WorldWideScience

Sample records for bahan sel surya

  1. STRATEGI APLIKASI SEL SURYA (PHOTOVOLTAIC CELLS PADA PERUMAHAN DAN BANGUNAN KOMERSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danny Santoso Mintorogo

    2000-01-01

    Full Text Available World Oil Energy crisis in the Europe and West countries that forces them to look for alternative energy in term of innovation of photovoltaics technology. Photovoltaics Energy that is so clean, it causes zero pollution and so simple to apply that you hardly know it sit there, no sound and noise, no smoke, no CO2 and Nitrogen-just pure power. That imaginarily nice communities is here now. The communities, countries, and worlds are Solar. The photovoltaic technology has reached to both the invention of the solar cell materials, and to the application of highly applied solar cells technologies in term of building materials such as roofings, claddings-curtain walls and curtain glasses,as well as architectural atria and canopy. Abstract in Bahasa Indonesia : Krisis energi dunia dan tingginya harga sumber energi (minyak di belahan dunia Eropa dan Barat menyebabkan innovasi dalam pemanfaatan energi alternatif yang tidak menimbulkan polusi udara CO2 maupun radioaktif (nuclear power. Energi Sel Surya adalah jawaban tepat dalam menciptakan suatu lingkungan hidup dalam lingkup perumahan maupun bangunan komersial yang ramah lingkungan, abadi, dan gratis dalam tata surya kita ini. Teknologi Aplikasi Sel Surya terus dikembangkan baik dalam innovasi chip sel surya sendiri maupun aplikasi pada bangunan arsitektur dalam berbagai material bangunan seperti : bahan atap, penutup facade bangunan ( cladding dan curtain wall atau glass , canopy atau atrium. Kata kunci: sel surya, perumahan, bangunan komersial.

  2. SIMULASI PERHITUNGAN REFLEKSI CAHAYA OLEH PERMUKAAN SEL SURYA SILIKON : STUDI PENGARUH PENAMBAHAN LAPISAN ANTI REFLEKSI ZINC OKSIDA (ZnO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Suhandi

    2013-05-01

    Full Text Available Telah dilakukan simulasi perhitungan untuk mendapatkan gambaran pengaruh penambahan lapisan anti refleksi ZnO terhadap persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon. Proses perhitungan dilakukan dengan bantuan software Sigma Plot. Perhitungan menggunakan konsep-konsep dasar fisika terkait optika, diantaranya konsep refleksi dan transmisi gelombang cahaya ketika melewati bidang batas dua medium yang berbeda kerapatan optiknya, konsep polarisasi cahaya, dan konsep anti refleksi. Hasil simulasi perhitungan menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya bergantung pada panjang gelombang cahaya datang (. Persen refleksi turun dari dari 38% ketika permukaan sel surya Silikon tidak dilapisi lapisan antirefleksi ZnO menjadi sekitar 15 % setelah permukaan sel surya silikon dilapisi lapisan ZnO dengan ketebalan sekitar 110 nm. Hasil lainnya menunjukkan bahwa persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya Silikon yang telah dilapisi lapisan anti refleksi ZnO nilainya bervariasi bergantung pada ketebalan lapisan anti refleksi yang digunakan. Dalam rentang data simulasi, ketika tebal lapisan anti refleksi ZnO ditingkatkan, persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya silikon nilainya turun, namun ketika ketebalan lapisan anti refleksi ditingkatkan lagi, ternyata persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya naik kembali. Keadaan ini menunjukkan adanya nilai ketebalan lapisan anti refleksi optimum yang menghasilkan persen refleksi cahaya oleh sel surya bernilai minimum. Penurunan persen refleksi cahaya oleh permukaan sel surya akan meningkatkan persen transmisi cahaya menuju lapisan aktif sel surya, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi konversi sel surya Silikon.

  3. PENGARUH LAMA PERENDAMAN TERHADAP EFISIENSI SEL SURYA TERSENSITISASI DYE DARI TINTA SOTONG DAN EKSTRAK TEH HITAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Choirul Umam

    2013-05-01

    Full Text Available Sel surya merupakan energy alternatif yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Salah satu jenis sel surya adalah sel surya organic yang menggunakan elektrolit sebagai medium transport muatan dan dye sebagai penyerap sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi lama perendaman dalam dye hasil ekstraksi teh hitam dan tinta sotong terhadap efisiensi sel surya dan mengetahui efisiensi sel surya tersensitisasi dye dengan menggunakan kaca TCO. Pembuatan Dye-sensitized solar cell (DSSC diawali dengan menyiapkan elektroda yang dibuat dari nanokristal TiO2 yang dilapiskan pada substrat kaca konduktif, yang kemudian direndam dalam dye. Sedangkan elektroda lawan dibuat dengan cara melapiskan grafit pensil pada kaca konduktif. Sel surya dibentuk dengan struktur sandwich dimana dua substrat kaca konduktif mengapit komponen- komponen dari DSSC. Lama perendaman sel surya dalam dye mempengaruhi voltase dan arus keluaran. Daya dan efisiensi maksimum yang dihasilkan menggunakan dye teh hitam sebesar    8,85 x 10-8  W dan 8,5 x 10-3  %. Sedangkan daya dan efisiensi maksimum yang dihasilkan menggunakan dye tinta sotong sebesar 23,4 x 10-8 W dan 23,19 x 10-3 %.

  4. STUDI PENGARUH PENGGUNAAN POLY(3-HEXYLTHIOPHENE P3HT DAN GRAFIT TERHADAP KINERJA SEL SURYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    - Nurussaniah

    2013-05-01

    Full Text Available Sel surya organic merupakan suatu divais fotovoltaik yang mampu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Sel surya organik adalah sebuah alternatif untuk menggantikan sel surya silikon karena dapat diproduksi dengan teknik yang mudah dan biaya yang murah. Struktur pada penelitian ini adalah TiO2/P3HT/elektrolit/FTO dan TiO2/P3HT/elektrolit/FTO+Grafit. Karakterisasi I-V menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi P3HT dapat meningkatkan kinerja sel surya. Penggunaan grafit pensil sebagai elektroda lawan menghasilkan performa DSSC yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menggunakan grafit pensil. Grafit pensil yang dideposisikan pada kaca konduktif sebagai elektroda lawan mampu menjadi katalis untuk mempercepat reaksi redoks dengan elektrolit. Performa sel surya terbaik dari penelitian ini diperoleh pada sel dengan struktur TiO2/P3HT/elektrolit/FTO+Grafit dengan konsentrasi P3HT 1% dan menggunakan grafit sebagai elektroda lawan, efisiensi yang dihasilkan adalah 2,9×10-3%.

  5. PEMANFAATAN ENERGI SURYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gede Widayana

    2012-03-01

    Full Text Available Energi pada saat ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Selama ini penyangga utama kebutuhan energi masih mengandalkan minyak bumi .Sementara itu tidak dapat dihindarkan bahwa minyak bumi semakin langka dan mahal harganya. Dengan keadaan semakin menipisnya sumber energi fosil tersebut, di dunia sekarang ini terjadi pergeseran dari penggunaan sumber energi tak terbaharui menuju sumber energi terbaharui. Dari sekian banyak sumber energi terbahurui penggunaan energi melalui solar cell / sel surya merupakan alternatif yang paling potensial untuk diterapkan di wilayah Indonesia. Energi surya merupakan salah satu energi yang sedang giat dikembangkan saat ini oleh pemerintah Indonesia karena sebagai negara tropis, Indonesia mempunyai potensi energi surya yang cukup besar. Energi surya adalah sangat luar biasa karena tidak bersifat polutif, tidak dapat habis, dapat dipercaya dan tidak membeli. Ada banyak cara untuk memanfaatkan energi dari matahari.Istilah “tenaga surya” mempunyai arti mengubah sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik untuk kegunaan kita. Dua tipe dasar tenaga matahari adalah “sinar matahari” dan “photovoltaic” (photo- cahaya, voltaic=tegangan. Photovoltaic tenaga matahari melibatkan pembangkit listrik dari cahaya. Rahasia dari proses ini adalah penggunaan bahan semi konduktor yang dapat disesuaikan untuk melepas elektron, pertikel bermuatan negative yang membentuk dasar listrik. Untuk memanfaatkan potensi energi surya tersebut, ada 2 (dua macam teknologi yang sudah diterapkan, yaitu:Teknologi energi surya fotovoltaik dan Teknologi energi surya termal.   Kata-kata kunci : Energi surya, solar cell, fotovoltaik, surya termal.

  6. Karakteristik Life Time dan Efisiensi Modul Surya Berbasis Pewarna Menggunakan Interkoneksi Seri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iqbal Febriana

    2016-06-01

    Full Text Available Sel surya berbasis pewarna atau yang dikenal dengan dye-sensitized solar cell (DSSC merupakan sel surya generasi baru yang bekerja berdasarkan photoelectrochemical. Proses absorpsi cahaya dilakukan oleh molekul pewarna (dye dan proses pemisahan muatan oleh bahan semikonduktor anorganik (dalam penelitian ini digunakan TiO2. Dalam penelitian ini dilakukan pabrikasi modul surya menggunakan lapisan partikel nano TiO2 (non-scattering dan menggunakan campuran lapisan partikel nano TiO2 dengan lapisan partikel sub-mikron TiO2 (scattering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu hidup (life time dan efisiensi modul surya dengan bahan yang berbeda. Pabrikasi modul surya ini menggunakan teknik screen printing. Karakteristik life time diperoleh dari hasil pengukuran I-V yang dilakukan secara manual menggunakan lampu LED 15 Watt dengan intensitas 40 mW/cm2 . Pengujian life time dilakukan selama 500 jam, dan hasilnya menunjukkan bahwa modul surya dengan lapisan scattering dapat mempengaruhi karakteristik life time namun efisiensi yang didapatkan kurang baik yaitu sebesar 0,31% sedangkan modul surya dengan lapisan non-scattering menunjukkan efisiensi yang baik yaitu sebesar 1,83% namun karakteristik life time yang kurang baik.

  7. PENINGKATAN KUALITAS FILM TIPIS CdTe SEBAGAI ABSORBER SEL SURYA DENGAN MENGGUNAKAN DOPING TEMBAGA (Cu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    P. Marwoto

    2012-07-01

    Full Text Available Film tipis CdTe dengan doping tembaga (Cu berkonsenterasi 2% telah berhasil ditumbuhkan di atas substrat Indium Tin Oxide (ITO dengan metode dc magnetron sputtering. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh doping Cu(2% terhadap struktur morfologi, struktur kristal, fotoluminisensi dan resistivitas listrik film CdTe. Citra morfologi Scanning Electron Microscopy (SEM dan hasil analisis struktur dengan X-Ray Diffraction (XRD menunjukkan bahwa film CdTe:Cu(2% mempunyai citra permukaan dan struktur kristal yang lebih sempurna dibandingkan film CdTe tanpa doping. Hasil analisis spektrometer fotoluminisensi menunjukkan bahwa film CdTe dan CdTe(2% mempunyai puncak fotoluminisensi pada tiga panjang gelombang yang identik yaitu 685 nm (1,81 eV, 725 nm (1,71 eV dan 740 nm (1,67 eV. Film CdTe dengan doping Cu(2% memiliki intensitas puncak fotoluminisensi yang lebih tajam pada pita energi 1,81 eV dibandingkan dengan film CdTe tanpa doping. Pengukuran arus dan tegangan (I-V menunjukkan bahwa pemberian doping Cu(2% dapat menurunkan resistivitas film dari 8,40x109 Ωcm menjadi 6,92x105 Ωcm. Sebagai absorber sel surya, kualitas film tipis CdTe telah berhasil ditingkatkan dengan pemberian doping Cu(2%.CdTe:Cu(2% thin film has been successfully grown on Indium Tin Oxide (ITO substrates by using dc magnetron sputtering. This study was carried out in order to investigate the effect of Cu(2% doping on the morphologycal structure, crystal structure, photoluminesence, and resistivity of CdTe thin film. Scanning Electron Microscopy (SEM  images and X-Ray Diffraction (XRD results showed that CdTe:Cu(2% thin film has morphologycal and crystal structures more perfect than undoped CdTe film. Photoluminesence spectroscopy results showed that CdTe and CdTe:Cu(2% thin films have luminesence peak at three identical wevelength regions i.e. 685 nm (1.81 eV, 725 nm (1.71 eV and 740 nm (1.67 eV however CdTe:Cu(2% film shows sharper photoluminescence peak at band

  8. TENAGA SURYA DAN ARSITEKTUR: SUATU ANALISIS LINGKUNGAN DAN PERANCANGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tri Harso Karyono

    2003-01-01

    Full Text Available This paper discusses the potential use of solar energy in building as an alternative solution of energy resources to reduce the negative impact in burning fossil fuels to the environment. It higlights the positive aspects in environment by generating solar energy and also discusses the aesthetical values in employing solar panels on buildings. Abstract in Bahasa Indonesia : Isue mengenai pemanasan bumi yang diakibatkan oleh produksi gas karbon dioksida sebagai akibat pembakaran bahan bakar minyak (minyak bumi, batu bara, gas alam memaksa ilmuwan, pakar energi, akhli lingkungan, serta pihak-pihak lain yang terkait untuk ikut memikirkan penggunaan energi alternatif yang aman. Tenaga nuklir yang tidak menghasilkan gas buang semacam karbon dioksida, ternyata bukan merupakan solusi energi alternatif yang baik karena meninggalkan sampah radioaktif yang belum ada solusi pembuangan yang diangap aman untuk masa yang akan datang. Tenaga surya, yang umumnya sudah digunakan secara tradisional sejak ratusan abad yang silam, perlu mendapat perhatian. Pemanfaatan tenaga surya baik secara pasif maupun aktif bagi bangunan perlu mendapat perhatian dari para arsitek. Pemanfaatan tenaga surya secara aktif, dimana tenaga surya dikonversikan terlebih dahulu menjadi tenaga listrik dengan solar sel, seyogyanya tidak berdiri sendiri, perlu diintegrasikan dengan aplikasi perancangan secara pasif. Perancangan secara aktif bertujuan untuk mengurangi beban listrik yang berasal dari minyak bumi - secara langsung mengurangi jumlah gas karbon dioksida yang dibuang ke udara, sedangkan perancangan pasif bertujuan untuk mengurangi beban penggunaan energi listrik - yang berasal dari sumber listrik apapun - di dalam bangunan. Makalah ini membahas isue yang diutarakan diatas, dimana pada akhirnya memberikan contoh dari suatu karya arsitektur yang dianggap berhasil dalam mengaplikasikan strategi perancangan secara aktif (menggunakan solar sel serta tidak meninggalkan sterategi

  9. Pengaruh Penambahan Karbon terhadap Sifat Mekanik dan Konduktivitas Listrik Komposit Karbon/Epoksi sebagai Pelat Bipolar Polimer Elektrolit Membran Sel Bahan Bakar (Polymer Exchange Membran(PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ara Gradiniar Rizkyta

    2013-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Maka dibutuhkan pemilihan bahan yang sesuai untuk mereduksi berat, volume dan biaya  pada sel bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karbon terhadap sifat mekanik dan konduktivitas listrik komposit karbon/epoksi. Matriks yang digunakan adalah epoksi dengan hardener poliamino amid dengan  rasio pencampuran 20 dan 80% poliamino amid. Filler yang digunakan adalah karbon dengan kadar karbon 20, 40, 60 dan 80%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur 50, 100, 150, 200, 240oC selama satu jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan karbon  dapat meningkatkan Modulus Young tetapi menurunkan sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik epoksi tertinggi adalah 61 MPa, sedangkan pada 20% karbon 18,9 MPa. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan karbon, data 60% karbon menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 63%. Penambahan karbon juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 80% karbon yaitu 424,8 S.Cm-1

  10. Pengaruh Penambahan Grafit terhadap Sifat Tarik, Stabilitas Termal dan Konduktivitas Listrik Komposit Vinil Ester/Grafit sebagai Pelat Bipolar Membran Penukar Proton Sel Bahan Bakar (PEMFC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Galang Wisnu Wardana

    2014-03-01

    Full Text Available Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 80% dari volume, 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grafit terhadap sifat, stabilitas termal  dan konduktivitas listrik komposit vinil ester/grafit. Matriks yang digunakan adalah epoxy vinil ester (EVE dan novolac vinil ester (NVE. Filler yang digunakan adalah grafit dengan kadar grafit 20 dan 40%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur  50, 100,  150, 200, 250oC selama dua jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan grafit  dapat menurunkan Modulus Young, sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik  tertinggi EVE adalah 16.6 MPa sedangkan NVE 10.7 MPa, sedangkan 40% 3.0 MPa untuk EVE dan 2.95 MPa untuk NVE. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan grafit, data 40% grafit menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 47% untuk EVE maupun NVE. Penambahan grafit juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 40% grafit  yaitu 1,1 S.Cm-1 untuk EVE dan 0.93 untuk NVE.

  11. Optimasi Boost Converter Panel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif Penerangan Kmp Allu. Dengan Metode Logika Fuzzy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Eko Haryanto

    2015-12-01

    Full Text Available Optimalisasi daya yang dihasilkan sel surya dapat dilakukan dengan cara selalu menjaga arus dan tegangan pada titik maksimum. Salah satu upaya untuk mencapai titik daya maksimum ini adalah dengan menggunakan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT berbasis logika fuzzy. MPPT logika fuzzy diterapkan sebagai sistem kendali operasi pada konverter peningkat tegangan dc (dc – dc boost converter. MPPT logika fuzzy berfungsi sebagai pengatur tegangan referensi yang mengendalikan besarnya duty cycle yang diterapkan pada sistem switching transistor boost converter. Pada penelitian ini ditampilkan pemodelan sistem transmisi daya sel surya berbasis MPPT logika fuzzy. Sebanyak 16 modul sel surya disusun menjadi susunan 8 seri dan 2 paralel. Pada susunan ini sistem sel surya dapat menghasilkan daya maksimum sebesar 3203 watt. Pada hasil simulasi yang dilakukan didapatkan bahwa MPPT logika fuzzy dapat bekerja optimal pada suhu 35oC dan irradiasi 800W/m2. Pada kondisi ini sistem sel surya dan MPPT logika fuzzy memiliki selisih tegangan 0.37%. Namun, peningkatan daya maksimum terjadi pada suhu 40 oC dan irradiasi 950 W/m2 dengan besar peningkatan daya 33.94%.   Kata kunci : MPPT logika fuzzy, sel surya, boost konverter, tegangan referensi.

  12. H Surya Prakash Rao

    Indian Academy of Sciences (India)

    Volume 3 Issue 11 November 1998 pp 82-86 Feature Article. Molecule of the Month - Corannulene – A Bucky Bowl · H Surya Prakash Rao · More Details Fulltext PDF. Volume 8 Issue 2 February 2003 pp 19-27 General Article. Capping Drugs: Development of Prodrugs · H Surya Prakash Rao · More Details Fulltext PDF ...

  13. PERBANDINGAN UNJUK KERJA ANTARA PANEL SEL SURYA BERPENJEJAK DENGAN PANEL SEL SURYA DIAM

    OpenAIRE

    Syafaruddin Ch

    2010-01-01

    The ability to produce electrical energy at Solar Power Plant  is highly dependent on the magnitude and duration of sun exposure on the solar cell panels. The movement of the sun from east to west that periodicity in every day is a problem at  the  optimization generation of electricity at  Solar Power Plant   if using solar panel that motionless. This is because the solar cell panel can not catch the maximum sun exposure. To solve the above problem then designed a solar cell panel  tracker...

  14. PERBANDINGAN UNJUK KERJA ANTARA PANEL SEL SURYA BERPENJEJAK DENGAN PANEL SEL SURYA DIAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syafaruddin Ch

    2010-07-01

    Full Text Available The ability to produce electrical energy at Solar Power Plant  is highly dependent on the magnitude and duration of sun exposure on the solar cell panels. The movement of the sun from east to west that periodicity in every day is a problem at  the  optimization generation of electricity at  Solar Power Plant   if using solar panel that motionless. This is because the solar cell panel can not catch the maximum sun exposure. To solve the above problem then designed a solar cell panel  tracker  capable of follo-wing the movements of the sun. Then conducted a test to see the performance of solar cell pa-nel  tracker  and compare it with the performance of solar cell panel was motionless. The testing doing along 6 days, with way to irradiate the panel of solar cells  tracker  and panels of solar cell motionless with sun exposure  along a  full day. Then the electric current generated each panel were recorded. The comparison of current then generating comparison of electric power delivery. The result show that the solar cell panel  tracker  produce the average current is 2.19 A whereas solar-cell panel still 1.97 A.  This result   indicate that average power for solar cell panel  tracker  39.41 W while for solar cell panel that motionless is  35.46 W. These results indicate that the performance of solar cell panel  tracker  better than  solar cell panel motionless.

  15. PERSPEKTIF ARSITEKTUR SURYA DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jimmy Priatman

    2000-01-01

    Full Text Available Solar energy is a prospective alternative resource due to its existence as a non-polluting source of renewable energy. The potency of solar energy in Indonesia at the belt of equator enables its usage in buildings directly to fulfill human needs. The integrative implementation of solar technology into building emerges specific challenges in architectural design and evolves a new architectural approach which is called "solar architecture". Abstract in Bahasa Indonesia : Energi surya merupakan sumberdaya alternatif yang prospektif karena energi surya merupakan sumber energi yang dapat diperbarui dan tidak menimbulkan polusi. Potensi energi surya di Indonesia yang berada dijalur khatulistiwa memungkinkan penggunaan secara langsung dalam bangunan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Implementasi teknik pemanfaatan energi surya kedalam bangunan secara integratif menimbulkan tantangan spesifik dalam perancangan arsitektur dan merupakan embrio pewujudan suatu tatanan arsitektur baru yang dikenal sebagai "arsitektur surya" Keywords: arsitektur surya, energi surya

  16. Analisis Desain Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Kapasitas 50 WP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anwar Ilmar Ramadhan

    2016-12-01

    Full Text Available Kebutuhan akan listrik baik untuk kalangan industri, perkantoran, maupun masyarakat umum dan perorangan sangat meningkat. Tetapi, peningkatan kebutuhan listrik ini tidak diiringi oleh penambahan pasokan listrik. Berdasarkan permasalahan tersebut, energi surya dipilih sebagai energi alternatif untuk menghasilkan energi listrik. Alat yang digunakan disini adalah sel surya, karena dapat mengkonversikan langsung radiasi sinar matahari menjadi energi listrik (proses photovoltaic. Agar energi surya dapat digunakan pada malam hari, maka pada siang hari energi listrik yang dihasilkan disimpan terlebih dahulu ke baterai yang dikontrol oleh regulator. Keluaran regulator langsung dihubungkan dengan inverter dari arus DC ke AC. Hasil pengujian modul surya (photovoltaic terlihat bahwa hasil daya keluaran rata-rata mencapai 38,24 Watt,dan arus yang didapatkan sebesar 2,49 A (Ampere. Hal ini dikarenakan photovoltaic saat mengikuti arah pergerakan matahari akan selalu memposisikan photovoltaic untuk tetap menghadap matahari sehingga tetap akan dapat menangkap pancaran matahari secara maksimal.  [Title: Design Analysis of System Power Solar Cells Capacity of 50 Wp] The need for electricity is good for the industry, offices, and public and individuals are greatly increased. However, the increase in demand for electricity is not accompanied by the additional power supply. Based on these problems, chosen solar energy as an alternative energy to generate electric power. A tool that is used here is the solar cell because it can directly convert solar radiation into electrical energy (photovoltaic process. So that solar energy can be used at night, then during the day, the electrical energy generated is stored before a battery which is controlled by the regulator. Regulator output is directly connected to the inverter from the DC to AC. The test results of solar modules (photovoltaic indicated that the results of the average power output reached 38.24 Watt, and the

  17. Eosinofil Sel Penyaji Antigen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Safari Wahyu Jatmiko

    2015-04-01

    Full Text Available Sel eosinofil merupakan jenis sel lekosit yang terlibat dalam berbagai patogenesis penyakit. Sel eosinofil pada awalnya dikenal sebagai sel efektor  dari sistem imunitas alamiah. Akan tetapi, kemampuan sel eosinofil dalam memfagositosis patogen menimbulkan dugaan bahwa sel eosinofil ikut berperan sebagai sel penyaji antigen. Hal ini dianalogikan dengan sel makrofag dan sel dendritik yang bisa memfagositosis dan menyajikan antigen sebagai hasil dari degradasi patogen yang difagositosis. Untuk menjawab permasalahan ini, penulis melakukan penelusuran artikel tentang eosinofil sebagai sel penyaji antigen melalui US National Library of Medicine National Institute of Healthdengan kata kunci eoshinophil dan antigen presenting cell. Hasil penelusuran adalah ditemukannya 10 artikel yang relevan dengan topik. Hasil dari sintesis kesepuluh jurnal tersebut adalah sel eosinofil mampu berperan sebagai sel penyaji antigen yang profesional (professionalantigenpresentng cell

  18. Desain Dan Pengujian Kolektor Surya CPC Berselubung Kaca Sebagai Media Evaporasi Sistem ORC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Yuliaji

    2018-04-01

    Full Text Available Abstrak: Bagian dari kegiatan penelitian pembangkit Organic Rankine Cycle (ORC dengan sumber kalor dari radiasi matahariadalah kolektor surya. Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan disain kolektor surya dengan menggabungkan dua tipe,yaitu reflektor plat datar dengan concentrated parabolic collector (CPC.Bagian terpenting dari kolektor surya adalahselubung kaca pada receiver yang bertujuan sebagai media evaporasi pada system Organic Rankine Cycle(ORC.Geometri kolektor termal solar memiliki dimensi dengan panjang 1 m, tinggi 0,9 m, lebar alas 0,028 m, lebartutup 1,16 m. Concentrator merupakan bagian penangkap radiasi matahari dengan model semi silinder tipe CPCdengan bahan AISI 1015 yang dilapisi alumunium foil. Receiver menggunakan pipa tembaga 12,7mm, tebal 20mm,panjang total 3,46 m. Pipa tembaga dibungkus oleh pipa kaca diameter 51,4 mm, tebal 20mm. Dinding reflectormenggunakan AISI 201. Isolator terdiri dua lapisan, lapisan dalam menggunakan bahan polistirena foam tebal 20mmdan lapisan luar menggunakan Harmaflek tebal 20mm. Temperatur tertinggi pipa reciever sebelum dialiri fluida 104,4oCpada intensitas cahaya matahari 57,8 flux.Kata kunci: Kolektor surya, reflektor plat datar, concentrated parabolic collector (CPC, Organic Rankine Cycle (ORC Abstract: A Part of the research activity for development of Organic Rankine Cycle (ORC plant with a heat source from solarradiation aresolar collector. The purpose in this paper is to describe design of solar collector with combining two type ofreflector, flat type reflector and concentrated parabolic collector (CPC. Most important part of the solar collector is theglass layer on the receiver which intended as media evaporation in the ORC system. The geometries of solar collectorhave dimensions of length 1 m, height 0.9 m, width of pedestal 0,028 m, width 1.16 m for cap. Then, concentrator is thepart solar radiation catcher using semi-cylinder models type CPC with material AISI 1015 was coated by

  19. Profil Protein Escherichia coli Hasil Inaktivasi Iradiasi Gamma Sebagai Bahan Vaksin Mastitis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sandra Hermanto

    2017-03-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil protein Escherichia coli hasil iradiasi gammasebagai bahan vaksin mastitis inaktif. Kultur sel (108 sel/ml diinaktivasi dengan dosis radiasisebesar 600, 700, 800, 900 dan 1000 Gy. Kultur sel dianalisis kandungan protein intraselulardan ekstraselular dengan metode Lowry. Profil protein dianalisis dengan menggunakan SDSPAGEdengan konsentrasi gel 10% dan standar berat molekul kisaran 10 – 220 kDa. Hasilpercobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan kadar protein intraselular danekstraselular secara signifikan dengan semakin tingginya dosis iradiasi, demikian pula denganjumlah pita protein, tetapi intensitas setiap pita menunjukkan adanya perbedaan. Perbedaanintensitas protein tertinggi terjadi pada dosis 900 dan 1000 Gy. Hal ini menunjukkan bahwairadiasi gamma mampu menginaktivasi sel bakteri tetapi tidak merusak protein secara totalsebagai salah satu bahan antigen vaksin.

  20. Surya Namaskar (Sun Salutation): A Path to Good Health

    OpenAIRE

    Amit Vaibhav; Swati Shukla; Om Prakash Singh

    2016-01-01

    Surya Namaskar (Sun Salutation) is an ancient and sacred yogic technique of India for expressing gratitude to the Sun. Surya Namaskar is a set of 12 Asanas (postures), It is done preferably in the morning while facing the rising sun. There are numerous health benefits of Surya Namaskar for different system of the body specially musculoskeletal, cardiovascular, gastrointestinal, nervous system, respiratory and endocrinal. The heart, liver, intestine, stomach, chest, throat, legs and backbone a...

  1. Surya Namaskar (Sun Salutation: A Path to Good Health

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amit Vaibhav

    2016-07-01

    Full Text Available Surya Namaskar (Sun Salutation is an ancient and sacred yogic technique of India for expressing gratitude to the Sun. Surya Namaskar is a set of 12 Asanas (postures, It is done preferably in the morning while facing the rising sun. There are numerous health benefits of Surya Namaskar for different system of the body specially musculoskeletal, cardiovascular, gastrointestinal, nervous system, respiratory and endocrinal. The heart, liver, intestine, stomach, chest, throat, legs and backbone are main benefited organs. By practicing Surya Namaskar each and every cell of body get revitalize and regenerated, therefore it is highly recommended by all yoga experts for healthy routine life. The regular practice of Surya Namaskar improves blood circulation throughout the body, maintains health and makes the body disease-free. Regular practice of Surya Namaskar gives strength, flexibility and vitality to the body. Sun Salutation asanas help to burn extra body fat on belly, buttocks and back by modulating endocrinal system. It also helps to regulate menstrual cycles among women and also facilitate an easy childbirth. Apart from these benefits of Surya Namaskar also help to keep the mind stress free, calm and illuminated. Thus, a regular practice of Surya Namaskar is highly recommended to keep the body and mind healthy. Though the Surya Namaskar steps are very scientific and practical science ancient time but still it needs advance modern scientific justification to spread it globally, keeping this thing into the mind the present review has been framed to revalidate sacred steps of Surya Namaskar on the basis of available evidence based studies.

  2. Perawatan dan Pelestarian Bahan Pustaka

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Ibrahim

    2013-06-01

    Full Text Available Perawatan bahan pustaka sangat diperlukan untuk menunjang fungsi perpustakaan dalam melaksanakan jasa perpustakaan dengan mengusahakan agar kondisi bahan pustaka terpelihara sebaik mungkin dan siap pakai. Pada umumnya media yang digunakan pada bahan pustaka adalah kertas, baik dalam bentuk buku, surat kabar, naskah, peta, gambar, dokumen dan bahan cetakan lainnya, selain itu ada juga perpustakaan yang memiliki koleksi foto dan negatif foto. Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bagi perpustakaan yang telah maju sudah melengkapi koleksinya dengan bentuk mikro (mikrofilm dan mikrofish, rekaman suara, film, penyimpan data elektronik, CD-ROM dan lain-lain. Semua koleksi tersebut pasti akan mengalami kerusakan.

  3. UJI STABILITAS FORMULA KRIM TABIR SURYA EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine americana L. Merr.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Islamudin Ahmad

    2013-12-01

    umbi bawang dayak (Eleutherine Americana L. Merr.. Dari data empirik selama ini bawang dayak telah digunakan sebagai pencegah dan pengobatan anti kanker oleh masyarakat Kalimantan sehingga perlu diteliti lebih lanjut untuk mendapatkan data laboratorik untuk mendukung data empirik tersebut. Beberapa golongan metabolit sekunder yang terdapat pada umbi bawang dayak yakni alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid dan zat tannin. Penelitian tersebut dilakukan sebagai dasar pembuatan formulasi sediaan krim tabir surya yang ditujukan untuk pencegahan terjadinya kanker kulit. Penelitian dilakukan dengan ekstraksi umbi bawang dayak menggunakan metode soxhlet dengan pelarut n-heksan, etil asetat, n-butanol, dan etanol sebagai bahan aktif dari pembuatan formula sediaan. Pengujian dilakukan terhadap formulasi A dan B dengan konsentrasi ekstrak umbi bawang dayak sebesar 0,1%, terdiri dari uji stabilitas fisik (organoleptis, homogenitas dan kimia (pH dan sediaan agar diperoleh formula sediaan yang stabil. Hasil pengujian yang diperoleh adalah pada uji organoleptis tidak ada perubahan pada pengamatan yang dilakukan terhadap masing-masing sediaan sebelum dan setelah penyimpanan pada suhu kamar pada hari ke-7, -14, dan -21. Kemudian pada uji homogenitas dari hasil uji hedonik pada tingkat kepercayaan 95% (SNI 01-2346-2006, disimpulkan bahwa homogenitas sediaan pada semua formula yang dihasilkan masuk dalam kategori halus. Selanjutnya pada stabilitas pH dilakukan pengujian dan dihasilkan bahwa pH 5,5-8,0 untuk Formula A dan pH 7,0-7,7 untuk Formula B dengan berbagai konsentrasi ekstrak, setelah penyimpanan 21 hari, disimpulkan pH sediaan masih stabil dan aman untuk digunakan (SNI 16-4399-1996 sebagai formula sediaan tabir surya berbahan ekstrak umbi bawang dayak. Kata kunci: umbi bawang dayak, tabir surya, formula, uji stabilitas, kanker kulit

  4. Alat Penghemat Bahan Bakar Berbasis Elektromagnet

    OpenAIRE

    Putra, Toni Dwi

    2010-01-01

    Alat penghemat bahan bakar premium yang berupa medan elektromagnet yang di beri kumparan di letakan setelah filter bahan bakar sebelum bahan bakar masuk ke karburator. Elektromagnet dapat memecah ion-ion yang mengumpal dalam bahan bakar. Percobaan dilakukan 4 kali dalam waktu 60 menit dengan interval pengukuran konsumsi bahan bakar setiap 5 menit. Setelah semua data diperoleh, dengan menggunakan uji F di peroleh hasil bahwa Alat dapat di pasang pada semua jenis kendaraan berbahan bakar premiu...

  5. Acute effects of Surya Namaskar on the cardiovascular & metabolic system.

    Science.gov (United States)

    Mody, Bhavesh Surendra

    2011-07-01

    With the recent rise in obesity awareness and the increased understanding of the importance of physical activity in promoting overall health, greater emphasis has been placed on improving physical fitness to enhance quality of life. Surya Namaskar, a component of Hatha Yoga, has been practiced by Asian Indians for hundreds of years and is often used in place of a typical fitness program. It consists of a series of postures (asanas) that are repeated 12 times per round. Only one published study has looked specifically at Surya Namaskar, measuring the energy cost of individual asanas (Sinha et al., 2004). However, practitioners typically perform several rounds of the asanas during a session. To assess the cardiorespiratory and metabolic responses of four rounds of Surya Namaskar, a typical amount performed by practitioners, to determine its potential as a training and weight loss tool. Six healthy Asian Indian men and women (18-22 years) who had trained in Surya Namaskar for over two years participated in the study. Testing was completed in a single session lasting about 30 min. To measure heart rate and oxygen consumption while performing the four rounds, participants were connected to a heart rate monitor and the Oxycon Mobile Metabolic System. Participants exercised at 80% of age-predicted maximal heart rate (HRmax) during Round 2, 84% during Round 3, and 90% during Round 4. Average intensity during the four rounds was 80% HRmax, sufficient to elicit a cardiorespiratory training effect. Oxygen consumption averaged 26 ml/kg/min during each round, resulting in an energy expenditure of 230 kcals during a 30 min session for a 60 kg individual. Regular practice of Surya Namaskar may maintain or improve cardiorespiratory fitness, as well as promote weight management. Copyright © 2010 Elsevier Ltd. All rights reserved.

  6. Pengaruh Budaya Organisasi, Kepemimpinan, dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan CV Surya Raya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laksmi Sito Dwi Irvianti

    2012-05-01

    Full Text Available This research was conducted on CV Surya Raya which is engaged in car shipping. The aim of this study is to determine the influence of organization culture, leadership, and working motivation partially to employees’ satisfaction in CV Surya Raya. The data was collected by conducting interviews with the company and distributing questionnaires to 67 employees as respondents and then analyzed using linear regression analysis method. From the research results, leadership variable does not have a significant impact on employees' job satisfaction in CV Surya Raya. Whereas, the motivation variable has greater influence on job satisfaction of CV Surya Raya employees compared to the organization's culture.

  7. Perbandingan antara Bahan Cetak Silikon pada Bahan Cetak Zinc Oxide Eugenol Pasta pada Jaringan Lunak Palatum

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Chaidar Masulili

    2015-11-01

    Full Text Available Untuk mendapatkan suatu detil pencetakan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, viskositas, kebasahan, cara pengangan bahan cetak dan kemampuan bahan cetak untuk mengalir di atas jaringan lunak. Petunjuk anatomi palatum yaitu sutura palatum median, rugae dan papilla incisive dapat dipakai untuk mendeteksi hasil cetakan.Dalam penelitian ini dilakukan pencetakan dari 15 model cetakan paatu yang dicetak dengan bahan cetak silikon, dan 15 model cetakan palatum yang dicetak dengan bahan pasta zinc oxide eugenol, kemudian dievaluasi dengan menentukan jumlah skore detil jaringan dari masing-masing kelompok bahan cetak ini. Walaupun terlihat adanya perbedaan reproduksi detil, dari hasil uji statistik tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara hasil reproduksi detil dari kedua bahan cetak tersebut. Kenyataan yang bertentangan dapat disebabkan sifat kebasahan jaringan, kebasahan bahan cetak, adanya perbedaan efek penipisan karena sobekan, jumlah dan ukuran partikel bahan pengisi dan kompatibilitas gips dengan bahan cetak.

  8. Respon inflamasi pulpa gigi tikus Sprague Dawley setelah aplikasi bahan etsa ethylene diamine tetraacetic acid 19% dan asam fosfat 37%

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nadie Fatimatuzzahro

    2013-12-01

    inflamasi berfungsi untuk menghilangkan patogen, sel-sel atau jaringan yang rusak dan menginisiasi perbaikan. Netrofil dan makrofag adalah sel fagosit yang merupakan garis pertama pertahanan tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efek EDTA 19% dan asam fosfat 37% sebagai bahan etsa terhadap respon inflamasi pada pulpa gigi. Metode: Empat puluh lima ekor tikus Sprague Dawley jantan dibagi menjadi 3 kelompok. Permukaan oklusal gigi molar satu rahang atas dipreparasi menggunakan diamond round bur. Pada kelompok I kavitas diaplikasikan EDTA 19%, kelompok II diaplikasikan asam fosfat 37% dan kelompok III diaplikasikan akuades. Hewan coba dikorbankan pada hari ke-1, 3, 5, 7 dan 14 setelah aplikasi bahan etsa (n=3. Spesimen diproses secara histologis dan dicat dengan hematoksilin eosin. Hasil: Hasil ANOVA menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05 antar kelompok perlakuan, mengindikasikan bahwa aplikasi bahan etsa menyebabkan infiltrasi sel inflamasi pada pulpa, baik netrofil, makrofag dan limfosit. Hasil uji Tuckey HSD menunjukkan bahwa asam fosfat 37% menstimulasi infiltrasi sel netrofil, makrofag dan limfosit signifikan (p<0,05 lebih banyak dibanding EDTA 19%. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa asam fosfat 37% menyebabkan infiltrasi sel inflamasi yang lebih banyak dibanding EDTA 19%.

  9. Uji Sitotoksisitas Ekstrak Ethanol 70 % Herba Ceplukan (Physalis angulata Linn. Terhadap Sel WiDr Secara In Vitro

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ira Djajanegara

    2017-03-01

    Full Text Available Herba ceplukan (Physalis angulata Linn merupakan salah satu bahan alam yang digunakanmasyarakat untuk pengobatan tradisional sebagai antikanker. Pada penelitian sebelumnya hasilpengujian ekstrak ethanol 70% herba ceplukan (Physalis angulata Linn. terhadap Artemia salinaLeach (larva udang dengan metode Brine Shirmp Lethality Test (BSLT diketahui memiliki sifattoksik dengan nilai LC50 sebesar 39,63 μg/ml. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuanmengetahui efek sitotoksisitas ekstrak ethanol 70% herba ceplukan dengan menentukan kadaryang menyebabkan 50% sel mati (LC50 terhadap sel kanker usus WiDr secara in vitro. Herbaceplukan (Physalis angulata Linn diekstraksi dengan cara maserasi dengan penyari ethanol 70%.Sel kanker usus WiDr diperlakukan dengan ekstrak ethanol 70% herba ceplukan dengan seri kadaryaitu 1000, 500, 250, 125, 62.5, 31.25, 15.125 dan 7.81 μg/ml selama 24 jam. Sebagai kontrolpositif digunakan doksorubisin dengan seri kadar sebagai berikut: 2; 1; 0.5; 0.25; 0.12; 0.06; 0.03dan 0 .01 μg/ml. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan menginkubasi sel kanker usus WiDr dengankepadatan akhir sel 2.104 sel / ml persumuran plat kultur. Uji sitotosisitas ini menggunakanmetode perhitungan langsung dengan bantuan alat haemocytometer. Hasil penelitian menunjukkanbahwa ekstrak ethanol 70% herba ceplukan (Physalis angulata Linn. mempunyai sitotoksisitassebesar 86,84 ìg/ml terhadap sel kanker usus WiDr yang di atas nilai indikator positif sebagaibahan bersifat sitotoksik yaitu sebesar > 30 ìg/ml. Nilai tersebut juga sangat lebih tinggi biladibandingkan dengan nilai LC50 doksorubisin sebagai pembanding sebesar 0,113 μg/ml.

  10. VISUALISASI SISTEM TATA SURYA MENGGUNAKAN ANIMASI 3D

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Achmad Nur Hamid

    2008-02-01

    Full Text Available Multimedia berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Salah satu aspek yang dipengaruhi adalah dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan multimedia digunakan sebagai media pembelajaran. Dengan aplikasi pembelajaran berbasis multimedia, materi yang disajikan diharapkan lebih menarik dan mudah dipahami. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk membuat aplikasi system tatasurya menggunakan animasi 3 dimensi untuk menunjang sarana belajar yang sudah ada seperti buku. Pengumpulan data dalam pembuatan aplikasi ini dilakukan dengan cara mendayagunakan sumber informasi yang terdapat pada perpustakaan dan sumber informasi lain seperti internet. Aplikasi ini dikembangkan dengan metode pengembangan multimedia menurut Luther yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing dan distribution. Dalam pembuatan aplikasi ini menggunakan 3DS Max 2009 sebagai software untuk membuat objek-objek yang terdapat pada system tata surya dengan bentuk 3 dimensi, Adobe Premiere Pro sebagai software untuk menggabungkan suara (audio dan video hasil renderan dari 3DS Max, Adobe Flash CS4 Professional di gunakan sebagai penggabungan semua objek multimedia yang telah dibuat oleh perangkat lunak lainnya. Dengan aplikasi ini siswa dapat memahami materi tentang sistem tata surya dan membuat suasana belajar lebih menyenangkan.

  11. EFEK SITOTOKSIK AKTIVITAS DAN ANTIOKSIDAN WOODFORDIA FRUTICOSA KURZ PADA SEL KARSINOMA KANDUNG KEMIH MANUSIA, SEL 5637

    OpenAIRE

    Manggau, Marianti

    2007-01-01

    Telah dilakukan pengujian sitotoksisitas ekstrak etanol dari tanaman yang digunakan secara tradisional, Woodfordia fruticosa Kurz, pada sel karsinoma kandung kemih human (5637) cell lines. Setelah inkubasi sel 5637 selama 72 jam dengan berbagai konsentrasi ekstrak (0.343, 1.029, 3.086, 9.259, 27.78, 83.33 dan 250 ???g/ml), sitotoksisitasnya ditentukan menggunakan uji neutralred dan dilaporkan sebagai viabilitas sel. Ekstrak etanol, memiliki efek sitotoksik yang signifikan terhadap sel 5637 ...

  12. SEL's Software Process-Improvement Program

    Science.gov (United States)

    Basili, Victor; Zelkowitz, Marvin; McGarry, Frank; Page, Jerry; Waligora, Sharon; Pajerski, Rose

    1995-01-01

    The goals and operations of the Software Engineering Laboratory (SEL) is reviewed. For nearly 20 years the SEL has worked to understand, assess, and improve software and the development process within the production environment of the Flight Dynamics Division (FDD) of NASA's Goddard Space Flight Center. The SEL was established in 1976 with the goals of reducing: (1) the defect rate of delivered software, (2) the cost of software to support flight projects, and (3) the average time to produce mission-support software. After studying over 125 projects of FDD, the results have guided the standards, management practices, technologies, and the training within the division. The results of the studies have been a 75 percent reduction in defects, a 50 percent reduction in cost, and a 25 percent reduction in development time. Over time the goals of SEL have been clarified. The goals are now stated as: (1) Understand baseline processes and product characteristics, (2) Assess improvements that have been incorporated into the development projects, (3) Package and infuse improvements into the standard SEL process. The SEL improvement goal is to demonstrate continual improvement of the software process by carrying out analysis, measurement and feedback to projects with in the FDD environment. The SEL supports the understanding of the process by study of several processes including, the effort distribution, and error detection rates. The SEL assesses and refines the processes. Once the assessment and refinement of a process is completed, the SEL packages the process by capturing the process in standards, tools and training.

  13. ANALISIS PERBANDINGAN OUTPUT DAYA LISTRIK PANEL SURYA SISTEM TRACKING DENGAN SOLAR REFLECTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I B Kd Surya Negara

    2016-03-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki intensitas radiasi matahari yang sangat besar dan intensitas radiasi tersebut berpotensi untuk dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Efisiensi dari panel surya saat ini masih perlu pertimbangan lebih lanjut. Efisiensi panel surya yang rendah ini, berpengaruh pada hasil output daya listrik yang dihasilkan. Upaya untuk meningkatkan output daya listrik panel surya, yaitu dengan sistem tracking dan solar reflector. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui output daya listrik yang lebih maksimal. Metode dalam penelitian ini menggunakan sistem tracking yang pergerakannya berdasarkan waktu dan menggunakan solar reflector dengan cermin datar dan sudut reflector yang berbeda. Hasil dari perbandingan sistem tracking dengan solar reflector yaitu solar reflector menghasilkan output daya listrik lebih besar dibandingan dengan sistem tracking, dimana solar reflector menghasilkan output daya listrik sebesar 0.1224 Watt dan sistem tracking sebesar 0.1136 Watt.

  14. ANALISIS PERPUTARAN RADIASI SURYA TERHADAP KINERJA SEL FOTOLISTRIK SEBAGAI ENERGI RAMAH LINGKUNGAN DI NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGKUNG PROVINSI BALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I N. Suastaka

    2015-08-01

    Full Text Available Photoelectric cells is an equipment made of semiconductor material of Silicone (Si14 functioned to catchand converse sun light to become electric energy directly. Through photoelectric phenomenon, that sun lightas particles with frequency/wavelength of certain light can release electrons in a material. This electrons’movement can produce electric current. The aim of this research was to find out the performance of aphotoelectric cells collector in conversing sun light to become electric energy due to the rotation of solarradiation in Nusa Penida.The research was conducted at PLTS electric home solar system Nusa Penida for 5 days the measurementto the parameter of Current (Isc and Voltage (Vsc. Each measurement had duration of lighting for 8 hourseach from 09.00 until 16.00 Central Indonesian Time, with time interval of 30 minutes. Measurement anddata analysis produced in the research on Saturday, June 29th 2013 obtained: the amount of solar radiationarrived at earth’s outer atmosphere was 1321.90 W/m2, and passed along to earth’s surface at 621.29 W/m2,and received by photoelectric cells collector as heat power at 113.63 Watt, and efficiency produced was 25.3%,and electric power produced was 28.74 Watt, and can be equalized with fossil energy of 0.0237 liter ofgasoline, or equivalent to 106.65 rupiah. It meant that, photoelectric cells collector with area of 50 x 110cm2in a day can protect earth from global warming of 28.74 Watt, in using of fossil energy at 0.0237 liter ofgasoline.The efficient performance of photoelectric cells was still considered small. In order to achieve big capacityof electric power required a lot of collector modules and large area, so that with the growing of semiconductortechnology, it is expected that whenever possible it can reduce electron binding energy on material, andoptimize solar lighting system to photoelectric cells collector modules, so that the efficient performance ofphotoelectric cells can be expected to be above 90%.

  15. ANALISIS PERPUTARAN RADIASI SURYA TERHADAP KINERJA SEL FOTOLISTRIK SEBAGAI ENERGI RAMAH LINGKUNGAN DI NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGKUNG PROVINSI BALI

    OpenAIRE

    I N. Suastaka; I Gede Mahardika; M.S. Mahendra

    2015-01-01

    Photoelectric cells is an equipment made of semiconductor material of Silicone (Si14) functioned to catchand converse sun light to become electric energy directly. Through photoelectric phenomenon, that sun lightas particles with frequency/wavelength of certain light can release electrons in a material. This electrons’movement can produce electric current. The aim of this research was to find out the performance of aphotoelectric cells collector in conversing sun light to become electric ener...

  16. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI SEL PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UIN ALAUDDIN MAKASSAR

    OpenAIRE

    Muriati, St

    2015-01-01

    Learning in UIN Alauddin is still limited knowledge to students, while, one mission to improve the quality of educators Biology in terms of belief, moral and scientific attitudes have not been implemented. This is caused by a lack of learning resources that connects Biology Science and its relation to scientific Qur'an. Cell Biology as subjects that reveal about the phenomenon of the smallest unit of life, it can be studied with scientific Qur'an. Therefore, it is necessary to develop teachin...

  17. Sistem Tracking Panel Surya Untuk Pengoptimalan Daya Menggunakan Metode Kendali Logika Fuzzy

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfin Imadul Haq

    2014-10-01

    Full Text Available Salah satu jenis energi alternatif yang berkembang pesat dan banyak digunakan adalah energi matahari yang digunakan sebagai pembangkit listrik, dalam bentuk panel surya. Dalam rangka mengoptimalkan penggunaan panel surya tersebut, diperlukan sebuah sistem pengendali yang dapat mengontrol posisi panel surya agar selalu mengikuti arah dan posisi dari matahari secara otomatis. Sistem yang digunakan untuk pengaturan tersebut dinamakan sistem tracking matahari dengan dua derajat kebebasan. Sistem ini bekerja menggunakan perubahan daya yang terbaca oleh panel surya. Kelebihan dari sistem ini dapat mengikuti posisi matahari. Dalam sistem ini digunakan perbandingan daya yang terbaca oleh sistem dan mencari yang paling optimal diantara daya tersebut. Berdasarkan perbedaan daya yang diterima, Kendali Logika Fuzzy akan menggerakkan motor servo untuk melakukan aksi kendali terhadap posisi panel surya supaya selalu  tegak lurus terhadap posisi matahari. Perbandingan respon unjuk kerja antara sistem yang tanpa menggunakan kontroler fuzzy yaitu tegangan =15,40 V, arus = 0,46 A, dan daya = 7.17 W , sedangkan untuk sistem yang menggunakan kontroler fuzzy 2 DOF (Degree Of Freedom menghasilkan tegangan = 15,54 V, arus = 0,51 A, dan daya = 7.94  W. Sistem yang dibuat sudah mengikuti matahari untuk mencapai daya yang maksimal.

  18. PENGUKURAN KADAR NATRIUM ALGINAT DARI ALGA COKELAT SPESIES Sargassum sp. SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN BAHAN CETAK KEDOKTERAN GIGI (IRREVERSIBLE HYDROCOLLOID/DENTAL IMPRESSION MATERIAL)

    OpenAIRE

    MUTMAINNAH SUNAR, SITI

    2016-01-01

    2015 Pengukuran Kadar Natrium Alginate dari Alga Cokelat Spesies Sargassum sp. sebagai Bahan Dasar Pembuatan Bahan Cetak Kedokteran Gigi (Irreversible Hydrocolloid/Dental Impression Material) Siti Mutmainnah Sunar Abstrak Latar belakang : Irreversible hydrocolloid merupakan bahan cetak yang relatif sering digunakan di bidang kedokteran gigi. Namun, bahan baku dari bahan cetak ini masih diimpor dari luar negeri. Natrium alginate sebagai bahan baku masih menggunakan ekstraksi alga c...

  19. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK MENUMBUHKAN KELEMAHLEMBUTAN DI SEKOLAH MINGGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johana Manubey

    2016-03-01

    Kelemahlembutan merupakan karakter penting, yang didalamnya termuat kerendahan hati, ketaatan, penguasaan diri, dan kesediaan untuk dididik. Salah satu tempat untuk pengajaran kelemahlembutan adalah sekolah minggu. Sekolah minggu diadakan untuk anak-anak yang beragama Kristen. Untuk mengajarkan dan menumbuhkan kelemahlembutan, diperlukan pengembangan bahan ajar terkait kelemahlembutan, yang berisikan strategi dan metode untuk dapat mentrasformasikan karakter kelemahlembutan. Pengembangan bahan ajar kelemahlembutan dilakukan dengan menggunakan model Dick & Carey. Dimana, dari hasil pengembangan bahan ajar diperoleh kelayakan bahan ajar untuk diimplementasikan yakni diatas 80%. Untuk implementasi di lapangan diperoleh hasil bahwa bahan ajar ini dapat menumbuhkan karakter kelemahlembutan di sekolah minggu.

  20. KERACUNAN BAHAN KIMIA BERACUN DI RUMAH TANGGA DAN PENANGGULANGANNYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Satmoko Satmoko

    2012-10-01

    Full Text Available Pada umumnya semua bahan kimia merupakan racun, termasuk obat-obatan. Bahan kimia beracun di dalam rumah setiap saat dapat mengancam keselamatan kita, terutama anak-anak.Bahan bahan kimia yang sering digunakan dan, disimpan di rumah tangga adalah sangat beragam. Hal ini perlu diperhatikan oleh masyarakat umum karena bahan kimia tersebut dapat membahayakan anak-anak, khususnya balita atau bahkan orang dewasa apabila dalam pelabelan tidak jelas atau memindahkan wadah asli bahan kimia ke wadah lain tanpa diberikan keterangan atau label.Bahan kimia yang sering disimpan di rumah tangga adalah antara lain, spiritus (metil alkohol, asam cuka, air aki, aseton (penghapus cat kuku, bensin, pestisida, deterjen, karnper, kaporit, karbol, minyak tanah, terpentin, oli, obat obatan (boorwater, asetosal, obat-obatan penurun panas, barbiturat, mereurochrom, dan lain sebagainya.  

  1. Data collection procedures for the Software Engineering Laboratory (SEL) database

    Science.gov (United States)

    Heller, Gerard; Valett, Jon; Wild, Mary

    1992-01-01

    This document is a guidebook to collecting software engineering data on software development and maintenance efforts, as practiced in the Software Engineering Laboratory (SEL). It supersedes the document entitled Data Collection Procedures for the Rehosted SEL Database, number SEL-87-008 in the SEL series, which was published in October 1987. It presents procedures to be followed on software development and maintenance projects in the Flight Dynamics Division (FDD) of Goddard Space Flight Center (GSFC) for collecting data in support of SEL software engineering research activities. These procedures include detailed instructions for the completion and submission of SEL data collection forms.

  2. Software Engineering Laboratory (SEL) cleanroom process model

    Science.gov (United States)

    Green, Scott; Basili, Victor; Godfrey, Sally; Mcgarry, Frank; Pajerski, Rose; Waligora, Sharon

    1991-01-01

    The Software Engineering Laboratory (SEL) cleanroom process model is described. The term 'cleanroom' originates in the integrated circuit (IC) production process, where IC's are assembled in dust free 'clean rooms' to prevent the destructive effects of dust. When applying the clean room methodology to the development of software systems, the primary focus is on software defect prevention rather than defect removal. The model is based on data and analysis from previous cleanroom efforts within the SEL and is tailored to serve as a guideline in applying the methodology to future production software efforts. The phases that are part of the process model life cycle from the delivery of requirements to the start of acceptance testing are described. For each defined phase, a set of specific activities is discussed, and the appropriate data flow is described. Pertinent managerial issues, key similarities and differences between the SEL's cleanroom process model and the standard development approach used on SEL projects, and significant lessons learned from prior cleanroom projects are presented. It is intended that the process model described here will be further tailored as additional SEL cleanroom projects are analyzed.

  3. STUDI EKSPERIMEN PEMILIHAN BIOMASSA UNTUK MEMPRODUKSI GAS ASAP CAIR ( LIQUID SMOKE GASES SEBAGAI BAHAN PENGAWET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugeng Slamet

    2015-04-01

    Full Text Available ABSTRAK Pengertian umum asap cair merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa- senyawa lain. Bahan baku yang banyak digunakan untuk membuat asap cair adalah kayu, bongkol kelapa sawit, ampas hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Pembuatan asap cair menggunakan metode pirolisis yaitu peruraian dengan bantuan panas tanpa adanya oksigen atau dengan jumlah oksigen yang terbatas. Biasanya terdapat tiga produk dalam proses pirolisis yakni: gas, pyrolisis oil, dan arang, yang mana proporsinya tergantung dari metode pirolisis, karakteristik biomassa dan parameter reaksi. Metode yang dilakukan diawali dengan melakukan rancang bangun unit pirolisator lengkap dengan perangkat kondensor dengan pipa tembaga tipe spiral untuk memproduksi gas asap cair dari bahan biomassa yang dipilih yaitu tempurung kelapa dan sampah organik. Metode Pirolisis yang merupakan proses reaksi penguraian senyawa-senyawa penyusun kayu keras menjadi beberapa senyawa organik melalui reaksi pembakaran kering pembakaran tanpa oksigen. Reaksi ini berlangsung pada reaktor pirolisator dengan variasi temperatur 150oC, 250oC dan 300oC selama 8 jam pembakaran. Asap hasil pembakaran dikondensasi dengan kondensor yang berupa pipa tembaga melingkar. Hasil dari proses pirolisis diperoleh tiga produk yaitu asap cair, tar, dan arang. Kondensasi dilakukan dengan pipa atau koil melingkar yang dipasang dalam bak pendingin. Air pendingin dapat berasal dari air hujan yang ditampung dalam bak penampungan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah biomassa tempurung kelapa menghasilkan jumlah senyawa fenol lebih besar 30-33%. Hal ini menunjukkan bahwa pada jenis biomassa ini lebih unggul dalam fungsi sebagai antioksidan, karena kaya akan kandungan senyawa fenol, sehingga lebih optimal dalam hal menghambat kerusakan pangan dengan cara mendonorkan hidrogen. Sedangkan biomassa cangkang

  4. Bahan Bakar Alternatif Biodesel (Bagian I. Pengenalan)

    OpenAIRE

    Haryanto, Bode

    2002-01-01

    Indonesia memiliki beragam sumberdaya energi. Sumberdaya energy berupa minyak, gas, batubara, panas bumi, air dan sebagainya digunakan dalam berbagai aktivitas pembangunan baik secara langsung ataupun diekspor untuk mendapatkan devisa. Sumberdaya energy minyak dan gas adalah penyumbang terbesar devisa hasil ekspor. Kebutuhan akan bahan bakar minyak dalam negeri juga meningkat seiring meningkatnya pembangunan. kimia-bode

  5. BATA LEMPUNG BAHAN BANGUNAN DINDING ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vincentius Totok Noerwasito

    2001-01-01

    Full Text Available "Bata lempung" is block of wall material, main basic material is sols contains 50-60% clay, pressed and molded, without combusted, used after 28 days and production doesn't depend climates. "Bata lempung" can used as bearing wall or curtain wall, exposed and in low-cost housing, exclusive house and real estate. Resultants of research "Bata lempung" used sols from Pandaan Jawa-Timur are resistance compression 60 -70 kg/cm2, waterproofing and cheaper than brick if produced in site of project. "Bata lemping" are material saving energy, without pollution, efficient, structural and art material. Abstract in Bahasa Indonesia : "Bata lempung" adalah bahan bangunan dinding berupa blok terbuat dari tanah "lempung" dengan kandungan 50-60% Clay, dicetak dengan pemadatan, pengeringan tanpa dibakar, dipergunakan setelah berumur 28 hari. Karena dicetak proses pembuatan tidak tergantung pada cuaca. Aplikasi "bata lempung" adalah sebagai dinding pemikul atau sebagai dinding pengisi, yang dapat diekspose pada dinding rumah murah, rumah mewah atau pada kompleks perumahan real estate. Hasil penelitian dari tanah yang berasal dari Pandaan - Jawa timur menghasilkan blok "bata lempung" dengan kuat tekan 60 -70 kg/cm2, tahan air .dan harga dibawah harga bata merah dipasaran jika diproduksi dilokasi bangunan. "Bata lempung" adalah bahan bangunan yang ramah lingkungan,henat enrgi, tidak meninggalkan banyak sisa blok, merupakan bahan bangunan struktural dan juga bahan bangunan seni. Kata kunci: Bahan bangunan dinding, blok, Clay, Semen, pemadatan, pencetakan, pembakaran, ekspose, natural, modul, kuat tekan, dinding pemikul, dinding pengisi, polusi, hemat energi, material struktural, material seni.

  6. Software Engineering Laboratory (SEL) database organization and user's guide

    Science.gov (United States)

    So, Maria; Heller, Gerard; Steinberg, Sandra; Spiegel, Douglas

    1989-01-01

    The organization of the Software Engineering Laboratory (SEL) database is presented. Included are definitions and detailed descriptions of the database tables and views, the SEL data, and system support data. The mapping from the SEL and system support data to the base tables is described. In addition, techniques for accessing the database, through the Database Access Manager for the SEL (DAMSEL) system and via the ORACLE structured query language (SQL), are discussed.

  7. RISET SITOTOKSIK CAMPURAN EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L DAN KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L PADA SEL VERO DAN AML12

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuty Erlina Mardja

    2016-12-01

    Full Text Available Campuran Daun sirsak dan Kulit buah manggis sekarang ini banyak digunakan sebagai fito-terapi penyakit kanker dan antioksidan. Tetapi penggunaan bahan ini belum diketahui data keamanannya. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui efek sitotoksik campuran ekstrak daun sirsak dan kulit buah manggis terhadap sel vero dan sel AML12. Uji sitotoksik dapat memprediksi keberadaan senyawa yang bersifat toksik secara in vitro menggunakan sel normal atau sel yang telah mengalami transformasi. Uji ini menggunakan 2 jenis cell line, yaitu sel vero dan sel AML12. Sampel berupa simplisia daun sirsak dan kulit buah manggis yang dibuat ekstrak dengan menggunakan etanol 96%. Konsentrasi uji yang digunakan adalah 100; 50; 25; 12,5; 6,25 dan 3,125 mg/mL untuk sel vero dan 500; 250; 125; 62,5; 31,25 dan 15,625 mg/mL untuk sel AML12. Kultur sel dilakukan di wellplate 96 diinkubasi didalam inkubator CO2 pada suhu 37°C selama 24 jam kemudian ditambahkan sampel uji dan selanjutnya diinkubasi kembali didalam inkubator CO2 pada suhu 37°C selama 24 jam. Langkah selanjutnya uji MTT dan kemudian dibaca dengan ELISA reader pada panjang gelombang 570nm. Diperoleh hasil sebagai berikut: IC50 55,97 mg/mL pada sel vero, dan 43,292 mg/mL pada sel AML12. Kesimpulannya sampel campuran ekstrak daun sirsak dan kulit buah manggis ini mempunyai efek toksik terhadap sel vero dan sel AML12 (IC50<100 mg/mL. Kata kunci: Sitotoksik, Daun sirsak, Kulit buah manggis, sel vero, sel AML12, IC50 Abstract Mix of soursop leaves and mangosteen pericarp use as cancer phytotherapy and antioxidant, but it is not yet known its toxicities data. The aim of this study was evaluate cytotoxicity effect of mix of soursop leaves and mangosteen pericarps extract on vero cells and AML12 cells. Toxicity study is one ways to predict the presence of toxic compounds using normal cells or cells that have undergone a transformation. That study was using vero cell and AML12. Samples was ethanolic extract

  8. Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk Bahan Bakar Marine Diesel Engine.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Juhantoro

    2012-09-01

    Full Text Available Coal water mixture (CWM adalah bahan bakar campuran antara batubara dan air dengan peambahan zat aditif yang dapat membentuk suspensi cairan homogen dan stabil selama penyimpanan, pengangkutan, dan pembakaran. Tahap pertama pembuatan bahan bakar batubara cair adalah dengan teknologi Upgrading Brown Coal (UBC. Pada proses upgrading ini digunakan larutan kerosen dan aspal sebagai media upgradingnya, sedangkan rasio antara larutan kerosen-aspal dengan batubara adalah 1,25. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan slurry bahan bakar batubara cair dengan teknologi Coal Water Mixtures (CWM. Pada proses CWM ini diameter batubara maximum 38 um. Komposisi antara batubara dengan air adalah 40% : 60%. Untuk menstabilkan CWM digunakan  bahan aditif berupa CarboMextyl Cellulose (CMC dan sebagai dipersant digunakan Alkyl Benzene Sulfonic  (ABS.  Perbandingan masing-masing aditif pada  komposisi campuran adalah 0.01% CMC dan 0.07% ABS. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur pemanasan untuk mengetahui hasil fisik maupun karakteristik bahan bakar batubara cair. Dari hasil fisik dan karakteristik diperoleh keadaan batubara cair memiliki kemiripan dengan Heavy Fuel Oil (HFO pada temperatur pemanasan 15 0C dan 50 0C.

  9. Pengujian Alat Konversi Ban Bekas Menjadi Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Saputra, Imron Aryadi; Arijanto, Arijanto

    2017-01-01

    Pirolisis dapat didefinisikan sebagai dekomposisi thermal material organik pada suasana inert (tanpa kehadiran oksigen) dan suhu tinggi sehingga terurai menjadi molekul yang lebih kecil. Pirolisis merupakan bentuk penghematan energi karena dapat menyuling bahan bakar atau bahan kimia yang berguna dari limbah padat. Produk pirolisis berupa gas, cair dan padat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji alat konversi ban bekas menjadi bahan bakar, mengetahui jumlah minyak yang dihasilkan pada pr...

  10. UPAYA PERBAIKAN KUALITAS KERUPUK UDANG TIPE MILD-B PADA PT. INDOSIGMA SURYA CORPORATION

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Naniek Utami Handayani

    2012-02-01

    Full Text Available Perusahaan makanan adalah satu bisnis yang menghasilkan makanan untuk manusia. Salah satu bentuk makanan adalah kerupuk udang. Perusahaan makanan berkembang luas di Indonesia. Banyak perusahaan di dalam dan juga luar negeri aktif dalam hal ini. Konmpetisi membuat setiap perusahaan mencari cara untuk mampu berdiri. Tak terkecuali PT. INDOSIGMA SURYA CORP. Salah satu usaha PT. INDOSIGMA SURYA CORP untuk mampu bertahan sebagai satu industri makanan di Indonesia adalah tidak berhenti meningkatkan kualitas produk yang mana mereka hasilkan. Tetapi dalam proses produksi masih ditemukan produk cacat dan rework dalam jumlah tinggi. Sebagian besar produk rework terjadi pada jenis Mild B dari kerupuk udang karena Moisture Content level (MC tidak sesuai standar. Laporan ini bertujuan untuk mencari dan meneliti penyebab Moisture Content level (MC tidak sesuai dari standar sehingga didapatkan solusi untuk menyelesaikan masalah. Metoda yang digunakan dalam laporan ini adalah Sig Sigma dengan proses tahap adalah DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control. Dari penerapan metoda dihasilkan perbaikan untuk PT. INDOSIGMA SURYA CORP untuk mengurangi sejumlah produk rework. Kata kunci : Sig Sigma, MC (Moisture Content, Kerupuk udang               Food Manufacturing is a business that produce food for human. One of forming food that is prawn crisply. Food manufacturing expand in Indonesia. A lot of good company own in and also abroad active in this. Tighten emulation make every company look for the way of in order to still able to stand up. Do not aside from PT. INDOSIGMA SURYA CORP. One of effort of PT. INDOSIGMA SURYA CORP in order to able to hold out as one of food industry in Indonesia is non-stoped to improve the quality of product which they yield. But from the production process remain to be found defect product and high rework. Mostly rework happened in type Mild B of  prawn crisply because Moisture Content level (MC inappropriate from the

  11. Combined effect of surya namaskar and aerobic exercises to reduce anger among substance dependence subjects

    OpenAIRE

    Priyanka Malhotra; Karobi Das; Sunita Sharma; Debasish Basu

    2016-01-01

    Background: There is a strong association between certain exercises and anger management. Persons with a high tendency towards anger often abuse substances. Alcohol and drug abuse is one of the most common behavioural problems that occur due to uncontrolled anger. Substance dependence subjects when frustrated would show anger. Aim: To assess the anger among substance dependence subjects and the effect of physical exercises (surya namaskar and aerobic exercises) on anger management. Mate...

  12. KAJIAN PENGEMBANGAN KAPAL WISATA BERBASIS ENERGI ALTERNATIF: KOMBINASI LAYAR DAN PANEL SURYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dedi Budi Purwanto

    2015-02-01

    Full Text Available Potensi energi alternatif yaitu angin dan matahari dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu energi kapal wisata di Madura. Desain lambung yang digunakan adalah tipe monohull dan katamaran pada displasemen yang sama sebesar 6 ton, didapatkan besaran hambatan dengan menggunakan analisa numerik CFD yang diperlukan untuk menghitung kebutuhan daya terhadap kecepatan relatif  kapal. Penyelidikan secara numerik dimulai dengan Pre-processing yang meliputi pembuatan geometri benda, dan meshing. tahap pemilihan solver yang meliputi pemilihan boundary-condition, pemilihan model laminar maupun turbulensi aliran, pemilihan jenis fluida dan struktur, dan pemilihan solving-equation bertujuan untuk mendapatkan data gaya-gaya hidrodinamika dan efeknya terhadap lambung kapal maupun layar pada saat menerima aliran fluida. Gaya yang dihasilkan oleh layar dengan bentuk segitiga dengan ukuran lebar sebesar 3 meter dan tinggi sebesar  4 meter, sebesar  0.812 kN. Luasan panel surya yang tersedia untuk kapal monohull sebesar 24m2 mampu memberikan konstribusi power sebesar 3.42 kW, sedangkan untuk tipe katamaran sebesar 54m2 mampu memberikan konstribusi power sebesar 7.7 kW. Kapal monohull dengan L = 12 m, B = 2.4 m, T = 1 m, menggunakan layar dan panel surya memberikan konstribusi kecepatan kapal sebesar 6 knot, sedangkan untuk kapal katamaran dengan ukuran utama L = 12 m , B = 6 m, T = 0.55 m, menggunakan layar dan panel surya memberikan konstribusi kecepatan kapal sebesar 8 knot.

  13. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA DASAR LAYANAN JURUSAN NON EKSAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Finola Marta Putri

    2016-06-01

    Full Text Available Penelitian ini merupakan metode penelitian dan pengembangan yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar Matematika Dasar Layanan seperti yang sesuai untuk diterapkan pada Jurusan Non Eksak. Teknik pengumpulan data berupa lembar kuesioner untuk mahahasiswa mengenai bahan ajar yang telah digunakan selama ini dan angket untuk dosen sebagai validator yang digunakan untuk memvalidasi produk (bahan ajar yang telah peneliti hasilkan. Penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar Matematika Dasar Layanan yang yang sesuai dengan permintaan mahasiswa untuk diterapkan pada Jurusan Non Eksak yaitu bahan ajar yang memuat lebih banyak contoh soal, sehingga mahasiswa dapat mengerjakan latihan soal yang serupa dan apabila diberikan soal yang kemampuannya lebih tinggi maka diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa.

  14. Fontes suplementares de selênio para gatos adultos

    OpenAIRE

    Silva Júnior, José Walter da

    2014-01-01

    Com o objetivo de avaliar diferentes fontes do elemento selênio, foi conduzido um experimento no Departamento de Zootecnia da Universidade Federal de Lavras (UFLA), utilizando 25 gatos adultos, machos e fêmeas, sem raça definida, com peso médio de 3,58 ± 0,54 kg kg. As variáveis avaliadas foram: consumo diário de ração e selênio, excreção fecal e urinária de selênio, concentração plasmática de glutationa peroxidase, selênio retido, selênio retido do absorvido, teor de selênio tecidual (pêlo, ...

  15. Risiko Ancaman Akidah dalam Isu Penciptaan Sel Gamet Manusia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Syairah, M.M.

    2012-06-01

    Full Text Available Pembentukan sel gamet adalah satu proses semulajadi yang berlaku secara alami. Sel gamet dihasilkan melalui proses spesifik yang diistilahkan sebagai gametogenesis. Gametogenesis merujuk kepada proses penghasilan kedua-dua sel gamet lelaki dan perempuan. Sel sperma manusia terhasil melalui proses yang dinamakan spermatogenesis, manakala sel ovum pula terhasil daripada satu proses khusus dipanggil oogenesis. Walaupun pada asasnya kewujudan sel-sel gamet ini adalah melalui proses fisiologi normal, namun dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang terutamanya dalam bidang sains perubatan, kini telah wujud beberapa penemuan yang membolehkan sel sperma dan sel ovum ‘dicipta’ di dalam makmal bagi tujuan perubatan dan juga untuk kajian saintifik. Penemuan yang agak mengejutkan ini sebenarnya telah mencetuskan perdebatan hebat di kalangan para pengkaji ilmu. Percanggahan pendapat yang bersandarkan kepada pegangan agama, nilai serta etika kemanusiaan yang berbeza telah mengundang pelbagai reaksi berhubung perkara ini. Artikel ini akan mengupas lebih lanjut mengenai isu-isu permasalahan dan penerimaan teknologi ini berdasarkan kepada penerimaan dari sudut syarak dan akidah Islam.

  16. Pemodelan Matematik Kinerja Pengering Surya Efek Rumah Kaca (ERK-Hibrid Menggunakan Rak Berputar secara Vertikal (Mathematical Modeling Performance of Greenhouse Effect (GHE-Hybrid Solar Dryer with a Vertical Rotating Rack

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sigit Triwahyudi

    2016-12-01

    ini menyajikan uji unjuk kerja dan pemodelan matematik pengering energi surya (ERK-Hibrid  menggunakan  rak berputar secara vertikal. Pengering terdiri dari bangunan rumah kaca berukuran (1100 × 860 × 1300 mm dengan delapan buah rak dan sistim pemanas tambahan yang terdiri dari kolektor plat datar (1,04 m2, tangki penyimpan air panas (197 liter dan penukar panas. Untuk mengetahuikinerja pengering energi surya, dilakukan lima kali percobaan variasi kecepatan putar rak (1, 4, 7, 10 rpm dan tanpa pemutaran rak. Bahan yang dipergunakan pada pengujian adalah kapulaga lokal (Amomum cardamomum Wild. Masing-masing percobaan seberat 9 sampai dengan 10 kg. Rata-rata suhu air tangki penyimpan panas bervariasi dari 50,0 sampai dengan 55,0 °C suhu ruang pengering antara 38,9 sampai dengan 45,9 °C, sedangkan kelembaban relatif (RH ruang pengering berkisar antara 32,1 sampai dengan 47,4 %. Perlakuan pemutaran rak berpengaruh terhadap keseragaman suhu bahan maupun kadar air pada masing rak pengering. Pada perlakuan pemutaran 1 rpm (percobaan II, didapatkan kondisi terbaik (suhu bahan maupun kadar air yang paling seragam. Dengan kecepatan putar rak yang semakin meningkat menyebabkan nilai ragam suhu bahan maupun kadar air semakin meningkat. Untuk melakukan simulasi unjuk kerja dilakukan pemodelan matematik berdasarkan pindah panas dan massa serta pendekatan pengeringan lapisan tipis. Persamaan diselesaikan secara numerik menggunakan finite difference Euler dengan bantuan bahasa pemrograman Visual Basic Aplication (VBA Excell. Validasi dilakukan dengan membandingkan antara perhitungan hasil pemodelan (data prediksi dengan data hasil pengukuran (data observasi. Kriteria kevalidan ditentukan dengan melihat nilai koefisien determinasi (R2, nilai RMSD maupun nilai MAPD. Pemodelan  matematik yang telah dibangun dapat menggambarkan dengan tepat perubahan suhu air tangki penyimpan panas, suhu ruang pengering, suhu bahan maupun penurunan kadar air. Kata kunci: Pengering surya efek rumah

  17. Analisa Pengaruh Trim terhadap Konsumsi Bahan Bakar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Salim Salim Aris

    2013-12-01

    Full Text Available Trim merupakan salah satu kondisi pada kapal dimana terdapat perbedaan draft pada bagian haluan dan buritan. Kapal bergerak dengan kecepatan dinasnya (Vs pada kondisi normal continuous rating.Pada tahap pendesainan kapal tahanan total kapal (Rt didapatkan pada kondisi kapal even keel. Namun pada pengoperasianya kapal jarang berada pada kondisi even keel tapi berada pada kondisi trim, baik trim by stern ataupun trim by bow. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan tahanan total yang minimum dengan variasi trim yang dibuat pada kondisi displasemen 100%, 95%, 90%, 75% dan 55%. Dan juga berapa konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan. Untuk dapat melakukan penelitian ini diperlukan pembuatan trim diagram untuk mengetahui variasi trim yang menghasilkan displasemen yang sama. Dan juga dibutuhkan software MAXSURF 11.12 untuk menganalisa tahanan dari variasi trim yang dibuat. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa variasi trim yang menghasilkan tahanan total paling minimal adalah trim by stern, namun terdapat satu kondisi dimana tahan total yang paling minimum adalah trim by bow yaitu pada saat kondisi 100% displasemen. Hal ini dikarenakan pada kondisi tersebut area transom pada kapal ketika trim by stern banyak tercelup di dalam air, sedangkan ketika trim by bow hanya sedikit area transom yang tercelup di dalam air. Sehingga menyebabkan tambahan tahanan total pada saat trim by stern. Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan berbanding lurus dengan besarnya daya yang dibutuhkan.

  18. PENGEMBANGAN BUKU AJAR BIOLOGI SEL BERBASIS BIOINFORMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Reni Istiningrum

    2016-09-01

    Biologi sel adalah salah satu matakuliah wajib di Jurusan Biologi, dengan materi yang sangat banyak namun praktikum belum dilaksanakan karena keterbatasan biaya. Solusinya adalah dengan menggunakan bioinformatika. Metode yang dipergunakan untuk validasi adalah dengan menggunakan angket validasi untuk validator ahli materi, validator ahli media dan validator perorangan. Hasil validasi dari ahli materi adalah 77,6 dengan kategori aspek kualitas layak, ahli media adalah 89,5 dengan kategori aspek kualitas sangat layak dan validator perorangan adalah 80,6 dengan kategori aspek kualitas layak. Oleh karena itu, untuk memenuhi kriteria buku yang sangat baik perlu dilakukan beberapa revisi.

  19. ANALISIS SENSITIVITAS TURBULENSI ALIRAN PADA KANAL BAHAN BAKAR PWR BERBASIS CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endiah Puji Hastuti

    2015-04-01

    Full Text Available Turbulensi aliran pendingin pada proses perpindahan panas berfungsi untuk meningkatkan nilai koefisien perpindahan panas, tidak terkecuali aliran dalam kanal bahan bakar. Program CFD (CFD=computational fluid dynamics, FLUENT adalah program komputasi berbasis elemen hingga (finite element yang mampu memprediksi dan menganalisis fenomena dinamika aliran fluida secara teliti. Program perhitungan CFD dipilih dalam penelitian ini karena selain akurat juga dapat memberikan visualisasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristika perpindahan panas, massa dan momentum dari dinding rod bahan bakar ke pendingin secara visual, pada medan temperatur, medan tekanan, dan medan energi kinetika pendingin, sebagai fungsi dinamika aliran di dalam kanal, pada kondisi tunak dan transien. Analisis dinamika aliran pada kanal bahan bakar PWR berbasis CFD dilakukan dengan menggunakan sampel data reaktor PWR dengan daya 1000 MWe dengan susunan bahan bakar 17x17. Untuk menguji sensitivitas persamaan aliran yang sesuai dengan model aliran turbulen pada kanal bahan bakar dilakukan pemodelan dengan menggunakan persamaan k-omega (Ƙ-ω, k-epsilon (Ƙ-ε, dan Reynold stress model (RSM. Pada analisis sensitivitas aliran turbulen di dalam kanal digunakan model mesh hexahedral dengan memilih tiga geometri sel yang masing masing berukuran 0,5 mm; 0,2 mm dan 0,15 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada analisis kondisi tunak (steady state, terdapat hasil yang mirip pada model turbulen Ƙ-ε standard dan Ƙ-ω standard. Pengujian terhadap kriteria Dittus Boelter untuk bilangan Nusselt menunjukkan bahwa model Reynold stress model (RSM direkomendasikan. Analisis sensitivitas terhadap geometri mesh antara sel yang berukuran 0,5 mm, 0,2 mm dan 0,15 mm, menunjukkan bahwa geometri sel sebesar 0,5 mm telah mencukupi. Aliran turbulen berkembang penuh telah tercapai pada model LES dan DES, meskipun hanya dalam waktu singkat (3 s, model LES memerlukan waktu komputasi

  20. PENGARUH TINGKAT YOGURT DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KECERNAAN IN VITRO BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, PROTEIN, DAN SERAT KASAR KULIT NANAS FERMENTASI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurhayati (Nurhayati

    2014-10-01

    Full Text Available Penelitian dilaksanakan untuk melihat pengaruh tingkat yogurt dan waktu fermentasi terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, protein, dan serat kasar kulit nanas fermentasi. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan 2 faktor yaitu tingkat yogurt (0, 3, 6, dan 9 ml/kg dan lama waktu fermentasi (24, 48, dan 72 jam yang diulang sebanyak 5 kali. Bahan yang digunakan adalah kulit nanas, plain yogurt yang mengandung bakteri Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus dan Streptococcus salivarius subsp. thermophilus, bahan kimia yang digunakan untuk analisis proksimat protein dan serat kasar kulit nanas fermentasi, larutan saliva buatan McDougall dan cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05 tingkat yogurt terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, dan protein kasar tetapi tidak berbeda nyata terhadap kecernaan serat kasar. Waktu fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05 terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar, dan serat kasar secara in vitro. Interaksi tingkat yogurt dengan waktu fermentasi memberikan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05 terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein kasar tetapi tidak memberikan perbedaan pengaruh nyata terhadap kecernaan serat kasar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat yogurt 6 ml/kg dan waktu fermentasi 72 jam dapat meningkatkan kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, dan protein kasar serta menurunkan kecernaan in vitro serat kasar kulit nanas fermentasi. (Kata kunci: Fermentasi, Kecernaan in vitro, Kulit nanas, Yogurt

  1. Kinerja Pengeringan Gabah Menggunakan Alat Pengering Tipe Rak dengan Energi Surya, Biomassa, dan Kombinasi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tamaria Panggabean

    2017-09-01

    Full Text Available Paddy drying was performed using a hybrid drier utilizing solar energy, biomass and combined solar-biomass energy as energy sources. This research objective was to evaluate performance of the hybrid paddy drier using solar energy and paddy straw and coconut coir biomass. The experimental and descriptive method was used. The result showed that the drier with solar system was capable to generate temperature of drying chamber to 40.42 °C in average, while the average relative humidity was 41.45%. The paddys final moisture was 14.88%w.b after 7 hours of drying with drying rate of 0.64% d.b/h and energy consumption of 32,595.32 kJ. Paddy drying with biomass energy system was capable to obtain drying chambers temperature of 33.8 °C in average, the average relative humidity of 57%, the final moisture of 15.57%, the drying rate of 0.50 %d.b/h and energy consumption of 160,662.15 kJ with the same drying times. The solar-biomass drying system was capable to achieve temperature of 39.98 °C, the average relative humidity of 45.85 %, the final moisture of 15.33%w.b with drying rate of 0.55 %d.b/h and energy consumption of 136,457.76 kJ. Therefore, the best performance for drying paddys was with the solar drying system.   ABSTRAK Pengeringan gabah dapat dilakukan menggunakan alat pengering energi surya, energi biomassa dan energi kombinasi surya dan biomassa.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja alat pengering gabah hybrid energi surya dan biomassa jerami padi dan sabut kelapa.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dan deskritif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan gabah dengan energi surya menghasilkan suhu ruang pengering rata-rata 40,42 °C, kelembaban relatif ruang pengering rata-rata 41,45 %, waktu pengeringan 7 jam, kadar air akhir rata-rata 14,88 %bb, laju pengeringan rata-rata 0,64 %bk/jam, dan energi pengering 32.595,32 kJ.  Pengeringan gabah dengan energi biomassa menghasilkan suhu ruang

  2. PERENCANAAN PEMANFAATAN MARINE FUEL OIL (MFO SEBAGAI BAHAN BAKAR ENGINE DIESEL MaK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendra Poeswanto

    2015-06-01

    Full Text Available PT. PLN (Persero Area Bontang tengah berupaya melakukan penggantian jenis bahan bakar pada engine diesel merk MaK yang semula menggunakan High Speed Diesel (HSD menjadi Marine Fuel Oil (MFO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses treatment bahan bakar MFO untuk menurunkan viscositas dan penyeragaman ukuran partikel bahan bakar pada engine diesel merk MaK dan mengetahui perbandingan biaya penghematan dan evisiensi pemakaian bahan bakar HSD dengan bahan bakar MFO. Metode yang digunakan analisa perpindaahan panas pada oil heater dan viskositas bahan bakar yang digunakan untuk menentukan proses treatment bahan bakar MFO. Dari hasil perencanaan, proses treatment menggunakan oli heater dimana proses pemanasan oli dengan memanfaatkan panas dari gas buang hasil pembakaran. Dengan penggunaan bahan bakar MFO dapat menghemat biaya konsumsi bahan bakar sebesar Rp. 21.827.520,- per harinya.

