dengan perhitungan MONK dimana bias perhitungannya kurang dari 0,44%, khususnya pada kasus A namun pada kasus B dan C simulasi MCNP5dengan pustaka ENDF/BV memberikan hasil dengan kecenderungan lebih baik dibandingkan pustaka ENDFB/VI dengan bias perhitungan kurang dari 2,67% dan kurang dari 1,13%. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa MCNP5 telah menunjukkan reliabilitasnya dalam simulasi kritikalitas larutan Pu ditambah U nitrat.

  11. CROATIAN AND INTERNATIONAL COPPER AND SALT ROUTES IN THE PART OF EUROPE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Berislav Šebečić

    2001-12-01

    Full Text Available Middle Ages as well as in modern times. Those were caravan and cart routes and navigable river routes adapted to the possibilities of the then traffic. The iinportance of the copper and salt trade has been fin pointed out. From ancient times up until the mid-nineteenth century copper was pro-duced from copper ores in Rude near Samobor and from the mid-nine-teenth century until the beginning of the World War I mostly in Trgovi and Bešinac in Trgovska gora. The main copper trade was carried out from Rude over Dubovac (Karlovac, later on and Vrbovsko to Bakar and later on to Rijeka. I have named that the most important Croatian copper route. Intense intenational trade through Croatia that took place at the late fifteenth and in the course of the sixteenth centuries was a combination of river and cart traffic from the former foundries iu Bans-ka Bistrica (in Slovakia todayover Budim, Zagreb, Dubovac and Mod-ruš to Senj from where cargo was loaded on the ships sailing to Venice and all over the world. That route I have named the intenational copper route. Sea-salt was transported from the Adriatic saltvorks towards inland areas (Croatia salts routes; rock-salt was imported from Hungarian salt-works (todaj in ihe western Roumania and from the Tuzla salts works to the northern part of Croatia (International salt routes (the paper is published in Croatian.

  12. Optimalisasi ekstraksi DNA jarak pagar (Jatropha curcas melalui pemilihan daun yang sesuai

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    EINSTIVINA NURYANDANI

    2011-05-01

    Full Text Available Prayitno E, Nuryandani E. 2011. Optimalisasi ekstraksi DNA jarak pagar (Jatropha curcas melalui pemilihan daun yang sesuai. Bioteknologi 8: 24-31. Jarak pagar (Jatropha curcas L. mempunyai peran penting sebagai sumber bahan bakar nabati. Usaha pemuliaan tanaman ini secara molekuler sering terkendala sulitnya ekstraksi DNA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daun yang sesuai untuk digunakan sebagai sumber DNA. Penelitian ini dilakukan pada empat aksesi jarak pagar yaitu J1 dan J2 (Jawa Tengah, S1 (Sumatera Selatan, dan S2 (Bengkulu. Ekstraksi dilakukan pada daun pertama, ketiga, kelima, ketujuh, dan daun kuning dari setiap aksesi dengan metode Doyle and Doyle (1987 yang dimodifikasi. Kualitas dan kuantitas DNA hasil ekstraksi diketahui melalui visualisasi dengan pembanding DNA lambda, spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 260/280, dan pemotongan menggunakan enzim EcoRI. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa daun ketiga memadai untuk digunakan sebagai sumber DNA. Kuantitas DNA daun ketiga J1 (19,33 µg/mL, J2 (26,21 µg/mL, S1 (31,20 µg/mL, dan S2 (61,03 µg/mL. Sedangkan kemurniannya masing-masing yaitu 1,9063 (J11, 2,0162 (J2, 2,0116 (S1, dan 2,0856 (S2.

  13. ANALISIS ENERGI MASUKAN-KELUARAN PADA PROSES PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaesis guineensis jacq. Input-Output Energy Analyisis in Oil Palm Production

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Haryanto

    2012-03-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis energi masukan-keluaran dan mengidentifikasi kemungkinan penghematan energi pada proses budidaya kelapa sawit. Penelitian dilakukan di PTPN VII Unit Usaha Rejosari, Lampung Selatan dengan mengamati semua energi yang digunakan dan dihasilkan. Energi masukan terdiri dari tenaga manusia, bahan bakar, energi tidak langsung dari pupuk, pestisida, dan alat-mesin pertanian. Energi keluaran berasal dari tandan buah segar (TBS dengan komponen minyak sawit, minyak inti sawit, serat, cangkang, dan tandan kosong, serta pelepah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya kelapa sawit memerlukan energi masukan sebesar 57,63 GJ.ha-1  dan menghasilkan energi 339,14 GJ.ha-1. Sebagian besar energi masukan adalah penggunaan pupuk yang mencapai 31,22 GJ.ha-1  (54,18 % dari total energi masukan. Berdasarkan tahapan budidaya, maka pemeliharaan tanaman produktif memerlukan energi yang paling besar yaitu 33,06 GJ.ha-1  (57,37 %. Budidaya kelapa sawit menghasilkan energi neto 281,51 GJ.ha-1 dengan rasio energi 5,88, produktivitas energi 0,258 kg TBS/MJ, dan intensitas energi 3,87 MJ/kg TBS.   Kata kunci: Analisis energi, energi masukan, energi keluaran, indikator energi

  14. Probable Maximum Precipitation (PMP) over mountainous region of Cameron Highlands- Batang Padang Catchment of Malaysia

    Science.gov (United States)

    Sidek, L. M.; Mohd Nor, M. D.; Rakhecha, P. R.; Basri, H.; Jayothisa, W.; Muda, R. S.; Ahmad, M. N.; Razad, A. Z. Abdul

    2013-06-01

    The Cameron Highland Batang Padang (CHBP) catchment situated on the main mountain range of Peninsular Malaysia is of large economical importance where currently a series of three dams (Sultan Abu Bakar, Jor and Mahang) exist in the development of water resources and hydropower. The prediction of the design storm rainfall values for different return periods including PMP values can be useful to review the adequacy of the current spillway capacities of these dams. In this paper estimates of the design storm rainfalls for various return periods and also the PMP values for rainfall stations in the CHBP catchment have been computed for the three different durations of 1, 3 & 5 days. The maximum values for 1 day, 3 days and 5 days PMP values are found to be 730.08mm, 966.17mm and 969.0mm respectively at Station number 4513033 Gunung Brinchang. The PMP values obtained were compared with previous study results undertaken by NAHRIM. However, the highest ratio of 1 day, 3 day and 5 day PMP to highest observed rainfall are found to be 2.30, 1.94 and 1.82 respectively. This shows that the ratio tend to decrease as the duration increase. Finally, the temporal pattern for 1 day, 3day and 5 days have been developed based on observed extreme rainfall at station 4513033 Gunung Brinchang for the generation of Probable Maximum Flood (PMF) in dam break analysis.

  15. EVALUASI PENGGUNAAN METILEN BIRU SEBAGAI MEDIATOR ELEKTRON PADA MICROBIAL FUEL CELL DENGAN BIOKATALIS ACETOBACTER ACETI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dani Permana

    2013-05-01

    Full Text Available Microbial fuel cell (MFC merupakan salah satu teknologi sel bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui. MFC memanfaatkan proses oksidasi senyawa kimia oleh biokatalis untuk menghasilkan energi listrik daya rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja MFC dengan dan tanpa mediator elektron metilen biru (MB menggunakan biokatalis Acetobacter aceti dan substrat glukosa agar diperoleh energi listrik. Metode yang dilakukan adalah peremajaan kultur A. aceti, persiapan inokulum, persiapan reaktor MFC, persiapan media MFC dengan substrat glukosa 2% dengan dan tanpa mediator MB, pencuplikan secara periodik, penentuan kurva pertumbuhan, arus, potensial, kerapatan daya, energi, kadar glukosa dan tingkat keasaman (pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFC dengan mediator menghasilkan kuat arus sebesar 0,040 mA, potensial 878 mV, kerapatan daya 0,395 mW/cm2, energi maksimum 3,685 kJ, pemanfaatan glukosa 93,02% dan pH akhir 3,33, sedangkan MFC tanpa mediator menghasilkan kuat arus 0,035 mA, potensial 773 mV, kerapatan daya 0,290 mW/cm2, energi maksimum 2,434 kJ, pemanfaatan glukosa 90,16% dan pH akhir 3,24. Perolehan kerapatan daya pada kedua jenis MFC masih tergolong kecil dan tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan mediator MB hanya berpengaruh terhadap perolehan potensial pada MFC dengan kondisi perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini.

  16. Pengaruh Variasi Mikroorganisme dan Pelarut Dalam Produksi Etanol Dari Nira Tebu (Sachharum officinarum Dengan Proses Fermentasi Ekstraktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusfa Anugrah Baihaki

    2014-09-01

    Full Text Available Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak bumi (BBM didunia semakin tahun mengalami peningkatan tajam. Salah satu energi alternatif yang didorong pemerintah Indonesia adalah dengan memproduksi bioetanol. Salah satu bahan yang sangat berpotensial sebagai bahan baku utama dalam pembuatan bioetanol adalah nira batang tebu. Upaya peningkatan produktivitas etanol dilakukan secara kontinyu dikarenakan pada fermentasi konvensional terdapat kendala pada produktivitas dan konsentrasi etanol yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk produksi etanol dengan keunggulan keterpaduan proses dan rendah energi yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar desain untuk rancang bangun skala industri kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa terbaik dari variasi mikroorganisme dan pelarut yang digunakan dalam memproduksi etanol dengan proses fermentasi ekstraktif dan untuk mengetahui karakteristik kinerja sistem fermentasi kontinyu dalam bioreaktor packed bed dengan variasi mikroorganisme. Dalam penelitian ini digunakan macam variasi mikroorganisme Zymomonasmobilis A3 termutasi dan campuran Saccharomyces cerevisiae dan Pichiastipitis dengan sistem tanpa recycle dan pelarut n-Amyl Alcohol. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa proses fermentasi kontinyu dan ekstraksi tanpa recycle menggunakan Zymomonas mobilis A3 dan pelarut n-Amyl Alkohol memberikan hasil produktivitas dan yield yang terbaik, yaitu sebesar 133,417 g/l.jam dan 35,049%.

  17. ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU dan WAKTU PADA PROSES HIDROLISIS TERHADAP KADAR GLUKOSA DALAM PEMANFAATAN Lemna minor SEBAGAI BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Mayangsari

    2014-10-01

    Full Text Available Energi terbarukan sangatlah diperlukan karena semakin meluasnya krisis energi sehingga memerlukan alternatif selain penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan bioethanol merupakan alternatif yang baik karena banyak kelebihanya. Lemna minor merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai bioethanol, hal ini dapat dilihat dari kandungan glukosanya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu dan suhu pada proses hidrolisis terhadap nilai kadar glukosa serta mengetahui hubungan densitas terhadap kadar etanol. Proses ekstrasi glukosa menggunakan perbandingan volume HCl dengan kosentrasi 0,1 N, berat serbuk Lemna minor dan volume aquades yaitu 1:10:100 dengan variasi waktu ekstrasi 60, 90, dan 120 menit pada variasi suhu 60, 70, 80 °C dengan ukuran serbuk 60 mesh. Hasil penelitian ekstrasi hidrolisis terbaik pada menit ke-90 didapatkan panjang gelombang tertinggi 415 nm. Semua glukosa pada ekstrasi 90 menit difermentasi menggunakan bakteri Saccharomiches cerevisiae sebanyak 10% dari volume glukosa dengan waktu 144 jam, setelah fermentasi selesai sampel didestilasi untuk menghilangkan kadar air dan dihasilkan kadar ethanol terbaik 0,47% dengan densitas 0,9345 gr/ml3pada panjang gelombang larutan glukosa 316 nm.

  18. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga γ-Alumina (CaO/KI/γ-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunu R Puspitaningati

    2013-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan penggunaan katalis heterogen untuk menggantikan penggunaan katalis homogen. Penelitian ini mengembangkan katalis CaO/KIγ-Al2O3­. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO pada γ-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor selama 3 jam lalu impregnasi KI selama 3 jam. Kemudian, dioven selama 12 jam pada suhu 110oC dan dikalsinasi pada suhu 650oC selama 4,5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk membantu proses transesterifikasi biodiesel dengan variable massa katalis, rasio molar minyak dan metanol, dan suhu. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa biodiesel dapat diproduksi melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis CaO/KI/γ-Al2O3­ dalam reaktor fluidized bed. Kemurnian tertinggi dari biodiesel yang didapatkan yaitu sebesar 99,17%. Yield dan konversi tertinggi sebesar 97,19% dan 96,89%  didapatkan pada penggunaan massa katalis 16 gram dan rasio molar minyak dan metanol 1 : 36 serta kondisi operasi suhu 225oC dan laju alir umpan 6 ml/menit (waktu tinggal 8 jam memiliki densitas sebesar 0,853 gr/ml serta viskositas sebesar 5,53 mm2/s (cSt.

  19. Pembuatan Biodiesel Secara Batch Dengan Memanfaatkan Gelombang Mikro (Microwave

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rhesa Purnama Putra

    2012-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, baik minyak baru atau bekas penggorengan melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat biodiesel dari minyak goreng secara batch melalui proses transesterifikasi dengan menggunakan radiasi mikrowave serta mempelajari berapa daya dan waktu optimal yang diperlukan untuk proses pembuatan biodiesel dengan radiasi microwave dengan katalis CaO, H2SO4, dan tanpa katalis. Dalam penelitian ini digunakan tiga variabel, yaitu daya (Watt;100,200,300,400, waktu (menit; 5,10,15,20 dan jenis katalis; CaO, H2SO4, dan tanpa katalis. Pada tahap persiapan menghitung volume minyak dan metanol yang akan dicampur. Kemudian mencampurnya didalam reaktor. Lalu mendinginkan campuran hingga terbentuk dua lapisan atas dan bawah dilanjutkan dengan melakukan pemisahan lapisan atas (biodiesel dari lapisan bawah (gliserol. Adapun pada tahap analisis, biodiesel hasil reaksi transesterfikasi dianalisa untuk mendapatkan data yield metil ester, densitas, viskositas, dan flash point. Dari penelitian diketahui bahwa hasil yang didapatkan masih belum dapat memenuhi standar biodiesel yang ditetapkan. Katalis CaO dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan katalis H2SO4 dan tanpa katalis. Kondisi operasi untuk menghasilkan kualitas yield biodiesel terbaik yaitu pada daya 200 Watt selama 20 menit dengan menggunakan katalis CaO. Yield biodiesel terbesar didapatkan yield sebesar 60,11 %.

  20. Pengaruh Ukuran Arang Aktif Ampas Tebu sebagai Biomaterial Pretreatment terhadap Karakteristik Biodiesel Minyak Jelantah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tatik Farihah

    2013-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi yang saat ini semakin terbatas jumlahnya. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, biodiesel lebih ramah lingkungan, dapat diperbaharui karena berasal dari minyak nabati, serta memiliki titik nyala yang tinggi sehingga aman dari bahaya kebakaran. Proses pembuatan biodiesel dalam penelitian ini dilakukan secara transesterifikasi yakni dengan mencampurkan minyak jelantah dengan methanol serta KOH sebagai katalisnya. Untuk meningkatkan kualitas biodiesel, untuk menurunkan kandungan Free Fatty Acid (FFA pada minyak jelantah dengan menambahkan arang aktif ampas tebu sebagai biomaterial yang mampu menyerap FFA pada minyak jelantah. Aktivasi arang aktif ampas tebu dilakukan secara kimia dengan aktivator H3PO4 12,5 % serta aktivasi fisika dengan pemanasan 800oC selama 2 jam. Variasi ukuran arang aktif yang digunakan adalah 100 mesh (149 µm, 200 mesh (74µm, 325 mesh (44µm, dan 400 mesh (37µm. Pretreatment tersebut telah menunjukkan bahwa terjadi penurunan FFA minyak jelantah. Hasil pengukuran FFA menunjukkan bahwa pretreatment dengan ukuran arang aktif 325 mesh cukup efektif menurunkan nilai FFA sebesar 0,03% dari FFA semula 0,1%. Densitas, titik nyala, titik kabut, dan titik tuang biodiesel yang dihasilkan telah memenuhi standar SNI yaitu 862-870 kg/m3 untuk densitas, titik nyala > 171oC, titik kabut 15 oC, dan titik tuang 10,7 oC, sedangkan viskositas yang diperoleh belum memenuhi standar dengan nilai di atas 7,665 cSt.

  1. West Java Snack Mapping based on Snack Types, Main Ingredients, and Processing Techniques

    Science.gov (United States)

    Nurani, A. S.; Subekti, S.; Ana

    2016-04-01

    The research was motivated by lack of literature on archipelago snack especially from West Java. It aims to explore the snack types, the processing techniques, and the main ingredients by planning a learning material on archipelago cake especially from West Java. The research methods used are descriptive observations and interviews. The samples were randomly chosen from all regions in West Java. The findings show the identification of traditional snack from West java including: 1. snack types which are similar in all regions as research sample namely: opak, rangginang, nagasari, aliagrem, cuhcur, keripik, semprong, wajit, dodol, kecimpring, combro, tape ketan, and surabi. The typical snack types involve burayot (Garut), simping kaum (Purwakarta), surabi hejo (Karawang), papais cisaat (Subang), Papais moyong, opak bakar (Kuningan), opak oded, ranggesing (Sumedang), gapit, tapel (Cirebon), gulampo, kue aci (Tasikmalaya), wajit cililin, gurilem (West Bandung), and borondong (Bandung District); 2. various processing techniques namely: steaming, boiling, frying, caramelizing, baking, grilling, roaster, sugaring; 3. various main ingredients namely rice, local glutinous rice, rice flour, glutinous rice flour, starch, wheat flour, hunkue flour, cassava, sweet potato, banana, nuts, and corn; 4. snack classification in West Java namely (1) traditional snack, (2) creation-snack, (3) modification-snack, (4) outside influence-snack.

  2. KINERJA INDUSTRI KAYU LAPIS DI KALIMANTAN SELATAN MENUJU EKOEFISIENSI Performance of Plywood Industry in South Kalimantan Towards Ecoefficiency

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darni Subari

    2016-09-01

    Full Text Available Penelitian ini bertuiuan untuk mendapatkan gambaran umum kineria industri lapis di Kalimantan Selatan saat ini.  Penelitian dilaksanakan dengan mengamati data industri kayu lapis di Kalsel saat ini dan detail pengamatan pada 3 (tiga industri, yaitu PT. SST, PT. WTU dan PT. BIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri kayu lapis umumnva memiliki kesamaan dalam proses dan mesin produksinya. Dari ke 3 industri kayu lapis yang diteliti vang membedakan adalah macam produk dan bahan baku kayunva. Efektifitas mesin dan proses masih cukup tinggi dengan rata-rata efisiensi mesin > 90% dan rendemen rata-rata ± 64%. Dalam penanganan aspek lingkungan, industri kavu lapis mempunyai kesamaan dalam hal penanganan limbahnva.  Penanganan limbah kayu dengan memanfaatkan kembali sebagian limbah kayu sebagai produk blockboard dan sisanva sebagai bahan bakar boiler. Untuk penanganan limbah cair. yaitu menggunakan kolam treatment dengan pencapaian mutu mengacu SK Gubernur Kalsel Nomor 036 tahun 2008 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri dan penanganan limbah debu dengan teknologi penyedot debu dan filter pada cerobong, sehingga emisi memenuhi baku mutu (SK Gubernur Kalsel Nomor 70 tahun 2008 tentang Baku Mutu Emisi. Kata kunci: industri plywood, proses produksi, hasil dan kualitas, limbah cair

  3. Kajian Potensi Teknologi Microbial Electrosynthesis Cell untuk Sintesis Senyawa Organik (C1 - C5 dari Gas Karbondioksida

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rustiana Yuliasni

    2015-10-01

    Full Text Available Karbon dioksida dapat direduksi menjadi etanol dan senyawa organik lainnya seperti asetat  dengan cara mengaplikasikan energi listrik dan dengan bantuan bakteri elektroaktif sebagai katalis, suatu teknologi yang dinamakan sebagai Microbial Electrosynthesis Cell (MES. Teknologi ini menjadi sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut  karena merupakan upaya  untuk menyimpan energi listrik dari sumber  energi terbarukan seperti  energi panas matahari dan angin, sebagai upaya untuk mereduksi gas CO2dan  sebagai salah satu alternatif teknologi dalam produksi bahan bakar ramah lingkungan (biofuel.  Walaupun demikian, teknologi ini masih tergolong baru,dan penelitian yang ada masih  dalam skala laboratorium karena adanya hambatan-hambatan  untuk aplikasi  teknologi ini dalam skala pilot plant. Oleh karena itu, di dalam kajian iniakan menitik beratkan pada investigasi  secara kuantitatif dengan cara mereview  penelitian-penelitian yang sudah dilakukan selama kurun waktu 10 tahun ini, sehingga dapat dijadikan referensi dalam pengembangan teknologi ini untuk skala yang lebih besar nantinya.

  4. Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Sawit RBD Dengan Menggunakan Katalis Berpromotor Ganda Berpenyangga γ-Alumina (CaO/MgO/ γ-Al2O3 Dalam Reaktor Fluidized Bed

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Niar Kurnia Julianti

    2014-09-01

    Full Text Available Biodiesel merupakan salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari hasil reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol. Proses pembuatan biodiesel selama ini menggunakan katalis homogen NaOH atau KOH yang memiliki kelemahan terbentuknya produk samping berupa sabun dan rumitnya pemisahan produk biodiesel dengan katalis. Maka dari itu, mulai dikembangkan katalis heterogen. Penelitian ini mengembangkan katalis berpromotor ganda berpenyangga y-alumina (CaO/MgO/y-Al2O3 dalam reaktor fluidized bed. Pembuatan katalis melalui metode presipitasi CaO dan MgO pada y-Al2O3 serta asam asetat sebagai larutan precursor. Kemudian, katalis dioven selama 12 jam pada suhu 110C dan dikalsinasi pada suhu 700 C selama 5 jam. Katalis yang diperoleh digunakan untuk proses transesterifikasi dengan ratio molar minyak metanol 1:36; variabel massa katalis 4, 7, 10, 13, 16 gram; laju alir reaktan 4, 7, 10, 13, 16 ml/menit; dan suhu 125, 150, 175, 200, 225 C. Dimana yield dan % konversi terbaik dari penelitian diperoleh sebesar 0,642 gr biodiesel/gr minyak dan 63,975% pada massa katalis 16 gram, suhu 225 C dan laju alir reaktan 4 ml/menit.

  5. ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN LOGAM BERAT IKAN BELANAK (Mugil sp.DI SEKITARDI PERAIRAN SOCAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    H Hafiludin

    2012-10-01

    Full Text Available Meningkatnya aktivitas manusia di sekitar perairan Kecamatan Socah seperti limbah industri dan rumah tangga dari Bangkalan, tumpahan bahan bakar kapal yang langsung terbuang ke laut, tumpukan sampah yang sengaja dibuang ke laut dan aktivitas lewatnya kapal laut memungkinkan berpengaruh terhadap biota perairan.Ikan belanak sudah banyak dan ditangkap di perairan Socah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan gizi dan kadungan logam berat ikan belanak (Mugil sp. yang berada di sekitar perairan Socah.Penelitian dimulai dengan pengambilan dan preparasi sampel, pengujian kandungan proksimat dan logam berat dengan perlakuan ukuran ikan (12 cm dan 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ikan belanak ukuran 12 cm sebesar 37,79% dan 38,87% untuk ikan belanak ukuran 25%. Kandungan kadar air berkisar 75,96-76,70%, kandungan protein berkisar 17,64-19,57%, kandungan lemak berkisar 2,83-3,33%, asam lemak bebas berkisar 1,43-1,47%, kandungan abu berkisar 1,14-2,94% dan kandungan karbohidrat berkisar 0,29-0,49%. Tidak terindikasi adanya logam berat Pb dan Hg pada perairan Socah dan pada daging ikan belanak.Kata kunci : belanak(Mugil sp, gizi, logam berat, perairan Socah

  6. The Myth and Reality of Rukiye Hanim in the Context of Turkish Malay Relations (1864-1904

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mehmet Ozay

    2015-06-01

    Full Text Available The present article investigates the identity, partial biography, and relations of Rukiye Hanim. She is recognized as the grandmother of three significant families who have been playing distinguished roles in politics and academics in Malaysia. Rukiye Hanim with her sister Hatice Hanim are believed to have been presented as concubines by Babussaade, the Palace in Constantinople, to Sultan Abu Bakar of Johor in the closing decades of the 19th century. It is significant here to pin down that this article grew out of some concerns upon the discourse argued by circles around the relations of Rukiye Hanim. The present writers urge that the established discourse creates an imagined memory, explicitly or implicitly, borrowing the concept from Benedict Anderson, related to this lady. This article will provide some details on the concubine, Rukiye Hanim who seems to be the main actor to set aright imagined misconceptions. This research relies on primary data particularly from oral information of the living descendants of Rukiye Hanim. Besides, the present writers conduct comparative understanding of the secondary sources to re-examine the mainstream discourse upon Rukiye Hanim written in Turkish, Malay and English languages. This research found that the concubines are not connected organically with the Ottoman Palace family, they are instead commoners and members of other nations. This sensational imagination has turned out to be a sort of historical fact structured by certain groups, both in Turkey and Malaysia, and it has been functionalized to establish historically the relations between modern Turkey and Malaysia.

  7. PENGEMBANGAN ROBOT HEXAPOD UNTUK MELACAK SUMBER GAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hani Avrilyantama

    2015-03-01

    Full Text Available Saat ini untuk mengevaluasi kebocoran pipa gas atau minyak bahan bakar dilakukan oleh manusia. Robot dapat diimplementasikan untuk mengganti tugas manusia dalam hal pencarian lokasi kebocoran gas. Pada dasarnya tiap robot memiliki implementasi yang berbeda, seperti robot yang mampu bergerak di jalan yang licin dan ada pula robot yang mampu bergerak di jalan yang kasar. Robot beroda mampu berjalan di tempat yang licin tetapi tidak bisa berjalan di tempat yang kasar dan berlumpur. Untuk keperluan investigasi kebocoran pipa gas tersebut maka diperlukan sistem robot berkaki hexapod. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat robot berkaki hexapod dilengkapi dengan sensor gas yang digunakan untuk mendeteksi adanya titik bocor gas dengan menggunakan garis hitam sebagai garis panduan dan sistem jalan robot dengan  menggunakan  metode inverse kinematics. Sensor gas yang digunakan adalah TGS 2620 dan pergerakkan  robot mengikuti garis hitam, ketika ada sumber gas maka robot akan berhenti. Dari hasil percobaan pada pencarian gas alkohol sebanyak 20 kali, robot dapat mendeteksi gas dengan  keberhasilan  90% . Kesalahan dalam  pencarian gas dipengaruhi oleh ketidakstabilan robot dalam berjalan dikarenakan torsi  motor  servo  lebih  kecil  dibandingkan  torsi  beban  pada  robot.

  8. TAENIASIS AND CYSTICERCOSIS IN THE PANIAI LAKES AREA OF IRIAN JAYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. Gunawan

    2012-09-01

    Full Text Available Penyakit taeniasis dan cysticercosis diperkirakan baru masuk ke daerah Paniai dalam tahun 1970. Kasus-kasus pertama telah ditemukan dalam tahun 1971 diantara penderita yang dirawat di RSU F.narotali. Insidensnya terus meningkat sejak waktu itu dan dalam tahun 1975 sejumlah 60-100 penderita dilaporkan setiap bulan dari poliklinik RSU Knarotali. Survey yang diadakan dalam tahun 1973 di kampung-kampung sekitar F.narotali menemukan prevalensi 8 persen taeniasis dan 4,25 persen untuk cysticercosis. Survey ulangan dalam tahun 1975 menemukan suatu prevalensi sebesar 8,2 persen untuk cysticerosis, dan 3,5 persen epilepsi. Meningkatnya jumlah penderita epilepsi di daerah ini kemungkinan besar disebabkan cysticercosis cerebral. Meningkatnya jumlah penderita luka bakar juga berhubungan dengan epilepsi akibat cysticercosis ini. Usaha-usaha untuk memberantas penyakit ini melalui penyuluhan kesehatan, pembangunan jamban keluarga dan pengawasan pemotongan babi sangat sukar dijalankan karena hambatan-hambatan di bidang sosial budaya. Penyakit ini pada babi telah menjalar ke daerah-daerah lain di pegunungan dan kenimbulkan ketegangan-ketegangan sosial. Penelitian lebih lanjut amat dibutuhkan, supaya suatu program pemberantasan yang lebih efektif dapat segera dilaksanakan untuk melindungi penduduk daerah Paniai dan daerah lainnya terhadap penyakit yang cukup berbahaya ini.