  3. Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process dalam Memilih Bahan Bakar Minyak untuk Kendaraan Roda Dua

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syaifur Rahmatullah Abdul Rojak

    2018-01-01

    Full Text Available - Bahan bakar minyak merupakan suatu kebutuhan sekunder yang sangat berperan penting dalam membantu prinsip kerja mesin pada kendaraan, salah satunya untuk kendaraan roda dua. Bagi para pengguna alat transportasi yang memilih kendaraan roda dua masih terbilang jarang dalam memperhatikan jenis bahan bakar yang sesuai, baik, dan tepat untuk kendaraanya, karena dalam memilih bahan bakar minyak pengguna kendaraan roda dua dihadapkan dengan beberapa pilihan jenis bahan bakar yang tersedia distasiun pengisian bahan bakar (pertamina. Hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan bahan bakar minyak adalah memperhatikan beberapa kriteria dari segi kualitas, harga, dampak polusi serta waktu antrian yang digunakan sebagai penilaian pertimbangan dalam menentukan bahan bakar minyak yang sesuai untuk masyarakat para pengendara roda dua, dengan menerapkan metode AHP (Analytical Hierarchy Process dapat membantu proses pengambilan keputusan dalam memilih bahan bakar minyak untuk kendaraan roda dua. Dan hasil perhitungan yang menggunakan AHP dapat menentukan prioritas pilihan bahan bakar minyak yang sesuai baik dan tepat untuk kendaraan roda dua.

  4. PICUNG (PANGIUM EDULE SEBAGAI BAHAN PENGAWET IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hermana Hermana

    2012-11-01

    Full Text Available (Pangium edule sebagai bahan pengawet ikan (Pitjung (Pangium edule as a preservative for fish. Pitjung (Pangium edule contains an antiseptic substance. It can be used as a preservative for fish in combination with salt. The self-life of fish will be increased if, in addition to 3% salt, certain amounts of pitjung are added. Sensory evaluation indicated that a combination of 6% pitjung with 3% salt could keep the fresh characteristics of fish for 6 days, therefore is useful to preserve fish during transport. Cara mengawet ikan seperti dilakukan orang di Labuan Jawa Barat, menggunakan picung (Pangium edule dan garam. Dengan cara ini garam yang digunakan lebih sedikit daripada yang diperlukan untuk mengasin. Picung terdapat di seluruh Indonesia, memungkinkan penggunaan cara ini di daerah-daerah penangkapan ikan yang kekurangan es atau garam. Penelitian ini bertujuan menilai kegunaan cara tersebut sehubungan dengan kesukaan konsumen.

  5. KULTUR SEL BABY HAMSTER KIDNEY (BHK MENGGUNAKAN MEDIA DULBECCO’S MODIFIED EAGLE MEDIUM (DMEM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mashita Andiana

    2018-01-01

    Full Text Available Kultur sel merupakan suatu proses saat sel hidup ditempatkan ke dalam suatu media yang dapat membuat sel tersebut berkembang biak atau tumbuh secara in vitro, Kultur sel dapat berupa kultur sel primer maupun cell line, Metode dalam kultur sel terdiri atas kultur monolayer dan kultur suspensi. Pembuatan media kultur untuk pertumbuhan sel diusahakan memenuhi kriteria. Konstituen dasar dari media kultur yang paling banyak digunakan adalah BSS (Balanced Sald Solution. Untuk mendapatkan pertumbuhan sel yang optimal, media kultur ditambahkan serum. Serum yang biasa digunakan dalam kultur adalah serum anak sapi (calf serum, serum fetus sapi (foetal bovine serum, serum kuda dan serum manusia. Perhitungan sel menggunakan counting chamber. Metode yang digunakan adalah revival kemudian split sel, stor sel dan menghitung sel. Hasil revival  jumlah sel tertinggi didapat dari botol nomer 3 dengan jumlah sel 310 yaitu botol dengan sel BHK label tahun 2016, dan hasil split sel yang paling tinggi juga didapat dari botol kultur nomer 3 dengan jumlah sel 345 dan 311.

  6. Perbandingan sitotoksisitas tiga jenis algyrogel terhadap sel fibroblas (Citotoxicity comparation of three types of algyrogel on fibroblast cells

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefany Elan Saktiyawardani

    2014-09-01

    Full Text Available Background: The prevalence of osteoporosis and bone defects in the world and Indonesia increase each year. Algyrogel is a alginate-based hydrogel material recently very popular used as a bone substitute through injectable bone substitute (IBs method. One of advantages algyrogel is biocompatibility to the body tissues. some natural-based polymer (alginate, chitosan, dan hyaluronat have different biocompatibility. Purpose: The study was aimed to determine the cytotoxicity of three types algyrogel against fibroblast cells. Methods: This study used three types algyrogel, there were algyrogel containing alginate (Alg, a mixture of alginate with chitosan (Alg/Ch, and a mixture of alginate with hyaluronic acid (Alg/Ha. Each type algyrogel was exposed in the Vero cell line of fibroblast with volume 2 μL; 4 μL; 6 μL; 8 μL; 10 μL; 12 μL; 14 μL; 16 μL; 18 μL; and 20 μL respectively. The cytotoxicity performed by MTT method to determine the percentage of cell death. The optical density was measured by an ELIsA plate reader then data was analyzed using ANOVA and probit. Results: The percentage of cell death in all groups of algyrogel have below 30%. LC50 value at Alg was 651.017 mg/mL (21.56%, Alg/Ch was 280.478 mg/mL (20.91%, and Alg/Ha was 1054.094 mg/ mL (17.2%. Conclusion: Alg/Ha has the lowest cytotoxicity on fibroblast cells and may have potential as an osteoconductor-synthetic bone product.Latar belakang: Prevalensi osteoporosis dan cacat tulang di Indonesia maupun dunia semakin meningkat tiap tahunnya. Algyrogel sebagai bahan hidrogel yang berbasis alginat akhir-akhir ini sangat popular digunakan sebagai bahan pengganti tulang melalui metode Injectable Bone substitute. Kelebihan algyrogel antara lain biokompatibel terhadap jaringan tubuh. Beberapa hidrogel berbasis polimer alami (alginat, chitosan, dan hyaluronat memiliki perbedaan biokompatibilitas. Tujuan: studi ini bertujuan meneliti sitotoksisitas tiga jenis algyrogel terhadap sel

  7. STUDI PREPARASI DAN KARAKTERISASI SEL SURYA BERBASIS TITANIA MELALUI PENYISIPAN LOGAM TEMBAGA (CU DENGAN BERBAGAI VARIASI MASSA PADA LAPISAN AKTIF TITANIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rita Prasetyowati

    2017-05-01

                This study aims to determine the effect of insertion of copper (Cu with a variety of mass to structure morphology and composition of surface layer of titania, absorbance of titania, resistance of titania and solar cell performance based on titania.. Solar cell performance is characterized from voltage of solar cell.                 Preparation of titania-copper layer (TiO2-Cu to form a paste was made using a sol-gel method. Pasta titania-copper deposited on a transparent electrode (Indium Tin Oxide with a doctor blade method. There were five variations of Cu mass pasted on layers of titania, namely 0,050 grams (Sample 1; 0,075 grams (sample 2; 0,100 grams (3 samples; 0.0125 (sample 4 and 0.0150 (sample 5. Each variation of the mass of Cu is inserted in one gram of TiO2. SEM and EDS characterization performed on layers of titania-copper to know the structure morphology and composition of the titania-copper. Layer absorbance was characterized using UV-Visible spectrometer. Resistance of titania was measured using a Wheatstone bridge. The performance of solar cells measured by measuring the voltage of the solar cell.                  Keywords: titania, copper, surface morphology, absorbance, resistance, solar cells

  8. Performansi Kolektor Surya Pemanas Air Dengan Penambahan External Helical Fins Pada Pipa Dengan Variasi Sudut Kemiringan Kolektor

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dendi Nugraha

    2015-03-01

    Full Text Available Menipisnya sumber energi fosil mengakibatkan diperlukannya pemanfaatan energi alternatif seperti penggunaan kolektor surya untuk memanaskan air. Salah satu cara meningkatkan efisiensi kolektor adalah dengan menambahkan external helical fins pada pipa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana performansi kolektor surya dengan penambahan sirip berbentuk helical serta mengetahui pengaruh perubahan sudut kemiringan kolektor serta warna kaca penutup. Penelitian ini menggunakan variasi warna kaca penutup yaitu bening dan hitam dimana setiap warna divariasikan sudut kemiringan kolektor surya sebesar 100, 200 dan 300 serta debit diatur konstan sebesar 300 lt/jam. Pengambilan data dilakukan setiap satu jam dari pukul 09.00-15.00 WIB. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa efisiensi kolektor surya dengan penambahan external helical fins pada pipa terjadi pada saat kaca penutup bening dengan sudut kemiringan kolektor 300 yaitu sebesar 65,81% Pada saat radiasi matahari sebesar 4,177 MJ/m2. Sudut kemiringan 300 merupakan sudut kemiringan paling baik dibanding 100 dan 200 serta penggunaan kaca penutup bening menghasilkan efisiensi yang lebih baik dibanding kaca hitam. Penambahan external helical fin pada pipa dapat meningkatkan efisiensi kolektor jika dibandingkan dengan tanpa penambahan fin.

  9. Perancangan Sistem Informasi Manajemen Proyek Pengaksessan Dokumen Perakitan PCBA Di PT Surya Teknologi Batam Berbasis Web

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    . Tukino

    2016-12-01

    Full Text Available Intisari— PT. Surya Teknologi Batam sebagai perusahaan yang peduli lingkungan juga berupaya mengurangi konsumsi kertas dan toner printer, dengan memindahkan dokumen – dokumen yang berhubungan dengan perintah kerja perakitan PCB yang sebelumnya diberikan kepada line produksi dalam bentuk kertas, menjadi sistem online dengan menggunakan pemanfaatan layar komputer. Untuk itu pemanfaatan teknologi informasi memegang peranan penting dalam mewujudkan perubahan ini. Sistem informasi pengelolaan dokumen ini dibangun dengan menggunakan metode waterfall. Pembangunan sistem informasi pengelolaan dokumen ini diawali dengan melakukan analisis kebutuhan, perancangan sistem, serta implementasi dan pengujian sistem. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam membangun sistem. Perancangan sistem meliputi perancangan arsitektur, basis data, dan perancangan user interface. Implementasi sistem menggunakan basis data MySQL dengan bahasa pemrograman PHP dan Javascript. Pengujian sistem dilakukan dengan metode black-box yang berfokus pada fungsional sistem. Hasil dari pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem informasi pengelolaan dokumen di PT. Surya Teknologi Batam berbasis web telah sesuai dengan kebutuhan fungsional sistem.

  10. Combined effect of surya namaskar and aerobic exercises to reduce anger among substance dependence subjects

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Priyanka Malhotra

    2016-07-01

    Full Text Available Background: There is a strong association between certain exercises and anger management. Persons with a high tendency towards anger often abuse substances. Alcohol and drug abuse is one of the most common behavioural problems that occur due to uncontrolled anger. Substance dependence subjects when frustrated would show anger. Aim: To assess the anger among substance dependence subjects and the effect of physical exercises (surya namaskar and aerobic exercises on anger management. Materials and methods: The study was conducted at Drug De-addiction and Treatment Centre, Post Graduate Institute of Medical Education and Research, Chandigarh. Specific exercise was planned for anger management based on a thorough literature review, which consisted of surya namaskar and aerobic exercises (brisk walking and jogging to be taught in a two-week period. Results: Anger was assessed by using standardised tool and after intervention for fifteen days, significant reduction in anger score was found in experimental group. Conclusion: Physical exercises were found to be effective for managing the anger among substance dependence subjects.

  11. Analisa kinerja sistempendingin peltier yang menggunakan sel PVdengan sumber energi radiasi matahari

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Terang UHSG

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak: Pemanfaatan energi surya secara umum digunakan untuk energi termal dan energi listrik. Salah satu aplikasi dari sistempemanfaatan untuk energi listrik adalah penggunaan fotovoltaik (PV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerjasistem kerja kotak pendingin dengan bantuan sel PV yang menyerap sumber energi matahari. Kelebihan dari dari sistempendinginan ini adalah beroperasi tanpa menggunakan energi listrik serta ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakankomponen elektronik peltier untuk pendingin. Komponen peltier dirangkai dengan heat sink dan kipas kecil diletakkan di bagianluar dan kipas yang lain diletakkan di bagian dalam kotak pendingin. Kotak pendingin terbuat dari styrofoam. Data perubahantemperatur sistem kotak pendingin yang diperoleh kemudian dianalisa sehingga dapat diperoleh kinerja sistem kotak pendingintersebut. Pengujian dilakukan di ruangan terbuka yang mengalami paparan radiasi matahari. Proses pengukuran parametercuaca dilakukan dengan menggunakan alat ukur cuaca HOBO dan untuk merekam perubahan temperatur pada setiapkomponen sistem pendingin peltier digunakan data akuisisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai COP maksimum sistempendingin peltier yang dapat dicapai adalah 0,317. Pada penelitian ini, juga diteliti pengaruh kondisi cuaca yang meliputi radiasimatahari, temperatur dan kelembaban udara terhadap kinerja sistem pendingin peltier.Kata kunci: sistem pendingin peltier, kinerja Abstract: The utilization of solar energy consist of thermal energy and electrical energy. One application of the system for the utilization ofelectrical energy was photovoltaic (PV. The purpose of this study is to determine the performance of cooler box with PV cellsthat absorb the solar energy. The advantages of this cooling system was operated without using the electrical energy andenvironmentally friendly. This study uses electronic components Peltier for cooling. The peltier component assembled with a heatsink. The

  12. An Improved SEL Test of the ADV212 Video Codec

    Science.gov (United States)

    Wilcox, Edward P.; Campola, Michael J.; Nadendla, Seshagiri; Kadari, Madhusudhan; Gigliuto, Robert A.

    2017-01-01

    Single-event effect (SEE) test data is presented on the Analog Devices ADV212. Focus is given to the test setup used to improve data quality and validate single-event latch-up (SEL) protection circuitry.

  13. Pengolahan Biji Mahoni (Swietenia Macrophylla King) Sebagai Bahan Baku Alternatif Biodiesel

    OpenAIRE

    Damayanti, Astrilia; Bariroh, Siti

    2012-01-01

    Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang terus menerus akan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak. Sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Bahan baku potensial untuk memproduksi biodiesel yang tidak bersaing dengan bahan baku pangan contohnya adalah biji mahoni (swietenia macrophylla king). Tahapan yang diperlukan dalam percobaan biodiesel adalah proses pengambilan minyak biji mahoni dengan proses penyangraian, degumming, dan proses transesterifikas...

  14. Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

    OpenAIRE

    Sutardi, Sutardi

    2016-01-01

    Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyem-buhkan berbagai penyakit. Pegagan mengandung bahan aktif alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Tiga golongan bioaktif, yaitu triterpenoid, steroid, dan saponin termasuk antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Bahan aktif tersebut merupakan bahan baku obat tradisional yang bermanfaat sebagai antipikun, antistres, obat lemah syaraf, ...

  15. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB LOKASI BAHAN GALIAN KABUPATEN PONOROGO

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budi Santosa

    2010-01-01

    Full Text Available Geographical Information System Base On Web Location Materials Dig Sub-Province of Ponorogo can give information concerning dig materials situation had by area of Ponorogo. This System will present map of Sub-Province area administration of Ponorogo along with dig materials location dots. Where every the dig materials location dot will give description of detail from each dig materials. Methodologies engineer software used to build this system is Waterfall which is covering engineer system, analyse, scheme, coding, conservancy and examination. Programming language the used is Arcview, Macromedia Flash, PHP 4, and Mysql Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Lokasi Bahan Galian Kabupaten Ponorogo dapat memberikan informasi mengenai letak bahan galian yang dimiliki daerah Ponorogo. Sistem ini akan menampilkan peta administrasi daerah Kabupaten Ponorogo beserta titik-titik lokasi bahan galian. Dimana setiap titik lokasi bahan galian tersebut akan memberikan keterangan detail dari masing-masing bahan galian. Metodologi rekayasa perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistem ini adalah Waterfall yang meliputi rekayasa sistem, analisis, perancangan, pemrograman, pengujian dan pemeliharaan. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah ArcView, Macromedia Flash, PHP 4, dan MySQL

  16. Struktur Sel Streptokokus dan Patogenesis Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sudung O. Pardede

    2016-11-01

    Full Text Available Struktur sel streptokokus terdiri dari kapsul asam hialuronidat, dinding sel, fimbriae, dan membran sitoplasma. Kapsul asam hialuronat diperlukan untuk resistensi terhadap pagositosis dan perlekatan bakteri pada sel epitel. Dinding sel mengandung protein spesifik terdiri dari kelas mayor yaitu protein M dan protein T serta kelas minor yaitu protein F, protein R, dan M-like protein. Fimbriae pada permukaan dinding sel disusun dari protein M spesifik dan asam lipoteikoat (polifosfogliserol dan asam lemak yang memediasi adesi Streptococcus pyogenes ke fibronektin pada sel epitel pejamu. Membran sitoplasma dibentuk dari lipoprotein. Streptokokus A dapat mengeluarkan eksoprotein yang bekerja sebagai toksin sistemik atau sebagai enzim invasif lokal seperti hemolisin yaitu streptolisin O dan streptolisin S, streptokinase, DNAse, serta proteinase seperti nikotinamid adenin dinukleotidase (NADase, adenosin trifosfatase (ATPase, fosfatase, hialuronidase, neuraminidase, lipoproteinase, dan eksotoksin pirogenik A, B, C. Berbagai antigen streptokokus diketahui berperan dalam patogenesis glomerulonefritis akut pasca streptokokus (GNAPS meskipun mekanisme pastinya belum semuanya jelas. Biasanya GNAPS didahului infeksi saluran nafas atas atau infeksi kulit oleh kuman Streptococcus β haemolyticus grup A. terjadi GNAPS melalui mekanisme 1. Pembentukan kompleks imun bersirkulasi dan terperangkap pada glomerulus, 2. Terdapat kemiripan molekul antara streptokokus dengan antigen ginjal, misalnya jaringan glomerulus normal bertindak sebagai autoantigen dan bereaksi dengan antibodi bersirkulasi yang dibentuk terhadap antigen streptokokus, 3. Pembentukan kompleks imun in situ antara antibodi streptokokus dan antigen glomerulus, 4. Aktivasi komplemen secara langsung oleh deposit antigen streptokokus dalam glomerulus.

  17. PEMANFAATAN SAMPAH SAYURAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Deby Anisah

    2014-04-01

    Full Text Available Bahan bakar fosil termasuk dalam sumber energi tak terbarukan, sehingga cadangan sumber bahan bakar fosil di Indonesia semakin berkurang. Hal ini membuat pemerintah harus melakukan langkah-langkah penghematan energi serta mencari sumber-sumber energI baru dan terbarukan untuk menggantikan minyak bumi fosil. Salah satu sumber energy terbarukan dapat diperoleh dengan cara memproduksi bioetanol yang dapat dibuat dengan cara fermentasi menggunakan bahan baku sampah sayuran yang banyak tersedia di pasar tradisional. Penelitian ini ditujukan untuk melihat tingkat konversi sampah sayuran untuk menjadi bioetanol. Perubahan sampah sayuran menjadi bioetanol yang dilakukan pada penelitian ini melalui dua tahapan yaitu: perubahan sampah sayuran (polisakarida / selulosa menjadi monosakarida (gula melalui proses hidrolisis dilanjutkan dengan fermentasi gula menggunakan jamur saccaromices cerevisiae menjadi etanol. Produk hasil fermentasi dianalisa dengan menggunakan Gas Chromatography. Hasil analisa menunjukkan penambahan ragi untuk fermentasi sebanyak 8% (berat menghasilkan etanol sebanyak 68,17% (berat dengan kadar 122,95 ppm. . Kata Kunci : Bioetanol, hidrolisa, sampah, sayuran, saccaromices cerevisiae

  18. Pemanfaatan Limbah Kaca untuk Bahan Baku Produk Perhiasan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lies Susilaning Sri Hastuti

    2016-04-01

    Full Text Available Limbah kaca merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan batu-batuan tiruan atau manik-manik. Limbah tersebut perlu diolah terlebih dahulu menjadi bahan baku siap pakai berupa luluran kaca dengan cara melebur pada temperatur (1200-1400°C sambil diputar. Penelitian dilakukan dengan pembuatan luluran kaca sebagai bahan baku siap pakai dari limbah kaca (gelas, piring, botol parfum, dll dengan cara melebur kaca diatas tungku peleburan sambil diputar-putar (diulet dengan variasi waktu 1-6 menit, kemudian ditarik sehingga menjadi luluran kaca. Variabel yang diamati meliputi waktu peleburan, panjang luluran dan kenampakan luluran kaca. Hasil uji coba diperoleh bahwa hasil kenampakan luluran kaca yang terbaik yaitu mengkilap, homogen, tidak mudah pecah dan panjang luluran 60 cm dicapai dengan waktu peleburan selama 5 menit, sertapengadukan yang stabil. Kata kunci: limbah kaca, luluran kaca, manik-manik.

  19. Risiko Operasional Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji pada PT Surya Artha Chanya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teguh Sriwidadi

    2014-11-01

    Full Text Available PT Surya Artha Chanya is a 3kg LPG refilling service company. In charging process there are some errors and the error certainly raises the risk of loss for the company. To minimize the risk in operations, risk management is attempted. This research is a descriptive study; data collection technique used was interview with internal parties company that could be trusted. Research used Analytical Hierarchy Process method to process the data questionnaire with Expert Choice 11 software which serves to compare and find the most important indicator of the operations. To determine the amount of loss that exceeds the threshold calculation, the Generalized Pareto Distribution method was used. These methods were expected to issue the company's risk of loss can be resolved.

  20. Karakteristik Pasta TiO2 Suhu Rendah untuk Aplikasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mariya Al Qibtiya

    2016-06-01

    Full Text Available Pada tulisan ini, diuraikan karakteristik pasta TiO2 suhu rendah untuk aplikasi sel surya berbasis dye-sensitized yang dipreparasi dengan penambahan serbuk TiO2 reflektor. Penambahan TiO2 reflektor sebagai light scattering layer pada pasta dilakukan untuk melihat pengaruhnya terhadap karakteristik listrik sel surya yang dihasilkan. Preparasi pasta dilakukan menggunakan bahan komersial yaitu pasta T-Nanooxide D-L (Solaronix dan serbuk pasta WER2-O (Dyesiol sebagai bahan reflector. Bahan tersebut dianalisis struktur kristalnya. Hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD menunjukan bahwa bahan TiO2 serbuk yang digunakan adalah nanokristal dengan struktur kristal anatase. Pasta ini dideposisi di atas permukaan plastik dan kaca konduktif (ITO-PET dan FTO dengan metode doctor blade printing. Proses sintering lapisan TiO2 dilakukan pada suhu rendah yaitu 120 ˚C selama 4 jam. Morfologi permukaan lapisan TiO2 dianalisa menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM. Lapisan TiO2 yang terbentuk diaplikasikan pada DSSC sebagai fotoelektroda. Pewarnaan dengan larutan N-719 (Ruthenium Complex, lapisan elektroda kerja platina dan larutan elektrolit iodine. Karakteristik kurva I-V dengan ukuran sel daerah aktif 1 cm2 diukur menggunakan Sun Simulator AM1,5 dengan sumber cahaya Xenon dan intensitas 50 mW/cm2. Hasil pengukuran menunjukkan penambahan serbuk TiO2 reflektor dapat meningkatkan unjuk kerja sel surya fleksibel yang dihasilkan. Efisiensi terbaik DSSC yang dihasilkan adalah 0,166% untuk substrat plastik dan 0,167% untuk substrat kaca.

  1. [Occult medicine in the 20th century: pharmacotherapy by Demeter Georgievitz-Weitzer, known as Surya (1873 - 1949)].

    Science.gov (United States)

    Helmstädter, Axel

    2011-01-01

    Demeter Georgievitz-Weitzer (1873-1949), called "Surya", Sanskrit for "sun", was an important representative of medical occultism in the first half of the 20th century. He worked as a journal editor and published a 13-volume book series about occult medicine, mainly written by himself. His hypotheses were closely related to the "Lebensreform" movement around 1900. Regarding diagnostics, he relied on astrology, cheiromancy, and clairvoyance, while therapeutics were dominated by diet and spagyric remedies according to Cesare Mattei (1809-1896) and Carl-Friedrich Zimpel (1801-1879). In his later years, he developed his own healing system, initially comprising eight, later only two preparations. Surya remedies were commercially available until the end of the 20th century,

  2. Evaluasi Aktivitas Antioksidan Daun Sirsak (Annona muricata L. pada Sistem Respirasi Mencit (Mus musculus Terpapar Asap Anti Nyamuk Bakar Sebagai Bahan Ajar Biologi SMA Kelas XI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Irfan Yunianto

    2014-12-01

    Full Text Available Tanaman sirsak (Annona muricata L. secara tradisional diketahui membawa banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan fitokimia yang tinggi menyebabkan sirsak sering digunakan untuk mengobati penyakit batu empedu, sembelit, asam urat bahkan kanker. Daun sirsak mengandung berbagai senyawa aktif yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun sirsak pada histopatologi organ trakea dan pulmo mencit terpapar asap anti nyamuk bakar sebagai bahan ajar biologi SMA kelas XI.Penelitian menggunakan 30 ekor mencit jantan berumur 12 minggu yang dibagi secara acak dalam 4 kelompok yaitu K (kontrol, tanpa perlakuan, P1, P2, dan P3 (terpapar asap anti nyamuk bakar dan diberi perlakuan ekstrak etanol daun sirsak dengan dosis masing-masing P1=100 mg/kg BB; P2=200 mg/kg BB; P3=400 mg/kg BB. Perlakuan diberikan selama 30 hari. Pada hari ke-31 mencit dibedah dan diambil organ trakea dan pulmo untuk dilakukan pembuatan preparat histologi. Kerusakan sel trakea dan pulmo dianalisis untuk mengetahui efek perlakuan dibandingkan dengan kontrol.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun sirsak dapat meminimalisir kerusakan sel trakea dan pulmo akibat paparan asap anti nyamuk bakar. Dosis yang paling efektif adalah 400 mg/kg BB (kelompok P3. Penelitian ini juga menunjukkan potensi materi pembelajaran biologi untuk kelas XI berupa pengetahuan, ketrampilan dan sikap bagi para peserta didik.

  3. Effect of 11 months of yoga training on cardiorespiratory responses during the actual practice of Surya Namaskar

    OpenAIRE

    Sinha, Biswajit; Sinha, Tulika Dasgupta

    2014-01-01

    Background: Surya Namaskar (SN), a popular traditional Indian yogic practice, includes practicing 12 physical postures with alternate forward and backward bending movement of the body along with deep breathing maneuvers. The practice of SN has become popular among yoga practitioners and other fitness conscious people. The long-term effect of practicing SN and other yogic practices on cardiorespiratory responses during SN are lacking. Aim: The present study was conducted to study the effec...

  4. REPLIKASI VIRUS DENGUE PADA KULTUR SEL ENDOTEL PEMBULUH DARAH KELINCI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Luh Eka Setiasih

    2012-10-01

    Full Text Available Infeksi virus Dengue (DEN dapat menyebabkan dengue hemorrhagic fever –dengue shock syndrome (DHF-DSS, yang ditandai dengan kebocoran plasma dan gangguan hemostasis. Meskipun sel endotel dipertimbangkan dapat menjadi target sel pada patogenesis DHF, namun sedikit bukti yang menyatakan infeksi virus dengue menyebabkan perubahan fungsi sel endotel. Dalam studi ini sel endotel diisolasi dari aorta desenden thoraxis-abdominalis kelinci, kemudian dilakukan kultur sel primer. Kultur sel kemudian diinokulasi dengan virus Dengue DEN-1, -2, -3, -4, dan DEN-mix. Replikasi virus dengue pada kultur sel endotel diukur dengan uji enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA. Titer Ag (DEN-1, -2, -3, -4, dan DEN-mix yang didapat dari supernatan bervariasi. Dengue tipe 2 mempunyai titer paling tinggi dibandingkan dengan DEN-mix dan tipe virus dengue lainnya. Kerusakan sel endotel menyebabkan kebocoran vaskuleryang berperanan pada patogenesis infeksi virus dengue. Hasil tersebut menyiratkan kemungkinan kerusakan sel endotel disebabkan oleh infeksi virus dengue yang mengakibatkan kebocoran vaskuler. ABSTRACT The severe outcome of the Dengue (DEN virus infection known as DEN hemorrhagic fever – DEN shock syndrome (DHF – DSS, is characterized by plasma leakage and hemostasis derangements. Although endothelial cells have been speculated to be a target in the pathogenesis of DHF, there has been little evidence on Dengue virus infection to any alteration in endothelial cell function.In this study, the endothelial cells has been isolatedfrom rabbit thoraxis-abdominalis descendentaortha, then performed primary culture. The culture was then inoculated with virus Dengue DEN-1, -2, -3, -4 and DEN-mix.Replications of dengue virus in endothelial cells culture were demonstrated by enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA. Ag titers found among the supernatant of DEN-1, -2, -3, -4, and DEN-mix cultures were vary.Dengue type 2 had the highest virus titers in supernatant

  5. EFEK PEMBERIAN KOMBINASI BUAH SIRIH (Piper betle L FRUIT, DAUN MIYANA (Plectranthus scutellarioides (L. R. BR. LEAF, MADU DAN KUNING TELUR TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KAPASITAS FAGOSITOSIS SEL MAKROFAG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yun Astuti Nugroho

    2012-11-01

    Full Text Available Latar belakang, kombinasi buah sirih (Piper betle L, daun miyana (Plectranthus scutellarioides (L. R. BR, madu dan kuning telur dimanfaatkan oleh masyarakat Sulawesi Utara untuk mengobati malaria.  Diharapkan kombinasi buah sirih (Piper betle L, daun miyana (Plectranthus scutellarioides (L. R. BR, madu dan kuning telur juga memiliki potensi untuk merangsang respon imun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi buah sirih (Piper betle L, daun miyana (Plectranthus scutellarioides (L. R. BR, madu dan kuning telur terhadap aktivitas dan kapasitas sel makrofag. Metode, tiga puluh ekor mencit Swiss dibagi ke dalam 5 grup. Grup I mendapatkan air suling, grup II mendapatkan 0,55 mg/20g BB Stimuno. Sementara kelompok perlakuan: grup III sampai V masing-masing mendapatkan  0,07 mL; 0,21 mL; 0,6 mL/20 g BB. Bahan uji diberikan secara oral pada hari pertama sampai dengan ketujuh. Pada hari kedelapan, kepada masing-masing mencit disuntik secara intraperitoneal bakteri Staphylococcus aureus (SA. Aktivitas dan kapasitas sel  makrofag dihitung dari sediaan apus cairan peritoneum dengan menghitung persentase fagosit yang melakukan fagositosis dari 100 fagosit. Kapasitas fagositosis ditetapkan berdasarkan jumlah SA yang difagositosis oleh 50 fagosit aktif. Hasil, aktivitas dan kapasitas sel makrofag meningkat seiring dengan peningkatan dosis kombinasi buah sirih (Piper betle L, daun miyana (Plectranthus scutellarioides (L. R. BR, madu dan kuning telur dibandingkan dengan kontrol negatif. Kata  kunci: Buah sirih, Piper betle L, Makrofag, Fagositosis 

  6. Pektin Sebagai Alternatif Bahan Baku Biosorben Logam Berat

    OpenAIRE

    Kurniasari, L; Riwayati, I; Suwardiyono,

    2012-01-01

    Berbagai kegiatan manusia sangat berpotensi menghasilkan limbahlogam berat. Limbah ini bila tidak diolah dengan baik akan menimbulkanpencemaran lingkungan serta meracuni makhluk hidup termasuk manusia.Diantara berbagai alternatif pengolahan limbah yang mengandung logamberat, penggunaan biosorben memiliki beberapa keunggulan, diantaranyabiaya yang relatif murah, efisiensi yang tinggi pada larutan encer sertakemudahan proses regenerasinya. Diantara berbagai bahan baku biosorben,pektin merupakan...

  7. Identifikasi Anemia Thalasemia Betha (β Mayor Berdasarkan Morfologi Sel Darah Merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Esti Suryani

    2016-02-01

    Full Text Available Thalasemia Betha (β Mayor merupakan salah satu kelainan sel darah merah berdasarkan klasifikasi anemia. Thalasemia Betha (β Mayor memiliki ciri sel meliputi mikrositik, eritrosit berinti (eritroblast, sel target, dan small fragment. Thalasemia Betha (β Mayor dianalisa berdasarkan menghitung darah lengkap pada hapusan darah dengan pemeriksaan hematologi. Namun proses tersebut menimbulkan masalah, yaitu bahwa mempengaruhi keakuratan serta membutuhkan waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, maka proses analisa dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pengolahan citra yang didasarkan pada bentuk morfologi sel darah merah. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi anemia Thalasemia Betha (β Mayor berdasarkan morfologi citra sel darah merah. Metode pengolahan citra yang digunakan meliputi proses segmentasi citra berupa normalisasi citra, threshold warna, threshold Otsu, operasi morfologi erosi dan bounding box. Normalisasi dilakukan untuk menyamakan persebaran warna pada masing-masing citra sel darah yang akan digunakan. Normalisasi dilakukan dengan mengubah citra RGB menjadi YCbCr. threshold warna, threshold Otsu, operasi morfologi erosi digunakan untuk memisahkan sel dan inti sel. Ekstrasi ciri menghasilkan luas area sel, luas area inti sel, diameter sel dan rasio sel. Proses identifikasi untuk menentukan jenis sel berdasarkan hasil ekstrasi ciri. Proses pengujian menggunakan 5 kelompok gambar Thalasemia Betha (β Mayor yang masing-masing terdiri dari 6 gambar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa morfologi citra mampu mengidentifikasi Anemia Thalasemia Betha (β Mayor.

  8. RANCANG BANGUN EQUALIZER TEGANGAN SEL MENGGUNAKAN FLYBACK KONVERTER UNTUK BATERAI LI-ION TERHUBUNG SERI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tegar Subekti

    2017-01-01

    Full Text Available Saat ini, penyimpanan energi berbasis baterai memiliki peranan penting di berbagai sistem kelistrikan,  mulai dari perangkat elektronik sampai dengan sistem berskala besar, termasuk mobil listrik. Baterai Lithium Ion saat ini menjadi paling unggul diantara teknologi baterai yang lain karena kepadatan energinya yang besar. Pada umumnya, sel tegangan dihubungkan seri dalam bentuk string untuk mencapai tegangan sistem yang dibutuhkan. Sel Lithium Ion yang terhubung seri memberikan masalah teknis berupa ketidakseimbangan tegangan yang ada diantara sel yang terjadi karena performa setiap sel yang unik. Hal tersebut akan mengurangi kapasitas yang tersedia pada baterai sehingga  lama waktu operasi akan berkurang dan mengakibatkan percepatan degradasi sel karena overcharge atau overdishcharge. Equalizer tegangan sel menggunakan flyback konverter menggunakan arsitektur cell-to-string, dimana  energi pada sel yang memiliki tegangan lebih tinggi akan ditransfer ke string untuk menyeimbangkan tegangan sel.

  9. Software Engineering Laboratory (SEL) database organization and user's guide, revision 2

    Science.gov (United States)

    Morusiewicz, Linda; Bristow, John

    1992-01-01

    The organization of the Software Engineering Laboratory (SEL) database is presented. Included are definitions and detailed descriptions of the database tables and views, the SEL data, and system support data. The mapping from the SEL and system support data to the base table is described. In addition, techniques for accessing the database through the Database Access Manager for the SEL (DAMSEL) system and via the ORACLE structured query language (SQL) are discussed.

  10. ANALISIS DESAIN PICKUP PIEZOELEKTRIK DARI MODEL HYBRID SOLAR CELL-PIEZOELECTRIC UNTUK DAYA RENDAH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ery Diniardi

    2017-06-01

    Full Text Available Indonesia merupakan negera yang memiliki sumber energi baru dan terbarukan yang belum dikembangkan secara optimal dan besar-besaran digali dan digunakan, terutama energy sel surya dan energi air hujan. Kelebihan dari iklim tropis, yaitu hujan dan panas, sudah seharusnya dikembangkan secara masif dan secara diversifikasi energy. Bukan hanya energy fosil yang digunakan, tetapi energy yang ada disekitar kita. Salah satunya energy air hujan dengan menggunakan Piezolektrik. Bahan piezoelektrik yang mampu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik menjadi sumber utama pembahasan dalam penelitian ini. Banyaknya energi yang dihasilkan dari benturan air hujan dapat dihitung menggunakan model mekanik-elektrik. Besarnya energi yang bisa dihasilkan bergantung secara langsung kepada ukuran membran piezoelektrik, ukuran titik air hujan dan frekuensinya. Dan juga sel surya yang digunakan sebagai penghasil listrik. Apabila kedua energy ini digabungkan seperti apakah hasilnya. Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai analisis desain pickup Piezoelektrik dari model hybrid pembangkit listrik ini.

  11. PENGARUH KOMPOSISI BAHAN PENGISI STYROFOAM PADA PEMBUATAN BATAKO MORTAR SEMEN DITINJAU DARI KARAKTERISTIK DAN KUAT TEKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heru Winarno

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan limbah styrofoam untuk dijadikan sebagai alternatif salah satu bahan pengisi campuran pembuatan batako mortar semen. Dengan menganalisis variasi komposisi bahan pengisi styrofoam  untuk campuran mortar beton semen terhadap karakteristik dan kuat tekan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dibandingkan batako biasa. Penelitian ini direncanakan dalam masa empat bulan, dengan menganalisis variasi komposisi bahan pengisi styrofoam  untuk campuran mortar beton semen terhadap karakteristik dan kuat tekan. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen yang dilakukan di Laboratorium Uji Bahan dan Beton Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Urgensi penelitian ini dengan memanfaatkan limbah styrofoam untuk dijadikan sebagai alternatif salah satu bahan pengisi campuran pembuatan batako mortar semen, dapat menekan kerusakan lingkungan dimana limbah styrofoam  merupakan salah satu bagian dari pencemaran lingkungan.

  12. Ösel Foods paindub turul hästi

    Index Scriptorium Estoniae

    2003-01-01

    Ösel Foods AS-i juhatuse esimees Kuldar Leis tutvustab ettevõtte tegevust, tootearendust ja müügistrateegiat ning võrdleb eestlaste maitsmismeelt ja tarbimisharjumusi naaberriikidega. Kommenteerib Põltsamaa Felix AS-i juhatuse esimees Andres Koern

  13. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN MODEL MIND MAP UNTUK PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMP

    OpenAIRE

    Lukman Lukman; Ishartiwi Ishartiwi

    2014-01-01

    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar dengan model mind map yang layak digunakan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk siswa SMP, serta mengetahui keefektifan bahan ajar hasil pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Hasil penelitian adalah sebagi berikut: (1) menghasilkan bahan ajar dengan model mind map untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa SMP yang dikemas dalam bentuk buku dengan materi “Perk...

  14. DESAIN PEMIPIL JAGUNG DENGAN SUMBER ENERGI TENAGA SURYA DAN ENERGI LISTRIK PLN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hasyim Asy’ari

    2015-09-01

    Hasi lpercobaan pertama dilakukan pada intensitas cahaya 103700 lux tegangan 19 V dan arus 2 A menghasilkan  kecepatan putar 1705 Rpm sehingga mesin pemipil jagung bekerja dengan sangat baik dengan waktu pemipilan 0,10 menit per jagung. Begitu seterusnya dengan intensitas yang berbeda sampai ke intensitas terendah yaitu 29300 lux tegangan 8,2 V dan arus 1 A menghasilkan kecepatan putar 402,4 Rpm sehingga mesin pemipil jagung tidak mampu lagi bekerja dengan baik (tidak dapat memipil jagung lagi. percobaan selanjutnya untuk melakukan pemipilan dengan energi listrik PLN disaat mesin pemipil jagung tidak mendapatkan suplai energi yang cukup dari panel surya karena intensitas cahaya yang rendah maka mesin dapat berpindah kesumber energi lain dengan memindahkan sumber energi ke listrik PLN. Pada penelitian ini didapati hasil setelah listrik PLN dikonversikan dengan konverter menunjukkan tegangan 11,2 V, arus 1,5 A dan kecepatan putar 910,2 Rpm sehingga didapati waktu pemipilan adalah 0,19 menit per jagung.

  15. Rancang Bangun Stand-Alone Automatic Rain Gauge (ARG Berbasis Panel Surya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zaenal Arifin

    2017-11-01

    Full Text Available Automatic Rain Gauge (ARG digunakan untuk memonitor curah hujan di suatu wilayah. ARG bekerja dengan menggunakan mikrokontroller sebagai prosesing unit dan merupakan sebuah embedded sistem (sistem yang berdiri sendiri. ARG tidak hanya diletakan pada stasiun pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG, namun ARG juga diletakan di daerah terpencil yang jauh dari jaringan listrik. Hal tersebut menjadi masalah karena ARG membutuhkan sumber energi listrik untuk dapat bekerja. Berdasarkan spesifikasinya, ARG membutuhkan mikrokontroller yang rendah dalam penggunaan daya serta memiliki cukup memory sebagai tempat penyimpanan data sementara. Salah satu jenis mikrokrontroller yang memenuhi spesifikasi tersebut adalah MSP430FR5969. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil konsumsi daya rata – rata yang dibutuhkan oleh ARG sebesar 0.23 watt. Dengan memanfaatkan panel surya sebesar 20 watt yang dilengkapi dengan maximum power point tracking (MPPT sebagai sumber energi listrik, dapat menghasilkan daya 5,5 watt hingga 7,2 watt. Dengan perbandingan data konsumsi energi dan data yang dihasilkan dari solar panel panel, maka ARG memiliki sumber listrik mandiri untuk memenuhi kebutuhannya.

  16. Kajian Fisis Energi Terbarukan Panel Surya Melalui Eksperimen Sederhana untuk Siswa SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sunaryo Sunaryo

    2015-12-01

    Full Text Available Abstract Has conducted research on the effects of light intensity on the output voltage, current, and power. Research conducted generate data in the form of quantitative and graphs that show a link between the intensity of light, the output voltage, current, and power. The data obtained were used as sources of learning in senior high school (SMA. The implication is capable of enhancing creativity, motivation and learning outcomes of Physics subject of high school students in future studies. Keywords: light intensity, current, voltage, solar panel Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh intensitas cahaya terhadap tegangan output, arus, dan daya listrik. Penelitian yang dilakukan menghasilkan data dalam bentuk kuantitatif dan grafik yang menunjukkan adanya kaitan antara intensitas cahaya, tegangan output, arus, dan daya listrik. Data yang diperoleh dijadikan sebagai sumber informasi dalam pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA. Implikasinya adalah mampu meningkatkan kreativitas, motivasi, dan hasil belajar Fisika siswa SMA pada penelitian selanjutnya. Kata-kata kunci: intensitas cahaya, arus, tegangan, panel surya

  17. PENGARUH BENTUK PROFILE KEMUDI TERHADAP ALIRAN FLUIDA PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL KM. SURYA ANDALAN BERBASIS CFD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Trimulyono

    2013-04-01

    Full Text Available Teknik pembuatan kapal ikan tradisional oleh para nelayan masih dilakukan secarakonvensional dimana kapal tradisional pada umunya menggunakan daun kemudi hanya berupapelat tunggal, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan profile daunkemudi dengan memodifikasi pelat tunggal yang ada pada sebuah kapal ikan tradisionalsehingga dapat dibandingkan gaya angkat yang dihasilkan oleh pelat tunggal dengan daunkemudi yang menggunakan bentuk foil (modifikasi melalui simulasi CFD.Penelitian ini mengkaji pengaruh bentuk profile kemudi terhadap aliran fluida dantahanan yang disebabkan oleh daun kemudi pada kapal ikan tradisional KM. Surya Andalanyang mempunyai bentuk buritan cembung (cruiser dengan menggunakan paket programCAD (Computer Aided Design serta CFD (Computational Fluid Dynamics. Dengan menjagaluasan total pada daun kemudi agar diketahui dampak penambahan profile daun kemudi,sementara modifikasi modifikasi dengan mengubah sudut serang daun kemudi.Hasil perhitungan dan analisa dengan menggunakan metode free surface modelmodifikasi pada sudut 00 dengan kecepatan 7 knot tahanan yang tereduksi sebesar 45.71%.Hasil simulasi daun kemudi dengan menggunakan foil mempunyai gaya angkat yang lebihbesar namun bekerja secara optimum pada sudut 200 pada kecepatan 7 knot terjadipeningkatan gaya angkat 37.59 % dari gaya angkat yang diperoleh model daun kemuditunggal.

  18. Comparison of cardiorespiratory responses between Surya Namaskar and bicycle exercise at similar energy expenditure level.

    Science.gov (United States)

    Sinha, Biswajit; Sinha, Tulika Dasgupta; Pathak, Anjana; Tomer, O S

    2013-01-01

    Surya Namaskar (SN), a popular traditional Indian yogic practice called "Sun Salutations", includes practice of twelve physical postures involving alternate backward bending and forward bending postures. The practice of twelve postures in succession makes one round of its practice. Many people practise it as part of their daily physical fitness regimen. No study is available to compare cardiorespiratory responses of SN with bicycle exercise (BE). 20 healthy Yoga instructors practicing various Yogic practices including SN since last 7-8 years participated in the study. They performed SN in the laboratory according to their customary daily practice routine. The subject also performed incremental load bicycle exercise test till exhaustion on their second visit for measuring their VO2 max. SN and BE were compared at three similar exercise intensity levels in terms of % of VO2 max. The exercise intensities were light (10-20% VO2 max), moderate (21-40% VO2 max) and high intensities (41-50% VO2 max). Heart rate at high work intensity was significantly higher in BE than SN (P < .001). Ventilation and carbon dioxide output were significantly higher in BE than SN at high exercise intensity (P < 0.001). Overall, cardiorespiratory stress is less in SN than BE at similar work intensities.

  19. PENGATURAN TENTANG SURAT REKOMENDASI PEMBELIAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM BERSUBSIDI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ni Komang Darmiati

    2016-09-01

    oleh negara memegang peranan penting dalam penyediaan bahan bakar baik untuk transportasi dan energi, Minyak dan gas bumi tentunya haruslah dikelola secara profesional dan seoptimal mungkin. PT Pertamina (Persero sebagai pemegang kewenangan dalam pengelolaan dan Niaga Migas dalam pendistribusian BBM ke masyarakat, tentunya memberikan kesempatan hadirnya pihak ketiga sebagai mitra kerja yaitu SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Kompleksnya pengaturan mengenai BBM subsidi ini menimbulkan adanya kelangkaan pasokan minyak Solar (produk BBM Subsidi serta sulitnya masyarakat melakukan pembelian minyak Solar di SPBU. Permasalahan yang kemudian muncul adalah Bagaimanakah pengaturan hukum tentang Surat Rekomendasi Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM bersubsidi dan Lembaga- Lembaga mana sajakah yang berwenang mengeluarkan Surat Ijin/ Surat Rekomendasi Pembelian BBM Bersubsidi di SPBU. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dalam pembahasan permasalahannya menggunakan pendekatan Perundang- undangan (The Statute Approach dan Pendekatan Analisis Konsep Hukum (Analitical Conseptual Approach. Adapun sumber bahan hukum dalam penelitian ini adalah bahan hukum Primer, Sekunder dan Tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengaturan hukum tentang Surat Rekomendasi pembelian BBM Bersubsidi adalah diatur dalam Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pedoman penerbitan Surat Rekomendasi Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk Pembelian Bahan Bakar Minyak Jenis Tertentu. Selain itu dalam Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu disebutkan juga mengenai konsumen yang berhak menggunakan BBM jenis tertentu sehingga dapat dijadikan sebagai  dasar verifikasi pembuatan Surat Rekomendasi oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah. Lembaga yang berwenang dalam mengeluarkan Surat Rekomendasi pembelian BBM Jenis Tertentu adalah keseluruhan Satuan Kerja Perangkat Daerah

  20. Kombinasi Boraks dan Asam Borat sebagai Bahan Penghambat Api dan Antirayap Pada Kayu Meranti Merah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mahdi Santoso

    2015-01-01

    Full Text Available Kayu mempunyai sifat yang mudah terbakar dan sebagian besar mempunyai keawetan alami yang rendah. Perbaikan kualitas kayu dilakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut, salah satunya dengan mengimpregnasikan bahan kimia yang bersifat menghambat api dan beracun terhadap organisme perusak kayu. Tujuan penelitian ini adalah melihat kemampuan boraks:asam borat (1:1 untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering dan mengetahui proses pengawetan yang efektif. Penelitian ini menggunakan kayu meranti merah (Shorea spp berukuran 6 x 15 x 500 cm. Waktu pengawetan adalah 1, 2, dan 3 jam serta konsentrasi bahan pengawet 7% dalam 5 ulangan. Metode pengawetan menggunakan metode sel kosong dengan tekanan 12 kg/cm2 . Pengujian ketahanan terhadap api mengacu pada ASTM E 69-02 prosedur B, pengujian ketahanan terhadap rayap kayu kering mengacu pada metode rayap makan tanpa pilihan. Parameter yang diamati ialah absorpsi, retensi aktual, intensitas bakar, suhu pembakaran maksimal, lama pembaraan, mortalitas rayap kayu kering, pengurangan berat contoh uji, derajat kerusakan dan kondisi fisik sampel setelah uji bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi boraks:asam borat (1:1 memiliki efektivitas yang tinggi untuk meningkatkan ketahanan kayu meranti merah terhadap api dan rayap kayu kering. Proses pengawetan yang paling efektif adalah lama penekanan 2 jam dengan absorpsi 331 kg/m3 ; retensi aktual 28,8 kg/m3 ; intensitas bakar 10,9%; suhu pembakaran maksimal 140ºC; lama pembaraan 1,03 menit; mortalitas rayap kayu kering 100%; pengurangan berat contoh uji 0,002%; serta derajat kerusakan kategori ringan. Katakunci: penghambat api, anti rayap, boraks, Shorea spp, Cryptotermes cynocephalus   Borax and Boric Acid Combination As Fire Retardant and Anti-termite Agents on Red Meranti Wood Abstract Woods have properties which are easy to be ignited by fire and most of them have a low natural durability. Therefore, it is required to

  1. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Konteks dan Kreativitas untuk Melatihkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sistiana Windyariani

    2017-01-01

    Full Text Available Tujuan penelitian ini mengembangkan bahan ajar berbasis konteks dan kreativitas untuk meningkatkan literasi sains siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian R & D (Penelitian dan Pengembangan yang meliputi tiga tahap penelitian yaitu: 1 Studi Pendahuluan, 2 Pengembangan bahan ajar, dan  3 Uji coba bahan ajar. Studi pendahuluan dilakukan dengan studi kurikulum IPA di SD dan survey lapangan terhadap guru-guru kelas 4 dan 5 SD di kota sukabumi sebanyak 16 orang. Pengembangan model berupa penyusunan bahan ajar serta validasi oleh expert judgement dan peer reviewer. Uji coba terbatas dan uji coba lebih luas bahan ajar. Tanggapan dari guru dilakukan dengan memberikan kuosioner kepada 3 orang guru. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, berdasarkan analisis kurikulum pembelajaran IPA di SD menuntut adanya pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dengan praktikum untuk menanamkan konsep/konten yang selaras dengan kemampuan literasi sains, 2 telah dihasilkan 3 buah bahan ajar dengan konteks: a Kemanakah Perginya Capung?, b Mengapa Hujan Turun?, c  Mengapa gigi kita bisa sakit?. 3 Hasil uji coba terbatas dan lebih luas dijadikan pijakan untuk pengembangan bahan ajar, 4 umumnya guru memberikan respon yang baik terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan.

  2. AKTIFITAS ANTIHELICOBACTER DARI LACTOBACILLUS SP SECARA INVITRO : POTENSI SEBAGAI SUATU BAHAN BIOTERAPI TUKAK LAMBUNG

    OpenAIRE

    Zaraswati Dwyana

    2007-01-01

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencari bahan bioterapi alami yang dapat digunakan dalam pengobatan terhadap infeksi Helicobacter pylori. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui kemampuan Lactobacillus sebagai bahan bioterapi dengan mengetahui aktivitas antimikrobanya terhadap Helicobacter pylori yang kemudian dapat disebut antihelicobacter. Lactobacillus ditumbuhkan media tumbuh dan difermentasi lalu disentrifus sehingga diperoleh kultur lactobacillus cair lalu diliofilikasi untuk...

  3. SEL Hardness Assurance in a Mixed Radiation Field

    CERN Document Server

    Garcia Alia, Ruben; Danzeca, Salvatore; Ferlet-Cavrois, Veronique; Frost, Christopher; Gaillard, Remi; Mekki, Julien; Saigné, Frédéric; Thornton, Adam; Uznanski, Slawosz; Worbel, Frédéric; CERN. Geneva. ATS Department

    2015-01-01

    This paper explores the relationship between monoenergetic and mixed-field Single Event Latchup (SEL) cross sections, concluding for components with a very strong energy dependence and highly-energetic environments, test results from monoenergetic or soft mixed-field spectra can significantly underestimate the operational failure rate. We introduce a semi-empirical approach that can be used to evaluate the SEL rate for such environments based on monoenergetic measurements and information or assumptions on the respective sensitive volume and materials surrounding it. We show that the presence of high-Z materials such as tungsten is particularly important in determining the hadron cross section energy dependence for components with relatively large LET thresholds.

  4. EVALUASI PENERAPAN ICT DALAM MENDUKUNG KETERAMPILAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN TATA SURYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septiana Indri Hapsari

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak ___________________________________________________________________ Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase penerapan ICT dalam mendukung keterampilan saintifik pada pembelajaran IPA tema tata surya. Pemilihan sampel dengan cara purpossive sampling, diperoleh guru IPA dan peserta didik kelas VIII di SMPN 5, 8, 15 Yogyakarta dan SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Evaluasi dengan model yang digunakan adalah Countenance Stake. Instrumen yang digunakan adalah angket peserta didik, angket guru, serta observasi. Data diolah dengan menggunakan deskriptif.  Hasil penelitian ini adalah 77,54% peserta didik mengaku ICT membantu kegiatan mengamati, 57,97% ICT membantu kegiatan menanya, 75,36% ICT membantu kegiatan mengumpulkan informasi, 57,00% ICT membantu kegiatan mengasosiasi, dan 42,75% ICT membantu kegiatan mengkomunikasikan. Dengan demikian penerapan ICT cukup mendukung keterampilan saintifik, namun harus tetap perlu ditingkatkan. Abstract ___________________________________________________________________ The purpose of this study to determine the percentage of the application of ICT in supporting scientific skills in learning science theme of the solar system. Election sample by purposive sampling, obtained a science teacher and students in class VIII SMPN 5, 8, 15 and SMP Pangudi Luhur Yogyakarta 1 Yogyakarta. This study is evaluation of the model used is the Countenance Stake. The instrument used was a questionnaire the learner, teacher questionnaire, and observation. The data was processed using descriptive. The results of this study are 77,54% of students admitted to ICT helps the activity observed, 57,97% ICT help activities ask, 75,36% ICT help in gathering information, 57,00% ICT assist the associates, and 42,75% ICT help communicate the activities. Thus the application of ICT support enough scientific skills, but must still be improved.

  5. Energy cost and cardiorespiratory changes during the practice of Surya Namaskar.

    Science.gov (United States)

    Sinha, B; Ray, U S; Pathak, A; Selvamurthy, W

    2004-04-01

    Surya Namaskar (SN), a group of Yogic exercise consists of a set of twelve postures which is practiced by some of the yoga practitioners. The present study was undertaken to observe critically the energy cost and different cardiorespiratory changes during the practice of SN. Twenty-one male volunteers from the Indian Army practiced selected Yogic exercises for six days in a week for three months duration. The Yogic practice schedule consisted of Hatha Yogic Asanas (28 min), Pranayama (10.5 min) and Meditation (5 min). In the Yogic practice schedule 1st they practiced Kapal Bhathi (breathing maneuvers) for 2 min then Yogamudra (yogic postural exercise) for 2 min, after that they took rest until oxygen consumption and heart rate (HR) came to resting value. Subsequently subjects performed SN for 3 min 40 seconds on an average. After three months of training at the beginning of the fourth month subjects performed entire Yogic practice schedule in the laboratory as they practiced during their training session and experiments were carried out. Their pulmonary ventilation, carbondioxide output, Oxygen consumption, HR and other cardiorespiratory parameters were measured during the actual practice of SN. Oxygen consumption was highest in the eighth posture (1.22+/-0.073 1 min(-1)) and lowest in the first posture (0.35+/-0.02 1 min(-1)). Total energy cost throughout the practice of SN was 13.91 kcal and at an average of 3.79 kcal/min. During its practice highest HR was 101+/-13.5 b.p.m. As an aerobic exercise SN seemed to be ideal as it involves both static stretching and slow dynamic component of exercise with optimal stress on the cardiorespiratory system.

  6. Leaf Diseases On Eucalyptus Pellita F. Muell In Plantation Of Pt Surya Hutani Jaya At Sebulu East Kalimantan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Iin Arsensi

    2015-08-01

    Full Text Available Eucalyptus pellita is often grown in monoculture can be susceptible to disease whether grown in the nursery or the field. Currently in the plantation of PT Surya Hutani Jaya Sebulu is developing E. pellita derived from seed and clonal. The results were then called family. To determine the benefits to trees the company deliberately does not preserve this area so there will be generated trees family that excel in both productivity and resistance to pests and diseases. This study is aimed at determining the symptoms and signs of disease on the leaves the microorganisms that cause disease on the leaves as well as the incidence and severity of pathogen that attacks the leaves of E. pellita. The research was conducted at PT Surya Hutani Jaya Sebulu Kutai Kartanegara Regency East Kalimantan and continued with the identification of pathogens at the Laboratory of Forest Protection Faculty of Forestry University of Mulawarman. The object of this research was E. pellita of a 6 year old plantation spacing of 3 amp61620 2 m. The origin of E. pellita is a clone from Riau. Symptoms of the disease found at the progeny test were leaf spot and leaf blight. The pathogens were Cercospora sp. Pestalotia sp. Curvularia sp. Bipolaris sp. Marsonina sp. and Dactylaria sp. The incidence of leaf spot pathogen was 83.3 and leaf blight was 80.6 with the severity of 9.7 and 12.5 respectively.

  7. Isolasi Fukosantin dari Rumput Laut Coklat Padina australis dan Sitotoksisitasnya terhadap Sel MCF7 dan Sel Vero

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nursid

    2017-02-01

    MS berdasarkan prof il serapan UV dan berat molekul. Uj i sitotoksik dilakukan dengan menggunakan uj i (3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl-2,5-diphenyltetrazolium bromide (uj i MTT. Fukosantin berhasil diisolasi dari ekstrak kasar metanol. Fukosantin terkonfirmasi pada panjang gelombang maksimum (maks 447 nm pada spektrum UV. Puncak monoisotopik ion molekul fukosantin terdeteksi pada nilai m/z 659,3612 [M+H]. Hasil uj i MTT memperlihatkan bahwa fukosantin dari P. australis memiliki sitotoksisitas terhadap sel MCF7 dengan nilai IC50 sebesar 34,7 µg/ml dan relatif tidak toksik terhadap sel normal Vero dengan nilai IC50 sebesar 1071,6 µg/ml.

  8. Ösel Foodsi müügihitid / Aivar Hundimägi

    Index Scriptorium Estoniae

    Hundimägi, Aivar, 1975-

    2004-01-01

    2001. aastal müüs Ösel Foods poole firma käibest andnud Linnuse kalja Coca-Colale, 2003. aastal otsustas A. Le. Coq Tartu Õlletehas Öseli ära osta. Mõlemat tehingut peetakse heaks müügitehinguks müüjale. Diagramm: Kali ja mahlad tõid Öseli tagasi kasumisse. Lisad: Ösel Foods keskendus 2001. aastal mahla tootmisele; Ösel hindas Aura ACE turuletoomise edukaks; Ösel Foodsi tippjuhid tegid mitu müügitehingut

  9. EFEKTIVITAS EKSTRAK PICUNG (P.edule Reinw YANG DIKERINGKAN DENGAN BAHAN PENGISI SERBUK GERGAJI DALAM PENGAWETAN IKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Sri Heruwati

    2009-12-01

    Full Text Available Biji picung (Pangium edule Reinw telah terbukti dapat digunakan untuk mengawetkan ikan. Namun demikian, cara penggunaan picung secara tradisional, dengan menaburkan cacahan biji picung segar dianggap kurang praktis, dan ketersediaannya terkendala oleh musim. Ekstrak biji picung juga sudah teruji dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif dan positif. Pada penelitian ini dicoba mengawetkan ikan segar menggunakan bubuk picung yang dibuat dari ekstrak picung yang telah dikeringkan menggunakan serbuk gergaji sebagai bahan pengisi. Biji picung segar yang telah dicacah dimaserasi menggunakan pelarut air, etanol 50%, dan etanol 80%. Setelah maserasi dilakukan penyaringan dan penambahan serbuk gergaji kering steril, lalu dikeringkan kembali dalam oven pada suhu 40ºC. Bubuk picung kemudian diaplikasikan pada ikan kembung segar dengan perbandingan 6% (b/b dan disimpan pada suhu kamar untuk diamati pH, TVB, dan jumlah bakterinya. Untuk mendukung penelitian ini, dilakukan uji aktivitas antibakteri dari bubuk picung terhadap 2 jenis bakteri gram positif (Microccus luteus dan Staphylococcus aureus serta 2 jenis bakteri gram negatif (Alcaligenes eutrophus dan Enterobacter aerogenes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari nilai pH, TVB, dan jumlah bakteri yang diperoleh, ternyata bubuk picung dari semua perlakuan tidak mampu menghambat pembusukan ikan sebesar daya pengawetannya dalam bentuk segar. Dari hasil uji aktivitas antibakteri terbukti bahwa bubuk picung hanya mampu menghambat bakteri gram positif. Adapun bakteri gram negatif, yang merupakan penyebab pembusukan ikan, tidak dapat dihambat. Hal ini kemungkinan disebabkan cara pengeringan belum cukup baik sehingga zat pengawet dalam biji picung tidak mampu menembus dinding sel bakteri gram negatif yang terdiri atas dua lapisan, yaitu lipopolisakarida-protein dan peptidoglikan, yang memang lebih sulit untuk ditembus oleh antibiotika, desinfektan, dan senyawa kimia lain. Untuk itu riset masih harus

  10. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA LEVEL IGCSE BERBASIS TUGAS TERSTRUKTUR BAGI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prahesti Tirta Safitri

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketersedian bahan ajar matematika berbahasa inggris khususnya pada level IGCSE bagi mahasiswa program studi pendidikan matematika. Sesuai dengan tuntutan globalisasi dimana calon guru matematika harus siap bersaing untuk mengajar di sekolah manapun baik yang menggunakan kurikulum nasional, maupun internasional. Dengan begitu kemampuan bahasa inggris mahasiswa calon guru dalam pelajaran matematika sangat perlu untuk ditingkatkan. Hal tersebut merupakan alasan bahwa perlu adanya pengembangan bahan ajar matematika level IGCSE. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang akan menghasilkan bahan ajar berbasis tugas terstruktur. Metode penelitiannya menggunakan metode pengembangan yaitu meliputi (1 Concept, pada tahapan ini pengembang mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan pembelajaran matematika dengan bahasa inggris dan membuat rencana pembuatan bahan ajar sesuai dengan masalah tersebut; (2 Design, pada tahap ini pengembang mengemas bahan ajar sejelas mungkin sesuai dengan karakteristik mahasiswa; (3 Collecting of materials, pada tahapan ini pengembang menyiapkan materi yang sesuai dengan materi matematika level IGCSE; (4 Assembly dan uji coba, pada tahapan ini pengembang mendesain bahan ajar sesuai dengan materi yang telah disiapkan, setelahnya dilakukan uji coba kepada ahli. Adapun hasil dari uji coba ahli menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan termasuk ke dalam kategori sangat baik dan layak digunakan untuk sumber pendukung perkuliahan.

  11. KERAGAMAN BAHAN MAKANAN UNTUK SARAPAN ANAK SEKOLAH DI INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dewi Permaesih

    2017-01-01

    Full Text Available Breakfast (5-9 AM is contributed around one third of daily nutrient intake. Some studies shown that breakfast can maintain the blood glucose level, increase school performance and prevent obesity. This study aimed to determine the food variety of breakfast consumed by most Indonesian people, aged 6-18 years. Analysis was conducted using secondary data taken from the Individual Food Consumption Survey (SKMI 2014. The study was cross-sectional survey design conducted in 33 provinces in Indonesia in May-June 2014. 27870 (77.5% subjects were met the criteria. The age group of 6–12 years old consists of 7739 males and 7069 females, while aged 13–18 years old consists of 6612 males and 6450 females. Almost 60 percent (59,1% subjects consumed a combination of 3 food groups. 72,3 percent were consumed one food which was consist only serealia. Subjects who consumed with combination of 2 food groups such as serealia and water (49.6%, serealia and animal food (18.2%. Subjects who consumed combination of 3 food groups, such as serealia, animal food, and fat, were 49.6 percent. In conclusion, most students aged 6-18 years had breakfast but the variety of food was not adequate yet.   ABSTRAK   Sarapan atau makan pagi (jam 5-9 pagi penting untuk konsumsi makanan sehari. Sarapan dapat membantu mempertahan kadar gula darah, meningkatkan konsentrasi belajar serta mencegah terjadinya kegemukan. Perlu diperhatikan selain jumlah makanan juga keragaman jenis yang dikonsumsi. Tujuan analisis adalah mendapatkan informasi tentang keragaman bahan makanan yang biasa dikonsumsi penduduk di Indonesia, umur 6-18 tahun. Dilakukan analisis data hasil Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI 2014 dari rumah-tangga terpilih di 33 provinsi di Indonesia pada bulan Mei-Juni 2014 dengan desain penelitian potong-lintang. Sampel terdiri dari umur 6-12 tahun usia sekolah dasar (7739 orang laki-laki dan 7069 perempuan dan umur 13-18 tahun usia sekolah menengah (6612 laki-laki dan

  12. PENGOPTIMALAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA PERKULIAHAN AUDITING II DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN AJAR MULTIMEDIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maylia Pramono Sari

    2011-06-01

    Full Text Available Pengembangan metode pengajaran auditing adalah pembuatan bahan ajar multimedia. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan akuntansi memiliki persepsi awal mengenai pengetahuan auditing yang baik dan mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar. Selain itu juga terjadi kenaikan keaktivan mahasiswa setelah adanya penerapan model pendekatan bahan ajar multimedia pada mata kuliah auditing II. Penelitian ini juga menggunakan Uji Wilcoxon Rank Test dan hasil menunjukkan bahwa nilai tes sebelum adanya tindakan dan setelah adanya tindakan relatif berbeda. Hal ini berarti model pendekatan penalaran dan sistem pada mata kuliah auditing efektif dalam meningkatkan prestasi belajar. Kata Kunci : Auditing, Bahan Ajar Multimedia, Hasil Belajar

  13. PENGEMBANGAN BUKU AJAR BIOLOGI SEL DENGAN PENDEKATAN BIOINFORMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ardini Pangastuti

    2016-02-01

    Buku ajar merupakan buku panduan pembelajaran yang digunakan oleh siswa guna membantu mencapai tujuan pendidikan nasional. Pengembangan buku ajar merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk memfasilitasi tercapainya indikator pembelajaran. Pengembangan buku ajar Biologi Sel dengan pendekatan Bioinformatika menggunakan model pengembangan Dick and Carey. Buku ajar yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi, ahli media pembelajaran, 15 mahasiswa uji coba perorangan, dan 15 mahasiswa uji coba kelompok sedang. Hasil validasi ahli materi menyatakan layak sebesar 84% dengan kategori baik. Hasil validasi ahli media pembelajaran menyatakan layak sebesar 82,4% dengan kategori baik.

  14. WebSelF: A Web Scraping Framework

    DEFF Research Database (Denmark)

    Thomsen, Jakob; Ernst, Erik; Brabrand, Claus

    2012-01-01

    We present, WebSelF, a framework for web scraping which models the process of web scraping and decomposes it into four conceptually independent, reusable, and composable constituents. We have validated our framework through a full parameterized implementation that is flexible enough to capture...... a period of more than one year. Our framework solves three concrete problems with current web scraping and our experimental results indicate that com- position of previous and our new techniques achieve a higher degree of accuracy, precision and specificity than existing techniques alone....

  15. Studi Eksperimental dan Pemodelan Matematika Proses Pengeringan Kakao Dengan Energi Surya Secara Intermitten

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haznam Putra

    2014-06-01

    Full Text Available Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 In this research, the behaviors of cocoa drying using solar dryers have been studied. Cocoa was taken from plantation area around North Sumatra - Indonesia. Solar energy is used as a source of energy that save and clean for drying. Cocoa is a mainstay in Indonesian commodities, but quality of the current generated is relatively low. The aims of this research to gain the quality with mathematical modelling of drying by producing a good quality of cocoa. Preparation phase started from cocoa fermentation process. With some testing times, it was taken one test where the results of fermented cocoa that had been washed and dried from water content 55.83% to 7.01%, which lasted for three days, 22 to 24 April 2013 from at 7:00 to 17:00 pm (intermittent. The study was conducted at the Solar Energy Laboratory, Faculty of Engineering Department of Mechanical Engineering of North Sumatra University Medan. It is located in Medan city with the position of 3.36 ° N - 98.4 ° E, altitude 200 meters above sea level and meridian time (GMT +7. From the experimental results obtained an experimental equation mathematical model for intermittent drying of cocoa, with the value of diffusivity coefficient was between 1.39 x10-10 to 1.85 x10-10 m2/sec, besides the quality of the dried cocoa in this study was better in colour and not moldy than dried cacao directly under the sun. ABSTRAK Pada penelitian ini, perilaku pengeringan menggunakan pengering kakao tenaga surya telah dilakukan. Kakao diambil dari perkebunan di sekitar daerah Sumatera Utara – Indonesia. Energi surya digunakan sebagai sumber energi pengeringan yang hemat dan bersih. Kakao merupakan komoditi andalan di Indonesia hanya saja mutu yang saat ini dihasilkan masih terbilang rendah. Penelitian ini bertujuan mendapatkan persamaan pengeringan dengan pemodelan matematika untuk menghasilkan mutu kakao yang baik. Tahap preparasi

  16. PERANCANGAN PENGERING KERUPUK RAMBAK DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI ENERGI SURYA DAN ENERGI BIOMASSA KAYU BAKAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Okka Adiyanto

    2017-10-01

    Full Text Available Kerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dan sering dijadikan sebagai pelengkap berbagai sajian makanan atau sebagai lauk pauk. Permasalahan mendasar dalam pengelolaan industri kerupuk terdapat pada proses pengeringan Salah satu bentuk pengering yang cocok untuk diterapkan dalam proses pengeringan pada kerupuk yaitu bentuk rak pengeringan yang mengkombinasikan kombinasi energi matahari dan tungku biomassa sebagai sumber energi untuk proses pengeringan. Penelitian ini dilakukan untuk membuat rancangan bangunan pengering yang hygienis dan juga untuk memanfaatkan energi matahari dan energi  biomassa kayu bakar. Dalam penelitian ini panas dari proses penggorengan dan pengukusan disalurkan pada pipa pemindah panas yang terbuat dari tanah liat dan bermuara pada sebuah cerobong asap. Bangunan pengeringan terbuat dari tembok yang dilengkapi dengan ventilator. Atap bangunan pengering menggunakan bahan polikarbonat yang dimaksudakan agar dapat menangkap gelombang panjang dari sinar matahari sehingga dapat memanfaatkan efek rumah kaca. Tahapan dalam penelitian ini yaitu menentukan kapasitas bangunan, merancangan ketinggian cerobong, ukuran tungku, jumlah pipa pemindah panas, ketebalan dinding, dan jumlah ventilator.Bangunan pengering ini memiliki ukuran 450 cm x 350 cm x 300 cm. Pipa pemindah panas yang dibutuhkan sebanyak 34 buah dan ketebalan plaster pada dinding yaitu 27,735 cm tiap sisi-sisinya. Ketebalan pintu yaitu 6 cm yang terbuat dari anyaman bambu. Jumlah ventilator yang dibutuhkan sebanyak 2 buah dengan ukuran 12 inch.

  17. Pemanfaatan Gambir sebagai Bahan Dasar Pembuat Tinta Spidol Ramah Lingkungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Inda Three Anova

    2017-12-01

    Full Text Available Gambier can be used as a raw material for the manufacture of eco-friendly ink. This study was aimed to produce an alternative marker ink which is safer for the environment and human health. The current ink products generally contain volatile organic compound the chemical that can damage health. The study was done in several stages, raw material preparation, gambier extraction, color pigment making, ink formulation, and continued with stirring by used a high-speed homogenizer for the best formula. Variations of stirring speed were 1000, 1500, 2000 rpm and stirring time 10, 20, 30 minutes. The results showed that the best ink was obtained from the homogenization process with stirring time 30 minutes and speed 1000 rpm. The composition of gambier pigment 85%, glycerol 3%, polyethylene glycol 2%, propylene glycol 5%, and the addition of preservatives crystal violet 1%. The characteristics of markers ink were size particles 15.44 d.nm with a poly diversity index 0.186 and specific gravity 1.0254, black color ink, homogeneous, writings were not disjointed, and 6 minutes dry time.ABSTRAK Gambir dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan tinta spidol  yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tinta spidol alternatif yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Tinta yang diproduksi saat ini pada umumnya masih mengandung volatile organic compound yang merupakan bahan kimia yang dapat merusak kesehatan. Pembuatan tinta dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan bahan baku gambir, pengekstrakan gambir, pembuatan pigmen warna, pembuatan formula tinta, dan dilanjutkan dengan pengadukan menggunakan alat high speed homogenizer untuk formula terbaik. Variasi kecepatan pengadukan adalah 1000, 1500, 2000 rpm dan lama pengadukan 10, 20, 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinta spidol yang terbaik diperoleh dari proses homogenisasi dengan waktu pengadukan 30 menit pada kecepatan 1000 rpm. Komposisi pigmen gambir

  18. RESPON BAHAN STERILAN PADA EKSPLAN JELUTUNG RAWA (Dyra lowii

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rodinah Rodinah

    2017-10-01

    Full Text Available Jelutung is a high economic value. Nature nursery jelutung problem is recalcitran seeds. Technology in vitro give solution for the supply of seeds in large quantities. The purpose of this research is to know the effect of sterilan material with jelutung eksplan, the best strilan and eksplan material. This study used Completely Randomized Design, Two factors. First factor of sterilized material (S; S1 = 70% alcohol, bayclin 20%, H2O2 17,6%, bayclin 10%; S2 = fungicide, bactericide, alcohol 70%, H2O2 17,6%, bayclin 20%; S3 = fungicide, bactericide, alcohol 70%, sublimate 0.2%, H2O2 17.6%, bayclin 20%; S4 = fungicide, bactericide, alcohol 70%, sublimate 0.2%, H2O2 17.6%, bayclin 10: s5 = fungicide, bactericide, 70% alcohol, sublimate 0.2%, H2O2 17.6%, bayclin 20% , Bayclin 10%. Second factor eksplan (E: e1= Leaf, e2 = nude. The research results obtained the smallest percentage of contamination on leaves and nudes on S5. The smallest percentage of browsed on S1 The highest percentage of live on S1. The smallest percentage of contamination on the leaves, while the lowest percentage browning on the nude and the highest live percentage on leaf explants. Jelutung merupakan tanaman bernilai ekonomis tinggi. Pembibitan jelutung  terkendala  sifat benih  recalcitran.  Teknologi secara in vitro guna penyediaan bibit  dalam jumlah banyak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bahan sterilan dengan eksplan jelutung dan bahan strilan dan eksplan yang terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dua faktor. Faktor pertama bahan sterilan (S; s1 = alkohol 70 %, bayclin 20 %, H2O2 17,6 %, bayclin 10 %  ; s2 = fungisida, bakterisida, alkohol 70 %, H2O2 17,6 %, bayclin 20 % ; s3 = fungisida, bakterisida, alkohol 70 %, sublimat 0,2 %, H2O2 17,6 %,bayclin 20 %; s4 = fungisida, bakterisida, alkohol 70 %, sublimat 0,2 %, H2O2 17,6 %,bayclin 10  : s5 = fungisida, bakterisida, alkohol 70 %, sublimat 0,2 %, H2O2 17,6 %, bayclin 20% ,bayclin

  19. Pengaruh Jenis Bahan pada Proses Pirolisis Sampah Organik menjadi Bio-Oil sebagai Sumber Energi Terbarukan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Sigit Cahyono

    2013-06-01

    Full Text Available Sampah organik merupakan potensi sumber energi yang melimpah di Indonesia. Sampah organik berupa daun dan ranting kering bisa dikonversi menjadi bahan bakar berupa bio-oil melalui proses fast pirolisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis bahan terhadap rendemen dan nilai kalor bio-oil yang dihasilkan dari proses pirolisis sampah organik. Bahan baku berupa daun dan ranting kering campuran tanaman angsana, mahoni dan mangga dengan komposisi daun bervariasi 0%, 50%, dan 100%, dipotong-potong dengan ukuran maksimal 10 cm. Kemudian bahan baku tersebut dipanaskan di dalam reaktor pirolisis pada suhu 500 C selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi (5175,35 J/g dan rendemen tertinggi (24,5% didapatkan pada bio-oil yang dihasilkan dari pirolisis ranting 100%. Kata kunci: Sampah Organik, Bio-oil, Pirolisis, Rendemen, Nilai Kalor

  20. Pemberian Biochar Dari Beberapa Bahan Baku Untuk Mengurangi Pencemaran Logam Berat Cd Di Tanah

    OpenAIRE

    Sinaga, Elfride

    2017-01-01

    120301076 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis bahan baku biochar yang terbaik dalam mengurangi pencemaran logam berat Cd di tanah. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan kontrol, 3 jenis biochar dari bahan baku yang berbeda meliputi brangkasan jagung, jerami padi dan TKKS, sebanyak 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah pH H2O, pH KCl, Cd ekstrak DTPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis biochar...

  1. Perancangan, Pembuatan dan Karakterisasi Tranduser Ultrasonik 3,5 MHz Untuk Pengujian Bahan Padat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mokhamad Halim Fathoni

    2013-03-01

    Full Text Available Dalam penelitian ini telah dibuat sepasang transduser ultrasonik untuk pengujian bahan padat. Konstruksi transduser ultrasonik yang dibuat terdiri dari holder berbahan akrilik dan kuningan, backing material berbahan styrofoam, epoxy dan busa karet, elemen aktif berbahan piezoelektrik dan matching layers menggunakan akrilik. Bahan penyusun konstruksi tersebut dilakukan pengujian terlebih dahulu untuk mengetahui pengaruhnya terhadap karakteristik transduser ultrasonik. Dan untuk menunjang pengujian, maka dibuat sebuah alat sederhana dengan metode transmisi pulsa untuk melakukan pengukuran Time of Flight(TOF gelombang ultrasonik. Karakterisasi bahan transduser dilakukan dengan melakukan beberapa tahap pengujian. Tahap pertama dilakukan  pengujian respon frekuensi pada piezoelektrik untuk mendapatkan frekuensi resonansi yang sesuai. Kemudian dilakukan pengujian bahan backing material untuk mengetahui respon impulse dari sinyal ultrasonik dan menguji bahan matching layers untuk mendapatkan faktor delay pada pengukuran. Setelah karakterisasi bahan didapatkan, maka dilanjutkan dengan implementasi transduser ultrasonik untuk pengujian cacat pada bahan. Pengujian ini menggunakan aluminium berdimensi (15x5x1cm dengan bentuk cacat yang telah ditentukan. Proses pengujian cacat ini dilakukan dengan cara scanning secara manual dengan perubahan jarak setiap 0.5 cm. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh  karakteristik transduser ultrasonik dengan holder berbahan akrilik, backing material berbahan styrofoam, frekuensi resonansi sebesar 3.5 MHz, bandwith sebesar 2.04 MHz, respon impulse >10 siklus, delay sebesar 1,6 us ,Q (faktor kualitas mekanis getaran harmonis sebesar 1,667 dan impedansi sebesar 78,6 ohm. Untuk pengujian cacat bahan didapatkan hasil bahwa transduser ultrasonik bisa mendeteksi adanya cacat dan mengestimasi panjang ukuran cacat dengan error pengukuran sebesar 0.5 cm. Namun, kedalaman cacat tidak bisa ditentukan sehingga

  2. SIFAT MEKANIK BAHAN GESEK REM KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT BAMBU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sutikno -

    2012-01-01

    Full Text Available Bahan gesek komposit diperkuat serat bambu untuk kampas rem otomotif dibuat menggunakan mesin pres isostatik panas pada 19oC selama 3 jam. Jumlah serat bambu dan serbuk logam di dalam pencampuran dioptimasi, setiap komposisi komponen lain dibuat tetap, pengaruhnya pada sifat-sifat mekanik dan struktur mikro diselidiki. Serat bambu disini digunakan sebagai pengganti serat asbes yang jumlahnya divariasi antara 2,86-17,14% dari volume total dan fraksi berat masing-masing unsur penyusun ditentukan menggunakan energy dispersive X-ray spectroscopy. Angka kekerasan Brinell, kekuatan tarik maksimum, dan ketahanan aus khas bahan gesek yang difabrikasi berada pada rentang 21,7-43,4 kg/mm2, 0,021-0,036 ton, dan 1,5exp-11-5,2exp-11 m2/N.Friction materials of bamboo fibers reinforced composites for automotive brakes were made using hot isostatic pressing machine at 190oC for 3 hours. The contents of bamboo fiber and metal powder in the mixing were optimized, each composition of other components was fixed, its effects on mechanical properties and microstructure were investigated. Bamboo fibers were used here as substitutes for asbestos fibers whose number varied between 2.86 to 17.14% of the total volume and weight fraction of each constituent element is determined using energy dispersive X-ray spectroscopy. Brinell hardness number, the maximum tensile strength and specific wear resistance of friction materials fabricated in the ranges of 21.7 to 43.4 kg/mm2, 0.021 to 0.036 tons, and 1.5 exp-11-5, 2exp-11 m2 / N, respectively.

  3. Studi Awal Desain Pabrik Semen Portland dengan Waste Paper Sludge Ash sebagai Bahan Baku Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rasdiana Rahma Nur

    2015-12-01

    Full Text Available Industri semen di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat dan penggunaan batu kapur sebagai bahan baku pembuatan semen juga semakin meningkat. Saat ini sudah banyak dilakukan eksplorasi dan eksploitasi gunung kapur. Penggunaan batu kapur untuk produksi semen merupakan penggunaan yang terbanyak hingga 87,4% dari konsumsi total. Oleh karena itu, saat ini banyak penelitian dilakukan untuk mencari bahan baku alternatif agar produksi semen tetap berjalan dengan baik. Secara garis besar, desain proses pembuatan semen Portland menggunakan bahan baku alternatif waste paper slaudge ash dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah persiapan bahan baku terdiri atas penambangan dan proses penghancuran (crushing. Tahap kedua adalah pembakaran bahan baku dan klinkerisasi di dalam suspension preheater dan rotary kiln, dilanjutkan pendinginan di dalam cooler. Proses terakhir yaitu proses akhir (finishing dengan menambahkan zat aditif ke dalam klinker untuk membentuk produk semen Portland. Operasi pabrik direncanakan kontinyu 24 jam/hari selama 300 hari dalam setahun. Untuk memproduksi semen 2.000.000 ton/tahun diperlukan bahan baku sebanyak 2.074.971,46 ton/tahun. Pabrik direncanakan berumur 10 tahun dengan pay out time sebesar 3,6 tahun dan internal rate of return sebesar 33,7% dan interest 11% sehingga dari segi teknis dan ekonomi, pabrik ini layak untuk didirikan.

  4. DIFERENSIASI KELAMIN TIGA GENOTIPE IKAN NILA YANG DIBERI BAHAN AROMATASE INHIBITOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Ariyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Penggunaan hormon sintetik 17 a-metiltestosterone untuk sex reversal ikan konsumsi sudah dilarang. Salah satu bahan yang terbukti efektif dalam sex reversal adalah bahan aromatase inhibitor. Bahan ini dapat digunakan dalam proses pembalikan kelamin karena menghambat sekresi enzim aromatase yang bertanggung jawab dalam konversi hormon androgen menjadi estrogen. Tingginya kadar androgen dalam tubuh akan mengarahkan proses diferensiasi kelamin ke arah kelamin jantan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian bahan aromatase inhibitor terhadap diferensiasi kelamin tiga genotipe ikan nila. Bahan utama yang digunakan adalah larva ikan nila genotipe XX, XY, dan YY yang diberi bahan aromatase inhibitor, khususnya imidazole. Penambahan hormon sintetik 17a-metiltestosterone digunakan sebagai kontrol (+. Pemberian imidazole dilakukan melalui pakan pada larva ikan nila yang berumur 7 hari setelah menetas, selama 28 hari. Selanjutnya benih dipelihara dalam hapa pendederan selama 60 hari di kolam tanah. Pada akhir pendederan dilakukan identifikasi jenis kelamin, bobot individu rata-rata, dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imidazole efektif meningkatkan rasio kelamin jantan pada ikan nila genotipe XX dan YY, tetapi tidak pada genotipe XY. Sampai akhir tahap pendederan, semua genotipe dan perlakuan yang berbeda tidak memberikan efek yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan maupun nilai sintasan, kecuali pada genotipe YY

  5. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN MODEL MIND MAP UNTUK PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lukman Lukman

    2014-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar dengan model mind map yang layak digunakan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS untuk siswa SMP, serta mengetahui keefektifan bahan ajar hasil pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development. Hasil penelitian adalah sebagi berikut: (1 menghasilkan bahan ajar dengan model mind map untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa SMP yang dikemas dalam bentuk buku dengan materi “Perkembangan pada Masa Islam di Indonesia”. Produk yang dihasilkan layak digunakan untuk pembelajaran berdasarkan validasi dari ahli materi, ahli media, uji coba terbatas, serta uji coba lapangan. (2 Bahan ajar hasil pengembangan untuk siswa kelas VII di SMP N 3 Berbah ini efektif digunakan untuk pembelajaran IPS. Peningkatan skor postes pada kelas yang menggunakan bahan ajar dengan model mind map sebesar 13,87% dengan nilai gain score 0,45 dan ketuntasan siswa 100%. Sedangkan kelas yang menggunakan buku paket IPS dengan peningkatan skor postes sebesar 10,26% dengan nilai gain score 0,35 dan ketuntasan siswa 87,1%. Kata kunci: bahan ajar, mind map, ilmu pengetahuan sosial

  6. PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK PROSES STERILISASI JAMUR TIRAM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Untung Surya Dharma

    2013-12-01

    Full Text Available Biomassa adalah suatu limbah benda padat yang bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber bahan bakar. Energi biomassa dapat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi karena beberapa sifatnya yang menguntungkan yaitu sumber energi ini dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaharui (renewable resources, sumber energi ini relatif tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara dan juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan pertanian. Salah satu biomassa yang sekarang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah jamur. Jenis jamur di Indonesia banyak macamnya contohnya: jamur tiram, jamur merang, jamur kuping dan lain-lain. Sementara ini masih banyak limbah jamur tiram hanya untuk pupuk tanaman bahkan banyak yang hanya di buang begitu saja, padahal dalam proses produksi jamur tiram yaitu sterilisasi baglog (bahan baku jamur dengan cara pengukusannya di atas tungku api selama 8 jam, masyarakat masih menggunakan LPG atau kayu bakar untuk mengukus baglog tersebut yang membutuhkan biaya lebih. Penelitian ini bertujuan membantu masyarakat dalam pengolahan limbah jamur tiram untuk Proses Pembuatan Briket Limbah Jamur Tiram Sebagai Bahan Bakar Alternatif, pembuatan briket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji dengan perbandingan 3:1, ukuran partikel 40 mesh (0,250mm , bentuk beriket silinder pejal. Hasil pengujian proksimasi menunjukkan bahwa kandungan kadar air 1,57 %, Kadar abu 28,53 %, nilai kalor 3306 kal/gram, kadar karbon 51,22 %, nilai rata-rata efisiesi pembakaran 60,88% . Berdasarkan uji pembakaran, briket limbah jamur tiram dapat digunakan sebagai bahan bakar.

  7. PENGEMBANGAN ALAT DESTILATOR BIOETANOL MODEL REFLUK BERTINGKAT DENGAN BAHAN BAKU SINGKONG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rochmad Winarso

    2014-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Penyediaan energi di masa depan merupakan permasalahan yang senantiasa menjadi perhatian bagi semua pihak. Seiring dengan meningkatnya pembangunan, kebutuhan akan energi terus meningkat. Disisi lain cadangan minyak bumi sebagai bahan bakar yang paling banyak dipakai saat ini semakin menipis karena sifatnya yang non renewable, oleh karena itu diperlukan upaya untuk mencari bahan bakar alternatif yang renewable sekaligus ramah lingkungan. Bioetanol sebagai salah satu bahan bakar alternatif sampai saat ini belum banyak digunakan. Padahal di Indonesia, banyak sekali sumber daya alam hayati yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi bioetanol, salah satunya adalah ubi kayu. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar didasari oleh sifatnya yang mudah terbakar dan memiliki kalor-bakar netto besar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat destilator bioetanol dengan fokus pengembangan pada pengembangan menara refluk dengan sistem bertingkat sehingga diharapkan bisa lebih optimal menghasilkan bioetanol dengan kadar tinggi. Pengembangan alat distilator bioethanol ini dimulai dari proses observasi lapangan yang dilanjutkan dengan studi literatur. Tahapan selajutnya adalah proses perencanaan komponen-komponen dari peralatan tersebut dan dilanjutkan dengan proses pembuatan serta uji coba peralatan. Hasil penelitian ini telah dikembangkan alat destilator bioetanol dengan spesifikasi sebagai berikut: diameter tangki 400 mm, tinggi tangki 500 mm, terbuat dari bahan stainles steel A304 dengan ketebalan 2 mm. Kapasitas tangki yang diijinkan adalah dari volume tabung atau sebesar 40 liter. Dari hasil uji coba pada hasil proses distilasi fermentasi ketela pohon menghasilkan ethanol dengan kadar 92%. Kata kunci: bioetanol, destilator, refluk bertingkat.

  8. Studi Awal Desain Pebble Bed Reactor Berbasis Htr-pm Dengan Skema Resirkulasi Bahan Bakar Once-through-then-out

    OpenAIRE

    Setiadipura, Topan; Pane, Jupiter Sitorus; Zuhair, Zuhair

    2016-01-01

    STUDI AWAL DESAIN PEBBLE BED REACTOR BERBASIS HTR-PM DENGAN RESIRKULASI BAHAN BAKAR ONCE-THROUGH-THEN-OUT. Reaktor nuklir tipe pebble bed reactor (PBR) adalah salah satu reaktor canggih dengan fitur keselamatan pasif yang kuat. Pada desain tipe ini berpotensi untuk dilakukan kogenerasi yang bermanfaat untuk pengolahan berbagai mineral di berbagai pulau di Indonesia. Operasi PBR dapat lebih disederhanakan dengan menerapkan skema pengisian bahan bakar once-through-then-out (OTTO) dimana bahan b...

  9. Potensi Serat Rami (Boehmeria Nivea S. Gaud) Sebagai Bahan Baku Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Dan Tekstil Teknik

    OpenAIRE

    Novarini, Eva; Sukardan, Mochammad Danny

    2015-01-01

    Ketergantungan industri tekstil nasional terhadap bahan baku kapas impor masih sangat tinggi. Serat rami diharapkan dapat menjadi serat selulosa alternatif yang mampu mengurangi penggunaan serat kapas untuk bahan baku tekstil dan produk tekstil (TPT). Beberapa sifat serat rami hampir menyerupai sifat serat kapas namun kekuatan tarik serat rami dua kali lipat lebih besar dan daya serap airnya lebih tinggi daripada serat kapas. Pengembangan serat rami untuk bahan baku TPT masih memiliki kendala...

  10. Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Premium, Pertamax, Pertamax Plus Dan Spiritus Terhadap Unjuk Kerja Engine Genset 4 Langkah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rapotan Saragih

    2013-03-01

    Full Text Available Peningkatan penggunaan dari bahan bakar fosil untuk keperluan alat trasportasi terus  meningkat setiap harinya. Dimana bahan bakar yang digunakan berasal dari bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui, untuk itu diharapkan ada solusi mengatasi dari permasalah yang timbul akibat dari persediaan minyak bumi yang semakin lama semakin menipis. Salah satu solusi yang dapat diberikan adalah dengan menggunakan spiritus sebagai bahan bakar pengganti dari bahan bakar fosil. Penggunaan spiritus sebagai bahan bakar merupakan salah satu bahan bakar yang dapat diperbaharui. Uji coba dilakukan di laboratorium Motor Pembakaran Dalam Teknik Mesin ITS pada genset Yasuka 4 langkah dengan menggunakan bahan bakar premium, pertamax, pertamax Plus dan spiritus. Penelitian meliputi pengujian performa unjuk kerja pada engine genset 4 langkah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan electrical dynamometer test, dengan pembebanan yang diberikan menggunakan lampu pijar dari 100 watt sampai 700 watt dengan interval 100 watt. Dari penelitian didapatkan, dengan penggunaan jenis bahan bakar spiritus mampu menghasilkan unjuk kerja dan gas buang yang baik. Perbaikan yang diperoleh pada unjuk kerja mesin yaitu daya efektik mengalami kenaikan sebesar 6,62 %, torsi mengalami kenaikan sebesar 6,61 %, tekanan efektif rata-rata mengalami kenaikan sebesar 6,61 % dan efisiensi thermal mengalami kenaikan sebesar 25,39 %. Perbaikan yang diperoleh pada emisi CO turun sebesar 174,77 % dan HC turun sebesar 254,35 %.

  11. L'esprit de sel science, culture, politique

    CERN Document Server

    Lévy-Leblond, Jean-Marc

    1984-01-01

    L'esprit de sel. Activité de recherche, la science est-elle nécessairement productrice de connaissances ? Y a-t-il de nouvelles formes et normes du savoir ? Qu'est la science pour la science ? Activité intellectuelle. la science est-elle aussi une activité culturelle ? La science moderne est-elle dans la culture. est-elle une nouvelle culture - devrait-elle l'être ? Qu'est la science pour la culture ? Activité sociale. la science est liée de façon complexe aux structures économiques et à la conjoncture politique. Quel rôle joue-t-elle, quels conditionnements subit-elle ? Qu'est la science pour la politique ? Voici un ensemble de contributions pour aiguiser ces questions cruciales et décaper les idées reçues.

  12. WebSelF: A Web Scraping Framework

    DEFF Research Database (Denmark)

    Thomsen, Jakob; Ernst, Erik; Brabrand, Claus

    2012-01-01

    previous work on web scraping. We have experimentally evaluated our framework and implementation in an experiment that evaluated several qualitatively different web scraping constituents (including previous work and combinations hereof) on about 11,000 HTML pages on daily versions of 17 web sites over......We present, WebSelF, a framework for web scraping which models the process of web scraping and decomposes it into four conceptually independent, reusable, and composable constituents. We have validated our framework through a full parameterized implementation that is flexible enough to capture...... a period of more than one year. Our framework solves three concrete problems with current web scraping and our experimental results indicate that com- position of previous and our new techniques achieve a higher degree of accuracy, precision and specificity than existing techniques alone....

  13. PENENTUAN ANGKA OKTANA BAHAN BAKAR KOMERSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KINETIKA OKSIDASI DAN PEMBAKARAN HIDROKARBON MULTIKOMPONEN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yuswan Muharam

    2012-11-01

    Full Text Available One of the characteristics of gasoline fuel is anti-knock property represented by its octanenumber. The determination of octane numbers in Indonesia is by using cooperative fuel researchengines. The usage of cooperative fuel research engines in Indonesia has constraints, i.e. the limitednumber of the units and the old age. This study aims to obtain the octane numbers of commercialfuels by using kinetic models. The kinetics models of the oxidation and combustion of primaryreference fuel and multi component hydrocarbons are used to calculate the ignition delay times ofprimary reference fuel and commercial fuels, respectively. The ignition delay times of primaryreference fuel and commercial fuels are calculated at the same initial pressure and temperature, aswell as the same equivalence ratio. The octane number of a commercial fuel is known if its ignitiondelay time agrees with that of PFR possessing a certain volume percentage of isooctane. The modelgenerates the octane numbers of commercial fuels BB-A being 92.5, BB-B being 94.5, BB-C being89, BB-D being 90.5 and BB-E being 91.5 with the good agreement with those claimed by the fuelproducers. Salah satu karakteristik bahan bakar bensin adalah sifat anti ketukan yang dinyatakan dengan angkaoktana. Penentuan angka oktana di Indonesia menggunakan mesin CFR (cooperative fuel research.Pemakaian mesin CFR di Indonesia memiliki kendala, yaitu jumlah unit terbatas dan usia tua.Penelitian ini bertujuan mendapatkan angka oktana bahan bakar komersial dengan menggunakanmodel kinetika. Model kinetika oksidasi dan pembakaran bahan bakar rujukan utama dan modelhidrokarbon multikomponen yang telah divalidasi masing-masing digunakan untuk menghitungwaktu tunda ignisi bahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial. Waktu tunda ignisibahan bakar rujukan utama dan bahan bakar komersial dihitung pada tekanan dan temperatur awal,serta rasio ekuivalensi yang sama. Angka oktana suatu bahan bakar komersial

  14. PENGEMBANGAN PROGRAM VRML (VIRTUAL REALITY MODELLING LANGUAGE UNTUK E-LEARNING BERBASIS WEB TERINTEGRASI DALAM PHP-MySQL MATA KULIAH ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA POKOK BAHASAN SISTEM TATA SURYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Azwar Anas

    2012-01-01

    Full Text Available Pemahaman tentang fenomena sistem tata surya  membutuhkan daya imaginasi yang cukup. Hal ini merupakan salah satu kesulitan dalam memahami materi tentang sistem tata surya, sehingga diperlukan adanya visualisasi untuk membantu mengatasi kesulitan tersebut. Salah satu visualisasi adalah dengan menggunakan program visualisasi 3D. Pembuatan program diawali dengan identifikasi masalah dan persiapan perangkat lunak. Dalam hal ini program yang digunakan adalah VRML(Virtual Reality Modelling Language. Pelaksanaan pembuatan program dimulai dengan memodelkan gejala-gejala fisis yang terkait dengan fenomena sistem tata surya. Bahasa pemrograman VRML hanya mampu melakukan perhitungan dasar yang sangat sederhana. Untuk perhitungan data yang kompleks digunakan bantuan Microsoft Office Excel. Data yang dihasilkan dari perhitungan menggunakan Microsoft Office Excel kemudian dimasukkan ke dalam list program VRML. Hasil penelitian berupa pemodelan sistem tata surya yang diintergrasikan dalam e-learning berbasis web. Untuk menampilkan hasil program ini digunakan browser Cortona VRML player. Tampilan 3D yang dihasilkan menarik dan interaktif. User dapat mengamati model 3D dari berbagai sudut pengamatan dengan menggunakan toolbar yang tersedia pada browser. Kata kunci : VRML, visualisasi 3D, sistem tata surya

  15. Analisis Kebijakan Distribusi Bahan Baku Rotan Dengan Pendekatan Dinamik Sistem Studi Kasus Rotan Indonesia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nurlaela Kumala Dewi

    2015-09-01

    Full Text Available Penghentian ekspor bahan baku rotan, ternyata belum membuat industri mebel di Tanah Air mendapat pasokan bahan baku yang memadai. Sejumlah pengrajin di daerah asal bahan baku rotan seperti Cirebon, Semarang, Surabaya, Jakarta dan daerah industri pengolah bahan baku rotan tetap mengeluh kekurangan bahan baku. Kalau pun ada, harganya sudah naik sampai 30%. Beberapa penelitian tentang cara pendistribusian bahan baku rotan sampai saat ini belum ada yang membahas tentang bagaimana cara mendistribusikan bahan baku dari upstream (hutan, asal bahan baku rotan ke downstream (industri pengolahan baha baku rotan menjadi mebel rotan sehingga masalah ini menjadi menarik dan seperti kita ketahui bahwa bahan baku rotan merupakan komoditi yang dimiliki oleh Indonesia sebagai penghasil rotan nomer satu dunia. Tujuan penelitian ini adalah membangun suatu model dinamika yang dapat menerangkan keterkaitan antar faktor di dalam jalur distribusi bahan baku rotan dalam upaya memahami interaksi dari sektor transportasi, logistic dan kebijakan pemerintah dalam mendukung industri rotan nasional. Dengan mengacu pada kebijakan yang telah ada maka dalam penelitian ini ingin dikaji apakah kebijakan pemerintah tersebut saat ini dapat meningkatkan kondisi bahan baku rotan tetap stabil dan meningkatkan perekonomian di daerah asal bahan baku rotan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah simulasi dinamika sistem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan yang ada saat ini ternyata belum berpengaruh dalam menstabilkan kondisi pasokan bahan baku rotan dan meningkatkan perekonomian daerah penghasil rotan yang ada di Indonesia. Untuk itu disusunlah beberapa skenario yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan pasokan bahan baku rotan ke industri rotan nasiona. Adapun skenario itu adalah sebagai berikut : meningkatkan pendapatan petani dan pengepul dengan menitik beratkan pada investasi  dan skenario meningkatkan tingkat pendapatan daerah dengan tetap menjaga

  16. EFEK DENSITAS BAHAN BAKAR TERHADAP PARAMETER KOEFISIEN REAKTIVITAS TERAS RRI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rokhmadi Rokhmadi

    2015-03-01

    Full Text Available Manfaat yang luas penggunaan reaktor riset membuat banyak negara membangun reaktor riset baru. Kecenderungan saat ini adalah tipe reaktor serbaguna (MPR dengan teras yang kompak untuk mendapatkan fluks neutron yang tinggi dengan daya yang relatif rendah. Reaktor riset yang ada di Indonesia usianya sudah tua semuanya. Oleh karena itu diperlukan desain reaktor riset baru sebagai alternatif, disebut reaktor riset inovatif (RRI, kelak pengganti reaktor riset yang sudah ada. Tujuan dari riset ini untuk melengkapi data desain RRI sebagai salah satu persyaratan untuk perizinan desain. Perhitungan dilakukan untuk memperoleh nilai koefisien reaktivitas teras RRI dengan konfigurasi teras setimbang yang optimal dengan konfigurasi teras 5×5 dan daya 20 MW, memiliki panjang operasi satu siklus lebih dari 40 hari. Perhitungan koefisien reaktivitas teras RRI dilakukan untuk bahan bakar baru U-9Mo-Al dengan kerapatan bervariasi. Perhitungan dilakukan dengan paket program WIMSD-5B dan BATAN-FUEL. Hasil pehitungan digunakan untuk melengkapi data desain konseptual teras yang menunjukkan bahwa teras setimbang reaktor RRI dengan konfigurasi 5×5, tingkat muat 235U sebesar 450 g, 550 g dan 700 g memiliki nilai koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, temperatur moderator, densitas moderator dan void semuanya negatif dan nilainya sangat bervariasi. Hal ini sudah memenuhi kriteria keselamatan desain konseptual teras RRI. Kata kunci: desain konseptual, bahan bakar uranium-molibdenum, koefisien reaktivitas, WIMS, BATANFUEL   The multipurpose of research reactor utilization make many countries build the new reserach reactor. Trend of this reactor for this moment is multipurpose reactor type with a compact core to get high neutron flux at the low or medium level of power. The research reactor in Indonesia right now is already 25 year old. Therefor, it is needed to design a new research reactor as a alternative called it innovative research reactor (IRR and then as

  17. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN BAHAN PANGAN LOKAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wildan Saugi

    2015-11-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan pengolahan bahan pangan lokal yang dapat memberdayakan warga perempuan dusun Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. Penelitian ini merupakan participatory action research (PAR dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala dusun, tujuh anggota tim pengelola dusun, dan 15 warga perempuan dusun. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1 Perencanaan partisipatoris terdiri dari identifikasi kebutuhan dusun dan penyiapan tim pengelola program dusun. (2 Pelaksanaan proses pemberdayaan melalui pelatihan dimulai dengan  menyiapkan tim pengelola, membentuk  kelompok usaha, menjalin kemitraan dengan pihak pemerintah dan swasta, membangun rumah produksi, mengajukan izin produksi, produksi dan pemasaran produk,  melakukan studi banding ke industri rumah tangga, melakukan perbaikan dan diversifikasi produk, dilanjutkan dengan pelatihan massal, dan pendampingan. (3 Indikator keberhasilan pelatihan diantaranya adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan warga, serta diperolehnya pendapatan hasil usaha penjualan produk. (4 Keberlanjutan program pemberdayaan perempuan ditunjukkan dengan telah adanya pengembangan produk atau variasi produk dan terbentuknya kemandirian tim. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan, pelatihan, bahan pangan lokal   WOMAN EMPOWERMENT THROUGH LOCAL PRODUCE PROCESSING TRAININGS Abstract This research aims to reveal the local produce processing that can empower women in Pagerjirak, Kejobong, Purbalingga. This research was participatory action research with the qualitative and quantitative approach. The research subject consisted of the village chief, core team consisting of seven people, and 15 women in the village. The research data were obtained through observations, interviews, and documentation. The results of research are as follows. (1 The participatory planning

  18. PROSEDUR PEMESANAN DAN PENERIMAAN BAHAN PASTRY UNTUK KEGIATAN PRODUKSI DI HOTEL HILTON BANDUNG

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anisa Apriani

    2016-03-01

    Full Text Available Abstract - Pastry is one of the departments of the hotel to provide a dessert dish.variouscake and dessert should be produced by the pastry every day in accordance with the request of the banquet event order (BEO. To produce the cake and dessert pastry section requires the availability of the raw materials. The basic ingredients are obtained from the order process until receiving of the pastry. use of materials is also onr of the things that influence the availablility of pastry. However in the event booking process and receipt of materials often found obstacles. These barriers have a major on operational at the pastry Hilton Hotels Bandung. The method used was a case study which is a method that takes a particular object to be analyzed in depth by focusing on an issue. Based on the result of research regarding the booking procedure and acceptance of the pastry authors find the constraints, the first one is from suppliers could not send the raw materials at the time of red date or holiday. The second one is from internal parties Hilton that reducing the number of orders that have been submitted by the pastry and the distribution of materials that are not yet well-organized, because many raw materials pastry that is used along with other outlets. So often the materials ordered for pastry and even used by other outlets and causing the pastry to run out of raw materials.   Key words : Pastry, Order, Receipt, Raw Materials   Abstrak - Pastry merupakan salah satu departmen di hotel yang bertugas untuk menyediakan hidangan dessert. Bermacam - macam cake dan dessert harus diproduksi oleh bagian pastry setiap harinya sesuai dengan permintaan dari Banquet Event Order (BEO. Untuk memproduksi cake dan dessert tersebut bagian pastry membutuhkan ketersediaan bahan baku. Bahan baku tersebut didapatkan dari proses pemesanan hingga penerimaan bahan pastry. Penggunaan bahan juga merupakan salah satu hal yang mempengaruhi ketersediaan bahan pastry. Namun pada

  19. Uudised : Tormisega Amsterdamis. AS Ösel toetab Voices of Europe'i kontserti / Ingrid Peek

    Index Scriptorium Estoniae

    Peek, Ingrid

    2000-01-01

    15. aug. dirigeeris E. Klas Amsterdami Concertgebouws V. Tormise "Avamängu nr. 2". AS Ösel toetab 100 000 krooniga 1. sept. toimuvat kontserti, kus tuleb ettekandele A. Pärdi uudisteos "which was the son of"

  20. PEMANFAATAN KOTORAN AYAM DENGAN CAMPURAN CANGKANG KARET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Irawan

    2013-12-01

    Full Text Available Berdasarkan Statistik Energi Indonesia (DESDM, 2004 cadangan minyak bumi di Indonesia hanya tersisa sekitar sembilan milyar barel. Apabila energi terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru diperkirakan cadangan yang dimiliki Indonesia akan habis dalam dua dekade mendatang. Mengenai hal ini pemerintah sudah membuat peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi dalam hal dapat mengembangkan sumber energi alternatif untuk pengganti bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut menekankan sumber daya yang dapat diperbaharui sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak. Berbagai solusi yang telah ditawarkan oleh para ilmuwan didunia untuk mengatasi ketergantungan terhadap minyak bumi, yaitu dengan menggunakan energi baru terbarukan. Biomasa adalah suatu limbah padat yang bisa di manfaatkan lagi sebagai bahan bakar. Biomasa meliputi limbah pertanian, perkebunan dan hutan, komponen dari indusri dan rumah tangga, salah satu pemanfaatan biomasa adalah dibuat briket. Briket adalah energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan perekat tepung tapioka 1 : 3 bahan baku dari briket ini mengunakan limbah - limbah sisa produksi, baik itu rumah tangga, pekebunan maupun sampah dari proses alam, seperti daun – daun yang gugur. Bahan baku pembuatan briket dalam penelitian ini adalah kotoran ayam dan cangkang karet. Hasil pengujian briket kotoran ayam dan cangkang karet adalah pembuatan briket dengan satu bentuk analisa proksimasi (nilai kalor, air, abu, fixed karbon dari pengujian pembakaran temperature yang baik yaitu 433 pada briket kotoran ayam dan cangkang karet pada perbandinganya yaitu 40 : 60 pada ke 16 efisiensi pembakaran perbandingan paling banyak adalah proksimasi.

  1. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aan Subhan Pamungkas

    2016-08-01

    Full Text Available Penelitian ini dilatarbelakangi dengan belum adanya bahan ajar untuk peningkatan kemampuan penalaran matematis bagi mahasiswa calon guru matematika sekolah menengah. Mengingat kemampuan penalaran tersebut sangat diperlukan untuk menarik kesimpulan atas permasalahan matematis, maka dirancanglah bahan ajar yang dapat mengembangkan kemampuan  bernalar mahasiswa. Produk dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar dalam bentuk lembar kerja mahasiswa. Metode yang digunakan adalah menggunakan penelitian pengembangan dengan model 4D, yaitu meliputi: (1 Define, pada tahapan ini pengembang melakukan analisis masalah dan potensi; (2 Design, pada tahap ini pengembang membuat produk awal (prototype atau rancangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada; (3 Development, pada tahap ini kegiatan yang dilakukan dibagi kedalam dua kegiatan yaitu: expert appraisal dan developmental testing; (4 Disseminate, pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah validation testing. Adapun hasil dari uji coba ahli menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan termasuk kedalam kategori baik dan layak (80% digunakan untuk sumber pendukung perkuliahan. Kata Kunci: Kemampuan Penalaran, Bahan Ajar

  2. PEMILIHAN PRIORITAS BAHAN BAKU BIOAVTUR DI INDONESIA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARKHI PROCESS (AHP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agung Siswahyu

    2014-07-01

    serangkaian proses konversi biomassa  berupa serat, gula, tepung dan minyak nabati.  Proses konversi bahan tersebut  bisa  melalui  proses  transesterifikasi,  perlakuan  panas  (pyrolisis  dan  hydrothermal, perlakuan hidrolisis oleh enzim, fermentasi, dan fischertrops.  Indonesia  memiliki potensi bahan baku yang melimpah, produksi minyak kelapa sawit Indonesia tahun 2014 mencapai 29,41 juta ton, minyak kelapa 3,38 juta ton dan 4.6 Ton minyak inti sawit ditahun 2014.  Tujuan penelitian ini adalah memilih prioritas bahan baku bioavtur dengan metode Analytical Hierarkhi Process (AHP. Hasil analisis AHP menunjukkan  bahwa  minyak  sawit  adalah  bahan  baku  yang  paling  potensial  dengan  bobot  0,361, kemudian  urutan  kedua  adalah  biomassa bobot  nilai  0,327  sedangkan  minyak intisawit  dan kelapa berbobot  0,156.  Berdasarkan  analisis  AHP  maka  pemanfaatan  bahan  baku  terbarukan  (renewable resourcess berbasis minyak nabati seperti minyak kelapa sawit untuk produksi bioavtur menjadi salah satu solusi yang potensial.

  3. La teneur en iode du sel de cuisine consommé à Lubumbashi et le ...

    African Journals Online (AJOL)

    Introduction: la consommation du sel faiblement iodé peut engendrer des troubles divers liés à la carence iodée Ce travail a pour objectif d'évaluer la teneur en iode ... Conclusion: la faible disponibilité en iode du sel consommé à Lubumbashi pourrait être responsable d'une grande proportion de la carence iodée observée ...

  4. Fabrication à grande échelle de sel doublement enrichi pour ...

    International Development Research Centre (IDRC) Digital Library (Canada)

    Application à grande échelle de la production et de la distribution du sel doublement enrichi en Inde (FCRSAI, phase 2). Après avoir réalisé des travaux en laboratoire et dans le cadre de projets pilotes pendant une décennie au Canada et en Inde, on a mis à l'essai avec succès une préparation de sel doublement enrichi ...

  5. Pengaruh Kuat Arus Listrik DC Pada Selenoid Terhadap Kecepatan Linear Sel Biologis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nuri Nuri

    2016-09-01

    Full Text Available Sel biologis merupakan kumpulan partikel yang bermuatan listrik. Jika sel biologis didekatkan dengan muatan listrik yang mengalir maka akan terpengaruh akibat adanya medan listrik dari muatan pada kabel penghantar. Hal ini dipicu adanya gaya interaksi antara muatan dalam inti sel dengan awan elektron yang menyelubunginya, terhadap medan listrik luar yang berasal dari aliran muatan kawat selenoid. Dalam kajian ini ditinjau secara mikroskopis pengaruh muatan listrik yang mengalir pada selenoid terhadap sel darah. Penelitian dilakukan pada setetes darah yang ditempatkan pada preparat microscop, di depan pereparat dipasang sebuah selenoida 1000 lilitan dengan panjang 5 cm, tegangan DC konstan 12 volt dengan nilai kuat arus diubah-ubah. Dengan perbesaran  1000 kali untuk memudahkan pengamatan, dibantu dengan camera digital yang terkoneksi langsung dengan laptop. Hasil yang didapatkan adalah dalam keadaan tanpa arus listrik sel darah diam, pada saat arus menaglir 0,05 A - 0,38 A  dihasilkan kecepatan dengan rentang nilai antara 11,11 pixel/sekon hingga 28,57 pixel/sekon. Kesimpulannya perubahan kuat arus pada selenoid berkorelasi positif terhadap kecepatan sel darah.

  6. STUDI TERHADAP UNJUK KERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA 1,9 KW DI UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gatot Ary Anggara

    2014-10-01

    Full Text Available Pembangkit Listrik Tenaga Surya 1,9 kW di Universitas Udayana Bukit Jimbaran memiliki komponen dan spesifikasi seperti, PV module Solarex MSX60 dengan kapasitas 60 Wp sebanyak 32 unit, inverter SP500 SinePro dengan kapasitas 500 W, charger controller SinPro 10 A dan 2 unit baterai Delkor DIN60038 dengan kapasitas masing-masing baterai 100Ah. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran tegangan dan arus PV module. Pengukuran dimulai pada pukul 07.00 Wita sampai 18.00 Wita, maka diperoleh hasill pengukuran PV module, tegangan keluaran tertinggi sebesar 12.72 V dan arus sebesar 2.37 A pada pukul 13.00 Wita. Sedangkan tegangan keluaran terendah sebesar 0.57 V dan arus sebesar 0.14 A pada pukul 18.00 Wita. Total daya dari 32 PV module sebesar 960 W. Dari 32 PV module hanya 8 buah yang digunakan untuk mensuplai beban. Agar daya PLTS optimal maka 32 PV module akan digunakan untuk mensuplai beban di area internet corner. Baterai sebanyak 15 unit dengan kapasitas 1.455 Ah, inverter dengan kapasitas 6.000 Watt dan charger controller dengan rating arus 20 Ampere sebanyak 4 unit.

  7. ANALISA PEMANFAATAN EXCESS COKE OVEN GAS SEBAGAI BAHAN BAKAR GAS HEATER DI IRON MAKING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Edi Suderajat

    2016-02-01

    Full Text Available Analisa pemanfaatan excess Coke Oven Gas Sebagai Bakar Bakar Gas Heater dilakukan untuk Memanfaatkan excess COG dari coke oven plant yang berjumlah 11.722 NCMH untuk dipakai sebagai bahan bakar di gas heater dan juga untuk meningkatkan ketersediaan gas bakar akibat makin menurunnya pasokan dan semakin mahalnya gas alam. Dari hasil perhitungan Coke oven gas (COG memiliki nilai kalor yang relatif tinggi, yaitu sekitar 4,373.56 kCal/Nm3 atau kira-kira setengah nilai kalor gas alam yang mencapai 8600 kCal/Nm3. Apabila digunakan sebagai bahan bakar di gas heater akan berdampak Heat Duty kecil, Namun hal ini bisa diantisipasi dengan menambah flow dari COG yang akan masuk ke gas heater, apabila COG digunakan sebagai bahan bakar maka dapat menggantikan hampir separuh dari kebutuhan gas alam untuk volume yang sama

  8. Perancangan, Pembuatan dan Karakterisasi Tranduser Ultrasonik 3,5 MHz Untuk Pengujian Bahan Padat

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mokhamad Halim Fathoni

    2013-09-01

    Full Text Available Dalam tugas akhir ini telah dibuat sepasang transduser ultrasonik untuk pengujian bahan padat. Konstruksi transduser ultrasonik yang dibuat terdiri dari holder berbahan akrilik dan kuningan, backing material berbahan styrofoam, epoxy dan busa karet, elemen aktif berbahan piezoelektrik dan matching layers menggunakan akrilik. Bahan penyusun konstruksi tersebut dilakukan pengujian untuk mengetahui  karakteristik transduser ultrasonik.Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh  karakteristik transduser ultrasonik dengan holder berbahan akrilik, backing material berbahan styrofoam, frekuensi resonansi sebesar 3.5 MHz, bandwith sebesar 2.04 MHz, respon impulse >10 siklus, delay sebesar 1,6 us ,Q (faktor kualitas mekanis getaran harmonis sebesar 1,667 dan impedansi sebesar 78,6 ohm. Untuk pengujian cacat bahan didapatkan hasil bahwa transduser ultrasonik bisa mendeteksi adanya cacat dan mengestimasi panjang ukuran cacat dengan error pengukuran sebesar 0.5 cm. Namun, kedalaman cacat tidak bisa ditentukan sehingga dibutuhkan pengukuran sistem echo untuk memperbaiki pengukuran tersebut.

  9. KARAKTERISASI STRUKTUR MIKRO DAN STRUKTUR KRISTAL FILM TEBAL FETIO3 DARI BAHAN MINERAL INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yus Rama Denny

    2016-07-01

    Full Text Available Telah dilakukan studi awal pembuatan dan pengolahan bahan mineral Indonesia sebagai bahan dasar pembuatan termistor NTC. Bahan mineral yarosit dari alam dimurnikan dengan larutan HCl, diendapkan dengan menggunakan NH4OH dan dipanaskan pada suhu kalsinasi 700oC selama 2 jam. Pembuatan termistor NTC dilakukan dengan mecampurkan serbuk yarosit hasil pemurnian dan pengendapan dengan TiO2. Pasta termistor FeTiO3 dicetak dipermukaan alumina substrat dengan metode screen printing, kemudian dilakukan pemanasan pada suhu 500oC selama 1 jam diruangan udara dilanjutkan disinter pada suhu 1100oC selama 1 jam diruangan hidrogen. Sifat listrik keramik film tebal hasil sinter diukur pada berbagai suhu. Struktur kristal dievaluasi dengan difraksi sinar x (XRD, dan struktur mikro dievaluasi dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope. Data analisis XRD memperlihatkan bahwa seluruh keramik film tebal berstruktur heksagonal (Illiminite. Data struktur mikro dan sifat listrik memperlihatkan bahwa termistor dari yarosit memenuhi kebutuhan pasar.

  10. The maturing of the quality improvement paradigm in the SEL

    Science.gov (United States)

    Basili, Victor R.

    1993-01-01

    The Software Engineering Laboratory uses a paradigm for improving the software process and product, called the quality improvement paradigm. This paradigm has evolved over the past 18 years, along with our software development processes and product. Since 1976, when we first began the SEL, we have learned a great deal about improving the software process and product, making a great many mistakes along the way. Quality improvement paradigm, as it is currently defined, can be broken up into six steps: characterize the current project and its environment with respect to the appropriate models and metrics; set the quantifiable goals for successful project performance and improvement; choose the appropriate process model and supporting methods and tools for this project; execute the processes, construct the products, and collect, validate, and analyze the data to provide real-time feedback for corrective action; analyze the data to evaluate the current practices, determine problems, record findings, and make recommendations for future project improvements; and package the experience gained in the form of updated and refined models and other forms of structured knowledge gained from this and prior projects and save it in an experience base to be reused on future projects.

  11. EFEKTIVITAS BAHAN AJAR IPA TERPADU TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    L. Yuliati

    2013-01-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar IPA terpadu untuk SMP, khususnya tema Air Limbah Rumah Tangga. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan Pretest-Postest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMPN 20 Malang kelas VII. Sampel ditetapkan dengan purposive sampling. Perlakuan pada kelompok eksperimen adalah pembelajaran yang menggunakan bahan ajar IPA terpadu, sedangkan kelompok kontrol  menggunakan buku  sekolah elektronik (BSE. Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes, lembar observasi pembelajaran, dan perangkat  pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan Anava AB untuk uji perbedaan rerata dan uji scheffe untuk uji efektivitas bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA Terpadu dengan siswa SMP yang menggunakan bahan ajar IPA yang terpisah bidang kajiannya, dan bahan ajar IPA terpadu efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. This study aims totest the effectiveness of an integrated science teaching materials for students of junior high school, particularly in themeof Domestic Wastewater. The study designused a quasi-experimental pretest-posttest with control group design. The experiment was conductedin Junior High School of Malang. Samples were determined by purposive sampling. Treatmentin the experimental group was learning to integrated science teaching materials, whereas in the control group with the teaching materials available in schools. The instrument used were a matter oftestitems, observation sheets of learning, and learningtools. Data analysis was performed with AnovaAB totestmean difference and Scheffetesttotestthe effectiveness ofinstructional materials. The results showed that 1there aredifferences inhigher-order thinkingskillsinjunior high school students using teaching materials in integrated science withjunior high school students

  12. Penggunaan Ekstrak Bahan Alami Untuk Menghambat Infestasi Lalat Selama Penjemuran Ikan Jambal Asin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Ariyani

    2007-11-01

    Full Text Available lkan jambal asin adalah ikan asin kering yang dibuat dengan cara memfermentasikan ikan dalam garam sebelum penjemuran. Untuk mengurangi infestasi lalat selama penjemuran pada pengolahan ikan jambal asin, penelitian penggunaan ekstrak bahan alami sebagai insektisida telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Pada penelitian pendahuluan, bahan baku yang digunakan adalah ikan manyung (Arius thalassinus dan bahan alami yang diuji adalah ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss dan daun picung (Pangium edule Reinw masing‑masing dengan konsentrasi 2,5; 7,5; 10,0; 12,5 % (b/v, serta ekstrak bawang putih (Allium sativum dengan konsentrasi 1,5; 3,0; 4,5; 6,0; 7,5 % (b/v. lkan yang telah difermentasi dalam garam direndam dalarn ekstrak bahan alami selama 30 detik, kemudian dilakukan penjemuran sehingga menjadi ikan jambal asin. Selama penjemuran dan penyimpanan dilakukan pengamatan tingkat infestasi lalat, larva dan pupa. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih merupakan bahan yang paling efektif untuk menghambat infestasi lalat sehingga dipilih untuk digunakan pada penelitian utama. Pada penelitian utama, bahan baku yang digunakan adalah ikan patin (Pangasius hypophthalmus. lkan patin yang telah difermentasi direndam dalam ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 3, 6 dan 9% (b/v dengan waktu perendaman 0, 5, 10, dan 15 menit. Pengamatan dilakukan terhadap tingkat infestasi lalat dan karakteristik organoleptik produk ikan jambal asin. Hasil penelitian utama menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yang memberikan tingkat infestasi lalat terkecil dan dapat diterima panelis adalah perendaman dalarn ekstrak bawang putih 9% selama 10 menit.

  13. PEMBENTUKAN SEL-SEL MESIN UNTUK MENDAPATKAN PENGURANGAN JARAK DAN BIAYA MATERIAL HANDLING DENGAN METODE HEURISTIK DI PT. BENGKEL COKRO BERSAUDARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang Purwanggono

    2012-02-01

    Full Text Available Tata letak pabrik dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik dengan memanfaatkan luas seoptimal mungkin guna menunjang kelancaran proses produksi. Tata letak fasilitas pada PT. Cokro Bersaudara diatur berdasarkan process layout dimana segala jenis mesin / fasilitas produksi lainnya yang memiliki tipe atau jenis yang sama ditempatkan dalam satu tempat. Dengan layout seperti itu perusahaan memperoleh keuntungan berupa fleksibilitas dalam memproduksi produk yang memiliki tingkat variasi yang tinggi, namun sebagai akibatnya perusahaan menghadapi permasalahan berupa tingginya kebutuhan material handling. Cellular Manufacturing System adalah aplikasi dari Group Technology yang merupakan metode pengaturan fasilitas-fasilitas produksi yang dibutuhkan untuk memproses suatu part family tertentu kedalam sel manufaktur. Dengan menerapkan Cellular Manufacturing System dapat diketahui pengurangan jarak antar mesin dan biaya material handling. Berdasarkan pengolahan data menggunakan algoritma heuristik yaitu Bond Energy Algorithm (BEA, Rank Order Clustering (ROC, dan Rank Order Clustering 2 (ROC 2 disimpulkan bahwa metode terpilih adalah metode BEA, dengan mengelompokkan 6 mesin (M dan 6 komponen (P kedalam 2 sel manufaktur, dimana sel 1 (M4, M6, M1, M2, P2, P5, P6, P1 dan sel 2 (M4, M6, M1, M3, M5, P3, P4. Dengan perubahan layout ini didapatkan pengurangan total jarak material handling sebesar 428,06 meter dan pengurangan biaya material handling sebesar Rp. 2.111.316,058 / bulan Kata Kunci : Cellular Manufacturing System, Algoritma Heuristik, Gorup Technology

  14. Pengolahan Batang Kudzu Menjadi Bahan Baku Serat untuk Produk Kerajinan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Widiastuti

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKKudzu (Pueraria sp. adalah tanaman merambat yang telah dibudidaya untuk dimanfaatkan batangnya  untuk serat tenun/anyaman;  daun untuk pakan ternak; umbi untuk pangan alternatif maupun kosmetik. Potensi Kudzu di Indonesia cukup besar, daerah penghasil pengolahan kudzu adalah Sumatera Utara; Purwakarta dan Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah serat kudzu menjadi bahan baku produk kerajinan. Penelitian yang dilakukan meliputi 2 tahap yaitu tahap  pemisahan batang kudzu menjadi serat dengan fermentasi EM4, tahap pengolahan serat kudzu meliputi pemasakan, pengelantangan, mordant  dan pencelupan dengan zat warna alam, pertenunan. Kemudian diuji ketahanan luntur warna terhadap sinar matahari. Hasil uji menunjukkan bahwa tenunan serat kudzu baik sekali dalam nilai penyerapan zat warna alam, ditunjukkan dengan hasil uji ketahanan luntur mencapai 5 skala abu-abu (grey scale. Nilai rendemen serat kudzu sebesar 1,4 - 1,67 % dari 1 kg batang basah kudzu menghasilkan 14 – 17 g serat kudzu. Kata kunci: produk kerajinan, serat kudzu ABSTRACTKudzu (Pueraria sp. is a vine that have been cultivated for the stem used for fiber woven / woven ; leaves for fodder ; bulbs for alternative food and cosmetics . Kudzu potential in Indonesia is quite large , kudzu processing producing areas are North Sumatra ; Purwakarta and Magelang . The research was conducted on the two phases: separation of kudzu stem into fibers with EM4 fermentation , fiber processing stage kudzu include cooking , bleaching , mordant , dyeing with natural dyes and weaving. Then tested color fastness to sunlight . The test results showed that kudzu woven fibers excellent in absorption value of natural dyes , indicated by test results fastness reach 5 gray scale . Kudzu fiber yield value of 1.4 to 1.67 % from 1 kg wet bar kudzu produces 14-17 g fiber kudzu .  Keywords: craft product, kudzu fiber

  15. POMPA AIR BERTENAGA HIBRID UNTUK IRIGASI TANAMAN BUAH NAGA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danar Susilo Wijayanto

    2016-12-01

    Full Text Available Pemanfaatan angin dan radiasi matahari sebagai sumber energi bisa mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar fosil, mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang, dan mendukung konservasi sumber daya alam. Pengabdian ini menerapkan penggunaan sumber energi terbarukan untuk pompa air yang digunakan sebagai sumber irigasi tanaman buah dan sayuran pada pertanian organik di Balai Percontohan Pertanian (BPP Ngasinan, Kelurahan Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Teknologi hibrid menggabungkan turbin tenaga angin dan sel surya untuk memberikan pasokan listrik kepada pompa yang mengangkat air dengan Total Dynamic Head (TDH 12 meter. Sistem hibrid turbin angin dan solar sel mampu menghidupkan pompa air, sehingga pompa bisa mengalirkan air dari sumur ke tandon air. Sistem irigasi tetes dari tandon ke tanaman buah naga menyebabkan tanaman selalu lembab, sehingga mengurangi resiko kekeringan dan penyakit tanaman.

  16. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA LEVEL IGCSE BERBASIS TUGAS TERSTRUKTUR BAGI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA

    OpenAIRE

    Prahesti Tirta Safitri

    2016-01-01

    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketersedian bahan ajar matematika berbahasa inggris khususnya pada level IGCSE bagi mahasiswa program studi pendidikan matematika. Sesuai dengan tuntutan globalisasi dimana calon guru matematika harus siap bersaing untuk mengajar di sekolah manapun baik yang menggunakan kurikulum nasional, maupun internasional. Dengan begitu kemampuan bahasa inggris mahasiswa calon guru dalam pelajaran matematika sangat perlu untuk ditingkatkan. Hal tersebut meru...

  17. PENGARUH SUHU ANAEROBIK TERHADAP HASIL BIOGAS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LIMBAH KOLAM IKAN GURAME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Irawan

    2015-06-01

    Full Text Available ­­Semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil sebagai sumber energi bertolak belakang terhadap peningkatan kebutuhan energi seiring pertumbuhan populasi manusia, khususnya di Indonesia. Hal ini merupakan dasar perlunya pengembangan energi terbarukan sebagai upaya mengatasi berbagai permasalahan terhadap penggunaan energi fosil dan dampaknya pada lingkungan. Biogas sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan dapat menjadi salah satu solusi terhadap permasalah energi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan pengaruh suhu Anaerobik terhadap produksi biogas dengan menggunakan bahan baku limbah kolam ikan gurame. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah subtrat tanpa perlakuan suhu (T1, subtrat pada kondisi suhu mesofilik 350C (T2 dan subtrat kondisi suhu termofilik 550C (T3 pada 8 liter subtrat dalam digester. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan T1 mendapatkan volume akumulasi biogas 11.210 ml, laju aliran 448,4 ml/hari dan potensi biogas 1.401,25 ml/liter bahan baku, sedangkan untuk perlakuan T2 volume akumulasi biogas sebesar 19.370 ml, laju aliran 774,8 ml/hari dan potensi biogas 2.421,25 ml/liter bahan baku serta perlakuan T3 mendapatkan volume akumulasi biogas 4.210 ml, laju aliran 168,4 ml/hari dan potensi biogas 520 ml/liter bahan baku dengan tekanan yang sama pada semua perlakuan yaitu 101.570,25 N/m2. Uji nyala menunjukkan hasil nyala api biru biogas yang dihasilkan dari semua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan suhu Anaerobik berpengaruh terhadap hasil biogas. Dari hasil semua perlakuan kondisi yang paling baik adalah pada kondisi suhu mesofilik dengan penggunaan suhu 350C.

  18. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS LITERASI PADA MATERI BILANGAN BAGI MAHASISWA CALON GURU SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aan Subhan Pamungkas

    2017-09-01

    Full Text Available Abstrak. Literasi merupakan kemampuan yang perlu dikembangkan agar individu manpu memahami berbagai macam permasalahan sesuai dengan konteks yang terjadi. Ketersediaan bahan ajar yang mengacu pada kemampuan literasi masih sangat jarang dikembangkan, terutama di Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Dari masalah tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu bahan ajar matematika berbasis literasi bagi mahasiswa calon guru sekolah dasar. Materi dalam bahan ajar ini adalah bilangan pada mata kuliah konsep dasar matematika. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan meliputi Concept, Design, Collecting Materials, Assembly dan Test Drive and Distribution. Untuk menguji kualitas bahan ajar maka dilakukan uji kevalidan dan kepraktisan yang dinilai oleh ahli (ahli materi dan ahli pendidikan serta dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  produk hasil pengembangan termasuk kedalam kategori sangat valid menurut para ahli, praktis menurut penilaian dosen dan mahasiswa.  Kata Kunci: Bahan Ajar, Literasi, Bilangan  Abstract. Literacy is an ability that needs to be developed so that individuals are able to understand various problems in accordance with the context that occurs. The availability of teaching materials that refer to the literacy capability is still very rarely developed, especially in the Primary Teacher Education of Sultan Ageng Tirtayasa University. From the problem, the purpose of this research is to produce a literacy-based mathematics teaching material for students. The content in this teaching material is the numbers of the Konsep Dasar Matematika. This research is a research and development with development model consist of Concept, Design, Collecting Materials, Assembly and Test Drive and Distribution. To test the quality of instructional materials then tested the validity and practicality assessed by experts (material

  19. PEMANFAATAN POLIPLEKS KHITOSAN-pDNA DALAM TRANSFORMASI SEL Escherechia coli

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Putu Mahendra

    2014-10-01

    Full Text Available ABSTRAK: Penelitian berkaitan dengan pemanfaatan khitosan sebagai pelindung DNA plasmid (pDNA dalam proses transformasi sel pada sel inang Escherechia coli telah dilakukan yang bertujuan untuk memperoleh polipleks yang stabil dan untuk mengetahui dapat atau tidaknya diperoleh sel transforman dengan menggunakan polipleks. Penelitian ini diawali dengan melakukan isolasi khitosan dari limbah kulit udang yang memberikan derajat deasetilasi 83,30%. Selanjutnya dilakukan isolasi DNA plasmid dengan menggunakan kit dari Qiagen yang memberikan konsentrasi DNA plasmid 37,8 ?g/mL. Polipleks yang disintesis dari khitosan-DNA plasmid memberikan nilai potensial Zeta 9,63 mV. Penerapan polipleks dalam proses transformasi sel menunjukkan hasil positif, yang mana sel E. coli yang telah disisipkan material polipleks dan dibiakkan pada media ampisilin dapat tetap bertahan hidup, hal ini menunjukkan bahwa proses transformasi dengan polipleks khitosan-DNA plasmid telah berhasil dilakukan. Kata kunci: Khitosan, DNA Plasmid, Polipleks, Transformasi Sel   ABSTRACT: The research about the application of chitosan as the carrier and protecting agent for the plasmid DNA (pDNA in the cells transformation process on Escherechia coli had been carried out, the aim of this research was to obtain stabile and nanosize polyplex from chitosan and plasmid DNA and to get the information if the cells transformation process could be done using the polyplex. The chitosan was isolated from shrimp's shelled deacetylation degree of 83,3%. The concentration of plasmid DNA was 36,75 ug/mL isolated using a Qiagen kit. The chitosan-plasmid DNA polyplex had the Zeta potential of 9,63 mV. Further, the application of the polyplex on the transformation process of E. coli cells showed a positive result where E. coli cells that had been inserted with the polyplex were bred in amphicillin media still survived. This fact showed that the cells transformation process using the polyplex was successfully

  20. PENGARUH EKSTRAK METANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn. TERHADAP VIABILITAS GALUR SEL KANKER PROSTAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Retno Yulianti

    2014-12-01

    Full Text Available AbstrakDaun sirsak mengandung senyawa aktif annonaceous acetogenins yang memiliki efek sitotoksik pada sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak terhadap viabilitas dan peningkatan daya hambat terhadap galur sel kanker prostat PC3. Desain penelitian adalah eksperimental in vitro. Subyek penelitian adalah cell line PC3 yang terbagi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol sel, kelompok perlakuan dengan ekstrak metanol daun sirsak (EMDS dengan konsentrasi 6,25; 12,5 dan 25 mg/mL dan kelompok doksorubisin. Kelompok perlakuan diuji viabilitas sel dengan MTT assay pada inkubasi 0 dan 24 jam dan dilakukan pengamatan morfologi sel. Data dianalisis dengan uji statistik ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan penurunan nilai OD pada kelompok EMDS 6,25 dan 12,5 ug/mL, namun uji statistik tidak berbeda bermakna dan kemampuan menghambat viabilitas sel paling besar ada pada kelompok EMDS 12,5 ug/mL (nilai OD 0,94. Pengamatan morfologi sel menunjukkan efek sitotoksik. Kesimpulan: Ekstrak metanol daun sirsak memiliki peran potensial sebagai antikanker terhadap galur sel kanker prostat PC3 meskipun sangat kecil efek penghambatannya.AbstractSoursop leaves contain annonaceous acetogenins active compounds that have a cytotoxic effect on cancer cells. The aim of this study is to determine the effect of soursop leaf extract on the viability and inhibitory rate on the prostate cancer cell line PC3. The study was an experimental in vitro study. Subjects were 5 groups of PC3 cell line: cell control group, the group treated with methanol extract of soursop leaves (EMDS with the concentrations of 6.25; 12.5 and 25 mg/mL and the doxorubicin group. The groups were tested using the MTT cell viability assay at 0 and 24 hours of incubation followed by PC3 cell morphology examination. Data were analyzed by ANOVA test. The results showed a decrease in the OD value of 6.25 and 12.5 ug/mL EMDS group, but statistical tests did not differ significantly

  1. Pengaruh Campuran Bahan Bakar dengan Peralatan Elektromagnet terhadap Emisi Gas Buang pada Motor Bakar Bensin 3 Silinder

    OpenAIRE

    Lolo, Roni Tandi; Suyatno, Agus; S, Suriansyah

    2013-01-01

    Berbagai cara telah dilakukan untuk menciptakan alat yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna dan dapat menghasilkan emisi gas buang yang sangat baik sehingga tidak terlalu mencemari kondisi udara disekitar . Akan tetapi sekarang ini orang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakar sebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran. Metode yang dapat digunakan adalah aplikasi medan magnet (elektromagnet) kare...

  2. Variasi Campuran Bahan Bakar dengan Peralatan Elektromagnet terhadap Emisi Gas Buang pada Motor Bakar Bensin 3 Silinder

    OpenAIRE

    Suyatno, Agus

    2011-01-01

    Berbagai cara telah dilakukan untuk menciptakan alat mana yang dapat menghemat bahan bakar yang paling sempurna dan dapat menghasilkan emisi gas buang yang sangat baik sehingga tidak terlalu mencemari kondisi udara disekitar . Akan tetapi sekarang ini orang masih terus melakukan percobaan. Salah satunya adalah memberikan perlakuan terhadap bahan bakar sebelum memasuki ruang bakar atau sebelum mengalami proses pembakaran. Metode yang dapat digunakan adalah aplikasi medan magnet (elektromagnet)...

  3. SINTESIS SILIKA AEROGEL DENGAN BAHAN DASAR ABU BAGASSE

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nazriati Nazriati

    2012-05-01

    Full Text Available SYNTHESIS OF SILICA AEROGEL FROM BAGASSE ASH. Synthesis of silica aerogel from bagasse ash was done by alkaline extraction followed by sol-gel. Bagasse ash was extracted with NaOH at its boiling temperature for one hour with continue stirring, to produce sodium silicate. Subsequently, sodium silicate was pass through ionic exchanger resin, to produces silicic acid (SA. Silicic acid solution was then added with TMCS and HMDS as surface modifier agent. In order to form gel pH must be adjusted to final pH of 8-9 by addition of NH4OH solution. The resulting gel then was aged and dried at ambient pressure and at a certain time and temperature. Characterization of products was done by measuring its pore volume, surface area, and hydrophobisity (contact angle. TMCS serves as water expeller from the pores and subsequently surface was modified by HMDS and TMCS. HMDS content will linearly increase surface area, pore volume, and the contact angle of the resulting silica aerogel. Characteristics of silica aerogel was generated by varying the composition of the SA:TMCS:HMDS resulting has a surface area of 50-488 m2/g, pore volume from 0.2 to 0.9 m3 /g, the contact angle of 48-119 and pore diameter ranging from 5.7-22.56 nm. Based on the resulting pore diameter, the synthesized of silica aerogel categorized as mesoporous.      Abstrak   Sintesis silika aerogel dari bahan dasar abu bagasse dilakukan dengan ekstraksi basa dan diikuti dengan sol-gel. Abu bagasse diekstrak dengan NaOH pada suhu didihnya sambil diaduk selama satu jam, menghasilkan sodium silikat. Selanjutnya, sodium silikat dilewatkan resin penukar ion, menghasilkan asam silicic (SA. Larutan asam silicic kemudian ditambahkan trimethy­l­chlorosilane (TMCS dan hexamethyldisilazane (HMDS sebagai agen pemodifikasi permukaan. Untuk terjadinya gel pH diatur hingga mencapai 8-9 dengan penambahan larutan NH4OH. Gel yang dihasilkan kemudian di-aging dan dikeringkan pada tekanan ambien pada suhu dan

  4. Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Melalui Pengembangan Bahan Ajar Berbasis TOEFL ITP Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Geografi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sugiharto Sugiharto

    2018-01-01

    Full Text Available Dalam era globalisasi ini penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris sangatlah penting. Peningkatan kemampuan berbahasa Inggris pada mahasiswa dapat ditingkatkan salah satunya dengan pengembangan bahan ajar yang dilakukan secara kontinu dan tersedianya sumber belajar bagi mahasiswa tersebut. Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar mata kuliah Bahasa Inggris Geografi berbasis TOEFL ITP yang akan diterapkan di tahun ajaran 2017/ 2018. Penelitian ini tergolong penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D pada bahan ajar mata kuliah Bahasa Inggris Geografi. Pengembangan bahan ajar ini melibatkan tim dosen, ahli materi dan ahli media dengan melakukan FGD. Data dikumpulkan dari kuesioner yang diisi oleh ahli materi, ahli media dan mahasiswa. Kemudian data tersebut dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor yang dikonversi menjadi beberapa kategori. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan bahan ajar mata kuliah Bahasa Inggris telah sesuai dengan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 dan standar yang ditetapkan Universitas Negeri Medan. Pengembangan modul yang dilakukan dengan dua kali proses revisi sesuai saran dari ahli materi dan ahli media serta masukan dari mahasiswa.  Ditinjau dari penilaian aspek materi, bahasa dan kegrafikan maka modul mata kuliah Bahasa Inggris Geografi dapat dikategorikan “Baik” dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kata kunci : Pengembangan Bahan Ajar, TOEFL ITP, Bahasa Inggris Geografi

  5. UJI KALOR BAKAR BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOETANOL DAN MINYAK GORENG BEKAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Imam Tazi, Sulistiana

    2012-03-01

    Full Text Available Menurut  laporan  The  World  Energy  Council   tahun  1993,  menjelang   tahun  2020 kebutuhan energi  dunia  akan  meningkat  dari  8,8  Gtoe  (gigatons  of  oil  equivalent  menjadi  11,3 sampai  17,2  Gtoe  (IEA,  2006.  Kondisi  tersebut  akan  menguras  banyak  cadangan  minyak  bumi. Bietanol adalah salah satu sumber energi alternatif baru.  Tujuan khusus  dari penelitian ini adalah mengetahui besar kalor yang dihasilkan oleh  bahan bakar tersebut,mengetahui komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas  yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor bertekanan. Hasil dari penelitian uji kalor bakar bahan bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas untuk nilai kalornya adalah 76,86 J/kg – 27,52J/kg, sedangkan nilai viskositasnya 46,5 cSt – 22,5 cSt. Hasil dari  penelitian ini menunjukkan untuk nilai kalor yang tepat dijadikan sebagai bahan bakar  kompor bertekanan apabila campuran bioetanol lebih banyak dari pada minyak goreng bekas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa besar nilai kalor yang dihasilkan oleh bahan  bakar campuran bioetanol dan minyak goreng bekas adalah 76,86 J/kg dengan  viskositasnya 46,2 cSt. Sedangkan nilai kalor bakar  terendah  adalah  27,52  J/kg  dengan  viskositasnya  22,5  cSt.  Bertambahnya  campuran  akan mempengaruhi penurunan nilai kalor bakar campuran bioetanol. Komposisi campuran bioetanol dan minyak goreng bekas yang  dapat digunakan sebagai bahan bakar pada kompor bertekanan apabila penambahan campuran bioetanol lebih banyak dari minyak goreng bekas.

  6. Effect of 11 months of yoga training on cardiorespiratory responses during the actual practice of Surya Namaskar.

    Science.gov (United States)

    Sinha, Biswajit; Sinha, Tulika Dasgupta

    2014-01-01

    Surya Namaskar (SN), a popular traditional Indian yogic practice, includes practicing 12 physical postures with alternate forward and backward bending movement of the body along with deep breathing maneuvers. The practice of SN has become popular among yoga practitioners and other fitness conscious people. The long-term effect of practicing SN and other yogic practices on cardiorespiratory responses during SN are lacking. The present study was conducted to study the effect of yogic training on various cardiorespiratory responses during the SN practice in yoga trainees after a time interval of 3, 6, and 11 months. The present study was conducted on 9 healthy male Army soldiers who underwent training in various yoga postures including SN, meditation, and pranayama for 1 h daily for 11 months. First, second, and third phase of the study was conducted in the laboratory after completion of 3, 6, and 11 months of the yoga training. The participants performed SN along with other yogic practices in the laboratory as per their daily practice schedule. The cardiorespiratory responses of the volunteers were recorded during actual practice of SN. One-way repeated measure ANOVA followed by Tukey HSD. Oxygen consumption and heart rate during actual practice of SN was 0.794 ± 0.252, 0.738 ± 0.229, and 0.560 ± 0.165 L/min and 92.1 ± 11.6, 97.9 ± 7.3 and 87.4 ± 9.2 beats/min respectively at 1(st) , 2(nd) , and 3(rd) phase of yoga training. Minute ventilation and tidal volume also reduced from 19.9 ± 4.65 to 17.8 ± 4.41 L/min and 1.091 ± 0.021 to 0.952 L/breath from 1(st) phase to 3(rd) phase of yoga training. However, respiratory parameters like breathing rate (fR) did not show any reduction across the three phases. The results of the present study indicated that yogic training caused conditioning of cardiorespiratory parameters except fR, which did not reduce across three phases of training.

  7. Effect of 11 months of yoga training on cardiorespiratory responses during the actual practice of Surya Namaskar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Biswajit Sinha

    2014-01-01

    Full Text Available Background: Surya Namaskar (SN, a popular traditional Indian yogic practice, includes practicing 12 physical postures with alternate forward and backward bending movement of the body along with deep breathing maneuvers. The practice of SN has become popular among yoga practitioners and other fitness conscious people. The long-term effect of practicing SN and other yogic practices on cardiorespiratory responses during SN are lacking. Aim: The present study was conducted to study the effect of yogic training on various cardiorespiratory responses during the SN practice in yoga trainees after a time interval of 3, 6, and 11 months. Materials and Methods: The present study was conducted on 9 healthy male Army soldiers who underwent training in various yoga postures including SN, meditation, and pranayama for 1 h daily for 11 months. First, second, and third phase of the study was conducted in the laboratory after completion of 3, 6, and 11 months of the yoga training. The participants performed SN along with other yogic practices in the laboratory as per their daily practice schedule. The cardiorespiratory responses of the volunteers were recorded during actual practice of SN. Statistical Analysis: One-way repeated measure ANOVA followed by Tukey HSD. Results: Oxygen consumption and heart rate during actual practice of SN was 0.794 ± 0.252, 0.738 ± 0.229, and 0.560 ± 0.165 L/min and 92.1 ± 11.6, 97.9 ± 7.3 and 87.4 ± 9.2 beats/min respectively at 1 st , 2 nd , and 3 rd phase of yoga training. Minute ventilation and tidal volume also reduced from 19.9 ± 4.65 to 17.8 ± 4.41 L/min and 1.091 ± 0.021 to 0.952 L/breath from 1 st phase to 3 rd phase of yoga training. However, respiratory parameters like breathing rate (f R did not show any reduction across the three phases. Conclusion: The results of the present study indicated that yogic training caused conditioning of cardiorespiratory parameters except f R, which did not reduce across three

  8. 200 varju uurib sel nädalal tudengielu / Agne Narusk

    Index Scriptorium Estoniae

    Narusk, Agne, 1971-

    2010-01-01

    Sel nädalal toimub Tallinna Ülikoolis ning TLÜ Rakvere ja Haapsalu kolledžites tudengivarju nädal, mis pakub abiturientidele võimaluse osaleda ühe päeva vältel end huvitava eriala õppetöös

  9. Edule pani aluse Ösel Foodsi aktsiamüük / Indrek Kald

    Index Scriptorium Estoniae

    Kald, Indrek, 1974-

    2004-01-01

    Ilmunud ka: Äripäev : Eesti Edukamad Ettevõtted : Maakondlikud edetabelid Top 100, 26. nov. 2004, lk. 23. TOP-i 1. koht. OÜ Saarte Investeering edu põhjuseks on firma omaniku Tullio Libliku poolt Ösel Foods'i aktsiate müügist saadud raha kinnisvaraarendusse paigutamine. Diagramm

  10. Selection Finder (SelFi: A computational metabolic engineering tool to enable directed evolution of enzymes

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neda Hassanpour

    2017-06-01

    Full Text Available Directed evolution of enzymes consists of an iterative process of creating mutant libraries and choosing desired phenotypes through screening or selection until the enzymatic activity reaches a desired goal. The biggest challenge in directed enzyme evolution is identifying high-throughput screens or selections to isolate the variant(s with the desired property. We present in this paper a computational metabolic engineering framework, Selection Finder (SelFi, to construct a selection pathway from a desired enzymatic product to a cellular host and to couple the pathway with cell survival. We applied SelFi to construct selection pathways for four enzymes and their desired enzymatic products xylitol, D-ribulose-1,5-bisphosphate, methanol, and aniline. Two of the selection pathways identified by SelFi were previously experimentally validated for engineering Xylose Reductase and RuBisCO. Importantly, SelFi advances directed evolution of enzymes as there is currently no known generalized strategies or computational techniques for identifying high-throughput selections for engineering enzymes.

  11. Testing Causal Impacts of a School-Based SEL Intervention Using Instrumental Variable Techniques

    Science.gov (United States)

    Torrente, Catalina; Nathanson, Lori; Rivers, Susan; Brackett, Marc

    2015-01-01

    Children's social-emotional skills, such as conflict resolution and emotion regulation, have been linked to a number of highly regarded academic and social outcomes. The current study presents preliminary results from a causal test of the theory of change of RULER, a universal school-based approach to social and emotional learning (SEL).…

  12. Analisa Teknis Pemakaian Kombinasi Lampu Metal Halide Dan Led Sebagai Pemikat Ikan Pada Kapal Pukat Cincin (Purse Seine Dan Pengaruhnya Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Genset

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Septian Ragil Wibisono

    2017-01-01

    Full Text Available Saat ini lampu Metal Halide dipakai sebagai pemikat ikan  oleh nelayan Purse Seine. Peggunaan lampu tersebut memerlukan daya Genset yang besar karena satu lampu Metal Halide berdaya 1500 Watt. Semakin banyak lampu Metal Halide yang digunakan semakin besar pula konsumsi bahan bakar Genset. Dalam upaya penghematan energi bahan bakar maka digunakan lampu LED sebagai alternatif pemikat ikan. Lampu LED dikenal sebagai lampu yang hemat energi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan membandingkan konsumsi bahan bakar Genset saat menggunakan kombinasi lampu Metal Halide dan LED. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data konsumsi bahan bakar Genset untuk menyalakan sejumlah lampu Metal Halide dan lampu LED, kemudian dilakukan analisa regresi untuk mendapatkan model persaamaan konsumsi bahan bakar Genset. Selanjutnya dilakukan ekstrapolasi untuk memprediksi konsumsi bahan bakar saat Genset dengan jumlah lampu tertentu. Hasilnya dengan besar fluks cahaya yang hampir sama, saat penggunaan 6 lampu Metal Halide konsumsi bahan bakar sebesar 13.606,03 liter, dan saat menggunakan kombinasi lampu 1 Metal Halide dan 25 lampu LED konsumsi bahan bakar sebesar 13.255,63 liter, yang artinya terjadi penghematan bahan bakar sebesar 2,58%.

  13. Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik untuk Sekolah Menengah Kejuruan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aliangga Kusumam

    2016-05-01

    Full Text Available This study is aimed to develop teaching materials of basic electrical and electrical measurement, and to find out the feasibility of the teaching materials that have been developed in SMK Negeri 1 Koba Bangka. This study used the method of Research and Development (R & D that begins with the preliminary study followed by the development phase and the product assessment. The subjects that consisted of three experts and 28 students of the Department of Electrical Installation Engineering were determined using purposive sampling technique. The data collection technique used documentation, interviews and questionnaires. The procedure of this study is the process of preparing the teaching materials through the following stages: (a A preliminary study, by conducting interviews with the head of the program and the teachers. The analysis of the syllabus and core competencies. (b Collecting learning resources and literature as well as the main points of the materials. (c Preparing the draft of the materials. (d The limited trial of the products (e The extensive product testing. (f The data analysis and evaluation. The results were the development of the teaching materials was based on the curriculum of 2013 and the syllabus of basic electrical and electrical measurement. The teaching materials were developed starting from the materials of electric current and electron current, electrical materials, passive elements, active elements, direct current resistive circuits, two poles theorem, power and efforts, switching circuits, the system of units of measurement, measuring instruments and electrical measurements, and the types of measuring devices. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar dasar dan pengukuran listrik, dan mengetahui kelayakan bahan ajar yang telah dikembangkan menurut expert judgment dan peserta didik di SMKN I Koba Bangka. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R & D yang diawali dengan studi

  14. ADC3 YANG DIBUAT DENGAN PELEBURAN ULANG ALUMINIUM BEKAS SEBAGAI BAHAN PROPELER KAPAL KAYU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suyanto Suyanto

    2016-11-01

    Full Text Available Saat ini pembuatan propeler aluminium pada industri kecil banyak memanfaatkan bahan dasar aluminium bekas. Namun produk yang dihasilkan belum memenuhi spesifikasi standar material. Penelitian dilakukan dengan menggunakan bahan dasar aluminium siku bekas dan aluminium kampas bekas. Variasi penambahan TiB sebagai grain refiner dilakukan pada saat peleburan. Perhitungan dengan simulasi Excel dilakukan untuk memperkirakan komposisi hasil pengecoran yang sesuai. Pengecoran ulang menghasilkan produk dengan tingkat porositas 3,3 % sampai 5,9 %. Penggunaan cetakan pasir ikut berperan dalam timbulnya porositas. Penambahan TiB sebanyak 0,5% ke ADC3 berpengaruh pada penurunan ukuran butir hingga 50%, peningkatan kekerasan hingga 23%, peningkatan kekuatan tarik hingga 11%, serta penurunan keuletan hingga 20%. Kata kunci: ADC3, pengecoran ulang aluminium, propeler.

  15. Penentuan Pola dan Pusat Distribusi Bahan Pokok Untuk Wilayah Berbasis Kepulauan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tiara Figur Alfenza

    2012-09-01

    Full Text Available Wilayah kepulauan Indonesia yang tersebar hingga ujung perbatasan negeri menyebabkan terjadinya kesenjangan perekonomian, khususnya untuk ketersediaan bahan pokok. Harga bahan pokok yang dijual di wilayah kepulauan terluar Indonesia jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga jual di Pulau Jawa. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi tersebut adalah dengan merencanakan pusat distribusi dan pola jaringan transportasi laut yang sesuai dengan karakteristik kepulauan. Penentuan pusat distribusi menggunakan metode gravitasi dan didapat Pulau Ulu dan Pulau Sangihe sebagai  hub port. Penentuan rute optimum menggunakan teori Travelling Salesman Problem. Teori jaringan yang direncanakan adalah multiport calling dan hub and spoke network. Dalam satu tahun kapal untuk konsep multiport calling dapat beroperasi 52 kali dan untuk konsep hub and spoke network dapat beroperasi 53 kali. Selisih unit biaya kedua pola tersebut adalah sebesar 2%.

  16. HISTOLOGI SEL PIRAMIDAL HIPOKAMPUS TIKUS PUTIH PASCA PENGHENTIAN PAJANAN MONOSODIUM GLUTAMAT PERORAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Buddy Dayono

    2015-07-01

    Full Text Available Abstract: Histology Of Hippocampal Pyramidal Cells Rats After Cessation Of Oral Administration Monosodium Glutamate. The aim of this study was to determine the histological of hippocampal pyramidal cells adult male Wistar rats (Rattus norvegicus after cessation of oral administration monosodium glutamate. This is true experimental study. This study used 27 rats and divided into 9 groups with simple random sampling. Data were analyzed using One-way ANOVA followed by LSD and Kruskal Wallis Test followed by Mann-Whitney Test. There were no significant differences in the mean number of pyramidal cells degeneration between treatment groups (P (p≥0,05. There were significant differences in the mean number of normal pyramidal cells between treatment groups (P (p<0,05. Keywords: monosodium glutamate (MSG, regeneration, pyramidal cells. Abstrak : Histologi Sel Pyramidal Hipokampus Tikus Putih Pasca Penghentian Pajanan Monosodium Glutamate Peroral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histologis sel piramidal hipokampus tikus putih (Rattus norvegicus jantan dewasa strain wistar pasca penghentian pajanan MSG peroral. penelitian ini menggunakan desain true experiment. Penelitian ini menggunakan 27 tikus dan dibagi 9 kelompok. Sampel dipilih dengan metode simple random sampling. Data dianalisa menggunakan one-way anova dilanjutkan LSD dan Kruskal Wallis Test dilanjutkan Mann-Whitney Test. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna rerata jumlah sel piramidal rusak pada seluruh kelompok perlakuan (P pada hari yang berbeda (p≥0,05. Terdapat perbedaan bermakna rerata jumlah sel piramidal normal pada seluruh kelompok perlakuan (P pada hari yang berbeda (p<0,05. Kata kunci: monosodium glutamat (MSG, regenerasi, sel pyramidal

  17. ANALISIS KRITIKALITAS BAHAN BAKAR NUKLIR BEKAS REAKTOR RSG-GAS PADA RAK BERBAHAN ALUMINIUM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pungky Ayu Artiani

    2017-08-01

    Full Text Available Penggunaan stainless steel sebagai material rak penyimpanan bahan bakar nuklir bekas (BBNB di fasilitas Kanal Hubung – Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas (KH-IPSB3 berpotensi menyebabkan terjadinya korosi galvanik pada BBNB sehingga penggantian material rak penyimpanan BBNB perlu dipertimbangkan. Potensi korosi galvanik terjadi karena aluminium sebagai material utama kelongsong Bahan Bakar Nuklir (BBN Reaktor Serba Guna - G. A. Siwabessy (reaktor RSG-GAS berinteraksi dengan stainless steel sebagai material rak penyimpan BBNB. Aluminium dapat digunakan sebagai material alternatif rak penyimpanan BBNB untuk mengurangi efek korosi galvanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kritikalitas rak penyimpanan BBNB dengan material aluminium. Jaminan kritikalitas diperlukan untuk menjaga keselamatan fasilitas KH-IPSB3. Rak penyimpanan aluminium yang optimum dikaji dengan melakukan simulasi ukuran pitch dan menghitung laju serapan neutron pada kondisi normal (tidak terjadi kecelakaan. Perhitungan nilai kritikalitas (keff dilakukan menggunakan program Monte Carlo N-Particle versi 6 (MCNP6. Model yang digunakan adalah model 3-dimensi satu rak utuh yang terisi penuh dengan BBNB di dalam kolam penyimpanan. Hasil perhitungan pada ukuran pitch 127 mm menunjukkan bahwa nilai keff rak penyimpanan BBNB dengan material aluminium (keff = 0,7709 lebih besar 13,20% dibandingkan material stainless steel (keff = 0,6810. Nilai keff rak penyimpanan BBNB dengan material aluminium pada ukuran tersebut masih berada dalam rentang yang disyaratkan yaitu keff kurang dari 0,95. Nilai keff dipengaruhi oleh ukuran pitch, dimana dengan berkurangnya ukuran pitch 1 mm dapat meningkatkan nilai keff sebesar 14,24%. Nilai laju serapan neutron juga mempengaruhi nilai keff, di mana laju serap neutron rak penyimpanan dengan material aluminium lebih kecil dibandingkan material stainless steel. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rak penyimpanan dengan material aluminium

  18. Lpg sebagai Energi Alternatif untuk Bahan Bakar Dual-fuel Mesin Diesel Kapal Nelayan Tradisional

    OpenAIRE

    kuncoro, ari; Ma’muri, Ma’muri; Wasis W, S

    2016-01-01

    Penggunaan Liquified Petrolium Gas (LPG) sebagai bahan bakar alternatif pada mesin-mesin berbahan bakar minyak (BBM) di Indonesia sudah banyak dilakukan sebagai jawaban atas agenda penting pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pemakaian BBM, namun belum banyak digunakan oleh nelayan tradisional.Oleh maka itu, perlu untuk memasyarakatkan pemakaian LPG kepada nelayan tradisional, dimana untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan banyak menggunakan mesin sebagai alat penggerak kapal.Salah sa...

  19. PENERIMAAN KONSUMEN DAN COMPLIANCE MAKANAN SIAP MAKAN COOKIES BERBASIS BAHAN LOKAL UNTUK ANAK BATITA WASTING

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arnelia .

    2014-08-01

    serta  72  persen  (p<0.05  pada  bulan  ketiga.  Cookies  berbasis  bahan  lokal  dapat  diterima  konsumen berdasarkan penilaian aroma, warna, rasa dan tekstur serta dapat digunakan sebagai alternatif makanan tambahan bagi anak batita wasting. Keywords: wasting, makanan siap makan, RCT, suplemen pangan, kepatuhan

  20. Analisa Struktur Dan Material Speed Bump Dengan Bahan Concrete Foam Untuk Penggerak Tenaga Listrik

    OpenAIRE

    Jaya, Saputra

    2017-01-01

    120401016 Pembuatan dari bentuk profil speed bump yang tidak sesuai dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas. Penelitian ini berfokus pada pembuatan profil speed bump dari material concrete foam diperkuat serat TKKS agar diperoleh desain stuktur speed bump yang lebih baik dan lebih aman sesuai standar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelemahan dan ketangguhan struktur speed bump dari bahan concrete foam diperkuat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang ...

  1. Ekstraksi Serat Bambu Dari Bambu Tali (Gigantochloa Apus) Untuk Bahan Baku Industri Kreatif

    OpenAIRE

    Wahyudi, Tatang; Kasipah, Cica; Sugiyana, Doni

    2015-01-01

    Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi serat bambu dari bambu tali (Gigantochloa apus) yang dapat dipintal menjadi benang serat bambu sebagai bahan baku industri kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh metode optimum ekstraksi serat bambu dengan proses kombinasi kimia-mekanis yang lebih ramah lingkungan dan mengevaluasi karakteristik serat bambu tali siap pintal yang dihasilkan. Metode ekstraksi serat bambu meliputi proses degumming, pengelantangan, pencucian, softening dan op...

  2. Aplikasi Suspensi Semen untuk Meningkatkan Bioprospeksi Bambu sebagai Bahan Bangunan Lokal Pedesaan

    OpenAIRE

    Nastain; Nugroho, Paulus Setyo; Yanto

    2012-01-01

    Kelemahan bambu untuk bahan bangunan adalah bambu rentan terhadap gangguan jasad renik, serangga, Perubahan temperatur, dan air hujan. Sedangkan USAha pengawetan yang banyak dilakukan dinilai kurang effektif, karena memerlukan waktu yang lama, menimbulkan bau, dan merusak warna bambu atau garis-garis dekorasi bambu. Penelitian ini dilakukan guna menghasilkan bambu yang kuat, absorbsi kecil, tidak berbau, dan tetap memiliki garis-garis dekorasi, tetapi dengan proses waktu pengaw...

  3. PENGARUH KOMPOSISI SERAT KELAPA TERHADAP TEMPERATUR GESEK BAHAN KOPLING GESEK KENDARAAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pramuko Ilmu Purboputro

    2015-01-01

    Full Text Available Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi bahan dengan menggunakan fraksi berat serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass dengan resin phenolic terhadap keausan dan kekerasan specimen kampas kopling dan membandingkannya dengan kampas kopling yang sudah ada di pasaran Special Genuine Part (SGP . Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass, dan resin phenolic.               Pembuatan dilakukan dengan  proses kompaksi, dengan gaya sebesar 2 ton dan ditahan selama 60 menit. Setelah mencapai holding time yang diinginkan, dies (cetakan dimasukkan kedalam oven dan dilakukan proses sintering dengan suhu 800 C selama 40 menit dan specimen dikeluarkan dari cetakan. Setelah didapat tiga specimen kampas kopling variasi serart kelapa, serbuk tembaga, dan fiberglass lalu dilakukan proses pengujian kekerasan Brinell dengan standar ASTM F 1957-99 dan pengujian keausan dengan standar ASTM D 3702-94 kemudian dilakukan foto makro untuk melihat kepadatan dan sifat masing-masing bahan penyusun specimen kampas kopling.               Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa variasi 1 memiliki temperatur rata-rata yang paling tinggi yaitu dengan 77,70C dan yang paling rendah adalah variasi 2 yaitu 710C. Hasil temperatur gesek terendah adalah 77oC pada variasi 2pada kondisi kering. Pada kondisi basah temperatur gesek terendah adalah  47,7oC pada  variasi 3.

  4. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK SUBTEMA AYO CINTAI LINGKUNGAN UNTUK SISWA KELAS IV SD

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Triana Indrawini

    2017-11-01

    Full Text Available The purpose of this research is to produce thematic teaching materials supplementary for class IV Subtheme Let Love the Environment, with the material focus on environmental preservation. This research is the research and development with a model Dick and Carey consisting of ten stages. The subjects in this study were students and teachers of grade IV Elementary School Nogotirto. They are 2 students on individual testing, 8 students in the small group trial, and 30 students on field trials. The trial results demonstrate the feasibility of teaching materials is very high. Teaching materials produced had a level of validity by 87.45%, amounting to 94.43% of practicality, and effectiveness of 81.1%. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suplemen bahan ajar tematik untuk kelas IV Subtema Ayo Cintai Lingkungan, fokus kajiannya materi pelestarian lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model Dick dan Carey yang terdiri atas sepuluh tahapan. Subjek penelitian yaitu guru dan siswa kelas IV SDN Nogotirto 2 siswa pada uji coba perorangan, 8 siswa pada uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa pada uji coba lapangan. Hasil uji coba menunjukkan tingkat kelayakan bahan ajar yang sangat tinggi. Bahan ajar yang dihasilkan memiliki tingkat kevalidan sebesar 87,45%, kepraktisan sebesar 94,43%, dan keefektifan sebesar 81,1%.

  5. Pengaruh Tetal Benang dan Jumlah Stich terhadap Kualitas Bulu pada Bahan Baku Kerajinan Wave (Kain Bulu

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Endah Pujiati

    2016-04-01

    Full Text Available Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh tetal benang dan jumlah stich terhadap kualitas bulu pada bahan baku kerajinan wave (kain bulu. Penelitian difokuskankan pada pengaruh jumlah lapisan kain terhadap kualitas penampilan bahan baku kerajinan wave, dan pengaruh tetal benang dan jumlah stick terhadap kualitas kekuatan jahitan.Hasil dari penelitan menyatakan bahwa jumlah lapisan kain tidak berpengaruh terhadap kualitas penampilan bahan baku kerajinan wave, tapi berpengaruh terhadap kualitas kehalusan bulu dengan kepadatan paling baik dengan mengunakan kain 7 lapis. Tetal benang yang rendah (16,8-28,8 helai/cm dengan jumlah stich tinggi (24 stich/inch maupun tetal benang yang tinggi (26-47,6 helai/cm dengan jumlah stich rendah (12,4 stich/inci menunjukkan kualitas kekuatan jahitan dan bulu yang optimal. Kain dengan tetal rendah dan jumlah stich tinggi dari hasil uji ketahanan kain terhadap pilling dan perubahan kenampakannya menunjukkan kualitas kain kurang baik dengan nilai pilling sebesar 2. Sedangkan kain dengan tetal tinggi dan jumlah stich rendah menunjukkan kain dengan kualitas lebih baik dengan nilai pilling sebesar 1. Kata kunci: tetal, jumlah stich, kualitas bulu

  6. BAHAN AJAR BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pity Asriani

    2017-11-01

    Full Text Available This study aims to produce character education based teaching materials for grade IV elementary school. The writer used the 4D model (Thiagarajan, et al., 1974 for his research and development. The 4D model consists of four stages. They are defining, designing, developing, and disseminating. Types of data used are qualitative. Data were collected by validity testing, questionnaire, observation, and character assessment. This study produced a character education based teaching materials for grade IV elementary school. That is the student book and the teacher book. The results showed that character education based teaching materials for grade IV elementary school is compliant to use in learning since it has met the expected criteria according to the assessment of the material experts, linguists, media experts, teachers, and students. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4D (Thiagarajan, dkk., 1974. Model 4-D ini terdiri atas tahap pendefinisian (define, perancangan (design, pengembangan (develop, dan penyebaran (disseminate. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif. Data dikumpulkan melalui uji validasi, angket, observasi, dan penilaian karakter. Penelitian ini menghasilkan bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar yang terdiri atas Buku Siswa dan Buku Guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar ini telah memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam pembelajaran karena telah memenuhi kriteria menurut penilaian ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, guru, dan siswa.