  9. OPTIMASI PEMBUATAN DIETIL ETER DENGAN PROSES REAKTIF DISTILASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widayat Widayat

    2011-07-01

    Full Text Available DiEtil Eter banyak digunakan sebagai bahan pelarut untuk reaksi organik dan pemisahan senyawa organik dari sumber alamnya, sebagai bahan bakar. DiEtil Eter umumnya diproduksi dengan proses dehidrasi etanol dengan katalis asam sulfat pada suhu 125­­­0C – 1400C (proses barbet. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi optimum pada pembuatan dietil eter dengan katalis asam sulfat dan proses reaktif distilasi. Variabel yang dioptimasi adalah konsentrasi asam sulfat awal dan perbandingan mol reaktan etanol dengan asam sulfat. Proses optimasi menggunakan metode respon permukaan dan pengolahan data dengan perangkat lunak Statistica(R. Proses pembuatan dietil eter dilakukan pada volume 700 ml, waktu 100 menit dan suhu operasi 125-1300 C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model matematika yang diperoleh hubungan konversi etanol dengan perbandingan mol reaktan etanol dengan asam sulfat dan konsentrasi awal asam sulfat  adalah . Konversi etanol optimum sebesar 31,83 % pada kondisi operasi perbandingan mol reaktan etanol dengan asam sulfat 1 : 1,30 dan konsentrasi awal asam sulfat 10,98 M.

  10. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUNARTO

    2012-05-01

    Full Text Available Pamungkas GS, Sutarno, Mahajoeno E. 2012. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam. Bioteknologi 9: 18-25. Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternative sumbernya. Dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan ayam dengan penambahan limbah organik lain dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy. Tujuan penelitian ini adalah (i menguji produksi biogas dari pencerna anaerob limbah peternakan ayam dengan perlakuan pengenceran, dan penambahan berbagai substrat sampah organik skala laboratorium, (ii mengetahui produksi biogas dari pencerna anaerob sistem curah limbah peternakan ayam dengan frekuensi agitasi berbeda pada skala semi pilot. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu penelitian skala laboratorium dan skala semi pilot. Rancangan percobaan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 2 faktor yaitu, rasio pengenceran, dan penambahan substrat. Hasil dari produksi biogas terbaik direkomendasikan pada penelitian skala semi pilot sistem curah. Perlakuan dalam tahapan semi pilot dengan interval waktu pengadukan, yaitu 4 jam/hari dan 8 jam/hari. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari penyampuran kotoran ayam dengan eceng gondok pengenceran 1:1 sebesar 0,60 L dalam 6 minggu dan efisiensi perombakan COD, TSS, VS adalah 63,80%; 14,79%; 75,14%. Pada sekala semi pilot sistem curah dengan frekuensi pengadukan 8 jam/hari, diperoleh hasil biogas tertinggi sebesar 624,99 L dalam 6 minggu.

  11. MODEL PERPINDAHAN MASSA PADA EKSTRAKSI SAPONIN BIJI TEH DENGAN PELARUT ISOPROPIL ALKHOHOL 50% DENGAN PENGONTAKAN SECARA DISPERSI MENGGUNAKAN ANALISIS DIMENSI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susiana Prasetyo

    2012-11-01

    Full Text Available Indonesia merupakan salah satu penghasil teh terbesar di dunia. Menurut data dari Deptan 2010, dengan luas lahan sebesar 127712 ha, Indonesia dapat menghasilkan produktivitas teh sebesar 153971 ton/tahun. Namun sayangnya, selama ini pemanfaatan tanaman teh di Indonesia masih terbatas pada pucuk daunnya saja. Bagian tanaman teh yang memiliki kandungan potensial namun belum dimanfaatkan adalah  biji teh, mengandung 26% saponin, 20-60% minyak dan 11% protein. Saponin merupakan salah satu komponen bioaktif yang telah dimanfaatkan sebagai insektisida pembasmi hama pada tambak udang, bahan baku industri deterjen, shampoo, minuman bir, pembentuk busa pada pemadam kebakaran, dan dapat dimanfaatkan pula sebagai pupuk organik. Pada penelitian ini, saponin biji teh diperoleh melalui ekstraksi biji teh pasca pengepresan menggunakan pelarut IPA 50% secara batch di dalam sebuah ekstraktor berkapasitas 2 L. Pengontakan solvent dengan biji teh dilakukan secara dispersi. Pada penelitian ini, rasio massa pelarut terhadap massa umpan diset 20:1; temperatur divariasikan 25-60 oC, kecepatan pengadukan 100-400 rpm, serta ukuran biji teh divariasikan -40+50 mesh s.d -100+200 mesh. Ekstraksi dilakukan hingga tercapai kesetimbangan. Ekstrak yang diperoleh dipekatkan menggunakan rotavapor vakum pada temperatur di bawah 40oC. Ekstrak pekat saponin kasar yang didapat dimurnikan dengan penambahan eter, etanol dan petroleum eter secara bertahap sehingga diperoleh endapan saponin murni yang kemudian dikeringkan menggunakan tray drier pada temperatur 40oC. Pada penelitian ini, model perpindahan massa sederhana dikembangkan untuk menggambarkan proses ekstraksi padat-cair saponin biji teh. Berdasarkan hasil analisis dimensi diperoleh hubungan antara koefisien perpindahan massa volumetrik (kLa pada lapisan antar fasa padat-cair dengan variabel-variabel ekstraksi yang dinyatakan dalam persamaan bilangan tak berdimensi dengan ralat rata-rata 3,7904 %.DIMENSIONAL ANALYSIS FOR MASS

  12. Pengaruh Kebisingan Lalulintas terhadap Konsentrasi Belajar Siswa SMP N 1 Padang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amwal Halil

    2015-01-01

    Full Text Available AbstrakMasalah kebisingan karena lalulintas yang padat di daerah perkotaan menyebabkan sulitnya untuk mendapatkan lokasi sekolah yang tenang. Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Padang merupakan sarana pendidikan yang terletak di daerah perkotaan dan berada di pinggir jalan raya yang arus lalulintasnya padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebisingan lalulintas terhadap konsentrasi belajar siswa SMP N 1 Padang. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional comparative, dimana tingkat kebisingan dan tingkat konsentrasi belajar siswa dikumpulkan secara bersamaan. Pengukuran tingkat kebisingan menggunakan alat ukur sound level meter yang diukur pada dua titik yang berbeda, yaitu di sekitar kelas yang dekat dengan jalan raya dan di sekitar kelas yang jauh dari jalan raya. Tingkat konsentrasi belajar siswa diukur dengan menggunakan digit symbol test dan digit span test. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji statistik chi square dengan derajat kepercayaan 95% (p=0,05. Hasil pengukuran tingkat kebisingan di sekitar kelas yang dekat dengan jalan raya sebesar 69.62 dB dan tingkat kebisingan di sekitar kelas yang jauh dari jalan raya sebesar 72.80 dB. Tingkat konsentrasi belajar siswa yang dekat dengan jalan raya menggunakan digit symbol test didapatkan jumlah siswa yang: kurang konsentrasi = 7, cukup konsentrasi = 33, dan dengan digit span test di dapatkan yang kurang konsentrasi =7 dan cukup konsentrasi = 33. Tingkat konsentrasi belajar siswa yang jauh dari jalan raya dengan menggunakan digit symbol test didapatkan: kurang konsentrasi = 5, cukup konsentrasi = 34 dan dengan digit span test di dapatkan: kurang konsentrasi = 9 dan cukup konsentrasi = 30. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat konsentrasi yang bermakna antara kelas yang dekat dengan jalan raya dan kelas yang jauh dari jalan raya.Kata kunci: kebisingan lalulintas, siswa, konsentrasi belajarAbstractNoise problems due to heavy traffic in

  13. PENGARUH KOMBINASI JENIS BAKTERI PROBIOTIK BERBEDA TERHADAP SINTASAN DAN PRODUKSI UDANG WINDU DI TAMBAK SEMI-INTENSIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Susianingsih

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian dilaksanakan selama 16 minggu bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi bakteri probiotik berbeda terhadap sintasan dan produksi udang windu di tambak semi-intensif dengan padat penebaran tokolan 10 ekor/m2. Tiga kombinasi bakteri probiotik yang diuji adalah: A Kombinasi bakteri probiotik A (BL542+ MR55+BT951; B Pergiliran bakteri probiotik BL542 pada bulan I, MR55 bulan II, BT951 bulan III, dan BL542 bulan IV; dan (C Pergiliran bakteri probiotik BT951 pada bulan I, MY1112 bulan II, BL542 bulan III, dan BT951 bulan IV. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL. Penelitian menggunakan 9 petak tambak di Instalasi Tambak Percobaan (ITP Marana, Maros yang berukuran 25 m x 10 m, yang masing-masing diaerasi dengan blower supercharge. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sintasan dan produksi udang windu tertinggi dicapai pada perlakuan probiotik C (76,6% dan 484,5 kg/ha, diikuti perlakuan probiotik B (56,2% dan 440,0 kg/ha, dan probiotik A (58,8% dan 320,8 kg/ha, namun secara statistik ketiga perlakuan ini berbeda tidak nyata (P>0,05. Relatif tingginya sintasan udang windu pada penelitian ini terkait dengan kemampuan bakteri probiotik dalam menekan jumlah bakteri Vibrio spp., kandungan Total Ammonium Nitrogen (TAN dan nitrit-nitrogen air tambak.

  14. The implementation of continuing professional development of economics teachers at state senior high schools in semarang: investigating the constraints and challenges

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budiyono Budiyono

    2017-01-01

    Full Text Available This research aims to analyze and investigate: (1 the extent in which the implementation of Continuing Professional Development of Economics Teachers at State Senior High Schools in Semarang; (2 barriers in implementing this program; (3 challenges in the futures when applying this program. This study is a descriptive qualitative research. Data were collected by questionnaires and interviews to teachers. There were around 27 economics teachers in Semarang as the subjects of this research. The results show that personal development by individual teacher and group of teachers in the teacher’s association are more likely to be performed than personal development at a peer group. The major problem in this continuous development is the strict teaching hour. Moreover, the key challenges in the improvement of teaching profession is the way to optimize the role of teachers’ association and the availability of information technology in aiming sustainable professional development.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menginvestigasi 1 sejauh mana implementasi program Pengembangan Keprofesionalan Guru Berkelanjutan (PKGB pada Guru Ekonomi Wilayah Semarang; 2 hambatan pelaksanaan program PKGB pada Guru Ekonomi SMA Negeri Wilayah Semarang; 3 tantangan ke depan pelaksanaan PKGB pada Guru Ekonomi Wilayah Semarang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data akan dilkukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara kepada guru. Adapun subyek penelitian ini adalah guru ekonomi wilayah Semarang yang berjumlah 27 orang. Hasil penelitian menunjukkan secara individu pengembangan dilakukan kadang-kadang oleh guru, secara peer sesama guru bidang ekonomi jarang dilakukan sedangkan secara berkelompok melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran juga dilakukan kadang-kadang. Hambatan utama yang dihadapi oleh guru dalam pengembangan keprofesionalan berkelanjutan adalah jam mengajar yang sangat padat. Tantangan yang ada dalam

  15. KARAKTERISTIK INTERAKSI MEMBRAN-FOULANT DAN FOULANT-FOULANT SEBAGAI DASAR PENGENDALIAN FOULING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Susanto

    2012-05-01

    Full Text Available THE CHARACTERISTICS OF MEMBRANE-FOULANT AND FOULANT-FOULANT INTERACTIONS AS THE BASIS FOR CONTROL OF FOULING. Industrial membrane applications for solid liquid and liquid-liquid filtration are limited by fouling and concentration polarization. Because fouling significantly reduces the membrane performance and often changes the membrane selectivity, efforts to overcome the fouling problem are very important from practical applications point of view. This paper presents the basic knowledge required to control fouling and recent development in fouling control including the method developed by the author. Control of fouling can be done by (i commercial membrane modification (post modification by photo-graft polymerization, (ii modification by polymer blending during membrane manufacturing and (iii integration of a pretreatment into membrane processes. The results showed that all the developed methods can significantly reduce the resulting fouling; however, none of the method could totally remove the occurring fouling. The understanding of the membrane-foulant and foulant-foulant interactions is the key to success in control of fouling.Aplikasi teknologi membran untuk pemisahan padat cair di  berbagai industri dibatasi oleh peristiwa fouling yang menyebabkan penurunan laju produk dan perubahan selektifitas membran. Oleh karena itu, pengendalian fouling merupakan upaya yang mutlak harus dilakukan. Makalah ini mempresentasikan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk pengendalian fouling dan perkembangan terkini dalam pengendalian fouling termasuk hasil-hasil yang telah dikembangkan oleh penulis. Pengendalian fouling dilakukan dengan (i modifikasi membran komersial (post modification menggunakan metode photo-grafting, (ii modifikasi dengan pencampuran polimer selama proses pembuatan (polymer blend dan (iii integrasi unit perlakuan awal (pre-treatment dengan proses membran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesemua metode yang dikembangkan dapat

  16. Analisis Penerapan Metode Transmitter Receiver Unit (TRU Upgrading Untuk Mengatasi Traffic Congestion Jaringan GSM Pada BTS Area Purwokerto Kota

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfin Hikmaturokhman

    2011-05-01

    Full Text Available Semakin banyaknya pengguna selular maka akan semakin banyak trafik yang akan tertampung. Trafik yang melebihi kapasitas kanal yang disediakan dapat menyebabkan kondisi Traffic Congestion. Untuk menanganinya diperlukan metode penambahan kapasitas kanal agar semua trafik dapat tertampung dengan baik. Metode ini disebut dengan TRU Upgrading. Transmitter Receiver Unit (TRU adalah hardware yang terletak pada Radio Base Station dalam BTS yang berisi slot-slot kanal sedangkan metode TRU Upgrading adalah metode dengan menambahkan/upgrade kapasitas kanal yang tersedia dari konfigurasi TRU yang telah ada sebelumnya, misalkan pada BTS Pabuaran memiliki konfigurasi 3x2x3 karena terjadi kejenuhan pelanggan maka konfigurasi TRU diupgrade menjadi 3x4x3. Perubahan konfigurasi TRU maka merubah konfigurasi BTS-nya serta menambah kapasitas kanalnya. Key Performance Indicator (KPI yang baik pada Indosat adalah menggunakan batas GoS 2%. Nilai GoS ini dikaitkan dengan tabel Erlang untuk mendapatkan sebuah nilai intensitas trafik. Jika nilai intensitas trafik konfigurasi TRU yang digunakan kurang dari nilai intensitas trafik pelanggan maka disebut traffic congestion. Sebagai akibat dari traffic congestion adalah kondisi blocking. TRU Upgrading ini dilakukan dengan harapan nilai blocking panggilan menjadi 0 %. Pada Purwokerto kota, diterapkan  TRU Upgrading untuk cell Grendeng 3, Pabuaran 2, dan Unsoed 1 karena trafik pelanggan yang terjadi melebihi nilai intensitas trafik dari konfigurasi TRU yang digunakan.   Untuk cell Unsoed 1 dan Grendeng 3 meski telah dilakukan TRU Upgrading menjadi 4 buah TRU tetap terjadi traffic congestion sebesar 8 sampai dengan 15 Erlang dikarenakan pada cell-cell ini mengcover area yang padat penduduk. Sedang untuk Pabuaran 2 penerapan TRU upgrading mencapai keefektifan sebesar 100%.

  17. PERBAIKAN PRODUKSI BENIH IKAN BETUTU DENGAN MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG DIPERKAYA GIZINYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zafril Imran Azwar

    2016-11-01

    Full Text Available Empat perbedaan pemberian kombinasi pakan yaitu pakan alami (Moina sp. dan nauplii Artemia, serta Moina sp. yang masing-masing diperkaya minyak ikan, kuning telur ayam, dan pakan buatan telah diuji pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan betutu. Percobaan dilakukan dalam wadah toples plastik yang berisi air 7 L, dilengkapi aerasi dengan dasar wadah dilubangi dan dipasang plankton net. Wadah percobaan disusun secara seri dalam bak fiber gelas (2 m x 1,2 m x 0,5 m yang telah diisi air setinggi 0,4 m. Pada fiber gelas dipasang pemanas air (heather hingga kisaran suhu 28oC-30oC. Di atas wadah percobaan dipasang pipa yang berfungsi mensuplai air, dan air mengalir keluar dari bagian bawah sehingga terjadi sirkulasi air dalam wadah percobaan. Padat tebar ikan uji adalah 5 ekor/L benih umur 25 hari. Sebagai perlakuan adalah pakan alami; (a Moina sp. dan nauplii Artemia (50%:50%, (b Moina sp. (100% diperkaya minyak ikan, (c Moina sp. (100% diperkaya minyak ikan dan tepung telur ayam, (d Moina sp. (100% dan diperkaya minyak ikan dan pakan buatan. Percobaan dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap, dan masing-masing perlakuan dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan uji yang diberi pakan Moina sp. diperkaya dengan minyak ikan dan pakan buatan memperlihatkan pertumbuhan bobot yang nyata lebih tinggi dari perlakuan lainnya (P<0.05, namun sintasannya lebih rendah. Sedangkan pertumbuhan bobot ikan uji maupun sintasan pada ketiga perlakuan lainnya tidak memperlihatkan perbedaan. Dapat disimpulkan bahwa pakan alami Moina sp. (100% diperkaya minyak ikan, kuning telur, dan pakan buatan cukup mendukung pertambahan bobot dan panjang tubuh benih betutu selama masa pemeliharaan, dan dapat menggantikan nauplii Artemia

  18. Penatalaksanaan Ekstirpasi Epulis Fibromatosa Ukuran Besar pada Gingiva Rahang Bawah Kanan dengan Anestesi Lokal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Franciskus W Praba

    2012-06-01

    Full Text Available Latar Belakang: Epulis merupakan hyperplasia gingival yang menyerupai tumor (tumour like yang berasal dari jaringan ikat selaput periodontal/ parenkim yang disebabkan karena iritasi kronis. Epulis fibromatosa memiliki penampakan klinis bertangkai (peduncullated, dapat pula tidak, warna agak pucat konsistensi kenyal, batas tegas, padat, kokoh, tidak mudah berdarah dan tidak menimbulkan rasa sakit. Tujuan: mengevaluasi hasil perawatan ekstirpasi epulis fibromatosa ukuran besar dengan anestesi lokal. Kasus: ekstirpasi epulis fibromatosa pada kasus ini dilakukan pada wanita usia 50 tahun yang datang dengan kesulitan makan karena benjolan 5x4x3 cm di dalam mulut pada pipi sebelah kiri. Penatalaksanaan: ekstirpasi epulis fibromatosa dengan anestesi lokal pada kasus ini juga dilakukan penghilangan faktor predisposisinya berupa pembersihan kalkulus sebelum operasi dan penghalusan tulang yang tajam yang merupakan iritasi kronis lokal. Kesimpulan: perawatan ekstirpasi epulis berukuran besar dengan anestesi lokal pada kasus ini bisa dipertimbangkan, karena masi ada akses untuk dilakukan deponir larutan anestesi.    Background: Epulis is a gingival hyperplasia that characteristic likes tumor, devided from the periodontal connective tissue/ parenchyma due to chronic irritation. Epulis fibromatosa has peduncullated clinical appearance, or may not, the color is rather pale than surrounding tissue, elastic consistency, well devined, solid sturdy, no bleeds easily and does not cause pain. Objective to evaluate the extirpation result of large epulis fibromatosa with lokal anesthesia. Case the extirpation on this case treatment is performed on woman  aged 50 years old who came found it difficult to eat because of 5x4x3 cm lump in the mouth on the left cheek. Treatment the extirpation management of epulis fibromatosa with lokal anesthesia in this cases also done by predisposition factors removal, such as calculus removing before surgery and smoothing the sharp

  19. SIMULASI PENGARUH KONSENTRASI BIOMASSA PADA LUMPUR AKTIF TERHADAP PENYISIHAN COD DALAM BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. E. Palupi

    2012-02-01

    Full Text Available Proses pengolahan limbah cair dengan bioreaktor membran terendam (BRMt, mempunyai banyak keuntungan dibandingkan proses lumpur aktif konvensional, karena prosesnya lebih sederhana, tidak memerlukan bak sedimentasi sekunder dan kandungan solid dalam efluen (permeat hampir tidak ada. Dalam proses ini melibatkan tiga fasa yaitu padat (biomassa dan komponen-komponen limbah, cair (air dan gas (udara untuk aerasi, dimana degradasi biologis yang terjadi sangat dipengaruhi oleh transfer massa lintas membran, sehingga diperlukan analisa teoritis terhadap proses degradasi limbah pada BRMt dengan model matematis yang dapat menjelaskan fenomena sistemnya, yaitu laju degradasi limbah (SS dan XS, laju pertumbuhan biomassa heterotrop (XBH, laju pembentukan SMP (soluble microbial product, kelarutan oksigen (SO, dan jumlah senyawa organik inert (SI dan XI. Penelitian ini bersifat simulasi yang menggabungkan antara model matematis aktivitas biologis dan performance membran menjadi satu model yang dapat digunakan untuk menghitung COD total pada setiap waktu. Hasil simulasi divalidasi dengan hasil analisa laboratorium dengan limbah cair domestik sintetis sebagai umpan. Secara teoritis, proses degradasi limbah BRMt terdiri dari tujuh komponen yang saling terkait yaitu Ss, Xs, XBH, SSMP, SO, SI dan XI. Model matematis yang diperoleh dapat menjelaskan fenomena terjadinya degradasi limbah domestik sintesis dan akumulasi partikulat inert. Simulasi menunjukkan hasil yang cukup bagus untuk memprediksikan pengolahan limbah cair dengan lumpur aktif dan separasi membran dalam satu reaktor. Dibandingkan dengan hasil percobaan, ditemukan nilai parameter baru untuk pengolahan limbah domestik sintesis dengan lumpur aktif, yaitu YH  = 0,46; μH = 1,5 hari-1; bH = 10,5 hari-1; KS = 1000 g COD/m3; KOH =0,5 g O2/m3; KSMP =15 g COD/m3.

  20. POTENSI DARI KAPANG Aspergilus niger, Rhizophus oryzae DAN Neurospora sitophila SEBAGAI PENGHASIL EZIM FITASE DAN AMILASE PADA SUBSTRATE AMPAS TAHU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Atit - Kanti

    2017-02-01

    Full Text Available Penambahan enzim hidrolisis untuk pakan ternak dapat meningkatkan nilai nutrisi pakan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal untuk produksi enzim amilase dan fitase pada media ampas tahu menggunakan Aspergilus niger, Rhizophus oryzae dan Neurospora sitophila. Uji kemampuan produksi enzim fitase dan amilase oleh Aspergilus niger, Rhizophus oryzae dan Neurospora sitophila dilakukan menggunakan media ampas tahu yang disterilisasi. Pemilihan ketiga isolat ini diawali dengan uji produksi enzim amilase pada kultur cair yang mengandung 2 % pati, dan uji fitase dilakukan pada media yang mengandung 0.5 % sodium fitat. Hasil uji pada medium cair selanjutnya digunakan untuk uji produksi enzim fitase dan fitase pada sistem fermentasi padat (SSF menggunakan ampas tahu sebagai media fermentasi. Untuk mendapatkan produksi enzim yang tinggi dilakukan melalui optimasi waktu inkubasi, suhu inkubasi dan pH media. Fitase dan amilase dapat diproduksi dengan media ampas tahu oleh R. oryzae, A. niger dan N. sitophila. Kondisi optimum untuk produksi fitase, yaitu waktu inkubasi pada hari keempat untuk ketiga kapang, suhu 25 °C untuk R. oryzae dan A. niger, suhu 30°C untuk N. sitophila, pH 8 untuk R. oryzae, pH 6 untuk Aspergillus niger dan N. Sitophila. Neurospora sitophila menghasilkan amilase optimum pada suhu 35°C, sedangkan Aspergillus niger dan Rhizopus oryzae optimum pada suhu 30°C. Penurunan aktivitas produksi amilase menurun oleh R. oryzae pada suhu 40°C. Amilase diproduksi optimal pada pH 6-7. Pakan ternak yang mengandung asam fitat mampu dihidrolisis oleh fitase pada kondisi optimum. Ketiga kapang juga menghasilkan enzim amilase pada media ampas tahu mengindikasikan bahwa ampas tahu merupakan susbtrat yang baik untuk produksi enzim hidrolisis yang berguna untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan ternak. (Kata kunci: Amilase, Aspergilus niger, Neurospora sitophila, phytase, Rhizophus oryzae

  1. PENGARUH SISTEM PERGANTIAN AIR YANG BERBEDA PADA PEMELIHARAAN BENIH IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata Blkr.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Taufik

    2016-12-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui sistem pergantian air yang paling baik pada pemeliharaan benih ikan betutu. Wadah penelitian: 12 unit bak kayu berlapis plastik (1,9m x 0,8m x 0,5m diisi air 500 L, ditempatkan dalam ruang terlindung dan dilengkapi dengan aerasi. Hewan uji: benih ikan betutu ukuran bobot 0,96±0,08 g/ekor, padat tebar 1 ekor/5 liter air, diberi pakan alami secara berlebih dengan waktu pemeliharaan selama 12 minggu. Perlakuan berupa perbedaan sistem pergantian air: (a resirkulasi, (b semi-statis, dan (c continous flow. Parameter yang diukur: sintasan, pertumbuhan, dan produktivitas benih ikan betutu serta sifat fisika-kimia air pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergantian air dengan sistem resirkulasi memberikan sintasan yang paling baik terhadap benih ikan betutu (33,0% dibanding continous flow (28,3% dan berbeda nyata (P0,05 dengan nilai secara berturut-turut sebesar: 1,41%; 1,31%; dan 1,50%. The aim of this experiment is to obtain the information on survival rate and growth of sand goby fries. The experiment was conducted at research station CibalagungBogor. Twelve container of 1.9m x 0.8m x 0.5m were used in this experiment, each container was stocked with 1 fish/5L of sand goby fry with 0.96±0.08 gram weight. Three different water exchange were aplied i.e (a recirculation, (b semi static, and (c continous flow. Each treatment was done in three replicates. The result showed that the recirculation gave the best result on survival rate (33.0% compared with continous flow (28.3% and significantly different from semi static (21.3%.

  2. INVESTIGATION OF THERMAL PERFORMANCE OF AIR TO WATER HEAT EXCHANGER USING NANO-FLUIDS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nawaf Hazim Saeid

    2011-12-01

    : nombor Reynolds, jenis dan isipadu pecahan bendalir nano. Kesan parameter pengawal imbang ini dikaji dan keputusannya dibentangkan.  Keputusan menunjukkan peningkatan pemindahan haba yang ketara dengan penggunaan zarah bersaiz nano seperti serbuk titanium oksida (TiO2, berbanding dengan bendalir tulen.  Ketepatan keputusan kajian ini bergantung kepada ketepatan sifat-sifat efektif bendalir nano yang dirujuk daripada sumber maklumat terdahulu.