  7. ANALISIS PERUBAHAN MASSA BAHAN FISIL DAN NON FISIL DALAM TERAS PWR 1000 MWe DENGAN ORIGEN-ARP 5.1

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anis Rohanda

    2015-03-01

    Full Text Available Teras reaktor merupakan tempat terjadinya reaksi pembelahan (fisi yang terkendali. Komponen reaktor seperti bahan bakar, kelongsong (cladding dan air pendingin memiliki peranan penting dalam keberlangsungan reaksi fisi. Reaksi fisi mengakibatkan terbentuknya sejumlah nuklida hasil fisi dan hasil aktivasi. Hasil fisi berasal dari reaksi tangkapan neutron termal dengan bahan fisil sedangkan hasil aktivasi berasal dari interaksi bahan non fisil seperti material kelongsong dan pendingin oleh neutron dan gamma. Pada setiap pengoperasian suatu reaktor, informasi perubahan massa bahan fisil dan non fisil sangat berguna untuk manajemen bahan bakar dalam teras, seperti pengaturan reaktivitas, optimasi dan pemuatan bahan bakar. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai perubahan bahan fisil dan non fisil tersebut dalam teras reaktor. Hal ini dapat dilakukan dengan mengamati perubahan massa dari material dalam teras reaktor. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan massa unsur penyusun material dalam teras, seperti massa dari unsur penyusun elemen bahan bakar nuklir, kelongsong dan air pendingin setelah digunakan dalam teras. Dari perubahan massa tersebut dapat diketahui fraksi bakar atau tingkat konsumsi bahan bakar yang digunakan. Penelitian dilakukan pada basis reaktor PLTN tipe PWR buatan pabrikan asal Amerika Serikat berdaya 1000 MWe dengan menggunakan code penghitung inventori hasil fisi ORIGEN-ARP 5.1, yaitu versi terbaru dari ORIGEN dengan library khusus reaktor daya. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahan fisil U-235 mengalami pengurangan massa hingga 58% atau lebih dari separuhnya dari massa U-235 awal untuk tiap kali siklus operasi. Bahan fertil U-238 hanya mengalami pengurangan massa sekitar 2% dari massa awalnya tiap kali siklus operasi. Lain halnya dengan bahan non fisil yang mengalami perubahan massa yang berbeda-beda untuk tiap kali siklus operasinya yang tergantung pada tampang lintang aktivasi serta laju peluruhan dan

  8. MODEL PEMILIHAN BAHAN PEWARNA ALAM COKLAT BATIK TULIS SOLO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hartini Hartini

    2014-05-01

    Full Text Available Pewarna alami batik diklaim lebih ramah lingkungan dan telah terbukti menghasilkan emisi yang lebih rendah. Untuk itu penggunaan pewarna alam khususnya batik sangat dianjurkan. Sebuah sentra batik Laweyan di Solo telah memulai penggunaan pewarna alam sejak beberapa tahun yang lalu. Warna yang dominan digunakan adalah warna coklat karena ciri khas batik Solo yang paling banyak menggunakan warna coklat soga. Untuk menghasilkan warna coklat di sentra tersebut banyak pilihan bahan pewarna alam yang digunakan. Penelitian ini bermaksud mengembangkan model pemilihan alternatif bahan alam berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Tahapan dalam pemilihan yaitu menggali kriteria yang berpengaruh, melakukan pembobotan kriteria dan melakukan pembobotan pada alternatif yang ada. Penelitian ini menggunakan metode AHP  dalam pengolahan data sehingga dapat diketahui bahan alam apa yang tepat untuk menghasilkan warna coklat sesuai dengan kriteria-kriteria yang ada. Dari hasil penelitian faktor yang berpengaruh dalam pemilihan bahan alam yaitu 4 variabel 6 kriteria dan 14 sub kriteria. Dari beberapa kriteria tersebut bahan alam yang terpilih adalah jalawe untuk menghasilkan warna coklat. Kata Kunci : batik, pewarna alam, analytical hierarchy process (AHP, laweyan, batik tulis Abstract Natural dyes of batik has claimed to be more environmentally friendly and has been known lower emissions. The use of natural dyes for batik especially highly recommended. A center of batik Laweyan in Solo has initiated use of natural dyes since a few years ago. The dominant colors used are brown because typical Solo batik are the most widely use soga brown color. To produce a brown color in the center of a large selection of natural dyes are used. During this time they are using all these ingredients. This study intends to develop a model of natural selection of alternative materials based on existing criteria. Stages in the selection criteria, namely digging influential,  weighting

  9. DESAIN KONSEP TANGKI PENAMPUNG BAHAN BAKAR PASSIVE COMPACT MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    A. Hadiwinata

    2015-04-01

    Full Text Available Passive Compact Molten Salt Reactor (PCMSR merupakan pengembangan dari reaktor MSR. Desain reaktor PCMSR membutuhkan tempat khusus penampung sementara bahan bakar pada saat terjadi insiden, misalnya kecelakaan yang menyebabkan peningkatan suhu bahan bakar. Tangki penampung bahan bakar tersusun dari 3 bagian yang saling terhubung yaitu bagian penampung cairan bahan bakar, cerobong (chimney, dan penukar kalor. Dalam penelitian ini, tangki dimodelkan secara lump dan dilakukan variasi daya awal reaktor dan ketinggian cerobong. Syarat batas model ditetapkan suhu bahan bakar maksimum 1400 °C, yang didasarkan pada titik didih larutan garam LiF-BeF2-ThF4-UF4. Analisis dilakukan dengan cara menghitung rugi tekanan total dan transfer kalor untuk variasi daya awal antara 1800-3000 MWth dan ketinggian cerobong antara 1-10 m. Hasil penelitian menunjukan semakin besar daya reaktor, maka tinggi tangki penampung bahan bakar dan tinggi alat penukar kalor yang dibutuhkan akan semakin besar, tejadi kenaikan suhu fluida pendingin dan suhu udara pendingin, dan menyebabkan kenaikan laju aliran masa fluida pendingin, sedangkan laju aliran masa udara menurun. Peningkatan ketinggian cerobong menyebabkan ketinggian tangki penampung bahan bakar dan ketinggian alat penukar kalor semakin menurun, penurunan suhu fluida pendingin, tetapi suhu udara meningkat, dan menyebabkan peningkatan laju aliran masa fluida pendingin, tetapi laju aliran masa udara akan semakin menurun. Kata kunci: PCMSR, cerobong, alat penukar kalor, variasi daya.   The Passsive Compact Molten Salat Reactor (PCMSR reactor is developed from MSR reactor. The PCMSR reactor design requires special place to temporarily storage for reactor fuel when incident occurs, such as when there is an accident which caused the temperature of the fuel increases. The tank consist of three interconnected parts, the reservoir liquid fuel, chimney, and the heat exchanger. In this research, the tank system is modeled based on

  10. SEU/SEL Resistant Ultra-Low Power Asynchronous Processor Design for Low-Temperature Applications, Phase I

    Data.gov (United States)

    National Aeronautics and Space Administration — This Phase I SBIR proposal seeks funding to develop a radiation-hardened circuit architecture to achieve SEU and SEL immunity by using delay-insensitive asynchronous...

  11. Perancangan Panggung Penuangan yang Ergonomis untuk Mengurangi Waste Pada Proses Mixing dan Perancangan Wadah Bahan Baku pada PT. Elastis Reka Aktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anggana Pranajaya

    2014-10-01

    Full Text Available Ergonomi dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain atau perancangan. Permasalahan yang dihadapi PT. Elastis Reka Aktif adalah bahan baku terjatuh ke lantai sewaktu dilakukan penuangan ke mesin mixing dan wadah penampungan bahan baku yang ada sekarang tidak dapat membuat bahan baku terhisap semua ke mesin yang menggunakan autoloader berupa vacuum. Permasalahan tersebut dapat terpecahkan dengan menggunakan panggung penuangan untuk melakukan proses penuangan bahan baku dan trolley wadah yang baru sehingga bahan baku dapat terhisap semua ke mesin yang menggunakan autoloader dan juga alat sudah didesain berdasarkan anthropometri masyarakat Indonesia sehingga nyaman dalam menggunakannya. Berdasarkan pemilihan konsep yang sesuai dengan keinginan dari perusahaan maka terpilih konsep 2 untuk panggung penuangan dan konsep 1 untuk trolley wadah bahan baku. Perbaikan yang dihasilkan oleh panggung penuangan adalah waste yang awalnya 3 kg menjadi 0 kg – 0,5 kg dan untuk wadah bahan baku adalah sisa bahan baku pada wadah yang awalnya 2,1277 kg menjadi 0,69 kg.

  12. Perbandingan Analisis Framing Headline Harian Tribun Timur dan Fajar Terhadap Berita Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak pada Bulan Maret-April 2012

    OpenAIRE

    Yusuf, Muhammad

    2014-01-01

    Tujuan Penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan Framing headline Tribun Timur dan Fajar dari berita kenaikan harga bahan bakar minyak. (2) Untuk menggambarkan perbandingan framing headline Tribun Timur dan Fajar dari berita kenaikan harga bahan bakar minyak. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud di atas, maka metode penelitian yang digunakan meliputi : tipe penelitian deskriftif kualitatif. Penelitian ini didasarkan pada headline berita-ber...

  13. Integrasi Metode Anp dan Topsis dalam Evaluasi Kinerja Supplier dan Penentuan Prioritas Supplier Bahan Baku Utama Cetak Koran pada PT Masscom Graphy Semarang

    OpenAIRE

    Pujotomo, Darminto; Puspitasari, Nia Budi; Rizkiyani, Dwi

    2016-01-01

    Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja Perusahaan adalah keberadaan supplier yang berperan sebagai pemasok kebutuhan atau penyedia bahan baku. PT Masscom Graphy Semarang merupakan Perusahaan percetakan yang telah menjalin kerjasama dengan beberapa supplier untuk menjamin kelangsungan produksinya. Oleh karena itu evaluasi kinerja supplier sangat penting dilakukan oleh Perusahaan untuk mendapatkan supplier yang handal dalam memasok bahan baku. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentif...

  14. ORELA data acquisition system hardware. Vol. 5. SEL 810B/PDP-4/PDP-9 intercomputer link

    International Nuclear Information System (INIS)

    Reynolds, J.W.; Holladay, J.H.

    1977-01-01

    A report is given describing the IOT assignments and programming for the PDP-4 and PDP-9, the ground isolation wiring, the connector pin assignments, a simplified theory of operation for the SEL 810B link interface, a detailed theory of operation for the link interfaces at the PDP-4 and the PDP-9, and the use of the PDP-4 and PDP-9 link interfaces as an input to the SEL 810B Four-Channel Priority Multiplexer

  15. Mice deficient for ERAD machinery component Sel1L develop central diabetes insipidus.

    Science.gov (United States)

    Bichet, Daniel G; Lussier, Yoann

    2017-10-02

    Deficiency of the antidiuretic hormone arginine vasopressin (AVP) underlies diabetes insipidus, which is characterized by the excretion of abnormally large volumes of dilute urine and persistent thirst. In this issue of the JCI, Shi et al. report that Sel1L-Hrd1 ER-associated degradation (ERAD) is responsible for the clearance of misfolded pro-arginine vasopressin (proAVP) in the ER. Additionally, mice with Sel1L deficiency, either globally or specifically within AVP-expressing neurons, developed central diabetes insipidus. The results of this study demonstrate a role for ERAD in neuroendocrine cells and serve as a clinical example of the effect of misfolded ER proteins retrotranslocated through the membrane into the cytosol, where they are polyubiquitinated, extracted from the ER membrane, and degraded by the proteasome. Moreover, proAVP misfolding in hereditary central diabetes insipidus likely shares common physiopathological mechanisms with proinsulin misfolding in hereditary diabetes mellitus of youth.

  16. Biogenic SeNPs from Bacillus mycoides SelTE01 and Stenotrophomonas maltophilia SelTE02: Characterization with reference to their associated organic coating

    Science.gov (United States)

    Piacenza, Elena; Bulgarini, Alessandra; Lampis, Silvia; Vallini, Giovanni; Turner, Raymond J.

    2017-08-01

    The exploitation of biological systems (i.e. plants, fungi and bacteria) for the production of nanomaterials relies on their ability to bioconvert toxic metal(loid) ions into their less toxic and bioavailable elemental states forming mainly nanoparticles (NPs) or nanorods (NRs). Further, these methods of nanomaterial production are nowadays recognized as eco-friendly alternatives to the chemical synthesis processes. A common feature among the so-called biogenic nanomaterials is the presence of an organic layer surrounding them. However, we are just learning the existing relation between biogenic nanostructures and their organic material. Our work is focused on the study of bacterial strains for the production of selenium nanoparticles (SeNPs) as end product of selenite (SeO32 -) bioconversion. In this context, our previous reports described the ability of two bacteria, namely Bacillus mycoides SelTE01 and Stenotrophomonas maltophilia SelTE02, to generate SeNPs, which were surrounded by organic material. Here, the potential role of this organic material as stabilizing agent of SeNPs was investigated altering both the bacteria cells culturing and the SeNPs extraction procedure, in order to understand the interaction between these two elements in suspension. As a result, SeNPs produced by both bacterial strains showed the tendency to aggregate when subjected to the treatments tested, suggesting an involvement of the surrounding organic material in their stabilization in suspension.

  17. Crystallization and preliminary X-ray crystallographic analysis of Aquifex aeolicus SelA, a bacterial selenocysteine synthase

    International Nuclear Information System (INIS)

    Itoh, Yuzuru; Sekine, Shun-ichi; Yokoyama, Shigeyuki

    2012-01-01

    The bacterial selenocysteine synthase SelA from Aquifex aeolicus was crystallized and the diffraction resolution was improved by lysine-residue methylation, truncation of N-terminal region (ΔN), and Lys-to-Ala point mutations. Phases were determined by using a selenomethionine-substituted crystal of the ΔN mutant. Selenocysteine (Sec), the 21st amino acid, is synthesized on its specific tRNA (tRNA Sec ) via a multi-step process. In bacteria, tRNA Sec is ligated first with serine by seryl-tRNA synthetase, which is followed by Ser-to-Sec conversion by Sec synthase (SelA). To elucidate its structure and catalytic mechanism, Aquifex aeolicus SelA was crystallized. Although wild-type SelA crystals diffracted X-rays poorly (to up to 8 Å resolution), the resolution was improved by introducing a quadruple point mutation targeting the loop regions and by methylating the lysine residues, which yielded 3.9 Å resolution diffraction data from a full-length SelA crystal. Truncation of the N-terminal region (ΔN) also improved the resolution. A 3.3 Å resolution data set for phase determination was obtained from a crystal of selenomethionine-substituted Lys-methylated SelA-ΔN

  18. ALAT SOLAR TRACKER BERBASIS MIKROKONTROLER 8 BIT ATMega8535

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Wayan Sutaya

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian yang telah dilakukan ini adalah membuat prototipe alat solar tracker. Alat ini berfungsi untuk menggerakkan modul sel surya sehingga permukaan sel surya bisa terkena sinar matahari secara maksimal. Saat ini sel surya di Indonesia banyak terpasang secara statis atau tidak dilengkapi alat solar tracker sehingga energi matahari tidak diterima secara maksimal. Hal ini menyebabkan sel surya yang terpasang di beberapa daerah di Indonesia tidak memberikan manfaat yang optimal. Alat solar tracker yang dihasilkan pada penelitian ini diharapkan sebagai solusi dari permasalahan yang ada saat ini. Mikrokontroler 8 bit ATMega8535 yang digunakan sebagai otak utama dari alat solar tracker menjadikan alat ini menjadi berbiaya murah. Serta teknik memprogram dengan bahasa assembly menjadikan alat ini tahan terhadap kegagalan sistem. Solar tracker ini sudah bisa beroperasi dengan baik dan cocok digunakan pada modul sel surya berukuran kecil.

  19. PENGARUH PEMERIKSAAN INTERN TERHADAP EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN ATAS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT. CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL JAKARTA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andi Riyanto

    2016-03-01

      Keyword : Raw Material Inventory, Internal Control, Internal Auditing.   Abstrak - PT. Chandra Asri Petrochemical adalah perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi secara vertikal di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemeriksaan intern terhadap efektivitas pengendalian intern atas persediaan bahan baku pada PT. Chandra Asri Petrochemical. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif. Populasi berjumlah 27 pegawai dan semua populasi digunakan sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh. Dari perhitungan uji statistik menggunakan aplikasi SPSS versi 20, diperoleh nilai thitung untuk variabel pemeriksaan intern adalah 5,799 dengan df = 24 pada signifikansi (α 0,05, diperoleh ttabel sebesar 2,064, maka keputusan uji yang diambil adalah H0 ditolak. Artinya bahwa pemeriksaan intern berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengendalian intern atas persediaan bahan baku.   Kata Kunci : Pemeriksaan Intern, Pengendalian Intern, Persediaan Bahan Baku.

  20. PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BASE MATERIAL PADA INDUSTRI KERAMIK DI PT. XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lidya Susanti

    2015-12-01

    Full Text Available Inventory of raw materials in the company is very important, so it has to be controlled. A good inventory control of raw materials should be supported with cost efficiency. This study was to analyze factors that cause the base material inventories excess at PT. XYZ and analyze the purpose of the base material inventories to be controlled. The reseacrh was using a fish bone method and continue with using pairwise comparison method assisted with the expert choice 2000 software. The classification result based on ABC analysis, the selected item that was going to be analyzed was the A category items.The items that are included in the A category are clay ex belitung jw, clay ja 1/ja b and sodium feldspar. The EOQ equations model was used to answer the purpose of the base material inventories control. Based from the EOQ model, the needed quantity, order quantity, order frequency, reorder point (ROP, total order cost (TOC, total carrying cost (TCC, and total inventory cost (TIC could be obtained. The comparison of the total cost of inventory among the EOQ model and company policies showed that the EOQ model in seven months can save up to Rp311.612.769. PT. XYZ could minimize the base material inventory costs by calculating the costs incurred. The EOQ model could be implemented if all of the departments involved are well cooperated. PT. XYZ should also be able to make inventory control standards which are quantity order, order frequency, and reorder point. Keywords: Cost, EOQ, frequency, inventory, ROPABSTRAKPersediaan bahan baku pada perusahaan sangatlah penting, sehingga harus dapat dikendalikan. Pengendalian persediaan bahan baku yang baik harus didukung dengan efisiensi biaya. Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kondisi persediaan bahan baku base material berlebih di PT. XYZ dan menganalisis persediaan bahan baku base material agar dapat dikendalikan. Penelitian ini menggunakan metode fish bone dilanjutkan dengan metode

  1. DESAIN TERAS DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR (PBMR DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SRAC

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sungkowo Wahyu Santoso

    2015-03-01

    Full Text Available Analisis desain down scale teras dan bahan bakar PBMR-HTR dengan menggunakan program SRAC bertujuan mengetahui pengaruh variasi pengayaan U235, burnable poison, laju aliran pendingin dan suhu pendingin masuk terhadap kekritisan teras serta aspek-aspek keselamatan reaktor nuklir dengan parameter nilai keff dan koefisien reaktivitas suhu bahan bakar, moderator dan pendingin. Teras PBMR-HTR berbentuk silinder finite dengan lubang ditengahnya yang berisi 334.000 bahan bakar pebble bed. Bahan bakar berupa UO2, moderator grafit dan pendingin helium. Model desain down scale dilakukan pada ½ teras yang mewakili keseluruhan teras. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan pengayaan bahan bakar sebesar 8%, 8,5%, 9%, 9,5% dan 10% sementara variasi konsentrasi burnable poison sebesar 5 ppm, 7 ppm, 9 ppm, 11 ppm, dan 15 ppm. Variasi laju aliran pendingin sebesar 60%, 80%, 100%, 120%, dan 140% sementara variasi suhu masukan pendingin sebesar 673,15K; 723,15K; 773,15K; 823,15K dan 873,15K. Pada penelitian ini keff pada BOL tanpa Gd2O3 sebesar 1.026213 dan EOL sebesar 0.995865 dengan excess reactivity sebesar 2,5 % dengan pengkayaan U235 9%. Sementara keff pada BOL dengan menggunakan Gd2O3 sebesar 1.0069680 dan EOL sebesar 0.9961928 dengan excess reactivity sebesar 0.69 % dengan konsentrasi Gd2O3 7 ppm. Koefisien reaktivitas suhu bahan bakar,moderator dan pendingin berturut-turut sebesar -9,074583E-05/K, -2,971833E-05/K dan 1,120700E-05/K. Koefisien reaktivitas bernilai negatif menunjukkan karakteristik keselamatan melekat (inherent safety telah terpenuhi. Peningkatan suhu masukan dan penurunan laju aliran pendingin berkontribusi menurunkan nilai keff teras sehingga koefisien reaktivitas bernilai negatif. Kata kunci : PBMR-HTR, kritikalitas, reaktivitas, down scale, burnable poison Core and fuel down scale analysis on PBMR-HTR using SRAC program aims to identify the influence of U235 enrichment, burnable poison, coolant flow rate and coolant temperature

  2. Kandungan bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan jajanan anak sekolah dasar di Kabupaten Bantul

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yhona Paratmanitya

    2016-08-01

    dengan keracunan akibat penyebab lain, misalnya obat, kosmetika, dan lain-lain. Salah satu penyebab keracunan makanan adalah adanya cemaran kimia dalam makanan tersebut, seperti boraks, formalin dan rhodamin-B. Dalam data tersebut, diketahui 2,93% sampel makanan jajanan pada anak sekolah mengandung boraks, 1,34% mengandung formalin, dan 1,02% mengandung rhodamin-B. Akumulasi bahan-bahan tersebut di dalam tubuh dapat berdampak negatif bagi kesehatan.Tujuan: Mengetahui persentase makanan jajanan anak sekolah dasar (SD yang tercemar bahan tambahan pangan berbahaya (boraks, formalin, rhodamin-B di Kabupaten Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan survei. Penelitian dilaksanakan dengan melibatkan 68 SD di Kabupaten Bantul sebagai sampel. Seluruh makanan jajanan yang dijajakan baik di luar maupun di kantin sekolah dan diduga mengandung bahan kimia berbahaya diuji kandungan cemaran kimianya yaitu kandungan boraks, formalin dan rhodamin-B. Pengujian kualitatif kandungan boraks menggunakan kurkumin, formalin menggunakan KMnO4, dan rhodamin-B menggunakan test kit Rhodamin-B. Hasil: Terdapat 107 sampel makanan dari 68 SD yang diuji. Jenis makanan jajanan yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya yang paling banyak dijajakan di SD adalah jenis bakso (bakso, bakso tusuk, bakso goreng yaitu sejumlah 22,4% dari seluruh sampel jajanan. Di antara 98 sampel yang diuji kandungan boraks dan formalinnya, 15 sampel (15,3% positif mengandung boraks dan 25 sampel (25,5% positif mengandung formalin. Di antara 15 sampel yang diuji kandungan rhodamin-B-nya,7 sampel (46,7% positif mengandung rhodamin-B. Terdapat 34 SD (50% yang tidak terdapat jajanan yang tercemar bahan kimia berbahaya. Kesimpulan: Persentase makanan jajanan anak SD yang mengandung boraks, formalin dan rhodamin-B masih cukup tinggi.KATA KUNCI: makanan jajanan, boraks, formalin, rhodamin-B

  3. Rancang Bangun Mesin Pengolah Limbah Kain dan Kertas Sebagai Bahan Industri Eternit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Dahlan

    2016-07-01

    Full Text Available Di Kabupaten Kudus, saat ini berkembang UMKM dalam usaha pembuatan eternit. Bahan baku pembuatan eternit terdiri ini terdiri dari semen dan serat kain. Disatu sisi, di Kabupaten Kudus banyak tumbuh sentra-sentra industri garment seperti di desa Langgar Dalem, Loram Wetan, Loram Kulon, Megawon, Klumpit, Undaan dan masih banyak lagi yang menghasilkan limbah kain tidak termanfaatkan. Untuk itu diperlukan inovasi dalam memanfaatkan bahan baku yang melimpah tersebut guna memenuhi UKM pembuatan eternit. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun mesin pengolah limbah kertas dan kain menjadi bahan baku eternit untuk produksi UKM eternitdengan kapasitas 1200 gr/putaran. Tenaga penggerak menggunakan motor listrik 6 PK, 3 phase putaran 1400 rpm, sehingga kapasitas maksimal mesin crusher sebesar 120 kg/jam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1 melakukan survey ketersediaan bahan baku berupa sampah kain/kertas, serta menganalisa kualitas serat penguat bahan baku. 2 merancang desain dari mesin pengolah limbah kain/kertas, 3 menentukan kebutuhan komponen serta kesiapan laboratorium pendukung yang akan digunakan untuk membuat mesin tersebut. 4 pengujian mesin yang telah dirancang. Telah dirancang mesin pengolah limbah kertas dan kain dengan kapasitas mesin crusher sebanyak 1200 gr/putaran, sebagai bahan baku eternity untuk meningkatkan kapasitas produksi industry eternit. Direncanakan kemampuan tenaga penggerak menggunakan motor listrik 6 PK, 3 phase putaran 1400 rpm, sehingga kapasitas maksimal mesin crusher sebesar 120 kg/jam. [Title: Machine Design of Cloth Fiber and Paper Wastes Conversion to Plasterboard]. Nowadays, UMKM industry producing plasterboard has been being developed in Kudus regency. The raw material used in producing plasterboard consists of cement and cloth fiber. On the other hand, there are also many garment industries developed in Langgar Dalem, Loram Wetan, Loram Kulon, Megawon, Klumpit, Undaan and many more which

  4. ANALISIS POLA MANAJEMEN BAHAN BAKAR DESAIN TERAS REAKTOR RISET TIPE MTR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lily Suparlina

    2015-03-01

    Full Text Available Parameter neutronik dibutuhkan dalam mendesain teras reaktor riset. Reaktor riset jenis MTR (Material Testing Reactor sangat diminati karena dapat digunakan baik untuk riset dan juga produksi radio isotop. Reaktor riset yang ada saat ini sudah tua sehingga dibutuhkan desain reaktor yang mempunyai teras kompak. Desain teras reaktor riset yang sudah ada saat ini belum cukup memadai untuk memenuhi persyaratan di dalam UCD yang telah ditetapkan yaitu fluks neutron termal di teras 1x1015 n/cm2s, oleh karena itu perlu dibuat desain teras reaktor baru sebagai alternatif yang kompak dan dapat menghasilkan fluks neutron tinggi. Telah dilakukan perhitungan dan analisis terhadap manajemen bahan bakar desain teras kompak dengan konfigurasi teras 5x5, berbahan bakar U9Mo-Al dan tinggi teras aktif 70 cm. Tujuan dari riset ini untuk memperoleh fluks neutron di teras memenuhi kebutuhan seperti yang telah ditetapkan di UCD dengan panjang siklus operasi minimum 20 hari pada daya 50 MW. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan paket program komputer WIMSD-5B untuk menggenerasi tampang lintang makroskopik bahan bakar dan Batan-FUEL untuk memperoleh nilai parameter neutronik serta Batan-3DIFF untuk perhitungan nilai reaktivitas batang kendali. Perhitungan parameter neutronik teras reaktor riset ini dilakukan untuk bahan bakar U-9Mo-Al dengan tingkat muat bervariasi dan 2 macam pola pergantian bahan bakar yaitu teras segar dan teras setimbang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada teras segar, tingkat muat 235U sebesar 360 gram, 390 gram dan 450 gram memenuhi kriteria keselamatan dan kriteria penerimaan di UCD dengan nilai fluks neutron termal di teras lebih dari 1x1015 n/cm2s dan panjang siklus >20 hari, sedangkan pada teras setimbang panjang siklus dapat terpenuhi hanya untuk tingkat muat 450 gram. Kata kunci: desain teras reaktor, bahan bakar UMo, pola bahan bakar, WIMS, BATAN-FUEL   Research reactor core design needs neutronics parameter calculation use computer

  5. Pengaruh Pengurangan Kadar Air dan Penggunaan Bahan Pengikat Kadar Air dalam Pembuatan Cake Bengkuang

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Wilsa Hermianti

    2016-12-01

    Full Text Available Yam contains a high water content ranging from 86-90% therefore when be processed to be a product such as cake will also result a high water content and cause the product is not durable. By the nature characteristics of the yam was then made utilization efforts became yam cake in order to develop yam processing, increase value added, and diversify food processing based on raw materials of local potential in Padang City. Yam can be used by processing them into a semi wet food such as cake with a dominant amount of yam up to 50% of the cake batter, but only had a shelf life for 3 days. To increase the shelf-life study was carried out water content reduction of raw materials and using of a binder in the making of yam cake. The treatment of water content reduction of yam was done using juicer and pressing. A comparison as a control was performed without reduction of water content. The use of water content binder was conducted with the addition of coconut, cornstarch, and rice flour. Yam cake formulas using binder of water content  with cornstarch and reduction the water content of raw material by pressing showed optimal results with a preferred value of organoleptic panelist, the water content 28.50%, carbohydrate 56.31%, protein 6.13%, fat 10.23%, energy 341.86 kcal/100g, dietary fiber 5.98%, calcium 27.77 mg/100g, and 5.92% inulin, storability for 5 days at room temperature and 4 weeks at refrigerator temperature.ABSTRAKBengkuang mengandung kadar air yang tinggi berkisar 86-90% sehingga jika diolah untuk menjadi produk berupa cake akan memberikan kadar air yang juga tinggi dan menyebabkan produk menjadi tidak tahan lama. Dengan sifat alami bengkuang tersebut maka dilakukan upaya pemanfaatannya menjadi cake bengkuang dalam rangka pengembangan olahan dari bengkuang, peningkatan nilai tambah, dan diversifikasi olahan pangan berbasis bahan baku lokal yang cukup potensi di kota Padang. Bengkuang dapat dimanfaatkan dengan mengolahnya menjadi pangan

  6. ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUB SEKTOR BAHAN PANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Zaenuri

    2017-06-01

    Full Text Available Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1. Komoditas tanaman bahan makanan unggulan apa saja yang ada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Boyolali, 2 Bagaimana strategi perencanaan pengembangan subsektor tanaman bahan makanan dilihat dari kelengkapan infrastruktur di Kabupaten Boyolali, 3 Bagaimana laju pertumbuhan sektor tanaman bahan makanan yang dimiliki tiap kecamatan di Kabupaten Boyolali. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis Location Quotient (LQ, Shift Share (SS, Klassen Typologi. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ diketahui pengembangan komoditas padi terdapat di Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Banyudono, Kecamatan Sawit. Komoditas tanaman jagung terdapat di Kecamatan Selo, Kecamatan Ampel, Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Musuk. Komoditas ubi kayu di Kecamatan Klego, kecamatan Simo. Komoditas ubi jalar di Kecamatan Selo, Kecamatan Simo dan Kecamatan Mojosongo. Komoditas kacang tanah ada di Kecamatan Boyolali dan Kecamatan Nogosari. Komoditas kedelai di Kecamatan Juwangi, Kecamatan Sambi, Kecamatn Kemusu dan Kecamatan Wonosegoro. The problems that were in this research is 1 Commodities food plants seed material what it was in each carpel kecamatan in kabupaten boyolali, 2 how strategy sub planning the development of the food crops sector seen from the completeness of the infrastructure in boyolali district, 3 how sector growth rate of plants of food material possessed every sub-district in boyolali district. The data used was secondary data. Data analysis methods using analysis loqation quotient (LQ, shift share (SS, klassen typologi . According to the research using analysis loqation quotient (LQ development rice is in in ngemplak, in banyudono, in palm. Corn is crops in district violoncello, in ampel, in cepogo and in musuk. Commodities cassava in district klego, in simo. Commodities sweet potatoes in in violoncello, in simo and

  7. Potensi Ikan Air Tawar Budidaya sebagai Bahan Baku Produk Nutraseutikal Berbasis Serum Albumin Ikan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Susilowati

    2015-05-01

    Full Text Available Nutraseutikal berbasis Fish Serum Albumin (FSA adalah produk komersial yang berasal dari sumber perairan. Namun, oleh karena produk ini secara umum diproduksi dari ikan gabus (Channa striata di alam, pasokan bahan baku dapat menjadi masalah pada produksi yang berkesinambungan. Penelitian ini telah dilakukan dengan menganalisis kandungan FSA dari 17 ikan air tawar budidaya, untuk mendapatkan bahan baku alternatif bagi produk nutraseutikal berbasis FSA. 3–10 individu ikan air tawar (150–500 g dari jenis ordo Perciformes, Anguilliformes, Cypriniformes, Osteoglossiformes, dan Siluriformes telah diambil secara acak dari lokasi budidaya ikan di Bogor dan Cianjur (Jawa Barat. Ekstraksi protein larut air dilakukan menggunakan Ultra Turax homogeniser dengan pelarut akuabides. Analisis FSA telah dilakukan menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kadar FSA dari 17 ekstrak air dari ikan berada pada rentang 42,51 to 215,57 mg/g, dengan kadar FSAikan gabus pembanding adalah 107,28 ± 3,2 mg/g. Konsentrasi FSA tertinggi ditemukan sebesar 215,57 ± 52,84 mg/g dari ekstrak air ikan gurame (Osphronemus gouramy. Analisis lebih lanjut terhadap komposisi asam amino menggunakan Gas Chromatography – Flame Ionization Detector (GC-FID menemukan bahwa ekstrak air ikan gabus memiliki konsentrasi asam amino esensial dan non-esensial yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan gurame. Hal ini menunjukkan banyaknya protein lain selain FSA pada ekstrak air ikan gabus dibandingkan ikan gurame. Berdasarkan hasil ini, ekstrak air ikan gurame memiliki konsentrasi FSA yang lebih besar dan relatif lebih murni dibandingkan ekstrak air ikan gabus, sehingga merupakan alternatif yang prospektif sebagai bahan baku untuk produk nutraseutikal berbasis FSA.

  8. Pengaruh Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik pada Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L. Var. Kawi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Edy Suminarti

    2015-07-01

    Full Text Available Diversifikasi pangan merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi kondisi rawan pangan.  Hal ini menjadi penting karena setiap tahun luas lahan basah telah mengalami penyusutan sekitar 0,1% dari total luas lahan di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, maka pemanfaatan ubi jalar sebagai sumber bahan pangan alternatif perlu dilakukan. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang macam dan waktu aplikasi bahan organik yang tepat telah dilakukan di Desa Landungsari, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah, macam bahan organik ditempatkan pada petak utama, terdiri dari 3 macam, yaitu  pupuk kandang sapi, kompos azolla dan kompos sampah kota.  Waktu aplikasi bahan organik sebagai anak petak, terdiri dari 3 macam, yaitu : 30 hari sebelum tanam, 15 hari sebelum tanam dan bersamaan tanam. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif, meliputi  komponen pertumbuhan dan panen, analisis pertumbuhan tanaman dan analisis tanah. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Interaksi nyata terjadi pada sebagian besar parameter yang diamati, dan hasil umbi tertinggi didapatkan pada kompos sampah kota yang waktu aplikasinya dilakukan 30 hari sebelum tanam : 28,03 ton umbi ha-1. Food diversification is a precise step to anticipate food shortage condition. It becomes important because wetland area is decreasing of approximately 0,1% each year of total area in Indonesia. Related to that point, also in order to meet food national demand, utilization of sweet potato as alternative food resource needs to be done. Research aimed to get information about proper kind and application time of organic matter had been done at Landungsari, Malang. The design used was Split Plot, kind of organic matter was placed as main plot, consisting of 3 kinds, ie: cow manure, azzola

  9. Daya Hambat Ekstrak Bahan Aktif Biji Picung (Pangium edule reinw. terhadap Pertumbuhan Bakteri Penghasil Histamin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Arifah Kusmarwati

    2014-05-01

    Full Text Available ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan ekstrak bahan aktif biji picung segar dan terfermentasi sebagai penghambat pertumbuhan bakteri penghasil histamin. Bakteri penghasil histamin yang diuji daya hambatnya meliputi Morganella morganii, Raoultella terigena, Enterobacter sp., Microbacterium testaceum, Staphylococcus sp., dan Micrococcus diversus. Pengujian daya hambat dilakukan dengan metode difusi pada lempeng agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akuades dan ekstrak etanol 50% dari biji picung segar mampu menghambat pertumbuhan bakteri penghasil histamin, sedangkan ekstrak n-heksana tidak memiliki daya hambat. Sementara itu, ekstrak akuades, etanol 50%, maupun n-heksana dari biji picung terfermentasi tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri penghasil histamin.

  10. Pengaruh Variasi Bahan Pra Mordan pada Pewarnaan Batik Menggunakan Akar Mengkudu (Morinda citrifolia

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Farida Farida

    2016-04-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian Pengaruh Variasi Bahan Pra Mordan pada Pewarnaan Batik Menggunakan Akar Mengkudu (Morinda citrifolia bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pra mordan pada pewarnaan batik menggunakan akar mengkudu (Morinda citrifolia. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi bahan pra mordan (tawas, tawas-jambal, tawas-kemiri dan pH pencelupan (asam, basa, netral. Batik yang telah diwarnai dengan ekstrak akar mengkudu kemudian diuji arah dan ketahanan luntur warnanya. Dari pengujian didapatkan hasil arah warna batik cokelat kemerahan sampai cokelat muda, sedangkan nilai rata-rata ketahanan luntur terhadap pencucian adalah 4 (baik dan gosokan basah 4 (baik. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa penambahan kayu jambal dan kemiri sebagai bahan pra mordan dibarengi pengaturan pH pada pewarnaan batik dengan ekstrak akar mengkudu memberikan variasi arah warna serta nilai ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan basah dengan hasil rata-rata baik. Perlakuan dengan pra mordan tawas-kemiri dengan kondisi derajat keasaman netral memberikan hasil paling baik pada ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan. Kata kunci: pra mordan, pH pencelupan, akar mengkudu, ketahanan luntur warna, arah warna, batik  ABSTRACTEffect of Pre Mordant Materials Variety on Batik Dyeing Using Morinda Root (Morinda citrifolia research was aimed to determine the effect of pre mordant materials in batik dyeing using the roots of morinda (Morinda citrifolia. The method used was experimental with variations including pre mordant materials (alum, alum-jambal, alum-kemiri and dyeing acidity (acid, base, neutral. Batik that had colored with morinda root extract then tested by the color shades and fastness properties. From the test results it was obtained that the color shades were reddish brown to light brown, while the average value of fastness to washing and rubbing were 4 (good. It can be concluded that the addition of

  11. Pemberian Asam Valproat pada Induk Tikus Bunting Menghambat Sintesis Insulin pada Sel Otak Anak Tikus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Komariah Komariah

    2017-09-01

    Full Text Available Asam valproat memengaruhi aktivitas histone deacetylase yang berperan dalam ekspresi gen selama organogenesis. Insulin berperan dalam proliferasi dan diferensiasi sel-sel saraf dentate gyrus hipokampus. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh pemaparan asam valproat pada induk bunting terhadap ekspresi gen insulin pada dentate gyrus. Penelitian dilakukan di UPHL IPB pada bulan Mei 2015 hingga Desember 2016 dengan  84 ekor anak tikus yang dilahirkan oleh induk tikus kontrol yang diberi asam valproat 250 mg pada umur kebuntingan 10, 13, dan 16 hari digunakan untuk pengamatan kadar glukosa, insulin, DNA, RNA, dan rasio RNA/DNA serta pengamatan mikroskopis otak. Pengamatan dilakukan selang waktu empat minggu, dimulai dari umur 4 sampai 32 minggu. Anak tikus yang dilahirkan oleh induk tikus yang diberi asam valproat selama kebuntingan mempunyai kadar glukosa otak yang lebih tinggi (p<0,01 dan insulin yang lebih rendah (p<0,05.  Selama periode pertumbuhan, anak tikus yang dilahirkan oleh induk tikus yang diberi asam valproat mengalami peningkatan kadar glukosa dan penurunan kadar insulin (p<0.05. Pengamatan mikroskopis sel-sel dentate gyrus menunjukkan degenerasi sel dan tidak terlihat reaksi imunoreaktif terhadap insulin, namun terjadi penurunan konsentrasi DNA, RNA, serta rasio RNA/DNA (p<0,05. Pemberian asam valproat pada induk tikus pada umur kebuntingan 10, 13, dan 16 hari memengaruhi organogenesis otak anak tikus sehingga menyebabkan kerusakan sel-sel saraf penghasil insulin otak yang ditunjukkan oleh  penurunan sekresi dan kadar insulin. [MKB. 2017;49(3:156–64] Kata kunci: Asam valproat, dentate gyrus, insulin, organogenesis   Valproic Acid Administration in Pregnant Rats Inhibits Insulin Synthesis n in Brain Cells of the Offsprings Valproic acid affects the activity of histone deacetylase which eventually affects gene expression during organogenesis. Insulin plays a role in regulating the proliferation and differentiation of the

  12. PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI MELALUI ANALISA BIAYA KUALITAS (Studi Kasus pada Perusahaan Bahan Baku Makanan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Felecia Felecia

    2004-01-01

    Full Text Available This article is about quality costs analysis to improve industrial competitiveness, through a study case at food ingredients industry. The purpose of this quality costs analysis is to know quality cost resources which are not efficient. The first condition shows that 90% of total quality costs is used as prevention cost and 8% as internal failure cost. The final condition after analysis and improvement shows no more internal failure and the average quality costs is reduced by 9.66%. Abstract in Bahasa Indonesia : Artikel ini membahas tentang analisa biaya kualitas untuk peningkatan daya saing industri, studi kasus di sebuah industri bahan baku makanan. Tujuan dari analisa biaya kualitas adalah untuk mengetahui sumber-sumber biaya kualitas yang tidak effisien. Kondisi awal perusahaan menunjukkan bahwa 90% dari total biaya kualitas digunakan sebagai biaya pencegahan, dan 8% sebagai biaya kegagalan internal. Kondisi akhir setelah dilakukan analisa dan perbaikan adalah tidak lagi ditemukan biaya kegagalan internal dan rata-rata biaya kualitas perusahaan secara umum menurun sebesar 9.66%. Kata kunci: analisa biaya kualitas, industri bahan baku makanan.

  13. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    SUNARTO

    2012-05-01

    Full Text Available Pamungkas GS, Sutarno, Mahajoeno E. 2012. Pengaruh macam limbah organik dan pengenceran terhadap produksi biogas dari bahan biomassa limbah peternakan ayam. Bioteknologi 9: 18-25. Kelangkaan bahan bakar merupakan masalah penting saat ini, sehingga diperlukan berbagai alternative sumbernya. Dengan sistem biodigester anaerob, limbah peternakan ayam dengan penambahan limbah organik lain dapat menghasilkan biogas, sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy. Tujuan penelitian ini adalah (i menguji produksi biogas dari pencerna anaerob limbah peternakan ayam dengan perlakuan pengenceran, dan penambahan berbagai substrat sampah organik skala laboratorium, (ii mengetahui produksi biogas dari pencerna anaerob sistem curah limbah peternakan ayam dengan frekuensi agitasi berbeda pada skala semi pilot. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu penelitian skala laboratorium dan skala semi pilot. Rancangan percobaan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL yang terdiri dari 2 faktor yaitu, rasio pengenceran, dan penambahan substrat. Hasil dari produksi biogas terbaik direkomendasikan pada penelitian skala semi pilot sistem curah. Perlakuan dalam tahapan semi pilot dengan interval waktu pengadukan, yaitu 4 jam/hari dan 8 jam/hari. Produksi biogas tertinggi diperoleh dari penyampuran kotoran ayam dengan eceng gondok pengenceran 1:1 sebesar 0,60 L dalam 6 minggu dan efisiensi perombakan COD, TSS, VS adalah 63,80%; 14,79%; 75,14%. Pada sekala semi pilot sistem curah dengan frekuensi pengadukan 8 jam/hari, diperoleh hasil biogas tertinggi sebesar 624,99 L dalam 6 minggu.

  14. PEMBUATAN SERBUK U-6Zr DENGAN PENGKAYAAN URANIUM 19,75 % UNTUK BAHAN BAKAR REAKTOR RISET

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukan Masrukan

    2016-03-01

    Full Text Available ABSTRAK PEMBUATAN SERBUK PADUAN U-6Zr DENGAN PENGKAYAAN URANIUM 19,75 % UNTUK BAHAN BAKAR REAKTOR RISET. Telah dilakukan pembuatan serbuk paduan U-6Zr dengan pengkayaan 19,75 % untuk bahan bakar reaktor riset. Pembuatan bahan bakar U-6Zr ini dalam rangka mencari bahan bakar baru yang mempunyai densitas tinggi untuk mengganti bahan bakar yang sudah ada U3Si2-Al. Tujuan dari percobaan ini untuk mengetahui sifat-sifat serbuk paduan U- 6Zr yang diperoleh dari proses hydriding-dehydriding sebagai kandidat bahan bakar reaktor riset. Serbuk yang diperoleh dari proses hydriding-dehydriding dikenai pengujian, diantaranya pungujian komposisi kimia, densitas, kandungan hidrogen, fasa dan sifat termal. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan beberapa unsur seperti Al, Ca, Cu, dan Ni melebihi batas yang diijinkan dimana masing-masing unsur terdapat sebesar 202,21 ppm; 214,05 ppm; 61,25 ppm dan 134,53 ppm. Pada pengujian diperolah densitas serbuk U-6Zr sebesar 13,58 g/cm3 dan pada pengujian kandungan hidrogen sisa diperoleh kandungan hidrogen sebesar 0,16 %. Untuk pengujian fasa, diperoleh fasa αU dan δU, sedangkan pada pengujian sifat termal yakni transformasi temperatur terdapat dua puncak yakni puncak pertama terjadi pada temperatur 274 hingga 311 oC dan puncak kedua terjadi pada temperatur 493 hingga 527oC. Puncak pertama terjadi reaksi endotermik dengan menyerap panas sebesar ∆H = 6,23 cal/g tetapi tidak terbentuk fasa baru, sedangkan puncak kedua terjadi reaksi eksotermik dengan mengeluarkan panas sebesar ∆H = -9.34 cal/g dan terbentuk fasa αZr. Sementara itu, dari pengujian kapasitas panas pada temperatur 34 hingga 75 oC, terjadinya penurunan nilai kapasitas panas yang disertai dengan penyerapan panas. Pada temperatur yang lebih tinggi hingga temperatur 437oC nilai kapasitas panas menjadi lebih kecil disertai pengeluaran panas. Reaksi termokimia antara Zr dengan hidrogen sisa menunjukkan terbentuknya fasa αZr yang diindikasikan oleh reaksi

  15. ANALISIS TERMAL-ALIRAN KISI BAHAN BAKAR BOLA TERAS RGTT200K DENGAN FLUENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mohammad Dhandhang Purwadi

    2015-03-01

    Full Text Available Sejalan dengan Perpres No.5/2010, PTRKN-BATAN mengembangkan dua varian desain konseptual reaktor daya maju kogenerasi, yaitu RGTT200K dan RGTT200KT. Energi termal pada kedua sistem reaktor ini dipasok oleh teras reaktor berbahan bakar bola dengan daya termal 200 MWt. Komposisi geometri dan struktur teras didesain agar dapat menghasilkan keluaran pendingin gas helium bertemperatur 950OC sehingga dapat digunakan untuk produksi hidrogen dan atau unit industri proses lainnya secara kogeneratif. Luaran gas helium bertemperatur sangat tinggi ini akan menimbulkan tegangan termal pada bola bahan bakar yang mengancam integritas sistem pengungkungan produk fisi di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis termal-aliran untuk mengetahui distribusi temperatur dan aliran pendingin gas helium dalam kisi bahan bakar bola. Salah satu cara terbaik untuk melakukan analisis termal-aliran adalah dengan pemodelan tiga dimensi menggunakan perangkat lunak komputasi dinamika fluida (computational fluid dynamics yang teruji. Dalam penelitian ini digunakan perangkat lunak FLUENT 6.3. Analisis termal aliran pada kisi bola bahan bakar dilakukan dengan memodelkan dinamika fluida pendingin dengan perpindahan panas kombinasi tiga moda, konduksi, konveksi dan radiasi, serta mempertimbangkan adanya turbulensi aliran gas. Model Discret Ordinate dan Reynolds-Averaged Navier-Stokes (RANS masing-masing digunakan dalam perhitungan perpindahan panas radiasi dan turbulensi. Dari distribusi temperatur bola bahan bakar hasil pemodelan CFD dengan aliran turbulen pada pendinginnya diketahui bahwa temperatur maksimum bahan bakar bola mencapai 1036,1OC. Temperatur setinggi ini masih jauh dari temperatur yang dapat menyebabkan kegagalan pengungkungan produksi fisi, yaitu 1600OC. Kata kunci: pemodelan pendinginan, model kisi kubus sederhana, reaktor kogenerasi, RGTT, komputasi dinamika fluida   In accordance to the Presidential Regulation No.5/2010, PTRKN-BATAN develops two variants

  16. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOMIK IPA DENGAN PENANAMAN NILAI BUDAI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yunita Sari

    2017-09-01

    Full Text Available Abstrak. Masalah yang sering dihadapi pada siswa sekolah dasar dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam adalah kesulitan memahami materi yang disajikan dalam bahan ajar IPA yang digunakan di sekolah dan penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik. Media yang ada sifatnya yang terbatas membuat siswa malas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran karakteristik, kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan produk bahan ajar komik yang dikembangkan dalam pembelajaran IPA materi Bagian-bagian tumbuhan di kelas IV Sekolah Dasar. Subjek uji coba pada penelitian adalah kelas IV SDN Beji 03 dengan peserta didik sejumlah 21 siswa. Desain uji coba produk dalam pengembangan bahan ajar komik IPA adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Jenis penelitian pengembangan ini dengan menggunakan model Borg and Gall. Perangkat yang dikembangkan meliputi: Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Komik Ilmu Pengetahuan Alam, dan Tes Prestasi Belajar Materi Bagian-bagian tumbuhan. Data diperoleh melalui lembar pengamatan dan tes prestasi belajar materi bagian-bagian tumbuhan. Hasilnya diolah secara deskriptif, menggunakan uji ketuntasan, uji banding dan uji peningkatan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian validator terhadap perangkat pembelajaran pada kategori valid, kemampuan guru mengelola pembelajaran termasuk kategori praktis. Implementasi perangkat ini menghasilkan nilai rata-rata tes prestasi belajar kelas eksperimen lebih dari kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan, kelas eksperimen memperoleh rata-rata prestasi belajar lebih baik dari rata-rata nilai kelas kontrol, uji peningkatan tes prestasi belajar kelas eksperimen dengan kelas kontrol kategori sedang, peningkatan nilai-nilai budai dari kategori belum terlihat meningkat pada kategori membudaya.  Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa bahan ajar komik IPA efaktif digunakan dalam pembelajaran.Kata kunci: bahan ajar komik IPA

  17. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BAHAN AJAR BERBASIS WEB DENGAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCT/ON TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIASISWASMAN 1 JEPARA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Winarni Winarni

    2016-06-01

    Full Text Available Pada penelitian ini diterapkan bahan ajar berbasis web dengan model PBI untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar kimia ditinjau dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IA SMAN 1 Jepara. Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan teknik cluster random sampling yaitu kelas XI-IA5 sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan dengan menggunakan bahan ajar berbasis web dengan model PBI. Kelas XI-IA2 sebagai kelas kontrol yang hanya mendapatkan pembelajaran bermodel PBI. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, tes, observasi dan angket. Analisis tahap awal meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan Uji anava. Analisis tahap akhir meliputi uji normalitas, uji kesamaan dua varians, uji perbedaan dua rata-rata, analisis pengaruh antar variabel, penentuan koefisien determinasi, dan analisis hasil angket dan observasi. Uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi biserial dan koefisien determinasi bahwa penggunaan bahan ajar berbasis web dengan model PBI berpengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa materi larutan penyangga dan hidrolisis. Hasil analisis menunjukkan rb 0,44 dengan kontribusi 19, 78%. Simpulan pada penelitian ini adalah penggunaan bahan ajar berbasis web dengan model PBI berpengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa materi larutan penyangga dan hidrolisis siswa kelas XI-IA SMAN 1 Jepara dengan kontribusi 19, 78%.

  18. Pengaruh Pemakaian Bahan Bakar, Putaran, dan Penyetelan Sudut Pengapian terhadap Produk Emisi Gas Buang pada Mesin Type 5K

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paryono Paryono

    2009-02-01

    Full Text Available Semakin gencarnya program pemerintah mensosialisasikan program langit biru, diharapkan pemilik kendaraan bermotor mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya pengotoran udara yang ada di lingkungannya. Salah satu faktor penyebab terjadinya pencemaran udara di sekitar kita adalah gas buang yang dihasilkan oleh banyaknya populasi kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini untuk menguji perbedaan pemakaian bahan bakar premium dan bensin biru dalam hal produk emisi gas buang pada kendaraan bermotor pada saat putaran rendah. menengah, dan tinggi pada motor Toyota 5K. Pengambilan data dilakukan dengan mengetes emisi gas buang HC dalam ppm dan Co dalam % volume pada motor yang menggunakan bahan bakar premium dan bensin biru. Hasil pengujian menunjukkan bahwa putaran motor dan penggunaan jenis bahan bakar serta besar penyetelan saat pengapian ada perbedaan yang signifikan dengan F rasio = 144,42 dan P < 0,05 terhadap produk emisi gas buang pada Toyota 5K. Hal ini berarti dengan menggunakan bahan bakar bensin biru akan diperoleh emisi gas buang yang minimum jika penyetelan saat pengapian diperlambat.

  19. Effect of particle size of rice flour on physical and sensory properties of Sel-roti.

    Science.gov (United States)

    Subba, Dilip; Katawal, Surendra Bahadur

    2013-02-01

    Sel-roti is a delicious, deep-fat fried, puffed, ring shaped spongy doughnut like Nepalese indigenous food prepared from the batter of rice flour, ghee and sugar. A study was conducted to determine the effect of particle size of rice flour on bulk density, oil uptake and texture of Sel-roti. Rice was soaked in water and ground with the help of iron mortar and pestle and the flour was analyzed for particle size distribution by using standard sieves and separated into three particle size categories as coarse (> 890 u), medium (120-890 u) and fine (rice flour of different particle sizes were mixed in different proportions and Sel-roti was prepared from these flours. Bulk density and oil uptake were determined and sensory test was carried out. The results showed significant good positive correlation between mean particle size and bulk density (r = 0.97, p ≤ 0.05) and a good negative correlation between mean particle size and oil-uptake (r = 0.90, p ≤ 0.05). Good positive correlation of mean particle size with texture attributes like hardness (r = 0.99, p ≤ 0.05) and fracturability (r = 0.96, p ≤ 0.05) and good negative correlation with smoothness (r  = -0.97, p ≤ 0.05), cohesiveness (r = -0.92, p ≤ 0.05), stickiness (r = -0.76, p ≤ 0.05) and oily mouth feel (r = -0.85, p ≤ 0.05) and fair positive correlation with chewiness (r = 0.65, p > 0.05) were found.

  20. Assessment of Selânik Street/Ankara as a Living Urban Space

    Science.gov (United States)

    Işıklar, Sena; Kırcı, Nazan

    2017-10-01

    Urban spaces create their physical existence through streets and the spaces left between the buildings. However, the user activities within the city avail a produced area consisting of streets and buildings to become a living space. According to Jacobs, the more the urban spaces are used, the livelier and more vivacious spaces are going to be provided. The use of space by individuals is in close connection with some characteristics of the space. Among these, the multi-functionality of the space, the regularity in its night and day utility patterns, and the availability of conditions of comfort and aesthetics, its adaptability depending on the requirements of time could be mentioned. In order to scrutinise the relationship between the spatial characteristics of a built-up space and its utility Selânik Street/Ankara was selected as our field of study. Firstly, the characteristics of living spaces have been defined within the study. Then the use of units and the structural analysis of Selânik Street was undertaken; and the area was studied in terms of the use of open spaces and conditions of comfort. The use of space by the users was revealed through observation. As a result of the assessments, the spatial deficiencies of the field of study was identified. Proposals were made for transforming Selânik Street into a living urban space, such as the organisation of its utility patterns, the addition of activities that draw the users to the area, providing conditions of comfort and increasing aesthetic values.

  1. MEMFASILITASI HIGHER ORDER THINKING SKILLS DALAM PERKULIAHAN BIOLOGI SEL MELALUI MODEL INTEGRASI ATRIBUT ASESMEN FORMATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sigit Saptono

    2017-02-01

    Full Text Available Abstrak ___________________________________________________________________ Higher order thinking skills sangat dibutuhkan untuk memahami permasalahan dan esensi materi perkuliahan Biologi Sel. Studi dengan desain Research and Development ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa calon guru biologi melalui penerapan model pembelajaran Integrasi Atribut Asesmen Formatif (IAAF. Sejumlah 61 mahasiswa program studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Semarang semester tiga yang sedang menempuh mata kuliah Biologi Sel menjadi subjek penelitian. Kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa diukur melalui tugas individu, tugas kelompok pembuatan peta konsep dan penyusunan laporan reviu artikel, dan 30 item soal berbentuk selected response questions dan constructed response questions tervalidasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan penalaran dan berpikir analitik mahasiswa dapat berkembang secara signifikan, meskipun perkembangan kemampuan argumentasi, salah satu kategori kemampuan berpikir analitik, masih perlu perhatian yang cukup serius.   Abstract ___________________________________________________________________ Higher order thinking skills are needed to understand the problem and the essence of the lecture material Biology Sel. Study design Research and Development aims to develop reasoning skills and analytic thinking biology student teachers through the application of learning models Integration Attributes Formative Assessment (IAAF. Some 61 students of Biology Education Semarang State University who is doing his third semester courses Cell Biology is the subject of research. Analytical reasoning and thinking ability of students is measured through individual assignments, group assignments concept map creation and preparation of the Review articles, and 30 items about the shape of the selected response and constructed response questions, validated questions. The result showed

  2. Studi Eksperimental Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Performa DSSC (Dye Sensitized Solar Cell dengan Ekstrak Buah dan Sayur Sebagai Dye Sensitizer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khoiruz Zadit Taqwa

    2015-03-01

    Full Text Available Sel surya adalah peralatan yang dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan efek photovoltaic. Desain dan konstruksi dari solar cell mengalami perkembangan seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini, hingga pada tahun 1991 ditemukan DSSC (Dye Sensitized Solar Cell. Sampai saat ini bahan yang umum digunakan sebagai dye pada pembuatan DSSC adalah ruthenium complex yang berharga mahal dan sulit untuk disintesa. Karena itu perlu dilakukannya penelitian tentang penggunaan bahan lain yang murah dan mudah untuk disintesa sebagai bahan dye, karena itu perlu diadakan pengujian terhadap performa yang dihasilkan dari DSSC dengan bahan dye tersebut dan apa saja variabel yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksperimental terhadap prototype DSSC dengan variasi bahan dye sensitizer dari ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana, ekstrak daun bayam (Amaranthus hybridus l. ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus. Pengujian prototype DSSC dilakukan dengan cara menyinarinya menggunakan cahaya lampu halogen yang diatur tegangannya menggunakan sebuah dimmer untuk mengendalikan temperatur dari lampu, sehingga lampu tersebut menghasilkan variasi tintensitas cahaya sebesar 29 W/m2, 36 W/m2 dan 49 W/m2. Selanjutnya pengujian dilakukian dengan cara yang sama, tetapi dengan ditambahkan pendingin berupa air yang mengalir dibawah permukaan prototype DSSC. Penilitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa semakin tinggi intensitas cahaya, maka semakin tinggi Pmax yang dihasilkan oleh prototype. Semakin bertambah temperatur pencahayaan maka semakin berkurang performa dari prototype DSSC. Efisiensi yang paling besar dihasilkan oleh prototype dengan bahan dye dari ekstrak kulit manggis pada intensitas 29 W/m2 sebesar 0,73%,Pendinginan yang diberikan kepada prototype mampu memperbaiki efisiensi dari prototype DSSC yang dibuat akan tetapi tidak signifikan.

  3. Effet de différents sels de calcium in vitro et in vivo sur le ...

    African Journals Online (AJOL)

    Objectifs : L'efficacité in vitro et in vivo du silicate, l'hydroxyde, l'oxyde, le sulfate et l'hypochlorite de calcium a été testée sur le développement des champignons responsables de la pourriture du melon en post-récolte. Méthodologie et Résultats : les sels de calcium ont été testés in vitro à 200, 400, 600, 800 et 1000 ppm et ...

  4. Optimasi Rasio Air dan Bahan Yang ditambahkan pada Pembuatan Pupuk Organik Granul dari Tepung Rumput Laut Sargassum sp.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Wullandari

    2017-06-01

    Full Text Available Telah dilakukan pembuatan pupuk organik granul dari tepung rumput laut Sargassum sp. dengan menggunakan granulator hasil rancang bangun Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio air dan bahan yang tepat dalam proses pembuatan pupuk granul sehingga menghasilkan rendemen pupuk organik granul tertinggi dan mengetahui kualitas pupuk yang dihasilkan. Metode granulasi yang digunakan yaitu metode granulasi basah (wet granulation. Bahan yang digunakan yaitu tepung rumput laut Sargassum sp., kapur pertanian, dan air. Variasi rasio air dengan bahan (tepung rumput laut Sargassum sp. dan kapur pertanian yaitu 10:30, 11:30, 12:30, dan 13:30 (ml air/g bahan. Pupuk organik granul dengan rendemen tertinggi yang terpilih kemudian dianalisa kandungan hara makro, C organik, kadar air, kadar hara mikro, dan logam berat. Sebagai pembanding digunakan pupuk organik komersial. Rendemen pupuk organik granul yang sudah diayak menunjukkan nilai tertinggi sebesar 26,43% pada rasio air : bahan sebesar 12:30. Kadar C organik pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik granul komersial berturut-turut adalah 15,1% dan 20,2% dengan rasio C/N berturut-turut adalah 18,41% dan 3,10%. Kadar air pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik granul komersial berturut-turut adalah 19,47% dan 13,79%. Kadar timbal (Pb pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik granul komersial berturut-turut adalah kurang dari 0,04 ppm, dan 6,20 ppm sedangkan kadar Fe total pupuk organik granul terpilih dan pupuk organik komersial berturut-turut adalah 8.031 ppm dan 5.316 ppm.

  5. KORELASI KOMPOSISI UNSUR TERHADAP SIFAT TERMAL SERBUK BAHAN BAKAR U-ZrHX

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Masrukan Masrukan

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK KORELASI KOMPOSISI UNSUR TERHADAP SIFAT TERMAL SERBUK BAHAN BAKAR      U-ZrHx. Telah dilakukan analisis untuk menentukan korelasi komposisi terhadap sifat termal pada serbuk bahan bakar U-ZrHx. Serbuk U-ZrHx dibuat dari proses hidriding ingot U-Zr, dimana ingot U-Zr merupakan hasil peleburan logam U dan Zr. Dalam percobaan ini dibuat tiga variasi serbuk yaitu U-35ZrHx, U-45ZrHx, dan U-55ZrHx. Perlunya dilakukan penentuan kadar Zr terhadap sifat termal adalah untuk mengetahui pengaruh kadar Zr terhadap sifat transformasi panas dari bahan bakar tersebut. Mula –mula dilebur logam U dan Zr didalam tungku peleburan busur listrik hingga menghasilkan ingot U-Zr. Ingot U-Zr selanjutnya dibuat serbuk dengan teknik hidridring-milling hingga menghasilkan serbuk U-Zr. Serbuk U-Zr dianalisis komposisi dengan menggunakan teknik sepektroskopi serapan atom (SAA dan sepektroskopi UV-Vis. Hasil analisis komposisi menunjukkan bahwa pada analisis untuk menentukan kandungan U dan Zr hampir semua sampel uji yang dianalisis mempunyai perbedaan yang cukup besar antara kandungan U dan Zr yang ditentukan dengan hasil analisis U dan Zr terkecuali hasil analisis pada serbuk U-45Zr yang hanya berbeda 0,609 %. Dari hasil pengujian unsur pengotor diperoleh bahwa semua unsur pengotor yang ada masih memenuhi persyaratan untuk bahan. Pengujian kapasitas panas yang dilakukan pada rentang temperatur 35ºC hingga 437ºC memperlihatkan bahwa nilai kapasitas yang paling besar adalah serbuk U-35ZrHx dengan nilai kapasitas panas sebesar 0,13 J/g.oC. Sementara itu dari pengujian transisi perubahan fasa diperoleh bahwa pada U-45ZrHx mengalami dua tahapan reaksi disertai perubahan fasa. Dapat disimpulkan apabila dilihat dari kandungan U dan Zr  belum bisa digunakan untuk bahan bakar, sedangkan dari analisis kandungan unsur pengotor diperoleh bahwa semua unsur yang ada masih  memenuhi persyaratan untuk bahan bakar kecuali unsur Fe. Sementara itu hasil analisis sifat termal

  6. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR HIDROLISIS GARAM BERMUATAN KARAKTER BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yotiani Yotiani

    2017-02-01

    Full Text Available Berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang sangat penting diajarkan kepada siswa. Inkuiri dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan yang dapat mewadahi pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar hidrolisis garam bermuatan karakter berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D dengan desain one-group pre-test post-test design. Prosedur pengembangan yang digunakan meliputi (1 pendefinisian (define, (2 perencanaan (design, (3 pengembangan (develop. Subjek implementasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Mandor (Kalimantan Barat tahun pelajaran 2014/2015. Instrumen dalam penelitian ini meliputi: (1 instrumen lembar wawancara guru (analisis kebutuhan; (2 instrumen penilaian/uji ahli terhadap produk bahan ajar yang dikembangkan; (3 instrumen soal tes kemampuan berpikir kritis siswa materi hidrolisis garam; (4 instrumen lembar observasi afektif siswa; (6 instrumen lembar observasi psikomotor siswa; dan (7 instrumen lembar angket respon siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar hidrolisis garam bermuatan karakter berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan, serta mendapat respon positif dari siswa.Critical thinking is one of the high-level thinking skills crucial taught to students. Inquiry can be used as one approach that can facilitate the development of students' critical thinking skills. The aim of this research is to develop a teaching material with integrated character guided inquiry approach to increase the students’ critical thinking skills. This study applied the Research and Development (R&D method used one group pretest posttest design.This research is aimed at developing devices to produce good teaching

  7. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR POLA DASAR BUSANA WANITA PADA PROGRAM STUDI D3 TATA BUSANA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idah Hadijah

    2014-05-01

    Full Text Available Teaching Materials Development of the Basic Pattern of Women's Clothing on Clothing Design Program. The purpose of this development is to pro­­duce teaching materials of archetypal body of woman fashion, whichis equipped with a Power Po­int in order to assist faculty and students on conducting learning ac­ti­vi­ty. The research development me­thod used was adapted from the instructional de­sign model of Dick and Carey. The results of the study in the form of assess­ment/feedback showed that the mean score reached 86.00%, which meant that the teaching materials categorized as well qualify­ed/ decent, the media has a very good Power Point as it re­ached 91.00%, the lecturers gui­de reached 92.00% and catehorized as ex­cell­ent/ve­ry decent, and the students guide achieved 83.00% and categorized as good/de­cent. Thus, the teaching material is feasible to be used as the instructional materials for learning on Clothing Design Program.   Tujuan pengembangan ini un­­­tuk menghasilkan produk bahan ajar po­­la dasar ba­dan busana wanita dilengkapi de­ngan Power Point, sehingga dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam me­lak­sa­na­kan pembelajaran. Metode penelitian pengembangan yang digunakan diadaptasi dari ran­­­cangan pembelajaran model Dick dan Carey. Hasil pe­nelitian berupa penilaian/tanggapan menunjukan rerata skor bah­­wa bahan ajar mencapai 86,00% termasuk ke da­lam kualifikasi baik/layak, media Po­­wer Point termasuk sangat baik karena men­capai 91,00%, pan­­duan dosen mencapai 92,00% termasuk ke dalam kualifikasi sangat ba­ik/sa­­­­ngat layak, dan panduan ma­ha­siswa mencapai 83,00% termasuk kua­lifikasi ba­ik/la­yak, dengan demikian bahan ajar ter­­sebut layak digunakan untuk pem­­b­e­lajaran pada Program Studi D3Tata Busana.

  8. Cloning, intracellular localization, and expression of the mammalian selenocysteine-containing protein SELENOI (SelI) in tumor cell lines.

    Science.gov (United States)

    Varlamova, E G; Goltyaev, M V; Novoselov, V I; Fesenko, E E

    2017-09-01

    The intracellular localization of human selenoprotein SelI and the degree of expression of its gene in different human tumor cell lines were determined. It was found that the SelI protein is present in the nucleus, cytoplasm, and endoplasmic reticulum and is absent in the nucleolus. Since the oxidative stress caused by a sharp increase in the content of free radicals in the body is one of the causes of malignant transformation, the study of the role of the trace element selenium and selenocysteine-containing proteins as antioxidants in carcinogenesis is of great scientific interest.

  9. Pemilihan Supplier Bahan Baku Kayu Tetap dengan Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Vendor Performance Review (VPR) di PT. Putra Flora Rimba Tani

    OpenAIRE

    Perdana, Muhammad Agung

    2016-01-01

    PT. Putra Flora Rimba Tani merupakan perusahaan swasta yang mengolah Kayu Karet menjadi produk utama Finger Join Laminating Board (FJLB), Finger Join Laminating (FJL) Block dan Finger Join (FJ) Stick serta produk sampingan berupa daun pintu dan produk meja lapis. PT. Putra Flora Rimba Tani memiliki empat supplier tetap yang memasok bahan baku. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat keluhan dari pabrik terhadap pasokan bahan baku yang diperoleh dari supplier dimana terjadinya kekurang...

  10. UJI ABU TERBANG PLTU ASAM ASAM SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BATA RINGAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ninis Hadi Haryanti

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRAK. Berbagai penelitian mengenai pemanfaatan abu terbang batubara sedang dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya serta mengurangi dampak buruknya terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfatkan  limbah pembakaran batubara pada PLTU yaitu Abu Terbang (Fly Ash untuk pembuatan beton bata ringan nonstruktur. Telah dilakukan uji terhadap abu terbang dari limbah batubara yang digunakan pada PLTU Asam asam dengan hasil kandungan silika relatif tinggi (74,2% SiO2 sedangkan alumina tidak terlalu tinggi (5,7% Al2O3, dan Fe2O3 sekitar 14,4%. Kandungan logam alkali (2,4% CaO dan 2,03% MgO mendukung pembentukan ikatan material aluminosilikat. Karena kandungan CaO sekitar 2,4%, maka abu ini termasuk abu terbang kualitas ASTM kelas F. Abu terbang kelas F ini kadar kapurnya rendah (CaO < 10%, cocok berfungsi sebagai bahan low/ultra-low cement castable refractory yang tahan suhu tinggi. Komposisi kimia limbah abu terbang PLTU Asam asam Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa kadar Al2O3 yaitu Al2O3 : SiO2 = 5,7% : 74,2% atau nilai Al2O3/SiO2 = 0,076819, yang berarti kadar alumina sangat kecil dibandingkan dengan silikanya. Dari hasil tersebut terlihat bahwa fly ash yang digunakan termasuk dalam kategori fly ash tipe F (ACI Manual of Concrete Practice 1993 Part 1 226.3R-3, dengan kadar SiO2 + Al2O3 + Fe2O3 lebih dari 70% dan sesuai dengan syarat SNI 03-2460-1991. Fly ash kelas F disebut juga low-calcium fly ash, yang tidak mempunyai sifat cementitious dan hanya bersifat pozolanic. Oleh karena itu, limbah abu terbang PLTU Asam asam dapat digunakan sebagai bahan campuran (sebagai agregat pembuatan bata ringan.   Kata kunci: abu terbang, bata ringan, komposisi kimia abu terbang

  11. STUDI DESAIN DOWN SCALE TERAS REAKTOR DAN BAHAN BAKAR PLTN JENIS PEBBLE BED MODULAR REACTOR – HTR 100 MWe

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Slamet Parmanto

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan penelitian terhadap teras reaktor Pebble Bed Modular Reactor (PBMR dengan daya 100 Mwe berbahan bakar UO2. Reaktor ini menggunakan moderator grafit dan helium sebagai pendingin. Studi down scale dilakukan tanpa mengubah geometri teras maupun geometri bahan bakar. Parameter yang dianalisis adalah kritikalitas teras, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur bahan bakar, moderator dan pendingin serta nilai ekonomis bahan bakar. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh desain bahan bakar yang bernilai ekonomis dan memiliki fitur keselamatan melekat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan program SRAC 2003. Hasil yang diperoleh adalah desain bahan bakar UO2 berbentuk pebble dengan pengkayaan 10% U235 dan 90 ppm racun dapat bakar Gd2O3. Nilai faktor multipilkasi effektif keff pada beginning of life (BOL adalah 1,01115 dan menjadi 1,00588 setelah 2658 hari operasi reaktor (EOL. Koefisien reaktivitas temperatur total diperoleh sebesar - 3,25900E-05 ∆k/k/K saat BOL dan -1,10615E-04 ∆k/k/K saat end of life (EOL. Reaktor ini memenuhi karakteristik keselamatan melekat ditandai dengan nilai koefisien reaktivitas temperatur yang negatif. Kata kunci: PBMR, desain bahan bakar, faktor multipilkasi effektif, reaktivitas lebih, koefisien reaktivitas temperatur.   Research of Pebble Bed Modular Reactor (PBMR 100 MWe which used UO2 fuel has been done. This reactor uses graphite as moderator and helium as coolant. Down scale studies performed without changing the core and fuel geometry. The parameter being analyzed were core criticality, excess reactivity, fuel, moderator, coolant temperature reactivity coefficient, and fuel economy. This research is expected to obtain the design that has fuel economy and inherent safety features. In this research, we have employed SRAC 2003 code. The calculation show that the UO2 pebble fuel design with 10% enrichment of U235 and 90 ppm burnable poison of Gd2O3 results in the effective multiplication

  12. Pengaruh Perlakuan Pemecahan Dinding Sel Botryococcus braunii dan Nannochloropsis Menggunakan Microwave dan Sonikator terhadap Minyak yang Dihasilkan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Amini

    2014-06-01

    Full Text Available Penelitian pengaruh pemecahan dinding sel Botryococcus braunii dan Nannochloropsis menggunakan microwave dan sonikator terhadap jumlah minyak yang dihasilkan telah dilakukan di Laboratorium BBP4BKP, Slipi, Jakarta. Botryococcus braunii dan Nannochloropsis telah dikultur di dalam bak fiber ukuran 1000 liter berisi air laut, diaerasi terus menerus dan diberi cahaya sinar matahari. Conwy media ditambahkan ke dalam media air laut sebagai nutrisi suplemen pada kultur. Biomassa Botryococcus braunii dan Nannochloropsis dipanen pada umur 4 hari, lalu dipecah dinding selnya menggunakan microwave dengan frekuensi 2540 MHz dan sonikator dengan frekuensi 20 KHz. Minyak algae diekstraksi menggunakan pelarut heksan dilanjutkan dengan evaporasi menggunakan rotavapor. Hasil menunjukkan bahwa jumlah minyak dari Botryococcus braunii hasil pemecahan dinding sel menggunakan sonikator yaitu 22,24% dan microwave yaitu 7,92%. Jumlah minyak Nannochloropsis dengan pemecahan dinding sel menggunakan sonikator adalah 11,92% dan microwave adalah 16,54%. Ekstraksi minyak tanpa pemecahan dinding sel Botryococcu braunii sebesar 0,84% dan Nannochloropsis sebesar 1,54%. Asam lemak jenuh pada Botryococcus braunii antara lain asam stearat (18%, palmitat (5%, behenat (1%, dan arachidat (4% dengan jumlah total 28%. sedangkan pada Nannochloropsis adalah asam stearat (21%, palmitat (9%, behenat (1%, dan arachidat (2% dengan jumlah total 33%.

  13. Examining Cultural Tourism Attractions for Foreign Visitors: The Case of Camel Wrestling in Selçuk (Ephesus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vedat Çalışkan

    2010-01-01

    Full Text Available This study focuses on the Camel Wrestling Festival in Selçuk, which has gained importance with its tourist appeal among traditional camel wrestling organizations in Western Anatolia. The study aimed to investigate those aspects of the Festival, which were found to be attractive for foreign visitors, and to evaluate the impacts of tourism on this traditional event. The study data were obtained from the surveys that were completed by 56 foreign visitors at the Camel Wrestling Festival in Selçuk on January 18, 2009. Findings of the study demonstrate that this traditional event attracts foreign visitors from various countries worldwide, for they are curious about this event and desire to have a cultural-authentic experience. The Camel Wrestling Festival in Selçuk is a cultural heritage, which has not been commercialized or lost its authentic significance yet, although it is vulnerable to the impact of international tourism. Nevertheless, handing this value down to the future by conserving it with its cultural surroundings is possible through a sustainable tourism policy. The Camel Wrestling Festival in Selçuk is in the process of becoming a touristic product, and the proposals in the study contribute to the development of a policy for the festival concerned.

  14. Uji Sitotoksisitas Ekstrak Ethanol 70 % Herba Ceplukan (Physalis angulata Linn.) Terhadap Sel WiDr Secara In Vitro

    OpenAIRE

    Ira Djajanegara

    2017-01-01

    Herba ceplukan (Physalis angulata Linn) merupakan salah satu bahan alam yang digunakanmasyarakat untuk pengobatan tradisional sebagai antikanker. Pada penelitian sebelumnya hasilpengujian ekstrak ethanol 70% herba ceplukan (Physalis angulata Linn.) terhadap Artemia salinaLeach (larva udang) dengan metode Brine Shirmp Lethality Test (BSLT) diketahui memiliki sifattoksik dengan nilai LC50 sebesar 39,63 μg/ml. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuanmengetahui efek sitotoksisitas ekstrak et...

  15. Uji Sitotoksisitas Ekstrak Ethanol 70 % Herba Ceplukan (Physalis Angulata Linn.) Terhadap Sel WiDr Secara in Vitro

    OpenAIRE

    Djajanegara, Ira

    2008-01-01

    Herba ceplukan (Physalis angulata Linn) merupakan salah satu bahan alam yang digunakanmasyarakat untuk pengobatan tradisional sebagai antikanker. Pada penelitian sebelumnya hasilpengujian ekstrak ethanol 70% herba ceplukan (Physalis angulata Linn.) terhadap Artemia salinaLeach (larva udang) dengan metode Brine Shirmp Lethality Test (BSLT) diketahui memiliki sifattoksik dengan nilai LC50 sebesar 39,63 μg/ml. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuanmengetahui efek sitotoksisitas ekstrak et...

  16. Ekspresi Gen CYP19 dalam Kultur Sel Osteoblas dari Periodontitis Tulang Alveolar Agresif Distimulasi dengan Vitamin D dan atau Deksametason

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dahlia Herawati

    2016-11-01

    Full Text Available Latar Belakang. Estrogen mengatur homeostasis tulang dan disekresikan oleh gonad dan ekstragonad. Selain itu,androgen diubah menjadiestrogen oleh enzim aromatase P450 yang dihasilkan oleh sitokrom P450 aromatase. Ini diproduksi oleh gen sitokrom CYP19. Vitamin D berperan dalam mengatur homeostasis kalsium dan ekspresi gen aromatase langsung. Deksametason bertindak sebagai anti inflamasi, menghentikan peradangan dan meningkatkan kecepatan penyem6uhan. Kerusakan parah tulang alveolar di periodontitis agresif dapat terjadi di usia muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji ekspresi gen CYP19daiam kultur sel osteoblas periodontitis agresif tulang alveolar pasien dengan stimulasi vitamin D dan atau deksametason. Metode. Fragmen tulang alveolar dari pasien periodontitis agresif dikultur dalam dimodifikasi F-12 medium dilengkapi dengan serum janin sapi (FBS 20%, antibiotik (penisilin streptomisin 5%, dan fungizone 2%. Sel-sel osteoblas yang tumbuh dalam kultur dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1: kultur diperlakukan non, kelompok 2: diperlakukan dengan vitamin D 10-6 moVL,kelompok 3: diperlakukan dengan deksametason 10.7mol/L, dan kelompok 4: diperlakukan dengan kombinasi vitamin D den deksametason pada dosis yang sarna. Setelah 24 jam perlakuan dihentikan, semua kelompok kultur yang diamati dengan teknik imunositokimia dan menghitung persentase CYP19 ekspresi gen dan sel oeteoblas dalam kultur. Hasilnya menunjukkan bahwa persentase rata-rata CYP19 ekspresi gen untuk kelompok 1, 2, 3, dan 4 adalah 44.18, 38.66,35.26 dan 31.13%, masing-masing, dan perbedaan yang signifikan antara perlakuan dengan p<0.05. Disimpulkan bahwa perlakuan terbaik untuk meningkatkan jumlah sel osteoblas, adalh kombinasi vitamin D dan deksametason, walaupun persentase ekspresi gen CYP19 adalah nilai terendah di antara kelompok.

  17. MODULASI SEL PUNCA MESENKIMAL DALAM MENURUNKAN KADAR HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN SEBAGAI TERAPI NEFRITIS LUPUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Indah Putri Maharani

    2017-06-01

    Full Text Available Systemic Lupus Erythematosus merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis dengan gambaran klinis luas dan perjalanan penyakit beragam. Pemberian pristan intraperitoneal dapat menginduksi lupus pada mencit. Secretome sel punca mesenkimal bekerja secara parakrin memberikan efek antinflamasi dan imunomodulasi antara lain mensupresi sel T dan sel B autoreaktif. High Sensitivity C-Reactive Protein (hsCRP terkait dengan patogenesis SLE dan selaras dengan aktifitas penyakit.Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh secretome sel punca mesenkimal terhadap kadar hsCRP pada mencit model lupus dengan induksi pristan. Desain penelitian adalah eksperimental dengan randomisasi, post test only control group design, sampel 21 ekor mencit betina Mus Musculus galur Balb/C, dibagi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol (injeksi intraperitoneal NaCl 0,9% 0,5 ml, kelompok perlakuan (injeksi pristan intraperitoneal 0,5 ml dan kelompok terapi (injeksi intraperitoneal pristan 0,5 ml dan secretome 0,45 ml. Penelitian dilakukan selama 3 minggu, secretome diberikan pada akhir penelitian. Sesudah perlakuan dinilai kadar hsCRP secara ELISA. Analisis statistik menggunakan SPSS 22 for windows dengan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan Mann-Whitney U test. P bermakna jika p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hsCRP pada ketiga kelompok yaitu kontrol 440.68(110.08-564.29 ng/ mL; perlakuan (pristan 2964.26(601.13-3926.10 ng/mL; terapi pristan+secretome 506.93(207.62-1473.46 ng/mL, dengan kemaknaan p=0.008. Terdapat perbedaan bermakna kadar hsCRP antara kelompok pristan vs pristan+secretome (2457.33 ng/mL; p=0.047. Secretome sel punca mesenkimal mampu menurunkan kadar hsCRP pada mencit model lupus dengan induksi pristan. Kata Kunci: High Sensitivity C-Reactive Protein, Nefritis lupus, Secretome

  18. Enriquecimento e biodisponibilidade de selênio no cogumelo de Pleurotus ostreatus

    OpenAIRE

    Silva, Marliane de Cássia Soares da

    2009-01-01

    O selênio (Se) é um nutriente essencial envolvido em diversas funções fisiológicas que incluem atividade no centro catalítico de proteínas, aumento de funções do sistema imune e redução do risco de câncer, além de ser o componente essencial da enzima antioxidativa glutationa peroxidase (GPx). Em áreas onde os solos têm baixa disponibilidade de Se, como os solos brasileiros, os produtos agrícolas também apresentam baixas concentrações desse elemento e essa deficiência causa graves riscos para ...

  19. MEMFASILITASI HIGHER ORDER TIHINKING SKILLS DALAM PERKULIAHAN BIOLOGI SEL MELALUI MODEL INTEGRASI ATRIBUT ASESMEN FORMATIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sigit Saptono

    2017-10-01

    Full Text Available ABSTRACTHigher order thinking skills are needed to understand the problem and the essence of the lecture material Biology Sel. Study design Research and Development aims to develop reasoning skills and analytic thinking biology student teachers through the application of learning models Integration Attributes Formative Assessment (IAAF. Some 61 students of Biology Education Semarang State University who is doing his third semester courses Cell Biology is the subject of research. Analytical reasoning and  thinking ability of students is measured through individual assignments, group assignments concept map creation and preparation of the Review articles, and 30 items about the shape of the selected response and constructed response questions, validated questions. The result showed that the ability of reasoning and analytical thinking of students can be expanded significantly, although the development of the ability of argumentation, one category of analytic thinking skills, they need serious attention.

  20. Efek eugenol terhadap jumlah sel inflamasi pada pulpa gigi molar tikus Sprague Dawley

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Raras Ajeng Enggardipta

    2016-08-01

    Full Text Available Inflammatory cells infiltration after eugenol administration in Sprague Dawley rat’s molars. The purpose of this study was to determine effect of eugenol on inflammatory cells infiltration (neutrophils, macrophages and lymphocytes in the inflamed dental pulp. Thirty male Sprague Dawley rats aged 3-4 months and weighed 300-350 g were randomly divided into 2 groups: treated and control groups. Rats were injected with ketamine HCl i.m. (0.1 ml/100 grams BW before cavity preparation at occlusal surface of the upper molars. Cavity preparation was made using a round bur No.010 to pulp perforation. At the cavity base of treated group, 15 rats were given eugenol and of control group 15 rats were given aquadest, before filled with temporary filling. Three rats from each group were sacrificed at 1, 3, 5, 7 and 14 days after the cavity preparation. Rats were injected with ketamine HCl im (0.1 ml / 100 g BW on the thigh then tissues were collected for histological process and stained using haematoxylin eosin. The number of inflammatory cells (neutrophils, macrophages and lymphocytes was analysed by Two-Way Anova. The result of the study showed number of inflammatory cells infiltration of treated group was lower than control and showed significant differences between groups (p <0.05. The conclusion from this study is eugenol administration in Sprague Dawley rats’s inflamed dental pulp can reduce the number of inflammatory cells (neutrophils, macrophages and lymphocytes. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eugenol terhadap jumlah sel inflamasi (netrofil, makrofag dan limfosit pada pulpa gigi terinflamasi. Tiga puluh ekor tikus Sprague Dawley jantan berumur  3-4 bulan dengan berat badan 300-350 g dibagi secara acak dalam 2 kelompok yaitu perlakuan dan kontrol. Tikus diinjeksi ketamine HCl i.m. (0,1 ml/100 gram BB sebelum dilakukan preparasi kavitas pada permukaan oklusal gigi molar satu rahang atas. Preparasi kavitas dibuat dengan

  1. A importância do selénio na saúde humana

    OpenAIRE

    Rolo, Iolanda Pereira da Costa

    2015-01-01

    Dissertação para obtenção do grau de Mestre no Instituto Superior de Ciências da Saúde Egas Moniz O selénio é um micronutriente essencial com enorme importância na saúde humana. As suas funções biológicas encontram-se associadas a selenoproteínas que possuem este oligoelemento na forma selenocisteína (Sec), o vigésimo primeiro aminoácido, uma vez que é inserido na cadeia polipeptídica nascente em resposta ao codão UGA, cuja função, normalmente é terminar a tradução. Para descodificar o cod...

  2. UPAYA PEMBINAAN MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN BRIKET ARANG CANGKANG SAWIT SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR DI KECAMATAN SUNGAI BAHAR KABUPATEN MUARO JAMBI

    OpenAIRE

    Haryanto, .; Bakar, Abu; Muis, Lince

    2015-01-01

    Sungai Bahar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia. Secara ekonomi kecamatan Sungai Bahar mempunyai nilai strategis karena merupakan suplayer komoditi kelapa sawit. Di Sungai Bahar yang dikenal dengan perkebunan kelapa sawit menghasilkan minyak sawit. Kebun dan pabrik kelapa sawit menghasilkan limbah padat dan cair dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Serat dan sebagian cangkang sawit biasanya terpakai untuk bahan bakar boiler yang pemanfaata...

  3. Analisis Hasil Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Sepeda Statis Di Fitness Center Terminal Transit Bahan Bakar Minyak Pertamina Wayame Ambon

    OpenAIRE

    Ashfahani, Andri; Fajar, Riezqi; Setiawan, Mauluddin Eko; Suhendar, Endang; Sinatrya, Wildan Hariz

    2017-01-01

    Nowadays, energy efficiency is an issue that is being faced by the industry. By increasing energy efficiency, production costs can be reduced to its lowest level. Terminal Transit Bahan Bakar Minyak Pertamina Wayame, Ambon as a part of the government committed to get actively involved in the implementation of the energy efficiency program. The innovation is done by converting the mechanical energy of the stationary bike to electrical energy by the generator mounted on the bike. Workers who do...