  3. Desain Pabrik ETHYLENE dari Gas Alam Di Teluk Bintuni Papua Barat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Randhi Ramdhani

    2015-03-01

    Full Text Available Indonesia adalah salah satu dari sedikit Negara dengan keanekaragaman sumber daya alam yang melimpah sebagai bahan baku utama industri petrokimia berupa minyak bumi, gas alam, batu bara dan biomassa. Ketersediaan bahan baku tersebut dapat mendorong perkembangan industri petrokimia yang merupakan penopang industri nasional dalam upaya pemenuhan kebutuhan manusia terhadap pangan, sandang, papan dan energi. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam gas, sehingga sumberdaya alam tersebut merupakan penopang utama pembangunan di Indonesia. Berdasarkan data Departemen ESDM pada januari 2012, total cadangan gas alam Indonesia tercatat mencapai 150,70 Trillion Standard Cubic Feet (TSCF. Dari jumlah tersebut, sebanyak 103,35 TSCF merupakan gas alam terbukti, sementara 47.35 TSCF sisanya belum terbukti atau potensial. Memasuki era perdagangan, Indonesia dituntut untuk mampu bersaing dengan Negara lain dalam bidang industri. Inovasi yang berorientasi pada pengurangan ketergantungan kita pada produk luar negeri mampu untuk menambah devisa negara sangat diperlukan. Salah satu industri manufaktur strategis yang memiliki peranan penting dalam struktur industri nasional adalah industri petrokimia. Salah satu produk yang dihasilkan dari industri petrokimia adalah ethylene. Etena (Ethylene adalah senyawa kimia yang memiliki rumus C2H4 yang memiliki sifat-sifat : olefin paling ringan, tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah terbakar. Adapun penggunaan etena dalam dunia industri cukup luas antara lain : sebagai bahan baku industri kimia ethylene oksida, polyethylene, ethylene benzene, PVC, dan ethylene glikol. Ethylene dapat diproduksi dari beberapa sumber yaitu naptha dan gas alam. Dimana beberapa pabrik yang memproduksi ethylene antara lain Siemens Oil dan Gas Industri yang memproduksi sekitar 800.000 ton/tahun, Toyo Engineering Corporation yang mendirikan pabrik di Jepang pada tahun 1966 memproduksi ethylene sebesar 200.000 ton

  4. OPTIMASI DESAIN TERMOHIDROLIKA TERAS DAN SISTEM PENDINGIN REAKTOR RISET INOVATIF DAYA TINGGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endiah Puji Hastuti

    2015-10-01

    Full Text Available ABSTRAK OPTIMASI DESAIN TERMOHIDROLIKA TERAS DAN SISTEM PENDINGIN REAKTOR RISET INOVATIF DAYA TINGGI. Implementasi reaktor inovasi telah diterapkan pada berbagai reaktor riset baru yang saat ini sedang dibangun.  Pada saat ini BATAN sedang merancang desain konseptual reaktor riset daya tinggi yang telah masuk pada tahap optimasi desain. Spesifikasi desain konseptual reaktor riset inovatif adalah reaktor tipe kolam berpendingin air dan reflektor D2O. Teras reaktor memiliki kisi 5x5 dengan 16 bahan bakar dan 4 batang kendali. Teras reaktor berada di dalam tabung berisi D2O yang berfungsi sebagai posisi iradiasi. Daya reaktor 50 MW didesain untuk membangkitkan fluks neutron termal sebesar 5x1014 n/cm2s. Teras reaktor berbentuk kompak dan menggunakan bahan bakar U9Mo-Al dengan tingkat muat uranium 7-9 gU/cm3. Desain termohidrolika yang mencakup pemodelan, perhitungan dan analisis kecukupan pendingin dibuat sinergi dengan desain fisika teras agar keselamatan reaktor terjamin. Makalah ini bertujuan menyampaikan hasil analisis perhitungan termohidrolika teras dan sistem reaktor riset inovatif pada kondisi tunak. Analisis dilakukan menggunakan program perhitungan yang telah tervalidasi, masing-masing adalah Caudvap, PARET-ANL, Fluent dan ChemCad 6.4.1. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pembangkitan panas yang tinggi dapat dipindahkan tanpa menyebabkan pendidihan dengan menerapkan desain teras reaktor bertekanan, di samping itu desain awal komponen utama sistem pembuangan panas yang terintegrasi telah dilakukan, sehingga konseptual desain termohidrolika RRI-50 dapat diselesaikan. Kata kunci : reaktor riset inovatif, Caudvap, PARET-ANL, Fluent, ChemCad 6.4.1.   ABSTRACT THERMALHYDRAULIC DESIGN AND COOLING SYSTEM OPTIMIZATION OF THE HIGH POWER INOVATIVE RESEARCH REACTOR. Reactor innovation has been implemented in a variety of new research reactors that currently are being built. At this time BATAN is designing a conceptual design of the high power

  5. PENGARUH SUPLEMENTASI MADU KELENGKENG TERHADAP KADAR TSA DAN MDA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI TIMBAL (Pb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kamilatussaniah Kamilatussaniah

    2016-04-01

    Full Text Available Timbal (Pb merupakan salah satu logam berat yang berasal dari emisi pembakaran bahan bakar. Peningkatan penggunaan bahan bakar pada mesin industri dan kendaraan bermotor menyebabkan peningkatan kadar Pb di udara. Masuknya Pb ke dalam tubuh akan mengganggu keseimbangan molekul lain sehingga menjadi radikal bebas. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan menyebabkan stres oksidatif yang ditandai dengan menurunnya total satus antioksidan (TSA dan meningkatnya malondialdehid (MDA. Madu kelengkeng adalah suplemen kesehatan yang mengandung flavonoid, vitamin C, vitamin E dan beta karoten yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu kelengkeng terhadap kadar TSA dan MDA darah tikus putih yang diinduksi Pb. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok A (tikus normal, B (tikus dengan induksi Pb 10 mg/kgBB dan C, D, E merupakan kelompok perlakuan suplementasi madu secara berturut-turut 0,45, 0,9, 1,8 ml/200 gramBB dan induksi Pb 10 mg/kgBB selama 14 hari. Data TSA dan MDA dianalisis menggunakan one way anova dan uji LSD untuk mengetahui perbedaan setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan madu dengan dosis 1,8 ml/200 gramBB dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA secara signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah madu dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA pada tikus putih yang diinduksi Pb. Lead (Pb is heavy metal which comes from waste fuel emissions. Increased use of fuel in industrial machinery and vehicles causes increased levels of lead in the air. The entry of Pb into the body will disturb the ballance other molecules and became a free radicals. The imbalance between free radicals and antioxidants cause oxidative stress which characterized by decreased total antioxidant statue (TAS and increased malondialdehid (MDA. Longan honey is health suplement which

  6. STUDI MODEL ALIRAN FLUIDA DAN PERPINDAHAN PANAS PADA PBMR.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Fatich Al-Qodri

    2013-11-01

    Full Text Available Reaktor tipe Pebble bed merupakan opsi yang menjanjikan untuk teknologi reaktor generasi mendatang dan memiliki potensi untuk memberikan pembangkitan listrik dengan efisiensi tinggi dan murah.Perpindahan panas reaktor ini menghadapi kendala akibat kompleksitas yang berkaitan dengan desain aliran panas.Dengan demikian, untuk mensimulasikan secara baik aliran dan perpindahan panas reaktor modular pebble bed ini memerlukan suatu model perpindahan panas yang berhubungan dengan radiasi serta konveksi dan konduksi panas.Dalam studi ini, suatu model dengan kemampuan untuk mensimulasikan aliran fluida dan perpindahan panas dalam teras reaktor modular pebble bed telah dikembangkan.Model ini diterapkan pada suatu personal computer (PC yang menggunakan program komputer Matlab r2008a Versi 7.1.Beberapa parameter penting aliran fluida dan perpindahan panas telah dipelajari, termasuk penurunan tekanan (pressure drop di teras reaktor, koefisien perpindahan panas, bilangan Nusselt, dan konduktivitas panas efektif pebble bahan bakar. Hasil yang diperoleh dari percobaan simulasi menunjukkan adanya suatu tekanan yang merata pada arah radial untuk suatu rasio diameter teras terhadap elemen bakar (D/d > 20 dan koefisien perpindahan panas meningkat seiring dengan peningkatan temperatur dan laju alir massa pendingin. Model ini dapat menjelaskan secara memadai fenomena aliran panas dan perpindahan panas dan kehilangan tekanan melalui friksi dalam PBMR tipe pebble bed.Kata kunci: Aliran fluida, perpindahan panas, PBMR, packed bed, penurunan tekananAbstractThe pebble bed type high temperature gas cooled nuclear reactor is a promising option for next generation reactor technology and has the potential to provide high efficiency and cost effective electricity generation. The reactor unit heat transfer poses a challenge due to the complexity associated with the thermalflow design. Therefore to reliably simulate the flow and heat transport of the pebble bed modular reactor

  7. Change and Continuity in Indonesian Islamist Ideology and Terrorist Strategies

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Adam James Fenton

    2015-04-01

    Full Text Available The “Islamisation” of Indonesia has exerted a transformative force on every aspect of Indonesian society. That process continues today. It has created streams of change and continuity in thoughts, ideologies and practices, of enormous complexity. Strict doctrinal interpretation of Koranic text is not a new phenomenon, contrary to what some reports in the mass media might suggest. Its roots stretch back at least as far as the 1800s with the outbreak of violent conflicts between those urging a stricter, scripturalist application of Islam, and those adhering to traditionalist and colonialist ideologies --culminating in the Padri war of West Sumatra of 1821-38. Indicating an ostensible continuity of ideology, modern extremist ideologues, such as Abu Bakar Bashir, urge their followers toward violent conflict and terrorist actions based on an ideology of strict “Middle Eastern” interpretation of fundamental Islamic tenets. This paper argues that the strategies of those carrying out radical and violent ideologies are undergoing change, as are the strategies of the authorities tasked with combating them. Radical groups have displayed a shift away from large-scale, attacks on symbolic foreign targets towards low-level violence primarily aimed at law enforcement authorities. Authorities, on the other hand, have shown a greater tendency to shoot dead those suspected of involvement with violent radical groups. This paper will examine the changing strategies of violent radical groups and the continuity, and evolution, of the underlying Islamic ideology that provides religious justification for their violent acts. The paper will argue that engaging Indonesia’s politically active youth in an ideological dialogue on Islamism and democracy provides the best prospect for disengagement from, and breaking the cycle of recruitment for, radical violence and terrorism.[Proses panjang Islamisasi di Indonesia telah menghasilkan kekuatan transformatif di

  8. ANALISIS KECELAKAAN REAKTOR AKIBAT KEGAGALAN SISTEM PEMBUANG PANAS PADA REAKTOR NUKLIR GENERASI IV

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. G. Abdullah

    2012-05-01

    Full Text Available Salah satu aspek terpenting dalam proses desain reaktor nuklir adalah aspek keselamatan reaktor. Sebelum membangun reaktor secara fisik, terlebih dahulu dibuat perencaaan perhitungan yang matang termasuk melakukan simulasi kinerja keselamatannya dalam menghadapi kemungkinan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model simulasi kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN yang disebabkan  gagalnya sistem pembuang panas. Kecelakaan akibat gagalnya sistem pembuang panas dipicu oleh hilangnya kemampuan pendinginan dari pembangkit uap. Urutan kecelakaan ini diawali dengan hilangnya kemampuan reaktor untuk membuang panas dari loop pendingin sekunder. Selama kecelakaan, laju pembuangan panas mengalami penurunan sedangkan temperatur masukan pendingin mengalami peningkatan. Hasil simulasi memberikan gambaran bahwa reaktor dapat bertahan dari kecelakaan. Hasil analisis kecelakaan menunjukkan bahwa temperatur maksimum bahan bakar, selongsong dan pendingin memiliki batas keselamatan yang sangat besar.One of the most important aspects in nuclear reactor design process is the safety aspect. Advanced and accurate safety simulation must be performed before it can be built.  This research aims to develop a simulation model of Nuclear Power Plant (NPP accidents due to the loss of  heat sink system. Loss of heat sink accident was triggered by the loss of cooling capability of steam generators.  This  accident  sequence  began with the loss of the reactor’s ability to remove heat from the secondary cooling loop. During the accident, the heat dissipation rate decreased whereas the coolant inlet temperatures increased till a new equilibrium level. The analysis results of the accident showed that there are large safety margin to the maximum temperature of the fuel, cladding, and coolant.

  9. BASIC DESIGN KAPAL PENGANGKUT BATUBARA 200 TON SEBAGAI JALUR ALTERNATIF RUTE SUNGAI LEMATANG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Budianto

    2016-10-01

    Full Text Available Sebagai jalur alternatif jalan khusus,  melalui transportasi sungai Lematang dengan perancangan kapal pengangkut hasil tambang dalam  distribusi batubara merupakan salah satu solusi untuk jalur darat provinsi tetap terjaga dengan baik dan tidak terjadi kemacetan akibat konvoi dump truk pengangkut batubara. Bentuk geografis, perpindahan aliran sungai, dan pendangkalan sungai Lematang berpengaruh terhadap sulitnya membuat kapal angkut batubara melalui sistem tranportasi sungai tersebut. Jika menggunakan kapal angkut batubara jenis Tug and Barge, maka akan menyebabkan kesulitan dalam proses manouvering kapal bahkan sering terjadi kapal kandas karena pendangkalan sungai, serta bisa juga kapal tersangkut bagian barge karena sudut olah belok kapal terlalu melebar. Disamping itu juga, perlu diperhatikan bentuk aliran sungai Lematang yang melengkung dan berkelok, adanya masalah sosial, serta hambatan lain seperti adanya kabel slink, jembatan, kedalaman sungai, sampah kayu d.l.l. Salah satu teknologi yang bisa digunakan adalah kapal SPB (Self Propeller Barge. Dimana kapal SPB pengangkut batubara memiliki kelebihan dapat manouvering yang baik ketika melintasi wilayah sungai. Kapal SPB pengangkut batubara memiliki geladak angkut yang terletak dibelakang akomodasi, hal ini akan mempermudah jarak pandang dan proses manouvering kapal, akan tetapi terbatas dengan kapasitas yang diangkut karena terbatas dengan kedalaman draft kapal yang dimiliki. Dalam perancangan harus diperhatikan faktor geografis, kedalaman sungai, faktor sosial dan faktor ekonomis kapal. Sehingga akan memberikan hasil teknologi kapal SPB pengangkut batubara dengan kondisi sellow draft yang efektif dan efisien. Dimana kapal SPB yang dirancang dengan kaasitas 200 ton setara dengan 20 dump truk, kapal  yang difungsikan untuk mengangkut batubara dengan memiliki kecepatan sebesar 12 knot (dengan mesin 2x250HP dan konsumsi bahan bakar sebesar 1.77 ton dengan mngunakan SFOC sebesar 160 gram

  10. Pembuatan Gliserol Karbonat Dari Gliserol Dengan Katalis Berbasis Nikel

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktarinda Damayanti

    2012-09-01

    Full Text Available Semakin berkembangnya penggunaan biodesel sebagai bahan bakar yang bersifat renewable mendorong bertambahnya jumlah gliserol di pasaran sebagai produk samping reaksi pembuatan biodesel. Upaya peningkatan nilai jual gliserol dilakukan dengan pengolahan gliserol menjadi produk turunannya, salah satunya gliserol karbonat. Gliserol karbonat memiliki fungsi sebagai bahan baku polimer, surfaktan, emulsifier dan sebagainya yang juga bersifat biodegradable. Gliserol karbonat dapat diperoleh melalui reaksi karboksilasi katalitik antara gliserol dengan urea. Reaksi ini dilakukan dalam reactor batch dilengkapi yang dilengkapi dengan pompa. Gliserol, urea dan katalis dimasukkan dalam reaktor, kemudian dipanaskan. Saat suhu operasi tercapai, pompa vakum dinyalakan vakum untuk mengeliminasi gas ammonia yang terbentuk sebagai produk samping. Penelitian ini diawali dengan seleksi 3 jenis katalis yakni Ni powder, Ni yang diambil dari NiCl2.6H2O dan Ni/γAl2O3, jumlah katalis yang digunakan dalam seleksi sebesar 3%  dengan suhu proses 150oC selama 4 jam. Hasil yang terbaik adalah katalis Ni/γAl2O3 dengan konversi gliserol 38,88% dan yield gliserol karbonat 23,56%. Kemudian dilakukan uji pengaruh jumlah katalis 1%, 3% & 5% dari berat gliserol dengan menggunakan Ni/γAl2O3. Hasil terbaik pada berat katalis 5% dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat 27,83%. Penelitian dilanjutkan dengan seleksi suhu proses antara 100oC, 125oC, 150oC, 175oC & 200oC. Pada seleksi ini terpilih suhu 150oC yang menghasilkan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%. Berikutnya adalah mengetahui pengaruh waktu terhadap konversi gliserol dan yield gliserol karbonat dengan variable 0 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Hasil terbaik diperoleh pada 4 jam proses dengan konversi gliserol 43,93% dan yield gliserol karbonat sebesar 27,83%.

  11. STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN DALAM MENGHADAPI KEMISKINAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Widodo

    2009-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mempetakan strategi nafkah yang dilakukan oleh rumah tangga nelayan miskin berdasarkan dua basis nafkah, yaitu sektor perikanan dan sektor non perikanan. Strategi nafkah yang merupakan kombinasi antara modal dan sumberdaya manusia tersebut dipengaruhi oleh sistem sosial masyarakat yang berlaku. Penelitian ini juga ditujukan untuk menganalisis sistem sosial yang mempengaruhi rumah tangga nelayan miskin dalam mengkombinasikan modal dan sumberdaya manusia yang dimilikinya. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive yaitu di wilayah Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Penentuan lokasi penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa di Kecamatan Kwanyar terdapat beberapa desa yang termasuk wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama penduduknya adalah nelayan. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Persepsi dan kondisi kemiskinan di perdesaan (rural ditunjukkan dengan ciri atau indikator yakni kepemilikan aset baik natura, rumah, ternak, emas maupun simpanan uang. Selain itu kemiskinan ditandai oleh ketiadaan akses terhadap  pendidikan dan kesehatan yang layak. Strategi nafkah yang dilakukan selama ini dapat dibedakan menjadi strategi ekonomi dan strategi sosial. Strategi ekonomi meliputi sektor perikanan dan sektor non perikanan. Pada sektor perikanan, nelayan miskin berusaha meningkatkan jumlah tangkapan dengan cara memperpanjang waktu tangkap dan memperluas wilayah tangkapan. Sedangkan upayah penghematan biaya dilakukan dengan mengoplos bahan bakar mesin yang seharusnya solar menjadi solar dan minyak tanah. Pola perpindahan ke sektor non perikanan juga mulai menggejala terutama pada generasi muda. Sedangkan strategi sosial yang dilakukan adalah dengan berhutang, menabung dan menggadaikan perhiasan. Kata kunci : rumah tangga, kemiskinan,nelayan, pesisir, strategi nafkah. 

  12. DESCRIPTIVE ANALYSIS OF HOUSEHOLD INSECTICIDE IN COMMUNITY

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aram Sih Joharina

    2014-06-01

    Full Text Available The most popular and effective vector control is the use of insecticides. Surveywas done in the houses and some supermarket to know many kind of insecticides usedby people. The formulation, active ingredients, and concentration were recorded andanalyzed. Based on the results of the survey, household insecticides formulated invarious formulations such as liquid, mosquito coils, aerosol, mat and liquid vaporizer,chalk and paper burn. In addition to formulation, active ingredients and concentrationalso vary. Almost all household insecticide products on the market using the syntheticpyrethroid. Selection of household insecticides should be adapted to the type of insectpests because each type of active ingredients and formulations have advantages anddisadvantages. Efficacy of various active ingredients in various formulations has beenstudied and the results vary widely. Insecticide efficacy is influenced by the type ofactive ingredient, dosage, concentration, formulation, and the susceptibility of insectspecies, temperature, sunlight, wind, and application method.Key word: household insecticide, insecticides formulation, active ingredientsABSTRAKPengendalian serangga vektor penyakit yang paling efektif dan populer adalahpenggunaan insektisida. Survei dilakukan di masyarakat dan supermarket untuk mengetahuijcnis-jenis insektisida yang digunakan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil survei, insektisidarumah tangga terkemas dalam berbagai formulasi antara lain liquid, mosquito coil, aerosol, mat& liquid vaporizer, kapur serangga dan kertas bakar. Disamping formulasi, bahan aktif dankonsentrasi yang digunakan juga bermacam-macam. Hampir semua produk insektisida rumahtangga di pasaran menggunakan bahan aktif golongan piretroid sintetik. Pemilihan insektisidarumah tangga hendaknya disesuaikan dengan jenis serangga sasaran karena tiap jenis bahan aktifdan formulasi memiliki kelcbihan dan kekurangan. Efikasi berbagai bahan aktif dalam berbagaiformulasi telah

  13. Studi Eksperimen Pengaruh Ukuran Partikel Batubara Pada Swirling Fluidized Bed Dryer Terhadap Karakteristik Pengeringan Batubara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zainal Fanani

    2014-03-01

    Full Text Available Desain suatu PLTU salah satunya dibuat berdasarkan kualitas batubara yang akan digunakan sebagai bahan bakar. Pada PLTU batubara dibakar didalam boiler, didalam boiler terdapat pulverizer yang berfungsi untuk menghaluskan batubara dan menambah pasokan batubara kedalam boiler jika batubara didalam boiler memiliki nilai heating value rendah. Dengan menggunakan batubara dengan kualitas rendah maka suplai batubara yang dibutuhkan untuk memanaskan boiler  akan semakin banyak, hal ini bisa mengakibatkan kerja dari pulverizer akan semakin berat. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil batubara terbersa didunia. Namun hampir 80% batubara yang dihasilkan tergolong batubara rendah dan sedang [1] . Untuk meningkatkan nilai kalor batubara perlu dilakukan pengeringan untuk mengurangi kadar air dalam batubara. Eksperimen dilakukan dengan mengeringkan batubara didalam chamber dengan temperature udara 550C, sudut blade 200 dan massa pengeringan sebanyak 600gram, variasi ukuran partikel batubara 5mm, 10mm, 15mm. Pengambilan data dilakukan dengan menimbang berat batubara setiap satu menit sebanyak 5 kali  , dua menit sebanyak 3 kali, dan lima menit sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh berupa relative humidity udara, temperature udara, berat sampel basah dan berat sampel kering. Pengambilan data berat sampel kering dilakukan berdasarkan standart ASTM D5142 dengan pengeringan pada temperatur 1050C selama 3 jam. Dari hasil eksperimen didapat bahwa proses pelepasan massa uap air paling banyak terjadi pada lima menit pertama yang ditandai dengan penurunan moisture content paling besar. Pada partikel batubara ukuran 5mm,10mm,15mm didapat moisture content terendah berturut-turut sebesar  6,48 %, 7,66 %, 7,47 %. Untuk laju pengeringan didapat nilai terendah berturut-turut sebesar 0,062 gram/menit, 0,104 gram/menit, 0,023 gram/menit,  sedangkan selisih humidity ratio ( ɷ2-ɷ1 didapat nilai terendah berturut turut sebesar 0,0072gram/kg dry air, 0

  14. Characterization of rice bran wax policosanol and its nanoemulsion formulation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ishaka A

    2014-05-01

    Full Text Available Aminu Ishaka,1,2 Mustapha Umar Imam,1 Rozi Mahamud,3 Abu Bakar Zakaria Zuki,4 Ismail Maznah1 1Laboratory of Molecular Biomedicine, Institute of Bioscience, University Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia; 2Department of Medical Biochemistry, College of Health Sciences, Usmanu Danfodiyo University, Sokoto, Nigeria; 3Faculty of Medicine and Health Sciences, 4Faculty of Veterinary Medicine, University Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia Abstract: Policosanol, a mixture of long-chain alcohols found in animal and plant waxes, has several biological effects; however, it has a bioavailability of less than 10%. Therefore, there is a need to improve its bioavailability, and one of the ways of doing this is by nanoemulsion formulation. Different droplet size distributions are usually achieved when emulsions are formed, which solely depends on the preparation method used. Mostly, emulsions are intended for better delivery with maintenance of the characteristics and properties of the leading components. In this study, policosanol was extracted from rice bran wax, its composition was determined by gas chromatography mass spectrophotometry, nanoemulsion was made, and the physical stability characteristics were determined. The results showed that policosanol nanoemulsion has a nanosize particle distribution below 100 nm (92.56–94.52 nm, with optimum charge distribution (-55.8 to -45.12 mV, pH (6.79–6.92 and refractive index (1.50; these were monitored and found to be stable for 8 weeks. The stability of policosanol nanoemulsion confers the potential to withstand long storage times. Keywords: rice bran wax, policosanol, nanoemulsion, characterization

  15. ABU TEBU LIMBAH PABRIK GULA BATA EFISIEN ENERJI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    V. Totok Noerwasito

    2004-01-01

    Full Text Available "Brick of sugar cane ash" is construction material of wall in the form of brick, which elementary materials are clay and sugar cane ash from sugar mill, molded with compacted. Dried without burned (non burning, earn used after have age 28 days. Production process is not depended at weather and easy to be adapted for to be designed architecture. Application "brick of sugar cane ash" is as partition wall or as bearing wall and patching brick, which can to be exposed at cheap house wall, luxuriant house or at Complex of real estate. "Brick of sugar cane ash" having strength to minimize 50 kg/cm2, waterproof and earn production as according to requirement of designed architecture. "Brick of sugar cane ash" is construction material of energy efficient, environmental friendliness, having thermal properties which as according to tropical climate, and represent material of structure and non-structure. Abstract in Bahasa Indonesia : "Bata abu tebu" adalah bahan bangunan dinding berupa bata yang berbahan dasar tanah liat (clay dan abu tebu dari pabrik gula, dicetak dengan pemadatan, pengeringan tanpa dibakar (non bakar, dipergunakan setelah berumur 28 hari. Proses pembuatan tidak tergantung pada cuaca dan mudah disesuaikan dengan disain arsitektural. Aplikasi "bata abu tebu" adalah sebagai dinding pemikul atau sebagai dinding pengisi dan bata tempelan, yang dapat diekspos pada dinding rumah murah, rumah mewah atau pada kompleks perumahan real estate. "Bata abu tebu " mempunyai kuat tekan minimal 50 kg/cm2, tahan air dan dapat diproduksi sesuai dengan kebutuhan disain arsitektural "Bata abu tebu" adalah bahan bangunan yang efisien energi, ramah lingkungan mempunyai thermal properties yang sesuai dengan iklim tropis lembab, dan merupakan bahan bangunan struktural maupun nonstruktural. Kata Kunci : Ekspos, dinding pemikul, efisien energi, thermal properies, material struktural.

  16. Pengaruh Penggunaan Frekuensi Listrik Terhadap Performa Generator HHO Dan Unjuk Kerja Engine Honda Kharisma 125CC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rizky Akbar Pratama

    2013-09-01

    Full Text Available Energi yang dihasilkan oleh engine merupakan hasil dari proses pembakaran campuran bahan bakar dengan udara (oksigen. Secara praktis  pembakaran  menghasilkan gas yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Salah satu perkembangan teknologi adalah dengan brown gas, atau sering disebut Generator HHO, dimana alat ini akan  menghasilkan gas HHO (2 unsur gas hydrogen dan 1 unsur gas oksigen dari proses elektrolisa air murni yang di hubungkan dengan arus listrik. Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Generator HHO pada engine Honda Kharisma  berkapasitas 125cc. Generator HHO tersebut menggunakan Elektroda jenis pipa Stainless steel AISI 316L dengan ukuran Ø21mm x 101mm, Ø34mm x 101mm, Ø48mm x 101mm dan Ø61mm x 101mm dengan tebal 3mm, larutan elektrolit 2liter aquades dan 1,4 KOH. Variasi yang diberikan pada generator HHO adalah besar frekuensi listriknya. Untuk pengujian, perubahan kecepatan dilakukan dengan full open throttle menggunakan chasis water brake dynamometer. Pengujian dilakukan pada putaran engine dengan kelipatan 500 rpm, dimulai dari 3500 rpm sampai dengan 8500 rpm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah frekuensi untuk generator dengan effisiensi thermal terbaik adalah pada 10Hz sebesar 20,06%. Dengan daya generator 118,74 Watt, debit 13,13 L/jam, kenaikan temperature 0.7°C/menit, torsi maksimal pada engine 27.09 Nm, daya efektif  6114,651 Watt, bmep 860,627 Pa, SFC 9.608E-08 kg/watt.s, effisiensi thermal engine 23,22% serta pengurangan emisi CO 1,17% dan HC 83ppm.

  17. Plant Design of Cluster LNG (Liquefied Natural Gas in Bukit Tua Well, Gresik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pradnya A. Putri

    2013-03-01

    Full Text Available Gas alam atau yang sering disebut sebagai gas bumiadalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiridari metana (CH. Gas alam cair (Liquefied Natural Gas adalahgas alam yang telah diproses untuk menghilangkan pengotor danhidrokarbon berat kemudian gas alam dikondensasi menjadicairan pada tekanan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar 160oPlant Design of Cluster LNG (Liquefied Natural Gas inBukit Tua Well, Gresik Pradnya A. Putri, Shinta S. Hajar, Gede Wibawa dan WinarsihJurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS 4C dengan tujuan untuk mempermudah pengangkutan karenavolume gas sebelum dan sesudah dicairkan adalah 600:1. Saat inigas alam diolah menjadi Liquefied Natural Gas (LNG danLiquefied Petroleum Gas (LPG, sedangkan sisa pencairan gasalam yang berupa condensate juga memiliki nilai ekonomis yangtinggi karena sifatnya yang mirip minyak mentah (crude oildengan kualitas yang terbaik. Gas alam tidak berwarna, tidakberbau, tidak korosif, tidak beracun, dan ramah lingkungan. Gasalam juga digunakan sebagai pembangkit listrik PLTG danPLTU. Berdasarkan data Neraca Gas Indonesia pada tahun 2010Indonesia mengalami defisit sebesar 18,57 MTPA (Million TonPer Annum. Pabrik Cluster LNG direncanakan dibangun padatahun 2015 dengan target siap beroperasi pada tahun 2018.Pabrik ini berlokasi di Gresik dengan bahan baku yang diperolehdari sumur Lapangan Bukit Tua, Gresik, Jawa Timur dengancadangan gas alam sebesar 52359,62 MMSCFD. Kapasitaspabrik ini adalah 20 MMSCFD. Pabrik ini akan memenuhikebutuhan konsumen skala kecil hingga menengah atas sepertihalnya pembangkit listrik untuk daerah Bali, Lombok dan JawaTimur. Rangkaian proses pabrik ini adalah unit Dehydration, unitAcid Gas Removal, unit Refrigeration dan unit Liquefaction.Analisa ekonomi dari pabrik ini adalah investasi sebesar 60MUSD, IRR sebesar 39,67%, POT selama 2,38 tahun, BEPsebesar 18% dan NPV 10 tahun sebesar 63,904 MUSD.