  4. PEMANFAATAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ALTERNATIF SERAT PENGUAT BAHAN FRIKSI NON-ASBES PADA KAMPAS REM SEPEDA MOTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    D. Kiswiranti

    2012-01-01

    Full Text Available Serbuk tempurung kelapa dapat dimanfaatkan sebagai serat penguat bahan friksi non-asbes. Dalam penelitian ini, komposisi 20%dan 30% serbuk tempurung kelapa ditemukan yang paling optimum untuk parameter kekerasan dan keausan. Bahan friksi dengankomposisi 20% memiliki kekerasan sebesar 77,5 kgf.mm-2 dan keausan sebesar 28,25 mm2/kg. Bahan friksi dengan komposisi30% serbuk tempurung kelapa mempunyai kekerasan sebesar 58,8 kgf.mm-2 dan keausan sebesar 34 mm2/kg. Untuk dapatdiaplikasikan pada sepeda motor, desain sampel disesuaikan dengan spesifikasi kampas rem sepeda motor. Coconut char powder can be used as reinforcement fibers of non asbestos brake frikcion materials.In this research, the contents ofcoconut char powder of 20 % and 30 % show optimum hardnes and wear resistances. The brake frikcion material with 20 % coconutchar powder is found hardnes as well as 77,5 kgf.mm-2 and the wear resistance is 28,25 kgf.mm-2/kg. The brake frikcion materialwith the coconut char powder 30% volume has hardnes of 58,8 kgf.mm-2/kg and the wear resistance of 34 mm2/kg. To be applied inthe fabrication of motorcycle spare spart, the sample design is necessary adapted with motorcycle brake.Keywords: frictim material; motorcycle brake; fiber material; coconut char powder

  5. PENGOLAHAN BIJI MAHONI (Swietenia Macrophylla King SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF BIODIESEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Astrilia Damayanti

    2013-05-01

    Full Text Available Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang terus menerus akan mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak. Sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya adalah biodiesel. Bahan baku potensial untuk memproduksi biodiesel yang tidak bersaing dengan bahan baku pangan contohnya adalah biji mahoni (swietenia macrophylla king. Tahapan yang diperlukan dalam percobaan biodiesel adalah proses pengambilan minyak biji mahoni dengan proses penyangraian, degumming, dan proses transesterifikasi. Alat yang diperlukan dalam pembuatan biodiesel yaitu: labu alas bulat dilengkapi kondensor, gelas ukur, pengaduk magnetik, alat-alat gelas lab, dan lain sebagainya. Proses pengambilan minyak dilakukan dengan penyangraian yang hasilnya di degumming dengan asam fosfat 5% b/b pada suhu 80ºC selama 15 menit. Degumming bertujuan untuk menghilangkan getah, lendir, protein, resin dan gum. Proses kedua yaitu transesterifikasi dengan metanol 1:6 (minyak dan mtanol dengan KOH 0,1 N pada suhu 60ºC selama 1 jam. Setelah diperoleh metil ester, dilakukan proses pencucian atau penetralan metil ester pada suhu pemanasan 104ºC untuk menghilangkan kadar airnya. Dari hasil percobaan diperoleh rendemen minyak sebesar 86,92%, uji densitas 874,08 kg/m³, viskositas 3,07 mm2/s, dan bilangan asam 0,5601 mg KOH/g. Metil ester yang dihasilkan telah sesuai dengan SNI-04-7182-2006. An increased demand of the fossil fuel would lead to scarcity of the fossil fuel in the future. An alternative of environmentally friendly energy sources is biodiesel. It is accounted that the resources for producing biodiesel should not compete with food raw materials, such as mahogany grain, (swietenia macrophylla king. The necessary steps in the experiment of producing biodiesel are process of taking the mahogany seed-oil by using roasting method, degumming, and transesterification process. The required equipments for producing biodiesel were round-bottom flask equipped with condenser

  6. PEMBUATAN MMC BERBASIS TEKNOLOGI METALURGI SERBUK DENGAN BAHAN BAKU ALUMINIUM DARI LIMBAH KALENG MINUMAN DAN ADITIF ABU SEKAM PADI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Akrom

    2016-09-01

    Full Text Available Komposit matriks logam (aluminium yang berasal dari limbah kaleng minuman dengan penguat partikel silikon karbida danpenguat tambahan abu sekam padi telah berhasil difabrikasi dengan metode teknologi metalurgi serbuk. Tujuan dari penelitian iniadalah merekayasa material baru yang murah akan tetapi memiliki mutu dan daya saing yang sangat baik. Penelitian ini terdiri daribeberapa tahap yakni, pembuatan bahan baku, pencampuran, pencetakan sampel, sintering dan pengujian. Dari hasil pengujianfisik diperoleh bahwa komposit matrik logam dengan penambahan abu sekam padi memiliki kerapatan lebih rendah dibandingkandengan komposit Al/SiC tanpa sekam padi, sedangkan sifat kekerasan dan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan Al/SiCtanpa penambahan abu sekam padi. Dari analisis XRD ditemukan bahwa terjadi penyebaran unsur utama Al, Si, senyawa SiC,serta timbul senyawa stabil MgAl O , Al O yang bersifat konstruktif yang dapat memberikan sifat mekanis yang baik bagi komposit,dan senyawa destruktif Al C yang bersifat korosif. Analisis SEM menunjukkan ukuran butiran partikel yang cenderung lebar danmemanjang, ikatan antar partikel penyusun bahan yang terbentuk cukup baik, sehingga memberikan sifat mekanis bahan yangbaik.Tidak tampaknya pori-pori bahan menunjukkan pula bahwa ikatan partikel antar bahan cukup baik. Metal (aluminium matrix composite originated from beverage can waste with carbide silicon particle reinforcement and additionalreinforcement of paddy chaff ash has been fabricated successfully by employing powder metallurgy technology method. Thepurpose of the research is to create a cheap new material, qualified and having high competitive value. This research wasconducted through several stages, those were making raw material, mixing, sample moulding, sintering, and testing. The result ofphysical test shows that metal matrix composite added by paddy chaff ash has lower density, stronger and bigger power comparedto Al/SiC composite without

  7. PERENCANAAN PEREKONOMIAN DAERAH MELALUI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUBSEKTOR TANAMAN BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yoti Komara Murti

    2017-06-01

    Full Text Available Produk Domestik Regional Bruto (PDRB di Kabupaten Sragen relatif rendah diantara Karesidenan Surakarta.  Sektor pertanian merupakan sektor penyumbang PDRB terbesar diantara sektor-sektor yang lain di Kabupaten Sragen, melalui sektor pertanian ini diharapkan dapat menaikkan angka PDRB dengan dilakukan perencaaan pengembangan komoditas tanaman bahan makanan. Data yang digunakan yaitu data sekunder dan merupakan jenis penelitian kuantitaif. Metode analisis data menggunakan analisis Loqation Quotient, Shift Share, Klassen Typologi, Skalogram, Overlay serta Proyeksi Kecenderungan atau Time Trend. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode Loqation Quotient (LQ Shift Share (SSdan metode analisis Typologi Klassen, hanya daerah komoditas pada komoditas ubi jalar yang tidak terdapat kecamatan yang unggul. Atas dasar analisis overlay, area pengembangan pada komoditas padi terdapat di 2 kecamatan, komoditas jagung terdapat di 2 kecamatan, komoditas kedelai terdapat di 1 kecamatan, komoditas kacang tanah terdapat di 2 kecamatan, komoditas kacang hijau terdapat di 1 kecamatan, komoditas ubi kayu terdapat di 1 kecamatan, dan komoditas ubi jalar terdapat di 1 kecamatan. Berdasarkan analisis dengan menggunakan Proyeksi Kecenderungan atau Time Trend, selama 5 tahun ke depan subsektor tanaman bahan makanan dalam hasil produksi mengalami peningkatan, kecuali pada komoditas kedelai mengalami penurunan.  Gross Regional Domestic Product (GDP in Sragen relatively low among Surakarta. The agricultural sector is the sector's largest contributor to GDP among other sectors in Sragen, through the agricultural sector is expected to raise GDP figures to do planning is the development of food crops. The data used is secondary data and the type of quantitative research. Methods of data analysis using analysis Loqation Quotient, Shift Share, Klassen Typologi, schallogram, Overlay and trend projections or Time Trend. Based on the results of studies using methods

  8. PEMANFAATAN ZAT WARNA ALAM DARI LIMBAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN KAKAO SEBAGAI BAHAN PEWARNA KAIN BATIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Titiek Pujilestari

    2016-06-01

    Full Text Available ABSTRAKPenelitian pemanfaatan limbah perkebunan kelapa sawit dan kakao sebagai bahan pewarna pada batik bertujuan untuk menggali sumber daya alam limbah perkebunan yang belum dimanfaatkan dan mencoba bahan baku baru untuk pewarna batik. Limbah perkebunan cangkang kelapa sawit dan kulit buah kakao merupakan sisa hasil proses pengolahan yang tidak termasuk dalam produk utama yang dianggap berpotensi menjadi beban pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Kegiatan ini dibatasi pada pengambilan zat warna dari cangkang kelapa sawit dan kulit buah kakao dengan memakai pelarut air dan pelarut organik. Zat warna alam yang diperoleh digunakan sebagai pewarna pembatikan pada kain katun dan sutera. Fiksasi dilakukan dengan tiga jenis fiksator yaitu tawas, kapur dan tunjung. Pewarnaan dilakukan pada kain katun dan sutera dengan sistem celupan dingin sebanyak enam kali. Pengujian dilakukan terhadap ketahanan luntur warna akibat pencucian dan gosokan, arah dan beda warna. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan rata-rata menunjukan hasil cukup sampai baik sekali (3-5. Nilai kelunturan warna terhadap pencucian pada kain katun dengan pewarna cangkang kelapa sawit lebih baik daripada kulit buah kakao. Arah warna cangkang kelapa sawit menunjukkan warna coklat muda sampai coklat tua, sedang kulit buah kakao memberikan arah warna abu-abu sampai coklat tua. Pembacaan uji beda warna diperoleh rata-rata warna berada pada daerah antara kuning ke merah. Kata Kunci: cangkang kelapa sawit, kulit buah kakao, warna alam, batik  ABSTRACTUtilization of plantation waste as batik dyes research aims to explore the plantation waste potential asraw materials for batik dyeing. Plantation waste of palmkernel shell and cocoa fruit peel are side products of the main process thatbecome environmental pollution if not managed properly. This activity is restricted to making dyes from palmkernel shells and cocoa fruit peel by using water

  9. PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS TERHADAP EKSPRESI PROTEIN Bcl2, CYCLIN D1 DAN INDUKSI APOPTOSIS PADA KULTUR SEL KANKER KOLON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Haryono Yuniarto

    2017-06-01

    Full Text Available Kanker kolorektal menempati urutan kejadian kanker ketiga di seluruh dunia, dengan lebih dari 1 juta angka kejadian tiap tahunnya. Berbagai strategi terapi pengobatan kanker kolorektal tetapi relatif belum optimal. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan mengembangkan terapi alternatif sebagai pendamping. Propolis menunjukkan aktivitas proapoptosis pada berbagai jenis sel kanker. Mengetahui pengaruh pemberian propolis yang berasal dari Kerjo, Karanganyar, Indonesia terhadap induksi proses apoptosis dan aktivitas antiproliferasi, terutama terkait dengan penekanan ekspresi protein Bcl 2 dan cyclin D1 pada kultur sel WiDr (cell line kanker kolon. Penelitian eksperimental laboratorik menggunakan post test with control group design. Penelitian dilakukan pada kultur sel WiDr (sel kanker kolon dengan pemberian propolis. Pengamatan ekspresi protein Cyclin D1 dan Bcl2 dilakukan dengan metode imunositokimia, sedangkan pengamatan induksi apoptosis dilakukan dengan flowcytometry. Analisis statistik dengan uji Kruskal-Wallis, signifikan bila p <0,05. Rata-rata ekspresi Bcl2 pada kelima kelompok yaitu kontrol 83.40 ± 0.69 μg/ml, EEP 1/2 IC50 60.63 ± 0.40, EEP IC50 33.77 ± 1.08 μg/ml, EEP 2 IC50 24.28 ± 1.91 μg/ml, 5fluorouracil 12.74 ± 2.19 μg/ml. Terdapat perbedaan bermakna ekspresi Bcl2 antara kelompok uji dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001. Rata-rata ekspresi cyclin D1 pada kelima kelompok yaitu kontrol 83.77 ± 0.39 μg/ml, EEP 1/2 IC50 61.44 ± 0.41, EEP IC50 36.67 ± 1.18 μg/ml, EEP 2 IC50 24.50 ± 0.38 μg/ml, 5fluorouracil 13.42 ± 1.04μg/ml. Terdapat perbedaan bermakna ekspresi cyclin D1 antara kelompok uji dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001. Pemberian ekstrak etanol propolis mempunyai pengaruh menekan ekspresi Bcl2, cyclin D1, dan menginduksi apoptosis pada kultur sel kanker kolon (WiDr Cell Line.   Kata Kunci: Ekstrak Ethanol Propolis, Bcl2, cyclin D1, Sel WiDr

  10. Pengaruh Aplikasi Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan Hidrogen Peroksida 6% secara Home Bleaching terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meiyestri Dwi Riani

    2015-05-01

    Full Text Available AbstrakHome bleaching adalah teknik pemutihan gigi vital yang dilakukan oleh pasien di rumah dalam pengawasan dokter gigi dengan konsentrasi karbamid peroksida 10-16% atau 3-6% hidrogen peroksida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% secara home bleaching terhadap kekerasan permukaan email gigi. Metode penelitian adalah true experimental dengan pretest-posttest control group design. Sampel berupa gigi premolar satu rahang atas yang sudah diekstraksi sebanyak 32 buah yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dengan lama aplikasi 1 jam perhari selama 14 hari dan kelompok II adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi hidrogen peroksida 6% dengan lama aplikasi 10 menit perhari selama 14 hari. Selama aplikasi kedua sampel berada dalam inkubator 370C. Kekerasan permukaan email gigi diukur dengan alat Vickers Harndness Tester. Analisis data yang digunakan adalah uji t independen dan uji t dependen (p<0,05. Hasil uji statistik menunjukkan terjadinya penurunan yang sangat signifikan 0,000 (p<0,05 pada rerata nilai kekerasan permukaan email gigi antara sebelum dan setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Kedua bahan pemutih gigi ini mempunyai perbandingan yang cenderung tidak signifikan 0,073 (p>0,05 terhadap kekerasan permukaan email gigi setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Disimpulkan bahwa bahan pemutih gigi dapat menyebabkan penurunan kekerasan permukaan email gigi yang sangat signifikan karena terjadinya demineralisasi.Kata kunci: karbamid peroksida, hydrogen peroksida, home bleaching, kekerasan permukaan email gigiAbstractHome bleaching is whitening treatment of vital teeth conducted by a patient at home with under control of a dentist. The consentration of bleaching agents are 10-16% of carbamid peroxide or 3-6% of hidrogen peroxide. The objective of this study was to investigate the

  11. Analisis Faktor Risiko Paparan Debu Kayu Terhadap Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Industri Pengolahan Kayu PT. Surya Sindoro Sumbing Wood Industry Wonosobo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Meta Suryani

    2015-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Background: One of the negative impacts of wood processing industry is air pollution caused by wood ash that occurred during the process or as the output of the industry. The wood ash will contaminate the industry area as well as the environment so not only the workers, but also the people living around the factory will be exposed to ash from raw material, added material, and the output, thus causing lung function disturbance.  The aim of this research is to measure the risk of factors that causes lung function disturbance to the workers in wood processing industry at PT Surya Sindoro Sumbing Wood Industry Wonosobo. Method : This is an observational research using cross-sectional design. The samples are workers that fulfill the criteria inclusively and exclusively as many as 70 persons. This research was done in February 2005 and the data collection was done using wood ash content measurement in Furniture Component (FC and Wood Working Area (WWA sections, lung function capacity measurement, body height and body weight measurements, as well as interview with the respondents. Result : This research showed that the amount of the wood ash in WWA and FC of 6.1452mg/m3 and 4.0101mg/m3 respectively; and the average of lung function capacity on the workers is 92.04% FEV1/FVC with standard deviation of 6.68 with the lowest and the highest rate of 66% FEV1/FVC and 100% FEV1/FVC respectively. The data analysis in this research used chi-square test, Independent   t Test,while the multivariat analysis used logistic regression test with enter method. The statistics test showed that there was a relationship between the working period and the smoking habit with lung function capacity (p0.05. Conclusions : The working period and the smoking habit at the same time can become the risk factor of the lung function disturbance. As such, smoking prohibition during working hours in the wood processing industry should be applied in order to avoid lung

  12. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI PT. XYZ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Adi Sungkono

    2016-04-01

    Full Text Available Suatu perusahaan sering kali mengalami kesulitan dalam pengendalian bahan baku, diantaranya adalah persediaan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Untuk menghindari masalah tersebut perlu dibuat suatu pemecahan masalah. Perencanaan kebutuhan material dimaksudkan agar dalam pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material menjadi efisien dan efektif sehingga tidak terjadi masalah akibat tidak tersedianya material pada saat dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan dan mengendalikan bahan baku dan pemilihan supplier dengan metode Material Requirement Planning (MRP. Perencanaan kebutuhan bahan (Material Requirement Planning adalah suatu metode untuk menentukan bahan-bahan atau komponen-komponen apa yang harus di buat atau di beli, berapa jumlah yang dibutuhkan dan kapan dibutuhkan. Hasil yang didapatkan dengan melakukan perhitungan dengan metode MRP, di dapatkan metode yang paling baik di pergunakan adalah metode Period Order Quantity (POQ karena dari perhitungan metode Period Order Quantity didapatkan total biaya yang paling kecil yaitu sebesar Rp. 23.372.166,- . bila dibandingkan dengan perhitungan Lot For Lot yaitu sebesar Rp. 28.567.200,- , dan perhitugan Economic Order Quantity yaitu sebesar Rp. 37.209.031,- . karena dengan metode POQ dapat meminimalkan biaya pesan dan biaya simpan sehingga total biaya yang dikeluarkan kecil dibandingkan dengan metode EOQ dan L-F-L. sedangkan biaya terbesar adalah metode EOQ, karena pada perhitungan metode EOQ biaya pesan dan biaya simpan sangat besar.

  13. Studi Eksperimental Pembuatan Ekosemen dari Abu Sampah dan Cangkang Kerang sebagai Bahan Alternatif Pengganti Semen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Frieska Ariesta Syafnijal

    2013-09-01

    Full Text Available Telah dibuat ekosemen dari bahan abu sampah organik dan abu cangkang kerang. Sampah organik dibakar dengan insinerator pada suhu 1000oC. Abu cangkang kerang dipanaskan dengan furnace pada suhu 700oC. Hasil pengujian komposisi awal XRD (X-Ray Diffraction, Abu sampah organik mengandung 69,7% CaCO3; 12,1% KCl; 4% Cd0.15Gd0.85; 3% SiO2; 8,1% Fe ( Se0.5Te0.5 dan 3% Al2ErGe2, Abu cangkang kerang mengandung 100% CaCO3. Ditentukan tiga variasi jumlah komposisi Abu sampah:Abu cangkang kerang yaitu Ekosemen A (58,2%:40%; Ekosemen B (49,1%:49,1% dan Ekosemen C (54,01%:44,09%. Sebagai variabel kontrol digunakan Semen Portland jenis OPC (Ordinary Portland Cement merek ‘Semen Gresik’. Dilakukan pengujian fisika yaitu kuat tekan mortar dan densitas serbuk. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui komposisi kimia dari ekosemen. Dari hasil pengujian fisika didapat ekosemen B paling mendekati nilai ‘Semen Gresik’ OPC yaitu kuat tekan 3 hari (7,2 kg/cm2 dan densitas serbuk (2,535 gr/ml.   

  14. DAMPAK BAHAN AJAR DENGAN STRATEGI POE PADA KESALAHAN KONSEP IKATAN KIMIA MAHASISWA SEMESTER I JURUSAN KIMIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Endarti Kusumaningtyas

    2017-03-01

    Full Text Available This research used one group pre-test-post tes design with 69 students of semester I Departement of Chemistry-FMIPA-UM. The sample were divided into three groups i.e upper, middle and lower groups and given a treatment with chemical bond learning materials with POE strategy. Five misconceptions from upper, middle, and lower groups were found in pre-test. Results of post-test showed that there were no misconceptions in upper and middle groups but two misconceptions were still found in lower group. Rancangan penelitian menggunakan desain penelitian satu kelompok pre-post tes dengan 69 mahasiswa semester I jurusan kimia-FMIPA-UM. Sampel penelitian dibagi menjadi tiga kelompok yaitu, kelompok atas, tengah dan bawah yang kemudian diberi perlakuan pembelajaran bahan ajar ikatan kimia dengan strategi POE. Sebanyak lima kesalahan konsep dari kelompok atas, tengah dan bawah ditemukan dari data pre tes. Hasil post tes menunjukkan bahwa tidak ditemukan kesalahan konsep pada mahasiswa kelompok atas dan tengah tetapi sebanyak dua kesalahan konsep masih dialami oleh mahasiswa  kelompok bawah.

  15. PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI EKSTRAK BAHAN PEWARNA ALAMI TERHADAP DAYA TERIMA SOSIS IKAN LELE (CLARIAS BATRACHUS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muntikah Muntikah

    2016-12-01

    Full Text Available Sosis adalah makanan favorit keluarga, dari anak-anak hingga orang dewasa. Perlu dilakukan inovasi untuk menciptakan produk sosis dengan diversifikasi pangan menggunakan bahan pengganti ikan yang mengandung nilai gizi yang tinggi sebagai sumber protein, mudah dicerna dan rendah kolesterol. Jadi salah satu upaya untuk membuat sosis ikan lele yang menarik dengan menambahkan pewarna alami dari ekstrak sayur wortel, bayam, dan bit untuk menghasilkan sosis berwarna-warni dan sehat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2016. Desain penelitian ini Eksperimen dengan completely randomized design (CRD 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penambahan beberapa pewarna alami untuk warna, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan sosis ikan lele (α=0,05. Hasil uji organoleptik, sosis ikan lele yang dipilih oleh penambahan ekstrak bit 12,6%. Untuk tingkat preferensi sosis warna anak sejak dini juga memiliki sama Peringkat sebanyak 80%. Adapun rasa sosis dengan penambahan bit dan ekstrak wortel, 100% dari anak-anak menghabiskan itu. Nilai-nilai pada analisis nutrisi per 100 gram ikan lele sosis terpilih: energi 158 kkal, 12,1% protein, 8,63% lemak, 8.02% karbohidrat.

  16. Aplikasi Micro Morr E-3360 sebagai Bahan Bioremedian Tumpahan Minyak di Laut

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endar Marraskuranto

    2012-12-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan Micro Morr E-3360 sebagai bahan bioremedian tumpahan minyak di laut pada skala laboratorium. Kelayakan didasari pada efektivitas pengurangan kadar Total Petroleum Hydrocarbon (TPH, toksisitas air laut hasil bioremediasi dan residu media imobilisasi dari produk. Analisis kadar TPH dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan tingkat toksisitas diukur menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT. Identifikasi konsorsium bakteri dilakukan pada media imobilisasi dengan analisis sekuens gen 16S rDNA. Penelitian dilakukan dengan lima uji coba dalam beaker, yaitu air laut dan minyak 2% w/w dari air laut (M; air laut, minyak 2% w/w dari air laut, bioremedian 10% w/w dari minyak, dan nutrien (P; kontrol air laut (AL; kontrol air laut dan bioremedian 10% w/w dari minyak (B; serta air laut dan nutrien (K. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsorsium bakteri terdiri dari 3 spesies bakteri, yaitu Bacillus licheniformis, B. thermoamylovorans, dan Geobacillus pallidus. Bioremedian ini mampu menurunkan kadar TPH dalam air sebesar 77% dan tingkat toksisitas sebesar 88% selama 20 hari. Kadar residu minyak dalam media imobilisasi juga rendah, yaitu di bawah 2 ppm. Namun, penurunan kadar oksigen dan peningkatan turbiditas yang signifikan (P<0,05 dapat menjadi faktor utama kematian 50% populasi A. salina.

  17. POTENSI KARAKTER TOKOH DALAM CERITA RAKYAT SEBAGAI BAHAN BACAAN LITERASI MORAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Liana Rochmatul Wachidah

    2017-07-01

    Full Text Available This study aims to explore the potential characters in folklore which will be developed into a moral literacy of the reading materials. This study uses a qualitative descriptive design of the text analysis type. In findings the researcher found that the moral values of East Javanese folklore describe the real life. Each character tends to have a dual role. This is consistent with the stage of formal operations of the 7th grade students. Someone in life should have tough personality, not easy to believe in the provocation of others, not easily giving up in defense of truth, has the soul of helping each other, has a love for the family, and should cling to herself/himself. Tujuan penelitian ini adalah menggali potensi karakter tokoh dalam cerita rakyat yang akan dikembangkan menjadi bahan bacaan literasi moral. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif jenis analisis teks. Hasil temuan peneliti bahwa nilai-nilai moral dari cerita rakyat Jawa Timur menggambarkan kehidupan yang sebenarnya. Setiap tokoh cenderung memiliki peran ganda. Hal tersebut sesuai dengan tahap operasi formal siswa kelas VII SMP. Seseorang dalam menjalani hidup hendaknya memiliki sikap tangguh, tidak mudah percaya kepada hasutan orang lain, tidak mudah menyerah dalam membela kebenaran, memiliki jiwa tolong-menolong, memiliki cinta kasih terhadap keluarga, dan harus memiliki pendirian yang kuat.

  18. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ANTIMICROBIAL FILM DARI PATI SINGKONG DAN EKSTRAK KEDELAI SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Shobirotu Salamah

    2015-02-01

    Full Text Available Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi pencemaran lingkungan oleh bahan pengemas plastik adalah dengan pengembangan biodegradable plastic ramah lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan produk kemasan makanan yang dapat diuraikan. Salah satunya adalah memberi antimikroba pada edible film. Antimicrobial film tersebut diuji karakterisasinya secara fisik dan mekanik menggunakan alat FS/SPAG 01/2650 dan diuji efektifitas antimikrobanya. Didapat kadar air tertinggi pada edible film kontrol yaitu 15,83 %. Densitas dengan penambahan ekstrak kayu manis 1,5% memiliki nilai yang lebih tertinggi yaitu 1,1 gr/ml. Nilai Modulus young atau tingkat elastisitas film tertinggi yaitu pada edible film penambahan ekstrak bawang putih 1% sebesar 2,872 Mpa. Nilai Tensile strength atau nilai kuat tarik suatu film tertinggi yaitu 3,808 N/mm diperoleh pada penambahan ekstrak kayu manis 1,5% dan Nilai Extention at Maximum atau nilai pemanjangan film tertinggi yaitu 6,880 mm pada penambahan ekstrak kayu manis 1,5%. Sedangkan pengujian daya hambat terhadap Escherichia coli dilakukan menggunakan metode sumuran. Diameter zona bening terbesar yaitu pada penambahan ekstrak bawang putih 1,5%.

  19. Pemanfaatan Limbah Pecahan Genteng sebagai Katalis dalam Reaksi Pirolisis Plastik Polipropilena Menjadi Bahan Bakar Alternatif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rahmat Jaya Eka Syahputra

    2015-06-01

    Full Text Available Artikel ini mendiskusikan karakterisasi pecahan genteng dan pemanfaatannya untuk memproduksi katalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pecahan genteng dan kemudian melakukan modifikasi untuk pembuatan katalis. Katalis dibuat dengan pilarisasi nikel ke dalam pecahan genteng, dan dikarakterisasi menggunakan x-ray diffractometer (XRD. Pirolisis dilakukan terhadap limbah plastik polipropilena hingga diperoleh cairan minyak. Minyak direforming menggunakan katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa pecahan genteng mempunyai kandungan logam oksida berdasarkan standar Fe2O3, NiO2, Al2O3, SiO2. Refinement dilakukan menggunakan program Rietica metode Le-Bail dan diperoleh hasil nilai keberterimaan Rp/Rwp <10. Setiap 1,3 kg sampel limbah polipropilena diperoleh hasil minyak sebanyak 1,7 L. Hasil reforming menunjukkan bahwa densitas minyak sebesar 745,919 kg/m3 dan viskositas 0,720 cp. Berdasarkan analisis GC-MS diperoleh fraksi pembentukan terbesar dari katalis pecahan genteng terpilarisasi nikel adalah fraksi C10 - C12. Sehingga, pecahan genteng yang terpilarisasi nikel efektif dijadikan sebagai katalisator dalam proses pirolisis untuk mengubah limbah palstik polipropilena menjadi bahan bakar.

  20. Predicción y análisis de emisiones de mezclas combustibles diésel/ biodiésel modificadas con nanopartículas de alúmina y ácido oleico

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andrés Peñaloza

    2017-06-01

    Full Text Available El software Diésel-RK fue utilizado para evaluar el efecto del uso de un aditivo basado en nanopartículas de alúmina y ácido oleico para la reducción de emisiones de gases contaminantes en mezclas diésel/biodiésel. Para esto, se estimaron las propiedades físico-químicas de las mezclas combustibles con ayuda de correlaciones para dispersiones coloidales y reglas de mezclado, fijando concentraciones de 10 y 20ppm del aditivo. Los resultados obtenidos mostraron reducciones del 11% y 25% en emisiones de SO2 y material particulado, respectivamente; mientras que las emisiones de CO2 no mostraron mejoras significativas, así como tampoco se presentaron mejoras en el consumo específico de combustible, los cuales permanecieron por debajo del 1,0%. En cuanto a las emisiones de NO2, se observó un incremento desde 2,1g/kWh a 3,1g/kWh con la adición de las diversas concentraciones de nanoaditivo; de esta forma se evidenciaron mejoras en la disminución en el retraso de los tiempos de ignición, lo cual es apropiado para el adecuado funcionamiento de los motores.

  1. Selbstreguliertes und kooperatives Lernen mit digitalen Medien – Ergebnisse der SITE-Studie und der SelMa-Evaluation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Renate Schulz-Zander

    2017-08-01

    Full Text Available Der vorliegende Beitrag stellt Ergebnisse zum selbstregulierten und kooperativen Lernen aus zwei vom Institut für Schulentwicklungsforschung der Universität Dortmund durchgeführten Studien vor. Es handelt sich um die deutschen Ergebnisse der Second Information Technology in Education Study – Module 2 (SITES M2 der International Association for the Evaluation of Educational Achievement (IEA und der Evaluation des Modellversuchs „Selbstlernen in der gymnasialen Oberstufe – Mathematik (SelMa“.

  2. Comparative evaluation of volatiles, phenolics, sugars, organic acids and antioxidant properties of Sel-42 and Tainung papaya varieties.

    Science.gov (United States)

    Kelebek, Hasim; Selli, Serkan; Gubbuk, Hamide; Gunes, Esma

    2015-04-15

    The present study was designed to determine the phenolic compounds, organic acids, sugars, aroma profiles and antioxidant properties of Sel-42 and Tainung papayas grown in Turkey. High-performance liquid chromatography/electrospray ionisation tandem mass spectrometry (HPLC-ESI-MS/MS) method was used for the phenolic compounds analysis. Twelve phenolic compounds were identified and quantified in the samples. The total phenolic content of Sel-42 was clearly higher than that of Tainung. Protocatechuic acid-hexoside, gallic acid-deoxyhexoside, ferulic acid and chlorogenic acids were the most abundant phenolics in both cultivars. Aroma composition of papaya was analysed by gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). A total of 46 and 42 aroma compounds, including esters, alcohols, terpenes, lactones, acids, carbonyl compounds, and volatile phenols were identified in the Sel-42 and Tainung, respectively. The significant linear correlation was confirmed between the values for the total phenolic content and antioxidant activity of papaya extracts. Copyright © 2014 Elsevier Ltd. All rights reserved.

  3. Pengaruh Etsa Kimia dengan Akua Regia terhadap Kekuatan Tarik Perlekatan Bahan Resin Akrilik pada Gigi Tiruan Kerangka Logam

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M Th Esti Tjahjanti

    2012-07-01

    Full Text Available Latar belakang. Bahan yang dipakai untuk pembuatan Gigi Tiruan Sebagian (GTS, antara lain: resin akrilik, kerangka logam, kombinasi kerangka logam dengan resin akrilik. Resin akrilik adalah bahan plat gigi tiruan yang memliki warna dan translusensi baik tetapi sifat mekanismenya tidak ideal, tidak tahan terhadap abrasi, dan dapat terjadi perubahan dimensi. GTS kerangka logam cukup kuat, tetapi estetis kurang memuaskan sehingga perlu kombinasi kerangka logam dan resin akrilik. Peningkatan daya lekat antara kedua bahan tersebut memerlukan retensi, teknik etsa kimia dengan akua regia dapat membuat retensi mikro pada logam. Tujuan penelitian untuk mengetahui etsa kimia dengan akua regia terhadap kekuatan tarik perlekatan bahan resin akrilik pada gigi tiruan kerangka logam. Metode penelitian. Penelitian dilakukan pada 20 subyek penelitian berupa plat kobalt kromium dengan mesh dilekati resin akrilik (10x10x2 mm yeng dilekati mesh ukuran (10x8x1 mm. Subyek penelitian dibagi 2 kelompok: 10 subyek plat kobalt kromium dengan mesh dilekati resin akrilik (20x10x2 mm dan 10 subyek penelitian plat kobalt kromium dengan mesh dietsa dengan akua regia 65% selama 5 menit, kemudian dilekati dengan resin akrilik (20x10x2 mm. dilakukan uji kekuatan tarik menggunakan Torsee’s universal testing Machine dengan ukuran kg/mm2, kemudian hasil analisa dengan t-test. Hasil Penelitian menunjukkan rata-rata kekuatan tarik perlekatan bahan resin akrilik dengan kerangka logam yang tidak dietsa lebih kecil daripada yang dietsa kimia dengan akua regia. Terdapat perbedaan yang bermakna kekuatan tarik perlekatan resin akrilik dengan kerangka logam yang tidak dietsa dengan yang dietsa secara kimia dengan akua regia (p<0,05. Kesimpulan. Etsa kimia dengan akua regia pada kerangka logam, meningkatan perlekatan bahan resin akrilik pada gigi tiruan kerangka logam.   Background. Materials used in making removable partial denture (RPD can be acrylic resins, metal plate, combination

  4. Pengaruh Implantasi Subkutan Logam Kobalt Kromium sebagai Bahan Alternatif Mini Screw Orthodontics terhadap Reaksi Jaringan Kelinci Albino

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ananto Ali Alhasyimi

    2015-06-01

    t-test untuk mengetahui apakah ada perbedaan jumlah sel-sel inflamasi pada kelompok perlakuan dan kontrol. Hasil pengamatan makroskopis, kelompok perlakuan maupun kontrol hanya terlihat tanda inflamasi ringan berupa eritema. Rerata dan Simpangan baku jumlah PMN, limfosit, sel plasma, makrofag, giant cell, neovaskularisasi, fibrosis kobalt kromium dan kontrol berturut turut yaitu (0,6 ± 0,49; 0,7 ± 0,48; (0,9 ± 0,87; 1,0 ± 0,67; (0,6 ± 0,24; 0,6 ± 0,21; (1,4 ± 0,84; 0,9 ± 0,74; (0,5 ± 0,27; 0; (0,6 ± 0,33; 0,7 ± 0,48; (0,5 ± 0,27; 0,1 ± 0,02. Hasil t-test menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (p>0,05 pada 6 parameter inflamasi sedangkan parameter giant cell menunjukkan perbedaan yang signifikan (p0.05. The conclusion of this study is that the cobalt chromium alloy can affect the subcutaneous tissue by inducing giant cell infiltration on day 14 post-implantation as the result of foreign body reactions.

  5. PENGARUH EKSTRAK PROPOLIS TERHADAP PENINGKATAN EKSPRESI p21, EKSPRESI PROTEIN Bax DAN INDUKSI APOPTOSIS PADA KULTUR SEL KANKER KOLON (CELL LINE WiDr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Didik Prasetyo

    2017-06-01

    Full Text Available Kanker kolorektal merupakan kanker ketiga terbanyak dengan lebih dari 1 juta kasus setiap tahunnya dan salah satu kanker dengan mortalitas tertinggi di seluruh dunia. Radioterapi dan kemoterapi pada kanker relatif terbatas karena toksisitasnya yang tinggi dan efek samping yang bersifat merusak. Pengembangan propolis merupakan strategi baru untuk terapi adjuvan yang diharapkan meminimalkan efek samping terapi standar yang ada. Peran propolis pada keganasan terkait kemampuannya dalam menginduksi apoptosis dan aktivitas antiproliferasi. Penelitian in vitro, menunjukkan propolis memiliki aktivitas proapoptosis pada berbagai jenis sel kanker, meliputi : kanker laring, kanker paru, kanker pankreas, kanker tiroid, kanker payudara, kanker prostat dan glioma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian propolis yang berasal dari Kerjo, Karanganyar, Indonesia terhadap aktivitas antiproliferasi, terkait peningkatan ekspresi p21 dan induksi apoptosis terkait peningkatan ekspresi protein bax pada kultur sel kanker kolon (cell line WiDr. Jenis penelitian ini, eksperimental laboratorik dengan post test with control group design. Penelitian menggunakan kultur sel WiDr (sel kanker kolon dengan pemberian ekstrak etanol propolis (EEP. Pengamatan ekspresi p21 dan protein Bax dengan metode imunositokimia, sedangkan pengamatan induksi apoptosis dengan flowcytometry. Analisis statistik menggunakan uji Kruskall Wallis dilanjutkan Mann WhutneyU test. EEP cenderung menekan viabilitas sel WiDr dengan IC50 sebesar 140 μg/mL. EEP konsentrasi 70,140, 280 μg/mL mampu meningkatkan ekspresi p21 yang sebanding dengan peningkatan konsentrasi yang diberikan. EEP konsentrasi 70 μg/mL (1/2 IC50 paling efektif dalam menginduksi apoptosis dan meningkatkan ekspresi Bax pada sel WiDr. Peningkatan konsentrasi EEP mengakibatkan kematian sel WiDr ke arah nekrosis. Penelitian ini menunjukkan EEP mampu menekan viabilitas sel WiDr. Aktivitas ini kemungkinan terkait dengan

  6. Selüloz İçeren Gıdaların Sağlık Açısından Önemi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ömer Lütfi Gürses

    2015-02-01

    Full Text Available Modern bilim selülozun sağlık yönünden büyük hayati önemi olduğunu ortaya koymuştur. Şöyle ki; tehlikeli ve sinsi hastalıklardan olan damar sertliği, omur hastalıkları ve kalın bağırsak kanserinin oluşması olasılığını azaltmaktadır. Bitkisel kaynaklı yiyeceklerin vücut hazım sistemi salgıları ile parçalanıp beslenmede faydalanılamayan yapı taşlarına kabaca besinsel selüloz (lif denmektedir. Bu maddeler grubu; hazmedilemeyen karbonhidratlar (pektin gibi ve selüloz, hemiselülozlar ve lignin benzeri karbonhidrat yapısında olmayan bileşikleri içerir. Bu maddeler ham selüloz olarak mütalâa edilmemelidir. Ancak gıda tabelalarında bunlar öteden beri ham selüloz kapsamında düşünülmüşlerdir. Halbuki ham selüloz; yukarıda anılan gruptaki maddelerin sıcak sülfürik asit, baz, etanol ve diğer fizyolojik olmayan kimyasal maddelerle yakılmasından arta kalan kısımdır. Bu nedenle, ham selüloz ve besinsel selüloz terimleri birbirleri yerine kullanılmamalıdırlar. Gerçekten de bu iki madde birbirlerinden çok farklılık gösterirler. Bitkisel kaynaklı yiyeceklerde bulunan toplam besinsel selülozun beşte biri veya yarısı ham selüloz yapısındadır.

  7. Pembuatan Plastik Kemasan Terbiodegradasikan Dari Polipropylena Tergrafting Anhidrid Maleat dengan Bahan Pengisi Pati Sagu Kelapa Sawit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tuty Dwi Sriaty Matondang

    2017-03-01

    Full Text Available Abstrak   Pati sagu kelapa sawit mempunyai potensi yang besar untuk dijadikan filler pada pembuatan bahan kemasan terbiodegradasikan dari polypropylena tergrafting maleat anhidrida. Pati sagu kelapa sawit dapat diekstraksi dari batang kelapa sawit . Grafting polypropylena dengan maleat anhidrida dilakukan dengan metode refluks dari 1 g maleat anhidrida, 0,1 g BPO, 10 g polypropylene dengan xylene sebagai pelarut. Campuran polypropylena tergrafting maleat anhidrida dan pati sagu kelapa sawit dilakukan dengan metode kempa tekan pada temperatur 1700C selama 20 menit dengan variasi polypropylena tergrafting maleat anhidrida dan pati sagu kelapa sawit adalah (99,5: 0,5, (99:1, (98:2, (97:3, ( 96:4 (%b/b dan tapioka komersil sebagai pembanding dengan variasi (99,5:0,5, (99:1, (99:2 (%b/b. Hasil penelitian menunjukkan campuran dengan perbandingan (97:3 adalah yang paling optimum dimana tensil strenght 16,010 N/m2; elongation et break 8,593% sedangkan pada perbandingan (98:2 harga elongation et break hampir sam dengan harga elongation et break tapioka komersil sebagai pembanding yaitu 3,1875% dan 3,847%. Menurut persyaratan kemasan terbiodegradasikan SNI 7188.7:2011 campuran yang berisi termoplastik, pati alami tidak mengandung prodegradant dan harga elongation et break kurang dari 5% dapat dipakai untuk bahan pembuatan plastik kemasan terbiodegradasikan . Penelitian ini didukung oleh Uji SEM, Uji DTA, Uji FTIR dan Uji kemampuan terurai di alam.Uji SEM, Uji DTA, Uji FTIR dan Uji kemampuan terurai dialam.   Kata kunci : kemasan biodegradable, grafting polypropylena, pati dari batang kelapa sawit   Abstract   Palm sago starch has a big potential to be filler for biodegradable packaging material. Starch of palm sago starch can be extracted of the oil palm trunk. Grafted polypropylena with maleic unhidride by refluks method from 1g maleic unhidride, 0,1 g BPO and 10 g polypropylena   with xylene as solvent made PP-g-MA. Mixed between PP-g-MA and PSKS

  8. Kemampuan Daya Hambat Bahan Aktif Beberapa Merek Dagang Hand sanitizer terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Putri Srikartika

    2016-09-01

    Full Text Available AbstrakHand sanitizer sebagai pembersih tangan antiseptik inovatif saat ini, sering menjadi alternatif pengganti cuci tangan dengan sabun dan air. Mencuci tangan dengan hand sanitizer merupakan salah satu cara memelihara kebersihan tangan agar terhindar dari penyakit  yang disebabkan oleh flora normal di kulit yang berpotensi patogenik seperti bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan daya hambat beberapa merek dagang hand sanitizer terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap pada empat macam hand sanitizer dengan tiga kali pengulangan. Data diolah secara manual dan menggunakan analisis varians (ANOVA dilanjutkan dengan uji pos-hoc dengan Tukey HSD dan independent t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan aktif hand sanitizer mampu mengurangi pertumbuhan Staphylococcus aureus secara signifikan. Perbedaan prosentase rerata pengurangan jumlah koloni pada waktu 30 detik berkisar antara 57,65%-72,45%, sedangkan pada waktu 1 menit berkisar 67,88%-82,65%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna terhadap perlakuan, antar perlakuan dan waktu yang diujikan dengan nilai signifikasi p <0,05. Didapatkan hand sanitizer lebih efektif menghambat pertumbuhan pada waktu 1 menit daripada 30 detik. Hand sanitizer yang mengandung alkohol 70% dan triklosan 0,05% memiliki kemampuan daya hambat lebih baik terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.Kata kunci: bahan aktif, hand sanitizer, Staphylococcus aureus AbstractHand sanitizer is one of the ways for maintaining the hand hygiene. Hand sanitizer as an innovative antiseptic product at this time, becomes an alternative hand washing with soap and water. It prevents  the disease that can be caused by normal flora that potentially pathogenic bacterium such as Staphylococcus aureus. The objective of this study was to evaluate the inhibition ability of several trademarks hand sanitizer on the growth of

  9. PENGARUH BAHAN KEMASAN DAN LAMA INKUBASI TERHADAP KUALITAS TEMPE KACANG GUDE SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sayuti Sayuti

    2015-11-01

    Full Text Available Pigeon pea can be used as an alternative of soybeans that contain protein, fats, and carbohydrates. Objective: (1 determine the effect of various packaging on the quality of pigeon pea tempe, (2 the effect of long incubation on the quality of pigeon pea tempe, (3 the interaction of various packaging and long incubation on the quality of pigeon pea tempeh. (4 design the research results as a science learning resource for 9th grade junior high school on the topic of biotechnology. The research design used completely randomized design. Research conducted at the Laboratory of Food Products Technology in Polinela in May 11th until 25th, 2015. Data were analyzed using SPSS 16.0, the data proximate using Univariate and Tukey, the data organoleptic using Friedman test. From the results of the proximate analysis turns out there is influence between the packaging materials and the long incubation of the tempe quality. Protein content increased, while fat and carbohydrates decreases with increasing time of incubation. Organoleptic analysis of the soybean leaves are packed with incubation time 36 and 42 hours is preferred by the panelists than plastic packaging with an incubation time of 48 hours. The results of the research can be used to design learning resources of scince for junior high School, based LKPD Form based scientific approach. Kata Kunci: Bahan kemasan, lama inkubasi, kacang gude, kualitas tempe,  sumber                         belajar

  10. Pemanfaatan Biji Turi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kecap Secara Hidrolisis dengan Menggunakan Ekstrak dan Nanas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aminah Asngad

    2015-04-01

    Full Text Available Selama ini pemanfaatan tanaman turi oleh  masyarakat masih terbatas, bagian dari tanaman turi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat hanya bunganya.  Padahal biji turi yang berbentuk bulat berwarna kuning kecoklatan mempunyai rasa dan aroma khas jenis kacang-kacangan juga dapat dimanfaatkan karena kaya dengan mineral dan vitamin serta mengandung protein. Biji dari tanaman turi dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif  dalam pembuatan  kecap karena biji tanaman turi tersebut  mempunyai komposisi  kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dengan kedelai, terutama kandungan  protein biji turi sebesar 36,21%  yang setara  dengan kandungan protein kedelai sebesar 37,5% Pembuatan kecap dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas dapat mempercepat waktu pembuatan kecap secara hidrolisis protein karena adanya enzim papain pada pepaya dan enzim bromelin pada nanas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas serta untuk  mengetahui organoleptik kecap biji turi dengan menggunakan ekstrak pepaya dan nanas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL pola faktorial. Faktor tersebut yaitu jenis ekstrak yang digunakan (ekstrak pepaya dan ekstrak nanas dan penambahan volume ekstrak (80 ml, 100 ml, dan 120 ml dengan 6 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak pepaya dan nanas berpengaruh pada kadar protein kecap. Hasil kadar protein tertinggi pada perlakuan J1V1 yaitu 12,11%,  sedangkan  kadar protein terendah pada perlakuan J2V1 yaitu 7,53 %. Kecap dengan perlakuan menggunakan ekstrak nanas, volume 120 ml merupakan kecap yang dapat diterima oleh masyarakat.

  11. Rehabilitasi Prostetik Protesa Jari dengan Bahan Silikon Rtv untuk Mengembalikan Bentuk dan Estetik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ayu Agung Subiantari

    2015-12-01

    Full Text Available Tangan memiliki fungsi utama untuk menggenggam dan meraba. Organ ini dipergunakan untuk sarana komunikasi penting yang menunjukkan bahasa tubuh dan kontak sosial. Amputasi pada jari atau sebagian jari tangan merupakan kasus yang paling sering dijumpai sebagai bentuk hilangnya sebagian tangan yang dapat menimbulkan dampak buruk secara fisik, psikologis, maupun kerugian secara ekonomi bagi individu. Rehabilitasi prostetik pada  amputasi jari menjadi pertimbangan ketika rekonstruksi mikro vaskular merupakan kontraindikasi atau perawatan mengalami kegagalan. Tujuan dari studi kasus ini adalah  mengkaji rehabilitasi prostetik protesa jari menggunakan bahan silikon RTV untuk mengembalikan bentuk dan estetik. Pasien telah menyetujui kasusnya dipublikasikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Pasien laki- laki, 24 tahun datang dengan keluhan kehilangan sebagian jari telunjuk kanan . Riwayat trauma disebabkan oleh tangan kanannya tergilas mesin bubut 6 tahun yang lalu. Tatalaksana kasus : Anamnesa, pemeriksaan klinis, dan rehabilitasi prostetik protesa jari dengan ahan silikon RTV. Protesa jari dengan estetik yang baik dapat memberi dukungan psikologis terhadap pasien. Rehabilitation Finger Prosthesis with RTV Silicone to Restore Form and Esthetic. The hand has basic functions like grasping and feeling. It is a mean of communication and is of mayor importance for body language and social contact. Finger and partial finger amputations are some of the most frequently encountered forms of partial hand loss causing devastating physical, psychosocial and economic damage to an individual.  Prosthetic rehabilitation of amputed finger is considered when micro vascular reconstruction is contraindicated or unsuccessful. The purpose of  case study is to review rehabilitation finger prosthesis with RTV silicone to restore form and esthetic. Case : A 24 year old male patient with the complaint of the partially lost right index  He had a history of trauma to his

  12. ANALISIS PERLAKUAN CARBURIZING TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK PADA BAHAN SPROCKET IMITASI SEPEDA MOTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andika Wisnujati

    2017-04-01

    Full Text Available Kemajuan industri dan teknologi semakin berkembang pesat, termasuk industri logam. Kemajuan industri logam memiliki peranan yang penting terutama dalam dunia otomotif yang banyak menggunakan material dari logam. Sprocket merupakan komponen utama dalam sepeda motor, sebagai transfer gaya putar dari mesin menuju ke roda, sehingga akan cepat aus karena akan terjadi gesekan antara rantai dengan gear pada waktu mentransfer gaya putar dari mesin. Pada penelitian ini sprocket mengalami proses carburizing (karbonisasi yaitu proses memanaskan bahan sampai diatas suhu kritis 900⁰C-950⁰C dengan penahanan selama 1 (satu jamkemudian didinginkan dengan media air. Carburizingbertujuan memberikan kandungan karbon lebih banyak pada bagian permukaan dibanding dengan bagian inti benda kerja, sehingga kekerasan permukaan diharapkan dapat meningkat.Hasil pengujian kekerasan sprocket imitasi didapat nilai kekerasan rata-rata 219.23 VHN dan sprocket genuine tanpa perlakuan panas yaitu sebesar 217.68VHN. Hal ini dikarenakan pada sprocket imitasi terdapat kandungan kadar karbon dan silikon lebih besar setelah dilakukan carburizing.Hasil pengujian struktur mikro pada sprocket imitasi, struktur ferrit terbentuk dari proses pendinginan  yang  lambat  dari  austenit (baja hypoeutectoiddan mempunyai konduktivitas panas yang tinggi sehingga struktur ini bersifat lunak serta ulet. Pada fasa struktur perlite terbentuk campuran antara ferit dan sementit. Pada 0,8% karbon perlit yang tampak seperti   pelat-pelat yang tersusun secara bergantian oleh perpaduan struktur antara struktur ferrit dan sementit, serta fasa struktur ini memiliki sifat ulet dan kekerasan yang cukup tinggi, kemudian sturktur mikro sementit senyawa besi karbon (Fe3C bersifat keras pada pendinginan lambat bentuknya lamellar bersifat keras.

  13. HASIL VALIDASI BUKU TEKS MATAKULIAH BIOTEKNOLOGI BERBASIS BAHAN ALAM TANAMAN PACING (COSTUS SPECIOSUS SMITH SEBAGAI ANTIFERTILITAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Urla Tri Wulanzani

    2016-09-01

    Full Text Available This research aimed to produce learning material in the form of Biotechnological subject support textbook based on research of techniques and steps to reveal Costus speciosus Smith. leaf extract potency to the mice spermatozoa motility and phosphorylation activity for university student taking Biotechnological subject. This research was developing research. The research and developing model used was ADDIE developing model. ADDIE model used five developing steps, included of analyze, design, development, implementation, and evaluation. The developing research data was textbook validity percentage from validation and opinion sheet obtained from tests result by material expert, media expert, and individual test by university student. The textbook validation result from test subject could be declared that it was very worthy and very valid so it was worthy to be used in Biotechnological subject. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa buku teks penunjang matakuliah Bioteknologi berbasis penelitian tentang teknik-teknik dan langkah-langkah untuk mengetahui potensi ekstrak daun pacing terhadap motilitas dan aktivitas fosforilasi pada spermatozoa tikus bagi mahasiswa yang menempuh matakuliah Bioteknologi. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE. Model ADDIE menggunakan lima tahap atau langkah pengembangan, yaitu analyze (analisis, design (desain, development (pengembangan, implementation (implementasi, evaluation (evaluasi. Data hasil penelitian pengembangan berupa persentase kevalidan buku teks dari lembar validasi dan tanggapan yang diperoleh dari hasil uji oleh ahli materi, ahli media, dan uji coba perorangan oleh mahasiswa. Hasil validasi buku teks dari subjek uji dinyatakan sangat layak dan sangat valid sehingga layak untuk digunakan pada matakuliah Bioteknologi.

  14. FORMULASI PAKAN BUATAN DENGAN BAHAN BAKU RUMPUT LAUT UNTUK PERTUMBUHAN ABALON Haliotis squamata

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nyoman Adiasmara Giri

    2016-11-01

    Full Text Available Abalon merupakan salah satu jenis moluska laut yang memiliki potensi ekonomis untuk dikembangkan usaha budidayanya. Teknologi pembenihan abalon Haliotis squamata telah dikembangkan dan berhasil memproduksi benih secara massal. Selain benih, ketersediaan pakan yang sesuai sangat menentukan keberhasilan budidaya pembesaran abalon. Selain makan pakan segar berupa makroalga, abalon juga dapat menerima pakan buatan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula pakan dengan bahan baku tepung rumput laut untuk pertumbuhan H. squamata. Tiga pakan percobaan diformulasi dengan proporsi tepung rumput laut Ulva sp., Gracilaria sp., dan Sargassum sp. yang berbeda dibuat berbentuk remah dengan kandungan protein dan lemak yang sama.  Sebagai kontrol digunakan pakan Gracilaria sp. segar asal tambak.  Sebanyak 16 buah bak beton berukuran 2,0 x 0,5 x 0,5 m3 dengan ketinggian air 25 cm dan dilengkapi dengan aerasi digunakan sebagai wadah percobaan.  Benih abalon hasil pembenihan di hatcheri dengan ukuran bobot 5,30 ± 1,07 g; panjang cangkang 3,35 ± 0,29 cm ditebar dengan kepadatan 388 ekor per bak.  Abalon diberi pakan percobaan 2 kali sehari selama 168 hari. Jumlah pakan disesuaikan dengan respons makan dari abalon. Percobaan dirancang dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan pakan dan setiap perlakuan terdiri atas 4 ulangan.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan abalon yang diberi pakan buatan tidak berbeda nyata, tetapi pakan dengan proporsi tepung Ulva sp. 35% cenderung memberikan pertumbuhan yang lebih baik. Pertumbuhan abalon terbaik diperoleh pada perlakuan kontrol.  Kandungan protein daging abalon dipengaruhi oleh pakan percobaan. Kandungan protein daging abalon yang diberi pakan buatan signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol.

  15. POTENSI HERBA TUMBUHAN BALSEM (Polygala paniculata Linn SEBAGAI SUMBER BAHAN FARMASI POTENSIAL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Laode Rijai

    2013-06-01

    Full Text Available Tumbuhan balsem (P. paniculata merupakan tumbuhan semusim yaitu dari biji lalu tumbuh dan akan mati setelah mencapai dewasa selama 4-5 bulan. Tumbuhan ini berbau balsem sehingga dinamakan tumbuhan balsem oleh masyarakat di Kalimantan Timur. Manfaat tradisional tumbuhan ini tidak banyak dikenal kecuali akarnya dipercaya dapat meningkatkan stamina. Belum banyak hasil penelitian ilmiah tumbuhan ini sehingga diperlukan informasi ilmiah untuk pemanfaatannya. Potensi biologi tumbuhan Balsemadalah mudah tumbuh dengan skilus hidup pendek yaitu 4-5 bulan. Beberapa hasil penelitian terhadap tumbuhan balsem terbukti memiliki potensi dalam bidang kefarmasian seperti sitotoksik atau antikanker, antibakteri, dan antimikotik. Potensi herba balsem juga digambarkan melalui kandungan metabolit sekundernya yaitu mengandung alkaloid, flavanoid, tanin, saponin, dan steroid. Keragaman metabolit sekunder tersebut menggambarkan kemungkinan masih memiliki potensi kefarmasian lainnya. Kata Kunci: Herba Balsem (Polygala paniculata, sumber bahan farmasi potensial.   ABSTRACT Plant balm (P. paniculata is an annual plant that grows from the seed and will die after reaching mature for 4-5 months. This plant is so named smelling balm balm plant communities in East Kalimantan. Traditional benefits of this plant is not widely known but its roots are believed to increase stamina. Not many plants is the result of scientific research that is necessary for the utilization of scientific information. Potential biological plant is easy to grow with skilus Balsemadalah short life is 4-5 months. Several studies have proved the balsam plant potential in the field of pharmacy such as cytotoxic or anticancer, antibacterial, and antimycotic. Potential herbal balm is also illustrated through the content of secondary metabolites that contain alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids. Illustrate the diversity of secondary metabolites may still have potential for other pharmacy

  16. PENGEMBANGAN PASAR LELANG FORWARD KOMODITAS BAHAN OLAH KARET (BOKAR DI PROVINSI SUMATERA SELATAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Heri Rahman

    2015-10-01

    Full Text Available Permintaan karet dunia terus meningkat sejalan dengan peningkatan kebutuhan industri karet global untuk negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa, dan China. Potensi dan peluang dapat meningkatkan ekspor karet alam Indonesia, untuk meningkatkan pendapatan petani yang memproduksi bahan Karet (bokar, secara tidak langsung. Namun, kurangnya harga referensi dari karet rakyat di tingkat nasional, membuat para petani selalu dirugikan, karena harga cenderung ditentukan oleh pedagang dan produsen, dan membuat lemah posisi tawar petani, sehingga pengembangan lelang pasar ke depan menjadi potensi dan peluang untuk penjualan bokar yang dapat menguntungkan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar lelang forward dari bokar memiliki potensi dan peluang sebagai tempat yang baik untuk transaksi yang lebih menguntungkan untuk para petani. Melalui pasar lelang forward, petani diminta untuk bersedia dan mampu berkelompok, untuk menghasilkan kualitas bokar yang baik, sehingga nilai penjualan bokar ini lebih tinggi, karena dijual oleh kelompok dengan cara lelang. ABSTRACTWorld rubber demand increased continuously in line with the increase in global rubber industry needs forthe countries like US, Japan, Europe, and China. The potential and opportunity should boost Indonesia's natural rubber exports, provide to increase the income of farmers that producing Material Rubber (bokar, indirectly. However, the lack of reference prices of rubber smallholder at the national level, made of the farmers always disadvantaged, because the prices tend to be determined by the traders and manufacturers, and made weak thebargaining position of farmers, so the development of forward auction market into the potential and opportunities for bokar’ssales that can benefit the farmers. The results showed that the forward auction market of bokar has the potential and opportunities as a good place for transaction that more profitable for farmers.Through the forward

  17. METODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION UNTUK PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2016-10-01

    Full Text Available ABSTRAK METODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION PADA PROSES PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al. Isotop 137Cs salah satu hasil fisi yang dapat digunakan sebagai monitor burn up untuk mempelajari kinerja bahan bakar selama iradiasi dalam reaktor. Untuk menganalisis isotop 137Cs dalam pelat elemen bakar (PEB U3Si2-Al pasca iradiasi diperlukan metode yang valid agar diperoleh data yang akurat. Beberapa metode dapat digunakan untuk pemisahan 137Cs dalam PEB U3Si2-Al, antara lain adalah metode pengendapan dalam bentuk garam CsClO4 sesuai dengan ASTM E 320-79 dan metode penukar kation menggunakan zeolit Lampung. Proses pengendapan dilakukan dengan menggunakan serbuk CsNO3 sebagai senyawa pembawa (carier dan pereaksi HClO4, sedangkan proses penukar kation dilakukan dengan penambahan zeolit Lampung. Tujuan penelitian adalah mendapatkan metode valid untuk pemisahan 137Cs dalam PEB U3Si2-Al pasca iradiasi, khususnya aspek pengaruh berat serbuk CsNO3 dan berat zeolit Lampung yang ditambahkan. Proses pengendapan isotop 137Cs dilakukan dengan memipet larutan PEB U3Si2-Al sebanyak 150 µL kemudian ditambahkan serbuk CsNO3 dengan variasi berat 500; 625; 700 ; dan 1000 mg serta 4 mL HClO4 dalam pengangas es selama 1 jam. Hasil proses pengendapan diperoleh endapan 137CsClO4yang terpisah dengan supernatan sebagai fasa cair.Sementara itu, proses penukar kation dilakukan dengan menambahkan zeolit Lampung variasi berat 700; 900; 1000 ; dan 1200 mg dengan pengadukan selama 1 jam. Hasil proses penukar kation diperoleh padatan 137Cs-zeolit dalam fasa padat dan isotop lainnya dalam fasa cair. Endapan 137CsClO4 dan padatan137Cs-zeolit serta supernatan diukur kandungan 137Cs menggunakan spektrometer-g. Hasil analisis menunjukkan bahwa berat CsNO3 yang paling banyak mengikat 137Cs terjadi pada penambahan CsNO3 seberat 700 mg yaitu sebesar 0,0472 µg, sedangkan penambahan zeolit Lampung yang optimal diperoleh pada berat 1000 mg hingga 1200 mg dengan kandungan isotop

  18. Crystallization and preliminary X-ray analysis of the mRNA-binding domain of elongation factor SelB from Escherichia coli in complex with RNA

    International Nuclear Information System (INIS)

    Soler, Nicolas; Fourmy, Dominique; Yoshizawa, Satoko

    2007-01-01

    The mRNA-binding domain of E. coli selenocysteine-specific elongation factor SelB (residues 478–614; SelB-WH3/4) was overproduced in E. coli and its cognate mRNA ligand, 23 nucleotides of the SECIS RNA hairpin, was prepared by in vitro transcription. The purified SelB-WH3/4–SECIS RNA complex crystallized in space group C2 and diffracted to 2.3 Å. In bacteria, selenocysteine (the 21st amino acid) is incorporated into proteins via machinery that includes SelB, a specific translational elongation factor. SelB binds to an mRNA hairpin called the selenocysteine-insertion sequence (SECIS) and delivers selenocysteyl-tRNA Sec to the ribosomal A site. The minimum C-terminal fragment (residues 478–614) of Escherichia coli SelB (SelB-WH3/4) required for SECIS binding has been overexpressed and purified. This protein was crystallized in complex with 23 nucleotides of the SECIS hairpin at 294 K using the hanging-drop vapour-diffusion method. A data set was collected to 2.3 Å resolution from a single crystal at 100 K using ESRF beamline BM-30. The crystal belongs to space group C2, with unit-cell parameters a = 103.50, b = 56.51, c = 48.41 Å. The asymmetric unit contains one WH3/4-domain–RNA complex. The Matthews coefficient was calculated to be 3.37 Å 3 Da −1 and the solvent content was estimated to be 67.4%

  19. Toluidine Blue Vital Staining sebagai Alat Bantu Diagnostik pada Karsinoma Sel Skuamosa Lidah

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dwi Suhartiningtyas

    2012-12-01

    Full Text Available Latar belakang. Karsinoma sel skuamus oral (KSSO merupakan salah satu kanker mulut yang paling sering terjadi. Deteksi dini kanker mulut menyulitkan oleh karena etiologi yang tidak pasti dan gambaran klinis yang tidak khas. Toluidine blue vital staining (TBVS dilaporkan dapat membantu penegakan diagnosis KSSO. Tujuan. Penulisan ini bertujuan melaporkan kasus KSSO di lidah yang terdiagnosis melalui TBVS. Kasus dan penanganannya. Laki-laki 77 tahun dengan gigi tiruan lengkap mengeluhkan sakit pada lidah sejak 2 minggu lalu, yang tidak sembuh dengan terapi konvensional. Pasien adalah perokok berat selama 60 tahun. Temuan klinis menunujukkan ulkus soliter berdiameter 2,5 cm pada ventral lidah, tepi membulat, indurasi dan tertutup pseudomembran putih. Temuan lain berupa kandidas mulut pada mukosa palatal, kedua sudut mulut dan dorsum lidah. Berdasar anamnesis dan pemeriksaan klinis, dicurigai adanya keganasan pada lesi lidah. Perawatan awal ditujuan untuk pembersihan rongga mulut, terapi anti jamur dan perbaikan status nutrisi. Lima hari kemudian, dilaporkan adanya kaku lidah dan gangguan fungsi mulut. Klinis tampak ulkus pada lidah semakin dalam dan melebar, untuk memastikan kecurigaan keganasan dilaksanakan pemeriksaan TBVS. Hasil pemeriksaan positif sehingga ditegakkan diagnosis kerja KSSO. Pemeriksaan lebih lanjut, pasien dikirim ke Klinik Bedah Mulut Rumah Sakit Dr. Sarjito. Hasil biopsi positif menunjukkan KSSO, selanjutnya pasien dirujuk ke Klinik Onkologi. Kesimpulan. Karsinoma sel skuamus oral memiliki gambaran klinis tidak khas sehingga penyakit ini sulit terdeteksi secara dini. Diagnosis dan perawatan dini KSSO akan meningkatkan survival rate dan kualitas hidup penderitanya. Metode pemeriksaan diagnostic bantu dengan TBVS sangat membantu dalam penegakan diagnosis keganasan di rongga mulut.   Background. Oral squamous cell carcinoma (OSCC is one of the most oral cancers occurred. Early detection of oral cancer is difficult due to uncertain

  20. ANALISIS KUALITAS REPRESENTASI VISUAL BUKU BIOLOGI SMA KELAS XI KURIKULUM 2013 PADA MATERI SEL

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Vivi Sophie Elfada

    2015-07-01

    Full Text Available Representasi Visual (RV yang ditampilkan di dalam buku teks akan menambah nilai estetika buku, namun buku yang berkualis akan memperhatikan seluruh aspek tampilan buku agar bermanfaat dalam penyampaian materi, termasuk tampilan RV. Penggunaan RV yang tepat akan mempermudah pembaca dalam mempelajari konsep materi dan menghindari terjadinya miskonsepsi. Keberadaan RV sangat signifikan di dalam buku teks, oleh karena itu perlu adanya penelitian RV pada buku teks.Penelitian analisis RV bertujuan untuk mengetahui kualitas buku teks dari segi ketepatan RV yang digunakan di dalam buku teks. Analisis yang dilakukan meliputi: 1 ketepatan konsep; 2 tipe RV; 3 hubungan RV dengan konten materi; 4 hubungan RV dengan realitas; dan 5 fungsi RV. Buku teks yang dianalisis meliputi tiga penerbit buku kurikulum 2013 yaitu penerbit Erlangga  (buku sampel A, Platinum (buku sampel B, dan Yrama Widya (buku sampel C. Analisis RV yang dilakukan yaitu pada materi sel kelas XI semester I. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah tabel daftar (list table yang terdiri dari tabel analisis ketepatan konsep dan tabel analisis RV. Konsep materi sel terlebih dahulu dianalisis, kemudian dilakukan analisis RV.   Penelitian menghasilkan data bahwa buku sampel yang memiliki ketepatan konsep memadai yang tertinggi ialah buku sampel A sebesar 65,85%. Buku sampel B memiliki ketepatan konsep memadai sebesar 51,22%, dan buku sampel C sebesar 41,46%. Buku sampel A, B, dan C ditinjau dari segi tipe RV, masing – masing sudah relatif tepat dalam menampilkan tipe RV karena disesuaikan dengan kebutuhan bacaan. Tipe RV buku sampel A, B, dan C yang tertinggi ialah tipe sketsa – komik sebesar 30,00% pada buku sampel A; 28,26% pada buku sampel B; dan  28,99% pada buku sampel C. Analisis hubungan RV dengan konten materi menghasilkan data bahwa Buku sampel B memiliki hubungan bermakna dengan konten

  1. Analysis of polyhydroxyalkanoates granuales in bacillus Sp. MFD11 and enterobacter Sp. SEL2

    International Nuclear Information System (INIS)

    Naheed, N.; Jamil, N.

    2016-01-01

    Bacillus sp. MFD11 (JF901809) and Enterobacter sp. SEL2 (JF901810) were isolated from agriculture waste contaminated sites. When fed with 2% glucose as a carbon source, these bacteria produced 75.26±0.45% and 76.61±0.28% PHA of their wet weight respectively. The accumulated PHA was extracted by direct addition of sodium dodysyl sulphate in the culture medium, which yielded 52.3±0.56 micro g/l and 136.21±0.45 micro g/l PHA respectively when assayed with Crotonic acid. The PHA detection medium (PDM) provided nutrient limitation condition which favored accumulation of PHA granules. A tremendous increase in cell size was observed when strain MFD11 was grown in PDM. The size of the granules as revealed by TEM micrographs spanned from 0.1 to 1.5 micro m which is quite large as compared to the size reported in the literature 0.2 to 0.5 micro m 18). (PHA polymer was analyzed by FTIR, GC/MS and proton Nuclear magnetic resonance. The intense absorption band in the spectrum at 1724-1740 cm -1 and 1215 cm -1 to 1280 corresponding to C=O and C-O stretching group, respectively, indicated that the both strains were PHA producers. GC/MS analysis indicated that the polymer produced were copolymers of PHB-co-PHV. NMR also suggested that the extracted PHA was not a homopolymer but was the blend of copolymers with 3HV in lower abundance. Differential calorimetric thermal analysis showed melting temperature of 163 and 169 degree C for PHA produced by both strains, respectively. However, the observed melting temperature was found to be lower than the standard PHB (Signa-aldrich). (author)

  2. ANALISIS PERFORMA SISTEM PENDINGIN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK KABIN MOBIL CITY CAR MENGGUNAKAN MODUL TERMO ELECTRIC COOLER TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mirza Yusuf

    2017-12-01

    Full Text Available Ramah lingkungan menjadi isu yang gencar dalam penelitian. Cloro Fluoro Carbon (CFC yang digunakan dalam AC konvensional akan menguap ke udara bebas  berdampak kerusakan lapisan ozon. Ditinjau secara micro dalam penggunaan sitem pendingin dapat diterapkan pada pendingin kabin mobil. System pendingin mobil konfensional menimbulkan 2 kerugian yaitu lebih boros bahan bakar karena couple pulley compressor AC membebani putaran mesin dan penggunaan CFC yang tidak ramah lingkungan.   System pendingin ramah lingkunagan dan mampu menghemat bahan bakar mesin tersebut dapat kita temukan pada modul thermoelectric.  terobosan baru sistem pendingin tersebut menggunakan modul pendingin Thermo Electric Cooler (TEC yang memanfaatkan sisi dingin pada Thermo Electric Cooler (TEC dengan memanfaatkan seaback effect .  Thermo Electric Cooler (TEC ketika dialiri tegangan DC (arus searah pada kedua jalur kabel penghubungnya maka salah satu sisi akan menjadi panas, sementara sisi satunya akan menjadi dingin. Salahsatu cara yang dapat ditempuh untuk memaksimalkan proses pendinginan, maka sisi panas Thermo Electric Cooler (TEC harus diturunkan temperaturenya serendah mungkin mungkin dengan menggunakan alat penukar kalor heat sink serta dibantu kipas(fan. semakin lama proses pendinginan, maka semakin optimal suhu ruangan yang didinginkan. Dari data Hasil pengujian dapat diketahui perangkat pendingin tersebut mampu bekerja dengan rate penurunan temperature memadai. Selanjutnya dapat dapat diaplikasikan sebagai alat pendingin ruangan yang efektif, efisien dan ramah lingkungan.    Kata kunci:  Kabin mobil, Air Conditioner (AC konvensional, Cloro Fluoro Carbon (CFC, Thermo Electric Cooler (TEC, komponen sistem pendingin.

  3. IDENTIFIKASI NILAI HAMBAT JENIS ARANG KAYU, ARANG KULIT MANGGA, DAN ARANG KULIT PISANG: BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI RESISTOR FILM KARBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Intan Kusumawati

    2014-05-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai hambat jenis pada arang kayu, arang kulit mangga, dan arang kulit pisang sebagai bahan alternatif pengganti resistor film karbon. Pada penelitian ini dilakukan penumbukkan arang kayu, arang kulit mangga, dan kulit pisang sehingga dihasilkan bubuk arang yang halus melalui proses penyaringan. Setelah itu dilakukan pemampatan arang kayu dalam pipet/sedotan plastik dengan luas permukaan (A = 4,08 x 10-4 cm. Kemudian hambatan diukur menggunakan multimeter dan dilakukan perhitungan hambat jenis arang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang kayu (0,73 x 106 m memiliki nilai hambat yang tinggi sehingga hambat jenisnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan arang kulit mangga (0,28 x 106  m dan arang kulit pisang (0,24 x 106 m. Hal ini dikarenakan terjadi proses karbonisasi sempurna dalam pembuatan arang kayu. Oleh karena nilai hambatan yang dapat terbaca pada multimeter hanya menggunakan batas skala yang besar (Mega Ohm, maka arang kulit kayu, arang kulit mangga, dan arang kulit pisang hanya dapat dijadikan sebagai bahan alternatif pengganti resistor film karbon dengan ukuran nilai hambatan besar.

  4. BAHAN AJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DALAM BENTUK MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK SISWA KELAS VII

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fahmi Arif Ashfahany

    2017-02-01

    Full Text Available Learning resources basically a teaching materials used in teaching and learning process which aims to facilitate the objectives and the learning process. Interactive multimedia a learning materials utilizing advances in technology and used to deliver the message to learn the form of knowledge, skills and attitudes that can stimulate thought patterns, concerns, wishes and feelings of students in the learning process so as intentional learning can occur, control, and aims and can affect learning outcomes. Research steps that can be used in the development of multimedia ie using multimedia development model by Lee & Owen are where there are 5 steps analysis, design, development, implementation, and evaluation. Steps those actions will be concluded decent media developed unused. Sumber belajar pada dasarnya sebuah bahan ajar yang digunakan pada proses belajar dan pembelajaran yang bertujuan untuk mempermudah tujuan dan proses pembelajaran berlangsung. Multimedia interaktif suatu bahan pembelajaran yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan digunakan untuk menyalurkan pesan belajar berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat merangsang pola pikr pikir, perhatian, kemauan dan perasaan peserta didik pada proses belajar sehingga secara disengaja proses belajar dapt terjadi, terkendali, dan bertujuan serta dapt memengaruhi hasil belajar. Langkah-langkah penelitian yang dapat digunakan pada pengembangan multimedia yaitu menggunakan model pengembangan multimedia oleh Lee & Owen yang mana terdapat 5 langkah, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Langkah-langkah tersebut nantinya dapat menyimpulkan media yang dikembangkan layak tidak digunakan.

  5. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS COOPERATIVE LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK SISWA SMK SE-KOTA MALANG PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK OTOTRONIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Isa Muhammad Said

    2016-02-01

    Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar serta produk pendukung bahan ajar berbentuk groupsheet, photoviewer, dan skenario pembelajaran untuk mendukung pembelajaran kooperatif berbasis pendekatan saintifik juga meneliti bagaimana pengaruhnya dalam proses pembelajaran di SMK pada program keahlian teknik ototronik se-kota Malang. Penelitian ini menggunakan tahap-tahap penelitian R&D Borg & Gall untuk membuat produk, sedangkan untuk meneliti pengaruhnya peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Sampel yang digunakan adalah 66 siswa kelas XI, yang terdiri atas 37 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 29 siswa sebagai kelompok kontrol. Tahap validasi produk dilaksanakan oleh 7 orang dosen Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, 2 orang guru SMKN 6 Malang dan SMKN 10 Malang serta 25 orang siswa SMKN 6 dan SMKN 10 Malang. Pengujian produk dilakukan oleh beberapa ahli yang terdiri atas ahli isi materi, ahli perancangan pembelajaran, ahli media pembelajaran, dan uji coba kelompok kecil. Berdasarkan pengujian produk diperoleh data dari ahli-ahli tersebut bahwa produk pembelajaran yang dikembangkan berada pada level valid dan layak digunakan sebagai produk pembelajaran, sedangkan dalam pengujian pengaruh penggunaan produk dalam pembelajaran oleh siswa diperoleh data bahwa produk yang dikembangkan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar dan efektif untuk digunakan.

  6. PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS IMTAQ DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Akhmad Makhin

    2014-06-01

    Full Text Available Pendidikan merupakan salah satu sumber dasar peradaban umat manusia, karakter yang dibentuk melalui pendidikan akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahan ajar berbasis Imtaq diharapakan siswa tidak hanya baik secara IQ (Intelligence Quotient akan tetapi baik juga dari segi EQ (Emotional Quetiont dan SQ (Spiritual Quotien. Metode penelitian yang digunakan Research and Development dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA. peningkatan N-gain kelas eksperimen 0,32 dengan kriteria sedang dan kelas kontrol peningkatan N-gain 0,23 dengan kriteria rendah. Aktivitas siswa dalam penggunaan bahan ajar berbasis imtaq yang mendukung (On task 87,36 %; yang tidak mendukung (Off task   12,66 %. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan hasil Sig (2-tailed 0.040 pada uji independent sample t test. Respon siswa terhadap penggunaan bahan ajar berbasis imtaq rata-rata prosentase 82 %; sehingga sikap siswa dapat dikatakan sangat baik (sangat kuat.Kata Kunci : Bahan Ajar Modul, Imtaq, Hasil Belajar

  7. Studi Eksperimen Pengaruh Pencampuran Gas Hidrogen Dari Generator HHO Tipe Kering Dengan Bahan Bakar Kerosene Pada Distribusi Temperatur Nyala Api Kompor Tekan Blowtorch

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Brillyano Agni Pradipta

    2013-09-01

    Full Text Available Gas hidrogen mempunyai nilai kalor yang dapat dimanfaatkan untuk menambah energi  pada berbagai keperluan pembakaran, bahkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional yang digunakan saat ini. Blowtorch kerosin digunakan sebagai alat uji. Pengujian dilakukan dengan menggabungkan bahan bakar kerosin dan gas hidrogen dalam HHO yang dihasilkan dari generator HHO tipe kering dengan plat SS316L berukuran 16mmx16mm sebanyak 15 plat sebagai elektroda dan larutan elektrolit KOH dilengkapi Pulse Width Modulation (PWM sebagai alat pengontrol generator HHO dengan duty cycle 25%, 50%, dan 75%. Penggabungan bahan bakar dilakukan secara difusi menggunakan ejector. Hasil yang didapatkan bahwa efisiensi unjuk kerja generator HHO tertinggi pada duty cycle 25%, yaitu sebesar 54,32% dan efisiensi terendah pada generator HHO tanpa PWM, yaitu sebesar 13,2%. Temperatur api yang dihasilkan gabungan kerosin dan gas HHO lebih panas dari pembakaran kerosin saja. Gabungan daya bahan bakar yang dihasilkan gas HHO sebesar 16,5W dan daya yang dikeluarkan kerosin murni sebesar 25,77kW, menaikkan temperatur api lebih dari 100oC dari temperatur api hasil pembakaran kerosin murni .

  8. Model-based neural networks to predict emissions in a diesel engine operating with biodiesel blends of castor; Modelo basado en redes neuronales para predecir las emisiones en un motor diésel que opera con mezclas de biodiésel de higuerilla

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fabio Narváez

    2012-12-01

    Full Text Available Some identification methods of nonlinear systems using artificialneural networks are explained. Also, a model based on Neural Networks“Supervised Feed Forward” is presented, developed to identifyand predict the behavior of volumetric emissions from combustion of astationary diésel engine based on two input variables: the engine load and the mixture of castor biodiésel. The neural network training and model validation was performed by using the NNModel.

  9. EKSTRAKSI TANNIN SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI DARI TANAMAN PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA MENGGUNAKAN PELARUT ORGANIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tjukup Marnoto

    2012-05-01

    Full Text Available EXTRACTION OF TANNINS AS NATURAL DYES FROM PUTRIMALU (MIMOSA PUDICA PLANT USING VARIOUS ORGANIC SOLVENTS. Public awareness on using natural dyes has encouraged the extraction of tannins from putrimalu. Extraction was performed continuously using a Soxhlet apparatus. The parameter studied was the influence of solvent polarity on the amount of tannin and mass transfer coefficient. Tannin was extracted from ten grams of dried putrimalu plants using polar solvents (ethanol, acetone and methanol and a non-polar solvent (n-hexane. Extraction is considered complete when the concentration of tannins in the liquid is no longer changing with time. Liquid samples were withdrawn every 20 minutes interval for tannin analyses using Thin Layer Chromatography (TLC. The results showed that the maximum concentration of tannins in the extract (g/mL when extraction were performed using n-hexane was 0.0031, acetone (0.016, methanol (0.0274 and ethanol (0.044. From extract yield and mass transfer coefficient point of views, it can be concluded that the best solvent is ethanol. The relationship between tannin concentration in the ethanol 96% solvent and the time was expressed in term of mathematical equations             CAL=1.046(1-e-0.0213t with error was 3.6%. Where CAL is the concentration of tannins in the solvent (g/ml and t is the extraction time (minutes.  Kesadaran masyarakat untuk kembali menggunakan bahan pewarna alami mendorong dilakukannya ekstraksi tannin dari putrimalu. Ekstraksi dilakukan secara kontinyu menggunakan alat Soxhlet. Parameter yang dipelajari adalah pengaruh polaritas pelarut terhadap ekstrak tannin dan koefisien transfer massa. Tannin diekstrak dari sepuluh gram tanaman putrimalu kering menggunakan pelarut polar (etanol, aseton dan metanol dan pelarut non-polar n-heksana. Ekstraksi dianggap selesai jika konsentrasi tannin di dalam pelarut sudah tidak berubah. Tannin di dalam contoh cairan yang diambil setiap selang waktu 20

  10. PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK MARMER PADA BETON SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN DENGAN VARIASI PENGGUNAAN SILICA FUME

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agil Fitri Handayani

    2015-02-01

    Full Text Available The Utilization of Marble Powder Waste in Concrete Ma­­­­­­­­terials as a Partial Material Substitution of Cement  with the Variation Use of Silica Fume. The purpose of this study was to determine the effect of marble powder and silica fume on the mechanical pro­per­ties of concrete. This study used an experimental design using 16 group of testing materials with variety types of mixtures between marble powder and silica fume 0.00; 5.00; 10.00; and 15.00%. The wa­ter-cement ratio was 0.50 and a low dosage of superplasticizer, which was 0.50%. The behavior of fresh concrete were calculated and the mechanical properties of concrete were tested on con­crete age of 28 days. The results showed the marble powder main com­position was Silicon Dioxide (SiO2 17.63% and Calcium Carbonate (CaCO3 2.73%. Mar­ble powder was more appropriate to be used as fillers than to be used as a partial substitution of ce­ment. The optimum mechanical properties of concrete was produced by the mixtures of 5.00% mar­ble powder  and 6.22% silica fume which resulted in compressive strength of 29.04 MPa.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peng­gunaan ser­buk marmer dan silica fume terhadap sifat mekanik beton. Penelitian ini meng­gu­na­kan desain eksperimen dengan 16 kelompok benda uji dengan variasi ser­buk marmer dan silica fume 0,00; 5,00; 10,00; dan 15,00%. Faktor air semen di­gu­nakan 0,50 dan superplasticizer dengan dosis rendah 0,50%. Perilaku beton segar di­perhitungkan dan sifat mekanik beton diuji pada umur beton 28 hari. Hasil analisis me­nunjukkan kom­posisi utama serbuk marmer adalah Silikon Dioksida (SiO2 17,63% dan Kalsium Kar­bonat (CaCO3 2,73%. Serbuk marmer lebih tepat digunakan se­bagai bahan pe­ng­isi atau filler dari pada sebagai pengganti semen. Sifat mekanik be­ton optimum di­ha­sil­kan pada campuran serbuk marmer 5,00% dan silica fume 6,22% dengan kuat tekan be­ton yang dihasilkan  mencapai 29

  11. Status padang lamun di Pulau Talago, Madura dan potensinya sebagai bahan baku bioaktif

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sukandar Sukandar

    2017-08-01

    Full Text Available The aims of the study were to evaluate the status of the seagrass beds in Talango Island in relation to diversity, density, and percentage area of seagrass; and to analyze the potential of seagrass as bioactive compounds by calculating the crude extract, which is produced. Data were collected in August 2016 using the transect quadrat method, perpendicular to the shoreline, on the north side of Talango Island. Extraction of seagrass leaves was carried from November to December 2016 at Exploration Fisheries Resources Laboratory FPIK UB, using polar, semi-polar and non-polar solvents. The results showed that the water quality on Talango Island is in good condition with water temperatures of  30.70C,  average salinity 310 ppt , dissolved oxygen of 8 mg /L and pH 7. There were four species of seagrass found on Talango Island, namely Enhalus acoroides, Cymodocea serulata, Halophila ovalis, and Halodule pinifolia. Where H. pinifolia has has the highest density, while Enhalus acoroides has the highest covering area. Seagrass leaf that used in this study is E. acoroides, and produces raw extract about 0.8% non-polar compounds, 1.73% of polar compounds, and 0.13% semi-polar compounds. This raw extract shows that seagrass leaf has potential as bioactive compound. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status padang lamun di Pulau Talango, meliputi keragaman jenis, kerapatan jenis, penutupan jenis padang lamun dan  menganalisis potensi pemanfaatannya sebagai bahan baku bioaktif, dengan menghitung rendemen ekstrak kasar yang dihasilkan.Pengambilan data dilakukan pada Bulan Agustus 2016, dengan menggunakan metode transek kuadrat yang ditarik tegak lurus terhadap garis pantai, di sisi utara Pulau Talango.Ekstraksi daun lamun dilakukan pada Bulan November – Desember 2016 di Laboratorium Eksplorasi Sumberdaya Perikanan FPIK UB, dengan menggunakan pelarut polar, semi polar, dan non polar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan di Pulau Talango berada

  12. "Sa, haavapuu, kesköösel valendad..." : [luuletused] / Paul Celan ; saksa k. tlk. [ja saatesõna]: Ain Kaalep

    Index Scriptorium Estoniae

    Celan, Paul, pseud., 1920-1970

    2001-01-01

    Autorist lk. 49-50. Sisu: "Sa, haavapuu, kesköösel valendad..." ; Mälestus Prantsusmaast ; Aastad sinust minuni ; Surmafuuga ; Aja silm ; Kõnevõre ; Silm, lahtine ; Zürich, "Toonekure" kohvik : Nelly Sachsile ; Psalm ; "Niitpäikesed..." ; "Maovankris, mööda..." ; "Maastik urnidega..." ; Prahas ; "Kõmin: see on..." ; "Üks hambajälg eikuskilpool..." ; "Kahinais, otsekui meie alguses..." ; Teine ; "Teie oma..." ; "See, mis meid..." ; "Lõika palvekäsi..." ; "Ma kuulen, et kirves lõi õitsema..." ; "Leht, mille puu küljest..."