  18. Regasification of LNG (Liquefied Natural Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rum Pandu Nuswantara

    2014-09-01

    Full Text Available LNG (Liquified Narural Gas adalah gas alam yang telah diproses untuk menghilangkan ketidakmurnian dan hidrokarbon berat dan kemudian dikondensasi menjadi cairan pada tekan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar -160° Celcius. LNG ditransportasi menggunakan kendaraan yang dirancang khusus dan ditaruh dalam tangki yang juga dirancang khusus. LNG memiliki isi sekitar 1/600 dari gas alam pada suhu dan tekanan standar, membuatnya lebih hemat untuk ditransportasi jarak jauh di mana jalur pipa tidak ada. Ketika memindahkan gas alam dengan jalur pipa tidak memungkinkan atau tidak ekonomis, dia dapat ditransportasi oleh suatu kapal pengangkut untuk LNG. Gas alam dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik PLTG dan PLTU. Dari data ESDM cadangan gas alam tersebut dapat dikatakan bahwa potensi gas alam Indonesia sangatlah besar, karena pada data tahun 2012 ditjen migas tersebut, cadangan gas alam yang masih tersimpan dan tersebar di Indonesia masih sangat besar, dengan potensial sebesar 47.35 TSCF (Trillion Square Cubic Feet. Potensi tersebut adalah total dari seluruh potensi yang tersebar di Indonesia sebesar 150.70 TSCF. Pabrik Terminal Regasifikasi LNG direncanakan dibangun pada tahun 2014 dengan target siap beroperasi pada tahun 2016. Pabrik ini berlokasi di Celukan Bawang Bali dengan terdapat 3 PLTG yang membutuhkan distribusi LNG yaitu PLTG Gilimanuk, Pemaron, dan Pesanggaran. Kapasitas pabrik ini adalah 100 MMSCFD. Pabrik ini akan memenuhi kebutuhan pembangkit listrik untuk daerah Bali. Rangkaian proses pabrik ini adalah unit Regasification. Analisa ekonomi dari pabrik ini adalah investasi sebesar 371,66 MUSD, IRR sebesar 38,6%, POT selama 2,71 tahun, BEP sebesar 49,6% dan NPV 10 tahun sebesar 1011,82 MUSD.

  19. KINETIKA REAKSI HIDROLISIS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Megawati Megawati

    2012-02-01

    Full Text Available Bio-etanol merupakan salah satu bahan bakar organik yang dapat diproduksi dari pati dan selulosa. Bahan berbasis selulosa dapat ditemukan dalam limbah organik, diantaranya: grajen kayu, ranting kering, daun kering, tongkol jagung, sekam padi dan lain-lain. Langkah-langkah penting pada produksi etanol dari lignoselulosa ialah hidrolisis untuk mengkonversi hemiselulosa dan selulosa menjadi gula, fermentasi gula untuk memproduksi etanol, dan pemurnian etanol. Penelitian ini mempelajari reaksi hidrolisis ranting kering dengan asam encer pada kondisi non-isotermis. Dua ratus gram ranting kering dicampur dengan 1200 cm3 larutan asam sulfat 0,18 N dan dipanaskan di dalam autoklaf. Selama proses hidrolisis ini, suhu akan terus naik (non-isotermis, kemudian setelah mencapai suhu tertentu dijaga tetap (suhu akhir. Hasil hidrolisis pertama diambil pada suhu 413 K dan seterusnya diambil setiap interval 5 menit. Suhu akhir divariasi pada 433 K, 453 K, 473 K dan 493 K. Metode Fehling dipilih untuk menganalisis kandungan gula di dalam sampel. Persamaan kinetika reaksi diperoleh dengan mengolah data dengan pendekatan model shrinking-core dengan ukuran partikel tetap. Nilai tetapan kecepatan reaksi meningkat sedangkan nilai tetapan transfer massa relatif tidak berubah pada berbagai suhu. Tetapan kecepatan reaksi dapat didekati dengan persamaan Arrhenius, dengan frekuensi tumbukan Ar = 0,083 l/(mol.menit dan energi aktivasi Er = 20.000 J/mol. Untuk menyelidiki langkah mana yang mengontrol laju proses, dibandingkan tetapan kecepatan reaksi dan tetapan transfer massa pada 493 K, diperoleh nilai tetapan transfer massa berkisar 0,06 l/(mol.menit, dan nilai tetapan kecepatan reaksi berkisar 0,00051 l/(mol.menit, sehingga diperoleh bilangan Hatta 0,00933. Karena bilangan Hatta < 0,02 maka dapat disimpulkan bahwa reaksi kimia lebih mengontrol daripada transfer massa.

  20. SINTESA GULA DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PROSES HIDROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ASAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deddy Irawan

    2012-11-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SUGAR FROM ORGANIC WASTES VIA ACID CATALYSTHYDROLYSIS. Hydrolysis process is an important step from every process to produce biofuel withorganic wastes as raw material. Hydrolysis process with chemical uses hydrochloride acid as catalystin which will transform holocellulose to glucose. Raw material of 100 grams is put into hydrolysisreactor with batch system equipped with pressure control and ratio hydrochloride of 1 : 6 w/v. Thevariables studied were temperature of 110-140oC, HCl concentration of 0.5-1%, time of hydrolysis of15-60 minutes. The sugar concentration was taken and then be analyzed by Nelson-Somogy method.The hydrolysis, which was carried out with the temperature of 120oC, time of 30 minutes, HClconcentration of 0.75%, and the pressure of 6 bar, produced sugar reduction of 27.3 mg/mL and yieldof 15.07%. Proses hidrolisis merupakan satu tahap penting dari rangkaian tahapan proses produksi bahan bakarnabati menggunakan bahan baku sampah organik. Proses hidrolisis secara kimiawi menggunakanHCl sebagai katalis akan mengubah holoselulosa yang terdapat pada sampah organik menjadi gula.Gula yang dihasilkan inilah yang dapat difermentasi menjadi bahan bakar nabati. Bahanbaku sebanyak 100 g dimasukkan dalam reaktor hidrolisis sistem batch yang dilengkapi denganpengukur tekanan dan ditambahkan larutan HCl pada perbandingan 1:6 b/v. Hidrolisis dilakukandengan memvariasikan suhu operasi 100-140oC, waktu proses 15-60 menit, serta konsentrasi HCl 0,5-1%. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar gula menggunakan metode Nelson-somogy. Hasilhidrolisis yang dilakukan pada suhu 120oC selama 30 menit serta konsentrasi HCl 0,75% dan tekananterukur 6 bar menghasilkan gula 27,30 mg/mL dan yield gula sebesar 15,07%.

  1. Disain Sistem Pemantauan Lingkungan Untuk Evaluasi Lepasan Radionuklida dari Subsistem pada Kecelakaan Reaktor Daya PWR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Kuntjoro

    2013-03-01

    Full Text Available PLTN. (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sebagai sumber energi baru dipilih sebagai alternatif, karena memiliki berbagai kelebihan yaitu ramah lingkungan, pasokan bahan bakar yang tidak bergantung musim, serta harganya yang dapat bersaing dengan pembangkit listrik yang lain. Namun demikian, adanya keraguan sebagian masyarakat tentang keselamatan radiasi PLTN, maka pemerintah harus bisa meyakinkan tentang operasi PLTN yang aman dan selamat. Penelitian tentang disain sistem pemantauan lingkungan untuk evaluasi lepasan radionuklida dari subsistem reaktor dan lingkungan akibat terjadinya kecelakaan pada reaktor daya telah dilakukan. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan sebaran radionuklida ke subsistem dan lingkungan serta membuat sistim monitoring radiasi di lingkungan. Sistem monitoring lingkungan terdiri dari system pencacah radiasi, sistem peringatan dini, sistem pengukuran meteorologi, sistem GPS dan system GIS. Sistem pencacah radiasi digunakan untuk mencatat data radiasi, sistem pengukuran meteorologi digunakan untuk mencatat data arah dan kecepatan angin, sedangkan sistem GPS digunakan untuk menentukan data posisi pengukuran. Data tersebut kemudian dikirimkan ke system akuisisi data untuk ditransmisikan ke pusat kendali. Pengumpulan dan pengiriman data dilakukan melalui SMS menggunakan perangkat modem yang ditempatkan di ruang kendali. Ruang kendali menerima data dari berbagai tempat pengukuran. Dalam hal ini ruang kendali memiliki fungsi sebagai SMS gateway. Sistem ini dapat memvisualisasi untuk lokasi pengukuran yang berbeda. Selanjutnya, data posisi dan data radiasi diintegrasikan dengan peta digital. Integrasi sistem tersebut kemudian divisualisasikan dalam personal komputer. Untuk posisi pengukuran terlihat langsung di peta dan untuk data radiasi ditampilkan di monitor dengan tanda lingkaran merah atau hijau yang digunakan sebagai pemonitor batas aman radiasi. Bila tanda lingkaran berwarna merah maka akan menyalakan alarm di

  2. Utilization of Carbonized Wood from Tropical Fast-Growing Trees for Functional Materials

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Joko Sulistyo

    2015-01-01

    Full Text Available Pembangunan hutan tanaman dari jenis-jenis cepat tumbuh di kawasan tropis menimbulkan limbah biomassa kayu yang sebagian saat ini digunakan untuk kayu bakar dan sebagian lain digunakan untuk produksi arang dengan tujuan penggunaan yang terbatas. Pengembangan material-material fungsional untuk berbagai aplikasi teknik dengan memanfaatkan arang kayu dari jenis pohon cepat tumbuh harus mempertimbangkan struktur mikro dan struktur pori dalam arang kayu yang berhubungan dengan kondisi karbonisasi. Ulasan ini meliputi kemajuan penelitian-penelitian saat ini pada karbonisasi kayu dari pohon cepat tumbuh tropis, mekanisme perkembangan struktur mikro dan struktur pori dalam arang kayu selama karbonisasi, pemanfaatan yang tepat dari struktur mikro dan porositas dalam arang kayu untuk pengembangan material-material fungsional serta usaha dan peningkatan pengembangan material-material fungsional menggunakan arang kayu dari pohon cepat tumbuh tropis. Katakunci: arang kayu, material fungsional, pohon cepat tumbuh, karbonisasi   Utilization of Carbonized Wood from Tropical Fast-Growing Trees for Functional Materials Abstract Establishment of fast-growing tree species plantations in tropical areas generate wood biomass residue in which some of them are currently utilized for heating fuel and some others are used for charcoal production with limited purposes. The development of functional materials for engineering applications utilizing carbonized wood from fast-growing trees species have to consider the microstructure and pore structure in carbonized wood which has a relationship to the carbonization conditions. This review covers the current researches on progress in the carbonization of wood from tropical fast-growing trees, mechanism of the microstructure and pore structure development in carbonized wood during carbonization, proper utilizations of the microstructure and porosity in carbonized wood for the development of functional materials and efforts

  3. BCL-XL regulates TNF-α-mediated cell death independently of NF-кB,FLIP and IAPs

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    Raffaella Gozzelino; Nahuai Badiola; Daniel Sanchis; Jose Rodriguez-Alvarez; Ramon Trullas; Victor J Yuste; Joan X Comella; Carme Sole; Nuria Llecha; Miguel F Segura; Rana S Moubarak; Victoria Iglesias-Guima-rais; M Jose Perez-Garcia; Stephanie Reix; Jisheng Zhang

    2008-01-01

    Upon activation,tumor necrosis factor alpha (TNF-α) receptor can engage apoptotic or survival pathways.Inhibition of macromolecular synthesis is known to sensitize cells to TNF-α-induced cell death.It is believed that this sensitization is due to the transcriptional blockade of genes regulated by NF-κB.Nevertheless,such evidence has remained elusive in the nervous system.Here,we show that TNF-α cannot normally induce apoptosis in PC12 cells or cortical neurons.However,cells treated with Actinomycin D (ActD) become susceptible to TNF-α-induced cell death through the activation of caspase-8,generation of tBid and activation of caspase-9 and -3.Analysis of several proteins involved in TNF-α receptor signaling showed no significant downregulation of NF-κB target genes,such as IAPs or FLIP,under such conditions.However,Bcl-xL protein levels,but not those of Bcl-2,Bax and Bak,are reduced by ActD or TNF-α/ActD treatments.Moreover,Bcl-xL overexpression fully protects cells against TNF-α/ActD-induced cell death.When endogenous levels of Bcl-XL are specifically downregulated by ientiviral-based RNAi,cells no longer require ActD to be sensitive to TNF-α-triggered apoptosis.Furthermore,Bcl-xL downregulation does not affect TNF-α-mediated NF-κB activation.Altogether,our results demonstrate that Bcl-xL,and not Bcl-2,FLIP or IAPs,acts as the endogenous regulator of neuronal resistance/sensitivity to TNF-α-induced apoptosis in an NF-KB-independent manner.

  4. TENAGA SURYA DAN ARSITEKTUR: SUATU ANALISIS LINGKUNGAN DAN PERANCANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Harso Karyono

    2003-01-01

    Full Text Available This paper discusses the potential use of solar energy in building as an alternative solution of energy resources to reduce the negative impact in burning fossil fuels to the environment. It higlights the positive aspects in environment by generating solar energy and also discusses the aesthetical values in employing solar panels on buildings. Abstract in Bahasa Indonesia : Isue mengenai pemanasan bumi yang diakibatkan oleh produksi gas karbon dioksida sebagai akibat pembakaran bahan bakar minyak (minyak bumi, batu bara, gas alam memaksa ilmuwan, pakar energi, akhli lingkungan, serta pihak-pihak lain yang terkait untuk ikut memikirkan penggunaan energi alternatif yang aman. Tenaga nuklir yang tidak menghasilkan gas buang semacam karbon dioksida, ternyata bukan merupakan solusi energi alternatif yang baik karena meninggalkan sampah radioaktif yang belum ada solusi pembuangan yang diangap aman untuk masa yang akan datang. Tenaga surya, yang umumnya sudah digunakan secara tradisional sejak ratusan abad yang silam, perlu mendapat perhatian. Pemanfaatan tenaga surya baik secara pasif maupun aktif bagi bangunan perlu mendapat perhatian dari para arsitek. Pemanfaatan tenaga surya secara aktif, dimana tenaga surya dikonversikan terlebih dahulu menjadi tenaga listrik dengan solar sel, seyogyanya tidak berdiri sendiri, perlu diintegrasikan dengan aplikasi perancangan secara pasif. Perancangan secara aktif bertujuan untuk mengurangi beban listrik yang berasal dari minyak bumi - secara langsung mengurangi jumlah gas karbon dioksida yang dibuang ke udara, sedangkan perancangan pasif bertujuan untuk mengurangi beban penggunaan energi listrik - yang berasal dari sumber listrik apapun - di dalam bangunan. Makalah ini membahas isue yang diutarakan diatas, dimana pada akhirnya memberikan contoh dari suatu karya arsitektur yang dianggap berhasil dalam mengaplikasikan strategi perancangan secara aktif (menggunakan solar sel serta tidak meninggalkan sterategi

  5. KARAKTERISTIK PASIEN KARSINOMA NASOFARING DI POLIKLINIK TELINGA HIDUNG TENGGOROKKAN-KEPALA LEHER RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PADA BULAN NOVEMBER-DESEMBER 2014

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ferdinand Maubere

    2015-06-01

    Full Text Available Karsinoma nasofaring (KNF merupakan tumor ganas kepala leher yang paling banyak di Indonesia.Prognosis pasien KNF sangat bergantung pada diagnosis dan terapi pada stadium dini.Namun demikian, perhatian dan pengetahuan dokter umum di Indonesia mengenaiKNFmasih kurang memadai untuk mendukung penapisan dan pendeteksian sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan meninjau karakteristik khusus pada pasien KNF yang nantinya dapat dijadikan dasar penelitian selanjutnya sebagai salah satu alat bantu penapisan dan deteksi dini. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan dilaksanakan di poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar pada bulan November hingga Desember 2014.Jumlah sampel 68 pasien dengan diagnosis karsinoma nasofaring yang sudah ditentukan stadiumnya, baik pasien yang baru terdaftar ataupun pasien lama. Hasil penelitian ini menunjukkan rasio pasien KNF laki-laki berbanding perempuan adalah 2,78 : 1. Rerata umur responden adalah 50,01 ± 10,10tahun dan sebanyak 51,5% responden berusia 30-50 tahun.Sebanyak 63,3%responden mulai berobat pada stadium IV dan 20,6% pada stadium III. Pada variabel host, sebanyak 13,2% memiliki riwayat penyakit kanker pada keluarga, 22,1% memiliki riwayat penyakit THT kronik selama lebih dari 3 minggu,dan 67,6% memiliki ?1 gigi yang bermasalah. Pada variabel perilaku, 57,4% mengkonsumsi ikan asin ?3kali per bulan, 47.1% adalah perokok, dan 10,3% jarang menyikat gigi. Pada variabel lingkungan, 75,0% terpapar asap kayu bakar selama >10 tahun, 42,6%terpapar zat kimia inhalasi, dan 30,9% terpapar debu kayu.    

  6. DESAIN KONSEPTUAL PERISAI RADIASI REAKTOR RRI-50

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amir Hamzah

    2015-06-01

    Full Text Available ABSTRAK DESAIN KONSEPTUAL PERISAI RADIASI REAKTOR RRI-50. Salah satu parameter yang harus dipenuhi dalam mendesain reaktor nuklir adalah desain perisai radiasi yang dapat menjamin keamanan dan keselamatan radiasi bagi pekerja dan masyarakat sekitar. Pada penelitian ini dilakukan desain perisai radiasi RRI-50 dengan elemen bakar berjenis U9Mo-Al berkerapatan tinggi dengan tipe pelat sebanyak 21 buah dan berdimensi seperti elemen bakar RSG-GAS tapi panjang aktifnya 70 cm. Konfigurasi teras terdiri dari 16 elemen bakar dan 4 elemen kendali serta 5 posisi iradiasi sehingga membentuk matriks 5 x 5. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain perisai radiasi dan menentukan distribusi laju dosis di daerah kerja dan di lingkungan reaktor RRI-50. Tahapan awal penelitian adalah perhitungan kuat sumber dan inventori bahan radioaktif teras reaktor dengan mensimulasikan operasi 50 MW selama 20 hari tiap siklus menggunakan program ORGEN2.1. Berdasarkan kuat sumber tersebut dan model yang dibuat menggunakan program VisEd, maka dilakukan analisis penentuan parameter perisai radiasi secara iteratif menggunakan program MCNPX. Pada tahap akhir, dilakukan analisis distribusi laju dosis di seluruh ruang di dalam dan di luar gedung reaktor juga menggunakan program MCNPX. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ketinggian permukaan air adalah 1000 cm dan kombinasi 90 cm beton berat dan 60 cm beton biasa dapat digunakan sebagai perisai biologi. Desain perisai tersebut mereduksi laju dosis menjadi 0,05 µSv/jam di Balai Operasi sementara di Balai Eksperimen dan di luar gedung reaktor menjadi 4,2 µSv/jam dan 0,03 µSv/jam pada saat reaktor beroperasi. Hasil penelitian juga menunjukkan pemasagan perisai tambahan setebal 280 cm berjarak 300 cm di depan tabung berkas neutron radial yang terbuka mereduksi laju dosis gamma dan neutron menjadi 3,3 µSv/jam dan 3,1x10-11 µSv/jam. Hasil-hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain perisai radiasi yang dibuat membuat reaktor

  7. FAKTOR STATUS PEMBUDIDAYA, KONDISI, DAN PENGELOLAAN TAMBAK YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa DI TAMBAK TANAH SULFAT MASAM KABUPATEN LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erna Ratnawati

    2016-11-01

    Full Text Available Tambak di Kabupaten Luwu Utara umumnya tergolong tanah sulfat masam dan banyak digunakan untuk budidaya rumput laut (Gracilaria verrucosa dengan produksi yang tinggi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor status pembudidaya, kondisi, dan pengelolaan tambak yang mempengaruhi produksi rumput laut. Metode penelitian yang diaplikasikan adalah metode survai untuk mendapatkan data primer dari produksi, status pembudidaya, dan pengelolaan tambak yang dilakukan melalui pengajuan kuisioner kepada responden secara terstruktur, sedangkan kondisi tambak ditentukan melalui pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan. Sebagai peubah tidak bebas adalah produksi dan peubah bebas adalah faktor status pembudidaya yang terdiri atas 10 peubah, kondisi tambak yang terdiri atas 12 peubah, dan pengelolaan tambak yang terdiri atas 26 peubah. Analisis regresi berganda dengan peubah boneka digunakan untuk memprediksi produksi rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi aktual rata-rata rumput laut di tambak tanah sulfat masam sebesar 7.821 kg/ha/tahun dengan prediksi produksi sebesar 23.563 kg kering/ha/tahun. Produksi rumput laut dapat ditingkatkan melalui: peningkatan pengalaman pembudidaya tambak, penambahan jumlah pintu air, tambak dibuat dengan bentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang dengan luasan tambak tidak terlalu luas serta peningkatan lama pengeringan tanah dasar tambak, padat penebaran ikan bandeng, dosis kapur dan dosis pupuk Urea, SP-36, KCl, dan Za sebagai pupuk dasar. Brackishwater pond in North Luwu Regency, generally as classified as acid sulfate soils and most of them was used for culturing seaweed (Gracilaria verrucosa with high productivity. Hence, it was conduct research that aim to know the effect of farmer status, condition, and management of pond on the seaweed production. Survey method was applied to find primary data of seaweed production, farmer status and pond management, while

  8. PEMANFAATAN MAGGOT SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG IKAN DALAM PAKAN BUATAN UNTUK BENIH IKAN BALASHARK (Balanthiocheilus melanopterus Bleeker

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agus Priyadi

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi sumber protein tepung ikan dengan tepung maggot telah diteliti terhadap ikan hias balashark. Sebanyak 1.500 ekor benih ikan balashark dengan bobot awal rata-rata 2,26 ± 0,08 g dan panjang 5,18 ± 0,06 cm ditebar dalam 15 unit bak tembok berukuran 1,2 m x 0,7 m x 0,5 m, sistem resirkulasi dan dilengkapi aerasi dengan padat penebaran 100 ekor/bak dan dipelihara selama 60 hari. Pakan buatan dengan perbedaan substitusi maggot terhadap tepung ikan sebagai pengganti protein diberikan sebagai perlakuan yaitu (a 0%; (b 10%; (c 20%; (d 30%; dan (e 40% maggot substitusi. Perlakuan substitusi maggot nyata mempengaruhi (P<0,05 pertambahan bobot, panjang total, pertumbuhan spesifik, retensi protein, dan rasio efisiensi protein. Substitusi maggot hingga level 16,47% memberikan respons terbaik terhadap penampilan tumbuh benih ikan balashark. The objective of this research was to study the effect of maggot meal as an alternative protein source to partially substitute fish meal in artificial feed for balashark fry. This research was conducted at the Research Institute for Ornamental Fish in Depok, West Java. Fifteen concrete tanks each of 1.2 m x 0.7 m x 0.5 m, provided with aerated recirculation water system, were used as culture tanks. Balashark fry averaging 2.26±0.08 g in body weight and 5.18±0.06 cm in body length were stocked into the tanks at a density of 100 fries per tank. The dietary treatments tested were five different levels of maggot meal, namely: (a 0% substitution; (b 10% substitution; (c 20% substitution; 30% substitution, and e 40% substitution. Feeding of the fries lasted for 60 days. Results of the research showed that, based on body weight gain, total body length, specific growth rate, protein retention, protein efficiency ratio, and lipid retention, the effect of maggot meal to substitute for fish meal was significant (P<0.05. The best growth performance of the balashark fries

  9. Efek Pemberian Suntikan Subkutan Vitamin C Terhadap Luka Insisi Dermal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Surya Darma

    2014-09-01

    Full Text Available Abstrak Vitamin C berfungsi sebagai kofaktor enzyme prolil dan lysil hydroxilase. Enzym tersebut berfungsi dalam proses hidroksilasi yang membentuk ikatan hidroksiprolin dan hidroksilisin pada fibroblast dalam membentuk kolagen. Selain itu Vitaimin C juga berfungsi meregulasi dan menstabilkan trankripsi gen mRNA prokolagen pada proses pembentukan kolagen di dermis. Berdasarkan hal tersebut diatas, peneliti tertarik untuk membuktikan apakah pemberian vitamin C subkutan disekitar luka insisi dermal berefek pada pembentukan kolagen yang lebih padat dalam proses penyembuhan luka. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan tikus Wistar sebanyak 32 ekor, yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 16 ekor sebagai kontrol dan 16 ekor lagi sebagai perlakuan. Pada kedua kelompok dilakukan insisi di punggung sepanjang 2 cm. Kelompok perlakuan diberi suntikan vitamin C subkutan disekitar luka insisi dermal sebanyak 9 mg (0,09ml, sedangkan kelompokkontrol tidak diberikan.Pada hari kelima dilakukan pengambilan jaringan luka pada kedua sampel untuk pemeriksaan kepadatan kolagen secara mikroskopik. Hasil:Kepadatan kolagen pada hari kelimamenunjukkan perbedaan yang bermakna dari efek penyuntikan vitamin C subkutan terhadap kepadatan kolagen (χ2 = 5,833; P<0,05. Kesimpulan: Penyuntikan vitamin C subkutan disekitar luka insisi dermal efektif dalam meeningkatan kepadatan kolagen. Kata kunci: suntikan vitamin C subkutan, kepadatan kolagen.Abstract Vitamin C functions as enzyme co-factor for prolyl and hidroxylase lysil. The enzyme functions in hydroxylase process that builds hydroxyproline and hydroxylysine bondsin fibroblast in the synthesis of collagen. Besides that, vitamin C also functions in regulating and stabilizing procollagen mRNA gen transcription in dermal collagen synthesis. Based on the facts above, researchers are interested to prove whether subcutaneous injection of vitamin C around dermal insisional wound would result in more compact collagen

  10. ROLE OF SOIL AS A RESERVOIR OF DISEASE = PERAN TANAH SEBAGAI RESERVOIR PENYAKIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arief Nugroho

    2015-03-01

    Full Text Available ENGLISHAbstractSoil is home to biodiversity where 25% of the Earth’s species live in the soil. Soil can provide ecosystem function through complex interactions between organisms in the soil and the soil itself as soil formation, water filtration, as well as providing useful compounds. However, the soil can be a reservoir of disease in humans. This is because the soil is the recipient of the solid waste that causes contamination of soil that may contain hazardous organic and inorganic materials as well as pathogenic microorganisms. The spread of disease-causing agents through the soil can occur as a result of floods, strong winds or transporting soil from endemic areas to other regions. Pathogens that have caused the role of soil-borne diseases are divided into two groups: Euedaphic Pathogenic Organisms (EPOs and Soil Transmitted Pathogens (STP. Prevention efforts need to avoid the spread of disease from soil to human beings as to conduct remediation of soils contaminated with hazardous chemicals as well as efforts to provide a disinfectant, and sanitary environment to prevent contamination of pathogenic microorganisms in the soil.INDONESIANAbstrakTanah merupakan tempat tinggal bagi keragaman hayati dimana 25% dari spesies bumi tinggal di tanah. Tanah dapat berfungsi menyediakan ekosistem melalui berbagai interaksi yang kompleks antara organisme dalam tanah dan tanah itu sendiri seperti pembentukan tanah, penyaringan air, maupun penyediaan senyawa yang bermanfaat. Namun, tanah dapat menjadi reservoir penyakit pada manusia. Hal ini karena tanah adalah penerima limbah padat sehingga menyebabkan kontaminasi tanah yang dapat mengandung bahan organik dan anorganik berbahaya serta mikroorganisme patogen. Penyebaran agen penyebab penyakit melalui tanah dapat terjadi akibat banjir, tiupan angin kencang atau pengangkutan tanah dari daerah endemik ke daerah lainnya. Patogen yang mempunyai peran menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui tanah di bagi

  11. ADSORPSI Pb2+ DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL MENGGUNAKAN SISTEM ADSORPSI KOLOM DENGAN BAHAN ISIAN ABU LAYANG BATUBARA SERBUK DAN GRANULAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2015-07-01

    Full Text Available Batubara  merupakan  salah  satu  sumber energi  alternatif  yang murah. Oleh karena itu,  penggunaan  batubara  di  Indonesia meningkat pesat  setiap  tahunnya. Penggunaan batubara  ini  menghasilkan  limbah  yang  dapat mencemari lingkungan baik limbah gas  seperti   CO2, NOX,  CO,  SO2,  hidrokarbon  maupun  limbah  padat  yang berupa abu  layang dan  abu  dasar. Abu  layang  mengandung SiO2, Al2O3,  dan sisa karbon yang tidak terbakar sehingga potensial digunakan sebagai adsorben. Pada penelitian ini, kemampuan adsorpsi abu layang ditingkatkan melalui aktivasi termal dan diuji untuk menjerap ion Pb2+ dalam limbah cair artifisial. Adsorpsi dilakukan pada sistem kolom yang berlangsung kontinyu menggunakan bahan isian abu layang teraktivasi, dalam bentuk serbuk dan granular, pada laju alir influen yang bervariasi. Hasilnya, laju alir mempengaruhi nilai kapasitas (qo, konstanta thomas (KtH dan waktu breakthrough.Kata Kunci : Pb2+ , adsorpsi, abu layang, breakthrough Coal is one of the inexpensive alternative energy. Therefore, the usage of coal in indonesia has been increased every year. It produces waste that can pollute the environment including gases waste such as CO2, NOX, CO, SO2, hydrocarbons and solid waste including fly ash and bottom ash. Coal fly ash is composed of  SiO2, Al2O3 and unburned carbon that enables it to act as a potential adsorbent. In this research, the adsorption capasity has increased by thermal activation and used to adsorp Pb2+ ion in wastewater.  The adsorption was carried out in packed column contains powder and granular activated fly ash. In the system, flow rate was varied.  The results show that flow rate influences adsorption capacity, Thomas constant and breakthrough time.Keywords: Pb2+, adsorption, coal fly ash, breakthrough

  12. PENERAPAN ELEKTROOSMOSIS UNTUK PENGERINGAN SLUDGE DARI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Darmawan Darmawan

    2013-11-01

    Full Text Available APPLICATION OF ELECTROOSMOSIS FOR DEWATERING OF SLUDGE FROM WASTE WATER TREATMENT. Wastewater treatment produces semi-solid residue (sludge that must be handled carefully during dumping and discharge to avoid polluting the environment. A low cost and easy treatment of dewatering is needed. This research aimed to apply electroosmosis technique for dewatering sludge in order to seek for parameters that can efficiently reduce water content of sludge, including range of voltage, type of electrodes, and distance between electrodes; and to determine the effect of electroosmosis processes on changes of chemical characteristics of sludge. The results showed that: (1 electroosmosis dewatering occurred on the sludge taken from waste water treatment of landfill but not on sludge from water purification plant (PDAM, (2 direct current voltage of 30 volts was the optimum voltage, (3 copper rod cathode provided electroosmosis process as good as stainless steel cathode and both were better than the woven stainless steel cathode, (4 the dewatering time to reduce 1200% (w/w water content to about 400% was about 40 hours for sludge of 2500 cm3 in volume (laboratory bench scale, (5 the anode need to reinserted gradually approaching the cathode due to current lost when the water content at the anode point reached 400% and sludge at the point shrink, and (6 some chemical elements in the sludge decreased significantly after treatment. Pengolahan limbah cair menghasilkan residu berupa bahan semi padat yang dikenal sebagai sludge. Sludge tersebut juga perlu dikelola penyimpanan dan pembuangannya agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu pengelolaan sludge yang perlu dilakukan adalah pengeringan (dewatering. Salahsatu teknik dewatering yang mungkin diterapkan ialah teknik elektroosmosis, yaitu teknik yang memanfaatkan adanya pergerakan air pada media poros di dalam medan istrik searah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari parameter sistem dewatering secara

  13. ANALISIS KEROPOS PADA PENGELASAN LASER MIKRO KAPSUL TERAPI KANKER LAJU DOSIS RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    DK Yoga

    2014-06-01

    Full Text Available Salah satu terapi pengobatan kanker adalah dengan menggunakan radioaktif yang dimasukkan ke dalam mikrokapsul untuk diimplan ke dalam jaringan tubuh pasien yang terkena kanker.  Mikrokapsul terbuat dari bahan Ti6Al4V ditutup menggunakan las laser. Pada saat pengelasan terjadi proses perubahan fase padat ke cair dan sebaliknya. Proses pendinginan dalam pengelasan yang terlalu cepat dapat menyebabkan keropos karena adanya gas yang terjebak pada saat pemadatan.  Waktu pencairan dan pemadatan pada pengelasan laser dipengaruhi oleh pulsa berkas laser dan aliran gas selubung .  Pada penelitian ini digunakan las laser Nd-YAG dengan bentuk pulsa trapezium pada frekuensi 5 Hz ,pada daya 300 W dan 400 W serta variasi aliran gas selubung 20,18,15 dan 12 l/min. Hasil pengelasan setelah dibelah dan diamati menggunakan mikroskop stereo ditemukan adanya lobang keropos pada sampel las dengan aliran gas 20 l/min dan efisiensi energy laser turun dengan penambahan panjang durasi pulsa laser pada fase pendinginan.  Untuk mencegah adanya keropos, pengelasan efektif menggunakan aliran gas 15 l/min.  Microcapsules containing radioisotope is one of methods used for cancer treatment. It is put in the microcapsule to be implanted to the body tissues of patient who is affected by cancer. The microcapsule was made of Ti6Al4V and sealed by using laser welding. A phase change from solid to liquid or vice versa occurred during the welding process. A fast cooling time in welding process can cause a loss of porosity due to a gas entrapment during solidification. The melting and solidification time of laser welding were affected by laser beam pulse and the flow of sealed gas. In this study, Nd-YAG laser was used in a shape of trapezium pulse. The study was carried out with a frequency, power and sealed gas flow of 5Hz, 300 and 400 W, and 20, 18, 15, 12 l/min, respectively. The welding product after splitting was further observed using a stereo microscope. The result

  14. SPATIAL DISTRIBUTION OF DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER CASES IN BANYUMAS DISTRICT, CENTRAL JAVA PROVINCE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunaryo Sunaryo

    2014-08-01

    Full Text Available ABSTRAKDemam Berdarah Dengue (DBD masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian seriuskarena di beberapa daerah masih sering terjadi kejadian luar biasa. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerahdengan kasus DBD selalu tinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi spasial DBD diKabupaten Banyumas berdasarkan lokasi, ketinggian, tata guna lahan dan kepadatan penduduk serta pola kasusberdasarkan curah hujan. Kajian ini dilakukan dengan penelusuran data sekunder kasus DBD di Dinas KesehatanKabupaten Banyumas. Data peta topografi skala 1: 25000 diperoleh dari Bakosurtanal dan Bappeda Kabupaten Banyumas.Proses pengolahan data dan analisis spasial DBD secara tumpang susun menggunakan aplikasi Arc Gis.10. Hasilpenelitian menunjukkan jumlah kasus DBD tahun 2012 sebanyak 200 kasus, tersebar hampir di setiap kecamatan (75%.Kluster kasus DBD terdapat di wilayah Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan dan Purwokerto Utara yang merupakandaerah dataran rendah (12 -250 mdpl, lingkungan permukiman dekat persawahan, area perkotaan dengan permukimanpadat penduduk. Secara spasial kasus DBD terzonasi di wilayah dataran rendah dengan pemukiman padat penduduk dekatpersawahan. Kasus DBD meningkat pada saat musim hujan tinggi antara Januari –Mei.Kata kunci : distribusi spasial, DBD, BanyumasABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF is the most important public health problem in Indonesia, that needs serious attention.DHF cases in Banyumas regency always high in every year, and decrease in 2011.This research aimed to describe spatialdistribution of DHF in Banyumas district based on location, altitude, landuse and population density and pattern of casesbased on rainfall. DHF cases data obtained from Banyumas District Health Office. Topography map scale 1:25.000obtained from Bakosurtanal and Bappeda of Banyumas regency. Processing data and DHF spatial analize by overlay usingArc Gis.10 software. This research

  15. PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KETIDAKPATUHAN PENGGUNAAN KELAMBU BERINSEKTISIDA DI DESA TEGAL REJO, KECAMATAN LAWANG KIDUL, KABUPATEN MUARA ENIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Wempi Dody Surya Permadi

    2014-01-01

    Full Text Available ABSTRACTMalaria is an infectious disease in the tropics and sub ?tropics and can cause death. Densely and less arrangedsettelement, many water reservoirs and pools of former excavation mine in every home residents may increase theodds of malaria vectors in the community. Mosquito nets have been produced using insecticides (Long LastingIncetiside nets. It can kill resting mosquito when mosquitoes exposed to insecticide. There are some people whodisobey the rule. In Solomon, the biggest factor of this disobedience is the uncomfortable condition when usingmosquito nets at bedtime. The purpose of this study to describe the knowledge, attitudes, behavior of people donot use mosquito nets. A descriptive study with cross-sectional design. The study was conducted in the villageTegal Rejo, Lawang Kidul District, Muara Enim, South Sumatra Province in April 2013. Samples were 100households. Collecting data using questionnaires. 98% of respondents do not know the characteristics of thedisease and malaria mosquitoes. All respondents did not know the difference insecticide-treated nets to regularnets . Most respondents did not know how to use bed nets (73%, incorrect usage of bed nets (99%, did not get anexplanation before using nets (89%, and did not know the purpose of mosquito nets (89%. Some people inTegalrejo did not use LLIN's because most of them prefer to use insect repellent.Key words: behaviour, LLIN's, disobendienceABSTRAKMalaria merupakan penyakit menular di daerah tropis dan sub tropis serta dapat menimbulkan kematian padapenderitanya. Kondisi pemukiman padat dan kurang tertata, banyaknya tempat penampungan air dan kubanganbekas galian tambang di setiap rumah penduduk dapat memperbesar peluang berkembangnya vektor malaria dimasyarakat. Kelambu yang telah diproduksi memakai insektisida (Long Lasting Incetiside nets. Kelambu inidapat membunuh nyamuk apabila nyamuk terpapar oleh insektisida. Ada beberapa masyarakat yang tidak patuhmemakai kelambu

  16. APLIKASI DOSIS FERMENTASI PROBIOTIK BERBEDA PADA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei POLA INTENSIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunarto Gunarto

    2016-11-01

    Full Text Available Aplikasi dosis probiotik yang tepat menjadi satu di antara penentu utama dalam peningkatan produksi udang di tambak, karena berkaitan dengan kemampuannya mengurai limbah organik sisa pakan dan sisa metabolisme udang yang dibudidayakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dosis fermentasi probiotik yang berbeda pada pertumbuhan, sintasan, produksi udang, nilai rasio konversi pakan, dan kualitas air tambak budidaya intensif udang vaname di tambak. Enam unit tambak masing-masing ukuran 4.000 m2 ditebari benur vaname PL-10 dengan padat tebar 50 ekor/m2. Pakan diberikan dengan dosis 2,5%-100% dari total biomassa udang dengan frekuensi 2–4 kali/hari selama pemeliharaan 105 hari. Tiga dosis berbeda dari aplikasi fermentasi probiotik komersial dijadikan perlakuan, yaitu A. 1 mg/L/minggu, B. 3 mg/L/minggu, dan C. 5 mg/L/minggu. Masing-masing perlakuan dengan dua ulangan. Aplikasi fermentasi probiotik di tambak dilakukan setiap minggu sekali dan dimulai seminggu sebelum tebar hingga mendekati waktu panen. Sampling pertumbuhan dan kualitas air (amoniak, nitrit, nitrat, fosfat, bahan organik total (BOT, klorofil-a, total bakteri Vibrio sp. dan total bakteri dilakukan setiap dua minggu sekali. Pengamatan fluktuasi oksigen terlarut di air tambak selama 24 jam dilakukan pada hari ke-43, 60, dan 90. Sintasan, produksi, dan nilai konversi pakan dihitung setelah udang dipanen. Untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan, maka data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian pola Rancangan Acak Lengkap, dan dilanjutkan dengan uji BNT apabila terjadi perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian nampak bahwa dosis 5 mg/L fermentasi probiotik, mampu menghasilkan sintasan yang lebih baik dan juga efisien dalam pemanfaatan pakan, yang ditunjukkan dengan nilai Rasio Konversi Pakan lebih rendah apabila dibandingkan dengan nilai Rasio Konversi Pakan yang diperoleh pada dosis fermentasi probiotik 3 dan 1 mg/L, meskipun demikian

  17. ANALISIS TINGKAT KECERNAAN PAKAN DAN LIMBAH NITROGEN (N BUDIDAYA IKAN BANDENG SERTA KEBUTUHAN PENAMBAHAN C-ORGANIK UNTUK PENUMBUHAN BAKTERI HETEROTROF (BIOFLOK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Usman Usman

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kecernaan pakan dan beban limbah nitrogen (N dan karbon organik (C pada pembesaran ikan bandeng untuk dijadikan acuan penumbuhan bakteri heterotrof (bioflok. Pakan uji yang digunakan adalah pakan komersial yang memiliki kadar protein berbeda yaitu 17%, 21%, dan 26%. Pakan tersebut digiling ulang, lalu ditambahkan kromium oksida (Cr2O3 sebagai indikator kecernaan. Untuk menentukan total limbah N termasuk ekskresi amonia, dilakukan juga pemeliharaan ikan bandeng selama 45 hari dan menghitung retensi N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan ketiga pakan tersebut tidak berbeda nyata yaitu antara 77,2%-78,2% untuk bahan kering; 88,6%-90,0% untuk protein; dan 81,6%-83,1% untuk C-organik. Namun total limbah N per 100 g pakan yang masuk ke perairan meningkat secara nyata dengan meningkatnya kadar protein pakan yaitu 2,27 g N untuk pakan berprotein 17%; 2,76 g N untuk pakan berprotein 21%; dan 3,28 g N untuk pakan berprotein 26%. Untuk mengkonversi limbah N dari budidaya bandeng ini menjadi bakteri heterotrof (bioflok, diperlukan aplikasi C-organik sebanyak 22,7 g; 27,6; dan 33 g per 100 g pakan berturut-turut untuk pakan yang berprotein 17%, 21%, dan 26%. This experiment was conducted to analyze the feed digestibility and nitrogen (N waste of milk fish grow-out and assessment of organic-C addition to promote heterotrophic bacteria (biofloc. The three commercial diets were used containing different protein levels i.e. (A 17%, (B 21%, and (C 26%. Chromic oxide was used as the digestibility marker. To assess the total nitrogen waste, the milk fish with initial weight of 48 g/fish were reared for 45 days and the protein retention was calculated. The results showed that the apparent digestibility of the all three tested diets was not significantly different (>0.05 i.e. 77.2%-78.2% for dry matter, 88.6%-90% for protein, and 81.6%-83.1% for organic-C. However, the total nitrogen waste per 100 g of feed

  18. In vivo characterization of polymer based dental cements

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widiyanti P

    2011-12-01

    semen gigi. Beberapa studi in vitro di bidang ini telah dilakukan. Beberapa riset di bidang material gigi telah menghasilkan semen gigi yang memenuhi standart sifat fisik dan mekanik seperti regangan dan kekuatan secara in vitro, sedangkan uji in vivo dan uji klinis dari semen gigi dari laboratorium belum dilakukan. Penelitian ini menguji karakteristik fisik dan mekanik semen gigi menggunakan hewan coba kelinci dengan membuat karies kelas III di gigi anterior terutama di permukaan mesial atau distal insisif, mengisi kavitas dengan semen gigi dan menganalisa kekuatan tekan, kekuatan tarik dan struktur mikronya dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM. Tujuan: Studi ini bertujuan memberikan gambaran karakterisasi in vivo semen gigi berbahan dasar polimer (semen seng fosfat, polikarboksilat, ionomer kaca dan seng oksida eugenol. Metode: Pertama, kami melakukan preparasi pada gigi hewan coba (6 kelinci, jantan, usia 5 bulan. Kemudian kita membuat kavitas yang melibatkan dentin. Lalu kami menumpat kavitas dengan semen gigi. Setelah prosedur penumpatan, hewan coba dipelihara selama 21 hari dan dikarakterisasi kekuatan tekan, kekuatan tarik dan struktur mikronya. Kekuatan tekan dan kekuatan tarik dianalisa dari sampel uji gigi hewan coba yang diekstraksi dan diukur dengan autograf. Struktur mikronya diuji dengan SEM. Hasil: Hasil nilai kuat tekan terbaik diperoleh oleh semen seng fosfat (zinc phosphate cement sebesar 101,888 Mpa dan nilai kuat tarik semen gigi terbaik adalah semen gelas ionomer (glass ionomer cement sebesar 6,555 Mpa. Kesimpulan: Dapat disimpulkan, dari ketiga jenis bahan semen yaitu seng fosfat, polikarboksilat, dan ionomer kaca, yang mempunyai sifat fisik dan mekanikal terburuk adalah semen ionomer kaca.

  19. PENGARUH PERBEDAAN SIFAT PENYANGGA ALUMINA TERHADAP SIFAT KATALIS HYDROTREATING BERBASIS NIKEL-MOLIBDENUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Ulfah

    2012-11-01

    mengkarakterisasi penyangga dan katalis. Hasil penelitian menunjukan bahwa luas permukaan alumina mempengaruhi pembentukan kristalin MoO3 dalam katalis NiMo. Pada penyangga alumina-3 yang memiliki luas permukaan yang paling tinggi (sekitar 195 m2/g di banding dua jenis alumina lainnya (>195 m2/g tidak memiliki kristalin MoO3. Pembentukan kristalin MoO3 tidak dipengaruhi oleh sifat keasaman alumina. Berdasarkan hasil XRD ditunjukan bahwa pada katalis NiMo berpenyangga alumina-3 (memiliki kekuatan asam yang paling tinggi tidak terdapat adanya kristalin MoO3. Distribusi ukuran pori peyangga tidak berubah signifikan setelah deposisi oksida Ni dan Mo. Kekuatan mekanik penyangga mempengaruhi pula kekuatan katalis NiMo. Penyangga γ Al2O3-3 yang memiliki kekuatan mekanik yang paling tinggi memberikan kekuatan mekanik katalis NiMo yang tertinggi.

  20. Karakterizacija vakuum plazma naprskane kobalt-nikal-hrom-aluminijum-itrijum prevlake

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mihailo R. Mrdak

    2013-12-01

    -217. Aluminijum u legurama CoNiCrAlY formira β(Co,NiAl fazu koja služi kao rezervoar za obnavljanje zaštitnog oksida α - Al2O3. Legure na bazi Co sa aluminijumom proizvode β - CoAl fazu koja poboljšava otpornost legure na  sulfidizaciju i β - NiAl fazu koja poboljšava otpornost legure na visoko temperaturnu oksidacionu. Prevlake CoNiCrAlY često se deponuju plazma sprej postupkom u vakuumu (VPS. Glavna razlika je što se proces izvodi u vakuumu bez prisustva vazduha uz nizak pritisak u veoma čistim uslovima i uz primenu transferovanog luka za čišćenje površine substrata.  U deponovanom stanju mikrostruktura CoNiCrAlY prevlake se sastoji od dve faze γ i β. γ faza je čvrst rastvor Co, Ni i Cr.  β (Co,NiAl faza je formirana od β - CoAl faze i β - NiAl faze. Prisutna β faza i njen udeo u strukturi je od suštinskog značaja za zaštitu CoNiCrAlY prevlake. Radni vek CoNiCrAlY prevlake u uslovima oksidacije je u direktnoj vezi sa količinom β faze. Stabilnost β(Co,NiAl faze se smanjuje na visokim temperaturama zbog difuzije Al. Cheruvu i Mobarra sa saradnicima (Cheruvu, et al., 2000, pp.50 - 54, (Mobarra, et al., 2006, pp.2202-2207 su ustanovili da na visokim temperaturama Al iz β faze popunjava oksidni sloj na površini prevlake i siromaši β fazu sa Al. Izlaganjem CoNiCrAlY legure na 1100°C se na površini formira TGO zona sa zaštitnim oksidnim slojem α - Al2O3. U zoni blizu zaštitnog oksidnog sloja α - Al2O3 nije prisutna β-(Ni,CoAl faza jer je površinski sloj osiromašio sa Al (Nicholls, Bennett, 2000, pp.413-428. Samo mala količina Al ostaje u regionima bogatim (Ni,Co (Leea, 2005, pp,239 - 242. U ovom području egzistira β - zona iscrpljena sa Al, koja se nalazi ispod gornjeg oksidnog TGO sloja. Debljina β - iscrpljene zone se povećava dužim izlaganjem legure na visokoj temperaturi zbog potrošnje aluminijuma i rasta TGO sloja (Nicholls, Bennett, 2000, pp.413-428. U TGO zoni, pored oksida α - Al2O3, su prisutna i spinel jedinjenja kao

  1. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI OSCILATING WATER COLUMN DI PERAIRAN BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Arta Wijaya

    2010-12-01

    Full Text Available Untuk di Bali saat ini, telah berdiri beberapa jenis pembangkit listrik. Pembangkit-pembangkit itu adalahpembangkit listrik tenaga diesel, pembangkit listrik tenaga uap, dan pembangkit listrik tenaga gas. Dari semua jenispembangkit yang telah ada, keseluruhannya tergantung dari pemakaian bahan bakar yang berasal dari pembakaranfosil yang berumur jutaan tahun yaitu batu bara dan minyak bumi. Keseluruhan pembangkit-pembangkit yang sudahada ini, tentu saja menimbulkan beberapa permasalahan baik itu terhadap lingkungan, kesehatan dan ekonomi.Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dilakukan suatu upaya dengan penyediaan energi listrik berbahan bakaralternatif yang sifatnya non konvensional yakni pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Pembangkit listrik tenagagelombang laut ini menggunakan teknologi oscilatting water column (PLTGL-OWC. Energi gelombangmerupakan energi yang sifatnya dapat diperbaharui dan ramah lingkungan, serta selalu tersedia sepanjang waktu.Dalam penelitian ini dianalisis mengenai besarnya energi yang dihasilkan gelombang laut dengan penggunaanteknologi oscilatting water column (OWC di perairan Samudra Hindia, tepatnya di laut yang ada di kawasanJimbaran. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya energi yang dihasilkan gelombanglaut dengan penggunaan teknologi oscilatting water column (OWC di laut yang ada di kawasan Jimbaran. Manfaatpenelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk perencanaan pembangunan suatu pembangkit listrik tenagagelombang laut di laut yang ada di kawasan Jimbaran, sehingga diharapkan nantinya mampu membangkitkan dayalistrik guna melayani konsumen yang ada di pulau Bali. Metode yang digunakan adalah dengan menganalisisbesarnya energi dan daya listrik yang mampu dihasilkan gelombang laut dengan penggunaan PLTGL-OWC di lautyang ada di kawasan Jimbaran.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga gelombang laut denganteknologi oscilatting water

  2. Prominent diseases among internally displaced persons after Mt. Merapi eruption in Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ahmad Fuady

    2014-02-01

    Full Text Available AbstrakLatar belakang: Letusan gunung berapi menyebabkan dampak kesehatan yang luas. Selain menyebabkan kematian dan luka bakar, paparan terhadap material vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, kulit dan mata. Studi ini bertujuan menilai penyakit yang menonjol pada pengungsi setelah letusan Merapi di Indonesia. Metode:Studi ini merupakan studi potong lintang, bersamaan dengan pemberian bantuan kesehatan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pada pekan pertama dan kedua setelah letusan kedua Merapi, di 12 lokasi pengungsian dalam area kecamatan Muntilan dan Mertayudan. Analisis pola penyakit dilakukan setelah mengelompokkan diagnosis kerja sesuai Klasifikasi Penyakit Internasional versi 10 (ICD-10. Hasil:Dengan rentang 1-4 diagnosis per orang, sejumlah 804 penyakit atau kelainan dianalisis. Lima penyakit terbanyak pada pekan pertama setelah letusan Merapi kedua adalah (1 penyakit saluran pernapasan, (2 penyakit jaringan lunak lainnya yang tidak terklasifikasi, (3 hipertensi, dan (4 kelainan episodik dan paroksismal. Proporsi penyakit saluran pernapasan, hipertensi, dan penyakit jaringan kulit dan subkutan meningkat pada pekan kedua. Kesimpulan:Penyakit saluran pernapasan, hipertensi, dan penyakit jaringan kulit dan subkutan meningkat pada pekan kedua setelah letusan kedua Merapi dibandingkan dengan pekan pertama. (Health Science Indones 2013;2:59-63Kata kunci: Merapi, pengungsi, perubahan penyakit yang menonjolAbstractBackground:Volcano eruptions may result in a wide range of health impacts. Exposure to volcanic materials may irritate respiratory tract, eyes, and skin, in addition to death and heat injury. Mount Merapi had two consecutive eruptions on 2010 and resulted in high number of mortality and morbidity. This study aimed at assessing prominent diseases among internally displaced persons after Merapi eruption in Indonesia. Methods:It is a cross sectional study, attached on delivery of medical aids by Faculty of Medicine

  3. Development of nanoantibiotic delivery system using cockle shell-derived aragonite nanoparticles for treatment of osteomyelitis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saidykhan L

    2016-02-01

    Full Text Available Lamin Saidykhan,1 Md Zuki Bin Abu Bakar,2 Yaya Rukayadi,1,3 Aminu Umar Kura,4 Saiful Yazan Latifah5 1Microbiology Unit, Laboratory of Natural Products, Institute of Bioscience, 2Laboratory of Anatomy and Histology, Department of Veterinary Preclinical Sciences, Faculty of Veterinary Medicine, 3Department of Food Science, Faculty of Food Science and Technology, 4Vaccine and Immunotherapeutics Laboratory Unit, Institute of Bioscience, 5Department of Biomedical Science, Faculty of Medicine and Health Sciences, Universiti Putra Malaysia, Serdang, Selangor Darul Ehsan, Malaysia Abstract: A local antibiotic delivery system (LADS with biodegradable drug vehicles is recognized as the most effective therapeutic approach for the treatment of osteomyelitis. However, the design of a biodegradable LADS with high therapeutic efficacy is too costly and demanding. In this research, a low-cost, facile method was used to design vancomycin-loaded aragonite nanoparticles (VANPs with the aim of understanding its potency in developing a nanoantibiotic bone implant for the treatment of osteomyelitis. The aragonite nanoparticles (ANPs were synthesized from cockle shells by a hydrothermal approach using a zwitterionic surfactant. VANPs were prepared using antibiotic ratios of several nanoparticles, and the formulation (1:4 with the highest drug-loading efficiency (54.05% was used for physicochemical, in vitro drug release, and biological evaluation. Physiochemical characterization of VANP was performed by using transmission electron microscopy, Fourier transform infrared spectroscopy, X-ray powder diffraction, and Zetasizer. No significant differences were observed between VANP and ANP in terms of size and morphology as both samples were cubic shaped with sizes of approximately 35 nm. The Fourier transform infrared spectroscopy of VANP indicated a weak noncovalent interaction between ANP and vancomycin, while the zeta potential values were slightly increased from -19

  4. Seasonal variations of arsenic in mussels Mytilus galloprovincialis

    Science.gov (United States)

    Klarić, Sanja; Pavičić-Hamer, Dijana; Lucu, Čedomil

    2004-10-01

    Total arsenic concentration in the edible part of mussels Mytilus galloprovincialis was evaluated seasonally in the coastal area of Rijeka Bay (North Adriatic Sea, Croatia). Sampling stations were located close to the City of Bakar with no industrial facilities (site 1), in the vicinity of the oil refinery and oil thermoelectric power plant (Urinj, site 2), and 4 miles away from the Plomin coal thermoelectric power plant (Brseč village, site 3). Additionally, the concentration of arsenic in the tail muscle of the lobster Nephrops norvegicus, collected in Rijeka Bay, was studied. During winter at sites 2 and 3, the total arsenic in the edible part of the mussels was 16.4 mg As/kg FW (FW=fresh weight) and 4.38 mg As/kg FW, respectively, and increased during springtime at site 2 (6.5 mg As/kg FW) compared to the rest of the year, when individual total arsenic concentration at all sites ranged from 1.7 to 3.7 mg As/kg FW. In the winter (sites 2 and 3) and springtime (site 2) there was no correlation between the length of the mussel shell and the arsenic concentration in the edible part of the mussels. In the other seasons, at sites 1, 2 and 3, there was a correlation between arsenic in the edible part of mussels and shell length in most cases (correlation coefficients r varied from 0.64 to 0.85; P <0.05 to P <0.01). Correlation between shell length (in the narrow range of shell lengths from 3.4 to 5.0 cm) and arsenic in the edible part of the mussels shows linearity with a high regression coefficient (r =0.914; P <0.001). The increase of arsenic in the mussels during winter and spring was suggested at least partially as a result of a low nutritional status, i.e. reduced weight of the mussels' edible part during winter. In addition, a linear relationship was found between body length and arsenic concentration in the tail muscle (mean 17.11±4.48 mg As/kg FW) of the Norway lobster.