  13. KLASIFIKASI INTI SEL PAP SMEAR BERDASARKAN ANALISIS TEKSTUR MENGGUNAKAN CORRELATION-BASED FEATURE SELECTION BERBASIS ALGORITMA C4.5

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Toni Arifin

    2014-09-01

    Full Text Available Abstract - Pap Smear is an early examination to diagnose whether there’s indication cervical cancer or not, the process of observations were done by observing pap smear cell under the microscope. There’s so many research has been done to differentiate between normal and abnormal cell. In this research presents a classification of pap smear cell based on texture analysis. This research is using the Harlev image which amounts to 280 images, 140 images are used as training data and 140 images other are used as testing. On the texture analysis used Gray level Co-occurance Matrix (GLCM method with 5 parameters that is correlation, energy, homogeneity and entropy added by counting the value of brightness. For choose which the best attribute used correlation-based feature selection method and than used C45 algorithm for produce classification rule. The result accuracy of the classification normal and abnormal used decision tree C45 is 96,43% and errors in predicting is 3,57%. Keywords : Classification, Pap Smear cell image, texture analysis, Correlation-based feature selection, C45 algorithm. Abstrak - Pap Smear merupakan pemeriksaan dini untuk mendiagnosa apakah ada indikasi kanker serviks atau tidak, proses pengamatan dilakukan dengan mengamati sel pap smear dibawah mikroskop. Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk membedakan antara sel normal dan abnormal. Dalam penelitian ini menyajikan klasifikasi inti sel pap smear berdasarkan analisis tektur. Citra yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra Harlev yang berjumlah 280 citra, 140 citra digunakan sebagai data training dan 140 citra lain digunakan sebagai testing. Pada analisis tekstur mengunakan metode Gray level Co-occurrence Matrix (GLCM menggunakan 5 parameter yaitu korelasi, energi, homogenitas dan entropi ditambah dengan menghitung nilai brightness. Untuk memilih mana atribut terbaik digunakan metode correlation-based feature selection lalu digunakan algoritma C45 untuk

  14. Production and characterization of biodiesel from chicken fat; Producción y caracterización de biodiésel a partir de aceite de pollo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Manuel Antonio Montenegro Mier

    2012-12-01

    Full Text Available At present, the world has been working on substituting fossil fuels by alternative fuels, among other reasons, due to the depletion of non-renewable natural resources and the emissions that they produce, generating large environmental implications. This article is part of the research advancement between 2009 and 2012 related to the “Production and characterization of biodiésel from chickenfat”. Tests for viscosity, density, distillation curve calculation of ketene index,were performed in order to determine the feasibility for the use of biodiésel as afuel in internal combustion ignition by compression engines MCI-EC. The studyshowed that the biodiésel obtained meets existing technical standards for liquidbiofuels at the international level and could, therefore, be successfully used ininternal combustion engines.

  15. PENGARUH JENIS ANODA PADA PROSES PEMULIHAN LOGAM NIKEL DARI TIRUAN AIR LIMBAH ELECTROPLATING MENGGUNAKAN SEL ELEKTRODEPOSISI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djaenudin Dhaenudin

    2013-11-01

    Full Text Available EFFECT OF ANODES TYPES ON NICKEL RECOVERY FROM SYNTHETIC ELECTROPLATING WASTE ELECTRODEPOSITION CELLS. A study concerning the recovery of nickel from electroplating wastewater artificial solution. The study was conducted with a batch system using electrodeposition cell consisting of two spaces separated by water hyacinth leaf, copper cathode plate, H2SO4 solution anolyte, catholyte solution of NiSO4 plus NaCl supporting electrolyte and anode varied. Electrodeposition performed at the direct current of 5V power for 4 hours each run. The research objective was to obtain the best anode in nickel electrodeposition process of electroplating waste artificial solution. Graphite, stainless steel type AISI 316 and the lead were used as a variation of the anode. Concentration of nickel in the catholyte at baseline 2200 mg/L. The results showed that the anode was a graphite anode with best value decreased by 72.44% nickel concentration, deposition of nickel on the cathode of 0.188 grams and specific energy values ​​of 6.1625 kWh/kg.nickel.   Telah dilakukan penelitian tentang pemulihan logam nikel dari larutan tiruan air limbah electroplating. Penelitian dilakukan dengan sistem batch menggunakan sel elektrodeposisi yang terdiri dari dua ruang yang dipisahkan dengan daun eceng gondok, katoda pelat tembaga, anolit larutan H2SO4, katolit larutan NiSO4 ditambah elektrolit pendukung larutan NaCl dan anoda divariasikan. Elektrodeposisi dilakukan pada listrik searah sebesar 5V selama 4 jam setiap tempuhan. Tujuan penelitian adalah memperoleh anoda terbaik pada proses elektrodeposisi nikel dari larutan tiruan limbah electroplating. Grafit, Stainless Steel  tipe AISI 316 dan timbal digunakan sebagai variasi jenis anoda. Konsentrasi nikel dalam katolit pada awal penelitian 2200 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anoda grafit merupakan anoda yang paling baik dengan nilai penurunan konsentrasi nikel sebesar 72,44%, deposisi nikel di katoda sebesar 0

  16. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERMUATAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA PEMBELAJARAN “TEMA CITA-CITAKU” DENGAN MENGGUNAKAN KOMIK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Johar Alimuddin

    2014-08-01

    Full Text Available AbstrakPengembangan bahan ajar bermuatan nilai-nilai Pancasila dengan menggunakankomik didasari masalah bagaimana mengembangkan bahan ajar yang menarik, dapat berdampak positif terhadap aktivitas, hasil belajar, dan menumbuhkan minat baca,serta menanamkan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik. Penelitian ini merupakanR&D. Subyek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas IV SD Negeri 01,02,dan 04 Paduraksa tahun pelajaran 2013-2014. Validasi penelitian ini melibatkanahli komik atau media, dan materi. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaranmenggunakan bahan ajar bermuatan nilai-nilai Pancasila menggunakan komik,dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik di SD Negeri 01 dan 02Paduraksa dibuktikan dengan nilai Asymp. Sig. (2 tailed 0,000 pada uji Wilcoxon,menumbuhkan minat baca, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dibuktikan dengannilai pengamatan yang rata-rata nilainya lebih dari 71. Penelitian ini menghasilkanbahan ajar bermuatan nilai-nilai Pancasila pada pembelajaran tema “Cita-citaku”dengan menggunakan komik.AbstractDevelopment of  teaching materials which is charged with Pancasila values using the comicbased on the problem of  how to develop interesting teaching materials, can have a positiveimpact on the activity, learning outcomes, and increase interest in reading, as well as embedthe values of  Pancasila for students. This study is an R & D. The subjects in this study were thefourth grade students of  SD Negeri 01,02, and 04 Paduraksa 2013-2014. The study validationwas involving comic experts or media, and the material. The results showed learning usingteaching materials charged Pancasila values using comics, can enhance the activity and thelearning outcomes of  students in SD Negeri of  01 and 02 Paduraksa. It is evidenced by Asympvalue. Sig. (2 tailed of  0.000 on the Wilcoxon test, foster interest in reading, and embed the values of  Pancasila evidenced by the observation that the value of  the

  17. PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agusta Samodra Putra

    2013-11-01

    Full Text Available Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.

  18. Analisis Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Melalui Bahan Ajar Multimedia Interaktif Alat Ukur dan Pengukuran dengan Pendekatan Behavioristik

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ino Angga Putra

    2017-10-01

    Full Text Available Abstract The development of science and technology today is spreading rapidly in the field of education, especially in the development of learning media. The application of learning media using behavioristic approach that tends to optimize the stimulus and learners' response in process (science process skill. The purpose of this research is a to describe the application of interactive multimedia teaching materials to the students 'science process skills and b to know the impact of interactive multimedia materials on the students' learning process skill. The type of this research is Pre-Experimental Research by using one-shot case study design. Implementation of research product in field can develop skill of science process learners based on result of T test 2,229 significance of 0.056. It is expected that further research to determine the positive response of learners. Abstrak Perkembangan IPTEKS dewasa ini menyebar secara cepat dibidang pendidikan khususnya dalam pengembangan media pembelajaran. Penerapan media pembelajaran tersebut menggunakan pendekatan behavioristik yang cenderung mengoptimalkan stimulus dan respon peserta didik dalam proses (keterampilan proses sains. Tujuan penelitian ini yaitu a untuk mendeskripsikan penerapan bahan ajar multimedia interaktif terhadap keterampilan proses sains peserta didik dan b untuk mengetahui dampak bahan ajar multimedia interaktif terhadap keterampilan proses sains peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Pre-Eksperimen dengan menggunakan desain one shot case study. Implementasi produk penelitian dilapangan dapat mengembangkan keterampilan proses sains peserta didik berdasarkan hasil Uji T sebesar 2.229 signifikansi 0.056 . Diharapkan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui respon positif peserta didik.

  19. PROTOTIPE PEMESANAN BAHAN PUSTAKA MELALUI WEB MENGGUNAKAN ACTIVE SERVER PAGE (ASP

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Djoni Haryadi Setiabudi

    2002-01-01

    . Salah satunya adalah Active Server Pages (ASP yang digabungkan sistem database untuk meyimpan data. Komponen penunjang lainnya adalah interface antara aplikasi dengan database yaitu ActiveX Data Objects (ADO. ASP memiliki keunggulan dalam metode scriptingnya dan mudah dalam berhubungan dengan database. Prototipe yang dibuat ini terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian untuk administrator dan bagian untuk user. Prototipe yang dibuat ini ini mampu menghasilkan fasilitas pengeditan data, pencarian data, dan melihat informasi pesanan secara online. Untuk pencarian dan pemesanan artikel maka user dapat langsung melakukan proses download. Karena sistem E-commerce di Indonesia baru saja berkembang maka perlu diperhatikan juga mengenai metode pembayaran dimana tidak setiap orang mempunyai kartu kredit. Maka dalam prototipe ini terdapat juga suatu form untuk user yang tidak mempunyai kartu kredit. Begitu user telah melakukan pembayaran maka user bersangkutan bisa melakukan transaksi secara online. Disini dipakai juga keunggulan ASP yaitu "session" dimana data - data dalam proses yang terjadi tidak akan hilang selama user masih berada dalam session tersebut. Ini digunakan dalam proses user area dan admin area dimana user dan admin dapat melakukan berbagai macam proses. Kata kunci: e-commerce, bahan pustaka, world wide web, Active Server Page, ActiveX Data Objects.

  20. Karakterisasi Paduan AlMgSi Untuk Kelongsong Bahan Bakar U3Si2/Al Dengan Densitas Uranium 5,2 gU/cm3

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aslina Br. Ginting

    2018-03-01

    Full Text Available Meningkatnya densitas uranium dari 2,96 gU/cm3 menjadi 5,2 gU/cm3 bahan bakar U3Si2/Al harus diikuti dengan penggunaan kelongsong yang kompatibel. Bahan bakar berdensitas tinggi mempunyai kekerasan yang tinggi, sehingga bila menggunakan paduan AlMg2 sebagai kelongsong dapat menyebabkan terjadi dogbone pada saat perolan. Selain fenomena dogbone, pada saat bahan bakar tersebut digunakan di reaktor dapat terjadi swelling karena meningkatnya hasil fisi maupun burn up. Oleh karena itu, perlu dicari pengganti bahan kelongsong untuk bahan bakar U3Si2/Al densitas tinggi. Pada penelitian ini telah dilakukan karakterisasi paduan AlMgSi sebagai kandidat pengganti kelongsong AlMg2. Karakterisasi yang dilakukan meliputi analisis termal, kekerasan, mikrostruktur dan laju korosi. Analisis termal dilakukan menggunakan DTA (Differential Thermal Analysis dan DSC (Differential Scanning Calorimetry. Analisis kekerasan menggunakan alat uji kekerasan mikro, mikrostruktur menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope dan analisis laju korosi dilakukan dengan pemanasan pada temperatur 150 oC selama 77 jam di dalam autoclave. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelongsong AlMgSi maupun AlMg2 mempunyai kompatibilitas panas dengan bahan bakar U3Si2/Al cukup stabil hingga temperatur 650 oC. Kelongsong AlMgSi mempunyai kekerasan sebesar 115 HVN dan kelongsong AlMg2 sebesar 70,1 HVN. Sementara itu, analisis mikrostruktur menunjukkan bahwa morfologi ikatan antarmuka (interface bonding kelongsong AlMgSi lebih baik dari kelongsong AlMg2, demikian halnya dengan laju korosi bahwa kelongsong AlMgSi mempunyai laju korosi lebih kecil dibanding kelongsong AlMg2. Hasil karakterisasi termal, kekerasan, mikrostruktur dan laju korosi menunjukkan bahwa PEB U3Si2/Al densitas 5,2 gU/cm3 menggunakan kelongsong AlMgSi lebih baik dibanding PEB U3Si2/Al  densitas 5,2 gU/cm3  menggunakan kelongsong AlMg2. Kata kunci: U3Si2/Al, densitas 5,2 gU/cm3, kelongsong AlMgSi dan AlMg2.

  1. Secretion of novel SEL1L endogenous variants is promoted by ER stress/UPR via endosomes and shed vesicles in human cancer cells.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Monica Cattaneo

    Full Text Available We describe here two novel endogenous variants of the human endoplasmic reticulum (ER cargo receptor SEL1LA, designated p38 and p28. Biochemical and RNA interference studies in tumorigenic and non-tumorigenic cells indicate that p38 and p28 are N-terminal, ER-anchorless and more stable relative to the canonical transmembrane SEL1LA. P38 is expressed and constitutively secreted, with increase after ER stress, in the KMS11 myeloma line and in the breast cancer lines MCF7 and SKBr3, but not in the non-tumorigenic breast epithelial MCF10A line. P28 is detected only in the poorly differentiated SKBr3 cell line, where it is secreted after ER stress. Consistently with the presence of p38 and p28 in culture media, morphological studies of SKBr3 and KMS11 cells detect N-terminal SEL1L immunolabeling in secretory/degradative compartments and extracellularly-released membrane vesicles. Our findings suggest that the two new SEL1L variants are engaged in endosomal trafficking and secretion via vesicles, which could contribute to relieve ER stress in tumorigenic cells. P38 and p28 could therefore be relevant as diagnostic markers and/or therapeutic targets in cancer.

  2. Silikon Yağının Bakteriyel Selüloz Üretiminde Verime Olan Etkisi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gökhan GÜNDÜZ

    2016-03-01

    Full Text Available Bu çalışmada, CAS kayıt numarası 63148-58-3 olan silikon yağı kullanılarak bakteriyel selüloz (BC üretiminde verime olan etkisi incelenmiş ve bazı özelliklerine bakılarak literatür ile karşılaştırılmıştır. Bu amaçla, hazırlanan Hestrin ve Schramm (HS ortamına Gluconacetobacter hansenii (Kontrol-BC ve Gluconacetobacter hansenii + Silikon (Silikon-BC yağı ilave edilerek 14 gün bekletilmiştir. Oluşan BC tabakalarının morfolojik özellikleri SEM ile incelenmiştır.  Su tutma kapasitesi Kontrol-BC ve Silikon-BC için sırasıyla; 68,31 ve 173,82 katı olarak bulunmuştur. Selüloz verimleri ise sırasıyla Kontrol-BC’de 1,054 g/l ve Silikon-BC de ise 1,234 g/l olarak belirlenmiştir. Diğer taraftan, FTIR ve TGA analizleri de yapılarak karşılaştırılmış ve benzer yapıda oldukları görülmüştür. XRD analizi sonuçlarına göre Silikon-BC ilaveli örneklerin kristalinitesinin kontrol örneğine göre daha yüksek olduğu belirlenmiştir. Bu sonuçlara göre, silikon yağının selüloz verimi üzerinde olumlu etkisi olduğu saptanmıştır.

  3. SOSYAL MÜBADELENİN İÇSEL PAZARLAMA VE İŞ PERFORMANSI ARASINDAKİ ARACILIK ETKİSİ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Süleyman Murat Yıldız

    2017-01-01

    Full Text Available Öz Bu çalışmada sosyal mübadelenin içsel pazarlama ve iş performansı arasındaki aracılık etkisi incelenmiştir. Veriler yükseköğretim kurumlarında görev yapan öğretim elemanlarından elde edilmiştir. Veri toplama aracı olarak içsel pazarlama için Yıldız ve Kara’nın (2015, sosyal mübadele için Shore vd.’nin (2006 ve iş performansı için Sigler ve Pearson’un (2000 geliştirdiği ölçekler kullanılmıştır. Araştırma hipotezlerini test etmek amacıyla korelasyon analizi ile regresyon analizi uygulanmıştır. Elde edilen bulgular sosyal mübadelenin içsel pazarlama ve iş performansı arasında tam aracılık etkisinin olduğunu göstermiştir. Abstract In this study, the mediating effect of social exchange between internal marketing and job performance was investigated. The data were obtained from the academic staff in higher educational institutions. IM-11 Scale developed by Yildiz and Kara (2015 was used to measure internal marketing,social exchange scale developed by Shore et al. (2006 was used to measure social exchange, and job performance scale developed by Sigler and Pearson (2000 was used to measure job performance. In order to test the hypothesis of this study, correlation analyzes and regression analyzes were applied. The findings of the study demonstrated that the effects of internal marketing on job performance were fully mediated by social exchange.

  4. [Impact of the ExSel(®) test administration on the excessive salt consumption in hypertensive patients followed in general practice].

    Science.gov (United States)

    Villeneuve, F; Lim, H; Girerd, X

    2016-06-01

    To evaluate the impact of the Exsel(®) test administration on salt intake in hypertensive subjects followed in general practice. In a group practice of general practitioners in the Île-de-France, the ExSel(®) test http://www.comitehta.org/testez-vous/consommez-vous-du-sel-en-exces-test-exsel/ was administered to 329 outpatients. The questionnaire was filled in the waiting room and then commented by the doctor. In patients treated for hypertension, 24hours urinary Na was prescribed after the consultation. Excessive salt consumption (ESC) was defined as a urinary Na≥200mmol/day. The population included subjects aged on average 57 years with 43 % of hypertensive patients. According Exsel(®), an ESC was suspected in 36 % of patients and was more common in treated hypertensive patients (44 %; [36-52]) in hypertensive men (57 %; [46-68]) than among non-hypertensive (31 %; [24-38]) and non hypertensive women (18 % [11-25]). Urinary Na has been finally performed by 63 % of subjects and 24hours excretion was 157±56mmol in men and 123±39mmol in women. After this 24hours urinary sodium evaluation, subsequent to ExSel(®) test, ESC frequency was lower among men (19 %) and very low among women (5 %). To estimate the ESC, the ExSel(®) test is easily performed in general practice while 24hours urinary sodium is more difficult to obtain. Achieving an ExSel(®) test was accompanied by a decrease in the frequency of excessive salt consumers with a greater effect in women. Copyright © 2016 Elsevier Masson SAS. All rights reserved.

  5. PENGARUH PERENDAMAN BIJI KAKAO KERING DAN BAHAN ALAT SANGRAI TERHADAP SIFAT FISIK DAN PROFIL SENYAWA VOLATIL KAKAO SANGRAI SERTA SIFAT SENSORIS COKELAT BATANG YANG DIHASILKAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yulius Gae Lada

    2015-02-01

    menggunakan alat sangrai dari alumunium, besi dan tanah liat menghasilkan profil senyawa volatil yang berbeda. Dari kromatogram SPME-GC-MS diketahui bahwa alat sangrai dari tanah liat menghasilkan kelompok senyawa dan total luas area yang lebih kecil dibandingkan dengan alat sangrai dari alumunium dan besi. Cokelat batang yang dihasilkan melalui perendaman dan disangrai menggunakan alat sangrai dari tanah liat adalah yang paling disukai oleh panelis. Kata kunci: Perendaman, bahan alat sangrai, biji kakao sangrai, profil senyawa volatil, cokelat batang

  6. Intoxicação por selênio em suínos no Sul do Brasil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Danilo C. Gomes

    2014-12-01

    Full Text Available São descritos dois surtos de intoxicação por selênio em suínos na região Sul do Brasil. Foram acometidos leitões em fase de creche, entre 27 e 22 dias, com mortalidade variando de 16% a 15,3% (Surto 1 e 2 respectivamente. Os suínos apresentaram poliomielomalacia simétrica focal e lesões de casco, que inicialmente eram caracterizadas por uma linha avermelhada na borda coronária que evoluía nos suínos sobreviventes para desprendimento do casco. Os sinais clínicos iniciaram após seis dias (Surto 1 e 30 horas (Surto 2 da introdução da ração com alto teor de selênio. O surgimento dos sinais foi abrupto, caracterizado por andar cambaleante, com evolução para paralisia dos membros pélvicos e posteriormente tetraparesia. Macroscopicamente observaram-se focos circulares amarelados com áreas deprimidas mais escuras, restritas ao corno ventral da substância cinzenta em intumescências cervical e lombar. Microscopicamente essas áreas corresponderam à malacia da substância cinzenta, caracterizada por microcavitações, perda neuronal, cromatólise, neuronofagia, infiltrado de células Gitter, microgliose, astrócitos de Alzheimer tipo II e proliferação de células endoteliais evidenciadas na imunohistoquímica (IHQ para fator de von Willebrand. Ainda, no segundo surto, dois animais apresentaram vacuolização difusa do citoplasma de neurônios e em um suíno foram observados astrócitos gemistocíticos. Na IHQ para GFAP ficou evidenciada uma astrocitose e astrogliose. Além dessas alterações medulares, em dois suínos observou-se, polioencefalomalácia simétrica no tronco encefálico. Em amostras de ração, detectou-se 3,38ppm (Surto 1 e 154ppm (Surto 2 de Se/kg e em amostras de fígado foram encontradas dosagens superiores a 3,34ppm (variando de 3,34 até 10ppm. No Surto 2, após 44 dias da retirada da ração, foi realizada eutanásia de seis suínos para monitoramento de níveis hepáticos de selênio (dois su

  7. Pengaruh Penggunaan Senyawa Pengomplek dan Bahan Tambahan Terhadap Mutu Tinta Pemilu dari Ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Muchtar

    2014-12-01

    Full Text Available Election ink is applied to the forefinger of voters during election in order to prevent electoral frauds such as double voting. The current election inks contain silver nitrate solutions to make it more durable which stains the skin on exposure to ultraviolet light, leaving a mark that is impossible to wash off and is only removed as external skin cells are replaced. But the silver nitrate solution may damage the human skins and is poisonous to the environment. This research was carried out to investigate the use of gambir extracts for election inks as environment-friendly raw materials. The aim of this study was to obtain the optimal ink from gambir extrac which technically could meet quality requirements of the election ink. In this study, gambir was extracted through the following refinement process; heating in boiling water, stirring, cooling, filtering, molding, and drying. The cube black then was dissolved in technical ethanol, added one of the complexing compounds FeSO4 and FeNO3 depending on the formula used. The best ink composition was 70% gambier extract in ethanol, 22% of FeSO4 saturated solution in ethanol, 5% of turmeric extract, and 3% of crystal violet solution 4%. This ink was more homogenous with violet color at pH 3.86 which gave rub resistant to water and soap. The ink stains could stay on finger skin for 3 days. Analytical results showed that the ink did not contain Pb, Cd, and Hg while Cu 65.04 ppm and fulfill the requirement of general election commitee number 16/2013.ABSTRAK Tinta pemilu  digunakan untuk identifikasi pada jari tangan pada waktu pemilihan umum atau kegiatan sejenis lainnya guna mencegah terjadinya kecurangan. Pada tinta pemilu saat ini digunakan bahan perak nitrat agar lebih tahan lama, namun penggunaan perak nitrat dapat merusak kulit dan bersifat racun. Untuk itu telah dilakukan penelitian pengaruh jenis bahan senyawa pengomplek dan bahan tambahan terhadap mutu tinta pemilu dari ekstrak gambir

  8. Selenium Supplementation in Fish: A Combined Chemical and Biomolecular Study to Understand Sel-Plex Assimilation and Impact on Selenoproteome Expression in Rainbow Trout (Oncorhynchus mykiss.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Davide Pacitti

    Full Text Available Selenium (Se is an essential oligonutrient, as a component of several Se-containing proteins (selenoproteins, which exert important biological functions within an organism. In livestock, Se-enriched products have been proposed as dietary supplements to be included into functional feeds for animal preventive health care. To this end, it is important to understand the optimal range of concentrations for supplementation and how long it takes to be assimilated into the organism.In this study, rainbow trout (Oncorhynchus mykiss were fed a control diet containing 0.9 g Kg-1 Se or the same diet supplemented with a Se-Yeast product (Sel-Plex to achieve Se concentrations ranging from 1.5-8.9 g Kg-1 for a period of ten weeks. Fish were sampled every two weeks for analysis. The kinetics of Se bioaccumulation and the effects on fish selenoprotein expression was determined in different tissues combining chemical and bimolecular techniques.The Sel-Plex enriched diets did not have any effect on survival and growth performance. The highest Se levels were found in liver and kidney followed by muscle and blood cells. Analysis of the Se concentration factor showed that liver is able to initially regulate the amount of Se accumulated. However, with higher dietary Se level (4.8 and 8.9 g Kg-1 and longer times of exposure (10 weeks, regulation is ineffective and the Se tissue concentration increases. The expression of the selected trout selenoprotein transcripts showed an inverse correlation with Sel-Plex augmentation in most cases. In liver, kidney and blood cells the highest up-regulation of the trout selenoprotein genes was seen mostly in the group fed the diet enriched with the lowest concentration of Sel-Plex (0.5 g Kg-1 for 10 weeks.Sel-Plex may represent an excellent Se supplement to deliver a high level of Se without provoking harm to the fish and to guarantee the maximal absorption of the element. According to our results, a dietary supplementation of Sel

  9. Matthias Asche, Werner Buchholz, Anton Schindling (Hrsg.): Die baltischen Lande im Zeitalter der Reformation und Konfessionalisierung. Livland, Estland, Ösel, Ingermanland, Kurland und Lettgallen. Stadt, Land und Konfession 1500-1721. Tl. 2, Münste

    Index Scriptorium Estoniae

    Wittram, Heinrich, 1931-

    2011-01-01

    Arvustus: Die baltischen Lande im Zeitalter der Reformation und Konfessionalisierung : Livland, Estland, Ösel, Ingermanland, Kurland und Lettgallen : Stadt, Land und Konfession 1500-1721. Teil 2. Münster, 2010

  10. [Die baltischen Lande im Zeitalter der Reformation und Konfessionalisierung. Livland, Estland, Ösel, Ingermanland, Kurland und Letgallen. Stadt, Land und Konfession 1500-1721. 2. und 3. Teil] / Anti Selart

    Index Scriptorium Estoniae

    Selart, Anti, 1973-

    2012-01-01

    Arvustus: Die baltischen Lande im Zeitalter der Reformation und Konfessionalisierung. Livland, Estland, Ösel, Ingermanland, Kurland und Letgallen. Stadt, Land und Konfession 1500-1721. Hrsg. von Matthias Asche, Werner Buchholz, Anton Schindling. 2. und 3. Teil.

  11. [Die baltischen Lande im Zeitalter der Reformation und Konfessionalisierung : Livland, Estland, Ösel, Ingermanland, Kurland und Lettgallen. Stadt, Land und Konfession 1500-1721. Teil 1.] / Jürgen Beyer

    Index Scriptorium Estoniae

    Beyer, Jürgen, 1965-

    2010-01-01

    Arvustus: Die baltischen Lande im Zeitalter der Reformation und Konfessionalisierung. Livland, Estland, Ösel, Ingermanland, Kurland und Lettgallen. Stadt, Land und Konfession 1500-1721. Teil 1. (Münster : Aschendorff, 2009)

  12. PENGGUNAAN KITOSAN CANGKANG BEKICOT (ACHANTINA FULICA UNTUK BAHAN PENGAWET ALAMI BERBAGAI JENIS SAYURAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN BIOTEKNOLOGI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Aisyah

    2015-07-01

    Full Text Available Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan vitamin C dan pH dalam sayuran bunga kol, kubis dan buncis yang diawetkan dengan kitosan cangkang bekicot selama proses penyimpanan dan untuk mengetahui berapakah konsentrasi kitosan cangkang bekicot yang paling efektif sebagai bahan pengawet sayuran tersebut. Kegiatan penelitian dilakukan melalui True Experimental Research. Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang yang berlangsung pada tanggal 23 Juni – 6 Juli 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan pada bunga kol, kubis dan buncis yaitu C0, K0 dan B0 (Kontrol, C1, K1 dan B1 (0,5%, C2, K2 dan B2 (1%, C3, K3 dan B3(1,5%l, C4, K4 dan B4 (2%, C5, K5 dan B5 (2,5%, Analisis data menggunakan analisis varians satu arah dan uji beda jarak nyata Duncan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian konsentrasi kitosan cangkang bekicot (Achantina fulica terhadap perbedaan kandungan vitamin C sayuran bunga kol, kubis dan buncis dari hari per hari selama penyimpanan. Perubahan kandungan vitamin C paling kecil terjadi pada perlakuan 1,5% dan paling besar pada perlakuan kontrol. Pemberian konsentrasi kitosan cangkang bekicot (Achantina fulica 1,5% adalah yang paling efektif mempengaruhi kandungan fitamin C sayuran bunga kol, kubis dan buncis. Hasil penelitian diaplikasikan pada perencanaan pembelajaran SMA kelas XII materi bioteknologi

  13. AKUMULASI LISTRIK STATIS PADA GELAS PLASTIK PRODUKSI MESIN INJECTION MOLDING: PENGARUH KELEMBABAN UDARA, TEMPERATUR, DAN BAHAN ADITIF

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratnawati Ratnawati

    2014-12-01

    Full Text Available Akumulasi listrik statis pada gelas polipropilena hasil produksi mesin injection molding dapat menyebabkan gelas memiliki gaya elektrostatik dan tidak dapat turun secara gravitasi. Masalah ini menghambat aplikasi gelas pada mesin pengisian air minum dalam kemasan (AMDK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelembaban udara, temperatur, dan penambahan bahan aditif TiO2 terhadap potensial listrik permukaan gelas polipropilena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensial listrik permukaan dipengaruhi oleh kelembaban udara ruang produksi, temperatur, dan penambahan TiO2. Potensial listrik permukaan semakin kecil dengan naiknya kelembaban udara. Setelah kelembaban mencapai 68% potensial listrik permukaan cenderung konstan. Ditinjau dari beda potensial (DV antara permukaan dua gelas, kelembaban optimum adalah 67-68%, yang ditandai dengan beda potensial yang paling rendah. Beda potensial ≤ 5,2 kV menyebabkan gelas cepat turun, beda potensial 5,2 kV < DV ≤ 6,7 kV menyebabkan gelas turun dengan lambat, dan DV ≥ 6,7 kV menyebabkan gelas sangat lambat turun atau menempel. Potensial listrik turun dengan naiknya temperatur. Potensial listrik statis permukaan hanya sedikit turun akibat penambahan 0,75% berat TiO2. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan gelas dengan potensial listrik permukaan rendah dapat menaikkan kecepatan mesin pengisian AMDK menjadi 220-250 rpm dan 140-160 rpm, masing-masing untuk mesin pengisian gelas 180 ml dan 225 ml.

  14. PENGARUH ORIENTASI OBJEK PADA PROSES 3D PRINTING BAHAN POLYMER PLA DAN ABS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETELITIAN DIMENSI PRODUK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sobron Lubis

    2016-02-01

    Full Text Available Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh posisi objek dalam pembuatan protipe cepat (rapid prototyping dengan menggunakan 3D printing untuk bahan polymer PLA dan ABS terhadap kekuatan tarik maupun ketelitian dimensi yang dihasilkan. Untuk  mencapai objektif penelitian ini dilakukan percobaan dengan membuat prototype spesimen ujitarik berdasarkan ASTM dengan menggunakan 3D printer. Produk yang dihasilkan dilakukan pengukuran dimensi untuk melihat akurasi peroduk melalui perubahan dua posisi variasi orientasi objek yakni secara vertikal dan horizontal. Setelah proses pengukuran dimensi, dilakukan pengujian tarik spesimen dengan menggunakan alat uji tarik. Dari eksperimen yang dilakukan diketahui bahwa posisi orientasi dan besar layer pada proses printing memberi efek terhadap kualitas permukaan, efisiensi waktu dan kekuatan dari benda. Produk material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal memiliki kualitas dimensi yang paling baik. Jumlah kesalahan akurasi material ini tidak melebihi 1 mm pada setiap layer. Material ABS dengan posisi orientasi objek  vertikal dan tebal layer sebesar 0,10 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik yang terkecil sebesar 8,62 MPa dan material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal dengan dan tebal layer sebesar 0,40 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik terbesar 35,57 MPa

  15. Seláquios do Acervo do Museu de Ciências da Terra / DNPM-RJ

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alex Alves Souto

    2005-01-01

    Full Text Available Os seláquios depositados na Coleção de Peixes Fósseis do MCTer correspondem a uma amostragem da ocorrência do grupo no Brasil. São 86 registros, sendo 9 deles holótipos, no acervo, 32,5% dos exemplares são representantes do Devoniano e Permiano, 46,5% do Cretáceo e 21% do Cenozóico, que correspondem a 19 gêneros e 36 espécies. Devido a configuração cartilaginosa do seu esqueleto, o registro fóssil restringe-se a partes mineralizadas como dentes, escamas, espinhos de nadadeiras e cefálicos. Eventualmente, ocorre a preservação de um esqueleto completo incluindo partes moles como o Tribodus limae Brito & Ferreira, 1989. Do Paleozóico, destacam-se os espinhos de Xenacanthiformes e pertencem ao acervo os holótipos de Xenacanthus tocantinsensis Santos & Salgado, 1970; Xenacanthus albuquerquei (Santos, 1946 e Xenacanthus santaritensis Ragonha, 1986. Da ordem Ctenacanthiformes há os holótipos de Ctenacanthus gondwanus Santos, 1947 e Ctenacanthus maranhensis Santos, 1946; há um representante ainda, dos Eugeneodontiformes, síntipos de Anisopleurodontis pricei Santos 1994. Entre os seláquios cretáceos estão os Lamniformes, com os exemplares de Cretolamna serrata, (Agassiz, 1843 e Scapanorhynchus rapax (Quaas, 1902. Os Hibodontiformes constituem o grupo mais representativo do mesozóico, são espinhos de nadadeiras, espinhos cefálicos e alguns dentes de Hybodus sp. O holótipo de Hybodus florencei (Moraes Rego, 1960 da Formação Corumbataí, bem como o parátipo de Tribodus limae Brito & Ferreira 1989; da Formação Santana, bacia do Araripe, fazem parte do acervo do MCTer. Dos seláquios cenozóicos estão os representantes da Formação Pirabas, Mioceno do Estado do Pará, dos quais constam dois holótipos, Carcharhinus ackermanii, Santos & Travassos 1960 e Galeocerdo paulinoi Santos & Travassos, 1960; e um dente de Carcharocles megalodon (Agassiz,1835, o maior tubarão carnívoro já existente e alguns peixes fósseis que

  16. Estudio de la reactividad en diversas atmósferas y caracterización de diferentes tipos de hollines representativos de motor diésel

    OpenAIRE

    Arnal Forcada, Cristina; Bilbao Duñabeitia, Rafael; Millera Peralta, Ángela

    2014-01-01

    1. Introducción El número de vehículos con motor diésel se ha incrementado en gran medida a lo largo de las últimas décadas. Los gases de escape de los motores diésel contienen materia particulada y óxidos de nitrógeno (NOx) como principales contaminantes. Las regulaciones de emisiones de estos contaminantes son cada vez más restrictivas y las nuevas tecnologías han de adaptarse a la legislación vigente (Jung y cols., 2008). La materia particulada consiste en partículas de hollín o soot, de m...

  17. Acción fundente de cenizas de glicerina de biodiésel en pastas cerámicas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Acosta, A.

    2009-06-01

    Full Text Available Biodiesel glycerin ashes are residual ashes generated in the combustion of glycerine that is produced as a by-product in the manufacture of biodiesel. The aim of this work is to check their flux action in ceramic fabrics. In order to do so, both mineralogical and chemical characterisation of these ashes and some ceramic pastes, used in stoneware, has been performed, as well as an assessment of its thermal behaviour. Different mixtures of biodiesel ceramics adding ashes to a paste in a ceramic 5, 7 and 10% by weight have been used. Such mixtures have been studied with a hot stage microscope and it can be concluded that the ash acts as a flux of the ceramic paste reducing its sintering temperature in more than 100 ºC, which in an industrial process would result in energy savings in the firing process and valorisation of waste it as a secondary raw material, in addition to obtaining an environmental benefit reusing waste products and preventing its dumping.

    Las cenizas de glicerina de biodiésel son unas cenizas residuales generadas en la combustión de la glicerina que se obtiene como subproducto en la fabricación de biodiésel. El objetivo de este trabajo es comprobar su acción fundente en pastas cerámicas. Para ello se ha realizado la caracterización mineralógica y química de dichas cenizas y de unas pastas cerámicas destinadas a la fabricación de gres, así como el estudio de su comportamiento térmico. Se han formulado diferentes mezclas adicionando cenizas de glicerina a la pasta cerámica en un 5, 7 y 10 % en peso. Estas mezclas se han estudiado con el microscopio de calefacción de manera comparada y se concluye que la ceniza actúa como fundente de la pasta cerámica reduciendo su temperatura de sinterización en más de 100ºC, lo cual en un proceso industrial se traduciría en un ahorro energético en la cocción y en la valorización de un residuo al considerarlo como una materia prima secundaria, además de obtener un

  18. Caravanes de lamas, sel et échanges dans une communauté de Potosí, en Bolivie

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    1987-01-01

    Full Text Available Les Salares d'Uyuni et de Coipasa sont, en Bolivie, les principales réserves de sel lequel constitue l'une des plus importantes ressources naturelles des habitants de la haute puna. Transporté par caravanes de lamas vers les basses terres orientales ou occidentales où il est échangé, ce sel leur permet d'acquérir les produits indispensables à leur vie quotidienne: maïs, piment, bois, coca. Cet article se propose de décrire et d'analyser la vie traditionnelle des caravaniers boliviens durant un périple d'échange vers les vallées. En Bolivia, los Salares de Uyuni y de Coipasa son las principales reservas de sal la que constituye una de las más importantes fuentes de recursos para los habitantes de la puna del altiplano central. Trasladada por medio de caravanas de llamas, hasta las yungas orientales u occidentales del litoral pacífico donde se intercambia, esta sal permite a estas poblaciones adquirir los productos indispensables para su vida cotidiana tales como la coca, el maíz, la madera.... A partir de un ejemplo preciso, intentamos, en este artículo, hacer una descripción y un análisis completo de la vida tradicional de estos llameros, durante uno de sus viajes de trueque hacia los valles. The great Salares of Uyuni and Coipasa are, in Bolivia, the main centers to provide salt, which is one of the most important resources of the inhabitants from the high puna. Carried each year by llama's caravans down to the other ecozones, as far as oriental or occidental valleys, and there bartered, it helps each community to obtain complementary row material which is necessary to their subsistence: maize, aji, wood, coca, etc... We intent, in this paper, to describe in detail, and from a specific example, the traditional way of living of the bolivian herdsmen during their annual trip to the valleys, and to analyze its possible socio-economical and ritual meaning.

  19. Can Universal SEL Programs Benefit Universally? Effects of the Positive Action Program on Multiple Trajectories of Social-Emotional and Misconduct Behaviors

    OpenAIRE

    Duncan, Robert; Washburn, Isaac J.; Lewis, Kendra M.; Bavarian, Niloofar; DuBois, David L.; Acock, Alan C.; Vuchinich, Samuel; Flay, Brian R.

    2017-01-01

    Behavioral trajectories during middle childhood are predictive of consequential outcomes later in life (e.g., substance abuse, violence). Social and emotional learning (SEL) programs are designed to promote trajectories that reflect both growth in positive behaviors and inhibited development of negative behaviors. The current study used growth mixture models to examine effects of the Positive Action program (PA) on behavioral trajectories of social-emotional and character development (SECD) a...

  20. Selective enhancement of Selényi rings induced by the cross-correlation between the interfaces of a two-dimensional randomly rough dielectric film

    Science.gov (United States)

    Banon, J.-P.; Hetland, Ø. S.; Simonsen, I.

    2018-02-01

    By the use of both perturbative and non-perturbative solutions of the reduced Rayleigh equation, we present a detailed study of the scattering of light from two-dimensional weakly rough dielectric films. It is shown that for several rough film configurations, Selényi interference rings exist in the diffusely scattered light. For film systems supported by dielectric substrates where only one of the two interfaces of the film is weakly rough and the other planar, Selényi interference rings are observed at angular positions that can be determined from simple phase arguments. For such single-rough-interface films, we find and explain by a single scattering model that the contrast in the interference patterns is better when the top interface of the film (the interface facing the incident light) is rough than when the bottom interface is rough. When both film interfaces are rough, Selényi interference rings exist but a potential cross-correlation of the two rough interfaces of the film can be used to selectively enhance some of the interference rings while others are attenuated and might even disappear. This feature may in principle be used in determining the correlation properties of interfaces of films that otherwise would be difficult to access.

  1. PERSPEKTIF KEADILAN DAN KEPASTIAN HUKUM DALAM PUTUSAN PRAPERADILAN NOMOR: 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel. TAHUN 2015

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Oktein Josephus Susak

    2016-04-01

    Full Text Available Abstract Pretrial arrangement in the Criminal Procedure Code is a strict rule with a clear limitation. One function of pretrial is to test the validity of the initial arrest and detention as a forced effort on behalf of legislation. Pretrial in the formulation of the Criminal Procedure Code is more directed at administrative oversight. In a pretrial ruling No. 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel., judges have intruded normative boundaries by extending the authority of a preliminary hearing object includes examining “determination of the suspect”, although not explicitly mentioned in the Criminal Procedure Code provisions. The problem in this research is “How is the existence of Criminal Pretrial Case Decision No. 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel., viewed from the aspect of justice and the rule of law?”. This research is a normative juridical approach method using the conceptual approach, case approach and the approach of legislation. Based on the findings, it was concluded that the examination in pretrial is a voluntair examination as an effort to actualize the procedural justice, but related  to a quo case, to realize substantial justice the judges act by entering the “determination of the suspect” as an element of the object of new norms in the series Article 77 letter a Criminal Procedure Code into a pretrial authority. This creates legal uncertainty, since it contradicts with the principle of Lex Specialis Derogat Legi Generalis, Noscitur a Sociis principle, Ejusdem Generis principle and the principle of Expressio Unius Exclusio Alterius. With the model of reasoning methods argumentum a'contrario as one of the construction methods of the law against Article 77 letter a Criminal Code, it is known that the “determination of the suspect” is not a pretrial object . The actions of judges had exceeded its authority, and the logic of the law of the judge in the formation of the new norm object element does not include extensive interpretation

  2. EFECTO DEL AGREGADO DE DIÉSEL-OIL SOBRE ALGUNOS PARÁMETROS MICROBIOLÓGICOS DEL SUELO CON Y SIN PRESENCIA DE PLANTAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    María Cristina Petenello

    2014-10-01

    Full Text Available La actividad industrial, el transporte de combustibles y las fugas de tanques y cañerías provocan frecuentemente derrames de hidrocarburos durante la manipulación y el uso de los mismos, que contaminan el suelo con el riesgo de alcanzar las capas freáticas. Dentro de los métodos de remediación de suelos contaminados, la fitorremediación es una de las técnicas de remoción de contaminantes para recuperar la salud del suelo que combina la acción de las plantas con los microorganismos asociados a ellas. En el presente trabajo se utilizó el proceso de remediación menos costoso, no se emplearon fertilizantes, ni se incorporaron bacterias seleccionadas por su capacidad remediadora, sino que se aprovechó la propia actividad de los microorganismos (atenuación natural. Ciertas propiedades biológicas del suelo pueden emplearse para monitorear la marcha de un proceso fitorremediador. En el experimento se emplearon dos concentraciones de diésel-oil en suelo (1 y 2%, con la presencia de plantas de Spartina argentinensis y Melilotus alba, se evaluaron la respiración, la biomasa microbiana y el cociente respiratorio en dos momentos. Hacia el final del experimento, la producción de CO2 se vio incrementada por la presencia de diésel-oil. La biomasa microbiana aumentó con la menor concentración de diésel-oil pero la mayor concentración provocó probablemente un efecto tóxico sobre los microorganismos, en consecuencia, el mayor estrés causado por la concentración de contaminante (2% de diésel-oil quedó demostrado con el qCO2. La importancia de los parámetros evaluados radica en que permiten conocer la respuesta de las comunidades microbianas del suelo ante la presencia del diésel-oil.

  3. Crecimiento de Casuarina equisetifolia (Casuarinaceae en suelo con diésel, y aplicación de bioestimulación y bioaumentación

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    María Esther Díaz-Martínez

    2013-09-01

    Full Text Available La fitorremediación es una biotecnología ecológicamente racional que está dirigida a la limpieza de suelos contaminados; sin embargo, el estudio de especies arbóreas para la fitorremediación de suelos con hidrocarburos del petróleo es limitado. Más aún, la combinación de la fitorremediación con procesos de bioaumentación y bioestimulación es también limitada. Por lo anterior, este estudio evaluó el efecto de la inoculación de Glomus intraradices, un consorcio bacteriano (M2BOS1-R2 y M2BOSI-F4 y Trichoderma viride en el crecimiento de plantas de Casuarina equisetifolia L. fertilizadas con Floranid® o Triple 17, en suelo contaminado con diésel (7 500mg/kg. El experimento factorial 2x5x3 incluyó 30 tratamientos y 10 repeticiones, distribuidos completamente al azar en invernadero, durante 120 días. El diésel disminuyó significativamente la altura, la biomasa total y el índice de calidad (ICP de planta. Glomus o las bacterias aumentaron significativamente la altura, la biomasa seca total y el ICP con respecto al tratamiento sin inocular o con la triple inoculación. El Floranid redujo el crecimiento vegetal y el ICP, en presencia de diésel. El Triple 17 combinado con los tres microorganismos produjo mayor crecimiento vegetal en ausencia de contaminación, pero en presencia de diésel, el Triple 17 combinado con bacterias o con Trichoderma, estimuló la biomasa seca total y el ICP. La colonización micorrízica fue inhibida por el diesel, especialmente con la fertilización del Floranid. El Triple 17 (bioestimulación combinado con los microorganismos (bioaumentación, favoreció el crecimiento de Casuarina en suelo contaminado con diésel.

  4. ANTIBODI MONOKLONAL STREPTOKOKUS MUTANS 1(c 67 kDa DALAM PASTA GIGI BAHAN DASAR UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN STREPTOKOKUS MUTANS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Rini Devijanti R.

    2015-08-01

    Full Text Available Prevention of dental caries is still continuing, because the prevalency caries is high. There was many methods to prevent dental caries etc. dental education, oral hygiene, special method on tooth brushing, water fluoridation, fissure sealant and later on the passive immunization with monoclonal antibodies. The purpose of this study was to investigate about monoclonal antibodies IgA, IgG1 and IgG3 against Streptococcus mutans 1(c in basic paste for inhibiting the growth Streptococcus mutans. The monoclonal antibodies were IgA Ab, IgG1 Ab and IgG3 Ab. Formula basic paste from PT “X” contained Aqua, Sorbitol, Nipagin, Dicalcium Phosphat, Titanium Dioxid, Sodium Carboxyl Methyl Sel. Sodium Lauryl Sulfate and Sacarin. Basic paste was mixed with monoclonal antibodies IgA, IgG1 and IgG3 in room temperature (27oC then to investigate zone of inhibition from these tooth paste with Wistreich and Lechman methods. The data obtained in this study was analyzed with one way Anova and LSD. The result showed that there was a significant differences between basic paste with or without monoclonal antibodies. From the data analyzed in this study it can be concluded that monoclonal antibodies against S. mutans 1( c could be formulation with basic paste.

  5. Produksi Panel Dinding Bangunan Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Industri Minyak dan Gas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luqman Hakim

    2015-10-01

    Full Text Available Berdasarkan hasil uji karakteristik fisik terhadap panel dinding dari komposit limbah industry migas berupa activated alumina, sandblasting dan glasswall yang telah dilakukan pada tahun pertama diketahui bahwa kuat lentur tertinggi diperoleh dari sampel B4 yaitu sebesar 67,8 Kg/Cm2 dengan standar DIN 1101 17 Kg/cm2, kuat desak sampel B 2 68,31 N/mm2 dengan standar bata merah 25 N/mm2 dan batako 20 N/mm2 dan tingkat keausan terendah diperoleh dari sampel 37 streap. Dari hasil tersebut diketahui bahwa uji telah memiliki kemampuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar yang berlaku. Maka pada penelitian lanjutan yang akan dilakukan bertujuan untuk mempelajari apakah produk panel dinding ini ramah lingkungan sehingga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode uji toxicity characteristic leaching procedure (TCLP dan LC50 terhadap produk panel dinding terbaik. Uji TCLP yang akan dilakukan yaitu dengan cara mendestruksi dan ekstraksi produk panel dinding dengan menggunakan rotating agitator selama 24 jam kemudian diuji dengan menggunakan AAS untuk mengetahui konsentrasi logam berat yang terdapat dalam produl panel dinding. Adapun untuk uji LC50 dilakukan dengan menggunakan hewan uji larva udang atau tikus.Berdasarkan hasil uji TCLP dan LC50 diketahui bahwa: a Kadar kandungan logam berat yang terdapat di dalam wall panel setelah dilakukan uji TCLP ternyata berada dibawah baku mutu seperti yang telah ditetapkan dalam PP No.85 Tahun 1999. Jadi ini artinya produk wall panel dalam penelitian ini ramah lingkungan, b pengujian terhadap bahan baku wall panel, Limbah Activated Alumina, Sandblasting dan Glasswoll sebelum di solidifikasi dapat mematikan sebesar 50% hewan uji pada konsentrasi 116.667 ppm dalam waktu 96 jam, dan c hasil uji LC50 terhadap produk wall panel selama 96 jam tidak menunjukkan adanya kematian hewan uji. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa produk wall panel dari

  6. PENGARUH KONSENTRASI BAHAN STABILISATOR PEG 1000 DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KESTABILAN DIMENSI KAYU KECAPI (Sandoricum koetjape Merr

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Lusyiani Lusyiani

    2016-11-01

    Full Text Available Kayu bersifat higroskopis dan anisotropis, karena itulah untuk meningkatkan kualitas kayu diperlukan suatu perlakuan stabilisasi dimensi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh konsentrasi Polyethylene Glycol 1000 dan waktu perendaman terhadap stabilisasi dimensi kayu yakni nilai penyusutannya.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Polyethylene glycol 1000, kayu Kecapi dan air suling sebagai pelarutnya.  Proses stabilisasi dimensi dilakukan dengan menggunakan metode proses difusi bulking yang mengganti bahan penstabilnya dengan air.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 120 buah sampel.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polyethylene Glycol 1000 pada tingkat konsentrasi 30% dan lama perendaman 5 hari memiliki nilai stabilisasi dimensi terbaik untuk semua parameter yang diuji.  Tingkat konsentrasi tertinggi untuk Polyethylene Glycol 1000 dan lama perendaman yang terlama, nilai penyusutannya paling kecil dan juga dapat meningkatkan nilai stabilisasi dimensi. Wood is hygroscopic and anisotropic, hence it is needed to improve the quality of wood by dimension stabilization treatment. The aim of study is to examine the effect of Polyethylene Glycol  1000 concentration and soaking time on the shrinkage rate stabilization dimensions. Polyethylene glycol 1000 and Kecapi wood were used in the research and distilled water as a solvent.  Stabilization was carried out by bulking method that replaced stabilizer material with water by diffusion process.  A member of 120 pieces samples were used in the study. The research results showed that Polyethylene Glycol  1000 at 30% concentration level and 5 days of soaking time have the best value of stabilization for all tested parameters.  The hingher level concentration of Polyethylene Glycol 1000 and the longer immersion time, smaller shrinkage and increasing the value of stabilization dimensions, as well.

  7. Simulasi Penentuan Kebutuhan Daya Pompa Pada Sistem Transpor Bahan Pangan Cair Dengan Menggunakan Parameter Reologi Susu Kental Manis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ratna Ratna

    2013-04-01

    Full Text Available ABSTRAK. Simulasi penentuan kebutuhan pompa energi pada sistem bahan makanan transfer cair dengan menggunakan parameter software hasil krim reologi kental manis. Software ini dapat digunakan untuk menentukan energi pompa yang dibutuhkan oleh sistem transfer krim kental manis sehingga tidak terjadinya produk lompat dan gelembung yang menghancurkan krim kental manis. Sehingga pada saat dipasarkan, produk tidak lagi menarik dan baik untuk dikonsumsi. Sebelum melakukan simulasi dengan program komputer, dibutuhkan data viskositas (kekentalan parameter reologi krim kental manis. Hal ini diperlukan untuk mengetahui pengaruh parameter reologi untuk energi pompa yang diperlukan oleh sistem transfer krim kental manis. Dari simulasi diperoleh gambaran yang baik lebih untuk merancang suatu sistem transfer krim kental manis di salah satu pabrik pengolahan. A Simulation to Determine the Requirement of Pump Power on Transport System for Liquid Food Material using Rheology Parameter of Sweetened Condensed Milk ABSTRACT. A simulation using a software to determine the requirement of pump power on transport system for liquid food material using rheology as parameter for sweetened condensed milk. The software was able to determine the pump energy required by a transfer system of sweetened condensed milk in order to prevent the occurrence of the product jump and the effervescence. The effervescence would destroy the cream of sweetened condensed milk, so at the time of marketing, the product was no longer in good condition to consume. Before conducting simulation using computer program, viscosity data of sweetened condensed milk was required to know the influence parameter of rheology on pump power required by a transport system of sweetened condensed milk. From the simulation, a more good description was obtained to design a transfer system of sweetened condensed milk at one particular factory.

  8. PENAMBAHAN MIKROBA, Aspergillus niger DALAM BUNGKIL KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN UNTUK PEMBESARAN IKAN KERAPU MACAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Neltje Nobertine Palinggi

    2008-12-01

    Full Text Available Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh dosis Aspergillus niger dalam bungkil kelapa sawit sebagai bahan pakan pada pembesaran ikan kerapu macan. Ikan uji yang digunakan berukuran bobot rata-rata 23,15±0,23 g; ditebar dalam keramba jaring apung ukuran 1 m x 1 m x 2 m, dengan kepadatan 16 ekor/keramba. Perlakuan yang diuji adalah penambahan Aspergillus niger sebanyak 2, 4, 8, 16 g/kg bungkil kelapa sawit dan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali dan disain adalah rancangan acak lengkap. Selama pemeliharaan, ikan diberi pakan uji dua kali sehari (pagi dan sore secara satiasi selama 20 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 8 g Aspergillus niger/kg bungkil kelapa sawit memberikan pertambahan bobot dan laju spesifik lebih tinggi daripada kontrol (P0,05, namun nilainya nyata lebih tinggi (P0.05 among those of the juveniles fed on the diets with 2, 4, 16 g of A. niger/kg palm oil cake. Although the feed efficiency, protein efficiency ratio and protein retention of juveniles fed on the diet with 8 g A. niger/kg palm oil cake were not significantly different (P>0.05 from those of the juveniles fed on the diets with 2 and 4 g of A. niger/kg palm oil cake, those of juveniles the fed diet with 8 g of A. niger/kg palm oil cake were significantly higher (P<0.05 than those of the juveniles fed the diet with 16 g A. niger/kg palm oil cake. The best of growth rate of tiger grouper juveniles occurred at the dosage of 7.8—8.2 g A. niger/kg palm oil cake.

  9. Pengaruh Iodium dan Selenium terhadap Jumlah Sel Spermatogonium dan Struktur Histologis Tubulus Seminiferus Testis Tikus Wistar Hipotiroid

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Prihatin Broto Sukandar

    2015-03-01

    Full Text Available   PENGARUH IODIUM DAN SELENIUM TERHADAP JUMLAH SEL SPERMATOGONIUM DAN STRUKTUR HISTOLOGIS TUBULUS SEMINIFERUS TESTIS TIKUS WISTAR HIPOTIROID Iodine and Selenium Effect on Spermatogonia Cell Numbers and Histologist Structure of Seminiferous Tubules Testis Hypothyroid Wistar Rats ABSTRACT Background. Thyroid hormones are proven to have a direct effect on sexual development and reproductive function. Hypothyroidism in men cause decreased libido, impotence, and oligospermie. Thyroid disorders associated with abnormal testicular morphology and function. Selenium was closely related to male fertility. Glutathione peroxidase 4 (GPx4 was first known as the antioxidant enzymes is selenoenzyme which is dominant in testis allegedly important for spermatogenesis. Objective. The aim of this study was to evaluate spermatogonia cell numbers and the histological structure of seminiferous tubules of hypothyroid rats as a result of the intervention with iodine and selenium. Method. An experimental study with post-test only control group design. Fifty hypothyroidism male Wistar rats induced by Propylthiouracil (PTU for four week were divided into three groups through simple random sampling. Group I treated with iodine, group II treated with iodine + selenium and group III is control group. Sampling to determine groups by randomization. Blood sample was taken and then Thyroid Stimulating Hormone (TSH blood level was measured using an Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA. Whereas, spermatogonia cell numbers and the histological structure of seminiferous tubules was measured using Hematoxylin Eosin (HE histologist. Anova test was used to compare the data obtained from treated and control groups of TSH blood level and spermatogonia cell numbers. Data of seminiferous tubules histological structure were analyzed by comparing between groups. Result. TSH blood level in group I (3.5 ± 4.9 μIU/mL, group II (1.9 ± 1.5 μIU/mL, and group III (13.5 ± 8.3 μIU/mL was

  10. Diffusion, electrical mobility and ionic interactions in molten Salts; Diffusion, mobilite electrique et interactions ioniques dans les sels fondus

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Lantelme, F. [Commissariat a l' Energie Atomique, Saclay (France). Centre d' Etudes Nucleaires

    1965-05-01

    The diffusion and the electrical migration of ions in the molten alkali nitrates LiNO{sub 3}, NaNO{sub 3} and KNO{sub 3} and in their mixtures have been examined using stable or radio-active isotope indicators. This experimental works shows that there are large differences in the diffusion coefficients and the electric mobilities when they are compared using the Nernst-Einstein formula. An interpretive model has been put forward which shows the role played by poly-ionic displacements: in a salt AC the particles moving are not only the free ions A{sup -} and C{sup +} but also the groups [A{sub n}C{sub m}]{sup (m-n)+}... These results confirm the importance of electrostatic attraction and of the polarizability of the ions. This mechanisms, furthermore, explains the inversions of electrical mobilities often observed in liquid ionic media. (author) [French] La diffusion et la migration electrique des ions dans les nitrates alcalins fondus LiNO{sub 3}, NaNO{sub 3} et KNO{sub 3} et dans leurs melanges ont ete examinees a l'aide d'indicateurs isotopiques stables et radioactifs. Cette etude experimentale fait apparaitre des ecarts importants entre les coefficients de diffusion et les mobilites electriques compares au moyen de la formule de Nernst-Einstein. Un modele d'interpretation a pu etre propose mettant en evidence l'existence de deplacements polyioniques: dans un sel AC les particules en mouvement sont non seulement les ions libres A{sup -} et C{sup +} mais aussi des groupes [A{sub n}C{sub m}]{sup (}m{sup -n)+}. Ces resultats precisent l'importance des attractions electro-statiques et de la polarisabilite des ions. D'autre part, ce mecanisme permet de rendre compte des renversements des mobilites electriques souvent observes en milieu ionique liquide.

  11. ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN IDENTIFIKASI MIKOFLORA DARI RIZOSFER TANAH PERTANIAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L. SEBAGAI BAHAN AJAR KINGDOM FUNGI UNTUK SISWA KELAS X SMA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yesy Maulina Nadhifah

    2016-10-01

    Full Text Available Agricultural area, particularly in the rhizosfer area there are various species of mold which lives mainly in the soil. The students have known molds which live in nature but they have not recognized mold which lives in the soil. It is required to develop a teaching material in the form of module which is created based on a research result. The results of this study were; (1 it has been discovered 7 species of mold, which are Trichoderma harzianum, Penicillium nalgiovense, Penicillium corylophilum, Penicillium funiculosum, Penicillium camemberti, Aspergillus ochraceus, dan Penicillium citrinum, (2 the most dominant mold species was Trichoderma harzianum with the total number 1,8 x 104 cfu for every gram soil sample, and (3 there has been arranged of the learning module about fungi kingdom for students in high school level. Tanah pertanian, khususnya di daerah rizosfer, merupakan habitat dari berbagai spesies kapang yang hidup di dalamnya. Para siswa telah mengenal kapang yang tumbuh di alam tetapi mereka belum mengenal kapang yang hidup di dalam tanah pertanian. Perlu dikembangkan sebuah bahan ajar berupa modul yang dibuat berdasarkan hasil penelitian. Hasil penelitian ini, meliputi (1 ditemukan 7 spesies kapang, yaitu Trichoderma harzianum, Penicillium nalgiovense, Penicillium corylophilum, Penicillium funiculosum, Penicillium camemberti, Aspergillus ochraceus, dan Penicillium citrinum, (2 spesies kapang yang paling dominan adalah Trichoderma harzianum dengan total jumlah 1,8 x 104 cfu/g sampel tanah, dan (3 telah tersusun bahan ajar Biologi berupa modul Kingdom Fungi para siswa SMA.

  12. IMPLEMENTASI METODE BACKUP HYBRID PADA PROTOTYPE SISTEM PENGENDALI DAN PENGAWASAN REGULASI BAHAN BAKAR MINYAK (BBM BERSUBSIDI DENGAN TEKNOLOGI RFID PADA SURAT IJIN MENGEMUDI (SIM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    De Rosal Ignatius Moses Setiadi

    2014-10-01

    Full Text Available Defisit Anggaran Belanja Negara (APBN saat ini sudah berada di level yang mengkawatirkan. Hal ini juga dipengaruhi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM yang mencapai 1,4 juta barel perhari sementara Indonesia hanya memproduksi 560 ribu barel perhari, sehingga harus mengimpor sekitar 900 ribu barel perhari. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat tiap tahunnya juga semakin memperparah keadaraan. Hal tersebut memaksa pemerintah untuk menaikan harga BBM subisidi per tanggal 22 Juni 2013 lalu. Akan tetapi kenaikan harga BBM subsidi akan kembali terjadi apabila tidak ada langkah riil untuk membatasi dan mengawasi regulasi BBM subsidi. Pada penelitian ini akan mengembangkan konsep sistem pengendali dan pengawasan regulasi BBM bersubsidi yang lebih praktis dan aman menggunakan Surat Ijin Mengemudi (SIM.  Pada hasil penelitian sebelumnya masih terdapat kekurangan fasilitas backup data. Karena semua data disimpan secara offline pada SIM maka dikhawatirkan jika SIM rusak atau hilang. Metode backup yang akan digunakan pada penelitian ini adalah dengan mengunakan metode hybrid (online/offline. Pada metode ini data disimpan pada SIM sekaligus pada database online terpusat yang akan dilakukan sinkronisasi pada jangka waktu tertentu dari beberapa database offline. Sehingga diharapkan data tidak hilang ketika SIM tersebut rusak atau hilang. Kata kunci : Bahan Bakar Minyak, subsidi, Radio Frequency Identification, Surat Ijin Mengemudi, backup hybrid.

  13. MODA ODAKLI İÇGÜDÜSEL SATIN ALMA DAVRANIŞINA ETKİ EDEN FAKTÖRLER

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    İlknur TÜFEKÇİ

    2014-10-01

    Full Text Available ÖZ: Günümüzde geleneksel birçok moda perakendecisi, esnek olmayan tedarik zinciri, onun yarattığı aşırı stok ve kâr kayıplarıyla mücadele ederken, hızlı moda perakendecileri esnek tedarik zinciri yönetimi ve yeni trendlere hızla uyum sağlayarak bu problemi avantaja dönüştürmüşlerdir. Bu sayede hızlı moda pazarını oluşturma ve geliştirmede büyük başarı sağlamışlardır. Dolayısıyla çalışma, bu pazarda yer alan tüketicilerin algı ve tutumlarının satın alma davranışlarına etkisini belirlemek amacıyla düzenlenmiştir. Çalışma Atatürk Üniversitesi’nde okuyan kız öğrencilere 387 adet anket uygulaması yoluyla gerçekleştirilmiştir. Araştırmanın amaçları doğrultusunda öncelikle hızlı moda perakendeciliğine yönelik tutum, kıtlık algısı, düşük fiyat algısı ve tükenebilir algısının moda odaklı içgüdüsel satın alma davranışı üzerine etkisini belirlemek için çoklu regresyon analizi yapılmıştır. Sonrasında ise çok kriterli karar verme tekniklerinden TOPSIS yöntemi ile bu değişkenlerin önem sıralaması belirlenmiştir. Söz konusu değişkenlerin moda odaklı içgüdüsel satın alma üzerinde anlamlı bir etkiye sahip olduğu ve kriterler arasında en önemi etkiyi “tükenebilir algısı”nın taşıdığı belirlenmiştir. Anahtar Kelimeler: Hızlı Moda, Moda Odaklı İçgüdüsel Satın Alma, TOPSIS. ABSTRACT: Many traditional fashion retailer are struggling with inflexible supply chain and the excess inventory and profit loss due to this inflexibility. But, these problems have been converted into advantages by fast fashion retailers, via adapting quickly to new trends and flexible supply chain management. In this way, they have achieved great success which is the creation of the fast fashion market and development. Therefore, the aim of this study is to determine consumers' perceptions and attitudes effect on purchase behavior in this market

  14. Ethnoarchéologie du salar d'Uyuni: sel et cultures régionales inter salar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    1985-01-01

    Full Text Available Le sel a toujours été l'une des denrées fondamentalement indispensables à la vie quotidienne des hommes. Abondant dans les hauts plateaux des Andes centrales, il constitue l'une des principales richesses des populations locales. Transporté par caravanes de lamas vers d'autres écozones où il est troqué, littoral pacifique, moyennes et basses vallées orientales, il permet à chaque communauté d'acquérir les matières premières complémentaires nécessaires à sa propre subsistance: maïs, piment, coca ou algues... En Bolivie, les grands salars d'Uyuni et de Coipasa sont les principaux centres d'approvisionnement en sel. Leur exploitation à l'échelle régionale semblerait remonter bien avant la colonisation espagnole? La zone 'inter salar,' comprise entre ces deux grandes salines proches de la frontière chilienne, est la mieux localisée pour essayer de déterminer l'exploitation dont elles ont pu faire l'objet par les diverses cultures régionales anciennes ou plus contemporaines. Cette interrogation est à la base du projet d'ethnoarchéologie commencé sur cette région. Cet article présente les premiers résultats de la prospection archéologique menée du 15 novembre au 15 décembre 1983 dans le cadre de ce programme. Il révèle l'existence de nombreux sites fortifiés ou d'inhumations pré-inca correspondant, dans leur ensemble, à des cultures ou grandes chefferies régionales ou 'señoríos' post-Tiwanaku, pouvant être liés au salar et au commerce du sel? Il met l'accent sur les problèmes soulevés par cette étude, les possibilités d'interprétation que nous pouvons avancer et les orientations souhaitées pour compléter ce projet. Siempre la sal ha sido uno de los productos fundamentalmente necesarios para la vida cotidiana del ser humano. Muy abundante en el altiplano de los Andes centrales, la sal constituye, para las poblaciones locales, una de sus riquezas más valiosas. Cargada y trasladada por caravanas de

  15. Ekspresi IgA dan Rasio CD4+/CD8+ Sel T Mukosa Usus Tikus Setelah Suplementasi Kerang Darah (Anadara granosa

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Netty Ino Ischak

    2016-10-01

    Full Text Available Abstrak Kerang darah (Anadara granosa mengandung senyawa glikoprotein yang diperkirakan dapat berperan sebagai zat imunomodulator dengan aktivitas tinggi. Penelitian bertujuan mempelajari potensi kerang darah (Anadara granosa dalam mekanisme sistem imun tikus (Rattus norvegicus strain Spraque Dawley. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Gorontalo dan Laboratorium Primata Bogor IPB selama periode Maret–Oktober 2015. Peranan itu dijelaskan melalui ekspresi imunoglobulin A (IgA dan skor histologi rasio CD4+/CD8+ sel T mukosa usus secara imunohistokimia. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorik dengan menerapkan randomized post test only control group design terhadap 30 ekor tikus yang dipilih secara simple random sampling. Sampel dibagi dalam lima kelompok: (i kontrol normal; (ii dan (iii adalah sampel malnutrisi yang masing-masing mendapat perlakuan ransum nonprotein sebagai kontrol positif [K.kg(+] dan ransum standar kasein 20% sebagai kontrol negatif [K.kg(−]; serta (4 dan (5 adalah sampel malnutrisi yang mendapat perlakuan ransum protein kasein 10% yang dikombinasi dengan tepung kerang darah 10% [P.kg1] dan diberi ransum tepung kerang darah 20% [P.kg2]. Perlakuan terhadap subjek selama 45 hari. Kondisi malnutrisi (kadar albumin<2,7 g/dL diperoleh dengan pemberian ransum nonprotein. Setelah perlakuan, tikus dinekropsi untuk pengambilan jaringan usus. Pemeriksaan IgA dan skor rasio CD4+/CD8+ sel T jaringan mukosa usus (jejunum dan ileum dengan metode imunohistokimia. Hasil penelitian menunjukkan kerang darah berpotensi meningkatkan kadar IgA, meningkatkan skor histologi CD4+, dan menurunkan skor histologi CD8+ sehingga memengaruhi peningkatan skor rasio CD4+/CD8+ sel T jejunum dan ileum mukosa usus tikus malnutrisi. Simpulan, terdapat peningkatan jumlah ekspresi IgA pada jejunum maupun ileum mukosa usus kelompok yang diberikan suplementasi kerang darah lebih baik dibanding dengan

  16. Distribution and population characteristics of Mytilus edulis L. in the Sel'dyanaya, Kruglaya and Levaya Bays (the Chupa Inlet, White Sea

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khacheturova K. S.

    2017-06-01

    Full Text Available The results of researching the structure of Mytilus edulis L. settlements and the growth rate of mollusks on the littoral of the Kruglaya, Sel'dyanaya and Levaya Bays of the Chupa Inlet, the White Sea in summer 2014–2015 have been presented; the spatial distribution, abundance indices, size-weight and age structure have been analyzed. Mussels form the huge aggregations on the middle and lover intertidal zone due to the nature of the bay bed represented by the stone-boulder belt and providing the mussel with large attachment surface. The increase in the abundance of mussels is observed simultaneously in two directions: from the upper horizon of the littoral to the lower one and from the mouth of the bay to its opposite part. In 2014, the highest mussel abundance was registered in the Kruglaya Bay, in 2015 – in the Levaya Bay. Molluscs of this species form aggregations with high biomass and density on the lower horizon of the littoral, which is associated with increased water exchange due to tidal currents that provide mussels with food. Mussels characterized by the largest size-weight parameters have been found in the Sel'dyanaya Bay. Mussels of 3–6 years dominated in the Kruglaya and Sel'dyanaya Bays in 2015. The mussels of 0–2 years dominated in the Levaya Bay the same year; the intensive subsidence of juveniles in the period under study has been observed. The highest growth rate has been observed for mussels inhabiting the Levaya Bay.

  17. ADSORPSI Pb2+ DALAM LIMBAH CAIR ARTIFISIAL MENGGUNAKAN SISTEM ADSORPSI KOLOM DENGAN BAHAN ISIAN ABU LAYANG BATUBARA SERBUK DAN GRANULAR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Widi Astuti

    2015-07-01

    Full Text Available Batubara  merupakan  salah  satu  sumber energi  alternatif  yang murah. Oleh karena itu,  penggunaan  batubara  di  Indonesia meningkat pesat  setiap  tahunnya. Penggunaan batubara  ini  menghasilkan  limbah  yang  dapat mencemari lingkungan baik limbah gas  seperti   CO2, NOX,  CO,  SO2,  hidrokarbon  maupun  limbah  padat  yang berupa abu  layang dan  abu  dasar. Abu  layang  mengandung SiO2, Al2O3,  dan sisa karbon yang tidak terbakar sehingga potensial digunakan sebagai adsorben. Pada penelitian ini, kemampuan adsorpsi abu layang ditingkatkan melalui aktivasi termal dan diuji untuk menjerap ion Pb2+ dalam limbah cair artifisial. Adsorpsi dilakukan pada sistem kolom yang berlangsung kontinyu menggunakan bahan isian abu layang teraktivasi, dalam bentuk serbuk dan granular, pada laju alir influen yang bervariasi. Hasilnya, laju alir mempengaruhi nilai kapasitas (qo, konstanta thomas (KtH dan waktu breakthrough.Kata Kunci : Pb2+ , adsorpsi, abu layang, breakthrough Coal is one of the inexpensive alternative energy. Therefore, the usage of coal in indonesia has been increased every year. It produces waste that can pollute the environment including gases waste such as CO2, NOX, CO, SO2, hydrocarbons and solid waste including fly ash and bottom ash. Coal fly ash is composed of  SiO2, Al2O3 and unburned carbon that enables it to act as a potential adsorbent. In this research, the adsorption capasity has increased by thermal activation and used to adsorp Pb2+ ion in wastewater.  The adsorption was carried out in packed column contains powder and granular activated fly ash. In the system, flow rate was varied.  The results show that flow rate influences adsorption capacity, Thomas constant and breakthrough time.Keywords: Pb2+, adsorption, coal fly ash, breakthrough

  18. Biodiésel de ésteres etílicos de ácidos grasos : correlación composición-propiedades

    OpenAIRE

    Alonso Castro, Elena

    2014-01-01

    Debido a la situación energética actual, el aumento de la demanda de petróleo y precio, así como su carácter no renovable, hace necesaria la búsqueda de alternativas viables para su uso como combustible. Una de ellas es el biodiésel, ya que tiene características similares y puede ser usado como sustituto de los combustibles convencionales, sin necesidad de grandes modificaciones en el motor. Hasta ahora los estudios se habían centrado en los esteres metílicos de ácidos grasos (FAMEs) por razo...

  19. A SEL1L mutation links a canine progressive early-onset cerebellar ataxia to the endoplasmic reticulum-associated protein degradation (ERAD machinery.

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kaisa Kyöstilä

    Full Text Available Inherited ataxias are characterized by degeneration of the cerebellar structures, which results in progressive motor incoordination. Hereditary ataxias occur in many species, including humans and dogs. Several mutations have been found in humans, but the genetic background has remained elusive in dogs. The Finnish Hound suffers from an early-onset progressive cerebellar ataxia. We have performed clinical, pathological, and genetic studies to describe the disease phenotype and to identify its genetic cause. Neurological examinations on ten affected dogs revealed rapidly progressing generalized cerebellar ataxia, tremors, and failure to thrive. Clinical signs were present by the age of 3 months, and cerebellar shrinkage was detectable through MRI. Pathological and histological examinations indicated cerebellum-restricted neurodegeneration. Marked loss of Purkinje cells was detected in the cerebellar cortex with secondary changes in other cortical layers. A genome-wide association study in a cohort of 31 dogs mapped the ataxia gene to a 1.5 Mb locus on canine chromosome 8 (p(raw = 1.1x10(-7, p(genome = 7.5x10(-4. Sequencing of a functional candidate gene, sel-1 suppressor of lin-12-like (SEL1L, revealed a homozygous missense mutation, c.1972T>C; p.Ser658Pro, in a highly conserved protein domain. The mutation segregated fully in the recessive pedigree, and a 10% carrier frequency was indicated in a population cohort. SEL1L is a component of the endoplasmic reticulum (ER-associated protein degradation (ERAD machinery and has not been previously associated to inherited ataxias. Dysfunctional protein degradation is known to cause ER stress, and we found a significant increase in expression of nine ER stress responsive genes in the cerebellar cortex of affected dogs, supporting the pathogenicity of the mutation. Our study describes the first early-onset neurodegenerative ataxia mutation in dogs, establishes an ERAD-mediated neurodegenerative

  20. Pengembangan pemakaian hasil samping agroindustri berbahan dasar jagung sebagai alternatif bahan baku pakan ikan kerapu tikus Cromileptes altivelis

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Agus Suprayudi

    2015-03-01

    impact to feed palatability (shown by total feed consumption value and digestibility of protein. The increasing level of DDGS and hominy more than 10% reduced palatability and protein digestibility. Based on this research, DDGS and hominy can be used up to 10% in the feed formulation of humpback grouperKeywords: digestibility, growth performance, DDGS, hominy, humpback grouper, Cromileptes altivelisABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah jagung dari industri etanol dalam bentuk distillate dried grain with soluble (DDGS dan homini sebagai bahan baku pakan terhadap kinerja pertumbuhan ikan kerapu bebek Cromiliptes altivelis. Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah juvenil ikan kerapu bebek berukuran 11‒14 g. Ikan dipelihara dalam karamba jaring apung yang berukuran 3×1,5×2 m3 dengan kepadatan 167 ekor/jaring. Ikan diberi pakan sampai kenyang sebanyak dua kali sehari. Untuk menjaga agar jaring tetap bersih maka dilakukan pergantian jaring setiap satu sampai dua minggu sekali. Ikan dipelihara selama lima bulan dan setiap bulan dilakukan sampling. Tiga macam pakan digunakan dalam penelitian ini dengan kadar protein 47% dan rasio energi protein 10 kkal/g protein. Pakan A adalah pakan yang tidak mengandung DDGS dan homini, pakan B mengandung DDGS 6,13% dan 4% (total 10,13%, dan pakan C mengandung DDGS 15,05% dan Homini 4% (total 19,5%. Untuk mengevaluasi ketercernaan nutrien maka kromium oksida (Cr2O3 digunakan sebagai penelusur. Penelitian ketercernaan dilakukan di laboratorium dengan menggunakan fiber dengan volume 800 L. Rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan dua ulangan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketercernaan nutrien tidak berbeda sampai total kadar DDGS dan homini 10,13% (pakan B dan peningkatan DDGS serta homini sampai 19,05% (pakan C menurunkan nilai ketercernaan. Ikan yang diberi pakan dengan DDGS sebesar 10,13% (pakan B memiliki nilai efisiensi pakan, sintasan, laju

  1. DETEKSI INFEKSI Human palillomavirus (HPV 16/18 PADA KARSINOMA SEL SKUAMOSA RONGGA MULUT DENGAN NESTED PCR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Hamidatul Aliyah

    2016-05-01

    Full Text Available ABSTRACTHead and neck cancer ranks fourth nationally cancer incidence in Indonesia. Oral SCC is one of Head and neck cancer incidence. Oral SCC related to several factors, including  smoking, alcohol, viral infection human papillomavirus (HPV 16/18 and genetic On the other hand, HPV E6 oncoprotein binds and inactivates TP53, and result in loss of control of the cell cycle. This study aimed to detect HPV 16/18 infection in oral SCC. Detection of HPV serotypes 16 and 18 performed on FFPE DNA isolates oral SCC with the method of nested Polymerase Chain Reaction (PCR. Nested PCR was performed in two stages, namely amplification with L1 primer, followed by specific PCR E6 HPV-16 and HPV-18. A total of 33% (11/33 FFPE samples showed positive for HPV 18 infection (single-sized DNA bands 415bp and not detected the presence of infection with HPV 16. It can be concluded that the type of FFPE biosampel can be used for studies related to HPV infection. Furthermore, it should be tested on different types biosampel by a larger amount so as to represent the prevalence of oncogenic HPV infection in Indonesia.Keyword: Oral SCC, HPV 16/18, PCR, FFPE ABSTRAKKanker kepala dan leher menempati urutan kejadian kanker keempat di Indonesia. KSS rongga mulut merupakan salah satu kejadian kepala dan kanker leher. KSS rongga mulut terkait dengan beberapa faktor, termasuk merokok, alkohol, infeksi virus human papillomavirus (HPV 16/18 dan genetik Di sisi lain, HPV E6 mengikat onkoprotein dan menginaktivasi TP53, dan mengakibatkan hilangnya kontrol dari siklus sel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi HPV 16/18 infeksi pada KSS rongga mulut Deteksi HPV serotipe 16 dan 18 dilakukan pada FFPE DNA isolat SCC lisan dengan metode bersarang Polymerase Chain Reaction (PCR. Nested PCR dilakukan dalam dua tahap, yaitu amplifikasi dengan L1 primer, diikuti dengan PCR spesifik E6 HPV-16 dan HPV-18. Sebanyak 33% (11/33 sampel FFPE menunjukkan hasil positif untuk HPV 18 infeksi

  2. Avaliação dos níveis de hiper-homocisteinemia, vitamina E, selênio, cobre, ceruloplasmina e ferritina em pacientes com diagnóstico de acidente vascular cerebral isquêmico

    OpenAIRE

    Harboe-Gonçalves,Lillian; Vaz,Luiz Sérgio; Marcelo,Buzzi

    2007-01-01

    OBJETIVO: Avaliar níveis sangüíneos de hiper-homocisteinemia, vitamina E, selênio, cobre, ceruloplasmina e ferritina em pacientes com diagnóstico de acidente vascular cerebral isquêmico (AVCI). CASUÍSTICA, MATERIAIS E MÉTODOS: Estudo transversal analítico de 104 pacientes diagnosticados com AVCI e 98 controles. Dosagem de homocisteína e vitamina E feita por cromatografia líquida de alta performance. O selênio foi dosado por tecnologia de espectrometria de massa por plasma indutivamente acopla...

  3. Evaluación del programa brasileno de biodiésel como fuente de desarrollo rural sostenible para la región semiárida del Nordeste de Brasil

    OpenAIRE

    Herrera Teixeira, Selena

    2008-01-01

    Debido a preocupaciones ambientales y de abastecimiento de energía, se buscan alternativas renovables al petróleo. En 2004, fue lanzado, en Brasil, el Programa Nacional de Producción y Uso de Biodiésel con el objetivo de sustituir el diesel y fomentar la inclusión social de los agricultores familiares, especialmente de las regiones más pobres. El biodiésel representaría así una nueva fuente de renta y de desarrollo sostenible para las zonas productoras de oleaginosas. A partir del estudio rea...

  4. Kultivasi Fungi Mfw-01-08 yang Diisolasi dari Ascidia Aplidium longithorax dan Uji Aktivitas Sitotoksiknya Terhadap Sel Kanker Payudara T47D

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Nursid

    2010-12-01

    Full Text Available Mikroba laut, khususnya fungi, banyak digunakan sebagai sumber senyawa bioaktif baru. Banyak dari senyawa ini digunakan sebagai senyawa pemandu dalam pencarian obat-obatan baru antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak fungi MFW -01-08. Fungi diisolasi dari ascidia laut Aplidium longithoraxyang diambil dari Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Fungi MFW-01-08 diisolasi dengan menggunakan media malt extract agar (MEA kemudian dikultivasi selama 5 minggu (statis pada suhu 27–29oC dalam media SWS yang mengandung pepton soya (0,1%, pati larut air (2,0%, dan air laut buatan (1 L. Uji sitotoksik dilakukan menggunakan sel lestari T47D (kanker payudara berdasarkan metode MTT assay. Senyawa metabolit sekunder dari miselium fungi diekstraksi dengan campuran diklorometan – metanol 1 : 1 sedangkan media kultur fungi diekstraksi dengan etil asetat. Hasil uji MTT memperlihatkan bahwa ekstrak media kultur memiliki aktivitas sitotoksik medium (IC50= 92,6 µg/mL dan ekstrak miselium tidak menunjukkan aktivitas sitotoksik (IC50183,6µg/mL terhadap sel T47D. Oleh karena itu penelitian lanjutan akan difokuskan pada ekstrak media kultur.

  5. Can Universal SEL Programs Benefit Universally? Effects of the Positive Action Program on Multiple Trajectories of Social-Emotional and Misconduct Behaviors.

    Science.gov (United States)

    Duncan, Robert; Washburn, Isaac J; Lewis, Kendra M; Bavarian, Niloofar; DuBois, David L; Acock, Alan C; Vuchinich, Samuel; Flay, Brian R

    2017-02-01

    Behavioral trajectories during middle childhood are predictive of consequential outcomes later in life (e.g., substance abuse, violence). Social and emotional learning (SEL) programs are designed to promote trajectories that reflect both growth in positive behaviors and inhibited development of negative behaviors. The current study used growth mixture models to examine effects of the Positive Action (PA) program on behavioral trajectories of social-emotional and character development (SECD) and misconduct using data from a cluster-randomized trial that involved 14 schools and a sample of predominately low-income, urban youth followed from 3rd through 8th grade. For SECD, findings indicated that PA was similarly effective at improving trajectories within latent classes characterized as "high/declining" and "low/stable". Favorable program effects were likewise evident to a comparable degree for misconduct across observed latent classes that reflected "low/rising" and "high/rising" trajectories. These findings suggest that PA and perhaps other school-based universal SEL programs have the potential to yield comparable benefits across subgroups of youth with differing trajectories of positive and negative behaviors, making them promising strategies for achieving the intended goal of school-wide improvements in student outcomes.

  6. Modelado de la combustión en motores Diésel: revisión del estado del arte

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gabriel Fernando García Sánchez

    2013-06-01

    Full Text Available El estudio del proceso de combustión en motores Diésel ha sido, durante años, un tema de gran interés debido principalmente a la creciente necesidad de mejorar el rendimiento de los motores, reducir el consumo de combustible y reducir la emisión de contaminantes. Los estudios experimentales presentan la desventaja de requerir grandes recursos económicos y tiempo en su realización, razón por la cual se utilizan modelos computacionales que permiten estudiar el proceso de combustión de una forma más económica y práctica. En este artículo se presenta una revisión de varios de los modelos de combustión en motores Diésel más relevantes, desarrollados a nivel nacional e internacional, con el fin de dar al lector una visión de la evolución y el estado actual de este tipo de modelos.

  7. Arap Fethinden Selçuklu Hâkimiyetine Artvin Artvin From Arabian Invasion to Seljuk Dominance

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ömer SUBAŞI

    2012-09-01

    ğru bölgede hız kazanan Arap-Bizans mücadelesi sırasında Çoruh vadisi iki büyük güç arasında sınır olarak kabul edildi. Bütün şiddeti ile devam eden mücadelelere VIII. yüzyılın başlarından itibaren doğudan gelen Hazar kuvvetleri de katılıp Bizans-Hazar müttefik kuvvetleri olarak bölgedeki Arap hâkimiyetinin zayıflamasına neden oldu. 771-772 yılında Doğu Anadolu da çıkan Ermeni isyanı Araplar tarafından şiddetle bastırıldıktan sonra Bagratlı sülalesi Taron bölgesinden ayrılıp kuzeye doğru çekilerek Bizans’a komşu Çoruh boylarına ve Klarceti bölgesine yerleşti. Bagratlıların Artvin ve çevresine yaptıkları bu zorunlu göç, bölgede yeni bir dönemin başlamasına neden oldu. İberia coğrafyasında yeniden eski gücüne kavuşan Bagratlılar, Bizans-Arap mücadelesini farklı bir boyuta taşımış ve Arapların bölgeden yavaş yavaş çekilmesinin ardından İberia’daki hakim güç olarak Bizans ile yoğun mücadelelere girişmişlerdir. X. yüzyılın son çeyreğinde Bizans tahtına geçen II. Basileios’un gerek Armenia gerekse İberia’ya seferleri sonucunda bu iki bölge Bizans topraklarına katılmıştır. Ancak XI. yüzyılın ikinci çeyreğinde Anadolu’ya giren Selçuklu kuvvetleri hızla iç bölgelere doğru ilerledi ve yönlerini kuzeye çevirerek Çoruh vadisi ve Artvin’e kadar ulaştılar. Bu çalışmada, Artvin ve çevresinin VII. yüzyıldaki Arap fethinden XI. yüzyılda Selçuklu hâkimiyetine kadar geçen sürede meydana gelen siyasi ve askeri olaylar ele alınmıştır.