  5. Metabolism of bilirubin by human cytochrome P450 2A6

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Abu-Bakar, A' edah, E-mail: a.abubakar@uq.edu.au [The University of Queensland, National Research Centre for Environmental Toxicology (Entox), 4072 Brisbane, Queensland (Australia); Arthur, Dionne M. [The University of Queensland, National Research Centre for Environmental Toxicology (Entox), 4072 Brisbane, Queensland (Australia); Cooperative Research Centre for Contamination Assessment and Remediation of the Environment, Adelaide (Australia); Wikman, Anna S. [The University of Queensland, National Research Centre for Environmental Toxicology (Entox), 4072 Brisbane, Queensland (Australia); Department of Pharmaceutical Biosciences, Uppsala University, SE-75123 Uppsala (Sweden); Rahnasto, Minna; Juvonen, Risto O.; Vepsäläinen, Jouko; Raunio, Hannu [School of Pharmacy, Faculty of Health Sciences, University of Eastern Finland, POB 1627, 70211 Kuopio (Finland); Ng, Jack C. [The University of Queensland, National Research Centre for Environmental Toxicology (Entox), 4072 Brisbane, Queensland (Australia); Cooperative Research Centre for Contamination Assessment and Remediation of the Environment, Adelaide (Australia); Lang, Matti A. [The University of Queensland, National Research Centre for Environmental Toxicology (Entox), 4072 Brisbane, Queensland (Australia)

    2012-05-15

    The mouse cytochrome P450 (CYP) 2A5 has recently been shown to function as hepatic “Bilirubin Oxidase” (Abu-Bakar, A., et al., 2011. Toxicol. Appl. Pharmacol. 257, 14–22). To date, no information is available on human CYP isoforms involvement in bilirubin metabolism. In this paper we provide novel evidence for human CYP2A6 metabolising the tetrapyrrole bilirubin. Incubation of bilirubin with recombinant yeast microsomes expressing the CYP2A6 showed that bilirubin inhibited CYP2A6-dependent coumarin 7-hydroxylase activity to almost 100% with an estimated K{sub i} of 2.23 μM. Metabolite screening by a high-performance liquid chromatography/electrospray ionisation mass spectrometry indicated that CYP2A6 oxidised bilirubin to biliverdin and to three other smaller products with m/z values of 301, 315 and 333. Molecular docking analyses indicated that bilirubin and its positively charged intermediate interacted with key amino acid residues at the enzyme's active site. They were stabilised at the site in a conformation favouring biliverdin formation. By contrast, the end product, biliverdin was less fitting to the active site with the critical central methylene bridge distanced from the CYP2A6 haem iron facilitating its release. Furthermore, bilirubin treatment of HepG2 cells increased the CYP2A6 protein and activity levels with no effect on the corresponding mRNA. Co-treatment with cycloheximide (CHX), a protein synthesis inhibitor, resulted in increased half-life of the CYP2A6 compared to cells treated only with CHX. Collectively, the observations indicate that the CYP2A6 may function as human “Bilirubin Oxidase” where bilirubin is potentially a substrate and a regulator of the enzyme. -- Highlights: ► Human CYP2A6 interacts with bilirubin with a high affinity. ► Bilirubin docking to the CYP2A6 active site is more stable than biliverdin docking. ► Recombinant CYP2A6 microsomes metabolised bilirubin to biliverdin. ► Bilirubin increased the hepatic

  6. PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENDERITA FILARIASIS MALAYI SELAMA PELAKSANAAN PENGOBATAN DI KABUPATEN TABALONG KALSEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anorital Anorital

    2012-10-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh pengetahuan, sikap, dan perilaku para penderita filariasis malayi yang sedang menjalani pengobatan. Kabupaten Tabalong dipilih sebagai daerah pelaksanaan penelitian karena pada wilayah ini filariasis merupakan penyakit endemis pada beberapa desa dan mayoritas penduduk terdiri atas suku Banjar dan Daya Maanyan. Penelitian dilaksanakan secara prospektif yaitu dengan cara mencari kasus melalui mikrofilaria survei. Penderita yang ada selanjutnya diberi pengobatan selama 3 bulan dan sebelum pem­ berian obat, penderita diwawancarai untuk mengetahui pengetahuan dan sikap mereka terhadap penyakit filaria. Selama pemberian obat, penderita diikuti dan dicatat perilaku mereka terhadap reaksi samping pengobatan dan berbagai faktor yang terkait dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Sebelum dan selama masa pemberian obat (3 bulan tidak dilakukan intervensi yang berupa penyuluhan. Dari survei ini diperoleh 46 kasus mikrofilaremia yang akan menjadi subyek penelitian (SP, namun jumlah kasus/subyek penelitian yang dapat diana/isis adalah 42 kasus/SP karena 4 kasus/SP mengundurkan diri sebelum masa pengobatan selesai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58, 7% kasus berpendidikan di bawah SD (tamat SD, tidak tamat, dan tidak sekolah, dan 73,9% sebagai petani. Dari aspek pengetahuan dan sikap diketahui bahwa kasus/SP menyatakan bahwa penyebab kaki gajah adalah karena menginjak daerah terlarang (50,0%, dan jika sakit kasus/SP berobat ke petugas kesehatan/Puskesmas (52,2% sedangkan jika kaki telah membesar kasus/SP menyatakan bahwa hanya dengan pengobatan modern kaki gajah dapat diobati (82,6%. Untuk mencegah gigitan nyamuk hanya 15,2% dari kasus/SP yang tidur tidak menggunakan kelambu atau obat nyamuk bakar. Bagi kasus/SP yang  bekerja sebagai petani penyadap karet untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan menggunakan baju lengan panjang adalah 38,2%. Sebelum pelaksanaan pengobatan, gejala

  7. Pengaruh Timbal (Pb Terhadap Kadar MDA Serum Tikus Putih Jantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endrinaldi .

    2014-09-01

    Full Text Available AbstrakTimbal (Pb merupakan logam berat bersifat toksik yang konsentrasinya di lingkungan saat ini dipandang sebagai zat berbahaya. Pb dalam bentuk senyawa berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, emisi industry dan dari penggunaan cat bangunan yang mengandung Pb. Toksisitas Pb menghambat enzim yang berperan sebagai antioksidan dan merusak sel hati.Tujuan studi ini adalah untuk melihat pengaruh timbal (Pb terhadap kadar malondialdehid (MDA tikus putih jantan. Desain penelitian ini adalah eksperimental menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan dengan pemberian Pb asetat dengan dosis konsentrasi 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB selama 26 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan rerata kadar MDA serum secara bermakna (p < 0,05, setelah pemberian Pb asetat selama 26 hari. Peningkatan kadar MDA secara bermakna terjadi antara kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberi dosis 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB.Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah bahwa pemberian Pb asetat meningkatkan kadar MDA serum tikus.Kata kunci: Pb asetat, MDAAbstractLead (Pb is atoxi cheavy metal concentrationsin the environment are now seenas a dangerous substance. Pb in the form of compounds derived from burningmotor vehicle fuel. Pb toxicityinhibitsan enzyme that acts as an antioxidant and liver cell damage.The purpose of this study was to observe the effect of lead (Pb on levels of malondialdehyde (MDA male whiterats. Experimental research design was used 25 white male rats were divided into five groups, namely the control group and the group treated with the administration of Pb acetate at a dose concentration of 5, 10, 20, and 40 mg / kg body weight for 26 days.The results showed an average increase in level of MDA, after administration of Pb acetate for 26 days were significantly (p <0.05. Increase in level of MDA of serum were significantly (p

  8. Pra Desain Pabrik Dimethyl Ether (DME dari Gas Alam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ajeng Puspitasari Yudiputri

    2014-09-01

    Full Text Available Berdasarkan data PT Pertamina (Persero, total konsumsi LPG 2008 mencapai 1,85 juta ton dan 600.000 ton di antaranya untuk program konversi. Pada 2009 kebutuhan LPG akan meningkat menjadi 3,67 juta ton dan 2 juta ton di antaranya untuk program konversi sampai akhir tahun. Namun, sumber pasokan LPG dari dalam negeri diperkirakan tidak akan beranjak dari angka 1,8 juta ton per tahun dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga, Indonesia harus menutup kebutuhan dengan mengimpor LPG dalam jumlah cukup besar. Maka dari itu dibutuhkan bahan bakar gas lain yang mampu mengatasi permasalahan yang ditimbulkan tersebut. Dimethyl Ether (DME merupakan senyawa ether yang paling sederhana dengan rumus kimia CH3OCH3. Produksi DME dapat dihasilkan melalui sintesis gas alam. DME berbentuk gas yang tidak berwarna pada suhu ambien, zat kimia yang stabil, dengan titik didih -25,1oC. Tekanan uap DME sekitar 0,6 Mpa pada 25oC dan dapat dicairkan seperti halnya LPG. Viskositas DME 0,12-0,15 kg/ms, setara dengan viskositas propana dan butane (konstituen utama LPG, sehingga infrastruktur untuk LPG dapat juga digunakan untuk DME. Berdasarkan data Departemen ESDM pada Januari 2012, total cadangan gas alam Indonesia tercatat mencapai 150,70 Trillion Square Cubic Feet (TSCF. Berdasarkan jumlah tersebut, sebanyak 103,35 TSCF merupakan gas alam terbukti, sementara 47,35 TSCF sisanya masih belum terbukti. Berdasarkan hal tersebut, diketahui bahwa senyawa DME merupakan senyawa yang sesuai untuk bahan substitusi LPG. Dan ditinjau dari analisa ekonomi, didapatkan besar Investasi : $ 636,447,074.69 ; Internal Rate of Return\t: 20.51%; POT: 4.13 tahun; BEP : 37.36 %; dan NPV 10 year : $ 518,848,692. Dari ketiga parameter sensitifitas yaitu fluktuasi biaya investasi, harga bahan baku, dan harga jual dari produk, terlihat bahwa ketiganya tidak memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kenaikan atau penurunan nilai IRR pabrik. Sehingga pabrik DME dari Gas Alam ini layak untuk

  9. PREFACE: 1st International Conference on Mechanical Engineering Research 2011 (ICMER2011)

    Science.gov (United States)

    Abu Bakar, Rosli

    2012-09-01

    thanks to the expert reviewers who have spared their time reviewing the papers. We also highly appreciate the assistance offered by many volunteers in the preparation of the conference proceedings. All papers in ICMER 2011 have the opportunity to be published in IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, (indexed by Scopus, Ei Compendex, Inspec), International Journal of Automotive and Mechanical Engineering (IJAME) and Journal of Mechanical Engineering and Sciences (JMES). Professor Dr Hj Rosli Abu Bakar Chairman ICMER 2011

  10. Studi Awal Desain LNG (Liquefied Natural Gas Plant Dari Coal Bed Methane (CBM Dengan Kapasitas Feed 40 MMSCFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Fahmi

    2013-09-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini telah dilakukan perancangan Liquefied Natural Gas (LNG Plant dari CBM degan kapasitas feed 40 MMSCFD dan waktu operasi 24 jam/hari dan 330 hari/tahun. Perancangan LNG plant dari CBM ini bertujuan untuk membantu usaha Negara dalam melakukan diversifikasi energi untuk mengatasi krisis energi. Salah satu contoh diversifikasi energi adalah mengganti bahan bakar pembangkit listrik High Speed Diesel (HSD menjadi LNG yang harganya relative lebih murah. Penelitian ini didasarkan pada simulasi dengan Aspen HYSYS, dimana terdapat batasan penelitian yakni gas alam yang dicairkan dengan cara didinginkan pada temperatur sekitar -161.3oC dan pada tekanan 1.06 bar. Tujuan pabrik LNG ini adalah Provinsi Bali hal ini dikarenakan elektrifikasi daerah tersebut cukup rendah. Dengan konsumsi minyak HSD yang tinggi tetapi elektrifikasi yang rendah maka diperlukan sumber energi alternatif untuk meningkatkan daya yang dihasilkan dan area distribusi sehingga tingkat elektrifikasi akan menjadi lebih tinggi. Pabrik LNG ini didirikan di Muara Enim, Sumatera Selatan pada tahun 2016. Penentuan lokasi pabrik berorientasi pada ketersediaan sumber bahan baku CBM. Menurut data DITJEN MIGAS Muara enim memiliki potensi CBM sebesar 0.5 TCF. Potensi sebesar ini dapat digunakan selama 60 tahun dengan kapasitas feed LNG plant sebesar 40 MMSCFD Proses pembuatan LNG dari gas alam ini menggunakan Proses On-Shore LNG menggunakan beberapa rangkaian proses yaitu : Unit Penghilang CO2 dan H2S : menggunakan Amine Cycle, Unit Dehidrasi : menggunakan molecular sieve, Unit Refrigeran dan Pencairan : menggunakan MCR Coldbox Sumber dana investasi berasal dari modal sendiri sebesar 20 % biaya investasi dan pinjaman jangka pendek sebesar 80 % biaya investasi dengan bunga sebesar 12 % per tahun. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat hasil-hasil sebagai berikut : Investasi : 163,557 MUSD, Internal Rate of Return : 25.66 %, POT : 3.26 tahun, BEP : 58.86 %, NPV 10 year   :120

  11. Emotional maturity of medical students impacting their adult learning skills in a newly established public medical school at the east coast of Malaysian Peninsula

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bhagat V

    2016-10-01

    Full Text Available Vidya Bhagat,1 Mainul Haque,2 Yasrul Izad Bin Abu Bakar,3 Rohayah Husain,1 Che Mat Khairi1 1The Unit of Psychological Medicine, Faculty of Medicine, Universiti Sultan Zainal Abidin, Kuala Terengganu, Terengganu, Malaysia; 2The Unit of Pharmacology, Faculty of Medicine and Defense Health, National Defense University of Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia; 3The Unit of Anatomy, Faculty of Medicine, Universiti Sultan Zainal Abidin, Kuala Terengganu, Terengganu, Malaysia Abstract: Emotional maturity (EM is defined as the ability of an individual to respond to situations, control emotions, and behave in an adult manner when dealing with others. EM is associated with adult learning skill, which is an important aspect of professional development as stated in the principles of andragogy. These principles are basically a characteristic feature of adult learning, which is defined as “the entire range of formal, non-formal, and informal learning activities that are undertaken by adults after an initial education and training, which result in the acquisition of new knowledge and skills”. The purpose of this study is to find out the influence of EM on adult learning among Years I and II medical students of Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA. The study population included preclinical medical students of UniSZA from Years I and II of the academic session 2015/2016. The convenient sampling technique was used to select the sample. Data were collected using “EM scale” to evaluate emotional level and adult learning scale to assess the adult learning scores. Out of 120 questionnaires, only six response sheets were not complete and the remaining 114 (95% were complete. Among the study participants, 23.7% (27 and 76.3% (87 were males and females, respectively. The data were then compiled and analyzed using SPSS Version 22. The Pearson’s correlation method was used to find the significance of their association. The results revealed a significant

  12. Peningkatan Nilai Kalor Biomassa Kotoran Kuda dengan Metode Densifikasi dan Thermolisis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Gede Bawa Susana

    2009-01-01

    Full Text Available Direct combustion of horse dung as an alternative fuel has caused a lot of smoke and dust. Its efficiency and heating value were low. To improve its properties, the conversion method (densification and thermolysis can be applied to increase the biomass heating value of the horse dung. The densification process was done using a mixture of starch and horse dung with the following ratio 1:3; 1:5; 1:7; 1:10. The results of the horse dung biomass then being processed by thermolysis (pyrolysis using an oven with constant heating temperature and holding time, and with the addition of inert gas. Heating temperature and holding time are 300oC and 2 hours respectively. The results of testing conducted on the samples showed that the conversion of biomass horse dung in densification and thermolisis/pyrolysis were able to increase their heating value. The biomass briquettes with the ratio 1:10, were produce the highest heating value (dry heating value i.e. 4708,775 kcal/kg. While bio-charcoal briquettes with ratio1:10 (thermolysis/pyrolysis results with the addition of inert gas, their highest heating value was 5002,791 kcal/kg. Abstract in Bahasa Indonesia: Proses pembakaran langsung kotoran kuda yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif memiliki kekurangan seperti asap yang banyak, debunya yang dapat mengganggu pernapasan, efisiensi dan nilai kalor yang cukup rendah. Oleh karena itu diterapkan metode konversi, yaitu densifikasi dan thermolisis untuk meningkatkan nilai kalor biomassa kotoran kuda. Untuk proses densifikasi digunakan campuran kanji dan kotoran kuda dengan komposisi 1:3, 1:5, 1:7, 1:10. Hasil densifikasi biomassa kotoran kuda kemudian diproses secara thermolisis (pirolisis menggunakan oven pemanas dengan suhu pemanasan dan waktu penahanan (holding time yang konstan, yaitu 300oC dan 2 jam, serta perlakuan dengan gas inert. Hasil pengujian yang dilakukan pada sampel, didapatkan bahwa konversi biomassa kotoran kuda secara densifikasi dan

  13. PENGARUH APLIKASI SUMBER C- KARBOHIDRAT (TEPUNG TAPIOKA DAN FERMENTASI PROBIOTIK PADA BUDIDAYA UDANG WINDU, Penaeus monodon POLA INTENSIF DI TAMBAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunarto Gunarto

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian bertujuan untuk membandingkan pengaruh penambahan sumber C- karbohidrat (tepung tapioka dan fermentasi probiotik pada budidaya udang windu dengan pola intensif di tambak terutama melihat efeknya terhadap perbaikan kualitas air, pertumbuhan, sintasan, dan produksi udang windu. Enam petak tambak masing-masing ukuran sekitar 4.000 m2, setelah selesai tahap persiapan tambak (pengeringan, pembalikan tanah dasar, pengapuran, pengisian air, dan pemupukan, kemudian tambak ditebari tokolan udang windu PL-25 dengan padat tebar 20 ekor/m2. Tiga perlakuan diuji yaitu A. Penambahan tepung tapioka  ke air tambak dengan dosis 62% dari total pakan yang diberikan per hari dan diberikan dalam selang waktu lima hari sekali selama masa pemeliharaan pada bulan pertama dan kemudian dengan selang waktu tiga hari sekali selama masa pemeliharaan bulan kedua hingga menjelang panen; B. Pemberian fermentasi probiotik ke air tambak sebanyak 5 mg/L/minggu; dan C. Pemberian fermentasi probiotik ke air tambak sebanyak 10 mg/L/minggu. Masing-masing perlakuan dengan dua ulangan. Sampling pertumbuhan, kualitas air, dan bakteri dilakukan setiap dua minggu sekali. Sintasan, produksi, dan nilai konversi pakan dihitung setelah udang dipanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung tapioka menyebabkan konsentrasi amoniak relatif lebih rendah di perlakuan A daripada di perlakuan B dan C, namun menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05 di antara ketiga perlakuan tersebut. Bahan Organik Total (BOT pada hari ke-112 di perlakuan C paling rendah dan menunjukkan perbedaan yang nyata (P0,05 di antara ketiga perlakuan yang diuji. The objective of the research was to compare the effect of addition of carbohydrate source (starch flour and probiotics fermentation to the water quality and the growth, survival, and production of tiger shrimp in intensive brackishwater pond system. Six pond compartments each sized approximately of 4,000 m2, went through preparation

  14. FORMULASI, KANDUNGAN GIZI, DAN DAYA TERIMA KUE-KUE TRADISIONAL MAKASSAR BERBASIS TEPUNG PUPAE–MULBERRY (PURY SEBAGAI MAKANAN BERGIZI MASA DEPAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Clara Meliyanti Kusharto

    2016-04-01

    tradisional menghasilkan tiga jenis produk yaitu bolu-sponge Rampary, Deppatori-Pury, dan Pury-Stick. Berdasarkan hasil uji organoleptik, satu produk perlu dikembangkan lebih lanjut yaitu Deppatori yang memiliki tingkat kesukaan terendah. Formulasi Deppatori-Pury dilakukan dengan mencampurkan bahan dasar yang terdiri atas tepung beras, tepung ketan, tepung pury, gula merah, wijen, dan air. Formula Deppatori-Pury terdiri atas F1 (tepung pury 5%, F2 (tepung pury 10%, dan F3 (tepung pury 15%. Pada uji hedonik, panelis lebih menyukai F2 yakni formula dengan penambahan tepung pury sebesar 10%, karena penambahan tepung pury yang semakin banyak akan membuat tekstur semakin keras. Hasil uji mutu hedonik juga menunjukkan bahwa F2 memiliki karakteristik warna cokelat kekuningan, rasa dan aroma yang netral, serta tekstur yang padat agak keras. Kudapan Deppatori-Pury 10% per 100 g mengandung kadar air 7,92 g, abu 1,19 g, protein 5,80 g, lemak 25,99 g, karbohidrat 67,02 g, energi 484 kkal, kalsium 74,14 mg, besi 1,96 mg, fosfor 97,23 mg. Hasil uji mikrobiologis 390 cfu/g. Kontribusi protein Deppatori-Pury 10% dengan takaran saji 100 g terhadap AKG untuk kelompok lansia sebesar 9,4-10,4%, sehingga untuk mencapai kadar protein 20% dari AKG dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak dua kali takaran saji sebagai makanan masa depan.Kata kunci: daya terima, deppatori-pury, kue makassar, tepung pury

  15. Evaluasi Perlakuan Pendahuluan Menggunakan Kalsium Hidroksida untuk Biokonversi Jerami Padi Menjadi L-Asam Laktat oleh Rhizopus oryzae AT3 (Evaluation of Lime Pretreatment for Bioconversion of Rice Straw to L-Lactic Acid by Rhizopus Oryzae AT3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dhina Aprilia Nurani Widyahapsari

    2016-12-01

    laktat menjadi polylactic acid untuk menghasilkan biodegradable plastic membutuhkan asam laktat dengan isomer spesifik. Rhizopus oryzae adalah mikroorganisme yang spesifik menghasilkan L-asam laktat. Selain itu Rhizopus oryzae dapat menggunakan limbah pertanian seperti jerami padi sebagai substrat. Komponen utama jerami padi merupakan lignoselulosa yang dapat dihidrolisa secara enzimatis menjadi komponen gula sederhana penyusunnya dan selanjutnya dapat dikonversi menjadi L-asam laktat oleh Rhizopus oryzae. Namun struktur lignoselulosa sangat kompak dan rapat, sulit untuk dihidrolisa secara enzimatis sehingga diperlukan adanya perlakuan pendahuluan untuk merombak struktur lignoselulosa agar mudah dihidrolisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pendahuluan menggunakan kalsium hidroksida (Ca(OH2 terhadap biokonversi jerami padi menjadi L-asam laktat oleh Rhizopus oryzae AT3. Perlakuan pendahuluan pada jerami padi dilakukan menggunakan (Ca(OH2 disertai pemanasan suhu 85 °C selama 16 jam. Jerami padi dengan dan tanpa perlakuan pendahuluan dihidrolisa secara enzimatis menggunakan crude enzyme yang diproduksi oleh Trichoderma reesei Pk1J2. Produksi crude enzyme dilakukan dengan fermentasi substrat padat dengan campuran jerami padi dan dedak sebagai substrat. Hidrolisat jerami padi dengan dan tanpa perlakuan pendahuluan selanjutnya difermentasi oleh Rhizopus oryzae AT3 menggunakan metode adsorbed carrier solid state fermentation dengan polyurethane foam (PUF sebagai bahan pendukung. Perlakuan pendahuluan menggunakan Ca(OH2 disertai pemanasan suhu 85 °C selama 16 jam dapat merubah komposisi lignoselulosa jerami padi yaitu dengan melarutkan lignin dan hemiselulosa. Perubahan komposisi lignoselulosa memudahkan kerja crude enzyme dalam menghidrolisa jerami padi sehingga menghasilkan gula reduksi lebih tinggi dibandingkan jerami padi tanpa perlakuan pendahuluan. Tingginya gula reduksi tidak serta merta meningkatkan yield L-asam laktat yang dihasilkan

  16. Perencanaan Penerapan Konsep Zero run-off dan Agroforestri Berdasarkan Kajian Debit Sungai di Sub DAS Belik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arnellya Fitri

    2015-09-01

    Full Text Available Daerah Aliran Sungai (DAS Belik merupakan salah satu Daerah Tampungan Air (DTA yang berada di daerah perkotaan Kabupaten Sleman. Akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman yang padat menyebabkan semakin berkurangnya area resapan air hujan. Kurangnya area resapan air hujan menyebabkan kapasitas saluran drainase Sub Daerah Aliran Sungai (DAS Belik pada saat hujan  tidak mampu menampung air sehingga banjir di sekitar saluran drainase terjadi. Tujuan penelitian ini untuk memberikan solusi dengan menggunakan konsep zero run-off  dalam upaya  mencegah genangan banjir di perkotaan yang kurang memiliki ruang terbuka hijau dan area resapan air hujan. Kajian debit banjir yang dilakukan pada sungai Belik menggunakan metode rasional dan metode SCS CN yaitu metode yang digunakan dalam penentuan debit puncak pada satu kejadian hujan. Perhitungan debit diperlukan untuk mengetahui besar limpasan maksimum pada drainase saluran DAS Belik. Metode hidrograf  SCS CN  menggunakan parameter tekstur tanah, tebal hujan, CN wilayah, retensi potensial maksimum air oleh tanah, dan kedalaman hujan efektif. Sedangkan metode rasional menggunakan parameter koefesien aliran, intensitas hujan, dan luas daerah pengaliran dalam menghitung debit limpasan. Keseluruhan hasil perhitungan kedua metode melebihi besar debit pengukuran langsung menggunakan Metode Slope Area, artinya keseluruhan hasil menunjukkan banjir atau limpasan permukaan yang melebihi kapasitas drainase.Kata kunci. Limpasan permukaan, metode SCS CN, metode rasional, zero run-off Belik Watershed is one of the Water Catchment Areas  located in urban areas of Sleman District. Land conversion from agricultural to residential area cause the descending of rain water catchment area. Lack of rain water catchment area can cause drainage channel capacity of Belik sub zone cannot hold rain water, so that flooding occurred around the drainage channel. The aim of this research is to give a way out to

  17. SINTESIS BAHAN UBAHAN GRADUAL ALUMINUM TITANAT/KORUNDUM DARI ALUMINA TRANSISI DENGAN PENAMBAHAN MgO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Sulhan Fauzi

    2013-03-01

    1 jam, kemudian diinfiltrasi secara berulang dengan infiltran larutan TiCl3 (20% yang dibuat dengan cara melarutkan serbuk logam Ti ke dalam HCl. Selanjutnya bahan disinter pada temperatur 1500C dengan holding time selama 3 jam. Karakterisasi fisik bahan memperlihatkan adanya kenaikan densitas dan penurunan porositas bahan akibat penambahan MgO. Dari hasil identifikasi fasa didapatkan kandungan fasa AT dan korundum yang gradual terhadap kedalaman, menunjukkan bahwa FGM telah terbentuk. Hasil ini didukung dengan analisis pada pola difraksi sinar-x yang memperlihatkan terbentuknya larutan padat Al2(1-xMgxTi1+xO5 yang ditandai terjadinya pergeseran puncak fasa AT pada sampel FGM dengan penambahan MgO.