  8. Efek ekstrak buah delima (Punica Granatum L terhadap ekspresi wild p53 pada sel ganas rongga mulut mencit strain swiss webster

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Hernawati

    2013-09-01

    Full Text Available Background: Squamous cell carcinoma is the most common cancer in the oral cavity. DNA tests showed that almost 90% of cases revealed wild p53 gene mutations. Wild p53 gene mutations cause p53 inactivation so the cell cycle does not stop in G1 phase but continues to S phase and G2 and M, it makes the mutated DNA remains multiplied and apoptosis does not occur. One candidate of the cancer treatment alternatives is pomegranate extract (Punica granatum L – PGL. Purpose: The purpose of study was to examine the effect of PGL on wild p53 expression in oral cavity malignant cell of swiss webster strain mice. Methods: Thirty- two swiss webster strain mice (Balb/c 5 months old were randomly divided into four groups. Two control groups (K0: no benzopirene exposed and untreated; K1: benzopirene exposed and untreated; and 2 treatment groups (P1: benzopirene exposed and given EA; P2: benzopirene exposed and given PGL extract. The expression of wild p53 was determined by immunohistochemical techniques. Results: The results showed that administration of PGL could increase the expression of wild p53 in malignant epithelial cells in the oral mucosa of mice, and the expression was higher than EA. Conclusion: This study suggested that the PGL extract could express wild p53 in the oral cavity malignant cells of swiss Webster strains mice.Latar belakang: Karsinoma sel skuamosa merupakan kanker yang sering terjadi pada rongga mulut. Pemeriksaan DNA menunjukkan hampir 90% kasus dijumpai adanya mutasi gen wild p53. Mutasi gen wild p53 menyebabkan inaktivasi wild p53 sehingga siklus sel tidak berhenti pada fase G1 tetapi berlanjut ke fase S dan G2 dan M, sehingga DNA yang mengalami mutasi tetap dilipatgandakan dan apoptosis tidak terjadi. Salah satu kandidat obat kanker adalah ekstrak buah delima (Punica Granatum L - PGL. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efek ekstrak PGL terhadap ekspresi wild p53 pada sel ganas rongga mulut mencit strain swiss webster

  9. PEMANFAATAN BAHAN ORGANIK DARI SAMPAH PADAT PERKOTAAN DALAM INDUSTRI KOMPOS (Utilization of Organic Matter from Municipal Solid Wastes in Composit Industries

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harwin Saptoadi

    2001-12-01

    Full Text Available ABSTRAK Dewasa ini sampah padat yang dihasilkan oleh kota besar sudah sangat banyak dan berpotensial untuk menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena sekitar tiga perempat dari sampah adalah biomassa maka terdapat kemungkinan untuk memproses sampah tersebut menjadi pupuk kompos. Dengan demikian berat dan volume sampah sisa yang terpaksa harus dibuang ke TPA dapat berkurang secara drastis. Proses fermentasi bahan organik ini dilakukan di pabrik kompos. Sebelum itu, harus terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan secara mekanis dan seksama untuk memperoleh bahan organik murni dari sampah padat. Pemisahan dilakukan oleh beberapa pasang thrower (pelempar dan fan (penghembus. Melalui contoh kasus sebuah pabrik kompos berkapasitas 50 ton per hari beberapa peralatan dan mesin penting yang lazim dijumpai pada pabrik kompos dijelaskan pada mekalah ini, demikian juga tipe dan ukurannya.   ABSTRACT Recently a huge amount of municipal solid wastes produced in big cities causes serious environmental and health problems. Since nearly three fourth of the wastes is biomass, there is a potential to process the organic matter into agricultural compost. In this way, the weight and volume of wastes which are finally disposed in sanitary landfills can be drastically reduced. The fermentation process of biomass occurs in compost plants. However, a thorough mechanical separation of the organic matter from municipal solid wastes must be carried out first by using pairs of a thrower and a fan. Some important equipments and machineries in a typical compost plant are delineated based on a case of 50 tons per day capacity. Their appropriate types and dimensions are discussed as well.

  10. MODIFIKASI TEPUNG UMBI TALAS BOGOR (COLOCASIA ESCULENTUM (L SCHOTT DENGAN TEKNIK OKSIDASI SEBAGAI BAHAN PANGAN PENGGANTI TEPUNG TERIGU

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Dessy Ariyanti

    2014-05-01

    Full Text Available Tanaman talas bogor (Colocasia esculentum (L Schott sangat mudah dibudidayakan di daerah tropik dan sub-tropik, termasuk Indonesia. Umbi talas bogor kaya akan karbohidrat, sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi yang potensial bagi manusia melalui berbagai proses modifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki kualitas tepung umbi talas bogor dengan mengkaji pengaruh konsentrasi suspensi, katalis, oksidator, dan temperatur dari proses modifikasi dengan cara oksidasi menggunakan larutan hidrogen peroksida (H2O2. Variabel yang dikaji adalah suspensi tepung dengan air (40, 30, 20, dan 10%, waktu reaksi (30, 60, 90, dan 120 menit, konsentrasi katalis (0; 0,1%; 0,2%, konsentrasi oksidator (1%, 2% dan 3% dan temperatur (30; 40; 50oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi suspensi 40% , konsentrasi katalis 0,1%, konsentrasi H2O2 2% dan temperatur 30oC pada waktu oksidasi 30 menit memberikan hasil yang paling optimum ditinjau dari daya kembang (swelling power dengan nilai 7g/g dan kelarutannya dalam air yaitu 4% dengan mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis dari proses. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan H2O2 sebagai oksidator cukup efektif dalam meningkatkan nilai daya kembang tepung talas bogor yang sebelumnya hanya 4,3 g/g menjadi 7 g/g, dimana nilai tersebut telah masuk dalam rasio daya kembang tepung terigu yaitu 6,8-7,9 g/g. Namun oksidator H2O2 tidak cukup efektif dalam meningkatkan nilai kelarutan tepung dalam air yang sebelumnya hanya 2% menjadi 4%, dimana nilai tersebut masih dibawah rasio kelarutan tepung terigu yaitu 6,3-7,3%. Selain itu uji organoleptik pada kue kering berbahan baku tepung umbi talas bogor teroksidasi menunjukkan kelemahan berupa rasa yang agak pahit dan tekstur yang terlalu rapuh dibandingkan dengan kue kering yang menggunakan bahan baku tepung terigu.Bogor taro (Colocasia esculentum (L Schott is one of the local resources which can be used as raw material for flour

  11. DISKURSUS BAHAN BAKAR AIR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Poempida Hidayatulloh

    2015-06-01

    Full Text Available Kebutuhan akan energi bagi manusia adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu pencarian manusia dalam menemukan suatu energi yang berkelanjutan (sustainable adalah suatu proses alamiah yang terjadi secara terus-menerus. Keterbatasan manusia dalam mendapatkan energi selalu berkutat pada paradigma keberadaan hukum kekekalan energi yang menjadi basis pemikiran fisika klasik. Air adalah suatu senyawa yang senantiasa ada di sekitar kita dan tersedia dalam berbagai wujud. Senyawa Air (H2O terdiri dari atom hidrogen (H2 dan oksigen (O2 yang keduanya dapat dibakar dan membantu proses pembakaran. Di mana dalam pembakaran akan tercipta energi yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi gerak seperti dalam mesin bakar (combustion engine. Proses penguraian senyawa air menjadi hidrogen dan Oksigen dapat dilakukan melalui proses elektrolisa. Proses elektrolisa secara langsung akan membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang tidak sedikit. Namun proses elektrolisa yang tepat dapat menghasilkan Brown Gas (HHO yang mempunyai daya bakar yang cukup besar. Tulisan ini membahas dilema pemakaian Brown Gas dalam konteks energi yang dihasilkan dengan perbandingan energi yang diperlukan untuk menghasilkannya. Komparasi energi ini ditujukan untuk menunjukkan apakah kemudian Brown Gas dapat lebih lanjut digunakan untuk menjadi energi penggerak mesin yang ekonomis. Pembahasan tentang terjadinya pelanggaran terhadap hukum kekekalan energi berbasis fisika klasik secara filosofis pun termaktub.

  12. Diskursus Bahan Bakar Air

    OpenAIRE

    Hidayatulloh, Poempida

    2015-01-01

    Kebutuhan akan energi bagi manusia adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu pencarian manusia dalam menemukan suatu energi yang berkelanjutan (sustainable) adalah suatu proses alamiah yang terjadi secara terus-menerus. Keterbatasan manusia dalam mendapatkan energi selalu berkutat pada paradigma keberadaan hukum kekekalan energi yang menjadi basis pemikiran fisika klasik. Air adalah suatu senyawa yang senantiasa ada di sekitar kita dan tersedia dalam berbagai wujud. Senyawa Air (H2O) terdiri ...

  13. [Die baltischen Lande im Zeitalter der Reformation und Konfessionalisierung. Livland, Estland, Ösel, Ingermanland, Kurland und Lettgallen. Stadt, Land und Konfession 1500-1721. Teil I] / Heinrich Wittram

    Index Scriptorium Estoniae

    Wittram, Heinrich, 1931-

    2011-01-01

    Arvustus : Die baltischen Lande im Zeitalter der Reformation und Konfessionalisierung. Livland, Estland, Ösel, Ingermanland, Kurland und Lettgallen. Stadt, Land und Konfession 1500-1721. Teil I. Münster : Aschendorff, 2009. (Katholisches Leben und Kirchenreform im Zeitalter der Glaubensspaltung, 69)

  14. [Die baltischen Lande im Zeitalter der Reformation und Konfessionalisierung : Livland, Estland, Ösel, Ingermanland, Kurland und Lettgallen : Stadt, Land und Konfession 1500-1721. Teil 4. Hrsg. von Matthias Asche, Werner Buchholtz und Anton Schindlin

    Index Scriptorium Estoniae

    Maasing, Madis, 1984-

    2013-01-01

    Arvustus: Die baltischen Lande im Zeitalter der Reformation und Konfessionalisierung : Livland, Estland, Ösel, Ingermanland, Kurland und Lettgallen : Stadt, Land und Konfession 1500-1721. Teil 4. (Katholisches Leben und Kirchenreform im Zeitalter der Glaubensspaltung, 72). Hrsg. von Matthias Asche, Werner Buchholtz und Anton Schindling. Verlag Aschendorff. Münster 2012

  15. [Matthias Asche, Werner Buchholz, Anton Schindling. Die baltischen Lande im Zeitalter der Reformation und Konfessionalisierung : Livland, Estland, Ösel, Ingermanland, Kurland und Lettgallen; Stadt, Land und Konfession 1500-1721. T. 1-3] / Axel von C

    Index Scriptorium Estoniae

    Campenhausen, Axel von

    2015-01-01

    Arvustus: Asche, Matthias, Bucholz, Werner, Achindling, Anton. (Hrsg.) Die baltischen Lande im Zeitalter der Reformation und Konfessionalisierung : Livland, Estland, Ösel, Ingermanland, Kurland und Lettgallen; Stadt, Land und Konfession 1500-1721. T. 1-3. Münster: Aschendorff Verlag 2009, 2010, 2011

  16. La teneur en iode du sel de cuisine consommé à Lubumbashi et le statut iode des personnes vulnérables: cas de femmes enceintes de milieux défavorisés

    Science.gov (United States)

    Banza, Bienvenue Ilunga; Lumbu, Jean Baptiste Simbi; Donnen, Philippe; Twite, Eugène Kabange; Kwete, Daniel Mikobi; Kazadi, Costa Mwadianvita; Ozoza, Jean Okolonken; Habimana, Laurence; Kalenga, Prosper Muenze Kayamba; Robert, Annie

    2016-01-01

    Introduction La consommation du sel faiblement iodé peut engendrer des troubles divers liés à la carence iodée Ce travail a pour objectif d’évaluer la teneur en iode du sel consommé à Lubumbashi et de déterminer le statut iodé des femmes enceintes, cible privilégiée de la carence iodée. Méthodes Une étude transversale descriptive a été consacrée à une analyse iodométrique d'iode dans 739 échantillons de sel collectés dans les ménages et marchés de Lubumbashi en 2014. Précédemment, l'iode urinaire a été déterminé par la technique de minéralisation au persulfate d'ammonium chez 225 femmes enceintes reçues en consultation du 15 mars 2009 au 25 avril 2011. Résultats Notre enquête a révélé 47,5% des échantillons de sels de cuisine adéquatement iodés (15 à 40 ppm), 36,9% d’échantillons faiblement iodés, 7,4% d’échantillons trop riches en iode et 8,1% des échantillons non iodés. La disponibilité en iode du sel de cuisine analysé était globalement de 54,9%, se trouvant nettement en dessous des normes OMS (90%). En mesurant l'iode urinaire chez la femme enceinte, la carence iodée (iode urinaire risques majeurs des troubles dus à la carence en iode. PMID:27279956

  17. Gestión de la cadena de abastecimiento del biodiésel: una revisión de la literatura

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Manuel Barón

    2013-06-01

    Con base en el tendiente crecimiento del negocio de los biocombustibles, tanto a ni-vel mundial como local, resulta pertinente contar con herramientas técnicas que apoyen la toma de decisiones en la gestión agroindustrial para aprovechar de mejor manera un mercado por ahora naciente, pero que a mediano y largo plazo se escenifica como un gran sector productivo que podrá generar desarrollo a las regiones productivas. Este trabajo tiene el fin de presentar un estado del arte sobre la cadena de abastecimiento-del biodiésel y los modelos matemáticos desarrollados para apoyar la toma de decisio-nes en la gestión de la cadena de suministro.

  18. Efeitos da suplementação de selênio durante a gestação: uma revisão sistemática

    OpenAIRE

    Aline Brandão Mariath

    2010-01-01

    Introdução: A nutrição e o estado nutricional maternos na gestação relacionam-se à saúde da mãe e do recém-nascido. O selênio (Se), mineral conhecido especialmente por sua atividade antioxidante, reduz o dano oxidativo celular e tem importante papel no sistema imunológico e no metabolismo tireoidiano. Recentemente, sugeriu-se ainda sua ação como insulino-mimético. Objetivo: Avaliar os efeitos da suplementação de Se durante a gestação sobre a saúde da mulher e do recém-nascido. Métodos: Foi re...

  19. Preparation and characterization of semiconductor thin film cells of n-CdSe and CdSel-x Tex. Application in solar cells of liquid union

    International Nuclear Information System (INIS)

    Gutierrez, M.A.

    1987-01-01

    The development of the new energy sources, constitutes one of the most active and changing investigation areas of nowday. Within this frame, the conservation of photovoltaic solar energy, has taken a particular importance, as these systems become directly the photovoltaic solar energy, which incises on a semiconductor, in electric energy. In spite of this advantage, the use of photovoltaic systems is limited, being the main reason for this, the still high cost of the devices. One of the objectives of this Memory is to contribute to the reduction of these photovoltaic devices by using available methods for the preparation of photosensitive material, and for the union formation. The chosen preparation method is the electrochemical one and the electric field is made up in the interphase semiconductor/electrolyte, dipping the semiconductor in a convenient electrolyte. Summarizing, it can be said that the Memory's objetive presented is to discover the experiences realized in the electrochemical preparation of the n-CdSel-x Tex and its characterization by chemical analysis, X-rays difraction, electronic microscope of swept, optical techniques and photoelectrochemical methods. From the data obtained with these techniques, a study of the physical parameters evolution which determine the photovoltaic properties of the semiconductor, is made, as: the concentration of minoritary carriers, ND, and the diffusion length of these carriers, LP. Finally, taking into account the results obtained by the characterization of n-CdSe and CdSel-x Tex, is made from the construction of the photoelectrochemical cell, using two kinds of electrolyte: sulfide- polysulfide ands ferro-ferricyanide. (Author)

  20. Le sel dans Les socIétés ancIennes du proche-orIent et du caucase : exploItatIons et usages d'après les sources archéologIques et épIgraphIques

    OpenAIRE

    Marro, Catherine; Michel, Cécile

    2013-01-01

    International audience; Quoique le sel (chlorure de sodium) soit nécessaire à l'équilibre physiologique des êtres humains et des animaux, il ne s'agit pas d'une denrée alimentaire en soi : dans le domaine de l'alimentation, le sel est un condiment (exhausteur de goût) et un conservateur (salaisons, saumures). Par ailleurs, il n'y a pas, sur le plan médical, de vrai consensus sur le minimum de sel nécessaire à cet équilibre vital. Pour cette raison, on peut considérer que le besoin de rajouter...

  1. PEMANFAATAN LIMBAH BIOMASSA CANGKANG KAKAO DAN KEMIRI SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET (Utilization of Biomass Wastes from Cocoa and Candlenut Shells as Fuel Briquette

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Harwin Saptoadi

    2007-11-01

    Full Text Available ABSTRAK  Biomassa adalah sumber energi utama jutaan manusia di dunia, akan tetapi penggunaannya menurun ketika batubara, minyak dan gas tersedia cukup melirnpah. Namun akhir-akhir ini perhatian muncul kembali karena terjadinya krisis energi dan isu-isu lingkungan. Pemanfaatan biomassa untuk menggantikan bahan bakar fosil dapat menurunkan persoalan emisi CO2 global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alternatif sumber energi terbarukan dengan pemanfaatan limbah biomassa cangkang kakao dan kemiri. Penelitian dilakukan dengan menghaluskan biomassa dengan ukuran partikel kurang dari I mm. Kemudian 5 gram campuran bahan baku dengan bahan pengikat gel tepung kanji dengan perbandingan 70:30 untuk kakao dan 80:20 untuk kemiri dibriket dalarn cetakan berdiarneter l6 mm. Setelah dibriket kemudian dikeringkan dengan oven pada suhu 50 oC selama 5 jam. Pembakaran dilakukan dalam ruang bakar pada temperatur dinding 350 oC dan laju aliran udara bervariasi antara 0,1 - 0,4 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang kakao dan kemiri mempunyai nilai kalor masing-masing 16.998 dan 21.960 kJ/kg. Emisi CO cukup signifikan pada tahap devolatilisasi. Cangkang kakao memberikan total emisi CO lebih tinggi dibandingkan dengan cangkang kemiri. Laju aliran udara juga berpengaruh terhadap emisi CO yang dihasilkan. Penambahan laju aliran udara akan mengurangi emisi CO, hal ini karena adanya penambahan suplai oksigen sehingga pemnbakaran dapat berlangsung lebih sempurna.   ABSTRACT  Biomass was the  primary source of energy for millions of people in the world, but when coal, oil, and gas became widely available, its use was declined. However, in recent years interest in biomass utilization increases because of energy crisis and environmental issues. Utilization of biomass for substituting fossil fuel can reduce global CO2 emission problem. The objective of this research is to study alternative energy sources that utilize biomass waste from cocoa and candlenut

  2. Kekerasan mikro enamel gigi permanen muda setelah aplikasi bahan pemutih gigi dan pasta remineralisasi (Enamel micro hardness of young permanent tooth after bleaching and remineralization paste application

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Budianto Liwang

    2014-12-01

    : Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kekerasan mikro permukaan email gigi permanen muda, dan efek aplikasi pasta remineralisasi setelah pemutihan gigi. Metode: Empat belas gigi permanen muda ditempatkan dalam blok resin dengan jendela pada enamel permukaan bukal dan dilakukan pengukuran kekerasan permukaan enamel sampel awal dengan menggunakan alat Microvickers Hardness Tester. Kemudian dilakukan aplikasi bahan bleaching hidrogen peroxide 30% sebanyak 3 kali masing-masing selama 15 menit. Setelah aplikasi bahan bleaching, kekerasan permukaan enamel sampel diukur kembali. Sampel dibagi 2 kelompok; kelompok pertama diaplikasi pasta remineralisasi Hidroksi apatit + NaF 1450ppm, dan kelompok kedua diaplikasi pasta CPP-ACP + NaF 900ppm. Masing-masing pasta tersebut diaplikasikan selama 30 menit 7 hari berturut-turut. Setelah aplikasi pasta remineralisasi, sampel diukur kembali kekerasan permukaan enamelnya. Hasil: Kekerasan mikro permukaan enamel menurun setelah aplikasi pemutih gigi, dari 333.09 ± 10.49 VHN ke 299,15 ± 5.70 VHN. Kekerasan mikro setelah aplikasi Hidroxy apatit + NaF "> 1450ppm adalah 316,61 ± 5.87 VHN dan setelah aplikasi CPP-ACP + NaF 900ppm adalah 319,94 ± 3,25 VHN, namun kekerasan mikro setelah aplikasi pasta remineralisasi masih lebih rendah dari kekerasan mikro awal. Simpulan: Bahan pemutih gigi menurunkan kekerasan mikro permukaan enamel gigi permanen muda secara signifikan. Aplikasi pasta remineralisasi dapat meningkatkan kembali kekerasan mikro permukaan enamel gigi permanen muda.

  3. PERFORMA NEUTRONIK BAHAN BAKAR LiF-BeF2-ThF4-UF4 PADA SMALL MOBILE-MOLTEN SALT REACTOR

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    S. N. Rokhman

    2015-04-01

    Full Text Available Telah dilakukan analisis terhadap performa neutronik bahan bakar garam lebur LiF-BeF2-ThF4-UF4 pada Small Mobile-Molten Salt Reactor (SM-MSR. Penyesuaian konfigurasi teras dan temperatur operasi harus dilakukan untuk penggunaan bahan bakar baru tersebut agar mencapai keff > 1 dan CR (conversion ratio > 1 pada fraksi 0,5% 233U, 20% 232Th, 28% Li, 51,5% Be. Setelah didapat nilai keff ≈ 1 dan CR ≈ 1, dilakukan analisis pengaruh perubahan Th terhadap Be dan Be terhadap Li yang terlihat dalam perubahan parameter keff dan CR. Setelah itu fraksi 233U divariasi antara 0,5–0,46% untuk memperoleh keff > 1 dan CR > 1. Dalam perhitungan koefisien reaktifitas temperatur (αT, temperatur teras dinaikkan sebesar +25K dan +50K., dan untuk koefisien reaktifitas void (αV, densitas bahan bakar dikurangi hingga 90%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pengurangan Th terhadap Be menyebabkan penurunan nilai CR dan naiknya keff akibat berkurangnya material fertil. Sebaliknya penambahan Be terhadap Li mengakibatkan terjadi kenaikan nilai keff dan menurunkan CR, akibat laju serapan Li lebih besar dari Be. Pada 5 (lima fraksi 233U dalam rentang 0,5–0,49%, hasil perhitungan keff dan CR masing-masing bervariasi dalam rentang 1,00001 - 1,00327 dan 1,00016 - 1,00731. Untuk faktor puncak daya (PPF, hasil perhitungan memberikan nilai dalam rentang 2,4311 -2,4714. Sedangkan untuk parameter keselamatan, koefisien reaktivitas temperatur (αT dan reaktivitas void (αV masingmasing bernilai negatif dalam rentang 4,972×10-5 - 5,909×10-5 dan 2,596×10-2- 2,8287×10-2 ∆k/k/K. Dapat disimpulkan bahwa teras SM-MSR memberikan nilai negatif di kedua koefisien reaktivitas tersebut untuk setiap fraksi,, sehingga memenuhi kriteria keselamatan dan keselamatan melekat. Kata kunci: SM-MSR (small mobile-molten salt reactor, bahan bakar LiF-BeF2-ThF4-UF4, keselamatan melekat, koefisien reaktivitas temperatur, koefisien reaktivitas void   The analysis of neutronic performance has

  4. Determinação espectrofotométrica de selênio em rações para animais empregando análise por injeção em fluxo

    OpenAIRE

    Rejane Mara Frizzarin

    2008-01-01

    Na presente dissertação foi desenvolvido um procedimento automático para a determinação de selênio em rações para animais doméstico digeridas em meio ácido. O método automatizado foi baseado no efeito catalítico do selênio(IV) na reação de sulfato de ferro amoniacal com EDTA em meio contendo NaNO3. O módulo de análise foi baseado no processo de multicomutação em fluxo. Tendo em vista que reação tem cinética lenta, o módulo de análise foi projetado com seis bobinas de reação acopladas em paral...

  5. Diseño y simulación de la unidad de hidrodesulfuración de diésel para una nueva refinería

    OpenAIRE

    Jácome Mayasa, Sylvia Elizabeth; Benavides Cevallos, Ignacio Bayardo

    2016-01-01

    Se utilizó la norma ASTM D-86, densidad, viscosidad y contenido de azufre para la caracterización del diésel. Los datos de partida de la simulación, fueron tomados del balance de masa, el mismo que corrobora con los datos de otras corrientes. Se diseñó y simuló la unidad de hidrodesulfuración de diésel con un contenido inicial de 0,7 % en peso de azufre en la alimentación, proveniente de la columna de destilación atmosférica. Se utilizó el simulador ASPEN HYSYS V7.3 tomando como base el diagr...

  6. Comportement mécanique des cavités dans le sel. Etat actuel de nos connaissances Mechanical Behaviour of Salt Cavities. Present State of Our Knowledge

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Boucly P.

    2006-11-01

    Full Text Available L'utilisation depuis dix ans des premières cavités salines créées sur le site de Tersanne s'est accompagnée d'une réduction de leur volume relativement importante. Cette observation a conduit le Gaz de France à développer d'importantes études sur le comportement rhéologique du sel dans lequel sont creusées les cavités. Ces études, effectuées en collaboration avec des laboratoires universitaires, ont consisté en de nombreux essais en laboratoire (essais de longue durée à la température des terrains visant à déterminer les lois de comportement du matériau. Parallèlement, des modèles de calcul de divers degrés de complexité ont été élaborés afin de prendre en compte ces lois dans l'estimation de la stabilité et de la tenue à long terme de la cavité. Ces études ont abouti récemment à la mise au point d'un premier modèle de comportement du sel qui rend compte de l'ensemble des observations effectuées à ce jour sur les cavités. Grâce à ce modèle, il est maintenant possible d'étudier quelle influence a sur leur volume un type d'utilisation donné des cavités. The exploitation over the last ten years of the first salt cavities created in the Tersanne area has resulted in a relatively large decrease in their volume. This observation led Gaz de France to do extensive research on the rheological behavior of the salt into which cavities are leached. This research, performed in cooperation with university laboratories, consisted of numerous laboratory tests (long-duration tests at formation temperatures to determine the behavior laws of the material. At the same time, models for computing different degrees of complexity were developed to take these laws into account in evaluating the stability and long-term resistance of the cavity. This research has recently resulted in the development of an initial salt-behavior model involving all the observations made concerning these cavities to date. This model can now be

  7. Interaksi Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.F.Ness dengan Glibenklamid terhadap Ekspresi Gen CYP3A4 pada Kultur Sel HepG2

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Andzar Fikranus Shofa

    2017-12-01

    Full Text Available Diabetes melitus (DM merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia. Berbagai terapi dilakukan untuk mengatasi hiperglikemia, baik dengan menggunakan obat antidiabetes oral maupun tanaman herbal berkhasiat antidiabetes. Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.F.Nees merupakan salah satu herbal antidiabetes yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Andrografolida merupakan zat aktif yang terdapat dalam sambiloto yang berperan sebagai agen antidiabetes. Namun, dalam banyak kasus kombinasi antara herbal dan obat sintesis menyebabkan interaksi jika digunakan pada waktu bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data interaksi ekstrak etanol herba sambiloto dengan glibenklamid terhadap ekspresi gen CYP3A4 pada kultur sel HepG2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan ekspresi gen CYP3A4 pada pengujian sampel tunggal maupun kombinasi antara ekstrak etanol herba sambiloto dan glibenklamid dengan bertambahnya konsentrasi. Pada konsentrasi 50 dan 100 μg/mL sambiloto, glibenklamid, dan kombinasinya menyebabkan penurunan ekspresi gen CYP3A4 sekitar 0,82, 0,70; 0,89, 0,53; 0,84, 0,72. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan terjadi penurunan ekspresi gen CYP3A4 dengan bertambahnya konsentrasi sampel.

  8. PROTEKSI VAKSIN MONOVALEN DAN KOKTAIL SEL UTUH TERHADAP KO-INFEKSI Mycobacterium fortuitum DAN Aeromonas hydrophila PADA IKAN GURAME, Osphronemus gouramy Uni

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Uni Purwaningsih

    2014-08-01

    serangan agen patogen. Pemberian vaksin diharapkan dapat merangsang respons imun spesifik dan non spesifik pada ikan. Keberhasilan vaksinasi dipengaruhi oleh konsentrasi antigen, reaksi silang dan kompetisi di antara antigen yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis level proteksi vaksin monovalen dan koktail sel utuh terhadap ko-infeksi M. fortuitum dan A. hydrophila pada ikan gurame. Respons imun perlakuan vaksin monovalen maupun koktail pada gurame pasca ko-infeksi menunjukkan nilai parameter-parameter yaitu: hematokrit, hemoglobin, indeks fagositik, persentase fagositik, titer antibodi, uji respiratory burst (NBT, aktivitas komplemen, dan diferensial leukosit yang berbeda nyata (P<0,05 dibanding kontrol. Vaksin monovalen A. hydrophila menunjukkan nilai RPS sebesar 92,3% dan monovalen M. fortuitum sebesar 78,6% setelah ditantang dengan infeksi tunggal bakteri homolog namun menunjukkan proteksi yang rendah terhadap ko-infeksi. Vaksin koktail 50Mf :50Ah memberikan proteksi yang lebih baik dari vaksin monovalen pasca uji tantang dengan ko-infeksi bakteri M. fortuitum dan A. hydrophila.

  9. PENGARUH BERBAGAI KECAMBAH KACANG-KACANGAN LOKAL SEBAGAI BAHAN DASAR MEAT ANALOG TERHADAP SIFAT FISIK (TEKSTUR, KESUKAAN DAN RASIO ARGININ/LISIN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bayu Kanetro

    2013-06-01

    Full Text Available The aims of this research were to determine the best of local legume sprout as raw material of meat analog, based on its texture, sensory (preference properties, and the ratio of arginine/lysine, compared to meat analog from soybean. Meat analogs were made of protein of local legumes sprout, which were velvet beans, cowpeas, and winged beans that had been germinated for 48, 36 and 24 hr respectively. The protein of velvet beans, cowpeas, and winged beans sprout for meat analog production were extracted at pH 9 and precipitated at pH 4, 5, and 5 respectively. Hence their products were analyzed the texture, the sensory properties (the hedonic scales of color, texture, odor, taste, and overall, and the ratio of arginine/lysine. The characteristics of meat analog from the legumes sprout were compared to meat analog from soybean for determination of the best legume sprout as raw material of meat analog. The result of this research showed the properties of meat analog from winged bean and cowpeas sprouts were better than velvet beans sprout. The meat analog from soybean was still better than meat analog from the local legumes sprout, especially its texture. The arginine content, that was known as  hypocholesterolemic and hypoglycemic component,  of meat analog from cowpeas sprout was lower than meat analog from soybean, but its ratio of arginie/lysine was not signifi cantly different. While the ratio of arginine/lysine of meat analog from the other legumes sprout were lower than meat analog from soybean. Therefore the meat analog from cowpeas sprout was chosen as the best product and was potential as functional food especially for reducing blood cholesterol. Keywords: Meat analog, sprout, local legumes, arginine/lysine ratio   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis kecambah kacang-kacangan lokal terbaik sebagai bahan baku kedelai berdasarkan tekstur, sifat sensoris, dan rasio arginin/lisin dibandingkan meat analog dari biji

  10. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Aplikasi Sodium Hipoklorit (NaOCL sebagai Bahan Irigasi Saluran Akar terhadap Kekuatan Geser Perlekatan Siler Berbahan Dasar Resin Pada Dentin Saluran Akar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tunjung Nugraheni

    2012-07-01

    Full Text Available Latar belakang. Salah satu tahap penting perawatan saluran akar yaitu preparasi saluran akar. Pada preparasi saluran akar digunakan bahan Irigasi sodium hipoklorit (NaOCI, dengan konsentrasi 0,5%-5.25%. Penggunaan NaOCL berpengaruh pada struktur permukaan dentin saluran akar, yang selanjutnya mempengaruhi perlekatan dentin saluran akar dengan bahan pengisi saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama aplikasi NaOCI terhadap kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar. Metode Penelitian. Tiga puluh gigi premolar dipotong arah bukolingual, jaringan pulpa dibersihkan dan permukaan dentin saluran akar diratakan. Gigi difiksasi resin akrilik, sisi dentin saluran akar menghadap ke atas. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 15 gigi, kelompok 1 di rendam dalam 6ml NaOCI 2,5%. Kelompok II direndam dalam 6 ml NaOCI 5%. Kelompok I dan II dibagi menjadi 3 sub kelompok lama perendaman, yaitu sub kelompok a direndam selama 5 menit, sub kelompok diremdam selama 10 menit, sub kelompok direndam selama 15 menit. Cetakan siler difiksasi pada akar gigi, dilakukan insersi siler ke dalam cetakan kemudian dimasukkan inkubaror pada suhu 370 C selama 72 jam. Pengujian kekuatan geser perlekatan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil penelitian. Hasil uji statistik AVANA dua jalur menunjukkan kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin pada dentin saluran akar setelah diirigasi dengan konsentrasi NaOCI dan lama irigasi yang berbeda terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,007. Uji LSD menunjukkan bahwa kekuatan geser perlekatan siler berbahan dasar resin berbeda bermakna pada kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 5 menit dengan 15 menit,, pada kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 10 menit dengan 15 menit, pada kelompok yang diirigasi NaOCI 5% selama 15 menit dengan kelompok yang diirigasi NaOCI 2,5% selama 15 menit serta pada kelompok yang diirigasi NaOCI 5% selama 5

  11. KAJIAN SIFAT FUNGSIONAL DAN AMILOGRAFI PATI UBI JALAR (Ipomoea batatas L. DENGAN PERLAKUAN SUHU DAN LAMA WAKTU HEAT MOISTURE TREATMENT SEBAGAI BAHAN SEDIAAN PANGAN DARURAT

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    marleen sunyoto

    2017-01-01

    Full Text Available Pemuliaan Tanaman Ubi Jalar yang dilakukan di Lahan Percobaan Universitas Padjadjaran telah menghasilkan klon-klon baru ubi jalar unggulan, salah satunya yaitu Awachy 5. Awachy 5 mengandung pati yang cukup tinggi, yaitu 25,46% sehingga dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung pati sebagai bahan baku Emergency Food. Namun pati alami belum dimanfaatkan secara optimal karena sifat fungsional dan sifat amilografi pati yang kurang baik, sehingga diperlukan perlakuan lebih lanjut untuk memperbaiki sifat tersebut. Perlakuan modifikasi fisik dengan Heat Moisture Treatment (HMT dapat memperbaiki sifat fungsional dan amilografi pati. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh suhu dan lama waktu modifikasi HMT yang menghasilkan pati ubi jalar dengan sifat fungsional dan amilografi yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu tanpa pemanasan (kontrol, pemanasan HMT pada suhu 80oC 4 jam;  80oC 8 jam; 110oC 4 jam; dan 110oC 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati ubi jalar dengan pemanasan HMT pada suhu 110oC selama 8 jam merupakan perlakuan terpilih dengan swelling volume 4,205 ml/g, solubility 2,117%, freeze thaw stability 48,655%, kekuatan gel 4,684 gf, derajat putih 76,717%, suhu awal gelatinisasi 83,388oC, viskositas puncak 5063,833 cP, viskositas breakdown 486,500 cP, dan viskositas setback 3596,833 cP. Kata kunci : Awachy 5, modifikasi HMT, pati, sifat fungsional, amilografi

  12. Desain Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam dengan Pendekatan Integratif-Interkonektif antara Religious Studies, Natural Sciences, Social Sciences, dan Humanities

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yusuf Hanafi

    2016-12-01

    Islam melalui bahan pengajaran baru yang mampu melaksanakan misi studi Islam dengan lintas disiplin.

  13. Metacognitive Structures Occuring in Mathematical Modelling Within A Technology Enhanced Environment [Teknoloji Destekli Ortamda Matematiksel Modellemede Ortaya Çıkan Üst Bilişsel Yapılar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Çağlar Naci Hıdıroğlu

    2015-08-01

    Full Text Available The aim of this study is to explain metacognitive structures occurring in mathematical modelling within a technology aided environment. How metacognitive structures in modelling process are shaped within the dimensions of planning, monitoring, evaluation and prediction was examined. The study which is a case study, was conducted with a collaborative group of three freshman students who are studying in Secondary Mathematics teacher education programme. Data was collected from video recordings which were taken while collaborative group was solving the modelling problem, written answers of students on solution, GeoGebra solution files and observation notes which were taken by the researchers during problem solving process. During data analysis process, categories were formed by applying thematic coding and metacognitive structures were specified. As a result of data analysis, metacognitive structures in modelling process for planning, monitoring, evaluation and prediction steps are grouped under eighteen categories. Metacognitive activities organised cognitive activities in technology aided modelling process and support other metacognitive activities. It is believed that this study will bring a different and detailed view into metacognitive activities in mathematical modelling process. [Çalışmanın amacı, teknoloji destekli matematiksel modelleme sürecinde ortaya çıkan üst bilişsel yapıları açıklamaktır. Üst bilişsel yapıların modelleme sürecinde nasıl şekillendiği planlama, izleme, değerlendirme ve tahmin boyutlarında ele alınarak incelenmiştir. Durum çalışması niteliğindeki çalışma, ortaöğretim matematik öğretmenliğinde öğrenim gören üç birinci sınıf öğrencisinin oluşturduğu bir çalışma grubuyla yürütülmüştür. Veriler, çalışma grubunun modelleme problemini çözerken alınan video kayıtlarından, problemin çözümü ile ilgili yazılı yanıtlarından, GeoGebra çözüm dosyalar

  14. Bilişsel Davranışçı Terapi Yaklaşımının Film Analizi Yöntemiyle İncelenmesi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mehmet BOYACI

    2016-08-01

    Full Text Available Bilişsel Davranışçı Terapi (BDT dünya genelinde olduğu gibi Türkiye’de de yaygın bir biçimde uygulanan ve hakkında araştırmalar yapılan bir terapi yaklaşımıdır. BDT depresyonun tedavisiyle başlayan ve günümüzde uyku bozukluğundan, saldırganlığa kadar birçok psikolojik sorunun tedavisinde uygulanan bir yaklaşımdır. Bu çalışmanın temel amacı; Aaron Temkin Beck tarafından geliştirilen BDT yaklaşımının temel felsefesini incelemek ve film analizi yardımıyla kuramın temel kavramlarına ve uygulamasına örneklendirme oluşturmaktır. Bu çalışmada nitel araştırma yöntemlerinden doküman incelemesi kullanılmıştır. Araştırmada 1997 yapımı en iyi senaryo ödülü dâhil olmak üzere iki dalda Oscar ödülünü kazanmış Can Dostum/Good Will Hunting filmi BDT yaklaşımı açısından incelenmiştir. Filmde saldırgan davranış problemi olan üstün yetenekli ancak okulu bırakmış bir genç olan Will ve terapisti Sean arasındaki ilişki anlatılmaktadır. Filmdeki olaylar ve diyaloglar üzerinden BDT’nin temel kavramları somut bir biçimde örneklendirilmeye çalışılmıştır. Ayrıca filmdeki roller üzerinden terapist danışan ilişkisi de ele alınmıştır. Sonuç bölümünde yapılan bütün analizler alanyazın doğrultusunda tartışılmıştır.Anahtar Kelimeler: Bilişsel Davranışçı Terapi, film analizi, psikolojik yardım arama, saldırganlık, doküman analizi.

  15. PERANAN BAHAN ORGANIK BERNISBAH C/N RENDAH DAN CACING TANAH UNTUK MENDEKOMPOSISI LIMBAH KUI.IT KAYU Gmelina arborea (The Roles of Low C/N Ratio Organic Matters and Earthworms to Decompose Waste Barks of Gmelina arborea

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suryo Hardiwinoto

    2005-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Limbah kulit kayu berpotensi dapat menyebabkan dampak negatip terhadap lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Sebagai bahan organik, limbah kulit kayu sebetulnya dapat dijadikan sbagai bahan baku kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah dan cacing tanah dalam menurunkan nisbah C/N dan meningkatkan kandungan unsur hara makro dari kompos limbah kulit kayu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah penambahan bahan organic ber-nisbah C/N rendah (daun Glyricideu maculuta and daun Gmelina arborea, dan taktor kedua adalah jenis cacing tanah, yaitu Lumbricus rubellus (Cl dan Eisenia foetida (C2. Parameter yang digunakan adalah kandungan karbon (C, dan beberapa unsur hara makro, yaitu: nitrogen (N, fosfor (P, kalium (K, kalsium (Ca and magnesium (Mg dari kompos limbah kulit kayu. Penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah dan cacing tanah merupakan cara penanganan limbah kulit kayu yang ramah lingkungan. Penambahan bahan organik ber-nisbah C/N rendah secara nyata dapat menurunkan nisbah C/N dan meningkatkan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu. Nisbah C/N kompos limbah kulit kayu dapat turun semakin rendah dan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca and Mg dapat naik semakin tinggi dengan adanya penambahan bahan organik ber-nisbah C/N yang semakin banyak. Cacing tanah menunjukkan peran yang sangat nyata dalam menurunkan nisbah CIN dan menaikkan kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca dan Mg dari kompos limbah kulit kayu. Rerata nisbah C/N dari kompos limbah kulit kayu (C0 sebesar 56,17, dan dengan adanya perlakuan cacing tanah rerata nisbah C/N dapat turun secara sangat nyara menjadi 26,66 (Cl dan 22,94 (C2. Rerata kandungan N dari kompos limbah kulit kayu (C0 hanya sebesar 0,89 %, dan dengan adanya aktivitas

  16. Eosinophilic pneumonitis induced by aerosol-administered diesel oil and pyrethrum to mice Neumonía eosinofílica inducida por aerosol de aceite diésel y piretroide en ratones

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Lúcia B. Garcia

    2009-06-01

    Full Text Available OBJECTIVE: To confirm the episode of eosinophilic pneumonitis that occurred in March 2001 in Manaus, Amazon, northern Brazil, as secondary to home aerosolization with 2% cypermethrin diluted in diesel compared with the more conventional 1% cypermethrin and soybean solution used in prophylaxis of dengue. METHODS: Four groups of Swiss mice were kept in polycarbonate cages aerosolized with one of the following solutions: diesel, diesel and cypermethrin, soy oil and cypermethrin, and saline. Three and 6 days after exposure, resistance and compliance of the respiratory system and white cell kinetics in peripheral blood and lung tissue were analyzed. RESULTS: The group exposed to diesel and cypermethrin showed higher respiratory system resistance (p OBJETIVO: Confirmar el episodio de neumonía eosinofílica ocurrido en marzo de 2001 en Manaus, Amazonas, en el norte de Brasil, secundario al uso de aerosol de cipermetrina diluida al 2% en aceite diésel en las viviendas en comparación con la profilaxis más convencional contra el dengue, basada en cipermetrina al 1% con aceite de soya. MÉTODOS: Se mantuvieron cuatro grupos de ratones suizos en jaulas de policarbonato y se aplicó aerosol con una de las siguientes soluciones: aceite diésel, aceite diésel y cipermetrina, aceite de soya y cipermetrina, y solución salina. Se analizaron la resistencia y el funcionamiento del sistema respiratorio y la cinética de leucocitos en sangre periférica y tejido pulmonar a los tres y seis días después de la exposición. RESULTADOS: El grupo expuesto a aceite diésel y cipermetrina mostró mayor resistencia del sistema respiratorio (P < 0,001, peor funcionamiento (P = 0,03 y más eosinófilos en sangre (P = 0,03 y tejido pulmonar (P = 0,005 que los otros grupos. Se observó un aumento de neutrófilos en sangre en todos los grupos experimentales al tercer día después de la exposición (P < 0,001. CONCLUSIONES: El aceite diésel con cipermetrina indujo una

  17. Diseño y simulación de una planta para la producción de biodiésel a partir de Jatropha curcas L. en el departamento de Bolívar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luis Rafael De la Rosa Ramos

    2015-06-01

    Full Text Available En los últimos años los biocombustibles han sido estudiados como una alternativa frente al uso de combustibles fósiles. Dentro de las recientes fuentes de producción de biodiésel se destaca la Jatropha curcas L. (J. curcas cuyo aceite no es comestible, tiene buenos rendimientos, presentando con esto mayores ventajas que las materias primas tradicionales. En el presente trabajo se desarrolló un diseño conceptual y simulación del proceso de producción de biodiésel a partir del aceite de J. curcas, mediante la simulación de sus etapas en el software HYSYS®. Para este estudio, se trabajó con 11000kg/h de aceite como materia prima, se tuvo en cuenta una etapa de esterificación debido a los altos contenidos de ácidos grasos libres (FFA presentes en este aceite y se emplearon diversos modelos termodinámicos, lo cual permitió obtener un biocombustible con una composición mayor al 98% (masa en metilésteres. En cuanto a las propiedades fisicoquímicas del aceite y biodiésel obtenido por la simulación y correlaciones para la estimación de propiedades, se apreció concordancia con los datos experimentales reportados por diferentes autores, así como por normas ASTM D6751 y el Estándar Europeo EN-12214 que regulan sus características. Estos resultados permitieron identificar a la J. curcas como una alternativa viable para la producción de biocombustibles, y su posible implementación a escala industrial en el departamento de Bolívar, al no poner en riesgo la seguridad alimenticia y propiciar la producción de biocombustibles en Colombia a partir de fuentes vegetales no comestibles

  18. Listado de especies recopiladas en salidas de campo a Alceda (Corvera de Toranzo), Obregón y Sel de la Carrera (Luena), en Cantabria, entre 1942 y 1950

    OpenAIRE

    Valverde Gómez, José Antonio, 1926-2003

    2008-01-01

    Listado de las especies observadas durante numerosas salidas de campo a Alceda (Corvera de Toranzo), Obregón y Sel de la Carrera (Luena), en Cantabria, realizadas entre 1942 y 1950, entre las que se incluyen las siguientes aves: Accipiter gentilis (Azor común), Accipiter nisus (Gavilán común, también llamado Astur palumbarius por el autor), Actitis hypoleucos (Andarríos chico, llamado Actynioides hypoleucus por el autor), Aegithalos caudatus (Mito), Anthus campestris (Bisbita campestre), Alce...

  19. Estudio de la influencia del número de Peclet sobre la eficiencia de filtrado y la pérdida de presión de filtros de partículas diésel

    OpenAIRE

    BELENGUER ALMÉCIJA, SALVADOR

    2016-01-01

    [ES] Los límites impuestos por las normativas que regulan las emisiones contaminantes de los motores Diésel y gasolina de inyección directa hacen necesaria la presencia, entre otros sistemas de post-tratamiento, de un filtro de partículas (PF) en la línea de escape del motor. Las prestaciones de un PF varían con las condiciones fluido-dinámicas. En este proyecto se propone analizar la relación entre la variación de las condiciones de operación del filtro, caracterizadas por medio del número d...

  20. Implementasi Algoritma Perturb and Observe untuk Mengoptimasi Daya Keluaran Solar Cell Menggunakan MPPT di Laboratorium Energi Baru Terbarukan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Utami

    2017-02-01

    Full Text Available Energi yang dihasilkan oleh sel surya sangat bervariasi dan sangat tergantung pada kondisi cuaca. Untuk mengoptimasinya digunakan maximum power point. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Perturb and Observe pada Maximum Power Point Tracker (MPPT sebagai kontroller untuk pembangkitan energi surya. Sistem dibangun menggunakan Arduino Uno R3 untuk mengekstraksi daya maksimum panel surya. Microcontroller ini mengontrol DC buck converter dan digunakan untuk charging baterai 6V. Metode ini beroperasi dengan memberi perturbing tegangan atau arus terminal array dan membandingkan daya yang dihasilkan dengan output panel surya. Diperlukan perturbing yang sesuai untuk mendapatkan nilai optimasi yang tepat. Validasi dari panel surya menggunakan metode yang diusulkan pada MPPT-nya memberikan performansi yang lebih baik dibuktikan pada nilai daya dan tegangannya. Menggunakan parameter perturbation 0.1, MPPT mampu mengoptimasi daya ouput panel surya sebesar 24.49 W dengan beban 5 ? dan nilai irradiasi 523 W/m2  dibandingkan dengan metode konvensional dengan beban sama dan nilai irradiasi sebesar 527 W/m2 yang menghasilkan daya keluaran 15.37 W

  1. Determinación de puntos óptimos para la localización e implantación de plantas de biodiésel en el estado de Tocantins

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Karyn Siebert Pinedo

    2011-01-01

    Full Text Available Este trabajo tiene como objetivo mostrar el resultado de un análisis realizado en el Estado de Tocantins (Brasil con la finalidad de determinar los puntos óptimos para la instalación de usinas para la fabricación de biodiésel. Para este análisis fueron considerados las variables del tipo transporte, producción, almacenamiento, abastecimiento de materia prima como sebo, aceite o cualquier otro producto que pueda servir para producir biodiésel. Sabemos que en tiempos actuales para obtener un buen resultado, las empresas tienen que centrarse en un análisis riguroso de la cadena logística, que tiene como objetivo a un menor costo posible hacer que los productos y servicios queden disponibles en algún lugar donde sea necesario. Para obtener los resultados usamos en nuestro modelo matemático la Programación Lineal Entera Mixta (PLEM y después la técnica de escenarios afín de obtener un resultado satisfactorio.

  2. Sifat fisik hidroksiapatit sintesis kalsit sebagai bahan pengisi pada sealer saluran akar resin epoxy (Physical properties of calcite synthesized hydroxyapatite as the filler of epoxy-resin-based root canal sealer

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ema Mulyawati

    2013-12-01

    : Penambahan bahan pengisi pada sealer berbahan dasar resin akan meningkatkan sifat fisik polimer. Karena sifat biologis bagus, hidroksiapatit (HA sintetis digunakan sebagai bahan pengisi material kedokteran gigi seperti resin komposit. Hidroksiapatit sintesis kalsit merupakan HA yang hasilkan dari mineral kalsit berasal dari berbagai daerah pertambangan di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh berbagai konsentrasi HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer berbahan dasar resin epoksi terhadap sifat fisiknya yaitu sudut kontak, ketebalan film dan kekerasan mikronya. Metode: Kristal HA sintesis kalsit yang berukuran 7,721-88,710 nm dengan rasio Ca/P 1,6886 diperoleh dari sintesis di Laboratorium Keramik, Teknik Mesin, Universitas Gadjah Mada menggunakan wet method dengan microwave hidrotermal. Serbuk resin epoksi dipersiapkan dengan menambahkan kristal HA sintesis kalsit dalam lima konsentrasi yang berbeda yaitu HA-10%, HA-20%, HA-30%, HA-40% dan HA-50% (dalam berat. Masing-masing serbuk diaduk dengan pasta resin epoksi dengan perbandingan 3:1 menggunakan spatula di atas glassplate hingga homogen, selanjutnya dilakukan pengukuran sudut kontak dan ketebalan film. Pengukuran kekerasan mikro dilakukan setelah sealer disimpan dalam inkubator 37 oC selama 24 jam sehingga mencapai polimerisasi sempurna. Hasil: Semua kelompok menunjukkan bahwa sudut kontak <90o dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,510. Semua kelompok menunjukkan bahwa ketebalan filmnya sesuai dengan ISO 6876 (<50 um dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,858. Pada kelompok HA-10%, 20% dan 30% kekerasan mikronya meningkat, sedangkan pada HA-50% menurun dan HA-40% kekerasannya sama dengan kelompok kontrol (HA-0%. Simpulan: Penambahan hingga 50% HA sintesis kalsit sebagai bahan pengisi sealer resin epoksi tidak mempengaruhi sudut kontak dan ketebalan film. Kekerasan sealer dapat ditingkatkan dengan menambahkan HA sintesis kalsit maksimum hingga 30%.

  3. KONTRIBUSI JENIS BAHAN MAKANAN TERHADAP KONSUMSI NATRIUM PADA ANAK USIA 6-18 TAHUN DI INDONESIA (FOOD CONTRIBUTION IN SODIUM INTAKE OF CHILDREN AND YOUNG AGE [6-18 YEARS] IN INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Sri Prihatini

    2017-01-01

    Full Text Available ABSTRACT Hypertension, heart disease and stroke are a major cause of death in Indonesia. In 2013, the prevalence of hypertension in Indonesia about 25,8 persen. WHO concluded that excess sodium consumption showing a positive straightline relationship with increased incidence of hypertension and cardiovascular disease. The aim of data analysis was to get information about  the contribution of sodium intake in children aged 6-18 years. The data came from Individual Food Consumption Study in 2014. The 24 hours recall were done in 2014 was administered to 34.956 children and young people boys and girls aged 6-18 years. Sodium intake were estimated indirectly from food consumption data. The analysis showed that the average of sodium intake in children age 6-18 years were 2609 mg /day, of which as much as 55.3 percent consume more than 2000 mg/day. The food groups that highly contribute to sodium intake were from seasoning (51.8%, cereals and cereals product (21.16%, fish and fish product (10.69%, meat and meat products (4.78%. The main source of sodium intake in children 6-18 years age came from salt (43.9%, followed by noodles (13.2%, other condiment (7.9% and fresh fish (5.4% processed fish (5.3% in consecutive. While  other foods contribute less than 5 percent of sodium.ABSTRAK Saat ini, hipertensi, penyakit jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Menurut hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas tahun 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8 persen. Data WHO menunjukkan bahwa kelebihan konsumsi Natrium berkaitan dengan peningkatan kejadian hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Tujuan analisis data untuk memperoleh informasi kontribusi bahan makanan terhadap asupan Natrium pada anak usia 6-18 tahun. Data yang digunakan adalah data Studi Konsumsi Makanan Individu 2014. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 34.956 anak usia 6-18 tahun. Jumlah asupan Natrium diperoleh dari data recall 1x24 jam. Hasil analisis

  4. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Khairy Abusyairi

    2013-06-01

    Full Text Available Up to day, the materials of Arabic teaching that are developed and used widely in Indonesia in general are the teaching materials used in the madrassah in the Middle East. If the teaching material is the result of the development of amounts not so much. While the demands for innovation and the development of Arabic language teaching materials, today continues to roll, in line with the dynamics of the development of science and technology. Besides that , the demand for Arabic teaching materials that use Indonesian as the language develops in most introductory students, especially those with a general educational background. Thus, one needs to have a competence of teachers in performing their duties is developing instructional materials. Development of teaching materials a teacher is important for learning more effective, efficient, and does not deviate from the competency achieved. Arabic teaching materials can be developed through the following steps : a analysis, b design, c the writing and preparation of the material, d evaluation, e revision.

  5. Énergie nucléaire. Mesure de la radioactivité dans l'environnement. Eau. Mesurage de l'indice de radioactivité bêta globale en équivalent strontium 90 et yttrium 90 dans l'eau peu chargée en sels.

    CERN Document Server

    Association Française de Normalisation. Paris

    1997-01-01

    Énergie nucléaire. Mesure de la radioactivité dans l'environnement. Eau. Mesurage de l'indice de radioactivité bêta globale en équivalent strontium 90 et yttrium 90 dans l'eau peu chargée en sels.

  6. Contribution to the study of uranyl salts in butyl phosphate solutions; Contribution a l'etude des solutions de sels d'uranyle dans les phosphates butyliques

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Coulon, A. [Commissariat a l' Energie Atomique, Fontenay-aux-Roses (France). Centre d' Etudes Nucleaires

    1965-06-01

    A spectroscopic study in the normal infrared region and involving the following associations: tri-alkyl phosphates (tri-butyl, tri-ethyl, tri-methyl), uranyl salts (nitrate, chloride, acetate) has confirmed the existence of an interaction between the phosphoryl group and the uranium atom, as shown by a movement of absorption band for the valency P = 0 from {approx} 1270 cm{sup -1} to {approx} 1180 cm{sup -1}. A study of the preparation, analysis and spectroscopy of the solids obtained by the precipitation of uranyl salts by acid butyl phosphates has been carried out. By infrared spectrophotometry it has been shown that the tri-butyl and di-butyl phosphates are associated in non-polar diluents even before the uranium is introduced. The extraction of uranyl salts from acid aqueous solutions by a diluted mixture of tri-butyl and di-butyl phosphates proceeds by different mechanisms according to the nature of the ion (nitrate or chloride). (author) [French] Une etude spectroscopique dans l'infrarouge moyen portant sur les associations: - phosphates trialcoyliques (tributylique - triethylique - trimethylique) - sels d'uranyle (nitrate, chlorure, acetate) a confirme l'existence d'une interaction entre le groupement phosphoryle et l'atome d'uranium, se manifestant par un deplacement de la bande d'absorption de la vibration de valence P = 0 de {approx} 1270 cm{sup -1} a {approx} 1180 cm{sup -1}. Une etude preparative, analytique et spectroscopique des solides obtenus par precipitation de sels d'uranyle par les phosphates butyliques acides a ete effectuee. La spectrophotomerie infrarouge met en evidence l'association, anterieure a toute introduction d'uranium, des phosphates tributylique et dibutylique dans des diluants non polaires. L'extraction de sels d'uranyle, d'une solution aqueuse acide par un melange dilue de phosphates tributylique et dibutylique, s'effectue suivant des processus differents a la

  7. Concentrações de selênio na dieta e nas unhas de pré-escolares de um centro de educação infantil de São Paulo-SP
    Selenium in diet and nails of preschool from the nursery in São Paulo, Brazil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    C. R. SILVA

    2011-04-01

    Full Text Available

    O estudo objetivou determinar a concentração de selênio nas unhas e na dieta consumida por 66 pré-escolares matriculados em um Centro de Educação Infantil do Município de São Paulo. Para a obtenção do consumo alimentar foi utilizado o método de registro alimentar, com a aplicação da pesagem direta dos alimentos. Os teores de selênio na dieta e nas unhas foram determinados por espectrometria de absorção atômica em forno de grafi te. A ingestão média de selênio das crianças de 2 a 3 anos foi de 18,7μg/dia e das de 4 a 6 anos de 29,5μg/dia. Os teores de selênio nas unhas das crianças de 2 a 3 anos foi 0,50μg/g e nas de 4 a 6 anos 0,48μg/g. Os resultados sugerem que os pré-escolares recebem na instituição uma alimentação adequada com relação ao selênio.

  8. Diagnóstico de fallos en la combustión para motores de combustión interna alternativos diésel por análisis de vibraciones

    OpenAIRE

    Criollo Jadán, Olger Rodrigo; Matute Bravo, Héctor Marcelo

    2014-01-01

    Los motores diésel y sus constantes innovaciones en la gestión electrónica y de control en el proceso de combustión, a través de sistemas sofisticados de inyección directa exigen un adecuado mantenimiento; el análisis de vibraciones a través del estudio de la imagen espectral producto de la aplicación del algoritmo computacional de la transformada rápida de Fourier de la señal en el tiempo se ha convertido en una técnica a ser aplicada. The diesel engines and their constant innovation in t...

  9. Sustitución de combustible diésel por gas licuado de petróleo en un tostador de café de la Torrefactora del Este en Cuba

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jehannara Calle Domínguez

    2010-12-01

    Full Text Available El tema del uso racional de la energía y el cuidado del medio ambiente se ha convertido en una preocupación para dirigentes y técnicos relacionados con la investigación y los servicios, por el encarecimiento de los portadores energéticos y el impacto medioambiental. Actualmente en Cuba, el tostado de café se realiza utilizando diésel como portador energético, sin embargo, es conocido que a nivel mundial se utilizan preferentemente combustibles gaseosos, tales como, el gas natural y gas licuado de petróleo. En este trabajo se estudiaron algunos aspectos de factibilidad técnica-económica de sustitución del combustible diésel por gas licuado de petróleo en la Torrefactora del Este del Grupo Empresarial Cubacafé. Se realizó un balance de energía. Se calculó el volumen del tanque de almacenamiento requerido. Se obtuvo que la cantidad de gas licuado de petróleo necesaria sería de 1240 L diarios con un gasto de 496 dólares. En relación al aspecto ambiental, fue favorable, ya que se dejarían de emitir 383,8 kg de CO2 y 7,9 kg de SO2 por día; garantizándose una reducción en la cantidad de emisiones a la atmósfera.

  10. Sustitución de combustible diésel por gas licuado de petróleo en un tostador de café de la Torrefactora del Este en Cuba

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jehannara Calle Domínguez

    2010-01-01

    Full Text Available El tema del uso racional de la energía y el cuidado del medio ambiente se ha convertido en una preocupación para dirigentes y técnicos relacionados con la investigación y los servicios, por el encarecimiento de los portadores energéticos y el impacto medioambiental. Actualmente en Cuba, el tostado de café se realiza utilizando diésel como portador energético, sin embargo, es conocido que a nivel mundial se utilizan preferentemente combustibles gaseosos, tales como, el gas natural y gas licuado de petróleo. En este trabajo se estudiaron algunos aspectos de factibilidad técnica-económica de sustitución del combustible diésel por gas licuado de petróleo en la Torrefactora del Este del Grupo Empresarial Cubacafé. Se realizó un balance de energía. Se calculó el volumen del tanque de almacenamiento requerido. Se obtuvo que la cantidad de gas licuado de petróleo necesaria sería de 1240 L diarios con un gasto de 496 dólares. En relación al aspecto ambiental, fue favorable, ya que se dejarían de emitir 383,8 kg de CO2 y 7,9 kg de SO2 por día; garantizándose una reducción en la cantidad de emisiones a la atmósfera.

  11. KEMAMPUAN GENTENG PLASTIK BERGELOMBANG (CORRUGATED PLASTIC SEBAGAI BIOFILTER PARTIKEL AMONIAK DAN BAHAN ORGANIK DI MEDIA BUDIDAYA DAN LIMBAH CAIR BUDIDAYA IKAN (Performance of Corrugated Plastic as Biofilter of Ammonia Particle and Organic Material

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muslim Muslim

    2010-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Pertumbuhan budidaya ikan dalam beberapa dekade ini berkembang sangat pesat, hal ini karena permintaan akan ikan meningkat. Meningkatnya kegiatan budidaya ikan selalu diiringi dengan meningkatnya limbah yang dihasilkan. Hal ini akan sangat cepat berpengaruh bila sistem budidaya yang dipakai adalah semi intesif atau intensif. Limbah tersebut harus segera dihilangkan atau dikurangi, karena akan berdampak pada ikan yang dibudidaya dan lingkungan seperti sungai dan laut. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kemampuan genteng plastik bergelombang mengurangi limbah yang dihasilkan budidaya ikan yaitu Total Suspended Sediment (TSS, Suspended Sediment (SS, amoniak dan bahan organik (COD. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa air limbah budidaya ikan yang mengandung TSS, SS, amoniak dan bahan organik setelah dilewatkan dengan genteng plastik bergelombang konsentrasinya menurun dengan tingkat efisiensi pengurangan yang terjadi di dalam kolam ikan dan di luar kolam ikan adalah sebagai berikut: 74,51% dan 54,42% (TSS; 39,20% dan 49,12% (SS; 19,82% dan 14,2% (amoniak; dan 24,82% dan 22,47% (COD. Ternyata genteng plastik bergelombang mempunyai tingkat pengurangan (g/m3/hr dan tingkat pengurangan spesifik (mg/m2/hr terhadap kandungan amoniak lebih efektif bila dibandingkan dengan material lain seperti plastic rolls, scrub pads, pipa PVC dan lain sebagainya.   ABSTRACT Aquaculture has been developing rapidly during the last few decades; it is due to the increase of fish demand. Increasing aquaculture activities especially with semi-intensive and intensive system have significant effect on waste production, which has to be removed or to be reduced quickly because will effect on fish in rearing tank and environment when through away to environment such as river and sea. The objectives of this study were to know the capability of corrugated plastic to remove or to reduce wastes content produced by aquaculture activities, i.e, Total Suspended

  12. KOMPOSISI DAN STRUKTUR TEGAKAN PENGHASIL KAYU BAHAN BANGUNAN DI HUTAN LINDUNG TANJUNG TIGA, MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN (Composition and Structure of Tree that Produce Building Materials in The Tanjung Tiga Protected Forest, Muara Enim, South Sumatra

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Syamsul Hidayat

    2015-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Hutan Lindung Tanjung Tiga adalah hutan hujan tropis yang tersisa di Muara Enim berada pada ketinggian di atas 1300 m dpl. Keberadaan hutan ini sangat penting baik sebagai pengatur hidrologis maupun sebagai penghasil kayu. Pada umumnya bangunan rumah masyarakat di desa Tanjung Tiga masih menggunakan beragam kayu hutan, sementara keberadaan pohon penghasil kayu-kayu utama untuk bangunan ini sudah mulai berkurang. Penelitian mengenai kondisi hutan, khususnya komposisi dan struktur tegakan penghasil kayu bahan bangunan telah dilakukan pada bulan April 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang famili pohon-pohon penghasil kayu bangunan di Hutan Tanjung Tiga sebagai bahan acuan tindakan konservasi hutan baik bagi masyarakat maupun pemerintah setempat. Penelitian dilakukan dengan metode transek dan petak contoh kuadrat di tiga areal berbeda. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga famili penting yaitu Myrtaceae, Fagaceae dan Lauraceae, namun baik jumlah maupun diameter batangnya sangat rendah sehingga perlu segera upaya pencegahan penebangan lebih lanjut dan tindakan konservasi yang menguntungkan semua pihak.  ABSTRACT Tanjung Tiga protected forest is a remnant of tropical rain forests, which are located at an altitude above 1300 m asl. The existence of this forest is very important both as a regulator of hydrological, as well as the timber resources. In general, rural residential buildings in the village still use a variety of forest timber. While the presence of trees producing the main timber for the building has begun to diminish in nature. Research on the condition of forests, in particular the composition and structure of the building material stands have been carried out in April 2013. This study aimed to obtain information on trees family that produce building material in forests as a reference for forest conservation efforts both for society and local authorities. The research was conducted with nested

  13. Penelusuran Daya Maksimum Pada Panel Photovoltaic Menggunakan Kontrol Logika Fuzzy Di Kota Surabaya

    OpenAIRE

    Pebriningtyas, Kurnia Ma'rifatin; Musyafa, Ali; Indriawati, Katherin

    2013-01-01

    Kebutuhan energi semakin lama semakin meningkat dan sumber energi utama yang digunakan saat ini mempunyai keterbatasan untuk memperbaruinya. Photovoltaic adalah komponen semikonduktor yang berfungsi mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari yang termasuk sumber energi primer tersedia sepanjang tahun di semua tempat di permukaan bumi. Tingkat penyinaran yang berbeda-beda menyebabkan daya keluaran dari photovoltaic bervariasi. Karakteristik V-I sel surya adalah nonlin...

  14. Rancang Bangun Pengering Surya Tipe Bak Untuk Biji Kopi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hendri Syah

    2016-04-01

    Abstract. The main aim of this study was to design and develop hybrid dryer in which heat sources are coming from coffee husks furnace and solar collectors used for coffee beans drying. We also tested its performance and calculated the energy consumption produced and total costs required to perform coffee beans drying. The study consisted of three stages; (1 structural and functional design of drying chamber, furnace and solar collector, (2 dryer construction and development, (3 functional test. The overall results of this study showed that solar collector was effectively working properly during the ten days drying. Yet, this developed dryer is still heavily influenced by the weather, and thus the use of biomass as an energy supplement is needed. The average air temperature produced by the dryer ranges between 36.2 oC to 48.6 oC, while the relative humidity (RH ranging from 43.6% -72.6%.

  15. FORMULASI LOTION TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL BERAS MERAH (Oryza nivara

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Saadah Daud

    2016-10-01

    Full Text Available Sunburn, premature aging and skin cancer due to the exposure of UV radiation especially UVA and UVB, became one of the causes the cosmetic products commercialization containing sunscreen compound increase. Red rice as one of the natural ingredient was reported have sunscreen activity as its containing anthocyanin pigments. This study was conducted to formulate the ethanolic extract of red rice into the sunscreen lotion form that has the sunscreen activity and stable. The extraction was done using maceration method with 96% ethanol as a solvent. Pysical stability and sunscreen effectiveness studies were done to the three formula lotions containing ethanolic extract respectively of 2.5% (Formula A, 5% (Formula B and 10% (Formula C. All lotions were scented of typical rose oil in semi-solid form with an average value of viscosity were of 90-100 dPa.s. The sunscreen lotions were colored white to white dark peach. The studies showed the stability of all lotion preparations remained homogeneous and did not undergo a phase inversion with the emulsion type of oil in water (O/W through cycling test. Unfortunately the distinctive odor of rose oil were reduced and the dosage form became more dilute caused the spread force became larger. The studies also showed the sunscreen effectiveness of SPF values were increase as the increasing of the extract concentration. The SPF value for each formula were 5.30 (moderate protection, 6.30 (extra protection and 7.00 (extra protection. The base components of lotion did not affect the sunscreen activity with SPF values of 1.76 (not effective.

  16. Pengaturan Lampu Lalu Lintas Secara Nirkabel Bertenaga Surya

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nanang Warihandoko

    2017-01-01

    Full Text Available Lampu lalu lintas merupakan sarana yang penting untuk mengatur kendaraan yang melintasi persimpangan. Tetapi pada lampu lalu lintas banyak terdapat permasalahan, misalnya kondisi persimpangan dekat sungai, dekat perlintasan kereta api atau persimpangan tidak simetris sehingga penggunaan kabel tidak efektif digunakan. Oleh karena itu pada penelitian ini telah dikembangkan sebuah sistem kontrol lampu lalu lintas secara nirkabel menggunakan perangkat Xbee  dengan topologi jaringan point to multipoint untuk komunikasi antara kontrol utama lampu lalu lintas dengan setiap lampu lalu lintas  di persimpangan. Sistem ini  menggunakan ip kamera untuk mengetahui kepadatan setiap persimpangan sehingga dapat mengatur waktu hijau secara efektif. Algoritma haar cascade clasifier digunakan untuk menghitung jumlah kendaraan di setiap persimpangan dan memberikan input ke kontrol utama lampu lalu lintas untuk mengatur waktu hijau. Sistem dilengkapi dengan monitoring via web server menggunakan thingspeak.com  untuk mengetahui tegangan pada baterai. Pengujian dilakukan dengan meletakkan setiap lampu dengan jarak 100 meter dari kontrol utama lampu lalu lintas. Untuk penggunaan Baterai 50 AH dengan  beban  lampu lalu lintas dan modul xbee dapat digunakan selama 8 hari tanpa pengisian. Penentuan waktu hijau efektif di simpang empat  adalah antara 15 sampai 28 detik untuk setiap banyak antrian kendaraan, dengan kesalahan deteksi kendaraaan dalam kondisi antrian adalah 45%

  17. Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dan Penerapannya Untuk Daerah Terpencil

    OpenAIRE

    Kholid Akhmad

    2005-01-01

    Solar cell is a device which is capable of converting directly the energy of light to electricity. This device have been implemented in some rural areas of Indonesia as solar home systems of 50 Wp, and PV-diesel hybrid systems. While operation, the solar cell system didn¶ t need fossil fuel, no result pollution and noise to the environment, almost maintenance free, and very easy to operate. The solar radiation is the renewable energy source of solar cell which is abundance and unlimited. Howe...

  18. Page 1 388 S Natarajan Balasubrahmanyam and H Surya Prakash ...

    Indian Academy of Sciences (India)

    Soc. 94 5734. Balasubrahmanyam S N and Balasubramanian M. 1973 Tetrahedron 29 683. Balasubrahmanyam S N and Balasubramanian M. 1971 J. Chem. Soc. (C) 827. Bates R B, Eisenbraun E J and McElwain S M 1958 J. Am. Chem. Soc. 80 3413. Biglino G 1962 Farmaco (Paria) ed. Sci. 17377 (Chem. Abstr. 58 5684f).

  19. Pemantauan Parameter Panel Surya Berbasis Arduino secara Real Time

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhammad Rizal Fachri

    2015-09-01

    Full Text Available Monitoring the output parameters of a solar module is required for assessing its performance under real operating conditions. This paper presents a new technique for monitoring the output parameters i.e. current and voltage of a solar module directly under real operating conditions. In this new monitoring technique, the output parameters of a solar module can be directly processed in real time condition and their results are displayed in a graph. The monitoring system is developed using microprocessor Arduino Atmega 328P and equipped with calibrated current and voltage sensors, a data acquisition system which is integrated directly into an Excel spreadsheet using the PLX-DAQ application program and a memory card for backup. The monitoring system is connected to a computer using a RS232 serial port. The collected data is saved directly into a spreadsheet and plotted in real time. This technique provides an easy access to the collected data for further analysis.

  20. Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dan Penerapannya Untuk Daerah Terpencil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Kholid Akhmad

    2005-08-01

    Full Text Available Solar cell is a device which is capable of converting directly the energy of light to electricity. This device have been implemented in some rural areas of Indonesia as solar home systems of 50 Wp, and PV-diesel hybrid systems. While operation, the solar cell system didn¶ t need fossil fuel, no result pollution and noise to the environment, almost maintenance free, and very easy to operate. The solar radiation is the renewable energy source of solar cell which is abundance and unlimited. However, the solar cell is the promising one as a future energy technology of Indonesia.

  1. Selênio orgânico na alimentação de matrizes de tilápia-do-Nilo (Oreochromis niloticus = Organic selenium in the diet of Nile tilapia (Oreochromis niloticus broodstock

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Teresa Cristina Ribeiro Dias Koberstein

    2009-10-01

    Full Text Available O objetivo deste trabalho foi avaliar o efeito da suplementação de selênio orgânico na dieta de matrizes de tilápia-do-Nilo. Foi avaliado o desempenho zootécnico e reprodutivo das matrizes, assim como o crescimento das larvas (progênies. Utilizaram-se 80 peixes em idade reprodutiva, com peso médio de 121 g, divididos em grupos de quatro animais (três fêmeas e um macho, estocados em 20 tanques de 1,5 m3. Os peixes foram alimentados com cinco dietas contendo níveis crescentes de suplementação com selênio orgânico (0,0; 0,25; 0,50; 0,75 e 1,0 mg kg-1 de ração. O delineamento experimental utilizado foi inteiramente casualizado com cinco tratamentos e quatro repetições. Para avaliar o desempenho zootécnico da progênie, as larvas produzidas de cada tratamento foram divididas em quatro aquários e alimentadas durante 30 dias com ração comercial (45% PB. O desempenho zootécnico e reprodutivo das matrizes não apresentou diferenças estatísticas (p > 0,05. Por outro lado, as matrizes que foram alimentadas com dietas suplementadas com 0,50 mg de selênio orgânico produziram larvas que apresentaram melhor (p The aim of this study to test the effect of organic selenium supplementation in the diets of Nile tilapia broodstock. Growth, reproductive performance and performance of fingerlings were evaluated. Eighty adult fish were used, with average weight of 121.7 gand divided into groups of four animals (3 female and 1 male stocked in 20 tanks with 1.5 cubic meters. The fish were fed five diets containing different levels of organic selenium (0.0; 0.25; 0.50; 0.75 and 1.0 mg kg-1 ration. In the experimental period, females from all tanks were captured and the eggs collected. The experimental design was entirely randomized, with five treatments and four replicates. To evaluate progeny performance, the fingerlings were shared in four aquariums and fed during 30 days with commercial diet(45% CP. The supplementation with organic selenium

  2. Dietary supplementation of chelated selenium and broiler chicken meat qualitySuplementação de selênio quelatado na ração e qualidade da carne de frango

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Massami Shimokomaki

    2012-02-01

    Full Text Available The glutathione peroxidase (GSH-Px is selenium-containing enzyme, which catalyses the reduction of hydrogen peroxides and lipid hydroperoxides preventing the oxidative damages in animal tissues. The selenium (Se deficiency increases the need for vitamin E. The aim of this study was to investigate the effect of dietary supplementation of chelated Se on the poultry meat quality. Fourteen Cobb chicks with 1 day of age were divided into two groups: C-Control group (without supplementation and S-Supplemented group (with 0.03mg of chelated Se.kg-1 of feed. Birds at 42 days of age were slaughtered and boneless skinless chicken thighs were collected and stored at –18ºC for 30 days. Thighs were analyzed for the cooking loss, lipid oxidation by Thiobarbituric-Acid-Reactive Substances (TBARS and GSH-Px activity by coupled assay procedure recording the NADPH (nicotinamide adenine dinucleotide phosphate reduced oxidation. Samples of Supplemented group presented 33.8% less water after cooking (p ? 0.05 and were 23.6% (p ? 0.10 less oxidized when compared with samples of group Control. The GSH-Px activity of thighs did not differ significantly (p> 0.05 between groups Supplemented and Control. The supplementation with 0.03mg of Se in the kg of feed improved the meat quality by reducing the lipid oxidation and cooking loss, however did not increase the GSH-Px activity.O selênio (Se é componente da enzima glutationa peroxidase (GSH-Px que catalisa a redução de peróxido de hidrogênio e peróxido lipídico, prevenindo danos oxidativos nos tecidos animais. A deficiência de Se aumenta a necessidade de vitamina E pelos animais. O objetivo deste trabalho foi avaliar o efeito da suplementação de selênio quelatado sobre a qualidade da carne de frango. Os 14 pintinhos de corte da linhagem Cobb de 1 dia de idade foram divididos em 2 grupos: C-Controle (sem suplementação e S-Suplementado com 0,03mg Se quelatado. kg-1 de ração. Os frangos com 42 dias de

  3. KONSERVASI PLASMA NUTFAH SECARA IN VITRO

    OpenAIRE

    Tjokrokusumo, Donowati S

    2011-01-01

    Tehnik-tehnik in vitro mempunyai potensi yang sangat besar untuk koleksi, pertukaran, dan konservasi termasuk (1) sumberdaya genetis dari benih-benih yang mengandung “recalcitrant” dan species yang di perbanyak secara vegetatif seperti halnya species yang sedang dalam bahayakepunahan, (2) genotipe “elite” yang dikembang-biakkan pada skala besar dalam laboratorium produksi, dan (3) kultur /pembibitan galur sel yang memproduksi bahan “metabolite” dan bahan baku yang direkayasa secara genetis. T...

  4. Konservasi Plasma Nutfah Secara in Vitro

    OpenAIRE

    Tjokrokusumo, Donowati S

    2004-01-01

    Tehnik-tehnik in vitro mempunyai potensi yang sangat besar untuk koleksi, pertukaran, dan konservasi termasuk (1) sumberdaya genetis dari benih-benih yang mengandung “recalcitrant” dan species yang di perbanyak secara vegetatif seperti halnya species yang sedang dalam bahayakepunahan, (2) genotipe “elite” yang dikembang-biakkan pada skala besar dalam laboratorium produksi, dan (3) kultur /pembibitan galur sel yang memproduksi bahan “metabolite” dan bahan baku yang direkayasa secara genetis. T...

  5. Evaluación de las técnicas de atenuación natural, bioventing, bioaumentación y bioaumentación- bioventing, para la biodegradación de diésel en un suelo arenoso, en experimentos en columna

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Angélica María Muskus Morales

    2013-08-01

    Full Text Available El presente estudio fue desarrollado dentro del convenio de cooperación institucional realizado entre laUniversidad Pontifi cia Bolivariana, Seccional Bucaramanga y el Instituto Colombiano de Petróleos – ICP, con el fi nde dar solución a una problemática que se presenta en las zonas de manejo de hidrocarburos, donde se evidenciansuelos arenosos contaminados con diésel hasta concentraciones del 6% y a una profundidad máxima de 80 cm.Para el desarrollo metodológico se contaminó un suelo artifi cialmente con diésel para evaluar las técnicas deBioventing, Atenuación Natural, Bioaumentación y Bioventing-Bioaumentación, utilizando montajes en columnas.Se defi nieron los parámetros de diseño y seguimiento como dimensiones de las columnas, caudal de entrada,concentración de diésel, oxígeno disuelto y crecimiento bacteriano; para la bioaumentación se inoculó el suelocon un consorcio bacteriano producido por el ICP. Se realizaron los montajes experimentales por triplicado y secontroló el proceso durante cuatro meses. Los resultados obtenidos mostraron que en la técnica de Bioventingse obtuvieron porcentajes de remoción de diésel hasta del 97%. Con la técnica de Bioventing-Bioaumentación sealcanzaron porcentajes de remoción hasta del 75% y con las técnicas de Atenuación Natural y Bioaumentación,los porcentajes de remoción no superaron el 48%. El estudio mostró que el consorcio bacteriano utilizado yevaluado mediante las técnicas de Bioaumentación y Bioventing-Bioaumentación, no potencializó la efi cienciade los procesos de biorremediación del suelo arenoso contaminado con diésel.

  6. APLIKASI MODEL QUAL2Kw UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR SUNGAI GAJAHWONG YANG DISEBABKAN OLEH BAHAN ORGANIK (Aplication of Qual2Kw Model to Determine the Strategy in Solving Gajahwong River Water Pollution Caused by Organic Matter

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Agnes Dyah Novitasari Lestari

    2013-11-01

    Full Text Available ABSTRAK Telah dilakukan pemodelan kualitas air terhadap Sungai Gajahwong menggunakan model QUAL2Kw untuk parameter DO-BOD. Diselidiki dinamika DO-BOD sungai tersebut pada kondisi eksisting tahun 2011. Oleh karena beban pencemar pada kondisi hujan dan tanpa hujan berbeda, maka prediksi dilakukan pada kedua kondisi tersebut. Hasil pemodelan QUAL2Kw untuk kondisi eksisting Sungai Gajahwong tahun 2011 menunjukkan bahwa pada kondisi hujan dan tanpa hujan, konsentrasi BOD sungai telah melebihi bakumutu air kelas II. Hasil simulasi menunjukkan bahwa (1 Pembangunan perumahan yang membuang limbah cairnya ke Sungai Gajahwong pada debit total 0,1 m3/s dengan konsentrasi BOD 10 mg/L dapat meningkatkan BOD serta menurunkan DO Sungai Gajahwong, dan (2 Pengelolaan kualitas air dan penanggulangan pencemaran air oleh bahan organik pada Sungai Gajahwong dapat dilakukan dengan strategi pembuatan IPAL komunal di setiap kabupaten dengan penurunan konsentrasi BOD hulu hingga 2 mg/L.   ABSTRACT Water quality modelling of Gajahwong River has been done using QUAL2Kw model for DO-BOD parameters. The dynamics of DO-BOD of the river on the existing conditions in 2011 has been investigated. Because of  the load of pollutants in the rainy condition and no rain condition was different, then the predictions made on both conditions. QUAL2Kw modelling results for Gajahwong River in year 2011 showed that the BOD concentration of the river on both conditions has exceeded water quality standards class II. The simulation results showed that: (1 Housing construction that discharge its liquid waste into Gajahwong River on total discharge 0,1 m3/s with concentration of BOD 10 mg/L, increased the BOD and decreased the DO of Gajahwong River, and (2 Water quality management and organic pollution control of Gajahwong River can be done by a strategy of making communal WWTP in each district with reduction of the upstream BOD concentration to 2 mg /L.