  18. MANAJEMEN KULTUR ROTIFER DENGAN TANGKI VOLUME KECIL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Philip Teguh Imanto

    2009-04-01

    Full Text Available Keberhasilan pembenihan ikan sangat dipengaruhi keberhasilan produksi jasad pakan rotifer secara tepat dan efisien. Penelitian kultur rotifer dengan tangki volume kecil bertujuan untuk mendapatkan efisiensi produksi yang paling optimal dan memenuhi prinsip dasar akuakultur low volume high density. Penelitian menggunakan tangki polyethylene dengan volume 500 L dan volume media awal 100 L, padat tebar awal 200 ind. rotifer per mL dengan sediaan pakan dasar fitoplankton Nannocloropsis occulata, ragi roti (0,05 g/mio.rot./feeding dan suplemen Scott emulsion (0,005 g/mio.rot./feeding. Penelitian dilakukan secara bertahap; tahap pertama (I tanpa penambahan air laut, peningkatan volume hanya dari penambahan 15 L Nannochloropsis tiap hari sampai hari kelima, tahap kedua (II dengan penambahan alga 40 L dan air laut 40 L; serta tahap ketiga (III dengan menggandakan pemberian ragi roti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada percobaan tahap I: total produksi rata-rata 122,37 x 106 ind. rotifer, pada tahap II: 97,67 x 106 ind. rotifer, dan pada tahap III: dicapai rata-rata total produksi tertinggi dengan 187,17 x 106 ind. rotifer per tanki kultur 500 L. Pengelolaan kultur pada tahap III memberikan hasil terbaik dengan simpangan terkecil antar tangki kultur ulangan, dan membuktikan sebagai pengelolaan terbaik untuk kultur rotifer dengan tangki volume kecil.  Success of marine seed production is highly influenced by effective and efficient production performance of life food rotifer. Observation on rotifer culture using small volume tank was aimed to get the optimum production and efficiency, to fulfill the basic principle of aquaculture “low volume high density”. Polyethylene tanks of 500 L. were used as culture container, with initial 100 liter sea water as culture medium and initial density of 200 ind. rotifer per mL. N. occulata, baker yeast (0.05 g/mio.rotifer/feeding and Scott emulsion (0.005 g/mio.rotifer/feeding were used as basic feed, and

  19. SPESIES TIKUS, CECURUT DAN PINJAL YANG DITEMUKAN DI PASAR KOTA BANJARNEGARA, KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dina Supriyati

    2014-01-01

    dan pendekatancross sectional. Data tikus dari penangkapan tikus menggunakan live trap. Populasi adalah fauna tikus yanghidup di Pasar Kota Banjarnegara. Sampel adalah tikus yang tertangkap menggunakan perangkap yang diberiumpan kelapa bakar dan mentimun. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tikus yangtertangkap sebanyak 33 ekor .Tikus yang banyak tertangkap adalah Rattus tanezumi (84,85% dan paling sedikittertangkap Rattus norvegicus (3,03%. Tikus berjenis kelamin jantan lebih banyak ditemukan 20 ekor (60,61%daripada tikus betina 13 ekor (39,39%. Tikus sebagian besar terdapat di dalam los pasar (77,42% daripada diluar los pasar (22,58%. Trap success tikus sebesar 8,25% dengan keberhasilan penangkapan paling tinggi padahari ke-2 (4,5%. Trap success berdasarkan lokasi penangkapan di dalam los pasar lebih besar (6,5% daripadaluar los pasar (1,75%. Jumlah pinjal yang menginfestasi spesies tertangkap sebanyak 67 ekor. Spesies pinjalyaitu Xenopsylla cheopis. Indeks umum pinjal sebesar 2,03 melebihi standar. Perlu dilakukan pengendalian tikusdan pinjal (Xenopsylla cheopis.Kata kunci: keberhasilan penangkapan, tikus, pinjal

  20. Poboljšanje efikasnosti prenosnih protivavionskih raketnih sistema i raketa "vazduh-vazduh" i novi načini borbene upotrebe ovih raketa (Повышение эффективности ракет переносных зенитных комплексов и ракет «воздух- воздух» и новые средства борьбы с э

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alexander I. Golodyaev

    2014-06-01

    Full Text Available U ovom radu opisan je novi način borbe sa ciljevima koji su izvori IC zračenja, kao i novi način borbe sa IC glavama za samonavođenje. Analizirana su i sredstva za V i PVO borbu. Predstavljena je mogućnost modernizacije IC glava za samonavođenje, radi odbrane od IC smetnji. Takođe, opisan je originalni metod postavljanja lažnih izvora toplote korišćenjem bakar-aluminijumske legure.(В статье показывается новый способ борьбы с генераторами пульсирующих инфракрасных помех, новый вид борьбы с инфракрасными головками самонаведения, и анализ средств борьбы с ВВС и средств противодействия. Описание модернизации инфракрасных головок самонаведения, для преодоления генераторов пульсирующих инфракрасных помех. Также описывается оригинальный способ постановки ложных тепловых целей с применением медно -алюминиевого термита и сплава «электрон».

  1. 列车着火后停留在隧道内的火焰烟气逆流临界风速%The critical velocity of the flame smoke backflow due to the on-fire train in tunnel

    Institute of Scientific and Technical Information of China (English)

    毛军; 郗艳红; 李炎锋

    2011-01-01

    防止烟气逆流的临界风速是隧道火灾通风排烟系统设计的主要指标.国内外对纯烟气逆流的临界风速研究较多,对阻塞明显且夹带火焰的烟气逆流问题研究得则很少.通过模型试验和数值模拟,对列车着火阻塞在隧道内形成的夹带火焰的烟气逆流及其临界风速进行分析.考虑列车对隧道的阻塞比和火焰热辐射作用的影响,利用能量方程推导出计算临界风速的新公式,并与Oka-Atkinson公式、Wu-Bakar公式等计算纯烟气逆流的临界风速公式进行比较.结果表明新公式更适用于夹带火焰的烟气逆流的情况.同时还发现,列车中部着火和头部着火情况下的临界风速相近,但与列车尾部着火的临界风速不同;隧道内有列车着火和隧道内着火但无列车情况下的临界风速也有所不同.%The critical velocity for preventing the smoke backflow in fire is the key index for design of ventilation and smoke extraction systems, and it is also one of the focuses of studies on tunnel fire. Researches on the critical velocity have obtained some results about the backflow of pure smoke, but the critical velocity of the smoke backflow with flame has not been paid enough attention to in such underground space with large slenderness ratio. Taking the Beijing subway tunnel as an example, the critical velocity of backflow with flame with the on-fire train remaining in the tunnel was analyzed through small-scale model experiments and numerical simulation. Considering the train-tunnel dimension ratio and the role of thermal radiation impact on the critical velocity, a new formula for calculating critical velocity is deduced through the energy equation. The formula is compared with the existing formulas for calculating the critical velocity of the pure smoke backflow, such as Oka-Atkinson formula, Wu-Bakar formula, etc. , and the results show that the new formula is more suitable than the others for calculating the

  2. UPAYA PENINGKATAN MUTU DAN EFISIENSI PROSES PENGERINGAN JAGUNG DENGAN MIXED-ADSORPTION DRYER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Buchori

    2013-11-01

    produk sehingga beban biaya operasi besar untuk konsumsi bahan bakar. Pengering adsorpsi dengan zeolite berpotensi untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh komposisi jagung-zeolite dan suhu terhadap kecepatan pengeringan dan kandungan protein dan lemak di dalam jagung. Penelitian dilakukan dengan variabel berubah yaitu rasio antara jagung dan zeolit (1:0, 1:3, 1:1, 3:1 dan suhu udara masuk (suhu kamar, 30oC, 40oC, 50oC. Pengambilan sampel untuk pengujian kadar air dilakukan setiap 15 menit. Untuk keperluan energi dihitung pula efisiensi energi (h berdasarkan jumlah panas yang digunakan untuk menguapkan air dari jagung (Qevap dibagi dengan kebutuhan panas total untuk meregenerasi zeolit dan menaikkan suhu udara (Qintr. Profil temperatur dan air di dalam mixed adsorption dryer juga dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah zeolit yang digunakan, kadar air hasil akhir pengeringan makin sedikit, kadar protein dan lemak hasil akhir pengeringan relatif konstan. Semakin besar suhu udara masuk pengering, kadar air hasil pengeringan makin sedikit, kadar protein semakin menurun, dan kadar lemak tidak berubah/relatif konstan. Variabel yang terbaik adalah variabel dengan rasio jagung:zeolit yaitu 1:3 dan menggunakan suhu udara pengering 50oC. Sedangkan variabel yang cocok dan sesuai dengan standar SNI untuk makanan kering (14% adalah variabel dengan menggunakan suhu udara pengering antara 40oC dan 50oC dengan rasio berat jagung : zeolit adalah 1:3. Efisiensi energi diperoleh sebesar 81,23%. Pemodelan yang dilakukan dengan Femlab (COMSOL dapat menggambarkan profil kandungan air dan suhu di dalam jagung dan zeolit. Kata kunci : jagung; pengeringan; efisiensi energi; mixed adsorption dryer; zeolit

  3. 7th IGRSM International Remote Sensing & GIS Conference and Exhibition

    Science.gov (United States)

    Shariff, Abdul Rashid Mohamed

    2014-06-01

    IGRSM This proceedings consists of the peer-reviewed papers from the 7th IGRSM International Conference and Exhibition on Remote Sensing & GIS (IGRSM 2014), which was held on 21-22 April 2014 at Berjaya Times Square Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia. The conference, with the theme Geospatial Innovation for Nation Building was aimed at disseminating knowledge, and sharing expertise and experiences in geospatial sciences in all aspects of applications. It also aimed to build linkages between local and international professionals in this field with industries. Highlights of the conference included: Officiation by Y B Datuk Dr Abu Bakar bin Mohamad Diah, Deputy Minister of Minister of Science, Technology & Innovation Keynote presentations by: Associate Professor Dr Francis Harvey, Chair of the Geographic Information Science Commission at the International Geographical Union (IGU) and Director of U-Spatial, University of Minnesota, US: The Next Age of Discovery and a Future in a Post-GIS World. Professor Dr Naoshi Kondo, Bio-Sensing Engineering, University of Kyoto, Japan: Mobile Fruit Grading Machine for Precision Agriculture. Datuk Ir Hj Ahmad Jamalluddin bin Shaaban, Director-General, National Hydraulic Research Institute of Malaysia (NAHRIM), Malaysia: Remote Sensing & GIS in Climate Change Analyses. Oral and poster presentations from 69 speakers, from both Malaysia (35) and abroad (34), covering areas of water resources management, urban sprawl & social mobility, agriculture, land use/cover mapping, infrastructure planning, disaster management, technology trends, environmental monitoring, atmospheric/temperature monitoring, and space applications for the environment. Post-conference workshops on: Space Applications for Environment (SAFE), which was be organised by the Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) Global Positioning System (GPS) Receiver Evaluation Using GPS Simulation, which was be organised by the Science & Technology Research Institute for Defence

  4. BIODIESEL DARI CAMPURAN LEMAK SAPI (Beef Tallow DAN MINYAK SAWIT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wara Dyah Pita Rengga

    2013-05-01

    Full Text Available Cadangan minyak bumi semakin menipis, sehingga dicari bahan bakar alternatif, salah satunya adalah biodiesel. Minyak nabati terutama minyak sawit merupakan bahan baku edible sedangkan lemak sapi merupakan bahan baku non-edible dengan biaya rendah dan memiliki ketersediaan tinggi pada produksi sapi. Pemanfaatan lemak sapi yang belum maksimal dapat digunakan bersama minyak sawit untuk menghasilkan biodiesel. Lemak sapi dicairkan supaya menjadi minyak sapi. Bahan baku minyak sapi dan minyak sawit dicampur dengan perban-dingan 3:1. Campuran minyak ditransesterifikasi dengan metanol dengan perbandingan molar (1:6 dan katalis NaOH. Proses dilakukan selama 90 menit pada suhu ±65°C. Hasil proses transesterifikasi adalah metil ester dan gliserol. Metil ester pada lapisan atas dipisahkan dari gliserol kemudian dilakukan pencucian. Metil ester atau biodiesel selanjutnya diuji angka asam, viskositas, densitas, dan analisis menggunakan GC-MS. Yield biodiesel yang dihasilkan dari campuran minyak sapi dan minyak sawit adalah 76%, angka asam 0,67124 mg-KOH/g, densitas 857,76 kg/cm³, dan viskositas 3,0074 mm2/s. Kesemua parameter tersebut sesuai dengan standart mutu SNI biodiesel. Kandungan metil ester dari minyak sawit dan lemak sapi adalah metiloleat dan metil palmitat. The availability of the fossil fuel is decreasing; hence the finding of an alternative fuels is very important. One of those alternative fuels is biodiesel. Vegetable oil, especially palm oil is the edible raw material, while the beef tallow is the non-edible raw material with low cost production and the availability is huge in the cattle production. The beef tallow mixed with palm oil can be used as raw material for producing biodiesel. Firstly, the beef tallow was melted into beef oil. The raw materials of beef tallow and palm oil were mixed with the composition ratio of 3:1. The resulted mixed-oil was transesterificated by adding methanol with molar ratio of 1:6 and NaOH as

  5. SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIODIESEL DARI MINYAK KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma DENGAN VARIASI KONSENTRASI KATALIS NAOH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Holilah -

    2014-06-01

    Full Text Available Sintesis biodiesel dari minyak Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (RTO menggunakan NaOH sebagai katalis dengan variasi konsentrasi katalis yaitu 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 wt% telah diteliti. Minyak kemiri sunan (Reutealis trisperma adalah bahan baku yang menarik untuk produksi biodiesel. Biodiesel disintesis dengan dua tahap reaksi yaitu esterifikasi menggunakan katalis H2SO4 dan transesterifikasi dengan menggunakan katalis NaOH. Dalam penelitian ini, diteliti pengaruh konsentrasi katalis terhadap produk biodisel serta dan karakteristiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield biodiesel meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi katalis dari 0,5-1,0 wt%, selanjutnya dengan meningkatnya konsentrasi katalis dari 1,5-2,0 wt% membuat yield menurun. Yield optimum dicapai pada 84,7%. FAME (fatty  acid  methyl  ester diperoleh dengan konsentrasi katalis 1 wt% pada kondisi reaksi 65°C, waktu reaksi 1 jam dan rasio metanol minyak 1:2 (wt/wt. Karakteristik biodiesel diamati dengan uji standart bahan bakar dan hasilnya dibandingkan dengan standart ASTM D6751-02. Karakteristik biodiesel yang disintesis dengan konsentrasi katalis NaOH 1% adalah angka asam (0,55 mg KOH/g, densitas (0,90 gr/cm3, viskositas pada 40°C (9,2 cSt, angka setana (54,5 dan residu karbon (0,24 wt%/wt. This research was investigated bio diesel synthesis of Reutealis trisperma oil (RTO by using NaOH as a catalist with variation of catalyst concentration as follow 0.5; 1.0; 1.5 and 2,0 wt% . Reutealis trisperma oil is an attractive raw material for  bio diesel production. It was produced by two steps of reactions, they are esterification by using H2SO4 catalyst and transesterification by using NaOH catalyst. This study examined the effect of catalyst concentration on the yield of biodiesel and their selected properties. The result showed, that the bio diesel yield  with catalyst concentration increasing from 0,5-1,0 wt%, increased, while increasing the concentration from 1

  6. Synthesis, characterization, and cytocompatibility of potential cockle shell aragonite nanocrystals for osteoporosis therapy and hormonal delivery

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jaji AZ

    2017-01-01

    Full Text Available Alhaji Zubair Jaji,1,2 Md Zuki Bin Abu Bakar,1,3 Rozi Mahmud,4 Mohamad Yusof Loqman,5 Mohamad Noor Mohamad Hezmee,1 Tijani Isa,3 Fu Wenliang,3 Nahidah Ibrahim Hammadi1 1Department of Veterinary Pre-Clinical Science, Universiti Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia; 2Department of Veterinary Anatomy, Faculty of Veterinary Medicine, University of Ilorin, Ilorin, Kwara, Nigeria; 3Molecular Biomedicine Laboratory, Institute of Bioscience, Universiti Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia; 4Department of Imaging, Faculty of Medicine and Health Science, Universiti Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia; 5Department of Companion Animal Medicine and Surgery, Universiti Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia Abstract: Calcium carbonate is a porous inorganic nanomaterial with huge potential in biomedical applications and controlled drug delivery. This study aimed at evaluating the physicochemical properties and in vitro efficacy and safety of cockle shell aragonite calcium carbonate nanocrystals (ANC as a potential therapeutic and hormonal delivery vehicle for osteoporosis management. Free and human recombinant parathyroid hormone 1-34 (PTH 1-34-loaded cockle shell aragonite calcium carbonate nanocrystals (PTH-ANC were synthesized and evaluated using standard procedures. Transmission electron microscopy and field emission scanning electron microscopy results demonstrated highly homogenized spherical-shaped aragonite nanocrystals of 30±5 nm diameter. PTH-ANC had a zeta potential of −27.6 ± 8.9 mV. The encapsulation efficiency of the formulation was found to be directly proportional to the concentrations of the drug fed. The X-ray diffraction patterns revealed strong crystallizations with no positional change of peaks before and after PTH-ANC synthesis. Fourier transform infrared spectroscopy demonstrated no detectable interactions between micron-sized aragonite and surfactant at molecular level. PTH-ANC formulation was stabilized

  7. INVESTIGASI KARAKTERISTIK TERMOHIDROLIKA TERAS REAKTOR DAYA KECIL DENGAN PENDINGINAN SIRKULASI ALAM MENGGUNAKAN RELAP5

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Susyadi Susyadi

    2016-02-01

    Full Text Available ABSTRAK INVESTIGASI KARAKTERISTIK TERMOHIDROLIKA TERAS REAKTOR DAYA KECIL DENGAN PENDINGINAN SIRKULASI ALAM MENGGUNAKAN RELAP5. Reaktor modular daya-kecil (small modular reactor, SMR memiliki prospek tinggi untuk dibangun di Indonesia. Keluaran dayanya yang relatif kecil dan disainnya yang kompak serta dapat dikonstruksi secara modular memberikan keunggulan fleksibilitas pembangunan yang lebih baik dibanding reaktor konvensional berdaya besar. Disain sistem reaktor kategori ini sangat bervariasi, salah satu diantaranya adalah jenis reaktor air tekan (pressurized water reactor, PWR yang menerapkan sirkulasi alamiah pada sistem pendingin primernya. Selain itu reaktor ini juga memiliki teras (core lebih pendek dibanding PWR konvensional. Dari kedua perbedaan tersebut maka terdapat kemungkinan perbedaan pola perpindahan panas yang dapat berimplikasi terhadap keselamatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan investigasi terhadap karakteristik termohidrolika teras reaktor tersebut khususnya karakteristik temperatur fluida dan bahan bakar serta laju alir fluidanya. Tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan marjin keselamatan temperatur teras reaktor bila dibanding dengan PWR konvensional. Investigasi dilakukan dengan menggunakan program RELAP5, dimana secara parsial teras reaktor dimodelkan menggunakan model-model generik yang ada pada program dan dilakukan beberapa perhitungan kondisi tunak. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa saat beroperasi pada daya nominalnya, reaktor modular ini memiliki margin temperatur pendidihan sebesar 2K lebih baik dibanding reaktor konvensional. Selain itu, keunggulan marjin keselamatan reaktor modular daya-kecil ini juga ditunjukkan dari naiknya laju alir mengikuti kenaikan dayanya yang berarti memiliki sifat keselamatan yang melekat (inherent safety. Kata kunci: reaktor modular daya-kecil, PWR, sirkulasi alam, RELAP5, termohidrolika   ABSTRACT INVESTIGATION ON CORE THERMAL HYDRAULIC

  8. Tracing the historical and ideological roots of ISIS: Shi’ite or Sunni?

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Makrum Makrum

    2016-12-01

    , Abu Bakar al-Baghdadi sebagai pemimpin ISIS, mengangkat dirinya sebagai khalifah dan menyeru umat Islam di seluruh dunia untuk bergabung ke dalam kelompoknya.Deklarasi yang sepihak itu mendapatkan respons beragam. Sebagian kaum muslimin memilih menjadi anggota ISIS, sedangkan yang lain menolak kehadirannya, karena ISIS dinilai melakukan kekerasan hingga menjurus kepada pembunuhan. Berdasarkan hasil penelitian ini, secara historis ISIS sudah ada sejak tahun 2004 dan asal muasal ISIS tidak terlepas dari keberadaan Tauhid wa al-Jihad. Dilihat dari segi doktrinal, konsep kepemimpinan yang dianut ISIS cenderung mengarah ke Sunni, meskipun al-Baghdadi sendiri tidak memenuhi kriteria untuk diangkat menjadi khalifah. Secara personal, kapasitas al-Baghdadi sebagai pemimpin, belum dapat terpenuhi secara sempurna, karena unsur ‘ada>lah (adil yang semestinya ada dalam diri seorang pemimpin, tidak ia miliki.

  9. Reseñas de Libros

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diego Iturriaga Barco

    2009-11-01

    , 2003, 241 pp.Páginas 198-200Alejandro Román AntequeraUceda, Ricardo, Muerte en el Pentagonito. Los cementerios secretos del Ejército Peruano. Bogotá, Planeta Colombiana, 2004, 477 pp.Páginas 200-202Magdalena ChocanoVeiga, Francisco, Slobo. Una biografía no autorizada de Milosevic. Madrid, Debate, 2004, 579 pp.Páginas 202-204Joseba Louzao VillarZebiri, Kate, Mahmud Shaltut and Islamic Modernism. Oxford, Clarebdon Press, 1993, 200 pp.Páginas 204-206Ibrahim Abu Bakar

  10. VERIFIKASI PAKET PROGRAM MVP-II DAN SRAC2006 PADA KASUS TERAS REAKTOR VERA BENCHMARK.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jati Susilo

    2015-03-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini dilakukan verifikasi perhitungan benchmark VERA pada kasus Zero Power Physical Test (ZPPT teras reaktor Watts Bar 1. Reaktor tersebut merupakan jenis PWR kelas 1000 MWe yang didesain oleh Westinghouse, tersusun dari 193 perangkat bahan bakar 17×17 dengan 3 jenis pengkayaan UO2 yaitu 2,1wt%, 2,619wt% dan 3,1wt%. Perhitungan nilai k-eff dan distribusi faktor daya dilakukan pada siklus operasi pertama teras dengan kondisi beginning of cycle (BOC dan hot zero power (HZP. Posisi batang kendali dibedakan menjadi uncontrolled (semua batang kendali berada di luar teras, dan controlled (batang kendali Bank D didalam teras. Paket program komputer yang digunakan dalam perhitungan adalah MVP-II dan SRAC2006 modul CITATION dengan data pustaka tampang lintang ENDF/B-VII.0. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa perbedaan nilai k-eff teras pada kondisi controlled dan uncontrolled antara referensi dengan MVP-II (-0,07% dan -0,014% dan SRAC2006 (0,92% dan 0,99% sangat kecil atau masih dibawah 1%. Perbedaan faktor daya maksimum teras pada kondisi controlled dan uncontrolled dengan referensi dengan MVP-II adalah 0,38% dan 1,53%, sedangkan dengan SRAC2006 adalah 1,13% dan -2,45%. Dapat dikatakan bahwa kedua paket program komputer menunjukkan hasil perhitungan yang sesuai dengan nilai referensi. Dalam hal penentuan kekritisan teras, maka hasil perhitungan MVP-II lebih konservatif dibandingkan dengan SRAC2006. Kata kunci : MVP-II, SRAC2006, PWR, VERA   In this research, verification calculation for VERA core physics benchmark on the Zero Power Physical Test (ZPPT of the nuclear reactor Watts Bar 1. The reactor is a 1000 MWe class of PWR designed by Westinghouse, arranged from 193 unit of 17×17 fuel assembly consisting 3 type enrichment of UO2 that are 2.1wt%, 2.619wt% and 3.1wt%. Core power factor distribution and k-eff calculation has been done for the first cycle operation of the core at beginning of cycle (BOC and hot zero power (HZP. In this

  11. Bone mass density estimation: Archimede’s principle versus automatic X-ray histogram and edge detection technique in ovariectomized rats treated with germinated brown rice bioactives

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad SI

    2013-10-01

    Full Text Available Sani Ismaila Muhammad,1,2 Ismail Maznah,1,3 Rozi Binti Mahmud,4 Maher Faik Esmaile,5 Zuki Abu Bakar Zakaria6 1Laboratory of Molecular Biomedicine, Institute of Bioscience, 2Department of Pharmacology and Toxicology, Faculty of Veterinary Medicine, Usmanu Danfodiyo University, Sokoto, Nigeria; 3Department of Nutrition and Dietetics, Faculty of Medicine and Health Sciences, 4Department of Radiology, Faculty of Medicine and Health Sciences, 5Department of Electrical and Electronic Engineering, Faculty of Engineering, 6Department of Pre-clinical Studies, Faculty of Veterinary Medicine, University Putra Malaysia, Selangor, Malaysia Background: Bone mass density is an important parameter used in the estimation of the severity and depth of lesions in osteoporosis. Estimation of bone density using existing methods in experimental models has its advantages as well as drawbacks. Materials and methods: In this study, the X-ray histogram edge detection technique was used to estimate the bone mass density in ovariectomized rats treated orally with germinated brown rice (GBR bioactives, and the results were compared with estimated results obtained using Archimede’s principle. New bone cell proliferation was assessed by histology and immunohistochemical reaction using polyclonal nuclear antigen. Additionally, serum alkaline phosphatase activity, serum and bone calcium and zinc concentrations were detected using a chemistry analyzer and atomic absorption spectroscopy. Rats were divided into groups of six as follows: sham (nonovariectomized, nontreated; ovariectomized, nontreated; and ovariectomized and treated with estrogen, or Remifemin®, GBR-phenolics, acylated steryl glucosides, gamma oryzanol, and gamma amino-butyric acid extracted from GBR at different doses. Results: Our results indicate a significant increase in alkaline phosphatase activity, serum and bone calcium, and zinc and ash content in the treated groups compared with the ovariectomized

  12. PENGOLAHAN BIJI MAHONI (Swietenia Macrophylla King SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF BIODIESEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astrilia Damayanti

    2013-05-01

    Full Text Available Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang terus menerus akan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak. Sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Bahan baku potensial untuk memproduksi biodiesel yang tidak bersaing dengan bahan baku pangan contohnya adalah biji mahoni (swietenia macrophylla king. Tahapan yang diperlukan dalam percobaan biodiesel adalah proses pengambilan minyak biji mahoni dengan proses penyangraian, degumming, dan proses transesterifikasi. Alat yang diperlukan dalam pembuatan biodiesel yaitu: labu alas bulat dilengkapi kondensor, gelas ukur, pengaduk magnetik, alat-alat gelas lab, dan lain sebagainya. Proses pengambilan minyak dilakukan dengan penyangraian yang hasilnya di degumming dengan asam fosfat 5% b/b pada suhu 80ºC selama 15 menit. Degumming bertujuan untuk menghilangkan getah, lendir, protein, resin dan gum. Proses kedua yaitu transesterifikasi dengan metanol 1:6 (minyak dan mtanol dengan KOH 0,1 N pada suhu 60ºC selama 1 jam. Setelah diperoleh metil ester, dilakukan proses pencucian atau penetralan metil ester pada suhu pemanasan 104ºC untuk menghilangkan kadar airnya. Dari hasil percobaan diperoleh rendemen minyak sebesar 86,92%, uji densitas 874,08 kg/m³, viskositas 3,07 mm2/s, dan bilangan asam 0,5601 mg KOH/g. Metil ester yang dihasilkan telah sesuai dengan SNI-04-7182-2006. An increased demand of the fossil fuel would lead to scarcity of the fossil fuel in the future. An alternative of environmentally friendly energy sources is biodiesel. It is accounted that the resources for producing biodiesel should not compete with food raw materials, such as mahogany grain, (swietenia macrophylla king. The necessary steps in the experiment of producing biodiesel are process of taking the mahogany seed-oil by using roasting method, degumming, and transesterification process. The required equipments for producing biodiesel were round-bottom flask equipped with condenser

  13. EKTOPARASIT (FLEAS PADA RESERVOIR DI DAERAH FOKUS PEST DI KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Ramadhani