  7. İçsel Markalaşma Uygulamalarıyla Markanın Örgüt İçerisinde Tutundurulması: ARKAS Holding Örnek Olayı* ( Promoting Brand Within Organization Via Internal Branding: ARKAS Holding Case Study

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Aysun KAHRAMAN

    2015-12-01

    Full Text Available İçsel markalaşma; çalışanların, çalıştıkları işletmenin marka vaadini, marka değerini anlaması ve benimsemesi sonucunda, dış müşterilerin de markayı daha kolay benimseyeceğini savunmaktadır. Bu çalışmanın amacı, ülkemiz literatüründe yeterince ele alınmamış olan içsel markalaşma olgusunu teorik temeller ve uygulama aşamaları açısından açıklığa kavuşturmaktır. Çalışmada ilk olarak markalaşmanın önemine ve markalaşma sürecinde çalışanların rollerine değinilmiştir. Daha sonra içsel markalaşma kavramı, içsel markalaşma uygulamalarında kullanılan teknikler ve araçlar teorik olarak incelenmiştir. Çalışmanın uygulama bölümü için bir hizmet işletmesi olan Arkas Holding’in iki yöneticisiyle, Arkas Holding’deki içsel markalaşma uygulamalarıyla ilgili olarak derinlemesine görüşmeler yapılmıştır. Yapılan görüşmeler sonrasında elde edilen bulgular değerlendirildikten sonra Arkas Holding’de içsel markalaşmanın önemi, içsel markalaşma uygulamalarının nasıl gerçekleştiği, bu süreçte dikkat edilmesi gereken unsurlar ve karşılaşılan zorluklar ortaya konulmuştur. Internal branding supports the idea that external customers will internalize the brand more easily if employees understand and adopt the brand promise and brand values of the company which they work for. The aim of this study is to clarify internal branding phenomenon, which which has not been discussed enough in the Turkish literature, in terms of literature and application areas. Firstly the study has discussed the importance of branding process and the role of employees in this process. Then, the concept of internal branding, the technics and the tools whics are used for application of internal branding is examined theoretically. In the application part in-depth interviews were conducted with two managers of Arkas Holding about internal branding activities in Arkas Holding. After

  8. Determination of selenium toxicity to Oreochromis niloticus based on hematological parameters=Determinação da toxicidade do Selênio por meio de análises hematológicas em Oreochromis niloticus

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Silmara Regina Siqueira

    2012-04-01

    Full Text Available Selenium (Se is described as an essential micronutrient and participates in different biological functions, as the antioxidant defense systems maintenance and regulation. However, when in high concentrations, Se may cause toxic effects as well as hematological changes in fish. The aim of the present study was to determine the toxicity of selenium in the form of sodium selenate (Na2Se6+O4 in Oreochromis niloticus based on hematological parameters, after exposure to different concentrations (0.01, 0.14 and 1.4 mg Se6+ L-1. The erythrocytic and leukocytic series were examined over 14 days at intervals of 0, 3, 5, 7,10 and 14 days. The erythrocytic series showed significant alterations in the first 7 days, including the control group. Neutrophils and monocytes showed variations in the first 3 days at a concentration of 1.40 mgSe6+ L-1 characterizing an acute response. The total number of leukocytes was different in relation to time zero on all Se concentrations. The thrombocyte count also differed statistically from time zero and control in the first 3 days at 0.14 mgSe6+ L-1. These results indicate that different concentrations induce an acute response with diminution of total leukocytes, neutrophilia, monocytosis and thrombocytosis.O selênio (Se é descrito como um micronutriente essencial e participa de diversas funções biológicas. No entanto, quando em concentrações elevadas, o Se pode causar efeitos tóxicos, bem como alterações hematológicas em peixes. O objetivo do presente estudo foi determinar a toxicidade do selênio na forma de Selenato de sódio (Na2Se6+O4 em Oreochromis niloticus com base em parâmetros hematológicos, após a exposição a diferentes concentrações (0,01, 0,14 e 1,4 mg + Se6+ L-1. A série eritrocitária e leucocitária foram examinadas por 14 dias, em intervalos de 0, 3, 5, 7,10 e 14 dias. A série eritrocítica mostrou alterações significativas nos primeiros 7 dias, incluindo o grupo controle. Neutr

  9. Perfil proteico e metabolismo oxidativo de cordeiros experimentalmente infectados pelo Haemonchus contortus e suplementados com selênio e vitamina E Protein Profile and oxidative metabolism of lambs experimentally infected with Haemonchus contortus and supplemented with selenium and vitamin E

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Paula Rocha Sampaio Junchem Nicolodi

    2010-03-01

    Full Text Available Para avaliar a influência da suplementação com selênio e vitamina E sobre o perfil proteico e metabolismo oxidativo de cordeiros infectados experimentalmente pelo Haemonchus contortus, trinta cordeiros fêmeas foram distribuídos em quatro grupos: G1 (n=10: animais infectados; G2 (n=10: infectados e suplementados; G3 (n=5: controle; e G4 (n=5: não infectados e suplementados. Os grupos 1 e 2 receberam 500 larvas de H. contortus (L3, via oral, por um período de 20 dias, com intervalo de dois dias entre as doses. A suplementação nos grupos 2 e 4 foi realizada no dia zero, com 0,1mg kg-1 de Selenito de sódio (1,67% e com 2.000UI de vitamina E por via intramuscular (IM. Somente a vitamina E foi reaplicada no dia 30. As coletas de sangue para determinação do perfil proteico (proteína total, albumina, alfa, beta e gamaglobulina e metabolismo oxidativo (espécies reativas ao ácido tiobarbitúrico-TBARS e a enzima glutationa peroxidase (GSPX foram realizadas nos dias zero, 20, 30, 45, 60 e 80. OPG foi quantificado nos dias 0, 20 ,45 e 80. Em relação aos valores de proteínas totais, albumina, betaglobulina e gamaglobulina, as principais diferenças foram observadas quando os grupos parasitados foram comparados com o grupo somente suplementado; e este manteve valores mais elevados. Conclui-se que não há influência da suplementação com selênio e vitamina E no perfil proteico e metabolismo oxidativo quando os cordeiros se encontram severamente parasitados por H.contortus.The objective of the present study was to describe the influence of supplementation with selenium and vitamin E on the protein and oxidative profiles of lambs experimentally infected with Haemonchus contortus. Thirty female lambs were divided into four groups as follows: G1 (n=10: infected animals; G2 (n=10: infected and supplemented; G3 (n=5: control; G4 (n=5: non-infected and supplemented. Groups 1 and 2 received 500 H. contortus larvae (L3 orally for a period of 20

  10. THE RELATIONSHIP OF THE GENERAL REACTION SCORE WITH THE NATURAL KILLER CELLS ACTIVITY AMONG WOMEN WITH AIRCRAFT NOISE EXPOSURE IN THE AREA OF ADI SOEMARMO AIRPORT SOLO (Hubungan antara general reaction score dengan aktivitas sel NK pada wanita

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hartono Hartono

    2011-07-01

    Full Text Available ABSTRAK Paparan bising pesawat udara dapat berisiko terhadap kesehatan. Terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa paparan bising pesawat udara dapat menyebabkan gangguan pendengaran, hipertensi, penyakit jantung iskemik, ketergangguan (annoyance, gangguan tidur dan penurunan prestasi sekolah. Sedangkan efek terhadap perubahan pada sistem imun dan lahir cacat, bukti-bukti masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara general reaction score dengan aktivitas sel NK pada wanita yang terpapar bising pesawat udara di sekitar bandara Adi Sumarmo Solo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan bagi masyarakat serta pemerintah daerah khususnya dalam upaya pencegahan terhadap dampak paparan bising pesawat udara. Rancangan penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan mengambil lokasi di Desa Dibal dan Gagak Sipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli 2008 sampai dengan bulan Juni 2009. Jumlah keseluruhan sampel 39, terbagi dalam 3 kelompok; kelompok 1 terpapar bising intensitas 92,29 dB (13 responden; kelompok 2 terpapar bising intensitas 71,79 dB (13 responden; kelompok 3 terpapar bising intensitas 52,17dB (13 responden. Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Anova diikuti dengan Post Hoc Test metode LSD dilengkapi dengan Homogenous Subsets. Uji Anova menujukkan ada perbedaan yang signifikan antar kelompok terhadap general reaction score yang ditunjukkan dari nilai p=0,000. Uji Pearson Correlation menunjukkan ada hubungan yang negatif antara general reaction score dengan aktivitas sel NK (r = – 0,631; p < 0,05. ABSTRACT Exposure to noise constitutes a health risk. There is sufficient scientific evidence that aircraft noise exposure can induce hearing impairment, hypertension and ischemic heart disease, annoyance, sleep disturbance, and decreased school

  11. Níveis de vitamina E e de selênio para pós-larvas de Macrobrachium amazonicum - DOI: 10.4025/actascianimsci.v26i1.1965 Dietary level of vitamin E and selenium on diets for post larvae of Macrobrachium amazonicum - DOI: 10.4025/actascianimsci.v26i1.1965

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alexandra da Silva Pereira

    2004-04-01

    Full Text Available Esta pesquisa teve por objetivo determinar os melhores níveis dietários de vitamina E e de selênio para pós-larvas do camarão amazônico, Macrobrachium amazonicum (Crustacea. Nesse sentido, pós-larvas com peso médio de 280mg e comprimento médio de 20,60mm foram mantidas em 28 aquários de 12L dotados de sistema de recirculação de água e de controle automático de temperatura, submetidas à esquema fatorial 3x2, em um delineamento inteiramente casualizado, com 1 tratamento adicional, totalizando 4 repetições por tratamento. As pós-larvas foram alimentadas com rações purificadas à base de albumina e de gelatina, contendo 3 níveis de vitamina E (100mg/kg, 200mg/kg e 400,00mg/kg, 2 níveis de selênio (0,50mg/kg e 1mg/kg e 1 tratamento adicional (sem suplementação de selênio e de vitamina E. Após 30 dias, avaliou-se o ganho de peso, a conversão alimentar aparente, a taxa de sobrevivência e a concentração de selênio no filé. Observou-se que: 200mg de vitamina E/kg e 0,50mg de selênio/kg proporcionam melhores respostas de ganho de peso e de conversão alimentar aparente; 100mg de vitamina E/kg e 0,50mg de selênio/kg proporcionam melhor taxa de sobrevivência e, 200mg de vitamina E/kg e 1mg de selênio/kg proporcionam maior concentração de selênio no filé. Com base nesses resultados, recomenda-se 200mg de vitamina E/kg e 0,50mg de selênio/kg de ração, na alimentação de pós-larvas de camarão amazônico, de modo a proporcionar melhores resultados quanto ao desempenho produtivo.The objective of this study was to determine the best dietary level of vitamin E and selenium on diets for Amazon prawn, Macrobrachium amazonicum (Crustacea. Thus, post-larvae of 280mg average weight and 20.60mm average length were kept in 28 aquaria (12.00L supplied with water. They were maintained in automatic control of temperature, in a completely randomized factorial experiment 3x2 design, plus an additional treatment, with four

  12. La hidrodesulfuración previa al reformado catalítico como método para disminuir los efectos de la corrosión asociados a los compuestos azufrados presentes en el diésel y sus mezclas

    OpenAIRE

    Reinel Cárdenas, Franklin Alexander

    2014-01-01

    Artículo de reflexión El azufre es uno de los principales contaminantes del diésel y de la gasolina. Los niveles de azufre en el petróleo crudo oscilan entre 1.000 y 30.000 ppm (partes por millón), por lo que eliminarlo de los combustibles implica un esfuerzo financiero importante. La creciente preocupación por la contaminación con regulaciones ambientales cada vez más estrictas ha generado el desarrollo de planes de acción para contrarrestar los efectos causados por la presencia de compue...

  13. Efeito da suplementação de cobre e selênio na dieta de novilhos Brangus sobre o desempenho e fermentação ruminal The effects of copper and selenium supplementation in the diet of Brangus steers on performance and rumen fermentation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    G.R. Del Claro

    2013-02-01

    Full Text Available Vinte e oito bovinos Brangus foram usados para determinar o efeito da suplementação de cobre e selênio no desempenho e na fermentação ruminal. Os animais foram divididos em: 1 C(Controle - sem a suplementação de cobre e selênio; 2 Se - 2mg Se/kg de matéria seca na forma de selenito de sódio; 3 Cu - 40mg Cu/kg de matéria seca na forma de sulfato de cobre; 4 Se/Cu - 2mg Se/kg de matéria seca na forma de selenito de sódio e 40mg Cu/kg de matéria seca na forma de sulfato de cobre. As pesagens dos animais foram feitas em intervalos de 28 dias, após jejum completo de 18 horas. Foram colhidas amostras de líquido ruminal para análises de ácidos graxos voláteis e pH. O ganho de peso diário aumentou com a suplementação de Se (P0,05. Os animais submetidos à suplementação com Cu apresentaram menor pH ruminal quando comparado com a suplementação Se/Cu (P0,05 entre os tratamentos. Apesar do pouco efeito na fermentação ruminal, as suplementações de selênio, cobre e selênio/cobre proporcionaram uma melhor eficiência alimentar.Twenty-eight Brangus cattle were used to determine the effect of copper and selenium supplementation on performance and rumen fermentation. The animals were divided in: 1 (Control - without supplementation of copper and selenium; 2 Se - 2mg Se/kg of dry matter as sodium selenite; 3 Cu - 40mg Cu/kg of dry matter as copper sulphate; 4 Se/Cu - 2mg Se/kg of dry matter as sodium selenite and 40mg Cu/kg of dry matter as copper sulphate. Animal weighing was performed in 28 day intervals, after 18 hours of fasting. Samples of rumen liquid were collected for analysis of volatile fatty acid and pH. The daily weight gain increased with selenium supplementation (P0.05. The animals that received copper supplementation had lower pH rumen compared with selenium/copper supplementation (P0.05 among treatments. Despite the little effect on rumen fermentation, the supplementations of selenium, copper and selenium

  14. PEGAGAN (Centella asiatica SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI PADA TERNAK

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    I Nengah Kerta Besung

    2012-11-01

    Full Text Available Pegagan merupakan tanaman yangbanyak tumbuh di daerah trofis. Pegaganmengandung bahan aktif triterpenoidsaponin yang bermanfaat untukmeningkatkan total sel darah putih,aktivasi makrofag dan titer antibodi,sehingga dapat dipakai sebagaipencegahan terhadap penyakit infeksipada hewan maupun pada manusia.Dengan demikian perlu diteliti lebihlanjut tentang peranan pegagandalammencegah infeksi virus, bakteri, jamurdan parasit baik pada ternak maupunhewan kesayangan.

  15. Darüşşifas Where Music Threapy was Practiced During Anatolian Seljuks and Ottomans / Selçuklu ve Osmanlı Darüşşifalarında Müzikle Tedavi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Gülşen Erdal

    2013-03-01

    etki günümüzde açıkça bilinmektedir. Bilinen en eski tedavi yöntemlerinden biri olan Müzikle tedavinin geçmişi binlerce yıl öncesine dayanır. Türklerin, müzikle tedavide İbn Sina, Razî, Farabî, Hasan Şuurî ve Gevrekzade Hasan Efendi gibi bilim adamlarının yaptıkları araştırmaların yer aldığı kitaplardan faydalanarak, Selçuklu ve Osmanlılar döneminde, akıl hastalıklarının tedavisine uygun akustikle inşa edilen hastaneler-darüşşifalarda kullanmaları, ilk ciddi müzikle tedavi uygulamaları olarak değerlendirilir. Darüşşifa, Türk ve İslam dünyasında pratiğe ve gözleme dayalı sağlık hizmetleri veren hastaları tedavi eden sağlık ve eğitim kurumlarına verilen isimlerden birisidir. Darüşşifalar Tıp mesleğinin uygulanmasına yönelik özel mimari anlayış içeren yapıları ile de ayrıcalıklı bir yere sahiptir. Türkler Anadolu’ya yerleşmeleri ile birlikte çeşitli imar faaliyetlerine başlamışlardır. Yapılan bu faaliyetler içerisinde kervansaraylar, medreseler ve camilerle birlikte darüşşifalar da bulunmaktadır. Selçuklu ve Osmanlı darüşşifalarında tıbbi konular araştırmalara ve bilimsel esaslara bağlı kalınarak işleniyor, aynı zamanda tıp medreselerinde cerrah yetiştiriliyordu. Yapılan eğitimler dışında tatbiki uygulamaların da yaptırıldığı bilinmektedir. Darrüşşifalar, Anadolu Selçuklu ve Osmanlı medreseleri plan şemasına uygun olarak tasarlanmıştır. Genelde derslerin verildiği ana eyvan ve farklı ihtiyaçlar için düzenlenmiş avlu etrafında yer alan odalardan oluşmaktaydı. Türk sanat tarihi içerisinde sıklıkla karşılaştığımız tıp siteleri aynı zamanda günümüz tıp fakültesi mantığı ile örtüşmektedir. Buralarda tedavi edici sağlık hizmetleri sunulmaktaydı. Müzikle tedavi yapılan darüşşifalardan günümüze ulaşan ve önem teşkil edenler bu çalışmada sanat tarihi ve müziğin iyileştirici gücünün yüzyıllar

  16. 4. Sınıf Öğrencilerinin Üstbilişsel Okuma Stratejilerini Kullanma Durumları ve Bu Stratejilerle Okuduğunu Anlama Arasındaki İlişki 4th Grade Students' Using Metacognitive Reading Strategies Conditions and between the Relationship Reading Comprehension and Using These Strategies

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustafa BAŞARAN

    2013-09-01

    Full Text Available Aim of this study is to determine that 4th grade students' usingmetacognitive reading strategies conditions and the relationshipbetween reading comprehension rates and using these strategies ratesin this grade. The Research method of this study is relational scan thatis a descriptive method. The universe of the study is 4th grade students,who attend state elementary schools in the center of Kütahya provincein 2012-2013 academic season. The sample of study is 89 4th gradestudents, who were selected from this universe. The study consists offour parts. In the first chapter, Metacognition and metacognitive readingstrategies are discussed. The method of study is explained in the secondchapter. The findings and the comments are available in the thirdsection. In the last chapter, there are the results of the study and thediscussing of results. According to the results of study, 4th gradestudents’ use often before reading, during reading and after readingmetacognitive reading strategies but students use fewer strategies forremembering. The gender of students has no significant effect on usingmetacognitive reading strategies However, the branch has significanteffect on the rate of use metacognitive reading strategies. According tothe results of the research there is not a significant relationshipbetween using metacognitive reading strategies rates andunderstanding. Bu araştırmada 4. sınıf öğrencilerinin üstbilişsel okuma stratejilerini kullanma durumlarının ve bu sınıf seviyesindeki öğrencilerin üstbilişsel okuma stratejilerini kullanma oranı ile okuduğunu anlamaları arasındaki ilişkinin tespiti amaçlanmıştır. Araştırmanın yöntemi, betimsel yöntemlerden, ilişkisel taramadır. Araştırmanın çalışma evreni 2012-2013 eğitim öğretim yılında Kütahya il merkezindeki ilkokullarda öğrenimine devam eden 4. sınıf öğrencileridir. Araştırmanın örneklemini ise bu evrenden rastgele seçilen bir devlet okulunun

  17. Effect of selenium-vitamin E injection in selenium-deficient dairy goats and kids on the Mexican plateau Efeito do selênio e da vitamina E sobre a produtividade de cabras e cabritos no México

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    J.E. Ramírez-Bribiesca

    2005-02-01

    Full Text Available Three experiments were carried out to determine the optimum selenium-vitamin E injection level to maintain acceptable blood selenium (Se status of does and kids, as well as to determine the relation of that status to mortality rates in kids. In experiment 1, 238 goats were assigned to one of three groups during the mating period: A1-control, A2- 0.06mgSe+0.8IU vitE/kgBW and A3-0.125mgSe+1.7IU vitE/kgBW. No differences (P>.05 for fertility and prolificacy were observed among the groups. Blood Se concentration did not differ among Se-vit E groups and control group before injection, and both groups showed Se deficient condition. There was a trend (PForam conduzidos três experimentos para determinar a quantidade ótima da injeção de selênio-vitamina E (Se-vit E para manter o nível aceitável do status de selênio no sangue de cabras e cabritos e determinar essa relação com o status sobre a taxa de mortalidade de cabritos. No primeiro experimento, 238 cabras foram usados em um dos três grupos durante o período do acasalamento: A1- controle, A2- 0,06mgSe+0,8UI vit E/kg de peso-vivo e A3- 0,125mgSe+1,7UI vitE/kg de peso-vivo. Não houve diferenças (P>0,05 entre os grupos para fertilidade e prolificidade. A concentração de Se no sangue não foi diferente entre os grupos que receberam Se-vit E e o controle antes da injeção e ambos os grupos mostravam deficiência de Se. Sessenta dias pós-tratamento houve tendência (P<0,05; 32% de aumentar o nível de Se no sangue e não houve diferença entre os grupos A2 e controle. Houve diferença significativa (P<0,05; 103% entre os grupos A1 e A2 e o grupo A3. No segundo experimento, 48 cabras foram divididas em quatro grupos: B1- controle, B2- 0,125mgSe+1,7UI vitE/kg de peso-vivo, B3- 0,25mgSe+3,4UI vitE/kg de peso-vivo e B4- 0,31mgSe+4,2UI vitE/kg de peso-vivo. O grupo B4 alcançou a concentração mais alta no terceiro mês depois da injeção (0,11ppm e diminuiu depois de 100 dias, quando o valor

  18. Kto uspel, tot i sel / Jekaterina Rodina

    Index Scriptorium Estoniae

    Rodina, Jekaterina

    2005-01-01

    Autori arvates on Tallinna linnavalitsuses kujunenud unikaalne situatsioon, kus linnapea toolil istuvad kaks inimest - nominaalselt endine abilinnapea Jüri Ratas, kulisside taga majandus- ja kommunikatsiooniminister Edgar Savisaar

  19. Aitajaid sel teekonnal pole / Madli Pesti

    Index Scriptorium Estoniae

    Pesti, Madli, 1980-

    2005-01-01

    11. märtsil esietendus teatris NO98 ja Sine Loco (A. Türnpu projekt) koostöös lavastus "Inimese teekond", mille lähtematerjaliks on J. Bunyani religioosne teos "Palveränduri tee". Lavastaja ja kokkupanija A. Türnpu

  20. Peningkatan Kapasitas Sel Pada Sistem Seluler GSM

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Alfin Hikmaturokhman

    2009-11-01

    Full Text Available Increasing cell capacity in GSM applied by several methods such as Fixed Channel Allocation (FCA, Channel Sharing, Channel Borrowing and Cell Splitting to solve the massive increasing of cellular users amount in the whole world. It necessary to calculate the number of the subscriber within each cell in a certain busy hour based on available channel capacity in order to serve the traffic capacity in a cell. In this work, we present calculations to compare cell capacity without increasing cell capacity method and cell capacity using increasing capacity methods. As a programming tool,  we used Borland Delphi 7. In addition, this simulation software added with comprehensive explanations, Erlang B Table, and graphics to make it easier and more efficient in analyzing.

  1. PENGARUH UMUR POHON, BONITA DAN POSISI AKSIAL BATANG TERHADAP STRUKTUR MAKROSKOPIS DAN KUALITAS KAYU JATI SEBAGAI BAHAN FURNITUR (Effect of Tree Age, Site Quality Index and Trunk Axial Position on Macroscopic Structure and Quality of Teak Wood

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Yustinus Suranto

    2015-03-01

    Full Text Available ABSTRAK Penggunaan kayu jati muda merupakan solusi alternatif terhadap terbatasnya ketersediaan bahan baku yang dihadapi oleh industri mebel. Kayu muda cenderung memiliki kayu berkualitas rendah. Salah satu pengukur kualitas kayu adalah sifat struktur makroskopik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pohon, bonita dan posisi aksial batang terhadap struktur makroskopis kayu dan kualitas kayu. Tiga puluh enam pohon jati muda ditebang dari kawasan hutan KPH Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Tiga cakram berketebalan 3 cm diambil dari masing-masing posisi aksial batang, yaitu bagian pangkal, tengah dan ujung. Pengukuran proporsi kayu teras dan dimensi lingkaran tahun dilakukan berdasarkan perbedaan warna alami dan dengan menggunakan lembaran plastik transparan bergambar pola milimeter. Data dianalisis dengan analisis varians dalam rancangan acak lengkap berblok yang disusun secara faktorial. Pengujian lanjutan dilakukan dengan uji HSD Duncan. Kualitas kayu ditentukan dengan analisis determinan berdasarkan kurva normal Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi tiga faktor tidak berpengaruh terhadap proporsi kayu teras, dan dimensi lingkaran tahun. Interaksi kelas umur dan bonita pengaruh nyata terhadap proporsi kayu teras dan dimensi lingkarah tahun. Posisi aksial batang berpengaruh secara nyata terhadap proporsi kayu teras dan berpengaruh sangat nyata terhadap dimensi lingkaran tahun. Semakin mendekat pada posisi pangkal batang, semakin tinggi proporsi kayu teras dan dimensi lingkaran tahun. Interaksi tiga faktor yaitu kelas umur V, bonita 4 dan posisi tengah batang menghasilkan kualitas kayu tertinggi, yaitu kelas 2, dan interaksi kelas umur V, bonita 3 dan bagian ujung batang menghasilkan kualitas terendah, yaitu kelas 4. Penggunaan kayu berbasis kualitas akan memaksimalkan nilai guna dan meningkatkan umur pakai produk, sehingga mengurangi intensitas penebangan hutan dan lebih ramah lingkungan hidup. ABSTRACT Young teak utilization

  2. Kayu Kelapa sebagai Bahan Inti Papan Blok

    OpenAIRE

    Kliwon, Suwandi; Sutigno, Paribotro; lskandar, M I

    1986-01-01

    This report deals with the making of blackboard with coconut wood core and testing the physical and mechanical properties of the blackboard. The coconut wood (Cocos nucifera) was collected from Banten, (West Java).The results, indicate that the physical properties of blockboard with coconut wood core are worse than that with a mixture of red meranti and coconut wood core. The bending strength paralel to the grain of blockboard with coconut wood core is bet...

  3. Pemanfaatan Kulit Nanas Sebagai Bahan Pembuatan Bioetanol

    OpenAIRE

    Yusra, Istianah

    2012-01-01

    Bioetanol is an alternative technology in surpassing the diminishing of unrenewable fuel. This research was done in June until July 2011 in Agricultural Engineering Laboratory, College of Agriculture, USU, Medan using factorial completely randomized design with two factors, i. e yeast concentration (4%, 6% and 8%) and time of fermentation (2 days, 3 days and 4 days). Parameters measured were alcohol concentration after fermentation, alcohol concentration after distillation, ethanol concentrat...

  4. PENGUJIAN BERAS AKING SEBAGAI BAHAN MAKANAN

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Bambang N.

    2012-11-01

    Full Text Available The Study On The Used Rice as Staple Food.Background: Due to the high price of rice, some people used the used rice known as "beras aking" as staple food replacing the rice. The rice was cooked similar to the cooking of original rice. In its preparation to become aking, the cooked rice firstly is dried under the sun until the rice becoming dry. Consequently, the appearance of the rice is brownness color and sometime already grown by the mold. However, the people are preferred to choose the aking than other alternate food such as cassava. Therefore we performed to study the nutrition and acceptability of the used rice through the chemical analysis, microbial observation and sensory evaluation of the cooked of used rice.Objectives: The objective of this study is to asses the uses rice as staple food.Methods: Five samples of the used rice were obtained from district of Cirebon, Sumedang, Cileles, Indramayu and Bandung. The method of study is descriptive method to examine the characteristic of used rice by comparing with the ordinary rice.Results: As the consequent in preparation of the used rice, its content of moisture, pH, density and whiteness were low than those of ordinary rice. In addition, the content of reducing sugar was a bit higher than these of original rice. However, the protein content of used rice showed the various result, two samples of them had protein content less than the usual rice's while the rest three samples had protetn content higher than the ordinary rice's. The content of ash and total count of microbial in the used rice was seemly not different from the usual rice's However, the growth of microbial during preparation of the used rice was observed. Therefore, the examination of toxic substance should be done. The color, texture and aroma of the used rice were assessed lower than those of the ordinary rice in descriptive analysts. The steamed used rice had brownish white color, very soft texture and enough annoying acid aroma. Conclusion: The quality of used rice could be increased both nutritionally and its acceptance. Mixing the used rice with other ingredient and the more controlled drying process and good raw material would increase the quality of the used rice. In addition, the examination of toxic substance produced the micro organism should be done, since the micro organism growth during the preparation of used rice.Keywords: the used rice, beras aking.

  5. Analisa Pengaruh Trim terhadap Konsumsi Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Nur Salim Salim Aris; Indrajaya Gerianto Gerianto Gerianto; I Made Ariana

    2013-01-01

    Trim merupakan salah satu kondisi pada kapal dimana terdapat perbedaan draft pada bagian haluan dan buritan. Kapal bergerak dengan kecepatan dinasnya (Vs) pada kondisi normal continuous rating.Pada tahap pendesainan kapal tahanan total kapal (Rt) didapatkan pada kondisi kapal even keel. Namun pada pengoperasianya kapal jarang berada pada kondisi even keel tapi berada pada kondisi trim, baik trim by stern ataupun trim by bow. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan tahanan total yang minimu...

  6. Analisa Pengaruh Trim Terhadap Konsumsi Bahan Bakar

    OpenAIRE

    Aris, Nur Salim Salim; Gerianto, Indrajaya Gerianto Gerianto; Ariana, I Made

    2013-01-01

    Trim merupakan salah satu kondisi pada kapal dimana terdapat perbedaan draft pada bagian haluan dan buritan. Kapal bergerak dengan kecepatan dinasnya (Vs) pada kondisi normal continuous rating.Pada tahap pendesainan kapal tahanan total kapal (Rt) didapatkan pada kondisi kapal even keel. Namun pada pengoperasianya kapal jarang berada pada kondisi even keel tapi berada pada kondisi trim, baik trim by stern ataupun trim by bow. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan tahanan total yang minimu...

  7. Bahan kemoterapeutik sebagai pengontrol plak dan gingivitis

    OpenAIRE

    Asdar Asdar

    2007-01-01

    Plaque control is one of the key elements in dental practice. The proper plaque control facilitates the health return for patients with gingival and periodontal deseases. The concept of using chemical agents to treat such conditions in the mouth has been widely accepted as part of dental practice for hundred of years. Chemotherapeutic agents for local use in the oral cavity are available in many forms over the years. The various product categories and criteria for dental practi...

  8. KANDUNGAN KOLESTEROL DALAM BERBAGAI BAHAN MAKANAN HEWANI

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Muhamad Saidin

    2012-09-01

    Full Text Available The risk of consuming large quantities of food containing cholesterol has been widely known by the community. However, information concerning cholesterol content in a variety of foods originating from animal tissue is not very well known. By knowing the cholesterol content of food products, people could restrict or prevent their consumption of high cholesterol food and select foods with a low cholesterol content. The cholesterol content of various foods originating from animal tissues, such as beef, mutton, broiler and domestic chicken meat, entrails (liver, heart, kidney and intestines, skin, tail part and eggs and fish (salt water and fresh water had been investigated. Cholesterol content was analysed using David Sleighton's method, which was a modification from Abell et. al. The study revealed that the cholesterol content of every 100 g wet weight meat of domestic chiken was similar to that of broiler chicken, 116 mg and 110 mg respectively. Cholesterol content of broiler chiken entrails was higher than that of domestic chicken. The highest cholesterol content of broiler chicken entrails was liver (529 mg/100 g and the lowest was heart (171 mg/100 g, while for domestic chicken, the highest was kidney (336 mg/100 g and the lowest was heart (164 mg/100 g. Egg yolk cholesterol content of domestic chicken was 922 mg/100 g nearly two folds of broiler chicken's egg which was 485 mg/100 g. The highest content of cholesterol among salt water animals was shrimp (179 mg/100 g and the lowest was pomfret (97 mg/100 g, while for fresh water fishes the highest was catfish (94 mg/100 g and the lowest was mujair (52 mg/100 g.

  9. Penggunaan Karbamid Peroksida Sebagai Bahan Pemutih Gigi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Endang Suprastiwi

    2015-10-01

    Full Text Available Carbamide peroxide as a whitening agent for teeth is very popular because the use of this agent is easy and inexpensive. There are two kinds of concentrations, i.e. 10%-15% and 35%. The methods are home bleaching and in office bleaching. For home bleaching, the duration of whitening application is 2-6 weeks, each day for 8 hours, whilst for in office bleaching, two hour application will be required. Whitening efficacy might be increased up to 2-5 levels and the color may sustain for 1-3 years, and this treatment could be reapplied. There is an effect on pulp system, but the effect is reversible, i.e. sensitivity which could be treated with fluoridation or application of potassium nitrate. The side effects on gingiva include inflammation which is caused by the buffer and is only temporary. Bleaching is safe to be use and the result will be satisfying if proper procedure is followed.

  10. Pengujian Beras Aking sebagai Bahan Makanan

    OpenAIRE

    N., Bambang; M., Heri R; R., Tita; Purawisastra, Suryana

    2008-01-01

    The Study On The Used Rice as Staple Food.Background: Due to the high price of rice, some people used the used rice known as "beras aking" as staple food replacing the rice. The rice was cooked similar to the cooking of original rice. In its preparation to become aking, the cooked rice firstly is dried under the sun until the rice becoming dry. Consequently, the appearance of the rice is brownness color and sometime already grown by the mold. However, the people are preferred to choose the ak...

  11. PENGUJIAN BERAS AKING SEBAGAI BAHAN MAKANAN

    OpenAIRE

    Bambang N.; Heri R. M.; Tita R.; Suryana Purawisastra

    2012-01-01

    The Study On The Used Rice as Staple Food.Background: Due to the high price of rice, some people used the used rice known as "beras aking" as staple food replacing the rice. The rice was cooked similar to the cooking of original rice. In its preparation to become aking, the cooked rice firstly is dried under the sun until the rice becoming dry. Consequently, the appearance of the rice is brownness color and sometime already grown by the mold. However, the people are preferred to choose the ak...

  12. Penggunaan Bahan Bakar Alternatif dalam Industri Semen

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Stefano Munir

    2009-06-01

    An applied research was accomplished successfully for use of bottom ash in form of clinker from the stoker boiler of utility plant at Sijantang village, Sawahlunto town, for making building brick from the coal ash and clay usually used by the people brick industry for purpose of developing local industry and other areas. The experimental programme for this research was designed in such a way that an optimum mix composition of clay and coal ash at a certain ratio can be achieved according to the quality requirement of building brick Indonesian standard. The product of coal ash building brick at the optimal mix composition was achieved at  a ratio of 80% Clay/20% Coal Ash.

  13. SISTEM KEAMANAN PENANGKAL PENCURIAN BAHAN PUSTAKA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Nur Heri Cahyana

    2015-04-01

    Full Text Available Library materials (Library, which attracted many visitors seeking information library, the library collection according to its nature there are borrowed to take home and there was borrowed to be read in place, visitors to the library often has limited time to read diperpustakaan, so that not a few collections that often missing. In this research, library materials security system is required to use RFID (Radio Frequency Identification. Which can mengidentifikasii affordable collection through frequency by putting RFID tags on the collection and RFID in the strategic area or the exit from the room so that the collection is out of the room will always be identified or read by the tool. These systems provide data reports and books identified alarm sound from the instrument, if the collection is not allowed.

  14. Life cycle analysis of biodiesel production from flesh from the tannery industry Análisis del ciclo de vida de la producción de biodiésel a partir del descarne procedente de la industria de la curtiduría

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Jose de Jesus Rodríguez Ibarra

    2012-11-01

    Full Text Available The tanning industry is a source of contamination by hazardous waste generation and special handling. One of these elements is the flesh, which help this study to determine if fleshing is able to add value to a source of employment and a reduction of pollution: production of biodiesel promises to be the sustainable alternative, economically and socially viable. The study was divided into 3 unit processes with a base of 1 kg of biodiesel: a flesh collection, b cooked and rendered, c esterification and transesterification. The impact categories evaluated were the primary energy consumption and the potential nonrenewable emissions of greenhouse gases. As a result of this article, it is had that the tanning is a source of biodiesel economically and environmentally feasible for the least environmental impact occurred. With the availability of annual flesh (79 200 000 kg can be reduced combustion emissions of CO2 from the air to 11 980 300 kg per year.La industria de la curtiduría es un foco de contaminación debido a la generación de residuos peligrosos y de manejo especial. Entre estos elementos se encuentra el descarne. Sobre este elemento, el actual estudio busca determinar si puede contar con un valor agregado para nuevas fuentes de empleo y la reducción de la contaminación: la producción de biodiésel promete ser la alternativa sustentable, económica y socialmente viable. El sistema de estudio se dividió en 3 procesos unitarios con una base de 1 kg de biodiésel: a recolección del descarne, b cocido y rendido, c esterificación y transesterificación. Las categorías de impacto evaluadas fueron el consumo de energía primaria no renovable y el potencial de emisiones de gases de efecto invernadero. Como resultado del estudio se tuvo que la curtiduría resulta ser una fuente de producción de biodiésel económica y ambientalmente viable gracias a su menor impacto ambiental producido. Con la disponibilidad de descarne anual (79 200 000 kg

  15. An old paper revisited: "a mathematical model of carbohydrate energy metabolism. Interaction between glycolysis, the Krebs cycle and the H-transporting shuttles at varying ATPases load" by V.V. Dynnik, R. Heinrich and E.E. Sel'kov.

    Science.gov (United States)

    Nazaret, Christine; Mazat, Jean-Pierre

    2008-06-07

    We revisit an old Russian paper by V.V. Dynnik, R. Heinrich and E.E. Sel'kov (1980a,b) describing: "A mathematical model of carbohydrate energy metabolism. Interaction between glycolysis, the Krebs cycle and the H-transporting shuttles at varying ATPases load". We analyse the model mathematically and calculate the control coefficients as a function of ATPase loads. We also evaluate the structure of the metabolic network in terms of elementary flux modes. We show how this model can respond to an ATPase load as well as to the glucose supply. We also show how this simple model can help in understanding the articulation between the major blocks of energetic metabolism, i.e. glycolysis, the Krebs cycle and the H-transporting shuttles.

  16. Comprobación de las variables de estado de diagnóstico para determinar el estado técnico o condición de inyección de una instalación motriz diésel; Confirmation of the Variables of Diagnosis State to Determinate the Technical State or Condition of the Inj

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luis García Abreu

    2011-02-01

    Full Text Available Se presenta un análisis desde el punto de vista experimental de las variables de estado de diagnóstico (opacidadde los gases, temperatura de los gases de escape y consumo de combustible para determinar el estado técnicoo condición del aparato de inyección de una instalación motriz diésel. Presently article is carried out an analysis from the experimental point of view of the variables of diagnosis state(opacity of the gases, temperatura of the gases of the escape, consumption of fuel for the determination of thetechnical state or condition the injection apparatus of a diesel motive installation.

  17. Diferentes fontes e níveis de selênio sobre a imunidade humoral de frangos de corte Different sources and levels of selenium on humoral immunity of broiler chickens

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Pascoal Funari Junior

    2012-01-01

    Full Text Available O presente trabalho teve o objetivo de investigar os efeitos da variação de níveis e fontes de selênio (Se sobre a imunidade humoral de frangos de corte. Foram utilizados 1440 pintos de um dia, machos, criados até os 42 dias. O delineamento experimental foi inteiramente casualizado com seis dietas experimentais (A: 0,15mg kg-1 Se inorgânico (inorg.; B: 0,15mg kg-1 Se orgânico; C: 0,15mg kg-1 Se inorg.+orgânico; D: 0,45mg kg-1 Se inorgânico; E: 0,45mg kg-1 Se orgânico; F: 0,45mg kg-1 Se inorg.+orgânico calculadas para fornecerem a quantidade de Se descritas, e seis repetições com 40 aves cada. Foi utilizado um arranjo fatorial 3x2 e os dados foram submetidos à análise de variância, com nível de significância a 5%. A imunidade foi avaliada por meio da resposta à vacina contra a Doença de Newcastle e resposta à sensibilização prévia com eritrócitos de carneiro (SRBC. Não foi observada diferença estatística ao nível de significância de 5%, para os títulos de anticorpos contra a vacina da Doença de Newcastle (P>0,05. Entretanto aos 14 dias o fator fonte obteve probabilidade (P=0,0580, resultado que mostra uma tendência de influência da fonte inorgânica na manutenção da imunidade materna, pois nesta idade as aves ainda não haviam sido vacinadas contra a Doença de Newcastle. Não foi observado nenhum efeito para variável de resposta a sensibilização prévia com SRBC (P>0,05. Os resultados mostram que as aves responderam imunologicamente ao estímulo, porém a variação da fonte e do nível de Se não foi capaz de induzir uma diferença significativa na resposta imunológica das aves. Os níveis e fontes de Se não têm efeito sobre a resposta imunológica aos eritrócitos de carneiro (SRBC e, resposta imunológica a vacina contra a Doença de Newcastle.The use of organic trace minerals is getting strength and is an alternative to increase production and improve other characteristics such as humoral immunity

  18. Developing a Model Using Homer for a Hybrid Hydrogen Fuel Cell System

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fera Annisa

    2013-04-01

    Full Text Available ABSTRACT. Hydrogen is widely considered be the fuel of the near future. Combined wind/PV energy hybrid systems can be used to sources energy to hydrogen production. This paper describes design, simulation and feasibility study of a hybrid energy system for a household in Malaysia. One year recorded wind speed and solar radiation are used for the design of a hybrid energy system. In 2000 was average annual wind speed in Johor Bahru is 3.76 m/s and annual average solar energy resource available is 5.08 kWh/m2/day. National Renewable Energy Laboratory’s HOMER software was used to select an optimum hybrid energy system. In the optimization process, HOMER simulates every system configuration in the search space and displays the feasible ones in a table, sorted by total net present cost (TNPC. The optimization study indicates that sensitivity analysis of the HOMER is shown in the overall winner which shows that the most least cost and optimize hybrid system is combination of 10 kW of PV array, 1 unit of wind turbine, 2 kW of fuel cell, 120 units of batteries and 6 kW converter as well as 1 kW of electrolyzer so as to generate the minimum COE, $2.423 kWh- 1. Although renewable sources (wind and PV involved in the power generation, 1 kg of hydrogen was produced in this system. Pengembangan Model Dengan Menggunakan Homer Untuk Sistem Sel Berbahan bakar Hidrogen Hibrida ABSTRAK. Hidrogen secara luas dianggap sebagai bahan bakar masa depan. Gabungan sistem hibrida energi angin/fotovoltaik dapat digunakan untuk sumber energi produksi hidrogen. Makalah ini menjelaskan desain, simulasi dan studi kelayakan dari sistem energi hibrida untuk rumah tangga di Malaysia. Satu tahun kecepatan angin tercatat dan radiasi matahari digunakan untuk desain sistem energi hibrida. Pada tahun 2000 adalah kecepatan angin rata-rata tahunan di Johor Bahru 3.76 m/det dan rata-rata sumber daya energi surya tahunan yang tersedia adalah 5.08 kWjam/m2/ hari. Software HOMER digunakan

  19. Peningkatan Ekspresi Gen NKG2D Sel-sel NK oleh Brokoli untuk Mencegah Kanker

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Diana Krisanti Jasaputra

    2017-08-01

    Cancer is the non-communicable diseases (NCD and the biggest cause of death in the world. One of the factors that affect cancer development is NKG2D receptors (natural-killer group 2, member D is a receptor complex that activates NK cells and is important in cancer immunosurveilance. Broccoli, Cruciferae vegetable, contains glucosinolate and isothiocyanate. Glucosinolate will be hydrolysed by the mirosinase (thioglucodase β and form the isothiocyanate compound. Isothiocyanate compounds essential to prevent cancer are sulforafan compounds. The objective of the study was to assess the effect of broccoli in enhancing NKG2D receptor expression in order to improve NK cell activity to prevent cancer. This experimental study is a comparative true experimental laboratory, conducted in the Aretha Medika Utama in February to July 2016. Broccoli was freeze dryer and made two concentrations of flour, 50 μg/mL and 25 μg/mL. The study begins with multiplication of NK cells (cell line, then continued with treatment for 24 hours and assessment of NKG2D gene expression using qPCR. NKG2D gene expression research data was calculated by Livak formula and analyzed using one-way ANOVA test and Tukey's advanced test (SPSS 16. The administration of broccoli concentrations of 50 μg/mL and 25 μg/mL increased the level of NKG2D gene expression, indicating an increase in NK cell activity. The conclusion of this study is the provision of broccoli increases the activity of NK cells in preventing and fighting cancer cells.

  20. PERUBAHAN SEBARAN SEL-SEL ASIDOFIL DAN BASOFIL HIPOFISA PENGARUH PEMBERIAN PASAK BUMI (Eurycoma longifolia Jack

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hurip Pratomo

    2013-03-01

    Full Text Available Pasak bumi is popular as an aphrodisiac in the traditional medical herb. Boiled drink water of the root powder of pasak bumi is believed can increase the secondary reproduction characters such as libido and the duration of erection. This article is part of the research report that focus on: the distribution of hypophysis acidophil and basophil cells caused of the pasak bumi optimal dose treatment. Research carried out in an experiment using Hemaktosilin Eosin(HE staining method to study micromorphological distribution of the acidophil and basophil cells of the male rat hypophysis after pasak bumi treatment (the dose of 18 mg pasak bumi/200 g body weight during three days, and the control of 1 ml aquadest. Result of the research showed that: Basophyl cells increased significantly in the third days of pasak bumi administered. Meanwhile acidophyl cells decreased in the third days of pasak bumi administered.

  1. Efek pemberian larutan diazinon per oral terhadap kerusakan sel-sel tubuli ginjal mencit

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Saikhu Ahmad Husein

    1996-12-01

    Full Text Available One of the pesticide which very common to protect plants from the pest is diazinon. But this pesticide contain neurotoxic organophosphate bound. The organophosphate bound has also an effect on kidney’s tissue. Recently the research about effect of diazinon still required. The sudy was carried out to observe the effect of diazinon on cells of tubuli renalis in mice. This study was used 30 mice, by random sampling became 6 goup. Three groups for controle (K1, K2, and K3 and three groups for treatment (P1, P2, and P3. The controle groups were given 0.5 ml aquadest and the treatment groups were given 150 ppm of 0.5 ml diazinon solution up to 10,20, and 40 days for P1, P2, and P2 sub sequently. The result showed that the effect of diazinon solution given per oral for the difference time were caused difference demage level on cells ob the tubuli renalis in mice.

  2. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik dan Degradabilitas Serat pada Pakan yang Disuplementasi Tanin dan Saponin

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Idha Muthiah Dwi Wahyuni

    2014-10-01

    ABSTRACT. The study was conducted to assess the effect of the addition of tannins, saponin and their combinations on the feed, as defaunation agent in the dry matter and organic matter digestibility and ADF, NDF degradability. The study used an experimental method with a completely randomized design. The treatments were T0 : feed without supplementation; T1: feed supplementation with 1,2% saponin; T2 : feed with supplemetation combined of 0,5% tannin and 0,9% saponin; T3 : feed with supplementation combined of 1,0% tannin and 0,6% saponin; T4 : feed with supplementation combined of 1,5% tannin and 0,3% saponin and T5 : feed with supplementation with 2% tannins. The result showed that DMD and OMD increased with treatment added combination  of tannin and saponin.  The best result for DMD and OMD in combination of  1,5% tannin and 0,3% saponin.  Degradability of ADF and NDF was decreased on the supplemented feed.  The addition of a combination of tannins and saponins in the feed at dose of 1% tannin and 0.6% saponin showed the best result that increased of DMD and OMD and give good value on NDF and ADF degradability.

  3. Kajian Eksperimental Perbandingan Performansi Mesin Otto Bahan Bakar Premium dengan Bahan Bakar LPG

    OpenAIRE

    Sitorus, Jefferson

    2013-01-01

    The decreasing availability of fossil fuels led to a variety of ideas how to solve this problem. LPG (Liquefied petroleum gas) is one alternative fuel that can be used in trending engine, one of which is a gasoline engine generator sets in 4-stroke. By modifying the carburetor so the engine can work as when using gasoline. Although the performance of the machine tends to not give optimal results such as engine performance when using gasoline, but has the advantage of LPG fuel, the emissions p...

  4. Suplementasi Blok Multinutrisi terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum pada Sapi Bali (Bos sondaicus)

    OpenAIRE

    Nababan, Rimbun H.A.H.

    2011-01-01

    RIMBUN HOT ASI HASOLOAN NABABAN : The Supplementation Nutrition Block in Feed on The Digestibility of Dry Matter and Organic Matter of Bos sondaicus. Under advised by MA’RUF TAFSIN and ROESWANDY. The nutrition supplement is a feed additive which can increase the quality feed of cattle then increase the palatability of feed. The nutrition supplement can manipulate the microorganism in cattle and finally can support the digestibility of cattle. The present experiment was conducted to inv...

  5. Kajian tentang Kemungkinan Pemanfaatan Bahan Serat Ijuk sebagai Bahan Penyerap Suara Ramah Lingkungan

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Zulfian Zulfian

    2009-12-01

    Full Text Available The probability of application of palm fibre from arenga pinnata appear as best treatment for sound absorption material which can be used in controlling noise. The objective of this study is to determine sound absorption coefficient value of palm fibre through a testing the absorbent material, by applying sabine reverberation time formulation in reverberation chamber at Thermal and acoustics laboratory Syiah Kuala University. Result of this study show that sound absorption coefficient value is obtained 0.97, at 2000 Hz. Whereas thickness of material 20 cm with density of 150 kg/m3. Addition of density can increase sound absorption coefficient value in frequency range 1/3 octave. Proven that a comparison palm fibre and artificial material and consequently palm give better quality values because it economic value and friendly environment. Keywords: palm fiber, reverberation chamber, sound absorption coefficient

  6. Diapers Dari Fluff Kenaf

    OpenAIRE

    Haroen, Wawan kartiwa; R.P, Posma; Wistara, Nyoman

    2009-01-01

    Fluf pulp mutu tingi dapat dibuat dari serat dari kenafm, yang dipisahkan dari sel parenchyma dan bahan-bahan lain secara proses mekanis. Gabungan serat terurai dengan 2-3 m perlu dipotong –potong menjadi 3-5 cm sebelum pemburuan. Penelitian ini bubur fluff disiapkan dengan mengunakan proses soda dengan parameter-parameter berikut : 12%, 14% dan 16% alkali aktif; perbandingan liquor terhadap padatan 1:4 suhu maksimum 165 oc, dan waktu hingga suhu maksimum dan waktu pada suhu maksimum adalah m...

  7. Selênio orgânico na alimentação de matrizes de tilápia-do-Nilo (Oreochromis niloticus - DOI: 10.4025/actascianimsci.v31i4.6300 Organic selenium in the diet of Nile tilapia (Oreochromis niloticus broodstock - DOI: 10.4025/actascianimsci.v31i4.6300

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Julian David Alvarado Castillo

    2009-10-01

    Full Text Available O objetivo deste trabalho foi avaliar o efeito da suplementação de selênio orgânico na dieta de matrizes de tilápia-do-Nilo. Foi avaliado o desempenho zootécnico e reprodutivo das matrizes, assim como o crescimento das larvas (progênies. Utilizaram-se 80 peixes em idade reprodutiva, com peso médio de 121 g, divididos em grupos de quatro animais (três fêmeas e um macho, estocados em 20 tanques de 1,5 m3. Os peixes foram alimentados com cinco dietas contendo níveis crescentes de suplementação com selênio orgânico (0,0; 0,25; 0,50; 0,75 e 1,0 mg kg-1 de ração. O delineamento experimental utilizado foi inteiramente casualizado com cinco tratamentos e quatro repetições. Para avaliar o desempenho zootécnico da progênie, as larvas produzidas de cada tratamento foram divididas em quatro aquários e alimentadas durante 30 dias com ração comercial (45% PB. O desempenho zootécnico e reprodutivo das matrizes não apresentou diferenças estatísticas (p > 0,05. Por outro lado, as matrizes que foram alimentadas com dietas suplementadas com 0,50 mg de selênio orgânico produziram larvas que apresentaram melhor (p The aim of this study to test the effect of organic selenium supplementation in the diets of Nile tilapia broodstock. Growth, reproductive performance and performance of fingerlings were evaluated. Eighty adult fish were used, with average weight of 121.7 g and divided into groups of four animals (3 female and 1 male stocked in 20 tanks with 1.5 cubic meters. The fish were fed five diets containing different levels of organic selenium (0.0, 0.25, 0.50, 0.75, and 1.0 mg kg-1 ration. In the experimental period, females from all tanks were captured and the eggs collected. The experimental design was entirely randomized, with five treatments and four replicates. To evaluate progeny performance, the fingerlings were shared in four aquariums and fed during 30 days with commercial diet (45% CP. The supplementation with organic

  8. Diseño de un sistema de diagnóstico para la instalación motriz diésel de los carros de transporte en explotación; Design of Diagnosis System for the Installation Motive Diesel of the Cars of Transport in Exploitation

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luis García Abreu

    2011-02-01

    Full Text Available Se desarrolla la metodología propuesta para el diagnóstico integral en el diseño de un sistema de diagnósticopara las instalaciones motrices diésel de los vehículos en explotación con la finalidad de conocer el estado ocondición de las mismas. De especial interés resulta la obtención del período de muestreo a partir de elementosde riesgo. Es de destacar que este artículo viene precedido por otro sobre la caracterización del sistema actualde diagnóstico establecido para ellas.  In the following work the authors develop the methodology proposed by the Integral diagnosis in the design of adiagnosis system for the installation motive diesel of the vehicles in exploitation with the purpose of knowing thestate or condition of the same ones. Of special interest it is the obtaining their period of sampling starting fromelements of risk. It is of to highlight that this article comes preceded by another envelope the characterization ofthe current system of diagnosis settled down in them.

  9. Osmanlı Devrinde Vize Sancağındaki Selâtin ve Ümera Vakıfları (1530-1613 Selatin And Umera Foundations In The District Of Vize During The Ottoman Empire (1530-1613

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Volkan ERTÜRK

    2013-07-01

    Full Text Available This study examined selatin foundations (the foundations established by sultans and umera foundations (the foundations established by emirs, which had sources of income in the townships of Vize district, within the bounds of possibility provided by the accounting summary book of Vize district dated 1530 and the book offoundations of Vize district dated 1613. The changes experienced bythese foundations as well as the increases and decreases in theirsources of income in approximately 80-year period were revealed in thisstudy. It is known that the foundations established made a greatcontribution to the social and economic development of Vize district,and enabled the urbanization of that region. Standing as a bridgebetween Istanbul and the Balkans, Vize region changed into a Muslim-Turkish city with the alms houses created by the foundationsestablished by sultans, state dignitaries, and benefactors among thecommon people in a short span of time.This study concluded that there were villages bringing aconsiderable amount of income to selatin and umera foundations intownships affiliated to the district of Vize. It is surely beyond doubt thatthe fact that Vize region was very close to Istanbul, the capital of theempire, and the soils of that region were quite productive and incomegeneratingcaused the villages subject to selatin and umera foundationsto become dense in that region. At the end of our study, we tried toelaborate the roles Vize foundations played in socio-economic structure.İt is understood that in the Ottoman period Vize foundations had asignificant place within the practice of Ottoman foundations with regardto both their revenues and their spheres of influence. Bu makalede 1530 tarihli Vize sancağı muhasebe-i icmal defteri ile 1613 tarihli Vize sancağı evkaf defterinin verdiği bilgiler çerçevesinde Vize sancağı kazalarında gelir kaynakları bulunan selâtin ve ümera vakıfları incelenmiştir. Bu bağlamda vakıfların takriben

  10. Investigating Teaching, Social and Cognitive Presence of Students in Synchronous Online Environments [Çevrimiçi Eşzamanlı Öğrenme Ortamlarında Öğrencilerin Öğretimsel, Sosyal ve Bilişsel Buradalık Algılarının Belirlenmesi

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Servet Kılıç

    2016-08-01

    Full Text Available In this study it is aimed to define the teaching, social and cognitive presence perceptions Community of Inquiry Components (CoI students in simultaneous online learning environments. During the practically continuing 14 weeks, courses were presented over Adobe Connect web conferencing system. In the research analyzes were performed by using the quantitative data that was collected properly for cross-sectional survey model. The participants of research consist of 40 students who are 4th grade students at Computer and Instructional Technologies Department, Distance Learning Program. According to research results; at online teaching held simultaneously; the average of materials intended for teaching presence perception (X=3.14, the average of materials intended for cognitive presence perception (X=3.03 and the average of materials intended for social presence perception(X=3.01 all three were generally higher than the midpoint and all were resulted as "Agree". When the relationship level among presences is examined, on one hand a meaningful relationship at medium level occurs between cognitive-social presences and cognitive-teaching presences on the other hand a meaningful relationship at medium level occurs between social and teaching presences. In this context, it is considered that the results obtained in this study can contribute to online learning environment designers for learning environments and activities which will be prepared by considering individuals in the learning environment and communication environment. [Bu çalışmada, çevrimiçi eşzamanlı öğrenme ortamlarında Sorgulama Topluluğu Modeli (STM bileşenleri öğrencilerin öğretimsel, sosyal ve bilişsel buradalık algılarının belirlenmesi ve bu bileşenlerin birbirleriyle olan ilişkilerinin ortaya konulması amaçlanmaktadır. 14 hafta devam eden uygulamada dersler Adobe Connect web konferans sistemi üzerinden sunulmuştur. Araştırmada kesitsel tarama modeline uygun

  11. Zinc-Laccase Biofuel Cell

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Abdul Aziz Ahmad

    2011-12-01

    Full Text Available A zinc-laccase biofuel cell adapting the zinc-air cell design features is investigated. A simple cell design configuration is employed: a membraneless single chamber and a freely suspended laccase in a quasi-neutral buffer electrolyte. The cell is characterised according to its open-circuit voltage, polarization profile, power density plot and discharge capacity at constant current. The biocatalytic role of laccase is evident from the polarization profile and power output plot. Performance comparison between a single chamber and dual chamber cell design is also presented. The biofuel cell possessed an open-circuit voltage of 1.2 V and delivered a maximum power density of 0.9 mW/cm2 at current density of 2.5 mA/cm2. These characteristics are comparable to biofuel cell utilising a much more complex system design.KEY WORDS (keyword:  Biofuel cell, Bioelectrochemical cell, Zinc anode, Laccase and Oxidoreductase.ABSTRAK: Sel bio-bahan api zink-laccase dengan adaptasi daripada ciri-ciri rekabentuk sel zink-udara telah dikaji. Sel dengan konfigurasi rekabentuk yang mudah digunapakai: ruangan tunggal tanpa membran dan laccase diampaikan secara bebas di dalam elektrolit pemampan quasi-neutral. Sel dicirikan berdasarkan voltan litar terbuka, profil polarisasi, plot ketumpatan kuasa dan kapasiti discas pada arus malar. Peranan laccase sebagai bio-pemangkin adalah amat ketara daripada profil polarisasi dan plot ketumpatan kuasa. Perbandingan prestasi di antara sel dengan rekabentuk ruangan tunggal and dwi-ruangan turut diketengahkan. Seperti dijangkakan, sel dengan rekabentuk ruangan tunggal menunjukkan kuasa keluaran yang lebih rendah jika dibandingkan dengan rekabentuk dwi-ruangan kemungkinan disebabkan fenomena cas bocor. Sel bio-bahan api ini mempunyai voltan litar terbuka 1.2 V dan memberikan ketumpatan kuasa maksima 0.9 mW/cm2 pada ketumpatan arus 2.5 mA/cm2. Ciri-ciri ini adalah sebanding dengan sel bio-bahan api yang menggunapakai rekabentuk sel

  12. Caracterización del sistema actual de diagnóstico a los motores de combustión interna diésel en empresas cubanas y propuesta de modificación; Actual System Characterization of Technique Diagnosis for Diesel Engine in Cuban Companies and Modification Propo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Luis García Abreu

    2011-02-01

    Full Text Available El diagnóstico es considerado una de las principales herramientas para garantizar la disponibilidad y confiabilidadde los carros de transporte. En el presente trabajo se realiza un estudio de las principales limitaciones queposee el sistema actual de diagnóstico para las instalaciones motrices diésel, a partir del análisis de la informaciónproveniente de diez empresas cubanas y la aplicación de técnicas del trabajo creativo con grupos de expertos.Además, se muestran las principales modificaciones a realizar a dicho sistema con el objetivo de superar estaslimitaciones, mediante la aplicación de criterios del mantenimiento centrado en la confiabilidad y del basado enla condición, y las técnicas y métodos del diagnóstico integral.  The technical diagnosis is considered one of the tools main to guarantee the availability and reliability of the carsof transport. Presently work is carried out a study of the main limitations that have the current system oftechnical diagnosis to the diesel motive installations, starting from the analysis of the information coming from 10companies located in the western territory and the application of technical of the creative work with experts'groups. Also, the main modifications are shown to carry out to this system with the objective of overcomingthese limitations, by means of the application of approaches of the reliability centered maintenance (RCM andcondition based maintenance (C B M, and the techniques and methods of the integral diagnosis.

  13. Safety of Aminophylline for Asthma Therapy in Delta Surya Hospital at Sidoarjo

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Amelia Lorensia

    2012-12-01

    Full Text Available Aminophylline is common used for treating asthma in Indonesia and has narrow therapeutic index. Despite of its affordable price, data on the safety of using aminophylline is still poorly documented. The aims of this study is to analyze the safety of using aminophylline based on Adverse Drug Reaction (ADR in hospitalized patients. This study used retrospective design by collecting 2-years-data of hospitalized patients. Using purposive sampling methods, samples were collected from patients who received aminophylline for asthma therapy. ADR event were recorded and evaluated based on some literatures. It was evaluated by Naranjo Scale, a common tool to identify the probability of ADR related drug. From 41 patients who used aminophylline for their exacerbation in asthma treatment, there was one suspected incident of ADR events related to hypertension with tachycardia. In general, aminophylline would improve symptoms in hospitalized patients with asthma. This study demonstrates that aminophylline is safe although there was only one suspected incident of ADR which could be recorded during these observations. However, for further research it still requires observation from laboratory tests and communication with patients and other healthcare workers.

  14. Desain Sistem Kendali untuk Pengering Gabah dengan Kolektor Surya dan Penyimpan Panas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fakhrul Irfan Khalil

    2016-04-01

    Full Text Available The main problem in the solar drying is the fluctuation of solar radiation that causes drying process takes place un-continuously. The purpose of this research was to design a control system in a grain dryer model using solar collectors and water as a heat storage so that the drying process model, heat storage and its utilization can take place effectively and efficiently. The control method used the ON-OFF control system based on microcontroller ATmega 16. The control system algorithm was based on comparison among air equilibrium moisture content (Me of environment, Me in the drying chamber and the potential air Me. The results showed that the control system worked well on grain dryers system using solar collectors and water as the medium of heat storage.The average ambient air temperature of 35.6oC, RH of 51.3%, plenum of 35.4oC and the total radiation of 1.66 kWh/m2, the system could dried 5 kg of grains at the top level from initial moisture content of 42.5% d.b to 18.3% d.b and at the bottom level of 42.2% d.b to 16.1% d.b during 10 hours. The water temperature rise although still used, from 32.1oC to the maximum reached 44.2oC and the remaining of 38.8oC.

  15. Modifikasi dan Uji Kinerja Alat Pengering Energi Surya-Hybrid Tipe Rak untuk Pengeringan Ikan Teri

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Risman Hanafi

    2017-04-01

    Abstract. At the time of harvest fish, fishermen get a lot of anchovy as catches with very large amount. Due to the very large number of these, sometimes anchovy is not sold out. This resulted in an anchovy rot if not done preservation (cool storage. One way in which the fisherman is by drying anchovy naturally (the drying in the sun. A tool rack type solar dryer is a box-shaped dryer that utilize the sun as thermal energy. The constraints of this tool is only utilizing the heat from solar energy, so when the weather is cloudy or at nightfall these tools can not function. The research aims to modify the tool rack type solar dryer to be a hybrid dryer for drying anchovy. The results were obtained that total efficiency of energy use during drying is for drying empty test hybrid is 0,010%, for drying hybrid test at 0,695%, and for drying solar test of 20,319%. As for the length of drying time, hybrid test replicates 1 for 7 hours, hybrid test replicates 2 for 8 hours, solar test replicates 1 for 10 hours, and solar test replicates 2 for 11 hours. For the total energy available, hybrid drying of 305,838 MJ and solar drying of 9,896 MJ.

  16. Inovasi Peningkatan Efisiensi Panel Surya Berbasis Fresnel Solar Concentrator Dan Solar Tracker

    OpenAIRE

    Saputra, Muhammad Adhijaya; Azis, Muhammad Fadli

    2014-01-01

    Indonesia is a tropical country with great potential for solar energy is about 4.5 kWh per m2. However, this potential can not be fully utilized due to the efficiency of solar panels is still very low at around 16%. Various research and development of solar panels has been done in order to get a system with higher efficiency. Starting from the development of constituent materials, the selection of topology until the latest is the change construction design of the solar panels. That is a chang...

  17. Analisa Internal dan Eksternal pada CV. Gading Mas Surya Sidoarjo dalam Rangka Strategi Bersaing

    OpenAIRE

    Lesal, Indriani

    2015-01-01

    Strategi merupakan faktor internal yang penting untuk dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Setiap Perusahaan, baik yang bergerak di bidang jasa maupun non jasa, dalam melakukan kegiatan bisnis memerlukan strategi yang mampu menempatkan Perusahaan pada posisi yang terbaik, mampu bersaing serta terus berkembang dengan mengoptimalkan semua potensi sumber daya yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi bersaing yang sesuai digunakan oleh CV. Gading Mas...

  18. Rancang Bangun Kotak Pendingin Yang Menggunakan Elemen Pendingin Termoelektrik Dengan Sumber Energi Surya

    OpenAIRE

    Simon, Wilsen

    2015-01-01

    In the refrigeration and air-conditioning system, thermoelectric cooling or heating technology have recently been recognized technology. Thermoelectric is a primary alternative source in energy needs. Cooling box is a cooling device that uses thermoelectric cooling system. The purpose of this tcooling box design is to design the efficient thermoelectric cooling box used by beverage merchant compare with ice cube cooling box, and other components along with the durability of cooling box. Desig...

  19. PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA MAHASISWA FISIKA FAKULTAS TARBIYAHDENGAN KONSEP TATA SURYA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Fitriyawany Fitriyawany

    2013-02-01

    Full Text Available The conducted study concerns about the use of Monopoly game as media in Cooperative Learning on the concept of the Solar System for Students of Physics in Tarbiyah faculty aiming to see the students' mastery of learning outcomes and performance. The study was a Quasi Experimental Research. The population used in the study was all students majoring in Physic Education with a sample of the7th semester students of 2010/2011 academic year. The method of data collection used is testing and observation. Data were analyzed by using the statistical percentage. The result shows there were 90.32% of students passed individually, which therefore the students' learning results were completed classically. In addition, the students' performance on cognitive, affective, and psychomotor in the experimental class also showed positive results. Therefore, it can be concluded that the use of monopoly game as media in cooperative learning on the concept of the Solar System have a positive impact to the quality of learning process.

  20. Penggunaan Kendal Sebagai Media Penyimpan Panas pada Kolektor Surya Plat Datar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Mustaqimah Mustaqimah

    2016-10-01

      Use of Kendal As a Heat Storage Medium on The Flat Solar  Collector Type  Abstract. Solar collector is a device that serves to collect the incoming solar energy and converted into thermal energy and redirects energy into the fluid. This study aimed to develop and test the performance of solar collector using kendal (beef fat as a heat storage medium. The main parts of flat solar collector is constructed of: frame, cover, insulator, copper pipes and absorber. Preparation of flat plate solar collector that is done by heating until melted beef fat. Then inserted it into the copper pipe. After that, the solar collector is placed in a position with a slope angle 20o orientation. Testing was conducted from 09.00 until 17.30 on a sunny day. Based on the results of the study, the highest total radiation occurs on the first day at 4240.82 (Watt hours / m2. The amount of energy received by the collector is highest on the first day which amounted to 5540.07 kJ. The average temperature in the heat storage medium (Kendal amounted 43.20 oC and generates an average outlet temperature that is equal 45.6 oC. The results of this study indicate that the use of kendal as excellent heat storage medium for solar collector temperature remains stable when solar radiation is not there.

  1. Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi PT. Surya Warfa Kharisma Studi Kasus: Penjulan, Piutang, dan Penerimaan Kas

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Suparto Darudiato

    2011-06-01

    Full Text Available To increase sales, the management and sales department requires accurate, relevant and up-to-date information to support its function. Currently the amount of outstanding accounts receivables becomes one of the obstacles. So, credit limits criteria are applied as one of the effort to emphasis the outstanding receivables. Surely it will have an impact on increasing the effectiveness and efficiency of operations and ultimately will enhance the competitiveness. This research was done in three stages, data collection, analyzing the system requirements of current system to synergy with company’s target, and the results of needs analysis are developed into a new accounting information system with object-oriented approach and UML diagrams. 

  2. Teaching Multiplication of Numbers from 1 to 10 to STKIP Surya Students Using Matematika GASING

    Science.gov (United States)

    Kusuma, Josephine; Sulistiawati

    2014-01-01

    Multiplication of numbers from 1 to 10 is very important as it provides the basis for learning multiplication of other larger numbers as well as other related mathematical operations. How do students learn multiplication? Usually students just memorize the results of multiplication. This is often performed without a complete comprehension of the…

  3. Bakü İçeri Şeher’de Selçuklular Döneminden Kalma İki Mescit: Sınıg Gala (Muhammed (1078 Ve Aşur (1169 Mescitleri (Two Masjid Around Baku İçeri Şeher Remaining From Seljuks: Sinig Gala (Muhammed (1078 And Ashur (1169 Masjids

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Ramazan UYKUR

    2012-12-01

    small scaled buildings,they don't raise anything new, they are both important in order toclosely trail the architectural line of the period. Bakü’de bugün İçeri Şeher adıyla anılan eski Bakü yerleşiminde küçük ölçeklerde inşa edilmiş çok sayıda mescit bulunmaktadır. Bu makalede Selçuklular’ın Anadolu dışında Azerbaycan Bakü’de bıraktığı maddi kültür izlerinden en erken tarihli iki örnek ele alınmıştır. Çalışmada Türk dünyasında az bilinen bu iki eserin tarih, bani, plân, mimari ve bezeme gibi yönleriyle ayrıntılı biçimde ele alınması amaç edinilmiştir. Bu sebeple Bakü ve çevresindeki yapılarda: gerekli ölçümler, teknik çizimler ve fotoğraflama işlemleri yapılmıştır. Bunun ardından Bakü Berpa Arşivi’nde, Ahundov Kütüphanesi’nde ve Türkiye kütüphanelerinde kaynak araştırmaları ile çalışma tamamlanmıştır1. Türkler Anadolu’yu iskân edinmeleri ile başlattıkları süreçte elde ettikleri siyasi/askeri başarılarının yanında; belleklerinde getirdikleri estetik hissi, mimari anlayışı ve sanat biçimlerini de yeni yurtlarında uygulamışlardır. Bu hareketlilik boyunca geçtikleri güzergahlarda meydana getirdikleri kentlerde bıraktıkları izlerden, Anadolu öncesindeki kültürel mirasın örneklerini bulmak mümkündür.Her iki yapının da Selçuklular’dan günümüze ulaşabilmiş en erken tarihli iki eser olması Türk mimarisindeki gelişimin izlenmesi bakımından önemlidir. Selçuklular’ın Bakü’ye gelmesinden sonra inşa edilen ilk yapı olan Sınıg Gala Mescidi statik problemleri olan, sert kaba görüntülü ve yapıdan bağımsız büyük minaresiyle dikkat çekmektedir. Aşur Mescidi ise, çift katlı cephe düzenlemesi ve harimi bölen bezemeli destek kemeriyle az daha gelişmiş mimari arayışın bir ürünüdür. Ancak her iki kübik yapıda göze çarpan kusur; ağır, basık/karanlık başarısız bir mekan uygulamasıdır. Sonuç olarak, k

  4. Biyoloji Öğretmen Adaylarının “Bakteri” Konusundaki Bilişsel Yapılarının Ve Alternatif Kavramlarının Belirlenmesi Determining Biology Student Teachers’ Cognitive Structure And Alternative Concepts On The Concept Of “Bacteria”

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Hakan KURT

    2013-09-01

    ; Mills, Shaw, Van Horne, Zhang ve Boughman, 2008. Bu yaklaşıma göre önceki deneyimlerle yapılan ilişkilendirmeler nedeniyle zihindeki mevcut bilişsel yapılar bireylerin yeni olayları algılamalarını ve yeni oluşturacakları bilişsel yapıları etkilemektedir. Zayıf bir bilişsel yapının, yeni bilgilerin zihinde yapılandırılma sürecini olumsuz etkilemesi ve böylece yeni bilginin anlamlı olarak yapılanamamasını olumsuz etkilemesi söz konusu olabilmektedir (Tsai ve Huang 2002; Vosniadou, Ioannides, Dimitrakopoulou ve Papademetriou, 2001.Bu kapsamda araştırmacılar öğrencilerin sadece sahip oldukları bilgileri değil; öğrencilerin sahip oldukları farklı bilgi ve kavramlar arasındaki ilişkilerini ve bilişsel yapılarını ölçen tekniklere yönelmişlerdir (Vance, Miller ve Hand, 1995. Bahar (2003, bu stratejiler, kelime ilişkilendirme, yapılandırılmış grid, dallanmış ağaç, kavram haritaları, kavramsal değişim metinleri, analoji, tahmin-gözlem-açıklama şeklinde sıralanabilir. Öğrencilerin bilişsel yapısını inceleyen bu tekniklerden en genel ve en eski olanı, aynı zamanda bu araştırmada da kullanılmış olan teknik kelime ilişkilendirme tekniğidir (Bahar, Johnstone ve Sutcliffe, 1999; Hovardas ve Korfiatis, 2006; Özatlı ve Bahar, 2010; White ve Gunstone, 2000. Bu çalışmanın amacı biyoloji öğretmen adaylarının “bakteri” kavramı konusundaki bilişsel yapılarını incelemektir. Konuyla ilgili literatür taramasında bağımsız kelime ilişkilendirme testi ve çizme-yazma tekniğinin birlikte kullanılarak biyoloji öğretmen adaylarının bakteriyle ilgili kavramsal yapılarını araştıran herhangi bir çalışmaya rastlanmamıştır. Bu çalışmada nitel araştırma yöntemi kullanılmıştır (Yıldırım ve Şimşek, 2006. Veriler toplam 44 öğretmen adayının katılımıyla toplanmıştır. Verilerin toplanmasında bağımsız kelime ilişkilendirmetesti ve çizme-yazma tekni

  5. PENULARAN DAN PENCEGAHAN AIDS Dl INDONESIA

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tupan Tupan

    2011-12-01

    Full Text Available Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS pertama kali ditemukan pada tahun 1981 di Amerika serikat pada pria homoseksual di California dan pada tahun 1982 sudah ditemukan pada hemofilia, penerima tranfusi darah, pemakai obat bius secara intravena dan orang yang berhubunganseksual dengan kelompok-kelompok tersebut diatas. AIDS kini te1ah meluas menjadi pandemi dan masalah internasional. Pertambahan kasus yang cepat pada se1uruh penduduk dan penyebarannya kese1uruh negara, serta belum adanya obat dan vaksin yang efektif terhadap AIDS te1ah menimbulkan keresahan dan keprihatinan di seluruh dunia. Penyebab AIDS ada1ah suatu retro virus yang sejak tahun 1986 disebutHuman Immunodeficiency Virus (HIV . HIV yang masuk kedalam tubuhakan menyerang sel darah putih, yaitu limposit T4 yang mempunyai peranan penting sebagai pengatur sistem imunitas. HIV mengadakan ikatan dengan CD 4 reseptor yang terdapat pada pennukaan limposit T4. Sekarang diketahui bahwa virus ini dapat langsung merusak sel tubuh yang mempunyai CD4 seperti sel glia yang terdapat pada otak, makrofag dan sel langerhans dikulit, saluran pencernaan dan saluran pernapasan. Suatu enzim, reverse transcriptase mengubah bahan genetik virus (RNA menjadi DNA yang bisa bedntegrasi dengan sel dari hospes. Selanjutnya sel yang berkembang biak akan mengandung genetik menyebabkan infeksi oleh HIV menjadi ireversible dan berlangsung seumur hidup.

  6. PENGARUH INFUS BUAH PARE (Momordica charantia L TERHADAP KELENJAR PROSTAT TIKUS PUTIH

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    M. Wien Winarno

    2012-10-01

    Full Text Available Buah pare (Momordica charantia L.. selain dikenal sebagai sayuran juga digunakan sebagai obat tradisional. Beberapa hasil penelitian menyimpulkan bahwa perasan buah pare dapat menurunkan kadar glukosa darah. Sebagai kontrasepsi pria, buah pare terbukti menyebabkan abnormalitas struktur morfologi sperma dan menurunkan kadar testosteron darah. Ekstrak buah pare secara invitro menghambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat. Buah pare mengandung momordisin, momordin, asam resinal dan sterol. Berdasarkan efeknya yaitu dapat menurunkan hormon testosteron, dan secara invitro menghambat sel-sel kanker prostat dan adanya kandungan sterol, maka dilakukan penelitian Pengaruh infus buah pare (M. charantia L. terhadap kelenjar prostat tikus putih. Penelitian menggunakan hewan coba tikus putih, galur Wistar dengan bobot badan 180-200 gram. Rancangan penelitian yang digunakan "Rancangan Acak Lengkap". Bahan yang diteliti berupa infus buah pare dengan dosis pemberian 625 mg, 1250 mg, 2500 mg dan 5000 mg/kg bb. Sebagai pembanding digunakan akuades. Bahan diberikan secara oral, satu kali sehari selama 30 hari. Hari ke-31 hewan dibunuh, diambil kelenjar prostatnya untuk dibuat preparat histopatologi. Pengamatan meliputi berat dan ketebalan sel epitel kelenjar prostat. Hasilnya, pemberian infus buah pare pada semua dasis dibandingkan dengan akuades (kontrol berpengaruh sangat nyata (P<0,01 terhadap berat kelenjar prostat. Sementara infus buah pare dosis 2500 mg/kg bb. berpengaruh sangat nyata (P<0,01 terhadap tebal set epitel kelenjar prostat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa infus buah pare dapat menurunkan berat kelenjar prostat normal dan menipiskan sel epitel dari kelenjar prostat.   Kata kunci : pare, Momordica charantia L., kelenjar prostat

  7. Oxidative stress profile in goats supplemented or not with selenium and vitamin E and submitted to scrotal insulationPerfil de marcadores do estresse oxidativo em caprinos suplementados ou não com selênio e vitamina E e submetidos à insulação escrotal

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Maria Madalena Pessoa Guerra

    2011-12-01

    Full Text Available To evaluate the effect of supplementation with selenium and vitamin E in the diet of goats induced to scrotal insulation (SI on the profile of biochemical markers of systemic oxidative metabolism 12 animals were randomly divided into two groups: G1 - no supplementation G2 - supplemented with selenium (0.1 mg / kg body weight of sodium selenite and vitamin E (0.3 IU / kg body weight. At the end of the adjustment period of 30 days, the scrotal insulation (SI was performed with the placement of plastic bags in the testes for 18 days. Supplementation with Se + vitamin E began 60 days before induction of SI and maintained for 42 days after the end of SI, corresponding to post-insulation (PSI. Blood samples were obtained by jugular venipuncture to obtain total blood for analysis of reduced glutathione (GSH and plasma for analysis of thiobarbituric acid reactive substance (TBARS and determination of ferric reducing ability of plasma (FRAP. No effect of dietary supplementation with Se + vitamin E on the profile of all the variables studied, but there was systemic oxidative action understood by a significant decrease of GSH during the SI, with a gradual increase in the PSI period, as well as lower average of FRAP observed during the SI and the highest average in the period from PSI. It was concluded that analysis of the activity of reduced glutathione (GSH and concentrations of thiobarbituric acid reactive substances (TBARS and ferric reducing ability of plasma (FRAP are recommended laboratory methods to evaluate the systemic response to oxidative damage caused by thermal stress testis in goats.Para avaliar o efeito da suplementação com selênio e vitamina E na dieta de caprinos induzidos à insulação escrotal (IE sobre o perfil de indicadores bioquímicos do metabolismo oxidativo sistêmico foram utilizados 12 animais, os quais foram distribuídos aleatoriamente em dois grupos: G1 - sem suplementação; G2 - suplementados com selênio (0,1 mg/Kg de

  8. Kaheksas ehtenäitus sel hooajal / Kai Lobjakas

    Index Scriptorium Estoniae

    Lobjakas, Kai, 1975-

    1999-01-01

    18. VI-8. VIII Tarbekunstimuuseumis rahvusvaheline ehtekunstinäitus "Meele Avaldus/Mind Seduction". Osalema on kutsutud 30 noort ehtekunstnikku seitsmest Euroopa riigist. Kuraator ja kujundaja Ketli Tiitsar. Eestit esindavad rühmituse F.F.F.F. liikmed, Mari ja Adolfas Shaulys

  9. Selçuklular Döneminde Sincar

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Tülay Yürekli

    2015-11-01

    Full Text Available In this article transition period of Sinjar city, today within the borders of Iraq, to the Turkish rule has been addressed. The important cities of Upper Mesopotamia such as Mosul, Sinjar after a short time of subsequent to the Oguz invasion to this region were included by Soltan Tuğrul but remained periodically in the hands of former owners. This situation has changed after the death of Malik Shah and the city was ruled by Turkish governors.

  10. PRODUKSI GAS METANA DARI PENGOLAHAN SAMPAH PERKOTAAN DENGAN SISTEM SEL

    OpenAIRE

    Herlambang, Arie; Sutanto, Henky; Wibowo, Kusno

    2016-01-01

    Waste to energy now become one of the technology solution that is in many developed  countries, in an effort to reduce greenhouse gas emissions from waste. Urban organic waste is a potential source of greenhouse gases. Methane gas is an energy source that can be used as fuel. It is difficult to find land for Landfill alocation in the major cities and often becomes a difficult social problem. Structured Landfill Cell is used to treat the waste at the landfill, with the aim to use land more sca...

  11. Produksi Gas Metana Dari Pengolahan Sampah Perkotaan Dengan Sistem Sel

    OpenAIRE

    Herlambang, Arie; Sutanto, Henky; Wibowo, Kusno

    2010-01-01

    Waste to energy now become one of the technology solution that is in many developed countries, in an effort to reduce greenhouse gas emissions from waste. Urban organic waste is a potential source of greenhouse gases. Methane gas is an energy source that can be used as fuel. It is difficult to find land for Landfill alocation in the major cities and often becomes a difficult social problem. Structured Landfill Cell is used to treat the waste at the landfill, with the aim to use land more sca...

  12. Amobilisasi Sel Bacillus licheniformis KA-08 dalam Menghasilkan Keratinase Termostabil

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Anthoni Agustien

    2012-10-01

    Full Text Available Isolate local Bacillus licheniformis KA-08 known extracellular thermostable keratinase producers. Scale up of thermostable keratinase production can be with cells immobilized. The objective of the research is to thermostable keratinase production of B. licheniformis KA-08 cells immobilization. Thermostable keratinase activities were determined with modification of Brandelli and Riffel method. Protein concentration of enzyme determined with Lowry method. Immobilization of cells by Ca-alginate matrix with Adinarayana method, alginate concentration and amount of alginate bead effects with Beshay method. The result extracellular thermostable keratinase of B. licheniformis KA-08 cells immobilized was maximum produced at 12 times incubation with activity as 9.25 U/mg. Three percent alginate has optimum activity. Three hundred alginate beads has optimum activity. Cells immobilized ofB. licheniformis KA-08 has scale up of thermostable keratinase activity at 2 times than free cells. Thermostable keratinase produced by cell immobilized was nine cycles.

  13. Isentropic and non-isentropic sel-similar implosions

    International Nuclear Information System (INIS)

    Rodriguez, Manuel; Linan, Amable.

    1978-01-01

    The self-similar motion of an implosive shock at the instant close to the reflection time at the center of the sphere (or cylinder), before and after that reflection occurs, is described. The material is considered to be a perfect gas. A detailed analysis is given of the ordinary differential equations that describe the velocity, density and pressure distributions, obtaining the numerical solution for several values of sigma. Asymptotic solutions are given for small values of 1/sigma and (sigma - 1). Also, the self-similar process of the isentropic compression of a sphere (or cylinder), with initial conditions of uniform density and zero velocity, is given. An asimptotic solution, valid for large values of the maximum density ratio, is obtained. As a part of the solution, it is obtained the pressure-time dependence needed at the outer surface to get the self-similar solution. (author)

  14. Karla katedraal tahetakse veel sel aastal maha lammutada / Urmas Seaver

    Index Scriptorium Estoniae

    Seaver, Urmas, 1973-

    2006-01-01

    1985. aastal Tallinnas valminud Poliitharidusmaja (arhitekt Raine Karp), hilisem Sakala Keskus, lammutatakse ja asemele ehitatakse olulisemalt suurem hoone, kuhu on kavandatud kinosaal, ürituste saal, galeriid, kauplused, stuudiod, söögikohad jms

  15. EFEK APLIKASI PADA HIDROKSIAPATIT TERHADAP PERLEKATAN SEL OSTEOBLAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sunarintyas

    2011-12-01

    Full Text Available Hydroxyapatite (HA is often used as a human bone graft. Modification of HA surface is developed to increase osseointegration process which is influenced by cells attachment surrounded the tissue. Sericin has polar side groups which accelerate cells attachment. The aim of this research was to determine the effect of sericin application over HA surface on the attachment of osteoblast cells. The research used HA synthesized from gypsum (Kulon Progo, Yogyakarta. Sericin was extracted from silkworm cocoons of Bombyx mori. Sericin of 0.01, 0.05, 0.1% were applied over HA discs surface (10 mm in diameter, 3 mm thick. The discs were inserted into osteoblast cells culture of MC3T3E1 for attachment test. The data were analyzed by ANOVA and LSD. The result showed that the amount of osteoblast cells attached to HA (7.60±0.42 was significantly difference (p0.05. In conclusion, sericin application over HA surface increased the amount of osteoblast cells attachment. Concentrations of sericin application over HA (0.01, 0.05, 0.1% did not influence osteoblast cells attachment.

  16. EFEK APLIKASI PADA HIDROKSIAPATIT TERHADAP PERLEKATAN SEL OSTEOBLAS

    Directory of Open Access Journals (Sweden)

    Siti Sunarintyas

    2011-12-01

    Full Text Available Hydroxyapatite (HA is often used as a human bone graft. Modification of HA surface is developed to increase osseointegration process which is influenced by cells attachment surrounded the tissue. Sericin has polar side groups which accelerate cells attachment. The aim of this research was to determine the effect of sericin application over HA surface on the attachment of osteoblast cells. The research used HA synthesized from gypsum (Kulon Progo, Yogyakarta. Sericin was extracted from silkworm cocoons of Bombyx mori. Sericin of 0.01, 0.05, 0.1% were applied over HA discs surface (10 mm in diameter, 3 mm thick. The discs were inserted into osteoblast cells culture of MC3T3E1 for attachment test. The data were analyzed by ANOVA and LSD. The result showed that the amount of osteoblast cells attached to HA (7.60±0.42 was significantly difference (p<0.05 with HA + sericin 0.01% (10.30±0.52, HA + sericin 0.5% (10.63±0.70, HA + sericin 0.1% (10.67±0.87. Variation of sericin concentrations applied over HA did not influence any significant difference on the amount of cells attachment (p>0.05. In conclusion, sericin application over HA surface increased the amount of osteoblast cells attachment. Concentrations of sericin application over HA (0.01, 0.05, 0.1% did not influence osteoblast cells attachment.

  17. Laboratory Performance Evaluation Report of SEL 421 Phasor Measurement Unit

    Energy Technology Data Exchange (ETDEWEB)

    Huang, Zhenyu; faris, Anthony J.; Martin, Kenneth E.; Hauer, John F.; Bonebrake, Christopher A.; Shaw, James M.

    2007-12-01

    PNNL and BPA have been in close collaboration on laboratory performance evaluation of phasor measurement units for over ten years. A series of evaluation tests are designed to confirm accuracy and determine measurement performance under a variety of conditions that may be encountered in actual use. Ultimately the testing conducted should provide parameters that can be used to adjust all measurements to a standardized basis. These tests are performed with a standard relay test set using recorded files of precisely generated test signals. The test set provides test signals at a level and in a format suitable for input to a PMU that accurately reproduces the signals in both signal amplitude and timing. Test set outputs are checked to confirm the accuracy of the output signal. The recorded signals include both current and voltage waveforms and a digital timing track used to relate the PMU measured value with the test signal. Test signals include steady-state waveforms to test amplitude, phase, and frequency accuracy, modulated signals to determine measurement and rejection bands, and step tests to determine timing and response accuracy. Additional tests are included as necessary to fully describe the PMU operation. Testing is done with a BPA phasor data concentrator (PDC) which provides communication support and monitors data input for dropouts and data errors.

  18. RESISTENSI INSULIN TERKAIT OBESITAS: MEKANISME ENDOKRIN DAN INTRINSIK SEL

    OpenAIRE

    Mira Dewi

    2012-01-01

    The number of obese individuals worldwide has reached 2.1 billion and this will lead to explosion of obesity-related morbidity and mortality. Obese individuals will develop re­sistance to celluler action of insulin. The obesity related insulin resistance is the major risk factor of cardiovascular diseases and Type 2 Diabetes Mellitus, the disease which number has reached epidemic proportion. The association between obesity and insulin resistance seem to be cause and effect relation because s...

  19. RESISTENSI INSULIN TERKA