    2016-09-01

    cheopsis yang mengandung Yersinia pestis. Kabupaten Boyolali merupakan salah satu daerahfocus pest di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies tikus dan pinjal, menghitung kepadatan tikus, infestasi pinjalpada tikus dan indeks pinjal sebagai indikator kerentanan terhadap penularanpest. Penelitian merupakan survei deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua tikus dan pinjalyang adadi Kabupaten Boyolali. Sampel adalah tikus dan pinjalyang berhasil ditangkap menggunakan life trap dengan umpan kelapa bakar dan ikan asinyang diletakkandi dalam dan luar rumah (masing-masing2 perangkap. Tikus disisir untuk mendapatkan pinjal. Hasil penelitian menunjukkan jumlah tikusyang tertangkap247 ekor. Terdapat4 jenis tikus dan mamalia kecil yang ditemukan R. tanezumi,R. tiomanicus,R. exulans,N. fulvescens dan S.murinus dengantrap succes sebesar5,71%. Hanya3 jenis tikus dan S.murinus yang terinfeksi pinjal. Spesies pinjalyang ditemukan X. cheopis dan S. cognatus. Indeks pinjal khusus : Xenopsylla cheopis sebesar1,67; indeksflea (pinjal Stavilus cognatus0,88 dan indeks pinjal umum2,55. Indikator sistem kewaspadaan terhadap penularan pest dengan indeks pinjal khusus >1 dan indeks pinjal umum >2, maka KecamatanSelo perlu waspada terhadap kemungkinan penularanpest di wilayahnya sehingga perlu upaya pengendalian populasi tikus dan pinjal.Kata kunci: ektoparasit,reservoir, fleas, pest

  14. BUDIDAYA UDANG VANAMEI, Litopenaeus vannamei POLA SEMI- INTENSIF DENGAN APLIKASI BEBERAPA JENIS PROBIOTIK KOMERSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gunarto Gunarto

    2008-12-01

    Full Text Available Pengaruh beberapa jenis probiotik diujikan pada pertumbuhan, sintasan, dan produksi udang vanamei yang dibudidayakan dengan pola semi-intensif di tambak. Tambak ukuran 4.000 m2 sebanyak enam petak masing-masing ditebari benur vanamei (L. vannamei PL-10 dengan padat tebar 100.000 ekor/petak. Perlakuan yang diuji adalah A. Pemberian fermentasi probiotik komersial I, B. Pemberian probiotik komersial II yang dicampurkan ke dalam pakan udang dengan dosis sesuai kemasan, C. Pemberian fermentasi probiotik produksi Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP, Maros yang terdiri atas kombinasi bakteri laut (BL 542, mangrove (BR 931, MY 1112, dan bakteri tambak (MR 55, BT 950. Masing-masing perlakuan dengan dua ulangan. Pemberian probiotik dilakukan setiap minggu dimulai satu minggu sebelum penebaran hingga menjelang panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A dan B rata-rata bobot akhir udang lebih tinggi dari yang diperoleh pada perlakuan C. Laju tumbuh harian udang pada perlakuan A berkisar 0,12—0,17 g/hari; sedangkan perlakuan B dan C masing-masing berkisar 0,15—0,16 g/hari dan 0,12—0,14 g/hari. Sintasan udang pada semua perlakuan lebih dari 90%. Rata-rata produksi udang paling tinggi dijumpai pada perlakuan A (1.339,1 ± 85,56 kg, kemudian perlakuan C (1.221,75 ± 95,39 kg, dan terendah pada perlakuan B (1.172,95 ± 111,79 kg. Ketiga perlakuan tersebut menunjukkan perbedaan yang tidak berarti (P>0,05 pada bobot akhir, laju tumbuh harian, sintasan, dan produksi udang vanamei yang dibudidayakan. Probiotik komersial yang dipergunakan pada perlakuan A mempunyai efek yang cenderung lebih baik dalam hal memperbaiki kualitas air (BOT, amoniak, nitrit, dan fosfat dan kemungkinan faktor tersebut berakibat pada produksi udang di perlakuan A lebih tinggi daripada di perlakuan B dan C. The efectiveness of probiotics were tested on the growth, survival rates, production, and water quality condition of Pacific white shrimp L. vannamei cultured

  15. FERMENTASI CAIR AMPAS KELAPA SAWIT DAN KAPANG RHIZOPUS OLIGOSPORUS UNTUK MENGHASILKAN ASAM LEMAK OMEGA-3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Erwin Affandi

    2012-11-01

    :1, linoleic acid (18:2 and linolenic (18:3 increased. However, all fatty acid in low-carbon treatment decreased, except the linolenic-acid. The conclusion: The fermentation of palm-oil waste with Rhizopus oligosporus mold could increase the content of fat and produce fatty acid omega-3.   In addition, the high-carbon substrat could increase the production of unsaturated-fatty acid.  Submit : 19-12-2011  Review : 08-03-2012 Review : 12 -03-2012 revisi : 17–4-2012 56 Keywords: liquefied-fermentation, waste product of palm oil, R.oligosporus, fatty acid 0mega-3 Abstrak Latar belakang: Pemanfaatan kapang Rhizopus. oligosporus untuk menghasilkan asam lemak omega-3 pada substrat cair telah banyak dilakukan. Kandungan lemak ampas kelapa sawit 5,56 gram/100 gram masih berpotensi untuk menghasilkan asam lemak omega-3. Fermentasi padat pada substrat ampas tahu dan ampas kelapa sawit dengan kapang Rhizopus. oligosporus dapat meningkatkan kadar lemak: ampas tahu 34,4%, sedangkan pada substrat ampas kelapa sawit dengan formula tinggi karbon, kadar lemak meningkat 61,57%. Metoda: Sampel ampas sawit diambil dari pabrik industri minyak sawit. Pada penelitian ini ampas sawit dipakai sebagai substrat fermentasi dan kapang yang digunakan adalah R.oligosporus. Untuk bahan suplemen digunakan urea dan sukrosa Kontrol adalah ampas-sawit tanpa suplemen, sedangkan perlakuan ampas sawit ditambahkan urea sebagai sumber Nitrogen(N dan ampas sawit ditambah sukrosa sebagai sumber Karbon(C. Penambahan sumber N sebagai substrat rendah karbon dan sumber C sebagai substrat tinggi karbon. Fermentasi dilakukan selama 7 hari diatas shaker pada suhu ruang.  Produk hasil fermentasi dilakukan analisis: kadar air; abu, lemak, dan asam lemak omega-3. Hasil penelitian: Hasil menunjukkan bahwa kadar air  produk hasil fermentasi menurun pada kontrol dan semua perlakuan. Kadar abu meningkat untuk semua perlakuan. Kandungan lemak pada ampas kontrol dan ampas-sukrosa  meningkat 6,43% dan 31,67%, sedang substrat

  16. PEMANFAATAN KARBON AKTIF ARANG BATUBARA (KAAB UNTUK MENURUNKAN KADAR ION LOGAM BERAT Cu2+ DAN Ag+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kusmiyati Kusmiyati

    2012-05-01

    0.994 for Cu2+ metals ion and 0.984 for the Ag+ metals ion at acidic solution, whereas 0.986 for Cu2+ metals ion and 9.69 for the Ag+ metals ion at neutral pH. Kinetic model of second order rate describe the adsorption process well at acidic and neutral conditions. At the optimum conditions, the correlation coefficient (R2 of 0.998 for Cu2+ and 0.999 for the Ag+ at acidic solution, whereas 0.993 for Cu2+ and 9.998 for the Ag+ at neutral pH were obtained.  Limbah cair industri bisa mengandung ion logam berat seperti Cu2+ dan Ag+ yang berbahaya bagi lingkungan jika dibuang tanpa melalui pengolahan dahulu. Metode yang digunakan untuk mengurangi ion logam berat dalam limbah cair sudah banyak dilakukan, salah satu diantaranya adalah adsorpsi, yaitu memisahkan komponen tertentu dari fluida ke permukaan zat padat. Adsorpsi merupakan metode yang mudah, akan tetapi kebanyakan adsorben yang digunakan harganya mahal, sehingga perlu adanya alternatif adsorben yang murah. Penelitian ini memanfaatkan karbon aktif arang batubara (KAAB sebagai adsorbennya. Arang batubara merupakan limbah hasil pembakaran batubara pada industri, yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi adsorben, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pengaktifan arang batubara dilakukan dengan merendamnya dalam peroxide kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter proses (konsentrasi, pH dan waktu proses terhadap persentase ion logam berat teradsorpsi dalam KAAB, mempelajari persamaan kesetimbangan adsorpsi dengan menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich, dan menghitung konstanta kinetika adsorpsi dengan pendekatan model kinetika pseudo-first-order dan pseudo-second-order. Pelaksanaan penelitian dengan batch, yaitu mengkontakkan 10 gram KAAB dengan 400 ml limbah sintetis. Pengujian kadar ion logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAAB dapat digunakan untuk

  17. Perbedaan konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar yang obes dan tidak obes di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irma Nuraeni

    2016-03-01

    gender and energy intake, showed that obese  children who rarely consuming fruits (<7 times/week (OR=2,24, 95%CI: 1.53-3.28, rarely consuming vegetables (<7 times/week (OR=2,52, 95%CI: 1,70-3,73, and consuming fruits and vegetables less than 5 servings/day (equivalent to 400 g/day (OR= 4,59, 95%CI:2,11-10,00 were greater risk for being obesity.Conclusion:Obese children had rarely and less consume of fruits and vegetables than that did in non-obese children at Yogyakarta Municipality and District of Bantul. The children rarely and less consuming fruits and vegetables increased the risk of obesity.KEYWORDS: children obesity, vegetable, fruitABSTRAKLatar Belakang: Indonesia saat ini mengalami masalah gizi ganda, yaitu masalah gizi kurang dan gizi lebih. Kelebihan  gizi atau obesitas pada anak dan remaja apabila tidak diatasi maka berdampak menjadi obesitas pada masa dewasa yang berpotensi mengalami penyakit tidak menular, seperti jantung, hipertensi dan diabetes mellitus. Prevalensi obesitas pada anak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun (1; 2. Obesitas disebabkan ketidakseimbangan antara masukan dengan keluaran energi. Anak cenderung mengkonsumsi padat energi yang berasa manis dan berlemak tinggi serta makanan kurang serat dari buah dan sayur. Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko obesitas pada orang yang kurang konsumsi buah dan sayur.Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan frekuensi dan jumlah konsumsi buah dan sayur pada anak SD obes dan tidak obes di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul serta peran konsumsi buah dan sayur terhadap kejadian obesitas. Metode: Rancangan penelitian ini adalah case-control, 244 kasus (anak obes dan 244 kontrol (anak tidak obes. Subjek penelitian adalah anak usia 6-12 tahun yang duduk di kelas 1 hingga kelas 5 sekolah dasar di Kota Yogyakarta dan di Kabupaten Bantul. Data identitas diperoleh dari kuesioner terstruktur, sedangkan data frekuensi dan jumlah konsumsi buah dan sayur diperoleh

  18. BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei TEKNOLOGI INTENSIF MENGGUNAKAN BENIH TOKOLAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Markus Mangampa

    2016-11-01

    Full Text Available Salah satu jenis udang yang cukup potensial untuk dikembangkan adalah udang vaname (Litopenaeus vannamei. Budidaya ini berkembang dengan teknologi intensif, namun terbatas pada golongan masyarakat menengah ke atas (padat modal. Riset ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi pengaruh penggunaan tokolan terhadap produksi, Rasio Konversi Pakan (RKP pada pembesaran udang vaname teknologi intensif. Riset ini dilaksanakan di tambak Punaga, Takalar, Instalasi Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP, menggunakan empat petak masing masing berukuran 4.000 m2/petak. Hewan uji adalah udang vaname dengan perlakuan: (A pembesaran dengan tebar benur (PL-12, dan (B pembesaran dengan tebar tokolan (PL-27. Setiap perlakuan dengan 2 ulangan, kepadatan benur dan tokolan adalah 50 ekor/m2, dan pemeliharaan berlangsung 80 hari di tambak. Hasil yang diperoleh pada perlakuan B memperlihatkan pertumbuhan mutlak (11,114±0,258 g/ekor, sintasan (92,55±0,23%, produksi (2.087,5±88,2 kg/petak lebih tinggi daripada perlakuan A yaitu: pertumbuhan mutlak (10,085±0,120 g/ekor, sintasan (90,83±8,51%, produksi (1.831,0±149,9 kg/petak, namun ketiga peubah ini berbeda tidak nyata antara kedua perlakuan. RKP lebih rendah pada perlakuan B (1,096±0,034 berbeda nyata dengan perlakuan A (1,257±0,048. Peubah kualitas air memperlihatkan sebaran kisaran yang merata untuk kedua perlakuan, kecuali nitrit (NO2 memperlihatkan kisaran yang tinggi pada perlakuan B (0,18235 mg/L dibandingkan dengan perlakuan A (0,0328 mg/L pada akhir penelitian. Hal ini disebabkan waktu panen yang berbeda sesuai dengan kondisi musim yaitu kualitas air sumber semakin menurun. Kualitas air sumber yang menurun ini diikuti oleh meningkatnya total vibrio di air laut mencapai; 4,33104 cfu/mL dibandingkan dalam air tambak 829.102 cfu/mL. Kesimpulan memperlihatkan bahwa penggunaan tokolan (PL-27 menghasilkan produksi yang tinggi dan rasio konversi pakan yang rendah. One species of shrimps that

  19. PENDUGAAN NUTRIENT BUDGET TAMBAK INTENSIF UDANG, Litopenaeus vannamei

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rachmansyah Rachmansyah

    2016-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nutrient budget tambak intensif udang Litopenaeus vannamei sebagai acuan alokasi input produksi pada tingkat kapasitas asimilasi lingkungan perairan. Pendugaan nutrient budget tambak udang intensif menggunakan pendekatan mass balance, dihitung berdasarkan input nutrien nitrogen - N dan fosfor – P yang berasal dari pakan, benih, pupuk, media probiotik, inflow, dan output nutrien yang ada pada produksi udang, outflow, dan endapan lumpur di dasar tambak. Sampel air, tanah, sedimen, plankton diambil sebelum penebaran dan setiap dua minggu selama pemeliharaan dari tiga petak tambak, masing-masing 5 titik sampel per petak tambak contoh. Analisis nitrogen dan fosfor dilakukan untuk sampel pakan, karkas udang awal dan akhir. Data managemen budi daya meliputi padat penebaran benur 50 ekor m-2, produksi 1.188—1.489 kg/0,25 ha, dan FCR 1,69—2,14; maka total input nutrien tambak udang Litopenaeus vannamei antara 171,9155—179,3778 (176 ± 3,9586 kgN dan 95,2533—99,4180(97,8340 ± 2,3348 kg P. Pakan mendominasi input N sebesar 61,96% ± 0,66%; disusul inflow 30,93% ± 0,70%; pupuk 6,52% ± 0,15%, serta media probiotik dan benur masing-masing <1%. Pola yang sama terjadi pada input phosphorous dengan komposisi 87,75% ± 0,24% dari pakan; 7,73% ± 0,19% pupuk; 4,05% ± 0,25% inflow dan media probiotik < 1%. Total output nitrogen tambak udang vannamei antara 107,1279-110,1438 (108,4957 ± 1,5274 kg N dan 51,6362—63,6576 (56,1292 ± 6,5604 kg P. Komposisi output nitrogen adalah outflow sebanyak 29,82% ± 3,20%; kemudian udang yang dipanen 21,32% ± 1,33%, lumpur atau sludge 10,40% ± 0,81%. Sedangkan komposisi output phosphorous didominasi oleh lumpur 39,03% ± 6,59%; kemudian udang yang dipanen 15,22% ± 0,85% dan outflow 3,09% ± 0,26%. Efisiensi pakan dan air melalui managemen budi daya yang benar menjadi peubah dominan penentu beban limbah tambak udang. This research was aimed to find out nutrient budget

  20. PENGARUH WAKTU KONTAK TERHADAP DAYA ADSORPSI KARBON AKTIF PADA PROSES PURIFIKASI CH4 DARI BIOGAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nani Harihastuti

    2016-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penggunaan biogas sebagai bahan bakar secara langsung sering menimbulkan permasalahan yaitu terjadi bau tidak sedap, peralatan logam  dan kompor cepat berkarat, dinding dapur terkikis  dan api sering  padam sendiri. Hal ini disebabkan dalam biogas selain metana (CH4 terkandung gas-gas lain H2S, NH3, CO2, H2 , CO dan uap air (H2O. Beberapa gas yang bersifat impurities ( H2S, NH3, CO2 dan uap air /H2O akan menurunkan nilai kalori dari biogas dan merugikan lingkungan dan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghilangkan gas impurities dari biogas melalui proses purifikasi sehingga diperoleh biogas yang mempunyai nilai kalor tinggi dan ramah lingkungan.Metode yang dilakukan dengan proses adsorpsi menggunakan  adsorben karbon aktif dengan variabel waktu kontak, untuk mendapatkan daya adsorpsi yang optimum dari karbon aktif terhadap gas impurities yang ada dalam biogas. Hasil penelitian ini diperoleh data- data              penghilangan / reduksi gas  impuritis H2S mencapai 99,99% , dari 4200 ppm menjadi 0,22 ppm, penghilangan gas NH3 mencapai 94,96%, dari 12,7 ppm menjadi 0,65 ppm, penghilangan gas CO2 mencapai 77,48 %, dari 30, 77 % menjadi 6,93 %, penghilangan uap air (H2O mencapai 97,95%,  dari 0,584 mg/lt menjadi 0,012 mg/lt.Kenaikan konsentrasi methane (CH4 dari 38,2 % menjadi 84,12 %. Hasil purifikasi metana (CH4 dari biogas ini merupakan sumber energi  terbarukan yang aman dan  ramah lingkungan serta dapat di kembangkan lagi penerapannya di IKM tahu lainnya. Waktu jenuh adsorben karbon aktif diperoleh setelah  48 jam proses purifikasi berlangsung. Daya adsorpsi Karbon aktif optimum terhadap masing masing komponen gas impuritis adalah sebagai berikut terhadap H2S adalah  10,98 mg H2S/gram karbon aktif/menit, terhadap NH3  adalah 0,016 mg NH3/gram karbon aktif/menit, terhadap CO2 adalah 0,090mg CO2/gram karbon aktif/menit.Dampak yang terjadi bila biogas tidak dimanfaatkan dan dibiarkan terlepas ke

  1. Reseñas de Libros

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diego Iturriaga Barco

    2009-04-01

    énez BautistaMansurnoor, Iik Arifin, Islam in an Indonesian World Ulama of Madura. Yogyakarta, Gadjah Mada University Press, 1990, 471 pp.Páginas 225-226Ibrahim Abu BakarMoradiellos, Enrique, 1936. Los mitos de la Guerra Civil. Barcelona, Península, 2004, 249 pp.Páginas 226-228José Luis Rodríguez JiménezPedrol Robira, Xabier; Pisarello Prados, Gerardo, La Constitución furtiva. Por una construcción social y democrática de Europa. Barcelona, Icaria, 2004, 112 pp.Páginas 228-230Andrés Herrera FeligrerasSagan, Carl et al., Murmurs of Earth. The Voyager interstellar record. New York, Random House, 1992, 2nd ed., 275 pp.Páginas 230-232Rafael Gómez SánchezSchirrmacher, Frank, El complot de Matusalem. Madrid, Taurus, 2004, 253 pp.Páginas 232-234José Francisco Tinao Martín-PeñaStiglitz, Joseph E., Los felices 90. La semilla de la destrucción. Madrid, Santillana, 2003, 415 pp.Páginas 234-237Alfonso Galindo LucasViejo Fernández, José Antonio, Modernización demográfica y transformaciones económicas en Sanlúcar de Barrameda (1900-1936. Cádiz, Servicio de Publicaciones de la Universidad de Cádiz; Fundación de Cultura de Sanlúcar de Barrameda, 2004, 176 pp.Páginas 237-239Alejandro Román Antequera

  2. Sezai Karakoç’un Şiir Poetikasında Çocuk Halleri In Sezai Karakoç’s Poetry Reflection Of Child

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hüseyin YAŞAR

    2013-03-01

    iirinin en önemli şairlerindendir. Toplumun üzerindeki karamsar atmosferi dağıtmak için iç dinamikleri harekete geçirmeyi önemser. Bu bağlamda Karakoç, geleneği ve dinsel öğeleri önceler. Şiire ve yaşama dinsel bir perspektifle bakar. Gelenek, geçmiş ve din bir imge kaynağı olarak şiire büyük bir potansiyel oluşturur. Bu potansiyeli imge sağanağına dönüştüren şair, çocukluğu bu çerçevede değerlendirir. Toplum adına konuşan şair, çocuktan beklenti çetelesini oldukça yüksek tutar.Bu çalışma Sezai Karakoç şiirinde çocukluğu ve ilişkilendirildiği kavramları irdelemek amacındadır. Birinci bölümde çocuk ile diriliş arasında bağlantı kurulmuştur. Şairde, “çocuk” diriliş eri olarak tasarlanmıştır. Karakoç, çocuğu, Diriliş projesinin önemli sacayaklarından biri olarak görür ve diriliş eri olarak tanımlar. Çocuğun hem ahlaksal hem de bilimsel anlamda iyi yetiştirilmesi gerektiğini duyumsatır. Öz annenin çocuğun ruhsal ve bedensel gelişmesinde önemini vurgulayan Karakoç, Avrupalı eğitimdeki anneyi ikinci plana atma anlayışını şiddetle k��nar. İkinci bölümde çocuğun tarihi şahsiyetlerde işlenişi ele alınmıştır. Çocukluğu imgeleştirmek için gül, şarap, menekşe gibi divan edebiyatının unsurlarından yararlanan Karakoç, Hz. İsa, Hz. Musa gibi dinsel değerleri yazınsal söyleme katar. Şair, bütün bu değerlerin işleyişini çocukla ilişkilendirir. Çocuktan aldığı güçle geleceğe büyük bir ümit besler. Genelde insanlığın özelde ise Müslüman coğrafyasının başına gelen felaketlerden ve fırtınalardan o kurtaracaktır. Üçüncü bölümde ise saflığın sembolü olan çocuğun masumiyet biçimiyle yansıması ele alınmıştır. Çocuk, yontuldukça çocuklaşan insanlığın özü olarak tasarlanmıştır.

  3. Pengembangan Proses Produksi Biodiesel Biji Karet Metode Non-Katalis Superheated Methanol pada Tekanan Atmosfir

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Susila

    2009-01-01

    point, and the acid number of non-catalyst method is better than the catalyst method.The disadvantage is that micro carbon residue contained by biodiesel of rubber seed oils (B-100 are still high enough above the allowable standard. The optimum methyl ester content was obtained at molar ratio of 160 and the reaction temperature 290 oC because it produces the largest biodiesel and the smallest glycerol. Abstract in Bahasa Indonesia: Proses produksi biodiesel dari biji karet (Hevea brasiliensis yang dilaksanakan di Indonesia pada umumnya memakai metode katalis (asam atau alkil dan metode pencucian basah atau metode pencucian kering. Metode katalis membawa banyak kerugian antara lain: waktu produksi lama, biaya produksi tinggi karena menggunakan magnesol sebagai absorban, terutama jika pemurniannya menggunakan air (sistem pencucian basah karena akan dapat merusak komponen mesin seperti misalnya: seal cepat bocor, mudah timbul jamur, karat / korosi pada silinder head, pompa dan saringan bahan bakar sering buntu, dan sebagainya. Proses produksi biodiesel dengan metode non-katalis dapat mengatasi kelemahan seperti disebutkan di atas. Pada studi ini, minyak biji karet diperoleh dengan metode pengepresan. Spesifikasi minyak adalah sebagai berikut: viskositas 5,19 cSt, densitas 0,9209 g/ml, kandungan air 0,2%, asam lemak bebas (FFA 6,66%, dan titik didih 305oC. Metodelogi yang digunakan adalah pemrosesan biji karet menjadi biodiesel metode non-katalis superheated methanol. Tranesterifikasi berlangsung di dalam sebuah Bubble Column Reactor (BCR pada temperatur reaksi 270oC, 275oC, 280oC, 285oC, dan 290oC serta pada tekanan atmosfir. Rasio molar antara methanol dan minyak biji karet adalah: 140, 150, dan 160. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pembuatan biodiesel dari minyak nabati metode katalis biasanya melalui berbagai tahapan proses yaitu: proses degumming untuk melepaskan getah atau lendir yang dikandungnya, esterifikasi untuk menurunkan kadar FFA sampai di bawah

  4. Grotesk-Yabancılaşma İlişkisi Bağlamında Tanpınar’ın Saatleri Ayarlama Enstitüsü Tanpınar’s Time Regulation Institute In Grotesque- Alienation Relationship Context

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hakan SAZYEK

    2013-07-01

    ılaşma sorunsalını irdeler. Bununla birlikte Saatleri Ayarlama Enstitüsü, yabancılaşmayı işleyiş noktasında aynı kulvardaki türdeşlerinden farklı bir özellik taşır. ‘Absürt/ uyumsuzluk tiyatrosu’, 20.yüzyılın başlarında oluşan modernist sanat anlayışının tiyatroya yansımasıdır. Yabancılaşma, birey-toplum/ hayat uyumsuzluğu, absürt tiyatronun başlıca konularıdır. Beklenmedik durumlar, tuhaf olaylar, ürkünç figürler, zıtlıkların birlikteliğinden doğan gülünçlükler gibi ögeler, anılan konuların işlenişinde başatlık taşır ve bütün bunlar genelde grotesk bir yapıyı yaratır. Saatleri Ayarlama Enstitüsü, bütün bu ögeleri, yabancılaşma zemininde roman sanatına aktarmasıyla dikkati çekmektedir. Saatleri Ayarlama Enstitüsü, ürkünçlüğe, karşıtlığa, abartıya, absürde dayalı yapısıyla grotesk bir nitelik taşımaktadır. Dolayısıyla, Saatleri Ayarlama Enstitüsü, yabancılaşmayı işleyiş tarzı bakımından ‘absürt tiyatro’nun izlerini taşır. Romanın ilk evresini oluşturan enstitü öncesindeki grotesk ögeler çoğunlukla ürkünç ve gizemli iken enstitü evresinde komik ve absürt bir hâle dönüşür. Tanpınar, bu özgün yapı içerisinde yabancılaşma içindeki bir kişinin macerasını anlatır. Saatleri Ayarlama Enstitüsü’nün başkişisi Hayri İrdal, tam anlamıyla bir yenik kişidir. O, dışında kaldığı topluma ve hayata kendisi bağlamında sağlıklı; ancak dışarıdan yanlış görülen bir mantığın sorgulayıcı tutumuyla bakar. Bundan dolayı, o genellikle yenilir. Saatleri Ayarlama Enstitüsü, bu yönleriyle Türk romanında özgün bir yere sahiptir. Bu makalede, Saatleri Ayarlama Enstitüsü’nün modernist Türk romanındaki yeri vurgulanmaya çalışılmıştır.

  5. Prikaz knjige Srećka Stopića: Sinteza nanočestica metala ultrazvučnim raspršivanjem u uslovima pirolize / Review of a book by Srećko Stopić: Synthesis of metallic nanosized particles by ultrasonic spray pyrolysis / Обзор книги Сречка Стопича «Синтез наночастиц металлов ультразвуковым распылительным пиролизом»

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Milena D. Stopić

    2015-10-01

    оторого отслеживаются в режиме онлайн. Сбор наночастиц проводится в электростатическом поле. Рост производственных объемов порошковых изделий, изготовленных методом ультразвукового распылительного пиролиза способствовал успешному внедрению данного метода для синтеза порошка серебра из раствора серебра нитрата. / Nanotehnologija pripada ključnim inovativnim tehnologijama za proizvodnju prahova. Raspršivanje prahova ultrazvučnom pirolizom višestruko je korišćeno za formiranje čestica nanoprahova metala, oksida i kompozita. Ovaj rad odnosi se na nanočestice srebra, bakra i zlata, formiranih ultrazvučnom pirolizom korišćenjem horizontalnog i vertikalnog reaktora. Direktna sinteza nanočestica na bazi Ru-TiO2 i RuO2-TiO2 sa strukturom sastavljenom od jezgra i ljuske dalje je ispitivana. Molarni udeli prekursora, tip rastvarača i procesna temperatura imaju odlučujuću ulogu u formiranju čestica sa ovom kombinovanom strukturom. Zatim, ispitivan je uticaj reakcionih parametara (temperatura, vreme zadržavanja, koncentracija rastvora i frekvencija ultrazvuka na morfološke karakteristike pripremanih nanočestica. Uvećanje temperature od 150°C do 1000°C vodi od jednog nepravilnog oblika do proizvodnje sfernih čestica. Nakon toga, bio je predložen model formiranja metalnih nanočestica od kapi aerosola. Korišćenjem procesa raspršivanja preko ultrazvučne pirolize idealno sferne čestice dobijene su na temperaturi ispod tačke topljenja. Uređaj za određivanje raspodele veličine čestica korišćenjem različite pokretljivosti čestica u elektrostatičkom polju korišćen je za on-line analizu tokom proizvodnje čestica. Sakupljanje nanočestica izvršeno je u elektrostatičkom polju. Uve